KATA PENGANTAR Kurikulum merupakan alat yang sangat penting bagi keberhasilan suatu pendidikan.

Tanpa kurikulum yang sesuai dan tepat akan sulit untuk mencapai tujuan dan sasaran pendidikan yang diinginkan. Dalam sejarah pendidikan di Indonesia sudah beberapa kali diadakan perubahan dan perbaikan kurikulum yang tujuannya sudah tentu untuk menyesuaikannya dengan perkembangan dan kemajuan zaman, guna mencapai hasil yang maksimal. Mengembangkan kurikulum bukanlah pekerjaan yang mudah dan sederhana karena banyak sekali pertanyaan yang dapat dikemukakan untuk dipertimbangkan. Misalnya: Apakah yang ingin dicapai? Manusia yang bagaimana yang diharapkan akan dibentuk? Apakah yang diutamakan kebutuhan sekarang atau masa mendatang? Apakah hakikat anak harus dipertimbangkan atau diperlukan sebagai orang dewasa? Dan segudang pertanyaan lagi yang kesemuanya menyangkut asas-asas yang mendasari setiap kurikulum, yaitu asas filosotis, asas psikologis, asas sosiologis dan asas organisatoris. Dengan kurikulum yang sesuai dan tepat, maka dapat diharapkan sasaran dan tujuan pendidikan akan dapat tercapai secara maksimal. Buku ini penting bagi para mahasiswa, para guru dan siapa saja yang berminat dan berkecimpung di bidang pendidikan.

DAFTAR ISI

Kata Pengantar Bab 1 : Pengertian Dan Asas-Asas Kurikulum Bab 2 : Asas-Asas Fisiologi Bab 3 : Asas Psikologis Anak Bab 4 : Asas Psikologis Anak Bab 5 : Proses Perubahan Dan Perbaikan Kurikulum Bab 6 : Kurikulum Dan Masyarakat Bab 7 : Organisasi Kurikulum Bab 8 : Menentukan Scope Dan Sequence Dalam Pembinaan Kurikulum Bab 9 : Mengubah Kurikulum Bab 10 : Penutup Daftar Buku

BAB 1 PENGERTIAN DAN ASAS-ASAS
KURIKULUM Masa depan bangsa terletak dalam tangan generasi muda. Mutu bangsa di kemudian hari bergantung pada pendidikan yang dikecap oleh anak-anak sekarang, terutama melalui pendidikan formal yang diterima di sekolah. Apa yang akan dicapai di sekolah, ditentukan oleh kurikulum sekolah itu. Jadi barang siapa yang menguasai kurikulum memegang nasib bangsa dan negara. Maka dapat dipahami bahwa kurikulum sebagai alat yang begitu vital bagi perkembangan bangsa dipegang oleh pemerintah suatu negara. Dapat pula dipahami betapa pentingnya usaha mengembangkan kurikulum itu. Oleh sebab setiap guru merupakan kunci utama dalam pelaksanaan kurikulum, maka ia harus pula memahami seluk-beluk kurikulum. Hingga batas tertentu, dalam skala mikro, guru juga seorang pengembang kurikulum bagi kelasnya. APA YANG DIMAKSUD DENGAN KURIKULUM Perkataan kurikulum dikenal sebagai suatu istilah dalam dunia pendidikan sejak kurang lebih satu abad yang lampau. Perkataan ini belum terdapat dalam kamus Webster tahun 1812 dan baru timbul untuk pertama kalinya dalam kamus tahun 1856. Artinya pada waktu itu ialah: "1. a race course; a place for running; a chariot. 2. a course in general; applied particulary to the course of study in a university". Jadi dengan "kurikulum" dimaksud suatu jarak yang harus ditempuh oleh pelari atau kereta dalam perlombaan, dari awal sampai akhir. "Kurikulum" juga berarti "chariot," semacam kereta pacu pada zaman dulu, yakni suatu alat yang membawa seorang dari "start" sampai "finish". Di samping penggunaan "kurikulum" semula dalam bidang olah raga, kemudian dipakai dalam bidang pendidikan, yakni sejumlah mata kuliah di perguruan tinggi.

Dalam kasus Webster tahun 1955 "kurikulum diberi arti "'a. A course esp. a specified fixed course of study, as in a school or college, as one leading to a degree. b. The whole body of courses offered in an educational institution, or departme.nt thereof, -. the usual sense." Di sini "kurikulum" khusus digunakan dalam pendidikan dan pengajaran, yakni sejumlah mata pelajaran di sekolah atau mata kuliah di perguruan tinggi, yang harus ditempuh untuk mencapai suatu ijazah atau tingkat. "Kurikulum" juga berarti keseluruhan pelajaran yang disajikan oleh suatu lembaga pendidikan. Di Indonesia istilah "kurikulum" boleh dikatakan baru menjadi populer sejak tahun lima puluhan, yang dipopulerkan oleh mereka yang ,memperoleh pendidikan di Amerika Serikat. Kini istilah itu telah dikenal orang di luar pendidikan. Sebelumnya yang lazim digunakan ialah "rencana pelajaran". Pada hakikatnya kurikulum sama artinya dengan rencana pelajaran. Hilda Taba dalam bukunya Curriculum Development, Theory and Practice mengartikan sebagai "a plan for learning", yakni sesuatu yang direncanakan untuk pelajaran anak. Dalam buku ini kami gunakan istilah "kurikulum," karena pengertian kurikulum banyak mengalami perkembangan, berkat pemikiran yang banyak oleh tokoh-tokoh pendidikan mengenai kurikulum, sehingga dapat meliputi hal-hal yang tidak direncanakan, namun turut mengubah kelakuan anak didik. Kurikulum juga bukan lagi sekedar sejumlah mata pelajaran , akan tetapi mendapat liputan yang jauh lebih luas. Maka karena itu istilah "rencana pelajaran" rasanya terlampau sempit dan terikat oleh pengertian tradisional, yang sangat terbatas pada bahan pelajaran dalam buku pelajaran. Dalam teori, tetapi juga dalam praktik, pengertian kurikulum yang lama sudah banyak ditinggalkan. Para ahli pendidikan kebanyakan memberi arti dan isi yang lebih luas daripada semula. Selain itu pengertiannya pun senantiasa dapat berkembang dan mengalami perubahan. Perubahan itu antara lain terjadi karena orang tak kunjung puas dengan hasil pendidikan sekolah dan selalu ingin memperbaikinya. Memang tak mungkin disusun suatu kurikulum yang baik serta mantap sepanjang zaman. Suatu kurikulum hanya mungkin baik untuk suatu masyarakat tertentu pada masa tertentu. Perkembangan ilmu pengetahuan dan

teknologi yang mengubah masyarakat dan dengan sendirinya kurikulum pun tak dapat tiada harus disesuaikan dengan tuntutan zaman. Di samping itu banyak timbul pendapat-pendapat baru tentang hakikat dan perkembangan anak, caranya belajar, tentang masyarakat dan ilmu pengetahuan, dan lain-lain, yang memaksa diadakannya perubahan dalam kurikulum. Pengembangan kurikulum adalah proses yang tak henti-hentinya, yang harus dilakukan secara kontinu. Jika tidak, maka kurikulum menjadi usang atau ketinggalan zaman. Makin cepat perubahan dalam masyarakat, makin sering diperlukan penyesuaian kurikulum. Namun, mengubah kurikulum bukanlah pekerjaan yang mudah. Praktek pendidikan di sekolah senantiasa jauh ketinggalan bila dibandingkan dengan teori kurikulum. Bukan sesuatu yang aneh, bila suatu teori kurikulum baru menjadi kenyataan setelah 50 sampai 75 tahun kemudian. Kelambanan ini terjadi antara lain karena guru-guru banyak yang lebih ingin berpegang pada yang telah ada, merasa lebih aman dengan praktik-praktik rutin dan tradisional daripada mencobakan hal-hal baru, yang memerlukan pemikiran dan usaha yang lebih banyak dan ada kalanya menuntut perubahan pada diri guru itu sendiri. Itu sebabnya maka kurikulum masih banyak diartikan sebagai sejumlah mata pelajaran yang harus disampaikan kepada anak. BEBERAPA DEFINISI KURIKULUM Seperti telah dikemukakan di atas, perubahan zaman menuntut kurikulum baru dan sering juga pengertian baru mengenai makna kurikulum itu sendiri. Perubahan zaman memberi tugas-tugas baru kepada sekolah, di antaranya tugastugas yang sediakala dipikul oleh lembaga-lembaga lain seperti rumah tangga, pemerintah, petugas agama, dan lain-lain. Misalnya, anak-anak gadis biasanya belajar memasak, menjahit, mengurus rumah, dan pekerjaan lain dari ibunya. Dunia modern sering mengharuskan ibu-ibu bekerja, dan tidak sempat lagi mendidik anaknya dalam keterampilan rumah tangga. Maka tugas ibu itu dipercayakan kepada sekolah dengan memberi pelajaran PKK. Ada pula ibu-ibu yang tak puas dan merasa bosan hanya terikat oleh rutin rumah tangga dan ingin

keterampilan vokasional. pendidikan seks. Pengertian yang dianut oleh seseorang akan mempengaruhi kegiatan belajar-mengajar dalam kelas maupun di luar kelas. apakah dalam ruangan kelas. 1. Dengan bertambahnya tanggung jawab sekolah timbulah berbagai macam definisi kurikulum. sehingga semakin sukar memastikan apakah sebenarnya kurikulum itu. di halaman sekolah atau di luar sekolah termasuk kurikulum. Dengan demikian kurikulum sekolah tidak hanya meliputi mata pelajaran tradisional. Seperti halnya dengan definisi Saylor dan Alexander. J. agama. " The Curriculum is the sum total of school's efforts to influence learning. whether in the clasroom. on the playground. Demikian pula soal kesehatan jasmani anak. 2. Harold B. dan hal-hal lain lambat laun digeser tanggung-jawab pendidikannya kepada sekolah." Jadi segala usaha sekolah untuk mempengaruhi anak belajar. kurikulum tidak terbatas pada mata pelajaran. Definisi melihat manfaat kegiatan dan pengalaman siswa di luar mata pelajaran tradisional. Galen Saylor dan William M. Albertycs. Kurikulum meliputi juga apa yang disebut kegiatan ekstra-kurikuler. pencegahan minum alkohol atau ganja. keamanan lalu lintas. akan tetapi juga meliputi kegiatan-kegiatan lain. Alexander dalam buku Curriculum Planning for Better Teaching and Learning (1956) menjelaskan arti kurikulum sebagai berikut. kepramukaan. di dalam dan luar kelas.menentukan karirnya sendiri. yang berada di bawah tanggung jawab sekolah. setiap guru harus menentukan sendiri apakah kurikulum itu bagi dirinya. di dalam maupun di luar sekolah. Akhirnya setiap pendidik. dalam Reorganizing the High-School Curriculum (1965) memandang kurikulum sebagai "all of the activities that are provided for students by the school". pendidikan. or out of school. . Di bawah ini kami berikan sejumlah definisi kurikulum menurut beberapa ahli kurikulum. melainkan berbagai kegiatan lain yang bersifat edukatif.

Mereka melihat kurikulum sebagai sejumlah pengalaman yang secara potensial dapat diberikan kepada anak dan pemuda.. jumlah ruangan serta kemungkinan memilih mata pelajaran. supervisi dan administrasi dan hal-hal struktural mengenai waktu. manusia dan fasilitas sangat erat hubungannya." Ragan mengunakan kurikulum dalam arti yang luas. Ketiga aspek pokok. perubahan tenaga mengajar. yang meliputi seluruh program dan kehidupan dalam sekolah. dalam buku Modern Elementary Curriculum (1966) menjelaskan arti kurikulum sebagai berikut: "The tendency in recent decades has ben to use the term in a broader sense to refer to the whole life and program of the school. to include all the experiences of children for which the school accepts responsibility.O. Kurikulum tidak hanya meliputi bahan pelajaran tetapi meliputi seluruh kehidupan dalam kelas. Harlan Shores memandang kurikulum sebagai "a sequence of potential experiences set up in the school for the purpose of disciplining children and youth in group ways of thinking and acting". It denotes the results of efferorts on the part of the adults of the community. most whole some influences that exist in the culture. Miller dalam buku Secondary School lmprovemant (1973) juga menganut definisi kurikulum yang luas. . Menurut mereka dalam kurikulum juga termasuk metode mengajar dan belajar. 5.. sehingga tak mungkin diadakan perbaikan kalau tidak diperhatikan ketigatiganya.3. Stanley. metode mengajar. The term is used . 4. J. dan J. bimbingan dan penyuluhan. Othanel Smith. and the nation to bring to the children the finest. cara mengevaluasi termasuk kurikulum. program. W. Jadi hubungan sosial antara guru dan murid. Ragan. cara mengevaluasi murid dan seluruh program. yakni segala pengalaman anak di bawah tanggung-jawab sekolah. agar mereka dapat berpikir dan berbuat sesuai dengan masyarakatnya. B. William B. Lloyd Trump dan Delmas F.

masyarakat. cita-cita serta norma-norma. memuji. pegawai administrasi dan orang lainnya yang ada hubungannya dengan murid-murid ). para pendidik dan personalia (termasuk penjaga sekolah. melainkan juga pribadi guru. keyakinan. Istilah kedua berarti faktorfaktor pendidikan. keinginan. karena definisi yang sempit tidak lagi diterima oleh sekolah modern. suasana sekolah.6. Jika kurikulum dirumuskan sebagai "segala usaha yang dilakukan oleh sekolah untuk memperoleh hasil yang diharapkan dalam situasi di dalam maupun di luar sekolah" atau sebagai" sejumlah pengalaman yang potensial dapat diberikan oleh sekolah dengan tujuan agar anak dan pemuda dibiasakan berpikir dan berbuat menurut kelompok atau masyarakat tempat ia hidup". kepala sekolah serta seluruh pegawai sekolah. Kita lihat bahwa Alice Miel mencakup kedua hal itu dalam pengertian kurikulumnya yakni alat pendidikan dan faktor pendidikan. melarang atau menghukum. kebiasaan-kebiasaan. Langeveld seorang ahli pendidikan Belanda dalam bukunya Leerboek der Pedagogische Psychologie membedakan apa yang disebutnya opvoedingsmiddelen dan opvoedingsfaktoren Istilah pertama berarti alat-alat pendidikan. keramahan pendidik. Hilda Taba berpendapat bahwa definisi yang terlampau luas mengaburkan pengertian kurikulum sehingga menghalangi pemikiran dan pengolahan yang tajam tentang kurikulum. Maka Hilda Taba memilih posisi yang tidak terlampau luas dan tidak pula terlampau sempit. yakni anak didik. menganjurkan. pengetahuan dan sikap orang-orang melayani dan dilayani sekolah. meliputi keadaan lingkungan pendidikan seperti kebersihan ruangan. apresiasi. kecakapan. seperti menjelaskan. sikap. . Dalam bukunya Changing the Curriculum : a Social Process (1946) is mengemukakan bahwa kurikulum juga meliputi keadaan gedung. Tak semua ahli kurikulum menganut pendirian yang begitu luas. Alice Miel juga menganut pendirian yang luas mengenai kurikulum. maka definisi yang luas itu membuatnya tidak fungsional. Definisi Miel tentang kurikulum sangat luas yang mencakup yang meliputi bukan hanya pengetahuan. jadi tidak merupakan tindakan yang disengaja. yaitu segala sesuatu yang dengan sengaja dilakukan oleh sipendidik terhadap anak-didik guna mempengaruhi kelakuannya. Jadi kurikulum meliputi segala pengalaman dan pengaruh yang bercorak pendidikan yang diperoleh anak di sekolah.

yakni pernyataan tentang tujuan dan sasaran.Hilda Taba mengemukakan. Ia dengan sengaja menggunakan istilah "schooling" untuk menjelaskan apa sebenarnya tugas sekolah. Apa yang dapat diwujudkan dalam kenyataan disebut kurikulum yang real. Ia membedakan tugas sekolah mengenai perkembangan anak dan tanggung jawab lembaga pendidikan lainnya seperti rumah tangga. Memborong segala tanggung jawab atas pendidikan anak akan merupakan beban yang terlampau berat. pengalaman kerja yang bertalian dengan pelajaran. Tiap kurikulum. Kurikulum ini lazim mengandung harapan-harapan yang sering berbunyi muluk-muluk. seperti bimbingan dan penyuluhan. Krug dalam The Secondary School Curriculum (1960) menunjukkan pendirian yang terbatas tapi realistis tentang kurikulum. seleksi dan organisasi bahan dan isi pelajaran. Apa yang direncanakan biasanya bersifat idea. masyarakat. selalu mempunyai komponen-komponen tertentu. sehingga tidak mungkin dilakukan dengan baik. Definisinya ialah "A Curriculum Consists of the means used to achieve or carry out given purposes of schooling". Kurikulum dilihatnya sebagai cara -cara dan usaha untuk mencapai tujuan persekolahan. Edward A. organized classroom instruction. 7. kegiatan pengabdian masyarakat. bentuk dan kegiatan belajar dan mengajar. Perbedaan kurikulum terletak pada penekanan pada unsur-unsur tertentu. suatu cita-cita tentang manusia atau warga negara yang akan dibentuk. maka terdapatlah kesenjangan antara idea dan real curriculum. dan akhirnya evaluasi hasil belajar. Karena tak segala sesuatu yang direncanakan dapat direalisasikan. kegiatan-kegiatan tertentu di luar pengajaran itu. Akan tetapi kegiatan-kegiatan akhir masih bersifat kontroversial. Maka karena itu Krug membatasi kurikulum pada : 1. yaitu pengajaran di dalam kelas. . bagaimanapun polanya. 2. lembaga agama. dan lain-lain. bahwa pada hakikatnya tiap kurikulum merupakan suatu cara untuk mempersiapkan anak agar berparsitipasi sebagai anggota yang produktif dalam masyrakatnya. Kurikulum adalah sesuatu yang direncanakan sebagai pegangan guna mencapai tujuan pendidikan. dan perkemahan sekolah.

Smith dan kawan-kawan memandang kurikulum sebagai rangkaian pengalaman yang secara potensial dapat diberikan kepada anak. Apa yang diharapkan akan dipelajari tidak selalu sama dengan apa yang benar-benar dipelajari. Ada kemungkinan. bahwa apa yang diwujudkan pada diri anak berbeda dengan apa yang diharapkan menurut rencana. yakni sebagai hasil karya para pengembang kurikulum. Ketidakpuasan dengan kurikulum yang berlaku adalah sesuatu yang biasa dan memberi dorongan mencari kurikulum baru. yang misalnya berisi sejumlah mata pelajaran yang harus diajarkan. sikap. Kurikulum dapat dilihat sabagai produk. 4. pramuka. Ketiga pandangan diatas berkenaan dengan perencanaan kurikulum sedangkan pandangan ini mengenai apa yang secara aktual menjadi kenyataan pada tiap siswa. Hasilnya dituangkan dalam bentuk buku atau pedoman kurikulum. yakni alat yang dilakukan oleh sekolah untuk mencapai tujuannya. pada hal kurikulum itu pun mengandung . keterampilan tertentu. Kurikulum dapat pula dipandang sebagai program. bahkan sering yang bertentangan. 2. yakni pengetahuan. Kurikulum dapat pula dipandang sebagai hal-hal yang diharapkan akan dipelajari siswa. 3. jadi dapat disebut potential curriculum. disebut actual curriculum. pertandingan. Namun apa yang benar-benar dapat diwujudkan pada anak secara individual. Mengenai masalah kurikulum senantiasa terdapat pendirian yang berbedabeda. Ini dapat berupa mengajarkan berbagai mata pelajaran tetapi dapat juga meliputi segala kegiatan yang dianggap dapat mempengaruhi perkembangan siswa misalnya perkumpulan sekolah. biasanya dalam suatu panitia. sehingga kita peroleh penggolongan sebagai sebagai berikut : 1. warung sekolah dan lain-lain. Kurikulum sebagi pengalaman siswa. Akan tetapi mengajukan kurikulum yang ekstrim sering dilakukan dengan mendiskreditkan kurikulum yang lama. misalnya bahan yang benar-benar diperolehnya. Berbagai tafsiran tentang kurikulum dapat kita tinjau dari segi lain.

Dalam praktiknya biasanya tidak dapat pertentangan yang begitu tajam seperti yang digambarkan dalam teorinya. Pandangan yang berbeda-beda itu memberi dinamika dalam pemikiran tentang kurikulum secara kontinu tanpa henti-hentinya. sedangkan kurikulum pasti tidak akan sempurna dan akan tampil kekurangannya setelah berjalan dalam beberapa waktu. Misalnya : Apakah yang ingin dicapai. Bila dalam buku ini kami uraikan kurikulum dalam bentuk murninya menurut teori yang mendasarinya. Selain itu berbagai jenis kurikulum dapat hidup bersama tanpa menimbulkan konflik. Maka karena itu jarang akan terdapat bahwa suatu teori tentang kurikulam dilaksanakan secara murni. Juga ada kemungkinan untuk mengawinkan yang baru dengan yang lama. perlu kita ketahui bahwa dalam praktik pendidikan sering terjadi campuran atau adanya berbagai bentuk kurikulum yang hidup bersama secara damai. mengajarkan kejujuran atau memberi pendidikan umum? Apakah pelajaran akan didasarkan . Ia tidak mudah melepaskan yang lama yang sudah terbukti kebaikannya. Pada umumnya guru itu konservatif dan cenderung berpegang pada cara-cara yang lama yang telah dikuasainya dan menurut pengalamannya memberi hasil yang baik. ataukah ia diperlakukan sebagai orang dewasa? Apakah kebutuhan anak itu? Apakah harus dipentingkan anak sebagai individu atau sebagai anggota kelompok? Apakah yang harus dipentingkan. jadi menonjolkannya dalam bentuk yang ekstrim. Adanya berbagai tafsiran tentang kurikulum tak perlu merisaukan. ASAS-ASAS KURIKULUM Mengembangkan kurikulum bukan sesuatu yang mudah dan sederhana karena banyak hal yang harus dipertimbangkan dan banyak pertanyaan yang dapat diajukan untuk diperhitungkan. karena justru dapat memberi dorongan untuk mengadakan inovasi mencari bentuk bentuk kurikulum baru. manusia yang bagaimana yang diharapkan akan dibentuk? Apakah akan diutamakan kebutuhan anak pada saat sekarang atau masa mendatang? Apakah hakikat anak harus dipertimbangkan.kebaikan. sebelum ia yakin bahwa yang baru itu ternyata lebih baik lagi.

2. yakni : 1. dan lain-lain. 1. psikologi anak. Asas organisatoris yang mempertimbangkan bentuk dan organisasi bahan pelajaran yang disajikan. 4. Asas filosofis yang berkenaan dengan tujuan pendidikan yang sesuai dengan filsafat negara. 3. atau diberi kelonggaran untuk menyesuaikannya dengan keadaan daerah? Apakah hasil belajar anak akan diuji secara uniform ataukah diserahkan pada penilaian guru yang dapat mempelajari anak itu dalam segala aspek selama waktu yang panjang ? Semua pertanyaan itu menyangkut asas-asas yang mendasari setiap kurikulum. jadi juga bahan pelajaran yang disajikan. Asas Filosofis Sekolah bertujuan mendidik anak agar menjadi manusia yang "baik". Pendidikan di negara otokratis akan berbeda dengan negara yang demokratis. Apakah yang dimaksud dengan "balk" pada hakikatnya ditentukan oleh nilai nilai. Asas sosiologis. perkembangan anak. dirasa perlu memberikannya lebih dahulu secara singkat. pendidikan di negara yang menganut agama Budha akan berlainan denagan pendidikan di negara yang memeluk agama Islam . b. cita-cita atau filsafat yang dianut negara. hasil kerja manusia herupa pengetahuan. tapi juga guru. mungkin juga cara mengajar dan menilainya. psikologi belajar. bagaimana proses belajar anak.atas disiplin ilmu ataukah dipusatkan pada masalah sosial dan pribadi? Apakah semua anak harus mengikuti pelajaran yang sama taukah is diizinkan memilih pelajaran sesuai dengan minatnya? Apakah seluruh kurikulum sama bagi semua sekolah secara uniform. orang tua. perkembangan dan perubahannya. kebudayaan manusia. masyarakat bahkan dunia. Walaupun dalam buku ini keempat asas itu akan dipaparkan lebih lanjut. Perbedaan filsafat dengan sendirinya akan menimbulkan perbedaan dalam tujuan pendidikan. yaitu keadaan masyarakat. Asas psikologis yang memperhitungkan faktor anak dalam kurikulum yakni a.

atau Kristen. dapat dipengaruhi kelakuannya. yaitu "Child centered curriculum". Kurikulum ini dapat dipandang sebagai reaksi terhadap kurikulum yang ditentukan oleh orang dewasa tanpa menghiraukan kebutuhan dan minat anak. Psikologi belajar Pendidikan di sekolah diberikan dengan kepercayaan dan keyakinan bahwa anak-anak dapat dididik. . dan dilakukan penelitian ilmiah untuk lebih mengenalnya. untuk selalu menjadikan anak sebagai salah satu pokok pemikiran. yakni menciptakan situasi-situasi di mana anak dapat belajar untuk mengembangkan bakatnya. Psikologi anak Sekolah didirikan untuk anak. 2. dapat menguasai sejumlah keterampilan. khususnya para pengembang kurikulum. Kurikulum tak dapat tiada mempunyai hubungan yang erat dengan filsafat bangsa dan negara terutama dalam menentukan manusia yang dicitacitakan sebagai tujuan yang harus dicapai melalui pendidikan formal. bahkan kurikulum yang semata-mata didasarkan atas minat dan perkembangan anak. dalam keadaan yang bagaimana belajar itu memberi hasil yang sebaik-baiknya. Tentu saja kurikulum yang begitu ekstrim mengutamakan salah satu dasar akan mempunyai kekurangan-kekurangan. Selama berabad-abad anak tidak dipandang sebagai manusia yang lain daripada orang dewasa dan karena itu mempunyai kebutuhan sendiri sesuai dengan perkembangannya. untuk kepentingan anak. dapat menerima norma-norma. b. maka kurikulum dapat direncanakan dan dilaksanakan dengan cara yang seefektif-efektifnya. dan sejak permulaan abad ke-20 anak kian mendapat perhatian menjadi salah satu asas dalam pengembangan kurikulum. bagaimana proses belajar itu berlangsung. Namun gerakan ini tak dapat tiada menarik perhatian para pendidik. dapat mengubah sikapnya. dapat menguasai sejumlah pengetahuan. Timbullah aliran yang disebut progresif. Anak-anak dapat belajar. Baru setelah Rousseau anak itu dikenal sebagai anak. Soal yang penting ialah : bagaimanakah anak itu belajar? Kalau kita tahu betul. Asas Psikologis a.

Pada umumnya dapat dikatakan. maka masyarakat dijadikan salah satu asas. Ia banyak menerima jasa dari masyarakat dan ia sebaliknya harus menyumbangkan baktinya bagi kemajuan masyarakat. bahwa tiap teori itu mengandung kebenaran. Tuntutan masyarakat tak dapat diabaikannya. baik sebagai anak. Karena hubungan yang sangat erat itu maka psikologi menjadi salah satu dasar kurikulum. adat kebiasaan yang tak dapat tiada harus dikenal dan diwujudkan anak dalam pribadinya lalu dinyatakannya dalam kelakuannya. Di situ ia harus memenuhi tugas-tugas yang harus dilakukannya dengan penuh tanggung-jawab. maupun sebagai orang dewasa kelak. Tiap masyarakat berlainan corak nilai-nilai yang dianutnya. 3. Dalam hal ini pun harus kita jaga. Perbedaan ini harus di pertimbangkan dalam kurikulum. Penelitian dilakukan untuk lebih mendalam memahami proses belajar ini. ia selalu hidup dalam suatu masyarakat. jadi yang mencakup segala gejala belajar. Tiap anak akan berbeda latar belakang kebudayaannya. agar asas ini jangan terlampau mendominasi sehingga . Dengan demikian ada hubungan yang erat antara kurikulum dan psikologi belajar dan psikologi anak. Oleh sebab masyarakat suatu faktor yang begitu penting dalam pengembangan kurikulum. Tiap masyarakat mempunyai norma-norma. Teori belajar dijadikan dasar bagi proses belajar-mengajar. maka timbullah berbagai teori belajar yang menunjukkan ketidaksesuaian satu sama lain. dari yang sederhana sampai yang paling pelik. akan tetapi tidak memberikan gambaran tentang keseluruhan proses belajar itu. Asas Sosiologis Anak tidak hidup sendiri terisolasi dari manusia lainnya. Juga perubahan masyarakat akibat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan faktor pertimbangan dalam kurikulum. banyak di antaranya dengan melakukan eksperimen.Oleh sebab belajar itu ternyata suatu proses yang pelik dan kompleks.

Pada umumnya dapat dibedakan dua pendirian utama. jadi dalam bentuk kurikulum yang terpadu. Ataukah diusahakan hubungan secara lebih mendalam dengan menghapuskan segala batas-batas mata pelajaran. yakni yang tradisional dan yang progresif. karena keseluruhan itu bermakna dan lebih relevan dengan kebutuhan anak dan masyarakat. Dalam hal ini pilihan banyak bergantung pada pendirian atau sikap seseorang tentang pendidikan. atau yang berpusat pada mata pelajaran. ataukah diusahakan adanya hubungan antara pelajaran yang diberikan.timbul kurikulum yang berpusat pada masyarakat atau "society-centered curriculum". bahwa tidak ada kurikulum yang baik dan tidak baik. dan lain-lain. misalnya dalam bentuk broad-field atau bidang studi seperti IPA. Dalam mengembangkan kurikulum harus diadakan pilihan. Selain itu. Ilmu jiwa asosiasi yang berpendirian bahwa keseluruhan sama dengan jumlah bagianbagiannya cenderung memilih kurikulum yang subjectcentered. jadi selalu hasil semacam kompromi antara anggota panitia kurikulum. dalam bentuk yang bagaimana bahan pelajaran akan disajikan? Apakah dalam bentuk mata pelajaran yang terpisah pisah. Bahasa. KURIKULUM TRDISIONAL ATAU PROGRESIF . 4. yang dengan sendirinya akan terpisah-pisah. bermacam-macam organisasi kurikulum dapat dijalankan secara bersama di satu sekolah. Setiap organisasi kurikulum mempunyai kebaikan akan tetapi tidak lepas dari kektirangan ditinjau dari segi-segi tertentu. Kurikulum yang bagaimana yang harus dipilih? Pertanyaan itu diajukan karena macamnya kemungkinan. IPS. Sebaliknya ilmu jiwa Gestalt lebih mengutamakan keseluruhan. Sering dikatakan bahwa "curriculum is a matter of choice". Kembali perlu di ingatkan. bahkan yang satu dapat membantu atau melengkapi yang satu lagi. Asas Organisatoris Asas ini herkenaan dengan masalah. kurikulurri adalah soal pilihan. Aliran psikologi ini lebih cenderung memilih kurikulum terpadu atau integrated kurikulum.

tidak mengizinkan perbedaan pendapat. terampil dalam hitungan di luar kepala. Menjalankan kurikulum progresif akan banyak mendapat tentangan. walaupun kesimpulannya lain dari yang lain. Bahan mata pelajaran diambil dari berbagai disiplin ilmu yang dibina dan senantiasa dikembangkan para ilmuwan dan karena itu mendapat penghargaan tinggi dari masyarakat. Kurikulum tradisional ini telah bertahan selama beberapa abad dan diduga akan bertahan terus sepanjang masa. Namun orang tua masih mengharapkan agar murid murid hafal akan nama-nama geografis.progresif juga tidak dengan sendirinya baik dan luput dari. bahwa orang mengharapkan hasil-hasil tradisional dari sekolah yang progresif.Kurikulum tradisional yang ingin mengawetkan yang lama tidak dengan sendirinya buruk dan merugikan. Sekolah progresif misalnya mementingkan kemampuan memecahkan masalah dan menggunakan pengetahuan secara fungsional untuk memecahkan masalah itu. Dianggap . oleh sebab apa yang diawetkan. sanggup berpikir sendiri. Sekolah progresif harus dinilai berdasarkan prinsip-prinsip sekolah itu. tahun-tahun dan tokoh-tokoh sejarah. Tidak diharapkan siswa mempunyai pengetahuan yang uniform. Namun dalam masa perubahan yang serba dinamis ini. antara lain dari pihak guru yang terkenal karena sikap konservatifnya. namun kita mengadakan ujian nasional yang uniform yang tidak menghiraukan perbedaan individual. Penganut kurikulum tradisional berpegang pada kurikulum yang didasarkan atas subjek atau mata pelajaran. apakah itu nilai-nilai. kita ingin agar anak sanggup mengadakan penelitian dan penemun. Kesulitan yang dihadapi kurikulum progresif ialah. Di bawah ini kami cantumkan beberapa perbedaan antara pendirian tradisional dan progresif. berbagai kekurangan. dan terutama menonjolkan hafalan. dan sebagainya. selalu yang baik. benda. dan lain-lain. menentukan lebih dahulu mana yang benar yang dicoba anak mencari atau menerkanya bila menghadapi ujian bercorak objektif. juga orangitua yang telah mengecap pendidikan tradisional dan merasakan manfaatnya. menutup mata bagi perubahan akan merugikan diri sendiri. yang biasanya diberikan secara terpisah-pisah. Sebaliknya kurikulum modern . barang seni. Kita inginkan agar anak-anak kreatif.

agar siswa mempelajari bahan yang sama dan mencapai tingkat penguasaan yang sama. Dalam kurikulum tradisional diperlukan pengarahan.bahwa ilmu mempunyai nilai tersendiri dan karena itu dapat dipelajari demi ilmu itu sendiri. Di lain pihak. karena banyak pelajaran yang sebenarnya tidak ada kaitannya dengan kehidupan anak dalam masyarakat. bahwa kurikulum progresif merupakan reaksi dalam berbagai bentuk terhadap . Kurikulum progresif memperhatikan bahkan membantu perkembangan keunikan individu. Kurikulum tradisional menyamaratakan semua siswa baik mengenai bahan. Dapat kita katakan. akan tetapi tidak dipelajari demi ilmu sendiri. Tujuan pendidikan bukan hanya mengembangkan aspek intelektual saja melainkan keseluruhan pribadi anak dalam segala aspek. kurikulum progresif memilih masalahmasalah yang nyata dalam kehidupan anak dan masyarakat. Kurikulum tradisional menerima kenyataan dalam masyarakat sebagaimana adanya. Kalau diteliti lebih lanjut dapat lagi kita temui perbedaan lain antara kedua pendekatan dalam pengembangan kurikulum. Sebaliknya kurikulum yang progresif lebih banyak memberi kebebasan kepada siswa untuk menentukan apa yang akan dipelajarinya. Selain itu mempelajari ilmu akan mengembangkan kemampuan intelektual anak. akan tetapi untuk digunakan dalam memecahkan suatu masalah. sedangkan kurikulum progresif berusaha untuk mengubah lingkungan untuk membentuk dunia yang lebih baik. pengawasan. sesuai dengan minat dan kesanggupannya dalam suasana yang mengizinkan kebebasan. Sambil memecahkan masalah siswa mengumpulkan ilmu yang diperlukan. maupun evaluasi. Apa yang dipelajari dalam kurikulum tradisional dianggap akan berguna kelak di kemudian hari anak. kontrol dan disiplin yang ketat. metode belajar-mengajar. Mengumpulkan ilmu demi ilmu yang tidak fungsional hanya membebani otak dengan hal-hal yang mubazir. Penganut kurikulum progresif atau modern tidak menolak ilmu.

Pada saat dipentingkan- . dengan ditonjolkannya kembali kurikulum yang berdasarkan disiplin ilmu. (4) evaluasi atau penilaian. salah satu buku yang paling berpengaruh dalam pengembangan kurikulum.Tyler dalam bukunya Basic Principles of Curriculum and Instruction (1949). Demikian pula penilaian dapat mempengaruhi komponen lainnya. bahwa faktor anak kembali dianaktirikan. KOMPONEN-KOMPONEN KURIKULUM Ralph W. Yang paling berpengaruh ialah kritik bahwa kurikulum ini kurang mengembangkan kemampuan intelektual anak. (2) bahan pelajaran. dan apa yang harus dinilai. kurikulum ini tetap bertahan. Bagaimanakah memilih bahan pelajaran guna mencapai tujuan itu? 3. Tujuan menentukan bahan apa yang akan dipelajari. yakni : 1. (3) proses belajar-mengajar. Bagaimanakah bahan disajikan agar efektif diajarkan? 4. akan tetapi akibatnya ialah. sehingga setelah peluncuran Sputnik. maka diperoleh keempat komponen kurikulum yakni. Namun betapapun kritik terhadap kurikulum tradisional. aliran progresif mengalami pukulan hebat. (1) tujuan. Tujuan apa yang harus dicapai sekolah? 2. Keempat komponen itu dapat kita gambarkan dalam bagan sebagai berikut: TUJUAN EVALUASI PBM BAHAN Keempat komponen itu saling berhubungan. Setiap komponen bertalian erat dengan ketiga komponen lainnya. Juga kurikulum progresif tidak bebas dari kritik yang tajam dari berbagai pihak. bagaimana proses belajarnya. Bagaimanakah efektivitas belajar dapat dinilai? Berdasarkan pertanyaan itu.kekurangan-kekurangan yang terdapat dalam kurikulum tradisional. mengajukan 4 pertanyaan pokok.

atau proses belajar-mengajar. maka bahan pelajaran. namun masih dipertimbangkan hingga sekarang. pribadi guru. misalnya metode baru. maka timbul kecenderungan untuk menjadikan bahan ujian sebagai tujuan kurikulum. Pola kurikulum yang dikemukakan oleh Tyler ini tampaknya sangat sederhana. Konsep tayle tentang komposisi kurikulum tentu mendapat kritik. Tak mudah menentukan tujuan pendidikan atau pelajaran. misalnya Ebtanas. sehingga meliputi kegiatan di luar kelas. as intended learnings. proses belajar-mengajar cenderung mengutamakan latihan dan hafalan.nya evaluasi dalam bentuk ujian. Dapat pula kita memandangnya sebagai formal curriculum. actual curriculum atau potential learning experiences. namun dalam kenyataannya lebih kompleks daripada yang diduga. 3. misalnya ditonjolkannya tujuan yang baru. real. yakni. bahkan juga mencakup segala sesuatu yang dapat mempengaruhi kelakuan siswa. sikap petugas sekolah. dan lain-lain. kemudian menjadi sejumlah mata pelajaran yang harus dilalui untuk mendapat ijazah. Kalau tujuannya jelas. jujur. curriculum as a product. maupun evaluasi pun lebih jelas. as the experiences of the learner. PBM. termasuk kebersihan kelas. . ideal. dan sebagainya. 2. tak mudah pula menentukan bahan yang tepat guna mencapai tujuan itu. Kurikulum yang semula berarti jarak yang harus ditempuh. maka semua komponen lainnya turut mengalami perubahan. kerja keras. RANGKUMAN 1. misalnya bahan untuk mend idik anak agar menjadi manusia pembangun. Para ahli kurikulum "modern" cenderung memberikan pengertian yang lebih luas. atau cara penilaian. UMPTN. as a program. Bila salah satu komponen berubah. Kurikulum dapat dipandang dari berbagai segi. Menentukan PBM yang efektif tak kurang sulitnya. karena keberhaslannya baru diketahui setelah dinilai.

Pilihannya itu akan mempengaruhi tafsirannya konsepsinya tentang tugasnya sebagai pendidik. antara lain mengenai luas cakupannya. 4. Ada kebaikan dan kelemahan pengertian kurikulum yang terlampau luas atau terlampau sempit. Sebutkan asas-asas kurikulum. Bandingkan berbagai definisi yang tercantum dalam pelajaran. 6. Di antara asas-asas kurikulum. actual. Bagaimana pendapat Saudara tentang guru sebagai pengembang kurikulum? 9. tiap guru harus sendiri. begitu juga murid harus turut dalam pengembangan kurikulum? 8. Kurikulum senantiasa harus diubah karena perubahan masyarakat akibat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Karena adanya menentukan macam-macam definisi kurikulum. Ada kecenderungan pengertian kurikulum meluas. Juga pengertian kurikulum formal. 2. Ia dapat menganut pendirian yaang tradisional atau progresif. potential. 5. program. ideal. Hilda Taba memandang kurikulum sebagai "a plan for learning". 7. intended learnings. Perbedaan apakah yang mungkin timbul di antara anggota panitia pengembangan kurikulum? jauh ketinggalan bila dibandingkan . bahwa praktik kurikulum dengan teorinya. asas manakah yang paling banyak mengalami perubahan? Mana yang paling sedikit atau tidak berubah? 10. PERTANYAAN DAN TUGAS 1. 6. 3. the experiences of the learner. real. Menurut Saudara siapakah yang mengembangkan kurikulum? Apakah orangtua. Perubahan kurikulum berjalan kontinu kalau tidak mau ketinggalan zaman. Jelaskan arti kurikulum sebagai product. Jelaskan perkembangan pengertian kurikulum. Jelaskan.4. Selidiki azas-azas itu pada kurikulum yang berlaku di sekolah kita. Dikatakan. karena banyak tugas yang sedianya oleh rumah tangga dan lembaga informal lainnya dibebankan kepada sekolah. 7. Bagaimanakah pengertian kurikulum di sekolah kita? 5.

Tahukah Saudara apa maksudnya dan memberi beberapa contoh? . Ada kurikulum yang tidak direncanakan. yakni "hidden curriculum" atau kurikulum yang tersembunyi.11. Jelaskan bahwa perubahan dalam satu komponen mempengaruhi komponen lainnya. 13. Jelaskan adanya hubungan yang erat di antara komponenkomponen kurikulum. Bila dibandingkan kurikulum sebelum dan sesudah kita merdeka perbedaan apakah kiranya yang kita dapati? 12.

Pendirian itu terlampau picik. Kebenaran dalam buku itu bertahan teguh terhadap segala perubahan zaman. universal dan absolut" atau "perennial" yang ditemukan dan diciptakan para pemikir unggul sepanjang masa. Filsafat yang kabur akan menimbulkan kurikulum yang tidak menentu arahnya. apakah sumber kebenaran dan nilai-nilai yang hendaknya menjadi pegangan hidup kita. yakni sampai akarnya tentang hakikat sesuatu. Aliran Perennialisme Aliran ini bertujuan mengembangkan kemampuan intelektual anak melalui pengetahuan yang "abadi. khususnya hakikat anak dan sifat-sifatnya. apakah yang sebaiknya diajarkan kepada anak didik. yang dihimpun dalam "the Great Books" atau "Buku Agung". dan lain-lain. Para pengembang kurikulum harus mempunyai filsafat yang jelas tentang apa yang mereka junjung tinggi. karena apa yang dilakukan guru harus didasarkan pada apa yang dipercayai. Filsafat itu antara lain menentukan kepercayaan kita tentang : apakah hakikat manusia. masing-masing dengan dasar pemikiran tersendiri.BAB 2 ASAS-ASAS FILOSOFIS Filsafat sangat penting karena harus dipertimbangkan dalam mengambil keputusan tentang setiap aspek kurikulum. Filsafat adalah cara berpikir yang sedalam-dalamnya. Ada orang yang berpendapat bahwa guru tak perlu mempelajari filsafat. apakah peranan gu dalam ru proses belajar mengajar. Kurikulum yang diinginkan oleh aliran ini terdiri atas subject atau mata pelajaran yang terpisah sebagai disiplin ilmu dengan menolak penggabungan . diyakininya sebagai benar dan baik. Kini terdapat berbagai aliran filsafat. tentang apakah yang baik. Di sini akan kami bicarakan dengan singkat beberapa buah yakni : 1. karena sangat abstrak dan karena itu tak praktis dan tidak ada manfaatnya bagi pekerjaannya. Untuk tiap keputusan harus ada dasarnya. apakah hidup yang baik. apakah peranan sekolah dalam masyarakat.

Tujuan hidup ialah memenuhi kehendak Tuhan. Kebenaran ini. 3. Aliran Idealisme Filsafat ini berpendapat bahwa kebenaran itu berasal dari "atas". Di sekolah akan dimulai dengan teoriteori dan prinsip-prinsip yang fundamental. Sekolah yang beraliran realisme mengutamakan pengetahuan yang sudah mantap sebagai hasil penelitian ilmiah yang dituangkan secara sistemetis dalam berbagai disiplin ilmu atau mata pelajaran. Hanya mata pelajaran yang sungguh mereka anggap dapat mengembangkan kemampuan intelektual seperti matematika. sedangkan yang berkenaan emosi dan jasmani seperti seni rupa. menghadiri khotbah dan membaca Kitab Suci. termasuk dogma dan norma-normanya bersifat mutlak. kemudian praktik dan aplikasinya. 2. Biasanya disiplin termasuk ketat. olah raga sebaiknya dikesampingkan. dari dunia supranatural dari Tuhan. Apa yang datang dari Tuhan baik dan benar. biologi yang diajarkan. Filsafat ini umumnya diterapkan di sekolah yang berorientasi religius. Boleh dikatakan hampir semua agama menganut filsafat idialisme. pelanggaran diberi hukuman yang setimpal bahkan dapat dikeluarkan dari sekolah. Namun pendidikan intelektual juga sangat diutamakan dengan menentukan standar mutu yang tinggi. Aliran Realisme Filsafat realisme mencari kebenaran di dunia ini sendiri. kimia. Pelajaran yang diberikan termasuk pelajaran yang sulit karena memerlukan inteligensi tinggi. Melalui pengamatan dan penelitian ilmiah dapat ditemukan hukumhukum alam. Kurikulum ini memberi persiapan yang sungguhsungguh bagi studi di perguruan tinggi. fisika. Tujuan hidup ialah memperbaiki kehidupan melalui penelitian ilmiah. Kebenaran dipercayai datangnya dari Tuhan yang diterima melalui wahyu. Semua siswa diharuskan mengikuti pelajaran agama.seperti IPA atau IPS. Mutu kehidupan senatiasa dapat ditingkatkan melalui kemajuan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. .

4. Sekolah ini menjauhi indoktrinasi dan mengajak siswa secara kritis menganalisis isu-isu sosial. Aliran Pragmatisme" Aliran ini juga disebut aliran instrumentalisme atau utilitarianisme dan berpendapat bahwa kebenaran adalah buatan manusia berdasarkan pengalamannya.Karena mengutamakan pengetahuan yang esensial. maka pelajaran "embel-embel" seperti keterampilan dan kesenian dianggap tidak perlu. ialah yang berakibat baik bagi masyarakat. . Tidak ada kebenaran mutlak. Dalam perencanaan kurikulum orangtua dan masyarakat sering dilibatkan agar dapat memadukan sumber-sumber pendidikan formal dengan sumber sosial. Penguasaan ilmu yang banyak berkat studi yang intensif adalah persiapan yang sebaik-baiknya bagi lanjutan studi dan kehidupan dalam masyarakat. Aliran pragmatisme sering sejalan dengan aliran rekonstruksionisme yang berpendirian bahwa sekolah harus berada pada garis depan pembangunan dan perubahan masyarakat. Ia harus sungguh-sungguh mempelajari buku-buku berbagai disiplin ilmu. bukan karena "dipompakan ke dalam otaknya". Tugas guru bukan mengajar dalam arti menyampaikan pengetahuan. melainkan memberi kesempatan kepada anak untuk melakukan berbagai kegiatan guna memecahkan masalah. namun diharapkan agar menaruh minat terhadap pelajaran akademis. Yang baik. melainkan karena digunakan secara fungsional dalam memecahkan masalah. Pengetahuan diperoleh bukan dengan mempelajari mata pelajaran. Tujuan hidup ialah mengabdi kepada masyarakat dengan peningkatan kesejahteraan manusia. atas dasar kepercayaan bahwa belajar itu hanya dapat di lakukan oleh anak sendiri. kebenaran adalah tentatif dan dapat berubah. Dapat dibayangkan banyaknya murid yang tidak mampu mengikuti studi akademis serupa ini. Kurikulum ini tidak memperhatikan minat anak. Yang penting ialah bukan "what to think" melainkan "how to think" yakni melalui pemecahan masalah.

Banyak di antara penganut aliran ini memandang sekolah sebagai masyarakat kecil. Dalam arti ini. tak mungkin setiap orang mempunyai filsafat. menentukan standardnya sendiri dan kurikulumnya sendiri. Bimbingan yang diberikan sering bersifat non-directive. Filsafat ialah "induk segala ilmu". Pekerjaan ini sangat sulit dan tak mungkin dilakukan oleh setiap orang biasa. yakni .politik dan ekonomi guna memperbaiki ekonomi kondisi hidup manusia. Anak harus mencari identitasnya sendiri. 5. Dari segala mata pelajaran. buku wajib. Tujuan hidup adalah menyempurnakan diri. Sekolah yang berdasarkan eksistensialisme mendidik anak agar is menentukan pilihan dan keputusan sendiri dengan menolak otoritas orang lain. Sekolah ini menolak segala kurikulum. Dengan sendirinya mereka tidak dipersiapkan untuk menempuh ujian nasional. bahkan satu cabang disiplin ilmu sekalipun sulit dikuasai sepenuhnya. pedoman. Dan bila dikatakan bahwa tiap guru harus mempunyai filsafat. dan lainlain dari pihak luar. merealisasikan diri. Tujuan filsafat ialah membentuk suatu pandangan yang sistematis tantang keseluruhan ilmu. maka kata itu digunakan dalam arti yang berlainan. juga tidak ditetapkan aturan-aturan yang harus mereka patuhi. namun dengan pertimbangan jangan menyinggung perasaan orang lain. di mana guru banyak mendengarkan dan mengajukan pertanyaan tanpa mengingatkan apa yang harus dilakukan anak. Norma-norma hidup berbeda secara individual dan ditentukan masing-masing secara bebas. Ilmu pengetahuan dewasa ini sangat luas dan pelik dan tak mungkin lagi bagi seorang untuk menguasainya. Cicero memandang filsafat sebagai ilmu tentang hal-hal yang semulukmuluknya. Ini berarti bahwa seorang ahli filsafat harus dapat mencernakannya dan mengasimilasikannya berkat proses yang disebut berpikir. Aliran Eksistensialisme Filsafat ini mengutamakan individu sebagai faktor dalam menentukan apa yang baik dan benar. mungkin ilmu-ilmu sosial yang paling menarik mereka Pendidikan moral tidak diajarkan kepada mereka. Ia hrus bebas berpikir dan mengambil keputusan sendiri secara bertanggungjawab. instruksi.

untuk apakah tenaga itu digunakan. Walaupun tiap orang pernah berpikir tentang apa arti hidup ini baginya. . Kalau filsafat di tafsirkan sebagai sistem nila-nilai. Filsafat ialah sesuatu yang menunjukan suatu sistem. dan mencari suatu sistem nilai-nilai yang menjadi pegangannya dalam menghadapi masalah-masalah dalam hidupnya dan dengan demikian memberi corak tertentu kepada kelakuannya. Manusia telah menemukan tenaga atom berkat kemajuan ilmu pengetahuan. belum tentulis dikatakan mempunyai suatu filsafat hidup. akan tetapi bila ditanya. Dalam arti ini filsafat bukanlah sesuatu yang maha-sulit dan pelik. agar dapat membantu anak membentuk pandangan hid up yang sehat. akan tetapi penggunaannya ditentukan oleh filsafat atau nilai-nilai. kurikulum apakah yang akan digunakan. Tujuan. setiap pendidik. maka kita memasuki lapangan nilai-nilai atau filsafat. apakah setiap orang dapat mempunyai suatu filsafat sendiri? Filsafat dengan pengertian ini telah ada sejak ada manusia di bumi ini. Pandangan hidup kabur. Ilmu menemukan pengetahuan dan teknologi. Sering seorang kurang sadar dan kurang jelas mengetahui nilai-nilai apa yang dianutnya. Filsafat serupa inilah yang harus dimiliki setiap guru. alat pendidikan. Pendidikan yang diberikan berdasarkan filsafat tidak merupakan rangkaian perbuatan mekanis yang lepas-lepas akan tetapi merupakan suatu kebulatan mengarah kepada tujuan tertentu. suatu pandangan hidup. melainkan sesuatu yang biasa yang dapat dimiliki setiap orang yang berpikir dan mencoba menafsirkan makna dan nilai hidup bagi dirinya. yang dapat menentukan arah hidup dan serta menggambarkan nilai-nilai apa yang paling dihargai dalam hidup seseorang. ditentukan oleh filsafat yang dianutnya. Filsafat ialah pendapat yang sejujur-jujurnya tentang makna hidup baginya. metode. Dalam filsafat gurulah terkandung gambaran tentang masyarakat yang akan dibangun. tak konsisten. pandangan tentang anak. untuk perang yang dapat menghancurkan umat manusia atau untuk peningkatan kehidupan manusia. sejak Adam dan Hawa. manusia apakah yang harus dibentuk. Kelakuannya tidak menunjukkan corak tertentu.sebagai "suatu sistem nilai-nilai". tak berakar prinsip-prinsip yang jelas.

Demikian pula di dalam kelas. FILSAFAT PENDIDIKAN DI INDONESIA . bila guru menghukum atau memuji anak. Dengan adanya tujuan pendidikan ada gambaran yang jelas tentang hasil pendidikan yang harus dicapai. 6. manusia yang bagaimana yang harus dibentuk. Tentu diharapkan agar tindakan itu mempunyai dasar filosofis yang konsisten. Tujuan pendidikan memberi motivasi dalam proses belajar mengajar. Jadi filsafat menentukan tujuan pendidikan. bila ditelusuri secara lebih mendalam. CBSA. pendidikan dasar 9 tahun. Sering filsafat yang mendasarinya tidak dinyatakan secara eksplisit. Filsafat memberi kebulatan kepada usaha pendidikan. tentu ada dasar falsafahnya. menjalankan disiplin keras atau lunak. 2. sehingga tidak lepaslepas. mendorong atau melarang anak menjadi penyanyi. Dengan demikian terdapat kontinuitas dalam perkembangan anak. Keputusan tentang PPSI. bila jelas diketahui apa yang ingin dicapai. Filsafat pendidikan menentukan arah ke mana anak-anak harus dibimbing. menyuruh anak mencari data dari lapangan. muatan lokal. Segala keputusan yang diambil mengenai pendidikan atau kurikulum. membolehkan anak-anak bekerja sama. Tujuan pendidikan memberi petunjuk apa yang harus dinilai dan hingga mana tujuan itu telah tercapai. mempunyai dasar filosofis. Filsafat yang berbeda atau bertentangan di kalangan pendidik tak akan membawa bahtera pendidikan ke arah tujuan tertentu.Sekolah tanpa filsafat laksana kapal tanpa kemudi. APAKAH GUNA FILSAFAT PENDIDIKAN? Pentingnya filsafat bagi pendidikan nyata bila kita ketahui besar manfaatnya bagi kurikulum yakni : 1. 3. di belakang tindakan itu ada falsafahnya. 5. 4. Filsafat juga menentukan cara dan proses yang harus dijalankan untuk mencapai tujuan itu. Sekolah ialah suatu lembaga yang didirikan oleh masyarakat untuk mendidik anak menjadi manusia dan warga negara yang dicita-citakan oleh masyarakat itu.

Tujuan pendidikan. Kebanyakan anak yang bersekolah hanya di sekolah desa yang boleh dikatakan tak mendapat kesempatan untuk melanjutkan pelajaran. dengan sendirinya tujuan pendidikan pun berubah sama sekali. Adanya sekolah lanjutan hanya karena keperluan mereka akan pegawai di kantor pemerintah atau swasta. segera menghapus segala sisa-sisa pendidikan yang berbau Belanda. yang ingin dicapai dengan pendidikan ditentukan oleh filsafat yang dianut oleh pemerintah. Kurikulum di sekolah yang berbahasa Belanda sama dengan yang apa yang berlaku di negeri Belanda sendiri. Undang-Undang Dasar 1945. yaitu Pancasila. Segelintir anak dibolehkan memasuki sekolah yang berbahasa Belanda akan tetapi jalan ke sekolah lanjutan sangat dipersempit. Hatta dan lain-lain yang berhasil menghentikan penjajahan dari bumi Indonesia ini. Bahasa Jepang di ajarkan sebagai pengganti bahasa Belanda dan mujurnya bahasa Indonesia menjadi bahasa pengantar di semua tingkatan sekolah. Bahasa Belanda digunakan untuk menahan orang lolos ke sekolah yang lebih tinggi. atau sangat membatasi pendidikan bagi orang Indonesia. Kemerdekaan Indonesia yang kita rebut dari tangan penjajah. Kalau pemerintahan bertukar. Pemerintah Belanda yang menguasai Indonesia selama tiga setengah abad menganut paham imperialisme dan kolonialisme yang bertujuan untuk mempertahankan agar lebih lama dapat memperoleh keuntungan dari tanah jajahannya antara lain dengan menghalangi. antara lain Soekarno. dan Garis-garis Besar Haluan Negara. Untung masih bisa lolos beberapa anak Indonesia untuk mengecap pendidikan tinggi. atau penguasa dalam suatu negara. Hormat terhadap kaisar Jepang di tanamkan dalam upacara-upacara. Latihan militer diberikan untuk membantu mereka dalam mempertahankan jajahannya. PANCASILA SEBAGAI DASAR PENDIDIKAN . merombak sistem pendidikan secara radikal dengan mendasarkannya atas filsafat bangsa kita. memperlambat. Jepang yang kemudian menduduki negara kita.

Kemanusiaan yang adil dan beradab. Pancasila terdiri atas : 1. jika dapat dikembangkan keselarasan dan keseimbangan. dalam Pantjasila Pusaka Lama . dalam hubungan manusia dengan Tuhannya. Seperti dinyatakan dalam ketetapan MPR No. Di samping itu. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. pada hakikatnya ia telah hidup dalam masyarakat Indonesia sejak dahulu kala dalam moral. maka Pancasila itu bukanlah lahir. dan kebiasaan bangsa kita.Pancasila yang kita akui dan terima sebagai filsafat dan pandangan hidup bangsa kita. maupun dalam mengejar kemajuan lahiriah. Pancasila itu bangkit kembali " ( M. 1954 ) Oleh sebab Pancasila diakui sebagai pandangan hidup bangsa. . Pancasila adalah jiwa seluruh rakyat Indonesia dan negara kita. yang mengajarkan bahwa hidup manusia akan mencapai kebahagiaan. maka sudah seharusnya prinsip-prinsip itu di sampaikan kepada generasi muda melalui pendidikan dan pengajaran. atau baru dijelmakan. Nasroen. Persatuan Indonesia. 4. tetapi sebe narnya. adat istiadat. Ketuhanan yang Maha Esa. bagi kita Pancasila sekaligus menjadi tujuan hidup bangsa Indonesia. dalam hubungan dengan alam. 5. " Dengan adanya kemerdekaan Indonesia. Seperti kita ketahui. Walaupun Pancasila dirumuskan menjelang kemerdekaan kita. yang dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari. 2. Kerakyatan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan. dan kebahagiaan rohaniah. dengan adanya kemerdekaan bangsa dan negara Indonesia. Kesadaran dan citacita moral Pancasila sudah berurat berakar dalam kebudayaan bangsa Indonesia. II/MPR/1968. dijadikan pula filsafat pendidikan kita. baik dalam hidup manusia secara pribadi. 3.

Bahkan saling membantu mendirikan mesjid atau gereja oleh orang sekampung yang berbeda agama bisa terjadi. Ketetapan MPR No.Dalam undang-undang tentang dasar pendidikan dan pengajaran di sekolah. bab III. tercantum : " Pendidikan dan pengajaran berdasarkan asas-asas yang termaktub dalam Pancasila. Asas-asas itu seyogianya diwujudkan dalam pendidikan di sekolah maupun di luar rumah. namun senantiasa hidup damai berdampingan. Sekolah berkewajiban membantu anak-anak hidup menurut agamanya sambil memupuk rasa toleransi. Bahwa agama dipentingkan oleh pemerintah nyata dengan diwajibkannya pelajaran agama di sekolah. pasal 4. walaupun tiap agama pada prinsipnya tidak menganjurkan penganutnya untuk menyakiti orang lain. pengertian dan rasa hormat terhadap penganut agama lain. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia dan atas kebudayaan kebangsaan Indonesia" . Perang agama seperti terdapat di benua lain tidak pernah kita kenal di Tanah air kita. bahkan sejak berabad-abad hingga sekarang bangsa-bangsa bersengketa karena perbedaan agama dan menimbulkan banyak penderitaan. Pancasila menjamin hak setiap warga Indonesia memuja Tuhan dan memeluk agamanya masing-masing. Asas-asas yang masih bersifat umum itu masih perlu diuraikan agar lebih jelas untuk dijadikan pedoman dalam pendidikan. II/MPR/1978. dari SD sampai Perguruan Tinggi. memberi petunjuk nyata dan jelas tentang wujud kelima sila dalam Pancasila. yang juga dinamakan "Ekaprasetia Pancakarsa". . Sila Ke-Tuhanan Yang Maha Esa Agama sering merupakan pokok persengketaan antara manusia dengan sesamanya. Perbedaan agama juga terdapat di Indonesia. Agama tidak menimbulkan keretakan dalam agama dan adat-istiadat.

Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab Nasionalisme yang melewati batas. Atas dasar Kemanusiaan kita turut berusaha memelihara perdamaian dunia. Soal dunia adalah soal tiap negara.Mengenai sila ke-Tuhanan Yang Maha Esa diberi uraian sebagai berikut : (1) Percaya dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. Sila Kemanusiaan dalam Pancasila menghargai manusia dan menghormati setiap bangsa. menipisnya lapisan ozon. dan persamaan kewajiban antara sesama manusia. (2) Hormat-menghormati dan bekerja-sama antara pemeluk agama dan penganutpenganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup. karena mendewakan negara sendiri sambil memandang rendah terhadap bangsa-bangsa lain. (4) (Tak) semena-mena terhadap orang lain. menjadi masalah bagi semua negara. (4) Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain. yakni " chauvinisme" dapat mengandung bahaya. Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab diuraikan sebagai berikut : (1) Mengakui persamaan derajat. (2) Saling mencintai sesama manusia. Kerja sama antar bangsa menjadi syarat mutlak bila kita ingin mencegah pemusnahan umat manusia dari permukaan bumi ini. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menciutkan segala jarak dan membuat dunia ini relatif kecil. sehingga apa yang terjadi di suatu negara mempengaruhi bagian-bagian lain di dunia. Nasionalisme yang berlebihan sering menimbulkan peperangan dan karena itu harus dibatasi. persamaan hak. . (3) Mengembangkan sikap tenggang rasa. populasi udara dan lautan. (3) Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya. percobaan bom atom. termasuk kita di Indonesia. Masalah ledakan penduduk.

(5) Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. (6) Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan. (7) Berani membela kebenaran dan keadilan. (8) Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia, karena itu dikembangkan sikap hormat menghormati dan bekerja sama dengan bangsa lain.

Sila Persatuan Indonesia Sila ini merupakan dorongan yang kuat dalam membebaskan Tanah Air kita dari belenggu penjajahan dan kolonialisme. Sila ini dianggap sangat penting dalam menciptakan pendidikan nasional. Kesatuan Bangsa dan Negara merupakan syarat mutlak dalam pembangunan negara kita. Telah sering kesatuan negara kita diancam oleh perpecahan, namun tetap tegak teguh dengan perkasa. Sekolah berkewajiban untuk memupuk rasa kebangsaan, rasa kesatuan dan persatuan dalam hati sanubari tiap anak. Mereka harus dengan rasa bangga dapat mengatakan ''Saya anak Indonesia" dari daerah mana pun mereka berasal. Memupuk rasa persatuan sangat mutlak diperlukan, karena keadaan geografis Indonesia, yang terdiri atas ribuan pulau, tersebar dalam jarak seperdelapan khatulistiwa, dihuni oleh penduduk yang mempunyai ratusan macam bahasa dan adat istiadat yang terbentuk selama berabad-abad dalam keadaan isolasi alamiah. Terbentuknya kesatuan dan persatuan sungguh merupakan suatu prestasi nasional yang luar biasa, bila kita pikirkan bahwa negara lain yang kecil namun dilanda oleh perpecahan yang menjerumuskan penduduk ke dalam jurang kesengsaraan. Kesatuan Indonesia dibantu oleh alat komunikasi yang kian canggih dan mendekatkan apa yang semula jauh. Kesatuan bukanlah tujuan akan tetapi suatu jalan atau alat untuk mencapai kesejahteraan dan kemakmuran bagi segenap bangsa Indonesia. Sila Persatuan Indonesia selanjutnya diuraikan sebagai berikut :

(1) Menempatkan persatuan, kesatuan, kepentingan, dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan. (2) Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara. (3) Cinta Tanah Air dan Bangsa. (4) Bangga sebagai Bangsa Indonesia dan ber-Tanah Air Indonesia. (5) Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhineka Tunggal Ika. Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam

Permusyawaratan/ Perwakilan. Kerakyatan atau demokrasi sering ditafsirkan sebagai hak setiap warga negara untuk memilih pemerintahan sendiri. Dasar ini mengakui, bahwa manusia mempunyai hak yang sama untuk menentukan politik negara. Negara itu bukan untuk dinikmati oleh hanya segelintir manusia yang berkuasa politis atau ekonomis, melainkan untuk kepentingan seluruh rakyat. Keputusan diambil berdasarkan musyawarah, dengan jalan perundingan oleh wakil-wakil yang dipilih rakyat dan tidak didiktekan oleh pihak atasan. Agar rakyat dapat mengeluarkan pendapat secara bertanggung jawab, perlulah pendidikan. Demokrasi dikatakan mempunyai tiga prinsip utama, yakni: (1) Rasa hormat terhadap pribadi dan harkat manusia. (2) Kepercayaan, bahwa setiap manusia biasa mempunyai pikiran yang sehat dan dapat berpikir inteligen. (3) Kerelaan berbakti kepada kesejahteraan bersama. Demokrasi menjamin hak setiap warga negara, tanpa menghiraukan kesukuan, agama, jenis kelamin, atau kedudukan. Hal ini antara lain dinyatakan dalam Undang-Undang Dasar yang menyatakan, bahwa "Tidak seorang pun boleh diperbudak, diperulur, atau diperhamba" Asas ini mempunyai pengaruh penting dalam pendidikan, antara lain dalam huhungan orang tua atau guru terhadap anak. Anak pun manusia penuh dan harus dihormati pendapatnya, harus diberi kesempatan mengeluarkan pendapatnya secara bebas, diturutsertakan dalam diskusi dalam hal-hal yang menyangkut

dirinya. Sikap demokrasi menghapuskan sisa-sisa sikap feodalisme dan kolonialisme yang bertindak otokratis dan otoriter. Dalam metode mengajar pun lebih banyak diadakan diskusi dalam suasana bebas namun berdisiplin. Anak wanita diberi kesempatan yang sama untuk menempuh pendidikan apa pun sampai tingkat yang setinggi-tingginya. Sila ini selanjutnya diuraikan sebagai berikut : (1) Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat. (2) Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain. (3) Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama. (4) Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan. (5) Dengan itikad baik dan tanggung-jawab menerima dan melaksanakan. (6) Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur. (7) Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan.

Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia Mempunyai hak yang sama dalam memilih wakil rakyat belum cukup. Setiap orang ingin agar kebutuhannya sehari-hari dipenuhi, seperti makan yang cukup, pakaian, kesempatan berekreasi, memiliki rumah sendiri, menyekolahkan anak sampai tingkat yang setinggi-tingginya, mendapatkan pekerjaan, dan menikmati hari tua yang tenang. Rakyat.kita masih banyak tergolong miskin, walaupun negara kita terkenal sebagai negara yang kaya raya. Kekayaan melimpah, ekspor kita meningkat secara drastis, namun pembagiannya belum merata, sehingga jurang kaya-miskin kian melebar. Sila keadilan sosial menuntut agar kekayaan dan kemakmuran itu

merata bagi segenap rakyat kita. Akan tetapi di samping itu kita tidak boleh enggan menyingsing lengan dan bekerja keras. Anak-anak dididik agar menghormati setiap pekerjaan yang jujur dan tidak memandang rendah terhadap pekerjaan dengan tangan. Anak juga harus diajar hidup hemat dengan menabung untuk hari depan. Akhirnya sila diuraikan lagi sebagai berikut : (1) Mengembangkan perbuatan-perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotong-royongan. (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) Bersikap adil. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban. Menghormati hak-hak orang lain. Suka memberi pertolongan kepada orang lain. Menjauhkan sikap pemerasan terhadap orang lain. Tidak bersikap boros. Tidak bergaya hidup mewah. Tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan umum.

(10) Suka bekerja keras. (11) Menghargai hasil karya orang lain. (12) Bersama-sama berkeadilan sosial. Agar Pancasila daya yang dinamis yang mewarnai seluruh tindakan kita, kita masing-masing harus merenungkan, memahami, menghayatinya dengan berpegang pada "Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila" atau " Eka Prasetia Pancakarsa ". berusaha mewujudkan kemajuan yang merata dan

TUJUAN PENDIDIKAN DI INDONESIA Dalam Tap. MPR No.II / MPR / 1988 tentang GBHN tercantum : Pendidikan nasional berdasarkan Pancasila bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan

Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, berdisiplin, bekerja keras, bertanggung jawab, mandiri, cerdas, dan terampil serta sehat jasmani dan rohani. Pendidikan nasional harus juga mampu menumbuhkan dan memperdalam rasa cinta kesetiakawanan sosial. Sejalan dengan itu dikembangkan iklim belajar dan mengajar yang dapat menumbuhkan rasa percaya pada diri sendiri serta sikap serta perilaku yang inovatif. Dengan demikian pendidikan nasional akan mampu mewujudkan manusia-manusia pembangunan yang dapat membangun diri sendiri serta bersama-sama bertanggungjawab atas pembangunan bangsa. Dalam Undang-undang No. 2 Tahun 1989 Tentang Sistem Pendidikan Nasional (pasal 4), tertera : Pendidikan nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan yang berbudi luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan rohani dan jasmani, berkepribadian yang mantap dan mandiri serta tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Sesuai dengan Garis-garis Besar Haluan Negara, dasar pendidikan Nasional adalah Falsafah Negara Pancasila dan UndangUndang Dasar 1945. Pasal 3 mengatakan: (1) Tujuan pendidikan Nasional adalah membentuk manusia pembangunan yang berpancasila dan membentuk manusia yang sehat jasmani dan rohaninya, memiliki pengetahuan dan keterthripilan, dapat mengembangkan kreativitas dan tanggung jawab, dapat menyuburkan sikap demokrasi dan penuh tenggang rasa dapat mengembangkan kecerdasän yang tinggi dan disertai budi pekerti yang luhur, mencintai bangsanya, dan sesama manusia sesuai dengan ketentuan yang termaktub dalam Undang -Undang Dasar 1945. (2) Seluruh program pendidikan terutama Pendidikan Umum dan bidang studi Ilmu Pengetahuan Sosial, harus berisikan Pendidikan Moral Pancasila dan unsur-unsur yang cukup untuk meneruskan jiwa nilai nilai 1945 kepada Generasi Muda.

c. d. Memiliki bekal untuk melanjutkan studinya ke lembaga pendidikan yang lebih tinggi dengan menempuh : 1. 2. 5. Bagi SMA misalnya tujuan institusional umum ialah agar lulusannya: a. Memiliki pengetahuan tentang berbagai jenis dan jenjang pekerjaan yang ada di masyrakat serta syarat-syaratnya. Tujuan khusus pendidikan SMA adalah agar lulusan : a. Menguasai hasil-hasil pendidikan umum yang merupakan kelanjutan dari pendidikan di Sekolah Menengah Umum tingkat Pertama. Menguasai pengetahuan dasar dalam bidang matematika. regional. ilmu pengetahuan alam. 2. dan bahasa (khususnya bahasa Indonesia dan bahasa Inggris) serta menguasai pengetahuan yang cukup lanjut dalam satu atau beberapa dari bidang pengetahuan tersebut di atas. kuat lahir dan batin. Memiliki pengetahuan tentang dasar-dasar kenegaraan dan Pemerintahan sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945. Memiliki pengetahuan yang fungsional tentang fakta dan kejadian penting yang aktual. b. maupun internasional. Menjamin warga negara yang baik sebagai manusia yang utuh sehat. 4. program umum yang sama bagi semua siswa. Di bidang pengetahuan : 1. program pilihan bagi mereka yang mempersiapkan dirinya untuk studi di lembaga pendidikan yang lebih tinggi. Memiliki pengetahuan tentang berbagai unsur kebudayaan dan tradisi .Tujuan Pendidikan Nasional yang sangat umum itu diuraikan lebih lanjut dalam tujuan institusional yakni tujuan yang harus dicapai oleh suatu jenis sekolah tertentu. nasional. memiliki bekál untuk terjun ke masyarakat dengan mengambil keterampilan untuk bekerja yang dapat dipilih oleh siswa sesuai dengan minatnya dan kebutuhan masyarakat. 3. baik lokal. 6. ilmu pengetahuan sosial. Memiliki pengetahuan tentang agama atau kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

bangsa. 8. Di bidang nilai dan sikap : 1. 4. serta menghormati dan kepercayaan Tuhan Yang Maha Esa yang dianut orang lain. menguasai sekurang-kurangnya satu jenis keterampilan untuk bekerja sesuai dengan minat dan kebutuhan lingkungan. 3. 3. Memiliki keterampilan sekurang-kurangnya dalam satu cabang kesenian. Percaya pada diri sendiri dan bersikap makarya. Memilki sikap demokratis dan tenggang rasa. 6. Memiliki keterampilan memecahkan masalah dengan sistematis. 9. 9. 5. dan lingkungan sekitarnya. 7. Mencintai sesama manusia. Mampu membawa/memahami isi bacaan yang agak lanjut dalam bahasa Indonesia dan bacaan sederhana dalam bahasa Inggris yang berguna baginya. . bebas dan jujur. 6. 8. Di bidang keterampilan : 1. lisan maupun tulisan dan keterampilan mengekspresi diri sendiri. kesejahteraan keluarga. 2. dan kesehatan. Memiliki keterampilan dalam bidang administrasi dan kepemimpinan. Menguasai cara belajar yang baik. Menerima dan melaksanakan ajaran agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang dianutnya. b. Memiliki keterampilan mengadakan komunikasi sosial dengan orang lain. Menerima dan melaksanakan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.nasional. 7. Memiliki pengetahuan dasar tentang kependudukan. Memiliki kesadaran akan disiplin dan patuh pada peraturan yang berlaku. Memiliki minat dan sikap positif terhadap ilmu pengetahuan. 4. Dapat mengapresiasi kebudayaan dan tradisi nasional. c. 5. Memiliki keterampilan dalam segi kesejahteraan keluarga dan segi kesehatan. lisan maupun tertulis. Memiliki keterampilan olah raga dan kebiasaan olah raga. 7. 2. Memiliki rasa tanggung jawab dalam pekerjaan dan masyarakat.

Bidang Studi Mata Pelajaran Topik Kelas : Ilmu pengetahuan sosial : Ekonomi dan koperasi : Produksi nasional dan pendapatan Nasional : I (satu) . 13. rasional dan obyektif dalam memecahkan persoalan. 11. Di bawah ini kami berikan beberapa contoh TIU dan TIK. Karena itu tiap tujuan institusional masih perlu diuraikan dalam tujuan tiap bidang studi yang mempunyai tujuan yang lebih spesifik. Tujuan itu pun masih bersifat umum dan perlu diuraikan lagi menjadi tujuan yang terperinci yakni : Tujuan kurikuler yaitu tujuan yang harus dicapai oleh suatu program bidang studi. yang kemudian diuraikan dalam sejumlah butir-butir sebagai penjelasan makna tiap sila. diuraikan selanjutnya dalam tujuan-tujuan yang lebih kongkrit berupa tujuan-tujuan institusional. sikap kritis. Tujuan pendidikan nasional. Memiliki sikap hemat dan produktif. 14. Menghargai setiap jenis pekerjaan dan prestasi kerja di masyarakat tanpa memandang tinggi rendahnya nilai sosial/ekonomi masing-masing jenis pekerjaan tersebut dan berjiwa pengabdian kepada masyarakat. Memiliki inisiatif. daya kreatif. dan tujuan instruksional. Memiliki minat dan sikap yang positif dalam konstruktif terhadap olah raga dan hidup sehat. yang disebut Tujuan Instruksional Umum (TIU) dan Tujuan Instruksional Khusus (TIK). Tujuan-tujuan ini pun masih terlampau umum untuk dapat diwujudkan dalam situasi kelas. yaitu membentuk manusia pembangunan yang ber-Pancasila. antara lain yang harus dicapai oleh tiap tingkatan dan jenis sekolah. 12. yang masih dapat bersifat umum. Demikianlah secara lengkap tujuan institusional yang harus diwujudkan kepada murid-murid SMA. yang harus dicapai oleh suatu pelajaran.10. Contoh 1. Memiliki kesadaran menghargai waktu. namun masih perlu lagi diperinci dalam tujuan-tujuan yang dapat direalisasikan dalam kelas.

2. PN Balai Pustaka. (Dikutip dari: Kurikulum Sekolah Menengah Atas (SMA) 1975. Model Satuan Pelajaran. 1. 1. Agar siswa dapat menyebutkan unsur dari Produksi Nasional dan Pendapatan Nasional. teori-teori tentang asal-usukl . Kelas : I (satu) : IPA : Biologi : Konsep tentang hidup.3. Agar siswa dapat menghitung Pendapatan Nasional. Agar siswa dapat menyebutkan kegunaan pengetahuan besarnya Pendapatan Nasional. h.6.4.1. uku : III. 1976. A. 1. Agar siswa dapat menjelaskan perbedaan dan persamaan antara Produksi Nasional dan Pendapat Nasional. Tujuan Instruksional Khusus 1. Tujuan Instruksional Umum Agar siswa mengetahui serta memahami Produksi Nasional dan Pendapatan Nasional.5. Agar siswa dapat menyebutkan akibat dari Pendapatan Nasional yang konstan dari tahun ke tahun.Semester Waktu : 1 (pertama) : 3 x45 menit Tujuan Instruksional 1. 1. 156). Pedoman Pelaksanaan Kurikulum. Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan. Jakarta. 2.2. 1. Bidang Studi Mata Pelajaran Topik kehidupan. Agar siswa dapat mengukur tingkat kemakmuran suatu negara. Contoh 2.

Semester Waktu

: 1 (pertama) : 6 jam Pelajaran

Jumlah jam pelajaran yang 6 jam itu dialokasikan sebagai berikut : 3 jam untuk pendahuluan dan 2 jam untuk sub pokok bahasan : 1. Asal kehidupan 2. Ciri-ciri mahluk hidup 3. Pembedaan antara biotik dan abiotik; sedang I jam pelajaran untuk mengadakan evaluasi pokok bahasan tersebut di atas. Tujuan Instruksional Khusus 1. Dihadapkan pada sejumlah perubahan situasi, siswa dapat menyebutkan sifatsifat tertentu yang merupakan sifat khas dari mahluk hidup. 2. Dihadapkan kepada sejumlah pernyataan, siswa memilih pernyataan tertentu yang dikemukakan oleh Teori Generatio Spontanea. 3. Dihadapkan kepada sejumlah usaha untuk perkembangan teori tentang asalusul kehidupan, siswa dapat memilih usaha tertentu yang dicapai oleh percobaan Pasteur. 4. Dihadapkan kepada sifat-sifat zat, siswa dapat memilih zat tertentu menjadi alasan mengapa Stenley Miller menggunakan campuran air, amoniakÄ dan metan dalam eksperimennya. 5. Dihadapkan kepada sejumlah perubahan teori-teori asal-usul kehidupan, siswa dapat menyebutkan perubahan tertentu yang diakibatkan oleh percobaan Stenley Miller. 6. Dihadapkan kepada sejumlah nama orang yang berjasa dalam asal-usul kehidupan, siswa dapat menunjukkan dengan tepat hasil penemuan tertentu dari orang tersebut. 7. Dihadapkan kepada sejumlah kegiatan hidup, siswa dapat menunjukan dengan tepat proses proses yang terganggu akibat kegiatan hidup tertentu. (Kurikulum SMA, pedoman Pelaksanaan, hlm. 184). Dalam contoh-contoh di atas kita lihat usaha untuk menguraikan tujuan instruksional umum menjadi sejumlah tujuan instruksional khusus yang

diharapkan dapat mencapai apa yang terkandung dalam tujuan instruksional umum, atau dalam topik bahasan. Selanjutnya diharapkan, bahwa tujuan instruksional umum ini merupakan bagian dari tujuan bidang studi yang memberi sumbangan kepada tujuan yang lebih tinggi yaitu pembentukan manusia pembangunan yang ber-Pancasila. Walupun jauh jarak antara tujuan instruksional khusus dengan tujuan pendidikan nasional, namun diharapkan bahwa setiap tujuan, betapapun spesifiknya selalu merupakan bagian dan sumbangan kepada tercapainya tujuan pendidikan nasional itu. Tiap tujuan kegiatan mengajar-belajar di sekolah memperoleh maknanya dalam rangka tujuan pendidikan nasional itu. Kita lihat di sini dari suatu usaha untuk memperoleh tujuan yang spesifik, yang dirumuskan sebagai tujuan instruksional khusus. Dasar pikiran ialah bahwa makin spesifik tujuan itu makin jelas diketahui metode untuk mencapainya dan makin mudah pula hasil belajar dinilai sebagai umpan-balik atau feedback untuk membantu anak memperbaiki kekurangannya. Dengan sendirinya semua tujuan yang lebih khusus bertalian erat dengan tujuan yang lebih umum, bahkan merupakan analisis yang makin terinci dari tujuan yang lebih umum. Semua tujuan-tujuan yang khusus merupakan usaha kearah tercapainya tujuan umum yang akhirnya menuju kepada wujudnya tujuan pendidikan nasional. MENGKHUSUSKAN TUJUAN Sejak semula para ahli kurikulum menyadari perlunya merinci tujuan yang bersifat umum menjadi tujuan yang lebih khusus. Tujuan pendidikan nasional dikhususkan menjadi tujuan institusional, yaitu tujuan tiap lembaga pendidikan dari SD sampai Perguruan Tinggi. Tujuan pendidikan institusional yang masih sangat umum ini masih perlu diuraikan menjadi tujuan kurikuler dan selanjutnya dalam tujuan instruksional umum lazim dikenal sebagai TIU dan tujuan instruksional khusus atau TIK. Buku pedoman kurikulum yang diterbitkan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menguraikan tujuan sampai tingkat TIU, sehingga guru mendapat kesempatan untuk merumuskan TIK. Di sini kita harus hati-hati dan jangan

memandang TIK sebagai tujuan yang terpenting yang harus dicapai. Kita keliru bila menganggap bahwa tujuan yang harus dikejar guru adalah TIK. Tujuan pendidikan apa yang ditentukan sebagai tujuan pendidikan nasional. Jadi TIK harus dipandang sebagai langkah untuk mencapai TIU, dan TIU suatu langkah pula guna mencapai tujuan kurikuler dan seterusnya sehingga segala usaha sekolah akhirnya bermuara pada tujuan pendidikan nasional. Tujuan Pendidikan Nasional

Tujuan Institusional

Tujuan Kurikuler

Tujuan Instruksional Umum (TIU)

Tujuan Instruksional Khusus (TIK) Untuk merumuskan TIK kita dapat memperhatikan beberapa petunjuk yang diberikan Robert F. Mager dalam buku Preparing Instructional Objectives Pertama : Rumuskan TIK dalam bentuk kelakuan siswa. Ia harus dapat memperlihatkan penguasaannya dalam kelakuan atau perbuatan yang dapat kita amati, yang "observable" tapi juga yang "measurable" atau dapat diukur keberhasilanya. Untuk itu kita harus menggunakan kata kerja tertentu yang memungkinkan kita mengamati keberhasilannya belajar. Misalnya kata kerja seperti dapat mengatakan, menggambarkan, menguraikan, memperdengarkan, menunjukkan, dan sebagainya. Kata kerja seperti memahami, memikirkan, mengerti, merasakan, dan lain-lain tak dapat dilihat sebab terjadi dalam diri siswa. Kedua : Rumuskan pula kondisi-kondisi di mana kelakuan itu akan nyata, misalnya dengan menggunakan kalkulator, mesin tulis, atlas, kamus, dan sebagainya.

Ketiga : Rumuskan pula secara spesifik kriteria tentang tingkat keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan itu. Misalnya dapat menyebut 9 dari sepuluh butir, mengetik satu halaman dalam waktu tertentu dengan sebanyakbanyaknya 2 salah. Merumuskan tujuan secara spesifik sangat banyak faedahnya. Guru tahu dengan jelas tujuan apa yang harus dicapainya, ia dapat menentukan bahan apa yang harus diberikannya, ia juga dapat memilih metode mengajar yang lebih tepat, dan ia dapat mengetahui hasil belajar siswa. Di lain pihak siswa pun tahu apa yang harus dikuasainya. Karena penilain dapat dilakukan dengan segera, guru dapat memberi balikan guna membantu siswa mengadakan perbaikan. Namun demikian banyak pula kelemahanya. TIK sering berupa fakta, informasi, pengetahuan, yakni tujuan kognitif yang paling rendah menurut taksonomi Bloom. Hasil belajar banyak merupakan hafalan, sehingga kemampuan berpikir kurang dikembangkan. Selain itu apa yang dipelajari berupa pengetahuan yang lepas. Uraian TIU menjadi TIK dapat memecah kebulatan bahan pelajaran, sehingga terjadi atomosasi pengetahuan. Selain itu hal-hal yang bersifat kognitif seperti sikap tidak observable dan measitreable, dan karena itu akan diabaikan. TIK berupa fakta dan informasi tidak mempunyai nilai transfer artinya tidak dapat digunakan menghadapi situasi-situasi yang belum pernah dipelajari. Sistem ujian kita sangat menyuburkan TIK dan oleh sebab hasil belajar berdasarkan TIK dapat diamati dan diukur maka TIK digunakan untuk mengetahui prestasi sekolah, kegiatan guru. Dengan ini guru dan kepala sekolah dapat di minta pertanggungjawaban (accountability).

PERUMUSAN TUJUAN MENURUT HILDA TABA Hilda Taba dalam Curriculum Development memberikan petunjukpetunjuk yang berikut dalam merumuskan tujuan, sebagai berikut: Rumusan tujuan harus meliputi : 1. proses mental, yaitu metode untuk melakukan sesuatu

2. produk, bahan yang bertalian dengan itu. Contoh : `"Memperoleh keterampilan menggunakan peta (proses) untuk mencari ibukota negara-negara di Amerika Selatan (produk)". Memiliki kesanggupan untuk membedakan (proses) fakta dan opini" (produk). Sering rumusan tujuan itu kurang lengkap dan hanya mengemukakan satu aspek, misalnya " keterampilan mengguna-kan peta", atau " kesanggupan berpikir kritis". Jadi dalam merumuskan tujuan hendaknya sekaligus kita cakup "mental process" dan "product of learning". Sering dipersoalkan, yang manakah lebih penting, proses atau produk belajar. Tujuan yang hanya berisi produk, akan mengutamakan penguasaan fakta, informasi, atau pengetahuan. Proses mental seperti kesanggupan menganalisis, menafsirkan, membandingkan, memecahkan masalah, atau berpikir logis diabaikan. Ujian termasuk Ebtanas, sebagian besar mengenai produk dan sangat minimal mengenai proses. Membuat butir-butir ujian dalam bentuk test objektif lebih sukar dan penilaiannya juga lebih sulit. 3. Tujuan yang kompleks harus lebih dispesifikkan, sehingga lebih jelas bentuk kelakuan yang diharapkan. Misalnya, "mengapresiasi kesenian" yang terlampau umum dapat lebih dikhususkan menjadi " mengapresiasi tari Bali". 4. Dalam merumuskan tujuan harus dinyatakan bentuk kelakuan yang diharapkan dari kegiatan belajar itu. Mempelajari agama-agama lain tidak dengan sendirinya memupuk sikap toleransi sebagai basil belajar sampingan atau apa disebut "concomitant learning". Kita harus secara khusus menyebutkan toleransi sebagai tujuan yang ingin kita capai dan memberikan kegiatan-kegiatan belajar yang serasi untuk menimbulkan sikap itu. 5. Tujuan sering bersifat " development", yaitu tidak dapat dicapai sekaligus, akan tetapi harus dikembangkan secara kontinu. Misalnya, " berpikir kritis" atau " kesanggupan memecahkan masalah" memerlukan waktu yang lama agar tercapai. Ada tujuan yang sangat spesifik yang dapat tercapai dalam waktu singkat. Akan tetapi kita keliru bila kita anggap bahwa semua tujuan bersifat terminal dan segera terpenuhi. Ada tujuan yang mungkin tidak tercapai selama

demikian pula prinsip-prinsip ideal lainnya. Tujuan-tujuan Kognitif Ranah kognitif atau cognitive domain meliputi segi intelektual dan proses kognitif. para penyusun kurikulum banyak memperoleh bantuan dari buku Taxonomy of Educational Objectives (1956) oleh Benjamin Bloom. kata-kata. mengambil kesimpulan . Mereka membagi tujuan-tujuan pendidikan dalam tiga ranah (domain). akan tetapi tidak mungkin terwujudkan. menyerahkan diri sepenuhnya kepada kehendak Tuhan. menyatakannya dengan kata-kata sendiri. dan tiap ranah dirinci lagi dalam tujuan-tujuan yang lebih spesifik yang hierarkis. yakni mempelajari dan mengingat fakta. aturan. Adakalanya terlampau tinggi kita perk irakan kesanggupan anak. Karena itu kita harus tahu batas-batas kemampuan anak berdasarkan studi tentang anak dan pengalaman. atau selama belajar di sekolah itu. dan sebagainya. nilai dan sikap serta keterampilan psikomotoris. Tujuan hendaknya realistis.belajar di sekolah. metodologi.. A. konsep. teori. istilah. seperti kerelaan berkorban untuk sesama manusia. sebaiknya jangan dijadikan tujuan pelajaran. bahkan ada pula yang tak dapat tercapai sepenuhnya selama hidup. yakni : 1. PENGKHUSUSAN TUJUAN MENURUT BENYAMIN BLOOM Dalam perumusan tujuan. peristiwa. Pada umumnya tujuan itu meliputi aspek kognitif. 6. Tujuan yang sangat indah kedengaran. menterjemahkannya dalam bentuk lain. Adakalanya anak-anak telah pandai membaca sebelum masuk sekolah. akan tetapi ia masih harus mengikuti pclajaran membaca permulaan. Memahami. atau selama jam pelajaran. kategori. yang sangat membosankannya. akan tetapi sering pula terlampau rendah. dalam arti bahwa tujuan itu benar-benar dapat dicapai anak pada tingkat dan usia tertentu. cs. Mengetahui. yakni menafsirkan sesuatu. Tujuan harus meliputi segala aspek perkembangan anak yang menjadi tanggung jawab sekolah. 7. prinsip. 2.

Mengkarakterisasi nilai-nilai. Ia menunjukkan kesediaannya untuk mendengarnya atau melihatnya dan tidak mengelakkannya. mengutamakannya. yaitu menguraikan suatu keseluruhan dalam bagian-bagian untuk melihat hakikat bagian-bagiannya serta hubungan antara bagian-bagian itu. menerima suatu nilai. dan penilaian tentang sesuatu. Menerapkan. 4. 3. menduga akibat sesuatu berdasarkan pengetahuan yang dimiliki. Menghargai. Tujuan-tujuan Psikomotor Ranah psikomotor atau psycho-motor domain. yakn menggunakan kriteria untuk menilai sesuatu. Menganalisis. 5. Mengevaluasi. menjadikannya bagian dari pribadinya dan menerimanya sebagai falsafah hidupnya. 1. Mengorganisasi nilai dengan mengkonsepsualisasi dan mensistematisasinya dalam pikirannya. yaitu menggunakan apa yang dipelajari dalam situasi baru. situasi. sadar akan adanya suatu gejala. bahkan menaruh komitmen terhadap nilai itu. situasi. atau kegiatan itu sambil merasa kepuasan. B. Mensintesis. affective domain. mentransfer. meliputi tingkat kegiatan yang berikut: . Tujuan-tujuan Afektif Ranah afektif atau. Ia percaya akan kebaikan nilai itu dan rela untuk mempertahankannya. menginternalisasinya. atau arsitektur gedung lama. 3. perasaan. menunjukkan minat. Memperhatikan. C. atau masalah tertentu. 2. kondisi.berdasarkan apa yang diketahui. yaitu menggabungkan bagian-bagian dan secara kreatif membentuk sesuatu yang baru. berkenaan dengan kesadaran akan sesuatu. Merespons atau memberi reaksi terhadap gejala. 4. 5. 6. misalnya keindahan dalam musik gamelan. dan sebagainya.

berpikir. 2. dan memanipulasi. auditif. Demikian pula halnya dengan rincian ranah-ranah lainnya . sehingga hasil belajar dapat diamati dan diukur. Mengadakan komunikasi non-verbal. olah raga. Ketiga ranah itu saling berhubungan sebagai aspek kelakuan manusia. menarik. melompat. dan seterusnya. Dalam pengajaran ketiga aspek itu perlu mendapat perhatian. Misalnya dalam ranah koqnitif. berlari. penampilan. gerakan tangan. Menunjukan kemampuan perseptual secara visual. 4. mendorong. Melakukan gerakan yang terampil serta terkordinasi dalam permainan. yakni dapat menyampaikan pesan melalui gerak muka. pemahaman lebih "tinggi" daripada pengetahuan penerapan. Memperlihatkan kemampuan fisik yang mengandung ketahanan kekutan. serta mengkordinasi seluruhnya. kelenturan. 3. BEBERAPA TUJUAN PENDIDIKAN LAINNYA Pada tahun 1859 seorang yang bernamaa Herbert Spencer yang pada dasarnya bukan pendidik dan juga tidak mengecap pendidikan formal secara . Sering ketiga ranah itu dipisah-pisahkan dalam merumuskan tujuan instruksional khusus. kinestetik. dan lain-lain dan disamping itu juga minat dan penghargaan (afektif) tentang apa yang dipelajari. kelincahan dan kecepatan bereaksi. taktial. Melakukan gerakan fisik seperti berjalan. 5. dan kesenian. Pengetahuan selalu memerlukan keterampilan misalnya keterampilan membaca. Rincian tiap ranah mempunyai hierarki. Selain memberi pengetahuan tentang suatu bidang studi sebaiknya juga dipupuk sikap positif terhadap bidang studi itu serta keterampilan yang terkait. Demikian pula apresiasi musik tak lepas dari pengetahuan dan keterampilan berkenaan dengan musik. dan ekspresi kreatif seperti tarian.1. lebih tinggi dari pada pemahaman. Buah pikiran Bloom cs menjadi populer setelah timbul aliran dalam pendidikan ke arah pengkhususan tujuan.

2. mencegah penyakit. dan lain-lain. Self-preservation. 2. Vocational efficiency (efisiensi dalam pekerjaan).teratur jadi lebih merupakan otodidak. sebagai berikut : 1. Maintaining proper social and political relationship yaitu memelihara hubungan baik dengan masyarakat dan memenuhi kewajibannya terhadap negara. Worthy home membership (menjadi anggota keluarga yang berharga). Rearing a family. Enjoying leisure time yaitu memanfaatkan waktu senggang untuk menikmatinya dengan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan. 3. Securing the necessities of life. Command of fundamental processes (penguasaan keterampilan fundamental seperti membaca. dari manusia lainnya. hal-hal yang bertalian dengan usaha melangsungkan hidup. 4. hidup teratur. Di sini Herbert Spencer sangat mengutamakan relevansi pendidikan. mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan melakukan pekerjaan. bertanggung jawab atas pendidikan anak dan kesejahteraan keluarga. 3. Tujuan pendidikan yang juga cukup terkenal ialah The Seven Cardinal Principles yaitu tujuh prinsip yang pokok. mengajukan pertanyaan yang sangat penting. seperti hidup sehat. Pengetahuan apa yang paling berharga? Apa yang harus diajarkan yang paling berharga bagi kehidupan seseorang? Ia menganjurkan hal-hal yang berikut: 1. . 6. Health (kesehatan). Hal-hal yang dikemukakan Herbert Spencer ini kira-kira satu setengah abad yang lalu. melindungi diri terhadap gangguan yang datang dari alam. yang hingga sekarang masih harus dipertimbangkan oleh setiap pengembangan kurikulum: " What knowledge is of most worth?". 4. Banyak yang diajarkan di sekolah yang tidak jelas apa kaitannya dengan kehidupan anak sehari-hari. dari berbagai situasi hidup. menulis. masih berlaku sampai sekarang dan sering dipertimbangkan dalam pengembangan kurikulum. Alasan memberinya ialah bahwa pelajaran itu berguna kelak bila melanjutkan pelajaran. mengurus dan memelihara rumah tangga. berhitung).

Civic responsibility. efisiensi ekonomi. RANGKUMAN 1. tanggung jawab warga negara. Citizenshop (kewarganegaraan). menghargai nilai sosial pekerjaan. memilih jabatan yang tepat. 3. yaitu : 1. membentuk norma-norma guna mengatur pengeluarannya. Human relationship. Tujuan-tujuan yang dikemukakan di atas hanya sekadar bahan perbandingan dengan kurikulum kita. 2. Kita lihat banyak persamaannya dengan apa yang dianjurkan oleh Herbert Spencer sebelumnya. hubungan antar-manusia 3. mencapai kemajuan dalam jabatan yang dipilih. Satisfaction of relegious needs (pemuasan kebutuhan keagamaan) (1918). mengetahui syarat-syarat dan kesempatan kerja. Sebagai konsumen yang terdidik is merencanakan ekonomi hidupnya sendiri. perwujudan pribadi. Worthy use of leisure (penggunaan waktu senggang secara bermanfaat). merupakan pembeli yang tahu dan cakap. Tujuan pendidikan ditentukan oleh filsafat suatu bangsa. Misalnya ³economic efficiency" dirinci sebagai berikut. agar dapat dikatakan is mempunyai filsafat nilai-nilainya itu harus merupakan suatu sistem.akarnya. Economic efficciency. memelihara dan mempertinggi tingkat efisiensi kerja.5. Walapun setiap orang mengenal nilai-nilai. Filsafat ialah ilmu yang mencari kebenaran sampai akar. 4. jadi suatu kegiatan intelektual. Selanjutnya akan kami berikan tujuan-tujuan pendidikan menurut Educational Policies Commission (1938). jadi . 6. Setiap tujuan masih diuraikan lebih lanjut. 2. Dalam pengem bangan kurikulum biasanya dipandang sebagai sistem nilai -nilai. Self-realization. 7. Produsen yang terdidik merasakann kepuasan atas pekerjaan yang baik. mengambil tindakan yang tepat untuk menjaga kepentingannya.

Dalam kurikulum sering tercantum tujuan-tujuan yang muluk-muluk tetapi belum tentu dapat direalisasikan. 7. Filsafat pendidikan harus menjadi "way of life" yang di terapkan dalam lingkungan sekolah. 9. Setiap guru harus mempunyai gambaran yang jelas tentang dasar-dasar pendidikan nasional itu. Apakah pengertian Saudara tentang filsafat? 2. 11. 8. Buah pikirannya itu masih berpengaruh sampai sekarang. 10. afektif. Filsafat bangsa dan negara dengan sendirinya menjadi tujuan pendidikan nasional serta harus pula menjadi filsafat para pengembang kurikulum dan juga guru dalam pelaksanaan nya. PERTANYAAN DAN TUGAS 1. 6. UUD 1945. 12. 4. Untuk membentuk manusia seutuhnya harus diperhatikan aspek kognitif.konsisten dan saling berhubungan. agar semua pelajaran diarahkan guna membentuk manusia yang dicita-citakan. Tujuan pendidikan kita didasarkan atas Pancasila. Jadi keadaan sekolah tidak memberi gambaran tentang keadaan yang sebenarnya. kurikuler. Tujuan pendidikan nasional sangat umum dan masih perlu diuraikan menjadi tujuan institusional. Herbert Spencer menganjurkan tujuan-tujuan yang relevan dengan kehidupan manusia sehari-hari. dan GBHN. 5. dan psikomotor dalam segala ting katannya. Hilda Taba mempersyaratkan agar dalam rumusan tujuan tercakup proses dan produk. tujuan instruksional umum dan khusus. Benjamin Bloom membantu dalam merumuskan tujuan yang lebih spesifik dalam ketiga ranah. Apakah menurut Saudara setiap orang mempunyai filsafat? Coba .

Norma-norma biasanya diperoleh dari berbagai sumber. Bagaimana pendapat Saudara tentang tujuan -tujuan yang dikemukakan Herbert Spencer. the Seven Cardinal Principles. Bandingkan tujuan institusional bagi SD. agar anak dapat menyebut nama wall kota. agar anak dapat men gatakan usia wali kota. Bagaimanakah pandangan Saudara tentang manusia Pan casila? Apakah telah melihatnya dalam kenyataan? 9. seperti agama. falsafah negara.selidiki pada orang-orang di sekitar Saudara apakah mereka dapat dikatakan mempunyai suatu filsafat? 3. agar anak dapat mengatakan alamat wall kota. 11. Coba tuliskan nor ma-nor ma yang Saudara junjung tinggi. adat -istiadat. Tunjukkan perbedaan kurikulum berhubungan dengan per edaan filsafat pendidikan sebelum dan sesudah kemerdekaan. pengalaman pribadi. Diskusikan dengan teman. misalnya " agar anak dapat mengatakan beberapa tugas wall kota. 6. 8. 4. SMP. agar anak mengenal gambar wali kota. dan SMA. dan Educational Policies Commission? Adakah yang dapat atau tidak dapat Saudara terima? Apa alasan Saudara. Apakah guna filsafat bagi pendidikan. Tunjukkan bagaima na filsafat itu diterapkan dalam kurikulum kita. 10. Hingga manakah TIK harus dikhususkan. Perhatikan persamaan dan perbedaannya. Se lidiki hingga mana tujuan-tujuan itu telah di liputi oleh bidang studi yang diberikan di berbagai tingkatan sekolah. Diskusikan tujuan pendidikan nasional dalam Kurikulum SMA. Apakah pengkhu susan TIK tidak dapat berlebihan? . dan lain-lain. 5. Bagai mana ga mbaran Saudara t entang manus ia yang demokratis? Apakah sifat-sifat itu telah nyata di sekolah? Masih adakah pengaruh feodalisme dalam masyarakat kita? 7.

Berikan sejumlah petunjuk tentang perumusan TIK. 17. Pilih satu TIU. Minta teman lain juga melakukannya. Diskusikan. 16. Selidiki tujuan-tujuan pelajaran. Bagaimanakah dapat Saudara ketahui ada tidaknya kesamaan antara tujuan guru dan tujuan siswa. lalu tinjau dari segi taksonomi Bloom. TIK atau - TIU? Bagaimana hubungan timbal balik antara TIK dan TIU? 13. Apakah kebaikan dan kelemahan TIK? Manakah lebih pen ting. baik mengenai ranahnya maupun tentang tingkatannya. Diskusikan bila ada persamaan dan perbedaannya. lalu rumuskan TIK-nya.12. 15. Bagaimana syarat yang diajukan Hilda Taba dalam merumuskan tujuan pelajaran. . Beri pendapat Saudara. 14.

antara lain dalam 1. yang sering dilakukan terhadap binatang. akan tetapi bagaimana anak belajar membutuhkan pengetahuan tentang berbagai teori belajar. merencanakan kondisi belajar yang optimal agar tujuan belajar tercapai. seleksi dan organisasi bahan pelajaran. namun masih banyak yang belum diketahui. lain belajar memecahkan masalah. Selain itu yang diselidiki kebanyakan ialah belajar pada tingkatan mental rendah. Apa yang akan dipelajari memerlukan pengenalan perkembangan anak. 2.BAB 3 ASAS PSIKOLOGIS KURIKULUM DAN PSIKOLOGIS BELAJAR PENDAHULUAN Dalam mengambil keputusan tentang kurikulum pengetahuan tentang psikologi anak dan bagaimana anak belajar. Belajar itu ternyata sangat kompleks. Tak ada satu teori belajar yang dapat mencakup segala macam jenis belajar. PPSI menggunakan teori belajar yang berbeda dengan pendekatan proses. menentukan kegiatan belajar yang paling serasi. Guru-guru sering tidak menyadari asas teori belajar yang digunakannya. teori Gestalt atau teori lapangan. Apa yang dipelajari bermacammacam. 3. jadi jauh berbeda dengan situasi belajar di dalam kelas. lain pula mempelajari nilai-nilai. teori S-R yang behavioristik. masih belum jelas betul secara terinci apa yang harus dilakukan agar anak belajar. sedangkan belajar pada tingkatan mental tinggi masih memerlukan penelitian yang lebih banyak. Ada bedanya belajar fakta atau informasi. sangat diperlukan. dan lain-lain dan belum ada teori belajar yang dapat mempertemukannya. Guru . Walaupun telah banyak diketahui tentang belajar. Banyak macam teori belajar seperti teori ilmu jiwa atau daya atau mental disiplin. Hal ini antara lain disebabkan penelitian dan eksperimen tentang belajar yang dilakukan dalam laboratorium yang terbatas jumlah variabelnya.

norma-norma. dan pendapat berbagai tokoh psikologi seperti Gagne. Dalam bab ini akan kita bicarakan teori belajar menurut ilmu jiwa daya (mental disipline). dan Bruner. Apa yang dipelajari di sekolah berbeda sekali di rumah atau di ladang. Yang diutamakan ialah aspek intelektual. mengajarnya berbagai pengetahuan. Rasanya semua lancar walaupun tak seorang pun memikirkan atau menghiraukan ada tidaknya dasar teorinya belajar dan mengajar dan semua belajar secara wajar. Definisi belajar berbeda menurut teori yang dianut. Anak-anak disuruh mempelajari berbagai macam mata pelajaran yang memberinya berbagai pengetahuan yang menjadi miliknya. keterampilan. Tiap orang tua mendidik anaknya. dan ternyata sangat kompleks dan pelik. Secara tradisional belajar dianggap sebagai menambah pengetahuan. Bermacam-macam teori mencoba menjelaskannya ditinjau dari segi tertentu. Bandura. Mengenal teori kiranya dapat membantu guru memahami atas dasar apa ia melakukannya. dengan dasar filosofis yang berbeda tentang hakikat manusia. Suatu teori belajar ialah suatu pandangan terpadu yang sistematis tentang cara manusia berinteraksi dengan lingkungan sehingga terjadi suatu perubahan kelakuan.mengajar menurut apa yang diperkirakannya akan memberi hasil yang baik dan ini sering dilakukan dengan menggunakan berbagai teori belajar. Pendapat lain yang lebih populer ialah memandang belajar sebagai perubahan kelakuan. dan sebagainya. Namun orang mendirikan sekolah belajar itu dijadikan masalah. APA YANG DIMAKSUD DENGAN BELAJAR Apakah sebenarnya belajar itu. Suatu definisi yang sering dikutip ialah yang diberikan oleh Ernest R. kebanyakan dengan menghafalnya. belum diketahui sepenuhnya. teori lapangan. suatu "change of behavior". Hilgard. sebagai berikut : . Sejak ada manusia di dunia ini ia belajar dan ada yang mengajarnya. teori Gestalt. Tiap guru mengajar dapat diketahui teori yang mendasarinya. teori asosiasi (S-R). sama dengan proses psikis lainnya. walaupun guru itu sendiri kurang atau tidak menyadarinya. conditioning.

kognitif. Ia menghadapi situasi dengan cara lain. Tiap daya mempunyai fungsi tertentu. penghargaan. pengenalan. Ia harus mengetahui kelakuan apa yang diharapkan dari anak. biologi. by which an activity originates or is changed through training procedures (Whether in the laboratory on in the natural environment) as distinguishe from changes by factors not atributable to training. Ia harus tahu bagaimana anak belajar. Hal ini berkenaan dengan tujuan yang akhirnya ditentukan oleh falsafah pendidikan. maka ada daya-ingat. Jadi belajar tidak hanya mengenai bidang intelektual saja. maupun psikomotor. akan tetapi seluruh pribadi anak. 2. minat. Seperti yang telah dikemukakan di atas. Seorang belajar bila ia ingin melakukan suatu kegiatan sehingga kelakuannya berubah. akan tetapi juga agar anak mempunyai sikap anak yang positif dan menyukai mata pelajaran itu. efektif. sejarah. daya tanggap. Ia mengetahui hingga manakah taraf perkembangan anak. seperti membuat sarang. kondisi apa yang harus dipenuhi agar terjacti proses belajar yang berlfasil. 3. agar bahan pelajaran dapat dikuasai anak. kita akan lebih lanjut membicarakan beberapa teori belajar yang banyak diterapkan dalam proses belajar-mengajar. daya-fantasi. keterampilan. bahwa "otak" atau mental manusia terdiri atas sejumlah "faculties" atau daya. TEORI ILMU JIWA DAYA ATAU MENTAL DISIPLIN Teori pelajar yang paling tua ini beranggapan. maka pendidik menghadapi tiga soal : 1. Bila‡ guru mengajar matematika. Kelakuan harus kita pandang dalam arti yang luas yang meliputi pengamatan. dan lain-lain. Demikian pula kemampuan binatang karena pertumbuhan instink. perbuatan. Perubahan karena mabuk atau keletihan bukan hasil belajar karena tidak diperoleh melalui kegiatan belajar. sikap.Learning is the process. bukan hasil belajar. Ia hendaknya jangan merasa puas bila pengetahuan anak bertambah. dan . daya-pikir. bagaimana guru mengajarkannya. dan lain-lain. Bila kita terima belajar sebagai perubahan kelakuan.day a. Ia dapat melakukan sesuatu yang sebelumnya tidak dapat dilakukannya.

Otot terlatih dapat mengerjakan apa saja.lain-lain. Di sini yang diutamakan bukan penguasaan bahan. Seperti pada daya-ingat. Walaupun telah dianggap tak berlaku lagi. Tujuan pendidikan ialah memperkuat daya-daya itu dan ini dilakukan dengan latihan untuk mendisiplinnya. Teori ini lazim juga disebut teori mental disiplin. tahun-tahun sejarah. Kesanggupan berpikir yang terlatih dianggap dengan sendirinya dapat dipakai. Penelitian eksperimental membuktikan. dahulu juga bahasa Latin yang cukup pelik. Akan tetapi yang tinggal ialah daya-ingat. matematika untuk meningkatkan kemampuan anak berpikir. Teori "mental disipline" ini sekarang tidak dapat diterima oleh kebanyakan ahli psikologi dan pendidik profesional. juga pada daya-pikir ini tak dihiraukan apa yang dipelajari. bukan penguasaan bahan yang dipentingkan. Ada pula sejumlah ilmuwan. nama pahlawan. bahwa daya ingatan tidak bertambah meningkat kemampuannya dengan menghafal sajak-sajak. Siswa yang telah terlatih daya-pikirnya melalui matematika akan mudah melanjutkan pelajarannya untuk menjadi ahli hukum. juga teori berdasarkan "faculty psychology". Ini berarti bahwa transfer menurut teori ini bersifat mutlak. Itu semua boleh dilupakan. akuntan. peningkatan kemampuan berbagai daya mental itu. daya-pikir. dan orang tua merasa yakin akan nilai fisika. karena nilai latihnya makin tinggi. Daya-pikir yang telah terlatih akan dapat digunakan untuk memikirkan apa saja. pendidik. dapat dipindahkan atau ditransfer dalam bidang-bidang lain dalam kehidupan. Mata pelajaran yang dianggap paling ampuh untuk mendisplin daya-pikir ialah matematika. makin sulit makin baik. apa saja. ahli manajemen. bahkan juga kata atau suku-kata yang tidak mengandung arti. . Demikian pula latihan mental dengan matematika tidak dengan sendirinya meningkatkan kemampuan belajar politik atau bahasa. Daya-ingat misalnya dapat dilatih dengan menghafal nama-nama kota. Daya-pikir dilatih dengan menghadapkan anak dengan berbagai soal. Jadi melatih daya-daya mental itu banyak persamaannya dengan melatih otot. Daya yang terlatih dapat digunakan untuk apa saja. namun di sekolah teori ini masih dianut. Demikian pula "otak" yang sudah diasah sampai tajam dapat "menyayat" segala masalah. kata-kata asing. insinyur.

. maka perlulah dilatih kemauan anak kearah yang baik. karena kemampuan ini akan memungkinkan anak memikirkan segala hal lain. sulit dan membosankan. Dianggap makin keras latihannya. Daya pengenalan terbagi dalam daya persepsi. Tanpa kemauan yang baik. Substansi fisik ada persamaannya dengan benda lain seperti batu. Akan tetapi "mind" tidak mempunyai ukuran namun sesuatu yang nyata ada. rohaniah-jasmaniah. Salah satu fungsi mental ialah berpikir yang dapat dikembangkan dengan bahan pelajaran seperti matematika. tanaman. Lokasi "mind" tak dapat ditentukan dengan pasti. yakni bagian rohaniah (dalam istilah psikologi ini "mind") dan bagian jasmaniah (substance. yang dapat dilatih menjadi kuat dan dapat digunakan untuk berbagai pekerjaan. Yang paling berharga ialah latihan yang diberikan pelajaran itu. namun dianggap dalam "otak" yang dianggap alat untuk berbagai kegiatan mental. karena sulitnya. ingatan. yang masing-masing mempunyai fungsi atau daya tertentu. Daya-pikir memberi kemampuan untuk memecahkan berbagai masalah untuk mengambil keputusan. matter.Teori ini didasarkan atas anggapan. gunung. berat. Kemauan adalah kunci keberhasilan. Kalau manusia dianggap tidak intrinsik jahat sejak lahir. kemauan juga harus diheri latihan keras dengan memberi pekerjaan yang herat. masih banyak dianut. perlu "mind"nya dikembangkan dan ini dilakukan dengan latihan. "Mind substance" dianggap sama dengan otot. Bahannya dapat dilupakan. Kemauan yang baik dapat menaklukkan hawa nafsu jahat dan memberi kekuatan untuk memilih dan melakukan yang baik. body). yang menganggap bahwa "mind" itu terdiri atas sejumlah bagian atau "faculty". makin berkembang "mind" itu. dan berpikir atau penalaran. perasaan dan kemauan. Seperti halnya dengan latihan otot. mempunyai ukuran panjang. Untuk mendidik anak. Daya-kemauan juga dianggap sangat penting. jiwa. binatang. lebar. Makin keras latihan. Tujuan latihan ini yang utama bukan untuk menguasai bahan matematika. Salah satu pendirian dalam aliran ini ialah faculty psychology. makin kuat otot itu. bahwa manusia terdiri atas dua bagian.raga. Yang utama ialah daya pengenalan. manusia tidak dapat memperoleh kebahagiaan dalam hidupnya dalam tnasyarakat. akan tetapi kemampuan berpikir itu sebagai akibat latihan itulah yang penting. Kepercayaan akan dualisme pada manusia. imajinasi.

tidak akan bany ak mendapat keuntungan dari pelajaran itu.Kalau perlu guru tak perlu segan memberi kecaman. dan lain. misalnya pakaian. sehingga yang tinggal hanya anak yang pandai. hukuman. Thorndike dan Woodworth melakukan berbagai eksperimen untuk menguji kebenaran teori ini dan memperoleh kesimpulan. bahkan menggunakan camhuk untuk memaksa anak menyelesaikan pekerjaannya. Peneliti lain membuktikan bahwa dalam peningkatan kemampuan mental tidak ada kelebihan satu mata pelajaran dibanding dengan pelajaran lain. tidak dengan sendirinya mempengaruhi kebersihan tulisan anak. bahwa teori ini tak dapat dipertahankan secara ilmiah. celaan. Namun masih ada lagi ilmuwan. Pendirian "mental disipline" ini banyak mendapat kritik dan dibantah kebenarannya secara ilmiah. Dari segi penelitian ilmiah telah dibuktikan bahwa latihan daya-daya mental tidak otomatis dapat ditransferkan dalam bidang - . melainkan karena keunggulan siswa yang masih bertahan. Akan tetapi anak yang tidak pintar. Kini teori mental disipline ini sudah tidak diterima lagi di kalangan kebanyakan ahli psikologi. fisika. Melatih kebersihan dalam bidang tertentu. karena mengutamakan pelajaran yang sulit seperti matematika dan fisika. kimia. juga tidak memperhitungkan tingkat perkembangan anak. Demikian pula dibuktikannya bahwa peningkatan kemampuan mental umum hanya sedikit akibat pelajaran di sekolah. Anak yang pintar sering mengambil matematika di mana ia dapat menunjukkan kepintarannya dan ia akan banyak memperoleh manfaat dari pelajaran itu. orangtua dan guru yang yakin akan kebaikan latihan mental ini dan mempraktikkannya di sekolah maupun dalam lingkungan keluarga. matematika tidak lebih unggul dalam melatih anak berpikir dibanding dengan sejarah atau ilmu bumi. Latihan daya ment l dalam a suatu bidang tidak dengan sendirinya meningkatkan kemampuan dalam bidang lain.lain. karena banyak anak yang tak tahan akan keluar atau dikeluarkan dari sekolah. misalnya. akan tetapi dapat disangsikan kebenarannya. Pendidikan serupa ini tidak menghiraukan keinginan atau minat anak. Jadi sekolah itu baik bukan karena keunggulan pengajaran dalam matematika. Sekolah yang menjalankan teori mental disipline ini cenderung disebut sebagai sekolah yang baik.

Skinner. namun demikian air liur anjing keluar juga. Transfer memang ada. juga yang menghadapi kuis "Cepat Tepat" menggunakan teori S-R ini. Dengan stimulus dimaksud rangsangan dari dalam. situasi atau keada. yang pada dasarnya termasuk behaviorisme. F. Tokoh yang sangat mempengaruhi aliran ini ialah Ivan P. Pavlov (18491936). yang mementingkan behavior atau kelakuan yang dapat diamati. Ide asosiasi telah terdapat pada John Locke dan Herbart akan tetapi baru kemudian teori ini didukung oleh penelitian ilmiah. soal. Robert Glasser. ILMU JIWA ASOSIASI. B. Demikian pula "ibu kota Kolumbia" (Stimulus) ialah "Bogota" (Respons). lonceng dibunyikan tanpa diberi makanan. Dengan mengadakan hubungan antara S-R siswa memberi jawaban yang cepat dan tepat bila menghadapi tes. barangkali teori inilah yang paling banyak diterapkan di sekolah. TEORI S-R Dari semua teori belajar lainnya.tokoh lain dalan aliran behaviorisme ini antara lain Albert Bandura.1958) bapak aliran Behaviorisme dan Throndike.bidang lain. maka metode yang paling ampuh ialah metode S-R yaitu menghubungkan stimulus dan respon. Dengan pembedahan ia dapat mengukur air liur yang dikeluarkan anjing itu sewaktu melihat makanan. Teori ini mulai bangkit setelah karya J. Itu sebabnya maka aliran ini dapat mengadakan eksperimen untuk membuktikan kebenaran teorinya. berupa pertanyaan. yang tidak dapat dilihat dan diabaikan. Bila guru mengajarkan hitungan 2 + 3 = (Stimulus) maka diharapkan jawaban 5 (Respons). Hal-hal yang terjadi dalam din i manusia. Bila sekolah dipandang sebagai tempat memperoleh pengetahuan. Robert M. aliran Connectionisme. Bahwa air liur keluar bila disodorkan makanan pada anjing . tetapi bukan dengan cara mendisiplin daya mental.B. Mereka yang menghadapi ujian Ebtanas atau UMPTN dan lainlain. Setelah beberapa kali ini dilakukan.an yang dihadapi. Gagne. Watson (1878. Dalam eksperimennya i6 memberi makanan kapada anjing dan pada saat yang sama ia membunyikan lonceng. tapi kebanyakan dari luar. Demikianlah banyak pengetahuan yang dapat dikuasai anak melalui S-R. Tokoh.

yang menganut aliran connectionisme. Dalam proses belajar itu kita lihat pentingnya ulangan. lonceng sekolah berbunyi anak berkumpul. Masih ada lagi sejumlah hukum belajar lainnya.yang lapar. tidak terjadi apa-apa makanan (S) ««. Hubungan S-R dipererat bila disertai rasa senang. Ia melakukan penelitian dan percobaan dengan binatang.. Lampu lalu lintas merah . akan tetapi yang tersebut di atas kiranya yang paling berguna bagi prose belajar. Thorndike.anak kecil tidur. air liur (R) bunyi lonceng bunyi lonceng (CS) «««««. Mendapat pujian. air liur (CR) Di sini terjadi suatu proses belajar-mengajar. Apa yang terjadi dapat kita gambarkan sebagai berikut makanan (S) ««««««««««« air liur keluar (R) lonceng berbunyi (S) «««.mobil berhenti. Akan tetapi dalam kondisi seperti di atas. antara lain 1. memberi . yaitu hubungan antara dua hal yang dikenal sebagai S-R bond. Makin sering S-R dilatih makin lama hubungan itu bertahan. Hal itu tidak akan terjadi bila lonceng dibunyikan. dan berkat penelitian yang banyak itu yang jauh melebihi jumlah percobaan oleh Pavlov. yakni membunyikan lonceng bersamaan dengan makanan. 2. merasa sukses. Anjing dapat diajar mengeluarkan air liur dengan cara mengkondisi. atau conditioned stimulus. sesuatu yang wajar. disertai pujian untuk membangkitkan semangat anak belajar.hari. atau conditioning. dan respon yang diberikan menjadi conditioned response. kita pulang dari sekolah ingin segera makan. The Law of Effect. The Law of Exercise or Repetition. Cara belajar ini banyak terdapat dalam kehidupan sehari. Tokoh yang banyak pengaruhnya terhadap pengajaran di sekolah ialah Edward L. sifat bunyi lonceng itu berubah menjadi stimulus yang telah dikondisi. jadi latihan memperkmat hubungan S-R. jam menunjuk pukul delapan . ia menemukan sejumlah "hukum belajar".

Memberikan respons yang tepat merupakan instrumental untuk memperoleh pujian.F. atau bertepuk tangan atau batuk. Proses belajar rasanya mekanistis yang diatur oleh guru. mungkin inilah bentuk conditioning yang paling tua. Misalkan seekor anjing mengangkat kaki depannya dan sesaat kemudian diberi makanan (menjadi reinforcement) maka timbul kemungkinan ia akan melakukannya kelak. Conditioning oleh Thorndike disebut "instrumental conditioning" karena S-R yang berhasil disertai oleh pujian sebagai upah atau reinforcement. Alirannnya dikenal sebagai "operant conditioning" yang sangat efektif melatih binatang dan juga bagi anakanak. makin mampu ia menghadapi berbagai situasi dalam hidupnya. Dalam "operant conditioning" organisme. termasuk manusia. Ia memandang guru sebagai arsitek dan pembangun kelakuan siswa. Seorang berbuat sesuatu. Pengaruhnya sangat besar dalam perkembangan teknologi pendidikan dan di Indonesia PPSI. Dari pihak penganut behaviorisme lainnya ia mendapat kritik karena rasa puas. Makin banyak S-R dimilikinya. . Belajar ialah perubahan kelakuan atau kemungkinan kelakuan dan ini tercapai melalui "operant conditioning" "Operant conditioning" adalah proses belajar yang mengusahakan mempertinggi kemungkinan timbulnya kelakuan tertentu.dorongan belajar. Baginya psikologi adalah ilmu atau science kelakuan yang dapat diamati dan banyak kelakuan yang terlihat. karena diberi reinforcement. harus melakukan sesuatu. Skinner. prosedur pengembangan sistem instruksional. rasa senang bukan kelakuan yang "observable" dan "measurable". Ialah yang pertama membuat belajar berprograma dan mesin belajar. Semua kelakuan manusia adalah hasil "operant conditioning" atau "operant reinforcement". Apa yang dilakukan Pavlov disebut "classical conditioning ". Seorang behavioris lain yang juga sangat berpengaruh ialah B. dan pada salah satu stimulus itu anjing itu mengangkat kaki depannya seakan-akan memberi salam. Manusia dipandang sebagai kumpulan S-R. Akan tetapi sewaktu kita bersiul. Tak ada tempat untuk "insight" atau tujuan yang bermakna. Apa sebab anjing itu mengangkat kaki tak dapat dipastikan sebelumnya.

Manusia. Dengan "operant conditioning" ini Skinner dapat membentuk kelakuan. dalam hal ini anjing. Mula-mula organisme. Maka karena itu aliran Skinner ini disebut aliran "operant conditioning" yaitu mengkondisi operant. "Reward" ini "mereinforce" Respon. akan tetapi bila timbul kelakuan yang cocok. maka dimantapkan dengan "reinforcement". Respons itu menjadi alat atau instrumental guna memperoleh Reinforcement itu. akan tetapi sesudahnya. dalam hal ini mendapat upah. Melalui langkah-langkah ia dapat melatih binatang sampai tercapai kelakuan yang diinginkan. dan tak mungkin dapat diciptakan manusia . Apa yang dilakukan anjing itu disebut operan karena beroperasi terhadap lingkungan dan menimbulkan konsekuensi tertentu. Katanya "operant conditioning shapes behavior as the sculptor shapes a lump of clay". lalu diberi "reinforcement" berupa "upah atau "reward". sekalipun sangat kompleks. akan tetapi di lain pihak manusia ternyata lebih merupakan mesin. tiap langkah dapat dicapai melalui "operant conditioning". Akhirakhir ini mesin makin merupakan manusia dan dibentuk sesuai dengan manusia. menurut pendapatnya adalah mesin. Skinner sangat berhasil dalam melatih binatang.kecuali dengan cara biologis. . Bila dalam langkah-langkah itu timbul yang tidak sesuai maka diabaikan saja. "operant conditioning" membentuk kelakuan seperti pematung membentuk segumpal tanah liat. Jadi "reinforcement" tidak serentak dengan Respon. juga dapat disebut "reinforcement conditioning" atau mengkondisi "reinforcement". Tujuan dapat dipecah menjadi bagian-bagian kecil. Tiap bagian.maka kesempatan itu digunakan untuk memantapkannya dengan memberi "reinforcement". yang menyebabkan akan besar kemungkinan timbulnya Respon ini. membuat Respon yang diinginkan. Demikian pula kelakuan manusia dapat dikendalikan sehingga melakukan apa yang telah dicondition. misalnya otak dibandingkan komputer yang berisi modul.

belajar kompetensi. organisasi.tiba. juga disebut teori organismik. menurut Kohler. dan akuntabilitas pendidikan. Bila binatang dapat dilatih dengan cara ilmiah apa sebab cara itu tak dapat dimanfaatkan bagi pengajaran di sekolah. dan reinforcement terlampau langka. " keseluruhan lebih dari jumlah bagian-bagiannya. bahwa binatang itu memecahkan masalah secara tiba. Wolfgang Kohler dan Kurt Koffka dalam buku " The Mentality of Apes" (1925) dalam eksperimen menguji hipotesis Thorndike tentang "Trial-and-error". Skinner melihat bahwa guru mengajar sangat tidak efisien dan efektif. yaitu bahwa dalam memecahkan suatu masalah. tidak ada langkah-langkah yang sistematis menuju tujuan. Maka ia menciptakan belajar berprogamma. individu atau binatang akan melakukan perbuatan-perbuatan secara acakan dan akhirnya secara kebetulan akan dapat memecahkannya.Mengenai pelajaran disekolah. ia menerima stimulus dan memberi . Teori Skinner ini sesuai dengan teknologi pendidikan. Kritik Skinner tentang pengajaran di sekolah antara lain bahwa pelajaran tidak disukai. Konfigurasi yang membentuk kebulatan keseluruhan itu disebut dalam bahasa Jerman Gestalt. jarak antara kelakuan dan reinforcement terlampau jauh." Kelebihan itu terjadi karena manusia cenderung melihat suatu pola. individu itu pasif. Demikianlah lahir teori Gestalt. karena. Salah satu anggapan psikologi behaviorisma yang paling merusak ialah bahwa dalam belajar. suatu istilah yang sukar diterjemahkan dan karena itu dipertahankan dalam semua bahasa. Anak dapat melakukannya menurut kecepatan masingmasing. ia mendapat "insight". TEORI GESTALT Dasar pokok aliran psikologi ini pertama kalinya dirumuskan Max Wertheimer pada tahun 1912 yang berbunyi. Dalam percobaan dengan simpanse ternyata. integrasi atau konfigurasi dalam apa yang dilihatnya. dan teori psikologi lapangan (field psychology). Bahan pelajaran dibagi dalam bagian-bagian kecil yang dilatih langkah demi langkah dengan memberikan reinforcement langsung setelah setelah tiap respons. pemecahan dalam hubungan unsur-unsur situasi itu.

menggunakan imajinasi dan bersifat kreatif. misalnya fisika. Namun transfer tidak dengan sendirinya akan terjadi. Siswa dapat dikendalikan oleh guru dengan bahan yang dipilih pengembang kurikulum. Manusia dapat dikondisi menurut kemauan penguasa atau masyarakat. yang mungkin benar atau tidak. Atau ia tidak mengenal situasi dalam hubungannya dengan prinsip itu. Untuk itu jumlahnya harus cukup banyak dengan pengalaman yang kaya. Generalisasi yang diperoleh sering dirumuskan dalam bentuk " Jika maka Bila tercapai generalisasi maka dapat digunakan atau ditransfer dalam situasi lain yang pada prinsipnya menunjukkan persamaan. dalam belajar siswa mempunyai tujuan.respons secara sereotip dan otomatis. . dinyatakan dengan kata-kata. murid sendirilah yang harus menemukannya sendiri menurut pikirannya sendiri. "Insight" ialah mula-mula adanya perasaan. Simpanse memperoleh "insight" dan tentu tak dapat membahasakannya. Belajar ialah mengembangkan insight pada anak dengan melihat hubungan antara unsur-unsur situasi problematis dan dengan demikian melihat makna baru dalam situasi itu. walaupun prinsip itu telah dipahami sepenuhnya. akan tetapi dalam bidang sosial yang tidak bertindak ilmiah. jadi jauh berbeda dengan psikologi behavioristik yang memandang belajar sebagai mekanistik dan deterministik. Kebenarannya masih perlu diuji. hubungan antara unsur-unsur suatu masalah. "hunches" petunjuk yang samarsamar tentang adanya pola. pada suatu saat tiba-tiba menjadi terang. Manusia seperti mesin yang sangat baik desainnya yang dapat dikendalikan. walaupun dapat membantu. akan tetapi hingga batas tertentu. Kunci dalam psikologi Gestalt. Guru tak dapat memberi " insight". dan sering dapat diverbalisasikan. Bagaimana timbulnya " insight tak selalu. "Insight" adalah jawaban atau hipotesis sementara. mengadakan eksplorasi. bahkan percaya akan mistik dan superstisi. Seorang sarjana dapat bersifat ilmiah dalam bidangnya. "Insight" belum berarti memahami suatu masalah sepenuhnya. ³Insight" juga belum dapat digeneralisasi. menurut makna yang dilihatnya dalam situasi itu. ialah "insight". Stimulus dianggap sebab dan respons dianggap sebagai akibat. Belajar bukan sesuatu yang pasif. karena terjadinya dalam lompatan pikiran dan intuisi.

misalnya ia tahu harus berkorban untuk sesama manusia. halangan antara dirinya dengan tujuan. dan bagaimana ia menggunakan kognisinya dalam tindakannnya terhadap lingkungan atau "life-space"nya dengan segala faktor yang terdapat didalamnya. Dengan lapangan psikologis dimaksud situasi psikologis di mana ia berada. prinsip-prinsipnya. Ternyata. makin dikenalnya life-space siswa. dalam mana individu memperoleh "insight" baru atau modifikasi yang lama. Ketiga : Guru memberi latar belakangnya. belajar adalah proses interaksional. . lalu merumuskannya. namun ia lebih memperhatikan kepentingannya sendiri. Kognitif berasal dari " cognoscere" (Latin) artinya mengenal tentang bagaimana cara orang memahami dirinya dan lingkungannya. ia disuruh mengaplikasikannya. menjelaskannya dan kemudian menyuruh siswa menerapkannya.atau ia tak mau. jalan yang mungkin ditempuhnya dan sebagainya. bahwa metode kedua lebih efektif dalam transfer. kita harus mengetahui segala sesuatu tentang dirinya. Psikologi ini disebut juga psikologi lapangan kognitif. Transfer dapat terjadi bila terbuka kesempatan untuk menerapkannya dalam situasi yang dilihatnya sebagai kesempatan dan ada hasrat untuk menggunakannya. Bagi guru. yang meliputi tujuan seseorang. adalah pionir psikologi lapangan atau field psychology. buah pikirannya. Membantu siswa memperoleh generalisasi dapat dilakukan dengan tiga cara. dan segera bila siswa merasakan ia memahaminya. makin dapat ia meramalkan kelakuan siswa itu dan dengan demikian makin dapat ia memberi bantuan. Belajar ialah modifikasi life-space. Kurt Lewin (1890-1947). atau tak sanggup menerapkannya. konsep diri dan apa saja yang dapat mengidentifikasi dirinya. Kedua : Guru memberi latar belakang secukupnya. hal-hal yang ingin dielakkannya. Untuk memahami seseorang. Pertama: Guru merumuskannya. siswa disuruh menemukan generalisasinya. juga penganut teori keseluruhan. Menurut teori lapangan.

yaitu kemungkinan jawaban dalam bentuk generalisasi yang ditemukan sendiri. yakni menerima hipotesis. Merumuskan hipotesis itu. semua generalisasi merupakan hipotesis yang senantiasa perlu diuji kebenarannya. menolaknya. organismik atau teori lapangan kognitif. Sebuah kalimat lebih berarti daripada jumlah kata-kata atau hurufnya. implikasi hipotesis dengan mengumpulkan data atau memodifikasinya. antara data. Mengubah bagian akan mengubah juga keseluruhannya. bahwa dalam pemikiran reflektif tidak digunakan laboratorium sehingga dapat digunakan dalam pemecahan segala macam masalah termasuk masalah sosial. yang harus diuji kebenarannya. dan sebagainya. Bagian-bagian hanya mengandung arti dalam hubungannya dengan keseluruhan. Dalam cara berpikir ini digabungkan proses induktif. dan proses deduktif.John Dewey yang juga termasuk penganut teori Gestalt. Mengenal dan merumuskan masalah. memandang berpikir sebagai proses reflektif yang pada dasarnya tak berbeda dengan berpikir ilmiah. 5. Kalimat itu sendiri baru diketahui artinya dalam hubungannya dengan . Masalah timbul bila terdapat perbedaan atau pertentangan antara tujuan-tujuan. Bedanya dengan proses ilmiah ialah. menganalisis. Menyelidiki pengetahuan. 1. pengumpulan data. 2. Langkah-langkah dalam pemecahan masalah menurut Dewey telah cukup terkenal : 1. 4. Mengambil kesimpulan. Prinsip-prinsip belajar menurut teori Gestalt. Kata-kata dalam kalimat dapat dipahami dalam hubungannya dalam kalimat itu. Pada dasarnya. 3. Belajar itu berdasarkan keseluruhan Keseluruhan lebih dari jumlah-jumlah bagian. dan menguji hipotesis. mencari. Hipotesis itu berkisar antara dugaan berdasarkan informasi minimal sampai prinsip atau hukum dengan verifikasi yang tinggi tarafaya. Mentes hipotesis dengan menguji implikasi atau konsekuensi hipotesis berdasarkan data atau pengalaman. Mengubah atau menghilangkan suatu kata akan mengubah arti seluruh kalimat itu. atau menyatakan bahwa berdasarkan data yang ada belum dapat diambil kesimpulan.

Itu sebabnya maka orang berusaha untuk mengadakan hubungan antara berbagai mata pelajaran yang disebut korelasi antara mata pelajaran.mata pelajaran dengan meng-integrasi-kannya. baik mengenai isinya maupun mengenai organisasinya. Menghapal peristiwa-peristiwa atau tahun-tahun dalam sejarah atau nama-nama dan hasil bumi dalam mata pelajaran IPS tak berapa faedahnya.oleh setiap pemain satu per satu. Tetapi anak itu tidak hanya mempunyai intelek saja. bahwa ia akan menggunakannya kelak bila ia telah dewasa Pengajaran serupa ini sering disebut intelektualistis. malahan dapat juga meniadakan segala batas-batas antara mata pelajaran. suatu keseluruhan yang menghadapi situasi-situasi bukan hanya secara intelektual. sosial. kesenian dan sebagainya. melainkan senantiasa sebagai bagian dalam hubungan yang lebih luas. Bagian-bagian hanya berarti dalam hubungannya dengan keseluruhan. Musik yang dimainkan oleh suatu orkes berbeda sekali dengan jumlah lagu-lagu yang dimainkan . bila kita tidak memahami hubungannya dengan keseluruhan yang lebih luas. akan tetapi apa saja yang dipelajari. sebab dititik-beratkan pada pendidikan intelek atau dalam kebanyakan hal sebenarnya pada pendidikan ingatan saja. Fakta-fakta yang lepas tidak mengandung arti dan karena itu mudah dilupakan. ilmu hayat. Yang diberikan ialah masalah atau pokok yang luas yang harus dpecahkan oleh anak-anak.keseluruhan karangan atau cerita. melainkan juga secara emosional. Anak yang belajar merapakan keseluruhan Sekolah yang tradisional bertujuan : menyampaikan kultur atau kebudayaan kepada murid-murid dengan jalan menumpukan sejumlah pengetahuan ke dalam ingatan anak dengan harapan. dan jasmaniah. Prinsip keseluruhan ini ternyata mempunyai pengaruh yang besar sekali terhadap kurikulum. Pengajaran serupa ini lazim disebut pengajaran "unit" atau pengajaran proyek. ia seorang pribadi. Dalam menyelesaikannya mungkin sekali anak-anak mempelajari hal-hal berkenaan dengan sejarah. 2. Bila Icita . Demikian pula pendidik-pendidik modern berpendapat bahwa mata pelajaran-mata pelajaran yang lepas-lepas kurang manfaatnya sebab tidak berdasarkan atas keseluruhan ini. tidak merupakan fakta-fakta terlepas.

mengajarkan IPS misalnya, kita dapat berusaha, sehingga anak itu mengerti akan bahan pelajaran itu. Akan tetapi di samping.itu murid itu mungkin juga belajar benci akan gurunya atail kepada pelajaran itu atau kepada segala sesuatu yang berbau pelajaran sekolah. Mengenai pendidikan intelektual mungkin kita mencapai hasil yang baik, akan tetapi dalam pendidikan emosinya kita gagal. Sebab itu, dalam pengajaran modern, orang bukan hanya mengajarkan berbagai mata pelajaran, akan tetapi mengutamakan tujuan mendidik si anak, membentuk seluruh pribadinya anak seutuhnya. Dalam pada itu, anak itu tidak hanya dipandang sebagai murid sekolah saja; pribadi anak tidak dapat dilepaskan dari kehidupannya di luar sekolah, di rumah, dan di lingkungan sekitarnya. Suasana sekolah sedapat-dapatnya diselaraskan dengan suasana rumah. Sekolah hendaknya dijadikan bukan hanya tempat anak mempelajari berbagai-bagai ilmu, akan tetapi juga tempat mereka hidup dan belajar hidup. Kurikulum di sekolah disesuaikan dengan apa yang diperlukan anak bagi kehidupannya sehari-hari. Dengan demikian dicegah adanya jurang yang sering terdapat antara sekolah dengan kehidupan di luar sekolah untuk mencapai integrasi pribadi murid. 3. Belajar berkat "insight" Teori asosiasi mementingkan ulangan dan pembiasaan dalam proses belajar. Belajar serupa ini bersifat mekanis. Teori organisme. memandang "insight", pemahaman atau tilikan sebagai syarat mutlak dalam hal belajar. Dengan "insight" dimaksud suatu saat dalam proses belajar, sewaktu seseorang melihat atau mendapat pengertian tentang seluk-beluk sesuatu, atau melihat hubungan tertentu antara unsur-unsur dalam suatu situasi yang mengandung suatu problema atau kepelikan. Dalam percobaan oleh Kohler dengan simpansi, binatang itu berhasil menyambungkan dua kerat bambu untuk meraih pisang yang diletakkan di luar kandangnya. Pada saat kera itu melihat hubungan antara unsur-unsur dalam situasi yang problematis itu, (yakni antara unsur-unsur bambu, dirinya, jeruji, pisang) ia memperoleh "insight" atau suatu "Aha Erlebnis".

Hal yang demikian terjadi juga pada manusia yang menghadapi situasi yang mengandung kesulitan dan sering secara tiba-tiba memahami seluk-beluk situasi itu, setelah ia mendapat "insight". Pemahaman tidak diperoleh semata-mata dengan jalan mengulangulangi dan latihan-latihan seperti pada teori asosiasi. Apa sebenarnya "insight" ini belum dapat dijelaskan sepenuhnya. Bagi pembinaan kurikulum, prinsip "insight" ini berarti bahwa anak-anak harus dihadapkan kepada masalah-masalah, dalam bentuk proyek atau unit yang mengandung problema-problema yang harus dipecahkan. 4. Belajar berdasarkan pengalaman Belajar memberi hasil yang sebaiknya-baiknya bila didasarkan pada pengalaman. Pengalaman ialah suatu interaksi, yakni aksi dan reaksi, antara individu dengan lingkungan. Individu menjalani pengaruh lingkungan, jadi ada aksi dari lingkungan terhadap individu, akan tetapi sebaliknya individu juga bereaksi terhadap pengaruh lingkungan itu. la berbuat sesuatu, yakni mempertimbangkan, mengolah, memikirkan pengaruh lingkungan itu. Bila seorang anak kena api, maka hal itu suatu kejadian atau peristiwa dan belum merupakan suatu pengalaman. Kejadian itu akan menjadi pengalaman, apabila anak itu mengolahnya, menghubungkannya dengan pengalaman yang sudah,

mentafsirkannya, dan mengambil kesimpulan, bahwa api itu sesuatu yang berbahaya yang dapat menimbulkan rasa sakit, sehingga ia dapat menentukan sikapnya dan dapat menjaga diri terhadap api kelak. Berkat pengalaman itu ia belajar, kelakuannya berubah, artinyä bahwa ia bertindak lebih efektif dan serasi dalam menghadapi situasi-situasi hidupnya. Anak itu mula-mula akan memandang api sebagai sesuatu yang berbahaya, akan tetapi berdasarkan pengalaman-pengalaman lain ternyata bahwa api itu tidak selalu berbahaya, akan tetapi banyak sekali manfaatnya dan memberi kesenangan kepada manusia. Pengalaman pertama rupanya tidak benar seluruhnya dan .karena itu harus dirombak, direorganisasi atau disusun kembali. Belajar ialah reorganisasi pengalaman-pengalaman yang lampau yang ternyata tidak Iengkap, tidak sempurna. Oleh sebab tidak ada pengetahuan dan pengalaman kita yang

sempurna, kita harus senantiasa mereorganisasi pengalaman kita selama kita hidup. Pendapat lama dan teori-teori yang lampau sering harus disempurnakan atau diganti dengan yang baru ternyata lebih balk daripada yang sudah-sudah. Manusia senantiasa membuat penemuan baru dan mereorganisasi pengetahuan yang lama dan dengan demikian memperluas kebudayaan dunia. Manusia terus belajar dan tak akan kunjung selesai meningkatkan pengetahuannya. Belajar itu baru timbul bila seseorang menemui suatu situasi baru, suatu soal, kesulitan atau problema. Dalam menghadapinya ia akan menggunakan segala pengalamannya yang sudah-sudah. Jika dengan pengalaman-pengalaman itu ia sanggup mengatasinya, tidak akan timbul proses belajar. Ia sekedar menggunakan pengalaman yang lampau itu. Tetapi bila ternyata bahwa penga lamannya yang ada tidak cukup untuk mengatasinya, ia akar, mengalami semacam frustrasi. keseimbangannya terganggu, lalu ia mencoba mencari jalan untuk memecahkan soal itu. Di antara percobaaan itu ada yang tak berhasil, itu dikesampingkannya. Percobaan itu dilanjutkannya jadi proses belajar berlangsung tertr sarapai kesulitan itu diatasinya. Di sini pun kita lihat, seperti dianjurkan oleh penganut-penganut prinsipprinsip belajar yang telah tersebut di atas betapa perlunya diusahakan, agar kurikulum itu berupa problema-problema yang dihadapkan kepada anak-anak untuk dipecahkannya agar ia belajar. 5. Belajar ialah suatu proses perkembangan Manusia ialah suatu organisme yang tumbuh dan berkembang menurut caracara tertentu. Kita tak dapat mengajarkan segala sesuatu yang kita kehendaki. Anak-anak baru dapat mempelajarinya dan mencernakannya, bila ia telah matang untuk bahan pelajaran itu. Kita ketahui, bahwa kepada anak-anak kelas satu SD belum dapat diberikan teori-teori tentang listrik atau tata negara, karena mereka belum matang untuk itu. Kesiapan anak untuk mempelajari sesuatu tidak hanya ditentukan oleh kematangan atau taraf pertumbuhan batiniah, tetapi juga dipengaruhi oleh

lingkungan, yakni oleh pengalaman-pengalaman yang telah diperoleh anak itu. Misalnya kesiapan untuk membaca akan lebih cepat terdapat pada anak-anak yang telah berkenalan dengan buku-buku bergambar di rumah atau yang sering dibacakan cerita-cerita dari buku oleh ibu bapaknya, sebelum ia menginjak sekolah, daripada anak-anak yang tidak pernah memperoleh pengalamanpengalaman dengan buku. Jadi tak perlu kita hanya menunggu-nunggu saja. Kita dapat menciptakan situasi- situasi dan lingkungan bagi anak yang dapat mempercepat atau membangkitkan kesiapannya untuk mempelajari sesuatu. Dalam hal ini tak semua anak sama. Anak-anak berbeda pengalaman dan kematangannya, sekalipun umurnya sama. Perbedaan individual ialah suatu prinsip yang harus dipikirkan dalam pembinaan kurikulum. Memaksakan semua anak mempelajari bahan yang sama tidak dapat dipertahankan. Karena itu kurikulum harus disusun sedemikian, sehingga sedapat mungkin dapat disesuaikan dengan perbedaan individual, baik mengenai kuantitas maupun kualitasnya. Anak yang pandai harus diberi kemungkinan menyelesaikan lebih banyak pelajaran daripada anak yang kurang pandai dan anak -anak harus dapat mengembangkan bakatnya dalam berbagai lapangan. 6. Belajar ialah proses yang kontinu Anak-anak tidak hanya belajar di sekolah, akan tetapi juga di luar sekolah. Mereka memperoleh juga pengalaman-pengalaman berkat radio, surat kabar, majalah, pergaulan di rumah, perkumpulan pemuda, kepanduan, bioskop, permainan, dan sebagainya. Malahan kerapkali hal-hal yang dipelajari dengan tak sengaja di luar sekolah dan sebelum bersekolah lebih mendalam lagi, oleh sebab tujuan- tujuan yang mereka kejar di situ lebih menarik, lebih memuaskan, lebih menyenangkan dan sesuai dengan kebutuhannya daripada tujuan-tujuan yang ditentukan dan sering dipaksakan oleh sekolah. Lagi pula di luar mereka banyak memperoleh pengalaman- pengalaman langsung atau first-hand experiences. Mereka tidak bicara tentang padi, ikan, layang-layang dan sebagainya, akan tetapi mereka turut memotong padi, mereka menangkap ikan di sungai, mereka membuat dan bermain layang- layang dan sebagainya. Di sekolah mereka kebanyakan membaca dan mendengarkan saja. Kurikulum yang modern

menyesuaikan pelajaran sekolah dengan kehidupan, permainan, kesukaan, dan minat anak di luar sekolah. Apa yang dahulu dianggap sebagai aktivitas extrakurikuler, yakni aktivitas anak di luar pelajaran seperti perkumpulan sekolah, hobby anak-anak, kepanduan dan lain-lain, dimasukkan oleh sekolah ke dalam kurikulum, jadi menjadi tanggung jawab sekolah. Kontinuitas juga diusahakan dengan meniadakan tinggal kelas. Anak yang tinggal kelas tidak kontinu pelajarannya oleh sebab ia harus mengulangi bahan yang sama selama satu tahun. Kurikulum hendaknya disusun sedemikian, sehingga tiap anak terus maju sesuai dengan kecepatannya masing-masing. Kontinuitas harus pula ada dalam pelajaran sekolah rendah, menengah, dan tinggi. Seperti anak main dari kelas yang satu ke kelas berikutnya, demikian pula anak itu harus pula maju dari sekolah rendah ke sekolah menengah dan seterusnya. Pertanyaan timbul, apakah Sekolah Dasar harus terpisah benar-benar dari SMP dan sekolah ini harus terpisah pula dari SMA ? Apakah tidak dapat disatukan sekolah-sekolah itu seluruhnya menjadi sekolah dari kelas 1 sarnpai kelas 12 ? Kontinuitas akan terganggu pula apabila pelajaran di sekolah berlainan atau bertentangan dengan norma-norma yang diajarkan di rumah. Maka timbullah konflik dalam diri si murid. Ia harus berpegang pada dua macam norma. Apa yang dipelajarinya di sekolah tidak dapat dilangsungkan dan dipraktikkan di rumah. ltu sebabnya sekolah harus mengenal keadaan, kebiasaan, adat-istiadat di rumah anak. Sekolah harus bekerja sama dengan rumah dan badan-badan lain dalam masyarakat sehingga sêmuanya turut serta membantu perkembangan anak yang harmonis. Sekolah modern mengajak orang tua agar turut serta dalam menentukan kurikulum. Dari orang tua sungguh dapat diterima saran-saran yang baik sekali untuk dipertimbangkan oleh staf guru-guru agar dimasukkan ke dalam kurikulum. Sering pula orang tua diminta bantuannya untuk turut melaksanakan kurikulum. 7. Belajar lebih berhasil bila dihuhungkan dengan minat keinginan dan tujuan anak.

Ia memahami tujuan pelajaran itu. Seorang murid yang berbakat dan ingin menjadi penyanyi akan giat mempelajari teori musik. Dikatakan bahwa anak itu didorong oleh motivasi yang intrinsik. Motivasi yang intrinsik ini tentu lebih baik hasilnya. oleh sebab sesuai dengan tujuannya. yang sebenarnya letak di luar pelajaran itu. ia yakin akan ada faedahnya bagi kehidupannya dan karena itu ia giat belajar. sekalipun teori musik itu sendiri kurang menarik. sebab ia ingin mencapai tujuan yang terkandung dalam pelajaran itu sendiri. anak -anak dipaksa . atau ingin menyenangkan hati orang tuanya. usaha itu mengandung arti baginya. Akan tetapi dalam hubungannya dengan cita-cita anak itu. Di sini kebanyakan digunakan motivasi ekstrinsik.Hal ini tercapai apabila pelajaran itu langsung berhubungan dengan apa yang diperlukan murid-murid dalam kehidupannya sehari-hari atau apabila mereka tahu dan menerima tujuannya. Atau barangkali ia belajar karena takut kepada guru. Pelajaran diberikan dalam bentuk unit atau proyek yang berkenaan dengan masalah-masalah yang dihadapi oleh anak-anak. Lain halnya kalau di suatu daerah berjangkit penyakit. kurikulum sedapat mungkin disesuaikan dengan minat kebutuhan dan tujuan-tujuan yang hendak dicapai oleh anak-anak. Di sini anak-anak turut serta menentukan kurikulum. Kurikulum di sekolah yang tradisional sepenuhnya ditetapkan oleh pihak atasan. Di sekolah yang menginsafi hal ini. Tujuan anak ialah mencapai angka yang baik. Proyek itu dibicarakan dan dirundingkan bersama oleh guru dan murid-murid agar mereka lebih jelas memahami tujuan dan faedahnya. Murid-murid tidak diajak berunding dan mereka harus menerimanya. lalu anak-anak belajar betul-betul untuk mengetahui seluk-beluk penyakit itu agar dapat menjaga diri terhadap penyakit itu. Anak seperti ini didorong oleh motivasi yang ekstrinsik sebab ia mengejar tujuan. Kita dapat mengajarkan kepada anak-anak hal-hal tentang bermacammacam penyakit yang kemudian ditanyakan pada ulangan. kerap kali tanpa melihat faedah yang langsung bertalian dengan tujuan dan minatnya. takut tinggal kelas.

Secara teoretis namanya telah lenyap dari dunia psikologi dewasa ini. bahwa kurikulum disesuaikan dengan minat dan tujuan anak. bahwa anak-anak diajak turut berunding.belajar dengan macam-macam hukuman dan pujian dengan angka-angka dan ujian-ujian. Apersepsi ialah proses asosiasi antara ide atau Vorstellung yang baru dengan yang lama yang tersimpan dalam bawah sadar individu. yang turut mempengaruhi kurikulum dan proses belajar mengajar. dan konsis belajar Gagne. Memperturut keinginan anak saja tidak menjamin usaha yang efektif ke arah tujuan pendidikan. Membina kurikulum yang baik ialah suatu hasil usaha bersama antara pihak atasan dengan guru -guru. Akan tetapi ini tidak berarti pula bahwa keinginan dan kebutuhan anak harus diabaikan begitu saja. walaupun tidak di bawah namanya. TEORI APERSEPSI HERBART J.F. Anak-anak tidak mengenal tujuan pendidikan dan karena itu tidak mungk in mengetahui apakah yang juga perlu bagi mereka. Setiap ada masuk persepsi baru . Di sini akan kami berikan lagi beberapa teori belajar yang terkenal. atau berpusat pada keinginan anak melulu dan mengalami kesulitan-kesulitan. belajar sosial Bandura. antara lain apersepsi Herbart. Buah pikirannya mendominasi pendidikan guru dan pendidikan umumnya di Amerika Serikat dan bagian lain dunia ini dan hingga sekarang idenya masih banyak digunakan. konseptualisme Bruner. ini sekali-kali tidak berarti bahwa seluruh kurikulum semata-mata ditentukan oleh keinginan anak saja. Kalau di atas dikatakan. Cara ini memang pernah diadakan pada sekolah progresif yang child -centered. murid-murid orang tua serta badan-badan lain dalam masyarakat. Pengaruh Herbart dalam abad dua puluh sangat besar. Herbart terkenal karena konsep appersepsi yang dikemukakannya. Ada halhal yang mungk in kurang disukai oleh anak-anak namun hams mereka pelajari karena tuntutan masyarakat. dapat dipandang sebagai tokoh pertama psikologi belajar modern yang menyimpang dari teori ilmu jiwa daya. namun dalam praktik apa yang dikemukakannya masih berlaku. Herbart (1776-1841) pengganti filsuf Jerman terkenal Immanuel Kant tahun 1841.

Persepsi atau pengamatan diperoleh dari lingkungan melalui alat-dria. akan tetapi "murid" dan "ramalan cuaca" mungkin tidak. Ide mempunyai kekuatan bergabung atau menolak bergabung. atau perjalanan yang pernah diIakukan ke luar negeri. oleh setiap persepsi cenderung akan bergabung dengan bahan yang telah ada. Jadi "mind" itu adalah isinya. pengalaman dari luar. mengisi mind itu. . jadi berlomba untuk bergabung dengan ide baru yang masuk. Ide yang lama berlomba kekuatan untuk memasuki alam sadar untuk menyambut ide baru. mempunyai kekuatan untuk bergabung. Penggabungan ide-ide dapat dibandingkan dengan proses kimiawi atau "mental chemistry". yang mempunyai persamaan anti (similaritas) dan yang berlawanan (kontras). John Locke (1632-1704) telah mengemukakan teori "tabula rasa" yang mengatakan bahwa "otak" (mind) manusia semulanya waktu lahir. atau kemajuan teknologi. Dikatakannya bahwa asosiasi cenderung terjadi antara hal-hal yang tampil bersamaan (kontiguitas). Melalui asosiasi diperoleh ide yang sederhana. Masalah asosiasi telah dikemukakan Aristoteles pada abad ke-4 SM. ada afinitas menarik atau menolak. maka mungkin akan timbul ide burung. masih kosong seperti papan tulis bersih. Bagi Herbart semua persepsi pada hakikatnya apersepsi. Bila seorang melihat kapal terbang misalnya. Tanpa pengalaman yang ada. dan hanya merupakan wadah tempat asosiasi itu berlangsung.maka ia disambut oleh yang lama. Apa saja yang diketahui manusia datangnya dari luar diri orang itu. Akan tetapi manusia itu sendiri pasif. Dalam "otak" itu terjadi hubungan atau asosiasi antara ide-ide. akan tetapi tak mempunyai kesempatan bergabung lambat laun akan lenyap dengan sendirinya. entah yang mana bergantung pada kekuatan ide yang disimpan atau bahan persepsi yang tersedia. Sebaliknya ide yang telah tersimpan. yang datang berurutan (suksesi). yang menjadi lebih kompleks melalui asosiasi selanjutnya. suatu pengamatan atau ide tak ada artinya dan tak akan diperdulikan. misalnya "murid" dan "guru" akan saling menarik. berpendapat bahwa ide-ide itu aktif. Akan tetapi perangsang. Herbart sebaliknya. dinamis. Menurut Locke ide-ide itu pasif. Sebelumnya.

Guru dapat dipandang sebagai "arsitek" dan pembangunan "mind" dan demikian pula watak siswa. sudah cukup terkenal. banyak pula sumbangannya kepada pendidikan. bahwa ide yang baik akan menghasilkan kemauan yang baik dan perbuatan yang baik. sekarang diberi nama "entry behavior". Ia juga membuka jalan untuk mengadakan penelitian dan eksperimen ilmiah mengenai proses belajar-mengajar. siswa akan melihat kesamaan ide yang baru dengan yang telah diketahui. antara lain :   Ia telah mengecam teori ilmu-jiwa daya.Herbart percaya. mungkin melalui demontrasi tentang pokok yang dibicarakan. Ia mengemukakan pentingnya minat siswa dalam proses belajar. Minat sangat dipentingkan. maka terjadi asosiasi antara yang baru dengan yang lama. .    Pendidikan guru menjadi usaha yang penting. Apa yang disebut apersepsi. 2. Metode mengajar yang dikemukakan oleh Herbart dan kawan -kawan yaitu kelima langkah itu. Dengan abstraksi dimaksud melihat unsur-unsur persamaan. Berbandingan dan abstraksi. didukung oleh bahan apersepsi yang banyak. 3. Tugas guru ialah memberikan buah pikiran yang baik agar anak berbuat yang baik. Ia menekankan pendekatan psikologis dalam belajar-mengajar dan mengemukakan metode mengajar yang dapat dipertanggungjawabkan. Jika guru melakukan kedua langkah di atas dengan baik. Seni mengajar ialah menyajikan buah pikiran yang dapat digunakan siswa sepanjang hidupnya. yakni : 1. menurut Herbart ialah mendidik anak menjadi manusia yang bermoral baik. Penyajian. Guru menyajikan fakta baru. Guru mengingatkan siswa tentang pengalaman atau pelajaran yang lampau agar ide-ide yang relevan timbul dalam kesadaran siswa. Walaupun teori Herbart ini menunjukkan kelemahan karena terlampau menonjolkan peranan guru. Tujuan pendidikan. Jadi kemauan bergantung pada pikiran. pelajaran harus dibuat menarik dan ini tercapai dengan metode mengajar yang baik. Persiapan.

Tak banyak pula guru yang memberi kesempatan kepada siswa untuk merumuskan generalisasi dalam bentuk suatu prinsip dan seterusnya menyuruh siswa untuk menerapkannya dalam situasi lain. belum banyak guru yang menerapkannya sepenuhnya.4. fakta. perolehan pengetahuan adalah proses aktif. menginterpolasi. Generalisasi. PSIKOLOGI KOGNITIF JEROME BRUNER Jerome Bruner (1915) menjadi sangat terkenal dalam dunia pendidikan. Dengan intrapolasi dimaksud mengubah pandangan dengan mengaplikasi . Guru dapat meminta siswa untuk menjelaskan gejala. Dalam proses belajar. yakni 1. ia memilih dan mentransformasi informasi. Bruner mengumpulkan ilmuwan yang paling terkemuka yang bersama dengan ahli pendidikan menyusun buku pelajaran baru dengan proses belajar-mengajar yang baru pula. maka metode Herbart masih dapat membantu guru. kadang-kadang ada yang membangkitkan pengetahuan yang relevan yang telah dimiliki siswa. setelah Sputnik. Model itu memungkinkannya meramalkan. atau masalah lain. anak itu partisipan aktif. sewaktu Amerika Serikat mencari kurikulum baru untuk mengejar ketinggalan dalam pendidikan dibanding dengan Uni Sovyet. mengadakan pre-test. mengekstrapolasi. Jika pendidikan kita masih berpusat pada guru. 5. Tiap orang membentuk suatu model berstruktur tentang dunia. Aplikasi. Ia melihat untuk dunia dengan caranya sendiri. Sering guru hanya menjelaskan sesuatu. individu secara aktif merekonstruksi pengalamannya dengan menghubungkan pengetahuan baru dengan "internal modal" atau struktur kognitif yang telah dimilikinya. 2. Ada dua prinsip penting yang dikemukakan dalam tulisannya. atau dengan istilah sekarang. Pada langkah ini siswa mencoba memberi nama kepada kedua pasangan fakta atau ide sebagai suatu prinsip. Prinsip yang baru ditemukan itu diterapkan untuk menjelaskan fakta lain untuk memecahkan soal lain. Walaupun metode ini telah kolot.

yang bersamaan atau yang bertentangan dengan yang ada. Menurut Bruner.pengetahuan baru. yakni . mengkategorisasi informasi atau mengangkat informasi pada taraf kategori. akan tetapi sebagai konstruk atau model dengan mengorganisasi informasi dalam bentuk yang lebih umum. menyesuaikannya bagi keperluan dirinya. akan tetapi jauh melebihinya. Pendekatan Bruner disebutnya "konseptualisme instrumental" berdasarkan dua segi proses kognitif. manusia mengkonstruksi model pada dirinya tentang dunia realitas. ia menjelaskan keseimbangan pada gambar atau bagan. Belajar ialah memperoleh informasi. melihat persamaan dan membentuk konsep atau kategori. iconic. dan akhirnya ia m enggunakan bahasa untuk menjelaskan prinsip keseimbangan. dan mengecek keserasiannya dengan tugas. Ini fase "symbolic". agar sesuai dengan tugas yang dihadapi. Persepsi pada hakikatnya proses konstruktif. diterima dari kebudayaannya. Model itu bukan sekadar kumpulan informasi. model itu semula diadopsi. yakni fase "enactive. dan symbolic". dan ia mengenal dunia berdasarkan model itu. Ekstrapolasi ialah mengangkat informasi pada taraf yang melebihi taraf sekadar informasi. sehingga dapat digunakan untuk berbagai tujuan. kemudian mengadopsi. ini fase "enactive". 2. Kemudian pada fase "iconic". Adanya model itu timbul karena adanya kemampuan manusia untuk mendiskriminasi. 1. Untuk ini diperlukan pertimbangan dan penilaian. kita melihat dunia ini bukan seperti melihatnya pada cermin. Karena itu manusia tidak pasif. Perkembangan menurut Bruner melalui tiga fase. . melainkan aktif. juga tidak reaktif. yaitu memanipulasinya dengan intrapolasi dan ekstrapolasi. Anak menjelaskan sesuatu melalui perbuatan (ia bergeser ke depan atau ke belakang di papan mainan untuk menyesuaikan beratnya dengan berat temannya bermain). mentransformasinya.

yang disebut strukturnya. Suatu konsep. prinsip. Membimbing siswa agar ia sendiri dapat mempelajari berbagai macam bahan pelajaran atau memecahkan masalah yang dirumuskannya sendiri. Memahami berarti dapat menghubungkannya dengan berbagai hal lain.Menurut Bruner. namun yang lebih penting ialah mempelajari cara berpikir dalam disiplin ilmu itu. bahkan ada yang tidak kunjung dipahami sepenuhnya. kemudian iconic. SMA. 5. 2. Dalam mempelajari ilmu pengetahuan ialah mempelajari disiplin ilmu. atau masalah pokok tidak dapat dipahami segera. Kepada anak dapat diajarkan tentang komputer. Menerjemahkan teori menjadi struktur yang dapat dipahami anak melalui dialog antara guru dan anak. 4. cara ilmu itu memecahkan masalah. Kita tak dapat mengajarkan segala sesuatu. Tiap pengetahuan dapat disajikan dalam bentuk yang sederhana yang dapat dipahami anak pada tingkat usianya. Mengembangkan rasa kepercayaan pada siswa akan kemampuannya memecahkan masalah dengan menggunakan kemampuan mentalnya. bagaimana cara memecahkan masalah. misalnya dengan taraf enactive. dalam bentuk yang benar dan jujur. sekolah didirikan masyarakat sebagai alat untuk meningkatkan kemampuan intelektual anak. Urutan penyajian bahan dapat dilakukan dari yang sederhana sampai yang lebih abstrak. mengusahakan agar siswa memahami struktur pelajaran. Kurikulum yang membicarakan . SMP. 2. Bagaimanakah pendidikan melakukan tugas itu ? 1. 3. Mengenai proses belajar-mengajar Bruner memberikan beberapa petunjuk : 1. Menggunakan kemampuan mentalnya secara ekonomis dengan mencari relevansi dan memahami struktur bahan yang dipelajarinya. statistik. dan akhirnya symbolic. Memberi pengalaman agar siswa belajar bagaimana cara belajar. Memupuk kejujuran intelektual. Bahan serupa itu dapat diajarkan di SD. Menstruktur pengetahuan. akan tetapi berangsurangsur makin dipahami. Walaupun isinya berguna. 3. bahkan selanjutnya di Perguruan Tinggi. namun kita dapat mengajarkan prinsip-prinsipnya yang pokok.

Bruner tidak merasa terikat oleh perkembangan menurut fase perkembangan seperti dikemukakan oleh Piaget. angka baik. 5. Akan tetapi kegagalan yang disertai hukuman akan merusak. dan lain-lain dan mengutamakan motivasi intrinsik. PRINSIP-PRINSIP UMUM Walaupun belum ada satu teori belajar yang berlaku bagi semua jenis belajar. Apa yang ditemukan sendiri lebih mantap dan mempunyai nilai transfer tinggi. Pemecahan masalah dilakukan dengan merumuskan hipotesis yang dicek kebenarannya berdasarkan data yang relevan. disebut kurikulum spiral. Hadiah yang paling berharga terdapat dalam keberhasilan melakukan tugas. Pengaruhnya sangat besar bagi pengembangan kurikulum dengan memberikan sejumlah mata pelajaran jauh lebih awal daripada sediakala. Kegagalan dapat menjadi motivasi intrinsik bila menjadi cambuk untuk mengeluarkan usaha yang lebih banyak. . 4. Motivasi intrinsik ialah bila siswa menguasai pelajaran. merasa diri kompeten.pokok yang sama pada tingkatan yang senantiasa bertambah tinggi. dapat dibicarakan pada berbagai tingkat pendidikan. menaruh minat. telah ada sejumlah prinsip yang umum dapat diakui kebenarannya. Pancasila misalnya. sanggup memecahkan masalah yang sulit. menurut Hilgard. Keuntungan kurikulum spiral ialah bahwa bahan dapat diajarkan lebih awal dan dengan demikian mempercepat kesiapan atau "readiness" tanpa menunggunya secara pasif. yaitu proses berpikir yang tidak dapat diverbalisasi. Motivasi belajar. Pemecahan masalah dapat juga tercapai dengan menggunakan intuisi. ada kemungkinan siswa belajar untuk memperolehnya. Keberhasilan tak perlu lagi diberi hadiah atau pujian. Keberhasilan dan kegagalan bertalian dengan tugas dapat menjadi motivasi intrinsik. Bruner menganjurkan untuk mengurangi motivasi ekstrinsik. sering berupa pujian. Diharapkan siswa dididik agar dapat menemukan jawaban atas masalah dengan usaha sendiri. Itu sebabnya. hadiah. merasa turut terlibat.

8. dan sukses lebih menggiatkan orang belajar daripada hukuman. 14. 5. PENGARUH TEORI BELAJAR TERHADAP KURIKULUM Teori ilmu jiwa daya bertujuan mencapai mental disiplin. Kegagalan dalam belajar sebaiknya diatasi dengan adanya keberhasilan pada masa yang lampau. diperlukan latihan yang banyak sehingga tercapai "overlearning". Tujuan hendaknya realistis. Bahan dan tugas yang bermakna bagi murid lebih diterima dan dipelajari murid daripada bahan dan tugas yang tak dipahami maksudnya. 9. Ulangan sebaiknya dilakukan secara berkala agar lebih lama dapat diingat. Motivasi intrinsik memberi hasil yang lebih baik daripada tnotivasi ekstrinsik.dan mengurangi efektivitas belajar. Motivasi mempertinggi hasil belajar. Hasil belajar yang sebaik-baiknya dicapai bila murid turut akttf mengolah dan mencernakan bahan pelajaran dan tidak sekedar mendengarkan saja. 6. Tujuan ini sangat sempit. pujian. Hubungan tidak baik dengan guru dapat menghalangi prestasi belajar yang tinggi. 3. Ada perbedaan individual mengenai kesanggupan belajar. 12. akan lebih terjamin bila murid itu sendiri menemukan hubungan antara kedua hal itu dan selama belajar mendapat kesempatan menerapkannya dalam berbagai macam situasi. Bahan pelajaran yang melatih daya pikir menduduki tempat . yakni melatih daya mental terutama daya pikir. dan kegagalan. jangan terlampau tinggi atau rendah agar menimbulkan kegiatan belajar yang tinggi. Transfer hal yang dipelajari kepada situasi atau problema baru. 11. 13.1. Keterangan tentang hasil yang baik atau kesalahan yang dibuat. 10. Pada umumnya hadiah. membantu murid belajar. 2. Apa yang dapat dipahami oleh anak pandai. 7. misalnya memainkan lagu pada piano. belum dapat dipahami oleh anak yang kurang pandai. Bahan pelajaran dapat uniform bagi anak. Motivasi yang berlebih-lebihan dapat menimbulkan gangguan emosional. celaan. 4. Untuk menguasai sesuatu sepenuhnya.

Karena itu digunakan metode problem-solving dan inquiryapproach. Anak sendiri harus menemukan jawaban masalah. Juga "job analysis" seperti dilakukan untuk pertama kalinya oleh Charters didasarkan atas teori itu. Yang disajikan adalah unsur-unsur yang atomistis. Teori belajar menurut "mental discipline" atau ilmu jiwa daya digunakan bersama dengan teori belajar menurut teori stimulus dan response serta teori conditioning. Organisasi bahan pelajaran dan metode mengajar mengutamakan hubungan dan integrasi serta pemahaman. jadi biasanya dimulai dengan definisi atau klasifikasi ilmiah baru kemudian obyek-obyek atau contoh-contoh yang konkrit. TEORI BELAJAR DAN ILMU MENGAJAR Mengenai proses belajar itu seridiri kita hadapi berbagai-bagai kesulitan. dan sikap terhadap dunia. Teori Gestalt atau field theory mempunyai tujuan yang luas. dan intelektual. Teori asosiasi mengutamakan bahan pelajaran yang spesifik. Banyak macam-macam teori tentang belajar yang di. Dalam menentukan bahan pelajaran dipertimbangkan minat dan perkembangan anak. Lagi pula banyak jenis-jenis belajar. ketrampilan intelektual seperti . dengan bimbingan serta bantuan guru sejauh diperlukan. Bahan itu disusun menurut urutan yang logis sesuai dengan sistematik mata pelajaran itu. emosional. pengembangan pribadi. dan ulangan. hafalan. seperti belajar ketrampilan motoris. teori Gestalt ini memandang belajar sebagai proses yang memerlukan aktivitas anak. Kurikulum meliputi perkembangan sosial. Berbeda dengan teori asosiasi. faktor anak tak berapa dihiraukan.yang penting. yakni bukan hanya memberikan pengetahuan tapi juga proses menghadapi dan memecahkan masalah. bukan ide-ide yang prinsipiil.pakai secara campur-aduk dalam praktek. lingkungan masyarakat anak dan bahan dari berbagai matapelajaran. Dalam penentuan bahan. yang terdi i r atas sejumlah S-R dan dikuasai melalui penyajian yang cermat. Penyajian hal-hal yang spesifik dengan cara yang sangat teliti itu tampak dalam pengajaran berprograma (programmed instruction) dan "teaching machines". Fakta-fakta atau informasi spesifik diperlukan untuk memperoleh pemahaman itu. mengingat fakta-fakta dan informasi. yang banyak memberi peranan "pasif" kepada anak.

Pada umumnya dapat kita katakan bahwa teori asosiasi lebih serasi u ntuk mempelajari hal-hal yang sederhana. akan tetapi kurang sesuai untuk soal soal yang memerlukan proses mental yang kompleks seperti berpikir atau memecahkan suatu masalah dan untuk mempelajari sikap. dan belajar sikap. Akan tetapi cara belajar menurut teori ini lebih mudah dikuasai. Karena itu tidak ada satu teori umum sebagai pegangan untuk segala jenis belajar itu. yang mengandung masalah. hubungan sosial.membentuk konsep. bila hubungan itu disertai rasa senang atau puas. dan sebagainya. Lingkungan tempat anak belajar perlu pula diperhatikan. atau emosi. emosi. Bahkan untuk belajar serupa ini Thorndike telah merumuskan sejumlah "laws of learning". hasilnya segera dapat diketahui dan dinilai. Hanya petunjuk-petunjuk umum yang dapat diberikan. belajar menurut "inquiry approach" memecahkan masalah. Akan tetapi kelemahannya ialah. Variabel dalam situasi belajar dalam kelas tidak dapat dikuasai sepenuhnya karena banyaknya variabel itu. minat. "reinforcement" "trial-and-error" dan pengaruh pujian dan hukuman dalam belajar menurut teori asosiasi. bukan mengenai hal-hal jangka panjang. Di lain pihak teori Gestalt atau field theory lebih sesuai untuk mempelajari hal-hal yang kompleks. dan sebagainya. karena anak itu senantiasa merupakan organisme dalam lingkungan yang turut mempengaruhinya dalam belajar. . misalnya "insight" dalam teori Gestalt. nilai-nilai. misalnya bahwa hubungan S-R bertambah erat bila sering diulangi. Kita dapat menyaksikan apakah hasil penelitian itu berlaku pula bagi manusia dalam belajar halhal yang jauh lebih kompleks. Lagi pula arti istilah-istilah dan pengertian pokok dalam berbagai teori belajar sebenarnya masih kabur. Penelitian mengenai belajar dalam situasi belajar dalam kelas bersifat penelitian jangka pendek. terlampau kompleks dan tidak dapat dituangkan dalam bentuk prinsip-prinsip dan hukum-hukum yang cepat dan cermat. Penelitian hanya dilakukan mengenai bentuk belajar yang sederhana dengan binatang. Kebanyakan teori itu tidak didukung oleh eksperimen-eksperimen. bahwa teori ini terlampau banyak variabelnya.

Karena belajar dalam kelas banyak variabel yang tidak dapat dikuasai. Teori belajar juga mempengaruhi proses dan kegiatan mengajar-belajar. 4. Teori asosiasi dike mbangkann oleh Skinner dalam "belajar berprograma" dan "teaching machines". namun ada prinsip-prinsip yang pada umumnya dapat diterima. . 8. Teori belajar yang dianut berpengaruh terhadap kurikulum yang dibina. Adanya kekurangan suatu teori belajar tidak berarti kita harus mengabaikan seluruhnya. RANGKUMAN 1. maka sebenarnya belum dapat disusun suatu ilmu mengajar atau "science of teaching" yang dapat meramalkan dengan pasti hasil suatu kegiatan mengajar. 6. Ada berbagai-bagai teori belajar yang masing-masing mempunyai kebaikan dan kekurangan. Apakah yang dimaksud dengan belajar ? Berikan beberapa definisi. Teori Gestalt mengutamakan prinsip keseluruhan. 3. pengalaman. Namun mengajar belum didukung oleh psikologi belajar yang diperkuat oleh eksperimentasi. Beberapa teori belajar yang terkenal ialah teori belajar menurut ilmu jiwa daya. Teori ilmu jiwa daya mengutamakan latihan mental yang diperoleh melalui bahan pelajaran. teori asosiasi mengutamakan penguasaan bahan pelajaran sendiri. 5. maka percobaan kebanyakan dapat dilakukan tentang belajar menurut asosiasi. Tiap teori belajar mempunyai anggapan tertentu mengenai transfer belajar. 9. sedangkan teori Gestalt mementingkan perkembangan pribadi anak dalam usahan memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya dalam hidupnya.Oleh sebab belum ditemukan teori belajar yang pasti. Walaupun teori belajar berbeda-beda. "insight" masalah. teori asosiasi (termasuk conditioning). 2. 7. minat. Belajar pada umumnya diartikan sebagai perubahan dalam kelakuan seseorang sebagai akibat pengaruh usaha pendidikan. dan teori organismic (Gestalt atau Field theory). PERTANYAAN DAN TUGAS 1. tujuan.

Bagaimanakah teori belajar menurut ilmu jiwa daya ? 3. dan ekonomi ? 14.2. Bagaimana belajar itu menurut teori asosiasi ? 5. 16. Dan i ketiga teori yang dibicarakan teori manakah menurut pendapat saudara paling besar pengaruhnya terhadap kurikulum kita sekarang ? Berikan alasan alasan saudara ? 10. sosial. 12. Bagaimanakah pendapat teori-teori belajar itu tentang transfer? 9. Apakah pengaruh teori belajar itu terhadap kurikulum ? 4. Coba cari alasan-alasan untuk mengatakan bahwa dalam matapelajaran sosial anak-anak juga dapat dididik berpikir. Benarkah pendapat ini ? 11. Apakah pengaruhnya terhadap kurikulum ? 6. Apakah orang yang mempelajari matematika akan lebih sanggup berpikir logis-sistematis daripada orang yang tidak mempelajarinya ? 13. Piaget tentang perkembangan kesanggupan berpikir pada anak? 18. Apakah ahli matematika dengan sendirinya sanggup me. Apakah pengaruh teori belajar terakhir ini terhadap kurikulum ? 8. Bagaimana pendirian teori Gestalt atau "organismic" tentang belajar. Sebutkan beberapa prinsip yang secara umum dapat diterima oleh semua teori. test masuk. Selidiki soal belajar di luar sekolah ? Apakah belajar di luar sekolah itu kurang pentingnya ? . 7. Dalam praktek pengajaran suatu teori dapat melengkapi yang satu lagi. 15. Cari bukti-bukti bahwa anak-anak pra-sekolah juga dapat berpikir. Apa sebab belajar menurut teori asosiasi masih sangat banyak diterapkan ? Apakah pengaruh ujian. Bagaimanakah pendapat J. dan sebagainya ? 17.mecahkan masalahmasalah politik.

dari kecil sampai dewasa. Dalam bukunya yang terkenal Etnile ia menguraikan fase-fase perkembangan anak. . Namun "apa" yang diajarkan erat kaitannya dengan pertanyaan kepada "siapa" diajarkan. Untuk melakukan tugas itu dengan baik. (2) memberi sumbangan kepada perhaikan dan pembangunan masyarakat. bahkan dalam pakaian pun ia mengikuti orang dewasa. dengan mengharuskan anak menyesuaikan diri dengan bahan itu dengan segala kesulitannya. Ada masanya dahulu anak disamakan . dan (3) mengembangkan pribadi anak seutuhnya. ia dinilai menurut ukuran orang dewasa. khususnya fungsi ketiga. perubahan-perubahan yang terjadi pada anak yang menuntut perlakuan sesuai dengan sifat perkembangannya. Ia menganjurkan agar anak diberi kesempatan untuk berkembang menurut kodrat alam masing-masing. akan tetapi dapat menjadi rusak dalam tangan manusia yang telah dipengaruhi kebudayaan. Ki Hajar Dewantara menyatakan sebagai Tut wuri handayani. ialah J. Tokoh pertama yang membuka mata dunia untuk melihat dan memperlakukan anak sebagai anak.dengan orang dewasa dalam miniatur. namun manusia penuh sebagai individu. Rousseau (1712-1778).J. Salah satu sebabnya ialah bahwa bahan pelajaran terlampau diutarnakan. harus diperhitungkan anak sebagai faktor penting dalam pengembangan kurikulum. Anak dituntut berkelakuan seperti orang dewasa. untuk lebih mengetahui "bagaimana" mengajarkannya.BAB 4 ASAS PSIKOLOGIS ANAK PENDAHULUAN Fungsi sekolah ialah (1) menyampaikan kebudayaan kepada generasi muda demi kelanjutan bangsa dan negara. Pada umumnya faktor anak masih belum mcndapat perhatian yang selayaknya. Rousseau antara lain mengatakan bahwa segala sesuatu y ang datang dari Tuhan adalah baik. bahwa anak itu lain daripada orang dewasa.

1826). ada pula saat yang lambat perkembangannya atau retardasi. Sekarang tak mungkin lagi kurikulum dikembangkan tanpa memperhitungkan anak dan perkembangannya.sectional. Penelitian perkembangan anak Indonesia masih menunggu ilmuwan yang berminat. Maria Montessori ( ). seperti J. emosional. PERKEMBANGAN ANAK Perkembangan anak . John Dewey memandangnya sebagai "suatu revolusi" yang menjadikan anak sebagai pusat pendidikan. dan mental. juga John Dewey. sosial. maka diperoleh sejumlah antara lain :  Anak berkembang melalui tahap-tahap tertentu. Antara tahap-tahap itu sehenarnya tidak ada batas tertentu yang tegas. dan banyak tokoh lain seperti Ki Hajar Dewantara. Pada tiap taraf anak menunjukkan sifat-sifat dan kebutuhan tertentu. . F. ada pula studi longitudinal. kini kurikulumlah yang harus disesuaikan dengan kebutuhan. Banyak peneliti yang telah mempelajari anak secara ilmiah. Ada mengatakan. bahkan sampai dewasa. yang mengikuti perkembangan anak selama bertahun-tahun. karena perkembangan itu berjalan secara berangsur-angsur. Berdasarkan berbagai penelitian itu. seperti perubahan yang dicetuskan Cpernicus yang menjadi matahari dan bukan bumi sebagai pusat jagat raya. Froebel (1776 1841). yakni mempelajari sejumlah besar anak pada usia tertentu. bahwa perubahan yang paling besar dalam pendidikan dalam abad ke-20 ini ialah menonjolnya kedudukan peranan anak dalam kurikulum.intelektual faktor yang sangat penting untuk diperhitungkan dalam pengembangan kurikulum. ada masa bayi. Pestalozzi (1746 . dan taraf perkembangan anak. ada yang mengadakan studi cross. masa kanak-kanak lanjutan. minat.H. masa kanakkanak permulaan. Ada saat-saat cepat atau akselerasi.Banyak tokoh-tokoh pendidikan yang membaca buku karangan Rousseau sangat terpengaruh. ada masa tenang seakan-akan tidak ada perubahan yang disebut "plateau" atau dataran. masa transesensi menjelang adolesensi.  Kecepatan perkembangan itu tidak merata.fisik. Bila selama ini anak harus menyesuaikan diri dengan kurikulum yang ditentukan oleh orang dewasa.

Akan tetapi pelaksanaannya memerlukan guru yang lebih kompeten daripada mengajar bahan yang uniform dalam segala aspeknya. Banyak macam usaha untuk memperhatikan perbedaan individual pada anak. misalnya membaca permulaan. karena belum siap.Terdapat hubungan antara perkembangan aspek satu dengan satu lagi. atau faktor lingkungan. Ada saatnya anak belum dapat mempelajari sesuatu. Mengizinkan variasi dalam pelajaraan berhubung dengan perbedaan individual akan sangat menguntungkan bagi anak. Banyak kesulitan yang dihadapi anak karena perkembangan fisik yang tidak normal. Mengenai perkembangan anak dipersoalkan. Juga dapat timbul rasa ketegangan dan kegelisahan. Memaksa anak mempelajari sesuatu sebelum saat kematangan hanya menimbulkan frustrasi yang menyulitkan hidup anak serta menimbulkan rasa benci terhadap sekolah selain memberi konsep-diri rendah pada anak. Karena ada perbedaan pola perkembangan anak. ia lebih besar dan tinggi daripada teman sekelasnya dan ini dapat mengganggu hubungannya dengan murid-murid lain. maka ia cepat dan mudah menguasainya. Ada anak yang pada awalnya lamban belajar. atau tak dapat mengikuti pelajaran. digunakan metode yang sama dalam proses belajarmengajar. sikap dan masalah-masalah baru. Pelajarannya pun mungkin terpengaruh.  Ada perbedaan pola perkembangan antara anak-anak. Perkembangan fisik yang cepat mempengaruhi aspek sosial dan emosional. Kurikulum kebanyakan didasarkan atas asumsi bahwa perkembangan anak semuanya sama. apakah perbedaan pada anak disebabkan oleh faktor genetis atau pembawaan.  Adanya pola umum dalam perkembangan anak memungkinkan pengembangan kurikulum untuk memperkirakan bahan apa yang akan sesuai kepada kelompok umur tertentu. akan tetapi pada usia yang lebih lanjut seakan-akan mekar dan menunjukkan prestasi yang luar biasa. belum matang. Karena cepat perkembangannya. Maka ditentukan bahan pelajaran yang sama. maka kurikulum harus memperhatikan perbedaan individual itu. akan tetapi setelah tercapai kematangan. Hal ini bertalian dengan soal kematangan. Apakah . Selain itu dapat timbul minat.

sosial maupun intelektual. Karena aspek intelektual diutamakan. ANAK SEBAGAI KESELURUHAN Sekolah tradisional terutama bertugas menyampaikan sejumlah pengetahuan melalui berbagai mata pelajaran. dan lain-lain. aspek inteligensi. lapar atau lelah. Aspek kepribadian lainnya tidak mendapat pertimbangan. anak yang mengalami kesulitan emosional karena frustrasi. masih kurang jelas penerapannya dalam kurikulum. dan lain-lain. Lambat laun konsep tentang pendidikan mengalami perubahan dan sekolah modern menaruh perhatian kepada perkembangan seluruh pribadi anak. Kesulitan bagi pengembang kurikulum ialah melihat perkembangan anak sebagai keseluruhan yang bulat. Pendidikan serupa ini mengutamakan aspek intelektual Orangtua mengirimkan anaknya ke sekolah agar menjadi pandai dalam arti mengumpulkan pengetahuan yang banyak. majalah. minatnya terhadap kesenian atau olahraga. sakit. anak yang terisolasi dalam kelas . Dengan ilmu yang banyak lebih terjamin masa depannya untuk melanjutkan pelajarannya yang hanya dimungkinkan bila lulus dalam ujian yang justru menguji pengetahuannya. misalnya aspek jasmani.misalnya kematangan membaca dapat dipengaruhi oleh keluarga yang menyediakan bacaan. Anak-anak dari lingkungan sosial-ekonomi yang haik lebih mengikuti pelajaran daripada anakanak dari rumah tangga miskin. walaupun selalu menjadi pokok pertimbangan. maka segi pendidikan lainnya cenderung diabaikan. anak konstan. seperti kepandaiannya bergaul. Pengetahuan tentang perkembangan anak. Salah satu sebabnya ialah. baik mengenai segi jasmani. bahwa penelitian sering hanya meliputi salah satu aspek. akan tetapi dalam segala segi kepribadiannya secara komprehensif. ataukah kita harus menunggu secara pasif sampai saat kematangan itu tiba dengan sendirinya'? Apakah I. Anak yang terganggu kesehatannya. Anak dinilai bukan hanya berdasarkan prestasi intelektualnya. emosi. ataukah dapat ditekan atau ditingkatkan melalui mutu lingkungan? Ternyata lingkungan dapat mempengaruhinya. TV. gambar-gambar. Juga anak giat belajar demi ilmu yang akan diperolehnya. Sebenarnya pribadi anak selalu merupakan suatu kebulatan dan tak dapat dipisah-pisah dalam bagian-bagian yang lepaslepas.Q.

minat stabilitas emosional. harus menguasai disiplin ilmu. emosional. Usia anak-anakpun ada perbedaannya walaupun duduk di kelas yang sama. akan tetapi ia juga pendidik dan tugas ini memerlukan kompetensi dan pribadi yang jauh lebih luas daripada sekadar pengetahuan. Bila Saudara memperhatikan suatu kelas. agama. Anak menerima pelajaran bukan hanya dengan "kepalanya". anak yang merasa dibenci oleh guru. sehingga tak mungkin dua orang sama. cita-cita dan dalam banyak hal lain. Ada pula perbedaan jenis kelamin yang perlu mendapat perhatian agar mereka dapat melakukan tugasnya sesuai dengan tuntutan masyarakat. anak yang merasa dirinya rendah karena konsep-diri yang rendah.tanpa teman. ia juga pendidik yang berusaha mengembangkan segala potensi anak agar menjadi manusia seutuhnya. tinggi dan berat badan. dalam waktu lima menit Saudara akan melihat berbagai perbedaan antara anak-anak. rohaniah. kesehatan. jasmaniah. akan tetapi bila mereka ditempatkan dalam lingkungan yang jauh berbeda. Juga pada diri anak sendiri terdapat perbedaan dalam perkembangannya dalam berbagai bidang. Anak berbakat mungkin cepat perkembangan . keterampilan berhitung. anak-anak serupa itu akan terganggu dalam pelajarannya . Guru harus pandai. maka akan tampak berbagai perbedaan di antara mereka. latar belakang. pendidikan di ramah. dengan atau tanpa alasan. Anak-anak saling berbeda. dan sosial. harus banyak tahu. akan tetapi juga dengan "hatinya" . keterampilan motoris. Dari segi pembawaan hanya anak kembar identik yang sama. tekanan darah. atau mengamati sekelompok anak bermain. kesukuan. Selalu terdapat perbedaan antara dua individu karena pengaruh pembawaan dan lingkungan. Mereka juga berbeda dalam segi inteligensi. ANAK SEBAGAI PRIBADI TERSENDIRI Tak ada dua orang yang sama dalam segala hal di dunia ini. itu benar dan sangat diinginkan. sosial-ekonomi. Guru sebagai pelaksana kurikulum hendaknya jangan melihat dirinya hanya sebagai pengajar yang menyampaikan bahan pelajaran. kecepatan membaca. kecepatan bereaksi.

perbedaan individual kurang dapat diperhatikan. memaksa pelajar mengikuti pelajaran yang sama akan merugikannya. menulis kalimat yang sama. malah sering tidak diacuhkan. jumlah kredit akan menentukan apakah telah dipenuhi syarat untuk lulus. Ada sistem semester pada hakikatnya bertujuan memberi pilihan itu. Anak yang cepat berkembang secara fisik. mahasiswa tidak terbatas lagi perkuliahannya pada apa yang . pelajaran sama bagi semua. metode belajarmengajar juga sama demikian juga penilaiannya. dalam pendidikan masal umumnya. Pada jam yang sama semua anak melakukan pekerjaan yang sama membuat hitungan yang sama. Kurikulum yang ditentukan oleh pihak atasan uniform bagi jenis pendidikan yang sama. Pada saat tertentu semua akan dihadapkan kepada ujian akhir yang sama pula yang dapat dinilai dengan menggunakan komputer untuk memberi cara penilaian yang sama. Tampaknya pendidikan demikian berusaha menempa anak-anak yang pada hakikatnya serba-ragam menjadi manusia yang serba-sama. Untuk lebih menjamin kesamaan. Dari segi hakikat individu yang berbeda-beda. Ada kurikulum yang fleksibel yang memungkinkan siswa mengadakan pilihan. menggambar barang yang sama. Apakah masih ada kemungkinan bagi guru memandang dirinya sebagai pengembang kurikulum dalam arti mikro untuk menyesuaikan pelajaran dengan perbcdaan anak dan keadaan lingkungan sekolah? juga di tingkat Perguruan Tinggi terdapat gejala yang sama dengan menentukan mata kuliah untuk tiap jurusan. Apakah sekolah harus berusaha melenyapkan perbedaan individual itu atau setidaknya memperkecilnya? Di sekolah tradisional. Dengan sendirinya guru sebagai pelaksana kurikulum akan patuh berpegang pada ketentuan itu.intelektualnya akan tetapi ketinggalan dalam aspek sosial emosionalnya. mungkin sulit mengikuti pelajaran akademis Kepandaian anak dalam suatu bidang studi mungkin berbeda dengan penguasaan bidang lain. sering tanpa kesempatan untuk mengadakan pilihan. dan walaupun pelajaran yang diikuti berbeda-beda. maka tujuan diuraikan sampai taraf spesifik termasuk bahan pelajaran yang terkait dan juga proses belajar -mengajar dan buku pelajarannya. Kurikulum uniform. Pelajaran diresapi oleh keserbasamaan. Dengan sistem kredit.

misalnya. ada yang rendah. Inisiatif orang-orang yang mencari jalan-jalan baru sering membawa kemakmuran dan kemudahan bagi umat manusia. akan tetapi tarafnya berbeda-beda. b. bukan kualitatif. perlu kita perhatikan hal-hal berikut: a. harus menguasai bahasa nasional. tantangan. semua anak mempunyai inteligensi. kemampuan dan pikiran yang orisinal. c. yakni ditimbulkan oleh kekurangan di bidang lain. Kurikulum yang uniform pasti tidak akan memenuhi keinginan itu. Ada hal-hal yang termasuk pengetahuan umum yang harus dimiliki oleh setiap siswa yang diharapkan dari setiap warga negara. ada yang tinggi. yang lain daripada yang lain. Tiap anak berbeda dengan anak lain. Perbedaan itu sebagian besar bersifat kuantitatif. Walaupun tiap anak unik. bangsa mem punyai badan yang sehat. persamaan antara manusia lebih besar daripada perbedaannya. Kelemahan di bidang . dan sebagainya. Perbedaan individual sangat besar nilainya. Dengan demikian universitas akan sungguh-sungguh menjadi universitas dan bukan kumpulan fakultas atau jurusan. Untuk mendapat gambaran yang lebih jelas tentang perbedaan itu dalam pengajaran. Kemajuan-kemajuan dalam banyak lapangan hidup justru diperoleh berkat orang-orang yang mempunyai pendirian. Memperhatikan perbedaan individual tidak berarti bahwa semua pelajaran harus berbeda. bahkan celaan. sejarah.disediakannya dalam satu jurusan. Kreativitas dan inisiatif ini sering dibunuh atau tidak dipupuk di sekolah tradisional. karena dengan demikian banyak bakat disia-siakan. Ini berarti kerugian besar bagi bangsa dan negara. la harus mengenal falsafah negara. Akan di samping itu ia hendaknya dapat menikmati pendidikan sesuai dengan bakat dan minatnya. d. Pendapat modern menginginkan program sekolah yang memberi kesempatan yang seluas-luasnya bagi perkembangan bakat anak. akan tetapi semua mata kuliah di universitas terbuka baginya. walaupun mereka pada awalnya mendapat kecaman. Kesanggupan yang luar biasa pada umumnya bukanlah akibat kompensasi. Namun demikian perbedaan itu lebih besar daripada uang diduga si pendidik.

Pelajaran tidak dapat lebih dahulu direncanakan guru. Ditinjau dari segi pshikologis-didaktis banyak kebaikannya. yang disehut child-cebtered curriculum. karena baru lahir dalam rundingan dengan anak. sikap. Karena keberatan-keberatan itu kurikulum serupa itu hanya dilakukan pada sekolah-sekolah eksperimen. f. serta hasrat untuk memberikan yang sebaik-baiknya kepada tiap anak. Namun demikian eksperimen itu besar pengaruhnya terhadap kurikulum selanjutnya. d. . Akan tetapi banyak pula kelemahannya. sosial. antara lain: a. KEBUTUHAN ANAK Kurikulum harus mempertimbangkan kebutuhan anak. Perbedaan individual tidak hanya dalam bidang inteligensi.tertentu. Menyesuaikan kurikulum dan pengajaran dengan perbedaan individual adalah usaha yang memerlukan pemikiran. akan tetapi juga dalam bidang emosional. dan lain-lain yang harus dipertimbangkan dalam pendidikan. Jadi tidak ada pegangan bagi guru dan murid tentang pelajaran yang akan datang. Ada kurikulum yang secara ekstrem mendasarkan kurikulum semata-mata pada kebutuhan anak. Memperturutkan anak belum menjamin kesesuaiannya dengan tujuan pendidikan. fisik. e. anak turut serta merencanakan apa yang ingin dipelajarinya. Pelajaran didasarkan atas minat anak. tidak dengan sendirinya membangkitkan kesanggupan istimewa di bidang lain. pengertian. Anak berada dalam masyarakat dan apa yang dipelajari harus juga memenuhi tuntutan masyarakat. Sebenarnya tak ada pelajaran yang sepenuhnya individual. Selain itu perlu usaha untuk mengenal anak secara individual. Bermacam-macam cara yang dijalankan untuk memperhatikan perbedaan individual dalam proses belajar-mengajar. kreativitas. Anak-anak sering tidak mengetahui apa yang sebenarnya dibutuhkannya. sebab selalu berlangsung dalam konteks sosial. b. Sifat-sifat seseorang harus ditinjau dalam rangka keseluruhan pribadinya. c. Tiap tahun pelajaran berlainan karena anaknya berganti. Tidak ada pula kontinuitas dalam pelajaran dari tahun ke tahun.

Bangsa kita pada umumnya belum cukup sehat dan kuat menurut normanorma tertentu. dan sosial. Setiap anak ingin diakui dan dihormati sebagai individu yang mempunyai tempat dan hak dalam masyarakat sekolah. suara. yakni mewujudkan tujuan pendidikan dengan menggunakan kejasmanian sebagai titik bertolak. Dalam arti modern pendidikan jasmani bertujuan mendidik manusia. Anak-anak ingin mempunyai harga diri dan .harkat sebagai manusia. Anak-anak ingin ingin aktif. untuk menyatakan pikiran dan perasaannya dengan jalan bahasa. ingin merasai kepuasan atas hasil atau sukses yang mereka capai. Mereka ingin menguasai suatu keterampilan. Di samping pendidikan jasmani harus diusahakan adanya keseimbangan antara bekerja dengan istirahat. akan tetapi tujuan khusus yaitu membentuk manusia yang sehat dan kuat merupakan aspek yang penting pula. sekalipun hasil mereka itu jauh di bawah norma-norma orang dewasa. KEBUTUHAN PRIBADI Anak-anak mempunyai dorongan untuk memuaskan keinginan untuk mengetahui sesuatu. kebutuhan pribadi. . Mereka ingin dipuji atas usaha mereka.Kebutuhan anak dapat digolongkan dengan berbagai cara. harus diperhatikan agar anak -anak cukup tidur. pekerjaan. rumah tangga. Kesehatan dan pertumbuhan jasmani hendaknya senantiasa di bawah asuhan dokter dan juru rawat sekolah. Dorongan ini mudah kita lihat pada setiap anak. dan dunia sekitarnya. agar anak diam duduk diam di bangku sambil mendengarkan ucapan-ucapan guru dan ia dituduh anak nakal bila ditunjukkannya keaktifannya. seni. Kebutuhan ini dipenuhi dengan memberikan pendidikan jasmani. atau gerak. lukisan. Salah satu cara ialah membaginya atas : kebutuhan jasmani. Di sekolah dorongan ini sering dikekang dan ditekan agar muridmurid tidak melanggar disiplin yang tegang yang menginginkan. cukup bermain serta mendapat makanan yang sehat. Anak -anak suka berlari-lari melompat-lompat. KEBUTUHAN JASMANIAH Setiap anak ingin bergerak dan menggunakan badannya. memanjat-manjat dan melakukan aktivitas-aktivitas jasmaniah.

melarang mereka membicarakan pelajaran serta bantu-membantu dalam memecahkan suatu soal. Setiap manusia harus hidup dalam hubungan yang erat dengan orang lain untuk mencapai kebahagiaannya. bekerja. . Dengan demikian sekolah dijadikan suatu masyarakat tempat murid-murid mempraktikkan hak dan kewajihan anggota-anggota masyarakat yang demokratis. Seorang bayi tidak akan mungkin hidup serta mengembangkan pembawaannya tanpa bantuan orang tuanya dan banyak orang lain yang tak terhitung jumlahnya. maka kita menyangsikan manfaat cara yang dipakai sekolah yang memaksa murid-murid duduk diam. Bila ini kita akui. kelas itu dijadikan semacam laboratorium atau ruang kerja di tempat anak-anak belajar dalam suasana yang lebih leluasa. mengadakan percobaanpercobaan dan melakukan tugas-tugas lain. Dari penyelidikan-penyelidikan ternyata bahwa kebahagiaan seseorang dalam kehidupan dan jabatannya bu kanlah ditentukan oleh pengetahuan intelektualnya. KEBUTUHAN SOSIAL Tak mungkin manusia itu hidup lepas dari masyarakat. Dalam hal ini pendapat setiap anak dihargai dan dipertimbangkan. Kebebasannya dibatasi oleh hak-hak orang lain yang juga merupakan haknya sendiri. Membimbing anak agar ia menjadi mahluk sosial ialah suatu fungsi sekolah yang amat penting. Kurikulum modern memberi murid-murid lebih banyak kebebasan bekerja sama dalam kelompok untuk melakukan tugas-tugas. Murid-murid diajak berunding untuk menentukan apa yang akan dipelajari dan bagaimana langkah langkah untuk mencapai tujuan itu. asal saja jangan menganggu orang lain. Human relationship atau hubungan antar-manusia hendaknya lebih dipentingkan di sekolah. Mencari hubungan dengan orang lain ialah dorongan yang wajar pada tiap anak. melainkan terutama o leh kesanggupannya untuk bergaul dan bekerja sama dengan orang lain. Di sekolah lebih diutamakan persaingan daripada gotong-royong.Sekolah zaman sekarang berusaha memenuhi kebutuhankebutuhan itu dengan memberi anak-anak kebebasan bergerak.

dapat pula menghalangi anak mentiju self-realization. bila ia merasa kelaparan. KEBUTUHAN MENURUT BEBERAPA TOKOH Salah satu daftar kebutuhan manusia yang pokok yang cukup terkenal ialah yang dihasilkan oleh Abraham Maslow atas dasar penelitian yang luas dan mendalam. pakaian. Saudara dapat mempelajarinya lebih lanjut dalam buku-buku tentang psikologi anak. atau rasa aman 3. termasuk guru dan orangtua. tidak merasa aman dan mendapat kecukupan dalam keperluan makanan. Louis Raths mengembangkan teorinya tentang kebutuhan pokok yang menunjukkan sejumlah persamaan dengan Maslow. 2. kebutuhan fisiologis. self-esteem.Seperti dikatakan di atas. Kebutuhan yang tertinggi yang harus dicapai ialah self. agar dapat mengembangkan potensi yang dimiliki sepenuhnya. dapat membantu. dan lain. siapa dia. Agar dapat merealisasikan diri. yakni menemukan identitasnya. survival. harus dipenuhi segala kebutuhan yang dibawanya. oleh sebab kebutuhan itu bersifat hierarkis. security. Agar ini tercapai ia harus dibantu untuk mengetahui apa yang dapat dilakukannya dan diberi kesempatan untuk agar ia berhasil melakukannya dengan baik. Lingkungan.realization. untuk hidup. Rasa berhasil. tak mungkin mempunyai harga-diri bila tidak dicintai. kebutuhan akan cinta-kasih 4. apa yang diinginkannya. Tak dapat anak merasa aman.lain. yakni: . love and belonging. Dalam kurikulum perlu diusahakan keseimbangan antara kebutuhan institusional dan kebutuhan pribadi anak. ada bermacam-macam cara untuk membagi kebutuhan anak. akan menjadi apa ia. self-actualization. sukses dalam pekerjaan dan pelajaran. survival. kebutuhan akan harga-diri 5. Ia membedakan delapan macam kebutuhan. termasuk pelajaran sekolah. membantu anak ke arah self-actualization. kebutuhan untuk merealisasikan kepribadian yang penuh. yakni kebutuhan akan: 1.

The need to be free from deep feelings of fear (bebas dari rasa takut yang mendalam) 7. . bahwa bila kebutuhan ini dipenuhi.1. akan tetapi ia tidak akan dapat mengembangkan dirinya bila tidak dalam kehadiran orang lain: Anak-anak perlu senantiasa meng adakan interaksi positif dengan anak-anak maupun orang dewasa. The need to be free from deep feelings of guilt (bebas dari rasa berdosa yang mendalam) 6. sehingga memiliki kepribadian yang dapat berfungsi sepenuhnya. "a fully functioning self". maka anak akan lebih berhasil melakukan tugas-tugas sekolah lainnya. Int dapat dilakukan dalam kegiatan belajar dan kegiatan lainnya di sekolah. The need for understanding of self (pengenalan diri). The need for love and affection (cinta kasih) 2. The need for economic security (rasa aman dalam keuangan. demikian pula tentang orang lain serta mengetahui bahwa orang lain penting baginya. Menurut Earl Kelley pribadi yang berfungsi penuh. Menurut Raths guru dapat mempelajari cara-cara memenuhi kebutuhan itu dalam rangka pelajaran di sekolah. PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN MENURUT EARL KELLEY Earl Kelley mengemukakan pendirian bahwa kepribadian seluruhnya atau hampir seluruhnya dibina dalam hubungan atau interaksi dengan manusia lainnya. walaupun ia bukan ahli psikologi atau psikiatri. The need for achievement (Keberhasilan) 3. Tujuan Raths ialah agar guru herusaha menciptakan lingkungan belajar yang memberi rasaaman kepada anak-anak. jadi dalam hubungan sosial seorang bayi telah memiliki perlengkapan untuk berkembang. Ia meminta perhatian guru yang lebih banyak terhadap kebutuhan emosional anak dengan keyakinan. The need for belonging (diterima dalam kelompok) 4. The need for self-respect (harga-diri) 5. mempunyai ciri-ciri sebagai berikut  Ia berpikir baik tentang dirinya. dan lain-lain) 8. Guru dapat mengidentifikasi kelakuan ana k yang tak-sosial.

mengembangkan dan menghormati nilai-nilai kemanusiaan. Ia tahu. Guru-guru dapat menggunakan prinsip-prinsip di atas sebagai pegangan untuk mencapai tujuan kurikulum di sekolah. Mengembangkan kepribadian anak juga akan membantunya mencapai tujuan-tujuan lain.  Oleh sebab hidup ini senantiasa berubah dan berkembang. ia akan merasa senang. tak perlu bertentangan dengan kebutuhannya ditinjau dari segi masyarakat. Tiap individu mempunyai tugas-tugas tertentu. . Developmental tasks ini tak ada akhirnya. kebutuhan anak ditinjau dari segi psiko-biologis. dari anak sekolah. J. Sewaktu masih bayi ibu mengganti bajunya. Gejala ini dituangkan Erikson dan yang lebih terkenal R. masyarakat mempunyai tuntutan tentang kelakuannya. pemuda. dan ia akan berhasil melakukan tugas-tugas selanjutnya. akan pada usia tertentu ibu mengharapkan ia dapat melakukannya sendiri. dan dalam penycmpurnaan diri melihat nilai membuat kesalahan. dan seterusnya. Ia melihat dirinya sebagai pribadi yang senantiasa dalam proses perkembangan secara dinamis. Bila ia dapat memenuhinya. Makin tambah usianya. yang diharapkan masyarakat dapat dan harus dilaksanakannya. ia akan senantiasa kreatif dalam peranannya. Havighurst dalam konsep developmental tasks yakni tugas-tugas yang harus dipenuhi oleh seseorang. Developmental tasks ini meningkat dengan bertambah usianya. maka ia tidak merasa bahagia dan tidak akan sanggup melakukan tugas berikutnya dengan berhasil baik. Berbarengan dengan pertumbuhan anak. DEVELOPMENTAL TASKS Seperti kami katakan. bahkan dituntut oleh lingkungannya. tak ada jalan dalam hidupnya selain berpegang pada nilai-nilai. Ini diharapkan. makin banyak hal-hal yang diharapkan orang tua dan masyarakat umum daripadanya. Akan tetapi bila ia tidak dapat memenuhinya ia akan mendapat celaan dan kecaman. sesuai dengan taraf perkembangannya.  Ia melihat pentingnya manusia baginya.

kalau kita ingin membantu murid-murid memecahkan kesukaran pribadinya dengan membicarakannya di sekolah. Ditinjau dari segi ini kurikulum yang "child-centered" yang ekstrim tak dapat dipertahankan. Sukses dalam "developmental tasks" memberi pengaruh positif terhadap prestasi sekolah. sedangkan dari segi "developmental tasks" mengandung aspek sosial. Developmental tasks berbeda menurut kebudayaan tempat anak itu hidup. kebutuhan anak. Selanjutnya dapat memperjelas tujuan pendidikan dan saat yang lebih tepat untuk mengajarkannya.dihadapi oleh anak. pemuda. berbeda dengan neg ara lain. misalnya berbeda di berbagai daerah di Tanah Air kita. emosi. sampai akhir hayat. Kita harus menyelidiki hingga manakah pokok-pokok yang di atas merupakan masalah-masalah bagi anak-anak Indonesia. Dalam arti psikologis kebutuhan itu bersifat individual. Selanjutnya kami berikan "developmental tasks" bagi anak sekolah dan pemuda. masa tua. . dan lain-lain secara terpadu. Memenuhi tugas itu berarti kebahagiaan dan sukses dalam melakukan tugas-tugas berikutnya. sosial. Penelitian serupa ini perlu diadakan. Salah satu usaha untuk mempertemukan kedua aspek itu dilakukan oleh R. Seperti telah dikatakan. orang dewasa. Implikasi "developmental tasks" bagi kurikulum ialah. motivasi. Adanya developmental tasks ini memberi gambaran lain tentang kebutuhan anak. bahwa kurikulum yang didasarkan atas konsep itu akan mempertemukan kebutuhan perkembangan fisik. ditinjau dari psikobiologis tidak perlu bertentangan dengan kebutuhannya ditinjau dari sudut masyarakat. Dengan memasukkannya ke dalam kurikulum.J. Havighurst yang menggunakan pengertian "developmental tasks" yakni tugas-tugas yang tak dapat tiada harus dipenuhi oleh setiap anak sesuai dengan setiap taraf perkembangannya yang dituntut oleh lingkungan atau masyarakat. kita memberikan bimbingan kepada anak untuk menyesuaikan diri dengan dunia dan dengan dirinya sendiri yang sedang mengalami persoalan itu. masa pensiun.

sikap orang tua. Tugas ini sering dipersulit oleh adat istiadat. 7. 6. Memperoleh kemerdekaan emosional lepas dari kebergantungannya dari orang tua dan orang dewasa lain. itu sebagaimana adanya dan . dan skala norma-norma. dan berhitung. Mencapai kemerdekaan pribadi. 2. Memperoleh kecakapan-kecakapan fundamental dalam membaca. "Developmental tasks" bagi pemuda menurut Havighurst sebagai berikut : 1. 4. Menerima dan mempelajari tugas atau peranan menurut jenis kelamin masingmasing sesuai dengan norma-norma masyarakat. Mempelajari peranan sosial sebagai anak laki-laki atau perempuan. 8. Mempelajari kecekatan jasmani yang perlu untuk permainan-permainan biasa. 3.Kegagalan memenuhinya berarti kesusahan bagi individu. 2. 4. Tugasnya ialah menerima bentuk badannya menggunakan sebaik-baiknya. celaan oleh masyarakat dan kesulitan untuk tugas-tugas selanjutnya. Developmental tasks" untuk anak-anak ialah : 1. 9. Membentuk kata-hati. Mencapai hubungan sosial yang lebih memuaskan dan lebih matang dengan anggota jenis kelamin lain. 3. dan faktor-faktor lain. Membentuk sikap yang sehat terhadap dirinya sebagai organisme yang hidup. Memupuk sikap terhadap golongan dan lembaga-lembaga sosial. Pemuda-pemuda ada yang bercita-cita mempunyai tampan seperti bintang film akan tetapi keadaan jasmaninya mungkin kurang sesuai dengan idamannya itu. Membentuk pengertian-pengertian yang perlu untuk kehidupan sehari-hari. membebaskan dirinya dari sifat-sifat yang kekanak-kanakan. Anak gadis menerima dan mempelajari tugasnya wanita dan anak laki-laki sebagai bakal bapak yang akan bertanggung jawab atas rumah tangganya. Tugas ini harus telah dimulai sejak kecil. Menerima baik keadaan badannya dan menggunakannya dengan efektif. menulis. 5. kesusilaan. Belajar bergaul dengan teman-temannya sebaya.

yakni dengan turut serta dalam kehidupan masyarakat dan negara sebagai orang dewasa dan memperhitungkan norma-norma masyarakat dan kelakuannya. tetapi juga menunjukkan perbedaan karena tuntutan masyarakat yang berlainan di berbagai tempat. PERKEMBANGAN INTELEKTUAL Seorang ahli psikologi Swiss. Ia antara lain menemukan bahwa anak-anak pada mulanya masih berpikir . dan lain-lain. politik. lembaga-lembaga sosial. 9. Jean Piaget selama 40 tahun mengadakan penelitian tentang perkembangan intelektual atau proses berpikir anak. 8. 6.5. dari bayi sampai masa pemuda. "Developmental tasks" yang dikemukakan oleh Havighurst harus pula kita selidiki kebenarannya bagi anak-anak Indonesia dan menyesuaikannya dengan keadaan yang dihadapi oleh pemuda-pemuda dalam masyarakat kita. Memperoleh kemerdekaan ekonomi. Memperoleh sejumlah norma sebagai pegangan untuk kelakuannya yang digunakannya sebagai pandangan hidup untuk memahami kedudukannya di dunia ini serta hubungannya dengan manusia lain. 10. Memupuk kelakuan yang secara sosial dapat dipertanggung jawabkan. 7. ekonomi. Mempersiapkan diri untuk perkawinan dan kehidupan rumah tangga. Memilih dan mempersiapkan diri untuk suatu jabatan. Memperoleh kecakapan dan pengertian yang diperlukan untuk menjadi warga negara yang baik. tugas ini terutama berlaku bagi anak pria akan tetapi berangsur-angsur bertambah penting bagi anak-anak wanita. yakni pengertian tentang undang-undang pemerintah. Tugas-tugas yang dihadapi mereka ditentukan oleh pertumbuhan psikobiologis yang mungkin mempunyai dasar persamaan bagi seluruh pemuda di seluruh dunia. Tujuannya ialah memperoleh sikap yang positif terhadap kehidupan keluarga dan pendidikan anak-anak. Jabatan itu penting dalam masyarakat dan menjamin kemerdekaan ekonomi serta memberi kedudukan sosial.

dria (sensory) dan gerakan (motoris). mengadakan berbagai usaha untuk mencapai tujuan. juga dapat melihat analogi. subjektif. koordinasi pengamatan alat . memandang benda mati seperti makhluk hidup. mencari benda yang diambil dari penglihatannya. 2. walaupun sebenarnya isinya sarna. hanya dari pandangannya sendiri. Kegiatan mentalnya ditujukannya kepada objek dan kejadian yang kongkret yang langsung di hadapannya.mata.7 tahun)  masalah dipecahkan dengan memikirkannya. misalnya bahwa seorang dapat tinggal sekaligus di Bandung dan di Jawa. misalnya bahwa gelas yang lebih tinggi lebih banyak isinya daripada gelas yang pendek. Akan tetapi proses berpikir anak berkembang terus berkat bertambahnya pengalaman daan pengetahuannya. koordinasi tangan . misalnya matahari tidur. mengetahui tangan kanannya.2 tahun)  gerak refleks. koordinasi tangan . sekitar usia 12 tahun ia mulai herpikir secara abstrak dengan menggunakan generalisasi dan konsep-konsep. Pada usia sekitar 7 tahun telah tampak pemikiran logis pada anak. Fase pra-operasional (2 . Akan tetapi pada fase pertama pemikirannya terutama mengenai data yang konkrit. Fuse senso-motoris (bayi . Pada fase berikut. Ia telah dapat melihat hubungan antara bagian dengan keseluruhan. Anak-anak haru dapat memusatkan perhatiannya kepada satu variabel.4 tahun). la juga belum dapat memahami bahwa satu objek dapat mempunyai lebih dari satu ciri yang dapat dimasukkan dalam klasifikasi yang berbeda-beda. tinggi dan lebar gelas. . karena isi gelas tinggi dipindahkan ke dalam gelas pendek. mengacaukan khayal dan kenyataan.menurut apa yang dilihatnya. orientasi menurut bagaimana ia melihat sesuatu. perkembangan bahasa dan persepsi yang cepat (2 . yang diperhatikannya hanya tingginya. akan tetapi bukan tangan kanan orang yang menghadapinya. pandangan animistis. Perkembangan intelektual menurut Piaget dalam garis besarnya adalah sebagai berikut : 1.mulut. pikiran dan bahasa bersifat ego-sentris. Ia belum dapat melihat hubungan antara dua variabel.

artinya bahwa bila dihadapkan dengan masalah akan mengalami gangguan keseimbangan dan tidak akan puas sebelum masalah dipecahkan untuk mengembalikan keseimbangannya pada taraf yang lebih tinggi. dan dari perhatian untuk diri-sendiri ke orientasi kepada orang lain. pengaruh lingkungan. Perkembangan intelektual berjalan secara kontinu. Adanya pembagian dalam fase-fase tidak berarti bahwa ada batas yang tegas antara fase-fase itu. Setelah itu dapat mengasimilasi hal-hal yang tercakup oleh struktur mentalnya. berpikir sambil memanipulasi benda. Proses adaptasi dan asimilasi berjalan terus demikian mengembangkan kemampuan intelektualnya. masih belum dapat memecahkan masalah verbal yang agak kompleks. Fase operasional konkrit (7 . Jika ia menghadapi sesuatu yang tidak sesuai dengan struktur mentalnya. Faktor-faktor yang dapat membantu perkembangan intelektual antara lain : a. keseimbangan. apa yang diperolehnya dari lingkungan kebudayaannya. pemikiran formal masih egosentris dalam arti masih ada kesukaran untuk menyesuaikan yang ideal dengan kenyataan. 4. Dengan operasi mental dimaksud mengoperasionalkan pikiran. atau pendek kata berpikir. termasuk mengemukakan dan menguji hipotesis dapat dipecahkan. mulai dapat berpikir mengenai masalah konkrit. . walaupun bentuk bejana berbeda. transmisi sosial.15 tahun)  semua jenis masalah logis. pengalaman. b. PERKEMBANGAN SOSIAL-EMOSIONAL Dalam garis besarnya perkembangan emosional bergerak dari kedudukaan kebergantungan ke taraf ketidak-bergantungan atau kemandirian.3. kematangan. namun perlu diolah secara mental. ia harus mengadaptasikannya dengan memben struktur mental tuk yang lebih tinggi. namun dapat dipengaruhi. terutama pertumbuhan. d. Fase operasi formal (11 . c. telah dapat menganalisis validitas cara-cara berpikir. misalnya volume air tetap.11 tahun)  memahami reversibilitas.

bahkan pengaruh teman melebihi pengaruh orangtua. bagaimana konsep dirinya banyak diperolehnya dari feedback atau reaksi orang lain terhadap kelakuannya. Lambat laun. Anak itu. lambat laun ia lebih mampu mengurus diri sendiri.Pada mulanya anak sangat bergantung terutama kepada orang tuanya. yang makin merosot. Ia mulai bertanya. oleh sebab ia masih serba-lemah. "Siapa saya?" Siapa dia. ia mulai dapat mempengaruhi kelakuan orang lain dan senantiasa memperluas lingkaran pesahabatannya. khususnya ibunya. dengan bertambahnya pengalamannya. apalagi bila orangtua ingin memperlakukannya seperti sediakala. Ia dapat mengikat tali persahabatan dengan teman lain. Pada usia sekolah dan sepanjang di SD. untuk mencari identitasnya sendiri serta kemandirian yang diperlukan bagi setiap orang yang dewasa. Dalam perkembangan sosialnya. . yang mencari identitasnya sendiri serta kemandirian mulai berkonflik dengan orangtua. Dan akhirnya. ikatannya dengan teman sebaya bertambah erat. Dengan berkembangnya dalam bidang fisik. Perhatiannya masih banyak terhadap orang-orang yang dekat padanya dalam keluarga. Ia juga harus mengembangkan diri dalam hubungannya dengan anggota jenis kelamin lain. seperti anggota masyarakat negara dan dunia. mengembangkan kemampuan untuk mengadakan hubungan intim dan akrab dengan seseorang sebagai persiapan untuk membentuk rumah tangga sendiri. Ia selanjutnya berkembang sebagai anggota masyarakat yang lebih luas. menjelang dan selama masa pubertas. menjelang kedewasaan dalam banyak hal ia telah mandiri dan tak lagi banyak bergantung kepada orang tua sampai ia dewasa dengan kemandirian penuh. Kurikulum sekolah hendaknya membantu anak dalam transisi sosial untuk melepaskan diri dari ikatan keluarga dan pengaruh temah sebaya. ia mula-mula hanya menaruh perhatian kepada kepentingan dan perasaannya saja. Untuk segala kebutuhannya ia memerlukan bantuan lingkungannya. Pada scat inilah terjadi krisis identitas. intelektual. ia berangsur-angsur menaruh perhatian kepada orang lain. serba tak tahu.

1. karena tidak menimbulkan konsekuensi fisik yang merugikan. pascakonvensional dan masing-masing tingkatan terbagi dalam dua bagian. masyarakat. Dalam wawancara itu anak itu dihadapkan kepada situasi yang mengandung dilemma moral yang metnberi kemungkinan macam-macam jawaban. Hukuman harus dihindari dengan menunjukkan kepatuhan. menurut apa yang diharapkan. Apa yang diharapkan oleh orang yang dianggap sebagai sesuatu . keluarga. Peneliti ingin mengetahui apa alasan atau sebab anak memilih jawaban tertentu. menurut urutan tertentu. berusia antara 10-28 tahun. Tingkatan konvensional Pada tahap ini anak ingin memelihara hubungan baik dengan orang lain. Bahkan kita berbuat baik agar orang lain baik pula kepada kita. Kita menolong orang lain agar ia kelak akan menolong kita. Tingkatan pra-konvensional Pada tingkatan ini anak telah dapat merenspons terhadap aturan dan akan tetapi baik dan buruk diukur dari konsekuensi fisiknya berupa hukuman atau ganjaran dan pujian yang ditentukan oleh orang yang memegang otoritas. Orientasi hukuman dan kepatuhan Sesuatu dianggap baik bergantung pada hukuman atau akibat fisik baginya yang menyakitkan atau menyenangkan. lalu mewawancarai mereka tiap tiga tahun selama 18 tahun. Kepatuhan baik. Kohlberg menemukan enam tingkatan dalam perkembangan moral yakni tingkatan pra-konvensional. la memilih 50 orang. negara. 2.Perkembangan moral Tokoh yang paling terkenal yang telah ineneliti perkembangan moral anak ialah Lawrence Kohlberg. Berhuat baik merupakan instrumen atau alat untuk menerima kebaikan dari orang lain. tanpa mementingkan konsekuensinya. Orientasi instrumental Tindakan baik bila memberi kepuasan bagi diri atau juga bagi orang lain. Berdasarkan penelitian ternyata bahwa perkembangan moral anak melalui tahap-tahap tertentu. konvensional. Tak mungkin seorang melompati salah satu tahap.

Tingkatan pasca-konvensional atau tingkat otonom. 3. undangundang dan hukum yang telah ditentukan oleh yang yang berkuasa demi ketertiban masyarakat. . Kebanyakan orang hanya dapat mencapai tingkat keempat. 5. Orientasi prinsip etis yang universal Tindakan dianggap benar bila dilakukan berdasarkan keputusan hati-nurani atau kata-hati. 6. dengan itikad baik. maka secara legal undang undang dapat diubah berdasarkan pertimbangan rasional demi kepentingan masyarakat. kesamaan hak manusia. dan harkat manusia sebagai individu. Karena itu ia ingin menyesuaikan diri dengan harapanharapan itu dengan menunjukkan kesetiaannya kepada ketentuan-ketentuan demi ketertiban masyarakat. Orientasi kontrak-sosial legalistik Suatu tindakan dianggap baik sesuai dengan hak individu atas pemikiran yang luas serta mendalam serta diterima baik oleh seluruh masyara kat. tingkat berprinsip. Mematuhi peraturan adalah kewajiban baginya. Orientasi kerukunan antar individu Kelakuan yang baik ialah yang menyenangkan orang lain yang dilakukan . 4. Pada tingkatan ini individu merumuskan nilai-nilai atau prinsip-prinsip moralnya atas pemikiran kritis serta mendalam. Tidak semua orang akan dapat mencapai tingkat moral tertinggi ini. Orientasi hukum dan aturan Kelakuan yang baik ialah mematuhi dan menghormati aturan. Ia berkelakuan baik bukan untuk memperoleh keuntungan bagi dirinya akan tetapi karena kebaikan itu diharapkan oleh masyarakat daripadanya. Bila ada kesepakatan masyarakat mengenai prinsip tertentu.yang berharga. sesuai dengan prinsip-prinsip etis yang universal seperti keadilan sosial.

c) menggunakan test dan angket. yang dimulai pada saat ia masuk ke Taman Kanak-kanak dan terus-menerus ditambah dari tahun ke tahun dan "menyertai" anak ke sekolah mana saja pun ia pindah.P dan Strong. d) mempelajari anak dalam hubunganya dengan anak-anak lain dengan metode sosiometri. . (Shaver. bukan saja dalam situasi kelas melainkan juga sewaktu bermain-main. 5. Mematuhi peraturan untuk menghindari hukuman.Secara sederhana tingkat perkembangan moral (Kohlberg) dapat digambarkan sebagai berikut : 1. berkaryawisata. melainkan juga di luar sekolah.149) Ada berbagai cara untuk mempelajari anak. 4. h. h) mengumpulkan segala keterangan mengenai anak itu dalam bentuk "cumulative record" yakni pengumpulan segala keterangan mengenai anak itu. J. Pada masa yang akan datang diharapkan akan ada bermacam-macam test untuk mengenal inteligensi anak Indonesia dan segi-segi kepribadian lainnya. e) mengadakan catatan berkala atau anecdotal record mengenai kelakuan anak itu dalam situasi-situasi tertentu. Sesuaikan diri agar jangan mengutuk diri sendiri. 2. g) menyuruh anak membuat huku harian. dengan orang tuanya dan dengan orang-orang lain yang ada hubungannya dengan anak itu. Sesuaikan diri agar memperoleh pujian atau ganjaran dan agar kebaikan itu mendapat balasan. bersandiwara dan lain-lain. 6. b) mengadakan percakapan dengan anak. 3. bukan di sekolah saja. Seuaikan diri agar mendapat penghargaan dari orang yang memandangnya dari segi kepentingan umum. Sesuaikan diri untuk mencegah tindakan dari orang yang berkuasa. Sesuaikan diri agar mengelakkan kecaman atau kebencian orang. antara lain : a) mengamati dalam berbagai situasi dan lingkungan. f) menyelidiki hasil-hasil pekerjaan anak. W.

Lawrence Kohlberg menggunakan pola Piaget untuk mempelajari perkembangan moral pada anak. 5. Sejak itu anak menjadi faktor yang harus dipertimbangkan dalam kurikulum. 8. banyak pula persamaan antara mereka. 2. Kebutuhan anak dapat ditinjau dari segi anak dan dari segi masyarakat. biasanya mengenai anak yang sukar dididik. dan fase operasional formal. afektif dan psikomotor. Louis Raths. 6. Ada berbagai cara bagi guru untuk mempelajari anak. Earl Kelly mempunyai pandangan tertentu tentang kebutuhan anak. 7. Tiap anak unik. mempunyai ciri-ciri tersendiri.i) mengadakan penyelidikan yang mendalam mengenai riwayat hidup dan kelakuan anak (case study).. lain daripada yang lain. 12. fase operasional kongkret. 4. 9. atau perkembangan intelektual. Abraham Maslow. 3. Anak merupakan keseluruhan dan bereaksi sebagai keseluruhan terhadap lingkungannya. Walaupun tiap anak berbeda dengan anak lain. Kedua segi ini harus dipertimbangkan dalam pengembangan kurikulum. Maka sebagian dari kurikulum dapat sama bagi semua. 10. Pandangan tentang anak berubah secara radikal oleh Jean Jacques Rousseau. . emosional. Ia membedakan fase sensomotoris. Banyak tokoh pendidikan yang dipengaruhi olehnya. Kurikulum yang semata-mata didasarkan atas kebutuhan dan minat anak yakni child-centered curriculum dikatakan ekstrem karena anak selalu berada dalam masyarakatnya dan tak dapatmelepaskan diri dari tuntutan masyarakat. Kurikulum hendaknya memperhitungkan keunikan anak agar ia sedapat mungkin dapat berkembang sesuai dengan bakatnya. 11. Jean Piaget mengadakan studi yang mendalam tentang perkembangan intelektual anak. social dan fisik. Robert Havighurst mempertemukan perkembangan individu dengan tuntutan atau harapan masyarakat dalam konsep " developmental tasks". RANGKUMAN 1. j) mempelajari buku-buku tentang anak-anak. Pendidikan harmonis mencakup perkembangan kognitif. fase pra-operasional.

Kesulitan apakah Saudara hadapi? 7. Adakah bukti Saudara. Adakah Saudara lihat perbedaan "developmental tasks" dahulu dan sekarang? Apa sebab terjadi perubahan itu? 13. 5. Bandingkan pendapat Rousseau dengan semboyan pendidikan kita "Tut Wuri Handayani". . Selidiki hingga mana perbedaan individual diperhatikan di sekolah kita. Pilih salah satu anak yang tinggal dekat Saudara. Bandingkan "developmental tasks" di desa dan di kota. Cuba pikirkan apa sebab demikian halnya. Andaikata Saudara ingin memperhatikan perbedaan individual bagaimanakah dapat melakukannya dalam pelajaran yang Saudara berikan. Bila diperhatikan kebutuhan anak yang disebut oleh Maslow. dan Kelly. Apa tafsiran Saudara bahwa anak itu suatu keseluruhan. 4.PERTANYAAN DAN TUGAS 1. Sesuaikah kebutuhan pemuda seperti dikemukakan Donald Doane dengan kebutuhan pemuda kita? 11. Apakah jasa Rousseau bagi pendidikan. Coba terapkan beberapa cara guru untuk mengenal anak. Bandingkan kebutuhan anak menurut Abraham Maslow dengan apa yang dikemukakan Raths. Yang manakah di antara "The Ten Imperative Needs" yang menarik bagi Saudara yang menurut pendapat Saudara perlu dipertimbangkan dalam kurikulum kita? 10. Ratsh dan Kelly. 3. Perhatikan sekelompok anak bermain atau berkumpul. Adakah perbedaannya? Dalam hal apa. 6. Adakah persamaan antara ketiga pendapat itu? yang manakah yang paling menarik bagi Saudara? Alasannya ?. dan apa sebabnya? 12. yang manakah yang Saudara rasa perlu diberi perhatian dalam pendidikan kita? 9. 8. 2. Catat perbedaan- perbedaan yang Saudara observasi.

melainkan segala sesuatu yang dialami ailak dalam kelas. Mengubah kurikulum dalam arti yang luas ini jauh lebih luas dan dengan demikian lebih pelik. Selanjutnya kurikulum dapat ditafsirkan sebagai apa yang dalam kenyataan terjadi dengan murid dalam kelas. Kurikulum yang formal. murid. Dalam hal ini guru lebih besar kesempatannya merjadi pengembang kurikulum dalam kelasnya. kepala sekolah. karena dala:n interaksi dalam kelas selalu timbul hal-hal yang spontan dan kreatif yang tak dapat diramalkan sebelumnya. bahwa . yaitu guru sendiri. karyawisata. Perubahan kurikulum di sini berarti mengubah semua yang terlibat di dalamnya. ruang olah raga. Kurikulum dalam arti ini tak mungkin direncanakan sepenuhnya betapapun rincinya direncanakan. dan banyak kegiatan lainnya. mengubah pedoman kurikulum. Kurikulum dapat dipandang sebagai buku atau dokumen yang dijadikan guru sebagai pegangan dalam proses belajar-mengajar. kita dapat hertanya dalam arti apa kurikulum digunakan. pendek kata mengenai seluruh kehidupan anak sepanjang bersekolah. tempat bermain. Kurikulum yang riil.bukan sekadar buku pedoman. sebab menyangkut banyak variabel. nilai-nilai yang tertinggi dalam kelakuan anak-didiknya. Akhirnya kurikulum dapat dipandang sebagai cetusan jiwa pendidik yang berusaha untuk mewujudkan citacita. Kurikulum ini sangat erat hubungariya dengan kepribadian guru. penilik sekolah. Kurikulum dapat juga dilihat sebagai produk yaitu apa yang diharapkan dapat dicapai siswa dan sebagai proses untuk mencapainya. warung sekolah. juga orang tua dan masyarakat umumnya yang berkepentingan dalam pendidikan sekolah. Keduanya saling berkaitan.BAB 5 PROSES PERUBAHAN DAN PERBAIKAN KURIKULUM MAKNA PERUBAHAN KURIKULUM Bila kita bicara tentang perubahan kurikulum. Kurikulum dapat juga diartikan sebagai sesuatu yang hidup dan berlaku selama jangka waktu tertentu dan perlu direvisi secara berkala agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. relatif lebih terbatas daripada kurikulum yang riil. Dalam hal ini dikatakan.

sehingga kurikulum itu ditinggalkan atau diubah. Perubahan di sini tidak membawa perbaikan. akhirnya ternyata menimbulkan masalah lain. Misalnya. pada taraf yang lebih tinggi. Namun demikian. dan untuk mengetahuinya digunakan kriteria tertentu. Perubahan. akan tetapi semua aspek : anak. BAGAIMANA TERJADINYA PERUBAHAN . kedudukan atau keadaan yang mungkin membawa perbaikan. Disadari bahwa dalam kurikulum tak dapat diutamakan hanya satu aspek saja. Perubahan adalah pergeseran posisi. Namun demikian sering diadakan perubahan dengan maksud terjadinya perbaikan. sesudah itu yang dipentingkan ialah masyarakat. Perbaikan selalu dikaitkan dengan penilaian. dalam sejarah pendidikan. Perbedaan kriteria akan memberi perbedaan pendapat tentang baik-buruknya perubahan itu. sekalipun memberi perbaikan dalam segala hal bagi semua orang. kemudian disadari bahwa tak dapat anak hidup di luar masyarakat. kemudian tampil anak sebagai pusat kurikulum. akan tetapi dapat juga memperburuk keadaan. kemudian diutamakan prinsip-prinsip utama. Macam-macam kurikulum telah diciptakan dan banyak di antaranya telah dijalankan. Dalam bidang kurikulum kita lihat betapa banyaknya ide dan usaha perbaikan kurikulum yang dicetuskan oleh berbagai tokoh pendidikan yang terkenal. curriculum change is social change. maupun pengetahuan secara berimbang. akan tetapi timbul pula perhatian baru terhadap pengetahuan akademis. akan tetapi perbaikan selalu mengandung perubahan. Biasanya yang lama itu timbul dalam bentuk yang agak lain. PERUBAHAN DAN PERBAIKAN Perubahan tak selalu sama dengan perbaikan. Perbaikan diadakan untuk meningkatkan nilai. Bila pada ketika kurikulum sepenuhnya dipusatkan pada anak. Ada masanya pelajaran akademis yang diutamakan.perubahan kurikulum adalah perubahan social. dapat berubah menjadi anak yang mengenalnya lalu terlibat dalam kejahatan. tak pernah sesuatu kembali dalam bentuk aslinya. Apa yang mula-mula diharapkan. Anak yang mula-mula tak mengenal ganja. bila dalam pelajaran akademis diutamakan hafalan fakta dan informasi. masyarakat. Perbaikan berarti meningkatkan nilai atau mutu.

sehingga tidak terdapat perbedaan nilai lagi antara penerima dan pencetus perubahan. Dapat juga dengan membangkitkan motivasi intrinsik dengan menjalankan sikap ramah. sebab . dan selanjutnya mengambil kesimpulan berdasarkan percobaan. Perubahan akan lebih berhasil. guru juga sering tidak mudah berubah. misalnya motivasi intrinsik dengan janji kenaikan gaji atau pangkat. melibatkan semua yang terlibat dalam perumusan masalah. tanpa mengakui kemampuan guru untuk berpikir sendiri dan hanya diharuskan menerima saja. segera luntur dan hanya diikuti secara formal dan lahiriah. dan selain itu diinginkan perubahan yang uniform di semua sekolah. yang lama ditinggalkan saja tanpa membekas. indoktrinatif. PERUBAHAN GURU Perubahan kurikulum tak akan dapat dilaksanakan tanpa perubahan pada guru sendiri. biasanya tidak dapat bertahan lama. Guru cenderung bersifat konservatif. mengajak turut berpatisipasi. perubahan terjadi dalam tiga fase. Cara ini efisien. menguji alternatif. sehingga timbul hasrat untuk memperbaikinya demi kepentingan bersama. paksaan keras atau halus. yaitu taraf permulaan ide perubahan itu dilancarkan. memperoleh kredit. berbagai cara yang dapat digunakan. maka sering dijalankan cara otoriter. dianggap akan lebih mantap dan meresap dalam hati guru. Setiap perubahan akan dapat mengganggu ketenteramannya. Perubahan yang terjadi atas paksaan dari pihak atasan. saatnya orang menerima ide itu dan fase kongruensi. bila dari pihak guru dirasakan kekurangan dalam keadaan. pengumpulan data. dengan menggunakan otoritas atau indoktrinasi. dan luas perubahan yang ingin dicapai.Menurut para ahli sosiologi. Menjadikan perubahan sebagai masalah. dengan menjelaskan sifatnya. akrab. Untuk mencapai kesamaan pendapat. Seperti manusia lainnya. namun dalam jangka panjang tidak efektif. yakni fase inisiasi. Dan bila ada perubahan atau perbaikan baru. Akan tetapi karena prosedur ini makan waktu dan tenaga yang banyak. dapat juga. mengemukakan perubahan sebagai masalah yang dipecahkan bersama. tujuan. menyamakan pendapat sehingga selaras dengan pikiran para pencetus. karena telah biasa dengan cara-cara yang lama. saat orang mengadopsinya. penuh kesabaran dan pengertian. fase legitimasi.

Ia dapat bersama guru merumuskan masalah yang dihadapi yang akan dipecahkan bersama. sehingga guru-guru bebas mengemukakan pendapatnya. atau sebagai makhluk rasional yang dapat diajak berpikir dalam memecahkan masalah bersama. atau sebagai makhluk ekonomis yang harus diberi insentif. Seorang yang ingin melancarkan perubahan. Ia juga menentukan bagaimana memandang guru. mengumpulkan data. Metode yang meniadakan peranan guru dan terutama didasarkan atas bahan yang telah tersusun. Hendaknya ia sebanyak mungkin melibatkan guru dalam proses perubahan itu. Guru adalah tokoh utama dalam kelasnya. maka ia mencari cara baru untuk mengatasi kekurangan yang dirasakannya pada dirinya dan dalam situasi pendidikan. apakah sebagai orang yang kurang terdidik yang memerlukan latihan. Ia akan menentang perubahan yang akan mengurangi kedudukannya. Walaupun petugas itu mempunyai kedudukan yang lebih tinggi. tidak akan diterima guru . Dalam proses itu hendaknya selalu diusahakan komunikasi terbuka. Timbul padanya kebutuhan dan motivasi untuk menerima perubahan yang dapat memberi perbaikan. mencari hipotesis atau alternatif. ataukah sebagai seorang profesional yang bertanggung jawab atas mutu profesinya. menguji-cobakannya dan mengevaluasinya. atau makhluk psikologis yang dapat dibujuk. atau sebagai pegawai yang dapat dipaksa agar patuh.tugasnya terutama untuk melestarikan kebudayaan dengan menyampaikannya kepada generasi muda. Bila ia memperoleh informasi melalui ceramah atau bacaan. harus berusaha menimbulkan kebutuhan itu pada guru-guru. Pada saat itu ia terbuka bagi perubahan. Ia melihat situasi dengan mata lain. Selain itu ia jangan bertindak sebagai orang yang serba tahu yang akan mengubah kelakuan guru. Perubahan hendaknya disertai pengalaman yang kongkret. hendaknya ia hati-hati menggunakan kekuasaan dan kewibawaannya. Sikap petugas pembaharu banyak berpengaruh atas kemantapan perubahan yang diinginkan. uang. mengambil keputusan. Namun apabila ia merasa ketidakpuasan dengan keadaan. maka ia dapat memperoleh pandangan baru tentang pendidikan.

Ada yang bersedia menerimanya. dan pikiran akan menemui pertentangan. waktu. MENGUBAH LEMBAGA ATAU ORGANISASI Mengubah lembaga atau organisasi menghadapi kesulitan lain. Orang yang berperan sebagai pengubah kurikulum harus dapat bekerjasama. harus diketahui dan dipertimbangkan keadaan yang ada. Akan tetapi ia harus seorang profesional. Tiap organisasi mempunyai struktur sosial tertentu. 2. Menurut para ahli dalam "social engineering" dalam usaha mengadakan perubahan dapat dilalui empat Iangkah. ada pula yang acuh-tak-acuh. Sering pula organisasi itu mempunyai hierarki yang ketat. Untuk itu diperlukan kebijaksanaan dan kepekaan sosial. mengikuti prosedur yang tetap. Sikap orang terhadap perubahan berbeda-beda. Ia harus mempunyai sensitivitas sosial. mengadakan perubahan itu. Perubahan hanya dapat berhasil bila semua bekerja-sama. Hendaknya dicegah timbulnya popularisasi. yaitu dua pihak yang bertentangan. menganalisis situasi. 3. Mengadakan dalam struktur itu dapat mengancam ke dudukan seseorang. dan 4. yakni 1. melumpuhkan bahkan meniadakan daya-daya yang menghambat. ada yang ikut sekadar mengamankan diri karena takut bila ia mendapat tindakan. Ada yang ikut-ikutan tanpa komitmen. memantapkan perubahan itu. harus dapat mempengaruhi orang dan memberi inspirasi. Juga perubahan yang meminta pengorbanan tenaga. terbuka bagi pikiran orang lain dan terbuka bagi perubahan. Untuk mengadakan perubahan. Diusahakan mengenal daya-daya yang membantu dan menghalangi perubahan itu dan diadakan usaha untuk memperkuat daya-daya yang menyokong sambil melemahkan. namun rendah hati dan tidak memamerkan pengetahuannya. menentukan perubahan yang perlu diadakan. ada yang menentangnya terang-terangan atau diam-diam. .dengan senang hati. Tiap orang mempunyai status tertentu dan menjalanakan peranan tertentu yang memberinya harga diri atau kekuasaan. Ia hendaknya diakui sebagai manusia.

seperti halnya dalam bidang pertanian yang menyediakan petugas lapangan. yang bersedia memberi bantuan kapan saja diperlukan. betapapun rincinya kurikulum ditentukan oleh pusat. Tentu saja diharapkan agar guru- . Diusahakan agar semua menaruh minat terhadap usaha itu. Praktik-praktik yang telah dijalankan ratusan tahun yang lalu masih berlaku. kebanyakan guru mempertahankan cara-cara lama yang telah teruji dan telah dikenalnya dengan baik dan dijalankan secara rutin. termasuk kurikulum belum cukup mempunyai dasar ilmiah. Ketiga. KELAMBANAN PERUBAHAN DALAM PENDIDIKAN Dibandingkan dengan bidang pertanian. Diberi waktu untuk membicarakan dan memikirkan makna perub ahan itu bagi lembaga atau organisasi dan dengan percobaan itu bagi lembaga atau organisasi dan dengan percobaan mempraktikkannya memperIihatkan manfaat perubahan itu. demikian pula tiap kurikulum. selalu cukup banyak kesempatan bagi guru untuk berperan sebagai pengembang kurikulum. Kelima. Terlampau banyak variabel yang mempengaruhi hasil suatu tindakan pendidikan. Belum dapat diramalkan dengan pasti apa yang akan terjadi bila dijalankan metode tertentu. Dapat disebut beberapa sebab kelambanan itu. maka besar harapan akan diterima dan digunakan untuk masa selanjutnya. Bila timbul keyakinan akan kebaikan perubahan itu. Juga Kanwil tidak menyediakan petugas yang bersedia dipanggil kapan saja guru atau sekolah memerlukan bantuannya guna mengatasi kesulitan yang dihadapi berkenaan dengan pelaksanaan kurikulum. Setiap metode. betapapun banyak kebaikannya. tidak mempunyai petugas tertentu. seakan akan tiap penyimpangan dari apa yang telah ditentukan dalam pedoman kurikulum akan dianggap sebagai pelanggaran. perubahan dalam pendidikan berjalan dengan lamban sekali. kurikulum yang uniform menghambat ruang gerak guru untuk mengadakan perubahan dan menimbulkan kesan. Kedua. Keempat.Semua harus menyadari adanya masalah yang dihadapi serta kemungkinan untuk mengadakan perubahan. guru atau siapa saja yang mengadakan perbaikan. mempunyai sejumlah kelemahan. Akan tetapi seperti telah dikemukakan di atas. tidak mendapat insentif dan hanya menerima penghargaan finansial berupa gaji seperti guru lain yang hanya mengikuti tradisi. Pertama. pendidikan. termasuk kurikulum. sedangkan cara-cara yang baru sangat sukar diterima dan membudaya. pendidikan.

karena perlu diyakini apa sebab perlu jam pelajaran ditambah. sedangkan di pihak lain dikurangi waktunya. dan 5. Perubahan serupa ini memerlukan perubahan pada guru yang harus mempelajari dan menguasai cara baru itu. misalnya peralihan dari kurikulum . padahal mengajar itu selalu merupakan "adventure" penuh rahasia yang menarik untuk dipikirkan. dalam hal ini misalnya menambah atau mengurangi jam pelajaran untuk bidang studi tertentu. dengan meniadakan yang lama. substitusi. Lebih banyak risikonya ialah restrukturisasi. variasi. TINGKAT PERUBAHAN Peruhahan kurikulum dapat kecil dan sangat terbatas. yakni .guru lebih banyak diberi peluang untuk mencari cara-cara baru atau lebih menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan murid dan lingkungan. misalnya IPS dengan buku karangan orang lain yang dianggap lebih baik. 3. Perubahan ini lebih sulit lagi dibandingkan dengan perubahan sebelumnya. Orlosky mempelajari berbagai perubahan dan pembaruan kurikulum dalam 80 tahun akhir-akhir ini di Amerika Serikat. misalnya menjalankan team teaching. perubahan yang paling besar risikonya ialah bila dituntut orientasi nilai-nilai baru. restrukturiSasi. 2. yang "subject-centered" menjadi "unit approach". Dan akhirnya. 4. atau kurikulum yang berpusat pada pengetahuan akademis menjadi kurikulum yang berpusat pada anak atau macam-macam pendekatan lain dalam kurikulum. Alterasi juga berarti perubahan. orientasi baru. yang memberi peranan baru kepada guru dan memerlukan tenaga dan fasilitas baru. Dengan variasi dimaksud menerima metode yang berhasil di sekolah lain untuk dijalankan di sekolah sendiri. Jadi di sini perubahan itu sangat kecil hanya mengganti atau menukar buku pelajaran. STUDI TENTANG KEBERHASILAN PERUBAHAN KURIKULUM Othanel Smith dan D.. yang dapat mempengaruhi jam pelajaran bidang studi lain. Pengawasan yang terlampau ketat dari atasan akan menghambat berkembangnya inisiatif dan kreativitas guru dan merendahkannya menjadi sekadar tukang yang banyak bekerja secara otomatis dan rutin. dapat pula luas dan mendasar. Substitusi dapat berupa mengganti buku pelajaran. Perubahan itu dapat berupa : I . alterasi. Perubahan ini lebih sulit diadakan dibanding dengan substitusi.

perubahan kurikulum hendaknya menyesuaikan diri dengan "kebudayaan" guru. waktu dan pengorbanan dari pihak guru. Creative education. Selain itu. pikiran. Vocational and technical education dapat diterima dengan mudah. atau mengubah peranannya. Creative education atau Core curriculum.yang terjadi sebelum dan sesudah 1950. Elective System. Community school. Keberhasilan perubahan atau pembaruan mereka beda penilaian 1 sampai 4. Misalnya Driver education. Penelitian dan perkembangan ternyata tidak . Nilai 3 artinya perubahan dan nilai 4 menunjukkan bahwa perubahan itu telah berhasil memasuki semua sekolah. karena mengurangi . Environmental education. Juga Activitiy Curriculum. Nilai 2 artinya. seperti Activity curriculum. Sex education dan Unit method kurang mendapat "pasaran". Nilai 1 berarti bahwa ide pembaruan itu tidak dilaksanakan di sekolah dan sukar dicari realisasinya di sekolah. namun mempunyai pengaruh terhadap pendidikan. yaitu cara mereka lazimnya berpikir dan berbuat. bila terlampau banyak tuntutan. atau mendapat tantangan dari pihak guru. Apa sebab ada yang diterima sedangkan ada pula yang kebanyakan ditolak? Ternyata menambah atau mengurangi mata pelajaran lebih mudah diterima daripada reorganisasi seluruh kurikulum. Thirty school experiment. sedangkan Thirty school experiment yang mengharuskan perombakan kurikulum secara menyeluruh hanya tinggal cita-cita yang tak berwujud. Safety education dan Vocational and technical education pada umumnya diterima baik oleh kebanyakan sekolah. selain dengan kebudayaan masyarakat. bahwa perubahan itu tidak diterima secara meluas. Merombak kurikulum mengandung banyak risiko tanpa jaminan akan berhasil baik. tenaga. bila kurang dukungan dari masyarakat. hanya berupa ide akan tetapi tidak ada perwujudannya di sekolah. Sebaliknya Driver education. Community school.atau menghilangkan kekuasaan guru. Perubahan tidak akan diterima atau bertahan lama. Ternyata bahwa kurikulum seperti Core curriculum. Environmental education. jadi telah membudaya. Atau. seperti halnya dengan Sex education.

Juga bahan pelajaran seperti paket pelajaran. melanjutkan. Mereka harus diikutsertakan dalam merumuskan dan memecahkan masalah yang dihadapi bersama. Pelaksanaan perubahan memerlukan waktu. Suasana kerja harus memberi kesempatan bagi peserta untuk mengeluarkan buah pikirannya secara bebas. Tentukan kegiatan yang sesuai. misalnya dari Kanwil atau Perguruan Tinggi Perlu disediakan sumber dan bahan yang diperlukan. diperlukan waktu 3-4 tahun. Keberhasilan perubahan bergantung pada kualitas dan kuantitas para peserta. misalnya ada yang lebih serasi bila dilakukan oleh panitia. Selain itu penataran atau mengikuti kuliah di perguruan tinggi untuk mengikuti perkembangan pengetahuan dalam disiplin tertentu. dan lain-lain. observasi. atau menggunakan alat-alat seperti tape-recorder. Ada kalanya untuk suatu program. misalnya perbaikan pengajaran bahasa. Dalam perubahan kurikulum kepala sekolah memainkan peranan yang sangat penting. PETUNJUK TENTANG PROSES PERUBAHAN . 2. 3. kelompok studi. karena dialah yang mempunyai kekuasaan dan kewibawaan dan kepemimpinan untuk melancarkan. Mendesak agar cepat bekerja akan cepat menghasilkan pekerjaan yang tergesa-gesa dan tidak cermat. Berikan waktu yang cukup. jangan terlampau cepat. konperensi. TV. Ada kalanya diperlukan bantuan dari orang lain. jangan pula terlampau lambat. Perubahan harus responsif terhadap kebu tuhan dan kemampuan guru. BEBERAPA KURIKULUM Di bawah ini diberi sejumlah saran-saran singkat tentang Iangkah-langkah dalam proses mengubah kurikulum : 1. demikian juga inservice education dan pengembangan staf. dapat pula mengadakan wawancara. dan memantapkan perubahan. pusat alat instruksional dapat memberi sumbangan dalam perubahan kurikulum. Hen daknya dijauhi hal-hal yang dapat mengganggu. dapat memberi bantuan masing-masing dalam perubahan kurikulum. Pupuklah suasana dan kondisi kerja yang serasi. workshop. seminar. demonstrasi. Saran-saran mereka harus diperhatikan.efektif dalam perubahan kurikulum.

menentukan hanya sampai tujuan instruksional umum. Demikian pula. Kurikulum sekolah kita. masih banyak yang harus dilengkapi guru. harus segera ditentukan cara menilai hingga mana tercapainya tujuan itu. mustahil meliputi kegiatan guru-siswa sampai hal yang sekecil-kecilnya. strategi. dan kalaupun dirincikan. Di pihak lain. metode yang dianjurkan sangat terbatas dan tidak spesifik. Setelah dirumuskan tujuan perubahan. kementerian Depdikbud. Tak semua guru sadar akan peranannya sebagai pengembang kurikulum. Baru kemudian ditentukan kegiatan-kegiatan untuk mencapai tujuan itu.4. sepenuhnya dalam tangan guru. TIU. kurikulum dipandang sebagai buku pedoman dan wewenang untuk mengembangkannya ialah pusat. Evaluasi dimaksud untuk memperoleh gambaran tentang taraf tercapainya tujuan. Banyak lagi kesempatan bagi guru untuk secara kreatif memilih dari sejumlah besar metode. karena ia memandang dirinya sekadar sebagai pelaksana kurikulum. kurikulum bermacam-macam tafsirannya. atau model mengajar yang tersedia. Yang dihasilkan ialah suatu kurikulum nasional yang menentukan garis-garis besar apa yang harus diajarkan kepada murid-murid. Dalam arti terakhir ini. Yang merumuskan TIK-nya ialah guru. Dialah menentukan apa yang sesungguhnya terjadi dalam kelasnya. perbaikan kurikulum terutama tergantung pada guru. Ia tidak terikat pada test tertulis. dan ada tidaknya perbaikan pengajaran dalam kelasnya bergantung pada ada tidaknya usaha guru. Yang diberikan terutama garis-garis besarnya. Tentukan prosedur penilaian dalam tiap usaha perubahan. akan tetapi dapat men- . Pada satu pihak. kurikulum dapat ditafsirkan sebagai segala sesuatu yang terjadi dalam kelas dan sekolah yang mempengaruhi perubahan kelakuan para siswa dengan berpedoman pada kurikulum yang ditentukan oleh Pemerintah. Dalam posisi itu boleh dikatakan ialah pengembang kurikulum. Apa yang ditentukan oleh atasanya sebenarnya masih jauh dari lengkap. yang berusaha jangan menyimpang sedikit pun dari ketentuan dari atasan. Penilaian formatif dan sumatif untuk pelajaran yang diajarkan guru. PROSES PERBAIKAN KURIKULUM Seperti telah dikemukakan. Bahan pelajaran juga hanya pokok-pokoknya.

Dialah yang dapat menilai aspek-aspek kepribadian anak. sikap dan aspek afektif lainnya. Antara kurikulum nasional yang dijadikan pedoman sampai perubahan kelakuan anak. Pendekatan ini pun tak mudah dijalankan karena menuntut kualitas guru yang tinggi yang masih belum terpenuhi pada saat ini. Juga muridnya menunjukkan ciri-ciri khas yang mungkin bertukar dari tahun ke tahun. walaupun berada di kota yang sama. Meningkatkan mutu pendidikan dapat dilakukan dengan dua macam pendekatan. guru yang berjiwa dinamis dan terbuka bagi pembaruan.apalagi sekolah di daerah lain yang berbeda sifat geografi dan sosialekonominya. Pelajaran itu dapat berupa modul atau pelajaran berprograma. sehingga guru hanya berperan untuk mengatur distribusi bahan itu menurut kecepatan anak. Dan tiap guru berbeda pribadinya dengan guru lain. estetis. Ialah yang berada dalam posisi strategis untuk mengenal perkembangan anak. menyusun paket pelajaran sedemikian rupa. Kurikulum yang uniform dapat menjadi alasan bagi guru untuk menjauhi inisiatif perbaikan dan hanya menunggu instruksi dari pihak atasan. Ia dapat menilai kemampuan kognitif pada tingkat mental yang jauh lebih tinggi daripada yang dapat diukur dengan Ebtanas. fisik. dan kegiatan guru. berkompetensi tinggi.jalankan penilaian yang lebih komprehensif yang meliputi aspek emosional. Sebaliknya . moral. Pada umumnya guru kita masih belum menyadari peranannya sebagai pengembang kurikulum. sosial. Dalam hal inilah ia harus sadar akan fungsinya sebagai pengembang kurikulum. masih terdapat jarak yang cukup luas. mental. sosilal. Pendekatan pertama sangat mahal selain banyak kekurangannya. kreativitas. yang memerlukan pemikiran. Kurikulum kita uniform di samping usaha untuk sedapat mungkin mengatur apa yang harus dilakukan oleh guru sampai yang sekecilkecilnya. dan lain-lain. Pendekatan kedua memerlukan guru yang profesional. etis. Fungsi ini tentu harus lebih disadari kepala sekolah yang bertanggung-jawab atas pendidikan di seluruh sekolahnya dan seyogianya berusaha sedapat mungkin mengadakan perbaikan kurikulum sekolahnya Tiap sekolah berbeda dengan sekolah lain. Pertama. Pendekatan kedua ialah meningkatkan mutu guru sehingga mampu menjalankan bahkan memperbaikinya bila ada kelemahannya.

bagaimana mengorganisasi bahan itu. cenderung mematikan kreativitas guru. sumber belajar yang tersedia di sekolah atau lingkungan. demikian pula desain perbaikan atau implementasinya dan metode penilaiannya. antara lain : y y y y y y y Mengetahui tujuan perbaikan Mengenal situasi sekolah Mengetahui kebutuhan siswa dan guru Mengenal masalah yang dihadapi sekolah Mengenal kompetensi guru Mengetahui gejala sosial Mengetahui perkembangan dan aliran dalam kurikulum. bagaimana cara mencapainya. agar usaha itu berhasil baik. kurang mengenal keadaan masyarakat lingkungan. Bahan segera usang karena kemajuan zaman.atasan yang tidak merangsang guru untuk bersifat dinamis dan memberi kesempatan serta dorongan untuk mencobakan perbaikan atas pemikiran sendiri dan tidak turut serta dalam usaha perbaikan dan penyesuaian dengan keadaan setempat. Sering guru-guru tidak mengenal betul situasi sekolah yang sebenarnya. Kurikulum bukan benda mati akan tetapi sesuatu yang hidup mengikuti perkembangan zaman. misalnya kurang mengenal potensi guru. tidak mengenal sejarah perkembangan sekolah atau memahami kurikulum sekolah . Mengetahui Tujuan Perbaikan. dan sebagainya. Ada kemungkinan. bagaimana memanfaatkan balikannya. kita harus memperhatikan sejumlah dasar-dasar pertimbangan. Bila kita ingin memperbaiki kurikulum sekolah. Langkah pertama ialah mengetahui dengan jelas apa yang sebenarnya ingin dicapai. apakah perlu dicari proses belajar-mengajar baru. sumber belajar apa yang diperlukan. tujuannya harus diperjelas atau diubah. pelajaran harus memperhatikan perbedaan individu dan mencari relevansi dengan kebutuhan setempat. Kurikulum tak kunjung sempurna dan senantiasa dapat diperbaiki. bagaimana menilainya. Mengenal Keadaan Sekolah. bagaimana melaksanakannya. Jadi perbaikan kurikulum tak kunjung berakhir dan bergerak terus.

Dalam semua hal itu mungkin terdapat kekurangankekurangan yang perlu mendapat perhatian. Mengenal Masalah Yang Dihadapi Sekolah. memilih bahan pelajaran . misalnya dari staf perguruan tinggi. yang sering berkenaan dengan metode mengajar. kebudayaan masyarakat anak. hasil belajar. jumlah penerimaan. nilai-nilai dan harapan masa depan. Agar ada dorongan untuk memperbaiki kurikulum harus disadari adanya kesenjangan antara keadaan yang nyata dengan apa yang diharapkan oleh kurikulum resmi atau apa yang diinginkan siswa dan guru. keadaan siswa secara keseluruhan. Suatu masalah ialah. Untuk memperoleh data dapat digunakan test tertutup dan terbuka. bagaimanakah menyisipkan perbaikan itu kedalam kurikulum resmi. Data tentang siswa. bahan pelajaran. konsep-diri anak. Mempelajari Kebutuhan Murid Dan Guru. atau bantuan yang dapat diperoleh. memperhatikan perbedaan individual. dan sebagainya. Tujuan pendidikan seperti diharapkan Pemerintah dapat memberi dorongan untuk mengadakan peruba han dalam keadaan sekarang yang dirasa tidak memuaskan. intelektual. sosial. relevansi kurikulum. Sebaliknya yang dijadikan fokus perbaikan ialah masalah-masalah yang dihadapi guru dalam pekerjaannya sehari-hari. orangtua atau murid untuk mengetahui kelemahan-kelemahan dalam pendidikan di sekolah. Untuk mengetahui kebutuhan mana yang dirasa paling penting untuk diatasi. observasi. wawancara. cara murid belajar. proses belajar-mengajar. dapat diminta guru mengadakan ranking untuk kemudian didiskusikan selanjutnya dan memilih yang dirasa paling urgen. analisis pekerjaan murid. apakah perbaikan itu sungguh-sungguh mengenai inti persoalan ataukah hanya menyinggung gejalanya. termasuk IKIP. moral. perkembangan fisik. sosiometri. macammacam golongan etnis. Juga dapat diadakan brainstorming dengan guru. lulusan dan putus sekolah. angket. Untuk melaksanakan perbaikan itu perlu diadakan studi yang lebih luas guna memperoleh data lain yang dirasa perlu.sebagai keseluruhan serta hubungannya dengan instansi lain. dan lain-lain. keadaan rumah tangga. apakah guru -guru memang ingin mengadakan perbaikan yang dianjurkan. Mengetahui kebutuhan itu merupakan titik tolak bagi usaha perbaikan.

kemampuan menyatakan pikiran secara lisan dan tulisan. tidak prakis oleh guru dan tidak akan mendapat dukungan. serta menggunakan alat. serta memupuk suasana yang menyenangkan. kemampuan memilih dari sejumlah alternatif. kemampuan bekerja-sama untuk menghasilkan pekerjaan yang bermutu. seperti kemampuan membuat perencanaan. kemampuan menganalisis situasi dan menafsirkan perbuatan. orangtua. kemampuan untuk mengarahkan dan mengkoordinasi. mengadakan perubahan. dan sebagainya. Perbaikan kurikulum dapat berasal dari desakan dari dalam dunia pendidikan. bahan pelajaran. psikologi anak. Mengenal Kompetensi Guru. Jika telah ditentukan dan disetujui masalah perbaikan yang akan dikerjakan. seperti komputer. masalah itu dapat diperlukan sebagai cara pemecahan masalah pada umumnya. sosiologi. selain kompetensi umum. yakni merumuskan masalahnya.yang lebih serasi. murid. fasilitas yang membantu proses belajar-mengajar. menentukan hipotesis. dapat juga dari . cara meningkatkan motivasi siswa belajar. Masalah juga dapat berasal dari murid. proses mengajar-belajar. kepala sekolah. kemampuan mempertemukan pandangan yang bertentangan. masyarakat atau pemerintah. Sebaliknya jangan pula terlampau sempit sehingga tak bermakna. dan seterusnya sampai tercapai hasil yang memuaskan. organisasi kelas. pengetahuan mereka tentang seluk-beluk kurikulum. Untuk memperbaiki kurikulum perlu diketahui kompetensi guru sebagai partisipan dalam pengembangannya. mengimplementasikannya. Masalah yang dipilih hendaknya jangan terlampau luas sehingga sukar dikendalikan. menilai untuk mcmperoleh balikan. mengumpulkan data. mencobakannya apakah benar hipotesis itu. maupun dari luarnya. kemampuan mengadakaan eksperimen dan penelitian. Masalah yang dianjurkan oleh pihak luar. kemampuan untuk mencetuskan ide-ide baru. kemampuan untuk menanyakan pertanyaan yang relevan. mungkin tidak dirasa relevan. Mengenal Gejala Sosial. mengambil kesimpulan. Dari dalam pendidikan dorongan ke arah perbaikan dapat bersumber dari guru. dan lain-lain.

Demikian juga suatu sekolah yang "favorit" karena mutunya. dapat lebih meningkatkannya lagi. Tiap guru mengalami hal-hal yang tidak memuaskan yang perlu diperbaikinya. Orangtua pada umumnya belum menyadari sepenuhnya peran mereka dalam perbaikan sekolah. Kepala sekolah sudah sewajarnya mencita-citakan sekolah yang baik. tak perlu diambil risiko besar untuk mengadakan pembaruan total yang dapat menimbulkan goncangan besar di kalangan guruguru. guru suatu bidang studi yang dinamis dapat memperbaiki pengajaran hidang studinya. Kurikulum yang baik tidak diperoleh sekaligus dengan adanya kurikulum yang baru sama sekali. khususnya guruguru belum berani mengambil inisiatif mengadakan perbaikan sendiri. yang belum tentu memberi perbaikan. Hingga kini. Bila kurikulum diperbaiki secara kontinu. pada umumnya para pendidik. Namun adanya keluhan itu seharusnya mendorong para pendidik untuk menilai diri sendiri dan berusaha memperbaikinya. sampai pada suatu saat lahir kurikulum baru. Juga dari pihak luar datang usul-usul perbaikan sekolah. Perguruan tinggi juga dapat menunjukkan keluhannya tentang mutu lulusan SMA dan konsumer para lulusan lembaga pendidikan merasakan kekurangan dalam tenaga kerja. yang mungkin tidak dilakukan guru bidang studi lainnya.penilik sekolah atau dari kementerian. sedikit demi sedikit yang lazim disebut sebagai "broken front". Namun suara masyarakat tentang pendidikan sering dicetuskan melalui koran dan mass media lainnya. Tak semua keluhan itu dapat dipenuhi. tanpa menunggu kemajuan sekolah lain yang ketinggalan. lalu membiarkan keadaan berlangsung. Lagi pula keluhan itu perlu dipertimbangkan dengan sungguh-sungguh oleh sebab tidak tiap keluhan mempunyai dasar yang kuat yang didukung oleh fakta. Kurikulum harus dibangun terus menerus. karena tiap orangtua mengharapkan pendidikan yang sebaik-baiknya bagi anaknya. Masing-masing sekolah dapat berusaha mencapai . Kurikulum yang barn sama sekali cenderung melenyapkan segala kebaikan kurikulum yang lampau. Tak dapat kurikulum serentak diperbaiki dalam segala "front". Murid-murid pun mempunyai sejumlah keluhan tentang kekurangan yang dirasakannya tentang sekolah. Pemilik sekolah dalam kunjungannya tentu akan memberi sejumlah saran ke arah perbaikan kurikulum. Misalnya.

memilih apa yang dirasanya bermanfaat bagi tujuan tertentu. Mengetahui Aliran-aliran Dalam Pengembangan Kurikulum. Tiap aliran mengandung hal-hal yang positif yang dapat memperluas pandangan guru tentang kurikulum yang dapat mendorongnya untuk menerapkannya sejauh itu mungkin. . dalam hal apa sekolah itu lebih baik atau lebih rendah mutunya daripada sekolah lain. Ide-ide baru dapat menjadi pokok diskusi di kalangan guru."excellence". adanya diskrepansi antara kenyataan dengan apa yang diharapkan berbagai pihak. Sekolah yang ketinggalan dalam hal tertentu dapat belajar dari sekolah yang telah maju. Kurikulum adalah bidang yang subur bagi penelitian. Banyak di antaranya yang hanya berupa ide saja tanpa direalisasikan. Banyak buku dan karangan terbit berkenaan dengan studi tentang kurikulum. Biasanya ia bersifat eklektik. Maka karena itu guru dapat membukakan diri terhadap berbagai aliran dalam pengembangan kurikulum. Perlombaan sehat antara sekolah dalam peningkatan mutu hendaknya jangan dihalangi. sumber-sumber yang tersedia atau tidak tersedia. asal diadakan waktu khusus oleh kepala sekolah untuk membicarakan kurikulum sekolah secara berkala. Berbagai aliran timbul untuk mencari alternatif baru sebagai reaksi terhadap praktik kurikulum yang berlaku sekarang. Tak semua aliran baru dalam kurikulum dapat diterapkan. keunggulan dan tiap guru dapat mengusahakan tercapainya mutu yang senantiasa meningkat. LANGKAH-LANGKAH DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM DI SEKOLAH Agar usaha perbaikan kurikulum di sekolah dapat berhasil baik hendaknya diperhatikan langkah-langkah yang berikut :  Adakan penilaian umum tentang sekolah. Biasanya guru tidak berpegang secara ketat pada satu pola kurikulum tertentu. dan lain-lain. Kurikulum yang uniform mengenal standard minimal tidak menghambat mencapai mutu yang setinggi-tingginya. Ia dapat pada suatu saat menggunakan teori belajar S-R mematuhi PPSI dan sesaat lagi menerapkan pendekatan proses yang berdasarkan teori belajar Gestalt. Namun ada saja kemungkinan mengambil aspek-aspek tertentu yang dapat memberikan perbaikan dalam rangka kurikulum yang berlaku.

antara lain kebutuhan siswa. dan kebutuhan akan perubahan dan perbaikan. yang besar harapannya dapat dilaksanakan dengan baik. Selidiki berbagai kebutuhan. belum tentu dapat diwujudkan. dan seterusnya.   Mengawasi pekerjaan panitia. bergantung pada luas perbaikan yang akan diadakan. metode penyampaiannya. balikan. Sering kurikulum yang dijalankan . menilai maknanya bagi perbaikan sekolah dan menjelaskan makna serta implikasinya. perbaikan. kadang-kadang 2 sampai 5 tahun. percobaan. menentukan bahan pelajaran.  Memilih anggota panitia. bila ternyata usaha itu berhasil baik dan dijadikan pedoman selanjutnya. Jadi jangan didesak melakukannya dengan tergesa-gesa. Melaksanakan hasil panitia oleh guru dalam kelas. kebutuhan guru.  Menerapkan cara-cara evaluasi.  Mengajukan saran perbaikan. Perlu pula ditentukan batas waktu perencanaan dan pelaksanaan proyek ini. Perlu pula memilih orang-orang yang benar-benar bermotivasi untuk mengadakan perbaikan dan mempunyai kompetensi yang memadai. penilaian. cara mengevaluasi. sebaiknya dalam bentuk tertulis.  Mengidentifikasi masalah serta merumuskannya.  Menyiapkan desain perencanaannya yang mencakup tujuan. pelaksanaan. yang timbul berdasarkan studi tentang berbagai kebutuhan yang tersebut di atas lalu memilih salah satu yang dianggap paling mendesak. sedapat mungkin sesuai dengan kompetensi masingmasing. Pada taraf permulaan hendaknya diambil suatu proyek yang sederhana. Oleh sebab pekerjaan ini tidak mudah. biasanya oleh kepala sekolah. Ketidakberhasilan akan menimbulkan kekecewaan dan keengganan untuk mengadakan perbaikan di masa mendatang. Perbaikan kurikulum memerlukan waktu lama sebelum membudaya. apakah sesuai dengan tuntutan kurikulum yang berlaku. Ada perbaikan kurikulum yang fundamental yang makan waktu puluhan tahun. yang dapat didiskusikan bersama. kepala sekolah hendaknya senantiasa menyatakan penghargaannya atas pekerjaan semua yang terlibat dalam usaha perbaikan ini. apakah yang direncanakan itu dapat direalisasikan.  Memantapkan perbaikan. Apa yang indah di atas kertas.

orangtua. yaitu daya-daya dari dalam sekolah dan dari luar sekolah. Dalam proses perbaikan kurikulum seperti ini diperlukan partisipasi dari semua yang tiap hari terlibat dalam kurikulum yakni guru. kepala sekolah dan pemilik sekolah dari Kanwil. Dalam kelas kurikulum resmi itu memperoleh bentuk yang tersendiri bila diterjemahkan dalam interaksi hidup antara guru dan siswa. Dalam arti yang luas. oleh dianggap kurikulum adalah terutama menyampaikan ilmu pengetahuan. Kritik dan saran dari pihak luar biasanya bersifat umum.masih mirip dengan yang terdapat puluhan bahkan ratusan tahun yang silam. murid. para ahli disiplin ilmu dari universitas banyak dilibatkan dalam pengembangan kurikulum. bukan hanya sekumpulan halaman cetakan belaka. politik. Dalam garis besarnya kita dapat membaginya dalam dua golongan. guru sendiri harus berubah atau diizinkan. khususnya IKIP. Di belakangnya terkandung asumsi bahwa kurikulum menyusun suatu dokumen yang menjadi pegangan apa yang harus dip elajari siswa. industri. dan lain-lain. seperti Pemerintah. sedangkan sekolah harus menerjemahkannya dalam kegiatan yang lebih spesifik dan operasional. Apakah hanya pejabat Depdikbud ataukah masih diperlukan peserta lain? Setelah Jeomr Bruner yang mengutamakan struktur disiplin ilmu. Perubahan kurikulum senantiasa melibatkan perubahan manusia yang melaksanakannya. bahkan didorong untuk berubah. banyak lagi yang turut terlibat dalam mutu kurikulum. perguruan tinggi. Akan tetapi kurikulum yang sesungguhnya ialah apa yang terjadi dalam kelas dalam interaksi siswa dengan guru dan siswa lainnya dan dengan lingkungan. Bila pendidikan mendapat sorotan dan kritik. merekalah yang pertama-tama yang harus berusaha mengadakan perbaikan. seperti golongan agama. Yang memegang peranan dalam . para ahli kurikulum dan berbagai lapisan masyarakat umumnya. PESERTA DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM Siapakah yang diikut-sertakan dalam pengembangan kurikulum merupakan suatu masalah. Dalam kelas. Untuk melaksanakan kurikulum itu dan juga dalam usaha untuk mengubahnya agar sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan anak dalam masyarakat tertentu diperlukan peserta lain. kurikulum adalah benda hidup yang dinamis. Agar kurikulum berubah demi perbaikan.

khususnya dalam hal kurikulum kelas atau bidang studinya.proses perbaikan kurikulum ialah guru oleh sebab dialah yang paling bertanggung-jawab atas mutu pendidikan anak-didiknya. ibarat tukang yang harus melaksanakan pekerjaan menurut instruksi. bila ia membiasakan diri (1) berunding dan bertukar pikiran dengan siswa. terbuka bagi pendapat mereka. Sebagian dari waktu libur sekolah dapat dimanfaatkan untuk membicarakan kekurangan-kekurangan dalam penyelenggaraan kurikulum dan secara bersama mencari usaha perbaikan. Ia cenderung masuk cengkeraman rutin. tanpa memikirkan dan merenungkan apa yang dilakukannya. oleh sebab pada hakikatnya ia bekerja dalam dunia terisolisasi. Pada saat ini guru belum menganggap dirinya seorang yang boleh bicara. Semboyan "learning by doing" mempunyai satu syarat. Berbuat hanya menghasilkan pelajaran. la menganggap dirinya hanya sebagai pelaksana. Orang tidak belajar dengan sekadar berbuat. Guru menghadapi kesulitan tersendiri. Pertumbuhannya ini dapat dibantu. Dengan demikian guru-guru lebih memahami seluk-beluk kurikulum dan menyadari peranannya sebagai pengembang kurikulum. bila sekolah secara berkala mengadakan rapat khusus untuk membicarakan hal-hal berkenaan dengan kurikulum serta perbaikannya. Mereka akan lebih memahami bahwa gurulah unsur utama dalam kurikulum. mengulangi caranya mengajar dari tahun ke tahun sampai akhir jabatannya. Jarang sekali pelajarannya dihadiri oleh orang luar. Jadi ia hanya terlibat dalam praktik. sehingga ia tidak memperoleh input tentang proses belajar-mengajar dalam kelasnya. (3) bertukar pikiran dan pengalaman dengan teman guru-guru lainnya atau dengan kepala sekolah. Hasil pembicaraan akan diterapkan dalam kelas masing-masing lalu didiskusikan kemudian untuk menilai pengalaman guru masing-masing. Ia hanya dapat berkembang. (2) belajar terus dengan membaca literatur profesional. bahkan yang mempunyai keahlian dalam bidang kurikulum. Pengalamannya selama puluhan tahun dapat merupakan pengalaman yang sama diulangi puluhan kali dan tidak tumbuh dalam profesinya. bila direnungkan apa yang . Sikap keterbukaan ini memungkinkannya belajar dari murid. atau pelaksana kurikulum yang kreatif evaluatif. melakukan pekerjaan berkali-kali tidak memberi pelajaran. dari buku dan dari orang lain. Apa yang dikerjakan dalam kelasnya tertutup bagi dunia luar.

Pada umumnya guru akan bersifat kritis dan menilainya. atau bila guru mengajak siswa turut-serta dalam perencanaan suatu kegiatan belajar. maka perbaikan itu tidak akan lama bertahan. Partisipasi murid sama sekali tidak . Adanya perkumpulan profesional dengan terbitannya dapat merangsang guru untuk senantiasa melihat profesinya sebagai masalah yang secara kontinu mendorongnya untuk berpikir tentang kurikulum dan dengan demikian mempercepat perbaikan dan modernisasi pendidikan kita. hendaknya diselidiki sikap dan reaksi guru terhadap perubahan itu dan mempertimbangkannya. Dalam usaha untuk mengadakan perubahan kurikulum. Guru mempunyai pandangan sendiri tentang kurikulum dan keberhasilan perubahan bergantung pada kesesuaiannya dengan nilai-nilai guru dan taraf partisipasinya dalam perubahan itu. atau menganggap bahwa cara yang lama lebih bermanfaat dan yang baru terlampau banyak menuntut waktu dan tenaga. dan teoritis. Perkembangan profesional guru juga terhambat karena tidak adanya perkumpulan profesional hagi berbagai golongan guru.. apakah dapat dilakukan dalam kelasnya. seperti guru SD. SMA. PARTISIPASI MURID Pada umumnya kita belum mempertimbangkan peranan siswa dalam pengembangan kurikulum dan mereka memang tidak mempunyai kompetensi dalam bidang itu. dan lain-lain. atau mengalami sendiri kegunaannya. konse ptual. pada pokoknya mereka sudah dilibatkan dalam kurikulum. Namun pada tingkat kegiatan kelas. SMP. pelajaran. PARTISIPASI GURU Tiap guru mempunyai reaksi individual terhadap perbaikan kurikulum. bagaimana pendapatnya tentang . Di sekolah progresif kepada murid diberikan peranan yang lebih besar lagi tentang apa yang mereka harapkan dari pelajaran. maka ia akan lebih mudah menerimanyl karena instruksi atau paksaan. Jika ia menyaksikan pelaksanaan. apakah perbaikan itu hanya bersifat teori. juga perkumpulan guru dalam bidang studi tertentu yang tidak terbatas pada tingkatan sekolah.dilakukan dan meningkatkannya pada taraf yang lebih abstrak. apa yang ingin dipelajarinya tentang suatu topik. Perubahan harus diterima dengan rasa komitmen agar berhasil baik. bila guru bertanya.

namun tidak ada yang dapat memberi jawaban yang memuaskan. sekalipun keputusan selalu di tangan guru.berarti bahwa keinginan mereka harus diperturut akan tetapi pandangan mereka dapat dimanfaatkan. Sebagai pemimpin profesional ia menerjemahkan perubahan masyarakat dan kebudayaan ke dalam kurikulum. Rupanya kepemimpinan itu lebih kompleks daripada yang diduga semula dan timbul beberapa teori tentang hakikat kepemimpinan ini. Pemimpin dianggap sebagai orang yang jauh lebih ban yak . KEPEMIMPINAN DALAM PENDIDIKAN Telah banyak diadakan penelitian untuk mengetahui apakah sebenarnya kepemimpinan itu. la sendiri harus mempunyai latar belakang yang mendalarn tentang teori dan praktik kurikulum. Memaksakan kurikulum yang tidak mereka sukai. yang tidak disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Perubahan dalam sikap pemuda-pemudi akibat dinamika masyarakat tidak dapat diabaikannya. sekalipun tersembunyi terhadap pelajaran dan sekolah yang mereka nyatakan dalam perbuatan yang tidak diinginkan. Walaupun banyak orang yang dapat memberi sumbangan kepada perbaikan kurikulum. hendaknya kepala sekolah dan guru-guru selalu rnemegang peranan utama untuk menerima. Masih ada lagi golongan lain yang dapat membantu perbaikan kurikulum antara lain para inspeksi di Kanwil dan juga para orangtua dan tokoh-tokoh masyarakat. ia dapat membangkitkan atau mematikan perubahan kurikulum di sekolahnya. Kepala sekolah dan stafnya tak dapat tiada harus bekerja dalam kerangka patokan yang ditetapkan oleh Depdikbud. dan memutuskan apa yang akan dimasukkan dalam kurikulum sekolah. Ialah tokoh utama yang mendorong guru agar senantiasa mencari perbaikan dan mengembangkan diri. akan menimbulkan rasa benci bahkan protes. PARTISIPASI KEPALA SEKOLAH Kepala sekolah mempunyai kedudukan strategis dalam perbaikan kurikulum dan berbeda di garis depan perubahan kurikulum. mempertimbangkan. Perubahan kurikulum hanya akan berjalan dengan dukungan dan dorongan kepala sekolah. Ada kalanya dianggap bahwa seorang lahir sebagai pemimpin jadi bukan karena pengalaman.

Berbagai teori telah dipikirkan untuk menjelaskan hakikat kepemimpinan. bersemangat. Ada pula yang memandang kepemimpinan sebagai sesuatu yang dibagi bersama antara anggota kelompok guna mencapai tujuan-tujuan yang ditentukan bersama. Jadi kepemimpinan bergantung pada tugas yang dihadapi. Anggapan demikian menganut konsep yang otokratis tentang kepemimpinan. verbal maupun akademis. pengendalian emosi. dan seorang tidak akan menjadi pemimpin yang efektif dalam segala situasi. antara lain empat yaitu identifikasi dengan kebutuhan orang lain. Pemimpin ialah orang yang menentukan sedangkan yang lain harus mematuhinya. berminat untuk memimpin. Daftar ini rasanya masih dapat diperluas. Teori ketiga ialah memandang kepemimpinan sebagai fungsi suatu situasi. kepemimpinan dianggap sebagai layanan kepada kelompok. Pemimpin ditunjuk oleh kelompok untuk tujuan tertentu untuk jangka waktu yang tertentu. . Salah satu teori memandang kepemimpinan sebagai orang yang memiliki sejumlah sifat yang membuatnya seorang pemimpin. Sebagai pembantu. Dalam organisasi yang demokratis pemimpin dianggap sebagai orang yang dapat membantu anggota lain untuk mengidentifikasi tujuan yang bermakna bagi kelompok dan membantu dalam mencapai tujuan itu. akan tetapi tak ada yang dapat menjelaskan semua gejala kepemimpinan itu dengan memuaskan. Kita tidak tahu yang mana di antara sifat-sifat itu yang paling penting. inteligensi tinggi : sosial. Jadi pemimpin yang cocok untuk suatu situasi tidak akan cocok untuk situasi lain. Situasi itu membutuhkan seorang pemimpin yang dianggap mampu mengatasi masalah yang ditimbulkan situasi itu secara efektif. kesediaan memberi bantuan. kemampuan menyesuaikan diri dengan norma kelompok. Apa yang dilakukan pemimpin sama pentingnya dengan bagaimana caranya melakukannya.tahu dan lebih kompeten daripada pengikutnya. karena dialah yang dianggap paling kompeten untuk tu gas itu. Dalam segala situasi tertentu tampil pemimpin tertentu. menurut pengalaman dan pendapat seseorang.

saling menghormati. atau menjadi pemimpin yang tidak hanya disenangi akan tetapi juga berhasil dan efektif. namun tidak memberi hasil seperti kepemimpinan yang berorientasi pada tugas. kepemimpinan yang mengutamakan hubungan manusiawi.Ketiga teori itu ada kebenarannya. yaitu yang berorientasi pada tugas. sikap dan kebutuhan "pengikut" atau anggota kelompok pada saat tertentu. kekompakan. Kepemimpinan berbeda menurut sifat lingkungan. distribusi kekuasaan. yaitu menjadi pemimpin yang disukai dan mencapai hasil yang diinginkan. Dalam kepemimpinan dapat dibedakan dua corak. Yang berorientasi pada tugas ingin agar pekerjaan selesai. Mungkin kepemimpinan bertalian dengan faktor-faktor pribadi. percaya-mempercayai. semangat atau moral tinggi. memelihara hubungan antar manusia yang baik. mendorong anggota bekerja dengan tenaga penuh agar mencapai kemajuan. Pemimpin tidak memiliki sejumlah ciri yang sama. Kepemimpinan mungkin fungsi interaksi antara berbagai variabel itu yang membuka kesempatan timbulnya pemimpin yang sentral tanpa menghalangi orang lain untuk menjalankan kepemimpinan bersama. berusaha agar ia disenangi. bangkit dalam struktur suatu kelompok. bersedia mendengarkan buah pikiran orang. namun tidak dapat berlaku dalam segala situasi kepemimpinan. dan prioritas tujuan. mengutamakan hasil dengan menentukan standar. menetapkan waktu penyelesaian pekerjaan. adanya saling percaya. namun selalu menunjukkan kualitas tinggi dalam hal tertentu. timbul dalam situasi tertentu. dalam berbagai situasi pada waktu-waktu tertentu. Masalahnya ialah bagaimana mempertemukan kedua pendekatan itu. pemanfatan buah pikiran anggota. dan yang berorientasi pada hubungan manusiawi. berusaha agar pekerjaan menyenangkan. sifat tugas. memupuk rasa hormat-menghormati. Di lain pihak. mengeritik pekerjaan yang tak bermutu. Efektivitas kepemimpian antara lain bergantung pada kualitas hubungan antara pemimpin dan anggota kelompok. .

Perubahan ini menyeluruh dan dijalankan secara uniform di seluruh negara. Kepemimpinan juga ditentukan oleh pandangan pemimpin terhadap manusia. tidak baik atau buruk akan tetapi mempunyai kebebasan untuk memilih dan memerlukan kesempatan dan hantuan menggunakan kehebasannya untuk memilih yang baik. demokratis semu. Untuk mengubah kurikulum dapat diikuti strategi yang berikut : 1. Dalam perubahan kurikulum pemilik sekolah. dalam hal ini perubahan atau perbaikan kurikulum. Ia dapat memandang manusia sebagai makhluk yang pada hakikatnya baik dan dapat diberi kepercayaan akan berkembang dan melakukan tugasnya dengan baik. petunjuk-petunjuk pelaksanaan dan hukum pedoman. kepala sekolah atau guru harus diberi kekuasaan atau wewenang agar dapat menjalankan tanggung jawabnya untuk membuat rencana guna perbaikan. diorientasi kearah perbaikan. . Mengubah seluruh sistem pendidikan yang hanya dapat dilakukan oleh pusat yakni Depdikbud karena mempunyai wewenang penuh untuk mengadakan perubahan kurikulum secara total. Dapat pula manusia dipandang netral. Kepemimpinan sering memerlukan otoritas atau kekuasaan. menggunakan ancaman atau rasa takut. Sebaliknya ia dapat memandang manusia yang pada hakikatnya buruk. Strategi ini sangat ekonomis mengenai waktu dan tenaga bila mengadakan perubahan kurikulum secara uniform dan menyeluruh. egoistis dan kerena itu perlu dididik. STRATEGI KEPEMIMPINAN DALAM PERUBAHAN KURIKULUM Dengan strategi dimaksud rencana serangkaian usaha untuk mencapai tujuan. Tanggung jawab tanpa diberi kekuasaan tertentu cenderung tidak memberi hasil. Usaha besar-hesaran ini hanya dapat dikordinasi oleh pusat dengan memberikan pernyataan kebijaksanaan.Kepemimpinan yang berorientasi pada tugas dapat menyeleweng menjadi kepemimpinan yang otokratis yang dapat bersifat paternalistik.

Kelaslah yang menjadi garis depan perubahan dan perbaikan kurikulum. Bagaimanapun ketatnya perincian kurikulum. ada kalanya atas pemikirannya sendiri. Memusatkan perubahan kurikulum di kantor pusat tidak cukup melibatkan semua pakar kurikulum profesional yang tersebar di seluruh negara. Dalam kelas kurikulum menjadi hidup. Di sinilah dihadapi masalah kurikulum yang sesungguhnya. Dalam menghadapi anak. guru selalu mendapat kesempatan untuk mencobakan pikirannya sendiri. Mengubah kurikulum tingkat lokal. Kurikulum yang nyata. bukan hanya secarik kertas. hanya terdapat di mana guru dan murid berada. atau setiap tingkatan atau bidang studi. Perbaikan yang sesungguhnya akan terjadi bila guru sendiri menyadari kekurangannya. yakni di sekolah dan dalam kelas. Memperbaiki kurikulum berarti hanya menerima kebijaksanaan orang-orang yang secara resmi diberi status sebagai pemimpin urusan kurikulum.Dianggap bahwa di kantor pusat telah dihimpun personalia profesional yang paling unggul yang diberi fasilitas yang seluas-luasnya untuk merencanakan perubahan kurikulum itu sebaik-baiknya. yang riil. tak dapat tiada guru harus mengadakan penyesuaian. Ada sejumlah kelemahan yang terdapat dalam pendekatan ini. dalam jangka panjang ini dapat mengekang dan membatasi perbaikan kurikulum secara kreatif oleh guru-guru di seluruh negara. 2. Di bawah pimpinan kepala sekolah dapat diadakan rapat seluruh staf. Dalam pelaksanaan kurikulum dalam kelas terhadap murid yang berbeda-beda. Cara ini cenderung bersifat birokratis yang dikatakan menyusun kurikulum "di belakang meja tulis" oleh tokoh-tokoh yang tidak atau kurang menceburkan diri dalam praktik sekolah yang sebenarnya. mau tak mau setiap guru akan menghadapi masalah yang harus diatasinya. Pedoman kurikulum hanya dapat dijiwai oleh guru dan pribadi guru terjalin erat dengan cara ia melaksanakan kurikulum itu. Rapat-rapat mengenai perbaikan kurikulum sebaiknya dilakukan secara kontinu oleh sebab tujuannya tidak diperoleh sekaligus. atau interaksinya dengan . Bila semua perubahan kurikulum hanya datang dari pusat.

lebih bebas disesuaikan dengan kebutuhan guru. Usaha perbaikan yang dijalankan oleh guru-guru memerlukan kordinasi kepala sekolah. Pengembangan staf atau staff development lebih tak-formaal. Kedatangannya dipandang sebagai hari mendung penuh rasa takut yang dihadapi guru dengan segala macam tipu muslihat. Sama sekali tidak dilarang memberi bahan yang lebih mendalam dan luas bagi anak-anak yang berbakat. Supervisi. Adanya perbedaan antara apa yang diajarkan di suatu sekolah tidak perlu mempersulit anak pindah sekolah. Ada menyebutnya "kurikulum plus". Kini pengertian supervisi sudah berubah. Apa yang dipelajari dalam inservice dan pengembangan staf hendaknya dipraktikkan. Tujuannya ialah membantu guru mengadakan perbaikan dalam pengajaran. Dahulu pemilik sekolah mengunjungi sekolah untuk mengadakan inspeksi dan memberi penilaian terhadap guru dan sekolah. Memberikan pendidikan in-service dan pengembangan staf. Perubahan kurikulum di sekolah tidak berarti bahwa sekolah itu menyendiri dan melepaskan diri dari kurikulum resmi. dengan rencana yang lebih ketat dan diselenggarakan atas instruksi pihak atasan. Sekolah itu tetap bergerak dalam rangka kurikulum resmi yang berlaku akan tetapi berusaha un tuk menyesuaikannya dengan kebutuhan anak dan lingkungannya serta berusaha untuk meningkatkannya. sedangkan isinya secara detail tidak esensial. Bila dirasa perlu penilik sekolah dapat memberikan demonstrasi bagaimana melaksanakan suatu metode baru. Kurikulum resmi hanya memberikan kurikulum minimal yang diharapkan harus dicapai oleh segenap siswa di seluruh Indonesia. Supervisi adalah memberi pelayanan kepada guru untuk memperoleh proses belajar-mengajar yang lebih efektif. Dianggap bahwa kurikulum sekolah akan mengalami perbaikan jika mutu guru ditingkatkan. In-service training dianggap lebih formal. 4.siswa dan dalam diskusi dengan teman guru lainnya. Guru misalnya dapat disuruh mengobservasi dan menilai dirinya mengajar yang telah divideo-tape. 3. Seorang pemilik sekolah harus . selama sekolah itu mengajarkan konsep-konsep dan prinsip-prinsip atau struktur ilmu.

sayang tidak berbekas selanjutnya. Risiko pembaruan kurikulum tanpa ujicoba sangat besar. kegiatan siswa. 6. non-grading. Pada dasarnya setiap kurikulum baru harus diujicobakan lebih dahulu sebelum disebarkan di semua sekolah. Percobaan metode baru dilakukan secara berkala.senantiasa mempelajari perkembangan kurikulum dan metode mengajar modern dan dapat pula menerapkannya. administrasi. Ialah sebenarnya menjadi hulubalang dalam modernisasi pendidikan. Reorganisasi sekolah. dapat menghamburkan biaya dan tenaga yang banyak. 5. fasilitas. Yang lebih mungkin dilaksanakan ialah eksperimentasi. Penelitian atau research pendidikan belum cukup dilakukan di negara kita ini. Hal ini antara lain dapat terjadi bila sekolah itu akan menjalankan misalnya team teaching. misalnya pengajaran modul. Biasanya penelitian tidak langsung dapat ditetapkan dan melalui fase yang lama sebelum diterima secara umum. open school. . tanpa jaminan bahwa pembaruan itu akan membawa perbaikan. Kemajuan komunikasi dan transpor membuka pendidikan kita bagi berbagai pengaruh di bagian lain dunia ini. kecuali bila diadakan eksperimen dengan metode baru. metode unit. Negara kita tidak tertutup bagi macam-macam pembaruan dalam pendidikan. antara lain sekolah pembangunan yang kemudian menjadi PPSI cukup dikenal. dan lain-lain yang memerlukan perubahan dalam semua aspek pengajaran. Hal serupa ini akan jarang terdapat di negara kita dewasa ini. seperti bentuk ruangan. yakni mencobak an metode atau bahan baru. Demikian pula CBSA dan "muatan lokal" diujicobakan selain percobaan lainnya. juga dalam bidang pendidikan di sekolah. Ciri kemajuan ialah perubahan dan perbaikan. penjadwalan. dan sebagainya. tugas guru. Eksperimentasi dan penelitian. Reorganisasi diadakan bila sekolah itu ingin merombak seluruh cara mendidik di sekolah itu dengan menerima cara yang baru sama sekali.

. Penelitian adalah cara yang secara sistematis mengikuti langkah-langkah tertentu untuk memecahkan suatu masalah. Masalah akan timbul. melihat kekurangan pendidikan berdasarkan Ebtanas atau evaluasi lainnya. dan selain itu peka terhadap kritik dari dunia luar. dan umum nya bila merasa kurang puas dengan apa yang dilakukannya. bila guru itu mengadakan evaluasi tentang pekerjaannya sendiri. atau guru memberi tanggungiawab kepada murid yang nakal. Maka guru harus lebih menyadari peranannya sebagai pengembang kurikulum. sebenarnya tiap guru pernah mengadakan eksperimentasi. Bila diselidiki boleh dikatakan bahwa tiap guru pernah melakukan percobaan kecil-kecilan seperti ini. Ada guru yang menganjurkan anak yang ketinggalan agar belajar bersama dengan murid yang pandai. Bila misalnya ada murid yang suka ribut dalam kelas. Perbaikan kurikulum pada hakikatnya terjadi dalam kelas dan dalam hal ini guru memegang peranan yang paling utama. Yang banyak dilakukan guru ialah percobaan kecil-kecilan yang kurang sistematis bila is menyadari adanya masalah yang dihadapinya dan berniat untuk mengatasinya. guru menempatkannya di bangku paling depan. bila ia menghadapi suatu kesulitan dan mencari jalan untuk mengatasinya.Secara kecil-kecilan yang tidak sistematis. dengan hipotesis. bahwa dengan pengawasan yang lebih ketat murid itu akan berubah kelakuannya. Biasanya guru jarang melakukannya.

pendidikan anak-anak untuk kehidupannya dalam masyarakat itu diselenggarakan di luar sekolah. Makin maju masyarakat. sehingga ia dapat mengatur kelakuannya sesuai dengan norma-norma yang berlaku di lingkungannya itu. Yang mendidik anak-anak ialah orang-orang yang mendapat latihan khusus untuk tugas itu. memancing ikan atau berburu. Segala sesuatu yang perlu bagi pendidikannya. Akan tetapi pendidikan itu tidak serasi lagi apabila terjadi perubahanperubahan dalam masyarakat. diperoleh anak dari orang-orang di lingkungannya tanpa pendidikan formal di sekolah. dan . terutama akhir-akhir ini sangat cepatnya. Perubahan dalam masyarakat. sehingga sering sekolah tidak sanggup mengikuti jejak kemajuan masyarakat.BAB 6 KURIKULUM DAN MASYARAKAT PENDIDIKAN DAN KEHIDUPAN Pada zaman dahulu. Akibatnya: sekolah bertambah lama bertambah jauh ketinggalan dan dicap konservatif. terpencil dan sederhana. yang menuntut syarat-syarat yang lebih tinggi dan lebih berat dari tiap warga negara. Sekolah tidak dapat bergerak secepat masyarakat. tanpa sekolah. makin banyak mata pelajaran yang harus dikuasai oleh anakanak dan karena itu bertambah lamalah mereka harus bersekolah. Di samping itu ia mempelajari adat istiadat yang turun temurun dari nenek moyangnya. waktu manusia masih hidup dalam rombonganrombongan masyarakat kecil. Dengan jalan demikian mereka dapat mengurus diri sendiri dan mencari nafkahnya dalam masyarakat itu. menanam padi. Anak-anak harus memiliki bermacam-macam ketrampilan dan sejumlah besar pengetahuan agar hidupnya terjamin. sehingga mereka pandai mengolah tanah. Orang tua pada umumnya tidak mampu lagi memberikan pendidikan yang layak untuk mempersiapkan anak-anak untuk memenuhi syarat-syarat yang dituntut oleh masyarakat. tradisional. Anak-anak meniru dan mengikuti kelakuan dan pekerjaan orang dewasa. Demikianlah anak-anak memperoleh pendidikan yang lengkap serta fungsional dalam masyarakat yang statis itu. makin banyak yang harus diperoleh anak-anak.

mengasingkan diri dari masyarakat dan karena itu tidak mampu dan serasi lagi untuk mempersiapkan anak-anak bagi kehidupan mereka dalam dunia modem ini. Kritik serupa ini akan selalu timbul dan mengharuskan sekolah untuk meninjau kurikulumnya kembali agar lebih relevan dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat. Seorang pengarang bernama Norman Cousins menulis buku "Modern Man is Obsolete" untuk memberi peringatan bahwa kita akan segera terbelakang bila kita tidak senantiasa menyesuaikan diri dengan perkembangan sosial. yang hanya menoleh ke belakang pasti tidak dapat memberikan pendidikan yang relevan. dan aspirasi masyarakat. Bagaimana menghadapi perubahan ini bukan sesuatu yang gampang. Karena itu setiap pembina kurikulum harus senantiasa mempelajari keadaan. Anak-anak yang kini memasuki SD akan menghadapi dunia yang sangat berbeda dengan masyarakat 15 atau 20 tahun lagi bila ia menyelesaikan studinya di universitas. Salah satu ciri masyarakat ialah perubahannya yang cepat akibat perkembangan ilmu pengetahuan yang diterapkan dalam teknologi. politik. ekonomi. kecelakaan. Pekerjaan kasar semakin lama semakin . Timbullah kecaman bahwa sekolah itu kolot. perkembangan. Segala sesuatu mudah menjadi usang. yang sering tidak dapat kita ramalkan akibatnya. akan tetapi dalam masa modern ini sudah tidak lagi memenuhi tuntutan zaman. MASYARAKAT KITA DEWASA INI Mendidik anak dengan baik hanya mungkin jika kita memahami masyarakat tempat ia hidup. kejahatan. kegiatan. karena cepatnya segala sesuatu berubah. Produksi mobil yang berjumlah ratusan juta menimbulkan masalah jalan raya. Perkembangan ini menyebabkan lenyapnya jenis pekerjaan tertentu dan timbulnya berbagai macam pekerjaan lain. keamanan. Perubahan-perubahan yang hebat dan cepat dalam masyarakat memberikan tugas yang lebih luas dan lebih berat kepada sekolah. Sekolah yang tradisional. mobilitas. dan sebagainya yang banyak merepotkan karena kita tidak sanggup mengatasinya pada waktunya.sering sekolah berpegang teguh pada mata pelajaran yang dahulu memang fungsional.

Maka pentinglah anak-anak juga dididik dalam hubungan manusia dengan dunia internasional. Anak tidak lagi mempelajari suatu pekerjaan dari ayahnya. Pemogokan buruh lapangan terbang. Rekreasi yang dulu berpusat dalam keluarga kini sudah berpindah ke hioskop. Perubahan masyarakat mengharuskan kurikulum senantiasa ditinjau kembali. Juga negara makin lama makin bergantung pada negara-negara lain. Anak-anak harus belajar berpikir sendiri untuk menghadapi berbagai persoalan baru dan jangan hanya disuruh menghafal jawaban atas pertanyaan yang telah usang. Tidak ada lagi zaman sekarang yang dapat memenuhi keperluan keluarganya. Fleksibilitas untuk mempelajari pekerjaan barn perlu dalam zaman modem ini. lapangan olah raga atau pusat rekreasi lainnya. Kemajuan teknologi memperbesar kebergantungan manusia pada manusia yang lainnya. sedangkan pekerjaan baru memerlukan pendidikan yang lebih lama. sudah tidak lagi sesuai dalam keadaan yang berubah. Peranan keluarga berubah bila dibandingkan dengan dahulu. minuman. Kurikulum yang baik pada suatu saat. dan seribu satu macam kebutuhan lainya hanya diperolehnya berkat jasa orang lain. rekreasi. Di kota manusia menjadi semata-mata konsumtif. akan tetapi ia memperolehnya dari sekolah kejuruan.berkurang. . pakaian. bangsa-bangsa. dan sebagainya akan sangat mengganggu kehidupan masyarakat Maka perlulah anak-anak dididik untuk menghargai jasa orang lain dan memberikan jasanya kepada masyarakat. pegawai pos. pengangkut sampah. ia mengikuti suatu kursus. Seorang gadis tidak lagi belajar menjahit dan ibunya. Kurangnya rasa kasih sayang orang tua dapat menimbulkan sikap agresif atau kelainan lain dalam watak seseorang. Keluarga masih merupakan lembaga yang paling besar pengaruhnya terhadap Permusuhan dan peperangan dapat menimbulkan bahaya kemusnahan umat manusia karena tidak berhasil memupuk kerja sama antar perkembangan pribadi anak. Akan tetapi keluarga sudah banyak melepaskan fungsinya yang dahulu. pembuangan sampah. Makanan.

5 detik. transport. rumah sakit. Maka karena itu di sekolah-sekolah yang maju juga disediakan fasilitas untuk kesehatan.5% dari pemuda berusia 18-28 tahun. makan siang. Jumlah anak yang putus sekolah juga sangat mengkhawatirkan. Maka perlulah kurikulum sekolah ditinjau kembali dengan tujuan agar hendaknya kurikulum itu jangan menjadi sebab maka demikian banyaknya anak yang putus sekolah. namun penduduk Indonesia bertambah sekitar 3 juta tiap tahun atau satu orang tiap 7. Sekitar 63% dan anak-anak yang memasuki SD tidak dapat menyelesaikannya. apalagi menjalankan kewajiban belajar bagi semua anak berusia 7-12 tahun yang berjumlah sekitar 25 juta orang.Banyak fungsi keluarga sudah harus dibebankan kepada sekolah. termasuk pendidikan. Masalah lain yang dihadapi dalam masyarakat ialah pertambahan penduduk yang cepat. Dalam zaman modern dengan teknologi yang maju masyarakat kita memerlukan rakyat yang terdidik. . bimbingan penyuluhan. Kalau negara yang maju sudah sekurang -kurangnya memberikan pendidikan menengah atas. Anak-anak berusia 13-18 tahun jumlahnya sekitar 17 juta pada tahun 1974 hanya 4 juta yang bersekolah sedangkan yang belajar di universitas hanya sekitar seperempat juta atau 2. dan sebagainya. pendeknya semua aspek kehidupan. pemeriksaan gigi. . dan menginginkan agar tugas sekolah dibatasi pada pendidikan akadeinis. dan bahkan berusaha memberikan pedidikan tinggi kepada semua warga-negaranya. Namun anak itu merupakan suatu keseluruhan dan mau tak mau sekolah haru pula memperhatikan segala aspek s perkembangan anak.Hanya menambah fasilitas pendidikan serta tenaga pengajar untuk pertambahan penduduk 3 juta tiap tahun ia sudah merupakan pekerjaan raksasa. bangsa yang rendah pendidikannya pasti akan menderita kerugian. sedangkan kesehatan misalnya diserahkan kepada dokter. perumahan. Sekalipun dengan giat diusahakan keluarga berencana. maka dalam perjuangan hidup. Eksplosi penduduk itu dengan sendirinya mempengaruhi soal persediaan makanan. keamanan. Ada pendidik yang mengeluh bahwa kurikulum sekolah terlampau berat bebannya. air bersih.

Urbanisasi merupakan gejala yang umum di seluruh dunia dengan segala problema yang berkaitan dengan itu. kesenian daerah harus disampaikan kepada . Hanya sering kita terlambat mengenal akibatakibat perkembangan itu. dari desa ke kota. Demikian pula tidak tiap perubahan atau pembaharuan berarti kemajuan. Bagaimana mempertimbangkannya dalam kurikulum adalah tugas yang terusmenerus akan dihadapi oleh guru. Tidak setiap kemajuan dalam ilmu pengetahuan teknologi membawa keuntungan dan kebahagiaan bagi umat manusia. Apakah kebudayaan daerah. FUNGSI SEKOLAH DAN KURIKULUM Kurikulum sekolah banyak ditentukan oleh tanggapan orang tentang apakah sebenarnya fungsi sekolah bagi masyarakat. bahkan sering justru membawa masalah-masalah yang lebih pelik lagi. pendidik. Masih banyak lagi masalah lain. Sekolah tak dapat tiada hams memperhatikannya bila kita ingin mendidik anak yang serasi untuk masyarakat sekarang. Akan tetapi tidak ada kepastian apakah dari kebudayaan itu yang harus dimasukkan ke dalam kurikulum. dan tiap masalah menimbulkan masalah-masalah baru. Maka perlu pulalah anak-anak diajak menilai secara kritis perubahan-perubahan dalam masyarakat sekitarnya dan dalam dunia umumnya. adat istiadat.Kemajuan teknolologi dalam bentuk alat transpor memungkinkan manusia bepindah tempat dari pulau ke pulau. Perpindahan penduduk melenyapkan isolasi suku-bangsa. dan pembina kurikulum. Pada satu pihak kita lihat sekolah itu sebagai lembaga yang harus mengawetkan kebudayaan yang diwariskan oleh nenek moyang dengan menyampaikan kepada generasi muda. Di atas telah dikemukakan beberapa masalah bertalian dengan masyarakat. Tidak mudah memperoleh pendapat yang sama mengenai tugas sekolah. Pendidikan untuk memupuk saling pengertian antar suku bangsa yang beraneka ragam dengan menghilangkan prasangka atau buruk sangka perlu mendapat perhatian untuk memperkuat rasa kesatuan bangsa kita.

John Dewey memandang sekolah sebagai alat yang paling efektif untuk merekonstruksi dan memperbaiki masyarakat melalui pendidikan individu.S. Juga B. bahkan kepada anak-anak di luar daerah itu? Apakah kebudayaan lama itu masih sesuai dengan keadaan sekarang? Apakah kebudayaan itu tak dapat menghalangi kemajuan dan perkembangan rasa nasional yang kuat? Haruskah kepada anak-anak diajarkan apa yang dipelajari orang tua mereka dahulu? Bahwa sekolah hams menyampaikan unsur-unsur yang baik dan berfaedah tak dapat disangkal. Di lain pihak ada anggapan bahwa fungsi sekolah adalah memajukan masyarakat dan bertindak sebagai "agent of change". Ada masanya dengan pengajaran dapat dilenyapkan kemiskinan. Sekolah percobaan yang didirikannya merupakan masyarakat kecil tempat anakanak belajar dengan melakukan berbagai kegiatan yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari. kemelaratan. Ia menganjurkan.semua anak di daerah itu. dan mengatur perubahan sosial. Ia mengatakan bahwa kita telah cukup memiliki pengetahuan tentang "social engineering" dan dapat memanfaatkannya untuk menguasai dan mengatur perkembangan masyarakat. kejahatan dan macam-macam penyakit masyarakat lainnya. apalagi dalam masyarakat yang kompleks sekarang ini. Ia tidak hanya mengharapkan bahwa pendidikan harus membawa perubahan dalam masyarakat akan tetapi mengubah tata-sosial. Kalau kita tidak rnengendalikannya. G. Othanel Smith bicara tentang pendidikan sebagai management and control of social change and as social engineering. namun bahan apa yang harus di ilih masih dapat p menjadi persoalan. Tak semua orang akan dapat menerima fungsi sekolah yang demikian. and of educators as statesmen. Banyak yang pernah diharapkan dari sekolah. maka perkembangan masyarakat karena kemajuan teknik dan ilmu pengetahuan akan menghancurkan umat manusia sendiri. Counts mempunyai pendirian yang lebih jauh lagi. agar kebudayaan yang diwariskan harus senantiasa ditinjau secara kritis dari segi keadaan dan problema zaman sekarang. Para ahli sosiologi .

Mengembangkan masyarakat hanya mungkin dengan mengembangkan individu. Namun kita jangan meremehkan peranan sekolah dalam perubahan masyarakat. Maka dalam pembinaan kurikulum tak mungkin kebutuhan individu dipisahkan dari kebutuhan masyarakat. hanya dapat mencapai tujuan menurut norma-norma ynag ada dalam masyarakat itu. Fungsi lain yang telah dikemukakan oleh John Dewey ialah fungsi sekolah untuk mengembangkan individu. atau kebutuhan masyarakat sebagai lawan kebutuhan individu. jadi fungsi sekolah selalu konservatif. Kurikulum sekolah selalu ditentukan oleh rnasyarakat dan kebudayaannya tempat sekolah itu berada. sekolah yang ekstrim dalam hal ini adalah sekolah yang child-centered. Kebudayaan ialah hasil pengalaman manusia pada masa yang lampau. Akan tetapi tidak ada sekolah yang mengabaikan fungsi ini dengan berusaha merealisasikan potensi-potensi yang ada pada anak secara optimal. sekalipun tidak pula terlampau membesar-besarkannya.berpendapat bahwa sekolah sebagai lembaga yang didirikan oleh masyarakat. Demikian pula perkembangan dan kemajuan individu juga berarti kemajuan bagi masyarakat. Kita jangan membuat kesalahan memandang sekolah masyarakat sebagai lawan sekolah yang berpusat pada anak. Dari warisan itu dipilih hal-hal yang dianggap perlu bagi pendidikan anak-anak yang di sajikan dalam bentuk mata pelajaran. bahwa tugas sekolah ialah menyampaikan kultur atau kebudayaan kepada anak-anak. bila kita berpendirian. akan tetapi hanya dapat mengikuti dan menyesuaikan diri dengan perkembangan masyarakat. Maka tidaklah rnungkin sekolah itu mendahului peruhahan dalam masyarakat. Pada hakekatnya sekolah itu tak dapat tiada hares bersifat konservatif. Dalam undang-undang dasar kita juga dikemukakan agar setiap anak dapat dikembangkan sesuai dengan bakat masingmasing. . Dengan mengemukakan berhagai fungsi sekolah itu jangan kita anggap bahwa fungsi yang satu bertentangan dengan yang lain. KONSERVATISME SEKOLAH.

maka haruslah dicari jalan-jalan baru.Kebudayaan. Sekolah didirikan oleh masyarakat untuk anak-anak agar mereka mempertahankan. ia hasil masa lampau dan menuju kemasa yang akan datang. akan tetapi sekolah jangan mematikan inisiatif dan kreati . Mereka hendaknya diberi kesempatan untuk menilainya secara kritis berhubung dengan dinamika masyarakat. Ini tidak berarti bahwa segala yang lama itu tidak berguna. suatu kekosongan. Manusia tidak hidup dalam suatu vocuum. bahwa anak-anak tidak hanya menerima begitu saja apa yang mereka peroleh dari generasi yang lama. maka mungkin sekalilah sekolah itu ketinggalan zaman. Manusia mempunyai sifat konservatif dalam arti cenderung . bahwa murid akan menciptakannya selama bersekolah. Akan teta kalau yang pi lama itu ternyata tidak sesuai lagi. Dengan me nyampaikan kebudayaan itu tercapailah kesamaan norma. Sekolah ialah alas utama yang digunakan masyarakat agar generasi muda menerima cara-cara hidup yang dianggap baik oleh masyarakat itu. memelihara. Kadang-kadang perlu meninjau kembali kesesuaian nilainilai yang lama dalam keadaan yang baru. Kebudayaan disampaikan kepada anak-anak karena dianggap betul-betul berfaedah dan mengandung arti bagi masa kini dan masa depan. memang sangat banyak mengandung hal-hal yang sangat berguna bagi kehidupan sekarang. Akan tetapi ini hanya salah satu aspek dari tugasnya. dan menjamin kelangsungan hidup masyarakat itu.itas muridmurid. Faktor lain yang menyebabkan sekolah itu konservatif terletak dalam diri manusia sendiri. Ini tidak berarti. sikap. nilai nilai pada semua warga negara. atau segala yang baru itu baik. Kalau sekolah hanya berpegang pada tugas ini saja. hasil pengalaman manusia yang lampau. Inilah peranan kreatif dari sekolah. Di samping peranan konservatif sekolah mempunyai juga peranan evaluatif dan kreatif Dengan peranan evaluatif dimaksud. Sekolah ialah suatu lembaga sosial untuk mewujudkan tujuantujuan sosial. Di sinilah hendaknya sekolah memberi kesempatan kepada murid-murid yang berbakat untuk menciptakan sesuatu yang baru untuk kepentingan masyarakat seluruhnya. Itu sebabnya maka pada suatu pihak sekolah itu harus konservatif.

Karena itu pembaruan pengajaran harus dimulai dalam diri guru sendiri. Perubahan teknologi dalam beberapa tahun akhir-akhir ini saja lebih hebat dan lebih banyak daripada yang pernah dialami nenek kita sepanjang .untuk mempertahankan yang ada. Tanpa perubahan pada diri guru. Decroly. Itulah salah satu sebab. kalau yang lama itu memuaskannya. Sifat konservatisme ini ada juga faedahnya. segala usaha ke arah pembaruan akan menemui kegagalan. Hanya saja sifat ini hendaknya jangan terlalu berkuasa. Ia lebih senang mengikuti jejakjejak tradisi. sukar mengubah atau mengeluarkannya walaupun tidak cocok lagi dengan perkembangan masyarakat. Montessori. Pembaruan yang tergesagesa dicegah dengan adanya sifat konservatisme ini sebagai faktor pengontrol. Sekali suatu mata pelajaran dimasukkan ke sekolah. Herbert Spencer. maka orang berhati-hati menerima pembaharuan-pembaharuan yang belum diuji dan dicobakan lebih dahulu dengan hasil yang memuaskan. Ia lamban dan enggan berubah. karena perubahan dan pembaruan meminta tenaga dan pikiran. malahan sering menentang perubahan. Ilmu pengetahuan dan teknologi ialah daya-daya yang sangat mempercepat perubahan dalam masyarakat. dan lain.lain. sehingga merupakan suatu revolusi. Demikian pula halnya di sekolah. Karena sifat ini. sehingga pintu sekolah tertutup rapi untuk segala sesuatu yang berbau pembaruan pendidikan. KURIKULUM DAN MASYARAKAT YANG DINAMIS Masyarakat senantiasa berubah dan terus-menerus akan berubah. Bahwa sifat inertia atau kelambanan itu banyak terdapat justru di kalangan guru. bahwa desakan untuk pembaruan pendidikan kebanyakan datang dari tokoh-tokoh yang asalnya bekerja di luar lapangan persekolahan seperti Rousseau. Dan guru sulit melepaskan diri dari cara-cara ia dahulu diajar dan dari jenis-jenis mata pelajaran yang diperolehnya waktu ia masih murid. Manusia sukar menyimpang dari kebiasaan atau adat istiadat. maka kurikulum yang baru sukar meng gantikan kurikulum yang tradisional yang telah berpuluh-puluh tahun lamanya diikuti oleh guru-guru. Masyarakat kita sekarang jauh berlainan daripada masyarakat nenek moyang kita dan berlainan pula dengan masyarakat yang akan dihadapi oleh anak cucu kita pada masa mendatang. terbukti dari kenyataan.

Tak ada lagi daerah atau negara yang terpencil. kemajuan ilmu pengetahun dan teknik banyak juga mengandung bahaya apabila disalah gunakan.hidupnya. maka kurikulum seharusnya disesuaikan dengan gerak-gerik dan perubahanperubahan masyarakat itu. bahwa sekolah harus mempersiapkan anak-anak untuk masyarakat. menimbulkan ketegangan pula di seluruh dunia. kapal terbang. Bila diterima sebagai prinsip. . dan sebagainya yang juga mengenai diri setiap orang. Segala sesuatu yang penting yang terjadi di suatu daerah. Masyarakat kita sekarang ini sangat dinamis dan senantiasa ak berubah. TV. an Berdasarkan kenyataan ini. Segala perubahan itu sedikit banyak mempengaruhi cara hidup dan cara berpikir manusia: Karena kemajuan clalam lapangan pengangkutan dan perhubungan. Karena kurikulum harus dinamis dan ini hanya mungkin dengan bentuk kurikulum yang fleksibel. apakah itu Zaire. dapatkah dipertahankan kurikulum yang statis. telepon. Dengan demikian kurikulum itu cukup elastis. Pendapatan-pendapatan baru segera tersebar di seluruh dunia dan mempengaruhi hidup manusia seperti listrik. Sekolah tidak dapat menutup mata untuk masalah-masalah internasional seperti polusi. Ketegangan di suatu negara. eksplosi penduduk. segera diketahui di semua pelosok di dunia. radio. Dunia ini rasanya bertambah kecil. Bahaya kehancuran dengan born atom memberi tugas baru kepada umat manusia. yakni yang dapat diubah menurut kebutuhan dan keadaan. dan sebagainya. Laos atau Timur Tengah. Karena kurikulum tidak dapat ditentukan secara mutlak dan uniform untuk semua sekolah dalam bentuk suatu rencana pelajaran terurai yang harus diikuti oleh guru hingga detail yang sekecil-kecilnya. Di samping membawa kebahagiaan. bahwa sekolah harus mendidik untuk kehidupan. kolot. dunia ini telah menjadi suatu kesatuan. untuk bekerjasama agar dapat hidup damai berdampingan di dunia ini. dan membatu? Misalnya rencana pelajaran yang bercorak kolonial tidak dapat dipertahankan dalam negara yang telah merdeka. sehingga senantiasa terbuka untuk memberikan hahan pelajaran yang penting dan perlu bagi muridmurid pada saat dan tempat tertentu. makanan kaleng. Isi kurikulum harus senantiasa dapat berubah sesuai dengan perubahan masyarakat. Sekolah hendaknya turut serta memberi sumbangan ke arah terciptanya dunia yang bahagia dan aman bagi seluruh umat manusia.

Kurikulum yang uniform juga bertentangan dengan prinsip untuk menyesuaikan pelajaran dengan perbedaan inidividual. Walaupun sekolah yang semata-mata child-centered boleh dikatakan tidak ada lagi. 2. . Kurikulum didasarkan atas minat dan kebutuhan anak-anak dan pemuda. sehingga anak-anak benar-benar dipersiapkan untuk menghadapi masalah-masalah di dalam masyarakat tempat is hidup. Keadaan dan kebutuhan yang serba ragam di berbagai daerah di Tanah Air kita memerlukan kurikulum yang fleksibel. prinsip-prinsip aliran ini sangat berharga bagi perbaikan pengajaran. mendengarkan atau melamun. Hubungan dengan lingkungan sangat sedikit. Sekolah progresif Sekolah ini bersifat child-centered. SEKOLAII MASYARAKAT Menurut Olsen*) perkembangan persekolahan di Amerika Serikat melalui tiga fase.Kurikulum yang uniform mematikan inisiatif guru. sedangkan kebutuhan mereka sebagai orang dewasa dalam masyarakat sering diabaikan. anak-anak diberi lebih banyak kebebasan. minat dan kebutuhan anak-anak. Sekolah ini bersifat "book-centered" atau berpusat pada buku pelajaran. rundingan antara guru dengan murid sangat diutamakan dalam merencanakan apa yang akan dipelajari di sekolah. Pendidikan ini kurang memperhatikan perbedaan individual. Anak-anak dalam kelas kebanyakan duduk di bangku sambil menghafal. Di sekolah ini disiplin lebih lunak. Pelajaran-pelajaran terlepas dari kehidupan masyarakat. Sekolah akademis atau Sekolah Tradisional. mengekang kebebasannya dan menutup kemungkinan untuk menyesuaikan kurikulum dengan keadaan masyarakat dan kebutuhan murid-murid setempat. Walaupun disebut tradisional. Kurikulum bersifat subject-sentered yang memberikan pengetahuan yang logic sistematis. 1. Hanya dengan jalan demikian sekolah dapat memberikan pendidikan yang fungsional. sehingga keperluan-keperluan masyarakat itu dapat dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah. sistem ini masih sangat umum terdapat di sekolah-sekolah kita.

Buku-buku dan bacaan-bacaan lain memang penting juga. dan ketrampilan yang penting guna perbaikan kehidupan masyarakat. Sekolah ini mendidik anak-anak menjadi manusia yang lebih baik dalam dunia yang lebih baik. Dengan jalan demikian terbukalah pintu antara sekolah dengan masyarakat. jasmaniah. minat. 2.3. Sekolah ini merupakan pusat masyarakat untuk melakukan pertemuanpertemuan. Yang menjadi pokok pelajaran ialah kebutuhan manusia. sosial. masalah-masalah dan proses-proses sosial dengan tujuan untuk memperbaiki kehidupan dalam masyarakat. Belajar tidak hanya terbatas antara empat dinding kelas. Sekolah ini bersifat life-centered. emosional. upacara-upacara dan usaha-usaha lain. kejahatan pemuda. CIRI-CIRI SEKOLAH MASYARAKAT *) Menurut Olsen ciri-ciri Community School ialah sebagai berikut: 1. Sekolah ini menurut sertakan orang banyak dalam proses pendidikan untuk mempelajari problema-problema sosial. Kalau kita ingin memupuk pengertian. talc dapat tiada anak-anak harus diberi kesempatan sebanyak-banyaknya untuk mempelajari masyarakat berkat pengalaman langsung. Sekolah membuka pintu untuk mengadakan hubungan . Sekolah masyarakat atau community school. Hubungan antar-suku bertambah erat. akan tetapi tidak memadai. menyelidiki dan turut serta dalam usaha-usaha masyarakat yang mengandung unsur pendidikan. Sekolah itu memperbaiki mutu kehidupan setempat pada saat sekarang Berkat sekolah maka orang dalam masyarakat menjadi manusia yang lebih baik. Masyarakat dipandang sebagai laboratorium tempat anak belajar. Sekolah itu menggunakan masyarakat sebagai laboratorium tempat belajar. penyakit menular berkurang dengan adanya usaha sekolah kearah itu. material. sehingga sekolah dapat memasuki masyarakat dan masyarakat dapat memasuki sekolah.

Sekolah itu mendasarkan kurikulum pada proses-proses dan problemaproblema kehidupan dalam masyarakat. kewajiban warganegara. Sekolah itu tidak hanya untuk kepentingan anak-anak melainkan juga untuk orang dewasa. Murid-murid pergi ke luar melakukan karyawisata untuk menyelidiki usaha pertanian. dan sebagainya. sekolah masyarakat menggunakan lingkungan sebagai sumber pelajaran yang sangat penting. Sekolah bukan hanya urusan guru. karena sekolah itu ke punyaan bersama seluruh masyarakat. Sekolah itu menurut sertakan orang tua dalam urusan-urusan sekolah. bukan hanya dalam bidang material. Gedung sekolah itu menjadi pusat kegiatan masyarakat.timbal balik dengan masyarakat. Gedung sekolah dapat digunakan untuk pertemuan dan rapatrapat. memperbaiki kehidupan kekeluargaan. Orang-orang diundang ke sekolah untuk memberi keterangan-keterangan mengenai bidang keahliannya. Di samping bukubuku. menjaga kesehatan. seperti soal mencari nafkah. Mengenai hal-hal tertentu sering diadakan perundingan antara guru dengan orang tua dan pemimpin-pemimpin dalam masyarakat guna perbaikan sekolah. Dengan jalan demikian terdapat hubungan erat antara pelajaran di sekolah dengan tuntutan-tuntutan kehidupan masyarakat yang mengandung arti bagi murid dan karena itu lebih merangsang kegiatan anak anak untuk belajar. Sekolah itu turut mengkoordinasikan masyarakat. dan sebagainya. bergaul dengan orang-orang lain. 4. kursus-kursus untuk wanita. perindustrian. Inti kurikulum terdiri atas kebutuhan manusia dalam masyarakat sekarang dan masa depan. dalam bentuk POMG atau sejenis turut membantu sekolah. tetapi juga dalam lapangan pendidikan. Pemberantasan buta huruf. 6. 5. . pertandingan-pertandingan olahraga dan lain-lain dapat dilakukan di sekolah. 3. Orang tua. akan tetapi juga termasuk tanggung jawab seluruh masyarakat. untuk perayaanperayaan dalam lingkungan itu. perumahan.

apabila didasarkan atas interaksi antara murid-murid dengan sekitarnya. penyelenggaraan rekreasi. 7. maka ia lebih paham akan masalah-masalah itu dan lebih sanggup mengatasinya. melainkan juga mempraktekkannya di sekolah itu sendiri dan dalam hubungannya dengan masyarakat. Bila masalah-masalah yang dihadapinya dalam hidupnya di luar sekolah dijadikan pokok-pokok untuk dipelajari di sekolah. propaganda. Hal yang demikian boleh dikatakan tidak mungkin. kalau kurikulum itu uniform dan statis. Sekolah itu suatu lembaga yang tidak hanya memberi penjelasan saja tentang filsafat negara. seperti: Bagaimanakah cara-cara bergaul yang baik? Bagaimanakah sikap pemuda terhadap orang tua. MASYARAKAT SEBAGAI SUMBER PELAJARAN Pengajaran mencapai hasil sebaik-baiknya. memberantas prasangka dan takhayul. Karena itu kurikulum tidak boleh lepas dari masyarakat. Sekolah itu dapat melaksanakan dan menyebarkan filsafat negara dalam segala hubungan antar-manusia. seperti dalam hal pemeliharaan kebersihan dan kesehatan. bacaan cabul. dan suku bangsa? Apakah yang harus dilakukan dalam waktu senggang ? Bagaimanakah pemuda-pemudi harus menjaga diri dalam masa modern ini? Bagaimanakah harus menghadapi pengaruh kebudayaan asing? Apakah kekurangan-kekurangan di kampung atau kota yang perlu diperbaiki? Banyak lagi masalah-masalah lain yang dapat dijadikan bahan pelajaran selama kurikulum itu bersifat fleksibel. Apa yang dipelajari anak hendaknya halhal yang juga terdapat dalam masyarakat dan karena itu berguna bagi hidup anak sehari-hari. Kurikulum ialah sesuatu yang hidup. maka sekolah-sekolah setempat . yang dinamis.dan bila mungkin . perbedaan agama. dan lain-lain. Oleh sebab masyarakat di berbagai tempat di Tanah Air kita berbeda-beda. Dalam hal ini sekolah dapat menjalankan peranan yang penting dengan bekerjasama atau menggembleng semua tenaga yang terdapat di lingkungan itu.turut menentukan atau membimbing perkembangan masyarakat di lingkungan sekolah itu. terhadap adat.Untuk memperbaiki taraf kehidupan dalam suatu masyarakat segala lembagalembaga dan badan-badan dalam masyarakat itu harus bekerjasama. bioskop. yang mengikuti .

d) Keadaan tanah. yang mempengaruhi corak kehidupan dan kebudayaan masyarakat itu. Bagaimanakah tingkat kehidupan orang di lingkungan itu? Usaha apakah yang dapat dijalankan untuk mempertinggi taraf kehidupan itu? Siapasiapakah yang kaya dan siapakah yang lemah ekonominya. untuk menentukan kurikulum sendiri dengan menyesuaikannya dengan keadaan dan kebutuhan masyarakat itu. barang tambang. hujan dan angin. e) Kekayaan alam. c) Susunan penduduk. b) Luas daerah. Topografi turut menentukan matapencarian. adat istiadat dan lain-lain. tamatan SD. tanah gersang atau subur berpengaruh sekali terhadap kehidupan masyarakat. Mata pencaharian ditentukan oleh suhu. yaitu: a) Iklim suatu daerah. c) Topografi daerah. Kota menjadi besar karena faktor-faktor tertentu. Berapa banyakkah yang buta huruf.hendaknya diberikan kebebasan hingga batas-batas tertentu. danau-danau. Penduduk. Antara lain dapat dipelajari: a) Jumlahnya. Untuk itu harus diselidiki keadaan masyaraka Antara lain dapat t. demikian pula suasana kekeluargaannya. Kehidupan kampung kecil berlainan dengan kota besar. SL dan Perguruan Tinggi? Berapa banyakkah yang tidak melanjutkan pelajarannya? Banyakkah anak-anak yang tidak bersekolah? . Bagaimanakah perbandingan jumlah penduduk dari berbagai golongan? Bagaimanakah kedudukan tiap golongan? d) Pendidikan. dan sebagainya. Kampung kecil berbeda masyarakatnya dengan kota besar. tetapi juga aspek-aspek lain daripada kehidupan atau masyarakat. diselidiki: 1. Tanah kering atau banyak air. Apakah daerah itu letak di pegunungan atau dekat pantai. Keadaan fisis lingkungan. Apakah yang dilakukan orang untuk mencari nafkahnya. harus juga dipelajari hal-hal tentang manusia yang menghuninya. b) Mata pencarian. 2. apakah pulau terpencil atau jauh di pedalaman ataukah daerah itu banyak hubungannya dengan dunia luar. Kehidupan dan corak masyarakat turut ditentukan oleh kekayaan alam berupa hutan. Selain dan kekayaan geografis daerah.

Setiap anak telah memperoleh sejumlah pendidikan dan pengalamanpengalaman tertentu sebelum ia menduduki bangku sekolah. melainkan membentuk kelompok. pemuda. Itu sebabnya harus ada kerjasama yang erat antara badan-badan masyarakat. Selain dari rumah tangga juga dari badan-badan lain diperlukan bantuan. Pendidikan di sekolah tak mungkin dilakukan dengan baik. Lembaga-lembaga seperti keluarga. Di situlah anak itu mula-mula mempelajari bahasa. Antara lain dapat dipelajari: Organisasi-organisasi dan perkumpulan-perkumpulan seperti perkumpulan dagang. dan sebagainya. walaupun anak itu telah bersekolah. perkumpulan-perkumpulan pemuda. organisasi keagamaan. pemerintahan kota yang tidak menyediakan lapangan olah raga tetapi menggunakannya untuk mendirikan gedung-gedung. bioskop yang membolehkan anak-anak di bawah umur menonton film yang tak sesuai dengan usianya. anak-anak senantiasa mendapat pengaruh yang sebaik-baiknya. kepolisian. dan lain-lain. kepanduan. mereka semua tidak luput dari tanggung jawab itu. Organisasi-organisasi masyarakat. pemerintah. Yang bertanggung jawab atas pendidikan anak bukan hanya guru-guru dan orang tua. buruh. melainkan seluruh masyarakat. jawatan pertanian. tanpa kerjasama yang erat dengan orang tua. organisasi wanita. supaya di luar sekolah dan rumah tangga. badan-badan rekreasi. pemimpin-pemimpin perusahaan. Badan yang terpenting dalam pendidikan anak ialah rumah tangga. Itu pula sebabnya maka ada sekolah yang turut . politik.3. Toko buku yang dengan diam -diam menjual bacaan cabul. Pengaruh rumah tangga tidak terhenti. badan-badan atau organisasi yang mempunyai tujuan tertentu yang berhubungan dengan kebutuhan dan problema-problema tiap-tiap kelompok. sekolah. Di situlah ia mempelajari hubungan-hubungan sosial serta menerima norma-norma tentang yang buruk dan yang baik. olah raga. seperti dari badan-badan pemerintahan. Manusia dalam masyarakat tidak hidup sendiri-sendiri.

pabrik. . dan lain-lain. lalu lintas. malahan juga beberapa bulan. transport. Sungguh banyak bahan dari masyarakat yang dapat dijadikan pelajaran bagi murid-murid. kesenian. jalan raya. tumbuhtumbuhan. Garis-garis besar yang diberikan di atas memberikan gambaran sepintas lalu. andaikan ada uang untuk itu. kantor pos. lembaga-lembaga pendidikan. lapangan terbang. sejarah. kesehatan. pemerintahan. ia akan terperanjat.mempunyai tujuan belajar. perniagaan. binatang. industri. gedung-gedung perumahan. rekreasi. adat istiadat. juga kebutuhan-kebutuhan masyarakat. kehidupan keluarga. CARA-CARA MENGGUNAKAN MASYARAKAT DALAM PELAJARAN a. dan sebagainya. Karyawisata mungkin hanya memakan waktu beberapa menit saja. kegiatan pemuda. yang tidak dapat diabaikan begitu saja. lalu berpegang saja pada suatu buku pelajaran. taman bunga. gedung arca. kebaikan dan kekurangan-kekurangan. kalau anak anak pergi ke luar kelas untuk melihat burung yang hinggap di atap sekolah atau memakan beberapa jam atau beberapa minggu kalau harus pergi ke tempat yang jauh. jadi berbeda dengan piknik atau bertamasya untuk menikmati keindahan alam atau untuk gerak badan. Kalau guru itu betulbetul melakukannya. Yang dapat diselidiki ialah hal-hal mengenai pertanian. kalau murid membuat perjalanan keliling dunia. peraturan-peraturan.mencampuri perkumpulanperkumpulan dan usaha-usaha pemuda dan anak-anak di luar sekolah dan memandangnya sebagat bagian daripada kurikulum. banyak yang dapat dipelajari anak-anak dengan karyawisata seperti ke sawah. Agar lingkungan dapat menjadi sumber dan laboratorium pelajaran. Karyawisata selalu . kebun. Karyawisata atau field trip. Seperti telah kita bicarakan di atas. norma-norma. takhyul. Murid-murid dapat kita bawa ke luar kelas untuk mempelajari berbagaibagai hal. bahwa masyarakat atau lingkungan sungguh-sungguh merupakan sumber bahan pelajaran yang sangat kaya dan luas. kepolisian. wanita. betapa banyaknya yang dapat dijadikan pelajaran dalam radius 1 km. guru sendiri harus lebih dahulu menyelidiki lingkungan sekolah. saja sekeliling sekolahnya.

inspektur polisi. agar mereka tidak hanya memperhatikan dan mempelajari apa yang ada dan yang terjadi dalam masyarakat. Dalam tiap masyarakat betapapun kecilnya. polisi. Dengan demikian mereka turut serta menjadikan masyarakat suatu laboratorium tempat anak-anak mengadakan penyelidikan dan belajar. tentara. haji. tukang becak. seorang Arab atau India memberikan penjelasan tentang negaranya masingmasing dan seterusnya. c.Sering karyawisata hanya dapat dilakukan dengan bantuan masyarakat. tukang kayu dapat berbicara tentang pembuatan rumah. seorang inspektur polisi memberi penerangan betapa perlunya orang taat kepada peraturan-peraturan lintas. pemain bola. Petani banyak pengetahuannya tentang menanam dan memelihara padi. dan sebagainya harus mempunyai pengertian tentang makna karyawisata hagi pendidikan dan memberikan bantuan dan kesempatan sepenuhnya kepada murid-murid untuk meninjau tempat-tempat itu. terdapat orang-orang yang mempunyai pengalaman. dan lain-lain masing-masing dapat mempunyai pengetahuan dan keahlian yang khusus yang dapat digunakan oleh sekolah. Dari murid diharapkan. pendeta. Mereka dapat diundang ke sekolah untuk memberi keteranganketerangan mengenai suatu pokok yang sedang dipelajari oleh anak-anak. kecakapan. sumber ini masih belum cukup dimanfaatkan untuk memperkaya kurikulum di sekolah. Mereka tidak boleh menjadi penonton saja. b. bidan. direktur rumah sakit. Menggunakan orang sebagai sumber. saudagar. akan tetapi dalam pelbagai hal mereka dapat turut serta . atau pengetahuan yang khusus mengenai satu lapangan. pembesar dalam pemerintahan. Seorang pengurus PMI berbicara tentang usaha-usaha yang dijalankan untuk meringankan penderitaan umat manusia. wartawan. Akan tetapi sayang ssekali. seorang camat dapat menjelaskan hal berhubungan dengan urusan kampung. Di sini tidak dibicarakan lebih lanjut cara-cara menyelenggarakan karyawisata agar berhasil baik. tukang becak dapat menceritakan pahit getir dan kegembiraan penghidupannya. Demikian pula dokter. Yang empunya pabrik. Pengabdian masyarakat. sumber ini sangat luas dan kaya. Contoh-contoh dapat kita tambah lagi.

Terutama di daerah-daerah yang terbelakang. Malahan ada kalanya sekolah menjadi pendorong dan turut aktif memperbaiki keadaan masyarakat. transpor dan perhubungan. sekolah dapat memelopori masyarakat ke arah perbaikan dan pembaharuan. Masyarakat itu dibagi atas beberapa aspek seperti: keadaan alam. Dengan turut serta dalam usaha-usaha perbaikan masyarakat anakanak mendapat pengertian yang lebih mendalam tentang masyarakat itu. kehidupan kekeluargaan. di bawah pimpinan orang yang kompeten. rekreasi. Besar faedahnya. Guru-guru bersama-sama berusaha menyelidiki masyarakat itu dan mengumpulkan hal-hal yang kiranya dapat memperkaya kurikulum sekolah itu. pendidikan. penduduk. kalau pemuda-pemuda diberi kesempatan untuk mengenal pekerjaan di berbagai perusahaan. pabrikpabrik. Cara lain untuk memanfaatkan masyarakat untuk kepentingan pendidikan para pemuda ialah memberi kepada mereka pengalaman-pengalaman bekerja di samping pelajaran di sekolah. Pengalaman kerja dalam masyarakat. pemerintahan. Pekerjaan yang dipelajari anak hendaknya sesuai dengan kebutuhan dan minatnya. Pengalaman serupa ini memberi pelajaran kepada murid-murid. Tujuannya ialah menambah pengertian pemuda-pemuda tentang pekerjaan dan memupuk sikap yang sehat terhadap dunia pekerjaan. bahwa mereka dapat membantu masyarakat dan dapat mengubah dan memperbaiki keadaan sekitarnya. sejarah. kesehatan. membuat kakus. agama. menanam buah-buahan. industri dan jabatan-jabatan. memberantas tikus dan nyamuk. apakah yang dapat disumbangkan oleh masyarakat itu untuk pendidikan an akanak. dan se ba- . Bagaimanakah cara-cara mengumpulkan bahan-bahan itu? a. sayur-sayuran atau bunga-bungaan yang baru. Pada suatu masa setiap orang harus menjabat suatu pekerjaan untuk mencari nafkahnya. d. Di samping buku-buku pelajaran. Misalnya murid-murid dapat turut membersihkan dan memperindah kampung. masyarakat memberi bahan pelajaran yang penting sekali. CARA MEMANFAATKAN MASYARAKAT Untuk menjadikan suatu sekolah life-centered. tak dapat tiada harus diselidiki sumber-sumber pelajaran apakah yang terdapat dalam masyarakat itu.dalam usaha-usaha masyarakat. dan kantor-kantor.

b. Diminta keterangan anak-anak berusia berapakah mereka bersedia menerimanya. Dapat juga ditanyakan hal-hal apa yang diketahuinya yang dapat membantu memperkaya pendidikan anak-anak. bahwa pengalaman-pengalaman yang terpimpin yang diperoleh murid-murid dalam masyarakat merupakan bagian yang hakiki dan pendidikan modern yang efektif. .trip atau setelah mengundang seorang manusia sumber ke sekolah. Juga harus diadakan administrasi yang cermat.gainya. berapa jumlah murid yang dapat datang. Untuk itu harus ada kerjasama yang erat antara sekolah dengan masyarakat demi kepentingan sang anak. Diminta pula keterangan waktu mana ia dapat datang ke sekolah. sebaiknya dengan menggunakan sistem kartu. atau apabila ia dapat menerima murid. supaya misalnya suatu perusahaan tidak terlampau sering dikunjungi. Bahan ini senantiasa dapat diperluas. atau mempunyai barang-barang atau alat-alat yang kiranya dapat dipergunakan untuk pendidikan anak-anak. apakah mereka bersedia menerima murid-murid berkunjung ke sana dengan tujuan pendidikan. Guru maupun masyarakat harus menyadari. berapa jumlah murid yang baik berkunjung ke sana. Segala keterangan mengenai masyarakat yang dapat memberi bahan untuk pelajaran hendaknya disusun secara sistematis. misalnya setelah mengadakan field. sehingga mengganggu pekerjaan mereka. Kepada orang tua murid dan kepada orang-orang lain dapat dikirimkan daftar pertanyaan dalam bidang manakah mereka dapat bertindak sebagai manusia sumber. dan sebagainya. Pada kartu itu harus pula dicatat keterangan-keterangan mengenai pokok itu. Bahan-bahan mengenai tiap kategori dimasukkan ke dalam map tersendiri dan dapat senantiasa diperlengkap. pada hari-hari apa dan pukul berapa. Dapat juga dikirim daftar pertanyaan kepada perusahaan-perusahaan. sedangkan perusahaan-perusahaan lain hampir tak pernah dijadikan obyek pelajaran. c. Guru-guru masing-masing menyelidiki hal-hal manakah dalam masyarakat itu yang dapat dipelajari berkenaan dengan tiap kategori. Orang tua dapat diturut sertakan dalam usaha-usaha sekolah sebagai anggota POMG.

ataukah mengembangkan individu. kursus-kursus. Namun selalu akan ada perbedaan tekanan. Masyarakat merupakan sumber yang kaya bagi pengajaran di sekolah. 2. Dalam masa modern tugas pendidikan untuk mempersiapkan anak agar dapat berdiri sendiri. Kurikulum bergantung pada fungsi sekolah dalam masyarakat. 4. Bandingkan pendidikan anak di desa dan di kota. Berbagai cara dapat dilakukan untuk membawa sekolah ke masyarakat dan scbaliknya. sehingga banyak hal segera menjadi usang. Akan tetapi bukan hanya masyarakat dapat membantu sekolah. pameran. Sekolah itu konservatif. Sekolah tak boleh berdiri terpisah dari masyarakat. Apa sebab sekolah harus konservatif? masyarakat dalam . sekolah pun dapat berjasa kepada masyarakat. Masyarakat modern cepat berubah. 5. 6. akan tetapi dapat dipertemukan. Sekolah masyarakat sangat mengutamakan faktor kurikulumnya. sebagai anggota panitia. Sekolah dapat dijadikan tempat untuk mengadakan rapat-rapat. yakni apakah untuk mengawetkan kehudayaan dengan menyampaikannya kepada generasi muda. Ketiga fungsi itu sebenarnya tak perlu dipertentangkan. antara lain dalam pembinaan kurikulum. untuk pertunjukan-pertunjukan. dibebankan kepada sekolah. Dengan jalan demikian sekolah menjadi pusat masyarakat. 7. Pembaharuan kurikulum harus dilakukan secara kontinu. mengubah masyarakat. Masalah-masalah pokok apakah yang dihadapi umat manusia pada saat ini? Hingga manakah masalah-masalah itu dimasukkan ke dalam kurikulum? 3. RANGKUMAN 1. sebagai manusia sumber. 3. 2. Sekolah dapat menyediakan perpustakaan dan alat-alat sekolah untuk digunakan oleh masyarakat. PERTANYAAN DAN TUGAS 1.atau badan sejenis. Dalam masyarakat yang sederhana anak-anak banyak mempelajari hal-hal yang diperlukannya sebagai orang dewasa dalam masyarakat itu sendiri secara informal.

sumber-sumber pelajaran apa yang terdapat di situ? 13. satu-dua generasi yang lalu.4. Menurut pendapat saudara. Can perbedaan-perbedaan yang disebabkan oleh perubahan masyarakat. apakah sekolah kita telah cukup disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Coba selidiki lingkungan sekolah dengan radius 1 km. Peranan apakah yang tak dapat dilakukan lagi oleh keluarga yang dibebankan kepada sekolah? 8. Dikatakan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi mengubah kehidupan masyarakat. Apa sebabnya? . Apa sebab ide sekolah masyarakat demikian tidak dijadikan pola sekolah kita sekarang? Adakah keberatan keberatannya? 12. Perbedaan apakah yang tampak bagi saudara dalam pendidikan sewaktu saudara masih kecil dengan pendidikan dewasa ini? Dapatkah saudara sebutkan sebab-sebab perubahan itu? 6. Apa dimaksud dengan "social engineering"? 10. Peranan keluarga modern sudah berlainan dengan zaman dahulu. Sebutkan ciri-ciri sekolah masyarakat. Dapatkah saudara menunjukkan contoh-contoh berdasarkan observasi dan pengalaman sendiri? Apakah implikasinya bagi kurikulum? 7. 11. Bandingkan kurikulum SD pada zaman penjajahan Belanda dengan kurikulum sekarang. Bagaimana pandangan John Dewey tentang fungsi sekolah? 9. Relevansi kurikulum dengan kebutuhan masyarakat harus senantiasa ditinjau kembali. Bagaimanakah cara-cara memanfaatkan masyarakat dan lingkungan untuk kepentingan masyarakat? Apa sebab sumber yang kaya ini kurang digarap oleh sekolah-sekolah kita? 14. dapatkah sekolah mengubah masyarakat? Dapatkah sekolah mendahului perkembangan masyarakat atau hanya mengikuti perkembangan masyarakat? 5. 15. Menurut penilaian saudara. atau dengan kata lain apakah kurikulum telah relevan dengan kebutuhan masyarakat? Jelaskan dengan contoh-contoh.

16. . Diskusikan apakah di daerah pertanian pelajaran bertani selalu relevan bagi semua murid. Diskusikan apakah orang tua baik diturut sertakan dalam urusan sekolah termasuk kurikulumnya. 17.

urutannya dan cara menyajikan kepada murid-murid. akan tetapi organisasi kurikulum tertentu sangat mempengaruhi bentuk-bentuk pengalaman apakah yang akan disajikan kepada anak-anak. Kurikulum berdasarkan proyek atau unit dengan sendirinya misalnya menyuruh anak-anak menyelidiki sendiri. dan sebagainya dan tidak terikat pada satu buku pelajaran tertentu. Subject berarti mata pelajaran.BAB 7 ORGANISASI KURIKULUM Organisasi kurikulum yaknii pola atau bentuk bahan pelajaran disusun dan dismapaikan kepada murid-murid. yaitu mempunyai bahan pelajaran tertentu. mengadakan interview. disebut juga subjectcentered curriculum yang artinya kurikulum yang berpusat pada mata pelajaran. menggunakan berbagai-bagai sumber. Karena mata pelajaran itu pada umumnya diajarkan secara terpisah-pisah. Subject jangan dikacaukan dengan subject matter. yang berarti bahan pelajaran. karena bentuk kurikulum turut menentukan bahan pelajaran. Demikian pula berlainan cara penyampaiannya dan isi pelajarannya. merupakan suatu dasar yang penting sekali dalam pembinaan kurikulum dan bertalian erat dengan tujuan program pendidikan yang hendak dicapai. Bentuk yang paling dikenal dan sangat meluas pemakaiannya ialah subject curriculum. Tujuan-tujuan pendidikan yang mengenai seluruh pribadi anak dihalang-halangi oleh kurikulum yang disusun untuk memupuk segi intelektual. Setiap kurikulum. Tujuan-tujuan yang dicapai dengan kurikulum berdasarkan mata pelajaran yang terpisah-pisah. mengadakan karyawisata. JENIS-JENIS KURIKULUM Kurikulum bermacam-macam bentuknya. maka disebut juga separate subject-curriculum. Selain itu organisasi kurikulum menentukan juga peranan guru dan murid dalam pembinaan kurikulum. juga integrated curriculum mempunyai subject matter. Jadi subject curriculum berarti kurikulum yang terdiri atas sejumlah mata pelajaran. . Tentu saja subject-curriculum dapat juga membentuk segi-segi lain dari pribadi anak.

Orang yang menganjurkan sesuatu yang baru. Ada pula yang menganggap bahwa subject curriculum terlampau mengutamakan pengalaman umat manusia yang lampau. Ada pula yang berusaha mencakup segala kebaikan bentuk kurikulum yang mengadakan reaksi terhadap subject curriculum. Mereka yang menganggap bahwa subject curriculum memberi pengetahuan yang lepas-lepas. sehingga pengetahuan anak menjadi verbalistis. Kita akan bicarakan berbagai bentuk kurikulum itu. Setiap kurikulum mempunyai ciri-ciri yang baik. Maka timbullah berbagai bentuk kurikulum lain yang dianggap sebagai reaksi terhadap subject curriculum itu. yang dituangkan dalam bentuk mata pelajaran. atau fragmentaris menganjurkan kurikulum yang integrated atau dipadukan. Mereka ini menginginkan kurikulum yang didasarkan atas pengalaman langsung agar pelajaran lebih bermanfaat. Kita harus meninjau kecaman itu secara kritis. Ada kalanya kecaman itu obyektif. Demikian pula subject curriculum dikecam karena kurang memberi pelajaran yang bertalian dengan kehidupan anak seharihari dalam lingkungan masyarakatnya. menganjurkan suatu bentuk kurikulum yang lebih mengaktifkan anak-anak dalam proses belajar. biasanya berusaha memberi kecaman yang tajam untuk mendiskreditkannya. akan tetapi kadang-kadang agak dilebih-lebihkan. yakni core curriculum. Kurikulum yang mereka anjurkan disebut experience curriculum. yakni kebudayaan yang diwariskan oleh nenek moyang. Perlu kami berikan peringatan yang berikut. Mereka ini menganjurkan life curriculum. Kritikkritik terhadap bentuk kurikulum tertentu adalah kritik-kritik yang diajukan oleh orang-orang yang tidak menyetujui bentuk kurikulum tersebut. Karena kelemahan itu banyak timbul kritik dari para ahli kurikulum yang menganjurkan bentuk kurikulum lain. atomistis. . ditinjau dari segi tertentu. yang mereka sebut activity curriculum. yang tidak mengenal batas-batas antara mata pelajaran. Para ahli yang mengecam subject curriculum karena dalam proses belajar anak itu hanya pasif.Kurikulum ini banyak mempunyai ciri-ciri yang menguntungkan. namun juga banyak mempunyai kelemahan. akan tetapi juga mempunyai kelemahan-kelemahan.

Selanjutnya perlu kita perhatikan. SEPARATE-SUBJECT CURRICULUM Kurikulum ini disebut demikian. Ada kalanya bentuk kurikulum itu hanya terdapat dalam teori raja. Juga timbul berbagai matapelajaran yang dianggap . Juga harus kita ketahui bahwa berbagai bentuk kurikulum yang `baru' itu jarang terdapat dalam kenyataan dalam bentuknya yang murni. yang satu lepas dari yang lain. filsafat dan ilmu pengetahuan ditambah dengan musik dan atletik. bahwa pertentangan yang tajam itu biasanya terdapat pada taraf teoretis. retorika. astronomi. dan sebagainya. Pada abad pertengahan tujuan pendidikan menjadi praktis dan vokasional. biologi. Demikian pula subject curriculum tidak selalu tampil dalam bentuknya yang buruk. fisika. Tidak jelas apa yang terjadi dengan " the seven liberal arts " itu. dan hukum. dan musik). oleh sebab segala bahan pelajaran disajikan dalam subject atau mata pelajaran yang terpisah-pisah. Orang Romawi menerimanya dari orang Yunani sambil mengadakan perobahan. Selanjutnya akan kita bicarakan berbagai bentuk atau organisasi kurikulum. Baru pada abad ke-19 mulai berkembang matapelajaran-matapelajaran dengan pesatnya. geometri. yang kemudian dikenel sebagai " the seven liberal arts " yang memberikan pendidikan umum. Orang Yunani telah mengajarkan berbagai bidang studi seperti kesusasteraan. Setiap mata pelajaran harus lebih (lulu berjuang sebelum diakaui dan diterima sebagai mata pelajaran di sekolah seperti bahasa ibu. diperkaya. Kurikulum ini dapat dimodifikasi. dan logika) dan quadrivium (arithmetika. Yang diketahui ialah bahwa bahasa Latin menjadi matapelajaran yang sangat penting. Mereka mengadakan dua kategori utama yakni trivium (gramatika. matematika. dan disesuaikan dengan pemikiran-pemikiran baru tentang kurikulum. Di universitas misalnya dipelajari tiga bidang utama. I. Dalam praktik tidak tampak pertentangan serupa itu. Namun berbagai bentuk kurikulum ada pengaruhnya terhadap pemikiran tentang kurikulum dan sering pula dalam pelaksanaannya. yakni teologi. Organisasi subject curriculum dianggap berasal dari zaman Yunani kuno. bahasa asing. kedokteran.

nonakademis seperti tata buku. Biasanya sejarah diberikan terpisah dari ilmu bumi. Sebelum anak bersekolah. walaupun kedua mata pelajaran itu erat hubungannya. Bahan ini lalu disusun secara logis dan sistematis. telah banyak sekali ia belajar dan pengalaman dalam . Dengan demikian sukarlah terdapat suatu kebulatan dalam pengetahuan anak-anak. atau kebudayaan dan pengetahuan yang dikumpulkan oleh umat manusia sejak dulu kala. biasanya ia harus menunggu pemecahannya sampai ia naik kelas 2. pertanian. pekerjaan tangan. Apakah sebenarnya subject atau mata pelajaran itu? Subject itu ialah hasil pengalaman umat manusia sepanjang masa. Kini terdapat ratusan mata pelajaran di sekolah maupun universitas. Mereka sering hanya menumpukkan bermacam-macam pengetahuan. Tiap mata pelajaran diberikan tersendiri lepas dari mata pelajaran lain pada jam pelajaran tertentu. Tentu ini juga disebabkan oleh metode mengajarnya. Dengan suatu kurikulum. seakan-akan terbagi atas petak-petak. Jelaslah bahwa pada pokoknya kurikulum serupa ini berdasarkan ilmu jiwa assosiasi yang mengharapkan timbulnya pribadi yang bulat sebagai hasil jumlah pengetahuan yang diperoleh anak. Dikelas I SD dahulu anak-anak berhitung dengan bilangan 1 sampai 20. Jadi dalam mata pelajaran itu sendiri terdapat batas-batas yang memisahkan bahan pelajaran untuk tiap kelas. Anak-anak (dan manusia umumnya) belajar berkat pengalaman. baik di SD maupun di Sekolah Menengah sampai Universitas. pendidikan kesejahteraan keluarga. Inilah jenis kurikulum yang umumnya terdapat di kebanyakan negara. Untuk itu bahan pelajaran dibagi-bagi untuk tiap-tiap kelas. disederhanakan dan disajikan kepada anak -anak di sekolah sebagai mata pelajaran setelah disesuaikan dengan usia dan kematangan murid-murid. Kalau ia menghadapi soal-soal di atas 20. pendidikan jasmani. sekolah memberikan kepada anak-anak pengalaman-pengalaman untuk mengembangkan pribadinya sesuai dengan tujuan pendidikan. juga di Indonesia. dan sebagainya. Batasbatas bahan pelajaran itu dihormati benar dan biasanya tidak dilampaui. Batas-batas terdapat pula antar mata pelajaran yang satu dengan yang satu lagi.

Mereka inilah menetapkan apakah diperlukan anak-anak kelak dalam kehidupannya dalam masyarakat. Hasil pelajaran serupa itu dianggap permanen dan tidak dilupakan. Kurikulum yang subject-centered ini terutama ditujukan kepada pembentukan intelektual dan kurang mengutamakan pembentukan pribadi anak sebagai keseluruhan. Jadi dalam kurikulum ini sudah lebih dahulu ditentukan pengalaman-pengalaman apakah yang akan diterima anak selama ia bersekolah. Oleh sebab bahan pelajaran itu biasanya telah ditetapkan oleh buku. Untuk memperkuat keseragaman itu diberikan pula rencana pelajaran terurai yang menentukan dalam garis-garis kecil apa yang harus disajikan kepada murid-murid setiap minggu.kehidupannya sehari-hari. Yang dipelajari ialah hal-hal yang berhubungan langsung dengan kehidupan anak. Tentu saja guru yang baik tidak akan sudi diperhamba oleh buku dan mencari berbagai jalan untuk memperkaya kurikulum itu dan menyesuaikan sedapat mungkin dengan kebutuhan anak-anak setempat. Bahkan sering kurikulum itu semata-mata ditentukan oleh buku pelajaran itu. Biasanya yang menentukannya ialah suatu panitia yang terdiri atas tokoh-tokoh dan ahli-ahli pendidikan lain dan para ahli dalam disiplin tertentu. Keseragaman . lalu dihafal untuk diingat dan kemudian dilupakan. yang tidak selalu bertalian erat dengan pengalaman anak itu sendiri. Karena itu sekolah modern menggunakan pengalaman-pengalaman anak itu sendiri sebagai bahan pelajaran. Kurikulum serupa ini biasanya ditentukan terlebih dahulu oleh ahli-ahli atau para pembina pendidikan. maka besarlah pengaruh buku pelajaran. sehingga tujuan pendidikan menyempit menjadi menguasai sejumlah pengetahuan yang tercantum dalam buku. oleh sebab luas atau scope bahan pelajaran dapat ditentukan. Hal ini mungkin. Oleh karena pengetahuan yang harus dikuasai anak tertentu banyaknya. Oleh sebab itu banyak yang tidak dapat diselami oleh anak itu sendiri. dengan maksud agar pendidikan di mana saja sama tarafnya. Pada akhir sekolah dapat diadakan ujian negara yang uniform pula. Kurikulum yang seragam ini memudahkan anak-anak pindah sekolah. maka kurikulum ini mudah dijadikan uniform atau seragam di seluruh negara. Dalam subject curriculum anakanak dipaksakan mempelajari pengalaman umat manusia yang lampau. setiap jam.

Tentu saja cara ini tidak memuaskan bagi anak-anak yang pandai karena pelajaran itu dianggapnya terlampau mudah dan tidak merangsangnya untuk mengeluarkan segenap tenaga dan pikirannya. Ilmu pasti mulai dengan pengertian-pengertian dasar. Bahan pelajaran dapat disajikan secara logis dan sciternuas. kemudian dibicarakan daerah-daerah yang makin jauh. Menurut pengertiannya subject itu ialah hasil pengalaman umat manusia pada masa yang lampau yang tersusun logis sistematis. maupun yang kurang pandai. Logika dan sistematik setiap cabang berpikir secara matematis. Kurikulum yang berpusatkan mata pelajaran ini masih sangat banyak dipakai. dan sebagainya. misalnya dengan mempelajari matematik. karena banyak mengandung hal yang menguntungkan. Untuk mencari jalan tengah biasanya guru menyesuaikan pelajaran dengan anak-anak yang " sedang " kepandaiannya. Berhitung dimulai dengan bilangan-bilangan kecil dan kemudian meningkat kepada bilangan-bilangan besar. bahwa setiap mata pelajaran atau disiplin mempunyai sistematik tertentu. Dengan mengikuti sistematik itu anak-anak juga terlatih berpikir menurut struktur disiplin. Demikian dapat kita lihat. Sebaliknya bagi anak yang kurang pandai.bahan pelajaran yang diberikan kepada semua anak dalam suatu kelas menimbulkan kesalahan didaktis untuk menyamaratakan semua murid. dan sebagainya. . yang pandai. Menyesuaikan pelajaran dengan kebutuhan minat. Sejarah disusun dari masa purba sampai kepada zaman sekarang. kemudian diberikan bentuk-bentuk yang lebih kompleks. dan pengalaman anak secara individual merupakan suatu hal yang sukar dan karena itu tidak sering dilakukan dalam kurikulum yang berdasarkan susunan mata pelajaran yang terpisah-pisah ini. Oleh sebab itu jalan yang efisien ialah memberi an k saja kepada anak-anak ilmu pengetahuan itu dalam susunan yang logis seperti telah dipikirkan oleh ahli-ahli. anak dapat berpikir secara matematis. Geografi dimulai dengan daerah yang dekat. Tiap mata pelajaran mengandung sistematik tertentu. kesanggupan. MANFAAT SEPARATE-SUBJECT CURRICULUM 1. Logika dan sistematik setiap cabang pengetahuan ini tidak akan dapat ditemukan anak itu sendiri. pelajaran itu terlampau cepat dan ia makin lama makin jauh ketinggalan.

direorganisasi. demikian pula SD. pengertian. Organisasi kurikulum ini sederhana. pengertian. . Melaksanakan kurikulum ini pun tidak menimbulkan kesulitan. atau dikurangi. Masalah scope dan sequence tidak berapa menimbulkan kesulitan. kurikulum inilah yang paling mudah disusun. sehingga lebih memudahkan luas (scope) dan urutan (sequence) bahan pelajaran di tiap kelas. Oleh sebab itu maka SM pun cenderung mempunyai organisasi kurikulum yang sama. Apa yang akan diajarkan sudah ditentukan lebih dahulu. ditambah. dan kecakapan-kecakapan tertentu yang mudah dinilai dengan ujian atau tes. Ada kalanya bahan pelajaran ditentukan dengan menetapkan buku-buku pelajaran yang harus dikuasai untuk suatu daerah. Boleh dikatakan. mudah direncanakan dan dilaksanakan. Kurikulum ini mudah dinilai. Dalam menentukan kurikulum ini banyak pula bantuan diperoleh dan bukubuku pelajaran yang telah diakui baik. Sequence adalah soal menentukan urutan mata pelajaran yang harus diberikan dalam tiap kelas. SD masih dianggap oleh kebanyakan orang sebagai persiapan untuk SM dan SM sebagai sekolah persiapan untuk Pendidikan Tinggi. sehingga guru dapat menyesuaikan jumlah waktu dengan jumlah bahan pelajaran yang harus diberikan setiap kali. yang diajarkannya bab demi bab. Guru-guru pada umumnya dapat berpegang pada buku pelajaran yang telah ditentukan. malahan untuk seluruh negara. Kurikulum ini juga dipakai di pendidikan tinggi. 4. sehingga dapat diadakan ujian umum yang uniform di seluruh negara. 3. pada saat ini setiap perguruan tinggi menggunakan organisasi kurikulum yang bersifat mata pelajaran yang terpisah-pisah. Kurikulum ini terutama bertujuan menyampaikan sejumlah pengetahuan. Lagi pula guru-guru terutama di SM telah terlatih dalam matapelajaran-matapelajaran tertentu. Scope terutama soal menentukan jumlah dan jenis mata pelajaran yang harus disajikan oleh sekolah. kecakapan-kecakapan yang diperoleh anak-anak dalam mata pelajaran itu dapat juga digunakannya dalam kehidupannya sehari-hari.Diharapkan pula agar pengetahuan. 2. Dari segala macam kurikulum.

. 6. Kurikulum ini lebih memudahkan guru.Kebanyakan orang tua menginginkan agar anak-anaknya kelak melanjutkan pelajarannya di fakultas. Lagi pula. sehingga mendapat dukungan dari orang tua dan para pengajar. Orang tua yang mengitimkan anak-anaknya ke sekolah menganggap sewajarnya. Kurikulum ini telah dipakai berabad-ubad lamanya dan sudah menjadi tradisi. Demikian pula mata pelajaran yang dirasa tidak sesuai lagi. pekerjaan selanjutnya merupakan rutin yang tidak lagi meminta usaha dan jerih payah. isi atau jenis mata pelajaran sesuai dengan permintaan zaman. mengetik. 7. Kebanyakan guru SL mendapat didikan untuk mengajarkan mata pelajaran tertentu di SMP dan SMA. Karena itu kurikulum yang berbentuk subject diterima baik dan dipertahankan di SD dan SM. Kurikulum ini telah digunakan dan diterima baik oleh generasi-generasi yang lalu. Perubahan atau perbaikan kurikulum dicapai dengan menambah atau mengurangi jumlah. Tiap tahun ia mengulang-ulangi pelajaran tanpa membutuhkan banyak pikiran dan kreativitas seperti halnya dalam pengajaran proyek atau unit. kalau mereka telah mengajar selama beberapa tahun dan telah menguasai bahan pelajaran (atau buku pelajaran) sepenuhnya. Kalau dirasa perlu anak -anak mengetahui tentang lalu lintas. dapat ditiadakan. pendidikan kependudukan. Sukar orang menerima perubahan dalam organisasi kurikulum yang telah bertahan begitu lama. 5. Mereka merasa aman dan tenteram dalam organisasi kurikulum yang subjectcentered ini. maka kurikulum ini sesuai benar dengan kemampuan guru. Dengan sendirinya mereka lebih senang bekerja di sekolah yang mempunyai kurikulum yang sesuai dengan pendidikannya di IKIP. Terlebih-lebih apabila guru itu harus mengajar pagi sore. bahwa anak itu mempelajari bermacam-macam mata pelajaran seperti yang mereka pelajari. Segala perubahan atau perbaikan kurikulum kita hingga saat ini senantiasa didasarkan pada organisasi berbentuk subject. kewargaan negara. Kurikulum ini mudah diubah. dan lain-lain. maka mata pelajaran itu mudah ditambahkan.

8. Matapelajaranmatapelajaran memberikan kepada anak-anak pengetahuan yang lepas-lepas. Mata pelajaran yang terpisah-pisah yang dijadikan pengalaman anak bertentangan dengan dunia kenyataan. BERATAN-KEBERATAN IRRICULUM TERHADAP SEPARATE-SUBJECT Walaupun kurikulum ini masih sangat umum dipakai di mana-mana karena banyak mengandung kebaikan-kebaikan. ia mencoba mengatasinya dengan menggunakan segala pengalaman dan pengetahuannya yang ada padanya berkenaan dengan situasi itu. Organisasi kurikulum yang sistematis seperti yang dimiliki oleh subject- curriculum esensial untuk menafsirkan pengalaman. Apabila seorang menghadapi suatu situasi kehidupan. tanpa mengindahkan batas-batas pengetahuan seperti diadakan oleh kurikulum ini. . Keberatan-keberatan yang sering diajukan tentu saja bertalian erat dengan pandangan seseorang mengenai pendidikan dan pengajaran. namun banyak pula kelemahankelemahannya dititik dari sudut pendidikan modern. Kurikulum berbentuk mata pelajaran yang terpisah-pisah tidak mendidik anak-anak menghadapi situasi-situasi dalam kehidupannya. Hal ini diperkuat lagi apabila tiap mata pelajaran diberikan oleh guru yang berlainan seperti halnya di Sekolah Menengah tanpa mengetahui apa yang diberikan pada pelajaran lain. Kelemahan-kelemahan kurikulum ini ialah: 1. yang tidak berhubungan satu dengan yang lain. Organisasi serupa ini sangat menghemat waktu dan tenaga dan memberi kemungkinan mempelajari sesuatu dalam waktu singkat apa yang ditemukan dengan susah payah oleh para sarjana pada masa lampau. secara fragmentaris yang sebenarnya tak ada dalam dunia kenyataan. Kurikulum ini memberikan matapelajaran yang lepas-lepas. Salah satu keberatan yang paling serius ialah bahwa kurikulum ini membagi pengalaman dan pelajaran anak atas bagian-bagian yang lepas-lepas.

urat saraf. ular. Yogyakarta 1950 misalnya untuk Ilmu Hayat di kelas V. makanan. turi. kodok. dan anak-anak disuruh mengumpulkan sejumlah pengetahuan yang lepas-lepas. "Cecak" dalam Ilmu Hewan dan "Dari hal rangka" dalam pelajaran Tubuh Manusia. bahwa ketiga pokok itu tidak ada pertaliannya. peredaran darah. . Ilmu Tumbuh-tumbuhan dan Tubuh Manusia . ketela pohon (singkong). Inilah salah satu kelemahan yang paling besar dari kurikulum yang subject-centered ini. burung hantu. labahlabah. lipan (kelabang). Setiap mata pelajaran berdiri sendiri. kumbang. Ilmu Tumbuh-tumbuhan: Cempaka kuning. Bila kita perhatikan Rencana Pelajaran untuk Sekolah Rakyat yang diterbitkan oleh KPPK. bunga matahari. badak. b. lidah. cengkeh. Sebagai contoh di sini kami kutip bahan pelajaran Ilmu Hayat untuk kelas V.Kesehatan boleh dikatakan tidak ada hubungannya. babi. dan sebagainya. bahwa Ilmu Hewan. Ilmu Hewan: Cecak. Jelaslah. Kalau guru (dan pengarang buku pelajaran) berpegang pada daftar yang di atas. kulit. petai. matematika. puspaindra (bunga tasbih). Tubuh Manusia . Padahal sudah sewajarnya ada hubungan antara matapelajaran-matapelajaran itu. ubi jalar. vinka. a. padi. nyatalah. teh. jagung. telinga. rusa. beberapa penyakit. mangga. Integrasi telah dicapai dalam matapelajaran yang saling berkaitan. kelelawar.Organisasi kurikulum ini tidak mendorong guru-guru mengadakan integrasi dalam berbagai mata pelajaran. tebu. buaya. kupu-kupu. Dalam kurikulum 1975 yang menggunakan broadfield atau bidang studi seperti IPA. cosmea. ikan. IPS. maka pada minggu pertama anak-anak akan mempelajari "Cempaka Kuning" dalam pelajaran Ilmu Tumbuh-tumbuhan. daging. keong. dan sebagainya. hidung. c.Kesehatan: Dari hal rangka. pengeluaran kotoran. dan sebagainya. mata. bernafas.

atau anak anak lebih mengetahui tentang susunan urat saraf cacing tanah daripada tentang cara menjaga kesehatannya sendiri. Berhubung dengan apa yang diketahui mengenai pertumbuhan dan perkembangan anak dan mengenai psikologi belajar. Kurikulum ini tidak memperhatikan masalah-masalah sosial yang dihadapi anak-anak dalam kehidupannya sehari -hari. dapat menutupi kekurangan ini sedapat mungkin. Oleh sebab bahan pelajaran terutama didasarkan atas buku pelajaran. maka banyak masalah yang dihadapi anak dalam hidupnya tidak mendapat tempat dalam kurikulum. Tak jarang anak-anak lebih tahu tentang perang Napoleon daripada tentang perkembangan daerahnya sendiri. kurikulum ini bertujuan menyampaikan sejumlah pengetahuan yang terdapat dalam buku-buku pelajaran yang ditentukan. ialah bahwa anak-anak telah terlatih dalarn memecahkan masalah-masalah pelajaran di sekolah. dan karena itu dapat juga memecahkan soal-soal yang dihadapinya dalam kehidupanya. Kepada anak-anak jarang diajarkan tentang cara bergaul cara menggunakan waktu senggang. Kurikulum ini menyampaikan pengalaman umat manusia yang lampau dalam bentuk yang sistematis dan logis. tentang kehidupan keluarga. Tentu saja perlu sekali bagi setiap orang untuk memiliki pengetahuan. Pelajaran serupa itu lebih mengandung arti bagi anak-anak dan karena itu lebih menarik dan berrnanfaat. Untuk itu ia harus diberi kesempatan di sekolah untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya dalarn kehidupan sehari-hari. dan sebagainya. guru yang merasakan kekurangan kurikulum ini. tentang jabatan-jabatan dalam masyarakat. Tentu saja. 3. Anggapan. Akan tetapi anak-anak juga harus diberi pengalaman untuk menggunakan pengetahuan itu secara fungsional dalam kehidupannya. tentang memahami dirt sendiri terutama bagi pemuda. maka kurikulum ini banyak . Sering kali bahan pelajaran itu tidak ada hubungannya dengan masalah-masalah yang dihadapi anak-anak dalam kehidupannya.2. Dengan demikian pelajaran di sekolah dihubungkan dengan pengalaman langsung anak-anak itu. Dalam praktik. Sesuatu yang logis tidak selalu psikologis ditinjau dari segi minat dan perkembangan anak.

Dalam hal ini pun guru yang baik dapat berusaha untuk menghubungkan mata pelajaran dengan pengalaman anak. Mereka mempelajarinya atau pada umumnya menghafalnya untuk mendapat angka yang baik. karena bertalian erat dengan kehidupannya dan kebutuhannya sehari-hari. Kurikulum ini mengabaikan atau kurang memperhatikan pertumbuhan jasmaniah. Hal ini lebih-lebih berlaku bagi anak-anak di SD oleh sebab mereka terutama menambah pêngetahuannya berdasarkan pengalaman-pengalaman langsung yang mengandung arti baginya. Tujuan kurikulum ini terlampau terbatas. karena terutama memusatkan tujuannya pada perkembangan intelektual. . akan tetapi konsepsi modern tentang pendidikan juga menekankan perkembangan aspek-aspek lain dari pribadi anak. 4. karena pelajaran tak sesuai dengan mentalnya dengan kemungkinan besar anakanak itu menjadi nakal. atau menghindarkan kecaman dan hukuman dari guru dan orang tua. jadi dengan motivasi yang ekstrinsik. Malahan ada ahli-ahli mental hygiene yang mengemukakan bahwa kurikulum ini dapat merusak pribadi anak-anak karena mereka dihadapkan kepada situasi-situasi yang tidak mengandung arti baginya sehingga mereka menghadapi frustrasi yang mengganggu kesejahteraan rohaninya. Tentu saja perkembangan intelektual tujuan yang penting bagi sekolah. hasil pelajaran itu dangkal dan verbalistic dan sebagian besar segera pula dilupakan. Atau mereka meninggalkan sekolah. Murid-murid SM lebih sanggup melihat tujuan mata pelajaran.mengandung kekurangan ditinjau dari sudut psikologis. perkembangan sosial dan emosional. Verbalisme ini juga timbul oleh sebab mata pelajaran itu tidak berurat berakar dalam pengalaman anak itu sendiri. Oleh sebab mereka tidak melihat makna pelajaran. Mereka tahu bahwa mata pelajaran itu berguna baginya. Anak-anak kecil sukar melihat tujuan mata pelajaran yang terpisah-pisah itu. kalau ia melanjutkan pelajarannya di universitas dan ada pula kemungkinan mempunyai minat yang khusus untuk memperdalam pengetahuannya dalam suatu mata pelajaran tertentu.

Anak-anak biasanya menerima segala sesuatu atas otoritas guru atau buku pelajaran. Ia mengumpulkan keterangan-keterangan dan fakta-fakta untuk memecahkan masalah-masalah. Anak-anak tidak diturut sertakan dalam merencanakan dan membicarakan apa yang akan dipelajari sep halnya dalam erti pengajaran unit. berbuat. akan tetapi memikirkannya secara kritis. dan kurang mengajak anak-anak berpikir sendiri. Akan tetapi karena organisasi kurikulum bersifat subject.centered. Kurikulum ini mengutamakan penguasaan pengetahuan dengan jalan ulangan dan hafalan. sehingga tidak ada kebebasan menemukan jawaban sendiri.Tentu saja guru yang baik dapat juga memperhatikan perkembangan segi segi pribadi anak sebagai keseluruhan dan tidak hanya mementingkan segi intelektual saja. 5. estetis dan sebagainya kepada anak-anak. Ia tidak begitu saja menerima baik apa yang dikatakan orang lain. Guru yang mengajarkan geografi dapat menyampaikan nilai-nilai sosial. Kurikulum ini kurang mengembangkan kemampuan berpikir. maka dalam praktik banyak guru terutama mementingkan aspek intelektual saja. emosional. bekerja sendiri. baik secara perorangan. Demokrasi dalam rangka Pancasila sebaiknya dipupuk dengan memberi kesempatan kepada murid-murid untuk menyelidik. Perbuatannya tidak ditentukan semata-mata oleh orang lain. . bahwa setiap pengajaran harus bersifat mendidik. Demokrasi menginginkan warganegara-warganegara yang dapat mengambil keputusan atas tanggungjawab sendiri. maupun secara kelompok. Pertanyaan-pertanyaan dan soal-soal yang mereka hadapi telah mempunyai jawab-jawab tertentu. berpikir. Selain dari itu bahan pelajaran biasanya lebih dahulu ditetapkan secara "otoktratis" oleh pihak atasan. Guru yang baik mengetahui.

al menurut cara berpikir sarjana dalam bidang ilmu tertentu. karena berpegang pada kurikulum yang subject-centered.Walaupun dalam kurikulum ini ada juga yang merangsang anak-anak berpikir sendiri secara kritis dan dalam batas-batas yang sangat terbatas turut merencanakan bahan. Juga tak dapat diterima bahwa subject curriculum tidak mendidik anak-anak berpikir. maka itu bukan salah bentuk organisasi kurikulum. Kurikulum ini cenderung menjadi stasis dan ketinggalan zaman. 6. Separate subject curriculum banyak diserang dari berbagai pihak. Itu sebabnya maka pelajaran di sekolah sering ketinggalan zaman. pengajaran sedikit demi sedikit tak dapat dielakkan karena tak mungkin dipelajari segala sesuatu sekaligus. Tak semua keberatan terhadap subject curriculum dapat diterima begitu saja. Adakalanya suatu buku digunakan dari tahun ke tahun tanpa peruhahan dan penyesuaian dengan keadaan masyarakat yang dinamis yang terus-menerus berkembang dengan pesatnya. Walaupun mata pelajaran diberikan secara terpisah-pisah integrasi akan terjadi juga dalam diri setiap orang. Fragmentasi. melainkan salah metode mengajarnya. dan makin banyak pengetahuan anak tentang suatu mata pelajaran makin besar pula minatnya untuk mempelajarinya lebih lanjut. Akan tetapi sekalipun tidak ada tokoh atau aliran tertentu yang mempertahankannya. Bahkan diharapkan agar anak dapat berpikir menurut struktur suatu disiplin. pelajaran. .date. tetapi organisasi kurikulum ini pada hakekatny a tidak merangsang kegiatan-kegiatan serupa itu. Juga tak perlu kurikulum yang subject centered menjadi terbelakang asal guru senantiasa memperluas ilmunya sesuai dengan perkembangan disiplin itu. Pada zaman atom dan satelit ini muridmurid masih mempelajari pemadam api yang tidak terpakai lagi. Dalam pengajaran proyek anak-anak menghadapi masalah-masalah yang aktual dengan menggunakan bahan dari sumber-sumber yang up-to. Juga untuk mata pelajaran dapat dipupuk minat. Bahan pelajaran dalam kurikulum ini terutama didasarkan pada pengetahuan yang telah tercantum dalam buku. Apa yang benar pada suatu saat mungkin tidak sesuai lagi pada zaman yang berikutnya. Kalaupun anak disuruh menghafal dan menumpukkan sejumlah pengetahuan yang lepas-lepas.

sehingga dalam pelajaran sejarah ia belajar berpikir seperti ahli sejarah. II. Sikap yang ekstrem menyebabkan kritik yang sering berlebih-lebihan. Setiap guru yang baik dengan sendirinya akan mengadakan korelasi dengan mata pelajaran lain yang dianggapnya perlu untuk memperdalam pengertian anak. karena kebaikannya. Setelah diluncurkannya Sputnik oleh Rusia. Para ahli giat mempelajari stuktur setiap disiplin. Senantiasa kita lihat pendapat-pendapat yang bertentangan. dalam pelajaran matematika is belajar berpikir secara matematis. Tak ada kurikulum yang hanya mengutamakan masyarakat dengan mengabaikan sama sekali kepentingan anak. sedangkan alternatif yang diberikan. Karena setiap bentuk kurikulum mempunyai kebaikan dan kelemahan. Diinginkan agar anak didik menurut struktur disiplin itu.namun bentuk kurikulum ini masih hidup dengan subur di mana-mana di dunia. Kita harus mencoba melihatnya dalam proporsi yang sebenarnya. Hal ini tak perlu mengherankan. maka timbul kritik yang pedas dan tajam terhadap integrated curriculum sambil menonjolkan pengajaran mata pelajaran atau disiplin-disiplin ilmu. seperti misalnya integrated curriculum sangat banyak menimbulkan kesulitan dalam penerapannya oleh guru dalam kelas. yang ingin saling menghancurkan. Jutaan dollar dikeluarkan kepada sarjana-sarjana dalam ilmu pengetahuan alam dan ilmu pendidik untuk menghasilkan buku pelajaran menurut disiplin ilmu itu. Akan tetapi dalam bidang kurikulum tak akan kunjung tercapai sesuatu yang sempurna. Maka karena itu hams kita elakkan cara berpikir ekstrim dan sepihak mengenai aliran-aliran dalam kurikulum. maka memilih suatu bentuk yang ekstrim dengan sendirinya mengabaikan kebaikan kurikulum yang ditentang itu . CORRELATED CURRICULUM Para pendidik yang melihat kelemahan-kelemahan separate-subject curriculum dan merasa tidak puas dengan kurikulum itu berikhtiar mencari jalan untuk memberikan kepada murid pengalaman-pengalaman yang ada . Demikian pula kurikulum yang semata-mata memberikan mata pelajaran yang terpisah-pisah.

seni lukis. Jadi broad-field dapat dianggap sebagai modifikasi subject curriculum yang tradisional. Demikian pula ilmu alam. ejaan. disatukan menjadi IPA atau Ilmu Pengetahuan Alam. tata bahasa. misalnya sejarah. Walaupun telah tercapai perpaduan yang erat antara beberapa mata pelajaran.hubungannya. drama dan sebagian dari pendidikan jasmani. aljabar. Dalam pelajaran bahasa dimasukkan bagian -bagian seperti membaca. kesusasteraan. Setiap mata pelajaran diberikan pada jam-jam tertentu. di-fusi-kan dengan menghilangkan batas masing-masing. c. sosiologi. Dapat pula beberapa mata pelajaran disatukan. ilmu tumbuh-tumbuhan. biologi. Hubungan yang Iebih erat terdapat. Broad -field itu sendiri merupakan kesatuan yang tidak terbagi-bagi atas bagian-bagian. akan tetapi memberi sumbangan masing-masing untuk menyoroti masalah yang dihadapi. hanya jumlah pelajaran sangat dikurangi. dan sebagainya. Korelasi dapat dilakukan dengan bermacam-macam cara : a. apabila suatu pokok atau masalah tertentu diperbincangkan dalam berbagai-bagai mata pelajaran. jadi berdiri sendiri. Broad-field lain ialah matematika yang menyatukan ilmu ukur. Paduan atau fusi antara beberapa mata pelajaran itu disebut "broad-field". pekerjaan tangan. Misalnya pada pelajaran geografi dapat disinggung soal sejarah. bernyanyi. . misalnya soal sawah dibicarakan dalam pelajaran geografi. b. dan berhitung. kewargaan negara menjadi IPS atau Ilmu Pengetahuan Sosial. Kesenian melingkapi seni suara. yakni kalau kebetulan ada pertaliannya dengan mata pelajaran lain. dasarnya sebenamya masih bersifat subject curriculum. bercakapcakap dan lain-lain. geografi. dan sebagainya. seni tari. ekonomi. seni pahat. menggambar. antropologi. kimia. ada pula yang menyatu padukan mata pelajaran dengan menghilangkan identitas mata pelajaran dalam bidang studi tertentu. Antara dua mata pelajaran diadakan hubungan secara insidental. mengarang. ilmu hewan. Ada yang menghubungkan mata pelajaran yang satu dengan yang lain dengan memelihara identitas mata pelajaran.

Hanna berjudul: "Facing Life's Problems" isinya : Problem . Assuming Citizenship Responsiblities Participating in Local Community Affairs Understanding the Functions of Government Maintaining Our Civil Liberties. Part II. Buku ilmu pengetahuan sosial yang dikarang oleh Lavone A. Lingkungan Alamiah  Mengendalikan banjir 2. Tata Pemerintahan Daerah . Becoming Economically Independent Choosing an Occupation Becoming . Part III. berisi 1. Making the Most of Our Lives Understanding Ourselves Making and Keeping Friends Establishing a Sucessful Marriage Getting Along with People Who Differ Acquiring an Education Using Our Leisure Time Developing a Philosophy of Life. Understanding Our World Democrary Challenges Totalitarianism Our World Is Interdependent War Is Not Inevitable. Part IV.Biasanya pokok yang dibicarakan berupa problema-problema.a Wise Consumer Using Our Resources Wisely Understanding Our Economic Relations. Buku pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SD kelas IV yang diterbitkan oleh Departemen P dan K.Solving Part I.

3.  Bapak Gubernur meninjau desa Pemilihan umum 3. dan lainlain. Pengertian murid-murid tentang sesuatu lebih mendalam. Hidup bermasyarakat   Bermain sepak bola Pramuka berkemah Dalam pelajaran ilmu pengetahuan sosial ini masalah yang di atas dibicarakan dengan menggunakan bahan dari sejarah. 4. melainkan bertautan. geografi. Herman 4. BEBERAPA KEUNTUNGAN BROAD FIELD CURRICULUM 1. Mereka mendapat informasi mengenai suatu pokok tertentu tidak secara terpisah-pisah dalam berbagai matapelajaran pada waktu yang berbeda-beda. di mana pokok itu disoroti dari berbagai disiplin mata pelajaran terentu. Korelasi memajukan Integrasi pengetahuan pada murid-murid. Dengan demikian pengetahuan mereka tidak lepas-lepas. berpadu. . Minat murid bertambah apabila ia melihat hubungan antara matapelajaranmatapelajaran. akan tetapi dalam satu pelajaran. Pendidikan   Semua orang belajar Pengalaman sekolah dr. ekonomi. Peninggalan Sejarah   Mengunjungi Candi Borobudur Berziarah ke makam Ibu Kartini 6. Perhubungan   Kendaraan dulu dan sekarang. 2. pengangkutan penumpang dan barang Jarak yang kian pendek 5. Korelasi memberikan pengertian yang lebih luas karena diperoleh pandangan dari berbagai-bagai sudut dan tidak hanya dari satu mata pelajaran saja. bila didapat penjelasan dari berbagai matapelajaran.

akan tetapi tidak mencukupi sebagai persiapan untuk mengikuti pelajaran di perguruan tinggi. Guru sering tidak menguasai pendekatan inter-disipliner.centered dan tidak menggunakan bahan yang Iangsung berhubungan dengan kebutuhan dan minat anak-anak serta dengan masalah-masalah yang hangat yang dihadapi murid-murid dalam kehidupannya sehari-hari. harmoni. koordinasi. Akan tetapi orang-orang yang progresif maupun yang tradisional mempunyai keberatan-keberatan terhadap kurikulum ini. III. Broad-field tidak memberi pengetahuan yang sistematis serta mendalam mengenai berbagai mata pelajaran. . Kurikulum ia memang memberikan pengetahuan yang lebih bulat daripada separate-subject curriculum. sehingga tidak merupakan suatu keseluruhan yang tersusun logic dan sistematis. ia akan mengutamakan geografi dan menjadikan sejarah. Korelasi memungkinkan murid-murid menggunakan pengetahuannya lebih fungsional. kebulatan keseluruhan. KEKURANGAN-KEKURANGAN KURIKULUM INI Seperti telah dikatakan. 2. Integrated curriculum meniadakan batas-batas antara berbagai-bagai mata pelajaran dan menyajikan bahan pelajaran dalam bentuk unit atau keseluruhan. Dengan integrasi dimaksud perpaduan. 6. Korelasi antara mata pelajaran lebih mengutamakan pengertian dan prinsipprinsip daripada pengetahuan dan penguasaan fakta-fakta. correlated curriculum ialah suatu modifikasi subject curriculum dan karena itu juga hingga batasbatas tertentu mempunyai kelemahankelemahannya. Kurikulum ini pada hakikatnya kurikulum yang subject. Pengetahuan anak tentang mata pelajaran itu bersifat umum dan dangkal dan hanya dapat dipandang sebagai pengantar ke dalam berbagai mata pelajaran. Pengetahuan yang diperoleh tentang suatu disiplin sewaktu membicarakan bermacam-macam pokok. 1. 3. Mereka mendapat kesempatan menggunakan pengetahuan dari berbagai matapelajaran guna memecahkan suatu masalah. Jika spesialisasinya geografi. INTEGRATED CURRICULUM Integrasi berasal dari kata "integer" yang berarti unit. kewarganegaraan atau ekonomi sebagai pelajaran pembantu.5. tidak berhubungan erat satu sama "dengan" lain.

Masalah itu harus dirumuskan setajam-tajamnya dan sering pula menganalisanya dalam sejumlah submasalah. Kelakuannya harmonis dan ia tidak senantiasa terbentur pada situasi-situasi yang dihadapinya dalam hidupnya." (1) Seorang berpikir bila ia menghadapi masalah. Pelajaran membantu anak dalam menghadapi masalahmasalah kehidupan di luar sekolah. Integrasi sosial ini lebih diutamakan dalam integrated curriculum daripada dalam curriculum yang subject centered. karena bermaksud untuk mengintegrasikan pribadi anak. Integrated curiculum dilaksanakan melalui pengajaran unit. Menurut Caswell unit ialah 'a series of related activities engaged in by children in the process of realizing a dominating purpose which is compatible with the aims of education". akan tetapi juga tujuannya. Dalam pengajaran unit dengan sengaja anak-anak dididik untuk berpikir secara ilmiah menurut langkah-langkah yang disebut Dewey "the method of intelligence. Apa yang diajarkan sekolah disesuaikan dengan kehidupan anak di luar sekolah. Hipotesis-hipotesis itu harus lagi dicobakan untuk membuktikan benar tidaknya. yaitu cara-cara yang mungkin memberi jawaban atau penyelesaian masalah itu. Menghadapkan anak kepada masalah berarti merangsangnya untuk berpikir dan ia merasa tidak akan merasa puas dan tenang sebelum memecahkan masalah itu. (2) Ia memikirkan hipotesis-hipotesis. Untuk memecahkan masalah itu anak -anak melakukan serangkaian kegiatan yang saling herkaitan. Di sekolah ia belajar bekerja sama dan bergaul dengan murid-murid lain dengan tujuan agar ia pandai bergaul dan bekerjasama dengan orang-orang lain di luar sekolah. Orang yang "integrated" hidup dan harmoni dengan lingkungannya. . Dengan kebulatan bahan pelajaran diharapkan kita membentuk anak-anak menjadi pribadi yang integrated. yakni manusia yang sesuai atau selaras hidupnya dengan sekitarnya. Menilik tujuannya kurikulum ini juga dapat disebut "integrating" curriculum.Yang penting bukan hanya bentuk kurikulum ini. Suatu unit mempunyai tujuan yang bermakna bagi anak yang biasnaya dituangkan dalam bentuk masalah.

Karena itu pelajaran disusun sebagai keseluruhan yang luas yang disebut "broad unit". Maka masalah itu terpecahkan. Ada kalanya langkah ini meminta waktu dan tenaga yang banyak. atau hingga sekarang masih belum terpecahkan. Akan tetapi mungkin juga tak satupun yang ternyata benar. atau mungkin tidak cukup keterangan yang diperlukan untuk memecahkan masalah itu. Setiap hipotesa dianggap scbagai suatu kemungkinan jawaban yang harus disangsikan. karena dianggap tidak menghasilkan pribadi yang harmonis. dan masalah itu tetap tidak terpecahkan. atau masih harus dicari hipotesis-hipotesis lain. Menurut definisinya unit itu merupakan suatu keseluruhan bahan pelajaran. bergantung pada sifat masalahnya. Mungkin masalah itu kurang tepat rumusannya. Mungkin suatu masalah baru dapat dipecahkan setelah puluhan tahun. Ciri-ciri unit: 1. Sekolah-sekolah yang " progresif " berangsur-angsur meninggalkan kurikulum yang subject-centered. Maka harus dicari di mana kekurangannya. (5) Jika diperoleh jawaban berdasarkan pemikiran yang dibenarkan oleh bukti bukti yang faktual. Kalau kita menjalankan integrated curriculum. Unit merupakan suatu keseluruhan yang bulat. Faktor yang menyatukan ialah masalah atau problema yang terkandung dalam . maka kesempatan itu dapat dijadikan pegangan bagi perbuatan atau tindakan kita. Unit dan ciri-cirinya. (4) Dengan keterangan-keterangan yang diperoleh itu ia menguji kebenaran hipotesis-hipotesis. sampai kebenarannya dibuktikan berdasarkan data. Maka kita bertindak secara rasional. jelaslah bahwa yang diutamakan ialah berpikir sendiri atas fakta-fakta yang dicari sendiri dan bukan menghafal fakta-fakta belaka. Ada kemungkinan di antara hipotesa itu ada yang benar.(3) Untuk membuktikan benar tidaknya hipotesis itu ia perlu mengumpulkan keterangan atau data sebanyak-banyaknya dengan berbagai cara dan dari berbagai sumber sesuai dengan sifat masalah itu. Unit ini mengandung suatu soal atau masalah yang dipelajari anak selama beberapa minggu atau beberapa bulan.

Guru harus menjaga agar pelajaran tidak menyimpang dari pokok itu. guru harus mengenal keadaan sosial ekonomi anak-anak. sawah. arca. surat kabar. kepala kantor. Di samping itu ada pula kebutuhan yang ditentukan oleh masyarakat dan kebudayaan tempat ia hidup. dan sebagainya. radio. bahasa. dan sebagainya. Kebutuhan itu bersifat pribadi dan social. sejarah. tukang becak. b. Unit didasarkan atas kebutuhan anak. jika mungkin film. Bila murid melihat faedah dan tujuan . taman-taman. musik. kantor pos. saudagar. Ia hendaknya menganalisis kebutuhan mereka sebagai perorangan dan sebagai kelompok. Segala sesuatu yang dilakukan oleh murid murid harus senantiasa bertalian erat dengan pokok tersebut dan merupakan sumbangan guna mencapai tujuan unit itu.pokok yang akan diselidiki oleh murid-murid. 3. dan sebagainya. dari lingkungan sekitar: toko. dan sebagainya. lapangan terbang. Oleh karena itu dalam suatu unit murid-murid menggunakan berhitung. daftar-daftar. Dalam merancang unit. Unit tidak terbatas pada suatu atau beberapa mata pelajaran. Dalam kehidupan sehari-hari tak terdapat batas-batas itu. Batas-batas antara mata pelajaran sebenarnya diadakan oleh sarjana-sarjana dalam usaha mereka untuk menyusun ilmu pengetahuan. ensiklopedi. kebun binatang. peta. Ada kebutuhan anak yang timbul berkenaan dengan pertumbuhan jasmaniah dan perkembangan rohaniah. menggambar. geografi. Dengan demikian guru lebih mengetahui dalam hal manakah mereka perlu dibantu agar lebih sanggup menghadapi masalahmasalah dalam kehidupan sehari-hari. stasion. pendek kata apa saja asal memberikan bahan dan keterangan untuk memahami pokok yang dipelajari itu. dan sebagainya. Unit menerobos batas-batas mata pelajaran. dari bacaan: buku. majalah. Bahan-bahan dicari dari pelbagai sumber seperti: a. dari orang-orang yang dapat memberikan keterangan: tukang kayu. gambar. c. dari alat-alat peraga: globe. d. Jadi masalah itu dipecahkan secara interdisipliner. 2. melainkan menggunakan segala macam bahan untuk memecahkan soal-soal yang terkandung dalam unit itu. ilmu alam.

Untuk suatu unit diperlukan beberapa jam sehari. mengadakan percobaan-percobaan. bekerja sama dalam kelompok. Masalahmasalah yang terkandung dalam unit itu mempunyai arti baginya dan karena itu mereka dirangsang untuk menelaah dan memecahkan soal itu. 4. Unit didasarkan pada pendapat-pendapat modern mengenai cara belajar. mencari sendiri jawaban atas masalah-masalah lalu mengambil kesimpulan yang dijadikannya dasar perbuatannya. Bila murid -murid yakin akan kebaikan. dan kesanggupan anak prinsip individualistis lebih mudah dilaksanakan dalam pengajaran unit. maka tidaklah r perlu dipakai paksaan dan desakan dari luar berupakan hukuman. dan sebagainya. 5. . mengadakan penyelidikan dan percobaan. minat. Anakanak diberi kesempatan sebanyak-banyaknya untuk menghayati. Unit senantiasa dihubungkan dengan pengalaman-pengalaman anak. angkaangka atau ancaman. dan tujuan pelajaran bagi di inya. kematangan. mengumpulkan bahan dari berbagai-bagai sumber. Belajar menurut cara unit sesuai dengan teori-teori yang pada saatnya modern tentang belajar. faedah. Dengan sendirinya verbalisme dicegah. merumuskan dan menganalisis problema-problems. Kegiatan-kegiatan dalam unit banyak memerlukan waktu seperti untuk berkaryawisata. yang saling bertalian erat dan karena itu lebih dipahami.pekerjaan dan pelajaran. Mengenai kebutuhan. Apa yang dipelajari dalam unit merupakan keseluruhan. kalau perlu malahan sepanjang hari. membuat gambar atau konstruksi. maka minat akan bertambah dan pelajaran akan lebih besar hasilnya. pujian. mengumpulkan bahan dari berbagai-bagai sumber. Dalam organisasi kurikulum yang tradisional anak-anak menerima bermacam-macam pelajaran yang tak berhubungan satu dengan yang lain masingmasing pada jam-jam tertentu. yakni berdasarkan minat dan kebutuhan anak. Unit memerlukan waktu yang panjang.

Dalam unit anak-anak diberi kesempatan untuk berbuat. bahwa lebih baik diberikan waktu secukupnya untuk mempelajari suatu hal secara mendalam dari pada mempelajari bermacam-macam hal secara mendangkal yang segera dilupakan pula. Tentu saja masalah-masalah itu disesuaikan dengan kematangan anak dan kesanggupannya untuk memahaminya. Dalam unit digunakan setiap kesempatan untuk menghubungkan pelajaran di sekolah dengan kehidupan sehari-hari. 7. Dalam unit anak-anak harus memecahkan masalah-masalah dengan menggunakan metode ilmiah seperti telah diuraikan di atas. mengujui hipotesis-hipotesis dengan menggunakan bahan-bahan yang diperolehnya. bergerak. pengamatan sendiri atau dari percobaan-percobaan. dengan pengalaman-pengalaman anak. membentuk. sehingga mereka belajar dengan gembira dan penuh minat. bekerja dalam kelompok. dan bila perlu beberapa bulan. menyatakan perasaan dan pikirannya dengan bebas dengan perantaraan bahasa. musik. menyelidiki hal-hal yang sesuai dengan dorongan yang wajar. 6. di mana anak-anak duduk diam sambil mendengarkan saja. mencari hipotesis-hipotesis kemudian mengumpulkan keterangan dari buku-buku. tanpa kegairahan.Waktu yang cukup banyak diperlukan benar. mengambil kesimpulan dan akhirnya bertindak atau berbuat atas . lukisan. Pendirian ialah. Kelas yang diselenggarakan secara ini. 8. Dalam unit anak-anak dihadapkan kepada situasi-situasi yang mengandung problema. Itu sebabnya maka suatu unit memakan waktu beberapa minggu. berlainan sekali suasananya dengan kelas yang pasif. Masyarakat dijadikan laboratorium tempat anak mengadakan penyelidikan dan mengumpulkan bahan-bahan yang tak dapat diperoleh dari buku-buku pelajaran. Unit menggunakan dorongan-dorongan yang sewajarnya pada anak -anak. Unit itu life-centered. bila kita ingin memperdalam pengertian dalam suatu hal. yakni merumuskan masalah. menganalisisnya.

berdramatisasi. 9. bahwa di sekolah modern seharusnya anak-anaklah yang menentukan apa yang harus dipelajari. Guru yang tradisional berpendapat. Dalam unit anak-anak mendapat banyak kesempatan untuk bekerjasama dalam kelompok. bahwa guru sendirilah yang harus menetapkan segala sesuatu yang akan diajarkan dalam unit itu. . Unit dengan sengaja memajukan perkembangan sosial pada anak-anak. memikul tanggung jawab. Bukankah mereka lebih tahu apa yang menarik minat mereka dan apa yang mereka butuhkan? Akan tetapi kita jangan lupa. Guru merencanakan dan menyodorkan rencana i u kepada murid-muridnya. Mereka harus mendapat bimbingan dari guru yang lebih berpengalaman daripada mereka. misalnya dalam diskusi. dan harga-menghargai sumbangan masing-masing. Problem solving menurut scientific method merupakan suatu unsur yang utama dalam pengajaran unit. Salah satu tugas sekolah yang penting sekali bukanlah menyampaikan sejumlah pengetahuan yang harus dihafalnya. Dalam kelompok anak itu merasa dirinya sebagai anggota yang dihargai dan disukai. Guru-guru yang terlalu progresid berpendapat. t Murid hanya menerima apa yang telah ditentukan oleh guru. Mereka berunding untuk menentukan rencana pekerjaan berhubung dengan unit itu.hasil yang diperolehnya. dan sebagainya. Dalam pengajaran unit biasanya terdapat kerja sama antara guru dengan murid dalam menentukan pokok untuk unit itu. Unit direncanakan bersama oleh guru dengan murid. melainkan membantu anak-anak untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya secara ilmiah. membuat rencana. bahwa anak-anak sendiri kerap kali tidak tahu apa yang sebenarnya perlu bagi mereka. Sering pula orang tua diminta bantuannya dalam menentukan pokok-pokok yang dipandang penting bagi anak-anak dan bantuan mereka diharapkan pula dalam melaksa nakan unit itu. mengumpulkan bahan. Mereka belajar menerima dan memberi kecaman dalam suasan hormat-menghormati. Tentu saja pokok untuk itu senantiasa harus sesuai dengan tujuan pendidikan. 10.

Kurikulum sekolah guru dewasa ini kebanyakan didasarkan atas mata pelajaraan yang terpisah-pisah. 4. Bahasa Indonesia). baik mengenai pokok-pokok yang dibicarakan. Hal ini merupakan suatu keberatan bagi guru yang lebih suka bekerja menurut rutin dengan mengikuti buku pelajaran tertentu untuk tiap matapelajaran. Kurikulum ini tidak mengharapkan pengetahuan yang sama untuk semua murid. 3. maupun mengenai isinya. Memasukkan kurikulum yang baru akan menimbulkan kesukaran bagi murid-murid dan guru. Kurikulum ini tidak memungkinkan ujian umum. IPA. Matematika. sesuai dengan kurikulum yang terdapat pada SD dan SM. maka tidak akan terdapat di dalamnya susunan yang logis sistematis. malahan sedapat mungkin menyesuaikan pelajaran dengan bakat dan kesanggupan tiap anak dengan keadaan lingkungan anak itu. maka pengetahuan anak-anak pada waktu tamat tidak sama pula. Guru-guru tidak dididik untuk menjalankan kurikulum seperti ini. Bahan pelajaran mungkin sekali tiap tahun berlainan dengan tahun yang sudah-sudah. Malahan besar bahayanya anak-anak mendapat bahan yang sama pada kelas lain. dan tentu pula berbeda sekali di berbagai sekolah. Perbedaan bahan pelajaran di berbagai sekolah di berbagai tempat dianggap pula suatu keberatan bagi anak-anak yang pindah ke sekolah lain. Oleh sebab bahan pelajaran boleh dikatakan berlainan setiap tahun. dan karena itu memerlukan lebih banyak inisiatif dan usaha dari guru. Karena bahan pelajaran tidak ditetapkan lebih dahulu. akan tetapi direncanakan dengan mengadakan rundingan dengan murid-murid. Karena itu kurikulum ini tidak menginginkan ujian yang uniform di seluruh negara atau daerah. Tiap tahun guru itu boleh dikatakan menghadapi bahan yang barn.KEBERATAN TERHADAP INTEGRATED CURRICULUM 1. jadi bercorak separate subject atau berdasarkan broad field (IPS. . Kurikulum ini memberatkan tugas guru. 2. Kurikulum ini dianggap tidak mempunyai organisasi yang logissistematis.

Menjalankan sesuatu yang baru tidak mudah. Dalam organisasi kurikulum ini anak-anak turut serta diajak berunding untuk menentukan hal-hal yang akan dipelajari. sehingga kurikulum modern tak dapat dijalankan dengan efektif.2. Lagi pula tiap kelas penuh sesak dengan muridmurid. bahwa murid-murid terlampau muda dan karena itu tak sanggup dan tak cukup berpengalaman untuk menentukan apa yang perlu bagi pendidikan mereka. Itu sebabnya maka pendidikan guru merupakan faktor yang penting dalam pembaruan pendidikan. Semua pembaruan harus mulai pada diri guru. oleh sebab guru itu cenderung mengajar seperti ia sendiri dahulu diajar. ad. Orang beranggapan. Anak-anak dianggap tidak sanggup menentukan kurikulum. Kurikulum ini tidak berpegang pada satu buku. Gedung-gedung sekolah kita sekarang masih terikat pada filsafat pendidikan yang tradisional. Memang dalam kurikulum ini bahan pelajaran tidak tersusun secara logissistematis seperti yang lazim terdapat dalam suatu buku pelajaran. 6. Setidak-tidaknya harus ada perpustakaan yang agak lengkap sebagai suatu sumber yang penting guna mengadakan penyelidikan-penyelidikan oleh anak-anak. Alat-alat sangat kurang untuk menjalankan kurikulum Untuk melaksanakan kurikulum ini diperlukan ruangan-ruangan dan alatalat yang khusus. orang dewasalah yang selayaknya menetapkan sepenuhnya apa yang harus diajarkan. apalagi kalau yang lama itu didukung oleh tradisi yang berabad-abad.5. Oleh sebab itu pihak atasan. ad. akan tetapi menggunakan segala macam sumber. dan ini harus dimulai pada pendidikan guru. Syarat pertama bagi pembaruan ialah. bahwa guru itu harus mengubah dirinya. pada diri sang pendidik. JAWABAN INTEGRATED CURRICULUM ATAS KEBERATAN- KEBERATAN YANG DIAJUKAN Semua keberatan yang di atas ada mengandung kebenaran. I. Mengenai keberatan-keberatan itu kami ingin mengajukan beberapa catatan. Akan tetapi hal ini tidak berarti bahwa organisasi .

. akan tetapi praktik serupa ini sudah ditinggalkan. Dalam kerangka itu banyak kebebasan bergerak bagi guru dan murid untuk memilih pokok-pokok yang sesuai dengan kebutuhan mereka. maka anak-anak dilatih menghafal sejumlah pengetahuan yang diharapkan akan "keluar" dalam ujian. Akan tetapi janganlah ujian itu dipakai sebagai alasan untuk membenarkan din tidak menjal nkan inisiatif ke arah a perbaikan pendidikan. Untuk mencegah berulangnya suatu pokok. bahwa ujian itu merupakan suatu "penyakit" yang sering menghalang-halangi pembaharuan dalam pendidikan. Dalam kurikulum yang "child. yang ingin terus berkembang dan turut mengikuti aliran zaman.5.4.guru lain. Untuk memenuhi tuntutan ujian. justru akan berikhtiar.3. Dalam menentukan bahan pelajaran peranan guru tetap penting. ad. Ada tidaknya ujian. anak-anak diturut-sertakan memilih dan merencanakan. Ujian yang uniform ini memang merupakan suatu halangan ke arah pembaruan. Dialah yang tahu tujuan pendidikan dan nilai suatu pelajaran untuk mencapai tujuan itu. anak-anaklah yang menentukannya. yang ingin menyesuaikan pelajaran dengan keadaan masyarakat anak. guru harus mencatat apa-apa yang telah dibicarakan untuk diketahui oleh guru. Penentuan bahan pelajaran tidak semata-mata diserahkan kepada kehendak murid-murid. Banyak orang di kalangan pendidikan yang mengakui. ad. bagi guru yang dinamis tetap ada kesempatan untuk mengadakan pembaruan. Jadi kurikulum ini lebih fleksibel. yaitu yang berpusat pada anak. Dalam rangka tujuan pendidikan itu. Biasanya sekolah telah mempunyai suatu kerangka yang berisi bidang-bidang yang kirangnya dapat dijadikan pokok pelajaran. agar ia jangan dikuasai oleh pekerjaan rutin yang membosankan. dengan maksud agar anak -anak menerima dan memahami makna serta tujuan pokok itu. Guru yang dinamis. ad.sama sekali tidak ada.centered". Ujian yang uniform ini seakan-akan tidak memungkinkan guru menyesuaikan pelajaran dengan kebutuhan individu serta keadaan masyarakat setempat.

alat-alat pengukur dan botol. Tanpa alat-alat tak dapat dijalankan kurikulum apa pun dengan efektif. Sebenarnya tidak mungkin diajarkan sejarah dengan baik tanpa ilmu bumi. 2. Murid-murid dihadapkan kepada masalah. tape recorder. Mengadakan batas-batas yang tegas antara berbagai mata pelajaran sering merugikan pembentukan pengertian yang luas serta mendalam. radio. televisi. Banyak alat pelajaran yang dapat dibuat sendiri tanpa menelan biaya yang banyak antara lain garnbar-gambar dun rnajalah. jadi anak-anak aktif dengan bermacammacam cara dan tidak pasif menerima apa yang disajikan oleh guru untuk dihafal. Untuk memecahkan suatu pokok digunakan bahan dan semua mata pelajaran. Kalau kurikulum ini dijalankan. Kurikulum ini memungkinkan hubungan yang erat antara sekolah dengan masyarakat. Dalam ilmu bumi sering diperlukan ilmu alam. Segala sesuatu yang dipelajari dalam unit bertalian erat. Gedung sekolah kita belum memenuhi syarat-syarat pendidikan modem Akan tetapi kekurangan-kekurangan itu tak perlu menghalangi pembaruan.ad. Perpustakaan dapat dibentuk lambat laun. Alatalat itu belum dimiliki oleh sekolah-sekolah kita. dan mata pelajaran lain.6. Kita tahu manfaat alat-alat pelajaran modem seperti film. sehingga perpustakaan anak-anak bertambah lengkap. Kurikulum ini sesuai dengan pendapat-pendapat modern tentang belajar. yang benarbenar berarti bagi kehidupan mereka. Masyarakat dijadikan laboratorium tempat anak-anak . Lingkungan merupakan sumber pelajaran yang tak ternilai harganya. karena tidak digunakan secara fungsional untuk memecahkan masalah-masalah yang mengandung arti bagi murid. peta timbul. Mereka memecahkannya dengan pikiran dan penyelidikan sendiri. dengan sendirinya akan tampil pengarang-pengarang buku yang sesuai dengan keperluan pengajaran unit. jadi bertalian erat dengan pengalaman mereka. MANFAAT KURIKULUM UNIT 1. dan sebagainya. ilmu hayat. Anak-anak tidak lagi mempelajari fakta-fakta lepas yang segera dilupakan. 3.

sebagai kelompok maupun sebagai individu. 4. bekerja sendiri. 5. Mereka tidak hanya menerima saja apa yang dikatakan guru atau yang tercantum dalam buku. memikul tanggung jawab. Dalam menentukan. Kurikulum ini sesuai dengan paham demokrasi. Apakah pokok itu dibangkitkan oleh minat. Malahan di suatu sekolah pun mungkin pokok untuk unit berbeda dan tahun ke tahun. bekerja sama dalam kelompok. Masyarakat dapat diturut sertakan dalam usaha-usaha sekolah. bahwa kita harus bekerja dalam rangka tujuan sekolah. Apakah bahan pelajaran itu sesuai dengan taraf kematangan murid? a. 2. pokok manakah yang hendaknya dipilih untuk suatu unit senantiasa harus dipikirkan. sedangkan guru merasa pentingnya pokok itu bagi perkembangan murid-murid. kita dapat memajukan pertanyaan-pertanyaan yang berikut: 1. Kurikulum ini mudah disesuaikan dengan minat. Untuk menentukan. ia dapat berikhtiar untuk membangkitkan minat itu. kebutuhan dan. Inikah saat yang sebaik-baiknya bagi murid-murid untuk memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya dari pokok yang akan dipelajari itu. Di samping itu kita harus memperhatikan kebutuhan anak dalam lingkungan itu. Mereka diajak turut serta berunding dan merancangkan pelajaran. Pokok-pokok untuk unit mungkin sekali berlainan di berbagai sekolah. melainkan dengan kritis membandingkan keterangan-keterangan dari berbagai sumber. pengalaman murid-murid dalam kelas itu? Bila ternyata tidak atau kurang ada minat yang khusus untuk pokok itu. Murid-murid dirangsang untuk berpikir sendiri. Menentukan pokok untuk un it. pokok-pokok manakah yang sebaiknya dijadikan unit yang akan dipelajari anak-anak.mengumpulkan bahan untuk menyelidiki suatu problema. ataukah lebih baik pelajaran itu diundurkan saja dulu? . kesanggupan dan kematangan murid.

bahan-bahan untuk bermacam-macam bentuk ekspresi.b. majalah. merumuskan masalah. Dua pendapat. Pokok-pokok apakah yang harus dipilih untuk dipelajari anak-anak dalam bentuk unit? Dalam hal ini terdapat dua pendapat yang utama. Apakah bahan pelajaran itu cukup memberi kesempatan untuk mengeluarkan dan menyatakan perasaan dalam berbagai-hagai bentuk? 4. bekerja sama berpikir untuk memecahkan problema? b. menganalisnya. pengalaman-pengalamaan langsung berhubung dengan unit d. gambar. kesempatan berkaryawisata c. mengumpulkan bahan dari berbagai sumber. berdiskusi. Apakah bahan pelajaran itu herisi buah pikiran dan soal-soal yang dapat menimbulkan diskusi yang akan memperluas alam pikiran dan pandangan anak? e. Apakah bahan pelajaran itu mengandung masalah-masalah sosial yang penting artinya bagi kehidupan anak-anak sehari-hari? c. Cukupkah kesempatan dalam pelajaran ini untuk merangsang murid-murid berpikir dan berbuat sebanyak mungkin? a. Apakah bahan pelajaran itu akan menimbulkan situasi-situasi di mana murid-murid harus merencanakan. Apakah bahan pelajaran itu tidak melampaui batas kesanggupan anak dan lagi pula cukup merangsang mereka untuk mempelajarinya dengan segenap tenaga? c. Apakah pokok lain pada saat ini barangkali lebih berfaedah dan mengandung arti bagi murid-murid. Telah adakah pengalaman-pengalaman pada murid yang dapat digunakan sebagai landasan bagi pelajaran baru ini? 3. Apakah bahan pelajaran itu menjamin bertambah luasnya pengetahuan murid-murid yang berguna untuk memenuhi tuntutan-tuntutan hidup yang kian hari kian meningkat? d. Yang pertama ialah . namun tidak kurang nilainya bagi perkembangan anak? d. dan alat-alat pelajaran b. Dapatkah disediakan hal-hal yang berikut untuk melaksanakan unit itu: a. buku-buku.

yakni situasi-situasi atau masalah-masalah hidup yang terus menerus dihadapi manusia. A. Herbert Spencer pada tahun 1859 telah mengemukakannya sebagai tujuan pendidikan.berdasarkan kurikulum itu pada "social functions". UNIT BERDASARKAN "SOCIAL FUNCTIONS" Dasar pikiran di sini ialah. Securing necessaries of life. Maintenance of proper social and political relations. jadi yang bersifat universal bagi semua kebudayaan di dunia ini pada yang lampau maupun masa sekarang maupun masa mendatang. Miscellaneous activities which make up the leasure part of life. 3. devoted to the gratification of the tastes and feelings. Self-preservation. yakni aktivitasaktivitas yang berkenaan dengan: 1. Stratemeyer menyebutnya "persistent life situations". Karena kurikulum harus memberikan pelajaran. Rearing and disciplining of offspring. social functions apakah yang terdapat dalam hidup manusia. Untuk mengetahui. Tujuan pendidikan yang utama ialah membantu anak-anak memperoleh kehidupan yang baik dalam lingkungan sosialnya. Baik kelompok yang primitif maupun yang modern dianalisis untuk menyelidiki social functions apakah kiranya yang terdapat dalam kehidupan manusia. Pendapat kedua ialah mengambil pokok-pokok unit dari kebutuhan anakanak. 4. 5. dari problema-problema yang dihadapi anakanak dalam hidupnya. 2. yakni lapangan-lapangan hidup sebagai pusat perhuatan-perbuatan manusia. bahwa pelajaran harus berdasarkan aktivitas dalam masyarakat dan kebudayaannya. banyak digunakan sosiologi dan antropologi kebudayaan. Sebenarnya jalan pikiran itu bukan sesuatu yang baru. yang mempunyai arti dan nilai kehidupannya sehari-hari sehingga ia kelak dapat menyesuaikan diri dengan efektif sebagai orang dewasa. .

2. 5. Making ideas clear. Expression of aesthetic impulses. Dealing with quantitive relationships. 3. Determining the nature and extent of individual freedom. 9. . property. 4. Education. Satisfying physiological needs. 10. Productions of goods and services and distribution of the returns of production. and natural resources. 8. Caswell. Mereka menyebutnya "persistent life situations". Understanding the ideas others. Health. 11. 2. 4. Recreation. Forkner dan Mc. 1. Protection and conservation of life. b. c. 7. Salah satu usaha lain untuk menggolongkan lapangan-lapangan hidup ini ialah Stratemeyer. Kim. Exploration. Expression of religious impulses. 3. Avoiding and caring for illness and injury. 2. la mengemukakan social functions yang berikut: 1. 3. 6. Intellectual power. Integration of the individual.Orang yang pertama-tama menjadikan social functions sebagai dasar kurikulum ialah H. Situations calling for growth in individual capacities. Determining responsibility to self and others. Dalam garis besarnya mereka memperoleh lapangan-lapangan sebagai berikut: I. 1. a. Extension of freedom. Communication and transportation of goods and people. Satisfying emotional and social needs. Responsibility for moral choices 1. Using effective methods of work.L. Comsumption of goods and services. 2.

Situations calling for growth in ability to deal with environmentaal factors and forces. . 3. Providing for social welfare. Working with socio-economic groups. Deciding when to join a group. Person to person relationships. Using technological resources. b. 1. Finding sources of aesthetic satisfactions in oneself. Aesthetic expression and appreciation. 2. 5. c. Earning a living. 1. animal. and insect life. 1. Dealing with plant.d. b. Securing goods and services. Using physical and chemical forces. Contributing to technological advance. Natural phenomena. 3. Intergroup relationships. 1. Technological resources. a. 1. Establishing effective working relations with others. 2. Establishing effective social relations with others. Working with racial and religious groups. 2. Participating in local and national government. Economic-social-political structures and forces. 1. a. 3. II. Group membership. 2. 3. Participating as a group member. 2. c. Molding public opinion.*) Keuntungan kurikulum berdasarkan lapangan hidup. Taking leadership responsibilities. Situations calling for growth in social participation. 2. Dealing with physical phenomena. Achieving aesthetic satisfactions through the environment. Dealing with groups organized for specific action III. 1. 2. 4.

1. Tujuan kurikulum ini lebih mudah dipahami oleh murid-murid. Kehidupan sebenarnya merupakan suatu keseluruhan dan tidak merupakan sepuluh atau sebelas lapangan kehidupan. Dengan demikian mereka lebih mudah melihat manfaat dan makna pelajaran itu bagi dirinya. Pelajaran di sekolah yang diberikan herpusatkan unit ini bertalian erat. tidak lepas-lepas seperti halnya dalam separate-subject curriculum. Kurikulum berdasarkan social functions atau lapangan hidup memberikan kepada anak hal-hal yang diperlukannya untuk menghadapi situasi-situasi hidupnya sebagai warga negara. . Kurikulum ini dengan sengaja berusaha mengatasi jurang antara pelajaran sekolah dengan apa yang diperlukan dalam kehidupan. 3. Kurikulum ini sulit dijalankan. lapangan-lapangan hidup menjadi matapelajaran-matapelajaran tersendiri sehingga menjadi semacam subject curriculum yang justru hendak diberantas oleh kurikulum ini. Kurikulum ini lebih bermanfaat dan mengandung arti bagi murid-murid. Mereka mereka banyak mengumpulkan keterangan-keterangan dari masyarakat serta lingkungan sendiri dengan mengadakan karyawisata dan penyelidikan -penyelidikan lain. Kurikulum ini sesuai dengan tugas sekolah. Keberatan-keberatan terhadap kurikulum ini. Dalam subject curriculum anak-anak sukar melihat hubungan itu. 2. Ada bahayanya. Batas-batas itu tidak ada dalam kehidupan.1. 2. yakni mempersiapkan murid untuk kehidupan dalam masyarakat. karena untuk melaksanakannya menggunakan pengalaman-pengalaman langsung. Juga buku-buku dan alat-alat pelajaran lain menimbulkan kesukaran-kesukaran. Sebenarnya ini telah tersimpul dalam nomor 1. Guru-guru tidak mendapat latihan untuk menjalankan kurikulum serupa ini. 4. Kurikulum ini membagi kehidupan dalam bagian-bagian. Dalam kurikulum ini terdapat hubungan erat antara pelajaran dengan kehidupan sehari-hari. akan tetapi perlu juga disebut. Dengan mempelajari lapangan-lapangan hidup diharapkan anak-anak juga lebih sanggup menyesuaikan diri dengan situasi-situasi hidup. Kurikulum ini menyajikan bahan pelajaran yang bulat.

Apa yang penting bagi waktu sekarang mungkin sekali berharga juga untuk masa depan. Kebutuhan akan harga-diri. Kurikulum ini terutama memberikan bahan yang sesuai dengan keadaan masyarakat pada masa sekarang dan kurang menyampaikan pengetahuan yang sistematis seperti yang diperoleh dengan mempelajari subjects atau mata pelajaran. e. B. UNIT BERDASARKAN KEBUTUHAN MURID Dasar pikiran kurikulum ini ialah memberikan pelajaran kepada anak-anak yang timbul dari kebutuhan anak-anak. Kebutuhan akan hubungan yang lebih matang dengan anggota rumah tangga dan dengan orang dewasa di luar keluarga. yakni selalu terdapat di dalam lapangan-lapangan hidup itu. Kebutuhan akan kesehatan pribadi. Kebutuhan anak pada setiap saat tidak lepas dari social functions atau lapangan-lapangan hidup. Tentu saja sukar diadakan batas yang tegas. d. a.3. yang tersusun logis sistematis. Kurikulum ini tidak memberikan pengetahuan. Kebutuhan akan kepuasan estetis. Bedanya dengan kurikulum berdasarkan social functions ialah. Lagi pula boleh dikatakan tidak ada lagi sekolah yang semata-mata mendasarkan kurikulum pada kebutuhan anak tanpa memperhatikan manfaatnya bagi kehidupan anak di dalam masyarakat. c. Tujuannya ialah agar anak-anak belajar memecahkan masalah-masalah yang bertalian dengan kebutuhannya dalam kehidupannya sehari-hari. a. bahwa dalam social functions diutamakan pendidikan anak-anak untuk menghadapi situasi-situasi hidup dengan efektif sebagai warga negara yang dewasa. Hubungan sosial yang dekat. Kehidupan pribadi. Kebutuhan-kebutuhan anak dapat dibagi sebagai berikut: 1. 2. Sesuatu dipelajari sebaik-baiknya kalau hal itu memuaskan kebutuhan kita. b. sedangkan kurikulum yang berpusat pada kebutuhan murid mementingkan masalah-masalah yang dihadapi anak pada saat ini. . Kebutuhan akan pandangan dunia dan filsafat hidup. Kebutuhan akan pelbagai minat pribadi.

makna dan manfaat pelajaran itu. Yang diutamakan bukan hanya pembentukan intelektual. Kebutuhan untuk mendapat bimbingan dalam memilih jabatan dan mendapat persiapan untuk suatu pekerjaan. 4.b. Kurikulum ini menyajikan bahan pelajaran yang bertalian erat dengan pengalaman anak dalam hidupnya. norma. a. c. Kebutuhan untuk dapat bertindak efektif guna memecahkan masalahmasalah ekonomi. Hubungan sosial-kewarganegaraan. Kurikulum ini menjamin integrasi bahan pelajaran. Karena program sekolah sesuai dengan minat dan kebutuhan anak mereka didorong oleh motivasi intrinsik untuk mempelajarinya. 2. yang tidak saling berhubungan. karena itu ia rela mengeluarkan segenap tenaga kepada pelajaran ini. 4. melainkan seluruh pribadi anak. Kebutuhan akan hubungan baik yang lebih matang dengan teman jenis kelamin yang sama dan yang berlainan. b.*) Apakah kebaikan kurikulum ini? Kurikulum ini mengandung kebaikan-kebaikan seperti terdapat pada pengajaran unit umumnya. 3. Kebutuhan untuk memilih dan menggunakan barang-barang dan jasa-jasa dengan bijaksana. Kebutuhan untuk turut serta bertanggung jawab dalam aktivitas-aktivitas yang penting. a. Hubungan ekonomi. Kebutuhan untuk mendapat penghargaan sosial. Walaupun demikian baik kami sebut beberapa buah: 1. Kurikulum ini membentuk pribadi anak. dan sebagainya. penghargaan. jadi tidak terdiri atas mata pelajaran yang lepas-lepas. Apa yang dipelajari dapat digunakan secara fungsional dalam menghadapi situasi dan masalah-masalah hidup anak itu. Anak-anak tahu akan tujuan. b. Kurikulum ini dapat dipertanggungjawabkan secara psikologis. . Selain pengetahuan. 3. kurikulum ini juga memupuk sikap. Kebutuhan untuk merasa kemajuan ke arah status orang dewasa. d.

bahwa . 6. Kurikulum ini tertuju kepada perkembangan anak. yakni jasmaniah. Dalam kurikul m ini diberi perhatian u sepenuhnya kepada perkembangan anak sebagai keseluruhan. karena membantu anak-anak mengatasi problema-problema yang dihadapinya dalam kehidupan. 4. karena terutama membicarakan masalah-masalah yang dihadapi anak-anak pada masa sekarang. sosial.5. KEBERATAN-KEBERATAN TERHADAP KURIKULUM INI 1. Kurikulum ini berdasarkan pendirian "mental hygiene" atau kesejahteraan rohani. Sekolah-sekolah yang child-centered yang terlampau progresif sangat mengutamakan anak itu sendiri. dan juga intelektual. Dalam kurikulum ini diperlukan administrasi yang teliti yang mencatat apaapa yang telah dipelajari oleh anak-anak. Kurikulum ini kurang mementingkan masa lampau dan masa depan. Kurikulum ini tidak memberikan pengetahuan yang logis sistematis seperti yang diperoleh murid-murid dengan mempelajari berbagai mata pelajaran yang terpisah-pisah. karena guru-guru tidak dipersiapkan untuk kurikulum serupa ini. Dalam kurikulum tidak dipaksakan anak -anak mempelajari yang tidak dipahaminya maknanya. Kesukaran juga dialami anak-anak yang pindah sekolah. 5. dengan melupakan. Kurikulum yang terlampau mengutamakan kebutuhan anak. Titik berat diletakkan pada anak dan bukan pada bahan pelajaran. emosional. 3. Lagi pula masyarakat pun rasanya tak akan mudah menerima kurikulum ini. Yang diutamakan ialah justru hal-hal yang membantu perkembangan anak. sehingga dapat dicegah frustrasi dan kegagalan. Dengan kurikulum ini tak dapat ditentukan lebih dahulu bahan pelajaran untuk tiap kelas karena kebutuhan dan problema anak tak sama dan tahun ke tahun. mengabaikan tugas sosialnya. Kurikulum ini sukar untuk dijalankan. 2.

Pokok untuk unit dapat juga diperoleh dengan menyuruh anak-anak menuliskan masalah-masalah yang mereka anggap sangat penting baginya.anak-anak harus juga mengenal masyarakat dan harus hidup dalam hubungan sosial dalam masyarakat itu. Mereka menentukan tujuan- . Sesuatu yang dibutuhkan oleh seorang anak belum tentu merupakan kebutuhan bagi seluruh kelas. Memilih suatu pokok. b. Kemudian pokok-pokok itu disusun menurut kategori-kategori tertentu. Anakanak sering tidak mengetahui apa yang perlu bagi mereka dalam hidupnya. Dalam fase ini murid menganalisis pokok itu lebih lanjut. LANGKAH-LANGKAH DALAM MELAKSANAKAN SUATU UNIT Biasanya suatu unit dilakukan menurut fase-fase yang berikut: a. Kemudian diadakan kriteria-kriteria untuk unit yang dipakai sebagai pegangan agar dapat dilakukan pilihan yang bijaksana. Di sini pun anak-anak diberi kesempatan memilih pokok apakah yang paling berharga bagi mereka dan pokok-pokok yang mereka usulkan. sehingga diperoleh problema-problema yang lebih spesifik. sehingga diperoleh beberapa pokok yang meliputi seluruh problema-problema yang dikemukakaan oleh murid-murid. Sukar untuk menentukan. Diusahakan agar semua anak akhirnya menerima baik hasil pilihan kelas itu. apakah sebenarnya kebutuhan anak-anak. Guru dapat menentukan kebutuhan itu dengan mempelajari buku-buku tentang pertumbuhan dan kebutuhan anak. Pokok untuk suatu unit mungkin timbul atas anjuran guru kepada muridmurid untuk memilih salah satu dari beberapa pokok yang dianggap penting oleh guru dan juga dipandang murid-murid sebagai sesuatu yang sangat berharga bagi mereka. 6. akan tetapi belum tentu pilihan guru itu betul-betul dirasakan anak-anak sebagai kebutuhannya. Merencanakannya. Selanjutnya suatu pokok dapat juga diperoleh berhubung dengan suatu peristiwa yang aktual dan penting.

f. . bila diperlukan untuk memecahkan masalah kelompok masing-masing. d. majalah. laporan tertulis. maka murid-murid dibagi atas kelompok-kelompok. yakni mengalami perubahan kelakuan berkat unit itu. c. misalnya dengan memberi laporan lisan. Mengakhiri unit. Apakah tujuan-tujuan semula betul-betul tercapai dalam unit. Tujuan-tujuan itu tidak hanya berupa pengetahuan yang bertambah. e. dann lain-lain. Kadang-kadang perlu diadakan wawancara. Fase ini juga disebut fase kulminasi. Setelah diperoleh sejumlah topik. apakah mereka betul-betul belajar. sandiwara. Sedapat mungkin setiap murid menerima suatu topik yang sesuai dengan kesanggupan dan minatnya. Dan unit ini mungkin sekali timbul problema-problema baru yang dapat dijadikan pokok untuk unit-unit baru yang akan dikerjakan oleh anak-anak selanjutnya. Setelah diketahui dengan jelas problema yang mereka hadapi dan tujuan tujuan apa yang dapat dicapai dengan unit itu. panel disscussion. atau mencapai meliputi juga segi-segi lain dari pada pribadi anak-anak. Dalam fase ini diselidiki apakah unit itu benar-benar memberi manfaat kepada setiap peserta. Mengerjakan unit. dimana murid-murid memperlihatkan hasil-hasil yang mereka capai selama mengerjakan unit. yakni puncak unit. maka kelompok-kelompok mulai mengumpulkan bahan dari perpustakaan. pameran. Unit itu diakhiri dengan berbagai cara. Selanjutnya murid-murid mengemukakan kekurangan-kekurangan dan kesulitan-kesulitan dalam pelaksanaan unit untuk dipertimbangkan dalam melakukan unit yang lain pada hari kemudian. penyelidikan atau percobaan-percohaan. Menilai unit. Setiap kelompok menentukan ketua dan penulis. surat kabar. Menuju unit-unit baru.tujuan dan faedah apakah yang dapat diberikan oleh unit itu.

lebih jelas menyadari arti ilmu pasti dalam kehidupan sehari-hari. sudah sewajarnya mata pelajaran ilmu pasti digunakan untuk memecahkan problema. Dalam bagan ini dirangkumkan ketiga jenis organisasi kurikulum itu. Ketiga macam kurikulum dapat berjalan berdampingan dan bantu-membantu. Apa yang dikatakan mengenai separate subjects juga berlaku bagi broadfields yakni paduan antara beberapa matapelajaran seperti IPS. Yang satu dapat membantu yang lain. ilmu hayat secara fungsional. Hal ini malahan akan merugikan. Sebaliknya mata pelajaran biasa juga mungkin sekali memperoleh manfaat dari pengajaran unit. dan Kesenian. lebih lancar mengarang laporan. Gambar panah dalam bagan itu menunjukkan inter-relasi antara jenis-jenis . Sebaiknya kita masih mengajarkan subjects dan disamping itu memberikan dua atau tiga kali seminggu pelajaran dalam bentuk unit. Pengajaran unit dapat dan perlu pula dibantu oleh subjects. tidak perlu semua mata pelajaran dihapuskan. Apabila dalam unit itu timbul soal-soal yang bersifat matematis. Matematika. Mereka lebih fasih berbicara. Bahasa. tidak diharapkan seluruh kurikulum diberikan dalam bentuk unit. Demikianlah setiap matapelajaran dapat mem berikan sumbangannya untuk menyelesaikan suatu unit. sejarah. Dalam pada itu tentu sangat menguntungkan apabila untuk mata pelajaran biasa diambil bahan yang berhubungan dengan unit itu. Untuk permulaan. IPA. oleh sebab dalam unit itu murid-murid banyak mendapat halhal yang bertalian dengan berbagai mata pelajaran dalam situasi yang bermakna. malahan sangat menguntungkan mata pelajaran biasa. Jadi pengajaran unit tidak merugikan. Dengan menerima pengajaran unit. lebih sanggup menggunakan pengetahuan dari geografi. Kita dapat memberikan unit dan di samping itu matapelajaran-matapelajaran yang khusus yang tradisional.HUBUNGAN ANTAR KETIGA JENIS KURIKULUM Ketiga macam kurikulum itu tak usah dipandang bertentangan yang satu dengan yang lain. Untuk memperlihatkan hubungan antara ketiga jenis kurikulum itu kami berikan bagan berikut.

Melalui kegiatan ini mereka mengenal hubungan manusia yang fundamental dengan dunia seperti kegiatan manusia memperoleh makanan.kurikulum itu. Pada unit kita lihat kebulatan bahan pelajaran tanpa batas-batas antara macam-macam mata pelajaran.H. . Pelajaran dasar seperti membaca. Broad fields kita lihat sebagai paduan antara beberapa mata pelajaran. Kegiatan mereka berpusat pada pekerjaan memasak. 1896. dan pakaian serta norma-norma hidup. menulis. menjahit dan bertukang kayu. perlindungan. dan berhitung timbul karena kebutuhan akibat kegiatan-kegiatan itu. Mereka mengadakan kegiatan intelektual maupun manual. atau proyek. ACTIVITY CURRICULUM "Activity curriculum" juga disebut "experience curriculum". Kilpatrick dengan brosurnya "The Project Method". 1918. Bentuk kurikulum ini terkenal oleh Laboratory School yang didirikan oleh John Dewey di University of Chicago. Di sekolah percobaan J. Pada bagan ini kita lihat pula bahwa subjects maupun broad-fields dapat membantu pengajaran unit. Meriam's Laboratory School di University of Missouri. 1904 dan oleh Ellsworth Colling yang mengadakan percobaan dengan "project curriculum" sebagai penerapan buah pikiran W. Dewey anak-anak tidak mempelajari mata pelajaran yang konvensional. tetapi sehaliknya pengajaran unit juga menambah penguasaan anak mengenai subjects ataupun broad-fields. Dalam pada itu mereka belajar merencanakan dan mengadakan percobaan.

Bercerita antara lain meliputi membaca. nyanyian. dengan kebutuhan atau minatnya. Dalam memecahkan masalah itu . listrik. benang. tali. piringan hitam. Activity curriculum tidak pernah mendapat popularitas seperti subjects curriculum dan di sekolah menengah tidak pernah mendapat kedudukan yang kokoh. tarian rakyat. Ide itu telah mulai diterapkan oleh E. Belajar atau perubahan kelakuan hanya terjadi. kayu. air. " The Project Method". Collings pada tahun 1917. mesin.Di sekolah percobaan Meriam juga tidak diajarkan mata pelajaran yang konvensional. rafia. tekstil. jadi sebelum buku itu diterbitkan. bumi. dan sebagainya. binatang. dan kumpulan social. Activity curriculum baru mulai diterapkan secara lebih luas setelah buku W. dan sebagainya. 1918. Meriam berusaha agar sekolah merupakan bagian dan kehidupan masyarakat. dan pekerjaan tangan. Kegiatan-kegiatan di sekolahnya banyak mirip dengan Meriam yakni (1) proyek mainan yang terdiri atas kegiatan kelompok seperti permainan. logam dan sebagainya. dramatisasi. gambar. menanam buah-buahan. Permainan terdiri atas permainan dengan alam. bila bertalian dengan suatu tujuan yang bermakna bagi individu. atau piano (4) proyek tangan yang bertujuan menyatakan buah pikiran dalam bentuk yang kongkrit seperti menyiapkan minuman. pabrik dan berbagai pekerjaan.bernyanyi. manusia. Kegiatan utama dalam activity curriculum ialah kegiatan yang digunakan dalam metode problem-solving. permainan. dramatisasi. yaitu masalah-masalah yang ditentukan sendiri oleh anak-anak. Belajar hanya terjadi dalam proses interaksi yang aktif. langit. udara dan sebagainya. Dasar pikiran activity curriculum adalah sebagai berikut : Orang hanya belajar berkat pengalaman. (3) proyek cerita yang bertujuan menikmati cerita dalam berbagai bentuk-lisan. Pekerjaan tangan menggunakan bahan kertas. Berpikir hanya dapat dikembangakan dengan berpikir untuk memecahkan suatu masalah. Kegiatan dibagi dalam empat golongan yakni : observasi. bercerita. Observasi misalnya meliputi pengamatan kehidupan tanaman. atau memecahkan suatu kesulitan. (2) proyek ekskursi atau karyawisata yang mempelajari masalah-masalah yang berhubungan dengan lingkungan dan kehidupan manusia.H Kilpatrick.

Jam pelajaran yang ketat tidak ada. dan sebagainya. Selanjutnya harus ada alat-alat dan bahan yang diperlukan oleh anak sesuai dengan minatnya. Minat anak lebih banyak ditentukan berdasarkan studi. pengalaman atau penelitian. dan distribusinya transpor dan komunikasi kehidupan orang dahulu kala kehidupan orang di negara lain kehidupan sosial Kurikulum ini memerlukan guru yang mempunyai pendidikan umum yang luas. dan menguasai metode pengajaran proyek. Kegiatan anak didorong oleh motivasi intristik. Karena kurikulum ini diutamakan situasi yang riil serta minat yang spontan. bersandiwara. Dalam perkembangan kurikulum ini selanjutnya pengalaman langsung dan minat yang spontan lebih-lebih digunakan sebagai bantuan dalam proses belajar dan bukan sebagai pokok untuk menyusun unit. produksi. Juga diperlukan gedung. yang mendapat latihan yang mendalam tentang perkembangan anak serta bimbingan dan penyuluhan. Dalam bentuk yang ekstrem disiplin diserahkan kepada kemampuan anak untuk mengatur diri sendiri dan campur tangan orang dewasa hendaknya dihindarkan. membangun. lapangan bermain dan ruang kelas yang besar serta fleksibel yang memungkinkan berbagai ragam kegiatan. maka tidak dapat diadakan perencanaan terlebih dahulu. Sebagai kesimpulan kami cantumkan beberapa ciri activity curriculum: .diperoleh pengetahuan dari berbagai disiplin dalam bentuk yang terintegrasi. Rencana timbul dengan berkembangnya minat dan buah pikiran anak. Yang dianggap menarik minat anak kelas rendah ialah kegiatan-kegiatan yang berkenaan dengan: kehidupan dalam rumah tangga alam sekitar lingkungan masyarakat yang dekat makanan. Dalam activity curriculum juga menonjol kegiatan lahiriah seperti menggambar.

Dengan core curriculum dimaksud bagian dari seluruh program pendidikan yang dianggap penting.O. 4. Jadi setiap program pendidikan umum. apakah disajikan sebagai matapelajaran yang terpisah-pisah. dikorelasikan. melainkan juga proses untuk memecahkan masalah itu. 3. Jadi core curriculum mempunyai arti yang sama dengan pendidikan umum. Metode utama yang digunakan ialah metode pemecahan masalah. Kurikulum ini ditentukan programnya oleh minat dan tujuan anak. fundamental dan esensial yang hams diberikan kepada setiap murid agar ia menjadi warganegara yang berharga. Rencana itu berkembang sambil menjalankan kegiatan. Yang dipentingkan bukan hanya hasilnya. berguna. Menurut B. Atas dasar itu maka H. Jadi dapat dikatakan bahwa setiap core curriculum termasuk pendidikan umum. Sambil melakukan kegiatan-kegiatan untuk memecahkan suatu masalah anakanak memperoleh berbagai pengetahuan dan keterampilan. Smith dkk. Alberty berpendirian bahwa setiap bentuk pendidikan umum dapat dipandang sebagai core curriculum atau kurikulum inti. ataupun dalam bentuk broad unit atau unifield courses. core program ini merupakan suatu reaksi terhadap kurikulum yang terdiri atas mata pelajaran yang terpisah-pisah untuk memperoleh lebih banyak integrasi dalam pelajaran. sekalipun core curriculum itu juga mengenai pendidikan umum.1. serta efektif. Mereka memandang core curriculum sebagai kurikulum yang mempunyai cara atau metode tertentu dalam penyajiannya. 2. Kurikulum ini tidak direncanakan lebih dahulu. memberikan aktivitas yang lebih banyak dalam proses belajar dan mengadakan hubungan yang lebih erat . Akan tetapi di samping itu kurikulum ini juga bermaksud untuk memenuhi kebutuhan siswa. Namun banyak ahli kurikulum lain yang merasa perlu untuk membedakan 'core' dengan pendidikan umum. Perencanaan dilakukan bersama oleh murid dan guru. sekalipun berupakan daftar matapelajaran wajib menurut pandangan ini harus dianggap sebagai core curriculum. Core Curriculum. akan tetapi tidak setiap program pendidikan umum berbentuk core curriculum.

. Ciri-ciri Core Curriculum. Dengan demikian maka diperoleh beberapa macam program untuk core curriculum. Kurikulum itu mengadakan integrasi dalam bahan pelajaran. Maka kurikulum ini mempunyai tujuan yang agak luas yang meliputi ide-ide yang terdapat dalam berbagai bentuk kurikulum lainnya yang menyimpang dari subject curriculum. sering antara IPS dan Bahasa Inggris.antara pelajaran di sekolah dengan kehidupan dalam masyarakat. seperti:       Pengawetan sumber alarn Matapencarian Pandangan kita terhadap dunia Mencegah kecelakaan dan penyakit Dunia kita yang kian menciut Pengaruh ilmu pengetahuan dan teknologi terhadap kehidupan kita. yakni: (1) paduan heberapa mata pelajaran. Sebagai pokok untuk unit dapat digunakan topik-topik dad social functions. Ini dilakukan dengan menggabungkan atau mengkorelasikan beberapa matapelajaran seperti ilmu pengetahuan sosial dan bahasa. atau masalah-masalah yang berkenaan dengan kehidupan atau yang bertalian dengan minat dan kebutuhan pemuda. Pokokpokok yang dapat dibicarakan antara lain:     Negara kita Negara-negara lain Dunia lama dan dunia barn Masa kolonial Atau dalam bentuk masalah atau pertanyaan:   Bagaimanakah suatu bangsa dapat meningkatkan mutu penghidupan? Bagaimanakah dapat kita hadapi masalah-masalah yang ditimbulkan oleh perkembangan teknologi? (2) Mengambil pokok-pokok dari "Social functions" atau "major areas of living". Akan tetapi banyak pula disajikan dalam bentuk broad unit.

karena suatu unit menerobos batas-batas mata pelajaran. Kegiatan belajar lebih banyak ragamnya jika dibandingkan dengan subject curriculum. Seperti unit lainnya dalam memecahkan pelajaran dimanfaatkan bahan dari semua mata pelajaran yang diperlukan. Dengan demikian core curriculum mengandung ciri-ciri integrated curriculum.(3) Mengambil pokok dari Masalah-masalah kehidupan seperti :     masalah pekerjaan masalah kewargaan negara masalah kehidupan rumah tangga masalah waktu senggang (4) Memilih topik berhubungan dengan minat murid:    masalah pergaulan masalah hubungan dengan anggota jenis kelamin lain masalah agama dan kepercayaan. Keberatan-keberatan terhadap core curriculum. Kurikulum inti ini mengadakan hubungan yang lebih erat antara pelajaran dengan kehidupan sehari-hari serta dengan minat dan kebutuhan pemuda. Salah satu keberatan yang paling dirasakan ialah bahwa kurikulum tidak berhasil memberikan pengetahuan yang sistematis. Core curriculum ini mendapat kritik seperti yang diajukan terhadap pengajaran unit pada umumnya. seperti juga dikemukakan terhadap tiap bentuk kurikulum yang menyimpang dari bentuk subject curriculum. Perbedaan individual diperhatikan dan bimbingan merupakan unsur yang esensial dalam kurikulum inti ini. Merencanakan bersama dan kerja kelompok dalam kegiatan belajar banyak dilakukan. Metode yang diutamakan ialah problem solving. Metode mengajar lebih fleksibel. Murid-murid didorong untuk berpikir kritis dan menggunakan ketrampilan intelektual lainnya menghadapi masalah-masalah yang bermakna bagi mereka. Hal ini disebabkan oleh kegagalan menyusun suatu disain .

misalnya dua jam pelajaran berturut-turut akan tetapi bahan pelajaran sendiri dalam praktik sering tidak memberikan bahan yang diintegrasikan akan tetapi bahan dari sejumlah mata pelajaran secara terpisah.yang menjamin bahan pelajaran yang sistematis. Kurikulum serupa ini memerlukan guru yang mempunyai pendidikan umum yang luas. Kesulitan juga timbul karena kurikulum inti ini belum mempunyai buku pedoman yang memuaskan. Sekalipun digunakan team teaching masih belum terjamin tercapainya integrasi bahan pelajaran. sehingga masih banyak yang diserahkan kepada pemikiran guru masing-masing. sedangkan guru-guru SM mengkhususkan studinya pada bidang tertentu. urutannya. maka mereka tidak menguasai cara mengajar secara inter-disipliner. Kurikulum ini hanya memberikan kesatuan waktu belajar yang lebih panjang. Karena guru-guru pada SM pada umumnya mengadakan spesialisasi tertentu. biasanya yang paling dikuasai oleh guru. Kerap kali satu di antaranya yang paling menonjol. . Dan memang pendekatan secara inter-disipliner belum cukup berkembang untuk diterapkan di sekolah. dan cara menyajikannya. Kesulitan yang dihadapi dalam penerapan kurikulum ini ialah soal guru yang tidak kompeten. Sebelum ini tercapai maka pelaksanaan core curriculum biasanya hanya berbentuk kombinasi beberapa mata pelajaran yang seharusnya harus dipadukan oleh "integrating ideas". RANGKUMAN 1. Organisasi kurikulum menentukan bahan pelajaran. Tentu saja kurikulum yang berbeda dengan subject curriculum akan mengalami kesulitan dalam lanjutannya ke perguruan tinggi yang dalam persyaratan masuk dan kurikulumnya masih berpegang pada kurikulum yang berpusat pada mata pelajaran. jika guru-guru masih berpegang pada disiplin masing-masing. Untuk itu diperlukan orientasi barn. Itu sebabnya mengajarkan program yang integrated sangat sukar.

Kekurangankekurangan suatu kurikulum sering ditonjolkan oleh para penentangnya ditinjau dari segi pendirian masing-masing. Subject sebenarnya pengalaman umat manusia yang disusun secara logis sistematis. 6. 4. namun tidak mendapat popularitas yang luas. kedokteran. Integrated curriculum dapat berbentuk activity curriculum. Bentuk kurikulum yang lebih "tua" dari yang lain ialah subject curriculum yang berpusat pada mata pelajaran yang tersendiri-sendiri. life curriculum. dan musik). hukum) dan kini telah terdapat ratusan macam mata pelajaran. 7. namun bentuk kurikulum masih sangat populer di mana-mana di dunia. geometri. project curriculum atau experience curriculum. karena tidak dapat memberikan pengetahuan yang sistematis yang masih merupakan syarat bagi universitas dan karena guru tidak dipersiapkan untuk itu. yang juga banyak keuntungannya dan mempunyai ciri-ciri yang dapat mengatasi kelemahan subject curriculum. terutama di Perguruan Tinggi. Bentuk kurikulum yang lebih baru. antara lain. atau core curriculum. 8. termasuk yang dianggap non-akademis. retorikam dan logika) dan quadrivium (arithmatika. 9. keduanya dikenal sebagai "the Seven Liberal Arts". Pada abad pertengahan timbul mata pelajaran yang vokasional (teologi. Sebagai reaksi terhadap apa yang dianggap kekurangan-kekurangan kurikulum ini timbul organisasi kurikulum yang lain seperti correlated curriculum dan integrated curriculum. Subject curriculum telah ada sejak zaman Yunani yang dilanjutkan oleh orang Rumawi dalam bentuk trivium (gramatika. 10. Walaupun subject curriculum banyak dikecam. . Metode yang diutamakan dalam integrated curriculum ialah metode "problem solving" atau metode ilmiah dengan menghadapkan siswa kepada masalah masalah yang bermakna baginya. 3. astronomi. dan boleh dikatakan hampir tak ada yang memperjuangkannya. 5. Setiap bentuk kurikulum mempunyai kebaikan dan kekurangan.2.

Apakah beda subject dan subject matter? Adakah subject matter pada integrated curriculum? 5. sedangkan quadrivium dengan Pasti-Alam. Apa dimaksud dengan "social functions" atau pusat-pusat kegiatan manusia? Sebutkan social functions itu. Menjalankan integrated curriculum tidak berarti menyampingkan subject sama sekali. Core curriculum selalu mengenai pendidikan umum. Sebutkan. Ada mengatakan bahwa trivium mirip dengan jurusan Sosial. Sebutkan kekurangan-kekurangan subject curriculum. Subject curriculum dapat mengatasi kelemahannya dengan memanfaatkan kebaikan-kebaikan bentuk kurikulum lainnya. Apakah beda subject curriculum dengan integrated curriculum? 2. sekalipun banyak dikecam? 7. 12. Budaya. 11. Dapatkah saudara menerima semua kecaman itu? Tinjau kecaman itu secara kritis. Apakah prinsip-prinsip integrated curriculum? Apa sebab kurikulum ini tidak meluas. PERTANYAAN DAN TUGAS 1. 3. 4. walaupun tidak setiap bentuk pendidikan umum dapat diterima sebagai core curriculum. melainkan memanfaatkannya secara fungsional dalam pemecahan masalah. 12.11. Apa dimaksud dengan "persistent life situations". Hingga manakah ada persamaan antara tujuan pendidikan me nurut Herbert Spencer dengan "social functions"? . Banyak timbul reaksi terhadap subject curriculum karena kelemahankelemahannya. Bagaimana pendapat saudara? 6. 10. 13. Pilih suatu topik dan coba kembangkan menjadi suatu resource unit. sekalipun banyak mengandung kebaikan? 8. Core curriculum lebih mirip kepada kurikulum yang mengusahakan integrasi serta menyesuaikan bahan pelajaran dengan kebutuhan murid atau masyarakat. Bagaimanakah langkah-langkah menjalankan suatu broad unit atau pengajaran unit? 9. Apa sebab subject curriculum tetap bertahan dan terus populer.

Adakah persamaan antara core curriculum dan activity curriculum? 19. Correlated curriculum menjadi lebih populer dan juga telah menjadi kenyataan dalam Kurikulum SD dan SM 1975. Alberty tentang core curriculum tidak dapat diterima pihak tertentu? 18. Adakah diskusi antara orang yang menyetujui subject curriculum dengan orang yang pro integrated curriculum. curriculum atau experience curriculum. Sebutkan ciri-cirinya. Sebutkan beberapa tokoh memelopori activity. Bagaimanakah saudara dapat memanfaatkan bentuk kurikulum yang integrated untuk memperbaiki subject curriculum? . Apakah persamaan dan perbedaan antara Kurikulum Laboratory School (Dewey). 20. Meriam's Laboratory School.13. 17. Jelaskan prinsip-prinsip yang mendasarinya. Apakah kekurangan-kekurangan correlated curriculum? Bagaimana saran saudara untuk mengatasinya 15. Apa sebab pendapat H. dan proyek (E. 16. Apakah dimaksud dengan core curriculum. Collings). 14.

Tak ada lagi manusia yang mungkin menguasai seluruh pengetahuan yang ada sekarang. yakni apa yang harus diajarkan merupakan suatu masalah yang makin lama makin bertambah sulit. Di samping itu waktu belajar terbatas. 2) belum ada kriteria yang pasti tentang bahan apa yang perlu diajarkan. bukan atas pertimbangan rasional yang obyektif. 3) Mata pelajaran yang tradisional tidak lagi memadai. demikian pula kemampuan anak untuk menguasai bahan pelajaran. nilai-nilai. Timbul pula tujuan-tujuan yang baru seperti berpikir kritis dan kreatif. Sawah bukan bahan pelajaran akan tetapi yang menjadi bahan . Demikian pula penambahan mata pelajaran sering terjadi oleh tekanan golongan tertentu. Sering mata pelajaran baru ditambahkan sedangkan mata pelajaran lama bercokol terus. Spesialisasi dalam pendidikan makin meluas dan tiap spesialisasi memerlukan bahan pelajaran tambahan. memahami lingkungan sosial. BAHAN PELAJARAN Bahan pelajaran atau subject matter terdiri atas pengetahuan. Juga belum ada cara tentang mengorganisasi kurikulum yang dapat diterima ole h semua. Maka perlulah diadakan pilihan tentang apa yang perlu diajarkan. Mata pelajaran yang sebenarnya telah usang dipertahankan karena "vested interest" golongan-golongan tertentu. memahami dunia internasional dan sebagainya yang dianggap perlu dimasukkan dalam kurikulum. Sebabnya ialah: 1) bahan pelajaran cepat bertambah luas karena eksplosi ilmu pengetahun. Menambah mata pelajaran dalam masa belajar yang sama sering berarti makin dangkalnya pengetahuan anak tentang aneka ragam bidang.BAB 8 MENENTUKAN SCOPE DAN SEQUENCE DALAM PEMBINAAN KURIKULUM PELAJARAN Menentukan scope. sehingga beban belajar bagi anak bertambah berat. dan ketrampilan.

dan sebagainya. misalnya bila dibicarakan masalah yang nyata seperti soal kesehatan. kemudian bersel banyak dan selanjutnya meningkat kepada binatang yang berangsur-angsur lebih kompleks strukturnya. sejarah dan sebagainya. Misalnya cara berpikir matematis berbeda dengan cara berpikir historis atau ekonomis. Penyusunan ini dilakukan secara rasional. biologi. Dalam hal ini pengetahuan dan disiplin ilmu itu dipakai secara fungsional untuk memahami suatu masalah. karena memperhitungkan minat dan tingkat perkembangan jiwa anak. Topik ini dapat diajarkan dengan menggunakan bahan dari berbagai disiplin ilmu seperti biologi. misalnya dalam biologi dimulai dengan binatang yang bersel satu. Disiplin ilmu banyak digunakan sebagai dasar penyusunan kurikulum yang berbentuk mata pelajaran seperti fisika. Organisasi bahan serupa ini disebut psikologis. Perlu dikemukakan. matematika. sehingga apa yang dipelajari anak sering hanya hafalan kata-kata tanpa makna dan karena itu tidak memperkaya pribadinya. Setelah anak mencapai tingkat perkembangan tertentu. dan sebagainya. geografi. dan prinsip. yakni cara mengajukan pertanyaan dalam mengadakan penelitian untuk menghasilkan pengetehuan baru. Tiap disiplin mempunyai bahan atau isi tertentu berupa fakta. logis. Bahan pelajaran disajikan dalam urutan yang logis. Kurikulum serupa ini dikatakan mempunyai organisasi yang logis. Bahan pelajaran adalah sebagian dari kebudayaan. maka mereka dapat mempelajari disiplin ilmu itu sebagai mata pelajaran. fisika. Kurikulum yang logis ini sering tidak ada kaitannya dengan pengalaman anak dalam hidupnya. kecelakaan lalu-lintas. Kurikulum yang dianggap lebih bermakna ialah bila bahan pelajaran dihubungkan atau didasarkan atas pengalaman anak dalam kehidupannya seharihari. data. konsep. bahwa organisasi yang psikologis tidak dengan sendirinya bersifat tak-logis. kimia. lebih banyak harapan bahan itu akan dipaham i dan diingat. Karena ilmu itu digunakan secara bermakna. . akan tetapi juga cara berpikir atau disiplin berpikir tertentu. Pengetahuan manusia disusun oleh para ahli dalam sejumlah kategori yang disebut disiplin ilmu.pelajaran ialah pengetahuan tentang sawah itu. sistematis sehingga menjadi suatu sistem yang bulat.

dapat bertukar pikiran dengan "the worldwide community of civilized human beings". dan lain-lain. Tujuannya ialah agar semua warga negara mempunyai dasar pemikiran yang sama untuk menjamin keutuhan negara. Biasanya makin luas bahan pelajaran makin kurang mendalam pengetahuan yang diperoleh dalam jangka waktu yang sama. misalnya yang mengenai pemerintahan. dapat pula memberi pendalaman dalam bidang studi tertentu. sehingga ia dapat berkomunikasi dengan manusia di mana saja di dunia. dan sebagainya. sejarah nasional. Ada pula bahan pelajaran yang khusus. norma-norma dalam kelakuan yang baik. proses pemecahan masalah. Selain pendidikan yang bersifat umum kurikulum juga menyediakan pelajaran yang membarikan pendidikan khusus yang tidak diharuskan bagi semua pelajar akan tetapi hanya diikuti siswa yang memilihnya.Yang dijadikan bahan kurikulum bukan hanya isi disiplin ilmu berupa pengetahuan. dan sebagainya. yang memberitahukan pengetahuan yang banyak tentang segala macam hal. proses penemuan. pendidikan kewarganegaraan. Dalam menyusun kurikulum harus pula dipertimbangkan soal luas dan kedalaman bahan mata pelajaran. yakni hal-hal yang hams dimiliki oleh semua warga negara. Bahan pelajaran yang dituangkan dalam sejumlah besar mata pelajaran demikian banyaknya sehingga tak mungkin seseorang dapat mempelajari keseluruhannya selama hidupnya. Ada bahan pelajaran yang umum. Ada mata pelajaran yang dianggap perlu dipelajari oleh semua warga negara seperti membaca. menulis dan berhitung. Selanjutnya masih ada mata pelajaran yang diwajibkan bagi semua siswa seperti bahasa nasional. melainkan juga prosesnya. Menyusun kurikulum untuk pendidikan umum serupa ini jauh lebih sulit karena sukarnya mengadakan pilihan dari bahan yang terhingga banyaknya. Mata pelajaran ini termasuk pendidikan umum. Pendidikan khusus ini dapat misalnya mengenai pendidikan kejuruan atau vokasional. Pengetahuan umum juga diartikan sebagai pendidikan yang luas. Aspek proses ini masih kurang mendapat perhatian. yaitu . Anak-anak harus dengan sengaja diajarkan proses berpikir kritis. yang sudah dapat dilakukan pada tingkat SD.

Bahan pelajaran dipilih karena dianggap berharga sebagai wa risan generasi yang lampau. Kriteria itu ialah : 1. apalagi yang mengenai kepribadian seseorang. dan keterampilan masa lalu harus senantiasa disesuaikan dengan keadaan baru agar jangan menjadi usang. estetika. moral. norma-norma. sedangkan apa yang dapat dipelajari dalam jangka waktu tertentu yang sangat terbatas. Salah satu fungsi pendidikan ialah menyampaikan kebudayaan bangsa kepada generasi muda. Untuk tujuan-tujuan yang umum keadaannya lebih sukar. Untuk tujuan-tujuan yang khusus lebih mudah ditentukan bahan pelajarannya dan dapat segera dinilai keserasiannya. Bahan pelajaran harus dipilih berdasarkan tujuan yang hendak dicapai. yakni yang mengenai fakta-fakta dan prinsip-prinsip. dipilih dari persediaan yang sangat luas yang dapat disajikan kepada anak-anak untuk dipelajari. Banyak di antaranya yang sangat bernilai. secara ilmiah. KRITERIA PENENTUAN BAHAN PELAJARAN Ada sejumlah kriteria yang digunakan untuk memilih bahan pelajaran. Namun belum tentu apa yang berguna pada masa yang lampau masih berguna pada zaman sekarang atau untuk masa mendatang. Maka perlulah diadakan kriteria agar memilih bahan itu dapat dilakukan secara lebih rasional.diperlukan untuk kepentingan tertentu. . yang umum sampai yang khusus. yaitu bertalian dengan norma-norma. Dapat pula bahan pelajaran itu dibagi dalam bagian yang deskriptif. dan nilai-nilai. misalnya bersipat vokasional. 2. Karena perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang menimbulkan perubahan yang cepat dalam segala aspek hidup sehingga pengetahuan. yang hanya diperlukan oleh orang-orang tertentu. Lagi pula belum ada alai yang dapat mengukur hasil-hasil pendidikan. Subject matter atau bahan mata pelajaran. peraturan. dan yang normatif. Kesulitannya ialah bahwa setiap kriterium mempunyai kelemahannya. Setelah itu baru ditentukan bahan pelajaran yang dianggap paling serasi untuk mencapai tujuan-tujuan itu. Setiap penyusunaan kurikulum dimulai dengan merumuskan tujuan. Pilihan itu harus dilakukan karena luasnya bahan yang ada.

3. harus memberikan pendidikan dalam bidang-bidang yang diperlukan oleh anak-anak dalam kehidupan mereka dalam masyarakat. Usaha-usaha perubahan dan pembaharuan kurikulum ke arah penyesuaiannya dengan kebutuhan anak pemuda sering mengalami kesulitan atau kegagalan. karena dianggap kurang sesuai dengan syarat-syarat masuk ke perguruan tinggi. Keberatan yang diajukan terhadap pendirian itu ialah. Jadi pendidikan harus relevan dengan kebutuhaan masyarakat. agar anak itu memasuki perguruan tinggi maka pengaruh perguruan tinggi terhadap SM bahkan SD sangat besar. 4. Ada yang mengatakan bahwa pada hakikatnya perguruan tinggi menguasai seluruh sistem pendidikan dan SD . Penguasaan disiplin diperlukan sebagai prasyarat untuk melanjutkan pelajaran sampai perguruan tinggi. Kurikulum yang terlampau mementingkan bahan pelajaran disiplin tertentu dianggap kurang memenuhi kebutuhan pemuda dan kurang memperhatikan kebutuhan sosial dalam masyarakat modern yang dinamis. karena yang dipakai sebagai ukuran kelakuan orang dewasa. Lagi pula. bahwa sekolah yang didirikan oleh masyarakat. Herbert Spencer pada tahun 1859 mengajukan pertanyaan: '"What knowledge is of most worth". Franklin Bobhitt menganalisis kegiatan-kegiatan orang dewasa dalam masyarakat dengan maksud agar kegiatan-kegiatan itulah diajarkan kepada anak-anak agar menjadi warga masyarakat yang serasi. bahwa apa yang baik dilakukan untuk zaman sekarang belum tentu baik pula untuk masa depan. yang paling berguna bagi manusia dalam kehidupannya sehari-hari? Dasar pikiran di sini ialah. Bahan pelajaran dipilih karena berguna untuk menguasai suatu disiplin. sedangkan keadaan senantiasa berubah. Karena kebanyakan anak demikian pula orang tua mengharapkan. berarti mempertahankan keadaan sekarang. Akhirnya apa yang dilakukan orang dewasa belum tentu sesuai dengan apa yang seharusnya mereka lakukan. Pengetahuan apa yang paling besar manfaatnya.SM merupakan perguruan tinggi dalam embrio. Bahan pelajaran dipilih karena dianggap berharga bagi manusia dalam hidupnya. Mengharuskan anak-anak meniru perbuatan generasi tua. maka kebutuhan dan sifat perkembangan anak kurang mendapat perhatian utama. .

membaca. misalnya bahwa setiap anak harus belajar menulis. . Karena itu lebih baik pelajaran dipusatkan pada sejumlah pokok yang terbatas yang dapat mengembangkan keterampilan mental. sejarah. Lagi pula banyak hal-hal yang penting sekali bagi anak. Juga dianjurkannya ialah agar bahan pelajaran hendaknya fundamental yang dapat mengembangkan kesanggupan berpikir secara konsepsional. bila kebutuhan dan minat anak diabaikan. yang tidak dengan sendirinya dirasakannya sebagai kebutuhan. Di lain pihak. akan tetapi keterampilan mental seperti berpikir kritis. Apa yang dibutuhkan oleh anak menurut pendapatnya tidak selalu baik.5. Ketrampilan mental itu dapat ditransfer dalam situasi-situasi lain yang memerlukan ketrampilan berpikir kritis dan kreatif untuk memecahkan masalah-masalah dengan menggunakan metode penemuan (discovery). orang dewasa. Ia berpendirian bahwa bahan pelajaran tidak boleh dipisahkan dari pengalaman belajar. Tujuan pendidikan merupakan pengetahuan dapat dicapai dengan menentukan bahan pelajaran. Seperti telah pernah kami kemukakan dengan kebutuhan anak dapat dimaksud (a) kebutuhan menurut tafsiran. tetapi tidak mengembangkan kesanggupan mental itu. Dalam memilih bahan pelajaran perlu kita perhatikan pendapat Hilda Taba yakni bahwa untuk mencapai suatu tujuan pendidikan kita tidak cukup hanya memperhatikan isi atau bahan pelajaran akan tetapi juga proses pelajaran atau pengalaman belajar. sehingga meliputi hal-hal yang semula tidak menarik minatnya. maka kita menyalahi prinsip-prinsip proses belajar. sehingga perlu dipilih berdasarkan antara lain kepentingannya ditinjau dan segi sosial. dan sebagainya. apa yang benar-benar dirasakan perlu. Tentu saja kebutuhan dan minat anak dapat diperluas. atau (b) kebutuhan berdasarkan perkembangan anak. Memperturutkan salah satu di antaranya rnembawa kepincangan. Bahan pelajaran dipilih karena sesuai dengan kebutuhan dan minat anak. daripada berusaha meliputi sejumlah bahan yang luas yang hanya dihafal secara mendangkal. demikian pula sikap dan norma-norma hanya dapat dipelajari melalui pengalaman-pengalaman untuk menerapkannya.

Seperti telah pernah kami utarakan. maupun disiplin ilmu pengetahuan. bahwa sekolah harus mempersiapkan anak. Dalam pembinaan kurikulum hendaknya kita perhatikan semua faktor yang turut mempengaruhinya. Jika mereka berpendirian bahwa sekolah harus menyampaikan kebudayaan masa lampau yang diwariskan oleh nenek moyang. yaitu faktor anak. oleh sebab manusia senantiasa berpijak pada dasar-dasar tertentu. 1. masyarakat. Jika mereka menganggap. maka mereka akan mencari unsur-unsur dari kebudayaan itu yang dianggap penting bagi perkembangan anak-anak. Cara yang dipilih banyak bergantung pada nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh mereka yang menentukan kurikulum. Bahan pelajaran akan berbeda pula bila yang diutamakan ialah perkembangan mental atau intelek. setiap pendirian yang ekstrim mempunyai kelemahan. agar dapat menyesuaikan diri dengan kehidupan dalam masyarakat. Mereka yang mengutamakan subject curriculum akan mementingkan bahan yang terkandung dalam disiplin. Di bawah ini kami berikan beberapa prosedur yang diikuti dalam penentuan bahan pelajaran. Mereka yang yakin pada kebaikan "activity curriculum" tentu akan bertolak dari prinsip-prinsip yang berbeda dengan penganut "subject curriculum". Prosedur penentuan bahan pelajaran. maka bahan yang penting ialah kegiatan -kegiatan yang dilakukan orang dewasa dalam kehidupannya. sekalipun kedua pendirian itu dapat dipertemukan hingga batas-batas tertentu. Penganut aliran "progresif ' akan menentukan bahan pelajaran terutama berdasarkan minat anak atau pemuda. Dalam kenyataan hal ini tidak mudah melakukannya. atau pembangunan masyarakat barn. PROSEDUR MENENTUKAN BAHAN PELAJARAN Berbagai cara dapat diikuti untuk menentukan bahan pelajaran.Dalam penentuan bahan pelajaran para penyusun kurikulum dipengaruhi oleh aliran yang dianutnya. Jadi serasi tidaknya bahan pelajaran bergantung pada tujuan yang ingin dicapai. Mereka yang mengutamakan fungsi sosial sekolah mengambil aspek-aspek kehidupan sosial sebagai dasar untuk menentukan bahan pelajaran. Prosedur menerima otoritas para ahli. .

perbendaharaan kata anak. Untuk menjamin mutu buku itu. dan keahlian. Lebih dahulu dirumuskan tujuan pendidikan agar dapat ditentukan bahan pelajaran yang kirangnya paling serasi untuk mencapainya. Misalnya dapat diselidiki cerita-cerita apakah yang paling disukai anak-anak pada usia tertentu. Suing para penyusun kurikulum itu dipengaruhi oleh tradisi. psikologi belajar. karena banyak keuntungannya. politik. Ada kalanya buku pelajaran disusun oleh panitia penulisan buku. Kemudian diadakan diskusi untuk merumuskan dengan jelas tujuan-tujuan pendidikan itu. Prosedur eksperimental. karena tidak ada jaminan apakah dan hinggga manakah bahan itu sungguh-sungguh membawa anak kepada tujuan itu. hasil penelitian tentang perkembangan anak. Ini memberikan rasa tenteram kepada guru karena ia tak perlu lagi mencari-cari. Buku ini dapat disebarluaskan secara nasional. dan sebagainya. agar keilmiahannya dapat dipertahankan. prasangka atau keinginan pribadi. Menentukan bahan pelajaran yang serasi berhubung dengan tujuan itu tidak mudah. Tujuan pendidikan dapat diselidiki berdasarkan undang-undang dan dokumen-dokumen resmi. Buku pelajaran mempunyai scope dan sequence tertentu. 2. agar dapat dikuasai faktor-faktor yang mempengaruhi. sejarah dan sebagainya. dapat juga berdasarkan studi tentang sosiologi. Kalau percobaan ini . yang dianggap mempunyai otoritas. sering diikutsertkan para ahli dalam cahang ilmu pengetahuan tertentu dan ahli pendidikan. Biasanya metode ini digunakan untuk menyelidiki keserasian bahan yang khusus untuk tujuan yang spesifik. Bahan pelajaran dapat ditentukan secara eksperimental dengan mengadakan penelitian hingga manakah bahan itu memang serasi untuk mencapai sasarannya.Bahan pelajaran ditentukan berdasarkan pendapat seseorang atau suatu kelompok. Prosedur ini banyak diikuti. jadi telah jelas apa yang hams diajarkan dan bagaimana urutannya. Tentu saja pengarang itu menggunakan berbagai sumber dalam penulisan itu. hasil-hasil lokakarya atau konferensi. Dalam praktik sering yang menentukan bahan pelajaran ialah pengarang buku pelajaran. kemampuan. Akan tetapi prosedur ini juga tidak membangkitkan kreativitas guru. metode mengajar. Ia akan mempelajari kurikulum yang diakui.

guru penerbang. Namun metode analisis ini sangat berfaedah untuk menentukan bahan pelajaran bagi tugas dan jabatan yang jelas dan terbatas unsur-unsurnya. Analisis ini akan menghasilkan daftar sejumlah kegiatan yang dapat disusun menurut pentingnyaa dan frekuensinya. sikap. karena misalnya selera anak terhadap cerita-cerita tertentu dapat berubah karena perkembangan zaman. Yang dianalisis ialah keadaan sekarang yang tidak menunjukkan keadaan seharusnya. Untuk tujuan-tujuan yang lebih umum. Prosedur konsensus. termasuk pribadi guru dan pengalaman anak. hingga manakah hasil penelitian sekarang berlaku untuk masa datang. Analisis memecahkan keseluruhan tugas dalam kegiatan-kegiatan yang lebih terinci. dapat pula dianalisis berbagai jabatan. 3. misalnya jabatan jururawat. Dengan mengetahui kegiatan. Dapat dianalisis kegiatan manusia dewasa dalam kehidupannya sehari-hari seperti yang dilakukan oleh Franklin Bobbitt. antara lain mengadakan wawancara tentang segala macam tugas seorang pekerja.dilakukan pada sejumlah besar anak. Prosedur ilmiah atau analitis. antara lain ahli-ahli dalam bidang studi . Cara keempat ialah memperoleh konsensus dengan meminta pendapat orang-orang yang dianggap berwewenang. sekretaresse. maka ada pegangan yang lebih kokoh dalam pemilihan cerita yang sesuai dengan keinginan anak. sehingga identitas keseluruhan lenyap. dapat pula ditentukan bahan pelajaran yang serasi untuk itu. Juga perlu dipikirkan. 4. melakukan pekerjaan itu sendiri. daripada hanya bergantung pada pendapat guru atau pengarang. Analisis pekerjaan atau kegiatan dapat dilakukan dengan berbagai cara. pengetahuan dan kompetensi-kompetensi yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan itu dengan baik. karena sulitnya menguasai semua faktor. metode ini kurang sesuai. ketrampilan. dan sebagainya seperti yang mula-mula dilakukan oleh Charters. Bahan pelajaran dapat ditentukan dengan menganalisis situasi-situasi di mana bahan pelajaran itu diperlukan. atau mengobservasi pekerja melakukan tugasnya.

produksi. Metode ini mudah dilaksanakan. Pendapat-pendapat itu dapat dikumpulkan dengan daftar pertanyaan yang kemudian ditabulasi dan diinterpretasi. namun konsensus berdasarkan tabulasi dan suara terbanyak belum menjamin keserasian bahan pelajaran. perusahaan. Ada pula kemungkinan bahwa pendapat orang yang ditanyai itu dipengaruhi oleh prasangka. keinginan pribadi atau faktor-faktor subyektif lainnya. tradisi. agar pelajaran itu sesuai dengan keadaan setempat. komonikasi dan transpor. Sesudah ditabulasi tidak lagi diadakan diskusi antara mereka yang mengisi daftar pertanyaan itu dan interpretasinya terserah pada para pengolahnya. (b) persistent life situation procedure dan (c) adolescent needs or problems procedure. 5. Dengan mempelajari pusat-pusat kegiatan manusia ini anak-anak diharapkan mengenal kehidupan dan masalah-masalah masyarakat dewasa ini. tokoh-tokoh masyarakat. menentukan bahan pelajaran menurut prinsip-prinsip utama yang mendasari kurikulum itu. dan sebagainya. Pokokpokok ini sangat umum dan masih perlu diuraikan lebih lanjut oleh para pendidik secara lokal. Prosedur-prosedur lain yakni (a) social functions procedure. .tertentu. Seperti telah dibicarakan sebelumnya dengan "social functions" atau "major areas of living": dimaksud pusat-pusat kegiatan manusia dalam masyarakat. dan suber alam. sekalipun tidak mengabaikannya. konsumsi. Fungsi-fungsi sosial itu seperti: perlindungan dan pengawetan hidup. Program ini fleksibel dan mungkin sekali mengalami perubahan dari tahun ke tahun apalagi karena dalam pelaksanaannya diadakan perencanaan bersama dengan murid seperti lazimnya dilakukan dalam pengajaran broad unit. dan sebagainya adalah pokokpokok sebagai pegangan untuk menentukan kegiatan-kegiatan belajar. Kurikulum ini mengutamakan aspek sosial dan tidak begitu me nonjolkan soal kebutuhan dan minat pelajar. milik. (a) Prosedur fungsi-fungsi sosial. Prosedur-prosedur lainnya.

Prosedur ini diterapkan dalam "the Eight Year Study" (1932-40) yang mengadakan percobaan dengan kurikulum ini di 30 sekolah menengah di Amerika Serikat. Masalah-masalah pokok yang dihadapi itu "persistent" yakni senantiasa pada hakikatnya sama. Seperti halnya dengan kurikulum fungsi-fungsi sosial kurikulum ini pun dapat memanfaatkan bahan dari berbagai disiplin atau mata pelajaran. Jadi cara menentukan scope atau ruang lingkup pelajaran banyak persamaannya dengan prosedur fungsi-fungsi sosial. akan tetapi situasinya berbeda-beda dan berubah-ubah. Oleh sebab kebutuhan atau masalah itu selalu timbul dalam lingkungan masyarakat tempat mereka hidup maka dengan sendirinya masalahmasalah masyarakat juga mendapat perhatian. Waktu itu ide ini sangat progresif.(b) Prosedur "persisten life situations". Percobaan ini merupakan suatu sukses. Prosedur ini bertitik tolak dan kebutuhan pemuda atau masalah-masalah yang mereka hadapi. masalah. Tentu saja kurikulum serupa ini fleksibel dan bahan pelajaran harus disesuaikan setiap kali dengan perubahan perubahan yang terjadi di dunia maupun setempat. . dulu. Stratemeyer cs menganalisis situasi-situasi itu sejauh mungkin. (c) Prosedur kebutuhan atau masalah pemuda. sekarang maupun di masa mendatang di mana saja di dunia ini. Prosedur ini memperhatikan kebutuhan. namun para pendidik masih harus mengadakan perencanaan yang lebih terperinci dan kongkret untuk dilaksanakan dalam kelas. sejauh bahan itu diperlukan untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Ada kemungkinan pengetahuan murid tentang berbagai subject atau mata pelajaran bahkan lebih luas lagi daripada yang diperoleh melalui kurikulum yang subjectcentered hanya tidak dalam susunan logis sistematis yang lazim. akan tetapi karena pecahnya Perang Dunia II hasilnya tidak mendanqt cambutan selayaknya. dan minat anak dan pemuda menurut taraf perkembangan dalam dunia yang kompleks dan dinamis ini. Dengan mengikuti kurikulum ini murid-murid dipersiapkan untuk menghadapi masalahmasalah itu dalam hidupnya di masyarakat.

(8) Rumah tangga dan keluarga. ruang lingkup bahan pelajaran berupa konsep-konsep. untuk menyesuaikan kurikulum itu dengan kebutuhan dan masalah pemuda di sekolah itu. (3) Kegiatan sosial dan rekreasi. jenis dan bentuk pengalaman-pengalaman belajar. dan sebagainya. Perubahan senantiasa ada dari tahun ke tahun seperti halnya dengan kurikulum yang fleksibel lainnya yang berusaha menyesuaikannya dengan tuntutan murid dan masyarakat. berbagai-bagai saran tentang kegiatan-kegiatan mengajar-belajar. observasi dan sebagainya. Di samping klasifikasi Ross Mooney ini ada lagi cara penggolongan lain. (7) Moral dan agama. (11) Kurikulum dan pengajaran. Ross Mooney mengumpulkan 132 masalah pemuda yang digolongkannya dalam 11 bidang. yakni: (1) Kesehatan dan perkembangan jasmani. masalah-masalah. pokok-pokok. seks dan perkawinan. pada berbagai tingkat perkembangan anak guna mencapai tujuan-tujuan pendidikan. (2) Keuangan. dan alat-alat pengajaran serta cara-cara mengevaluasi unit itu. daftar buku. MENENTUKAN SEQUENCE DALAM KURIKULUM "Scope" mengenai apa yang akan diajarkan. yaitu ruang lingkup atau luas bahan pelajaran. dan menilai suatu unit. juga dengan orang tua. (10) Penyesuaian dengan pelajaran sekolah. diadakan questionnaires. . (5) Hubungan sosial-psikologis (6) Hubungan pribadi-psikologis. kondisi hidup dan pekerjaan. resource unit. (9) Masa depan: Pekerjaan dan pendidikan. Dan seperti halnya dengan prosedur fungsi-fungsi sosial dan "persistent life situation" guru-guru setempat harus lagi merencanakan bersama. (4) Berpacaran. Setiap bidang dapat lagi diuraikan lebih lanjut. mengembangkan. checklist. sering dengan murid. Resource unit menguraikan secara komprehensif dan sistematis tujuan. Untuk membantu guru-guru dalam perencanaan broad unit maka dapat disusun suatu. Resource unit ini merupakan suatu sumber yang dapat membantu guru untuk merencanakan. Ini bergantung pada bahan yang diterima dari orang-orang yang diminta pendapatnya dan cara menggolongkannya.Untuk menentukan bahan pelajaran diselidiki buku-buku psikologi.

Ilmu alam atau fisika. Matematika modern yang diajarkan di kelas I SD sudah memberikan aljabar dan ilmu ukur. Dahulu orang menyangka bahwa anak-anak belum dapat berpikir logis. membicarakannya sebelumnya dianggap melanggar peraturan dan dirasa terlampau sulit bagi anak karena tidak sesuai dengan perkembangan dan kemampuannya. oleh sebab tiap bahan harus diberikan pada waktu yang setepat-tepatnya. Urutan itu rupanya tidak seketat yang diduga dan mengalami perubahan total akhir-akhir ini. Bruner mengatakan bahwa prinsip-prinsip tiap mata pelajaran dapat diajarkan kepada setiap orang pada setiap usaha dalam suatu bentuk tertentu oleh sebab ide-ide pokok yang mendasari setiap ilmu sebenarnya sederhana. Pada zaman sebelum perang dunia II dirasakan sudah tepat mengajarkan hitungan dari 1 . Ilmu Bumi dimulai di kelas III. atau disempitkan menjadi di kelas berapa bahan pelajaran tertentu harus diajarkan. J. Sering ini diartikan sebagai kapan pengalaman belajar atau bahan pelajaran itu harus diberikan. Pembanian pendidikan dapat mengubah kebiasaan lama dan masalah urutan atau sequence turut mengalami perubahan. ilmu alam baru diajarkan di kelas V.Dengan "sequence" (baca: si-kuens) dimaksud urutan pengalaman belajar itu diberikan.20 di kelas SD. Juga J. Aljabar dan ilmu ukur baru boleh diajarkan di kelas I SMA. kini dalam bentuk ilmu pengetahuan alam sudah diberikan sejak kelas I SD. Itu sebab mereka disuruh menghafal.100 di kelas II. Sering ini dilakukan berdasarkan tradisi. Berpikir dengan konsep-konsep dianggap baru dapat dilakukan pada usia yang lebih lanjut yaitu pada tingkat sekolah lanjutan. 1. Akan tetapi waktu yang tepat itu tidak selalu mudah ditentukan. sedangkan pecahan baru boleh dibicarakan di kelas III. Ilmu Bumi dunia diberikan di kelas VI. Piaget membuktikan bahwa anak-anak lebih cepat dapat berpikir secara formal daripada yang diduga semula. bahkan tidak ada keberatan untuk mengajarkan di Taman Kanak-kanak. Piaget anak umur . Menurut J. padahal matematika dianggap suatu disiplin yang tersusun paling logis dan sistematis mengenai urutannya. Scope dan sequence erat hubungannya dalam penyusunan kurikulum.

jadi dapat dikembangkan dengan bahan pelajaran yang sesuai. Diselidiki kesulitan-kesulitan yang dihadapi anak. diciptakan alat-alat peraga dan diterapkan metode mengajar-belajar yang serasi untuk membantu anak mempelajari bahan pelajaran itu. Dua pendekatan. Struktur disiplin itulah yang menentukan urutan bahan pelajaran dan demikian pula langkah-langkah dalam proses belajar. Pendapat Bruner dan Piaget yang makin banyak diakui oleh para pendidik dan pembina kurikulum tak dapat tiada akan mempengaruhi sequence atau urutan bahan pelajaran. Dalam penentuan urutan bahan pelajaran dapat diikuti dua macam pendekatan. Kemudian diusahakan dengan berbagai cara agar anak dapat mencernakan bahan pelajaran itu. Jadi dalam pendekatan ini yang dipentingkan ialah bahan pelajaran dan anak haru s menyesuaikan diri dengan bahan pelajaran untuk kelasnya. Untuk itu perlu diselidiki tingkat pengetahuan dan kemampuan anak agar dapat ditentukan bahan yang sesuai. dalam segala ciri-ciri yang dapat diukur. Dengan demikian urutan bahan pelajaran tidak semantap yang diduga semula. Yang pertama ialah lebih dahulu menentukan bahan pelajaran untuk kelas-kelas tertentu. jadi mempunyai tidak hanya satu macam struktur. Beberapa kesulitan yang dihadapi ialah bahwa kemampuan anak-anak sangat berbeda walaupun usia mereka sama. Dianggap bahwa bahan pelajaran mempunyai struktur tertentu yang harus diikuti untuk mempelajarinya. Pendekatan kedua ialah menyesuaikan bahan pelajaran dengan taraf perkembangan anak. Tidak mengembangkan kemampuan berpikir ini akan berarti merugikan anak. Faktor-faktor dalam penempatan bahan pelajaran. Ternyata bahwa bahan disiplin dapat disusun dengan berbagai cara. .tujuh tahun sudah dapat berpikir formal dan logis.

Apersepsi atau pengalaman lampau. Namun bahan pelajaran memang mempunyai tingkat-tingkat kesukaran. Seperti telah dikemukakan tidak ada patokan yang pasti mengenai sequence ini. Sesuatu yang baru hanya dapat dipahami berdasarkan pengetahuan atau pengalaman yang telah dimiliki. Menghitung sejumlah benda lebih mudah daripada menghitung daya tahan suatu jembatan. Pada suatu ketika kemampuan berhitung dianggap syarat . Dalam sejarah salah satu cara ialah memberikannya mulai dan zaman purba kala dan berangsur-angsur maju sampai zaman sekarang. Membaca permulaan dengan huruf ternyata lebih sukar daripada memulainya dengan kata-kata. Taraf kesulitan bahan pelajaran. Karena itu diusahakan adanya kontinuitas dalam bahan pelajaran. Karena kenyataan itu maka dalam penempatan bahan pelajaran perlu dipertimbangkan taraf kesulitannya. Hal ini juga kita dapat dalam pelajaran lain.Dalam menentukan kapan atau di kelas berapa bahan pelajaran sebaiknya diajarkan biasanya orang berpegang pada sejumlah faktor. 2. Faktor-faktor itu ialah antara lain: 1. Tak selalu mudah menentukan yang manakah yang mudah dan yang sukar. Pada umumnya bahan yang mudah dan sederhana lebih dahulu diberikan daripada yang sukar dan kompleks. Mereka lebih dahulu mempelajari lingkungan dekat yang dikenalnya secara langsung baru kemudian daerah yang jauh letaknya. Kalimat panjang lebih sukar daripada kalimat pendek. Pelajaran yang lampau menjadi syarat untuk memahami pelajaran yang baru. Lagu kanak-kanak jauh lebih sederhana daripada lagu-lagu untuk orang yang lebih lanjut usianya. makin kompleks problema itu makin tinggi taraf kesulitannya. namun dalam penyusunan kurikulum tak dapat tiada harus kita putuskan kapan sesuatu harus diajarkan. Anak-anak mulai diajarkan bilangan kecil sebelum angka-angka yang besar. Makin banyak unsur yang terlibat dalam suatu masalah.

Proses belajar dapat banyak dipengaruhi oleh faktor-faktor luar. dan sebagainya tak banyak yang kita ketahui. biologi dianggap prasyarat untuk fakultas kedokteran. Pada suatu ketika anak mulai belajar berbicara atau berjalan. Dalam pengajaran berprograma suatu pelajaran dipecah-pecah menjadi bagian-bagian kecil yang mudah dipelajari. Sebelum waktu itu usaha mempercepatnya akan gagal. sehingga bahan pelajaran diberikan menurut sequence yang sesuai dengan kesanggupan anak. Dianggap bahwa kontinuitas akan tercapai bila kita mulai dengan yang dianggap mudah untuk kemudian meningkat kepada yang lebih sulit. Dalam teori sering kita katakan bahwa bahan pelajaran harus disesuaikan dengan kematangan anak. Minat anak menjadi faktor utama dalam pcnentuan bahan dan urutannya di sekolah yang "child centered". pertumbuhan syarat atau fisiologis dan dianggap tak dapat dipengaruhi banyak oleh faktor-faktor luar.untuk aljabar. Berbagai usaha dijalankan untuk memenuhi tuntutan perbedaan individual ini. Ada minat yang . Kematangan diakibatkan oleh perkembangan intern. Minat anak dapat berubah-ubah. Memberikan bahan yang sama kepada anak yang tinggi dan rendah inteligensinya pasti merugikan anak. 4. Matematika. filsafaat. tanpa sebenarnya mengetahuinya dengan jelas. 3. Pada umumnya soal kematangan ini hanya diketahui berkenaan dengan anak-anak kecil. fisika. Mengenai kematangan anak untuk mempelajari kewargaan negara. ilmu ukur ruang. Minat anak. Kematangan anak. 5. Demikian pula kita menginginkan agar bahan pelajaran harus sesuai dengan usia mental anak. Akan tetapi setelah masa kematangan itu anak mulai belajar. Usia mental anak. Bagian-bagian ini merupakan langkah-langkah menuju kepada penguasaan pelajaran. Prinsip apersepsi atau 'entry behavior" ini bertahan erat dengan prinsip kesukaran. Kita ketahui bahwa anak-anak berlainan kemampuan mentalnya. psikologi.

Maka diberilah pedoman seperti dari yang mudah kepada yang sulit. motor. yakni menentukan kapan bahan itu harus diajarkan. Akan tetapi menurut Hilda Taba kita jangan lupakan urutan dalam proses belajar. untuk agama dan ide-ide filosofis atau untuk pergaulan dengan anggota jenis kelamin lain. Untuk hal-hal lain selalu dapat diusahakan dengan metode mengajar yang baik untuk membangkitkan minat anak. tergantung pada konsep yang akan diajarkan. Kurikulum biasanya hanya menentukan urutan bahan pelajaran. misalnya minat untuk alam sekitar. seperti minat untuk radio. Dalam penempatan bahan pelajaran minat anak sudah sewajarnya perlu diperhatikan.timbul karena perkembangan anak. Kita tak tahu misalnya berapa hal yang kongkrit harus diberikan agar anak dapat menangkap pengertian yang abstrak. dari bagian kepada keseluruhan atau sebaliknya. Juga belum cukup pengetahuan kita bagaimana langkah-langkah atau urutan untuk memahami suatu konsep atau berpikir kritis dan kreatif. Ini banyak sedikit dapat diperhitungkan lebih dahulu. untuk keadaan sosial. "Pemuaian logam" dapat diberikan konsepnya . Urutan proses belajar antara lain mengenai langkah-langkah untuk mengembangkan konsep-konsep. Minat dapat timbul berdasarkan pengetahuan yang diperoleh dari pelajaran-pelajaran lampau. Misalnya konsep "perang kemerdekaan" dan "pemuaian logam" tidak sama cara mengembangkannya. Kita tahu bahwa cara-cara membentuk konsep berbeda-beda. sikap dan kesanggupan berpikir. apalagi minat yang timbul sebagai akibat perkembangan anak. Ada pula minat yang dipengaruhi oleh lingkungan. sedangkan soal urutan proses belajar diserahkan kepada guru. SEQUENCE PROSES BELAJAR Masalah urutan atau sequence sering hanya dihubungkan dengan soal penempatan bahan pelajaran. yang dekat kepada yang jauh yang sederhana kepada yang kompleks. naik gunung dan sebagainya. Petunjuk "dari kongkret kepada yang abstrak" kurang memadai.

dengan metode demonstrasi. Pengertian perang kemerdekaan memerlukan cara yang berbeda sekali. Menurut Hilda Taba, bukan hanya urutan mengenai bahan pelajaran saja yang penting, melainkan juga urutan dalam proses belajar atau pengalamanpengalamaan belajar. RANGKUMAN 1. Dengan scope dimaksud luas atau ruang lingkup bahan pelajaran. 2. Kesulitan dalam menentukan scope ialah (1) sangat cepat bertambahnya pengetahuan, (2) tidak adanya kriteria yang pasti tentang bahan pelajaran yang harus diberikan, (3) tidak memadainya mata pelajaran tradisional. 3. Sering matapelajaraan baru, sedangkan matapelajaran yang ada bercokol terus. 4. Dalam menentukan bahan pelajaran harus diadakan pilihan, atau seleksi, karena luasnya bahan yang tersedia dan terbatasnya waktu belajar serta kemampuan anak. 5. Kriteria dalam penentuan bahan ialah (1) tujuan, (2) nilai sebagai warisan, (3) penguasaan disiplin, (4) nilainya bagi kehidupan dalam masyarakat (5) kebutuhan dan minat anak. 6. Bahan pelajaran hendaknya jangan hanya meliputi pengetahuan melainkan juga keterampilan mental. 7. Aliran yang dianut oleh pembina kurikulum merupakan suatu faktor dalam penentuan bahan pelajaran. Beberapa prosedur penentuan bahan pelajaran ialah (1) menerima otoritas para ahli, (2) eksperimen (3) analisis kegiatan, (4) konsensus, (5) fungsi social, (6) persistent life situations, (7) kebutuhan pemuda. 8. Menentukan scope kurikulum yang subject centered lebih mudah daripada yang integrated. Yang terakhir ini lebih fleksibel. 9. Dengan "sequence" dalam pembinaan kurikulum dimaksud urutan

pengalaman belajar, yakni apabila bahan itu harus diajarkan. 10. Penempatan bahan pelajaran berupa matapelajaran sudah jauh berbeda dengan sebelum Perang Dunia II. Matematika yang dulu diajarkan di SMP, kini sudah mulai diberikan di kelas I SD.

11. Menurut J. Bruner prinsip-prinsip tiap mata pelajaran dapat diajarkan kepada setiap anak pada setiap usia dalam suatu bentuk tertentu. Pendapat ini dapat menimbulkan perobahan besar mengenai penempatan mata pelajaran. 12. J. Piaget berpendapat berdasarkan penelitiannya bahwa anak berusia tujuh tahun telah dapat berpikir logis dan formal. 13. Dalam penentuan sequence dapat diikuti dua pendekatan yaitu (1) menyesuaikan bahan dengan anak, atau (2) menyesuaikan anak dengan bahan. 14. Faktor-faktor dalam penentuan "sequence" ialah (1) taraf kesulitan bahan pelajaran (2) apersepsi atau pengalaman yang telah ada, (3) kematangan anak, (4) usia mental anak (5) minat anak. 15. Sequence tidak hanya mengenai bahan pelajaran tetapi juga dalam proses belajar, yaitu langkah-langkah untuk mengembangkan konsep-konsep, sikap, kesanggupan berpikir. PERTANYAAN DAN TUGAS 1. Apa yang dimaksud dengan scope dan sequence? 2. Kesulitan apakah dihadapi dalam menentukan scope? 3. Apa sebab lebih mudah menambahkan matapelajaran baru daripada mengurangi yang ada? 4. Apakah yang termasuk subject matter atau bahan pelajaran? 5. Sebutkan berapa kriteria untuk menentukan bahan pelajaran. 6. Sekalipun telah diketahui tujuan pelajaran, apa sebab masih sulit untuk menentukan bahan pelajaran yang serasi? 7. Coba sebutkan suatu tujuan. Tentukan bahan yang saudara anggap serasi untuk mencapai tujuan itu. 8. Apakah kelemahan bahan pelajaran yang merupakan warisan dari generasi lampau? 9. Pada hakekatnya perguruan tinggilah yang menentukan kurikulum SMA bahkan SD. Berikan komentar saudara. 10. Apakah dasar Herbert Spencer menentukan bahan pelajaran? 11. Bagaimanakah cara Franklin Bobbitt menentukan scope kurikulum? 12. Kelemahan apakah terdapat dalam prosedur yang diikuti oleh Franklin Bobbitt?

13. Apakah kelemahan scope kurikulum yang ditentukan herdasarkan minat dan kebutuhan anak? 14. Scope tidak hanya meliputi materi tetapi juga proses belajar. Apa maksudnya? Yang manakah yang lebih penting menurut pendapat saudara? 15. Dalam penentuan bahan pelajaran aliran yang dianut sangat berpengaruh. Berikan penjelasan dan contoh-contoh. 16. Sebutkan prosedur-prosedur untuk menentukan scope kurikulum. Beri penjelasan tentang tiap prosedur. 17. Tinjau setiap prosedur. Cari segi kebaikan dan kekurangannya. 18. Apakah keberatan jika buku pelajaran menentukan scope kurikulum? Adakah keuntungan dan kebaikannya? 19. Apakah kurikulum 1975 disusun berdasarkan eksperimen? Prosedur apakah yang digunakan? 20. Dari berbagai macam prosedur itu, yang manakah paling menarik bagi saudara? Berikan alasan. 21. Berikaan contoh-contoh bahwa sequence mengalami perubahan besar. 22. Bagaimanakah pendapat Bruner dan Piaget, yang mempengaruhi soal sequence dalam kurikulum. 23. Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi sequence bahan pelajaran. Jelaskan setiap faktor dan bicarakan baik buruknya. 24. Apa yang dimaksud dengan sequence proses belajar, yang perlu diperhatikan di samping sequence bahan pelajaran sendiri?

BAB 9 MENGUBAH KURIKULUM
SEBAB-SEBAB KURIKULUM DIUBAH Kurikulum itu selalu dinamis dan senantiasa dipengaruhi oleh perubahanperubahan dalam faktor-faktor yang mendasarinya. Tujuan pendidikan dapat berubah secara fundamental, bila suatu negara beralih dari negara yang dijajah menjadi negara yang merdeka. Dengan sendirinya kurikulum pun harus mengalami perubahan yang menyeluruh. Kurikulum juga diubah bila tekanan dalam tujuan mengalami pergeseran. Misalnya pada tahun 30-an sebagai pengaruh golongan progresif di USA tekanan kurikulum adalah pada anak, sehingga kurikulum mengarah kepada child-centered curriculum sebagai reaksi terhadap subject-centered curriculum yang dianggap terlalu bersifat adult dan society-centered. Pada tahun 40-an, sebagai akibat perang, asas masyarakatlah yang diutamakan dan kurikulum menjadi lebih society-centered. Pada tahun 50-an dan 60-an, sebagai akibat Sputnik yang menyadarkan Amerika Serikat akan ketinggalan dalam ilmu pengetahuan, para pendidik lebih cenderung kepada kurikulum yang discipline-centered, yang mirip kepada subject-centered curriculum. Tampaknya seakan-akan orang kembali lagi kepada titik tolak semula. Akan tetapi lebih tepat, bila kita katakan, bahwa perkembangan kurikulum seperti spiral, tidak sebagai lingkaran, jadi kita tidak kembali kepada yang lama, tetapi pada suatu titik di atas yang lama. Kurikulum dapat pula mengalami perubahan bila terdapat pendirian baru mengenai proses belajar, sehingga timbul bentuk-bentuk kurikulum seperti activity atau experience curriculum, programmed instruction, pengajaran modul, dan sebagainya. Perubahan dalam masyarakat, eksplosi ilmu pengetahuan, dan lain-lain mengharuskan adanya perubahan kurikulum. Perubahan-perubahan itu

menyebabkan kurikulum yang berlaku tidak lagi relevan, dan ancaman serupa ini akan senantiasa dihadapi oleh setiap kurikulum, betapapun relevannya pada suatu saat.

Maka karena itu perubahan kurikulum merupakan hal biasa. Malahan mempertahankan kurikulum yang ada akan merugikar anak-anak dan dengan demikian fungsi kurikulum itu sendiri. Biasanya perubahan satu asas akan memerlukan perubahan keseluruhan kurikulum itu. PERUBAHAN ATAU PERBAIKAN KURIKULUM Perbaikan kurikulum biasanya hanya mengenai satu atau beberapa aspek dari kurikulum, misalnya metode mengajar, alat peraga, buku pelajaran dengan tetap menggunakan kurikulum yang berlaku. Perubahan kurikulum mengenai perubahan dasar-dasarnya, baik mengenai tujuan maupun alat-alat atau cara-cara untuk mencapai tujuan itu. Mengubah kurikulum sering berarti turut mengubah manusia, yaitu guru, pembina pendidikan dan merek-mereka yang mengasuh pendidikan. Itu sebab perubahan kurikulum dianggap sebagai perubahan sosial, suatu social change. Perubahan kurikulum, juga disebut pembaruan atau inovasi kurikulum, tentu saja dimaksud untuk mencapai perbaikan, sekalipun perubahan itu tidak dengan sendirinya membawa perbaikan. Perbaikan yang diperoleh mungkin membawa hasil sampingan yang kurang baik menurut penilaian pihak tertentu. PENILAIAN KURIKULUM Sebelum mengubah kurikulum hendaknya diadakan penilaian tentang kurikulum yang sedang dijalankan. Penilaian juga perlu untuk mengetahui hingga manakah kurikulum mencapai tujuan-tujuan yang diharapkan seperti yang tercantum dalam kurikulum itu. Penilaian kurikulum tidak mudah. Baik tidaknya suatu kurikulum pada hakekatnya dapat dinilai dan hasilnya, yakni dari kedudukan, kehidupan, atau prestasi pada lulusannya. Bila lulusannya menduduki tempat yang penting dalam pemerintahan, perusahaan, dan masyarakat, maka lembaga pendidikan itu mendapat nama baik dan kurikulumnya dianggap efektif. Namun kita dapat menyangsikan kebenaran anggapan itu, karena yang diandalkan hanya mereka yang sangat menonjol prestasinya, sedangkan mereka yang tidak menduduki tempat yang berarti dalam masyarakat, bahkan yang gagal, tidak mendapat perhatian. Penilaian itu terlampau kasar dan tidak didasarkan atas penelitian yang sistematis. Dan kita dapat bertanya, apakah masalah itu dapat di-

sikap. Kurikulum adalah alat untuk mengubah kelakuan anak-didik. penilaian dapat dilakukan dengan lebih cermat. dan ketrampilan murid. Kurikulum sekolah bukan satu-satunya alat untuk mengubah kelakuan manusia. hubungannya dengan pengalaman lain. misalnya tidak dapat dijadikan patokan untuk meramalkan masa depan seorang lulusan. (3) organisasi pengalaman belajar itu. Dengan rumusan tujuan yang spesifik. Tentu saja. tanpa pendidikan formal. Hasil angka-angka ujian akhir. Bloom memberikan suatu pegangan tentang cara melakukannya.selidiki sepenuhnya. Efektivitas kurikulum berwujud dalam perubahan pengetahuan sikap dan keterampilan murid. Untuk menilai suatu kurikulurn perlu tujuan itu jelas dirumuskan. apakah akan tercapai hasil yang diharapkan. Dengan adanya kurikulum juga kita belum dapat meramalkan. Jadi penilaian kurikulum harus dimulai dengan hakikat dan tujuan kurikulum. (4) caracara mengevaluasi hasil belajar murid. (2) pengalaman-pengalaman belajar untuk mengembangkan pengetahuan. Akan tetapi tanpa pendidikan sekolah. Kita belum memiliki suatu teori belajar yang menjamin akan tercapainya tujuan yang ditentukan dengan kegiatan mengajar belajar tertentu. agar tujuan itu spesifik. dalam bentuk kelakuan yang dapat dilihat dan diukur. apakah dapat mencapai tujuan seperti yang dirumuskan dalam kurikulum itu. masih dapat diragukan. Dengan psikologi sosial juga tidak dapat kita ramalkan kelakuan dan prestasi seseorang dalam jangka panjang kelak dalam masyarakat. Demikian pula dapat diragukan hasil semua mata pelajaran. setiap anak akan menjalani perubahan menuju ke kedewasaan. Apakah dengan pelajaran civics atau IPS terbentuk warga negara yang taat kepada undang-undang . Namun apakah dengan taksonomi Bloom itu dapat misalnya dihasilkan manusia Pancasila yang sejati. karena banyaknya faktor lain di luar mata pelajaran yang turut mempengaruhi perkembangan pribadi seseorang. urutan pengalaman itu. Ada yang menginginkan. perubahan-perubahan tertentu yang diinginkan tidak akan terjadi. Kalau kita menilai kurikulum. kita harus menilai komponen-komponennya yaitu (1) tujuan kurikulum.

Penelitian tentang hasil kurikulum atau suatu mata pelajaran sangat sulit. Havighurst menemukan. Alat-alat untuk menilainya pun tak tersedia. Tiap murid memperoleh hal yang berbeda dari kurikulum yang sama. atau tidak termasuk tujuannya yang utama. apakah sebenarnya tujuan kurikulum suatu lembaga pendidikan. Banyak kesulitan yang dihadapi untuk menilai suatu kurikulum secara ilmiah. Maka sering suatu kurikulum diubah. suatu yang sebenarnya di luar kesanggupan. pelajaran agama membentuk manusia yang lebih taat kepada perintah Tuhan. Soal keTuhanan sebenarnya lebih merupakan tugas pelajaran agama. persaudaraan bangsa-bangsa dan sebagainya. Tidak selalu jelas. Maka kita dapat bertanya apakah mata pelajaran sejarah atau IPS sanggup mernupuk norma-norma yang berkenan dengan toleransi. Olch sebab tiap anak mempunyai kepribadian yang berbeda-beda.dan peraturan negara serta mengabdi kepada kepentingan masyarakat? Apakah matematika menghasilkan manusia yang lebih sanggup herpikir logic sistematis. khususnya dari ibunya. bahwa nilai-nilai atau norma-norma seseorang kebanyakan diperolehnya dari keluarga. akan tetapi atas pengaruh berbagai hal lain. Misalnya biologi dianggap dapat menimbulkan keharuan akan kebesaran Tuhan. . maka hasilnya pun akan berlainan pula. Namun soal keTuhanan tak dapat dipakai sebagai alat untuk menilai keberhasilan pelajaran biologi. perdamaian dunia. bukan berdasarkan penilaian atas hasil kurikulum itu. Biasanya tertampau banyak yang diharapkan dan kurikulum itu yang tidak dapat dipenuhi. dan sebagainya? Sanggupkah kurikulum mencapai tujuan-tujuan menurut apa yang tercantum dalam kurikulum itu? Ataukah tujuan itu hanya muluk-muluk tampaknya dan hanya merupakan impian yang tak akan dapat diwujudkan? Apakah kurikulum hanya mempunyai pengaruh yang terbatas dengan mengakui bahwa watak atau pribadi seseorang banyak ditentukan oleh faktor-faktor di luar kurikulum? Berdasarkan penelitian. Hasil kurikulum diperoleh melalui interaksi antara anak dengan kurikulum.

Dan sekalipun telah dilaksanakan sebagai percobaan. Akan tetapi ada pula kalanya. Ada kalanya karena cara yang demikianlah yang paling mudah dilakukan. Tak semua orang suka bekerja lebih banyak daripada yang diperlukan. yang tidak selalu dapat dipenuhi. seakan-akan yang lama itu tidak mengandung kebaikan-kebaikan. Dengan meninggalnya tokoh itu lenyap pula pembaruan yang telah dimulainya itu. Guru itu hanya diharapkan mengikuti instruksi atasan. Manusia itu pada umumnya bersifat konservatif dan guru termasuk golongan itu juga. bahwa guru-guru tidak mendapat kesempatan atau wewenang untuk mengadakan perubahan karena peraturan-peraturan administratif. Mengadakan pembaharuan memerlukan pemikiran dan tenaga yang lebih banyak. Maka sebaiknya setiap perubahan kurikulum sekaligus juga merupakan perbaikan kurikulum secara menyeluruh. KESULITAN-KESULITAN DALAM PERUBAHAN KURIKULUM Sejarah menunjukkan bahwa sekolah itu sangat sukar menerima pembaruan. Pembaharuan kurikulum kadang-kadang terikat pada tokoh yang mencetuskannya.Sering suatu kurikulum sudah diubah sebelum dinilai hasilnya. yang dengan sendirinya akan turut terbuang. Pembaharuan kurikulum sering pula memerlukan biaya yang lebih banyak untuk fasilitas dan alat-alat pendidikan haru. Dalam pembaruan kurikulum ternyata bahwa mencetuskan ide-ide baru lebih "mudah" daripada menerapkannya dalam praktik. Ide yang baru tentang pendidikan memerlukan waktu sekitar sekitar 75 tahun sebelum dipraktikan secara umum di sekolah-sekolah. Kurikulum baru biasanya dimasukkan sambil mengeritik kurikulum lama. Tak jarang pula pembaharuan ditentang oleh mereka yang ingin berpegang pada yang sudah lazim dilakukan atau yang kurang percaya akan yang baru . oleh sebab harus melibatkan banyak orang dan mungkin memerlukan perubahan struktur organisasi dan administrasi sistem pendidikan. masih banyak mengalami rintangan dalam penyebarluasannya. Guru-guru lebih senang mengikuti jejak-jejak yang lama secara rutin.

antara lain Inggris yang memberikan wewenang penuh kepada kepala sekolah beserta stafnya untuk menentukan kurikulum sekolah. Di negara-negara yang mempunyai pemerintah pusat yang memegang kekuasaan yang kuat. Yang kedua ialah "grass roots approach". Dalam hal ini pembaharuan kurikulum diadakan atas inisiatif kepala sekolah dan guru-gurunya. Di kebanyakan negara cara inilah yang dilakukan. Prosedur manakah yang dilaksanakan banyak bergantung pada sistem pendidikan serta organisasi dan struktur organisasinya. Penataran merupakan syarat mutlak untuk . Ada juga negara. atas inisiatif para administrator. Pendekatan administratif banyak menggunakan panitia-panitia untuk merencanakan kurikulum baru. PROSEDUR PEMBARUAN KURIKULUM Pada pokoknya ada dua prosedur utama untuk mengubah kurikulum yaitu apa yang disebut "administrative approach" yaitu yang direncanakan oleh pihak atasan untuk kemudian diturunkan kepada instansi-instansi bawahan sampai kepada guru-guru. termasuk Indonesia. Lokakarya. Peranan konsultan hukanlah sebagai "agent of change" akan tetapi sebagai manusia sumber. yaitu yang dimulai dari "akar" "from the bottom up" atau dari bawah. karena pembaharuan itu jangan hanya sekedar mode yang timbul pada suatu saat untuk lenyap lagi dalam waktu yang tidak lama. menyusun buku pelajaran. kelompok studi banyak dilakukan untuk membicarakan dan menghasilkan kurikulum barn itu. Setiap pendekatan mempunyai kebaikan dan kekurangannya. Berbagai konsultan dapat dimanfaatkan untuk hal-hal yang diperlukan. menyebarluaskannya. Bersifat kritis terhadap pembaharuan kurikulum adalah sifat yang sehat. jadi 'from the top down". Para ahli pendidikan dan ahli dalam berbagai bidang studi atau disiplin dari perguruan tinggi diminta bantuannya untuk menghasilkan kurikulurn yang sebaik-baiknya. dari atas ke bawah. dan sebagainya. yakni dari pihak guru atau sekolah secara individual dengan harapan agar meluas ke sekolah-sekolah lain.sebelum terbukti kelebihannya. yang diikuti biasanya pendekatan administratif. Partisipasi diusahakan seluas mungkin agar tercapai konsensus dan keterlibatan pribadi dan instansi dalam usaha pembaruan kurikulum.

yang biasanya cukup besar jumlahnya. Guru sendiri kurang dilibatkan dalam . melahirkan ide-ide baru. Walaupun pendekatan administratif mempunyai banyak kebaikan.memberikan ketrampilan kepada guru dalam pelaksanaannya. bukan berdasarkan kedudukan atau pangkat. dan membicarakan setiap buah pikiran secara kritis. Untuk usaha yang luas ini dapat disediakan biaya yang diperlukan. Seluruh aparat administrasi pendidikan dikerahkan untuk mengkomunikasikan pembaruan ini kepada guru-guru dan segenap lapisan masyarakat. Pembaruan kurikulum serupa ini dapat dilakukan serentak dan uniform di seluruh negara dengan melibatkan seluruh aparat kementerian pendidikan. dengan cara yang terkoordinasi dan terorganisasi. Kerja kelompok memperluas keterlibatan dan komitmen dalam kurikulum baru. Kerja kelompok memerlukan kepemimpinan yang paham akan proses dinamika kelompok dan mampu mendorong kelompok ke arah produktivitas dengan memadukan segala keahlian dalam kelompok itu. Kerja kelompok sangat esensial dalam pengembangan kurikulum. Peraturan-peraturan resmi di keluarkan untuk menjamin terlaksananya kurikulum baru itu. Usaha pemerintah ini biasanya tidak menemukan tentangan dari pihak guru yang sudah biaya menerima dan melaksanakan instruksi dan perintah dari atasannya. Antara lain dikemukakan bahwa cara ini otoriter dan kurang demokratis dan merupakan keputusan atasan yang hams dilaksanakan oleh guru-guru. Kerjasama dan partisipasi semua unsur diperlukan untuk mencapai produktivitas dan efektivitas optimal. namun ditinjau dari segi tertentu mempunyai juga kelemahan. Anggota kelompok hendaknya dipilih berdasarkan kompetensi. Jadi dalam pendekatan administratif ini dapat dikerahkan sejumlah besar ahli dan tenaga edukatif maupun administratif. Setiap peserta dapat melengkapi buah pikiran peserta lainnya menurut keahlian masing-masing. Kerja kelompok merupakan tempat yang subur untuk berpikir. Akan tetapi kerja kelompok dapat juga merupakan penghamburan waktu jika komponen-komponennya tidak dipilih dengan rasional.

Perubahan kurikulum dengan pendekatan "grass roots approach" mulai dari sekolah secara sendiri-sendiri. Tentu saja guru setempat juga mempertimbangkan berbagai faktor . konsultan. karena melihat kekurangan-kekurangan dalam kurikulum yang berlaku. Dalam usaha itu mereka dapat meminta bantuan orang tua. bimbingan dan mungkin juga biaya. Ke tempat itu juga datang para pembina pendidikan. Karena itu guru-guru kurang berusaha untuk mendalaminya dan karena kurang memahaminya akan mudah kembali kepada praktik-praktik yang lama. staf pengajar perguruan tinggi. usaha ini didukung oleh "Teachers' Centres" yang dihentuk secara lokal sebagai tempat guru-guru bertemu dan berdiskusi tentang pembaharuan pendidikan. Dengan demikian mereka terlibat secara pribadi.permulaan dan perencanaannya. Kepala sekolah serta guru menginginkan suatu perubahan. Di Inggris. kadangkadang juga pengusaha dan para konsumen lulusan sekolah. Mereka bersama menyusun satuan-satuan pelajaran. kemudian dicobakan sendiri. Pembaharuan yang tidak tumbuh dan berakar dalam pribadi guru dan hanya melaksanakannya atas dasar kepatuhan akan perintah. Tanpa perubahan pada guru tak akan terjadi perubahan dalam kurikulum. dinilai untuk diperbaiki. jadi tidak dibuat "di belakang meja tulis" seperti sering terjadi dalam pendekatan administratif. akan gagal dan lenyap jika pengawasan tidak senantiasa diperketat. Kurikulum yang mereka susun relevan dengan keadaan riil yang mereka hadapi. Inisiatif dan kepemimpinan pembaharuan kurikulum terletak dalam tangan guru setempat. to koh-tokoh di sekitar. Mereka berusaha mengatasi kesulitan sendiri. akan tetapi juga dari pihak atasan merupakan bahan. Mereka tertarik oleh ide-ide barn mengenai kurikulum dan bersedia untuk menerapkannya di sekolah mereka untuk meningkatkan mutu pelajaran. Maka pembaruan itu menjadi semu belaka dan akan mengalami kegagalan. Semua gum turut berpartisipasi dalam segala aspek pembinaan kurikulum baru.

keinginan pemerintah dan sebagainya. Kelemahan pendekatan ini ialah bahwa usaha-usaha ini bersifat lokal. tetapi juga pada kemampuan dan kesediaan guru.lainnya seperti peraturan yang berlaku. Guru-guru mendapat tanggungjawab penuh atas mutu pendidikan yang merupakan dorongan untuk menjadi kreatif. Pembaruan bergantung kebanyakan kepada kepala sekolah. tidak mempunyai koordinasi dan organisasi sehingga tidak dapat disebarkan secara nasional. Perencanaan perubahan kurikulum harus me- . Kita tak perlu memandangnya sebagai dua cara yang bertentangan. Mungkin pula pembaruan kurikulum menyangkut peraturan-peraturan pemerintah pusat dan daerah yang hanya dapat diuhah bila usaha pembaruan bersifat nasional. Perubahan sektoral akhirnya akan mengalami kesukaran yang tak dapat diatasi oleh sekolah itu sendiri. Pembaruan kurikulum oleh guru untuk kepentingan anak di sekolah dalam lingkungan tertentu yang mempunyai kebutuhan tersendiri akan lebih mantap. Jadi kedua pendekatan itu masing-masing mempunyai kebaikan dan kekurangannya. Namun menggunakan kekuasaan untuk memaksakan perubahan hanya melahirkan kepatuhan semu akan tetapi menimbulkan penentangan batin yang akhirnya menggagalkan usaha perubahan itu. yang mungkin otoriter dan kurang terbuka bagi pembaruan. meminta pendapat dan penilaian mereka sebagai umpan balik serta memberikan kebebasan untuk menyesuaikannya dengan keadaan setempat. Pembaruan kurikulum adalah usaha yang luas dan kompleks yang memerlukan pemikiran dan partisipasi dari semua pihak. Dalam pendekatan administratif dapat diusahakan partisipasi guruguru. syarat masuk perguruan tinggi. misalnya dengan menurut sertakan mereka dalam mencobakan kurikulum baru. Sekolah tidak mampu untuk memperoleh bantuan ini dengan tenaga sendiri. Mungkin juga perubahan hanya mengenai aspekaspek tertentu dari kurikulum dan tidak menyeluruh. Menentang perubahan adalah sesuatu yang normal. Perubahan kurikulum pada hakekatnya berarti mengubah manusia dan lembaga-lembaga. untuk senantiasa memperhatikan perkembangan mengenai pembinaan kurikulum.

bahkan memaksakan perubahan tanpa meminta keinginan guru-guru di sekolah itu. Memanfaatkan guru. Kelemahannya ialah bahwa ada kemungkinan mereka dianggap sebagai orang luar yang diberi bayaran khusus untuk mengadakan. Andaikan pilot project ini berhasil. Dapat dididik sejumlah kader yang menguasai seluk-beluk pembaharuan kurikulum yang ditempatkan di berbagai sekolah untuk mengadakan praktis ditempuh untuk mengadakan pembaharuan pembaharuan-pembaharuan. 1. Pilot project. pengawasan. Kader ini merupakan agen-agen pembaharuan. karena menghadapi situasi yang berbeda dan mendapat hambatan dari ketentuan-ketentuan yang berlaku. . Perubahan kurikulum adalah sesuatu yang wajar karena perubahan yang terus-menerus dalam masyarakat dan kehidupan. masih banyak kesukaran untuk menyebarluaskannya.rupakan dialog antara "atasan" dan "bawahan" dalam suasana sa ting menghargai pendapat. Membina kader. Jika timbul reaksi yang negatif dari pihak guru. sehingga pembaruan itu lebih terarah dan menyeluruh. Beberapa cara praktis. dan penilaiannya relatif mudah diatur. Demikian pula pendekatan perubahan dari bawah dapat dibantu oleh pemerintah dengan mempublikasikan usaha-usaha pembaharuan di sekolahsekolah agar secara umum dapat dikenal dan ditiru. pemimpin-pemimpin yang kompeten dan mereka dapat memberi hasil yang baik. penyelenggaraan. 2. maka kader ini akan mengalami banyak kesukaran. Dalam rangka suatu pilot project seorang guru dapat mengadakan percobaan dengan suatu kurikulum baru dalam suatu bidang studi tertentu. Karena percobaan ini terbatas. 3. Berbagai jalan kurikulum.

Kurikulum pendidikan guru tak dapat tiada harus disesuaikan dengan perubahan kurikulum di SD .Guru dan sekolah yang telah menjalankan kurikulum baru. Pembaruan kurikulum pendidikan guru. juga dalam melancarkan kurikulum yang baru. Universitas dapat pula menyediakan ahli dalam berbagai aspek kurikulum yang bertindak sebagai konsultan.SM. Memberikan laboratorium fisika atau laboratorium bahasa akan mendorong guru untuk menggunakan metode-metode dan bahan pelajaran baru. Buku pelajaran memegang peranan yang penting dalam setiap kurikulum. Universitas yang senantiasa berada di garis depan kemajuan dalam penelitian dan ilmu pengetahuan dapat membantu sekolah-sekolah untuk menyesuaikan kurikulum dengan ide-ide baru tentang pendidikan dan perkembangan baru dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan. sehingga dapat disaksikan bagaimana pelaksanaan pembaharuan itu. bahkan sebenarnya harus mendahuluinya. Dapat diusahakan secara teratur pertemuan-pertemuan antara dosen perguruan tinggi dengan guruguru bidang studi di SM untuk keperluan itu. Akan tetapi ada kalanya tenaga pengajar tidak sanggup memanfaatkannya. sedangkan sekolah atau guru dapat memberikan bahan tentang keadaan yang riil mengenai murid. 6. Pelaksanaan ini akan menghadapi kesulitan administratif dalam penempatan guru di sekolah lain untuk beberapa waktu. Kerjasama antara sekolah dan universitas. sehingga kurikulum tidak merupakan hasil "di belakang meja tulis". Akan tetapi guru-guru sendiri harus mempunyai kesanggupan untuk menggunakannya. Buku pelajaran baru dapat memberikan bahan baru dan juga metode mengajar serta proses belajar yang baru. 4. 7. 5. dapat diminta bekerja pada sekolah yang belum melakukannya. Memperbarui buku pelajaran. dan sekolah. Sekolah yang terpencil akan mengalami kesukaran khusus dalam hal ini. . Menyediakan alat pengajaran.

Umpan balik digunakan untuk menyempurnakan satuan pelajaran itu. Lamanya latihan itu bergantung pada bcsarnya perbedaan antara cara lama dan baru. Memulai dari satuan pelajaran. Guru guru yang sejak mulanya terdidik dalam pelaksanaan kurikulum baru akan lebih menjamin keherhasilan pembaruan itu. administrasi sekolah. sering timbul tentangan dan guru -guru yang tidak terlibat dalam usaha ini. Harapan ialah agar pembaruan ini diterima baik dan disebarluaskan. Mendemonstrasikan suatu pembaruan. sikap orang tua. Perubahan kurikulum mengharuskan guru berubah pula. Pelaksanaan satuan pelajaran merupakan pelajaran dan latihan bagi guru. jadi harus mulai dengan bagian yang kecil dan terbatas. dengan persetujuan kepala sekolah. cara belajar murid. karena pada suatu ketika setiap kurikulum akan memerlukan pembaruan. Namun. Demikian pula hams dikembangkan administrasi yang sesuai dengan perubahan kurikulum itu. mendemonstrasikannya kepada guru-guru lain. . 9. Kelompok kecil itu dapat memperoleh bantuan dan kepala sekolah atau atasan. mengevaluasi. dasar-dasar teoretis. dan sebagainya memakan waktu yang lama. mengadakan pembaruan satu mata pelajaran atau lebih dalam satu dua kelas. Dari satuan pelajaran yang eksperimenal ini kemudian dikembangkan suatu kerangka yang lebih luas. dan sebagainya. 8. Mereka mencobakan suatu unit pelajaran dan setelah ternyata berhasil. Pada permulaan ini merupakan percobaan. Perubahan tak mungkin dilakukan dalam seluruh program sekolah. Namun penataran akan tetap diperlukan. sering bertahun-tahun. berdasarkan prinsip-prinsip. cara menentukan bahan. Suatu kelompok kecil. Perubahan kurikulum yang berarti mengubah guru.Pendidikan guru dalam pembaruan akan lebih efektif daripada penataran. Hilda Taba menganjurkan agar pembaruan dimulai dengan satuan pelajaran yang dapat diterapkan dalam kelas.

mungkin kesalahannya terletak pada komponen pengetahuan. (4) penilaian atau evaluasi hasil belajar. melainkan juga pengetahuan dan kegiatan atau proses belajar. demikian pula dalam pembinaan setiap kurikulum. (3) pengetahuan. Acap kali dalam pembinaan kurikulum lebih dahulu ditentukan bahan pelajaran yang disusun menurut buku pelajaran tertentu. Jadi lebih dahulu harus dirumuskan tujuan. Tujuan juga menentukan penilaian. Keempat komponen itu saling berhubungan. seperti tampak pada diagram itu. Suatu pola yang sederhana adalah sebagai berikut: gambar Bagan 1. Tujuan menentukan pengalaman belajar apa yang diperlukan dan pengetahuan yang harus dipilih yang dapat membawa pelajar kepada tujuan yang ditentukan. proses belajar. . yaitu isi atau bahan pelajaran yang diperoleh dan digunakan dalam proses belajar. bukan sebaliknya. (2) kegiatan atau pengalaman belajar untuk mencapai tujuan itu. barulah kemudian bahan pelajaran dan kegiatan belajar. Menilai sikap tak sama caranya dengan menilai keterampilan atau pengetahuan. Yang dinilai bukan hanya tujuan. untuk mengetahui hingga mana tujuan itu tercapai. Jika tujuan tidak tcrcapai. kita hendaknya bekerja dalam suatu kerangka atau pola yang terdiri atas komponen-komponen kurikulum itu. atau pada tujuan itu sendiri. Bahan pelajaran ditentukan oleh tujuan. Setiap kurikulum mempunyai keempat komponen utama itu yakni: (1) tujuan. barulah dirumuskan tujuan sesuai dengan bahan itu.POLA KURIKULUM Dalam perubahan kurikulum. apa yang dinilai dan bagaimana cara menilainya.

Ketiga sumber itu harus dipertimbangkan dalam kurikulum. Dengan adanya pola itu dapat dijaga keseimbangan antara unsurunsurnya. bahwa bagan 2. 4. Demikian pula tujuannya harus mengandung aspek kognitif. Di sini pun dapat kita usahakan adanya keseimbangan. 3. Setiap komponen dapat diolah lebih lanjut misalnya: (Perhatikan. dan psikomotor untuk memberikan pendidikan yang harmonis. atau subject-centered. gambar Bagan 2 Selanjutnya komponen pengetahuan dapat diperlengkapi sebagai berikut . yakni child-centered atau pupil-centered. afektif.Pola kurikulum yang jelas menunjukkan hubungan antara unsur-unsur kurikulum. yang diuraikan lebih lanjut). sedangkan subject curriculum mengutamakan aspek pengetahuan dan kurang mementingkan kegiatan atau pengalaman belajar. society-centered. Experience atau activity curriculum misalnya terlampau mengutamakan kegiatan atau pengalaman belajar dan kurang mementingkan unsur pengetahuan. Banyak kurikulum kurang menaruh perhatian kepada tujuan dan penilaian. Dalam bagan 2 kita lihat sumber-sumber tujuan. dan 5 adalah komponen-komponen yang tampak pada bagan 1. agar kurikulum itu tidak berat sebelah.

haruslah diadakan seleksi atau pilihan yang akan disajikan dalam bentuk atau organisasi tertentu. Informasi atau fakta-fakta yang . Sekalipun pelajar itu sendiri akan selalu berusaha mengadakan integrasi dalam pengetahuan yang diperolehnya. broad field. Selanjutnya harus ditentukan scope dan sequence bahan pela jaran. untuk mencegah 'gaps" dan "overlappings". dan dapat dilihat hubungan antara faktafakta. bergantung pada bentuk kurikulum yang dijalankan.lepas-lepas mudah dilupakan. dengan korelasi.lebih mantap.gambar Bagan 3 Pengetahuan atau bahan pelajaran diambil dan berbagai disiplin. sekali dipahami. Konsep-konsep bersifat abstrak dan karena itu memungkinkan pemahaman akan sejumlah besar informasi atau fakta yang spesifik. Karena banyaknya ilmu yang telah terkumpul yang tak mungkin diajarkan seluruhnya. dan sebagainya. Pada saat sekarang diutamakan konsep-konsep dan prinsip-prinsip daripada hanya faktorfaktor. pengajaran unit. pembina kurikulum hendaknya juga berusaha mengadakan integrasi dalam bahan pelajaran yang disajikan. . the structure of knowledge. Konsep-konsep inilah yang dianggap memberikan struktur pengetahuan. diusahakan adanya integrasi. Agar bahan itu jangan lepas-lepas. tidak lekas out-dated. dan dapat digunakan untuk mentafsirkan informasi baru. Lagi pula pengetahuan serupa itu lekas menjadi usang sedangkan prinsip dan konsep. Dengan memahami struktur atau konsep dapat dipahami gejala-gejala spesifik lainnya.

dan karena itu perlu disesuaikan dengan keadaan setempat. Evaluasi bergantung pada tujuan yang hendak dicapai. penggunaan berbagai sumber dan alat pelajaran di dalam maupun di luar sekolah. Jika tujuan tidak tercapai. Proses belajar yang baik memungkinkan tercapainya hasil belajar lebih tinggi. perbedaan individual. Tak ada kurikulum nasional yang sesuai bagi semua daerah. Penilaian kurikulum harus berjalan terus. agar tujuan yang ditentukan dicapai dengan menggunakan pengetahuan yang sangat kompleks. kesanggupan dan perkembangan anak. maka perlu dicari di mana letak kekurangannya melalui evaluasi. kesulitan isi pelajaran. taraf kematangan. Proses belajar tak kurang pentingnya daripada hasil belajar.gambar Bagan 4 Pengalaman atau kegiatan belajar adalah usaha yang dijalankan. yang dipengaruhi oleh berbagai-bagai faktor seperti metode mengajar. Mengumpulkan informasi sebagai umpan balik untuk memperbaiki kurikulum gambar . dan sebagainya. Evaluasi diperlukan untuk mengadakan perbaikan dalam kurikulum. hubungan antara guru dan murid.

Pentingnya integrasi pengetahuan dan pengalaman anak menjadi dasar untuk menjalankan kurikulum yang dipadukan atau yang diintegrasikan dengan melancarkan kecaman yang tajam terhadap subject atau dicipline-oriented curriculum. jadi yang memungkinkan setiap anak maju menurut kecepatan masing-masing. maupun yang berbakat tinggi dan rendah. Hal serupa ini akan terjadi bila kurikulum baru hanya melihat kelemahan dan kekurangan kurikulum yang lama ditinjau dari pandangannya sendiri.  menyusun kurikulum yang lebih mengutamakan inguiry approach daripada hafalan dan penguasaan sejumlah pengetahuan.SM sampai Perguruan Tinggi. tanpa secara obyektif mengakui kebaikan-kebaikannya.Bagan 5 ARAH PERKEMBANGAN PEMBARUAN KURIKULUM Perubahan kurikulum sering merupakan reaksi terhadap kurikulum yang berlaku.   menyusun kurikulum yang diselidiki kebaikannya melalui eksperimen. dan disiplin. sehingga tampaknya kurikulum baru seakan-akan kembali kepada bentuk yang lama. yang normal. Dalam pembaruan kurikulum di masa mendatang diharapkan:  pembinaan kurikulum yang berdasarkan pandangan yang menyeluruh yang meliputi asas-asas kurikulum yang berfokus pada anak. menyusun kurikulum yang memperhatikan semua anak. akan tetapi menghilangkan batas-batas antara kelas. masyarakat.   menyusun kurikulum yang menggairahlcan anak untuk belajar. menyusun kurikulum yang tidak membagi-bagi sekolah dalam kelas-kelas. Jadi pertentangan antara berbagai bentuk kurikulum tak setajam yang digambarkan oleh para penganutnya. . seperti biasa dilakukan untuk memenangkan perjuangan.  memperbaharui kurikulum secara integral dari SD . Kurikulum yang integrated sangat memerlukan bahan dari subjects dan bahan pelajaran subject curri ulum dapat c diintegrasikan. Kritikkritik yang dikemukakan biasanya terlampau dilebih-lebihkan.

2. akan tetapi lebih mendorong murid-murid untuk belajar sendiri berdasarkan tugastugas. dan sebagainya. (2) mernbina kader (3) memanfaatkan guru yang telah menguasai cara baru. Kurikulum berubah jika satu atau beberapa asas kurikulum berubah. yaitu apa yang disebut ''administrative approach" dan "grass roots approach". (5) memperbarui buku pelajaran. 3. Tujuan mata pelajaran yang terlampau luas sukar dinilai. (4) menyelialcan alat pengajaran. Beberapa cara yang khusus dalam perubahan kurikulum secara praktis ialah. Administrative approach didukung oleh seluruh aparatur pendidikan. biaya yang cukup. (1) pilot project. Menilai kurikulum dalam keseluruhannya sangat kompleks karena banyak faktor yang mempengaruhi anak. Tidak ada satu cara yang pasti untuk menjamin keserasian ba han pelajaran guna mencapai tujuan tertentu. (2) bahan pelajaran. Pada umumnya ada dua prosedur utama dalam perubahan kurikulum. perencana. 4. dan pengembang kurikulum. menyusun kurikulum yang mengubah peranan guru dari pengajar selama jam sekolah menjadi pembimbing dalam proses belajar. (5) cara-cara evaluasi hasil belajar. 6. 8. Untuk menilai kurikulum harus dinilai komponen-komponennya yaitu (1) tujuan. Tiap pendekatan mempunyai kebaikan clan kekurangannya. mengerahkan setiap tenaga ahli yang diperlukan. karena bersifat tersendiri tersendiri. Perubahan salah satu asas dapat membawa perubahan dalam keseluruhannya. Mengubah kurikulum banyak menemui rintangan karena melibatkan banyak manusia yang terikat oleh tradisi dan juga mempunyai "vested interest". peneliti. Dalam "grass roots approach" tidak ada koordinasi. 5. (6) kerjasama antara sekolah dan universitas. (3) pengalaman dan kegiatan belajar. 7. Dikatakan bahwa perubahaan kurikulum berarti perubahan sosial. menyusun kurikulum yang tidak terikat pada jadwal pelajaran yang ketat. 9. (7) pembaharuan kuri- . RANGKUMAN 1. (4) organisasi kurikulum.

Setiap kurikulum mempunyai keempat komponen yang berikut: (1) tujuan. inovasi. dan perbaikan kurikulum? 6. Dapatkah Saudara sebut alasan-alasan untuk menggantikan kurikulum 1968 dengan kurikulum SD 1975? 3. (2) pengetahuan. Kesulitan-kesulitan apakah yang dihadapi dengan perubahan kurikulum? Kesulitan manakah menurut pendapat saudara yang sulit diatasi? Usaha apakah saudara sarankan untuk mengatasinya? 10. Bagaimanakah prosedur pembaruan kurikulum di Indonesia? . Apakah perbedaan antara perubahan. Apa sebab demikian halnya? 11. Sebutkan alasan-alasan pada umumnya maka suatu kurikulum perlu diperbarui. 12. Bagaimanakah cara menilai kurikulum? Kesulitan apakah yang dihadapi? 7. 10. Berikan contoh-contoh tentang usaha pembaharuan yang lenyap karena pencetusnya meninggal dunia.kulum pendidikan guru. SMP maupun SMA. (4) penilaian. Keempat komponen itu saling berhubungan. Adakah titik-titik pertemuan antara berbagai bentuk kurikulum itu? 5. Tinjau tujuan-tujuan beberapa mata pelajaran. Adakah di antaranya yang saudara anggap kurang relevan dengan tujuan matapelajaran yang sebenarnya? 9. Tinjau tujuan-tujuan kurikulum 1975. PERTANYAAN DAN TUGAS 1. SD. 12. Dalam pembaharuan kurikulum hendaknya sedapat-dapatnya dimanfaatkan kebaikan-kebaikan bentuk-bentuk kurikulum lainnya. Sebutkan berapa bentuk kurikulum yang dapat dipandang sebagai reaksi terhadap subject curriculum? 4. 2. Perubahan kurikulum sering merupakan suatu reaksi terhadap kurikulum yang ada. 11. (3) kegiatan atau pengalaman belajar. pembaruan. Bandingkan prosedur administratif dan "grass roots approach" dalam pembaruan kurikulum. Adakah di antaranya yang saudara anggap terlampau idealistic yang tidak akan tercapai? 8. (9) memulai pembaruan dengan satuan pelajaran. (8) mendemonstrasikan suatu pembaharuan.

Hingga manakah saudara dapat menerimanya. Bagaimanakah saran saudara agar dapat memanfaatkan kedua macam pendekatan itu. Dalam buku ini tercantum arah perkembangan kurikulum. apakah Universitas mendukung atau menghambat usaha pembaruan kurikulum? Jelaskan alasan saudara. Usaha-usaha praktis apakah yang dapat dijalankan untuk memasukkan pembaruan dalam kurikulum? Usaha manakah yang rasanya paling efektif di Indonesia. 18. Menurut pendapat saudara. . Jelaskan bahwa semua komponen kurikulum saling berhubungan dan saling mempengaruhi. 20. 19. Apa dimaksud dengan "curriculum change is social change?" 15.13. Susun suatu pola kurikulum yang lengkap dengan gunakan bagan 1 sampai dengan 5. 14. menurut pendapat saudara? 16. Peranan apakah yang dapat dipegang IKIP dalam usaha pembaruan kurikulum? 17.

melalui eksperimentasi dengan metode-metode modern pada sekolah-sekolah percobaan. Inilah beherapa saran: 1. atau tentang buaya. Sebenarnya teori-teori itu telah dilaksanakan pada sekolah-sekolah modern di luar negeri. sehingga ada pertalian yang erat antara matapelajaran-matapelajaran. asal saja kita tidak berpegang dengan gigih kepada tradisi dan rutin yang kolot. walaupun jalannya lambat dan berangsur-angsur seperti yang lazim terdapat dalam setiap perkembangan kurikulum. Kita lihat bahwa kurikulum dalam praktik pengajaran di sekolah-sekolah sering masih jauh ketinggalan jikalau dibandingkan dengan teoriteori yang ada mengenai kurikulum. jikalau guru mempunyai konsepsi Baru tentang kurikulum. supaya kita dapat mengadakan perbaikan. kita dapat mengadakan perbaikan dalam berbagai aspek. Dalam bab penutup ini kami ingin mengemukakan beherapa aspek kurikulum. Sebenarnya kita tidak perlu menunggu perintah dari atasan. Kalau kita mengajarkan ilmu bumi misalnya dan di situ dibicarakan hal-hal tentang rawarawa. kita dapat memilih pelajaran tentang malaria dari buku ilmu hayat. Oleh sebab kurikulum itu sangat banyak aspek-aspeknya. Seperti kita ketahui perubahan kurikulum mulai dengan perubahan guru itu sendiri. Kami percaya saudara juga dapat mencari aspek-aspek lain jikalau saudara telaah buku ini dengan teliti. Kurikulum itu hendaknya disusun sedemikian. akan tetapi yang berangsur-angsur. Juga di Indonesia perubahanperubahan telah dijalankan.BAB 10 PENUTUP Dalam bab-bab yang lalu telah kita perbincangkan beberapa asas dalam pembinaan kurikulum. Perbaikan kurikulum dengan sendirinya akan diperoleh. janganlah kita ikuti setiap buku menurut urutan bab di dalam buku itu. Kita tidak mengharapkan perubahan yang revolusioner. Kalau kita mengajar di SD misalnya. dan untuk ilmu tumbuh-tumbuhan pohon bakau atau nipah. .

Sebaiknya dicoba pula memberikan pelajaran "unit" secara okasional dengan kerja sama antara beberapa orang guru. ada binatang-binatang yang tercantum dalam rencana pelajaran. Kurikulum itu harus "fleksibel". bahwa senantiasa harus ada curriculum planning di sekolah itu. maka untuk beberapa pelajaran hal ini dapat dilakukan. tak dapat tiada kurikulum itu harus fleksibel. mengubahnya dan menyesuaikannya dengan keperluan anak kelas itu. bahwa setiap sekolah bebas sepenuhnya melakukan sekehendak hatinya. Kurikulum untuk tiap sekolah hendaknya disusun bersama oleh para guru. Akan tetapi apabila ada rundingan antara guru-guru yang mempunyai pengertian akan prinsip korelasi. agar kita jangan ketinggalan zaman. Di sekolah modern anak-anak juga diajak turut serta menentukan apa yang ingiri mereka pelajari. 2. Wewenang itu akan mendorong para guru untuk lebih banyak memikirkan soal kurikulum sebagai keseluruhan dan bukan hanya tentang pelajarannya sendiri. Akan tetapi hingga batas-batas tertentu. Ini tidak berarti. Dalam hal ini guru-gum hendaknya bebas mengubah rencana pelajaran itu. akan tetapi dalam pelaksanaan dan bahannya harus diberi kebebasan untuk menyesuaikannya dengan kebutuhan anak dan masyarakat. Walaupun rencana pelajaran ditetapkan oleh pihak atasan. Dalam tujuan dan garis-garis besarnya. 3. menurut kemampuan anak-anak rundingan tentang apa yang akan dipelajari memang dapat dilakukan bukan hanya . Kalau kita akui bahwa anak-anak di suatu kelas setiap tahun berbeda. 4. ini berarti. dan keadaan masyarakat pun senantiasa berubah. karena mereka kurang atau tidak mengetahui tujuan pendidikan. Dalam pelajaran ilmu hayat misalnya. Dengan jalan demikian dapat dicapai kebulatan yang lebih besar antara berbagai-bagai mata pelajaran seperti di SM. sedangkan binatang yang penting di daerah itu tidak disebutkan. tetapi tidak terdapat di suatu daerah. Tentu saja anak-anak tidak diberikan kebebasan sepenuhnya. hendaknya diberi kebebasan kepada guru-guru untuk menelaahnya. bila keadaan memerlukan. harus ada persamaan dalam kurikulum. karena setiap mata pelajaran diberikan oleh guru yang berlainan.Di sekolah menengah cara ini lebih sulit diadakan. artinya dapat diubah.

macam-macam bentuk rekreasi. 5. Kedua: Karena pertukaran pikiran maka anak-anak mendapat gambaran yang lebih jelas tentang masalah yang dihadapi. Sekolah berkewajiban membantu anak. agar ia lebih mampu menghadapi situasi-situasi dalam hidupnya. Sekolah turut bertanggung jawab untuk membentuk masyarakat . Kurikulum harus dipakai untuk mewujudkan cita-cita nasional sesuai dengan filsafat negara. malahan memasukkan ke dalam kurikulum. melainkan juga segala kegiatan-kegiatan yang mengandung unsur pendidikan seperti kepanduan. mereka lebih memahami dan menginsafi makna pelajaran itu baginya. serta antara murid dengan murid. 6. Kurikulum hendaknya dipusatkan pada masalah-masalah sosial dan pribadi yang penting artinya bagi anak dalam kehidupannya sehari-hari. kita mengajak anak turut berpikir dan memupuk keberanian untuk mengeluarkan buah pikirannya. Sekolah berdiri di tengah-tengah masyarakat dan sudah selayaknya sekolah mendidik anak-anak mengenal masyarakat dan menunjukkan baktinya kepada masyarakat itu. sandiwara. Lagi pula rundingan itu mempererat hubungan antara guru dengan murid. olahraga. kurikulum tidak hanya terdiri atas mata pelajaran yang diberikan di dalam kelas.dalam "unit" akan tetapi dalam tiap pelajaran. Kurikulum hendaknya sedapat-dapatnya meliputi segala pengalaman anak di bawah pimpinan sekolah. Dalam rundingan itu anak-anak mengemukakan hal-hal yang ingin dipelajarinya. Itu sebabnya kegiatan-kegiatan itu harus dicampuri oleh guru-guru. dan sebagainya. hobby. perkumpulan sekolah. Mengajak anak turut serta dalam menentukan bahan pelajaran dilakukan dengan pertimbangan-pertimbangan yang berikut: Pertama: Bahan pelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan. minat dan kesanggupan anak. 7. artinya menggunakannya sebagai alat pendidikan. Menurut pendapat modern. Anak-anak mempelajari prosedur-prosedur demokratis.

Kurikulum hendaknya membuka kesempatan kepada setiap anak untuk memperluas minatnya dan mengembangkan bakatnya masing-masing. karyawisata. 8. bahwa suku-suku bangsa lain pun termasuk bangsanya sendiri. merupakan kerugian bagi . Sekolah ialah tempat utama untuk mewujudkan Pancasila sebagai "way of life" bangsa dan dengan demikian turut serta dalam "nation building". cara kerja yang efektif dan cara-cara menyelidiki dan memecahkan masalah-masalah. Mengabaikan kepentingan anak -anak yang berbakat di sekolah-sekolah kita. dalam kesibukan sekolah mempersiapkan anak-anak untuk menghadapi ujian. Mereka harus mengenal dan menghormati suku bangsa lain serta adat istiadatnya dan menginsyafi. mengarang. bertukang dan sebagainya. penyelidikan. 9. membentuk. akan tetapi di samping itu harus diberikan kesempatan yang luas bagi perkembangan bakat-bakatnya istimewa. golongan atau daerah. Kurikulum harus memberikan pengalaman kepada anak-anak berupa pokok- pokok yang luas dan berarti bagi mereka dan karena itu mendorong mereka melakukan bermacam-macam akti vitasaktivitas seperti berbagai bentuk ekspresi. Tugas ini jangan hanya dilaksanakan sambil lalu saja. dalam membentuk manusia Indonesia. Banyak prasangka hams diatasi untuk menghargai orang-orang lain yang berbeda dari kita. Untuk pelajaran serupa ini tidak diadakan batas-batas antara matapelajaran-matapelajaran. Bakat anakanak adalah harta negara yang paling berharga. mengadakan percobaan-percobaan. Mengenai hal-hal yang harus diketahui oleh semua anak sebagai warga negara dapat diusahakan semacam uniformitas. sehingga anakanak mempelajari teknik belajar. Di sekolah anak-anak mendapat kesempatan untuk bergaul dengan anak-anak lain yang berbeda agama dan suku bangsanya. Kurikulum harus diorganisasikan sedemikian. yang memberi pendidikan yang ditujukan kepada kepentingan anak-anak yang sedang.Indonesia yang bersatu yang sanggup menempatkan kepentingan negara di atas kepentingan diri sendiri. 10.

peranan orang tua. pendidikan guru. KURIKUI. Kalau saudara renungkan kurikulum yang berlaku sekarang di sekolah kita. maka setiap kurikulum mengalami bahaya untuk menjadi kolo Juga t. d. Untuk menegaskan dalam bidang-bidang mana antara lain dapat diadakan perubahan. Perbedaan individual ialah suatu prinsip yang masih belum dilaksanakan dengan serius dalam kurikulum kita. Oleh sebab zaman cepat berubah. Apakah ujian merupakan penghalang utama dalam pembaruan pendidikan? . metode mengajar. c. Apakah modernisasi kurikulum sebaiknya dilakukan serempak di seluruh negara atau dimulai pada sekolah-sekolah tertentu sebagai percobaan dengan pimpinan ahli-ahli didik? 4. gedung sekolah. hubungan gum dengan murid 3. kurikulum kita banyak mengandung unsur-unsur yang tradisional yang tidak sesuai lagi dengan asas-asas kurikulum modern. tentu akan saudara lihat banyak kekurangan ditinjau dan sudut asas-asas kurikulum modern. nasib guru.UM YANG KOLOT DAN MODERN Pembinaan kurikulum ialah usaha yang dinamis yang tak boleh berhenti jikalau kita ingin mengikuti perkembangan zaman. b.negara. e. f. Perbaikan-perbaikan apakah saudara anjurkan mengenai: a. Tabel PERTANYAAN DAN TUGAS 1. 2. maka di bawah ini kami membandingkannya dalam bentuk bagan. Kekurangan-kekurangan apakah yang menurut saudara memerlukan perbaikan?.

.5. Nilai-nilai pendidikan apakah yang terkandung bagi murid-murid dalam menyelenggarakan sandiwara sekolah? 7. Tinjau perbandingan antara sekolah "kolot" dengan yang "modern" dan berikan pendapat saudara mengenai tiap hal. Apakah ada kemungkinan dalam vak saudara untuk turut mengajak anak merundingkan bahan yang akan dipelajari? 6.

Hamilton. Harvard University Press. Elliot W. 1950. Ronald C. London. Curriculum Improvement. and A. and James M. Beswick.. Glen.DAFTAR BUKU Alberty. Routledge and Kegan Paul. Curriculum Evaluation. New York. Boston. Appleton-Century-Crofts. London. New York. Chicago. 1974 . New York. American Book Company. 1950. The Macmillan Co. Rinehart and Winston. 1960. Lowry W. Education in the Elementary School. Linley. Norman. Heinemann Educational Book Ltd. Briggs. Doll. Reorganizing the High.1947. 1977.. 1970. James B. Marvin D. Hass.. Cagne. 1970. Jerome The Process of Education. J. Caswell. Boston. The Conditions of Learning. Unit Teaching in the Elementary School.. The University of Chicago Press. 1959. Appelton-Century Company. Inc. Bruner. New York. John.. Gwynn. New York. McCutchen Publishing Corporation. Inc. 1974. Dewey. 1977. Resource-based Learning.. New York. . Inc. and Leslie J.. London. Holt. Alberty. Student Teaching in the Elementary School. dan Elsie J. 1976. 1974. Rinehart and Winston.. Hollis L. The Sociology of the School Curriculum. Harding and Leland Jacobs. Allyn and Bacon. Conflicting Conceptions of Curriculum. 1963. Harold B. Gladys L. Wellesley Foshay. Principles of Instructional Design. Burr. Potter and Neva Hagaman. The Child and the Curriculum and The School and Society. 1965. Curriculum Principles and Social Trends. 1960. Holt. Phoenix Books. The University of Chicago Press. and Elizabeth Vallance. Eggleston. Open Books. John. New York... Lavone A.. The Macmillan Company. David. Robert M. Hanna. World Book Company. Minor. Readings in Curriculum. Eisner.. Kimball Wiles and Joseph Bondi. Issues in Curriculum Development. Allyn and Bacon Inc. Alcorn.School Curriculum.

1946. 1977. Inc. D. Open Books. Edward A. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. D.. NV Harian Masa. E. Social Studies for Children in a Democracy. . J. New York. Hilgard. Educational Policies Commission. 1977. Paul. George Allen and Unwin Ltd. Changing the Curriculum: a Sosial Process. Aspects of Curriculum Change. Nasroen M. PN Balai Pustaka. Ernest R.Hilderth. Miel... Howard Nichols. 1976. New York..E. New York. a Practical Guide. Jakarta 1954. 1972. Arieh (ed). 1938. New York. The Secondary School Curriculum.. London. Prentice Hall. 1954. Developing the Secondary School Curriculum. MacDonald. Harper and Brothers. Alice.. Child Growth Through Education. N. Ivor. New York. Harper and Row. The Roland press Company. London. New York.. Michaelis. London. The Purposes of Education in American Democracy. Appelton-Century-Crofts. National Education Association. Jakarta. New York. Theories of Learning. Inc. Washington. Handbook of Curriculum Evaluation. Lewy. Rinehart and Company. Leonard. Inc.A. 1960.. . 1957. Kementerian Pendidikan Pengajaran dan Kebudayaan. The Curriculum. Krug. 1948. Albert V. Pancasila Pusaka Lama. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. John U. D.. Nicholls.. New York. Kelly. Morrish. New York. Developing a Curriculum.. Dasar Pendidikan dan Pengajaran. Longman. Penerbit Endang. 1956.. Curriculum Planning. Jakarta 1945. Harper and Row Ltd. Unesco. 1975. AppletonCentury Company. Gertrude. Kurikulum Sekolah Menengah Atas (SMA) 1975. Changing the Curriculum. Audrey and S. George Allen and Unwin Ltd. 1976. 1953. 1947. Olson.G School and Community.C. Barry and Rob Walker. Appleton-Century Company.

Rinehart and Company.Otto. 1955. Penguin University Books. Appelton-Century. New York. Modern Elementary Curriculum. B. Ragan William. Jean. Science in General Education. Inc.. The Dryden . New York. Henry J. Principles of Elementary Education. Crofts. Psychology and Epistemology. Piaget.. 1970. Progressive Education Association.. Towards a Theory of Knowledge. 1938. Commission on Secondary School Curriculum. Middlesex.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful