KATA PENGANTAR Kurikulum merupakan alat yang sangat penting bagi keberhasilan suatu pendidikan.

Tanpa kurikulum yang sesuai dan tepat akan sulit untuk mencapai tujuan dan sasaran pendidikan yang diinginkan. Dalam sejarah pendidikan di Indonesia sudah beberapa kali diadakan perubahan dan perbaikan kurikulum yang tujuannya sudah tentu untuk menyesuaikannya dengan perkembangan dan kemajuan zaman, guna mencapai hasil yang maksimal. Mengembangkan kurikulum bukanlah pekerjaan yang mudah dan sederhana karena banyak sekali pertanyaan yang dapat dikemukakan untuk dipertimbangkan. Misalnya: Apakah yang ingin dicapai? Manusia yang bagaimana yang diharapkan akan dibentuk? Apakah yang diutamakan kebutuhan sekarang atau masa mendatang? Apakah hakikat anak harus dipertimbangkan atau diperlukan sebagai orang dewasa? Dan segudang pertanyaan lagi yang kesemuanya menyangkut asas-asas yang mendasari setiap kurikulum, yaitu asas filosotis, asas psikologis, asas sosiologis dan asas organisatoris. Dengan kurikulum yang sesuai dan tepat, maka dapat diharapkan sasaran dan tujuan pendidikan akan dapat tercapai secara maksimal. Buku ini penting bagi para mahasiswa, para guru dan siapa saja yang berminat dan berkecimpung di bidang pendidikan.

DAFTAR ISI

Kata Pengantar Bab 1 : Pengertian Dan Asas-Asas Kurikulum Bab 2 : Asas-Asas Fisiologi Bab 3 : Asas Psikologis Anak Bab 4 : Asas Psikologis Anak Bab 5 : Proses Perubahan Dan Perbaikan Kurikulum Bab 6 : Kurikulum Dan Masyarakat Bab 7 : Organisasi Kurikulum Bab 8 : Menentukan Scope Dan Sequence Dalam Pembinaan Kurikulum Bab 9 : Mengubah Kurikulum Bab 10 : Penutup Daftar Buku

BAB 1 PENGERTIAN DAN ASAS-ASAS
KURIKULUM Masa depan bangsa terletak dalam tangan generasi muda. Mutu bangsa di kemudian hari bergantung pada pendidikan yang dikecap oleh anak-anak sekarang, terutama melalui pendidikan formal yang diterima di sekolah. Apa yang akan dicapai di sekolah, ditentukan oleh kurikulum sekolah itu. Jadi barang siapa yang menguasai kurikulum memegang nasib bangsa dan negara. Maka dapat dipahami bahwa kurikulum sebagai alat yang begitu vital bagi perkembangan bangsa dipegang oleh pemerintah suatu negara. Dapat pula dipahami betapa pentingnya usaha mengembangkan kurikulum itu. Oleh sebab setiap guru merupakan kunci utama dalam pelaksanaan kurikulum, maka ia harus pula memahami seluk-beluk kurikulum. Hingga batas tertentu, dalam skala mikro, guru juga seorang pengembang kurikulum bagi kelasnya. APA YANG DIMAKSUD DENGAN KURIKULUM Perkataan kurikulum dikenal sebagai suatu istilah dalam dunia pendidikan sejak kurang lebih satu abad yang lampau. Perkataan ini belum terdapat dalam kamus Webster tahun 1812 dan baru timbul untuk pertama kalinya dalam kamus tahun 1856. Artinya pada waktu itu ialah: "1. a race course; a place for running; a chariot. 2. a course in general; applied particulary to the course of study in a university". Jadi dengan "kurikulum" dimaksud suatu jarak yang harus ditempuh oleh pelari atau kereta dalam perlombaan, dari awal sampai akhir. "Kurikulum" juga berarti "chariot," semacam kereta pacu pada zaman dulu, yakni suatu alat yang membawa seorang dari "start" sampai "finish". Di samping penggunaan "kurikulum" semula dalam bidang olah raga, kemudian dipakai dalam bidang pendidikan, yakni sejumlah mata kuliah di perguruan tinggi.

Dalam kasus Webster tahun 1955 "kurikulum diberi arti "'a. A course esp. a specified fixed course of study, as in a school or college, as one leading to a degree. b. The whole body of courses offered in an educational institution, or departme.nt thereof, -. the usual sense." Di sini "kurikulum" khusus digunakan dalam pendidikan dan pengajaran, yakni sejumlah mata pelajaran di sekolah atau mata kuliah di perguruan tinggi, yang harus ditempuh untuk mencapai suatu ijazah atau tingkat. "Kurikulum" juga berarti keseluruhan pelajaran yang disajikan oleh suatu lembaga pendidikan. Di Indonesia istilah "kurikulum" boleh dikatakan baru menjadi populer sejak tahun lima puluhan, yang dipopulerkan oleh mereka yang ,memperoleh pendidikan di Amerika Serikat. Kini istilah itu telah dikenal orang di luar pendidikan. Sebelumnya yang lazim digunakan ialah "rencana pelajaran". Pada hakikatnya kurikulum sama artinya dengan rencana pelajaran. Hilda Taba dalam bukunya Curriculum Development, Theory and Practice mengartikan sebagai "a plan for learning", yakni sesuatu yang direncanakan untuk pelajaran anak. Dalam buku ini kami gunakan istilah "kurikulum," karena pengertian kurikulum banyak mengalami perkembangan, berkat pemikiran yang banyak oleh tokoh-tokoh pendidikan mengenai kurikulum, sehingga dapat meliputi hal-hal yang tidak direncanakan, namun turut mengubah kelakuan anak didik. Kurikulum juga bukan lagi sekedar sejumlah mata pelajaran , akan tetapi mendapat liputan yang jauh lebih luas. Maka karena itu istilah "rencana pelajaran" rasanya terlampau sempit dan terikat oleh pengertian tradisional, yang sangat terbatas pada bahan pelajaran dalam buku pelajaran. Dalam teori, tetapi juga dalam praktik, pengertian kurikulum yang lama sudah banyak ditinggalkan. Para ahli pendidikan kebanyakan memberi arti dan isi yang lebih luas daripada semula. Selain itu pengertiannya pun senantiasa dapat berkembang dan mengalami perubahan. Perubahan itu antara lain terjadi karena orang tak kunjung puas dengan hasil pendidikan sekolah dan selalu ingin memperbaikinya. Memang tak mungkin disusun suatu kurikulum yang baik serta mantap sepanjang zaman. Suatu kurikulum hanya mungkin baik untuk suatu masyarakat tertentu pada masa tertentu. Perkembangan ilmu pengetahuan dan

teknologi yang mengubah masyarakat dan dengan sendirinya kurikulum pun tak dapat tiada harus disesuaikan dengan tuntutan zaman. Di samping itu banyak timbul pendapat-pendapat baru tentang hakikat dan perkembangan anak, caranya belajar, tentang masyarakat dan ilmu pengetahuan, dan lain-lain, yang memaksa diadakannya perubahan dalam kurikulum. Pengembangan kurikulum adalah proses yang tak henti-hentinya, yang harus dilakukan secara kontinu. Jika tidak, maka kurikulum menjadi usang atau ketinggalan zaman. Makin cepat perubahan dalam masyarakat, makin sering diperlukan penyesuaian kurikulum. Namun, mengubah kurikulum bukanlah pekerjaan yang mudah. Praktek pendidikan di sekolah senantiasa jauh ketinggalan bila dibandingkan dengan teori kurikulum. Bukan sesuatu yang aneh, bila suatu teori kurikulum baru menjadi kenyataan setelah 50 sampai 75 tahun kemudian. Kelambanan ini terjadi antara lain karena guru-guru banyak yang lebih ingin berpegang pada yang telah ada, merasa lebih aman dengan praktik-praktik rutin dan tradisional daripada mencobakan hal-hal baru, yang memerlukan pemikiran dan usaha yang lebih banyak dan ada kalanya menuntut perubahan pada diri guru itu sendiri. Itu sebabnya maka kurikulum masih banyak diartikan sebagai sejumlah mata pelajaran yang harus disampaikan kepada anak. BEBERAPA DEFINISI KURIKULUM Seperti telah dikemukakan di atas, perubahan zaman menuntut kurikulum baru dan sering juga pengertian baru mengenai makna kurikulum itu sendiri. Perubahan zaman memberi tugas-tugas baru kepada sekolah, di antaranya tugastugas yang sediakala dipikul oleh lembaga-lembaga lain seperti rumah tangga, pemerintah, petugas agama, dan lain-lain. Misalnya, anak-anak gadis biasanya belajar memasak, menjahit, mengurus rumah, dan pekerjaan lain dari ibunya. Dunia modern sering mengharuskan ibu-ibu bekerja, dan tidak sempat lagi mendidik anaknya dalam keterampilan rumah tangga. Maka tugas ibu itu dipercayakan kepada sekolah dengan memberi pelajaran PKK. Ada pula ibu-ibu yang tak puas dan merasa bosan hanya terikat oleh rutin rumah tangga dan ingin

dalam Reorganizing the High-School Curriculum (1965) memandang kurikulum sebagai "all of the activities that are provided for students by the school". Definisi melihat manfaat kegiatan dan pengalaman siswa di luar mata pelajaran tradisional. kepramukaan. pendidikan seks. keterampilan vokasional. pencegahan minum alkohol atau ganja. akan tetapi juga meliputi kegiatan-kegiatan lain. di halaman sekolah atau di luar sekolah termasuk kurikulum. di dalam dan luar kelas. Alexander dalam buku Curriculum Planning for Better Teaching and Learning (1956) menjelaskan arti kurikulum sebagai berikut. Di bawah ini kami berikan sejumlah definisi kurikulum menurut beberapa ahli kurikulum. " The Curriculum is the sum total of school's efforts to influence learning. or out of school. pendidikan. sehingga semakin sukar memastikan apakah sebenarnya kurikulum itu. Dengan demikian kurikulum sekolah tidak hanya meliputi mata pelajaran tradisional. apakah dalam ruangan kelas." Jadi segala usaha sekolah untuk mempengaruhi anak belajar. Pengertian yang dianut oleh seseorang akan mempengaruhi kegiatan belajar-mengajar dalam kelas maupun di luar kelas. Dengan bertambahnya tanggung jawab sekolah timbulah berbagai macam definisi kurikulum.menentukan karirnya sendiri. dan hal-hal lain lambat laun digeser tanggung-jawab pendidikannya kepada sekolah. agama. on the playground. Albertycs. setiap guru harus menentukan sendiri apakah kurikulum itu bagi dirinya. Akhirnya setiap pendidik. Harold B. 2. kurikulum tidak terbatas pada mata pelajaran. Galen Saylor dan William M. . J. melainkan berbagai kegiatan lain yang bersifat edukatif. Kurikulum meliputi juga apa yang disebut kegiatan ekstra-kurikuler. Demikian pula soal kesehatan jasmani anak. Seperti halnya dengan definisi Saylor dan Alexander. 1. whether in the clasroom. di dalam maupun di luar sekolah. keamanan lalu lintas. yang berada di bawah tanggung jawab sekolah.

O." Ragan mengunakan kurikulum dalam arti yang luas. 4.. William B.3. Harlan Shores memandang kurikulum sebagai "a sequence of potential experiences set up in the school for the purpose of disciplining children and youth in group ways of thinking and acting". Stanley. Menurut mereka dalam kurikulum juga termasuk metode mengajar dan belajar. jumlah ruangan serta kemungkinan memilih mata pelajaran. yang meliputi seluruh program dan kehidupan dalam sekolah. Ragan. yakni segala pengalaman anak di bawah tanggung-jawab sekolah. most whole some influences that exist in the culture. dan J. to include all the experiences of children for which the school accepts responsibility. 5. cara mengevaluasi murid dan seluruh program. Miller dalam buku Secondary School lmprovemant (1973) juga menganut definisi kurikulum yang luas. perubahan tenaga mengajar. agar mereka dapat berpikir dan berbuat sesuai dengan masyarakatnya. Othanel Smith. J. W. manusia dan fasilitas sangat erat hubungannya. Lloyd Trump dan Delmas F. cara mengevaluasi termasuk kurikulum. bimbingan dan penyuluhan. supervisi dan administrasi dan hal-hal struktural mengenai waktu. . It denotes the results of efferorts on the part of the adults of the community. metode mengajar. and the nation to bring to the children the finest. program. Ketiga aspek pokok. The term is used . sehingga tak mungkin diadakan perbaikan kalau tidak diperhatikan ketigatiganya. Mereka melihat kurikulum sebagai sejumlah pengalaman yang secara potensial dapat diberikan kepada anak dan pemuda. Kurikulum tidak hanya meliputi bahan pelajaran tetapi meliputi seluruh kehidupan dalam kelas. dalam buku Modern Elementary Curriculum (1966) menjelaskan arti kurikulum sebagai berikut: "The tendency in recent decades has ben to use the term in a broader sense to refer to the whole life and program of the school.. Jadi hubungan sosial antara guru dan murid. B.

Langeveld seorang ahli pendidikan Belanda dalam bukunya Leerboek der Pedagogische Psychologie membedakan apa yang disebutnya opvoedingsmiddelen dan opvoedingsfaktoren Istilah pertama berarti alat-alat pendidikan. kebiasaan-kebiasaan. cita-cita serta norma-norma. Maka Hilda Taba memilih posisi yang tidak terlampau luas dan tidak pula terlampau sempit. karena definisi yang sempit tidak lagi diterima oleh sekolah modern. keinginan. kecakapan. sikap. Jadi kurikulum meliputi segala pengalaman dan pengaruh yang bercorak pendidikan yang diperoleh anak di sekolah. melarang atau menghukum. jadi tidak merupakan tindakan yang disengaja. Jika kurikulum dirumuskan sebagai "segala usaha yang dilakukan oleh sekolah untuk memperoleh hasil yang diharapkan dalam situasi di dalam maupun di luar sekolah" atau sebagai" sejumlah pengalaman yang potensial dapat diberikan oleh sekolah dengan tujuan agar anak dan pemuda dibiasakan berpikir dan berbuat menurut kelompok atau masyarakat tempat ia hidup". Tak semua ahli kurikulum menganut pendirian yang begitu luas. apresiasi. meliputi keadaan lingkungan pendidikan seperti kebersihan ruangan. Alice Miel juga menganut pendirian yang luas mengenai kurikulum. Istilah kedua berarti faktorfaktor pendidikan. maka definisi yang luas itu membuatnya tidak fungsional. menganjurkan. memuji. Dalam bukunya Changing the Curriculum : a Social Process (1946) is mengemukakan bahwa kurikulum juga meliputi keadaan gedung. keramahan pendidik. masyarakat. seperti menjelaskan. kepala sekolah serta seluruh pegawai sekolah.6. melainkan juga pribadi guru. yakni anak didik. Definisi Miel tentang kurikulum sangat luas yang mencakup yang meliputi bukan hanya pengetahuan. yaitu segala sesuatu yang dengan sengaja dilakukan oleh sipendidik terhadap anak-didik guna mempengaruhi kelakuannya. Hilda Taba berpendapat bahwa definisi yang terlampau luas mengaburkan pengertian kurikulum sehingga menghalangi pemikiran dan pengolahan yang tajam tentang kurikulum. keyakinan. suasana sekolah. pengetahuan dan sikap orang-orang melayani dan dilayani sekolah. para pendidik dan personalia (termasuk penjaga sekolah. Kita lihat bahwa Alice Miel mencakup kedua hal itu dalam pengertian kurikulumnya yakni alat pendidikan dan faktor pendidikan. . pegawai administrasi dan orang lainnya yang ada hubungannya dengan murid-murid ).

kegiatan-kegiatan tertentu di luar pengajaran itu. . Kurikulum dilihatnya sebagai cara -cara dan usaha untuk mencapai tujuan persekolahan. dan perkemahan sekolah. maka terdapatlah kesenjangan antara idea dan real curriculum. bagaimanapun polanya. pengalaman kerja yang bertalian dengan pelajaran. Edward A. dan lain-lain. Kurikulum adalah sesuatu yang direncanakan sebagai pegangan guna mencapai tujuan pendidikan. kegiatan pengabdian masyarakat. 7. suatu cita-cita tentang manusia atau warga negara yang akan dibentuk. Definisinya ialah "A Curriculum Consists of the means used to achieve or carry out given purposes of schooling". yakni pernyataan tentang tujuan dan sasaran. bahwa pada hakikatnya tiap kurikulum merupakan suatu cara untuk mempersiapkan anak agar berparsitipasi sebagai anggota yang produktif dalam masyrakatnya. organized classroom instruction. lembaga agama. Krug dalam The Secondary School Curriculum (1960) menunjukkan pendirian yang terbatas tapi realistis tentang kurikulum. Perbedaan kurikulum terletak pada penekanan pada unsur-unsur tertentu. Karena tak segala sesuatu yang direncanakan dapat direalisasikan.Hilda Taba mengemukakan. seperti bimbingan dan penyuluhan. Memborong segala tanggung jawab atas pendidikan anak akan merupakan beban yang terlampau berat. sehingga tidak mungkin dilakukan dengan baik. selalu mempunyai komponen-komponen tertentu. masyarakat. Apa yang direncanakan biasanya bersifat idea. Ia dengan sengaja menggunakan istilah "schooling" untuk menjelaskan apa sebenarnya tugas sekolah. seleksi dan organisasi bahan dan isi pelajaran. Kurikulum ini lazim mengandung harapan-harapan yang sering berbunyi muluk-muluk. dan akhirnya evaluasi hasil belajar. Ia membedakan tugas sekolah mengenai perkembangan anak dan tanggung jawab lembaga pendidikan lainnya seperti rumah tangga. Apa yang dapat diwujudkan dalam kenyataan disebut kurikulum yang real. Akan tetapi kegiatan-kegiatan akhir masih bersifat kontroversial. Maka karena itu Krug membatasi kurikulum pada : 1. yaitu pengajaran di dalam kelas. bentuk dan kegiatan belajar dan mengajar. 2. Tiap kurikulum.

yakni sebagai hasil karya para pengembang kurikulum. bahkan sering yang bertentangan. Kurikulum dapat dilihat sabagai produk. 4. jadi dapat disebut potential curriculum. pramuka. Ketidakpuasan dengan kurikulum yang berlaku adalah sesuatu yang biasa dan memberi dorongan mencari kurikulum baru. Mengenai masalah kurikulum senantiasa terdapat pendirian yang berbedabeda. Ini dapat berupa mengajarkan berbagai mata pelajaran tetapi dapat juga meliputi segala kegiatan yang dianggap dapat mempengaruhi perkembangan siswa misalnya perkumpulan sekolah. Ketiga pandangan diatas berkenaan dengan perencanaan kurikulum sedangkan pandangan ini mengenai apa yang secara aktual menjadi kenyataan pada tiap siswa. pertandingan. Berbagai tafsiran tentang kurikulum dapat kita tinjau dari segi lain. yakni pengetahuan. biasanya dalam suatu panitia. Kurikulum sebagi pengalaman siswa. 2. misalnya bahan yang benar-benar diperolehnya. sikap. yang misalnya berisi sejumlah mata pelajaran yang harus diajarkan. sehingga kita peroleh penggolongan sebagai sebagai berikut : 1. disebut actual curriculum. 3. Kurikulum dapat pula dipandang sebagai hal-hal yang diharapkan akan dipelajari siswa. Akan tetapi mengajukan kurikulum yang ekstrim sering dilakukan dengan mendiskreditkan kurikulum yang lama. keterampilan tertentu. Kurikulum dapat pula dipandang sebagai program.Smith dan kawan-kawan memandang kurikulum sebagai rangkaian pengalaman yang secara potensial dapat diberikan kepada anak. Ada kemungkinan. Namun apa yang benar-benar dapat diwujudkan pada anak secara individual. bahwa apa yang diwujudkan pada diri anak berbeda dengan apa yang diharapkan menurut rencana. Apa yang diharapkan akan dipelajari tidak selalu sama dengan apa yang benar-benar dipelajari. warung sekolah dan lain-lain. yakni alat yang dilakukan oleh sekolah untuk mencapai tujuannya. pada hal kurikulum itu pun mengandung . Hasilnya dituangkan dalam bentuk buku atau pedoman kurikulum.

mengajarkan kejujuran atau memberi pendidikan umum? Apakah pelajaran akan didasarkan . Juga ada kemungkinan untuk mengawinkan yang baru dengan yang lama. manusia yang bagaimana yang diharapkan akan dibentuk? Apakah akan diutamakan kebutuhan anak pada saat sekarang atau masa mendatang? Apakah hakikat anak harus dipertimbangkan. sedangkan kurikulum pasti tidak akan sempurna dan akan tampil kekurangannya setelah berjalan dalam beberapa waktu.kebaikan. karena justru dapat memberi dorongan untuk mengadakan inovasi mencari bentuk bentuk kurikulum baru. Ia tidak mudah melepaskan yang lama yang sudah terbukti kebaikannya. jadi menonjolkannya dalam bentuk yang ekstrim. Bila dalam buku ini kami uraikan kurikulum dalam bentuk murninya menurut teori yang mendasarinya. Maka karena itu jarang akan terdapat bahwa suatu teori tentang kurikulam dilaksanakan secara murni. Selain itu berbagai jenis kurikulum dapat hidup bersama tanpa menimbulkan konflik. Pandangan yang berbeda-beda itu memberi dinamika dalam pemikiran tentang kurikulum secara kontinu tanpa henti-hentinya. sebelum ia yakin bahwa yang baru itu ternyata lebih baik lagi. Adanya berbagai tafsiran tentang kurikulum tak perlu merisaukan. Dalam praktiknya biasanya tidak dapat pertentangan yang begitu tajam seperti yang digambarkan dalam teorinya. Misalnya : Apakah yang ingin dicapai. Pada umumnya guru itu konservatif dan cenderung berpegang pada cara-cara yang lama yang telah dikuasainya dan menurut pengalamannya memberi hasil yang baik. ASAS-ASAS KURIKULUM Mengembangkan kurikulum bukan sesuatu yang mudah dan sederhana karena banyak hal yang harus dipertimbangkan dan banyak pertanyaan yang dapat diajukan untuk diperhitungkan. ataukah ia diperlakukan sebagai orang dewasa? Apakah kebutuhan anak itu? Apakah harus dipentingkan anak sebagai individu atau sebagai anggota kelompok? Apakah yang harus dipentingkan. perlu kita ketahui bahwa dalam praktik pendidikan sering terjadi campuran atau adanya berbagai bentuk kurikulum yang hidup bersama secara damai.

Asas organisatoris yang mempertimbangkan bentuk dan organisasi bahan pelajaran yang disajikan. tapi juga guru. Asas Filosofis Sekolah bertujuan mendidik anak agar menjadi manusia yang "baik". 4. atau diberi kelonggaran untuk menyesuaikannya dengan keadaan daerah? Apakah hasil belajar anak akan diuji secara uniform ataukah diserahkan pada penilaian guru yang dapat mempelajari anak itu dalam segala aspek selama waktu yang panjang ? Semua pertanyaan itu menyangkut asas-asas yang mendasari setiap kurikulum. psikologi belajar. 1. dan lain-lain. hasil kerja manusia herupa pengetahuan. Asas psikologis yang memperhitungkan faktor anak dalam kurikulum yakni a. orang tua. psikologi anak. 2.atas disiplin ilmu ataukah dipusatkan pada masalah sosial dan pribadi? Apakah semua anak harus mengikuti pelajaran yang sama taukah is diizinkan memilih pelajaran sesuai dengan minatnya? Apakah seluruh kurikulum sama bagi semua sekolah secara uniform. Asas filosofis yang berkenaan dengan tujuan pendidikan yang sesuai dengan filsafat negara. masyarakat bahkan dunia. 3. perkembangan dan perubahannya. dirasa perlu memberikannya lebih dahulu secara singkat. bagaimana proses belajar anak. Pendidikan di negara otokratis akan berbeda dengan negara yang demokratis. kebudayaan manusia. b. Walaupun dalam buku ini keempat asas itu akan dipaparkan lebih lanjut. Asas sosiologis. yaitu keadaan masyarakat. jadi juga bahan pelajaran yang disajikan. yakni : 1. mungkin juga cara mengajar dan menilainya. Apakah yang dimaksud dengan "balk" pada hakikatnya ditentukan oleh nilai nilai. perkembangan anak. cita-cita atau filsafat yang dianut negara. Perbedaan filsafat dengan sendirinya akan menimbulkan perbedaan dalam tujuan pendidikan. pendidikan di negara yang menganut agama Budha akan berlainan denagan pendidikan di negara yang memeluk agama Islam .

untuk selalu menjadikan anak sebagai salah satu pokok pemikiran. Kurikulum ini dapat dipandang sebagai reaksi terhadap kurikulum yang ditentukan oleh orang dewasa tanpa menghiraukan kebutuhan dan minat anak. Selama berabad-abad anak tidak dipandang sebagai manusia yang lain daripada orang dewasa dan karena itu mempunyai kebutuhan sendiri sesuai dengan perkembangannya. dan sejak permulaan abad ke-20 anak kian mendapat perhatian menjadi salah satu asas dalam pengembangan kurikulum. . dapat mengubah sikapnya. dapat dipengaruhi kelakuannya. Tentu saja kurikulum yang begitu ekstrim mengutamakan salah satu dasar akan mempunyai kekurangan-kekurangan. dalam keadaan yang bagaimana belajar itu memberi hasil yang sebaik-baiknya. dapat menguasai sejumlah keterampilan. b. yaitu "Child centered curriculum". bahkan kurikulum yang semata-mata didasarkan atas minat dan perkembangan anak. Kurikulum tak dapat tiada mempunyai hubungan yang erat dengan filsafat bangsa dan negara terutama dalam menentukan manusia yang dicitacitakan sebagai tujuan yang harus dicapai melalui pendidikan formal. dapat menerima norma-norma. Soal yang penting ialah : bagaimanakah anak itu belajar? Kalau kita tahu betul. dan dilakukan penelitian ilmiah untuk lebih mengenalnya. untuk kepentingan anak. khususnya para pengembang kurikulum. Timbullah aliran yang disebut progresif. Psikologi belajar Pendidikan di sekolah diberikan dengan kepercayaan dan keyakinan bahwa anak-anak dapat dididik. bagaimana proses belajar itu berlangsung. yakni menciptakan situasi-situasi di mana anak dapat belajar untuk mengembangkan bakatnya. Baru setelah Rousseau anak itu dikenal sebagai anak. Namun gerakan ini tak dapat tiada menarik perhatian para pendidik. Psikologi anak Sekolah didirikan untuk anak. Asas Psikologis a. dapat menguasai sejumlah pengetahuan. Anak-anak dapat belajar.atau Kristen. 2. maka kurikulum dapat direncanakan dan dilaksanakan dengan cara yang seefektif-efektifnya.

Penelitian dilakukan untuk lebih mendalam memahami proses belajar ini. Tuntutan masyarakat tak dapat diabaikannya. Ia banyak menerima jasa dari masyarakat dan ia sebaliknya harus menyumbangkan baktinya bagi kemajuan masyarakat.Oleh sebab belajar itu ternyata suatu proses yang pelik dan kompleks. dari yang sederhana sampai yang paling pelik. banyak di antaranya dengan melakukan eksperimen. 3. adat kebiasaan yang tak dapat tiada harus dikenal dan diwujudkan anak dalam pribadinya lalu dinyatakannya dalam kelakuannya. Pada umumnya dapat dikatakan. Perbedaan ini harus di pertimbangkan dalam kurikulum. maka masyarakat dijadikan salah satu asas. Tiap masyarakat mempunyai norma-norma. Asas Sosiologis Anak tidak hidup sendiri terisolasi dari manusia lainnya. maupun sebagai orang dewasa kelak. Dengan demikian ada hubungan yang erat antara kurikulum dan psikologi belajar dan psikologi anak. Oleh sebab masyarakat suatu faktor yang begitu penting dalam pengembangan kurikulum. Dalam hal ini pun harus kita jaga. Di situ ia harus memenuhi tugas-tugas yang harus dilakukannya dengan penuh tanggung-jawab. Teori belajar dijadikan dasar bagi proses belajar-mengajar. baik sebagai anak. maka timbullah berbagai teori belajar yang menunjukkan ketidaksesuaian satu sama lain. Juga perubahan masyarakat akibat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan faktor pertimbangan dalam kurikulum. Tiap masyarakat berlainan corak nilai-nilai yang dianutnya. agar asas ini jangan terlampau mendominasi sehingga . Tiap anak akan berbeda latar belakang kebudayaannya. bahwa tiap teori itu mengandung kebenaran. jadi yang mencakup segala gejala belajar. ia selalu hidup dalam suatu masyarakat. akan tetapi tidak memberikan gambaran tentang keseluruhan proses belajar itu. Karena hubungan yang sangat erat itu maka psikologi menjadi salah satu dasar kurikulum.

KURIKULUM TRDISIONAL ATAU PROGRESIF . atau yang berpusat pada mata pelajaran. Sering dikatakan bahwa "curriculum is a matter of choice". Sebaliknya ilmu jiwa Gestalt lebih mengutamakan keseluruhan. misalnya dalam bentuk broad-field atau bidang studi seperti IPA. 4. bahkan yang satu dapat membantu atau melengkapi yang satu lagi. Asas Organisatoris Asas ini herkenaan dengan masalah. jadi selalu hasil semacam kompromi antara anggota panitia kurikulum. Setiap organisasi kurikulum mempunyai kebaikan akan tetapi tidak lepas dari kektirangan ditinjau dari segi-segi tertentu.timbul kurikulum yang berpusat pada masyarakat atau "society-centered curriculum". ataukah diusahakan adanya hubungan antara pelajaran yang diberikan. bermacam-macam organisasi kurikulum dapat dijalankan secara bersama di satu sekolah. Kembali perlu di ingatkan. Kurikulum yang bagaimana yang harus dipilih? Pertanyaan itu diajukan karena macamnya kemungkinan. IPS. Aliran psikologi ini lebih cenderung memilih kurikulum terpadu atau integrated kurikulum. Dalam mengembangkan kurikulum harus diadakan pilihan. yakni yang tradisional dan yang progresif. yang dengan sendirinya akan terpisah-pisah. dalam bentuk yang bagaimana bahan pelajaran akan disajikan? Apakah dalam bentuk mata pelajaran yang terpisah pisah. jadi dalam bentuk kurikulum yang terpadu. dan lain-lain. Ataukah diusahakan hubungan secara lebih mendalam dengan menghapuskan segala batas-batas mata pelajaran. Dalam hal ini pilihan banyak bergantung pada pendirian atau sikap seseorang tentang pendidikan. Pada umumnya dapat dibedakan dua pendirian utama. karena keseluruhan itu bermakna dan lebih relevan dengan kebutuhan anak dan masyarakat. bahwa tidak ada kurikulum yang baik dan tidak baik. Ilmu jiwa asosiasi yang berpendirian bahwa keseluruhan sama dengan jumlah bagianbagiannya cenderung memilih kurikulum yang subjectcentered. Selain itu. kurikulurri adalah soal pilihan. Bahasa.

dan terutama menonjolkan hafalan. Sebaliknya kurikulum modern .progresif juga tidak dengan sendirinya baik dan luput dari. tidak mengizinkan perbedaan pendapat. benda. sanggup berpikir sendiri. menentukan lebih dahulu mana yang benar yang dicoba anak mencari atau menerkanya bila menghadapi ujian bercorak objektif. Sekolah progresif misalnya mementingkan kemampuan memecahkan masalah dan menggunakan pengetahuan secara fungsional untuk memecahkan masalah itu. bahwa orang mengharapkan hasil-hasil tradisional dari sekolah yang progresif. Namun orang tua masih mengharapkan agar murid murid hafal akan nama-nama geografis. Namun dalam masa perubahan yang serba dinamis ini. Kesulitan yang dihadapi kurikulum progresif ialah. Kita inginkan agar anak-anak kreatif. yang biasanya diberikan secara terpisah-pisah. apakah itu nilai-nilai. Kurikulum tradisional ini telah bertahan selama beberapa abad dan diduga akan bertahan terus sepanjang masa. walaupun kesimpulannya lain dari yang lain. berbagai kekurangan. selalu yang baik. Bahan mata pelajaran diambil dari berbagai disiplin ilmu yang dibina dan senantiasa dikembangkan para ilmuwan dan karena itu mendapat penghargaan tinggi dari masyarakat. tahun-tahun dan tokoh-tokoh sejarah. barang seni. namun kita mengadakan ujian nasional yang uniform yang tidak menghiraukan perbedaan individual. antara lain dari pihak guru yang terkenal karena sikap konservatifnya. dan lain-lain. dan sebagainya. terampil dalam hitungan di luar kepala. kita ingin agar anak sanggup mengadakan penelitian dan penemun. Di bawah ini kami cantumkan beberapa perbedaan antara pendirian tradisional dan progresif. menutup mata bagi perubahan akan merugikan diri sendiri. Penganut kurikulum tradisional berpegang pada kurikulum yang didasarkan atas subjek atau mata pelajaran. oleh sebab apa yang diawetkan. Menjalankan kurikulum progresif akan banyak mendapat tentangan.Kurikulum tradisional yang ingin mengawetkan yang lama tidak dengan sendirinya buruk dan merugikan. Dianggap . juga orangitua yang telah mengecap pendidikan tradisional dan merasakan manfaatnya. Sekolah progresif harus dinilai berdasarkan prinsip-prinsip sekolah itu. Tidak diharapkan siswa mempunyai pengetahuan yang uniform.

Kurikulum progresif memperhatikan bahkan membantu perkembangan keunikan individu. sesuai dengan minat dan kesanggupannya dalam suasana yang mengizinkan kebebasan. Apa yang dipelajari dalam kurikulum tradisional dianggap akan berguna kelak di kemudian hari anak.bahwa ilmu mempunyai nilai tersendiri dan karena itu dapat dipelajari demi ilmu itu sendiri. Dalam kurikulum tradisional diperlukan pengarahan. maupun evaluasi. Sambil memecahkan masalah siswa mengumpulkan ilmu yang diperlukan. Kurikulum tradisional menyamaratakan semua siswa baik mengenai bahan. Sebaliknya kurikulum yang progresif lebih banyak memberi kebebasan kepada siswa untuk menentukan apa yang akan dipelajarinya. Kurikulum tradisional menerima kenyataan dalam masyarakat sebagaimana adanya. agar siswa mempelajari bahan yang sama dan mencapai tingkat penguasaan yang sama. Selain itu mempelajari ilmu akan mengembangkan kemampuan intelektual anak. akan tetapi tidak dipelajari demi ilmu sendiri. Di lain pihak. Dapat kita katakan. kurikulum progresif memilih masalahmasalah yang nyata dalam kehidupan anak dan masyarakat. Penganut kurikulum progresif atau modern tidak menolak ilmu. pengawasan. Tujuan pendidikan bukan hanya mengembangkan aspek intelektual saja melainkan keseluruhan pribadi anak dalam segala aspek. sedangkan kurikulum progresif berusaha untuk mengubah lingkungan untuk membentuk dunia yang lebih baik. Mengumpulkan ilmu demi ilmu yang tidak fungsional hanya membebani otak dengan hal-hal yang mubazir. metode belajar-mengajar. bahwa kurikulum progresif merupakan reaksi dalam berbagai bentuk terhadap . karena banyak pelajaran yang sebenarnya tidak ada kaitannya dengan kehidupan anak dalam masyarakat. Kalau diteliti lebih lanjut dapat lagi kita temui perbedaan lain antara kedua pendekatan dalam pengembangan kurikulum. kontrol dan disiplin yang ketat. akan tetapi untuk digunakan dalam memecahkan suatu masalah.

sehingga setelah peluncuran Sputnik. (4) evaluasi atau penilaian. Namun betapapun kritik terhadap kurikulum tradisional. dan apa yang harus dinilai.kekurangan-kekurangan yang terdapat dalam kurikulum tradisional. salah satu buku yang paling berpengaruh dalam pengembangan kurikulum. maka diperoleh keempat komponen kurikulum yakni. yakni : 1. Juga kurikulum progresif tidak bebas dari kritik yang tajam dari berbagai pihak. bagaimana proses belajarnya. Demikian pula penilaian dapat mempengaruhi komponen lainnya. aliran progresif mengalami pukulan hebat. Bagaimanakah bahan disajikan agar efektif diajarkan? 4. dengan ditonjolkannya kembali kurikulum yang berdasarkan disiplin ilmu. Keempat komponen itu dapat kita gambarkan dalam bagan sebagai berikut: TUJUAN EVALUASI PBM BAHAN Keempat komponen itu saling berhubungan. (1) tujuan. (2) bahan pelajaran. bahwa faktor anak kembali dianaktirikan. KOMPONEN-KOMPONEN KURIKULUM Ralph W. (3) proses belajar-mengajar. Bagaimanakah efektivitas belajar dapat dinilai? Berdasarkan pertanyaan itu. Pada saat dipentingkan- . kurikulum ini tetap bertahan. Yang paling berpengaruh ialah kritik bahwa kurikulum ini kurang mengembangkan kemampuan intelektual anak. Bagaimanakah memilih bahan pelajaran guna mencapai tujuan itu? 3.Tyler dalam bukunya Basic Principles of Curriculum and Instruction (1949). mengajukan 4 pertanyaan pokok. Tujuan apa yang harus dicapai sekolah? 2. akan tetapi akibatnya ialah. Setiap komponen bertalian erat dengan ketiga komponen lainnya. Tujuan menentukan bahan apa yang akan dipelajari.

nya evaluasi dalam bentuk ujian. Bila salah satu komponen berubah. actual curriculum atau potential learning experiences. tak mudah pula menentukan bahan yang tepat guna mencapai tujuan itu. termasuk kebersihan kelas. Dapat pula kita memandangnya sebagai formal curriculum. dan sebagainya. Kurikulum yang semula berarti jarak yang harus ditempuh. proses belajar-mengajar cenderung mengutamakan latihan dan hafalan. Para ahli kurikulum "modern" cenderung memberikan pengertian yang lebih luas. sehingga meliputi kegiatan di luar kelas. misalnya metode baru. real. maka semua komponen lainnya turut mengalami perubahan. 3. misalnya Ebtanas. sikap petugas sekolah. curriculum as a product. 2. ideal. maka bahan pelajaran. as a program. RANGKUMAN 1. yakni. misalnya bahan untuk mend idik anak agar menjadi manusia pembangun. Menentukan PBM yang efektif tak kurang sulitnya. as the experiences of the learner. Konsep tayle tentang komposisi kurikulum tentu mendapat kritik. kerja keras. atau cara penilaian. maka timbul kecenderungan untuk menjadikan bahan ujian sebagai tujuan kurikulum. pribadi guru. as intended learnings. atau proses belajar-mengajar. PBM. Kurikulum dapat dipandang dari berbagai segi. jujur. misalnya ditonjolkannya tujuan yang baru. maupun evaluasi pun lebih jelas. UMPTN. namun masih dipertimbangkan hingga sekarang. dan lain-lain. kemudian menjadi sejumlah mata pelajaran yang harus dilalui untuk mendapat ijazah. namun dalam kenyataannya lebih kompleks daripada yang diduga. bahkan juga mencakup segala sesuatu yang dapat mempengaruhi kelakuan siswa. Pola kurikulum yang dikemukakan oleh Tyler ini tampaknya sangat sederhana. . Tak mudah menentukan tujuan pendidikan atau pelajaran. karena keberhaslannya baru diketahui setelah dinilai. Kalau tujuannya jelas.

Bandingkan berbagai definisi yang tercantum dalam pelajaran. 7. Jelaskan. 3. Menurut Saudara siapakah yang mengembangkan kurikulum? Apakah orangtua. tiap guru harus sendiri. Karena adanya menentukan macam-macam definisi kurikulum. 6. Di antara asas-asas kurikulum. karena banyak tugas yang sedianya oleh rumah tangga dan lembaga informal lainnya dibebankan kepada sekolah. Juga pengertian kurikulum formal. 6. potential. Ia dapat menganut pendirian yaang tradisional atau progresif. Perubahan kurikulum berjalan kontinu kalau tidak mau ketinggalan zaman. Jelaskan perkembangan pengertian kurikulum. Sebutkan asas-asas kurikulum. Selidiki azas-azas itu pada kurikulum yang berlaku di sekolah kita. antara lain mengenai luas cakupannya. Perbedaan apakah yang mungkin timbul di antara anggota panitia pengembangan kurikulum? jauh ketinggalan bila dibandingkan . the experiences of the learner.4. Ada kebaikan dan kelemahan pengertian kurikulum yang terlampau luas atau terlampau sempit. begitu juga murid harus turut dalam pengembangan kurikulum? 8. Bagaimanakah pengertian kurikulum di sekolah kita? 5. program. Bagaimana pendapat Saudara tentang guru sebagai pengembang kurikulum? 9. Ada kecenderungan pengertian kurikulum meluas. ideal. Hilda Taba memandang kurikulum sebagai "a plan for learning". 7. bahwa praktik kurikulum dengan teorinya. 4. Jelaskan arti kurikulum sebagai product. actual. 2. Kurikulum senantiasa harus diubah karena perubahan masyarakat akibat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dikatakan. Pilihannya itu akan mempengaruhi tafsirannya konsepsinya tentang tugasnya sebagai pendidik. PERTANYAAN DAN TUGAS 1. real. intended learnings. asas manakah yang paling banyak mengalami perubahan? Mana yang paling sedikit atau tidak berubah? 10. 5.

13.11. Ada kurikulum yang tidak direncanakan. yakni "hidden curriculum" atau kurikulum yang tersembunyi. Jelaskan adanya hubungan yang erat di antara komponenkomponen kurikulum. Jelaskan bahwa perubahan dalam satu komponen mempengaruhi komponen lainnya. Bila dibandingkan kurikulum sebelum dan sesudah kita merdeka perbedaan apakah kiranya yang kita dapati? 12. Tahukah Saudara apa maksudnya dan memberi beberapa contoh? .

Para pengembang kurikulum harus mempunyai filsafat yang jelas tentang apa yang mereka junjung tinggi. khususnya hakikat anak dan sifat-sifatnya. Kini terdapat berbagai aliran filsafat. Untuk tiap keputusan harus ada dasarnya. yakni sampai akarnya tentang hakikat sesuatu. yang dihimpun dalam "the Great Books" atau "Buku Agung". Kurikulum yang diinginkan oleh aliran ini terdiri atas subject atau mata pelajaran yang terpisah sebagai disiplin ilmu dengan menolak penggabungan . Aliran Perennialisme Aliran ini bertujuan mengembangkan kemampuan intelektual anak melalui pengetahuan yang "abadi. Filsafat yang kabur akan menimbulkan kurikulum yang tidak menentu arahnya. masing-masing dengan dasar pemikiran tersendiri. Kebenaran dalam buku itu bertahan teguh terhadap segala perubahan zaman. karena apa yang dilakukan guru harus didasarkan pada apa yang dipercayai. Ada orang yang berpendapat bahwa guru tak perlu mempelajari filsafat. Di sini akan kami bicarakan dengan singkat beberapa buah yakni : 1. Filsafat itu antara lain menentukan kepercayaan kita tentang : apakah hakikat manusia. apakah yang sebaiknya diajarkan kepada anak didik. Pendirian itu terlampau picik. apakah sumber kebenaran dan nilai-nilai yang hendaknya menjadi pegangan hidup kita. karena sangat abstrak dan karena itu tak praktis dan tidak ada manfaatnya bagi pekerjaannya. apakah hidup yang baik. apakah peranan sekolah dalam masyarakat. apakah peranan gu dalam ru proses belajar mengajar. Filsafat adalah cara berpikir yang sedalam-dalamnya. diyakininya sebagai benar dan baik.BAB 2 ASAS-ASAS FILOSOFIS Filsafat sangat penting karena harus dipertimbangkan dalam mengambil keputusan tentang setiap aspek kurikulum. universal dan absolut" atau "perennial" yang ditemukan dan diciptakan para pemikir unggul sepanjang masa. dan lain-lain. tentang apakah yang baik.

Melalui pengamatan dan penelitian ilmiah dapat ditemukan hukumhukum alam. Pelajaran yang diberikan termasuk pelajaran yang sulit karena memerlukan inteligensi tinggi. . dari dunia supranatural dari Tuhan. Kebenaran dipercayai datangnya dari Tuhan yang diterima melalui wahyu.seperti IPA atau IPS. Aliran Realisme Filsafat realisme mencari kebenaran di dunia ini sendiri. kimia. Tujuan hidup ialah memenuhi kehendak Tuhan. Kurikulum ini memberi persiapan yang sungguhsungguh bagi studi di perguruan tinggi. termasuk dogma dan norma-normanya bersifat mutlak. menghadiri khotbah dan membaca Kitab Suci. Sekolah yang beraliran realisme mengutamakan pengetahuan yang sudah mantap sebagai hasil penelitian ilmiah yang dituangkan secara sistemetis dalam berbagai disiplin ilmu atau mata pelajaran. Kebenaran ini. Filsafat ini umumnya diterapkan di sekolah yang berorientasi religius. biologi yang diajarkan. Namun pendidikan intelektual juga sangat diutamakan dengan menentukan standar mutu yang tinggi. olah raga sebaiknya dikesampingkan. kemudian praktik dan aplikasinya. Apa yang datang dari Tuhan baik dan benar. 2. Tujuan hidup ialah memperbaiki kehidupan melalui penelitian ilmiah. pelanggaran diberi hukuman yang setimpal bahkan dapat dikeluarkan dari sekolah. Mutu kehidupan senatiasa dapat ditingkatkan melalui kemajuan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Boleh dikatakan hampir semua agama menganut filsafat idialisme. sedangkan yang berkenaan emosi dan jasmani seperti seni rupa. 3. Semua siswa diharuskan mengikuti pelajaran agama. Di sekolah akan dimulai dengan teoriteori dan prinsip-prinsip yang fundamental. Biasanya disiplin termasuk ketat. Hanya mata pelajaran yang sungguh mereka anggap dapat mengembangkan kemampuan intelektual seperti matematika. fisika. Aliran Idealisme Filsafat ini berpendapat bahwa kebenaran itu berasal dari "atas".

Penguasaan ilmu yang banyak berkat studi yang intensif adalah persiapan yang sebaik-baiknya bagi lanjutan studi dan kehidupan dalam masyarakat. maka pelajaran "embel-embel" seperti keterampilan dan kesenian dianggap tidak perlu. 4. Tujuan hidup ialah mengabdi kepada masyarakat dengan peningkatan kesejahteraan manusia. Ia harus sungguh-sungguh mempelajari buku-buku berbagai disiplin ilmu. Aliran Pragmatisme" Aliran ini juga disebut aliran instrumentalisme atau utilitarianisme dan berpendapat bahwa kebenaran adalah buatan manusia berdasarkan pengalamannya.Karena mengutamakan pengetahuan yang esensial. Dapat dibayangkan banyaknya murid yang tidak mampu mengikuti studi akademis serupa ini. ialah yang berakibat baik bagi masyarakat. Yang baik. Kurikulum ini tidak memperhatikan minat anak. Yang penting ialah bukan "what to think" melainkan "how to think" yakni melalui pemecahan masalah. Sekolah ini menjauhi indoktrinasi dan mengajak siswa secara kritis menganalisis isu-isu sosial. Pengetahuan diperoleh bukan dengan mempelajari mata pelajaran. melainkan memberi kesempatan kepada anak untuk melakukan berbagai kegiatan guna memecahkan masalah. atas dasar kepercayaan bahwa belajar itu hanya dapat di lakukan oleh anak sendiri. Dalam perencanaan kurikulum orangtua dan masyarakat sering dilibatkan agar dapat memadukan sumber-sumber pendidikan formal dengan sumber sosial. kebenaran adalah tentatif dan dapat berubah. . Tidak ada kebenaran mutlak. namun diharapkan agar menaruh minat terhadap pelajaran akademis. Tugas guru bukan mengajar dalam arti menyampaikan pengetahuan. Aliran pragmatisme sering sejalan dengan aliran rekonstruksionisme yang berpendirian bahwa sekolah harus berada pada garis depan pembangunan dan perubahan masyarakat. bukan karena "dipompakan ke dalam otaknya". melainkan karena digunakan secara fungsional dalam memecahkan masalah.

Ilmu pengetahuan dewasa ini sangat luas dan pelik dan tak mungkin lagi bagi seorang untuk menguasainya. Banyak di antara penganut aliran ini memandang sekolah sebagai masyarakat kecil.politik dan ekonomi guna memperbaiki ekonomi kondisi hidup manusia. merealisasikan diri. Tujuan hidup adalah menyempurnakan diri. menentukan standardnya sendiri dan kurikulumnya sendiri. Tujuan filsafat ialah membentuk suatu pandangan yang sistematis tantang keseluruhan ilmu. Dan bila dikatakan bahwa tiap guru harus mempunyai filsafat. Ia hrus bebas berpikir dan mengambil keputusan sendiri secara bertanggungjawab. juga tidak ditetapkan aturan-aturan yang harus mereka patuhi. Dari segala mata pelajaran. Sekolah ini menolak segala kurikulum. namun dengan pertimbangan jangan menyinggung perasaan orang lain. Pekerjaan ini sangat sulit dan tak mungkin dilakukan oleh setiap orang biasa. Bimbingan yang diberikan sering bersifat non-directive. yakni . tak mungkin setiap orang mempunyai filsafat. buku wajib. di mana guru banyak mendengarkan dan mengajukan pertanyaan tanpa mengingatkan apa yang harus dilakukan anak. mungkin ilmu-ilmu sosial yang paling menarik mereka Pendidikan moral tidak diajarkan kepada mereka. maka kata itu digunakan dalam arti yang berlainan. Filsafat ialah "induk segala ilmu". bahkan satu cabang disiplin ilmu sekalipun sulit dikuasai sepenuhnya. Aliran Eksistensialisme Filsafat ini mengutamakan individu sebagai faktor dalam menentukan apa yang baik dan benar. 5. Dalam arti ini. Sekolah yang berdasarkan eksistensialisme mendidik anak agar is menentukan pilihan dan keputusan sendiri dengan menolak otoritas orang lain. Anak harus mencari identitasnya sendiri. Cicero memandang filsafat sebagai ilmu tentang hal-hal yang semulukmuluknya. Ini berarti bahwa seorang ahli filsafat harus dapat mencernakannya dan mengasimilasikannya berkat proses yang disebut berpikir. Norma-norma hidup berbeda secara individual dan ditentukan masing-masing secara bebas. dan lainlain dari pihak luar. Dengan sendirinya mereka tidak dipersiapkan untuk menempuh ujian nasional. instruksi. pedoman.

dan mencari suatu sistem nilai-nilai yang menjadi pegangannya dalam menghadapi masalah-masalah dalam hidupnya dan dengan demikian memberi corak tertentu kepada kelakuannya. tak konsisten. Kelakuannya tidak menunjukkan corak tertentu. ditentukan oleh filsafat yang dianutnya. Kalau filsafat di tafsirkan sebagai sistem nila-nilai. pandangan tentang anak. melainkan sesuatu yang biasa yang dapat dimiliki setiap orang yang berpikir dan mencoba menafsirkan makna dan nilai hidup bagi dirinya. Manusia telah menemukan tenaga atom berkat kemajuan ilmu pengetahuan.sebagai "suatu sistem nilai-nilai". Filsafat ialah pendapat yang sejujur-jujurnya tentang makna hidup baginya. setiap pendidik. akan tetapi penggunaannya ditentukan oleh filsafat atau nilai-nilai. Filsafat ialah sesuatu yang menunjukan suatu sistem. alat pendidikan. Tujuan. manusia apakah yang harus dibentuk. untuk perang yang dapat menghancurkan umat manusia atau untuk peningkatan kehidupan manusia. Sering seorang kurang sadar dan kurang jelas mengetahui nilai-nilai apa yang dianutnya. yang dapat menentukan arah hidup dan serta menggambarkan nilai-nilai apa yang paling dihargai dalam hidup seseorang. Dalam filsafat gurulah terkandung gambaran tentang masyarakat yang akan dibangun. sejak Adam dan Hawa. apakah setiap orang dapat mempunyai suatu filsafat sendiri? Filsafat dengan pengertian ini telah ada sejak ada manusia di bumi ini. agar dapat membantu anak membentuk pandangan hid up yang sehat. Dalam arti ini filsafat bukanlah sesuatu yang maha-sulit dan pelik. Ilmu menemukan pengetahuan dan teknologi. Walaupun tiap orang pernah berpikir tentang apa arti hidup ini baginya. suatu pandangan hidup. maka kita memasuki lapangan nilai-nilai atau filsafat. Filsafat serupa inilah yang harus dimiliki setiap guru. Pandangan hidup kabur. tak berakar prinsip-prinsip yang jelas. . belum tentulis dikatakan mempunyai suatu filsafat hidup. metode. akan tetapi bila ditanya. untuk apakah tenaga itu digunakan. Pendidikan yang diberikan berdasarkan filsafat tidak merupakan rangkaian perbuatan mekanis yang lepas-lepas akan tetapi merupakan suatu kebulatan mengarah kepada tujuan tertentu. kurikulum apakah yang akan digunakan.

3. Keputusan tentang PPSI. menyuruh anak mencari data dari lapangan. bila ditelusuri secara lebih mendalam. Filsafat yang berbeda atau bertentangan di kalangan pendidik tak akan membawa bahtera pendidikan ke arah tujuan tertentu. Filsafat pendidikan menentukan arah ke mana anak-anak harus dibimbing. Tujuan pendidikan memberi petunjuk apa yang harus dinilai dan hingga mana tujuan itu telah tercapai. Filsafat memberi kebulatan kepada usaha pendidikan. Segala keputusan yang diambil mengenai pendidikan atau kurikulum. Dengan adanya tujuan pendidikan ada gambaran yang jelas tentang hasil pendidikan yang harus dicapai.Sekolah tanpa filsafat laksana kapal tanpa kemudi. Sekolah ialah suatu lembaga yang didirikan oleh masyarakat untuk mendidik anak menjadi manusia dan warga negara yang dicita-citakan oleh masyarakat itu. Filsafat juga menentukan cara dan proses yang harus dijalankan untuk mencapai tujuan itu. Tujuan pendidikan memberi motivasi dalam proses belajar mengajar. bila jelas diketahui apa yang ingin dicapai. membolehkan anak-anak bekerja sama. di belakang tindakan itu ada falsafahnya. pendidikan dasar 9 tahun. APAKAH GUNA FILSAFAT PENDIDIKAN? Pentingnya filsafat bagi pendidikan nyata bila kita ketahui besar manfaatnya bagi kurikulum yakni : 1. Jadi filsafat menentukan tujuan pendidikan. menjalankan disiplin keras atau lunak. 6. mendorong atau melarang anak menjadi penyanyi. sehingga tidak lepaslepas. muatan lokal. 5. Tentu diharapkan agar tindakan itu mempunyai dasar filosofis yang konsisten. manusia yang bagaimana yang harus dibentuk. Sering filsafat yang mendasarinya tidak dinyatakan secara eksplisit. CBSA. 2. 4. Demikian pula di dalam kelas. tentu ada dasar falsafahnya. bila guru menghukum atau memuji anak. Dengan demikian terdapat kontinuitas dalam perkembangan anak. mempunyai dasar filosofis. FILSAFAT PENDIDIKAN DI INDONESIA .

atau penguasa dalam suatu negara. antara lain Soekarno. Bahasa Belanda digunakan untuk menahan orang lolos ke sekolah yang lebih tinggi. Kurikulum di sekolah yang berbahasa Belanda sama dengan yang apa yang berlaku di negeri Belanda sendiri. Undang-Undang Dasar 1945. segera menghapus segala sisa-sisa pendidikan yang berbau Belanda. Kemerdekaan Indonesia yang kita rebut dari tangan penjajah. yang ingin dicapai dengan pendidikan ditentukan oleh filsafat yang dianut oleh pemerintah. Hatta dan lain-lain yang berhasil menghentikan penjajahan dari bumi Indonesia ini.Tujuan pendidikan. Hormat terhadap kaisar Jepang di tanamkan dalam upacara-upacara. memperlambat. Adanya sekolah lanjutan hanya karena keperluan mereka akan pegawai di kantor pemerintah atau swasta. dan Garis-garis Besar Haluan Negara. Bahasa Jepang di ajarkan sebagai pengganti bahasa Belanda dan mujurnya bahasa Indonesia menjadi bahasa pengantar di semua tingkatan sekolah. Kebanyakan anak yang bersekolah hanya di sekolah desa yang boleh dikatakan tak mendapat kesempatan untuk melanjutkan pelajaran. atau sangat membatasi pendidikan bagi orang Indonesia. yaitu Pancasila. Jepang yang kemudian menduduki negara kita. Latihan militer diberikan untuk membantu mereka dalam mempertahankan jajahannya. merombak sistem pendidikan secara radikal dengan mendasarkannya atas filsafat bangsa kita. PANCASILA SEBAGAI DASAR PENDIDIKAN . Pemerintah Belanda yang menguasai Indonesia selama tiga setengah abad menganut paham imperialisme dan kolonialisme yang bertujuan untuk mempertahankan agar lebih lama dapat memperoleh keuntungan dari tanah jajahannya antara lain dengan menghalangi. dengan sendirinya tujuan pendidikan pun berubah sama sekali. Untung masih bisa lolos beberapa anak Indonesia untuk mengecap pendidikan tinggi. Segelintir anak dibolehkan memasuki sekolah yang berbahasa Belanda akan tetapi jalan ke sekolah lanjutan sangat dipersempit. Kalau pemerintahan bertukar.

Walaupun Pancasila dirumuskan menjelang kemerdekaan kita. Pancasila adalah jiwa seluruh rakyat Indonesia dan negara kita. maupun dalam mengejar kemajuan lahiriah. Pancasila itu bangkit kembali " ( M. dalam hubungan manusia dengan Tuhannya. maka sudah seharusnya prinsip-prinsip itu di sampaikan kepada generasi muda melalui pendidikan dan pengajaran. II/MPR/1968. Persatuan Indonesia. Seperti kita ketahui. Kesadaran dan citacita moral Pancasila sudah berurat berakar dalam kebudayaan bangsa Indonesia. tetapi sebe narnya. dan kebiasaan bangsa kita. . yang mengajarkan bahwa hidup manusia akan mencapai kebahagiaan. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. 3. yang dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Ketuhanan yang Maha Esa. baik dalam hidup manusia secara pribadi. 5. jika dapat dikembangkan keselarasan dan keseimbangan. dan kebahagiaan rohaniah. Seperti dinyatakan dalam ketetapan MPR No.Pancasila yang kita akui dan terima sebagai filsafat dan pandangan hidup bangsa kita. Kemanusiaan yang adil dan beradab. bagi kita Pancasila sekaligus menjadi tujuan hidup bangsa Indonesia. dengan adanya kemerdekaan bangsa dan negara Indonesia. adat istiadat. dalam Pantjasila Pusaka Lama . 1954 ) Oleh sebab Pancasila diakui sebagai pandangan hidup bangsa. atau baru dijelmakan. Kerakyatan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan. 4. dalam hubungan dengan alam. maka Pancasila itu bukanlah lahir. Nasroen. pada hakikatnya ia telah hidup dalam masyarakat Indonesia sejak dahulu kala dalam moral. 2. " Dengan adanya kemerdekaan Indonesia. Di samping itu. dijadikan pula filsafat pendidikan kita. Pancasila terdiri atas : 1.

bahkan sejak berabad-abad hingga sekarang bangsa-bangsa bersengketa karena perbedaan agama dan menimbulkan banyak penderitaan. pengertian dan rasa hormat terhadap penganut agama lain. Asas-asas yang masih bersifat umum itu masih perlu diuraikan agar lebih jelas untuk dijadikan pedoman dalam pendidikan. Bahkan saling membantu mendirikan mesjid atau gereja oleh orang sekampung yang berbeda agama bisa terjadi. dari SD sampai Perguruan Tinggi. Asas-asas itu seyogianya diwujudkan dalam pendidikan di sekolah maupun di luar rumah. bab III. Sila Ke-Tuhanan Yang Maha Esa Agama sering merupakan pokok persengketaan antara manusia dengan sesamanya. II/MPR/1978. pasal 4. tercantum : " Pendidikan dan pengajaran berdasarkan asas-asas yang termaktub dalam Pancasila. walaupun tiap agama pada prinsipnya tidak menganjurkan penganutnya untuk menyakiti orang lain. Agama tidak menimbulkan keretakan dalam agama dan adat-istiadat. Sekolah berkewajiban membantu anak-anak hidup menurut agamanya sambil memupuk rasa toleransi. Ketetapan MPR No. Bahwa agama dipentingkan oleh pemerintah nyata dengan diwajibkannya pelajaran agama di sekolah.Dalam undang-undang tentang dasar pendidikan dan pengajaran di sekolah. . yang juga dinamakan "Ekaprasetia Pancakarsa". Perang agama seperti terdapat di benua lain tidak pernah kita kenal di Tanah air kita. memberi petunjuk nyata dan jelas tentang wujud kelima sila dalam Pancasila. namun senantiasa hidup damai berdampingan. Perbedaan agama juga terdapat di Indonesia. Pancasila menjamin hak setiap warga Indonesia memuja Tuhan dan memeluk agamanya masing-masing. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia dan atas kebudayaan kebangsaan Indonesia" .

(3) Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya.Mengenai sila ke-Tuhanan Yang Maha Esa diberi uraian sebagai berikut : (1) Percaya dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. (2) Saling mencintai sesama manusia. Masalah ledakan penduduk. (3) Mengembangkan sikap tenggang rasa. Soal dunia adalah soal tiap negara. Atas dasar Kemanusiaan kita turut berusaha memelihara perdamaian dunia. Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab diuraikan sebagai berikut : (1) Mengakui persamaan derajat. (4) Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain. menipisnya lapisan ozon. sehingga apa yang terjadi di suatu negara mempengaruhi bagian-bagian lain di dunia. . populasi udara dan lautan. menjadi masalah bagi semua negara. Sila Kemanusiaan dalam Pancasila menghargai manusia dan menghormati setiap bangsa. dan persamaan kewajiban antara sesama manusia. Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab Nasionalisme yang melewati batas. persamaan hak. Kerja sama antar bangsa menjadi syarat mutlak bila kita ingin mencegah pemusnahan umat manusia dari permukaan bumi ini. termasuk kita di Indonesia. yakni " chauvinisme" dapat mengandung bahaya. karena mendewakan negara sendiri sambil memandang rendah terhadap bangsa-bangsa lain. Nasionalisme yang berlebihan sering menimbulkan peperangan dan karena itu harus dibatasi. (4) (Tak) semena-mena terhadap orang lain. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menciutkan segala jarak dan membuat dunia ini relatif kecil. percobaan bom atom. (2) Hormat-menghormati dan bekerja-sama antara pemeluk agama dan penganutpenganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup.

(5) Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. (6) Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan. (7) Berani membela kebenaran dan keadilan. (8) Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia, karena itu dikembangkan sikap hormat menghormati dan bekerja sama dengan bangsa lain.

Sila Persatuan Indonesia Sila ini merupakan dorongan yang kuat dalam membebaskan Tanah Air kita dari belenggu penjajahan dan kolonialisme. Sila ini dianggap sangat penting dalam menciptakan pendidikan nasional. Kesatuan Bangsa dan Negara merupakan syarat mutlak dalam pembangunan negara kita. Telah sering kesatuan negara kita diancam oleh perpecahan, namun tetap tegak teguh dengan perkasa. Sekolah berkewajiban untuk memupuk rasa kebangsaan, rasa kesatuan dan persatuan dalam hati sanubari tiap anak. Mereka harus dengan rasa bangga dapat mengatakan ''Saya anak Indonesia" dari daerah mana pun mereka berasal. Memupuk rasa persatuan sangat mutlak diperlukan, karena keadaan geografis Indonesia, yang terdiri atas ribuan pulau, tersebar dalam jarak seperdelapan khatulistiwa, dihuni oleh penduduk yang mempunyai ratusan macam bahasa dan adat istiadat yang terbentuk selama berabad-abad dalam keadaan isolasi alamiah. Terbentuknya kesatuan dan persatuan sungguh merupakan suatu prestasi nasional yang luar biasa, bila kita pikirkan bahwa negara lain yang kecil namun dilanda oleh perpecahan yang menjerumuskan penduduk ke dalam jurang kesengsaraan. Kesatuan Indonesia dibantu oleh alat komunikasi yang kian canggih dan mendekatkan apa yang semula jauh. Kesatuan bukanlah tujuan akan tetapi suatu jalan atau alat untuk mencapai kesejahteraan dan kemakmuran bagi segenap bangsa Indonesia. Sila Persatuan Indonesia selanjutnya diuraikan sebagai berikut :

(1) Menempatkan persatuan, kesatuan, kepentingan, dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan. (2) Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara. (3) Cinta Tanah Air dan Bangsa. (4) Bangga sebagai Bangsa Indonesia dan ber-Tanah Air Indonesia. (5) Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhineka Tunggal Ika. Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam

Permusyawaratan/ Perwakilan. Kerakyatan atau demokrasi sering ditafsirkan sebagai hak setiap warga negara untuk memilih pemerintahan sendiri. Dasar ini mengakui, bahwa manusia mempunyai hak yang sama untuk menentukan politik negara. Negara itu bukan untuk dinikmati oleh hanya segelintir manusia yang berkuasa politis atau ekonomis, melainkan untuk kepentingan seluruh rakyat. Keputusan diambil berdasarkan musyawarah, dengan jalan perundingan oleh wakil-wakil yang dipilih rakyat dan tidak didiktekan oleh pihak atasan. Agar rakyat dapat mengeluarkan pendapat secara bertanggung jawab, perlulah pendidikan. Demokrasi dikatakan mempunyai tiga prinsip utama, yakni: (1) Rasa hormat terhadap pribadi dan harkat manusia. (2) Kepercayaan, bahwa setiap manusia biasa mempunyai pikiran yang sehat dan dapat berpikir inteligen. (3) Kerelaan berbakti kepada kesejahteraan bersama. Demokrasi menjamin hak setiap warga negara, tanpa menghiraukan kesukuan, agama, jenis kelamin, atau kedudukan. Hal ini antara lain dinyatakan dalam Undang-Undang Dasar yang menyatakan, bahwa "Tidak seorang pun boleh diperbudak, diperulur, atau diperhamba" Asas ini mempunyai pengaruh penting dalam pendidikan, antara lain dalam huhungan orang tua atau guru terhadap anak. Anak pun manusia penuh dan harus dihormati pendapatnya, harus diberi kesempatan mengeluarkan pendapatnya secara bebas, diturutsertakan dalam diskusi dalam hal-hal yang menyangkut

dirinya. Sikap demokrasi menghapuskan sisa-sisa sikap feodalisme dan kolonialisme yang bertindak otokratis dan otoriter. Dalam metode mengajar pun lebih banyak diadakan diskusi dalam suasana bebas namun berdisiplin. Anak wanita diberi kesempatan yang sama untuk menempuh pendidikan apa pun sampai tingkat yang setinggi-tingginya. Sila ini selanjutnya diuraikan sebagai berikut : (1) Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat. (2) Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain. (3) Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama. (4) Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan. (5) Dengan itikad baik dan tanggung-jawab menerima dan melaksanakan. (6) Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur. (7) Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan.

Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia Mempunyai hak yang sama dalam memilih wakil rakyat belum cukup. Setiap orang ingin agar kebutuhannya sehari-hari dipenuhi, seperti makan yang cukup, pakaian, kesempatan berekreasi, memiliki rumah sendiri, menyekolahkan anak sampai tingkat yang setinggi-tingginya, mendapatkan pekerjaan, dan menikmati hari tua yang tenang. Rakyat.kita masih banyak tergolong miskin, walaupun negara kita terkenal sebagai negara yang kaya raya. Kekayaan melimpah, ekspor kita meningkat secara drastis, namun pembagiannya belum merata, sehingga jurang kaya-miskin kian melebar. Sila keadilan sosial menuntut agar kekayaan dan kemakmuran itu

merata bagi segenap rakyat kita. Akan tetapi di samping itu kita tidak boleh enggan menyingsing lengan dan bekerja keras. Anak-anak dididik agar menghormati setiap pekerjaan yang jujur dan tidak memandang rendah terhadap pekerjaan dengan tangan. Anak juga harus diajar hidup hemat dengan menabung untuk hari depan. Akhirnya sila diuraikan lagi sebagai berikut : (1) Mengembangkan perbuatan-perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotong-royongan. (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) Bersikap adil. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban. Menghormati hak-hak orang lain. Suka memberi pertolongan kepada orang lain. Menjauhkan sikap pemerasan terhadap orang lain. Tidak bersikap boros. Tidak bergaya hidup mewah. Tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan umum.

(10) Suka bekerja keras. (11) Menghargai hasil karya orang lain. (12) Bersama-sama berkeadilan sosial. Agar Pancasila daya yang dinamis yang mewarnai seluruh tindakan kita, kita masing-masing harus merenungkan, memahami, menghayatinya dengan berpegang pada "Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila" atau " Eka Prasetia Pancakarsa ". berusaha mewujudkan kemajuan yang merata dan

TUJUAN PENDIDIKAN DI INDONESIA Dalam Tap. MPR No.II / MPR / 1988 tentang GBHN tercantum : Pendidikan nasional berdasarkan Pancasila bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan

Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, berdisiplin, bekerja keras, bertanggung jawab, mandiri, cerdas, dan terampil serta sehat jasmani dan rohani. Pendidikan nasional harus juga mampu menumbuhkan dan memperdalam rasa cinta kesetiakawanan sosial. Sejalan dengan itu dikembangkan iklim belajar dan mengajar yang dapat menumbuhkan rasa percaya pada diri sendiri serta sikap serta perilaku yang inovatif. Dengan demikian pendidikan nasional akan mampu mewujudkan manusia-manusia pembangunan yang dapat membangun diri sendiri serta bersama-sama bertanggungjawab atas pembangunan bangsa. Dalam Undang-undang No. 2 Tahun 1989 Tentang Sistem Pendidikan Nasional (pasal 4), tertera : Pendidikan nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan yang berbudi luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan rohani dan jasmani, berkepribadian yang mantap dan mandiri serta tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Sesuai dengan Garis-garis Besar Haluan Negara, dasar pendidikan Nasional adalah Falsafah Negara Pancasila dan UndangUndang Dasar 1945. Pasal 3 mengatakan: (1) Tujuan pendidikan Nasional adalah membentuk manusia pembangunan yang berpancasila dan membentuk manusia yang sehat jasmani dan rohaninya, memiliki pengetahuan dan keterthripilan, dapat mengembangkan kreativitas dan tanggung jawab, dapat menyuburkan sikap demokrasi dan penuh tenggang rasa dapat mengembangkan kecerdasän yang tinggi dan disertai budi pekerti yang luhur, mencintai bangsanya, dan sesama manusia sesuai dengan ketentuan yang termaktub dalam Undang -Undang Dasar 1945. (2) Seluruh program pendidikan terutama Pendidikan Umum dan bidang studi Ilmu Pengetahuan Sosial, harus berisikan Pendidikan Moral Pancasila dan unsur-unsur yang cukup untuk meneruskan jiwa nilai nilai 1945 kepada Generasi Muda.

Menjamin warga negara yang baik sebagai manusia yang utuh sehat. 4. program umum yang sama bagi semua siswa. Di bidang pengetahuan : 1. Memiliki pengetahuan tentang berbagai jenis dan jenjang pekerjaan yang ada di masyrakat serta syarat-syaratnya. regional. Menguasai pengetahuan dasar dalam bidang matematika. kuat lahir dan batin. Menguasai hasil-hasil pendidikan umum yang merupakan kelanjutan dari pendidikan di Sekolah Menengah Umum tingkat Pertama. 2. Memiliki pengetahuan yang fungsional tentang fakta dan kejadian penting yang aktual. maupun internasional. dan bahasa (khususnya bahasa Indonesia dan bahasa Inggris) serta menguasai pengetahuan yang cukup lanjut dalam satu atau beberapa dari bidang pengetahuan tersebut di atas. 5. ilmu pengetahuan alam. baik lokal. d. Memiliki pengetahuan tentang berbagai unsur kebudayaan dan tradisi . Tujuan khusus pendidikan SMA adalah agar lulusan : a. ilmu pengetahuan sosial. memiliki bekál untuk terjun ke masyarakat dengan mengambil keterampilan untuk bekerja yang dapat dipilih oleh siswa sesuai dengan minatnya dan kebutuhan masyarakat. 3. c. Memiliki pengetahuan tentang agama atau kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. 6. 2. nasional. Memiliki bekal untuk melanjutkan studinya ke lembaga pendidikan yang lebih tinggi dengan menempuh : 1. Bagi SMA misalnya tujuan institusional umum ialah agar lulusannya: a. program pilihan bagi mereka yang mempersiapkan dirinya untuk studi di lembaga pendidikan yang lebih tinggi.Tujuan Pendidikan Nasional yang sangat umum itu diuraikan lebih lanjut dalam tujuan institusional yakni tujuan yang harus dicapai oleh suatu jenis sekolah tertentu. Memiliki pengetahuan tentang dasar-dasar kenegaraan dan Pemerintahan sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945. b.

Mampu membawa/memahami isi bacaan yang agak lanjut dalam bahasa Indonesia dan bacaan sederhana dalam bahasa Inggris yang berguna baginya. Memilki sikap demokratis dan tenggang rasa. 7. dan kesehatan. Menguasai cara belajar yang baik. . Percaya pada diri sendiri dan bersikap makarya. bangsa. 8. Di bidang keterampilan : 1. 2. 8. 9. 6. Memiliki keterampilan olah raga dan kebiasaan olah raga. 9. 4. Mencintai sesama manusia. Di bidang nilai dan sikap : 1. dan lingkungan sekitarnya. 3. 5. b. Menerima dan melaksanakan ajaran agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang dianutnya. bebas dan jujur. Menerima dan melaksanakan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. lisan maupun tulisan dan keterampilan mengekspresi diri sendiri. c. Memiliki keterampilan memecahkan masalah dengan sistematis. 2. 3. 5. Memiliki pengetahuan dasar tentang kependudukan. Memiliki keterampilan dalam bidang administrasi dan kepemimpinan. 6. Memiliki keterampilan mengadakan komunikasi sosial dengan orang lain. kesejahteraan keluarga. 4.nasional. Memiliki keterampilan sekurang-kurangnya dalam satu cabang kesenian. serta menghormati dan kepercayaan Tuhan Yang Maha Esa yang dianut orang lain. 7. Memiliki rasa tanggung jawab dalam pekerjaan dan masyarakat. lisan maupun tertulis. Memiliki kesadaran akan disiplin dan patuh pada peraturan yang berlaku. Dapat mengapresiasi kebudayaan dan tradisi nasional. menguasai sekurang-kurangnya satu jenis keterampilan untuk bekerja sesuai dengan minat dan kebutuhan lingkungan. Memiliki minat dan sikap positif terhadap ilmu pengetahuan. Memiliki keterampilan dalam segi kesejahteraan keluarga dan segi kesehatan. 7.

yaitu membentuk manusia pembangunan yang ber-Pancasila. Menghargai setiap jenis pekerjaan dan prestasi kerja di masyarakat tanpa memandang tinggi rendahnya nilai sosial/ekonomi masing-masing jenis pekerjaan tersebut dan berjiwa pengabdian kepada masyarakat. yang masih dapat bersifat umum. Demikianlah secara lengkap tujuan institusional yang harus diwujudkan kepada murid-murid SMA. Tujuan itu pun masih bersifat umum dan perlu diuraikan lagi menjadi tujuan yang terperinci yakni : Tujuan kurikuler yaitu tujuan yang harus dicapai oleh suatu program bidang studi. Memiliki inisiatif. dan tujuan instruksional. yang disebut Tujuan Instruksional Umum (TIU) dan Tujuan Instruksional Khusus (TIK). Karena itu tiap tujuan institusional masih perlu diuraikan dalam tujuan tiap bidang studi yang mempunyai tujuan yang lebih spesifik. Tujuan pendidikan nasional. antara lain yang harus dicapai oleh tiap tingkatan dan jenis sekolah.10. Memiliki kesadaran menghargai waktu. Memiliki sikap hemat dan produktif. daya kreatif. sikap kritis. 14. Tujuan-tujuan ini pun masih terlampau umum untuk dapat diwujudkan dalam situasi kelas. yang harus dicapai oleh suatu pelajaran. 12. Contoh 1. rasional dan obyektif dalam memecahkan persoalan. Di bawah ini kami berikan beberapa contoh TIU dan TIK. Bidang Studi Mata Pelajaran Topik Kelas : Ilmu pengetahuan sosial : Ekonomi dan koperasi : Produksi nasional dan pendapatan Nasional : I (satu) . Memiliki minat dan sikap yang positif dalam konstruktif terhadap olah raga dan hidup sehat. diuraikan selanjutnya dalam tujuan-tujuan yang lebih kongkrit berupa tujuan-tujuan institusional. 11. namun masih perlu lagi diperinci dalam tujuan-tujuan yang dapat direalisasikan dalam kelas. yang kemudian diuraikan dalam sejumlah butir-butir sebagai penjelasan makna tiap sila. 13.

1.Semester Waktu : 1 (pertama) : 3 x45 menit Tujuan Instruksional 1. uku : III. 2. 156).2. Model Satuan Pelajaran. Tujuan Instruksional Umum Agar siswa mengetahui serta memahami Produksi Nasional dan Pendapatan Nasional. Contoh 2. 2. Pedoman Pelaksanaan Kurikulum.4. Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan. teori-teori tentang asal-usukl . 1. Jakarta.5. 1. Tujuan Instruksional Khusus 1. 1. Agar siswa dapat menyebutkan kegunaan pengetahuan besarnya Pendapatan Nasional. Agar siswa dapat menyebutkan akibat dari Pendapatan Nasional yang konstan dari tahun ke tahun. A. Bidang Studi Mata Pelajaran Topik kehidupan. 1976. 1. Agar siswa dapat menyebutkan unsur dari Produksi Nasional dan Pendapatan Nasional.6. Agar siswa dapat menghitung Pendapatan Nasional. Kelas : I (satu) : IPA : Biologi : Konsep tentang hidup. (Dikutip dari: Kurikulum Sekolah Menengah Atas (SMA) 1975. Agar siswa dapat mengukur tingkat kemakmuran suatu negara.1. h. Agar siswa dapat menjelaskan perbedaan dan persamaan antara Produksi Nasional dan Pendapat Nasional. PN Balai Pustaka.3.

Semester Waktu

: 1 (pertama) : 6 jam Pelajaran

Jumlah jam pelajaran yang 6 jam itu dialokasikan sebagai berikut : 3 jam untuk pendahuluan dan 2 jam untuk sub pokok bahasan : 1. Asal kehidupan 2. Ciri-ciri mahluk hidup 3. Pembedaan antara biotik dan abiotik; sedang I jam pelajaran untuk mengadakan evaluasi pokok bahasan tersebut di atas. Tujuan Instruksional Khusus 1. Dihadapkan pada sejumlah perubahan situasi, siswa dapat menyebutkan sifatsifat tertentu yang merupakan sifat khas dari mahluk hidup. 2. Dihadapkan kepada sejumlah pernyataan, siswa memilih pernyataan tertentu yang dikemukakan oleh Teori Generatio Spontanea. 3. Dihadapkan kepada sejumlah usaha untuk perkembangan teori tentang asalusul kehidupan, siswa dapat memilih usaha tertentu yang dicapai oleh percobaan Pasteur. 4. Dihadapkan kepada sifat-sifat zat, siswa dapat memilih zat tertentu menjadi alasan mengapa Stenley Miller menggunakan campuran air, amoniakÄ dan metan dalam eksperimennya. 5. Dihadapkan kepada sejumlah perubahan teori-teori asal-usul kehidupan, siswa dapat menyebutkan perubahan tertentu yang diakibatkan oleh percobaan Stenley Miller. 6. Dihadapkan kepada sejumlah nama orang yang berjasa dalam asal-usul kehidupan, siswa dapat menunjukkan dengan tepat hasil penemuan tertentu dari orang tersebut. 7. Dihadapkan kepada sejumlah kegiatan hidup, siswa dapat menunjukan dengan tepat proses proses yang terganggu akibat kegiatan hidup tertentu. (Kurikulum SMA, pedoman Pelaksanaan, hlm. 184). Dalam contoh-contoh di atas kita lihat usaha untuk menguraikan tujuan instruksional umum menjadi sejumlah tujuan instruksional khusus yang

diharapkan dapat mencapai apa yang terkandung dalam tujuan instruksional umum, atau dalam topik bahasan. Selanjutnya diharapkan, bahwa tujuan instruksional umum ini merupakan bagian dari tujuan bidang studi yang memberi sumbangan kepada tujuan yang lebih tinggi yaitu pembentukan manusia pembangunan yang ber-Pancasila. Walupun jauh jarak antara tujuan instruksional khusus dengan tujuan pendidikan nasional, namun diharapkan bahwa setiap tujuan, betapapun spesifiknya selalu merupakan bagian dan sumbangan kepada tercapainya tujuan pendidikan nasional itu. Tiap tujuan kegiatan mengajar-belajar di sekolah memperoleh maknanya dalam rangka tujuan pendidikan nasional itu. Kita lihat di sini dari suatu usaha untuk memperoleh tujuan yang spesifik, yang dirumuskan sebagai tujuan instruksional khusus. Dasar pikiran ialah bahwa makin spesifik tujuan itu makin jelas diketahui metode untuk mencapainya dan makin mudah pula hasil belajar dinilai sebagai umpan-balik atau feedback untuk membantu anak memperbaiki kekurangannya. Dengan sendirinya semua tujuan yang lebih khusus bertalian erat dengan tujuan yang lebih umum, bahkan merupakan analisis yang makin terinci dari tujuan yang lebih umum. Semua tujuan-tujuan yang khusus merupakan usaha kearah tercapainya tujuan umum yang akhirnya menuju kepada wujudnya tujuan pendidikan nasional. MENGKHUSUSKAN TUJUAN Sejak semula para ahli kurikulum menyadari perlunya merinci tujuan yang bersifat umum menjadi tujuan yang lebih khusus. Tujuan pendidikan nasional dikhususkan menjadi tujuan institusional, yaitu tujuan tiap lembaga pendidikan dari SD sampai Perguruan Tinggi. Tujuan pendidikan institusional yang masih sangat umum ini masih perlu diuraikan menjadi tujuan kurikuler dan selanjutnya dalam tujuan instruksional umum lazim dikenal sebagai TIU dan tujuan instruksional khusus atau TIK. Buku pedoman kurikulum yang diterbitkan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menguraikan tujuan sampai tingkat TIU, sehingga guru mendapat kesempatan untuk merumuskan TIK. Di sini kita harus hati-hati dan jangan

memandang TIK sebagai tujuan yang terpenting yang harus dicapai. Kita keliru bila menganggap bahwa tujuan yang harus dikejar guru adalah TIK. Tujuan pendidikan apa yang ditentukan sebagai tujuan pendidikan nasional. Jadi TIK harus dipandang sebagai langkah untuk mencapai TIU, dan TIU suatu langkah pula guna mencapai tujuan kurikuler dan seterusnya sehingga segala usaha sekolah akhirnya bermuara pada tujuan pendidikan nasional. Tujuan Pendidikan Nasional

Tujuan Institusional

Tujuan Kurikuler

Tujuan Instruksional Umum (TIU)

Tujuan Instruksional Khusus (TIK) Untuk merumuskan TIK kita dapat memperhatikan beberapa petunjuk yang diberikan Robert F. Mager dalam buku Preparing Instructional Objectives Pertama : Rumuskan TIK dalam bentuk kelakuan siswa. Ia harus dapat memperlihatkan penguasaannya dalam kelakuan atau perbuatan yang dapat kita amati, yang "observable" tapi juga yang "measurable" atau dapat diukur keberhasilanya. Untuk itu kita harus menggunakan kata kerja tertentu yang memungkinkan kita mengamati keberhasilannya belajar. Misalnya kata kerja seperti dapat mengatakan, menggambarkan, menguraikan, memperdengarkan, menunjukkan, dan sebagainya. Kata kerja seperti memahami, memikirkan, mengerti, merasakan, dan lain-lain tak dapat dilihat sebab terjadi dalam diri siswa. Kedua : Rumuskan pula kondisi-kondisi di mana kelakuan itu akan nyata, misalnya dengan menggunakan kalkulator, mesin tulis, atlas, kamus, dan sebagainya.

Ketiga : Rumuskan pula secara spesifik kriteria tentang tingkat keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan itu. Misalnya dapat menyebut 9 dari sepuluh butir, mengetik satu halaman dalam waktu tertentu dengan sebanyakbanyaknya 2 salah. Merumuskan tujuan secara spesifik sangat banyak faedahnya. Guru tahu dengan jelas tujuan apa yang harus dicapainya, ia dapat menentukan bahan apa yang harus diberikannya, ia juga dapat memilih metode mengajar yang lebih tepat, dan ia dapat mengetahui hasil belajar siswa. Di lain pihak siswa pun tahu apa yang harus dikuasainya. Karena penilain dapat dilakukan dengan segera, guru dapat memberi balikan guna membantu siswa mengadakan perbaikan. Namun demikian banyak pula kelemahanya. TIK sering berupa fakta, informasi, pengetahuan, yakni tujuan kognitif yang paling rendah menurut taksonomi Bloom. Hasil belajar banyak merupakan hafalan, sehingga kemampuan berpikir kurang dikembangkan. Selain itu apa yang dipelajari berupa pengetahuan yang lepas. Uraian TIU menjadi TIK dapat memecah kebulatan bahan pelajaran, sehingga terjadi atomosasi pengetahuan. Selain itu hal-hal yang bersifat kognitif seperti sikap tidak observable dan measitreable, dan karena itu akan diabaikan. TIK berupa fakta dan informasi tidak mempunyai nilai transfer artinya tidak dapat digunakan menghadapi situasi-situasi yang belum pernah dipelajari. Sistem ujian kita sangat menyuburkan TIK dan oleh sebab hasil belajar berdasarkan TIK dapat diamati dan diukur maka TIK digunakan untuk mengetahui prestasi sekolah, kegiatan guru. Dengan ini guru dan kepala sekolah dapat di minta pertanggungjawaban (accountability).

PERUMUSAN TUJUAN MENURUT HILDA TABA Hilda Taba dalam Curriculum Development memberikan petunjukpetunjuk yang berikut dalam merumuskan tujuan, sebagai berikut: Rumusan tujuan harus meliputi : 1. proses mental, yaitu metode untuk melakukan sesuatu

2. produk, bahan yang bertalian dengan itu. Contoh : `"Memperoleh keterampilan menggunakan peta (proses) untuk mencari ibukota negara-negara di Amerika Selatan (produk)". Memiliki kesanggupan untuk membedakan (proses) fakta dan opini" (produk). Sering rumusan tujuan itu kurang lengkap dan hanya mengemukakan satu aspek, misalnya " keterampilan mengguna-kan peta", atau " kesanggupan berpikir kritis". Jadi dalam merumuskan tujuan hendaknya sekaligus kita cakup "mental process" dan "product of learning". Sering dipersoalkan, yang manakah lebih penting, proses atau produk belajar. Tujuan yang hanya berisi produk, akan mengutamakan penguasaan fakta, informasi, atau pengetahuan. Proses mental seperti kesanggupan menganalisis, menafsirkan, membandingkan, memecahkan masalah, atau berpikir logis diabaikan. Ujian termasuk Ebtanas, sebagian besar mengenai produk dan sangat minimal mengenai proses. Membuat butir-butir ujian dalam bentuk test objektif lebih sukar dan penilaiannya juga lebih sulit. 3. Tujuan yang kompleks harus lebih dispesifikkan, sehingga lebih jelas bentuk kelakuan yang diharapkan. Misalnya, "mengapresiasi kesenian" yang terlampau umum dapat lebih dikhususkan menjadi " mengapresiasi tari Bali". 4. Dalam merumuskan tujuan harus dinyatakan bentuk kelakuan yang diharapkan dari kegiatan belajar itu. Mempelajari agama-agama lain tidak dengan sendirinya memupuk sikap toleransi sebagai basil belajar sampingan atau apa disebut "concomitant learning". Kita harus secara khusus menyebutkan toleransi sebagai tujuan yang ingin kita capai dan memberikan kegiatan-kegiatan belajar yang serasi untuk menimbulkan sikap itu. 5. Tujuan sering bersifat " development", yaitu tidak dapat dicapai sekaligus, akan tetapi harus dikembangkan secara kontinu. Misalnya, " berpikir kritis" atau " kesanggupan memecahkan masalah" memerlukan waktu yang lama agar tercapai. Ada tujuan yang sangat spesifik yang dapat tercapai dalam waktu singkat. Akan tetapi kita keliru bila kita anggap bahwa semua tujuan bersifat terminal dan segera terpenuhi. Ada tujuan yang mungkin tidak tercapai selama

Tujuan yang sangat indah kedengaran. Tujuan harus meliputi segala aspek perkembangan anak yang menjadi tanggung jawab sekolah. menterjemahkannya dalam bentuk lain. akan tetapi ia masih harus mengikuti pclajaran membaca permulaan. Adakalanya anak-anak telah pandai membaca sebelum masuk sekolah. yang sangat membosankannya. sebaiknya jangan dijadikan tujuan pelajaran. yakni : 1. seperti kerelaan berkorban untuk sesama manusia. Tujuan hendaknya realistis. PENGKHUSUSAN TUJUAN MENURUT BENYAMIN BLOOM Dalam perumusan tujuan. 6. Mengetahui. prinsip. kata-kata. aturan. menyatakannya dengan kata-kata sendiri.. akan tetapi sering pula terlampau rendah. yakni menafsirkan sesuatu. atau selama jam pelajaran. yakni mempelajari dan mengingat fakta. istilah. Mereka membagi tujuan-tujuan pendidikan dalam tiga ranah (domain). mengambil kesimpulan . bahkan ada pula yang tak dapat tercapai sepenuhnya selama hidup. kategori. teori. 2. dan sebagainya. Memahami. nilai dan sikap serta keterampilan psikomotoris. dalam arti bahwa tujuan itu benar-benar dapat dicapai anak pada tingkat dan usia tertentu. metodologi. para penyusun kurikulum banyak memperoleh bantuan dari buku Taxonomy of Educational Objectives (1956) oleh Benjamin Bloom. Karena itu kita harus tahu batas-batas kemampuan anak berdasarkan studi tentang anak dan pengalaman. menyerahkan diri sepenuhnya kepada kehendak Tuhan. cs. peristiwa. dan tiap ranah dirinci lagi dalam tujuan-tujuan yang lebih spesifik yang hierarkis. Tujuan-tujuan Kognitif Ranah kognitif atau cognitive domain meliputi segi intelektual dan proses kognitif. konsep.belajar di sekolah. A. Pada umumnya tujuan itu meliputi aspek kognitif. demikian pula prinsip-prinsip ideal lainnya. atau selama belajar di sekolah itu. akan tetapi tidak mungkin terwujudkan. 7. Adakalanya terlampau tinggi kita perk irakan kesanggupan anak.

atau masalah tertentu. menduga akibat sesuatu berdasarkan pengetahuan yang dimiliki. Ia percaya akan kebaikan nilai itu dan rela untuk mempertahankannya. 4. Menerapkan. affective domain. berkenaan dengan kesadaran akan sesuatu. situasi. menjadikannya bagian dari pribadinya dan menerimanya sebagai falsafah hidupnya. Menghargai. situasi. Ia menunjukkan kesediaannya untuk mendengarnya atau melihatnya dan tidak mengelakkannya. Mensintesis. Mengorganisasi nilai dengan mengkonsepsualisasi dan mensistematisasinya dalam pikirannya. sadar akan adanya suatu gejala. Mengkarakterisasi nilai-nilai. 6. 2. meliputi tingkat kegiatan yang berikut: . menunjukkan minat. Menganalisis. B. Tujuan-tujuan Psikomotor Ranah psikomotor atau psycho-motor domain.berdasarkan apa yang diketahui. yaitu menggunakan apa yang dipelajari dalam situasi baru. atau kegiatan itu sambil merasa kepuasan. perasaan. yakn menggunakan kriteria untuk menilai sesuatu. atau arsitektur gedung lama. 4. dan penilaian tentang sesuatu. Mengevaluasi. kondisi. 1. Merespons atau memberi reaksi terhadap gejala. yaitu menguraikan suatu keseluruhan dalam bagian-bagian untuk melihat hakikat bagian-bagiannya serta hubungan antara bagian-bagian itu. 5. menginternalisasinya. dan sebagainya. mentransfer. 3. menerima suatu nilai. C. Memperhatikan. bahkan menaruh komitmen terhadap nilai itu. 5. 3. yaitu menggabungkan bagian-bagian dan secara kreatif membentuk sesuatu yang baru. mengutamakannya. misalnya keindahan dalam musik gamelan. Tujuan-tujuan Afektif Ranah afektif atau.

Melakukan gerakan fisik seperti berjalan. mendorong. dan seterusnya. taktial. menarik. kelenturan. dan ekspresi kreatif seperti tarian. pemahaman lebih "tinggi" daripada pengetahuan penerapan. yakni dapat menyampaikan pesan melalui gerak muka. gerakan tangan. Buah pikiran Bloom cs menjadi populer setelah timbul aliran dalam pendidikan ke arah pengkhususan tujuan. melompat. Demikian pula apresiasi musik tak lepas dari pengetahuan dan keterampilan berkenaan dengan musik. Melakukan gerakan yang terampil serta terkordinasi dalam permainan. Dalam pengajaran ketiga aspek itu perlu mendapat perhatian. olah raga. 3. Menunjukan kemampuan perseptual secara visual. Selain memberi pengetahuan tentang suatu bidang studi sebaiknya juga dipupuk sikap positif terhadap bidang studi itu serta keterampilan yang terkait. Rincian tiap ranah mempunyai hierarki. penampilan. 2. lebih tinggi dari pada pemahaman. Demikian pula halnya dengan rincian ranah-ranah lainnya . sehingga hasil belajar dapat diamati dan diukur. Pengetahuan selalu memerlukan keterampilan misalnya keterampilan membaca. berpikir. Ketiga ranah itu saling berhubungan sebagai aspek kelakuan manusia. dan kesenian. 4. serta mengkordinasi seluruhnya. kelincahan dan kecepatan bereaksi. dan lain-lain dan disamping itu juga minat dan penghargaan (afektif) tentang apa yang dipelajari. Mengadakan komunikasi non-verbal. berlari. dan memanipulasi. Sering ketiga ranah itu dipisah-pisahkan dalam merumuskan tujuan instruksional khusus. Memperlihatkan kemampuan fisik yang mengandung ketahanan kekutan. BEBERAPA TUJUAN PENDIDIKAN LAINNYA Pada tahun 1859 seorang yang bernamaa Herbert Spencer yang pada dasarnya bukan pendidik dan juga tidak mengecap pendidikan formal secara . auditif. kinestetik.1. Misalnya dalam ranah koqnitif. 5.

Rearing a family. dari berbagai situasi hidup. Self-preservation. Banyak yang diajarkan di sekolah yang tidak jelas apa kaitannya dengan kehidupan anak sehari-hari. Di sini Herbert Spencer sangat mengutamakan relevansi pendidikan. Tujuan pendidikan yang juga cukup terkenal ialah The Seven Cardinal Principles yaitu tujuh prinsip yang pokok. dari manusia lainnya. hal-hal yang bertalian dengan usaha melangsungkan hidup. Enjoying leisure time yaitu memanfaatkan waktu senggang untuk menikmatinya dengan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan.teratur jadi lebih merupakan otodidak. 4. Securing the necessities of life. sebagai berikut : 1. masih berlaku sampai sekarang dan sering dipertimbangkan dalam pengembangan kurikulum. . mengurus dan memelihara rumah tangga. 6. Health (kesehatan). melindungi diri terhadap gangguan yang datang dari alam. Command of fundamental processes (penguasaan keterampilan fundamental seperti membaca. Worthy home membership (menjadi anggota keluarga yang berharga). 2. bertanggung jawab atas pendidikan anak dan kesejahteraan keluarga. yang hingga sekarang masih harus dipertimbangkan oleh setiap pengembangan kurikulum: " What knowledge is of most worth?". hidup teratur. berhitung). 3. Maintaining proper social and political relationship yaitu memelihara hubungan baik dengan masyarakat dan memenuhi kewajibannya terhadap negara. Hal-hal yang dikemukakan Herbert Spencer ini kira-kira satu setengah abad yang lalu. Alasan memberinya ialah bahwa pelajaran itu berguna kelak bila melanjutkan pelajaran. Pengetahuan apa yang paling berharga? Apa yang harus diajarkan yang paling berharga bagi kehidupan seseorang? Ia menganjurkan hal-hal yang berikut: 1. Vocational efficiency (efisiensi dalam pekerjaan). mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan melakukan pekerjaan. 2. mengajukan pertanyaan yang sangat penting. mencegah penyakit. 4. menulis. 3. seperti hidup sehat. dan lain-lain.

Human relationship. mengambil tindakan yang tepat untuk menjaga kepentingannya. Tujuan-tujuan yang dikemukakan di atas hanya sekadar bahan perbandingan dengan kurikulum kita. memilih jabatan yang tepat. mencapai kemajuan dalam jabatan yang dipilih. 7. Sebagai konsumen yang terdidik is merencanakan ekonomi hidupnya sendiri. 2. Walapun setiap orang mengenal nilai-nilai. jadi . Produsen yang terdidik merasakann kepuasan atas pekerjaan yang baik. perwujudan pribadi. Satisfaction of relegious needs (pemuasan kebutuhan keagamaan) (1918). Filsafat ialah ilmu yang mencari kebenaran sampai akar. Self-realization. tanggung jawab warga negara. RANGKUMAN 1. 6. Selanjutnya akan kami berikan tujuan-tujuan pendidikan menurut Educational Policies Commission (1938). Misalnya ³economic efficiency" dirinci sebagai berikut. memelihara dan mempertinggi tingkat efisiensi kerja. agar dapat dikatakan is mempunyai filsafat nilai-nilainya itu harus merupakan suatu sistem. hubungan antar-manusia 3. Worthy use of leisure (penggunaan waktu senggang secara bermanfaat). Civic responsibility. Setiap tujuan masih diuraikan lebih lanjut. 4. Tujuan pendidikan ditentukan oleh filsafat suatu bangsa. mengetahui syarat-syarat dan kesempatan kerja. Citizenshop (kewarganegaraan). efisiensi ekonomi. 2. jadi suatu kegiatan intelektual. 3. Dalam pengem bangan kurikulum biasanya dipandang sebagai sistem nilai -nilai. membentuk norma-norma guna mengatur pengeluarannya.5. menghargai nilai sosial pekerjaan. yaitu : 1. merupakan pembeli yang tahu dan cakap. Economic efficciency.akarnya. Kita lihat banyak persamaannya dengan apa yang dianjurkan oleh Herbert Spencer sebelumnya.

konsisten dan saling berhubungan. afektif. UUD 1945. Filsafat bangsa dan negara dengan sendirinya menjadi tujuan pendidikan nasional serta harus pula menjadi filsafat para pengembang kurikulum dan juga guru dalam pelaksanaan nya. Benjamin Bloom membantu dalam merumuskan tujuan yang lebih spesifik dalam ketiga ranah. Filsafat pendidikan harus menjadi "way of life" yang di terapkan dalam lingkungan sekolah. 12. Tujuan pendidikan nasional sangat umum dan masih perlu diuraikan menjadi tujuan institusional. Tujuan pendidikan kita didasarkan atas Pancasila. kurikuler. 11. 7. Dalam kurikulum sering tercantum tujuan-tujuan yang muluk-muluk tetapi belum tentu dapat direalisasikan. dan psikomotor dalam segala ting katannya. Jadi keadaan sekolah tidak memberi gambaran tentang keadaan yang sebenarnya. Buah pikirannya itu masih berpengaruh sampai sekarang. 6. dan GBHN. tujuan instruksional umum dan khusus. Apakah menurut Saudara setiap orang mempunyai filsafat? Coba . PERTANYAAN DAN TUGAS 1. 9. Herbert Spencer menganjurkan tujuan-tujuan yang relevan dengan kehidupan manusia sehari-hari. Setiap guru harus mempunyai gambaran yang jelas tentang dasar-dasar pendidikan nasional itu. 5. 10. 8. Untuk membentuk manusia seutuhnya harus diperhatikan aspek kognitif. Hilda Taba mempersyaratkan agar dalam rumusan tujuan tercakup proses dan produk. 4. agar semua pelajaran diarahkan guna membentuk manusia yang dicita-citakan. Apakah pengertian Saudara tentang filsafat? 2.

Hingga manakah TIK harus dikhususkan. Tunjukkan perbedaan kurikulum berhubungan dengan per edaan filsafat pendidikan sebelum dan sesudah kemerdekaan. 4. Bagai mana ga mbaran Saudara t entang manus ia yang demokratis? Apakah sifat-sifat itu telah nyata di sekolah? Masih adakah pengaruh feodalisme dalam masyarakat kita? 7. Apakah pengkhu susan TIK tidak dapat berlebihan? . adat -istiadat. agar anak dapat mengatakan alamat wall kota. seperti agama. Se lidiki hingga mana tujuan-tujuan itu telah di liputi oleh bidang studi yang diberikan di berbagai tingkatan sekolah. 5. Perhatikan persamaan dan perbedaannya. 11.selidiki pada orang-orang di sekitar Saudara apakah mereka dapat dikatakan mempunyai suatu filsafat? 3. 10. misalnya " agar anak dapat mengatakan beberapa tugas wall kota. dan Educational Policies Commission? Adakah yang dapat atau tidak dapat Saudara terima? Apa alasan Saudara. Apakah guna filsafat bagi pendidikan. Norma-norma biasanya diperoleh dari berbagai sumber. agar anak mengenal gambar wali kota. Tunjukkan bagaima na filsafat itu diterapkan dalam kurikulum kita. SMP. Bandingkan tujuan institusional bagi SD. Bagaimanakah pandangan Saudara tentang manusia Pan casila? Apakah telah melihatnya dalam kenyataan? 9. Bagaimana pendapat Saudara tentang tujuan -tujuan yang dikemukakan Herbert Spencer. falsafah negara. 6. agar anak dapat men gatakan usia wali kota. Diskusikan dengan teman. pengalaman pribadi. Coba tuliskan nor ma-nor ma yang Saudara junjung tinggi. dan lain-lain. Diskusikan tujuan pendidikan nasional dalam Kurikulum SMA. the Seven Cardinal Principles. agar anak dapat menyebut nama wall kota. 8. dan SMA.

15. .12. Minta teman lain juga melakukannya. Berikan sejumlah petunjuk tentang perumusan TIK. TIK atau - TIU? Bagaimana hubungan timbal balik antara TIK dan TIU? 13. Selidiki tujuan-tujuan pelajaran. Diskusikan bila ada persamaan dan perbedaannya. Bagaimanakah dapat Saudara ketahui ada tidaknya kesamaan antara tujuan guru dan tujuan siswa. lalu rumuskan TIK-nya. Diskusikan. 14. 17. Beri pendapat Saudara. Pilih satu TIU. Apakah kebaikan dan kelemahan TIK? Manakah lebih pen ting. lalu tinjau dari segi taksonomi Bloom. Bagaimana syarat yang diajukan Hilda Taba dalam merumuskan tujuan pelajaran. 16. baik mengenai ranahnya maupun tentang tingkatannya.

Apa yang akan dipelajari memerlukan pengenalan perkembangan anak. Selain itu yang diselidiki kebanyakan ialah belajar pada tingkatan mental rendah.BAB 3 ASAS PSIKOLOGIS KURIKULUM DAN PSIKOLOGIS BELAJAR PENDAHULUAN Dalam mengambil keputusan tentang kurikulum pengetahuan tentang psikologi anak dan bagaimana anak belajar. Banyak macam teori belajar seperti teori ilmu jiwa atau daya atau mental disiplin. lain pula mempelajari nilai-nilai. seleksi dan organisasi bahan pelajaran. Hal ini antara lain disebabkan penelitian dan eksperimen tentang belajar yang dilakukan dalam laboratorium yang terbatas jumlah variabelnya. Apa yang dipelajari bermacammacam. Walaupun telah banyak diketahui tentang belajar. dan lain-lain dan belum ada teori belajar yang dapat mempertemukannya. masih belum jelas betul secara terinci apa yang harus dilakukan agar anak belajar. Guru . namun masih banyak yang belum diketahui. sangat diperlukan. Tak ada satu teori belajar yang dapat mencakup segala macam jenis belajar. Belajar itu ternyata sangat kompleks. jadi jauh berbeda dengan situasi belajar di dalam kelas. antara lain dalam 1. lain belajar memecahkan masalah. merencanakan kondisi belajar yang optimal agar tujuan belajar tercapai. Ada bedanya belajar fakta atau informasi. 3. yang sering dilakukan terhadap binatang. akan tetapi bagaimana anak belajar membutuhkan pengetahuan tentang berbagai teori belajar. sedangkan belajar pada tingkatan mental tinggi masih memerlukan penelitian yang lebih banyak. 2. Guru-guru sering tidak menyadari asas teori belajar yang digunakannya. menentukan kegiatan belajar yang paling serasi. PPSI menggunakan teori belajar yang berbeda dengan pendekatan proses. teori Gestalt atau teori lapangan. teori S-R yang behavioristik.

mengajarnya berbagai pengetahuan. teori lapangan. teori asosiasi (S-R). Mengenal teori kiranya dapat membantu guru memahami atas dasar apa ia melakukannya. teori Gestalt. suatu "change of behavior". conditioning. Suatu definisi yang sering dikutip ialah yang diberikan oleh Ernest R. Definisi belajar berbeda menurut teori yang dianut. Bermacam-macam teori mencoba menjelaskannya ditinjau dari segi tertentu. APA YANG DIMAKSUD DENGAN BELAJAR Apakah sebenarnya belajar itu. belum diketahui sepenuhnya. Suatu teori belajar ialah suatu pandangan terpadu yang sistematis tentang cara manusia berinteraksi dengan lingkungan sehingga terjadi suatu perubahan kelakuan. walaupun guru itu sendiri kurang atau tidak menyadarinya. Bandura. Namun orang mendirikan sekolah belajar itu dijadikan masalah. dan pendapat berbagai tokoh psikologi seperti Gagne. Tiap orang tua mendidik anaknya. Secara tradisional belajar dianggap sebagai menambah pengetahuan. dan ternyata sangat kompleks dan pelik. Dalam bab ini akan kita bicarakan teori belajar menurut ilmu jiwa daya (mental disipline). dan Bruner. Pendapat lain yang lebih populer ialah memandang belajar sebagai perubahan kelakuan. dan sebagainya.mengajar menurut apa yang diperkirakannya akan memberi hasil yang baik dan ini sering dilakukan dengan menggunakan berbagai teori belajar. kebanyakan dengan menghafalnya. sama dengan proses psikis lainnya. Rasanya semua lancar walaupun tak seorang pun memikirkan atau menghiraukan ada tidaknya dasar teorinya belajar dan mengajar dan semua belajar secara wajar. dengan dasar filosofis yang berbeda tentang hakikat manusia. norma-norma. Hilgard. keterampilan. Sejak ada manusia di dunia ini ia belajar dan ada yang mengajarnya. Apa yang dipelajari di sekolah berbeda sekali di rumah atau di ladang. Anak-anak disuruh mempelajari berbagai macam mata pelajaran yang memberinya berbagai pengetahuan yang menjadi miliknya. sebagai berikut : . Yang diutamakan ialah aspek intelektual. Tiap guru mengajar dapat diketahui teori yang mendasarinya.

akan tetapi seluruh pribadi anak. sikap. seperti membuat sarang. 3. minat. Hal ini berkenaan dengan tujuan yang akhirnya ditentukan oleh falsafah pendidikan. maka ada daya-ingat. maka pendidik menghadapi tiga soal : 1. dan . kognitif. Ia hendaknya jangan merasa puas bila pengetahuan anak bertambah. biologi. bagaimana guru mengajarkannya. akan tetapi juga agar anak mempunyai sikap anak yang positif dan menyukai mata pelajaran itu.Learning is the process. Seorang belajar bila ia ingin melakukan suatu kegiatan sehingga kelakuannya berubah. Kelakuan harus kita pandang dalam arti yang luas yang meliputi pengamatan. dan lain-lain. TEORI ILMU JIWA DAYA ATAU MENTAL DISIPLIN Teori pelajar yang paling tua ini beranggapan. Seperti yang telah dikemukakan di atas. daya tanggap. kondisi apa yang harus dipenuhi agar terjacti proses belajar yang berlfasil. Perubahan karena mabuk atau keletihan bukan hasil belajar karena tidak diperoleh melalui kegiatan belajar. sejarah. kita akan lebih lanjut membicarakan beberapa teori belajar yang banyak diterapkan dalam proses belajar-mengajar.day a. Jadi belajar tidak hanya mengenai bidang intelektual saja. Ia dapat melakukan sesuatu yang sebelumnya tidak dapat dilakukannya. pengenalan. perbuatan. keterampilan. dan lain-lain. bukan hasil belajar. Ia menghadapi situasi dengan cara lain. Ia mengetahui hingga manakah taraf perkembangan anak. Demikian pula kemampuan binatang karena pertumbuhan instink. daya-pikir. Tiap daya mempunyai fungsi tertentu. bahwa "otak" atau mental manusia terdiri atas sejumlah "faculties" atau daya. Ia harus tahu bagaimana anak belajar. by which an activity originates or is changed through training procedures (Whether in the laboratory on in the natural environment) as distinguishe from changes by factors not atributable to training. daya-fantasi. 2. Ia harus mengetahui kelakuan apa yang diharapkan dari anak. agar bahan pelajaran dapat dikuasai anak. penghargaan. maupun psikomotor. Bila‡ guru mengajar matematika. Bila kita terima belajar sebagai perubahan kelakuan. efektif.

Itu semua boleh dilupakan. dahulu juga bahasa Latin yang cukup pelik. pendidik. nama pahlawan. ahli manajemen. Daya yang terlatih dapat digunakan untuk apa saja. dan orang tua merasa yakin akan nilai fisika. Ini berarti bahwa transfer menurut teori ini bersifat mutlak. Seperti pada daya-ingat. karena nilai latihnya makin tinggi. Ada pula sejumlah ilmuwan. Mata pelajaran yang dianggap paling ampuh untuk mendisplin daya-pikir ialah matematika. Demikian pula latihan mental dengan matematika tidak dengan sendirinya meningkatkan kemampuan belajar politik atau bahasa. Daya-pikir yang telah terlatih akan dapat digunakan untuk memikirkan apa saja. Teori ini lazim juga disebut teori mental disiplin. daya-pikir. Kesanggupan berpikir yang terlatih dianggap dengan sendirinya dapat dipakai. Walaupun telah dianggap tak berlaku lagi. dapat dipindahkan atau ditransfer dalam bidang-bidang lain dalam kehidupan. Daya-ingat misalnya dapat dilatih dengan menghafal nama-nama kota. makin sulit makin baik. Teori "mental disipline" ini sekarang tidak dapat diterima oleh kebanyakan ahli psikologi dan pendidik profesional. Jadi melatih daya-daya mental itu banyak persamaannya dengan melatih otot. akuntan. Penelitian eksperimental membuktikan. Tujuan pendidikan ialah memperkuat daya-daya itu dan ini dilakukan dengan latihan untuk mendisiplinnya. Siswa yang telah terlatih daya-pikirnya melalui matematika akan mudah melanjutkan pelajarannya untuk menjadi ahli hukum. bahwa daya ingatan tidak bertambah meningkat kemampuannya dengan menghafal sajak-sajak. Di sini yang diutamakan bukan penguasaan bahan. bahkan juga kata atau suku-kata yang tidak mengandung arti. Daya-pikir dilatih dengan menghadapkan anak dengan berbagai soal.lain-lain. matematika untuk meningkatkan kemampuan anak berpikir. Otot terlatih dapat mengerjakan apa saja. apa saja. . Demikian pula "otak" yang sudah diasah sampai tajam dapat "menyayat" segala masalah. kata-kata asing. juga pada daya-pikir ini tak dihiraukan apa yang dipelajari. namun di sekolah teori ini masih dianut. tahun-tahun sejarah. juga teori berdasarkan "faculty psychology". Akan tetapi yang tinggal ialah daya-ingat. insinyur. peningkatan kemampuan berbagai daya mental itu. bukan penguasaan bahan yang dipentingkan.

. yakni bagian rohaniah (dalam istilah psikologi ini "mind") dan bagian jasmaniah (substance. body). karena sulitnya. ingatan. tanaman. gunung. yang masing-masing mempunyai fungsi atau daya tertentu. "Mind substance" dianggap sama dengan otot. Kemauan yang baik dapat menaklukkan hawa nafsu jahat dan memberi kekuatan untuk memilih dan melakukan yang baik. imajinasi. masih banyak dianut. perlu "mind"nya dikembangkan dan ini dilakukan dengan latihan. Yang paling berharga ialah latihan yang diberikan pelajaran itu. Untuk mendidik anak. makin kuat otot itu. Lokasi "mind" tak dapat ditentukan dengan pasti. makin berkembang "mind" itu. Kalau manusia dianggap tidak intrinsik jahat sejak lahir. rohaniah-jasmaniah. Makin keras latihan. bahwa manusia terdiri atas dua bagian. Akan tetapi "mind" tidak mempunyai ukuran namun sesuatu yang nyata ada. namun dianggap dalam "otak" yang dianggap alat untuk berbagai kegiatan mental. Daya-pikir memberi kemampuan untuk memecahkan berbagai masalah untuk mengambil keputusan. maka perlulah dilatih kemauan anak kearah yang baik. Tujuan latihan ini yang utama bukan untuk menguasai bahan matematika. Bahannya dapat dilupakan. Salah satu fungsi mental ialah berpikir yang dapat dikembangkan dengan bahan pelajaran seperti matematika. Kepercayaan akan dualisme pada manusia. dan berpikir atau penalaran. Daya pengenalan terbagi dalam daya persepsi. perasaan dan kemauan. lebar. manusia tidak dapat memperoleh kebahagiaan dalam hidupnya dalam tnasyarakat.raga. Salah satu pendirian dalam aliran ini ialah faculty psychology. Seperti halnya dengan latihan otot. akan tetapi kemampuan berpikir itu sebagai akibat latihan itulah yang penting. Yang utama ialah daya pengenalan. yang dapat dilatih menjadi kuat dan dapat digunakan untuk berbagai pekerjaan. Daya-kemauan juga dianggap sangat penting. sulit dan membosankan. karena kemampuan ini akan memungkinkan anak memikirkan segala hal lain. kemauan juga harus diheri latihan keras dengan memberi pekerjaan yang herat. Kemauan adalah kunci keberhasilan. mempunyai ukuran panjang. Substansi fisik ada persamaannya dengan benda lain seperti batu. Tanpa kemauan yang baik. binatang.Teori ini didasarkan atas anggapan. berat. jiwa. Dianggap makin keras latihannya. matter. yang menganggap bahwa "mind" itu terdiri atas sejumlah bagian atau "faculty".

celaan. sehingga yang tinggal hanya anak yang pandai. Peneliti lain membuktikan bahwa dalam peningkatan kemampuan mental tidak ada kelebihan satu mata pelajaran dibanding dengan pelajaran lain. Demikian pula dibuktikannya bahwa peningkatan kemampuan mental umum hanya sedikit akibat pelajaran di sekolah. misalnya pakaian. hukuman. Anak yang pintar sering mengambil matematika di mana ia dapat menunjukkan kepintarannya dan ia akan banyak memperoleh manfaat dari pelajaran itu. Akan tetapi anak yang tidak pintar. kimia. Sekolah yang menjalankan teori mental disipline ini cenderung disebut sebagai sekolah yang baik.lain. bahwa teori ini tak dapat dipertahankan secara ilmiah. misalnya. Melatih kebersihan dalam bidang tertentu. bahkan menggunakan camhuk untuk memaksa anak menyelesaikan pekerjaannya. melainkan karena keunggulan siswa yang masih bertahan. Pendidikan serupa ini tidak menghiraukan keinginan atau minat anak. Kini teori mental disipline ini sudah tidak diterima lagi di kalangan kebanyakan ahli psikologi.Kalau perlu guru tak perlu segan memberi kecaman. Dari segi penelitian ilmiah telah dibuktikan bahwa latihan daya-daya mental tidak otomatis dapat ditransferkan dalam bidang - . orangtua dan guru yang yakin akan kebaikan latihan mental ini dan mempraktikkannya di sekolah maupun dalam lingkungan keluarga. tidak akan bany ak mendapat keuntungan dari pelajaran itu. juga tidak memperhitungkan tingkat perkembangan anak. fisika. karena banyak anak yang tak tahan akan keluar atau dikeluarkan dari sekolah. Jadi sekolah itu baik bukan karena keunggulan pengajaran dalam matematika. Thorndike dan Woodworth melakukan berbagai eksperimen untuk menguji kebenaran teori ini dan memperoleh kesimpulan. Latihan daya ment l dalam a suatu bidang tidak dengan sendirinya meningkatkan kemampuan dalam bidang lain. akan tetapi dapat disangsikan kebenarannya. Pendirian "mental disipline" ini banyak mendapat kritik dan dibantah kebenarannya secara ilmiah. Namun masih ada lagi ilmuwan. matematika tidak lebih unggul dalam melatih anak berpikir dibanding dengan sejarah atau ilmu bumi. tidak dengan sendirinya mempengaruhi kebersihan tulisan anak. karena mengutamakan pelajaran yang sulit seperti matematika dan fisika. dan lain.

tokoh lain dalan aliran behaviorisme ini antara lain Albert Bandura. lonceng dibunyikan tanpa diberi makanan. B. TEORI S-R Dari semua teori belajar lainnya. Itu sebabnya maka aliran ini dapat mengadakan eksperimen untuk membuktikan kebenaran teorinya. Watson (1878. Pavlov (18491936). aliran Connectionisme. barangkali teori inilah yang paling banyak diterapkan di sekolah. Transfer memang ada.1958) bapak aliran Behaviorisme dan Throndike. tapi kebanyakan dari luar. Tokoh yang sangat mempengaruhi aliran ini ialah Ivan P. Bila sekolah dipandang sebagai tempat memperoleh pengetahuan. yang pada dasarnya termasuk behaviorisme. Dengan stimulus dimaksud rangsangan dari dalam. Mereka yang menghadapi ujian Ebtanas atau UMPTN dan lainlain. yang mementingkan behavior atau kelakuan yang dapat diamati. Bila guru mengajarkan hitungan 2 + 3 = (Stimulus) maka diharapkan jawaban 5 (Respons). Dengan mengadakan hubungan antara S-R siswa memberi jawaban yang cepat dan tepat bila menghadapi tes. situasi atau keada. Bahwa air liur keluar bila disodorkan makanan pada anjing . Dalam eksperimennya i6 memberi makanan kapada anjing dan pada saat yang sama ia membunyikan lonceng. Hal-hal yang terjadi dalam din i manusia. Robert M. soal. Teori ini mulai bangkit setelah karya J. Skinner. Dengan pembedahan ia dapat mengukur air liur yang dikeluarkan anjing itu sewaktu melihat makanan. Ide asosiasi telah terdapat pada John Locke dan Herbart akan tetapi baru kemudian teori ini didukung oleh penelitian ilmiah. Tokoh. F. ILMU JIWA ASOSIASI. Demikian pula "ibu kota Kolumbia" (Stimulus) ialah "Bogota" (Respons). Robert Glasser.an yang dihadapi. maka metode yang paling ampuh ialah metode S-R yaitu menghubungkan stimulus dan respon. Gagne. namun demikian air liur anjing keluar juga. Demikianlah banyak pengetahuan yang dapat dikuasai anak melalui S-R. Setelah beberapa kali ini dilakukan.bidang lain. yang tidak dapat dilihat dan diabaikan. tetapi bukan dengan cara mendisiplin daya mental. berupa pertanyaan. juga yang menghadapi kuis "Cepat Tepat" menggunakan teori S-R ini.B.

mobil berhenti. memberi . yakni membunyikan lonceng bersamaan dengan makanan. Apa yang terjadi dapat kita gambarkan sebagai berikut makanan (S) ««««««««««« air liur keluar (R) lonceng berbunyi (S) «««. tidak terjadi apa-apa makanan (S) ««. Ia melakukan penelitian dan percobaan dengan binatang. kita pulang dari sekolah ingin segera makan. lonceng sekolah berbunyi anak berkumpul. antara lain 1. dan berkat penelitian yang banyak itu yang jauh melebihi jumlah percobaan oleh Pavlov. air liur (R) bunyi lonceng bunyi lonceng (CS) «««««. sesuatu yang wajar. Lampu lalu lintas merah . sifat bunyi lonceng itu berubah menjadi stimulus yang telah dikondisi. Hubungan S-R dipererat bila disertai rasa senang. disertai pujian untuk membangkitkan semangat anak belajar.yang lapar. The Law of Exercise or Repetition.hari. air liur (CR) Di sini terjadi suatu proses belajar-mengajar. Makin sering S-R dilatih makin lama hubungan itu bertahan. Akan tetapi dalam kondisi seperti di atas.anak kecil tidur. Mendapat pujian. ia menemukan sejumlah "hukum belajar". Cara belajar ini banyak terdapat dalam kehidupan sehari.. Hal itu tidak akan terjadi bila lonceng dibunyikan. Dalam proses belajar itu kita lihat pentingnya ulangan. atau conditioning. Thorndike. 2. atau conditioned stimulus. Tokoh yang banyak pengaruhnya terhadap pengajaran di sekolah ialah Edward L. akan tetapi yang tersebut di atas kiranya yang paling berguna bagi prose belajar. merasa sukses. jam menunjuk pukul delapan . yang menganut aliran connectionisme. yaitu hubungan antara dua hal yang dikenal sebagai S-R bond. dan respon yang diberikan menjadi conditioned response. jadi latihan memperkmat hubungan S-R. Anjing dapat diajar mengeluarkan air liur dengan cara mengkondisi. The Law of Effect. Masih ada lagi sejumlah hukum belajar lainnya.

Proses belajar rasanya mekanistis yang diatur oleh guru. makin mampu ia menghadapi berbagai situasi dalam hidupnya. Ialah yang pertama membuat belajar berprograma dan mesin belajar. Apa sebab anjing itu mengangkat kaki tak dapat dipastikan sebelumnya. Dari pihak penganut behaviorisme lainnya ia mendapat kritik karena rasa puas. termasuk manusia. Apa yang dilakukan Pavlov disebut "classical conditioning ". Tak ada tempat untuk "insight" atau tujuan yang bermakna. Pengaruhnya sangat besar dalam perkembangan teknologi pendidikan dan di Indonesia PPSI. atau bertepuk tangan atau batuk. Skinner. Manusia dipandang sebagai kumpulan S-R. Alirannnya dikenal sebagai "operant conditioning" yang sangat efektif melatih binatang dan juga bagi anakanak. rasa senang bukan kelakuan yang "observable" dan "measurable". karena diberi reinforcement. Makin banyak S-R dimilikinya. Seorang behavioris lain yang juga sangat berpengaruh ialah B. Memberikan respons yang tepat merupakan instrumental untuk memperoleh pujian. Belajar ialah perubahan kelakuan atau kemungkinan kelakuan dan ini tercapai melalui "operant conditioning" "Operant conditioning" adalah proses belajar yang mengusahakan mempertinggi kemungkinan timbulnya kelakuan tertentu. Akan tetapi sewaktu kita bersiul. Seorang berbuat sesuatu.F. Misalkan seekor anjing mengangkat kaki depannya dan sesaat kemudian diberi makanan (menjadi reinforcement) maka timbul kemungkinan ia akan melakukannya kelak.dorongan belajar. mungkin inilah bentuk conditioning yang paling tua. Dalam "operant conditioning" organisme. . Semua kelakuan manusia adalah hasil "operant conditioning" atau "operant reinforcement". Baginya psikologi adalah ilmu atau science kelakuan yang dapat diamati dan banyak kelakuan yang terlihat. harus melakukan sesuatu. Ia memandang guru sebagai arsitek dan pembangun kelakuan siswa. prosedur pengembangan sistem instruksional. dan pada salah satu stimulus itu anjing itu mengangkat kaki depannya seakan-akan memberi salam. Conditioning oleh Thorndike disebut "instrumental conditioning" karena S-R yang berhasil disertai oleh pujian sebagai upah atau reinforcement.

dalam hal ini mendapat upah.kecuali dengan cara biologis. "Reward" ini "mereinforce" Respon. "operant conditioning" membentuk kelakuan seperti pematung membentuk segumpal tanah liat. Bila dalam langkah-langkah itu timbul yang tidak sesuai maka diabaikan saja. dalam hal ini anjing. Maka karena itu aliran Skinner ini disebut aliran "operant conditioning" yaitu mengkondisi operant. misalnya otak dibandingkan komputer yang berisi modul. juga dapat disebut "reinforcement conditioning" atau mengkondisi "reinforcement". Melalui langkah-langkah ia dapat melatih binatang sampai tercapai kelakuan yang diinginkan. Manusia. Dengan "operant conditioning" ini Skinner dapat membentuk kelakuan. Akhirakhir ini mesin makin merupakan manusia dan dibentuk sesuai dengan manusia. akan tetapi bila timbul kelakuan yang cocok. Demikian pula kelakuan manusia dapat dikendalikan sehingga melakukan apa yang telah dicondition. Apa yang dilakukan anjing itu disebut operan karena beroperasi terhadap lingkungan dan menimbulkan konsekuensi tertentu. akan tetapi sesudahnya. Katanya "operant conditioning shapes behavior as the sculptor shapes a lump of clay". yang menyebabkan akan besar kemungkinan timbulnya Respon ini. akan tetapi di lain pihak manusia ternyata lebih merupakan mesin. tiap langkah dapat dicapai melalui "operant conditioning". lalu diberi "reinforcement" berupa "upah atau "reward". .maka kesempatan itu digunakan untuk memantapkannya dengan memberi "reinforcement". Respons itu menjadi alat atau instrumental guna memperoleh Reinforcement itu. Skinner sangat berhasil dalam melatih binatang. dan tak mungkin dapat diciptakan manusia . membuat Respon yang diinginkan. Tiap bagian. Jadi "reinforcement" tidak serentak dengan Respon. Tujuan dapat dipecah menjadi bagian-bagian kecil. menurut pendapatnya adalah mesin. maka dimantapkan dengan "reinforcement". Mula-mula organisme. sekalipun sangat kompleks.

Maka ia menciptakan belajar berprogamma. Salah satu anggapan psikologi behaviorisma yang paling merusak ialah bahwa dalam belajar. pemecahan dalam hubungan unsur-unsur situasi itu. jarak antara kelakuan dan reinforcement terlampau jauh. belajar kompetensi." Kelebihan itu terjadi karena manusia cenderung melihat suatu pola. Bahan pelajaran dibagi dalam bagian-bagian kecil yang dilatih langkah demi langkah dengan memberikan reinforcement langsung setelah setelah tiap respons. tidak ada langkah-langkah yang sistematis menuju tujuan. ia mendapat "insight". yaitu bahwa dalam memecahkan suatu masalah. Kritik Skinner tentang pengajaran di sekolah antara lain bahwa pelajaran tidak disukai. Wolfgang Kohler dan Kurt Koffka dalam buku " The Mentality of Apes" (1925) dalam eksperimen menguji hipotesis Thorndike tentang "Trial-and-error". Konfigurasi yang membentuk kebulatan keseluruhan itu disebut dalam bahasa Jerman Gestalt. individu atau binatang akan melakukan perbuatan-perbuatan secara acakan dan akhirnya secara kebetulan akan dapat memecahkannya. dan reinforcement terlampau langka. individu itu pasif. Demikianlah lahir teori Gestalt. suatu istilah yang sukar diterjemahkan dan karena itu dipertahankan dalam semua bahasa. integrasi atau konfigurasi dalam apa yang dilihatnya.tiba. karena. menurut Kohler. organisasi. juga disebut teori organismik. Teori Skinner ini sesuai dengan teknologi pendidikan. Dalam percobaan dengan simpanse ternyata. Anak dapat melakukannya menurut kecepatan masingmasing. dan akuntabilitas pendidikan. dan teori psikologi lapangan (field psychology). ia menerima stimulus dan memberi . Bila binatang dapat dilatih dengan cara ilmiah apa sebab cara itu tak dapat dimanfaatkan bagi pengajaran di sekolah. " keseluruhan lebih dari jumlah bagian-bagiannya. bahwa binatang itu memecahkan masalah secara tiba.Mengenai pelajaran disekolah. TEORI GESTALT Dasar pokok aliran psikologi ini pertama kalinya dirumuskan Max Wertheimer pada tahun 1912 yang berbunyi. Skinner melihat bahwa guru mengajar sangat tidak efisien dan efektif.

dan sering dapat diverbalisasikan. . Generalisasi yang diperoleh sering dirumuskan dalam bentuk " Jika maka Bila tercapai generalisasi maka dapat digunakan atau ditransfer dalam situasi lain yang pada prinsipnya menunjukkan persamaan. menggunakan imajinasi dan bersifat kreatif. Belajar bukan sesuatu yang pasif. pada suatu saat tiba-tiba menjadi terang. Simpanse memperoleh "insight" dan tentu tak dapat membahasakannya. Untuk itu jumlahnya harus cukup banyak dengan pengalaman yang kaya. Seorang sarjana dapat bersifat ilmiah dalam bidangnya. dinyatakan dengan kata-kata. Siswa dapat dikendalikan oleh guru dengan bahan yang dipilih pengembang kurikulum. akan tetapi dalam bidang sosial yang tidak bertindak ilmiah. Kunci dalam psikologi Gestalt. Namun transfer tidak dengan sendirinya akan terjadi. walaupun dapat membantu. ialah "insight". yang mungkin benar atau tidak. hubungan antara unsur-unsur suatu masalah. "Insight" adalah jawaban atau hipotesis sementara. "Insight" belum berarti memahami suatu masalah sepenuhnya. Bagaimana timbulnya " insight tak selalu. Stimulus dianggap sebab dan respons dianggap sebagai akibat. menurut makna yang dilihatnya dalam situasi itu. dalam belajar siswa mempunyai tujuan. jadi jauh berbeda dengan psikologi behavioristik yang memandang belajar sebagai mekanistik dan deterministik. Manusia seperti mesin yang sangat baik desainnya yang dapat dikendalikan. Kebenarannya masih perlu diuji. Belajar ialah mengembangkan insight pada anak dengan melihat hubungan antara unsur-unsur situasi problematis dan dengan demikian melihat makna baru dalam situasi itu. Atau ia tidak mengenal situasi dalam hubungannya dengan prinsip itu. ³Insight" juga belum dapat digeneralisasi.respons secara sereotip dan otomatis. bahkan percaya akan mistik dan superstisi. walaupun prinsip itu telah dipahami sepenuhnya. Guru tak dapat memberi " insight". murid sendirilah yang harus menemukannya sendiri menurut pikirannya sendiri. akan tetapi hingga batas tertentu. misalnya fisika. karena terjadinya dalam lompatan pikiran dan intuisi. mengadakan eksplorasi. Manusia dapat dikondisi menurut kemauan penguasa atau masyarakat. "Insight" ialah mula-mula adanya perasaan. "hunches" petunjuk yang samarsamar tentang adanya pola.

. makin dikenalnya life-space siswa. Kognitif berasal dari " cognoscere" (Latin) artinya mengenal tentang bagaimana cara orang memahami dirinya dan lingkungannya. dalam mana individu memperoleh "insight" baru atau modifikasi yang lama. dan bagaimana ia menggunakan kognisinya dalam tindakannnya terhadap lingkungan atau "life-space"nya dengan segala faktor yang terdapat didalamnya. hal-hal yang ingin dielakkannya. jalan yang mungkin ditempuhnya dan sebagainya. menjelaskannya dan kemudian menyuruh siswa menerapkannya. prinsip-prinsipnya. buah pikirannya. Membantu siswa memperoleh generalisasi dapat dilakukan dengan tiga cara. Dengan lapangan psikologis dimaksud situasi psikologis di mana ia berada. Psikologi ini disebut juga psikologi lapangan kognitif. siswa disuruh menemukan generalisasinya. Pertama: Guru merumuskannya. Transfer dapat terjadi bila terbuka kesempatan untuk menerapkannya dalam situasi yang dilihatnya sebagai kesempatan dan ada hasrat untuk menggunakannya. Bagi guru. lalu merumuskannya. atau tak sanggup menerapkannya. halangan antara dirinya dengan tujuan. kita harus mengetahui segala sesuatu tentang dirinya. yang meliputi tujuan seseorang. Belajar ialah modifikasi life-space. belajar adalah proses interaksional.atau ia tak mau. adalah pionir psikologi lapangan atau field psychology. Kedua : Guru memberi latar belakang secukupnya. juga penganut teori keseluruhan. dan segera bila siswa merasakan ia memahaminya. Menurut teori lapangan. konsep diri dan apa saja yang dapat mengidentifikasi dirinya. Kurt Lewin (1890-1947). misalnya ia tahu harus berkorban untuk sesama manusia. makin dapat ia meramalkan kelakuan siswa itu dan dengan demikian makin dapat ia memberi bantuan. Untuk memahami seseorang. namun ia lebih memperhatikan kepentingannya sendiri. Ternyata. ia disuruh mengaplikasikannya. Ketiga : Guru memberi latar belakangnya. bahwa metode kedua lebih efektif dalam transfer.

bahwa dalam pemikiran reflektif tidak digunakan laboratorium sehingga dapat digunakan dalam pemecahan segala macam masalah termasuk masalah sosial. organismik atau teori lapangan kognitif. Mengambil kesimpulan. mencari. Mengubah bagian akan mengubah juga keseluruhannya. Dalam cara berpikir ini digabungkan proses induktif. Merumuskan hipotesis itu. yaitu kemungkinan jawaban dalam bentuk generalisasi yang ditemukan sendiri. Menyelidiki pengetahuan. menganalisis. yakni menerima hipotesis. Sebuah kalimat lebih berarti daripada jumlah kata-kata atau hurufnya. Mengubah atau menghilangkan suatu kata akan mengubah arti seluruh kalimat itu. Bagian-bagian hanya mengandung arti dalam hubungannya dengan keseluruhan. Hipotesis itu berkisar antara dugaan berdasarkan informasi minimal sampai prinsip atau hukum dengan verifikasi yang tinggi tarafaya. dan sebagainya. 4. yang harus diuji kebenarannya. dan proses deduktif. Mentes hipotesis dengan menguji implikasi atau konsekuensi hipotesis berdasarkan data atau pengalaman. 3. menolaknya. implikasi hipotesis dengan mengumpulkan data atau memodifikasinya. Pada dasarnya. Prinsip-prinsip belajar menurut teori Gestalt. Langkah-langkah dalam pemecahan masalah menurut Dewey telah cukup terkenal : 1. antara data. 1. semua generalisasi merupakan hipotesis yang senantiasa perlu diuji kebenarannya. dan menguji hipotesis. Belajar itu berdasarkan keseluruhan Keseluruhan lebih dari jumlah-jumlah bagian. 5. Kata-kata dalam kalimat dapat dipahami dalam hubungannya dalam kalimat itu. Kalimat itu sendiri baru diketahui artinya dalam hubungannya dengan . Bedanya dengan proses ilmiah ialah. Mengenal dan merumuskan masalah. atau menyatakan bahwa berdasarkan data yang ada belum dapat diambil kesimpulan.John Dewey yang juga termasuk penganut teori Gestalt. pengumpulan data. memandang berpikir sebagai proses reflektif yang pada dasarnya tak berbeda dengan berpikir ilmiah. Masalah timbul bila terdapat perbedaan atau pertentangan antara tujuan-tujuan. 2.

bila kita tidak memahami hubungannya dengan keseluruhan yang lebih luas. ilmu hayat. Dalam menyelesaikannya mungkin sekali anak-anak mempelajari hal-hal berkenaan dengan sejarah.oleh setiap pemain satu per satu. malahan dapat juga meniadakan segala batas-batas antara mata pelajaran. Itu sebabnya maka orang berusaha untuk mengadakan hubungan antara berbagai mata pelajaran yang disebut korelasi antara mata pelajaran. baik mengenai isinya maupun mengenai organisasinya. Bila Icita . sosial. Menghapal peristiwa-peristiwa atau tahun-tahun dalam sejarah atau nama-nama dan hasil bumi dalam mata pelajaran IPS tak berapa faedahnya. bahwa ia akan menggunakannya kelak bila ia telah dewasa Pengajaran serupa ini sering disebut intelektualistis. sebab dititik-beratkan pada pendidikan intelek atau dalam kebanyakan hal sebenarnya pada pendidikan ingatan saja. melainkan juga secara emosional. Bagian-bagian hanya berarti dalam hubungannya dengan keseluruhan.mata pelajaran dengan meng-integrasi-kannya. dan jasmaniah. Musik yang dimainkan oleh suatu orkes berbeda sekali dengan jumlah lagu-lagu yang dimainkan . Anak yang belajar merapakan keseluruhan Sekolah yang tradisional bertujuan : menyampaikan kultur atau kebudayaan kepada murid-murid dengan jalan menumpukan sejumlah pengetahuan ke dalam ingatan anak dengan harapan. Pengajaran serupa ini lazim disebut pengajaran "unit" atau pengajaran proyek. ia seorang pribadi. Prinsip keseluruhan ini ternyata mempunyai pengaruh yang besar sekali terhadap kurikulum. Tetapi anak itu tidak hanya mempunyai intelek saja. Yang diberikan ialah masalah atau pokok yang luas yang harus dpecahkan oleh anak-anak. tidak merupakan fakta-fakta terlepas. 2. Demikian pula pendidik-pendidik modern berpendapat bahwa mata pelajaran-mata pelajaran yang lepas-lepas kurang manfaatnya sebab tidak berdasarkan atas keseluruhan ini. melainkan senantiasa sebagai bagian dalam hubungan yang lebih luas.keseluruhan karangan atau cerita. Fakta-fakta yang lepas tidak mengandung arti dan karena itu mudah dilupakan. kesenian dan sebagainya. suatu keseluruhan yang menghadapi situasi-situasi bukan hanya secara intelektual. akan tetapi apa saja yang dipelajari.

mengajarkan IPS misalnya, kita dapat berusaha, sehingga anak itu mengerti akan bahan pelajaran itu. Akan tetapi di samping.itu murid itu mungkin juga belajar benci akan gurunya atail kepada pelajaran itu atau kepada segala sesuatu yang berbau pelajaran sekolah. Mengenai pendidikan intelektual mungkin kita mencapai hasil yang baik, akan tetapi dalam pendidikan emosinya kita gagal. Sebab itu, dalam pengajaran modern, orang bukan hanya mengajarkan berbagai mata pelajaran, akan tetapi mengutamakan tujuan mendidik si anak, membentuk seluruh pribadinya anak seutuhnya. Dalam pada itu, anak itu tidak hanya dipandang sebagai murid sekolah saja; pribadi anak tidak dapat dilepaskan dari kehidupannya di luar sekolah, di rumah, dan di lingkungan sekitarnya. Suasana sekolah sedapat-dapatnya diselaraskan dengan suasana rumah. Sekolah hendaknya dijadikan bukan hanya tempat anak mempelajari berbagai-bagai ilmu, akan tetapi juga tempat mereka hidup dan belajar hidup. Kurikulum di sekolah disesuaikan dengan apa yang diperlukan anak bagi kehidupannya sehari-hari. Dengan demikian dicegah adanya jurang yang sering terdapat antara sekolah dengan kehidupan di luar sekolah untuk mencapai integrasi pribadi murid. 3. Belajar berkat "insight" Teori asosiasi mementingkan ulangan dan pembiasaan dalam proses belajar. Belajar serupa ini bersifat mekanis. Teori organisme. memandang "insight", pemahaman atau tilikan sebagai syarat mutlak dalam hal belajar. Dengan "insight" dimaksud suatu saat dalam proses belajar, sewaktu seseorang melihat atau mendapat pengertian tentang seluk-beluk sesuatu, atau melihat hubungan tertentu antara unsur-unsur dalam suatu situasi yang mengandung suatu problema atau kepelikan. Dalam percobaan oleh Kohler dengan simpansi, binatang itu berhasil menyambungkan dua kerat bambu untuk meraih pisang yang diletakkan di luar kandangnya. Pada saat kera itu melihat hubungan antara unsur-unsur dalam situasi yang problematis itu, (yakni antara unsur-unsur bambu, dirinya, jeruji, pisang) ia memperoleh "insight" atau suatu "Aha Erlebnis".

Hal yang demikian terjadi juga pada manusia yang menghadapi situasi yang mengandung kesulitan dan sering secara tiba-tiba memahami seluk-beluk situasi itu, setelah ia mendapat "insight". Pemahaman tidak diperoleh semata-mata dengan jalan mengulangulangi dan latihan-latihan seperti pada teori asosiasi. Apa sebenarnya "insight" ini belum dapat dijelaskan sepenuhnya. Bagi pembinaan kurikulum, prinsip "insight" ini berarti bahwa anak-anak harus dihadapkan kepada masalah-masalah, dalam bentuk proyek atau unit yang mengandung problema-problema yang harus dipecahkan. 4. Belajar berdasarkan pengalaman Belajar memberi hasil yang sebaiknya-baiknya bila didasarkan pada pengalaman. Pengalaman ialah suatu interaksi, yakni aksi dan reaksi, antara individu dengan lingkungan. Individu menjalani pengaruh lingkungan, jadi ada aksi dari lingkungan terhadap individu, akan tetapi sebaliknya individu juga bereaksi terhadap pengaruh lingkungan itu. la berbuat sesuatu, yakni mempertimbangkan, mengolah, memikirkan pengaruh lingkungan itu. Bila seorang anak kena api, maka hal itu suatu kejadian atau peristiwa dan belum merupakan suatu pengalaman. Kejadian itu akan menjadi pengalaman, apabila anak itu mengolahnya, menghubungkannya dengan pengalaman yang sudah,

mentafsirkannya, dan mengambil kesimpulan, bahwa api itu sesuatu yang berbahaya yang dapat menimbulkan rasa sakit, sehingga ia dapat menentukan sikapnya dan dapat menjaga diri terhadap api kelak. Berkat pengalaman itu ia belajar, kelakuannya berubah, artinyä bahwa ia bertindak lebih efektif dan serasi dalam menghadapi situasi-situasi hidupnya. Anak itu mula-mula akan memandang api sebagai sesuatu yang berbahaya, akan tetapi berdasarkan pengalaman-pengalaman lain ternyata bahwa api itu tidak selalu berbahaya, akan tetapi banyak sekali manfaatnya dan memberi kesenangan kepada manusia. Pengalaman pertama rupanya tidak benar seluruhnya dan .karena itu harus dirombak, direorganisasi atau disusun kembali. Belajar ialah reorganisasi pengalaman-pengalaman yang lampau yang ternyata tidak Iengkap, tidak sempurna. Oleh sebab tidak ada pengetahuan dan pengalaman kita yang

sempurna, kita harus senantiasa mereorganisasi pengalaman kita selama kita hidup. Pendapat lama dan teori-teori yang lampau sering harus disempurnakan atau diganti dengan yang baru ternyata lebih balk daripada yang sudah-sudah. Manusia senantiasa membuat penemuan baru dan mereorganisasi pengetahuan yang lama dan dengan demikian memperluas kebudayaan dunia. Manusia terus belajar dan tak akan kunjung selesai meningkatkan pengetahuannya. Belajar itu baru timbul bila seseorang menemui suatu situasi baru, suatu soal, kesulitan atau problema. Dalam menghadapinya ia akan menggunakan segala pengalamannya yang sudah-sudah. Jika dengan pengalaman-pengalaman itu ia sanggup mengatasinya, tidak akan timbul proses belajar. Ia sekedar menggunakan pengalaman yang lampau itu. Tetapi bila ternyata bahwa penga lamannya yang ada tidak cukup untuk mengatasinya, ia akar, mengalami semacam frustrasi. keseimbangannya terganggu, lalu ia mencoba mencari jalan untuk memecahkan soal itu. Di antara percobaaan itu ada yang tak berhasil, itu dikesampingkannya. Percobaan itu dilanjutkannya jadi proses belajar berlangsung tertr sarapai kesulitan itu diatasinya. Di sini pun kita lihat, seperti dianjurkan oleh penganut-penganut prinsipprinsip belajar yang telah tersebut di atas betapa perlunya diusahakan, agar kurikulum itu berupa problema-problema yang dihadapkan kepada anak-anak untuk dipecahkannya agar ia belajar. 5. Belajar ialah suatu proses perkembangan Manusia ialah suatu organisme yang tumbuh dan berkembang menurut caracara tertentu. Kita tak dapat mengajarkan segala sesuatu yang kita kehendaki. Anak-anak baru dapat mempelajarinya dan mencernakannya, bila ia telah matang untuk bahan pelajaran itu. Kita ketahui, bahwa kepada anak-anak kelas satu SD belum dapat diberikan teori-teori tentang listrik atau tata negara, karena mereka belum matang untuk itu. Kesiapan anak untuk mempelajari sesuatu tidak hanya ditentukan oleh kematangan atau taraf pertumbuhan batiniah, tetapi juga dipengaruhi oleh

lingkungan, yakni oleh pengalaman-pengalaman yang telah diperoleh anak itu. Misalnya kesiapan untuk membaca akan lebih cepat terdapat pada anak-anak yang telah berkenalan dengan buku-buku bergambar di rumah atau yang sering dibacakan cerita-cerita dari buku oleh ibu bapaknya, sebelum ia menginjak sekolah, daripada anak-anak yang tidak pernah memperoleh pengalamanpengalaman dengan buku. Jadi tak perlu kita hanya menunggu-nunggu saja. Kita dapat menciptakan situasi- situasi dan lingkungan bagi anak yang dapat mempercepat atau membangkitkan kesiapannya untuk mempelajari sesuatu. Dalam hal ini tak semua anak sama. Anak-anak berbeda pengalaman dan kematangannya, sekalipun umurnya sama. Perbedaan individual ialah suatu prinsip yang harus dipikirkan dalam pembinaan kurikulum. Memaksakan semua anak mempelajari bahan yang sama tidak dapat dipertahankan. Karena itu kurikulum harus disusun sedemikian, sehingga sedapat mungkin dapat disesuaikan dengan perbedaan individual, baik mengenai kuantitas maupun kualitasnya. Anak yang pandai harus diberi kemungkinan menyelesaikan lebih banyak pelajaran daripada anak yang kurang pandai dan anak -anak harus dapat mengembangkan bakatnya dalam berbagai lapangan. 6. Belajar ialah proses yang kontinu Anak-anak tidak hanya belajar di sekolah, akan tetapi juga di luar sekolah. Mereka memperoleh juga pengalaman-pengalaman berkat radio, surat kabar, majalah, pergaulan di rumah, perkumpulan pemuda, kepanduan, bioskop, permainan, dan sebagainya. Malahan kerapkali hal-hal yang dipelajari dengan tak sengaja di luar sekolah dan sebelum bersekolah lebih mendalam lagi, oleh sebab tujuan- tujuan yang mereka kejar di situ lebih menarik, lebih memuaskan, lebih menyenangkan dan sesuai dengan kebutuhannya daripada tujuan-tujuan yang ditentukan dan sering dipaksakan oleh sekolah. Lagi pula di luar mereka banyak memperoleh pengalaman- pengalaman langsung atau first-hand experiences. Mereka tidak bicara tentang padi, ikan, layang-layang dan sebagainya, akan tetapi mereka turut memotong padi, mereka menangkap ikan di sungai, mereka membuat dan bermain layang- layang dan sebagainya. Di sekolah mereka kebanyakan membaca dan mendengarkan saja. Kurikulum yang modern

menyesuaikan pelajaran sekolah dengan kehidupan, permainan, kesukaan, dan minat anak di luar sekolah. Apa yang dahulu dianggap sebagai aktivitas extrakurikuler, yakni aktivitas anak di luar pelajaran seperti perkumpulan sekolah, hobby anak-anak, kepanduan dan lain-lain, dimasukkan oleh sekolah ke dalam kurikulum, jadi menjadi tanggung jawab sekolah. Kontinuitas juga diusahakan dengan meniadakan tinggal kelas. Anak yang tinggal kelas tidak kontinu pelajarannya oleh sebab ia harus mengulangi bahan yang sama selama satu tahun. Kurikulum hendaknya disusun sedemikian, sehingga tiap anak terus maju sesuai dengan kecepatannya masing-masing. Kontinuitas harus pula ada dalam pelajaran sekolah rendah, menengah, dan tinggi. Seperti anak main dari kelas yang satu ke kelas berikutnya, demikian pula anak itu harus pula maju dari sekolah rendah ke sekolah menengah dan seterusnya. Pertanyaan timbul, apakah Sekolah Dasar harus terpisah benar-benar dari SMP dan sekolah ini harus terpisah pula dari SMA ? Apakah tidak dapat disatukan sekolah-sekolah itu seluruhnya menjadi sekolah dari kelas 1 sarnpai kelas 12 ? Kontinuitas akan terganggu pula apabila pelajaran di sekolah berlainan atau bertentangan dengan norma-norma yang diajarkan di rumah. Maka timbullah konflik dalam diri si murid. Ia harus berpegang pada dua macam norma. Apa yang dipelajarinya di sekolah tidak dapat dilangsungkan dan dipraktikkan di rumah. ltu sebabnya sekolah harus mengenal keadaan, kebiasaan, adat-istiadat di rumah anak. Sekolah harus bekerja sama dengan rumah dan badan-badan lain dalam masyarakat sehingga sêmuanya turut serta membantu perkembangan anak yang harmonis. Sekolah modern mengajak orang tua agar turut serta dalam menentukan kurikulum. Dari orang tua sungguh dapat diterima saran-saran yang baik sekali untuk dipertimbangkan oleh staf guru-guru agar dimasukkan ke dalam kurikulum. Sering pula orang tua diminta bantuannya untuk turut melaksanakan kurikulum. 7. Belajar lebih berhasil bila dihuhungkan dengan minat keinginan dan tujuan anak.

Kita dapat mengajarkan kepada anak-anak hal-hal tentang bermacammacam penyakit yang kemudian ditanyakan pada ulangan. takut tinggal kelas. Ia memahami tujuan pelajaran itu. usaha itu mengandung arti baginya. Kurikulum di sekolah yang tradisional sepenuhnya ditetapkan oleh pihak atasan. oleh sebab sesuai dengan tujuannya. sekalipun teori musik itu sendiri kurang menarik. Lain halnya kalau di suatu daerah berjangkit penyakit. Pelajaran diberikan dalam bentuk unit atau proyek yang berkenaan dengan masalah-masalah yang dihadapi oleh anak-anak. Tujuan anak ialah mencapai angka yang baik. sebab ia ingin mencapai tujuan yang terkandung dalam pelajaran itu sendiri. Anak seperti ini didorong oleh motivasi yang ekstrinsik sebab ia mengejar tujuan. yang sebenarnya letak di luar pelajaran itu. anak -anak dipaksa . Akan tetapi dalam hubungannya dengan cita-cita anak itu. Di sini anak-anak turut serta menentukan kurikulum. kurikulum sedapat mungkin disesuaikan dengan minat kebutuhan dan tujuan-tujuan yang hendak dicapai oleh anak-anak. Seorang murid yang berbakat dan ingin menjadi penyanyi akan giat mempelajari teori musik. Di sekolah yang menginsafi hal ini.Hal ini tercapai apabila pelajaran itu langsung berhubungan dengan apa yang diperlukan murid-murid dalam kehidupannya sehari-hari atau apabila mereka tahu dan menerima tujuannya. Di sini kebanyakan digunakan motivasi ekstrinsik. Motivasi yang intrinsik ini tentu lebih baik hasilnya. Dikatakan bahwa anak itu didorong oleh motivasi yang intrinsik. Atau barangkali ia belajar karena takut kepada guru. Proyek itu dibicarakan dan dirundingkan bersama oleh guru dan murid-murid agar mereka lebih jelas memahami tujuan dan faedahnya. Murid-murid tidak diajak berunding dan mereka harus menerimanya. ia yakin akan ada faedahnya bagi kehidupannya dan karena itu ia giat belajar. atau ingin menyenangkan hati orang tuanya. lalu anak-anak belajar betul-betul untuk mengetahui seluk-beluk penyakit itu agar dapat menjaga diri terhadap penyakit itu. kerap kali tanpa melihat faedah yang langsung bertalian dengan tujuan dan minatnya.

yang turut mempengaruhi kurikulum dan proses belajar mengajar. Akan tetapi ini tidak berarti pula bahwa keinginan dan kebutuhan anak harus diabaikan begitu saja. belajar sosial Bandura. Ada halhal yang mungk in kurang disukai oleh anak-anak namun hams mereka pelajari karena tuntutan masyarakat. Buah pikirannya mendominasi pendidikan guru dan pendidikan umumnya di Amerika Serikat dan bagian lain dunia ini dan hingga sekarang idenya masih banyak digunakan. Membina kurikulum yang baik ialah suatu hasil usaha bersama antara pihak atasan dengan guru -guru. Herbart (1776-1841) pengganti filsuf Jerman terkenal Immanuel Kant tahun 1841. dapat dipandang sebagai tokoh pertama psikologi belajar modern yang menyimpang dari teori ilmu jiwa daya.belajar dengan macam-macam hukuman dan pujian dengan angka-angka dan ujian-ujian. atau berpusat pada keinginan anak melulu dan mengalami kesulitan-kesulitan. Di sini akan kami berikan lagi beberapa teori belajar yang terkenal. dan konsis belajar Gagne. namun dalam praktik apa yang dikemukakannya masih berlaku. Anak-anak tidak mengenal tujuan pendidikan dan karena itu tidak mungk in mengetahui apakah yang juga perlu bagi mereka. Kalau di atas dikatakan. walaupun tidak di bawah namanya. konseptualisme Bruner. Herbart terkenal karena konsep appersepsi yang dikemukakannya. TEORI APERSEPSI HERBART J. ini sekali-kali tidak berarti bahwa seluruh kurikulum semata-mata ditentukan oleh keinginan anak saja. Apersepsi ialah proses asosiasi antara ide atau Vorstellung yang baru dengan yang lama yang tersimpan dalam bawah sadar individu.F. bahwa kurikulum disesuaikan dengan minat dan tujuan anak. Pengaruh Herbart dalam abad dua puluh sangat besar. Memperturut keinginan anak saja tidak menjamin usaha yang efektif ke arah tujuan pendidikan. antara lain apersepsi Herbart. Secara teoretis namanya telah lenyap dari dunia psikologi dewasa ini. bahwa anak-anak diajak turut berunding. Setiap ada masuk persepsi baru . murid-murid orang tua serta badan-badan lain dalam masyarakat. Cara ini memang pernah diadakan pada sekolah progresif yang child -centered.

ada afinitas menarik atau menolak. Masalah asosiasi telah dikemukakan Aristoteles pada abad ke-4 SM. jadi berlomba untuk bergabung dengan ide baru yang masuk. akan tetapi "murid" dan "ramalan cuaca" mungkin tidak. Bila seorang melihat kapal terbang misalnya. berpendapat bahwa ide-ide itu aktif. Ide mempunyai kekuatan bergabung atau menolak bergabung. . oleh setiap persepsi cenderung akan bergabung dengan bahan yang telah ada. dan hanya merupakan wadah tempat asosiasi itu berlangsung. Jadi "mind" itu adalah isinya. maka mungkin akan timbul ide burung. yang menjadi lebih kompleks melalui asosiasi selanjutnya. mempunyai kekuatan untuk bergabung. mengisi mind itu. Akan tetapi perangsang. atau perjalanan yang pernah diIakukan ke luar negeri. Tanpa pengalaman yang ada. Ide yang lama berlomba kekuatan untuk memasuki alam sadar untuk menyambut ide baru. dinamis. Dikatakannya bahwa asosiasi cenderung terjadi antara hal-hal yang tampil bersamaan (kontiguitas). yang datang berurutan (suksesi). Sebaliknya ide yang telah tersimpan. misalnya "murid" dan "guru" akan saling menarik. Penggabungan ide-ide dapat dibandingkan dengan proses kimiawi atau "mental chemistry". Persepsi atau pengamatan diperoleh dari lingkungan melalui alat-dria. yang mempunyai persamaan anti (similaritas) dan yang berlawanan (kontras). John Locke (1632-1704) telah mengemukakan teori "tabula rasa" yang mengatakan bahwa "otak" (mind) manusia semulanya waktu lahir. Melalui asosiasi diperoleh ide yang sederhana. Dalam "otak" itu terjadi hubungan atau asosiasi antara ide-ide. masih kosong seperti papan tulis bersih. pengalaman dari luar. entah yang mana bergantung pada kekuatan ide yang disimpan atau bahan persepsi yang tersedia.maka ia disambut oleh yang lama. atau kemajuan teknologi. Bagi Herbart semua persepsi pada hakikatnya apersepsi. suatu pengamatan atau ide tak ada artinya dan tak akan diperdulikan. Sebelumnya. Akan tetapi manusia itu sendiri pasif. akan tetapi tak mempunyai kesempatan bergabung lambat laun akan lenyap dengan sendirinya. Herbart sebaliknya. Apa saja yang diketahui manusia datangnya dari luar diri orang itu. Menurut Locke ide-ide itu pasif.

Ia juga membuka jalan untuk mengadakan penelitian dan eksperimen ilmiah mengenai proses belajar-mengajar. Guru mengingatkan siswa tentang pengalaman atau pelajaran yang lampau agar ide-ide yang relevan timbul dalam kesadaran siswa. Ia mengemukakan pentingnya minat siswa dalam proses belajar. mungkin melalui demontrasi tentang pokok yang dibicarakan. didukung oleh bahan apersepsi yang banyak. menurut Herbart ialah mendidik anak menjadi manusia yang bermoral baik. 3. Walaupun teori Herbart ini menunjukkan kelemahan karena terlampau menonjolkan peranan guru. Berbandingan dan abstraksi. 2. Metode mengajar yang dikemukakan oleh Herbart dan kawan -kawan yaitu kelima langkah itu. antara lain :   Ia telah mengecam teori ilmu-jiwa daya. maka terjadi asosiasi antara yang baru dengan yang lama. Apa yang disebut apersepsi. Jadi kemauan bergantung pada pikiran. pelajaran harus dibuat menarik dan ini tercapai dengan metode mengajar yang baik. . bahwa ide yang baik akan menghasilkan kemauan yang baik dan perbuatan yang baik. Guru menyajikan fakta baru. Minat sangat dipentingkan. Ia menekankan pendekatan psikologis dalam belajar-mengajar dan mengemukakan metode mengajar yang dapat dipertanggungjawabkan. yakni : 1. Seni mengajar ialah menyajikan buah pikiran yang dapat digunakan siswa sepanjang hidupnya.Herbart percaya. Jika guru melakukan kedua langkah di atas dengan baik. Dengan abstraksi dimaksud melihat unsur-unsur persamaan. banyak pula sumbangannya kepada pendidikan. sekarang diberi nama "entry behavior". Tujuan pendidikan. siswa akan melihat kesamaan ide yang baru dengan yang telah diketahui. Penyajian. Persiapan. Guru dapat dipandang sebagai "arsitek" dan pembangunan "mind" dan demikian pula watak siswa. sudah cukup terkenal. Tugas guru ialah memberikan buah pikiran yang baik agar anak berbuat yang baik.    Pendidikan guru menjadi usaha yang penting.

sewaktu Amerika Serikat mencari kurikulum baru untuk mengejar ketinggalan dalam pendidikan dibanding dengan Uni Sovyet. Dalam proses belajar. Jika pendidikan kita masih berpusat pada guru. Tak banyak pula guru yang memberi kesempatan kepada siswa untuk merumuskan generalisasi dalam bentuk suatu prinsip dan seterusnya menyuruh siswa untuk menerapkannya dalam situasi lain. Aplikasi. atau dengan istilah sekarang. Tiap orang membentuk suatu model berstruktur tentang dunia. ia memilih dan mentransformasi informasi. Dengan intrapolasi dimaksud mengubah pandangan dengan mengaplikasi . Walaupun metode ini telah kolot. PSIKOLOGI KOGNITIF JEROME BRUNER Jerome Bruner (1915) menjadi sangat terkenal dalam dunia pendidikan. Ia melihat untuk dunia dengan caranya sendiri. Sering guru hanya menjelaskan sesuatu. Model itu memungkinkannya meramalkan. 2. Pada langkah ini siswa mencoba memberi nama kepada kedua pasangan fakta atau ide sebagai suatu prinsip. individu secara aktif merekonstruksi pengalamannya dengan menghubungkan pengetahuan baru dengan "internal modal" atau struktur kognitif yang telah dimilikinya. Guru dapat meminta siswa untuk menjelaskan gejala. perolehan pengetahuan adalah proses aktif. mengekstrapolasi.4. maka metode Herbart masih dapat membantu guru. yakni 1. Prinsip yang baru ditemukan itu diterapkan untuk menjelaskan fakta lain untuk memecahkan soal lain. menginterpolasi. atau masalah lain. Generalisasi. kadang-kadang ada yang membangkitkan pengetahuan yang relevan yang telah dimiliki siswa. anak itu partisipan aktif. mengadakan pre-test. Ada dua prinsip penting yang dikemukakan dalam tulisannya. 5. setelah Sputnik. belum banyak guru yang menerapkannya sepenuhnya. fakta. Bruner mengumpulkan ilmuwan yang paling terkemuka yang bersama dengan ahli pendidikan menyusun buku pelajaran baru dengan proses belajar-mengajar yang baru pula.

kemudian mengadopsi. Belajar ialah memperoleh informasi. ia menjelaskan keseimbangan pada gambar atau bagan. yakni fase "enactive. dan akhirnya ia m enggunakan bahasa untuk menjelaskan prinsip keseimbangan. iconic. Menurut Bruner. melihat persamaan dan membentuk konsep atau kategori. dan ia mengenal dunia berdasarkan model itu. Untuk ini diperlukan pertimbangan dan penilaian. Kemudian pada fase "iconic". model itu semula diadopsi. Karena itu manusia tidak pasif. mengkategorisasi informasi atau mengangkat informasi pada taraf kategori. 1. akan tetapi jauh melebihinya. mentransformasinya. Ekstrapolasi ialah mengangkat informasi pada taraf yang melebihi taraf sekadar informasi. Model itu bukan sekadar kumpulan informasi. yakni . Ini fase "symbolic". agar sesuai dengan tugas yang dihadapi. yaitu memanipulasinya dengan intrapolasi dan ekstrapolasi. menyesuaikannya bagi keperluan dirinya.pengetahuan baru. dan mengecek keserasiannya dengan tugas. kita melihat dunia ini bukan seperti melihatnya pada cermin. manusia mengkonstruksi model pada dirinya tentang dunia realitas. diterima dari kebudayaannya. akan tetapi sebagai konstruk atau model dengan mengorganisasi informasi dalam bentuk yang lebih umum. Perkembangan menurut Bruner melalui tiga fase. Pendekatan Bruner disebutnya "konseptualisme instrumental" berdasarkan dua segi proses kognitif. . dan symbolic". Adanya model itu timbul karena adanya kemampuan manusia untuk mendiskriminasi. yang bersamaan atau yang bertentangan dengan yang ada. 2. melainkan aktif. Anak menjelaskan sesuatu melalui perbuatan (ia bergeser ke depan atau ke belakang di papan mainan untuk menyesuaikan beratnya dengan berat temannya bermain). ini fase "enactive". juga tidak reaktif. Persepsi pada hakikatnya proses konstruktif. sehingga dapat digunakan untuk berbagai tujuan.

Menggunakan kemampuan mentalnya secara ekonomis dengan mencari relevansi dan memahami struktur bahan yang dipelajarinya. bagaimana cara memecahkan masalah.Menurut Bruner. 2. 4. Kurikulum yang membicarakan . Dalam mempelajari ilmu pengetahuan ialah mempelajari disiplin ilmu. SMA. Menstruktur pengetahuan. namun yang lebih penting ialah mempelajari cara berpikir dalam disiplin ilmu itu. Memupuk kejujuran intelektual. Membimbing siswa agar ia sendiri dapat mempelajari berbagai macam bahan pelajaran atau memecahkan masalah yang dirumuskannya sendiri. 5. akan tetapi berangsurangsur makin dipahami. misalnya dengan taraf enactive. namun kita dapat mengajarkan prinsip-prinsipnya yang pokok. Kita tak dapat mengajarkan segala sesuatu. statistik. Menerjemahkan teori menjadi struktur yang dapat dipahami anak melalui dialog antara guru dan anak. Bahan serupa itu dapat diajarkan di SD. Kepada anak dapat diajarkan tentang komputer. dan akhirnya symbolic. Memahami berarti dapat menghubungkannya dengan berbagai hal lain. 3. Urutan penyajian bahan dapat dilakukan dari yang sederhana sampai yang lebih abstrak. mengusahakan agar siswa memahami struktur pelajaran. Suatu konsep. sekolah didirikan masyarakat sebagai alat untuk meningkatkan kemampuan intelektual anak. yang disebut strukturnya. Walaupun isinya berguna. dalam bentuk yang benar dan jujur. Mengenai proses belajar-mengajar Bruner memberikan beberapa petunjuk : 1. 3. Mengembangkan rasa kepercayaan pada siswa akan kemampuannya memecahkan masalah dengan menggunakan kemampuan mentalnya. atau masalah pokok tidak dapat dipahami segera. kemudian iconic. prinsip. Tiap pengetahuan dapat disajikan dalam bentuk yang sederhana yang dapat dipahami anak pada tingkat usianya. Memberi pengalaman agar siswa belajar bagaimana cara belajar. 2. bahkan selanjutnya di Perguruan Tinggi. bahkan ada yang tidak kunjung dipahami sepenuhnya. Bagaimanakah pendidikan melakukan tugas itu ? 1. cara ilmu itu memecahkan masalah. SMP.

Bruner tidak merasa terikat oleh perkembangan menurut fase perkembangan seperti dikemukakan oleh Piaget. Pemecahan masalah dilakukan dengan merumuskan hipotesis yang dicek kebenarannya berdasarkan data yang relevan. Pancasila misalnya. Keuntungan kurikulum spiral ialah bahwa bahan dapat diajarkan lebih awal dan dengan demikian mempercepat kesiapan atau "readiness" tanpa menunggunya secara pasif. Pengaruhnya sangat besar bagi pengembangan kurikulum dengan memberikan sejumlah mata pelajaran jauh lebih awal daripada sediakala. sering berupa pujian. disebut kurikulum spiral. Keberhasilan tak perlu lagi diberi hadiah atau pujian. 4. angka baik. Bruner menganjurkan untuk mengurangi motivasi ekstrinsik.pokok yang sama pada tingkatan yang senantiasa bertambah tinggi. ada kemungkinan siswa belajar untuk memperolehnya. sanggup memecahkan masalah yang sulit. merasa turut terlibat. Motivasi belajar. 5. Diharapkan siswa dididik agar dapat menemukan jawaban atas masalah dengan usaha sendiri. menurut Hilgard. Akan tetapi kegagalan yang disertai hukuman akan merusak. Pemecahan masalah dapat juga tercapai dengan menggunakan intuisi. dan lain-lain dan mengutamakan motivasi intrinsik. Apa yang ditemukan sendiri lebih mantap dan mempunyai nilai transfer tinggi. Keberhasilan dan kegagalan bertalian dengan tugas dapat menjadi motivasi intrinsik. PRINSIP-PRINSIP UMUM Walaupun belum ada satu teori belajar yang berlaku bagi semua jenis belajar. merasa diri kompeten. Motivasi intrinsik ialah bila siswa menguasai pelajaran. Itu sebabnya. yaitu proses berpikir yang tidak dapat diverbalisasi. hadiah. telah ada sejumlah prinsip yang umum dapat diakui kebenarannya. Kegagalan dapat menjadi motivasi intrinsik bila menjadi cambuk untuk mengeluarkan usaha yang lebih banyak. dapat dibicarakan pada berbagai tingkat pendidikan. Hadiah yang paling berharga terdapat dalam keberhasilan melakukan tugas. menaruh minat. .

Tujuan hendaknya realistis. akan lebih terjamin bila murid itu sendiri menemukan hubungan antara kedua hal itu dan selama belajar mendapat kesempatan menerapkannya dalam berbagai macam situasi. 4. Motivasi intrinsik memberi hasil yang lebih baik daripada tnotivasi ekstrinsik.dan mengurangi efektivitas belajar. Motivasi yang berlebih-lebihan dapat menimbulkan gangguan emosional. Kegagalan dalam belajar sebaiknya diatasi dengan adanya keberhasilan pada masa yang lampau. Keterangan tentang hasil yang baik atau kesalahan yang dibuat. 7. Pada umumnya hadiah. Hubungan tidak baik dengan guru dapat menghalangi prestasi belajar yang tinggi. Apa yang dapat dipahami oleh anak pandai. misalnya memainkan lagu pada piano. diperlukan latihan yang banyak sehingga tercapai "overlearning". pujian. 11. dan kegagalan. celaan. Untuk menguasai sesuatu sepenuhnya. 10. 14. PENGARUH TEORI BELAJAR TERHADAP KURIKULUM Teori ilmu jiwa daya bertujuan mencapai mental disiplin. 3. Transfer hal yang dipelajari kepada situasi atau problema baru. yakni melatih daya mental terutama daya pikir. Tujuan ini sangat sempit. 2. 12. Bahan pelajaran yang melatih daya pikir menduduki tempat . 13. jangan terlampau tinggi atau rendah agar menimbulkan kegiatan belajar yang tinggi. Bahan dan tugas yang bermakna bagi murid lebih diterima dan dipelajari murid daripada bahan dan tugas yang tak dipahami maksudnya. belum dapat dipahami oleh anak yang kurang pandai.1. Motivasi mempertinggi hasil belajar. 6. 5. 8. dan sukses lebih menggiatkan orang belajar daripada hukuman. Hasil belajar yang sebaik-baiknya dicapai bila murid turut akttf mengolah dan mencernakan bahan pelajaran dan tidak sekedar mendengarkan saja. 9. Bahan pelajaran dapat uniform bagi anak. Ada perbedaan individual mengenai kesanggupan belajar. membantu murid belajar. Ulangan sebaiknya dilakukan secara berkala agar lebih lama dapat diingat.

jadi biasanya dimulai dengan definisi atau klasifikasi ilmiah baru kemudian obyek-obyek atau contoh-contoh yang konkrit. Yang disajikan adalah unsur-unsur yang atomistis.yang penting. yang terdi i r atas sejumlah S-R dan dikuasai melalui penyajian yang cermat. pengembangan pribadi. Anak sendiri harus menemukan jawaban masalah. Berbeda dengan teori asosiasi. ketrampilan intelektual seperti . Dalam penentuan bahan. hafalan. TEORI BELAJAR DAN ILMU MENGAJAR Mengenai proses belajar itu seridiri kita hadapi berbagai-bagai kesulitan. Teori belajar menurut "mental discipline" atau ilmu jiwa daya digunakan bersama dengan teori belajar menurut teori stimulus dan response serta teori conditioning. yakni bukan hanya memberikan pengetahuan tapi juga proses menghadapi dan memecahkan masalah. yang banyak memberi peranan "pasif" kepada anak.pakai secara campur-aduk dalam praktek. dan intelektual. dan sikap terhadap dunia. bukan ide-ide yang prinsipiil. Juga "job analysis" seperti dilakukan untuk pertama kalinya oleh Charters didasarkan atas teori itu. Penyajian hal-hal yang spesifik dengan cara yang sangat teliti itu tampak dalam pengajaran berprograma (programmed instruction) dan "teaching machines". seperti belajar ketrampilan motoris. dengan bimbingan serta bantuan guru sejauh diperlukan. teori Gestalt ini memandang belajar sebagai proses yang memerlukan aktivitas anak. mengingat fakta-fakta dan informasi. Dalam menentukan bahan pelajaran dipertimbangkan minat dan perkembangan anak. Bahan itu disusun menurut urutan yang logis sesuai dengan sistematik mata pelajaran itu. Organisasi bahan pelajaran dan metode mengajar mengutamakan hubungan dan integrasi serta pemahaman. lingkungan masyarakat anak dan bahan dari berbagai matapelajaran. Fakta-fakta atau informasi spesifik diperlukan untuk memperoleh pemahaman itu. emosional. Banyak macam-macam teori tentang belajar yang di. Karena itu digunakan metode problem-solving dan inquiryapproach. faktor anak tak berapa dihiraukan. Lagi pula banyak jenis-jenis belajar. Kurikulum meliputi perkembangan sosial. dan ulangan. Teori Gestalt atau field theory mempunyai tujuan yang luas. Teori asosiasi mengutamakan bahan pelajaran yang spesifik.

membentuk konsep. Kita dapat menyaksikan apakah hasil penelitian itu berlaku pula bagi manusia dalam belajar halhal yang jauh lebih kompleks. minat. misalnya bahwa hubungan S-R bertambah erat bila sering diulangi. misalnya "insight" dalam teori Gestalt. "reinforcement" "trial-and-error" dan pengaruh pujian dan hukuman dalam belajar menurut teori asosiasi. atau emosi. Lagi pula arti istilah-istilah dan pengertian pokok dalam berbagai teori belajar sebenarnya masih kabur. Pada umumnya dapat kita katakan bahwa teori asosiasi lebih serasi u ntuk mempelajari hal-hal yang sederhana. Karena itu tidak ada satu teori umum sebagai pegangan untuk segala jenis belajar itu. terlampau kompleks dan tidak dapat dituangkan dalam bentuk prinsip-prinsip dan hukum-hukum yang cepat dan cermat. Variabel dalam situasi belajar dalam kelas tidak dapat dikuasai sepenuhnya karena banyaknya variabel itu. Akan tetapi cara belajar menurut teori ini lebih mudah dikuasai. Kebanyakan teori itu tidak didukung oleh eksperimen-eksperimen. dan sebagainya. hubungan sosial. Penelitian mengenai belajar dalam situasi belajar dalam kelas bersifat penelitian jangka pendek. Di lain pihak teori Gestalt atau field theory lebih sesuai untuk mempelajari hal-hal yang kompleks. belajar menurut "inquiry approach" memecahkan masalah. Akan tetapi kelemahannya ialah. Bahkan untuk belajar serupa ini Thorndike telah merumuskan sejumlah "laws of learning". bahwa teori ini terlampau banyak variabelnya. Penelitian hanya dilakukan mengenai bentuk belajar yang sederhana dengan binatang. emosi. Lingkungan tempat anak belajar perlu pula diperhatikan. bila hubungan itu disertai rasa senang atau puas. akan tetapi kurang sesuai untuk soal soal yang memerlukan proses mental yang kompleks seperti berpikir atau memecahkan suatu masalah dan untuk mempelajari sikap. bukan mengenai hal-hal jangka panjang. hasilnya segera dapat diketahui dan dinilai. . yang mengandung masalah. dan sebagainya. nilai-nilai. dan belajar sikap. Hanya petunjuk-petunjuk umum yang dapat diberikan. karena anak itu senantiasa merupakan organisme dalam lingkungan yang turut mempengaruhinya dalam belajar.

teori asosiasi mengutamakan penguasaan bahan pelajaran sendiri. tujuan. 2. 5. Tiap teori belajar mempunyai anggapan tertentu mengenai transfer belajar. maka percobaan kebanyakan dapat dilakukan tentang belajar menurut asosiasi. PERTANYAAN DAN TUGAS 1. maka sebenarnya belum dapat disusun suatu ilmu mengajar atau "science of teaching" yang dapat meramalkan dengan pasti hasil suatu kegiatan mengajar. namun ada prinsip-prinsip yang pada umumnya dapat diterima. minat. . Walaupun teori belajar berbeda-beda. Teori belajar yang dianut berpengaruh terhadap kurikulum yang dibina. sedangkan teori Gestalt mementingkan perkembangan pribadi anak dalam usahan memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya dalam hidupnya. Namun mengajar belum didukung oleh psikologi belajar yang diperkuat oleh eksperimentasi. Ada berbagai-bagai teori belajar yang masing-masing mempunyai kebaikan dan kekurangan. RANGKUMAN 1. "insight" masalah. Beberapa teori belajar yang terkenal ialah teori belajar menurut ilmu jiwa daya. Adanya kekurangan suatu teori belajar tidak berarti kita harus mengabaikan seluruhnya. teori asosiasi (termasuk conditioning). 7. Belajar pada umumnya diartikan sebagai perubahan dalam kelakuan seseorang sebagai akibat pengaruh usaha pendidikan. pengalaman. Karena belajar dalam kelas banyak variabel yang tidak dapat dikuasai. 3. 9. Apakah yang dimaksud dengan belajar ? Berikan beberapa definisi. Teori asosiasi dike mbangkann oleh Skinner dalam "belajar berprograma" dan "teaching machines". 8. 6. Teori belajar juga mempengaruhi proses dan kegiatan mengajar-belajar. Teori ilmu jiwa daya mengutamakan latihan mental yang diperoleh melalui bahan pelajaran.Oleh sebab belum ditemukan teori belajar yang pasti. 4. dan teori organismic (Gestalt atau Field theory). Teori Gestalt mengutamakan prinsip keseluruhan.

Bagaimanakah teori belajar menurut ilmu jiwa daya ? 3. Dalam praktek pengajaran suatu teori dapat melengkapi yang satu lagi. Apakah ahli matematika dengan sendirinya sanggup me. 15. Bagaimanakah pendapat J. Bagaimanakah pendapat teori-teori belajar itu tentang transfer? 9. Apakah orang yang mempelajari matematika akan lebih sanggup berpikir logis-sistematis daripada orang yang tidak mempelajarinya ? 13. Dan i ketiga teori yang dibicarakan teori manakah menurut pendapat saudara paling besar pengaruhnya terhadap kurikulum kita sekarang ? Berikan alasan alasan saudara ? 10. Apa sebab belajar menurut teori asosiasi masih sangat banyak diterapkan ? Apakah pengaruh ujian. Piaget tentang perkembangan kesanggupan berpikir pada anak? 18. Apakah pengaruhnya terhadap kurikulum ? 6. Benarkah pendapat ini ? 11. 7. test masuk. Coba cari alasan-alasan untuk mengatakan bahwa dalam matapelajaran sosial anak-anak juga dapat dididik berpikir. Bagaimana belajar itu menurut teori asosiasi ? 5. dan sebagainya ? 17. Sebutkan beberapa prinsip yang secara umum dapat diterima oleh semua teori. Apakah pengaruh teori belajar itu terhadap kurikulum ? 4. sosial. 16. Selidiki soal belajar di luar sekolah ? Apakah belajar di luar sekolah itu kurang pentingnya ? . Apakah pengaruh teori belajar terakhir ini terhadap kurikulum ? 8. dan ekonomi ? 14. Bagaimana pendirian teori Gestalt atau "organismic" tentang belajar.2. 12. Cari bukti-bukti bahwa anak-anak pra-sekolah juga dapat berpikir.mecahkan masalahmasalah politik.

ia dinilai menurut ukuran orang dewasa. Rousseau (1712-1778). Dalam bukunya yang terkenal Etnile ia menguraikan fase-fase perkembangan anak. ialah J. dengan mengharuskan anak menyesuaikan diri dengan bahan itu dengan segala kesulitannya. bahwa anak itu lain daripada orang dewasa. Ki Hajar Dewantara menyatakan sebagai Tut wuri handayani. Ia menganjurkan agar anak diberi kesempatan untuk berkembang menurut kodrat alam masing-masing. dari kecil sampai dewasa. Namun "apa" yang diajarkan erat kaitannya dengan pertanyaan kepada "siapa" diajarkan. . Salah satu sebabnya ialah bahwa bahan pelajaran terlampau diutarnakan. bahkan dalam pakaian pun ia mengikuti orang dewasa.dengan orang dewasa dalam miniatur. khususnya fungsi ketiga. Pada umumnya faktor anak masih belum mcndapat perhatian yang selayaknya. akan tetapi dapat menjadi rusak dalam tangan manusia yang telah dipengaruhi kebudayaan. Ada masanya dahulu anak disamakan . Tokoh pertama yang membuka mata dunia untuk melihat dan memperlakukan anak sebagai anak. untuk lebih mengetahui "bagaimana" mengajarkannya. harus diperhitungkan anak sebagai faktor penting dalam pengembangan kurikulum.BAB 4 ASAS PSIKOLOGIS ANAK PENDAHULUAN Fungsi sekolah ialah (1) menyampaikan kebudayaan kepada generasi muda demi kelanjutan bangsa dan negara. Untuk melakukan tugas itu dengan baik. namun manusia penuh sebagai individu. Anak dituntut berkelakuan seperti orang dewasa. dan (3) mengembangkan pribadi anak seutuhnya.J. (2) memberi sumbangan kepada perhaikan dan pembangunan masyarakat. perubahan-perubahan yang terjadi pada anak yang menuntut perlakuan sesuai dengan sifat perkembangannya. Rousseau antara lain mengatakan bahwa segala sesuatu y ang datang dari Tuhan adalah baik.

masa kanak-kanak lanjutan. minat. F. PERKEMBANGAN ANAK Perkembangan anak . yang mengikuti perkembangan anak selama bertahun-tahun. Ada mengatakan. Bila selama ini anak harus menyesuaikan diri dengan kurikulum yang ditentukan oleh orang dewasa. Banyak peneliti yang telah mempelajari anak secara ilmiah. Maria Montessori ( ). Berdasarkan berbagai penelitian itu. ada masa bayi. dan mental.  Kecepatan perkembangan itu tidak merata.intelektual faktor yang sangat penting untuk diperhitungkan dalam pengembangan kurikulum. Pada tiap taraf anak menunjukkan sifat-sifat dan kebutuhan tertentu. bahwa perubahan yang paling besar dalam pendidikan dalam abad ke-20 ini ialah menonjolnya kedudukan peranan anak dalam kurikulum. . ada yang mengadakan studi cross.sectional. seperti perubahan yang dicetuskan Cpernicus yang menjadi matahari dan bukan bumi sebagai pusat jagat raya. emosional. maka diperoleh sejumlah antara lain :  Anak berkembang melalui tahap-tahap tertentu. yakni mempelajari sejumlah besar anak pada usia tertentu. dan banyak tokoh lain seperti Ki Hajar Dewantara. ada pula saat yang lambat perkembangannya atau retardasi. bahkan sampai dewasa. Ada saat-saat cepat atau akselerasi.1826). ada pula studi longitudinal. seperti J.H. Antara tahap-tahap itu sehenarnya tidak ada batas tertentu yang tegas. Penelitian perkembangan anak Indonesia masih menunggu ilmuwan yang berminat. Pestalozzi (1746 . dan taraf perkembangan anak. John Dewey memandangnya sebagai "suatu revolusi" yang menjadikan anak sebagai pusat pendidikan. Sekarang tak mungkin lagi kurikulum dikembangkan tanpa memperhitungkan anak dan perkembangannya. sosial. masa kanakkanak permulaan.Banyak tokoh-tokoh pendidikan yang membaca buku karangan Rousseau sangat terpengaruh. kini kurikulumlah yang harus disesuaikan dengan kebutuhan. karena perkembangan itu berjalan secara berangsur-angsur. masa transesensi menjelang adolesensi.fisik. ada masa tenang seakan-akan tidak ada perubahan yang disebut "plateau" atau dataran. juga John Dewey. Froebel (1776 1841).

Perkembangan fisik yang cepat mempengaruhi aspek sosial dan emosional.  Ada perbedaan pola perkembangan antara anak-anak. Apakah . belum matang. atau faktor lingkungan. Ada saatnya anak belum dapat mempelajari sesuatu. Maka ditentukan bahan pelajaran yang sama. Selain itu dapat timbul minat. Banyak macam usaha untuk memperhatikan perbedaan individual pada anak. Hal ini bertalian dengan soal kematangan. ia lebih besar dan tinggi daripada teman sekelasnya dan ini dapat mengganggu hubungannya dengan murid-murid lain. karena belum siap. Memaksa anak mempelajari sesuatu sebelum saat kematangan hanya menimbulkan frustrasi yang menyulitkan hidup anak serta menimbulkan rasa benci terhadap sekolah selain memberi konsep-diri rendah pada anak. akan tetapi setelah tercapai kematangan. Kurikulum kebanyakan didasarkan atas asumsi bahwa perkembangan anak semuanya sama. akan tetapi pada usia yang lebih lanjut seakan-akan mekar dan menunjukkan prestasi yang luar biasa. Karena cepat perkembangannya. Akan tetapi pelaksanaannya memerlukan guru yang lebih kompeten daripada mengajar bahan yang uniform dalam segala aspeknya. atau tak dapat mengikuti pelajaran. maka ia cepat dan mudah menguasainya. maka kurikulum harus memperhatikan perbedaan individual itu. apakah perbedaan pada anak disebabkan oleh faktor genetis atau pembawaan. Mengizinkan variasi dalam pelajaraan berhubung dengan perbedaan individual akan sangat menguntungkan bagi anak. Karena ada perbedaan pola perkembangan anak.  Adanya pola umum dalam perkembangan anak memungkinkan pengembangan kurikulum untuk memperkirakan bahan apa yang akan sesuai kepada kelompok umur tertentu. Juga dapat timbul rasa ketegangan dan kegelisahan. Mengenai perkembangan anak dipersoalkan. Banyak kesulitan yang dihadapi anak karena perkembangan fisik yang tidak normal. digunakan metode yang sama dalam proses belajarmengajar. misalnya membaca permulaan. Ada anak yang pada awalnya lamban belajar.Terdapat hubungan antara perkembangan aspek satu dengan satu lagi. Pelajarannya pun mungkin terpengaruh. sikap dan masalah-masalah baru.

Sebenarnya pribadi anak selalu merupakan suatu kebulatan dan tak dapat dipisah-pisah dalam bagian-bagian yang lepaslepas. Juga anak giat belajar demi ilmu yang akan diperolehnya. Dengan ilmu yang banyak lebih terjamin masa depannya untuk melanjutkan pelajarannya yang hanya dimungkinkan bila lulus dalam ujian yang justru menguji pengetahuannya. lapar atau lelah. seperti kepandaiannya bergaul. baik mengenai segi jasmani. Anak yang terganggu kesehatannya. walaupun selalu menjadi pokok pertimbangan. Lambat laun konsep tentang pendidikan mengalami perubahan dan sekolah modern menaruh perhatian kepada perkembangan seluruh pribadi anak. Pendidikan serupa ini mengutamakan aspek intelektual Orangtua mengirimkan anaknya ke sekolah agar menjadi pandai dalam arti mengumpulkan pengetahuan yang banyak. gambar-gambar. aspek inteligensi. akan tetapi dalam segala segi kepribadiannya secara komprehensif. anak konstan. anak yang terisolasi dalam kelas .Q. sakit. Pengetahuan tentang perkembangan anak. dan lain-lain. Anak-anak dari lingkungan sosial-ekonomi yang haik lebih mengikuti pelajaran daripada anakanak dari rumah tangga miskin. bahwa penelitian sering hanya meliputi salah satu aspek. ataukah dapat ditekan atau ditingkatkan melalui mutu lingkungan? Ternyata lingkungan dapat mempengaruhinya. maka segi pendidikan lainnya cenderung diabaikan. anak yang mengalami kesulitan emosional karena frustrasi. TV.misalnya kematangan membaca dapat dipengaruhi oleh keluarga yang menyediakan bacaan. Salah satu sebabnya ialah. Anak dinilai bukan hanya berdasarkan prestasi intelektualnya. misalnya aspek jasmani. Aspek kepribadian lainnya tidak mendapat pertimbangan. masih kurang jelas penerapannya dalam kurikulum. Karena aspek intelektual diutamakan. minatnya terhadap kesenian atau olahraga. ANAK SEBAGAI KESELURUHAN Sekolah tradisional terutama bertugas menyampaikan sejumlah pengetahuan melalui berbagai mata pelajaran. majalah. emosi. dan lain-lain. ataukah kita harus menunggu secara pasif sampai saat kematangan itu tiba dengan sendirinya'? Apakah I. sosial maupun intelektual. Kesulitan bagi pengembang kurikulum ialah melihat perkembangan anak sebagai keseluruhan yang bulat.

Dari segi pembawaan hanya anak kembar identik yang sama. dan sosial. anak yang merasa dirinya rendah karena konsep-diri yang rendah. Juga pada diri anak sendiri terdapat perbedaan dalam perkembangannya dalam berbagai bidang. akan tetapi bila mereka ditempatkan dalam lingkungan yang jauh berbeda. Anak menerima pelajaran bukan hanya dengan "kepalanya". cita-cita dan dalam banyak hal lain. ANAK SEBAGAI PRIBADI TERSENDIRI Tak ada dua orang yang sama dalam segala hal di dunia ini. keterampilan berhitung. sehingga tak mungkin dua orang sama. emosional. akan tetapi juga dengan "hatinya" . Mereka juga berbeda dalam segi inteligensi. dengan atau tanpa alasan. Usia anak-anakpun ada perbedaannya walaupun duduk di kelas yang sama. tinggi dan berat badan. kecepatan bereaksi. pendidikan di ramah. anak yang merasa dibenci oleh guru. latar belakang. Guru sebagai pelaksana kurikulum hendaknya jangan melihat dirinya hanya sebagai pengajar yang menyampaikan bahan pelajaran. Bila Saudara memperhatikan suatu kelas. rohaniah. tekanan darah. kecepatan membaca. anak-anak serupa itu akan terganggu dalam pelajarannya . kesukuan. akan tetapi ia juga pendidik dan tugas ini memerlukan kompetensi dan pribadi yang jauh lebih luas daripada sekadar pengetahuan. Selalu terdapat perbedaan antara dua individu karena pengaruh pembawaan dan lingkungan. itu benar dan sangat diinginkan. maka akan tampak berbagai perbedaan di antara mereka. atau mengamati sekelompok anak bermain. Guru harus pandai. Ada pula perbedaan jenis kelamin yang perlu mendapat perhatian agar mereka dapat melakukan tugasnya sesuai dengan tuntutan masyarakat. Anak-anak saling berbeda.tanpa teman. minat stabilitas emosional. harus banyak tahu. sosial-ekonomi. kesehatan. harus menguasai disiplin ilmu. ia juga pendidik yang berusaha mengembangkan segala potensi anak agar menjadi manusia seutuhnya. agama. Anak berbakat mungkin cepat perkembangan . jasmaniah. keterampilan motoris. dalam waktu lima menit Saudara akan melihat berbagai perbedaan antara anak-anak.

pelajaran sama bagi semua. memaksa pelajar mengikuti pelajaran yang sama akan merugikannya. menulis kalimat yang sama. sering tanpa kesempatan untuk mengadakan pilihan. perbedaan individual kurang dapat diperhatikan. mahasiswa tidak terbatas lagi perkuliahannya pada apa yang . maka tujuan diuraikan sampai taraf spesifik termasuk bahan pelajaran yang terkait dan juga proses belajar -mengajar dan buku pelajarannya. Untuk lebih menjamin kesamaan. Anak yang cepat berkembang secara fisik. Pelajaran diresapi oleh keserbasamaan.intelektualnya akan tetapi ketinggalan dalam aspek sosial emosionalnya. jumlah kredit akan menentukan apakah telah dipenuhi syarat untuk lulus. Kurikulum yang ditentukan oleh pihak atasan uniform bagi jenis pendidikan yang sama. dan walaupun pelajaran yang diikuti berbeda-beda. menggambar barang yang sama. dalam pendidikan masal umumnya. Dengan sistem kredit. Pada jam yang sama semua anak melakukan pekerjaan yang sama membuat hitungan yang sama. Apakah sekolah harus berusaha melenyapkan perbedaan individual itu atau setidaknya memperkecilnya? Di sekolah tradisional. Apakah masih ada kemungkinan bagi guru memandang dirinya sebagai pengembang kurikulum dalam arti mikro untuk menyesuaikan pelajaran dengan perbcdaan anak dan keadaan lingkungan sekolah? juga di tingkat Perguruan Tinggi terdapat gejala yang sama dengan menentukan mata kuliah untuk tiap jurusan. Ada kurikulum yang fleksibel yang memungkinkan siswa mengadakan pilihan. mungkin sulit mengikuti pelajaran akademis Kepandaian anak dalam suatu bidang studi mungkin berbeda dengan penguasaan bidang lain. metode belajarmengajar juga sama demikian juga penilaiannya. Ada sistem semester pada hakikatnya bertujuan memberi pilihan itu. Pada saat tertentu semua akan dihadapkan kepada ujian akhir yang sama pula yang dapat dinilai dengan menggunakan komputer untuk memberi cara penilaian yang sama. Dari segi hakikat individu yang berbeda-beda. Kurikulum uniform. Dengan sendirinya guru sebagai pelaksana kurikulum akan patuh berpegang pada ketentuan itu. Tampaknya pendidikan demikian berusaha menempa anak-anak yang pada hakikatnya serba-ragam menjadi manusia yang serba-sama. malah sering tidak diacuhkan.

semua anak mempunyai inteligensi. d. Pendapat modern menginginkan program sekolah yang memberi kesempatan yang seluas-luasnya bagi perkembangan bakat anak. Tiap anak berbeda dengan anak lain. perlu kita perhatikan hal-hal berikut: a. yang lain daripada yang lain. Ini berarti kerugian besar bagi bangsa dan negara. karena dengan demikian banyak bakat disia-siakan. tantangan. persamaan antara manusia lebih besar daripada perbedaannya. Akan di samping itu ia hendaknya dapat menikmati pendidikan sesuai dengan bakat dan minatnya. Inisiatif orang-orang yang mencari jalan-jalan baru sering membawa kemakmuran dan kemudahan bagi umat manusia. Kemajuan-kemajuan dalam banyak lapangan hidup justru diperoleh berkat orang-orang yang mempunyai pendirian. Walaupun tiap anak unik. ada yang tinggi. Memperhatikan perbedaan individual tidak berarti bahwa semua pelajaran harus berbeda.disediakannya dalam satu jurusan. dan sebagainya. Kurikulum yang uniform pasti tidak akan memenuhi keinginan itu. sejarah. Kesanggupan yang luar biasa pada umumnya bukanlah akibat kompensasi. akan tetapi semua mata kuliah di universitas terbuka baginya. walaupun mereka pada awalnya mendapat kecaman. c. ada yang rendah. Kelemahan di bidang . Ada hal-hal yang termasuk pengetahuan umum yang harus dimiliki oleh setiap siswa yang diharapkan dari setiap warga negara. harus menguasai bahasa nasional. Untuk mendapat gambaran yang lebih jelas tentang perbedaan itu dalam pengajaran. Kreativitas dan inisiatif ini sering dibunuh atau tidak dipupuk di sekolah tradisional. misalnya. Dengan demikian universitas akan sungguh-sungguh menjadi universitas dan bukan kumpulan fakultas atau jurusan. bukan kualitatif. yakni ditimbulkan oleh kekurangan di bidang lain. Perbedaan individual sangat besar nilainya. akan tetapi tarafnya berbeda-beda. Perbedaan itu sebagian besar bersifat kuantitatif. bahkan celaan. la harus mengenal falsafah negara. kemampuan dan pikiran yang orisinal. b. bangsa mem punyai badan yang sehat. Namun demikian perbedaan itu lebih besar daripada uang diduga si pendidik.

akan tetapi juga dalam bidang emosional. sosial. Sifat-sifat seseorang harus ditinjau dalam rangka keseluruhan pribadinya. Karena keberatan-keberatan itu kurikulum serupa itu hanya dilakukan pada sekolah-sekolah eksperimen. pengertian. b. Bermacam-macam cara yang dijalankan untuk memperhatikan perbedaan individual dalam proses belajar-mengajar. Ada kurikulum yang secara ekstrem mendasarkan kurikulum semata-mata pada kebutuhan anak. Selain itu perlu usaha untuk mengenal anak secara individual. sikap. anak turut serta merencanakan apa yang ingin dipelajarinya. dan lain-lain yang harus dipertimbangkan dalam pendidikan. Ditinjau dari segi pshikologis-didaktis banyak kebaikannya. d. tidak dengan sendirinya membangkitkan kesanggupan istimewa di bidang lain. kreativitas. . fisik. Sebenarnya tak ada pelajaran yang sepenuhnya individual. Menyesuaikan kurikulum dan pengajaran dengan perbedaan individual adalah usaha yang memerlukan pemikiran. Tidak ada pula kontinuitas dalam pelajaran dari tahun ke tahun. serta hasrat untuk memberikan yang sebaik-baiknya kepada tiap anak. karena baru lahir dalam rundingan dengan anak. Pelajaran tidak dapat lebih dahulu direncanakan guru. e. Anak-anak sering tidak mengetahui apa yang sebenarnya dibutuhkannya. KEBUTUHAN ANAK Kurikulum harus mempertimbangkan kebutuhan anak. Jadi tidak ada pegangan bagi guru dan murid tentang pelajaran yang akan datang.tertentu. Memperturutkan anak belum menjamin kesesuaiannya dengan tujuan pendidikan. antara lain: a. Namun demikian eksperimen itu besar pengaruhnya terhadap kurikulum selanjutnya. Tiap tahun pelajaran berlainan karena anaknya berganti. Pelajaran didasarkan atas minat anak. Akan tetapi banyak pula kelemahannya. Anak berada dalam masyarakat dan apa yang dipelajari harus juga memenuhi tuntutan masyarakat. sebab selalu berlangsung dalam konteks sosial. f. yang disehut child-cebtered curriculum. Perbedaan individual tidak hanya dalam bidang inteligensi. c.

rumah tangga. Dorongan ini mudah kita lihat pada setiap anak. Di sekolah dorongan ini sering dikekang dan ditekan agar muridmurid tidak melanggar disiplin yang tegang yang menginginkan. seni. Mereka ingin menguasai suatu keterampilan. dan sosial. memanjat-manjat dan melakukan aktivitas-aktivitas jasmaniah.harkat sebagai manusia. kebutuhan pribadi. sekalipun hasil mereka itu jauh di bawah norma-norma orang dewasa. agar anak diam duduk diam di bangku sambil mendengarkan ucapan-ucapan guru dan ia dituduh anak nakal bila ditunjukkannya keaktifannya. Salah satu cara ialah membaginya atas : kebutuhan jasmani. harus diperhatikan agar anak -anak cukup tidur. Mereka ingin dipuji atas usaha mereka. . Setiap anak ingin diakui dan dihormati sebagai individu yang mempunyai tempat dan hak dalam masyarakat sekolah. dan dunia sekitarnya. ingin merasai kepuasan atas hasil atau sukses yang mereka capai. Kebutuhan ini dipenuhi dengan memberikan pendidikan jasmani. Anak-anak ingin ingin aktif. suara. KEBUTUHAN PRIBADI Anak-anak mempunyai dorongan untuk memuaskan keinginan untuk mengetahui sesuatu.Kebutuhan anak dapat digolongkan dengan berbagai cara. Kesehatan dan pertumbuhan jasmani hendaknya senantiasa di bawah asuhan dokter dan juru rawat sekolah. KEBUTUHAN JASMANIAH Setiap anak ingin bergerak dan menggunakan badannya. Anak -anak suka berlari-lari melompat-lompat. untuk menyatakan pikiran dan perasaannya dengan jalan bahasa. pekerjaan. cukup bermain serta mendapat makanan yang sehat. atau gerak. Bangsa kita pada umumnya belum cukup sehat dan kuat menurut normanorma tertentu. Anak-anak ingin mempunyai harga diri dan . akan tetapi tujuan khusus yaitu membentuk manusia yang sehat dan kuat merupakan aspek yang penting pula. Di samping pendidikan jasmani harus diusahakan adanya keseimbangan antara bekerja dengan istirahat. lukisan. yakni mewujudkan tujuan pendidikan dengan menggunakan kejasmanian sebagai titik bertolak. Dalam arti modern pendidikan jasmani bertujuan mendidik manusia.

Dalam hal ini pendapat setiap anak dihargai dan dipertimbangkan. bekerja. Di sekolah lebih diutamakan persaingan daripada gotong-royong. kelas itu dijadikan semacam laboratorium atau ruang kerja di tempat anak-anak belajar dalam suasana yang lebih leluasa. Bila ini kita akui. mengadakan percobaanpercobaan dan melakukan tugas-tugas lain. Human relationship atau hubungan antar-manusia hendaknya lebih dipentingkan di sekolah. Kurikulum modern memberi murid-murid lebih banyak kebebasan bekerja sama dalam kelompok untuk melakukan tugas-tugas. Kebebasannya dibatasi oleh hak-hak orang lain yang juga merupakan haknya sendiri. Membimbing anak agar ia menjadi mahluk sosial ialah suatu fungsi sekolah yang amat penting. Murid-murid diajak berunding untuk menentukan apa yang akan dipelajari dan bagaimana langkah langkah untuk mencapai tujuan itu. asal saja jangan menganggu orang lain. Seorang bayi tidak akan mungkin hidup serta mengembangkan pembawaannya tanpa bantuan orang tuanya dan banyak orang lain yang tak terhitung jumlahnya. melarang mereka membicarakan pelajaran serta bantu-membantu dalam memecahkan suatu soal. Dengan demikian sekolah dijadikan suatu masyarakat tempat murid-murid mempraktikkan hak dan kewajihan anggota-anggota masyarakat yang demokratis. Dari penyelidikan-penyelidikan ternyata bahwa kebahagiaan seseorang dalam kehidupan dan jabatannya bu kanlah ditentukan oleh pengetahuan intelektualnya. Setiap manusia harus hidup dalam hubungan yang erat dengan orang lain untuk mencapai kebahagiaannya. Mencari hubungan dengan orang lain ialah dorongan yang wajar pada tiap anak. melainkan terutama o leh kesanggupannya untuk bergaul dan bekerja sama dengan orang lain.Sekolah zaman sekarang berusaha memenuhi kebutuhankebutuhan itu dengan memberi anak-anak kebebasan bergerak. KEBUTUHAN SOSIAL Tak mungkin manusia itu hidup lepas dari masyarakat. maka kita menyangsikan manfaat cara yang dipakai sekolah yang memaksa murid-murid duduk diam. .

akan menjadi apa ia. pakaian. bila ia merasa kelaparan.lain. termasuk guru dan orangtua. Tak dapat anak merasa aman. KEBUTUHAN MENURUT BEBERAPA TOKOH Salah satu daftar kebutuhan manusia yang pokok yang cukup terkenal ialah yang dihasilkan oleh Abraham Maslow atas dasar penelitian yang luas dan mendalam. membantu anak ke arah self-actualization. self-esteem. ada bermacam-macam cara untuk membagi kebutuhan anak. Rasa berhasil.realization. Agar ini tercapai ia harus dibantu untuk mengetahui apa yang dapat dilakukannya dan diberi kesempatan untuk agar ia berhasil melakukannya dengan baik. Saudara dapat mempelajarinya lebih lanjut dalam buku-buku tentang psikologi anak. sukses dalam pekerjaan dan pelajaran. yakni menemukan identitasnya. Ia membedakan delapan macam kebutuhan. kebutuhan fisiologis. harus dipenuhi segala kebutuhan yang dibawanya. yakni: . security. tak mungkin mempunyai harga-diri bila tidak dicintai. Dalam kurikulum perlu diusahakan keseimbangan antara kebutuhan institusional dan kebutuhan pribadi anak. love and belonging. survival. termasuk pelajaran sekolah. atau rasa aman 3. dan lain. tidak merasa aman dan mendapat kecukupan dalam keperluan makanan. self-actualization. dapat pula menghalangi anak mentiju self-realization. Kebutuhan yang tertinggi yang harus dicapai ialah self. siapa dia. Lingkungan. kebutuhan untuk merealisasikan kepribadian yang penuh.Seperti dikatakan di atas. kebutuhan akan harga-diri 5. yakni kebutuhan akan: 1. dapat membantu. kebutuhan akan cinta-kasih 4. Louis Raths mengembangkan teorinya tentang kebutuhan pokok yang menunjukkan sejumlah persamaan dengan Maslow. survival. untuk hidup. apa yang diinginkannya. Agar dapat merealisasikan diri. 2. oleh sebab kebutuhan itu bersifat hierarkis. agar dapat mengembangkan potensi yang dimiliki sepenuhnya.

bahwa bila kebutuhan ini dipenuhi. The need for achievement (Keberhasilan) 3. Guru dapat mengidentifikasi kelakuan ana k yang tak-sosial. sehingga memiliki kepribadian yang dapat berfungsi sepenuhnya. Int dapat dilakukan dalam kegiatan belajar dan kegiatan lainnya di sekolah. . demikian pula tentang orang lain serta mengetahui bahwa orang lain penting baginya. The need for understanding of self (pengenalan diri). akan tetapi ia tidak akan dapat mengembangkan dirinya bila tidak dalam kehadiran orang lain: Anak-anak perlu senantiasa meng adakan interaksi positif dengan anak-anak maupun orang dewasa. maka anak akan lebih berhasil melakukan tugas-tugas sekolah lainnya. Menurut Raths guru dapat mempelajari cara-cara memenuhi kebutuhan itu dalam rangka pelajaran di sekolah. dan lain-lain) 8. mempunyai ciri-ciri sebagai berikut  Ia berpikir baik tentang dirinya. jadi dalam hubungan sosial seorang bayi telah memiliki perlengkapan untuk berkembang. The need for belonging (diterima dalam kelompok) 4. Tujuan Raths ialah agar guru herusaha menciptakan lingkungan belajar yang memberi rasaaman kepada anak-anak. The need to be free from deep feelings of fear (bebas dari rasa takut yang mendalam) 7. Menurut Earl Kelley pribadi yang berfungsi penuh. The need for economic security (rasa aman dalam keuangan. PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN MENURUT EARL KELLEY Earl Kelley mengemukakan pendirian bahwa kepribadian seluruhnya atau hampir seluruhnya dibina dalam hubungan atau interaksi dengan manusia lainnya. The need to be free from deep feelings of guilt (bebas dari rasa berdosa yang mendalam) 6. "a fully functioning self". The need for love and affection (cinta kasih) 2.1. walaupun ia bukan ahli psikologi atau psikiatri. The need for self-respect (harga-diri) 5. Ia meminta perhatian guru yang lebih banyak terhadap kebutuhan emosional anak dengan keyakinan.

dan dalam penycmpurnaan diri melihat nilai membuat kesalahan. Developmental tasks ini tak ada akhirnya. masyarakat mempunyai tuntutan tentang kelakuannya. ia akan merasa senang. Sewaktu masih bayi ibu mengganti bajunya. akan pada usia tertentu ibu mengharapkan ia dapat melakukannya sendiri. . Ini diharapkan. tak ada jalan dalam hidupnya selain berpegang pada nilai-nilai. J. pemuda. bahkan dituntut oleh lingkungannya. sesuai dengan taraf perkembangannya. Tiap individu mempunyai tugas-tugas tertentu. Havighurst dalam konsep developmental tasks yakni tugas-tugas yang harus dipenuhi oleh seseorang.  Ia melihat pentingnya manusia baginya. Akan tetapi bila ia tidak dapat memenuhinya ia akan mendapat celaan dan kecaman. maka ia tidak merasa bahagia dan tidak akan sanggup melakukan tugas berikutnya dengan berhasil baik. makin banyak hal-hal yang diharapkan orang tua dan masyarakat umum daripadanya. Bila ia dapat memenuhinya. mengembangkan dan menghormati nilai-nilai kemanusiaan. dan ia akan berhasil melakukan tugas-tugas selanjutnya. dan seterusnya. yang diharapkan masyarakat dapat dan harus dilaksanakannya. Guru-guru dapat menggunakan prinsip-prinsip di atas sebagai pegangan untuk mencapai tujuan kurikulum di sekolah. tak perlu bertentangan dengan kebutuhannya ditinjau dari segi masyarakat. Ia melihat dirinya sebagai pribadi yang senantiasa dalam proses perkembangan secara dinamis. dari anak sekolah. Gejala ini dituangkan Erikson dan yang lebih terkenal R. Mengembangkan kepribadian anak juga akan membantunya mencapai tujuan-tujuan lain.  Oleh sebab hidup ini senantiasa berubah dan berkembang. kebutuhan anak ditinjau dari segi psiko-biologis. Berbarengan dengan pertumbuhan anak. DEVELOPMENTAL TASKS Seperti kami katakan. Makin tambah usianya. Ia tahu. Developmental tasks ini meningkat dengan bertambah usianya. ia akan senantiasa kreatif dalam peranannya.

kebutuhan anak. Ditinjau dari segi ini kurikulum yang "child-centered" yang ekstrim tak dapat dipertahankan. sampai akhir hayat. Implikasi "developmental tasks" bagi kurikulum ialah. sosial. ditinjau dari psikobiologis tidak perlu bertentangan dengan kebutuhannya ditinjau dari sudut masyarakat. masa tua. kita memberikan bimbingan kepada anak untuk menyesuaikan diri dengan dunia dan dengan dirinya sendiri yang sedang mengalami persoalan itu. kalau kita ingin membantu murid-murid memecahkan kesukaran pribadinya dengan membicarakannya di sekolah. Havighurst yang menggunakan pengertian "developmental tasks" yakni tugas-tugas yang tak dapat tiada harus dipenuhi oleh setiap anak sesuai dengan setiap taraf perkembangannya yang dituntut oleh lingkungan atau masyarakat. orang dewasa. Penelitian serupa ini perlu diadakan. Selanjutnya dapat memperjelas tujuan pendidikan dan saat yang lebih tepat untuk mengajarkannya. Salah satu usaha untuk mempertemukan kedua aspek itu dilakukan oleh R. Seperti telah dikatakan. Memenuhi tugas itu berarti kebahagiaan dan sukses dalam melakukan tugas-tugas berikutnya. Sukses dalam "developmental tasks" memberi pengaruh positif terhadap prestasi sekolah. sedangkan dari segi "developmental tasks" mengandung aspek sosial. masa pensiun. dan lain-lain secara terpadu. . Dalam arti psikologis kebutuhan itu bersifat individual. Adanya developmental tasks ini memberi gambaran lain tentang kebutuhan anak. bahwa kurikulum yang didasarkan atas konsep itu akan mempertemukan kebutuhan perkembangan fisik. motivasi. emosi. Kita harus menyelidiki hingga manakah pokok-pokok yang di atas merupakan masalah-masalah bagi anak-anak Indonesia.J. Selanjutnya kami berikan "developmental tasks" bagi anak sekolah dan pemuda. Developmental tasks berbeda menurut kebudayaan tempat anak itu hidup. berbeda dengan neg ara lain.dihadapi oleh anak. pemuda. misalnya berbeda di berbagai daerah di Tanah Air kita. Dengan memasukkannya ke dalam kurikulum.

kesusilaan. menulis. 9. "Developmental tasks" bagi pemuda menurut Havighurst sebagai berikut : 1. 3. membebaskan dirinya dari sifat-sifat yang kekanak-kanakan. Mencapai hubungan sosial yang lebih memuaskan dan lebih matang dengan anggota jenis kelamin lain. celaan oleh masyarakat dan kesulitan untuk tugas-tugas selanjutnya. 7. Tugasnya ialah menerima bentuk badannya menggunakan sebaik-baiknya. 2. 2. 6. Developmental tasks" untuk anak-anak ialah : 1. Tugas ini harus telah dimulai sejak kecil. Mempelajari peranan sosial sebagai anak laki-laki atau perempuan. 8. 4. Membentuk kata-hati. dan faktor-faktor lain. Menerima baik keadaan badannya dan menggunakannya dengan efektif. Tugas ini sering dipersulit oleh adat istiadat. dan berhitung. itu sebagaimana adanya dan . 5. Memperoleh kemerdekaan emosional lepas dari kebergantungannya dari orang tua dan orang dewasa lain. Memperoleh kecakapan-kecakapan fundamental dalam membaca. Anak gadis menerima dan mempelajari tugasnya wanita dan anak laki-laki sebagai bakal bapak yang akan bertanggung jawab atas rumah tangganya. dan skala norma-norma. 3. Mencapai kemerdekaan pribadi. Pemuda-pemuda ada yang bercita-cita mempunyai tampan seperti bintang film akan tetapi keadaan jasmaninya mungkin kurang sesuai dengan idamannya itu. Mempelajari kecekatan jasmani yang perlu untuk permainan-permainan biasa. Belajar bergaul dengan teman-temannya sebaya. sikap orang tua. Memupuk sikap terhadap golongan dan lembaga-lembaga sosial. Menerima dan mempelajari tugas atau peranan menurut jenis kelamin masingmasing sesuai dengan norma-norma masyarakat.Kegagalan memenuhinya berarti kesusahan bagi individu. Membentuk pengertian-pengertian yang perlu untuk kehidupan sehari-hari. Membentuk sikap yang sehat terhadap dirinya sebagai organisme yang hidup. 4.

7.5. ekonomi. Ia antara lain menemukan bahwa anak-anak pada mulanya masih berpikir . Memperoleh kecakapan dan pengertian yang diperlukan untuk menjadi warga negara yang baik. lembaga-lembaga sosial. tetapi juga menunjukkan perbedaan karena tuntutan masyarakat yang berlainan di berbagai tempat. yakni pengertian tentang undang-undang pemerintah. 9. tugas ini terutama berlaku bagi anak pria akan tetapi berangsur-angsur bertambah penting bagi anak-anak wanita. Tujuannya ialah memperoleh sikap yang positif terhadap kehidupan keluarga dan pendidikan anak-anak. PERKEMBANGAN INTELEKTUAL Seorang ahli psikologi Swiss. Memperoleh kemerdekaan ekonomi. 10. politik. Jean Piaget selama 40 tahun mengadakan penelitian tentang perkembangan intelektual atau proses berpikir anak. yakni dengan turut serta dalam kehidupan masyarakat dan negara sebagai orang dewasa dan memperhitungkan norma-norma masyarakat dan kelakuannya. Jabatan itu penting dalam masyarakat dan menjamin kemerdekaan ekonomi serta memberi kedudukan sosial. "Developmental tasks" yang dikemukakan oleh Havighurst harus pula kita selidiki kebenarannya bagi anak-anak Indonesia dan menyesuaikannya dengan keadaan yang dihadapi oleh pemuda-pemuda dalam masyarakat kita. dan lain-lain. Memilih dan mempersiapkan diri untuk suatu jabatan. 6. Memperoleh sejumlah norma sebagai pegangan untuk kelakuannya yang digunakannya sebagai pandangan hidup untuk memahami kedudukannya di dunia ini serta hubungannya dengan manusia lain. Tugas-tugas yang dihadapi mereka ditentukan oleh pertumbuhan psikobiologis yang mungkin mempunyai dasar persamaan bagi seluruh pemuda di seluruh dunia. 8. dari bayi sampai masa pemuda. Mempersiapkan diri untuk perkawinan dan kehidupan rumah tangga. Memupuk kelakuan yang secara sosial dapat dipertanggung jawabkan.

akan tetapi bukan tangan kanan orang yang menghadapinya.dria (sensory) dan gerakan (motoris). Ia telah dapat melihat hubungan antara bagian dengan keseluruhan.4 tahun). walaupun sebenarnya isinya sarna. 2. juga dapat melihat analogi. sekitar usia 12 tahun ia mulai herpikir secara abstrak dengan menggunakan generalisasi dan konsep-konsep. Fase pra-operasional (2 . karena isi gelas tinggi dipindahkan ke dalam gelas pendek. Akan tetapi proses berpikir anak berkembang terus berkat bertambahnya pengalaman daan pengetahuannya. mengetahui tangan kanannya.2 tahun)  gerak refleks. Pada usia sekitar 7 tahun telah tampak pemikiran logis pada anak. tinggi dan lebar gelas. mencari benda yang diambil dari penglihatannya. Fuse senso-motoris (bayi . Ia belum dapat melihat hubungan antara dua variabel.mulut. hanya dari pandangannya sendiri. koordinasi pengamatan alat .7 tahun)  masalah dipecahkan dengan memikirkannya.menurut apa yang dilihatnya. orientasi menurut bagaimana ia melihat sesuatu. mengacaukan khayal dan kenyataan. Akan tetapi pada fase pertama pemikirannya terutama mengenai data yang konkrit. subjektif. pandangan animistis. pikiran dan bahasa bersifat ego-sentris. memandang benda mati seperti makhluk hidup. koordinasi tangan . yang diperhatikannya hanya tingginya. koordinasi tangan . misalnya bahwa gelas yang lebih tinggi lebih banyak isinya daripada gelas yang pendek. . misalnya bahwa seorang dapat tinggal sekaligus di Bandung dan di Jawa. Anak-anak haru dapat memusatkan perhatiannya kepada satu variabel. mengadakan berbagai usaha untuk mencapai tujuan. misalnya matahari tidur. Pada fase berikut. perkembangan bahasa dan persepsi yang cepat (2 .mata. Perkembangan intelektual menurut Piaget dalam garis besarnya adalah sebagai berikut : 1. la juga belum dapat memahami bahwa satu objek dapat mempunyai lebih dari satu ciri yang dapat dimasukkan dalam klasifikasi yang berbeda-beda. Kegiatan mentalnya ditujukannya kepada objek dan kejadian yang kongkret yang langsung di hadapannya.

mulai dapat berpikir mengenai masalah konkrit. Setelah itu dapat mengasimilasi hal-hal yang tercakup oleh struktur mentalnya. pemikiran formal masih egosentris dalam arti masih ada kesukaran untuk menyesuaikan yang ideal dengan kenyataan. keseimbangan. Dengan operasi mental dimaksud mengoperasionalkan pikiran. Proses adaptasi dan asimilasi berjalan terus demikian mengembangkan kemampuan intelektualnya. pengaruh lingkungan. atau pendek kata berpikir. b. Perkembangan intelektual berjalan secara kontinu. telah dapat menganalisis validitas cara-cara berpikir. namun dapat dipengaruhi. kematangan. 4.11 tahun)  memahami reversibilitas. Adanya pembagian dalam fase-fase tidak berarti bahwa ada batas yang tegas antara fase-fase itu. Fase operasional konkrit (7 . pengalaman.3. namun perlu diolah secara mental. . berpikir sambil memanipulasi benda. dan dari perhatian untuk diri-sendiri ke orientasi kepada orang lain. c. d. terutama pertumbuhan. ia harus mengadaptasikannya dengan memben struktur mental tuk yang lebih tinggi. apa yang diperolehnya dari lingkungan kebudayaannya.15 tahun)  semua jenis masalah logis. PERKEMBANGAN SOSIAL-EMOSIONAL Dalam garis besarnya perkembangan emosional bergerak dari kedudukaan kebergantungan ke taraf ketidak-bergantungan atau kemandirian. termasuk mengemukakan dan menguji hipotesis dapat dipecahkan. artinya bahwa bila dihadapkan dengan masalah akan mengalami gangguan keseimbangan dan tidak akan puas sebelum masalah dipecahkan untuk mengembalikan keseimbangannya pada taraf yang lebih tinggi. Jika ia menghadapi sesuatu yang tidak sesuai dengan struktur mentalnya. Fase operasi formal (11 . walaupun bentuk bejana berbeda. masih belum dapat memecahkan masalah verbal yang agak kompleks. Faktor-faktor yang dapat membantu perkembangan intelektual antara lain : a. transmisi sosial. misalnya volume air tetap.

intelektual. apalagi bila orangtua ingin memperlakukannya seperti sediakala. yang mencari identitasnya sendiri serta kemandirian mulai berkonflik dengan orangtua. Dengan berkembangnya dalam bidang fisik. ia mulai dapat mempengaruhi kelakuan orang lain dan senantiasa memperluas lingkaran pesahabatannya. Dan akhirnya. "Siapa saya?" Siapa dia. ia mula-mula hanya menaruh perhatian kepada kepentingan dan perasaannya saja.Pada mulanya anak sangat bergantung terutama kepada orang tuanya. Pada usia sekolah dan sepanjang di SD. Anak itu. Ia dapat mengikat tali persahabatan dengan teman lain. lambat laun ia lebih mampu mengurus diri sendiri. ia berangsur-angsur menaruh perhatian kepada orang lain. . Kurikulum sekolah hendaknya membantu anak dalam transisi sosial untuk melepaskan diri dari ikatan keluarga dan pengaruh temah sebaya. Lambat laun. Untuk segala kebutuhannya ia memerlukan bantuan lingkungannya. Ia mulai bertanya. serba tak tahu. yang makin merosot. untuk mencari identitasnya sendiri serta kemandirian yang diperlukan bagi setiap orang yang dewasa. bahkan pengaruh teman melebihi pengaruh orangtua. Ia juga harus mengembangkan diri dalam hubungannya dengan anggota jenis kelamin lain. menjelang kedewasaan dalam banyak hal ia telah mandiri dan tak lagi banyak bergantung kepada orang tua sampai ia dewasa dengan kemandirian penuh. oleh sebab ia masih serba-lemah. Dalam perkembangan sosialnya. dengan bertambahnya pengalamannya. khususnya ibunya. seperti anggota masyarakat negara dan dunia. mengembangkan kemampuan untuk mengadakan hubungan intim dan akrab dengan seseorang sebagai persiapan untuk membentuk rumah tangga sendiri. bagaimana konsep dirinya banyak diperolehnya dari feedback atau reaksi orang lain terhadap kelakuannya. menjelang dan selama masa pubertas. ikatannya dengan teman sebaya bertambah erat. Ia selanjutnya berkembang sebagai anggota masyarakat yang lebih luas. Pada scat inilah terjadi krisis identitas. Perhatiannya masih banyak terhadap orang-orang yang dekat padanya dalam keluarga.

2. Berhuat baik merupakan instrumen atau alat untuk menerima kebaikan dari orang lain.Perkembangan moral Tokoh yang paling terkenal yang telah ineneliti perkembangan moral anak ialah Lawrence Kohlberg. Tak mungkin seorang melompati salah satu tahap. berusia antara 10-28 tahun. lalu mewawancarai mereka tiap tiga tahun selama 18 tahun. masyarakat. menurut urutan tertentu. Berdasarkan penelitian ternyata bahwa perkembangan moral anak melalui tahap-tahap tertentu. Orientasi hukuman dan kepatuhan Sesuatu dianggap baik bergantung pada hukuman atau akibat fisik baginya yang menyakitkan atau menyenangkan. karena tidak menimbulkan konsekuensi fisik yang merugikan. Tingkatan konvensional Pada tahap ini anak ingin memelihara hubungan baik dengan orang lain. Tingkatan pra-konvensional Pada tingkatan ini anak telah dapat merenspons terhadap aturan dan akan tetapi baik dan buruk diukur dari konsekuensi fisiknya berupa hukuman atau ganjaran dan pujian yang ditentukan oleh orang yang memegang otoritas. pascakonvensional dan masing-masing tingkatan terbagi dalam dua bagian. Kita menolong orang lain agar ia kelak akan menolong kita. tanpa mementingkan konsekuensinya. menurut apa yang diharapkan. Bahkan kita berbuat baik agar orang lain baik pula kepada kita. Hukuman harus dihindari dengan menunjukkan kepatuhan. Dalam wawancara itu anak itu dihadapkan kepada situasi yang mengandung dilemma moral yang metnberi kemungkinan macam-macam jawaban. 1. Kepatuhan baik. Peneliti ingin mengetahui apa alasan atau sebab anak memilih jawaban tertentu. Apa yang diharapkan oleh orang yang dianggap sebagai sesuatu . Kohlberg menemukan enam tingkatan dalam perkembangan moral yakni tingkatan pra-konvensional. keluarga. Orientasi instrumental Tindakan baik bila memberi kepuasan bagi diri atau juga bagi orang lain. konvensional. la memilih 50 orang. negara.

6. Orientasi prinsip etis yang universal Tindakan dianggap benar bila dilakukan berdasarkan keputusan hati-nurani atau kata-hati. Karena itu ia ingin menyesuaikan diri dengan harapanharapan itu dengan menunjukkan kesetiaannya kepada ketentuan-ketentuan demi ketertiban masyarakat. tingkat berprinsip. 4. Bila ada kesepakatan masyarakat mengenai prinsip tertentu. 5. Orientasi hukum dan aturan Kelakuan yang baik ialah mematuhi dan menghormati aturan. Kebanyakan orang hanya dapat mencapai tingkat keempat. dan harkat manusia sebagai individu. Tingkatan pasca-konvensional atau tingkat otonom. Mematuhi peraturan adalah kewajiban baginya. Orientasi kerukunan antar individu Kelakuan yang baik ialah yang menyenangkan orang lain yang dilakukan . Tidak semua orang akan dapat mencapai tingkat moral tertinggi ini. Ia berkelakuan baik bukan untuk memperoleh keuntungan bagi dirinya akan tetapi karena kebaikan itu diharapkan oleh masyarakat daripadanya. Orientasi kontrak-sosial legalistik Suatu tindakan dianggap baik sesuai dengan hak individu atas pemikiran yang luas serta mendalam serta diterima baik oleh seluruh masyara kat. undangundang dan hukum yang telah ditentukan oleh yang yang berkuasa demi ketertiban masyarakat. maka secara legal undang undang dapat diubah berdasarkan pertimbangan rasional demi kepentingan masyarakat. kesamaan hak manusia.yang berharga. Pada tingkatan ini individu merumuskan nilai-nilai atau prinsip-prinsip moralnya atas pemikiran kritis serta mendalam. . dengan itikad baik. 3. sesuai dengan prinsip-prinsip etis yang universal seperti keadilan sosial.

Secara sederhana tingkat perkembangan moral (Kohlberg) dapat digambarkan sebagai berikut : 1. antara lain : a) mengamati dalam berbagai situasi dan lingkungan. yang dimulai pada saat ia masuk ke Taman Kanak-kanak dan terus-menerus ditambah dari tahun ke tahun dan "menyertai" anak ke sekolah mana saja pun ia pindah. 3. Sesuaikan diri agar mengelakkan kecaman atau kebencian orang. h) mengumpulkan segala keterangan mengenai anak itu dalam bentuk "cumulative record" yakni pengumpulan segala keterangan mengenai anak itu. Sesuaikan diri agar jangan mengutuk diri sendiri. J. dengan orang tuanya dan dengan orang-orang lain yang ada hubungannya dengan anak itu. melainkan juga di luar sekolah. . 4. 6. 2. bukan di sekolah saja. Mematuhi peraturan untuk menghindari hukuman. c) menggunakan test dan angket. berkaryawisata. f) menyelidiki hasil-hasil pekerjaan anak. g) menyuruh anak membuat huku harian. (Shaver. bersandiwara dan lain-lain.149) Ada berbagai cara untuk mempelajari anak. W. h. Pada masa yang akan datang diharapkan akan ada bermacam-macam test untuk mengenal inteligensi anak Indonesia dan segi-segi kepribadian lainnya. b) mengadakan percakapan dengan anak. e) mengadakan catatan berkala atau anecdotal record mengenai kelakuan anak itu dalam situasi-situasi tertentu. Sesuaikan diri untuk mencegah tindakan dari orang yang berkuasa. 5. bukan saja dalam situasi kelas melainkan juga sewaktu bermain-main. Seuaikan diri agar mendapat penghargaan dari orang yang memandangnya dari segi kepentingan umum. Sesuaikan diri agar memperoleh pujian atau ganjaran dan agar kebaikan itu mendapat balasan. d) mempelajari anak dalam hubunganya dengan anak-anak lain dengan metode sosiometri.P dan Strong.

emosional. 5. RANGKUMAN 1. Ada berbagai cara bagi guru untuk mempelajari anak. fase operasional kongkret. mempunyai ciri-ciri tersendiri. 12. banyak pula persamaan antara mereka. Robert Havighurst mempertemukan perkembangan individu dengan tuntutan atau harapan masyarakat dalam konsep " developmental tasks". fase pra-operasional. 8. Anak merupakan keseluruhan dan bereaksi sebagai keseluruhan terhadap lingkungannya. 9. 3. Louis Raths. Kurikulum hendaknya memperhitungkan keunikan anak agar ia sedapat mungkin dapat berkembang sesuai dengan bakatnya. Abraham Maslow. Kedua segi ini harus dipertimbangkan dalam pengembangan kurikulum. atau perkembangan intelektual. Banyak tokoh pendidikan yang dipengaruhi olehnya. Earl Kelly mempunyai pandangan tertentu tentang kebutuhan anak.. lain daripada yang lain. 10. 2. 11. Sejak itu anak menjadi faktor yang harus dipertimbangkan dalam kurikulum. Ia membedakan fase sensomotoris. Pendidikan harmonis mencakup perkembangan kognitif. Jean Piaget mengadakan studi yang mendalam tentang perkembangan intelektual anak. j) mempelajari buku-buku tentang anak-anak. 4.i) mengadakan penyelidikan yang mendalam mengenai riwayat hidup dan kelakuan anak (case study). Kebutuhan anak dapat ditinjau dari segi anak dan dari segi masyarakat. Maka sebagian dari kurikulum dapat sama bagi semua. Lawrence Kohlberg menggunakan pola Piaget untuk mempelajari perkembangan moral pada anak. Pandangan tentang anak berubah secara radikal oleh Jean Jacques Rousseau. 6. Walaupun tiap anak berbeda dengan anak lain. 7. Kurikulum yang semata-mata didasarkan atas kebutuhan dan minat anak yakni child-centered curriculum dikatakan ekstrem karena anak selalu berada dalam masyarakatnya dan tak dapatmelepaskan diri dari tuntutan masyarakat. dan fase operasional formal. biasanya mengenai anak yang sukar dididik. Tiap anak unik. . social dan fisik. afektif dan psikomotor.

Sesuaikah kebutuhan pemuda seperti dikemukakan Donald Doane dengan kebutuhan pemuda kita? 11. Bila diperhatikan kebutuhan anak yang disebut oleh Maslow. 6. Selidiki hingga mana perbedaan individual diperhatikan di sekolah kita. Pilih salah satu anak yang tinggal dekat Saudara. Yang manakah di antara "The Ten Imperative Needs" yang menarik bagi Saudara yang menurut pendapat Saudara perlu dipertimbangkan dalam kurikulum kita? 10. 2. Bandingkan "developmental tasks" di desa dan di kota. Bandingkan pendapat Rousseau dengan semboyan pendidikan kita "Tut Wuri Handayani". Apa tafsiran Saudara bahwa anak itu suatu keseluruhan.PERTANYAAN DAN TUGAS 1. Adakah persamaan antara ketiga pendapat itu? yang manakah yang paling menarik bagi Saudara? Alasannya ?. . 8. Bandingkan kebutuhan anak menurut Abraham Maslow dengan apa yang dikemukakan Raths. 4. Apakah jasa Rousseau bagi pendidikan. Ratsh dan Kelly. Kesulitan apakah Saudara hadapi? 7. Catat perbedaan- perbedaan yang Saudara observasi. Adakah Saudara lihat perbedaan "developmental tasks" dahulu dan sekarang? Apa sebab terjadi perubahan itu? 13. Coba terapkan beberapa cara guru untuk mengenal anak. dan apa sebabnya? 12. yang manakah yang Saudara rasa perlu diberi perhatian dalam pendidikan kita? 9. Cuba pikirkan apa sebab demikian halnya. Adakah bukti Saudara. 3. dan Kelly. Perhatikan sekelompok anak bermain atau berkumpul. Adakah perbedaannya? Dalam hal apa. 5. Andaikata Saudara ingin memperhatikan perbedaan individual bagaimanakah dapat melakukannya dalam pelajaran yang Saudara berikan.

sebab menyangkut banyak variabel. relatif lebih terbatas daripada kurikulum yang riil.BAB 5 PROSES PERUBAHAN DAN PERBAIKAN KURIKULUM MAKNA PERUBAHAN KURIKULUM Bila kita bicara tentang perubahan kurikulum.bukan sekadar buku pedoman. murid. karyawisata. Kurikulum dalam arti ini tak mungkin direncanakan sepenuhnya betapapun rincinya direncanakan. juga orang tua dan masyarakat umumnya yang berkepentingan dalam pendidikan sekolah. melainkan segala sesuatu yang dialami ailak dalam kelas. kita dapat hertanya dalam arti apa kurikulum digunakan. bahwa . tempat bermain. Kurikulum dapat juga dilihat sebagai produk yaitu apa yang diharapkan dapat dicapai siswa dan sebagai proses untuk mencapainya. mengubah pedoman kurikulum. Keduanya saling berkaitan. Mengubah kurikulum dalam arti yang luas ini jauh lebih luas dan dengan demikian lebih pelik. Dalam hal ini guru lebih besar kesempatannya merjadi pengembang kurikulum dalam kelasnya. dan banyak kegiatan lainnya. warung sekolah. Akhirnya kurikulum dapat dipandang sebagai cetusan jiwa pendidik yang berusaha untuk mewujudkan citacita. Kurikulum yang riil. kepala sekolah. Kurikulum yang formal. yaitu guru sendiri. nilai-nilai yang tertinggi dalam kelakuan anak-didiknya. Perubahan kurikulum di sini berarti mengubah semua yang terlibat di dalamnya. karena dala:n interaksi dalam kelas selalu timbul hal-hal yang spontan dan kreatif yang tak dapat diramalkan sebelumnya. Kurikulum dapat juga diartikan sebagai sesuatu yang hidup dan berlaku selama jangka waktu tertentu dan perlu direvisi secara berkala agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. Kurikulum ini sangat erat hubungariya dengan kepribadian guru. Selanjutnya kurikulum dapat ditafsirkan sebagai apa yang dalam kenyataan terjadi dengan murid dalam kelas. ruang olah raga. Dalam hal ini dikatakan. Kurikulum dapat dipandang sebagai buku atau dokumen yang dijadikan guru sebagai pegangan dalam proses belajar-mengajar. penilik sekolah. pendek kata mengenai seluruh kehidupan anak sepanjang bersekolah.

tak pernah sesuatu kembali dalam bentuk aslinya. sesudah itu yang dipentingkan ialah masyarakat. kemudian diutamakan prinsip-prinsip utama. Perbaikan diadakan untuk meningkatkan nilai. maupun pengetahuan secara berimbang. Misalnya. Perubahan. Perbedaan kriteria akan memberi perbedaan pendapat tentang baik-buruknya perubahan itu. Perubahan di sini tidak membawa perbaikan. bila dalam pelajaran akademis diutamakan hafalan fakta dan informasi. curriculum change is social change.perubahan kurikulum adalah perubahan social. PERUBAHAN DAN PERBAIKAN Perubahan tak selalu sama dengan perbaikan. Ada masanya pelajaran akademis yang diutamakan. akan tetapi timbul pula perhatian baru terhadap pengetahuan akademis. Anak yang mula-mula tak mengenal ganja. akhirnya ternyata menimbulkan masalah lain. Namun demikian sering diadakan perubahan dengan maksud terjadinya perbaikan. Dalam bidang kurikulum kita lihat betapa banyaknya ide dan usaha perbaikan kurikulum yang dicetuskan oleh berbagai tokoh pendidikan yang terkenal. BAGAIMANA TERJADINYA PERUBAHAN . akan tetapi perbaikan selalu mengandung perubahan. Perubahan adalah pergeseran posisi. dalam sejarah pendidikan. sehingga kurikulum itu ditinggalkan atau diubah. sekalipun memberi perbaikan dalam segala hal bagi semua orang. masyarakat. Macam-macam kurikulum telah diciptakan dan banyak di antaranya telah dijalankan. pada taraf yang lebih tinggi. kemudian tampil anak sebagai pusat kurikulum. dan untuk mengetahuinya digunakan kriteria tertentu. Namun demikian. Bila pada ketika kurikulum sepenuhnya dipusatkan pada anak. akan tetapi dapat juga memperburuk keadaan. Apa yang mula-mula diharapkan. Perbaikan berarti meningkatkan nilai atau mutu. akan tetapi semua aspek : anak. Biasanya yang lama itu timbul dalam bentuk yang agak lain. kedudukan atau keadaan yang mungkin membawa perbaikan. dapat berubah menjadi anak yang mengenalnya lalu terlibat dalam kejahatan. Perbaikan selalu dikaitkan dengan penilaian. kemudian disadari bahwa tak dapat anak hidup di luar masyarakat. Disadari bahwa dalam kurikulum tak dapat diutamakan hanya satu aspek saja.

yang lama ditinggalkan saja tanpa membekas. tujuan. perubahan terjadi dalam tiga fase. dengan menjelaskan sifatnya. Seperti manusia lainnya. Untuk mencapai kesamaan pendapat. melibatkan semua yang terlibat dalam perumusan masalah. yakni fase inisiasi. yaitu taraf permulaan ide perubahan itu dilancarkan. indoktrinatif.Menurut para ahli sosiologi. bila dari pihak guru dirasakan kekurangan dalam keadaan. Dapat juga dengan membangkitkan motivasi intrinsik dengan menjalankan sikap ramah. mengajak turut berpatisipasi. PERUBAHAN GURU Perubahan kurikulum tak akan dapat dilaksanakan tanpa perubahan pada guru sendiri. karena telah biasa dengan cara-cara yang lama. Perubahan yang terjadi atas paksaan dari pihak atasan. namun dalam jangka panjang tidak efektif. guru juga sering tidak mudah berubah. Setiap perubahan akan dapat mengganggu ketenteramannya. sehingga tidak terdapat perbedaan nilai lagi antara penerima dan pencetus perubahan. Perubahan akan lebih berhasil. menyamakan pendapat sehingga selaras dengan pikiran para pencetus. dengan menggunakan otoritas atau indoktrinasi. Guru cenderung bersifat konservatif. penuh kesabaran dan pengertian. tanpa mengakui kemampuan guru untuk berpikir sendiri dan hanya diharuskan menerima saja. misalnya motivasi intrinsik dengan janji kenaikan gaji atau pangkat. paksaan keras atau halus. Dan bila ada perubahan atau perbaikan baru. berbagai cara yang dapat digunakan. memperoleh kredit. segera luntur dan hanya diikuti secara formal dan lahiriah. Menjadikan perubahan sebagai masalah. pengumpulan data. dapat juga. sehingga timbul hasrat untuk memperbaikinya demi kepentingan bersama. saatnya orang menerima ide itu dan fase kongruensi. biasanya tidak dapat bertahan lama. akrab. maka sering dijalankan cara otoriter. mengemukakan perubahan sebagai masalah yang dipecahkan bersama. dan selanjutnya mengambil kesimpulan berdasarkan percobaan. dan luas perubahan yang ingin dicapai. Cara ini efisien. menguji alternatif. fase legitimasi. dianggap akan lebih mantap dan meresap dalam hati guru. dan selain itu diinginkan perubahan yang uniform di semua sekolah. saat orang mengadopsinya. sebab . Akan tetapi karena prosedur ini makan waktu dan tenaga yang banyak.

apakah sebagai orang yang kurang terdidik yang memerlukan latihan. Guru adalah tokoh utama dalam kelasnya. Dalam proses itu hendaknya selalu diusahakan komunikasi terbuka. Bila ia memperoleh informasi melalui ceramah atau bacaan. mengumpulkan data. tidak akan diterima guru . Sikap petugas pembaharu banyak berpengaruh atas kemantapan perubahan yang diinginkan. atau makhluk psikologis yang dapat dibujuk. mengambil keputusan. Metode yang meniadakan peranan guru dan terutama didasarkan atas bahan yang telah tersusun. menguji-cobakannya dan mengevaluasinya. Pada saat itu ia terbuka bagi perubahan. Perubahan hendaknya disertai pengalaman yang kongkret. uang. maka ia dapat memperoleh pandangan baru tentang pendidikan. hendaknya ia hati-hati menggunakan kekuasaan dan kewibawaannya. Namun apabila ia merasa ketidakpuasan dengan keadaan. Seorang yang ingin melancarkan perubahan.tugasnya terutama untuk melestarikan kebudayaan dengan menyampaikannya kepada generasi muda. mencari hipotesis atau alternatif. sehingga guru-guru bebas mengemukakan pendapatnya. Ia juga menentukan bagaimana memandang guru. Hendaknya ia sebanyak mungkin melibatkan guru dalam proses perubahan itu. Timbul padanya kebutuhan dan motivasi untuk menerima perubahan yang dapat memberi perbaikan. maka ia mencari cara baru untuk mengatasi kekurangan yang dirasakannya pada dirinya dan dalam situasi pendidikan. Ia dapat bersama guru merumuskan masalah yang dihadapi yang akan dipecahkan bersama. harus berusaha menimbulkan kebutuhan itu pada guru-guru. Selain itu ia jangan bertindak sebagai orang yang serba tahu yang akan mengubah kelakuan guru. Walaupun petugas itu mempunyai kedudukan yang lebih tinggi. atau sebagai pegawai yang dapat dipaksa agar patuh. Ia akan menentang perubahan yang akan mengurangi kedudukannya. atau sebagai makhluk ekonomis yang harus diberi insentif. atau sebagai makhluk rasional yang dapat diajak berpikir dalam memecahkan masalah bersama. ataukah sebagai seorang profesional yang bertanggung jawab atas mutu profesinya. Ia melihat situasi dengan mata lain.

namun rendah hati dan tidak memamerkan pengetahuannya. Akan tetapi ia harus seorang profesional. yaitu dua pihak yang bertentangan. Hendaknya dicegah timbulnya popularisasi. . harus diketahui dan dipertimbangkan keadaan yang ada. Ada yang ikut-ikutan tanpa komitmen. Ada yang bersedia menerimanya. Mengadakan dalam struktur itu dapat mengancam ke dudukan seseorang. dan 4. Juga perubahan yang meminta pengorbanan tenaga. waktu. menganalisis situasi. 2. harus dapat mempengaruhi orang dan memberi inspirasi. Tiap organisasi mempunyai struktur sosial tertentu. mengadakan perubahan itu. menentukan perubahan yang perlu diadakan. Menurut para ahli dalam "social engineering" dalam usaha mengadakan perubahan dapat dilalui empat Iangkah. yakni 1. MENGUBAH LEMBAGA ATAU ORGANISASI Mengubah lembaga atau organisasi menghadapi kesulitan lain. Ia hendaknya diakui sebagai manusia. 3. ada yang menentangnya terang-terangan atau diam-diam. ada pula yang acuh-tak-acuh. ada yang ikut sekadar mengamankan diri karena takut bila ia mendapat tindakan. Untuk mengadakan perubahan. Perubahan hanya dapat berhasil bila semua bekerja-sama. memantapkan perubahan itu. Untuk itu diperlukan kebijaksanaan dan kepekaan sosial. Sikap orang terhadap perubahan berbeda-beda. terbuka bagi pikiran orang lain dan terbuka bagi perubahan. Ia harus mempunyai sensitivitas sosial. Sering pula organisasi itu mempunyai hierarki yang ketat. Tiap orang mempunyai status tertentu dan menjalanakan peranan tertentu yang memberinya harga diri atau kekuasaan. melumpuhkan bahkan meniadakan daya-daya yang menghambat. dan pikiran akan menemui pertentangan.dengan senang hati. Diusahakan mengenal daya-daya yang membantu dan menghalangi perubahan itu dan diadakan usaha untuk memperkuat daya-daya yang menyokong sambil melemahkan. mengikuti prosedur yang tetap. Orang yang berperan sebagai pengubah kurikulum harus dapat bekerjasama.

seakan akan tiap penyimpangan dari apa yang telah ditentukan dalam pedoman kurikulum akan dianggap sebagai pelanggaran. KELAMBANAN PERUBAHAN DALAM PENDIDIKAN Dibandingkan dengan bidang pertanian. Kedua.Semua harus menyadari adanya masalah yang dihadapi serta kemungkinan untuk mengadakan perubahan. Ketiga. Akan tetapi seperti telah dikemukakan di atas. Dapat disebut beberapa sebab kelambanan itu. demikian pula tiap kurikulum. termasuk kurikulum belum cukup mempunyai dasar ilmiah. Keempat. yang bersedia memberi bantuan kapan saja diperlukan. termasuk kurikulum. mempunyai sejumlah kelemahan. betapapun rincinya kurikulum ditentukan oleh pusat. Kelima. pendidikan. seperti halnya dalam bidang pertanian yang menyediakan petugas lapangan. selalu cukup banyak kesempatan bagi guru untuk berperan sebagai pengembang kurikulum. Juga Kanwil tidak menyediakan petugas yang bersedia dipanggil kapan saja guru atau sekolah memerlukan bantuannya guna mengatasi kesulitan yang dihadapi berkenaan dengan pelaksanaan kurikulum. pendidikan. sedangkan cara-cara yang baru sangat sukar diterima dan membudaya. betapapun banyak kebaikannya. guru atau siapa saja yang mengadakan perbaikan. tidak mendapat insentif dan hanya menerima penghargaan finansial berupa gaji seperti guru lain yang hanya mengikuti tradisi. Setiap metode. Tentu saja diharapkan agar guru- . kurikulum yang uniform menghambat ruang gerak guru untuk mengadakan perubahan dan menimbulkan kesan. tidak mempunyai petugas tertentu. Belum dapat diramalkan dengan pasti apa yang akan terjadi bila dijalankan metode tertentu. maka besar harapan akan diterima dan digunakan untuk masa selanjutnya. Bila timbul keyakinan akan kebaikan perubahan itu. Diusahakan agar semua menaruh minat terhadap usaha itu. Praktik-praktik yang telah dijalankan ratusan tahun yang lalu masih berlaku. Diberi waktu untuk membicarakan dan memikirkan makna perub ahan itu bagi lembaga atau organisasi dan dengan percobaan itu bagi lembaga atau organisasi dan dengan percobaan mempraktikkannya memperIihatkan manfaat perubahan itu. Terlampau banyak variabel yang mempengaruhi hasil suatu tindakan pendidikan. perubahan dalam pendidikan berjalan dengan lamban sekali. kebanyakan guru mempertahankan cara-cara lama yang telah teruji dan telah dikenalnya dengan baik dan dijalankan secara rutin. Pertama.

. yang dapat mempengaruhi jam pelajaran bidang studi lain. 3. yakni . Perubahan serupa ini memerlukan perubahan pada guru yang harus mempelajari dan menguasai cara baru itu. padahal mengajar itu selalu merupakan "adventure" penuh rahasia yang menarik untuk dipikirkan. dapat pula luas dan mendasar. karena perlu diyakini apa sebab perlu jam pelajaran ditambah. misalnya IPS dengan buku karangan orang lain yang dianggap lebih baik. TINGKAT PERUBAHAN Peruhahan kurikulum dapat kecil dan sangat terbatas. Dan akhirnya. dalam hal ini misalnya menambah atau mengurangi jam pelajaran untuk bidang studi tertentu. Substitusi dapat berupa mengganti buku pelajaran. variasi. Perubahan ini lebih sulit diadakan dibanding dengan substitusi. misalnya peralihan dari kurikulum . Perubahan itu dapat berupa : I . orientasi baru. substitusi. 4. 2. alterasi. perubahan yang paling besar risikonya ialah bila dituntut orientasi nilai-nilai baru. Perubahan ini lebih sulit lagi dibandingkan dengan perubahan sebelumnya. yang "subject-centered" menjadi "unit approach". restrukturiSasi. sedangkan di pihak lain dikurangi waktunya. STUDI TENTANG KEBERHASILAN PERUBAHAN KURIKULUM Othanel Smith dan D. Dengan variasi dimaksud menerima metode yang berhasil di sekolah lain untuk dijalankan di sekolah sendiri. Orlosky mempelajari berbagai perubahan dan pembaruan kurikulum dalam 80 tahun akhir-akhir ini di Amerika Serikat. dengan meniadakan yang lama. atau kurikulum yang berpusat pada pengetahuan akademis menjadi kurikulum yang berpusat pada anak atau macam-macam pendekatan lain dalam kurikulum. misalnya menjalankan team teaching. Alterasi juga berarti perubahan. Lebih banyak risikonya ialah restrukturisasi.guru lebih banyak diberi peluang untuk mencari cara-cara baru atau lebih menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan murid dan lingkungan. Jadi di sini perubahan itu sangat kecil hanya mengganti atau menukar buku pelajaran. yang memberi peranan baru kepada guru dan memerlukan tenaga dan fasilitas baru. dan 5. Pengawasan yang terlampau ketat dari atasan akan menghambat berkembangnya inisiatif dan kreativitas guru dan merendahkannya menjadi sekadar tukang yang banyak bekerja secara otomatis dan rutin.

tenaga. Community school. atau mendapat tantangan dari pihak guru. perubahan kurikulum hendaknya menyesuaikan diri dengan "kebudayaan" guru. bahwa perubahan itu tidak diterima secara meluas.atau menghilangkan kekuasaan guru. karena mengurangi . Environmental education. Thirty school experiment. Misalnya Driver education. Safety education dan Vocational and technical education pada umumnya diterima baik oleh kebanyakan sekolah. waktu dan pengorbanan dari pihak guru. Atau.yang terjadi sebelum dan sesudah 1950. jadi telah membudaya. Selain itu. Nilai 3 artinya perubahan dan nilai 4 menunjukkan bahwa perubahan itu telah berhasil memasuki semua sekolah. hanya berupa ide akan tetapi tidak ada perwujudannya di sekolah. Merombak kurikulum mengandung banyak risiko tanpa jaminan akan berhasil baik. atau mengubah peranannya. Environmental education. Penelitian dan perkembangan ternyata tidak . Juga Activitiy Curriculum. yaitu cara mereka lazimnya berpikir dan berbuat. seperti halnya dengan Sex education. Ternyata bahwa kurikulum seperti Core curriculum. seperti Activity curriculum. selain dengan kebudayaan masyarakat. Sebaliknya Driver education. Creative education. Apa sebab ada yang diterima sedangkan ada pula yang kebanyakan ditolak? Ternyata menambah atau mengurangi mata pelajaran lebih mudah diterima daripada reorganisasi seluruh kurikulum. namun mempunyai pengaruh terhadap pendidikan. Community school. Nilai 1 berarti bahwa ide pembaruan itu tidak dilaksanakan di sekolah dan sukar dicari realisasinya di sekolah. sedangkan Thirty school experiment yang mengharuskan perombakan kurikulum secara menyeluruh hanya tinggal cita-cita yang tak berwujud. Nilai 2 artinya. Vocational and technical education dapat diterima dengan mudah. bila terlampau banyak tuntutan. Creative education atau Core curriculum. Perubahan tidak akan diterima atau bertahan lama. bila kurang dukungan dari masyarakat. pikiran. Sex education dan Unit method kurang mendapat "pasaran". Elective System. Keberhasilan perubahan atau pembaruan mereka beda penilaian 1 sampai 4.

dapat pula mengadakan wawancara. demikian juga inservice education dan pengembangan staf. Juga bahan pelajaran seperti paket pelajaran. Perubahan harus responsif terhadap kebu tuhan dan kemampuan guru. jangan terlampau cepat. dapat memberi bantuan masing-masing dalam perubahan kurikulum. BEBERAPA KURIKULUM Di bawah ini diberi sejumlah saran-saran singkat tentang Iangkah-langkah dalam proses mengubah kurikulum : 1. Hen daknya dijauhi hal-hal yang dapat mengganggu. melanjutkan. Keberhasilan perubahan bergantung pada kualitas dan kuantitas para peserta. Berikan waktu yang cukup. Ada kalanya diperlukan bantuan dari orang lain. pusat alat instruksional dapat memberi sumbangan dalam perubahan kurikulum. atau menggunakan alat-alat seperti tape-recorder. Pupuklah suasana dan kondisi kerja yang serasi. Ada kalanya untuk suatu program. 3. observasi. Saran-saran mereka harus diperhatikan. jangan pula terlampau lambat. PETUNJUK TENTANG PROSES PERUBAHAN . misalnya perbaikan pengajaran bahasa. seminar. konperensi. misalnya dari Kanwil atau Perguruan Tinggi Perlu disediakan sumber dan bahan yang diperlukan. Dalam perubahan kurikulum kepala sekolah memainkan peranan yang sangat penting. workshop. diperlukan waktu 3-4 tahun. Suasana kerja harus memberi kesempatan bagi peserta untuk mengeluarkan buah pikirannya secara bebas. Pelaksanaan perubahan memerlukan waktu. dan lain-lain. demonstrasi. TV. Selain itu penataran atau mengikuti kuliah di perguruan tinggi untuk mengikuti perkembangan pengetahuan dalam disiplin tertentu. Mendesak agar cepat bekerja akan cepat menghasilkan pekerjaan yang tergesa-gesa dan tidak cermat. Mereka harus diikutsertakan dalam merumuskan dan memecahkan masalah yang dihadapi bersama. karena dialah yang mempunyai kekuasaan dan kewibawaan dan kepemimpinan untuk melancarkan. Tentukan kegiatan yang sesuai.efektif dalam perubahan kurikulum. 2. kelompok studi. misalnya ada yang lebih serasi bila dilakukan oleh panitia. dan memantapkan perubahan.

Pada satu pihak. dan kalaupun dirincikan. metode yang dianjurkan sangat terbatas dan tidak spesifik. perbaikan kurikulum terutama tergantung pada guru. harus segera ditentukan cara menilai hingga mana tercapainya tujuan itu. karena ia memandang dirinya sekadar sebagai pelaksana kurikulum. Tak semua guru sadar akan peranannya sebagai pengembang kurikulum. Baru kemudian ditentukan kegiatan-kegiatan untuk mencapai tujuan itu. Evaluasi dimaksud untuk memperoleh gambaran tentang taraf tercapainya tujuan. akan tetapi dapat men- . TIU. PROSES PERBAIKAN KURIKULUM Seperti telah dikemukakan. Penilaian formatif dan sumatif untuk pelajaran yang diajarkan guru. Banyak lagi kesempatan bagi guru untuk secara kreatif memilih dari sejumlah besar metode. kurikulum bermacam-macam tafsirannya. Bahan pelajaran juga hanya pokok-pokoknya. Yang diberikan terutama garis-garis besarnya. Dialah menentukan apa yang sesungguhnya terjadi dalam kelasnya. kementerian Depdikbud. Apa yang ditentukan oleh atasanya sebenarnya masih jauh dari lengkap. Setelah dirumuskan tujuan perubahan. Ia tidak terikat pada test tertulis. Kurikulum sekolah kita. Yang merumuskan TIK-nya ialah guru. Di pihak lain. Dalam posisi itu boleh dikatakan ialah pengembang kurikulum. Dalam arti terakhir ini. kurikulum dipandang sebagai buku pedoman dan wewenang untuk mengembangkannya ialah pusat. sepenuhnya dalam tangan guru. Yang dihasilkan ialah suatu kurikulum nasional yang menentukan garis-garis besar apa yang harus diajarkan kepada murid-murid. menentukan hanya sampai tujuan instruksional umum.4. Tentukan prosedur penilaian dalam tiap usaha perubahan. yang berusaha jangan menyimpang sedikit pun dari ketentuan dari atasan. Demikian pula. kurikulum dapat ditafsirkan sebagai segala sesuatu yang terjadi dalam kelas dan sekolah yang mempengaruhi perubahan kelakuan para siswa dengan berpedoman pada kurikulum yang ditentukan oleh Pemerintah. mustahil meliputi kegiatan guru-siswa sampai hal yang sekecil-kecilnya. atau model mengajar yang tersedia. masih banyak yang harus dilengkapi guru. dan ada tidaknya perbaikan pengajaran dalam kelasnya bergantung pada ada tidaknya usaha guru. strategi.

Pendekatan ini pun tak mudah dijalankan karena menuntut kualitas guru yang tinggi yang masih belum terpenuhi pada saat ini. Dalam hal inilah ia harus sadar akan fungsinya sebagai pengembang kurikulum. Pada umumnya guru kita masih belum menyadari peranannya sebagai pengembang kurikulum. Fungsi ini tentu harus lebih disadari kepala sekolah yang bertanggung-jawab atas pendidikan di seluruh sekolahnya dan seyogianya berusaha sedapat mungkin mengadakan perbaikan kurikulum sekolahnya Tiap sekolah berbeda dengan sekolah lain. kreativitas. Pendekatan kedua memerlukan guru yang profesional. Meningkatkan mutu pendidikan dapat dilakukan dengan dua macam pendekatan. guru yang berjiwa dinamis dan terbuka bagi pembaruan. sosial. fisik.jalankan penilaian yang lebih komprehensif yang meliputi aspek emosional. sikap dan aspek afektif lainnya. berkompetensi tinggi. Pelajaran itu dapat berupa modul atau pelajaran berprograma. Kurikulum yang uniform dapat menjadi alasan bagi guru untuk menjauhi inisiatif perbaikan dan hanya menunggu instruksi dari pihak atasan. Pertama. Antara kurikulum nasional yang dijadikan pedoman sampai perubahan kelakuan anak. Kurikulum kita uniform di samping usaha untuk sedapat mungkin mengatur apa yang harus dilakukan oleh guru sampai yang sekecilkecilnya. moral. etis. masih terdapat jarak yang cukup luas. mental. menyusun paket pelajaran sedemikian rupa. walaupun berada di kota yang sama. dan kegiatan guru. Ia dapat menilai kemampuan kognitif pada tingkat mental yang jauh lebih tinggi daripada yang dapat diukur dengan Ebtanas. Pendekatan pertama sangat mahal selain banyak kekurangannya. Pendekatan kedua ialah meningkatkan mutu guru sehingga mampu menjalankan bahkan memperbaikinya bila ada kelemahannya. yang memerlukan pemikiran. estetis. sosilal. Dialah yang dapat menilai aspek-aspek kepribadian anak. dan lain-lain. Sebaliknya . sehingga guru hanya berperan untuk mengatur distribusi bahan itu menurut kecepatan anak.apalagi sekolah di daerah lain yang berbeda sifat geografi dan sosialekonominya. Juga muridnya menunjukkan ciri-ciri khas yang mungkin bertukar dari tahun ke tahun. Ialah yang berada dalam posisi strategis untuk mengenal perkembangan anak. Dan tiap guru berbeda pribadinya dengan guru lain.

bagaimana cara mencapainya. Bahan segera usang karena kemajuan zaman. tidak mengenal sejarah perkembangan sekolah atau memahami kurikulum sekolah . sumber belajar yang tersedia di sekolah atau lingkungan. Mengetahui Tujuan Perbaikan. antara lain : y y y y y y y Mengetahui tujuan perbaikan Mengenal situasi sekolah Mengetahui kebutuhan siswa dan guru Mengenal masalah yang dihadapi sekolah Mengenal kompetensi guru Mengetahui gejala sosial Mengetahui perkembangan dan aliran dalam kurikulum. dan sebagainya. bagaimana melaksanakannya. agar usaha itu berhasil baik. kurang mengenal keadaan masyarakat lingkungan. misalnya kurang mengenal potensi guru. Sering guru-guru tidak mengenal betul situasi sekolah yang sebenarnya. sumber belajar apa yang diperlukan. bagaimana memanfaatkan balikannya. Kurikulum bukan benda mati akan tetapi sesuatu yang hidup mengikuti perkembangan zaman.atasan yang tidak merangsang guru untuk bersifat dinamis dan memberi kesempatan serta dorongan untuk mencobakan perbaikan atas pemikiran sendiri dan tidak turut serta dalam usaha perbaikan dan penyesuaian dengan keadaan setempat. Mengenal Keadaan Sekolah. Ada kemungkinan. Langkah pertama ialah mengetahui dengan jelas apa yang sebenarnya ingin dicapai. kita harus memperhatikan sejumlah dasar-dasar pertimbangan. demikian pula desain perbaikan atau implementasinya dan metode penilaiannya. apakah perlu dicari proses belajar-mengajar baru. Kurikulum tak kunjung sempurna dan senantiasa dapat diperbaiki. bagaimana menilainya. tujuannya harus diperjelas atau diubah. Jadi perbaikan kurikulum tak kunjung berakhir dan bergerak terus. Bila kita ingin memperbaiki kurikulum sekolah. bagaimana mengorganisasi bahan itu. pelajaran harus memperhatikan perbedaan individu dan mencari relevansi dengan kebutuhan setempat. cenderung mematikan kreativitas guru.

analisis pekerjaan murid. Sebaliknya yang dijadikan fokus perbaikan ialah masalah-masalah yang dihadapi guru dalam pekerjaannya sehari-hari. Untuk melaksanakan perbaikan itu perlu diadakan studi yang lebih luas guna memperoleh data lain yang dirasa perlu. Untuk memperoleh data dapat digunakan test tertutup dan terbuka. termasuk IKIP. sosiometri. macammacam golongan etnis. dapat diminta guru mengadakan ranking untuk kemudian didiskusikan selanjutnya dan memilih yang dirasa paling urgen. hasil belajar. Mengenal Masalah Yang Dihadapi Sekolah. moral. intelektual. Untuk mengetahui kebutuhan mana yang dirasa paling penting untuk diatasi. apakah perbaikan itu sungguh-sungguh mengenai inti persoalan ataukah hanya menyinggung gejalanya. cara murid belajar. keadaan rumah tangga. bagaimanakah menyisipkan perbaikan itu kedalam kurikulum resmi. jumlah penerimaan. proses belajar-mengajar. relevansi kurikulum. wawancara.sebagai keseluruhan serta hubungannya dengan instansi lain. Suatu masalah ialah. keadaan siswa secara keseluruhan. orangtua atau murid untuk mengetahui kelemahan-kelemahan dalam pendidikan di sekolah. Tujuan pendidikan seperti diharapkan Pemerintah dapat memberi dorongan untuk mengadakan peruba han dalam keadaan sekarang yang dirasa tidak memuaskan. memilih bahan pelajaran . observasi. perkembangan fisik. apakah guru -guru memang ingin mengadakan perbaikan yang dianjurkan. Agar ada dorongan untuk memperbaiki kurikulum harus disadari adanya kesenjangan antara keadaan yang nyata dengan apa yang diharapkan oleh kurikulum resmi atau apa yang diinginkan siswa dan guru. konsep-diri anak. misalnya dari staf perguruan tinggi. Juga dapat diadakan brainstorming dengan guru. lulusan dan putus sekolah. Data tentang siswa. dan lain-lain. atau bantuan yang dapat diperoleh. dan sebagainya. kebudayaan masyarakat anak. Dalam semua hal itu mungkin terdapat kekurangankekurangan yang perlu mendapat perhatian. memperhatikan perbedaan individual. angket. yang sering berkenaan dengan metode mengajar. nilai-nilai dan harapan masa depan. Mengetahui kebutuhan itu merupakan titik tolak bagi usaha perbaikan. sosial. bahan pelajaran. Mempelajari Kebutuhan Murid Dan Guru.

bahan pelajaran. dan seterusnya sampai tercapai hasil yang memuaskan. dapat juga dari . seperti komputer. Masalah juga dapat berasal dari murid. Perbaikan kurikulum dapat berasal dari desakan dari dalam dunia pendidikan. kemampuan untuk mengarahkan dan mengkoordinasi. Masalah yang dianjurkan oleh pihak luar. proses mengajar-belajar. serta menggunakan alat. fasilitas yang membantu proses belajar-mengajar. menilai untuk mcmperoleh balikan.yang lebih serasi. kemampuan menganalisis situasi dan menafsirkan perbuatan. mengambil kesimpulan. Masalah yang dipilih hendaknya jangan terlampau luas sehingga sukar dikendalikan. seperti kemampuan membuat perencanaan. kemampuan untuk mencetuskan ide-ide baru. serta memupuk suasana yang menyenangkan. kemampuan mempertemukan pandangan yang bertentangan. Dari dalam pendidikan dorongan ke arah perbaikan dapat bersumber dari guru. mengadakan perubahan. tidak prakis oleh guru dan tidak akan mendapat dukungan. maupun dari luarnya. yakni merumuskan masalahnya. masalah itu dapat diperlukan sebagai cara pemecahan masalah pada umumnya. Mengenal Gejala Sosial. orangtua. mengumpulkan data. dan sebagainya. sosiologi. mencobakannya apakah benar hipotesis itu. kemampuan bekerja-sama untuk menghasilkan pekerjaan yang bermutu. Jika telah ditentukan dan disetujui masalah perbaikan yang akan dikerjakan. dan lain-lain. menentukan hipotesis. psikologi anak. Mengenal Kompetensi Guru. kepala sekolah. mungkin tidak dirasa relevan. Untuk memperbaiki kurikulum perlu diketahui kompetensi guru sebagai partisipan dalam pengembangannya. selain kompetensi umum. masyarakat atau pemerintah. kemampuan untuk menanyakan pertanyaan yang relevan. Sebaliknya jangan pula terlampau sempit sehingga tak bermakna. mengimplementasikannya. kemampuan mengadakaan eksperimen dan penelitian. kemampuan memilih dari sejumlah alternatif. pengetahuan mereka tentang seluk-beluk kurikulum. murid. kemampuan menyatakan pikiran secara lisan dan tulisan. cara meningkatkan motivasi siswa belajar. organisasi kelas.

Pemilik sekolah dalam kunjungannya tentu akan memberi sejumlah saran ke arah perbaikan kurikulum. tanpa menunggu kemajuan sekolah lain yang ketinggalan. lalu membiarkan keadaan berlangsung. Kurikulum yang baik tidak diperoleh sekaligus dengan adanya kurikulum yang baru sama sekali. yang mungkin tidak dilakukan guru bidang studi lainnya. yang belum tentu memberi perbaikan. dapat lebih meningkatkannya lagi. pada umumnya para pendidik. Juga dari pihak luar datang usul-usul perbaikan sekolah. Kurikulum harus dibangun terus menerus. Kurikulum yang barn sama sekali cenderung melenyapkan segala kebaikan kurikulum yang lampau. Hingga kini. Perguruan tinggi juga dapat menunjukkan keluhannya tentang mutu lulusan SMA dan konsumer para lulusan lembaga pendidikan merasakan kekurangan dalam tenaga kerja.penilik sekolah atau dari kementerian. khususnya guruguru belum berani mengambil inisiatif mengadakan perbaikan sendiri. Lagi pula keluhan itu perlu dipertimbangkan dengan sungguh-sungguh oleh sebab tidak tiap keluhan mempunyai dasar yang kuat yang didukung oleh fakta. sampai pada suatu saat lahir kurikulum baru. Namun suara masyarakat tentang pendidikan sering dicetuskan melalui koran dan mass media lainnya. Bila kurikulum diperbaiki secara kontinu. sedikit demi sedikit yang lazim disebut sebagai "broken front". Masing-masing sekolah dapat berusaha mencapai . Kepala sekolah sudah sewajarnya mencita-citakan sekolah yang baik. Misalnya. guru suatu bidang studi yang dinamis dapat memperbaiki pengajaran hidang studinya. tak perlu diambil risiko besar untuk mengadakan pembaruan total yang dapat menimbulkan goncangan besar di kalangan guruguru. Tak dapat kurikulum serentak diperbaiki dalam segala "front". Orangtua pada umumnya belum menyadari sepenuhnya peran mereka dalam perbaikan sekolah. Murid-murid pun mempunyai sejumlah keluhan tentang kekurangan yang dirasakannya tentang sekolah. Namun adanya keluhan itu seharusnya mendorong para pendidik untuk menilai diri sendiri dan berusaha memperbaikinya. Tiap guru mengalami hal-hal yang tidak memuaskan yang perlu diperbaikinya. karena tiap orangtua mengharapkan pendidikan yang sebaik-baiknya bagi anaknya. Demikian juga suatu sekolah yang "favorit" karena mutunya. Tak semua keluhan itu dapat dipenuhi.

Maka karena itu guru dapat membukakan diri terhadap berbagai aliran dalam pengembangan kurikulum. Namun ada saja kemungkinan mengambil aspek-aspek tertentu yang dapat memberikan perbaikan dalam rangka kurikulum yang berlaku. asal diadakan waktu khusus oleh kepala sekolah untuk membicarakan kurikulum sekolah secara berkala. Tak semua aliran baru dalam kurikulum dapat diterapkan. LANGKAH-LANGKAH DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM DI SEKOLAH Agar usaha perbaikan kurikulum di sekolah dapat berhasil baik hendaknya diperhatikan langkah-langkah yang berikut :  Adakan penilaian umum tentang sekolah. Tiap aliran mengandung hal-hal yang positif yang dapat memperluas pandangan guru tentang kurikulum yang dapat mendorongnya untuk menerapkannya sejauh itu mungkin. . Mengetahui Aliran-aliran Dalam Pengembangan Kurikulum. adanya diskrepansi antara kenyataan dengan apa yang diharapkan berbagai pihak. keunggulan dan tiap guru dapat mengusahakan tercapainya mutu yang senantiasa meningkat. Banyak buku dan karangan terbit berkenaan dengan studi tentang kurikulum. Ia dapat pada suatu saat menggunakan teori belajar S-R mematuhi PPSI dan sesaat lagi menerapkan pendekatan proses yang berdasarkan teori belajar Gestalt. Sekolah yang ketinggalan dalam hal tertentu dapat belajar dari sekolah yang telah maju. Kurikulum yang uniform mengenal standard minimal tidak menghambat mencapai mutu yang setinggi-tingginya. Kurikulum adalah bidang yang subur bagi penelitian. Ide-ide baru dapat menjadi pokok diskusi di kalangan guru. Biasanya guru tidak berpegang secara ketat pada satu pola kurikulum tertentu. memilih apa yang dirasanya bermanfaat bagi tujuan tertentu. sumber-sumber yang tersedia atau tidak tersedia. Biasanya ia bersifat eklektik."excellence". Berbagai aliran timbul untuk mencari alternatif baru sebagai reaksi terhadap praktik kurikulum yang berlaku sekarang. Banyak di antaranya yang hanya berupa ide saja tanpa direalisasikan. dalam hal apa sekolah itu lebih baik atau lebih rendah mutunya daripada sekolah lain. dan lain-lain. Perlombaan sehat antara sekolah dalam peningkatan mutu hendaknya jangan dihalangi.

 Memantapkan perbaikan. apakah yang direncanakan itu dapat direalisasikan. metode penyampaiannya. Oleh sebab pekerjaan ini tidak mudah. Melaksanakan hasil panitia oleh guru dalam kelas.  Memilih anggota panitia. penilaian.   Mengawasi pekerjaan panitia. kepala sekolah hendaknya senantiasa menyatakan penghargaannya atas pekerjaan semua yang terlibat dalam usaha perbaikan ini.  Mengajukan saran perbaikan. yang dapat didiskusikan bersama. dan kebutuhan akan perubahan dan perbaikan. sebaiknya dalam bentuk tertulis. perbaikan. Pada taraf permulaan hendaknya diambil suatu proyek yang sederhana. Sering kurikulum yang dijalankan . Perlu pula ditentukan batas waktu perencanaan dan pelaksanaan proyek ini. bergantung pada luas perbaikan yang akan diadakan. belum tentu dapat diwujudkan. Perlu pula memilih orang-orang yang benar-benar bermotivasi untuk mengadakan perbaikan dan mempunyai kompetensi yang memadai. bila ternyata usaha itu berhasil baik dan dijadikan pedoman selanjutnya. Ada perbaikan kurikulum yang fundamental yang makan waktu puluhan tahun. kadang-kadang 2 sampai 5 tahun. biasanya oleh kepala sekolah. dan seterusnya.  Mengidentifikasi masalah serta merumuskannya.  Menerapkan cara-cara evaluasi. menentukan bahan pelajaran. sedapat mungkin sesuai dengan kompetensi masingmasing.  Menyiapkan desain perencanaannya yang mencakup tujuan. Perbaikan kurikulum memerlukan waktu lama sebelum membudaya. yang besar harapannya dapat dilaksanakan dengan baik. kebutuhan guru. balikan. apakah sesuai dengan tuntutan kurikulum yang berlaku. cara mengevaluasi. Ketidakberhasilan akan menimbulkan kekecewaan dan keengganan untuk mengadakan perbaikan di masa mendatang. pelaksanaan. yang timbul berdasarkan studi tentang berbagai kebutuhan yang tersebut di atas lalu memilih salah satu yang dianggap paling mendesak. menilai maknanya bagi perbaikan sekolah dan menjelaskan makna serta implikasinya. Jadi jangan didesak melakukannya dengan tergesa-gesa. antara lain kebutuhan siswa. percobaan. Apa yang indah di atas kertas. Selidiki berbagai kebutuhan.

murid. orangtua. Untuk melaksanakan kurikulum itu dan juga dalam usaha untuk mengubahnya agar sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan anak dalam masyarakat tertentu diperlukan peserta lain. guru sendiri harus berubah atau diizinkan. Dalam kelas. bukan hanya sekumpulan halaman cetakan belaka. banyak lagi yang turut terlibat dalam mutu kurikulum. perguruan tinggi. politik. kepala sekolah dan pemilik sekolah dari Kanwil. industri. merekalah yang pertama-tama yang harus berusaha mengadakan perbaikan. yaitu daya-daya dari dalam sekolah dan dari luar sekolah. sedangkan sekolah harus menerjemahkannya dalam kegiatan yang lebih spesifik dan operasional. seperti Pemerintah. Apakah hanya pejabat Depdikbud ataukah masih diperlukan peserta lain? Setelah Jeomr Bruner yang mengutamakan struktur disiplin ilmu. Dalam kelas kurikulum resmi itu memperoleh bentuk yang tersendiri bila diterjemahkan dalam interaksi hidup antara guru dan siswa. Perubahan kurikulum senantiasa melibatkan perubahan manusia yang melaksanakannya. dan lain-lain.masih mirip dengan yang terdapat puluhan bahkan ratusan tahun yang silam. seperti golongan agama. Dalam arti yang luas. Akan tetapi kurikulum yang sesungguhnya ialah apa yang terjadi dalam kelas dalam interaksi siswa dengan guru dan siswa lainnya dan dengan lingkungan. kurikulum adalah benda hidup yang dinamis. oleh dianggap kurikulum adalah terutama menyampaikan ilmu pengetahuan. Dalam proses perbaikan kurikulum seperti ini diperlukan partisipasi dari semua yang tiap hari terlibat dalam kurikulum yakni guru. Dalam garis besarnya kita dapat membaginya dalam dua golongan. para ahli disiplin ilmu dari universitas banyak dilibatkan dalam pengembangan kurikulum. para ahli kurikulum dan berbagai lapisan masyarakat umumnya. bahkan didorong untuk berubah. PESERTA DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM Siapakah yang diikut-sertakan dalam pengembangan kurikulum merupakan suatu masalah. Kritik dan saran dari pihak luar biasanya bersifat umum. Agar kurikulum berubah demi perbaikan. khususnya IKIP. Yang memegang peranan dalam . Bila pendidikan mendapat sorotan dan kritik. Di belakangnya terkandung asumsi bahwa kurikulum menyusun suatu dokumen yang menjadi pegangan apa yang harus dip elajari siswa.

la menganggap dirinya hanya sebagai pelaksana. Jarang sekali pelajarannya dihadiri oleh orang luar. Semboyan "learning by doing" mempunyai satu syarat. Berbuat hanya menghasilkan pelajaran. Dengan demikian guru-guru lebih memahami seluk-beluk kurikulum dan menyadari peranannya sebagai pengembang kurikulum. dari buku dan dari orang lain. atau pelaksana kurikulum yang kreatif evaluatif. terbuka bagi pendapat mereka. tanpa memikirkan dan merenungkan apa yang dilakukannya. Sebagian dari waktu libur sekolah dapat dimanfaatkan untuk membicarakan kekurangan-kekurangan dalam penyelenggaraan kurikulum dan secara bersama mencari usaha perbaikan. Pada saat ini guru belum menganggap dirinya seorang yang boleh bicara. Jadi ia hanya terlibat dalam praktik. sehingga ia tidak memperoleh input tentang proses belajar-mengajar dalam kelasnya. Apa yang dikerjakan dalam kelasnya tertutup bagi dunia luar. Hasil pembicaraan akan diterapkan dalam kelas masing-masing lalu didiskusikan kemudian untuk menilai pengalaman guru masing-masing. Guru menghadapi kesulitan tersendiri. khususnya dalam hal kurikulum kelas atau bidang studinya. Sikap keterbukaan ini memungkinkannya belajar dari murid. bila ia membiasakan diri (1) berunding dan bertukar pikiran dengan siswa. Pengalamannya selama puluhan tahun dapat merupakan pengalaman yang sama diulangi puluhan kali dan tidak tumbuh dalam profesinya. oleh sebab pada hakikatnya ia bekerja dalam dunia terisolisasi. Orang tidak belajar dengan sekadar berbuat. Ia cenderung masuk cengkeraman rutin. bahkan yang mempunyai keahlian dalam bidang kurikulum. (3) bertukar pikiran dan pengalaman dengan teman guru-guru lainnya atau dengan kepala sekolah. (2) belajar terus dengan membaca literatur profesional. bila direnungkan apa yang . ibarat tukang yang harus melaksanakan pekerjaan menurut instruksi. mengulangi caranya mengajar dari tahun ke tahun sampai akhir jabatannya.proses perbaikan kurikulum ialah guru oleh sebab dialah yang paling bertanggung-jawab atas mutu pendidikan anak-didiknya. Ia hanya dapat berkembang. melakukan pekerjaan berkali-kali tidak memberi pelajaran. Pertumbuhannya ini dapat dibantu. Mereka akan lebih memahami bahwa gurulah unsur utama dalam kurikulum. bila sekolah secara berkala mengadakan rapat khusus untuk membicarakan hal-hal berkenaan dengan kurikulum serta perbaikannya.

Perubahan harus diterima dengan rasa komitmen agar berhasil baik. atau menganggap bahwa cara yang lama lebih bermanfaat dan yang baru terlampau banyak menuntut waktu dan tenaga. juga perkumpulan guru dalam bidang studi tertentu yang tidak terbatas pada tingkatan sekolah. bagaimana pendapatnya tentang . seperti guru SD. SMA. Di sekolah progresif kepada murid diberikan peranan yang lebih besar lagi tentang apa yang mereka harapkan dari pelajaran. Partisipasi murid sama sekali tidak . Adanya perkumpulan profesional dengan terbitannya dapat merangsang guru untuk senantiasa melihat profesinya sebagai masalah yang secara kontinu mendorongnya untuk berpikir tentang kurikulum dan dengan demikian mempercepat perbaikan dan modernisasi pendidikan kita. PARTISIPASI GURU Tiap guru mempunyai reaksi individual terhadap perbaikan kurikulum. Namun pada tingkat kegiatan kelas. pelajaran. bila guru bertanya. Dalam usaha untuk mengadakan perubahan kurikulum. PARTISIPASI MURID Pada umumnya kita belum mempertimbangkan peranan siswa dalam pengembangan kurikulum dan mereka memang tidak mempunyai kompetensi dalam bidang itu. apakah perbaikan itu hanya bersifat teori. Guru mempunyai pandangan sendiri tentang kurikulum dan keberhasilan perubahan bergantung pada kesesuaiannya dengan nilai-nilai guru dan taraf partisipasinya dalam perubahan itu. SMP. atau bila guru mengajak siswa turut-serta dalam perencanaan suatu kegiatan belajar.dilakukan dan meningkatkannya pada taraf yang lebih abstrak. dan lain-lain. Pada umumnya guru akan bersifat kritis dan menilainya. maka ia akan lebih mudah menerimanyl karena instruksi atau paksaan. hendaknya diselidiki sikap dan reaksi guru terhadap perubahan itu dan mempertimbangkannya. maka perbaikan itu tidak akan lama bertahan. atau mengalami sendiri kegunaannya. pada pokoknya mereka sudah dilibatkan dalam kurikulum. Jika ia menyaksikan pelaksanaan. Perkembangan profesional guru juga terhambat karena tidak adanya perkumpulan profesional hagi berbagai golongan guru. apa yang ingin dipelajarinya tentang suatu topik. dan teoritis. konse ptual.. apakah dapat dilakukan dalam kelasnya.

sekalipun tersembunyi terhadap pelajaran dan sekolah yang mereka nyatakan dalam perbuatan yang tidak diinginkan. PARTISIPASI KEPALA SEKOLAH Kepala sekolah mempunyai kedudukan strategis dalam perbaikan kurikulum dan berbeda di garis depan perubahan kurikulum.berarti bahwa keinginan mereka harus diperturut akan tetapi pandangan mereka dapat dimanfaatkan. hendaknya kepala sekolah dan guru-guru selalu rnemegang peranan utama untuk menerima. Rupanya kepemimpinan itu lebih kompleks daripada yang diduga semula dan timbul beberapa teori tentang hakikat kepemimpinan ini. Sebagai pemimpin profesional ia menerjemahkan perubahan masyarakat dan kebudayaan ke dalam kurikulum. Memaksakan kurikulum yang tidak mereka sukai. Ialah tokoh utama yang mendorong guru agar senantiasa mencari perbaikan dan mengembangkan diri. la sendiri harus mempunyai latar belakang yang mendalarn tentang teori dan praktik kurikulum. namun tidak ada yang dapat memberi jawaban yang memuaskan. ia dapat membangkitkan atau mematikan perubahan kurikulum di sekolahnya. Ada kalanya dianggap bahwa seorang lahir sebagai pemimpin jadi bukan karena pengalaman. dan memutuskan apa yang akan dimasukkan dalam kurikulum sekolah. sekalipun keputusan selalu di tangan guru. yang tidak disesuaikan dengan kebutuhan mereka. KEPEMIMPINAN DALAM PENDIDIKAN Telah banyak diadakan penelitian untuk mengetahui apakah sebenarnya kepemimpinan itu. Perubahan dalam sikap pemuda-pemudi akibat dinamika masyarakat tidak dapat diabaikannya. Masih ada lagi golongan lain yang dapat membantu perbaikan kurikulum antara lain para inspeksi di Kanwil dan juga para orangtua dan tokoh-tokoh masyarakat. Perubahan kurikulum hanya akan berjalan dengan dukungan dan dorongan kepala sekolah. Kepala sekolah dan stafnya tak dapat tiada harus bekerja dalam kerangka patokan yang ditetapkan oleh Depdikbud. Walaupun banyak orang yang dapat memberi sumbangan kepada perbaikan kurikulum. Pemimpin dianggap sebagai orang yang jauh lebih ban yak . mempertimbangkan. akan menimbulkan rasa benci bahkan protes.

Teori ketiga ialah memandang kepemimpinan sebagai fungsi suatu situasi. menurut pengalaman dan pendapat seseorang. berminat untuk memimpin. Jadi kepemimpinan bergantung pada tugas yang dihadapi. antara lain empat yaitu identifikasi dengan kebutuhan orang lain. Kita tidak tahu yang mana di antara sifat-sifat itu yang paling penting. Ada pula yang memandang kepemimpinan sebagai sesuatu yang dibagi bersama antara anggota kelompok guna mencapai tujuan-tujuan yang ditentukan bersama. Jadi pemimpin yang cocok untuk suatu situasi tidak akan cocok untuk situasi lain.tahu dan lebih kompeten daripada pengikutnya. kepemimpinan dianggap sebagai layanan kepada kelompok. akan tetapi tak ada yang dapat menjelaskan semua gejala kepemimpinan itu dengan memuaskan. kesediaan memberi bantuan. Pemimpin ditunjuk oleh kelompok untuk tujuan tertentu untuk jangka waktu yang tertentu. Pemimpin ialah orang yang menentukan sedangkan yang lain harus mematuhinya. Anggapan demikian menganut konsep yang otokratis tentang kepemimpinan. pengendalian emosi. Salah satu teori memandang kepemimpinan sebagai orang yang memiliki sejumlah sifat yang membuatnya seorang pemimpin. inteligensi tinggi : sosial. dan seorang tidak akan menjadi pemimpin yang efektif dalam segala situasi. Situasi itu membutuhkan seorang pemimpin yang dianggap mampu mengatasi masalah yang ditimbulkan situasi itu secara efektif. Daftar ini rasanya masih dapat diperluas. kemampuan menyesuaikan diri dengan norma kelompok. . bersemangat. Apa yang dilakukan pemimpin sama pentingnya dengan bagaimana caranya melakukannya. Dalam organisasi yang demokratis pemimpin dianggap sebagai orang yang dapat membantu anggota lain untuk mengidentifikasi tujuan yang bermakna bagi kelompok dan membantu dalam mencapai tujuan itu. Berbagai teori telah dipikirkan untuk menjelaskan hakikat kepemimpinan. karena dialah yang dianggap paling kompeten untuk tu gas itu. verbal maupun akademis. Dalam segala situasi tertentu tampil pemimpin tertentu. Sebagai pembantu.

sikap dan kebutuhan "pengikut" atau anggota kelompok pada saat tertentu. dan prioritas tujuan. Mungkin kepemimpinan bertalian dengan faktor-faktor pribadi. menetapkan waktu penyelesaian pekerjaan. yaitu menjadi pemimpin yang disukai dan mencapai hasil yang diinginkan. Masalahnya ialah bagaimana mempertemukan kedua pendekatan itu. memupuk rasa hormat-menghormati. Dalam kepemimpinan dapat dibedakan dua corak. timbul dalam situasi tertentu. mendorong anggota bekerja dengan tenaga penuh agar mencapai kemajuan. bersedia mendengarkan buah pikiran orang. kepemimpinan yang mengutamakan hubungan manusiawi. adanya saling percaya. namun tidak memberi hasil seperti kepemimpinan yang berorientasi pada tugas. Yang berorientasi pada tugas ingin agar pekerjaan selesai. kekompakan. mengutamakan hasil dengan menentukan standar.Ketiga teori itu ada kebenarannya. saling menghormati. yaitu yang berorientasi pada tugas. pemanfatan buah pikiran anggota. Kepemimpinan mungkin fungsi interaksi antara berbagai variabel itu yang membuka kesempatan timbulnya pemimpin yang sentral tanpa menghalangi orang lain untuk menjalankan kepemimpinan bersama. distribusi kekuasaan. dalam berbagai situasi pada waktu-waktu tertentu. atau menjadi pemimpin yang tidak hanya disenangi akan tetapi juga berhasil dan efektif. Pemimpin tidak memiliki sejumlah ciri yang sama. namun tidak dapat berlaku dalam segala situasi kepemimpinan. Di lain pihak. memelihara hubungan antar manusia yang baik. mengeritik pekerjaan yang tak bermutu. sifat tugas. . percaya-mempercayai. bangkit dalam struktur suatu kelompok. semangat atau moral tinggi. Efektivitas kepemimpian antara lain bergantung pada kualitas hubungan antara pemimpin dan anggota kelompok. berusaha agar pekerjaan menyenangkan. berusaha agar ia disenangi. dan yang berorientasi pada hubungan manusiawi. namun selalu menunjukkan kualitas tinggi dalam hal tertentu. Kepemimpinan berbeda menurut sifat lingkungan.

tidak baik atau buruk akan tetapi mempunyai kebebasan untuk memilih dan memerlukan kesempatan dan hantuan menggunakan kehebasannya untuk memilih yang baik. diorientasi kearah perbaikan. Mengubah seluruh sistem pendidikan yang hanya dapat dilakukan oleh pusat yakni Depdikbud karena mempunyai wewenang penuh untuk mengadakan perubahan kurikulum secara total. dalam hal ini perubahan atau perbaikan kurikulum. Kepemimpinan juga ditentukan oleh pandangan pemimpin terhadap manusia. Untuk mengubah kurikulum dapat diikuti strategi yang berikut : 1. demokratis semu. Dalam perubahan kurikulum pemilik sekolah. Tanggung jawab tanpa diberi kekuasaan tertentu cenderung tidak memberi hasil. egoistis dan kerena itu perlu dididik. . petunjuk-petunjuk pelaksanaan dan hukum pedoman. Sebaliknya ia dapat memandang manusia yang pada hakikatnya buruk. Perubahan ini menyeluruh dan dijalankan secara uniform di seluruh negara. menggunakan ancaman atau rasa takut. STRATEGI KEPEMIMPINAN DALAM PERUBAHAN KURIKULUM Dengan strategi dimaksud rencana serangkaian usaha untuk mencapai tujuan. kepala sekolah atau guru harus diberi kekuasaan atau wewenang agar dapat menjalankan tanggung jawabnya untuk membuat rencana guna perbaikan. Kepemimpinan sering memerlukan otoritas atau kekuasaan. Dapat pula manusia dipandang netral. Ia dapat memandang manusia sebagai makhluk yang pada hakikatnya baik dan dapat diberi kepercayaan akan berkembang dan melakukan tugasnya dengan baik. Strategi ini sangat ekonomis mengenai waktu dan tenaga bila mengadakan perubahan kurikulum secara uniform dan menyeluruh.Kepemimpinan yang berorientasi pada tugas dapat menyeleweng menjadi kepemimpinan yang otokratis yang dapat bersifat paternalistik. Usaha besar-hesaran ini hanya dapat dikordinasi oleh pusat dengan memberikan pernyataan kebijaksanaan.

Cara ini cenderung bersifat birokratis yang dikatakan menyusun kurikulum "di belakang meja tulis" oleh tokoh-tokoh yang tidak atau kurang menceburkan diri dalam praktik sekolah yang sebenarnya. Rapat-rapat mengenai perbaikan kurikulum sebaiknya dilakukan secara kontinu oleh sebab tujuannya tidak diperoleh sekaligus.Dianggap bahwa di kantor pusat telah dihimpun personalia profesional yang paling unggul yang diberi fasilitas yang seluas-luasnya untuk merencanakan perubahan kurikulum itu sebaik-baiknya. Ada sejumlah kelemahan yang terdapat dalam pendekatan ini. Perbaikan yang sesungguhnya akan terjadi bila guru sendiri menyadari kekurangannya. yang riil. Dalam kelas kurikulum menjadi hidup. Pedoman kurikulum hanya dapat dijiwai oleh guru dan pribadi guru terjalin erat dengan cara ia melaksanakan kurikulum itu. Dalam pelaksanaan kurikulum dalam kelas terhadap murid yang berbeda-beda. mau tak mau setiap guru akan menghadapi masalah yang harus diatasinya. Dalam menghadapi anak. dalam jangka panjang ini dapat mengekang dan membatasi perbaikan kurikulum secara kreatif oleh guru-guru di seluruh negara. Memperbaiki kurikulum berarti hanya menerima kebijaksanaan orang-orang yang secara resmi diberi status sebagai pemimpin urusan kurikulum. atau interaksinya dengan . guru selalu mendapat kesempatan untuk mencobakan pikirannya sendiri. tak dapat tiada guru harus mengadakan penyesuaian. atau setiap tingkatan atau bidang studi. 2. Di sinilah dihadapi masalah kurikulum yang sesungguhnya. Bila semua perubahan kurikulum hanya datang dari pusat. Memusatkan perubahan kurikulum di kantor pusat tidak cukup melibatkan semua pakar kurikulum profesional yang tersebar di seluruh negara. Bagaimanapun ketatnya perincian kurikulum. Kurikulum yang nyata. Di bawah pimpinan kepala sekolah dapat diadakan rapat seluruh staf. yakni di sekolah dan dalam kelas. ada kalanya atas pemikirannya sendiri. Kelaslah yang menjadi garis depan perubahan dan perbaikan kurikulum. bukan hanya secarik kertas. Mengubah kurikulum tingkat lokal. hanya terdapat di mana guru dan murid berada.

Usaha perbaikan yang dijalankan oleh guru-guru memerlukan kordinasi kepala sekolah. Sekolah itu tetap bergerak dalam rangka kurikulum resmi yang berlaku akan tetapi berusaha un tuk menyesuaikannya dengan kebutuhan anak dan lingkungannya serta berusaha untuk meningkatkannya. 4. Perubahan kurikulum di sekolah tidak berarti bahwa sekolah itu menyendiri dan melepaskan diri dari kurikulum resmi. Kurikulum resmi hanya memberikan kurikulum minimal yang diharapkan harus dicapai oleh segenap siswa di seluruh Indonesia. Bila dirasa perlu penilik sekolah dapat memberikan demonstrasi bagaimana melaksanakan suatu metode baru. Supervisi adalah memberi pelayanan kepada guru untuk memperoleh proses belajar-mengajar yang lebih efektif. In-service training dianggap lebih formal. dengan rencana yang lebih ketat dan diselenggarakan atas instruksi pihak atasan. 3. sedangkan isinya secara detail tidak esensial.siswa dan dalam diskusi dengan teman guru lainnya. Supervisi. Ada menyebutnya "kurikulum plus". Memberikan pendidikan in-service dan pengembangan staf. selama sekolah itu mengajarkan konsep-konsep dan prinsip-prinsip atau struktur ilmu. lebih bebas disesuaikan dengan kebutuhan guru. Kini pengertian supervisi sudah berubah. Pengembangan staf atau staff development lebih tak-formaal. Dianggap bahwa kurikulum sekolah akan mengalami perbaikan jika mutu guru ditingkatkan. Guru misalnya dapat disuruh mengobservasi dan menilai dirinya mengajar yang telah divideo-tape. Apa yang dipelajari dalam inservice dan pengembangan staf hendaknya dipraktikkan. Adanya perbedaan antara apa yang diajarkan di suatu sekolah tidak perlu mempersulit anak pindah sekolah. Dahulu pemilik sekolah mengunjungi sekolah untuk mengadakan inspeksi dan memberi penilaian terhadap guru dan sekolah. Sama sekali tidak dilarang memberi bahan yang lebih mendalam dan luas bagi anak-anak yang berbakat. Seorang pemilik sekolah harus . Kedatangannya dipandang sebagai hari mendung penuh rasa takut yang dihadapi guru dengan segala macam tipu muslihat. Tujuannya ialah membantu guru mengadakan perbaikan dalam pengajaran.

fasilitas. antara lain sekolah pembangunan yang kemudian menjadi PPSI cukup dikenal. Demikian pula CBSA dan "muatan lokal" diujicobakan selain percobaan lainnya. non-grading. Yang lebih mungkin dilaksanakan ialah eksperimentasi. yakni mencobak an metode atau bahan baru. Ciri kemajuan ialah perubahan dan perbaikan. Pada dasarnya setiap kurikulum baru harus diujicobakan lebih dahulu sebelum disebarkan di semua sekolah. metode unit. 6. Risiko pembaruan kurikulum tanpa ujicoba sangat besar. Hal ini antara lain dapat terjadi bila sekolah itu akan menjalankan misalnya team teaching. seperti bentuk ruangan. dan lain-lain yang memerlukan perubahan dalam semua aspek pengajaran. Negara kita tidak tertutup bagi macam-macam pembaruan dalam pendidikan. open school. Reorganisasi diadakan bila sekolah itu ingin merombak seluruh cara mendidik di sekolah itu dengan menerima cara yang baru sama sekali. penjadwalan. . Kemajuan komunikasi dan transpor membuka pendidikan kita bagi berbagai pengaruh di bagian lain dunia ini. juga dalam bidang pendidikan di sekolah. Eksperimentasi dan penelitian. sayang tidak berbekas selanjutnya. dan sebagainya. Ialah sebenarnya menjadi hulubalang dalam modernisasi pendidikan. kecuali bila diadakan eksperimen dengan metode baru. 5. misalnya pengajaran modul. tugas guru. Percobaan metode baru dilakukan secara berkala. Penelitian atau research pendidikan belum cukup dilakukan di negara kita ini. kegiatan siswa. Biasanya penelitian tidak langsung dapat ditetapkan dan melalui fase yang lama sebelum diterima secara umum. dapat menghamburkan biaya dan tenaga yang banyak. Reorganisasi sekolah. administrasi. tanpa jaminan bahwa pembaruan itu akan membawa perbaikan.senantiasa mempelajari perkembangan kurikulum dan metode mengajar modern dan dapat pula menerapkannya. Hal serupa ini akan jarang terdapat di negara kita dewasa ini.

Penelitian adalah cara yang secara sistematis mengikuti langkah-langkah tertentu untuk memecahkan suatu masalah.Secara kecil-kecilan yang tidak sistematis. bahwa dengan pengawasan yang lebih ketat murid itu akan berubah kelakuannya. Masalah akan timbul. Bila misalnya ada murid yang suka ribut dalam kelas. Perbaikan kurikulum pada hakikatnya terjadi dalam kelas dan dalam hal ini guru memegang peranan yang paling utama. Yang banyak dilakukan guru ialah percobaan kecil-kecilan yang kurang sistematis bila is menyadari adanya masalah yang dihadapinya dan berniat untuk mengatasinya. Maka guru harus lebih menyadari peranannya sebagai pengembang kurikulum. dengan hipotesis. atau guru memberi tanggungiawab kepada murid yang nakal. dan selain itu peka terhadap kritik dari dunia luar. Biasanya guru jarang melakukannya. bila ia menghadapi suatu kesulitan dan mencari jalan untuk mengatasinya. dan umum nya bila merasa kurang puas dengan apa yang dilakukannya. . sebenarnya tiap guru pernah mengadakan eksperimentasi. melihat kekurangan pendidikan berdasarkan Ebtanas atau evaluasi lainnya. Ada guru yang menganjurkan anak yang ketinggalan agar belajar bersama dengan murid yang pandai. guru menempatkannya di bangku paling depan. bila guru itu mengadakan evaluasi tentang pekerjaannya sendiri. Bila diselidiki boleh dikatakan bahwa tiap guru pernah melakukan percobaan kecil-kecilan seperti ini.

waktu manusia masih hidup dalam rombonganrombongan masyarakat kecil. dan . sehingga mereka pandai mengolah tanah. Akan tetapi pendidikan itu tidak serasi lagi apabila terjadi perubahanperubahan dalam masyarakat. Akibatnya: sekolah bertambah lama bertambah jauh ketinggalan dan dicap konservatif. yang menuntut syarat-syarat yang lebih tinggi dan lebih berat dari tiap warga negara. Di samping itu ia mempelajari adat istiadat yang turun temurun dari nenek moyangnya. Perubahan dalam masyarakat. Yang mendidik anak-anak ialah orang-orang yang mendapat latihan khusus untuk tugas itu. Dengan jalan demikian mereka dapat mengurus diri sendiri dan mencari nafkahnya dalam masyarakat itu. makin banyak yang harus diperoleh anak-anak. sehingga ia dapat mengatur kelakuannya sesuai dengan norma-norma yang berlaku di lingkungannya itu. Makin maju masyarakat. makin banyak mata pelajaran yang harus dikuasai oleh anakanak dan karena itu bertambah lamalah mereka harus bersekolah. terutama akhir-akhir ini sangat cepatnya. Segala sesuatu yang perlu bagi pendidikannya. menanam padi. Orang tua pada umumnya tidak mampu lagi memberikan pendidikan yang layak untuk mempersiapkan anak-anak untuk memenuhi syarat-syarat yang dituntut oleh masyarakat.BAB 6 KURIKULUM DAN MASYARAKAT PENDIDIKAN DAN KEHIDUPAN Pada zaman dahulu. tradisional. diperoleh anak dari orang-orang di lingkungannya tanpa pendidikan formal di sekolah. terpencil dan sederhana. pendidikan anak-anak untuk kehidupannya dalam masyarakat itu diselenggarakan di luar sekolah. Sekolah tidak dapat bergerak secepat masyarakat. memancing ikan atau berburu. tanpa sekolah. Demikianlah anak-anak memperoleh pendidikan yang lengkap serta fungsional dalam masyarakat yang statis itu. sehingga sering sekolah tidak sanggup mengikuti jejak kemajuan masyarakat. Anak-anak meniru dan mengikuti kelakuan dan pekerjaan orang dewasa. Anak-anak harus memiliki bermacam-macam ketrampilan dan sejumlah besar pengetahuan agar hidupnya terjamin.

karena cepatnya segala sesuatu berubah. Sekolah yang tradisional. kejahatan. perkembangan. mobilitas. Segala sesuatu mudah menjadi usang. Perkembangan ini menyebabkan lenyapnya jenis pekerjaan tertentu dan timbulnya berbagai macam pekerjaan lain. Produksi mobil yang berjumlah ratusan juta menimbulkan masalah jalan raya. kegiatan. yang hanya menoleh ke belakang pasti tidak dapat memberikan pendidikan yang relevan. yang sering tidak dapat kita ramalkan akibatnya. politik. Perubahan-perubahan yang hebat dan cepat dalam masyarakat memberikan tugas yang lebih luas dan lebih berat kepada sekolah. Karena itu setiap pembina kurikulum harus senantiasa mempelajari keadaan. dan aspirasi masyarakat. Kritik serupa ini akan selalu timbul dan mengharuskan sekolah untuk meninjau kurikulumnya kembali agar lebih relevan dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat. kecelakaan. Seorang pengarang bernama Norman Cousins menulis buku "Modern Man is Obsolete" untuk memberi peringatan bahwa kita akan segera terbelakang bila kita tidak senantiasa menyesuaikan diri dengan perkembangan sosial. dan sebagainya yang banyak merepotkan karena kita tidak sanggup mengatasinya pada waktunya. ekonomi. akan tetapi dalam masa modern ini sudah tidak lagi memenuhi tuntutan zaman. Anak-anak yang kini memasuki SD akan menghadapi dunia yang sangat berbeda dengan masyarakat 15 atau 20 tahun lagi bila ia menyelesaikan studinya di universitas. Pekerjaan kasar semakin lama semakin .sering sekolah berpegang teguh pada mata pelajaran yang dahulu memang fungsional. Salah satu ciri masyarakat ialah perubahannya yang cepat akibat perkembangan ilmu pengetahuan yang diterapkan dalam teknologi. Timbullah kecaman bahwa sekolah itu kolot. Bagaimana menghadapi perubahan ini bukan sesuatu yang gampang. mengasingkan diri dari masyarakat dan karena itu tidak mampu dan serasi lagi untuk mempersiapkan anak-anak bagi kehidupan mereka dalam dunia modem ini. MASYARAKAT KITA DEWASA INI Mendidik anak dengan baik hanya mungkin jika kita memahami masyarakat tempat ia hidup. keamanan.

pembuangan sampah. Anak tidak lagi mempelajari suatu pekerjaan dari ayahnya. pakaian. Peranan keluarga berubah bila dibandingkan dengan dahulu. Juga negara makin lama makin bergantung pada negara-negara lain. minuman. Di kota manusia menjadi semata-mata konsumtif. bangsa-bangsa. Fleksibilitas untuk mempelajari pekerjaan barn perlu dalam zaman modem ini. Pemogokan buruh lapangan terbang. pegawai pos. Akan tetapi keluarga sudah banyak melepaskan fungsinya yang dahulu. pengangkut sampah. Maka pentinglah anak-anak juga dididik dalam hubungan manusia dengan dunia internasional. dan sebagainya akan sangat mengganggu kehidupan masyarakat Maka perlulah anak-anak dididik untuk menghargai jasa orang lain dan memberikan jasanya kepada masyarakat. Kurangnya rasa kasih sayang orang tua dapat menimbulkan sikap agresif atau kelainan lain dalam watak seseorang.berkurang. Kurikulum yang baik pada suatu saat. Makanan. Rekreasi yang dulu berpusat dalam keluarga kini sudah berpindah ke hioskop. sedangkan pekerjaan baru memerlukan pendidikan yang lebih lama. sudah tidak lagi sesuai dalam keadaan yang berubah. rekreasi. ia mengikuti suatu kursus. Perubahan masyarakat mengharuskan kurikulum senantiasa ditinjau kembali. . Keluarga masih merupakan lembaga yang paling besar pengaruhnya terhadap Permusuhan dan peperangan dapat menimbulkan bahaya kemusnahan umat manusia karena tidak berhasil memupuk kerja sama antar perkembangan pribadi anak. lapangan olah raga atau pusat rekreasi lainnya. Kemajuan teknologi memperbesar kebergantungan manusia pada manusia yang lainnya. dan seribu satu macam kebutuhan lainya hanya diperolehnya berkat jasa orang lain. Anak-anak harus belajar berpikir sendiri untuk menghadapi berbagai persoalan baru dan jangan hanya disuruh menghafal jawaban atas pertanyaan yang telah usang. Seorang gadis tidak lagi belajar menjahit dan ibunya. Tidak ada lagi zaman sekarang yang dapat memenuhi keperluan keluarganya. akan tetapi ia memperolehnya dari sekolah kejuruan.

Kalau negara yang maju sudah sekurang -kurangnya memberikan pendidikan menengah atas. rumah sakit. maka dalam perjuangan hidup. makan siang. Namun anak itu merupakan suatu keseluruhan dan mau tak mau sekolah haru pula memperhatikan segala aspek s perkembangan anak. Maka perlulah kurikulum sekolah ditinjau kembali dengan tujuan agar hendaknya kurikulum itu jangan menjadi sebab maka demikian banyaknya anak yang putus sekolah. Ada pendidik yang mengeluh bahwa kurikulum sekolah terlampau berat bebannya.Hanya menambah fasilitas pendidikan serta tenaga pengajar untuk pertambahan penduduk 3 juta tiap tahun ia sudah merupakan pekerjaan raksasa. dan menginginkan agar tugas sekolah dibatasi pada pendidikan akadeinis. sedangkan kesehatan misalnya diserahkan kepada dokter. transport. Jumlah anak yang putus sekolah juga sangat mengkhawatirkan. Sekalipun dengan giat diusahakan keluarga berencana. bimbingan penyuluhan. namun penduduk Indonesia bertambah sekitar 3 juta tiap tahun atau satu orang tiap 7. keamanan. Maka karena itu di sekolah-sekolah yang maju juga disediakan fasilitas untuk kesehatan. Dalam zaman modern dengan teknologi yang maju masyarakat kita memerlukan rakyat yang terdidik. Eksplosi penduduk itu dengan sendirinya mempengaruhi soal persediaan makanan. bangsa yang rendah pendidikannya pasti akan menderita kerugian. dan sebagainya. air bersih. Anak-anak berusia 13-18 tahun jumlahnya sekitar 17 juta pada tahun 1974 hanya 4 juta yang bersekolah sedangkan yang belajar di universitas hanya sekitar seperempat juta atau 2.5 detik.Banyak fungsi keluarga sudah harus dibebankan kepada sekolah. perumahan. . pemeriksaan gigi. pendeknya semua aspek kehidupan.5% dari pemuda berusia 18-28 tahun. Sekitar 63% dan anak-anak yang memasuki SD tidak dapat menyelesaikannya. . apalagi menjalankan kewajiban belajar bagi semua anak berusia 7-12 tahun yang berjumlah sekitar 25 juta orang. dan bahkan berusaha memberikan pedidikan tinggi kepada semua warga-negaranya. termasuk pendidikan. Masalah lain yang dihadapi dalam masyarakat ialah pertambahan penduduk yang cepat.

kesenian daerah harus disampaikan kepada . Demikian pula tidak tiap perubahan atau pembaharuan berarti kemajuan. Sekolah tak dapat tiada hams memperhatikannya bila kita ingin mendidik anak yang serasi untuk masyarakat sekarang. Masih banyak lagi masalah lain. pendidik. Pendidikan untuk memupuk saling pengertian antar suku bangsa yang beraneka ragam dengan menghilangkan prasangka atau buruk sangka perlu mendapat perhatian untuk memperkuat rasa kesatuan bangsa kita. Tidak setiap kemajuan dalam ilmu pengetahuan teknologi membawa keuntungan dan kebahagiaan bagi umat manusia. Pada satu pihak kita lihat sekolah itu sebagai lembaga yang harus mengawetkan kebudayaan yang diwariskan oleh nenek moyang dengan menyampaikan kepada generasi muda. Urbanisasi merupakan gejala yang umum di seluruh dunia dengan segala problema yang berkaitan dengan itu. Hanya sering kita terlambat mengenal akibatakibat perkembangan itu. Maka perlu pulalah anak-anak diajak menilai secara kritis perubahan-perubahan dalam masyarakat sekitarnya dan dalam dunia umumnya. Di atas telah dikemukakan beberapa masalah bertalian dengan masyarakat. dari desa ke kota. dan pembina kurikulum. FUNGSI SEKOLAH DAN KURIKULUM Kurikulum sekolah banyak ditentukan oleh tanggapan orang tentang apakah sebenarnya fungsi sekolah bagi masyarakat. Tidak mudah memperoleh pendapat yang sama mengenai tugas sekolah. Akan tetapi tidak ada kepastian apakah dari kebudayaan itu yang harus dimasukkan ke dalam kurikulum. bahkan sering justru membawa masalah-masalah yang lebih pelik lagi. dan tiap masalah menimbulkan masalah-masalah baru.Kemajuan teknolologi dalam bentuk alat transpor memungkinkan manusia bepindah tempat dari pulau ke pulau. Apakah kebudayaan daerah. Perpindahan penduduk melenyapkan isolasi suku-bangsa. Bagaimana mempertimbangkannya dalam kurikulum adalah tugas yang terusmenerus akan dihadapi oleh guru. adat istiadat.

Ia mengatakan bahwa kita telah cukup memiliki pengetahuan tentang "social engineering" dan dapat memanfaatkannya untuk menguasai dan mengatur perkembangan masyarakat.S. G. Othanel Smith bicara tentang pendidikan sebagai management and control of social change and as social engineering. Ia menganjurkan. Counts mempunyai pendirian yang lebih jauh lagi. dan mengatur perubahan sosial.semua anak di daerah itu. Sekolah percobaan yang didirikannya merupakan masyarakat kecil tempat anakanak belajar dengan melakukan berbagai kegiatan yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari. Di lain pihak ada anggapan bahwa fungsi sekolah adalah memajukan masyarakat dan bertindak sebagai "agent of change". Ia tidak hanya mengharapkan bahwa pendidikan harus membawa perubahan dalam masyarakat akan tetapi mengubah tata-sosial. maka perkembangan masyarakat karena kemajuan teknik dan ilmu pengetahuan akan menghancurkan umat manusia sendiri. bahkan kepada anak-anak di luar daerah itu? Apakah kebudayaan lama itu masih sesuai dengan keadaan sekarang? Apakah kebudayaan itu tak dapat menghalangi kemajuan dan perkembangan rasa nasional yang kuat? Haruskah kepada anak-anak diajarkan apa yang dipelajari orang tua mereka dahulu? Bahwa sekolah hams menyampaikan unsur-unsur yang baik dan berfaedah tak dapat disangkal. Para ahli sosiologi . Kalau kita tidak rnengendalikannya. Ada masanya dengan pengajaran dapat dilenyapkan kemiskinan. apalagi dalam masyarakat yang kompleks sekarang ini. Juga B. Tak semua orang akan dapat menerima fungsi sekolah yang demikian. namun bahan apa yang harus di ilih masih dapat p menjadi persoalan. agar kebudayaan yang diwariskan harus senantiasa ditinjau secara kritis dari segi keadaan dan problema zaman sekarang. John Dewey memandang sekolah sebagai alat yang paling efektif untuk merekonstruksi dan memperbaiki masyarakat melalui pendidikan individu. kemelaratan. and of educators as statesmen. Banyak yang pernah diharapkan dari sekolah. kejahatan dan macam-macam penyakit masyarakat lainnya.

sekolah yang ekstrim dalam hal ini adalah sekolah yang child-centered. Dalam undang-undang dasar kita juga dikemukakan agar setiap anak dapat dikembangkan sesuai dengan bakat masingmasing. Fungsi lain yang telah dikemukakan oleh John Dewey ialah fungsi sekolah untuk mengembangkan individu. jadi fungsi sekolah selalu konservatif. . bila kita berpendirian. Maka tidaklah rnungkin sekolah itu mendahului peruhahan dalam masyarakat. sekalipun tidak pula terlampau membesar-besarkannya. bahwa tugas sekolah ialah menyampaikan kultur atau kebudayaan kepada anak-anak. hanya dapat mencapai tujuan menurut norma-norma ynag ada dalam masyarakat itu. Kita jangan membuat kesalahan memandang sekolah masyarakat sebagai lawan sekolah yang berpusat pada anak. Maka dalam pembinaan kurikulum tak mungkin kebutuhan individu dipisahkan dari kebutuhan masyarakat. Demikian pula perkembangan dan kemajuan individu juga berarti kemajuan bagi masyarakat. Namun kita jangan meremehkan peranan sekolah dalam perubahan masyarakat. Pada hakekatnya sekolah itu tak dapat tiada hares bersifat konservatif. Akan tetapi tidak ada sekolah yang mengabaikan fungsi ini dengan berusaha merealisasikan potensi-potensi yang ada pada anak secara optimal. Dari warisan itu dipilih hal-hal yang dianggap perlu bagi pendidikan anak-anak yang di sajikan dalam bentuk mata pelajaran. Mengembangkan masyarakat hanya mungkin dengan mengembangkan individu. Kebudayaan ialah hasil pengalaman manusia pada masa yang lampau. akan tetapi hanya dapat mengikuti dan menyesuaikan diri dengan perkembangan masyarakat. Dengan mengemukakan berhagai fungsi sekolah itu jangan kita anggap bahwa fungsi yang satu bertentangan dengan yang lain. KONSERVATISME SEKOLAH.berpendapat bahwa sekolah sebagai lembaga yang didirikan oleh masyarakat. Kurikulum sekolah selalu ditentukan oleh rnasyarakat dan kebudayaannya tempat sekolah itu berada. atau kebutuhan masyarakat sebagai lawan kebutuhan individu.

Akan tetapi ini hanya salah satu aspek dari tugasnya. Manusia mempunyai sifat konservatif dalam arti cenderung . Kadang-kadang perlu meninjau kembali kesesuaian nilainilai yang lama dalam keadaan yang baru. suatu kekosongan. Kebudayaan disampaikan kepada anak-anak karena dianggap betul-betul berfaedah dan mengandung arti bagi masa kini dan masa depan. nilai nilai pada semua warga negara. sikap. Di sinilah hendaknya sekolah memberi kesempatan kepada murid-murid yang berbakat untuk menciptakan sesuatu yang baru untuk kepentingan masyarakat seluruhnya. Ini tidak berarti bahwa segala yang lama itu tidak berguna. Kalau sekolah hanya berpegang pada tugas ini saja. Sekolah didirikan oleh masyarakat untuk anak-anak agar mereka mempertahankan.itas muridmurid. maka mungkin sekalilah sekolah itu ketinggalan zaman. maka haruslah dicari jalan-jalan baru. Sekolah ialah suatu lembaga sosial untuk mewujudkan tujuantujuan sosial. bahwa anak-anak tidak hanya menerima begitu saja apa yang mereka peroleh dari generasi yang lama. Sekolah ialah alas utama yang digunakan masyarakat agar generasi muda menerima cara-cara hidup yang dianggap baik oleh masyarakat itu. Itu sebabnya maka pada suatu pihak sekolah itu harus konservatif. ia hasil masa lampau dan menuju kemasa yang akan datang. Manusia tidak hidup dalam suatu vocuum.Kebudayaan. Inilah peranan kreatif dari sekolah. Mereka hendaknya diberi kesempatan untuk menilainya secara kritis berhubung dengan dinamika masyarakat. hasil pengalaman manusia yang lampau. atau segala yang baru itu baik. Faktor lain yang menyebabkan sekolah itu konservatif terletak dalam diri manusia sendiri. dan menjamin kelangsungan hidup masyarakat itu. bahwa murid akan menciptakannya selama bersekolah. Akan teta kalau yang pi lama itu ternyata tidak sesuai lagi. memelihara. Di samping peranan konservatif sekolah mempunyai juga peranan evaluatif dan kreatif Dengan peranan evaluatif dimaksud. memang sangat banyak mengandung hal-hal yang sangat berguna bagi kehidupan sekarang. Dengan me nyampaikan kebudayaan itu tercapailah kesamaan norma. akan tetapi sekolah jangan mematikan inisiatif dan kreati . Ini tidak berarti.

kalau yang lama itu memuaskannya. Pembaruan yang tergesagesa dicegah dengan adanya sifat konservatisme ini sebagai faktor pengontrol. Sekali suatu mata pelajaran dimasukkan ke sekolah. sukar mengubah atau mengeluarkannya walaupun tidak cocok lagi dengan perkembangan masyarakat. Ia lebih senang mengikuti jejakjejak tradisi. Ilmu pengetahuan dan teknologi ialah daya-daya yang sangat mempercepat perubahan dalam masyarakat. Herbert Spencer. Bahwa sifat inertia atau kelambanan itu banyak terdapat justru di kalangan guru.untuk mempertahankan yang ada. segala usaha ke arah pembaruan akan menemui kegagalan. maka orang berhati-hati menerima pembaharuan-pembaharuan yang belum diuji dan dicobakan lebih dahulu dengan hasil yang memuaskan. dan lain. Decroly. Hanya saja sifat ini hendaknya jangan terlalu berkuasa. malahan sering menentang perubahan. Manusia sukar menyimpang dari kebiasaan atau adat istiadat. Perubahan teknologi dalam beberapa tahun akhir-akhir ini saja lebih hebat dan lebih banyak daripada yang pernah dialami nenek kita sepanjang . Demikian pula halnya di sekolah. KURIKULUM DAN MASYARAKAT YANG DINAMIS Masyarakat senantiasa berubah dan terus-menerus akan berubah. Montessori. sehingga merupakan suatu revolusi. Itulah salah satu sebab. karena perubahan dan pembaruan meminta tenaga dan pikiran. terbukti dari kenyataan. maka kurikulum yang baru sukar meng gantikan kurikulum yang tradisional yang telah berpuluh-puluh tahun lamanya diikuti oleh guru-guru. Karena itu pembaruan pengajaran harus dimulai dalam diri guru sendiri. Karena sifat ini. sehingga pintu sekolah tertutup rapi untuk segala sesuatu yang berbau pembaruan pendidikan. Tanpa perubahan pada diri guru. Sifat konservatisme ini ada juga faedahnya. Masyarakat kita sekarang jauh berlainan daripada masyarakat nenek moyang kita dan berlainan pula dengan masyarakat yang akan dihadapi oleh anak cucu kita pada masa mendatang. bahwa desakan untuk pembaruan pendidikan kebanyakan datang dari tokoh-tokoh yang asalnya bekerja di luar lapangan persekolahan seperti Rousseau. Dan guru sulit melepaskan diri dari cara-cara ia dahulu diajar dan dari jenis-jenis mata pelajaran yang diperolehnya waktu ia masih murid.lain. Ia lamban dan enggan berubah.

Laos atau Timur Tengah. telepon. Dengan demikian kurikulum itu cukup elastis. Isi kurikulum harus senantiasa dapat berubah sesuai dengan perubahan masyarakat. TV. Bahaya kehancuran dengan born atom memberi tugas baru kepada umat manusia. kemajuan ilmu pengetahun dan teknik banyak juga mengandung bahaya apabila disalah gunakan.hidupnya. Bila diterima sebagai prinsip. Segala sesuatu yang penting yang terjadi di suatu daerah. Sekolah tidak dapat menutup mata untuk masalah-masalah internasional seperti polusi. untuk bekerjasama agar dapat hidup damai berdampingan di dunia ini. Pendapatan-pendapatan baru segera tersebar di seluruh dunia dan mempengaruhi hidup manusia seperti listrik. radio. Dunia ini rasanya bertambah kecil. bahwa sekolah harus mendidik untuk kehidupan. makanan kaleng. Tak ada lagi daerah atau negara yang terpencil. yakni yang dapat diubah menurut kebutuhan dan keadaan. bahwa sekolah harus mempersiapkan anak-anak untuk masyarakat. dunia ini telah menjadi suatu kesatuan. Masyarakat kita sekarang ini sangat dinamis dan senantiasa ak berubah. maka kurikulum seharusnya disesuaikan dengan gerak-gerik dan perubahanperubahan masyarakat itu. dan sebagainya. Sekolah hendaknya turut serta memberi sumbangan ke arah terciptanya dunia yang bahagia dan aman bagi seluruh umat manusia. sehingga senantiasa terbuka untuk memberikan hahan pelajaran yang penting dan perlu bagi muridmurid pada saat dan tempat tertentu. Segala perubahan itu sedikit banyak mempengaruhi cara hidup dan cara berpikir manusia: Karena kemajuan clalam lapangan pengangkutan dan perhubungan. segera diketahui di semua pelosok di dunia. dan membatu? Misalnya rencana pelajaran yang bercorak kolonial tidak dapat dipertahankan dalam negara yang telah merdeka. kapal terbang. Karena kurikulum tidak dapat ditentukan secara mutlak dan uniform untuk semua sekolah dalam bentuk suatu rencana pelajaran terurai yang harus diikuti oleh guru hingga detail yang sekecil-kecilnya. an Berdasarkan kenyataan ini. dan sebagainya yang juga mengenai diri setiap orang. Ketegangan di suatu negara. . dapatkah dipertahankan kurikulum yang statis. apakah itu Zaire. kolot. eksplosi penduduk. menimbulkan ketegangan pula di seluruh dunia. Karena kurikulum harus dinamis dan ini hanya mungkin dengan bentuk kurikulum yang fleksibel. Di samping membawa kebahagiaan.

Pelajaran-pelajaran terlepas dari kehidupan masyarakat. prinsip-prinsip aliran ini sangat berharga bagi perbaikan pengajaran. sehingga keperluan-keperluan masyarakat itu dapat dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah. 2. Walaupun sekolah yang semata-mata child-centered boleh dikatakan tidak ada lagi. Kurikulum yang uniform juga bertentangan dengan prinsip untuk menyesuaikan pelajaran dengan perbedaan inidividual. Sekolah ini bersifat "book-centered" atau berpusat pada buku pelajaran. sistem ini masih sangat umum terdapat di sekolah-sekolah kita. sehingga anak-anak benar-benar dipersiapkan untuk menghadapi masalah-masalah di dalam masyarakat tempat is hidup. Di sekolah ini disiplin lebih lunak. Sekolah akademis atau Sekolah Tradisional. minat dan kebutuhan anak-anak. rundingan antara guru dengan murid sangat diutamakan dalam merencanakan apa yang akan dipelajari di sekolah. Keadaan dan kebutuhan yang serba ragam di berbagai daerah di Tanah Air kita memerlukan kurikulum yang fleksibel. Sekolah progresif Sekolah ini bersifat child-centered. . Kurikulum bersifat subject-sentered yang memberikan pengetahuan yang logic sistematis. sedangkan kebutuhan mereka sebagai orang dewasa dalam masyarakat sering diabaikan. mengekang kebebasannya dan menutup kemungkinan untuk menyesuaikan kurikulum dengan keadaan masyarakat dan kebutuhan murid-murid setempat. Anak-anak dalam kelas kebanyakan duduk di bangku sambil menghafal. 1.Kurikulum yang uniform mematikan inisiatif guru. Kurikulum didasarkan atas minat dan kebutuhan anak-anak dan pemuda. Hanya dengan jalan demikian sekolah dapat memberikan pendidikan yang fungsional. Pendidikan ini kurang memperhatikan perbedaan individual. anak-anak diberi lebih banyak kebebasan. Hubungan dengan lingkungan sangat sedikit. Walaupun disebut tradisional. SEKOLAII MASYARAKAT Menurut Olsen*) perkembangan persekolahan di Amerika Serikat melalui tiga fase. mendengarkan atau melamun.

sosial. Yang menjadi pokok pelajaran ialah kebutuhan manusia. Masyarakat dipandang sebagai laboratorium tempat anak belajar. masalah-masalah dan proses-proses sosial dengan tujuan untuk memperbaiki kehidupan dalam masyarakat. Sekolah itu menggunakan masyarakat sebagai laboratorium tempat belajar. dan ketrampilan yang penting guna perbaikan kehidupan masyarakat. Sekolah masyarakat atau community school. emosional. Hubungan antar-suku bertambah erat. sehingga sekolah dapat memasuki masyarakat dan masyarakat dapat memasuki sekolah. Dengan jalan demikian terbukalah pintu antara sekolah dengan masyarakat. penyakit menular berkurang dengan adanya usaha sekolah kearah itu. material. Kalau kita ingin memupuk pengertian. talc dapat tiada anak-anak harus diberi kesempatan sebanyak-banyaknya untuk mempelajari masyarakat berkat pengalaman langsung. menyelidiki dan turut serta dalam usaha-usaha masyarakat yang mengandung unsur pendidikan. jasmaniah. upacara-upacara dan usaha-usaha lain. Belajar tidak hanya terbatas antara empat dinding kelas. Sekolah ini mendidik anak-anak menjadi manusia yang lebih baik dalam dunia yang lebih baik. Sekolah ini bersifat life-centered. Sekolah ini menurut sertakan orang banyak dalam proses pendidikan untuk mempelajari problema-problema sosial. 2. minat. Sekolah itu memperbaiki mutu kehidupan setempat pada saat sekarang Berkat sekolah maka orang dalam masyarakat menjadi manusia yang lebih baik. Sekolah ini merupakan pusat masyarakat untuk melakukan pertemuanpertemuan.3. kejahatan pemuda. Sekolah membuka pintu untuk mengadakan hubungan . CIRI-CIRI SEKOLAH MASYARAKAT *) Menurut Olsen ciri-ciri Community School ialah sebagai berikut: 1. Buku-buku dan bacaan-bacaan lain memang penting juga. akan tetapi tidak memadai.

timbal balik dengan masyarakat. memperbaiki kehidupan kekeluargaan. perumahan. Orang-orang diundang ke sekolah untuk memberi keterangan-keterangan mengenai bidang keahliannya. Murid-murid pergi ke luar melakukan karyawisata untuk menyelidiki usaha pertanian. 3. Mengenai hal-hal tertentu sering diadakan perundingan antara guru dengan orang tua dan pemimpin-pemimpin dalam masyarakat guna perbaikan sekolah. . sekolah masyarakat menggunakan lingkungan sebagai sumber pelajaran yang sangat penting. Dengan jalan demikian terdapat hubungan erat antara pelajaran di sekolah dengan tuntutan-tuntutan kehidupan masyarakat yang mengandung arti bagi murid dan karena itu lebih merangsang kegiatan anak anak untuk belajar. kewajiban warganegara. Inti kurikulum terdiri atas kebutuhan manusia dalam masyarakat sekarang dan masa depan. kursus-kursus untuk wanita. dan sebagainya. Gedung sekolah itu menjadi pusat kegiatan masyarakat. perindustrian. bukan hanya dalam bidang material. dalam bentuk POMG atau sejenis turut membantu sekolah. menjaga kesehatan. Pemberantasan buta huruf. karena sekolah itu ke punyaan bersama seluruh masyarakat. pertandingan-pertandingan olahraga dan lain-lain dapat dilakukan di sekolah. akan tetapi juga termasuk tanggung jawab seluruh masyarakat. 5. bergaul dengan orang-orang lain. 4. Sekolah itu tidak hanya untuk kepentingan anak-anak melainkan juga untuk orang dewasa. Orang tua. tetapi juga dalam lapangan pendidikan. seperti soal mencari nafkah. untuk perayaanperayaan dalam lingkungan itu. Sekolah itu menurut sertakan orang tua dalam urusan-urusan sekolah. Di samping bukubuku. Sekolah bukan hanya urusan guru. Sekolah itu turut mengkoordinasikan masyarakat. Sekolah itu mendasarkan kurikulum pada proses-proses dan problemaproblema kehidupan dalam masyarakat. dan sebagainya. 6. Gedung sekolah dapat digunakan untuk pertemuan dan rapatrapat.

Oleh sebab masyarakat di berbagai tempat di Tanah Air kita berbeda-beda. Kurikulum ialah sesuatu yang hidup. seperti dalam hal pemeliharaan kebersihan dan kesehatan.Untuk memperbaiki taraf kehidupan dalam suatu masyarakat segala lembagalembaga dan badan-badan dalam masyarakat itu harus bekerjasama. yang mengikuti . Apa yang dipelajari anak hendaknya halhal yang juga terdapat dalam masyarakat dan karena itu berguna bagi hidup anak sehari-hari. melainkan juga mempraktekkannya di sekolah itu sendiri dan dalam hubungannya dengan masyarakat. maka sekolah-sekolah setempat . apabila didasarkan atas interaksi antara murid-murid dengan sekitarnya. penyelenggaraan rekreasi. MASYARAKAT SEBAGAI SUMBER PELAJARAN Pengajaran mencapai hasil sebaik-baiknya. kalau kurikulum itu uniform dan statis. memberantas prasangka dan takhayul.turut menentukan atau membimbing perkembangan masyarakat di lingkungan sekolah itu. Dalam hal ini sekolah dapat menjalankan peranan yang penting dengan bekerjasama atau menggembleng semua tenaga yang terdapat di lingkungan itu. Karena itu kurikulum tidak boleh lepas dari masyarakat. maka ia lebih paham akan masalah-masalah itu dan lebih sanggup mengatasinya. terhadap adat. perbedaan agama. bioskop. dan suku bangsa? Apakah yang harus dilakukan dalam waktu senggang ? Bagaimanakah pemuda-pemudi harus menjaga diri dalam masa modern ini? Bagaimanakah harus menghadapi pengaruh kebudayaan asing? Apakah kekurangan-kekurangan di kampung atau kota yang perlu diperbaiki? Banyak lagi masalah-masalah lain yang dapat dijadikan bahan pelajaran selama kurikulum itu bersifat fleksibel. yang dinamis.dan bila mungkin . dan lain-lain. Hal yang demikian boleh dikatakan tidak mungkin. 7. Sekolah itu suatu lembaga yang tidak hanya memberi penjelasan saja tentang filsafat negara. bacaan cabul. propaganda. seperti: Bagaimanakah cara-cara bergaul yang baik? Bagaimanakah sikap pemuda terhadap orang tua. Sekolah itu dapat melaksanakan dan menyebarkan filsafat negara dalam segala hubungan antar-manusia. Bila masalah-masalah yang dihadapinya dalam hidupnya di luar sekolah dijadikan pokok-pokok untuk dipelajari di sekolah.

c) Susunan penduduk. tetapi juga aspek-aspek lain daripada kehidupan atau masyarakat. Bagaimanakah perbandingan jumlah penduduk dari berbagai golongan? Bagaimanakah kedudukan tiap golongan? d) Pendidikan. danau-danau. Berapa banyakkah yang buta huruf. barang tambang. Kota menjadi besar karena faktor-faktor tertentu. b) Luas daerah. dan sebagainya. tanah gersang atau subur berpengaruh sekali terhadap kehidupan masyarakat. Apakah yang dilakukan orang untuk mencari nafkahnya. Tanah kering atau banyak air. e) Kekayaan alam. demikian pula suasana kekeluargaannya. Untuk itu harus diselidiki keadaan masyaraka Antara lain dapat t. tamatan SD. c) Topografi daerah. b) Mata pencarian. yang mempengaruhi corak kehidupan dan kebudayaan masyarakat itu. Penduduk. Selain dan kekayaan geografis daerah. Antara lain dapat dipelajari: a) Jumlahnya. SL dan Perguruan Tinggi? Berapa banyakkah yang tidak melanjutkan pelajarannya? Banyakkah anak-anak yang tidak bersekolah? . Mata pencaharian ditentukan oleh suhu. d) Keadaan tanah. 2.hendaknya diberikan kebebasan hingga batas-batas tertentu. diselidiki: 1. hujan dan angin. Apakah daerah itu letak di pegunungan atau dekat pantai. yaitu: a) Iklim suatu daerah. Kampung kecil berbeda masyarakatnya dengan kota besar. Bagaimanakah tingkat kehidupan orang di lingkungan itu? Usaha apakah yang dapat dijalankan untuk mempertinggi taraf kehidupan itu? Siapasiapakah yang kaya dan siapakah yang lemah ekonominya. apakah pulau terpencil atau jauh di pedalaman ataukah daerah itu banyak hubungannya dengan dunia luar. Kehidupan kampung kecil berlainan dengan kota besar. Kehidupan dan corak masyarakat turut ditentukan oleh kekayaan alam berupa hutan. Keadaan fisis lingkungan. untuk menentukan kurikulum sendiri dengan menyesuaikannya dengan keadaan dan kebutuhan masyarakat itu. Topografi turut menentukan matapencarian. adat istiadat dan lain-lain. harus juga dipelajari hal-hal tentang manusia yang menghuninya.

kepolisian. Toko buku yang dengan diam -diam menjual bacaan cabul. Badan yang terpenting dalam pendidikan anak ialah rumah tangga. Pengaruh rumah tangga tidak terhenti. Itu sebabnya harus ada kerjasama yang erat antara badan-badan masyarakat. Di situlah ia mempelajari hubungan-hubungan sosial serta menerima norma-norma tentang yang buruk dan yang baik. tanpa kerjasama yang erat dengan orang tua. seperti dari badan-badan pemerintahan. bioskop yang membolehkan anak-anak di bawah umur menonton film yang tak sesuai dengan usianya. Antara lain dapat dipelajari: Organisasi-organisasi dan perkumpulan-perkumpulan seperti perkumpulan dagang. Itu pula sebabnya maka ada sekolah yang turut . buruh. perkumpulan-perkumpulan pemuda. badan-badan rekreasi. pemerintahan kota yang tidak menyediakan lapangan olah raga tetapi menggunakannya untuk mendirikan gedung-gedung. walaupun anak itu telah bersekolah. supaya di luar sekolah dan rumah tangga. Lembaga-lembaga seperti keluarga. Yang bertanggung jawab atas pendidikan anak bukan hanya guru-guru dan orang tua.3. jawatan pertanian. dan sebagainya. anak-anak senantiasa mendapat pengaruh yang sebaik-baiknya. Selain dari rumah tangga juga dari badan-badan lain diperlukan bantuan. kepanduan. pemerintah. Manusia dalam masyarakat tidak hidup sendiri-sendiri. dan lain-lain. organisasi keagamaan. mereka semua tidak luput dari tanggung jawab itu. Organisasi-organisasi masyarakat. badan-badan atau organisasi yang mempunyai tujuan tertentu yang berhubungan dengan kebutuhan dan problema-problema tiap-tiap kelompok. melainkan seluruh masyarakat. politik. sekolah. Pendidikan di sekolah tak mungkin dilakukan dengan baik. olah raga. Di situlah anak itu mula-mula mempelajari bahasa. pemimpin-pemimpin perusahaan. organisasi wanita. pemuda. melainkan membentuk kelompok. Setiap anak telah memperoleh sejumlah pendidikan dan pengalamanpengalaman tertentu sebelum ia menduduki bangku sekolah.

saja sekeliling sekolahnya. malahan juga beberapa bulan. gedung arca. kesenian. Karyawisata atau field trip. binatang. kebun. kantor pos. kepolisian. Karyawisata selalu . rekreasi. Kalau guru itu betulbetul melakukannya. norma-norma. lalu lintas. ia akan terperanjat. lembaga-lembaga pendidikan. kegiatan pemuda. dan lain-lain. gedung-gedung perumahan. jadi berbeda dengan piknik atau bertamasya untuk menikmati keindahan alam atau untuk gerak badan. lalu berpegang saja pada suatu buku pelajaran. kalau murid membuat perjalanan keliling dunia. Yang dapat diselidiki ialah hal-hal mengenai pertanian. Sungguh banyak bahan dari masyarakat yang dapat dijadikan pelajaran bagi murid-murid. industri. jalan raya. yang tidak dapat diabaikan begitu saja.mempunyai tujuan belajar. taman bunga. bahwa masyarakat atau lingkungan sungguh-sungguh merupakan sumber bahan pelajaran yang sangat kaya dan luas. lapangan terbang. dan sebagainya.mencampuri perkumpulanperkumpulan dan usaha-usaha pemuda dan anak-anak di luar sekolah dan memandangnya sebagat bagian daripada kurikulum. guru sendiri harus lebih dahulu menyelidiki lingkungan sekolah. sejarah. Agar lingkungan dapat menjadi sumber dan laboratorium pelajaran. Murid-murid dapat kita bawa ke luar kelas untuk mempelajari berbagaibagai hal. wanita. takhyul. perniagaan. andaikan ada uang untuk itu. tumbuhtumbuhan. adat istiadat. Karyawisata mungkin hanya memakan waktu beberapa menit saja. banyak yang dapat dipelajari anak-anak dengan karyawisata seperti ke sawah. transport. Garis-garis besar yang diberikan di atas memberikan gambaran sepintas lalu. betapa banyaknya yang dapat dijadikan pelajaran dalam radius 1 km. juga kebutuhan-kebutuhan masyarakat. pemerintahan. CARA-CARA MENGGUNAKAN MASYARAKAT DALAM PELAJARAN a. peraturan-peraturan. pabrik. kalau anak anak pergi ke luar kelas untuk melihat burung yang hinggap di atap sekolah atau memakan beberapa jam atau beberapa minggu kalau harus pergi ke tempat yang jauh. kehidupan keluarga. Seperti telah kita bicarakan di atas. . kebaikan dan kekurangan-kekurangan. kesehatan.

Sering karyawisata hanya dapat dilakukan dengan bantuan masyarakat. Mereka tidak boleh menjadi penonton saja. pembesar dalam pemerintahan. Dalam tiap masyarakat betapapun kecilnya. terdapat orang-orang yang mempunyai pengalaman. b. Dari murid diharapkan. Di sini tidak dibicarakan lebih lanjut cara-cara menyelenggarakan karyawisata agar berhasil baik. pendeta. dan sebagainya harus mempunyai pengertian tentang makna karyawisata hagi pendidikan dan memberikan bantuan dan kesempatan sepenuhnya kepada murid-murid untuk meninjau tempat-tempat itu. Contoh-contoh dapat kita tambah lagi. tukang kayu dapat berbicara tentang pembuatan rumah. Dengan demikian mereka turut serta menjadikan masyarakat suatu laboratorium tempat anak-anak mengadakan penyelidikan dan belajar. polisi. tukang becak. wartawan. Yang empunya pabrik. agar mereka tidak hanya memperhatikan dan mempelajari apa yang ada dan yang terjadi dalam masyarakat. Pengabdian masyarakat. seorang inspektur polisi memberi penerangan betapa perlunya orang taat kepada peraturan-peraturan lintas. inspektur polisi. Mereka dapat diundang ke sekolah untuk memberi keteranganketerangan mengenai suatu pokok yang sedang dipelajari oleh anak-anak. akan tetapi dalam pelbagai hal mereka dapat turut serta . Petani banyak pengetahuannya tentang menanam dan memelihara padi. direktur rumah sakit. bidan. sumber ini sangat luas dan kaya. atau pengetahuan yang khusus mengenai satu lapangan. seorang Arab atau India memberikan penjelasan tentang negaranya masingmasing dan seterusnya. pemain bola. Menggunakan orang sebagai sumber. kecakapan. Seorang pengurus PMI berbicara tentang usaha-usaha yang dijalankan untuk meringankan penderitaan umat manusia. c. saudagar. Akan tetapi sayang ssekali. tentara. sumber ini masih belum cukup dimanfaatkan untuk memperkaya kurikulum di sekolah. dan lain-lain masing-masing dapat mempunyai pengetahuan dan keahlian yang khusus yang dapat digunakan oleh sekolah. tukang becak dapat menceritakan pahit getir dan kegembiraan penghidupannya. haji. seorang camat dapat menjelaskan hal berhubungan dengan urusan kampung. Demikian pula dokter.

menanam buah-buahan. pemerintahan. di bawah pimpinan orang yang kompeten. bahwa mereka dapat membantu masyarakat dan dapat mengubah dan memperbaiki keadaan sekitarnya. apakah yang dapat disumbangkan oleh masyarakat itu untuk pendidikan an akanak. kalau pemuda-pemuda diberi kesempatan untuk mengenal pekerjaan di berbagai perusahaan. transpor dan perhubungan. sayur-sayuran atau bunga-bungaan yang baru. masyarakat memberi bahan pelajaran yang penting sekali.dalam usaha-usaha masyarakat. Malahan ada kalanya sekolah menjadi pendorong dan turut aktif memperbaiki keadaan masyarakat. d. Besar faedahnya. pendidikan. memberantas tikus dan nyamuk. pabrikpabrik. kesehatan. sekolah dapat memelopori masyarakat ke arah perbaikan dan pembaharuan. dan se ba- . kehidupan kekeluargaan. Pengalaman kerja dalam masyarakat. Dengan turut serta dalam usaha-usaha perbaikan masyarakat anakanak mendapat pengertian yang lebih mendalam tentang masyarakat itu. CARA MEMANFAATKAN MASYARAKAT Untuk menjadikan suatu sekolah life-centered. Di samping buku-buku pelajaran. Guru-guru bersama-sama berusaha menyelidiki masyarakat itu dan mengumpulkan hal-hal yang kiranya dapat memperkaya kurikulum sekolah itu. Pada suatu masa setiap orang harus menjabat suatu pekerjaan untuk mencari nafkahnya. agama. Misalnya murid-murid dapat turut membersihkan dan memperindah kampung. Tujuannya ialah menambah pengertian pemuda-pemuda tentang pekerjaan dan memupuk sikap yang sehat terhadap dunia pekerjaan. penduduk. dan kantor-kantor. Bagaimanakah cara-cara mengumpulkan bahan-bahan itu? a. Cara lain untuk memanfaatkan masyarakat untuk kepentingan pendidikan para pemuda ialah memberi kepada mereka pengalaman-pengalaman bekerja di samping pelajaran di sekolah. Pekerjaan yang dipelajari anak hendaknya sesuai dengan kebutuhan dan minatnya. Pengalaman serupa ini memberi pelajaran kepada murid-murid. membuat kakus. Terutama di daerah-daerah yang terbelakang. rekreasi. tak dapat tiada harus diselidiki sumber-sumber pelajaran apakah yang terdapat dalam masyarakat itu. Masyarakat itu dibagi atas beberapa aspek seperti: keadaan alam. industri dan jabatan-jabatan. sejarah.

gainya. atau apabila ia dapat menerima murid. atau mempunyai barang-barang atau alat-alat yang kiranya dapat dipergunakan untuk pendidikan anak-anak.trip atau setelah mengundang seorang manusia sumber ke sekolah. Dapat juga dikirim daftar pertanyaan kepada perusahaan-perusahaan. supaya misalnya suatu perusahaan tidak terlampau sering dikunjungi. sebaiknya dengan menggunakan sistem kartu. dan sebagainya. sehingga mengganggu pekerjaan mereka. sedangkan perusahaan-perusahaan lain hampir tak pernah dijadikan obyek pelajaran. Dapat juga ditanyakan hal-hal apa yang diketahuinya yang dapat membantu memperkaya pendidikan anak-anak. Pada kartu itu harus pula dicatat keterangan-keterangan mengenai pokok itu. . Kepada orang tua murid dan kepada orang-orang lain dapat dikirimkan daftar pertanyaan dalam bidang manakah mereka dapat bertindak sebagai manusia sumber. Diminta pula keterangan waktu mana ia dapat datang ke sekolah. c. apakah mereka bersedia menerima murid-murid berkunjung ke sana dengan tujuan pendidikan. Bahan-bahan mengenai tiap kategori dimasukkan ke dalam map tersendiri dan dapat senantiasa diperlengkap. Segala keterangan mengenai masyarakat yang dapat memberi bahan untuk pelajaran hendaknya disusun secara sistematis. berapa jumlah murid yang baik berkunjung ke sana. berapa jumlah murid yang dapat datang. bahwa pengalaman-pengalaman yang terpimpin yang diperoleh murid-murid dalam masyarakat merupakan bagian yang hakiki dan pendidikan modern yang efektif. Orang tua dapat diturut sertakan dalam usaha-usaha sekolah sebagai anggota POMG. Guru maupun masyarakat harus menyadari. pada hari-hari apa dan pukul berapa. Untuk itu harus ada kerjasama yang erat antara sekolah dengan masyarakat demi kepentingan sang anak. Guru-guru masing-masing menyelidiki hal-hal manakah dalam masyarakat itu yang dapat dipelajari berkenaan dengan tiap kategori. misalnya setelah mengadakan field. Diminta keterangan anak-anak berusia berapakah mereka bersedia menerimanya. Juga harus diadakan administrasi yang cermat. Bahan ini senantiasa dapat diperluas. b.

Masalah-masalah pokok apakah yang dihadapi umat manusia pada saat ini? Hingga manakah masalah-masalah itu dimasukkan ke dalam kurikulum? 3. Bandingkan pendidikan anak di desa dan di kota. sebagai anggota panitia. PERTANYAAN DAN TUGAS 1. Kurikulum bergantung pada fungsi sekolah dalam masyarakat. Sekolah tak boleh berdiri terpisah dari masyarakat. antara lain dalam pembinaan kurikulum. Sekolah dapat dijadikan tempat untuk mengadakan rapat-rapat. pameran. 6. 4. Dengan jalan demikian sekolah menjadi pusat masyarakat. akan tetapi dapat dipertemukan. sekolah pun dapat berjasa kepada masyarakat. Masyarakat modern cepat berubah. yakni apakah untuk mengawetkan kehudayaan dengan menyampaikannya kepada generasi muda. Masyarakat merupakan sumber yang kaya bagi pengajaran di sekolah. 5.atau badan sejenis. Pembaharuan kurikulum harus dilakukan secara kontinu. Sekolah itu konservatif. 2. dibebankan kepada sekolah. Namun selalu akan ada perbedaan tekanan. Akan tetapi bukan hanya masyarakat dapat membantu sekolah. Ketiga fungsi itu sebenarnya tak perlu dipertentangkan. kursus-kursus. mengubah masyarakat. 2. RANGKUMAN 1. Dalam masa modern tugas pendidikan untuk mempersiapkan anak agar dapat berdiri sendiri. 3. sebagai manusia sumber. Apa sebab sekolah harus konservatif? masyarakat dalam . Berbagai cara dapat dilakukan untuk membawa sekolah ke masyarakat dan scbaliknya. ataukah mengembangkan individu. untuk pertunjukan-pertunjukan. Sekolah masyarakat sangat mengutamakan faktor kurikulumnya. Dalam masyarakat yang sederhana anak-anak banyak mempelajari hal-hal yang diperlukannya sebagai orang dewasa dalam masyarakat itu sendiri secara informal. Sekolah dapat menyediakan perpustakaan dan alat-alat sekolah untuk digunakan oleh masyarakat. 7. sehingga banyak hal segera menjadi usang.

Peranan keluarga modern sudah berlainan dengan zaman dahulu. Relevansi kurikulum dengan kebutuhan masyarakat harus senantiasa ditinjau kembali. Apa dimaksud dengan "social engineering"? 10. Coba selidiki lingkungan sekolah dengan radius 1 km. 15. dapatkah sekolah mengubah masyarakat? Dapatkah sekolah mendahului perkembangan masyarakat atau hanya mengikuti perkembangan masyarakat? 5. Dikatakan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi mengubah kehidupan masyarakat. Apa sebabnya? . Dapatkah saudara menunjukkan contoh-contoh berdasarkan observasi dan pengalaman sendiri? Apakah implikasinya bagi kurikulum? 7.4. Peranan apakah yang tak dapat dilakukan lagi oleh keluarga yang dibebankan kepada sekolah? 8. 11. apakah sekolah kita telah cukup disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Bagaimana pandangan John Dewey tentang fungsi sekolah? 9. Bagaimanakah cara-cara memanfaatkan masyarakat dan lingkungan untuk kepentingan masyarakat? Apa sebab sumber yang kaya ini kurang digarap oleh sekolah-sekolah kita? 14. Menurut pendapat saudara. Perbedaan apakah yang tampak bagi saudara dalam pendidikan sewaktu saudara masih kecil dengan pendidikan dewasa ini? Dapatkah saudara sebutkan sebab-sebab perubahan itu? 6. Apa sebab ide sekolah masyarakat demikian tidak dijadikan pola sekolah kita sekarang? Adakah keberatan keberatannya? 12. Bandingkan kurikulum SD pada zaman penjajahan Belanda dengan kurikulum sekarang. Menurut penilaian saudara. Can perbedaan-perbedaan yang disebabkan oleh perubahan masyarakat. atau dengan kata lain apakah kurikulum telah relevan dengan kebutuhan masyarakat? Jelaskan dengan contoh-contoh. satu-dua generasi yang lalu. Sebutkan ciri-ciri sekolah masyarakat. sumber-sumber pelajaran apa yang terdapat di situ? 13.

. 17. Diskusikan apakah orang tua baik diturut sertakan dalam urusan sekolah termasuk kurikulumnya.16. Diskusikan apakah di daerah pertanian pelajaran bertani selalu relevan bagi semua murid.

Jadi subject curriculum berarti kurikulum yang terdiri atas sejumlah mata pelajaran. Demikian pula berlainan cara penyampaiannya dan isi pelajarannya. Tujuan-tujuan pendidikan yang mengenai seluruh pribadi anak dihalang-halangi oleh kurikulum yang disusun untuk memupuk segi intelektual. Tentu saja subject-curriculum dapat juga membentuk segi-segi lain dari pribadi anak. Tujuan-tujuan yang dicapai dengan kurikulum berdasarkan mata pelajaran yang terpisah-pisah. Subject jangan dikacaukan dengan subject matter. mengadakan karyawisata.BAB 7 ORGANISASI KURIKULUM Organisasi kurikulum yaknii pola atau bentuk bahan pelajaran disusun dan dismapaikan kepada murid-murid. karena bentuk kurikulum turut menentukan bahan pelajaran. disebut juga subjectcentered curriculum yang artinya kurikulum yang berpusat pada mata pelajaran. yang berarti bahan pelajaran. maka disebut juga separate subject-curriculum. juga integrated curriculum mempunyai subject matter. . Kurikulum berdasarkan proyek atau unit dengan sendirinya misalnya menyuruh anak-anak menyelidiki sendiri. Selain itu organisasi kurikulum menentukan juga peranan guru dan murid dalam pembinaan kurikulum. dan sebagainya dan tidak terikat pada satu buku pelajaran tertentu. JENIS-JENIS KURIKULUM Kurikulum bermacam-macam bentuknya. akan tetapi organisasi kurikulum tertentu sangat mempengaruhi bentuk-bentuk pengalaman apakah yang akan disajikan kepada anak-anak. merupakan suatu dasar yang penting sekali dalam pembinaan kurikulum dan bertalian erat dengan tujuan program pendidikan yang hendak dicapai. menggunakan berbagai-bagai sumber. Bentuk yang paling dikenal dan sangat meluas pemakaiannya ialah subject curriculum. Karena mata pelajaran itu pada umumnya diajarkan secara terpisah-pisah. urutannya dan cara menyajikan kepada murid-murid. mengadakan interview. Setiap kurikulum. Subject berarti mata pelajaran. yaitu mempunyai bahan pelajaran tertentu.

Orang yang menganjurkan sesuatu yang baru.Kurikulum ini banyak mempunyai ciri-ciri yang menguntungkan. Para ahli yang mengecam subject curriculum karena dalam proses belajar anak itu hanya pasif. Kritikkritik terhadap bentuk kurikulum tertentu adalah kritik-kritik yang diajukan oleh orang-orang yang tidak menyetujui bentuk kurikulum tersebut. akan tetapi juga mempunyai kelemahan-kelemahan. Maka timbullah berbagai bentuk kurikulum lain yang dianggap sebagai reaksi terhadap subject curriculum itu. ditinjau dari segi tertentu. namun juga banyak mempunyai kelemahan. atomistis. yakni core curriculum. atau fragmentaris menganjurkan kurikulum yang integrated atau dipadukan. . biasanya berusaha memberi kecaman yang tajam untuk mendiskreditkannya. yang tidak mengenal batas-batas antara mata pelajaran. akan tetapi kadang-kadang agak dilebih-lebihkan. Kita harus meninjau kecaman itu secara kritis. menganjurkan suatu bentuk kurikulum yang lebih mengaktifkan anak-anak dalam proses belajar. yakni kebudayaan yang diwariskan oleh nenek moyang. Mereka yang menganggap bahwa subject curriculum memberi pengetahuan yang lepas-lepas. Ada kalanya kecaman itu obyektif. Kita akan bicarakan berbagai bentuk kurikulum itu. Mereka ini menganjurkan life curriculum. Perlu kami berikan peringatan yang berikut. Setiap kurikulum mempunyai ciri-ciri yang baik. Mereka ini menginginkan kurikulum yang didasarkan atas pengalaman langsung agar pelajaran lebih bermanfaat. Kurikulum yang mereka anjurkan disebut experience curriculum. Karena kelemahan itu banyak timbul kritik dari para ahli kurikulum yang menganjurkan bentuk kurikulum lain. Ada pula yang berusaha mencakup segala kebaikan bentuk kurikulum yang mengadakan reaksi terhadap subject curriculum. Demikian pula subject curriculum dikecam karena kurang memberi pelajaran yang bertalian dengan kehidupan anak seharihari dalam lingkungan masyarakatnya. yang mereka sebut activity curriculum. Ada pula yang menganggap bahwa subject curriculum terlampau mengutamakan pengalaman umat manusia yang lampau. yang dituangkan dalam bentuk mata pelajaran. sehingga pengetahuan anak menjadi verbalistis.

dan logika) dan quadrivium (arithmetika. Mereka mengadakan dua kategori utama yakni trivium (gramatika. yakni teologi. fisika. Namun berbagai bentuk kurikulum ada pengaruhnya terhadap pemikiran tentang kurikulum dan sering pula dalam pelaksanaannya. Kurikulum ini dapat dimodifikasi. retorika. Dalam praktik tidak tampak pertentangan serupa itu. yang satu lepas dari yang lain. Tidak jelas apa yang terjadi dengan " the seven liberal arts " itu. Orang Romawi menerimanya dari orang Yunani sambil mengadakan perobahan. SEPARATE-SUBJECT CURRICULUM Kurikulum ini disebut demikian. dan hukum. filsafat dan ilmu pengetahuan ditambah dengan musik dan atletik. Di universitas misalnya dipelajari tiga bidang utama. dan musik). Orang Yunani telah mengajarkan berbagai bidang studi seperti kesusasteraan. Baru pada abad ke-19 mulai berkembang matapelajaran-matapelajaran dengan pesatnya. geometri. Setiap mata pelajaran harus lebih (lulu berjuang sebelum diakaui dan diterima sebagai mata pelajaran di sekolah seperti bahasa ibu. oleh sebab segala bahan pelajaran disajikan dalam subject atau mata pelajaran yang terpisah-pisah. Demikian pula subject curriculum tidak selalu tampil dalam bentuknya yang buruk. bahasa asing. Yang diketahui ialah bahwa bahasa Latin menjadi matapelajaran yang sangat penting. Juga timbul berbagai matapelajaran yang dianggap . diperkaya. yang kemudian dikenel sebagai " the seven liberal arts " yang memberikan pendidikan umum. bahwa pertentangan yang tajam itu biasanya terdapat pada taraf teoretis. Selanjutnya akan kita bicarakan berbagai bentuk atau organisasi kurikulum. Juga harus kita ketahui bahwa berbagai bentuk kurikulum yang `baru' itu jarang terdapat dalam kenyataan dalam bentuknya yang murni. astronomi. Ada kalanya bentuk kurikulum itu hanya terdapat dalam teori raja. Pada abad pertengahan tujuan pendidikan menjadi praktis dan vokasional. dan disesuaikan dengan pemikiran-pemikiran baru tentang kurikulum. kedokteran. biologi. I. dan sebagainya.Selanjutnya perlu kita perhatikan. matematika. Organisasi subject curriculum dianggap berasal dari zaman Yunani kuno.

Tentu ini juga disebabkan oleh metode mengajarnya. Mereka sering hanya menumpukkan bermacam-macam pengetahuan. Bahan ini lalu disusun secara logis dan sistematis. Batas-batas terdapat pula antar mata pelajaran yang satu dengan yang satu lagi. juga di Indonesia. baik di SD maupun di Sekolah Menengah sampai Universitas. Dengan suatu kurikulum. sekolah memberikan kepada anak-anak pengalaman-pengalaman untuk mengembangkan pribadinya sesuai dengan tujuan pendidikan. telah banyak sekali ia belajar dan pengalaman dalam . Jadi dalam mata pelajaran itu sendiri terdapat batas-batas yang memisahkan bahan pelajaran untuk tiap kelas. Apakah sebenarnya subject atau mata pelajaran itu? Subject itu ialah hasil pengalaman umat manusia sepanjang masa.nonakademis seperti tata buku. Biasanya sejarah diberikan terpisah dari ilmu bumi. Dikelas I SD dahulu anak-anak berhitung dengan bilangan 1 sampai 20. Dengan demikian sukarlah terdapat suatu kebulatan dalam pengetahuan anak-anak. seakan-akan terbagi atas petak-petak. atau kebudayaan dan pengetahuan yang dikumpulkan oleh umat manusia sejak dulu kala. pekerjaan tangan. Untuk itu bahan pelajaran dibagi-bagi untuk tiap-tiap kelas. Batasbatas bahan pelajaran itu dihormati benar dan biasanya tidak dilampaui. Tiap mata pelajaran diberikan tersendiri lepas dari mata pelajaran lain pada jam pelajaran tertentu. walaupun kedua mata pelajaran itu erat hubungannya. dan sebagainya. Sebelum anak bersekolah. Anak-anak (dan manusia umumnya) belajar berkat pengalaman. Kini terdapat ratusan mata pelajaran di sekolah maupun universitas. Kalau ia menghadapi soal-soal di atas 20. pendidikan jasmani. disederhanakan dan disajikan kepada anak -anak di sekolah sebagai mata pelajaran setelah disesuaikan dengan usia dan kematangan murid-murid. biasanya ia harus menunggu pemecahannya sampai ia naik kelas 2. Jelaslah bahwa pada pokoknya kurikulum serupa ini berdasarkan ilmu jiwa assosiasi yang mengharapkan timbulnya pribadi yang bulat sebagai hasil jumlah pengetahuan yang diperoleh anak. Inilah jenis kurikulum yang umumnya terdapat di kebanyakan negara. pertanian. pendidikan kesejahteraan keluarga.

Keseragaman . maka besarlah pengaruh buku pelajaran. Biasanya yang menentukannya ialah suatu panitia yang terdiri atas tokoh-tokoh dan ahli-ahli pendidikan lain dan para ahli dalam disiplin tertentu. Karena itu sekolah modern menggunakan pengalaman-pengalaman anak itu sendiri sebagai bahan pelajaran. maka kurikulum ini mudah dijadikan uniform atau seragam di seluruh negara. Jadi dalam kurikulum ini sudah lebih dahulu ditentukan pengalaman-pengalaman apakah yang akan diterima anak selama ia bersekolah. yang tidak selalu bertalian erat dengan pengalaman anak itu sendiri. Kurikulum yang subject-centered ini terutama ditujukan kepada pembentukan intelektual dan kurang mengutamakan pembentukan pribadi anak sebagai keseluruhan. Hasil pelajaran serupa itu dianggap permanen dan tidak dilupakan.kehidupannya sehari-hari. Hal ini mungkin. oleh sebab luas atau scope bahan pelajaran dapat ditentukan. Oleh sebab itu banyak yang tidak dapat diselami oleh anak itu sendiri. dengan maksud agar pendidikan di mana saja sama tarafnya. Bahkan sering kurikulum itu semata-mata ditentukan oleh buku pelajaran itu. Dalam subject curriculum anakanak dipaksakan mempelajari pengalaman umat manusia yang lampau. lalu dihafal untuk diingat dan kemudian dilupakan. sehingga tujuan pendidikan menyempit menjadi menguasai sejumlah pengetahuan yang tercantum dalam buku. setiap jam. Yang dipelajari ialah hal-hal yang berhubungan langsung dengan kehidupan anak. Oleh sebab bahan pelajaran itu biasanya telah ditetapkan oleh buku. Kurikulum yang seragam ini memudahkan anak-anak pindah sekolah. Mereka inilah menetapkan apakah diperlukan anak-anak kelak dalam kehidupannya dalam masyarakat. Tentu saja guru yang baik tidak akan sudi diperhamba oleh buku dan mencari berbagai jalan untuk memperkaya kurikulum itu dan menyesuaikan sedapat mungkin dengan kebutuhan anak-anak setempat. Untuk memperkuat keseragaman itu diberikan pula rencana pelajaran terurai yang menentukan dalam garis-garis kecil apa yang harus disajikan kepada murid-murid setiap minggu. Pada akhir sekolah dapat diadakan ujian negara yang uniform pula. Oleh karena pengetahuan yang harus dikuasai anak tertentu banyaknya. Kurikulum serupa ini biasanya ditentukan terlebih dahulu oleh ahli-ahli atau para pembina pendidikan.

bahwa setiap mata pelajaran atau disiplin mempunyai sistematik tertentu. pelajaran itu terlampau cepat dan ia makin lama makin jauh ketinggalan. Menyesuaikan pelajaran dengan kebutuhan minat. dan sebagainya. yang pandai. Logika dan sistematik setiap cabang berpikir secara matematis. Berhitung dimulai dengan bilangan-bilangan kecil dan kemudian meningkat kepada bilangan-bilangan besar. Dengan mengikuti sistematik itu anak-anak juga terlatih berpikir menurut struktur disiplin. maupun yang kurang pandai. Demikian dapat kita lihat. Untuk mencari jalan tengah biasanya guru menyesuaikan pelajaran dengan anak-anak yang " sedang " kepandaiannya. Kurikulum yang berpusatkan mata pelajaran ini masih sangat banyak dipakai. Logika dan sistematik setiap cabang pengetahuan ini tidak akan dapat ditemukan anak itu sendiri. Sejarah disusun dari masa purba sampai kepada zaman sekarang. . Sebaliknya bagi anak yang kurang pandai. dan sebagainya. anak dapat berpikir secara matematis. dan pengalaman anak secara individual merupakan suatu hal yang sukar dan karena itu tidak sering dilakukan dalam kurikulum yang berdasarkan susunan mata pelajaran yang terpisah-pisah ini. Menurut pengertiannya subject itu ialah hasil pengalaman umat manusia pada masa yang lampau yang tersusun logis sistematis. MANFAAT SEPARATE-SUBJECT CURRICULUM 1. Oleh sebab itu jalan yang efisien ialah memberi an k saja kepada anak-anak ilmu pengetahuan itu dalam susunan yang logis seperti telah dipikirkan oleh ahli-ahli. Ilmu pasti mulai dengan pengertian-pengertian dasar. Geografi dimulai dengan daerah yang dekat. kesanggupan. Tentu saja cara ini tidak memuaskan bagi anak-anak yang pandai karena pelajaran itu dianggapnya terlampau mudah dan tidak merangsangnya untuk mengeluarkan segenap tenaga dan pikirannya.bahan pelajaran yang diberikan kepada semua anak dalam suatu kelas menimbulkan kesalahan didaktis untuk menyamaratakan semua murid. kemudian diberikan bentuk-bentuk yang lebih kompleks. karena banyak mengandung hal yang menguntungkan. Tiap mata pelajaran mengandung sistematik tertentu. Bahan pelajaran dapat disajikan secara logis dan sciternuas. kemudian dibicarakan daerah-daerah yang makin jauh. misalnya dengan mempelajari matematik.

Apa yang akan diajarkan sudah ditentukan lebih dahulu. pada saat ini setiap perguruan tinggi menggunakan organisasi kurikulum yang bersifat mata pelajaran yang terpisah-pisah. direorganisasi. SD masih dianggap oleh kebanyakan orang sebagai persiapan untuk SM dan SM sebagai sekolah persiapan untuk Pendidikan Tinggi. Kurikulum ini juga dipakai di pendidikan tinggi. pengertian. sehingga guru dapat menyesuaikan jumlah waktu dengan jumlah bahan pelajaran yang harus diberikan setiap kali. kecakapan-kecakapan yang diperoleh anak-anak dalam mata pelajaran itu dapat juga digunakannya dalam kehidupannya sehari-hari. 4. 2. Kurikulum ini mudah dinilai. Kurikulum ini terutama bertujuan menyampaikan sejumlah pengetahuan. Ada kalanya bahan pelajaran ditentukan dengan menetapkan buku-buku pelajaran yang harus dikuasai untuk suatu daerah.Diharapkan pula agar pengetahuan. Dalam menentukan kurikulum ini banyak pula bantuan diperoleh dan bukubuku pelajaran yang telah diakui baik. Organisasi kurikulum ini sederhana. pengertian. Sequence adalah soal menentukan urutan mata pelajaran yang harus diberikan dalam tiap kelas. dan kecakapan-kecakapan tertentu yang mudah dinilai dengan ujian atau tes. sehingga dapat diadakan ujian umum yang uniform di seluruh negara. Dari segala macam kurikulum. sehingga lebih memudahkan luas (scope) dan urutan (sequence) bahan pelajaran di tiap kelas. Scope terutama soal menentukan jumlah dan jenis mata pelajaran yang harus disajikan oleh sekolah. 3. Guru-guru pada umumnya dapat berpegang pada buku pelajaran yang telah ditentukan. . malahan untuk seluruh negara. Melaksanakan kurikulum ini pun tidak menimbulkan kesulitan. yang diajarkannya bab demi bab. mudah direncanakan dan dilaksanakan. Masalah scope dan sequence tidak berapa menimbulkan kesulitan. Oleh sebab itu maka SM pun cenderung mempunyai organisasi kurikulum yang sama. atau dikurangi. demikian pula SD. Lagi pula guru-guru terutama di SM telah terlatih dalam matapelajaran-matapelajaran tertentu. kurikulum inilah yang paling mudah disusun. Boleh dikatakan. ditambah.

Segala perubahan atau perbaikan kurikulum kita hingga saat ini senantiasa didasarkan pada organisasi berbentuk subject. Tiap tahun ia mengulang-ulangi pelajaran tanpa membutuhkan banyak pikiran dan kreativitas seperti halnya dalam pengajaran proyek atau unit. 5. maka kurikulum ini sesuai benar dengan kemampuan guru. kalau mereka telah mengajar selama beberapa tahun dan telah menguasai bahan pelajaran (atau buku pelajaran) sepenuhnya. Sukar orang menerima perubahan dalam organisasi kurikulum yang telah bertahan begitu lama. bahwa anak itu mempelajari bermacam-macam mata pelajaran seperti yang mereka pelajari. Orang tua yang mengitimkan anak-anaknya ke sekolah menganggap sewajarnya. pendidikan kependudukan. 7. . dan lain-lain. Demikian pula mata pelajaran yang dirasa tidak sesuai lagi. Perubahan atau perbaikan kurikulum dicapai dengan menambah atau mengurangi jumlah.Kebanyakan orang tua menginginkan agar anak-anaknya kelak melanjutkan pelajarannya di fakultas. isi atau jenis mata pelajaran sesuai dengan permintaan zaman. Kurikulum ini mudah diubah. Lagi pula. Mereka merasa aman dan tenteram dalam organisasi kurikulum yang subjectcentered ini. Kebanyakan guru SL mendapat didikan untuk mengajarkan mata pelajaran tertentu di SMP dan SMA. Karena itu kurikulum yang berbentuk subject diterima baik dan dipertahankan di SD dan SM. Kurikulum ini telah digunakan dan diterima baik oleh generasi-generasi yang lalu. Kurikulum ini lebih memudahkan guru. mengetik. sehingga mendapat dukungan dari orang tua dan para pengajar. Terlebih-lebih apabila guru itu harus mengajar pagi sore. pekerjaan selanjutnya merupakan rutin yang tidak lagi meminta usaha dan jerih payah. maka mata pelajaran itu mudah ditambahkan. Dengan sendirinya mereka lebih senang bekerja di sekolah yang mempunyai kurikulum yang sesuai dengan pendidikannya di IKIP. Kurikulum ini telah dipakai berabad-ubad lamanya dan sudah menjadi tradisi. dapat ditiadakan. 6. Kalau dirasa perlu anak -anak mengetahui tentang lalu lintas. kewargaan negara.

. Organisasi kurikulum yang sistematis seperti yang dimiliki oleh subject- curriculum esensial untuk menafsirkan pengalaman. ia mencoba mengatasinya dengan menggunakan segala pengalaman dan pengetahuannya yang ada padanya berkenaan dengan situasi itu.8. BERATAN-KEBERATAN IRRICULUM TERHADAP SEPARATE-SUBJECT Walaupun kurikulum ini masih sangat umum dipakai di mana-mana karena banyak mengandung kebaikan-kebaikan. namun banyak pula kelemahankelemahannya dititik dari sudut pendidikan modern. Salah satu keberatan yang paling serius ialah bahwa kurikulum ini membagi pengalaman dan pelajaran anak atas bagian-bagian yang lepas-lepas. Kurikulum ini memberikan matapelajaran yang lepas-lepas. yang tidak berhubungan satu dengan yang lain. tanpa mengindahkan batas-batas pengetahuan seperti diadakan oleh kurikulum ini. Apabila seorang menghadapi suatu situasi kehidupan. Organisasi serupa ini sangat menghemat waktu dan tenaga dan memberi kemungkinan mempelajari sesuatu dalam waktu singkat apa yang ditemukan dengan susah payah oleh para sarjana pada masa lampau. secara fragmentaris yang sebenarnya tak ada dalam dunia kenyataan. Mata pelajaran yang terpisah-pisah yang dijadikan pengalaman anak bertentangan dengan dunia kenyataan. Kurikulum berbentuk mata pelajaran yang terpisah-pisah tidak mendidik anak-anak menghadapi situasi-situasi dalam kehidupannya. Keberatan-keberatan yang sering diajukan tentu saja bertalian erat dengan pandangan seseorang mengenai pendidikan dan pengajaran. Kelemahan-kelemahan kurikulum ini ialah: 1. Hal ini diperkuat lagi apabila tiap mata pelajaran diberikan oleh guru yang berlainan seperti halnya di Sekolah Menengah tanpa mengetahui apa yang diberikan pada pelajaran lain. Matapelajaranmatapelajaran memberikan kepada anak-anak pengetahuan yang lepas-lepas.

burung hantu. daging. Bila kita perhatikan Rencana Pelajaran untuk Sekolah Rakyat yang diterbitkan oleh KPPK. telinga. ubi jalar. peredaran darah. maka pada minggu pertama anak-anak akan mempelajari "Cempaka Kuning" dalam pelajaran Ilmu Tumbuh-tumbuhan. petai. vinka. matematika. lidah. buaya. IPS. dan sebagainya. Integrasi telah dicapai dalam matapelajaran yang saling berkaitan. puspaindra (bunga tasbih). dan sebagainya. c. kupu-kupu. mata. teh. bernafas.Kesehatan boleh dikatakan tidak ada hubungannya. "Cecak" dalam Ilmu Hewan dan "Dari hal rangka" dalam pelajaran Tubuh Manusia. bunga matahari. padi. Dalam kurikulum 1975 yang menggunakan broadfield atau bidang studi seperti IPA. Tubuh Manusia . kulit. tebu. bahwa Ilmu Hewan. beberapa penyakit. jagung. . Setiap mata pelajaran berdiri sendiri. dan sebagainya. mangga. lipan (kelabang). dan anak-anak disuruh mengumpulkan sejumlah pengetahuan yang lepas-lepas. turi. Ilmu Tumbuh-tumbuhan: Cempaka kuning. urat saraf. Kalau guru (dan pengarang buku pelajaran) berpegang pada daftar yang di atas. Yogyakarta 1950 misalnya untuk Ilmu Hayat di kelas V. ular. cosmea. Padahal sudah sewajarnya ada hubungan antara matapelajaran-matapelajaran itu. Ilmu Tumbuh-tumbuhan dan Tubuh Manusia . Sebagai contoh di sini kami kutip bahan pelajaran Ilmu Hayat untuk kelas V. babi. kelelawar. ketela pohon (singkong). nyatalah. labahlabah. badak. b. kumbang. Inilah salah satu kelemahan yang paling besar dari kurikulum yang subject-centered ini. Jelaslah. a. hidung.Organisasi kurikulum ini tidak mendorong guru-guru mengadakan integrasi dalam berbagai mata pelajaran. pengeluaran kotoran. rusa. makanan. kodok. ikan. keong.Kesehatan: Dari hal rangka. bahwa ketiga pokok itu tidak ada pertaliannya. Ilmu Hewan: Cecak. cengkeh.

ialah bahwa anak-anak telah terlatih dalarn memecahkan masalah-masalah pelajaran di sekolah. Kurikulum ini menyampaikan pengalaman umat manusia yang lampau dalam bentuk yang sistematis dan logis.2. maka banyak masalah yang dihadapi anak dalam hidupnya tidak mendapat tempat dalam kurikulum. Untuk itu ia harus diberi kesempatan di sekolah untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya dalarn kehidupan sehari-hari. tentang memahami dirt sendiri terutama bagi pemuda. Oleh sebab bahan pelajaran terutama didasarkan atas buku pelajaran. Anggapan. atau anak anak lebih mengetahui tentang susunan urat saraf cacing tanah daripada tentang cara menjaga kesehatannya sendiri. Kepada anak-anak jarang diajarkan tentang cara bergaul cara menggunakan waktu senggang. tentang kehidupan keluarga. guru yang merasakan kekurangan kurikulum ini. Tentu saja. Akan tetapi anak-anak juga harus diberi pengalaman untuk menggunakan pengetahuan itu secara fungsional dalam kehidupannya. dan karena itu dapat juga memecahkan soal-soal yang dihadapinya dalam kehidupanya. dapat menutupi kekurangan ini sedapat mungkin. kurikulum ini bertujuan menyampaikan sejumlah pengetahuan yang terdapat dalam buku-buku pelajaran yang ditentukan. Pelajaran serupa itu lebih mengandung arti bagi anak-anak dan karena itu lebih menarik dan berrnanfaat. Tak jarang anak-anak lebih tahu tentang perang Napoleon daripada tentang perkembangan daerahnya sendiri. 3. Dengan demikian pelajaran di sekolah dihubungkan dengan pengalaman langsung anak-anak itu. maka kurikulum ini banyak . Berhubung dengan apa yang diketahui mengenai pertumbuhan dan perkembangan anak dan mengenai psikologi belajar. Tentu saja perlu sekali bagi setiap orang untuk memiliki pengetahuan. dan sebagainya. tentang jabatan-jabatan dalam masyarakat. Sering kali bahan pelajaran itu tidak ada hubungannya dengan masalah-masalah yang dihadapi anak-anak dalam kehidupannya. Sesuatu yang logis tidak selalu psikologis ditinjau dari segi minat dan perkembangan anak. Kurikulum ini tidak memperhatikan masalah-masalah sosial yang dihadapi anak-anak dalam kehidupannya sehari -hari. Dalam praktik.

Atau mereka meninggalkan sekolah. Tentu saja perkembangan intelektual tujuan yang penting bagi sekolah. Anak-anak kecil sukar melihat tujuan mata pelajaran yang terpisah-pisah itu. kalau ia melanjutkan pelajarannya di universitas dan ada pula kemungkinan mempunyai minat yang khusus untuk memperdalam pengetahuannya dalam suatu mata pelajaran tertentu. Mereka mempelajarinya atau pada umumnya menghafalnya untuk mendapat angka yang baik. karena bertalian erat dengan kehidupannya dan kebutuhannya sehari-hari. karena pelajaran tak sesuai dengan mentalnya dengan kemungkinan besar anakanak itu menjadi nakal. akan tetapi konsepsi modern tentang pendidikan juga menekankan perkembangan aspek-aspek lain dari pribadi anak. karena terutama memusatkan tujuannya pada perkembangan intelektual. atau menghindarkan kecaman dan hukuman dari guru dan orang tua. hasil pelajaran itu dangkal dan verbalistic dan sebagian besar segera pula dilupakan.mengandung kekurangan ditinjau dari sudut psikologis. jadi dengan motivasi yang ekstrinsik. Verbalisme ini juga timbul oleh sebab mata pelajaran itu tidak berurat berakar dalam pengalaman anak itu sendiri. Malahan ada ahli-ahli mental hygiene yang mengemukakan bahwa kurikulum ini dapat merusak pribadi anak-anak karena mereka dihadapkan kepada situasi-situasi yang tidak mengandung arti baginya sehingga mereka menghadapi frustrasi yang mengganggu kesejahteraan rohaninya. Tujuan kurikulum ini terlampau terbatas. perkembangan sosial dan emosional. Kurikulum ini mengabaikan atau kurang memperhatikan pertumbuhan jasmaniah. Hal ini lebih-lebih berlaku bagi anak-anak di SD oleh sebab mereka terutama menambah pêngetahuannya berdasarkan pengalaman-pengalaman langsung yang mengandung arti baginya. 4. Oleh sebab mereka tidak melihat makna pelajaran. Dalam hal ini pun guru yang baik dapat berusaha untuk menghubungkan mata pelajaran dengan pengalaman anak. Murid-murid SM lebih sanggup melihat tujuan mata pelajaran. Mereka tahu bahwa mata pelajaran itu berguna baginya. .

Kurikulum ini mengutamakan penguasaan pengetahuan dengan jalan ulangan dan hafalan. Demokrasi menginginkan warganegara-warganegara yang dapat mengambil keputusan atas tanggungjawab sendiri. berpikir. sehingga tidak ada kebebasan menemukan jawaban sendiri. Kurikulum ini kurang mengembangkan kemampuan berpikir. Demokrasi dalam rangka Pancasila sebaiknya dipupuk dengan memberi kesempatan kepada murid-murid untuk menyelidik.Tentu saja guru yang baik dapat juga memperhatikan perkembangan segi segi pribadi anak sebagai keseluruhan dan tidak hanya mementingkan segi intelektual saja. . Ia mengumpulkan keterangan-keterangan dan fakta-fakta untuk memecahkan masalah-masalah. bahwa setiap pengajaran harus bersifat mendidik. Anak-anak biasanya menerima segala sesuatu atas otoritas guru atau buku pelajaran. Selain dari itu bahan pelajaran biasanya lebih dahulu ditetapkan secara "otoktratis" oleh pihak atasan. maupun secara kelompok. baik secara perorangan. berbuat. Akan tetapi karena organisasi kurikulum bersifat subject. Anak-anak tidak diturut sertakan dalam merencanakan dan membicarakan apa yang akan dipelajari sep halnya dalam erti pengajaran unit. Perbuatannya tidak ditentukan semata-mata oleh orang lain. 5. Pertanyaan-pertanyaan dan soal-soal yang mereka hadapi telah mempunyai jawab-jawab tertentu. Guru yang baik mengetahui. dan kurang mengajak anak-anak berpikir sendiri. estetis dan sebagainya kepada anak-anak. bekerja sendiri. akan tetapi memikirkannya secara kritis.centered. emosional. Ia tidak begitu saja menerima baik apa yang dikatakan orang lain. Guru yang mengajarkan geografi dapat menyampaikan nilai-nilai sosial. maka dalam praktik banyak guru terutama mementingkan aspek intelektual saja.

Pada zaman atom dan satelit ini muridmurid masih mempelajari pemadam api yang tidak terpakai lagi. Kalaupun anak disuruh menghafal dan menumpukkan sejumlah pengetahuan yang lepas-lepas. Tak semua keberatan terhadap subject curriculum dapat diterima begitu saja. Separate subject curriculum banyak diserang dari berbagai pihak. Juga tak perlu kurikulum yang subject centered menjadi terbelakang asal guru senantiasa memperluas ilmunya sesuai dengan perkembangan disiplin itu. karena berpegang pada kurikulum yang subject-centered. . melainkan salah metode mengajarnya. maka itu bukan salah bentuk organisasi kurikulum. Itu sebabnya maka pelajaran di sekolah sering ketinggalan zaman. Dalam pengajaran proyek anak-anak menghadapi masalah-masalah yang aktual dengan menggunakan bahan dari sumber-sumber yang up-to. Bahkan diharapkan agar anak dapat berpikir menurut struktur suatu disiplin. Adakalanya suatu buku digunakan dari tahun ke tahun tanpa peruhahan dan penyesuaian dengan keadaan masyarakat yang dinamis yang terus-menerus berkembang dengan pesatnya.date. Juga tak dapat diterima bahwa subject curriculum tidak mendidik anak-anak berpikir. Apa yang benar pada suatu saat mungkin tidak sesuai lagi pada zaman yang berikutnya.Walaupun dalam kurikulum ini ada juga yang merangsang anak-anak berpikir sendiri secara kritis dan dalam batas-batas yang sangat terbatas turut merencanakan bahan. pengajaran sedikit demi sedikit tak dapat dielakkan karena tak mungkin dipelajari segala sesuatu sekaligus. Walaupun mata pelajaran diberikan secara terpisah-pisah integrasi akan terjadi juga dalam diri setiap orang. 6. Fragmentasi. dan makin banyak pengetahuan anak tentang suatu mata pelajaran makin besar pula minatnya untuk mempelajarinya lebih lanjut. al menurut cara berpikir sarjana dalam bidang ilmu tertentu. Juga untuk mata pelajaran dapat dipupuk minat. Kurikulum ini cenderung menjadi stasis dan ketinggalan zaman. tetapi organisasi kurikulum ini pada hakekatny a tidak merangsang kegiatan-kegiatan serupa itu. Akan tetapi sekalipun tidak ada tokoh atau aliran tertentu yang mempertahankannya. Bahan pelajaran dalam kurikulum ini terutama didasarkan pada pengetahuan yang telah tercantum dalam buku. pelajaran.

Diinginkan agar anak didik menurut struktur disiplin itu. yang ingin saling menghancurkan. Karena setiap bentuk kurikulum mempunyai kebaikan dan kelemahan. Setelah diluncurkannya Sputnik oleh Rusia. Sikap yang ekstrem menyebabkan kritik yang sering berlebih-lebihan. Hal ini tak perlu mengherankan.namun bentuk kurikulum ini masih hidup dengan subur di mana-mana di dunia. sedangkan alternatif yang diberikan. Senantiasa kita lihat pendapat-pendapat yang bertentangan. Para ahli giat mempelajari stuktur setiap disiplin. seperti misalnya integrated curriculum sangat banyak menimbulkan kesulitan dalam penerapannya oleh guru dalam kelas. maka timbul kritik yang pedas dan tajam terhadap integrated curriculum sambil menonjolkan pengajaran mata pelajaran atau disiplin-disiplin ilmu. Kita harus mencoba melihatnya dalam proporsi yang sebenarnya. II. Maka karena itu hams kita elakkan cara berpikir ekstrim dan sepihak mengenai aliran-aliran dalam kurikulum. maka memilih suatu bentuk yang ekstrim dengan sendirinya mengabaikan kebaikan kurikulum yang ditentang itu . Setiap guru yang baik dengan sendirinya akan mengadakan korelasi dengan mata pelajaran lain yang dianggapnya perlu untuk memperdalam pengertian anak. dalam pelajaran matematika is belajar berpikir secara matematis. sehingga dalam pelajaran sejarah ia belajar berpikir seperti ahli sejarah. Demikian pula kurikulum yang semata-mata memberikan mata pelajaran yang terpisah-pisah. Jutaan dollar dikeluarkan kepada sarjana-sarjana dalam ilmu pengetahuan alam dan ilmu pendidik untuk menghasilkan buku pelajaran menurut disiplin ilmu itu. karena kebaikannya. CORRELATED CURRICULUM Para pendidik yang melihat kelemahan-kelemahan separate-subject curriculum dan merasa tidak puas dengan kurikulum itu berikhtiar mencari jalan untuk memberikan kepada murid pengalaman-pengalaman yang ada . Tak ada kurikulum yang hanya mengutamakan masyarakat dengan mengabaikan sama sekali kepentingan anak. Akan tetapi dalam bidang kurikulum tak akan kunjung tercapai sesuatu yang sempurna.

mengarang. misalnya sejarah. Walaupun telah tercapai perpaduan yang erat antara beberapa mata pelajaran. Broad-field lain ialah matematika yang menyatukan ilmu ukur. yakni kalau kebetulan ada pertaliannya dengan mata pelajaran lain. ilmu hewan. antropologi. ada pula yang menyatu padukan mata pelajaran dengan menghilangkan identitas mata pelajaran dalam bidang studi tertentu. ilmu tumbuh-tumbuhan. b. misalnya soal sawah dibicarakan dalam pelajaran geografi. Ada yang menghubungkan mata pelajaran yang satu dengan yang lain dengan memelihara identitas mata pelajaran. Antara dua mata pelajaran diadakan hubungan secara insidental. . dasarnya sebenamya masih bersifat subject curriculum. akan tetapi memberi sumbangan masing-masing untuk menyoroti masalah yang dihadapi. Paduan atau fusi antara beberapa mata pelajaran itu disebut "broad-field". Kesenian melingkapi seni suara. Demikian pula ilmu alam. ekonomi. Broad -field itu sendiri merupakan kesatuan yang tidak terbagi-bagi atas bagian-bagian. di-fusi-kan dengan menghilangkan batas masing-masing. drama dan sebagian dari pendidikan jasmani. disatukan menjadi IPA atau Ilmu Pengetahuan Alam. seni pahat. bercakapcakap dan lain-lain. sosiologi. Misalnya pada pelajaran geografi dapat disinggung soal sejarah. kesusasteraan. Dalam pelajaran bahasa dimasukkan bagian -bagian seperti membaca. c. Hubungan yang Iebih erat terdapat. dan berhitung. pekerjaan tangan. Korelasi dapat dilakukan dengan bermacam-macam cara : a. biologi. aljabar. geografi. jadi berdiri sendiri. bernyanyi. apabila suatu pokok atau masalah tertentu diperbincangkan dalam berbagai-bagai mata pelajaran. kewargaan negara menjadi IPS atau Ilmu Pengetahuan Sosial. seni tari. ejaan. dan sebagainya. menggambar. Dapat pula beberapa mata pelajaran disatukan. kimia. tata bahasa. Jadi broad-field dapat dianggap sebagai modifikasi subject curriculum yang tradisional. dan sebagainya.hubungannya. seni lukis. hanya jumlah pelajaran sangat dikurangi. Setiap mata pelajaran diberikan pada jam-jam tertentu.

Hanna berjudul: "Facing Life's Problems" isinya : Problem . berisi 1. Lingkungan Alamiah  Mengendalikan banjir 2. Tata Pemerintahan Daerah . Making the Most of Our Lives Understanding Ourselves Making and Keeping Friends Establishing a Sucessful Marriage Getting Along with People Who Differ Acquiring an Education Using Our Leisure Time Developing a Philosophy of Life. Buku ilmu pengetahuan sosial yang dikarang oleh Lavone A. Understanding Our World Democrary Challenges Totalitarianism Our World Is Interdependent War Is Not Inevitable. Buku pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SD kelas IV yang diterbitkan oleh Departemen P dan K.a Wise Consumer Using Our Resources Wisely Understanding Our Economic Relations.Solving Part I. Assuming Citizenship Responsiblities Participating in Local Community Affairs Understanding the Functions of Government Maintaining Our Civil Liberties. Part IV.Biasanya pokok yang dibicarakan berupa problema-problema. Becoming Economically Independent Choosing an Occupation Becoming . Part II. Part III.

melainkan bertautan. Perhubungan   Kendaraan dulu dan sekarang. Mereka mendapat informasi mengenai suatu pokok tertentu tidak secara terpisah-pisah dalam berbagai matapelajaran pada waktu yang berbeda-beda. Herman 4. . ekonomi. Hidup bermasyarakat   Bermain sepak bola Pramuka berkemah Dalam pelajaran ilmu pengetahuan sosial ini masalah yang di atas dibicarakan dengan menggunakan bahan dari sejarah. Pengertian murid-murid tentang sesuatu lebih mendalam. 4. 2. Korelasi memberikan pengertian yang lebih luas karena diperoleh pandangan dari berbagai-bagai sudut dan tidak hanya dari satu mata pelajaran saja. Minat murid bertambah apabila ia melihat hubungan antara matapelajaranmatapelajaran. BEBERAPA KEUNTUNGAN BROAD FIELD CURRICULUM 1. di mana pokok itu disoroti dari berbagai disiplin mata pelajaran terentu. Pendidikan   Semua orang belajar Pengalaman sekolah dr. bila didapat penjelasan dari berbagai matapelajaran. Dengan demikian pengetahuan mereka tidak lepas-lepas. akan tetapi dalam satu pelajaran. pengangkutan penumpang dan barang Jarak yang kian pendek 5. geografi. dan lainlain. Peninggalan Sejarah   Mengunjungi Candi Borobudur Berziarah ke makam Ibu Kartini 6.  Bapak Gubernur meninjau desa Pemilihan umum 3. 3. berpadu. Korelasi memajukan Integrasi pengetahuan pada murid-murid.

6. Broad-field tidak memberi pengetahuan yang sistematis serta mendalam mengenai berbagai mata pelajaran. Pengetahuan yang diperoleh tentang suatu disiplin sewaktu membicarakan bermacam-macam pokok. Korelasi memungkinkan murid-murid menggunakan pengetahuannya lebih fungsional. INTEGRATED CURRICULUM Integrasi berasal dari kata "integer" yang berarti unit. harmoni. 2. koordinasi. Dengan integrasi dimaksud perpaduan. Kurikulum ia memang memberikan pengetahuan yang lebih bulat daripada separate-subject curriculum. Mereka mendapat kesempatan menggunakan pengetahuan dari berbagai matapelajaran guna memecahkan suatu masalah. Akan tetapi orang-orang yang progresif maupun yang tradisional mempunyai keberatan-keberatan terhadap kurikulum ini. correlated curriculum ialah suatu modifikasi subject curriculum dan karena itu juga hingga batasbatas tertentu mempunyai kelemahankelemahannya. tidak berhubungan erat satu sama "dengan" lain. Integrated curriculum meniadakan batas-batas antara berbagai-bagai mata pelajaran dan menyajikan bahan pelajaran dalam bentuk unit atau keseluruhan. Pengetahuan anak tentang mata pelajaran itu bersifat umum dan dangkal dan hanya dapat dipandang sebagai pengantar ke dalam berbagai mata pelajaran. Kurikulum ini pada hakikatnya kurikulum yang subject. sehingga tidak merupakan suatu keseluruhan yang tersusun logic dan sistematis. 1. Guru sering tidak menguasai pendekatan inter-disipliner. akan tetapi tidak mencukupi sebagai persiapan untuk mengikuti pelajaran di perguruan tinggi. kebulatan keseluruhan. KEKURANGAN-KEKURANGAN KURIKULUM INI Seperti telah dikatakan.5. ia akan mengutamakan geografi dan menjadikan sejarah. Korelasi antara mata pelajaran lebih mengutamakan pengertian dan prinsipprinsip daripada pengetahuan dan penguasaan fakta-fakta. III.centered dan tidak menggunakan bahan yang Iangsung berhubungan dengan kebutuhan dan minat anak-anak serta dengan masalah-masalah yang hangat yang dihadapi murid-murid dalam kehidupannya sehari-hari. Jika spesialisasinya geografi. . 3. kewarganegaraan atau ekonomi sebagai pelajaran pembantu.

" (1) Seorang berpikir bila ia menghadapi masalah. Menilik tujuannya kurikulum ini juga dapat disebut "integrating" curriculum. Menurut Caswell unit ialah 'a series of related activities engaged in by children in the process of realizing a dominating purpose which is compatible with the aims of education". karena bermaksud untuk mengintegrasikan pribadi anak. (2) Ia memikirkan hipotesis-hipotesis. Orang yang "integrated" hidup dan harmoni dengan lingkungannya. yaitu cara-cara yang mungkin memberi jawaban atau penyelesaian masalah itu. Menghadapkan anak kepada masalah berarti merangsangnya untuk berpikir dan ia merasa tidak akan merasa puas dan tenang sebelum memecahkan masalah itu.Yang penting bukan hanya bentuk kurikulum ini. Dalam pengajaran unit dengan sengaja anak-anak dididik untuk berpikir secara ilmiah menurut langkah-langkah yang disebut Dewey "the method of intelligence. Suatu unit mempunyai tujuan yang bermakna bagi anak yang biasnaya dituangkan dalam bentuk masalah. Apa yang diajarkan sekolah disesuaikan dengan kehidupan anak di luar sekolah. akan tetapi juga tujuannya. Di sekolah ia belajar bekerja sama dan bergaul dengan murid-murid lain dengan tujuan agar ia pandai bergaul dan bekerjasama dengan orang-orang lain di luar sekolah. . Dengan kebulatan bahan pelajaran diharapkan kita membentuk anak-anak menjadi pribadi yang integrated. Hipotesis-hipotesis itu harus lagi dicobakan untuk membuktikan benar tidaknya. Integrated curiculum dilaksanakan melalui pengajaran unit. Masalah itu harus dirumuskan setajam-tajamnya dan sering pula menganalisanya dalam sejumlah submasalah. yakni manusia yang sesuai atau selaras hidupnya dengan sekitarnya. Kelakuannya harmonis dan ia tidak senantiasa terbentur pada situasi-situasi yang dihadapinya dalam hidupnya. Untuk memecahkan masalah itu anak -anak melakukan serangkaian kegiatan yang saling herkaitan. Integrasi sosial ini lebih diutamakan dalam integrated curriculum daripada dalam curriculum yang subject centered. Pelajaran membantu anak dalam menghadapi masalahmasalah kehidupan di luar sekolah.

Karena itu pelajaran disusun sebagai keseluruhan yang luas yang disebut "broad unit". Faktor yang menyatukan ialah masalah atau problema yang terkandung dalam . Maka kita bertindak secara rasional. Ada kalanya langkah ini meminta waktu dan tenaga yang banyak. Kalau kita menjalankan integrated curriculum. dan masalah itu tetap tidak terpecahkan. (5) Jika diperoleh jawaban berdasarkan pemikiran yang dibenarkan oleh bukti bukti yang faktual. Ciri-ciri unit: 1. Maka harus dicari di mana kekurangannya.(3) Untuk membuktikan benar tidaknya hipotesis itu ia perlu mengumpulkan keterangan atau data sebanyak-banyaknya dengan berbagai cara dan dari berbagai sumber sesuai dengan sifat masalah itu. Unit ini mengandung suatu soal atau masalah yang dipelajari anak selama beberapa minggu atau beberapa bulan. maka kesempatan itu dapat dijadikan pegangan bagi perbuatan atau tindakan kita. Menurut definisinya unit itu merupakan suatu keseluruhan bahan pelajaran. Setiap hipotesa dianggap scbagai suatu kemungkinan jawaban yang harus disangsikan. Mungkin masalah itu kurang tepat rumusannya. atau masih harus dicari hipotesis-hipotesis lain. Sekolah-sekolah yang " progresif " berangsur-angsur meninggalkan kurikulum yang subject-centered. atau mungkin tidak cukup keterangan yang diperlukan untuk memecahkan masalah itu. karena dianggap tidak menghasilkan pribadi yang harmonis. Maka masalah itu terpecahkan. sampai kebenarannya dibuktikan berdasarkan data. bergantung pada sifat masalahnya. (4) Dengan keterangan-keterangan yang diperoleh itu ia menguji kebenaran hipotesis-hipotesis. Akan tetapi mungkin juga tak satupun yang ternyata benar. jelaslah bahwa yang diutamakan ialah berpikir sendiri atas fakta-fakta yang dicari sendiri dan bukan menghafal fakta-fakta belaka. Unit merupakan suatu keseluruhan yang bulat. atau hingga sekarang masih belum terpecahkan. Mungkin suatu masalah baru dapat dipecahkan setelah puluhan tahun. Ada kemungkinan di antara hipotesa itu ada yang benar. Unit dan ciri-cirinya.

dari lingkungan sekitar: toko. gambar. daftar-daftar. ensiklopedi. dan sebagainya. Jadi masalah itu dipecahkan secara interdisipliner. peta. Oleh karena itu dalam suatu unit murid-murid menggunakan berhitung. Segala sesuatu yang dilakukan oleh murid murid harus senantiasa bertalian erat dengan pokok tersebut dan merupakan sumbangan guna mencapai tujuan unit itu. taman-taman. b. saudagar. Kebutuhan itu bersifat pribadi dan social. dan sebagainya. ilmu alam. musik. radio. menggambar. Unit tidak terbatas pada suatu atau beberapa mata pelajaran. Bahan-bahan dicari dari pelbagai sumber seperti: a. 2. c. lapangan terbang. jika mungkin film. Ia hendaknya menganalisis kebutuhan mereka sebagai perorangan dan sebagai kelompok. dari bacaan: buku. Bila murid melihat faedah dan tujuan . arca. Unit menerobos batas-batas mata pelajaran. Dengan demikian guru lebih mengetahui dalam hal manakah mereka perlu dibantu agar lebih sanggup menghadapi masalahmasalah dalam kehidupan sehari-hari. stasion. dan sebagainya. bahasa. Dalam kehidupan sehari-hari tak terdapat batas-batas itu. melainkan menggunakan segala macam bahan untuk memecahkan soal-soal yang terkandung dalam unit itu. dan sebagainya. majalah. pendek kata apa saja asal memberikan bahan dan keterangan untuk memahami pokok yang dipelajari itu. Dalam merancang unit. Di samping itu ada pula kebutuhan yang ditentukan oleh masyarakat dan kebudayaan tempat ia hidup. geografi. kepala kantor. sawah. dari alat-alat peraga: globe. dan sebagainya.pokok yang akan diselidiki oleh murid-murid. 3. tukang becak. Batas-batas antara mata pelajaran sebenarnya diadakan oleh sarjana-sarjana dalam usaha mereka untuk menyusun ilmu pengetahuan. sejarah. d. Ada kebutuhan anak yang timbul berkenaan dengan pertumbuhan jasmaniah dan perkembangan rohaniah. kebun binatang. dari orang-orang yang dapat memberikan keterangan: tukang kayu. surat kabar. guru harus mengenal keadaan sosial ekonomi anak-anak. Guru harus menjaga agar pelajaran tidak menyimpang dari pokok itu. Unit didasarkan atas kebutuhan anak. kantor pos.

4. minat. mengumpulkan bahan dari berbagai-bagai sumber. Masalahmasalah yang terkandung dalam unit itu mempunyai arti baginya dan karena itu mereka dirangsang untuk menelaah dan memecahkan soal itu. . Apa yang dipelajari dalam unit merupakan keseluruhan. pujian. yang saling bertalian erat dan karena itu lebih dipahami. Bila murid -murid yakin akan kebaikan. Unit didasarkan pada pendapat-pendapat modern mengenai cara belajar. 5. angkaangka atau ancaman. merumuskan dan menganalisis problema-problems. kalau perlu malahan sepanjang hari. dan kesanggupan anak prinsip individualistis lebih mudah dilaksanakan dalam pengajaran unit. Anakanak diberi kesempatan sebanyak-banyaknya untuk menghayati. Untuk suatu unit diperlukan beberapa jam sehari. maka tidaklah r perlu dipakai paksaan dan desakan dari luar berupakan hukuman. Mengenai kebutuhan. mengadakan penyelidikan dan percobaan.pekerjaan dan pelajaran. mencari sendiri jawaban atas masalah-masalah lalu mengambil kesimpulan yang dijadikannya dasar perbuatannya. Dengan sendirinya verbalisme dicegah. dan tujuan pelajaran bagi di inya. maka minat akan bertambah dan pelajaran akan lebih besar hasilnya. dan sebagainya. bekerja sama dalam kelompok. Unit senantiasa dihubungkan dengan pengalaman-pengalaman anak. faedah. yakni berdasarkan minat dan kebutuhan anak. kematangan. Kegiatan-kegiatan dalam unit banyak memerlukan waktu seperti untuk berkaryawisata. mengadakan percobaan-percobaan. Belajar menurut cara unit sesuai dengan teori-teori yang pada saatnya modern tentang belajar. mengumpulkan bahan dari berbagai-bagai sumber. Unit memerlukan waktu yang panjang. Dalam organisasi kurikulum yang tradisional anak-anak menerima bermacam-macam pelajaran yang tak berhubungan satu dengan yang lain masingmasing pada jam-jam tertentu. membuat gambar atau konstruksi.

Masyarakat dijadikan laboratorium tempat anak mengadakan penyelidikan dan mengumpulkan bahan-bahan yang tak dapat diperoleh dari buku-buku pelajaran. dan bila perlu beberapa bulan. bahwa lebih baik diberikan waktu secukupnya untuk mempelajari suatu hal secara mendalam dari pada mempelajari bermacam-macam hal secara mendangkal yang segera dilupakan pula. bergerak. bila kita ingin memperdalam pengertian dalam suatu hal. lukisan. 6. menyelidiki hal-hal yang sesuai dengan dorongan yang wajar. mengujui hipotesis-hipotesis dengan menggunakan bahan-bahan yang diperolehnya. Dalam unit digunakan setiap kesempatan untuk menghubungkan pelajaran di sekolah dengan kehidupan sehari-hari. musik. 7. menyatakan perasaan dan pikirannya dengan bebas dengan perantaraan bahasa. Unit itu life-centered. membentuk. mencari hipotesis-hipotesis kemudian mengumpulkan keterangan dari buku-buku. di mana anak-anak duduk diam sambil mendengarkan saja. dengan pengalaman-pengalaman anak. Dalam unit anak-anak dihadapkan kepada situasi-situasi yang mengandung problema. Dalam unit anak-anak harus memecahkan masalah-masalah dengan menggunakan metode ilmiah seperti telah diuraikan di atas. Tentu saja masalah-masalah itu disesuaikan dengan kematangan anak dan kesanggupannya untuk memahaminya. pengamatan sendiri atau dari percobaan-percobaan. Dalam unit anak-anak diberi kesempatan untuk berbuat. mengambil kesimpulan dan akhirnya bertindak atau berbuat atas . sehingga mereka belajar dengan gembira dan penuh minat. tanpa kegairahan. Itu sebabnya maka suatu unit memakan waktu beberapa minggu. berlainan sekali suasananya dengan kelas yang pasif. menganalisisnya. Kelas yang diselenggarakan secara ini. Pendirian ialah.Waktu yang cukup banyak diperlukan benar. Unit menggunakan dorongan-dorongan yang sewajarnya pada anak -anak. yakni merumuskan masalah. 8. bekerja dalam kelompok.

Tentu saja pokok untuk itu senantiasa harus sesuai dengan tujuan pendidikan. Guru-guru yang terlalu progresid berpendapat. Dalam kelompok anak itu merasa dirinya sebagai anggota yang dihargai dan disukai. . Unit dengan sengaja memajukan perkembangan sosial pada anak-anak. misalnya dalam diskusi. bahwa di sekolah modern seharusnya anak-anaklah yang menentukan apa yang harus dipelajari. memikul tanggung jawab. Guru yang tradisional berpendapat. melainkan membantu anak-anak untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya secara ilmiah. 9. Dalam pengajaran unit biasanya terdapat kerja sama antara guru dengan murid dalam menentukan pokok untuk unit itu. dan harga-menghargai sumbangan masing-masing. 10.hasil yang diperolehnya. Sering pula orang tua diminta bantuannya dalam menentukan pokok-pokok yang dipandang penting bagi anak-anak dan bantuan mereka diharapkan pula dalam melaksa nakan unit itu. Problem solving menurut scientific method merupakan suatu unsur yang utama dalam pengajaran unit. Mereka berunding untuk menentukan rencana pekerjaan berhubung dengan unit itu. membuat rencana. bahwa anak-anak sendiri kerap kali tidak tahu apa yang sebenarnya perlu bagi mereka. dan sebagainya. Bukankah mereka lebih tahu apa yang menarik minat mereka dan apa yang mereka butuhkan? Akan tetapi kita jangan lupa. mengumpulkan bahan. Dalam unit anak-anak mendapat banyak kesempatan untuk bekerjasama dalam kelompok. Salah satu tugas sekolah yang penting sekali bukanlah menyampaikan sejumlah pengetahuan yang harus dihafalnya. bahwa guru sendirilah yang harus menetapkan segala sesuatu yang akan diajarkan dalam unit itu. Guru merencanakan dan menyodorkan rencana i u kepada murid-muridnya. t Murid hanya menerima apa yang telah ditentukan oleh guru. Mereka harus mendapat bimbingan dari guru yang lebih berpengalaman daripada mereka. Mereka belajar menerima dan memberi kecaman dalam suasan hormat-menghormati. Unit direncanakan bersama oleh guru dengan murid. berdramatisasi.

sesuai dengan kurikulum yang terdapat pada SD dan SM. Kurikulum ini tidak memungkinkan ujian umum. 2. dan tentu pula berbeda sekali di berbagai sekolah. Karena itu kurikulum ini tidak menginginkan ujian yang uniform di seluruh negara atau daerah. Kurikulum ini tidak mengharapkan pengetahuan yang sama untuk semua murid. dan karena itu memerlukan lebih banyak inisiatif dan usaha dari guru. Kurikulum ini memberatkan tugas guru. maupun mengenai isinya. malahan sedapat mungkin menyesuaikan pelajaran dengan bakat dan kesanggupan tiap anak dengan keadaan lingkungan anak itu.KEBERATAN TERHADAP INTEGRATED CURRICULUM 1. Guru-guru tidak dididik untuk menjalankan kurikulum seperti ini. Kurikulum ini dianggap tidak mempunyai organisasi yang logissistematis. Memasukkan kurikulum yang baru akan menimbulkan kesukaran bagi murid-murid dan guru. jadi bercorak separate subject atau berdasarkan broad field (IPS. baik mengenai pokok-pokok yang dibicarakan. Tiap tahun guru itu boleh dikatakan menghadapi bahan yang barn. Perbedaan bahan pelajaran di berbagai sekolah di berbagai tempat dianggap pula suatu keberatan bagi anak-anak yang pindah ke sekolah lain. IPA. maka pengetahuan anak-anak pada waktu tamat tidak sama pula. 4. Oleh sebab bahan pelajaran boleh dikatakan berlainan setiap tahun. . Malahan besar bahayanya anak-anak mendapat bahan yang sama pada kelas lain. Karena bahan pelajaran tidak ditetapkan lebih dahulu. 3. Kurikulum sekolah guru dewasa ini kebanyakan didasarkan atas mata pelajaraan yang terpisah-pisah. akan tetapi direncanakan dengan mengadakan rundingan dengan murid-murid. Bahasa Indonesia). Matematika. maka tidak akan terdapat di dalamnya susunan yang logis sistematis. Bahan pelajaran mungkin sekali tiap tahun berlainan dengan tahun yang sudah-sudah. Hal ini merupakan suatu keberatan bagi guru yang lebih suka bekerja menurut rutin dengan mengikuti buku pelajaran tertentu untuk tiap matapelajaran.

JAWABAN INTEGRATED CURRICULUM ATAS KEBERATAN- KEBERATAN YANG DIAJUKAN Semua keberatan yang di atas ada mengandung kebenaran. Kurikulum ini tidak berpegang pada satu buku. Mengenai keberatan-keberatan itu kami ingin mengajukan beberapa catatan. Akan tetapi hal ini tidak berarti bahwa organisasi . Lagi pula tiap kelas penuh sesak dengan muridmurid. bahwa guru itu harus mengubah dirinya. orang dewasalah yang selayaknya menetapkan sepenuhnya apa yang harus diajarkan. Setidak-tidaknya harus ada perpustakaan yang agak lengkap sebagai suatu sumber yang penting guna mengadakan penyelidikan-penyelidikan oleh anak-anak. Menjalankan sesuatu yang baru tidak mudah. dan ini harus dimulai pada pendidikan guru. Anak-anak dianggap tidak sanggup menentukan kurikulum. Itu sebabnya maka pendidikan guru merupakan faktor yang penting dalam pembaruan pendidikan. sehingga kurikulum modern tak dapat dijalankan dengan efektif. I. Memang dalam kurikulum ini bahan pelajaran tidak tersusun secara logissistematis seperti yang lazim terdapat dalam suatu buku pelajaran. ad. Alat-alat sangat kurang untuk menjalankan kurikulum Untuk melaksanakan kurikulum ini diperlukan ruangan-ruangan dan alatalat yang khusus. apalagi kalau yang lama itu didukung oleh tradisi yang berabad-abad. oleh sebab guru itu cenderung mengajar seperti ia sendiri dahulu diajar. Gedung-gedung sekolah kita sekarang masih terikat pada filsafat pendidikan yang tradisional. akan tetapi menggunakan segala macam sumber. ad. bahwa murid-murid terlampau muda dan karena itu tak sanggup dan tak cukup berpengalaman untuk menentukan apa yang perlu bagi pendidikan mereka.5. Oleh sebab itu pihak atasan. Dalam organisasi kurikulum ini anak-anak turut serta diajak berunding untuk menentukan hal-hal yang akan dipelajari. 6. Orang beranggapan.2. Semua pembaruan harus mulai pada diri guru. pada diri sang pendidik. Syarat pertama bagi pembaruan ialah.

4.centered". Banyak orang di kalangan pendidikan yang mengakui. Akan tetapi janganlah ujian itu dipakai sebagai alasan untuk membenarkan din tidak menjal nkan inisiatif ke arah a perbaikan pendidikan. Untuk memenuhi tuntutan ujian. . Dalam rangka tujuan pendidikan itu. Dalam menentukan bahan pelajaran peranan guru tetap penting. Ujian yang uniform ini memang merupakan suatu halangan ke arah pembaruan. ad. Ada tidaknya ujian. bahwa ujian itu merupakan suatu "penyakit" yang sering menghalang-halangi pembaharuan dalam pendidikan. justru akan berikhtiar. Guru yang dinamis. guru harus mencatat apa-apa yang telah dibicarakan untuk diketahui oleh guru. Dalam kerangka itu banyak kebebasan bergerak bagi guru dan murid untuk memilih pokok-pokok yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Dialah yang tahu tujuan pendidikan dan nilai suatu pelajaran untuk mencapai tujuan itu. dengan maksud agar anak -anak menerima dan memahami makna serta tujuan pokok itu. Biasanya sekolah telah mempunyai suatu kerangka yang berisi bidang-bidang yang kirangnya dapat dijadikan pokok pelajaran. Penentuan bahan pelajaran tidak semata-mata diserahkan kepada kehendak murid-murid. bagi guru yang dinamis tetap ada kesempatan untuk mengadakan pembaruan. ad. Untuk mencegah berulangnya suatu pokok. akan tetapi praktik serupa ini sudah ditinggalkan.3. Ujian yang uniform ini seakan-akan tidak memungkinkan guru menyesuaikan pelajaran dengan kebutuhan individu serta keadaan masyarakat setempat. anak-anak diturut-sertakan memilih dan merencanakan. yang ingin terus berkembang dan turut mengikuti aliran zaman. maka anak-anak dilatih menghafal sejumlah pengetahuan yang diharapkan akan "keluar" dalam ujian. Dalam kurikulum yang "child. yang ingin menyesuaikan pelajaran dengan keadaan masyarakat anak. yaitu yang berpusat pada anak.guru lain.5. ad. agar ia jangan dikuasai oleh pekerjaan rutin yang membosankan.sama sekali tidak ada. Jadi kurikulum ini lebih fleksibel. anak-anaklah yang menentukannya.

peta timbul. Kurikulum ini sesuai dengan pendapat-pendapat modern tentang belajar. Tanpa alat-alat tak dapat dijalankan kurikulum apa pun dengan efektif. dan sebagainya. Alatalat itu belum dimiliki oleh sekolah-sekolah kita.ad. Banyak alat pelajaran yang dapat dibuat sendiri tanpa menelan biaya yang banyak antara lain garnbar-gambar dun rnajalah. radio. dan mata pelajaran lain.6. Mereka memecahkannya dengan pikiran dan penyelidikan sendiri. Lingkungan merupakan sumber pelajaran yang tak ternilai harganya. Masyarakat dijadikan laboratorium tempat anak-anak . karena tidak digunakan secara fungsional untuk memecahkan masalah-masalah yang mengandung arti bagi murid. dengan sendirinya akan tampil pengarang-pengarang buku yang sesuai dengan keperluan pengajaran unit. Anak-anak tidak lagi mempelajari fakta-fakta lepas yang segera dilupakan. alat-alat pengukur dan botol. Murid-murid dihadapkan kepada masalah. Sebenarnya tidak mungkin diajarkan sejarah dengan baik tanpa ilmu bumi. Untuk memecahkan suatu pokok digunakan bahan dan semua mata pelajaran. Dalam ilmu bumi sering diperlukan ilmu alam. sehingga perpustakaan anak-anak bertambah lengkap. Perpustakaan dapat dibentuk lambat laun. 3. ilmu hayat. MANFAAT KURIKULUM UNIT 1. televisi. Gedung sekolah kita belum memenuhi syarat-syarat pendidikan modem Akan tetapi kekurangan-kekurangan itu tak perlu menghalangi pembaruan. Kalau kurikulum ini dijalankan. jadi bertalian erat dengan pengalaman mereka. tape recorder. Kita tahu manfaat alat-alat pelajaran modem seperti film. Segala sesuatu yang dipelajari dalam unit bertalian erat. Kurikulum ini memungkinkan hubungan yang erat antara sekolah dengan masyarakat. yang benarbenar berarti bagi kehidupan mereka. Mengadakan batas-batas yang tegas antara berbagai mata pelajaran sering merugikan pembentukan pengertian yang luas serta mendalam. jadi anak-anak aktif dengan bermacammacam cara dan tidak pasif menerima apa yang disajikan oleh guru untuk dihafal. 2.

Murid-murid dirangsang untuk berpikir sendiri. pengalaman murid-murid dalam kelas itu? Bila ternyata tidak atau kurang ada minat yang khusus untuk pokok itu. Masyarakat dapat diturut sertakan dalam usaha-usaha sekolah. Untuk menentukan. ia dapat berikhtiar untuk membangkitkan minat itu. Apakah pokok itu dibangkitkan oleh minat. Di samping itu kita harus memperhatikan kebutuhan anak dalam lingkungan itu. 2. Mereka tidak hanya menerima saja apa yang dikatakan guru atau yang tercantum dalam buku. bekerja sendiri. bahwa kita harus bekerja dalam rangka tujuan sekolah. Pokok-pokok untuk unit mungkin sekali berlainan di berbagai sekolah. Kurikulum ini mudah disesuaikan dengan minat. 5. ataukah lebih baik pelajaran itu diundurkan saja dulu? .mengumpulkan bahan untuk menyelidiki suatu problema. Dalam menentukan. Apakah bahan pelajaran itu sesuai dengan taraf kematangan murid? a. kita dapat memajukan pertanyaan-pertanyaan yang berikut: 1. Malahan di suatu sekolah pun mungkin pokok untuk unit berbeda dan tahun ke tahun. kebutuhan dan. sebagai kelompok maupun sebagai individu. memikul tanggung jawab. 4. Kurikulum ini sesuai dengan paham demokrasi. sedangkan guru merasa pentingnya pokok itu bagi perkembangan murid-murid. pokok-pokok manakah yang sebaiknya dijadikan unit yang akan dipelajari anak-anak. bekerja sama dalam kelompok. melainkan dengan kritis membandingkan keterangan-keterangan dari berbagai sumber. kesanggupan dan kematangan murid. pokok manakah yang hendaknya dipilih untuk suatu unit senantiasa harus dipikirkan. Menentukan pokok untuk un it. Mereka diajak turut serta berunding dan merancangkan pelajaran. Inikah saat yang sebaik-baiknya bagi murid-murid untuk memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya dari pokok yang akan dipelajari itu.

Apakah bahan pelajaran itu akan menimbulkan situasi-situasi di mana murid-murid harus merencanakan. Dapatkah disediakan hal-hal yang berikut untuk melaksanakan unit itu: a. Apakah bahan pelajaran itu mengandung masalah-masalah sosial yang penting artinya bagi kehidupan anak-anak sehari-hari? c. namun tidak kurang nilainya bagi perkembangan anak? d. Pokok-pokok apakah yang harus dipilih untuk dipelajari anak-anak dalam bentuk unit? Dalam hal ini terdapat dua pendapat yang utama. gambar.b. menganalisnya. Apakah bahan pelajaran itu cukup memberi kesempatan untuk mengeluarkan dan menyatakan perasaan dalam berbagai-hagai bentuk? 4. buku-buku. bekerja sama berpikir untuk memecahkan problema? b. Apakah pokok lain pada saat ini barangkali lebih berfaedah dan mengandung arti bagi murid-murid. majalah. Apakah bahan pelajaran itu tidak melampaui batas kesanggupan anak dan lagi pula cukup merangsang mereka untuk mempelajarinya dengan segenap tenaga? c. pengalaman-pengalamaan langsung berhubung dengan unit d. mengumpulkan bahan dari berbagai sumber. merumuskan masalah. Apakah bahan pelajaran itu menjamin bertambah luasnya pengetahuan murid-murid yang berguna untuk memenuhi tuntutan-tuntutan hidup yang kian hari kian meningkat? d. Cukupkah kesempatan dalam pelajaran ini untuk merangsang murid-murid berpikir dan berbuat sebanyak mungkin? a. dan alat-alat pelajaran b. berdiskusi. Yang pertama ialah . Telah adakah pengalaman-pengalaman pada murid yang dapat digunakan sebagai landasan bagi pelajaran baru ini? 3. kesempatan berkaryawisata c. Dua pendapat. bahan-bahan untuk bermacam-macam bentuk ekspresi. Apakah bahan pelajaran itu herisi buah pikiran dan soal-soal yang dapat menimbulkan diskusi yang akan memperluas alam pikiran dan pandangan anak? e.

4. Baik kelompok yang primitif maupun yang modern dianalisis untuk menyelidiki social functions apakah kiranya yang terdapat dalam kehidupan manusia. Rearing and disciplining of offspring. yakni lapangan-lapangan hidup sebagai pusat perhuatan-perbuatan manusia. . Miscellaneous activities which make up the leasure part of life. UNIT BERDASARKAN "SOCIAL FUNCTIONS" Dasar pikiran di sini ialah. Tujuan pendidikan yang utama ialah membantu anak-anak memperoleh kehidupan yang baik dalam lingkungan sosialnya. jadi yang bersifat universal bagi semua kebudayaan di dunia ini pada yang lampau maupun masa sekarang maupun masa mendatang. 2. Pendapat kedua ialah mengambil pokok-pokok unit dari kebutuhan anakanak. banyak digunakan sosiologi dan antropologi kebudayaan. social functions apakah yang terdapat dalam hidup manusia. devoted to the gratification of the tastes and feelings. Maintenance of proper social and political relations. Karena kurikulum harus memberikan pelajaran. 5. Untuk mengetahui.berdasarkan kurikulum itu pada "social functions". yakni situasi-situasi atau masalah-masalah hidup yang terus menerus dihadapi manusia. bahwa pelajaran harus berdasarkan aktivitas dalam masyarakat dan kebudayaannya. Herbert Spencer pada tahun 1859 telah mengemukakannya sebagai tujuan pendidikan. dari problema-problema yang dihadapi anakanak dalam hidupnya. Self-preservation. yang mempunyai arti dan nilai kehidupannya sehari-hari sehingga ia kelak dapat menyesuaikan diri dengan efektif sebagai orang dewasa. A. 3. Stratemeyer menyebutnya "persistent life situations". Securing necessaries of life. yakni aktivitasaktivitas yang berkenaan dengan: 1. Sebenarnya jalan pikiran itu bukan sesuatu yang baru.

Integration of the individual. c. Satisfying emotional and social needs. 8. Satisfying physiological needs. property. 11. Kim. Determining responsibility to self and others. 1. 7. Salah satu usaha lain untuk menggolongkan lapangan-lapangan hidup ini ialah Stratemeyer. Health. Intellectual power. Forkner dan Mc. la mengemukakan social functions yang berikut: 1. 9. 1. a. 3. Mereka menyebutnya "persistent life situations". Caswell.Orang yang pertama-tama menjadikan social functions sebagai dasar kurikulum ialah H. Protection and conservation of life. 2. Using effective methods of work. 4. 2. 10. b. Exploration. . Recreation. 4. 5. Comsumption of goods and services. 6. 2. Communication and transportation of goods and people. Productions of goods and services and distribution of the returns of production. Determining the nature and extent of individual freedom. 3. 3. Dealing with quantitive relationships. Extension of freedom. Dalam garis besarnya mereka memperoleh lapangan-lapangan sebagai berikut: I. Expression of religious impulses. 2. Understanding the ideas others. Expression of aesthetic impulses.L. Avoiding and caring for illness and injury. Situations calling for growth in individual capacities. and natural resources. Education. Making ideas clear. Responsibility for moral choices 1.

1. 2. Deciding when to join a group. Working with socio-economic groups. 2. 1. 3. . animal. Person to person relationships. Aesthetic expression and appreciation. and insect life. Using technological resources. Group membership. Achieving aesthetic satisfactions through the environment. 1. b. Finding sources of aesthetic satisfactions in oneself. Contributing to technological advance. 3. 5. Situations calling for growth in ability to deal with environmentaal factors and forces. b. 2. 1. Natural phenomena. 2. Establishing effective social relations with others. 3.*) Keuntungan kurikulum berdasarkan lapangan hidup. II. Using physical and chemical forces. c. 1. Securing goods and services. Earning a living.d. Establishing effective working relations with others. Participating as a group member. Technological resources. Taking leadership responsibilities. 2. Working with racial and religious groups. a. 1. Dealing with groups organized for specific action III. Situations calling for growth in social participation. Molding public opinion. Intergroup relationships. a. Providing for social welfare. 2. 4. Dealing with physical phenomena. 2. 3. Economic-social-political structures and forces. c. Participating in local and national government. 1. Dealing with plant.

Mereka mereka banyak mengumpulkan keterangan-keterangan dari masyarakat serta lingkungan sendiri dengan mengadakan karyawisata dan penyelidikan -penyelidikan lain. Ada bahayanya. lapangan-lapangan hidup menjadi matapelajaran-matapelajaran tersendiri sehingga menjadi semacam subject curriculum yang justru hendak diberantas oleh kurikulum ini. Kurikulum ini menyajikan bahan pelajaran yang bulat. Keberatan-keberatan terhadap kurikulum ini. 3. karena untuk melaksanakannya menggunakan pengalaman-pengalaman langsung. . 2. Pelajaran di sekolah yang diberikan herpusatkan unit ini bertalian erat. Batas-batas itu tidak ada dalam kehidupan. 1. Kehidupan sebenarnya merupakan suatu keseluruhan dan tidak merupakan sepuluh atau sebelas lapangan kehidupan. Kurikulum ini membagi kehidupan dalam bagian-bagian. yakni mempersiapkan murid untuk kehidupan dalam masyarakat. Dalam kurikulum ini terdapat hubungan erat antara pelajaran dengan kehidupan sehari-hari. Kurikulum ini lebih bermanfaat dan mengandung arti bagi murid-murid. tidak lepas-lepas seperti halnya dalam separate-subject curriculum. Juga buku-buku dan alat-alat pelajaran lain menimbulkan kesukaran-kesukaran. Kurikulum berdasarkan social functions atau lapangan hidup memberikan kepada anak hal-hal yang diperlukannya untuk menghadapi situasi-situasi hidupnya sebagai warga negara. Tujuan kurikulum ini lebih mudah dipahami oleh murid-murid.1. 4. akan tetapi perlu juga disebut. Dengan demikian mereka lebih mudah melihat manfaat dan makna pelajaran itu bagi dirinya. Guru-guru tidak mendapat latihan untuk menjalankan kurikulum serupa ini. Sebenarnya ini telah tersimpul dalam nomor 1. Kurikulum ini dengan sengaja berusaha mengatasi jurang antara pelajaran sekolah dengan apa yang diperlukan dalam kehidupan. Kurikulum ini sulit dijalankan. Dengan mempelajari lapangan-lapangan hidup diharapkan anak-anak juga lebih sanggup menyesuaikan diri dengan situasi-situasi hidup. Dalam subject curriculum anak-anak sukar melihat hubungan itu. Kurikulum ini sesuai dengan tugas sekolah. 2.

Hubungan sosial yang dekat.3. d. Kebutuhan akan hubungan yang lebih matang dengan anggota rumah tangga dan dengan orang dewasa di luar keluarga. Kebutuhan anak pada setiap saat tidak lepas dari social functions atau lapangan-lapangan hidup. Apa yang penting bagi waktu sekarang mungkin sekali berharga juga untuk masa depan. Kebutuhan-kebutuhan anak dapat dibagi sebagai berikut: 1. UNIT BERDASARKAN KEBUTUHAN MURID Dasar pikiran kurikulum ini ialah memberikan pelajaran kepada anak-anak yang timbul dari kebutuhan anak-anak. sedangkan kurikulum yang berpusat pada kebutuhan murid mementingkan masalah-masalah yang dihadapi anak pada saat ini. B. yakni selalu terdapat di dalam lapangan-lapangan hidup itu. a. c. 2. b. Kurikulum ini tidak memberikan pengetahuan. e. Kebutuhan akan kepuasan estetis. Kebutuhan akan pandangan dunia dan filsafat hidup. . Kebutuhan akan pelbagai minat pribadi. Kebutuhan akan kesehatan pribadi. Bedanya dengan kurikulum berdasarkan social functions ialah. a. yang tersusun logis sistematis. Tujuannya ialah agar anak-anak belajar memecahkan masalah-masalah yang bertalian dengan kebutuhannya dalam kehidupannya sehari-hari. Kebutuhan akan harga-diri. Kehidupan pribadi. Lagi pula boleh dikatakan tidak ada lagi sekolah yang semata-mata mendasarkan kurikulum pada kebutuhan anak tanpa memperhatikan manfaatnya bagi kehidupan anak di dalam masyarakat. Kurikulum ini terutama memberikan bahan yang sesuai dengan keadaan masyarakat pada masa sekarang dan kurang menyampaikan pengetahuan yang sistematis seperti yang diperoleh dengan mempelajari subjects atau mata pelajaran. Sesuatu dipelajari sebaik-baiknya kalau hal itu memuaskan kebutuhan kita. bahwa dalam social functions diutamakan pendidikan anak-anak untuk menghadapi situasi-situasi hidup dengan efektif sebagai warga negara yang dewasa. Tentu saja sukar diadakan batas yang tegas.

Apa yang dipelajari dapat digunakan secara fungsional dalam menghadapi situasi dan masalah-masalah hidup anak itu. yang tidak saling berhubungan. Kebutuhan untuk mendapat bimbingan dalam memilih jabatan dan mendapat persiapan untuk suatu pekerjaan. kurikulum ini juga memupuk sikap. Hubungan ekonomi. Hubungan sosial-kewarganegaraan.b. Kurikulum ini menyajikan bahan pelajaran yang bertalian erat dengan pengalaman anak dalam hidupnya. melainkan seluruh pribadi anak. a. jadi tidak terdiri atas mata pelajaran yang lepas-lepas. b. Kurikulum ini menjamin integrasi bahan pelajaran. . norma. makna dan manfaat pelajaran itu. Kurikulum ini dapat dipertanggungjawabkan secara psikologis. Yang diutamakan bukan hanya pembentukan intelektual. 2. 3. 4. Anak-anak tahu akan tujuan.*) Apakah kebaikan kurikulum ini? Kurikulum ini mengandung kebaikan-kebaikan seperti terdapat pada pengajaran unit umumnya. Selain pengetahuan. dan sebagainya. d. a. Kurikulum ini membentuk pribadi anak. c. 4. 3. Kebutuhan akan hubungan baik yang lebih matang dengan teman jenis kelamin yang sama dan yang berlainan. Kebutuhan untuk mendapat penghargaan sosial. karena itu ia rela mengeluarkan segenap tenaga kepada pelajaran ini. penghargaan. Walaupun demikian baik kami sebut beberapa buah: 1. b. Kebutuhan untuk turut serta bertanggung jawab dalam aktivitas-aktivitas yang penting. Karena program sekolah sesuai dengan minat dan kebutuhan anak mereka didorong oleh motivasi intrinsik untuk mempelajarinya. Kebutuhan untuk memilih dan menggunakan barang-barang dan jasa-jasa dengan bijaksana. Kebutuhan untuk merasa kemajuan ke arah status orang dewasa. Kebutuhan untuk dapat bertindak efektif guna memecahkan masalahmasalah ekonomi.

karena terutama membicarakan masalah-masalah yang dihadapi anak-anak pada masa sekarang. 4. Kurikulum ini tertuju kepada perkembangan anak. Kurikulum ini tidak memberikan pengetahuan yang logis sistematis seperti yang diperoleh murid-murid dengan mempelajari berbagai mata pelajaran yang terpisah-pisah. dan juga intelektual. emosional. sehingga dapat dicegah frustrasi dan kegagalan. 5. bahwa . sosial. Kurikulum yang terlampau mengutamakan kebutuhan anak. KEBERATAN-KEBERATAN TERHADAP KURIKULUM INI 1. Dalam kurikul m ini diberi perhatian u sepenuhnya kepada perkembangan anak sebagai keseluruhan. Yang diutamakan ialah justru hal-hal yang membantu perkembangan anak. Kurikulum ini kurang mementingkan masa lampau dan masa depan. Kurikulum ini sukar untuk dijalankan. Sekolah-sekolah yang child-centered yang terlampau progresif sangat mengutamakan anak itu sendiri. dengan melupakan. Titik berat diletakkan pada anak dan bukan pada bahan pelajaran. Lagi pula masyarakat pun rasanya tak akan mudah menerima kurikulum ini. 3. Kurikulum ini berdasarkan pendirian "mental hygiene" atau kesejahteraan rohani. Dengan kurikulum ini tak dapat ditentukan lebih dahulu bahan pelajaran untuk tiap kelas karena kebutuhan dan problema anak tak sama dan tahun ke tahun. 6. yakni jasmaniah. Dalam kurikulum tidak dipaksakan anak -anak mempelajari yang tidak dipahaminya maknanya. Kesukaran juga dialami anak-anak yang pindah sekolah. Dalam kurikulum ini diperlukan administrasi yang teliti yang mencatat apaapa yang telah dipelajari oleh anak-anak.5. karena guru-guru tidak dipersiapkan untuk kurikulum serupa ini. 2. mengabaikan tugas sosialnya. karena membantu anak-anak mengatasi problema-problema yang dihadapinya dalam kehidupan.

Di sini pun anak-anak diberi kesempatan memilih pokok apakah yang paling berharga bagi mereka dan pokok-pokok yang mereka usulkan. akan tetapi belum tentu pilihan guru itu betul-betul dirasakan anak-anak sebagai kebutuhannya. b. Anakanak sering tidak mengetahui apa yang perlu bagi mereka dalam hidupnya. apakah sebenarnya kebutuhan anak-anak.anak-anak harus juga mengenal masyarakat dan harus hidup dalam hubungan sosial dalam masyarakat itu. Guru dapat menentukan kebutuhan itu dengan mempelajari buku-buku tentang pertumbuhan dan kebutuhan anak. Selanjutnya suatu pokok dapat juga diperoleh berhubung dengan suatu peristiwa yang aktual dan penting. Mereka menentukan tujuan- . Dalam fase ini murid menganalisis pokok itu lebih lanjut. Sukar untuk menentukan. sehingga diperoleh beberapa pokok yang meliputi seluruh problema-problema yang dikemukakaan oleh murid-murid. Merencanakannya. Pokok untuk unit dapat juga diperoleh dengan menyuruh anak-anak menuliskan masalah-masalah yang mereka anggap sangat penting baginya. 6. sehingga diperoleh problema-problema yang lebih spesifik. Diusahakan agar semua anak akhirnya menerima baik hasil pilihan kelas itu. Sesuatu yang dibutuhkan oleh seorang anak belum tentu merupakan kebutuhan bagi seluruh kelas. Kemudian pokok-pokok itu disusun menurut kategori-kategori tertentu. Pokok untuk suatu unit mungkin timbul atas anjuran guru kepada muridmurid untuk memilih salah satu dari beberapa pokok yang dianggap penting oleh guru dan juga dipandang murid-murid sebagai sesuatu yang sangat berharga bagi mereka. LANGKAH-LANGKAH DALAM MELAKSANAKAN SUATU UNIT Biasanya suatu unit dilakukan menurut fase-fase yang berikut: a. Kemudian diadakan kriteria-kriteria untuk unit yang dipakai sebagai pegangan agar dapat dilakukan pilihan yang bijaksana. Memilih suatu pokok.

dimana murid-murid memperlihatkan hasil-hasil yang mereka capai selama mengerjakan unit. f. sandiwara. pameran. dann lain-lain. majalah. Setelah diketahui dengan jelas problema yang mereka hadapi dan tujuan tujuan apa yang dapat dicapai dengan unit itu. bila diperlukan untuk memecahkan masalah kelompok masing-masing. Dalam fase ini diselidiki apakah unit itu benar-benar memberi manfaat kepada setiap peserta. panel disscussion. Setelah diperoleh sejumlah topik. yakni puncak unit. Sedapat mungkin setiap murid menerima suatu topik yang sesuai dengan kesanggupan dan minatnya. Mengerjakan unit. Unit itu diakhiri dengan berbagai cara. maka kelompok-kelompok mulai mengumpulkan bahan dari perpustakaan. Menilai unit. e. Selanjutnya murid-murid mengemukakan kekurangan-kekurangan dan kesulitan-kesulitan dalam pelaksanaan unit untuk dipertimbangkan dalam melakukan unit yang lain pada hari kemudian. .tujuan dan faedah apakah yang dapat diberikan oleh unit itu. maka murid-murid dibagi atas kelompok-kelompok. d. apakah mereka betul-betul belajar. Dan unit ini mungkin sekali timbul problema-problema baru yang dapat dijadikan pokok untuk unit-unit baru yang akan dikerjakan oleh anak-anak selanjutnya. penyelidikan atau percobaan-percohaan. Tujuan-tujuan itu tidak hanya berupa pengetahuan yang bertambah. surat kabar. misalnya dengan memberi laporan lisan. atau mencapai meliputi juga segi-segi lain dari pada pribadi anak-anak. Kadang-kadang perlu diadakan wawancara. Apakah tujuan-tujuan semula betul-betul tercapai dalam unit. Menuju unit-unit baru. Setiap kelompok menentukan ketua dan penulis. yakni mengalami perubahan kelakuan berkat unit itu. Mengakhiri unit. Fase ini juga disebut fase kulminasi. c. laporan tertulis.

Ketiga macam kurikulum dapat berjalan berdampingan dan bantu-membantu. lebih jelas menyadari arti ilmu pasti dalam kehidupan sehari-hari.HUBUNGAN ANTAR KETIGA JENIS KURIKULUM Ketiga macam kurikulum itu tak usah dipandang bertentangan yang satu dengan yang lain. Dengan menerima pengajaran unit. Mereka lebih fasih berbicara. Kita dapat memberikan unit dan di samping itu matapelajaran-matapelajaran yang khusus yang tradisional. tidak perlu semua mata pelajaran dihapuskan. malahan sangat menguntungkan mata pelajaran biasa. Jadi pengajaran unit tidak merugikan. sudah sewajarnya mata pelajaran ilmu pasti digunakan untuk memecahkan problema. Bahasa. Gambar panah dalam bagan itu menunjukkan inter-relasi antara jenis-jenis . lebih lancar mengarang laporan. Matematika. Hal ini malahan akan merugikan. lebih sanggup menggunakan pengetahuan dari geografi. IPA. Dalam pada itu tentu sangat menguntungkan apabila untuk mata pelajaran biasa diambil bahan yang berhubungan dengan unit itu. Apabila dalam unit itu timbul soal-soal yang bersifat matematis. sejarah. oleh sebab dalam unit itu murid-murid banyak mendapat halhal yang bertalian dengan berbagai mata pelajaran dalam situasi yang bermakna. dan Kesenian. Yang satu dapat membantu yang lain. Demikianlah setiap matapelajaran dapat mem berikan sumbangannya untuk menyelesaikan suatu unit. Untuk memperlihatkan hubungan antara ketiga jenis kurikulum itu kami berikan bagan berikut. Dalam bagan ini dirangkumkan ketiga jenis organisasi kurikulum itu. Apa yang dikatakan mengenai separate subjects juga berlaku bagi broadfields yakni paduan antara beberapa matapelajaran seperti IPS. Sebaliknya mata pelajaran biasa juga mungkin sekali memperoleh manfaat dari pengajaran unit. Sebaiknya kita masih mengajarkan subjects dan disamping itu memberikan dua atau tiga kali seminggu pelajaran dalam bentuk unit. ilmu hayat secara fungsional. tidak diharapkan seluruh kurikulum diberikan dalam bentuk unit. Pengajaran unit dapat dan perlu pula dibantu oleh subjects. Untuk permulaan.

Kilpatrick dengan brosurnya "The Project Method". perlindungan. Meriam's Laboratory School di University of Missouri. menulis. Mereka mengadakan kegiatan intelektual maupun manual. ACTIVITY CURRICULUM "Activity curriculum" juga disebut "experience curriculum". 1904 dan oleh Ellsworth Colling yang mengadakan percobaan dengan "project curriculum" sebagai penerapan buah pikiran W. Pada bagan ini kita lihat pula bahwa subjects maupun broad-fields dapat membantu pengajaran unit. Broad fields kita lihat sebagai paduan antara beberapa mata pelajaran. tetapi sehaliknya pengajaran unit juga menambah penguasaan anak mengenai subjects ataupun broad-fields. 1918. Pada unit kita lihat kebulatan bahan pelajaran tanpa batas-batas antara macam-macam mata pelajaran. Dalam pada itu mereka belajar merencanakan dan mengadakan percobaan. Melalui kegiatan ini mereka mengenal hubungan manusia yang fundamental dengan dunia seperti kegiatan manusia memperoleh makanan. Dewey anak-anak tidak mempelajari mata pelajaran yang konvensional. atau proyek. .kurikulum itu. dan berhitung timbul karena kebutuhan akibat kegiatan-kegiatan itu. Pelajaran dasar seperti membaca. dan pakaian serta norma-norma hidup. Di sekolah percobaan J. Bentuk kurikulum ini terkenal oleh Laboratory School yang didirikan oleh John Dewey di University of Chicago. Kegiatan mereka berpusat pada pekerjaan memasak. menjahit dan bertukang kayu.H. 1896.

Kegiatan dibagi dalam empat golongan yakni : observasi. listrik. Observasi misalnya meliputi pengamatan kehidupan tanaman.H Kilpatrick. nyanyian. Dasar pikiran activity curriculum adalah sebagai berikut : Orang hanya belajar berkat pengalaman. Permainan terdiri atas permainan dengan alam. atau memecahkan suatu kesulitan.bernyanyi. dan sebagainya. dramatisasi. permainan. tali. atau piano (4) proyek tangan yang bertujuan menyatakan buah pikiran dalam bentuk yang kongkrit seperti menyiapkan minuman. dengan kebutuhan atau minatnya. bila bertalian dengan suatu tujuan yang bermakna bagi individu. mesin. (3) proyek cerita yang bertujuan menikmati cerita dalam berbagai bentuk-lisan. Activity curriculum tidak pernah mendapat popularitas seperti subjects curriculum dan di sekolah menengah tidak pernah mendapat kedudukan yang kokoh. piringan hitam. jadi sebelum buku itu diterbitkan. pabrik dan berbagai pekerjaan. binatang. Bercerita antara lain meliputi membaca. yaitu masalah-masalah yang ditentukan sendiri oleh anak-anak. Belajar hanya terjadi dalam proses interaksi yang aktif. dan sebagainya. kayu. dramatisasi. dan kumpulan social. Kegiatan utama dalam activity curriculum ialah kegiatan yang digunakan dalam metode problem-solving. (2) proyek ekskursi atau karyawisata yang mempelajari masalah-masalah yang berhubungan dengan lingkungan dan kehidupan manusia. benang. Ide itu telah mulai diterapkan oleh E. Meriam berusaha agar sekolah merupakan bagian dan kehidupan masyarakat. Collings pada tahun 1917. menanam buah-buahan. udara dan sebagainya. logam dan sebagainya. Dalam memecahkan masalah itu . " The Project Method". manusia. rafia. bercerita. gambar. Belajar atau perubahan kelakuan hanya terjadi. tekstil. bumi. 1918. langit. air. Pekerjaan tangan menggunakan bahan kertas. Activity curriculum baru mulai diterapkan secara lebih luas setelah buku W. Kegiatan-kegiatan di sekolahnya banyak mirip dengan Meriam yakni (1) proyek mainan yang terdiri atas kegiatan kelompok seperti permainan. dan pekerjaan tangan. Berpikir hanya dapat dikembangakan dengan berpikir untuk memecahkan suatu masalah. tarian rakyat.Di sekolah percobaan Meriam juga tidak diajarkan mata pelajaran yang konvensional.

lapangan bermain dan ruang kelas yang besar serta fleksibel yang memungkinkan berbagai ragam kegiatan. Sebagai kesimpulan kami cantumkan beberapa ciri activity curriculum: . Kegiatan anak didorong oleh motivasi intristik. bersandiwara. Dalam activity curriculum juga menonjol kegiatan lahiriah seperti menggambar. yang mendapat latihan yang mendalam tentang perkembangan anak serta bimbingan dan penyuluhan. Minat anak lebih banyak ditentukan berdasarkan studi. Dalam bentuk yang ekstrem disiplin diserahkan kepada kemampuan anak untuk mengatur diri sendiri dan campur tangan orang dewasa hendaknya dihindarkan. dan menguasai metode pengajaran proyek. Jam pelajaran yang ketat tidak ada. Karena kurikulum ini diutamakan situasi yang riil serta minat yang spontan. pengalaman atau penelitian.diperoleh pengetahuan dari berbagai disiplin dalam bentuk yang terintegrasi. maka tidak dapat diadakan perencanaan terlebih dahulu. membangun. dan sebagainya. Dalam perkembangan kurikulum ini selanjutnya pengalaman langsung dan minat yang spontan lebih-lebih digunakan sebagai bantuan dalam proses belajar dan bukan sebagai pokok untuk menyusun unit. Selanjutnya harus ada alat-alat dan bahan yang diperlukan oleh anak sesuai dengan minatnya. produksi. dan distribusinya transpor dan komunikasi kehidupan orang dahulu kala kehidupan orang di negara lain kehidupan sosial Kurikulum ini memerlukan guru yang mempunyai pendidikan umum yang luas. Juga diperlukan gedung. Yang dianggap menarik minat anak kelas rendah ialah kegiatan-kegiatan yang berkenaan dengan: kehidupan dalam rumah tangga alam sekitar lingkungan masyarakat yang dekat makanan. Rencana timbul dengan berkembangnya minat dan buah pikiran anak.

3. 4. Dengan core curriculum dimaksud bagian dari seluruh program pendidikan yang dianggap penting. Yang dipentingkan bukan hanya hasilnya. apakah disajikan sebagai matapelajaran yang terpisah-pisah. Perencanaan dilakukan bersama oleh murid dan guru. Jadi setiap program pendidikan umum.O. Mereka memandang core curriculum sebagai kurikulum yang mempunyai cara atau metode tertentu dalam penyajiannya. Jadi core curriculum mempunyai arti yang sama dengan pendidikan umum. Akan tetapi di samping itu kurikulum ini juga bermaksud untuk memenuhi kebutuhan siswa. sekalipun berupakan daftar matapelajaran wajib menurut pandangan ini harus dianggap sebagai core curriculum.1. dikorelasikan. Alberty berpendirian bahwa setiap bentuk pendidikan umum dapat dipandang sebagai core curriculum atau kurikulum inti. Kurikulum ini tidak direncanakan lebih dahulu. sekalipun core curriculum itu juga mengenai pendidikan umum. Metode utama yang digunakan ialah metode pemecahan masalah. Menurut B. fundamental dan esensial yang hams diberikan kepada setiap murid agar ia menjadi warganegara yang berharga. memberikan aktivitas yang lebih banyak dalam proses belajar dan mengadakan hubungan yang lebih erat . Core Curriculum. berguna. 2. serta efektif. core program ini merupakan suatu reaksi terhadap kurikulum yang terdiri atas mata pelajaran yang terpisah-pisah untuk memperoleh lebih banyak integrasi dalam pelajaran. Kurikulum ini ditentukan programnya oleh minat dan tujuan anak. Sambil melakukan kegiatan-kegiatan untuk memecahkan suatu masalah anakanak memperoleh berbagai pengetahuan dan keterampilan. akan tetapi tidak setiap program pendidikan umum berbentuk core curriculum. melainkan juga proses untuk memecahkan masalah itu. Rencana itu berkembang sambil menjalankan kegiatan. Smith dkk. ataupun dalam bentuk broad unit atau unifield courses. Jadi dapat dikatakan bahwa setiap core curriculum termasuk pendidikan umum. Atas dasar itu maka H. Namun banyak ahli kurikulum lain yang merasa perlu untuk membedakan 'core' dengan pendidikan umum.

Kurikulum itu mengadakan integrasi dalam bahan pelajaran. Dengan demikian maka diperoleh beberapa macam program untuk core curriculum. Pokokpokok yang dapat dibicarakan antara lain:     Negara kita Negara-negara lain Dunia lama dan dunia barn Masa kolonial Atau dalam bentuk masalah atau pertanyaan:   Bagaimanakah suatu bangsa dapat meningkatkan mutu penghidupan? Bagaimanakah dapat kita hadapi masalah-masalah yang ditimbulkan oleh perkembangan teknologi? (2) Mengambil pokok-pokok dari "Social functions" atau "major areas of living". sering antara IPS dan Bahasa Inggris.antara pelajaran di sekolah dengan kehidupan dalam masyarakat. Maka kurikulum ini mempunyai tujuan yang agak luas yang meliputi ide-ide yang terdapat dalam berbagai bentuk kurikulum lainnya yang menyimpang dari subject curriculum. atau masalah-masalah yang berkenaan dengan kehidupan atau yang bertalian dengan minat dan kebutuhan pemuda. Ini dilakukan dengan menggabungkan atau mengkorelasikan beberapa matapelajaran seperti ilmu pengetahuan sosial dan bahasa. . yakni: (1) paduan heberapa mata pelajaran. Ciri-ciri Core Curriculum. seperti:       Pengawetan sumber alarn Matapencarian Pandangan kita terhadap dunia Mencegah kecelakaan dan penyakit Dunia kita yang kian menciut Pengaruh ilmu pengetahuan dan teknologi terhadap kehidupan kita. Sebagai pokok untuk unit dapat digunakan topik-topik dad social functions. Akan tetapi banyak pula disajikan dalam bentuk broad unit.

seperti juga dikemukakan terhadap tiap bentuk kurikulum yang menyimpang dari bentuk subject curriculum. Kegiatan belajar lebih banyak ragamnya jika dibandingkan dengan subject curriculum. Core curriculum ini mendapat kritik seperti yang diajukan terhadap pengajaran unit pada umumnya. Keberatan-keberatan terhadap core curriculum. karena suatu unit menerobos batas-batas mata pelajaran. Dengan demikian core curriculum mengandung ciri-ciri integrated curriculum. Salah satu keberatan yang paling dirasakan ialah bahwa kurikulum tidak berhasil memberikan pengetahuan yang sistematis. Merencanakan bersama dan kerja kelompok dalam kegiatan belajar banyak dilakukan. Metode mengajar lebih fleksibel. Seperti unit lainnya dalam memecahkan pelajaran dimanfaatkan bahan dari semua mata pelajaran yang diperlukan. Metode yang diutamakan ialah problem solving. Kurikulum inti ini mengadakan hubungan yang lebih erat antara pelajaran dengan kehidupan sehari-hari serta dengan minat dan kebutuhan pemuda.(3) Mengambil pokok dari Masalah-masalah kehidupan seperti :     masalah pekerjaan masalah kewargaan negara masalah kehidupan rumah tangga masalah waktu senggang (4) Memilih topik berhubungan dengan minat murid:    masalah pergaulan masalah hubungan dengan anggota jenis kelamin lain masalah agama dan kepercayaan. Hal ini disebabkan oleh kegagalan menyusun suatu disain . Perbedaan individual diperhatikan dan bimbingan merupakan unsur yang esensial dalam kurikulum inti ini. Murid-murid didorong untuk berpikir kritis dan menggunakan ketrampilan intelektual lainnya menghadapi masalah-masalah yang bermakna bagi mereka.

Itu sebabnya mengajarkan program yang integrated sangat sukar. Sekalipun digunakan team teaching masih belum terjamin tercapainya integrasi bahan pelajaran. Karena guru-guru pada SM pada umumnya mengadakan spesialisasi tertentu. misalnya dua jam pelajaran berturut-turut akan tetapi bahan pelajaran sendiri dalam praktik sering tidak memberikan bahan yang diintegrasikan akan tetapi bahan dari sejumlah mata pelajaran secara terpisah. Kurikulum serupa ini memerlukan guru yang mempunyai pendidikan umum yang luas. urutannya. Kesulitan yang dihadapi dalam penerapan kurikulum ini ialah soal guru yang tidak kompeten. Kesulitan juga timbul karena kurikulum inti ini belum mempunyai buku pedoman yang memuaskan. Kerap kali satu di antaranya yang paling menonjol. Organisasi kurikulum menentukan bahan pelajaran. . Kurikulum ini hanya memberikan kesatuan waktu belajar yang lebih panjang. sedangkan guru-guru SM mengkhususkan studinya pada bidang tertentu. dan cara menyajikannya. Sebelum ini tercapai maka pelaksanaan core curriculum biasanya hanya berbentuk kombinasi beberapa mata pelajaran yang seharusnya harus dipadukan oleh "integrating ideas". maka mereka tidak menguasai cara mengajar secara inter-disipliner. biasanya yang paling dikuasai oleh guru. sehingga masih banyak yang diserahkan kepada pemikiran guru masing-masing. Tentu saja kurikulum yang berbeda dengan subject curriculum akan mengalami kesulitan dalam lanjutannya ke perguruan tinggi yang dalam persyaratan masuk dan kurikulumnya masih berpegang pada kurikulum yang berpusat pada mata pelajaran. jika guru-guru masih berpegang pada disiplin masing-masing.yang menjamin bahan pelajaran yang sistematis. Dan memang pendekatan secara inter-disipliner belum cukup berkembang untuk diterapkan di sekolah. RANGKUMAN 1. Untuk itu diperlukan orientasi barn.

Subject sebenarnya pengalaman umat manusia yang disusun secara logis sistematis. Kekurangankekurangan suatu kurikulum sering ditonjolkan oleh para penentangnya ditinjau dari segi pendirian masing-masing. kedokteran. astronomi. Subject curriculum telah ada sejak zaman Yunani yang dilanjutkan oleh orang Rumawi dalam bentuk trivium (gramatika. atau core curriculum. dan boleh dikatakan hampir tak ada yang memperjuangkannya. karena tidak dapat memberikan pengetahuan yang sistematis yang masih merupakan syarat bagi universitas dan karena guru tidak dipersiapkan untuk itu. namun bentuk kurikulum masih sangat populer di mana-mana di dunia. Sebagai reaksi terhadap apa yang dianggap kekurangan-kekurangan kurikulum ini timbul organisasi kurikulum yang lain seperti correlated curriculum dan integrated curriculum. terutama di Perguruan Tinggi. Pada abad pertengahan timbul mata pelajaran yang vokasional (teologi.2. 3. namun tidak mendapat popularitas yang luas. Bentuk kurikulum yang lebih baru. project curriculum atau experience curriculum. 10. 7. yang juga banyak keuntungannya dan mempunyai ciri-ciri yang dapat mengatasi kelemahan subject curriculum. 4. geometri. dan musik). antara lain. Walaupun subject curriculum banyak dikecam. 6. keduanya dikenal sebagai "the Seven Liberal Arts". Metode yang diutamakan dalam integrated curriculum ialah metode "problem solving" atau metode ilmiah dengan menghadapkan siswa kepada masalah masalah yang bermakna baginya. 9. 8. life curriculum. hukum) dan kini telah terdapat ratusan macam mata pelajaran. Setiap bentuk kurikulum mempunyai kebaikan dan kekurangan. Integrated curriculum dapat berbentuk activity curriculum. 5. retorikam dan logika) dan quadrivium (arithmatika. . Bentuk kurikulum yang lebih "tua" dari yang lain ialah subject curriculum yang berpusat pada mata pelajaran yang tersendiri-sendiri. termasuk yang dianggap non-akademis.

Sebutkan. Pilih suatu topik dan coba kembangkan menjadi suatu resource unit. walaupun tidak setiap bentuk pendidikan umum dapat diterima sebagai core curriculum. 3. melainkan memanfaatkannya secara fungsional dalam pemecahan masalah. Menjalankan integrated curriculum tidak berarti menyampingkan subject sama sekali. Ada mengatakan bahwa trivium mirip dengan jurusan Sosial. 13.11. Bagaimanakah langkah-langkah menjalankan suatu broad unit atau pengajaran unit? 9. Subject curriculum dapat mengatasi kelemahannya dengan memanfaatkan kebaikan-kebaikan bentuk kurikulum lainnya. 12. Apakah beda subject curriculum dengan integrated curriculum? 2. sedangkan quadrivium dengan Pasti-Alam. Hingga manakah ada persamaan antara tujuan pendidikan me nurut Herbert Spencer dengan "social functions"? . Core curriculum lebih mirip kepada kurikulum yang mengusahakan integrasi serta menyesuaikan bahan pelajaran dengan kebutuhan murid atau masyarakat. Sebutkan kekurangan-kekurangan subject curriculum. Banyak timbul reaksi terhadap subject curriculum karena kelemahankelemahannya. Core curriculum selalu mengenai pendidikan umum. 12. 11. Apakah beda subject dan subject matter? Adakah subject matter pada integrated curriculum? 5. sekalipun banyak mengandung kebaikan? 8. 4. Apa dimaksud dengan "social functions" atau pusat-pusat kegiatan manusia? Sebutkan social functions itu. Bagaimana pendapat saudara? 6. Apa dimaksud dengan "persistent life situations". sekalipun banyak dikecam? 7. Budaya. Apa sebab subject curriculum tetap bertahan dan terus populer. PERTANYAAN DAN TUGAS 1. Apakah prinsip-prinsip integrated curriculum? Apa sebab kurikulum ini tidak meluas. Dapatkah saudara menerima semua kecaman itu? Tinjau kecaman itu secara kritis. 10.

14. Sebutkan beberapa tokoh memelopori activity. Apa sebab pendapat H. Apakah kekurangan-kekurangan correlated curriculum? Bagaimana saran saudara untuk mengatasinya 15. Adakah diskusi antara orang yang menyetujui subject curriculum dengan orang yang pro integrated curriculum. Collings). Adakah persamaan antara core curriculum dan activity curriculum? 19. Jelaskan prinsip-prinsip yang mendasarinya. curriculum atau experience curriculum. Alberty tentang core curriculum tidak dapat diterima pihak tertentu? 18. 20. 16. Meriam's Laboratory School. Sebutkan ciri-cirinya.13. Apakah persamaan dan perbedaan antara Kurikulum Laboratory School (Dewey). Correlated curriculum menjadi lebih populer dan juga telah menjadi kenyataan dalam Kurikulum SD dan SM 1975. 17. Bagaimanakah saudara dapat memanfaatkan bentuk kurikulum yang integrated untuk memperbaiki subject curriculum? . dan proyek (E. Apakah dimaksud dengan core curriculum.

Sebabnya ialah: 1) bahan pelajaran cepat bertambah luas karena eksplosi ilmu pengetahun. Sering mata pelajaran baru ditambahkan sedangkan mata pelajaran lama bercokol terus. Di samping itu waktu belajar terbatas. nilai-nilai. 3) Mata pelajaran yang tradisional tidak lagi memadai. Mata pelajaran yang sebenarnya telah usang dipertahankan karena "vested interest" golongan-golongan tertentu. 2) belum ada kriteria yang pasti tentang bahan apa yang perlu diajarkan. Maka perlulah diadakan pilihan tentang apa yang perlu diajarkan. memahami dunia internasional dan sebagainya yang dianggap perlu dimasukkan dalam kurikulum.BAB 8 MENENTUKAN SCOPE DAN SEQUENCE DALAM PEMBINAAN KURIKULUM PELAJARAN Menentukan scope. Spesialisasi dalam pendidikan makin meluas dan tiap spesialisasi memerlukan bahan pelajaran tambahan. sehingga beban belajar bagi anak bertambah berat. Timbul pula tujuan-tujuan yang baru seperti berpikir kritis dan kreatif. yakni apa yang harus diajarkan merupakan suatu masalah yang makin lama makin bertambah sulit. Demikian pula penambahan mata pelajaran sering terjadi oleh tekanan golongan tertentu. BAHAN PELAJARAN Bahan pelajaran atau subject matter terdiri atas pengetahuan. demikian pula kemampuan anak untuk menguasai bahan pelajaran. Tak ada lagi manusia yang mungkin menguasai seluruh pengetahuan yang ada sekarang. bukan atas pertimbangan rasional yang obyektif. Menambah mata pelajaran dalam masa belajar yang sama sering berarti makin dangkalnya pengetahuan anak tentang aneka ragam bidang. Juga belum ada cara tentang mengorganisasi kurikulum yang dapat diterima ole h semua. dan ketrampilan. Sawah bukan bahan pelajaran akan tetapi yang menjadi bahan . memahami lingkungan sosial.

konsep. kecelakaan lalu-lintas. Setelah anak mencapai tingkat perkembangan tertentu. Kurikulum serupa ini dikatakan mempunyai organisasi yang logis. Karena ilmu itu digunakan secara bermakna. Bahan pelajaran disajikan dalam urutan yang logis. bahwa organisasi yang psikologis tidak dengan sendirinya bersifat tak-logis. karena memperhitungkan minat dan tingkat perkembangan jiwa anak. Pengetahuan manusia disusun oleh para ahli dalam sejumlah kategori yang disebut disiplin ilmu. fisika. data. Kurikulum yang logis ini sering tidak ada kaitannya dengan pengalaman anak dalam hidupnya. akan tetapi juga cara berpikir atau disiplin berpikir tertentu. matematika. maka mereka dapat mempelajari disiplin ilmu itu sebagai mata pelajaran. . kemudian bersel banyak dan selanjutnya meningkat kepada binatang yang berangsur-angsur lebih kompleks strukturnya. yakni cara mengajukan pertanyaan dalam mengadakan penelitian untuk menghasilkan pengetehuan baru. misalnya bila dibicarakan masalah yang nyata seperti soal kesehatan. Kurikulum yang dianggap lebih bermakna ialah bila bahan pelajaran dihubungkan atau didasarkan atas pengalaman anak dalam kehidupannya seharihari. biologi. misalnya dalam biologi dimulai dengan binatang yang bersel satu. sistematis sehingga menjadi suatu sistem yang bulat.pelajaran ialah pengetahuan tentang sawah itu. sehingga apa yang dipelajari anak sering hanya hafalan kata-kata tanpa makna dan karena itu tidak memperkaya pribadinya. Organisasi bahan serupa ini disebut psikologis. geografi. dan prinsip. dan sebagainya. Misalnya cara berpikir matematis berbeda dengan cara berpikir historis atau ekonomis. Bahan pelajaran adalah sebagian dari kebudayaan. Penyusunan ini dilakukan secara rasional. dan sebagainya. logis. Topik ini dapat diajarkan dengan menggunakan bahan dari berbagai disiplin ilmu seperti biologi. sejarah dan sebagainya. Disiplin ilmu banyak digunakan sebagai dasar penyusunan kurikulum yang berbentuk mata pelajaran seperti fisika. Dalam hal ini pengetahuan dan disiplin ilmu itu dipakai secara fungsional untuk memahami suatu masalah. kimia. Tiap disiplin mempunyai bahan atau isi tertentu berupa fakta. lebih banyak harapan bahan itu akan dipaham i dan diingat. Perlu dikemukakan.

dapat bertukar pikiran dengan "the worldwide community of civilized human beings". menulis dan berhitung. yakni hal-hal yang hams dimiliki oleh semua warga negara. yang sudah dapat dilakukan pada tingkat SD. proses penemuan. norma-norma dalam kelakuan yang baik. misalnya yang mengenai pemerintahan. Pengetahuan umum juga diartikan sebagai pendidikan yang luas. Dalam menyusun kurikulum harus pula dipertimbangkan soal luas dan kedalaman bahan mata pelajaran. Selanjutnya masih ada mata pelajaran yang diwajibkan bagi semua siswa seperti bahasa nasional. yaitu . melainkan juga prosesnya. Bahan pelajaran yang dituangkan dalam sejumlah besar mata pelajaran demikian banyaknya sehingga tak mungkin seseorang dapat mempelajari keseluruhannya selama hidupnya. sejarah nasional. yang memberitahukan pengetahuan yang banyak tentang segala macam hal. Ada bahan pelajaran yang umum. dan sebagainya. sehingga ia dapat berkomunikasi dengan manusia di mana saja di dunia. dapat pula memberi pendalaman dalam bidang studi tertentu. Anak-anak harus dengan sengaja diajarkan proses berpikir kritis. Ada mata pelajaran yang dianggap perlu dipelajari oleh semua warga negara seperti membaca.Yang dijadikan bahan kurikulum bukan hanya isi disiplin ilmu berupa pengetahuan. Biasanya makin luas bahan pelajaran makin kurang mendalam pengetahuan yang diperoleh dalam jangka waktu yang sama. dan lain-lain. Mata pelajaran ini termasuk pendidikan umum. dan sebagainya. Tujuannya ialah agar semua warga negara mempunyai dasar pemikiran yang sama untuk menjamin keutuhan negara. pendidikan kewarganegaraan. Selain pendidikan yang bersifat umum kurikulum juga menyediakan pelajaran yang membarikan pendidikan khusus yang tidak diharuskan bagi semua pelajar akan tetapi hanya diikuti siswa yang memilihnya. Ada pula bahan pelajaran yang khusus. proses pemecahan masalah. Pendidikan khusus ini dapat misalnya mengenai pendidikan kejuruan atau vokasional. Aspek proses ini masih kurang mendapat perhatian. Menyusun kurikulum untuk pendidikan umum serupa ini jauh lebih sulit karena sukarnya mengadakan pilihan dari bahan yang terhingga banyaknya.

Untuk tujuan-tujuan yang khusus lebih mudah ditentukan bahan pelajarannya dan dapat segera dinilai keserasiannya. Bahan pelajaran dipilih karena dianggap berharga sebagai wa risan generasi yang lampau. estetika. Namun belum tentu apa yang berguna pada masa yang lampau masih berguna pada zaman sekarang atau untuk masa mendatang. Untuk tujuan-tujuan yang umum keadaannya lebih sukar. dan nilai-nilai. apalagi yang mengenai kepribadian seseorang. secara ilmiah. Kriteria itu ialah : 1. 2. . misalnya bersipat vokasional. moral. KRITERIA PENENTUAN BAHAN PELAJARAN Ada sejumlah kriteria yang digunakan untuk memilih bahan pelajaran. Banyak di antaranya yang sangat bernilai.diperlukan untuk kepentingan tertentu. dipilih dari persediaan yang sangat luas yang dapat disajikan kepada anak-anak untuk dipelajari. Setelah itu baru ditentukan bahan pelajaran yang dianggap paling serasi untuk mencapai tujuan-tujuan itu. Karena perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang menimbulkan perubahan yang cepat dalam segala aspek hidup sehingga pengetahuan. yang umum sampai yang khusus. sedangkan apa yang dapat dipelajari dalam jangka waktu tertentu yang sangat terbatas. Dapat pula bahan pelajaran itu dibagi dalam bagian yang deskriptif. yang hanya diperlukan oleh orang-orang tertentu. Subject matter atau bahan mata pelajaran. Maka perlulah diadakan kriteria agar memilih bahan itu dapat dilakukan secara lebih rasional. Pilihan itu harus dilakukan karena luasnya bahan yang ada. Bahan pelajaran harus dipilih berdasarkan tujuan yang hendak dicapai. Salah satu fungsi pendidikan ialah menyampaikan kebudayaan bangsa kepada generasi muda. norma-norma. Kesulitannya ialah bahwa setiap kriterium mempunyai kelemahannya. yaitu bertalian dengan norma-norma. peraturan. yakni yang mengenai fakta-fakta dan prinsip-prinsip. dan yang normatif. Lagi pula belum ada alai yang dapat mengukur hasil-hasil pendidikan. dan keterampilan masa lalu harus senantiasa disesuaikan dengan keadaan baru agar jangan menjadi usang. Setiap penyusunaan kurikulum dimulai dengan merumuskan tujuan.

maka kebutuhan dan sifat perkembangan anak kurang mendapat perhatian utama. Usaha-usaha perubahan dan pembaharuan kurikulum ke arah penyesuaiannya dengan kebutuhan anak pemuda sering mengalami kesulitan atau kegagalan. sedangkan keadaan senantiasa berubah. bahwa sekolah yang didirikan oleh masyarakat. Mengharuskan anak-anak meniru perbuatan generasi tua. Jadi pendidikan harus relevan dengan kebutuhaan masyarakat. karena yang dipakai sebagai ukuran kelakuan orang dewasa. berarti mempertahankan keadaan sekarang. Lagi pula.3. Bahan pelajaran dipilih karena dianggap berharga bagi manusia dalam hidupnya. yang paling berguna bagi manusia dalam kehidupannya sehari-hari? Dasar pikiran di sini ialah. bahwa apa yang baik dilakukan untuk zaman sekarang belum tentu baik pula untuk masa depan. Penguasaan disiplin diperlukan sebagai prasyarat untuk melanjutkan pelajaran sampai perguruan tinggi.SM merupakan perguruan tinggi dalam embrio. Franklin Bobhitt menganalisis kegiatan-kegiatan orang dewasa dalam masyarakat dengan maksud agar kegiatan-kegiatan itulah diajarkan kepada anak-anak agar menjadi warga masyarakat yang serasi. agar anak itu memasuki perguruan tinggi maka pengaruh perguruan tinggi terhadap SM bahkan SD sangat besar. karena dianggap kurang sesuai dengan syarat-syarat masuk ke perguruan tinggi. Kurikulum yang terlampau mementingkan bahan pelajaran disiplin tertentu dianggap kurang memenuhi kebutuhan pemuda dan kurang memperhatikan kebutuhan sosial dalam masyarakat modern yang dinamis. . harus memberikan pendidikan dalam bidang-bidang yang diperlukan oleh anak-anak dalam kehidupan mereka dalam masyarakat. Akhirnya apa yang dilakukan orang dewasa belum tentu sesuai dengan apa yang seharusnya mereka lakukan. Herbert Spencer pada tahun 1859 mengajukan pertanyaan: '"What knowledge is of most worth". Pengetahuan apa yang paling besar manfaatnya. Keberatan yang diajukan terhadap pendirian itu ialah. Bahan pelajaran dipilih karena berguna untuk menguasai suatu disiplin. Ada yang mengatakan bahwa pada hakikatnya perguruan tinggi menguasai seluruh sistem pendidikan dan SD . Karena kebanyakan anak demikian pula orang tua mengharapkan. 4.

Tujuan pendidikan merupakan pengetahuan dapat dicapai dengan menentukan bahan pelajaran. Bahan pelajaran dipilih karena sesuai dengan kebutuhan dan minat anak. dan sebagainya. akan tetapi keterampilan mental seperti berpikir kritis. yang tidak dengan sendirinya dirasakannya sebagai kebutuhan. Di lain pihak. sejarah. Seperti telah pernah kami kemukakan dengan kebutuhan anak dapat dimaksud (a) kebutuhan menurut tafsiran. apa yang benar-benar dirasakan perlu. tetapi tidak mengembangkan kesanggupan mental itu. daripada berusaha meliputi sejumlah bahan yang luas yang hanya dihafal secara mendangkal.5. Dalam memilih bahan pelajaran perlu kita perhatikan pendapat Hilda Taba yakni bahwa untuk mencapai suatu tujuan pendidikan kita tidak cukup hanya memperhatikan isi atau bahan pelajaran akan tetapi juga proses pelajaran atau pengalaman belajar. Lagi pula banyak hal-hal yang penting sekali bagi anak. sehingga perlu dipilih berdasarkan antara lain kepentingannya ditinjau dan segi sosial. orang dewasa. membaca. Ketrampilan mental itu dapat ditransfer dalam situasi-situasi lain yang memerlukan ketrampilan berpikir kritis dan kreatif untuk memecahkan masalah-masalah dengan menggunakan metode penemuan (discovery). atau (b) kebutuhan berdasarkan perkembangan anak. misalnya bahwa setiap anak harus belajar menulis. sehingga meliputi hal-hal yang semula tidak menarik minatnya. Karena itu lebih baik pelajaran dipusatkan pada sejumlah pokok yang terbatas yang dapat mengembangkan keterampilan mental. Juga dianjurkannya ialah agar bahan pelajaran hendaknya fundamental yang dapat mengembangkan kesanggupan berpikir secara konsepsional. Memperturutkan salah satu di antaranya rnembawa kepincangan. maka kita menyalahi prinsip-prinsip proses belajar. Apa yang dibutuhkan oleh anak menurut pendapatnya tidak selalu baik. . demikian pula sikap dan norma-norma hanya dapat dipelajari melalui pengalaman-pengalaman untuk menerapkannya. Tentu saja kebutuhan dan minat anak dapat diperluas. Ia berpendirian bahwa bahan pelajaran tidak boleh dipisahkan dari pengalaman belajar. bila kebutuhan dan minat anak diabaikan.

Dalam kenyataan hal ini tidak mudah melakukannya. sekalipun kedua pendirian itu dapat dipertemukan hingga batas-batas tertentu. oleh sebab manusia senantiasa berpijak pada dasar-dasar tertentu. masyarakat. Mereka yang mengutamakan fungsi sosial sekolah mengambil aspek-aspek kehidupan sosial sebagai dasar untuk menentukan bahan pelajaran. Penganut aliran "progresif ' akan menentukan bahan pelajaran terutama berdasarkan minat anak atau pemuda. Bahan pelajaran akan berbeda pula bila yang diutamakan ialah perkembangan mental atau intelek. Jika mereka berpendirian bahwa sekolah harus menyampaikan kebudayaan masa lampau yang diwariskan oleh nenek moyang. maka bahan yang penting ialah kegiatan -kegiatan yang dilakukan orang dewasa dalam kehidupannya. yaitu faktor anak. maupun disiplin ilmu pengetahuan. atau pembangunan masyarakat barn. Jadi serasi tidaknya bahan pelajaran bergantung pada tujuan yang ingin dicapai. Mereka yang mengutamakan subject curriculum akan mementingkan bahan yang terkandung dalam disiplin. 1. Mereka yang yakin pada kebaikan "activity curriculum" tentu akan bertolak dari prinsip-prinsip yang berbeda dengan penganut "subject curriculum". .Dalam penentuan bahan pelajaran para penyusun kurikulum dipengaruhi oleh aliran yang dianutnya. Prosedur menerima otoritas para ahli. Di bawah ini kami berikan beberapa prosedur yang diikuti dalam penentuan bahan pelajaran. Seperti telah pernah kami utarakan. Jika mereka menganggap. agar dapat menyesuaikan diri dengan kehidupan dalam masyarakat. setiap pendirian yang ekstrim mempunyai kelemahan. Prosedur penentuan bahan pelajaran. PROSEDUR MENENTUKAN BAHAN PELAJARAN Berbagai cara dapat diikuti untuk menentukan bahan pelajaran. Cara yang dipilih banyak bergantung pada nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh mereka yang menentukan kurikulum. bahwa sekolah harus mempersiapkan anak. maka mereka akan mencari unsur-unsur dari kebudayaan itu yang dianggap penting bagi perkembangan anak-anak. Dalam pembinaan kurikulum hendaknya kita perhatikan semua faktor yang turut mempengaruhinya.

dan keahlian. yang dianggap mempunyai otoritas. Prosedur eksperimental. Kemudian diadakan diskusi untuk merumuskan dengan jelas tujuan-tujuan pendidikan itu. 2. Suing para penyusun kurikulum itu dipengaruhi oleh tradisi. prasangka atau keinginan pribadi. Bahan pelajaran dapat ditentukan secara eksperimental dengan mengadakan penelitian hingga manakah bahan itu memang serasi untuk mencapai sasarannya. Lebih dahulu dirumuskan tujuan pendidikan agar dapat ditentukan bahan pelajaran yang kirangnya paling serasi untuk mencapainya. agar keilmiahannya dapat dipertahankan. Dalam praktik sering yang menentukan bahan pelajaran ialah pengarang buku pelajaran. karena tidak ada jaminan apakah dan hinggga manakah bahan itu sungguh-sungguh membawa anak kepada tujuan itu. dapat juga berdasarkan studi tentang sosiologi. Untuk menjamin mutu buku itu. Misalnya dapat diselidiki cerita-cerita apakah yang paling disukai anak-anak pada usia tertentu. sejarah dan sebagainya. Tujuan pendidikan dapat diselidiki berdasarkan undang-undang dan dokumen-dokumen resmi. perbendaharaan kata anak. psikologi belajar. Ada kalanya buku pelajaran disusun oleh panitia penulisan buku. Ini memberikan rasa tenteram kepada guru karena ia tak perlu lagi mencari-cari. jadi telah jelas apa yang hams diajarkan dan bagaimana urutannya. hasil penelitian tentang perkembangan anak. Tentu saja pengarang itu menggunakan berbagai sumber dalam penulisan itu. Biasanya metode ini digunakan untuk menyelidiki keserasian bahan yang khusus untuk tujuan yang spesifik. agar dapat dikuasai faktor-faktor yang mempengaruhi. Prosedur ini banyak diikuti. Buku ini dapat disebarluaskan secara nasional. sering diikutsertkan para ahli dalam cahang ilmu pengetahuan tertentu dan ahli pendidikan. hasil-hasil lokakarya atau konferensi.Bahan pelajaran ditentukan berdasarkan pendapat seseorang atau suatu kelompok. Buku pelajaran mempunyai scope dan sequence tertentu. politik. dan sebagainya. Ia akan mempelajari kurikulum yang diakui. Kalau percobaan ini . Menentukan bahan pelajaran yang serasi berhubung dengan tujuan itu tidak mudah. kemampuan. Akan tetapi prosedur ini juga tidak membangkitkan kreativitas guru. karena banyak keuntungannya. metode mengajar.

Untuk tujuan-tujuan yang lebih umum. 4. Prosedur konsensus. daripada hanya bergantung pada pendapat guru atau pengarang. Prosedur ilmiah atau analitis.dilakukan pada sejumlah besar anak. Analisis ini akan menghasilkan daftar sejumlah kegiatan yang dapat disusun menurut pentingnyaa dan frekuensinya. maka ada pegangan yang lebih kokoh dalam pemilihan cerita yang sesuai dengan keinginan anak. sehingga identitas keseluruhan lenyap. guru penerbang. antara lain mengadakan wawancara tentang segala macam tugas seorang pekerja. metode ini kurang sesuai. Dapat dianalisis kegiatan manusia dewasa dalam kehidupannya sehari-hari seperti yang dilakukan oleh Franklin Bobbitt. Juga perlu dipikirkan. dapat pula dianalisis berbagai jabatan. karena misalnya selera anak terhadap cerita-cerita tertentu dapat berubah karena perkembangan zaman. 3. termasuk pribadi guru dan pengalaman anak. Namun metode analisis ini sangat berfaedah untuk menentukan bahan pelajaran bagi tugas dan jabatan yang jelas dan terbatas unsur-unsurnya. pengetahuan dan kompetensi-kompetensi yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan itu dengan baik. Cara keempat ialah memperoleh konsensus dengan meminta pendapat orang-orang yang dianggap berwewenang. sikap. melakukan pekerjaan itu sendiri. antara lain ahli-ahli dalam bidang studi . misalnya jabatan jururawat. hingga manakah hasil penelitian sekarang berlaku untuk masa datang. sekretaresse. atau mengobservasi pekerja melakukan tugasnya. Analisis memecahkan keseluruhan tugas dalam kegiatan-kegiatan yang lebih terinci. karena sulitnya menguasai semua faktor. dapat pula ditentukan bahan pelajaran yang serasi untuk itu. Dengan mengetahui kegiatan. ketrampilan. Analisis pekerjaan atau kegiatan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Yang dianalisis ialah keadaan sekarang yang tidak menunjukkan keadaan seharusnya. Bahan pelajaran dapat ditentukan dengan menganalisis situasi-situasi di mana bahan pelajaran itu diperlukan. dan sebagainya seperti yang mula-mula dilakukan oleh Charters.

(a) Prosedur fungsi-fungsi sosial. keinginan pribadi atau faktor-faktor subyektif lainnya. dan sebagainya adalah pokokpokok sebagai pegangan untuk menentukan kegiatan-kegiatan belajar. Metode ini mudah dilaksanakan. dan suber alam. Kurikulum ini mengutamakan aspek sosial dan tidak begitu me nonjolkan soal kebutuhan dan minat pelajar. milik. dan sebagainya. namun konsensus berdasarkan tabulasi dan suara terbanyak belum menjamin keserasian bahan pelajaran. Fungsi-fungsi sosial itu seperti: perlindungan dan pengawetan hidup. Sesudah ditabulasi tidak lagi diadakan diskusi antara mereka yang mengisi daftar pertanyaan itu dan interpretasinya terserah pada para pengolahnya. sekalipun tidak mengabaikannya. Ada pula kemungkinan bahwa pendapat orang yang ditanyai itu dipengaruhi oleh prasangka. Prosedur-prosedur lain yakni (a) social functions procedure. perusahaan. menentukan bahan pelajaran menurut prinsip-prinsip utama yang mendasari kurikulum itu. (b) persistent life situation procedure dan (c) adolescent needs or problems procedure. agar pelajaran itu sesuai dengan keadaan setempat. komonikasi dan transpor. Prosedur-prosedur lainnya. 5. Dengan mempelajari pusat-pusat kegiatan manusia ini anak-anak diharapkan mengenal kehidupan dan masalah-masalah masyarakat dewasa ini. tokoh-tokoh masyarakat. tradisi.tertentu. . produksi. Program ini fleksibel dan mungkin sekali mengalami perubahan dari tahun ke tahun apalagi karena dalam pelaksanaannya diadakan perencanaan bersama dengan murid seperti lazimnya dilakukan dalam pengajaran broad unit. konsumsi. Pendapat-pendapat itu dapat dikumpulkan dengan daftar pertanyaan yang kemudian ditabulasi dan diinterpretasi. Seperti telah dibicarakan sebelumnya dengan "social functions" atau "major areas of living": dimaksud pusat-pusat kegiatan manusia dalam masyarakat. Pokokpokok ini sangat umum dan masih perlu diuraikan lebih lanjut oleh para pendidik secara lokal.

Prosedur ini diterapkan dalam "the Eight Year Study" (1932-40) yang mengadakan percobaan dengan kurikulum ini di 30 sekolah menengah di Amerika Serikat. Masalah-masalah pokok yang dihadapi itu "persistent" yakni senantiasa pada hakikatnya sama. Prosedur ini memperhatikan kebutuhan. akan tetapi situasinya berbeda-beda dan berubah-ubah. dulu. Ada kemungkinan pengetahuan murid tentang berbagai subject atau mata pelajaran bahkan lebih luas lagi daripada yang diperoleh melalui kurikulum yang subjectcentered hanya tidak dalam susunan logis sistematis yang lazim. namun para pendidik masih harus mengadakan perencanaan yang lebih terperinci dan kongkret untuk dilaksanakan dalam kelas. Tentu saja kurikulum serupa ini fleksibel dan bahan pelajaran harus disesuaikan setiap kali dengan perubahan perubahan yang terjadi di dunia maupun setempat. Oleh sebab kebutuhan atau masalah itu selalu timbul dalam lingkungan masyarakat tempat mereka hidup maka dengan sendirinya masalahmasalah masyarakat juga mendapat perhatian. sejauh bahan itu diperlukan untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Jadi cara menentukan scope atau ruang lingkup pelajaran banyak persamaannya dengan prosedur fungsi-fungsi sosial. . (c) Prosedur kebutuhan atau masalah pemuda. Prosedur ini bertitik tolak dan kebutuhan pemuda atau masalah-masalah yang mereka hadapi. Seperti halnya dengan kurikulum fungsi-fungsi sosial kurikulum ini pun dapat memanfaatkan bahan dari berbagai disiplin atau mata pelajaran. masalah.(b) Prosedur "persisten life situations". Stratemeyer cs menganalisis situasi-situasi itu sejauh mungkin. Dengan mengikuti kurikulum ini murid-murid dipersiapkan untuk menghadapi masalahmasalah itu dalam hidupnya di masyarakat. Percobaan ini merupakan suatu sukses. Waktu itu ide ini sangat progresif. akan tetapi karena pecahnya Perang Dunia II hasilnya tidak mendanqt cambutan selayaknya. sekarang maupun di masa mendatang di mana saja di dunia ini. dan minat anak dan pemuda menurut taraf perkembangan dalam dunia yang kompleks dan dinamis ini.

pada berbagai tingkat perkembangan anak guna mencapai tujuan-tujuan pendidikan. Dan seperti halnya dengan prosedur fungsi-fungsi sosial dan "persistent life situation" guru-guru setempat harus lagi merencanakan bersama. Ross Mooney mengumpulkan 132 masalah pemuda yang digolongkannya dalam 11 bidang. dan sebagainya. (9) Masa depan: Pekerjaan dan pendidikan. mengembangkan. (3) Kegiatan sosial dan rekreasi. (4) Berpacaran. daftar buku. dan menilai suatu unit. Perubahan senantiasa ada dari tahun ke tahun seperti halnya dengan kurikulum yang fleksibel lainnya yang berusaha menyesuaikannya dengan tuntutan murid dan masyarakat. dan alat-alat pengajaran serta cara-cara mengevaluasi unit itu. seks dan perkawinan. diadakan questionnaires. yakni: (1) Kesehatan dan perkembangan jasmani. (11) Kurikulum dan pengajaran. juga dengan orang tua. sering dengan murid. masalah-masalah. kondisi hidup dan pekerjaan. resource unit. . Di samping klasifikasi Ross Mooney ini ada lagi cara penggolongan lain. (2) Keuangan. yaitu ruang lingkup atau luas bahan pelajaran. Ini bergantung pada bahan yang diterima dari orang-orang yang diminta pendapatnya dan cara menggolongkannya. (8) Rumah tangga dan keluarga.Untuk menentukan bahan pelajaran diselidiki buku-buku psikologi. Resource unit ini merupakan suatu sumber yang dapat membantu guru untuk merencanakan. berbagai-bagai saran tentang kegiatan-kegiatan mengajar-belajar. pokok-pokok. (10) Penyesuaian dengan pelajaran sekolah. (5) Hubungan sosial-psikologis (6) Hubungan pribadi-psikologis. checklist. Untuk membantu guru-guru dalam perencanaan broad unit maka dapat disusun suatu. Setiap bidang dapat lagi diuraikan lebih lanjut. jenis dan bentuk pengalaman-pengalaman belajar. ruang lingkup bahan pelajaran berupa konsep-konsep. untuk menyesuaikan kurikulum itu dengan kebutuhan dan masalah pemuda di sekolah itu. observasi dan sebagainya. Resource unit menguraikan secara komprehensif dan sistematis tujuan. (7) Moral dan agama. MENENTUKAN SEQUENCE DALAM KURIKULUM "Scope" mengenai apa yang akan diajarkan.

Itu sebab mereka disuruh menghafal. Ilmu alam atau fisika. ilmu alam baru diajarkan di kelas V. Juga J. sedangkan pecahan baru boleh dibicarakan di kelas III. Scope dan sequence erat hubungannya dalam penyusunan kurikulum. Bruner mengatakan bahwa prinsip-prinsip tiap mata pelajaran dapat diajarkan kepada setiap orang pada setiap usaha dalam suatu bentuk tertentu oleh sebab ide-ide pokok yang mendasari setiap ilmu sebenarnya sederhana. Matematika modern yang diajarkan di kelas I SD sudah memberikan aljabar dan ilmu ukur. membicarakannya sebelumnya dianggap melanggar peraturan dan dirasa terlampau sulit bagi anak karena tidak sesuai dengan perkembangan dan kemampuannya. Sering ini diartikan sebagai kapan pengalaman belajar atau bahan pelajaran itu harus diberikan. Aljabar dan ilmu ukur baru boleh diajarkan di kelas I SMA. Sering ini dilakukan berdasarkan tradisi. Urutan itu rupanya tidak seketat yang diduga dan mengalami perubahan total akhir-akhir ini.20 di kelas SD. Dahulu orang menyangka bahwa anak-anak belum dapat berpikir logis. oleh sebab tiap bahan harus diberikan pada waktu yang setepat-tepatnya. 1. Pada zaman sebelum perang dunia II dirasakan sudah tepat mengajarkan hitungan dari 1 . Berpikir dengan konsep-konsep dianggap baru dapat dilakukan pada usia yang lebih lanjut yaitu pada tingkat sekolah lanjutan. Piaget anak umur . Ilmu Bumi dunia diberikan di kelas VI.100 di kelas II. bahkan tidak ada keberatan untuk mengajarkan di Taman Kanak-kanak. atau disempitkan menjadi di kelas berapa bahan pelajaran tertentu harus diajarkan. J. kini dalam bentuk ilmu pengetahuan alam sudah diberikan sejak kelas I SD. Piaget membuktikan bahwa anak-anak lebih cepat dapat berpikir secara formal daripada yang diduga semula. padahal matematika dianggap suatu disiplin yang tersusun paling logis dan sistematis mengenai urutannya. Akan tetapi waktu yang tepat itu tidak selalu mudah ditentukan. Ilmu Bumi dimulai di kelas III. Pembanian pendidikan dapat mengubah kebiasaan lama dan masalah urutan atau sequence turut mengalami perubahan. Menurut J.Dengan "sequence" (baca: si-kuens) dimaksud urutan pengalaman belajar itu diberikan.

Untuk itu perlu diselidiki tingkat pengetahuan dan kemampuan anak agar dapat ditentukan bahan yang sesuai. Dalam penentuan urutan bahan pelajaran dapat diikuti dua macam pendekatan. Ternyata bahwa bahan disiplin dapat disusun dengan berbagai cara. Jadi dalam pendekatan ini yang dipentingkan ialah bahan pelajaran dan anak haru s menyesuaikan diri dengan bahan pelajaran untuk kelasnya. Pendekatan kedua ialah menyesuaikan bahan pelajaran dengan taraf perkembangan anak. Kemudian diusahakan dengan berbagai cara agar anak dapat mencernakan bahan pelajaran itu. . Diselidiki kesulitan-kesulitan yang dihadapi anak. diciptakan alat-alat peraga dan diterapkan metode mengajar-belajar yang serasi untuk membantu anak mempelajari bahan pelajaran itu. Dengan demikian urutan bahan pelajaran tidak semantap yang diduga semula. dalam segala ciri-ciri yang dapat diukur. Dianggap bahwa bahan pelajaran mempunyai struktur tertentu yang harus diikuti untuk mempelajarinya. jadi dapat dikembangkan dengan bahan pelajaran yang sesuai. Struktur disiplin itulah yang menentukan urutan bahan pelajaran dan demikian pula langkah-langkah dalam proses belajar.tujuh tahun sudah dapat berpikir formal dan logis. Tidak mengembangkan kemampuan berpikir ini akan berarti merugikan anak. Pendapat Bruner dan Piaget yang makin banyak diakui oleh para pendidik dan pembina kurikulum tak dapat tiada akan mempengaruhi sequence atau urutan bahan pelajaran. Beberapa kesulitan yang dihadapi ialah bahwa kemampuan anak-anak sangat berbeda walaupun usia mereka sama. Faktor-faktor dalam penempatan bahan pelajaran. Yang pertama ialah lebih dahulu menentukan bahan pelajaran untuk kelas-kelas tertentu. Dua pendekatan. jadi mempunyai tidak hanya satu macam struktur.

namun dalam penyusunan kurikulum tak dapat tiada harus kita putuskan kapan sesuatu harus diajarkan. Karena itu diusahakan adanya kontinuitas dalam bahan pelajaran. Makin banyak unsur yang terlibat dalam suatu masalah. makin kompleks problema itu makin tinggi taraf kesulitannya. Taraf kesulitan bahan pelajaran. Hal ini juga kita dapat dalam pelajaran lain. Namun bahan pelajaran memang mempunyai tingkat-tingkat kesukaran. Mereka lebih dahulu mempelajari lingkungan dekat yang dikenalnya secara langsung baru kemudian daerah yang jauh letaknya.Dalam menentukan kapan atau di kelas berapa bahan pelajaran sebaiknya diajarkan biasanya orang berpegang pada sejumlah faktor. Anak-anak mulai diajarkan bilangan kecil sebelum angka-angka yang besar. Pada umumnya bahan yang mudah dan sederhana lebih dahulu diberikan daripada yang sukar dan kompleks. Membaca permulaan dengan huruf ternyata lebih sukar daripada memulainya dengan kata-kata. Menghitung sejumlah benda lebih mudah daripada menghitung daya tahan suatu jembatan. Sesuatu yang baru hanya dapat dipahami berdasarkan pengetahuan atau pengalaman yang telah dimiliki. Dalam sejarah salah satu cara ialah memberikannya mulai dan zaman purba kala dan berangsur-angsur maju sampai zaman sekarang. Kalimat panjang lebih sukar daripada kalimat pendek. 2. Lagu kanak-kanak jauh lebih sederhana daripada lagu-lagu untuk orang yang lebih lanjut usianya. Karena kenyataan itu maka dalam penempatan bahan pelajaran perlu dipertimbangkan taraf kesulitannya. Tak selalu mudah menentukan yang manakah yang mudah dan yang sukar. Apersepsi atau pengalaman lampau. Seperti telah dikemukakan tidak ada patokan yang pasti mengenai sequence ini. Faktor-faktor itu ialah antara lain: 1. Pelajaran yang lampau menjadi syarat untuk memahami pelajaran yang baru. Pada suatu ketika kemampuan berhitung dianggap syarat .

Dalam pengajaran berprograma suatu pelajaran dipecah-pecah menjadi bagian-bagian kecil yang mudah dipelajari. 4. Sebelum waktu itu usaha mempercepatnya akan gagal. Pada umumnya soal kematangan ini hanya diketahui berkenaan dengan anak-anak kecil. Prinsip apersepsi atau 'entry behavior" ini bertahan erat dengan prinsip kesukaran. psikologi. 5. tanpa sebenarnya mengetahuinya dengan jelas. Minat anak dapat berubah-ubah. Kematangan anak. fisika. Akan tetapi setelah masa kematangan itu anak mulai belajar. dan sebagainya tak banyak yang kita ketahui. biologi dianggap prasyarat untuk fakultas kedokteran. Kita ketahui bahwa anak-anak berlainan kemampuan mentalnya. Berbagai usaha dijalankan untuk memenuhi tuntutan perbedaan individual ini. Proses belajar dapat banyak dipengaruhi oleh faktor-faktor luar. Pada suatu ketika anak mulai belajar berbicara atau berjalan. Minat anak. Matematika. Mengenai kematangan anak untuk mempelajari kewargaan negara. Bagian-bagian ini merupakan langkah-langkah menuju kepada penguasaan pelajaran.untuk aljabar. Ada minat yang . filsafaat. Usia mental anak. Kematangan diakibatkan oleh perkembangan intern. 3. Dalam teori sering kita katakan bahwa bahan pelajaran harus disesuaikan dengan kematangan anak. Minat anak menjadi faktor utama dalam pcnentuan bahan dan urutannya di sekolah yang "child centered". Memberikan bahan yang sama kepada anak yang tinggi dan rendah inteligensinya pasti merugikan anak. ilmu ukur ruang. sehingga bahan pelajaran diberikan menurut sequence yang sesuai dengan kesanggupan anak. Dianggap bahwa kontinuitas akan tercapai bila kita mulai dengan yang dianggap mudah untuk kemudian meningkat kepada yang lebih sulit. Demikian pula kita menginginkan agar bahan pelajaran harus sesuai dengan usia mental anak. pertumbuhan syarat atau fisiologis dan dianggap tak dapat dipengaruhi banyak oleh faktor-faktor luar.

Akan tetapi menurut Hilda Taba kita jangan lupakan urutan dalam proses belajar. Kita tak tahu misalnya berapa hal yang kongkrit harus diberikan agar anak dapat menangkap pengertian yang abstrak. SEQUENCE PROSES BELAJAR Masalah urutan atau sequence sering hanya dihubungkan dengan soal penempatan bahan pelajaran. yang dekat kepada yang jauh yang sederhana kepada yang kompleks. sikap dan kesanggupan berpikir. Maka diberilah pedoman seperti dari yang mudah kepada yang sulit. Ini banyak sedikit dapat diperhitungkan lebih dahulu. Misalnya konsep "perang kemerdekaan" dan "pemuaian logam" tidak sama cara mengembangkannya. motor. sedangkan soal urutan proses belajar diserahkan kepada guru. Dalam penempatan bahan pelajaran minat anak sudah sewajarnya perlu diperhatikan. misalnya minat untuk alam sekitar. Kurikulum biasanya hanya menentukan urutan bahan pelajaran. Juga belum cukup pengetahuan kita bagaimana langkah-langkah atau urutan untuk memahami suatu konsep atau berpikir kritis dan kreatif. untuk agama dan ide-ide filosofis atau untuk pergaulan dengan anggota jenis kelamin lain. Minat dapat timbul berdasarkan pengetahuan yang diperoleh dari pelajaran-pelajaran lampau. Petunjuk "dari kongkret kepada yang abstrak" kurang memadai. seperti minat untuk radio. Untuk hal-hal lain selalu dapat diusahakan dengan metode mengajar yang baik untuk membangkitkan minat anak. "Pemuaian logam" dapat diberikan konsepnya .timbul karena perkembangan anak. naik gunung dan sebagainya. untuk keadaan sosial. Ada pula minat yang dipengaruhi oleh lingkungan. dari bagian kepada keseluruhan atau sebaliknya. apalagi minat yang timbul sebagai akibat perkembangan anak. yakni menentukan kapan bahan itu harus diajarkan. Kita tahu bahwa cara-cara membentuk konsep berbeda-beda. tergantung pada konsep yang akan diajarkan. Urutan proses belajar antara lain mengenai langkah-langkah untuk mengembangkan konsep-konsep.

dengan metode demonstrasi. Pengertian perang kemerdekaan memerlukan cara yang berbeda sekali. Menurut Hilda Taba, bukan hanya urutan mengenai bahan pelajaran saja yang penting, melainkan juga urutan dalam proses belajar atau pengalamanpengalamaan belajar. RANGKUMAN 1. Dengan scope dimaksud luas atau ruang lingkup bahan pelajaran. 2. Kesulitan dalam menentukan scope ialah (1) sangat cepat bertambahnya pengetahuan, (2) tidak adanya kriteria yang pasti tentang bahan pelajaran yang harus diberikan, (3) tidak memadainya mata pelajaran tradisional. 3. Sering matapelajaraan baru, sedangkan matapelajaran yang ada bercokol terus. 4. Dalam menentukan bahan pelajaran harus diadakan pilihan, atau seleksi, karena luasnya bahan yang tersedia dan terbatasnya waktu belajar serta kemampuan anak. 5. Kriteria dalam penentuan bahan ialah (1) tujuan, (2) nilai sebagai warisan, (3) penguasaan disiplin, (4) nilainya bagi kehidupan dalam masyarakat (5) kebutuhan dan minat anak. 6. Bahan pelajaran hendaknya jangan hanya meliputi pengetahuan melainkan juga keterampilan mental. 7. Aliran yang dianut oleh pembina kurikulum merupakan suatu faktor dalam penentuan bahan pelajaran. Beberapa prosedur penentuan bahan pelajaran ialah (1) menerima otoritas para ahli, (2) eksperimen (3) analisis kegiatan, (4) konsensus, (5) fungsi social, (6) persistent life situations, (7) kebutuhan pemuda. 8. Menentukan scope kurikulum yang subject centered lebih mudah daripada yang integrated. Yang terakhir ini lebih fleksibel. 9. Dengan "sequence" dalam pembinaan kurikulum dimaksud urutan

pengalaman belajar, yakni apabila bahan itu harus diajarkan. 10. Penempatan bahan pelajaran berupa matapelajaran sudah jauh berbeda dengan sebelum Perang Dunia II. Matematika yang dulu diajarkan di SMP, kini sudah mulai diberikan di kelas I SD.

11. Menurut J. Bruner prinsip-prinsip tiap mata pelajaran dapat diajarkan kepada setiap anak pada setiap usia dalam suatu bentuk tertentu. Pendapat ini dapat menimbulkan perobahan besar mengenai penempatan mata pelajaran. 12. J. Piaget berpendapat berdasarkan penelitiannya bahwa anak berusia tujuh tahun telah dapat berpikir logis dan formal. 13. Dalam penentuan sequence dapat diikuti dua pendekatan yaitu (1) menyesuaikan bahan dengan anak, atau (2) menyesuaikan anak dengan bahan. 14. Faktor-faktor dalam penentuan "sequence" ialah (1) taraf kesulitan bahan pelajaran (2) apersepsi atau pengalaman yang telah ada, (3) kematangan anak, (4) usia mental anak (5) minat anak. 15. Sequence tidak hanya mengenai bahan pelajaran tetapi juga dalam proses belajar, yaitu langkah-langkah untuk mengembangkan konsep-konsep, sikap, kesanggupan berpikir. PERTANYAAN DAN TUGAS 1. Apa yang dimaksud dengan scope dan sequence? 2. Kesulitan apakah dihadapi dalam menentukan scope? 3. Apa sebab lebih mudah menambahkan matapelajaran baru daripada mengurangi yang ada? 4. Apakah yang termasuk subject matter atau bahan pelajaran? 5. Sebutkan berapa kriteria untuk menentukan bahan pelajaran. 6. Sekalipun telah diketahui tujuan pelajaran, apa sebab masih sulit untuk menentukan bahan pelajaran yang serasi? 7. Coba sebutkan suatu tujuan. Tentukan bahan yang saudara anggap serasi untuk mencapai tujuan itu. 8. Apakah kelemahan bahan pelajaran yang merupakan warisan dari generasi lampau? 9. Pada hakekatnya perguruan tinggilah yang menentukan kurikulum SMA bahkan SD. Berikan komentar saudara. 10. Apakah dasar Herbert Spencer menentukan bahan pelajaran? 11. Bagaimanakah cara Franklin Bobbitt menentukan scope kurikulum? 12. Kelemahan apakah terdapat dalam prosedur yang diikuti oleh Franklin Bobbitt?

13. Apakah kelemahan scope kurikulum yang ditentukan herdasarkan minat dan kebutuhan anak? 14. Scope tidak hanya meliputi materi tetapi juga proses belajar. Apa maksudnya? Yang manakah yang lebih penting menurut pendapat saudara? 15. Dalam penentuan bahan pelajaran aliran yang dianut sangat berpengaruh. Berikan penjelasan dan contoh-contoh. 16. Sebutkan prosedur-prosedur untuk menentukan scope kurikulum. Beri penjelasan tentang tiap prosedur. 17. Tinjau setiap prosedur. Cari segi kebaikan dan kekurangannya. 18. Apakah keberatan jika buku pelajaran menentukan scope kurikulum? Adakah keuntungan dan kebaikannya? 19. Apakah kurikulum 1975 disusun berdasarkan eksperimen? Prosedur apakah yang digunakan? 20. Dari berbagai macam prosedur itu, yang manakah paling menarik bagi saudara? Berikan alasan. 21. Berikaan contoh-contoh bahwa sequence mengalami perubahan besar. 22. Bagaimanakah pendapat Bruner dan Piaget, yang mempengaruhi soal sequence dalam kurikulum. 23. Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi sequence bahan pelajaran. Jelaskan setiap faktor dan bicarakan baik buruknya. 24. Apa yang dimaksud dengan sequence proses belajar, yang perlu diperhatikan di samping sequence bahan pelajaran sendiri?

BAB 9 MENGUBAH KURIKULUM
SEBAB-SEBAB KURIKULUM DIUBAH Kurikulum itu selalu dinamis dan senantiasa dipengaruhi oleh perubahanperubahan dalam faktor-faktor yang mendasarinya. Tujuan pendidikan dapat berubah secara fundamental, bila suatu negara beralih dari negara yang dijajah menjadi negara yang merdeka. Dengan sendirinya kurikulum pun harus mengalami perubahan yang menyeluruh. Kurikulum juga diubah bila tekanan dalam tujuan mengalami pergeseran. Misalnya pada tahun 30-an sebagai pengaruh golongan progresif di USA tekanan kurikulum adalah pada anak, sehingga kurikulum mengarah kepada child-centered curriculum sebagai reaksi terhadap subject-centered curriculum yang dianggap terlalu bersifat adult dan society-centered. Pada tahun 40-an, sebagai akibat perang, asas masyarakatlah yang diutamakan dan kurikulum menjadi lebih society-centered. Pada tahun 50-an dan 60-an, sebagai akibat Sputnik yang menyadarkan Amerika Serikat akan ketinggalan dalam ilmu pengetahuan, para pendidik lebih cenderung kepada kurikulum yang discipline-centered, yang mirip kepada subject-centered curriculum. Tampaknya seakan-akan orang kembali lagi kepada titik tolak semula. Akan tetapi lebih tepat, bila kita katakan, bahwa perkembangan kurikulum seperti spiral, tidak sebagai lingkaran, jadi kita tidak kembali kepada yang lama, tetapi pada suatu titik di atas yang lama. Kurikulum dapat pula mengalami perubahan bila terdapat pendirian baru mengenai proses belajar, sehingga timbul bentuk-bentuk kurikulum seperti activity atau experience curriculum, programmed instruction, pengajaran modul, dan sebagainya. Perubahan dalam masyarakat, eksplosi ilmu pengetahuan, dan lain-lain mengharuskan adanya perubahan kurikulum. Perubahan-perubahan itu

menyebabkan kurikulum yang berlaku tidak lagi relevan, dan ancaman serupa ini akan senantiasa dihadapi oleh setiap kurikulum, betapapun relevannya pada suatu saat.

Maka karena itu perubahan kurikulum merupakan hal biasa. Malahan mempertahankan kurikulum yang ada akan merugikar anak-anak dan dengan demikian fungsi kurikulum itu sendiri. Biasanya perubahan satu asas akan memerlukan perubahan keseluruhan kurikulum itu. PERUBAHAN ATAU PERBAIKAN KURIKULUM Perbaikan kurikulum biasanya hanya mengenai satu atau beberapa aspek dari kurikulum, misalnya metode mengajar, alat peraga, buku pelajaran dengan tetap menggunakan kurikulum yang berlaku. Perubahan kurikulum mengenai perubahan dasar-dasarnya, baik mengenai tujuan maupun alat-alat atau cara-cara untuk mencapai tujuan itu. Mengubah kurikulum sering berarti turut mengubah manusia, yaitu guru, pembina pendidikan dan merek-mereka yang mengasuh pendidikan. Itu sebab perubahan kurikulum dianggap sebagai perubahan sosial, suatu social change. Perubahan kurikulum, juga disebut pembaruan atau inovasi kurikulum, tentu saja dimaksud untuk mencapai perbaikan, sekalipun perubahan itu tidak dengan sendirinya membawa perbaikan. Perbaikan yang diperoleh mungkin membawa hasil sampingan yang kurang baik menurut penilaian pihak tertentu. PENILAIAN KURIKULUM Sebelum mengubah kurikulum hendaknya diadakan penilaian tentang kurikulum yang sedang dijalankan. Penilaian juga perlu untuk mengetahui hingga manakah kurikulum mencapai tujuan-tujuan yang diharapkan seperti yang tercantum dalam kurikulum itu. Penilaian kurikulum tidak mudah. Baik tidaknya suatu kurikulum pada hakekatnya dapat dinilai dan hasilnya, yakni dari kedudukan, kehidupan, atau prestasi pada lulusannya. Bila lulusannya menduduki tempat yang penting dalam pemerintahan, perusahaan, dan masyarakat, maka lembaga pendidikan itu mendapat nama baik dan kurikulumnya dianggap efektif. Namun kita dapat menyangsikan kebenaran anggapan itu, karena yang diandalkan hanya mereka yang sangat menonjol prestasinya, sedangkan mereka yang tidak menduduki tempat yang berarti dalam masyarakat, bahkan yang gagal, tidak mendapat perhatian. Penilaian itu terlampau kasar dan tidak didasarkan atas penelitian yang sistematis. Dan kita dapat bertanya, apakah masalah itu dapat di-

karena banyaknya faktor lain di luar mata pelajaran yang turut mempengaruhi perkembangan pribadi seseorang. Demikian pula dapat diragukan hasil semua mata pelajaran. Kalau kita menilai kurikulum. penilaian dapat dilakukan dengan lebih cermat. dan ketrampilan murid. setiap anak akan menjalani perubahan menuju ke kedewasaan. Kurikulum adalah alat untuk mengubah kelakuan anak-didik. dalam bentuk kelakuan yang dapat dilihat dan diukur. (2) pengalaman-pengalaman belajar untuk mengembangkan pengetahuan. Hasil angka-angka ujian akhir.selidiki sepenuhnya. apakah akan tercapai hasil yang diharapkan. Bloom memberikan suatu pegangan tentang cara melakukannya. Ada yang menginginkan. Dengan rumusan tujuan yang spesifik. Kita belum memiliki suatu teori belajar yang menjamin akan tercapainya tujuan yang ditentukan dengan kegiatan mengajar belajar tertentu. misalnya tidak dapat dijadikan patokan untuk meramalkan masa depan seorang lulusan. apakah dapat mencapai tujuan seperti yang dirumuskan dalam kurikulum itu. tanpa pendidikan formal. kita harus menilai komponen-komponennya yaitu (1) tujuan kurikulum. Akan tetapi tanpa pendidikan sekolah. Jadi penilaian kurikulum harus dimulai dengan hakikat dan tujuan kurikulum. perubahan-perubahan tertentu yang diinginkan tidak akan terjadi. Apakah dengan pelajaran civics atau IPS terbentuk warga negara yang taat kepada undang-undang . Tentu saja. Dengan adanya kurikulum juga kita belum dapat meramalkan. sikap. (3) organisasi pengalaman belajar itu. Untuk menilai suatu kurikulurn perlu tujuan itu jelas dirumuskan. Efektivitas kurikulum berwujud dalam perubahan pengetahuan sikap dan keterampilan murid. hubungannya dengan pengalaman lain. Dengan psikologi sosial juga tidak dapat kita ramalkan kelakuan dan prestasi seseorang dalam jangka panjang kelak dalam masyarakat. Namun apakah dengan taksonomi Bloom itu dapat misalnya dihasilkan manusia Pancasila yang sejati. (4) caracara mengevaluasi hasil belajar murid. masih dapat diragukan. urutan pengalaman itu. agar tujuan itu spesifik. Kurikulum sekolah bukan satu-satunya alat untuk mengubah kelakuan manusia.

Maka kita dapat bertanya apakah mata pelajaran sejarah atau IPS sanggup mernupuk norma-norma yang berkenan dengan toleransi. bukan berdasarkan penilaian atas hasil kurikulum itu. Banyak kesulitan yang dihadapi untuk menilai suatu kurikulum secara ilmiah. Misalnya biologi dianggap dapat menimbulkan keharuan akan kebesaran Tuhan. akan tetapi atas pengaruh berbagai hal lain. perdamaian dunia. Tidak selalu jelas. bahwa nilai-nilai atau norma-norma seseorang kebanyakan diperolehnya dari keluarga. Havighurst menemukan. Soal keTuhanan sebenarnya lebih merupakan tugas pelajaran agama. dan sebagainya? Sanggupkah kurikulum mencapai tujuan-tujuan menurut apa yang tercantum dalam kurikulum itu? Ataukah tujuan itu hanya muluk-muluk tampaknya dan hanya merupakan impian yang tak akan dapat diwujudkan? Apakah kurikulum hanya mempunyai pengaruh yang terbatas dengan mengakui bahwa watak atau pribadi seseorang banyak ditentukan oleh faktor-faktor di luar kurikulum? Berdasarkan penelitian. atau tidak termasuk tujuannya yang utama. khususnya dari ibunya. Penelitian tentang hasil kurikulum atau suatu mata pelajaran sangat sulit.dan peraturan negara serta mengabdi kepada kepentingan masyarakat? Apakah matematika menghasilkan manusia yang lebih sanggup herpikir logic sistematis. Olch sebab tiap anak mempunyai kepribadian yang berbeda-beda. apakah sebenarnya tujuan kurikulum suatu lembaga pendidikan. Hasil kurikulum diperoleh melalui interaksi antara anak dengan kurikulum. Biasanya tertampau banyak yang diharapkan dan kurikulum itu yang tidak dapat dipenuhi. persaudaraan bangsa-bangsa dan sebagainya. . Maka sering suatu kurikulum diubah. Namun soal keTuhanan tak dapat dipakai sebagai alat untuk menilai keberhasilan pelajaran biologi. Tiap murid memperoleh hal yang berbeda dari kurikulum yang sama. pelajaran agama membentuk manusia yang lebih taat kepada perintah Tuhan. suatu yang sebenarnya di luar kesanggupan. maka hasilnya pun akan berlainan pula. Alat-alat untuk menilainya pun tak tersedia.

Dalam pembaruan kurikulum ternyata bahwa mencetuskan ide-ide baru lebih "mudah" daripada menerapkannya dalam praktik. Pembaharuan kurikulum sering pula memerlukan biaya yang lebih banyak untuk fasilitas dan alat-alat pendidikan haru. seakan-akan yang lama itu tidak mengandung kebaikan-kebaikan. Guru itu hanya diharapkan mengikuti instruksi atasan. bahwa guru-guru tidak mendapat kesempatan atau wewenang untuk mengadakan perubahan karena peraturan-peraturan administratif. Pembaharuan kurikulum kadang-kadang terikat pada tokoh yang mencetuskannya. Tak semua orang suka bekerja lebih banyak daripada yang diperlukan. Dan sekalipun telah dilaksanakan sebagai percobaan. masih banyak mengalami rintangan dalam penyebarluasannya. yang tidak selalu dapat dipenuhi. oleh sebab harus melibatkan banyak orang dan mungkin memerlukan perubahan struktur organisasi dan administrasi sistem pendidikan. Tak jarang pula pembaharuan ditentang oleh mereka yang ingin berpegang pada yang sudah lazim dilakukan atau yang kurang percaya akan yang baru . Manusia itu pada umumnya bersifat konservatif dan guru termasuk golongan itu juga. Maka sebaiknya setiap perubahan kurikulum sekaligus juga merupakan perbaikan kurikulum secara menyeluruh. yang dengan sendirinya akan turut terbuang. Guru-guru lebih senang mengikuti jejak-jejak yang lama secara rutin. Ada kalanya karena cara yang demikianlah yang paling mudah dilakukan. Akan tetapi ada pula kalanya. Mengadakan pembaharuan memerlukan pemikiran dan tenaga yang lebih banyak. Dengan meninggalnya tokoh itu lenyap pula pembaruan yang telah dimulainya itu. KESULITAN-KESULITAN DALAM PERUBAHAN KURIKULUM Sejarah menunjukkan bahwa sekolah itu sangat sukar menerima pembaruan.Sering suatu kurikulum sudah diubah sebelum dinilai hasilnya. Kurikulum baru biasanya dimasukkan sambil mengeritik kurikulum lama. Ide yang baru tentang pendidikan memerlukan waktu sekitar sekitar 75 tahun sebelum dipraktikan secara umum di sekolah-sekolah.

Lokakarya. dari atas ke bawah. Para ahli pendidikan dan ahli dalam berbagai bidang studi atau disiplin dari perguruan tinggi diminta bantuannya untuk menghasilkan kurikulurn yang sebaik-baiknya. yang diikuti biasanya pendekatan administratif. Ada juga negara. menyusun buku pelajaran. Berbagai konsultan dapat dimanfaatkan untuk hal-hal yang diperlukan. atas inisiatif para administrator. Pendekatan administratif banyak menggunakan panitia-panitia untuk merencanakan kurikulum baru. yaitu yang dimulai dari "akar" "from the bottom up" atau dari bawah. jadi 'from the top down". menyebarluaskannya. Di negara-negara yang mempunyai pemerintah pusat yang memegang kekuasaan yang kuat. Dalam hal ini pembaharuan kurikulum diadakan atas inisiatif kepala sekolah dan guru-gurunya. yakni dari pihak guru atau sekolah secara individual dengan harapan agar meluas ke sekolah-sekolah lain. Partisipasi diusahakan seluas mungkin agar tercapai konsensus dan keterlibatan pribadi dan instansi dalam usaha pembaruan kurikulum. antara lain Inggris yang memberikan wewenang penuh kepada kepala sekolah beserta stafnya untuk menentukan kurikulum sekolah.sebelum terbukti kelebihannya. karena pembaharuan itu jangan hanya sekedar mode yang timbul pada suatu saat untuk lenyap lagi dalam waktu yang tidak lama. Peranan konsultan hukanlah sebagai "agent of change" akan tetapi sebagai manusia sumber. Prosedur manakah yang dilaksanakan banyak bergantung pada sistem pendidikan serta organisasi dan struktur organisasinya. Yang kedua ialah "grass roots approach". Penataran merupakan syarat mutlak untuk . Setiap pendekatan mempunyai kebaikan dan kekurangannya. termasuk Indonesia. Bersifat kritis terhadap pembaharuan kurikulum adalah sifat yang sehat. PROSEDUR PEMBARUAN KURIKULUM Pada pokoknya ada dua prosedur utama untuk mengubah kurikulum yaitu apa yang disebut "administrative approach" yaitu yang direncanakan oleh pihak atasan untuk kemudian diturunkan kepada instansi-instansi bawahan sampai kepada guru-guru. Di kebanyakan negara cara inilah yang dilakukan. dan sebagainya. kelompok studi banyak dilakukan untuk membicarakan dan menghasilkan kurikulum barn itu.

Antara lain dikemukakan bahwa cara ini otoriter dan kurang demokratis dan merupakan keputusan atasan yang hams dilaksanakan oleh guru-guru. Jadi dalam pendekatan administratif ini dapat dikerahkan sejumlah besar ahli dan tenaga edukatif maupun administratif. Kerja kelompok merupakan tempat yang subur untuk berpikir. Peraturan-peraturan resmi di keluarkan untuk menjamin terlaksananya kurikulum baru itu. Seluruh aparat administrasi pendidikan dikerahkan untuk mengkomunikasikan pembaruan ini kepada guru-guru dan segenap lapisan masyarakat. Kerja kelompok memperluas keterlibatan dan komitmen dalam kurikulum baru. Setiap peserta dapat melengkapi buah pikiran peserta lainnya menurut keahlian masing-masing. dan membicarakan setiap buah pikiran secara kritis. Akan tetapi kerja kelompok dapat juga merupakan penghamburan waktu jika komponen-komponennya tidak dipilih dengan rasional. Kerja kelompok sangat esensial dalam pengembangan kurikulum. dengan cara yang terkoordinasi dan terorganisasi. Kerjasama dan partisipasi semua unsur diperlukan untuk mencapai produktivitas dan efektivitas optimal. yang biasanya cukup besar jumlahnya. Kerja kelompok memerlukan kepemimpinan yang paham akan proses dinamika kelompok dan mampu mendorong kelompok ke arah produktivitas dengan memadukan segala keahlian dalam kelompok itu. namun ditinjau dari segi tertentu mempunyai juga kelemahan. Usaha pemerintah ini biasanya tidak menemukan tentangan dari pihak guru yang sudah biaya menerima dan melaksanakan instruksi dan perintah dari atasannya.memberikan ketrampilan kepada guru dalam pelaksanaannya. bukan berdasarkan kedudukan atau pangkat. melahirkan ide-ide baru. Anggota kelompok hendaknya dipilih berdasarkan kompetensi. Guru sendiri kurang dilibatkan dalam . Untuk usaha yang luas ini dapat disediakan biaya yang diperlukan. Pembaruan kurikulum serupa ini dapat dilakukan serentak dan uniform di seluruh negara dengan melibatkan seluruh aparat kementerian pendidikan. Walaupun pendekatan administratif mempunyai banyak kebaikan.

permulaan dan perencanaannya. Mereka tertarik oleh ide-ide barn mengenai kurikulum dan bersedia untuk menerapkannya di sekolah mereka untuk meningkatkan mutu pelajaran. Di Inggris. Perubahan kurikulum dengan pendekatan "grass roots approach" mulai dari sekolah secara sendiri-sendiri. Ke tempat itu juga datang para pembina pendidikan. Maka pembaruan itu menjadi semu belaka dan akan mengalami kegagalan. Mereka berusaha mengatasi kesulitan sendiri. Tanpa perubahan pada guru tak akan terjadi perubahan dalam kurikulum. to koh-tokoh di sekitar. konsultan. Kepala sekolah serta guru menginginkan suatu perubahan. akan gagal dan lenyap jika pengawasan tidak senantiasa diperketat. Pembaharuan yang tidak tumbuh dan berakar dalam pribadi guru dan hanya melaksanakannya atas dasar kepatuhan akan perintah. jadi tidak dibuat "di belakang meja tulis" seperti sering terjadi dalam pendekatan administratif. karena melihat kekurangan-kekurangan dalam kurikulum yang berlaku. Karena itu guru-guru kurang berusaha untuk mendalaminya dan karena kurang memahaminya akan mudah kembali kepada praktik-praktik yang lama. kadangkadang juga pengusaha dan para konsumen lulusan sekolah. Semua gum turut berpartisipasi dalam segala aspek pembinaan kurikulum baru. dinilai untuk diperbaiki. Kurikulum yang mereka susun relevan dengan keadaan riil yang mereka hadapi. Dengan demikian mereka terlibat secara pribadi. usaha ini didukung oleh "Teachers' Centres" yang dihentuk secara lokal sebagai tempat guru-guru bertemu dan berdiskusi tentang pembaharuan pendidikan. kemudian dicobakan sendiri. staf pengajar perguruan tinggi. akan tetapi juga dari pihak atasan merupakan bahan. bimbingan dan mungkin juga biaya. Dalam usaha itu mereka dapat meminta bantuan orang tua. Tentu saja guru setempat juga mempertimbangkan berbagai faktor . Mereka bersama menyusun satuan-satuan pelajaran. Inisiatif dan kepemimpinan pembaharuan kurikulum terletak dalam tangan guru setempat.

untuk senantiasa memperhatikan perkembangan mengenai pembinaan kurikulum. meminta pendapat dan penilaian mereka sebagai umpan balik serta memberikan kebebasan untuk menyesuaikannya dengan keadaan setempat. Kelemahan pendekatan ini ialah bahwa usaha-usaha ini bersifat lokal. tetapi juga pada kemampuan dan kesediaan guru. Perubahan kurikulum pada hakekatnya berarti mengubah manusia dan lembaga-lembaga. Menentang perubahan adalah sesuatu yang normal. Pembaruan kurikulum oleh guru untuk kepentingan anak di sekolah dalam lingkungan tertentu yang mempunyai kebutuhan tersendiri akan lebih mantap. Pembaruan kurikulum adalah usaha yang luas dan kompleks yang memerlukan pemikiran dan partisipasi dari semua pihak. tidak mempunyai koordinasi dan organisasi sehingga tidak dapat disebarkan secara nasional. Mungkin pula pembaruan kurikulum menyangkut peraturan-peraturan pemerintah pusat dan daerah yang hanya dapat diuhah bila usaha pembaruan bersifat nasional. yang mungkin otoriter dan kurang terbuka bagi pembaruan. Mungkin juga perubahan hanya mengenai aspekaspek tertentu dari kurikulum dan tidak menyeluruh. Sekolah tidak mampu untuk memperoleh bantuan ini dengan tenaga sendiri.lainnya seperti peraturan yang berlaku. Dalam pendekatan administratif dapat diusahakan partisipasi guruguru. keinginan pemerintah dan sebagainya. Jadi kedua pendekatan itu masing-masing mempunyai kebaikan dan kekurangannya. Perubahan sektoral akhirnya akan mengalami kesukaran yang tak dapat diatasi oleh sekolah itu sendiri. syarat masuk perguruan tinggi. Guru-guru mendapat tanggungjawab penuh atas mutu pendidikan yang merupakan dorongan untuk menjadi kreatif. Perencanaan perubahan kurikulum harus me- . Namun menggunakan kekuasaan untuk memaksakan perubahan hanya melahirkan kepatuhan semu akan tetapi menimbulkan penentangan batin yang akhirnya menggagalkan usaha perubahan itu. Pembaruan bergantung kebanyakan kepada kepala sekolah. Kita tak perlu memandangnya sebagai dua cara yang bertentangan. misalnya dengan menurut sertakan mereka dalam mencobakan kurikulum baru.

pengawasan. Karena percobaan ini terbatas. 1. Jika timbul reaksi yang negatif dari pihak guru. Pilot project. Memanfaatkan guru. Kader ini merupakan agen-agen pembaharuan. Kelemahannya ialah bahwa ada kemungkinan mereka dianggap sebagai orang luar yang diberi bayaran khusus untuk mengadakan. penyelenggaraan. sehingga pembaruan itu lebih terarah dan menyeluruh. bahkan memaksakan perubahan tanpa meminta keinginan guru-guru di sekolah itu. 2. Beberapa cara praktis. 3. Perubahan kurikulum adalah sesuatu yang wajar karena perubahan yang terus-menerus dalam masyarakat dan kehidupan. Demikian pula pendekatan perubahan dari bawah dapat dibantu oleh pemerintah dengan mempublikasikan usaha-usaha pembaharuan di sekolahsekolah agar secara umum dapat dikenal dan ditiru. Dapat dididik sejumlah kader yang menguasai seluk-beluk pembaharuan kurikulum yang ditempatkan di berbagai sekolah untuk mengadakan praktis ditempuh untuk mengadakan pembaharuan pembaharuan-pembaharuan. Dalam rangka suatu pilot project seorang guru dapat mengadakan percobaan dengan suatu kurikulum baru dalam suatu bidang studi tertentu. dan penilaiannya relatif mudah diatur. masih banyak kesukaran untuk menyebarluaskannya. Andaikan pilot project ini berhasil. Membina kader. Berbagai jalan kurikulum. karena menghadapi situasi yang berbeda dan mendapat hambatan dari ketentuan-ketentuan yang berlaku. pemimpin-pemimpin yang kompeten dan mereka dapat memberi hasil yang baik. maka kader ini akan mengalami banyak kesukaran.rupakan dialog antara "atasan" dan "bawahan" dalam suasana sa ting menghargai pendapat. .

Akan tetapi ada kalanya tenaga pengajar tidak sanggup memanfaatkannya. Pembaruan kurikulum pendidikan guru. Pelaksanaan ini akan menghadapi kesulitan administratif dalam penempatan guru di sekolah lain untuk beberapa waktu. Memperbarui buku pelajaran.Guru dan sekolah yang telah menjalankan kurikulum baru. 5. Memberikan laboratorium fisika atau laboratorium bahasa akan mendorong guru untuk menggunakan metode-metode dan bahan pelajaran baru. Buku pelajaran memegang peranan yang penting dalam setiap kurikulum. Sekolah yang terpencil akan mengalami kesukaran khusus dalam hal ini. Universitas yang senantiasa berada di garis depan kemajuan dalam penelitian dan ilmu pengetahuan dapat membantu sekolah-sekolah untuk menyesuaikan kurikulum dengan ide-ide baru tentang pendidikan dan perkembangan baru dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan. Buku pelajaran baru dapat memberikan bahan baru dan juga metode mengajar serta proses belajar yang baru. sehingga kurikulum tidak merupakan hasil "di belakang meja tulis". 6. sehingga dapat disaksikan bagaimana pelaksanaan pembaharuan itu. 7. Menyediakan alat pengajaran. 4. Kurikulum pendidikan guru tak dapat tiada harus disesuaikan dengan perubahan kurikulum di SD . Akan tetapi guru-guru sendiri harus mempunyai kesanggupan untuk menggunakannya. Universitas dapat pula menyediakan ahli dalam berbagai aspek kurikulum yang bertindak sebagai konsultan. juga dalam melancarkan kurikulum yang baru. Kerjasama antara sekolah dan universitas. Dapat diusahakan secara teratur pertemuan-pertemuan antara dosen perguruan tinggi dengan guruguru bidang studi di SM untuk keperluan itu. . dapat diminta bekerja pada sekolah yang belum melakukannya. dan sekolah. sedangkan sekolah atau guru dapat memberikan bahan tentang keadaan yang riil mengenai murid. bahkan sebenarnya harus mendahuluinya.SM.

Pendidikan guru dalam pembaruan akan lebih efektif daripada penataran. sering timbul tentangan dan guru -guru yang tidak terlibat dalam usaha ini. Memulai dari satuan pelajaran. Demikian pula hams dikembangkan administrasi yang sesuai dengan perubahan kurikulum itu. Guru guru yang sejak mulanya terdidik dalam pelaksanaan kurikulum baru akan lebih menjamin keherhasilan pembaruan itu. Pelaksanaan satuan pelajaran merupakan pelajaran dan latihan bagi guru. Dari satuan pelajaran yang eksperimenal ini kemudian dikembangkan suatu kerangka yang lebih luas. sikap orang tua. 9. Mereka mencobakan suatu unit pelajaran dan setelah ternyata berhasil. Suatu kelompok kecil. administrasi sekolah. sering bertahun-tahun. Kelompok kecil itu dapat memperoleh bantuan dan kepala sekolah atau atasan. berdasarkan prinsip-prinsip. Pada permulaan ini merupakan percobaan. dan sebagainya. Perubahan kurikulum mengharuskan guru berubah pula. 8. dan sebagainya memakan waktu yang lama. Lamanya latihan itu bergantung pada bcsarnya perbedaan antara cara lama dan baru. jadi harus mulai dengan bagian yang kecil dan terbatas. cara menentukan bahan. Namun. Perubahan tak mungkin dilakukan dalam seluruh program sekolah. karena pada suatu ketika setiap kurikulum akan memerlukan pembaruan. Mendemonstrasikan suatu pembaruan. mengadakan pembaruan satu mata pelajaran atau lebih dalam satu dua kelas. Hilda Taba menganjurkan agar pembaruan dimulai dengan satuan pelajaran yang dapat diterapkan dalam kelas. mendemonstrasikannya kepada guru-guru lain. Umpan balik digunakan untuk menyempurnakan satuan pelajaran itu. Harapan ialah agar pembaruan ini diterima baik dan disebarluaskan. dasar-dasar teoretis. dengan persetujuan kepala sekolah. cara belajar murid. Namun penataran akan tetap diperlukan. . Perubahan kurikulum yang berarti mengubah guru. mengevaluasi.

Jika tujuan tidak tcrcapai. (4) penilaian atau evaluasi hasil belajar. yaitu isi atau bahan pelajaran yang diperoleh dan digunakan dalam proses belajar. kita hendaknya bekerja dalam suatu kerangka atau pola yang terdiri atas komponen-komponen kurikulum itu. seperti tampak pada diagram itu. proses belajar. barulah kemudian bahan pelajaran dan kegiatan belajar. Yang dinilai bukan hanya tujuan. bukan sebaliknya. Setiap kurikulum mempunyai keempat komponen utama itu yakni: (1) tujuan. Keempat komponen itu saling berhubungan. barulah dirumuskan tujuan sesuai dengan bahan itu. Bahan pelajaran ditentukan oleh tujuan.POLA KURIKULUM Dalam perubahan kurikulum. Jadi lebih dahulu harus dirumuskan tujuan. (3) pengetahuan. apa yang dinilai dan bagaimana cara menilainya. melainkan juga pengetahuan dan kegiatan atau proses belajar. . Menilai sikap tak sama caranya dengan menilai keterampilan atau pengetahuan. demikian pula dalam pembinaan setiap kurikulum. (2) kegiatan atau pengalaman belajar untuk mencapai tujuan itu. Acap kali dalam pembinaan kurikulum lebih dahulu ditentukan bahan pelajaran yang disusun menurut buku pelajaran tertentu. Suatu pola yang sederhana adalah sebagai berikut: gambar Bagan 1. Tujuan juga menentukan penilaian. mungkin kesalahannya terletak pada komponen pengetahuan. Tujuan menentukan pengalaman belajar apa yang diperlukan dan pengetahuan yang harus dipilih yang dapat membawa pelajar kepada tujuan yang ditentukan. atau pada tujuan itu sendiri. untuk mengetahui hingga mana tujuan itu tercapai.

Dalam bagan 2 kita lihat sumber-sumber tujuan. Demikian pula tujuannya harus mengandung aspek kognitif. society-centered. atau subject-centered. afektif. Setiap komponen dapat diolah lebih lanjut misalnya: (Perhatikan. yang diuraikan lebih lanjut).Pola kurikulum yang jelas menunjukkan hubungan antara unsur-unsur kurikulum. 4. bahwa bagan 2. dan 5 adalah komponen-komponen yang tampak pada bagan 1. Ketiga sumber itu harus dipertimbangkan dalam kurikulum. Banyak kurikulum kurang menaruh perhatian kepada tujuan dan penilaian. gambar Bagan 2 Selanjutnya komponen pengetahuan dapat diperlengkapi sebagai berikut . sedangkan subject curriculum mengutamakan aspek pengetahuan dan kurang mementingkan kegiatan atau pengalaman belajar. yakni child-centered atau pupil-centered. Dengan adanya pola itu dapat dijaga keseimbangan antara unsurunsurnya. Di sini pun dapat kita usahakan adanya keseimbangan. 3. agar kurikulum itu tidak berat sebelah. Experience atau activity curriculum misalnya terlampau mengutamakan kegiatan atau pengalaman belajar dan kurang mementingkan unsur pengetahuan. dan psikomotor untuk memberikan pendidikan yang harmonis.

lebih mantap. Informasi atau fakta-fakta yang . . dan dapat dilihat hubungan antara faktafakta. the structure of knowledge. Lagi pula pengetahuan serupa itu lekas menjadi usang sedangkan prinsip dan konsep. untuk mencegah 'gaps" dan "overlappings". Selanjutnya harus ditentukan scope dan sequence bahan pela jaran. bergantung pada bentuk kurikulum yang dijalankan. pembina kurikulum hendaknya juga berusaha mengadakan integrasi dalam bahan pelajaran yang disajikan. dengan korelasi. dan dapat digunakan untuk mentafsirkan informasi baru. Agar bahan itu jangan lepas-lepas. dan sebagainya. Sekalipun pelajar itu sendiri akan selalu berusaha mengadakan integrasi dalam pengetahuan yang diperolehnya. Konsep-konsep inilah yang dianggap memberikan struktur pengetahuan. Karena banyaknya ilmu yang telah terkumpul yang tak mungkin diajarkan seluruhnya. pengajaran unit. Dengan memahami struktur atau konsep dapat dipahami gejala-gejala spesifik lainnya. Konsep-konsep bersifat abstrak dan karena itu memungkinkan pemahaman akan sejumlah besar informasi atau fakta yang spesifik.gambar Bagan 3 Pengetahuan atau bahan pelajaran diambil dan berbagai disiplin. sekali dipahami. Pada saat sekarang diutamakan konsep-konsep dan prinsip-prinsip daripada hanya faktorfaktor. haruslah diadakan seleksi atau pilihan yang akan disajikan dalam bentuk atau organisasi tertentu. broad field. tidak lekas out-dated.lepas-lepas mudah dilupakan. diusahakan adanya integrasi.

agar tujuan yang ditentukan dicapai dengan menggunakan pengetahuan yang sangat kompleks. kesanggupan dan perkembangan anak. Mengumpulkan informasi sebagai umpan balik untuk memperbaiki kurikulum gambar . penggunaan berbagai sumber dan alat pelajaran di dalam maupun di luar sekolah. maka perlu dicari di mana letak kekurangannya melalui evaluasi. perbedaan individual. kesulitan isi pelajaran.gambar Bagan 4 Pengalaman atau kegiatan belajar adalah usaha yang dijalankan. Penilaian kurikulum harus berjalan terus. Proses belajar yang baik memungkinkan tercapainya hasil belajar lebih tinggi. taraf kematangan. Jika tujuan tidak tercapai. dan karena itu perlu disesuaikan dengan keadaan setempat. Tak ada kurikulum nasional yang sesuai bagi semua daerah. Evaluasi bergantung pada tujuan yang hendak dicapai. Evaluasi diperlukan untuk mengadakan perbaikan dalam kurikulum. hubungan antara guru dan murid. dan sebagainya. yang dipengaruhi oleh berbagai-bagai faktor seperti metode mengajar. Proses belajar tak kurang pentingnya daripada hasil belajar.

SM sampai Perguruan Tinggi. yang normal. jadi yang memungkinkan setiap anak maju menurut kecepatan masing-masing. Kritikkritik yang dikemukakan biasanya terlampau dilebih-lebihkan. seperti biasa dilakukan untuk memenangkan perjuangan.Bagan 5 ARAH PERKEMBANGAN PEMBARUAN KURIKULUM Perubahan kurikulum sering merupakan reaksi terhadap kurikulum yang berlaku. Pentingnya integrasi pengetahuan dan pengalaman anak menjadi dasar untuk menjalankan kurikulum yang dipadukan atau yang diintegrasikan dengan melancarkan kecaman yang tajam terhadap subject atau dicipline-oriented curriculum. dan disiplin. Kurikulum yang integrated sangat memerlukan bahan dari subjects dan bahan pelajaran subject curri ulum dapat c diintegrasikan.  menyusun kurikulum yang lebih mengutamakan inguiry approach daripada hafalan dan penguasaan sejumlah pengetahuan.   menyusun kurikulum yang diselidiki kebaikannya melalui eksperimen. akan tetapi menghilangkan batas-batas antara kelas. sehingga tampaknya kurikulum baru seakan-akan kembali kepada bentuk yang lama.  memperbaharui kurikulum secara integral dari SD . menyusun kurikulum yang memperhatikan semua anak. Dalam pembaruan kurikulum di masa mendatang diharapkan:  pembinaan kurikulum yang berdasarkan pandangan yang menyeluruh yang meliputi asas-asas kurikulum yang berfokus pada anak. Jadi pertentangan antara berbagai bentuk kurikulum tak setajam yang digambarkan oleh para penganutnya. . Hal serupa ini akan terjadi bila kurikulum baru hanya melihat kelemahan dan kekurangan kurikulum yang lama ditinjau dari pandangannya sendiri.   menyusun kurikulum yang menggairahlcan anak untuk belajar. masyarakat. maupun yang berbakat tinggi dan rendah. tanpa secara obyektif mengakui kebaikan-kebaikannya. menyusun kurikulum yang tidak membagi-bagi sekolah dalam kelas-kelas.

(5) cara-cara evaluasi hasil belajar. menyusun kurikulum yang mengubah peranan guru dari pengajar selama jam sekolah menjadi pembimbing dalam proses belajar. (5) memperbarui buku pelajaran. (2) bahan pelajaran. 4. Tiap pendekatan mempunyai kebaikan clan kekurangannya. Menilai kurikulum dalam keseluruhannya sangat kompleks karena banyak faktor yang mempengaruhi anak. Beberapa cara yang khusus dalam perubahan kurikulum secara praktis ialah. akan tetapi lebih mendorong murid-murid untuk belajar sendiri berdasarkan tugastugas. Tidak ada satu cara yang pasti untuk menjamin keserasian ba han pelajaran guna mencapai tujuan tertentu. Dikatakan bahwa perubahaan kurikulum berarti perubahan sosial. 9. karena bersifat tersendiri tersendiri. Pada umumnya ada dua prosedur utama dalam perubahan kurikulum. yaitu apa yang disebut ''administrative approach" dan "grass roots approach". (3) pengalaman dan kegiatan belajar. (7) pembaharuan kuri- . Mengubah kurikulum banyak menemui rintangan karena melibatkan banyak manusia yang terikat oleh tradisi dan juga mempunyai "vested interest". 6. Perubahan salah satu asas dapat membawa perubahan dalam keseluruhannya. (2) mernbina kader (3) memanfaatkan guru yang telah menguasai cara baru. (1) pilot project. Untuk menilai kurikulum harus dinilai komponen-komponennya yaitu (1) tujuan. biaya yang cukup. Kurikulum berubah jika satu atau beberapa asas kurikulum berubah. 2. 7. 3. dan pengembang kurikulum. peneliti. (4) menyelialcan alat pengajaran. Dalam "grass roots approach" tidak ada koordinasi. Tujuan mata pelajaran yang terlampau luas sukar dinilai. 5. (4) organisasi kurikulum. (6) kerjasama antara sekolah dan universitas. RANGKUMAN 1. 8. mengerahkan setiap tenaga ahli yang diperlukan. menyusun kurikulum yang tidak terikat pada jadwal pelajaran yang ketat. Administrative approach didukung oleh seluruh aparatur pendidikan. perencana. dan sebagainya.

Kesulitan-kesulitan apakah yang dihadapi dengan perubahan kurikulum? Kesulitan manakah menurut pendapat saudara yang sulit diatasi? Usaha apakah saudara sarankan untuk mengatasinya? 10. Apa sebab demikian halnya? 11. SD. SMP maupun SMA. (9) memulai pembaruan dengan satuan pelajaran. Tinjau tujuan-tujuan beberapa mata pelajaran. inovasi. (8) mendemonstrasikan suatu pembaharuan. Bandingkan prosedur administratif dan "grass roots approach" dalam pembaruan kurikulum. (3) kegiatan atau pengalaman belajar. (4) penilaian. Keempat komponen itu saling berhubungan. PERTANYAAN DAN TUGAS 1. dan perbaikan kurikulum? 6. Setiap kurikulum mempunyai keempat komponen yang berikut: (1) tujuan. 11. (2) pengetahuan. Apakah perbedaan antara perubahan. Sebutkan berapa bentuk kurikulum yang dapat dipandang sebagai reaksi terhadap subject curriculum? 4. Bagaimanakah cara menilai kurikulum? Kesulitan apakah yang dihadapi? 7. Dalam pembaharuan kurikulum hendaknya sedapat-dapatnya dimanfaatkan kebaikan-kebaikan bentuk-bentuk kurikulum lainnya. 10.kulum pendidikan guru. Adakah di antaranya yang saudara anggap kurang relevan dengan tujuan matapelajaran yang sebenarnya? 9. Bagaimanakah prosedur pembaruan kurikulum di Indonesia? . Berikan contoh-contoh tentang usaha pembaharuan yang lenyap karena pencetusnya meninggal dunia. 2. Dapatkah Saudara sebut alasan-alasan untuk menggantikan kurikulum 1968 dengan kurikulum SD 1975? 3. Adakah titik-titik pertemuan antara berbagai bentuk kurikulum itu? 5. Sebutkan alasan-alasan pada umumnya maka suatu kurikulum perlu diperbarui. 12. Perubahan kurikulum sering merupakan suatu reaksi terhadap kurikulum yang ada. Tinjau tujuan-tujuan kurikulum 1975. Adakah di antaranya yang saudara anggap terlampau idealistic yang tidak akan tercapai? 8. pembaruan. 12.

. Jelaskan bahwa semua komponen kurikulum saling berhubungan dan saling mempengaruhi. 18. Hingga manakah saudara dapat menerimanya.13. 14. 19. Dalam buku ini tercantum arah perkembangan kurikulum. Menurut pendapat saudara. Susun suatu pola kurikulum yang lengkap dengan gunakan bagan 1 sampai dengan 5. Peranan apakah yang dapat dipegang IKIP dalam usaha pembaruan kurikulum? 17. Bagaimanakah saran saudara agar dapat memanfaatkan kedua macam pendekatan itu. 20. menurut pendapat saudara? 16. Usaha-usaha praktis apakah yang dapat dijalankan untuk memasukkan pembaruan dalam kurikulum? Usaha manakah yang rasanya paling efektif di Indonesia. Apa dimaksud dengan "curriculum change is social change?" 15. apakah Universitas mendukung atau menghambat usaha pembaruan kurikulum? Jelaskan alasan saudara.

Dalam bab penutup ini kami ingin mengemukakan beherapa aspek kurikulum. kita dapat memilih pelajaran tentang malaria dari buku ilmu hayat. Kalau kita mengajarkan ilmu bumi misalnya dan di situ dibicarakan hal-hal tentang rawarawa. Sebenarnya teori-teori itu telah dilaksanakan pada sekolah-sekolah modern di luar negeri. sehingga ada pertalian yang erat antara matapelajaran-matapelajaran. . Kami percaya saudara juga dapat mencari aspek-aspek lain jikalau saudara telaah buku ini dengan teliti. akan tetapi yang berangsur-angsur. Kita lihat bahwa kurikulum dalam praktik pengajaran di sekolah-sekolah sering masih jauh ketinggalan jikalau dibandingkan dengan teoriteori yang ada mengenai kurikulum. Seperti kita ketahui perubahan kurikulum mulai dengan perubahan guru itu sendiri. Kita tidak mengharapkan perubahan yang revolusioner. Kalau kita mengajar di SD misalnya. atau tentang buaya. Juga di Indonesia perubahanperubahan telah dijalankan. supaya kita dapat mengadakan perbaikan. Inilah beherapa saran: 1. jikalau guru mempunyai konsepsi Baru tentang kurikulum. Perbaikan kurikulum dengan sendirinya akan diperoleh. kita dapat mengadakan perbaikan dalam berbagai aspek. Sebenarnya kita tidak perlu menunggu perintah dari atasan. Oleh sebab kurikulum itu sangat banyak aspek-aspeknya. walaupun jalannya lambat dan berangsur-angsur seperti yang lazim terdapat dalam setiap perkembangan kurikulum. melalui eksperimentasi dengan metode-metode modern pada sekolah-sekolah percobaan. asal saja kita tidak berpegang dengan gigih kepada tradisi dan rutin yang kolot. dan untuk ilmu tumbuh-tumbuhan pohon bakau atau nipah. janganlah kita ikuti setiap buku menurut urutan bab di dalam buku itu.BAB 10 PENUTUP Dalam bab-bab yang lalu telah kita perbincangkan beberapa asas dalam pembinaan kurikulum. Kurikulum itu hendaknya disusun sedemikian.

3. 4. Dengan jalan demikian dapat dicapai kebulatan yang lebih besar antara berbagai-bagai mata pelajaran seperti di SM. Kurikulum itu harus "fleksibel". harus ada persamaan dalam kurikulum. agar kita jangan ketinggalan zaman. bila keadaan memerlukan. Sebaiknya dicoba pula memberikan pelajaran "unit" secara okasional dengan kerja sama antara beberapa orang guru. Dalam hal ini guru-gum hendaknya bebas mengubah rencana pelajaran itu. Dalam tujuan dan garis-garis besarnya. karena setiap mata pelajaran diberikan oleh guru yang berlainan. tetapi tidak terdapat di suatu daerah. artinya dapat diubah. karena mereka kurang atau tidak mengetahui tujuan pendidikan. Kurikulum untuk tiap sekolah hendaknya disusun bersama oleh para guru. Ini tidak berarti. Di sekolah modern anak-anak juga diajak turut serta menentukan apa yang ingiri mereka pelajari. Akan tetapi hingga batas-batas tertentu. 2. Walaupun rencana pelajaran ditetapkan oleh pihak atasan. ada binatang-binatang yang tercantum dalam rencana pelajaran. tak dapat tiada kurikulum itu harus fleksibel. Tentu saja anak-anak tidak diberikan kebebasan sepenuhnya. sedangkan binatang yang penting di daerah itu tidak disebutkan. bahwa setiap sekolah bebas sepenuhnya melakukan sekehendak hatinya. Dalam pelajaran ilmu hayat misalnya.Di sekolah menengah cara ini lebih sulit diadakan. Kalau kita akui bahwa anak-anak di suatu kelas setiap tahun berbeda. mengubahnya dan menyesuaikannya dengan keperluan anak kelas itu. dan keadaan masyarakat pun senantiasa berubah. ini berarti. hendaknya diberi kebebasan kepada guru-guru untuk menelaahnya. akan tetapi dalam pelaksanaan dan bahannya harus diberi kebebasan untuk menyesuaikannya dengan kebutuhan anak dan masyarakat. bahwa senantiasa harus ada curriculum planning di sekolah itu. Wewenang itu akan mendorong para guru untuk lebih banyak memikirkan soal kurikulum sebagai keseluruhan dan bukan hanya tentang pelajarannya sendiri. Akan tetapi apabila ada rundingan antara guru-guru yang mempunyai pengertian akan prinsip korelasi. menurut kemampuan anak-anak rundingan tentang apa yang akan dipelajari memang dapat dilakukan bukan hanya . maka untuk beberapa pelajaran hal ini dapat dilakukan.

Anak-anak mempelajari prosedur-prosedur demokratis. Sekolah berkewajiban membantu anak. Kurikulum hendaknya dipusatkan pada masalah-masalah sosial dan pribadi yang penting artinya bagi anak dalam kehidupannya sehari-hari. artinya menggunakannya sebagai alat pendidikan. 6. dan sebagainya. hobby. Kurikulum harus dipakai untuk mewujudkan cita-cita nasional sesuai dengan filsafat negara. macam-macam bentuk rekreasi. 7. sandiwara. Kurikulum hendaknya sedapat-dapatnya meliputi segala pengalaman anak di bawah pimpinan sekolah. malahan memasukkan ke dalam kurikulum. agar ia lebih mampu menghadapi situasi-situasi dalam hidupnya. Itu sebabnya kegiatan-kegiatan itu harus dicampuri oleh guru-guru. 5. Lagi pula rundingan itu mempererat hubungan antara guru dengan murid. kita mengajak anak turut berpikir dan memupuk keberanian untuk mengeluarkan buah pikirannya. perkumpulan sekolah. Dalam rundingan itu anak-anak mengemukakan hal-hal yang ingin dipelajarinya. minat dan kesanggupan anak. Mengajak anak turut serta dalam menentukan bahan pelajaran dilakukan dengan pertimbangan-pertimbangan yang berikut: Pertama: Bahan pelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Kedua: Karena pertukaran pikiran maka anak-anak mendapat gambaran yang lebih jelas tentang masalah yang dihadapi. melainkan juga segala kegiatan-kegiatan yang mengandung unsur pendidikan seperti kepanduan. olahraga. mereka lebih memahami dan menginsafi makna pelajaran itu baginya. kurikulum tidak hanya terdiri atas mata pelajaran yang diberikan di dalam kelas. Sekolah turut bertanggung jawab untuk membentuk masyarakat . Sekolah berdiri di tengah-tengah masyarakat dan sudah selayaknya sekolah mendidik anak-anak mengenal masyarakat dan menunjukkan baktinya kepada masyarakat itu.dalam "unit" akan tetapi dalam tiap pelajaran. Menurut pendapat modern. serta antara murid dengan murid.

cara kerja yang efektif dan cara-cara menyelidiki dan memecahkan masalah-masalah. yang memberi pendidikan yang ditujukan kepada kepentingan anak-anak yang sedang. penyelidikan. Banyak prasangka hams diatasi untuk menghargai orang-orang lain yang berbeda dari kita. akan tetapi di samping itu harus diberikan kesempatan yang luas bagi perkembangan bakat-bakatnya istimewa. 8. sehingga anakanak mempelajari teknik belajar. 9. Mengenai hal-hal yang harus diketahui oleh semua anak sebagai warga negara dapat diusahakan semacam uniformitas. 10. bahwa suku-suku bangsa lain pun termasuk bangsanya sendiri. mengarang. Kurikulum harus memberikan pengalaman kepada anak-anak berupa pokok- pokok yang luas dan berarti bagi mereka dan karena itu mendorong mereka melakukan bermacam-macam akti vitasaktivitas seperti berbagai bentuk ekspresi. Kurikulum hendaknya membuka kesempatan kepada setiap anak untuk memperluas minatnya dan mengembangkan bakatnya masing-masing. Di sekolah anak-anak mendapat kesempatan untuk bergaul dengan anak-anak lain yang berbeda agama dan suku bangsanya. bertukang dan sebagainya.Indonesia yang bersatu yang sanggup menempatkan kepentingan negara di atas kepentingan diri sendiri. Untuk pelajaran serupa ini tidak diadakan batas-batas antara matapelajaran-matapelajaran. membentuk. dalam kesibukan sekolah mempersiapkan anak-anak untuk menghadapi ujian. Kurikulum harus diorganisasikan sedemikian. Mengabaikan kepentingan anak -anak yang berbakat di sekolah-sekolah kita. mengadakan percobaan-percobaan. dalam membentuk manusia Indonesia. Mereka harus mengenal dan menghormati suku bangsa lain serta adat istiadatnya dan menginsyafi. Bakat anakanak adalah harta negara yang paling berharga. golongan atau daerah. Tugas ini jangan hanya dilaksanakan sambil lalu saja. merupakan kerugian bagi . Sekolah ialah tempat utama untuk mewujudkan Pancasila sebagai "way of life" bangsa dan dengan demikian turut serta dalam "nation building". karyawisata.

e. c. Oleh sebab zaman cepat berubah. Tabel PERTANYAAN DAN TUGAS 1. f. tentu akan saudara lihat banyak kekurangan ditinjau dan sudut asas-asas kurikulum modern. nasib guru. Perbedaan individual ialah suatu prinsip yang masih belum dilaksanakan dengan serius dalam kurikulum kita. gedung sekolah. kurikulum kita banyak mengandung unsur-unsur yang tradisional yang tidak sesuai lagi dengan asas-asas kurikulum modern. Kalau saudara renungkan kurikulum yang berlaku sekarang di sekolah kita. pendidikan guru. maka di bawah ini kami membandingkannya dalam bentuk bagan.negara. Kekurangan-kekurangan apakah yang menurut saudara memerlukan perbaikan?. metode mengajar. Apakah ujian merupakan penghalang utama dalam pembaruan pendidikan? . KURIKUI. maka setiap kurikulum mengalami bahaya untuk menjadi kolo Juga t. Apakah modernisasi kurikulum sebaiknya dilakukan serempak di seluruh negara atau dimulai pada sekolah-sekolah tertentu sebagai percobaan dengan pimpinan ahli-ahli didik? 4. b. Untuk menegaskan dalam bidang-bidang mana antara lain dapat diadakan perubahan. peranan orang tua. 2. hubungan gum dengan murid 3. d. Perbaikan-perbaikan apakah saudara anjurkan mengenai: a.UM YANG KOLOT DAN MODERN Pembinaan kurikulum ialah usaha yang dinamis yang tak boleh berhenti jikalau kita ingin mengikuti perkembangan zaman.

.5. Apakah ada kemungkinan dalam vak saudara untuk turut mengajak anak merundingkan bahan yang akan dipelajari? 6. Tinjau perbandingan antara sekolah "kolot" dengan yang "modern" dan berikan pendapat saudara mengenai tiap hal. Nilai-nilai pendidikan apakah yang terkandung bagi murid-murid dalam menyelenggarakan sandiwara sekolah? 7.

Allyn and Bacon. 1959.. Inc. London.. Issues in Curriculum Development. Glen. 1974. Conflicting Conceptions of Curriculum. and Leslie J. 1976. Curriculum Improvement. Harold B. New York. Routledge and Kegan Paul. 1965. Norman. Allyn and Bacon Inc. Robert M. New York. Readings in Curriculum. 1970. Harvard University Press. Doll. Kimball Wiles and Joseph Bondi. Hanna.. 1950. Holt. Caswell. Hass. Jerome The Process of Education. The Conditions of Learning. 1977. Briggs. Chicago. Phoenix Books.. Cagne. Boston. Curriculum Principles and Social Trends. Hollis L. John. Appelton-Century Company. The University of Chicago Press. New York. dan Elsie J. Unit Teaching in the Elementary School. Open Books. Curriculum Evaluation.. Alcorn. Wellesley Foshay. Holt. Potter and Neva Hagaman. Hamilton. Rinehart and Winston.. New York. Principles of Instructional Design. Marvin D. Inc. Rinehart and Winston. Burr. 1960. Beswick. Linley. Alberty. 1974 . Ronald C.. Elliot W.1947. London. Eisner. London. Reorganizing the High. Lavone A. The Child and the Curriculum and The School and Society. and A. and James M. 1977. Student Teaching in the Elementary School. and Elizabeth Vallance.. Boston. Heinemann Educational Book Ltd. New York. Eggleston. World Book Company. Bruner.DAFTAR BUKU Alberty. The University of Chicago Press. The Sociology of the School Curriculum. Minor. 1974. The Macmillan Co. Education in the Elementary School. The Macmillan Company. Gladys L.. David. Inc. Harding and Leland Jacobs. James B. Lowry W. 1963. Resource-based Learning. John. New York. 1960. Dewey.. McCutchen Publishing Corporation. Appleton-Century-Crofts. New York. . American Book Company. Gwynn... 1950. J. 1970.School Curriculum.

Barry and Rob Walker. Handbook of Curriculum Evaluation. New York. Longman. Unesco. New York.. Kelly. 1954. Gertrude.. E. 1953. The Curriculum. Appelton-Century-Crofts. London. Harper and Row. George Allen and Unwin Ltd. Kementerian Pendidikan Pengajaran dan Kebudayaan. .. London. Social Studies for Children in a Democracy. Lewy. Leonard. Morrish. 1938. Nicholls. Harper and Row Ltd. Alice. Pancasila Pusaka Lama. 1957. New York. Changing the Curriculum: a Sosial Process. Aspects of Curriculum Change. Krug. . 1960. D. Prentice Hall. New York. Washington.Hilderth. Inc. 1976. John U. Ernest R. The Purposes of Education in American Democracy. NV Harian Masa. N. 1948. Theories of Learning... Michaelis. Inc. Dasar Pendidikan dan Pengajaran. Appleton-Century Company. MacDonald. Jakarta 1945.A.. 1956. AppletonCentury Company. Developing the Secondary School Curriculum. National Education Association. Howard Nichols. a Practical Guide.. 1977. Albert V. 1976. D. 1972. Open Books. 1975. George Allen and Unwin Ltd. New York. Curriculum Planning. Jakarta. Olson. London. 1977... Child Growth Through Education. Nasroen M. Kurikulum Sekolah Menengah Atas (SMA) 1975. Paul. Audrey and S. D. Edward A. Arieh (ed). Jakarta 1954. PN Balai Pustaka.. Developing a Curriculum. Penerbit Endang.C. Miel.G School and Community. New York. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Changing the Curriculum.. Harper and Brothers. J. Hilgard. The Roland press Company. The Secondary School Curriculum. New York. Educational Policies Commission. Inc. 1947. Ivor. New York. 1946..E. New York. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Rinehart and Company.

Progressive Education Association. Towards a Theory of Knowledge. Penguin University Books. 1970. Commission on Secondary School Curriculum. Appelton-Century.. New York. B. Piaget. The Dryden . Ragan William.. Henry J. Middlesex.Otto. 1938. Rinehart and Company. 1955. Principles of Elementary Education. Jean. Crofts. New York. Psychology and Epistemology. Modern Elementary Curriculum. Inc. Science in General Education..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful