P. 1
asas- asas kurikulum

asas- asas kurikulum

4.0

|Views: 30,612|Likes:
Published by d-fbuser-36724247

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: d-fbuser-36724247 on Apr 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/19/2013

pdf

text

original

Sections

  • KATA PENGANTAR
  • DAFTAR ISI
  • APA YANG DIMAKSUD DENGAN KURIKULUM
  • BEBERAPA DEFINISI KURIKULUM
  • ASAS-ASAS KURIKULUM
  • 1. Asas Filosofis
  • 2. Asas Psikologis
  • a. Psikologi anak
  • b. Psikologi belajar
  • KURIKULUM TRDISIONAL ATAU PROGRESIF
  • KOMPONEN-KOMPONEN KURIKULUM
  • RANGKUMAN
  • PERTANYAAN DAN TUGAS
  • 1. Aliran Perennialisme
  • 2. Aliran Idealisme
  • APAKAH GUNA FILSAFAT PENDIDIKAN?
  • FILSAFAT PENDIDIKAN DI INDONESIA
  • PANCASILA SEBAGAI DASAR PENDIDIKAN
  • TUJUAN PENDIDIKAN DI INDONESIA
  • Tujuan Instruksional
  • Tujuan Instruksional Khusus
  • MENGKHUSUSKAN TUJUAN
  • PERUMUSAN TUJUAN MENURUT HILDA TABA
  • PENGKHUSUSAN TUJUAN MENURUT BENYAMIN BLOOM
  • A. Tujuan-tujuan Kognitif
  • B. Tujuan-tujuan Afektif
  • C. Tujuan-tujuan Psikomotor
  • BEBERAPA TUJUAN PENDIDIKAN LAINNYA
  • PENDAHULUAN
  • APA YANG DIMAKSUD DENGAN BELAJAR
  • TEORI ILMU JIWA DAYA ATAU MENTAL DISIPLIN
  • ILMU JIWA ASOSIASI, TEORI S-R
  • TEORI GESTALT
  • Prinsip-prinsip belajar menurut teori Gestalt
  • TEORI APERSEPSI HERBART
  • PSIKOLOGI KOGNITIF JEROME BRUNER
  • PRINSIP-PRINSIP UMUM
  • PENGARUH TEORI BELAJAR TERHADAP KURIKULUM
  • TEORI BELAJAR DAN ILMU MENGAJAR
  • PERKEMBANGAN ANAK
  • ANAK SEBAGAI KESELURUHAN
  • ANAK SEBAGAI PRIBADI TERSENDIRI
  • KEBUTUHAN ANAK
  • KEBUTUHAN JASMANIAH
  • KEBUTUHAN PRIBADI
  • KEBUTUHAN SOSIAL
  • KEBUTUHAN MENURUT BEBERAPA TOKOH
  • PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN MENURUT EARL KELLEY
  • DEVELOPMENTAL TASKS
  • PERKEMBANGAN INTELEKTUAL
  • PERKEMBANGAN SOSIAL-EMOSIONAL
  • Perkembangan moral
  • Tingkatan pra-konvensional
  • Tingkatan konvensional
  • MAKNA PERUBAHAN KURIKULUM
  • PERUBAHAN DAN PERBAIKAN
  • BAGAIMANA TERJADINYA PERUBAHAN
  • PERUBAHAN GURU
  • MENGUBAH LEMBAGA ATAU ORGANISASI
  • KELAMBANAN PERUBAHAN DALAM PENDIDIKAN
  • TINGKAT PERUBAHAN
  • STUDI TENTANG KEBERHASILAN PERUBAHAN KURIKULUM
  • BEBERAPA PETUNJUK TENTANG PROSES PERUBAHAN
  • PROSES PERBAIKAN KURIKULUM
  • Mengetahui Tujuan Perbaikan
  • Mengenal Keadaan Sekolah
  • Mempelajari Kebutuhan Murid Dan Guru
  • Mengenal Masalah Yang Dihadapi Sekolah
  • Mengenal Kompetensi Guru
  • Mengenal Gejala Sosial
  • Mengetahui Aliran-aliran Dalam Pengembangan Kurikulum
  • LANGKAH-LANGKAH DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM DI
  • SEKOLAH
  • PESERTA DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM
  • PARTISIPASI GURU
  • PARTISIPASI MURID
  • PARTISIPASI KEPALA SEKOLAH
  • KEPEMIMPINAN DALAM PENDIDIKAN
  • STRATEGI KEPEMIMPINAN DALAM PERUBAHAN KURIKULUM
  • PENDIDIKAN DAN KEHIDUPAN
  • MASYARAKAT KITA DEWASA INI
  • FUNGSI SEKOLAH DAN KURIKULUM
  • KONSERVATISME SEKOLAH
  • KURIKULUM DAN MASYARAKAT YANG DINAMIS
  • SEKOLAII MASYARAKAT
  • CIRI-CIRI SEKOLAH MASYARAKAT *)
  • MASYARAKAT SEBAGAI SUMBER PELAJARAN
  • CARA-CARA MENGGUNAKAN MASYARAKAT DALAM PELAJARAN
  • JENIS-JENIS KURIKULUM
  • I. SEPARATE-SUBJECT CURRICULUM
  • MANFAAT SEPARATE-SUBJECT CURRICULUM
  • BERATAN-KEBERATAN TERHADAP SEPARATE-SUBJECT
  • IRRICULUM
  • II. CORRELATED CURRICULUM
  • Problem - Solving
  • BEBERAPA KEUNTUNGAN BROAD FIELD CURRICULUM
  • KEKURANGAN-KEKURANGAN KURIKULUM INI
  • III. INTEGRATED CURRICULUM
  • Unit dan ciri-cirinya
  • Ciri-ciri unit:
  • KEBERATAN TERHADAP INTEGRATED CURRICULUM
  • JAWABAN INTEGRATED CURRICULUM ATAS KEBERATAN-
  • KEBERATAN YANG DIAJUKAN
  • MANFAAT KURIKULUM UNIT
  • Menentukan pokok untuk unit
  • Dua pendapat
  • A. UNIT BERDASARKAN "SOCIAL FUNCTIONS"
  • I. Situations calling for growth in individual capacities
  • II. Situations calling for growth in social participation
  • III. Situations calling for growth in ability to deal with environmentaal
  • factors and forces
  • Keberatan-keberatan terhadap kurikulum ini
  • B. UNIT BERDASARKAN KEBUTUHAN MURID
  • Apakah kebaikan kurikulum ini?
  • KEBERATAN-KEBERATAN TERHADAP KURIKULUM INI
  • LANGKAH-LANGKAH DALAM MELAKSANAKAN SUATU UNIT
  • HUBUNGAN ANTAR KETIGA JENIS KURIKULUM
  • ACTIVITY CURRICULUM
  • Core Curriculum
  • Ciri-ciri Core Curriculum
  • Keberatan-keberatan terhadap core curriculum
  • PELAJARAN
  • BAHAN PELAJARAN
  • KRITERIA PENENTUAN BAHAN PELAJARAN
  • PROSEDUR MENENTUKAN BAHAN PELAJARAN
  • Prosedur penentuan bahan pelajaran
  • MENENTUKAN SEQUENCE DALAM KURIKULUM
  • Dua pendekatan
  • SEQUENCE PROSES BELAJAR
  • SEBAB-SEBAB KURIKULUM DIUBAH
  • PERUBAHAN ATAU PERBAIKAN KURIKULUM
  • PENILAIAN KURIKULUM
  • KESULITAN-KESULITAN DALAM PERUBAHAN KURIKULUM
  • PROSEDUR PEMBARUAN KURIKULUM
  • Beberapa cara praktis
  • POLA KURIKULUM
  • Bagan 1
  • Bagan 2
  • Bagan 3
  • Bagan 4
  • Bagan 5
  • ARAH PERKEMBANGAN PEMBARUAN KURIKULUM
  • KURIKUI,UM YANG KOLOT DAN MODERN
  • DAFTAR BUKU

KATA PENGANTAR Kurikulum merupakan alat yang sangat penting bagi keberhasilan suatu pendidikan.

Tanpa kurikulum yang sesuai dan tepat akan sulit untuk mencapai tujuan dan sasaran pendidikan yang diinginkan. Dalam sejarah pendidikan di Indonesia sudah beberapa kali diadakan perubahan dan perbaikan kurikulum yang tujuannya sudah tentu untuk menyesuaikannya dengan perkembangan dan kemajuan zaman, guna mencapai hasil yang maksimal. Mengembangkan kurikulum bukanlah pekerjaan yang mudah dan sederhana karena banyak sekali pertanyaan yang dapat dikemukakan untuk dipertimbangkan. Misalnya: Apakah yang ingin dicapai? Manusia yang bagaimana yang diharapkan akan dibentuk? Apakah yang diutamakan kebutuhan sekarang atau masa mendatang? Apakah hakikat anak harus dipertimbangkan atau diperlukan sebagai orang dewasa? Dan segudang pertanyaan lagi yang kesemuanya menyangkut asas-asas yang mendasari setiap kurikulum, yaitu asas filosotis, asas psikologis, asas sosiologis dan asas organisatoris. Dengan kurikulum yang sesuai dan tepat, maka dapat diharapkan sasaran dan tujuan pendidikan akan dapat tercapai secara maksimal. Buku ini penting bagi para mahasiswa, para guru dan siapa saja yang berminat dan berkecimpung di bidang pendidikan.

DAFTAR ISI

Kata Pengantar Bab 1 : Pengertian Dan Asas-Asas Kurikulum Bab 2 : Asas-Asas Fisiologi Bab 3 : Asas Psikologis Anak Bab 4 : Asas Psikologis Anak Bab 5 : Proses Perubahan Dan Perbaikan Kurikulum Bab 6 : Kurikulum Dan Masyarakat Bab 7 : Organisasi Kurikulum Bab 8 : Menentukan Scope Dan Sequence Dalam Pembinaan Kurikulum Bab 9 : Mengubah Kurikulum Bab 10 : Penutup Daftar Buku

BAB 1 PENGERTIAN DAN ASAS-ASAS
KURIKULUM Masa depan bangsa terletak dalam tangan generasi muda. Mutu bangsa di kemudian hari bergantung pada pendidikan yang dikecap oleh anak-anak sekarang, terutama melalui pendidikan formal yang diterima di sekolah. Apa yang akan dicapai di sekolah, ditentukan oleh kurikulum sekolah itu. Jadi barang siapa yang menguasai kurikulum memegang nasib bangsa dan negara. Maka dapat dipahami bahwa kurikulum sebagai alat yang begitu vital bagi perkembangan bangsa dipegang oleh pemerintah suatu negara. Dapat pula dipahami betapa pentingnya usaha mengembangkan kurikulum itu. Oleh sebab setiap guru merupakan kunci utama dalam pelaksanaan kurikulum, maka ia harus pula memahami seluk-beluk kurikulum. Hingga batas tertentu, dalam skala mikro, guru juga seorang pengembang kurikulum bagi kelasnya. APA YANG DIMAKSUD DENGAN KURIKULUM Perkataan kurikulum dikenal sebagai suatu istilah dalam dunia pendidikan sejak kurang lebih satu abad yang lampau. Perkataan ini belum terdapat dalam kamus Webster tahun 1812 dan baru timbul untuk pertama kalinya dalam kamus tahun 1856. Artinya pada waktu itu ialah: "1. a race course; a place for running; a chariot. 2. a course in general; applied particulary to the course of study in a university". Jadi dengan "kurikulum" dimaksud suatu jarak yang harus ditempuh oleh pelari atau kereta dalam perlombaan, dari awal sampai akhir. "Kurikulum" juga berarti "chariot," semacam kereta pacu pada zaman dulu, yakni suatu alat yang membawa seorang dari "start" sampai "finish". Di samping penggunaan "kurikulum" semula dalam bidang olah raga, kemudian dipakai dalam bidang pendidikan, yakni sejumlah mata kuliah di perguruan tinggi.

Dalam kasus Webster tahun 1955 "kurikulum diberi arti "'a. A course esp. a specified fixed course of study, as in a school or college, as one leading to a degree. b. The whole body of courses offered in an educational institution, or departme.nt thereof, -. the usual sense." Di sini "kurikulum" khusus digunakan dalam pendidikan dan pengajaran, yakni sejumlah mata pelajaran di sekolah atau mata kuliah di perguruan tinggi, yang harus ditempuh untuk mencapai suatu ijazah atau tingkat. "Kurikulum" juga berarti keseluruhan pelajaran yang disajikan oleh suatu lembaga pendidikan. Di Indonesia istilah "kurikulum" boleh dikatakan baru menjadi populer sejak tahun lima puluhan, yang dipopulerkan oleh mereka yang ,memperoleh pendidikan di Amerika Serikat. Kini istilah itu telah dikenal orang di luar pendidikan. Sebelumnya yang lazim digunakan ialah "rencana pelajaran". Pada hakikatnya kurikulum sama artinya dengan rencana pelajaran. Hilda Taba dalam bukunya Curriculum Development, Theory and Practice mengartikan sebagai "a plan for learning", yakni sesuatu yang direncanakan untuk pelajaran anak. Dalam buku ini kami gunakan istilah "kurikulum," karena pengertian kurikulum banyak mengalami perkembangan, berkat pemikiran yang banyak oleh tokoh-tokoh pendidikan mengenai kurikulum, sehingga dapat meliputi hal-hal yang tidak direncanakan, namun turut mengubah kelakuan anak didik. Kurikulum juga bukan lagi sekedar sejumlah mata pelajaran , akan tetapi mendapat liputan yang jauh lebih luas. Maka karena itu istilah "rencana pelajaran" rasanya terlampau sempit dan terikat oleh pengertian tradisional, yang sangat terbatas pada bahan pelajaran dalam buku pelajaran. Dalam teori, tetapi juga dalam praktik, pengertian kurikulum yang lama sudah banyak ditinggalkan. Para ahli pendidikan kebanyakan memberi arti dan isi yang lebih luas daripada semula. Selain itu pengertiannya pun senantiasa dapat berkembang dan mengalami perubahan. Perubahan itu antara lain terjadi karena orang tak kunjung puas dengan hasil pendidikan sekolah dan selalu ingin memperbaikinya. Memang tak mungkin disusun suatu kurikulum yang baik serta mantap sepanjang zaman. Suatu kurikulum hanya mungkin baik untuk suatu masyarakat tertentu pada masa tertentu. Perkembangan ilmu pengetahuan dan

teknologi yang mengubah masyarakat dan dengan sendirinya kurikulum pun tak dapat tiada harus disesuaikan dengan tuntutan zaman. Di samping itu banyak timbul pendapat-pendapat baru tentang hakikat dan perkembangan anak, caranya belajar, tentang masyarakat dan ilmu pengetahuan, dan lain-lain, yang memaksa diadakannya perubahan dalam kurikulum. Pengembangan kurikulum adalah proses yang tak henti-hentinya, yang harus dilakukan secara kontinu. Jika tidak, maka kurikulum menjadi usang atau ketinggalan zaman. Makin cepat perubahan dalam masyarakat, makin sering diperlukan penyesuaian kurikulum. Namun, mengubah kurikulum bukanlah pekerjaan yang mudah. Praktek pendidikan di sekolah senantiasa jauh ketinggalan bila dibandingkan dengan teori kurikulum. Bukan sesuatu yang aneh, bila suatu teori kurikulum baru menjadi kenyataan setelah 50 sampai 75 tahun kemudian. Kelambanan ini terjadi antara lain karena guru-guru banyak yang lebih ingin berpegang pada yang telah ada, merasa lebih aman dengan praktik-praktik rutin dan tradisional daripada mencobakan hal-hal baru, yang memerlukan pemikiran dan usaha yang lebih banyak dan ada kalanya menuntut perubahan pada diri guru itu sendiri. Itu sebabnya maka kurikulum masih banyak diartikan sebagai sejumlah mata pelajaran yang harus disampaikan kepada anak. BEBERAPA DEFINISI KURIKULUM Seperti telah dikemukakan di atas, perubahan zaman menuntut kurikulum baru dan sering juga pengertian baru mengenai makna kurikulum itu sendiri. Perubahan zaman memberi tugas-tugas baru kepada sekolah, di antaranya tugastugas yang sediakala dipikul oleh lembaga-lembaga lain seperti rumah tangga, pemerintah, petugas agama, dan lain-lain. Misalnya, anak-anak gadis biasanya belajar memasak, menjahit, mengurus rumah, dan pekerjaan lain dari ibunya. Dunia modern sering mengharuskan ibu-ibu bekerja, dan tidak sempat lagi mendidik anaknya dalam keterampilan rumah tangga. Maka tugas ibu itu dipercayakan kepada sekolah dengan memberi pelajaran PKK. Ada pula ibu-ibu yang tak puas dan merasa bosan hanya terikat oleh rutin rumah tangga dan ingin

1. setiap guru harus menentukan sendiri apakah kurikulum itu bagi dirinya. Kurikulum meliputi juga apa yang disebut kegiatan ekstra-kurikuler. Galen Saylor dan William M. on the playground.menentukan karirnya sendiri. Dengan bertambahnya tanggung jawab sekolah timbulah berbagai macam definisi kurikulum. Alexander dalam buku Curriculum Planning for Better Teaching and Learning (1956) menjelaskan arti kurikulum sebagai berikut. Di bawah ini kami berikan sejumlah definisi kurikulum menurut beberapa ahli kurikulum." Jadi segala usaha sekolah untuk mempengaruhi anak belajar. pencegahan minum alkohol atau ganja. dan hal-hal lain lambat laun digeser tanggung-jawab pendidikannya kepada sekolah. Demikian pula soal kesehatan jasmani anak. yang berada di bawah tanggung jawab sekolah. Pengertian yang dianut oleh seseorang akan mempengaruhi kegiatan belajar-mengajar dalam kelas maupun di luar kelas. keterampilan vokasional. Dengan demikian kurikulum sekolah tidak hanya meliputi mata pelajaran tradisional. Seperti halnya dengan definisi Saylor dan Alexander. or out of school. kurikulum tidak terbatas pada mata pelajaran. J. di halaman sekolah atau di luar sekolah termasuk kurikulum. whether in the clasroom. sehingga semakin sukar memastikan apakah sebenarnya kurikulum itu. Albertycs. di dalam maupun di luar sekolah. pendidikan seks. dalam Reorganizing the High-School Curriculum (1965) memandang kurikulum sebagai "all of the activities that are provided for students by the school". Akhirnya setiap pendidik. di dalam dan luar kelas. kepramukaan. melainkan berbagai kegiatan lain yang bersifat edukatif. Definisi melihat manfaat kegiatan dan pengalaman siswa di luar mata pelajaran tradisional. apakah dalam ruangan kelas. . pendidikan. agama. Harold B. " The Curriculum is the sum total of school's efforts to influence learning. keamanan lalu lintas. akan tetapi juga meliputi kegiatan-kegiatan lain. 2.

3. .. The term is used .. sehingga tak mungkin diadakan perbaikan kalau tidak diperhatikan ketigatiganya. cara mengevaluasi termasuk kurikulum. perubahan tenaga mengajar. yang meliputi seluruh program dan kehidupan dalam sekolah. W. 4. Jadi hubungan sosial antara guru dan murid. Ketiga aspek pokok. Kurikulum tidak hanya meliputi bahan pelajaran tetapi meliputi seluruh kehidupan dalam kelas. yakni segala pengalaman anak di bawah tanggung-jawab sekolah. J. Mereka melihat kurikulum sebagai sejumlah pengalaman yang secara potensial dapat diberikan kepada anak dan pemuda. Lloyd Trump dan Delmas F. program. B. dan J. bimbingan dan penyuluhan. It denotes the results of efferorts on the part of the adults of the community.O. manusia dan fasilitas sangat erat hubungannya." Ragan mengunakan kurikulum dalam arti yang luas. Miller dalam buku Secondary School lmprovemant (1973) juga menganut definisi kurikulum yang luas. Othanel Smith. metode mengajar. Ragan. Menurut mereka dalam kurikulum juga termasuk metode mengajar dan belajar. dalam buku Modern Elementary Curriculum (1966) menjelaskan arti kurikulum sebagai berikut: "The tendency in recent decades has ben to use the term in a broader sense to refer to the whole life and program of the school. supervisi dan administrasi dan hal-hal struktural mengenai waktu. William B. jumlah ruangan serta kemungkinan memilih mata pelajaran. to include all the experiences of children for which the school accepts responsibility. 5. and the nation to bring to the children the finest. agar mereka dapat berpikir dan berbuat sesuai dengan masyarakatnya. most whole some influences that exist in the culture. Harlan Shores memandang kurikulum sebagai "a sequence of potential experiences set up in the school for the purpose of disciplining children and youth in group ways of thinking and acting". Stanley. cara mengevaluasi murid dan seluruh program.

Maka Hilda Taba memilih posisi yang tidak terlampau luas dan tidak pula terlampau sempit. Jadi kurikulum meliputi segala pengalaman dan pengaruh yang bercorak pendidikan yang diperoleh anak di sekolah. karena definisi yang sempit tidak lagi diterima oleh sekolah modern. Langeveld seorang ahli pendidikan Belanda dalam bukunya Leerboek der Pedagogische Psychologie membedakan apa yang disebutnya opvoedingsmiddelen dan opvoedingsfaktoren Istilah pertama berarti alat-alat pendidikan. masyarakat. Dalam bukunya Changing the Curriculum : a Social Process (1946) is mengemukakan bahwa kurikulum juga meliputi keadaan gedung. Hilda Taba berpendapat bahwa definisi yang terlampau luas mengaburkan pengertian kurikulum sehingga menghalangi pemikiran dan pengolahan yang tajam tentang kurikulum. keinginan. Tak semua ahli kurikulum menganut pendirian yang begitu luas. kepala sekolah serta seluruh pegawai sekolah. yakni anak didik. seperti menjelaskan. keramahan pendidik. jadi tidak merupakan tindakan yang disengaja. maka definisi yang luas itu membuatnya tidak fungsional. yaitu segala sesuatu yang dengan sengaja dilakukan oleh sipendidik terhadap anak-didik guna mempengaruhi kelakuannya. melainkan juga pribadi guru. sikap. Jika kurikulum dirumuskan sebagai "segala usaha yang dilakukan oleh sekolah untuk memperoleh hasil yang diharapkan dalam situasi di dalam maupun di luar sekolah" atau sebagai" sejumlah pengalaman yang potensial dapat diberikan oleh sekolah dengan tujuan agar anak dan pemuda dibiasakan berpikir dan berbuat menurut kelompok atau masyarakat tempat ia hidup". menganjurkan. kebiasaan-kebiasaan. pengetahuan dan sikap orang-orang melayani dan dilayani sekolah. . cita-cita serta norma-norma. apresiasi.6. Istilah kedua berarti faktorfaktor pendidikan. memuji. para pendidik dan personalia (termasuk penjaga sekolah. keyakinan. Alice Miel juga menganut pendirian yang luas mengenai kurikulum. kecakapan. Kita lihat bahwa Alice Miel mencakup kedua hal itu dalam pengertian kurikulumnya yakni alat pendidikan dan faktor pendidikan. suasana sekolah. pegawai administrasi dan orang lainnya yang ada hubungannya dengan murid-murid ). Definisi Miel tentang kurikulum sangat luas yang mencakup yang meliputi bukan hanya pengetahuan. melarang atau menghukum. meliputi keadaan lingkungan pendidikan seperti kebersihan ruangan.

Ia membedakan tugas sekolah mengenai perkembangan anak dan tanggung jawab lembaga pendidikan lainnya seperti rumah tangga. Kurikulum ini lazim mengandung harapan-harapan yang sering berbunyi muluk-muluk. lembaga agama. Memborong segala tanggung jawab atas pendidikan anak akan merupakan beban yang terlampau berat. Akan tetapi kegiatan-kegiatan akhir masih bersifat kontroversial. organized classroom instruction. seleksi dan organisasi bahan dan isi pelajaran. . suatu cita-cita tentang manusia atau warga negara yang akan dibentuk. kegiatan pengabdian masyarakat. Krug dalam The Secondary School Curriculum (1960) menunjukkan pendirian yang terbatas tapi realistis tentang kurikulum. Tiap kurikulum. Kurikulum adalah sesuatu yang direncanakan sebagai pegangan guna mencapai tujuan pendidikan. Edward A. masyarakat. maka terdapatlah kesenjangan antara idea dan real curriculum. seperti bimbingan dan penyuluhan. yaitu pengajaran di dalam kelas. Apa yang dapat diwujudkan dalam kenyataan disebut kurikulum yang real. bahwa pada hakikatnya tiap kurikulum merupakan suatu cara untuk mempersiapkan anak agar berparsitipasi sebagai anggota yang produktif dalam masyrakatnya. 2. dan lain-lain. pengalaman kerja yang bertalian dengan pelajaran. dan perkemahan sekolah. Maka karena itu Krug membatasi kurikulum pada : 1. selalu mempunyai komponen-komponen tertentu. 7. dan akhirnya evaluasi hasil belajar. kegiatan-kegiatan tertentu di luar pengajaran itu. Definisinya ialah "A Curriculum Consists of the means used to achieve or carry out given purposes of schooling". Ia dengan sengaja menggunakan istilah "schooling" untuk menjelaskan apa sebenarnya tugas sekolah. Apa yang direncanakan biasanya bersifat idea. Kurikulum dilihatnya sebagai cara -cara dan usaha untuk mencapai tujuan persekolahan.Hilda Taba mengemukakan. Perbedaan kurikulum terletak pada penekanan pada unsur-unsur tertentu. yakni pernyataan tentang tujuan dan sasaran. bagaimanapun polanya. Karena tak segala sesuatu yang direncanakan dapat direalisasikan. sehingga tidak mungkin dilakukan dengan baik. bentuk dan kegiatan belajar dan mengajar.

Kurikulum dapat pula dipandang sebagai hal-hal yang diharapkan akan dipelajari siswa. Kurikulum sebagi pengalaman siswa. pramuka. Ketidakpuasan dengan kurikulum yang berlaku adalah sesuatu yang biasa dan memberi dorongan mencari kurikulum baru. bahwa apa yang diwujudkan pada diri anak berbeda dengan apa yang diharapkan menurut rencana. Mengenai masalah kurikulum senantiasa terdapat pendirian yang berbedabeda. sehingga kita peroleh penggolongan sebagai sebagai berikut : 1. 4. bahkan sering yang bertentangan. pada hal kurikulum itu pun mengandung . Hasilnya dituangkan dalam bentuk buku atau pedoman kurikulum. biasanya dalam suatu panitia. Berbagai tafsiran tentang kurikulum dapat kita tinjau dari segi lain. disebut actual curriculum. Ini dapat berupa mengajarkan berbagai mata pelajaran tetapi dapat juga meliputi segala kegiatan yang dianggap dapat mempengaruhi perkembangan siswa misalnya perkumpulan sekolah. Namun apa yang benar-benar dapat diwujudkan pada anak secara individual. Ada kemungkinan. 3. Ketiga pandangan diatas berkenaan dengan perencanaan kurikulum sedangkan pandangan ini mengenai apa yang secara aktual menjadi kenyataan pada tiap siswa. sikap. Kurikulum dapat pula dipandang sebagai program. jadi dapat disebut potential curriculum. 2. warung sekolah dan lain-lain. yakni alat yang dilakukan oleh sekolah untuk mencapai tujuannya. pertandingan.Smith dan kawan-kawan memandang kurikulum sebagai rangkaian pengalaman yang secara potensial dapat diberikan kepada anak. yang misalnya berisi sejumlah mata pelajaran yang harus diajarkan. keterampilan tertentu. Apa yang diharapkan akan dipelajari tidak selalu sama dengan apa yang benar-benar dipelajari. yakni pengetahuan. Kurikulum dapat dilihat sabagai produk. misalnya bahan yang benar-benar diperolehnya. Akan tetapi mengajukan kurikulum yang ekstrim sering dilakukan dengan mendiskreditkan kurikulum yang lama. yakni sebagai hasil karya para pengembang kurikulum.

Bila dalam buku ini kami uraikan kurikulum dalam bentuk murninya menurut teori yang mendasarinya. ASAS-ASAS KURIKULUM Mengembangkan kurikulum bukan sesuatu yang mudah dan sederhana karena banyak hal yang harus dipertimbangkan dan banyak pertanyaan yang dapat diajukan untuk diperhitungkan. manusia yang bagaimana yang diharapkan akan dibentuk? Apakah akan diutamakan kebutuhan anak pada saat sekarang atau masa mendatang? Apakah hakikat anak harus dipertimbangkan. Maka karena itu jarang akan terdapat bahwa suatu teori tentang kurikulam dilaksanakan secara murni. ataukah ia diperlakukan sebagai orang dewasa? Apakah kebutuhan anak itu? Apakah harus dipentingkan anak sebagai individu atau sebagai anggota kelompok? Apakah yang harus dipentingkan.kebaikan. mengajarkan kejujuran atau memberi pendidikan umum? Apakah pelajaran akan didasarkan . jadi menonjolkannya dalam bentuk yang ekstrim. Pandangan yang berbeda-beda itu memberi dinamika dalam pemikiran tentang kurikulum secara kontinu tanpa henti-hentinya. karena justru dapat memberi dorongan untuk mengadakan inovasi mencari bentuk bentuk kurikulum baru. Juga ada kemungkinan untuk mengawinkan yang baru dengan yang lama. Adanya berbagai tafsiran tentang kurikulum tak perlu merisaukan. sebelum ia yakin bahwa yang baru itu ternyata lebih baik lagi. Ia tidak mudah melepaskan yang lama yang sudah terbukti kebaikannya. Selain itu berbagai jenis kurikulum dapat hidup bersama tanpa menimbulkan konflik. Misalnya : Apakah yang ingin dicapai. Pada umumnya guru itu konservatif dan cenderung berpegang pada cara-cara yang lama yang telah dikuasainya dan menurut pengalamannya memberi hasil yang baik. Dalam praktiknya biasanya tidak dapat pertentangan yang begitu tajam seperti yang digambarkan dalam teorinya. sedangkan kurikulum pasti tidak akan sempurna dan akan tampil kekurangannya setelah berjalan dalam beberapa waktu. perlu kita ketahui bahwa dalam praktik pendidikan sering terjadi campuran atau adanya berbagai bentuk kurikulum yang hidup bersama secara damai.

perkembangan dan perubahannya. yaitu keadaan masyarakat. atau diberi kelonggaran untuk menyesuaikannya dengan keadaan daerah? Apakah hasil belajar anak akan diuji secara uniform ataukah diserahkan pada penilaian guru yang dapat mempelajari anak itu dalam segala aspek selama waktu yang panjang ? Semua pertanyaan itu menyangkut asas-asas yang mendasari setiap kurikulum. Apakah yang dimaksud dengan "balk" pada hakikatnya ditentukan oleh nilai nilai. Asas organisatoris yang mempertimbangkan bentuk dan organisasi bahan pelajaran yang disajikan. Asas psikologis yang memperhitungkan faktor anak dalam kurikulum yakni a. hasil kerja manusia herupa pengetahuan. b. Asas sosiologis. yakni : 1. mungkin juga cara mengajar dan menilainya. bagaimana proses belajar anak. Asas filosofis yang berkenaan dengan tujuan pendidikan yang sesuai dengan filsafat negara. dirasa perlu memberikannya lebih dahulu secara singkat. masyarakat bahkan dunia. 2. 4. 1. orang tua. pendidikan di negara yang menganut agama Budha akan berlainan denagan pendidikan di negara yang memeluk agama Islam . Pendidikan di negara otokratis akan berbeda dengan negara yang demokratis. psikologi anak. tapi juga guru. psikologi belajar.atas disiplin ilmu ataukah dipusatkan pada masalah sosial dan pribadi? Apakah semua anak harus mengikuti pelajaran yang sama taukah is diizinkan memilih pelajaran sesuai dengan minatnya? Apakah seluruh kurikulum sama bagi semua sekolah secara uniform. 3. dan lain-lain. cita-cita atau filsafat yang dianut negara. Walaupun dalam buku ini keempat asas itu akan dipaparkan lebih lanjut. kebudayaan manusia. Asas Filosofis Sekolah bertujuan mendidik anak agar menjadi manusia yang "baik". jadi juga bahan pelajaran yang disajikan. Perbedaan filsafat dengan sendirinya akan menimbulkan perbedaan dalam tujuan pendidikan. perkembangan anak.

Selama berabad-abad anak tidak dipandang sebagai manusia yang lain daripada orang dewasa dan karena itu mempunyai kebutuhan sendiri sesuai dengan perkembangannya. dan dilakukan penelitian ilmiah untuk lebih mengenalnya. Tentu saja kurikulum yang begitu ekstrim mengutamakan salah satu dasar akan mempunyai kekurangan-kekurangan. bagaimana proses belajar itu berlangsung. Psikologi belajar Pendidikan di sekolah diberikan dengan kepercayaan dan keyakinan bahwa anak-anak dapat dididik. Baru setelah Rousseau anak itu dikenal sebagai anak. bahkan kurikulum yang semata-mata didasarkan atas minat dan perkembangan anak. untuk selalu menjadikan anak sebagai salah satu pokok pemikiran. Psikologi anak Sekolah didirikan untuk anak. dapat menerima norma-norma. untuk kepentingan anak. dapat menguasai sejumlah pengetahuan. dapat dipengaruhi kelakuannya. yakni menciptakan situasi-situasi di mana anak dapat belajar untuk mengembangkan bakatnya. . b. Soal yang penting ialah : bagaimanakah anak itu belajar? Kalau kita tahu betul. Kurikulum ini dapat dipandang sebagai reaksi terhadap kurikulum yang ditentukan oleh orang dewasa tanpa menghiraukan kebutuhan dan minat anak. dapat mengubah sikapnya. dalam keadaan yang bagaimana belajar itu memberi hasil yang sebaik-baiknya. Namun gerakan ini tak dapat tiada menarik perhatian para pendidik. Kurikulum tak dapat tiada mempunyai hubungan yang erat dengan filsafat bangsa dan negara terutama dalam menentukan manusia yang dicitacitakan sebagai tujuan yang harus dicapai melalui pendidikan formal. khususnya para pengembang kurikulum. yaitu "Child centered curriculum". dan sejak permulaan abad ke-20 anak kian mendapat perhatian menjadi salah satu asas dalam pengembangan kurikulum. dapat menguasai sejumlah keterampilan. Asas Psikologis a. maka kurikulum dapat direncanakan dan dilaksanakan dengan cara yang seefektif-efektifnya. Timbullah aliran yang disebut progresif.atau Kristen. Anak-anak dapat belajar. 2.

dari yang sederhana sampai yang paling pelik. Ia banyak menerima jasa dari masyarakat dan ia sebaliknya harus menyumbangkan baktinya bagi kemajuan masyarakat.Oleh sebab belajar itu ternyata suatu proses yang pelik dan kompleks. maupun sebagai orang dewasa kelak. jadi yang mencakup segala gejala belajar. akan tetapi tidak memberikan gambaran tentang keseluruhan proses belajar itu. Tuntutan masyarakat tak dapat diabaikannya. Asas Sosiologis Anak tidak hidup sendiri terisolasi dari manusia lainnya. ia selalu hidup dalam suatu masyarakat. Tiap anak akan berbeda latar belakang kebudayaannya. Oleh sebab masyarakat suatu faktor yang begitu penting dalam pengembangan kurikulum. Penelitian dilakukan untuk lebih mendalam memahami proses belajar ini. Tiap masyarakat berlainan corak nilai-nilai yang dianutnya. maka timbullah berbagai teori belajar yang menunjukkan ketidaksesuaian satu sama lain. Perbedaan ini harus di pertimbangkan dalam kurikulum. Dalam hal ini pun harus kita jaga. Karena hubungan yang sangat erat itu maka psikologi menjadi salah satu dasar kurikulum. maka masyarakat dijadikan salah satu asas. Juga perubahan masyarakat akibat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan faktor pertimbangan dalam kurikulum. bahwa tiap teori itu mengandung kebenaran. adat kebiasaan yang tak dapat tiada harus dikenal dan diwujudkan anak dalam pribadinya lalu dinyatakannya dalam kelakuannya. Teori belajar dijadikan dasar bagi proses belajar-mengajar. baik sebagai anak. agar asas ini jangan terlampau mendominasi sehingga . Dengan demikian ada hubungan yang erat antara kurikulum dan psikologi belajar dan psikologi anak. Tiap masyarakat mempunyai norma-norma. 3. Di situ ia harus memenuhi tugas-tugas yang harus dilakukannya dengan penuh tanggung-jawab. Pada umumnya dapat dikatakan. banyak di antaranya dengan melakukan eksperimen.

Kurikulum yang bagaimana yang harus dipilih? Pertanyaan itu diajukan karena macamnya kemungkinan. Aliran psikologi ini lebih cenderung memilih kurikulum terpadu atau integrated kurikulum. kurikulurri adalah soal pilihan. Ataukah diusahakan hubungan secara lebih mendalam dengan menghapuskan segala batas-batas mata pelajaran. Asas Organisatoris Asas ini herkenaan dengan masalah. Dalam hal ini pilihan banyak bergantung pada pendirian atau sikap seseorang tentang pendidikan. KURIKULUM TRDISIONAL ATAU PROGRESIF . jadi selalu hasil semacam kompromi antara anggota panitia kurikulum. karena keseluruhan itu bermakna dan lebih relevan dengan kebutuhan anak dan masyarakat. misalnya dalam bentuk broad-field atau bidang studi seperti IPA. Kembali perlu di ingatkan. Selain itu. bahkan yang satu dapat membantu atau melengkapi yang satu lagi. atau yang berpusat pada mata pelajaran. Ilmu jiwa asosiasi yang berpendirian bahwa keseluruhan sama dengan jumlah bagianbagiannya cenderung memilih kurikulum yang subjectcentered. bermacam-macam organisasi kurikulum dapat dijalankan secara bersama di satu sekolah. jadi dalam bentuk kurikulum yang terpadu. dan lain-lain.timbul kurikulum yang berpusat pada masyarakat atau "society-centered curriculum". Dalam mengembangkan kurikulum harus diadakan pilihan. dalam bentuk yang bagaimana bahan pelajaran akan disajikan? Apakah dalam bentuk mata pelajaran yang terpisah pisah. Setiap organisasi kurikulum mempunyai kebaikan akan tetapi tidak lepas dari kektirangan ditinjau dari segi-segi tertentu. ataukah diusahakan adanya hubungan antara pelajaran yang diberikan. Bahasa. yakni yang tradisional dan yang progresif. IPS. bahwa tidak ada kurikulum yang baik dan tidak baik. 4. Sering dikatakan bahwa "curriculum is a matter of choice". Pada umumnya dapat dibedakan dua pendirian utama. yang dengan sendirinya akan terpisah-pisah. Sebaliknya ilmu jiwa Gestalt lebih mengutamakan keseluruhan.

yang biasanya diberikan secara terpisah-pisah. juga orangitua yang telah mengecap pendidikan tradisional dan merasakan manfaatnya. Sebaliknya kurikulum modern . Namun dalam masa perubahan yang serba dinamis ini. dan lain-lain. terampil dalam hitungan di luar kepala. barang seni. namun kita mengadakan ujian nasional yang uniform yang tidak menghiraukan perbedaan individual. dan terutama menonjolkan hafalan. dan sebagainya. menentukan lebih dahulu mana yang benar yang dicoba anak mencari atau menerkanya bila menghadapi ujian bercorak objektif. apakah itu nilai-nilai. menutup mata bagi perubahan akan merugikan diri sendiri. oleh sebab apa yang diawetkan. Kesulitan yang dihadapi kurikulum progresif ialah. bahwa orang mengharapkan hasil-hasil tradisional dari sekolah yang progresif.Kurikulum tradisional yang ingin mengawetkan yang lama tidak dengan sendirinya buruk dan merugikan. benda.progresif juga tidak dengan sendirinya baik dan luput dari. Kurikulum tradisional ini telah bertahan selama beberapa abad dan diduga akan bertahan terus sepanjang masa. Menjalankan kurikulum progresif akan banyak mendapat tentangan. Namun orang tua masih mengharapkan agar murid murid hafal akan nama-nama geografis. Bahan mata pelajaran diambil dari berbagai disiplin ilmu yang dibina dan senantiasa dikembangkan para ilmuwan dan karena itu mendapat penghargaan tinggi dari masyarakat. selalu yang baik. Sekolah progresif harus dinilai berdasarkan prinsip-prinsip sekolah itu. Di bawah ini kami cantumkan beberapa perbedaan antara pendirian tradisional dan progresif. sanggup berpikir sendiri. Kita inginkan agar anak-anak kreatif. Penganut kurikulum tradisional berpegang pada kurikulum yang didasarkan atas subjek atau mata pelajaran. Dianggap . antara lain dari pihak guru yang terkenal karena sikap konservatifnya. tahun-tahun dan tokoh-tokoh sejarah. tidak mengizinkan perbedaan pendapat. kita ingin agar anak sanggup mengadakan penelitian dan penemun. Tidak diharapkan siswa mempunyai pengetahuan yang uniform. berbagai kekurangan. Sekolah progresif misalnya mementingkan kemampuan memecahkan masalah dan menggunakan pengetahuan secara fungsional untuk memecahkan masalah itu. walaupun kesimpulannya lain dari yang lain.

maupun evaluasi. Mengumpulkan ilmu demi ilmu yang tidak fungsional hanya membebani otak dengan hal-hal yang mubazir. kontrol dan disiplin yang ketat. bahwa kurikulum progresif merupakan reaksi dalam berbagai bentuk terhadap . Dalam kurikulum tradisional diperlukan pengarahan. Di lain pihak. Dapat kita katakan. Penganut kurikulum progresif atau modern tidak menolak ilmu.bahwa ilmu mempunyai nilai tersendiri dan karena itu dapat dipelajari demi ilmu itu sendiri. Kurikulum tradisional menerima kenyataan dalam masyarakat sebagaimana adanya. sedangkan kurikulum progresif berusaha untuk mengubah lingkungan untuk membentuk dunia yang lebih baik. kurikulum progresif memilih masalahmasalah yang nyata dalam kehidupan anak dan masyarakat. Kalau diteliti lebih lanjut dapat lagi kita temui perbedaan lain antara kedua pendekatan dalam pengembangan kurikulum. Selain itu mempelajari ilmu akan mengembangkan kemampuan intelektual anak. sesuai dengan minat dan kesanggupannya dalam suasana yang mengizinkan kebebasan. akan tetapi tidak dipelajari demi ilmu sendiri. metode belajar-mengajar. Sambil memecahkan masalah siswa mengumpulkan ilmu yang diperlukan. Sebaliknya kurikulum yang progresif lebih banyak memberi kebebasan kepada siswa untuk menentukan apa yang akan dipelajarinya. akan tetapi untuk digunakan dalam memecahkan suatu masalah. Kurikulum progresif memperhatikan bahkan membantu perkembangan keunikan individu. pengawasan. Tujuan pendidikan bukan hanya mengembangkan aspek intelektual saja melainkan keseluruhan pribadi anak dalam segala aspek. Apa yang dipelajari dalam kurikulum tradisional dianggap akan berguna kelak di kemudian hari anak. karena banyak pelajaran yang sebenarnya tidak ada kaitannya dengan kehidupan anak dalam masyarakat. Kurikulum tradisional menyamaratakan semua siswa baik mengenai bahan. agar siswa mempelajari bahan yang sama dan mencapai tingkat penguasaan yang sama.

Yang paling berpengaruh ialah kritik bahwa kurikulum ini kurang mengembangkan kemampuan intelektual anak. (4) evaluasi atau penilaian. akan tetapi akibatnya ialah. Namun betapapun kritik terhadap kurikulum tradisional. Bagaimanakah memilih bahan pelajaran guna mencapai tujuan itu? 3. bagaimana proses belajarnya. Bagaimanakah bahan disajikan agar efektif diajarkan? 4. (1) tujuan.Tyler dalam bukunya Basic Principles of Curriculum and Instruction (1949). bahwa faktor anak kembali dianaktirikan.kekurangan-kekurangan yang terdapat dalam kurikulum tradisional. Tujuan apa yang harus dicapai sekolah? 2. mengajukan 4 pertanyaan pokok. Demikian pula penilaian dapat mempengaruhi komponen lainnya. KOMPONEN-KOMPONEN KURIKULUM Ralph W. salah satu buku yang paling berpengaruh dalam pengembangan kurikulum. Tujuan menentukan bahan apa yang akan dipelajari. (3) proses belajar-mengajar. yakni : 1. maka diperoleh keempat komponen kurikulum yakni. Setiap komponen bertalian erat dengan ketiga komponen lainnya. (2) bahan pelajaran. Keempat komponen itu dapat kita gambarkan dalam bagan sebagai berikut: TUJUAN EVALUASI PBM BAHAN Keempat komponen itu saling berhubungan. sehingga setelah peluncuran Sputnik. Pada saat dipentingkan- . Juga kurikulum progresif tidak bebas dari kritik yang tajam dari berbagai pihak. dan apa yang harus dinilai. kurikulum ini tetap bertahan. Bagaimanakah efektivitas belajar dapat dinilai? Berdasarkan pertanyaan itu. dengan ditonjolkannya kembali kurikulum yang berdasarkan disiplin ilmu. aliran progresif mengalami pukulan hebat.

maupun evaluasi pun lebih jelas. misalnya bahan untuk mend idik anak agar menjadi manusia pembangun. Konsep tayle tentang komposisi kurikulum tentu mendapat kritik. 3. namun masih dipertimbangkan hingga sekarang. kemudian menjadi sejumlah mata pelajaran yang harus dilalui untuk mendapat ijazah. atau cara penilaian. sikap petugas sekolah. pribadi guru. RANGKUMAN 1. proses belajar-mengajar cenderung mengutamakan latihan dan hafalan.nya evaluasi dalam bentuk ujian. Para ahli kurikulum "modern" cenderung memberikan pengertian yang lebih luas. actual curriculum atau potential learning experiences. karena keberhaslannya baru diketahui setelah dinilai. misalnya metode baru. ideal. PBM. UMPTN. maka timbul kecenderungan untuk menjadikan bahan ujian sebagai tujuan kurikulum. Dapat pula kita memandangnya sebagai formal curriculum. dan sebagainya. Tak mudah menentukan tujuan pendidikan atau pelajaran. Kalau tujuannya jelas. sehingga meliputi kegiatan di luar kelas. termasuk kebersihan kelas. Kurikulum dapat dipandang dari berbagai segi. Menentukan PBM yang efektif tak kurang sulitnya. . curriculum as a product. dan lain-lain. atau proses belajar-mengajar. kerja keras. Bila salah satu komponen berubah. jujur. as the experiences of the learner. tak mudah pula menentukan bahan yang tepat guna mencapai tujuan itu. misalnya ditonjolkannya tujuan yang baru. yakni. Pola kurikulum yang dikemukakan oleh Tyler ini tampaknya sangat sederhana. as intended learnings. real. maka semua komponen lainnya turut mengalami perubahan. Kurikulum yang semula berarti jarak yang harus ditempuh. as a program. maka bahan pelajaran. misalnya Ebtanas. 2. bahkan juga mencakup segala sesuatu yang dapat mempengaruhi kelakuan siswa. namun dalam kenyataannya lebih kompleks daripada yang diduga.

Karena adanya menentukan macam-macam definisi kurikulum. Menurut Saudara siapakah yang mengembangkan kurikulum? Apakah orangtua. Ia dapat menganut pendirian yaang tradisional atau progresif. 2.4. Bagaimana pendapat Saudara tentang guru sebagai pengembang kurikulum? 9. Bandingkan berbagai definisi yang tercantum dalam pelajaran. the experiences of the learner. 7. 6. Sebutkan asas-asas kurikulum. 5. Jelaskan arti kurikulum sebagai product. Pilihannya itu akan mempengaruhi tafsirannya konsepsinya tentang tugasnya sebagai pendidik. 4. real. potential. actual. tiap guru harus sendiri. Bagaimanakah pengertian kurikulum di sekolah kita? 5. Hilda Taba memandang kurikulum sebagai "a plan for learning". Di antara asas-asas kurikulum. Perubahan kurikulum berjalan kontinu kalau tidak mau ketinggalan zaman. program. Perbedaan apakah yang mungkin timbul di antara anggota panitia pengembangan kurikulum? jauh ketinggalan bila dibandingkan . bahwa praktik kurikulum dengan teorinya. Jelaskan. Selidiki azas-azas itu pada kurikulum yang berlaku di sekolah kita. Ada kebaikan dan kelemahan pengertian kurikulum yang terlampau luas atau terlampau sempit. Ada kecenderungan pengertian kurikulum meluas. 7. asas manakah yang paling banyak mengalami perubahan? Mana yang paling sedikit atau tidak berubah? 10. Jelaskan perkembangan pengertian kurikulum. Juga pengertian kurikulum formal. PERTANYAAN DAN TUGAS 1. intended learnings. ideal. 6. Kurikulum senantiasa harus diubah karena perubahan masyarakat akibat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dikatakan. begitu juga murid harus turut dalam pengembangan kurikulum? 8. 3. antara lain mengenai luas cakupannya. karena banyak tugas yang sedianya oleh rumah tangga dan lembaga informal lainnya dibebankan kepada sekolah.

Jelaskan adanya hubungan yang erat di antara komponenkomponen kurikulum. 13. Jelaskan bahwa perubahan dalam satu komponen mempengaruhi komponen lainnya. yakni "hidden curriculum" atau kurikulum yang tersembunyi. Bila dibandingkan kurikulum sebelum dan sesudah kita merdeka perbedaan apakah kiranya yang kita dapati? 12. Ada kurikulum yang tidak direncanakan. Tahukah Saudara apa maksudnya dan memberi beberapa contoh? .11.

apakah sumber kebenaran dan nilai-nilai yang hendaknya menjadi pegangan hidup kita. Filsafat adalah cara berpikir yang sedalam-dalamnya. Di sini akan kami bicarakan dengan singkat beberapa buah yakni : 1. tentang apakah yang baik. apakah yang sebaiknya diajarkan kepada anak didik.BAB 2 ASAS-ASAS FILOSOFIS Filsafat sangat penting karena harus dipertimbangkan dalam mengambil keputusan tentang setiap aspek kurikulum. Aliran Perennialisme Aliran ini bertujuan mengembangkan kemampuan intelektual anak melalui pengetahuan yang "abadi. masing-masing dengan dasar pemikiran tersendiri. Ada orang yang berpendapat bahwa guru tak perlu mempelajari filsafat. karena apa yang dilakukan guru harus didasarkan pada apa yang dipercayai. Pendirian itu terlampau picik. universal dan absolut" atau "perennial" yang ditemukan dan diciptakan para pemikir unggul sepanjang masa. Para pengembang kurikulum harus mempunyai filsafat yang jelas tentang apa yang mereka junjung tinggi. apakah hidup yang baik. apakah peranan gu dalam ru proses belajar mengajar. dan lain-lain. khususnya hakikat anak dan sifat-sifatnya. karena sangat abstrak dan karena itu tak praktis dan tidak ada manfaatnya bagi pekerjaannya. Filsafat itu antara lain menentukan kepercayaan kita tentang : apakah hakikat manusia. diyakininya sebagai benar dan baik. apakah peranan sekolah dalam masyarakat. yakni sampai akarnya tentang hakikat sesuatu. Kebenaran dalam buku itu bertahan teguh terhadap segala perubahan zaman. Filsafat yang kabur akan menimbulkan kurikulum yang tidak menentu arahnya. Kurikulum yang diinginkan oleh aliran ini terdiri atas subject atau mata pelajaran yang terpisah sebagai disiplin ilmu dengan menolak penggabungan . Untuk tiap keputusan harus ada dasarnya. Kini terdapat berbagai aliran filsafat. yang dihimpun dalam "the Great Books" atau "Buku Agung".

Tujuan hidup ialah memperbaiki kehidupan melalui penelitian ilmiah.seperti IPA atau IPS. Tujuan hidup ialah memenuhi kehendak Tuhan. menghadiri khotbah dan membaca Kitab Suci. Di sekolah akan dimulai dengan teoriteori dan prinsip-prinsip yang fundamental. 2. fisika. Hanya mata pelajaran yang sungguh mereka anggap dapat mengembangkan kemampuan intelektual seperti matematika. Aliran Realisme Filsafat realisme mencari kebenaran di dunia ini sendiri. kemudian praktik dan aplikasinya. kimia. pelanggaran diberi hukuman yang setimpal bahkan dapat dikeluarkan dari sekolah. Sekolah yang beraliran realisme mengutamakan pengetahuan yang sudah mantap sebagai hasil penelitian ilmiah yang dituangkan secara sistemetis dalam berbagai disiplin ilmu atau mata pelajaran. biologi yang diajarkan. Apa yang datang dari Tuhan baik dan benar. Kurikulum ini memberi persiapan yang sungguhsungguh bagi studi di perguruan tinggi. . Aliran Idealisme Filsafat ini berpendapat bahwa kebenaran itu berasal dari "atas". dari dunia supranatural dari Tuhan. Filsafat ini umumnya diterapkan di sekolah yang berorientasi religius. Kebenaran ini. termasuk dogma dan norma-normanya bersifat mutlak. Mutu kehidupan senatiasa dapat ditingkatkan melalui kemajuan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Pelajaran yang diberikan termasuk pelajaran yang sulit karena memerlukan inteligensi tinggi. Biasanya disiplin termasuk ketat. Boleh dikatakan hampir semua agama menganut filsafat idialisme. 3. Kebenaran dipercayai datangnya dari Tuhan yang diterima melalui wahyu. olah raga sebaiknya dikesampingkan. Melalui pengamatan dan penelitian ilmiah dapat ditemukan hukumhukum alam. Semua siswa diharuskan mengikuti pelajaran agama. sedangkan yang berkenaan emosi dan jasmani seperti seni rupa. Namun pendidikan intelektual juga sangat diutamakan dengan menentukan standar mutu yang tinggi.

Sekolah ini menjauhi indoktrinasi dan mengajak siswa secara kritis menganalisis isu-isu sosial. Aliran Pragmatisme" Aliran ini juga disebut aliran instrumentalisme atau utilitarianisme dan berpendapat bahwa kebenaran adalah buatan manusia berdasarkan pengalamannya. Pengetahuan diperoleh bukan dengan mempelajari mata pelajaran. Tugas guru bukan mengajar dalam arti menyampaikan pengetahuan. Ia harus sungguh-sungguh mempelajari buku-buku berbagai disiplin ilmu. 4. melainkan memberi kesempatan kepada anak untuk melakukan berbagai kegiatan guna memecahkan masalah. Yang baik.Karena mengutamakan pengetahuan yang esensial. . ialah yang berakibat baik bagi masyarakat. Tujuan hidup ialah mengabdi kepada masyarakat dengan peningkatan kesejahteraan manusia. kebenaran adalah tentatif dan dapat berubah. atas dasar kepercayaan bahwa belajar itu hanya dapat di lakukan oleh anak sendiri. Yang penting ialah bukan "what to think" melainkan "how to think" yakni melalui pemecahan masalah. namun diharapkan agar menaruh minat terhadap pelajaran akademis. melainkan karena digunakan secara fungsional dalam memecahkan masalah. Aliran pragmatisme sering sejalan dengan aliran rekonstruksionisme yang berpendirian bahwa sekolah harus berada pada garis depan pembangunan dan perubahan masyarakat. Tidak ada kebenaran mutlak. Penguasaan ilmu yang banyak berkat studi yang intensif adalah persiapan yang sebaik-baiknya bagi lanjutan studi dan kehidupan dalam masyarakat. maka pelajaran "embel-embel" seperti keterampilan dan kesenian dianggap tidak perlu. bukan karena "dipompakan ke dalam otaknya". Dalam perencanaan kurikulum orangtua dan masyarakat sering dilibatkan agar dapat memadukan sumber-sumber pendidikan formal dengan sumber sosial. Kurikulum ini tidak memperhatikan minat anak. Dapat dibayangkan banyaknya murid yang tidak mampu mengikuti studi akademis serupa ini.

Dalam arti ini. maka kata itu digunakan dalam arti yang berlainan. Banyak di antara penganut aliran ini memandang sekolah sebagai masyarakat kecil. Cicero memandang filsafat sebagai ilmu tentang hal-hal yang semulukmuluknya. Aliran Eksistensialisme Filsafat ini mengutamakan individu sebagai faktor dalam menentukan apa yang baik dan benar. instruksi. Pekerjaan ini sangat sulit dan tak mungkin dilakukan oleh setiap orang biasa. Dari segala mata pelajaran. Sekolah yang berdasarkan eksistensialisme mendidik anak agar is menentukan pilihan dan keputusan sendiri dengan menolak otoritas orang lain. Norma-norma hidup berbeda secara individual dan ditentukan masing-masing secara bebas. Sekolah ini menolak segala kurikulum. pedoman. juga tidak ditetapkan aturan-aturan yang harus mereka patuhi. namun dengan pertimbangan jangan menyinggung perasaan orang lain. menentukan standardnya sendiri dan kurikulumnya sendiri. 5. Anak harus mencari identitasnya sendiri. Filsafat ialah "induk segala ilmu".politik dan ekonomi guna memperbaiki ekonomi kondisi hidup manusia. bahkan satu cabang disiplin ilmu sekalipun sulit dikuasai sepenuhnya. yakni . merealisasikan diri. Dan bila dikatakan bahwa tiap guru harus mempunyai filsafat. Ilmu pengetahuan dewasa ini sangat luas dan pelik dan tak mungkin lagi bagi seorang untuk menguasainya. Ia hrus bebas berpikir dan mengambil keputusan sendiri secara bertanggungjawab. Bimbingan yang diberikan sering bersifat non-directive. buku wajib. Tujuan filsafat ialah membentuk suatu pandangan yang sistematis tantang keseluruhan ilmu. tak mungkin setiap orang mempunyai filsafat. dan lainlain dari pihak luar. di mana guru banyak mendengarkan dan mengajukan pertanyaan tanpa mengingatkan apa yang harus dilakukan anak. mungkin ilmu-ilmu sosial yang paling menarik mereka Pendidikan moral tidak diajarkan kepada mereka. Ini berarti bahwa seorang ahli filsafat harus dapat mencernakannya dan mengasimilasikannya berkat proses yang disebut berpikir. Dengan sendirinya mereka tidak dipersiapkan untuk menempuh ujian nasional. Tujuan hidup adalah menyempurnakan diri.

Pendidikan yang diberikan berdasarkan filsafat tidak merupakan rangkaian perbuatan mekanis yang lepas-lepas akan tetapi merupakan suatu kebulatan mengarah kepada tujuan tertentu. yang dapat menentukan arah hidup dan serta menggambarkan nilai-nilai apa yang paling dihargai dalam hidup seseorang. Filsafat serupa inilah yang harus dimiliki setiap guru. Dalam filsafat gurulah terkandung gambaran tentang masyarakat yang akan dibangun. tak konsisten. Filsafat ialah pendapat yang sejujur-jujurnya tentang makna hidup baginya. sejak Adam dan Hawa. alat pendidikan. akan tetapi bila ditanya. belum tentulis dikatakan mempunyai suatu filsafat hidup. Manusia telah menemukan tenaga atom berkat kemajuan ilmu pengetahuan. Pandangan hidup kabur. manusia apakah yang harus dibentuk. Walaupun tiap orang pernah berpikir tentang apa arti hidup ini baginya.sebagai "suatu sistem nilai-nilai". tak berakar prinsip-prinsip yang jelas. Filsafat ialah sesuatu yang menunjukan suatu sistem. untuk apakah tenaga itu digunakan. Sering seorang kurang sadar dan kurang jelas mengetahui nilai-nilai apa yang dianutnya. suatu pandangan hidup. maka kita memasuki lapangan nilai-nilai atau filsafat. pandangan tentang anak. agar dapat membantu anak membentuk pandangan hid up yang sehat. untuk perang yang dapat menghancurkan umat manusia atau untuk peningkatan kehidupan manusia. ditentukan oleh filsafat yang dianutnya. . Dalam arti ini filsafat bukanlah sesuatu yang maha-sulit dan pelik. dan mencari suatu sistem nilai-nilai yang menjadi pegangannya dalam menghadapi masalah-masalah dalam hidupnya dan dengan demikian memberi corak tertentu kepada kelakuannya. melainkan sesuatu yang biasa yang dapat dimiliki setiap orang yang berpikir dan mencoba menafsirkan makna dan nilai hidup bagi dirinya. Ilmu menemukan pengetahuan dan teknologi. Kelakuannya tidak menunjukkan corak tertentu. akan tetapi penggunaannya ditentukan oleh filsafat atau nilai-nilai. kurikulum apakah yang akan digunakan. Kalau filsafat di tafsirkan sebagai sistem nila-nilai. apakah setiap orang dapat mempunyai suatu filsafat sendiri? Filsafat dengan pengertian ini telah ada sejak ada manusia di bumi ini. setiap pendidik. metode. Tujuan.

Sekolah ialah suatu lembaga yang didirikan oleh masyarakat untuk mendidik anak menjadi manusia dan warga negara yang dicita-citakan oleh masyarakat itu. Filsafat yang berbeda atau bertentangan di kalangan pendidik tak akan membawa bahtera pendidikan ke arah tujuan tertentu. Tentu diharapkan agar tindakan itu mempunyai dasar filosofis yang konsisten. Demikian pula di dalam kelas. Dengan demikian terdapat kontinuitas dalam perkembangan anak. Sering filsafat yang mendasarinya tidak dinyatakan secara eksplisit. menjalankan disiplin keras atau lunak. APAKAH GUNA FILSAFAT PENDIDIKAN? Pentingnya filsafat bagi pendidikan nyata bila kita ketahui besar manfaatnya bagi kurikulum yakni : 1. 2. membolehkan anak-anak bekerja sama. Filsafat memberi kebulatan kepada usaha pendidikan. mendorong atau melarang anak menjadi penyanyi. CBSA. FILSAFAT PENDIDIKAN DI INDONESIA . Tujuan pendidikan memberi petunjuk apa yang harus dinilai dan hingga mana tujuan itu telah tercapai.Sekolah tanpa filsafat laksana kapal tanpa kemudi. di belakang tindakan itu ada falsafahnya. Filsafat juga menentukan cara dan proses yang harus dijalankan untuk mencapai tujuan itu. Filsafat pendidikan menentukan arah ke mana anak-anak harus dibimbing. manusia yang bagaimana yang harus dibentuk. muatan lokal. menyuruh anak mencari data dari lapangan. bila jelas diketahui apa yang ingin dicapai. Tujuan pendidikan memberi motivasi dalam proses belajar mengajar. sehingga tidak lepaslepas. 3. Jadi filsafat menentukan tujuan pendidikan. Keputusan tentang PPSI. 4. Dengan adanya tujuan pendidikan ada gambaran yang jelas tentang hasil pendidikan yang harus dicapai. bila guru menghukum atau memuji anak. 6. mempunyai dasar filosofis. pendidikan dasar 9 tahun. Segala keputusan yang diambil mengenai pendidikan atau kurikulum. 5. tentu ada dasar falsafahnya. bila ditelusuri secara lebih mendalam.

Bahasa Jepang di ajarkan sebagai pengganti bahasa Belanda dan mujurnya bahasa Indonesia menjadi bahasa pengantar di semua tingkatan sekolah. Bahasa Belanda digunakan untuk menahan orang lolos ke sekolah yang lebih tinggi. yaitu Pancasila. Adanya sekolah lanjutan hanya karena keperluan mereka akan pegawai di kantor pemerintah atau swasta. memperlambat. merombak sistem pendidikan secara radikal dengan mendasarkannya atas filsafat bangsa kita. dan Garis-garis Besar Haluan Negara. Pemerintah Belanda yang menguasai Indonesia selama tiga setengah abad menganut paham imperialisme dan kolonialisme yang bertujuan untuk mempertahankan agar lebih lama dapat memperoleh keuntungan dari tanah jajahannya antara lain dengan menghalangi. Latihan militer diberikan untuk membantu mereka dalam mempertahankan jajahannya. Segelintir anak dibolehkan memasuki sekolah yang berbahasa Belanda akan tetapi jalan ke sekolah lanjutan sangat dipersempit. Hatta dan lain-lain yang berhasil menghentikan penjajahan dari bumi Indonesia ini. PANCASILA SEBAGAI DASAR PENDIDIKAN .Tujuan pendidikan. dengan sendirinya tujuan pendidikan pun berubah sama sekali. Jepang yang kemudian menduduki negara kita. Kalau pemerintahan bertukar. Untung masih bisa lolos beberapa anak Indonesia untuk mengecap pendidikan tinggi. atau sangat membatasi pendidikan bagi orang Indonesia. antara lain Soekarno. segera menghapus segala sisa-sisa pendidikan yang berbau Belanda. Kebanyakan anak yang bersekolah hanya di sekolah desa yang boleh dikatakan tak mendapat kesempatan untuk melanjutkan pelajaran. Undang-Undang Dasar 1945. yang ingin dicapai dengan pendidikan ditentukan oleh filsafat yang dianut oleh pemerintah. Hormat terhadap kaisar Jepang di tanamkan dalam upacara-upacara. Kemerdekaan Indonesia yang kita rebut dari tangan penjajah. atau penguasa dalam suatu negara. Kurikulum di sekolah yang berbahasa Belanda sama dengan yang apa yang berlaku di negeri Belanda sendiri.

atau baru dijelmakan. Ketuhanan yang Maha Esa. maupun dalam mengejar kemajuan lahiriah. Walaupun Pancasila dirumuskan menjelang kemerdekaan kita. pada hakikatnya ia telah hidup dalam masyarakat Indonesia sejak dahulu kala dalam moral.Pancasila yang kita akui dan terima sebagai filsafat dan pandangan hidup bangsa kita. Kerakyatan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan. dan kebiasaan bangsa kita. 3. dan kebahagiaan rohaniah. Pancasila terdiri atas : 1. yang mengajarkan bahwa hidup manusia akan mencapai kebahagiaan. Nasroen. Kemanusiaan yang adil dan beradab. Seperti dinyatakan dalam ketetapan MPR No. Pancasila adalah jiwa seluruh rakyat Indonesia dan negara kita. maka Pancasila itu bukanlah lahir. Di samping itu. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Pancasila itu bangkit kembali " ( M. . dalam hubungan dengan alam. 4. 5. " Dengan adanya kemerdekaan Indonesia. II/MPR/1968. yang dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari. tetapi sebe narnya. dengan adanya kemerdekaan bangsa dan negara Indonesia. dalam hubungan manusia dengan Tuhannya. Seperti kita ketahui. baik dalam hidup manusia secara pribadi. dijadikan pula filsafat pendidikan kita. bagi kita Pancasila sekaligus menjadi tujuan hidup bangsa Indonesia. 2. dalam Pantjasila Pusaka Lama . maka sudah seharusnya prinsip-prinsip itu di sampaikan kepada generasi muda melalui pendidikan dan pengajaran. jika dapat dikembangkan keselarasan dan keseimbangan. adat istiadat. Persatuan Indonesia. Kesadaran dan citacita moral Pancasila sudah berurat berakar dalam kebudayaan bangsa Indonesia. 1954 ) Oleh sebab Pancasila diakui sebagai pandangan hidup bangsa.

Bahkan saling membantu mendirikan mesjid atau gereja oleh orang sekampung yang berbeda agama bisa terjadi. Ketetapan MPR No. namun senantiasa hidup damai berdampingan. memberi petunjuk nyata dan jelas tentang wujud kelima sila dalam Pancasila. bab III. Pancasila menjamin hak setiap warga Indonesia memuja Tuhan dan memeluk agamanya masing-masing. Perang agama seperti terdapat di benua lain tidak pernah kita kenal di Tanah air kita. Agama tidak menimbulkan keretakan dalam agama dan adat-istiadat. Bahwa agama dipentingkan oleh pemerintah nyata dengan diwajibkannya pelajaran agama di sekolah.Dalam undang-undang tentang dasar pendidikan dan pengajaran di sekolah. Perbedaan agama juga terdapat di Indonesia. tercantum : " Pendidikan dan pengajaran berdasarkan asas-asas yang termaktub dalam Pancasila. Asas-asas yang masih bersifat umum itu masih perlu diuraikan agar lebih jelas untuk dijadikan pedoman dalam pendidikan. II/MPR/1978. . Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia dan atas kebudayaan kebangsaan Indonesia" . Asas-asas itu seyogianya diwujudkan dalam pendidikan di sekolah maupun di luar rumah. walaupun tiap agama pada prinsipnya tidak menganjurkan penganutnya untuk menyakiti orang lain. pengertian dan rasa hormat terhadap penganut agama lain. pasal 4. yang juga dinamakan "Ekaprasetia Pancakarsa". Sekolah berkewajiban membantu anak-anak hidup menurut agamanya sambil memupuk rasa toleransi. Sila Ke-Tuhanan Yang Maha Esa Agama sering merupakan pokok persengketaan antara manusia dengan sesamanya. dari SD sampai Perguruan Tinggi. bahkan sejak berabad-abad hingga sekarang bangsa-bangsa bersengketa karena perbedaan agama dan menimbulkan banyak penderitaan.

(3) Mengembangkan sikap tenggang rasa. Nasionalisme yang berlebihan sering menimbulkan peperangan dan karena itu harus dibatasi. (3) Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menciutkan segala jarak dan membuat dunia ini relatif kecil. menipisnya lapisan ozon. populasi udara dan lautan. sehingga apa yang terjadi di suatu negara mempengaruhi bagian-bagian lain di dunia. Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab Nasionalisme yang melewati batas. dan persamaan kewajiban antara sesama manusia. Kerja sama antar bangsa menjadi syarat mutlak bila kita ingin mencegah pemusnahan umat manusia dari permukaan bumi ini. Sila Kemanusiaan dalam Pancasila menghargai manusia dan menghormati setiap bangsa. persamaan hak. (4) (Tak) semena-mena terhadap orang lain. yakni " chauvinisme" dapat mengandung bahaya.Mengenai sila ke-Tuhanan Yang Maha Esa diberi uraian sebagai berikut : (1) Percaya dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. termasuk kita di Indonesia. . (4) Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain. percobaan bom atom. Soal dunia adalah soal tiap negara. karena mendewakan negara sendiri sambil memandang rendah terhadap bangsa-bangsa lain. (2) Hormat-menghormati dan bekerja-sama antara pemeluk agama dan penganutpenganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup. Atas dasar Kemanusiaan kita turut berusaha memelihara perdamaian dunia. menjadi masalah bagi semua negara. (2) Saling mencintai sesama manusia. Masalah ledakan penduduk. Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab diuraikan sebagai berikut : (1) Mengakui persamaan derajat.

(5) Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. (6) Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan. (7) Berani membela kebenaran dan keadilan. (8) Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia, karena itu dikembangkan sikap hormat menghormati dan bekerja sama dengan bangsa lain.

Sila Persatuan Indonesia Sila ini merupakan dorongan yang kuat dalam membebaskan Tanah Air kita dari belenggu penjajahan dan kolonialisme. Sila ini dianggap sangat penting dalam menciptakan pendidikan nasional. Kesatuan Bangsa dan Negara merupakan syarat mutlak dalam pembangunan negara kita. Telah sering kesatuan negara kita diancam oleh perpecahan, namun tetap tegak teguh dengan perkasa. Sekolah berkewajiban untuk memupuk rasa kebangsaan, rasa kesatuan dan persatuan dalam hati sanubari tiap anak. Mereka harus dengan rasa bangga dapat mengatakan ''Saya anak Indonesia" dari daerah mana pun mereka berasal. Memupuk rasa persatuan sangat mutlak diperlukan, karena keadaan geografis Indonesia, yang terdiri atas ribuan pulau, tersebar dalam jarak seperdelapan khatulistiwa, dihuni oleh penduduk yang mempunyai ratusan macam bahasa dan adat istiadat yang terbentuk selama berabad-abad dalam keadaan isolasi alamiah. Terbentuknya kesatuan dan persatuan sungguh merupakan suatu prestasi nasional yang luar biasa, bila kita pikirkan bahwa negara lain yang kecil namun dilanda oleh perpecahan yang menjerumuskan penduduk ke dalam jurang kesengsaraan. Kesatuan Indonesia dibantu oleh alat komunikasi yang kian canggih dan mendekatkan apa yang semula jauh. Kesatuan bukanlah tujuan akan tetapi suatu jalan atau alat untuk mencapai kesejahteraan dan kemakmuran bagi segenap bangsa Indonesia. Sila Persatuan Indonesia selanjutnya diuraikan sebagai berikut :

(1) Menempatkan persatuan, kesatuan, kepentingan, dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan. (2) Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara. (3) Cinta Tanah Air dan Bangsa. (4) Bangga sebagai Bangsa Indonesia dan ber-Tanah Air Indonesia. (5) Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhineka Tunggal Ika. Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam

Permusyawaratan/ Perwakilan. Kerakyatan atau demokrasi sering ditafsirkan sebagai hak setiap warga negara untuk memilih pemerintahan sendiri. Dasar ini mengakui, bahwa manusia mempunyai hak yang sama untuk menentukan politik negara. Negara itu bukan untuk dinikmati oleh hanya segelintir manusia yang berkuasa politis atau ekonomis, melainkan untuk kepentingan seluruh rakyat. Keputusan diambil berdasarkan musyawarah, dengan jalan perundingan oleh wakil-wakil yang dipilih rakyat dan tidak didiktekan oleh pihak atasan. Agar rakyat dapat mengeluarkan pendapat secara bertanggung jawab, perlulah pendidikan. Demokrasi dikatakan mempunyai tiga prinsip utama, yakni: (1) Rasa hormat terhadap pribadi dan harkat manusia. (2) Kepercayaan, bahwa setiap manusia biasa mempunyai pikiran yang sehat dan dapat berpikir inteligen. (3) Kerelaan berbakti kepada kesejahteraan bersama. Demokrasi menjamin hak setiap warga negara, tanpa menghiraukan kesukuan, agama, jenis kelamin, atau kedudukan. Hal ini antara lain dinyatakan dalam Undang-Undang Dasar yang menyatakan, bahwa "Tidak seorang pun boleh diperbudak, diperulur, atau diperhamba" Asas ini mempunyai pengaruh penting dalam pendidikan, antara lain dalam huhungan orang tua atau guru terhadap anak. Anak pun manusia penuh dan harus dihormati pendapatnya, harus diberi kesempatan mengeluarkan pendapatnya secara bebas, diturutsertakan dalam diskusi dalam hal-hal yang menyangkut

dirinya. Sikap demokrasi menghapuskan sisa-sisa sikap feodalisme dan kolonialisme yang bertindak otokratis dan otoriter. Dalam metode mengajar pun lebih banyak diadakan diskusi dalam suasana bebas namun berdisiplin. Anak wanita diberi kesempatan yang sama untuk menempuh pendidikan apa pun sampai tingkat yang setinggi-tingginya. Sila ini selanjutnya diuraikan sebagai berikut : (1) Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat. (2) Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain. (3) Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama. (4) Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan. (5) Dengan itikad baik dan tanggung-jawab menerima dan melaksanakan. (6) Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur. (7) Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan.

Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia Mempunyai hak yang sama dalam memilih wakil rakyat belum cukup. Setiap orang ingin agar kebutuhannya sehari-hari dipenuhi, seperti makan yang cukup, pakaian, kesempatan berekreasi, memiliki rumah sendiri, menyekolahkan anak sampai tingkat yang setinggi-tingginya, mendapatkan pekerjaan, dan menikmati hari tua yang tenang. Rakyat.kita masih banyak tergolong miskin, walaupun negara kita terkenal sebagai negara yang kaya raya. Kekayaan melimpah, ekspor kita meningkat secara drastis, namun pembagiannya belum merata, sehingga jurang kaya-miskin kian melebar. Sila keadilan sosial menuntut agar kekayaan dan kemakmuran itu

merata bagi segenap rakyat kita. Akan tetapi di samping itu kita tidak boleh enggan menyingsing lengan dan bekerja keras. Anak-anak dididik agar menghormati setiap pekerjaan yang jujur dan tidak memandang rendah terhadap pekerjaan dengan tangan. Anak juga harus diajar hidup hemat dengan menabung untuk hari depan. Akhirnya sila diuraikan lagi sebagai berikut : (1) Mengembangkan perbuatan-perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotong-royongan. (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) Bersikap adil. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban. Menghormati hak-hak orang lain. Suka memberi pertolongan kepada orang lain. Menjauhkan sikap pemerasan terhadap orang lain. Tidak bersikap boros. Tidak bergaya hidup mewah. Tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan umum.

(10) Suka bekerja keras. (11) Menghargai hasil karya orang lain. (12) Bersama-sama berkeadilan sosial. Agar Pancasila daya yang dinamis yang mewarnai seluruh tindakan kita, kita masing-masing harus merenungkan, memahami, menghayatinya dengan berpegang pada "Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila" atau " Eka Prasetia Pancakarsa ". berusaha mewujudkan kemajuan yang merata dan

TUJUAN PENDIDIKAN DI INDONESIA Dalam Tap. MPR No.II / MPR / 1988 tentang GBHN tercantum : Pendidikan nasional berdasarkan Pancasila bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan

Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, berdisiplin, bekerja keras, bertanggung jawab, mandiri, cerdas, dan terampil serta sehat jasmani dan rohani. Pendidikan nasional harus juga mampu menumbuhkan dan memperdalam rasa cinta kesetiakawanan sosial. Sejalan dengan itu dikembangkan iklim belajar dan mengajar yang dapat menumbuhkan rasa percaya pada diri sendiri serta sikap serta perilaku yang inovatif. Dengan demikian pendidikan nasional akan mampu mewujudkan manusia-manusia pembangunan yang dapat membangun diri sendiri serta bersama-sama bertanggungjawab atas pembangunan bangsa. Dalam Undang-undang No. 2 Tahun 1989 Tentang Sistem Pendidikan Nasional (pasal 4), tertera : Pendidikan nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan yang berbudi luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan rohani dan jasmani, berkepribadian yang mantap dan mandiri serta tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Sesuai dengan Garis-garis Besar Haluan Negara, dasar pendidikan Nasional adalah Falsafah Negara Pancasila dan UndangUndang Dasar 1945. Pasal 3 mengatakan: (1) Tujuan pendidikan Nasional adalah membentuk manusia pembangunan yang berpancasila dan membentuk manusia yang sehat jasmani dan rohaninya, memiliki pengetahuan dan keterthripilan, dapat mengembangkan kreativitas dan tanggung jawab, dapat menyuburkan sikap demokrasi dan penuh tenggang rasa dapat mengembangkan kecerdasän yang tinggi dan disertai budi pekerti yang luhur, mencintai bangsanya, dan sesama manusia sesuai dengan ketentuan yang termaktub dalam Undang -Undang Dasar 1945. (2) Seluruh program pendidikan terutama Pendidikan Umum dan bidang studi Ilmu Pengetahuan Sosial, harus berisikan Pendidikan Moral Pancasila dan unsur-unsur yang cukup untuk meneruskan jiwa nilai nilai 1945 kepada Generasi Muda.

Bagi SMA misalnya tujuan institusional umum ialah agar lulusannya: a. dan bahasa (khususnya bahasa Indonesia dan bahasa Inggris) serta menguasai pengetahuan yang cukup lanjut dalam satu atau beberapa dari bidang pengetahuan tersebut di atas. Menjamin warga negara yang baik sebagai manusia yang utuh sehat. Memiliki pengetahuan tentang berbagai jenis dan jenjang pekerjaan yang ada di masyrakat serta syarat-syaratnya. 3. baik lokal. regional. 2. 2. maupun internasional. Memiliki pengetahuan tentang berbagai unsur kebudayaan dan tradisi . Tujuan khusus pendidikan SMA adalah agar lulusan : a. Di bidang pengetahuan : 1. b. nasional. Memiliki pengetahuan tentang dasar-dasar kenegaraan dan Pemerintahan sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945. memiliki bekál untuk terjun ke masyarakat dengan mengambil keterampilan untuk bekerja yang dapat dipilih oleh siswa sesuai dengan minatnya dan kebutuhan masyarakat. 6. Menguasai pengetahuan dasar dalam bidang matematika.Tujuan Pendidikan Nasional yang sangat umum itu diuraikan lebih lanjut dalam tujuan institusional yakni tujuan yang harus dicapai oleh suatu jenis sekolah tertentu. Menguasai hasil-hasil pendidikan umum yang merupakan kelanjutan dari pendidikan di Sekolah Menengah Umum tingkat Pertama. d. 5. program umum yang sama bagi semua siswa. program pilihan bagi mereka yang mempersiapkan dirinya untuk studi di lembaga pendidikan yang lebih tinggi. ilmu pengetahuan sosial. Memiliki bekal untuk melanjutkan studinya ke lembaga pendidikan yang lebih tinggi dengan menempuh : 1. Memiliki pengetahuan yang fungsional tentang fakta dan kejadian penting yang aktual. 4. Memiliki pengetahuan tentang agama atau kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. ilmu pengetahuan alam. kuat lahir dan batin. c.

Percaya pada diri sendiri dan bersikap makarya. 4. 6. Memiliki keterampilan dalam bidang administrasi dan kepemimpinan. 8. Memiliki minat dan sikap positif terhadap ilmu pengetahuan. Memiliki rasa tanggung jawab dalam pekerjaan dan masyarakat. serta menghormati dan kepercayaan Tuhan Yang Maha Esa yang dianut orang lain. Menerima dan melaksanakan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Memilki sikap demokratis dan tenggang rasa. 9. Di bidang nilai dan sikap : 1. dan lingkungan sekitarnya. 4. 2. 8. c. Di bidang keterampilan : 1. 2. 9. Mampu membawa/memahami isi bacaan yang agak lanjut dalam bahasa Indonesia dan bacaan sederhana dalam bahasa Inggris yang berguna baginya. 7. Memiliki keterampilan olah raga dan kebiasaan olah raga. Memiliki kesadaran akan disiplin dan patuh pada peraturan yang berlaku. Mencintai sesama manusia. Memiliki keterampilan memecahkan masalah dengan sistematis. 3. Memiliki keterampilan dalam segi kesejahteraan keluarga dan segi kesehatan. 3. menguasai sekurang-kurangnya satu jenis keterampilan untuk bekerja sesuai dengan minat dan kebutuhan lingkungan. lisan maupun tulisan dan keterampilan mengekspresi diri sendiri. 6. Menerima dan melaksanakan ajaran agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang dianutnya. 5. lisan maupun tertulis. Memiliki keterampilan sekurang-kurangnya dalam satu cabang kesenian. Menguasai cara belajar yang baik. 7. 5. Memiliki pengetahuan dasar tentang kependudukan. b. Dapat mengapresiasi kebudayaan dan tradisi nasional. . 7. Memiliki keterampilan mengadakan komunikasi sosial dengan orang lain. bebas dan jujur.nasional. bangsa. dan kesehatan. kesejahteraan keluarga.

12. Tujuan-tujuan ini pun masih terlampau umum untuk dapat diwujudkan dalam situasi kelas. 14. Contoh 1. Karena itu tiap tujuan institusional masih perlu diuraikan dalam tujuan tiap bidang studi yang mempunyai tujuan yang lebih spesifik. diuraikan selanjutnya dalam tujuan-tujuan yang lebih kongkrit berupa tujuan-tujuan institusional. Di bawah ini kami berikan beberapa contoh TIU dan TIK. rasional dan obyektif dalam memecahkan persoalan. yang masih dapat bersifat umum. antara lain yang harus dicapai oleh tiap tingkatan dan jenis sekolah. 11. yang harus dicapai oleh suatu pelajaran. yaitu membentuk manusia pembangunan yang ber-Pancasila. sikap kritis. namun masih perlu lagi diperinci dalam tujuan-tujuan yang dapat direalisasikan dalam kelas. Tujuan itu pun masih bersifat umum dan perlu diuraikan lagi menjadi tujuan yang terperinci yakni : Tujuan kurikuler yaitu tujuan yang harus dicapai oleh suatu program bidang studi. 13. yang disebut Tujuan Instruksional Umum (TIU) dan Tujuan Instruksional Khusus (TIK). dan tujuan instruksional. Tujuan pendidikan nasional. Menghargai setiap jenis pekerjaan dan prestasi kerja di masyarakat tanpa memandang tinggi rendahnya nilai sosial/ekonomi masing-masing jenis pekerjaan tersebut dan berjiwa pengabdian kepada masyarakat. Bidang Studi Mata Pelajaran Topik Kelas : Ilmu pengetahuan sosial : Ekonomi dan koperasi : Produksi nasional dan pendapatan Nasional : I (satu) .10. Demikianlah secara lengkap tujuan institusional yang harus diwujudkan kepada murid-murid SMA. Memiliki inisiatif. daya kreatif. yang kemudian diuraikan dalam sejumlah butir-butir sebagai penjelasan makna tiap sila. Memiliki kesadaran menghargai waktu. Memiliki sikap hemat dan produktif. Memiliki minat dan sikap yang positif dalam konstruktif terhadap olah raga dan hidup sehat.

teori-teori tentang asal-usukl . Kelas : I (satu) : IPA : Biologi : Konsep tentang hidup.3. PN Balai Pustaka. Bidang Studi Mata Pelajaran Topik kehidupan. 1. 1. (Dikutip dari: Kurikulum Sekolah Menengah Atas (SMA) 1975. A. 1. Pedoman Pelaksanaan Kurikulum. Agar siswa dapat menyebutkan unsur dari Produksi Nasional dan Pendapatan Nasional. Tujuan Instruksional Umum Agar siswa mengetahui serta memahami Produksi Nasional dan Pendapatan Nasional. Agar siswa dapat menyebutkan akibat dari Pendapatan Nasional yang konstan dari tahun ke tahun. 1976. Jakarta.2. Tujuan Instruksional Khusus 1.4. 156). 1. h.1. 2.Semester Waktu : 1 (pertama) : 3 x45 menit Tujuan Instruksional 1. Contoh 2. uku : III. Model Satuan Pelajaran.5. 2. Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan. Agar siswa dapat menghitung Pendapatan Nasional. 1. Agar siswa dapat menjelaskan perbedaan dan persamaan antara Produksi Nasional dan Pendapat Nasional.6. Agar siswa dapat menyebutkan kegunaan pengetahuan besarnya Pendapatan Nasional. Agar siswa dapat mengukur tingkat kemakmuran suatu negara.

Semester Waktu

: 1 (pertama) : 6 jam Pelajaran

Jumlah jam pelajaran yang 6 jam itu dialokasikan sebagai berikut : 3 jam untuk pendahuluan dan 2 jam untuk sub pokok bahasan : 1. Asal kehidupan 2. Ciri-ciri mahluk hidup 3. Pembedaan antara biotik dan abiotik; sedang I jam pelajaran untuk mengadakan evaluasi pokok bahasan tersebut di atas. Tujuan Instruksional Khusus 1. Dihadapkan pada sejumlah perubahan situasi, siswa dapat menyebutkan sifatsifat tertentu yang merupakan sifat khas dari mahluk hidup. 2. Dihadapkan kepada sejumlah pernyataan, siswa memilih pernyataan tertentu yang dikemukakan oleh Teori Generatio Spontanea. 3. Dihadapkan kepada sejumlah usaha untuk perkembangan teori tentang asalusul kehidupan, siswa dapat memilih usaha tertentu yang dicapai oleh percobaan Pasteur. 4. Dihadapkan kepada sifat-sifat zat, siswa dapat memilih zat tertentu menjadi alasan mengapa Stenley Miller menggunakan campuran air, amoniakÄ dan metan dalam eksperimennya. 5. Dihadapkan kepada sejumlah perubahan teori-teori asal-usul kehidupan, siswa dapat menyebutkan perubahan tertentu yang diakibatkan oleh percobaan Stenley Miller. 6. Dihadapkan kepada sejumlah nama orang yang berjasa dalam asal-usul kehidupan, siswa dapat menunjukkan dengan tepat hasil penemuan tertentu dari orang tersebut. 7. Dihadapkan kepada sejumlah kegiatan hidup, siswa dapat menunjukan dengan tepat proses proses yang terganggu akibat kegiatan hidup tertentu. (Kurikulum SMA, pedoman Pelaksanaan, hlm. 184). Dalam contoh-contoh di atas kita lihat usaha untuk menguraikan tujuan instruksional umum menjadi sejumlah tujuan instruksional khusus yang

diharapkan dapat mencapai apa yang terkandung dalam tujuan instruksional umum, atau dalam topik bahasan. Selanjutnya diharapkan, bahwa tujuan instruksional umum ini merupakan bagian dari tujuan bidang studi yang memberi sumbangan kepada tujuan yang lebih tinggi yaitu pembentukan manusia pembangunan yang ber-Pancasila. Walupun jauh jarak antara tujuan instruksional khusus dengan tujuan pendidikan nasional, namun diharapkan bahwa setiap tujuan, betapapun spesifiknya selalu merupakan bagian dan sumbangan kepada tercapainya tujuan pendidikan nasional itu. Tiap tujuan kegiatan mengajar-belajar di sekolah memperoleh maknanya dalam rangka tujuan pendidikan nasional itu. Kita lihat di sini dari suatu usaha untuk memperoleh tujuan yang spesifik, yang dirumuskan sebagai tujuan instruksional khusus. Dasar pikiran ialah bahwa makin spesifik tujuan itu makin jelas diketahui metode untuk mencapainya dan makin mudah pula hasil belajar dinilai sebagai umpan-balik atau feedback untuk membantu anak memperbaiki kekurangannya. Dengan sendirinya semua tujuan yang lebih khusus bertalian erat dengan tujuan yang lebih umum, bahkan merupakan analisis yang makin terinci dari tujuan yang lebih umum. Semua tujuan-tujuan yang khusus merupakan usaha kearah tercapainya tujuan umum yang akhirnya menuju kepada wujudnya tujuan pendidikan nasional. MENGKHUSUSKAN TUJUAN Sejak semula para ahli kurikulum menyadari perlunya merinci tujuan yang bersifat umum menjadi tujuan yang lebih khusus. Tujuan pendidikan nasional dikhususkan menjadi tujuan institusional, yaitu tujuan tiap lembaga pendidikan dari SD sampai Perguruan Tinggi. Tujuan pendidikan institusional yang masih sangat umum ini masih perlu diuraikan menjadi tujuan kurikuler dan selanjutnya dalam tujuan instruksional umum lazim dikenal sebagai TIU dan tujuan instruksional khusus atau TIK. Buku pedoman kurikulum yang diterbitkan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menguraikan tujuan sampai tingkat TIU, sehingga guru mendapat kesempatan untuk merumuskan TIK. Di sini kita harus hati-hati dan jangan

memandang TIK sebagai tujuan yang terpenting yang harus dicapai. Kita keliru bila menganggap bahwa tujuan yang harus dikejar guru adalah TIK. Tujuan pendidikan apa yang ditentukan sebagai tujuan pendidikan nasional. Jadi TIK harus dipandang sebagai langkah untuk mencapai TIU, dan TIU suatu langkah pula guna mencapai tujuan kurikuler dan seterusnya sehingga segala usaha sekolah akhirnya bermuara pada tujuan pendidikan nasional. Tujuan Pendidikan Nasional

Tujuan Institusional

Tujuan Kurikuler

Tujuan Instruksional Umum (TIU)

Tujuan Instruksional Khusus (TIK) Untuk merumuskan TIK kita dapat memperhatikan beberapa petunjuk yang diberikan Robert F. Mager dalam buku Preparing Instructional Objectives Pertama : Rumuskan TIK dalam bentuk kelakuan siswa. Ia harus dapat memperlihatkan penguasaannya dalam kelakuan atau perbuatan yang dapat kita amati, yang "observable" tapi juga yang "measurable" atau dapat diukur keberhasilanya. Untuk itu kita harus menggunakan kata kerja tertentu yang memungkinkan kita mengamati keberhasilannya belajar. Misalnya kata kerja seperti dapat mengatakan, menggambarkan, menguraikan, memperdengarkan, menunjukkan, dan sebagainya. Kata kerja seperti memahami, memikirkan, mengerti, merasakan, dan lain-lain tak dapat dilihat sebab terjadi dalam diri siswa. Kedua : Rumuskan pula kondisi-kondisi di mana kelakuan itu akan nyata, misalnya dengan menggunakan kalkulator, mesin tulis, atlas, kamus, dan sebagainya.

Ketiga : Rumuskan pula secara spesifik kriteria tentang tingkat keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan itu. Misalnya dapat menyebut 9 dari sepuluh butir, mengetik satu halaman dalam waktu tertentu dengan sebanyakbanyaknya 2 salah. Merumuskan tujuan secara spesifik sangat banyak faedahnya. Guru tahu dengan jelas tujuan apa yang harus dicapainya, ia dapat menentukan bahan apa yang harus diberikannya, ia juga dapat memilih metode mengajar yang lebih tepat, dan ia dapat mengetahui hasil belajar siswa. Di lain pihak siswa pun tahu apa yang harus dikuasainya. Karena penilain dapat dilakukan dengan segera, guru dapat memberi balikan guna membantu siswa mengadakan perbaikan. Namun demikian banyak pula kelemahanya. TIK sering berupa fakta, informasi, pengetahuan, yakni tujuan kognitif yang paling rendah menurut taksonomi Bloom. Hasil belajar banyak merupakan hafalan, sehingga kemampuan berpikir kurang dikembangkan. Selain itu apa yang dipelajari berupa pengetahuan yang lepas. Uraian TIU menjadi TIK dapat memecah kebulatan bahan pelajaran, sehingga terjadi atomosasi pengetahuan. Selain itu hal-hal yang bersifat kognitif seperti sikap tidak observable dan measitreable, dan karena itu akan diabaikan. TIK berupa fakta dan informasi tidak mempunyai nilai transfer artinya tidak dapat digunakan menghadapi situasi-situasi yang belum pernah dipelajari. Sistem ujian kita sangat menyuburkan TIK dan oleh sebab hasil belajar berdasarkan TIK dapat diamati dan diukur maka TIK digunakan untuk mengetahui prestasi sekolah, kegiatan guru. Dengan ini guru dan kepala sekolah dapat di minta pertanggungjawaban (accountability).

PERUMUSAN TUJUAN MENURUT HILDA TABA Hilda Taba dalam Curriculum Development memberikan petunjukpetunjuk yang berikut dalam merumuskan tujuan, sebagai berikut: Rumusan tujuan harus meliputi : 1. proses mental, yaitu metode untuk melakukan sesuatu

2. produk, bahan yang bertalian dengan itu. Contoh : `"Memperoleh keterampilan menggunakan peta (proses) untuk mencari ibukota negara-negara di Amerika Selatan (produk)". Memiliki kesanggupan untuk membedakan (proses) fakta dan opini" (produk). Sering rumusan tujuan itu kurang lengkap dan hanya mengemukakan satu aspek, misalnya " keterampilan mengguna-kan peta", atau " kesanggupan berpikir kritis". Jadi dalam merumuskan tujuan hendaknya sekaligus kita cakup "mental process" dan "product of learning". Sering dipersoalkan, yang manakah lebih penting, proses atau produk belajar. Tujuan yang hanya berisi produk, akan mengutamakan penguasaan fakta, informasi, atau pengetahuan. Proses mental seperti kesanggupan menganalisis, menafsirkan, membandingkan, memecahkan masalah, atau berpikir logis diabaikan. Ujian termasuk Ebtanas, sebagian besar mengenai produk dan sangat minimal mengenai proses. Membuat butir-butir ujian dalam bentuk test objektif lebih sukar dan penilaiannya juga lebih sulit. 3. Tujuan yang kompleks harus lebih dispesifikkan, sehingga lebih jelas bentuk kelakuan yang diharapkan. Misalnya, "mengapresiasi kesenian" yang terlampau umum dapat lebih dikhususkan menjadi " mengapresiasi tari Bali". 4. Dalam merumuskan tujuan harus dinyatakan bentuk kelakuan yang diharapkan dari kegiatan belajar itu. Mempelajari agama-agama lain tidak dengan sendirinya memupuk sikap toleransi sebagai basil belajar sampingan atau apa disebut "concomitant learning". Kita harus secara khusus menyebutkan toleransi sebagai tujuan yang ingin kita capai dan memberikan kegiatan-kegiatan belajar yang serasi untuk menimbulkan sikap itu. 5. Tujuan sering bersifat " development", yaitu tidak dapat dicapai sekaligus, akan tetapi harus dikembangkan secara kontinu. Misalnya, " berpikir kritis" atau " kesanggupan memecahkan masalah" memerlukan waktu yang lama agar tercapai. Ada tujuan yang sangat spesifik yang dapat tercapai dalam waktu singkat. Akan tetapi kita keliru bila kita anggap bahwa semua tujuan bersifat terminal dan segera terpenuhi. Ada tujuan yang mungkin tidak tercapai selama

akan tetapi sering pula terlampau rendah. dalam arti bahwa tujuan itu benar-benar dapat dicapai anak pada tingkat dan usia tertentu. menyerahkan diri sepenuhnya kepada kehendak Tuhan. dan sebagainya. dan tiap ranah dirinci lagi dalam tujuan-tujuan yang lebih spesifik yang hierarkis. 2. akan tetapi tidak mungkin terwujudkan. cs. kategori. atau selama belajar di sekolah itu. yang sangat membosankannya. yakni mempelajari dan mengingat fakta. konsep. teori. Tujuan-tujuan Kognitif Ranah kognitif atau cognitive domain meliputi segi intelektual dan proses kognitif. Tujuan yang sangat indah kedengaran. aturan. Adakalanya terlampau tinggi kita perk irakan kesanggupan anak. 7. menyatakannya dengan kata-kata sendiri. demikian pula prinsip-prinsip ideal lainnya. istilah. Memahami. sebaiknya jangan dijadikan tujuan pelajaran. para penyusun kurikulum banyak memperoleh bantuan dari buku Taxonomy of Educational Objectives (1956) oleh Benjamin Bloom. Mengetahui. nilai dan sikap serta keterampilan psikomotoris. Pada umumnya tujuan itu meliputi aspek kognitif. metodologi. 6.belajar di sekolah. seperti kerelaan berkorban untuk sesama manusia. yakni menafsirkan sesuatu. atau selama jam pelajaran. Adakalanya anak-anak telah pandai membaca sebelum masuk sekolah. bahkan ada pula yang tak dapat tercapai sepenuhnya selama hidup. A. prinsip. yakni : 1. Tujuan harus meliputi segala aspek perkembangan anak yang menjadi tanggung jawab sekolah. Karena itu kita harus tahu batas-batas kemampuan anak berdasarkan studi tentang anak dan pengalaman. akan tetapi ia masih harus mengikuti pclajaran membaca permulaan. menterjemahkannya dalam bentuk lain. peristiwa.. kata-kata. Mereka membagi tujuan-tujuan pendidikan dalam tiga ranah (domain). Tujuan hendaknya realistis. mengambil kesimpulan . PENGKHUSUSAN TUJUAN MENURUT BENYAMIN BLOOM Dalam perumusan tujuan.

situasi. 3. Mengevaluasi. B. yaitu menggunakan apa yang dipelajari dalam situasi baru. bahkan menaruh komitmen terhadap nilai itu. Ia percaya akan kebaikan nilai itu dan rela untuk mempertahankannya. menjadikannya bagian dari pribadinya dan menerimanya sebagai falsafah hidupnya. Ia menunjukkan kesediaannya untuk mendengarnya atau melihatnya dan tidak mengelakkannya. mengutamakannya. menginternalisasinya. 4. Mensintesis. yaitu menguraikan suatu keseluruhan dalam bagian-bagian untuk melihat hakikat bagian-bagiannya serta hubungan antara bagian-bagian itu. misalnya keindahan dalam musik gamelan. 6. sadar akan adanya suatu gejala. atau masalah tertentu. Menerapkan. Mengkarakterisasi nilai-nilai. atau kegiatan itu sambil merasa kepuasan. mentransfer.berdasarkan apa yang diketahui. C. berkenaan dengan kesadaran akan sesuatu. yaitu menggabungkan bagian-bagian dan secara kreatif membentuk sesuatu yang baru. dan sebagainya. atau arsitektur gedung lama. menunjukkan minat. kondisi. affective domain. menerima suatu nilai. menduga akibat sesuatu berdasarkan pengetahuan yang dimiliki. Tujuan-tujuan Afektif Ranah afektif atau. 4. perasaan. 5. meliputi tingkat kegiatan yang berikut: . 3. 2. Merespons atau memberi reaksi terhadap gejala. Tujuan-tujuan Psikomotor Ranah psikomotor atau psycho-motor domain. Menganalisis. yakn menggunakan kriteria untuk menilai sesuatu. Memperhatikan. Menghargai. 1. dan penilaian tentang sesuatu. situasi. Mengorganisasi nilai dengan mengkonsepsualisasi dan mensistematisasinya dalam pikirannya. 5.

Memperlihatkan kemampuan fisik yang mengandung ketahanan kekutan. berpikir.1. Menunjukan kemampuan perseptual secara visual. dan lain-lain dan disamping itu juga minat dan penghargaan (afektif) tentang apa yang dipelajari. kelenturan. Rincian tiap ranah mempunyai hierarki. 3. taktial. olah raga. Buah pikiran Bloom cs menjadi populer setelah timbul aliran dalam pendidikan ke arah pengkhususan tujuan. dan kesenian. yakni dapat menyampaikan pesan melalui gerak muka. Ketiga ranah itu saling berhubungan sebagai aspek kelakuan manusia. melompat. kinestetik. Dalam pengajaran ketiga aspek itu perlu mendapat perhatian. penampilan. dan ekspresi kreatif seperti tarian. Demikian pula halnya dengan rincian ranah-ranah lainnya . Selain memberi pengetahuan tentang suatu bidang studi sebaiknya juga dipupuk sikap positif terhadap bidang studi itu serta keterampilan yang terkait. Mengadakan komunikasi non-verbal. Pengetahuan selalu memerlukan keterampilan misalnya keterampilan membaca. 5. menarik. auditif. 4. dan memanipulasi. dan seterusnya. gerakan tangan. Demikian pula apresiasi musik tak lepas dari pengetahuan dan keterampilan berkenaan dengan musik. lebih tinggi dari pada pemahaman. serta mengkordinasi seluruhnya. kelincahan dan kecepatan bereaksi. pemahaman lebih "tinggi" daripada pengetahuan penerapan. Misalnya dalam ranah koqnitif. sehingga hasil belajar dapat diamati dan diukur. berlari. Melakukan gerakan yang terampil serta terkordinasi dalam permainan. Sering ketiga ranah itu dipisah-pisahkan dalam merumuskan tujuan instruksional khusus. Melakukan gerakan fisik seperti berjalan. BEBERAPA TUJUAN PENDIDIKAN LAINNYA Pada tahun 1859 seorang yang bernamaa Herbert Spencer yang pada dasarnya bukan pendidik dan juga tidak mengecap pendidikan formal secara . mendorong. 2.

Banyak yang diajarkan di sekolah yang tidak jelas apa kaitannya dengan kehidupan anak sehari-hari. Securing the necessities of life. Di sini Herbert Spencer sangat mengutamakan relevansi pendidikan. dari manusia lainnya. Enjoying leisure time yaitu memanfaatkan waktu senggang untuk menikmatinya dengan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan. seperti hidup sehat. Tujuan pendidikan yang juga cukup terkenal ialah The Seven Cardinal Principles yaitu tujuh prinsip yang pokok. Alasan memberinya ialah bahwa pelajaran itu berguna kelak bila melanjutkan pelajaran. masih berlaku sampai sekarang dan sering dipertimbangkan dalam pengembangan kurikulum. sebagai berikut : 1. 2. dan lain-lain. dari berbagai situasi hidup. mencegah penyakit. Maintaining proper social and political relationship yaitu memelihara hubungan baik dengan masyarakat dan memenuhi kewajibannya terhadap negara.teratur jadi lebih merupakan otodidak. . Hal-hal yang dikemukakan Herbert Spencer ini kira-kira satu setengah abad yang lalu. hidup teratur. menulis. 3. yang hingga sekarang masih harus dipertimbangkan oleh setiap pengembangan kurikulum: " What knowledge is of most worth?". Health (kesehatan). Rearing a family. 6. 3. melindungi diri terhadap gangguan yang datang dari alam. Pengetahuan apa yang paling berharga? Apa yang harus diajarkan yang paling berharga bagi kehidupan seseorang? Ia menganjurkan hal-hal yang berikut: 1. 2. bertanggung jawab atas pendidikan anak dan kesejahteraan keluarga. berhitung). mengurus dan memelihara rumah tangga. mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan melakukan pekerjaan. 4. Command of fundamental processes (penguasaan keterampilan fundamental seperti membaca. Worthy home membership (menjadi anggota keluarga yang berharga). Self-preservation. Vocational efficiency (efisiensi dalam pekerjaan). hal-hal yang bertalian dengan usaha melangsungkan hidup. mengajukan pertanyaan yang sangat penting. 4.

yaitu : 1. 2. Dalam pengem bangan kurikulum biasanya dipandang sebagai sistem nilai -nilai. Kita lihat banyak persamaannya dengan apa yang dianjurkan oleh Herbert Spencer sebelumnya. hubungan antar-manusia 3. RANGKUMAN 1. Filsafat ialah ilmu yang mencari kebenaran sampai akar. 4. memelihara dan mempertinggi tingkat efisiensi kerja. Produsen yang terdidik merasakann kepuasan atas pekerjaan yang baik. jadi suatu kegiatan intelektual. perwujudan pribadi. 3. tanggung jawab warga negara. Citizenshop (kewarganegaraan). merupakan pembeli yang tahu dan cakap.akarnya. Sebagai konsumen yang terdidik is merencanakan ekonomi hidupnya sendiri. Satisfaction of relegious needs (pemuasan kebutuhan keagamaan) (1918). Misalnya ³economic efficiency" dirinci sebagai berikut. 7. Setiap tujuan masih diuraikan lebih lanjut. Walapun setiap orang mengenal nilai-nilai. mengetahui syarat-syarat dan kesempatan kerja. Human relationship. 6. Selanjutnya akan kami berikan tujuan-tujuan pendidikan menurut Educational Policies Commission (1938). Worthy use of leisure (penggunaan waktu senggang secara bermanfaat). jadi . Self-realization. menghargai nilai sosial pekerjaan.5. Economic efficciency. Tujuan-tujuan yang dikemukakan di atas hanya sekadar bahan perbandingan dengan kurikulum kita. agar dapat dikatakan is mempunyai filsafat nilai-nilainya itu harus merupakan suatu sistem. mengambil tindakan yang tepat untuk menjaga kepentingannya. memilih jabatan yang tepat. Tujuan pendidikan ditentukan oleh filsafat suatu bangsa. 2. Civic responsibility. mencapai kemajuan dalam jabatan yang dipilih. efisiensi ekonomi. membentuk norma-norma guna mengatur pengeluarannya.

Jadi keadaan sekolah tidak memberi gambaran tentang keadaan yang sebenarnya. kurikuler. Dalam kurikulum sering tercantum tujuan-tujuan yang muluk-muluk tetapi belum tentu dapat direalisasikan. Benjamin Bloom membantu dalam merumuskan tujuan yang lebih spesifik dalam ketiga ranah. Setiap guru harus mempunyai gambaran yang jelas tentang dasar-dasar pendidikan nasional itu. Apakah menurut Saudara setiap orang mempunyai filsafat? Coba . dan GBHN. Filsafat bangsa dan negara dengan sendirinya menjadi tujuan pendidikan nasional serta harus pula menjadi filsafat para pengembang kurikulum dan juga guru dalam pelaksanaan nya. 9. Herbert Spencer menganjurkan tujuan-tujuan yang relevan dengan kehidupan manusia sehari-hari. Tujuan pendidikan kita didasarkan atas Pancasila. dan psikomotor dalam segala ting katannya. 6. Tujuan pendidikan nasional sangat umum dan masih perlu diuraikan menjadi tujuan institusional. Apakah pengertian Saudara tentang filsafat? 2. 11. agar semua pelajaran diarahkan guna membentuk manusia yang dicita-citakan. 12. tujuan instruksional umum dan khusus. Buah pikirannya itu masih berpengaruh sampai sekarang.konsisten dan saling berhubungan. Filsafat pendidikan harus menjadi "way of life" yang di terapkan dalam lingkungan sekolah. afektif. 10. 4. 7. Untuk membentuk manusia seutuhnya harus diperhatikan aspek kognitif. 5. Hilda Taba mempersyaratkan agar dalam rumusan tujuan tercakup proses dan produk. PERTANYAAN DAN TUGAS 1. UUD 1945. 8.

Apakah pengkhu susan TIK tidak dapat berlebihan? . Norma-norma biasanya diperoleh dari berbagai sumber. Apakah guna filsafat bagi pendidikan. Hingga manakah TIK harus dikhususkan. Bagai mana ga mbaran Saudara t entang manus ia yang demokratis? Apakah sifat-sifat itu telah nyata di sekolah? Masih adakah pengaruh feodalisme dalam masyarakat kita? 7. 4. misalnya " agar anak dapat mengatakan beberapa tugas wall kota. Bandingkan tujuan institusional bagi SD. 8.selidiki pada orang-orang di sekitar Saudara apakah mereka dapat dikatakan mempunyai suatu filsafat? 3. dan lain-lain. the Seven Cardinal Principles. Bagaimana pendapat Saudara tentang tujuan -tujuan yang dikemukakan Herbert Spencer. Tunjukkan bagaima na filsafat itu diterapkan dalam kurikulum kita. Perhatikan persamaan dan perbedaannya. Se lidiki hingga mana tujuan-tujuan itu telah di liputi oleh bidang studi yang diberikan di berbagai tingkatan sekolah. 10. seperti agama. agar anak dapat mengatakan alamat wall kota. Coba tuliskan nor ma-nor ma yang Saudara junjung tinggi. adat -istiadat. dan SMA. 11. 6. dan Educational Policies Commission? Adakah yang dapat atau tidak dapat Saudara terima? Apa alasan Saudara. Bagaimanakah pandangan Saudara tentang manusia Pan casila? Apakah telah melihatnya dalam kenyataan? 9. Diskusikan tujuan pendidikan nasional dalam Kurikulum SMA. Diskusikan dengan teman. agar anak dapat men gatakan usia wali kota. pengalaman pribadi. agar anak mengenal gambar wali kota. falsafah negara. Tunjukkan perbedaan kurikulum berhubungan dengan per edaan filsafat pendidikan sebelum dan sesudah kemerdekaan. agar anak dapat menyebut nama wall kota. SMP. 5.

Diskusikan. lalu tinjau dari segi taksonomi Bloom. 17.12. lalu rumuskan TIK-nya. Minta teman lain juga melakukannya. baik mengenai ranahnya maupun tentang tingkatannya. . TIK atau - TIU? Bagaimana hubungan timbal balik antara TIK dan TIU? 13. Berikan sejumlah petunjuk tentang perumusan TIK. Selidiki tujuan-tujuan pelajaran. 14. Pilih satu TIU. 15. Bagaimana syarat yang diajukan Hilda Taba dalam merumuskan tujuan pelajaran. Bagaimanakah dapat Saudara ketahui ada tidaknya kesamaan antara tujuan guru dan tujuan siswa. Diskusikan bila ada persamaan dan perbedaannya. Beri pendapat Saudara. 16. Apakah kebaikan dan kelemahan TIK? Manakah lebih pen ting.

Belajar itu ternyata sangat kompleks. dan lain-lain dan belum ada teori belajar yang dapat mempertemukannya. akan tetapi bagaimana anak belajar membutuhkan pengetahuan tentang berbagai teori belajar. PPSI menggunakan teori belajar yang berbeda dengan pendekatan proses. Banyak macam teori belajar seperti teori ilmu jiwa atau daya atau mental disiplin. namun masih banyak yang belum diketahui. merencanakan kondisi belajar yang optimal agar tujuan belajar tercapai. masih belum jelas betul secara terinci apa yang harus dilakukan agar anak belajar. lain pula mempelajari nilai-nilai.BAB 3 ASAS PSIKOLOGIS KURIKULUM DAN PSIKOLOGIS BELAJAR PENDAHULUAN Dalam mengambil keputusan tentang kurikulum pengetahuan tentang psikologi anak dan bagaimana anak belajar. Apa yang akan dipelajari memerlukan pengenalan perkembangan anak. Tak ada satu teori belajar yang dapat mencakup segala macam jenis belajar. jadi jauh berbeda dengan situasi belajar di dalam kelas. Hal ini antara lain disebabkan penelitian dan eksperimen tentang belajar yang dilakukan dalam laboratorium yang terbatas jumlah variabelnya. seleksi dan organisasi bahan pelajaran. Apa yang dipelajari bermacammacam. teori Gestalt atau teori lapangan. sangat diperlukan. Selain itu yang diselidiki kebanyakan ialah belajar pada tingkatan mental rendah. antara lain dalam 1. 2. Walaupun telah banyak diketahui tentang belajar. 3. menentukan kegiatan belajar yang paling serasi. lain belajar memecahkan masalah. Guru . sedangkan belajar pada tingkatan mental tinggi masih memerlukan penelitian yang lebih banyak. teori S-R yang behavioristik. Ada bedanya belajar fakta atau informasi. Guru-guru sering tidak menyadari asas teori belajar yang digunakannya. yang sering dilakukan terhadap binatang.

conditioning. Hilgard. teori lapangan. dan pendapat berbagai tokoh psikologi seperti Gagne. Apa yang dipelajari di sekolah berbeda sekali di rumah atau di ladang. Suatu definisi yang sering dikutip ialah yang diberikan oleh Ernest R. suatu "change of behavior". APA YANG DIMAKSUD DENGAN BELAJAR Apakah sebenarnya belajar itu. Suatu teori belajar ialah suatu pandangan terpadu yang sistematis tentang cara manusia berinteraksi dengan lingkungan sehingga terjadi suatu perubahan kelakuan. dan Bruner. sebagai berikut : . kebanyakan dengan menghafalnya. belum diketahui sepenuhnya. Pendapat lain yang lebih populer ialah memandang belajar sebagai perubahan kelakuan. Secara tradisional belajar dianggap sebagai menambah pengetahuan. teori asosiasi (S-R). Sejak ada manusia di dunia ini ia belajar dan ada yang mengajarnya. norma-norma. Dalam bab ini akan kita bicarakan teori belajar menurut ilmu jiwa daya (mental disipline). Namun orang mendirikan sekolah belajar itu dijadikan masalah. Anak-anak disuruh mempelajari berbagai macam mata pelajaran yang memberinya berbagai pengetahuan yang menjadi miliknya. Mengenal teori kiranya dapat membantu guru memahami atas dasar apa ia melakukannya. teori Gestalt. Yang diutamakan ialah aspek intelektual. Bandura.mengajar menurut apa yang diperkirakannya akan memberi hasil yang baik dan ini sering dilakukan dengan menggunakan berbagai teori belajar. walaupun guru itu sendiri kurang atau tidak menyadarinya. Tiap guru mengajar dapat diketahui teori yang mendasarinya. Definisi belajar berbeda menurut teori yang dianut. dan ternyata sangat kompleks dan pelik. Rasanya semua lancar walaupun tak seorang pun memikirkan atau menghiraukan ada tidaknya dasar teorinya belajar dan mengajar dan semua belajar secara wajar. dan sebagainya. mengajarnya berbagai pengetahuan. keterampilan. Tiap orang tua mendidik anaknya. Bermacam-macam teori mencoba menjelaskannya ditinjau dari segi tertentu. dengan dasar filosofis yang berbeda tentang hakikat manusia. sama dengan proses psikis lainnya.

pengenalan. bagaimana guru mengajarkannya. kita akan lebih lanjut membicarakan beberapa teori belajar yang banyak diterapkan dalam proses belajar-mengajar. Bila kita terima belajar sebagai perubahan kelakuan. Ia harus tahu bagaimana anak belajar. akan tetapi juga agar anak mempunyai sikap anak yang positif dan menyukai mata pelajaran itu. Ia menghadapi situasi dengan cara lain. Ia hendaknya jangan merasa puas bila pengetahuan anak bertambah. kognitif. akan tetapi seluruh pribadi anak. kondisi apa yang harus dipenuhi agar terjacti proses belajar yang berlfasil. Demikian pula kemampuan binatang karena pertumbuhan instink. sejarah. perbuatan.Learning is the process. penghargaan. maupun psikomotor. by which an activity originates or is changed through training procedures (Whether in the laboratory on in the natural environment) as distinguishe from changes by factors not atributable to training. Tiap daya mempunyai fungsi tertentu. minat. dan . Ia dapat melakukan sesuatu yang sebelumnya tidak dapat dilakukannya. TEORI ILMU JIWA DAYA ATAU MENTAL DISIPLIN Teori pelajar yang paling tua ini beranggapan.day a. Perubahan karena mabuk atau keletihan bukan hasil belajar karena tidak diperoleh melalui kegiatan belajar. maka ada daya-ingat. Seorang belajar bila ia ingin melakukan suatu kegiatan sehingga kelakuannya berubah. agar bahan pelajaran dapat dikuasai anak. Jadi belajar tidak hanya mengenai bidang intelektual saja. 2. Ia mengetahui hingga manakah taraf perkembangan anak. daya-pikir. keterampilan. Ia harus mengetahui kelakuan apa yang diharapkan dari anak. sikap. Bila‡ guru mengajar matematika. 3. biologi. dan lain-lain. maka pendidik menghadapi tiga soal : 1. bahwa "otak" atau mental manusia terdiri atas sejumlah "faculties" atau daya. daya tanggap. efektif. bukan hasil belajar. Hal ini berkenaan dengan tujuan yang akhirnya ditentukan oleh falsafah pendidikan. dan lain-lain. daya-fantasi. seperti membuat sarang. Kelakuan harus kita pandang dalam arti yang luas yang meliputi pengamatan. Seperti yang telah dikemukakan di atas.

daya-pikir. dahulu juga bahasa Latin yang cukup pelik. bahwa daya ingatan tidak bertambah meningkat kemampuannya dengan menghafal sajak-sajak. Demikian pula latihan mental dengan matematika tidak dengan sendirinya meningkatkan kemampuan belajar politik atau bahasa. Demikian pula "otak" yang sudah diasah sampai tajam dapat "menyayat" segala masalah. Daya-pikir yang telah terlatih akan dapat digunakan untuk memikirkan apa saja. namun di sekolah teori ini masih dianut. Daya-ingat misalnya dapat dilatih dengan menghafal nama-nama kota. bukan penguasaan bahan yang dipentingkan. Seperti pada daya-ingat. Itu semua boleh dilupakan. Kesanggupan berpikir yang terlatih dianggap dengan sendirinya dapat dipakai. karena nilai latihnya makin tinggi. Otot terlatih dapat mengerjakan apa saja. Di sini yang diutamakan bukan penguasaan bahan. matematika untuk meningkatkan kemampuan anak berpikir. pendidik.lain-lain. Ini berarti bahwa transfer menurut teori ini bersifat mutlak. Penelitian eksperimental membuktikan. akuntan. Tujuan pendidikan ialah memperkuat daya-daya itu dan ini dilakukan dengan latihan untuk mendisiplinnya. juga pada daya-pikir ini tak dihiraukan apa yang dipelajari. juga teori berdasarkan "faculty psychology". kata-kata asing. Teori ini lazim juga disebut teori mental disiplin. Mata pelajaran yang dianggap paling ampuh untuk mendisplin daya-pikir ialah matematika. dapat dipindahkan atau ditransfer dalam bidang-bidang lain dalam kehidupan. apa saja. Jadi melatih daya-daya mental itu banyak persamaannya dengan melatih otot. ahli manajemen. Daya-pikir dilatih dengan menghadapkan anak dengan berbagai soal. bahkan juga kata atau suku-kata yang tidak mengandung arti. makin sulit makin baik. insinyur. . peningkatan kemampuan berbagai daya mental itu. Walaupun telah dianggap tak berlaku lagi. tahun-tahun sejarah. Ada pula sejumlah ilmuwan. nama pahlawan. Akan tetapi yang tinggal ialah daya-ingat. Daya yang terlatih dapat digunakan untuk apa saja. Teori "mental disipline" ini sekarang tidak dapat diterima oleh kebanyakan ahli psikologi dan pendidik profesional. dan orang tua merasa yakin akan nilai fisika. Siswa yang telah terlatih daya-pikirnya melalui matematika akan mudah melanjutkan pelajarannya untuk menjadi ahli hukum.

body). . perasaan dan kemauan. Bahannya dapat dilupakan. Salah satu fungsi mental ialah berpikir yang dapat dikembangkan dengan bahan pelajaran seperti matematika. karena kemampuan ini akan memungkinkan anak memikirkan segala hal lain. mempunyai ukuran panjang. Daya-pikir memberi kemampuan untuk memecahkan berbagai masalah untuk mengambil keputusan. maka perlulah dilatih kemauan anak kearah yang baik. sulit dan membosankan. Kepercayaan akan dualisme pada manusia. jiwa. Yang utama ialah daya pengenalan. yang dapat dilatih menjadi kuat dan dapat digunakan untuk berbagai pekerjaan. Kemauan yang baik dapat menaklukkan hawa nafsu jahat dan memberi kekuatan untuk memilih dan melakukan yang baik. yakni bagian rohaniah (dalam istilah psikologi ini "mind") dan bagian jasmaniah (substance. makin berkembang "mind" itu. namun dianggap dalam "otak" yang dianggap alat untuk berbagai kegiatan mental. kemauan juga harus diheri latihan keras dengan memberi pekerjaan yang herat. matter. dan berpikir atau penalaran. perlu "mind"nya dikembangkan dan ini dilakukan dengan latihan.raga. yang menganggap bahwa "mind" itu terdiri atas sejumlah bagian atau "faculty". Tanpa kemauan yang baik. bahwa manusia terdiri atas dua bagian. Akan tetapi "mind" tidak mempunyai ukuran namun sesuatu yang nyata ada. Makin keras latihan. berat.Teori ini didasarkan atas anggapan. ingatan. tanaman. Dianggap makin keras latihannya. Yang paling berharga ialah latihan yang diberikan pelajaran itu. Kalau manusia dianggap tidak intrinsik jahat sejak lahir. Untuk mendidik anak. makin kuat otot itu. Salah satu pendirian dalam aliran ini ialah faculty psychology. binatang. Substansi fisik ada persamaannya dengan benda lain seperti batu. Daya-kemauan juga dianggap sangat penting. masih banyak dianut. manusia tidak dapat memperoleh kebahagiaan dalam hidupnya dalam tnasyarakat. Lokasi "mind" tak dapat ditentukan dengan pasti. gunung. Seperti halnya dengan latihan otot. "Mind substance" dianggap sama dengan otot. Kemauan adalah kunci keberhasilan. akan tetapi kemampuan berpikir itu sebagai akibat latihan itulah yang penting. rohaniah-jasmaniah. imajinasi. yang masing-masing mempunyai fungsi atau daya tertentu. Daya pengenalan terbagi dalam daya persepsi. lebar. Tujuan latihan ini yang utama bukan untuk menguasai bahan matematika. karena sulitnya.

celaan.Kalau perlu guru tak perlu segan memberi kecaman. misalnya. Jadi sekolah itu baik bukan karena keunggulan pengajaran dalam matematika. bahwa teori ini tak dapat dipertahankan secara ilmiah. matematika tidak lebih unggul dalam melatih anak berpikir dibanding dengan sejarah atau ilmu bumi. karena banyak anak yang tak tahan akan keluar atau dikeluarkan dari sekolah. Melatih kebersihan dalam bidang tertentu. tidak akan bany ak mendapat keuntungan dari pelajaran itu. misalnya pakaian. Kini teori mental disipline ini sudah tidak diterima lagi di kalangan kebanyakan ahli psikologi. Latihan daya ment l dalam a suatu bidang tidak dengan sendirinya meningkatkan kemampuan dalam bidang lain. Thorndike dan Woodworth melakukan berbagai eksperimen untuk menguji kebenaran teori ini dan memperoleh kesimpulan. Namun masih ada lagi ilmuwan. bahkan menggunakan camhuk untuk memaksa anak menyelesaikan pekerjaannya.lain. dan lain. melainkan karena keunggulan siswa yang masih bertahan. sehingga yang tinggal hanya anak yang pandai. Anak yang pintar sering mengambil matematika di mana ia dapat menunjukkan kepintarannya dan ia akan banyak memperoleh manfaat dari pelajaran itu. Dari segi penelitian ilmiah telah dibuktikan bahwa latihan daya-daya mental tidak otomatis dapat ditransferkan dalam bidang - . kimia. orangtua dan guru yang yakin akan kebaikan latihan mental ini dan mempraktikkannya di sekolah maupun dalam lingkungan keluarga. Pendidikan serupa ini tidak menghiraukan keinginan atau minat anak. Pendirian "mental disipline" ini banyak mendapat kritik dan dibantah kebenarannya secara ilmiah. hukuman. tidak dengan sendirinya mempengaruhi kebersihan tulisan anak. fisika. Demikian pula dibuktikannya bahwa peningkatan kemampuan mental umum hanya sedikit akibat pelajaran di sekolah. karena mengutamakan pelajaran yang sulit seperti matematika dan fisika. juga tidak memperhitungkan tingkat perkembangan anak. Sekolah yang menjalankan teori mental disipline ini cenderung disebut sebagai sekolah yang baik. Akan tetapi anak yang tidak pintar. akan tetapi dapat disangsikan kebenarannya. Peneliti lain membuktikan bahwa dalam peningkatan kemampuan mental tidak ada kelebihan satu mata pelajaran dibanding dengan pelajaran lain.

lonceng dibunyikan tanpa diberi makanan. Watson (1878. Bahwa air liur keluar bila disodorkan makanan pada anjing . soal. aliran Connectionisme. Bila sekolah dipandang sebagai tempat memperoleh pengetahuan. Robert Glasser. situasi atau keada. Tokoh. Transfer memang ada.1958) bapak aliran Behaviorisme dan Throndike. Dengan mengadakan hubungan antara S-R siswa memberi jawaban yang cepat dan tepat bila menghadapi tes. Bila guru mengajarkan hitungan 2 + 3 = (Stimulus) maka diharapkan jawaban 5 (Respons). Dengan stimulus dimaksud rangsangan dari dalam.bidang lain. barangkali teori inilah yang paling banyak diterapkan di sekolah.B. Tokoh yang sangat mempengaruhi aliran ini ialah Ivan P. Mereka yang menghadapi ujian Ebtanas atau UMPTN dan lainlain. Pavlov (18491936). Skinner. Teori ini mulai bangkit setelah karya J. Hal-hal yang terjadi dalam din i manusia. Ide asosiasi telah terdapat pada John Locke dan Herbart akan tetapi baru kemudian teori ini didukung oleh penelitian ilmiah. Demikian pula "ibu kota Kolumbia" (Stimulus) ialah "Bogota" (Respons).tokoh lain dalan aliran behaviorisme ini antara lain Albert Bandura. Gagne. ILMU JIWA ASOSIASI. maka metode yang paling ampuh ialah metode S-R yaitu menghubungkan stimulus dan respon. yang mementingkan behavior atau kelakuan yang dapat diamati. Demikianlah banyak pengetahuan yang dapat dikuasai anak melalui S-R. tapi kebanyakan dari luar. yang pada dasarnya termasuk behaviorisme. F. Robert M. Dalam eksperimennya i6 memberi makanan kapada anjing dan pada saat yang sama ia membunyikan lonceng. B. TEORI S-R Dari semua teori belajar lainnya. tetapi bukan dengan cara mendisiplin daya mental. Itu sebabnya maka aliran ini dapat mengadakan eksperimen untuk membuktikan kebenaran teorinya. Dengan pembedahan ia dapat mengukur air liur yang dikeluarkan anjing itu sewaktu melihat makanan. juga yang menghadapi kuis "Cepat Tepat" menggunakan teori S-R ini. berupa pertanyaan. namun demikian air liur anjing keluar juga.an yang dihadapi. Setelah beberapa kali ini dilakukan. yang tidak dapat dilihat dan diabaikan.

akan tetapi yang tersebut di atas kiranya yang paling berguna bagi prose belajar. jadi latihan memperkmat hubungan S-R. jam menunjuk pukul delapan . antara lain 1. Ia melakukan penelitian dan percobaan dengan binatang. Anjing dapat diajar mengeluarkan air liur dengan cara mengkondisi. Makin sering S-R dilatih makin lama hubungan itu bertahan. yang menganut aliran connectionisme. The Law of Effect. air liur (CR) Di sini terjadi suatu proses belajar-mengajar. 2. Hubungan S-R dipererat bila disertai rasa senang. Hal itu tidak akan terjadi bila lonceng dibunyikan. tidak terjadi apa-apa makanan (S) ««. merasa sukses. yaitu hubungan antara dua hal yang dikenal sebagai S-R bond. Lampu lalu lintas merah . kita pulang dari sekolah ingin segera makan. sifat bunyi lonceng itu berubah menjadi stimulus yang telah dikondisi. disertai pujian untuk membangkitkan semangat anak belajar. dan respon yang diberikan menjadi conditioned response. Mendapat pujian. lonceng sekolah berbunyi anak berkumpul. sesuatu yang wajar. Apa yang terjadi dapat kita gambarkan sebagai berikut makanan (S) ««««««««««« air liur keluar (R) lonceng berbunyi (S) «««. Cara belajar ini banyak terdapat dalam kehidupan sehari. Akan tetapi dalam kondisi seperti di atas. ia menemukan sejumlah "hukum belajar".mobil berhenti. yakni membunyikan lonceng bersamaan dengan makanan. dan berkat penelitian yang banyak itu yang jauh melebihi jumlah percobaan oleh Pavlov. atau conditioning.anak kecil tidur. Tokoh yang banyak pengaruhnya terhadap pengajaran di sekolah ialah Edward L.. Thorndike. memberi .yang lapar. The Law of Exercise or Repetition. Masih ada lagi sejumlah hukum belajar lainnya. atau conditioned stimulus. Dalam proses belajar itu kita lihat pentingnya ulangan.hari. air liur (R) bunyi lonceng bunyi lonceng (CS) «««««.

Manusia dipandang sebagai kumpulan S-R. Semua kelakuan manusia adalah hasil "operant conditioning" atau "operant reinforcement". Ia memandang guru sebagai arsitek dan pembangun kelakuan siswa. Apa yang dilakukan Pavlov disebut "classical conditioning ". Apa sebab anjing itu mengangkat kaki tak dapat dipastikan sebelumnya. harus melakukan sesuatu. atau bertepuk tangan atau batuk. Alirannnya dikenal sebagai "operant conditioning" yang sangat efektif melatih binatang dan juga bagi anakanak.dorongan belajar. Dari pihak penganut behaviorisme lainnya ia mendapat kritik karena rasa puas. Conditioning oleh Thorndike disebut "instrumental conditioning" karena S-R yang berhasil disertai oleh pujian sebagai upah atau reinforcement. Memberikan respons yang tepat merupakan instrumental untuk memperoleh pujian. Belajar ialah perubahan kelakuan atau kemungkinan kelakuan dan ini tercapai melalui "operant conditioning" "Operant conditioning" adalah proses belajar yang mengusahakan mempertinggi kemungkinan timbulnya kelakuan tertentu. karena diberi reinforcement. makin mampu ia menghadapi berbagai situasi dalam hidupnya. Makin banyak S-R dimilikinya. Ialah yang pertama membuat belajar berprograma dan mesin belajar. Misalkan seekor anjing mengangkat kaki depannya dan sesaat kemudian diberi makanan (menjadi reinforcement) maka timbul kemungkinan ia akan melakukannya kelak. dan pada salah satu stimulus itu anjing itu mengangkat kaki depannya seakan-akan memberi salam.F. . Skinner. Dalam "operant conditioning" organisme. rasa senang bukan kelakuan yang "observable" dan "measurable". Tak ada tempat untuk "insight" atau tujuan yang bermakna. Seorang berbuat sesuatu. Akan tetapi sewaktu kita bersiul. termasuk manusia. mungkin inilah bentuk conditioning yang paling tua. Pengaruhnya sangat besar dalam perkembangan teknologi pendidikan dan di Indonesia PPSI. Baginya psikologi adalah ilmu atau science kelakuan yang dapat diamati dan banyak kelakuan yang terlihat. Proses belajar rasanya mekanistis yang diatur oleh guru. prosedur pengembangan sistem instruksional. Seorang behavioris lain yang juga sangat berpengaruh ialah B.

"Reward" ini "mereinforce" Respon. Maka karena itu aliran Skinner ini disebut aliran "operant conditioning" yaitu mengkondisi operant. Jadi "reinforcement" tidak serentak dengan Respon. dan tak mungkin dapat diciptakan manusia . Melalui langkah-langkah ia dapat melatih binatang sampai tercapai kelakuan yang diinginkan. Bila dalam langkah-langkah itu timbul yang tidak sesuai maka diabaikan saja. Dengan "operant conditioning" ini Skinner dapat membentuk kelakuan. Akhirakhir ini mesin makin merupakan manusia dan dibentuk sesuai dengan manusia. membuat Respon yang diinginkan. . dalam hal ini anjing. menurut pendapatnya adalah mesin. dalam hal ini mendapat upah. Skinner sangat berhasil dalam melatih binatang.kecuali dengan cara biologis. akan tetapi bila timbul kelakuan yang cocok. Katanya "operant conditioning shapes behavior as the sculptor shapes a lump of clay". Respons itu menjadi alat atau instrumental guna memperoleh Reinforcement itu. akan tetapi di lain pihak manusia ternyata lebih merupakan mesin.maka kesempatan itu digunakan untuk memantapkannya dengan memberi "reinforcement". Apa yang dilakukan anjing itu disebut operan karena beroperasi terhadap lingkungan dan menimbulkan konsekuensi tertentu. "operant conditioning" membentuk kelakuan seperti pematung membentuk segumpal tanah liat. juga dapat disebut "reinforcement conditioning" atau mengkondisi "reinforcement". misalnya otak dibandingkan komputer yang berisi modul. Manusia. tiap langkah dapat dicapai melalui "operant conditioning". maka dimantapkan dengan "reinforcement". yang menyebabkan akan besar kemungkinan timbulnya Respon ini. akan tetapi sesudahnya. Tiap bagian. Mula-mula organisme. Tujuan dapat dipecah menjadi bagian-bagian kecil. lalu diberi "reinforcement" berupa "upah atau "reward". sekalipun sangat kompleks. Demikian pula kelakuan manusia dapat dikendalikan sehingga melakukan apa yang telah dicondition.

karena." Kelebihan itu terjadi karena manusia cenderung melihat suatu pola. menurut Kohler. ia menerima stimulus dan memberi . belajar kompetensi. Teori Skinner ini sesuai dengan teknologi pendidikan. dan reinforcement terlampau langka. TEORI GESTALT Dasar pokok aliran psikologi ini pertama kalinya dirumuskan Max Wertheimer pada tahun 1912 yang berbunyi. Wolfgang Kohler dan Kurt Koffka dalam buku " The Mentality of Apes" (1925) dalam eksperimen menguji hipotesis Thorndike tentang "Trial-and-error". Anak dapat melakukannya menurut kecepatan masingmasing. individu atau binatang akan melakukan perbuatan-perbuatan secara acakan dan akhirnya secara kebetulan akan dapat memecahkannya. Konfigurasi yang membentuk kebulatan keseluruhan itu disebut dalam bahasa Jerman Gestalt. Skinner melihat bahwa guru mengajar sangat tidak efisien dan efektif. Bahan pelajaran dibagi dalam bagian-bagian kecil yang dilatih langkah demi langkah dengan memberikan reinforcement langsung setelah setelah tiap respons. Salah satu anggapan psikologi behaviorisma yang paling merusak ialah bahwa dalam belajar. integrasi atau konfigurasi dalam apa yang dilihatnya.tiba. ia mendapat "insight". dan teori psikologi lapangan (field psychology). Kritik Skinner tentang pengajaran di sekolah antara lain bahwa pelajaran tidak disukai. Bila binatang dapat dilatih dengan cara ilmiah apa sebab cara itu tak dapat dimanfaatkan bagi pengajaran di sekolah. tidak ada langkah-langkah yang sistematis menuju tujuan. Dalam percobaan dengan simpanse ternyata. juga disebut teori organismik. bahwa binatang itu memecahkan masalah secara tiba. " keseluruhan lebih dari jumlah bagian-bagiannya. individu itu pasif. pemecahan dalam hubungan unsur-unsur situasi itu. Demikianlah lahir teori Gestalt. Maka ia menciptakan belajar berprogamma. yaitu bahwa dalam memecahkan suatu masalah. suatu istilah yang sukar diterjemahkan dan karena itu dipertahankan dalam semua bahasa. organisasi. dan akuntabilitas pendidikan. jarak antara kelakuan dan reinforcement terlampau jauh.Mengenai pelajaran disekolah.

Guru tak dapat memberi " insight". "Insight" ialah mula-mula adanya perasaan. Atau ia tidak mengenal situasi dalam hubungannya dengan prinsip itu. "Insight" belum berarti memahami suatu masalah sepenuhnya. Belajar ialah mengembangkan insight pada anak dengan melihat hubungan antara unsur-unsur situasi problematis dan dengan demikian melihat makna baru dalam situasi itu. Kebenarannya masih perlu diuji. mengadakan eksplorasi. pada suatu saat tiba-tiba menjadi terang. Manusia seperti mesin yang sangat baik desainnya yang dapat dikendalikan. Belajar bukan sesuatu yang pasif. menggunakan imajinasi dan bersifat kreatif. misalnya fisika. . Kunci dalam psikologi Gestalt. Siswa dapat dikendalikan oleh guru dengan bahan yang dipilih pengembang kurikulum. akan tetapi hingga batas tertentu. jadi jauh berbeda dengan psikologi behavioristik yang memandang belajar sebagai mekanistik dan deterministik. walaupun prinsip itu telah dipahami sepenuhnya. menurut makna yang dilihatnya dalam situasi itu. Bagaimana timbulnya " insight tak selalu. bahkan percaya akan mistik dan superstisi. murid sendirilah yang harus menemukannya sendiri menurut pikirannya sendiri. walaupun dapat membantu. "Insight" adalah jawaban atau hipotesis sementara. dinyatakan dengan kata-kata. yang mungkin benar atau tidak. "hunches" petunjuk yang samarsamar tentang adanya pola. Manusia dapat dikondisi menurut kemauan penguasa atau masyarakat. Simpanse memperoleh "insight" dan tentu tak dapat membahasakannya. ialah "insight". Generalisasi yang diperoleh sering dirumuskan dalam bentuk " Jika maka Bila tercapai generalisasi maka dapat digunakan atau ditransfer dalam situasi lain yang pada prinsipnya menunjukkan persamaan. hubungan antara unsur-unsur suatu masalah. dalam belajar siswa mempunyai tujuan. karena terjadinya dalam lompatan pikiran dan intuisi.respons secara sereotip dan otomatis. Untuk itu jumlahnya harus cukup banyak dengan pengalaman yang kaya. Namun transfer tidak dengan sendirinya akan terjadi. dan sering dapat diverbalisasikan. ³Insight" juga belum dapat digeneralisasi. Seorang sarjana dapat bersifat ilmiah dalam bidangnya. Stimulus dianggap sebab dan respons dianggap sebagai akibat. akan tetapi dalam bidang sosial yang tidak bertindak ilmiah.

Kedua : Guru memberi latar belakang secukupnya. ia disuruh mengaplikasikannya. Ketiga : Guru memberi latar belakangnya. menjelaskannya dan kemudian menyuruh siswa menerapkannya. Menurut teori lapangan. adalah pionir psikologi lapangan atau field psychology. makin dikenalnya life-space siswa. buah pikirannya. Kurt Lewin (1890-1947). Membantu siswa memperoleh generalisasi dapat dilakukan dengan tiga cara. atau tak sanggup menerapkannya. belajar adalah proses interaksional. misalnya ia tahu harus berkorban untuk sesama manusia. makin dapat ia meramalkan kelakuan siswa itu dan dengan demikian makin dapat ia memberi bantuan. Dengan lapangan psikologis dimaksud situasi psikologis di mana ia berada. Pertama: Guru merumuskannya. lalu merumuskannya. hal-hal yang ingin dielakkannya. Kognitif berasal dari " cognoscere" (Latin) artinya mengenal tentang bagaimana cara orang memahami dirinya dan lingkungannya. Psikologi ini disebut juga psikologi lapangan kognitif. . Ternyata. namun ia lebih memperhatikan kepentingannya sendiri. dan segera bila siswa merasakan ia memahaminya. bahwa metode kedua lebih efektif dalam transfer. siswa disuruh menemukan generalisasinya.atau ia tak mau. dan bagaimana ia menggunakan kognisinya dalam tindakannnya terhadap lingkungan atau "life-space"nya dengan segala faktor yang terdapat didalamnya. Bagi guru. prinsip-prinsipnya. juga penganut teori keseluruhan. dalam mana individu memperoleh "insight" baru atau modifikasi yang lama. kita harus mengetahui segala sesuatu tentang dirinya. Belajar ialah modifikasi life-space. Untuk memahami seseorang. halangan antara dirinya dengan tujuan. Transfer dapat terjadi bila terbuka kesempatan untuk menerapkannya dalam situasi yang dilihatnya sebagai kesempatan dan ada hasrat untuk menggunakannya. yang meliputi tujuan seseorang. konsep diri dan apa saja yang dapat mengidentifikasi dirinya. jalan yang mungkin ditempuhnya dan sebagainya.

dan menguji hipotesis. organismik atau teori lapangan kognitif. dan sebagainya. antara data. Kata-kata dalam kalimat dapat dipahami dalam hubungannya dalam kalimat itu. Mengubah atau menghilangkan suatu kata akan mengubah arti seluruh kalimat itu. Prinsip-prinsip belajar menurut teori Gestalt. menolaknya. Menyelidiki pengetahuan. Hipotesis itu berkisar antara dugaan berdasarkan informasi minimal sampai prinsip atau hukum dengan verifikasi yang tinggi tarafaya. Pada dasarnya. bahwa dalam pemikiran reflektif tidak digunakan laboratorium sehingga dapat digunakan dalam pemecahan segala macam masalah termasuk masalah sosial. Dalam cara berpikir ini digabungkan proses induktif. implikasi hipotesis dengan mengumpulkan data atau memodifikasinya. mencari. Bagian-bagian hanya mengandung arti dalam hubungannya dengan keseluruhan.John Dewey yang juga termasuk penganut teori Gestalt. Mentes hipotesis dengan menguji implikasi atau konsekuensi hipotesis berdasarkan data atau pengalaman. yakni menerima hipotesis. memandang berpikir sebagai proses reflektif yang pada dasarnya tak berbeda dengan berpikir ilmiah. semua generalisasi merupakan hipotesis yang senantiasa perlu diuji kebenarannya. 2. 4. pengumpulan data. dan proses deduktif. Langkah-langkah dalam pemecahan masalah menurut Dewey telah cukup terkenal : 1. Sebuah kalimat lebih berarti daripada jumlah kata-kata atau hurufnya. 1. Mengenal dan merumuskan masalah. 5. Merumuskan hipotesis itu. Mengubah bagian akan mengubah juga keseluruhannya. yaitu kemungkinan jawaban dalam bentuk generalisasi yang ditemukan sendiri. Bedanya dengan proses ilmiah ialah. yang harus diuji kebenarannya. Mengambil kesimpulan. Kalimat itu sendiri baru diketahui artinya dalam hubungannya dengan . menganalisis. 3. Belajar itu berdasarkan keseluruhan Keseluruhan lebih dari jumlah-jumlah bagian. atau menyatakan bahwa berdasarkan data yang ada belum dapat diambil kesimpulan. Masalah timbul bila terdapat perbedaan atau pertentangan antara tujuan-tujuan.

Bagian-bagian hanya berarti dalam hubungannya dengan keseluruhan. Yang diberikan ialah masalah atau pokok yang luas yang harus dpecahkan oleh anak-anak. Dalam menyelesaikannya mungkin sekali anak-anak mempelajari hal-hal berkenaan dengan sejarah. Bila Icita . Fakta-fakta yang lepas tidak mengandung arti dan karena itu mudah dilupakan. ilmu hayat. dan jasmaniah. Pengajaran serupa ini lazim disebut pengajaran "unit" atau pengajaran proyek. malahan dapat juga meniadakan segala batas-batas antara mata pelajaran. ia seorang pribadi. bahwa ia akan menggunakannya kelak bila ia telah dewasa Pengajaran serupa ini sering disebut intelektualistis. kesenian dan sebagainya. suatu keseluruhan yang menghadapi situasi-situasi bukan hanya secara intelektual. baik mengenai isinya maupun mengenai organisasinya. Itu sebabnya maka orang berusaha untuk mengadakan hubungan antara berbagai mata pelajaran yang disebut korelasi antara mata pelajaran. sebab dititik-beratkan pada pendidikan intelek atau dalam kebanyakan hal sebenarnya pada pendidikan ingatan saja. Anak yang belajar merapakan keseluruhan Sekolah yang tradisional bertujuan : menyampaikan kultur atau kebudayaan kepada murid-murid dengan jalan menumpukan sejumlah pengetahuan ke dalam ingatan anak dengan harapan. Tetapi anak itu tidak hanya mempunyai intelek saja.keseluruhan karangan atau cerita. tidak merupakan fakta-fakta terlepas. bila kita tidak memahami hubungannya dengan keseluruhan yang lebih luas. melainkan juga secara emosional. 2. melainkan senantiasa sebagai bagian dalam hubungan yang lebih luas.oleh setiap pemain satu per satu. Musik yang dimainkan oleh suatu orkes berbeda sekali dengan jumlah lagu-lagu yang dimainkan . sosial. Menghapal peristiwa-peristiwa atau tahun-tahun dalam sejarah atau nama-nama dan hasil bumi dalam mata pelajaran IPS tak berapa faedahnya. Demikian pula pendidik-pendidik modern berpendapat bahwa mata pelajaran-mata pelajaran yang lepas-lepas kurang manfaatnya sebab tidak berdasarkan atas keseluruhan ini. akan tetapi apa saja yang dipelajari. Prinsip keseluruhan ini ternyata mempunyai pengaruh yang besar sekali terhadap kurikulum.mata pelajaran dengan meng-integrasi-kannya.

mengajarkan IPS misalnya, kita dapat berusaha, sehingga anak itu mengerti akan bahan pelajaran itu. Akan tetapi di samping.itu murid itu mungkin juga belajar benci akan gurunya atail kepada pelajaran itu atau kepada segala sesuatu yang berbau pelajaran sekolah. Mengenai pendidikan intelektual mungkin kita mencapai hasil yang baik, akan tetapi dalam pendidikan emosinya kita gagal. Sebab itu, dalam pengajaran modern, orang bukan hanya mengajarkan berbagai mata pelajaran, akan tetapi mengutamakan tujuan mendidik si anak, membentuk seluruh pribadinya anak seutuhnya. Dalam pada itu, anak itu tidak hanya dipandang sebagai murid sekolah saja; pribadi anak tidak dapat dilepaskan dari kehidupannya di luar sekolah, di rumah, dan di lingkungan sekitarnya. Suasana sekolah sedapat-dapatnya diselaraskan dengan suasana rumah. Sekolah hendaknya dijadikan bukan hanya tempat anak mempelajari berbagai-bagai ilmu, akan tetapi juga tempat mereka hidup dan belajar hidup. Kurikulum di sekolah disesuaikan dengan apa yang diperlukan anak bagi kehidupannya sehari-hari. Dengan demikian dicegah adanya jurang yang sering terdapat antara sekolah dengan kehidupan di luar sekolah untuk mencapai integrasi pribadi murid. 3. Belajar berkat "insight" Teori asosiasi mementingkan ulangan dan pembiasaan dalam proses belajar. Belajar serupa ini bersifat mekanis. Teori organisme. memandang "insight", pemahaman atau tilikan sebagai syarat mutlak dalam hal belajar. Dengan "insight" dimaksud suatu saat dalam proses belajar, sewaktu seseorang melihat atau mendapat pengertian tentang seluk-beluk sesuatu, atau melihat hubungan tertentu antara unsur-unsur dalam suatu situasi yang mengandung suatu problema atau kepelikan. Dalam percobaan oleh Kohler dengan simpansi, binatang itu berhasil menyambungkan dua kerat bambu untuk meraih pisang yang diletakkan di luar kandangnya. Pada saat kera itu melihat hubungan antara unsur-unsur dalam situasi yang problematis itu, (yakni antara unsur-unsur bambu, dirinya, jeruji, pisang) ia memperoleh "insight" atau suatu "Aha Erlebnis".

Hal yang demikian terjadi juga pada manusia yang menghadapi situasi yang mengandung kesulitan dan sering secara tiba-tiba memahami seluk-beluk situasi itu, setelah ia mendapat "insight". Pemahaman tidak diperoleh semata-mata dengan jalan mengulangulangi dan latihan-latihan seperti pada teori asosiasi. Apa sebenarnya "insight" ini belum dapat dijelaskan sepenuhnya. Bagi pembinaan kurikulum, prinsip "insight" ini berarti bahwa anak-anak harus dihadapkan kepada masalah-masalah, dalam bentuk proyek atau unit yang mengandung problema-problema yang harus dipecahkan. 4. Belajar berdasarkan pengalaman Belajar memberi hasil yang sebaiknya-baiknya bila didasarkan pada pengalaman. Pengalaman ialah suatu interaksi, yakni aksi dan reaksi, antara individu dengan lingkungan. Individu menjalani pengaruh lingkungan, jadi ada aksi dari lingkungan terhadap individu, akan tetapi sebaliknya individu juga bereaksi terhadap pengaruh lingkungan itu. la berbuat sesuatu, yakni mempertimbangkan, mengolah, memikirkan pengaruh lingkungan itu. Bila seorang anak kena api, maka hal itu suatu kejadian atau peristiwa dan belum merupakan suatu pengalaman. Kejadian itu akan menjadi pengalaman, apabila anak itu mengolahnya, menghubungkannya dengan pengalaman yang sudah,

mentafsirkannya, dan mengambil kesimpulan, bahwa api itu sesuatu yang berbahaya yang dapat menimbulkan rasa sakit, sehingga ia dapat menentukan sikapnya dan dapat menjaga diri terhadap api kelak. Berkat pengalaman itu ia belajar, kelakuannya berubah, artinyä bahwa ia bertindak lebih efektif dan serasi dalam menghadapi situasi-situasi hidupnya. Anak itu mula-mula akan memandang api sebagai sesuatu yang berbahaya, akan tetapi berdasarkan pengalaman-pengalaman lain ternyata bahwa api itu tidak selalu berbahaya, akan tetapi banyak sekali manfaatnya dan memberi kesenangan kepada manusia. Pengalaman pertama rupanya tidak benar seluruhnya dan .karena itu harus dirombak, direorganisasi atau disusun kembali. Belajar ialah reorganisasi pengalaman-pengalaman yang lampau yang ternyata tidak Iengkap, tidak sempurna. Oleh sebab tidak ada pengetahuan dan pengalaman kita yang

sempurna, kita harus senantiasa mereorganisasi pengalaman kita selama kita hidup. Pendapat lama dan teori-teori yang lampau sering harus disempurnakan atau diganti dengan yang baru ternyata lebih balk daripada yang sudah-sudah. Manusia senantiasa membuat penemuan baru dan mereorganisasi pengetahuan yang lama dan dengan demikian memperluas kebudayaan dunia. Manusia terus belajar dan tak akan kunjung selesai meningkatkan pengetahuannya. Belajar itu baru timbul bila seseorang menemui suatu situasi baru, suatu soal, kesulitan atau problema. Dalam menghadapinya ia akan menggunakan segala pengalamannya yang sudah-sudah. Jika dengan pengalaman-pengalaman itu ia sanggup mengatasinya, tidak akan timbul proses belajar. Ia sekedar menggunakan pengalaman yang lampau itu. Tetapi bila ternyata bahwa penga lamannya yang ada tidak cukup untuk mengatasinya, ia akar, mengalami semacam frustrasi. keseimbangannya terganggu, lalu ia mencoba mencari jalan untuk memecahkan soal itu. Di antara percobaaan itu ada yang tak berhasil, itu dikesampingkannya. Percobaan itu dilanjutkannya jadi proses belajar berlangsung tertr sarapai kesulitan itu diatasinya. Di sini pun kita lihat, seperti dianjurkan oleh penganut-penganut prinsipprinsip belajar yang telah tersebut di atas betapa perlunya diusahakan, agar kurikulum itu berupa problema-problema yang dihadapkan kepada anak-anak untuk dipecahkannya agar ia belajar. 5. Belajar ialah suatu proses perkembangan Manusia ialah suatu organisme yang tumbuh dan berkembang menurut caracara tertentu. Kita tak dapat mengajarkan segala sesuatu yang kita kehendaki. Anak-anak baru dapat mempelajarinya dan mencernakannya, bila ia telah matang untuk bahan pelajaran itu. Kita ketahui, bahwa kepada anak-anak kelas satu SD belum dapat diberikan teori-teori tentang listrik atau tata negara, karena mereka belum matang untuk itu. Kesiapan anak untuk mempelajari sesuatu tidak hanya ditentukan oleh kematangan atau taraf pertumbuhan batiniah, tetapi juga dipengaruhi oleh

lingkungan, yakni oleh pengalaman-pengalaman yang telah diperoleh anak itu. Misalnya kesiapan untuk membaca akan lebih cepat terdapat pada anak-anak yang telah berkenalan dengan buku-buku bergambar di rumah atau yang sering dibacakan cerita-cerita dari buku oleh ibu bapaknya, sebelum ia menginjak sekolah, daripada anak-anak yang tidak pernah memperoleh pengalamanpengalaman dengan buku. Jadi tak perlu kita hanya menunggu-nunggu saja. Kita dapat menciptakan situasi- situasi dan lingkungan bagi anak yang dapat mempercepat atau membangkitkan kesiapannya untuk mempelajari sesuatu. Dalam hal ini tak semua anak sama. Anak-anak berbeda pengalaman dan kematangannya, sekalipun umurnya sama. Perbedaan individual ialah suatu prinsip yang harus dipikirkan dalam pembinaan kurikulum. Memaksakan semua anak mempelajari bahan yang sama tidak dapat dipertahankan. Karena itu kurikulum harus disusun sedemikian, sehingga sedapat mungkin dapat disesuaikan dengan perbedaan individual, baik mengenai kuantitas maupun kualitasnya. Anak yang pandai harus diberi kemungkinan menyelesaikan lebih banyak pelajaran daripada anak yang kurang pandai dan anak -anak harus dapat mengembangkan bakatnya dalam berbagai lapangan. 6. Belajar ialah proses yang kontinu Anak-anak tidak hanya belajar di sekolah, akan tetapi juga di luar sekolah. Mereka memperoleh juga pengalaman-pengalaman berkat radio, surat kabar, majalah, pergaulan di rumah, perkumpulan pemuda, kepanduan, bioskop, permainan, dan sebagainya. Malahan kerapkali hal-hal yang dipelajari dengan tak sengaja di luar sekolah dan sebelum bersekolah lebih mendalam lagi, oleh sebab tujuan- tujuan yang mereka kejar di situ lebih menarik, lebih memuaskan, lebih menyenangkan dan sesuai dengan kebutuhannya daripada tujuan-tujuan yang ditentukan dan sering dipaksakan oleh sekolah. Lagi pula di luar mereka banyak memperoleh pengalaman- pengalaman langsung atau first-hand experiences. Mereka tidak bicara tentang padi, ikan, layang-layang dan sebagainya, akan tetapi mereka turut memotong padi, mereka menangkap ikan di sungai, mereka membuat dan bermain layang- layang dan sebagainya. Di sekolah mereka kebanyakan membaca dan mendengarkan saja. Kurikulum yang modern

menyesuaikan pelajaran sekolah dengan kehidupan, permainan, kesukaan, dan minat anak di luar sekolah. Apa yang dahulu dianggap sebagai aktivitas extrakurikuler, yakni aktivitas anak di luar pelajaran seperti perkumpulan sekolah, hobby anak-anak, kepanduan dan lain-lain, dimasukkan oleh sekolah ke dalam kurikulum, jadi menjadi tanggung jawab sekolah. Kontinuitas juga diusahakan dengan meniadakan tinggal kelas. Anak yang tinggal kelas tidak kontinu pelajarannya oleh sebab ia harus mengulangi bahan yang sama selama satu tahun. Kurikulum hendaknya disusun sedemikian, sehingga tiap anak terus maju sesuai dengan kecepatannya masing-masing. Kontinuitas harus pula ada dalam pelajaran sekolah rendah, menengah, dan tinggi. Seperti anak main dari kelas yang satu ke kelas berikutnya, demikian pula anak itu harus pula maju dari sekolah rendah ke sekolah menengah dan seterusnya. Pertanyaan timbul, apakah Sekolah Dasar harus terpisah benar-benar dari SMP dan sekolah ini harus terpisah pula dari SMA ? Apakah tidak dapat disatukan sekolah-sekolah itu seluruhnya menjadi sekolah dari kelas 1 sarnpai kelas 12 ? Kontinuitas akan terganggu pula apabila pelajaran di sekolah berlainan atau bertentangan dengan norma-norma yang diajarkan di rumah. Maka timbullah konflik dalam diri si murid. Ia harus berpegang pada dua macam norma. Apa yang dipelajarinya di sekolah tidak dapat dilangsungkan dan dipraktikkan di rumah. ltu sebabnya sekolah harus mengenal keadaan, kebiasaan, adat-istiadat di rumah anak. Sekolah harus bekerja sama dengan rumah dan badan-badan lain dalam masyarakat sehingga sêmuanya turut serta membantu perkembangan anak yang harmonis. Sekolah modern mengajak orang tua agar turut serta dalam menentukan kurikulum. Dari orang tua sungguh dapat diterima saran-saran yang baik sekali untuk dipertimbangkan oleh staf guru-guru agar dimasukkan ke dalam kurikulum. Sering pula orang tua diminta bantuannya untuk turut melaksanakan kurikulum. 7. Belajar lebih berhasil bila dihuhungkan dengan minat keinginan dan tujuan anak.

Ia memahami tujuan pelajaran itu.Hal ini tercapai apabila pelajaran itu langsung berhubungan dengan apa yang diperlukan murid-murid dalam kehidupannya sehari-hari atau apabila mereka tahu dan menerima tujuannya. atau ingin menyenangkan hati orang tuanya. Anak seperti ini didorong oleh motivasi yang ekstrinsik sebab ia mengejar tujuan. Di sekolah yang menginsafi hal ini. Dikatakan bahwa anak itu didorong oleh motivasi yang intrinsik. Murid-murid tidak diajak berunding dan mereka harus menerimanya. Kurikulum di sekolah yang tradisional sepenuhnya ditetapkan oleh pihak atasan. Akan tetapi dalam hubungannya dengan cita-cita anak itu. Di sini anak-anak turut serta menentukan kurikulum. sekalipun teori musik itu sendiri kurang menarik. takut tinggal kelas. sebab ia ingin mencapai tujuan yang terkandung dalam pelajaran itu sendiri. usaha itu mengandung arti baginya. kurikulum sedapat mungkin disesuaikan dengan minat kebutuhan dan tujuan-tujuan yang hendak dicapai oleh anak-anak. Di sini kebanyakan digunakan motivasi ekstrinsik. Lain halnya kalau di suatu daerah berjangkit penyakit. Motivasi yang intrinsik ini tentu lebih baik hasilnya. Pelajaran diberikan dalam bentuk unit atau proyek yang berkenaan dengan masalah-masalah yang dihadapi oleh anak-anak. Atau barangkali ia belajar karena takut kepada guru. oleh sebab sesuai dengan tujuannya. kerap kali tanpa melihat faedah yang langsung bertalian dengan tujuan dan minatnya. Kita dapat mengajarkan kepada anak-anak hal-hal tentang bermacammacam penyakit yang kemudian ditanyakan pada ulangan. Proyek itu dibicarakan dan dirundingkan bersama oleh guru dan murid-murid agar mereka lebih jelas memahami tujuan dan faedahnya. Seorang murid yang berbakat dan ingin menjadi penyanyi akan giat mempelajari teori musik. anak -anak dipaksa . ia yakin akan ada faedahnya bagi kehidupannya dan karena itu ia giat belajar. lalu anak-anak belajar betul-betul untuk mengetahui seluk-beluk penyakit itu agar dapat menjaga diri terhadap penyakit itu. yang sebenarnya letak di luar pelajaran itu. Tujuan anak ialah mencapai angka yang baik.

dan konsis belajar Gagne. antara lain apersepsi Herbart. bahwa kurikulum disesuaikan dengan minat dan tujuan anak. Buah pikirannya mendominasi pendidikan guru dan pendidikan umumnya di Amerika Serikat dan bagian lain dunia ini dan hingga sekarang idenya masih banyak digunakan. yang turut mempengaruhi kurikulum dan proses belajar mengajar. Herbart (1776-1841) pengganti filsuf Jerman terkenal Immanuel Kant tahun 1841. Kalau di atas dikatakan. belajar sosial Bandura. Apersepsi ialah proses asosiasi antara ide atau Vorstellung yang baru dengan yang lama yang tersimpan dalam bawah sadar individu. TEORI APERSEPSI HERBART J. atau berpusat pada keinginan anak melulu dan mengalami kesulitan-kesulitan. walaupun tidak di bawah namanya. Di sini akan kami berikan lagi beberapa teori belajar yang terkenal. Membina kurikulum yang baik ialah suatu hasil usaha bersama antara pihak atasan dengan guru -guru. namun dalam praktik apa yang dikemukakannya masih berlaku. konseptualisme Bruner. ini sekali-kali tidak berarti bahwa seluruh kurikulum semata-mata ditentukan oleh keinginan anak saja. Setiap ada masuk persepsi baru . Anak-anak tidak mengenal tujuan pendidikan dan karena itu tidak mungk in mengetahui apakah yang juga perlu bagi mereka.F.belajar dengan macam-macam hukuman dan pujian dengan angka-angka dan ujian-ujian. Cara ini memang pernah diadakan pada sekolah progresif yang child -centered. Secara teoretis namanya telah lenyap dari dunia psikologi dewasa ini. Ada halhal yang mungk in kurang disukai oleh anak-anak namun hams mereka pelajari karena tuntutan masyarakat. murid-murid orang tua serta badan-badan lain dalam masyarakat. Pengaruh Herbart dalam abad dua puluh sangat besar. dapat dipandang sebagai tokoh pertama psikologi belajar modern yang menyimpang dari teori ilmu jiwa daya. Memperturut keinginan anak saja tidak menjamin usaha yang efektif ke arah tujuan pendidikan. Herbart terkenal karena konsep appersepsi yang dikemukakannya. Akan tetapi ini tidak berarti pula bahwa keinginan dan kebutuhan anak harus diabaikan begitu saja. bahwa anak-anak diajak turut berunding.

Melalui asosiasi diperoleh ide yang sederhana. ada afinitas menarik atau menolak. John Locke (1632-1704) telah mengemukakan teori "tabula rasa" yang mengatakan bahwa "otak" (mind) manusia semulanya waktu lahir. Akan tetapi perangsang. mempunyai kekuatan untuk bergabung. Jadi "mind" itu adalah isinya. Bagi Herbart semua persepsi pada hakikatnya apersepsi. entah yang mana bergantung pada kekuatan ide yang disimpan atau bahan persepsi yang tersedia. mengisi mind itu. Apa saja yang diketahui manusia datangnya dari luar diri orang itu. Akan tetapi manusia itu sendiri pasif. dinamis. . Ide yang lama berlomba kekuatan untuk memasuki alam sadar untuk menyambut ide baru. Ide mempunyai kekuatan bergabung atau menolak bergabung. Menurut Locke ide-ide itu pasif. Persepsi atau pengamatan diperoleh dari lingkungan melalui alat-dria. pengalaman dari luar. Bila seorang melihat kapal terbang misalnya. Sebelumnya. suatu pengamatan atau ide tak ada artinya dan tak akan diperdulikan. berpendapat bahwa ide-ide itu aktif. oleh setiap persepsi cenderung akan bergabung dengan bahan yang telah ada. Tanpa pengalaman yang ada.maka ia disambut oleh yang lama. jadi berlomba untuk bergabung dengan ide baru yang masuk. yang datang berurutan (suksesi). Sebaliknya ide yang telah tersimpan. misalnya "murid" dan "guru" akan saling menarik. Dikatakannya bahwa asosiasi cenderung terjadi antara hal-hal yang tampil bersamaan (kontiguitas). dan hanya merupakan wadah tempat asosiasi itu berlangsung. Masalah asosiasi telah dikemukakan Aristoteles pada abad ke-4 SM. akan tetapi tak mempunyai kesempatan bergabung lambat laun akan lenyap dengan sendirinya. yang menjadi lebih kompleks melalui asosiasi selanjutnya. atau perjalanan yang pernah diIakukan ke luar negeri. Herbart sebaliknya. akan tetapi "murid" dan "ramalan cuaca" mungkin tidak. atau kemajuan teknologi. Penggabungan ide-ide dapat dibandingkan dengan proses kimiawi atau "mental chemistry". masih kosong seperti papan tulis bersih. maka mungkin akan timbul ide burung. yang mempunyai persamaan anti (similaritas) dan yang berlawanan (kontras). Dalam "otak" itu terjadi hubungan atau asosiasi antara ide-ide.

Guru menyajikan fakta baru. bahwa ide yang baik akan menghasilkan kemauan yang baik dan perbuatan yang baik. Guru dapat dipandang sebagai "arsitek" dan pembangunan "mind" dan demikian pula watak siswa. 3. Jadi kemauan bergantung pada pikiran. pelajaran harus dibuat menarik dan ini tercapai dengan metode mengajar yang baik. Berbandingan dan abstraksi. Ia menekankan pendekatan psikologis dalam belajar-mengajar dan mengemukakan metode mengajar yang dapat dipertanggungjawabkan. Ia mengemukakan pentingnya minat siswa dalam proses belajar. Minat sangat dipentingkan. sudah cukup terkenal.    Pendidikan guru menjadi usaha yang penting. siswa akan melihat kesamaan ide yang baru dengan yang telah diketahui. Apa yang disebut apersepsi. Dengan abstraksi dimaksud melihat unsur-unsur persamaan. Penyajian. Ia juga membuka jalan untuk mengadakan penelitian dan eksperimen ilmiah mengenai proses belajar-mengajar. Metode mengajar yang dikemukakan oleh Herbart dan kawan -kawan yaitu kelima langkah itu. yakni : 1. Guru mengingatkan siswa tentang pengalaman atau pelajaran yang lampau agar ide-ide yang relevan timbul dalam kesadaran siswa. menurut Herbart ialah mendidik anak menjadi manusia yang bermoral baik. sekarang diberi nama "entry behavior". Seni mengajar ialah menyajikan buah pikiran yang dapat digunakan siswa sepanjang hidupnya. 2. mungkin melalui demontrasi tentang pokok yang dibicarakan. didukung oleh bahan apersepsi yang banyak. antara lain :   Ia telah mengecam teori ilmu-jiwa daya. Walaupun teori Herbart ini menunjukkan kelemahan karena terlampau menonjolkan peranan guru. Persiapan. . Tujuan pendidikan. maka terjadi asosiasi antara yang baru dengan yang lama. Tugas guru ialah memberikan buah pikiran yang baik agar anak berbuat yang baik. Jika guru melakukan kedua langkah di atas dengan baik. banyak pula sumbangannya kepada pendidikan.Herbart percaya.

Prinsip yang baru ditemukan itu diterapkan untuk menjelaskan fakta lain untuk memecahkan soal lain. yakni 1. Tiap orang membentuk suatu model berstruktur tentang dunia. ia memilih dan mentransformasi informasi. Ia melihat untuk dunia dengan caranya sendiri. anak itu partisipan aktif. Sering guru hanya menjelaskan sesuatu. 2. Ada dua prinsip penting yang dikemukakan dalam tulisannya. Generalisasi. Pada langkah ini siswa mencoba memberi nama kepada kedua pasangan fakta atau ide sebagai suatu prinsip. Model itu memungkinkannya meramalkan. menginterpolasi. sewaktu Amerika Serikat mencari kurikulum baru untuk mengejar ketinggalan dalam pendidikan dibanding dengan Uni Sovyet. kadang-kadang ada yang membangkitkan pengetahuan yang relevan yang telah dimiliki siswa. individu secara aktif merekonstruksi pengalamannya dengan menghubungkan pengetahuan baru dengan "internal modal" atau struktur kognitif yang telah dimilikinya. Tak banyak pula guru yang memberi kesempatan kepada siswa untuk merumuskan generalisasi dalam bentuk suatu prinsip dan seterusnya menyuruh siswa untuk menerapkannya dalam situasi lain. setelah Sputnik. belum banyak guru yang menerapkannya sepenuhnya. PSIKOLOGI KOGNITIF JEROME BRUNER Jerome Bruner (1915) menjadi sangat terkenal dalam dunia pendidikan. mengadakan pre-test. Jika pendidikan kita masih berpusat pada guru. fakta. mengekstrapolasi. Aplikasi. 5. Guru dapat meminta siswa untuk menjelaskan gejala. Dalam proses belajar. Bruner mengumpulkan ilmuwan yang paling terkemuka yang bersama dengan ahli pendidikan menyusun buku pelajaran baru dengan proses belajar-mengajar yang baru pula. Dengan intrapolasi dimaksud mengubah pandangan dengan mengaplikasi . atau dengan istilah sekarang. Walaupun metode ini telah kolot. perolehan pengetahuan adalah proses aktif. maka metode Herbart masih dapat membantu guru. atau masalah lain.4.

melainkan aktif. dan symbolic". model itu semula diadopsi. Menurut Bruner. Adanya model itu timbul karena adanya kemampuan manusia untuk mendiskriminasi. yakni fase "enactive. dan mengecek keserasiannya dengan tugas. Perkembangan menurut Bruner melalui tiga fase. Ekstrapolasi ialah mengangkat informasi pada taraf yang melebihi taraf sekadar informasi. diterima dari kebudayaannya. Ini fase "symbolic". agar sesuai dengan tugas yang dihadapi. akan tetapi sebagai konstruk atau model dengan mengorganisasi informasi dalam bentuk yang lebih umum. melihat persamaan dan membentuk konsep atau kategori. Untuk ini diperlukan pertimbangan dan penilaian. ia menjelaskan keseimbangan pada gambar atau bagan. Anak menjelaskan sesuatu melalui perbuatan (ia bergeser ke depan atau ke belakang di papan mainan untuk menyesuaikan beratnya dengan berat temannya bermain). akan tetapi jauh melebihinya. dan akhirnya ia m enggunakan bahasa untuk menjelaskan prinsip keseimbangan. Pendekatan Bruner disebutnya "konseptualisme instrumental" berdasarkan dua segi proses kognitif. Karena itu manusia tidak pasif. menyesuaikannya bagi keperluan dirinya. ini fase "enactive". yang bersamaan atau yang bertentangan dengan yang ada. . yaitu memanipulasinya dengan intrapolasi dan ekstrapolasi. kemudian mengadopsi. iconic. manusia mengkonstruksi model pada dirinya tentang dunia realitas. juga tidak reaktif. 2. mengkategorisasi informasi atau mengangkat informasi pada taraf kategori. kita melihat dunia ini bukan seperti melihatnya pada cermin. sehingga dapat digunakan untuk berbagai tujuan. mentransformasinya. 1. Belajar ialah memperoleh informasi. dan ia mengenal dunia berdasarkan model itu. yakni . Model itu bukan sekadar kumpulan informasi. Persepsi pada hakikatnya proses konstruktif.pengetahuan baru. Kemudian pada fase "iconic".

namun yang lebih penting ialah mempelajari cara berpikir dalam disiplin ilmu itu. akan tetapi berangsurangsur makin dipahami. bahkan ada yang tidak kunjung dipahami sepenuhnya. dalam bentuk yang benar dan jujur. prinsip. 3. cara ilmu itu memecahkan masalah. misalnya dengan taraf enactive. yang disebut strukturnya. bagaimana cara memecahkan masalah. 3. kemudian iconic. Memahami berarti dapat menghubungkannya dengan berbagai hal lain. Menggunakan kemampuan mentalnya secara ekonomis dengan mencari relevansi dan memahami struktur bahan yang dipelajarinya. 2. Bagaimanakah pendidikan melakukan tugas itu ? 1. 5. Dalam mempelajari ilmu pengetahuan ialah mempelajari disiplin ilmu. SMP. atau masalah pokok tidak dapat dipahami segera. Tiap pengetahuan dapat disajikan dalam bentuk yang sederhana yang dapat dipahami anak pada tingkat usianya. Kita tak dapat mengajarkan segala sesuatu. Suatu konsep. 2. sekolah didirikan masyarakat sebagai alat untuk meningkatkan kemampuan intelektual anak.Menurut Bruner. SMA. Memupuk kejujuran intelektual. namun kita dapat mengajarkan prinsip-prinsipnya yang pokok. dan akhirnya symbolic. mengusahakan agar siswa memahami struktur pelajaran. Menstruktur pengetahuan. Mengembangkan rasa kepercayaan pada siswa akan kemampuannya memecahkan masalah dengan menggunakan kemampuan mentalnya. Membimbing siswa agar ia sendiri dapat mempelajari berbagai macam bahan pelajaran atau memecahkan masalah yang dirumuskannya sendiri. Mengenai proses belajar-mengajar Bruner memberikan beberapa petunjuk : 1. statistik. 4. Kurikulum yang membicarakan . bahkan selanjutnya di Perguruan Tinggi. Urutan penyajian bahan dapat dilakukan dari yang sederhana sampai yang lebih abstrak. Kepada anak dapat diajarkan tentang komputer. Walaupun isinya berguna. Menerjemahkan teori menjadi struktur yang dapat dipahami anak melalui dialog antara guru dan anak. Bahan serupa itu dapat diajarkan di SD. Memberi pengalaman agar siswa belajar bagaimana cara belajar.

Apa yang ditemukan sendiri lebih mantap dan mempunyai nilai transfer tinggi. Keuntungan kurikulum spiral ialah bahwa bahan dapat diajarkan lebih awal dan dengan demikian mempercepat kesiapan atau "readiness" tanpa menunggunya secara pasif. sering berupa pujian. menurut Hilgard. Pemecahan masalah dapat juga tercapai dengan menggunakan intuisi. yaitu proses berpikir yang tidak dapat diverbalisasi. sanggup memecahkan masalah yang sulit. Itu sebabnya. 4. . telah ada sejumlah prinsip yang umum dapat diakui kebenarannya.pokok yang sama pada tingkatan yang senantiasa bertambah tinggi. Hadiah yang paling berharga terdapat dalam keberhasilan melakukan tugas. menaruh minat. Keberhasilan dan kegagalan bertalian dengan tugas dapat menjadi motivasi intrinsik. hadiah. ada kemungkinan siswa belajar untuk memperolehnya. merasa turut terlibat. Diharapkan siswa dididik agar dapat menemukan jawaban atas masalah dengan usaha sendiri. disebut kurikulum spiral. Motivasi intrinsik ialah bila siswa menguasai pelajaran. merasa diri kompeten. 5. angka baik. Pemecahan masalah dilakukan dengan merumuskan hipotesis yang dicek kebenarannya berdasarkan data yang relevan. Keberhasilan tak perlu lagi diberi hadiah atau pujian. Motivasi belajar. dan lain-lain dan mengutamakan motivasi intrinsik. Akan tetapi kegagalan yang disertai hukuman akan merusak. Kegagalan dapat menjadi motivasi intrinsik bila menjadi cambuk untuk mengeluarkan usaha yang lebih banyak. Pancasila misalnya. Pengaruhnya sangat besar bagi pengembangan kurikulum dengan memberikan sejumlah mata pelajaran jauh lebih awal daripada sediakala. PRINSIP-PRINSIP UMUM Walaupun belum ada satu teori belajar yang berlaku bagi semua jenis belajar. dapat dibicarakan pada berbagai tingkat pendidikan. Bruner menganjurkan untuk mengurangi motivasi ekstrinsik. Bruner tidak merasa terikat oleh perkembangan menurut fase perkembangan seperti dikemukakan oleh Piaget.

9. yakni melatih daya mental terutama daya pikir. 8. 7. Bahan pelajaran yang melatih daya pikir menduduki tempat .1. Motivasi mempertinggi hasil belajar. Ada perbedaan individual mengenai kesanggupan belajar. Keterangan tentang hasil yang baik atau kesalahan yang dibuat. 6. jangan terlampau tinggi atau rendah agar menimbulkan kegiatan belajar yang tinggi. membantu murid belajar. Apa yang dapat dipahami oleh anak pandai. Hasil belajar yang sebaik-baiknya dicapai bila murid turut akttf mengolah dan mencernakan bahan pelajaran dan tidak sekedar mendengarkan saja. Ulangan sebaiknya dilakukan secara berkala agar lebih lama dapat diingat. 2. celaan. misalnya memainkan lagu pada piano. Motivasi yang berlebih-lebihan dapat menimbulkan gangguan emosional. diperlukan latihan yang banyak sehingga tercapai "overlearning". dan kegagalan. pujian. Bahan pelajaran dapat uniform bagi anak. akan lebih terjamin bila murid itu sendiri menemukan hubungan antara kedua hal itu dan selama belajar mendapat kesempatan menerapkannya dalam berbagai macam situasi. 14. Untuk menguasai sesuatu sepenuhnya. 3. Pada umumnya hadiah. 12. Tujuan hendaknya realistis. Motivasi intrinsik memberi hasil yang lebih baik daripada tnotivasi ekstrinsik. 4. belum dapat dipahami oleh anak yang kurang pandai. Transfer hal yang dipelajari kepada situasi atau problema baru. Kegagalan dalam belajar sebaiknya diatasi dengan adanya keberhasilan pada masa yang lampau. Hubungan tidak baik dengan guru dapat menghalangi prestasi belajar yang tinggi. 13. 11. 5. Tujuan ini sangat sempit. PENGARUH TEORI BELAJAR TERHADAP KURIKULUM Teori ilmu jiwa daya bertujuan mencapai mental disiplin. 10.dan mengurangi efektivitas belajar. dan sukses lebih menggiatkan orang belajar daripada hukuman. Bahan dan tugas yang bermakna bagi murid lebih diterima dan dipelajari murid daripada bahan dan tugas yang tak dipahami maksudnya.

yang terdi i r atas sejumlah S-R dan dikuasai melalui penyajian yang cermat. Anak sendiri harus menemukan jawaban masalah. pengembangan pribadi. hafalan. Teori asosiasi mengutamakan bahan pelajaran yang spesifik. Teori Gestalt atau field theory mempunyai tujuan yang luas. Fakta-fakta atau informasi spesifik diperlukan untuk memperoleh pemahaman itu.yang penting. yang banyak memberi peranan "pasif" kepada anak. Yang disajikan adalah unsur-unsur yang atomistis. bukan ide-ide yang prinsipiil. Lagi pula banyak jenis-jenis belajar. yakni bukan hanya memberikan pengetahuan tapi juga proses menghadapi dan memecahkan masalah. Dalam menentukan bahan pelajaran dipertimbangkan minat dan perkembangan anak. Karena itu digunakan metode problem-solving dan inquiryapproach. Juga "job analysis" seperti dilakukan untuk pertama kalinya oleh Charters didasarkan atas teori itu. Penyajian hal-hal yang spesifik dengan cara yang sangat teliti itu tampak dalam pengajaran berprograma (programmed instruction) dan "teaching machines".pakai secara campur-aduk dalam praktek. dan ulangan. Organisasi bahan pelajaran dan metode mengajar mengutamakan hubungan dan integrasi serta pemahaman. Banyak macam-macam teori tentang belajar yang di. Kurikulum meliputi perkembangan sosial. Teori belajar menurut "mental discipline" atau ilmu jiwa daya digunakan bersama dengan teori belajar menurut teori stimulus dan response serta teori conditioning. teori Gestalt ini memandang belajar sebagai proses yang memerlukan aktivitas anak. TEORI BELAJAR DAN ILMU MENGAJAR Mengenai proses belajar itu seridiri kita hadapi berbagai-bagai kesulitan. jadi biasanya dimulai dengan definisi atau klasifikasi ilmiah baru kemudian obyek-obyek atau contoh-contoh yang konkrit. ketrampilan intelektual seperti . dan sikap terhadap dunia. dan intelektual. faktor anak tak berapa dihiraukan. emosional. seperti belajar ketrampilan motoris. Bahan itu disusun menurut urutan yang logis sesuai dengan sistematik mata pelajaran itu. Dalam penentuan bahan. dengan bimbingan serta bantuan guru sejauh diperlukan. mengingat fakta-fakta dan informasi. lingkungan masyarakat anak dan bahan dari berbagai matapelajaran. Berbeda dengan teori asosiasi.

Lagi pula arti istilah-istilah dan pengertian pokok dalam berbagai teori belajar sebenarnya masih kabur. atau emosi. bila hubungan itu disertai rasa senang atau puas. misalnya "insight" dalam teori Gestalt. minat. nilai-nilai. dan sebagainya. yang mengandung masalah. Bahkan untuk belajar serupa ini Thorndike telah merumuskan sejumlah "laws of learning". dan sebagainya. akan tetapi kurang sesuai untuk soal soal yang memerlukan proses mental yang kompleks seperti berpikir atau memecahkan suatu masalah dan untuk mempelajari sikap. . Akan tetapi cara belajar menurut teori ini lebih mudah dikuasai. Karena itu tidak ada satu teori umum sebagai pegangan untuk segala jenis belajar itu. Kita dapat menyaksikan apakah hasil penelitian itu berlaku pula bagi manusia dalam belajar halhal yang jauh lebih kompleks. Di lain pihak teori Gestalt atau field theory lebih sesuai untuk mempelajari hal-hal yang kompleks. Akan tetapi kelemahannya ialah. Penelitian hanya dilakukan mengenai bentuk belajar yang sederhana dengan binatang. misalnya bahwa hubungan S-R bertambah erat bila sering diulangi. bukan mengenai hal-hal jangka panjang. karena anak itu senantiasa merupakan organisme dalam lingkungan yang turut mempengaruhinya dalam belajar. bahwa teori ini terlampau banyak variabelnya. dan belajar sikap. Kebanyakan teori itu tidak didukung oleh eksperimen-eksperimen. Hanya petunjuk-petunjuk umum yang dapat diberikan. Variabel dalam situasi belajar dalam kelas tidak dapat dikuasai sepenuhnya karena banyaknya variabel itu. terlampau kompleks dan tidak dapat dituangkan dalam bentuk prinsip-prinsip dan hukum-hukum yang cepat dan cermat. emosi.membentuk konsep. "reinforcement" "trial-and-error" dan pengaruh pujian dan hukuman dalam belajar menurut teori asosiasi. Pada umumnya dapat kita katakan bahwa teori asosiasi lebih serasi u ntuk mempelajari hal-hal yang sederhana. hubungan sosial. hasilnya segera dapat diketahui dan dinilai. Penelitian mengenai belajar dalam situasi belajar dalam kelas bersifat penelitian jangka pendek. belajar menurut "inquiry approach" memecahkan masalah. Lingkungan tempat anak belajar perlu pula diperhatikan.

Adanya kekurangan suatu teori belajar tidak berarti kita harus mengabaikan seluruhnya. dan teori organismic (Gestalt atau Field theory). Belajar pada umumnya diartikan sebagai perubahan dalam kelakuan seseorang sebagai akibat pengaruh usaha pendidikan. Namun mengajar belum didukung oleh psikologi belajar yang diperkuat oleh eksperimentasi. 6. Teori Gestalt mengutamakan prinsip keseluruhan. teori asosiasi mengutamakan penguasaan bahan pelajaran sendiri. Teori belajar yang dianut berpengaruh terhadap kurikulum yang dibina. 9. 5. pengalaman. Apakah yang dimaksud dengan belajar ? Berikan beberapa definisi. minat. "insight" masalah. Karena belajar dalam kelas banyak variabel yang tidak dapat dikuasai. RANGKUMAN 1. 3. tujuan. 7. Teori belajar juga mempengaruhi proses dan kegiatan mengajar-belajar. 4.Oleh sebab belum ditemukan teori belajar yang pasti. 8. PERTANYAAN DAN TUGAS 1. Teori ilmu jiwa daya mengutamakan latihan mental yang diperoleh melalui bahan pelajaran. maka percobaan kebanyakan dapat dilakukan tentang belajar menurut asosiasi. Tiap teori belajar mempunyai anggapan tertentu mengenai transfer belajar. Ada berbagai-bagai teori belajar yang masing-masing mempunyai kebaikan dan kekurangan. namun ada prinsip-prinsip yang pada umumnya dapat diterima. maka sebenarnya belum dapat disusun suatu ilmu mengajar atau "science of teaching" yang dapat meramalkan dengan pasti hasil suatu kegiatan mengajar. sedangkan teori Gestalt mementingkan perkembangan pribadi anak dalam usahan memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya dalam hidupnya. 2. Beberapa teori belajar yang terkenal ialah teori belajar menurut ilmu jiwa daya. Teori asosiasi dike mbangkann oleh Skinner dalam "belajar berprograma" dan "teaching machines". teori asosiasi (termasuk conditioning). . Walaupun teori belajar berbeda-beda.

sosial. 7. Dan i ketiga teori yang dibicarakan teori manakah menurut pendapat saudara paling besar pengaruhnya terhadap kurikulum kita sekarang ? Berikan alasan alasan saudara ? 10. Sebutkan beberapa prinsip yang secara umum dapat diterima oleh semua teori. Benarkah pendapat ini ? 11. Selidiki soal belajar di luar sekolah ? Apakah belajar di luar sekolah itu kurang pentingnya ? . Apakah ahli matematika dengan sendirinya sanggup me. 15. Apa sebab belajar menurut teori asosiasi masih sangat banyak diterapkan ? Apakah pengaruh ujian. Bagaimana pendirian teori Gestalt atau "organismic" tentang belajar. Apakah pengaruhnya terhadap kurikulum ? 6.2. Piaget tentang perkembangan kesanggupan berpikir pada anak? 18. Apakah pengaruh teori belajar terakhir ini terhadap kurikulum ? 8. Apakah orang yang mempelajari matematika akan lebih sanggup berpikir logis-sistematis daripada orang yang tidak mempelajarinya ? 13. Bagaimanakah teori belajar menurut ilmu jiwa daya ? 3.mecahkan masalahmasalah politik. dan sebagainya ? 17. Bagaimanakah pendapat J. Dalam praktek pengajaran suatu teori dapat melengkapi yang satu lagi. Bagaimanakah pendapat teori-teori belajar itu tentang transfer? 9. test masuk. Cari bukti-bukti bahwa anak-anak pra-sekolah juga dapat berpikir. Coba cari alasan-alasan untuk mengatakan bahwa dalam matapelajaran sosial anak-anak juga dapat dididik berpikir. Bagaimana belajar itu menurut teori asosiasi ? 5. dan ekonomi ? 14. 12. 16. Apakah pengaruh teori belajar itu terhadap kurikulum ? 4.

Dalam bukunya yang terkenal Etnile ia menguraikan fase-fase perkembangan anak. Rousseau antara lain mengatakan bahwa segala sesuatu y ang datang dari Tuhan adalah baik. Ia menganjurkan agar anak diberi kesempatan untuk berkembang menurut kodrat alam masing-masing. Ada masanya dahulu anak disamakan .dengan orang dewasa dalam miniatur. dari kecil sampai dewasa. Untuk melakukan tugas itu dengan baik. akan tetapi dapat menjadi rusak dalam tangan manusia yang telah dipengaruhi kebudayaan. untuk lebih mengetahui "bagaimana" mengajarkannya. dengan mengharuskan anak menyesuaikan diri dengan bahan itu dengan segala kesulitannya. Tokoh pertama yang membuka mata dunia untuk melihat dan memperlakukan anak sebagai anak.BAB 4 ASAS PSIKOLOGIS ANAK PENDAHULUAN Fungsi sekolah ialah (1) menyampaikan kebudayaan kepada generasi muda demi kelanjutan bangsa dan negara.J. perubahan-perubahan yang terjadi pada anak yang menuntut perlakuan sesuai dengan sifat perkembangannya. khususnya fungsi ketiga. ia dinilai menurut ukuran orang dewasa. bahwa anak itu lain daripada orang dewasa. harus diperhitungkan anak sebagai faktor penting dalam pengembangan kurikulum. namun manusia penuh sebagai individu. bahkan dalam pakaian pun ia mengikuti orang dewasa. Namun "apa" yang diajarkan erat kaitannya dengan pertanyaan kepada "siapa" diajarkan. Salah satu sebabnya ialah bahwa bahan pelajaran terlampau diutarnakan. ialah J. Anak dituntut berkelakuan seperti orang dewasa. Ki Hajar Dewantara menyatakan sebagai Tut wuri handayani. dan (3) mengembangkan pribadi anak seutuhnya. Pada umumnya faktor anak masih belum mcndapat perhatian yang selayaknya. Rousseau (1712-1778). (2) memberi sumbangan kepada perhaikan dan pembangunan masyarakat. .

masa kanak-kanak lanjutan. Froebel (1776 1841). dan taraf perkembangan anak. Penelitian perkembangan anak Indonesia masih menunggu ilmuwan yang berminat. masa transesensi menjelang adolesensi. juga John Dewey. dan banyak tokoh lain seperti Ki Hajar Dewantara. Antara tahap-tahap itu sehenarnya tidak ada batas tertentu yang tegas. Ada saat-saat cepat atau akselerasi.H. emosional. Ada mengatakan. masa kanakkanak permulaan. sosial. Pestalozzi (1746 .intelektual faktor yang sangat penting untuk diperhitungkan dalam pengembangan kurikulum. karena perkembangan itu berjalan secara berangsur-angsur. ada pula saat yang lambat perkembangannya atau retardasi. Banyak peneliti yang telah mempelajari anak secara ilmiah. ada masa tenang seakan-akan tidak ada perubahan yang disebut "plateau" atau dataran. Sekarang tak mungkin lagi kurikulum dikembangkan tanpa memperhitungkan anak dan perkembangannya.1826). ada yang mengadakan studi cross. Maria Montessori ( ).Banyak tokoh-tokoh pendidikan yang membaca buku karangan Rousseau sangat terpengaruh.  Kecepatan perkembangan itu tidak merata. ada pula studi longitudinal. maka diperoleh sejumlah antara lain :  Anak berkembang melalui tahap-tahap tertentu. John Dewey memandangnya sebagai "suatu revolusi" yang menjadikan anak sebagai pusat pendidikan. bahwa perubahan yang paling besar dalam pendidikan dalam abad ke-20 ini ialah menonjolnya kedudukan peranan anak dalam kurikulum. yakni mempelajari sejumlah besar anak pada usia tertentu. minat. Pada tiap taraf anak menunjukkan sifat-sifat dan kebutuhan tertentu. PERKEMBANGAN ANAK Perkembangan anak . F. Bila selama ini anak harus menyesuaikan diri dengan kurikulum yang ditentukan oleh orang dewasa. kini kurikulumlah yang harus disesuaikan dengan kebutuhan. yang mengikuti perkembangan anak selama bertahun-tahun. ada masa bayi.sectional. bahkan sampai dewasa. . dan mental. seperti perubahan yang dicetuskan Cpernicus yang menjadi matahari dan bukan bumi sebagai pusat jagat raya. seperti J.fisik. Berdasarkan berbagai penelitian itu.

Ada saatnya anak belum dapat mempelajari sesuatu. Apakah . Hal ini bertalian dengan soal kematangan. karena belum siap. atau tak dapat mengikuti pelajaran. digunakan metode yang sama dalam proses belajarmengajar. Kurikulum kebanyakan didasarkan atas asumsi bahwa perkembangan anak semuanya sama. Akan tetapi pelaksanaannya memerlukan guru yang lebih kompeten daripada mengajar bahan yang uniform dalam segala aspeknya. Ada anak yang pada awalnya lamban belajar. Maka ditentukan bahan pelajaran yang sama. Karena ada perbedaan pola perkembangan anak. ia lebih besar dan tinggi daripada teman sekelasnya dan ini dapat mengganggu hubungannya dengan murid-murid lain. Pelajarannya pun mungkin terpengaruh.  Ada perbedaan pola perkembangan antara anak-anak. akan tetapi pada usia yang lebih lanjut seakan-akan mekar dan menunjukkan prestasi yang luar biasa. belum matang. Mengenai perkembangan anak dipersoalkan. maka ia cepat dan mudah menguasainya. Karena cepat perkembangannya. Selain itu dapat timbul minat. Juga dapat timbul rasa ketegangan dan kegelisahan. sikap dan masalah-masalah baru. misalnya membaca permulaan.Terdapat hubungan antara perkembangan aspek satu dengan satu lagi. atau faktor lingkungan. Banyak macam usaha untuk memperhatikan perbedaan individual pada anak. Banyak kesulitan yang dihadapi anak karena perkembangan fisik yang tidak normal. Mengizinkan variasi dalam pelajaraan berhubung dengan perbedaan individual akan sangat menguntungkan bagi anak. Perkembangan fisik yang cepat mempengaruhi aspek sosial dan emosional. Memaksa anak mempelajari sesuatu sebelum saat kematangan hanya menimbulkan frustrasi yang menyulitkan hidup anak serta menimbulkan rasa benci terhadap sekolah selain memberi konsep-diri rendah pada anak. apakah perbedaan pada anak disebabkan oleh faktor genetis atau pembawaan. akan tetapi setelah tercapai kematangan. maka kurikulum harus memperhatikan perbedaan individual itu.  Adanya pola umum dalam perkembangan anak memungkinkan pengembangan kurikulum untuk memperkirakan bahan apa yang akan sesuai kepada kelompok umur tertentu.

Lambat laun konsep tentang pendidikan mengalami perubahan dan sekolah modern menaruh perhatian kepada perkembangan seluruh pribadi anak. ataukah dapat ditekan atau ditingkatkan melalui mutu lingkungan? Ternyata lingkungan dapat mempengaruhinya. emosi. gambar-gambar. Anak yang terganggu kesehatannya. Karena aspek intelektual diutamakan. Aspek kepribadian lainnya tidak mendapat pertimbangan. misalnya aspek jasmani. Anak dinilai bukan hanya berdasarkan prestasi intelektualnya. majalah. Juga anak giat belajar demi ilmu yang akan diperolehnya.Q. baik mengenai segi jasmani. walaupun selalu menjadi pokok pertimbangan. maka segi pendidikan lainnya cenderung diabaikan. ANAK SEBAGAI KESELURUHAN Sekolah tradisional terutama bertugas menyampaikan sejumlah pengetahuan melalui berbagai mata pelajaran. sosial maupun intelektual. Salah satu sebabnya ialah. lapar atau lelah. anak konstan. Pengetahuan tentang perkembangan anak. dan lain-lain. sakit. Sebenarnya pribadi anak selalu merupakan suatu kebulatan dan tak dapat dipisah-pisah dalam bagian-bagian yang lepaslepas. Pendidikan serupa ini mengutamakan aspek intelektual Orangtua mengirimkan anaknya ke sekolah agar menjadi pandai dalam arti mengumpulkan pengetahuan yang banyak. akan tetapi dalam segala segi kepribadiannya secara komprehensif. seperti kepandaiannya bergaul. Dengan ilmu yang banyak lebih terjamin masa depannya untuk melanjutkan pelajarannya yang hanya dimungkinkan bila lulus dalam ujian yang justru menguji pengetahuannya. aspek inteligensi. masih kurang jelas penerapannya dalam kurikulum. anak yang mengalami kesulitan emosional karena frustrasi. ataukah kita harus menunggu secara pasif sampai saat kematangan itu tiba dengan sendirinya'? Apakah I. TV. minatnya terhadap kesenian atau olahraga. Kesulitan bagi pengembang kurikulum ialah melihat perkembangan anak sebagai keseluruhan yang bulat. bahwa penelitian sering hanya meliputi salah satu aspek.misalnya kematangan membaca dapat dipengaruhi oleh keluarga yang menyediakan bacaan. Anak-anak dari lingkungan sosial-ekonomi yang haik lebih mengikuti pelajaran daripada anakanak dari rumah tangga miskin. anak yang terisolasi dalam kelas . dan lain-lain.

itu benar dan sangat diinginkan. Ada pula perbedaan jenis kelamin yang perlu mendapat perhatian agar mereka dapat melakukan tugasnya sesuai dengan tuntutan masyarakat. emosional. keterampilan berhitung. anak yang merasa dirinya rendah karena konsep-diri yang rendah. kesehatan. anak yang merasa dibenci oleh guru. Juga pada diri anak sendiri terdapat perbedaan dalam perkembangannya dalam berbagai bidang. Guru harus pandai. minat stabilitas emosional.tanpa teman. tekanan darah. ANAK SEBAGAI PRIBADI TERSENDIRI Tak ada dua orang yang sama dalam segala hal di dunia ini. Anak berbakat mungkin cepat perkembangan . akan tetapi bila mereka ditempatkan dalam lingkungan yang jauh berbeda. cita-cita dan dalam banyak hal lain. tinggi dan berat badan. atau mengamati sekelompok anak bermain. jasmaniah. agama. rohaniah. Guru sebagai pelaksana kurikulum hendaknya jangan melihat dirinya hanya sebagai pengajar yang menyampaikan bahan pelajaran. maka akan tampak berbagai perbedaan di antara mereka. Anak-anak saling berbeda. harus banyak tahu. Anak menerima pelajaran bukan hanya dengan "kepalanya". Bila Saudara memperhatikan suatu kelas. Mereka juga berbeda dalam segi inteligensi. sehingga tak mungkin dua orang sama. kecepatan membaca. dalam waktu lima menit Saudara akan melihat berbagai perbedaan antara anak-anak. Usia anak-anakpun ada perbedaannya walaupun duduk di kelas yang sama. akan tetapi ia juga pendidik dan tugas ini memerlukan kompetensi dan pribadi yang jauh lebih luas daripada sekadar pengetahuan. ia juga pendidik yang berusaha mengembangkan segala potensi anak agar menjadi manusia seutuhnya. kecepatan bereaksi. pendidikan di ramah. sosial-ekonomi. akan tetapi juga dengan "hatinya" . anak-anak serupa itu akan terganggu dalam pelajarannya . keterampilan motoris. dan sosial. Selalu terdapat perbedaan antara dua individu karena pengaruh pembawaan dan lingkungan. kesukuan. dengan atau tanpa alasan. latar belakang. Dari segi pembawaan hanya anak kembar identik yang sama. harus menguasai disiplin ilmu.

Pada jam yang sama semua anak melakukan pekerjaan yang sama membuat hitungan yang sama. Dari segi hakikat individu yang berbeda-beda. Ada kurikulum yang fleksibel yang memungkinkan siswa mengadakan pilihan. Pada saat tertentu semua akan dihadapkan kepada ujian akhir yang sama pula yang dapat dinilai dengan menggunakan komputer untuk memberi cara penilaian yang sama. jumlah kredit akan menentukan apakah telah dipenuhi syarat untuk lulus. sering tanpa kesempatan untuk mengadakan pilihan. Untuk lebih menjamin kesamaan. Kurikulum yang ditentukan oleh pihak atasan uniform bagi jenis pendidikan yang sama. dan walaupun pelajaran yang diikuti berbeda-beda. mahasiswa tidak terbatas lagi perkuliahannya pada apa yang . malah sering tidak diacuhkan. Tampaknya pendidikan demikian berusaha menempa anak-anak yang pada hakikatnya serba-ragam menjadi manusia yang serba-sama. Dengan sendirinya guru sebagai pelaksana kurikulum akan patuh berpegang pada ketentuan itu. menggambar barang yang sama. Dengan sistem kredit. pelajaran sama bagi semua. Anak yang cepat berkembang secara fisik. memaksa pelajar mengikuti pelajaran yang sama akan merugikannya. Pelajaran diresapi oleh keserbasamaan. dalam pendidikan masal umumnya. Ada sistem semester pada hakikatnya bertujuan memberi pilihan itu. Kurikulum uniform. perbedaan individual kurang dapat diperhatikan. Apakah masih ada kemungkinan bagi guru memandang dirinya sebagai pengembang kurikulum dalam arti mikro untuk menyesuaikan pelajaran dengan perbcdaan anak dan keadaan lingkungan sekolah? juga di tingkat Perguruan Tinggi terdapat gejala yang sama dengan menentukan mata kuliah untuk tiap jurusan. maka tujuan diuraikan sampai taraf spesifik termasuk bahan pelajaran yang terkait dan juga proses belajar -mengajar dan buku pelajarannya. mungkin sulit mengikuti pelajaran akademis Kepandaian anak dalam suatu bidang studi mungkin berbeda dengan penguasaan bidang lain. menulis kalimat yang sama.intelektualnya akan tetapi ketinggalan dalam aspek sosial emosionalnya. metode belajarmengajar juga sama demikian juga penilaiannya. Apakah sekolah harus berusaha melenyapkan perbedaan individual itu atau setidaknya memperkecilnya? Di sekolah tradisional.

ada yang rendah. Kemajuan-kemajuan dalam banyak lapangan hidup justru diperoleh berkat orang-orang yang mempunyai pendirian. Kesanggupan yang luar biasa pada umumnya bukanlah akibat kompensasi. Ada hal-hal yang termasuk pengetahuan umum yang harus dimiliki oleh setiap siswa yang diharapkan dari setiap warga negara. Akan di samping itu ia hendaknya dapat menikmati pendidikan sesuai dengan bakat dan minatnya. Memperhatikan perbedaan individual tidak berarti bahwa semua pelajaran harus berbeda. akan tetapi tarafnya berbeda-beda. Kurikulum yang uniform pasti tidak akan memenuhi keinginan itu. walaupun mereka pada awalnya mendapat kecaman. Perbedaan itu sebagian besar bersifat kuantitatif. Pendapat modern menginginkan program sekolah yang memberi kesempatan yang seluas-luasnya bagi perkembangan bakat anak. c. harus menguasai bahasa nasional. Kreativitas dan inisiatif ini sering dibunuh atau tidak dipupuk di sekolah tradisional. tantangan. Tiap anak berbeda dengan anak lain. Perbedaan individual sangat besar nilainya. Kelemahan di bidang . perlu kita perhatikan hal-hal berikut: a.disediakannya dalam satu jurusan. ada yang tinggi. yang lain daripada yang lain. b. bahkan celaan. Inisiatif orang-orang yang mencari jalan-jalan baru sering membawa kemakmuran dan kemudahan bagi umat manusia. la harus mengenal falsafah negara. kemampuan dan pikiran yang orisinal. sejarah. yakni ditimbulkan oleh kekurangan di bidang lain. persamaan antara manusia lebih besar daripada perbedaannya. Dengan demikian universitas akan sungguh-sungguh menjadi universitas dan bukan kumpulan fakultas atau jurusan. d. karena dengan demikian banyak bakat disia-siakan. semua anak mempunyai inteligensi. Ini berarti kerugian besar bagi bangsa dan negara. akan tetapi semua mata kuliah di universitas terbuka baginya. Namun demikian perbedaan itu lebih besar daripada uang diduga si pendidik. misalnya. bukan kualitatif. Untuk mendapat gambaran yang lebih jelas tentang perbedaan itu dalam pengajaran. bangsa mem punyai badan yang sehat. Walaupun tiap anak unik. dan sebagainya.

tertentu. Sebenarnya tak ada pelajaran yang sepenuhnya individual. Tidak ada pula kontinuitas dalam pelajaran dari tahun ke tahun. b. Ditinjau dari segi pshikologis-didaktis banyak kebaikannya. sebab selalu berlangsung dalam konteks sosial. c. Anak berada dalam masyarakat dan apa yang dipelajari harus juga memenuhi tuntutan masyarakat. Selain itu perlu usaha untuk mengenal anak secara individual. Bermacam-macam cara yang dijalankan untuk memperhatikan perbedaan individual dalam proses belajar-mengajar. Tiap tahun pelajaran berlainan karena anaknya berganti. d. Jadi tidak ada pegangan bagi guru dan murid tentang pelajaran yang akan datang. Karena keberatan-keberatan itu kurikulum serupa itu hanya dilakukan pada sekolah-sekolah eksperimen. Perbedaan individual tidak hanya dalam bidang inteligensi. e. serta hasrat untuk memberikan yang sebaik-baiknya kepada tiap anak. Ada kurikulum yang secara ekstrem mendasarkan kurikulum semata-mata pada kebutuhan anak. yang disehut child-cebtered curriculum. Akan tetapi banyak pula kelemahannya. Anak-anak sering tidak mengetahui apa yang sebenarnya dibutuhkannya. antara lain: a. tidak dengan sendirinya membangkitkan kesanggupan istimewa di bidang lain. Pelajaran tidak dapat lebih dahulu direncanakan guru. anak turut serta merencanakan apa yang ingin dipelajarinya. sikap. KEBUTUHAN ANAK Kurikulum harus mempertimbangkan kebutuhan anak. sosial. karena baru lahir dalam rundingan dengan anak. kreativitas. pengertian. akan tetapi juga dalam bidang emosional. fisik. f. Namun demikian eksperimen itu besar pengaruhnya terhadap kurikulum selanjutnya. Menyesuaikan kurikulum dan pengajaran dengan perbedaan individual adalah usaha yang memerlukan pemikiran. . Memperturutkan anak belum menjamin kesesuaiannya dengan tujuan pendidikan. Sifat-sifat seseorang harus ditinjau dalam rangka keseluruhan pribadinya. dan lain-lain yang harus dipertimbangkan dalam pendidikan. Pelajaran didasarkan atas minat anak.

harkat sebagai manusia. rumah tangga. lukisan.Kebutuhan anak dapat digolongkan dengan berbagai cara. Di samping pendidikan jasmani harus diusahakan adanya keseimbangan antara bekerja dengan istirahat. pekerjaan. atau gerak. Anak -anak suka berlari-lari melompat-lompat. kebutuhan pribadi. yakni mewujudkan tujuan pendidikan dengan menggunakan kejasmanian sebagai titik bertolak. Anak-anak ingin ingin aktif. Bangsa kita pada umumnya belum cukup sehat dan kuat menurut normanorma tertentu. harus diperhatikan agar anak -anak cukup tidur. Mereka ingin menguasai suatu keterampilan. memanjat-manjat dan melakukan aktivitas-aktivitas jasmaniah. sekalipun hasil mereka itu jauh di bawah norma-norma orang dewasa. Kesehatan dan pertumbuhan jasmani hendaknya senantiasa di bawah asuhan dokter dan juru rawat sekolah. Mereka ingin dipuji atas usaha mereka. Anak-anak ingin mempunyai harga diri dan . . untuk menyatakan pikiran dan perasaannya dengan jalan bahasa. dan dunia sekitarnya. KEBUTUHAN JASMANIAH Setiap anak ingin bergerak dan menggunakan badannya. dan sosial. Dalam arti modern pendidikan jasmani bertujuan mendidik manusia. akan tetapi tujuan khusus yaitu membentuk manusia yang sehat dan kuat merupakan aspek yang penting pula. Setiap anak ingin diakui dan dihormati sebagai individu yang mempunyai tempat dan hak dalam masyarakat sekolah. agar anak diam duduk diam di bangku sambil mendengarkan ucapan-ucapan guru dan ia dituduh anak nakal bila ditunjukkannya keaktifannya. Kebutuhan ini dipenuhi dengan memberikan pendidikan jasmani. ingin merasai kepuasan atas hasil atau sukses yang mereka capai. Salah satu cara ialah membaginya atas : kebutuhan jasmani. suara. KEBUTUHAN PRIBADI Anak-anak mempunyai dorongan untuk memuaskan keinginan untuk mengetahui sesuatu. Dorongan ini mudah kita lihat pada setiap anak. seni. cukup bermain serta mendapat makanan yang sehat. Di sekolah dorongan ini sering dikekang dan ditekan agar muridmurid tidak melanggar disiplin yang tegang yang menginginkan.

bekerja. kelas itu dijadikan semacam laboratorium atau ruang kerja di tempat anak-anak belajar dalam suasana yang lebih leluasa. Mencari hubungan dengan orang lain ialah dorongan yang wajar pada tiap anak. Human relationship atau hubungan antar-manusia hendaknya lebih dipentingkan di sekolah.Sekolah zaman sekarang berusaha memenuhi kebutuhankebutuhan itu dengan memberi anak-anak kebebasan bergerak. . Membimbing anak agar ia menjadi mahluk sosial ialah suatu fungsi sekolah yang amat penting. mengadakan percobaanpercobaan dan melakukan tugas-tugas lain. Murid-murid diajak berunding untuk menentukan apa yang akan dipelajari dan bagaimana langkah langkah untuk mencapai tujuan itu. Setiap manusia harus hidup dalam hubungan yang erat dengan orang lain untuk mencapai kebahagiaannya. Seorang bayi tidak akan mungkin hidup serta mengembangkan pembawaannya tanpa bantuan orang tuanya dan banyak orang lain yang tak terhitung jumlahnya. KEBUTUHAN SOSIAL Tak mungkin manusia itu hidup lepas dari masyarakat. Dengan demikian sekolah dijadikan suatu masyarakat tempat murid-murid mempraktikkan hak dan kewajihan anggota-anggota masyarakat yang demokratis. melarang mereka membicarakan pelajaran serta bantu-membantu dalam memecahkan suatu soal. Di sekolah lebih diutamakan persaingan daripada gotong-royong. melainkan terutama o leh kesanggupannya untuk bergaul dan bekerja sama dengan orang lain. asal saja jangan menganggu orang lain. Kurikulum modern memberi murid-murid lebih banyak kebebasan bekerja sama dalam kelompok untuk melakukan tugas-tugas. Dari penyelidikan-penyelidikan ternyata bahwa kebahagiaan seseorang dalam kehidupan dan jabatannya bu kanlah ditentukan oleh pengetahuan intelektualnya. Bila ini kita akui. Dalam hal ini pendapat setiap anak dihargai dan dipertimbangkan. Kebebasannya dibatasi oleh hak-hak orang lain yang juga merupakan haknya sendiri. maka kita menyangsikan manfaat cara yang dipakai sekolah yang memaksa murid-murid duduk diam.

kebutuhan fisiologis. Agar dapat merealisasikan diri. akan menjadi apa ia. Dalam kurikulum perlu diusahakan keseimbangan antara kebutuhan institusional dan kebutuhan pribadi anak. KEBUTUHAN MENURUT BEBERAPA TOKOH Salah satu daftar kebutuhan manusia yang pokok yang cukup terkenal ialah yang dihasilkan oleh Abraham Maslow atas dasar penelitian yang luas dan mendalam. survival. Kebutuhan yang tertinggi yang harus dicapai ialah self. ada bermacam-macam cara untuk membagi kebutuhan anak. kebutuhan akan harga-diri 5. dapat membantu. pakaian. dapat pula menghalangi anak mentiju self-realization. bila ia merasa kelaparan. Saudara dapat mempelajarinya lebih lanjut dalam buku-buku tentang psikologi anak. dan lain. oleh sebab kebutuhan itu bersifat hierarkis. yakni menemukan identitasnya. atau rasa aman 3. Rasa berhasil. Tak dapat anak merasa aman. Lingkungan. love and belonging. yakni kebutuhan akan: 1. sukses dalam pekerjaan dan pelajaran.realization. kebutuhan untuk merealisasikan kepribadian yang penuh. Louis Raths mengembangkan teorinya tentang kebutuhan pokok yang menunjukkan sejumlah persamaan dengan Maslow. membantu anak ke arah self-actualization. siapa dia. apa yang diinginkannya. security. yakni: . self-actualization. 2. survival. agar dapat mengembangkan potensi yang dimiliki sepenuhnya. Agar ini tercapai ia harus dibantu untuk mengetahui apa yang dapat dilakukannya dan diberi kesempatan untuk agar ia berhasil melakukannya dengan baik. untuk hidup.Seperti dikatakan di atas.lain. Ia membedakan delapan macam kebutuhan. termasuk guru dan orangtua. tidak merasa aman dan mendapat kecukupan dalam keperluan makanan. harus dipenuhi segala kebutuhan yang dibawanya. self-esteem. tak mungkin mempunyai harga-diri bila tidak dicintai. kebutuhan akan cinta-kasih 4. termasuk pelajaran sekolah.

Guru dapat mengidentifikasi kelakuan ana k yang tak-sosial. . walaupun ia bukan ahli psikologi atau psikiatri. demikian pula tentang orang lain serta mengetahui bahwa orang lain penting baginya. bahwa bila kebutuhan ini dipenuhi. The need for achievement (Keberhasilan) 3. sehingga memiliki kepribadian yang dapat berfungsi sepenuhnya. The need for economic security (rasa aman dalam keuangan. Int dapat dilakukan dalam kegiatan belajar dan kegiatan lainnya di sekolah. dan lain-lain) 8. Menurut Raths guru dapat mempelajari cara-cara memenuhi kebutuhan itu dalam rangka pelajaran di sekolah. The need for love and affection (cinta kasih) 2. maka anak akan lebih berhasil melakukan tugas-tugas sekolah lainnya. Ia meminta perhatian guru yang lebih banyak terhadap kebutuhan emosional anak dengan keyakinan. mempunyai ciri-ciri sebagai berikut  Ia berpikir baik tentang dirinya. akan tetapi ia tidak akan dapat mengembangkan dirinya bila tidak dalam kehadiran orang lain: Anak-anak perlu senantiasa meng adakan interaksi positif dengan anak-anak maupun orang dewasa. The need for self-respect (harga-diri) 5. The need to be free from deep feelings of guilt (bebas dari rasa berdosa yang mendalam) 6. jadi dalam hubungan sosial seorang bayi telah memiliki perlengkapan untuk berkembang. Tujuan Raths ialah agar guru herusaha menciptakan lingkungan belajar yang memberi rasaaman kepada anak-anak. The need for understanding of self (pengenalan diri). "a fully functioning self".1. The need for belonging (diterima dalam kelompok) 4. The need to be free from deep feelings of fear (bebas dari rasa takut yang mendalam) 7. Menurut Earl Kelley pribadi yang berfungsi penuh. PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN MENURUT EARL KELLEY Earl Kelley mengemukakan pendirian bahwa kepribadian seluruhnya atau hampir seluruhnya dibina dalam hubungan atau interaksi dengan manusia lainnya.

J. Ia tahu. dan dalam penycmpurnaan diri melihat nilai membuat kesalahan. masyarakat mempunyai tuntutan tentang kelakuannya. Bila ia dapat memenuhinya. pemuda. Havighurst dalam konsep developmental tasks yakni tugas-tugas yang harus dipenuhi oleh seseorang.  Ia melihat pentingnya manusia baginya. bahkan dituntut oleh lingkungannya. Ia melihat dirinya sebagai pribadi yang senantiasa dalam proses perkembangan secara dinamis. DEVELOPMENTAL TASKS Seperti kami katakan. makin banyak hal-hal yang diharapkan orang tua dan masyarakat umum daripadanya. kebutuhan anak ditinjau dari segi psiko-biologis. dari anak sekolah. dan ia akan berhasil melakukan tugas-tugas selanjutnya. akan pada usia tertentu ibu mengharapkan ia dapat melakukannya sendiri. Gejala ini dituangkan Erikson dan yang lebih terkenal R. Berbarengan dengan pertumbuhan anak.  Oleh sebab hidup ini senantiasa berubah dan berkembang. Developmental tasks ini tak ada akhirnya. sesuai dengan taraf perkembangannya. Guru-guru dapat menggunakan prinsip-prinsip di atas sebagai pegangan untuk mencapai tujuan kurikulum di sekolah. Sewaktu masih bayi ibu mengganti bajunya. Developmental tasks ini meningkat dengan bertambah usianya. Tiap individu mempunyai tugas-tugas tertentu. tak perlu bertentangan dengan kebutuhannya ditinjau dari segi masyarakat. Akan tetapi bila ia tidak dapat memenuhinya ia akan mendapat celaan dan kecaman. Makin tambah usianya. tak ada jalan dalam hidupnya selain berpegang pada nilai-nilai. . ia akan merasa senang. Mengembangkan kepribadian anak juga akan membantunya mencapai tujuan-tujuan lain. dan seterusnya. Ini diharapkan. yang diharapkan masyarakat dapat dan harus dilaksanakannya. mengembangkan dan menghormati nilai-nilai kemanusiaan. maka ia tidak merasa bahagia dan tidak akan sanggup melakukan tugas berikutnya dengan berhasil baik. ia akan senantiasa kreatif dalam peranannya.

J. sosial. Ditinjau dari segi ini kurikulum yang "child-centered" yang ekstrim tak dapat dipertahankan. ditinjau dari psikobiologis tidak perlu bertentangan dengan kebutuhannya ditinjau dari sudut masyarakat. kalau kita ingin membantu murid-murid memecahkan kesukaran pribadinya dengan membicarakannya di sekolah. masa pensiun. dan lain-lain secara terpadu. kita memberikan bimbingan kepada anak untuk menyesuaikan diri dengan dunia dan dengan dirinya sendiri yang sedang mengalami persoalan itu. motivasi. Dalam arti psikologis kebutuhan itu bersifat individual. emosi. masa tua. pemuda. orang dewasa. Salah satu usaha untuk mempertemukan kedua aspek itu dilakukan oleh R. Selanjutnya dapat memperjelas tujuan pendidikan dan saat yang lebih tepat untuk mengajarkannya. Sukses dalam "developmental tasks" memberi pengaruh positif terhadap prestasi sekolah. sampai akhir hayat. bahwa kurikulum yang didasarkan atas konsep itu akan mempertemukan kebutuhan perkembangan fisik. sedangkan dari segi "developmental tasks" mengandung aspek sosial. Implikasi "developmental tasks" bagi kurikulum ialah. Penelitian serupa ini perlu diadakan. Kita harus menyelidiki hingga manakah pokok-pokok yang di atas merupakan masalah-masalah bagi anak-anak Indonesia. . Memenuhi tugas itu berarti kebahagiaan dan sukses dalam melakukan tugas-tugas berikutnya.dihadapi oleh anak. Selanjutnya kami berikan "developmental tasks" bagi anak sekolah dan pemuda. Seperti telah dikatakan. berbeda dengan neg ara lain. Developmental tasks berbeda menurut kebudayaan tempat anak itu hidup. misalnya berbeda di berbagai daerah di Tanah Air kita. kebutuhan anak. Dengan memasukkannya ke dalam kurikulum. Adanya developmental tasks ini memberi gambaran lain tentang kebutuhan anak. Havighurst yang menggunakan pengertian "developmental tasks" yakni tugas-tugas yang tak dapat tiada harus dipenuhi oleh setiap anak sesuai dengan setiap taraf perkembangannya yang dituntut oleh lingkungan atau masyarakat.

9. itu sebagaimana adanya dan . Mencapai hubungan sosial yang lebih memuaskan dan lebih matang dengan anggota jenis kelamin lain. Tugasnya ialah menerima bentuk badannya menggunakan sebaik-baiknya. Memperoleh kecakapan-kecakapan fundamental dalam membaca. 8. Developmental tasks" untuk anak-anak ialah : 1. menulis. Tugas ini sering dipersulit oleh adat istiadat. dan faktor-faktor lain. "Developmental tasks" bagi pemuda menurut Havighurst sebagai berikut : 1. 6. Membentuk pengertian-pengertian yang perlu untuk kehidupan sehari-hari. membebaskan dirinya dari sifat-sifat yang kekanak-kanakan. 4. Belajar bergaul dengan teman-temannya sebaya. kesusilaan. Menerima dan mempelajari tugas atau peranan menurut jenis kelamin masingmasing sesuai dengan norma-norma masyarakat. 3. 2. Pemuda-pemuda ada yang bercita-cita mempunyai tampan seperti bintang film akan tetapi keadaan jasmaninya mungkin kurang sesuai dengan idamannya itu. Mencapai kemerdekaan pribadi. Mempelajari kecekatan jasmani yang perlu untuk permainan-permainan biasa. Membentuk sikap yang sehat terhadap dirinya sebagai organisme yang hidup. Memperoleh kemerdekaan emosional lepas dari kebergantungannya dari orang tua dan orang dewasa lain. 4. sikap orang tua. 3. dan skala norma-norma. Menerima baik keadaan badannya dan menggunakannya dengan efektif. Memupuk sikap terhadap golongan dan lembaga-lembaga sosial. Anak gadis menerima dan mempelajari tugasnya wanita dan anak laki-laki sebagai bakal bapak yang akan bertanggung jawab atas rumah tangganya. dan berhitung. celaan oleh masyarakat dan kesulitan untuk tugas-tugas selanjutnya. 5. Membentuk kata-hati. Mempelajari peranan sosial sebagai anak laki-laki atau perempuan. 2. Tugas ini harus telah dimulai sejak kecil.Kegagalan memenuhinya berarti kesusahan bagi individu. 7.

yakni pengertian tentang undang-undang pemerintah. Jabatan itu penting dalam masyarakat dan menjamin kemerdekaan ekonomi serta memberi kedudukan sosial. tetapi juga menunjukkan perbedaan karena tuntutan masyarakat yang berlainan di berbagai tempat. Jean Piaget selama 40 tahun mengadakan penelitian tentang perkembangan intelektual atau proses berpikir anak. Tugas-tugas yang dihadapi mereka ditentukan oleh pertumbuhan psikobiologis yang mungkin mempunyai dasar persamaan bagi seluruh pemuda di seluruh dunia. "Developmental tasks" yang dikemukakan oleh Havighurst harus pula kita selidiki kebenarannya bagi anak-anak Indonesia dan menyesuaikannya dengan keadaan yang dihadapi oleh pemuda-pemuda dalam masyarakat kita. ekonomi.5. 10. Ia antara lain menemukan bahwa anak-anak pada mulanya masih berpikir . 8. politik. dari bayi sampai masa pemuda. Memilih dan mempersiapkan diri untuk suatu jabatan. Memperoleh kemerdekaan ekonomi. 7. Memperoleh kecakapan dan pengertian yang diperlukan untuk menjadi warga negara yang baik. Mempersiapkan diri untuk perkawinan dan kehidupan rumah tangga. tugas ini terutama berlaku bagi anak pria akan tetapi berangsur-angsur bertambah penting bagi anak-anak wanita. 6. Tujuannya ialah memperoleh sikap yang positif terhadap kehidupan keluarga dan pendidikan anak-anak. Memperoleh sejumlah norma sebagai pegangan untuk kelakuannya yang digunakannya sebagai pandangan hidup untuk memahami kedudukannya di dunia ini serta hubungannya dengan manusia lain. lembaga-lembaga sosial. yakni dengan turut serta dalam kehidupan masyarakat dan negara sebagai orang dewasa dan memperhitungkan norma-norma masyarakat dan kelakuannya. Memupuk kelakuan yang secara sosial dapat dipertanggung jawabkan. 9. dan lain-lain. PERKEMBANGAN INTELEKTUAL Seorang ahli psikologi Swiss.

Kegiatan mentalnya ditujukannya kepada objek dan kejadian yang kongkret yang langsung di hadapannya. Akan tetapi proses berpikir anak berkembang terus berkat bertambahnya pengalaman daan pengetahuannya.menurut apa yang dilihatnya. Anak-anak haru dapat memusatkan perhatiannya kepada satu variabel. tinggi dan lebar gelas. mengadakan berbagai usaha untuk mencapai tujuan. koordinasi tangan . mencari benda yang diambil dari penglihatannya. Akan tetapi pada fase pertama pemikirannya terutama mengenai data yang konkrit. pandangan animistis. koordinasi pengamatan alat . koordinasi tangan . mengacaukan khayal dan kenyataan.mulut. pikiran dan bahasa bersifat ego-sentris. Ia telah dapat melihat hubungan antara bagian dengan keseluruhan.mata. sekitar usia 12 tahun ia mulai herpikir secara abstrak dengan menggunakan generalisasi dan konsep-konsep. misalnya bahwa seorang dapat tinggal sekaligus di Bandung dan di Jawa. memandang benda mati seperti makhluk hidup.dria (sensory) dan gerakan (motoris). misalnya matahari tidur.7 tahun)  masalah dipecahkan dengan memikirkannya. Pada fase berikut. la juga belum dapat memahami bahwa satu objek dapat mempunyai lebih dari satu ciri yang dapat dimasukkan dalam klasifikasi yang berbeda-beda.2 tahun)  gerak refleks. perkembangan bahasa dan persepsi yang cepat (2 . Pada usia sekitar 7 tahun telah tampak pemikiran logis pada anak. walaupun sebenarnya isinya sarna. orientasi menurut bagaimana ia melihat sesuatu. Fase pra-operasional (2 . akan tetapi bukan tangan kanan orang yang menghadapinya. karena isi gelas tinggi dipindahkan ke dalam gelas pendek. misalnya bahwa gelas yang lebih tinggi lebih banyak isinya daripada gelas yang pendek. yang diperhatikannya hanya tingginya. 2. Perkembangan intelektual menurut Piaget dalam garis besarnya adalah sebagai berikut : 1. Fuse senso-motoris (bayi . juga dapat melihat analogi.4 tahun). subjektif. . hanya dari pandangannya sendiri. Ia belum dapat melihat hubungan antara dua variabel. mengetahui tangan kanannya.

Setelah itu dapat mengasimilasi hal-hal yang tercakup oleh struktur mentalnya. keseimbangan. atau pendek kata berpikir.15 tahun)  semua jenis masalah logis. c. masih belum dapat memecahkan masalah verbal yang agak kompleks. pengaruh lingkungan. Faktor-faktor yang dapat membantu perkembangan intelektual antara lain : a. PERKEMBANGAN SOSIAL-EMOSIONAL Dalam garis besarnya perkembangan emosional bergerak dari kedudukaan kebergantungan ke taraf ketidak-bergantungan atau kemandirian. kematangan.3. mulai dapat berpikir mengenai masalah konkrit. pengalaman. namun perlu diolah secara mental. berpikir sambil memanipulasi benda. artinya bahwa bila dihadapkan dengan masalah akan mengalami gangguan keseimbangan dan tidak akan puas sebelum masalah dipecahkan untuk mengembalikan keseimbangannya pada taraf yang lebih tinggi. dan dari perhatian untuk diri-sendiri ke orientasi kepada orang lain. d. Perkembangan intelektual berjalan secara kontinu.11 tahun)  memahami reversibilitas. Fase operasional konkrit (7 . b. transmisi sosial. Dengan operasi mental dimaksud mengoperasionalkan pikiran. . ia harus mengadaptasikannya dengan memben struktur mental tuk yang lebih tinggi. Jika ia menghadapi sesuatu yang tidak sesuai dengan struktur mentalnya. Fase operasi formal (11 . 4. terutama pertumbuhan. Adanya pembagian dalam fase-fase tidak berarti bahwa ada batas yang tegas antara fase-fase itu. walaupun bentuk bejana berbeda. termasuk mengemukakan dan menguji hipotesis dapat dipecahkan. apa yang diperolehnya dari lingkungan kebudayaannya. telah dapat menganalisis validitas cara-cara berpikir. pemikiran formal masih egosentris dalam arti masih ada kesukaran untuk menyesuaikan yang ideal dengan kenyataan. Proses adaptasi dan asimilasi berjalan terus demikian mengembangkan kemampuan intelektualnya. namun dapat dipengaruhi. misalnya volume air tetap.

untuk mencari identitasnya sendiri serta kemandirian yang diperlukan bagi setiap orang yang dewasa. Lambat laun. serba tak tahu. ia mula-mula hanya menaruh perhatian kepada kepentingan dan perasaannya saja. bagaimana konsep dirinya banyak diperolehnya dari feedback atau reaksi orang lain terhadap kelakuannya. intelektual. apalagi bila orangtua ingin memperlakukannya seperti sediakala. Pada scat inilah terjadi krisis identitas. Dan akhirnya. Kurikulum sekolah hendaknya membantu anak dalam transisi sosial untuk melepaskan diri dari ikatan keluarga dan pengaruh temah sebaya. Untuk segala kebutuhannya ia memerlukan bantuan lingkungannya. "Siapa saya?" Siapa dia. oleh sebab ia masih serba-lemah. Ia selanjutnya berkembang sebagai anggota masyarakat yang lebih luas. Ia dapat mengikat tali persahabatan dengan teman lain. . Pada usia sekolah dan sepanjang di SD. mengembangkan kemampuan untuk mengadakan hubungan intim dan akrab dengan seseorang sebagai persiapan untuk membentuk rumah tangga sendiri. yang mencari identitasnya sendiri serta kemandirian mulai berkonflik dengan orangtua. Dalam perkembangan sosialnya. Anak itu. khususnya ibunya. ia berangsur-angsur menaruh perhatian kepada orang lain. ikatannya dengan teman sebaya bertambah erat. seperti anggota masyarakat negara dan dunia. ia mulai dapat mempengaruhi kelakuan orang lain dan senantiasa memperluas lingkaran pesahabatannya. lambat laun ia lebih mampu mengurus diri sendiri. bahkan pengaruh teman melebihi pengaruh orangtua. Ia mulai bertanya. Dengan berkembangnya dalam bidang fisik. dengan bertambahnya pengalamannya. yang makin merosot.Pada mulanya anak sangat bergantung terutama kepada orang tuanya. menjelang kedewasaan dalam banyak hal ia telah mandiri dan tak lagi banyak bergantung kepada orang tua sampai ia dewasa dengan kemandirian penuh. Perhatiannya masih banyak terhadap orang-orang yang dekat padanya dalam keluarga. menjelang dan selama masa pubertas. Ia juga harus mengembangkan diri dalam hubungannya dengan anggota jenis kelamin lain.

menurut apa yang diharapkan. la memilih 50 orang. Tingkatan konvensional Pada tahap ini anak ingin memelihara hubungan baik dengan orang lain. berusia antara 10-28 tahun. Apa yang diharapkan oleh orang yang dianggap sebagai sesuatu . lalu mewawancarai mereka tiap tiga tahun selama 18 tahun.Perkembangan moral Tokoh yang paling terkenal yang telah ineneliti perkembangan moral anak ialah Lawrence Kohlberg. 1. Dalam wawancara itu anak itu dihadapkan kepada situasi yang mengandung dilemma moral yang metnberi kemungkinan macam-macam jawaban. Kepatuhan baik. Orientasi instrumental Tindakan baik bila memberi kepuasan bagi diri atau juga bagi orang lain. Berdasarkan penelitian ternyata bahwa perkembangan moral anak melalui tahap-tahap tertentu. pascakonvensional dan masing-masing tingkatan terbagi dalam dua bagian. menurut urutan tertentu. Orientasi hukuman dan kepatuhan Sesuatu dianggap baik bergantung pada hukuman atau akibat fisik baginya yang menyakitkan atau menyenangkan. konvensional. Kita menolong orang lain agar ia kelak akan menolong kita. negara. Bahkan kita berbuat baik agar orang lain baik pula kepada kita. Peneliti ingin mengetahui apa alasan atau sebab anak memilih jawaban tertentu. Tak mungkin seorang melompati salah satu tahap. Kohlberg menemukan enam tingkatan dalam perkembangan moral yakni tingkatan pra-konvensional. Berhuat baik merupakan instrumen atau alat untuk menerima kebaikan dari orang lain. tanpa mementingkan konsekuensinya. Hukuman harus dihindari dengan menunjukkan kepatuhan. Tingkatan pra-konvensional Pada tingkatan ini anak telah dapat merenspons terhadap aturan dan akan tetapi baik dan buruk diukur dari konsekuensi fisiknya berupa hukuman atau ganjaran dan pujian yang ditentukan oleh orang yang memegang otoritas. masyarakat. karena tidak menimbulkan konsekuensi fisik yang merugikan. 2. keluarga.

kesamaan hak manusia. sesuai dengan prinsip-prinsip etis yang universal seperti keadilan sosial. Tingkatan pasca-konvensional atau tingkat otonom. Ia berkelakuan baik bukan untuk memperoleh keuntungan bagi dirinya akan tetapi karena kebaikan itu diharapkan oleh masyarakat daripadanya. 6. 4. tingkat berprinsip. undangundang dan hukum yang telah ditentukan oleh yang yang berkuasa demi ketertiban masyarakat. Pada tingkatan ini individu merumuskan nilai-nilai atau prinsip-prinsip moralnya atas pemikiran kritis serta mendalam. dan harkat manusia sebagai individu. dengan itikad baik. Orientasi hukum dan aturan Kelakuan yang baik ialah mematuhi dan menghormati aturan. . maka secara legal undang undang dapat diubah berdasarkan pertimbangan rasional demi kepentingan masyarakat. 3. Orientasi kontrak-sosial legalistik Suatu tindakan dianggap baik sesuai dengan hak individu atas pemikiran yang luas serta mendalam serta diterima baik oleh seluruh masyara kat. Orientasi prinsip etis yang universal Tindakan dianggap benar bila dilakukan berdasarkan keputusan hati-nurani atau kata-hati. Karena itu ia ingin menyesuaikan diri dengan harapanharapan itu dengan menunjukkan kesetiaannya kepada ketentuan-ketentuan demi ketertiban masyarakat. Bila ada kesepakatan masyarakat mengenai prinsip tertentu. Tidak semua orang akan dapat mencapai tingkat moral tertinggi ini. Kebanyakan orang hanya dapat mencapai tingkat keempat.yang berharga. 5. Orientasi kerukunan antar individu Kelakuan yang baik ialah yang menyenangkan orang lain yang dilakukan . Mematuhi peraturan adalah kewajiban baginya.

Mematuhi peraturan untuk menghindari hukuman. bersandiwara dan lain-lain.P dan Strong. 3. b) mengadakan percakapan dengan anak. J. Seuaikan diri agar mendapat penghargaan dari orang yang memandangnya dari segi kepentingan umum. melainkan juga di luar sekolah. 2. Sesuaikan diri agar jangan mengutuk diri sendiri. h) mengumpulkan segala keterangan mengenai anak itu dalam bentuk "cumulative record" yakni pengumpulan segala keterangan mengenai anak itu. W. c) menggunakan test dan angket. berkaryawisata. bukan di sekolah saja. (Shaver. Sesuaikan diri untuk mencegah tindakan dari orang yang berkuasa. f) menyelidiki hasil-hasil pekerjaan anak. 4.149) Ada berbagai cara untuk mempelajari anak. h. d) mempelajari anak dalam hubunganya dengan anak-anak lain dengan metode sosiometri.Secara sederhana tingkat perkembangan moral (Kohlberg) dapat digambarkan sebagai berikut : 1. dengan orang tuanya dan dengan orang-orang lain yang ada hubungannya dengan anak itu. antara lain : a) mengamati dalam berbagai situasi dan lingkungan. bukan saja dalam situasi kelas melainkan juga sewaktu bermain-main. g) menyuruh anak membuat huku harian. yang dimulai pada saat ia masuk ke Taman Kanak-kanak dan terus-menerus ditambah dari tahun ke tahun dan "menyertai" anak ke sekolah mana saja pun ia pindah. . Pada masa yang akan datang diharapkan akan ada bermacam-macam test untuk mengenal inteligensi anak Indonesia dan segi-segi kepribadian lainnya. 5. Sesuaikan diri agar memperoleh pujian atau ganjaran dan agar kebaikan itu mendapat balasan. Sesuaikan diri agar mengelakkan kecaman atau kebencian orang. e) mengadakan catatan berkala atau anecdotal record mengenai kelakuan anak itu dalam situasi-situasi tertentu. 6.

atau perkembangan intelektual. 9. Abraham Maslow. Louis Raths. Robert Havighurst mempertemukan perkembangan individu dengan tuntutan atau harapan masyarakat dalam konsep " developmental tasks". 3. Maka sebagian dari kurikulum dapat sama bagi semua. Ia membedakan fase sensomotoris. social dan fisik. Jean Piaget mengadakan studi yang mendalam tentang perkembangan intelektual anak. 8. Ada berbagai cara bagi guru untuk mempelajari anak.i) mengadakan penyelidikan yang mendalam mengenai riwayat hidup dan kelakuan anak (case study). 12. Anak merupakan keseluruhan dan bereaksi sebagai keseluruhan terhadap lingkungannya. Kedua segi ini harus dipertimbangkan dalam pengembangan kurikulum. lain daripada yang lain. RANGKUMAN 1. 6.. fase pra-operasional. biasanya mengenai anak yang sukar dididik. Pandangan tentang anak berubah secara radikal oleh Jean Jacques Rousseau. Earl Kelly mempunyai pandangan tertentu tentang kebutuhan anak. Walaupun tiap anak berbeda dengan anak lain. Pendidikan harmonis mencakup perkembangan kognitif. emosional. 7. afektif dan psikomotor. 4. . 11. Banyak tokoh pendidikan yang dipengaruhi olehnya. banyak pula persamaan antara mereka. 10. mempunyai ciri-ciri tersendiri. j) mempelajari buku-buku tentang anak-anak. Kurikulum hendaknya memperhitungkan keunikan anak agar ia sedapat mungkin dapat berkembang sesuai dengan bakatnya. Sejak itu anak menjadi faktor yang harus dipertimbangkan dalam kurikulum. 2. fase operasional kongkret. Kurikulum yang semata-mata didasarkan atas kebutuhan dan minat anak yakni child-centered curriculum dikatakan ekstrem karena anak selalu berada dalam masyarakatnya dan tak dapatmelepaskan diri dari tuntutan masyarakat. 5. Lawrence Kohlberg menggunakan pola Piaget untuk mempelajari perkembangan moral pada anak. Kebutuhan anak dapat ditinjau dari segi anak dan dari segi masyarakat. dan fase operasional formal. Tiap anak unik.

5. Andaikata Saudara ingin memperhatikan perbedaan individual bagaimanakah dapat melakukannya dalam pelajaran yang Saudara berikan. Perhatikan sekelompok anak bermain atau berkumpul.PERTANYAAN DAN TUGAS 1. Sesuaikah kebutuhan pemuda seperti dikemukakan Donald Doane dengan kebutuhan pemuda kita? 11. Pilih salah satu anak yang tinggal dekat Saudara. 4. 2. Catat perbedaan- perbedaan yang Saudara observasi. Apakah jasa Rousseau bagi pendidikan. Kesulitan apakah Saudara hadapi? 7. 8. Adakah persamaan antara ketiga pendapat itu? yang manakah yang paling menarik bagi Saudara? Alasannya ?. . Yang manakah di antara "The Ten Imperative Needs" yang menarik bagi Saudara yang menurut pendapat Saudara perlu dipertimbangkan dalam kurikulum kita? 10. 3. Adakah bukti Saudara. 6. Bila diperhatikan kebutuhan anak yang disebut oleh Maslow. Apa tafsiran Saudara bahwa anak itu suatu keseluruhan. yang manakah yang Saudara rasa perlu diberi perhatian dalam pendidikan kita? 9. Adakah Saudara lihat perbedaan "developmental tasks" dahulu dan sekarang? Apa sebab terjadi perubahan itu? 13. Ratsh dan Kelly. Bandingkan "developmental tasks" di desa dan di kota. dan Kelly. Selidiki hingga mana perbedaan individual diperhatikan di sekolah kita. Cuba pikirkan apa sebab demikian halnya. Adakah perbedaannya? Dalam hal apa. dan apa sebabnya? 12. Coba terapkan beberapa cara guru untuk mengenal anak. Bandingkan kebutuhan anak menurut Abraham Maslow dengan apa yang dikemukakan Raths. Bandingkan pendapat Rousseau dengan semboyan pendidikan kita "Tut Wuri Handayani".

nilai-nilai yang tertinggi dalam kelakuan anak-didiknya. juga orang tua dan masyarakat umumnya yang berkepentingan dalam pendidikan sekolah. melainkan segala sesuatu yang dialami ailak dalam kelas. Perubahan kurikulum di sini berarti mengubah semua yang terlibat di dalamnya. mengubah pedoman kurikulum. Kurikulum yang formal. Mengubah kurikulum dalam arti yang luas ini jauh lebih luas dan dengan demikian lebih pelik. dan banyak kegiatan lainnya. Kurikulum dalam arti ini tak mungkin direncanakan sepenuhnya betapapun rincinya direncanakan. karyawisata. karena dala:n interaksi dalam kelas selalu timbul hal-hal yang spontan dan kreatif yang tak dapat diramalkan sebelumnya. Keduanya saling berkaitan. murid.bukan sekadar buku pedoman. kita dapat hertanya dalam arti apa kurikulum digunakan. kepala sekolah. pendek kata mengenai seluruh kehidupan anak sepanjang bersekolah.BAB 5 PROSES PERUBAHAN DAN PERBAIKAN KURIKULUM MAKNA PERUBAHAN KURIKULUM Bila kita bicara tentang perubahan kurikulum. Kurikulum yang riil. sebab menyangkut banyak variabel. Dalam hal ini guru lebih besar kesempatannya merjadi pengembang kurikulum dalam kelasnya. Kurikulum ini sangat erat hubungariya dengan kepribadian guru. Kurikulum dapat juga diartikan sebagai sesuatu yang hidup dan berlaku selama jangka waktu tertentu dan perlu direvisi secara berkala agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. tempat bermain. Kurikulum dapat juga dilihat sebagai produk yaitu apa yang diharapkan dapat dicapai siswa dan sebagai proses untuk mencapainya. Kurikulum dapat dipandang sebagai buku atau dokumen yang dijadikan guru sebagai pegangan dalam proses belajar-mengajar. relatif lebih terbatas daripada kurikulum yang riil. yaitu guru sendiri. Selanjutnya kurikulum dapat ditafsirkan sebagai apa yang dalam kenyataan terjadi dengan murid dalam kelas. Akhirnya kurikulum dapat dipandang sebagai cetusan jiwa pendidik yang berusaha untuk mewujudkan citacita. ruang olah raga. penilik sekolah. Dalam hal ini dikatakan. bahwa . warung sekolah.

Perbedaan kriteria akan memberi perbedaan pendapat tentang baik-buruknya perubahan itu. Anak yang mula-mula tak mengenal ganja. Namun demikian sering diadakan perubahan dengan maksud terjadinya perbaikan. masyarakat. akan tetapi timbul pula perhatian baru terhadap pengetahuan akademis.perubahan kurikulum adalah perubahan social. curriculum change is social change. pada taraf yang lebih tinggi. tak pernah sesuatu kembali dalam bentuk aslinya. dalam sejarah pendidikan. akan tetapi perbaikan selalu mengandung perubahan. Macam-macam kurikulum telah diciptakan dan banyak di antaranya telah dijalankan. Perubahan di sini tidak membawa perbaikan. kedudukan atau keadaan yang mungkin membawa perbaikan. Disadari bahwa dalam kurikulum tak dapat diutamakan hanya satu aspek saja. Misalnya. kemudian tampil anak sebagai pusat kurikulum. PERUBAHAN DAN PERBAIKAN Perubahan tak selalu sama dengan perbaikan. sekalipun memberi perbaikan dalam segala hal bagi semua orang. Perbaikan berarti meningkatkan nilai atau mutu. dapat berubah menjadi anak yang mengenalnya lalu terlibat dalam kejahatan. Dalam bidang kurikulum kita lihat betapa banyaknya ide dan usaha perbaikan kurikulum yang dicetuskan oleh berbagai tokoh pendidikan yang terkenal. akan tetapi dapat juga memperburuk keadaan. dan untuk mengetahuinya digunakan kriteria tertentu. Namun demikian. maupun pengetahuan secara berimbang. Biasanya yang lama itu timbul dalam bentuk yang agak lain. Bila pada ketika kurikulum sepenuhnya dipusatkan pada anak. Ada masanya pelajaran akademis yang diutamakan. akhirnya ternyata menimbulkan masalah lain. Perbaikan selalu dikaitkan dengan penilaian. kemudian diutamakan prinsip-prinsip utama. Apa yang mula-mula diharapkan. kemudian disadari bahwa tak dapat anak hidup di luar masyarakat. BAGAIMANA TERJADINYA PERUBAHAN . bila dalam pelajaran akademis diutamakan hafalan fakta dan informasi. akan tetapi semua aspek : anak. sesudah itu yang dipentingkan ialah masyarakat. sehingga kurikulum itu ditinggalkan atau diubah. Perubahan adalah pergeseran posisi. Perbaikan diadakan untuk meningkatkan nilai. Perubahan.

Dapat juga dengan membangkitkan motivasi intrinsik dengan menjalankan sikap ramah. sehingga timbul hasrat untuk memperbaikinya demi kepentingan bersama. Akan tetapi karena prosedur ini makan waktu dan tenaga yang banyak. dianggap akan lebih mantap dan meresap dalam hati guru. dengan menggunakan otoritas atau indoktrinasi. guru juga sering tidak mudah berubah. saatnya orang menerima ide itu dan fase kongruensi. Dan bila ada perubahan atau perbaikan baru. PERUBAHAN GURU Perubahan kurikulum tak akan dapat dilaksanakan tanpa perubahan pada guru sendiri. sebab . indoktrinatif. berbagai cara yang dapat digunakan. dan selanjutnya mengambil kesimpulan berdasarkan percobaan. dan luas perubahan yang ingin dicapai. misalnya motivasi intrinsik dengan janji kenaikan gaji atau pangkat. Seperti manusia lainnya. yang lama ditinggalkan saja tanpa membekas. sehingga tidak terdapat perbedaan nilai lagi antara penerima dan pencetus perubahan. biasanya tidak dapat bertahan lama. yakni fase inisiasi. Guru cenderung bersifat konservatif.Menurut para ahli sosiologi. menguji alternatif. mengemukakan perubahan sebagai masalah yang dipecahkan bersama. menyamakan pendapat sehingga selaras dengan pikiran para pencetus. Cara ini efisien. dengan menjelaskan sifatnya. mengajak turut berpatisipasi. Perubahan akan lebih berhasil. Menjadikan perubahan sebagai masalah. memperoleh kredit. maka sering dijalankan cara otoriter. namun dalam jangka panjang tidak efektif. melibatkan semua yang terlibat dalam perumusan masalah. Setiap perubahan akan dapat mengganggu ketenteramannya. karena telah biasa dengan cara-cara yang lama. Untuk mencapai kesamaan pendapat. akrab. paksaan keras atau halus. tujuan. bila dari pihak guru dirasakan kekurangan dalam keadaan. tanpa mengakui kemampuan guru untuk berpikir sendiri dan hanya diharuskan menerima saja. yaitu taraf permulaan ide perubahan itu dilancarkan. segera luntur dan hanya diikuti secara formal dan lahiriah. dan selain itu diinginkan perubahan yang uniform di semua sekolah. pengumpulan data. dapat juga. perubahan terjadi dalam tiga fase. saat orang mengadopsinya. Perubahan yang terjadi atas paksaan dari pihak atasan. fase legitimasi. penuh kesabaran dan pengertian.

Seorang yang ingin melancarkan perubahan. Ia melihat situasi dengan mata lain. Pada saat itu ia terbuka bagi perubahan. maka ia mencari cara baru untuk mengatasi kekurangan yang dirasakannya pada dirinya dan dalam situasi pendidikan. harus berusaha menimbulkan kebutuhan itu pada guru-guru. atau makhluk psikologis yang dapat dibujuk. apakah sebagai orang yang kurang terdidik yang memerlukan latihan.tugasnya terutama untuk melestarikan kebudayaan dengan menyampaikannya kepada generasi muda. Selain itu ia jangan bertindak sebagai orang yang serba tahu yang akan mengubah kelakuan guru. mengambil keputusan. Ia juga menentukan bagaimana memandang guru. Dalam proses itu hendaknya selalu diusahakan komunikasi terbuka. atau sebagai pegawai yang dapat dipaksa agar patuh. maka ia dapat memperoleh pandangan baru tentang pendidikan. hendaknya ia hati-hati menggunakan kekuasaan dan kewibawaannya. Sikap petugas pembaharu banyak berpengaruh atas kemantapan perubahan yang diinginkan. mengumpulkan data. Ia akan menentang perubahan yang akan mengurangi kedudukannya. Guru adalah tokoh utama dalam kelasnya. atau sebagai makhluk rasional yang dapat diajak berpikir dalam memecahkan masalah bersama. Namun apabila ia merasa ketidakpuasan dengan keadaan. Ia dapat bersama guru merumuskan masalah yang dihadapi yang akan dipecahkan bersama. Bila ia memperoleh informasi melalui ceramah atau bacaan. Hendaknya ia sebanyak mungkin melibatkan guru dalam proses perubahan itu. Walaupun petugas itu mempunyai kedudukan yang lebih tinggi. Timbul padanya kebutuhan dan motivasi untuk menerima perubahan yang dapat memberi perbaikan. tidak akan diterima guru . Perubahan hendaknya disertai pengalaman yang kongkret. ataukah sebagai seorang profesional yang bertanggung jawab atas mutu profesinya. mencari hipotesis atau alternatif. Metode yang meniadakan peranan guru dan terutama didasarkan atas bahan yang telah tersusun. menguji-cobakannya dan mengevaluasinya. sehingga guru-guru bebas mengemukakan pendapatnya. uang. atau sebagai makhluk ekonomis yang harus diberi insentif.

Tiap orang mempunyai status tertentu dan menjalanakan peranan tertentu yang memberinya harga diri atau kekuasaan.dengan senang hati. MENGUBAH LEMBAGA ATAU ORGANISASI Mengubah lembaga atau organisasi menghadapi kesulitan lain. ada yang menentangnya terang-terangan atau diam-diam. Hendaknya dicegah timbulnya popularisasi. Tiap organisasi mempunyai struktur sosial tertentu. yakni 1. menganalisis situasi. Sikap orang terhadap perubahan berbeda-beda. Juga perubahan yang meminta pengorbanan tenaga. mengadakan perubahan itu. ada pula yang acuh-tak-acuh. melumpuhkan bahkan meniadakan daya-daya yang menghambat. namun rendah hati dan tidak memamerkan pengetahuannya. harus dapat mempengaruhi orang dan memberi inspirasi. Untuk mengadakan perubahan. yaitu dua pihak yang bertentangan. menentukan perubahan yang perlu diadakan. waktu. Diusahakan mengenal daya-daya yang membantu dan menghalangi perubahan itu dan diadakan usaha untuk memperkuat daya-daya yang menyokong sambil melemahkan. 3. Mengadakan dalam struktur itu dapat mengancam ke dudukan seseorang. Ia hendaknya diakui sebagai manusia. dan 4. Ada yang bersedia menerimanya. Menurut para ahli dalam "social engineering" dalam usaha mengadakan perubahan dapat dilalui empat Iangkah. 2. terbuka bagi pikiran orang lain dan terbuka bagi perubahan. dan pikiran akan menemui pertentangan. Ia harus mempunyai sensitivitas sosial. harus diketahui dan dipertimbangkan keadaan yang ada. Perubahan hanya dapat berhasil bila semua bekerja-sama. Sering pula organisasi itu mempunyai hierarki yang ketat. . Untuk itu diperlukan kebijaksanaan dan kepekaan sosial. Orang yang berperan sebagai pengubah kurikulum harus dapat bekerjasama. Ada yang ikut-ikutan tanpa komitmen. Akan tetapi ia harus seorang profesional. mengikuti prosedur yang tetap. memantapkan perubahan itu. ada yang ikut sekadar mengamankan diri karena takut bila ia mendapat tindakan.

Setiap metode. Akan tetapi seperti telah dikemukakan di atas. Pertama. tidak mempunyai petugas tertentu. Belum dapat diramalkan dengan pasti apa yang akan terjadi bila dijalankan metode tertentu. yang bersedia memberi bantuan kapan saja diperlukan. KELAMBANAN PERUBAHAN DALAM PENDIDIKAN Dibandingkan dengan bidang pertanian. mempunyai sejumlah kelemahan. Ketiga. betapapun rincinya kurikulum ditentukan oleh pusat.Semua harus menyadari adanya masalah yang dihadapi serta kemungkinan untuk mengadakan perubahan. termasuk kurikulum. Kelima. betapapun banyak kebaikannya. sedangkan cara-cara yang baru sangat sukar diterima dan membudaya. termasuk kurikulum belum cukup mempunyai dasar ilmiah. Diusahakan agar semua menaruh minat terhadap usaha itu. pendidikan. maka besar harapan akan diterima dan digunakan untuk masa selanjutnya. guru atau siapa saja yang mengadakan perbaikan. Keempat. kurikulum yang uniform menghambat ruang gerak guru untuk mengadakan perubahan dan menimbulkan kesan. Kedua. perubahan dalam pendidikan berjalan dengan lamban sekali. Diberi waktu untuk membicarakan dan memikirkan makna perub ahan itu bagi lembaga atau organisasi dan dengan percobaan itu bagi lembaga atau organisasi dan dengan percobaan mempraktikkannya memperIihatkan manfaat perubahan itu. demikian pula tiap kurikulum. tidak mendapat insentif dan hanya menerima penghargaan finansial berupa gaji seperti guru lain yang hanya mengikuti tradisi. Bila timbul keyakinan akan kebaikan perubahan itu. Praktik-praktik yang telah dijalankan ratusan tahun yang lalu masih berlaku. seperti halnya dalam bidang pertanian yang menyediakan petugas lapangan. Terlampau banyak variabel yang mempengaruhi hasil suatu tindakan pendidikan. pendidikan. Juga Kanwil tidak menyediakan petugas yang bersedia dipanggil kapan saja guru atau sekolah memerlukan bantuannya guna mengatasi kesulitan yang dihadapi berkenaan dengan pelaksanaan kurikulum. selalu cukup banyak kesempatan bagi guru untuk berperan sebagai pengembang kurikulum. Tentu saja diharapkan agar guru- . Dapat disebut beberapa sebab kelambanan itu. seakan akan tiap penyimpangan dari apa yang telah ditentukan dalam pedoman kurikulum akan dianggap sebagai pelanggaran. kebanyakan guru mempertahankan cara-cara lama yang telah teruji dan telah dikenalnya dengan baik dan dijalankan secara rutin.

Jadi di sini perubahan itu sangat kecil hanya mengganti atau menukar buku pelajaran. misalnya peralihan dari kurikulum . Dan akhirnya. misalnya IPS dengan buku karangan orang lain yang dianggap lebih baik. dengan meniadakan yang lama. orientasi baru. substitusi. yakni . yang dapat mempengaruhi jam pelajaran bidang studi lain. Orlosky mempelajari berbagai perubahan dan pembaruan kurikulum dalam 80 tahun akhir-akhir ini di Amerika Serikat. Perubahan ini lebih sulit lagi dibandingkan dengan perubahan sebelumnya. restrukturiSasi. 4. perubahan yang paling besar risikonya ialah bila dituntut orientasi nilai-nilai baru. dan 5. misalnya menjalankan team teaching. yang memberi peranan baru kepada guru dan memerlukan tenaga dan fasilitas baru. 3. dalam hal ini misalnya menambah atau mengurangi jam pelajaran untuk bidang studi tertentu. STUDI TENTANG KEBERHASILAN PERUBAHAN KURIKULUM Othanel Smith dan D. dapat pula luas dan mendasar. Perubahan ini lebih sulit diadakan dibanding dengan substitusi. Perubahan serupa ini memerlukan perubahan pada guru yang harus mempelajari dan menguasai cara baru itu.. atau kurikulum yang berpusat pada pengetahuan akademis menjadi kurikulum yang berpusat pada anak atau macam-macam pendekatan lain dalam kurikulum. Lebih banyak risikonya ialah restrukturisasi. Alterasi juga berarti perubahan. 2. padahal mengajar itu selalu merupakan "adventure" penuh rahasia yang menarik untuk dipikirkan. variasi. Pengawasan yang terlampau ketat dari atasan akan menghambat berkembangnya inisiatif dan kreativitas guru dan merendahkannya menjadi sekadar tukang yang banyak bekerja secara otomatis dan rutin. karena perlu diyakini apa sebab perlu jam pelajaran ditambah.guru lebih banyak diberi peluang untuk mencari cara-cara baru atau lebih menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan murid dan lingkungan. TINGKAT PERUBAHAN Peruhahan kurikulum dapat kecil dan sangat terbatas. alterasi. Perubahan itu dapat berupa : I . yang "subject-centered" menjadi "unit approach". Dengan variasi dimaksud menerima metode yang berhasil di sekolah lain untuk dijalankan di sekolah sendiri. sedangkan di pihak lain dikurangi waktunya. Substitusi dapat berupa mengganti buku pelajaran.

Apa sebab ada yang diterima sedangkan ada pula yang kebanyakan ditolak? Ternyata menambah atau mengurangi mata pelajaran lebih mudah diterima daripada reorganisasi seluruh kurikulum. Safety education dan Vocational and technical education pada umumnya diterima baik oleh kebanyakan sekolah. waktu dan pengorbanan dari pihak guru.atau menghilangkan kekuasaan guru. Vocational and technical education dapat diterima dengan mudah.yang terjadi sebelum dan sesudah 1950. Nilai 2 artinya. Atau. bila kurang dukungan dari masyarakat. Creative education. Environmental education. seperti halnya dengan Sex education. Nilai 3 artinya perubahan dan nilai 4 menunjukkan bahwa perubahan itu telah berhasil memasuki semua sekolah. Community school. karena mengurangi . atau mengubah peranannya. Misalnya Driver education. Creative education atau Core curriculum. Ternyata bahwa kurikulum seperti Core curriculum. Environmental education. tenaga. jadi telah membudaya. Sebaliknya Driver education. bila terlampau banyak tuntutan. Penelitian dan perkembangan ternyata tidak . pikiran. namun mempunyai pengaruh terhadap pendidikan. atau mendapat tantangan dari pihak guru. Elective System. Thirty school experiment. seperti Activity curriculum. Nilai 1 berarti bahwa ide pembaruan itu tidak dilaksanakan di sekolah dan sukar dicari realisasinya di sekolah. Merombak kurikulum mengandung banyak risiko tanpa jaminan akan berhasil baik. Sex education dan Unit method kurang mendapat "pasaran". Juga Activitiy Curriculum. hanya berupa ide akan tetapi tidak ada perwujudannya di sekolah. Perubahan tidak akan diterima atau bertahan lama. selain dengan kebudayaan masyarakat. Keberhasilan perubahan atau pembaruan mereka beda penilaian 1 sampai 4. Community school. yaitu cara mereka lazimnya berpikir dan berbuat. sedangkan Thirty school experiment yang mengharuskan perombakan kurikulum secara menyeluruh hanya tinggal cita-cita yang tak berwujud. bahwa perubahan itu tidak diterima secara meluas. Selain itu. perubahan kurikulum hendaknya menyesuaikan diri dengan "kebudayaan" guru.

Mendesak agar cepat bekerja akan cepat menghasilkan pekerjaan yang tergesa-gesa dan tidak cermat. dapat memberi bantuan masing-masing dalam perubahan kurikulum. Mereka harus diikutsertakan dalam merumuskan dan memecahkan masalah yang dihadapi bersama. Juga bahan pelajaran seperti paket pelajaran. Pupuklah suasana dan kondisi kerja yang serasi. Saran-saran mereka harus diperhatikan. konperensi. Perubahan harus responsif terhadap kebu tuhan dan kemampuan guru. 3. BEBERAPA KURIKULUM Di bawah ini diberi sejumlah saran-saran singkat tentang Iangkah-langkah dalam proses mengubah kurikulum : 1. jangan pula terlampau lambat. misalnya ada yang lebih serasi bila dilakukan oleh panitia. Tentukan kegiatan yang sesuai. demikian juga inservice education dan pengembangan staf. Pelaksanaan perubahan memerlukan waktu. dapat pula mengadakan wawancara. observasi. pusat alat instruksional dapat memberi sumbangan dalam perubahan kurikulum. kelompok studi. Ada kalanya untuk suatu program. PETUNJUK TENTANG PROSES PERUBAHAN . workshop. Selain itu penataran atau mengikuti kuliah di perguruan tinggi untuk mengikuti perkembangan pengetahuan dalam disiplin tertentu. jangan terlampau cepat. dan lain-lain. Suasana kerja harus memberi kesempatan bagi peserta untuk mengeluarkan buah pikirannya secara bebas. Keberhasilan perubahan bergantung pada kualitas dan kuantitas para peserta. Berikan waktu yang cukup. 2. Hen daknya dijauhi hal-hal yang dapat mengganggu. Dalam perubahan kurikulum kepala sekolah memainkan peranan yang sangat penting.efektif dalam perubahan kurikulum. Ada kalanya diperlukan bantuan dari orang lain. misalnya dari Kanwil atau Perguruan Tinggi Perlu disediakan sumber dan bahan yang diperlukan. atau menggunakan alat-alat seperti tape-recorder. seminar. karena dialah yang mempunyai kekuasaan dan kewibawaan dan kepemimpinan untuk melancarkan. misalnya perbaikan pengajaran bahasa. melanjutkan. diperlukan waktu 3-4 tahun. TV. demonstrasi. dan memantapkan perubahan.

4. metode yang dianjurkan sangat terbatas dan tidak spesifik. Baru kemudian ditentukan kegiatan-kegiatan untuk mencapai tujuan itu. masih banyak yang harus dilengkapi guru. Dalam arti terakhir ini. Banyak lagi kesempatan bagi guru untuk secara kreatif memilih dari sejumlah besar metode. kementerian Depdikbud. Apa yang ditentukan oleh atasanya sebenarnya masih jauh dari lengkap. strategi. Tentukan prosedur penilaian dalam tiap usaha perubahan. menentukan hanya sampai tujuan instruksional umum. yang berusaha jangan menyimpang sedikit pun dari ketentuan dari atasan. karena ia memandang dirinya sekadar sebagai pelaksana kurikulum. Yang merumuskan TIK-nya ialah guru. Tak semua guru sadar akan peranannya sebagai pengembang kurikulum. mustahil meliputi kegiatan guru-siswa sampai hal yang sekecil-kecilnya. Dalam posisi itu boleh dikatakan ialah pengembang kurikulum. Pada satu pihak. Evaluasi dimaksud untuk memperoleh gambaran tentang taraf tercapainya tujuan. dan kalaupun dirincikan. perbaikan kurikulum terutama tergantung pada guru. Kurikulum sekolah kita. Yang dihasilkan ialah suatu kurikulum nasional yang menentukan garis-garis besar apa yang harus diajarkan kepada murid-murid. Di pihak lain. harus segera ditentukan cara menilai hingga mana tercapainya tujuan itu. atau model mengajar yang tersedia. dan ada tidaknya perbaikan pengajaran dalam kelasnya bergantung pada ada tidaknya usaha guru. Yang diberikan terutama garis-garis besarnya. Ia tidak terikat pada test tertulis. Penilaian formatif dan sumatif untuk pelajaran yang diajarkan guru. kurikulum dapat ditafsirkan sebagai segala sesuatu yang terjadi dalam kelas dan sekolah yang mempengaruhi perubahan kelakuan para siswa dengan berpedoman pada kurikulum yang ditentukan oleh Pemerintah. TIU. kurikulum bermacam-macam tafsirannya. Dialah menentukan apa yang sesungguhnya terjadi dalam kelasnya. Bahan pelajaran juga hanya pokok-pokoknya. sepenuhnya dalam tangan guru. akan tetapi dapat men- . Setelah dirumuskan tujuan perubahan. Demikian pula. PROSES PERBAIKAN KURIKULUM Seperti telah dikemukakan. kurikulum dipandang sebagai buku pedoman dan wewenang untuk mengembangkannya ialah pusat.

Pendekatan ini pun tak mudah dijalankan karena menuntut kualitas guru yang tinggi yang masih belum terpenuhi pada saat ini. Kurikulum yang uniform dapat menjadi alasan bagi guru untuk menjauhi inisiatif perbaikan dan hanya menunggu instruksi dari pihak atasan. Antara kurikulum nasional yang dijadikan pedoman sampai perubahan kelakuan anak. sehingga guru hanya berperan untuk mengatur distribusi bahan itu menurut kecepatan anak. walaupun berada di kota yang sama. berkompetensi tinggi. Pendekatan pertama sangat mahal selain banyak kekurangannya. dan kegiatan guru. Pertama. Juga muridnya menunjukkan ciri-ciri khas yang mungkin bertukar dari tahun ke tahun. etis. Dalam hal inilah ia harus sadar akan fungsinya sebagai pengembang kurikulum. mental.jalankan penilaian yang lebih komprehensif yang meliputi aspek emosional. masih terdapat jarak yang cukup luas. Pendekatan kedua memerlukan guru yang profesional. estetis. Meningkatkan mutu pendidikan dapat dilakukan dengan dua macam pendekatan.apalagi sekolah di daerah lain yang berbeda sifat geografi dan sosialekonominya. moral. sosial. dan lain-lain. Sebaliknya . Pendekatan kedua ialah meningkatkan mutu guru sehingga mampu menjalankan bahkan memperbaikinya bila ada kelemahannya. Pelajaran itu dapat berupa modul atau pelajaran berprograma. sosilal. Ialah yang berada dalam posisi strategis untuk mengenal perkembangan anak. Dialah yang dapat menilai aspek-aspek kepribadian anak. Ia dapat menilai kemampuan kognitif pada tingkat mental yang jauh lebih tinggi daripada yang dapat diukur dengan Ebtanas. Kurikulum kita uniform di samping usaha untuk sedapat mungkin mengatur apa yang harus dilakukan oleh guru sampai yang sekecilkecilnya. menyusun paket pelajaran sedemikian rupa. Dan tiap guru berbeda pribadinya dengan guru lain. sikap dan aspek afektif lainnya. Fungsi ini tentu harus lebih disadari kepala sekolah yang bertanggung-jawab atas pendidikan di seluruh sekolahnya dan seyogianya berusaha sedapat mungkin mengadakan perbaikan kurikulum sekolahnya Tiap sekolah berbeda dengan sekolah lain. yang memerlukan pemikiran. kreativitas. fisik. guru yang berjiwa dinamis dan terbuka bagi pembaruan. Pada umumnya guru kita masih belum menyadari peranannya sebagai pengembang kurikulum.

Langkah pertama ialah mengetahui dengan jelas apa yang sebenarnya ingin dicapai.atasan yang tidak merangsang guru untuk bersifat dinamis dan memberi kesempatan serta dorongan untuk mencobakan perbaikan atas pemikiran sendiri dan tidak turut serta dalam usaha perbaikan dan penyesuaian dengan keadaan setempat. Ada kemungkinan. Mengenal Keadaan Sekolah. bagaimana memanfaatkan balikannya. Kurikulum bukan benda mati akan tetapi sesuatu yang hidup mengikuti perkembangan zaman. Kurikulum tak kunjung sempurna dan senantiasa dapat diperbaiki. tujuannya harus diperjelas atau diubah. bagaimana cara mencapainya. kita harus memperhatikan sejumlah dasar-dasar pertimbangan. bagaimana menilainya. kurang mengenal keadaan masyarakat lingkungan. apakah perlu dicari proses belajar-mengajar baru. pelajaran harus memperhatikan perbedaan individu dan mencari relevansi dengan kebutuhan setempat. bagaimana melaksanakannya. dan sebagainya. agar usaha itu berhasil baik. sumber belajar apa yang diperlukan. Mengetahui Tujuan Perbaikan. misalnya kurang mengenal potensi guru. tidak mengenal sejarah perkembangan sekolah atau memahami kurikulum sekolah . bagaimana mengorganisasi bahan itu. sumber belajar yang tersedia di sekolah atau lingkungan. Bila kita ingin memperbaiki kurikulum sekolah. Bahan segera usang karena kemajuan zaman. cenderung mematikan kreativitas guru. Sering guru-guru tidak mengenal betul situasi sekolah yang sebenarnya. demikian pula desain perbaikan atau implementasinya dan metode penilaiannya. Jadi perbaikan kurikulum tak kunjung berakhir dan bergerak terus. antara lain : y y y y y y y Mengetahui tujuan perbaikan Mengenal situasi sekolah Mengetahui kebutuhan siswa dan guru Mengenal masalah yang dihadapi sekolah Mengenal kompetensi guru Mengetahui gejala sosial Mengetahui perkembangan dan aliran dalam kurikulum.

observasi. kebudayaan masyarakat anak. Mengetahui kebutuhan itu merupakan titik tolak bagi usaha perbaikan. yang sering berkenaan dengan metode mengajar. keadaan siswa secara keseluruhan. relevansi kurikulum. konsep-diri anak. orangtua atau murid untuk mengetahui kelemahan-kelemahan dalam pendidikan di sekolah. memperhatikan perbedaan individual. Mengenal Masalah Yang Dihadapi Sekolah. jumlah penerimaan. Juga dapat diadakan brainstorming dengan guru. Sebaliknya yang dijadikan fokus perbaikan ialah masalah-masalah yang dihadapi guru dalam pekerjaannya sehari-hari. analisis pekerjaan murid. angket. Suatu masalah ialah. Untuk memperoleh data dapat digunakan test tertutup dan terbuka. memilih bahan pelajaran . dan sebagainya. bahan pelajaran. bagaimanakah menyisipkan perbaikan itu kedalam kurikulum resmi. Data tentang siswa. hasil belajar. misalnya dari staf perguruan tinggi. macammacam golongan etnis. Agar ada dorongan untuk memperbaiki kurikulum harus disadari adanya kesenjangan antara keadaan yang nyata dengan apa yang diharapkan oleh kurikulum resmi atau apa yang diinginkan siswa dan guru. nilai-nilai dan harapan masa depan. atau bantuan yang dapat diperoleh. dan lain-lain. apakah perbaikan itu sungguh-sungguh mengenai inti persoalan ataukah hanya menyinggung gejalanya. sosiometri. dapat diminta guru mengadakan ranking untuk kemudian didiskusikan selanjutnya dan memilih yang dirasa paling urgen. perkembangan fisik. moral. termasuk IKIP. proses belajar-mengajar. Tujuan pendidikan seperti diharapkan Pemerintah dapat memberi dorongan untuk mengadakan peruba han dalam keadaan sekarang yang dirasa tidak memuaskan. sosial. intelektual. Untuk melaksanakan perbaikan itu perlu diadakan studi yang lebih luas guna memperoleh data lain yang dirasa perlu. wawancara. lulusan dan putus sekolah. Dalam semua hal itu mungkin terdapat kekurangankekurangan yang perlu mendapat perhatian. cara murid belajar.sebagai keseluruhan serta hubungannya dengan instansi lain. Untuk mengetahui kebutuhan mana yang dirasa paling penting untuk diatasi. keadaan rumah tangga. Mempelajari Kebutuhan Murid Dan Guru. apakah guru -guru memang ingin mengadakan perbaikan yang dianjurkan.

yakni merumuskan masalahnya. seperti kemampuan membuat perencanaan. fasilitas yang membantu proses belajar-mengajar. organisasi kelas. psikologi anak. seperti komputer. cara meningkatkan motivasi siswa belajar. selain kompetensi umum. mengambil kesimpulan. dan lain-lain. mengumpulkan data. maupun dari luarnya. kemampuan bekerja-sama untuk menghasilkan pekerjaan yang bermutu. Jika telah ditentukan dan disetujui masalah perbaikan yang akan dikerjakan. kemampuan menganalisis situasi dan menafsirkan perbuatan. Masalah yang dipilih hendaknya jangan terlampau luas sehingga sukar dikendalikan. menentukan hipotesis. menilai untuk mcmperoleh balikan. kemampuan memilih dari sejumlah alternatif. dan sebagainya. Masalah juga dapat berasal dari murid. Mengenal Gejala Sosial. kemampuan mengadakaan eksperimen dan penelitian. Perbaikan kurikulum dapat berasal dari desakan dari dalam dunia pendidikan. kemampuan menyatakan pikiran secara lisan dan tulisan. kepala sekolah. mungkin tidak dirasa relevan. kemampuan mempertemukan pandangan yang bertentangan. kemampuan untuk mengarahkan dan mengkoordinasi. mencobakannya apakah benar hipotesis itu. sosiologi. tidak prakis oleh guru dan tidak akan mendapat dukungan. kemampuan untuk mencetuskan ide-ide baru. bahan pelajaran. Sebaliknya jangan pula terlampau sempit sehingga tak bermakna. Dari dalam pendidikan dorongan ke arah perbaikan dapat bersumber dari guru. Mengenal Kompetensi Guru. Untuk memperbaiki kurikulum perlu diketahui kompetensi guru sebagai partisipan dalam pengembangannya. Masalah yang dianjurkan oleh pihak luar. orangtua. dapat juga dari . mengimplementasikannya. murid. masyarakat atau pemerintah. serta menggunakan alat. mengadakan perubahan. masalah itu dapat diperlukan sebagai cara pemecahan masalah pada umumnya. kemampuan untuk menanyakan pertanyaan yang relevan.yang lebih serasi. dan seterusnya sampai tercapai hasil yang memuaskan. proses mengajar-belajar. pengetahuan mereka tentang seluk-beluk kurikulum. serta memupuk suasana yang menyenangkan.

Juga dari pihak luar datang usul-usul perbaikan sekolah. Kepala sekolah sudah sewajarnya mencita-citakan sekolah yang baik. Orangtua pada umumnya belum menyadari sepenuhnya peran mereka dalam perbaikan sekolah. Masing-masing sekolah dapat berusaha mencapai . yang belum tentu memberi perbaikan. Murid-murid pun mempunyai sejumlah keluhan tentang kekurangan yang dirasakannya tentang sekolah. dapat lebih meningkatkannya lagi. Namun suara masyarakat tentang pendidikan sering dicetuskan melalui koran dan mass media lainnya. Pemilik sekolah dalam kunjungannya tentu akan memberi sejumlah saran ke arah perbaikan kurikulum.penilik sekolah atau dari kementerian. sedikit demi sedikit yang lazim disebut sebagai "broken front". Kurikulum yang barn sama sekali cenderung melenyapkan segala kebaikan kurikulum yang lampau. lalu membiarkan keadaan berlangsung. guru suatu bidang studi yang dinamis dapat memperbaiki pengajaran hidang studinya. yang mungkin tidak dilakukan guru bidang studi lainnya. karena tiap orangtua mengharapkan pendidikan yang sebaik-baiknya bagi anaknya. tak perlu diambil risiko besar untuk mengadakan pembaruan total yang dapat menimbulkan goncangan besar di kalangan guruguru. Kurikulum harus dibangun terus menerus. sampai pada suatu saat lahir kurikulum baru. Tak semua keluhan itu dapat dipenuhi. Namun adanya keluhan itu seharusnya mendorong para pendidik untuk menilai diri sendiri dan berusaha memperbaikinya. Lagi pula keluhan itu perlu dipertimbangkan dengan sungguh-sungguh oleh sebab tidak tiap keluhan mempunyai dasar yang kuat yang didukung oleh fakta. Demikian juga suatu sekolah yang "favorit" karena mutunya. Bila kurikulum diperbaiki secara kontinu. khususnya guruguru belum berani mengambil inisiatif mengadakan perbaikan sendiri. Misalnya. Perguruan tinggi juga dapat menunjukkan keluhannya tentang mutu lulusan SMA dan konsumer para lulusan lembaga pendidikan merasakan kekurangan dalam tenaga kerja. Hingga kini. pada umumnya para pendidik. Kurikulum yang baik tidak diperoleh sekaligus dengan adanya kurikulum yang baru sama sekali. Tiap guru mengalami hal-hal yang tidak memuaskan yang perlu diperbaikinya. tanpa menunggu kemajuan sekolah lain yang ketinggalan. Tak dapat kurikulum serentak diperbaiki dalam segala "front".

adanya diskrepansi antara kenyataan dengan apa yang diharapkan berbagai pihak. Namun ada saja kemungkinan mengambil aspek-aspek tertentu yang dapat memberikan perbaikan dalam rangka kurikulum yang berlaku. Perlombaan sehat antara sekolah dalam peningkatan mutu hendaknya jangan dihalangi. Banyak di antaranya yang hanya berupa ide saja tanpa direalisasikan. asal diadakan waktu khusus oleh kepala sekolah untuk membicarakan kurikulum sekolah secara berkala. memilih apa yang dirasanya bermanfaat bagi tujuan tertentu. Kurikulum yang uniform mengenal standard minimal tidak menghambat mencapai mutu yang setinggi-tingginya. Biasanya guru tidak berpegang secara ketat pada satu pola kurikulum tertentu. Kurikulum adalah bidang yang subur bagi penelitian. Biasanya ia bersifat eklektik. Maka karena itu guru dapat membukakan diri terhadap berbagai aliran dalam pengembangan kurikulum."excellence". Sekolah yang ketinggalan dalam hal tertentu dapat belajar dari sekolah yang telah maju. Berbagai aliran timbul untuk mencari alternatif baru sebagai reaksi terhadap praktik kurikulum yang berlaku sekarang. dan lain-lain. Banyak buku dan karangan terbit berkenaan dengan studi tentang kurikulum. Ide-ide baru dapat menjadi pokok diskusi di kalangan guru. Mengetahui Aliran-aliran Dalam Pengembangan Kurikulum. Ia dapat pada suatu saat menggunakan teori belajar S-R mematuhi PPSI dan sesaat lagi menerapkan pendekatan proses yang berdasarkan teori belajar Gestalt. dalam hal apa sekolah itu lebih baik atau lebih rendah mutunya daripada sekolah lain. keunggulan dan tiap guru dapat mengusahakan tercapainya mutu yang senantiasa meningkat. Tak semua aliran baru dalam kurikulum dapat diterapkan. . Tiap aliran mengandung hal-hal yang positif yang dapat memperluas pandangan guru tentang kurikulum yang dapat mendorongnya untuk menerapkannya sejauh itu mungkin. LANGKAH-LANGKAH DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM DI SEKOLAH Agar usaha perbaikan kurikulum di sekolah dapat berhasil baik hendaknya diperhatikan langkah-langkah yang berikut :  Adakan penilaian umum tentang sekolah. sumber-sumber yang tersedia atau tidak tersedia.

apakah yang direncanakan itu dapat direalisasikan. dan kebutuhan akan perubahan dan perbaikan. menilai maknanya bagi perbaikan sekolah dan menjelaskan makna serta implikasinya.  Memantapkan perbaikan.  Mengajukan saran perbaikan. sebaiknya dalam bentuk tertulis. Selidiki berbagai kebutuhan. kepala sekolah hendaknya senantiasa menyatakan penghargaannya atas pekerjaan semua yang terlibat dalam usaha perbaikan ini. Apa yang indah di atas kertas. sedapat mungkin sesuai dengan kompetensi masingmasing. Perlu pula memilih orang-orang yang benar-benar bermotivasi untuk mengadakan perbaikan dan mempunyai kompetensi yang memadai. yang besar harapannya dapat dilaksanakan dengan baik. bila ternyata usaha itu berhasil baik dan dijadikan pedoman selanjutnya. cara mengevaluasi. Ada perbaikan kurikulum yang fundamental yang makan waktu puluhan tahun. penilaian. kadang-kadang 2 sampai 5 tahun. bergantung pada luas perbaikan yang akan diadakan. dan seterusnya. biasanya oleh kepala sekolah. Ketidakberhasilan akan menimbulkan kekecewaan dan keengganan untuk mengadakan perbaikan di masa mendatang.   Mengawasi pekerjaan panitia. kebutuhan guru. Sering kurikulum yang dijalankan . metode penyampaiannya. apakah sesuai dengan tuntutan kurikulum yang berlaku. yang timbul berdasarkan studi tentang berbagai kebutuhan yang tersebut di atas lalu memilih salah satu yang dianggap paling mendesak. pelaksanaan. antara lain kebutuhan siswa. percobaan. perbaikan. balikan. Perlu pula ditentukan batas waktu perencanaan dan pelaksanaan proyek ini. Perbaikan kurikulum memerlukan waktu lama sebelum membudaya.  Menerapkan cara-cara evaluasi. yang dapat didiskusikan bersama. Oleh sebab pekerjaan ini tidak mudah.  Mengidentifikasi masalah serta merumuskannya. Jadi jangan didesak melakukannya dengan tergesa-gesa.  Memilih anggota panitia.  Menyiapkan desain perencanaannya yang mencakup tujuan. Pada taraf permulaan hendaknya diambil suatu proyek yang sederhana. Melaksanakan hasil panitia oleh guru dalam kelas. menentukan bahan pelajaran. belum tentu dapat diwujudkan.

merekalah yang pertama-tama yang harus berusaha mengadakan perbaikan. khususnya IKIP. para ahli kurikulum dan berbagai lapisan masyarakat umumnya. industri.masih mirip dengan yang terdapat puluhan bahkan ratusan tahun yang silam. guru sendiri harus berubah atau diizinkan. oleh dianggap kurikulum adalah terutama menyampaikan ilmu pengetahuan. seperti Pemerintah. Apakah hanya pejabat Depdikbud ataukah masih diperlukan peserta lain? Setelah Jeomr Bruner yang mengutamakan struktur disiplin ilmu. PESERTA DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM Siapakah yang diikut-sertakan dalam pengembangan kurikulum merupakan suatu masalah. para ahli disiplin ilmu dari universitas banyak dilibatkan dalam pengembangan kurikulum. kurikulum adalah benda hidup yang dinamis. Bila pendidikan mendapat sorotan dan kritik. Di belakangnya terkandung asumsi bahwa kurikulum menyusun suatu dokumen yang menjadi pegangan apa yang harus dip elajari siswa. Perubahan kurikulum senantiasa melibatkan perubahan manusia yang melaksanakannya. Dalam kelas. politik. Agar kurikulum berubah demi perbaikan. banyak lagi yang turut terlibat dalam mutu kurikulum. Kritik dan saran dari pihak luar biasanya bersifat umum. yaitu daya-daya dari dalam sekolah dan dari luar sekolah. Yang memegang peranan dalam . seperti golongan agama. bukan hanya sekumpulan halaman cetakan belaka. bahkan didorong untuk berubah. sedangkan sekolah harus menerjemahkannya dalam kegiatan yang lebih spesifik dan operasional. Dalam garis besarnya kita dapat membaginya dalam dua golongan. Dalam arti yang luas. dan lain-lain. kepala sekolah dan pemilik sekolah dari Kanwil. Dalam proses perbaikan kurikulum seperti ini diperlukan partisipasi dari semua yang tiap hari terlibat dalam kurikulum yakni guru. Untuk melaksanakan kurikulum itu dan juga dalam usaha untuk mengubahnya agar sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan anak dalam masyarakat tertentu diperlukan peserta lain. murid. Dalam kelas kurikulum resmi itu memperoleh bentuk yang tersendiri bila diterjemahkan dalam interaksi hidup antara guru dan siswa. Akan tetapi kurikulum yang sesungguhnya ialah apa yang terjadi dalam kelas dalam interaksi siswa dengan guru dan siswa lainnya dan dengan lingkungan. perguruan tinggi. orangtua.

mengulangi caranya mengajar dari tahun ke tahun sampai akhir jabatannya. oleh sebab pada hakikatnya ia bekerja dalam dunia terisolisasi. (2) belajar terus dengan membaca literatur profesional. dari buku dan dari orang lain. ibarat tukang yang harus melaksanakan pekerjaan menurut instruksi. tanpa memikirkan dan merenungkan apa yang dilakukannya.proses perbaikan kurikulum ialah guru oleh sebab dialah yang paling bertanggung-jawab atas mutu pendidikan anak-didiknya. sehingga ia tidak memperoleh input tentang proses belajar-mengajar dalam kelasnya. Berbuat hanya menghasilkan pelajaran. atau pelaksana kurikulum yang kreatif evaluatif. bahkan yang mempunyai keahlian dalam bidang kurikulum. bila ia membiasakan diri (1) berunding dan bertukar pikiran dengan siswa. Guru menghadapi kesulitan tersendiri. Jarang sekali pelajarannya dihadiri oleh orang luar. melakukan pekerjaan berkali-kali tidak memberi pelajaran. khususnya dalam hal kurikulum kelas atau bidang studinya. terbuka bagi pendapat mereka. Apa yang dikerjakan dalam kelasnya tertutup bagi dunia luar. Semboyan "learning by doing" mempunyai satu syarat. Pertumbuhannya ini dapat dibantu. Sikap keterbukaan ini memungkinkannya belajar dari murid. Mereka akan lebih memahami bahwa gurulah unsur utama dalam kurikulum. Pada saat ini guru belum menganggap dirinya seorang yang boleh bicara. Ia hanya dapat berkembang. bila direnungkan apa yang . bila sekolah secara berkala mengadakan rapat khusus untuk membicarakan hal-hal berkenaan dengan kurikulum serta perbaikannya. la menganggap dirinya hanya sebagai pelaksana. (3) bertukar pikiran dan pengalaman dengan teman guru-guru lainnya atau dengan kepala sekolah. Dengan demikian guru-guru lebih memahami seluk-beluk kurikulum dan menyadari peranannya sebagai pengembang kurikulum. Pengalamannya selama puluhan tahun dapat merupakan pengalaman yang sama diulangi puluhan kali dan tidak tumbuh dalam profesinya. Orang tidak belajar dengan sekadar berbuat. Hasil pembicaraan akan diterapkan dalam kelas masing-masing lalu didiskusikan kemudian untuk menilai pengalaman guru masing-masing. Sebagian dari waktu libur sekolah dapat dimanfaatkan untuk membicarakan kekurangan-kekurangan dalam penyelenggaraan kurikulum dan secara bersama mencari usaha perbaikan. Ia cenderung masuk cengkeraman rutin. Jadi ia hanya terlibat dalam praktik.

apakah perbaikan itu hanya bersifat teori. SMP. konse ptual. dan teoritis. dan lain-lain. apa yang ingin dipelajarinya tentang suatu topik. atau mengalami sendiri kegunaannya. pelajaran.. Jika ia menyaksikan pelaksanaan. Di sekolah progresif kepada murid diberikan peranan yang lebih besar lagi tentang apa yang mereka harapkan dari pelajaran. atau bila guru mengajak siswa turut-serta dalam perencanaan suatu kegiatan belajar. maka perbaikan itu tidak akan lama bertahan. Perkembangan profesional guru juga terhambat karena tidak adanya perkumpulan profesional hagi berbagai golongan guru. Dalam usaha untuk mengadakan perubahan kurikulum. Adanya perkumpulan profesional dengan terbitannya dapat merangsang guru untuk senantiasa melihat profesinya sebagai masalah yang secara kontinu mendorongnya untuk berpikir tentang kurikulum dan dengan demikian mempercepat perbaikan dan modernisasi pendidikan kita. bagaimana pendapatnya tentang .dilakukan dan meningkatkannya pada taraf yang lebih abstrak. Pada umumnya guru akan bersifat kritis dan menilainya. pada pokoknya mereka sudah dilibatkan dalam kurikulum. Perubahan harus diterima dengan rasa komitmen agar berhasil baik. bila guru bertanya. maka ia akan lebih mudah menerimanyl karena instruksi atau paksaan. PARTISIPASI MURID Pada umumnya kita belum mempertimbangkan peranan siswa dalam pengembangan kurikulum dan mereka memang tidak mempunyai kompetensi dalam bidang itu. apakah dapat dilakukan dalam kelasnya. juga perkumpulan guru dalam bidang studi tertentu yang tidak terbatas pada tingkatan sekolah. Partisipasi murid sama sekali tidak . hendaknya diselidiki sikap dan reaksi guru terhadap perubahan itu dan mempertimbangkannya. PARTISIPASI GURU Tiap guru mempunyai reaksi individual terhadap perbaikan kurikulum. SMA. Namun pada tingkat kegiatan kelas. atau menganggap bahwa cara yang lama lebih bermanfaat dan yang baru terlampau banyak menuntut waktu dan tenaga. Guru mempunyai pandangan sendiri tentang kurikulum dan keberhasilan perubahan bergantung pada kesesuaiannya dengan nilai-nilai guru dan taraf partisipasinya dalam perubahan itu. seperti guru SD.

mempertimbangkan. akan menimbulkan rasa benci bahkan protes. sekalipun tersembunyi terhadap pelajaran dan sekolah yang mereka nyatakan dalam perbuatan yang tidak diinginkan. Pemimpin dianggap sebagai orang yang jauh lebih ban yak . ia dapat membangkitkan atau mematikan perubahan kurikulum di sekolahnya. Memaksakan kurikulum yang tidak mereka sukai. Perubahan dalam sikap pemuda-pemudi akibat dinamika masyarakat tidak dapat diabaikannya. namun tidak ada yang dapat memberi jawaban yang memuaskan. dan memutuskan apa yang akan dimasukkan dalam kurikulum sekolah. hendaknya kepala sekolah dan guru-guru selalu rnemegang peranan utama untuk menerima. Ada kalanya dianggap bahwa seorang lahir sebagai pemimpin jadi bukan karena pengalaman. Sebagai pemimpin profesional ia menerjemahkan perubahan masyarakat dan kebudayaan ke dalam kurikulum.berarti bahwa keinginan mereka harus diperturut akan tetapi pandangan mereka dapat dimanfaatkan. Rupanya kepemimpinan itu lebih kompleks daripada yang diduga semula dan timbul beberapa teori tentang hakikat kepemimpinan ini. sekalipun keputusan selalu di tangan guru. Ialah tokoh utama yang mendorong guru agar senantiasa mencari perbaikan dan mengembangkan diri. la sendiri harus mempunyai latar belakang yang mendalarn tentang teori dan praktik kurikulum. Walaupun banyak orang yang dapat memberi sumbangan kepada perbaikan kurikulum. PARTISIPASI KEPALA SEKOLAH Kepala sekolah mempunyai kedudukan strategis dalam perbaikan kurikulum dan berbeda di garis depan perubahan kurikulum. Perubahan kurikulum hanya akan berjalan dengan dukungan dan dorongan kepala sekolah. Masih ada lagi golongan lain yang dapat membantu perbaikan kurikulum antara lain para inspeksi di Kanwil dan juga para orangtua dan tokoh-tokoh masyarakat. KEPEMIMPINAN DALAM PENDIDIKAN Telah banyak diadakan penelitian untuk mengetahui apakah sebenarnya kepemimpinan itu. yang tidak disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Kepala sekolah dan stafnya tak dapat tiada harus bekerja dalam kerangka patokan yang ditetapkan oleh Depdikbud.

Apa yang dilakukan pemimpin sama pentingnya dengan bagaimana caranya melakukannya. Kita tidak tahu yang mana di antara sifat-sifat itu yang paling penting. verbal maupun akademis. Situasi itu membutuhkan seorang pemimpin yang dianggap mampu mengatasi masalah yang ditimbulkan situasi itu secara efektif. Jadi kepemimpinan bergantung pada tugas yang dihadapi.tahu dan lebih kompeten daripada pengikutnya. kemampuan menyesuaikan diri dengan norma kelompok. Jadi pemimpin yang cocok untuk suatu situasi tidak akan cocok untuk situasi lain. Pemimpin ialah orang yang menentukan sedangkan yang lain harus mematuhinya. . kesediaan memberi bantuan. bersemangat. Dalam segala situasi tertentu tampil pemimpin tertentu. inteligensi tinggi : sosial. pengendalian emosi. menurut pengalaman dan pendapat seseorang. Sebagai pembantu. Dalam organisasi yang demokratis pemimpin dianggap sebagai orang yang dapat membantu anggota lain untuk mengidentifikasi tujuan yang bermakna bagi kelompok dan membantu dalam mencapai tujuan itu. dan seorang tidak akan menjadi pemimpin yang efektif dalam segala situasi. berminat untuk memimpin. Teori ketiga ialah memandang kepemimpinan sebagai fungsi suatu situasi. Berbagai teori telah dipikirkan untuk menjelaskan hakikat kepemimpinan. Ada pula yang memandang kepemimpinan sebagai sesuatu yang dibagi bersama antara anggota kelompok guna mencapai tujuan-tujuan yang ditentukan bersama. Pemimpin ditunjuk oleh kelompok untuk tujuan tertentu untuk jangka waktu yang tertentu. antara lain empat yaitu identifikasi dengan kebutuhan orang lain. Daftar ini rasanya masih dapat diperluas. karena dialah yang dianggap paling kompeten untuk tu gas itu. akan tetapi tak ada yang dapat menjelaskan semua gejala kepemimpinan itu dengan memuaskan. Anggapan demikian menganut konsep yang otokratis tentang kepemimpinan. Salah satu teori memandang kepemimpinan sebagai orang yang memiliki sejumlah sifat yang membuatnya seorang pemimpin. kepemimpinan dianggap sebagai layanan kepada kelompok.

Yang berorientasi pada tugas ingin agar pekerjaan selesai. dalam berbagai situasi pada waktu-waktu tertentu. atau menjadi pemimpin yang tidak hanya disenangi akan tetapi juga berhasil dan efektif. berusaha agar ia disenangi. bersedia mendengarkan buah pikiran orang. adanya saling percaya. dan yang berorientasi pada hubungan manusiawi.Ketiga teori itu ada kebenarannya. . memupuk rasa hormat-menghormati. saling menghormati. yaitu yang berorientasi pada tugas. distribusi kekuasaan. Mungkin kepemimpinan bertalian dengan faktor-faktor pribadi. mengutamakan hasil dengan menentukan standar. kekompakan. pemanfatan buah pikiran anggota. sikap dan kebutuhan "pengikut" atau anggota kelompok pada saat tertentu. Masalahnya ialah bagaimana mempertemukan kedua pendekatan itu. timbul dalam situasi tertentu. namun tidak memberi hasil seperti kepemimpinan yang berorientasi pada tugas. yaitu menjadi pemimpin yang disukai dan mencapai hasil yang diinginkan. memelihara hubungan antar manusia yang baik. Efektivitas kepemimpian antara lain bergantung pada kualitas hubungan antara pemimpin dan anggota kelompok. Pemimpin tidak memiliki sejumlah ciri yang sama. kepemimpinan yang mengutamakan hubungan manusiawi. namun tidak dapat berlaku dalam segala situasi kepemimpinan. mendorong anggota bekerja dengan tenaga penuh agar mencapai kemajuan. semangat atau moral tinggi. Kepemimpinan berbeda menurut sifat lingkungan. sifat tugas. menetapkan waktu penyelesaian pekerjaan. bangkit dalam struktur suatu kelompok. Dalam kepemimpinan dapat dibedakan dua corak. Kepemimpinan mungkin fungsi interaksi antara berbagai variabel itu yang membuka kesempatan timbulnya pemimpin yang sentral tanpa menghalangi orang lain untuk menjalankan kepemimpinan bersama. Di lain pihak. berusaha agar pekerjaan menyenangkan. dan prioritas tujuan. mengeritik pekerjaan yang tak bermutu. namun selalu menunjukkan kualitas tinggi dalam hal tertentu. percaya-mempercayai.

Usaha besar-hesaran ini hanya dapat dikordinasi oleh pusat dengan memberikan pernyataan kebijaksanaan. Kepemimpinan juga ditentukan oleh pandangan pemimpin terhadap manusia. petunjuk-petunjuk pelaksanaan dan hukum pedoman. diorientasi kearah perbaikan. Ia dapat memandang manusia sebagai makhluk yang pada hakikatnya baik dan dapat diberi kepercayaan akan berkembang dan melakukan tugasnya dengan baik. Dapat pula manusia dipandang netral. menggunakan ancaman atau rasa takut. tidak baik atau buruk akan tetapi mempunyai kebebasan untuk memilih dan memerlukan kesempatan dan hantuan menggunakan kehebasannya untuk memilih yang baik. Sebaliknya ia dapat memandang manusia yang pada hakikatnya buruk.Kepemimpinan yang berorientasi pada tugas dapat menyeleweng menjadi kepemimpinan yang otokratis yang dapat bersifat paternalistik. Untuk mengubah kurikulum dapat diikuti strategi yang berikut : 1. dalam hal ini perubahan atau perbaikan kurikulum. egoistis dan kerena itu perlu dididik. STRATEGI KEPEMIMPINAN DALAM PERUBAHAN KURIKULUM Dengan strategi dimaksud rencana serangkaian usaha untuk mencapai tujuan. Strategi ini sangat ekonomis mengenai waktu dan tenaga bila mengadakan perubahan kurikulum secara uniform dan menyeluruh. . Dalam perubahan kurikulum pemilik sekolah. demokratis semu. kepala sekolah atau guru harus diberi kekuasaan atau wewenang agar dapat menjalankan tanggung jawabnya untuk membuat rencana guna perbaikan. Kepemimpinan sering memerlukan otoritas atau kekuasaan. Perubahan ini menyeluruh dan dijalankan secara uniform di seluruh negara. Mengubah seluruh sistem pendidikan yang hanya dapat dilakukan oleh pusat yakni Depdikbud karena mempunyai wewenang penuh untuk mengadakan perubahan kurikulum secara total. Tanggung jawab tanpa diberi kekuasaan tertentu cenderung tidak memberi hasil.

atau setiap tingkatan atau bidang studi. Di bawah pimpinan kepala sekolah dapat diadakan rapat seluruh staf. yakni di sekolah dan dalam kelas. Cara ini cenderung bersifat birokratis yang dikatakan menyusun kurikulum "di belakang meja tulis" oleh tokoh-tokoh yang tidak atau kurang menceburkan diri dalam praktik sekolah yang sebenarnya. ada kalanya atas pemikirannya sendiri. Rapat-rapat mengenai perbaikan kurikulum sebaiknya dilakukan secara kontinu oleh sebab tujuannya tidak diperoleh sekaligus.Dianggap bahwa di kantor pusat telah dihimpun personalia profesional yang paling unggul yang diberi fasilitas yang seluas-luasnya untuk merencanakan perubahan kurikulum itu sebaik-baiknya. tak dapat tiada guru harus mengadakan penyesuaian. Pedoman kurikulum hanya dapat dijiwai oleh guru dan pribadi guru terjalin erat dengan cara ia melaksanakan kurikulum itu. mau tak mau setiap guru akan menghadapi masalah yang harus diatasinya. Dalam menghadapi anak. Di sinilah dihadapi masalah kurikulum yang sesungguhnya. 2. Dalam kelas kurikulum menjadi hidup. Kurikulum yang nyata. Ada sejumlah kelemahan yang terdapat dalam pendekatan ini. Kelaslah yang menjadi garis depan perubahan dan perbaikan kurikulum. Dalam pelaksanaan kurikulum dalam kelas terhadap murid yang berbeda-beda. bukan hanya secarik kertas. atau interaksinya dengan . Bila semua perubahan kurikulum hanya datang dari pusat. Memusatkan perubahan kurikulum di kantor pusat tidak cukup melibatkan semua pakar kurikulum profesional yang tersebar di seluruh negara. Memperbaiki kurikulum berarti hanya menerima kebijaksanaan orang-orang yang secara resmi diberi status sebagai pemimpin urusan kurikulum. Mengubah kurikulum tingkat lokal. dalam jangka panjang ini dapat mengekang dan membatasi perbaikan kurikulum secara kreatif oleh guru-guru di seluruh negara. yang riil. hanya terdapat di mana guru dan murid berada. guru selalu mendapat kesempatan untuk mencobakan pikirannya sendiri. Perbaikan yang sesungguhnya akan terjadi bila guru sendiri menyadari kekurangannya. Bagaimanapun ketatnya perincian kurikulum.

Guru misalnya dapat disuruh mengobservasi dan menilai dirinya mengajar yang telah divideo-tape. 4. dengan rencana yang lebih ketat dan diselenggarakan atas instruksi pihak atasan. 3. Dianggap bahwa kurikulum sekolah akan mengalami perbaikan jika mutu guru ditingkatkan. Kini pengertian supervisi sudah berubah. Usaha perbaikan yang dijalankan oleh guru-guru memerlukan kordinasi kepala sekolah. In-service training dianggap lebih formal. Pengembangan staf atau staff development lebih tak-formaal. Sekolah itu tetap bergerak dalam rangka kurikulum resmi yang berlaku akan tetapi berusaha un tuk menyesuaikannya dengan kebutuhan anak dan lingkungannya serta berusaha untuk meningkatkannya. Kedatangannya dipandang sebagai hari mendung penuh rasa takut yang dihadapi guru dengan segala macam tipu muslihat. Sama sekali tidak dilarang memberi bahan yang lebih mendalam dan luas bagi anak-anak yang berbakat. Supervisi adalah memberi pelayanan kepada guru untuk memperoleh proses belajar-mengajar yang lebih efektif. Supervisi. lebih bebas disesuaikan dengan kebutuhan guru. sedangkan isinya secara detail tidak esensial. Memberikan pendidikan in-service dan pengembangan staf. Perubahan kurikulum di sekolah tidak berarti bahwa sekolah itu menyendiri dan melepaskan diri dari kurikulum resmi. Kurikulum resmi hanya memberikan kurikulum minimal yang diharapkan harus dicapai oleh segenap siswa di seluruh Indonesia. Tujuannya ialah membantu guru mengadakan perbaikan dalam pengajaran. Ada menyebutnya "kurikulum plus". Dahulu pemilik sekolah mengunjungi sekolah untuk mengadakan inspeksi dan memberi penilaian terhadap guru dan sekolah. Bila dirasa perlu penilik sekolah dapat memberikan demonstrasi bagaimana melaksanakan suatu metode baru. Apa yang dipelajari dalam inservice dan pengembangan staf hendaknya dipraktikkan. Adanya perbedaan antara apa yang diajarkan di suatu sekolah tidak perlu mempersulit anak pindah sekolah. Seorang pemilik sekolah harus . selama sekolah itu mengajarkan konsep-konsep dan prinsip-prinsip atau struktur ilmu.siswa dan dalam diskusi dengan teman guru lainnya.

Pada dasarnya setiap kurikulum baru harus diujicobakan lebih dahulu sebelum disebarkan di semua sekolah. Penelitian atau research pendidikan belum cukup dilakukan di negara kita ini. open school. Ialah sebenarnya menjadi hulubalang dalam modernisasi pendidikan. kegiatan siswa. administrasi. yakni mencobak an metode atau bahan baru. Percobaan metode baru dilakukan secara berkala. Risiko pembaruan kurikulum tanpa ujicoba sangat besar. kecuali bila diadakan eksperimen dengan metode baru.senantiasa mempelajari perkembangan kurikulum dan metode mengajar modern dan dapat pula menerapkannya. Ciri kemajuan ialah perubahan dan perbaikan. seperti bentuk ruangan. sayang tidak berbekas selanjutnya. non-grading. fasilitas. Reorganisasi diadakan bila sekolah itu ingin merombak seluruh cara mendidik di sekolah itu dengan menerima cara yang baru sama sekali. Demikian pula CBSA dan "muatan lokal" diujicobakan selain percobaan lainnya. penjadwalan. Yang lebih mungkin dilaksanakan ialah eksperimentasi. metode unit. tugas guru. Eksperimentasi dan penelitian. Negara kita tidak tertutup bagi macam-macam pembaruan dalam pendidikan. Reorganisasi sekolah. Biasanya penelitian tidak langsung dapat ditetapkan dan melalui fase yang lama sebelum diterima secara umum. Hal ini antara lain dapat terjadi bila sekolah itu akan menjalankan misalnya team teaching. misalnya pengajaran modul. 6. dan sebagainya. dan lain-lain yang memerlukan perubahan dalam semua aspek pengajaran. juga dalam bidang pendidikan di sekolah. antara lain sekolah pembangunan yang kemudian menjadi PPSI cukup dikenal. Kemajuan komunikasi dan transpor membuka pendidikan kita bagi berbagai pengaruh di bagian lain dunia ini. tanpa jaminan bahwa pembaruan itu akan membawa perbaikan. dapat menghamburkan biaya dan tenaga yang banyak. 5. Hal serupa ini akan jarang terdapat di negara kita dewasa ini. .

dan selain itu peka terhadap kritik dari dunia luar. Yang banyak dilakukan guru ialah percobaan kecil-kecilan yang kurang sistematis bila is menyadari adanya masalah yang dihadapinya dan berniat untuk mengatasinya. bahwa dengan pengawasan yang lebih ketat murid itu akan berubah kelakuannya. melihat kekurangan pendidikan berdasarkan Ebtanas atau evaluasi lainnya. atau guru memberi tanggungiawab kepada murid yang nakal. Bila diselidiki boleh dikatakan bahwa tiap guru pernah melakukan percobaan kecil-kecilan seperti ini. Ada guru yang menganjurkan anak yang ketinggalan agar belajar bersama dengan murid yang pandai. bila guru itu mengadakan evaluasi tentang pekerjaannya sendiri.Secara kecil-kecilan yang tidak sistematis. Masalah akan timbul. guru menempatkannya di bangku paling depan. Biasanya guru jarang melakukannya. Bila misalnya ada murid yang suka ribut dalam kelas. Penelitian adalah cara yang secara sistematis mengikuti langkah-langkah tertentu untuk memecahkan suatu masalah. sebenarnya tiap guru pernah mengadakan eksperimentasi. Maka guru harus lebih menyadari peranannya sebagai pengembang kurikulum. . bila ia menghadapi suatu kesulitan dan mencari jalan untuk mengatasinya. dan umum nya bila merasa kurang puas dengan apa yang dilakukannya. dengan hipotesis. Perbaikan kurikulum pada hakikatnya terjadi dalam kelas dan dalam hal ini guru memegang peranan yang paling utama.

dan . tradisional. sehingga ia dapat mengatur kelakuannya sesuai dengan norma-norma yang berlaku di lingkungannya itu. Perubahan dalam masyarakat. Makin maju masyarakat.BAB 6 KURIKULUM DAN MASYARAKAT PENDIDIKAN DAN KEHIDUPAN Pada zaman dahulu. Akan tetapi pendidikan itu tidak serasi lagi apabila terjadi perubahanperubahan dalam masyarakat. terpencil dan sederhana. diperoleh anak dari orang-orang di lingkungannya tanpa pendidikan formal di sekolah. tanpa sekolah. Dengan jalan demikian mereka dapat mengurus diri sendiri dan mencari nafkahnya dalam masyarakat itu. makin banyak yang harus diperoleh anak-anak. terutama akhir-akhir ini sangat cepatnya. Sekolah tidak dapat bergerak secepat masyarakat. menanam padi. sehingga sering sekolah tidak sanggup mengikuti jejak kemajuan masyarakat. makin banyak mata pelajaran yang harus dikuasai oleh anakanak dan karena itu bertambah lamalah mereka harus bersekolah. Yang mendidik anak-anak ialah orang-orang yang mendapat latihan khusus untuk tugas itu. Anak-anak meniru dan mengikuti kelakuan dan pekerjaan orang dewasa. waktu manusia masih hidup dalam rombonganrombongan masyarakat kecil. Demikianlah anak-anak memperoleh pendidikan yang lengkap serta fungsional dalam masyarakat yang statis itu. pendidikan anak-anak untuk kehidupannya dalam masyarakat itu diselenggarakan di luar sekolah. Orang tua pada umumnya tidak mampu lagi memberikan pendidikan yang layak untuk mempersiapkan anak-anak untuk memenuhi syarat-syarat yang dituntut oleh masyarakat. sehingga mereka pandai mengolah tanah. Segala sesuatu yang perlu bagi pendidikannya. memancing ikan atau berburu. Akibatnya: sekolah bertambah lama bertambah jauh ketinggalan dan dicap konservatif. Anak-anak harus memiliki bermacam-macam ketrampilan dan sejumlah besar pengetahuan agar hidupnya terjamin. yang menuntut syarat-syarat yang lebih tinggi dan lebih berat dari tiap warga negara. Di samping itu ia mempelajari adat istiadat yang turun temurun dari nenek moyangnya.

Kritik serupa ini akan selalu timbul dan mengharuskan sekolah untuk meninjau kurikulumnya kembali agar lebih relevan dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat. kegiatan. Seorang pengarang bernama Norman Cousins menulis buku "Modern Man is Obsolete" untuk memberi peringatan bahwa kita akan segera terbelakang bila kita tidak senantiasa menyesuaikan diri dengan perkembangan sosial. Segala sesuatu mudah menjadi usang. mobilitas. politik. perkembangan. Perubahan-perubahan yang hebat dan cepat dalam masyarakat memberikan tugas yang lebih luas dan lebih berat kepada sekolah. karena cepatnya segala sesuatu berubah. Perkembangan ini menyebabkan lenyapnya jenis pekerjaan tertentu dan timbulnya berbagai macam pekerjaan lain. Salah satu ciri masyarakat ialah perubahannya yang cepat akibat perkembangan ilmu pengetahuan yang diterapkan dalam teknologi. Anak-anak yang kini memasuki SD akan menghadapi dunia yang sangat berbeda dengan masyarakat 15 atau 20 tahun lagi bila ia menyelesaikan studinya di universitas. Pekerjaan kasar semakin lama semakin . yang hanya menoleh ke belakang pasti tidak dapat memberikan pendidikan yang relevan. Produksi mobil yang berjumlah ratusan juta menimbulkan masalah jalan raya. keamanan. ekonomi. Sekolah yang tradisional. MASYARAKAT KITA DEWASA INI Mendidik anak dengan baik hanya mungkin jika kita memahami masyarakat tempat ia hidup. Timbullah kecaman bahwa sekolah itu kolot. dan aspirasi masyarakat. mengasingkan diri dari masyarakat dan karena itu tidak mampu dan serasi lagi untuk mempersiapkan anak-anak bagi kehidupan mereka dalam dunia modem ini. Karena itu setiap pembina kurikulum harus senantiasa mempelajari keadaan. kecelakaan.sering sekolah berpegang teguh pada mata pelajaran yang dahulu memang fungsional. dan sebagainya yang banyak merepotkan karena kita tidak sanggup mengatasinya pada waktunya. Bagaimana menghadapi perubahan ini bukan sesuatu yang gampang. akan tetapi dalam masa modern ini sudah tidak lagi memenuhi tuntutan zaman. kejahatan. yang sering tidak dapat kita ramalkan akibatnya.

Kemajuan teknologi memperbesar kebergantungan manusia pada manusia yang lainnya. Anak tidak lagi mempelajari suatu pekerjaan dari ayahnya. Akan tetapi keluarga sudah banyak melepaskan fungsinya yang dahulu. Kurangnya rasa kasih sayang orang tua dapat menimbulkan sikap agresif atau kelainan lain dalam watak seseorang. Maka pentinglah anak-anak juga dididik dalam hubungan manusia dengan dunia internasional. Seorang gadis tidak lagi belajar menjahit dan ibunya. sudah tidak lagi sesuai dalam keadaan yang berubah. Anak-anak harus belajar berpikir sendiri untuk menghadapi berbagai persoalan baru dan jangan hanya disuruh menghafal jawaban atas pertanyaan yang telah usang. Makanan. akan tetapi ia memperolehnya dari sekolah kejuruan. sedangkan pekerjaan baru memerlukan pendidikan yang lebih lama. Keluarga masih merupakan lembaga yang paling besar pengaruhnya terhadap Permusuhan dan peperangan dapat menimbulkan bahaya kemusnahan umat manusia karena tidak berhasil memupuk kerja sama antar perkembangan pribadi anak. rekreasi. Kurikulum yang baik pada suatu saat. pembuangan sampah. Tidak ada lagi zaman sekarang yang dapat memenuhi keperluan keluarganya. Pemogokan buruh lapangan terbang.berkurang. . Juga negara makin lama makin bergantung pada negara-negara lain. Rekreasi yang dulu berpusat dalam keluarga kini sudah berpindah ke hioskop. dan sebagainya akan sangat mengganggu kehidupan masyarakat Maka perlulah anak-anak dididik untuk menghargai jasa orang lain dan memberikan jasanya kepada masyarakat. dan seribu satu macam kebutuhan lainya hanya diperolehnya berkat jasa orang lain. minuman. pegawai pos. Di kota manusia menjadi semata-mata konsumtif. Peranan keluarga berubah bila dibandingkan dengan dahulu. Fleksibilitas untuk mempelajari pekerjaan barn perlu dalam zaman modem ini. Perubahan masyarakat mengharuskan kurikulum senantiasa ditinjau kembali. ia mengikuti suatu kursus. bangsa-bangsa. pengangkut sampah. pakaian. lapangan olah raga atau pusat rekreasi lainnya.

namun penduduk Indonesia bertambah sekitar 3 juta tiap tahun atau satu orang tiap 7.Banyak fungsi keluarga sudah harus dibebankan kepada sekolah. Masalah lain yang dihadapi dalam masyarakat ialah pertambahan penduduk yang cepat. pendeknya semua aspek kehidupan.Hanya menambah fasilitas pendidikan serta tenaga pengajar untuk pertambahan penduduk 3 juta tiap tahun ia sudah merupakan pekerjaan raksasa. Eksplosi penduduk itu dengan sendirinya mempengaruhi soal persediaan makanan. dan sebagainya. makan siang. Sekitar 63% dan anak-anak yang memasuki SD tidak dapat menyelesaikannya. Dalam zaman modern dengan teknologi yang maju masyarakat kita memerlukan rakyat yang terdidik. Maka perlulah kurikulum sekolah ditinjau kembali dengan tujuan agar hendaknya kurikulum itu jangan menjadi sebab maka demikian banyaknya anak yang putus sekolah.5 detik. . dan bahkan berusaha memberikan pedidikan tinggi kepada semua warga-negaranya. Maka karena itu di sekolah-sekolah yang maju juga disediakan fasilitas untuk kesehatan. maka dalam perjuangan hidup. bangsa yang rendah pendidikannya pasti akan menderita kerugian. pemeriksaan gigi.5% dari pemuda berusia 18-28 tahun. Ada pendidik yang mengeluh bahwa kurikulum sekolah terlampau berat bebannya. apalagi menjalankan kewajiban belajar bagi semua anak berusia 7-12 tahun yang berjumlah sekitar 25 juta orang. Anak-anak berusia 13-18 tahun jumlahnya sekitar 17 juta pada tahun 1974 hanya 4 juta yang bersekolah sedangkan yang belajar di universitas hanya sekitar seperempat juta atau 2. Jumlah anak yang putus sekolah juga sangat mengkhawatirkan. perumahan. . transport. bimbingan penyuluhan. Namun anak itu merupakan suatu keseluruhan dan mau tak mau sekolah haru pula memperhatikan segala aspek s perkembangan anak. sedangkan kesehatan misalnya diserahkan kepada dokter. dan menginginkan agar tugas sekolah dibatasi pada pendidikan akadeinis. Sekalipun dengan giat diusahakan keluarga berencana. termasuk pendidikan. Kalau negara yang maju sudah sekurang -kurangnya memberikan pendidikan menengah atas. rumah sakit. keamanan. air bersih.

FUNGSI SEKOLAH DAN KURIKULUM Kurikulum sekolah banyak ditentukan oleh tanggapan orang tentang apakah sebenarnya fungsi sekolah bagi masyarakat. Masih banyak lagi masalah lain. Sekolah tak dapat tiada hams memperhatikannya bila kita ingin mendidik anak yang serasi untuk masyarakat sekarang. Maka perlu pulalah anak-anak diajak menilai secara kritis perubahan-perubahan dalam masyarakat sekitarnya dan dalam dunia umumnya. Hanya sering kita terlambat mengenal akibatakibat perkembangan itu. Pendidikan untuk memupuk saling pengertian antar suku bangsa yang beraneka ragam dengan menghilangkan prasangka atau buruk sangka perlu mendapat perhatian untuk memperkuat rasa kesatuan bangsa kita.Kemajuan teknolologi dalam bentuk alat transpor memungkinkan manusia bepindah tempat dari pulau ke pulau. Tidak setiap kemajuan dalam ilmu pengetahuan teknologi membawa keuntungan dan kebahagiaan bagi umat manusia. Bagaimana mempertimbangkannya dalam kurikulum adalah tugas yang terusmenerus akan dihadapi oleh guru. Akan tetapi tidak ada kepastian apakah dari kebudayaan itu yang harus dimasukkan ke dalam kurikulum. Pada satu pihak kita lihat sekolah itu sebagai lembaga yang harus mengawetkan kebudayaan yang diwariskan oleh nenek moyang dengan menyampaikan kepada generasi muda. Apakah kebudayaan daerah. Urbanisasi merupakan gejala yang umum di seluruh dunia dengan segala problema yang berkaitan dengan itu. Di atas telah dikemukakan beberapa masalah bertalian dengan masyarakat. Demikian pula tidak tiap perubahan atau pembaharuan berarti kemajuan. bahkan sering justru membawa masalah-masalah yang lebih pelik lagi. dari desa ke kota. dan pembina kurikulum. Tidak mudah memperoleh pendapat yang sama mengenai tugas sekolah. kesenian daerah harus disampaikan kepada . dan tiap masalah menimbulkan masalah-masalah baru. adat istiadat. Perpindahan penduduk melenyapkan isolasi suku-bangsa. pendidik.

Tak semua orang akan dapat menerima fungsi sekolah yang demikian. Ada masanya dengan pengajaran dapat dilenyapkan kemiskinan. Juga B.semua anak di daerah itu. Di lain pihak ada anggapan bahwa fungsi sekolah adalah memajukan masyarakat dan bertindak sebagai "agent of change". Ia menganjurkan. Ia mengatakan bahwa kita telah cukup memiliki pengetahuan tentang "social engineering" dan dapat memanfaatkannya untuk menguasai dan mengatur perkembangan masyarakat. Counts mempunyai pendirian yang lebih jauh lagi. John Dewey memandang sekolah sebagai alat yang paling efektif untuk merekonstruksi dan memperbaiki masyarakat melalui pendidikan individu. Sekolah percobaan yang didirikannya merupakan masyarakat kecil tempat anakanak belajar dengan melakukan berbagai kegiatan yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari. apalagi dalam masyarakat yang kompleks sekarang ini. agar kebudayaan yang diwariskan harus senantiasa ditinjau secara kritis dari segi keadaan dan problema zaman sekarang. Ia tidak hanya mengharapkan bahwa pendidikan harus membawa perubahan dalam masyarakat akan tetapi mengubah tata-sosial. Para ahli sosiologi . Banyak yang pernah diharapkan dari sekolah. Kalau kita tidak rnengendalikannya. namun bahan apa yang harus di ilih masih dapat p menjadi persoalan. and of educators as statesmen. bahkan kepada anak-anak di luar daerah itu? Apakah kebudayaan lama itu masih sesuai dengan keadaan sekarang? Apakah kebudayaan itu tak dapat menghalangi kemajuan dan perkembangan rasa nasional yang kuat? Haruskah kepada anak-anak diajarkan apa yang dipelajari orang tua mereka dahulu? Bahwa sekolah hams menyampaikan unsur-unsur yang baik dan berfaedah tak dapat disangkal. dan mengatur perubahan sosial. G.S. kejahatan dan macam-macam penyakit masyarakat lainnya. Othanel Smith bicara tentang pendidikan sebagai management and control of social change and as social engineering. maka perkembangan masyarakat karena kemajuan teknik dan ilmu pengetahuan akan menghancurkan umat manusia sendiri. kemelaratan.

Mengembangkan masyarakat hanya mungkin dengan mengembangkan individu. bila kita berpendirian. Fungsi lain yang telah dikemukakan oleh John Dewey ialah fungsi sekolah untuk mengembangkan individu. atau kebutuhan masyarakat sebagai lawan kebutuhan individu. akan tetapi hanya dapat mengikuti dan menyesuaikan diri dengan perkembangan masyarakat. Maka tidaklah rnungkin sekolah itu mendahului peruhahan dalam masyarakat. Namun kita jangan meremehkan peranan sekolah dalam perubahan masyarakat. Dalam undang-undang dasar kita juga dikemukakan agar setiap anak dapat dikembangkan sesuai dengan bakat masingmasing. Dengan mengemukakan berhagai fungsi sekolah itu jangan kita anggap bahwa fungsi yang satu bertentangan dengan yang lain. Kurikulum sekolah selalu ditentukan oleh rnasyarakat dan kebudayaannya tempat sekolah itu berada. sekolah yang ekstrim dalam hal ini adalah sekolah yang child-centered. Kita jangan membuat kesalahan memandang sekolah masyarakat sebagai lawan sekolah yang berpusat pada anak. hanya dapat mencapai tujuan menurut norma-norma ynag ada dalam masyarakat itu. Dari warisan itu dipilih hal-hal yang dianggap perlu bagi pendidikan anak-anak yang di sajikan dalam bentuk mata pelajaran. Kebudayaan ialah hasil pengalaman manusia pada masa yang lampau. Demikian pula perkembangan dan kemajuan individu juga berarti kemajuan bagi masyarakat. KONSERVATISME SEKOLAH.berpendapat bahwa sekolah sebagai lembaga yang didirikan oleh masyarakat. jadi fungsi sekolah selalu konservatif. sekalipun tidak pula terlampau membesar-besarkannya. Maka dalam pembinaan kurikulum tak mungkin kebutuhan individu dipisahkan dari kebutuhan masyarakat. bahwa tugas sekolah ialah menyampaikan kultur atau kebudayaan kepada anak-anak. Akan tetapi tidak ada sekolah yang mengabaikan fungsi ini dengan berusaha merealisasikan potensi-potensi yang ada pada anak secara optimal. . Pada hakekatnya sekolah itu tak dapat tiada hares bersifat konservatif.

Kebudayaan. Ini tidak berarti bahwa segala yang lama itu tidak berguna. Kadang-kadang perlu meninjau kembali kesesuaian nilainilai yang lama dalam keadaan yang baru. dan menjamin kelangsungan hidup masyarakat itu. memang sangat banyak mengandung hal-hal yang sangat berguna bagi kehidupan sekarang. maka haruslah dicari jalan-jalan baru. hasil pengalaman manusia yang lampau. Manusia tidak hidup dalam suatu vocuum. Akan teta kalau yang pi lama itu ternyata tidak sesuai lagi. Inilah peranan kreatif dari sekolah. Akan tetapi ini hanya salah satu aspek dari tugasnya. bahwa murid akan menciptakannya selama bersekolah. sikap. Sekolah didirikan oleh masyarakat untuk anak-anak agar mereka mempertahankan. Dengan me nyampaikan kebudayaan itu tercapailah kesamaan norma. Di samping peranan konservatif sekolah mempunyai juga peranan evaluatif dan kreatif Dengan peranan evaluatif dimaksud. bahwa anak-anak tidak hanya menerima begitu saja apa yang mereka peroleh dari generasi yang lama. suatu kekosongan. Kalau sekolah hanya berpegang pada tugas ini saja. Kebudayaan disampaikan kepada anak-anak karena dianggap betul-betul berfaedah dan mengandung arti bagi masa kini dan masa depan. ia hasil masa lampau dan menuju kemasa yang akan datang.itas muridmurid. Sekolah ialah suatu lembaga sosial untuk mewujudkan tujuantujuan sosial. Faktor lain yang menyebabkan sekolah itu konservatif terletak dalam diri manusia sendiri. maka mungkin sekalilah sekolah itu ketinggalan zaman. Ini tidak berarti. Di sinilah hendaknya sekolah memberi kesempatan kepada murid-murid yang berbakat untuk menciptakan sesuatu yang baru untuk kepentingan masyarakat seluruhnya. Mereka hendaknya diberi kesempatan untuk menilainya secara kritis berhubung dengan dinamika masyarakat. Manusia mempunyai sifat konservatif dalam arti cenderung . Sekolah ialah alas utama yang digunakan masyarakat agar generasi muda menerima cara-cara hidup yang dianggap baik oleh masyarakat itu. Itu sebabnya maka pada suatu pihak sekolah itu harus konservatif. atau segala yang baru itu baik. nilai nilai pada semua warga negara. akan tetapi sekolah jangan mematikan inisiatif dan kreati . memelihara.

Ia lamban dan enggan berubah. Bahwa sifat inertia atau kelambanan itu banyak terdapat justru di kalangan guru. kalau yang lama itu memuaskannya. maka kurikulum yang baru sukar meng gantikan kurikulum yang tradisional yang telah berpuluh-puluh tahun lamanya diikuti oleh guru-guru.lain. Karena itu pembaruan pengajaran harus dimulai dalam diri guru sendiri. malahan sering menentang perubahan. Ilmu pengetahuan dan teknologi ialah daya-daya yang sangat mempercepat perubahan dalam masyarakat. Pembaruan yang tergesagesa dicegah dengan adanya sifat konservatisme ini sebagai faktor pengontrol. segala usaha ke arah pembaruan akan menemui kegagalan. Decroly. Manusia sukar menyimpang dari kebiasaan atau adat istiadat. sehingga pintu sekolah tertutup rapi untuk segala sesuatu yang berbau pembaruan pendidikan. KURIKULUM DAN MASYARAKAT YANG DINAMIS Masyarakat senantiasa berubah dan terus-menerus akan berubah. Tanpa perubahan pada diri guru. karena perubahan dan pembaruan meminta tenaga dan pikiran. Demikian pula halnya di sekolah. sehingga merupakan suatu revolusi. Montessori. Masyarakat kita sekarang jauh berlainan daripada masyarakat nenek moyang kita dan berlainan pula dengan masyarakat yang akan dihadapi oleh anak cucu kita pada masa mendatang. Herbert Spencer. dan lain. Sekali suatu mata pelajaran dimasukkan ke sekolah. sukar mengubah atau mengeluarkannya walaupun tidak cocok lagi dengan perkembangan masyarakat. Hanya saja sifat ini hendaknya jangan terlalu berkuasa. Ia lebih senang mengikuti jejakjejak tradisi.untuk mempertahankan yang ada. bahwa desakan untuk pembaruan pendidikan kebanyakan datang dari tokoh-tokoh yang asalnya bekerja di luar lapangan persekolahan seperti Rousseau. Perubahan teknologi dalam beberapa tahun akhir-akhir ini saja lebih hebat dan lebih banyak daripada yang pernah dialami nenek kita sepanjang . Karena sifat ini. Itulah salah satu sebab. terbukti dari kenyataan. Dan guru sulit melepaskan diri dari cara-cara ia dahulu diajar dan dari jenis-jenis mata pelajaran yang diperolehnya waktu ia masih murid. maka orang berhati-hati menerima pembaharuan-pembaharuan yang belum diuji dan dicobakan lebih dahulu dengan hasil yang memuaskan. Sifat konservatisme ini ada juga faedahnya.

Karena kurikulum tidak dapat ditentukan secara mutlak dan uniform untuk semua sekolah dalam bentuk suatu rencana pelajaran terurai yang harus diikuti oleh guru hingga detail yang sekecil-kecilnya. Masyarakat kita sekarang ini sangat dinamis dan senantiasa ak berubah. dan sebagainya yang juga mengenai diri setiap orang. kemajuan ilmu pengetahun dan teknik banyak juga mengandung bahaya apabila disalah gunakan. maka kurikulum seharusnya disesuaikan dengan gerak-gerik dan perubahanperubahan masyarakat itu. menimbulkan ketegangan pula di seluruh dunia. Tak ada lagi daerah atau negara yang terpencil. yakni yang dapat diubah menurut kebutuhan dan keadaan. Pendapatan-pendapatan baru segera tersebar di seluruh dunia dan mempengaruhi hidup manusia seperti listrik. an Berdasarkan kenyataan ini. Dunia ini rasanya bertambah kecil. dan membatu? Misalnya rencana pelajaran yang bercorak kolonial tidak dapat dipertahankan dalam negara yang telah merdeka. makanan kaleng. Di samping membawa kebahagiaan. sehingga senantiasa terbuka untuk memberikan hahan pelajaran yang penting dan perlu bagi muridmurid pada saat dan tempat tertentu. Karena kurikulum harus dinamis dan ini hanya mungkin dengan bentuk kurikulum yang fleksibel. TV. dapatkah dipertahankan kurikulum yang statis. radio. Segala perubahan itu sedikit banyak mempengaruhi cara hidup dan cara berpikir manusia: Karena kemajuan clalam lapangan pengangkutan dan perhubungan. . bahwa sekolah harus mempersiapkan anak-anak untuk masyarakat. untuk bekerjasama agar dapat hidup damai berdampingan di dunia ini. segera diketahui di semua pelosok di dunia.hidupnya. Segala sesuatu yang penting yang terjadi di suatu daerah. kapal terbang. Laos atau Timur Tengah. telepon. apakah itu Zaire. eksplosi penduduk. Sekolah hendaknya turut serta memberi sumbangan ke arah terciptanya dunia yang bahagia dan aman bagi seluruh umat manusia. dan sebagainya. Dengan demikian kurikulum itu cukup elastis. Sekolah tidak dapat menutup mata untuk masalah-masalah internasional seperti polusi. Bila diterima sebagai prinsip. bahwa sekolah harus mendidik untuk kehidupan. Ketegangan di suatu negara. Bahaya kehancuran dengan born atom memberi tugas baru kepada umat manusia. Isi kurikulum harus senantiasa dapat berubah sesuai dengan perubahan masyarakat. dunia ini telah menjadi suatu kesatuan. kolot.

Sekolah progresif Sekolah ini bersifat child-centered. Sekolah ini bersifat "book-centered" atau berpusat pada buku pelajaran. Anak-anak dalam kelas kebanyakan duduk di bangku sambil menghafal. Pendidikan ini kurang memperhatikan perbedaan individual. Walaupun sekolah yang semata-mata child-centered boleh dikatakan tidak ada lagi. sedangkan kebutuhan mereka sebagai orang dewasa dalam masyarakat sering diabaikan. Keadaan dan kebutuhan yang serba ragam di berbagai daerah di Tanah Air kita memerlukan kurikulum yang fleksibel. Kurikulum bersifat subject-sentered yang memberikan pengetahuan yang logic sistematis. 2. prinsip-prinsip aliran ini sangat berharga bagi perbaikan pengajaran. mendengarkan atau melamun. Kurikulum yang uniform juga bertentangan dengan prinsip untuk menyesuaikan pelajaran dengan perbedaan inidividual. sehingga keperluan-keperluan masyarakat itu dapat dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah. Sekolah akademis atau Sekolah Tradisional. Di sekolah ini disiplin lebih lunak. SEKOLAII MASYARAKAT Menurut Olsen*) perkembangan persekolahan di Amerika Serikat melalui tiga fase. Walaupun disebut tradisional.Kurikulum yang uniform mematikan inisiatif guru. mengekang kebebasannya dan menutup kemungkinan untuk menyesuaikan kurikulum dengan keadaan masyarakat dan kebutuhan murid-murid setempat. Kurikulum didasarkan atas minat dan kebutuhan anak-anak dan pemuda. 1. Pelajaran-pelajaran terlepas dari kehidupan masyarakat. Hubungan dengan lingkungan sangat sedikit. anak-anak diberi lebih banyak kebebasan. sehingga anak-anak benar-benar dipersiapkan untuk menghadapi masalah-masalah di dalam masyarakat tempat is hidup. Hanya dengan jalan demikian sekolah dapat memberikan pendidikan yang fungsional. sistem ini masih sangat umum terdapat di sekolah-sekolah kita. . minat dan kebutuhan anak-anak. rundingan antara guru dengan murid sangat diutamakan dalam merencanakan apa yang akan dipelajari di sekolah.

emosional. Buku-buku dan bacaan-bacaan lain memang penting juga. talc dapat tiada anak-anak harus diberi kesempatan sebanyak-banyaknya untuk mempelajari masyarakat berkat pengalaman langsung. Sekolah ini bersifat life-centered. Sekolah masyarakat atau community school. Sekolah itu memperbaiki mutu kehidupan setempat pada saat sekarang Berkat sekolah maka orang dalam masyarakat menjadi manusia yang lebih baik. jasmaniah. Sekolah ini merupakan pusat masyarakat untuk melakukan pertemuanpertemuan. Dengan jalan demikian terbukalah pintu antara sekolah dengan masyarakat. minat. Belajar tidak hanya terbatas antara empat dinding kelas. Sekolah membuka pintu untuk mengadakan hubungan . kejahatan pemuda. upacara-upacara dan usaha-usaha lain. penyakit menular berkurang dengan adanya usaha sekolah kearah itu. Sekolah ini mendidik anak-anak menjadi manusia yang lebih baik dalam dunia yang lebih baik.3. masalah-masalah dan proses-proses sosial dengan tujuan untuk memperbaiki kehidupan dalam masyarakat. Sekolah itu menggunakan masyarakat sebagai laboratorium tempat belajar. dan ketrampilan yang penting guna perbaikan kehidupan masyarakat. CIRI-CIRI SEKOLAH MASYARAKAT *) Menurut Olsen ciri-ciri Community School ialah sebagai berikut: 1. Kalau kita ingin memupuk pengertian. material. Hubungan antar-suku bertambah erat. menyelidiki dan turut serta dalam usaha-usaha masyarakat yang mengandung unsur pendidikan. sosial. akan tetapi tidak memadai. sehingga sekolah dapat memasuki masyarakat dan masyarakat dapat memasuki sekolah. 2. Yang menjadi pokok pelajaran ialah kebutuhan manusia. Sekolah ini menurut sertakan orang banyak dalam proses pendidikan untuk mempelajari problema-problema sosial. Masyarakat dipandang sebagai laboratorium tempat anak belajar.

Sekolah itu mendasarkan kurikulum pada proses-proses dan problemaproblema kehidupan dalam masyarakat. Sekolah itu tidak hanya untuk kepentingan anak-anak melainkan juga untuk orang dewasa. Mengenai hal-hal tertentu sering diadakan perundingan antara guru dengan orang tua dan pemimpin-pemimpin dalam masyarakat guna perbaikan sekolah. Sekolah bukan hanya urusan guru. kewajiban warganegara.timbal balik dengan masyarakat. Murid-murid pergi ke luar melakukan karyawisata untuk menyelidiki usaha pertanian. akan tetapi juga termasuk tanggung jawab seluruh masyarakat. tetapi juga dalam lapangan pendidikan. Di samping bukubuku. Pemberantasan buta huruf. perumahan. perindustrian. untuk perayaanperayaan dalam lingkungan itu. 6. dalam bentuk POMG atau sejenis turut membantu sekolah. karena sekolah itu ke punyaan bersama seluruh masyarakat. . Orang-orang diundang ke sekolah untuk memberi keterangan-keterangan mengenai bidang keahliannya. Sekolah itu menurut sertakan orang tua dalam urusan-urusan sekolah. 5. Gedung sekolah dapat digunakan untuk pertemuan dan rapatrapat. seperti soal mencari nafkah. pertandingan-pertandingan olahraga dan lain-lain dapat dilakukan di sekolah. kursus-kursus untuk wanita. dan sebagainya. bukan hanya dalam bidang material. Inti kurikulum terdiri atas kebutuhan manusia dalam masyarakat sekarang dan masa depan. bergaul dengan orang-orang lain. menjaga kesehatan. Sekolah itu turut mengkoordinasikan masyarakat. Gedung sekolah itu menjadi pusat kegiatan masyarakat. dan sebagainya. 3. Orang tua. Dengan jalan demikian terdapat hubungan erat antara pelajaran di sekolah dengan tuntutan-tuntutan kehidupan masyarakat yang mengandung arti bagi murid dan karena itu lebih merangsang kegiatan anak anak untuk belajar. 4. memperbaiki kehidupan kekeluargaan. sekolah masyarakat menggunakan lingkungan sebagai sumber pelajaran yang sangat penting.

maka sekolah-sekolah setempat . Kurikulum ialah sesuatu yang hidup. bioskop. dan lain-lain. melainkan juga mempraktekkannya di sekolah itu sendiri dan dalam hubungannya dengan masyarakat. apabila didasarkan atas interaksi antara murid-murid dengan sekitarnya. yang mengikuti .Untuk memperbaiki taraf kehidupan dalam suatu masyarakat segala lembagalembaga dan badan-badan dalam masyarakat itu harus bekerjasama. Sekolah itu suatu lembaga yang tidak hanya memberi penjelasan saja tentang filsafat negara. Hal yang demikian boleh dikatakan tidak mungkin. Oleh sebab masyarakat di berbagai tempat di Tanah Air kita berbeda-beda. perbedaan agama. propaganda. dan suku bangsa? Apakah yang harus dilakukan dalam waktu senggang ? Bagaimanakah pemuda-pemudi harus menjaga diri dalam masa modern ini? Bagaimanakah harus menghadapi pengaruh kebudayaan asing? Apakah kekurangan-kekurangan di kampung atau kota yang perlu diperbaiki? Banyak lagi masalah-masalah lain yang dapat dijadikan bahan pelajaran selama kurikulum itu bersifat fleksibel. MASYARAKAT SEBAGAI SUMBER PELAJARAN Pengajaran mencapai hasil sebaik-baiknya. maka ia lebih paham akan masalah-masalah itu dan lebih sanggup mengatasinya. Sekolah itu dapat melaksanakan dan menyebarkan filsafat negara dalam segala hubungan antar-manusia. Bila masalah-masalah yang dihadapinya dalam hidupnya di luar sekolah dijadikan pokok-pokok untuk dipelajari di sekolah. terhadap adat. seperti: Bagaimanakah cara-cara bergaul yang baik? Bagaimanakah sikap pemuda terhadap orang tua. penyelenggaraan rekreasi.turut menentukan atau membimbing perkembangan masyarakat di lingkungan sekolah itu. kalau kurikulum itu uniform dan statis. yang dinamis. seperti dalam hal pemeliharaan kebersihan dan kesehatan. Apa yang dipelajari anak hendaknya halhal yang juga terdapat dalam masyarakat dan karena itu berguna bagi hidup anak sehari-hari. Karena itu kurikulum tidak boleh lepas dari masyarakat. Dalam hal ini sekolah dapat menjalankan peranan yang penting dengan bekerjasama atau menggembleng semua tenaga yang terdapat di lingkungan itu. memberantas prasangka dan takhayul.dan bila mungkin . bacaan cabul. 7.

Kota menjadi besar karena faktor-faktor tertentu. Kehidupan dan corak masyarakat turut ditentukan oleh kekayaan alam berupa hutan. adat istiadat dan lain-lain. Mata pencaharian ditentukan oleh suhu. Tanah kering atau banyak air. d) Keadaan tanah. tetapi juga aspek-aspek lain daripada kehidupan atau masyarakat. yaitu: a) Iklim suatu daerah. Untuk itu harus diselidiki keadaan masyaraka Antara lain dapat t. danau-danau. tanah gersang atau subur berpengaruh sekali terhadap kehidupan masyarakat. 2. barang tambang. c) Topografi daerah. Bagaimanakah perbandingan jumlah penduduk dari berbagai golongan? Bagaimanakah kedudukan tiap golongan? d) Pendidikan. Selain dan kekayaan geografis daerah. diselidiki: 1. SL dan Perguruan Tinggi? Berapa banyakkah yang tidak melanjutkan pelajarannya? Banyakkah anak-anak yang tidak bersekolah? . Bagaimanakah tingkat kehidupan orang di lingkungan itu? Usaha apakah yang dapat dijalankan untuk mempertinggi taraf kehidupan itu? Siapasiapakah yang kaya dan siapakah yang lemah ekonominya. Penduduk. Keadaan fisis lingkungan. demikian pula suasana kekeluargaannya. e) Kekayaan alam. tamatan SD. hujan dan angin. untuk menentukan kurikulum sendiri dengan menyesuaikannya dengan keadaan dan kebutuhan masyarakat itu. yang mempengaruhi corak kehidupan dan kebudayaan masyarakat itu. Kampung kecil berbeda masyarakatnya dengan kota besar. Topografi turut menentukan matapencarian. Berapa banyakkah yang buta huruf. Apakah yang dilakukan orang untuk mencari nafkahnya. dan sebagainya. Apakah daerah itu letak di pegunungan atau dekat pantai.hendaknya diberikan kebebasan hingga batas-batas tertentu. harus juga dipelajari hal-hal tentang manusia yang menghuninya. Kehidupan kampung kecil berlainan dengan kota besar. b) Luas daerah. b) Mata pencarian. c) Susunan penduduk. Antara lain dapat dipelajari: a) Jumlahnya. apakah pulau terpencil atau jauh di pedalaman ataukah daerah itu banyak hubungannya dengan dunia luar.

Pengaruh rumah tangga tidak terhenti. pemerintah. sekolah. dan sebagainya. pemerintahan kota yang tidak menyediakan lapangan olah raga tetapi menggunakannya untuk mendirikan gedung-gedung. dan lain-lain. organisasi wanita. Manusia dalam masyarakat tidak hidup sendiri-sendiri. olah raga. politik. Badan yang terpenting dalam pendidikan anak ialah rumah tangga. buruh. Itu sebabnya harus ada kerjasama yang erat antara badan-badan masyarakat. Antara lain dapat dipelajari: Organisasi-organisasi dan perkumpulan-perkumpulan seperti perkumpulan dagang. Selain dari rumah tangga juga dari badan-badan lain diperlukan bantuan. perkumpulan-perkumpulan pemuda. mereka semua tidak luput dari tanggung jawab itu. Setiap anak telah memperoleh sejumlah pendidikan dan pengalamanpengalaman tertentu sebelum ia menduduki bangku sekolah. jawatan pertanian. Yang bertanggung jawab atas pendidikan anak bukan hanya guru-guru dan orang tua. kepanduan. badan-badan rekreasi. Di situlah anak itu mula-mula mempelajari bahasa. pemimpin-pemimpin perusahaan.3. bioskop yang membolehkan anak-anak di bawah umur menonton film yang tak sesuai dengan usianya. Itu pula sebabnya maka ada sekolah yang turut . Organisasi-organisasi masyarakat. walaupun anak itu telah bersekolah. melainkan seluruh masyarakat. Di situlah ia mempelajari hubungan-hubungan sosial serta menerima norma-norma tentang yang buruk dan yang baik. seperti dari badan-badan pemerintahan. tanpa kerjasama yang erat dengan orang tua. supaya di luar sekolah dan rumah tangga. melainkan membentuk kelompok. Toko buku yang dengan diam -diam menjual bacaan cabul. anak-anak senantiasa mendapat pengaruh yang sebaik-baiknya. badan-badan atau organisasi yang mempunyai tujuan tertentu yang berhubungan dengan kebutuhan dan problema-problema tiap-tiap kelompok. Lembaga-lembaga seperti keluarga. kepolisian. Pendidikan di sekolah tak mungkin dilakukan dengan baik. pemuda. organisasi keagamaan.

kebun. industri. peraturan-peraturan. sejarah. lalu lintas. kalau murid membuat perjalanan keliling dunia. wanita. binatang. dan lain-lain. pabrik. Seperti telah kita bicarakan di atas. rekreasi. lapangan terbang. kalau anak anak pergi ke luar kelas untuk melihat burung yang hinggap di atap sekolah atau memakan beberapa jam atau beberapa minggu kalau harus pergi ke tempat yang jauh. adat istiadat. . kehidupan keluarga. gedung-gedung perumahan. kepolisian. norma-norma. gedung arca. Kalau guru itu betulbetul melakukannya. jalan raya. andaikan ada uang untuk itu. Yang dapat diselidiki ialah hal-hal mengenai pertanian. pemerintahan. perniagaan.mempunyai tujuan belajar. guru sendiri harus lebih dahulu menyelidiki lingkungan sekolah. taman bunga. kantor pos. banyak yang dapat dipelajari anak-anak dengan karyawisata seperti ke sawah. transport. dan sebagainya. kesehatan. malahan juga beberapa bulan. Karyawisata atau field trip. kegiatan pemuda. bahwa masyarakat atau lingkungan sungguh-sungguh merupakan sumber bahan pelajaran yang sangat kaya dan luas. Garis-garis besar yang diberikan di atas memberikan gambaran sepintas lalu. tumbuhtumbuhan. kesenian. ia akan terperanjat. kebaikan dan kekurangan-kekurangan. Karyawisata selalu . lalu berpegang saja pada suatu buku pelajaran. Sungguh banyak bahan dari masyarakat yang dapat dijadikan pelajaran bagi murid-murid. saja sekeliling sekolahnya. CARA-CARA MENGGUNAKAN MASYARAKAT DALAM PELAJARAN a. jadi berbeda dengan piknik atau bertamasya untuk menikmati keindahan alam atau untuk gerak badan. lembaga-lembaga pendidikan. Agar lingkungan dapat menjadi sumber dan laboratorium pelajaran.mencampuri perkumpulanperkumpulan dan usaha-usaha pemuda dan anak-anak di luar sekolah dan memandangnya sebagat bagian daripada kurikulum. juga kebutuhan-kebutuhan masyarakat. betapa banyaknya yang dapat dijadikan pelajaran dalam radius 1 km. yang tidak dapat diabaikan begitu saja. Karyawisata mungkin hanya memakan waktu beberapa menit saja. takhyul. Murid-murid dapat kita bawa ke luar kelas untuk mempelajari berbagaibagai hal.

Demikian pula dokter. Petani banyak pengetahuannya tentang menanam dan memelihara padi. Akan tetapi sayang ssekali. inspektur polisi.Sering karyawisata hanya dapat dilakukan dengan bantuan masyarakat. saudagar. Dari murid diharapkan. Dalam tiap masyarakat betapapun kecilnya. pemain bola. c. terdapat orang-orang yang mempunyai pengalaman. tukang becak. Yang empunya pabrik. pembesar dalam pemerintahan. Pengabdian masyarakat. seorang inspektur polisi memberi penerangan betapa perlunya orang taat kepada peraturan-peraturan lintas. Mereka dapat diundang ke sekolah untuk memberi keteranganketerangan mengenai suatu pokok yang sedang dipelajari oleh anak-anak. pendeta. Dengan demikian mereka turut serta menjadikan masyarakat suatu laboratorium tempat anak-anak mengadakan penyelidikan dan belajar. Menggunakan orang sebagai sumber. tukang kayu dapat berbicara tentang pembuatan rumah. Di sini tidak dibicarakan lebih lanjut cara-cara menyelenggarakan karyawisata agar berhasil baik. atau pengetahuan yang khusus mengenai satu lapangan. dan lain-lain masing-masing dapat mempunyai pengetahuan dan keahlian yang khusus yang dapat digunakan oleh sekolah. sumber ini sangat luas dan kaya. agar mereka tidak hanya memperhatikan dan mempelajari apa yang ada dan yang terjadi dalam masyarakat. Seorang pengurus PMI berbicara tentang usaha-usaha yang dijalankan untuk meringankan penderitaan umat manusia. wartawan. tentara. Mereka tidak boleh menjadi penonton saja. b. tukang becak dapat menceritakan pahit getir dan kegembiraan penghidupannya. sumber ini masih belum cukup dimanfaatkan untuk memperkaya kurikulum di sekolah. seorang Arab atau India memberikan penjelasan tentang negaranya masingmasing dan seterusnya. dan sebagainya harus mempunyai pengertian tentang makna karyawisata hagi pendidikan dan memberikan bantuan dan kesempatan sepenuhnya kepada murid-murid untuk meninjau tempat-tempat itu. haji. bidan. polisi. Contoh-contoh dapat kita tambah lagi. akan tetapi dalam pelbagai hal mereka dapat turut serta . seorang camat dapat menjelaskan hal berhubungan dengan urusan kampung. kecakapan. direktur rumah sakit.

sejarah. membuat kakus. Tujuannya ialah menambah pengertian pemuda-pemuda tentang pekerjaan dan memupuk sikap yang sehat terhadap dunia pekerjaan. Terutama di daerah-daerah yang terbelakang. Masyarakat itu dibagi atas beberapa aspek seperti: keadaan alam. Besar faedahnya. Pengalaman serupa ini memberi pelajaran kepada murid-murid. kalau pemuda-pemuda diberi kesempatan untuk mengenal pekerjaan di berbagai perusahaan. dan kantor-kantor. agama.dalam usaha-usaha masyarakat. tak dapat tiada harus diselidiki sumber-sumber pelajaran apakah yang terdapat dalam masyarakat itu. Bagaimanakah cara-cara mengumpulkan bahan-bahan itu? a. Pada suatu masa setiap orang harus menjabat suatu pekerjaan untuk mencari nafkahnya. Pekerjaan yang dipelajari anak hendaknya sesuai dengan kebutuhan dan minatnya. industri dan jabatan-jabatan. menanam buah-buahan. Cara lain untuk memanfaatkan masyarakat untuk kepentingan pendidikan para pemuda ialah memberi kepada mereka pengalaman-pengalaman bekerja di samping pelajaran di sekolah. transpor dan perhubungan. dan se ba- . masyarakat memberi bahan pelajaran yang penting sekali. di bawah pimpinan orang yang kompeten. sekolah dapat memelopori masyarakat ke arah perbaikan dan pembaharuan. d. apakah yang dapat disumbangkan oleh masyarakat itu untuk pendidikan an akanak. Di samping buku-buku pelajaran. kehidupan kekeluargaan. memberantas tikus dan nyamuk. Dengan turut serta dalam usaha-usaha perbaikan masyarakat anakanak mendapat pengertian yang lebih mendalam tentang masyarakat itu. rekreasi. CARA MEMANFAATKAN MASYARAKAT Untuk menjadikan suatu sekolah life-centered. bahwa mereka dapat membantu masyarakat dan dapat mengubah dan memperbaiki keadaan sekitarnya. pendidikan. Malahan ada kalanya sekolah menjadi pendorong dan turut aktif memperbaiki keadaan masyarakat. penduduk. pabrikpabrik. pemerintahan. kesehatan. Pengalaman kerja dalam masyarakat. Misalnya murid-murid dapat turut membersihkan dan memperindah kampung. Guru-guru bersama-sama berusaha menyelidiki masyarakat itu dan mengumpulkan hal-hal yang kiranya dapat memperkaya kurikulum sekolah itu. sayur-sayuran atau bunga-bungaan yang baru.

Diminta keterangan anak-anak berusia berapakah mereka bersedia menerimanya. Juga harus diadakan administrasi yang cermat. Kepada orang tua murid dan kepada orang-orang lain dapat dikirimkan daftar pertanyaan dalam bidang manakah mereka dapat bertindak sebagai manusia sumber. sedangkan perusahaan-perusahaan lain hampir tak pernah dijadikan obyek pelajaran. misalnya setelah mengadakan field. Pada kartu itu harus pula dicatat keterangan-keterangan mengenai pokok itu. Untuk itu harus ada kerjasama yang erat antara sekolah dengan masyarakat demi kepentingan sang anak. bahwa pengalaman-pengalaman yang terpimpin yang diperoleh murid-murid dalam masyarakat merupakan bagian yang hakiki dan pendidikan modern yang efektif.trip atau setelah mengundang seorang manusia sumber ke sekolah. Dapat juga ditanyakan hal-hal apa yang diketahuinya yang dapat membantu memperkaya pendidikan anak-anak. sehingga mengganggu pekerjaan mereka. Dapat juga dikirim daftar pertanyaan kepada perusahaan-perusahaan. . Guru-guru masing-masing menyelidiki hal-hal manakah dalam masyarakat itu yang dapat dipelajari berkenaan dengan tiap kategori. apakah mereka bersedia menerima murid-murid berkunjung ke sana dengan tujuan pendidikan. b. Segala keterangan mengenai masyarakat yang dapat memberi bahan untuk pelajaran hendaknya disusun secara sistematis. pada hari-hari apa dan pukul berapa. sebaiknya dengan menggunakan sistem kartu. Orang tua dapat diturut sertakan dalam usaha-usaha sekolah sebagai anggota POMG.gainya. berapa jumlah murid yang dapat datang. supaya misalnya suatu perusahaan tidak terlampau sering dikunjungi. atau apabila ia dapat menerima murid. berapa jumlah murid yang baik berkunjung ke sana. Guru maupun masyarakat harus menyadari. dan sebagainya. c. Bahan ini senantiasa dapat diperluas. atau mempunyai barang-barang atau alat-alat yang kiranya dapat dipergunakan untuk pendidikan anak-anak. Diminta pula keterangan waktu mana ia dapat datang ke sekolah. Bahan-bahan mengenai tiap kategori dimasukkan ke dalam map tersendiri dan dapat senantiasa diperlengkap.

Dalam masyarakat yang sederhana anak-anak banyak mempelajari hal-hal yang diperlukannya sebagai orang dewasa dalam masyarakat itu sendiri secara informal. Sekolah dapat dijadikan tempat untuk mengadakan rapat-rapat. sebagai anggota panitia. Sekolah tak boleh berdiri terpisah dari masyarakat. ataukah mengembangkan individu. Namun selalu akan ada perbedaan tekanan. 2. Masyarakat merupakan sumber yang kaya bagi pengajaran di sekolah. PERTANYAAN DAN TUGAS 1. RANGKUMAN 1. sekolah pun dapat berjasa kepada masyarakat. 7. 3. Akan tetapi bukan hanya masyarakat dapat membantu sekolah. untuk pertunjukan-pertunjukan. sebagai manusia sumber. Sekolah dapat menyediakan perpustakaan dan alat-alat sekolah untuk digunakan oleh masyarakat. Masyarakat modern cepat berubah. mengubah masyarakat. Sekolah itu konservatif. Berbagai cara dapat dilakukan untuk membawa sekolah ke masyarakat dan scbaliknya. 5. Masalah-masalah pokok apakah yang dihadapi umat manusia pada saat ini? Hingga manakah masalah-masalah itu dimasukkan ke dalam kurikulum? 3. Bandingkan pendidikan anak di desa dan di kota. dibebankan kepada sekolah. Dengan jalan demikian sekolah menjadi pusat masyarakat. kursus-kursus. 6. Pembaharuan kurikulum harus dilakukan secara kontinu. Dalam masa modern tugas pendidikan untuk mempersiapkan anak agar dapat berdiri sendiri.atau badan sejenis. Ketiga fungsi itu sebenarnya tak perlu dipertentangkan. yakni apakah untuk mengawetkan kehudayaan dengan menyampaikannya kepada generasi muda. Apa sebab sekolah harus konservatif? masyarakat dalam . 4. pameran. Sekolah masyarakat sangat mengutamakan faktor kurikulumnya. antara lain dalam pembinaan kurikulum. sehingga banyak hal segera menjadi usang. Kurikulum bergantung pada fungsi sekolah dalam masyarakat. akan tetapi dapat dipertemukan. 2.

11. Menurut penilaian saudara. Apa sebabnya? . Peranan apakah yang tak dapat dilakukan lagi oleh keluarga yang dibebankan kepada sekolah? 8. sumber-sumber pelajaran apa yang terdapat di situ? 13. Bagaimanakah cara-cara memanfaatkan masyarakat dan lingkungan untuk kepentingan masyarakat? Apa sebab sumber yang kaya ini kurang digarap oleh sekolah-sekolah kita? 14. Dapatkah saudara menunjukkan contoh-contoh berdasarkan observasi dan pengalaman sendiri? Apakah implikasinya bagi kurikulum? 7. Can perbedaan-perbedaan yang disebabkan oleh perubahan masyarakat. satu-dua generasi yang lalu. dapatkah sekolah mengubah masyarakat? Dapatkah sekolah mendahului perkembangan masyarakat atau hanya mengikuti perkembangan masyarakat? 5. Sebutkan ciri-ciri sekolah masyarakat.4. apakah sekolah kita telah cukup disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. atau dengan kata lain apakah kurikulum telah relevan dengan kebutuhan masyarakat? Jelaskan dengan contoh-contoh. Dikatakan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi mengubah kehidupan masyarakat. Relevansi kurikulum dengan kebutuhan masyarakat harus senantiasa ditinjau kembali. Apa dimaksud dengan "social engineering"? 10. Coba selidiki lingkungan sekolah dengan radius 1 km. Bandingkan kurikulum SD pada zaman penjajahan Belanda dengan kurikulum sekarang. 15. Perbedaan apakah yang tampak bagi saudara dalam pendidikan sewaktu saudara masih kecil dengan pendidikan dewasa ini? Dapatkah saudara sebutkan sebab-sebab perubahan itu? 6. Apa sebab ide sekolah masyarakat demikian tidak dijadikan pola sekolah kita sekarang? Adakah keberatan keberatannya? 12. Menurut pendapat saudara. Peranan keluarga modern sudah berlainan dengan zaman dahulu. Bagaimana pandangan John Dewey tentang fungsi sekolah? 9.

17.16. Diskusikan apakah di daerah pertanian pelajaran bertani selalu relevan bagi semua murid. . Diskusikan apakah orang tua baik diturut sertakan dalam urusan sekolah termasuk kurikulumnya.

disebut juga subjectcentered curriculum yang artinya kurikulum yang berpusat pada mata pelajaran. Jadi subject curriculum berarti kurikulum yang terdiri atas sejumlah mata pelajaran. yaitu mempunyai bahan pelajaran tertentu. karena bentuk kurikulum turut menentukan bahan pelajaran. akan tetapi organisasi kurikulum tertentu sangat mempengaruhi bentuk-bentuk pengalaman apakah yang akan disajikan kepada anak-anak. menggunakan berbagai-bagai sumber. Tujuan-tujuan yang dicapai dengan kurikulum berdasarkan mata pelajaran yang terpisah-pisah.BAB 7 ORGANISASI KURIKULUM Organisasi kurikulum yaknii pola atau bentuk bahan pelajaran disusun dan dismapaikan kepada murid-murid. Tentu saja subject-curriculum dapat juga membentuk segi-segi lain dari pribadi anak. mengadakan interview. merupakan suatu dasar yang penting sekali dalam pembinaan kurikulum dan bertalian erat dengan tujuan program pendidikan yang hendak dicapai. Demikian pula berlainan cara penyampaiannya dan isi pelajarannya. JENIS-JENIS KURIKULUM Kurikulum bermacam-macam bentuknya. Subject berarti mata pelajaran. maka disebut juga separate subject-curriculum. Setiap kurikulum. mengadakan karyawisata. yang berarti bahan pelajaran. juga integrated curriculum mempunyai subject matter. Tujuan-tujuan pendidikan yang mengenai seluruh pribadi anak dihalang-halangi oleh kurikulum yang disusun untuk memupuk segi intelektual. urutannya dan cara menyajikan kepada murid-murid. Subject jangan dikacaukan dengan subject matter. Selain itu organisasi kurikulum menentukan juga peranan guru dan murid dalam pembinaan kurikulum. Kurikulum berdasarkan proyek atau unit dengan sendirinya misalnya menyuruh anak-anak menyelidiki sendiri. . Bentuk yang paling dikenal dan sangat meluas pemakaiannya ialah subject curriculum. Karena mata pelajaran itu pada umumnya diajarkan secara terpisah-pisah. dan sebagainya dan tidak terikat pada satu buku pelajaran tertentu.

biasanya berusaha memberi kecaman yang tajam untuk mendiskreditkannya. Ada pula yang berusaha mencakup segala kebaikan bentuk kurikulum yang mengadakan reaksi terhadap subject curriculum. Ada pula yang menganggap bahwa subject curriculum terlampau mengutamakan pengalaman umat manusia yang lampau. yang mereka sebut activity curriculum. Ada kalanya kecaman itu obyektif. akan tetapi juga mempunyai kelemahan-kelemahan. Orang yang menganjurkan sesuatu yang baru. Kita akan bicarakan berbagai bentuk kurikulum itu. atomistis. akan tetapi kadang-kadang agak dilebih-lebihkan. Demikian pula subject curriculum dikecam karena kurang memberi pelajaran yang bertalian dengan kehidupan anak seharihari dalam lingkungan masyarakatnya. atau fragmentaris menganjurkan kurikulum yang integrated atau dipadukan. Para ahli yang mengecam subject curriculum karena dalam proses belajar anak itu hanya pasif. sehingga pengetahuan anak menjadi verbalistis. Mereka ini menginginkan kurikulum yang didasarkan atas pengalaman langsung agar pelajaran lebih bermanfaat. ditinjau dari segi tertentu. Kritikkritik terhadap bentuk kurikulum tertentu adalah kritik-kritik yang diajukan oleh orang-orang yang tidak menyetujui bentuk kurikulum tersebut. yakni core curriculum. Mereka ini menganjurkan life curriculum.Kurikulum ini banyak mempunyai ciri-ciri yang menguntungkan. namun juga banyak mempunyai kelemahan. Kurikulum yang mereka anjurkan disebut experience curriculum. Setiap kurikulum mempunyai ciri-ciri yang baik. . Kita harus meninjau kecaman itu secara kritis. yang tidak mengenal batas-batas antara mata pelajaran. yakni kebudayaan yang diwariskan oleh nenek moyang. Perlu kami berikan peringatan yang berikut. yang dituangkan dalam bentuk mata pelajaran. Karena kelemahan itu banyak timbul kritik dari para ahli kurikulum yang menganjurkan bentuk kurikulum lain. menganjurkan suatu bentuk kurikulum yang lebih mengaktifkan anak-anak dalam proses belajar. Mereka yang menganggap bahwa subject curriculum memberi pengetahuan yang lepas-lepas. Maka timbullah berbagai bentuk kurikulum lain yang dianggap sebagai reaksi terhadap subject curriculum itu.

yakni teologi. Juga timbul berbagai matapelajaran yang dianggap . Yang diketahui ialah bahwa bahasa Latin menjadi matapelajaran yang sangat penting. kedokteran. Kurikulum ini dapat dimodifikasi. geometri. dan musik). diperkaya. Orang Yunani telah mengajarkan berbagai bidang studi seperti kesusasteraan. retorika. I. fisika. filsafat dan ilmu pengetahuan ditambah dengan musik dan atletik. Ada kalanya bentuk kurikulum itu hanya terdapat dalam teori raja. dan logika) dan quadrivium (arithmetika. Tidak jelas apa yang terjadi dengan " the seven liberal arts " itu. SEPARATE-SUBJECT CURRICULUM Kurikulum ini disebut demikian. yang satu lepas dari yang lain. dan hukum. oleh sebab segala bahan pelajaran disajikan dalam subject atau mata pelajaran yang terpisah-pisah. biologi. yang kemudian dikenel sebagai " the seven liberal arts " yang memberikan pendidikan umum. Dalam praktik tidak tampak pertentangan serupa itu. Demikian pula subject curriculum tidak selalu tampil dalam bentuknya yang buruk. matematika. Baru pada abad ke-19 mulai berkembang matapelajaran-matapelajaran dengan pesatnya. astronomi. Di universitas misalnya dipelajari tiga bidang utama. Orang Romawi menerimanya dari orang Yunani sambil mengadakan perobahan. Pada abad pertengahan tujuan pendidikan menjadi praktis dan vokasional. Setiap mata pelajaran harus lebih (lulu berjuang sebelum diakaui dan diterima sebagai mata pelajaran di sekolah seperti bahasa ibu. dan sebagainya. Selanjutnya akan kita bicarakan berbagai bentuk atau organisasi kurikulum. Juga harus kita ketahui bahwa berbagai bentuk kurikulum yang `baru' itu jarang terdapat dalam kenyataan dalam bentuknya yang murni. Namun berbagai bentuk kurikulum ada pengaruhnya terhadap pemikiran tentang kurikulum dan sering pula dalam pelaksanaannya. Organisasi subject curriculum dianggap berasal dari zaman Yunani kuno.Selanjutnya perlu kita perhatikan. dan disesuaikan dengan pemikiran-pemikiran baru tentang kurikulum. Mereka mengadakan dua kategori utama yakni trivium (gramatika. bahasa asing. bahwa pertentangan yang tajam itu biasanya terdapat pada taraf teoretis.

Jelaslah bahwa pada pokoknya kurikulum serupa ini berdasarkan ilmu jiwa assosiasi yang mengharapkan timbulnya pribadi yang bulat sebagai hasil jumlah pengetahuan yang diperoleh anak. Batas-batas terdapat pula antar mata pelajaran yang satu dengan yang satu lagi. Biasanya sejarah diberikan terpisah dari ilmu bumi. Dengan suatu kurikulum. pekerjaan tangan. disederhanakan dan disajikan kepada anak -anak di sekolah sebagai mata pelajaran setelah disesuaikan dengan usia dan kematangan murid-murid. Tiap mata pelajaran diberikan tersendiri lepas dari mata pelajaran lain pada jam pelajaran tertentu. Apakah sebenarnya subject atau mata pelajaran itu? Subject itu ialah hasil pengalaman umat manusia sepanjang masa. Bahan ini lalu disusun secara logis dan sistematis. Untuk itu bahan pelajaran dibagi-bagi untuk tiap-tiap kelas. Dikelas I SD dahulu anak-anak berhitung dengan bilangan 1 sampai 20. pertanian. seakan-akan terbagi atas petak-petak. Tentu ini juga disebabkan oleh metode mengajarnya. Kini terdapat ratusan mata pelajaran di sekolah maupun universitas. Dengan demikian sukarlah terdapat suatu kebulatan dalam pengetahuan anak-anak. telah banyak sekali ia belajar dan pengalaman dalam . pendidikan jasmani. Jadi dalam mata pelajaran itu sendiri terdapat batas-batas yang memisahkan bahan pelajaran untuk tiap kelas. dan sebagainya. Inilah jenis kurikulum yang umumnya terdapat di kebanyakan negara. biasanya ia harus menunggu pemecahannya sampai ia naik kelas 2. Sebelum anak bersekolah. baik di SD maupun di Sekolah Menengah sampai Universitas.nonakademis seperti tata buku. pendidikan kesejahteraan keluarga. sekolah memberikan kepada anak-anak pengalaman-pengalaman untuk mengembangkan pribadinya sesuai dengan tujuan pendidikan. Batasbatas bahan pelajaran itu dihormati benar dan biasanya tidak dilampaui. walaupun kedua mata pelajaran itu erat hubungannya. Mereka sering hanya menumpukkan bermacam-macam pengetahuan. atau kebudayaan dan pengetahuan yang dikumpulkan oleh umat manusia sejak dulu kala. Kalau ia menghadapi soal-soal di atas 20. juga di Indonesia. Anak-anak (dan manusia umumnya) belajar berkat pengalaman.

yang tidak selalu bertalian erat dengan pengalaman anak itu sendiri. Oleh sebab itu banyak yang tidak dapat diselami oleh anak itu sendiri. Oleh karena pengetahuan yang harus dikuasai anak tertentu banyaknya. maka besarlah pengaruh buku pelajaran. maka kurikulum ini mudah dijadikan uniform atau seragam di seluruh negara. Hasil pelajaran serupa itu dianggap permanen dan tidak dilupakan. Biasanya yang menentukannya ialah suatu panitia yang terdiri atas tokoh-tokoh dan ahli-ahli pendidikan lain dan para ahli dalam disiplin tertentu. Kurikulum serupa ini biasanya ditentukan terlebih dahulu oleh ahli-ahli atau para pembina pendidikan. sehingga tujuan pendidikan menyempit menjadi menguasai sejumlah pengetahuan yang tercantum dalam buku. setiap jam. Oleh sebab bahan pelajaran itu biasanya telah ditetapkan oleh buku. Yang dipelajari ialah hal-hal yang berhubungan langsung dengan kehidupan anak. oleh sebab luas atau scope bahan pelajaran dapat ditentukan. Keseragaman . Mereka inilah menetapkan apakah diperlukan anak-anak kelak dalam kehidupannya dalam masyarakat. dengan maksud agar pendidikan di mana saja sama tarafnya. Dalam subject curriculum anakanak dipaksakan mempelajari pengalaman umat manusia yang lampau. Tentu saja guru yang baik tidak akan sudi diperhamba oleh buku dan mencari berbagai jalan untuk memperkaya kurikulum itu dan menyesuaikan sedapat mungkin dengan kebutuhan anak-anak setempat. Hal ini mungkin. Kurikulum yang subject-centered ini terutama ditujukan kepada pembentukan intelektual dan kurang mengutamakan pembentukan pribadi anak sebagai keseluruhan. Karena itu sekolah modern menggunakan pengalaman-pengalaman anak itu sendiri sebagai bahan pelajaran. Pada akhir sekolah dapat diadakan ujian negara yang uniform pula. Kurikulum yang seragam ini memudahkan anak-anak pindah sekolah. Untuk memperkuat keseragaman itu diberikan pula rencana pelajaran terurai yang menentukan dalam garis-garis kecil apa yang harus disajikan kepada murid-murid setiap minggu. Bahkan sering kurikulum itu semata-mata ditentukan oleh buku pelajaran itu.kehidupannya sehari-hari. Jadi dalam kurikulum ini sudah lebih dahulu ditentukan pengalaman-pengalaman apakah yang akan diterima anak selama ia bersekolah. lalu dihafal untuk diingat dan kemudian dilupakan.

anak dapat berpikir secara matematis. kemudian dibicarakan daerah-daerah yang makin jauh. Logika dan sistematik setiap cabang berpikir secara matematis. maupun yang kurang pandai. Ilmu pasti mulai dengan pengertian-pengertian dasar. Geografi dimulai dengan daerah yang dekat. pelajaran itu terlampau cepat dan ia makin lama makin jauh ketinggalan. dan pengalaman anak secara individual merupakan suatu hal yang sukar dan karena itu tidak sering dilakukan dalam kurikulum yang berdasarkan susunan mata pelajaran yang terpisah-pisah ini. . Tiap mata pelajaran mengandung sistematik tertentu. kesanggupan. bahwa setiap mata pelajaran atau disiplin mempunyai sistematik tertentu. dan sebagainya. Untuk mencari jalan tengah biasanya guru menyesuaikan pelajaran dengan anak-anak yang " sedang " kepandaiannya. Sebaliknya bagi anak yang kurang pandai. Demikian dapat kita lihat. Bahan pelajaran dapat disajikan secara logis dan sciternuas. MANFAAT SEPARATE-SUBJECT CURRICULUM 1. Menyesuaikan pelajaran dengan kebutuhan minat. yang pandai. Sejarah disusun dari masa purba sampai kepada zaman sekarang. karena banyak mengandung hal yang menguntungkan. Tentu saja cara ini tidak memuaskan bagi anak-anak yang pandai karena pelajaran itu dianggapnya terlampau mudah dan tidak merangsangnya untuk mengeluarkan segenap tenaga dan pikirannya. Oleh sebab itu jalan yang efisien ialah memberi an k saja kepada anak-anak ilmu pengetahuan itu dalam susunan yang logis seperti telah dipikirkan oleh ahli-ahli. dan sebagainya.bahan pelajaran yang diberikan kepada semua anak dalam suatu kelas menimbulkan kesalahan didaktis untuk menyamaratakan semua murid. Kurikulum yang berpusatkan mata pelajaran ini masih sangat banyak dipakai. Dengan mengikuti sistematik itu anak-anak juga terlatih berpikir menurut struktur disiplin. misalnya dengan mempelajari matematik. Berhitung dimulai dengan bilangan-bilangan kecil dan kemudian meningkat kepada bilangan-bilangan besar. Menurut pengertiannya subject itu ialah hasil pengalaman umat manusia pada masa yang lampau yang tersusun logis sistematis. Logika dan sistematik setiap cabang pengetahuan ini tidak akan dapat ditemukan anak itu sendiri. kemudian diberikan bentuk-bentuk yang lebih kompleks.

mudah direncanakan dan dilaksanakan. 2. dan kecakapan-kecakapan tertentu yang mudah dinilai dengan ujian atau tes. malahan untuk seluruh negara. Lagi pula guru-guru terutama di SM telah terlatih dalam matapelajaran-matapelajaran tertentu. Sequence adalah soal menentukan urutan mata pelajaran yang harus diberikan dalam tiap kelas. 3. pengertian. kurikulum inilah yang paling mudah disusun. Dalam menentukan kurikulum ini banyak pula bantuan diperoleh dan bukubuku pelajaran yang telah diakui baik. atau dikurangi. direorganisasi. ditambah. Kurikulum ini juga dipakai di pendidikan tinggi. Masalah scope dan sequence tidak berapa menimbulkan kesulitan. Dari segala macam kurikulum. sehingga dapat diadakan ujian umum yang uniform di seluruh negara. kecakapan-kecakapan yang diperoleh anak-anak dalam mata pelajaran itu dapat juga digunakannya dalam kehidupannya sehari-hari. Oleh sebab itu maka SM pun cenderung mempunyai organisasi kurikulum yang sama. Ada kalanya bahan pelajaran ditentukan dengan menetapkan buku-buku pelajaran yang harus dikuasai untuk suatu daerah. . sehingga lebih memudahkan luas (scope) dan urutan (sequence) bahan pelajaran di tiap kelas. SD masih dianggap oleh kebanyakan orang sebagai persiapan untuk SM dan SM sebagai sekolah persiapan untuk Pendidikan Tinggi. demikian pula SD. Organisasi kurikulum ini sederhana. sehingga guru dapat menyesuaikan jumlah waktu dengan jumlah bahan pelajaran yang harus diberikan setiap kali. Boleh dikatakan. Melaksanakan kurikulum ini pun tidak menimbulkan kesulitan. pada saat ini setiap perguruan tinggi menggunakan organisasi kurikulum yang bersifat mata pelajaran yang terpisah-pisah. Scope terutama soal menentukan jumlah dan jenis mata pelajaran yang harus disajikan oleh sekolah.Diharapkan pula agar pengetahuan. Kurikulum ini mudah dinilai. yang diajarkannya bab demi bab. pengertian. 4. Guru-guru pada umumnya dapat berpegang pada buku pelajaran yang telah ditentukan. Apa yang akan diajarkan sudah ditentukan lebih dahulu. Kurikulum ini terutama bertujuan menyampaikan sejumlah pengetahuan.

Kurikulum ini lebih memudahkan guru. Kurikulum ini telah dipakai berabad-ubad lamanya dan sudah menjadi tradisi. Karena itu kurikulum yang berbentuk subject diterima baik dan dipertahankan di SD dan SM. Mereka merasa aman dan tenteram dalam organisasi kurikulum yang subjectcentered ini. kalau mereka telah mengajar selama beberapa tahun dan telah menguasai bahan pelajaran (atau buku pelajaran) sepenuhnya. 7. maka kurikulum ini sesuai benar dengan kemampuan guru. Orang tua yang mengitimkan anak-anaknya ke sekolah menganggap sewajarnya. pendidikan kependudukan. Tiap tahun ia mengulang-ulangi pelajaran tanpa membutuhkan banyak pikiran dan kreativitas seperti halnya dalam pengajaran proyek atau unit. . mengetik. sehingga mendapat dukungan dari orang tua dan para pengajar. Lagi pula.Kebanyakan orang tua menginginkan agar anak-anaknya kelak melanjutkan pelajarannya di fakultas. 5. 6. Sukar orang menerima perubahan dalam organisasi kurikulum yang telah bertahan begitu lama. dan lain-lain. Demikian pula mata pelajaran yang dirasa tidak sesuai lagi. pekerjaan selanjutnya merupakan rutin yang tidak lagi meminta usaha dan jerih payah. Kurikulum ini telah digunakan dan diterima baik oleh generasi-generasi yang lalu. Kebanyakan guru SL mendapat didikan untuk mengajarkan mata pelajaran tertentu di SMP dan SMA. Kalau dirasa perlu anak -anak mengetahui tentang lalu lintas. Segala perubahan atau perbaikan kurikulum kita hingga saat ini senantiasa didasarkan pada organisasi berbentuk subject. Perubahan atau perbaikan kurikulum dicapai dengan menambah atau mengurangi jumlah. maka mata pelajaran itu mudah ditambahkan. Dengan sendirinya mereka lebih senang bekerja di sekolah yang mempunyai kurikulum yang sesuai dengan pendidikannya di IKIP. kewargaan negara. Terlebih-lebih apabila guru itu harus mengajar pagi sore. Kurikulum ini mudah diubah. dapat ditiadakan. isi atau jenis mata pelajaran sesuai dengan permintaan zaman. bahwa anak itu mempelajari bermacam-macam mata pelajaran seperti yang mereka pelajari.

. Kelemahan-kelemahan kurikulum ini ialah: 1. secara fragmentaris yang sebenarnya tak ada dalam dunia kenyataan. tanpa mengindahkan batas-batas pengetahuan seperti diadakan oleh kurikulum ini. Mata pelajaran yang terpisah-pisah yang dijadikan pengalaman anak bertentangan dengan dunia kenyataan. namun banyak pula kelemahankelemahannya dititik dari sudut pendidikan modern. Kurikulum berbentuk mata pelajaran yang terpisah-pisah tidak mendidik anak-anak menghadapi situasi-situasi dalam kehidupannya.8. Hal ini diperkuat lagi apabila tiap mata pelajaran diberikan oleh guru yang berlainan seperti halnya di Sekolah Menengah tanpa mengetahui apa yang diberikan pada pelajaran lain. Kurikulum ini memberikan matapelajaran yang lepas-lepas. Organisasi kurikulum yang sistematis seperti yang dimiliki oleh subject- curriculum esensial untuk menafsirkan pengalaman. ia mencoba mengatasinya dengan menggunakan segala pengalaman dan pengetahuannya yang ada padanya berkenaan dengan situasi itu. Salah satu keberatan yang paling serius ialah bahwa kurikulum ini membagi pengalaman dan pelajaran anak atas bagian-bagian yang lepas-lepas. BERATAN-KEBERATAN IRRICULUM TERHADAP SEPARATE-SUBJECT Walaupun kurikulum ini masih sangat umum dipakai di mana-mana karena banyak mengandung kebaikan-kebaikan. Keberatan-keberatan yang sering diajukan tentu saja bertalian erat dengan pandangan seseorang mengenai pendidikan dan pengajaran. Apabila seorang menghadapi suatu situasi kehidupan. yang tidak berhubungan satu dengan yang lain. Organisasi serupa ini sangat menghemat waktu dan tenaga dan memberi kemungkinan mempelajari sesuatu dalam waktu singkat apa yang ditemukan dengan susah payah oleh para sarjana pada masa lampau. Matapelajaranmatapelajaran memberikan kepada anak-anak pengetahuan yang lepas-lepas.

rusa. bernafas. Ilmu Tumbuh-tumbuhan: Cempaka kuning. ketela pohon (singkong). dan sebagainya. kelelawar. bahwa Ilmu Hewan. beberapa penyakit. IPS. Setiap mata pelajaran berdiri sendiri. keong. urat saraf. petai.Organisasi kurikulum ini tidak mendorong guru-guru mengadakan integrasi dalam berbagai mata pelajaran. bahwa ketiga pokok itu tidak ada pertaliannya. labahlabah.Kesehatan boleh dikatakan tidak ada hubungannya. c. mangga. Kalau guru (dan pengarang buku pelajaran) berpegang pada daftar yang di atas. pengeluaran kotoran. Dalam kurikulum 1975 yang menggunakan broadfield atau bidang studi seperti IPA. makanan. ular. jagung. kulit. Jelaslah. maka pada minggu pertama anak-anak akan mempelajari "Cempaka Kuning" dalam pelajaran Ilmu Tumbuh-tumbuhan. bunga matahari. dan sebagainya. padi. puspaindra (bunga tasbih). turi. Ilmu Hewan: Cecak. mata. telinga. lidah. Yogyakarta 1950 misalnya untuk Ilmu Hayat di kelas V. kodok. ubi jalar. "Cecak" dalam Ilmu Hewan dan "Dari hal rangka" dalam pelajaran Tubuh Manusia. hidung. lipan (kelabang). cengkeh. . Sebagai contoh di sini kami kutip bahan pelajaran Ilmu Hayat untuk kelas V. peredaran darah. matematika. vinka. cosmea. dan sebagainya. badak. buaya. Ilmu Tumbuh-tumbuhan dan Tubuh Manusia . teh. kumbang.Kesehatan: Dari hal rangka. Inilah salah satu kelemahan yang paling besar dari kurikulum yang subject-centered ini. Integrasi telah dicapai dalam matapelajaran yang saling berkaitan. Tubuh Manusia . Bila kita perhatikan Rencana Pelajaran untuk Sekolah Rakyat yang diterbitkan oleh KPPK. tebu. dan anak-anak disuruh mengumpulkan sejumlah pengetahuan yang lepas-lepas. a. ikan. daging. b. kupu-kupu. nyatalah. babi. Padahal sudah sewajarnya ada hubungan antara matapelajaran-matapelajaran itu. burung hantu.

2. tentang kehidupan keluarga. atau anak anak lebih mengetahui tentang susunan urat saraf cacing tanah daripada tentang cara menjaga kesehatannya sendiri. Untuk itu ia harus diberi kesempatan di sekolah untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya dalarn kehidupan sehari-hari. Tentu saja. tentang jabatan-jabatan dalam masyarakat. Sering kali bahan pelajaran itu tidak ada hubungannya dengan masalah-masalah yang dihadapi anak-anak dalam kehidupannya. maka banyak masalah yang dihadapi anak dalam hidupnya tidak mendapat tempat dalam kurikulum. Kepada anak-anak jarang diajarkan tentang cara bergaul cara menggunakan waktu senggang. Oleh sebab bahan pelajaran terutama didasarkan atas buku pelajaran. Anggapan. 3. Kurikulum ini menyampaikan pengalaman umat manusia yang lampau dalam bentuk yang sistematis dan logis. dan sebagainya. dapat menutupi kekurangan ini sedapat mungkin. kurikulum ini bertujuan menyampaikan sejumlah pengetahuan yang terdapat dalam buku-buku pelajaran yang ditentukan. Dalam praktik. dan karena itu dapat juga memecahkan soal-soal yang dihadapinya dalam kehidupanya. Pelajaran serupa itu lebih mengandung arti bagi anak-anak dan karena itu lebih menarik dan berrnanfaat. Akan tetapi anak-anak juga harus diberi pengalaman untuk menggunakan pengetahuan itu secara fungsional dalam kehidupannya. Dengan demikian pelajaran di sekolah dihubungkan dengan pengalaman langsung anak-anak itu. Kurikulum ini tidak memperhatikan masalah-masalah sosial yang dihadapi anak-anak dalam kehidupannya sehari -hari. Tak jarang anak-anak lebih tahu tentang perang Napoleon daripada tentang perkembangan daerahnya sendiri. Berhubung dengan apa yang diketahui mengenai pertumbuhan dan perkembangan anak dan mengenai psikologi belajar. ialah bahwa anak-anak telah terlatih dalarn memecahkan masalah-masalah pelajaran di sekolah. Tentu saja perlu sekali bagi setiap orang untuk memiliki pengetahuan. maka kurikulum ini banyak . Sesuatu yang logis tidak selalu psikologis ditinjau dari segi minat dan perkembangan anak. tentang memahami dirt sendiri terutama bagi pemuda. guru yang merasakan kekurangan kurikulum ini.

Oleh sebab mereka tidak melihat makna pelajaran. Dalam hal ini pun guru yang baik dapat berusaha untuk menghubungkan mata pelajaran dengan pengalaman anak. Murid-murid SM lebih sanggup melihat tujuan mata pelajaran. Kurikulum ini mengabaikan atau kurang memperhatikan pertumbuhan jasmaniah. Hal ini lebih-lebih berlaku bagi anak-anak di SD oleh sebab mereka terutama menambah pêngetahuannya berdasarkan pengalaman-pengalaman langsung yang mengandung arti baginya.mengandung kekurangan ditinjau dari sudut psikologis. jadi dengan motivasi yang ekstrinsik. perkembangan sosial dan emosional. karena bertalian erat dengan kehidupannya dan kebutuhannya sehari-hari. atau menghindarkan kecaman dan hukuman dari guru dan orang tua. Mereka tahu bahwa mata pelajaran itu berguna baginya. Anak-anak kecil sukar melihat tujuan mata pelajaran yang terpisah-pisah itu. karena terutama memusatkan tujuannya pada perkembangan intelektual. kalau ia melanjutkan pelajarannya di universitas dan ada pula kemungkinan mempunyai minat yang khusus untuk memperdalam pengetahuannya dalam suatu mata pelajaran tertentu. Tentu saja perkembangan intelektual tujuan yang penting bagi sekolah. akan tetapi konsepsi modern tentang pendidikan juga menekankan perkembangan aspek-aspek lain dari pribadi anak. . Malahan ada ahli-ahli mental hygiene yang mengemukakan bahwa kurikulum ini dapat merusak pribadi anak-anak karena mereka dihadapkan kepada situasi-situasi yang tidak mengandung arti baginya sehingga mereka menghadapi frustrasi yang mengganggu kesejahteraan rohaninya. karena pelajaran tak sesuai dengan mentalnya dengan kemungkinan besar anakanak itu menjadi nakal. Tujuan kurikulum ini terlampau terbatas. Mereka mempelajarinya atau pada umumnya menghafalnya untuk mendapat angka yang baik. Verbalisme ini juga timbul oleh sebab mata pelajaran itu tidak berurat berakar dalam pengalaman anak itu sendiri. 4. Atau mereka meninggalkan sekolah. hasil pelajaran itu dangkal dan verbalistic dan sebagian besar segera pula dilupakan.

maupun secara kelompok. estetis dan sebagainya kepada anak-anak. Demokrasi menginginkan warganegara-warganegara yang dapat mengambil keputusan atas tanggungjawab sendiri. baik secara perorangan. berbuat. Guru yang baik mengetahui. Demokrasi dalam rangka Pancasila sebaiknya dipupuk dengan memberi kesempatan kepada murid-murid untuk menyelidik. Guru yang mengajarkan geografi dapat menyampaikan nilai-nilai sosial. emosional. bahwa setiap pengajaran harus bersifat mendidik. sehingga tidak ada kebebasan menemukan jawaban sendiri. Ia tidak begitu saja menerima baik apa yang dikatakan orang lain. Selain dari itu bahan pelajaran biasanya lebih dahulu ditetapkan secara "otoktratis" oleh pihak atasan. Kurikulum ini kurang mengembangkan kemampuan berpikir. maka dalam praktik banyak guru terutama mementingkan aspek intelektual saja. Ia mengumpulkan keterangan-keterangan dan fakta-fakta untuk memecahkan masalah-masalah. Pertanyaan-pertanyaan dan soal-soal yang mereka hadapi telah mempunyai jawab-jawab tertentu. bekerja sendiri. . dan kurang mengajak anak-anak berpikir sendiri. Anak-anak tidak diturut sertakan dalam merencanakan dan membicarakan apa yang akan dipelajari sep halnya dalam erti pengajaran unit. Anak-anak biasanya menerima segala sesuatu atas otoritas guru atau buku pelajaran. 5. Kurikulum ini mengutamakan penguasaan pengetahuan dengan jalan ulangan dan hafalan.Tentu saja guru yang baik dapat juga memperhatikan perkembangan segi segi pribadi anak sebagai keseluruhan dan tidak hanya mementingkan segi intelektual saja. berpikir.centered. Perbuatannya tidak ditentukan semata-mata oleh orang lain. akan tetapi memikirkannya secara kritis. Akan tetapi karena organisasi kurikulum bersifat subject.

Walaupun mata pelajaran diberikan secara terpisah-pisah integrasi akan terjadi juga dalam diri setiap orang. al menurut cara berpikir sarjana dalam bidang ilmu tertentu.date. Kalaupun anak disuruh menghafal dan menumpukkan sejumlah pengetahuan yang lepas-lepas. Fragmentasi. Juga tak dapat diterima bahwa subject curriculum tidak mendidik anak-anak berpikir. Pada zaman atom dan satelit ini muridmurid masih mempelajari pemadam api yang tidak terpakai lagi. Juga untuk mata pelajaran dapat dipupuk minat. pengajaran sedikit demi sedikit tak dapat dielakkan karena tak mungkin dipelajari segala sesuatu sekaligus. Bahkan diharapkan agar anak dapat berpikir menurut struktur suatu disiplin. pelajaran. maka itu bukan salah bentuk organisasi kurikulum. dan makin banyak pengetahuan anak tentang suatu mata pelajaran makin besar pula minatnya untuk mempelajarinya lebih lanjut. Bahan pelajaran dalam kurikulum ini terutama didasarkan pada pengetahuan yang telah tercantum dalam buku. . melainkan salah metode mengajarnya. Dalam pengajaran proyek anak-anak menghadapi masalah-masalah yang aktual dengan menggunakan bahan dari sumber-sumber yang up-to. Juga tak perlu kurikulum yang subject centered menjadi terbelakang asal guru senantiasa memperluas ilmunya sesuai dengan perkembangan disiplin itu. 6. tetapi organisasi kurikulum ini pada hakekatny a tidak merangsang kegiatan-kegiatan serupa itu. Tak semua keberatan terhadap subject curriculum dapat diterima begitu saja. Akan tetapi sekalipun tidak ada tokoh atau aliran tertentu yang mempertahankannya. Itu sebabnya maka pelajaran di sekolah sering ketinggalan zaman. karena berpegang pada kurikulum yang subject-centered. Adakalanya suatu buku digunakan dari tahun ke tahun tanpa peruhahan dan penyesuaian dengan keadaan masyarakat yang dinamis yang terus-menerus berkembang dengan pesatnya. Kurikulum ini cenderung menjadi stasis dan ketinggalan zaman. Apa yang benar pada suatu saat mungkin tidak sesuai lagi pada zaman yang berikutnya.Walaupun dalam kurikulum ini ada juga yang merangsang anak-anak berpikir sendiri secara kritis dan dalam batas-batas yang sangat terbatas turut merencanakan bahan. Separate subject curriculum banyak diserang dari berbagai pihak.

namun bentuk kurikulum ini masih hidup dengan subur di mana-mana di dunia. Senantiasa kita lihat pendapat-pendapat yang bertentangan. Setiap guru yang baik dengan sendirinya akan mengadakan korelasi dengan mata pelajaran lain yang dianggapnya perlu untuk memperdalam pengertian anak. sehingga dalam pelajaran sejarah ia belajar berpikir seperti ahli sejarah. Karena setiap bentuk kurikulum mempunyai kebaikan dan kelemahan. Sikap yang ekstrem menyebabkan kritik yang sering berlebih-lebihan. Maka karena itu hams kita elakkan cara berpikir ekstrim dan sepihak mengenai aliran-aliran dalam kurikulum. maka timbul kritik yang pedas dan tajam terhadap integrated curriculum sambil menonjolkan pengajaran mata pelajaran atau disiplin-disiplin ilmu. II. dalam pelajaran matematika is belajar berpikir secara matematis. Kita harus mencoba melihatnya dalam proporsi yang sebenarnya. maka memilih suatu bentuk yang ekstrim dengan sendirinya mengabaikan kebaikan kurikulum yang ditentang itu . Setelah diluncurkannya Sputnik oleh Rusia. sedangkan alternatif yang diberikan. seperti misalnya integrated curriculum sangat banyak menimbulkan kesulitan dalam penerapannya oleh guru dalam kelas. Akan tetapi dalam bidang kurikulum tak akan kunjung tercapai sesuatu yang sempurna. Jutaan dollar dikeluarkan kepada sarjana-sarjana dalam ilmu pengetahuan alam dan ilmu pendidik untuk menghasilkan buku pelajaran menurut disiplin ilmu itu. yang ingin saling menghancurkan. CORRELATED CURRICULUM Para pendidik yang melihat kelemahan-kelemahan separate-subject curriculum dan merasa tidak puas dengan kurikulum itu berikhtiar mencari jalan untuk memberikan kepada murid pengalaman-pengalaman yang ada . karena kebaikannya. Para ahli giat mempelajari stuktur setiap disiplin. Hal ini tak perlu mengherankan. Diinginkan agar anak didik menurut struktur disiplin itu. Demikian pula kurikulum yang semata-mata memberikan mata pelajaran yang terpisah-pisah. Tak ada kurikulum yang hanya mengutamakan masyarakat dengan mengabaikan sama sekali kepentingan anak.

Setiap mata pelajaran diberikan pada jam-jam tertentu. misalnya soal sawah dibicarakan dalam pelajaran geografi. kewargaan negara menjadi IPS atau Ilmu Pengetahuan Sosial. aljabar. dasarnya sebenamya masih bersifat subject curriculum. dan sebagainya. apabila suatu pokok atau masalah tertentu diperbincangkan dalam berbagai-bagai mata pelajaran. jadi berdiri sendiri. ekonomi. menggambar. kesusasteraan. seni pahat. geografi. yakni kalau kebetulan ada pertaliannya dengan mata pelajaran lain. biologi. b. dan sebagainya. ada pula yang menyatu padukan mata pelajaran dengan menghilangkan identitas mata pelajaran dalam bidang studi tertentu. dan berhitung. Broad-field lain ialah matematika yang menyatukan ilmu ukur. mengarang. bernyanyi. misalnya sejarah. seni lukis. tata bahasa. bercakapcakap dan lain-lain. ejaan. akan tetapi memberi sumbangan masing-masing untuk menyoroti masalah yang dihadapi. Broad -field itu sendiri merupakan kesatuan yang tidak terbagi-bagi atas bagian-bagian. ilmu hewan. Dapat pula beberapa mata pelajaran disatukan. pekerjaan tangan. Walaupun telah tercapai perpaduan yang erat antara beberapa mata pelajaran. antropologi. kimia. drama dan sebagian dari pendidikan jasmani. Hubungan yang Iebih erat terdapat. c. hanya jumlah pelajaran sangat dikurangi. . disatukan menjadi IPA atau Ilmu Pengetahuan Alam. Kesenian melingkapi seni suara. Jadi broad-field dapat dianggap sebagai modifikasi subject curriculum yang tradisional. Antara dua mata pelajaran diadakan hubungan secara insidental. Ada yang menghubungkan mata pelajaran yang satu dengan yang lain dengan memelihara identitas mata pelajaran.hubungannya. seni tari. Paduan atau fusi antara beberapa mata pelajaran itu disebut "broad-field". Korelasi dapat dilakukan dengan bermacam-macam cara : a. Dalam pelajaran bahasa dimasukkan bagian -bagian seperti membaca. Demikian pula ilmu alam. sosiologi. ilmu tumbuh-tumbuhan. di-fusi-kan dengan menghilangkan batas masing-masing. Misalnya pada pelajaran geografi dapat disinggung soal sejarah.

Part IV. Buku ilmu pengetahuan sosial yang dikarang oleh Lavone A. Making the Most of Our Lives Understanding Ourselves Making and Keeping Friends Establishing a Sucessful Marriage Getting Along with People Who Differ Acquiring an Education Using Our Leisure Time Developing a Philosophy of Life. Part II. Becoming Economically Independent Choosing an Occupation Becoming . Lingkungan Alamiah  Mengendalikan banjir 2.Biasanya pokok yang dibicarakan berupa problema-problema. Tata Pemerintahan Daerah . Hanna berjudul: "Facing Life's Problems" isinya : Problem . Part III. Understanding Our World Democrary Challenges Totalitarianism Our World Is Interdependent War Is Not Inevitable. berisi 1. Buku pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SD kelas IV yang diterbitkan oleh Departemen P dan K.a Wise Consumer Using Our Resources Wisely Understanding Our Economic Relations.Solving Part I. Assuming Citizenship Responsiblities Participating in Local Community Affairs Understanding the Functions of Government Maintaining Our Civil Liberties.

  Bapak Gubernur meninjau desa Pemilihan umum 3. 2. Korelasi memberikan pengertian yang lebih luas karena diperoleh pandangan dari berbagai-bagai sudut dan tidak hanya dari satu mata pelajaran saja. 3. Minat murid bertambah apabila ia melihat hubungan antara matapelajaranmatapelajaran. Herman 4. pengangkutan penumpang dan barang Jarak yang kian pendek 5. Pengertian murid-murid tentang sesuatu lebih mendalam. akan tetapi dalam satu pelajaran. ekonomi. Pendidikan   Semua orang belajar Pengalaman sekolah dr. Dengan demikian pengetahuan mereka tidak lepas-lepas. Hidup bermasyarakat   Bermain sepak bola Pramuka berkemah Dalam pelajaran ilmu pengetahuan sosial ini masalah yang di atas dibicarakan dengan menggunakan bahan dari sejarah. Korelasi memajukan Integrasi pengetahuan pada murid-murid. geografi. Peninggalan Sejarah   Mengunjungi Candi Borobudur Berziarah ke makam Ibu Kartini 6. 4. berpadu. BEBERAPA KEUNTUNGAN BROAD FIELD CURRICULUM 1. bila didapat penjelasan dari berbagai matapelajaran. . melainkan bertautan. dan lainlain. Perhubungan   Kendaraan dulu dan sekarang. Mereka mendapat informasi mengenai suatu pokok tertentu tidak secara terpisah-pisah dalam berbagai matapelajaran pada waktu yang berbeda-beda. di mana pokok itu disoroti dari berbagai disiplin mata pelajaran terentu.

harmoni. Pengetahuan yang diperoleh tentang suatu disiplin sewaktu membicarakan bermacam-macam pokok. 2. koordinasi. tidak berhubungan erat satu sama "dengan" lain. 1.5. akan tetapi tidak mencukupi sebagai persiapan untuk mengikuti pelajaran di perguruan tinggi. kebulatan keseluruhan. Jika spesialisasinya geografi. Kurikulum ia memang memberikan pengetahuan yang lebih bulat daripada separate-subject curriculum. Integrated curriculum meniadakan batas-batas antara berbagai-bagai mata pelajaran dan menyajikan bahan pelajaran dalam bentuk unit atau keseluruhan. Korelasi memungkinkan murid-murid menggunakan pengetahuannya lebih fungsional. 6. 3. Dengan integrasi dimaksud perpaduan. III. Akan tetapi orang-orang yang progresif maupun yang tradisional mempunyai keberatan-keberatan terhadap kurikulum ini. kewarganegaraan atau ekonomi sebagai pelajaran pembantu. Kurikulum ini pada hakikatnya kurikulum yang subject. Korelasi antara mata pelajaran lebih mengutamakan pengertian dan prinsipprinsip daripada pengetahuan dan penguasaan fakta-fakta. Guru sering tidak menguasai pendekatan inter-disipliner. correlated curriculum ialah suatu modifikasi subject curriculum dan karena itu juga hingga batasbatas tertentu mempunyai kelemahankelemahannya. ia akan mengutamakan geografi dan menjadikan sejarah. Broad-field tidak memberi pengetahuan yang sistematis serta mendalam mengenai berbagai mata pelajaran. INTEGRATED CURRICULUM Integrasi berasal dari kata "integer" yang berarti unit. KEKURANGAN-KEKURANGAN KURIKULUM INI Seperti telah dikatakan. Mereka mendapat kesempatan menggunakan pengetahuan dari berbagai matapelajaran guna memecahkan suatu masalah. sehingga tidak merupakan suatu keseluruhan yang tersusun logic dan sistematis. .centered dan tidak menggunakan bahan yang Iangsung berhubungan dengan kebutuhan dan minat anak-anak serta dengan masalah-masalah yang hangat yang dihadapi murid-murid dalam kehidupannya sehari-hari. Pengetahuan anak tentang mata pelajaran itu bersifat umum dan dangkal dan hanya dapat dipandang sebagai pengantar ke dalam berbagai mata pelajaran.

yaitu cara-cara yang mungkin memberi jawaban atau penyelesaian masalah itu. Kelakuannya harmonis dan ia tidak senantiasa terbentur pada situasi-situasi yang dihadapinya dalam hidupnya. Hipotesis-hipotesis itu harus lagi dicobakan untuk membuktikan benar tidaknya. Menilik tujuannya kurikulum ini juga dapat disebut "integrating" curriculum. Integrasi sosial ini lebih diutamakan dalam integrated curriculum daripada dalam curriculum yang subject centered. . akan tetapi juga tujuannya. Integrated curiculum dilaksanakan melalui pengajaran unit. karena bermaksud untuk mengintegrasikan pribadi anak." (1) Seorang berpikir bila ia menghadapi masalah. Pelajaran membantu anak dalam menghadapi masalahmasalah kehidupan di luar sekolah. (2) Ia memikirkan hipotesis-hipotesis.Yang penting bukan hanya bentuk kurikulum ini. yakni manusia yang sesuai atau selaras hidupnya dengan sekitarnya. Dalam pengajaran unit dengan sengaja anak-anak dididik untuk berpikir secara ilmiah menurut langkah-langkah yang disebut Dewey "the method of intelligence. Dengan kebulatan bahan pelajaran diharapkan kita membentuk anak-anak menjadi pribadi yang integrated. Untuk memecahkan masalah itu anak -anak melakukan serangkaian kegiatan yang saling herkaitan. Suatu unit mempunyai tujuan yang bermakna bagi anak yang biasnaya dituangkan dalam bentuk masalah. Di sekolah ia belajar bekerja sama dan bergaul dengan murid-murid lain dengan tujuan agar ia pandai bergaul dan bekerjasama dengan orang-orang lain di luar sekolah. Masalah itu harus dirumuskan setajam-tajamnya dan sering pula menganalisanya dalam sejumlah submasalah. Menurut Caswell unit ialah 'a series of related activities engaged in by children in the process of realizing a dominating purpose which is compatible with the aims of education". Menghadapkan anak kepada masalah berarti merangsangnya untuk berpikir dan ia merasa tidak akan merasa puas dan tenang sebelum memecahkan masalah itu. Orang yang "integrated" hidup dan harmoni dengan lingkungannya. Apa yang diajarkan sekolah disesuaikan dengan kehidupan anak di luar sekolah.

Menurut definisinya unit itu merupakan suatu keseluruhan bahan pelajaran. karena dianggap tidak menghasilkan pribadi yang harmonis. Kalau kita menjalankan integrated curriculum. Ciri-ciri unit: 1. atau mungkin tidak cukup keterangan yang diperlukan untuk memecahkan masalah itu. Faktor yang menyatukan ialah masalah atau problema yang terkandung dalam . Unit dan ciri-cirinya.(3) Untuk membuktikan benar tidaknya hipotesis itu ia perlu mengumpulkan keterangan atau data sebanyak-banyaknya dengan berbagai cara dan dari berbagai sumber sesuai dengan sifat masalah itu. (5) Jika diperoleh jawaban berdasarkan pemikiran yang dibenarkan oleh bukti bukti yang faktual. atau hingga sekarang masih belum terpecahkan. Maka harus dicari di mana kekurangannya. Ada kalanya langkah ini meminta waktu dan tenaga yang banyak. Ada kemungkinan di antara hipotesa itu ada yang benar. Mungkin suatu masalah baru dapat dipecahkan setelah puluhan tahun. Sekolah-sekolah yang " progresif " berangsur-angsur meninggalkan kurikulum yang subject-centered. Karena itu pelajaran disusun sebagai keseluruhan yang luas yang disebut "broad unit". Setiap hipotesa dianggap scbagai suatu kemungkinan jawaban yang harus disangsikan. atau masih harus dicari hipotesis-hipotesis lain. sampai kebenarannya dibuktikan berdasarkan data. bergantung pada sifat masalahnya. Unit merupakan suatu keseluruhan yang bulat. Maka kita bertindak secara rasional. (4) Dengan keterangan-keterangan yang diperoleh itu ia menguji kebenaran hipotesis-hipotesis. dan masalah itu tetap tidak terpecahkan. Maka masalah itu terpecahkan. Akan tetapi mungkin juga tak satupun yang ternyata benar. jelaslah bahwa yang diutamakan ialah berpikir sendiri atas fakta-fakta yang dicari sendiri dan bukan menghafal fakta-fakta belaka. Mungkin masalah itu kurang tepat rumusannya. Unit ini mengandung suatu soal atau masalah yang dipelajari anak selama beberapa minggu atau beberapa bulan. maka kesempatan itu dapat dijadikan pegangan bagi perbuatan atau tindakan kita.

Di samping itu ada pula kebutuhan yang ditentukan oleh masyarakat dan kebudayaan tempat ia hidup. Bila murid melihat faedah dan tujuan . d. dan sebagainya. c. majalah. Unit didasarkan atas kebutuhan anak. 2. dan sebagainya. kebun binatang. daftar-daftar. kepala kantor. sejarah. Jadi masalah itu dipecahkan secara interdisipliner. Batas-batas antara mata pelajaran sebenarnya diadakan oleh sarjana-sarjana dalam usaha mereka untuk menyusun ilmu pengetahuan. musik. dari orang-orang yang dapat memberikan keterangan: tukang kayu. gambar. radio. taman-taman. peta. dari alat-alat peraga: globe. kantor pos. 3. stasion. menggambar. ilmu alam. bahasa. dan sebagainya. b. dari bacaan: buku. lapangan terbang. Kebutuhan itu bersifat pribadi dan social. Unit tidak terbatas pada suatu atau beberapa mata pelajaran. ensiklopedi. Unit menerobos batas-batas mata pelajaran. jika mungkin film. geografi. sawah. Ada kebutuhan anak yang timbul berkenaan dengan pertumbuhan jasmaniah dan perkembangan rohaniah. saudagar. Bahan-bahan dicari dari pelbagai sumber seperti: a. dari lingkungan sekitar: toko. pendek kata apa saja asal memberikan bahan dan keterangan untuk memahami pokok yang dipelajari itu. Ia hendaknya menganalisis kebutuhan mereka sebagai perorangan dan sebagai kelompok. guru harus mengenal keadaan sosial ekonomi anak-anak.pokok yang akan diselidiki oleh murid-murid. Dalam merancang unit. Oleh karena itu dalam suatu unit murid-murid menggunakan berhitung. Dengan demikian guru lebih mengetahui dalam hal manakah mereka perlu dibantu agar lebih sanggup menghadapi masalahmasalah dalam kehidupan sehari-hari. arca. Dalam kehidupan sehari-hari tak terdapat batas-batas itu. Segala sesuatu yang dilakukan oleh murid murid harus senantiasa bertalian erat dengan pokok tersebut dan merupakan sumbangan guna mencapai tujuan unit itu. dan sebagainya. tukang becak. surat kabar. melainkan menggunakan segala macam bahan untuk memecahkan soal-soal yang terkandung dalam unit itu. Guru harus menjaga agar pelajaran tidak menyimpang dari pokok itu. dan sebagainya.

maka tidaklah r perlu dipakai paksaan dan desakan dari luar berupakan hukuman. yakni berdasarkan minat dan kebutuhan anak. Bila murid -murid yakin akan kebaikan. kematangan. 5. Belajar menurut cara unit sesuai dengan teori-teori yang pada saatnya modern tentang belajar. kalau perlu malahan sepanjang hari. Dengan sendirinya verbalisme dicegah. Masalahmasalah yang terkandung dalam unit itu mempunyai arti baginya dan karena itu mereka dirangsang untuk menelaah dan memecahkan soal itu. mencari sendiri jawaban atas masalah-masalah lalu mengambil kesimpulan yang dijadikannya dasar perbuatannya. Dalam organisasi kurikulum yang tradisional anak-anak menerima bermacam-macam pelajaran yang tak berhubungan satu dengan yang lain masingmasing pada jam-jam tertentu. dan tujuan pelajaran bagi di inya.pekerjaan dan pelajaran. dan sebagainya. pujian. Unit senantiasa dihubungkan dengan pengalaman-pengalaman anak. Unit didasarkan pada pendapat-pendapat modern mengenai cara belajar. minat. dan kesanggupan anak prinsip individualistis lebih mudah dilaksanakan dalam pengajaran unit. membuat gambar atau konstruksi. Unit memerlukan waktu yang panjang. mengadakan percobaan-percobaan. yang saling bertalian erat dan karena itu lebih dipahami. mengumpulkan bahan dari berbagai-bagai sumber. merumuskan dan menganalisis problema-problems. faedah. Kegiatan-kegiatan dalam unit banyak memerlukan waktu seperti untuk berkaryawisata. Apa yang dipelajari dalam unit merupakan keseluruhan. . angkaangka atau ancaman. Untuk suatu unit diperlukan beberapa jam sehari. mengadakan penyelidikan dan percobaan. Anakanak diberi kesempatan sebanyak-banyaknya untuk menghayati. mengumpulkan bahan dari berbagai-bagai sumber. bekerja sama dalam kelompok. maka minat akan bertambah dan pelajaran akan lebih besar hasilnya. Mengenai kebutuhan. 4.

Pendirian ialah. dengan pengalaman-pengalaman anak. 6.Waktu yang cukup banyak diperlukan benar. dan bila perlu beberapa bulan. Dalam unit anak-anak harus memecahkan masalah-masalah dengan menggunakan metode ilmiah seperti telah diuraikan di atas. Dalam unit anak-anak dihadapkan kepada situasi-situasi yang mengandung problema. menganalisisnya. bahwa lebih baik diberikan waktu secukupnya untuk mempelajari suatu hal secara mendalam dari pada mempelajari bermacam-macam hal secara mendangkal yang segera dilupakan pula. yakni merumuskan masalah. bila kita ingin memperdalam pengertian dalam suatu hal. Kelas yang diselenggarakan secara ini. mengambil kesimpulan dan akhirnya bertindak atau berbuat atas . menyatakan perasaan dan pikirannya dengan bebas dengan perantaraan bahasa. Dalam unit digunakan setiap kesempatan untuk menghubungkan pelajaran di sekolah dengan kehidupan sehari-hari. bergerak. bekerja dalam kelompok. berlainan sekali suasananya dengan kelas yang pasif. Dalam unit anak-anak diberi kesempatan untuk berbuat. Masyarakat dijadikan laboratorium tempat anak mengadakan penyelidikan dan mengumpulkan bahan-bahan yang tak dapat diperoleh dari buku-buku pelajaran. membentuk. sehingga mereka belajar dengan gembira dan penuh minat. menyelidiki hal-hal yang sesuai dengan dorongan yang wajar. 8. 7. lukisan. Unit menggunakan dorongan-dorongan yang sewajarnya pada anak -anak. Itu sebabnya maka suatu unit memakan waktu beberapa minggu. mencari hipotesis-hipotesis kemudian mengumpulkan keterangan dari buku-buku. Unit itu life-centered. pengamatan sendiri atau dari percobaan-percobaan. di mana anak-anak duduk diam sambil mendengarkan saja. musik. mengujui hipotesis-hipotesis dengan menggunakan bahan-bahan yang diperolehnya. Tentu saja masalah-masalah itu disesuaikan dengan kematangan anak dan kesanggupannya untuk memahaminya. tanpa kegairahan.

Sering pula orang tua diminta bantuannya dalam menentukan pokok-pokok yang dipandang penting bagi anak-anak dan bantuan mereka diharapkan pula dalam melaksa nakan unit itu. memikul tanggung jawab. Guru merencanakan dan menyodorkan rencana i u kepada murid-muridnya. Salah satu tugas sekolah yang penting sekali bukanlah menyampaikan sejumlah pengetahuan yang harus dihafalnya. bahwa anak-anak sendiri kerap kali tidak tahu apa yang sebenarnya perlu bagi mereka. dan harga-menghargai sumbangan masing-masing. Dalam unit anak-anak mendapat banyak kesempatan untuk bekerjasama dalam kelompok. Guru-guru yang terlalu progresid berpendapat. membuat rencana. berdramatisasi. Mereka berunding untuk menentukan rencana pekerjaan berhubung dengan unit itu. mengumpulkan bahan. Tentu saja pokok untuk itu senantiasa harus sesuai dengan tujuan pendidikan. misalnya dalam diskusi. 10. Unit dengan sengaja memajukan perkembangan sosial pada anak-anak. Problem solving menurut scientific method merupakan suatu unsur yang utama dalam pengajaran unit. Mereka belajar menerima dan memberi kecaman dalam suasan hormat-menghormati. t Murid hanya menerima apa yang telah ditentukan oleh guru. Dalam pengajaran unit biasanya terdapat kerja sama antara guru dengan murid dalam menentukan pokok untuk unit itu. Guru yang tradisional berpendapat. dan sebagainya. 9. Dalam kelompok anak itu merasa dirinya sebagai anggota yang dihargai dan disukai. . bahwa guru sendirilah yang harus menetapkan segala sesuatu yang akan diajarkan dalam unit itu.hasil yang diperolehnya. Mereka harus mendapat bimbingan dari guru yang lebih berpengalaman daripada mereka. Unit direncanakan bersama oleh guru dengan murid. melainkan membantu anak-anak untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya secara ilmiah. bahwa di sekolah modern seharusnya anak-anaklah yang menentukan apa yang harus dipelajari. Bukankah mereka lebih tahu apa yang menarik minat mereka dan apa yang mereka butuhkan? Akan tetapi kita jangan lupa.

Hal ini merupakan suatu keberatan bagi guru yang lebih suka bekerja menurut rutin dengan mengikuti buku pelajaran tertentu untuk tiap matapelajaran. Karena itu kurikulum ini tidak menginginkan ujian yang uniform di seluruh negara atau daerah. Tiap tahun guru itu boleh dikatakan menghadapi bahan yang barn. Matematika. Karena bahan pelajaran tidak ditetapkan lebih dahulu. maka tidak akan terdapat di dalamnya susunan yang logis sistematis. Kurikulum ini tidak mengharapkan pengetahuan yang sama untuk semua murid. Kurikulum sekolah guru dewasa ini kebanyakan didasarkan atas mata pelajaraan yang terpisah-pisah. Kurikulum ini tidak memungkinkan ujian umum. akan tetapi direncanakan dengan mengadakan rundingan dengan murid-murid. maka pengetahuan anak-anak pada waktu tamat tidak sama pula. dan tentu pula berbeda sekali di berbagai sekolah. 4.KEBERATAN TERHADAP INTEGRATED CURRICULUM 1. Kurikulum ini dianggap tidak mempunyai organisasi yang logissistematis. Bahan pelajaran mungkin sekali tiap tahun berlainan dengan tahun yang sudah-sudah. 3. Bahasa Indonesia). jadi bercorak separate subject atau berdasarkan broad field (IPS. 2. malahan sedapat mungkin menyesuaikan pelajaran dengan bakat dan kesanggupan tiap anak dengan keadaan lingkungan anak itu. Kurikulum ini memberatkan tugas guru. Perbedaan bahan pelajaran di berbagai sekolah di berbagai tempat dianggap pula suatu keberatan bagi anak-anak yang pindah ke sekolah lain. IPA. Memasukkan kurikulum yang baru akan menimbulkan kesukaran bagi murid-murid dan guru. Oleh sebab bahan pelajaran boleh dikatakan berlainan setiap tahun. dan karena itu memerlukan lebih banyak inisiatif dan usaha dari guru. baik mengenai pokok-pokok yang dibicarakan. Malahan besar bahayanya anak-anak mendapat bahan yang sama pada kelas lain. Guru-guru tidak dididik untuk menjalankan kurikulum seperti ini. . maupun mengenai isinya. sesuai dengan kurikulum yang terdapat pada SD dan SM.

ad. orang dewasalah yang selayaknya menetapkan sepenuhnya apa yang harus diajarkan. Setidak-tidaknya harus ada perpustakaan yang agak lengkap sebagai suatu sumber yang penting guna mengadakan penyelidikan-penyelidikan oleh anak-anak. ad. Itu sebabnya maka pendidikan guru merupakan faktor yang penting dalam pembaruan pendidikan.5. Gedung-gedung sekolah kita sekarang masih terikat pada filsafat pendidikan yang tradisional. Mengenai keberatan-keberatan itu kami ingin mengajukan beberapa catatan. Akan tetapi hal ini tidak berarti bahwa organisasi . pada diri sang pendidik. Anak-anak dianggap tidak sanggup menentukan kurikulum. sehingga kurikulum modern tak dapat dijalankan dengan efektif. Kurikulum ini tidak berpegang pada satu buku. Lagi pula tiap kelas penuh sesak dengan muridmurid. Dalam organisasi kurikulum ini anak-anak turut serta diajak berunding untuk menentukan hal-hal yang akan dipelajari. akan tetapi menggunakan segala macam sumber. Alat-alat sangat kurang untuk menjalankan kurikulum Untuk melaksanakan kurikulum ini diperlukan ruangan-ruangan dan alatalat yang khusus. JAWABAN INTEGRATED CURRICULUM ATAS KEBERATAN- KEBERATAN YANG DIAJUKAN Semua keberatan yang di atas ada mengandung kebenaran. bahwa murid-murid terlampau muda dan karena itu tak sanggup dan tak cukup berpengalaman untuk menentukan apa yang perlu bagi pendidikan mereka. apalagi kalau yang lama itu didukung oleh tradisi yang berabad-abad. Syarat pertama bagi pembaruan ialah. 6. Oleh sebab itu pihak atasan. oleh sebab guru itu cenderung mengajar seperti ia sendiri dahulu diajar. bahwa guru itu harus mengubah dirinya. Semua pembaruan harus mulai pada diri guru.2. Orang beranggapan. Menjalankan sesuatu yang baru tidak mudah. Memang dalam kurikulum ini bahan pelajaran tidak tersusun secara logissistematis seperti yang lazim terdapat dalam suatu buku pelajaran. I. dan ini harus dimulai pada pendidikan guru.

Ujian yang uniform ini memang merupakan suatu halangan ke arah pembaruan. Untuk mencegah berulangnya suatu pokok. agar ia jangan dikuasai oleh pekerjaan rutin yang membosankan. dengan maksud agar anak -anak menerima dan memahami makna serta tujuan pokok itu. yang ingin terus berkembang dan turut mengikuti aliran zaman.guru lain. yang ingin menyesuaikan pelajaran dengan keadaan masyarakat anak. Dalam kerangka itu banyak kebebasan bergerak bagi guru dan murid untuk memilih pokok-pokok yang sesuai dengan kebutuhan mereka. anak-anak diturut-sertakan memilih dan merencanakan. Banyak orang di kalangan pendidikan yang mengakui. justru akan berikhtiar. akan tetapi praktik serupa ini sudah ditinggalkan. Akan tetapi janganlah ujian itu dipakai sebagai alasan untuk membenarkan din tidak menjal nkan inisiatif ke arah a perbaikan pendidikan.5.centered". yaitu yang berpusat pada anak. Guru yang dinamis. Dalam kurikulum yang "child. Untuk memenuhi tuntutan ujian.3. ad. Dialah yang tahu tujuan pendidikan dan nilai suatu pelajaran untuk mencapai tujuan itu.4. . anak-anaklah yang menentukannya. Penentuan bahan pelajaran tidak semata-mata diserahkan kepada kehendak murid-murid. ad. Ujian yang uniform ini seakan-akan tidak memungkinkan guru menyesuaikan pelajaran dengan kebutuhan individu serta keadaan masyarakat setempat. Dalam rangka tujuan pendidikan itu. bahwa ujian itu merupakan suatu "penyakit" yang sering menghalang-halangi pembaharuan dalam pendidikan. Ada tidaknya ujian. Dalam menentukan bahan pelajaran peranan guru tetap penting. Biasanya sekolah telah mempunyai suatu kerangka yang berisi bidang-bidang yang kirangnya dapat dijadikan pokok pelajaran. bagi guru yang dinamis tetap ada kesempatan untuk mengadakan pembaruan. Jadi kurikulum ini lebih fleksibel. guru harus mencatat apa-apa yang telah dibicarakan untuk diketahui oleh guru.sama sekali tidak ada. maka anak-anak dilatih menghafal sejumlah pengetahuan yang diharapkan akan "keluar" dalam ujian. ad.

Banyak alat pelajaran yang dapat dibuat sendiri tanpa menelan biaya yang banyak antara lain garnbar-gambar dun rnajalah. Kurikulum ini sesuai dengan pendapat-pendapat modern tentang belajar. Segala sesuatu yang dipelajari dalam unit bertalian erat. dengan sendirinya akan tampil pengarang-pengarang buku yang sesuai dengan keperluan pengajaran unit. yang benarbenar berarti bagi kehidupan mereka. Sebenarnya tidak mungkin diajarkan sejarah dengan baik tanpa ilmu bumi. ilmu hayat. Alatalat itu belum dimiliki oleh sekolah-sekolah kita. jadi anak-anak aktif dengan bermacammacam cara dan tidak pasif menerima apa yang disajikan oleh guru untuk dihafal. Gedung sekolah kita belum memenuhi syarat-syarat pendidikan modem Akan tetapi kekurangan-kekurangan itu tak perlu menghalangi pembaruan. Masyarakat dijadikan laboratorium tempat anak-anak . Anak-anak tidak lagi mempelajari fakta-fakta lepas yang segera dilupakan. Mereka memecahkannya dengan pikiran dan penyelidikan sendiri. Perpustakaan dapat dibentuk lambat laun. Lingkungan merupakan sumber pelajaran yang tak ternilai harganya. radio. karena tidak digunakan secara fungsional untuk memecahkan masalah-masalah yang mengandung arti bagi murid. MANFAAT KURIKULUM UNIT 1. Kalau kurikulum ini dijalankan. televisi. Untuk memecahkan suatu pokok digunakan bahan dan semua mata pelajaran. Dalam ilmu bumi sering diperlukan ilmu alam. Kita tahu manfaat alat-alat pelajaran modem seperti film. dan mata pelajaran lain. Tanpa alat-alat tak dapat dijalankan kurikulum apa pun dengan efektif. Kurikulum ini memungkinkan hubungan yang erat antara sekolah dengan masyarakat.ad.6. jadi bertalian erat dengan pengalaman mereka. sehingga perpustakaan anak-anak bertambah lengkap. 2. 3. dan sebagainya. alat-alat pengukur dan botol. peta timbul. Mengadakan batas-batas yang tegas antara berbagai mata pelajaran sering merugikan pembentukan pengertian yang luas serta mendalam. tape recorder. Murid-murid dihadapkan kepada masalah.

Untuk menentukan. 2. sebagai kelompok maupun sebagai individu. kebutuhan dan. kesanggupan dan kematangan murid. ia dapat berikhtiar untuk membangkitkan minat itu. Mereka diajak turut serta berunding dan merancangkan pelajaran. sedangkan guru merasa pentingnya pokok itu bagi perkembangan murid-murid. Apakah pokok itu dibangkitkan oleh minat. Kurikulum ini sesuai dengan paham demokrasi. Di samping itu kita harus memperhatikan kebutuhan anak dalam lingkungan itu.mengumpulkan bahan untuk menyelidiki suatu problema. Malahan di suatu sekolah pun mungkin pokok untuk unit berbeda dan tahun ke tahun. bekerja sendiri. Masyarakat dapat diturut sertakan dalam usaha-usaha sekolah. bekerja sama dalam kelompok. 4. bahwa kita harus bekerja dalam rangka tujuan sekolah. pokok-pokok manakah yang sebaiknya dijadikan unit yang akan dipelajari anak-anak. pengalaman murid-murid dalam kelas itu? Bila ternyata tidak atau kurang ada minat yang khusus untuk pokok itu. Apakah bahan pelajaran itu sesuai dengan taraf kematangan murid? a. 5. Kurikulum ini mudah disesuaikan dengan minat. pokok manakah yang hendaknya dipilih untuk suatu unit senantiasa harus dipikirkan. Inikah saat yang sebaik-baiknya bagi murid-murid untuk memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya dari pokok yang akan dipelajari itu. memikul tanggung jawab. Menentukan pokok untuk un it. kita dapat memajukan pertanyaan-pertanyaan yang berikut: 1. Mereka tidak hanya menerima saja apa yang dikatakan guru atau yang tercantum dalam buku. Pokok-pokok untuk unit mungkin sekali berlainan di berbagai sekolah. Dalam menentukan. ataukah lebih baik pelajaran itu diundurkan saja dulu? . Murid-murid dirangsang untuk berpikir sendiri. melainkan dengan kritis membandingkan keterangan-keterangan dari berbagai sumber.

merumuskan masalah. gambar. berdiskusi. Telah adakah pengalaman-pengalaman pada murid yang dapat digunakan sebagai landasan bagi pelajaran baru ini? 3. buku-buku. kesempatan berkaryawisata c. Apakah pokok lain pada saat ini barangkali lebih berfaedah dan mengandung arti bagi murid-murid. bahan-bahan untuk bermacam-macam bentuk ekspresi. namun tidak kurang nilainya bagi perkembangan anak? d. pengalaman-pengalamaan langsung berhubung dengan unit d. Dua pendapat. mengumpulkan bahan dari berbagai sumber. Apakah bahan pelajaran itu menjamin bertambah luasnya pengetahuan murid-murid yang berguna untuk memenuhi tuntutan-tuntutan hidup yang kian hari kian meningkat? d. Cukupkah kesempatan dalam pelajaran ini untuk merangsang murid-murid berpikir dan berbuat sebanyak mungkin? a. Apakah bahan pelajaran itu herisi buah pikiran dan soal-soal yang dapat menimbulkan diskusi yang akan memperluas alam pikiran dan pandangan anak? e. bekerja sama berpikir untuk memecahkan problema? b. dan alat-alat pelajaran b. Apakah bahan pelajaran itu mengandung masalah-masalah sosial yang penting artinya bagi kehidupan anak-anak sehari-hari? c.b. Pokok-pokok apakah yang harus dipilih untuk dipelajari anak-anak dalam bentuk unit? Dalam hal ini terdapat dua pendapat yang utama. Apakah bahan pelajaran itu cukup memberi kesempatan untuk mengeluarkan dan menyatakan perasaan dalam berbagai-hagai bentuk? 4. Apakah bahan pelajaran itu akan menimbulkan situasi-situasi di mana murid-murid harus merencanakan. Yang pertama ialah . menganalisnya. Dapatkah disediakan hal-hal yang berikut untuk melaksanakan unit itu: a. Apakah bahan pelajaran itu tidak melampaui batas kesanggupan anak dan lagi pula cukup merangsang mereka untuk mempelajarinya dengan segenap tenaga? c. majalah.

Baik kelompok yang primitif maupun yang modern dianalisis untuk menyelidiki social functions apakah kiranya yang terdapat dalam kehidupan manusia. Miscellaneous activities which make up the leasure part of life. Sebenarnya jalan pikiran itu bukan sesuatu yang baru. social functions apakah yang terdapat dalam hidup manusia. dari problema-problema yang dihadapi anakanak dalam hidupnya. jadi yang bersifat universal bagi semua kebudayaan di dunia ini pada yang lampau maupun masa sekarang maupun masa mendatang. Stratemeyer menyebutnya "persistent life situations". Herbert Spencer pada tahun 1859 telah mengemukakannya sebagai tujuan pendidikan. 5. yang mempunyai arti dan nilai kehidupannya sehari-hari sehingga ia kelak dapat menyesuaikan diri dengan efektif sebagai orang dewasa. Pendapat kedua ialah mengambil pokok-pokok unit dari kebutuhan anakanak. Untuk mengetahui. Tujuan pendidikan yang utama ialah membantu anak-anak memperoleh kehidupan yang baik dalam lingkungan sosialnya. Karena kurikulum harus memberikan pelajaran. 4. Self-preservation. banyak digunakan sosiologi dan antropologi kebudayaan. yakni lapangan-lapangan hidup sebagai pusat perhuatan-perbuatan manusia. bahwa pelajaran harus berdasarkan aktivitas dalam masyarakat dan kebudayaannya. UNIT BERDASARKAN "SOCIAL FUNCTIONS" Dasar pikiran di sini ialah. Rearing and disciplining of offspring. yakni aktivitasaktivitas yang berkenaan dengan: 1. devoted to the gratification of the tastes and feelings. 2. Securing necessaries of life.berdasarkan kurikulum itu pada "social functions". Maintenance of proper social and political relations. . A. 3. yakni situasi-situasi atau masalah-masalah hidup yang terus menerus dihadapi manusia.

3. . and natural resources. Dealing with quantitive relationships. 2. Productions of goods and services and distribution of the returns of production. 11. Recreation. 2. Determining the nature and extent of individual freedom. Mereka menyebutnya "persistent life situations". c. 6. 7. Exploration. Situations calling for growth in individual capacities. property. Integration of the individual. Satisfying emotional and social needs. 3.Orang yang pertama-tama menjadikan social functions sebagai dasar kurikulum ialah H. Avoiding and caring for illness and injury. 4. Expression of religious impulses. Education. Expression of aesthetic impulses. 2. 8. 2. Comsumption of goods and services. 5. Responsibility for moral choices 1. Forkner dan Mc. Making ideas clear. Salah satu usaha lain untuk menggolongkan lapangan-lapangan hidup ini ialah Stratemeyer. Extension of freedom. 10.L. Understanding the ideas others. la mengemukakan social functions yang berikut: 1. Communication and transportation of goods and people. 1. Determining responsibility to self and others. Using effective methods of work. a. Caswell. Kim. 3. 1. 4. Protection and conservation of life. Satisfying physiological needs. Dalam garis besarnya mereka memperoleh lapangan-lapangan sebagai berikut: I. 9. Intellectual power. b. Health.

Deciding when to join a group. II. 1. 1. a. 5. 3. Providing for social welfare. 2. Finding sources of aesthetic satisfactions in oneself. Dealing with groups organized for specific action III. Dealing with plant. Economic-social-political structures and forces. Natural phenomena.*) Keuntungan kurikulum berdasarkan lapangan hidup. b. Group membership. Participating as a group member. Person to person relationships. 3. Working with racial and religious groups. 1. 2. 2. Contributing to technological advance. Situations calling for growth in social participation. a. 3. 2. Taking leadership responsibilities. Molding public opinion. Participating in local and national government. Using physical and chemical forces. Dealing with physical phenomena. 2. Working with socio-economic groups.d. and insect life. Establishing effective social relations with others. c. 1. Achieving aesthetic satisfactions through the environment. b. Situations calling for growth in ability to deal with environmentaal factors and forces. Technological resources. 1. 2. 1. 4. Earning a living. Establishing effective working relations with others. Using technological resources. 2. . animal. c. 3. 1. Aesthetic expression and appreciation. Intergroup relationships. Securing goods and services.

Dalam kurikulum ini terdapat hubungan erat antara pelajaran dengan kehidupan sehari-hari. Kurikulum berdasarkan social functions atau lapangan hidup memberikan kepada anak hal-hal yang diperlukannya untuk menghadapi situasi-situasi hidupnya sebagai warga negara. . Kurikulum ini sesuai dengan tugas sekolah. Tujuan kurikulum ini lebih mudah dipahami oleh murid-murid. Dalam subject curriculum anak-anak sukar melihat hubungan itu. Ada bahayanya. Keberatan-keberatan terhadap kurikulum ini. Kurikulum ini sulit dijalankan. 4. 2. Sebenarnya ini telah tersimpul dalam nomor 1. 3. Kurikulum ini membagi kehidupan dalam bagian-bagian. Kurikulum ini lebih bermanfaat dan mengandung arti bagi murid-murid. yakni mempersiapkan murid untuk kehidupan dalam masyarakat. lapangan-lapangan hidup menjadi matapelajaran-matapelajaran tersendiri sehingga menjadi semacam subject curriculum yang justru hendak diberantas oleh kurikulum ini. Dengan mempelajari lapangan-lapangan hidup diharapkan anak-anak juga lebih sanggup menyesuaikan diri dengan situasi-situasi hidup. Guru-guru tidak mendapat latihan untuk menjalankan kurikulum serupa ini. 2. Kurikulum ini menyajikan bahan pelajaran yang bulat. Kurikulum ini dengan sengaja berusaha mengatasi jurang antara pelajaran sekolah dengan apa yang diperlukan dalam kehidupan. akan tetapi perlu juga disebut. Batas-batas itu tidak ada dalam kehidupan. Juga buku-buku dan alat-alat pelajaran lain menimbulkan kesukaran-kesukaran. Kehidupan sebenarnya merupakan suatu keseluruhan dan tidak merupakan sepuluh atau sebelas lapangan kehidupan. karena untuk melaksanakannya menggunakan pengalaman-pengalaman langsung.1. Mereka mereka banyak mengumpulkan keterangan-keterangan dari masyarakat serta lingkungan sendiri dengan mengadakan karyawisata dan penyelidikan -penyelidikan lain. Dengan demikian mereka lebih mudah melihat manfaat dan makna pelajaran itu bagi dirinya. Pelajaran di sekolah yang diberikan herpusatkan unit ini bertalian erat. 1. tidak lepas-lepas seperti halnya dalam separate-subject curriculum.

a. Kebutuhan anak pada setiap saat tidak lepas dari social functions atau lapangan-lapangan hidup. B. Kebutuhan akan kepuasan estetis. d.3. Kurikulum ini terutama memberikan bahan yang sesuai dengan keadaan masyarakat pada masa sekarang dan kurang menyampaikan pengetahuan yang sistematis seperti yang diperoleh dengan mempelajari subjects atau mata pelajaran. 2. Apa yang penting bagi waktu sekarang mungkin sekali berharga juga untuk masa depan. Kebutuhan akan hubungan yang lebih matang dengan anggota rumah tangga dan dengan orang dewasa di luar keluarga. b. Kebutuhan akan harga-diri. Kebutuhan akan kesehatan pribadi. Kebutuhan akan pandangan dunia dan filsafat hidup. c. Kurikulum ini tidak memberikan pengetahuan. Kehidupan pribadi. Sesuatu dipelajari sebaik-baiknya kalau hal itu memuaskan kebutuhan kita. Tujuannya ialah agar anak-anak belajar memecahkan masalah-masalah yang bertalian dengan kebutuhannya dalam kehidupannya sehari-hari. . yang tersusun logis sistematis. sedangkan kurikulum yang berpusat pada kebutuhan murid mementingkan masalah-masalah yang dihadapi anak pada saat ini. Kebutuhan akan pelbagai minat pribadi. Bedanya dengan kurikulum berdasarkan social functions ialah. yakni selalu terdapat di dalam lapangan-lapangan hidup itu. e. Lagi pula boleh dikatakan tidak ada lagi sekolah yang semata-mata mendasarkan kurikulum pada kebutuhan anak tanpa memperhatikan manfaatnya bagi kehidupan anak di dalam masyarakat. UNIT BERDASARKAN KEBUTUHAN MURID Dasar pikiran kurikulum ini ialah memberikan pelajaran kepada anak-anak yang timbul dari kebutuhan anak-anak. Hubungan sosial yang dekat. bahwa dalam social functions diutamakan pendidikan anak-anak untuk menghadapi situasi-situasi hidup dengan efektif sebagai warga negara yang dewasa. Tentu saja sukar diadakan batas yang tegas. a. Kebutuhan-kebutuhan anak dapat dibagi sebagai berikut: 1.

Kebutuhan untuk mendapat penghargaan sosial. yang tidak saling berhubungan. 3. Kebutuhan untuk dapat bertindak efektif guna memecahkan masalahmasalah ekonomi. c. Kurikulum ini menjamin integrasi bahan pelajaran. 3. b. a. Kurikulum ini membentuk pribadi anak. karena itu ia rela mengeluarkan segenap tenaga kepada pelajaran ini. Hubungan ekonomi. Hubungan sosial-kewarganegaraan. Kebutuhan untuk turut serta bertanggung jawab dalam aktivitas-aktivitas yang penting. Yang diutamakan bukan hanya pembentukan intelektual. kurikulum ini juga memupuk sikap. Apa yang dipelajari dapat digunakan secara fungsional dalam menghadapi situasi dan masalah-masalah hidup anak itu. penghargaan. 4. Kebutuhan akan hubungan baik yang lebih matang dengan teman jenis kelamin yang sama dan yang berlainan. 4. Selain pengetahuan.*) Apakah kebaikan kurikulum ini? Kurikulum ini mengandung kebaikan-kebaikan seperti terdapat pada pengajaran unit umumnya. Kebutuhan untuk mendapat bimbingan dalam memilih jabatan dan mendapat persiapan untuk suatu pekerjaan. Kurikulum ini dapat dipertanggungjawabkan secara psikologis. d. Kebutuhan untuk memilih dan menggunakan barang-barang dan jasa-jasa dengan bijaksana. Kurikulum ini menyajikan bahan pelajaran yang bertalian erat dengan pengalaman anak dalam hidupnya. . Anak-anak tahu akan tujuan. Kebutuhan untuk merasa kemajuan ke arah status orang dewasa. melainkan seluruh pribadi anak. makna dan manfaat pelajaran itu. dan sebagainya. a. 2. jadi tidak terdiri atas mata pelajaran yang lepas-lepas. b. norma. Walaupun demikian baik kami sebut beberapa buah: 1.b. Karena program sekolah sesuai dengan minat dan kebutuhan anak mereka didorong oleh motivasi intrinsik untuk mempelajarinya.

Yang diutamakan ialah justru hal-hal yang membantu perkembangan anak. Dalam kurikulum tidak dipaksakan anak -anak mempelajari yang tidak dipahaminya maknanya. 6. sehingga dapat dicegah frustrasi dan kegagalan. yakni jasmaniah. karena guru-guru tidak dipersiapkan untuk kurikulum serupa ini. Lagi pula masyarakat pun rasanya tak akan mudah menerima kurikulum ini. Dengan kurikulum ini tak dapat ditentukan lebih dahulu bahan pelajaran untuk tiap kelas karena kebutuhan dan problema anak tak sama dan tahun ke tahun. Dalam kurikul m ini diberi perhatian u sepenuhnya kepada perkembangan anak sebagai keseluruhan. Kurikulum ini tidak memberikan pengetahuan yang logis sistematis seperti yang diperoleh murid-murid dengan mempelajari berbagai mata pelajaran yang terpisah-pisah. karena terutama membicarakan masalah-masalah yang dihadapi anak-anak pada masa sekarang. Kesukaran juga dialami anak-anak yang pindah sekolah. Kurikulum ini berdasarkan pendirian "mental hygiene" atau kesejahteraan rohani. karena membantu anak-anak mengatasi problema-problema yang dihadapinya dalam kehidupan. sosial. mengabaikan tugas sosialnya. dan juga intelektual. dengan melupakan. 4. Sekolah-sekolah yang child-centered yang terlampau progresif sangat mengutamakan anak itu sendiri. Kurikulum ini tertuju kepada perkembangan anak. 5. 3. 2. Kurikulum ini sukar untuk dijalankan. emosional.5. Kurikulum ini kurang mementingkan masa lampau dan masa depan. Kurikulum yang terlampau mengutamakan kebutuhan anak. Dalam kurikulum ini diperlukan administrasi yang teliti yang mencatat apaapa yang telah dipelajari oleh anak-anak. KEBERATAN-KEBERATAN TERHADAP KURIKULUM INI 1. bahwa . Titik berat diletakkan pada anak dan bukan pada bahan pelajaran.

sehingga diperoleh problema-problema yang lebih spesifik. Kemudian pokok-pokok itu disusun menurut kategori-kategori tertentu. Anakanak sering tidak mengetahui apa yang perlu bagi mereka dalam hidupnya. Sesuatu yang dibutuhkan oleh seorang anak belum tentu merupakan kebutuhan bagi seluruh kelas. Di sini pun anak-anak diberi kesempatan memilih pokok apakah yang paling berharga bagi mereka dan pokok-pokok yang mereka usulkan. Pokok untuk suatu unit mungkin timbul atas anjuran guru kepada muridmurid untuk memilih salah satu dari beberapa pokok yang dianggap penting oleh guru dan juga dipandang murid-murid sebagai sesuatu yang sangat berharga bagi mereka. sehingga diperoleh beberapa pokok yang meliputi seluruh problema-problema yang dikemukakaan oleh murid-murid. LANGKAH-LANGKAH DALAM MELAKSANAKAN SUATU UNIT Biasanya suatu unit dilakukan menurut fase-fase yang berikut: a. b. 6. apakah sebenarnya kebutuhan anak-anak. Dalam fase ini murid menganalisis pokok itu lebih lanjut. Kemudian diadakan kriteria-kriteria untuk unit yang dipakai sebagai pegangan agar dapat dilakukan pilihan yang bijaksana. Pokok untuk unit dapat juga diperoleh dengan menyuruh anak-anak menuliskan masalah-masalah yang mereka anggap sangat penting baginya. Diusahakan agar semua anak akhirnya menerima baik hasil pilihan kelas itu. Memilih suatu pokok. Guru dapat menentukan kebutuhan itu dengan mempelajari buku-buku tentang pertumbuhan dan kebutuhan anak. akan tetapi belum tentu pilihan guru itu betul-betul dirasakan anak-anak sebagai kebutuhannya. Selanjutnya suatu pokok dapat juga diperoleh berhubung dengan suatu peristiwa yang aktual dan penting.anak-anak harus juga mengenal masyarakat dan harus hidup dalam hubungan sosial dalam masyarakat itu. Merencanakannya. Sukar untuk menentukan. Mereka menentukan tujuan- .

Tujuan-tujuan itu tidak hanya berupa pengetahuan yang bertambah. dimana murid-murid memperlihatkan hasil-hasil yang mereka capai selama mengerjakan unit. Selanjutnya murid-murid mengemukakan kekurangan-kekurangan dan kesulitan-kesulitan dalam pelaksanaan unit untuk dipertimbangkan dalam melakukan unit yang lain pada hari kemudian. Menilai unit. f. laporan tertulis. panel disscussion. c. maka murid-murid dibagi atas kelompok-kelompok. majalah. Menuju unit-unit baru. Kadang-kadang perlu diadakan wawancara. misalnya dengan memberi laporan lisan. pameran. bila diperlukan untuk memecahkan masalah kelompok masing-masing. apakah mereka betul-betul belajar. Fase ini juga disebut fase kulminasi. dann lain-lain. sandiwara. Mengerjakan unit. Mengakhiri unit. penyelidikan atau percobaan-percohaan. Setiap kelompok menentukan ketua dan penulis. yakni mengalami perubahan kelakuan berkat unit itu. atau mencapai meliputi juga segi-segi lain dari pada pribadi anak-anak. maka kelompok-kelompok mulai mengumpulkan bahan dari perpustakaan. Apakah tujuan-tujuan semula betul-betul tercapai dalam unit. d. e. Dalam fase ini diselidiki apakah unit itu benar-benar memberi manfaat kepada setiap peserta. Setelah diketahui dengan jelas problema yang mereka hadapi dan tujuan tujuan apa yang dapat dicapai dengan unit itu. Setelah diperoleh sejumlah topik. yakni puncak unit. . Sedapat mungkin setiap murid menerima suatu topik yang sesuai dengan kesanggupan dan minatnya.tujuan dan faedah apakah yang dapat diberikan oleh unit itu. surat kabar. Unit itu diakhiri dengan berbagai cara. Dan unit ini mungkin sekali timbul problema-problema baru yang dapat dijadikan pokok untuk unit-unit baru yang akan dikerjakan oleh anak-anak selanjutnya.

Hal ini malahan akan merugikan. lebih sanggup menggunakan pengetahuan dari geografi. Dalam bagan ini dirangkumkan ketiga jenis organisasi kurikulum itu. sudah sewajarnya mata pelajaran ilmu pasti digunakan untuk memecahkan problema. lebih jelas menyadari arti ilmu pasti dalam kehidupan sehari-hari. tidak diharapkan seluruh kurikulum diberikan dalam bentuk unit. IPA. dan Kesenian. Untuk permulaan. Bahasa. Ketiga macam kurikulum dapat berjalan berdampingan dan bantu-membantu. Gambar panah dalam bagan itu menunjukkan inter-relasi antara jenis-jenis . Mereka lebih fasih berbicara. malahan sangat menguntungkan mata pelajaran biasa. Jadi pengajaran unit tidak merugikan. Sebaiknya kita masih mengajarkan subjects dan disamping itu memberikan dua atau tiga kali seminggu pelajaran dalam bentuk unit.HUBUNGAN ANTAR KETIGA JENIS KURIKULUM Ketiga macam kurikulum itu tak usah dipandang bertentangan yang satu dengan yang lain. ilmu hayat secara fungsional. Pengajaran unit dapat dan perlu pula dibantu oleh subjects. Dengan menerima pengajaran unit. Untuk memperlihatkan hubungan antara ketiga jenis kurikulum itu kami berikan bagan berikut. Yang satu dapat membantu yang lain. Sebaliknya mata pelajaran biasa juga mungkin sekali memperoleh manfaat dari pengajaran unit. Dalam pada itu tentu sangat menguntungkan apabila untuk mata pelajaran biasa diambil bahan yang berhubungan dengan unit itu. lebih lancar mengarang laporan. tidak perlu semua mata pelajaran dihapuskan. sejarah. Matematika. Kita dapat memberikan unit dan di samping itu matapelajaran-matapelajaran yang khusus yang tradisional. Apa yang dikatakan mengenai separate subjects juga berlaku bagi broadfields yakni paduan antara beberapa matapelajaran seperti IPS. Demikianlah setiap matapelajaran dapat mem berikan sumbangannya untuk menyelesaikan suatu unit. oleh sebab dalam unit itu murid-murid banyak mendapat halhal yang bertalian dengan berbagai mata pelajaran dalam situasi yang bermakna. Apabila dalam unit itu timbul soal-soal yang bersifat matematis.

dan pakaian serta norma-norma hidup. Meriam's Laboratory School di University of Missouri. 1918. Melalui kegiatan ini mereka mengenal hubungan manusia yang fundamental dengan dunia seperti kegiatan manusia memperoleh makanan. 1904 dan oleh Ellsworth Colling yang mengadakan percobaan dengan "project curriculum" sebagai penerapan buah pikiran W. Kegiatan mereka berpusat pada pekerjaan memasak. .kurikulum itu. Dalam pada itu mereka belajar merencanakan dan mengadakan percobaan. dan berhitung timbul karena kebutuhan akibat kegiatan-kegiatan itu. menulis. menjahit dan bertukang kayu. Pada bagan ini kita lihat pula bahwa subjects maupun broad-fields dapat membantu pengajaran unit. ACTIVITY CURRICULUM "Activity curriculum" juga disebut "experience curriculum". tetapi sehaliknya pengajaran unit juga menambah penguasaan anak mengenai subjects ataupun broad-fields. perlindungan. atau proyek. Pelajaran dasar seperti membaca. Broad fields kita lihat sebagai paduan antara beberapa mata pelajaran. Dewey anak-anak tidak mempelajari mata pelajaran yang konvensional. Bentuk kurikulum ini terkenal oleh Laboratory School yang didirikan oleh John Dewey di University of Chicago.H. Kilpatrick dengan brosurnya "The Project Method". Mereka mengadakan kegiatan intelektual maupun manual. Pada unit kita lihat kebulatan bahan pelajaran tanpa batas-batas antara macam-macam mata pelajaran. Di sekolah percobaan J. 1896.

(3) proyek cerita yang bertujuan menikmati cerita dalam berbagai bentuk-lisan. " The Project Method". dramatisasi. Dalam memecahkan masalah itu .bernyanyi. Activity curriculum baru mulai diterapkan secara lebih luas setelah buku W. Ide itu telah mulai diterapkan oleh E. tali. gambar. air. atau memecahkan suatu kesulitan. Kegiatan-kegiatan di sekolahnya banyak mirip dengan Meriam yakni (1) proyek mainan yang terdiri atas kegiatan kelompok seperti permainan.Di sekolah percobaan Meriam juga tidak diajarkan mata pelajaran yang konvensional. tarian rakyat. pabrik dan berbagai pekerjaan. 1918. Belajar atau perubahan kelakuan hanya terjadi. (2) proyek ekskursi atau karyawisata yang mempelajari masalah-masalah yang berhubungan dengan lingkungan dan kehidupan manusia. kayu. Berpikir hanya dapat dikembangakan dengan berpikir untuk memecahkan suatu masalah. dan pekerjaan tangan. permainan. bila bertalian dengan suatu tujuan yang bermakna bagi individu. yaitu masalah-masalah yang ditentukan sendiri oleh anak-anak. bercerita. jadi sebelum buku itu diterbitkan. nyanyian. benang. piringan hitam. logam dan sebagainya. dan sebagainya. Bercerita antara lain meliputi membaca. menanam buah-buahan. rafia. Meriam berusaha agar sekolah merupakan bagian dan kehidupan masyarakat. dan kumpulan social. dramatisasi. binatang. Activity curriculum tidak pernah mendapat popularitas seperti subjects curriculum dan di sekolah menengah tidak pernah mendapat kedudukan yang kokoh. Kegiatan utama dalam activity curriculum ialah kegiatan yang digunakan dalam metode problem-solving. Kegiatan dibagi dalam empat golongan yakni : observasi. mesin. dan sebagainya.H Kilpatrick. atau piano (4) proyek tangan yang bertujuan menyatakan buah pikiran dalam bentuk yang kongkrit seperti menyiapkan minuman. Observasi misalnya meliputi pengamatan kehidupan tanaman. Dasar pikiran activity curriculum adalah sebagai berikut : Orang hanya belajar berkat pengalaman. Permainan terdiri atas permainan dengan alam. langit. Belajar hanya terjadi dalam proses interaksi yang aktif. Pekerjaan tangan menggunakan bahan kertas. manusia. dengan kebutuhan atau minatnya. Collings pada tahun 1917. udara dan sebagainya. tekstil. bumi. listrik.

dan sebagainya. produksi.diperoleh pengetahuan dari berbagai disiplin dalam bentuk yang terintegrasi. Minat anak lebih banyak ditentukan berdasarkan studi. membangun. bersandiwara. Juga diperlukan gedung. Yang dianggap menarik minat anak kelas rendah ialah kegiatan-kegiatan yang berkenaan dengan: kehidupan dalam rumah tangga alam sekitar lingkungan masyarakat yang dekat makanan. dan menguasai metode pengajaran proyek. Dalam perkembangan kurikulum ini selanjutnya pengalaman langsung dan minat yang spontan lebih-lebih digunakan sebagai bantuan dalam proses belajar dan bukan sebagai pokok untuk menyusun unit. Karena kurikulum ini diutamakan situasi yang riil serta minat yang spontan. lapangan bermain dan ruang kelas yang besar serta fleksibel yang memungkinkan berbagai ragam kegiatan. Jam pelajaran yang ketat tidak ada. maka tidak dapat diadakan perencanaan terlebih dahulu. Kegiatan anak didorong oleh motivasi intristik. Sebagai kesimpulan kami cantumkan beberapa ciri activity curriculum: . yang mendapat latihan yang mendalam tentang perkembangan anak serta bimbingan dan penyuluhan. dan distribusinya transpor dan komunikasi kehidupan orang dahulu kala kehidupan orang di negara lain kehidupan sosial Kurikulum ini memerlukan guru yang mempunyai pendidikan umum yang luas. Rencana timbul dengan berkembangnya minat dan buah pikiran anak. pengalaman atau penelitian. Dalam bentuk yang ekstrem disiplin diserahkan kepada kemampuan anak untuk mengatur diri sendiri dan campur tangan orang dewasa hendaknya dihindarkan. Dalam activity curriculum juga menonjol kegiatan lahiriah seperti menggambar. Selanjutnya harus ada alat-alat dan bahan yang diperlukan oleh anak sesuai dengan minatnya.

Dengan core curriculum dimaksud bagian dari seluruh program pendidikan yang dianggap penting. dikorelasikan. Smith dkk. Kurikulum ini ditentukan programnya oleh minat dan tujuan anak. memberikan aktivitas yang lebih banyak dalam proses belajar dan mengadakan hubungan yang lebih erat . Namun banyak ahli kurikulum lain yang merasa perlu untuk membedakan 'core' dengan pendidikan umum. 4. apakah disajikan sebagai matapelajaran yang terpisah-pisah. Jadi dapat dikatakan bahwa setiap core curriculum termasuk pendidikan umum. Jadi core curriculum mempunyai arti yang sama dengan pendidikan umum. Mereka memandang core curriculum sebagai kurikulum yang mempunyai cara atau metode tertentu dalam penyajiannya. Metode utama yang digunakan ialah metode pemecahan masalah. melainkan juga proses untuk memecahkan masalah itu.1. core program ini merupakan suatu reaksi terhadap kurikulum yang terdiri atas mata pelajaran yang terpisah-pisah untuk memperoleh lebih banyak integrasi dalam pelajaran.O. Rencana itu berkembang sambil menjalankan kegiatan. Atas dasar itu maka H. Perencanaan dilakukan bersama oleh murid dan guru. sekalipun core curriculum itu juga mengenai pendidikan umum. Jadi setiap program pendidikan umum. ataupun dalam bentuk broad unit atau unifield courses. sekalipun berupakan daftar matapelajaran wajib menurut pandangan ini harus dianggap sebagai core curriculum. Core Curriculum. fundamental dan esensial yang hams diberikan kepada setiap murid agar ia menjadi warganegara yang berharga. serta efektif. Alberty berpendirian bahwa setiap bentuk pendidikan umum dapat dipandang sebagai core curriculum atau kurikulum inti. 3. berguna. Menurut B. Kurikulum ini tidak direncanakan lebih dahulu. Sambil melakukan kegiatan-kegiatan untuk memecahkan suatu masalah anakanak memperoleh berbagai pengetahuan dan keterampilan. 2. Yang dipentingkan bukan hanya hasilnya. akan tetapi tidak setiap program pendidikan umum berbentuk core curriculum. Akan tetapi di samping itu kurikulum ini juga bermaksud untuk memenuhi kebutuhan siswa.

Dengan demikian maka diperoleh beberapa macam program untuk core curriculum. Ini dilakukan dengan menggabungkan atau mengkorelasikan beberapa matapelajaran seperti ilmu pengetahuan sosial dan bahasa. sering antara IPS dan Bahasa Inggris. atau masalah-masalah yang berkenaan dengan kehidupan atau yang bertalian dengan minat dan kebutuhan pemuda. Akan tetapi banyak pula disajikan dalam bentuk broad unit. yakni: (1) paduan heberapa mata pelajaran. Kurikulum itu mengadakan integrasi dalam bahan pelajaran. Ciri-ciri Core Curriculum. Sebagai pokok untuk unit dapat digunakan topik-topik dad social functions.antara pelajaran di sekolah dengan kehidupan dalam masyarakat. Pokokpokok yang dapat dibicarakan antara lain:     Negara kita Negara-negara lain Dunia lama dan dunia barn Masa kolonial Atau dalam bentuk masalah atau pertanyaan:   Bagaimanakah suatu bangsa dapat meningkatkan mutu penghidupan? Bagaimanakah dapat kita hadapi masalah-masalah yang ditimbulkan oleh perkembangan teknologi? (2) Mengambil pokok-pokok dari "Social functions" atau "major areas of living". Maka kurikulum ini mempunyai tujuan yang agak luas yang meliputi ide-ide yang terdapat dalam berbagai bentuk kurikulum lainnya yang menyimpang dari subject curriculum. seperti:       Pengawetan sumber alarn Matapencarian Pandangan kita terhadap dunia Mencegah kecelakaan dan penyakit Dunia kita yang kian menciut Pengaruh ilmu pengetahuan dan teknologi terhadap kehidupan kita. .

Seperti unit lainnya dalam memecahkan pelajaran dimanfaatkan bahan dari semua mata pelajaran yang diperlukan. Metode yang diutamakan ialah problem solving. Dengan demikian core curriculum mengandung ciri-ciri integrated curriculum. Merencanakan bersama dan kerja kelompok dalam kegiatan belajar banyak dilakukan. Metode mengajar lebih fleksibel. Murid-murid didorong untuk berpikir kritis dan menggunakan ketrampilan intelektual lainnya menghadapi masalah-masalah yang bermakna bagi mereka. karena suatu unit menerobos batas-batas mata pelajaran. Kegiatan belajar lebih banyak ragamnya jika dibandingkan dengan subject curriculum. seperti juga dikemukakan terhadap tiap bentuk kurikulum yang menyimpang dari bentuk subject curriculum. Kurikulum inti ini mengadakan hubungan yang lebih erat antara pelajaran dengan kehidupan sehari-hari serta dengan minat dan kebutuhan pemuda.(3) Mengambil pokok dari Masalah-masalah kehidupan seperti :     masalah pekerjaan masalah kewargaan negara masalah kehidupan rumah tangga masalah waktu senggang (4) Memilih topik berhubungan dengan minat murid:    masalah pergaulan masalah hubungan dengan anggota jenis kelamin lain masalah agama dan kepercayaan. Keberatan-keberatan terhadap core curriculum. Core curriculum ini mendapat kritik seperti yang diajukan terhadap pengajaran unit pada umumnya. Perbedaan individual diperhatikan dan bimbingan merupakan unsur yang esensial dalam kurikulum inti ini. Hal ini disebabkan oleh kegagalan menyusun suatu disain . Salah satu keberatan yang paling dirasakan ialah bahwa kurikulum tidak berhasil memberikan pengetahuan yang sistematis.

Karena guru-guru pada SM pada umumnya mengadakan spesialisasi tertentu. maka mereka tidak menguasai cara mengajar secara inter-disipliner. Sebelum ini tercapai maka pelaksanaan core curriculum biasanya hanya berbentuk kombinasi beberapa mata pelajaran yang seharusnya harus dipadukan oleh "integrating ideas". urutannya. Untuk itu diperlukan orientasi barn. RANGKUMAN 1. Tentu saja kurikulum yang berbeda dengan subject curriculum akan mengalami kesulitan dalam lanjutannya ke perguruan tinggi yang dalam persyaratan masuk dan kurikulumnya masih berpegang pada kurikulum yang berpusat pada mata pelajaran. Kurikulum ini hanya memberikan kesatuan waktu belajar yang lebih panjang. Itu sebabnya mengajarkan program yang integrated sangat sukar. Organisasi kurikulum menentukan bahan pelajaran. misalnya dua jam pelajaran berturut-turut akan tetapi bahan pelajaran sendiri dalam praktik sering tidak memberikan bahan yang diintegrasikan akan tetapi bahan dari sejumlah mata pelajaran secara terpisah. Kurikulum serupa ini memerlukan guru yang mempunyai pendidikan umum yang luas. jika guru-guru masih berpegang pada disiplin masing-masing. Kesulitan yang dihadapi dalam penerapan kurikulum ini ialah soal guru yang tidak kompeten. dan cara menyajikannya. Kerap kali satu di antaranya yang paling menonjol. . Kesulitan juga timbul karena kurikulum inti ini belum mempunyai buku pedoman yang memuaskan. sedangkan guru-guru SM mengkhususkan studinya pada bidang tertentu. biasanya yang paling dikuasai oleh guru.yang menjamin bahan pelajaran yang sistematis. Dan memang pendekatan secara inter-disipliner belum cukup berkembang untuk diterapkan di sekolah. Sekalipun digunakan team teaching masih belum terjamin tercapainya integrasi bahan pelajaran. sehingga masih banyak yang diserahkan kepada pemikiran guru masing-masing.

geometri. Setiap bentuk kurikulum mempunyai kebaikan dan kekurangan. retorikam dan logika) dan quadrivium (arithmatika. Metode yang diutamakan dalam integrated curriculum ialah metode "problem solving" atau metode ilmiah dengan menghadapkan siswa kepada masalah masalah yang bermakna baginya. Integrated curriculum dapat berbentuk activity curriculum. 4. namun bentuk kurikulum masih sangat populer di mana-mana di dunia. kedokteran. antara lain. 8. . Subject curriculum telah ada sejak zaman Yunani yang dilanjutkan oleh orang Rumawi dalam bentuk trivium (gramatika. project curriculum atau experience curriculum. hukum) dan kini telah terdapat ratusan macam mata pelajaran. 3. yang juga banyak keuntungannya dan mempunyai ciri-ciri yang dapat mengatasi kelemahan subject curriculum. Bentuk kurikulum yang lebih baru. Sebagai reaksi terhadap apa yang dianggap kekurangan-kekurangan kurikulum ini timbul organisasi kurikulum yang lain seperti correlated curriculum dan integrated curriculum. Kekurangankekurangan suatu kurikulum sering ditonjolkan oleh para penentangnya ditinjau dari segi pendirian masing-masing. termasuk yang dianggap non-akademis.2. namun tidak mendapat popularitas yang luas. Subject sebenarnya pengalaman umat manusia yang disusun secara logis sistematis. Walaupun subject curriculum banyak dikecam. 5. 10. Bentuk kurikulum yang lebih "tua" dari yang lain ialah subject curriculum yang berpusat pada mata pelajaran yang tersendiri-sendiri. Pada abad pertengahan timbul mata pelajaran yang vokasional (teologi. 6. terutama di Perguruan Tinggi. dan musik). 7. 9. atau core curriculum. karena tidak dapat memberikan pengetahuan yang sistematis yang masih merupakan syarat bagi universitas dan karena guru tidak dipersiapkan untuk itu. astronomi. keduanya dikenal sebagai "the Seven Liberal Arts". dan boleh dikatakan hampir tak ada yang memperjuangkannya. life curriculum.

Core curriculum lebih mirip kepada kurikulum yang mengusahakan integrasi serta menyesuaikan bahan pelajaran dengan kebutuhan murid atau masyarakat. sedangkan quadrivium dengan Pasti-Alam. 11. Core curriculum selalu mengenai pendidikan umum. Apa dimaksud dengan "persistent life situations". 3. walaupun tidak setiap bentuk pendidikan umum dapat diterima sebagai core curriculum. Apa dimaksud dengan "social functions" atau pusat-pusat kegiatan manusia? Sebutkan social functions itu. 12. sekalipun banyak dikecam? 7. Hingga manakah ada persamaan antara tujuan pendidikan me nurut Herbert Spencer dengan "social functions"? . sekalipun banyak mengandung kebaikan? 8. Subject curriculum dapat mengatasi kelemahannya dengan memanfaatkan kebaikan-kebaikan bentuk kurikulum lainnya. 4. Budaya. Apakah beda subject curriculum dengan integrated curriculum? 2. Sebutkan. Apakah beda subject dan subject matter? Adakah subject matter pada integrated curriculum? 5. Bagaimana pendapat saudara? 6. Bagaimanakah langkah-langkah menjalankan suatu broad unit atau pengajaran unit? 9. 10. Apakah prinsip-prinsip integrated curriculum? Apa sebab kurikulum ini tidak meluas. Sebutkan kekurangan-kekurangan subject curriculum. Menjalankan integrated curriculum tidak berarti menyampingkan subject sama sekali. Dapatkah saudara menerima semua kecaman itu? Tinjau kecaman itu secara kritis. 13. 12. Apa sebab subject curriculum tetap bertahan dan terus populer. Pilih suatu topik dan coba kembangkan menjadi suatu resource unit. PERTANYAAN DAN TUGAS 1. Banyak timbul reaksi terhadap subject curriculum karena kelemahankelemahannya.11. Ada mengatakan bahwa trivium mirip dengan jurusan Sosial. melainkan memanfaatkannya secara fungsional dalam pemecahan masalah.

curriculum atau experience curriculum. dan proyek (E. Alberty tentang core curriculum tidak dapat diterima pihak tertentu? 18. Sebutkan beberapa tokoh memelopori activity. Adakah persamaan antara core curriculum dan activity curriculum? 19. 14. Collings). Apa sebab pendapat H. Adakah diskusi antara orang yang menyetujui subject curriculum dengan orang yang pro integrated curriculum. Bagaimanakah saudara dapat memanfaatkan bentuk kurikulum yang integrated untuk memperbaiki subject curriculum? .13. 17. 20. Sebutkan ciri-cirinya. Jelaskan prinsip-prinsip yang mendasarinya. Apakah kekurangan-kekurangan correlated curriculum? Bagaimana saran saudara untuk mengatasinya 15. Meriam's Laboratory School. Apakah persamaan dan perbedaan antara Kurikulum Laboratory School (Dewey). 16. Apakah dimaksud dengan core curriculum. Correlated curriculum menjadi lebih populer dan juga telah menjadi kenyataan dalam Kurikulum SD dan SM 1975.

bukan atas pertimbangan rasional yang obyektif. dan ketrampilan. Sebabnya ialah: 1) bahan pelajaran cepat bertambah luas karena eksplosi ilmu pengetahun. Spesialisasi dalam pendidikan makin meluas dan tiap spesialisasi memerlukan bahan pelajaran tambahan. memahami lingkungan sosial. Maka perlulah diadakan pilihan tentang apa yang perlu diajarkan. Sawah bukan bahan pelajaran akan tetapi yang menjadi bahan .BAB 8 MENENTUKAN SCOPE DAN SEQUENCE DALAM PEMBINAAN KURIKULUM PELAJARAN Menentukan scope. BAHAN PELAJARAN Bahan pelajaran atau subject matter terdiri atas pengetahuan. yakni apa yang harus diajarkan merupakan suatu masalah yang makin lama makin bertambah sulit. nilai-nilai. Tak ada lagi manusia yang mungkin menguasai seluruh pengetahuan yang ada sekarang. 3) Mata pelajaran yang tradisional tidak lagi memadai. Demikian pula penambahan mata pelajaran sering terjadi oleh tekanan golongan tertentu. Mata pelajaran yang sebenarnya telah usang dipertahankan karena "vested interest" golongan-golongan tertentu. Timbul pula tujuan-tujuan yang baru seperti berpikir kritis dan kreatif. Di samping itu waktu belajar terbatas. demikian pula kemampuan anak untuk menguasai bahan pelajaran. 2) belum ada kriteria yang pasti tentang bahan apa yang perlu diajarkan. sehingga beban belajar bagi anak bertambah berat. Menambah mata pelajaran dalam masa belajar yang sama sering berarti makin dangkalnya pengetahuan anak tentang aneka ragam bidang. Juga belum ada cara tentang mengorganisasi kurikulum yang dapat diterima ole h semua. memahami dunia internasional dan sebagainya yang dianggap perlu dimasukkan dalam kurikulum. Sering mata pelajaran baru ditambahkan sedangkan mata pelajaran lama bercokol terus.

kecelakaan lalu-lintas. Topik ini dapat diajarkan dengan menggunakan bahan dari berbagai disiplin ilmu seperti biologi. . Pengetahuan manusia disusun oleh para ahli dalam sejumlah kategori yang disebut disiplin ilmu. maka mereka dapat mempelajari disiplin ilmu itu sebagai mata pelajaran. geografi. fisika. misalnya bila dibicarakan masalah yang nyata seperti soal kesehatan. bahwa organisasi yang psikologis tidak dengan sendirinya bersifat tak-logis. Misalnya cara berpikir matematis berbeda dengan cara berpikir historis atau ekonomis. kimia. Setelah anak mencapai tingkat perkembangan tertentu. akan tetapi juga cara berpikir atau disiplin berpikir tertentu. Penyusunan ini dilakukan secara rasional. logis. kemudian bersel banyak dan selanjutnya meningkat kepada binatang yang berangsur-angsur lebih kompleks strukturnya. Perlu dikemukakan. Dalam hal ini pengetahuan dan disiplin ilmu itu dipakai secara fungsional untuk memahami suatu masalah. dan sebagainya. Karena ilmu itu digunakan secara bermakna. Kurikulum yang logis ini sering tidak ada kaitannya dengan pengalaman anak dalam hidupnya. Bahan pelajaran adalah sebagian dari kebudayaan. sistematis sehingga menjadi suatu sistem yang bulat. Organisasi bahan serupa ini disebut psikologis. lebih banyak harapan bahan itu akan dipaham i dan diingat. karena memperhitungkan minat dan tingkat perkembangan jiwa anak. Kurikulum serupa ini dikatakan mempunyai organisasi yang logis. Kurikulum yang dianggap lebih bermakna ialah bila bahan pelajaran dihubungkan atau didasarkan atas pengalaman anak dalam kehidupannya seharihari. yakni cara mengajukan pertanyaan dalam mengadakan penelitian untuk menghasilkan pengetehuan baru. misalnya dalam biologi dimulai dengan binatang yang bersel satu.pelajaran ialah pengetahuan tentang sawah itu. Bahan pelajaran disajikan dalam urutan yang logis. matematika. sehingga apa yang dipelajari anak sering hanya hafalan kata-kata tanpa makna dan karena itu tidak memperkaya pribadinya. dan prinsip. biologi. Tiap disiplin mempunyai bahan atau isi tertentu berupa fakta. dan sebagainya. Disiplin ilmu banyak digunakan sebagai dasar penyusunan kurikulum yang berbentuk mata pelajaran seperti fisika. sejarah dan sebagainya. konsep. data.

Dalam menyusun kurikulum harus pula dipertimbangkan soal luas dan kedalaman bahan mata pelajaran. Mata pelajaran ini termasuk pendidikan umum. Aspek proses ini masih kurang mendapat perhatian. dapat pula memberi pendalaman dalam bidang studi tertentu. yang memberitahukan pengetahuan yang banyak tentang segala macam hal. menulis dan berhitung. sehingga ia dapat berkomunikasi dengan manusia di mana saja di dunia. dapat bertukar pikiran dengan "the worldwide community of civilized human beings". Ada pula bahan pelajaran yang khusus. melainkan juga prosesnya. dan sebagainya. yaitu . Pendidikan khusus ini dapat misalnya mengenai pendidikan kejuruan atau vokasional. Menyusun kurikulum untuk pendidikan umum serupa ini jauh lebih sulit karena sukarnya mengadakan pilihan dari bahan yang terhingga banyaknya. Ada mata pelajaran yang dianggap perlu dipelajari oleh semua warga negara seperti membaca. proses pemecahan masalah. Bahan pelajaran yang dituangkan dalam sejumlah besar mata pelajaran demikian banyaknya sehingga tak mungkin seseorang dapat mempelajari keseluruhannya selama hidupnya.Yang dijadikan bahan kurikulum bukan hanya isi disiplin ilmu berupa pengetahuan. proses penemuan. dan sebagainya. misalnya yang mengenai pemerintahan. sejarah nasional. Selain pendidikan yang bersifat umum kurikulum juga menyediakan pelajaran yang membarikan pendidikan khusus yang tidak diharuskan bagi semua pelajar akan tetapi hanya diikuti siswa yang memilihnya. Biasanya makin luas bahan pelajaran makin kurang mendalam pengetahuan yang diperoleh dalam jangka waktu yang sama. pendidikan kewarganegaraan. norma-norma dalam kelakuan yang baik. yang sudah dapat dilakukan pada tingkat SD. Tujuannya ialah agar semua warga negara mempunyai dasar pemikiran yang sama untuk menjamin keutuhan negara. Pengetahuan umum juga diartikan sebagai pendidikan yang luas. Selanjutnya masih ada mata pelajaran yang diwajibkan bagi semua siswa seperti bahasa nasional. Anak-anak harus dengan sengaja diajarkan proses berpikir kritis. dan lain-lain. yakni hal-hal yang hams dimiliki oleh semua warga negara. Ada bahan pelajaran yang umum.

Bahan pelajaran dipilih karena dianggap berharga sebagai wa risan generasi yang lampau. dan keterampilan masa lalu harus senantiasa disesuaikan dengan keadaan baru agar jangan menjadi usang. moral. Subject matter atau bahan mata pelajaran. misalnya bersipat vokasional. dipilih dari persediaan yang sangat luas yang dapat disajikan kepada anak-anak untuk dipelajari. Karena perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang menimbulkan perubahan yang cepat dalam segala aspek hidup sehingga pengetahuan. yakni yang mengenai fakta-fakta dan prinsip-prinsip. yang umum sampai yang khusus. . Namun belum tentu apa yang berguna pada masa yang lampau masih berguna pada zaman sekarang atau untuk masa mendatang. Kesulitannya ialah bahwa setiap kriterium mempunyai kelemahannya. estetika. Untuk tujuan-tujuan yang khusus lebih mudah ditentukan bahan pelajarannya dan dapat segera dinilai keserasiannya. Setiap penyusunaan kurikulum dimulai dengan merumuskan tujuan. secara ilmiah. apalagi yang mengenai kepribadian seseorang. Lagi pula belum ada alai yang dapat mengukur hasil-hasil pendidikan. Pilihan itu harus dilakukan karena luasnya bahan yang ada. peraturan. norma-norma. Kriteria itu ialah : 1. Setelah itu baru ditentukan bahan pelajaran yang dianggap paling serasi untuk mencapai tujuan-tujuan itu. dan yang normatif. sedangkan apa yang dapat dipelajari dalam jangka waktu tertentu yang sangat terbatas. yang hanya diperlukan oleh orang-orang tertentu. yaitu bertalian dengan norma-norma. Bahan pelajaran harus dipilih berdasarkan tujuan yang hendak dicapai. dan nilai-nilai. Salah satu fungsi pendidikan ialah menyampaikan kebudayaan bangsa kepada generasi muda. Banyak di antaranya yang sangat bernilai. Untuk tujuan-tujuan yang umum keadaannya lebih sukar. Maka perlulah diadakan kriteria agar memilih bahan itu dapat dilakukan secara lebih rasional. 2. Dapat pula bahan pelajaran itu dibagi dalam bagian yang deskriptif. KRITERIA PENENTUAN BAHAN PELAJARAN Ada sejumlah kriteria yang digunakan untuk memilih bahan pelajaran.diperlukan untuk kepentingan tertentu.

3. Ada yang mengatakan bahwa pada hakikatnya perguruan tinggi menguasai seluruh sistem pendidikan dan SD . 4. Mengharuskan anak-anak meniru perbuatan generasi tua. bahwa sekolah yang didirikan oleh masyarakat.SM merupakan perguruan tinggi dalam embrio. harus memberikan pendidikan dalam bidang-bidang yang diperlukan oleh anak-anak dalam kehidupan mereka dalam masyarakat. Bahan pelajaran dipilih karena berguna untuk menguasai suatu disiplin. Kurikulum yang terlampau mementingkan bahan pelajaran disiplin tertentu dianggap kurang memenuhi kebutuhan pemuda dan kurang memperhatikan kebutuhan sosial dalam masyarakat modern yang dinamis. Usaha-usaha perubahan dan pembaharuan kurikulum ke arah penyesuaiannya dengan kebutuhan anak pemuda sering mengalami kesulitan atau kegagalan. berarti mempertahankan keadaan sekarang. Penguasaan disiplin diperlukan sebagai prasyarat untuk melanjutkan pelajaran sampai perguruan tinggi. agar anak itu memasuki perguruan tinggi maka pengaruh perguruan tinggi terhadap SM bahkan SD sangat besar. Bahan pelajaran dipilih karena dianggap berharga bagi manusia dalam hidupnya. Franklin Bobhitt menganalisis kegiatan-kegiatan orang dewasa dalam masyarakat dengan maksud agar kegiatan-kegiatan itulah diajarkan kepada anak-anak agar menjadi warga masyarakat yang serasi. maka kebutuhan dan sifat perkembangan anak kurang mendapat perhatian utama. Herbert Spencer pada tahun 1859 mengajukan pertanyaan: '"What knowledge is of most worth". Keberatan yang diajukan terhadap pendirian itu ialah. Akhirnya apa yang dilakukan orang dewasa belum tentu sesuai dengan apa yang seharusnya mereka lakukan. karena dianggap kurang sesuai dengan syarat-syarat masuk ke perguruan tinggi. bahwa apa yang baik dilakukan untuk zaman sekarang belum tentu baik pula untuk masa depan. Lagi pula. sedangkan keadaan senantiasa berubah. Pengetahuan apa yang paling besar manfaatnya. . karena yang dipakai sebagai ukuran kelakuan orang dewasa. Karena kebanyakan anak demikian pula orang tua mengharapkan. Jadi pendidikan harus relevan dengan kebutuhaan masyarakat. yang paling berguna bagi manusia dalam kehidupannya sehari-hari? Dasar pikiran di sini ialah.

demikian pula sikap dan norma-norma hanya dapat dipelajari melalui pengalaman-pengalaman untuk menerapkannya. daripada berusaha meliputi sejumlah bahan yang luas yang hanya dihafal secara mendangkal. membaca. sehingga perlu dipilih berdasarkan antara lain kepentingannya ditinjau dan segi sosial. yang tidak dengan sendirinya dirasakannya sebagai kebutuhan. sejarah. . Ia berpendirian bahwa bahan pelajaran tidak boleh dipisahkan dari pengalaman belajar. Di lain pihak. dan sebagainya. sehingga meliputi hal-hal yang semula tidak menarik minatnya. Tujuan pendidikan merupakan pengetahuan dapat dicapai dengan menentukan bahan pelajaran. akan tetapi keterampilan mental seperti berpikir kritis. Apa yang dibutuhkan oleh anak menurut pendapatnya tidak selalu baik. atau (b) kebutuhan berdasarkan perkembangan anak. Karena itu lebih baik pelajaran dipusatkan pada sejumlah pokok yang terbatas yang dapat mengembangkan keterampilan mental. Dalam memilih bahan pelajaran perlu kita perhatikan pendapat Hilda Taba yakni bahwa untuk mencapai suatu tujuan pendidikan kita tidak cukup hanya memperhatikan isi atau bahan pelajaran akan tetapi juga proses pelajaran atau pengalaman belajar. Bahan pelajaran dipilih karena sesuai dengan kebutuhan dan minat anak. maka kita menyalahi prinsip-prinsip proses belajar. Juga dianjurkannya ialah agar bahan pelajaran hendaknya fundamental yang dapat mengembangkan kesanggupan berpikir secara konsepsional.5. Memperturutkan salah satu di antaranya rnembawa kepincangan. Lagi pula banyak hal-hal yang penting sekali bagi anak. Seperti telah pernah kami kemukakan dengan kebutuhan anak dapat dimaksud (a) kebutuhan menurut tafsiran. apa yang benar-benar dirasakan perlu. Tentu saja kebutuhan dan minat anak dapat diperluas. bila kebutuhan dan minat anak diabaikan. orang dewasa. misalnya bahwa setiap anak harus belajar menulis. tetapi tidak mengembangkan kesanggupan mental itu. Ketrampilan mental itu dapat ditransfer dalam situasi-situasi lain yang memerlukan ketrampilan berpikir kritis dan kreatif untuk memecahkan masalah-masalah dengan menggunakan metode penemuan (discovery).

Di bawah ini kami berikan beberapa prosedur yang diikuti dalam penentuan bahan pelajaran. maka mereka akan mencari unsur-unsur dari kebudayaan itu yang dianggap penting bagi perkembangan anak-anak. atau pembangunan masyarakat barn. masyarakat. Dalam kenyataan hal ini tidak mudah melakukannya. agar dapat menyesuaikan diri dengan kehidupan dalam masyarakat. PROSEDUR MENENTUKAN BAHAN PELAJARAN Berbagai cara dapat diikuti untuk menentukan bahan pelajaran. . oleh sebab manusia senantiasa berpijak pada dasar-dasar tertentu. Penganut aliran "progresif ' akan menentukan bahan pelajaran terutama berdasarkan minat anak atau pemuda. Mereka yang yakin pada kebaikan "activity curriculum" tentu akan bertolak dari prinsip-prinsip yang berbeda dengan penganut "subject curriculum". yaitu faktor anak. setiap pendirian yang ekstrim mempunyai kelemahan. 1. Jadi serasi tidaknya bahan pelajaran bergantung pada tujuan yang ingin dicapai. bahwa sekolah harus mempersiapkan anak. Dalam pembinaan kurikulum hendaknya kita perhatikan semua faktor yang turut mempengaruhinya. maka bahan yang penting ialah kegiatan -kegiatan yang dilakukan orang dewasa dalam kehidupannya.Dalam penentuan bahan pelajaran para penyusun kurikulum dipengaruhi oleh aliran yang dianutnya. Jika mereka berpendirian bahwa sekolah harus menyampaikan kebudayaan masa lampau yang diwariskan oleh nenek moyang. Mereka yang mengutamakan fungsi sosial sekolah mengambil aspek-aspek kehidupan sosial sebagai dasar untuk menentukan bahan pelajaran. Cara yang dipilih banyak bergantung pada nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh mereka yang menentukan kurikulum. Prosedur menerima otoritas para ahli. sekalipun kedua pendirian itu dapat dipertemukan hingga batas-batas tertentu. Mereka yang mengutamakan subject curriculum akan mementingkan bahan yang terkandung dalam disiplin. Bahan pelajaran akan berbeda pula bila yang diutamakan ialah perkembangan mental atau intelek. Jika mereka menganggap. Seperti telah pernah kami utarakan. maupun disiplin ilmu pengetahuan. Prosedur penentuan bahan pelajaran.

Bahan pelajaran dapat ditentukan secara eksperimental dengan mengadakan penelitian hingga manakah bahan itu memang serasi untuk mencapai sasarannya. hasil penelitian tentang perkembangan anak. Kemudian diadakan diskusi untuk merumuskan dengan jelas tujuan-tujuan pendidikan itu. Untuk menjamin mutu buku itu. Lebih dahulu dirumuskan tujuan pendidikan agar dapat ditentukan bahan pelajaran yang kirangnya paling serasi untuk mencapainya. Suing para penyusun kurikulum itu dipengaruhi oleh tradisi. Akan tetapi prosedur ini juga tidak membangkitkan kreativitas guru. psikologi belajar. agar dapat dikuasai faktor-faktor yang mempengaruhi. Biasanya metode ini digunakan untuk menyelidiki keserasian bahan yang khusus untuk tujuan yang spesifik. Ini memberikan rasa tenteram kepada guru karena ia tak perlu lagi mencari-cari. Buku pelajaran mempunyai scope dan sequence tertentu. 2. Menentukan bahan pelajaran yang serasi berhubung dengan tujuan itu tidak mudah. politik. dan sebagainya. Tujuan pendidikan dapat diselidiki berdasarkan undang-undang dan dokumen-dokumen resmi. karena banyak keuntungannya. Buku ini dapat disebarluaskan secara nasional. hasil-hasil lokakarya atau konferensi. Dalam praktik sering yang menentukan bahan pelajaran ialah pengarang buku pelajaran. sejarah dan sebagainya. jadi telah jelas apa yang hams diajarkan dan bagaimana urutannya. prasangka atau keinginan pribadi. perbendaharaan kata anak. karena tidak ada jaminan apakah dan hinggga manakah bahan itu sungguh-sungguh membawa anak kepada tujuan itu. agar keilmiahannya dapat dipertahankan. Ada kalanya buku pelajaran disusun oleh panitia penulisan buku. dan keahlian. sering diikutsertkan para ahli dalam cahang ilmu pengetahuan tertentu dan ahli pendidikan. yang dianggap mempunyai otoritas. Kalau percobaan ini . dapat juga berdasarkan studi tentang sosiologi. Tentu saja pengarang itu menggunakan berbagai sumber dalam penulisan itu. metode mengajar. Ia akan mempelajari kurikulum yang diakui. Prosedur eksperimental. kemampuan. Misalnya dapat diselidiki cerita-cerita apakah yang paling disukai anak-anak pada usia tertentu.Bahan pelajaran ditentukan berdasarkan pendapat seseorang atau suatu kelompok. Prosedur ini banyak diikuti.

dapat pula dianalisis berbagai jabatan. pengetahuan dan kompetensi-kompetensi yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan itu dengan baik.dilakukan pada sejumlah besar anak. antara lain ahli-ahli dalam bidang studi . atau mengobservasi pekerja melakukan tugasnya. melakukan pekerjaan itu sendiri. Bahan pelajaran dapat ditentukan dengan menganalisis situasi-situasi di mana bahan pelajaran itu diperlukan. 3. Cara keempat ialah memperoleh konsensus dengan meminta pendapat orang-orang yang dianggap berwewenang. hingga manakah hasil penelitian sekarang berlaku untuk masa datang. metode ini kurang sesuai. guru penerbang. Juga perlu dipikirkan. sikap. karena misalnya selera anak terhadap cerita-cerita tertentu dapat berubah karena perkembangan zaman. dapat pula ditentukan bahan pelajaran yang serasi untuk itu. Analisis pekerjaan atau kegiatan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Prosedur ilmiah atau analitis. 4. sekretaresse. Analisis ini akan menghasilkan daftar sejumlah kegiatan yang dapat disusun menurut pentingnyaa dan frekuensinya. termasuk pribadi guru dan pengalaman anak. sehingga identitas keseluruhan lenyap. maka ada pegangan yang lebih kokoh dalam pemilihan cerita yang sesuai dengan keinginan anak. Dapat dianalisis kegiatan manusia dewasa dalam kehidupannya sehari-hari seperti yang dilakukan oleh Franklin Bobbitt. dan sebagainya seperti yang mula-mula dilakukan oleh Charters. Prosedur konsensus. Dengan mengetahui kegiatan. Untuk tujuan-tujuan yang lebih umum. Yang dianalisis ialah keadaan sekarang yang tidak menunjukkan keadaan seharusnya. Analisis memecahkan keseluruhan tugas dalam kegiatan-kegiatan yang lebih terinci. antara lain mengadakan wawancara tentang segala macam tugas seorang pekerja. daripada hanya bergantung pada pendapat guru atau pengarang. karena sulitnya menguasai semua faktor. Namun metode analisis ini sangat berfaedah untuk menentukan bahan pelajaran bagi tugas dan jabatan yang jelas dan terbatas unsur-unsurnya. ketrampilan. misalnya jabatan jururawat.

Kurikulum ini mengutamakan aspek sosial dan tidak begitu me nonjolkan soal kebutuhan dan minat pelajar. Program ini fleksibel dan mungkin sekali mengalami perubahan dari tahun ke tahun apalagi karena dalam pelaksanaannya diadakan perencanaan bersama dengan murid seperti lazimnya dilakukan dalam pengajaran broad unit. komonikasi dan transpor. 5. tradisi. milik. Prosedur-prosedur lain yakni (a) social functions procedure. namun konsensus berdasarkan tabulasi dan suara terbanyak belum menjamin keserasian bahan pelajaran. Ada pula kemungkinan bahwa pendapat orang yang ditanyai itu dipengaruhi oleh prasangka. Sesudah ditabulasi tidak lagi diadakan diskusi antara mereka yang mengisi daftar pertanyaan itu dan interpretasinya terserah pada para pengolahnya. (a) Prosedur fungsi-fungsi sosial. Fungsi-fungsi sosial itu seperti: perlindungan dan pengawetan hidup. konsumsi. Dengan mempelajari pusat-pusat kegiatan manusia ini anak-anak diharapkan mengenal kehidupan dan masalah-masalah masyarakat dewasa ini. menentukan bahan pelajaran menurut prinsip-prinsip utama yang mendasari kurikulum itu. agar pelajaran itu sesuai dengan keadaan setempat. dan sebagainya. produksi. dan suber alam. Seperti telah dibicarakan sebelumnya dengan "social functions" atau "major areas of living": dimaksud pusat-pusat kegiatan manusia dalam masyarakat. keinginan pribadi atau faktor-faktor subyektif lainnya. sekalipun tidak mengabaikannya. Metode ini mudah dilaksanakan. tokoh-tokoh masyarakat. dan sebagainya adalah pokokpokok sebagai pegangan untuk menentukan kegiatan-kegiatan belajar. perusahaan. (b) persistent life situation procedure dan (c) adolescent needs or problems procedure. Prosedur-prosedur lainnya. Pokokpokok ini sangat umum dan masih perlu diuraikan lebih lanjut oleh para pendidik secara lokal. Pendapat-pendapat itu dapat dikumpulkan dengan daftar pertanyaan yang kemudian ditabulasi dan diinterpretasi. .tertentu.

Prosedur ini diterapkan dalam "the Eight Year Study" (1932-40) yang mengadakan percobaan dengan kurikulum ini di 30 sekolah menengah di Amerika Serikat. Prosedur ini bertitik tolak dan kebutuhan pemuda atau masalah-masalah yang mereka hadapi. namun para pendidik masih harus mengadakan perencanaan yang lebih terperinci dan kongkret untuk dilaksanakan dalam kelas. akan tetapi situasinya berbeda-beda dan berubah-ubah. Prosedur ini memperhatikan kebutuhan. dulu. Oleh sebab kebutuhan atau masalah itu selalu timbul dalam lingkungan masyarakat tempat mereka hidup maka dengan sendirinya masalahmasalah masyarakat juga mendapat perhatian. akan tetapi karena pecahnya Perang Dunia II hasilnya tidak mendanqt cambutan selayaknya. Seperti halnya dengan kurikulum fungsi-fungsi sosial kurikulum ini pun dapat memanfaatkan bahan dari berbagai disiplin atau mata pelajaran. Jadi cara menentukan scope atau ruang lingkup pelajaran banyak persamaannya dengan prosedur fungsi-fungsi sosial. Ada kemungkinan pengetahuan murid tentang berbagai subject atau mata pelajaran bahkan lebih luas lagi daripada yang diperoleh melalui kurikulum yang subjectcentered hanya tidak dalam susunan logis sistematis yang lazim.(b) Prosedur "persisten life situations". Tentu saja kurikulum serupa ini fleksibel dan bahan pelajaran harus disesuaikan setiap kali dengan perubahan perubahan yang terjadi di dunia maupun setempat. masalah. Masalah-masalah pokok yang dihadapi itu "persistent" yakni senantiasa pada hakikatnya sama. Waktu itu ide ini sangat progresif. Percobaan ini merupakan suatu sukses. sejauh bahan itu diperlukan untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Stratemeyer cs menganalisis situasi-situasi itu sejauh mungkin. (c) Prosedur kebutuhan atau masalah pemuda. dan minat anak dan pemuda menurut taraf perkembangan dalam dunia yang kompleks dan dinamis ini. sekarang maupun di masa mendatang di mana saja di dunia ini. Dengan mengikuti kurikulum ini murid-murid dipersiapkan untuk menghadapi masalahmasalah itu dalam hidupnya di masyarakat. .

jenis dan bentuk pengalaman-pengalaman belajar. Untuk membantu guru-guru dalam perencanaan broad unit maka dapat disusun suatu. (10) Penyesuaian dengan pelajaran sekolah. resource unit. juga dengan orang tua. Dan seperti halnya dengan prosedur fungsi-fungsi sosial dan "persistent life situation" guru-guru setempat harus lagi merencanakan bersama. untuk menyesuaikan kurikulum itu dengan kebutuhan dan masalah pemuda di sekolah itu. observasi dan sebagainya. Setiap bidang dapat lagi diuraikan lebih lanjut.Untuk menentukan bahan pelajaran diselidiki buku-buku psikologi. pokok-pokok. pada berbagai tingkat perkembangan anak guna mencapai tujuan-tujuan pendidikan. Ross Mooney mengumpulkan 132 masalah pemuda yang digolongkannya dalam 11 bidang. (9) Masa depan: Pekerjaan dan pendidikan. Resource unit ini merupakan suatu sumber yang dapat membantu guru untuk merencanakan. Di samping klasifikasi Ross Mooney ini ada lagi cara penggolongan lain. dan menilai suatu unit. MENENTUKAN SEQUENCE DALAM KURIKULUM "Scope" mengenai apa yang akan diajarkan. (7) Moral dan agama. seks dan perkawinan. Ini bergantung pada bahan yang diterima dari orang-orang yang diminta pendapatnya dan cara menggolongkannya. diadakan questionnaires. (8) Rumah tangga dan keluarga. mengembangkan. Resource unit menguraikan secara komprehensif dan sistematis tujuan. (5) Hubungan sosial-psikologis (6) Hubungan pribadi-psikologis. masalah-masalah. (2) Keuangan. (3) Kegiatan sosial dan rekreasi. ruang lingkup bahan pelajaran berupa konsep-konsep. yakni: (1) Kesehatan dan perkembangan jasmani. berbagai-bagai saran tentang kegiatan-kegiatan mengajar-belajar. kondisi hidup dan pekerjaan. (4) Berpacaran. . sering dengan murid. dan sebagainya. yaitu ruang lingkup atau luas bahan pelajaran. (11) Kurikulum dan pengajaran. daftar buku. Perubahan senantiasa ada dari tahun ke tahun seperti halnya dengan kurikulum yang fleksibel lainnya yang berusaha menyesuaikannya dengan tuntutan murid dan masyarakat. checklist. dan alat-alat pengajaran serta cara-cara mengevaluasi unit itu.

sedangkan pecahan baru boleh dibicarakan di kelas III. Urutan itu rupanya tidak seketat yang diduga dan mengalami perubahan total akhir-akhir ini. oleh sebab tiap bahan harus diberikan pada waktu yang setepat-tepatnya. Bruner mengatakan bahwa prinsip-prinsip tiap mata pelajaran dapat diajarkan kepada setiap orang pada setiap usaha dalam suatu bentuk tertentu oleh sebab ide-ide pokok yang mendasari setiap ilmu sebenarnya sederhana.Dengan "sequence" (baca: si-kuens) dimaksud urutan pengalaman belajar itu diberikan. kini dalam bentuk ilmu pengetahuan alam sudah diberikan sejak kelas I SD.20 di kelas SD. Ilmu Bumi dunia diberikan di kelas VI. Ilmu Bumi dimulai di kelas III. Matematika modern yang diajarkan di kelas I SD sudah memberikan aljabar dan ilmu ukur. ilmu alam baru diajarkan di kelas V. Sering ini dilakukan berdasarkan tradisi. Scope dan sequence erat hubungannya dalam penyusunan kurikulum. Akan tetapi waktu yang tepat itu tidak selalu mudah ditentukan. Itu sebab mereka disuruh menghafal. Piaget membuktikan bahwa anak-anak lebih cepat dapat berpikir secara formal daripada yang diduga semula. Aljabar dan ilmu ukur baru boleh diajarkan di kelas I SMA. bahkan tidak ada keberatan untuk mengajarkan di Taman Kanak-kanak. Juga J. Berpikir dengan konsep-konsep dianggap baru dapat dilakukan pada usia yang lebih lanjut yaitu pada tingkat sekolah lanjutan. Sering ini diartikan sebagai kapan pengalaman belajar atau bahan pelajaran itu harus diberikan. Ilmu alam atau fisika.100 di kelas II. Pembanian pendidikan dapat mengubah kebiasaan lama dan masalah urutan atau sequence turut mengalami perubahan. Dahulu orang menyangka bahwa anak-anak belum dapat berpikir logis. 1. Pada zaman sebelum perang dunia II dirasakan sudah tepat mengajarkan hitungan dari 1 . membicarakannya sebelumnya dianggap melanggar peraturan dan dirasa terlampau sulit bagi anak karena tidak sesuai dengan perkembangan dan kemampuannya. padahal matematika dianggap suatu disiplin yang tersusun paling logis dan sistematis mengenai urutannya. J. Piaget anak umur . atau disempitkan menjadi di kelas berapa bahan pelajaran tertentu harus diajarkan. Menurut J.

diciptakan alat-alat peraga dan diterapkan metode mengajar-belajar yang serasi untuk membantu anak mempelajari bahan pelajaran itu. Diselidiki kesulitan-kesulitan yang dihadapi anak. Faktor-faktor dalam penempatan bahan pelajaran. . Tidak mengembangkan kemampuan berpikir ini akan berarti merugikan anak. Beberapa kesulitan yang dihadapi ialah bahwa kemampuan anak-anak sangat berbeda walaupun usia mereka sama. Pendekatan kedua ialah menyesuaikan bahan pelajaran dengan taraf perkembangan anak.tujuh tahun sudah dapat berpikir formal dan logis. Dalam penentuan urutan bahan pelajaran dapat diikuti dua macam pendekatan. Kemudian diusahakan dengan berbagai cara agar anak dapat mencernakan bahan pelajaran itu. jadi dapat dikembangkan dengan bahan pelajaran yang sesuai. Ternyata bahwa bahan disiplin dapat disusun dengan berbagai cara. dalam segala ciri-ciri yang dapat diukur. Untuk itu perlu diselidiki tingkat pengetahuan dan kemampuan anak agar dapat ditentukan bahan yang sesuai. jadi mempunyai tidak hanya satu macam struktur. Yang pertama ialah lebih dahulu menentukan bahan pelajaran untuk kelas-kelas tertentu. Jadi dalam pendekatan ini yang dipentingkan ialah bahan pelajaran dan anak haru s menyesuaikan diri dengan bahan pelajaran untuk kelasnya. Pendapat Bruner dan Piaget yang makin banyak diakui oleh para pendidik dan pembina kurikulum tak dapat tiada akan mempengaruhi sequence atau urutan bahan pelajaran. Dengan demikian urutan bahan pelajaran tidak semantap yang diduga semula. Dua pendekatan. Dianggap bahwa bahan pelajaran mempunyai struktur tertentu yang harus diikuti untuk mempelajarinya. Struktur disiplin itulah yang menentukan urutan bahan pelajaran dan demikian pula langkah-langkah dalam proses belajar.

Karena kenyataan itu maka dalam penempatan bahan pelajaran perlu dipertimbangkan taraf kesulitannya. Faktor-faktor itu ialah antara lain: 1. Lagu kanak-kanak jauh lebih sederhana daripada lagu-lagu untuk orang yang lebih lanjut usianya. Anak-anak mulai diajarkan bilangan kecil sebelum angka-angka yang besar. Pada suatu ketika kemampuan berhitung dianggap syarat . Makin banyak unsur yang terlibat dalam suatu masalah. makin kompleks problema itu makin tinggi taraf kesulitannya. Taraf kesulitan bahan pelajaran. Karena itu diusahakan adanya kontinuitas dalam bahan pelajaran. Apersepsi atau pengalaman lampau. Mereka lebih dahulu mempelajari lingkungan dekat yang dikenalnya secara langsung baru kemudian daerah yang jauh letaknya. 2. namun dalam penyusunan kurikulum tak dapat tiada harus kita putuskan kapan sesuatu harus diajarkan. Pelajaran yang lampau menjadi syarat untuk memahami pelajaran yang baru. Pada umumnya bahan yang mudah dan sederhana lebih dahulu diberikan daripada yang sukar dan kompleks. Hal ini juga kita dapat dalam pelajaran lain. Membaca permulaan dengan huruf ternyata lebih sukar daripada memulainya dengan kata-kata. Tak selalu mudah menentukan yang manakah yang mudah dan yang sukar. Seperti telah dikemukakan tidak ada patokan yang pasti mengenai sequence ini. Sesuatu yang baru hanya dapat dipahami berdasarkan pengetahuan atau pengalaman yang telah dimiliki.Dalam menentukan kapan atau di kelas berapa bahan pelajaran sebaiknya diajarkan biasanya orang berpegang pada sejumlah faktor. Kalimat panjang lebih sukar daripada kalimat pendek. Dalam sejarah salah satu cara ialah memberikannya mulai dan zaman purba kala dan berangsur-angsur maju sampai zaman sekarang. Menghitung sejumlah benda lebih mudah daripada menghitung daya tahan suatu jembatan. Namun bahan pelajaran memang mempunyai tingkat-tingkat kesukaran.

Akan tetapi setelah masa kematangan itu anak mulai belajar. ilmu ukur ruang. 4. Usia mental anak. Demikian pula kita menginginkan agar bahan pelajaran harus sesuai dengan usia mental anak. Minat anak. psikologi. Sebelum waktu itu usaha mempercepatnya akan gagal. Pada suatu ketika anak mulai belajar berbicara atau berjalan. Berbagai usaha dijalankan untuk memenuhi tuntutan perbedaan individual ini. filsafaat. Kematangan anak. Kematangan diakibatkan oleh perkembangan intern. Memberikan bahan yang sama kepada anak yang tinggi dan rendah inteligensinya pasti merugikan anak. Dianggap bahwa kontinuitas akan tercapai bila kita mulai dengan yang dianggap mudah untuk kemudian meningkat kepada yang lebih sulit. Matematika. biologi dianggap prasyarat untuk fakultas kedokteran. sehingga bahan pelajaran diberikan menurut sequence yang sesuai dengan kesanggupan anak. Kita ketahui bahwa anak-anak berlainan kemampuan mentalnya. Dalam teori sering kita katakan bahwa bahan pelajaran harus disesuaikan dengan kematangan anak.untuk aljabar. Mengenai kematangan anak untuk mempelajari kewargaan negara. Prinsip apersepsi atau 'entry behavior" ini bertahan erat dengan prinsip kesukaran. Dalam pengajaran berprograma suatu pelajaran dipecah-pecah menjadi bagian-bagian kecil yang mudah dipelajari. pertumbuhan syarat atau fisiologis dan dianggap tak dapat dipengaruhi banyak oleh faktor-faktor luar. Ada minat yang . fisika. tanpa sebenarnya mengetahuinya dengan jelas. 3. 5. Bagian-bagian ini merupakan langkah-langkah menuju kepada penguasaan pelajaran. Proses belajar dapat banyak dipengaruhi oleh faktor-faktor luar. Minat anak menjadi faktor utama dalam pcnentuan bahan dan urutannya di sekolah yang "child centered". dan sebagainya tak banyak yang kita ketahui. Minat anak dapat berubah-ubah. Pada umumnya soal kematangan ini hanya diketahui berkenaan dengan anak-anak kecil.

Petunjuk "dari kongkret kepada yang abstrak" kurang memadai. SEQUENCE PROSES BELAJAR Masalah urutan atau sequence sering hanya dihubungkan dengan soal penempatan bahan pelajaran. seperti minat untuk radio. tergantung pada konsep yang akan diajarkan. Kita tahu bahwa cara-cara membentuk konsep berbeda-beda. Minat dapat timbul berdasarkan pengetahuan yang diperoleh dari pelajaran-pelajaran lampau. Juga belum cukup pengetahuan kita bagaimana langkah-langkah atau urutan untuk memahami suatu konsep atau berpikir kritis dan kreatif. apalagi minat yang timbul sebagai akibat perkembangan anak. Kita tak tahu misalnya berapa hal yang kongkrit harus diberikan agar anak dapat menangkap pengertian yang abstrak. naik gunung dan sebagainya. Misalnya konsep "perang kemerdekaan" dan "pemuaian logam" tidak sama cara mengembangkannya. "Pemuaian logam" dapat diberikan konsepnya . untuk agama dan ide-ide filosofis atau untuk pergaulan dengan anggota jenis kelamin lain. dari bagian kepada keseluruhan atau sebaliknya. Maka diberilah pedoman seperti dari yang mudah kepada yang sulit. Kurikulum biasanya hanya menentukan urutan bahan pelajaran. Dalam penempatan bahan pelajaran minat anak sudah sewajarnya perlu diperhatikan. sikap dan kesanggupan berpikir. sedangkan soal urutan proses belajar diserahkan kepada guru. Untuk hal-hal lain selalu dapat diusahakan dengan metode mengajar yang baik untuk membangkitkan minat anak. yang dekat kepada yang jauh yang sederhana kepada yang kompleks. Akan tetapi menurut Hilda Taba kita jangan lupakan urutan dalam proses belajar. untuk keadaan sosial. Ada pula minat yang dipengaruhi oleh lingkungan. misalnya minat untuk alam sekitar. motor. yakni menentukan kapan bahan itu harus diajarkan.timbul karena perkembangan anak. Urutan proses belajar antara lain mengenai langkah-langkah untuk mengembangkan konsep-konsep. Ini banyak sedikit dapat diperhitungkan lebih dahulu.

dengan metode demonstrasi. Pengertian perang kemerdekaan memerlukan cara yang berbeda sekali. Menurut Hilda Taba, bukan hanya urutan mengenai bahan pelajaran saja yang penting, melainkan juga urutan dalam proses belajar atau pengalamanpengalamaan belajar. RANGKUMAN 1. Dengan scope dimaksud luas atau ruang lingkup bahan pelajaran. 2. Kesulitan dalam menentukan scope ialah (1) sangat cepat bertambahnya pengetahuan, (2) tidak adanya kriteria yang pasti tentang bahan pelajaran yang harus diberikan, (3) tidak memadainya mata pelajaran tradisional. 3. Sering matapelajaraan baru, sedangkan matapelajaran yang ada bercokol terus. 4. Dalam menentukan bahan pelajaran harus diadakan pilihan, atau seleksi, karena luasnya bahan yang tersedia dan terbatasnya waktu belajar serta kemampuan anak. 5. Kriteria dalam penentuan bahan ialah (1) tujuan, (2) nilai sebagai warisan, (3) penguasaan disiplin, (4) nilainya bagi kehidupan dalam masyarakat (5) kebutuhan dan minat anak. 6. Bahan pelajaran hendaknya jangan hanya meliputi pengetahuan melainkan juga keterampilan mental. 7. Aliran yang dianut oleh pembina kurikulum merupakan suatu faktor dalam penentuan bahan pelajaran. Beberapa prosedur penentuan bahan pelajaran ialah (1) menerima otoritas para ahli, (2) eksperimen (3) analisis kegiatan, (4) konsensus, (5) fungsi social, (6) persistent life situations, (7) kebutuhan pemuda. 8. Menentukan scope kurikulum yang subject centered lebih mudah daripada yang integrated. Yang terakhir ini lebih fleksibel. 9. Dengan "sequence" dalam pembinaan kurikulum dimaksud urutan

pengalaman belajar, yakni apabila bahan itu harus diajarkan. 10. Penempatan bahan pelajaran berupa matapelajaran sudah jauh berbeda dengan sebelum Perang Dunia II. Matematika yang dulu diajarkan di SMP, kini sudah mulai diberikan di kelas I SD.

11. Menurut J. Bruner prinsip-prinsip tiap mata pelajaran dapat diajarkan kepada setiap anak pada setiap usia dalam suatu bentuk tertentu. Pendapat ini dapat menimbulkan perobahan besar mengenai penempatan mata pelajaran. 12. J. Piaget berpendapat berdasarkan penelitiannya bahwa anak berusia tujuh tahun telah dapat berpikir logis dan formal. 13. Dalam penentuan sequence dapat diikuti dua pendekatan yaitu (1) menyesuaikan bahan dengan anak, atau (2) menyesuaikan anak dengan bahan. 14. Faktor-faktor dalam penentuan "sequence" ialah (1) taraf kesulitan bahan pelajaran (2) apersepsi atau pengalaman yang telah ada, (3) kematangan anak, (4) usia mental anak (5) minat anak. 15. Sequence tidak hanya mengenai bahan pelajaran tetapi juga dalam proses belajar, yaitu langkah-langkah untuk mengembangkan konsep-konsep, sikap, kesanggupan berpikir. PERTANYAAN DAN TUGAS 1. Apa yang dimaksud dengan scope dan sequence? 2. Kesulitan apakah dihadapi dalam menentukan scope? 3. Apa sebab lebih mudah menambahkan matapelajaran baru daripada mengurangi yang ada? 4. Apakah yang termasuk subject matter atau bahan pelajaran? 5. Sebutkan berapa kriteria untuk menentukan bahan pelajaran. 6. Sekalipun telah diketahui tujuan pelajaran, apa sebab masih sulit untuk menentukan bahan pelajaran yang serasi? 7. Coba sebutkan suatu tujuan. Tentukan bahan yang saudara anggap serasi untuk mencapai tujuan itu. 8. Apakah kelemahan bahan pelajaran yang merupakan warisan dari generasi lampau? 9. Pada hakekatnya perguruan tinggilah yang menentukan kurikulum SMA bahkan SD. Berikan komentar saudara. 10. Apakah dasar Herbert Spencer menentukan bahan pelajaran? 11. Bagaimanakah cara Franklin Bobbitt menentukan scope kurikulum? 12. Kelemahan apakah terdapat dalam prosedur yang diikuti oleh Franklin Bobbitt?

13. Apakah kelemahan scope kurikulum yang ditentukan herdasarkan minat dan kebutuhan anak? 14. Scope tidak hanya meliputi materi tetapi juga proses belajar. Apa maksudnya? Yang manakah yang lebih penting menurut pendapat saudara? 15. Dalam penentuan bahan pelajaran aliran yang dianut sangat berpengaruh. Berikan penjelasan dan contoh-contoh. 16. Sebutkan prosedur-prosedur untuk menentukan scope kurikulum. Beri penjelasan tentang tiap prosedur. 17. Tinjau setiap prosedur. Cari segi kebaikan dan kekurangannya. 18. Apakah keberatan jika buku pelajaran menentukan scope kurikulum? Adakah keuntungan dan kebaikannya? 19. Apakah kurikulum 1975 disusun berdasarkan eksperimen? Prosedur apakah yang digunakan? 20. Dari berbagai macam prosedur itu, yang manakah paling menarik bagi saudara? Berikan alasan. 21. Berikaan contoh-contoh bahwa sequence mengalami perubahan besar. 22. Bagaimanakah pendapat Bruner dan Piaget, yang mempengaruhi soal sequence dalam kurikulum. 23. Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi sequence bahan pelajaran. Jelaskan setiap faktor dan bicarakan baik buruknya. 24. Apa yang dimaksud dengan sequence proses belajar, yang perlu diperhatikan di samping sequence bahan pelajaran sendiri?

BAB 9 MENGUBAH KURIKULUM
SEBAB-SEBAB KURIKULUM DIUBAH Kurikulum itu selalu dinamis dan senantiasa dipengaruhi oleh perubahanperubahan dalam faktor-faktor yang mendasarinya. Tujuan pendidikan dapat berubah secara fundamental, bila suatu negara beralih dari negara yang dijajah menjadi negara yang merdeka. Dengan sendirinya kurikulum pun harus mengalami perubahan yang menyeluruh. Kurikulum juga diubah bila tekanan dalam tujuan mengalami pergeseran. Misalnya pada tahun 30-an sebagai pengaruh golongan progresif di USA tekanan kurikulum adalah pada anak, sehingga kurikulum mengarah kepada child-centered curriculum sebagai reaksi terhadap subject-centered curriculum yang dianggap terlalu bersifat adult dan society-centered. Pada tahun 40-an, sebagai akibat perang, asas masyarakatlah yang diutamakan dan kurikulum menjadi lebih society-centered. Pada tahun 50-an dan 60-an, sebagai akibat Sputnik yang menyadarkan Amerika Serikat akan ketinggalan dalam ilmu pengetahuan, para pendidik lebih cenderung kepada kurikulum yang discipline-centered, yang mirip kepada subject-centered curriculum. Tampaknya seakan-akan orang kembali lagi kepada titik tolak semula. Akan tetapi lebih tepat, bila kita katakan, bahwa perkembangan kurikulum seperti spiral, tidak sebagai lingkaran, jadi kita tidak kembali kepada yang lama, tetapi pada suatu titik di atas yang lama. Kurikulum dapat pula mengalami perubahan bila terdapat pendirian baru mengenai proses belajar, sehingga timbul bentuk-bentuk kurikulum seperti activity atau experience curriculum, programmed instruction, pengajaran modul, dan sebagainya. Perubahan dalam masyarakat, eksplosi ilmu pengetahuan, dan lain-lain mengharuskan adanya perubahan kurikulum. Perubahan-perubahan itu

menyebabkan kurikulum yang berlaku tidak lagi relevan, dan ancaman serupa ini akan senantiasa dihadapi oleh setiap kurikulum, betapapun relevannya pada suatu saat.

Maka karena itu perubahan kurikulum merupakan hal biasa. Malahan mempertahankan kurikulum yang ada akan merugikar anak-anak dan dengan demikian fungsi kurikulum itu sendiri. Biasanya perubahan satu asas akan memerlukan perubahan keseluruhan kurikulum itu. PERUBAHAN ATAU PERBAIKAN KURIKULUM Perbaikan kurikulum biasanya hanya mengenai satu atau beberapa aspek dari kurikulum, misalnya metode mengajar, alat peraga, buku pelajaran dengan tetap menggunakan kurikulum yang berlaku. Perubahan kurikulum mengenai perubahan dasar-dasarnya, baik mengenai tujuan maupun alat-alat atau cara-cara untuk mencapai tujuan itu. Mengubah kurikulum sering berarti turut mengubah manusia, yaitu guru, pembina pendidikan dan merek-mereka yang mengasuh pendidikan. Itu sebab perubahan kurikulum dianggap sebagai perubahan sosial, suatu social change. Perubahan kurikulum, juga disebut pembaruan atau inovasi kurikulum, tentu saja dimaksud untuk mencapai perbaikan, sekalipun perubahan itu tidak dengan sendirinya membawa perbaikan. Perbaikan yang diperoleh mungkin membawa hasil sampingan yang kurang baik menurut penilaian pihak tertentu. PENILAIAN KURIKULUM Sebelum mengubah kurikulum hendaknya diadakan penilaian tentang kurikulum yang sedang dijalankan. Penilaian juga perlu untuk mengetahui hingga manakah kurikulum mencapai tujuan-tujuan yang diharapkan seperti yang tercantum dalam kurikulum itu. Penilaian kurikulum tidak mudah. Baik tidaknya suatu kurikulum pada hakekatnya dapat dinilai dan hasilnya, yakni dari kedudukan, kehidupan, atau prestasi pada lulusannya. Bila lulusannya menduduki tempat yang penting dalam pemerintahan, perusahaan, dan masyarakat, maka lembaga pendidikan itu mendapat nama baik dan kurikulumnya dianggap efektif. Namun kita dapat menyangsikan kebenaran anggapan itu, karena yang diandalkan hanya mereka yang sangat menonjol prestasinya, sedangkan mereka yang tidak menduduki tempat yang berarti dalam masyarakat, bahkan yang gagal, tidak mendapat perhatian. Penilaian itu terlampau kasar dan tidak didasarkan atas penelitian yang sistematis. Dan kita dapat bertanya, apakah masalah itu dapat di-

hubungannya dengan pengalaman lain. urutan pengalaman itu. Akan tetapi tanpa pendidikan sekolah. Dengan psikologi sosial juga tidak dapat kita ramalkan kelakuan dan prestasi seseorang dalam jangka panjang kelak dalam masyarakat. Efektivitas kurikulum berwujud dalam perubahan pengetahuan sikap dan keterampilan murid. tanpa pendidikan formal. Kurikulum sekolah bukan satu-satunya alat untuk mengubah kelakuan manusia. Dengan adanya kurikulum juga kita belum dapat meramalkan. sikap. dan ketrampilan murid. Kurikulum adalah alat untuk mengubah kelakuan anak-didik. karena banyaknya faktor lain di luar mata pelajaran yang turut mempengaruhi perkembangan pribadi seseorang. agar tujuan itu spesifik. apakah dapat mencapai tujuan seperti yang dirumuskan dalam kurikulum itu. dalam bentuk kelakuan yang dapat dilihat dan diukur. Ada yang menginginkan. Dengan rumusan tujuan yang spesifik. masih dapat diragukan. penilaian dapat dilakukan dengan lebih cermat. Kalau kita menilai kurikulum. Untuk menilai suatu kurikulurn perlu tujuan itu jelas dirumuskan. setiap anak akan menjalani perubahan menuju ke kedewasaan. kita harus menilai komponen-komponennya yaitu (1) tujuan kurikulum. Apakah dengan pelajaran civics atau IPS terbentuk warga negara yang taat kepada undang-undang . Jadi penilaian kurikulum harus dimulai dengan hakikat dan tujuan kurikulum. Bloom memberikan suatu pegangan tentang cara melakukannya.selidiki sepenuhnya. Kita belum memiliki suatu teori belajar yang menjamin akan tercapainya tujuan yang ditentukan dengan kegiatan mengajar belajar tertentu. perubahan-perubahan tertentu yang diinginkan tidak akan terjadi. Hasil angka-angka ujian akhir. (2) pengalaman-pengalaman belajar untuk mengembangkan pengetahuan. (4) caracara mengevaluasi hasil belajar murid. Demikian pula dapat diragukan hasil semua mata pelajaran. apakah akan tercapai hasil yang diharapkan. Tentu saja. misalnya tidak dapat dijadikan patokan untuk meramalkan masa depan seorang lulusan. Namun apakah dengan taksonomi Bloom itu dapat misalnya dihasilkan manusia Pancasila yang sejati. (3) organisasi pengalaman belajar itu.

akan tetapi atas pengaruh berbagai hal lain. suatu yang sebenarnya di luar kesanggupan. . Soal keTuhanan sebenarnya lebih merupakan tugas pelajaran agama.dan peraturan negara serta mengabdi kepada kepentingan masyarakat? Apakah matematika menghasilkan manusia yang lebih sanggup herpikir logic sistematis. persaudaraan bangsa-bangsa dan sebagainya. Havighurst menemukan. bukan berdasarkan penilaian atas hasil kurikulum itu. Penelitian tentang hasil kurikulum atau suatu mata pelajaran sangat sulit. bahwa nilai-nilai atau norma-norma seseorang kebanyakan diperolehnya dari keluarga. Maka kita dapat bertanya apakah mata pelajaran sejarah atau IPS sanggup mernupuk norma-norma yang berkenan dengan toleransi. Olch sebab tiap anak mempunyai kepribadian yang berbeda-beda. Biasanya tertampau banyak yang diharapkan dan kurikulum itu yang tidak dapat dipenuhi. Misalnya biologi dianggap dapat menimbulkan keharuan akan kebesaran Tuhan. atau tidak termasuk tujuannya yang utama. Tiap murid memperoleh hal yang berbeda dari kurikulum yang sama. apakah sebenarnya tujuan kurikulum suatu lembaga pendidikan. Namun soal keTuhanan tak dapat dipakai sebagai alat untuk menilai keberhasilan pelajaran biologi. Hasil kurikulum diperoleh melalui interaksi antara anak dengan kurikulum. perdamaian dunia. Tidak selalu jelas. pelajaran agama membentuk manusia yang lebih taat kepada perintah Tuhan. dan sebagainya? Sanggupkah kurikulum mencapai tujuan-tujuan menurut apa yang tercantum dalam kurikulum itu? Ataukah tujuan itu hanya muluk-muluk tampaknya dan hanya merupakan impian yang tak akan dapat diwujudkan? Apakah kurikulum hanya mempunyai pengaruh yang terbatas dengan mengakui bahwa watak atau pribadi seseorang banyak ditentukan oleh faktor-faktor di luar kurikulum? Berdasarkan penelitian. Alat-alat untuk menilainya pun tak tersedia. khususnya dari ibunya. maka hasilnya pun akan berlainan pula. Banyak kesulitan yang dihadapi untuk menilai suatu kurikulum secara ilmiah. Maka sering suatu kurikulum diubah.

Tak semua orang suka bekerja lebih banyak daripada yang diperlukan. Dan sekalipun telah dilaksanakan sebagai percobaan. Ide yang baru tentang pendidikan memerlukan waktu sekitar sekitar 75 tahun sebelum dipraktikan secara umum di sekolah-sekolah. bahwa guru-guru tidak mendapat kesempatan atau wewenang untuk mengadakan perubahan karena peraturan-peraturan administratif. Dengan meninggalnya tokoh itu lenyap pula pembaruan yang telah dimulainya itu. oleh sebab harus melibatkan banyak orang dan mungkin memerlukan perubahan struktur organisasi dan administrasi sistem pendidikan. Tak jarang pula pembaharuan ditentang oleh mereka yang ingin berpegang pada yang sudah lazim dilakukan atau yang kurang percaya akan yang baru . yang tidak selalu dapat dipenuhi. Pembaharuan kurikulum sering pula memerlukan biaya yang lebih banyak untuk fasilitas dan alat-alat pendidikan haru. Ada kalanya karena cara yang demikianlah yang paling mudah dilakukan. Guru-guru lebih senang mengikuti jejak-jejak yang lama secara rutin. Maka sebaiknya setiap perubahan kurikulum sekaligus juga merupakan perbaikan kurikulum secara menyeluruh. Pembaharuan kurikulum kadang-kadang terikat pada tokoh yang mencetuskannya. Mengadakan pembaharuan memerlukan pemikiran dan tenaga yang lebih banyak. KESULITAN-KESULITAN DALAM PERUBAHAN KURIKULUM Sejarah menunjukkan bahwa sekolah itu sangat sukar menerima pembaruan. seakan-akan yang lama itu tidak mengandung kebaikan-kebaikan. Dalam pembaruan kurikulum ternyata bahwa mencetuskan ide-ide baru lebih "mudah" daripada menerapkannya dalam praktik. Guru itu hanya diharapkan mengikuti instruksi atasan.Sering suatu kurikulum sudah diubah sebelum dinilai hasilnya. Akan tetapi ada pula kalanya. Manusia itu pada umumnya bersifat konservatif dan guru termasuk golongan itu juga. Kurikulum baru biasanya dimasukkan sambil mengeritik kurikulum lama. masih banyak mengalami rintangan dalam penyebarluasannya. yang dengan sendirinya akan turut terbuang.

Para ahli pendidikan dan ahli dalam berbagai bidang studi atau disiplin dari perguruan tinggi diminta bantuannya untuk menghasilkan kurikulurn yang sebaik-baiknya. Bersifat kritis terhadap pembaharuan kurikulum adalah sifat yang sehat. kelompok studi banyak dilakukan untuk membicarakan dan menghasilkan kurikulum barn itu. jadi 'from the top down". PROSEDUR PEMBARUAN KURIKULUM Pada pokoknya ada dua prosedur utama untuk mengubah kurikulum yaitu apa yang disebut "administrative approach" yaitu yang direncanakan oleh pihak atasan untuk kemudian diturunkan kepada instansi-instansi bawahan sampai kepada guru-guru. Partisipasi diusahakan seluas mungkin agar tercapai konsensus dan keterlibatan pribadi dan instansi dalam usaha pembaruan kurikulum. Berbagai konsultan dapat dimanfaatkan untuk hal-hal yang diperlukan.sebelum terbukti kelebihannya. Pendekatan administratif banyak menggunakan panitia-panitia untuk merencanakan kurikulum baru. Lokakarya. Di kebanyakan negara cara inilah yang dilakukan. dari atas ke bawah. Penataran merupakan syarat mutlak untuk . Prosedur manakah yang dilaksanakan banyak bergantung pada sistem pendidikan serta organisasi dan struktur organisasinya. Yang kedua ialah "grass roots approach". Di negara-negara yang mempunyai pemerintah pusat yang memegang kekuasaan yang kuat. Ada juga negara. dan sebagainya. Dalam hal ini pembaharuan kurikulum diadakan atas inisiatif kepala sekolah dan guru-gurunya. yaitu yang dimulai dari "akar" "from the bottom up" atau dari bawah. menyebarluaskannya. menyusun buku pelajaran. termasuk Indonesia. antara lain Inggris yang memberikan wewenang penuh kepada kepala sekolah beserta stafnya untuk menentukan kurikulum sekolah. karena pembaharuan itu jangan hanya sekedar mode yang timbul pada suatu saat untuk lenyap lagi dalam waktu yang tidak lama. atas inisiatif para administrator. Peranan konsultan hukanlah sebagai "agent of change" akan tetapi sebagai manusia sumber. Setiap pendekatan mempunyai kebaikan dan kekurangannya. yakni dari pihak guru atau sekolah secara individual dengan harapan agar meluas ke sekolah-sekolah lain. yang diikuti biasanya pendekatan administratif.

bukan berdasarkan kedudukan atau pangkat. Peraturan-peraturan resmi di keluarkan untuk menjamin terlaksananya kurikulum baru itu. Setiap peserta dapat melengkapi buah pikiran peserta lainnya menurut keahlian masing-masing. Pembaruan kurikulum serupa ini dapat dilakukan serentak dan uniform di seluruh negara dengan melibatkan seluruh aparat kementerian pendidikan. Anggota kelompok hendaknya dipilih berdasarkan kompetensi. Jadi dalam pendekatan administratif ini dapat dikerahkan sejumlah besar ahli dan tenaga edukatif maupun administratif. melahirkan ide-ide baru. Kerja kelompok merupakan tempat yang subur untuk berpikir. Walaupun pendekatan administratif mempunyai banyak kebaikan. dan membicarakan setiap buah pikiran secara kritis. Antara lain dikemukakan bahwa cara ini otoriter dan kurang demokratis dan merupakan keputusan atasan yang hams dilaksanakan oleh guru-guru. dengan cara yang terkoordinasi dan terorganisasi. Untuk usaha yang luas ini dapat disediakan biaya yang diperlukan. namun ditinjau dari segi tertentu mempunyai juga kelemahan. Kerja kelompok memerlukan kepemimpinan yang paham akan proses dinamika kelompok dan mampu mendorong kelompok ke arah produktivitas dengan memadukan segala keahlian dalam kelompok itu. Kerja kelompok sangat esensial dalam pengembangan kurikulum. Usaha pemerintah ini biasanya tidak menemukan tentangan dari pihak guru yang sudah biaya menerima dan melaksanakan instruksi dan perintah dari atasannya.memberikan ketrampilan kepada guru dalam pelaksanaannya. Kerja kelompok memperluas keterlibatan dan komitmen dalam kurikulum baru. Kerjasama dan partisipasi semua unsur diperlukan untuk mencapai produktivitas dan efektivitas optimal. Guru sendiri kurang dilibatkan dalam . Seluruh aparat administrasi pendidikan dikerahkan untuk mengkomunikasikan pembaruan ini kepada guru-guru dan segenap lapisan masyarakat. Akan tetapi kerja kelompok dapat juga merupakan penghamburan waktu jika komponen-komponennya tidak dipilih dengan rasional. yang biasanya cukup besar jumlahnya.

Mereka berusaha mengatasi kesulitan sendiri. Dengan demikian mereka terlibat secara pribadi. Di Inggris. akan tetapi juga dari pihak atasan merupakan bahan. Perubahan kurikulum dengan pendekatan "grass roots approach" mulai dari sekolah secara sendiri-sendiri. Pembaharuan yang tidak tumbuh dan berakar dalam pribadi guru dan hanya melaksanakannya atas dasar kepatuhan akan perintah. Inisiatif dan kepemimpinan pembaharuan kurikulum terletak dalam tangan guru setempat. Semua gum turut berpartisipasi dalam segala aspek pembinaan kurikulum baru. akan gagal dan lenyap jika pengawasan tidak senantiasa diperketat. Karena itu guru-guru kurang berusaha untuk mendalaminya dan karena kurang memahaminya akan mudah kembali kepada praktik-praktik yang lama. staf pengajar perguruan tinggi. Ke tempat itu juga datang para pembina pendidikan. Tanpa perubahan pada guru tak akan terjadi perubahan dalam kurikulum. Mereka bersama menyusun satuan-satuan pelajaran. Tentu saja guru setempat juga mempertimbangkan berbagai faktor . Dalam usaha itu mereka dapat meminta bantuan orang tua. karena melihat kekurangan-kekurangan dalam kurikulum yang berlaku. dinilai untuk diperbaiki. usaha ini didukung oleh "Teachers' Centres" yang dihentuk secara lokal sebagai tempat guru-guru bertemu dan berdiskusi tentang pembaharuan pendidikan. Maka pembaruan itu menjadi semu belaka dan akan mengalami kegagalan. to koh-tokoh di sekitar. kadangkadang juga pengusaha dan para konsumen lulusan sekolah. kemudian dicobakan sendiri. bimbingan dan mungkin juga biaya. konsultan. Kepala sekolah serta guru menginginkan suatu perubahan. Mereka tertarik oleh ide-ide barn mengenai kurikulum dan bersedia untuk menerapkannya di sekolah mereka untuk meningkatkan mutu pelajaran.permulaan dan perencanaannya. Kurikulum yang mereka susun relevan dengan keadaan riil yang mereka hadapi. jadi tidak dibuat "di belakang meja tulis" seperti sering terjadi dalam pendekatan administratif.

Perubahan kurikulum pada hakekatnya berarti mengubah manusia dan lembaga-lembaga. Kelemahan pendekatan ini ialah bahwa usaha-usaha ini bersifat lokal. tetapi juga pada kemampuan dan kesediaan guru. Namun menggunakan kekuasaan untuk memaksakan perubahan hanya melahirkan kepatuhan semu akan tetapi menimbulkan penentangan batin yang akhirnya menggagalkan usaha perubahan itu.lainnya seperti peraturan yang berlaku. Menentang perubahan adalah sesuatu yang normal. Guru-guru mendapat tanggungjawab penuh atas mutu pendidikan yang merupakan dorongan untuk menjadi kreatif. Dalam pendekatan administratif dapat diusahakan partisipasi guruguru. Mungkin pula pembaruan kurikulum menyangkut peraturan-peraturan pemerintah pusat dan daerah yang hanya dapat diuhah bila usaha pembaruan bersifat nasional. Pembaruan bergantung kebanyakan kepada kepala sekolah. Pembaruan kurikulum adalah usaha yang luas dan kompleks yang memerlukan pemikiran dan partisipasi dari semua pihak. syarat masuk perguruan tinggi. Jadi kedua pendekatan itu masing-masing mempunyai kebaikan dan kekurangannya. untuk senantiasa memperhatikan perkembangan mengenai pembinaan kurikulum. Pembaruan kurikulum oleh guru untuk kepentingan anak di sekolah dalam lingkungan tertentu yang mempunyai kebutuhan tersendiri akan lebih mantap. misalnya dengan menurut sertakan mereka dalam mencobakan kurikulum baru. meminta pendapat dan penilaian mereka sebagai umpan balik serta memberikan kebebasan untuk menyesuaikannya dengan keadaan setempat. Kita tak perlu memandangnya sebagai dua cara yang bertentangan. yang mungkin otoriter dan kurang terbuka bagi pembaruan. Mungkin juga perubahan hanya mengenai aspekaspek tertentu dari kurikulum dan tidak menyeluruh. Perubahan sektoral akhirnya akan mengalami kesukaran yang tak dapat diatasi oleh sekolah itu sendiri. Perencanaan perubahan kurikulum harus me- . keinginan pemerintah dan sebagainya. tidak mempunyai koordinasi dan organisasi sehingga tidak dapat disebarkan secara nasional. Sekolah tidak mampu untuk memperoleh bantuan ini dengan tenaga sendiri.

pemimpin-pemimpin yang kompeten dan mereka dapat memberi hasil yang baik.rupakan dialog antara "atasan" dan "bawahan" dalam suasana sa ting menghargai pendapat. masih banyak kesukaran untuk menyebarluaskannya. Jika timbul reaksi yang negatif dari pihak guru. Kader ini merupakan agen-agen pembaharuan. 3. Memanfaatkan guru. pengawasan. Demikian pula pendekatan perubahan dari bawah dapat dibantu oleh pemerintah dengan mempublikasikan usaha-usaha pembaharuan di sekolahsekolah agar secara umum dapat dikenal dan ditiru. Dapat dididik sejumlah kader yang menguasai seluk-beluk pembaharuan kurikulum yang ditempatkan di berbagai sekolah untuk mengadakan praktis ditempuh untuk mengadakan pembaharuan pembaharuan-pembaharuan. penyelenggaraan. Perubahan kurikulum adalah sesuatu yang wajar karena perubahan yang terus-menerus dalam masyarakat dan kehidupan. 1. dan penilaiannya relatif mudah diatur. Kelemahannya ialah bahwa ada kemungkinan mereka dianggap sebagai orang luar yang diberi bayaran khusus untuk mengadakan. karena menghadapi situasi yang berbeda dan mendapat hambatan dari ketentuan-ketentuan yang berlaku. Andaikan pilot project ini berhasil. Berbagai jalan kurikulum. Karena percobaan ini terbatas. Beberapa cara praktis. Pilot project. sehingga pembaruan itu lebih terarah dan menyeluruh. 2. bahkan memaksakan perubahan tanpa meminta keinginan guru-guru di sekolah itu. maka kader ini akan mengalami banyak kesukaran. . Membina kader. Dalam rangka suatu pilot project seorang guru dapat mengadakan percobaan dengan suatu kurikulum baru dalam suatu bidang studi tertentu.

Buku pelajaran baru dapat memberikan bahan baru dan juga metode mengajar serta proses belajar yang baru.Guru dan sekolah yang telah menjalankan kurikulum baru. 4. Dapat diusahakan secara teratur pertemuan-pertemuan antara dosen perguruan tinggi dengan guruguru bidang studi di SM untuk keperluan itu. Buku pelajaran memegang peranan yang penting dalam setiap kurikulum. Kerjasama antara sekolah dan universitas. dapat diminta bekerja pada sekolah yang belum melakukannya. sehingga kurikulum tidak merupakan hasil "di belakang meja tulis". Pelaksanaan ini akan menghadapi kesulitan administratif dalam penempatan guru di sekolah lain untuk beberapa waktu. Kurikulum pendidikan guru tak dapat tiada harus disesuaikan dengan perubahan kurikulum di SD . 7. . Akan tetapi ada kalanya tenaga pengajar tidak sanggup memanfaatkannya. 6. Universitas dapat pula menyediakan ahli dalam berbagai aspek kurikulum yang bertindak sebagai konsultan. Universitas yang senantiasa berada di garis depan kemajuan dalam penelitian dan ilmu pengetahuan dapat membantu sekolah-sekolah untuk menyesuaikan kurikulum dengan ide-ide baru tentang pendidikan dan perkembangan baru dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan. sedangkan sekolah atau guru dapat memberikan bahan tentang keadaan yang riil mengenai murid. Memberikan laboratorium fisika atau laboratorium bahasa akan mendorong guru untuk menggunakan metode-metode dan bahan pelajaran baru.SM. sehingga dapat disaksikan bagaimana pelaksanaan pembaharuan itu. Akan tetapi guru-guru sendiri harus mempunyai kesanggupan untuk menggunakannya. juga dalam melancarkan kurikulum yang baru. Menyediakan alat pengajaran. bahkan sebenarnya harus mendahuluinya. Sekolah yang terpencil akan mengalami kesukaran khusus dalam hal ini. dan sekolah. Memperbarui buku pelajaran. 5. Pembaruan kurikulum pendidikan guru.

Dari satuan pelajaran yang eksperimenal ini kemudian dikembangkan suatu kerangka yang lebih luas. 9. berdasarkan prinsip-prinsip. sering bertahun-tahun. Lamanya latihan itu bergantung pada bcsarnya perbedaan antara cara lama dan baru. Suatu kelompok kecil. Namun. Perubahan tak mungkin dilakukan dalam seluruh program sekolah. Kelompok kecil itu dapat memperoleh bantuan dan kepala sekolah atau atasan. mendemonstrasikannya kepada guru-guru lain. Perubahan kurikulum yang berarti mengubah guru. Harapan ialah agar pembaruan ini diterima baik dan disebarluaskan. Pelaksanaan satuan pelajaran merupakan pelajaran dan latihan bagi guru. sering timbul tentangan dan guru -guru yang tidak terlibat dalam usaha ini. Namun penataran akan tetap diperlukan. dasar-dasar teoretis. karena pada suatu ketika setiap kurikulum akan memerlukan pembaruan. Pada permulaan ini merupakan percobaan. dan sebagainya memakan waktu yang lama. jadi harus mulai dengan bagian yang kecil dan terbatas. Umpan balik digunakan untuk menyempurnakan satuan pelajaran itu. sikap orang tua. Mereka mencobakan suatu unit pelajaran dan setelah ternyata berhasil. Demikian pula hams dikembangkan administrasi yang sesuai dengan perubahan kurikulum itu. administrasi sekolah.Pendidikan guru dalam pembaruan akan lebih efektif daripada penataran. dengan persetujuan kepala sekolah. Perubahan kurikulum mengharuskan guru berubah pula. cara menentukan bahan. Mendemonstrasikan suatu pembaruan. Hilda Taba menganjurkan agar pembaruan dimulai dengan satuan pelajaran yang dapat diterapkan dalam kelas. dan sebagainya. Guru guru yang sejak mulanya terdidik dalam pelaksanaan kurikulum baru akan lebih menjamin keherhasilan pembaruan itu. 8. mengadakan pembaruan satu mata pelajaran atau lebih dalam satu dua kelas. cara belajar murid. mengevaluasi. . Memulai dari satuan pelajaran.

barulah dirumuskan tujuan sesuai dengan bahan itu. Suatu pola yang sederhana adalah sebagai berikut: gambar Bagan 1. Tujuan juga menentukan penilaian. (4) penilaian atau evaluasi hasil belajar. yaitu isi atau bahan pelajaran yang diperoleh dan digunakan dalam proses belajar. barulah kemudian bahan pelajaran dan kegiatan belajar. (2) kegiatan atau pengalaman belajar untuk mencapai tujuan itu. (3) pengetahuan. Yang dinilai bukan hanya tujuan. kita hendaknya bekerja dalam suatu kerangka atau pola yang terdiri atas komponen-komponen kurikulum itu. proses belajar. Menilai sikap tak sama caranya dengan menilai keterampilan atau pengetahuan. Jika tujuan tidak tcrcapai. demikian pula dalam pembinaan setiap kurikulum.POLA KURIKULUM Dalam perubahan kurikulum. melainkan juga pengetahuan dan kegiatan atau proses belajar. . apa yang dinilai dan bagaimana cara menilainya. Setiap kurikulum mempunyai keempat komponen utama itu yakni: (1) tujuan. Keempat komponen itu saling berhubungan. bukan sebaliknya. Tujuan menentukan pengalaman belajar apa yang diperlukan dan pengetahuan yang harus dipilih yang dapat membawa pelajar kepada tujuan yang ditentukan. mungkin kesalahannya terletak pada komponen pengetahuan. atau pada tujuan itu sendiri. untuk mengetahui hingga mana tujuan itu tercapai. seperti tampak pada diagram itu. Acap kali dalam pembinaan kurikulum lebih dahulu ditentukan bahan pelajaran yang disusun menurut buku pelajaran tertentu. Bahan pelajaran ditentukan oleh tujuan. Jadi lebih dahulu harus dirumuskan tujuan.

society-centered. yang diuraikan lebih lanjut). Experience atau activity curriculum misalnya terlampau mengutamakan kegiatan atau pengalaman belajar dan kurang mementingkan unsur pengetahuan. Di sini pun dapat kita usahakan adanya keseimbangan. Dengan adanya pola itu dapat dijaga keseimbangan antara unsurunsurnya. bahwa bagan 2. dan 5 adalah komponen-komponen yang tampak pada bagan 1. yakni child-centered atau pupil-centered. sedangkan subject curriculum mengutamakan aspek pengetahuan dan kurang mementingkan kegiatan atau pengalaman belajar. Ketiga sumber itu harus dipertimbangkan dalam kurikulum. afektif. Demikian pula tujuannya harus mengandung aspek kognitif.Pola kurikulum yang jelas menunjukkan hubungan antara unsur-unsur kurikulum. atau subject-centered. Dalam bagan 2 kita lihat sumber-sumber tujuan. Banyak kurikulum kurang menaruh perhatian kepada tujuan dan penilaian. gambar Bagan 2 Selanjutnya komponen pengetahuan dapat diperlengkapi sebagai berikut . 4. agar kurikulum itu tidak berat sebelah. Setiap komponen dapat diolah lebih lanjut misalnya: (Perhatikan. 3. dan psikomotor untuk memberikan pendidikan yang harmonis.

diusahakan adanya integrasi. Konsep-konsep inilah yang dianggap memberikan struktur pengetahuan. . Konsep-konsep bersifat abstrak dan karena itu memungkinkan pemahaman akan sejumlah besar informasi atau fakta yang spesifik.lebih mantap. haruslah diadakan seleksi atau pilihan yang akan disajikan dalam bentuk atau organisasi tertentu. dan dapat dilihat hubungan antara faktafakta. Lagi pula pengetahuan serupa itu lekas menjadi usang sedangkan prinsip dan konsep. Pada saat sekarang diutamakan konsep-konsep dan prinsip-prinsip daripada hanya faktorfaktor. dan dapat digunakan untuk mentafsirkan informasi baru. Sekalipun pelajar itu sendiri akan selalu berusaha mengadakan integrasi dalam pengetahuan yang diperolehnya. Agar bahan itu jangan lepas-lepas. pembina kurikulum hendaknya juga berusaha mengadakan integrasi dalam bahan pelajaran yang disajikan.lepas-lepas mudah dilupakan. Selanjutnya harus ditentukan scope dan sequence bahan pela jaran. untuk mencegah 'gaps" dan "overlappings". the structure of knowledge. sekali dipahami. dan sebagainya. Karena banyaknya ilmu yang telah terkumpul yang tak mungkin diajarkan seluruhnya. Dengan memahami struktur atau konsep dapat dipahami gejala-gejala spesifik lainnya.gambar Bagan 3 Pengetahuan atau bahan pelajaran diambil dan berbagai disiplin. broad field. pengajaran unit. tidak lekas out-dated. Informasi atau fakta-fakta yang . dengan korelasi. bergantung pada bentuk kurikulum yang dijalankan.

Penilaian kurikulum harus berjalan terus. yang dipengaruhi oleh berbagai-bagai faktor seperti metode mengajar. Mengumpulkan informasi sebagai umpan balik untuk memperbaiki kurikulum gambar . kesanggupan dan perkembangan anak. penggunaan berbagai sumber dan alat pelajaran di dalam maupun di luar sekolah. hubungan antara guru dan murid. dan sebagainya. perbedaan individual. Evaluasi bergantung pada tujuan yang hendak dicapai. Tak ada kurikulum nasional yang sesuai bagi semua daerah. dan karena itu perlu disesuaikan dengan keadaan setempat. maka perlu dicari di mana letak kekurangannya melalui evaluasi. kesulitan isi pelajaran. Evaluasi diperlukan untuk mengadakan perbaikan dalam kurikulum. agar tujuan yang ditentukan dicapai dengan menggunakan pengetahuan yang sangat kompleks. taraf kematangan. Proses belajar tak kurang pentingnya daripada hasil belajar.gambar Bagan 4 Pengalaman atau kegiatan belajar adalah usaha yang dijalankan. Proses belajar yang baik memungkinkan tercapainya hasil belajar lebih tinggi. Jika tujuan tidak tercapai.

 memperbaharui kurikulum secara integral dari SD .   menyusun kurikulum yang menggairahlcan anak untuk belajar. dan disiplin. Dalam pembaruan kurikulum di masa mendatang diharapkan:  pembinaan kurikulum yang berdasarkan pandangan yang menyeluruh yang meliputi asas-asas kurikulum yang berfokus pada anak.Bagan 5 ARAH PERKEMBANGAN PEMBARUAN KURIKULUM Perubahan kurikulum sering merupakan reaksi terhadap kurikulum yang berlaku. sehingga tampaknya kurikulum baru seakan-akan kembali kepada bentuk yang lama. Pentingnya integrasi pengetahuan dan pengalaman anak menjadi dasar untuk menjalankan kurikulum yang dipadukan atau yang diintegrasikan dengan melancarkan kecaman yang tajam terhadap subject atau dicipline-oriented curriculum.SM sampai Perguruan Tinggi. seperti biasa dilakukan untuk memenangkan perjuangan.  menyusun kurikulum yang lebih mengutamakan inguiry approach daripada hafalan dan penguasaan sejumlah pengetahuan. jadi yang memungkinkan setiap anak maju menurut kecepatan masing-masing. tanpa secara obyektif mengakui kebaikan-kebaikannya. yang normal. .   menyusun kurikulum yang diselidiki kebaikannya melalui eksperimen. menyusun kurikulum yang tidak membagi-bagi sekolah dalam kelas-kelas. akan tetapi menghilangkan batas-batas antara kelas. Kritikkritik yang dikemukakan biasanya terlampau dilebih-lebihkan. masyarakat. Jadi pertentangan antara berbagai bentuk kurikulum tak setajam yang digambarkan oleh para penganutnya. menyusun kurikulum yang memperhatikan semua anak. maupun yang berbakat tinggi dan rendah. Kurikulum yang integrated sangat memerlukan bahan dari subjects dan bahan pelajaran subject curri ulum dapat c diintegrasikan. Hal serupa ini akan terjadi bila kurikulum baru hanya melihat kelemahan dan kekurangan kurikulum yang lama ditinjau dari pandangannya sendiri.

(3) pengalaman dan kegiatan belajar. 3. Menilai kurikulum dalam keseluruhannya sangat kompleks karena banyak faktor yang mempengaruhi anak. (1) pilot project. dan sebagainya. akan tetapi lebih mendorong murid-murid untuk belajar sendiri berdasarkan tugastugas. Tiap pendekatan mempunyai kebaikan clan kekurangannya. RANGKUMAN 1. menyusun kurikulum yang mengubah peranan guru dari pengajar selama jam sekolah menjadi pembimbing dalam proses belajar. mengerahkan setiap tenaga ahli yang diperlukan. Pada umumnya ada dua prosedur utama dalam perubahan kurikulum. 9. Mengubah kurikulum banyak menemui rintangan karena melibatkan banyak manusia yang terikat oleh tradisi dan juga mempunyai "vested interest". Tidak ada satu cara yang pasti untuk menjamin keserasian ba han pelajaran guna mencapai tujuan tertentu. (4) menyelialcan alat pengajaran. dan pengembang kurikulum. 8. 7. Dalam "grass roots approach" tidak ada koordinasi. Kurikulum berubah jika satu atau beberapa asas kurikulum berubah. (5) memperbarui buku pelajaran. peneliti. 2. (6) kerjasama antara sekolah dan universitas. (2) mernbina kader (3) memanfaatkan guru yang telah menguasai cara baru. 4. Beberapa cara yang khusus dalam perubahan kurikulum secara praktis ialah. karena bersifat tersendiri tersendiri. (4) organisasi kurikulum. yaitu apa yang disebut ''administrative approach" dan "grass roots approach". 5. biaya yang cukup. menyusun kurikulum yang tidak terikat pada jadwal pelajaran yang ketat. (7) pembaharuan kuri- . Tujuan mata pelajaran yang terlampau luas sukar dinilai. Untuk menilai kurikulum harus dinilai komponen-komponennya yaitu (1) tujuan. Dikatakan bahwa perubahaan kurikulum berarti perubahan sosial. (2) bahan pelajaran. 6. (5) cara-cara evaluasi hasil belajar. perencana. Administrative approach didukung oleh seluruh aparatur pendidikan. Perubahan salah satu asas dapat membawa perubahan dalam keseluruhannya.

12. (8) mendemonstrasikan suatu pembaharuan. Apakah perbedaan antara perubahan. Tinjau tujuan-tujuan kurikulum 1975. Kesulitan-kesulitan apakah yang dihadapi dengan perubahan kurikulum? Kesulitan manakah menurut pendapat saudara yang sulit diatasi? Usaha apakah saudara sarankan untuk mengatasinya? 10. SMP maupun SMA. (4) penilaian. Adakah di antaranya yang saudara anggap kurang relevan dengan tujuan matapelajaran yang sebenarnya? 9. Perubahan kurikulum sering merupakan suatu reaksi terhadap kurikulum yang ada. (2) pengetahuan. 2. inovasi. Bagaimanakah cara menilai kurikulum? Kesulitan apakah yang dihadapi? 7. dan perbaikan kurikulum? 6. Setiap kurikulum mempunyai keempat komponen yang berikut: (1) tujuan. 12. Dapatkah Saudara sebut alasan-alasan untuk menggantikan kurikulum 1968 dengan kurikulum SD 1975? 3. Adakah di antaranya yang saudara anggap terlampau idealistic yang tidak akan tercapai? 8. Tinjau tujuan-tujuan beberapa mata pelajaran. Berikan contoh-contoh tentang usaha pembaharuan yang lenyap karena pencetusnya meninggal dunia. 10. PERTANYAAN DAN TUGAS 1. SD.kulum pendidikan guru. Dalam pembaharuan kurikulum hendaknya sedapat-dapatnya dimanfaatkan kebaikan-kebaikan bentuk-bentuk kurikulum lainnya. pembaruan. Keempat komponen itu saling berhubungan. Sebutkan alasan-alasan pada umumnya maka suatu kurikulum perlu diperbarui. Apa sebab demikian halnya? 11. (3) kegiatan atau pengalaman belajar. Adakah titik-titik pertemuan antara berbagai bentuk kurikulum itu? 5. 11. Bandingkan prosedur administratif dan "grass roots approach" dalam pembaruan kurikulum. Sebutkan berapa bentuk kurikulum yang dapat dipandang sebagai reaksi terhadap subject curriculum? 4. Bagaimanakah prosedur pembaruan kurikulum di Indonesia? . (9) memulai pembaruan dengan satuan pelajaran.

menurut pendapat saudara? 16. Jelaskan bahwa semua komponen kurikulum saling berhubungan dan saling mempengaruhi. Susun suatu pola kurikulum yang lengkap dengan gunakan bagan 1 sampai dengan 5. Peranan apakah yang dapat dipegang IKIP dalam usaha pembaruan kurikulum? 17. Hingga manakah saudara dapat menerimanya. Usaha-usaha praktis apakah yang dapat dijalankan untuk memasukkan pembaruan dalam kurikulum? Usaha manakah yang rasanya paling efektif di Indonesia. 18. Menurut pendapat saudara. Apa dimaksud dengan "curriculum change is social change?" 15. .13. 14. Bagaimanakah saran saudara agar dapat memanfaatkan kedua macam pendekatan itu. Dalam buku ini tercantum arah perkembangan kurikulum. apakah Universitas mendukung atau menghambat usaha pembaruan kurikulum? Jelaskan alasan saudara. 19. 20.

Kita lihat bahwa kurikulum dalam praktik pengajaran di sekolah-sekolah sering masih jauh ketinggalan jikalau dibandingkan dengan teoriteori yang ada mengenai kurikulum. atau tentang buaya. Inilah beherapa saran: 1. supaya kita dapat mengadakan perbaikan. kita dapat mengadakan perbaikan dalam berbagai aspek. akan tetapi yang berangsur-angsur. Juga di Indonesia perubahanperubahan telah dijalankan. sehingga ada pertalian yang erat antara matapelajaran-matapelajaran. Sebenarnya teori-teori itu telah dilaksanakan pada sekolah-sekolah modern di luar negeri.BAB 10 PENUTUP Dalam bab-bab yang lalu telah kita perbincangkan beberapa asas dalam pembinaan kurikulum. Seperti kita ketahui perubahan kurikulum mulai dengan perubahan guru itu sendiri. janganlah kita ikuti setiap buku menurut urutan bab di dalam buku itu. Kita tidak mengharapkan perubahan yang revolusioner. jikalau guru mempunyai konsepsi Baru tentang kurikulum. Kalau kita mengajar di SD misalnya. Oleh sebab kurikulum itu sangat banyak aspek-aspeknya. . Perbaikan kurikulum dengan sendirinya akan diperoleh. Sebenarnya kita tidak perlu menunggu perintah dari atasan. Kami percaya saudara juga dapat mencari aspek-aspek lain jikalau saudara telaah buku ini dengan teliti. asal saja kita tidak berpegang dengan gigih kepada tradisi dan rutin yang kolot. Dalam bab penutup ini kami ingin mengemukakan beherapa aspek kurikulum. kita dapat memilih pelajaran tentang malaria dari buku ilmu hayat. Kurikulum itu hendaknya disusun sedemikian. walaupun jalannya lambat dan berangsur-angsur seperti yang lazim terdapat dalam setiap perkembangan kurikulum. dan untuk ilmu tumbuh-tumbuhan pohon bakau atau nipah. Kalau kita mengajarkan ilmu bumi misalnya dan di situ dibicarakan hal-hal tentang rawarawa. melalui eksperimentasi dengan metode-metode modern pada sekolah-sekolah percobaan.

Akan tetapi hingga batas-batas tertentu. 2. hendaknya diberi kebebasan kepada guru-guru untuk menelaahnya. ini berarti. Tentu saja anak-anak tidak diberikan kebebasan sepenuhnya. mengubahnya dan menyesuaikannya dengan keperluan anak kelas itu. maka untuk beberapa pelajaran hal ini dapat dilakukan. Dalam hal ini guru-gum hendaknya bebas mengubah rencana pelajaran itu. Dalam tujuan dan garis-garis besarnya. karena setiap mata pelajaran diberikan oleh guru yang berlainan. 4. karena mereka kurang atau tidak mengetahui tujuan pendidikan. Akan tetapi apabila ada rundingan antara guru-guru yang mempunyai pengertian akan prinsip korelasi. artinya dapat diubah. ada binatang-binatang yang tercantum dalam rencana pelajaran. Walaupun rencana pelajaran ditetapkan oleh pihak atasan. harus ada persamaan dalam kurikulum.Di sekolah menengah cara ini lebih sulit diadakan. tetapi tidak terdapat di suatu daerah. Kurikulum itu harus "fleksibel". sedangkan binatang yang penting di daerah itu tidak disebutkan. Dengan jalan demikian dapat dicapai kebulatan yang lebih besar antara berbagai-bagai mata pelajaran seperti di SM. 3. dan keadaan masyarakat pun senantiasa berubah. Ini tidak berarti. bahwa setiap sekolah bebas sepenuhnya melakukan sekehendak hatinya. Di sekolah modern anak-anak juga diajak turut serta menentukan apa yang ingiri mereka pelajari. tak dapat tiada kurikulum itu harus fleksibel. akan tetapi dalam pelaksanaan dan bahannya harus diberi kebebasan untuk menyesuaikannya dengan kebutuhan anak dan masyarakat. Wewenang itu akan mendorong para guru untuk lebih banyak memikirkan soal kurikulum sebagai keseluruhan dan bukan hanya tentang pelajarannya sendiri. bahwa senantiasa harus ada curriculum planning di sekolah itu. Sebaiknya dicoba pula memberikan pelajaran "unit" secara okasional dengan kerja sama antara beberapa orang guru. Kalau kita akui bahwa anak-anak di suatu kelas setiap tahun berbeda. Dalam pelajaran ilmu hayat misalnya. Kurikulum untuk tiap sekolah hendaknya disusun bersama oleh para guru. menurut kemampuan anak-anak rundingan tentang apa yang akan dipelajari memang dapat dilakukan bukan hanya . bila keadaan memerlukan. agar kita jangan ketinggalan zaman.

agar ia lebih mampu menghadapi situasi-situasi dalam hidupnya. macam-macam bentuk rekreasi. serta antara murid dengan murid. malahan memasukkan ke dalam kurikulum. Mengajak anak turut serta dalam menentukan bahan pelajaran dilakukan dengan pertimbangan-pertimbangan yang berikut: Pertama: Bahan pelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan. perkumpulan sekolah. dan sebagainya. Dalam rundingan itu anak-anak mengemukakan hal-hal yang ingin dipelajarinya. Lagi pula rundingan itu mempererat hubungan antara guru dengan murid. Anak-anak mempelajari prosedur-prosedur demokratis. artinya menggunakannya sebagai alat pendidikan. Sekolah berdiri di tengah-tengah masyarakat dan sudah selayaknya sekolah mendidik anak-anak mengenal masyarakat dan menunjukkan baktinya kepada masyarakat itu. Kedua: Karena pertukaran pikiran maka anak-anak mendapat gambaran yang lebih jelas tentang masalah yang dihadapi. Kurikulum hendaknya dipusatkan pada masalah-masalah sosial dan pribadi yang penting artinya bagi anak dalam kehidupannya sehari-hari. Sekolah turut bertanggung jawab untuk membentuk masyarakat . kita mengajak anak turut berpikir dan memupuk keberanian untuk mengeluarkan buah pikirannya. sandiwara. Sekolah berkewajiban membantu anak. Menurut pendapat modern. minat dan kesanggupan anak. Itu sebabnya kegiatan-kegiatan itu harus dicampuri oleh guru-guru. 7. Kurikulum harus dipakai untuk mewujudkan cita-cita nasional sesuai dengan filsafat negara. melainkan juga segala kegiatan-kegiatan yang mengandung unsur pendidikan seperti kepanduan. hobby. kurikulum tidak hanya terdiri atas mata pelajaran yang diberikan di dalam kelas.dalam "unit" akan tetapi dalam tiap pelajaran. olahraga. 6. 5. mereka lebih memahami dan menginsafi makna pelajaran itu baginya. Kurikulum hendaknya sedapat-dapatnya meliputi segala pengalaman anak di bawah pimpinan sekolah.

Sekolah ialah tempat utama untuk mewujudkan Pancasila sebagai "way of life" bangsa dan dengan demikian turut serta dalam "nation building". 9. Kurikulum harus memberikan pengalaman kepada anak-anak berupa pokok- pokok yang luas dan berarti bagi mereka dan karena itu mendorong mereka melakukan bermacam-macam akti vitasaktivitas seperti berbagai bentuk ekspresi.Indonesia yang bersatu yang sanggup menempatkan kepentingan negara di atas kepentingan diri sendiri. Kurikulum hendaknya membuka kesempatan kepada setiap anak untuk memperluas minatnya dan mengembangkan bakatnya masing-masing. cara kerja yang efektif dan cara-cara menyelidiki dan memecahkan masalah-masalah. merupakan kerugian bagi . yang memberi pendidikan yang ditujukan kepada kepentingan anak-anak yang sedang. 10. Di sekolah anak-anak mendapat kesempatan untuk bergaul dengan anak-anak lain yang berbeda agama dan suku bangsanya. Mereka harus mengenal dan menghormati suku bangsa lain serta adat istiadatnya dan menginsyafi. Untuk pelajaran serupa ini tidak diadakan batas-batas antara matapelajaran-matapelajaran. dalam membentuk manusia Indonesia. 8. Mengabaikan kepentingan anak -anak yang berbakat di sekolah-sekolah kita. bertukang dan sebagainya. sehingga anakanak mempelajari teknik belajar. mengarang. Kurikulum harus diorganisasikan sedemikian. dalam kesibukan sekolah mempersiapkan anak-anak untuk menghadapi ujian. mengadakan percobaan-percobaan. Mengenai hal-hal yang harus diketahui oleh semua anak sebagai warga negara dapat diusahakan semacam uniformitas. Banyak prasangka hams diatasi untuk menghargai orang-orang lain yang berbeda dari kita. penyelidikan. golongan atau daerah. membentuk. Tugas ini jangan hanya dilaksanakan sambil lalu saja. bahwa suku-suku bangsa lain pun termasuk bangsanya sendiri. Bakat anakanak adalah harta negara yang paling berharga. karyawisata. akan tetapi di samping itu harus diberikan kesempatan yang luas bagi perkembangan bakat-bakatnya istimewa.

pendidikan guru. d. Kalau saudara renungkan kurikulum yang berlaku sekarang di sekolah kita. gedung sekolah. Kekurangan-kekurangan apakah yang menurut saudara memerlukan perbaikan?. f. tentu akan saudara lihat banyak kekurangan ditinjau dan sudut asas-asas kurikulum modern. KURIKUI. Apakah ujian merupakan penghalang utama dalam pembaruan pendidikan? . kurikulum kita banyak mengandung unsur-unsur yang tradisional yang tidak sesuai lagi dengan asas-asas kurikulum modern.negara. maka di bawah ini kami membandingkannya dalam bentuk bagan.UM YANG KOLOT DAN MODERN Pembinaan kurikulum ialah usaha yang dinamis yang tak boleh berhenti jikalau kita ingin mengikuti perkembangan zaman. c. Oleh sebab zaman cepat berubah. Apakah modernisasi kurikulum sebaiknya dilakukan serempak di seluruh negara atau dimulai pada sekolah-sekolah tertentu sebagai percobaan dengan pimpinan ahli-ahli didik? 4. maka setiap kurikulum mengalami bahaya untuk menjadi kolo Juga t. b. nasib guru. Untuk menegaskan dalam bidang-bidang mana antara lain dapat diadakan perubahan. peranan orang tua. Tabel PERTANYAAN DAN TUGAS 1. metode mengajar. 2. hubungan gum dengan murid 3. Perbaikan-perbaikan apakah saudara anjurkan mengenai: a. e. Perbedaan individual ialah suatu prinsip yang masih belum dilaksanakan dengan serius dalam kurikulum kita.

5. Nilai-nilai pendidikan apakah yang terkandung bagi murid-murid dalam menyelenggarakan sandiwara sekolah? 7. Tinjau perbandingan antara sekolah "kolot" dengan yang "modern" dan berikan pendapat saudara mengenai tiap hal. Apakah ada kemungkinan dalam vak saudara untuk turut mengajak anak merundingkan bahan yang akan dipelajari? 6. .

Beswick. The Sociology of the School Curriculum. Caswell. Heinemann Educational Book Ltd. dan Elsie J. Resource-based Learning. Hanna. Inc. The University of Chicago Press.1947. Inc. James B. Bruner.... Harvard University Press. London. World Book Company. Eisner. Linley. New York. 1977. Appelton-Century Company. The Conditions of Learning. John. Allyn and Bacon. Open Books. and James M. Hamilton. David. and Elizabeth Vallance. 1963. Student Teaching in the Elementary School. Readings in Curriculum. Doll. Chicago. Harding and Leland Jacobs. Curriculum Evaluation. Glen. Kimball Wiles and Joseph Bondi. Cagne. Jerome The Process of Education. Ronald C. 1960. London. Conflicting Conceptions of Curriculum. 1970. Elliot W. New York. Alberty... New York. Issues in Curriculum Development. Burr. and Leslie J. Boston. New York.. Principles of Instructional Design. New York. 1965. Briggs. Phoenix Books. . and A. Gladys L. The Child and the Curriculum and The School and Society. Minor. Harold B. 1974. 1977. Education in the Elementary School. Appleton-Century-Crofts. Wellesley Foshay. Allyn and Bacon Inc. 1950.. New York. Alcorn. Inc. 1959. Potter and Neva Hagaman. Unit Teaching in the Elementary School. Reorganizing the High. The Macmillan Co. Boston. Robert M. Curriculum Improvement. Eggleston. McCutchen Publishing Corporation. Dewey. Holt. New York. Routledge and Kegan Paul. American Book Company.. Hollis L. Rinehart and Winston. Curriculum Principles and Social Trends.. 1976. The Macmillan Company.School Curriculum. Holt. Gwynn. Marvin D.DAFTAR BUKU Alberty. Norman. London. 1950. Rinehart and Winston. 1960. J. Hass. 1970. John. Lowry W.. The University of Chicago Press... 1974. Lavone A. 1974 .

The Purposes of Education in American Democracy. Appelton-Century-Crofts.. New York. Gertrude. 1947. Theories of Learning. Nasroen M.A. Morrish. New York. Inc. Changing the Curriculum: a Sosial Process. Rinehart and Company.Hilderth. London. Leonard. Lewy. Krug. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Michaelis. 1977. Appleton-Century Company. Jakarta 1954.C. National Education Association. New York.. New York.G School and Community. Kurikulum Sekolah Menengah Atas (SMA) 1975. Ernest R. Ivor. New York. Inc. 1977. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. London. John U. . The Roland press Company. AppletonCentury Company. 1960. Open Books. 1972. D. E. MacDonald.. Howard Nichols. Longman. Miel. N. Inc.. Kementerian Pendidikan Pengajaran dan Kebudayaan. Jakarta 1945. Penerbit Endang. . George Allen and Unwin Ltd. Edward A. a Practical Guide. 1946. Paul. D. London. 1957. Arieh (ed). 1954. Kelly.. George Allen and Unwin Ltd. NV Harian Masa. Developing the Secondary School Curriculum. 1956... Albert V. Social Studies for Children in a Democracy.. J.. Changing the Curriculum. The Curriculum. Curriculum Planning. 1948. Harper and Row. D. Aspects of Curriculum Change. Developing a Curriculum. Washington. Barry and Rob Walker. Child Growth Through Education. Audrey and S. Pancasila Pusaka Lama. Jakarta.. Harper and Brothers. 1976. Dasar Pendidikan dan Pengajaran..E. Olson. 1938. Alice. 1975. Prentice Hall. Hilgard. Unesco. Harper and Row Ltd. Educational Policies Commission. The Secondary School Curriculum. New York. 1976. Handbook of Curriculum Evaluation. Nicholls. New York. PN Balai Pustaka. New York. 1953.. New York.

Principles of Elementary Education. Inc. Piaget. Crofts. 1955. Henry J. Rinehart and Company. Progressive Education Association. Middlesex. Science in General Education.. Appelton-Century. B. Modern Elementary Curriculum. Psychology and Epistemology. Penguin University Books. Towards a Theory of Knowledge. New York. Ragan William. Jean. 1938. New York. Commission on Secondary School Curriculum. 1970. The Dryden .Otto...

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->