REFERAT

PEMBIMBING Dr. Soehendro sp.KJ

Disusun Oleh : Andi Dian Reski 0810221002 Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa Rumah Sakit Raden Said Sukanto Fakultas Kedokteran UPN “Veteran” Jakarta 2010

BAB I PENDAHULUAN I.1 LATAR BELAKANG
Pada dasarnya, setiap manusia menghendaki hidup dan kehidupan yang tenang, tentram dan bahagia, meskipun tidak selamanya kemauan dan keinginan tersebut tercapai. Sebab sudah menjadi sunnatullah bahwa kegundahan, kekalutan, kegelisahan dan berbagai bentuk gangguan psikologis lainnya merupakan bagian yang akan selalu menyertai kehidupan manusia.1 Salah satu gangguan jiwa yang merupakan permasalahan kesehatan di seluruh dunia adalah skizofrenia. Para pakar kesehatan jiwa menyatakan bahwa semakin modern dan industrial suatu masyarakat, semakin besar pula stressor psikososialnya, yang pada gilirannya menyebabkan orang jatuh sakit karena tidak mampu mengatasinya. Salah satu penyakit itu adalah gangguan jiwa skizofrenia. 2

Dalam sejarah perkembangan skizofrenia sebagai gangguan klinis, banyak tokoh psikiatri dan neurologi yang berperan. Mula-mula Emil Kreaplin (18-1926) menyebutkan gangguan dengan istilah dementia prekok yaitu suatu istilah yang menekankan proses kognitif yang berbeda dan onset pada masa awal. Istilah skizofrenia itu sendiri diperkenalkan oleh Eugen Bleuler (1857-1939), untuk menggambarkan munculnya perpecahan antara pikiran, emosi dan perilaku pada pasien yang mengalami gangguan ini. Bleuler mengindentifikasi symptom dasar dari skizofrenia yang dikenal dengan 4A antara lain : Asosiasi, Afek, Autisme dan Ambivalensi.3 Skizofrenia merupakan gangguan mental yang kompleks dan banyak aspek tentang skizofrenia sampai saat ini belum dapat dipahami sepenuhnya. Sebagai suatu sindrom, pendekatan skizofrenia harus dilakukan secara holistik dengan melibatkan aspek psikososial, psikodinamik, genetik, farmakologi, dan lain-lain.4 Diagnosis skizofrenia lebih banyak ditemukan dikalangan sosial ekonomi rendah. Beberapa pola interaksi keluarga dan faktor genetik diduga merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya skizofrenia.5 75% penderita skizofrenia mulai mengidapnya pada usia 16-25 tahun. Usia remaja dan dewasa muda memang beresiko tinggi karena tahap kehidupan ini penuh stressor. Kondisi penderita sering terlambat disadari keluarga dan lingkungannya karena dianggap sebagai bagian dari tahap penyesuaian diri.6

I.2

TUJUAN Untuk memenuhi salah satu syarat dalam mengikuti program studi

a. Tujuan Umum Kepaniteraan Klinik Kesehatan Jiwa RUMKIT POLPUS RS. SUKANTO. b. Tujuan Khusus Untuk mengetahui dan memahami mengenai skizofrenia.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA II. 1 DEFINISI Skizofrenia berasal dari bahasa Yunani, “schizein”yang berarti “terpisah”atau “pecah”, dan “phren” yang artinya “jiwa”. Pada skizofrenia terjadi pecahnya atau ketidakserasian antara afeksi, kognitif dan perilaku. Secara umum, simptom skizofrenia dapat dibagi menjadi tiga golongan: yaitu simptom positif, simptom negative, dan gangguan dalam hubungan interpersonal. 3 Skizofrenia merupakan suatu deskripsi dengan variasi penyebab (banyak belum diketahui) dan perjalanan penyakit (tak selalu bersifat kronis atau “deteriorating”) yang luas, serta sejumlah akibat yang tergantung pada perimbangan pengaruh genetik, fisik, dan sosial budaya. Pada umumnya ditandai oleh penyimpangan yang fundamental dan karakteristik dari pikiran dan persepsi, serta oleh afek yang tidak wajar (inappropriate) atau tumpul (blunted). Kesadaran yang jernih (clear consciousness) dan kemampuan intelektual biasanya tetap terpelihara, walaupun kemunduran kognitif tertentu dapat berkembang kemudian. 8 II.2 EPIDEMIOLOGI Sekitar satu persen penduduk dunia akan mengidap skizofrenia pada suatu waktu dalam hidupnya. Di Indonesia diperkirakan satu sampai dua persen penduduk atau sekitar dua sampai empat juta jiwa akan terkena penyakit ini. Bahkan sekitar sepertiga dari sekitar satu sampai dua juta yang terjangkit penyakit skizofrenia ini atau sekitar 700 ribu hingga 1,4 juta jiwa kini sedang mengidap skizofrenia. 3 Prevalensi skizofrenia di Amerika Serikat dilaporkan bervariasi terentang dari 1 sampai 1,5 persen dengan angka insidens 1 per 10.000 orang per tahun. Beberapa penelitian menemukan bahwa 80% semua pasien skizofrenia menderita penyakit fisik dan 50% nya tidak terdiagnosis. Bunuh diri adalah penyebab umum kematian diantara penderita skizofrenia, 50% penderita skizofrenia pernah mencoba bunuh diri 1 kali seumur hidupnya dan 10% berhasil melakukannya. Faktor risiko bunuh diri adalah adanya gejala depresif, usia muda dan tingkat fungsi premorbid yang tinggi.

Penelitian Computed Tomography (CT) otak dan penelitian post mortem mengungkapkan perbedaan-perbedaan otak penderita skizofrenia dari otak normal walau pun belum ditemukan pola yang konsisten. Secara genetik.4 Berdasarkan jenis kelamin prevalensi skizofrenia adalah sama. Hal yang biasa kita temukan pada penderita skizofrenia adalah adiksi nikotin. Beberapa laporan mengatakan skizofrenia lebih banyak dijumpai pada orang orang yang tidak menikah tetapi penelitian tidak dapat membuktikan bahwa menikah memberikan proteksi terhadap Skizofrenia. sekurang-kurangnya beberapa individu penderita skizofrenia mempunyai kerentanan genetik herediter. Penderita skizofrenia yang merokok membutuhkan anti psikotik dosis tinggi karena rokok meningkatkan kecepatan metabolisme obat tetapi juga menurunkan parkinsonisme. kanabis 15% sampal 25% dan kokain 5%-10%. dan Brain Electrical Activity Mapping (BEAM) mengungkapkan turunnya aktivitas lobus frontal pada beberapa individu penderita skizofrenia. perbedaannya terlihat dalam onset dan perjalanan penyakit. Sebagian besar penelitian menghubungkan hal ini sebagai suatu indikator prognosis yang buruk karena penyalahgunaan zat menurunkan efektivitas dan kepatuhan pengobatan. Status hiperdopaminergik yang khas untuk traktus mesolimbik (area tegmentalis ventralis di otak tengah ke berbagai struktur limbic) menjadi penjelasan patofisiologis yang paling luas diterima untuk skizofrenia. Penelitian aliran darah. dikatakan 3 kali populasi umum (75%-90% vs 25%-30%).3 II.Komorbiditas Skizofrenia dengan penyalahgunaan alkohol kira kina 30% sampai 50%. Penyakit ini mungkin mewakili sekelompok heterogen gangguan yang mempunyai gejala-gejala serupa. glukografi. Onset untuk laki laki 15 sampai 25 tahun sedangkan wanita 25-35 tahun.3 ETIOLOGI Tidak ada jalur etiologi tunggal yang telah diketahui menjadi penyebab skizofrenia. . Prognosisnya adalah lebih buruk pada laki laki dibandingkan wanita. Penyakit yang satu ini cenderung menyebar di antara anggota keluarga sedarah.

Model ini mendalilkan bahwa seseorang mungkin memiliki suatu kerentanan spesifik (diatesis) ada kemungkinan lingkungan akan menimbulkan stres. Org . Tanda dan gejala yang ada 2. Model Diatesis-stres Suatu model untuk integrasi faktor biologis dan faktor psikososial dan lingkungan yang merupakan model diatesis. Hal ini menyebabkan sulitnya menegakkan diagnosis pasti untuk gangguan skizofrenia.br Semua tanda dan gejala skizofrenia telah ditemukan pada orang-orang bukan penderita skizofrenia akibat lesi system syaraf pusat atau akibat gangguan fisik lainnya.Gambar 1 www. stress psikososial . Komponen lingkungan mungkin biologikal (seperti infeksi) atau psikologis (sebagai contohnya. Keputusan klinis diambil berdasarkan sebagian pada : 1.5 . dan trauma. situasi keluarga yang penuh ketegangan atau kematian orang terdekat). Dasar biologikal dari diatesis selanjutnya dapat terbentuk oleh pengaruh epigenetik seperti penyalahgunaan obat. Pada model diatesis-stres yang paling umum maka diatesis atau stres dapat berupa biologis atau lingkungan atau keduanya. Setelah menyingkirkan semua etiologi organic yang nyata seperti keracunan dan putus obat akut. Gejala dan tanda psikotik tidak satu pun khas pada semua penderita skizofrenia. Rriwayat psikiatri 3. Cerebromente. Penyebab skizofrenia dapat diuraikan sebagai berikut : 1.

Dua hal yang menjadi sasaran penelitian adalah waktu dimana kerusakan neuropatologis muncul pada otak. Hipotesis Dopamin Dopamin merupakan neurotransmiter pertama yang berkontribusi terhadap gejala skizofrenia. Hampir semua obat antipsikotik baik tipikal maupun antipikal menyekat reseptor dopamin D2. Berdasarkan pengamatan diatas . yaitu sitem limbik. Namun sampai kini belum diketahui bagaimana hubungan antara kerusakan pada bagian otak tertentu dengan munculnya simptom skizofrenia. Infeksi Perubahan anatomi pada susunan syaraf pusat akibat infeksi virus pernah dilaporkan pada orang orang dengan skizofrenia. hipoksia perinatal akan meningkatkan kerentanan seseorang terhadap skizofrenia. Penelitian mengatakan bahwa terpapar infeksi virus pada trimester kedua kehamilan akan meningkatkan seseorang menjadi skizofrenia.2. sehingga disfungsi pada satu area mungkin melibatkan proses patologis primer pada area yang lain. Faktor Neurobiologi Penelitian menunjukkan bahwa pada pasien skizofrenia ditemukan adanya kerusakan pada bagian otak tertentu. Keempat area tersebut saling berhubungan. Faktor Biologi Komplikasi kelahiran Bayi laki laki yang mengalami komplikasi saat dilahirkan sering mengalami skizofrenia. Terdapat beberapa area tertentu dalam otak yang berperan dalam membuat seseorang menjadi patologis. dengan terhalangnya transmisi sinyal di sistem dopaminergik maka gejala psikotik diredakan. korteks frontal. 3 3. dan interaksi antara kerusakan tersebut dengan stressor lingkungan dan sosial. cerebellum dan ganglia basalis.

Hipotesis tersebut memiliki dua masalah. obat-obatan yang meningkatkan dopaminergik. biasa timbul pada trauma otak setelah lahir. yang paling jelas adalah amfetamin.dikemukakan bahwa gejala gejala skizofrenia disebabkan oleh hiperaktivitas sistem dopaminergik. dinyatakan mempunyai khasiat dan potensi anti psikotik serta berhubungan dengan kemampuannya untuk bertidak sebagai antagonis reseptor dopaminergik tipe 2 (D2). yang merupakan salah satu psikotomimetik. . Data tersebut menyatakan bahwa abnormalitas awal pada pasien ini mungkin melibatkan keadaan hipodominergik. Pertama. Clozapine. Sebagai contohnya antagonis dopamin digunakan juga untuk mengobati mania akut. 5 Struktur Otak Daerah otak yang mendapatkan banyak perhatian adalah sistem limbik dan ganglia basalis. penurunan massa abu abu dan beberapa area terjadi peningkatan maupun penurunan aktifitas metabolik. Otak pada penderita skizofrenia terlihat sedikit berbeda dengan orang normal. antagonis dopamin efektif dalam mengobati hampir semua pasien psikotik dan pasien yang teragitasi berat. Dengan demikian tidak mungkin menyimpulkan bahwa terjadi hiperaktivitas dopaminergik. Kedua. Teori tersebut timbul dari dua pengamatan. Kedua. ventrikel terlihat melebar. Pertama. 4 Hipotesis Serotonin Rumusan yang paling sederhana dari hipotesis dopamin untuk skizofrenia menyatakan bahwa skizofrenia disebabkan karena terlalu banyaknya aktivitas dopaminergik. beberapa data elektrofisiologis menyatakan bahwa neuron dopaminergik mungkin meningkatkan kecepatan pembakarannya sebagai respon dari pemaparan jangka panjang dengan obat anti psikotik. Pemeriksaan mikroskopis dan jaringan otak ditemukan sedikit perubahan dalam distribusi sel otak yang timbul pada masa prenatal karena tidak ditemukannya sel glia. tidak tergantung pada diagnosis.

4 . satu orang tua 12%. Masyarakat yang mempunyai hubungan derajat ke dua seperti paman. bibi. Kembar identik 40% sampai 65% berpeluang menderita skizofrenia sedangkan kembar dizigotik 12%. Anak dan kedua orang tua yang skizofrenia berpeluang 40%.blogspot. kakak laki laki ataupun perempuan dengan skizofrenia. 1% dari populasi umum tetapi 10% pada masyarakat yang mempunyai hubungan derajat pertama seperti orang tua. kakek / nenek dan sepupu dikatakan lebih sering dibandingkan populasi umum.com Genetika Para ilmuwan sudah lama mengetahui bahwa skizofrenia diturunkan.Gambar 2 Sehat-enak.

many unaffected people have large ventricles. This suggests structural brain changes associated with the illness. Jika neurosis merupakan konflik antara id dan ego. yang muncul lebih awal daripada gangguan neurosis. kerusakan ego . Harry Stack Sullivan mengatakan bahwa gangguan skizofrenia disebabkan oleh kesulitan interpersonal yangyang terjadi sebelumnya. kerusakan ego (ego defect) memberikan kontribusi terhadap munculnya simptom skizofrenia. Secara umum. terutama yang berhubungan dengan apa yang disebutnya pengasuhan ibu yang salah. due to normal genetic variation in ventricle size -. M.Teori Psikoanalitik Freud beranggapan bahwa skizofrenia adalah hasil dari fiksasi perkembangan. Note that such MRI scans cannot be used to diagnose schizophrenia in the general population. The ventricles of the twin with schizophrenia are larger.D.Gambar 3 Loss of brain volume associated with schizophrenia is clearly shown by magnetic resonance imaging (MRI) scans comparing the size of ventricles (butterfly shaped. yaitu cemas berlebihan. maka psikosis merupakan konflik antara ego dan dunia luar. Konflik intrapsikis yang berasal dari fiksasi pada masa awal serta kerusakan ego yang mungkin merupakan hasil dari relasi obyek yang buruk turut memperparah symptom skizofrenia. Menurut Freud. Hal utama dari teori Freud tentang skizofrenia adalah dekateksis obyek dan regresi sebagai respon terhadap frustasi dan konflik dengan orang lain. dalam pandangan psikoanalitik tentang skizofrenia. one of whom has schizophrenia (right). NIMH Clinical Brain Disorders Branch Faktor Psikososial 1 Teori Tentang Individu Pasien . Disintegrasi ego yang terjadi pada pasien skizofrenia merepresentasikan waktu dimana ego belum atau masih baru terbentuk. Source: Daniel Weinberger. fluid-filled spaces in the midbrain) of identical twins.

Halusinasi mungkin merupakan substitusi dari ketidakmampuan pasien untuk menghadapi realitas yang obyektif dan mungkin juga merepresentasikan ketakutan atau harapan terdalam yang dimilikinya. Simptom negatif berkaitan erat dengan faktor biologis. Gangguan tersebut terjadi akibat distorsi dalam hubungan timbal balik ibu dan anak. orang menjadi skizofrenia karena pada masa kanak-kanak ia belajar pada model yang buruk. Tanpa memandang model teoritisnya. yaitu perilaku keluarga yang . Ia mempelajari reaksi dan cara pikir yang tidak rasional dengan meniru dari orangtuanya. namun mungkin juga berhubungan dengan kerusakan ego yang mendasar. dan erat kaitannya dengan adanya konflik. simptom positif diasosiasikan dengan onset akut sebagai respon terhadap faktor pemicu/pencetus. Selain itu. Misalnya fantasi tentang hari kiamat mungkin mengindikasikan persepsi individu bahwa dunia dalamnya telah hancur. Berbagai simptom dalam skizofrenia memiliki makna simbolis bagi masing-masing pasien. Menurut pendekatan psikodinamik.Teori Psikodinamik Berbeda dengan model yang kompleks dari Freud. Teori Tentang Keluarga Beberapa pasien skizofrenia-sebagaimana orang yang mengalami nonpsikiatrik-berasal dari keluarga dengan disfungsi.mempengaruhi interprestasi terhadap realitas dan kontrol terhadap dorongan dari dalam. Misalnya waham kebesaran pada pasien mungkin timbul setelah harga dirinya terluka. semua pendekatan psikodinamik dibangun berdasarkan pemikiran bahwa symptom-simptom psikotik memiliki makna dalam skizofrenia. dan karakteristiknya adalah absennya perilaku/fungsi tertentu. Hambatan dalam membatasi stimulus menyebabkan kesulitan dalam setiap fase perkembangan selama masa kanak-kanak dan mengakibatkan stress dalam hubungan interpersonal. seperti seks dan agresi. 2. yang sebenarnya juga memiliki masalah emosional. menurut pendekatan ini. Sedangkan gangguan dalam hubungan interpersonal mungkin timbul akibat konflik intrapsikis. . hubungan dengan manusia dianggap merupakan hal yang menakutkan bagi pengidap skizofrenia. .Teori Belajar Menurut teori ini. pandangan psikodinamik setelahnya lebih mementingkan hipersensitivitas terhadap berbagai stimulus.

Banyak penelitian menunjukkan keluarga dengan ekspresi emosi yang tinggi (dalam hal apa yang dikatakan maupun maksud perkataan) meningkatkan tingkat relapse pada pasien skizofrenia 3. Pada keluarga tersebut terdapat pola komunikasi yang unik. kejam dan sangat ingin ikut campur urusan pasien skizofrenia.Double Bind Konsep yang dikembangkan oleh Gregory Bateson untuk menjelaskan keadaan keluarga dimana anak menerima pesan yang bertolak belakang dari orangtua berkaitan dengan perilaku. . pada pola pertama. dan menghasilkan dominasi dari salah satu orang tua. Teori Sosial Beberapa teori menyebutkan bahwa industrialisasi dan urbanisasi banyak berpengaruh dalam menyebabkan skizofrenia. salah satu orang tua akan menjadi sangat dekat dengan anak yang berbeda jenis kelaminnya.Pseudomutual and Pseudohostile Families Dijelaskan oleh Lyman Wynne. beberapa keluarga men-suppress ekspresi emosi dengan menggunakan komunikasi verbal yang pseudomutual atau pseudohostile secara konsisten. Akibatnya anak menjadi bingung menentukan mana pesan yang benar. . sehingga kemudian ia menarik diri kedalam keadaan psikotik untuk melarikan diri dari rasa konfliknya itu. yang mungkin tidak sesuai dan menimbulkan masalah jika anak berhubungan dengan orang lain di luar rumah.Schims and Skewed Families Menurut Theodore Lidz.Ekspresi Emosi Orang tua atau pengasuh mungkin memperlihatkan sikap kritis. sikap maupun perasaannya. . Meskipun ada data pendukung.patologis. Sedangkan pada pola keluarga skewed. yang secara signifikan meningkatkan stress emosional yang harus dihadapi oleh pasien skizofrenia. Antara lain: . namun penekanan saat ini adalah dalam mengetahui pengaruhnya terhadap waktu timbulnya onset dan keparahan penyakit. dimana terdapat perpecahan yang jelas antara orangtua. terjadi hubungan yang tidak seimbang antara anak dengan salah satu orangtua yang melibatkan perebutan kekuasaan antara kedua orangtua. 9 .

Gejala-gejala primer : 1. Atau terdapat “clang association” oleh karena pikiran sering tidak mempunyai tujuan tertentu. langkah. Disamping gejala gejala yang terjadi pada ketiga fase diatas. Yang terganggu terutama ialah asosiasi. inkoherensi. yaitu primer dan sekunder. . Hampir semua individu datang berobat pada fase ini. Semakin lama fase prodromal semakin buruk prognosisnya. Perubahan perubahan ini akan mengganggu individu serta membuat resah keluarga dan teman. atau “…dulu waktu hari. Semua ini menyebabkan jalan pikiran pada skizofrenia sukar atau tidak dapat diikuti dan dimengerti. Jalan pikiran mudah dibelokkan dan hal ini menambah inkoherensinya. 4 Gejala-gejala skizofrenia dapat dibagi menjadi dua kelompok menurut Bleuler. lalu saya lari…”. bulan ataupun lebih dari satu tahun sebelum onset psikotik menjadi jelas. Pada fase prodromal biasanya timbul gejala gejala non spesifik yang lamanya bisa minggu. Hal ini dinamakan inkoherensi. kewaspadaan dan eksekutif (atensi. fase aktif dan fase residual.4 GAMBARAN KLINIS Perjalanan penyakit Skizofrenia dapat dibagi menjadi 3 fase yaitu fase prodromal. Gangguan proses pikiran (bentuk. seperti dikatakan “merah” bila dimaksudkan “berani”. waham.II. hubungan sosial). Pada skizofrenia inti gangguan memang terdapat pada proses pikiran. Tidak jarang juga digunakan arti simbolik. mereka akan mengatakan “orang ini tidak seperti yang dulu”. mengurutkan peristiwa. Gejala tersebut meliputi : hendaya fungsi pekerjaan. halusinasi disertai gangguan afek. penderita skizofrenia juga mengalami gangguan kognitif berupa gangguan berbicara spontan. Fase aktif akan diikuti oleh fase residual dimana gejala gejalanya sama dengan fase prodromal tetapi gejala positif / psikotiknya sudah berkurang. Atau terdapat pemindahan maksud. Kadang-kadang satu ide belum selesai diutarakan. umpamanya maksudnya “tani” tetapi dikatakan “sawah”. fungsi penggunaan waktu luang dan fungsi perawatan diri. Pada fase aktif gejala positif / psikotik menjadi jelas seperti tingkah laku katatonik. konsentrasi. jah memang matahari. bila tidak mendapat pengobatan gejala gejala tersebut dapat hilang spontan suatu saat mengalami eksaserbasi atau terus bertahan. fungsi sosial. isi pikiran). sudah timbul ide lain. umpamanya piring-miring.

Pikiran melayang (flight of ideas) lebih sering inkoherensi.Seorang dengan skizofrenia juga kecenderungan untuk menyamakan hal-hal. Kadang-kadang pikiran seakan berhenti. tetapi mulutnya tertawa. kemudian seorang lain yang ada disampingnya juga dimarahi dan dipukuli. timbul ide-ide yang tidak dikehendaki: tekanan pikiran atau “pressure of thoughts”. akan tetapi ia menangis. pada pikiran melayang selalu ada efori. • • Parathimi : apa yang seharusnya menimbulkan rasa senang dan gembira. Karena itu sering kita tidak dapat merasakan perasaan penderita. Ada penderita yang mengatakan bahwa seperti ada sesuatu yang lain didalamnya yang berpikir. masih bertujuan. Bila suatu ide berulang-ulang timbul dan diutarakan olehnya dinamakan preseverasi atau stereotipi pikiran. penderita timbul rasa sedih atau marah. pada Paramimi : penderita merasa senang dan gembira. Yang penting juga pada skizofrenia adalah hilangnya kemampuan untuk melakukan hubungan emosi yang baik (“emotional rapport”). pada pikiran melayang ide timbul sangat cepat. umpamanya seorang perawat dimarahi dan dipukuli. Keadaan ini dinamakan “blocking”. Pada inkoherensi sering tidak ada hubungan antara emosi dan pikiran. Semua ini merupakan gangguan afek dan emosi yang khas untuk skizofrenia. 2. tetapi kadangkadang sampai beberapa hari. Pada inkoherensi biasanya jalan pikiran tidak dapat diikuti sama sekali. tidak timbul ide lagi. tetapi masih dapat diikuti. . • Kadang-kadang emosi dan afek serta ekspresinya tidak mempunyai kesatuan. biasanya berlangsung beberapa detik saja. Perasaan halus sudah hilang. misalnya penderita menjadi acuh tak acuh terhadap hal-hal penting untuk dirinya sendiri seperti keadaan keluarganya dan masa depannya. seperti penderita yang sedang bermain sandiwara. Gangguan afek dan emosi lain adalah : Emosi yang berlebihan. sehingga kelihatan seperti dibuat-buat. umpamanya sesudah membunuh anaknya penderita menangis berhari-hari. Gangguan afek dan emosi Gangguan ini pada skizofrenia mungkin berupa : • Kedangkalan afek dan emosi (“emotional blunting”). Parathimi dan paramimi bersama-sama dalam bahasa Inggris dinamakan “incongruity of affect” dalam bahasa Belanda hal ini dinamakan “inadequat”.

maka dapat dilihat gerakan-gerakan yang kurang luwes atau yang agak kaku. umpamanya bila ditanyai mengapa tidak maju dengan pekerjaan atau mengapa tiduran terus. umpamanya mencintai dan membenci satu orang yang sama . Perilaku demikian erat hubungannya dengan otisme dan stupor katatonik. maju mundur. umpamanya mau makan dan tidak mau makan. Penderita dalam keadaan stupor tidak menunjukkan pergerakan sama sekali. hendak masuk kedalam ruangan. Gejala psikomotor Juga dinamakan gejala-gejala katatonik atau gangguan perbuatan. 4. 3. Mutisme dapat disebabkan oleh waham. maka dua hal yang berlawanan mungkin terdapat bersama-sama. tidak dapat bertindak dalam suatu keadaan. atau menangis dan tertawa tentang satu hal yang sama. Ini dinamakan ambivalensi pada afek. Mungkin penderita mutistik. Jadi sebelum suatu perbuatan selesai sudah timbul dorongan yang berlawanan. tetapi belum sampai tangannya sudah ditarik kembali. meskipun alasan itu tidak jelas atau tepat. sehingga ia melakukan sesuatu secara otomatis. Sebetulnya gejala katatonik sering mencerminkan gangguan kemauan. ada sesuatu yang melarang ia bicara. tetapi sewaktu melewati pintu ia mundur. Ambivalensi kemauan : menghendaki dua hal yang berlawanan pada waktu yang sama. atau tangan diulurkan untuk berjabat tangan. Atau mereka menganggap hal itu biasa saja dan tidak perlu diterangkan. Negativisme : sikap atau perbuatan yang negative atau berlawanan terhadap suatu permintaan. Gangguan kemauan Banyak penderita dengan skizofrenia mempunyai kelemahan kemauan. Otomatisme : penderita merasa kemauannya dipengaruhi oleh orang lain atau tenaga dari luar. Mungkin juga oleh karena sikapnya yang negativistik atau karena hubungan . Mereka selalu memberikan alasan. Bila gangguan hanya ringan saja.Karena terpecah belahnya kepribadian. Kelompok gejala ini oleh Bleuler dimasukkan dalam kelompok gejala skizofrenia yang sekunder sebab didapati juga pada penyakit lain. berbulan-bulan dan kadangkadang bertahun-tahun lamanya pada skizofrenia yang menahun.. Mereka tidak dapat mengambil keputusan. Kadang-kadang penderita melamun berhari-hari lamanya bahkan berbulan-bulan. Stupor ini dapat berlangsung berhari-hari.

Stereotipi pembicaraan dinamakan verbigerasi.penderita dengan dunia luar sudah hilang sama sekali hingga ia tidak ingin mengatakan apa-apa lagi. maka keadaan ini dinamakan logorea.Termasuk dalam gangguan ini adalah echolalia (penderita meniru kata-kata yang diucapkan orang lain) dan ekophraksia (penderita meniru perbuatan atau pergerakan orang lain). Tetapi penderita tidak menginsafi hal ini dan untuk dia wahamnya adalah fakta dan tidak dapat diubah oleh siapapun. Waham primer timbul secara tidak logis sama sekali. umpamanya penderita berwaham bahwa ia raja. Negativisme : menentang atau justru melakukan yang berlawanan dengan apa yang disuruh. waham sering tidak logis sama sekali dan sangat bizarre. atau tiap kali mau menyuap nasi mengetok piring dulu beberapa kali. umpamanya menarik-narik rambutnya. Mannerisme adalah stereotipi yang tertentu pada skizofrenia. waham sistematis atau tafsiran yang bersifat waham (delutional interpretations). Menurur Mayer-Gross hal ini hampir patognomonis buat skizofrenia. Waham Pada skizofrenia. Otomatisme komando (“command automatism”) sebetulnya merupakan lawan dari negativisme : semua perintah dituruti secara otomatis. Fleksibilitas cerea: bila anggota badan dibengkokkan terasa suatu tahanan seperti pada lilin. tanpa penyebab apa-apa dari luar. bagaimana ganjilpun. Sebaliknya ia tidak mengubah sikapnya yang bertentangan. Gejala-gejala sekunder : 1.Mayer gross membagi waham dalam dua kelompok yaitu waham primer dan waham sekunder. Keadaan ini dapat berlangsung beberapa hari sampai beberapa tahun. Kadangkadang penderita menggunakan atau membuat kata-kata yang baru: neologisme. Berulang-ulang melakukan suatu gerakan atau sikap disebut stereotipi. kata atau kalimat diulang-ulangi. Umpamanya istrinya sedang berbuat serong sebab ia melihat seekor cicak berjalan . Gejala katalepsi ialah bila suatu posisi badan dipertahankan untuk waktu yang lama. yang dapat dilihat dalam bentuk grimas pada mukanya atau keanehan berjalan dan gaya. ia terus bergerak saja. Sebaliknya tidak jarang penderita dalam keadaan katatonik menunjukkan hiperkinesa. tetapi ia bermain-main dengan air ludahnya dan mau disuruh melakukan pekerjaan kasar.

waham dosa. atau ada orang yang menyinarinya dengan alat rahasia atau ia merqasa ada racun dalammakanannya Halusinasi penglihatan agak jarang pada skizofrenia lebih sering pada psikosa akut yang berhubungan dengan sindroma otak organik bila terdapat maka biasanya pada stadium permulaan misalnya penderita melihat cahaya yang berwarna atau muka orang yang menakutkan. Kadang-kadang terdapat halusinasi penciuman (olfaktorik).Halusinasi. Sebagian penderita. Waham dinamakan menurut isinya :waham kebesaran atau ekspansif. Tetapi ada yang mengatakan bahwa otisme terjadi karena sangat terganggunya afek dan kemauan. merasakan. Paling sering pada keadaan skizofrenia ialah halusinasi (oditif atau akustik) dalam bentuk suara manusia. Halusinasi Pada skizofrenia. waham sindiran. melihat. Oleh Bleuler depersonalisasi. berkeyakinan bahwa dia orang terkenal. Skizofrenia dapat mempengaruhi cara berpikir. halusinasi cita rasa (gustatorik) atau halusinasi singgungan (taktil). Gejala skizofrenia dalam tiga kategori sebagai berikut : Gejala positif . Waham sekunder biasanya logis kedengarannya dapat diikuti dan merupakan cara bagi penderita untuk menerangkan gejala-gejala skizofrenia lain. yaitu keyakinan yang tidak masuk akal. memiliki keyakinan agama yang berlebihan. mendengar suara/ bisikan bersifat . Pada skizofrenia sering dilihat otisme : penderita kehilangan hubungan dengan dunia luar ia seakan-akan hidup dengan dunianya sendiri tidak menghiraukan apa yang terjadi di sekitarnya. . halusinasi timbul tanpa penurunan kesadaran dan hal ini merupakan gejala yang hampir tidak dijumpai dalam keadaan lain. dan sebagainya.dan berhenti dua kali. 2. Umpamanya penderita mencium kembang kemanapun ia pergi. waham kejaran. bunyi barang-barang atau siulan. 3 . waham nihilistik. yaitu mendengar. atau seorang penderita berkata “dunia akan kiamat sebab ia melihat seekor anjing mengangkat kaki terhadap sebatang pohin untuk kencing. berkeyakinan bahwa radio atau televisi memberi pesan-pesan tertentu.Delusi/waham. Contohnya berpikir bahwa dia selalu diawasi lewat televisi. double personality dan otisme digolongkan sebagai gejala primer. mencium sesuatu yang sebenarnya tidak ada. perasaan dan tingkah laku.

sulit mengingat/ mempelajari sesuatu yang baru. Penderita akan kehilangan ketertarikan untuk berteman. . misalnya bangun tidur dan membersihkan rumah. symptom/gejala klinis pasien skizofrenia dapat berubah dari waktu ke waktu.Menarik diri dari masyarakat (social withdrawal). lebih suka menghabiskan waktu sendirian dan merasa terisolasi. Pikiran mudah kacau sehingga tidak bisa mendengarkan musik/ menonton televisi lebih dari beberapa menit. Oleh karena itu pasien skizofrenia dapat berubah diagnosis subtipe mungkin berubah. menonton televisi dari awal hingga selesai. mencoba mencelakai atau mengikuti. perlu usaha keras untuk melakukannya.Pikiran paranoid. tidak ada symptom atau gejala klinis yang patognomonik untuk skizofrenia. Tiap symptom skizofrenia mungkin ditemukan pada gangguan psikiatrik atau gangguan syaraf lainnya. sulit mengingat sesuatu.Mengalami problema dengan perhatian dan ingatan. .Tidak dapat berkosentrasi.Miskin perbendaharaan kata dan proses berpikir yang lambat. Gejala negatif .Motivasi rendah (low motivation). 2. Penderita akan kehilangan ketertarikan pada semua aspek kehidupan. . Contohnya merasa ada seseorang yang berkomplot melawan. sehingga sulit membaca. klinis . 10 Tiga hal yang perlu diperhatikan dalam menilai symptom / gejala skizofrenia adalah : 1. Energinya terkuras sehingga mengalami kesulitan melakukan hal-hal biasa dilakukan. Riwayat penyakit pasien merupakan hal yang esensial untuk menegakkan diagnosis skizofrenia. Karena itu diagnosis skizofrenia tidak dapat ditegakkan dari pemeriksaan status mental saat ini. . seperti daftar belanjaan. yaitu kecurigaan yang berlebihan.menghibur atau tidak menakutkan. percaya ada makhluk asing yang mengikuti dan yakin dirinya diculik/ dibawa ke planet lain. Artinya tidak ada symptom yang khas atau hanya terdapat pada skizofrenia. Misalnya saat mengatakan sesuatu dan lupa apa yang telah diucapkan. Gejala kognitif . Sedangkan yanng lainnya mungkin menganggap suara/bisikan tersebut bersifat negatif/ buruk atau memberikan perintah tertentu.

Sebab prilaku atau pola pikir masyarakat dari sosial budaya tertentu mungkin dipandang sebagai suatu hal yang aneh bagi budaya lain.“Thought insertion or withdrawal”: isi pikiran yang asingdari luar masuk kedalam pikirannya (insertion)atau isi pikirannya diambil keluar oleh sesuatu dari luar (withdrawal).“delusion of control” : waham tentang dirinya dikendalikan oleh suatu kekuatan tertentu dati luar. 11 II.3. atau . (tentang ‘dirinya”: secara jelas merujuk ke pergerakan tubuh/anggota gerak atau ke pikiran.“delusional perception”: pengalaman inderawi yang tak wajar.“Thought broadcasting”: isi pikirannya tersiar keluar sehingga orang lain atau umum mengetahuinya. biasanya bersifat mistik atau mukjizat. dan isi pikiran ulangan. tindakan atau penginderaan khusus). atau .Mendiskusikan perihal pasien diantara mereka sendiri (diantara berbagai suara yang berbicara). atau .Suara halusinasi yang berkomentar secara terus menerus terhadap perilaku pasien. atau . Selainitu hal yang tampaknya merupakan gangguan realitas mungkin akibat keterbatasan intelektual dan pendidikan pasien.“delusion of influence”: waham tentang dirinya dipengaruhi oleh suatu kekuatan tertentu dari luar. (c) Halusinasi auditorik : . . dan . Harus diperhatikan taraf pendidikan. Contohnya memakai koteka di Papua merupakan hal yang biasa namun akan dipandang aneh jika dilakukan di Jakarta.“delusion of passivity”: waham tentang dirinya tidak berdaya dan pasrah terhadap suatu kekuatan dari luar. (b) . yang bermakna sangat khas bagi dirinya. walaupun isinya sama. atau . namun kulitasnya berbeda.5 KRITERIA DIAGNOSIS Harus ada sedikitnya satu gejala berikut ini yang amat jelas dan biasanya dua gejala atau lebih bila gejala-gejala itu kurang jelas : (a) “Thought echo” : isi pikiran dirinya sendiri yang berulang atau bergema dalam kepalanya (tidak keras). kemampuan intelektual dan latar belakang sosial budaya pasien.

biasanya yang mengakibatkan penarikan diri dari pergaulan sosial dan menurunnya kinerja sosial. yang menurut budaya setempat dianggap tidak wajar dan sesuatu yang mustahil. atau neologisme. atau fleksibilitas cerea. (f) Arus pikiran yang terputus (break) atau yang mengalami sisipan (interpolation). dan penarikan diri secara sosial. atau kekuatan dan kemampuan diatas manusia biasa (misalnya mampu mengendalikan cuaca. 4. (d) Waham-waham menetap jenis lainnya. (g) Perilaku katatonik. Terdapat 2 atau lebih gejala dibawah ini selama 1 bulan atau kurang dari sebulan jika pengobatan berhasil Waham Halusinasi Bicara disorganisasi Perilaku disorganisasi/katatonik yang jelas . bermanifestasi sebagai hilangnya minat. ataupun disertai oleh ide-ide berlebihan (over-valued ideas) yang menetap. bicara yang jarang. tetapi harus jelas bahwa semua hal tersebut tidak disebabkan oleh depresi atau medikasi neuroleptika. (h) Gejala-gejala “negative” seperti sikap sangat apatis. dan stupor. atau apabila terjadi setiap hari selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan terus menerus.8..4. atau berkomunikasi dengan makhluk asing dari dunia lain). Adanya gejala-gejala khas tersebut diatas telah berlangsung selama kurun waktu satu bulan atau lebih (tidak berlaku untuk setiap fase nonpsikotik prodromal). sikap larut dalam diri sendiri (self absorbed attitude).9 Menurut Diagnostic and statistical manual of Mental Disorders Fourth Text Revised (DSM-IV-TR) : A.Jenis suara halusinasi lain yang berasal dari salah satu bagian tubuh. negativisme. 3. Atau paling sedikit dua gejala dibawah ini yang harus selalu ada secara jelas : (e) Halusinasi yang menetap dari panca indera apa saja. 2. apabila disertai baik oleh waham yang mengambang maupun yang setengah berbentuk tanpa kandungan afektif yang jelas. posisis tubuh tertentu (posturing). tidak berbuat sesuatu. dan respons emosional yang menumpul atau tidak wajar. 1. yang berakibat inkoherensi atau pembicaraan yang tidak relevan. hidup tak bertujuan. Harus ada suatu perubahan yang konsisten dan bermakna dalam mutu keseluruhan (overall quality) dari beberapa aspek perilaku pribadai (personal behaviour). misalnya perihal keyakinan agama atau politik tertentu. seperti keadaan gaduh-gelisah (excitement). mutisme.

atau bunyi tawa. alogia. E. serta gejala katatonik secara relatif tidak nyata / menonjol. Pasien skizofrenik paranoid . Pasien skizofrenik paranoid biasanya berumur lebih tua daripada pasien skizofrenik terdisorganisasi atau katatonik jika mereka mengalami episode pertama penyakitnya. (c)Waham dapat berupa hampir setiap jenis. atau bersifat seksual. tetapi waham dikendalikan (delusion of control). avolition) Disfungsi social/pekerjaan Durasi gangguan terus menerus selama 6 bulan Disingkirkan gangguan penggunaan zat atau kondisi medis umum Disingkirkan gangguan penggunaan zat atau kondisi medis umum Jika terdapat gangguan perkembangan parsive. Skizofrenia Paranoid Memenuhi kriteria diagnostik skizofrenia Sebagai tambahan : Halusinasi dan atau waham harus menonjol : (a)Suara-suara halusinasi yang mengancam pasien atau memberi perintah. atau halusinasi auditorik tanpa bentuk verbal berupa bunyi pluit. F. dan keyakinan dikejar-kejar yang beraneka ragam. dorongan kehendak dan pembicaraan. C. Gangguan afektif. Pasien yang sehat sampai akhir usia 20 atau 30 tahunan biasanya mencapai kehidupan sosial yang dapat membantu mereka melewati penyakitnya. atau “Passivity” (delusion of passivity).5. mendengung. adalah yang paling khas. (b)Halusinasi pembauan atau pengecapan rasa. D. B. dipengaruhi (delusion of influence). atau lain-lain perasaan tubuh halusinasi visual mungkin ada tetapi jarang menonjol. Symptom negative (afek datar. diagnosis tambahan skizofrenia dibuat bila waham dan halusinasi menonjol 11 Catatan = dapat hanya 1 gejala bila dijumpai waham bizarre/halusinasi dengar II.6 KLASIFIKASI Gejala klinis skizofrenia secara umum dan menyeluruh telah diuraikan di muka. dalam PPDGJ III skizofrenia dibagi lagi dalam 9 tipe atau kelompok yang mempunyai spesifikasi masing-masing. yang kriterianya di dominasi dengan hal-hal sebagai berikut : 1. kekuatan ego paranoid cenderung lebih besar dari pasien katatonik dan terdisorganisasi. Juga.

mannerisme. keluhan hipokondrial. serta mannerisme. serta gangguan proses pikir umumnya menonjol. Skizofrenia Hebefrenik Memenuhi kriteria umum diagnosis skizofrenia . dan tak ramah. dan perilakunya dibandingkan tipe lain pasien skizofrenik.menunjukkan regresi yang lambat dari kemampuan mentalnya. Proses pikir mengalami disorganisasi dan pembicaraan tak menentu (rambling) serta inkoheren. yaitu perilaku tanpa tujuan (aimless) dan tanpa maksud (empty of purpose). dan perilaku menunjukkan hampa tujuan dan hampa perasaan. Halusinasi dan waham mungkin ada tetapi biasanya tidak menonjol (fleeting and fragmentary delusions and hallucinations). tertawa menyeringai (grimaces). untuk memastikan bahwa gambaran yang khas berikut ini memang benar bertahan : Perilaku yang tidak bertanggung jawab dan tak dapat diramalkan. Pasien skizofrenik paranoid kadang-kadang dapat menempatkan diri mereka secara adekuat didalam situasi sosial. 2. berhati-hati. namun tidak harus demikian untuk menentukan diagnosis. Afek pasien dangkal (shallow) dan tidak wajar (inappropriate). filsafat dan tema abstrak lainnya. ada kecenderungan untuk selalu menyendiri (solitary). dan ungkapan kata yang diulang-ulang (reiterated phrases). senyum sendirir (selfabsorbed smiling). Dorongan kehendak (drive) dan yang bertujuan (determination) hilang serta sasaran ditinggalkan. makin mempersukar orang memahami jalan pikiran . Diagnosis hebefrenia untuk pertama kali hanya ditegakkan pada usia remaja atau dewasa muda (onset biasanya mulai 15-25 tahun). sering disertai oleh cekikikan (giggling) atau perasaan puas diri (self-satisfied). sehingga perilaku penderita memperlihatkan ciri khas. tinggi hati (lofty manner). atau oleh sikap. Adanya suatu preokupasi yang dangkal dan bersifat dibuat-buat terhadap agama. pencuriga. Gangguan afektif dan dorongan kehendak. Untuk diagnosis hebefrenia yang menyakinkan umumnya diperlukan pengamatan kontinu selama 2 atau 3 bulan lamanya. Mereka juga dapat bersifat bermusuhan atau agresif. respon emosional. Kecerdasan mereka tidak terpengaruhi oleh kecenderungan psikosis mereka dan tetap intak. Kepribadian premorbid menunjukkan ciri khas : pemalu dan senang menyendiri (solitary). mengibuli secara bersenda gurau (pranks). Pasien skizofrenik paranoid tipikal adalah tegang.

(f) Fleksibilitas cerea / ”waxy flexibility” (mempertahankan anggota gerak dan tubuh dalam posisi yang dapat dibentuk dari luar). . Gejala katatonik dapat dicetuskan oleh penyakit otak. hiperpireksia. diagnosis skizofrenia mungkin harus ditunda sampai diperoleh bukti yang memadai tentang adanya gejala-gejala lain. 4. Perawatan medis mungkin ddiperlukan karena adanya malnutrisi. pasien skizofrenik memerlukan pengawasan yang ketat untuk menghindari pasien melukai dirinya sendiri atau orang lain. yang tidak dipengaruhi oleh stimuli eksternal) (c) Menampilkan posisi tubuh tertentu (secara sukarela mengambil dan mempertahankan posisi tubuh tertentu yang tidak wajar atau aneh). atau alkohol dan obat-obatan. atau pergerakkan kearah yang berlawanan). gangguan metabolik. Pada pasien yang tidak komunikatif dengan manifestasi perilaku dari gangguan katatonik. Penting untuk diperhatikan bahwa gejala-gejala katatonik bukan petunjuk diagnostik untuk skizofrenia. Skizofrenia Katatonik Memenuhi kriteria umum untuk diagnosis skizofrenia. kelelahan. Selama stupor atau kegembiraan katatonik. atau cedera yang disebabkan oleh dirinya sendiri. Satu atau lebih dari perilaku berikut ini harus mendominasi gambaran klinisnya : (a) Stupor (amat berkurangnya dalam reaktivitas terhadap lingkungan dan dalam gerakan serta aktivitas spontan) atau mutisme (tidak berbicara): (b) Gaduh gelisah (tampak jelas aktivitas motorik yang tak bertujuan. Skizofrenia tak terinci (Undifferentiated). serta dapat juga terjadi pada gangguan afektif. Menurut terdisorganisasi. (d) Negativisme (tampak jelas perlawanan yang tidak bermotif terhadap semua perintah atau upaya untuk menggerakkan. dan (g) Gejala-gejala lain seperti “command automatism” (kepatuhan secara otomatis terhadap perintah). (e) Rigiditas (mempertahankan posisi tubuh yang kaku untuk melawan upaya menggerakkan dirinya). dan pengulangan kata-kata serta kalimat-kalimat. DSM-IV skizofrenia disebut sebagai skizofrenia tipe 3.pasien.

(b) Sedikitnya ada riwayat satu episode psikotik yang jelas di masa lampau yang memenuhi kriteria untuk diagnosis skizofenia. perawatan diri dan kinerja sosial yang buruk. PPDGJ mengklasifikasikan pasien tersebut sebagai tipe tidak terinci. dan posisi tubuh. komunikasi non-verbal yang buruk seperti dalam ekspresi muka. afek yang menumpul. kemiskinan dalam kuantitas atau isi pembicaraan. dan telah ada dalam kurun waktu paling sedikit 2 minggu. Skizofrenia Residual Untuk suatu diagnosis yang meyakinkan. . diagnosis harus tetap salah satu dari subtipe skizofrenia yang sesuai. (b) Beberapa gejala skizofrenia masih tetap ada (tetapi tidak lagi mendominasi gambaran klinisnya). aktivitas menurun. Kriteria diagnostic menurut PPDGJ III yaitu: Memenuhi kriteria umum diagnosis skizofrenia Tidak memenuhi kriteria untuk diagnosis skizofrenia paranoid. Depresi Pasca-Skizofrenia Diagnosis harus ditegakkan hanya kalau : (a) Pasien telah menderita skizofrenia (yang memenuhi kriteria diagnosis umum skizofrenia) selama 12 bulan terakhir ini. kontak mata. sikap pasif dan ketiadaan inisiatif. atau katatonik. Apabila pasien tidak lagi menunjukkan gejala skizofrenia diagnosis menjadi episode depresif. hebefrenik. dan (c) Gejala-gejala depresif menonjol dan menganggu. memenuhi paling sedikit kriteria untuk episode depresif. 5. modulasi suara.Seringkali. Tidak memenuhi kriteria untuk skizofrenia residual atau depresi pasca skizofrenia. pasien yang jelas skizofrenik tidak dapat dengan mudah dimasukkan kedalam salah satu tipe. persyaratan berikut ini harus dipenuhi semua: (a) Gejala “negative” dari skizofrenia yang menonjol misalnya perlambatan psikomotorik. Bila gejala skizofrenia diagnosis masih jelas dan menonjol. 6.

Menurut DSM IV. tidak berbuat sesuatu. Skizofrenia lainnya 9. Skizofrenia Simpleks Diagnosis skizofrenia simpleks sulit dibuat secara meyakinkan karena tergantung pada pemantapan perkembangan yang berjalan perlahan dan progresif dari : gejala “negative” yang khas dari skizofrenia residual tanpa didahului riwayat halusinasi. Skizofrenia simpleks sering timbul pertama kali pada masa pubertas. tanpa adanya kumpulan lengkap gejala aktif atau gejala yang cukup untuk memenuhi tipe lain skizofrenia. Gangguan ini kurang jelas gejala psikotiknya dibandingkan subtipe skizofrenia lainnya. atau penjahat. Jika waham atau halusinasi ditemukan maka hal tersebut tidak menonjol dan tidak disertai afek yang kuat. 8. Pada permulaan mungkin penderita mulai kurang memperhatikan keluarganya atau mulai menarik diri dari pergaulan. depresi kronis atau institusionalisasi yang dapat menjelaskan disabilitas negative tersebut. 7. tipe residual ditandai oleh bukti-bukti yang terus menerus adanya gangguan skizofrenik. dan penarikan diri secara sosial. pelacur. Makin lama ia makin mundur dalam pekerjaan atau pelajaran dan akhirnya menjadi pengangguran. pikiran yang tidak logis. penarikan social. dan pengenduran asosiasi ringan adalah sering ditemukan pada tipe residual. dan disertai dengan perubahan-perubahan perilaku pribadi yang bermakna.(c) Sedikitnya sudah melampaui kurun waktu satu tahun dimana intensitas dan frekuensi gejala yang nyata seperti waham dan halusinasi telah sangat berkurang (minimal) dan telah timbul sindrom “negative” dari skizofrenia. tanpa tujuan hidup. dan bila tidak ada orang yang menolongnya ia mungkin akan menjadi pengemis. waham. (d) Tidak terdapat dementia atau penyakit / gangguan otak organik lain. Gangguan proses berpikir biasanya sukar ditemukan. Gejala utama pada jenis simpleks adalah kedangkalan emosi dan kemunduran kemauan. Penumpulan emosional. atau manifestasi lain dari episode psikotik. bermanifestasi sebagai kehilangan minat yang mencolok. Skizofrenia YTT . Jenis ini timbulnya perlahan-lahan sekali. perilaku eksentrik. Waham dan halusinasi jarang sekali terdapat.

pasien yang sekarang ini tidak terlihat sakit berat dapat mendapatkan diagnosis skizofrenia. pasien harus sangat sakit mental untuk mendapatkan diagnosis skizofrenia. Konsep skizofrenia laten dikembangkan selama suatu waktu saat terdapat konseptualisasi diagnostic skizofrenia yang luas. Arti . Parafrenia. Klinisi Perancis melaporkan bahwa kira-kira empat puluh persen diagnosis delirante berkembang dalam penyakitnya dan akhirnya diklasifikasikan sebagai media skizofrenia. terdapat penggolongan skizofrenia lainnya (yang tidak berdasarkan DSM IV TR). Istilah “skizofrenik oneiroid” telah digunakan bagi pasien skizofrenik yang khususnya terlibat didalam pengalaman halusinasinya untuk mengeluarkan keterlibatan didalam dunia nyata. Keadaan oneiroid adalah suatu keadaan mirip mimpi dimana pasien mungkin sangat kebingungan dan tidak sepenuhnya terorientasi terhadap waktu dan tempat. Skizofrenia laten. tetapi pada konseptualisasi diagnostik skizofrenia yang luas. Sekarang. Jika terdapat keadaan oneiroid. skizofrenia laten sering merupakan diagnosis yang digunakan gangguan kepribadian schizoid dan skizotipal. Dalam pemakaian lain istilah digunakan untuk perjalanan penyakit yang memburuk secara progresif atau adanya system waham yang tersusun baik. Pasien tersebut mungkin kadang-kadang menunjukkan perilaku aneh atau gangguan pikiran tetapi tidak terus menerus memanifestasikan gejala psikotik. Istilah ini seringkali digunakan sebagai sinonim untuk “skizofrenia paranoid”. Oneiroid. Sindroma juga dinamakan skizofrenia ambang (borderline schizophrenia) di masa lalu. Diagnosis adalah mirip dengan diagnosis gangguan skizofreniform didalam DSM-IV. Konsep diagnostik Perancis dibedakan dari skizofrenia terutama atas dasar lama gejala yang kurang dari tiga bulan. antara lain : Bouffe delirante (psikosis delusional akut).Selain beberapa subtipe di atas. Sebagai contohnya. klinisi harus berhati-hati dalam memeriksa pasien untuk adanya suatu penyebab medis atau neurologist dari gejala tersebut.

penghambatan (blocking). Pseudoneurotik. kemiskinan pembicaraan atau isi pembicaraan.3. panambivalensi dan kadang-kadang seksualitas yang kacau. dandanan yang buruk. Skizofrenia dengan sebagian besar simptom yang muncul adalah simptom negative yaitu pendataran atau penumpulan afek. dan bertambah banyaknya pembicaraan. delusi dan perubahan pola fikir yang terjadi pada Skizofrenia. pasien yang awalnya menunjukkan gejala tertentu seperti kecemasan. Skizofrenia dengan sebagian besar simptom yang muncul adalah simptom positif yaitu asosiasi longgar. Tidak seperti pasien yang menderita gangguan kecemasan. mereka mengalami kecemasan yang mengalir bebas (free-floating) dan yang sering sulit menghilang. Pasien tersebut ditandai oleh gejala panansietas. Skizofrenia tipe II. Kadang-kadang.9 PENATALAKSANAAN 2. fobia. dan defisit perhatian. penarikan sosial. Skizofrenia Tipe I.ganda dari istilah ini menyebabkannya tidak sangat berguna dalam mengkomunikasikan informasi.1 Terapi Somatik (Medikamentosa) ----Obat-obatan yang digunakan untuk mengobati Skizofrenia disebut antipsikotik. mereka jarang menjadi psikotik secara jelas dan parah. obsesi. Disertai dengan struktur otak yang normal pada CT dan respon yang relatif baik terhadap pengobatan. anhedonia. Antipsikotik pertama diperkenalkan 50 tahun yang lalu dan merupakan . dan kompulsi selanjutnya menunjukkan gejala gangguan pikiran dan psikosis. Pasien mungkin dapat mencoba beberapa jenis antipsikotik sebelum mendapatkan obat atau kombinasi obat antipsikotik yang benar-benar cocok bagi pasien. 9 II. tidak adanya motivasi. panfobia. defek kognitif. Disertai dengan kelainan otak struktural pada pemeriksaan CT dan respon buruk terhadap pengobatan. Didalam penjelasan klinis pasien. perilaku aneh. Antipsikotik bekerja mengontrol halusinasi. halusinasi.

Kedua. Antipsikotik Konvensional ----Obat antipsikotik yang paling lama penggunannya disebut antipsikotik konvensional. Prolixin (fluphenazine) ----Akibat berbagai efek samping yang dapat ditimbulkan oleh antipsikotik konvensional.terapi obat-obatan pertama yang efektif untuk mengobati Skizofrenia. b. Thorazine ( chlorpromazine) 7. Dengan depot formulation. Haldol (haloperidol) 2. Stelazine ( trifluoperazine) 6. newer atypical antipsycotics. Biasanya para ahli merekomendasikan untuk meneruskan pemakaian antipskotik konvensional. Contoh obat antipsikotik konvensional antara lain : 1. antara lain : • • 5. Beberapa contoh newer atypical antipsycotic yang tersedia.Walaupun sangat efektif. a. Prolixin dan Haldol dapat diberikan dalam jangka waktu yang lama (long acting) dengan interval 2-4 minggu (disebut juga depot formulations). pada pasien yang sudah mengalami perbaikan (kemajuan) yang pesat menggunakan antipsikotik konvensional tanpa efek samping yang berarti. banyak ahli lebih merekomendasikan penggunaan newer atypical antipsycotic. obat dapat disimpan terlebih dahulu di dalam tubuh lalu dilepaskan secara perlahan-lahan. dan Clozaril (Clozapine). Mellaril (thioridazine) 3. Terdapat 3 kategori obat antipsikotik yang dikenal saat ini. Newer Atypcal Antipsycotic ----Obat-obat yang tergolong kelompok ini disebut atipikal karena prinsip kerjanya berbeda. Trilafon (perphenazine) Risperdal (risperidone) Seroquel (quetiapine) . ----Ada 2 pengecualian (harus dengan antipsikotok konvensional). yaitu : antipsikotik konvensional. Sistem depot formulation ini tidak dapat digunakan pada newer atypic antipsycotic. serta sedikit menimbulkan efek samping bila dibandingkan dengan antipsikotik konvensional. bila pasien mengalami kesulitan minum pil secara reguler. Navane (thiothixene) 4. antipsikotik konvensional sering menimbulkan efek samping yang serius. Pertama.

100 mg Tablet 200 mg Injeksi 50mg/ml Tablet 1 mg. Clozaril memiliki efek samping yang jarang tapi sangat serius dimana pada kasus-kasus yang jarang (1%). Clozaril dapat membantu ± 25-50% pasien yang tidak merespon (berhasil) dengan antipsikotik konvensional. 8 mg Tablet 2. Clozaril ----Clozaril mulai diperkenalkan tahun 1990. Clozaril dapat menurunkan jumlah sel darah putih yang berguna untuk melawan infeksi. 5 mg Injeksi 25 mg/ml Tablet 25 mg Injeksi 25 mg/ml Tablet 1 mg. 4.• Zyprexa (olanzopine) Para ahli banyak merekomendasikan obat-obat ini untuk menangani pasien-pasien dengan Skizofrenia. 3 mg 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Perfenazin Flufenazin Flufenazin Dekanoat Levomeprazin Trifluperazin Tioridazin Sulpirid Pimozid Risperidon 12-24 mg/hari 10-15 mg/hari 25 mg/2-4 minggu 25-50 mg/hari 10-15 mg/hari 150-600 mg/hari 300-600 mg/hari 1-4 mg/hari 2-6 mg/hari .5 mg. 5-15 mg/hari 5mg Injeksi 5mg/ml Tablet 2. c. Para ahli merekomendaskan penggunaan Clozaril bila paling sedikit 2 dari obat antipsikotik yang lebih aman tidak berhasil. 4 mg Tablet 1 mg. Sediaan Obat Anti Psikosis dan Dosis Anjuran No Nama Generik 1 Klorpromazin 2 Haloperidol Sediaan Tablet 25 dan 100 mg Dosis 150-600 mg/hari Injeksi 25 mg/ml Tablet 0. 2 mg.5 mg. merupakan antipsikotik atipikal yang pertama. Sangat disayangkan.1. 5 mg Tablet 50 mg. pasien yang mendapat Clozaril harus memeriksakan kadar sel darah putihnya secara reguler. Ini artinya.5 mg.

ekstrapiramidal ++ + +++ +++ +++ ++++ ++ + + + + + + Haloperidol sering menimbulkan sindroma parkinson. perbedaan terutama pada efek samping sekunder.5-0.Obat Antipsikosis yang Mempunyai Efek Samping Gejala Ekstrapiramidal Obat antispikosis dengan efek samping gejala ekstrapiramidalnya sebagai berikut: Antipsikosis Chlorpromazine Thioridazine 100-900 Perphenazine 8-48 trifluoperazine 5-60 Fluphenazine 5-60 Haloperidol 2-100 Pimozide 2-6 Clozapine 25-100 Zotepine 75-100 Sulpride 200-1600 Risperidon 2-9 Quetapine 50-400 Olanzapine 10-20 Aripiprazole 10-20 4x2 mg/hari. Pergantian obat disesuaikan dengan dosis ekivalen. . Mengatasinya dengan tablet trihexyphenidyl 3- Cara penggunaan • Pada dasarnya semua obat anti psikosis mempunyai efek primer (efek klinis) yang Pemilihan jenis obat anti psikosis mempertimbangkan gejala psikosis yang dominan sama pada dosis ekivalen.75 mg/hari Dosis (mg/hr) 150-1600 Gej. SA 0. • dan efek samping obat.

dapat dipilih kembali untuk pemakaian sekarang • o o o o Dalam pengaturan dosis perlu mempertimbangkan: Onset efek primer (efek klinis) : sekitar 2-4 minggu Onset efek sekunder (efek samping) : sekitar 2-6 jam Waktu paruh 12-24 jam (pemberian 1-2 kali perhari) Dosis pagi dan malam dapat berbeda untuk mengurangi dampak efek samping (dosis pagi kecil. Untuk psikosis reaktif singkat penurunan obat secara bertahap setelah hilangnya gejala dalam kurun waktu 2 minggu . • Obat antipsikosis tidak menimbulkan gejala lepas obat yang hebat walaupun diberikan dalam jangka waktu yang lama.• Apabila obat anti psikosis tertentu tidak memberikan respon klinis dalam dosis yang sudah optimal setelah jangka waktu yang memadai. dengan dosis ekivalennya dimana profil efek samping belum tentu sama. • Pada penghentian yang mendadak dapat timbul gejala Cholinergic rebound yaitu: .2bulan. dapat diganti dengan obat psikosis lain (sebaiknya dari golongan yang tidak sama). • Apabila dalam riwayat penggunaan obat anti psikosis sebelumnya jenis obat antipsikosis tertentu yang sudah terbukti efektif dan ditolerir dengan baik efek sampingnya. sampai beberapa hari setelah Pada umumnya pemberian obat psikosis sebaiknya dipertahankan selama 3 bulan dapat diberikan palong sedikit selama 5 tahun. sehingga potensi ketergantungan obat kecil sekali. • sampai 1 tahun setelah semua gejala psikosis mereda sama sekali. dosis malam lebih besar) sehingga tidak begitu mengganggu kualitas hidup pasien • Mulai dosis awal dengan dosis anjuran dinaikkan setiap 2-3 hari sampai mencapai dosis efektif (mulai peredaan sindroma psikosis) dievaluasi setiap 2 minggu dan bila perlu dinaikkan dosis optimal dipertahankan sekitar 8-12 minggu (stabilisasi) diturunkan setiap 2 minggu dosis maintanance dipertahankan 6 bulan sampai 2 tahun (diselingi drug holiday 1-2 hari/minggu) tapering off (dosis diturunkan tiap 2-4 minggu) stop • Untuk pasien dengan serangan sindroma psikosis multi episode terapi pemeliharaan Efek obat psikosis secara relatif berlangsung lama. • dosis terakhir yang masih mempunyai efek klinis.

Pambarian anti psikosis long acting hanya untuk terapi stabilisasi danpemeliharaan terhadap kasus skizofrenia. pusing. sangat penting untuk mengetahui alasan mengapa penderita berhenti minum obat. Dosis dimulai dengan 0. dokter dapat menurunkan dosis menambah obat untuk efek sampingnya. ----Biasanya obat antipsikotik membutuhkan waktu beberapa saat untuk mulai bekerja.gangguan lambung. misalnya antipsikotik konvensonal dapat diganti dengan newer atipycal antipsycotic atau newer atipycal antipsycotic diganti dengan antipsikotik atipikal . ----Terkadang pasien dapat kambuh walaupun sudah mengkonsumsi obat sesuai anjuran. diberikan tiap 2. Terkadang penderita berhenti minum obat karena efek samping yang ditimbulkan oleh obat tersebut. atau mengganti dengan obat lain yang efek sampingnya lebih rendah. • Penggunaan CPZ (Chlorpromazine) injeksi sering menimbulkan hipotensi ortostatik pada waktu peubahan posisi tubuh (efek alpha adrenergik blokade). Pemberian obat dengan injeksi lebih simpel dalam penerapannya. mual muntah. Sebelum diputuskan pemberian salah satu obat gagal dan diganti dengan obat lain. Hal ini merupakan alasan yang tepat untuk menggantinya dengan obat obatan yang lain. Tindakan mengatasinya dengan injeksi noradrenalin (effortil IM) ---Pemilihan Obat untuk Episode (Serangan) Pertama ----Newer atypical antipsycoic merupakan terapi pilihan untuk penderita Skizofrenia episode pertama karena efek samping yang ditimbulkan minimal dan resiko untuk terkena tardive dyskinesia lebih rendah. Apabila hal ini terjadi. untuk itu.4 minggu. diare. gemetar dan lain-lain. dokter dapat mengganti obat oral dengan injeksi yang bersifat long acting. Keadaan ini akan mereda dengan pemberian anticholinergic agent (injeksi sulfas atrofin 0. ----Apabila penderita berhenti minum obat karena alasan lain.25 mg IM dan tablet trihexypenidil 3x2 mg/hari) • Obat anti pikosis long acting (perenteral) sangat berguna untuk pasien yang tidak mau atau sulit teratur makan obat ataupun yang tidak efektif terhadap medikasi oral. para ahli biasanya akan mencoba memberikan obat selama 6 minggu (2 kali lebih lama pada Clozaril) Pemilihan Obat untuk keadaan relaps (kambuh) ----Biasanya timbul bila penderita berhenti minum obat.5 cc setiap 2 minggu pada bulan pertama baru ditingkatkan menjadi 1 cc setap bulan.

Untuk mengatasinya biasanya dokter akan menggunakan dosis efektif terendah atau mengganti dengan newer atypical antipsycotic yang efek sampingnya lebih sedikit. Kemungkinan terjadinya efek samping ini dapat dikurangi dengan menggunakan dosis efektif terendah dari obat antipsikotik. Mungkin masalah terbesar dan tersering bagi penderita yang menggunakan antipsikotik konvensional gangguan (kekakuan) pergerakan otot-otot yang disebut juga Efek samping Ekstra Piramidal (EEP). sangat penting untuk menghindari dan mengatur efek samping yang timbul. Para ahli merekomendasikan pasien-pasien Skizofrenia episode pertama tetap mendapat obat antipskotik selama 12-24 bulan sebelum mencoba menurunkan dosisnya. ----Obat-obat untuk Skizofrenia juga dapat menyebabkan gangguan fungsi seksual. sehingga agar tidak kaku penderita harus bergerak (berjalan) setiap waktu. Apabila penderita yang menggunakan antipsikotik konvensional mengalami tardive dyskinesia. Kadang-kadang dokter dapat memberikan obat antikolinergik (biasanya benztropine) bersamaan dengan obat antipsikotik untuk mencegah atau mengobati efek samping ini. Efek Samping Obat-obat Antipsikotik ----Karena penderita Skizofrenia memakan obat dalam jangka waktu yang lama. ----Efek samping lain yang dapat timbul adalah tardive dyskinesia dimana terjadi pergerakan mulut yang tidak dapat dikontrol. . bahwa penghentian pengobatan merupakan penyebab tersering kekambuhan dan makin beratnya penyakit. Pasien yang menderita Skizofrenia lebih dari satu episode. protruding tongue. sehingga banyak penderita yang menghentikan sendiri pemakaian obat-obatan tersebut. dan facial grimace. Dalam hal ini pergerakan menjadi lebih lambat dan kaku. Penelitian terbaru menunjukkan 4 dari 5 pasien yang berhenti minum obat setelah episode petama Skizofrenia dapat kambuh. Pengobatan Selama fase Penyembuhan ----Sangat penting bagi pasien untuk tetap mendapat pengobatan walaupun setelah sembuh.lainnya. Efek samping lain yang dapat timbul adalah tremor pada tangan dan kaki. Perlu diingat. atau balum sembuh total pada episode pertama membutuhkan pengobatan yang lebih lama. dan akhirnya mereka tidak dapat beristirahat. Clozapine dapat menjadi cadangan yang dapat bekerja bila terapi dengan obat-obatan diatas gagal. dokter biasanya akan mengganti antipsikotik konvensional dengan antipsikotik atipikal.

masalah. Hal ini sering terjadi pada penderita yang menggunakan antipsikotik atipikal. Dengan demikian. penyakit-penyakit lain. c.10 % dengan terapi keluarga. Kelompok mungkin terorientasi secara . dan postur tubuh aneh dapat diturunkan. Diet dan olah raga dapat membantu mengatasi masalah ini. dan komunikasi interpersonal. Terapi berorintasi-keluarga ----Terapi ini sangat berguna karena pasien skizofrenia seringkali dipulangkan dalam keadaan remisi parsial.----Peningkatan berat badan juga sering terjadi pada penderita Sikzofrenia yang memakan obat. Seringkali. Setelah periode pemulangan segera.-Ahli terapi harus membantu keluarga dan pasien mengerti skizofrenia tanpa menjadi terlalu mengecilkan hati. berbicara sendirian di masyarakat. seperti hak istimewa dan pas jalan di rumah sakit. Terapi perilaku ----Teknik perilaku menggunakan hadiah ekonomi dan latihan ketrampilan sosial untuk meningkatkan kemampuan sosial. frekuensi perilaku maladaptif atau menyimpang seperti berbicara lantang. b. dimana pasien skizofrenia kembali seringkali mendapatkan manfaat dari terapi keluarga yang singkat namun intensif (setiap hari). topik penting yang dibahas didalam terapi keluarga adalah proses pemulihan. penurunan angka relaps adalah dramatik. Angka relaps tahunan tanpa terapi keluarga sebesar 25-50 % dan 5 . Gejala-gejala ini membutuhkan penanganan yang segera. Rencana yang terlalu optimistik tersebut berasal dari ketidaktahuan tentang sifat skizofrenia dan dari penyangkalan tentang keparahan penyakitnya. didalam cara yang jelas mendorong sanak saudaranya yang terkena skizofrenia untuk melakukan aktivitas teratur terlalu cepat. dan hubungan dalam kehidupan nyata. Terapi kelompok ----Terapi kelompok bagi skizofrenia biasanya memusatkan pada rencana. Sejumlah penelitian telah menemukan bahwa terapi keluarga adalah efektif dalam menurunkan relaps. Perilaku adaptif adalah didorong dengan pujian atau hadiah yang dapat ditebus untuk hal-hal yang diharapkan. ----Efek samping lain yang jarang terjadi adalah neuroleptic malignant syndrome. latihan praktis. kemampuan memenuhi diri sendiri. Didalam penelitian terkontrol. dimana timbul derajat kaku dan termor yang sangat berat yang juga dapat menimbulkan komplikasi berupa demam. Terapi Psikososial a. anggota keluarga. khususnya lama dan kecepatannya.

Perawatan di Rumah Sakit (Hospitalization) ----Indikasi utama perawatan rumah sakit adalah untuk tujuan diagnostik. Kelompok yang memimpin dengan cara suportif. kesabaran. tampaknya paling membantu bagi pasien skizofrenia. menstabilkan medikasi. manipulasi. Menegakkan hubungan seringkali sulit dilakukan. ketulusan hati. Suatu konsep penting di dalam psikoterapi bagi pasien skizofrenia adalah perkembangan suatu hubungan terapetik yang dialami pasien. keamanan pasien karena gagasan bunuh diri atau membunuh. ----Hubungan antara dokter dan pasien adalah berbeda dari yang ditemukan di dalam pengobatan pasien non-psikotik. Terapi kelompok efektif dalam menurunkan isolasi sosial. atau suportif. Lamanya perawatan rumah sakit tergantung dari keparahan penyakit pasien dan tersedianya fasilitas pengobatan rawat jalan. ----Perawatan di rumah sakit menurunkan stres pada pasien dan membantu mereka menyusun aktivitas harian mereka. dan meningkatkan tes realitas bagi pasien skizofrenia. atau teregresi jika seseorang mendekati. cemas. pasien skizofrenia seringkali kesepian dan menolak terhadap keakraban dan kepercayaan dan kemungkinan sikap curiga. Psikoterapi individual ----Penelitian yang paling baik tentang efek psikoterapi individual dalam pengobatan skizofrenia telah memberikan data bahwa terapi akan membantu dan menambah efek terapi farmakologis. jarak emosional antara ahli terapi dan pasien. meningkatkan rasa persatuan. dan kepekaan terhadap kaidah sosial adalah lebih disukai daripada informalitas yang prematur dan penggunaan nama pertama yang merendahkan diri. Kehangatan atau profesi persahabatan yang berlebihan adalah tidak tepat dan kemungkinan dirasakan sebagai usaha untuk suapan. perintah sederhana. Dokter harus juga mengajarkan pasien dan pengasuh serta keluarga pasien tentang skizofrenia. atau eksploitasi. terorientasi secara psikodinamika atau tilikan. bermusuhan. bukannya dalam cara interpretatif.perilaku. dan keikhlasan ahli terapi seperti yang diinterpretasikan oleh pasien. ----Tujuan utama perawatan dirumah sakit yang harus ditegakkan adalah ikatan efektif antara pasien dan sistem pendukung masyarakat. d. Pengalaman tersebut dipengaruhi oleh dapat dipercayanya ahli terapi. prilaku yang sangat kacau termasuk ketidakmampuan memenuhi kebutuhan dasar. Pengamatan yang cermat dari jauh dan rahasia. Rehabilitasi dan penyesuaian yang dilakukan pada perawatan rumah sakit harus direncanakan. Rencana .

pengobatan di rumah sakit harus memiliki orientasi praktis ke arah masalah kehidupan. harus puasa kemih dan rektum perlu dikosongkan berbaring telentang lurus di atas permukaan yang datar dan agak keras. · Penderita · Bagian kepala yang akan dipasang elektroda ( antara os prontal dan os temporalis) kedua rahang di beri bahan lunak dan di suruh agar pasien menggigitnya dibersihkan. Pusat perawatan dan kunjungan keluarga pasien kadang membantu pasien dalam memperbaiki kualitas hidup.— Selain anti psikosis. dan hubungan sosial. aneurisma aorta. terapi psikososial ada juga terapi lainnya yang dilakukan di rumah sakit yaitu Elektro Konvulsif Terapi (ECT). Alat yang digunakan adalah alat yang mengeluarkan aliran listrik sinusoid sehingga penderita menerima aliran listrik yang terputus putus. ----Kontra indikasi Elektro konvulsiv terapi adalah Dekompensasio kordis. pekerjaan. palsu . · Diantara Frekuensi dilakukannya terapi ini tergantung dari keadaan penderita dapat diberi: • • • • 2-4 hari berturut . dan tulang punggung. Perawatan di rumah sakit harus diarahkan untuk mengikat pasien dengan fasilitas perawatan termasuk keluarga pasien. paru.turut 1-2 kali sehari 2-3 kali seminggu pada keadaan yang lebih ringan Maintenance tiap 2-4 minggu Dahulu sebelum jaman psikotropik dilakukan 12-20 kali tetapi sekarang tidak dianut lagi ----Indikasi pemberian terapi ini adalah pasien skizofrenia katatonik dan bagi pasien karena alasan tertentu karena tidak dapat menggunakan antipsikotik atau tidak adanya perbaikan setelah pemberian antipsikotik . Terapi ini diperkenalkan oleh Ugo cerleti(1887-1963). dan benda benda metal perlu dilepaskan. kualitas hidup. Pada pelaksanaan Terapi ini dibutuhkan persiapan sebagai berikut: · Pemeriksaan · Penderita · Kandung · Gigi jantung. perawatan diri. Tegangan yang digunakan 100-150 Volt dan waktu yang digunakan 2-3 detik. Mekanisme penyembuhan penderita dengan terapi ini belum diketahui secara pasti. penyakit tulang dengan bahaya fraktur tetapi dengan pemberian obat pelemas .

Pasien membutuhkan perhatian dari masyarakat. Biasanya. ditandai dengan kekambuhan periodik dan ketidakmampuan berfungsi dengan efektif kecuali untuk waktu yang singkat. amnesia dan terjadi degenerasi sel-sel otak. 12 II. 3. Karena orang yang mempunyai inteligensi tinggi biasanya mudah diberi pemahaman.Pengobatan Obat memiliki dua kekurangan utama. Sekitar 50% berada diantaranya. 4. Kontra indikasi mutlak adalah tumor otak. mudah mengerti akan pentingnya pengobatan. tapi juga bagi orang-orang terdekat kepadanya. Sekitar 25% tidak akan pernah pulih dan perjalanan penyakitnya cenderung memburuk.Keluarga Skizofrenia tidak hanya menimbulkan penderitaan bagi individu penderitanya. karena orang yang mengalami gangguan Skizofrenia mudah tersinggung. ----Sebagai komplikasi terapi ini dapat terjadi luksasio pada rahang. terutama dari keluarganya. Robekan otot-otot.otot pada pasien dengan keadaan diatas boleh dilakukan. 2. Namun pasien skkizofrenia perlu di beri obat Risperidone serta Clozapine. Sekitar 25% pasien dapat kembali pulih dari episode awal dan fungsinya dapat kembali pada tingkat prodromal (sebelum munculnya gangguan tersebut). fraktur pada vertebra.Inteligensi Pada umumnya pasien Skizofrenia yang mempunyai Inteligensi yang tinggi akan lebih mudah sembuh dibandingkan dengan orang yang inteligensinya rendah. Kedua antagonis reseptor dopamine disertai dengan efek merugikan yang mengganggu dan serius.10 PROGNOSIS Prognosis untuk skizofrenia pada umumnya kurang begitu menggembirakan. keluarganyalah yang paling terkena dampak dari hadirnya skizofrenia. dapat juga terjadi apnue. Faktor-faktor yang mempengaruhi prognosis skizofrenia 1.Reaksi Pengobatan . jangan membeda-bedakan antara orang yang mengalami Skizofrenia dengan orang yang normal. Pertama hanya sebagian kecil pasien (kemungkinan 25%) cukup tertolong untuk mendapatkan kembali jumlah fungsi mental yang cukup normal.

10. sedangkan onset yang tidak jelas memiliki prognosis yang lebih baik. Begitu pula sebaliknya apabila stressor datangnya dari luar individu dan bertubi-tubi atau tidak dapat diminimalisir maka prosgnosisnya adalah negatif atau akan bertambah parah.Perjalanan penyakit . Apabila stressor dari skizofrenia ini berasal dari luar. Besar kecilnya pengalaman akan memiliki peran yang sangat besar terhadap kesembuhan. Biasanya negara berkembang.Dalam proses penyembuhan skizofrenia. 9.Proporsi Orang yang mempunyai bentuk tubuh normal (proporsional) mempunyai prognosis yang lebih baik dari pada penderita yang bentuk tubuhnya tidak proporsional. 6. Sedangkan pada Negara-negara maju.Kekambuhan penderita skizofrenia yang sering kambuh prognosisnya lebih buruk. akan mempengaruhi juga pada proses penyembuhan penyakit skizofrenia. orang yang bereaksi terhadap obat lebih bagus perkembangan kesembuhan daripada orang yang tidak bereaksi terhadap pemberian obat. dan tidak perdui terhadap lingkungan sekitar. tidak mengenal tetangga.Onset Jenis onset yang mengarah ke prognosis yang baik berupa onset yang lambat dan akut. maka akan mempunayi dampak yang positif. 5.Gangguan Kepribadian Pada gangguan kepribadian ini. prognosis lebih susah dikarenakan. Prognosis untuk orang yang mempunyai gangguan kepribadian akan sulit disembuhkan. biasanya pada Negara-negara maju masyarakatnya cenderung individual. Dengan seringnya penderita skizofrenia kambuh maka akan semakin lemah pula system yang ada pada dirinya. karena tekanan dari luar diri individu dapat diminimalisir atau dihilangkan. penderita skizofrenia bisa lebih cepat disembuhkan karena adanya dukungan dari masyarakat sekitar. orang yang mempunyai tipe introvert lebih susah dideteksi apakah ia mempunyai gejala skizofrenia karena orang tersebut cenderung menutup diri.Stressor Psikososial Dengan semakin bertambah meningkatnya perkembangan teknologi. 8. 7.

13 Prognosis Baik 3 Prognosis Buruk 3 •Onset lambat •Onset muda •Faktor pencetus yang •Tidak ada factor pencetus jelas •Onset tidak jelas •Onset akut •Riwayat social dan pekerjaan premorbid •Riwayat sosial. bercerai atau janda/ duda •Gejala gangguan mood •Sistem pendukung yang buruk (terutama gangguan •Gejala negatif depresif) •Tanda dan gejala neurologist •Menikah •Riwayat trauma perinatal •Riwayat keluarga •Tidak ada remisi dalam 3 tahun gangguan mood •Banyak relaps •Sistem pendukung yang •Riwayat penyerangan baik •Gejala positif II. Hal inilah yang menunjukkan prognosisnya baik nantinya. 11. seksual yang buruk dan pekerjaan •Prilaku menarik diri atau autistic premorbid yang baik •Tidak menikah.11 DIAGNOSA BANDING .Kesadaran Kesadaran orang yang mengalami gangguan skizofrenia adalah jernih.Pada penderita skizofrenia yang masih dalam fase prodromal prognosisnya lebih baik dari pada orang yang sudah pada fase aktif dan fase residual.

diagnosis yang paling sesuai adalah gangguan psikotik akibat kondisi medis umum. . pasien dengan gangguan neurologist mempunyai lebih banyak tilikan pada penyakitnya dan lebih menderita akibat gejala psikiatriknya daripada pasien skizofrenik. Seorang pasien skizofrenia mempunyai kemungkinan yang sama untuk menderita tumor otak yang menyebabkan gejala psikotik dibandingkan dengan seorang pasien skizofrenik. termasuk riwayat gangguan medis. Manifestasi psikiatrik dari banyak kondisi medis nonpsikiatrik dapat terjadi awal dalam perjalanan penyakit. Pada umumnya. Orang yang secara lengkap mengendalikan produksi gejalanya mungkin memenuhi diagnosis berpura-pura (malingering). dan psikiatrik. Tetapi. bahkan pada pasien dengan diagnosis skizofrenia sebelumnya. Ketiga. pasien tersebut biasanya memilki alasan financial dan hokum yang jelas untuk dianggap gila.Gangguan Psikotik Sekunder dan Akibat Obat Gejala psikosis dan katatonia dapat disebabkan oleh berbagai macam keadaan medis psikiatrik dan dapat diakibatkan oleh berbagai macam zat. beberapa pasien dengan skizofrenia seringkali secara palsu mengeluh suatu eksaserbasi gejala psikotik untuk mendapatkan bantuan lebih banyak atau untuk dapat dirawat di rumah sakit. Jika psikosis atau katatonia disebabkan oleh kondisi medis nonpsikiatrik atau diakibatkan oleh suatu zat. klinisi harus cukup agresif dalam mengejar kondisi medis nonpsikiatrik jika pasien menunjukkan adanya gejala yang tidak lazim atau jarang atau adanya variasi dalam tingkat kesadara. suatu kenyataan yang dapat membantu klinisi untuk membedakan kedua kelompok tersebut. Dengan demikian klinisi harus mempertimbangkan berbagai macam kondisi medis nonpsikiatrik dii dalam diagnosis banding psikosis. Kedua. klinisi harus berusaha untuk mendapatkan riwayat keluarga yang lemgkap. Berpura-pura dan Gangguan buatan Baik berpura-pura atau gangguan buatan mungkin merupakan suatu diagnosis yang sesuai pada pasien yang meniru gejala skizofrenia tetapi sebenarnya tidak menderita skizofrenia. seringkali sebelum perkembangan gejala lain. Orang telah menipu menderita skizofrenia dan dirawat dan diobati di rumah sakit psikiatrik. Pertama. Saat memeriksa seorang pasien psikotik. atau gangguan katatonia akibat zat. bahkan tanpa adanya gejala fisik yang jelas. Pasien yang kurang mengendalikan pemalsuan gejala psikotiknya mungkin memenuhi diagnosis suatu gangguan buatan (factitious disorder). klinisi harus mempertimbangkan kemungkinan suatu kondisi medis nonpsikiatrik. klinisi harus mengikuti tiga pedoman umum tentang pemeriksaan keadaan nonpsikiatrik. neurologist.

schizoid. tetapi penting karena tersedianya pengobatan yang spesifik dan efektif untuk mania dan depresi. gangguan psikotik singkat. Gangguan psikotik berlangsung singkat adalah diagnosis yang tepat jika gejala berlangsung sekurangnya satu hari tetapi kurang dari satu bulan dan jika pasien tidak kembali ke tingkat fungsi pramorbidnya. Gangguan kepribadian. suatu riwayat ditemukannya gangguan selama hidup pasien. mempunyai gejala yang ringan. Tanpa adanya informasi selain dari pemeriksaan status mental. Gejala afektif atau mood pada skizofrenia harus relative singkat terhadap lama gejala primer. Gangguan Kepribadian Berbagai gangguan kepribadian dapat ditemukan dengan suatu cirri skizofrenia. bukannya membuat diagnosis skizofrenia secara prematur. dan tidak adanya onset tanggal yang dapat diidentifikasi. Gangguan skizoafektif adalah diagnosis yang tepat jika sindroma manik atau depresif berkembang bersama-sama dengan gejala utama skizofrenia. gangguan kepribadian skizotipal. dan gangguan skizoafektif. Gangguan Mood Diagnosis banding skizofrenia dan gangguan mood dapat sulit.Gangguan Psikotik Lain Gejala psikotik yang terlihat pada skizofrenik mungkin identik dengan yang terlihat pada gangguan skizofreniform. tidak seperti skizofrenia. dan ambang adalah gangguan kepribadian dengan gejala yang paling mirip. klinisi harus menunda diagnosis akhir atau harus menganggap adanya gangguan mood. Suatu diagnosis gangguan delusional diperlukan jika waham yang tidak aneh (nonbizzare) telah ada selama sekurangnya satu bulan tanpa adanya gejala skizofrenia lainnya atau suatu gangguan mood. Gangguan skizofreniform berbeda dari skizofrenia karena memiliki lama (durasi) gejala yang sekurangnya satu bulan tetapi kurang daripada enam bulan. .

Usia remaja dan dewasa muda memang beresiko tinggi karena tahap kehidupan ini penuh stressor. fisik. Beberapa pola interaksi keluarga dan faktor genetik diduga merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya skizofrenia. dan sosial budaya.BAB III KESIMPULAN Diagnosis skizofrenia lebih banyak ditemukan dikalangan sosial ekonomi rendah. Tidak ada jalur etiologi tunggal yang telah diketahui menjadi penyebab skizofrenia. Skizofrenia merupakan suatu deskripsi dengan variasi penyebab (banyak belum diketahui) dan perjalanan penyakit (tak selalu bersifat kronis atau “deteriorating”) yang luas.75% penderita skizofrenia mulai mengidapnya pada usia 16-25 tahun. fase aktif dan fase residual. Terdapat beberapa jenis skizofrenia yaitu skizofrenia . Penyakit ini mungkin mewakili sekelompok heterogen gangguan yang mempunyai gejala-gejala serupa Perjalanan penyakit Skizofrenia dapat dibagi menjadi 3 fase yaitu fase prodromal. serta sejumlah akibat yang tergantung pada perimbangan pengaruh genetik. Kondisi penderita sering terlambat disadari keluarga dan lingkungannya karena dianggap sebagai bagian dari tahap penyesuaian diri.

Fajar pustaka baru.com/prosiding/skizofrenia. Ayub prof. skizofrenia tak terinci. skizofrenia simpleks. Rusdi dr.dr. diunduh tanggal 16 November 2010 Skizofrenia 2010 5. 1997 Yumizone. Yogyakarta. Buku Saku Diagnosis Gangguan Jiwa Rujukan Ringkasan dari PPDGJ III Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa FK Unika Atmajaya. Sani. M. 3.htm tanggal 16 November . depresi pasca skizofrenia.com/wahyunirautami. 7. 2004 Prof.org/wiki/skizofrenia pada tanggal 15 November 2010 www. Hamdani. Dadang Hawari.wikipedia. 2001 dan gangguan psikotik lainnya. Jakarta. Terapi skizofrenia meliputi 2 hal yaitu psikofarmaka dan psikoterapi.docstoc. skizofrenia herbefrenik. PT Dian Ariesta. Wordpress. Jakarta. skizofrenia residual. skizofrenia lainnya dan skizofrenia yang tidak tergolongkan. Al-Quran Ilmu Kedokteran Jiwa dan Kesehatan Jiwa.idijakbar. Terapi psikofarmaka digunakan golongan antipsikosis. Com/category/kesehatan-jiwa.paranoid. 2. 6. DAFTAR PUSTAKA 1. Dr. PT Dana Bhakti Prima Yasa. Yogyakarta. skizofrenia katatonik. 2002 Skizofrenia. Dr. Diunduh dari http//www. Diunduh dari : http://id. 8. Konseling dan Psikoterapi Islam. diunduh tanggal 16 November 2010 Maslim. 4. Splitting Personality.

Blogspot. Wordpress. Skizofrenia. Com/2008/04/prognosis-skizofrenia. vol 1. Com/ penatalaksanaan-skizofrenia. Skizofrenia. dalam : Sinopsis Psikiatri. diunduh tanggal 15 November 2010 itsnasahma. Greb JA. 13. HI. Files. Sadock BJ. 12.psikomedia. 11. 10. blogspot. diunduh tanggal 16 November 2010 diunduh .html. Com/2009/12 diunduh tanggal 16 November 2010 www. 1997 Yayakhnaakhyar.9. Naruto.com/article/psikologi-klinis/1006/skizofrenia tanggal 15 November 2010 Kaplan. ed 7. Binarupa aksara.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful