asas- asas kurikulum

KATA PENGANTAR Kurikulum merupakan alat yang sangat penting bagi keberhasilan suatu pendidikan.

Tanpa kurikulum yang sesuai dan tepat akan sulit untuk mencapai tujuan dan sasaran pendidikan yang diinginkan. Dalam sejarah pendidikan di Indonesia sudah beberapa kali diadakan perubahan dan perbaikan kurikulum yang tujuannya sudah tentu untuk menyesuaikannya dengan perkembangan dan kemajuan zaman, guna mencapai hasil yang maksimal. Mengembangkan kurikulum bukanlah pekerjaan yang mudah dan sederhana karena banyak sekali pertanyaan yang dapat dikemukakan untuk dipertimbangkan. Misalnya: Apakah yang ingin dicapai? Manusia yang bagaimana yang diharapkan akan dibentuk? Apakah yang diutamakan kebutuhan sekarang atau masa mendatang? Apakah hakikat anak harus dipertimbangkan atau diperlukan sebagai orang dewasa? Dan segudang pertanyaan lagi yang kesemuanya menyangkut asas-asas yang mendasari setiap kurikulum, yaitu asas filosotis, asas psikologis, asas sosiologis dan asas organisatoris. Dengan kurikulum yang sesuai dan tepat, maka dapat diharapkan sasaran dan tujuan pendidikan akan dapat tercapai secara maksimal. Buku ini penting bagi para mahasiswa, para guru dan siapa saja yang berminat dan berkecimpung di bidang pendidikan.

DAFTAR ISI

Kata Pengantar Bab 1 : Pengertian Dan Asas-Asas Kurikulum Bab 2 : Asas-Asas Fisiologi Bab 3 : Asas Psikologis Anak Bab 4 : Asas Psikologis Anak Bab 5 : Proses Perubahan Dan Perbaikan Kurikulum Bab 6 : Kurikulum Dan Masyarakat Bab 7 : Organisasi Kurikulum Bab 8 : Menentukan Scope Dan Sequence Dalam Pembinaan Kurikulum Bab 9 : Mengubah Kurikulum Bab 10 : Penutup Daftar Buku

BAB 1 PENGERTIAN DAN ASAS-ASAS
KURIKULUM Masa depan bangsa terletak dalam tangan generasi muda. Mutu bangsa di kemudian hari bergantung pada pendidikan yang dikecap oleh anak-anak sekarang, terutama melalui pendidikan formal yang diterima di sekolah. Apa yang akan dicapai di sekolah, ditentukan oleh kurikulum sekolah itu. Jadi barang siapa yang menguasai kurikulum memegang nasib bangsa dan negara. Maka dapat dipahami bahwa kurikulum sebagai alat yang begitu vital bagi perkembangan bangsa dipegang oleh pemerintah suatu negara. Dapat pula dipahami betapa pentingnya usaha mengembangkan kurikulum itu. Oleh sebab setiap guru merupakan kunci utama dalam pelaksanaan kurikulum, maka ia harus pula memahami seluk-beluk kurikulum. Hingga batas tertentu, dalam skala mikro, guru juga seorang pengembang kurikulum bagi kelasnya. APA YANG DIMAKSUD DENGAN KURIKULUM Perkataan kurikulum dikenal sebagai suatu istilah dalam dunia pendidikan sejak kurang lebih satu abad yang lampau. Perkataan ini belum terdapat dalam kamus Webster tahun 1812 dan baru timbul untuk pertama kalinya dalam kamus tahun 1856. Artinya pada waktu itu ialah: "1. a race course; a place for running; a chariot. 2. a course in general; applied particulary to the course of study in a university". Jadi dengan "kurikulum" dimaksud suatu jarak yang harus ditempuh oleh pelari atau kereta dalam perlombaan, dari awal sampai akhir. "Kurikulum" juga berarti "chariot," semacam kereta pacu pada zaman dulu, yakni suatu alat yang membawa seorang dari "start" sampai "finish". Di samping penggunaan "kurikulum" semula dalam bidang olah raga, kemudian dipakai dalam bidang pendidikan, yakni sejumlah mata kuliah di perguruan tinggi.

Dalam kasus Webster tahun 1955 "kurikulum diberi arti "'a. A course esp. a specified fixed course of study, as in a school or college, as one leading to a degree. b. The whole body of courses offered in an educational institution, or departme.nt thereof, -. the usual sense." Di sini "kurikulum" khusus digunakan dalam pendidikan dan pengajaran, yakni sejumlah mata pelajaran di sekolah atau mata kuliah di perguruan tinggi, yang harus ditempuh untuk mencapai suatu ijazah atau tingkat. "Kurikulum" juga berarti keseluruhan pelajaran yang disajikan oleh suatu lembaga pendidikan. Di Indonesia istilah "kurikulum" boleh dikatakan baru menjadi populer sejak tahun lima puluhan, yang dipopulerkan oleh mereka yang ,memperoleh pendidikan di Amerika Serikat. Kini istilah itu telah dikenal orang di luar pendidikan. Sebelumnya yang lazim digunakan ialah "rencana pelajaran". Pada hakikatnya kurikulum sama artinya dengan rencana pelajaran. Hilda Taba dalam bukunya Curriculum Development, Theory and Practice mengartikan sebagai "a plan for learning", yakni sesuatu yang direncanakan untuk pelajaran anak. Dalam buku ini kami gunakan istilah "kurikulum," karena pengertian kurikulum banyak mengalami perkembangan, berkat pemikiran yang banyak oleh tokoh-tokoh pendidikan mengenai kurikulum, sehingga dapat meliputi hal-hal yang tidak direncanakan, namun turut mengubah kelakuan anak didik. Kurikulum juga bukan lagi sekedar sejumlah mata pelajaran , akan tetapi mendapat liputan yang jauh lebih luas. Maka karena itu istilah "rencana pelajaran" rasanya terlampau sempit dan terikat oleh pengertian tradisional, yang sangat terbatas pada bahan pelajaran dalam buku pelajaran. Dalam teori, tetapi juga dalam praktik, pengertian kurikulum yang lama sudah banyak ditinggalkan. Para ahli pendidikan kebanyakan memberi arti dan isi yang lebih luas daripada semula. Selain itu pengertiannya pun senantiasa dapat berkembang dan mengalami perubahan. Perubahan itu antara lain terjadi karena orang tak kunjung puas dengan hasil pendidikan sekolah dan selalu ingin memperbaikinya. Memang tak mungkin disusun suatu kurikulum yang baik serta mantap sepanjang zaman. Suatu kurikulum hanya mungkin baik untuk suatu masyarakat tertentu pada masa tertentu. Perkembangan ilmu pengetahuan dan

teknologi yang mengubah masyarakat dan dengan sendirinya kurikulum pun tak dapat tiada harus disesuaikan dengan tuntutan zaman. Di samping itu banyak timbul pendapat-pendapat baru tentang hakikat dan perkembangan anak, caranya belajar, tentang masyarakat dan ilmu pengetahuan, dan lain-lain, yang memaksa diadakannya perubahan dalam kurikulum. Pengembangan kurikulum adalah proses yang tak henti-hentinya, yang harus dilakukan secara kontinu. Jika tidak, maka kurikulum menjadi usang atau ketinggalan zaman. Makin cepat perubahan dalam masyarakat, makin sering diperlukan penyesuaian kurikulum. Namun, mengubah kurikulum bukanlah pekerjaan yang mudah. Praktek pendidikan di sekolah senantiasa jauh ketinggalan bila dibandingkan dengan teori kurikulum. Bukan sesuatu yang aneh, bila suatu teori kurikulum baru menjadi kenyataan setelah 50 sampai 75 tahun kemudian. Kelambanan ini terjadi antara lain karena guru-guru banyak yang lebih ingin berpegang pada yang telah ada, merasa lebih aman dengan praktik-praktik rutin dan tradisional daripada mencobakan hal-hal baru, yang memerlukan pemikiran dan usaha yang lebih banyak dan ada kalanya menuntut perubahan pada diri guru itu sendiri. Itu sebabnya maka kurikulum masih banyak diartikan sebagai sejumlah mata pelajaran yang harus disampaikan kepada anak. BEBERAPA DEFINISI KURIKULUM Seperti telah dikemukakan di atas, perubahan zaman menuntut kurikulum baru dan sering juga pengertian baru mengenai makna kurikulum itu sendiri. Perubahan zaman memberi tugas-tugas baru kepada sekolah, di antaranya tugastugas yang sediakala dipikul oleh lembaga-lembaga lain seperti rumah tangga, pemerintah, petugas agama, dan lain-lain. Misalnya, anak-anak gadis biasanya belajar memasak, menjahit, mengurus rumah, dan pekerjaan lain dari ibunya. Dunia modern sering mengharuskan ibu-ibu bekerja, dan tidak sempat lagi mendidik anaknya dalam keterampilan rumah tangga. Maka tugas ibu itu dipercayakan kepada sekolah dengan memberi pelajaran PKK. Ada pula ibu-ibu yang tak puas dan merasa bosan hanya terikat oleh rutin rumah tangga dan ingin

apakah dalam ruangan kelas. 2. Dengan bertambahnya tanggung jawab sekolah timbulah berbagai macam definisi kurikulum. Definisi melihat manfaat kegiatan dan pengalaman siswa di luar mata pelajaran tradisional. di halaman sekolah atau di luar sekolah termasuk kurikulum. pencegahan minum alkohol atau ganja. sehingga semakin sukar memastikan apakah sebenarnya kurikulum itu. 1. di dalam dan luar kelas. Harold B." Jadi segala usaha sekolah untuk mempengaruhi anak belajar. on the playground. dalam Reorganizing the High-School Curriculum (1965) memandang kurikulum sebagai "all of the activities that are provided for students by the school". whether in the clasroom. Pengertian yang dianut oleh seseorang akan mempengaruhi kegiatan belajar-mengajar dalam kelas maupun di luar kelas. Alexander dalam buku Curriculum Planning for Better Teaching and Learning (1956) menjelaskan arti kurikulum sebagai berikut. melainkan berbagai kegiatan lain yang bersifat edukatif. Demikian pula soal kesehatan jasmani anak. or out of school. Akhirnya setiap pendidik. yang berada di bawah tanggung jawab sekolah. akan tetapi juga meliputi kegiatan-kegiatan lain. agama. Dengan demikian kurikulum sekolah tidak hanya meliputi mata pelajaran tradisional. keamanan lalu lintas. setiap guru harus menentukan sendiri apakah kurikulum itu bagi dirinya. J. Galen Saylor dan William M. pendidikan. dan hal-hal lain lambat laun digeser tanggung-jawab pendidikannya kepada sekolah. Kurikulum meliputi juga apa yang disebut kegiatan ekstra-kurikuler. . pendidikan seks. " The Curriculum is the sum total of school's efforts to influence learning. Di bawah ini kami berikan sejumlah definisi kurikulum menurut beberapa ahli kurikulum. di dalam maupun di luar sekolah.menentukan karirnya sendiri. kurikulum tidak terbatas pada mata pelajaran. kepramukaan. keterampilan vokasional. Seperti halnya dengan definisi Saylor dan Alexander. Albertycs.

Menurut mereka dalam kurikulum juga termasuk metode mengajar dan belajar. Lloyd Trump dan Delmas F. dalam buku Modern Elementary Curriculum (1966) menjelaskan arti kurikulum sebagai berikut: "The tendency in recent decades has ben to use the term in a broader sense to refer to the whole life and program of the school. jumlah ruangan serta kemungkinan memilih mata pelajaran. bimbingan dan penyuluhan. dan J. J. Ketiga aspek pokok. Kurikulum tidak hanya meliputi bahan pelajaran tetapi meliputi seluruh kehidupan dalam kelas. yakni segala pengalaman anak di bawah tanggung-jawab sekolah. sehingga tak mungkin diadakan perbaikan kalau tidak diperhatikan ketigatiganya. cara mengevaluasi termasuk kurikulum. cara mengevaluasi murid dan seluruh program. agar mereka dapat berpikir dan berbuat sesuai dengan masyarakatnya. W. yang meliputi seluruh program dan kehidupan dalam sekolah. Mereka melihat kurikulum sebagai sejumlah pengalaman yang secara potensial dapat diberikan kepada anak dan pemuda.3. and the nation to bring to the children the finest. It denotes the results of efferorts on the part of the adults of the community. William B." Ragan mengunakan kurikulum dalam arti yang luas. Miller dalam buku Secondary School lmprovemant (1973) juga menganut definisi kurikulum yang luas.. Jadi hubungan sosial antara guru dan murid. 5. program. 4. Ragan. Stanley. metode mengajar. perubahan tenaga mengajar. manusia dan fasilitas sangat erat hubungannya. B. to include all the experiences of children for which the school accepts responsibility. The term is used .. Harlan Shores memandang kurikulum sebagai "a sequence of potential experiences set up in the school for the purpose of disciplining children and youth in group ways of thinking and acting".O. supervisi dan administrasi dan hal-hal struktural mengenai waktu. most whole some influences that exist in the culture. . Othanel Smith.

kebiasaan-kebiasaan. cita-cita serta norma-norma. Langeveld seorang ahli pendidikan Belanda dalam bukunya Leerboek der Pedagogische Psychologie membedakan apa yang disebutnya opvoedingsmiddelen dan opvoedingsfaktoren Istilah pertama berarti alat-alat pendidikan. keyakinan. Kita lihat bahwa Alice Miel mencakup kedua hal itu dalam pengertian kurikulumnya yakni alat pendidikan dan faktor pendidikan. Alice Miel juga menganut pendirian yang luas mengenai kurikulum. memuji. meliputi keadaan lingkungan pendidikan seperti kebersihan ruangan. yaitu segala sesuatu yang dengan sengaja dilakukan oleh sipendidik terhadap anak-didik guna mempengaruhi kelakuannya. sikap. masyarakat. pengetahuan dan sikap orang-orang melayani dan dilayani sekolah. Jika kurikulum dirumuskan sebagai "segala usaha yang dilakukan oleh sekolah untuk memperoleh hasil yang diharapkan dalam situasi di dalam maupun di luar sekolah" atau sebagai" sejumlah pengalaman yang potensial dapat diberikan oleh sekolah dengan tujuan agar anak dan pemuda dibiasakan berpikir dan berbuat menurut kelompok atau masyarakat tempat ia hidup". seperti menjelaskan. menganjurkan. Tak semua ahli kurikulum menganut pendirian yang begitu luas.6. apresiasi. maka definisi yang luas itu membuatnya tidak fungsional. kepala sekolah serta seluruh pegawai sekolah. jadi tidak merupakan tindakan yang disengaja. suasana sekolah. Maka Hilda Taba memilih posisi yang tidak terlampau luas dan tidak pula terlampau sempit. melainkan juga pribadi guru. melarang atau menghukum. para pendidik dan personalia (termasuk penjaga sekolah. . keinginan. keramahan pendidik. pegawai administrasi dan orang lainnya yang ada hubungannya dengan murid-murid ). Hilda Taba berpendapat bahwa definisi yang terlampau luas mengaburkan pengertian kurikulum sehingga menghalangi pemikiran dan pengolahan yang tajam tentang kurikulum. Jadi kurikulum meliputi segala pengalaman dan pengaruh yang bercorak pendidikan yang diperoleh anak di sekolah. Dalam bukunya Changing the Curriculum : a Social Process (1946) is mengemukakan bahwa kurikulum juga meliputi keadaan gedung. Istilah kedua berarti faktorfaktor pendidikan. yakni anak didik. kecakapan. Definisi Miel tentang kurikulum sangat luas yang mencakup yang meliputi bukan hanya pengetahuan. karena definisi yang sempit tidak lagi diterima oleh sekolah modern.

Kurikulum adalah sesuatu yang direncanakan sebagai pegangan guna mencapai tujuan pendidikan. organized classroom instruction. yaitu pengajaran di dalam kelas. dan akhirnya evaluasi hasil belajar. yakni pernyataan tentang tujuan dan sasaran. 2. sehingga tidak mungkin dilakukan dengan baik. Kurikulum dilihatnya sebagai cara -cara dan usaha untuk mencapai tujuan persekolahan. Ia dengan sengaja menggunakan istilah "schooling" untuk menjelaskan apa sebenarnya tugas sekolah. Ia membedakan tugas sekolah mengenai perkembangan anak dan tanggung jawab lembaga pendidikan lainnya seperti rumah tangga. Krug dalam The Secondary School Curriculum (1960) menunjukkan pendirian yang terbatas tapi realistis tentang kurikulum. selalu mempunyai komponen-komponen tertentu. dan lain-lain. Tiap kurikulum. masyarakat. bahwa pada hakikatnya tiap kurikulum merupakan suatu cara untuk mempersiapkan anak agar berparsitipasi sebagai anggota yang produktif dalam masyrakatnya. Maka karena itu Krug membatasi kurikulum pada : 1. kegiatan pengabdian masyarakat. 7. Definisinya ialah "A Curriculum Consists of the means used to achieve or carry out given purposes of schooling". suatu cita-cita tentang manusia atau warga negara yang akan dibentuk. Apa yang dapat diwujudkan dalam kenyataan disebut kurikulum yang real.Hilda Taba mengemukakan. Memborong segala tanggung jawab atas pendidikan anak akan merupakan beban yang terlampau berat. Karena tak segala sesuatu yang direncanakan dapat direalisasikan. dan perkemahan sekolah. Akan tetapi kegiatan-kegiatan akhir masih bersifat kontroversial. Edward A. pengalaman kerja yang bertalian dengan pelajaran. seleksi dan organisasi bahan dan isi pelajaran. Kurikulum ini lazim mengandung harapan-harapan yang sering berbunyi muluk-muluk. Perbedaan kurikulum terletak pada penekanan pada unsur-unsur tertentu. bagaimanapun polanya. lembaga agama. . bentuk dan kegiatan belajar dan mengajar. maka terdapatlah kesenjangan antara idea dan real curriculum. kegiatan-kegiatan tertentu di luar pengajaran itu. seperti bimbingan dan penyuluhan. Apa yang direncanakan biasanya bersifat idea.

Ketidakpuasan dengan kurikulum yang berlaku adalah sesuatu yang biasa dan memberi dorongan mencari kurikulum baru. pada hal kurikulum itu pun mengandung . keterampilan tertentu. yakni alat yang dilakukan oleh sekolah untuk mencapai tujuannya. Berbagai tafsiran tentang kurikulum dapat kita tinjau dari segi lain. Mengenai masalah kurikulum senantiasa terdapat pendirian yang berbedabeda. misalnya bahan yang benar-benar diperolehnya. sehingga kita peroleh penggolongan sebagai sebagai berikut : 1. 2. 4. Hasilnya dituangkan dalam bentuk buku atau pedoman kurikulum. bahkan sering yang bertentangan.Smith dan kawan-kawan memandang kurikulum sebagai rangkaian pengalaman yang secara potensial dapat diberikan kepada anak. Kurikulum dapat pula dipandang sebagai hal-hal yang diharapkan akan dipelajari siswa. Ada kemungkinan. Apa yang diharapkan akan dipelajari tidak selalu sama dengan apa yang benar-benar dipelajari. yakni sebagai hasil karya para pengembang kurikulum. pramuka. Kurikulum sebagi pengalaman siswa. warung sekolah dan lain-lain. Akan tetapi mengajukan kurikulum yang ekstrim sering dilakukan dengan mendiskreditkan kurikulum yang lama. yakni pengetahuan. disebut actual curriculum. pertandingan. bahwa apa yang diwujudkan pada diri anak berbeda dengan apa yang diharapkan menurut rencana. sikap. Kurikulum dapat pula dipandang sebagai program. Ketiga pandangan diatas berkenaan dengan perencanaan kurikulum sedangkan pandangan ini mengenai apa yang secara aktual menjadi kenyataan pada tiap siswa. jadi dapat disebut potential curriculum. Namun apa yang benar-benar dapat diwujudkan pada anak secara individual. biasanya dalam suatu panitia. yang misalnya berisi sejumlah mata pelajaran yang harus diajarkan. Ini dapat berupa mengajarkan berbagai mata pelajaran tetapi dapat juga meliputi segala kegiatan yang dianggap dapat mempengaruhi perkembangan siswa misalnya perkumpulan sekolah. 3. Kurikulum dapat dilihat sabagai produk.

ASAS-ASAS KURIKULUM Mengembangkan kurikulum bukan sesuatu yang mudah dan sederhana karena banyak hal yang harus dipertimbangkan dan banyak pertanyaan yang dapat diajukan untuk diperhitungkan. ataukah ia diperlakukan sebagai orang dewasa? Apakah kebutuhan anak itu? Apakah harus dipentingkan anak sebagai individu atau sebagai anggota kelompok? Apakah yang harus dipentingkan. Pandangan yang berbeda-beda itu memberi dinamika dalam pemikiran tentang kurikulum secara kontinu tanpa henti-hentinya. Bila dalam buku ini kami uraikan kurikulum dalam bentuk murninya menurut teori yang mendasarinya. Ia tidak mudah melepaskan yang lama yang sudah terbukti kebaikannya. sedangkan kurikulum pasti tidak akan sempurna dan akan tampil kekurangannya setelah berjalan dalam beberapa waktu. perlu kita ketahui bahwa dalam praktik pendidikan sering terjadi campuran atau adanya berbagai bentuk kurikulum yang hidup bersama secara damai. mengajarkan kejujuran atau memberi pendidikan umum? Apakah pelajaran akan didasarkan . Misalnya : Apakah yang ingin dicapai. karena justru dapat memberi dorongan untuk mengadakan inovasi mencari bentuk bentuk kurikulum baru. Adanya berbagai tafsiran tentang kurikulum tak perlu merisaukan. Dalam praktiknya biasanya tidak dapat pertentangan yang begitu tajam seperti yang digambarkan dalam teorinya.kebaikan. Pada umumnya guru itu konservatif dan cenderung berpegang pada cara-cara yang lama yang telah dikuasainya dan menurut pengalamannya memberi hasil yang baik. manusia yang bagaimana yang diharapkan akan dibentuk? Apakah akan diutamakan kebutuhan anak pada saat sekarang atau masa mendatang? Apakah hakikat anak harus dipertimbangkan. Maka karena itu jarang akan terdapat bahwa suatu teori tentang kurikulam dilaksanakan secara murni. sebelum ia yakin bahwa yang baru itu ternyata lebih baik lagi. Juga ada kemungkinan untuk mengawinkan yang baru dengan yang lama. Selain itu berbagai jenis kurikulum dapat hidup bersama tanpa menimbulkan konflik. jadi menonjolkannya dalam bentuk yang ekstrim.

dan lain-lain. pendidikan di negara yang menganut agama Budha akan berlainan denagan pendidikan di negara yang memeluk agama Islam . Asas filosofis yang berkenaan dengan tujuan pendidikan yang sesuai dengan filsafat negara. 3. dirasa perlu memberikannya lebih dahulu secara singkat. perkembangan anak. yaitu keadaan masyarakat.atas disiplin ilmu ataukah dipusatkan pada masalah sosial dan pribadi? Apakah semua anak harus mengikuti pelajaran yang sama taukah is diizinkan memilih pelajaran sesuai dengan minatnya? Apakah seluruh kurikulum sama bagi semua sekolah secara uniform. jadi juga bahan pelajaran yang disajikan. mungkin juga cara mengajar dan menilainya. Apakah yang dimaksud dengan "balk" pada hakikatnya ditentukan oleh nilai nilai. tapi juga guru. 2. b. orang tua. 1. Walaupun dalam buku ini keempat asas itu akan dipaparkan lebih lanjut. cita-cita atau filsafat yang dianut negara. Asas psikologis yang memperhitungkan faktor anak dalam kurikulum yakni a. Asas organisatoris yang mempertimbangkan bentuk dan organisasi bahan pelajaran yang disajikan. masyarakat bahkan dunia. 4. Asas Filosofis Sekolah bertujuan mendidik anak agar menjadi manusia yang "baik". perkembangan dan perubahannya. Perbedaan filsafat dengan sendirinya akan menimbulkan perbedaan dalam tujuan pendidikan. yakni : 1. psikologi belajar. Pendidikan di negara otokratis akan berbeda dengan negara yang demokratis. psikologi anak. Asas sosiologis. atau diberi kelonggaran untuk menyesuaikannya dengan keadaan daerah? Apakah hasil belajar anak akan diuji secara uniform ataukah diserahkan pada penilaian guru yang dapat mempelajari anak itu dalam segala aspek selama waktu yang panjang ? Semua pertanyaan itu menyangkut asas-asas yang mendasari setiap kurikulum. hasil kerja manusia herupa pengetahuan. bagaimana proses belajar anak. kebudayaan manusia.

Psikologi belajar Pendidikan di sekolah diberikan dengan kepercayaan dan keyakinan bahwa anak-anak dapat dididik. untuk kepentingan anak. Anak-anak dapat belajar. Kurikulum tak dapat tiada mempunyai hubungan yang erat dengan filsafat bangsa dan negara terutama dalam menentukan manusia yang dicitacitakan sebagai tujuan yang harus dicapai melalui pendidikan formal. dalam keadaan yang bagaimana belajar itu memberi hasil yang sebaik-baiknya. dapat menerima norma-norma. dapat mengubah sikapnya. dan sejak permulaan abad ke-20 anak kian mendapat perhatian menjadi salah satu asas dalam pengembangan kurikulum. dapat menguasai sejumlah keterampilan. Asas Psikologis a.atau Kristen. Baru setelah Rousseau anak itu dikenal sebagai anak. Tentu saja kurikulum yang begitu ekstrim mengutamakan salah satu dasar akan mempunyai kekurangan-kekurangan. dapat dipengaruhi kelakuannya. dapat menguasai sejumlah pengetahuan. Kurikulum ini dapat dipandang sebagai reaksi terhadap kurikulum yang ditentukan oleh orang dewasa tanpa menghiraukan kebutuhan dan minat anak. yakni menciptakan situasi-situasi di mana anak dapat belajar untuk mengembangkan bakatnya. Namun gerakan ini tak dapat tiada menarik perhatian para pendidik. yaitu "Child centered curriculum". dan dilakukan penelitian ilmiah untuk lebih mengenalnya. . bahkan kurikulum yang semata-mata didasarkan atas minat dan perkembangan anak. khususnya para pengembang kurikulum. Timbullah aliran yang disebut progresif. b. maka kurikulum dapat direncanakan dan dilaksanakan dengan cara yang seefektif-efektifnya. bagaimana proses belajar itu berlangsung. Soal yang penting ialah : bagaimanakah anak itu belajar? Kalau kita tahu betul. 2. Psikologi anak Sekolah didirikan untuk anak. untuk selalu menjadikan anak sebagai salah satu pokok pemikiran. Selama berabad-abad anak tidak dipandang sebagai manusia yang lain daripada orang dewasa dan karena itu mempunyai kebutuhan sendiri sesuai dengan perkembangannya.

Pada umumnya dapat dikatakan. agar asas ini jangan terlampau mendominasi sehingga . banyak di antaranya dengan melakukan eksperimen. baik sebagai anak. Dengan demikian ada hubungan yang erat antara kurikulum dan psikologi belajar dan psikologi anak. Tiap masyarakat berlainan corak nilai-nilai yang dianutnya. ia selalu hidup dalam suatu masyarakat. Ia banyak menerima jasa dari masyarakat dan ia sebaliknya harus menyumbangkan baktinya bagi kemajuan masyarakat. jadi yang mencakup segala gejala belajar. akan tetapi tidak memberikan gambaran tentang keseluruhan proses belajar itu. Oleh sebab masyarakat suatu faktor yang begitu penting dalam pengembangan kurikulum. Tiap anak akan berbeda latar belakang kebudayaannya. Juga perubahan masyarakat akibat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan faktor pertimbangan dalam kurikulum. maka timbullah berbagai teori belajar yang menunjukkan ketidaksesuaian satu sama lain.Oleh sebab belajar itu ternyata suatu proses yang pelik dan kompleks. Di situ ia harus memenuhi tugas-tugas yang harus dilakukannya dengan penuh tanggung-jawab. Dalam hal ini pun harus kita jaga. adat kebiasaan yang tak dapat tiada harus dikenal dan diwujudkan anak dalam pribadinya lalu dinyatakannya dalam kelakuannya. Teori belajar dijadikan dasar bagi proses belajar-mengajar. Asas Sosiologis Anak tidak hidup sendiri terisolasi dari manusia lainnya. Karena hubungan yang sangat erat itu maka psikologi menjadi salah satu dasar kurikulum. Tiap masyarakat mempunyai norma-norma. Tuntutan masyarakat tak dapat diabaikannya. dari yang sederhana sampai yang paling pelik. bahwa tiap teori itu mengandung kebenaran. Penelitian dilakukan untuk lebih mendalam memahami proses belajar ini. maka masyarakat dijadikan salah satu asas. 3. Perbedaan ini harus di pertimbangkan dalam kurikulum. maupun sebagai orang dewasa kelak.

jadi dalam bentuk kurikulum yang terpadu. Asas Organisatoris Asas ini herkenaan dengan masalah. Dalam hal ini pilihan banyak bergantung pada pendirian atau sikap seseorang tentang pendidikan. Sering dikatakan bahwa "curriculum is a matter of choice". ataukah diusahakan adanya hubungan antara pelajaran yang diberikan. yang dengan sendirinya akan terpisah-pisah. bahkan yang satu dapat membantu atau melengkapi yang satu lagi. misalnya dalam bentuk broad-field atau bidang studi seperti IPA. dan lain-lain. Ataukah diusahakan hubungan secara lebih mendalam dengan menghapuskan segala batas-batas mata pelajaran. dalam bentuk yang bagaimana bahan pelajaran akan disajikan? Apakah dalam bentuk mata pelajaran yang terpisah pisah. karena keseluruhan itu bermakna dan lebih relevan dengan kebutuhan anak dan masyarakat. Selain itu. bahwa tidak ada kurikulum yang baik dan tidak baik. jadi selalu hasil semacam kompromi antara anggota panitia kurikulum. yakni yang tradisional dan yang progresif. Aliran psikologi ini lebih cenderung memilih kurikulum terpadu atau integrated kurikulum.timbul kurikulum yang berpusat pada masyarakat atau "society-centered curriculum". Kurikulum yang bagaimana yang harus dipilih? Pertanyaan itu diajukan karena macamnya kemungkinan. Sebaliknya ilmu jiwa Gestalt lebih mengutamakan keseluruhan. Dalam mengembangkan kurikulum harus diadakan pilihan. atau yang berpusat pada mata pelajaran. Setiap organisasi kurikulum mempunyai kebaikan akan tetapi tidak lepas dari kektirangan ditinjau dari segi-segi tertentu. IPS. bermacam-macam organisasi kurikulum dapat dijalankan secara bersama di satu sekolah. KURIKULUM TRDISIONAL ATAU PROGRESIF . Ilmu jiwa asosiasi yang berpendirian bahwa keseluruhan sama dengan jumlah bagianbagiannya cenderung memilih kurikulum yang subjectcentered. 4. Pada umumnya dapat dibedakan dua pendirian utama. Bahasa. kurikulurri adalah soal pilihan. Kembali perlu di ingatkan.

barang seni. tidak mengizinkan perbedaan pendapat. dan lain-lain. Namun orang tua masih mengharapkan agar murid murid hafal akan nama-nama geografis.Kurikulum tradisional yang ingin mengawetkan yang lama tidak dengan sendirinya buruk dan merugikan. Sekolah progresif harus dinilai berdasarkan prinsip-prinsip sekolah itu. berbagai kekurangan. sanggup berpikir sendiri. Kurikulum tradisional ini telah bertahan selama beberapa abad dan diduga akan bertahan terus sepanjang masa. Penganut kurikulum tradisional berpegang pada kurikulum yang didasarkan atas subjek atau mata pelajaran. dan terutama menonjolkan hafalan. bahwa orang mengharapkan hasil-hasil tradisional dari sekolah yang progresif. juga orangitua yang telah mengecap pendidikan tradisional dan merasakan manfaatnya. menutup mata bagi perubahan akan merugikan diri sendiri. Namun dalam masa perubahan yang serba dinamis ini. kita ingin agar anak sanggup mengadakan penelitian dan penemun. walaupun kesimpulannya lain dari yang lain. selalu yang baik. menentukan lebih dahulu mana yang benar yang dicoba anak mencari atau menerkanya bila menghadapi ujian bercorak objektif. Kita inginkan agar anak-anak kreatif. oleh sebab apa yang diawetkan. Dianggap . dan sebagainya. Menjalankan kurikulum progresif akan banyak mendapat tentangan. yang biasanya diberikan secara terpisah-pisah. Bahan mata pelajaran diambil dari berbagai disiplin ilmu yang dibina dan senantiasa dikembangkan para ilmuwan dan karena itu mendapat penghargaan tinggi dari masyarakat.progresif juga tidak dengan sendirinya baik dan luput dari. Sebaliknya kurikulum modern . antara lain dari pihak guru yang terkenal karena sikap konservatifnya. apakah itu nilai-nilai. Tidak diharapkan siswa mempunyai pengetahuan yang uniform. terampil dalam hitungan di luar kepala. namun kita mengadakan ujian nasional yang uniform yang tidak menghiraukan perbedaan individual. Kesulitan yang dihadapi kurikulum progresif ialah. Sekolah progresif misalnya mementingkan kemampuan memecahkan masalah dan menggunakan pengetahuan secara fungsional untuk memecahkan masalah itu. benda. Di bawah ini kami cantumkan beberapa perbedaan antara pendirian tradisional dan progresif. tahun-tahun dan tokoh-tokoh sejarah.

kontrol dan disiplin yang ketat. metode belajar-mengajar. Tujuan pendidikan bukan hanya mengembangkan aspek intelektual saja melainkan keseluruhan pribadi anak dalam segala aspek. Sambil memecahkan masalah siswa mengumpulkan ilmu yang diperlukan. Mengumpulkan ilmu demi ilmu yang tidak fungsional hanya membebani otak dengan hal-hal yang mubazir. Kurikulum tradisional menerima kenyataan dalam masyarakat sebagaimana adanya. Penganut kurikulum progresif atau modern tidak menolak ilmu. Dapat kita katakan. Selain itu mempelajari ilmu akan mengembangkan kemampuan intelektual anak. kurikulum progresif memilih masalahmasalah yang nyata dalam kehidupan anak dan masyarakat. maupun evaluasi. Kurikulum progresif memperhatikan bahkan membantu perkembangan keunikan individu. Dalam kurikulum tradisional diperlukan pengarahan. Sebaliknya kurikulum yang progresif lebih banyak memberi kebebasan kepada siswa untuk menentukan apa yang akan dipelajarinya. Di lain pihak.bahwa ilmu mempunyai nilai tersendiri dan karena itu dapat dipelajari demi ilmu itu sendiri. sedangkan kurikulum progresif berusaha untuk mengubah lingkungan untuk membentuk dunia yang lebih baik. Kalau diteliti lebih lanjut dapat lagi kita temui perbedaan lain antara kedua pendekatan dalam pengembangan kurikulum. Apa yang dipelajari dalam kurikulum tradisional dianggap akan berguna kelak di kemudian hari anak. bahwa kurikulum progresif merupakan reaksi dalam berbagai bentuk terhadap . pengawasan. sesuai dengan minat dan kesanggupannya dalam suasana yang mengizinkan kebebasan. akan tetapi tidak dipelajari demi ilmu sendiri. agar siswa mempelajari bahan yang sama dan mencapai tingkat penguasaan yang sama. akan tetapi untuk digunakan dalam memecahkan suatu masalah. karena banyak pelajaran yang sebenarnya tidak ada kaitannya dengan kehidupan anak dalam masyarakat. Kurikulum tradisional menyamaratakan semua siswa baik mengenai bahan.

KOMPONEN-KOMPONEN KURIKULUM Ralph W.kekurangan-kekurangan yang terdapat dalam kurikulum tradisional. (2) bahan pelajaran. bagaimana proses belajarnya. bahwa faktor anak kembali dianaktirikan. Bagaimanakah efektivitas belajar dapat dinilai? Berdasarkan pertanyaan itu. Juga kurikulum progresif tidak bebas dari kritik yang tajam dari berbagai pihak. sehingga setelah peluncuran Sputnik. maka diperoleh keempat komponen kurikulum yakni. (4) evaluasi atau penilaian. Bagaimanakah memilih bahan pelajaran guna mencapai tujuan itu? 3.Tyler dalam bukunya Basic Principles of Curriculum and Instruction (1949). (3) proses belajar-mengajar. salah satu buku yang paling berpengaruh dalam pengembangan kurikulum. yakni : 1. kurikulum ini tetap bertahan. Setiap komponen bertalian erat dengan ketiga komponen lainnya. mengajukan 4 pertanyaan pokok. Namun betapapun kritik terhadap kurikulum tradisional. Yang paling berpengaruh ialah kritik bahwa kurikulum ini kurang mengembangkan kemampuan intelektual anak. akan tetapi akibatnya ialah. Demikian pula penilaian dapat mempengaruhi komponen lainnya. Keempat komponen itu dapat kita gambarkan dalam bagan sebagai berikut: TUJUAN EVALUASI PBM BAHAN Keempat komponen itu saling berhubungan. Bagaimanakah bahan disajikan agar efektif diajarkan? 4. dengan ditonjolkannya kembali kurikulum yang berdasarkan disiplin ilmu. Pada saat dipentingkan- . Tujuan apa yang harus dicapai sekolah? 2. (1) tujuan. aliran progresif mengalami pukulan hebat. dan apa yang harus dinilai. Tujuan menentukan bahan apa yang akan dipelajari.

kerja keras. as a program. sikap petugas sekolah. pribadi guru. Kurikulum dapat dipandang dari berbagai segi.nya evaluasi dalam bentuk ujian. maka bahan pelajaran. yakni. curriculum as a product. tak mudah pula menentukan bahan yang tepat guna mencapai tujuan itu. jujur. ideal. dan lain-lain. misalnya Ebtanas. atau cara penilaian. . real. namun masih dipertimbangkan hingga sekarang. kemudian menjadi sejumlah mata pelajaran yang harus dilalui untuk mendapat ijazah. misalnya bahan untuk mend idik anak agar menjadi manusia pembangun. maupun evaluasi pun lebih jelas. PBM. Kalau tujuannya jelas. Dapat pula kita memandangnya sebagai formal curriculum. Pola kurikulum yang dikemukakan oleh Tyler ini tampaknya sangat sederhana. termasuk kebersihan kelas. Tak mudah menentukan tujuan pendidikan atau pelajaran. karena keberhaslannya baru diketahui setelah dinilai. as the experiences of the learner. Kurikulum yang semula berarti jarak yang harus ditempuh. Para ahli kurikulum "modern" cenderung memberikan pengertian yang lebih luas. proses belajar-mengajar cenderung mengutamakan latihan dan hafalan. as intended learnings. Menentukan PBM yang efektif tak kurang sulitnya. bahkan juga mencakup segala sesuatu yang dapat mempengaruhi kelakuan siswa. maka semua komponen lainnya turut mengalami perubahan. dan sebagainya. UMPTN. 3. Konsep tayle tentang komposisi kurikulum tentu mendapat kritik. atau proses belajar-mengajar. 2. Bila salah satu komponen berubah. RANGKUMAN 1. actual curriculum atau potential learning experiences. sehingga meliputi kegiatan di luar kelas. misalnya metode baru. misalnya ditonjolkannya tujuan yang baru. namun dalam kenyataannya lebih kompleks daripada yang diduga. maka timbul kecenderungan untuk menjadikan bahan ujian sebagai tujuan kurikulum.

Bandingkan berbagai definisi yang tercantum dalam pelajaran. Ada kecenderungan pengertian kurikulum meluas. the experiences of the learner. Selidiki azas-azas itu pada kurikulum yang berlaku di sekolah kita. Jelaskan arti kurikulum sebagai product. karena banyak tugas yang sedianya oleh rumah tangga dan lembaga informal lainnya dibebankan kepada sekolah. Karena adanya menentukan macam-macam definisi kurikulum. Hilda Taba memandang kurikulum sebagai "a plan for learning". Sebutkan asas-asas kurikulum. bahwa praktik kurikulum dengan teorinya. Pilihannya itu akan mempengaruhi tafsirannya konsepsinya tentang tugasnya sebagai pendidik. 2. intended learnings. antara lain mengenai luas cakupannya.4. begitu juga murid harus turut dalam pengembangan kurikulum? 8. real. Ia dapat menganut pendirian yaang tradisional atau progresif. Di antara asas-asas kurikulum. Jelaskan perkembangan pengertian kurikulum. program. Dikatakan. 7. tiap guru harus sendiri. Perbedaan apakah yang mungkin timbul di antara anggota panitia pengembangan kurikulum? jauh ketinggalan bila dibandingkan . asas manakah yang paling banyak mengalami perubahan? Mana yang paling sedikit atau tidak berubah? 10. Perubahan kurikulum berjalan kontinu kalau tidak mau ketinggalan zaman. Juga pengertian kurikulum formal. Bagaimana pendapat Saudara tentang guru sebagai pengembang kurikulum? 9. 6. potential. Jelaskan. Kurikulum senantiasa harus diubah karena perubahan masyarakat akibat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Menurut Saudara siapakah yang mengembangkan kurikulum? Apakah orangtua. Ada kebaikan dan kelemahan pengertian kurikulum yang terlampau luas atau terlampau sempit. Bagaimanakah pengertian kurikulum di sekolah kita? 5. 3. 6. PERTANYAAN DAN TUGAS 1. 5. ideal. 7. 4. actual.

yakni "hidden curriculum" atau kurikulum yang tersembunyi. 13. Ada kurikulum yang tidak direncanakan. Bila dibandingkan kurikulum sebelum dan sesudah kita merdeka perbedaan apakah kiranya yang kita dapati? 12.11. Jelaskan adanya hubungan yang erat di antara komponenkomponen kurikulum. Tahukah Saudara apa maksudnya dan memberi beberapa contoh? . Jelaskan bahwa perubahan dalam satu komponen mempengaruhi komponen lainnya.

khususnya hakikat anak dan sifat-sifatnya. Di sini akan kami bicarakan dengan singkat beberapa buah yakni : 1. Kini terdapat berbagai aliran filsafat.BAB 2 ASAS-ASAS FILOSOFIS Filsafat sangat penting karena harus dipertimbangkan dalam mengambil keputusan tentang setiap aspek kurikulum. Filsafat yang kabur akan menimbulkan kurikulum yang tidak menentu arahnya. Filsafat itu antara lain menentukan kepercayaan kita tentang : apakah hakikat manusia. Untuk tiap keputusan harus ada dasarnya. diyakininya sebagai benar dan baik. Ada orang yang berpendapat bahwa guru tak perlu mempelajari filsafat. Kurikulum yang diinginkan oleh aliran ini terdiri atas subject atau mata pelajaran yang terpisah sebagai disiplin ilmu dengan menolak penggabungan . Kebenaran dalam buku itu bertahan teguh terhadap segala perubahan zaman. Aliran Perennialisme Aliran ini bertujuan mengembangkan kemampuan intelektual anak melalui pengetahuan yang "abadi. masing-masing dengan dasar pemikiran tersendiri. apakah peranan gu dalam ru proses belajar mengajar. yang dihimpun dalam "the Great Books" atau "Buku Agung". universal dan absolut" atau "perennial" yang ditemukan dan diciptakan para pemikir unggul sepanjang masa. apakah peranan sekolah dalam masyarakat. karena sangat abstrak dan karena itu tak praktis dan tidak ada manfaatnya bagi pekerjaannya. yakni sampai akarnya tentang hakikat sesuatu. apakah hidup yang baik. Filsafat adalah cara berpikir yang sedalam-dalamnya. apakah yang sebaiknya diajarkan kepada anak didik. tentang apakah yang baik. apakah sumber kebenaran dan nilai-nilai yang hendaknya menjadi pegangan hidup kita. Para pengembang kurikulum harus mempunyai filsafat yang jelas tentang apa yang mereka junjung tinggi. dan lain-lain. Pendirian itu terlampau picik. karena apa yang dilakukan guru harus didasarkan pada apa yang dipercayai.

Pelajaran yang diberikan termasuk pelajaran yang sulit karena memerlukan inteligensi tinggi. Di sekolah akan dimulai dengan teoriteori dan prinsip-prinsip yang fundamental. Melalui pengamatan dan penelitian ilmiah dapat ditemukan hukumhukum alam. . termasuk dogma dan norma-normanya bersifat mutlak. dari dunia supranatural dari Tuhan. sedangkan yang berkenaan emosi dan jasmani seperti seni rupa. Aliran Realisme Filsafat realisme mencari kebenaran di dunia ini sendiri. Sekolah yang beraliran realisme mengutamakan pengetahuan yang sudah mantap sebagai hasil penelitian ilmiah yang dituangkan secara sistemetis dalam berbagai disiplin ilmu atau mata pelajaran. Boleh dikatakan hampir semua agama menganut filsafat idialisme. biologi yang diajarkan. Hanya mata pelajaran yang sungguh mereka anggap dapat mengembangkan kemampuan intelektual seperti matematika. pelanggaran diberi hukuman yang setimpal bahkan dapat dikeluarkan dari sekolah. Semua siswa diharuskan mengikuti pelajaran agama. Aliran Idealisme Filsafat ini berpendapat bahwa kebenaran itu berasal dari "atas". Kebenaran dipercayai datangnya dari Tuhan yang diterima melalui wahyu. Tujuan hidup ialah memenuhi kehendak Tuhan. Apa yang datang dari Tuhan baik dan benar. Tujuan hidup ialah memperbaiki kehidupan melalui penelitian ilmiah. Kebenaran ini. Biasanya disiplin termasuk ketat. Filsafat ini umumnya diterapkan di sekolah yang berorientasi religius. 2. 3. kimia. menghadiri khotbah dan membaca Kitab Suci. fisika. Mutu kehidupan senatiasa dapat ditingkatkan melalui kemajuan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Kurikulum ini memberi persiapan yang sungguhsungguh bagi studi di perguruan tinggi. Namun pendidikan intelektual juga sangat diutamakan dengan menentukan standar mutu yang tinggi.seperti IPA atau IPS. olah raga sebaiknya dikesampingkan. kemudian praktik dan aplikasinya.

. Tidak ada kebenaran mutlak. namun diharapkan agar menaruh minat terhadap pelajaran akademis. bukan karena "dipompakan ke dalam otaknya". Kurikulum ini tidak memperhatikan minat anak. Penguasaan ilmu yang banyak berkat studi yang intensif adalah persiapan yang sebaik-baiknya bagi lanjutan studi dan kehidupan dalam masyarakat. melainkan memberi kesempatan kepada anak untuk melakukan berbagai kegiatan guna memecahkan masalah. atas dasar kepercayaan bahwa belajar itu hanya dapat di lakukan oleh anak sendiri. Dapat dibayangkan banyaknya murid yang tidak mampu mengikuti studi akademis serupa ini.Karena mengutamakan pengetahuan yang esensial. Aliran pragmatisme sering sejalan dengan aliran rekonstruksionisme yang berpendirian bahwa sekolah harus berada pada garis depan pembangunan dan perubahan masyarakat. Aliran Pragmatisme" Aliran ini juga disebut aliran instrumentalisme atau utilitarianisme dan berpendapat bahwa kebenaran adalah buatan manusia berdasarkan pengalamannya. melainkan karena digunakan secara fungsional dalam memecahkan masalah. Tujuan hidup ialah mengabdi kepada masyarakat dengan peningkatan kesejahteraan manusia. Sekolah ini menjauhi indoktrinasi dan mengajak siswa secara kritis menganalisis isu-isu sosial. kebenaran adalah tentatif dan dapat berubah. Ia harus sungguh-sungguh mempelajari buku-buku berbagai disiplin ilmu. 4. maka pelajaran "embel-embel" seperti keterampilan dan kesenian dianggap tidak perlu. Dalam perencanaan kurikulum orangtua dan masyarakat sering dilibatkan agar dapat memadukan sumber-sumber pendidikan formal dengan sumber sosial. Tugas guru bukan mengajar dalam arti menyampaikan pengetahuan. Yang penting ialah bukan "what to think" melainkan "how to think" yakni melalui pemecahan masalah. Pengetahuan diperoleh bukan dengan mempelajari mata pelajaran. Yang baik. ialah yang berakibat baik bagi masyarakat.

yakni . pedoman. namun dengan pertimbangan jangan menyinggung perasaan orang lain. Pekerjaan ini sangat sulit dan tak mungkin dilakukan oleh setiap orang biasa. Norma-norma hidup berbeda secara individual dan ditentukan masing-masing secara bebas. Ilmu pengetahuan dewasa ini sangat luas dan pelik dan tak mungkin lagi bagi seorang untuk menguasainya. Filsafat ialah "induk segala ilmu". Tujuan hidup adalah menyempurnakan diri. mungkin ilmu-ilmu sosial yang paling menarik mereka Pendidikan moral tidak diajarkan kepada mereka. Dan bila dikatakan bahwa tiap guru harus mempunyai filsafat. Dengan sendirinya mereka tidak dipersiapkan untuk menempuh ujian nasional. tak mungkin setiap orang mempunyai filsafat. menentukan standardnya sendiri dan kurikulumnya sendiri. Aliran Eksistensialisme Filsafat ini mengutamakan individu sebagai faktor dalam menentukan apa yang baik dan benar. merealisasikan diri. Cicero memandang filsafat sebagai ilmu tentang hal-hal yang semulukmuluknya. Banyak di antara penganut aliran ini memandang sekolah sebagai masyarakat kecil. di mana guru banyak mendengarkan dan mengajukan pertanyaan tanpa mengingatkan apa yang harus dilakukan anak. bahkan satu cabang disiplin ilmu sekalipun sulit dikuasai sepenuhnya. maka kata itu digunakan dalam arti yang berlainan. 5. Dari segala mata pelajaran. dan lainlain dari pihak luar. buku wajib.politik dan ekonomi guna memperbaiki ekonomi kondisi hidup manusia. Ini berarti bahwa seorang ahli filsafat harus dapat mencernakannya dan mengasimilasikannya berkat proses yang disebut berpikir. Dalam arti ini. Tujuan filsafat ialah membentuk suatu pandangan yang sistematis tantang keseluruhan ilmu. Sekolah yang berdasarkan eksistensialisme mendidik anak agar is menentukan pilihan dan keputusan sendiri dengan menolak otoritas orang lain. Ia hrus bebas berpikir dan mengambil keputusan sendiri secara bertanggungjawab. Anak harus mencari identitasnya sendiri. Bimbingan yang diberikan sering bersifat non-directive. juga tidak ditetapkan aturan-aturan yang harus mereka patuhi. instruksi. Sekolah ini menolak segala kurikulum.

Filsafat serupa inilah yang harus dimiliki setiap guru. Tujuan. tak konsisten. kurikulum apakah yang akan digunakan. Ilmu menemukan pengetahuan dan teknologi. manusia apakah yang harus dibentuk. Pendidikan yang diberikan berdasarkan filsafat tidak merupakan rangkaian perbuatan mekanis yang lepas-lepas akan tetapi merupakan suatu kebulatan mengarah kepada tujuan tertentu. untuk apakah tenaga itu digunakan. Filsafat ialah sesuatu yang menunjukan suatu sistem. Manusia telah menemukan tenaga atom berkat kemajuan ilmu pengetahuan. akan tetapi penggunaannya ditentukan oleh filsafat atau nilai-nilai. melainkan sesuatu yang biasa yang dapat dimiliki setiap orang yang berpikir dan mencoba menafsirkan makna dan nilai hidup bagi dirinya. sejak Adam dan Hawa. Dalam arti ini filsafat bukanlah sesuatu yang maha-sulit dan pelik. . agar dapat membantu anak membentuk pandangan hid up yang sehat. metode. alat pendidikan. suatu pandangan hidup. apakah setiap orang dapat mempunyai suatu filsafat sendiri? Filsafat dengan pengertian ini telah ada sejak ada manusia di bumi ini. pandangan tentang anak. Kalau filsafat di tafsirkan sebagai sistem nila-nilai. Filsafat ialah pendapat yang sejujur-jujurnya tentang makna hidup baginya. akan tetapi bila ditanya.sebagai "suatu sistem nilai-nilai". yang dapat menentukan arah hidup dan serta menggambarkan nilai-nilai apa yang paling dihargai dalam hidup seseorang. ditentukan oleh filsafat yang dianutnya. Sering seorang kurang sadar dan kurang jelas mengetahui nilai-nilai apa yang dianutnya. Kelakuannya tidak menunjukkan corak tertentu. belum tentulis dikatakan mempunyai suatu filsafat hidup. untuk perang yang dapat menghancurkan umat manusia atau untuk peningkatan kehidupan manusia. Pandangan hidup kabur. Walaupun tiap orang pernah berpikir tentang apa arti hidup ini baginya. tak berakar prinsip-prinsip yang jelas. maka kita memasuki lapangan nilai-nilai atau filsafat. Dalam filsafat gurulah terkandung gambaran tentang masyarakat yang akan dibangun. dan mencari suatu sistem nilai-nilai yang menjadi pegangannya dalam menghadapi masalah-masalah dalam hidupnya dan dengan demikian memberi corak tertentu kepada kelakuannya. setiap pendidik.

FILSAFAT PENDIDIKAN DI INDONESIA . Tujuan pendidikan memberi motivasi dalam proses belajar mengajar. 5. Filsafat juga menentukan cara dan proses yang harus dijalankan untuk mencapai tujuan itu. mendorong atau melarang anak menjadi penyanyi. menyuruh anak mencari data dari lapangan. muatan lokal. bila guru menghukum atau memuji anak. Segala keputusan yang diambil mengenai pendidikan atau kurikulum. Dengan demikian terdapat kontinuitas dalam perkembangan anak. CBSA. 3. Sekolah ialah suatu lembaga yang didirikan oleh masyarakat untuk mendidik anak menjadi manusia dan warga negara yang dicita-citakan oleh masyarakat itu. APAKAH GUNA FILSAFAT PENDIDIKAN? Pentingnya filsafat bagi pendidikan nyata bila kita ketahui besar manfaatnya bagi kurikulum yakni : 1. Filsafat yang berbeda atau bertentangan di kalangan pendidik tak akan membawa bahtera pendidikan ke arah tujuan tertentu. sehingga tidak lepaslepas. membolehkan anak-anak bekerja sama. Dengan adanya tujuan pendidikan ada gambaran yang jelas tentang hasil pendidikan yang harus dicapai. manusia yang bagaimana yang harus dibentuk.Sekolah tanpa filsafat laksana kapal tanpa kemudi. mempunyai dasar filosofis. Demikian pula di dalam kelas. Jadi filsafat menentukan tujuan pendidikan. Tujuan pendidikan memberi petunjuk apa yang harus dinilai dan hingga mana tujuan itu telah tercapai. Keputusan tentang PPSI. 6. Sering filsafat yang mendasarinya tidak dinyatakan secara eksplisit. pendidikan dasar 9 tahun. bila jelas diketahui apa yang ingin dicapai. Filsafat pendidikan menentukan arah ke mana anak-anak harus dibimbing. 2. bila ditelusuri secara lebih mendalam. tentu ada dasar falsafahnya. 4. di belakang tindakan itu ada falsafahnya. Filsafat memberi kebulatan kepada usaha pendidikan. menjalankan disiplin keras atau lunak. Tentu diharapkan agar tindakan itu mempunyai dasar filosofis yang konsisten.

yang ingin dicapai dengan pendidikan ditentukan oleh filsafat yang dianut oleh pemerintah. Hormat terhadap kaisar Jepang di tanamkan dalam upacara-upacara.Tujuan pendidikan. Bahasa Belanda digunakan untuk menahan orang lolos ke sekolah yang lebih tinggi. PANCASILA SEBAGAI DASAR PENDIDIKAN . segera menghapus segala sisa-sisa pendidikan yang berbau Belanda. Kalau pemerintahan bertukar. Hatta dan lain-lain yang berhasil menghentikan penjajahan dari bumi Indonesia ini. antara lain Soekarno. atau sangat membatasi pendidikan bagi orang Indonesia. Jepang yang kemudian menduduki negara kita. Adanya sekolah lanjutan hanya karena keperluan mereka akan pegawai di kantor pemerintah atau swasta. Kurikulum di sekolah yang berbahasa Belanda sama dengan yang apa yang berlaku di negeri Belanda sendiri. Undang-Undang Dasar 1945. merombak sistem pendidikan secara radikal dengan mendasarkannya atas filsafat bangsa kita. atau penguasa dalam suatu negara. Segelintir anak dibolehkan memasuki sekolah yang berbahasa Belanda akan tetapi jalan ke sekolah lanjutan sangat dipersempit. yaitu Pancasila. Kemerdekaan Indonesia yang kita rebut dari tangan penjajah. Pemerintah Belanda yang menguasai Indonesia selama tiga setengah abad menganut paham imperialisme dan kolonialisme yang bertujuan untuk mempertahankan agar lebih lama dapat memperoleh keuntungan dari tanah jajahannya antara lain dengan menghalangi. dengan sendirinya tujuan pendidikan pun berubah sama sekali. dan Garis-garis Besar Haluan Negara. memperlambat. Bahasa Jepang di ajarkan sebagai pengganti bahasa Belanda dan mujurnya bahasa Indonesia menjadi bahasa pengantar di semua tingkatan sekolah. Untung masih bisa lolos beberapa anak Indonesia untuk mengecap pendidikan tinggi. Kebanyakan anak yang bersekolah hanya di sekolah desa yang boleh dikatakan tak mendapat kesempatan untuk melanjutkan pelajaran. Latihan militer diberikan untuk membantu mereka dalam mempertahankan jajahannya.

dan kebahagiaan rohaniah. Seperti dinyatakan dalam ketetapan MPR No. yang mengajarkan bahwa hidup manusia akan mencapai kebahagiaan. dijadikan pula filsafat pendidikan kita. yang dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari. atau baru dijelmakan.Pancasila yang kita akui dan terima sebagai filsafat dan pandangan hidup bangsa kita. 1954 ) Oleh sebab Pancasila diakui sebagai pandangan hidup bangsa. adat istiadat. Nasroen. 4. Persatuan Indonesia. Seperti kita ketahui. 3. 2. dalam hubungan dengan alam. Pancasila terdiri atas : 1. Pancasila itu bangkit kembali " ( M. Kemanusiaan yang adil dan beradab. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. tetapi sebe narnya. maka Pancasila itu bukanlah lahir. dalam hubungan manusia dengan Tuhannya. dengan adanya kemerdekaan bangsa dan negara Indonesia. bagi kita Pancasila sekaligus menjadi tujuan hidup bangsa Indonesia. baik dalam hidup manusia secara pribadi. Pancasila adalah jiwa seluruh rakyat Indonesia dan negara kita. " Dengan adanya kemerdekaan Indonesia. maupun dalam mengejar kemajuan lahiriah. . dan kebiasaan bangsa kita. pada hakikatnya ia telah hidup dalam masyarakat Indonesia sejak dahulu kala dalam moral. II/MPR/1968. dalam Pantjasila Pusaka Lama . Di samping itu. Kerakyatan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan. Walaupun Pancasila dirumuskan menjelang kemerdekaan kita. jika dapat dikembangkan keselarasan dan keseimbangan. maka sudah seharusnya prinsip-prinsip itu di sampaikan kepada generasi muda melalui pendidikan dan pengajaran. Ketuhanan yang Maha Esa. 5. Kesadaran dan citacita moral Pancasila sudah berurat berakar dalam kebudayaan bangsa Indonesia.

bahkan sejak berabad-abad hingga sekarang bangsa-bangsa bersengketa karena perbedaan agama dan menimbulkan banyak penderitaan. bab III. pasal 4. Sekolah berkewajiban membantu anak-anak hidup menurut agamanya sambil memupuk rasa toleransi. Bahkan saling membantu mendirikan mesjid atau gereja oleh orang sekampung yang berbeda agama bisa terjadi. pengertian dan rasa hormat terhadap penganut agama lain. dari SD sampai Perguruan Tinggi. .Dalam undang-undang tentang dasar pendidikan dan pengajaran di sekolah. II/MPR/1978. Agama tidak menimbulkan keretakan dalam agama dan adat-istiadat. namun senantiasa hidup damai berdampingan. Perbedaan agama juga terdapat di Indonesia. Bahwa agama dipentingkan oleh pemerintah nyata dengan diwajibkannya pelajaran agama di sekolah. memberi petunjuk nyata dan jelas tentang wujud kelima sila dalam Pancasila. Asas-asas yang masih bersifat umum itu masih perlu diuraikan agar lebih jelas untuk dijadikan pedoman dalam pendidikan. Sila Ke-Tuhanan Yang Maha Esa Agama sering merupakan pokok persengketaan antara manusia dengan sesamanya. yang juga dinamakan "Ekaprasetia Pancakarsa". Ketetapan MPR No. Perang agama seperti terdapat di benua lain tidak pernah kita kenal di Tanah air kita. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia dan atas kebudayaan kebangsaan Indonesia" . Pancasila menjamin hak setiap warga Indonesia memuja Tuhan dan memeluk agamanya masing-masing. tercantum : " Pendidikan dan pengajaran berdasarkan asas-asas yang termaktub dalam Pancasila. Asas-asas itu seyogianya diwujudkan dalam pendidikan di sekolah maupun di luar rumah. walaupun tiap agama pada prinsipnya tidak menganjurkan penganutnya untuk menyakiti orang lain.

populasi udara dan lautan. (2) Saling mencintai sesama manusia. Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab Nasionalisme yang melewati batas. (4) Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain. Kerja sama antar bangsa menjadi syarat mutlak bila kita ingin mencegah pemusnahan umat manusia dari permukaan bumi ini. termasuk kita di Indonesia. Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab diuraikan sebagai berikut : (1) Mengakui persamaan derajat. (3) Mengembangkan sikap tenggang rasa. Soal dunia adalah soal tiap negara. persamaan hak. dan persamaan kewajiban antara sesama manusia.Mengenai sila ke-Tuhanan Yang Maha Esa diberi uraian sebagai berikut : (1) Percaya dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. Atas dasar Kemanusiaan kita turut berusaha memelihara perdamaian dunia. Masalah ledakan penduduk. percobaan bom atom. sehingga apa yang terjadi di suatu negara mempengaruhi bagian-bagian lain di dunia. . Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menciutkan segala jarak dan membuat dunia ini relatif kecil. Nasionalisme yang berlebihan sering menimbulkan peperangan dan karena itu harus dibatasi. menjadi masalah bagi semua negara. Sila Kemanusiaan dalam Pancasila menghargai manusia dan menghormati setiap bangsa. (3) Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya. yakni " chauvinisme" dapat mengandung bahaya. menipisnya lapisan ozon. karena mendewakan negara sendiri sambil memandang rendah terhadap bangsa-bangsa lain. (4) (Tak) semena-mena terhadap orang lain. (2) Hormat-menghormati dan bekerja-sama antara pemeluk agama dan penganutpenganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup.

(5) Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. (6) Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan. (7) Berani membela kebenaran dan keadilan. (8) Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia, karena itu dikembangkan sikap hormat menghormati dan bekerja sama dengan bangsa lain.

Sila Persatuan Indonesia Sila ini merupakan dorongan yang kuat dalam membebaskan Tanah Air kita dari belenggu penjajahan dan kolonialisme. Sila ini dianggap sangat penting dalam menciptakan pendidikan nasional. Kesatuan Bangsa dan Negara merupakan syarat mutlak dalam pembangunan negara kita. Telah sering kesatuan negara kita diancam oleh perpecahan, namun tetap tegak teguh dengan perkasa. Sekolah berkewajiban untuk memupuk rasa kebangsaan, rasa kesatuan dan persatuan dalam hati sanubari tiap anak. Mereka harus dengan rasa bangga dapat mengatakan ''Saya anak Indonesia" dari daerah mana pun mereka berasal. Memupuk rasa persatuan sangat mutlak diperlukan, karena keadaan geografis Indonesia, yang terdiri atas ribuan pulau, tersebar dalam jarak seperdelapan khatulistiwa, dihuni oleh penduduk yang mempunyai ratusan macam bahasa dan adat istiadat yang terbentuk selama berabad-abad dalam keadaan isolasi alamiah. Terbentuknya kesatuan dan persatuan sungguh merupakan suatu prestasi nasional yang luar biasa, bila kita pikirkan bahwa negara lain yang kecil namun dilanda oleh perpecahan yang menjerumuskan penduduk ke dalam jurang kesengsaraan. Kesatuan Indonesia dibantu oleh alat komunikasi yang kian canggih dan mendekatkan apa yang semula jauh. Kesatuan bukanlah tujuan akan tetapi suatu jalan atau alat untuk mencapai kesejahteraan dan kemakmuran bagi segenap bangsa Indonesia. Sila Persatuan Indonesia selanjutnya diuraikan sebagai berikut :

(1) Menempatkan persatuan, kesatuan, kepentingan, dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan. (2) Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara. (3) Cinta Tanah Air dan Bangsa. (4) Bangga sebagai Bangsa Indonesia dan ber-Tanah Air Indonesia. (5) Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhineka Tunggal Ika. Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam

Permusyawaratan/ Perwakilan. Kerakyatan atau demokrasi sering ditafsirkan sebagai hak setiap warga negara untuk memilih pemerintahan sendiri. Dasar ini mengakui, bahwa manusia mempunyai hak yang sama untuk menentukan politik negara. Negara itu bukan untuk dinikmati oleh hanya segelintir manusia yang berkuasa politis atau ekonomis, melainkan untuk kepentingan seluruh rakyat. Keputusan diambil berdasarkan musyawarah, dengan jalan perundingan oleh wakil-wakil yang dipilih rakyat dan tidak didiktekan oleh pihak atasan. Agar rakyat dapat mengeluarkan pendapat secara bertanggung jawab, perlulah pendidikan. Demokrasi dikatakan mempunyai tiga prinsip utama, yakni: (1) Rasa hormat terhadap pribadi dan harkat manusia. (2) Kepercayaan, bahwa setiap manusia biasa mempunyai pikiran yang sehat dan dapat berpikir inteligen. (3) Kerelaan berbakti kepada kesejahteraan bersama. Demokrasi menjamin hak setiap warga negara, tanpa menghiraukan kesukuan, agama, jenis kelamin, atau kedudukan. Hal ini antara lain dinyatakan dalam Undang-Undang Dasar yang menyatakan, bahwa "Tidak seorang pun boleh diperbudak, diperulur, atau diperhamba" Asas ini mempunyai pengaruh penting dalam pendidikan, antara lain dalam huhungan orang tua atau guru terhadap anak. Anak pun manusia penuh dan harus dihormati pendapatnya, harus diberi kesempatan mengeluarkan pendapatnya secara bebas, diturutsertakan dalam diskusi dalam hal-hal yang menyangkut

dirinya. Sikap demokrasi menghapuskan sisa-sisa sikap feodalisme dan kolonialisme yang bertindak otokratis dan otoriter. Dalam metode mengajar pun lebih banyak diadakan diskusi dalam suasana bebas namun berdisiplin. Anak wanita diberi kesempatan yang sama untuk menempuh pendidikan apa pun sampai tingkat yang setinggi-tingginya. Sila ini selanjutnya diuraikan sebagai berikut : (1) Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat. (2) Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain. (3) Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama. (4) Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan. (5) Dengan itikad baik dan tanggung-jawab menerima dan melaksanakan. (6) Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur. (7) Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan.

Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia Mempunyai hak yang sama dalam memilih wakil rakyat belum cukup. Setiap orang ingin agar kebutuhannya sehari-hari dipenuhi, seperti makan yang cukup, pakaian, kesempatan berekreasi, memiliki rumah sendiri, menyekolahkan anak sampai tingkat yang setinggi-tingginya, mendapatkan pekerjaan, dan menikmati hari tua yang tenang. Rakyat.kita masih banyak tergolong miskin, walaupun negara kita terkenal sebagai negara yang kaya raya. Kekayaan melimpah, ekspor kita meningkat secara drastis, namun pembagiannya belum merata, sehingga jurang kaya-miskin kian melebar. Sila keadilan sosial menuntut agar kekayaan dan kemakmuran itu

merata bagi segenap rakyat kita. Akan tetapi di samping itu kita tidak boleh enggan menyingsing lengan dan bekerja keras. Anak-anak dididik agar menghormati setiap pekerjaan yang jujur dan tidak memandang rendah terhadap pekerjaan dengan tangan. Anak juga harus diajar hidup hemat dengan menabung untuk hari depan. Akhirnya sila diuraikan lagi sebagai berikut : (1) Mengembangkan perbuatan-perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotong-royongan. (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) Bersikap adil. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban. Menghormati hak-hak orang lain. Suka memberi pertolongan kepada orang lain. Menjauhkan sikap pemerasan terhadap orang lain. Tidak bersikap boros. Tidak bergaya hidup mewah. Tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan umum.

(10) Suka bekerja keras. (11) Menghargai hasil karya orang lain. (12) Bersama-sama berkeadilan sosial. Agar Pancasila daya yang dinamis yang mewarnai seluruh tindakan kita, kita masing-masing harus merenungkan, memahami, menghayatinya dengan berpegang pada "Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila" atau " Eka Prasetia Pancakarsa ". berusaha mewujudkan kemajuan yang merata dan

TUJUAN PENDIDIKAN DI INDONESIA Dalam Tap. MPR No.II / MPR / 1988 tentang GBHN tercantum : Pendidikan nasional berdasarkan Pancasila bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan

Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, berdisiplin, bekerja keras, bertanggung jawab, mandiri, cerdas, dan terampil serta sehat jasmani dan rohani. Pendidikan nasional harus juga mampu menumbuhkan dan memperdalam rasa cinta kesetiakawanan sosial. Sejalan dengan itu dikembangkan iklim belajar dan mengajar yang dapat menumbuhkan rasa percaya pada diri sendiri serta sikap serta perilaku yang inovatif. Dengan demikian pendidikan nasional akan mampu mewujudkan manusia-manusia pembangunan yang dapat membangun diri sendiri serta bersama-sama bertanggungjawab atas pembangunan bangsa. Dalam Undang-undang No. 2 Tahun 1989 Tentang Sistem Pendidikan Nasional (pasal 4), tertera : Pendidikan nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan yang berbudi luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan rohani dan jasmani, berkepribadian yang mantap dan mandiri serta tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Sesuai dengan Garis-garis Besar Haluan Negara, dasar pendidikan Nasional adalah Falsafah Negara Pancasila dan UndangUndang Dasar 1945. Pasal 3 mengatakan: (1) Tujuan pendidikan Nasional adalah membentuk manusia pembangunan yang berpancasila dan membentuk manusia yang sehat jasmani dan rohaninya, memiliki pengetahuan dan keterthripilan, dapat mengembangkan kreativitas dan tanggung jawab, dapat menyuburkan sikap demokrasi dan penuh tenggang rasa dapat mengembangkan kecerdasän yang tinggi dan disertai budi pekerti yang luhur, mencintai bangsanya, dan sesama manusia sesuai dengan ketentuan yang termaktub dalam Undang -Undang Dasar 1945. (2) Seluruh program pendidikan terutama Pendidikan Umum dan bidang studi Ilmu Pengetahuan Sosial, harus berisikan Pendidikan Moral Pancasila dan unsur-unsur yang cukup untuk meneruskan jiwa nilai nilai 1945 kepada Generasi Muda.

ilmu pengetahuan sosial. Memiliki pengetahuan yang fungsional tentang fakta dan kejadian penting yang aktual. Tujuan khusus pendidikan SMA adalah agar lulusan : a.Tujuan Pendidikan Nasional yang sangat umum itu diuraikan lebih lanjut dalam tujuan institusional yakni tujuan yang harus dicapai oleh suatu jenis sekolah tertentu. memiliki bekál untuk terjun ke masyarakat dengan mengambil keterampilan untuk bekerja yang dapat dipilih oleh siswa sesuai dengan minatnya dan kebutuhan masyarakat. baik lokal. kuat lahir dan batin. Memiliki pengetahuan tentang agama atau kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Memiliki pengetahuan tentang berbagai unsur kebudayaan dan tradisi . Menguasai pengetahuan dasar dalam bidang matematika. 2. b. Bagi SMA misalnya tujuan institusional umum ialah agar lulusannya: a. Memiliki pengetahuan tentang berbagai jenis dan jenjang pekerjaan yang ada di masyrakat serta syarat-syaratnya. Menguasai hasil-hasil pendidikan umum yang merupakan kelanjutan dari pendidikan di Sekolah Menengah Umum tingkat Pertama. 6. maupun internasional. 2. 3. Memiliki pengetahuan tentang dasar-dasar kenegaraan dan Pemerintahan sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945. regional. 5. dan bahasa (khususnya bahasa Indonesia dan bahasa Inggris) serta menguasai pengetahuan yang cukup lanjut dalam satu atau beberapa dari bidang pengetahuan tersebut di atas. Memiliki bekal untuk melanjutkan studinya ke lembaga pendidikan yang lebih tinggi dengan menempuh : 1. nasional. d. program pilihan bagi mereka yang mempersiapkan dirinya untuk studi di lembaga pendidikan yang lebih tinggi. c. program umum yang sama bagi semua siswa. 4. Di bidang pengetahuan : 1. Menjamin warga negara yang baik sebagai manusia yang utuh sehat. ilmu pengetahuan alam.

8. 9. Memiliki pengetahuan dasar tentang kependudukan. bebas dan jujur. 4. Percaya pada diri sendiri dan bersikap makarya. Dapat mengapresiasi kebudayaan dan tradisi nasional. 5. 7. kesejahteraan keluarga. c. menguasai sekurang-kurangnya satu jenis keterampilan untuk bekerja sesuai dengan minat dan kebutuhan lingkungan. 8. serta menghormati dan kepercayaan Tuhan Yang Maha Esa yang dianut orang lain. 2. 6. Memiliki kesadaran akan disiplin dan patuh pada peraturan yang berlaku. 9. Memiliki keterampilan sekurang-kurangnya dalam satu cabang kesenian. Memiliki minat dan sikap positif terhadap ilmu pengetahuan. Memiliki keterampilan memecahkan masalah dengan sistematis. Di bidang nilai dan sikap : 1. 7. bangsa. Mencintai sesama manusia. Menerima dan melaksanakan ajaran agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang dianutnya. 3. Menguasai cara belajar yang baik. .nasional. lisan maupun tertulis. 7. Di bidang keterampilan : 1. Memiliki keterampilan mengadakan komunikasi sosial dengan orang lain. dan kesehatan. 6. Memiliki keterampilan olah raga dan kebiasaan olah raga. 2. 3. dan lingkungan sekitarnya. Memiliki keterampilan dalam bidang administrasi dan kepemimpinan. Memiliki rasa tanggung jawab dalam pekerjaan dan masyarakat. b. Menerima dan melaksanakan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. lisan maupun tulisan dan keterampilan mengekspresi diri sendiri. 5. 4. Memiliki keterampilan dalam segi kesejahteraan keluarga dan segi kesehatan. Mampu membawa/memahami isi bacaan yang agak lanjut dalam bahasa Indonesia dan bacaan sederhana dalam bahasa Inggris yang berguna baginya. Memilki sikap demokratis dan tenggang rasa.

rasional dan obyektif dalam memecahkan persoalan. dan tujuan instruksional. Tujuan pendidikan nasional. yang masih dapat bersifat umum. 12. Memiliki minat dan sikap yang positif dalam konstruktif terhadap olah raga dan hidup sehat.10. yang disebut Tujuan Instruksional Umum (TIU) dan Tujuan Instruksional Khusus (TIK). 13. 11. daya kreatif. Memiliki sikap hemat dan produktif. Tujuan-tujuan ini pun masih terlampau umum untuk dapat diwujudkan dalam situasi kelas. sikap kritis. yaitu membentuk manusia pembangunan yang ber-Pancasila. Di bawah ini kami berikan beberapa contoh TIU dan TIK. yang kemudian diuraikan dalam sejumlah butir-butir sebagai penjelasan makna tiap sila. Menghargai setiap jenis pekerjaan dan prestasi kerja di masyarakat tanpa memandang tinggi rendahnya nilai sosial/ekonomi masing-masing jenis pekerjaan tersebut dan berjiwa pengabdian kepada masyarakat. Tujuan itu pun masih bersifat umum dan perlu diuraikan lagi menjadi tujuan yang terperinci yakni : Tujuan kurikuler yaitu tujuan yang harus dicapai oleh suatu program bidang studi. yang harus dicapai oleh suatu pelajaran. namun masih perlu lagi diperinci dalam tujuan-tujuan yang dapat direalisasikan dalam kelas. Contoh 1. Demikianlah secara lengkap tujuan institusional yang harus diwujudkan kepada murid-murid SMA. diuraikan selanjutnya dalam tujuan-tujuan yang lebih kongkrit berupa tujuan-tujuan institusional. Karena itu tiap tujuan institusional masih perlu diuraikan dalam tujuan tiap bidang studi yang mempunyai tujuan yang lebih spesifik. Memiliki kesadaran menghargai waktu. antara lain yang harus dicapai oleh tiap tingkatan dan jenis sekolah. Bidang Studi Mata Pelajaran Topik Kelas : Ilmu pengetahuan sosial : Ekonomi dan koperasi : Produksi nasional dan pendapatan Nasional : I (satu) . 14. Memiliki inisiatif.

Agar siswa dapat menyebutkan kegunaan pengetahuan besarnya Pendapatan Nasional. Tujuan Instruksional Khusus 1. Bidang Studi Mata Pelajaran Topik kehidupan.Semester Waktu : 1 (pertama) : 3 x45 menit Tujuan Instruksional 1. PN Balai Pustaka. Agar siswa dapat menghitung Pendapatan Nasional. Agar siswa dapat menyebutkan akibat dari Pendapatan Nasional yang konstan dari tahun ke tahun. 156).5. 1. Contoh 2. 2. 1. A. Jakarta. 1976. Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan. Pedoman Pelaksanaan Kurikulum. Kelas : I (satu) : IPA : Biologi : Konsep tentang hidup. 1. Tujuan Instruksional Umum Agar siswa mengetahui serta memahami Produksi Nasional dan Pendapatan Nasional.6. 1. h. Agar siswa dapat menjelaskan perbedaan dan persamaan antara Produksi Nasional dan Pendapat Nasional.1. 1. teori-teori tentang asal-usukl . Agar siswa dapat menyebutkan unsur dari Produksi Nasional dan Pendapatan Nasional. uku : III.3.4. Model Satuan Pelajaran. (Dikutip dari: Kurikulum Sekolah Menengah Atas (SMA) 1975.2. 2. Agar siswa dapat mengukur tingkat kemakmuran suatu negara.

Semester Waktu

: 1 (pertama) : 6 jam Pelajaran

Jumlah jam pelajaran yang 6 jam itu dialokasikan sebagai berikut : 3 jam untuk pendahuluan dan 2 jam untuk sub pokok bahasan : 1. Asal kehidupan 2. Ciri-ciri mahluk hidup 3. Pembedaan antara biotik dan abiotik; sedang I jam pelajaran untuk mengadakan evaluasi pokok bahasan tersebut di atas. Tujuan Instruksional Khusus 1. Dihadapkan pada sejumlah perubahan situasi, siswa dapat menyebutkan sifatsifat tertentu yang merupakan sifat khas dari mahluk hidup. 2. Dihadapkan kepada sejumlah pernyataan, siswa memilih pernyataan tertentu yang dikemukakan oleh Teori Generatio Spontanea. 3. Dihadapkan kepada sejumlah usaha untuk perkembangan teori tentang asalusul kehidupan, siswa dapat memilih usaha tertentu yang dicapai oleh percobaan Pasteur. 4. Dihadapkan kepada sifat-sifat zat, siswa dapat memilih zat tertentu menjadi alasan mengapa Stenley Miller menggunakan campuran air, amoniakÄ dan metan dalam eksperimennya. 5. Dihadapkan kepada sejumlah perubahan teori-teori asal-usul kehidupan, siswa dapat menyebutkan perubahan tertentu yang diakibatkan oleh percobaan Stenley Miller. 6. Dihadapkan kepada sejumlah nama orang yang berjasa dalam asal-usul kehidupan, siswa dapat menunjukkan dengan tepat hasil penemuan tertentu dari orang tersebut. 7. Dihadapkan kepada sejumlah kegiatan hidup, siswa dapat menunjukan dengan tepat proses proses yang terganggu akibat kegiatan hidup tertentu. (Kurikulum SMA, pedoman Pelaksanaan, hlm. 184). Dalam contoh-contoh di atas kita lihat usaha untuk menguraikan tujuan instruksional umum menjadi sejumlah tujuan instruksional khusus yang

diharapkan dapat mencapai apa yang terkandung dalam tujuan instruksional umum, atau dalam topik bahasan. Selanjutnya diharapkan, bahwa tujuan instruksional umum ini merupakan bagian dari tujuan bidang studi yang memberi sumbangan kepada tujuan yang lebih tinggi yaitu pembentukan manusia pembangunan yang ber-Pancasila. Walupun jauh jarak antara tujuan instruksional khusus dengan tujuan pendidikan nasional, namun diharapkan bahwa setiap tujuan, betapapun spesifiknya selalu merupakan bagian dan sumbangan kepada tercapainya tujuan pendidikan nasional itu. Tiap tujuan kegiatan mengajar-belajar di sekolah memperoleh maknanya dalam rangka tujuan pendidikan nasional itu. Kita lihat di sini dari suatu usaha untuk memperoleh tujuan yang spesifik, yang dirumuskan sebagai tujuan instruksional khusus. Dasar pikiran ialah bahwa makin spesifik tujuan itu makin jelas diketahui metode untuk mencapainya dan makin mudah pula hasil belajar dinilai sebagai umpan-balik atau feedback untuk membantu anak memperbaiki kekurangannya. Dengan sendirinya semua tujuan yang lebih khusus bertalian erat dengan tujuan yang lebih umum, bahkan merupakan analisis yang makin terinci dari tujuan yang lebih umum. Semua tujuan-tujuan yang khusus merupakan usaha kearah tercapainya tujuan umum yang akhirnya menuju kepada wujudnya tujuan pendidikan nasional. MENGKHUSUSKAN TUJUAN Sejak semula para ahli kurikulum menyadari perlunya merinci tujuan yang bersifat umum menjadi tujuan yang lebih khusus. Tujuan pendidikan nasional dikhususkan menjadi tujuan institusional, yaitu tujuan tiap lembaga pendidikan dari SD sampai Perguruan Tinggi. Tujuan pendidikan institusional yang masih sangat umum ini masih perlu diuraikan menjadi tujuan kurikuler dan selanjutnya dalam tujuan instruksional umum lazim dikenal sebagai TIU dan tujuan instruksional khusus atau TIK. Buku pedoman kurikulum yang diterbitkan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menguraikan tujuan sampai tingkat TIU, sehingga guru mendapat kesempatan untuk merumuskan TIK. Di sini kita harus hati-hati dan jangan

memandang TIK sebagai tujuan yang terpenting yang harus dicapai. Kita keliru bila menganggap bahwa tujuan yang harus dikejar guru adalah TIK. Tujuan pendidikan apa yang ditentukan sebagai tujuan pendidikan nasional. Jadi TIK harus dipandang sebagai langkah untuk mencapai TIU, dan TIU suatu langkah pula guna mencapai tujuan kurikuler dan seterusnya sehingga segala usaha sekolah akhirnya bermuara pada tujuan pendidikan nasional. Tujuan Pendidikan Nasional

Tujuan Institusional

Tujuan Kurikuler

Tujuan Instruksional Umum (TIU)

Tujuan Instruksional Khusus (TIK) Untuk merumuskan TIK kita dapat memperhatikan beberapa petunjuk yang diberikan Robert F. Mager dalam buku Preparing Instructional Objectives Pertama : Rumuskan TIK dalam bentuk kelakuan siswa. Ia harus dapat memperlihatkan penguasaannya dalam kelakuan atau perbuatan yang dapat kita amati, yang "observable" tapi juga yang "measurable" atau dapat diukur keberhasilanya. Untuk itu kita harus menggunakan kata kerja tertentu yang memungkinkan kita mengamati keberhasilannya belajar. Misalnya kata kerja seperti dapat mengatakan, menggambarkan, menguraikan, memperdengarkan, menunjukkan, dan sebagainya. Kata kerja seperti memahami, memikirkan, mengerti, merasakan, dan lain-lain tak dapat dilihat sebab terjadi dalam diri siswa. Kedua : Rumuskan pula kondisi-kondisi di mana kelakuan itu akan nyata, misalnya dengan menggunakan kalkulator, mesin tulis, atlas, kamus, dan sebagainya.

Ketiga : Rumuskan pula secara spesifik kriteria tentang tingkat keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan itu. Misalnya dapat menyebut 9 dari sepuluh butir, mengetik satu halaman dalam waktu tertentu dengan sebanyakbanyaknya 2 salah. Merumuskan tujuan secara spesifik sangat banyak faedahnya. Guru tahu dengan jelas tujuan apa yang harus dicapainya, ia dapat menentukan bahan apa yang harus diberikannya, ia juga dapat memilih metode mengajar yang lebih tepat, dan ia dapat mengetahui hasil belajar siswa. Di lain pihak siswa pun tahu apa yang harus dikuasainya. Karena penilain dapat dilakukan dengan segera, guru dapat memberi balikan guna membantu siswa mengadakan perbaikan. Namun demikian banyak pula kelemahanya. TIK sering berupa fakta, informasi, pengetahuan, yakni tujuan kognitif yang paling rendah menurut taksonomi Bloom. Hasil belajar banyak merupakan hafalan, sehingga kemampuan berpikir kurang dikembangkan. Selain itu apa yang dipelajari berupa pengetahuan yang lepas. Uraian TIU menjadi TIK dapat memecah kebulatan bahan pelajaran, sehingga terjadi atomosasi pengetahuan. Selain itu hal-hal yang bersifat kognitif seperti sikap tidak observable dan measitreable, dan karena itu akan diabaikan. TIK berupa fakta dan informasi tidak mempunyai nilai transfer artinya tidak dapat digunakan menghadapi situasi-situasi yang belum pernah dipelajari. Sistem ujian kita sangat menyuburkan TIK dan oleh sebab hasil belajar berdasarkan TIK dapat diamati dan diukur maka TIK digunakan untuk mengetahui prestasi sekolah, kegiatan guru. Dengan ini guru dan kepala sekolah dapat di minta pertanggungjawaban (accountability).

PERUMUSAN TUJUAN MENURUT HILDA TABA Hilda Taba dalam Curriculum Development memberikan petunjukpetunjuk yang berikut dalam merumuskan tujuan, sebagai berikut: Rumusan tujuan harus meliputi : 1. proses mental, yaitu metode untuk melakukan sesuatu

2. produk, bahan yang bertalian dengan itu. Contoh : `"Memperoleh keterampilan menggunakan peta (proses) untuk mencari ibukota negara-negara di Amerika Selatan (produk)". Memiliki kesanggupan untuk membedakan (proses) fakta dan opini" (produk). Sering rumusan tujuan itu kurang lengkap dan hanya mengemukakan satu aspek, misalnya " keterampilan mengguna-kan peta", atau " kesanggupan berpikir kritis". Jadi dalam merumuskan tujuan hendaknya sekaligus kita cakup "mental process" dan "product of learning". Sering dipersoalkan, yang manakah lebih penting, proses atau produk belajar. Tujuan yang hanya berisi produk, akan mengutamakan penguasaan fakta, informasi, atau pengetahuan. Proses mental seperti kesanggupan menganalisis, menafsirkan, membandingkan, memecahkan masalah, atau berpikir logis diabaikan. Ujian termasuk Ebtanas, sebagian besar mengenai produk dan sangat minimal mengenai proses. Membuat butir-butir ujian dalam bentuk test objektif lebih sukar dan penilaiannya juga lebih sulit. 3. Tujuan yang kompleks harus lebih dispesifikkan, sehingga lebih jelas bentuk kelakuan yang diharapkan. Misalnya, "mengapresiasi kesenian" yang terlampau umum dapat lebih dikhususkan menjadi " mengapresiasi tari Bali". 4. Dalam merumuskan tujuan harus dinyatakan bentuk kelakuan yang diharapkan dari kegiatan belajar itu. Mempelajari agama-agama lain tidak dengan sendirinya memupuk sikap toleransi sebagai basil belajar sampingan atau apa disebut "concomitant learning". Kita harus secara khusus menyebutkan toleransi sebagai tujuan yang ingin kita capai dan memberikan kegiatan-kegiatan belajar yang serasi untuk menimbulkan sikap itu. 5. Tujuan sering bersifat " development", yaitu tidak dapat dicapai sekaligus, akan tetapi harus dikembangkan secara kontinu. Misalnya, " berpikir kritis" atau " kesanggupan memecahkan masalah" memerlukan waktu yang lama agar tercapai. Ada tujuan yang sangat spesifik yang dapat tercapai dalam waktu singkat. Akan tetapi kita keliru bila kita anggap bahwa semua tujuan bersifat terminal dan segera terpenuhi. Ada tujuan yang mungkin tidak tercapai selama

Tujuan yang sangat indah kedengaran. yakni menafsirkan sesuatu. prinsip. menterjemahkannya dalam bentuk lain. atau selama belajar di sekolah itu. akan tetapi ia masih harus mengikuti pclajaran membaca permulaan. Mengetahui. Adakalanya terlampau tinggi kita perk irakan kesanggupan anak. Tujuan hendaknya realistis.. istilah. Pada umumnya tujuan itu meliputi aspek kognitif. PENGKHUSUSAN TUJUAN MENURUT BENYAMIN BLOOM Dalam perumusan tujuan. bahkan ada pula yang tak dapat tercapai sepenuhnya selama hidup.belajar di sekolah. atau selama jam pelajaran. aturan. 7. Karena itu kita harus tahu batas-batas kemampuan anak berdasarkan studi tentang anak dan pengalaman. Tujuan harus meliputi segala aspek perkembangan anak yang menjadi tanggung jawab sekolah. akan tetapi sering pula terlampau rendah. dan tiap ranah dirinci lagi dalam tujuan-tujuan yang lebih spesifik yang hierarkis. yakni : 1. teori. Adakalanya anak-anak telah pandai membaca sebelum masuk sekolah. 2. peristiwa. yang sangat membosankannya. A. yakni mempelajari dan mengingat fakta. Memahami. seperti kerelaan berkorban untuk sesama manusia. kategori. cs. sebaiknya jangan dijadikan tujuan pelajaran. menyerahkan diri sepenuhnya kepada kehendak Tuhan. akan tetapi tidak mungkin terwujudkan. menyatakannya dengan kata-kata sendiri. 6. para penyusun kurikulum banyak memperoleh bantuan dari buku Taxonomy of Educational Objectives (1956) oleh Benjamin Bloom. Mereka membagi tujuan-tujuan pendidikan dalam tiga ranah (domain). kata-kata. Tujuan-tujuan Kognitif Ranah kognitif atau cognitive domain meliputi segi intelektual dan proses kognitif. metodologi. dalam arti bahwa tujuan itu benar-benar dapat dicapai anak pada tingkat dan usia tertentu. konsep. nilai dan sikap serta keterampilan psikomotoris. demikian pula prinsip-prinsip ideal lainnya. dan sebagainya. mengambil kesimpulan .

yaitu menguraikan suatu keseluruhan dalam bagian-bagian untuk melihat hakikat bagian-bagiannya serta hubungan antara bagian-bagian itu. yaitu menggabungkan bagian-bagian dan secara kreatif membentuk sesuatu yang baru. Tujuan-tujuan Psikomotor Ranah psikomotor atau psycho-motor domain. Merespons atau memberi reaksi terhadap gejala. bahkan menaruh komitmen terhadap nilai itu. Mengorganisasi nilai dengan mengkonsepsualisasi dan mensistematisasinya dalam pikirannya. 1. 4. 5. meliputi tingkat kegiatan yang berikut: . menginternalisasinya. menduga akibat sesuatu berdasarkan pengetahuan yang dimiliki. Ia percaya akan kebaikan nilai itu dan rela untuk mempertahankannya. 5. C. menunjukkan minat. dan sebagainya. Mensintesis. atau arsitektur gedung lama. affective domain. yakn menggunakan kriteria untuk menilai sesuatu. mengutamakannya. Ia menunjukkan kesediaannya untuk mendengarnya atau melihatnya dan tidak mengelakkannya. 4. atau masalah tertentu. Menerapkan. perasaan. kondisi. mentransfer. Tujuan-tujuan Afektif Ranah afektif atau. menjadikannya bagian dari pribadinya dan menerimanya sebagai falsafah hidupnya. 6. Menghargai. atau kegiatan itu sambil merasa kepuasan. Mengevaluasi. sadar akan adanya suatu gejala. berkenaan dengan kesadaran akan sesuatu. Mengkarakterisasi nilai-nilai. situasi. 2. yaitu menggunakan apa yang dipelajari dalam situasi baru. misalnya keindahan dalam musik gamelan. B. situasi. dan penilaian tentang sesuatu. 3. Memperhatikan.berdasarkan apa yang diketahui. 3. Menganalisis. menerima suatu nilai.

Menunjukan kemampuan perseptual secara visual. dan memanipulasi. Dalam pengajaran ketiga aspek itu perlu mendapat perhatian. menarik. taktial. kinestetik. Melakukan gerakan yang terampil serta terkordinasi dalam permainan. olah raga. Rincian tiap ranah mempunyai hierarki. melompat. 4. Ketiga ranah itu saling berhubungan sebagai aspek kelakuan manusia. 5. 3. Buah pikiran Bloom cs menjadi populer setelah timbul aliran dalam pendidikan ke arah pengkhususan tujuan. serta mengkordinasi seluruhnya. Misalnya dalam ranah koqnitif. penampilan. Selain memberi pengetahuan tentang suatu bidang studi sebaiknya juga dipupuk sikap positif terhadap bidang studi itu serta keterampilan yang terkait. BEBERAPA TUJUAN PENDIDIKAN LAINNYA Pada tahun 1859 seorang yang bernamaa Herbert Spencer yang pada dasarnya bukan pendidik dan juga tidak mengecap pendidikan formal secara . berpikir. dan lain-lain dan disamping itu juga minat dan penghargaan (afektif) tentang apa yang dipelajari. dan seterusnya. berlari.1. Melakukan gerakan fisik seperti berjalan. Pengetahuan selalu memerlukan keterampilan misalnya keterampilan membaca. sehingga hasil belajar dapat diamati dan diukur. 2. kelenturan. kelincahan dan kecepatan bereaksi. pemahaman lebih "tinggi" daripada pengetahuan penerapan. Mengadakan komunikasi non-verbal. gerakan tangan. dan ekspresi kreatif seperti tarian. dan kesenian. mendorong. Demikian pula halnya dengan rincian ranah-ranah lainnya . Memperlihatkan kemampuan fisik yang mengandung ketahanan kekutan. lebih tinggi dari pada pemahaman. Sering ketiga ranah itu dipisah-pisahkan dalam merumuskan tujuan instruksional khusus. Demikian pula apresiasi musik tak lepas dari pengetahuan dan keterampilan berkenaan dengan musik. auditif. yakni dapat menyampaikan pesan melalui gerak muka.

dari manusia lainnya. mengajukan pertanyaan yang sangat penting. . mencegah penyakit. Tujuan pendidikan yang juga cukup terkenal ialah The Seven Cardinal Principles yaitu tujuh prinsip yang pokok. Rearing a family. 3. Self-preservation. 6. Maintaining proper social and political relationship yaitu memelihara hubungan baik dengan masyarakat dan memenuhi kewajibannya terhadap negara. masih berlaku sampai sekarang dan sering dipertimbangkan dalam pengembangan kurikulum. bertanggung jawab atas pendidikan anak dan kesejahteraan keluarga. 4. Vocational efficiency (efisiensi dalam pekerjaan). Alasan memberinya ialah bahwa pelajaran itu berguna kelak bila melanjutkan pelajaran. Worthy home membership (menjadi anggota keluarga yang berharga). Health (kesehatan). berhitung).teratur jadi lebih merupakan otodidak. Enjoying leisure time yaitu memanfaatkan waktu senggang untuk menikmatinya dengan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan. 2. sebagai berikut : 1. melindungi diri terhadap gangguan yang datang dari alam. Command of fundamental processes (penguasaan keterampilan fundamental seperti membaca. Pengetahuan apa yang paling berharga? Apa yang harus diajarkan yang paling berharga bagi kehidupan seseorang? Ia menganjurkan hal-hal yang berikut: 1. menulis. Securing the necessities of life. mengurus dan memelihara rumah tangga. hidup teratur. dan lain-lain. 4. Banyak yang diajarkan di sekolah yang tidak jelas apa kaitannya dengan kehidupan anak sehari-hari. dari berbagai situasi hidup. hal-hal yang bertalian dengan usaha melangsungkan hidup. seperti hidup sehat. 2. yang hingga sekarang masih harus dipertimbangkan oleh setiap pengembangan kurikulum: " What knowledge is of most worth?". mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan melakukan pekerjaan. 3. Hal-hal yang dikemukakan Herbert Spencer ini kira-kira satu setengah abad yang lalu. Di sini Herbert Spencer sangat mengutamakan relevansi pendidikan.

Satisfaction of relegious needs (pemuasan kebutuhan keagamaan) (1918). Walapun setiap orang mengenal nilai-nilai.akarnya. Filsafat ialah ilmu yang mencari kebenaran sampai akar. memilih jabatan yang tepat. 7. Kita lihat banyak persamaannya dengan apa yang dianjurkan oleh Herbert Spencer sebelumnya. 2. Economic efficciency. memelihara dan mempertinggi tingkat efisiensi kerja. jadi . hubungan antar-manusia 3. 6. Self-realization. agar dapat dikatakan is mempunyai filsafat nilai-nilainya itu harus merupakan suatu sistem. merupakan pembeli yang tahu dan cakap. RANGKUMAN 1. Citizenshop (kewarganegaraan). Sebagai konsumen yang terdidik is merencanakan ekonomi hidupnya sendiri. perwujudan pribadi. Worthy use of leisure (penggunaan waktu senggang secara bermanfaat). mencapai kemajuan dalam jabatan yang dipilih. Setiap tujuan masih diuraikan lebih lanjut. Produsen yang terdidik merasakann kepuasan atas pekerjaan yang baik. 4. mengetahui syarat-syarat dan kesempatan kerja. membentuk norma-norma guna mengatur pengeluarannya. Tujuan-tujuan yang dikemukakan di atas hanya sekadar bahan perbandingan dengan kurikulum kita. yaitu : 1. menghargai nilai sosial pekerjaan. Tujuan pendidikan ditentukan oleh filsafat suatu bangsa. 2. jadi suatu kegiatan intelektual. Misalnya ³economic efficiency" dirinci sebagai berikut. Dalam pengem bangan kurikulum biasanya dipandang sebagai sistem nilai -nilai.5. Civic responsibility. 3. efisiensi ekonomi. mengambil tindakan yang tepat untuk menjaga kepentingannya. tanggung jawab warga negara. Selanjutnya akan kami berikan tujuan-tujuan pendidikan menurut Educational Policies Commission (1938). Human relationship.

agar semua pelajaran diarahkan guna membentuk manusia yang dicita-citakan. 12. Filsafat pendidikan harus menjadi "way of life" yang di terapkan dalam lingkungan sekolah. Tujuan pendidikan kita didasarkan atas Pancasila. Dalam kurikulum sering tercantum tujuan-tujuan yang muluk-muluk tetapi belum tentu dapat direalisasikan. Jadi keadaan sekolah tidak memberi gambaran tentang keadaan yang sebenarnya. Apakah menurut Saudara setiap orang mempunyai filsafat? Coba . Hilda Taba mempersyaratkan agar dalam rumusan tujuan tercakup proses dan produk. 10. 5. 11. 6.konsisten dan saling berhubungan. PERTANYAAN DAN TUGAS 1. Buah pikirannya itu masih berpengaruh sampai sekarang. dan psikomotor dalam segala ting katannya. dan GBHN. 9. Untuk membentuk manusia seutuhnya harus diperhatikan aspek kognitif. Benjamin Bloom membantu dalam merumuskan tujuan yang lebih spesifik dalam ketiga ranah. UUD 1945. 8. Tujuan pendidikan nasional sangat umum dan masih perlu diuraikan menjadi tujuan institusional. 4. afektif. Filsafat bangsa dan negara dengan sendirinya menjadi tujuan pendidikan nasional serta harus pula menjadi filsafat para pengembang kurikulum dan juga guru dalam pelaksanaan nya. tujuan instruksional umum dan khusus. 7. Setiap guru harus mempunyai gambaran yang jelas tentang dasar-dasar pendidikan nasional itu. kurikuler. Herbert Spencer menganjurkan tujuan-tujuan yang relevan dengan kehidupan manusia sehari-hari. Apakah pengertian Saudara tentang filsafat? 2.

SMP. Coba tuliskan nor ma-nor ma yang Saudara junjung tinggi. 6. Se lidiki hingga mana tujuan-tujuan itu telah di liputi oleh bidang studi yang diberikan di berbagai tingkatan sekolah. agar anak dapat menyebut nama wall kota. 5. Bagaimana pendapat Saudara tentang tujuan -tujuan yang dikemukakan Herbert Spencer. dan lain-lain. agar anak dapat mengatakan alamat wall kota. falsafah negara. agar anak mengenal gambar wali kota. pengalaman pribadi. seperti agama. dan Educational Policies Commission? Adakah yang dapat atau tidak dapat Saudara terima? Apa alasan Saudara. dan SMA. Bagaimanakah pandangan Saudara tentang manusia Pan casila? Apakah telah melihatnya dalam kenyataan? 9. 10. Perhatikan persamaan dan perbedaannya.selidiki pada orang-orang di sekitar Saudara apakah mereka dapat dikatakan mempunyai suatu filsafat? 3. 8. Tunjukkan perbedaan kurikulum berhubungan dengan per edaan filsafat pendidikan sebelum dan sesudah kemerdekaan. Diskusikan tujuan pendidikan nasional dalam Kurikulum SMA. Bagai mana ga mbaran Saudara t entang manus ia yang demokratis? Apakah sifat-sifat itu telah nyata di sekolah? Masih adakah pengaruh feodalisme dalam masyarakat kita? 7. Hingga manakah TIK harus dikhususkan. Bandingkan tujuan institusional bagi SD. Apakah guna filsafat bagi pendidikan. agar anak dapat men gatakan usia wali kota. Norma-norma biasanya diperoleh dari berbagai sumber. 11. the Seven Cardinal Principles. 4. Diskusikan dengan teman. misalnya " agar anak dapat mengatakan beberapa tugas wall kota. adat -istiadat. Apakah pengkhu susan TIK tidak dapat berlebihan? . Tunjukkan bagaima na filsafat itu diterapkan dalam kurikulum kita.

lalu tinjau dari segi taksonomi Bloom. Bagaimanakah dapat Saudara ketahui ada tidaknya kesamaan antara tujuan guru dan tujuan siswa. 15. lalu rumuskan TIK-nya. . 16. baik mengenai ranahnya maupun tentang tingkatannya. Minta teman lain juga melakukannya. 14. Diskusikan bila ada persamaan dan perbedaannya.12. Bagaimana syarat yang diajukan Hilda Taba dalam merumuskan tujuan pelajaran. Pilih satu TIU. TIK atau - TIU? Bagaimana hubungan timbal balik antara TIK dan TIU? 13. Selidiki tujuan-tujuan pelajaran. Apakah kebaikan dan kelemahan TIK? Manakah lebih pen ting. Diskusikan. Berikan sejumlah petunjuk tentang perumusan TIK. 17. Beri pendapat Saudara.

Hal ini antara lain disebabkan penelitian dan eksperimen tentang belajar yang dilakukan dalam laboratorium yang terbatas jumlah variabelnya. Banyak macam teori belajar seperti teori ilmu jiwa atau daya atau mental disiplin. antara lain dalam 1. Ada bedanya belajar fakta atau informasi. akan tetapi bagaimana anak belajar membutuhkan pengetahuan tentang berbagai teori belajar. teori Gestalt atau teori lapangan. lain pula mempelajari nilai-nilai. masih belum jelas betul secara terinci apa yang harus dilakukan agar anak belajar. namun masih banyak yang belum diketahui.BAB 3 ASAS PSIKOLOGIS KURIKULUM DAN PSIKOLOGIS BELAJAR PENDAHULUAN Dalam mengambil keputusan tentang kurikulum pengetahuan tentang psikologi anak dan bagaimana anak belajar. Belajar itu ternyata sangat kompleks. PPSI menggunakan teori belajar yang berbeda dengan pendekatan proses. Selain itu yang diselidiki kebanyakan ialah belajar pada tingkatan mental rendah. sangat diperlukan. Apa yang akan dipelajari memerlukan pengenalan perkembangan anak. lain belajar memecahkan masalah. 2. Apa yang dipelajari bermacammacam. Tak ada satu teori belajar yang dapat mencakup segala macam jenis belajar. teori S-R yang behavioristik. merencanakan kondisi belajar yang optimal agar tujuan belajar tercapai. 3. seleksi dan organisasi bahan pelajaran. jadi jauh berbeda dengan situasi belajar di dalam kelas. dan lain-lain dan belum ada teori belajar yang dapat mempertemukannya. yang sering dilakukan terhadap binatang. Walaupun telah banyak diketahui tentang belajar. Guru . sedangkan belajar pada tingkatan mental tinggi masih memerlukan penelitian yang lebih banyak. menentukan kegiatan belajar yang paling serasi. Guru-guru sering tidak menyadari asas teori belajar yang digunakannya.

Anak-anak disuruh mempelajari berbagai macam mata pelajaran yang memberinya berbagai pengetahuan yang menjadi miliknya. Secara tradisional belajar dianggap sebagai menambah pengetahuan. Tiap guru mengajar dapat diketahui teori yang mendasarinya. Bandura. Yang diutamakan ialah aspek intelektual. APA YANG DIMAKSUD DENGAN BELAJAR Apakah sebenarnya belajar itu. Suatu teori belajar ialah suatu pandangan terpadu yang sistematis tentang cara manusia berinteraksi dengan lingkungan sehingga terjadi suatu perubahan kelakuan. Pendapat lain yang lebih populer ialah memandang belajar sebagai perubahan kelakuan. sama dengan proses psikis lainnya. dan ternyata sangat kompleks dan pelik. mengajarnya berbagai pengetahuan. Hilgard. Dalam bab ini akan kita bicarakan teori belajar menurut ilmu jiwa daya (mental disipline). dengan dasar filosofis yang berbeda tentang hakikat manusia. conditioning. keterampilan. Suatu definisi yang sering dikutip ialah yang diberikan oleh Ernest R. teori lapangan. dan Bruner. teori asosiasi (S-R). Tiap orang tua mendidik anaknya. suatu "change of behavior". Namun orang mendirikan sekolah belajar itu dijadikan masalah. teori Gestalt. walaupun guru itu sendiri kurang atau tidak menyadarinya. Definisi belajar berbeda menurut teori yang dianut. Rasanya semua lancar walaupun tak seorang pun memikirkan atau menghiraukan ada tidaknya dasar teorinya belajar dan mengajar dan semua belajar secara wajar. norma-norma. Apa yang dipelajari di sekolah berbeda sekali di rumah atau di ladang. Sejak ada manusia di dunia ini ia belajar dan ada yang mengajarnya. dan sebagainya. Mengenal teori kiranya dapat membantu guru memahami atas dasar apa ia melakukannya. kebanyakan dengan menghafalnya. belum diketahui sepenuhnya. sebagai berikut : .mengajar menurut apa yang diperkirakannya akan memberi hasil yang baik dan ini sering dilakukan dengan menggunakan berbagai teori belajar. Bermacam-macam teori mencoba menjelaskannya ditinjau dari segi tertentu. dan pendapat berbagai tokoh psikologi seperti Gagne.

sikap. kognitif. keterampilan. bahwa "otak" atau mental manusia terdiri atas sejumlah "faculties" atau daya. Demikian pula kemampuan binatang karena pertumbuhan instink. by which an activity originates or is changed through training procedures (Whether in the laboratory on in the natural environment) as distinguishe from changes by factors not atributable to training. daya tanggap. TEORI ILMU JIWA DAYA ATAU MENTAL DISIPLIN Teori pelajar yang paling tua ini beranggapan. 3. kita akan lebih lanjut membicarakan beberapa teori belajar yang banyak diterapkan dalam proses belajar-mengajar. akan tetapi seluruh pribadi anak.day a. kondisi apa yang harus dipenuhi agar terjacti proses belajar yang berlfasil. dan lain-lain. Ia harus mengetahui kelakuan apa yang diharapkan dari anak. Ia dapat melakukan sesuatu yang sebelumnya tidak dapat dilakukannya. Seorang belajar bila ia ingin melakukan suatu kegiatan sehingga kelakuannya berubah. Bila‡ guru mengajar matematika. 2. dan . Bila kita terima belajar sebagai perubahan kelakuan. Jadi belajar tidak hanya mengenai bidang intelektual saja. sejarah. agar bahan pelajaran dapat dikuasai anak. Ia mengetahui hingga manakah taraf perkembangan anak. penghargaan. daya-pikir. Tiap daya mempunyai fungsi tertentu. perbuatan. maka pendidik menghadapi tiga soal : 1. Kelakuan harus kita pandang dalam arti yang luas yang meliputi pengamatan. Seperti yang telah dikemukakan di atas. Ia harus tahu bagaimana anak belajar. maupun psikomotor. minat. seperti membuat sarang. bagaimana guru mengajarkannya. daya-fantasi. biologi. Hal ini berkenaan dengan tujuan yang akhirnya ditentukan oleh falsafah pendidikan.Learning is the process. Perubahan karena mabuk atau keletihan bukan hasil belajar karena tidak diperoleh melalui kegiatan belajar. maka ada daya-ingat. dan lain-lain. pengenalan. efektif. bukan hasil belajar. akan tetapi juga agar anak mempunyai sikap anak yang positif dan menyukai mata pelajaran itu. Ia menghadapi situasi dengan cara lain. Ia hendaknya jangan merasa puas bila pengetahuan anak bertambah.

dapat dipindahkan atau ditransfer dalam bidang-bidang lain dalam kehidupan. bukan penguasaan bahan yang dipentingkan. juga pada daya-pikir ini tak dihiraukan apa yang dipelajari. insinyur. Ada pula sejumlah ilmuwan. Ini berarti bahwa transfer menurut teori ini bersifat mutlak. Penelitian eksperimental membuktikan. tahun-tahun sejarah. bahwa daya ingatan tidak bertambah meningkat kemampuannya dengan menghafal sajak-sajak. Teori ini lazim juga disebut teori mental disiplin. kata-kata asing.lain-lain. bahkan juga kata atau suku-kata yang tidak mengandung arti. Daya-pikir yang telah terlatih akan dapat digunakan untuk memikirkan apa saja. Siswa yang telah terlatih daya-pikirnya melalui matematika akan mudah melanjutkan pelajarannya untuk menjadi ahli hukum. Jadi melatih daya-daya mental itu banyak persamaannya dengan melatih otot. Walaupun telah dianggap tak berlaku lagi. Demikian pula latihan mental dengan matematika tidak dengan sendirinya meningkatkan kemampuan belajar politik atau bahasa. ahli manajemen. dan orang tua merasa yakin akan nilai fisika. Akan tetapi yang tinggal ialah daya-ingat. Itu semua boleh dilupakan. namun di sekolah teori ini masih dianut. apa saja. Daya yang terlatih dapat digunakan untuk apa saja. juga teori berdasarkan "faculty psychology". Daya-ingat misalnya dapat dilatih dengan menghafal nama-nama kota. Tujuan pendidikan ialah memperkuat daya-daya itu dan ini dilakukan dengan latihan untuk mendisiplinnya. Seperti pada daya-ingat. Kesanggupan berpikir yang terlatih dianggap dengan sendirinya dapat dipakai. karena nilai latihnya makin tinggi. Otot terlatih dapat mengerjakan apa saja. . Daya-pikir dilatih dengan menghadapkan anak dengan berbagai soal. matematika untuk meningkatkan kemampuan anak berpikir. Mata pelajaran yang dianggap paling ampuh untuk mendisplin daya-pikir ialah matematika. daya-pikir. makin sulit makin baik. dahulu juga bahasa Latin yang cukup pelik. Di sini yang diutamakan bukan penguasaan bahan. akuntan. pendidik. Demikian pula "otak" yang sudah diasah sampai tajam dapat "menyayat" segala masalah. peningkatan kemampuan berbagai daya mental itu. Teori "mental disipline" ini sekarang tidak dapat diterima oleh kebanyakan ahli psikologi dan pendidik profesional. nama pahlawan.

Tanpa kemauan yang baik. Salah satu fungsi mental ialah berpikir yang dapat dikembangkan dengan bahan pelajaran seperti matematika. masih banyak dianut. Tujuan latihan ini yang utama bukan untuk menguasai bahan matematika. ingatan. karena sulitnya. yakni bagian rohaniah (dalam istilah psikologi ini "mind") dan bagian jasmaniah (substance. Dianggap makin keras latihannya. bahwa manusia terdiri atas dua bagian. maka perlulah dilatih kemauan anak kearah yang baik. . makin kuat otot itu. "Mind substance" dianggap sama dengan otot. lebar.raga. matter. Daya-pikir memberi kemampuan untuk memecahkan berbagai masalah untuk mengambil keputusan. yang menganggap bahwa "mind" itu terdiri atas sejumlah bagian atau "faculty". Seperti halnya dengan latihan otot. Kemauan yang baik dapat menaklukkan hawa nafsu jahat dan memberi kekuatan untuk memilih dan melakukan yang baik. binatang. Yang paling berharga ialah latihan yang diberikan pelajaran itu. Kemauan adalah kunci keberhasilan. manusia tidak dapat memperoleh kebahagiaan dalam hidupnya dalam tnasyarakat. kemauan juga harus diheri latihan keras dengan memberi pekerjaan yang herat. Salah satu pendirian dalam aliran ini ialah faculty psychology. yang dapat dilatih menjadi kuat dan dapat digunakan untuk berbagai pekerjaan. jiwa.Teori ini didasarkan atas anggapan. yang masing-masing mempunyai fungsi atau daya tertentu. Kalau manusia dianggap tidak intrinsik jahat sejak lahir. Daya-kemauan juga dianggap sangat penting. Untuk mendidik anak. Kepercayaan akan dualisme pada manusia. rohaniah-jasmaniah. mempunyai ukuran panjang. Yang utama ialah daya pengenalan. Akan tetapi "mind" tidak mempunyai ukuran namun sesuatu yang nyata ada. imajinasi. body). Daya pengenalan terbagi dalam daya persepsi. perlu "mind"nya dikembangkan dan ini dilakukan dengan latihan. Lokasi "mind" tak dapat ditentukan dengan pasti. Bahannya dapat dilupakan. akan tetapi kemampuan berpikir itu sebagai akibat latihan itulah yang penting. berat. namun dianggap dalam "otak" yang dianggap alat untuk berbagai kegiatan mental. karena kemampuan ini akan memungkinkan anak memikirkan segala hal lain. dan berpikir atau penalaran. tanaman. Makin keras latihan. Substansi fisik ada persamaannya dengan benda lain seperti batu. perasaan dan kemauan. makin berkembang "mind" itu. sulit dan membosankan. gunung.

lain. Akan tetapi anak yang tidak pintar. karena banyak anak yang tak tahan akan keluar atau dikeluarkan dari sekolah. Latihan daya ment l dalam a suatu bidang tidak dengan sendirinya meningkatkan kemampuan dalam bidang lain. Peneliti lain membuktikan bahwa dalam peningkatan kemampuan mental tidak ada kelebihan satu mata pelajaran dibanding dengan pelajaran lain. Pendidikan serupa ini tidak menghiraukan keinginan atau minat anak. Kini teori mental disipline ini sudah tidak diterima lagi di kalangan kebanyakan ahli psikologi.Kalau perlu guru tak perlu segan memberi kecaman. bahkan menggunakan camhuk untuk memaksa anak menyelesaikan pekerjaannya. tidak dengan sendirinya mempengaruhi kebersihan tulisan anak. celaan. hukuman. Sekolah yang menjalankan teori mental disipline ini cenderung disebut sebagai sekolah yang baik. Anak yang pintar sering mengambil matematika di mana ia dapat menunjukkan kepintarannya dan ia akan banyak memperoleh manfaat dari pelajaran itu. misalnya pakaian. Pendirian "mental disipline" ini banyak mendapat kritik dan dibantah kebenarannya secara ilmiah. Demikian pula dibuktikannya bahwa peningkatan kemampuan mental umum hanya sedikit akibat pelajaran di sekolah. fisika. sehingga yang tinggal hanya anak yang pandai. Thorndike dan Woodworth melakukan berbagai eksperimen untuk menguji kebenaran teori ini dan memperoleh kesimpulan. tidak akan bany ak mendapat keuntungan dari pelajaran itu. orangtua dan guru yang yakin akan kebaikan latihan mental ini dan mempraktikkannya di sekolah maupun dalam lingkungan keluarga. melainkan karena keunggulan siswa yang masih bertahan. akan tetapi dapat disangsikan kebenarannya. bahwa teori ini tak dapat dipertahankan secara ilmiah. karena mengutamakan pelajaran yang sulit seperti matematika dan fisika. Melatih kebersihan dalam bidang tertentu. misalnya. Jadi sekolah itu baik bukan karena keunggulan pengajaran dalam matematika. juga tidak memperhitungkan tingkat perkembangan anak. Namun masih ada lagi ilmuwan. Dari segi penelitian ilmiah telah dibuktikan bahwa latihan daya-daya mental tidak otomatis dapat ditransferkan dalam bidang - . matematika tidak lebih unggul dalam melatih anak berpikir dibanding dengan sejarah atau ilmu bumi. kimia. dan lain.

Dalam eksperimennya i6 memberi makanan kapada anjing dan pada saat yang sama ia membunyikan lonceng. yang tidak dapat dilihat dan diabaikan. juga yang menghadapi kuis "Cepat Tepat" menggunakan teori S-R ini. yang pada dasarnya termasuk behaviorisme. Demikian pula "ibu kota Kolumbia" (Stimulus) ialah "Bogota" (Respons).tokoh lain dalan aliran behaviorisme ini antara lain Albert Bandura. namun demikian air liur anjing keluar juga. Robert M. Gagne. yang mementingkan behavior atau kelakuan yang dapat diamati. maka metode yang paling ampuh ialah metode S-R yaitu menghubungkan stimulus dan respon. lonceng dibunyikan tanpa diberi makanan. berupa pertanyaan. Watson (1878. Mereka yang menghadapi ujian Ebtanas atau UMPTN dan lainlain. situasi atau keada. Demikianlah banyak pengetahuan yang dapat dikuasai anak melalui S-R. tetapi bukan dengan cara mendisiplin daya mental.an yang dihadapi. Ide asosiasi telah terdapat pada John Locke dan Herbart akan tetapi baru kemudian teori ini didukung oleh penelitian ilmiah. Dengan mengadakan hubungan antara S-R siswa memberi jawaban yang cepat dan tepat bila menghadapi tes. Tokoh yang sangat mempengaruhi aliran ini ialah Ivan P. Pavlov (18491936). F. Hal-hal yang terjadi dalam din i manusia. Dengan pembedahan ia dapat mengukur air liur yang dikeluarkan anjing itu sewaktu melihat makanan. soal. Bila guru mengajarkan hitungan 2 + 3 = (Stimulus) maka diharapkan jawaban 5 (Respons). Bila sekolah dipandang sebagai tempat memperoleh pengetahuan. Setelah beberapa kali ini dilakukan. Teori ini mulai bangkit setelah karya J. Transfer memang ada. ILMU JIWA ASOSIASI. Dengan stimulus dimaksud rangsangan dari dalam. Bahwa air liur keluar bila disodorkan makanan pada anjing .B. B.1958) bapak aliran Behaviorisme dan Throndike. aliran Connectionisme. Skinner. tapi kebanyakan dari luar. barangkali teori inilah yang paling banyak diterapkan di sekolah. Robert Glasser. Tokoh.bidang lain. Itu sebabnya maka aliran ini dapat mengadakan eksperimen untuk membuktikan kebenaran teorinya. TEORI S-R Dari semua teori belajar lainnya.

air liur (CR) Di sini terjadi suatu proses belajar-mengajar..yang lapar. Masih ada lagi sejumlah hukum belajar lainnya. atau conditioned stimulus. jam menunjuk pukul delapan . sifat bunyi lonceng itu berubah menjadi stimulus yang telah dikondisi. Thorndike. Mendapat pujian. 2. Ia melakukan penelitian dan percobaan dengan binatang. Lampu lalu lintas merah . Apa yang terjadi dapat kita gambarkan sebagai berikut makanan (S) ««««««««««« air liur keluar (R) lonceng berbunyi (S) «««. kita pulang dari sekolah ingin segera makan. akan tetapi yang tersebut di atas kiranya yang paling berguna bagi prose belajar. disertai pujian untuk membangkitkan semangat anak belajar. air liur (R) bunyi lonceng bunyi lonceng (CS) «««««. Anjing dapat diajar mengeluarkan air liur dengan cara mengkondisi. jadi latihan memperkmat hubungan S-R. yakni membunyikan lonceng bersamaan dengan makanan. tidak terjadi apa-apa makanan (S) ««. The Law of Exercise or Repetition.hari. Akan tetapi dalam kondisi seperti di atas. Makin sering S-R dilatih makin lama hubungan itu bertahan. yang menganut aliran connectionisme. Hubungan S-R dipererat bila disertai rasa senang. antara lain 1. memberi . sesuatu yang wajar. lonceng sekolah berbunyi anak berkumpul. ia menemukan sejumlah "hukum belajar".mobil berhenti. Dalam proses belajar itu kita lihat pentingnya ulangan. atau conditioning. dan berkat penelitian yang banyak itu yang jauh melebihi jumlah percobaan oleh Pavlov. dan respon yang diberikan menjadi conditioned response. The Law of Effect. Cara belajar ini banyak terdapat dalam kehidupan sehari. Hal itu tidak akan terjadi bila lonceng dibunyikan. merasa sukses. yaitu hubungan antara dua hal yang dikenal sebagai S-R bond.anak kecil tidur. Tokoh yang banyak pengaruhnya terhadap pengajaran di sekolah ialah Edward L.

makin mampu ia menghadapi berbagai situasi dalam hidupnya. Memberikan respons yang tepat merupakan instrumental untuk memperoleh pujian. Dalam "operant conditioning" organisme. Pengaruhnya sangat besar dalam perkembangan teknologi pendidikan dan di Indonesia PPSI. Semua kelakuan manusia adalah hasil "operant conditioning" atau "operant reinforcement". Alirannnya dikenal sebagai "operant conditioning" yang sangat efektif melatih binatang dan juga bagi anakanak.F. Conditioning oleh Thorndike disebut "instrumental conditioning" karena S-R yang berhasil disertai oleh pujian sebagai upah atau reinforcement. Makin banyak S-R dimilikinya. Tak ada tempat untuk "insight" atau tujuan yang bermakna. Seorang behavioris lain yang juga sangat berpengaruh ialah B. . Belajar ialah perubahan kelakuan atau kemungkinan kelakuan dan ini tercapai melalui "operant conditioning" "Operant conditioning" adalah proses belajar yang mengusahakan mempertinggi kemungkinan timbulnya kelakuan tertentu. Apa sebab anjing itu mengangkat kaki tak dapat dipastikan sebelumnya.dorongan belajar. Proses belajar rasanya mekanistis yang diatur oleh guru. Ialah yang pertama membuat belajar berprograma dan mesin belajar. Manusia dipandang sebagai kumpulan S-R. mungkin inilah bentuk conditioning yang paling tua. Akan tetapi sewaktu kita bersiul. Misalkan seekor anjing mengangkat kaki depannya dan sesaat kemudian diberi makanan (menjadi reinforcement) maka timbul kemungkinan ia akan melakukannya kelak. rasa senang bukan kelakuan yang "observable" dan "measurable". Baginya psikologi adalah ilmu atau science kelakuan yang dapat diamati dan banyak kelakuan yang terlihat. Apa yang dilakukan Pavlov disebut "classical conditioning ". Dari pihak penganut behaviorisme lainnya ia mendapat kritik karena rasa puas. Seorang berbuat sesuatu. karena diberi reinforcement. prosedur pengembangan sistem instruksional. harus melakukan sesuatu. dan pada salah satu stimulus itu anjing itu mengangkat kaki depannya seakan-akan memberi salam. atau bertepuk tangan atau batuk. termasuk manusia. Ia memandang guru sebagai arsitek dan pembangun kelakuan siswa. Skinner.

Manusia. Melalui langkah-langkah ia dapat melatih binatang sampai tercapai kelakuan yang diinginkan. Demikian pula kelakuan manusia dapat dikendalikan sehingga melakukan apa yang telah dicondition. akan tetapi bila timbul kelakuan yang cocok. Skinner sangat berhasil dalam melatih binatang. lalu diberi "reinforcement" berupa "upah atau "reward". Mula-mula organisme. Tiap bagian. . Akhirakhir ini mesin makin merupakan manusia dan dibentuk sesuai dengan manusia. dan tak mungkin dapat diciptakan manusia . "Reward" ini "mereinforce" Respon. tiap langkah dapat dicapai melalui "operant conditioning". "operant conditioning" membentuk kelakuan seperti pematung membentuk segumpal tanah liat.maka kesempatan itu digunakan untuk memantapkannya dengan memberi "reinforcement". sekalipun sangat kompleks. misalnya otak dibandingkan komputer yang berisi modul. Apa yang dilakukan anjing itu disebut operan karena beroperasi terhadap lingkungan dan menimbulkan konsekuensi tertentu. menurut pendapatnya adalah mesin.kecuali dengan cara biologis. Maka karena itu aliran Skinner ini disebut aliran "operant conditioning" yaitu mengkondisi operant. yang menyebabkan akan besar kemungkinan timbulnya Respon ini. Katanya "operant conditioning shapes behavior as the sculptor shapes a lump of clay". Jadi "reinforcement" tidak serentak dengan Respon. Dengan "operant conditioning" ini Skinner dapat membentuk kelakuan. Tujuan dapat dipecah menjadi bagian-bagian kecil. dalam hal ini anjing. juga dapat disebut "reinforcement conditioning" atau mengkondisi "reinforcement". Respons itu menjadi alat atau instrumental guna memperoleh Reinforcement itu. akan tetapi sesudahnya. membuat Respon yang diinginkan. maka dimantapkan dengan "reinforcement". dalam hal ini mendapat upah. Bila dalam langkah-langkah itu timbul yang tidak sesuai maka diabaikan saja. akan tetapi di lain pihak manusia ternyata lebih merupakan mesin.

suatu istilah yang sukar diterjemahkan dan karena itu dipertahankan dalam semua bahasa.tiba. Maka ia menciptakan belajar berprogamma. ia mendapat "insight". individu itu pasif. Wolfgang Kohler dan Kurt Koffka dalam buku " The Mentality of Apes" (1925) dalam eksperimen menguji hipotesis Thorndike tentang "Trial-and-error". TEORI GESTALT Dasar pokok aliran psikologi ini pertama kalinya dirumuskan Max Wertheimer pada tahun 1912 yang berbunyi. jarak antara kelakuan dan reinforcement terlampau jauh. Konfigurasi yang membentuk kebulatan keseluruhan itu disebut dalam bahasa Jerman Gestalt. yaitu bahwa dalam memecahkan suatu masalah." Kelebihan itu terjadi karena manusia cenderung melihat suatu pola. Dalam percobaan dengan simpanse ternyata. bahwa binatang itu memecahkan masalah secara tiba. dan akuntabilitas pendidikan. Demikianlah lahir teori Gestalt. tidak ada langkah-langkah yang sistematis menuju tujuan. " keseluruhan lebih dari jumlah bagian-bagiannya. dan teori psikologi lapangan (field psychology). Kritik Skinner tentang pengajaran di sekolah antara lain bahwa pelajaran tidak disukai. Anak dapat melakukannya menurut kecepatan masingmasing. organisasi. individu atau binatang akan melakukan perbuatan-perbuatan secara acakan dan akhirnya secara kebetulan akan dapat memecahkannya. Teori Skinner ini sesuai dengan teknologi pendidikan. Bila binatang dapat dilatih dengan cara ilmiah apa sebab cara itu tak dapat dimanfaatkan bagi pengajaran di sekolah. Bahan pelajaran dibagi dalam bagian-bagian kecil yang dilatih langkah demi langkah dengan memberikan reinforcement langsung setelah setelah tiap respons. pemecahan dalam hubungan unsur-unsur situasi itu. juga disebut teori organismik. menurut Kohler. ia menerima stimulus dan memberi . dan reinforcement terlampau langka. Salah satu anggapan psikologi behaviorisma yang paling merusak ialah bahwa dalam belajar.Mengenai pelajaran disekolah. integrasi atau konfigurasi dalam apa yang dilihatnya. Skinner melihat bahwa guru mengajar sangat tidak efisien dan efektif. karena. belajar kompetensi.

yang mungkin benar atau tidak. "Insight" belum berarti memahami suatu masalah sepenuhnya. mengadakan eksplorasi. menggunakan imajinasi dan bersifat kreatif. Manusia seperti mesin yang sangat baik desainnya yang dapat dikendalikan. "Insight" adalah jawaban atau hipotesis sementara. ialah "insight". akan tetapi dalam bidang sosial yang tidak bertindak ilmiah. ³Insight" juga belum dapat digeneralisasi. bahkan percaya akan mistik dan superstisi. Untuk itu jumlahnya harus cukup banyak dengan pengalaman yang kaya. dalam belajar siswa mempunyai tujuan. karena terjadinya dalam lompatan pikiran dan intuisi. jadi jauh berbeda dengan psikologi behavioristik yang memandang belajar sebagai mekanistik dan deterministik. Belajar ialah mengembangkan insight pada anak dengan melihat hubungan antara unsur-unsur situasi problematis dan dengan demikian melihat makna baru dalam situasi itu. . Guru tak dapat memberi " insight". Namun transfer tidak dengan sendirinya akan terjadi. hubungan antara unsur-unsur suatu masalah. pada suatu saat tiba-tiba menjadi terang. Kebenarannya masih perlu diuji. misalnya fisika. walaupun dapat membantu. Generalisasi yang diperoleh sering dirumuskan dalam bentuk " Jika maka Bila tercapai generalisasi maka dapat digunakan atau ditransfer dalam situasi lain yang pada prinsipnya menunjukkan persamaan. Seorang sarjana dapat bersifat ilmiah dalam bidangnya.respons secara sereotip dan otomatis. Simpanse memperoleh "insight" dan tentu tak dapat membahasakannya. menurut makna yang dilihatnya dalam situasi itu. dinyatakan dengan kata-kata. "hunches" petunjuk yang samarsamar tentang adanya pola. Atau ia tidak mengenal situasi dalam hubungannya dengan prinsip itu. dan sering dapat diverbalisasikan. "Insight" ialah mula-mula adanya perasaan. Stimulus dianggap sebab dan respons dianggap sebagai akibat. akan tetapi hingga batas tertentu. Belajar bukan sesuatu yang pasif. Kunci dalam psikologi Gestalt. murid sendirilah yang harus menemukannya sendiri menurut pikirannya sendiri. Siswa dapat dikendalikan oleh guru dengan bahan yang dipilih pengembang kurikulum. walaupun prinsip itu telah dipahami sepenuhnya. Manusia dapat dikondisi menurut kemauan penguasa atau masyarakat. Bagaimana timbulnya " insight tak selalu.

makin dikenalnya life-space siswa. prinsip-prinsipnya. namun ia lebih memperhatikan kepentingannya sendiri. Untuk memahami seseorang. belajar adalah proses interaksional. Psikologi ini disebut juga psikologi lapangan kognitif. halangan antara dirinya dengan tujuan. atau tak sanggup menerapkannya. Belajar ialah modifikasi life-space. dan bagaimana ia menggunakan kognisinya dalam tindakannnya terhadap lingkungan atau "life-space"nya dengan segala faktor yang terdapat didalamnya. buah pikirannya. dan segera bila siswa merasakan ia memahaminya. juga penganut teori keseluruhan. ia disuruh mengaplikasikannya. Membantu siswa memperoleh generalisasi dapat dilakukan dengan tiga cara. jalan yang mungkin ditempuhnya dan sebagainya. Menurut teori lapangan. Ternyata. makin dapat ia meramalkan kelakuan siswa itu dan dengan demikian makin dapat ia memberi bantuan. Kurt Lewin (1890-1947).atau ia tak mau. Ketiga : Guru memberi latar belakangnya. misalnya ia tahu harus berkorban untuk sesama manusia. adalah pionir psikologi lapangan atau field psychology. kita harus mengetahui segala sesuatu tentang dirinya. Kedua : Guru memberi latar belakang secukupnya. hal-hal yang ingin dielakkannya. konsep diri dan apa saja yang dapat mengidentifikasi dirinya. . Kognitif berasal dari " cognoscere" (Latin) artinya mengenal tentang bagaimana cara orang memahami dirinya dan lingkungannya. Bagi guru. Dengan lapangan psikologis dimaksud situasi psikologis di mana ia berada. Pertama: Guru merumuskannya. Transfer dapat terjadi bila terbuka kesempatan untuk menerapkannya dalam situasi yang dilihatnya sebagai kesempatan dan ada hasrat untuk menggunakannya. dalam mana individu memperoleh "insight" baru atau modifikasi yang lama. bahwa metode kedua lebih efektif dalam transfer. lalu merumuskannya. menjelaskannya dan kemudian menyuruh siswa menerapkannya. yang meliputi tujuan seseorang. siswa disuruh menemukan generalisasinya.

dan menguji hipotesis. Kalimat itu sendiri baru diketahui artinya dalam hubungannya dengan . antara data. yaitu kemungkinan jawaban dalam bentuk generalisasi yang ditemukan sendiri. menganalisis. Sebuah kalimat lebih berarti daripada jumlah kata-kata atau hurufnya. Belajar itu berdasarkan keseluruhan Keseluruhan lebih dari jumlah-jumlah bagian. Bedanya dengan proses ilmiah ialah. 3.John Dewey yang juga termasuk penganut teori Gestalt. Mentes hipotesis dengan menguji implikasi atau konsekuensi hipotesis berdasarkan data atau pengalaman. Mengenal dan merumuskan masalah. dan proses deduktif. organismik atau teori lapangan kognitif. mencari. Mengubah bagian akan mengubah juga keseluruhannya. Prinsip-prinsip belajar menurut teori Gestalt. Mengambil kesimpulan. 2. Pada dasarnya. Mengubah atau menghilangkan suatu kata akan mengubah arti seluruh kalimat itu. 4. pengumpulan data. menolaknya. Kata-kata dalam kalimat dapat dipahami dalam hubungannya dalam kalimat itu. memandang berpikir sebagai proses reflektif yang pada dasarnya tak berbeda dengan berpikir ilmiah. Masalah timbul bila terdapat perbedaan atau pertentangan antara tujuan-tujuan. 1. dan sebagainya. 5. Dalam cara berpikir ini digabungkan proses induktif. semua generalisasi merupakan hipotesis yang senantiasa perlu diuji kebenarannya. Hipotesis itu berkisar antara dugaan berdasarkan informasi minimal sampai prinsip atau hukum dengan verifikasi yang tinggi tarafaya. Langkah-langkah dalam pemecahan masalah menurut Dewey telah cukup terkenal : 1. Bagian-bagian hanya mengandung arti dalam hubungannya dengan keseluruhan. bahwa dalam pemikiran reflektif tidak digunakan laboratorium sehingga dapat digunakan dalam pemecahan segala macam masalah termasuk masalah sosial. yakni menerima hipotesis. atau menyatakan bahwa berdasarkan data yang ada belum dapat diambil kesimpulan. Merumuskan hipotesis itu. implikasi hipotesis dengan mengumpulkan data atau memodifikasinya. yang harus diuji kebenarannya. Menyelidiki pengetahuan.

Dalam menyelesaikannya mungkin sekali anak-anak mempelajari hal-hal berkenaan dengan sejarah. suatu keseluruhan yang menghadapi situasi-situasi bukan hanya secara intelektual. melainkan senantiasa sebagai bagian dalam hubungan yang lebih luas. ilmu hayat. Bagian-bagian hanya berarti dalam hubungannya dengan keseluruhan. akan tetapi apa saja yang dipelajari. Demikian pula pendidik-pendidik modern berpendapat bahwa mata pelajaran-mata pelajaran yang lepas-lepas kurang manfaatnya sebab tidak berdasarkan atas keseluruhan ini. ia seorang pribadi. Fakta-fakta yang lepas tidak mengandung arti dan karena itu mudah dilupakan. baik mengenai isinya maupun mengenai organisasinya. sosial. bahwa ia akan menggunakannya kelak bila ia telah dewasa Pengajaran serupa ini sering disebut intelektualistis. Prinsip keseluruhan ini ternyata mempunyai pengaruh yang besar sekali terhadap kurikulum. Anak yang belajar merapakan keseluruhan Sekolah yang tradisional bertujuan : menyampaikan kultur atau kebudayaan kepada murid-murid dengan jalan menumpukan sejumlah pengetahuan ke dalam ingatan anak dengan harapan. Menghapal peristiwa-peristiwa atau tahun-tahun dalam sejarah atau nama-nama dan hasil bumi dalam mata pelajaran IPS tak berapa faedahnya. kesenian dan sebagainya. Tetapi anak itu tidak hanya mempunyai intelek saja. Pengajaran serupa ini lazim disebut pengajaran "unit" atau pengajaran proyek. tidak merupakan fakta-fakta terlepas. Itu sebabnya maka orang berusaha untuk mengadakan hubungan antara berbagai mata pelajaran yang disebut korelasi antara mata pelajaran.keseluruhan karangan atau cerita. sebab dititik-beratkan pada pendidikan intelek atau dalam kebanyakan hal sebenarnya pada pendidikan ingatan saja. malahan dapat juga meniadakan segala batas-batas antara mata pelajaran.mata pelajaran dengan meng-integrasi-kannya. Bila Icita . dan jasmaniah. Musik yang dimainkan oleh suatu orkes berbeda sekali dengan jumlah lagu-lagu yang dimainkan . melainkan juga secara emosional. 2. Yang diberikan ialah masalah atau pokok yang luas yang harus dpecahkan oleh anak-anak.oleh setiap pemain satu per satu. bila kita tidak memahami hubungannya dengan keseluruhan yang lebih luas.

mengajarkan IPS misalnya, kita dapat berusaha, sehingga anak itu mengerti akan bahan pelajaran itu. Akan tetapi di samping.itu murid itu mungkin juga belajar benci akan gurunya atail kepada pelajaran itu atau kepada segala sesuatu yang berbau pelajaran sekolah. Mengenai pendidikan intelektual mungkin kita mencapai hasil yang baik, akan tetapi dalam pendidikan emosinya kita gagal. Sebab itu, dalam pengajaran modern, orang bukan hanya mengajarkan berbagai mata pelajaran, akan tetapi mengutamakan tujuan mendidik si anak, membentuk seluruh pribadinya anak seutuhnya. Dalam pada itu, anak itu tidak hanya dipandang sebagai murid sekolah saja; pribadi anak tidak dapat dilepaskan dari kehidupannya di luar sekolah, di rumah, dan di lingkungan sekitarnya. Suasana sekolah sedapat-dapatnya diselaraskan dengan suasana rumah. Sekolah hendaknya dijadikan bukan hanya tempat anak mempelajari berbagai-bagai ilmu, akan tetapi juga tempat mereka hidup dan belajar hidup. Kurikulum di sekolah disesuaikan dengan apa yang diperlukan anak bagi kehidupannya sehari-hari. Dengan demikian dicegah adanya jurang yang sering terdapat antara sekolah dengan kehidupan di luar sekolah untuk mencapai integrasi pribadi murid. 3. Belajar berkat "insight" Teori asosiasi mementingkan ulangan dan pembiasaan dalam proses belajar. Belajar serupa ini bersifat mekanis. Teori organisme. memandang "insight", pemahaman atau tilikan sebagai syarat mutlak dalam hal belajar. Dengan "insight" dimaksud suatu saat dalam proses belajar, sewaktu seseorang melihat atau mendapat pengertian tentang seluk-beluk sesuatu, atau melihat hubungan tertentu antara unsur-unsur dalam suatu situasi yang mengandung suatu problema atau kepelikan. Dalam percobaan oleh Kohler dengan simpansi, binatang itu berhasil menyambungkan dua kerat bambu untuk meraih pisang yang diletakkan di luar kandangnya. Pada saat kera itu melihat hubungan antara unsur-unsur dalam situasi yang problematis itu, (yakni antara unsur-unsur bambu, dirinya, jeruji, pisang) ia memperoleh "insight" atau suatu "Aha Erlebnis".

Hal yang demikian terjadi juga pada manusia yang menghadapi situasi yang mengandung kesulitan dan sering secara tiba-tiba memahami seluk-beluk situasi itu, setelah ia mendapat "insight". Pemahaman tidak diperoleh semata-mata dengan jalan mengulangulangi dan latihan-latihan seperti pada teori asosiasi. Apa sebenarnya "insight" ini belum dapat dijelaskan sepenuhnya. Bagi pembinaan kurikulum, prinsip "insight" ini berarti bahwa anak-anak harus dihadapkan kepada masalah-masalah, dalam bentuk proyek atau unit yang mengandung problema-problema yang harus dipecahkan. 4. Belajar berdasarkan pengalaman Belajar memberi hasil yang sebaiknya-baiknya bila didasarkan pada pengalaman. Pengalaman ialah suatu interaksi, yakni aksi dan reaksi, antara individu dengan lingkungan. Individu menjalani pengaruh lingkungan, jadi ada aksi dari lingkungan terhadap individu, akan tetapi sebaliknya individu juga bereaksi terhadap pengaruh lingkungan itu. la berbuat sesuatu, yakni mempertimbangkan, mengolah, memikirkan pengaruh lingkungan itu. Bila seorang anak kena api, maka hal itu suatu kejadian atau peristiwa dan belum merupakan suatu pengalaman. Kejadian itu akan menjadi pengalaman, apabila anak itu mengolahnya, menghubungkannya dengan pengalaman yang sudah,

mentafsirkannya, dan mengambil kesimpulan, bahwa api itu sesuatu yang berbahaya yang dapat menimbulkan rasa sakit, sehingga ia dapat menentukan sikapnya dan dapat menjaga diri terhadap api kelak. Berkat pengalaman itu ia belajar, kelakuannya berubah, artinyä bahwa ia bertindak lebih efektif dan serasi dalam menghadapi situasi-situasi hidupnya. Anak itu mula-mula akan memandang api sebagai sesuatu yang berbahaya, akan tetapi berdasarkan pengalaman-pengalaman lain ternyata bahwa api itu tidak selalu berbahaya, akan tetapi banyak sekali manfaatnya dan memberi kesenangan kepada manusia. Pengalaman pertama rupanya tidak benar seluruhnya dan .karena itu harus dirombak, direorganisasi atau disusun kembali. Belajar ialah reorganisasi pengalaman-pengalaman yang lampau yang ternyata tidak Iengkap, tidak sempurna. Oleh sebab tidak ada pengetahuan dan pengalaman kita yang

sempurna, kita harus senantiasa mereorganisasi pengalaman kita selama kita hidup. Pendapat lama dan teori-teori yang lampau sering harus disempurnakan atau diganti dengan yang baru ternyata lebih balk daripada yang sudah-sudah. Manusia senantiasa membuat penemuan baru dan mereorganisasi pengetahuan yang lama dan dengan demikian memperluas kebudayaan dunia. Manusia terus belajar dan tak akan kunjung selesai meningkatkan pengetahuannya. Belajar itu baru timbul bila seseorang menemui suatu situasi baru, suatu soal, kesulitan atau problema. Dalam menghadapinya ia akan menggunakan segala pengalamannya yang sudah-sudah. Jika dengan pengalaman-pengalaman itu ia sanggup mengatasinya, tidak akan timbul proses belajar. Ia sekedar menggunakan pengalaman yang lampau itu. Tetapi bila ternyata bahwa penga lamannya yang ada tidak cukup untuk mengatasinya, ia akar, mengalami semacam frustrasi. keseimbangannya terganggu, lalu ia mencoba mencari jalan untuk memecahkan soal itu. Di antara percobaaan itu ada yang tak berhasil, itu dikesampingkannya. Percobaan itu dilanjutkannya jadi proses belajar berlangsung tertr sarapai kesulitan itu diatasinya. Di sini pun kita lihat, seperti dianjurkan oleh penganut-penganut prinsipprinsip belajar yang telah tersebut di atas betapa perlunya diusahakan, agar kurikulum itu berupa problema-problema yang dihadapkan kepada anak-anak untuk dipecahkannya agar ia belajar. 5. Belajar ialah suatu proses perkembangan Manusia ialah suatu organisme yang tumbuh dan berkembang menurut caracara tertentu. Kita tak dapat mengajarkan segala sesuatu yang kita kehendaki. Anak-anak baru dapat mempelajarinya dan mencernakannya, bila ia telah matang untuk bahan pelajaran itu. Kita ketahui, bahwa kepada anak-anak kelas satu SD belum dapat diberikan teori-teori tentang listrik atau tata negara, karena mereka belum matang untuk itu. Kesiapan anak untuk mempelajari sesuatu tidak hanya ditentukan oleh kematangan atau taraf pertumbuhan batiniah, tetapi juga dipengaruhi oleh

lingkungan, yakni oleh pengalaman-pengalaman yang telah diperoleh anak itu. Misalnya kesiapan untuk membaca akan lebih cepat terdapat pada anak-anak yang telah berkenalan dengan buku-buku bergambar di rumah atau yang sering dibacakan cerita-cerita dari buku oleh ibu bapaknya, sebelum ia menginjak sekolah, daripada anak-anak yang tidak pernah memperoleh pengalamanpengalaman dengan buku. Jadi tak perlu kita hanya menunggu-nunggu saja. Kita dapat menciptakan situasi- situasi dan lingkungan bagi anak yang dapat mempercepat atau membangkitkan kesiapannya untuk mempelajari sesuatu. Dalam hal ini tak semua anak sama. Anak-anak berbeda pengalaman dan kematangannya, sekalipun umurnya sama. Perbedaan individual ialah suatu prinsip yang harus dipikirkan dalam pembinaan kurikulum. Memaksakan semua anak mempelajari bahan yang sama tidak dapat dipertahankan. Karena itu kurikulum harus disusun sedemikian, sehingga sedapat mungkin dapat disesuaikan dengan perbedaan individual, baik mengenai kuantitas maupun kualitasnya. Anak yang pandai harus diberi kemungkinan menyelesaikan lebih banyak pelajaran daripada anak yang kurang pandai dan anak -anak harus dapat mengembangkan bakatnya dalam berbagai lapangan. 6. Belajar ialah proses yang kontinu Anak-anak tidak hanya belajar di sekolah, akan tetapi juga di luar sekolah. Mereka memperoleh juga pengalaman-pengalaman berkat radio, surat kabar, majalah, pergaulan di rumah, perkumpulan pemuda, kepanduan, bioskop, permainan, dan sebagainya. Malahan kerapkali hal-hal yang dipelajari dengan tak sengaja di luar sekolah dan sebelum bersekolah lebih mendalam lagi, oleh sebab tujuan- tujuan yang mereka kejar di situ lebih menarik, lebih memuaskan, lebih menyenangkan dan sesuai dengan kebutuhannya daripada tujuan-tujuan yang ditentukan dan sering dipaksakan oleh sekolah. Lagi pula di luar mereka banyak memperoleh pengalaman- pengalaman langsung atau first-hand experiences. Mereka tidak bicara tentang padi, ikan, layang-layang dan sebagainya, akan tetapi mereka turut memotong padi, mereka menangkap ikan di sungai, mereka membuat dan bermain layang- layang dan sebagainya. Di sekolah mereka kebanyakan membaca dan mendengarkan saja. Kurikulum yang modern

menyesuaikan pelajaran sekolah dengan kehidupan, permainan, kesukaan, dan minat anak di luar sekolah. Apa yang dahulu dianggap sebagai aktivitas extrakurikuler, yakni aktivitas anak di luar pelajaran seperti perkumpulan sekolah, hobby anak-anak, kepanduan dan lain-lain, dimasukkan oleh sekolah ke dalam kurikulum, jadi menjadi tanggung jawab sekolah. Kontinuitas juga diusahakan dengan meniadakan tinggal kelas. Anak yang tinggal kelas tidak kontinu pelajarannya oleh sebab ia harus mengulangi bahan yang sama selama satu tahun. Kurikulum hendaknya disusun sedemikian, sehingga tiap anak terus maju sesuai dengan kecepatannya masing-masing. Kontinuitas harus pula ada dalam pelajaran sekolah rendah, menengah, dan tinggi. Seperti anak main dari kelas yang satu ke kelas berikutnya, demikian pula anak itu harus pula maju dari sekolah rendah ke sekolah menengah dan seterusnya. Pertanyaan timbul, apakah Sekolah Dasar harus terpisah benar-benar dari SMP dan sekolah ini harus terpisah pula dari SMA ? Apakah tidak dapat disatukan sekolah-sekolah itu seluruhnya menjadi sekolah dari kelas 1 sarnpai kelas 12 ? Kontinuitas akan terganggu pula apabila pelajaran di sekolah berlainan atau bertentangan dengan norma-norma yang diajarkan di rumah. Maka timbullah konflik dalam diri si murid. Ia harus berpegang pada dua macam norma. Apa yang dipelajarinya di sekolah tidak dapat dilangsungkan dan dipraktikkan di rumah. ltu sebabnya sekolah harus mengenal keadaan, kebiasaan, adat-istiadat di rumah anak. Sekolah harus bekerja sama dengan rumah dan badan-badan lain dalam masyarakat sehingga sêmuanya turut serta membantu perkembangan anak yang harmonis. Sekolah modern mengajak orang tua agar turut serta dalam menentukan kurikulum. Dari orang tua sungguh dapat diterima saran-saran yang baik sekali untuk dipertimbangkan oleh staf guru-guru agar dimasukkan ke dalam kurikulum. Sering pula orang tua diminta bantuannya untuk turut melaksanakan kurikulum. 7. Belajar lebih berhasil bila dihuhungkan dengan minat keinginan dan tujuan anak.

sekalipun teori musik itu sendiri kurang menarik. Lain halnya kalau di suatu daerah berjangkit penyakit. Tujuan anak ialah mencapai angka yang baik. Motivasi yang intrinsik ini tentu lebih baik hasilnya. Kurikulum di sekolah yang tradisional sepenuhnya ditetapkan oleh pihak atasan. Dikatakan bahwa anak itu didorong oleh motivasi yang intrinsik. kurikulum sedapat mungkin disesuaikan dengan minat kebutuhan dan tujuan-tujuan yang hendak dicapai oleh anak-anak. Kita dapat mengajarkan kepada anak-anak hal-hal tentang bermacammacam penyakit yang kemudian ditanyakan pada ulangan. Proyek itu dibicarakan dan dirundingkan bersama oleh guru dan murid-murid agar mereka lebih jelas memahami tujuan dan faedahnya. kerap kali tanpa melihat faedah yang langsung bertalian dengan tujuan dan minatnya. Seorang murid yang berbakat dan ingin menjadi penyanyi akan giat mempelajari teori musik. Di sini anak-anak turut serta menentukan kurikulum. lalu anak-anak belajar betul-betul untuk mengetahui seluk-beluk penyakit itu agar dapat menjaga diri terhadap penyakit itu. sebab ia ingin mencapai tujuan yang terkandung dalam pelajaran itu sendiri. usaha itu mengandung arti baginya. Di sekolah yang menginsafi hal ini. ia yakin akan ada faedahnya bagi kehidupannya dan karena itu ia giat belajar. anak -anak dipaksa . yang sebenarnya letak di luar pelajaran itu. Di sini kebanyakan digunakan motivasi ekstrinsik. Pelajaran diberikan dalam bentuk unit atau proyek yang berkenaan dengan masalah-masalah yang dihadapi oleh anak-anak.Hal ini tercapai apabila pelajaran itu langsung berhubungan dengan apa yang diperlukan murid-murid dalam kehidupannya sehari-hari atau apabila mereka tahu dan menerima tujuannya. oleh sebab sesuai dengan tujuannya. Anak seperti ini didorong oleh motivasi yang ekstrinsik sebab ia mengejar tujuan. Akan tetapi dalam hubungannya dengan cita-cita anak itu. Ia memahami tujuan pelajaran itu. atau ingin menyenangkan hati orang tuanya. takut tinggal kelas. Murid-murid tidak diajak berunding dan mereka harus menerimanya. Atau barangkali ia belajar karena takut kepada guru.

Ada halhal yang mungk in kurang disukai oleh anak-anak namun hams mereka pelajari karena tuntutan masyarakat. Membina kurikulum yang baik ialah suatu hasil usaha bersama antara pihak atasan dengan guru -guru. yang turut mempengaruhi kurikulum dan proses belajar mengajar. dan konsis belajar Gagne. Memperturut keinginan anak saja tidak menjamin usaha yang efektif ke arah tujuan pendidikan. Buah pikirannya mendominasi pendidikan guru dan pendidikan umumnya di Amerika Serikat dan bagian lain dunia ini dan hingga sekarang idenya masih banyak digunakan. dapat dipandang sebagai tokoh pertama psikologi belajar modern yang menyimpang dari teori ilmu jiwa daya. belajar sosial Bandura. ini sekali-kali tidak berarti bahwa seluruh kurikulum semata-mata ditentukan oleh keinginan anak saja. bahwa kurikulum disesuaikan dengan minat dan tujuan anak. Kalau di atas dikatakan. murid-murid orang tua serta badan-badan lain dalam masyarakat. namun dalam praktik apa yang dikemukakannya masih berlaku. Herbart (1776-1841) pengganti filsuf Jerman terkenal Immanuel Kant tahun 1841. antara lain apersepsi Herbart. Akan tetapi ini tidak berarti pula bahwa keinginan dan kebutuhan anak harus diabaikan begitu saja. bahwa anak-anak diajak turut berunding. Di sini akan kami berikan lagi beberapa teori belajar yang terkenal. atau berpusat pada keinginan anak melulu dan mengalami kesulitan-kesulitan. konseptualisme Bruner.belajar dengan macam-macam hukuman dan pujian dengan angka-angka dan ujian-ujian. Herbart terkenal karena konsep appersepsi yang dikemukakannya.F. Apersepsi ialah proses asosiasi antara ide atau Vorstellung yang baru dengan yang lama yang tersimpan dalam bawah sadar individu. Anak-anak tidak mengenal tujuan pendidikan dan karena itu tidak mungk in mengetahui apakah yang juga perlu bagi mereka. Cara ini memang pernah diadakan pada sekolah progresif yang child -centered. Pengaruh Herbart dalam abad dua puluh sangat besar. TEORI APERSEPSI HERBART J. Setiap ada masuk persepsi baru . walaupun tidak di bawah namanya. Secara teoretis namanya telah lenyap dari dunia psikologi dewasa ini.

atau kemajuan teknologi. Masalah asosiasi telah dikemukakan Aristoteles pada abad ke-4 SM. masih kosong seperti papan tulis bersih. akan tetapi tak mempunyai kesempatan bergabung lambat laun akan lenyap dengan sendirinya. Ide mempunyai kekuatan bergabung atau menolak bergabung. Menurut Locke ide-ide itu pasif. yang datang berurutan (suksesi). Sebelumnya. Sebaliknya ide yang telah tersimpan. Bagi Herbart semua persepsi pada hakikatnya apersepsi. Ide yang lama berlomba kekuatan untuk memasuki alam sadar untuk menyambut ide baru. Apa saja yang diketahui manusia datangnya dari luar diri orang itu. Akan tetapi perangsang. suatu pengamatan atau ide tak ada artinya dan tak akan diperdulikan. berpendapat bahwa ide-ide itu aktif. atau perjalanan yang pernah diIakukan ke luar negeri. mengisi mind itu. Bila seorang melihat kapal terbang misalnya. dan hanya merupakan wadah tempat asosiasi itu berlangsung. John Locke (1632-1704) telah mengemukakan teori "tabula rasa" yang mengatakan bahwa "otak" (mind) manusia semulanya waktu lahir. Akan tetapi manusia itu sendiri pasif. yang mempunyai persamaan anti (similaritas) dan yang berlawanan (kontras). misalnya "murid" dan "guru" akan saling menarik. pengalaman dari luar. jadi berlomba untuk bergabung dengan ide baru yang masuk.maka ia disambut oleh yang lama. Melalui asosiasi diperoleh ide yang sederhana. Tanpa pengalaman yang ada. . dinamis. mempunyai kekuatan untuk bergabung. maka mungkin akan timbul ide burung. Persepsi atau pengamatan diperoleh dari lingkungan melalui alat-dria. entah yang mana bergantung pada kekuatan ide yang disimpan atau bahan persepsi yang tersedia. Dalam "otak" itu terjadi hubungan atau asosiasi antara ide-ide. yang menjadi lebih kompleks melalui asosiasi selanjutnya. ada afinitas menarik atau menolak. akan tetapi "murid" dan "ramalan cuaca" mungkin tidak. Jadi "mind" itu adalah isinya. Penggabungan ide-ide dapat dibandingkan dengan proses kimiawi atau "mental chemistry". Herbart sebaliknya. oleh setiap persepsi cenderung akan bergabung dengan bahan yang telah ada. Dikatakannya bahwa asosiasi cenderung terjadi antara hal-hal yang tampil bersamaan (kontiguitas).

Jadi kemauan bergantung pada pikiran. Apa yang disebut apersepsi. Tujuan pendidikan. Ia mengemukakan pentingnya minat siswa dalam proses belajar. menurut Herbart ialah mendidik anak menjadi manusia yang bermoral baik. Tugas guru ialah memberikan buah pikiran yang baik agar anak berbuat yang baik. Dengan abstraksi dimaksud melihat unsur-unsur persamaan.    Pendidikan guru menjadi usaha yang penting. . Guru dapat dipandang sebagai "arsitek" dan pembangunan "mind" dan demikian pula watak siswa. antara lain :   Ia telah mengecam teori ilmu-jiwa daya. mungkin melalui demontrasi tentang pokok yang dibicarakan. Penyajian. Ia menekankan pendekatan psikologis dalam belajar-mengajar dan mengemukakan metode mengajar yang dapat dipertanggungjawabkan. sudah cukup terkenal. maka terjadi asosiasi antara yang baru dengan yang lama. pelajaran harus dibuat menarik dan ini tercapai dengan metode mengajar yang baik.Herbart percaya. siswa akan melihat kesamaan ide yang baru dengan yang telah diketahui. Ia juga membuka jalan untuk mengadakan penelitian dan eksperimen ilmiah mengenai proses belajar-mengajar. sekarang diberi nama "entry behavior". Guru mengingatkan siswa tentang pengalaman atau pelajaran yang lampau agar ide-ide yang relevan timbul dalam kesadaran siswa. Guru menyajikan fakta baru. Seni mengajar ialah menyajikan buah pikiran yang dapat digunakan siswa sepanjang hidupnya. didukung oleh bahan apersepsi yang banyak. banyak pula sumbangannya kepada pendidikan. 2. Jika guru melakukan kedua langkah di atas dengan baik. 3. Minat sangat dipentingkan. yakni : 1. Metode mengajar yang dikemukakan oleh Herbart dan kawan -kawan yaitu kelima langkah itu. Persiapan. bahwa ide yang baik akan menghasilkan kemauan yang baik dan perbuatan yang baik. Walaupun teori Herbart ini menunjukkan kelemahan karena terlampau menonjolkan peranan guru. Berbandingan dan abstraksi.

yakni 1. PSIKOLOGI KOGNITIF JEROME BRUNER Jerome Bruner (1915) menjadi sangat terkenal dalam dunia pendidikan. Sering guru hanya menjelaskan sesuatu. Guru dapat meminta siswa untuk menjelaskan gejala.4. mengadakan pre-test. kadang-kadang ada yang membangkitkan pengetahuan yang relevan yang telah dimiliki siswa. mengekstrapolasi. 2. perolehan pengetahuan adalah proses aktif. maka metode Herbart masih dapat membantu guru. sewaktu Amerika Serikat mencari kurikulum baru untuk mengejar ketinggalan dalam pendidikan dibanding dengan Uni Sovyet. anak itu partisipan aktif. Model itu memungkinkannya meramalkan. setelah Sputnik. atau dengan istilah sekarang. Jika pendidikan kita masih berpusat pada guru. Walaupun metode ini telah kolot. Tak banyak pula guru yang memberi kesempatan kepada siswa untuk merumuskan generalisasi dalam bentuk suatu prinsip dan seterusnya menyuruh siswa untuk menerapkannya dalam situasi lain. Pada langkah ini siswa mencoba memberi nama kepada kedua pasangan fakta atau ide sebagai suatu prinsip. individu secara aktif merekonstruksi pengalamannya dengan menghubungkan pengetahuan baru dengan "internal modal" atau struktur kognitif yang telah dimilikinya. atau masalah lain. belum banyak guru yang menerapkannya sepenuhnya. fakta. Prinsip yang baru ditemukan itu diterapkan untuk menjelaskan fakta lain untuk memecahkan soal lain. Ada dua prinsip penting yang dikemukakan dalam tulisannya. Ia melihat untuk dunia dengan caranya sendiri. Tiap orang membentuk suatu model berstruktur tentang dunia. menginterpolasi. Bruner mengumpulkan ilmuwan yang paling terkemuka yang bersama dengan ahli pendidikan menyusun buku pelajaran baru dengan proses belajar-mengajar yang baru pula. 5. Dalam proses belajar. Generalisasi. Aplikasi. Dengan intrapolasi dimaksud mengubah pandangan dengan mengaplikasi . ia memilih dan mentransformasi informasi.

dan akhirnya ia m enggunakan bahasa untuk menjelaskan prinsip keseimbangan. Model itu bukan sekadar kumpulan informasi. Perkembangan menurut Bruner melalui tiga fase. iconic. kemudian mengadopsi. Menurut Bruner. menyesuaikannya bagi keperluan dirinya. Kemudian pada fase "iconic". ini fase "enactive". juga tidak reaktif. mentransformasinya. melainkan aktif. . Untuk ini diperlukan pertimbangan dan penilaian. diterima dari kebudayaannya. model itu semula diadopsi. Karena itu manusia tidak pasif. Anak menjelaskan sesuatu melalui perbuatan (ia bergeser ke depan atau ke belakang di papan mainan untuk menyesuaikan beratnya dengan berat temannya bermain). kita melihat dunia ini bukan seperti melihatnya pada cermin. sehingga dapat digunakan untuk berbagai tujuan. yaitu memanipulasinya dengan intrapolasi dan ekstrapolasi. Ekstrapolasi ialah mengangkat informasi pada taraf yang melebihi taraf sekadar informasi. agar sesuai dengan tugas yang dihadapi. yakni . Adanya model itu timbul karena adanya kemampuan manusia untuk mendiskriminasi. akan tetapi sebagai konstruk atau model dengan mengorganisasi informasi dalam bentuk yang lebih umum. 1. Pendekatan Bruner disebutnya "konseptualisme instrumental" berdasarkan dua segi proses kognitif. ia menjelaskan keseimbangan pada gambar atau bagan. manusia mengkonstruksi model pada dirinya tentang dunia realitas.pengetahuan baru. Persepsi pada hakikatnya proses konstruktif. dan mengecek keserasiannya dengan tugas. Ini fase "symbolic". akan tetapi jauh melebihinya. Belajar ialah memperoleh informasi. dan symbolic". melihat persamaan dan membentuk konsep atau kategori. dan ia mengenal dunia berdasarkan model itu. 2. mengkategorisasi informasi atau mengangkat informasi pada taraf kategori. yakni fase "enactive. yang bersamaan atau yang bertentangan dengan yang ada.

atau masalah pokok tidak dapat dipahami segera. Memberi pengalaman agar siswa belajar bagaimana cara belajar. Menerjemahkan teori menjadi struktur yang dapat dipahami anak melalui dialog antara guru dan anak. Tiap pengetahuan dapat disajikan dalam bentuk yang sederhana yang dapat dipahami anak pada tingkat usianya. kemudian iconic. SMA. Kita tak dapat mengajarkan segala sesuatu. bagaimana cara memecahkan masalah. 2. namun yang lebih penting ialah mempelajari cara berpikir dalam disiplin ilmu itu. Walaupun isinya berguna. Urutan penyajian bahan dapat dilakukan dari yang sederhana sampai yang lebih abstrak. Menggunakan kemampuan mentalnya secara ekonomis dengan mencari relevansi dan memahami struktur bahan yang dipelajarinya. Kurikulum yang membicarakan . Kepada anak dapat diajarkan tentang komputer. statistik. mengusahakan agar siswa memahami struktur pelajaran. sekolah didirikan masyarakat sebagai alat untuk meningkatkan kemampuan intelektual anak. dan akhirnya symbolic. dalam bentuk yang benar dan jujur. Mengembangkan rasa kepercayaan pada siswa akan kemampuannya memecahkan masalah dengan menggunakan kemampuan mentalnya. bahkan selanjutnya di Perguruan Tinggi. SMP. 4. cara ilmu itu memecahkan masalah. prinsip. 2. Mengenai proses belajar-mengajar Bruner memberikan beberapa petunjuk : 1. akan tetapi berangsurangsur makin dipahami. Memupuk kejujuran intelektual.Menurut Bruner. Dalam mempelajari ilmu pengetahuan ialah mempelajari disiplin ilmu. yang disebut strukturnya. bahkan ada yang tidak kunjung dipahami sepenuhnya. Bahan serupa itu dapat diajarkan di SD. namun kita dapat mengajarkan prinsip-prinsipnya yang pokok. 3. Membimbing siswa agar ia sendiri dapat mempelajari berbagai macam bahan pelajaran atau memecahkan masalah yang dirumuskannya sendiri. Memahami berarti dapat menghubungkannya dengan berbagai hal lain. Suatu konsep. Menstruktur pengetahuan. misalnya dengan taraf enactive. Bagaimanakah pendidikan melakukan tugas itu ? 1. 3. 5.

Akan tetapi kegagalan yang disertai hukuman akan merusak. PRINSIP-PRINSIP UMUM Walaupun belum ada satu teori belajar yang berlaku bagi semua jenis belajar. dapat dibicarakan pada berbagai tingkat pendidikan. merasa turut terlibat. Hadiah yang paling berharga terdapat dalam keberhasilan melakukan tugas. Bruner menganjurkan untuk mengurangi motivasi ekstrinsik.pokok yang sama pada tingkatan yang senantiasa bertambah tinggi. Keberhasilan dan kegagalan bertalian dengan tugas dapat menjadi motivasi intrinsik. 4. Diharapkan siswa dididik agar dapat menemukan jawaban atas masalah dengan usaha sendiri. ada kemungkinan siswa belajar untuk memperolehnya. disebut kurikulum spiral. hadiah. Kegagalan dapat menjadi motivasi intrinsik bila menjadi cambuk untuk mengeluarkan usaha yang lebih banyak. menurut Hilgard. merasa diri kompeten. Apa yang ditemukan sendiri lebih mantap dan mempunyai nilai transfer tinggi. . yaitu proses berpikir yang tidak dapat diverbalisasi. Pengaruhnya sangat besar bagi pengembangan kurikulum dengan memberikan sejumlah mata pelajaran jauh lebih awal daripada sediakala. Keberhasilan tak perlu lagi diberi hadiah atau pujian. Itu sebabnya. sering berupa pujian. Motivasi intrinsik ialah bila siswa menguasai pelajaran. Pancasila misalnya. Pemecahan masalah dapat juga tercapai dengan menggunakan intuisi. Keuntungan kurikulum spiral ialah bahwa bahan dapat diajarkan lebih awal dan dengan demikian mempercepat kesiapan atau "readiness" tanpa menunggunya secara pasif. menaruh minat. 5. telah ada sejumlah prinsip yang umum dapat diakui kebenarannya. Motivasi belajar. Pemecahan masalah dilakukan dengan merumuskan hipotesis yang dicek kebenarannya berdasarkan data yang relevan. sanggup memecahkan masalah yang sulit. angka baik. Bruner tidak merasa terikat oleh perkembangan menurut fase perkembangan seperti dikemukakan oleh Piaget. dan lain-lain dan mengutamakan motivasi intrinsik.

5. Hasil belajar yang sebaik-baiknya dicapai bila murid turut akttf mengolah dan mencernakan bahan pelajaran dan tidak sekedar mendengarkan saja. 14. Kegagalan dalam belajar sebaiknya diatasi dengan adanya keberhasilan pada masa yang lampau. celaan. Bahan dan tugas yang bermakna bagi murid lebih diterima dan dipelajari murid daripada bahan dan tugas yang tak dipahami maksudnya. Tujuan hendaknya realistis. Untuk menguasai sesuatu sepenuhnya. Tujuan ini sangat sempit. Motivasi yang berlebih-lebihan dapat menimbulkan gangguan emosional. 3. belum dapat dipahami oleh anak yang kurang pandai. Hubungan tidak baik dengan guru dapat menghalangi prestasi belajar yang tinggi. 11. Ulangan sebaiknya dilakukan secara berkala agar lebih lama dapat diingat. Motivasi mempertinggi hasil belajar. diperlukan latihan yang banyak sehingga tercapai "overlearning".dan mengurangi efektivitas belajar. Transfer hal yang dipelajari kepada situasi atau problema baru.1. Bahan pelajaran dapat uniform bagi anak. dan kegagalan. Bahan pelajaran yang melatih daya pikir menduduki tempat . Keterangan tentang hasil yang baik atau kesalahan yang dibuat. akan lebih terjamin bila murid itu sendiri menemukan hubungan antara kedua hal itu dan selama belajar mendapat kesempatan menerapkannya dalam berbagai macam situasi. 6. Motivasi intrinsik memberi hasil yang lebih baik daripada tnotivasi ekstrinsik. 8. yakni melatih daya mental terutama daya pikir. 4. 10. dan sukses lebih menggiatkan orang belajar daripada hukuman. 7. 2. Pada umumnya hadiah. Apa yang dapat dipahami oleh anak pandai. 12. 9. membantu murid belajar. misalnya memainkan lagu pada piano. 13. jangan terlampau tinggi atau rendah agar menimbulkan kegiatan belajar yang tinggi. Ada perbedaan individual mengenai kesanggupan belajar. PENGARUH TEORI BELAJAR TERHADAP KURIKULUM Teori ilmu jiwa daya bertujuan mencapai mental disiplin. pujian.

yang terdi i r atas sejumlah S-R dan dikuasai melalui penyajian yang cermat. Karena itu digunakan metode problem-solving dan inquiryapproach. Teori asosiasi mengutamakan bahan pelajaran yang spesifik. Berbeda dengan teori asosiasi. emosional. Anak sendiri harus menemukan jawaban masalah. faktor anak tak berapa dihiraukan.pakai secara campur-aduk dalam praktek. hafalan. yang banyak memberi peranan "pasif" kepada anak. Teori Gestalt atau field theory mempunyai tujuan yang luas. bukan ide-ide yang prinsipiil. Dalam menentukan bahan pelajaran dipertimbangkan minat dan perkembangan anak. Fakta-fakta atau informasi spesifik diperlukan untuk memperoleh pemahaman itu.yang penting. Teori belajar menurut "mental discipline" atau ilmu jiwa daya digunakan bersama dengan teori belajar menurut teori stimulus dan response serta teori conditioning. Bahan itu disusun menurut urutan yang logis sesuai dengan sistematik mata pelajaran itu. dan ulangan. Lagi pula banyak jenis-jenis belajar. dengan bimbingan serta bantuan guru sejauh diperlukan. Kurikulum meliputi perkembangan sosial. seperti belajar ketrampilan motoris. mengingat fakta-fakta dan informasi. dan intelektual. Organisasi bahan pelajaran dan metode mengajar mengutamakan hubungan dan integrasi serta pemahaman. yakni bukan hanya memberikan pengetahuan tapi juga proses menghadapi dan memecahkan masalah. Juga "job analysis" seperti dilakukan untuk pertama kalinya oleh Charters didasarkan atas teori itu. pengembangan pribadi. Yang disajikan adalah unsur-unsur yang atomistis. jadi biasanya dimulai dengan definisi atau klasifikasi ilmiah baru kemudian obyek-obyek atau contoh-contoh yang konkrit. teori Gestalt ini memandang belajar sebagai proses yang memerlukan aktivitas anak. TEORI BELAJAR DAN ILMU MENGAJAR Mengenai proses belajar itu seridiri kita hadapi berbagai-bagai kesulitan. Dalam penentuan bahan. dan sikap terhadap dunia. lingkungan masyarakat anak dan bahan dari berbagai matapelajaran. ketrampilan intelektual seperti . Banyak macam-macam teori tentang belajar yang di. Penyajian hal-hal yang spesifik dengan cara yang sangat teliti itu tampak dalam pengajaran berprograma (programmed instruction) dan "teaching machines".

Lingkungan tempat anak belajar perlu pula diperhatikan. Pada umumnya dapat kita katakan bahwa teori asosiasi lebih serasi u ntuk mempelajari hal-hal yang sederhana. "reinforcement" "trial-and-error" dan pengaruh pujian dan hukuman dalam belajar menurut teori asosiasi. Karena itu tidak ada satu teori umum sebagai pegangan untuk segala jenis belajar itu. yang mengandung masalah. Akan tetapi cara belajar menurut teori ini lebih mudah dikuasai. atau emosi. Bahkan untuk belajar serupa ini Thorndike telah merumuskan sejumlah "laws of learning". Kita dapat menyaksikan apakah hasil penelitian itu berlaku pula bagi manusia dalam belajar halhal yang jauh lebih kompleks. bila hubungan itu disertai rasa senang atau puas. . misalnya bahwa hubungan S-R bertambah erat bila sering diulangi. Penelitian mengenai belajar dalam situasi belajar dalam kelas bersifat penelitian jangka pendek. minat. terlampau kompleks dan tidak dapat dituangkan dalam bentuk prinsip-prinsip dan hukum-hukum yang cepat dan cermat. emosi. misalnya "insight" dalam teori Gestalt. dan sebagainya. Penelitian hanya dilakukan mengenai bentuk belajar yang sederhana dengan binatang. hasilnya segera dapat diketahui dan dinilai. dan sebagainya. Di lain pihak teori Gestalt atau field theory lebih sesuai untuk mempelajari hal-hal yang kompleks. karena anak itu senantiasa merupakan organisme dalam lingkungan yang turut mempengaruhinya dalam belajar. nilai-nilai. belajar menurut "inquiry approach" memecahkan masalah.membentuk konsep. bahwa teori ini terlampau banyak variabelnya. Lagi pula arti istilah-istilah dan pengertian pokok dalam berbagai teori belajar sebenarnya masih kabur. hubungan sosial. Hanya petunjuk-petunjuk umum yang dapat diberikan. dan belajar sikap. Variabel dalam situasi belajar dalam kelas tidak dapat dikuasai sepenuhnya karena banyaknya variabel itu. akan tetapi kurang sesuai untuk soal soal yang memerlukan proses mental yang kompleks seperti berpikir atau memecahkan suatu masalah dan untuk mempelajari sikap. Akan tetapi kelemahannya ialah. Kebanyakan teori itu tidak didukung oleh eksperimen-eksperimen. bukan mengenai hal-hal jangka panjang.

pengalaman. 6. teori asosiasi (termasuk conditioning). Teori Gestalt mengutamakan prinsip keseluruhan. minat. teori asosiasi mengutamakan penguasaan bahan pelajaran sendiri. 7.Oleh sebab belum ditemukan teori belajar yang pasti. Tiap teori belajar mempunyai anggapan tertentu mengenai transfer belajar. namun ada prinsip-prinsip yang pada umumnya dapat diterima. Namun mengajar belum didukung oleh psikologi belajar yang diperkuat oleh eksperimentasi. Walaupun teori belajar berbeda-beda. Teori ilmu jiwa daya mengutamakan latihan mental yang diperoleh melalui bahan pelajaran. Adanya kekurangan suatu teori belajar tidak berarti kita harus mengabaikan seluruhnya. Teori asosiasi dike mbangkann oleh Skinner dalam "belajar berprograma" dan "teaching machines". . 8. dan teori organismic (Gestalt atau Field theory). sedangkan teori Gestalt mementingkan perkembangan pribadi anak dalam usahan memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya dalam hidupnya. tujuan. Apakah yang dimaksud dengan belajar ? Berikan beberapa definisi. Beberapa teori belajar yang terkenal ialah teori belajar menurut ilmu jiwa daya. Ada berbagai-bagai teori belajar yang masing-masing mempunyai kebaikan dan kekurangan. 5. Teori belajar juga mempengaruhi proses dan kegiatan mengajar-belajar. Teori belajar yang dianut berpengaruh terhadap kurikulum yang dibina. 3. Belajar pada umumnya diartikan sebagai perubahan dalam kelakuan seseorang sebagai akibat pengaruh usaha pendidikan. 4. Karena belajar dalam kelas banyak variabel yang tidak dapat dikuasai. RANGKUMAN 1. maka sebenarnya belum dapat disusun suatu ilmu mengajar atau "science of teaching" yang dapat meramalkan dengan pasti hasil suatu kegiatan mengajar. 2. 9. maka percobaan kebanyakan dapat dilakukan tentang belajar menurut asosiasi. "insight" masalah. PERTANYAAN DAN TUGAS 1.

Sebutkan beberapa prinsip yang secara umum dapat diterima oleh semua teori. Apa sebab belajar menurut teori asosiasi masih sangat banyak diterapkan ? Apakah pengaruh ujian. Benarkah pendapat ini ? 11. Bagaimana belajar itu menurut teori asosiasi ? 5. Bagaimanakah pendapat J. Dalam praktek pengajaran suatu teori dapat melengkapi yang satu lagi. Apakah pengaruhnya terhadap kurikulum ? 6. dan sebagainya ? 17. 7. Dan i ketiga teori yang dibicarakan teori manakah menurut pendapat saudara paling besar pengaruhnya terhadap kurikulum kita sekarang ? Berikan alasan alasan saudara ? 10. Piaget tentang perkembangan kesanggupan berpikir pada anak? 18. Selidiki soal belajar di luar sekolah ? Apakah belajar di luar sekolah itu kurang pentingnya ? . Apakah pengaruh teori belajar terakhir ini terhadap kurikulum ? 8. Bagaimanakah pendapat teori-teori belajar itu tentang transfer? 9.2. 16. sosial. test masuk. Coba cari alasan-alasan untuk mengatakan bahwa dalam matapelajaran sosial anak-anak juga dapat dididik berpikir. 12. Cari bukti-bukti bahwa anak-anak pra-sekolah juga dapat berpikir. Apakah orang yang mempelajari matematika akan lebih sanggup berpikir logis-sistematis daripada orang yang tidak mempelajarinya ? 13.mecahkan masalahmasalah politik. Bagaimana pendirian teori Gestalt atau "organismic" tentang belajar. Apakah pengaruh teori belajar itu terhadap kurikulum ? 4. dan ekonomi ? 14. 15. Apakah ahli matematika dengan sendirinya sanggup me. Bagaimanakah teori belajar menurut ilmu jiwa daya ? 3.

Anak dituntut berkelakuan seperti orang dewasa. ialah J. Ada masanya dahulu anak disamakan .BAB 4 ASAS PSIKOLOGIS ANAK PENDAHULUAN Fungsi sekolah ialah (1) menyampaikan kebudayaan kepada generasi muda demi kelanjutan bangsa dan negara. Rousseau antara lain mengatakan bahwa segala sesuatu y ang datang dari Tuhan adalah baik. akan tetapi dapat menjadi rusak dalam tangan manusia yang telah dipengaruhi kebudayaan. untuk lebih mengetahui "bagaimana" mengajarkannya. Salah satu sebabnya ialah bahwa bahan pelajaran terlampau diutarnakan. perubahan-perubahan yang terjadi pada anak yang menuntut perlakuan sesuai dengan sifat perkembangannya. dengan mengharuskan anak menyesuaikan diri dengan bahan itu dengan segala kesulitannya. bahwa anak itu lain daripada orang dewasa. Namun "apa" yang diajarkan erat kaitannya dengan pertanyaan kepada "siapa" diajarkan. khususnya fungsi ketiga. bahkan dalam pakaian pun ia mengikuti orang dewasa. . harus diperhitungkan anak sebagai faktor penting dalam pengembangan kurikulum. namun manusia penuh sebagai individu.dengan orang dewasa dalam miniatur. Ia menganjurkan agar anak diberi kesempatan untuk berkembang menurut kodrat alam masing-masing. ia dinilai menurut ukuran orang dewasa. Ki Hajar Dewantara menyatakan sebagai Tut wuri handayani. Pada umumnya faktor anak masih belum mcndapat perhatian yang selayaknya. (2) memberi sumbangan kepada perhaikan dan pembangunan masyarakat. Dalam bukunya yang terkenal Etnile ia menguraikan fase-fase perkembangan anak. dan (3) mengembangkan pribadi anak seutuhnya. Rousseau (1712-1778). Untuk melakukan tugas itu dengan baik. dari kecil sampai dewasa. Tokoh pertama yang membuka mata dunia untuk melihat dan memperlakukan anak sebagai anak.J.

dan taraf perkembangan anak. Pestalozzi (1746 .1826). Sekarang tak mungkin lagi kurikulum dikembangkan tanpa memperhitungkan anak dan perkembangannya. masa kanak-kanak lanjutan. minat. Banyak peneliti yang telah mempelajari anak secara ilmiah. sosial. dan mental. ada masa tenang seakan-akan tidak ada perubahan yang disebut "plateau" atau dataran. Ada mengatakan.sectional.  Kecepatan perkembangan itu tidak merata. dan banyak tokoh lain seperti Ki Hajar Dewantara. yang mengikuti perkembangan anak selama bertahun-tahun.H. Pada tiap taraf anak menunjukkan sifat-sifat dan kebutuhan tertentu. masa kanakkanak permulaan. ada masa bayi. F.Banyak tokoh-tokoh pendidikan yang membaca buku karangan Rousseau sangat terpengaruh. Bila selama ini anak harus menyesuaikan diri dengan kurikulum yang ditentukan oleh orang dewasa. juga John Dewey. . Penelitian perkembangan anak Indonesia masih menunggu ilmuwan yang berminat. ada pula studi longitudinal. maka diperoleh sejumlah antara lain :  Anak berkembang melalui tahap-tahap tertentu. seperti J.intelektual faktor yang sangat penting untuk diperhitungkan dalam pengembangan kurikulum. kini kurikulumlah yang harus disesuaikan dengan kebutuhan. Ada saat-saat cepat atau akselerasi. yakni mempelajari sejumlah besar anak pada usia tertentu. Berdasarkan berbagai penelitian itu. masa transesensi menjelang adolesensi. emosional. seperti perubahan yang dicetuskan Cpernicus yang menjadi matahari dan bukan bumi sebagai pusat jagat raya. ada pula saat yang lambat perkembangannya atau retardasi. karena perkembangan itu berjalan secara berangsur-angsur. Maria Montessori ( ). bahwa perubahan yang paling besar dalam pendidikan dalam abad ke-20 ini ialah menonjolnya kedudukan peranan anak dalam kurikulum. ada yang mengadakan studi cross. PERKEMBANGAN ANAK Perkembangan anak . Antara tahap-tahap itu sehenarnya tidak ada batas tertentu yang tegas. Froebel (1776 1841). bahkan sampai dewasa.fisik. John Dewey memandangnya sebagai "suatu revolusi" yang menjadikan anak sebagai pusat pendidikan.

Perkembangan fisik yang cepat mempengaruhi aspek sosial dan emosional. atau faktor lingkungan. belum matang. karena belum siap. Maka ditentukan bahan pelajaran yang sama. Mengizinkan variasi dalam pelajaraan berhubung dengan perbedaan individual akan sangat menguntungkan bagi anak. Pelajarannya pun mungkin terpengaruh. Juga dapat timbul rasa ketegangan dan kegelisahan. Mengenai perkembangan anak dipersoalkan. Banyak kesulitan yang dihadapi anak karena perkembangan fisik yang tidak normal. Karena cepat perkembangannya. maka ia cepat dan mudah menguasainya. Akan tetapi pelaksanaannya memerlukan guru yang lebih kompeten daripada mengajar bahan yang uniform dalam segala aspeknya. Hal ini bertalian dengan soal kematangan. akan tetapi pada usia yang lebih lanjut seakan-akan mekar dan menunjukkan prestasi yang luar biasa. Ada anak yang pada awalnya lamban belajar. Karena ada perbedaan pola perkembangan anak. sikap dan masalah-masalah baru. Banyak macam usaha untuk memperhatikan perbedaan individual pada anak.  Adanya pola umum dalam perkembangan anak memungkinkan pengembangan kurikulum untuk memperkirakan bahan apa yang akan sesuai kepada kelompok umur tertentu. Apakah . Kurikulum kebanyakan didasarkan atas asumsi bahwa perkembangan anak semuanya sama. Memaksa anak mempelajari sesuatu sebelum saat kematangan hanya menimbulkan frustrasi yang menyulitkan hidup anak serta menimbulkan rasa benci terhadap sekolah selain memberi konsep-diri rendah pada anak. digunakan metode yang sama dalam proses belajarmengajar. maka kurikulum harus memperhatikan perbedaan individual itu. atau tak dapat mengikuti pelajaran. misalnya membaca permulaan. apakah perbedaan pada anak disebabkan oleh faktor genetis atau pembawaan. Selain itu dapat timbul minat. Ada saatnya anak belum dapat mempelajari sesuatu. akan tetapi setelah tercapai kematangan. ia lebih besar dan tinggi daripada teman sekelasnya dan ini dapat mengganggu hubungannya dengan murid-murid lain.  Ada perbedaan pola perkembangan antara anak-anak.Terdapat hubungan antara perkembangan aspek satu dengan satu lagi.

seperti kepandaiannya bergaul. lapar atau lelah. Aspek kepribadian lainnya tidak mendapat pertimbangan. gambar-gambar. majalah. anak konstan. misalnya aspek jasmani. anak yang terisolasi dalam kelas . minatnya terhadap kesenian atau olahraga. Juga anak giat belajar demi ilmu yang akan diperolehnya. masih kurang jelas penerapannya dalam kurikulum. dan lain-lain. maka segi pendidikan lainnya cenderung diabaikan. emosi. anak yang mengalami kesulitan emosional karena frustrasi. TV. baik mengenai segi jasmani. Anak yang terganggu kesehatannya. Pendidikan serupa ini mengutamakan aspek intelektual Orangtua mengirimkan anaknya ke sekolah agar menjadi pandai dalam arti mengumpulkan pengetahuan yang banyak. akan tetapi dalam segala segi kepribadiannya secara komprehensif. Dengan ilmu yang banyak lebih terjamin masa depannya untuk melanjutkan pelajarannya yang hanya dimungkinkan bila lulus dalam ujian yang justru menguji pengetahuannya. walaupun selalu menjadi pokok pertimbangan. Sebenarnya pribadi anak selalu merupakan suatu kebulatan dan tak dapat dipisah-pisah dalam bagian-bagian yang lepaslepas. Anak dinilai bukan hanya berdasarkan prestasi intelektualnya. sosial maupun intelektual. ataukah dapat ditekan atau ditingkatkan melalui mutu lingkungan? Ternyata lingkungan dapat mempengaruhinya.misalnya kematangan membaca dapat dipengaruhi oleh keluarga yang menyediakan bacaan. Anak-anak dari lingkungan sosial-ekonomi yang haik lebih mengikuti pelajaran daripada anakanak dari rumah tangga miskin. Kesulitan bagi pengembang kurikulum ialah melihat perkembangan anak sebagai keseluruhan yang bulat. Pengetahuan tentang perkembangan anak. bahwa penelitian sering hanya meliputi salah satu aspek. aspek inteligensi. dan lain-lain. Lambat laun konsep tentang pendidikan mengalami perubahan dan sekolah modern menaruh perhatian kepada perkembangan seluruh pribadi anak. sakit. ataukah kita harus menunggu secara pasif sampai saat kematangan itu tiba dengan sendirinya'? Apakah I. ANAK SEBAGAI KESELURUHAN Sekolah tradisional terutama bertugas menyampaikan sejumlah pengetahuan melalui berbagai mata pelajaran. Karena aspek intelektual diutamakan.Q. Salah satu sebabnya ialah.

dalam waktu lima menit Saudara akan melihat berbagai perbedaan antara anak-anak. ANAK SEBAGAI PRIBADI TERSENDIRI Tak ada dua orang yang sama dalam segala hal di dunia ini. cita-cita dan dalam banyak hal lain. Juga pada diri anak sendiri terdapat perbedaan dalam perkembangannya dalam berbagai bidang. jasmaniah. Anak berbakat mungkin cepat perkembangan . kecepatan membaca. latar belakang. anak yang merasa dirinya rendah karena konsep-diri yang rendah. tekanan darah. rohaniah. tinggi dan berat badan. Guru harus pandai. keterampilan motoris. Guru sebagai pelaksana kurikulum hendaknya jangan melihat dirinya hanya sebagai pengajar yang menyampaikan bahan pelajaran. agama. atau mengamati sekelompok anak bermain. sehingga tak mungkin dua orang sama. kecepatan bereaksi. akan tetapi juga dengan "hatinya" . itu benar dan sangat diinginkan. Bila Saudara memperhatikan suatu kelas. kesukuan. pendidikan di ramah. keterampilan berhitung. ia juga pendidik yang berusaha mengembangkan segala potensi anak agar menjadi manusia seutuhnya. sosial-ekonomi. harus banyak tahu. maka akan tampak berbagai perbedaan di antara mereka. anak yang merasa dibenci oleh guru. harus menguasai disiplin ilmu. Dari segi pembawaan hanya anak kembar identik yang sama. Selalu terdapat perbedaan antara dua individu karena pengaruh pembawaan dan lingkungan. akan tetapi bila mereka ditempatkan dalam lingkungan yang jauh berbeda. Anak-anak saling berbeda. Anak menerima pelajaran bukan hanya dengan "kepalanya". emosional. kesehatan. anak-anak serupa itu akan terganggu dalam pelajarannya . Usia anak-anakpun ada perbedaannya walaupun duduk di kelas yang sama. Mereka juga berbeda dalam segi inteligensi. dengan atau tanpa alasan. akan tetapi ia juga pendidik dan tugas ini memerlukan kompetensi dan pribadi yang jauh lebih luas daripada sekadar pengetahuan.tanpa teman. Ada pula perbedaan jenis kelamin yang perlu mendapat perhatian agar mereka dapat melakukan tugasnya sesuai dengan tuntutan masyarakat. dan sosial. minat stabilitas emosional.

Dari segi hakikat individu yang berbeda-beda. menggambar barang yang sama. dalam pendidikan masal umumnya. Anak yang cepat berkembang secara fisik. Tampaknya pendidikan demikian berusaha menempa anak-anak yang pada hakikatnya serba-ragam menjadi manusia yang serba-sama. Ada sistem semester pada hakikatnya bertujuan memberi pilihan itu. memaksa pelajar mengikuti pelajaran yang sama akan merugikannya. pelajaran sama bagi semua. Kurikulum yang ditentukan oleh pihak atasan uniform bagi jenis pendidikan yang sama. mahasiswa tidak terbatas lagi perkuliahannya pada apa yang . Kurikulum uniform. Untuk lebih menjamin kesamaan. metode belajarmengajar juga sama demikian juga penilaiannya. malah sering tidak diacuhkan. dan walaupun pelajaran yang diikuti berbeda-beda. jumlah kredit akan menentukan apakah telah dipenuhi syarat untuk lulus. mungkin sulit mengikuti pelajaran akademis Kepandaian anak dalam suatu bidang studi mungkin berbeda dengan penguasaan bidang lain. Dengan sistem kredit. Pada jam yang sama semua anak melakukan pekerjaan yang sama membuat hitungan yang sama. Pada saat tertentu semua akan dihadapkan kepada ujian akhir yang sama pula yang dapat dinilai dengan menggunakan komputer untuk memberi cara penilaian yang sama. menulis kalimat yang sama. perbedaan individual kurang dapat diperhatikan.intelektualnya akan tetapi ketinggalan dalam aspek sosial emosionalnya. Dengan sendirinya guru sebagai pelaksana kurikulum akan patuh berpegang pada ketentuan itu. Ada kurikulum yang fleksibel yang memungkinkan siswa mengadakan pilihan. Apakah sekolah harus berusaha melenyapkan perbedaan individual itu atau setidaknya memperkecilnya? Di sekolah tradisional. Apakah masih ada kemungkinan bagi guru memandang dirinya sebagai pengembang kurikulum dalam arti mikro untuk menyesuaikan pelajaran dengan perbcdaan anak dan keadaan lingkungan sekolah? juga di tingkat Perguruan Tinggi terdapat gejala yang sama dengan menentukan mata kuliah untuk tiap jurusan. Pelajaran diresapi oleh keserbasamaan. sering tanpa kesempatan untuk mengadakan pilihan. maka tujuan diuraikan sampai taraf spesifik termasuk bahan pelajaran yang terkait dan juga proses belajar -mengajar dan buku pelajarannya.

Kreativitas dan inisiatif ini sering dibunuh atau tidak dipupuk di sekolah tradisional. Akan di samping itu ia hendaknya dapat menikmati pendidikan sesuai dengan bakat dan minatnya. bahkan celaan. tantangan. Kemajuan-kemajuan dalam banyak lapangan hidup justru diperoleh berkat orang-orang yang mempunyai pendirian. Kelemahan di bidang . sejarah. karena dengan demikian banyak bakat disia-siakan. harus menguasai bahasa nasional. bangsa mem punyai badan yang sehat. akan tetapi semua mata kuliah di universitas terbuka baginya. semua anak mempunyai inteligensi. Namun demikian perbedaan itu lebih besar daripada uang diduga si pendidik. Perbedaan individual sangat besar nilainya. bukan kualitatif. kemampuan dan pikiran yang orisinal. c. Pendapat modern menginginkan program sekolah yang memberi kesempatan yang seluas-luasnya bagi perkembangan bakat anak. yakni ditimbulkan oleh kekurangan di bidang lain. perlu kita perhatikan hal-hal berikut: a. ada yang rendah. dan sebagainya. persamaan antara manusia lebih besar daripada perbedaannya. Ini berarti kerugian besar bagi bangsa dan negara. la harus mengenal falsafah negara. Tiap anak berbeda dengan anak lain. Untuk mendapat gambaran yang lebih jelas tentang perbedaan itu dalam pengajaran. yang lain daripada yang lain. walaupun mereka pada awalnya mendapat kecaman. Dengan demikian universitas akan sungguh-sungguh menjadi universitas dan bukan kumpulan fakultas atau jurusan. Inisiatif orang-orang yang mencari jalan-jalan baru sering membawa kemakmuran dan kemudahan bagi umat manusia. Ada hal-hal yang termasuk pengetahuan umum yang harus dimiliki oleh setiap siswa yang diharapkan dari setiap warga negara. Walaupun tiap anak unik. Memperhatikan perbedaan individual tidak berarti bahwa semua pelajaran harus berbeda. ada yang tinggi. Perbedaan itu sebagian besar bersifat kuantitatif. misalnya. Kurikulum yang uniform pasti tidak akan memenuhi keinginan itu. d.disediakannya dalam satu jurusan. Kesanggupan yang luar biasa pada umumnya bukanlah akibat kompensasi. akan tetapi tarafnya berbeda-beda. b.

sikap. karena baru lahir dalam rundingan dengan anak. Ditinjau dari segi pshikologis-didaktis banyak kebaikannya.tertentu. serta hasrat untuk memberikan yang sebaik-baiknya kepada tiap anak. sebab selalu berlangsung dalam konteks sosial. pengertian. Memperturutkan anak belum menjamin kesesuaiannya dengan tujuan pendidikan. Pelajaran tidak dapat lebih dahulu direncanakan guru. Tiap tahun pelajaran berlainan karena anaknya berganti. antara lain: a. Akan tetapi banyak pula kelemahannya. Namun demikian eksperimen itu besar pengaruhnya terhadap kurikulum selanjutnya. sosial. yang disehut child-cebtered curriculum. fisik. e. Ada kurikulum yang secara ekstrem mendasarkan kurikulum semata-mata pada kebutuhan anak. tidak dengan sendirinya membangkitkan kesanggupan istimewa di bidang lain. Selain itu perlu usaha untuk mengenal anak secara individual. Bermacam-macam cara yang dijalankan untuk memperhatikan perbedaan individual dalam proses belajar-mengajar. Perbedaan individual tidak hanya dalam bidang inteligensi. Karena keberatan-keberatan itu kurikulum serupa itu hanya dilakukan pada sekolah-sekolah eksperimen. Anak-anak sering tidak mengetahui apa yang sebenarnya dibutuhkannya. c. d. b. akan tetapi juga dalam bidang emosional. Anak berada dalam masyarakat dan apa yang dipelajari harus juga memenuhi tuntutan masyarakat. dan lain-lain yang harus dipertimbangkan dalam pendidikan. anak turut serta merencanakan apa yang ingin dipelajarinya. Tidak ada pula kontinuitas dalam pelajaran dari tahun ke tahun. . Sifat-sifat seseorang harus ditinjau dalam rangka keseluruhan pribadinya. Sebenarnya tak ada pelajaran yang sepenuhnya individual. kreativitas. Menyesuaikan kurikulum dan pengajaran dengan perbedaan individual adalah usaha yang memerlukan pemikiran. Pelajaran didasarkan atas minat anak. f. Jadi tidak ada pegangan bagi guru dan murid tentang pelajaran yang akan datang. KEBUTUHAN ANAK Kurikulum harus mempertimbangkan kebutuhan anak.

harkat sebagai manusia. memanjat-manjat dan melakukan aktivitas-aktivitas jasmaniah. Anak -anak suka berlari-lari melompat-lompat. Setiap anak ingin diakui dan dihormati sebagai individu yang mempunyai tempat dan hak dalam masyarakat sekolah. seni. KEBUTUHAN JASMANIAH Setiap anak ingin bergerak dan menggunakan badannya. Mereka ingin menguasai suatu keterampilan. Anak-anak ingin mempunyai harga diri dan . harus diperhatikan agar anak -anak cukup tidur. kebutuhan pribadi. Mereka ingin dipuji atas usaha mereka. agar anak diam duduk diam di bangku sambil mendengarkan ucapan-ucapan guru dan ia dituduh anak nakal bila ditunjukkannya keaktifannya. Kebutuhan ini dipenuhi dengan memberikan pendidikan jasmani. lukisan. cukup bermain serta mendapat makanan yang sehat. . rumah tangga.Kebutuhan anak dapat digolongkan dengan berbagai cara. sekalipun hasil mereka itu jauh di bawah norma-norma orang dewasa. untuk menyatakan pikiran dan perasaannya dengan jalan bahasa. atau gerak. Kesehatan dan pertumbuhan jasmani hendaknya senantiasa di bawah asuhan dokter dan juru rawat sekolah. Di samping pendidikan jasmani harus diusahakan adanya keseimbangan antara bekerja dengan istirahat. Dalam arti modern pendidikan jasmani bertujuan mendidik manusia. ingin merasai kepuasan atas hasil atau sukses yang mereka capai. KEBUTUHAN PRIBADI Anak-anak mempunyai dorongan untuk memuaskan keinginan untuk mengetahui sesuatu. Dorongan ini mudah kita lihat pada setiap anak. Anak-anak ingin ingin aktif. suara. Di sekolah dorongan ini sering dikekang dan ditekan agar muridmurid tidak melanggar disiplin yang tegang yang menginginkan. yakni mewujudkan tujuan pendidikan dengan menggunakan kejasmanian sebagai titik bertolak. dan sosial. pekerjaan. Salah satu cara ialah membaginya atas : kebutuhan jasmani. akan tetapi tujuan khusus yaitu membentuk manusia yang sehat dan kuat merupakan aspek yang penting pula. dan dunia sekitarnya. Bangsa kita pada umumnya belum cukup sehat dan kuat menurut normanorma tertentu.

melarang mereka membicarakan pelajaran serta bantu-membantu dalam memecahkan suatu soal. Mencari hubungan dengan orang lain ialah dorongan yang wajar pada tiap anak. asal saja jangan menganggu orang lain. Membimbing anak agar ia menjadi mahluk sosial ialah suatu fungsi sekolah yang amat penting. kelas itu dijadikan semacam laboratorium atau ruang kerja di tempat anak-anak belajar dalam suasana yang lebih leluasa. bekerja. Dalam hal ini pendapat setiap anak dihargai dan dipertimbangkan. . Bila ini kita akui. KEBUTUHAN SOSIAL Tak mungkin manusia itu hidup lepas dari masyarakat. Setiap manusia harus hidup dalam hubungan yang erat dengan orang lain untuk mencapai kebahagiaannya. Kebebasannya dibatasi oleh hak-hak orang lain yang juga merupakan haknya sendiri. Human relationship atau hubungan antar-manusia hendaknya lebih dipentingkan di sekolah.Sekolah zaman sekarang berusaha memenuhi kebutuhankebutuhan itu dengan memberi anak-anak kebebasan bergerak. melainkan terutama o leh kesanggupannya untuk bergaul dan bekerja sama dengan orang lain. Kurikulum modern memberi murid-murid lebih banyak kebebasan bekerja sama dalam kelompok untuk melakukan tugas-tugas. Dengan demikian sekolah dijadikan suatu masyarakat tempat murid-murid mempraktikkan hak dan kewajihan anggota-anggota masyarakat yang demokratis. maka kita menyangsikan manfaat cara yang dipakai sekolah yang memaksa murid-murid duduk diam. Di sekolah lebih diutamakan persaingan daripada gotong-royong. Seorang bayi tidak akan mungkin hidup serta mengembangkan pembawaannya tanpa bantuan orang tuanya dan banyak orang lain yang tak terhitung jumlahnya. mengadakan percobaanpercobaan dan melakukan tugas-tugas lain. Dari penyelidikan-penyelidikan ternyata bahwa kebahagiaan seseorang dalam kehidupan dan jabatannya bu kanlah ditentukan oleh pengetahuan intelektualnya. Murid-murid diajak berunding untuk menentukan apa yang akan dipelajari dan bagaimana langkah langkah untuk mencapai tujuan itu.

Rasa berhasil. termasuk pelajaran sekolah.realization. kebutuhan akan harga-diri 5. survival. akan menjadi apa ia.Seperti dikatakan di atas. Agar ini tercapai ia harus dibantu untuk mengetahui apa yang dapat dilakukannya dan diberi kesempatan untuk agar ia berhasil melakukannya dengan baik. bila ia merasa kelaparan. Tak dapat anak merasa aman. Lingkungan. tak mungkin mempunyai harga-diri bila tidak dicintai. yakni kebutuhan akan: 1. Louis Raths mengembangkan teorinya tentang kebutuhan pokok yang menunjukkan sejumlah persamaan dengan Maslow. Ia membedakan delapan macam kebutuhan. love and belonging. kebutuhan akan cinta-kasih 4. Dalam kurikulum perlu diusahakan keseimbangan antara kebutuhan institusional dan kebutuhan pribadi anak. sukses dalam pekerjaan dan pelajaran. KEBUTUHAN MENURUT BEBERAPA TOKOH Salah satu daftar kebutuhan manusia yang pokok yang cukup terkenal ialah yang dihasilkan oleh Abraham Maslow atas dasar penelitian yang luas dan mendalam. Saudara dapat mempelajarinya lebih lanjut dalam buku-buku tentang psikologi anak. dan lain. dapat pula menghalangi anak mentiju self-realization. agar dapat mengembangkan potensi yang dimiliki sepenuhnya. kebutuhan fisiologis. harus dipenuhi segala kebutuhan yang dibawanya. yakni menemukan identitasnya. pakaian. termasuk guru dan orangtua. Agar dapat merealisasikan diri. self-actualization. oleh sebab kebutuhan itu bersifat hierarkis. security. siapa dia. self-esteem.lain. kebutuhan untuk merealisasikan kepribadian yang penuh. dapat membantu. 2. apa yang diinginkannya. ada bermacam-macam cara untuk membagi kebutuhan anak. atau rasa aman 3. yakni: . survival. tidak merasa aman dan mendapat kecukupan dalam keperluan makanan. membantu anak ke arah self-actualization. Kebutuhan yang tertinggi yang harus dicapai ialah self. untuk hidup.

mempunyai ciri-ciri sebagai berikut  Ia berpikir baik tentang dirinya. "a fully functioning self". The need to be free from deep feelings of guilt (bebas dari rasa berdosa yang mendalam) 6. sehingga memiliki kepribadian yang dapat berfungsi sepenuhnya. akan tetapi ia tidak akan dapat mengembangkan dirinya bila tidak dalam kehadiran orang lain: Anak-anak perlu senantiasa meng adakan interaksi positif dengan anak-anak maupun orang dewasa. The need to be free from deep feelings of fear (bebas dari rasa takut yang mendalam) 7. The need for economic security (rasa aman dalam keuangan. walaupun ia bukan ahli psikologi atau psikiatri. demikian pula tentang orang lain serta mengetahui bahwa orang lain penting baginya. The need for understanding of self (pengenalan diri). The need for love and affection (cinta kasih) 2. The need for belonging (diterima dalam kelompok) 4. maka anak akan lebih berhasil melakukan tugas-tugas sekolah lainnya. Tujuan Raths ialah agar guru herusaha menciptakan lingkungan belajar yang memberi rasaaman kepada anak-anak. Menurut Raths guru dapat mempelajari cara-cara memenuhi kebutuhan itu dalam rangka pelajaran di sekolah. Int dapat dilakukan dalam kegiatan belajar dan kegiatan lainnya di sekolah. Guru dapat mengidentifikasi kelakuan ana k yang tak-sosial.1. jadi dalam hubungan sosial seorang bayi telah memiliki perlengkapan untuk berkembang. dan lain-lain) 8. The need for self-respect (harga-diri) 5. Ia meminta perhatian guru yang lebih banyak terhadap kebutuhan emosional anak dengan keyakinan. bahwa bila kebutuhan ini dipenuhi. PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN MENURUT EARL KELLEY Earl Kelley mengemukakan pendirian bahwa kepribadian seluruhnya atau hampir seluruhnya dibina dalam hubungan atau interaksi dengan manusia lainnya. . The need for achievement (Keberhasilan) 3. Menurut Earl Kelley pribadi yang berfungsi penuh.

Developmental tasks ini tak ada akhirnya. ia akan merasa senang. tak ada jalan dalam hidupnya selain berpegang pada nilai-nilai. Berbarengan dengan pertumbuhan anak. masyarakat mempunyai tuntutan tentang kelakuannya. Makin tambah usianya. Ini diharapkan. makin banyak hal-hal yang diharapkan orang tua dan masyarakat umum daripadanya. dan dalam penycmpurnaan diri melihat nilai membuat kesalahan. akan pada usia tertentu ibu mengharapkan ia dapat melakukannya sendiri. bahkan dituntut oleh lingkungannya. dan seterusnya. Tiap individu mempunyai tugas-tugas tertentu. dari anak sekolah. Guru-guru dapat menggunakan prinsip-prinsip di atas sebagai pegangan untuk mencapai tujuan kurikulum di sekolah. Mengembangkan kepribadian anak juga akan membantunya mencapai tujuan-tujuan lain. sesuai dengan taraf perkembangannya. maka ia tidak merasa bahagia dan tidak akan sanggup melakukan tugas berikutnya dengan berhasil baik.  Ia melihat pentingnya manusia baginya. Havighurst dalam konsep developmental tasks yakni tugas-tugas yang harus dipenuhi oleh seseorang. yang diharapkan masyarakat dapat dan harus dilaksanakannya. Gejala ini dituangkan Erikson dan yang lebih terkenal R. Sewaktu masih bayi ibu mengganti bajunya. dan ia akan berhasil melakukan tugas-tugas selanjutnya. Ia tahu. Bila ia dapat memenuhinya. DEVELOPMENTAL TASKS Seperti kami katakan. pemuda. Ia melihat dirinya sebagai pribadi yang senantiasa dalam proses perkembangan secara dinamis. tak perlu bertentangan dengan kebutuhannya ditinjau dari segi masyarakat. Akan tetapi bila ia tidak dapat memenuhinya ia akan mendapat celaan dan kecaman. J. Developmental tasks ini meningkat dengan bertambah usianya. kebutuhan anak ditinjau dari segi psiko-biologis. .  Oleh sebab hidup ini senantiasa berubah dan berkembang. ia akan senantiasa kreatif dalam peranannya. mengembangkan dan menghormati nilai-nilai kemanusiaan.

sosial. Sukses dalam "developmental tasks" memberi pengaruh positif terhadap prestasi sekolah. Dalam arti psikologis kebutuhan itu bersifat individual. pemuda. sampai akhir hayat. sedangkan dari segi "developmental tasks" mengandung aspek sosial. orang dewasa. Implikasi "developmental tasks" bagi kurikulum ialah. Dengan memasukkannya ke dalam kurikulum. masa pensiun. misalnya berbeda di berbagai daerah di Tanah Air kita. Havighurst yang menggunakan pengertian "developmental tasks" yakni tugas-tugas yang tak dapat tiada harus dipenuhi oleh setiap anak sesuai dengan setiap taraf perkembangannya yang dituntut oleh lingkungan atau masyarakat. kalau kita ingin membantu murid-murid memecahkan kesukaran pribadinya dengan membicarakannya di sekolah. bahwa kurikulum yang didasarkan atas konsep itu akan mempertemukan kebutuhan perkembangan fisik. Salah satu usaha untuk mempertemukan kedua aspek itu dilakukan oleh R. Developmental tasks berbeda menurut kebudayaan tempat anak itu hidup. Penelitian serupa ini perlu diadakan.J. Selanjutnya kami berikan "developmental tasks" bagi anak sekolah dan pemuda. ditinjau dari psikobiologis tidak perlu bertentangan dengan kebutuhannya ditinjau dari sudut masyarakat.dihadapi oleh anak. Adanya developmental tasks ini memberi gambaran lain tentang kebutuhan anak. kita memberikan bimbingan kepada anak untuk menyesuaikan diri dengan dunia dan dengan dirinya sendiri yang sedang mengalami persoalan itu. berbeda dengan neg ara lain. Memenuhi tugas itu berarti kebahagiaan dan sukses dalam melakukan tugas-tugas berikutnya. Seperti telah dikatakan. . masa tua. kebutuhan anak. motivasi. Ditinjau dari segi ini kurikulum yang "child-centered" yang ekstrim tak dapat dipertahankan. Kita harus menyelidiki hingga manakah pokok-pokok yang di atas merupakan masalah-masalah bagi anak-anak Indonesia. dan lain-lain secara terpadu. emosi. Selanjutnya dapat memperjelas tujuan pendidikan dan saat yang lebih tepat untuk mengajarkannya.

2. dan faktor-faktor lain. membebaskan dirinya dari sifat-sifat yang kekanak-kanakan. Membentuk pengertian-pengertian yang perlu untuk kehidupan sehari-hari. Tugas ini sering dipersulit oleh adat istiadat. menulis. dan berhitung. Tugasnya ialah menerima bentuk badannya menggunakan sebaik-baiknya. 5. Membentuk sikap yang sehat terhadap dirinya sebagai organisme yang hidup. Menerima dan mempelajari tugas atau peranan menurut jenis kelamin masingmasing sesuai dengan norma-norma masyarakat. Memupuk sikap terhadap golongan dan lembaga-lembaga sosial. sikap orang tua. 4. Membentuk kata-hati. Developmental tasks" untuk anak-anak ialah : 1. 3. Menerima baik keadaan badannya dan menggunakannya dengan efektif. Mencapai hubungan sosial yang lebih memuaskan dan lebih matang dengan anggota jenis kelamin lain. Belajar bergaul dengan teman-temannya sebaya. Memperoleh kemerdekaan emosional lepas dari kebergantungannya dari orang tua dan orang dewasa lain. Tugas ini harus telah dimulai sejak kecil. 8. Mempelajari kecekatan jasmani yang perlu untuk permainan-permainan biasa. 4. Mempelajari peranan sosial sebagai anak laki-laki atau perempuan. Memperoleh kecakapan-kecakapan fundamental dalam membaca. celaan oleh masyarakat dan kesulitan untuk tugas-tugas selanjutnya. 2. Anak gadis menerima dan mempelajari tugasnya wanita dan anak laki-laki sebagai bakal bapak yang akan bertanggung jawab atas rumah tangganya. Pemuda-pemuda ada yang bercita-cita mempunyai tampan seperti bintang film akan tetapi keadaan jasmaninya mungkin kurang sesuai dengan idamannya itu. 3.Kegagalan memenuhinya berarti kesusahan bagi individu. 9. kesusilaan. 7. 6. dan skala norma-norma. Mencapai kemerdekaan pribadi. itu sebagaimana adanya dan . "Developmental tasks" bagi pemuda menurut Havighurst sebagai berikut : 1.

Memperoleh kemerdekaan ekonomi. dan lain-lain. 6. PERKEMBANGAN INTELEKTUAL Seorang ahli psikologi Swiss. Mempersiapkan diri untuk perkawinan dan kehidupan rumah tangga. Jabatan itu penting dalam masyarakat dan menjamin kemerdekaan ekonomi serta memberi kedudukan sosial. Jean Piaget selama 40 tahun mengadakan penelitian tentang perkembangan intelektual atau proses berpikir anak. Memupuk kelakuan yang secara sosial dapat dipertanggung jawabkan. Memperoleh kecakapan dan pengertian yang diperlukan untuk menjadi warga negara yang baik.5. tugas ini terutama berlaku bagi anak pria akan tetapi berangsur-angsur bertambah penting bagi anak-anak wanita. yakni dengan turut serta dalam kehidupan masyarakat dan negara sebagai orang dewasa dan memperhitungkan norma-norma masyarakat dan kelakuannya. dari bayi sampai masa pemuda. Memperoleh sejumlah norma sebagai pegangan untuk kelakuannya yang digunakannya sebagai pandangan hidup untuk memahami kedudukannya di dunia ini serta hubungannya dengan manusia lain. 9. Memilih dan mempersiapkan diri untuk suatu jabatan. 10. tetapi juga menunjukkan perbedaan karena tuntutan masyarakat yang berlainan di berbagai tempat. lembaga-lembaga sosial. politik. 7. ekonomi. Tugas-tugas yang dihadapi mereka ditentukan oleh pertumbuhan psikobiologis yang mungkin mempunyai dasar persamaan bagi seluruh pemuda di seluruh dunia. yakni pengertian tentang undang-undang pemerintah. Tujuannya ialah memperoleh sikap yang positif terhadap kehidupan keluarga dan pendidikan anak-anak. Ia antara lain menemukan bahwa anak-anak pada mulanya masih berpikir . "Developmental tasks" yang dikemukakan oleh Havighurst harus pula kita selidiki kebenarannya bagi anak-anak Indonesia dan menyesuaikannya dengan keadaan yang dihadapi oleh pemuda-pemuda dalam masyarakat kita. 8.

juga dapat melihat analogi. Ia telah dapat melihat hubungan antara bagian dengan keseluruhan. mengetahui tangan kanannya. Pada usia sekitar 7 tahun telah tampak pemikiran logis pada anak. pikiran dan bahasa bersifat ego-sentris. tinggi dan lebar gelas. Akan tetapi proses berpikir anak berkembang terus berkat bertambahnya pengalaman daan pengetahuannya. koordinasi pengamatan alat .2 tahun)  gerak refleks. Pada fase berikut. akan tetapi bukan tangan kanan orang yang menghadapinya. yang diperhatikannya hanya tingginya. mencari benda yang diambil dari penglihatannya. subjektif. pandangan animistis. orientasi menurut bagaimana ia melihat sesuatu. karena isi gelas tinggi dipindahkan ke dalam gelas pendek. . hanya dari pandangannya sendiri. Anak-anak haru dapat memusatkan perhatiannya kepada satu variabel. walaupun sebenarnya isinya sarna.4 tahun). misalnya matahari tidur. perkembangan bahasa dan persepsi yang cepat (2 . memandang benda mati seperti makhluk hidup. mengacaukan khayal dan kenyataan.menurut apa yang dilihatnya.7 tahun)  masalah dipecahkan dengan memikirkannya. misalnya bahwa seorang dapat tinggal sekaligus di Bandung dan di Jawa. koordinasi tangan . 2. Akan tetapi pada fase pertama pemikirannya terutama mengenai data yang konkrit. Ia belum dapat melihat hubungan antara dua variabel. mengadakan berbagai usaha untuk mencapai tujuan.mulut.dria (sensory) dan gerakan (motoris). sekitar usia 12 tahun ia mulai herpikir secara abstrak dengan menggunakan generalisasi dan konsep-konsep.mata. Fase pra-operasional (2 . Perkembangan intelektual menurut Piaget dalam garis besarnya adalah sebagai berikut : 1. la juga belum dapat memahami bahwa satu objek dapat mempunyai lebih dari satu ciri yang dapat dimasukkan dalam klasifikasi yang berbeda-beda. Fuse senso-motoris (bayi . koordinasi tangan . misalnya bahwa gelas yang lebih tinggi lebih banyak isinya daripada gelas yang pendek. Kegiatan mentalnya ditujukannya kepada objek dan kejadian yang kongkret yang langsung di hadapannya.

d. b. Perkembangan intelektual berjalan secara kontinu. ia harus mengadaptasikannya dengan memben struktur mental tuk yang lebih tinggi. kematangan. transmisi sosial. pengaruh lingkungan. c.11 tahun)  memahami reversibilitas. mulai dapat berpikir mengenai masalah konkrit. Faktor-faktor yang dapat membantu perkembangan intelektual antara lain : a.3.15 tahun)  semua jenis masalah logis. apa yang diperolehnya dari lingkungan kebudayaannya. atau pendek kata berpikir. Dengan operasi mental dimaksud mengoperasionalkan pikiran. Fase operasional konkrit (7 . walaupun bentuk bejana berbeda. Setelah itu dapat mengasimilasi hal-hal yang tercakup oleh struktur mentalnya. terutama pertumbuhan. berpikir sambil memanipulasi benda. artinya bahwa bila dihadapkan dengan masalah akan mengalami gangguan keseimbangan dan tidak akan puas sebelum masalah dipecahkan untuk mengembalikan keseimbangannya pada taraf yang lebih tinggi. namun perlu diolah secara mental. namun dapat dipengaruhi. Fase operasi formal (11 . termasuk mengemukakan dan menguji hipotesis dapat dipecahkan. masih belum dapat memecahkan masalah verbal yang agak kompleks. pemikiran formal masih egosentris dalam arti masih ada kesukaran untuk menyesuaikan yang ideal dengan kenyataan. 4. pengalaman. Proses adaptasi dan asimilasi berjalan terus demikian mengembangkan kemampuan intelektualnya. keseimbangan. Adanya pembagian dalam fase-fase tidak berarti bahwa ada batas yang tegas antara fase-fase itu. dan dari perhatian untuk diri-sendiri ke orientasi kepada orang lain. misalnya volume air tetap. . PERKEMBANGAN SOSIAL-EMOSIONAL Dalam garis besarnya perkembangan emosional bergerak dari kedudukaan kebergantungan ke taraf ketidak-bergantungan atau kemandirian. telah dapat menganalisis validitas cara-cara berpikir. Jika ia menghadapi sesuatu yang tidak sesuai dengan struktur mentalnya.

Dan akhirnya. . Ia selanjutnya berkembang sebagai anggota masyarakat yang lebih luas. Pada usia sekolah dan sepanjang di SD. ia mula-mula hanya menaruh perhatian kepada kepentingan dan perasaannya saja. seperti anggota masyarakat negara dan dunia. Pada scat inilah terjadi krisis identitas. Anak itu. Dalam perkembangan sosialnya. Ia juga harus mengembangkan diri dalam hubungannya dengan anggota jenis kelamin lain. menjelang kedewasaan dalam banyak hal ia telah mandiri dan tak lagi banyak bergantung kepada orang tua sampai ia dewasa dengan kemandirian penuh. khususnya ibunya. untuk mencari identitasnya sendiri serta kemandirian yang diperlukan bagi setiap orang yang dewasa. mengembangkan kemampuan untuk mengadakan hubungan intim dan akrab dengan seseorang sebagai persiapan untuk membentuk rumah tangga sendiri. bahkan pengaruh teman melebihi pengaruh orangtua. intelektual. yang makin merosot. Ia mulai bertanya. bagaimana konsep dirinya banyak diperolehnya dari feedback atau reaksi orang lain terhadap kelakuannya. yang mencari identitasnya sendiri serta kemandirian mulai berkonflik dengan orangtua. ia berangsur-angsur menaruh perhatian kepada orang lain. "Siapa saya?" Siapa dia. Untuk segala kebutuhannya ia memerlukan bantuan lingkungannya. Perhatiannya masih banyak terhadap orang-orang yang dekat padanya dalam keluarga. lambat laun ia lebih mampu mengurus diri sendiri. oleh sebab ia masih serba-lemah. serba tak tahu. apalagi bila orangtua ingin memperlakukannya seperti sediakala. ia mulai dapat mempengaruhi kelakuan orang lain dan senantiasa memperluas lingkaran pesahabatannya. Ia dapat mengikat tali persahabatan dengan teman lain. dengan bertambahnya pengalamannya. Lambat laun. Dengan berkembangnya dalam bidang fisik.Pada mulanya anak sangat bergantung terutama kepada orang tuanya. menjelang dan selama masa pubertas. ikatannya dengan teman sebaya bertambah erat. Kurikulum sekolah hendaknya membantu anak dalam transisi sosial untuk melepaskan diri dari ikatan keluarga dan pengaruh temah sebaya.

pascakonvensional dan masing-masing tingkatan terbagi dalam dua bagian. Orientasi instrumental Tindakan baik bila memberi kepuasan bagi diri atau juga bagi orang lain. Kepatuhan baik. menurut urutan tertentu. Hukuman harus dihindari dengan menunjukkan kepatuhan. negara. 2. menurut apa yang diharapkan. konvensional. karena tidak menimbulkan konsekuensi fisik yang merugikan. Kohlberg menemukan enam tingkatan dalam perkembangan moral yakni tingkatan pra-konvensional. berusia antara 10-28 tahun. Berdasarkan penelitian ternyata bahwa perkembangan moral anak melalui tahap-tahap tertentu. la memilih 50 orang. Orientasi hukuman dan kepatuhan Sesuatu dianggap baik bergantung pada hukuman atau akibat fisik baginya yang menyakitkan atau menyenangkan.Perkembangan moral Tokoh yang paling terkenal yang telah ineneliti perkembangan moral anak ialah Lawrence Kohlberg. Tak mungkin seorang melompati salah satu tahap. 1. Dalam wawancara itu anak itu dihadapkan kepada situasi yang mengandung dilemma moral yang metnberi kemungkinan macam-macam jawaban. Tingkatan konvensional Pada tahap ini anak ingin memelihara hubungan baik dengan orang lain. Peneliti ingin mengetahui apa alasan atau sebab anak memilih jawaban tertentu. Bahkan kita berbuat baik agar orang lain baik pula kepada kita. masyarakat. Tingkatan pra-konvensional Pada tingkatan ini anak telah dapat merenspons terhadap aturan dan akan tetapi baik dan buruk diukur dari konsekuensi fisiknya berupa hukuman atau ganjaran dan pujian yang ditentukan oleh orang yang memegang otoritas. Kita menolong orang lain agar ia kelak akan menolong kita. keluarga. Berhuat baik merupakan instrumen atau alat untuk menerima kebaikan dari orang lain. lalu mewawancarai mereka tiap tiga tahun selama 18 tahun. Apa yang diharapkan oleh orang yang dianggap sebagai sesuatu . tanpa mementingkan konsekuensinya.

Kebanyakan orang hanya dapat mencapai tingkat keempat. Bila ada kesepakatan masyarakat mengenai prinsip tertentu. 3. 5. dengan itikad baik. Orientasi kerukunan antar individu Kelakuan yang baik ialah yang menyenangkan orang lain yang dilakukan . . 4. 6.yang berharga. Ia berkelakuan baik bukan untuk memperoleh keuntungan bagi dirinya akan tetapi karena kebaikan itu diharapkan oleh masyarakat daripadanya. dan harkat manusia sebagai individu. maka secara legal undang undang dapat diubah berdasarkan pertimbangan rasional demi kepentingan masyarakat. Orientasi kontrak-sosial legalistik Suatu tindakan dianggap baik sesuai dengan hak individu atas pemikiran yang luas serta mendalam serta diterima baik oleh seluruh masyara kat. Tidak semua orang akan dapat mencapai tingkat moral tertinggi ini. Tingkatan pasca-konvensional atau tingkat otonom. Karena itu ia ingin menyesuaikan diri dengan harapanharapan itu dengan menunjukkan kesetiaannya kepada ketentuan-ketentuan demi ketertiban masyarakat. tingkat berprinsip. Orientasi prinsip etis yang universal Tindakan dianggap benar bila dilakukan berdasarkan keputusan hati-nurani atau kata-hati. kesamaan hak manusia. Orientasi hukum dan aturan Kelakuan yang baik ialah mematuhi dan menghormati aturan. Mematuhi peraturan adalah kewajiban baginya. sesuai dengan prinsip-prinsip etis yang universal seperti keadilan sosial. undangundang dan hukum yang telah ditentukan oleh yang yang berkuasa demi ketertiban masyarakat. Pada tingkatan ini individu merumuskan nilai-nilai atau prinsip-prinsip moralnya atas pemikiran kritis serta mendalam.

d) mempelajari anak dalam hubunganya dengan anak-anak lain dengan metode sosiometri. 4. bukan saja dalam situasi kelas melainkan juga sewaktu bermain-main. h. h) mengumpulkan segala keterangan mengenai anak itu dalam bentuk "cumulative record" yakni pengumpulan segala keterangan mengenai anak itu. Sesuaikan diri agar mengelakkan kecaman atau kebencian orang. Seuaikan diri agar mendapat penghargaan dari orang yang memandangnya dari segi kepentingan umum. yang dimulai pada saat ia masuk ke Taman Kanak-kanak dan terus-menerus ditambah dari tahun ke tahun dan "menyertai" anak ke sekolah mana saja pun ia pindah. 5. dengan orang tuanya dan dengan orang-orang lain yang ada hubungannya dengan anak itu. Sesuaikan diri agar jangan mengutuk diri sendiri. Pada masa yang akan datang diharapkan akan ada bermacam-macam test untuk mengenal inteligensi anak Indonesia dan segi-segi kepribadian lainnya. antara lain : a) mengamati dalam berbagai situasi dan lingkungan. bukan di sekolah saja. . melainkan juga di luar sekolah. Mematuhi peraturan untuk menghindari hukuman. g) menyuruh anak membuat huku harian. e) mengadakan catatan berkala atau anecdotal record mengenai kelakuan anak itu dalam situasi-situasi tertentu. 3.P dan Strong. f) menyelidiki hasil-hasil pekerjaan anak. b) mengadakan percakapan dengan anak. 2.149) Ada berbagai cara untuk mempelajari anak. c) menggunakan test dan angket. Sesuaikan diri agar memperoleh pujian atau ganjaran dan agar kebaikan itu mendapat balasan. J. (Shaver. berkaryawisata. W. 6. Sesuaikan diri untuk mencegah tindakan dari orang yang berkuasa. bersandiwara dan lain-lain.Secara sederhana tingkat perkembangan moral (Kohlberg) dapat digambarkan sebagai berikut : 1.

Kurikulum yang semata-mata didasarkan atas kebutuhan dan minat anak yakni child-centered curriculum dikatakan ekstrem karena anak selalu berada dalam masyarakatnya dan tak dapatmelepaskan diri dari tuntutan masyarakat. Kurikulum hendaknya memperhitungkan keunikan anak agar ia sedapat mungkin dapat berkembang sesuai dengan bakatnya. biasanya mengenai anak yang sukar dididik. 11. banyak pula persamaan antara mereka. 2. emosional. Tiap anak unik. 6.. 12. lain daripada yang lain. Pendidikan harmonis mencakup perkembangan kognitif. Jean Piaget mengadakan studi yang mendalam tentang perkembangan intelektual anak. Ada berbagai cara bagi guru untuk mempelajari anak. Sejak itu anak menjadi faktor yang harus dipertimbangkan dalam kurikulum. 10. 8. Ia membedakan fase sensomotoris. 9. fase operasional kongkret. Earl Kelly mempunyai pandangan tertentu tentang kebutuhan anak. Banyak tokoh pendidikan yang dipengaruhi olehnya. Kebutuhan anak dapat ditinjau dari segi anak dan dari segi masyarakat. 4. Maka sebagian dari kurikulum dapat sama bagi semua. dan fase operasional formal. 3. mempunyai ciri-ciri tersendiri. Walaupun tiap anak berbeda dengan anak lain. . Abraham Maslow. Anak merupakan keseluruhan dan bereaksi sebagai keseluruhan terhadap lingkungannya. Louis Raths. fase pra-operasional. Robert Havighurst mempertemukan perkembangan individu dengan tuntutan atau harapan masyarakat dalam konsep " developmental tasks". social dan fisik. atau perkembangan intelektual. 7. 5. RANGKUMAN 1. j) mempelajari buku-buku tentang anak-anak. afektif dan psikomotor. Lawrence Kohlberg menggunakan pola Piaget untuk mempelajari perkembangan moral pada anak.i) mengadakan penyelidikan yang mendalam mengenai riwayat hidup dan kelakuan anak (case study). Kedua segi ini harus dipertimbangkan dalam pengembangan kurikulum. Pandangan tentang anak berubah secara radikal oleh Jean Jacques Rousseau.

8. Apakah jasa Rousseau bagi pendidikan.PERTANYAAN DAN TUGAS 1. 5. 4. Adakah Saudara lihat perbedaan "developmental tasks" dahulu dan sekarang? Apa sebab terjadi perubahan itu? 13. 3. . Sesuaikah kebutuhan pemuda seperti dikemukakan Donald Doane dengan kebutuhan pemuda kita? 11. Adakah perbedaannya? Dalam hal apa. Adakah persamaan antara ketiga pendapat itu? yang manakah yang paling menarik bagi Saudara? Alasannya ?. dan Kelly. Perhatikan sekelompok anak bermain atau berkumpul. Kesulitan apakah Saudara hadapi? 7. Bandingkan kebutuhan anak menurut Abraham Maslow dengan apa yang dikemukakan Raths. Bandingkan "developmental tasks" di desa dan di kota. Bandingkan pendapat Rousseau dengan semboyan pendidikan kita "Tut Wuri Handayani". Ratsh dan Kelly. Bila diperhatikan kebutuhan anak yang disebut oleh Maslow. Apa tafsiran Saudara bahwa anak itu suatu keseluruhan. Selidiki hingga mana perbedaan individual diperhatikan di sekolah kita. Cuba pikirkan apa sebab demikian halnya. Pilih salah satu anak yang tinggal dekat Saudara. Coba terapkan beberapa cara guru untuk mengenal anak. 2. Yang manakah di antara "The Ten Imperative Needs" yang menarik bagi Saudara yang menurut pendapat Saudara perlu dipertimbangkan dalam kurikulum kita? 10. Catat perbedaan- perbedaan yang Saudara observasi. 6. Adakah bukti Saudara. dan apa sebabnya? 12. Andaikata Saudara ingin memperhatikan perbedaan individual bagaimanakah dapat melakukannya dalam pelajaran yang Saudara berikan. yang manakah yang Saudara rasa perlu diberi perhatian dalam pendidikan kita? 9.

kita dapat hertanya dalam arti apa kurikulum digunakan. Kurikulum dapat dipandang sebagai buku atau dokumen yang dijadikan guru sebagai pegangan dalam proses belajar-mengajar. Kurikulum yang formal. Kurikulum dapat juga diartikan sebagai sesuatu yang hidup dan berlaku selama jangka waktu tertentu dan perlu direvisi secara berkala agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. bahwa . melainkan segala sesuatu yang dialami ailak dalam kelas. warung sekolah. sebab menyangkut banyak variabel. Kurikulum yang riil. ruang olah raga. Akhirnya kurikulum dapat dipandang sebagai cetusan jiwa pendidik yang berusaha untuk mewujudkan citacita. dan banyak kegiatan lainnya. Keduanya saling berkaitan.bukan sekadar buku pedoman. Dalam hal ini dikatakan. pendek kata mengenai seluruh kehidupan anak sepanjang bersekolah. nilai-nilai yang tertinggi dalam kelakuan anak-didiknya. murid. kepala sekolah. Mengubah kurikulum dalam arti yang luas ini jauh lebih luas dan dengan demikian lebih pelik. Kurikulum dapat juga dilihat sebagai produk yaitu apa yang diharapkan dapat dicapai siswa dan sebagai proses untuk mencapainya. yaitu guru sendiri. Kurikulum ini sangat erat hubungariya dengan kepribadian guru. tempat bermain. penilik sekolah. Kurikulum dalam arti ini tak mungkin direncanakan sepenuhnya betapapun rincinya direncanakan. relatif lebih terbatas daripada kurikulum yang riil. Selanjutnya kurikulum dapat ditafsirkan sebagai apa yang dalam kenyataan terjadi dengan murid dalam kelas. Perubahan kurikulum di sini berarti mengubah semua yang terlibat di dalamnya. Dalam hal ini guru lebih besar kesempatannya merjadi pengembang kurikulum dalam kelasnya. karena dala:n interaksi dalam kelas selalu timbul hal-hal yang spontan dan kreatif yang tak dapat diramalkan sebelumnya. mengubah pedoman kurikulum.BAB 5 PROSES PERUBAHAN DAN PERBAIKAN KURIKULUM MAKNA PERUBAHAN KURIKULUM Bila kita bicara tentang perubahan kurikulum. karyawisata. juga orang tua dan masyarakat umumnya yang berkepentingan dalam pendidikan sekolah.

akan tetapi timbul pula perhatian baru terhadap pengetahuan akademis. pada taraf yang lebih tinggi. BAGAIMANA TERJADINYA PERUBAHAN . maupun pengetahuan secara berimbang. Anak yang mula-mula tak mengenal ganja. Perbaikan diadakan untuk meningkatkan nilai. Macam-macam kurikulum telah diciptakan dan banyak di antaranya telah dijalankan. kemudian diutamakan prinsip-prinsip utama. akan tetapi dapat juga memperburuk keadaan. bila dalam pelajaran akademis diutamakan hafalan fakta dan informasi. akhirnya ternyata menimbulkan masalah lain. sesudah itu yang dipentingkan ialah masyarakat. Disadari bahwa dalam kurikulum tak dapat diutamakan hanya satu aspek saja. Namun demikian sering diadakan perubahan dengan maksud terjadinya perbaikan. Perubahan adalah pergeseran posisi. dan untuk mengetahuinya digunakan kriteria tertentu. Dalam bidang kurikulum kita lihat betapa banyaknya ide dan usaha perbaikan kurikulum yang dicetuskan oleh berbagai tokoh pendidikan yang terkenal. sekalipun memberi perbaikan dalam segala hal bagi semua orang. Namun demikian. sehingga kurikulum itu ditinggalkan atau diubah. dapat berubah menjadi anak yang mengenalnya lalu terlibat dalam kejahatan. PERUBAHAN DAN PERBAIKAN Perubahan tak selalu sama dengan perbaikan. akan tetapi perbaikan selalu mengandung perubahan. Perubahan. Perubahan di sini tidak membawa perbaikan. Ada masanya pelajaran akademis yang diutamakan. kemudian tampil anak sebagai pusat kurikulum. kemudian disadari bahwa tak dapat anak hidup di luar masyarakat. Biasanya yang lama itu timbul dalam bentuk yang agak lain. Perbaikan berarti meningkatkan nilai atau mutu. Apa yang mula-mula diharapkan. Misalnya. masyarakat. Bila pada ketika kurikulum sepenuhnya dipusatkan pada anak. Perbedaan kriteria akan memberi perbedaan pendapat tentang baik-buruknya perubahan itu.perubahan kurikulum adalah perubahan social. tak pernah sesuatu kembali dalam bentuk aslinya. curriculum change is social change. kedudukan atau keadaan yang mungkin membawa perbaikan. dalam sejarah pendidikan. akan tetapi semua aspek : anak. Perbaikan selalu dikaitkan dengan penilaian.

misalnya motivasi intrinsik dengan janji kenaikan gaji atau pangkat. sehingga tidak terdapat perbedaan nilai lagi antara penerima dan pencetus perubahan. dan selanjutnya mengambil kesimpulan berdasarkan percobaan. dengan menggunakan otoritas atau indoktrinasi. PERUBAHAN GURU Perubahan kurikulum tak akan dapat dilaksanakan tanpa perubahan pada guru sendiri. akrab. indoktrinatif. Cara ini efisien. saat orang mengadopsinya. berbagai cara yang dapat digunakan. yang lama ditinggalkan saja tanpa membekas. melibatkan semua yang terlibat dalam perumusan masalah. yakni fase inisiasi. perubahan terjadi dalam tiga fase. Akan tetapi karena prosedur ini makan waktu dan tenaga yang banyak. mengajak turut berpatisipasi. tanpa mengakui kemampuan guru untuk berpikir sendiri dan hanya diharuskan menerima saja. penuh kesabaran dan pengertian. Seperti manusia lainnya. saatnya orang menerima ide itu dan fase kongruensi. maka sering dijalankan cara otoriter. pengumpulan data. menguji alternatif. dan selain itu diinginkan perubahan yang uniform di semua sekolah. karena telah biasa dengan cara-cara yang lama. sehingga timbul hasrat untuk memperbaikinya demi kepentingan bersama.Menurut para ahli sosiologi. dengan menjelaskan sifatnya. Perubahan yang terjadi atas paksaan dari pihak atasan. namun dalam jangka panjang tidak efektif. segera luntur dan hanya diikuti secara formal dan lahiriah. dianggap akan lebih mantap dan meresap dalam hati guru. Menjadikan perubahan sebagai masalah. dan luas perubahan yang ingin dicapai. yaitu taraf permulaan ide perubahan itu dilancarkan. mengemukakan perubahan sebagai masalah yang dipecahkan bersama. biasanya tidak dapat bertahan lama. sebab . Perubahan akan lebih berhasil. Untuk mencapai kesamaan pendapat. fase legitimasi. Guru cenderung bersifat konservatif. guru juga sering tidak mudah berubah. Setiap perubahan akan dapat mengganggu ketenteramannya. Dan bila ada perubahan atau perbaikan baru. dapat juga. memperoleh kredit. Dapat juga dengan membangkitkan motivasi intrinsik dengan menjalankan sikap ramah. menyamakan pendapat sehingga selaras dengan pikiran para pencetus. tujuan. paksaan keras atau halus. bila dari pihak guru dirasakan kekurangan dalam keadaan.

atau sebagai makhluk ekonomis yang harus diberi insentif. atau makhluk psikologis yang dapat dibujuk. atau sebagai makhluk rasional yang dapat diajak berpikir dalam memecahkan masalah bersama. Ia akan menentang perubahan yang akan mengurangi kedudukannya. Hendaknya ia sebanyak mungkin melibatkan guru dalam proses perubahan itu. hendaknya ia hati-hati menggunakan kekuasaan dan kewibawaannya. mencari hipotesis atau alternatif. Dalam proses itu hendaknya selalu diusahakan komunikasi terbuka. sehingga guru-guru bebas mengemukakan pendapatnya. Metode yang meniadakan peranan guru dan terutama didasarkan atas bahan yang telah tersusun. Seorang yang ingin melancarkan perubahan. harus berusaha menimbulkan kebutuhan itu pada guru-guru. Namun apabila ia merasa ketidakpuasan dengan keadaan. Bila ia memperoleh informasi melalui ceramah atau bacaan. menguji-cobakannya dan mengevaluasinya. apakah sebagai orang yang kurang terdidik yang memerlukan latihan. Walaupun petugas itu mempunyai kedudukan yang lebih tinggi. ataukah sebagai seorang profesional yang bertanggung jawab atas mutu profesinya. Pada saat itu ia terbuka bagi perubahan. Timbul padanya kebutuhan dan motivasi untuk menerima perubahan yang dapat memberi perbaikan. mengumpulkan data. Ia juga menentukan bagaimana memandang guru. Ia dapat bersama guru merumuskan masalah yang dihadapi yang akan dipecahkan bersama. Sikap petugas pembaharu banyak berpengaruh atas kemantapan perubahan yang diinginkan.tugasnya terutama untuk melestarikan kebudayaan dengan menyampaikannya kepada generasi muda. Perubahan hendaknya disertai pengalaman yang kongkret. uang. Ia melihat situasi dengan mata lain. mengambil keputusan. tidak akan diterima guru . maka ia mencari cara baru untuk mengatasi kekurangan yang dirasakannya pada dirinya dan dalam situasi pendidikan. maka ia dapat memperoleh pandangan baru tentang pendidikan. Guru adalah tokoh utama dalam kelasnya. Selain itu ia jangan bertindak sebagai orang yang serba tahu yang akan mengubah kelakuan guru. atau sebagai pegawai yang dapat dipaksa agar patuh.

ada pula yang acuh-tak-acuh. Hendaknya dicegah timbulnya popularisasi. Juga perubahan yang meminta pengorbanan tenaga. namun rendah hati dan tidak memamerkan pengetahuannya. Untuk mengadakan perubahan. harus dapat mempengaruhi orang dan memberi inspirasi. Menurut para ahli dalam "social engineering" dalam usaha mengadakan perubahan dapat dilalui empat Iangkah. Sering pula organisasi itu mempunyai hierarki yang ketat. Ada yang ikut-ikutan tanpa komitmen. 3. Perubahan hanya dapat berhasil bila semua bekerja-sama. yakni 1. mengadakan perubahan itu. Tiap organisasi mempunyai struktur sosial tertentu. dan 4. melumpuhkan bahkan meniadakan daya-daya yang menghambat. Mengadakan dalam struktur itu dapat mengancam ke dudukan seseorang.dengan senang hati. dan pikiran akan menemui pertentangan. memantapkan perubahan itu. Tiap orang mempunyai status tertentu dan menjalanakan peranan tertentu yang memberinya harga diri atau kekuasaan. ada yang ikut sekadar mengamankan diri karena takut bila ia mendapat tindakan. . mengikuti prosedur yang tetap. waktu. Orang yang berperan sebagai pengubah kurikulum harus dapat bekerjasama. Diusahakan mengenal daya-daya yang membantu dan menghalangi perubahan itu dan diadakan usaha untuk memperkuat daya-daya yang menyokong sambil melemahkan. Ada yang bersedia menerimanya. terbuka bagi pikiran orang lain dan terbuka bagi perubahan. yaitu dua pihak yang bertentangan. 2. harus diketahui dan dipertimbangkan keadaan yang ada. Ia hendaknya diakui sebagai manusia. Akan tetapi ia harus seorang profesional. ada yang menentangnya terang-terangan atau diam-diam. Sikap orang terhadap perubahan berbeda-beda. menganalisis situasi. MENGUBAH LEMBAGA ATAU ORGANISASI Mengubah lembaga atau organisasi menghadapi kesulitan lain. menentukan perubahan yang perlu diadakan. Ia harus mempunyai sensitivitas sosial. Untuk itu diperlukan kebijaksanaan dan kepekaan sosial.

tidak mempunyai petugas tertentu.Semua harus menyadari adanya masalah yang dihadapi serta kemungkinan untuk mengadakan perubahan. Tentu saja diharapkan agar guru- . Kelima. Praktik-praktik yang telah dijalankan ratusan tahun yang lalu masih berlaku. Diberi waktu untuk membicarakan dan memikirkan makna perub ahan itu bagi lembaga atau organisasi dan dengan percobaan itu bagi lembaga atau organisasi dan dengan percobaan mempraktikkannya memperIihatkan manfaat perubahan itu. Kedua. demikian pula tiap kurikulum. sedangkan cara-cara yang baru sangat sukar diterima dan membudaya. Keempat. Dapat disebut beberapa sebab kelambanan itu. tidak mendapat insentif dan hanya menerima penghargaan finansial berupa gaji seperti guru lain yang hanya mengikuti tradisi. Diusahakan agar semua menaruh minat terhadap usaha itu. Pertama. Setiap metode. seperti halnya dalam bidang pertanian yang menyediakan petugas lapangan. Belum dapat diramalkan dengan pasti apa yang akan terjadi bila dijalankan metode tertentu. KELAMBANAN PERUBAHAN DALAM PENDIDIKAN Dibandingkan dengan bidang pertanian. pendidikan. termasuk kurikulum. kebanyakan guru mempertahankan cara-cara lama yang telah teruji dan telah dikenalnya dengan baik dan dijalankan secara rutin. mempunyai sejumlah kelemahan. betapapun banyak kebaikannya. seakan akan tiap penyimpangan dari apa yang telah ditentukan dalam pedoman kurikulum akan dianggap sebagai pelanggaran. termasuk kurikulum belum cukup mempunyai dasar ilmiah. kurikulum yang uniform menghambat ruang gerak guru untuk mengadakan perubahan dan menimbulkan kesan. Bila timbul keyakinan akan kebaikan perubahan itu. Terlampau banyak variabel yang mempengaruhi hasil suatu tindakan pendidikan. betapapun rincinya kurikulum ditentukan oleh pusat. yang bersedia memberi bantuan kapan saja diperlukan. Akan tetapi seperti telah dikemukakan di atas. perubahan dalam pendidikan berjalan dengan lamban sekali. Juga Kanwil tidak menyediakan petugas yang bersedia dipanggil kapan saja guru atau sekolah memerlukan bantuannya guna mengatasi kesulitan yang dihadapi berkenaan dengan pelaksanaan kurikulum. maka besar harapan akan diterima dan digunakan untuk masa selanjutnya. pendidikan. selalu cukup banyak kesempatan bagi guru untuk berperan sebagai pengembang kurikulum. Ketiga. guru atau siapa saja yang mengadakan perbaikan.

karena perlu diyakini apa sebab perlu jam pelajaran ditambah.. Dengan variasi dimaksud menerima metode yang berhasil di sekolah lain untuk dijalankan di sekolah sendiri. dan 5. Orlosky mempelajari berbagai perubahan dan pembaruan kurikulum dalam 80 tahun akhir-akhir ini di Amerika Serikat. alterasi. restrukturiSasi. 2. Perubahan ini lebih sulit lagi dibandingkan dengan perubahan sebelumnya. yakni . Perubahan serupa ini memerlukan perubahan pada guru yang harus mempelajari dan menguasai cara baru itu. misalnya menjalankan team teaching. substitusi. padahal mengajar itu selalu merupakan "adventure" penuh rahasia yang menarik untuk dipikirkan. Lebih banyak risikonya ialah restrukturisasi. yang memberi peranan baru kepada guru dan memerlukan tenaga dan fasilitas baru. Perubahan ini lebih sulit diadakan dibanding dengan substitusi. Pengawasan yang terlampau ketat dari atasan akan menghambat berkembangnya inisiatif dan kreativitas guru dan merendahkannya menjadi sekadar tukang yang banyak bekerja secara otomatis dan rutin. Jadi di sini perubahan itu sangat kecil hanya mengganti atau menukar buku pelajaran. misalnya IPS dengan buku karangan orang lain yang dianggap lebih baik. Dan akhirnya. sedangkan di pihak lain dikurangi waktunya. TINGKAT PERUBAHAN Peruhahan kurikulum dapat kecil dan sangat terbatas. Perubahan itu dapat berupa : I . dapat pula luas dan mendasar. Alterasi juga berarti perubahan.guru lebih banyak diberi peluang untuk mencari cara-cara baru atau lebih menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan murid dan lingkungan. yang dapat mempengaruhi jam pelajaran bidang studi lain. variasi. orientasi baru. atau kurikulum yang berpusat pada pengetahuan akademis menjadi kurikulum yang berpusat pada anak atau macam-macam pendekatan lain dalam kurikulum. misalnya peralihan dari kurikulum . Substitusi dapat berupa mengganti buku pelajaran. perubahan yang paling besar risikonya ialah bila dituntut orientasi nilai-nilai baru. dalam hal ini misalnya menambah atau mengurangi jam pelajaran untuk bidang studi tertentu. yang "subject-centered" menjadi "unit approach". dengan meniadakan yang lama. 4. 3. STUDI TENTANG KEBERHASILAN PERUBAHAN KURIKULUM Othanel Smith dan D.

Atau. Nilai 1 berarti bahwa ide pembaruan itu tidak dilaksanakan di sekolah dan sukar dicari realisasinya di sekolah. Misalnya Driver education. sedangkan Thirty school experiment yang mengharuskan perombakan kurikulum secara menyeluruh hanya tinggal cita-cita yang tak berwujud. Keberhasilan perubahan atau pembaruan mereka beda penilaian 1 sampai 4. Perubahan tidak akan diterima atau bertahan lama. Penelitian dan perkembangan ternyata tidak . Elective System. selain dengan kebudayaan masyarakat. Environmental education. Creative education atau Core curriculum. jadi telah membudaya. Selain itu. Creative education. karena mengurangi .atau menghilangkan kekuasaan guru. Vocational and technical education dapat diterima dengan mudah. Safety education dan Vocational and technical education pada umumnya diterima baik oleh kebanyakan sekolah. hanya berupa ide akan tetapi tidak ada perwujudannya di sekolah. Nilai 3 artinya perubahan dan nilai 4 menunjukkan bahwa perubahan itu telah berhasil memasuki semua sekolah. bila kurang dukungan dari masyarakat. pikiran. Sebaliknya Driver education. Community school. seperti halnya dengan Sex education. seperti Activity curriculum. Ternyata bahwa kurikulum seperti Core curriculum. atau mengubah peranannya. Sex education dan Unit method kurang mendapat "pasaran". namun mempunyai pengaruh terhadap pendidikan. Juga Activitiy Curriculum. tenaga. atau mendapat tantangan dari pihak guru. bila terlampau banyak tuntutan.yang terjadi sebelum dan sesudah 1950. bahwa perubahan itu tidak diterima secara meluas. Thirty school experiment. perubahan kurikulum hendaknya menyesuaikan diri dengan "kebudayaan" guru. Apa sebab ada yang diterima sedangkan ada pula yang kebanyakan ditolak? Ternyata menambah atau mengurangi mata pelajaran lebih mudah diterima daripada reorganisasi seluruh kurikulum. Community school. yaitu cara mereka lazimnya berpikir dan berbuat. waktu dan pengorbanan dari pihak guru. Merombak kurikulum mengandung banyak risiko tanpa jaminan akan berhasil baik. Nilai 2 artinya. Environmental education.

Juga bahan pelajaran seperti paket pelajaran. diperlukan waktu 3-4 tahun. Selain itu penataran atau mengikuti kuliah di perguruan tinggi untuk mengikuti perkembangan pengetahuan dalam disiplin tertentu. dapat pula mengadakan wawancara. Mereka harus diikutsertakan dalam merumuskan dan memecahkan masalah yang dihadapi bersama. workshop. dan lain-lain. Ada kalanya diperlukan bantuan dari orang lain. observasi. misalnya ada yang lebih serasi bila dilakukan oleh panitia. Hen daknya dijauhi hal-hal yang dapat mengganggu. misalnya perbaikan pengajaran bahasa. misalnya dari Kanwil atau Perguruan Tinggi Perlu disediakan sumber dan bahan yang diperlukan. jangan terlampau cepat. karena dialah yang mempunyai kekuasaan dan kewibawaan dan kepemimpinan untuk melancarkan. 3. Tentukan kegiatan yang sesuai. BEBERAPA KURIKULUM Di bawah ini diberi sejumlah saran-saran singkat tentang Iangkah-langkah dalam proses mengubah kurikulum : 1. konperensi. seminar.efektif dalam perubahan kurikulum. kelompok studi. Saran-saran mereka harus diperhatikan. demikian juga inservice education dan pengembangan staf. Pelaksanaan perubahan memerlukan waktu. Dalam perubahan kurikulum kepala sekolah memainkan peranan yang sangat penting. Mendesak agar cepat bekerja akan cepat menghasilkan pekerjaan yang tergesa-gesa dan tidak cermat. Ada kalanya untuk suatu program. pusat alat instruksional dapat memberi sumbangan dalam perubahan kurikulum. Pupuklah suasana dan kondisi kerja yang serasi. 2. atau menggunakan alat-alat seperti tape-recorder. PETUNJUK TENTANG PROSES PERUBAHAN . melanjutkan. dan memantapkan perubahan. Keberhasilan perubahan bergantung pada kualitas dan kuantitas para peserta. Berikan waktu yang cukup. TV. jangan pula terlampau lambat. demonstrasi. Suasana kerja harus memberi kesempatan bagi peserta untuk mengeluarkan buah pikirannya secara bebas. dapat memberi bantuan masing-masing dalam perubahan kurikulum. Perubahan harus responsif terhadap kebu tuhan dan kemampuan guru.

atau model mengajar yang tersedia. kurikulum bermacam-macam tafsirannya. Tentukan prosedur penilaian dalam tiap usaha perubahan. Demikian pula. harus segera ditentukan cara menilai hingga mana tercapainya tujuan itu. metode yang dianjurkan sangat terbatas dan tidak spesifik. menentukan hanya sampai tujuan instruksional umum. Dalam posisi itu boleh dikatakan ialah pengembang kurikulum. karena ia memandang dirinya sekadar sebagai pelaksana kurikulum. Yang merumuskan TIK-nya ialah guru. strategi. Pada satu pihak. Apa yang ditentukan oleh atasanya sebenarnya masih jauh dari lengkap. masih banyak yang harus dilengkapi guru. Di pihak lain. mustahil meliputi kegiatan guru-siswa sampai hal yang sekecil-kecilnya. Yang diberikan terutama garis-garis besarnya. TIU. Evaluasi dimaksud untuk memperoleh gambaran tentang taraf tercapainya tujuan. Baru kemudian ditentukan kegiatan-kegiatan untuk mencapai tujuan itu. Ia tidak terikat pada test tertulis. Penilaian formatif dan sumatif untuk pelajaran yang diajarkan guru. kementerian Depdikbud. akan tetapi dapat men- . Kurikulum sekolah kita.4. Banyak lagi kesempatan bagi guru untuk secara kreatif memilih dari sejumlah besar metode. Dialah menentukan apa yang sesungguhnya terjadi dalam kelasnya. Yang dihasilkan ialah suatu kurikulum nasional yang menentukan garis-garis besar apa yang harus diajarkan kepada murid-murid. kurikulum dapat ditafsirkan sebagai segala sesuatu yang terjadi dalam kelas dan sekolah yang mempengaruhi perubahan kelakuan para siswa dengan berpedoman pada kurikulum yang ditentukan oleh Pemerintah. PROSES PERBAIKAN KURIKULUM Seperti telah dikemukakan. yang berusaha jangan menyimpang sedikit pun dari ketentuan dari atasan. dan ada tidaknya perbaikan pengajaran dalam kelasnya bergantung pada ada tidaknya usaha guru. sepenuhnya dalam tangan guru. Dalam arti terakhir ini. Tak semua guru sadar akan peranannya sebagai pengembang kurikulum. Setelah dirumuskan tujuan perubahan. dan kalaupun dirincikan. kurikulum dipandang sebagai buku pedoman dan wewenang untuk mengembangkannya ialah pusat. perbaikan kurikulum terutama tergantung pada guru. Bahan pelajaran juga hanya pokok-pokoknya.

Pelajaran itu dapat berupa modul atau pelajaran berprograma. Kurikulum kita uniform di samping usaha untuk sedapat mungkin mengatur apa yang harus dilakukan oleh guru sampai yang sekecilkecilnya. kreativitas. moral. estetis. Meningkatkan mutu pendidikan dapat dilakukan dengan dua macam pendekatan. Ialah yang berada dalam posisi strategis untuk mengenal perkembangan anak. Pendekatan ini pun tak mudah dijalankan karena menuntut kualitas guru yang tinggi yang masih belum terpenuhi pada saat ini. sosilal. Dialah yang dapat menilai aspek-aspek kepribadian anak. Pendekatan kedua ialah meningkatkan mutu guru sehingga mampu menjalankan bahkan memperbaikinya bila ada kelemahannya. etis. menyusun paket pelajaran sedemikian rupa. Pertama. guru yang berjiwa dinamis dan terbuka bagi pembaruan. Juga muridnya menunjukkan ciri-ciri khas yang mungkin bertukar dari tahun ke tahun. sikap dan aspek afektif lainnya. masih terdapat jarak yang cukup luas. Pendekatan pertama sangat mahal selain banyak kekurangannya. Dalam hal inilah ia harus sadar akan fungsinya sebagai pengembang kurikulum. Sebaliknya . Fungsi ini tentu harus lebih disadari kepala sekolah yang bertanggung-jawab atas pendidikan di seluruh sekolahnya dan seyogianya berusaha sedapat mungkin mengadakan perbaikan kurikulum sekolahnya Tiap sekolah berbeda dengan sekolah lain. yang memerlukan pemikiran. berkompetensi tinggi. Dan tiap guru berbeda pribadinya dengan guru lain. sehingga guru hanya berperan untuk mengatur distribusi bahan itu menurut kecepatan anak. dan lain-lain. sosial. Kurikulum yang uniform dapat menjadi alasan bagi guru untuk menjauhi inisiatif perbaikan dan hanya menunggu instruksi dari pihak atasan. dan kegiatan guru. Pada umumnya guru kita masih belum menyadari peranannya sebagai pengembang kurikulum.jalankan penilaian yang lebih komprehensif yang meliputi aspek emosional. Ia dapat menilai kemampuan kognitif pada tingkat mental yang jauh lebih tinggi daripada yang dapat diukur dengan Ebtanas. mental. Antara kurikulum nasional yang dijadikan pedoman sampai perubahan kelakuan anak. fisik. walaupun berada di kota yang sama.apalagi sekolah di daerah lain yang berbeda sifat geografi dan sosialekonominya. Pendekatan kedua memerlukan guru yang profesional.

Ada kemungkinan. demikian pula desain perbaikan atau implementasinya dan metode penilaiannya. bagaimana menilainya. Mengetahui Tujuan Perbaikan. Bila kita ingin memperbaiki kurikulum sekolah. Langkah pertama ialah mengetahui dengan jelas apa yang sebenarnya ingin dicapai.atasan yang tidak merangsang guru untuk bersifat dinamis dan memberi kesempatan serta dorongan untuk mencobakan perbaikan atas pemikiran sendiri dan tidak turut serta dalam usaha perbaikan dan penyesuaian dengan keadaan setempat. bagaimana melaksanakannya. bagaimana mengorganisasi bahan itu. sumber belajar apa yang diperlukan. Mengenal Keadaan Sekolah. Bahan segera usang karena kemajuan zaman. antara lain : y y y y y y y Mengetahui tujuan perbaikan Mengenal situasi sekolah Mengetahui kebutuhan siswa dan guru Mengenal masalah yang dihadapi sekolah Mengenal kompetensi guru Mengetahui gejala sosial Mengetahui perkembangan dan aliran dalam kurikulum. sumber belajar yang tersedia di sekolah atau lingkungan. dan sebagainya. Sering guru-guru tidak mengenal betul situasi sekolah yang sebenarnya. agar usaha itu berhasil baik. kita harus memperhatikan sejumlah dasar-dasar pertimbangan. cenderung mematikan kreativitas guru. apakah perlu dicari proses belajar-mengajar baru. misalnya kurang mengenal potensi guru. Kurikulum bukan benda mati akan tetapi sesuatu yang hidup mengikuti perkembangan zaman. tujuannya harus diperjelas atau diubah. bagaimana memanfaatkan balikannya. Kurikulum tak kunjung sempurna dan senantiasa dapat diperbaiki. pelajaran harus memperhatikan perbedaan individu dan mencari relevansi dengan kebutuhan setempat. bagaimana cara mencapainya. tidak mengenal sejarah perkembangan sekolah atau memahami kurikulum sekolah . Jadi perbaikan kurikulum tak kunjung berakhir dan bergerak terus. kurang mengenal keadaan masyarakat lingkungan.

intelektual. Juga dapat diadakan brainstorming dengan guru. moral. memilih bahan pelajaran . Agar ada dorongan untuk memperbaiki kurikulum harus disadari adanya kesenjangan antara keadaan yang nyata dengan apa yang diharapkan oleh kurikulum resmi atau apa yang diinginkan siswa dan guru. orangtua atau murid untuk mengetahui kelemahan-kelemahan dalam pendidikan di sekolah. perkembangan fisik. Mengetahui kebutuhan itu merupakan titik tolak bagi usaha perbaikan.sebagai keseluruhan serta hubungannya dengan instansi lain. relevansi kurikulum. dan sebagainya. apakah guru -guru memang ingin mengadakan perbaikan yang dianjurkan. observasi. atau bantuan yang dapat diperoleh. Untuk melaksanakan perbaikan itu perlu diadakan studi yang lebih luas guna memperoleh data lain yang dirasa perlu. konsep-diri anak. keadaan rumah tangga. bahan pelajaran. cara murid belajar. hasil belajar. kebudayaan masyarakat anak. Mempelajari Kebutuhan Murid Dan Guru. jumlah penerimaan. analisis pekerjaan murid. sosiometri. misalnya dari staf perguruan tinggi. yang sering berkenaan dengan metode mengajar. Mengenal Masalah Yang Dihadapi Sekolah. Untuk memperoleh data dapat digunakan test tertutup dan terbuka. memperhatikan perbedaan individual. wawancara. sosial. keadaan siswa secara keseluruhan. Dalam semua hal itu mungkin terdapat kekurangankekurangan yang perlu mendapat perhatian. Sebaliknya yang dijadikan fokus perbaikan ialah masalah-masalah yang dihadapi guru dalam pekerjaannya sehari-hari. Untuk mengetahui kebutuhan mana yang dirasa paling penting untuk diatasi. Data tentang siswa. angket. Tujuan pendidikan seperti diharapkan Pemerintah dapat memberi dorongan untuk mengadakan peruba han dalam keadaan sekarang yang dirasa tidak memuaskan. proses belajar-mengajar. Suatu masalah ialah. dapat diminta guru mengadakan ranking untuk kemudian didiskusikan selanjutnya dan memilih yang dirasa paling urgen. termasuk IKIP. bagaimanakah menyisipkan perbaikan itu kedalam kurikulum resmi. dan lain-lain. apakah perbaikan itu sungguh-sungguh mengenai inti persoalan ataukah hanya menyinggung gejalanya. macammacam golongan etnis. nilai-nilai dan harapan masa depan. lulusan dan putus sekolah.

dapat juga dari . Mengenal Kompetensi Guru. tidak prakis oleh guru dan tidak akan mendapat dukungan. kemampuan menganalisis situasi dan menafsirkan perbuatan. seperti kemampuan membuat perencanaan.yang lebih serasi. maupun dari luarnya. proses mengajar-belajar. Jika telah ditentukan dan disetujui masalah perbaikan yang akan dikerjakan. serta memupuk suasana yang menyenangkan. Mengenal Gejala Sosial. mencobakannya apakah benar hipotesis itu. Masalah yang dipilih hendaknya jangan terlampau luas sehingga sukar dikendalikan. orangtua. seperti komputer. kemampuan mempertemukan pandangan yang bertentangan. mungkin tidak dirasa relevan. mengumpulkan data. bahan pelajaran. fasilitas yang membantu proses belajar-mengajar. kemampuan menyatakan pikiran secara lisan dan tulisan. murid. mengambil kesimpulan. kemampuan untuk menanyakan pertanyaan yang relevan. Dari dalam pendidikan dorongan ke arah perbaikan dapat bersumber dari guru. psikologi anak. mengadakan perubahan. menilai untuk mcmperoleh balikan. Untuk memperbaiki kurikulum perlu diketahui kompetensi guru sebagai partisipan dalam pengembangannya. selain kompetensi umum. dan lain-lain. sosiologi. dan sebagainya. kemampuan untuk mencetuskan ide-ide baru. kepala sekolah. Masalah yang dianjurkan oleh pihak luar. dan seterusnya sampai tercapai hasil yang memuaskan. masalah itu dapat diperlukan sebagai cara pemecahan masalah pada umumnya. serta menggunakan alat. cara meningkatkan motivasi siswa belajar. menentukan hipotesis. masyarakat atau pemerintah. kemampuan bekerja-sama untuk menghasilkan pekerjaan yang bermutu. Perbaikan kurikulum dapat berasal dari desakan dari dalam dunia pendidikan. kemampuan mengadakaan eksperimen dan penelitian. kemampuan memilih dari sejumlah alternatif. mengimplementasikannya. yakni merumuskan masalahnya. pengetahuan mereka tentang seluk-beluk kurikulum. Masalah juga dapat berasal dari murid. organisasi kelas. Sebaliknya jangan pula terlampau sempit sehingga tak bermakna. kemampuan untuk mengarahkan dan mengkoordinasi.

Kurikulum harus dibangun terus menerus. khususnya guruguru belum berani mengambil inisiatif mengadakan perbaikan sendiri. tak perlu diambil risiko besar untuk mengadakan pembaruan total yang dapat menimbulkan goncangan besar di kalangan guruguru. Pemilik sekolah dalam kunjungannya tentu akan memberi sejumlah saran ke arah perbaikan kurikulum. Tiap guru mengalami hal-hal yang tidak memuaskan yang perlu diperbaikinya. guru suatu bidang studi yang dinamis dapat memperbaiki pengajaran hidang studinya. sedikit demi sedikit yang lazim disebut sebagai "broken front". sampai pada suatu saat lahir kurikulum baru. Demikian juga suatu sekolah yang "favorit" karena mutunya. karena tiap orangtua mengharapkan pendidikan yang sebaik-baiknya bagi anaknya. Orangtua pada umumnya belum menyadari sepenuhnya peran mereka dalam perbaikan sekolah. Kepala sekolah sudah sewajarnya mencita-citakan sekolah yang baik. Perguruan tinggi juga dapat menunjukkan keluhannya tentang mutu lulusan SMA dan konsumer para lulusan lembaga pendidikan merasakan kekurangan dalam tenaga kerja. Juga dari pihak luar datang usul-usul perbaikan sekolah. Lagi pula keluhan itu perlu dipertimbangkan dengan sungguh-sungguh oleh sebab tidak tiap keluhan mempunyai dasar yang kuat yang didukung oleh fakta. yang belum tentu memberi perbaikan. tanpa menunggu kemajuan sekolah lain yang ketinggalan. Tak semua keluhan itu dapat dipenuhi. Kurikulum yang baik tidak diperoleh sekaligus dengan adanya kurikulum yang baru sama sekali. lalu membiarkan keadaan berlangsung. Murid-murid pun mempunyai sejumlah keluhan tentang kekurangan yang dirasakannya tentang sekolah. Misalnya. Tak dapat kurikulum serentak diperbaiki dalam segala "front". pada umumnya para pendidik. Namun adanya keluhan itu seharusnya mendorong para pendidik untuk menilai diri sendiri dan berusaha memperbaikinya. Hingga kini. Bila kurikulum diperbaiki secara kontinu. Namun suara masyarakat tentang pendidikan sering dicetuskan melalui koran dan mass media lainnya. dapat lebih meningkatkannya lagi. yang mungkin tidak dilakukan guru bidang studi lainnya.penilik sekolah atau dari kementerian. Kurikulum yang barn sama sekali cenderung melenyapkan segala kebaikan kurikulum yang lampau. Masing-masing sekolah dapat berusaha mencapai .

Tiap aliran mengandung hal-hal yang positif yang dapat memperluas pandangan guru tentang kurikulum yang dapat mendorongnya untuk menerapkannya sejauh itu mungkin. Banyak di antaranya yang hanya berupa ide saja tanpa direalisasikan. Sekolah yang ketinggalan dalam hal tertentu dapat belajar dari sekolah yang telah maju. Mengetahui Aliran-aliran Dalam Pengembangan Kurikulum. Biasanya guru tidak berpegang secara ketat pada satu pola kurikulum tertentu. keunggulan dan tiap guru dapat mengusahakan tercapainya mutu yang senantiasa meningkat. Berbagai aliran timbul untuk mencari alternatif baru sebagai reaksi terhadap praktik kurikulum yang berlaku sekarang. Tak semua aliran baru dalam kurikulum dapat diterapkan. Ia dapat pada suatu saat menggunakan teori belajar S-R mematuhi PPSI dan sesaat lagi menerapkan pendekatan proses yang berdasarkan teori belajar Gestalt. dalam hal apa sekolah itu lebih baik atau lebih rendah mutunya daripada sekolah lain. Maka karena itu guru dapat membukakan diri terhadap berbagai aliran dalam pengembangan kurikulum. Kurikulum adalah bidang yang subur bagi penelitian. LANGKAH-LANGKAH DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM DI SEKOLAH Agar usaha perbaikan kurikulum di sekolah dapat berhasil baik hendaknya diperhatikan langkah-langkah yang berikut :  Adakan penilaian umum tentang sekolah. dan lain-lain. asal diadakan waktu khusus oleh kepala sekolah untuk membicarakan kurikulum sekolah secara berkala. . Perlombaan sehat antara sekolah dalam peningkatan mutu hendaknya jangan dihalangi. adanya diskrepansi antara kenyataan dengan apa yang diharapkan berbagai pihak. Kurikulum yang uniform mengenal standard minimal tidak menghambat mencapai mutu yang setinggi-tingginya. Banyak buku dan karangan terbit berkenaan dengan studi tentang kurikulum. sumber-sumber yang tersedia atau tidak tersedia."excellence". Ide-ide baru dapat menjadi pokok diskusi di kalangan guru. Biasanya ia bersifat eklektik. Namun ada saja kemungkinan mengambil aspek-aspek tertentu yang dapat memberikan perbaikan dalam rangka kurikulum yang berlaku. memilih apa yang dirasanya bermanfaat bagi tujuan tertentu.

kebutuhan guru. Jadi jangan didesak melakukannya dengan tergesa-gesa. Selidiki berbagai kebutuhan. yang timbul berdasarkan studi tentang berbagai kebutuhan yang tersebut di atas lalu memilih salah satu yang dianggap paling mendesak.  Menyiapkan desain perencanaannya yang mencakup tujuan. apakah yang direncanakan itu dapat direalisasikan.  Menerapkan cara-cara evaluasi. menilai maknanya bagi perbaikan sekolah dan menjelaskan makna serta implikasinya.  Memantapkan perbaikan. kepala sekolah hendaknya senantiasa menyatakan penghargaannya atas pekerjaan semua yang terlibat dalam usaha perbaikan ini.   Mengawasi pekerjaan panitia. Apa yang indah di atas kertas. Melaksanakan hasil panitia oleh guru dalam kelas. yang besar harapannya dapat dilaksanakan dengan baik. penilaian. percobaan. pelaksanaan. Ada perbaikan kurikulum yang fundamental yang makan waktu puluhan tahun.  Mengajukan saran perbaikan.  Mengidentifikasi masalah serta merumuskannya. antara lain kebutuhan siswa. Sering kurikulum yang dijalankan .  Memilih anggota panitia. sebaiknya dalam bentuk tertulis. bila ternyata usaha itu berhasil baik dan dijadikan pedoman selanjutnya. apakah sesuai dengan tuntutan kurikulum yang berlaku. Perlu pula memilih orang-orang yang benar-benar bermotivasi untuk mengadakan perbaikan dan mempunyai kompetensi yang memadai. biasanya oleh kepala sekolah. sedapat mungkin sesuai dengan kompetensi masingmasing. bergantung pada luas perbaikan yang akan diadakan. Perlu pula ditentukan batas waktu perencanaan dan pelaksanaan proyek ini. perbaikan. kadang-kadang 2 sampai 5 tahun. Pada taraf permulaan hendaknya diambil suatu proyek yang sederhana. Ketidakberhasilan akan menimbulkan kekecewaan dan keengganan untuk mengadakan perbaikan di masa mendatang. Perbaikan kurikulum memerlukan waktu lama sebelum membudaya. balikan. menentukan bahan pelajaran. cara mengevaluasi. metode penyampaiannya. belum tentu dapat diwujudkan. dan kebutuhan akan perubahan dan perbaikan. Oleh sebab pekerjaan ini tidak mudah. yang dapat didiskusikan bersama. dan seterusnya.

Dalam kelas. bahkan didorong untuk berubah. Yang memegang peranan dalam . banyak lagi yang turut terlibat dalam mutu kurikulum. Dalam proses perbaikan kurikulum seperti ini diperlukan partisipasi dari semua yang tiap hari terlibat dalam kurikulum yakni guru. dan lain-lain. Apakah hanya pejabat Depdikbud ataukah masih diperlukan peserta lain? Setelah Jeomr Bruner yang mengutamakan struktur disiplin ilmu. Untuk melaksanakan kurikulum itu dan juga dalam usaha untuk mengubahnya agar sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan anak dalam masyarakat tertentu diperlukan peserta lain. Dalam kelas kurikulum resmi itu memperoleh bentuk yang tersendiri bila diterjemahkan dalam interaksi hidup antara guru dan siswa. PESERTA DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM Siapakah yang diikut-sertakan dalam pengembangan kurikulum merupakan suatu masalah. merekalah yang pertama-tama yang harus berusaha mengadakan perbaikan. perguruan tinggi. seperti golongan agama. sedangkan sekolah harus menerjemahkannya dalam kegiatan yang lebih spesifik dan operasional. Kritik dan saran dari pihak luar biasanya bersifat umum. para ahli kurikulum dan berbagai lapisan masyarakat umumnya. Di belakangnya terkandung asumsi bahwa kurikulum menyusun suatu dokumen yang menjadi pegangan apa yang harus dip elajari siswa. industri. bukan hanya sekumpulan halaman cetakan belaka. Perubahan kurikulum senantiasa melibatkan perubahan manusia yang melaksanakannya. seperti Pemerintah. yaitu daya-daya dari dalam sekolah dan dari luar sekolah. para ahli disiplin ilmu dari universitas banyak dilibatkan dalam pengembangan kurikulum. politik. Dalam arti yang luas. khususnya IKIP. kurikulum adalah benda hidup yang dinamis. Agar kurikulum berubah demi perbaikan. Akan tetapi kurikulum yang sesungguhnya ialah apa yang terjadi dalam kelas dalam interaksi siswa dengan guru dan siswa lainnya dan dengan lingkungan. murid. orangtua. Dalam garis besarnya kita dapat membaginya dalam dua golongan. oleh dianggap kurikulum adalah terutama menyampaikan ilmu pengetahuan. guru sendiri harus berubah atau diizinkan. kepala sekolah dan pemilik sekolah dari Kanwil. Bila pendidikan mendapat sorotan dan kritik.masih mirip dengan yang terdapat puluhan bahkan ratusan tahun yang silam.

Berbuat hanya menghasilkan pelajaran. Pada saat ini guru belum menganggap dirinya seorang yang boleh bicara. Apa yang dikerjakan dalam kelasnya tertutup bagi dunia luar. tanpa memikirkan dan merenungkan apa yang dilakukannya. bahkan yang mempunyai keahlian dalam bidang kurikulum. bila direnungkan apa yang . la menganggap dirinya hanya sebagai pelaksana. Mereka akan lebih memahami bahwa gurulah unsur utama dalam kurikulum. Guru menghadapi kesulitan tersendiri. mengulangi caranya mengajar dari tahun ke tahun sampai akhir jabatannya.proses perbaikan kurikulum ialah guru oleh sebab dialah yang paling bertanggung-jawab atas mutu pendidikan anak-didiknya. Sebagian dari waktu libur sekolah dapat dimanfaatkan untuk membicarakan kekurangan-kekurangan dalam penyelenggaraan kurikulum dan secara bersama mencari usaha perbaikan. Pengalamannya selama puluhan tahun dapat merupakan pengalaman yang sama diulangi puluhan kali dan tidak tumbuh dalam profesinya. atau pelaksana kurikulum yang kreatif evaluatif. Ia hanya dapat berkembang. Pertumbuhannya ini dapat dibantu. Sikap keterbukaan ini memungkinkannya belajar dari murid. oleh sebab pada hakikatnya ia bekerja dalam dunia terisolisasi. Ia cenderung masuk cengkeraman rutin. ibarat tukang yang harus melaksanakan pekerjaan menurut instruksi. Semboyan "learning by doing" mempunyai satu syarat. Orang tidak belajar dengan sekadar berbuat. (3) bertukar pikiran dan pengalaman dengan teman guru-guru lainnya atau dengan kepala sekolah. Dengan demikian guru-guru lebih memahami seluk-beluk kurikulum dan menyadari peranannya sebagai pengembang kurikulum. bila sekolah secara berkala mengadakan rapat khusus untuk membicarakan hal-hal berkenaan dengan kurikulum serta perbaikannya. bila ia membiasakan diri (1) berunding dan bertukar pikiran dengan siswa. sehingga ia tidak memperoleh input tentang proses belajar-mengajar dalam kelasnya. khususnya dalam hal kurikulum kelas atau bidang studinya. Jarang sekali pelajarannya dihadiri oleh orang luar. melakukan pekerjaan berkali-kali tidak memberi pelajaran. terbuka bagi pendapat mereka. Jadi ia hanya terlibat dalam praktik. dari buku dan dari orang lain. Hasil pembicaraan akan diterapkan dalam kelas masing-masing lalu didiskusikan kemudian untuk menilai pengalaman guru masing-masing. (2) belajar terus dengan membaca literatur profesional.

atau mengalami sendiri kegunaannya. Guru mempunyai pandangan sendiri tentang kurikulum dan keberhasilan perubahan bergantung pada kesesuaiannya dengan nilai-nilai guru dan taraf partisipasinya dalam perubahan itu. Jika ia menyaksikan pelaksanaan. SMP. apakah dapat dilakukan dalam kelasnya. apa yang ingin dipelajarinya tentang suatu topik. bagaimana pendapatnya tentang . apakah perbaikan itu hanya bersifat teori. Partisipasi murid sama sekali tidak . PARTISIPASI MURID Pada umumnya kita belum mempertimbangkan peranan siswa dalam pengembangan kurikulum dan mereka memang tidak mempunyai kompetensi dalam bidang itu. juga perkumpulan guru dalam bidang studi tertentu yang tidak terbatas pada tingkatan sekolah. hendaknya diselidiki sikap dan reaksi guru terhadap perubahan itu dan mempertimbangkannya.dilakukan dan meningkatkannya pada taraf yang lebih abstrak. konse ptual. Dalam usaha untuk mengadakan perubahan kurikulum. dan lain-lain. atau bila guru mengajak siswa turut-serta dalam perencanaan suatu kegiatan belajar. Di sekolah progresif kepada murid diberikan peranan yang lebih besar lagi tentang apa yang mereka harapkan dari pelajaran. dan teoritis. maka perbaikan itu tidak akan lama bertahan.. Adanya perkumpulan profesional dengan terbitannya dapat merangsang guru untuk senantiasa melihat profesinya sebagai masalah yang secara kontinu mendorongnya untuk berpikir tentang kurikulum dan dengan demikian mempercepat perbaikan dan modernisasi pendidikan kita. Namun pada tingkat kegiatan kelas. seperti guru SD. Perubahan harus diterima dengan rasa komitmen agar berhasil baik. pelajaran. pada pokoknya mereka sudah dilibatkan dalam kurikulum. maka ia akan lebih mudah menerimanyl karena instruksi atau paksaan. atau menganggap bahwa cara yang lama lebih bermanfaat dan yang baru terlampau banyak menuntut waktu dan tenaga. Pada umumnya guru akan bersifat kritis dan menilainya. Perkembangan profesional guru juga terhambat karena tidak adanya perkumpulan profesional hagi berbagai golongan guru. SMA. PARTISIPASI GURU Tiap guru mempunyai reaksi individual terhadap perbaikan kurikulum. bila guru bertanya.

dan memutuskan apa yang akan dimasukkan dalam kurikulum sekolah. la sendiri harus mempunyai latar belakang yang mendalarn tentang teori dan praktik kurikulum. Ada kalanya dianggap bahwa seorang lahir sebagai pemimpin jadi bukan karena pengalaman. Sebagai pemimpin profesional ia menerjemahkan perubahan masyarakat dan kebudayaan ke dalam kurikulum. akan menimbulkan rasa benci bahkan protes. namun tidak ada yang dapat memberi jawaban yang memuaskan. Perubahan dalam sikap pemuda-pemudi akibat dinamika masyarakat tidak dapat diabaikannya. KEPEMIMPINAN DALAM PENDIDIKAN Telah banyak diadakan penelitian untuk mengetahui apakah sebenarnya kepemimpinan itu. Ialah tokoh utama yang mendorong guru agar senantiasa mencari perbaikan dan mengembangkan diri. mempertimbangkan. Rupanya kepemimpinan itu lebih kompleks daripada yang diduga semula dan timbul beberapa teori tentang hakikat kepemimpinan ini. sekalipun keputusan selalu di tangan guru.berarti bahwa keinginan mereka harus diperturut akan tetapi pandangan mereka dapat dimanfaatkan. Pemimpin dianggap sebagai orang yang jauh lebih ban yak . Kepala sekolah dan stafnya tak dapat tiada harus bekerja dalam kerangka patokan yang ditetapkan oleh Depdikbud. Memaksakan kurikulum yang tidak mereka sukai. hendaknya kepala sekolah dan guru-guru selalu rnemegang peranan utama untuk menerima. ia dapat membangkitkan atau mematikan perubahan kurikulum di sekolahnya. Perubahan kurikulum hanya akan berjalan dengan dukungan dan dorongan kepala sekolah. PARTISIPASI KEPALA SEKOLAH Kepala sekolah mempunyai kedudukan strategis dalam perbaikan kurikulum dan berbeda di garis depan perubahan kurikulum. Masih ada lagi golongan lain yang dapat membantu perbaikan kurikulum antara lain para inspeksi di Kanwil dan juga para orangtua dan tokoh-tokoh masyarakat. sekalipun tersembunyi terhadap pelajaran dan sekolah yang mereka nyatakan dalam perbuatan yang tidak diinginkan. Walaupun banyak orang yang dapat memberi sumbangan kepada perbaikan kurikulum. yang tidak disesuaikan dengan kebutuhan mereka.

Kita tidak tahu yang mana di antara sifat-sifat itu yang paling penting. berminat untuk memimpin. menurut pengalaman dan pendapat seseorang. bersemangat. kemampuan menyesuaikan diri dengan norma kelompok. Berbagai teori telah dipikirkan untuk menjelaskan hakikat kepemimpinan. Dalam segala situasi tertentu tampil pemimpin tertentu.tahu dan lebih kompeten daripada pengikutnya. dan seorang tidak akan menjadi pemimpin yang efektif dalam segala situasi. inteligensi tinggi : sosial. Situasi itu membutuhkan seorang pemimpin yang dianggap mampu mengatasi masalah yang ditimbulkan situasi itu secara efektif. Jadi pemimpin yang cocok untuk suatu situasi tidak akan cocok untuk situasi lain. Pemimpin ditunjuk oleh kelompok untuk tujuan tertentu untuk jangka waktu yang tertentu. Ada pula yang memandang kepemimpinan sebagai sesuatu yang dibagi bersama antara anggota kelompok guna mencapai tujuan-tujuan yang ditentukan bersama. Jadi kepemimpinan bergantung pada tugas yang dihadapi. Anggapan demikian menganut konsep yang otokratis tentang kepemimpinan. kesediaan memberi bantuan. kepemimpinan dianggap sebagai layanan kepada kelompok. Apa yang dilakukan pemimpin sama pentingnya dengan bagaimana caranya melakukannya. Salah satu teori memandang kepemimpinan sebagai orang yang memiliki sejumlah sifat yang membuatnya seorang pemimpin. pengendalian emosi. antara lain empat yaitu identifikasi dengan kebutuhan orang lain. Sebagai pembantu. Daftar ini rasanya masih dapat diperluas. Dalam organisasi yang demokratis pemimpin dianggap sebagai orang yang dapat membantu anggota lain untuk mengidentifikasi tujuan yang bermakna bagi kelompok dan membantu dalam mencapai tujuan itu. Teori ketiga ialah memandang kepemimpinan sebagai fungsi suatu situasi. verbal maupun akademis. . akan tetapi tak ada yang dapat menjelaskan semua gejala kepemimpinan itu dengan memuaskan. Pemimpin ialah orang yang menentukan sedangkan yang lain harus mematuhinya. karena dialah yang dianggap paling kompeten untuk tu gas itu.

semangat atau moral tinggi. sifat tugas. bersedia mendengarkan buah pikiran orang. Dalam kepemimpinan dapat dibedakan dua corak. saling menghormati. dan yang berorientasi pada hubungan manusiawi. memelihara hubungan antar manusia yang baik. berusaha agar ia disenangi. Efektivitas kepemimpian antara lain bergantung pada kualitas hubungan antara pemimpin dan anggota kelompok. dan prioritas tujuan. dalam berbagai situasi pada waktu-waktu tertentu. Yang berorientasi pada tugas ingin agar pekerjaan selesai. mengutamakan hasil dengan menentukan standar. Kepemimpinan berbeda menurut sifat lingkungan. Di lain pihak. yaitu yang berorientasi pada tugas. kepemimpinan yang mengutamakan hubungan manusiawi. menetapkan waktu penyelesaian pekerjaan. Kepemimpinan mungkin fungsi interaksi antara berbagai variabel itu yang membuka kesempatan timbulnya pemimpin yang sentral tanpa menghalangi orang lain untuk menjalankan kepemimpinan bersama.Ketiga teori itu ada kebenarannya. . sikap dan kebutuhan "pengikut" atau anggota kelompok pada saat tertentu. Masalahnya ialah bagaimana mempertemukan kedua pendekatan itu. adanya saling percaya. yaitu menjadi pemimpin yang disukai dan mencapai hasil yang diinginkan. atau menjadi pemimpin yang tidak hanya disenangi akan tetapi juga berhasil dan efektif. pemanfatan buah pikiran anggota. mengeritik pekerjaan yang tak bermutu. Pemimpin tidak memiliki sejumlah ciri yang sama. namun tidak dapat berlaku dalam segala situasi kepemimpinan. distribusi kekuasaan. berusaha agar pekerjaan menyenangkan. percaya-mempercayai. kekompakan. mendorong anggota bekerja dengan tenaga penuh agar mencapai kemajuan. bangkit dalam struktur suatu kelompok. timbul dalam situasi tertentu. Mungkin kepemimpinan bertalian dengan faktor-faktor pribadi. memupuk rasa hormat-menghormati. namun selalu menunjukkan kualitas tinggi dalam hal tertentu. namun tidak memberi hasil seperti kepemimpinan yang berorientasi pada tugas.

Strategi ini sangat ekonomis mengenai waktu dan tenaga bila mengadakan perubahan kurikulum secara uniform dan menyeluruh. tidak baik atau buruk akan tetapi mempunyai kebebasan untuk memilih dan memerlukan kesempatan dan hantuan menggunakan kehebasannya untuk memilih yang baik. Sebaliknya ia dapat memandang manusia yang pada hakikatnya buruk. demokratis semu. egoistis dan kerena itu perlu dididik. Kepemimpinan juga ditentukan oleh pandangan pemimpin terhadap manusia. Mengubah seluruh sistem pendidikan yang hanya dapat dilakukan oleh pusat yakni Depdikbud karena mempunyai wewenang penuh untuk mengadakan perubahan kurikulum secara total. Tanggung jawab tanpa diberi kekuasaan tertentu cenderung tidak memberi hasil. Kepemimpinan sering memerlukan otoritas atau kekuasaan. . STRATEGI KEPEMIMPINAN DALAM PERUBAHAN KURIKULUM Dengan strategi dimaksud rencana serangkaian usaha untuk mencapai tujuan. Dalam perubahan kurikulum pemilik sekolah. petunjuk-petunjuk pelaksanaan dan hukum pedoman. Ia dapat memandang manusia sebagai makhluk yang pada hakikatnya baik dan dapat diberi kepercayaan akan berkembang dan melakukan tugasnya dengan baik. kepala sekolah atau guru harus diberi kekuasaan atau wewenang agar dapat menjalankan tanggung jawabnya untuk membuat rencana guna perbaikan. dalam hal ini perubahan atau perbaikan kurikulum. Usaha besar-hesaran ini hanya dapat dikordinasi oleh pusat dengan memberikan pernyataan kebijaksanaan. Dapat pula manusia dipandang netral. menggunakan ancaman atau rasa takut.Kepemimpinan yang berorientasi pada tugas dapat menyeleweng menjadi kepemimpinan yang otokratis yang dapat bersifat paternalistik. diorientasi kearah perbaikan. Perubahan ini menyeluruh dan dijalankan secara uniform di seluruh negara. Untuk mengubah kurikulum dapat diikuti strategi yang berikut : 1.

atau interaksinya dengan . Dalam kelas kurikulum menjadi hidup. bukan hanya secarik kertas. Di sinilah dihadapi masalah kurikulum yang sesungguhnya. Rapat-rapat mengenai perbaikan kurikulum sebaiknya dilakukan secara kontinu oleh sebab tujuannya tidak diperoleh sekaligus. Cara ini cenderung bersifat birokratis yang dikatakan menyusun kurikulum "di belakang meja tulis" oleh tokoh-tokoh yang tidak atau kurang menceburkan diri dalam praktik sekolah yang sebenarnya. Bila semua perubahan kurikulum hanya datang dari pusat. yang riil. hanya terdapat di mana guru dan murid berada. Memusatkan perubahan kurikulum di kantor pusat tidak cukup melibatkan semua pakar kurikulum profesional yang tersebar di seluruh negara. Dalam menghadapi anak. dalam jangka panjang ini dapat mengekang dan membatasi perbaikan kurikulum secara kreatif oleh guru-guru di seluruh negara. Perbaikan yang sesungguhnya akan terjadi bila guru sendiri menyadari kekurangannya. yakni di sekolah dan dalam kelas. guru selalu mendapat kesempatan untuk mencobakan pikirannya sendiri. Dalam pelaksanaan kurikulum dalam kelas terhadap murid yang berbeda-beda. mau tak mau setiap guru akan menghadapi masalah yang harus diatasinya. Ada sejumlah kelemahan yang terdapat dalam pendekatan ini. Bagaimanapun ketatnya perincian kurikulum. Memperbaiki kurikulum berarti hanya menerima kebijaksanaan orang-orang yang secara resmi diberi status sebagai pemimpin urusan kurikulum. ada kalanya atas pemikirannya sendiri. Kelaslah yang menjadi garis depan perubahan dan perbaikan kurikulum. atau setiap tingkatan atau bidang studi. 2. Di bawah pimpinan kepala sekolah dapat diadakan rapat seluruh staf. Mengubah kurikulum tingkat lokal. Pedoman kurikulum hanya dapat dijiwai oleh guru dan pribadi guru terjalin erat dengan cara ia melaksanakan kurikulum itu. Kurikulum yang nyata.Dianggap bahwa di kantor pusat telah dihimpun personalia profesional yang paling unggul yang diberi fasilitas yang seluas-luasnya untuk merencanakan perubahan kurikulum itu sebaik-baiknya. tak dapat tiada guru harus mengadakan penyesuaian.

Memberikan pendidikan in-service dan pengembangan staf. Perubahan kurikulum di sekolah tidak berarti bahwa sekolah itu menyendiri dan melepaskan diri dari kurikulum resmi. Pengembangan staf atau staff development lebih tak-formaal.siswa dan dalam diskusi dengan teman guru lainnya. Kini pengertian supervisi sudah berubah. Bila dirasa perlu penilik sekolah dapat memberikan demonstrasi bagaimana melaksanakan suatu metode baru. Supervisi adalah memberi pelayanan kepada guru untuk memperoleh proses belajar-mengajar yang lebih efektif. Guru misalnya dapat disuruh mengobservasi dan menilai dirinya mengajar yang telah divideo-tape. Adanya perbedaan antara apa yang diajarkan di suatu sekolah tidak perlu mempersulit anak pindah sekolah. Kurikulum resmi hanya memberikan kurikulum minimal yang diharapkan harus dicapai oleh segenap siswa di seluruh Indonesia. Sama sekali tidak dilarang memberi bahan yang lebih mendalam dan luas bagi anak-anak yang berbakat. Dahulu pemilik sekolah mengunjungi sekolah untuk mengadakan inspeksi dan memberi penilaian terhadap guru dan sekolah. 4. In-service training dianggap lebih formal. Ada menyebutnya "kurikulum plus". Apa yang dipelajari dalam inservice dan pengembangan staf hendaknya dipraktikkan. 3. selama sekolah itu mengajarkan konsep-konsep dan prinsip-prinsip atau struktur ilmu. Kedatangannya dipandang sebagai hari mendung penuh rasa takut yang dihadapi guru dengan segala macam tipu muslihat. Sekolah itu tetap bergerak dalam rangka kurikulum resmi yang berlaku akan tetapi berusaha un tuk menyesuaikannya dengan kebutuhan anak dan lingkungannya serta berusaha untuk meningkatkannya. dengan rencana yang lebih ketat dan diselenggarakan atas instruksi pihak atasan. sedangkan isinya secara detail tidak esensial. Usaha perbaikan yang dijalankan oleh guru-guru memerlukan kordinasi kepala sekolah. Tujuannya ialah membantu guru mengadakan perbaikan dalam pengajaran. Supervisi. Dianggap bahwa kurikulum sekolah akan mengalami perbaikan jika mutu guru ditingkatkan. lebih bebas disesuaikan dengan kebutuhan guru. Seorang pemilik sekolah harus .

Yang lebih mungkin dilaksanakan ialah eksperimentasi. antara lain sekolah pembangunan yang kemudian menjadi PPSI cukup dikenal. open school. Hal ini antara lain dapat terjadi bila sekolah itu akan menjalankan misalnya team teaching. sayang tidak berbekas selanjutnya. Eksperimentasi dan penelitian.senantiasa mempelajari perkembangan kurikulum dan metode mengajar modern dan dapat pula menerapkannya. penjadwalan. dan sebagainya. yakni mencobak an metode atau bahan baru. dapat menghamburkan biaya dan tenaga yang banyak. metode unit. Demikian pula CBSA dan "muatan lokal" diujicobakan selain percobaan lainnya. tugas guru. Risiko pembaruan kurikulum tanpa ujicoba sangat besar. Negara kita tidak tertutup bagi macam-macam pembaruan dalam pendidikan. dan lain-lain yang memerlukan perubahan dalam semua aspek pengajaran. Ialah sebenarnya menjadi hulubalang dalam modernisasi pendidikan. Pada dasarnya setiap kurikulum baru harus diujicobakan lebih dahulu sebelum disebarkan di semua sekolah. Hal serupa ini akan jarang terdapat di negara kita dewasa ini. Percobaan metode baru dilakukan secara berkala. Ciri kemajuan ialah perubahan dan perbaikan. kecuali bila diadakan eksperimen dengan metode baru. administrasi. non-grading. Penelitian atau research pendidikan belum cukup dilakukan di negara kita ini. . 5. Kemajuan komunikasi dan transpor membuka pendidikan kita bagi berbagai pengaruh di bagian lain dunia ini. Reorganisasi diadakan bila sekolah itu ingin merombak seluruh cara mendidik di sekolah itu dengan menerima cara yang baru sama sekali. fasilitas. 6. kegiatan siswa. Biasanya penelitian tidak langsung dapat ditetapkan dan melalui fase yang lama sebelum diterima secara umum. tanpa jaminan bahwa pembaruan itu akan membawa perbaikan. Reorganisasi sekolah. juga dalam bidang pendidikan di sekolah. seperti bentuk ruangan. misalnya pengajaran modul.

bahwa dengan pengawasan yang lebih ketat murid itu akan berubah kelakuannya. . Yang banyak dilakukan guru ialah percobaan kecil-kecilan yang kurang sistematis bila is menyadari adanya masalah yang dihadapinya dan berniat untuk mengatasinya. dengan hipotesis. melihat kekurangan pendidikan berdasarkan Ebtanas atau evaluasi lainnya. Masalah akan timbul. guru menempatkannya di bangku paling depan. dan selain itu peka terhadap kritik dari dunia luar. Biasanya guru jarang melakukannya. Bila misalnya ada murid yang suka ribut dalam kelas. bila ia menghadapi suatu kesulitan dan mencari jalan untuk mengatasinya. dan umum nya bila merasa kurang puas dengan apa yang dilakukannya. Penelitian adalah cara yang secara sistematis mengikuti langkah-langkah tertentu untuk memecahkan suatu masalah. Maka guru harus lebih menyadari peranannya sebagai pengembang kurikulum. atau guru memberi tanggungiawab kepada murid yang nakal. sebenarnya tiap guru pernah mengadakan eksperimentasi. bila guru itu mengadakan evaluasi tentang pekerjaannya sendiri.Secara kecil-kecilan yang tidak sistematis. Ada guru yang menganjurkan anak yang ketinggalan agar belajar bersama dengan murid yang pandai. Bila diselidiki boleh dikatakan bahwa tiap guru pernah melakukan percobaan kecil-kecilan seperti ini. Perbaikan kurikulum pada hakikatnya terjadi dalam kelas dan dalam hal ini guru memegang peranan yang paling utama.

yang menuntut syarat-syarat yang lebih tinggi dan lebih berat dari tiap warga negara. Orang tua pada umumnya tidak mampu lagi memberikan pendidikan yang layak untuk mempersiapkan anak-anak untuk memenuhi syarat-syarat yang dituntut oleh masyarakat. Di samping itu ia mempelajari adat istiadat yang turun temurun dari nenek moyangnya. Segala sesuatu yang perlu bagi pendidikannya. makin banyak yang harus diperoleh anak-anak. terutama akhir-akhir ini sangat cepatnya. sehingga mereka pandai mengolah tanah. menanam padi. pendidikan anak-anak untuk kehidupannya dalam masyarakat itu diselenggarakan di luar sekolah.BAB 6 KURIKULUM DAN MASYARAKAT PENDIDIKAN DAN KEHIDUPAN Pada zaman dahulu. makin banyak mata pelajaran yang harus dikuasai oleh anakanak dan karena itu bertambah lamalah mereka harus bersekolah. diperoleh anak dari orang-orang di lingkungannya tanpa pendidikan formal di sekolah. Yang mendidik anak-anak ialah orang-orang yang mendapat latihan khusus untuk tugas itu. Sekolah tidak dapat bergerak secepat masyarakat. sehingga ia dapat mengatur kelakuannya sesuai dengan norma-norma yang berlaku di lingkungannya itu. waktu manusia masih hidup dalam rombonganrombongan masyarakat kecil. Anak-anak harus memiliki bermacam-macam ketrampilan dan sejumlah besar pengetahuan agar hidupnya terjamin. tradisional. tanpa sekolah. Dengan jalan demikian mereka dapat mengurus diri sendiri dan mencari nafkahnya dalam masyarakat itu. sehingga sering sekolah tidak sanggup mengikuti jejak kemajuan masyarakat. Akan tetapi pendidikan itu tidak serasi lagi apabila terjadi perubahanperubahan dalam masyarakat. dan . Makin maju masyarakat. memancing ikan atau berburu. Demikianlah anak-anak memperoleh pendidikan yang lengkap serta fungsional dalam masyarakat yang statis itu. Perubahan dalam masyarakat. Anak-anak meniru dan mengikuti kelakuan dan pekerjaan orang dewasa. terpencil dan sederhana. Akibatnya: sekolah bertambah lama bertambah jauh ketinggalan dan dicap konservatif.

yang sering tidak dapat kita ramalkan akibatnya. mobilitas. politik. dan sebagainya yang banyak merepotkan karena kita tidak sanggup mengatasinya pada waktunya. kejahatan. Sekolah yang tradisional. mengasingkan diri dari masyarakat dan karena itu tidak mampu dan serasi lagi untuk mempersiapkan anak-anak bagi kehidupan mereka dalam dunia modem ini. Salah satu ciri masyarakat ialah perubahannya yang cepat akibat perkembangan ilmu pengetahuan yang diterapkan dalam teknologi. MASYARAKAT KITA DEWASA INI Mendidik anak dengan baik hanya mungkin jika kita memahami masyarakat tempat ia hidup. yang hanya menoleh ke belakang pasti tidak dapat memberikan pendidikan yang relevan. Perkembangan ini menyebabkan lenyapnya jenis pekerjaan tertentu dan timbulnya berbagai macam pekerjaan lain. Anak-anak yang kini memasuki SD akan menghadapi dunia yang sangat berbeda dengan masyarakat 15 atau 20 tahun lagi bila ia menyelesaikan studinya di universitas. keamanan. karena cepatnya segala sesuatu berubah. Timbullah kecaman bahwa sekolah itu kolot. dan aspirasi masyarakat. Segala sesuatu mudah menjadi usang. kecelakaan. Perubahan-perubahan yang hebat dan cepat dalam masyarakat memberikan tugas yang lebih luas dan lebih berat kepada sekolah. akan tetapi dalam masa modern ini sudah tidak lagi memenuhi tuntutan zaman. Pekerjaan kasar semakin lama semakin .sering sekolah berpegang teguh pada mata pelajaran yang dahulu memang fungsional. Karena itu setiap pembina kurikulum harus senantiasa mempelajari keadaan. Produksi mobil yang berjumlah ratusan juta menimbulkan masalah jalan raya. Bagaimana menghadapi perubahan ini bukan sesuatu yang gampang. kegiatan. perkembangan. Kritik serupa ini akan selalu timbul dan mengharuskan sekolah untuk meninjau kurikulumnya kembali agar lebih relevan dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat. Seorang pengarang bernama Norman Cousins menulis buku "Modern Man is Obsolete" untuk memberi peringatan bahwa kita akan segera terbelakang bila kita tidak senantiasa menyesuaikan diri dengan perkembangan sosial. ekonomi.

Kemajuan teknologi memperbesar kebergantungan manusia pada manusia yang lainnya. sudah tidak lagi sesuai dalam keadaan yang berubah. sedangkan pekerjaan baru memerlukan pendidikan yang lebih lama. dan sebagainya akan sangat mengganggu kehidupan masyarakat Maka perlulah anak-anak dididik untuk menghargai jasa orang lain dan memberikan jasanya kepada masyarakat. minuman. bangsa-bangsa. Seorang gadis tidak lagi belajar menjahit dan ibunya. Tidak ada lagi zaman sekarang yang dapat memenuhi keperluan keluarganya. Peranan keluarga berubah bila dibandingkan dengan dahulu. Anak tidak lagi mempelajari suatu pekerjaan dari ayahnya. Kurikulum yang baik pada suatu saat. Perubahan masyarakat mengharuskan kurikulum senantiasa ditinjau kembali. Makanan. Di kota manusia menjadi semata-mata konsumtif.berkurang. Akan tetapi keluarga sudah banyak melepaskan fungsinya yang dahulu. ia mengikuti suatu kursus. akan tetapi ia memperolehnya dari sekolah kejuruan. lapangan olah raga atau pusat rekreasi lainnya. Fleksibilitas untuk mempelajari pekerjaan barn perlu dalam zaman modem ini. Juga negara makin lama makin bergantung pada negara-negara lain. pakaian. rekreasi. dan seribu satu macam kebutuhan lainya hanya diperolehnya berkat jasa orang lain. pegawai pos. Maka pentinglah anak-anak juga dididik dalam hubungan manusia dengan dunia internasional. Rekreasi yang dulu berpusat dalam keluarga kini sudah berpindah ke hioskop. Keluarga masih merupakan lembaga yang paling besar pengaruhnya terhadap Permusuhan dan peperangan dapat menimbulkan bahaya kemusnahan umat manusia karena tidak berhasil memupuk kerja sama antar perkembangan pribadi anak. Kurangnya rasa kasih sayang orang tua dapat menimbulkan sikap agresif atau kelainan lain dalam watak seseorang. pembuangan sampah. Anak-anak harus belajar berpikir sendiri untuk menghadapi berbagai persoalan baru dan jangan hanya disuruh menghafal jawaban atas pertanyaan yang telah usang. pengangkut sampah. . Pemogokan buruh lapangan terbang.

rumah sakit. Sekalipun dengan giat diusahakan keluarga berencana. dan bahkan berusaha memberikan pedidikan tinggi kepada semua warga-negaranya. . Eksplosi penduduk itu dengan sendirinya mempengaruhi soal persediaan makanan. Jumlah anak yang putus sekolah juga sangat mengkhawatirkan. bimbingan penyuluhan. pendeknya semua aspek kehidupan. Kalau negara yang maju sudah sekurang -kurangnya memberikan pendidikan menengah atas. bangsa yang rendah pendidikannya pasti akan menderita kerugian. Ada pendidik yang mengeluh bahwa kurikulum sekolah terlampau berat bebannya.5% dari pemuda berusia 18-28 tahun. Dalam zaman modern dengan teknologi yang maju masyarakat kita memerlukan rakyat yang terdidik. namun penduduk Indonesia bertambah sekitar 3 juta tiap tahun atau satu orang tiap 7. makan siang. transport. Namun anak itu merupakan suatu keseluruhan dan mau tak mau sekolah haru pula memperhatikan segala aspek s perkembangan anak. air bersih. . Maka karena itu di sekolah-sekolah yang maju juga disediakan fasilitas untuk kesehatan.5 detik. perumahan. maka dalam perjuangan hidup. dan menginginkan agar tugas sekolah dibatasi pada pendidikan akadeinis. termasuk pendidikan. Sekitar 63% dan anak-anak yang memasuki SD tidak dapat menyelesaikannya. Maka perlulah kurikulum sekolah ditinjau kembali dengan tujuan agar hendaknya kurikulum itu jangan menjadi sebab maka demikian banyaknya anak yang putus sekolah.Banyak fungsi keluarga sudah harus dibebankan kepada sekolah. dan sebagainya. Masalah lain yang dihadapi dalam masyarakat ialah pertambahan penduduk yang cepat. sedangkan kesehatan misalnya diserahkan kepada dokter. pemeriksaan gigi. Anak-anak berusia 13-18 tahun jumlahnya sekitar 17 juta pada tahun 1974 hanya 4 juta yang bersekolah sedangkan yang belajar di universitas hanya sekitar seperempat juta atau 2. apalagi menjalankan kewajiban belajar bagi semua anak berusia 7-12 tahun yang berjumlah sekitar 25 juta orang.Hanya menambah fasilitas pendidikan serta tenaga pengajar untuk pertambahan penduduk 3 juta tiap tahun ia sudah merupakan pekerjaan raksasa. keamanan.

Apakah kebudayaan daerah. bahkan sering justru membawa masalah-masalah yang lebih pelik lagi. Urbanisasi merupakan gejala yang umum di seluruh dunia dengan segala problema yang berkaitan dengan itu. Hanya sering kita terlambat mengenal akibatakibat perkembangan itu. Di atas telah dikemukakan beberapa masalah bertalian dengan masyarakat. dan pembina kurikulum. Bagaimana mempertimbangkannya dalam kurikulum adalah tugas yang terusmenerus akan dihadapi oleh guru. Tidak setiap kemajuan dalam ilmu pengetahuan teknologi membawa keuntungan dan kebahagiaan bagi umat manusia. adat istiadat. Tidak mudah memperoleh pendapat yang sama mengenai tugas sekolah. dan tiap masalah menimbulkan masalah-masalah baru. Pada satu pihak kita lihat sekolah itu sebagai lembaga yang harus mengawetkan kebudayaan yang diwariskan oleh nenek moyang dengan menyampaikan kepada generasi muda. Maka perlu pulalah anak-anak diajak menilai secara kritis perubahan-perubahan dalam masyarakat sekitarnya dan dalam dunia umumnya. FUNGSI SEKOLAH DAN KURIKULUM Kurikulum sekolah banyak ditentukan oleh tanggapan orang tentang apakah sebenarnya fungsi sekolah bagi masyarakat. Sekolah tak dapat tiada hams memperhatikannya bila kita ingin mendidik anak yang serasi untuk masyarakat sekarang. dari desa ke kota. Perpindahan penduduk melenyapkan isolasi suku-bangsa. pendidik. kesenian daerah harus disampaikan kepada .Kemajuan teknolologi dalam bentuk alat transpor memungkinkan manusia bepindah tempat dari pulau ke pulau. Pendidikan untuk memupuk saling pengertian antar suku bangsa yang beraneka ragam dengan menghilangkan prasangka atau buruk sangka perlu mendapat perhatian untuk memperkuat rasa kesatuan bangsa kita. Demikian pula tidak tiap perubahan atau pembaharuan berarti kemajuan. Masih banyak lagi masalah lain. Akan tetapi tidak ada kepastian apakah dari kebudayaan itu yang harus dimasukkan ke dalam kurikulum.

Ia mengatakan bahwa kita telah cukup memiliki pengetahuan tentang "social engineering" dan dapat memanfaatkannya untuk menguasai dan mengatur perkembangan masyarakat.semua anak di daerah itu. bahkan kepada anak-anak di luar daerah itu? Apakah kebudayaan lama itu masih sesuai dengan keadaan sekarang? Apakah kebudayaan itu tak dapat menghalangi kemajuan dan perkembangan rasa nasional yang kuat? Haruskah kepada anak-anak diajarkan apa yang dipelajari orang tua mereka dahulu? Bahwa sekolah hams menyampaikan unsur-unsur yang baik dan berfaedah tak dapat disangkal. Banyak yang pernah diharapkan dari sekolah. kemelaratan. Ia menganjurkan. dan mengatur perubahan sosial. apalagi dalam masyarakat yang kompleks sekarang ini. John Dewey memandang sekolah sebagai alat yang paling efektif untuk merekonstruksi dan memperbaiki masyarakat melalui pendidikan individu. Sekolah percobaan yang didirikannya merupakan masyarakat kecil tempat anakanak belajar dengan melakukan berbagai kegiatan yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari. Counts mempunyai pendirian yang lebih jauh lagi. kejahatan dan macam-macam penyakit masyarakat lainnya. namun bahan apa yang harus di ilih masih dapat p menjadi persoalan.S. G. Para ahli sosiologi . Juga B. and of educators as statesmen. Ada masanya dengan pengajaran dapat dilenyapkan kemiskinan. Othanel Smith bicara tentang pendidikan sebagai management and control of social change and as social engineering. Di lain pihak ada anggapan bahwa fungsi sekolah adalah memajukan masyarakat dan bertindak sebagai "agent of change". Ia tidak hanya mengharapkan bahwa pendidikan harus membawa perubahan dalam masyarakat akan tetapi mengubah tata-sosial. agar kebudayaan yang diwariskan harus senantiasa ditinjau secara kritis dari segi keadaan dan problema zaman sekarang. Kalau kita tidak rnengendalikannya. Tak semua orang akan dapat menerima fungsi sekolah yang demikian. maka perkembangan masyarakat karena kemajuan teknik dan ilmu pengetahuan akan menghancurkan umat manusia sendiri.

Maka tidaklah rnungkin sekolah itu mendahului peruhahan dalam masyarakat. jadi fungsi sekolah selalu konservatif.berpendapat bahwa sekolah sebagai lembaga yang didirikan oleh masyarakat. Dengan mengemukakan berhagai fungsi sekolah itu jangan kita anggap bahwa fungsi yang satu bertentangan dengan yang lain. Maka dalam pembinaan kurikulum tak mungkin kebutuhan individu dipisahkan dari kebutuhan masyarakat. sekolah yang ekstrim dalam hal ini adalah sekolah yang child-centered. . hanya dapat mencapai tujuan menurut norma-norma ynag ada dalam masyarakat itu. Dalam undang-undang dasar kita juga dikemukakan agar setiap anak dapat dikembangkan sesuai dengan bakat masingmasing. Kebudayaan ialah hasil pengalaman manusia pada masa yang lampau. KONSERVATISME SEKOLAH. Mengembangkan masyarakat hanya mungkin dengan mengembangkan individu. akan tetapi hanya dapat mengikuti dan menyesuaikan diri dengan perkembangan masyarakat. atau kebutuhan masyarakat sebagai lawan kebutuhan individu. Kurikulum sekolah selalu ditentukan oleh rnasyarakat dan kebudayaannya tempat sekolah itu berada. Akan tetapi tidak ada sekolah yang mengabaikan fungsi ini dengan berusaha merealisasikan potensi-potensi yang ada pada anak secara optimal. Fungsi lain yang telah dikemukakan oleh John Dewey ialah fungsi sekolah untuk mengembangkan individu. sekalipun tidak pula terlampau membesar-besarkannya. Demikian pula perkembangan dan kemajuan individu juga berarti kemajuan bagi masyarakat. bila kita berpendirian. bahwa tugas sekolah ialah menyampaikan kultur atau kebudayaan kepada anak-anak. Namun kita jangan meremehkan peranan sekolah dalam perubahan masyarakat. Pada hakekatnya sekolah itu tak dapat tiada hares bersifat konservatif. Kita jangan membuat kesalahan memandang sekolah masyarakat sebagai lawan sekolah yang berpusat pada anak. Dari warisan itu dipilih hal-hal yang dianggap perlu bagi pendidikan anak-anak yang di sajikan dalam bentuk mata pelajaran.

Manusia tidak hidup dalam suatu vocuum. memelihara. nilai nilai pada semua warga negara. memang sangat banyak mengandung hal-hal yang sangat berguna bagi kehidupan sekarang. Itu sebabnya maka pada suatu pihak sekolah itu harus konservatif. Sekolah ialah alas utama yang digunakan masyarakat agar generasi muda menerima cara-cara hidup yang dianggap baik oleh masyarakat itu. bahwa anak-anak tidak hanya menerima begitu saja apa yang mereka peroleh dari generasi yang lama. Faktor lain yang menyebabkan sekolah itu konservatif terletak dalam diri manusia sendiri. akan tetapi sekolah jangan mematikan inisiatif dan kreati . Kebudayaan disampaikan kepada anak-anak karena dianggap betul-betul berfaedah dan mengandung arti bagi masa kini dan masa depan. atau segala yang baru itu baik. ia hasil masa lampau dan menuju kemasa yang akan datang. Sekolah ialah suatu lembaga sosial untuk mewujudkan tujuantujuan sosial. Akan teta kalau yang pi lama itu ternyata tidak sesuai lagi. Mereka hendaknya diberi kesempatan untuk menilainya secara kritis berhubung dengan dinamika masyarakat. Akan tetapi ini hanya salah satu aspek dari tugasnya. Di samping peranan konservatif sekolah mempunyai juga peranan evaluatif dan kreatif Dengan peranan evaluatif dimaksud.itas muridmurid. Di sinilah hendaknya sekolah memberi kesempatan kepada murid-murid yang berbakat untuk menciptakan sesuatu yang baru untuk kepentingan masyarakat seluruhnya. bahwa murid akan menciptakannya selama bersekolah. sikap. Inilah peranan kreatif dari sekolah.Kebudayaan. maka haruslah dicari jalan-jalan baru. Dengan me nyampaikan kebudayaan itu tercapailah kesamaan norma. Kadang-kadang perlu meninjau kembali kesesuaian nilainilai yang lama dalam keadaan yang baru. suatu kekosongan. Ini tidak berarti. Sekolah didirikan oleh masyarakat untuk anak-anak agar mereka mempertahankan. hasil pengalaman manusia yang lampau. Kalau sekolah hanya berpegang pada tugas ini saja. maka mungkin sekalilah sekolah itu ketinggalan zaman. Ini tidak berarti bahwa segala yang lama itu tidak berguna. dan menjamin kelangsungan hidup masyarakat itu. Manusia mempunyai sifat konservatif dalam arti cenderung .

lain. segala usaha ke arah pembaruan akan menemui kegagalan. kalau yang lama itu memuaskannya. Hanya saja sifat ini hendaknya jangan terlalu berkuasa. Pembaruan yang tergesagesa dicegah dengan adanya sifat konservatisme ini sebagai faktor pengontrol. Masyarakat kita sekarang jauh berlainan daripada masyarakat nenek moyang kita dan berlainan pula dengan masyarakat yang akan dihadapi oleh anak cucu kita pada masa mendatang. maka kurikulum yang baru sukar meng gantikan kurikulum yang tradisional yang telah berpuluh-puluh tahun lamanya diikuti oleh guru-guru. Decroly. bahwa desakan untuk pembaruan pendidikan kebanyakan datang dari tokoh-tokoh yang asalnya bekerja di luar lapangan persekolahan seperti Rousseau. Dan guru sulit melepaskan diri dari cara-cara ia dahulu diajar dan dari jenis-jenis mata pelajaran yang diperolehnya waktu ia masih murid. Karena sifat ini. Sekali suatu mata pelajaran dimasukkan ke sekolah.untuk mempertahankan yang ada. sukar mengubah atau mengeluarkannya walaupun tidak cocok lagi dengan perkembangan masyarakat. Perubahan teknologi dalam beberapa tahun akhir-akhir ini saja lebih hebat dan lebih banyak daripada yang pernah dialami nenek kita sepanjang . sehingga pintu sekolah tertutup rapi untuk segala sesuatu yang berbau pembaruan pendidikan. Demikian pula halnya di sekolah. Ia lamban dan enggan berubah. dan lain. sehingga merupakan suatu revolusi. Sifat konservatisme ini ada juga faedahnya. maka orang berhati-hati menerima pembaharuan-pembaharuan yang belum diuji dan dicobakan lebih dahulu dengan hasil yang memuaskan. KURIKULUM DAN MASYARAKAT YANG DINAMIS Masyarakat senantiasa berubah dan terus-menerus akan berubah. karena perubahan dan pembaruan meminta tenaga dan pikiran. Montessori. Ilmu pengetahuan dan teknologi ialah daya-daya yang sangat mempercepat perubahan dalam masyarakat. malahan sering menentang perubahan. Ia lebih senang mengikuti jejakjejak tradisi. Bahwa sifat inertia atau kelambanan itu banyak terdapat justru di kalangan guru. Itulah salah satu sebab. Tanpa perubahan pada diri guru. terbukti dari kenyataan. Manusia sukar menyimpang dari kebiasaan atau adat istiadat. Herbert Spencer. Karena itu pembaruan pengajaran harus dimulai dalam diri guru sendiri.

Segala perubahan itu sedikit banyak mempengaruhi cara hidup dan cara berpikir manusia: Karena kemajuan clalam lapangan pengangkutan dan perhubungan. telepon. dan membatu? Misalnya rencana pelajaran yang bercorak kolonial tidak dapat dipertahankan dalam negara yang telah merdeka. makanan kaleng. untuk bekerjasama agar dapat hidup damai berdampingan di dunia ini. Laos atau Timur Tengah. Di samping membawa kebahagiaan. Karena kurikulum harus dinamis dan ini hanya mungkin dengan bentuk kurikulum yang fleksibel. dan sebagainya. dan sebagainya yang juga mengenai diri setiap orang. Sekolah hendaknya turut serta memberi sumbangan ke arah terciptanya dunia yang bahagia dan aman bagi seluruh umat manusia. Karena kurikulum tidak dapat ditentukan secara mutlak dan uniform untuk semua sekolah dalam bentuk suatu rencana pelajaran terurai yang harus diikuti oleh guru hingga detail yang sekecil-kecilnya. bahwa sekolah harus mempersiapkan anak-anak untuk masyarakat. segera diketahui di semua pelosok di dunia. an Berdasarkan kenyataan ini. Dunia ini rasanya bertambah kecil. bahwa sekolah harus mendidik untuk kehidupan. kapal terbang. menimbulkan ketegangan pula di seluruh dunia. kemajuan ilmu pengetahun dan teknik banyak juga mengandung bahaya apabila disalah gunakan. Segala sesuatu yang penting yang terjadi di suatu daerah. radio. Pendapatan-pendapatan baru segera tersebar di seluruh dunia dan mempengaruhi hidup manusia seperti listrik. TV. Sekolah tidak dapat menutup mata untuk masalah-masalah internasional seperti polusi. sehingga senantiasa terbuka untuk memberikan hahan pelajaran yang penting dan perlu bagi muridmurid pada saat dan tempat tertentu. kolot. Ketegangan di suatu negara. . apakah itu Zaire. Bila diterima sebagai prinsip. dapatkah dipertahankan kurikulum yang statis. Masyarakat kita sekarang ini sangat dinamis dan senantiasa ak berubah. maka kurikulum seharusnya disesuaikan dengan gerak-gerik dan perubahanperubahan masyarakat itu. Tak ada lagi daerah atau negara yang terpencil. yakni yang dapat diubah menurut kebutuhan dan keadaan. Isi kurikulum harus senantiasa dapat berubah sesuai dengan perubahan masyarakat. Dengan demikian kurikulum itu cukup elastis.hidupnya. dunia ini telah menjadi suatu kesatuan. eksplosi penduduk. Bahaya kehancuran dengan born atom memberi tugas baru kepada umat manusia.

sistem ini masih sangat umum terdapat di sekolah-sekolah kita. Hubungan dengan lingkungan sangat sedikit. Anak-anak dalam kelas kebanyakan duduk di bangku sambil menghafal. sehingga anak-anak benar-benar dipersiapkan untuk menghadapi masalah-masalah di dalam masyarakat tempat is hidup. . SEKOLAII MASYARAKAT Menurut Olsen*) perkembangan persekolahan di Amerika Serikat melalui tiga fase. rundingan antara guru dengan murid sangat diutamakan dalam merencanakan apa yang akan dipelajari di sekolah.Kurikulum yang uniform mematikan inisiatif guru. Sekolah ini bersifat "book-centered" atau berpusat pada buku pelajaran. Keadaan dan kebutuhan yang serba ragam di berbagai daerah di Tanah Air kita memerlukan kurikulum yang fleksibel. 1. sedangkan kebutuhan mereka sebagai orang dewasa dalam masyarakat sering diabaikan. Hanya dengan jalan demikian sekolah dapat memberikan pendidikan yang fungsional. Pelajaran-pelajaran terlepas dari kehidupan masyarakat. Kurikulum bersifat subject-sentered yang memberikan pengetahuan yang logic sistematis. anak-anak diberi lebih banyak kebebasan. Di sekolah ini disiplin lebih lunak. Pendidikan ini kurang memperhatikan perbedaan individual. Kurikulum didasarkan atas minat dan kebutuhan anak-anak dan pemuda. minat dan kebutuhan anak-anak. Walaupun sekolah yang semata-mata child-centered boleh dikatakan tidak ada lagi. mendengarkan atau melamun. prinsip-prinsip aliran ini sangat berharga bagi perbaikan pengajaran. Sekolah progresif Sekolah ini bersifat child-centered. Walaupun disebut tradisional. sehingga keperluan-keperluan masyarakat itu dapat dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah. 2. mengekang kebebasannya dan menutup kemungkinan untuk menyesuaikan kurikulum dengan keadaan masyarakat dan kebutuhan murid-murid setempat. Sekolah akademis atau Sekolah Tradisional. Kurikulum yang uniform juga bertentangan dengan prinsip untuk menyesuaikan pelajaran dengan perbedaan inidividual.

Sekolah membuka pintu untuk mengadakan hubungan . Masyarakat dipandang sebagai laboratorium tempat anak belajar. menyelidiki dan turut serta dalam usaha-usaha masyarakat yang mengandung unsur pendidikan. Sekolah ini merupakan pusat masyarakat untuk melakukan pertemuanpertemuan. jasmaniah. masalah-masalah dan proses-proses sosial dengan tujuan untuk memperbaiki kehidupan dalam masyarakat. Buku-buku dan bacaan-bacaan lain memang penting juga. CIRI-CIRI SEKOLAH MASYARAKAT *) Menurut Olsen ciri-ciri Community School ialah sebagai berikut: 1. talc dapat tiada anak-anak harus diberi kesempatan sebanyak-banyaknya untuk mempelajari masyarakat berkat pengalaman langsung. akan tetapi tidak memadai. Sekolah itu menggunakan masyarakat sebagai laboratorium tempat belajar. emosional. Belajar tidak hanya terbatas antara empat dinding kelas. penyakit menular berkurang dengan adanya usaha sekolah kearah itu. upacara-upacara dan usaha-usaha lain.3. Sekolah ini bersifat life-centered. Sekolah ini mendidik anak-anak menjadi manusia yang lebih baik dalam dunia yang lebih baik. sehingga sekolah dapat memasuki masyarakat dan masyarakat dapat memasuki sekolah. sosial. dan ketrampilan yang penting guna perbaikan kehidupan masyarakat. kejahatan pemuda. Sekolah ini menurut sertakan orang banyak dalam proses pendidikan untuk mempelajari problema-problema sosial. Kalau kita ingin memupuk pengertian. minat. Dengan jalan demikian terbukalah pintu antara sekolah dengan masyarakat. material. Yang menjadi pokok pelajaran ialah kebutuhan manusia. 2. Sekolah itu memperbaiki mutu kehidupan setempat pada saat sekarang Berkat sekolah maka orang dalam masyarakat menjadi manusia yang lebih baik. Hubungan antar-suku bertambah erat. Sekolah masyarakat atau community school.

Murid-murid pergi ke luar melakukan karyawisata untuk menyelidiki usaha pertanian. Mengenai hal-hal tertentu sering diadakan perundingan antara guru dengan orang tua dan pemimpin-pemimpin dalam masyarakat guna perbaikan sekolah. 4. sekolah masyarakat menggunakan lingkungan sebagai sumber pelajaran yang sangat penting. Di samping bukubuku. seperti soal mencari nafkah. Inti kurikulum terdiri atas kebutuhan manusia dalam masyarakat sekarang dan masa depan. Sekolah itu tidak hanya untuk kepentingan anak-anak melainkan juga untuk orang dewasa. Gedung sekolah itu menjadi pusat kegiatan masyarakat. Sekolah itu menurut sertakan orang tua dalam urusan-urusan sekolah. Gedung sekolah dapat digunakan untuk pertemuan dan rapatrapat. pertandingan-pertandingan olahraga dan lain-lain dapat dilakukan di sekolah. bukan hanya dalam bidang material. Orang tua. dan sebagainya. Dengan jalan demikian terdapat hubungan erat antara pelajaran di sekolah dengan tuntutan-tuntutan kehidupan masyarakat yang mengandung arti bagi murid dan karena itu lebih merangsang kegiatan anak anak untuk belajar. perumahan. akan tetapi juga termasuk tanggung jawab seluruh masyarakat. Orang-orang diundang ke sekolah untuk memberi keterangan-keterangan mengenai bidang keahliannya. Sekolah itu mendasarkan kurikulum pada proses-proses dan problemaproblema kehidupan dalam masyarakat. dalam bentuk POMG atau sejenis turut membantu sekolah. 3. tetapi juga dalam lapangan pendidikan. Sekolah itu turut mengkoordinasikan masyarakat. perindustrian. . 5. untuk perayaanperayaan dalam lingkungan itu.timbal balik dengan masyarakat. dan sebagainya. menjaga kesehatan. bergaul dengan orang-orang lain. memperbaiki kehidupan kekeluargaan. karena sekolah itu ke punyaan bersama seluruh masyarakat. kewajiban warganegara. Pemberantasan buta huruf. kursus-kursus untuk wanita. Sekolah bukan hanya urusan guru. 6.

penyelenggaraan rekreasi. MASYARAKAT SEBAGAI SUMBER PELAJARAN Pengajaran mencapai hasil sebaik-baiknya. Sekolah itu suatu lembaga yang tidak hanya memberi penjelasan saja tentang filsafat negara.turut menentukan atau membimbing perkembangan masyarakat di lingkungan sekolah itu. kalau kurikulum itu uniform dan statis.Untuk memperbaiki taraf kehidupan dalam suatu masyarakat segala lembagalembaga dan badan-badan dalam masyarakat itu harus bekerjasama. seperti: Bagaimanakah cara-cara bergaul yang baik? Bagaimanakah sikap pemuda terhadap orang tua. bioskop. seperti dalam hal pemeliharaan kebersihan dan kesehatan. Karena itu kurikulum tidak boleh lepas dari masyarakat. yang mengikuti . Apa yang dipelajari anak hendaknya halhal yang juga terdapat dalam masyarakat dan karena itu berguna bagi hidup anak sehari-hari. Bila masalah-masalah yang dihadapinya dalam hidupnya di luar sekolah dijadikan pokok-pokok untuk dipelajari di sekolah. dan suku bangsa? Apakah yang harus dilakukan dalam waktu senggang ? Bagaimanakah pemuda-pemudi harus menjaga diri dalam masa modern ini? Bagaimanakah harus menghadapi pengaruh kebudayaan asing? Apakah kekurangan-kekurangan di kampung atau kota yang perlu diperbaiki? Banyak lagi masalah-masalah lain yang dapat dijadikan bahan pelajaran selama kurikulum itu bersifat fleksibel. apabila didasarkan atas interaksi antara murid-murid dengan sekitarnya. Sekolah itu dapat melaksanakan dan menyebarkan filsafat negara dalam segala hubungan antar-manusia. melainkan juga mempraktekkannya di sekolah itu sendiri dan dalam hubungannya dengan masyarakat. Oleh sebab masyarakat di berbagai tempat di Tanah Air kita berbeda-beda. perbedaan agama. yang dinamis. bacaan cabul. dan lain-lain.dan bila mungkin . Hal yang demikian boleh dikatakan tidak mungkin. 7. maka ia lebih paham akan masalah-masalah itu dan lebih sanggup mengatasinya. propaganda. maka sekolah-sekolah setempat . terhadap adat. Dalam hal ini sekolah dapat menjalankan peranan yang penting dengan bekerjasama atau menggembleng semua tenaga yang terdapat di lingkungan itu. Kurikulum ialah sesuatu yang hidup. memberantas prasangka dan takhayul.

danau-danau. b) Luas daerah. adat istiadat dan lain-lain. e) Kekayaan alam. Mata pencaharian ditentukan oleh suhu. Bagaimanakah perbandingan jumlah penduduk dari berbagai golongan? Bagaimanakah kedudukan tiap golongan? d) Pendidikan. Apakah yang dilakukan orang untuk mencari nafkahnya. barang tambang. yaitu: a) Iklim suatu daerah. Kehidupan kampung kecil berlainan dengan kota besar. Keadaan fisis lingkungan. yang mempengaruhi corak kehidupan dan kebudayaan masyarakat itu. c) Topografi daerah. d) Keadaan tanah. Kota menjadi besar karena faktor-faktor tertentu. tanah gersang atau subur berpengaruh sekali terhadap kehidupan masyarakat. Berapa banyakkah yang buta huruf. hujan dan angin. Penduduk. dan sebagainya. demikian pula suasana kekeluargaannya. Topografi turut menentukan matapencarian. tetapi juga aspek-aspek lain daripada kehidupan atau masyarakat. apakah pulau terpencil atau jauh di pedalaman ataukah daerah itu banyak hubungannya dengan dunia luar. Kehidupan dan corak masyarakat turut ditentukan oleh kekayaan alam berupa hutan. Apakah daerah itu letak di pegunungan atau dekat pantai. tamatan SD. Selain dan kekayaan geografis daerah. 2.hendaknya diberikan kebebasan hingga batas-batas tertentu. Tanah kering atau banyak air. b) Mata pencarian. Antara lain dapat dipelajari: a) Jumlahnya. c) Susunan penduduk. SL dan Perguruan Tinggi? Berapa banyakkah yang tidak melanjutkan pelajarannya? Banyakkah anak-anak yang tidak bersekolah? . Untuk itu harus diselidiki keadaan masyaraka Antara lain dapat t. Kampung kecil berbeda masyarakatnya dengan kota besar. Bagaimanakah tingkat kehidupan orang di lingkungan itu? Usaha apakah yang dapat dijalankan untuk mempertinggi taraf kehidupan itu? Siapasiapakah yang kaya dan siapakah yang lemah ekonominya. diselidiki: 1. harus juga dipelajari hal-hal tentang manusia yang menghuninya. untuk menentukan kurikulum sendiri dengan menyesuaikannya dengan keadaan dan kebutuhan masyarakat itu.

anak-anak senantiasa mendapat pengaruh yang sebaik-baiknya. kepolisian. olah raga. badan-badan atau organisasi yang mempunyai tujuan tertentu yang berhubungan dengan kebutuhan dan problema-problema tiap-tiap kelompok. Itu pula sebabnya maka ada sekolah yang turut . Yang bertanggung jawab atas pendidikan anak bukan hanya guru-guru dan orang tua. perkumpulan-perkumpulan pemuda. organisasi wanita. supaya di luar sekolah dan rumah tangga. Di situlah anak itu mula-mula mempelajari bahasa. melainkan membentuk kelompok. kepanduan. Itu sebabnya harus ada kerjasama yang erat antara badan-badan masyarakat. organisasi keagamaan. pemimpin-pemimpin perusahaan. badan-badan rekreasi. walaupun anak itu telah bersekolah.3. dan lain-lain. buruh. Di situlah ia mempelajari hubungan-hubungan sosial serta menerima norma-norma tentang yang buruk dan yang baik. sekolah. Lembaga-lembaga seperti keluarga. dan sebagainya. Organisasi-organisasi masyarakat. jawatan pertanian. Selain dari rumah tangga juga dari badan-badan lain diperlukan bantuan. Badan yang terpenting dalam pendidikan anak ialah rumah tangga. melainkan seluruh masyarakat. bioskop yang membolehkan anak-anak di bawah umur menonton film yang tak sesuai dengan usianya. pemuda. pemerintahan kota yang tidak menyediakan lapangan olah raga tetapi menggunakannya untuk mendirikan gedung-gedung. politik. Setiap anak telah memperoleh sejumlah pendidikan dan pengalamanpengalaman tertentu sebelum ia menduduki bangku sekolah. Pendidikan di sekolah tak mungkin dilakukan dengan baik. seperti dari badan-badan pemerintahan. Pengaruh rumah tangga tidak terhenti. Antara lain dapat dipelajari: Organisasi-organisasi dan perkumpulan-perkumpulan seperti perkumpulan dagang. Manusia dalam masyarakat tidak hidup sendiri-sendiri. mereka semua tidak luput dari tanggung jawab itu. Toko buku yang dengan diam -diam menjual bacaan cabul. pemerintah. tanpa kerjasama yang erat dengan orang tua.

lalu lintas. malahan juga beberapa bulan. guru sendiri harus lebih dahulu menyelidiki lingkungan sekolah. Seperti telah kita bicarakan di atas. Garis-garis besar yang diberikan di atas memberikan gambaran sepintas lalu. andaikan ada uang untuk itu. betapa banyaknya yang dapat dijadikan pelajaran dalam radius 1 km. pabrik. industri. Sungguh banyak bahan dari masyarakat yang dapat dijadikan pelajaran bagi murid-murid. kehidupan keluarga. taman bunga. kesenian. takhyul. binatang. Karyawisata atau field trip. kesehatan. Agar lingkungan dapat menjadi sumber dan laboratorium pelajaran. kalau anak anak pergi ke luar kelas untuk melihat burung yang hinggap di atap sekolah atau memakan beberapa jam atau beberapa minggu kalau harus pergi ke tempat yang jauh. ia akan terperanjat. . Karyawisata mungkin hanya memakan waktu beberapa menit saja. gedung arca.mencampuri perkumpulanperkumpulan dan usaha-usaha pemuda dan anak-anak di luar sekolah dan memandangnya sebagat bagian daripada kurikulum. yang tidak dapat diabaikan begitu saja. pemerintahan. lalu berpegang saja pada suatu buku pelajaran. tumbuhtumbuhan. kantor pos. dan lain-lain. bahwa masyarakat atau lingkungan sungguh-sungguh merupakan sumber bahan pelajaran yang sangat kaya dan luas. kegiatan pemuda. saja sekeliling sekolahnya. Yang dapat diselidiki ialah hal-hal mengenai pertanian. kalau murid membuat perjalanan keliling dunia. banyak yang dapat dipelajari anak-anak dengan karyawisata seperti ke sawah. peraturan-peraturan. jadi berbeda dengan piknik atau bertamasya untuk menikmati keindahan alam atau untuk gerak badan. kepolisian. dan sebagainya. lapangan terbang. norma-norma. Murid-murid dapat kita bawa ke luar kelas untuk mempelajari berbagaibagai hal. rekreasi. sejarah. kebaikan dan kekurangan-kekurangan.mempunyai tujuan belajar. wanita. perniagaan. kebun. transport. juga kebutuhan-kebutuhan masyarakat. jalan raya. lembaga-lembaga pendidikan. Karyawisata selalu . adat istiadat. CARA-CARA MENGGUNAKAN MASYARAKAT DALAM PELAJARAN a. Kalau guru itu betulbetul melakukannya. gedung-gedung perumahan.

dan lain-lain masing-masing dapat mempunyai pengetahuan dan keahlian yang khusus yang dapat digunakan oleh sekolah. Pengabdian masyarakat. sumber ini masih belum cukup dimanfaatkan untuk memperkaya kurikulum di sekolah. Dengan demikian mereka turut serta menjadikan masyarakat suatu laboratorium tempat anak-anak mengadakan penyelidikan dan belajar. polisi. pembesar dalam pemerintahan. haji. kecakapan. Akan tetapi sayang ssekali.Sering karyawisata hanya dapat dilakukan dengan bantuan masyarakat. seorang Arab atau India memberikan penjelasan tentang negaranya masingmasing dan seterusnya. atau pengetahuan yang khusus mengenai satu lapangan. direktur rumah sakit. pemain bola. tentara. tukang becak dapat menceritakan pahit getir dan kegembiraan penghidupannya. tukang becak. Di sini tidak dibicarakan lebih lanjut cara-cara menyelenggarakan karyawisata agar berhasil baik. terdapat orang-orang yang mempunyai pengalaman. Mereka tidak boleh menjadi penonton saja. seorang camat dapat menjelaskan hal berhubungan dengan urusan kampung. Mereka dapat diundang ke sekolah untuk memberi keteranganketerangan mengenai suatu pokok yang sedang dipelajari oleh anak-anak. saudagar. bidan. Seorang pengurus PMI berbicara tentang usaha-usaha yang dijalankan untuk meringankan penderitaan umat manusia. akan tetapi dalam pelbagai hal mereka dapat turut serta . seorang inspektur polisi memberi penerangan betapa perlunya orang taat kepada peraturan-peraturan lintas. Menggunakan orang sebagai sumber. Contoh-contoh dapat kita tambah lagi. Demikian pula dokter. inspektur polisi. agar mereka tidak hanya memperhatikan dan mempelajari apa yang ada dan yang terjadi dalam masyarakat. c. dan sebagainya harus mempunyai pengertian tentang makna karyawisata hagi pendidikan dan memberikan bantuan dan kesempatan sepenuhnya kepada murid-murid untuk meninjau tempat-tempat itu. Dalam tiap masyarakat betapapun kecilnya. b. pendeta. sumber ini sangat luas dan kaya. wartawan. Yang empunya pabrik. Petani banyak pengetahuannya tentang menanam dan memelihara padi. Dari murid diharapkan. tukang kayu dapat berbicara tentang pembuatan rumah.

bahwa mereka dapat membantu masyarakat dan dapat mengubah dan memperbaiki keadaan sekitarnya. memberantas tikus dan nyamuk. penduduk. agama. Dengan turut serta dalam usaha-usaha perbaikan masyarakat anakanak mendapat pengertian yang lebih mendalam tentang masyarakat itu. menanam buah-buahan. tak dapat tiada harus diselidiki sumber-sumber pelajaran apakah yang terdapat dalam masyarakat itu. Masyarakat itu dibagi atas beberapa aspek seperti: keadaan alam. dan se ba- . industri dan jabatan-jabatan. membuat kakus. dan kantor-kantor. Tujuannya ialah menambah pengertian pemuda-pemuda tentang pekerjaan dan memupuk sikap yang sehat terhadap dunia pekerjaan.dalam usaha-usaha masyarakat. Bagaimanakah cara-cara mengumpulkan bahan-bahan itu? a. apakah yang dapat disumbangkan oleh masyarakat itu untuk pendidikan an akanak. Pada suatu masa setiap orang harus menjabat suatu pekerjaan untuk mencari nafkahnya. kalau pemuda-pemuda diberi kesempatan untuk mengenal pekerjaan di berbagai perusahaan. kesehatan. sayur-sayuran atau bunga-bungaan yang baru. Misalnya murid-murid dapat turut membersihkan dan memperindah kampung. Terutama di daerah-daerah yang terbelakang. CARA MEMANFAATKAN MASYARAKAT Untuk menjadikan suatu sekolah life-centered. d. rekreasi. di bawah pimpinan orang yang kompeten. Pengalaman serupa ini memberi pelajaran kepada murid-murid. Guru-guru bersama-sama berusaha menyelidiki masyarakat itu dan mengumpulkan hal-hal yang kiranya dapat memperkaya kurikulum sekolah itu. pendidikan. Besar faedahnya. pabrikpabrik. sekolah dapat memelopori masyarakat ke arah perbaikan dan pembaharuan. Di samping buku-buku pelajaran. masyarakat memberi bahan pelajaran yang penting sekali. Pengalaman kerja dalam masyarakat. kehidupan kekeluargaan. sejarah. Cara lain untuk memanfaatkan masyarakat untuk kepentingan pendidikan para pemuda ialah memberi kepada mereka pengalaman-pengalaman bekerja di samping pelajaran di sekolah. transpor dan perhubungan. Malahan ada kalanya sekolah menjadi pendorong dan turut aktif memperbaiki keadaan masyarakat. pemerintahan. Pekerjaan yang dipelajari anak hendaknya sesuai dengan kebutuhan dan minatnya.

bahwa pengalaman-pengalaman yang terpimpin yang diperoleh murid-murid dalam masyarakat merupakan bagian yang hakiki dan pendidikan modern yang efektif. Untuk itu harus ada kerjasama yang erat antara sekolah dengan masyarakat demi kepentingan sang anak. Juga harus diadakan administrasi yang cermat. sedangkan perusahaan-perusahaan lain hampir tak pernah dijadikan obyek pelajaran. dan sebagainya. misalnya setelah mengadakan field. Bahan-bahan mengenai tiap kategori dimasukkan ke dalam map tersendiri dan dapat senantiasa diperlengkap. Diminta keterangan anak-anak berusia berapakah mereka bersedia menerimanya. . berapa jumlah murid yang baik berkunjung ke sana. Guru-guru masing-masing menyelidiki hal-hal manakah dalam masyarakat itu yang dapat dipelajari berkenaan dengan tiap kategori.gainya. Guru maupun masyarakat harus menyadari. apakah mereka bersedia menerima murid-murid berkunjung ke sana dengan tujuan pendidikan. Dapat juga ditanyakan hal-hal apa yang diketahuinya yang dapat membantu memperkaya pendidikan anak-anak. supaya misalnya suatu perusahaan tidak terlampau sering dikunjungi.trip atau setelah mengundang seorang manusia sumber ke sekolah. c. sebaiknya dengan menggunakan sistem kartu. Bahan ini senantiasa dapat diperluas. Pada kartu itu harus pula dicatat keterangan-keterangan mengenai pokok itu. sehingga mengganggu pekerjaan mereka. pada hari-hari apa dan pukul berapa. Orang tua dapat diturut sertakan dalam usaha-usaha sekolah sebagai anggota POMG. Kepada orang tua murid dan kepada orang-orang lain dapat dikirimkan daftar pertanyaan dalam bidang manakah mereka dapat bertindak sebagai manusia sumber. b. atau apabila ia dapat menerima murid. Diminta pula keterangan waktu mana ia dapat datang ke sekolah. Dapat juga dikirim daftar pertanyaan kepada perusahaan-perusahaan. berapa jumlah murid yang dapat datang. Segala keterangan mengenai masyarakat yang dapat memberi bahan untuk pelajaran hendaknya disusun secara sistematis. atau mempunyai barang-barang atau alat-alat yang kiranya dapat dipergunakan untuk pendidikan anak-anak.

atau badan sejenis. RANGKUMAN 1. Sekolah dapat menyediakan perpustakaan dan alat-alat sekolah untuk digunakan oleh masyarakat. Sekolah tak boleh berdiri terpisah dari masyarakat. 2. Sekolah dapat dijadikan tempat untuk mengadakan rapat-rapat. Masyarakat modern cepat berubah. antara lain dalam pembinaan kurikulum. Dengan jalan demikian sekolah menjadi pusat masyarakat. Sekolah masyarakat sangat mengutamakan faktor kurikulumnya. Masyarakat merupakan sumber yang kaya bagi pengajaran di sekolah. ataukah mengembangkan individu. 6. dibebankan kepada sekolah. Pembaharuan kurikulum harus dilakukan secara kontinu. 2. sekolah pun dapat berjasa kepada masyarakat. sehingga banyak hal segera menjadi usang. Namun selalu akan ada perbedaan tekanan. mengubah masyarakat. Kurikulum bergantung pada fungsi sekolah dalam masyarakat. Dalam masa modern tugas pendidikan untuk mempersiapkan anak agar dapat berdiri sendiri. 4. Dalam masyarakat yang sederhana anak-anak banyak mempelajari hal-hal yang diperlukannya sebagai orang dewasa dalam masyarakat itu sendiri secara informal. Akan tetapi bukan hanya masyarakat dapat membantu sekolah. Bandingkan pendidikan anak di desa dan di kota. untuk pertunjukan-pertunjukan. sebagai anggota panitia. sebagai manusia sumber. pameran. Apa sebab sekolah harus konservatif? masyarakat dalam . Sekolah itu konservatif. kursus-kursus. Masalah-masalah pokok apakah yang dihadapi umat manusia pada saat ini? Hingga manakah masalah-masalah itu dimasukkan ke dalam kurikulum? 3. 3. akan tetapi dapat dipertemukan. PERTANYAAN DAN TUGAS 1. yakni apakah untuk mengawetkan kehudayaan dengan menyampaikannya kepada generasi muda. 5. Berbagai cara dapat dilakukan untuk membawa sekolah ke masyarakat dan scbaliknya. Ketiga fungsi itu sebenarnya tak perlu dipertentangkan. 7.

4. 15. dapatkah sekolah mengubah masyarakat? Dapatkah sekolah mendahului perkembangan masyarakat atau hanya mengikuti perkembangan masyarakat? 5. apakah sekolah kita telah cukup disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Perbedaan apakah yang tampak bagi saudara dalam pendidikan sewaktu saudara masih kecil dengan pendidikan dewasa ini? Dapatkah saudara sebutkan sebab-sebab perubahan itu? 6. Bagaimana pandangan John Dewey tentang fungsi sekolah? 9. Apa dimaksud dengan "social engineering"? 10. Menurut pendapat saudara. Bagaimanakah cara-cara memanfaatkan masyarakat dan lingkungan untuk kepentingan masyarakat? Apa sebab sumber yang kaya ini kurang digarap oleh sekolah-sekolah kita? 14. Bandingkan kurikulum SD pada zaman penjajahan Belanda dengan kurikulum sekarang. Peranan apakah yang tak dapat dilakukan lagi oleh keluarga yang dibebankan kepada sekolah? 8. Sebutkan ciri-ciri sekolah masyarakat. Apa sebab ide sekolah masyarakat demikian tidak dijadikan pola sekolah kita sekarang? Adakah keberatan keberatannya? 12. Coba selidiki lingkungan sekolah dengan radius 1 km. Can perbedaan-perbedaan yang disebabkan oleh perubahan masyarakat. Relevansi kurikulum dengan kebutuhan masyarakat harus senantiasa ditinjau kembali. Peranan keluarga modern sudah berlainan dengan zaman dahulu. Dikatakan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi mengubah kehidupan masyarakat. Apa sebabnya? . satu-dua generasi yang lalu. 11. Menurut penilaian saudara. sumber-sumber pelajaran apa yang terdapat di situ? 13. Dapatkah saudara menunjukkan contoh-contoh berdasarkan observasi dan pengalaman sendiri? Apakah implikasinya bagi kurikulum? 7. atau dengan kata lain apakah kurikulum telah relevan dengan kebutuhan masyarakat? Jelaskan dengan contoh-contoh.

Diskusikan apakah di daerah pertanian pelajaran bertani selalu relevan bagi semua murid. Diskusikan apakah orang tua baik diturut sertakan dalam urusan sekolah termasuk kurikulumnya. 17.16. .

disebut juga subjectcentered curriculum yang artinya kurikulum yang berpusat pada mata pelajaran. Demikian pula berlainan cara penyampaiannya dan isi pelajarannya. yaitu mempunyai bahan pelajaran tertentu. Kurikulum berdasarkan proyek atau unit dengan sendirinya misalnya menyuruh anak-anak menyelidiki sendiri. Subject berarti mata pelajaran. JENIS-JENIS KURIKULUM Kurikulum bermacam-macam bentuknya. Tujuan-tujuan pendidikan yang mengenai seluruh pribadi anak dihalang-halangi oleh kurikulum yang disusun untuk memupuk segi intelektual. Jadi subject curriculum berarti kurikulum yang terdiri atas sejumlah mata pelajaran. akan tetapi organisasi kurikulum tertentu sangat mempengaruhi bentuk-bentuk pengalaman apakah yang akan disajikan kepada anak-anak. mengadakan interview. mengadakan karyawisata. . Karena mata pelajaran itu pada umumnya diajarkan secara terpisah-pisah. Tentu saja subject-curriculum dapat juga membentuk segi-segi lain dari pribadi anak. dan sebagainya dan tidak terikat pada satu buku pelajaran tertentu. karena bentuk kurikulum turut menentukan bahan pelajaran. Tujuan-tujuan yang dicapai dengan kurikulum berdasarkan mata pelajaran yang terpisah-pisah. maka disebut juga separate subject-curriculum. yang berarti bahan pelajaran. Subject jangan dikacaukan dengan subject matter. urutannya dan cara menyajikan kepada murid-murid. juga integrated curriculum mempunyai subject matter.BAB 7 ORGANISASI KURIKULUM Organisasi kurikulum yaknii pola atau bentuk bahan pelajaran disusun dan dismapaikan kepada murid-murid. Selain itu organisasi kurikulum menentukan juga peranan guru dan murid dalam pembinaan kurikulum. menggunakan berbagai-bagai sumber. Setiap kurikulum. merupakan suatu dasar yang penting sekali dalam pembinaan kurikulum dan bertalian erat dengan tujuan program pendidikan yang hendak dicapai. Bentuk yang paling dikenal dan sangat meluas pemakaiannya ialah subject curriculum.

. yakni core curriculum. akan tetapi juga mempunyai kelemahan-kelemahan. biasanya berusaha memberi kecaman yang tajam untuk mendiskreditkannya. ditinjau dari segi tertentu. Kritikkritik terhadap bentuk kurikulum tertentu adalah kritik-kritik yang diajukan oleh orang-orang yang tidak menyetujui bentuk kurikulum tersebut. yang tidak mengenal batas-batas antara mata pelajaran. Kita harus meninjau kecaman itu secara kritis. Ada pula yang menganggap bahwa subject curriculum terlampau mengutamakan pengalaman umat manusia yang lampau. Orang yang menganjurkan sesuatu yang baru. Maka timbullah berbagai bentuk kurikulum lain yang dianggap sebagai reaksi terhadap subject curriculum itu. Ada kalanya kecaman itu obyektif. yakni kebudayaan yang diwariskan oleh nenek moyang. menganjurkan suatu bentuk kurikulum yang lebih mengaktifkan anak-anak dalam proses belajar. sehingga pengetahuan anak menjadi verbalistis. Ada pula yang berusaha mencakup segala kebaikan bentuk kurikulum yang mengadakan reaksi terhadap subject curriculum. akan tetapi kadang-kadang agak dilebih-lebihkan. Para ahli yang mengecam subject curriculum karena dalam proses belajar anak itu hanya pasif. Setiap kurikulum mempunyai ciri-ciri yang baik. Perlu kami berikan peringatan yang berikut. Demikian pula subject curriculum dikecam karena kurang memberi pelajaran yang bertalian dengan kehidupan anak seharihari dalam lingkungan masyarakatnya. Mereka ini menganjurkan life curriculum. Karena kelemahan itu banyak timbul kritik dari para ahli kurikulum yang menganjurkan bentuk kurikulum lain. Kurikulum yang mereka anjurkan disebut experience curriculum. Mereka ini menginginkan kurikulum yang didasarkan atas pengalaman langsung agar pelajaran lebih bermanfaat. atomistis. atau fragmentaris menganjurkan kurikulum yang integrated atau dipadukan. Mereka yang menganggap bahwa subject curriculum memberi pengetahuan yang lepas-lepas. namun juga banyak mempunyai kelemahan. Kita akan bicarakan berbagai bentuk kurikulum itu. yang mereka sebut activity curriculum.Kurikulum ini banyak mempunyai ciri-ciri yang menguntungkan. yang dituangkan dalam bentuk mata pelajaran.

I. filsafat dan ilmu pengetahuan ditambah dengan musik dan atletik. fisika. dan musik). Pada abad pertengahan tujuan pendidikan menjadi praktis dan vokasional. Baru pada abad ke-19 mulai berkembang matapelajaran-matapelajaran dengan pesatnya. kedokteran. Namun berbagai bentuk kurikulum ada pengaruhnya terhadap pemikiran tentang kurikulum dan sering pula dalam pelaksanaannya. matematika. dan logika) dan quadrivium (arithmetika. Yang diketahui ialah bahwa bahasa Latin menjadi matapelajaran yang sangat penting. astronomi. dan hukum. geometri. yang satu lepas dari yang lain. Demikian pula subject curriculum tidak selalu tampil dalam bentuknya yang buruk. bahwa pertentangan yang tajam itu biasanya terdapat pada taraf teoretis. Di universitas misalnya dipelajari tiga bidang utama. diperkaya. Orang Yunani telah mengajarkan berbagai bidang studi seperti kesusasteraan. Ada kalanya bentuk kurikulum itu hanya terdapat dalam teori raja. Mereka mengadakan dua kategori utama yakni trivium (gramatika. retorika. SEPARATE-SUBJECT CURRICULUM Kurikulum ini disebut demikian. Juga harus kita ketahui bahwa berbagai bentuk kurikulum yang `baru' itu jarang terdapat dalam kenyataan dalam bentuknya yang murni. Kurikulum ini dapat dimodifikasi. dan disesuaikan dengan pemikiran-pemikiran baru tentang kurikulum. biologi. Tidak jelas apa yang terjadi dengan " the seven liberal arts " itu. yakni teologi. bahasa asing. Organisasi subject curriculum dianggap berasal dari zaman Yunani kuno. Orang Romawi menerimanya dari orang Yunani sambil mengadakan perobahan. yang kemudian dikenel sebagai " the seven liberal arts " yang memberikan pendidikan umum. Dalam praktik tidak tampak pertentangan serupa itu. oleh sebab segala bahan pelajaran disajikan dalam subject atau mata pelajaran yang terpisah-pisah. Selanjutnya akan kita bicarakan berbagai bentuk atau organisasi kurikulum. dan sebagainya.Selanjutnya perlu kita perhatikan. Juga timbul berbagai matapelajaran yang dianggap . Setiap mata pelajaran harus lebih (lulu berjuang sebelum diakaui dan diterima sebagai mata pelajaran di sekolah seperti bahasa ibu.

dan sebagainya. Bahan ini lalu disusun secara logis dan sistematis. pertanian. atau kebudayaan dan pengetahuan yang dikumpulkan oleh umat manusia sejak dulu kala. Batas-batas terdapat pula antar mata pelajaran yang satu dengan yang satu lagi.nonakademis seperti tata buku. Kini terdapat ratusan mata pelajaran di sekolah maupun universitas. Jelaslah bahwa pada pokoknya kurikulum serupa ini berdasarkan ilmu jiwa assosiasi yang mengharapkan timbulnya pribadi yang bulat sebagai hasil jumlah pengetahuan yang diperoleh anak. Jadi dalam mata pelajaran itu sendiri terdapat batas-batas yang memisahkan bahan pelajaran untuk tiap kelas. Apakah sebenarnya subject atau mata pelajaran itu? Subject itu ialah hasil pengalaman umat manusia sepanjang masa. Mereka sering hanya menumpukkan bermacam-macam pengetahuan. seakan-akan terbagi atas petak-petak. Sebelum anak bersekolah. juga di Indonesia. Biasanya sejarah diberikan terpisah dari ilmu bumi. Dengan suatu kurikulum. Dengan demikian sukarlah terdapat suatu kebulatan dalam pengetahuan anak-anak. Kalau ia menghadapi soal-soal di atas 20. Anak-anak (dan manusia umumnya) belajar berkat pengalaman. pendidikan kesejahteraan keluarga. telah banyak sekali ia belajar dan pengalaman dalam . Batasbatas bahan pelajaran itu dihormati benar dan biasanya tidak dilampaui. biasanya ia harus menunggu pemecahannya sampai ia naik kelas 2. Dikelas I SD dahulu anak-anak berhitung dengan bilangan 1 sampai 20. pendidikan jasmani. Tiap mata pelajaran diberikan tersendiri lepas dari mata pelajaran lain pada jam pelajaran tertentu. walaupun kedua mata pelajaran itu erat hubungannya. Untuk itu bahan pelajaran dibagi-bagi untuk tiap-tiap kelas. disederhanakan dan disajikan kepada anak -anak di sekolah sebagai mata pelajaran setelah disesuaikan dengan usia dan kematangan murid-murid. Tentu ini juga disebabkan oleh metode mengajarnya. sekolah memberikan kepada anak-anak pengalaman-pengalaman untuk mengembangkan pribadinya sesuai dengan tujuan pendidikan. Inilah jenis kurikulum yang umumnya terdapat di kebanyakan negara. pekerjaan tangan. baik di SD maupun di Sekolah Menengah sampai Universitas.

Dalam subject curriculum anakanak dipaksakan mempelajari pengalaman umat manusia yang lampau. Keseragaman . sehingga tujuan pendidikan menyempit menjadi menguasai sejumlah pengetahuan yang tercantum dalam buku. yang tidak selalu bertalian erat dengan pengalaman anak itu sendiri. Hal ini mungkin. Jadi dalam kurikulum ini sudah lebih dahulu ditentukan pengalaman-pengalaman apakah yang akan diterima anak selama ia bersekolah. setiap jam. maka kurikulum ini mudah dijadikan uniform atau seragam di seluruh negara.kehidupannya sehari-hari. maka besarlah pengaruh buku pelajaran. Kurikulum yang subject-centered ini terutama ditujukan kepada pembentukan intelektual dan kurang mengutamakan pembentukan pribadi anak sebagai keseluruhan. Mereka inilah menetapkan apakah diperlukan anak-anak kelak dalam kehidupannya dalam masyarakat. Kurikulum serupa ini biasanya ditentukan terlebih dahulu oleh ahli-ahli atau para pembina pendidikan. Hasil pelajaran serupa itu dianggap permanen dan tidak dilupakan. Yang dipelajari ialah hal-hal yang berhubungan langsung dengan kehidupan anak. dengan maksud agar pendidikan di mana saja sama tarafnya. Karena itu sekolah modern menggunakan pengalaman-pengalaman anak itu sendiri sebagai bahan pelajaran. Bahkan sering kurikulum itu semata-mata ditentukan oleh buku pelajaran itu. Tentu saja guru yang baik tidak akan sudi diperhamba oleh buku dan mencari berbagai jalan untuk memperkaya kurikulum itu dan menyesuaikan sedapat mungkin dengan kebutuhan anak-anak setempat. Pada akhir sekolah dapat diadakan ujian negara yang uniform pula. lalu dihafal untuk diingat dan kemudian dilupakan. Kurikulum yang seragam ini memudahkan anak-anak pindah sekolah. Oleh sebab bahan pelajaran itu biasanya telah ditetapkan oleh buku. Oleh karena pengetahuan yang harus dikuasai anak tertentu banyaknya. oleh sebab luas atau scope bahan pelajaran dapat ditentukan. Biasanya yang menentukannya ialah suatu panitia yang terdiri atas tokoh-tokoh dan ahli-ahli pendidikan lain dan para ahli dalam disiplin tertentu. Oleh sebab itu banyak yang tidak dapat diselami oleh anak itu sendiri. Untuk memperkuat keseragaman itu diberikan pula rencana pelajaran terurai yang menentukan dalam garis-garis kecil apa yang harus disajikan kepada murid-murid setiap minggu.

Geografi dimulai dengan daerah yang dekat. kemudian diberikan bentuk-bentuk yang lebih kompleks. Untuk mencari jalan tengah biasanya guru menyesuaikan pelajaran dengan anak-anak yang " sedang " kepandaiannya. Demikian dapat kita lihat. yang pandai.bahan pelajaran yang diberikan kepada semua anak dalam suatu kelas menimbulkan kesalahan didaktis untuk menyamaratakan semua murid. Oleh sebab itu jalan yang efisien ialah memberi an k saja kepada anak-anak ilmu pengetahuan itu dalam susunan yang logis seperti telah dipikirkan oleh ahli-ahli. Sebaliknya bagi anak yang kurang pandai. karena banyak mengandung hal yang menguntungkan. bahwa setiap mata pelajaran atau disiplin mempunyai sistematik tertentu. anak dapat berpikir secara matematis. dan pengalaman anak secara individual merupakan suatu hal yang sukar dan karena itu tidak sering dilakukan dalam kurikulum yang berdasarkan susunan mata pelajaran yang terpisah-pisah ini. Dengan mengikuti sistematik itu anak-anak juga terlatih berpikir menurut struktur disiplin. maupun yang kurang pandai. Logika dan sistematik setiap cabang pengetahuan ini tidak akan dapat ditemukan anak itu sendiri. kesanggupan. Menurut pengertiannya subject itu ialah hasil pengalaman umat manusia pada masa yang lampau yang tersusun logis sistematis. pelajaran itu terlampau cepat dan ia makin lama makin jauh ketinggalan. Kurikulum yang berpusatkan mata pelajaran ini masih sangat banyak dipakai. misalnya dengan mempelajari matematik. . Sejarah disusun dari masa purba sampai kepada zaman sekarang. kemudian dibicarakan daerah-daerah yang makin jauh. Bahan pelajaran dapat disajikan secara logis dan sciternuas. Ilmu pasti mulai dengan pengertian-pengertian dasar. MANFAAT SEPARATE-SUBJECT CURRICULUM 1. Tentu saja cara ini tidak memuaskan bagi anak-anak yang pandai karena pelajaran itu dianggapnya terlampau mudah dan tidak merangsangnya untuk mengeluarkan segenap tenaga dan pikirannya. Tiap mata pelajaran mengandung sistematik tertentu. Berhitung dimulai dengan bilangan-bilangan kecil dan kemudian meningkat kepada bilangan-bilangan besar. Logika dan sistematik setiap cabang berpikir secara matematis. dan sebagainya. dan sebagainya. Menyesuaikan pelajaran dengan kebutuhan minat.

atau dikurangi. ditambah. Kurikulum ini mudah dinilai. . Boleh dikatakan. demikian pula SD. 2. Organisasi kurikulum ini sederhana. Apa yang akan diajarkan sudah ditentukan lebih dahulu. kurikulum inilah yang paling mudah disusun. kecakapan-kecakapan yang diperoleh anak-anak dalam mata pelajaran itu dapat juga digunakannya dalam kehidupannya sehari-hari. 3. Guru-guru pada umumnya dapat berpegang pada buku pelajaran yang telah ditentukan. Oleh sebab itu maka SM pun cenderung mempunyai organisasi kurikulum yang sama. 4. Melaksanakan kurikulum ini pun tidak menimbulkan kesulitan. mudah direncanakan dan dilaksanakan. dan kecakapan-kecakapan tertentu yang mudah dinilai dengan ujian atau tes. sehingga guru dapat menyesuaikan jumlah waktu dengan jumlah bahan pelajaran yang harus diberikan setiap kali. yang diajarkannya bab demi bab. malahan untuk seluruh negara. Ada kalanya bahan pelajaran ditentukan dengan menetapkan buku-buku pelajaran yang harus dikuasai untuk suatu daerah. Dalam menentukan kurikulum ini banyak pula bantuan diperoleh dan bukubuku pelajaran yang telah diakui baik. Kurikulum ini terutama bertujuan menyampaikan sejumlah pengetahuan. sehingga lebih memudahkan luas (scope) dan urutan (sequence) bahan pelajaran di tiap kelas. Lagi pula guru-guru terutama di SM telah terlatih dalam matapelajaran-matapelajaran tertentu. Kurikulum ini juga dipakai di pendidikan tinggi. SD masih dianggap oleh kebanyakan orang sebagai persiapan untuk SM dan SM sebagai sekolah persiapan untuk Pendidikan Tinggi.Diharapkan pula agar pengetahuan. Dari segala macam kurikulum. pengertian. Sequence adalah soal menentukan urutan mata pelajaran yang harus diberikan dalam tiap kelas. sehingga dapat diadakan ujian umum yang uniform di seluruh negara. pada saat ini setiap perguruan tinggi menggunakan organisasi kurikulum yang bersifat mata pelajaran yang terpisah-pisah. Scope terutama soal menentukan jumlah dan jenis mata pelajaran yang harus disajikan oleh sekolah. pengertian. direorganisasi. Masalah scope dan sequence tidak berapa menimbulkan kesulitan.

pekerjaan selanjutnya merupakan rutin yang tidak lagi meminta usaha dan jerih payah. Kurikulum ini telah digunakan dan diterima baik oleh generasi-generasi yang lalu. 6. Segala perubahan atau perbaikan kurikulum kita hingga saat ini senantiasa didasarkan pada organisasi berbentuk subject. Mereka merasa aman dan tenteram dalam organisasi kurikulum yang subjectcentered ini. mengetik. isi atau jenis mata pelajaran sesuai dengan permintaan zaman. maka kurikulum ini sesuai benar dengan kemampuan guru. Kurikulum ini telah dipakai berabad-ubad lamanya dan sudah menjadi tradisi. Demikian pula mata pelajaran yang dirasa tidak sesuai lagi. Kalau dirasa perlu anak -anak mengetahui tentang lalu lintas. Perubahan atau perbaikan kurikulum dicapai dengan menambah atau mengurangi jumlah. sehingga mendapat dukungan dari orang tua dan para pengajar. Sukar orang menerima perubahan dalam organisasi kurikulum yang telah bertahan begitu lama. pendidikan kependudukan. . kewargaan negara. Tiap tahun ia mengulang-ulangi pelajaran tanpa membutuhkan banyak pikiran dan kreativitas seperti halnya dalam pengajaran proyek atau unit. 7. Kebanyakan guru SL mendapat didikan untuk mengajarkan mata pelajaran tertentu di SMP dan SMA. Lagi pula. bahwa anak itu mempelajari bermacam-macam mata pelajaran seperti yang mereka pelajari. kalau mereka telah mengajar selama beberapa tahun dan telah menguasai bahan pelajaran (atau buku pelajaran) sepenuhnya. Dengan sendirinya mereka lebih senang bekerja di sekolah yang mempunyai kurikulum yang sesuai dengan pendidikannya di IKIP. Orang tua yang mengitimkan anak-anaknya ke sekolah menganggap sewajarnya. maka mata pelajaran itu mudah ditambahkan. Kurikulum ini mudah diubah. dapat ditiadakan.Kebanyakan orang tua menginginkan agar anak-anaknya kelak melanjutkan pelajarannya di fakultas. dan lain-lain. 5. Terlebih-lebih apabila guru itu harus mengajar pagi sore. Karena itu kurikulum yang berbentuk subject diterima baik dan dipertahankan di SD dan SM. Kurikulum ini lebih memudahkan guru.

Organisasi serupa ini sangat menghemat waktu dan tenaga dan memberi kemungkinan mempelajari sesuatu dalam waktu singkat apa yang ditemukan dengan susah payah oleh para sarjana pada masa lampau. namun banyak pula kelemahankelemahannya dititik dari sudut pendidikan modern. secara fragmentaris yang sebenarnya tak ada dalam dunia kenyataan. Keberatan-keberatan yang sering diajukan tentu saja bertalian erat dengan pandangan seseorang mengenai pendidikan dan pengajaran. Kelemahan-kelemahan kurikulum ini ialah: 1. Kurikulum ini memberikan matapelajaran yang lepas-lepas. tanpa mengindahkan batas-batas pengetahuan seperti diadakan oleh kurikulum ini. Mata pelajaran yang terpisah-pisah yang dijadikan pengalaman anak bertentangan dengan dunia kenyataan. . yang tidak berhubungan satu dengan yang lain. Hal ini diperkuat lagi apabila tiap mata pelajaran diberikan oleh guru yang berlainan seperti halnya di Sekolah Menengah tanpa mengetahui apa yang diberikan pada pelajaran lain. Salah satu keberatan yang paling serius ialah bahwa kurikulum ini membagi pengalaman dan pelajaran anak atas bagian-bagian yang lepas-lepas. Apabila seorang menghadapi suatu situasi kehidupan. Matapelajaranmatapelajaran memberikan kepada anak-anak pengetahuan yang lepas-lepas. BERATAN-KEBERATAN IRRICULUM TERHADAP SEPARATE-SUBJECT Walaupun kurikulum ini masih sangat umum dipakai di mana-mana karena banyak mengandung kebaikan-kebaikan. Organisasi kurikulum yang sistematis seperti yang dimiliki oleh subject- curriculum esensial untuk menafsirkan pengalaman. ia mencoba mengatasinya dengan menggunakan segala pengalaman dan pengetahuannya yang ada padanya berkenaan dengan situasi itu. Kurikulum berbentuk mata pelajaran yang terpisah-pisah tidak mendidik anak-anak menghadapi situasi-situasi dalam kehidupannya.8.

pengeluaran kotoran. Tubuh Manusia . dan sebagainya. b. a. IPS. Jelaslah. vinka. Kalau guru (dan pengarang buku pelajaran) berpegang pada daftar yang di atas.Kesehatan boleh dikatakan tidak ada hubungannya. dan sebagainya. ular. daging. petai. Sebagai contoh di sini kami kutip bahan pelajaran Ilmu Hayat untuk kelas V. peredaran darah. dan anak-anak disuruh mengumpulkan sejumlah pengetahuan yang lepas-lepas. buaya. . mata. mangga. Yogyakarta 1950 misalnya untuk Ilmu Hayat di kelas V. urat saraf. maka pada minggu pertama anak-anak akan mempelajari "Cempaka Kuning" dalam pelajaran Ilmu Tumbuh-tumbuhan. kumbang. turi. Inilah salah satu kelemahan yang paling besar dari kurikulum yang subject-centered ini. Setiap mata pelajaran berdiri sendiri. kelelawar. padi. labahlabah. makanan. jagung. bahwa Ilmu Hewan.Kesehatan: Dari hal rangka. ikan. lipan (kelabang). "Cecak" dalam Ilmu Hewan dan "Dari hal rangka" dalam pelajaran Tubuh Manusia. c. Dalam kurikulum 1975 yang menggunakan broadfield atau bidang studi seperti IPA. teh.Organisasi kurikulum ini tidak mendorong guru-guru mengadakan integrasi dalam berbagai mata pelajaran. Integrasi telah dicapai dalam matapelajaran yang saling berkaitan. kupu-kupu. bunga matahari. dan sebagainya. matematika. Ilmu Tumbuh-tumbuhan: Cempaka kuning. kodok. badak. tebu. Padahal sudah sewajarnya ada hubungan antara matapelajaran-matapelajaran itu. kulit. rusa. cosmea. burung hantu. Bila kita perhatikan Rencana Pelajaran untuk Sekolah Rakyat yang diterbitkan oleh KPPK. beberapa penyakit. Ilmu Hewan: Cecak. keong. Ilmu Tumbuh-tumbuhan dan Tubuh Manusia . cengkeh. bahwa ketiga pokok itu tidak ada pertaliannya. puspaindra (bunga tasbih). telinga. ubi jalar. ketela pohon (singkong). bernafas. lidah. nyatalah. babi. hidung.

Tentu saja. maka kurikulum ini banyak . ialah bahwa anak-anak telah terlatih dalarn memecahkan masalah-masalah pelajaran di sekolah. Sesuatu yang logis tidak selalu psikologis ditinjau dari segi minat dan perkembangan anak. Akan tetapi anak-anak juga harus diberi pengalaman untuk menggunakan pengetahuan itu secara fungsional dalam kehidupannya. Kurikulum ini tidak memperhatikan masalah-masalah sosial yang dihadapi anak-anak dalam kehidupannya sehari -hari. Sering kali bahan pelajaran itu tidak ada hubungannya dengan masalah-masalah yang dihadapi anak-anak dalam kehidupannya. dapat menutupi kekurangan ini sedapat mungkin. 3. atau anak anak lebih mengetahui tentang susunan urat saraf cacing tanah daripada tentang cara menjaga kesehatannya sendiri.2. kurikulum ini bertujuan menyampaikan sejumlah pengetahuan yang terdapat dalam buku-buku pelajaran yang ditentukan. dan sebagainya. Anggapan. Tentu saja perlu sekali bagi setiap orang untuk memiliki pengetahuan. guru yang merasakan kekurangan kurikulum ini. Oleh sebab bahan pelajaran terutama didasarkan atas buku pelajaran. tentang kehidupan keluarga. Tak jarang anak-anak lebih tahu tentang perang Napoleon daripada tentang perkembangan daerahnya sendiri. Dengan demikian pelajaran di sekolah dihubungkan dengan pengalaman langsung anak-anak itu. Kepada anak-anak jarang diajarkan tentang cara bergaul cara menggunakan waktu senggang. maka banyak masalah yang dihadapi anak dalam hidupnya tidak mendapat tempat dalam kurikulum. dan karena itu dapat juga memecahkan soal-soal yang dihadapinya dalam kehidupanya. tentang memahami dirt sendiri terutama bagi pemuda. Berhubung dengan apa yang diketahui mengenai pertumbuhan dan perkembangan anak dan mengenai psikologi belajar. tentang jabatan-jabatan dalam masyarakat. Dalam praktik. Untuk itu ia harus diberi kesempatan di sekolah untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya dalarn kehidupan sehari-hari. Kurikulum ini menyampaikan pengalaman umat manusia yang lampau dalam bentuk yang sistematis dan logis. Pelajaran serupa itu lebih mengandung arti bagi anak-anak dan karena itu lebih menarik dan berrnanfaat.

Hal ini lebih-lebih berlaku bagi anak-anak di SD oleh sebab mereka terutama menambah pêngetahuannya berdasarkan pengalaman-pengalaman langsung yang mengandung arti baginya. akan tetapi konsepsi modern tentang pendidikan juga menekankan perkembangan aspek-aspek lain dari pribadi anak. karena bertalian erat dengan kehidupannya dan kebutuhannya sehari-hari. Mereka tahu bahwa mata pelajaran itu berguna baginya. Verbalisme ini juga timbul oleh sebab mata pelajaran itu tidak berurat berakar dalam pengalaman anak itu sendiri. kalau ia melanjutkan pelajarannya di universitas dan ada pula kemungkinan mempunyai minat yang khusus untuk memperdalam pengetahuannya dalam suatu mata pelajaran tertentu. Oleh sebab mereka tidak melihat makna pelajaran. Murid-murid SM lebih sanggup melihat tujuan mata pelajaran. karena pelajaran tak sesuai dengan mentalnya dengan kemungkinan besar anakanak itu menjadi nakal. Atau mereka meninggalkan sekolah. hasil pelajaran itu dangkal dan verbalistic dan sebagian besar segera pula dilupakan. karena terutama memusatkan tujuannya pada perkembangan intelektual. 4. jadi dengan motivasi yang ekstrinsik. Malahan ada ahli-ahli mental hygiene yang mengemukakan bahwa kurikulum ini dapat merusak pribadi anak-anak karena mereka dihadapkan kepada situasi-situasi yang tidak mengandung arti baginya sehingga mereka menghadapi frustrasi yang mengganggu kesejahteraan rohaninya. perkembangan sosial dan emosional. atau menghindarkan kecaman dan hukuman dari guru dan orang tua. Anak-anak kecil sukar melihat tujuan mata pelajaran yang terpisah-pisah itu. Tentu saja perkembangan intelektual tujuan yang penting bagi sekolah.mengandung kekurangan ditinjau dari sudut psikologis. Dalam hal ini pun guru yang baik dapat berusaha untuk menghubungkan mata pelajaran dengan pengalaman anak. Kurikulum ini mengabaikan atau kurang memperhatikan pertumbuhan jasmaniah. Tujuan kurikulum ini terlampau terbatas. Mereka mempelajarinya atau pada umumnya menghafalnya untuk mendapat angka yang baik. .

Ia tidak begitu saja menerima baik apa yang dikatakan orang lain. Guru yang mengajarkan geografi dapat menyampaikan nilai-nilai sosial. maka dalam praktik banyak guru terutama mementingkan aspek intelektual saja. . bahwa setiap pengajaran harus bersifat mendidik. 5. akan tetapi memikirkannya secara kritis. Perbuatannya tidak ditentukan semata-mata oleh orang lain. Anak-anak biasanya menerima segala sesuatu atas otoritas guru atau buku pelajaran. emosional. Demokrasi menginginkan warganegara-warganegara yang dapat mengambil keputusan atas tanggungjawab sendiri.centered. dan kurang mengajak anak-anak berpikir sendiri. Guru yang baik mengetahui. maupun secara kelompok. estetis dan sebagainya kepada anak-anak. Anak-anak tidak diturut sertakan dalam merencanakan dan membicarakan apa yang akan dipelajari sep halnya dalam erti pengajaran unit. Demokrasi dalam rangka Pancasila sebaiknya dipupuk dengan memberi kesempatan kepada murid-murid untuk menyelidik. berbuat. sehingga tidak ada kebebasan menemukan jawaban sendiri. Selain dari itu bahan pelajaran biasanya lebih dahulu ditetapkan secara "otoktratis" oleh pihak atasan. Ia mengumpulkan keterangan-keterangan dan fakta-fakta untuk memecahkan masalah-masalah. Akan tetapi karena organisasi kurikulum bersifat subject. Kurikulum ini mengutamakan penguasaan pengetahuan dengan jalan ulangan dan hafalan. Kurikulum ini kurang mengembangkan kemampuan berpikir.Tentu saja guru yang baik dapat juga memperhatikan perkembangan segi segi pribadi anak sebagai keseluruhan dan tidak hanya mementingkan segi intelektual saja. Pertanyaan-pertanyaan dan soal-soal yang mereka hadapi telah mempunyai jawab-jawab tertentu. berpikir. baik secara perorangan. bekerja sendiri.

Adakalanya suatu buku digunakan dari tahun ke tahun tanpa peruhahan dan penyesuaian dengan keadaan masyarakat yang dinamis yang terus-menerus berkembang dengan pesatnya. melainkan salah metode mengajarnya. pengajaran sedikit demi sedikit tak dapat dielakkan karena tak mungkin dipelajari segala sesuatu sekaligus. al menurut cara berpikir sarjana dalam bidang ilmu tertentu. Bahan pelajaran dalam kurikulum ini terutama didasarkan pada pengetahuan yang telah tercantum dalam buku. Tak semua keberatan terhadap subject curriculum dapat diterima begitu saja. pelajaran. Fragmentasi. Akan tetapi sekalipun tidak ada tokoh atau aliran tertentu yang mempertahankannya.Walaupun dalam kurikulum ini ada juga yang merangsang anak-anak berpikir sendiri secara kritis dan dalam batas-batas yang sangat terbatas turut merencanakan bahan. Juga tak dapat diterima bahwa subject curriculum tidak mendidik anak-anak berpikir. 6. Separate subject curriculum banyak diserang dari berbagai pihak. Kalaupun anak disuruh menghafal dan menumpukkan sejumlah pengetahuan yang lepas-lepas. Juga untuk mata pelajaran dapat dipupuk minat.date. Bahkan diharapkan agar anak dapat berpikir menurut struktur suatu disiplin. maka itu bukan salah bentuk organisasi kurikulum. tetapi organisasi kurikulum ini pada hakekatny a tidak merangsang kegiatan-kegiatan serupa itu. Juga tak perlu kurikulum yang subject centered menjadi terbelakang asal guru senantiasa memperluas ilmunya sesuai dengan perkembangan disiplin itu. dan makin banyak pengetahuan anak tentang suatu mata pelajaran makin besar pula minatnya untuk mempelajarinya lebih lanjut. Kurikulum ini cenderung menjadi stasis dan ketinggalan zaman. karena berpegang pada kurikulum yang subject-centered. . Apa yang benar pada suatu saat mungkin tidak sesuai lagi pada zaman yang berikutnya. Walaupun mata pelajaran diberikan secara terpisah-pisah integrasi akan terjadi juga dalam diri setiap orang. Pada zaman atom dan satelit ini muridmurid masih mempelajari pemadam api yang tidak terpakai lagi. Dalam pengajaran proyek anak-anak menghadapi masalah-masalah yang aktual dengan menggunakan bahan dari sumber-sumber yang up-to. Itu sebabnya maka pelajaran di sekolah sering ketinggalan zaman.

Setiap guru yang baik dengan sendirinya akan mengadakan korelasi dengan mata pelajaran lain yang dianggapnya perlu untuk memperdalam pengertian anak. sehingga dalam pelajaran sejarah ia belajar berpikir seperti ahli sejarah. maka timbul kritik yang pedas dan tajam terhadap integrated curriculum sambil menonjolkan pengajaran mata pelajaran atau disiplin-disiplin ilmu. II. dalam pelajaran matematika is belajar berpikir secara matematis. maka memilih suatu bentuk yang ekstrim dengan sendirinya mengabaikan kebaikan kurikulum yang ditentang itu . Jutaan dollar dikeluarkan kepada sarjana-sarjana dalam ilmu pengetahuan alam dan ilmu pendidik untuk menghasilkan buku pelajaran menurut disiplin ilmu itu.namun bentuk kurikulum ini masih hidup dengan subur di mana-mana di dunia. Maka karena itu hams kita elakkan cara berpikir ekstrim dan sepihak mengenai aliran-aliran dalam kurikulum. Para ahli giat mempelajari stuktur setiap disiplin. Tak ada kurikulum yang hanya mengutamakan masyarakat dengan mengabaikan sama sekali kepentingan anak. seperti misalnya integrated curriculum sangat banyak menimbulkan kesulitan dalam penerapannya oleh guru dalam kelas. Sikap yang ekstrem menyebabkan kritik yang sering berlebih-lebihan. sedangkan alternatif yang diberikan. Diinginkan agar anak didik menurut struktur disiplin itu. Hal ini tak perlu mengherankan. Demikian pula kurikulum yang semata-mata memberikan mata pelajaran yang terpisah-pisah. Karena setiap bentuk kurikulum mempunyai kebaikan dan kelemahan. Senantiasa kita lihat pendapat-pendapat yang bertentangan. yang ingin saling menghancurkan. CORRELATED CURRICULUM Para pendidik yang melihat kelemahan-kelemahan separate-subject curriculum dan merasa tidak puas dengan kurikulum itu berikhtiar mencari jalan untuk memberikan kepada murid pengalaman-pengalaman yang ada . karena kebaikannya. Kita harus mencoba melihatnya dalam proporsi yang sebenarnya. Akan tetapi dalam bidang kurikulum tak akan kunjung tercapai sesuatu yang sempurna. Setelah diluncurkannya Sputnik oleh Rusia.

disatukan menjadi IPA atau Ilmu Pengetahuan Alam. ekonomi. bercakapcakap dan lain-lain. kewargaan negara menjadi IPS atau Ilmu Pengetahuan Sosial. . kimia. ada pula yang menyatu padukan mata pelajaran dengan menghilangkan identitas mata pelajaran dalam bidang studi tertentu. pekerjaan tangan. Paduan atau fusi antara beberapa mata pelajaran itu disebut "broad-field". yakni kalau kebetulan ada pertaliannya dengan mata pelajaran lain. ilmu hewan. sosiologi. hanya jumlah pelajaran sangat dikurangi. kesusasteraan. Korelasi dapat dilakukan dengan bermacam-macam cara : a. misalnya soal sawah dibicarakan dalam pelajaran geografi. dan sebagainya. jadi berdiri sendiri.hubungannya. Dapat pula beberapa mata pelajaran disatukan. Setiap mata pelajaran diberikan pada jam-jam tertentu. drama dan sebagian dari pendidikan jasmani. ejaan. dan sebagainya. Kesenian melingkapi seni suara. aljabar. menggambar. Misalnya pada pelajaran geografi dapat disinggung soal sejarah. Ada yang menghubungkan mata pelajaran yang satu dengan yang lain dengan memelihara identitas mata pelajaran. tata bahasa. dan berhitung. mengarang. bernyanyi. Walaupun telah tercapai perpaduan yang erat antara beberapa mata pelajaran. Antara dua mata pelajaran diadakan hubungan secara insidental. seni tari. di-fusi-kan dengan menghilangkan batas masing-masing. Dalam pelajaran bahasa dimasukkan bagian -bagian seperti membaca. Hubungan yang Iebih erat terdapat. apabila suatu pokok atau masalah tertentu diperbincangkan dalam berbagai-bagai mata pelajaran. Jadi broad-field dapat dianggap sebagai modifikasi subject curriculum yang tradisional. Demikian pula ilmu alam. geografi. Broad-field lain ialah matematika yang menyatukan ilmu ukur. c. misalnya sejarah. seni pahat. akan tetapi memberi sumbangan masing-masing untuk menyoroti masalah yang dihadapi. antropologi. seni lukis. Broad -field itu sendiri merupakan kesatuan yang tidak terbagi-bagi atas bagian-bagian. b. biologi. ilmu tumbuh-tumbuhan. dasarnya sebenamya masih bersifat subject curriculum.

Assuming Citizenship Responsiblities Participating in Local Community Affairs Understanding the Functions of Government Maintaining Our Civil Liberties. Lingkungan Alamiah  Mengendalikan banjir 2. Part IV. Making the Most of Our Lives Understanding Ourselves Making and Keeping Friends Establishing a Sucessful Marriage Getting Along with People Who Differ Acquiring an Education Using Our Leisure Time Developing a Philosophy of Life. berisi 1.a Wise Consumer Using Our Resources Wisely Understanding Our Economic Relations. Tata Pemerintahan Daerah .Biasanya pokok yang dibicarakan berupa problema-problema. Hanna berjudul: "Facing Life's Problems" isinya : Problem .Solving Part I. Part II. Buku pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SD kelas IV yang diterbitkan oleh Departemen P dan K. Becoming Economically Independent Choosing an Occupation Becoming . Part III. Buku ilmu pengetahuan sosial yang dikarang oleh Lavone A. Understanding Our World Democrary Challenges Totalitarianism Our World Is Interdependent War Is Not Inevitable.

di mana pokok itu disoroti dari berbagai disiplin mata pelajaran terentu. 4. Korelasi memajukan Integrasi pengetahuan pada murid-murid. Herman 4. ekonomi. BEBERAPA KEUNTUNGAN BROAD FIELD CURRICULUM 1. Dengan demikian pengetahuan mereka tidak lepas-lepas. dan lainlain. bila didapat penjelasan dari berbagai matapelajaran. 3. pengangkutan penumpang dan barang Jarak yang kian pendek 5. melainkan bertautan. Minat murid bertambah apabila ia melihat hubungan antara matapelajaranmatapelajaran. Korelasi memberikan pengertian yang lebih luas karena diperoleh pandangan dari berbagai-bagai sudut dan tidak hanya dari satu mata pelajaran saja. .  Bapak Gubernur meninjau desa Pemilihan umum 3. berpadu. 2. Pengertian murid-murid tentang sesuatu lebih mendalam. Hidup bermasyarakat   Bermain sepak bola Pramuka berkemah Dalam pelajaran ilmu pengetahuan sosial ini masalah yang di atas dibicarakan dengan menggunakan bahan dari sejarah. Peninggalan Sejarah   Mengunjungi Candi Borobudur Berziarah ke makam Ibu Kartini 6. Mereka mendapat informasi mengenai suatu pokok tertentu tidak secara terpisah-pisah dalam berbagai matapelajaran pada waktu yang berbeda-beda. akan tetapi dalam satu pelajaran. geografi. Pendidikan   Semua orang belajar Pengalaman sekolah dr. Perhubungan   Kendaraan dulu dan sekarang.

Pengetahuan anak tentang mata pelajaran itu bersifat umum dan dangkal dan hanya dapat dipandang sebagai pengantar ke dalam berbagai mata pelajaran. Dengan integrasi dimaksud perpaduan. III. Korelasi antara mata pelajaran lebih mengutamakan pengertian dan prinsipprinsip daripada pengetahuan dan penguasaan fakta-fakta. 1. Kurikulum ini pada hakikatnya kurikulum yang subject. Mereka mendapat kesempatan menggunakan pengetahuan dari berbagai matapelajaran guna memecahkan suatu masalah. Broad-field tidak memberi pengetahuan yang sistematis serta mendalam mengenai berbagai mata pelajaran. akan tetapi tidak mencukupi sebagai persiapan untuk mengikuti pelajaran di perguruan tinggi. Pengetahuan yang diperoleh tentang suatu disiplin sewaktu membicarakan bermacam-macam pokok. tidak berhubungan erat satu sama "dengan" lain. ia akan mengutamakan geografi dan menjadikan sejarah. INTEGRATED CURRICULUM Integrasi berasal dari kata "integer" yang berarti unit. . Akan tetapi orang-orang yang progresif maupun yang tradisional mempunyai keberatan-keberatan terhadap kurikulum ini.centered dan tidak menggunakan bahan yang Iangsung berhubungan dengan kebutuhan dan minat anak-anak serta dengan masalah-masalah yang hangat yang dihadapi murid-murid dalam kehidupannya sehari-hari. correlated curriculum ialah suatu modifikasi subject curriculum dan karena itu juga hingga batasbatas tertentu mempunyai kelemahankelemahannya. kewarganegaraan atau ekonomi sebagai pelajaran pembantu. 2. sehingga tidak merupakan suatu keseluruhan yang tersusun logic dan sistematis. kebulatan keseluruhan. Integrated curriculum meniadakan batas-batas antara berbagai-bagai mata pelajaran dan menyajikan bahan pelajaran dalam bentuk unit atau keseluruhan. koordinasi. KEKURANGAN-KEKURANGAN KURIKULUM INI Seperti telah dikatakan. Kurikulum ia memang memberikan pengetahuan yang lebih bulat daripada separate-subject curriculum. 3. harmoni. Guru sering tidak menguasai pendekatan inter-disipliner.5. 6. Jika spesialisasinya geografi. Korelasi memungkinkan murid-murid menggunakan pengetahuannya lebih fungsional.

(2) Ia memikirkan hipotesis-hipotesis. karena bermaksud untuk mengintegrasikan pribadi anak. Integrated curiculum dilaksanakan melalui pengajaran unit. Di sekolah ia belajar bekerja sama dan bergaul dengan murid-murid lain dengan tujuan agar ia pandai bergaul dan bekerjasama dengan orang-orang lain di luar sekolah. Hipotesis-hipotesis itu harus lagi dicobakan untuk membuktikan benar tidaknya. Kelakuannya harmonis dan ia tidak senantiasa terbentur pada situasi-situasi yang dihadapinya dalam hidupnya. Menilik tujuannya kurikulum ini juga dapat disebut "integrating" curriculum. Dalam pengajaran unit dengan sengaja anak-anak dididik untuk berpikir secara ilmiah menurut langkah-langkah yang disebut Dewey "the method of intelligence. Orang yang "integrated" hidup dan harmoni dengan lingkungannya." (1) Seorang berpikir bila ia menghadapi masalah. akan tetapi juga tujuannya. yaitu cara-cara yang mungkin memberi jawaban atau penyelesaian masalah itu. yakni manusia yang sesuai atau selaras hidupnya dengan sekitarnya. Suatu unit mempunyai tujuan yang bermakna bagi anak yang biasnaya dituangkan dalam bentuk masalah.Yang penting bukan hanya bentuk kurikulum ini. Dengan kebulatan bahan pelajaran diharapkan kita membentuk anak-anak menjadi pribadi yang integrated. . Untuk memecahkan masalah itu anak -anak melakukan serangkaian kegiatan yang saling herkaitan. Menghadapkan anak kepada masalah berarti merangsangnya untuk berpikir dan ia merasa tidak akan merasa puas dan tenang sebelum memecahkan masalah itu. Pelajaran membantu anak dalam menghadapi masalahmasalah kehidupan di luar sekolah. Integrasi sosial ini lebih diutamakan dalam integrated curriculum daripada dalam curriculum yang subject centered. Masalah itu harus dirumuskan setajam-tajamnya dan sering pula menganalisanya dalam sejumlah submasalah. Menurut Caswell unit ialah 'a series of related activities engaged in by children in the process of realizing a dominating purpose which is compatible with the aims of education". Apa yang diajarkan sekolah disesuaikan dengan kehidupan anak di luar sekolah.

dan masalah itu tetap tidak terpecahkan. Akan tetapi mungkin juga tak satupun yang ternyata benar. sampai kebenarannya dibuktikan berdasarkan data.(3) Untuk membuktikan benar tidaknya hipotesis itu ia perlu mengumpulkan keterangan atau data sebanyak-banyaknya dengan berbagai cara dan dari berbagai sumber sesuai dengan sifat masalah itu. maka kesempatan itu dapat dijadikan pegangan bagi perbuatan atau tindakan kita. karena dianggap tidak menghasilkan pribadi yang harmonis. Sekolah-sekolah yang " progresif " berangsur-angsur meninggalkan kurikulum yang subject-centered. Maka kita bertindak secara rasional. Unit dan ciri-cirinya. atau hingga sekarang masih belum terpecahkan. bergantung pada sifat masalahnya. atau masih harus dicari hipotesis-hipotesis lain. Unit ini mengandung suatu soal atau masalah yang dipelajari anak selama beberapa minggu atau beberapa bulan. Unit merupakan suatu keseluruhan yang bulat. Maka harus dicari di mana kekurangannya. Menurut definisinya unit itu merupakan suatu keseluruhan bahan pelajaran. Ciri-ciri unit: 1. (4) Dengan keterangan-keterangan yang diperoleh itu ia menguji kebenaran hipotesis-hipotesis. Kalau kita menjalankan integrated curriculum. Setiap hipotesa dianggap scbagai suatu kemungkinan jawaban yang harus disangsikan. Mungkin suatu masalah baru dapat dipecahkan setelah puluhan tahun. (5) Jika diperoleh jawaban berdasarkan pemikiran yang dibenarkan oleh bukti bukti yang faktual. Ada kemungkinan di antara hipotesa itu ada yang benar. jelaslah bahwa yang diutamakan ialah berpikir sendiri atas fakta-fakta yang dicari sendiri dan bukan menghafal fakta-fakta belaka. atau mungkin tidak cukup keterangan yang diperlukan untuk memecahkan masalah itu. Faktor yang menyatukan ialah masalah atau problema yang terkandung dalam . Maka masalah itu terpecahkan. Karena itu pelajaran disusun sebagai keseluruhan yang luas yang disebut "broad unit". Mungkin masalah itu kurang tepat rumusannya. Ada kalanya langkah ini meminta waktu dan tenaga yang banyak.

dari alat-alat peraga: globe. Dengan demikian guru lebih mengetahui dalam hal manakah mereka perlu dibantu agar lebih sanggup menghadapi masalahmasalah dalam kehidupan sehari-hari. Ada kebutuhan anak yang timbul berkenaan dengan pertumbuhan jasmaniah dan perkembangan rohaniah. Unit didasarkan atas kebutuhan anak. geografi. dan sebagainya. dari orang-orang yang dapat memberikan keterangan: tukang kayu. radio. menggambar. pendek kata apa saja asal memberikan bahan dan keterangan untuk memahami pokok yang dipelajari itu. dan sebagainya. lapangan terbang. arca. kebun binatang. majalah. 3. sejarah. dan sebagainya. dari lingkungan sekitar: toko. dan sebagainya. gambar. Dalam kehidupan sehari-hari tak terdapat batas-batas itu. stasion. saudagar. Kebutuhan itu bersifat pribadi dan social. dari bacaan: buku. melainkan menggunakan segala macam bahan untuk memecahkan soal-soal yang terkandung dalam unit itu. ilmu alam. Batas-batas antara mata pelajaran sebenarnya diadakan oleh sarjana-sarjana dalam usaha mereka untuk menyusun ilmu pengetahuan. Segala sesuatu yang dilakukan oleh murid murid harus senantiasa bertalian erat dengan pokok tersebut dan merupakan sumbangan guna mencapai tujuan unit itu. taman-taman. dan sebagainya. tukang becak. Di samping itu ada pula kebutuhan yang ditentukan oleh masyarakat dan kebudayaan tempat ia hidup. b. Guru harus menjaga agar pelajaran tidak menyimpang dari pokok itu. Unit menerobos batas-batas mata pelajaran. c. daftar-daftar. sawah. kantor pos. Jadi masalah itu dipecahkan secara interdisipliner.pokok yang akan diselidiki oleh murid-murid. Bahan-bahan dicari dari pelbagai sumber seperti: a. guru harus mengenal keadaan sosial ekonomi anak-anak. surat kabar. Ia hendaknya menganalisis kebutuhan mereka sebagai perorangan dan sebagai kelompok. jika mungkin film. Dalam merancang unit. Bila murid melihat faedah dan tujuan . kepala kantor. peta. bahasa. musik. ensiklopedi. 2. d. Unit tidak terbatas pada suatu atau beberapa mata pelajaran. Oleh karena itu dalam suatu unit murid-murid menggunakan berhitung.

minat. Untuk suatu unit diperlukan beberapa jam sehari. Anakanak diberi kesempatan sebanyak-banyaknya untuk menghayati. bekerja sama dalam kelompok. maka minat akan bertambah dan pelajaran akan lebih besar hasilnya. Kegiatan-kegiatan dalam unit banyak memerlukan waktu seperti untuk berkaryawisata. Unit senantiasa dihubungkan dengan pengalaman-pengalaman anak. mengadakan percobaan-percobaan. kalau perlu malahan sepanjang hari. membuat gambar atau konstruksi. mencari sendiri jawaban atas masalah-masalah lalu mengambil kesimpulan yang dijadikannya dasar perbuatannya. maka tidaklah r perlu dipakai paksaan dan desakan dari luar berupakan hukuman. kematangan. faedah. pujian.pekerjaan dan pelajaran. mengadakan penyelidikan dan percobaan. Belajar menurut cara unit sesuai dengan teori-teori yang pada saatnya modern tentang belajar. Unit memerlukan waktu yang panjang. dan sebagainya. dan tujuan pelajaran bagi di inya. . yakni berdasarkan minat dan kebutuhan anak. Apa yang dipelajari dalam unit merupakan keseluruhan. Dengan sendirinya verbalisme dicegah. Dalam organisasi kurikulum yang tradisional anak-anak menerima bermacam-macam pelajaran yang tak berhubungan satu dengan yang lain masingmasing pada jam-jam tertentu. merumuskan dan menganalisis problema-problems. 5. Masalahmasalah yang terkandung dalam unit itu mempunyai arti baginya dan karena itu mereka dirangsang untuk menelaah dan memecahkan soal itu. angkaangka atau ancaman. mengumpulkan bahan dari berbagai-bagai sumber. 4. yang saling bertalian erat dan karena itu lebih dipahami. dan kesanggupan anak prinsip individualistis lebih mudah dilaksanakan dalam pengajaran unit. Bila murid -murid yakin akan kebaikan. Unit didasarkan pada pendapat-pendapat modern mengenai cara belajar. mengumpulkan bahan dari berbagai-bagai sumber. Mengenai kebutuhan.

menganalisisnya. sehingga mereka belajar dengan gembira dan penuh minat.Waktu yang cukup banyak diperlukan benar. bahwa lebih baik diberikan waktu secukupnya untuk mempelajari suatu hal secara mendalam dari pada mempelajari bermacam-macam hal secara mendangkal yang segera dilupakan pula. bekerja dalam kelompok. menyelidiki hal-hal yang sesuai dengan dorongan yang wajar. lukisan. 7. Pendirian ialah. Unit itu life-centered. dan bila perlu beberapa bulan. di mana anak-anak duduk diam sambil mendengarkan saja. Dalam unit anak-anak harus memecahkan masalah-masalah dengan menggunakan metode ilmiah seperti telah diuraikan di atas. berlainan sekali suasananya dengan kelas yang pasif. bila kita ingin memperdalam pengertian dalam suatu hal. Dalam unit digunakan setiap kesempatan untuk menghubungkan pelajaran di sekolah dengan kehidupan sehari-hari. mengambil kesimpulan dan akhirnya bertindak atau berbuat atas . Dalam unit anak-anak dihadapkan kepada situasi-situasi yang mengandung problema. pengamatan sendiri atau dari percobaan-percobaan. Kelas yang diselenggarakan secara ini. 8. bergerak. dengan pengalaman-pengalaman anak. mengujui hipotesis-hipotesis dengan menggunakan bahan-bahan yang diperolehnya. 6. Tentu saja masalah-masalah itu disesuaikan dengan kematangan anak dan kesanggupannya untuk memahaminya. membentuk. Masyarakat dijadikan laboratorium tempat anak mengadakan penyelidikan dan mengumpulkan bahan-bahan yang tak dapat diperoleh dari buku-buku pelajaran. Unit menggunakan dorongan-dorongan yang sewajarnya pada anak -anak. mencari hipotesis-hipotesis kemudian mengumpulkan keterangan dari buku-buku. menyatakan perasaan dan pikirannya dengan bebas dengan perantaraan bahasa. tanpa kegairahan. Itu sebabnya maka suatu unit memakan waktu beberapa minggu. yakni merumuskan masalah. musik. Dalam unit anak-anak diberi kesempatan untuk berbuat.

melainkan membantu anak-anak untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya secara ilmiah. 10. Tentu saja pokok untuk itu senantiasa harus sesuai dengan tujuan pendidikan. Dalam pengajaran unit biasanya terdapat kerja sama antara guru dengan murid dalam menentukan pokok untuk unit itu. Dalam kelompok anak itu merasa dirinya sebagai anggota yang dihargai dan disukai. memikul tanggung jawab. berdramatisasi. bahwa anak-anak sendiri kerap kali tidak tahu apa yang sebenarnya perlu bagi mereka. Guru-guru yang terlalu progresid berpendapat. Mereka harus mendapat bimbingan dari guru yang lebih berpengalaman daripada mereka. membuat rencana. Dalam unit anak-anak mendapat banyak kesempatan untuk bekerjasama dalam kelompok. misalnya dalam diskusi. Unit dengan sengaja memajukan perkembangan sosial pada anak-anak. dan sebagainya. Guru merencanakan dan menyodorkan rencana i u kepada murid-muridnya. dan harga-menghargai sumbangan masing-masing. bahwa guru sendirilah yang harus menetapkan segala sesuatu yang akan diajarkan dalam unit itu. . Problem solving menurut scientific method merupakan suatu unsur yang utama dalam pengajaran unit. Mereka belajar menerima dan memberi kecaman dalam suasan hormat-menghormati. Unit direncanakan bersama oleh guru dengan murid. Sering pula orang tua diminta bantuannya dalam menentukan pokok-pokok yang dipandang penting bagi anak-anak dan bantuan mereka diharapkan pula dalam melaksa nakan unit itu. Bukankah mereka lebih tahu apa yang menarik minat mereka dan apa yang mereka butuhkan? Akan tetapi kita jangan lupa. Salah satu tugas sekolah yang penting sekali bukanlah menyampaikan sejumlah pengetahuan yang harus dihafalnya. bahwa di sekolah modern seharusnya anak-anaklah yang menentukan apa yang harus dipelajari. mengumpulkan bahan. 9. Mereka berunding untuk menentukan rencana pekerjaan berhubung dengan unit itu.hasil yang diperolehnya. t Murid hanya menerima apa yang telah ditentukan oleh guru. Guru yang tradisional berpendapat.

jadi bercorak separate subject atau berdasarkan broad field (IPS. Bahan pelajaran mungkin sekali tiap tahun berlainan dengan tahun yang sudah-sudah. Memasukkan kurikulum yang baru akan menimbulkan kesukaran bagi murid-murid dan guru. maka pengetahuan anak-anak pada waktu tamat tidak sama pula. Malahan besar bahayanya anak-anak mendapat bahan yang sama pada kelas lain. Matematika. malahan sedapat mungkin menyesuaikan pelajaran dengan bakat dan kesanggupan tiap anak dengan keadaan lingkungan anak itu. baik mengenai pokok-pokok yang dibicarakan. Kurikulum sekolah guru dewasa ini kebanyakan didasarkan atas mata pelajaraan yang terpisah-pisah. Bahasa Indonesia). sesuai dengan kurikulum yang terdapat pada SD dan SM. dan karena itu memerlukan lebih banyak inisiatif dan usaha dari guru. Kurikulum ini tidak memungkinkan ujian umum. dan tentu pula berbeda sekali di berbagai sekolah. maupun mengenai isinya. Karena bahan pelajaran tidak ditetapkan lebih dahulu. Hal ini merupakan suatu keberatan bagi guru yang lebih suka bekerja menurut rutin dengan mengikuti buku pelajaran tertentu untuk tiap matapelajaran. . 4. akan tetapi direncanakan dengan mengadakan rundingan dengan murid-murid. Kurikulum ini dianggap tidak mempunyai organisasi yang logissistematis. 3. Perbedaan bahan pelajaran di berbagai sekolah di berbagai tempat dianggap pula suatu keberatan bagi anak-anak yang pindah ke sekolah lain. Tiap tahun guru itu boleh dikatakan menghadapi bahan yang barn. Kurikulum ini tidak mengharapkan pengetahuan yang sama untuk semua murid.KEBERATAN TERHADAP INTEGRATED CURRICULUM 1. Karena itu kurikulum ini tidak menginginkan ujian yang uniform di seluruh negara atau daerah. Kurikulum ini memberatkan tugas guru. maka tidak akan terdapat di dalamnya susunan yang logis sistematis. Guru-guru tidak dididik untuk menjalankan kurikulum seperti ini. IPA. 2. Oleh sebab bahan pelajaran boleh dikatakan berlainan setiap tahun.

Memang dalam kurikulum ini bahan pelajaran tidak tersusun secara logissistematis seperti yang lazim terdapat dalam suatu buku pelajaran. ad. I. orang dewasalah yang selayaknya menetapkan sepenuhnya apa yang harus diajarkan. apalagi kalau yang lama itu didukung oleh tradisi yang berabad-abad. Kurikulum ini tidak berpegang pada satu buku. Lagi pula tiap kelas penuh sesak dengan muridmurid. Menjalankan sesuatu yang baru tidak mudah. Semua pembaruan harus mulai pada diri guru. JAWABAN INTEGRATED CURRICULUM ATAS KEBERATAN- KEBERATAN YANG DIAJUKAN Semua keberatan yang di atas ada mengandung kebenaran. bahwa guru itu harus mengubah dirinya. Gedung-gedung sekolah kita sekarang masih terikat pada filsafat pendidikan yang tradisional. Syarat pertama bagi pembaruan ialah. oleh sebab guru itu cenderung mengajar seperti ia sendiri dahulu diajar. sehingga kurikulum modern tak dapat dijalankan dengan efektif. 6. Alat-alat sangat kurang untuk menjalankan kurikulum Untuk melaksanakan kurikulum ini diperlukan ruangan-ruangan dan alatalat yang khusus. Oleh sebab itu pihak atasan. Mengenai keberatan-keberatan itu kami ingin mengajukan beberapa catatan.5. Akan tetapi hal ini tidak berarti bahwa organisasi . Itu sebabnya maka pendidikan guru merupakan faktor yang penting dalam pembaruan pendidikan. Setidak-tidaknya harus ada perpustakaan yang agak lengkap sebagai suatu sumber yang penting guna mengadakan penyelidikan-penyelidikan oleh anak-anak. dan ini harus dimulai pada pendidikan guru. bahwa murid-murid terlampau muda dan karena itu tak sanggup dan tak cukup berpengalaman untuk menentukan apa yang perlu bagi pendidikan mereka. Dalam organisasi kurikulum ini anak-anak turut serta diajak berunding untuk menentukan hal-hal yang akan dipelajari. akan tetapi menggunakan segala macam sumber. ad. Orang beranggapan. Anak-anak dianggap tidak sanggup menentukan kurikulum. pada diri sang pendidik.2.

guru harus mencatat apa-apa yang telah dibicarakan untuk diketahui oleh guru. Akan tetapi janganlah ujian itu dipakai sebagai alasan untuk membenarkan din tidak menjal nkan inisiatif ke arah a perbaikan pendidikan. akan tetapi praktik serupa ini sudah ditinggalkan. Dalam menentukan bahan pelajaran peranan guru tetap penting. Untuk memenuhi tuntutan ujian. Ujian yang uniform ini memang merupakan suatu halangan ke arah pembaruan. Ada tidaknya ujian. ad. Guru yang dinamis. . justru akan berikhtiar. Untuk mencegah berulangnya suatu pokok. Dalam kerangka itu banyak kebebasan bergerak bagi guru dan murid untuk memilih pokok-pokok yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Penentuan bahan pelajaran tidak semata-mata diserahkan kepada kehendak murid-murid. yang ingin menyesuaikan pelajaran dengan keadaan masyarakat anak. bahwa ujian itu merupakan suatu "penyakit" yang sering menghalang-halangi pembaharuan dalam pendidikan. yang ingin terus berkembang dan turut mengikuti aliran zaman.centered". anak-anaklah yang menentukannya. Dalam kurikulum yang "child.5. Jadi kurikulum ini lebih fleksibel. anak-anak diturut-sertakan memilih dan merencanakan. maka anak-anak dilatih menghafal sejumlah pengetahuan yang diharapkan akan "keluar" dalam ujian. Banyak orang di kalangan pendidikan yang mengakui. Dialah yang tahu tujuan pendidikan dan nilai suatu pelajaran untuk mencapai tujuan itu. dengan maksud agar anak -anak menerima dan memahami makna serta tujuan pokok itu. agar ia jangan dikuasai oleh pekerjaan rutin yang membosankan. bagi guru yang dinamis tetap ada kesempatan untuk mengadakan pembaruan. yaitu yang berpusat pada anak. Biasanya sekolah telah mempunyai suatu kerangka yang berisi bidang-bidang yang kirangnya dapat dijadikan pokok pelajaran. Ujian yang uniform ini seakan-akan tidak memungkinkan guru menyesuaikan pelajaran dengan kebutuhan individu serta keadaan masyarakat setempat. ad.sama sekali tidak ada.3.4.guru lain. Dalam rangka tujuan pendidikan itu. ad.

Murid-murid dihadapkan kepada masalah. Sebenarnya tidak mungkin diajarkan sejarah dengan baik tanpa ilmu bumi. 2. televisi. Perpustakaan dapat dibentuk lambat laun. karena tidak digunakan secara fungsional untuk memecahkan masalah-masalah yang mengandung arti bagi murid. tape recorder. Mengadakan batas-batas yang tegas antara berbagai mata pelajaran sering merugikan pembentukan pengertian yang luas serta mendalam. Kita tahu manfaat alat-alat pelajaran modem seperti film. Anak-anak tidak lagi mempelajari fakta-fakta lepas yang segera dilupakan. Banyak alat pelajaran yang dapat dibuat sendiri tanpa menelan biaya yang banyak antara lain garnbar-gambar dun rnajalah. dengan sendirinya akan tampil pengarang-pengarang buku yang sesuai dengan keperluan pengajaran unit. MANFAAT KURIKULUM UNIT 1. peta timbul. ilmu hayat. alat-alat pengukur dan botol. dan mata pelajaran lain. Lingkungan merupakan sumber pelajaran yang tak ternilai harganya. dan sebagainya. Untuk memecahkan suatu pokok digunakan bahan dan semua mata pelajaran. Gedung sekolah kita belum memenuhi syarat-syarat pendidikan modem Akan tetapi kekurangan-kekurangan itu tak perlu menghalangi pembaruan.6. Dalam ilmu bumi sering diperlukan ilmu alam. jadi bertalian erat dengan pengalaman mereka. sehingga perpustakaan anak-anak bertambah lengkap. 3. yang benarbenar berarti bagi kehidupan mereka. Kurikulum ini memungkinkan hubungan yang erat antara sekolah dengan masyarakat. Masyarakat dijadikan laboratorium tempat anak-anak . Alatalat itu belum dimiliki oleh sekolah-sekolah kita.ad. Segala sesuatu yang dipelajari dalam unit bertalian erat. Kalau kurikulum ini dijalankan. Tanpa alat-alat tak dapat dijalankan kurikulum apa pun dengan efektif. Mereka memecahkannya dengan pikiran dan penyelidikan sendiri. radio. Kurikulum ini sesuai dengan pendapat-pendapat modern tentang belajar. jadi anak-anak aktif dengan bermacammacam cara dan tidak pasif menerima apa yang disajikan oleh guru untuk dihafal.

Kurikulum ini sesuai dengan paham demokrasi. kita dapat memajukan pertanyaan-pertanyaan yang berikut: 1. bekerja sendiri. 2. pokok manakah yang hendaknya dipilih untuk suatu unit senantiasa harus dipikirkan. pokok-pokok manakah yang sebaiknya dijadikan unit yang akan dipelajari anak-anak. memikul tanggung jawab. Kurikulum ini mudah disesuaikan dengan minat. bekerja sama dalam kelompok. Untuk menentukan. kebutuhan dan. 5. Apakah pokok itu dibangkitkan oleh minat. sedangkan guru merasa pentingnya pokok itu bagi perkembangan murid-murid. Di samping itu kita harus memperhatikan kebutuhan anak dalam lingkungan itu. Pokok-pokok untuk unit mungkin sekali berlainan di berbagai sekolah. sebagai kelompok maupun sebagai individu. kesanggupan dan kematangan murid. pengalaman murid-murid dalam kelas itu? Bila ternyata tidak atau kurang ada minat yang khusus untuk pokok itu. ataukah lebih baik pelajaran itu diundurkan saja dulu? . bahwa kita harus bekerja dalam rangka tujuan sekolah. Murid-murid dirangsang untuk berpikir sendiri. melainkan dengan kritis membandingkan keterangan-keterangan dari berbagai sumber. Malahan di suatu sekolah pun mungkin pokok untuk unit berbeda dan tahun ke tahun. Mereka tidak hanya menerima saja apa yang dikatakan guru atau yang tercantum dalam buku. Masyarakat dapat diturut sertakan dalam usaha-usaha sekolah. Dalam menentukan. Menentukan pokok untuk un it. Apakah bahan pelajaran itu sesuai dengan taraf kematangan murid? a. Mereka diajak turut serta berunding dan merancangkan pelajaran.mengumpulkan bahan untuk menyelidiki suatu problema. 4. ia dapat berikhtiar untuk membangkitkan minat itu. Inikah saat yang sebaik-baiknya bagi murid-murid untuk memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya dari pokok yang akan dipelajari itu.

bekerja sama berpikir untuk memecahkan problema? b.b. dan alat-alat pelajaran b. merumuskan masalah. Pokok-pokok apakah yang harus dipilih untuk dipelajari anak-anak dalam bentuk unit? Dalam hal ini terdapat dua pendapat yang utama. bahan-bahan untuk bermacam-macam bentuk ekspresi. namun tidak kurang nilainya bagi perkembangan anak? d. Apakah bahan pelajaran itu akan menimbulkan situasi-situasi di mana murid-murid harus merencanakan. Apakah bahan pelajaran itu mengandung masalah-masalah sosial yang penting artinya bagi kehidupan anak-anak sehari-hari? c. Apakah bahan pelajaran itu herisi buah pikiran dan soal-soal yang dapat menimbulkan diskusi yang akan memperluas alam pikiran dan pandangan anak? e. Apakah bahan pelajaran itu cukup memberi kesempatan untuk mengeluarkan dan menyatakan perasaan dalam berbagai-hagai bentuk? 4. menganalisnya. berdiskusi. Cukupkah kesempatan dalam pelajaran ini untuk merangsang murid-murid berpikir dan berbuat sebanyak mungkin? a. Apakah bahan pelajaran itu tidak melampaui batas kesanggupan anak dan lagi pula cukup merangsang mereka untuk mempelajarinya dengan segenap tenaga? c. Dapatkah disediakan hal-hal yang berikut untuk melaksanakan unit itu: a. majalah. Apakah bahan pelajaran itu menjamin bertambah luasnya pengetahuan murid-murid yang berguna untuk memenuhi tuntutan-tuntutan hidup yang kian hari kian meningkat? d. kesempatan berkaryawisata c. Apakah pokok lain pada saat ini barangkali lebih berfaedah dan mengandung arti bagi murid-murid. gambar. Dua pendapat. Yang pertama ialah . Telah adakah pengalaman-pengalaman pada murid yang dapat digunakan sebagai landasan bagi pelajaran baru ini? 3. pengalaman-pengalamaan langsung berhubung dengan unit d. buku-buku. mengumpulkan bahan dari berbagai sumber.

Maintenance of proper social and political relations. Herbert Spencer pada tahun 1859 telah mengemukakannya sebagai tujuan pendidikan. yakni situasi-situasi atau masalah-masalah hidup yang terus menerus dihadapi manusia. Pendapat kedua ialah mengambil pokok-pokok unit dari kebutuhan anakanak. 2. devoted to the gratification of the tastes and feelings. Sebenarnya jalan pikiran itu bukan sesuatu yang baru. banyak digunakan sosiologi dan antropologi kebudayaan. 4. Rearing and disciplining of offspring.berdasarkan kurikulum itu pada "social functions". bahwa pelajaran harus berdasarkan aktivitas dalam masyarakat dan kebudayaannya. social functions apakah yang terdapat dalam hidup manusia. yang mempunyai arti dan nilai kehidupannya sehari-hari sehingga ia kelak dapat menyesuaikan diri dengan efektif sebagai orang dewasa. Tujuan pendidikan yang utama ialah membantu anak-anak memperoleh kehidupan yang baik dalam lingkungan sosialnya. dari problema-problema yang dihadapi anakanak dalam hidupnya. 5. Untuk mengetahui. . Securing necessaries of life. Stratemeyer menyebutnya "persistent life situations". Miscellaneous activities which make up the leasure part of life. 3. UNIT BERDASARKAN "SOCIAL FUNCTIONS" Dasar pikiran di sini ialah. Karena kurikulum harus memberikan pelajaran. A. yakni aktivitasaktivitas yang berkenaan dengan: 1. Self-preservation. Baik kelompok yang primitif maupun yang modern dianalisis untuk menyelidiki social functions apakah kiranya yang terdapat dalam kehidupan manusia. jadi yang bersifat universal bagi semua kebudayaan di dunia ini pada yang lampau maupun masa sekarang maupun masa mendatang. yakni lapangan-lapangan hidup sebagai pusat perhuatan-perbuatan manusia.

property.Orang yang pertama-tama menjadikan social functions sebagai dasar kurikulum ialah H. 11. la mengemukakan social functions yang berikut: 1. Communication and transportation of goods and people. c. Determining the nature and extent of individual freedom. Satisfying emotional and social needs. Kim. Forkner dan Mc. Productions of goods and services and distribution of the returns of production. . 7. Protection and conservation of life. 2. b. 8.L. Situations calling for growth in individual capacities. Understanding the ideas others. 9. Integration of the individual. Salah satu usaha lain untuk menggolongkan lapangan-lapangan hidup ini ialah Stratemeyer. 10. 2. 6. 4. Expression of aesthetic impulses. Dalam garis besarnya mereka memperoleh lapangan-lapangan sebagai berikut: I. Avoiding and caring for illness and injury. 4. a. Caswell. 3. Dealing with quantitive relationships. Making ideas clear. 3. Education. Exploration. 1. and natural resources. 2. Responsibility for moral choices 1. Health. Recreation. 1. 2. Satisfying physiological needs. 5. Expression of religious impulses. 3. Using effective methods of work. Comsumption of goods and services. Determining responsibility to self and others. Mereka menyebutnya "persistent life situations". Extension of freedom. Intellectual power.

5. Providing for social welfare. 1. b. Contributing to technological advance. Aesthetic expression and appreciation. Group membership. 1. Natural phenomena. 1. 3. . 1. II. Participating as a group member. Achieving aesthetic satisfactions through the environment. Technological resources. a. Participating in local and national government. 2. Working with socio-economic groups. Finding sources of aesthetic satisfactions in oneself. Person to person relationships. Molding public opinion. 3. Situations calling for growth in social participation. 2. 2. Dealing with groups organized for specific action III. c. Working with racial and religious groups. 1. Securing goods and services. 2. c. 1. 2.*) Keuntungan kurikulum berdasarkan lapangan hidup. Dealing with plant. Taking leadership responsibilities. b. 1. Intergroup relationships. 3. and insect life. 2. Using technological resources. Economic-social-political structures and forces. a. Establishing effective social relations with others. Establishing effective working relations with others. 3. Deciding when to join a group. Earning a living. Using physical and chemical forces. 4.d. animal. Situations calling for growth in ability to deal with environmentaal factors and forces. Dealing with physical phenomena. 2.

Kurikulum ini membagi kehidupan dalam bagian-bagian. Tujuan kurikulum ini lebih mudah dipahami oleh murid-murid. Dalam subject curriculum anak-anak sukar melihat hubungan itu. Guru-guru tidak mendapat latihan untuk menjalankan kurikulum serupa ini. Kurikulum ini sesuai dengan tugas sekolah. Dengan demikian mereka lebih mudah melihat manfaat dan makna pelajaran itu bagi dirinya.1. Mereka mereka banyak mengumpulkan keterangan-keterangan dari masyarakat serta lingkungan sendiri dengan mengadakan karyawisata dan penyelidikan -penyelidikan lain. akan tetapi perlu juga disebut. Kurikulum ini menyajikan bahan pelajaran yang bulat. Ada bahayanya. Kehidupan sebenarnya merupakan suatu keseluruhan dan tidak merupakan sepuluh atau sebelas lapangan kehidupan. Keberatan-keberatan terhadap kurikulum ini. 2. Sebenarnya ini telah tersimpul dalam nomor 1. Dalam kurikulum ini terdapat hubungan erat antara pelajaran dengan kehidupan sehari-hari. tidak lepas-lepas seperti halnya dalam separate-subject curriculum. 4. 2. karena untuk melaksanakannya menggunakan pengalaman-pengalaman langsung. 1. Kurikulum ini sulit dijalankan. Juga buku-buku dan alat-alat pelajaran lain menimbulkan kesukaran-kesukaran. Kurikulum ini lebih bermanfaat dan mengandung arti bagi murid-murid. . yakni mempersiapkan murid untuk kehidupan dalam masyarakat. Kurikulum ini dengan sengaja berusaha mengatasi jurang antara pelajaran sekolah dengan apa yang diperlukan dalam kehidupan. 3. Batas-batas itu tidak ada dalam kehidupan. Kurikulum berdasarkan social functions atau lapangan hidup memberikan kepada anak hal-hal yang diperlukannya untuk menghadapi situasi-situasi hidupnya sebagai warga negara. Dengan mempelajari lapangan-lapangan hidup diharapkan anak-anak juga lebih sanggup menyesuaikan diri dengan situasi-situasi hidup. Pelajaran di sekolah yang diberikan herpusatkan unit ini bertalian erat. lapangan-lapangan hidup menjadi matapelajaran-matapelajaran tersendiri sehingga menjadi semacam subject curriculum yang justru hendak diberantas oleh kurikulum ini.

Kebutuhan akan hubungan yang lebih matang dengan anggota rumah tangga dan dengan orang dewasa di luar keluarga. UNIT BERDASARKAN KEBUTUHAN MURID Dasar pikiran kurikulum ini ialah memberikan pelajaran kepada anak-anak yang timbul dari kebutuhan anak-anak. Sesuatu dipelajari sebaik-baiknya kalau hal itu memuaskan kebutuhan kita. Kebutuhan anak pada setiap saat tidak lepas dari social functions atau lapangan-lapangan hidup. sedangkan kurikulum yang berpusat pada kebutuhan murid mementingkan masalah-masalah yang dihadapi anak pada saat ini. Kebutuhan akan harga-diri. B. Apa yang penting bagi waktu sekarang mungkin sekali berharga juga untuk masa depan. a. Lagi pula boleh dikatakan tidak ada lagi sekolah yang semata-mata mendasarkan kurikulum pada kebutuhan anak tanpa memperhatikan manfaatnya bagi kehidupan anak di dalam masyarakat. c. Kebutuhan akan pelbagai minat pribadi. a. yang tersusun logis sistematis. b. bahwa dalam social functions diutamakan pendidikan anak-anak untuk menghadapi situasi-situasi hidup dengan efektif sebagai warga negara yang dewasa. Kehidupan pribadi. yakni selalu terdapat di dalam lapangan-lapangan hidup itu. Tentu saja sukar diadakan batas yang tegas. d.3. Kebutuhan akan kesehatan pribadi. Tujuannya ialah agar anak-anak belajar memecahkan masalah-masalah yang bertalian dengan kebutuhannya dalam kehidupannya sehari-hari. e. Kebutuhan akan pandangan dunia dan filsafat hidup. Bedanya dengan kurikulum berdasarkan social functions ialah. Kurikulum ini tidak memberikan pengetahuan. Kebutuhan akan kepuasan estetis. Kurikulum ini terutama memberikan bahan yang sesuai dengan keadaan masyarakat pada masa sekarang dan kurang menyampaikan pengetahuan yang sistematis seperti yang diperoleh dengan mempelajari subjects atau mata pelajaran. Hubungan sosial yang dekat. . 2. Kebutuhan-kebutuhan anak dapat dibagi sebagai berikut: 1.

Kebutuhan untuk mendapat bimbingan dalam memilih jabatan dan mendapat persiapan untuk suatu pekerjaan. a. Apa yang dipelajari dapat digunakan secara fungsional dalam menghadapi situasi dan masalah-masalah hidup anak itu. Yang diutamakan bukan hanya pembentukan intelektual. jadi tidak terdiri atas mata pelajaran yang lepas-lepas. Anak-anak tahu akan tujuan. a. kurikulum ini juga memupuk sikap. Kurikulum ini membentuk pribadi anak. karena itu ia rela mengeluarkan segenap tenaga kepada pelajaran ini.*) Apakah kebaikan kurikulum ini? Kurikulum ini mengandung kebaikan-kebaikan seperti terdapat pada pengajaran unit umumnya. yang tidak saling berhubungan. penghargaan. makna dan manfaat pelajaran itu. melainkan seluruh pribadi anak. 3. Kebutuhan untuk mendapat penghargaan sosial.b. Hubungan ekonomi. . 2. d. Selain pengetahuan. Karena program sekolah sesuai dengan minat dan kebutuhan anak mereka didorong oleh motivasi intrinsik untuk mempelajarinya. Kurikulum ini menyajikan bahan pelajaran yang bertalian erat dengan pengalaman anak dalam hidupnya. norma. Hubungan sosial-kewarganegaraan. c. Kurikulum ini menjamin integrasi bahan pelajaran. Kebutuhan untuk dapat bertindak efektif guna memecahkan masalahmasalah ekonomi. Kebutuhan untuk memilih dan menggunakan barang-barang dan jasa-jasa dengan bijaksana. Kebutuhan akan hubungan baik yang lebih matang dengan teman jenis kelamin yang sama dan yang berlainan. Kebutuhan untuk turut serta bertanggung jawab dalam aktivitas-aktivitas yang penting. Walaupun demikian baik kami sebut beberapa buah: 1. 4. 3. Kurikulum ini dapat dipertanggungjawabkan secara psikologis. dan sebagainya. Kebutuhan untuk merasa kemajuan ke arah status orang dewasa. 4. b. b.

sehingga dapat dicegah frustrasi dan kegagalan. Sekolah-sekolah yang child-centered yang terlampau progresif sangat mengutamakan anak itu sendiri. mengabaikan tugas sosialnya. emosional. yakni jasmaniah. 4. karena terutama membicarakan masalah-masalah yang dihadapi anak-anak pada masa sekarang. Titik berat diletakkan pada anak dan bukan pada bahan pelajaran. dengan melupakan. Kurikulum yang terlampau mengutamakan kebutuhan anak. Dalam kurikulum ini diperlukan administrasi yang teliti yang mencatat apaapa yang telah dipelajari oleh anak-anak. Kurikulum ini sukar untuk dijalankan. 2. Dalam kurikul m ini diberi perhatian u sepenuhnya kepada perkembangan anak sebagai keseluruhan.5. Kurikulum ini kurang mementingkan masa lampau dan masa depan. bahwa . dan juga intelektual. 3. Dalam kurikulum tidak dipaksakan anak -anak mempelajari yang tidak dipahaminya maknanya. 6. Kesukaran juga dialami anak-anak yang pindah sekolah. sosial. karena guru-guru tidak dipersiapkan untuk kurikulum serupa ini. 5. Lagi pula masyarakat pun rasanya tak akan mudah menerima kurikulum ini. Kurikulum ini tertuju kepada perkembangan anak. KEBERATAN-KEBERATAN TERHADAP KURIKULUM INI 1. Kurikulum ini berdasarkan pendirian "mental hygiene" atau kesejahteraan rohani. karena membantu anak-anak mengatasi problema-problema yang dihadapinya dalam kehidupan. Yang diutamakan ialah justru hal-hal yang membantu perkembangan anak. Dengan kurikulum ini tak dapat ditentukan lebih dahulu bahan pelajaran untuk tiap kelas karena kebutuhan dan problema anak tak sama dan tahun ke tahun. Kurikulum ini tidak memberikan pengetahuan yang logis sistematis seperti yang diperoleh murid-murid dengan mempelajari berbagai mata pelajaran yang terpisah-pisah.

Merencanakannya. apakah sebenarnya kebutuhan anak-anak. Pokok untuk suatu unit mungkin timbul atas anjuran guru kepada muridmurid untuk memilih salah satu dari beberapa pokok yang dianggap penting oleh guru dan juga dipandang murid-murid sebagai sesuatu yang sangat berharga bagi mereka. Pokok untuk unit dapat juga diperoleh dengan menyuruh anak-anak menuliskan masalah-masalah yang mereka anggap sangat penting baginya. akan tetapi belum tentu pilihan guru itu betul-betul dirasakan anak-anak sebagai kebutuhannya. Mereka menentukan tujuan- . Anakanak sering tidak mengetahui apa yang perlu bagi mereka dalam hidupnya. sehingga diperoleh beberapa pokok yang meliputi seluruh problema-problema yang dikemukakaan oleh murid-murid. Diusahakan agar semua anak akhirnya menerima baik hasil pilihan kelas itu. Di sini pun anak-anak diberi kesempatan memilih pokok apakah yang paling berharga bagi mereka dan pokok-pokok yang mereka usulkan. Selanjutnya suatu pokok dapat juga diperoleh berhubung dengan suatu peristiwa yang aktual dan penting. 6. Memilih suatu pokok. Sukar untuk menentukan.anak-anak harus juga mengenal masyarakat dan harus hidup dalam hubungan sosial dalam masyarakat itu. Sesuatu yang dibutuhkan oleh seorang anak belum tentu merupakan kebutuhan bagi seluruh kelas. Dalam fase ini murid menganalisis pokok itu lebih lanjut. Kemudian diadakan kriteria-kriteria untuk unit yang dipakai sebagai pegangan agar dapat dilakukan pilihan yang bijaksana. Guru dapat menentukan kebutuhan itu dengan mempelajari buku-buku tentang pertumbuhan dan kebutuhan anak. Kemudian pokok-pokok itu disusun menurut kategori-kategori tertentu. LANGKAH-LANGKAH DALAM MELAKSANAKAN SUATU UNIT Biasanya suatu unit dilakukan menurut fase-fase yang berikut: a. b. sehingga diperoleh problema-problema yang lebih spesifik.

apakah mereka betul-betul belajar. Mengakhiri unit. Setiap kelompok menentukan ketua dan penulis. penyelidikan atau percobaan-percohaan. yakni puncak unit. . sandiwara. Apakah tujuan-tujuan semula betul-betul tercapai dalam unit. Mengerjakan unit. e. d. Setelah diketahui dengan jelas problema yang mereka hadapi dan tujuan tujuan apa yang dapat dicapai dengan unit itu. majalah. laporan tertulis. Selanjutnya murid-murid mengemukakan kekurangan-kekurangan dan kesulitan-kesulitan dalam pelaksanaan unit untuk dipertimbangkan dalam melakukan unit yang lain pada hari kemudian. bila diperlukan untuk memecahkan masalah kelompok masing-masing. maka murid-murid dibagi atas kelompok-kelompok. yakni mengalami perubahan kelakuan berkat unit itu. Unit itu diakhiri dengan berbagai cara. f. dimana murid-murid memperlihatkan hasil-hasil yang mereka capai selama mengerjakan unit. Setelah diperoleh sejumlah topik. Kadang-kadang perlu diadakan wawancara. c.tujuan dan faedah apakah yang dapat diberikan oleh unit itu. Fase ini juga disebut fase kulminasi. dann lain-lain. Menilai unit. Dalam fase ini diselidiki apakah unit itu benar-benar memberi manfaat kepada setiap peserta. Dan unit ini mungkin sekali timbul problema-problema baru yang dapat dijadikan pokok untuk unit-unit baru yang akan dikerjakan oleh anak-anak selanjutnya. Menuju unit-unit baru. surat kabar. pameran. misalnya dengan memberi laporan lisan. panel disscussion. Sedapat mungkin setiap murid menerima suatu topik yang sesuai dengan kesanggupan dan minatnya. atau mencapai meliputi juga segi-segi lain dari pada pribadi anak-anak. Tujuan-tujuan itu tidak hanya berupa pengetahuan yang bertambah. maka kelompok-kelompok mulai mengumpulkan bahan dari perpustakaan.

Mereka lebih fasih berbicara. Pengajaran unit dapat dan perlu pula dibantu oleh subjects. Kita dapat memberikan unit dan di samping itu matapelajaran-matapelajaran yang khusus yang tradisional. sudah sewajarnya mata pelajaran ilmu pasti digunakan untuk memecahkan problema. Yang satu dapat membantu yang lain. Untuk permulaan. Hal ini malahan akan merugikan. IPA. Dalam bagan ini dirangkumkan ketiga jenis organisasi kurikulum itu.HUBUNGAN ANTAR KETIGA JENIS KURIKULUM Ketiga macam kurikulum itu tak usah dipandang bertentangan yang satu dengan yang lain. oleh sebab dalam unit itu murid-murid banyak mendapat halhal yang bertalian dengan berbagai mata pelajaran dalam situasi yang bermakna. Dengan menerima pengajaran unit. Sebaiknya kita masih mengajarkan subjects dan disamping itu memberikan dua atau tiga kali seminggu pelajaran dalam bentuk unit. lebih lancar mengarang laporan. sejarah. ilmu hayat secara fungsional. Gambar panah dalam bagan itu menunjukkan inter-relasi antara jenis-jenis . Dalam pada itu tentu sangat menguntungkan apabila untuk mata pelajaran biasa diambil bahan yang berhubungan dengan unit itu. Sebaliknya mata pelajaran biasa juga mungkin sekali memperoleh manfaat dari pengajaran unit. lebih jelas menyadari arti ilmu pasti dalam kehidupan sehari-hari. dan Kesenian. Matematika. Ketiga macam kurikulum dapat berjalan berdampingan dan bantu-membantu. Demikianlah setiap matapelajaran dapat mem berikan sumbangannya untuk menyelesaikan suatu unit. Apabila dalam unit itu timbul soal-soal yang bersifat matematis. tidak diharapkan seluruh kurikulum diberikan dalam bentuk unit. Untuk memperlihatkan hubungan antara ketiga jenis kurikulum itu kami berikan bagan berikut. Bahasa. lebih sanggup menggunakan pengetahuan dari geografi. malahan sangat menguntungkan mata pelajaran biasa. tidak perlu semua mata pelajaran dihapuskan. Jadi pengajaran unit tidak merugikan. Apa yang dikatakan mengenai separate subjects juga berlaku bagi broadfields yakni paduan antara beberapa matapelajaran seperti IPS.

Pada bagan ini kita lihat pula bahwa subjects maupun broad-fields dapat membantu pengajaran unit. Melalui kegiatan ini mereka mengenal hubungan manusia yang fundamental dengan dunia seperti kegiatan manusia memperoleh makanan. Pelajaran dasar seperti membaca.kurikulum itu. Dalam pada itu mereka belajar merencanakan dan mengadakan percobaan. 1918. Di sekolah percobaan J. dan berhitung timbul karena kebutuhan akibat kegiatan-kegiatan itu. 1904 dan oleh Ellsworth Colling yang mengadakan percobaan dengan "project curriculum" sebagai penerapan buah pikiran W. Meriam's Laboratory School di University of Missouri. . 1896. Bentuk kurikulum ini terkenal oleh Laboratory School yang didirikan oleh John Dewey di University of Chicago. menjahit dan bertukang kayu. menulis. atau proyek. Mereka mengadakan kegiatan intelektual maupun manual. dan pakaian serta norma-norma hidup. Dewey anak-anak tidak mempelajari mata pelajaran yang konvensional. Pada unit kita lihat kebulatan bahan pelajaran tanpa batas-batas antara macam-macam mata pelajaran.H. Broad fields kita lihat sebagai paduan antara beberapa mata pelajaran. Kilpatrick dengan brosurnya "The Project Method". ACTIVITY CURRICULUM "Activity curriculum" juga disebut "experience curriculum". tetapi sehaliknya pengajaran unit juga menambah penguasaan anak mengenai subjects ataupun broad-fields. perlindungan. Kegiatan mereka berpusat pada pekerjaan memasak.

Observasi misalnya meliputi pengamatan kehidupan tanaman. langit. Meriam berusaha agar sekolah merupakan bagian dan kehidupan masyarakat. Pekerjaan tangan menggunakan bahan kertas. nyanyian. dan sebagainya. Permainan terdiri atas permainan dengan alam. listrik. bila bertalian dengan suatu tujuan yang bermakna bagi individu. (3) proyek cerita yang bertujuan menikmati cerita dalam berbagai bentuk-lisan. Berpikir hanya dapat dikembangakan dengan berpikir untuk memecahkan suatu masalah. jadi sebelum buku itu diterbitkan. permainan. Activity curriculum baru mulai diterapkan secara lebih luas setelah buku W. binatang. tarian rakyat. mesin. tekstil. dan kumpulan social. benang. bumi. (2) proyek ekskursi atau karyawisata yang mempelajari masalah-masalah yang berhubungan dengan lingkungan dan kehidupan manusia. Collings pada tahun 1917.Di sekolah percobaan Meriam juga tidak diajarkan mata pelajaran yang konvensional. dramatisasi. Kegiatan utama dalam activity curriculum ialah kegiatan yang digunakan dalam metode problem-solving. 1918. gambar. Dasar pikiran activity curriculum adalah sebagai berikut : Orang hanya belajar berkat pengalaman. Dalam memecahkan masalah itu . Belajar atau perubahan kelakuan hanya terjadi.bernyanyi. dan pekerjaan tangan. rafia. " The Project Method". kayu. Belajar hanya terjadi dalam proses interaksi yang aktif. air. udara dan sebagainya. dramatisasi. Kegiatan dibagi dalam empat golongan yakni : observasi. dengan kebutuhan atau minatnya. menanam buah-buahan. piringan hitam.H Kilpatrick. pabrik dan berbagai pekerjaan. tali. Bercerita antara lain meliputi membaca. bercerita. Activity curriculum tidak pernah mendapat popularitas seperti subjects curriculum dan di sekolah menengah tidak pernah mendapat kedudukan yang kokoh. logam dan sebagainya. yaitu masalah-masalah yang ditentukan sendiri oleh anak-anak. manusia. Kegiatan-kegiatan di sekolahnya banyak mirip dengan Meriam yakni (1) proyek mainan yang terdiri atas kegiatan kelompok seperti permainan. atau memecahkan suatu kesulitan. dan sebagainya. Ide itu telah mulai diterapkan oleh E. atau piano (4) proyek tangan yang bertujuan menyatakan buah pikiran dalam bentuk yang kongkrit seperti menyiapkan minuman.

dan menguasai metode pengajaran proyek. Dalam bentuk yang ekstrem disiplin diserahkan kepada kemampuan anak untuk mengatur diri sendiri dan campur tangan orang dewasa hendaknya dihindarkan. Yang dianggap menarik minat anak kelas rendah ialah kegiatan-kegiatan yang berkenaan dengan: kehidupan dalam rumah tangga alam sekitar lingkungan masyarakat yang dekat makanan. dan distribusinya transpor dan komunikasi kehidupan orang dahulu kala kehidupan orang di negara lain kehidupan sosial Kurikulum ini memerlukan guru yang mempunyai pendidikan umum yang luas. membangun. Karena kurikulum ini diutamakan situasi yang riil serta minat yang spontan. dan sebagainya. Dalam activity curriculum juga menonjol kegiatan lahiriah seperti menggambar. Minat anak lebih banyak ditentukan berdasarkan studi. Kegiatan anak didorong oleh motivasi intristik. Selanjutnya harus ada alat-alat dan bahan yang diperlukan oleh anak sesuai dengan minatnya. produksi. lapangan bermain dan ruang kelas yang besar serta fleksibel yang memungkinkan berbagai ragam kegiatan. pengalaman atau penelitian. Jam pelajaran yang ketat tidak ada. maka tidak dapat diadakan perencanaan terlebih dahulu. bersandiwara. Juga diperlukan gedung. yang mendapat latihan yang mendalam tentang perkembangan anak serta bimbingan dan penyuluhan. Dalam perkembangan kurikulum ini selanjutnya pengalaman langsung dan minat yang spontan lebih-lebih digunakan sebagai bantuan dalam proses belajar dan bukan sebagai pokok untuk menyusun unit. Sebagai kesimpulan kami cantumkan beberapa ciri activity curriculum: . Rencana timbul dengan berkembangnya minat dan buah pikiran anak.diperoleh pengetahuan dari berbagai disiplin dalam bentuk yang terintegrasi.

core program ini merupakan suatu reaksi terhadap kurikulum yang terdiri atas mata pelajaran yang terpisah-pisah untuk memperoleh lebih banyak integrasi dalam pelajaran. Dengan core curriculum dimaksud bagian dari seluruh program pendidikan yang dianggap penting. sekalipun berupakan daftar matapelajaran wajib menurut pandangan ini harus dianggap sebagai core curriculum. Menurut B. Kurikulum ini tidak direncanakan lebih dahulu. ataupun dalam bentuk broad unit atau unifield courses. Core Curriculum. Alberty berpendirian bahwa setiap bentuk pendidikan umum dapat dipandang sebagai core curriculum atau kurikulum inti. Smith dkk. Jadi setiap program pendidikan umum. Yang dipentingkan bukan hanya hasilnya. serta efektif. Mereka memandang core curriculum sebagai kurikulum yang mempunyai cara atau metode tertentu dalam penyajiannya. dikorelasikan. 4. Jadi core curriculum mempunyai arti yang sama dengan pendidikan umum. apakah disajikan sebagai matapelajaran yang terpisah-pisah. Sambil melakukan kegiatan-kegiatan untuk memecahkan suatu masalah anakanak memperoleh berbagai pengetahuan dan keterampilan.O. Atas dasar itu maka H. Perencanaan dilakukan bersama oleh murid dan guru. Rencana itu berkembang sambil menjalankan kegiatan. fundamental dan esensial yang hams diberikan kepada setiap murid agar ia menjadi warganegara yang berharga. 3. sekalipun core curriculum itu juga mengenai pendidikan umum. Metode utama yang digunakan ialah metode pemecahan masalah. akan tetapi tidak setiap program pendidikan umum berbentuk core curriculum. Akan tetapi di samping itu kurikulum ini juga bermaksud untuk memenuhi kebutuhan siswa. 2. melainkan juga proses untuk memecahkan masalah itu.1. Jadi dapat dikatakan bahwa setiap core curriculum termasuk pendidikan umum. Kurikulum ini ditentukan programnya oleh minat dan tujuan anak. memberikan aktivitas yang lebih banyak dalam proses belajar dan mengadakan hubungan yang lebih erat . berguna. Namun banyak ahli kurikulum lain yang merasa perlu untuk membedakan 'core' dengan pendidikan umum.

yakni: (1) paduan heberapa mata pelajaran. Dengan demikian maka diperoleh beberapa macam program untuk core curriculum. atau masalah-masalah yang berkenaan dengan kehidupan atau yang bertalian dengan minat dan kebutuhan pemuda. Pokokpokok yang dapat dibicarakan antara lain:     Negara kita Negara-negara lain Dunia lama dan dunia barn Masa kolonial Atau dalam bentuk masalah atau pertanyaan:   Bagaimanakah suatu bangsa dapat meningkatkan mutu penghidupan? Bagaimanakah dapat kita hadapi masalah-masalah yang ditimbulkan oleh perkembangan teknologi? (2) Mengambil pokok-pokok dari "Social functions" atau "major areas of living". Sebagai pokok untuk unit dapat digunakan topik-topik dad social functions. sering antara IPS dan Bahasa Inggris. Maka kurikulum ini mempunyai tujuan yang agak luas yang meliputi ide-ide yang terdapat dalam berbagai bentuk kurikulum lainnya yang menyimpang dari subject curriculum. Akan tetapi banyak pula disajikan dalam bentuk broad unit. Ciri-ciri Core Curriculum. Kurikulum itu mengadakan integrasi dalam bahan pelajaran. . Ini dilakukan dengan menggabungkan atau mengkorelasikan beberapa matapelajaran seperti ilmu pengetahuan sosial dan bahasa. seperti:       Pengawetan sumber alarn Matapencarian Pandangan kita terhadap dunia Mencegah kecelakaan dan penyakit Dunia kita yang kian menciut Pengaruh ilmu pengetahuan dan teknologi terhadap kehidupan kita.antara pelajaran di sekolah dengan kehidupan dalam masyarakat.

karena suatu unit menerobos batas-batas mata pelajaran. Seperti unit lainnya dalam memecahkan pelajaran dimanfaatkan bahan dari semua mata pelajaran yang diperlukan. Murid-murid didorong untuk berpikir kritis dan menggunakan ketrampilan intelektual lainnya menghadapi masalah-masalah yang bermakna bagi mereka. Keberatan-keberatan terhadap core curriculum. Kurikulum inti ini mengadakan hubungan yang lebih erat antara pelajaran dengan kehidupan sehari-hari serta dengan minat dan kebutuhan pemuda. Metode mengajar lebih fleksibel. Perbedaan individual diperhatikan dan bimbingan merupakan unsur yang esensial dalam kurikulum inti ini. Core curriculum ini mendapat kritik seperti yang diajukan terhadap pengajaran unit pada umumnya.(3) Mengambil pokok dari Masalah-masalah kehidupan seperti :     masalah pekerjaan masalah kewargaan negara masalah kehidupan rumah tangga masalah waktu senggang (4) Memilih topik berhubungan dengan minat murid:    masalah pergaulan masalah hubungan dengan anggota jenis kelamin lain masalah agama dan kepercayaan. seperti juga dikemukakan terhadap tiap bentuk kurikulum yang menyimpang dari bentuk subject curriculum. Kegiatan belajar lebih banyak ragamnya jika dibandingkan dengan subject curriculum. Dengan demikian core curriculum mengandung ciri-ciri integrated curriculum. Metode yang diutamakan ialah problem solving. Hal ini disebabkan oleh kegagalan menyusun suatu disain . Merencanakan bersama dan kerja kelompok dalam kegiatan belajar banyak dilakukan. Salah satu keberatan yang paling dirasakan ialah bahwa kurikulum tidak berhasil memberikan pengetahuan yang sistematis.

Kurikulum ini hanya memberikan kesatuan waktu belajar yang lebih panjang. Sekalipun digunakan team teaching masih belum terjamin tercapainya integrasi bahan pelajaran. urutannya. Kesulitan yang dihadapi dalam penerapan kurikulum ini ialah soal guru yang tidak kompeten. Dan memang pendekatan secara inter-disipliner belum cukup berkembang untuk diterapkan di sekolah. biasanya yang paling dikuasai oleh guru. Karena guru-guru pada SM pada umumnya mengadakan spesialisasi tertentu. Organisasi kurikulum menentukan bahan pelajaran. sedangkan guru-guru SM mengkhususkan studinya pada bidang tertentu. Tentu saja kurikulum yang berbeda dengan subject curriculum akan mengalami kesulitan dalam lanjutannya ke perguruan tinggi yang dalam persyaratan masuk dan kurikulumnya masih berpegang pada kurikulum yang berpusat pada mata pelajaran. Untuk itu diperlukan orientasi barn. maka mereka tidak menguasai cara mengajar secara inter-disipliner. Sebelum ini tercapai maka pelaksanaan core curriculum biasanya hanya berbentuk kombinasi beberapa mata pelajaran yang seharusnya harus dipadukan oleh "integrating ideas". Kesulitan juga timbul karena kurikulum inti ini belum mempunyai buku pedoman yang memuaskan. sehingga masih banyak yang diserahkan kepada pemikiran guru masing-masing. . misalnya dua jam pelajaran berturut-turut akan tetapi bahan pelajaran sendiri dalam praktik sering tidak memberikan bahan yang diintegrasikan akan tetapi bahan dari sejumlah mata pelajaran secara terpisah. Itu sebabnya mengajarkan program yang integrated sangat sukar. jika guru-guru masih berpegang pada disiplin masing-masing. dan cara menyajikannya. RANGKUMAN 1. Kerap kali satu di antaranya yang paling menonjol. Kurikulum serupa ini memerlukan guru yang mempunyai pendidikan umum yang luas.yang menjamin bahan pelajaran yang sistematis.

Bentuk kurikulum yang lebih baru. atau core curriculum. dan boleh dikatakan hampir tak ada yang memperjuangkannya. antara lain. kedokteran. karena tidak dapat memberikan pengetahuan yang sistematis yang masih merupakan syarat bagi universitas dan karena guru tidak dipersiapkan untuk itu. astronomi. keduanya dikenal sebagai "the Seven Liberal Arts". . namun bentuk kurikulum masih sangat populer di mana-mana di dunia.2. 6. geometri. Sebagai reaksi terhadap apa yang dianggap kekurangan-kekurangan kurikulum ini timbul organisasi kurikulum yang lain seperti correlated curriculum dan integrated curriculum. retorikam dan logika) dan quadrivium (arithmatika. 9. dan musik). Setiap bentuk kurikulum mempunyai kebaikan dan kekurangan. termasuk yang dianggap non-akademis. 8. 4. Pada abad pertengahan timbul mata pelajaran yang vokasional (teologi. 3. project curriculum atau experience curriculum. life curriculum. Integrated curriculum dapat berbentuk activity curriculum. 5. terutama di Perguruan Tinggi. Walaupun subject curriculum banyak dikecam. 10. 7. Metode yang diutamakan dalam integrated curriculum ialah metode "problem solving" atau metode ilmiah dengan menghadapkan siswa kepada masalah masalah yang bermakna baginya. hukum) dan kini telah terdapat ratusan macam mata pelajaran. namun tidak mendapat popularitas yang luas. yang juga banyak keuntungannya dan mempunyai ciri-ciri yang dapat mengatasi kelemahan subject curriculum. Bentuk kurikulum yang lebih "tua" dari yang lain ialah subject curriculum yang berpusat pada mata pelajaran yang tersendiri-sendiri. Kekurangankekurangan suatu kurikulum sering ditonjolkan oleh para penentangnya ditinjau dari segi pendirian masing-masing. Subject curriculum telah ada sejak zaman Yunani yang dilanjutkan oleh orang Rumawi dalam bentuk trivium (gramatika. Subject sebenarnya pengalaman umat manusia yang disusun secara logis sistematis.

Apa sebab subject curriculum tetap bertahan dan terus populer. Hingga manakah ada persamaan antara tujuan pendidikan me nurut Herbert Spencer dengan "social functions"? . Apa dimaksud dengan "persistent life situations". PERTANYAAN DAN TUGAS 1. Apakah prinsip-prinsip integrated curriculum? Apa sebab kurikulum ini tidak meluas. 13. Core curriculum lebih mirip kepada kurikulum yang mengusahakan integrasi serta menyesuaikan bahan pelajaran dengan kebutuhan murid atau masyarakat. 4. Ada mengatakan bahwa trivium mirip dengan jurusan Sosial. 3. 10. Subject curriculum dapat mengatasi kelemahannya dengan memanfaatkan kebaikan-kebaikan bentuk kurikulum lainnya. Pilih suatu topik dan coba kembangkan menjadi suatu resource unit. Sebutkan kekurangan-kekurangan subject curriculum.11. Bagaimana pendapat saudara? 6. Menjalankan integrated curriculum tidak berarti menyampingkan subject sama sekali. Banyak timbul reaksi terhadap subject curriculum karena kelemahankelemahannya. melainkan memanfaatkannya secara fungsional dalam pemecahan masalah. sedangkan quadrivium dengan Pasti-Alam. Sebutkan. walaupun tidak setiap bentuk pendidikan umum dapat diterima sebagai core curriculum. Bagaimanakah langkah-langkah menjalankan suatu broad unit atau pengajaran unit? 9. Apakah beda subject dan subject matter? Adakah subject matter pada integrated curriculum? 5. 11. sekalipun banyak mengandung kebaikan? 8. 12. Core curriculum selalu mengenai pendidikan umum. Apa dimaksud dengan "social functions" atau pusat-pusat kegiatan manusia? Sebutkan social functions itu. Apakah beda subject curriculum dengan integrated curriculum? 2. Budaya. sekalipun banyak dikecam? 7. 12. Dapatkah saudara menerima semua kecaman itu? Tinjau kecaman itu secara kritis.

Apakah persamaan dan perbedaan antara Kurikulum Laboratory School (Dewey). Adakah persamaan antara core curriculum dan activity curriculum? 19. 20. 16. Apa sebab pendapat H. Collings). Jelaskan prinsip-prinsip yang mendasarinya. Apakah dimaksud dengan core curriculum. 17. dan proyek (E. Correlated curriculum menjadi lebih populer dan juga telah menjadi kenyataan dalam Kurikulum SD dan SM 1975. Adakah diskusi antara orang yang menyetujui subject curriculum dengan orang yang pro integrated curriculum. Apakah kekurangan-kekurangan correlated curriculum? Bagaimana saran saudara untuk mengatasinya 15. Meriam's Laboratory School. Bagaimanakah saudara dapat memanfaatkan bentuk kurikulum yang integrated untuk memperbaiki subject curriculum? . Sebutkan beberapa tokoh memelopori activity. Alberty tentang core curriculum tidak dapat diterima pihak tertentu? 18. curriculum atau experience curriculum.13. Sebutkan ciri-cirinya. 14.

Juga belum ada cara tentang mengorganisasi kurikulum yang dapat diterima ole h semua. Tak ada lagi manusia yang mungkin menguasai seluruh pengetahuan yang ada sekarang.BAB 8 MENENTUKAN SCOPE DAN SEQUENCE DALAM PEMBINAAN KURIKULUM PELAJARAN Menentukan scope. Mata pelajaran yang sebenarnya telah usang dipertahankan karena "vested interest" golongan-golongan tertentu. Timbul pula tujuan-tujuan yang baru seperti berpikir kritis dan kreatif. BAHAN PELAJARAN Bahan pelajaran atau subject matter terdiri atas pengetahuan. Di samping itu waktu belajar terbatas. demikian pula kemampuan anak untuk menguasai bahan pelajaran. dan ketrampilan. 2) belum ada kriteria yang pasti tentang bahan apa yang perlu diajarkan. Sawah bukan bahan pelajaran akan tetapi yang menjadi bahan . memahami dunia internasional dan sebagainya yang dianggap perlu dimasukkan dalam kurikulum. nilai-nilai. Maka perlulah diadakan pilihan tentang apa yang perlu diajarkan. Menambah mata pelajaran dalam masa belajar yang sama sering berarti makin dangkalnya pengetahuan anak tentang aneka ragam bidang. memahami lingkungan sosial. bukan atas pertimbangan rasional yang obyektif. Sering mata pelajaran baru ditambahkan sedangkan mata pelajaran lama bercokol terus. Demikian pula penambahan mata pelajaran sering terjadi oleh tekanan golongan tertentu. sehingga beban belajar bagi anak bertambah berat. yakni apa yang harus diajarkan merupakan suatu masalah yang makin lama makin bertambah sulit. Sebabnya ialah: 1) bahan pelajaran cepat bertambah luas karena eksplosi ilmu pengetahun. Spesialisasi dalam pendidikan makin meluas dan tiap spesialisasi memerlukan bahan pelajaran tambahan. 3) Mata pelajaran yang tradisional tidak lagi memadai.

Kurikulum yang dianggap lebih bermakna ialah bila bahan pelajaran dihubungkan atau didasarkan atas pengalaman anak dalam kehidupannya seharihari. kimia. biologi. Bahan pelajaran disajikan dalam urutan yang logis. Pengetahuan manusia disusun oleh para ahli dalam sejumlah kategori yang disebut disiplin ilmu. dan sebagainya. misalnya dalam biologi dimulai dengan binatang yang bersel satu. bahwa organisasi yang psikologis tidak dengan sendirinya bersifat tak-logis. Misalnya cara berpikir matematis berbeda dengan cara berpikir historis atau ekonomis. Setelah anak mencapai tingkat perkembangan tertentu.pelajaran ialah pengetahuan tentang sawah itu. akan tetapi juga cara berpikir atau disiplin berpikir tertentu. Kurikulum serupa ini dikatakan mempunyai organisasi yang logis. Organisasi bahan serupa ini disebut psikologis. data. lebih banyak harapan bahan itu akan dipaham i dan diingat. Penyusunan ini dilakukan secara rasional. Kurikulum yang logis ini sering tidak ada kaitannya dengan pengalaman anak dalam hidupnya. Dalam hal ini pengetahuan dan disiplin ilmu itu dipakai secara fungsional untuk memahami suatu masalah. logis. Tiap disiplin mempunyai bahan atau isi tertentu berupa fakta. Disiplin ilmu banyak digunakan sebagai dasar penyusunan kurikulum yang berbentuk mata pelajaran seperti fisika. fisika. Topik ini dapat diajarkan dengan menggunakan bahan dari berbagai disiplin ilmu seperti biologi. sistematis sehingga menjadi suatu sistem yang bulat. sejarah dan sebagainya. konsep. maka mereka dapat mempelajari disiplin ilmu itu sebagai mata pelajaran. Karena ilmu itu digunakan secara bermakna. sehingga apa yang dipelajari anak sering hanya hafalan kata-kata tanpa makna dan karena itu tidak memperkaya pribadinya. matematika. kemudian bersel banyak dan selanjutnya meningkat kepada binatang yang berangsur-angsur lebih kompleks strukturnya. karena memperhitungkan minat dan tingkat perkembangan jiwa anak. . kecelakaan lalu-lintas. misalnya bila dibicarakan masalah yang nyata seperti soal kesehatan. geografi. dan sebagainya. Bahan pelajaran adalah sebagian dari kebudayaan. Perlu dikemukakan. yakni cara mengajukan pertanyaan dalam mengadakan penelitian untuk menghasilkan pengetehuan baru. dan prinsip.

Bahan pelajaran yang dituangkan dalam sejumlah besar mata pelajaran demikian banyaknya sehingga tak mungkin seseorang dapat mempelajari keseluruhannya selama hidupnya. sejarah nasional. Aspek proses ini masih kurang mendapat perhatian. norma-norma dalam kelakuan yang baik. pendidikan kewarganegaraan. dan lain-lain. dapat pula memberi pendalaman dalam bidang studi tertentu. Mata pelajaran ini termasuk pendidikan umum. Pendidikan khusus ini dapat misalnya mengenai pendidikan kejuruan atau vokasional. Ada pula bahan pelajaran yang khusus. proses penemuan. yakni hal-hal yang hams dimiliki oleh semua warga negara. melainkan juga prosesnya. Menyusun kurikulum untuk pendidikan umum serupa ini jauh lebih sulit karena sukarnya mengadakan pilihan dari bahan yang terhingga banyaknya. Ada bahan pelajaran yang umum. dapat bertukar pikiran dengan "the worldwide community of civilized human beings". sehingga ia dapat berkomunikasi dengan manusia di mana saja di dunia. Selanjutnya masih ada mata pelajaran yang diwajibkan bagi semua siswa seperti bahasa nasional. proses pemecahan masalah. yang memberitahukan pengetahuan yang banyak tentang segala macam hal. misalnya yang mengenai pemerintahan.Yang dijadikan bahan kurikulum bukan hanya isi disiplin ilmu berupa pengetahuan. yang sudah dapat dilakukan pada tingkat SD. menulis dan berhitung. dan sebagainya. Selain pendidikan yang bersifat umum kurikulum juga menyediakan pelajaran yang membarikan pendidikan khusus yang tidak diharuskan bagi semua pelajar akan tetapi hanya diikuti siswa yang memilihnya. dan sebagainya. Biasanya makin luas bahan pelajaran makin kurang mendalam pengetahuan yang diperoleh dalam jangka waktu yang sama. Pengetahuan umum juga diartikan sebagai pendidikan yang luas. Dalam menyusun kurikulum harus pula dipertimbangkan soal luas dan kedalaman bahan mata pelajaran. Ada mata pelajaran yang dianggap perlu dipelajari oleh semua warga negara seperti membaca. Tujuannya ialah agar semua warga negara mempunyai dasar pemikiran yang sama untuk menjamin keutuhan negara. yaitu . Anak-anak harus dengan sengaja diajarkan proses berpikir kritis.

dan yang normatif.diperlukan untuk kepentingan tertentu. Salah satu fungsi pendidikan ialah menyampaikan kebudayaan bangsa kepada generasi muda. Maka perlulah diadakan kriteria agar memilih bahan itu dapat dilakukan secara lebih rasional. secara ilmiah. Untuk tujuan-tujuan yang umum keadaannya lebih sukar. moral. Kriteria itu ialah : 1. Dapat pula bahan pelajaran itu dibagi dalam bagian yang deskriptif. Kesulitannya ialah bahwa setiap kriterium mempunyai kelemahannya. Banyak di antaranya yang sangat bernilai. sedangkan apa yang dapat dipelajari dalam jangka waktu tertentu yang sangat terbatas. yakni yang mengenai fakta-fakta dan prinsip-prinsip. apalagi yang mengenai kepribadian seseorang. Bahan pelajaran harus dipilih berdasarkan tujuan yang hendak dicapai. dan nilai-nilai. dipilih dari persediaan yang sangat luas yang dapat disajikan kepada anak-anak untuk dipelajari. Untuk tujuan-tujuan yang khusus lebih mudah ditentukan bahan pelajarannya dan dapat segera dinilai keserasiannya. norma-norma. Subject matter atau bahan mata pelajaran. yaitu bertalian dengan norma-norma. Setiap penyusunaan kurikulum dimulai dengan merumuskan tujuan. misalnya bersipat vokasional. Lagi pula belum ada alai yang dapat mengukur hasil-hasil pendidikan. yang hanya diperlukan oleh orang-orang tertentu. KRITERIA PENENTUAN BAHAN PELAJARAN Ada sejumlah kriteria yang digunakan untuk memilih bahan pelajaran. peraturan. dan keterampilan masa lalu harus senantiasa disesuaikan dengan keadaan baru agar jangan menjadi usang. Namun belum tentu apa yang berguna pada masa yang lampau masih berguna pada zaman sekarang atau untuk masa mendatang. . Setelah itu baru ditentukan bahan pelajaran yang dianggap paling serasi untuk mencapai tujuan-tujuan itu. yang umum sampai yang khusus. 2. Pilihan itu harus dilakukan karena luasnya bahan yang ada. Bahan pelajaran dipilih karena dianggap berharga sebagai wa risan generasi yang lampau. Karena perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang menimbulkan perubahan yang cepat dalam segala aspek hidup sehingga pengetahuan. estetika.

bahwa sekolah yang didirikan oleh masyarakat.3. Keberatan yang diajukan terhadap pendirian itu ialah. . Franklin Bobhitt menganalisis kegiatan-kegiatan orang dewasa dalam masyarakat dengan maksud agar kegiatan-kegiatan itulah diajarkan kepada anak-anak agar menjadi warga masyarakat yang serasi. Akhirnya apa yang dilakukan orang dewasa belum tentu sesuai dengan apa yang seharusnya mereka lakukan. maka kebutuhan dan sifat perkembangan anak kurang mendapat perhatian utama. Jadi pendidikan harus relevan dengan kebutuhaan masyarakat. Bahan pelajaran dipilih karena dianggap berharga bagi manusia dalam hidupnya. Mengharuskan anak-anak meniru perbuatan generasi tua. Ada yang mengatakan bahwa pada hakikatnya perguruan tinggi menguasai seluruh sistem pendidikan dan SD . harus memberikan pendidikan dalam bidang-bidang yang diperlukan oleh anak-anak dalam kehidupan mereka dalam masyarakat. sedangkan keadaan senantiasa berubah. Karena kebanyakan anak demikian pula orang tua mengharapkan.SM merupakan perguruan tinggi dalam embrio. Pengetahuan apa yang paling besar manfaatnya. 4. karena dianggap kurang sesuai dengan syarat-syarat masuk ke perguruan tinggi. Kurikulum yang terlampau mementingkan bahan pelajaran disiplin tertentu dianggap kurang memenuhi kebutuhan pemuda dan kurang memperhatikan kebutuhan sosial dalam masyarakat modern yang dinamis. berarti mempertahankan keadaan sekarang. Bahan pelajaran dipilih karena berguna untuk menguasai suatu disiplin. Lagi pula. Penguasaan disiplin diperlukan sebagai prasyarat untuk melanjutkan pelajaran sampai perguruan tinggi. bahwa apa yang baik dilakukan untuk zaman sekarang belum tentu baik pula untuk masa depan. Usaha-usaha perubahan dan pembaharuan kurikulum ke arah penyesuaiannya dengan kebutuhan anak pemuda sering mengalami kesulitan atau kegagalan. yang paling berguna bagi manusia dalam kehidupannya sehari-hari? Dasar pikiran di sini ialah. Herbert Spencer pada tahun 1859 mengajukan pertanyaan: '"What knowledge is of most worth". agar anak itu memasuki perguruan tinggi maka pengaruh perguruan tinggi terhadap SM bahkan SD sangat besar. karena yang dipakai sebagai ukuran kelakuan orang dewasa.

Juga dianjurkannya ialah agar bahan pelajaran hendaknya fundamental yang dapat mengembangkan kesanggupan berpikir secara konsepsional. Lagi pula banyak hal-hal yang penting sekali bagi anak. yang tidak dengan sendirinya dirasakannya sebagai kebutuhan. Ketrampilan mental itu dapat ditransfer dalam situasi-situasi lain yang memerlukan ketrampilan berpikir kritis dan kreatif untuk memecahkan masalah-masalah dengan menggunakan metode penemuan (discovery). maka kita menyalahi prinsip-prinsip proses belajar. Apa yang dibutuhkan oleh anak menurut pendapatnya tidak selalu baik. Tujuan pendidikan merupakan pengetahuan dapat dicapai dengan menentukan bahan pelajaran. tetapi tidak mengembangkan kesanggupan mental itu. akan tetapi keterampilan mental seperti berpikir kritis. apa yang benar-benar dirasakan perlu. Dalam memilih bahan pelajaran perlu kita perhatikan pendapat Hilda Taba yakni bahwa untuk mencapai suatu tujuan pendidikan kita tidak cukup hanya memperhatikan isi atau bahan pelajaran akan tetapi juga proses pelajaran atau pengalaman belajar. sehingga meliputi hal-hal yang semula tidak menarik minatnya. misalnya bahwa setiap anak harus belajar menulis. atau (b) kebutuhan berdasarkan perkembangan anak. Seperti telah pernah kami kemukakan dengan kebutuhan anak dapat dimaksud (a) kebutuhan menurut tafsiran. Memperturutkan salah satu di antaranya rnembawa kepincangan. daripada berusaha meliputi sejumlah bahan yang luas yang hanya dihafal secara mendangkal. sejarah. orang dewasa. dan sebagainya. Karena itu lebih baik pelajaran dipusatkan pada sejumlah pokok yang terbatas yang dapat mengembangkan keterampilan mental. Bahan pelajaran dipilih karena sesuai dengan kebutuhan dan minat anak. Tentu saja kebutuhan dan minat anak dapat diperluas. Di lain pihak.5. . bila kebutuhan dan minat anak diabaikan. membaca. Ia berpendirian bahwa bahan pelajaran tidak boleh dipisahkan dari pengalaman belajar. demikian pula sikap dan norma-norma hanya dapat dipelajari melalui pengalaman-pengalaman untuk menerapkannya. sehingga perlu dipilih berdasarkan antara lain kepentingannya ditinjau dan segi sosial.

masyarakat. Dalam pembinaan kurikulum hendaknya kita perhatikan semua faktor yang turut mempengaruhinya. maka mereka akan mencari unsur-unsur dari kebudayaan itu yang dianggap penting bagi perkembangan anak-anak. . atau pembangunan masyarakat barn. Mereka yang mengutamakan subject curriculum akan mementingkan bahan yang terkandung dalam disiplin. Prosedur menerima otoritas para ahli. Bahan pelajaran akan berbeda pula bila yang diutamakan ialah perkembangan mental atau intelek. 1. Dalam kenyataan hal ini tidak mudah melakukannya.Dalam penentuan bahan pelajaran para penyusun kurikulum dipengaruhi oleh aliran yang dianutnya. maupun disiplin ilmu pengetahuan. oleh sebab manusia senantiasa berpijak pada dasar-dasar tertentu. Cara yang dipilih banyak bergantung pada nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh mereka yang menentukan kurikulum. Jika mereka menganggap. PROSEDUR MENENTUKAN BAHAN PELAJARAN Berbagai cara dapat diikuti untuk menentukan bahan pelajaran. Mereka yang yakin pada kebaikan "activity curriculum" tentu akan bertolak dari prinsip-prinsip yang berbeda dengan penganut "subject curriculum". Penganut aliran "progresif ' akan menentukan bahan pelajaran terutama berdasarkan minat anak atau pemuda. Jadi serasi tidaknya bahan pelajaran bergantung pada tujuan yang ingin dicapai. Prosedur penentuan bahan pelajaran. Seperti telah pernah kami utarakan. Di bawah ini kami berikan beberapa prosedur yang diikuti dalam penentuan bahan pelajaran. bahwa sekolah harus mempersiapkan anak. setiap pendirian yang ekstrim mempunyai kelemahan. Jika mereka berpendirian bahwa sekolah harus menyampaikan kebudayaan masa lampau yang diwariskan oleh nenek moyang. Mereka yang mengutamakan fungsi sosial sekolah mengambil aspek-aspek kehidupan sosial sebagai dasar untuk menentukan bahan pelajaran. agar dapat menyesuaikan diri dengan kehidupan dalam masyarakat. sekalipun kedua pendirian itu dapat dipertemukan hingga batas-batas tertentu. maka bahan yang penting ialah kegiatan -kegiatan yang dilakukan orang dewasa dalam kehidupannya. yaitu faktor anak.

hasil-hasil lokakarya atau konferensi. Kalau percobaan ini . sering diikutsertkan para ahli dalam cahang ilmu pengetahuan tertentu dan ahli pendidikan. kemampuan. metode mengajar. jadi telah jelas apa yang hams diajarkan dan bagaimana urutannya. Ia akan mempelajari kurikulum yang diakui. Tujuan pendidikan dapat diselidiki berdasarkan undang-undang dan dokumen-dokumen resmi. dan sebagainya. Lebih dahulu dirumuskan tujuan pendidikan agar dapat ditentukan bahan pelajaran yang kirangnya paling serasi untuk mencapainya. Prosedur eksperimental.Bahan pelajaran ditentukan berdasarkan pendapat seseorang atau suatu kelompok. 2. politik. hasil penelitian tentang perkembangan anak. dapat juga berdasarkan studi tentang sosiologi. Buku pelajaran mempunyai scope dan sequence tertentu. Biasanya metode ini digunakan untuk menyelidiki keserasian bahan yang khusus untuk tujuan yang spesifik. Tentu saja pengarang itu menggunakan berbagai sumber dalam penulisan itu. prasangka atau keinginan pribadi. karena banyak keuntungannya. karena tidak ada jaminan apakah dan hinggga manakah bahan itu sungguh-sungguh membawa anak kepada tujuan itu. Buku ini dapat disebarluaskan secara nasional. psikologi belajar. Ada kalanya buku pelajaran disusun oleh panitia penulisan buku. dan keahlian. Suing para penyusun kurikulum itu dipengaruhi oleh tradisi. Prosedur ini banyak diikuti. perbendaharaan kata anak. Misalnya dapat diselidiki cerita-cerita apakah yang paling disukai anak-anak pada usia tertentu. Dalam praktik sering yang menentukan bahan pelajaran ialah pengarang buku pelajaran. agar dapat dikuasai faktor-faktor yang mempengaruhi. Bahan pelajaran dapat ditentukan secara eksperimental dengan mengadakan penelitian hingga manakah bahan itu memang serasi untuk mencapai sasarannya. sejarah dan sebagainya. yang dianggap mempunyai otoritas. agar keilmiahannya dapat dipertahankan. Kemudian diadakan diskusi untuk merumuskan dengan jelas tujuan-tujuan pendidikan itu. Akan tetapi prosedur ini juga tidak membangkitkan kreativitas guru. Untuk menjamin mutu buku itu. Ini memberikan rasa tenteram kepada guru karena ia tak perlu lagi mencari-cari. Menentukan bahan pelajaran yang serasi berhubung dengan tujuan itu tidak mudah.

karena misalnya selera anak terhadap cerita-cerita tertentu dapat berubah karena perkembangan zaman. antara lain ahli-ahli dalam bidang studi . guru penerbang. misalnya jabatan jururawat. termasuk pribadi guru dan pengalaman anak. sekretaresse. dan sebagainya seperti yang mula-mula dilakukan oleh Charters. atau mengobservasi pekerja melakukan tugasnya. Dengan mengetahui kegiatan. ketrampilan. dapat pula ditentukan bahan pelajaran yang serasi untuk itu. antara lain mengadakan wawancara tentang segala macam tugas seorang pekerja. sikap. Namun metode analisis ini sangat berfaedah untuk menentukan bahan pelajaran bagi tugas dan jabatan yang jelas dan terbatas unsur-unsurnya. Dapat dianalisis kegiatan manusia dewasa dalam kehidupannya sehari-hari seperti yang dilakukan oleh Franklin Bobbitt. Juga perlu dipikirkan. Yang dianalisis ialah keadaan sekarang yang tidak menunjukkan keadaan seharusnya. Bahan pelajaran dapat ditentukan dengan menganalisis situasi-situasi di mana bahan pelajaran itu diperlukan. 4. hingga manakah hasil penelitian sekarang berlaku untuk masa datang. maka ada pegangan yang lebih kokoh dalam pemilihan cerita yang sesuai dengan keinginan anak. karena sulitnya menguasai semua faktor. 3.dilakukan pada sejumlah besar anak. pengetahuan dan kompetensi-kompetensi yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan itu dengan baik. melakukan pekerjaan itu sendiri. Cara keempat ialah memperoleh konsensus dengan meminta pendapat orang-orang yang dianggap berwewenang. metode ini kurang sesuai. Analisis memecahkan keseluruhan tugas dalam kegiatan-kegiatan yang lebih terinci. Untuk tujuan-tujuan yang lebih umum. dapat pula dianalisis berbagai jabatan. Analisis ini akan menghasilkan daftar sejumlah kegiatan yang dapat disusun menurut pentingnyaa dan frekuensinya. Prosedur ilmiah atau analitis. daripada hanya bergantung pada pendapat guru atau pengarang. Prosedur konsensus. sehingga identitas keseluruhan lenyap. Analisis pekerjaan atau kegiatan dapat dilakukan dengan berbagai cara.

Ada pula kemungkinan bahwa pendapat orang yang ditanyai itu dipengaruhi oleh prasangka. Prosedur-prosedur lainnya. (a) Prosedur fungsi-fungsi sosial. Kurikulum ini mengutamakan aspek sosial dan tidak begitu me nonjolkan soal kebutuhan dan minat pelajar. namun konsensus berdasarkan tabulasi dan suara terbanyak belum menjamin keserasian bahan pelajaran. produksi. sekalipun tidak mengabaikannya. dan sebagainya adalah pokokpokok sebagai pegangan untuk menentukan kegiatan-kegiatan belajar. Metode ini mudah dilaksanakan. agar pelajaran itu sesuai dengan keadaan setempat. tradisi. Pokokpokok ini sangat umum dan masih perlu diuraikan lebih lanjut oleh para pendidik secara lokal. 5. dan sebagainya. Dengan mempelajari pusat-pusat kegiatan manusia ini anak-anak diharapkan mengenal kehidupan dan masalah-masalah masyarakat dewasa ini. milik. Seperti telah dibicarakan sebelumnya dengan "social functions" atau "major areas of living": dimaksud pusat-pusat kegiatan manusia dalam masyarakat. Sesudah ditabulasi tidak lagi diadakan diskusi antara mereka yang mengisi daftar pertanyaan itu dan interpretasinya terserah pada para pengolahnya. tokoh-tokoh masyarakat. Program ini fleksibel dan mungkin sekali mengalami perubahan dari tahun ke tahun apalagi karena dalam pelaksanaannya diadakan perencanaan bersama dengan murid seperti lazimnya dilakukan dalam pengajaran broad unit. . perusahaan. menentukan bahan pelajaran menurut prinsip-prinsip utama yang mendasari kurikulum itu. (b) persistent life situation procedure dan (c) adolescent needs or problems procedure. Pendapat-pendapat itu dapat dikumpulkan dengan daftar pertanyaan yang kemudian ditabulasi dan diinterpretasi. dan suber alam. keinginan pribadi atau faktor-faktor subyektif lainnya. komonikasi dan transpor. konsumsi.tertentu. Fungsi-fungsi sosial itu seperti: perlindungan dan pengawetan hidup. Prosedur-prosedur lain yakni (a) social functions procedure.

akan tetapi situasinya berbeda-beda dan berubah-ubah. Seperti halnya dengan kurikulum fungsi-fungsi sosial kurikulum ini pun dapat memanfaatkan bahan dari berbagai disiplin atau mata pelajaran. Tentu saja kurikulum serupa ini fleksibel dan bahan pelajaran harus disesuaikan setiap kali dengan perubahan perubahan yang terjadi di dunia maupun setempat. masalah. sejauh bahan itu diperlukan untuk memecahkan masalah yang dihadapi. dulu. . Masalah-masalah pokok yang dihadapi itu "persistent" yakni senantiasa pada hakikatnya sama. Oleh sebab kebutuhan atau masalah itu selalu timbul dalam lingkungan masyarakat tempat mereka hidup maka dengan sendirinya masalahmasalah masyarakat juga mendapat perhatian. Prosedur ini diterapkan dalam "the Eight Year Study" (1932-40) yang mengadakan percobaan dengan kurikulum ini di 30 sekolah menengah di Amerika Serikat. Prosedur ini memperhatikan kebutuhan. namun para pendidik masih harus mengadakan perencanaan yang lebih terperinci dan kongkret untuk dilaksanakan dalam kelas. Stratemeyer cs menganalisis situasi-situasi itu sejauh mungkin. akan tetapi karena pecahnya Perang Dunia II hasilnya tidak mendanqt cambutan selayaknya. Ada kemungkinan pengetahuan murid tentang berbagai subject atau mata pelajaran bahkan lebih luas lagi daripada yang diperoleh melalui kurikulum yang subjectcentered hanya tidak dalam susunan logis sistematis yang lazim. Prosedur ini bertitik tolak dan kebutuhan pemuda atau masalah-masalah yang mereka hadapi. Dengan mengikuti kurikulum ini murid-murid dipersiapkan untuk menghadapi masalahmasalah itu dalam hidupnya di masyarakat. sekarang maupun di masa mendatang di mana saja di dunia ini.(b) Prosedur "persisten life situations". (c) Prosedur kebutuhan atau masalah pemuda. Percobaan ini merupakan suatu sukses. dan minat anak dan pemuda menurut taraf perkembangan dalam dunia yang kompleks dan dinamis ini. Waktu itu ide ini sangat progresif. Jadi cara menentukan scope atau ruang lingkup pelajaran banyak persamaannya dengan prosedur fungsi-fungsi sosial.

(7) Moral dan agama. mengembangkan. pada berbagai tingkat perkembangan anak guna mencapai tujuan-tujuan pendidikan. Dan seperti halnya dengan prosedur fungsi-fungsi sosial dan "persistent life situation" guru-guru setempat harus lagi merencanakan bersama. observasi dan sebagainya. Ini bergantung pada bahan yang diterima dari orang-orang yang diminta pendapatnya dan cara menggolongkannya. ruang lingkup bahan pelajaran berupa konsep-konsep. Ross Mooney mengumpulkan 132 masalah pemuda yang digolongkannya dalam 11 bidang. (5) Hubungan sosial-psikologis (6) Hubungan pribadi-psikologis.Untuk menentukan bahan pelajaran diselidiki buku-buku psikologi. sering dengan murid. . Resource unit menguraikan secara komprehensif dan sistematis tujuan. dan sebagainya. juga dengan orang tua. kondisi hidup dan pekerjaan. (8) Rumah tangga dan keluarga. yakni: (1) Kesehatan dan perkembangan jasmani. checklist. Untuk membantu guru-guru dalam perencanaan broad unit maka dapat disusun suatu. pokok-pokok. Setiap bidang dapat lagi diuraikan lebih lanjut. Resource unit ini merupakan suatu sumber yang dapat membantu guru untuk merencanakan. dan alat-alat pengajaran serta cara-cara mengevaluasi unit itu. (3) Kegiatan sosial dan rekreasi. seks dan perkawinan. (9) Masa depan: Pekerjaan dan pendidikan. (10) Penyesuaian dengan pelajaran sekolah. daftar buku. berbagai-bagai saran tentang kegiatan-kegiatan mengajar-belajar. (11) Kurikulum dan pengajaran. yaitu ruang lingkup atau luas bahan pelajaran. resource unit. masalah-masalah. (2) Keuangan. untuk menyesuaikan kurikulum itu dengan kebutuhan dan masalah pemuda di sekolah itu. MENENTUKAN SEQUENCE DALAM KURIKULUM "Scope" mengenai apa yang akan diajarkan. jenis dan bentuk pengalaman-pengalaman belajar. Di samping klasifikasi Ross Mooney ini ada lagi cara penggolongan lain. diadakan questionnaires. dan menilai suatu unit. Perubahan senantiasa ada dari tahun ke tahun seperti halnya dengan kurikulum yang fleksibel lainnya yang berusaha menyesuaikannya dengan tuntutan murid dan masyarakat. (4) Berpacaran.

Dengan "sequence" (baca: si-kuens) dimaksud urutan pengalaman belajar itu diberikan. bahkan tidak ada keberatan untuk mengajarkan di Taman Kanak-kanak. Ilmu Bumi dunia diberikan di kelas VI. Juga J. Ilmu Bumi dimulai di kelas III. Sering ini diartikan sebagai kapan pengalaman belajar atau bahan pelajaran itu harus diberikan. 1. Menurut J. Piaget membuktikan bahwa anak-anak lebih cepat dapat berpikir secara formal daripada yang diduga semula. membicarakannya sebelumnya dianggap melanggar peraturan dan dirasa terlampau sulit bagi anak karena tidak sesuai dengan perkembangan dan kemampuannya. Matematika modern yang diajarkan di kelas I SD sudah memberikan aljabar dan ilmu ukur. Scope dan sequence erat hubungannya dalam penyusunan kurikulum. Piaget anak umur . Akan tetapi waktu yang tepat itu tidak selalu mudah ditentukan. Pada zaman sebelum perang dunia II dirasakan sudah tepat mengajarkan hitungan dari 1 . Ilmu alam atau fisika. sedangkan pecahan baru boleh dibicarakan di kelas III. Itu sebab mereka disuruh menghafal. Pembanian pendidikan dapat mengubah kebiasaan lama dan masalah urutan atau sequence turut mengalami perubahan. Sering ini dilakukan berdasarkan tradisi. Aljabar dan ilmu ukur baru boleh diajarkan di kelas I SMA.100 di kelas II. Bruner mengatakan bahwa prinsip-prinsip tiap mata pelajaran dapat diajarkan kepada setiap orang pada setiap usaha dalam suatu bentuk tertentu oleh sebab ide-ide pokok yang mendasari setiap ilmu sebenarnya sederhana. oleh sebab tiap bahan harus diberikan pada waktu yang setepat-tepatnya. J. padahal matematika dianggap suatu disiplin yang tersusun paling logis dan sistematis mengenai urutannya. Berpikir dengan konsep-konsep dianggap baru dapat dilakukan pada usia yang lebih lanjut yaitu pada tingkat sekolah lanjutan. Dahulu orang menyangka bahwa anak-anak belum dapat berpikir logis. kini dalam bentuk ilmu pengetahuan alam sudah diberikan sejak kelas I SD.20 di kelas SD. Urutan itu rupanya tidak seketat yang diduga dan mengalami perubahan total akhir-akhir ini. atau disempitkan menjadi di kelas berapa bahan pelajaran tertentu harus diajarkan. ilmu alam baru diajarkan di kelas V.

Pendekatan kedua ialah menyesuaikan bahan pelajaran dengan taraf perkembangan anak. jadi mempunyai tidak hanya satu macam struktur. Kemudian diusahakan dengan berbagai cara agar anak dapat mencernakan bahan pelajaran itu. Dengan demikian urutan bahan pelajaran tidak semantap yang diduga semula. Dua pendekatan. . Pendapat Bruner dan Piaget yang makin banyak diakui oleh para pendidik dan pembina kurikulum tak dapat tiada akan mempengaruhi sequence atau urutan bahan pelajaran. Yang pertama ialah lebih dahulu menentukan bahan pelajaran untuk kelas-kelas tertentu. Faktor-faktor dalam penempatan bahan pelajaran. diciptakan alat-alat peraga dan diterapkan metode mengajar-belajar yang serasi untuk membantu anak mempelajari bahan pelajaran itu. Beberapa kesulitan yang dihadapi ialah bahwa kemampuan anak-anak sangat berbeda walaupun usia mereka sama.tujuh tahun sudah dapat berpikir formal dan logis. dalam segala ciri-ciri yang dapat diukur. Untuk itu perlu diselidiki tingkat pengetahuan dan kemampuan anak agar dapat ditentukan bahan yang sesuai. Diselidiki kesulitan-kesulitan yang dihadapi anak. Tidak mengembangkan kemampuan berpikir ini akan berarti merugikan anak. Ternyata bahwa bahan disiplin dapat disusun dengan berbagai cara. Struktur disiplin itulah yang menentukan urutan bahan pelajaran dan demikian pula langkah-langkah dalam proses belajar. Jadi dalam pendekatan ini yang dipentingkan ialah bahan pelajaran dan anak haru s menyesuaikan diri dengan bahan pelajaran untuk kelasnya. jadi dapat dikembangkan dengan bahan pelajaran yang sesuai. Dianggap bahwa bahan pelajaran mempunyai struktur tertentu yang harus diikuti untuk mempelajarinya. Dalam penentuan urutan bahan pelajaran dapat diikuti dua macam pendekatan.

Dalam menentukan kapan atau di kelas berapa bahan pelajaran sebaiknya diajarkan biasanya orang berpegang pada sejumlah faktor. 2. Menghitung sejumlah benda lebih mudah daripada menghitung daya tahan suatu jembatan. Taraf kesulitan bahan pelajaran. Sesuatu yang baru hanya dapat dipahami berdasarkan pengetahuan atau pengalaman yang telah dimiliki. makin kompleks problema itu makin tinggi taraf kesulitannya. Dalam sejarah salah satu cara ialah memberikannya mulai dan zaman purba kala dan berangsur-angsur maju sampai zaman sekarang. Seperti telah dikemukakan tidak ada patokan yang pasti mengenai sequence ini. namun dalam penyusunan kurikulum tak dapat tiada harus kita putuskan kapan sesuatu harus diajarkan. Pada suatu ketika kemampuan berhitung dianggap syarat . Hal ini juga kita dapat dalam pelajaran lain. Kalimat panjang lebih sukar daripada kalimat pendek. Makin banyak unsur yang terlibat dalam suatu masalah. Membaca permulaan dengan huruf ternyata lebih sukar daripada memulainya dengan kata-kata. Tak selalu mudah menentukan yang manakah yang mudah dan yang sukar. Mereka lebih dahulu mempelajari lingkungan dekat yang dikenalnya secara langsung baru kemudian daerah yang jauh letaknya. Lagu kanak-kanak jauh lebih sederhana daripada lagu-lagu untuk orang yang lebih lanjut usianya. Karena itu diusahakan adanya kontinuitas dalam bahan pelajaran. Pada umumnya bahan yang mudah dan sederhana lebih dahulu diberikan daripada yang sukar dan kompleks. Pelajaran yang lampau menjadi syarat untuk memahami pelajaran yang baru. Apersepsi atau pengalaman lampau. Karena kenyataan itu maka dalam penempatan bahan pelajaran perlu dipertimbangkan taraf kesulitannya. Namun bahan pelajaran memang mempunyai tingkat-tingkat kesukaran. Faktor-faktor itu ialah antara lain: 1. Anak-anak mulai diajarkan bilangan kecil sebelum angka-angka yang besar.

Memberikan bahan yang sama kepada anak yang tinggi dan rendah inteligensinya pasti merugikan anak. 5. Matematika. Dianggap bahwa kontinuitas akan tercapai bila kita mulai dengan yang dianggap mudah untuk kemudian meningkat kepada yang lebih sulit. Usia mental anak. Akan tetapi setelah masa kematangan itu anak mulai belajar. Minat anak menjadi faktor utama dalam pcnentuan bahan dan urutannya di sekolah yang "child centered". Prinsip apersepsi atau 'entry behavior" ini bertahan erat dengan prinsip kesukaran. ilmu ukur ruang. Bagian-bagian ini merupakan langkah-langkah menuju kepada penguasaan pelajaran. Pada suatu ketika anak mulai belajar berbicara atau berjalan. Minat anak. Berbagai usaha dijalankan untuk memenuhi tuntutan perbedaan individual ini. dan sebagainya tak banyak yang kita ketahui. tanpa sebenarnya mengetahuinya dengan jelas. 3. Dalam pengajaran berprograma suatu pelajaran dipecah-pecah menjadi bagian-bagian kecil yang mudah dipelajari. Minat anak dapat berubah-ubah. Kematangan diakibatkan oleh perkembangan intern. Kematangan anak. Proses belajar dapat banyak dipengaruhi oleh faktor-faktor luar. Ada minat yang . psikologi. filsafaat. Kita ketahui bahwa anak-anak berlainan kemampuan mentalnya. 4. Sebelum waktu itu usaha mempercepatnya akan gagal. sehingga bahan pelajaran diberikan menurut sequence yang sesuai dengan kesanggupan anak. Pada umumnya soal kematangan ini hanya diketahui berkenaan dengan anak-anak kecil. Demikian pula kita menginginkan agar bahan pelajaran harus sesuai dengan usia mental anak. fisika.untuk aljabar. biologi dianggap prasyarat untuk fakultas kedokteran. Mengenai kematangan anak untuk mempelajari kewargaan negara. pertumbuhan syarat atau fisiologis dan dianggap tak dapat dipengaruhi banyak oleh faktor-faktor luar. Dalam teori sering kita katakan bahwa bahan pelajaran harus disesuaikan dengan kematangan anak.

misalnya minat untuk alam sekitar. Misalnya konsep "perang kemerdekaan" dan "pemuaian logam" tidak sama cara mengembangkannya. Kita tak tahu misalnya berapa hal yang kongkrit harus diberikan agar anak dapat menangkap pengertian yang abstrak. Untuk hal-hal lain selalu dapat diusahakan dengan metode mengajar yang baik untuk membangkitkan minat anak. sedangkan soal urutan proses belajar diserahkan kepada guru.timbul karena perkembangan anak. Ini banyak sedikit dapat diperhitungkan lebih dahulu. Akan tetapi menurut Hilda Taba kita jangan lupakan urutan dalam proses belajar. tergantung pada konsep yang akan diajarkan. yang dekat kepada yang jauh yang sederhana kepada yang kompleks. untuk keadaan sosial. Maka diberilah pedoman seperti dari yang mudah kepada yang sulit. Juga belum cukup pengetahuan kita bagaimana langkah-langkah atau urutan untuk memahami suatu konsep atau berpikir kritis dan kreatif. apalagi minat yang timbul sebagai akibat perkembangan anak. motor. "Pemuaian logam" dapat diberikan konsepnya . sikap dan kesanggupan berpikir. naik gunung dan sebagainya. Dalam penempatan bahan pelajaran minat anak sudah sewajarnya perlu diperhatikan. dari bagian kepada keseluruhan atau sebaliknya. yakni menentukan kapan bahan itu harus diajarkan. seperti minat untuk radio. Kita tahu bahwa cara-cara membentuk konsep berbeda-beda. Urutan proses belajar antara lain mengenai langkah-langkah untuk mengembangkan konsep-konsep. untuk agama dan ide-ide filosofis atau untuk pergaulan dengan anggota jenis kelamin lain. Ada pula minat yang dipengaruhi oleh lingkungan. SEQUENCE PROSES BELAJAR Masalah urutan atau sequence sering hanya dihubungkan dengan soal penempatan bahan pelajaran. Minat dapat timbul berdasarkan pengetahuan yang diperoleh dari pelajaran-pelajaran lampau. Petunjuk "dari kongkret kepada yang abstrak" kurang memadai. Kurikulum biasanya hanya menentukan urutan bahan pelajaran.

dengan metode demonstrasi. Pengertian perang kemerdekaan memerlukan cara yang berbeda sekali. Menurut Hilda Taba, bukan hanya urutan mengenai bahan pelajaran saja yang penting, melainkan juga urutan dalam proses belajar atau pengalamanpengalamaan belajar. RANGKUMAN 1. Dengan scope dimaksud luas atau ruang lingkup bahan pelajaran. 2. Kesulitan dalam menentukan scope ialah (1) sangat cepat bertambahnya pengetahuan, (2) tidak adanya kriteria yang pasti tentang bahan pelajaran yang harus diberikan, (3) tidak memadainya mata pelajaran tradisional. 3. Sering matapelajaraan baru, sedangkan matapelajaran yang ada bercokol terus. 4. Dalam menentukan bahan pelajaran harus diadakan pilihan, atau seleksi, karena luasnya bahan yang tersedia dan terbatasnya waktu belajar serta kemampuan anak. 5. Kriteria dalam penentuan bahan ialah (1) tujuan, (2) nilai sebagai warisan, (3) penguasaan disiplin, (4) nilainya bagi kehidupan dalam masyarakat (5) kebutuhan dan minat anak. 6. Bahan pelajaran hendaknya jangan hanya meliputi pengetahuan melainkan juga keterampilan mental. 7. Aliran yang dianut oleh pembina kurikulum merupakan suatu faktor dalam penentuan bahan pelajaran. Beberapa prosedur penentuan bahan pelajaran ialah (1) menerima otoritas para ahli, (2) eksperimen (3) analisis kegiatan, (4) konsensus, (5) fungsi social, (6) persistent life situations, (7) kebutuhan pemuda. 8. Menentukan scope kurikulum yang subject centered lebih mudah daripada yang integrated. Yang terakhir ini lebih fleksibel. 9. Dengan "sequence" dalam pembinaan kurikulum dimaksud urutan

pengalaman belajar, yakni apabila bahan itu harus diajarkan. 10. Penempatan bahan pelajaran berupa matapelajaran sudah jauh berbeda dengan sebelum Perang Dunia II. Matematika yang dulu diajarkan di SMP, kini sudah mulai diberikan di kelas I SD.

11. Menurut J. Bruner prinsip-prinsip tiap mata pelajaran dapat diajarkan kepada setiap anak pada setiap usia dalam suatu bentuk tertentu. Pendapat ini dapat menimbulkan perobahan besar mengenai penempatan mata pelajaran. 12. J. Piaget berpendapat berdasarkan penelitiannya bahwa anak berusia tujuh tahun telah dapat berpikir logis dan formal. 13. Dalam penentuan sequence dapat diikuti dua pendekatan yaitu (1) menyesuaikan bahan dengan anak, atau (2) menyesuaikan anak dengan bahan. 14. Faktor-faktor dalam penentuan "sequence" ialah (1) taraf kesulitan bahan pelajaran (2) apersepsi atau pengalaman yang telah ada, (3) kematangan anak, (4) usia mental anak (5) minat anak. 15. Sequence tidak hanya mengenai bahan pelajaran tetapi juga dalam proses belajar, yaitu langkah-langkah untuk mengembangkan konsep-konsep, sikap, kesanggupan berpikir. PERTANYAAN DAN TUGAS 1. Apa yang dimaksud dengan scope dan sequence? 2. Kesulitan apakah dihadapi dalam menentukan scope? 3. Apa sebab lebih mudah menambahkan matapelajaran baru daripada mengurangi yang ada? 4. Apakah yang termasuk subject matter atau bahan pelajaran? 5. Sebutkan berapa kriteria untuk menentukan bahan pelajaran. 6. Sekalipun telah diketahui tujuan pelajaran, apa sebab masih sulit untuk menentukan bahan pelajaran yang serasi? 7. Coba sebutkan suatu tujuan. Tentukan bahan yang saudara anggap serasi untuk mencapai tujuan itu. 8. Apakah kelemahan bahan pelajaran yang merupakan warisan dari generasi lampau? 9. Pada hakekatnya perguruan tinggilah yang menentukan kurikulum SMA bahkan SD. Berikan komentar saudara. 10. Apakah dasar Herbert Spencer menentukan bahan pelajaran? 11. Bagaimanakah cara Franklin Bobbitt menentukan scope kurikulum? 12. Kelemahan apakah terdapat dalam prosedur yang diikuti oleh Franklin Bobbitt?

13. Apakah kelemahan scope kurikulum yang ditentukan herdasarkan minat dan kebutuhan anak? 14. Scope tidak hanya meliputi materi tetapi juga proses belajar. Apa maksudnya? Yang manakah yang lebih penting menurut pendapat saudara? 15. Dalam penentuan bahan pelajaran aliran yang dianut sangat berpengaruh. Berikan penjelasan dan contoh-contoh. 16. Sebutkan prosedur-prosedur untuk menentukan scope kurikulum. Beri penjelasan tentang tiap prosedur. 17. Tinjau setiap prosedur. Cari segi kebaikan dan kekurangannya. 18. Apakah keberatan jika buku pelajaran menentukan scope kurikulum? Adakah keuntungan dan kebaikannya? 19. Apakah kurikulum 1975 disusun berdasarkan eksperimen? Prosedur apakah yang digunakan? 20. Dari berbagai macam prosedur itu, yang manakah paling menarik bagi saudara? Berikan alasan. 21. Berikaan contoh-contoh bahwa sequence mengalami perubahan besar. 22. Bagaimanakah pendapat Bruner dan Piaget, yang mempengaruhi soal sequence dalam kurikulum. 23. Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi sequence bahan pelajaran. Jelaskan setiap faktor dan bicarakan baik buruknya. 24. Apa yang dimaksud dengan sequence proses belajar, yang perlu diperhatikan di samping sequence bahan pelajaran sendiri?

BAB 9 MENGUBAH KURIKULUM
SEBAB-SEBAB KURIKULUM DIUBAH Kurikulum itu selalu dinamis dan senantiasa dipengaruhi oleh perubahanperubahan dalam faktor-faktor yang mendasarinya. Tujuan pendidikan dapat berubah secara fundamental, bila suatu negara beralih dari negara yang dijajah menjadi negara yang merdeka. Dengan sendirinya kurikulum pun harus mengalami perubahan yang menyeluruh. Kurikulum juga diubah bila tekanan dalam tujuan mengalami pergeseran. Misalnya pada tahun 30-an sebagai pengaruh golongan progresif di USA tekanan kurikulum adalah pada anak, sehingga kurikulum mengarah kepada child-centered curriculum sebagai reaksi terhadap subject-centered curriculum yang dianggap terlalu bersifat adult dan society-centered. Pada tahun 40-an, sebagai akibat perang, asas masyarakatlah yang diutamakan dan kurikulum menjadi lebih society-centered. Pada tahun 50-an dan 60-an, sebagai akibat Sputnik yang menyadarkan Amerika Serikat akan ketinggalan dalam ilmu pengetahuan, para pendidik lebih cenderung kepada kurikulum yang discipline-centered, yang mirip kepada subject-centered curriculum. Tampaknya seakan-akan orang kembali lagi kepada titik tolak semula. Akan tetapi lebih tepat, bila kita katakan, bahwa perkembangan kurikulum seperti spiral, tidak sebagai lingkaran, jadi kita tidak kembali kepada yang lama, tetapi pada suatu titik di atas yang lama. Kurikulum dapat pula mengalami perubahan bila terdapat pendirian baru mengenai proses belajar, sehingga timbul bentuk-bentuk kurikulum seperti activity atau experience curriculum, programmed instruction, pengajaran modul, dan sebagainya. Perubahan dalam masyarakat, eksplosi ilmu pengetahuan, dan lain-lain mengharuskan adanya perubahan kurikulum. Perubahan-perubahan itu

menyebabkan kurikulum yang berlaku tidak lagi relevan, dan ancaman serupa ini akan senantiasa dihadapi oleh setiap kurikulum, betapapun relevannya pada suatu saat.

Maka karena itu perubahan kurikulum merupakan hal biasa. Malahan mempertahankan kurikulum yang ada akan merugikar anak-anak dan dengan demikian fungsi kurikulum itu sendiri. Biasanya perubahan satu asas akan memerlukan perubahan keseluruhan kurikulum itu. PERUBAHAN ATAU PERBAIKAN KURIKULUM Perbaikan kurikulum biasanya hanya mengenai satu atau beberapa aspek dari kurikulum, misalnya metode mengajar, alat peraga, buku pelajaran dengan tetap menggunakan kurikulum yang berlaku. Perubahan kurikulum mengenai perubahan dasar-dasarnya, baik mengenai tujuan maupun alat-alat atau cara-cara untuk mencapai tujuan itu. Mengubah kurikulum sering berarti turut mengubah manusia, yaitu guru, pembina pendidikan dan merek-mereka yang mengasuh pendidikan. Itu sebab perubahan kurikulum dianggap sebagai perubahan sosial, suatu social change. Perubahan kurikulum, juga disebut pembaruan atau inovasi kurikulum, tentu saja dimaksud untuk mencapai perbaikan, sekalipun perubahan itu tidak dengan sendirinya membawa perbaikan. Perbaikan yang diperoleh mungkin membawa hasil sampingan yang kurang baik menurut penilaian pihak tertentu. PENILAIAN KURIKULUM Sebelum mengubah kurikulum hendaknya diadakan penilaian tentang kurikulum yang sedang dijalankan. Penilaian juga perlu untuk mengetahui hingga manakah kurikulum mencapai tujuan-tujuan yang diharapkan seperti yang tercantum dalam kurikulum itu. Penilaian kurikulum tidak mudah. Baik tidaknya suatu kurikulum pada hakekatnya dapat dinilai dan hasilnya, yakni dari kedudukan, kehidupan, atau prestasi pada lulusannya. Bila lulusannya menduduki tempat yang penting dalam pemerintahan, perusahaan, dan masyarakat, maka lembaga pendidikan itu mendapat nama baik dan kurikulumnya dianggap efektif. Namun kita dapat menyangsikan kebenaran anggapan itu, karena yang diandalkan hanya mereka yang sangat menonjol prestasinya, sedangkan mereka yang tidak menduduki tempat yang berarti dalam masyarakat, bahkan yang gagal, tidak mendapat perhatian. Penilaian itu terlampau kasar dan tidak didasarkan atas penelitian yang sistematis. Dan kita dapat bertanya, apakah masalah itu dapat di-

apakah dapat mencapai tujuan seperti yang dirumuskan dalam kurikulum itu. Untuk menilai suatu kurikulurn perlu tujuan itu jelas dirumuskan. Kalau kita menilai kurikulum. Dengan adanya kurikulum juga kita belum dapat meramalkan. Kita belum memiliki suatu teori belajar yang menjamin akan tercapainya tujuan yang ditentukan dengan kegiatan mengajar belajar tertentu. sikap. masih dapat diragukan. penilaian dapat dilakukan dengan lebih cermat. misalnya tidak dapat dijadikan patokan untuk meramalkan masa depan seorang lulusan. apakah akan tercapai hasil yang diharapkan. dalam bentuk kelakuan yang dapat dilihat dan diukur. (4) caracara mengevaluasi hasil belajar murid. Jadi penilaian kurikulum harus dimulai dengan hakikat dan tujuan kurikulum. Bloom memberikan suatu pegangan tentang cara melakukannya. Dengan psikologi sosial juga tidak dapat kita ramalkan kelakuan dan prestasi seseorang dalam jangka panjang kelak dalam masyarakat. setiap anak akan menjalani perubahan menuju ke kedewasaan. Kurikulum adalah alat untuk mengubah kelakuan anak-didik. Namun apakah dengan taksonomi Bloom itu dapat misalnya dihasilkan manusia Pancasila yang sejati. (3) organisasi pengalaman belajar itu. Ada yang menginginkan. perubahan-perubahan tertentu yang diinginkan tidak akan terjadi. agar tujuan itu spesifik. dan ketrampilan murid. hubungannya dengan pengalaman lain. Demikian pula dapat diragukan hasil semua mata pelajaran. Dengan rumusan tujuan yang spesifik. Tentu saja. Apakah dengan pelajaran civics atau IPS terbentuk warga negara yang taat kepada undang-undang . tanpa pendidikan formal. Akan tetapi tanpa pendidikan sekolah. Hasil angka-angka ujian akhir. kita harus menilai komponen-komponennya yaitu (1) tujuan kurikulum. urutan pengalaman itu. (2) pengalaman-pengalaman belajar untuk mengembangkan pengetahuan.selidiki sepenuhnya. Kurikulum sekolah bukan satu-satunya alat untuk mengubah kelakuan manusia. Efektivitas kurikulum berwujud dalam perubahan pengetahuan sikap dan keterampilan murid. karena banyaknya faktor lain di luar mata pelajaran yang turut mempengaruhi perkembangan pribadi seseorang.

bahwa nilai-nilai atau norma-norma seseorang kebanyakan diperolehnya dari keluarga. Alat-alat untuk menilainya pun tak tersedia. Soal keTuhanan sebenarnya lebih merupakan tugas pelajaran agama. akan tetapi atas pengaruh berbagai hal lain. Olch sebab tiap anak mempunyai kepribadian yang berbeda-beda. suatu yang sebenarnya di luar kesanggupan. Maka kita dapat bertanya apakah mata pelajaran sejarah atau IPS sanggup mernupuk norma-norma yang berkenan dengan toleransi. Maka sering suatu kurikulum diubah. Namun soal keTuhanan tak dapat dipakai sebagai alat untuk menilai keberhasilan pelajaran biologi. Banyak kesulitan yang dihadapi untuk menilai suatu kurikulum secara ilmiah. Biasanya tertampau banyak yang diharapkan dan kurikulum itu yang tidak dapat dipenuhi. khususnya dari ibunya. bukan berdasarkan penilaian atas hasil kurikulum itu.dan peraturan negara serta mengabdi kepada kepentingan masyarakat? Apakah matematika menghasilkan manusia yang lebih sanggup herpikir logic sistematis. atau tidak termasuk tujuannya yang utama. . perdamaian dunia. Tiap murid memperoleh hal yang berbeda dari kurikulum yang sama. pelajaran agama membentuk manusia yang lebih taat kepada perintah Tuhan. Havighurst menemukan. Penelitian tentang hasil kurikulum atau suatu mata pelajaran sangat sulit. Tidak selalu jelas. Hasil kurikulum diperoleh melalui interaksi antara anak dengan kurikulum. Misalnya biologi dianggap dapat menimbulkan keharuan akan kebesaran Tuhan. persaudaraan bangsa-bangsa dan sebagainya. dan sebagainya? Sanggupkah kurikulum mencapai tujuan-tujuan menurut apa yang tercantum dalam kurikulum itu? Ataukah tujuan itu hanya muluk-muluk tampaknya dan hanya merupakan impian yang tak akan dapat diwujudkan? Apakah kurikulum hanya mempunyai pengaruh yang terbatas dengan mengakui bahwa watak atau pribadi seseorang banyak ditentukan oleh faktor-faktor di luar kurikulum? Berdasarkan penelitian. maka hasilnya pun akan berlainan pula. apakah sebenarnya tujuan kurikulum suatu lembaga pendidikan.

Ide yang baru tentang pendidikan memerlukan waktu sekitar sekitar 75 tahun sebelum dipraktikan secara umum di sekolah-sekolah. yang tidak selalu dapat dipenuhi. Tak semua orang suka bekerja lebih banyak daripada yang diperlukan. Ada kalanya karena cara yang demikianlah yang paling mudah dilakukan.Sering suatu kurikulum sudah diubah sebelum dinilai hasilnya. Pembaharuan kurikulum sering pula memerlukan biaya yang lebih banyak untuk fasilitas dan alat-alat pendidikan haru. Guru-guru lebih senang mengikuti jejak-jejak yang lama secara rutin. bahwa guru-guru tidak mendapat kesempatan atau wewenang untuk mengadakan perubahan karena peraturan-peraturan administratif. masih banyak mengalami rintangan dalam penyebarluasannya. yang dengan sendirinya akan turut terbuang. Mengadakan pembaharuan memerlukan pemikiran dan tenaga yang lebih banyak. Kurikulum baru biasanya dimasukkan sambil mengeritik kurikulum lama. seakan-akan yang lama itu tidak mengandung kebaikan-kebaikan. Dalam pembaruan kurikulum ternyata bahwa mencetuskan ide-ide baru lebih "mudah" daripada menerapkannya dalam praktik. Akan tetapi ada pula kalanya. Maka sebaiknya setiap perubahan kurikulum sekaligus juga merupakan perbaikan kurikulum secara menyeluruh. oleh sebab harus melibatkan banyak orang dan mungkin memerlukan perubahan struktur organisasi dan administrasi sistem pendidikan. Tak jarang pula pembaharuan ditentang oleh mereka yang ingin berpegang pada yang sudah lazim dilakukan atau yang kurang percaya akan yang baru . Dengan meninggalnya tokoh itu lenyap pula pembaruan yang telah dimulainya itu. Guru itu hanya diharapkan mengikuti instruksi atasan. Pembaharuan kurikulum kadang-kadang terikat pada tokoh yang mencetuskannya. KESULITAN-KESULITAN DALAM PERUBAHAN KURIKULUM Sejarah menunjukkan bahwa sekolah itu sangat sukar menerima pembaruan. Dan sekalipun telah dilaksanakan sebagai percobaan. Manusia itu pada umumnya bersifat konservatif dan guru termasuk golongan itu juga.

Bersifat kritis terhadap pembaharuan kurikulum adalah sifat yang sehat. PROSEDUR PEMBARUAN KURIKULUM Pada pokoknya ada dua prosedur utama untuk mengubah kurikulum yaitu apa yang disebut "administrative approach" yaitu yang direncanakan oleh pihak atasan untuk kemudian diturunkan kepada instansi-instansi bawahan sampai kepada guru-guru. Berbagai konsultan dapat dimanfaatkan untuk hal-hal yang diperlukan. termasuk Indonesia. yakni dari pihak guru atau sekolah secara individual dengan harapan agar meluas ke sekolah-sekolah lain.sebelum terbukti kelebihannya. Partisipasi diusahakan seluas mungkin agar tercapai konsensus dan keterlibatan pribadi dan instansi dalam usaha pembaruan kurikulum. Peranan konsultan hukanlah sebagai "agent of change" akan tetapi sebagai manusia sumber. Prosedur manakah yang dilaksanakan banyak bergantung pada sistem pendidikan serta organisasi dan struktur organisasinya. Dalam hal ini pembaharuan kurikulum diadakan atas inisiatif kepala sekolah dan guru-gurunya. Pendekatan administratif banyak menggunakan panitia-panitia untuk merencanakan kurikulum baru. karena pembaharuan itu jangan hanya sekedar mode yang timbul pada suatu saat untuk lenyap lagi dalam waktu yang tidak lama. Setiap pendekatan mempunyai kebaikan dan kekurangannya. kelompok studi banyak dilakukan untuk membicarakan dan menghasilkan kurikulum barn itu. jadi 'from the top down". Penataran merupakan syarat mutlak untuk . Ada juga negara. Di negara-negara yang mempunyai pemerintah pusat yang memegang kekuasaan yang kuat. Lokakarya. yang diikuti biasanya pendekatan administratif. Di kebanyakan negara cara inilah yang dilakukan. dan sebagainya. menyusun buku pelajaran. atas inisiatif para administrator. menyebarluaskannya. dari atas ke bawah. yaitu yang dimulai dari "akar" "from the bottom up" atau dari bawah. Para ahli pendidikan dan ahli dalam berbagai bidang studi atau disiplin dari perguruan tinggi diminta bantuannya untuk menghasilkan kurikulurn yang sebaik-baiknya. Yang kedua ialah "grass roots approach". antara lain Inggris yang memberikan wewenang penuh kepada kepala sekolah beserta stafnya untuk menentukan kurikulum sekolah.

Seluruh aparat administrasi pendidikan dikerahkan untuk mengkomunikasikan pembaruan ini kepada guru-guru dan segenap lapisan masyarakat. Untuk usaha yang luas ini dapat disediakan biaya yang diperlukan. Kerja kelompok memerlukan kepemimpinan yang paham akan proses dinamika kelompok dan mampu mendorong kelompok ke arah produktivitas dengan memadukan segala keahlian dalam kelompok itu. dan membicarakan setiap buah pikiran secara kritis. Guru sendiri kurang dilibatkan dalam .memberikan ketrampilan kepada guru dalam pelaksanaannya. Akan tetapi kerja kelompok dapat juga merupakan penghamburan waktu jika komponen-komponennya tidak dipilih dengan rasional. namun ditinjau dari segi tertentu mempunyai juga kelemahan. Peraturan-peraturan resmi di keluarkan untuk menjamin terlaksananya kurikulum baru itu. Pembaruan kurikulum serupa ini dapat dilakukan serentak dan uniform di seluruh negara dengan melibatkan seluruh aparat kementerian pendidikan. bukan berdasarkan kedudukan atau pangkat. Kerjasama dan partisipasi semua unsur diperlukan untuk mencapai produktivitas dan efektivitas optimal. Usaha pemerintah ini biasanya tidak menemukan tentangan dari pihak guru yang sudah biaya menerima dan melaksanakan instruksi dan perintah dari atasannya. Antara lain dikemukakan bahwa cara ini otoriter dan kurang demokratis dan merupakan keputusan atasan yang hams dilaksanakan oleh guru-guru. Kerja kelompok merupakan tempat yang subur untuk berpikir. melahirkan ide-ide baru. Jadi dalam pendekatan administratif ini dapat dikerahkan sejumlah besar ahli dan tenaga edukatif maupun administratif. Anggota kelompok hendaknya dipilih berdasarkan kompetensi. Kerja kelompok sangat esensial dalam pengembangan kurikulum. dengan cara yang terkoordinasi dan terorganisasi. Kerja kelompok memperluas keterlibatan dan komitmen dalam kurikulum baru. Walaupun pendekatan administratif mempunyai banyak kebaikan. yang biasanya cukup besar jumlahnya. Setiap peserta dapat melengkapi buah pikiran peserta lainnya menurut keahlian masing-masing.

Semua gum turut berpartisipasi dalam segala aspek pembinaan kurikulum baru. bimbingan dan mungkin juga biaya. karena melihat kekurangan-kekurangan dalam kurikulum yang berlaku. Dengan demikian mereka terlibat secara pribadi. akan gagal dan lenyap jika pengawasan tidak senantiasa diperketat. Kurikulum yang mereka susun relevan dengan keadaan riil yang mereka hadapi. Pembaharuan yang tidak tumbuh dan berakar dalam pribadi guru dan hanya melaksanakannya atas dasar kepatuhan akan perintah. jadi tidak dibuat "di belakang meja tulis" seperti sering terjadi dalam pendekatan administratif. Inisiatif dan kepemimpinan pembaharuan kurikulum terletak dalam tangan guru setempat. dinilai untuk diperbaiki. Ke tempat itu juga datang para pembina pendidikan. Tentu saja guru setempat juga mempertimbangkan berbagai faktor . usaha ini didukung oleh "Teachers' Centres" yang dihentuk secara lokal sebagai tempat guru-guru bertemu dan berdiskusi tentang pembaharuan pendidikan. kemudian dicobakan sendiri. akan tetapi juga dari pihak atasan merupakan bahan. Maka pembaruan itu menjadi semu belaka dan akan mengalami kegagalan. Mereka bersama menyusun satuan-satuan pelajaran. to koh-tokoh di sekitar. Kepala sekolah serta guru menginginkan suatu perubahan. staf pengajar perguruan tinggi. kadangkadang juga pengusaha dan para konsumen lulusan sekolah.permulaan dan perencanaannya. Di Inggris. Karena itu guru-guru kurang berusaha untuk mendalaminya dan karena kurang memahaminya akan mudah kembali kepada praktik-praktik yang lama. Mereka berusaha mengatasi kesulitan sendiri. Tanpa perubahan pada guru tak akan terjadi perubahan dalam kurikulum. Mereka tertarik oleh ide-ide barn mengenai kurikulum dan bersedia untuk menerapkannya di sekolah mereka untuk meningkatkan mutu pelajaran. konsultan. Perubahan kurikulum dengan pendekatan "grass roots approach" mulai dari sekolah secara sendiri-sendiri. Dalam usaha itu mereka dapat meminta bantuan orang tua.

Dalam pendekatan administratif dapat diusahakan partisipasi guruguru. tetapi juga pada kemampuan dan kesediaan guru. misalnya dengan menurut sertakan mereka dalam mencobakan kurikulum baru. Sekolah tidak mampu untuk memperoleh bantuan ini dengan tenaga sendiri. Pembaruan bergantung kebanyakan kepada kepala sekolah.lainnya seperti peraturan yang berlaku. yang mungkin otoriter dan kurang terbuka bagi pembaruan. Menentang perubahan adalah sesuatu yang normal. Jadi kedua pendekatan itu masing-masing mempunyai kebaikan dan kekurangannya. Guru-guru mendapat tanggungjawab penuh atas mutu pendidikan yang merupakan dorongan untuk menjadi kreatif. tidak mempunyai koordinasi dan organisasi sehingga tidak dapat disebarkan secara nasional. Mungkin pula pembaruan kurikulum menyangkut peraturan-peraturan pemerintah pusat dan daerah yang hanya dapat diuhah bila usaha pembaruan bersifat nasional. Mungkin juga perubahan hanya mengenai aspekaspek tertentu dari kurikulum dan tidak menyeluruh. syarat masuk perguruan tinggi. keinginan pemerintah dan sebagainya. Perubahan sektoral akhirnya akan mengalami kesukaran yang tak dapat diatasi oleh sekolah itu sendiri. Namun menggunakan kekuasaan untuk memaksakan perubahan hanya melahirkan kepatuhan semu akan tetapi menimbulkan penentangan batin yang akhirnya menggagalkan usaha perubahan itu. Kelemahan pendekatan ini ialah bahwa usaha-usaha ini bersifat lokal. Pembaruan kurikulum oleh guru untuk kepentingan anak di sekolah dalam lingkungan tertentu yang mempunyai kebutuhan tersendiri akan lebih mantap. untuk senantiasa memperhatikan perkembangan mengenai pembinaan kurikulum. Perubahan kurikulum pada hakekatnya berarti mengubah manusia dan lembaga-lembaga. meminta pendapat dan penilaian mereka sebagai umpan balik serta memberikan kebebasan untuk menyesuaikannya dengan keadaan setempat. Perencanaan perubahan kurikulum harus me- . Pembaruan kurikulum adalah usaha yang luas dan kompleks yang memerlukan pemikiran dan partisipasi dari semua pihak. Kita tak perlu memandangnya sebagai dua cara yang bertentangan.

Kader ini merupakan agen-agen pembaharuan. Beberapa cara praktis. dan penilaiannya relatif mudah diatur. Andaikan pilot project ini berhasil. Kelemahannya ialah bahwa ada kemungkinan mereka dianggap sebagai orang luar yang diberi bayaran khusus untuk mengadakan. Memanfaatkan guru. Perubahan kurikulum adalah sesuatu yang wajar karena perubahan yang terus-menerus dalam masyarakat dan kehidupan. 3. sehingga pembaruan itu lebih terarah dan menyeluruh. Demikian pula pendekatan perubahan dari bawah dapat dibantu oleh pemerintah dengan mempublikasikan usaha-usaha pembaharuan di sekolahsekolah agar secara umum dapat dikenal dan ditiru. masih banyak kesukaran untuk menyebarluaskannya. pengawasan. bahkan memaksakan perubahan tanpa meminta keinginan guru-guru di sekolah itu.rupakan dialog antara "atasan" dan "bawahan" dalam suasana sa ting menghargai pendapat. Dapat dididik sejumlah kader yang menguasai seluk-beluk pembaharuan kurikulum yang ditempatkan di berbagai sekolah untuk mengadakan praktis ditempuh untuk mengadakan pembaharuan pembaharuan-pembaharuan. maka kader ini akan mengalami banyak kesukaran. Berbagai jalan kurikulum. Membina kader. penyelenggaraan. Jika timbul reaksi yang negatif dari pihak guru. Dalam rangka suatu pilot project seorang guru dapat mengadakan percobaan dengan suatu kurikulum baru dalam suatu bidang studi tertentu. . 2. karena menghadapi situasi yang berbeda dan mendapat hambatan dari ketentuan-ketentuan yang berlaku. pemimpin-pemimpin yang kompeten dan mereka dapat memberi hasil yang baik. Pilot project. 1. Karena percobaan ini terbatas.

dapat diminta bekerja pada sekolah yang belum melakukannya. sehingga dapat disaksikan bagaimana pelaksanaan pembaharuan itu. dan sekolah. Sekolah yang terpencil akan mengalami kesukaran khusus dalam hal ini. bahkan sebenarnya harus mendahuluinya. Buku pelajaran memegang peranan yang penting dalam setiap kurikulum. Akan tetapi ada kalanya tenaga pengajar tidak sanggup memanfaatkannya. Akan tetapi guru-guru sendiri harus mempunyai kesanggupan untuk menggunakannya. .SM. sedangkan sekolah atau guru dapat memberikan bahan tentang keadaan yang riil mengenai murid. Buku pelajaran baru dapat memberikan bahan baru dan juga metode mengajar serta proses belajar yang baru. Kerjasama antara sekolah dan universitas. Pelaksanaan ini akan menghadapi kesulitan administratif dalam penempatan guru di sekolah lain untuk beberapa waktu. 6. 4. Universitas yang senantiasa berada di garis depan kemajuan dalam penelitian dan ilmu pengetahuan dapat membantu sekolah-sekolah untuk menyesuaikan kurikulum dengan ide-ide baru tentang pendidikan dan perkembangan baru dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan. Memberikan laboratorium fisika atau laboratorium bahasa akan mendorong guru untuk menggunakan metode-metode dan bahan pelajaran baru. Kurikulum pendidikan guru tak dapat tiada harus disesuaikan dengan perubahan kurikulum di SD . Universitas dapat pula menyediakan ahli dalam berbagai aspek kurikulum yang bertindak sebagai konsultan. Dapat diusahakan secara teratur pertemuan-pertemuan antara dosen perguruan tinggi dengan guruguru bidang studi di SM untuk keperluan itu. Menyediakan alat pengajaran. 7. Pembaruan kurikulum pendidikan guru. sehingga kurikulum tidak merupakan hasil "di belakang meja tulis". Memperbarui buku pelajaran. 5. juga dalam melancarkan kurikulum yang baru.Guru dan sekolah yang telah menjalankan kurikulum baru.

Demikian pula hams dikembangkan administrasi yang sesuai dengan perubahan kurikulum itu. sering timbul tentangan dan guru -guru yang tidak terlibat dalam usaha ini. dan sebagainya memakan waktu yang lama. berdasarkan prinsip-prinsip. Kelompok kecil itu dapat memperoleh bantuan dan kepala sekolah atau atasan. Suatu kelompok kecil. Namun penataran akan tetap diperlukan. Memulai dari satuan pelajaran.Pendidikan guru dalam pembaruan akan lebih efektif daripada penataran. Perubahan kurikulum mengharuskan guru berubah pula. dasar-dasar teoretis. Harapan ialah agar pembaruan ini diterima baik dan disebarluaskan. sering bertahun-tahun. Pelaksanaan satuan pelajaran merupakan pelajaran dan latihan bagi guru. jadi harus mulai dengan bagian yang kecil dan terbatas. Guru guru yang sejak mulanya terdidik dalam pelaksanaan kurikulum baru akan lebih menjamin keherhasilan pembaruan itu. mengadakan pembaruan satu mata pelajaran atau lebih dalam satu dua kelas. 9. 8. mendemonstrasikannya kepada guru-guru lain. cara menentukan bahan. Pada permulaan ini merupakan percobaan. Umpan balik digunakan untuk menyempurnakan satuan pelajaran itu. dan sebagainya. administrasi sekolah. Lamanya latihan itu bergantung pada bcsarnya perbedaan antara cara lama dan baru. . Mereka mencobakan suatu unit pelajaran dan setelah ternyata berhasil. Perubahan tak mungkin dilakukan dalam seluruh program sekolah. Perubahan kurikulum yang berarti mengubah guru. Hilda Taba menganjurkan agar pembaruan dimulai dengan satuan pelajaran yang dapat diterapkan dalam kelas. Mendemonstrasikan suatu pembaruan. Namun. sikap orang tua. cara belajar murid. mengevaluasi. Dari satuan pelajaran yang eksperimenal ini kemudian dikembangkan suatu kerangka yang lebih luas. karena pada suatu ketika setiap kurikulum akan memerlukan pembaruan. dengan persetujuan kepala sekolah.

kita hendaknya bekerja dalam suatu kerangka atau pola yang terdiri atas komponen-komponen kurikulum itu. (4) penilaian atau evaluasi hasil belajar. melainkan juga pengetahuan dan kegiatan atau proses belajar. proses belajar. barulah dirumuskan tujuan sesuai dengan bahan itu. (3) pengetahuan. Bahan pelajaran ditentukan oleh tujuan. Keempat komponen itu saling berhubungan. Tujuan juga menentukan penilaian. . Yang dinilai bukan hanya tujuan. Acap kali dalam pembinaan kurikulum lebih dahulu ditentukan bahan pelajaran yang disusun menurut buku pelajaran tertentu. bukan sebaliknya. demikian pula dalam pembinaan setiap kurikulum. (2) kegiatan atau pengalaman belajar untuk mencapai tujuan itu. barulah kemudian bahan pelajaran dan kegiatan belajar. atau pada tujuan itu sendiri. untuk mengetahui hingga mana tujuan itu tercapai. Jadi lebih dahulu harus dirumuskan tujuan.POLA KURIKULUM Dalam perubahan kurikulum. mungkin kesalahannya terletak pada komponen pengetahuan. Menilai sikap tak sama caranya dengan menilai keterampilan atau pengetahuan. Tujuan menentukan pengalaman belajar apa yang diperlukan dan pengetahuan yang harus dipilih yang dapat membawa pelajar kepada tujuan yang ditentukan. apa yang dinilai dan bagaimana cara menilainya. Suatu pola yang sederhana adalah sebagai berikut: gambar Bagan 1. yaitu isi atau bahan pelajaran yang diperoleh dan digunakan dalam proses belajar. Jika tujuan tidak tcrcapai. Setiap kurikulum mempunyai keempat komponen utama itu yakni: (1) tujuan. seperti tampak pada diagram itu.

society-centered. sedangkan subject curriculum mengutamakan aspek pengetahuan dan kurang mementingkan kegiatan atau pengalaman belajar. dan 5 adalah komponen-komponen yang tampak pada bagan 1. afektif. gambar Bagan 2 Selanjutnya komponen pengetahuan dapat diperlengkapi sebagai berikut . Dengan adanya pola itu dapat dijaga keseimbangan antara unsurunsurnya. dan psikomotor untuk memberikan pendidikan yang harmonis. Setiap komponen dapat diolah lebih lanjut misalnya: (Perhatikan. Banyak kurikulum kurang menaruh perhatian kepada tujuan dan penilaian. 4. 3. Experience atau activity curriculum misalnya terlampau mengutamakan kegiatan atau pengalaman belajar dan kurang mementingkan unsur pengetahuan. yang diuraikan lebih lanjut). yakni child-centered atau pupil-centered. atau subject-centered. bahwa bagan 2. Demikian pula tujuannya harus mengandung aspek kognitif.Pola kurikulum yang jelas menunjukkan hubungan antara unsur-unsur kurikulum. Di sini pun dapat kita usahakan adanya keseimbangan. agar kurikulum itu tidak berat sebelah. Dalam bagan 2 kita lihat sumber-sumber tujuan. Ketiga sumber itu harus dipertimbangkan dalam kurikulum.

the structure of knowledge. Informasi atau fakta-fakta yang . diusahakan adanya integrasi. untuk mencegah 'gaps" dan "overlappings". dan sebagainya. haruslah diadakan seleksi atau pilihan yang akan disajikan dalam bentuk atau organisasi tertentu. Sekalipun pelajar itu sendiri akan selalu berusaha mengadakan integrasi dalam pengetahuan yang diperolehnya. bergantung pada bentuk kurikulum yang dijalankan.lebih mantap.gambar Bagan 3 Pengetahuan atau bahan pelajaran diambil dan berbagai disiplin. tidak lekas out-dated. . dengan korelasi. Konsep-konsep bersifat abstrak dan karena itu memungkinkan pemahaman akan sejumlah besar informasi atau fakta yang spesifik. dan dapat dilihat hubungan antara faktafakta. Konsep-konsep inilah yang dianggap memberikan struktur pengetahuan. dan dapat digunakan untuk mentafsirkan informasi baru. Lagi pula pengetahuan serupa itu lekas menjadi usang sedangkan prinsip dan konsep. Selanjutnya harus ditentukan scope dan sequence bahan pela jaran. sekali dipahami. Agar bahan itu jangan lepas-lepas.lepas-lepas mudah dilupakan. Dengan memahami struktur atau konsep dapat dipahami gejala-gejala spesifik lainnya. pembina kurikulum hendaknya juga berusaha mengadakan integrasi dalam bahan pelajaran yang disajikan. broad field. Pada saat sekarang diutamakan konsep-konsep dan prinsip-prinsip daripada hanya faktorfaktor. pengajaran unit. Karena banyaknya ilmu yang telah terkumpul yang tak mungkin diajarkan seluruhnya.

hubungan antara guru dan murid. Evaluasi diperlukan untuk mengadakan perbaikan dalam kurikulum. dan sebagainya. Evaluasi bergantung pada tujuan yang hendak dicapai. penggunaan berbagai sumber dan alat pelajaran di dalam maupun di luar sekolah. Tak ada kurikulum nasional yang sesuai bagi semua daerah. Proses belajar yang baik memungkinkan tercapainya hasil belajar lebih tinggi. Penilaian kurikulum harus berjalan terus. Mengumpulkan informasi sebagai umpan balik untuk memperbaiki kurikulum gambar . maka perlu dicari di mana letak kekurangannya melalui evaluasi.gambar Bagan 4 Pengalaman atau kegiatan belajar adalah usaha yang dijalankan. perbedaan individual. yang dipengaruhi oleh berbagai-bagai faktor seperti metode mengajar. Proses belajar tak kurang pentingnya daripada hasil belajar. kesulitan isi pelajaran. taraf kematangan. dan karena itu perlu disesuaikan dengan keadaan setempat. Jika tujuan tidak tercapai. agar tujuan yang ditentukan dicapai dengan menggunakan pengetahuan yang sangat kompleks. kesanggupan dan perkembangan anak.

  menyusun kurikulum yang diselidiki kebaikannya melalui eksperimen. Kritikkritik yang dikemukakan biasanya terlampau dilebih-lebihkan. dan disiplin. yang normal. masyarakat. Dalam pembaruan kurikulum di masa mendatang diharapkan:  pembinaan kurikulum yang berdasarkan pandangan yang menyeluruh yang meliputi asas-asas kurikulum yang berfokus pada anak. maupun yang berbakat tinggi dan rendah.Bagan 5 ARAH PERKEMBANGAN PEMBARUAN KURIKULUM Perubahan kurikulum sering merupakan reaksi terhadap kurikulum yang berlaku. sehingga tampaknya kurikulum baru seakan-akan kembali kepada bentuk yang lama. Hal serupa ini akan terjadi bila kurikulum baru hanya melihat kelemahan dan kekurangan kurikulum yang lama ditinjau dari pandangannya sendiri. menyusun kurikulum yang memperhatikan semua anak. Pentingnya integrasi pengetahuan dan pengalaman anak menjadi dasar untuk menjalankan kurikulum yang dipadukan atau yang diintegrasikan dengan melancarkan kecaman yang tajam terhadap subject atau dicipline-oriented curriculum. . akan tetapi menghilangkan batas-batas antara kelas.  menyusun kurikulum yang lebih mengutamakan inguiry approach daripada hafalan dan penguasaan sejumlah pengetahuan.   menyusun kurikulum yang menggairahlcan anak untuk belajar. jadi yang memungkinkan setiap anak maju menurut kecepatan masing-masing. menyusun kurikulum yang tidak membagi-bagi sekolah dalam kelas-kelas. tanpa secara obyektif mengakui kebaikan-kebaikannya.SM sampai Perguruan Tinggi. Jadi pertentangan antara berbagai bentuk kurikulum tak setajam yang digambarkan oleh para penganutnya. Kurikulum yang integrated sangat memerlukan bahan dari subjects dan bahan pelajaran subject curri ulum dapat c diintegrasikan. seperti biasa dilakukan untuk memenangkan perjuangan.  memperbaharui kurikulum secara integral dari SD .

(3) pengalaman dan kegiatan belajar. Menilai kurikulum dalam keseluruhannya sangat kompleks karena banyak faktor yang mempengaruhi anak. 3. Dikatakan bahwa perubahaan kurikulum berarti perubahan sosial. (4) organisasi kurikulum. 4. perencana. 9. yaitu apa yang disebut ''administrative approach" dan "grass roots approach". (5) cara-cara evaluasi hasil belajar. (2) bahan pelajaran. (6) kerjasama antara sekolah dan universitas. 2. mengerahkan setiap tenaga ahli yang diperlukan. menyusun kurikulum yang mengubah peranan guru dari pengajar selama jam sekolah menjadi pembimbing dalam proses belajar. peneliti. Administrative approach didukung oleh seluruh aparatur pendidikan. Kurikulum berubah jika satu atau beberapa asas kurikulum berubah. menyusun kurikulum yang tidak terikat pada jadwal pelajaran yang ketat. dan sebagainya. akan tetapi lebih mendorong murid-murid untuk belajar sendiri berdasarkan tugastugas. Mengubah kurikulum banyak menemui rintangan karena melibatkan banyak manusia yang terikat oleh tradisi dan juga mempunyai "vested interest". Dalam "grass roots approach" tidak ada koordinasi. RANGKUMAN 1. 7. Tiap pendekatan mempunyai kebaikan clan kekurangannya. (2) mernbina kader (3) memanfaatkan guru yang telah menguasai cara baru. (7) pembaharuan kuri- . 5. 6. biaya yang cukup. Perubahan salah satu asas dapat membawa perubahan dalam keseluruhannya. Untuk menilai kurikulum harus dinilai komponen-komponennya yaitu (1) tujuan. 8. (1) pilot project. Beberapa cara yang khusus dalam perubahan kurikulum secara praktis ialah. karena bersifat tersendiri tersendiri. Pada umumnya ada dua prosedur utama dalam perubahan kurikulum. Tidak ada satu cara yang pasti untuk menjamin keserasian ba han pelajaran guna mencapai tujuan tertentu. dan pengembang kurikulum. (5) memperbarui buku pelajaran. Tujuan mata pelajaran yang terlampau luas sukar dinilai. (4) menyelialcan alat pengajaran.

Bagaimanakah prosedur pembaruan kurikulum di Indonesia? . Kesulitan-kesulitan apakah yang dihadapi dengan perubahan kurikulum? Kesulitan manakah menurut pendapat saudara yang sulit diatasi? Usaha apakah saudara sarankan untuk mengatasinya? 10. (8) mendemonstrasikan suatu pembaharuan.kulum pendidikan guru. Setiap kurikulum mempunyai keempat komponen yang berikut: (1) tujuan. (2) pengetahuan. 12. 2. (4) penilaian. Keempat komponen itu saling berhubungan. Berikan contoh-contoh tentang usaha pembaharuan yang lenyap karena pencetusnya meninggal dunia. Perubahan kurikulum sering merupakan suatu reaksi terhadap kurikulum yang ada. Apa sebab demikian halnya? 11. Sebutkan alasan-alasan pada umumnya maka suatu kurikulum perlu diperbarui. Bandingkan prosedur administratif dan "grass roots approach" dalam pembaruan kurikulum. 10. Dapatkah Saudara sebut alasan-alasan untuk menggantikan kurikulum 1968 dengan kurikulum SD 1975? 3. Tinjau tujuan-tujuan beberapa mata pelajaran. dan perbaikan kurikulum? 6. SMP maupun SMA. Apakah perbedaan antara perubahan. inovasi. Adakah titik-titik pertemuan antara berbagai bentuk kurikulum itu? 5. SD. 11. PERTANYAAN DAN TUGAS 1. Adakah di antaranya yang saudara anggap terlampau idealistic yang tidak akan tercapai? 8. pembaruan. Sebutkan berapa bentuk kurikulum yang dapat dipandang sebagai reaksi terhadap subject curriculum? 4. Bagaimanakah cara menilai kurikulum? Kesulitan apakah yang dihadapi? 7. Adakah di antaranya yang saudara anggap kurang relevan dengan tujuan matapelajaran yang sebenarnya? 9. (9) memulai pembaruan dengan satuan pelajaran. Tinjau tujuan-tujuan kurikulum 1975. 12. (3) kegiatan atau pengalaman belajar. Dalam pembaharuan kurikulum hendaknya sedapat-dapatnya dimanfaatkan kebaikan-kebaikan bentuk-bentuk kurikulum lainnya.

13. menurut pendapat saudara? 16. apakah Universitas mendukung atau menghambat usaha pembaruan kurikulum? Jelaskan alasan saudara. Jelaskan bahwa semua komponen kurikulum saling berhubungan dan saling mempengaruhi. Bagaimanakah saran saudara agar dapat memanfaatkan kedua macam pendekatan itu. Menurut pendapat saudara. 14. . Hingga manakah saudara dapat menerimanya. 20. Apa dimaksud dengan "curriculum change is social change?" 15. Dalam buku ini tercantum arah perkembangan kurikulum. Susun suatu pola kurikulum yang lengkap dengan gunakan bagan 1 sampai dengan 5. Usaha-usaha praktis apakah yang dapat dijalankan untuk memasukkan pembaruan dalam kurikulum? Usaha manakah yang rasanya paling efektif di Indonesia. 18. Peranan apakah yang dapat dipegang IKIP dalam usaha pembaruan kurikulum? 17. 19.

Perbaikan kurikulum dengan sendirinya akan diperoleh. melalui eksperimentasi dengan metode-metode modern pada sekolah-sekolah percobaan. Kami percaya saudara juga dapat mencari aspek-aspek lain jikalau saudara telaah buku ini dengan teliti. Kita tidak mengharapkan perubahan yang revolusioner.BAB 10 PENUTUP Dalam bab-bab yang lalu telah kita perbincangkan beberapa asas dalam pembinaan kurikulum. Sebenarnya teori-teori itu telah dilaksanakan pada sekolah-sekolah modern di luar negeri. supaya kita dapat mengadakan perbaikan. Seperti kita ketahui perubahan kurikulum mulai dengan perubahan guru itu sendiri. sehingga ada pertalian yang erat antara matapelajaran-matapelajaran. Oleh sebab kurikulum itu sangat banyak aspek-aspeknya. walaupun jalannya lambat dan berangsur-angsur seperti yang lazim terdapat dalam setiap perkembangan kurikulum. Juga di Indonesia perubahanperubahan telah dijalankan. jikalau guru mempunyai konsepsi Baru tentang kurikulum. dan untuk ilmu tumbuh-tumbuhan pohon bakau atau nipah. Inilah beherapa saran: 1. kita dapat memilih pelajaran tentang malaria dari buku ilmu hayat. Dalam bab penutup ini kami ingin mengemukakan beherapa aspek kurikulum. Kalau kita mengajarkan ilmu bumi misalnya dan di situ dibicarakan hal-hal tentang rawarawa. Kita lihat bahwa kurikulum dalam praktik pengajaran di sekolah-sekolah sering masih jauh ketinggalan jikalau dibandingkan dengan teoriteori yang ada mengenai kurikulum. Sebenarnya kita tidak perlu menunggu perintah dari atasan. Kalau kita mengajar di SD misalnya. akan tetapi yang berangsur-angsur. . atau tentang buaya. kita dapat mengadakan perbaikan dalam berbagai aspek. Kurikulum itu hendaknya disusun sedemikian. asal saja kita tidak berpegang dengan gigih kepada tradisi dan rutin yang kolot. janganlah kita ikuti setiap buku menurut urutan bab di dalam buku itu.

ini berarti. 2. mengubahnya dan menyesuaikannya dengan keperluan anak kelas itu. Akan tetapi apabila ada rundingan antara guru-guru yang mempunyai pengertian akan prinsip korelasi. 4. Dalam hal ini guru-gum hendaknya bebas mengubah rencana pelajaran itu. artinya dapat diubah. harus ada persamaan dalam kurikulum. 3. Dengan jalan demikian dapat dicapai kebulatan yang lebih besar antara berbagai-bagai mata pelajaran seperti di SM. tetapi tidak terdapat di suatu daerah. Ini tidak berarti. Kurikulum itu harus "fleksibel". ada binatang-binatang yang tercantum dalam rencana pelajaran. menurut kemampuan anak-anak rundingan tentang apa yang akan dipelajari memang dapat dilakukan bukan hanya . Walaupun rencana pelajaran ditetapkan oleh pihak atasan. Dalam pelajaran ilmu hayat misalnya. karena setiap mata pelajaran diberikan oleh guru yang berlainan. bahwa setiap sekolah bebas sepenuhnya melakukan sekehendak hatinya. maka untuk beberapa pelajaran hal ini dapat dilakukan. hendaknya diberi kebebasan kepada guru-guru untuk menelaahnya. Kalau kita akui bahwa anak-anak di suatu kelas setiap tahun berbeda. bila keadaan memerlukan. tak dapat tiada kurikulum itu harus fleksibel. agar kita jangan ketinggalan zaman. Di sekolah modern anak-anak juga diajak turut serta menentukan apa yang ingiri mereka pelajari. Tentu saja anak-anak tidak diberikan kebebasan sepenuhnya. sedangkan binatang yang penting di daerah itu tidak disebutkan. Dalam tujuan dan garis-garis besarnya. Kurikulum untuk tiap sekolah hendaknya disusun bersama oleh para guru.Di sekolah menengah cara ini lebih sulit diadakan. dan keadaan masyarakat pun senantiasa berubah. Sebaiknya dicoba pula memberikan pelajaran "unit" secara okasional dengan kerja sama antara beberapa orang guru. Wewenang itu akan mendorong para guru untuk lebih banyak memikirkan soal kurikulum sebagai keseluruhan dan bukan hanya tentang pelajarannya sendiri. karena mereka kurang atau tidak mengetahui tujuan pendidikan. akan tetapi dalam pelaksanaan dan bahannya harus diberi kebebasan untuk menyesuaikannya dengan kebutuhan anak dan masyarakat. bahwa senantiasa harus ada curriculum planning di sekolah itu. Akan tetapi hingga batas-batas tertentu.

kurikulum tidak hanya terdiri atas mata pelajaran yang diberikan di dalam kelas. Lagi pula rundingan itu mempererat hubungan antara guru dengan murid. 5. 7. Sekolah turut bertanggung jawab untuk membentuk masyarakat . dan sebagainya. 6. Kurikulum hendaknya sedapat-dapatnya meliputi segala pengalaman anak di bawah pimpinan sekolah. macam-macam bentuk rekreasi. Itu sebabnya kegiatan-kegiatan itu harus dicampuri oleh guru-guru. agar ia lebih mampu menghadapi situasi-situasi dalam hidupnya. Anak-anak mempelajari prosedur-prosedur demokratis. Kurikulum hendaknya dipusatkan pada masalah-masalah sosial dan pribadi yang penting artinya bagi anak dalam kehidupannya sehari-hari. serta antara murid dengan murid. Dalam rundingan itu anak-anak mengemukakan hal-hal yang ingin dipelajarinya. Kurikulum harus dipakai untuk mewujudkan cita-cita nasional sesuai dengan filsafat negara. kita mengajak anak turut berpikir dan memupuk keberanian untuk mengeluarkan buah pikirannya. Menurut pendapat modern. sandiwara.dalam "unit" akan tetapi dalam tiap pelajaran. hobby. Sekolah berkewajiban membantu anak. mereka lebih memahami dan menginsafi makna pelajaran itu baginya. artinya menggunakannya sebagai alat pendidikan. perkumpulan sekolah. Kedua: Karena pertukaran pikiran maka anak-anak mendapat gambaran yang lebih jelas tentang masalah yang dihadapi. malahan memasukkan ke dalam kurikulum. olahraga. melainkan juga segala kegiatan-kegiatan yang mengandung unsur pendidikan seperti kepanduan. Sekolah berdiri di tengah-tengah masyarakat dan sudah selayaknya sekolah mendidik anak-anak mengenal masyarakat dan menunjukkan baktinya kepada masyarakat itu. Mengajak anak turut serta dalam menentukan bahan pelajaran dilakukan dengan pertimbangan-pertimbangan yang berikut: Pertama: Bahan pelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan. minat dan kesanggupan anak.

Sekolah ialah tempat utama untuk mewujudkan Pancasila sebagai "way of life" bangsa dan dengan demikian turut serta dalam "nation building". Mengenai hal-hal yang harus diketahui oleh semua anak sebagai warga negara dapat diusahakan semacam uniformitas. karyawisata. membentuk. penyelidikan. bertukang dan sebagainya. Kurikulum hendaknya membuka kesempatan kepada setiap anak untuk memperluas minatnya dan mengembangkan bakatnya masing-masing. Kurikulum harus memberikan pengalaman kepada anak-anak berupa pokok- pokok yang luas dan berarti bagi mereka dan karena itu mendorong mereka melakukan bermacam-macam akti vitasaktivitas seperti berbagai bentuk ekspresi. 9. Mengabaikan kepentingan anak -anak yang berbakat di sekolah-sekolah kita. Banyak prasangka hams diatasi untuk menghargai orang-orang lain yang berbeda dari kita. bahwa suku-suku bangsa lain pun termasuk bangsanya sendiri. golongan atau daerah. Untuk pelajaran serupa ini tidak diadakan batas-batas antara matapelajaran-matapelajaran.Indonesia yang bersatu yang sanggup menempatkan kepentingan negara di atas kepentingan diri sendiri. dalam kesibukan sekolah mempersiapkan anak-anak untuk menghadapi ujian. Kurikulum harus diorganisasikan sedemikian. Di sekolah anak-anak mendapat kesempatan untuk bergaul dengan anak-anak lain yang berbeda agama dan suku bangsanya. Bakat anakanak adalah harta negara yang paling berharga. merupakan kerugian bagi . sehingga anakanak mempelajari teknik belajar. yang memberi pendidikan yang ditujukan kepada kepentingan anak-anak yang sedang. akan tetapi di samping itu harus diberikan kesempatan yang luas bagi perkembangan bakat-bakatnya istimewa. mengarang. 10. cara kerja yang efektif dan cara-cara menyelidiki dan memecahkan masalah-masalah. Tugas ini jangan hanya dilaksanakan sambil lalu saja. Mereka harus mengenal dan menghormati suku bangsa lain serta adat istiadatnya dan menginsyafi. 8. dalam membentuk manusia Indonesia. mengadakan percobaan-percobaan.

kurikulum kita banyak mengandung unsur-unsur yang tradisional yang tidak sesuai lagi dengan asas-asas kurikulum modern.UM YANG KOLOT DAN MODERN Pembinaan kurikulum ialah usaha yang dinamis yang tak boleh berhenti jikalau kita ingin mengikuti perkembangan zaman. Kekurangan-kekurangan apakah yang menurut saudara memerlukan perbaikan?. d. f. Kalau saudara renungkan kurikulum yang berlaku sekarang di sekolah kita. pendidikan guru. maka setiap kurikulum mengalami bahaya untuk menjadi kolo Juga t. Apakah ujian merupakan penghalang utama dalam pembaruan pendidikan? . e. tentu akan saudara lihat banyak kekurangan ditinjau dan sudut asas-asas kurikulum modern. b. Perbaikan-perbaikan apakah saudara anjurkan mengenai: a. nasib guru. metode mengajar. 2. KURIKUI. Untuk menegaskan dalam bidang-bidang mana antara lain dapat diadakan perubahan. Oleh sebab zaman cepat berubah. maka di bawah ini kami membandingkannya dalam bentuk bagan. peranan orang tua. c. hubungan gum dengan murid 3.negara. Perbedaan individual ialah suatu prinsip yang masih belum dilaksanakan dengan serius dalam kurikulum kita. Apakah modernisasi kurikulum sebaiknya dilakukan serempak di seluruh negara atau dimulai pada sekolah-sekolah tertentu sebagai percobaan dengan pimpinan ahli-ahli didik? 4. Tabel PERTANYAAN DAN TUGAS 1. gedung sekolah.

. Nilai-nilai pendidikan apakah yang terkandung bagi murid-murid dalam menyelenggarakan sandiwara sekolah? 7.5. Tinjau perbandingan antara sekolah "kolot" dengan yang "modern" dan berikan pendapat saudara mengenai tiap hal. Apakah ada kemungkinan dalam vak saudara untuk turut mengajak anak merundingkan bahan yang akan dipelajari? 6.

Heinemann Educational Book Ltd. Hass. Eggleston. The Macmillan Co. Rinehart and Winston. Briggs. Alcorn. J. Caswell. Eisner. . Inc.. and James M. American Book Company. New York. Gladys L.. Harvard University Press... John. Hanna. Allyn and Bacon. Curriculum Evaluation. Robert M. 1970.. Unit Teaching in the Elementary School. Wellesley Foshay. Curriculum Improvement. Minor. Alberty. 1965. Inc. Lavone A. 1950. Harold B. 1977. Ronald C. Appleton-Century-Crofts. 1959. London. Jerome The Process of Education. 1960. Boston.1947. John... Potter and Neva Hagaman. Linley. The University of Chicago Press. Gwynn. World Book Company. Inc. London. Marvin D.. 1977. New York. Dewey. Boston. Principles of Instructional Design. Hamilton. David. Harding and Leland Jacobs.School Curriculum. The Child and the Curriculum and The School and Society. New York. Phoenix Books. The University of Chicago Press. James B. Readings in Curriculum. Open Books.. Lowry W. 1960. Curriculum Principles and Social Trends. Burr. McCutchen Publishing Corporation. 1974. Kimball Wiles and Joseph Bondi. London. Resource-based Learning. Beswick. Norman. Bruner. Allyn and Bacon Inc. Elliot W. 1970. and Leslie J. The Macmillan Company. Holt. and A. Education in the Elementary School. New York. 1963. Cagne. Issues in Curriculum Development. Student Teaching in the Elementary School. Hollis L. New York.DAFTAR BUKU Alberty. Appelton-Century Company. Holt. Doll. New York. dan Elsie J. 1976. Chicago. Reorganizing the High. New York... 1974. and Elizabeth Vallance. The Sociology of the School Curriculum. 1950. Glen. The Conditions of Learning. Rinehart and Winston. Routledge and Kegan Paul. Conflicting Conceptions of Curriculum.. 1974 .

1956. Washington. Inc. New York. Ernest R. . Paul. Developing a Curriculum. Gertrude. New York. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Child Growth Through Education. New York. London. Harper and Row. Unesco.. Hilgard. Aspects of Curriculum Change. D.. New York.C. George Allen and Unwin Ltd. 1957. The Roland press Company. Ivor. John U. Barry and Rob Walker. 1976. Dasar Pendidikan dan Pengajaran. 1977. Harper and Row Ltd. Changing the Curriculum: a Sosial Process. D. D. Inc. MacDonald. Kurikulum Sekolah Menengah Atas (SMA) 1975. Lewy. 1977. Appleton-Century Company. London. 1953. Howard Nichols. Olson.. Krug. Changing the Curriculum.Hilderth. Jakarta 1954.. Penerbit Endang. George Allen and Unwin Ltd.. Curriculum Planning. E. Kementerian Pendidikan Pengajaran dan Kebudayaan. London. Harper and Brothers. The Purposes of Education in American Democracy. Nasroen M. AppletonCentury Company. PN Balai Pustaka.. a Practical Guide. Nicholls. Open Books. New York. Developing the Secondary School Curriculum. Morrish. 1975. Albert V. Audrey and S. New York. Pancasila Pusaka Lama. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.. Prentice Hall. Appelton-Century-Crofts..G School and Community. Jakarta 1945. Michaelis. Miel. Rinehart and Company.. 1960. 1947. N. 1972. Arieh (ed). The Secondary School Curriculum. J.. Longman. Theories of Learning. Inc. New York. 1938. Kelly. Jakarta. Social Studies for Children in a Democracy. Educational Policies Commission.E. Leonard. National Education Association.. The Curriculum. New York. .A. 1954. 1948. 1976. New York. Edward A.. 1946. NV Harian Masa. Alice. Handbook of Curriculum Evaluation.

The Dryden . Progressive Education Association. Henry J. Inc. Psychology and Epistemology. 1938. Piaget.Otto. 1970.. New York. Appelton-Century. B. Penguin University Books. New York. Rinehart and Company. 1955. Modern Elementary Curriculum. Jean. Commission on Secondary School Curriculum. Science in General Education. Middlesex. Towards a Theory of Knowledge.. Crofts. Ragan William.. Principles of Elementary Education.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful