KATA PENGANTAR Kurikulum merupakan alat yang sangat penting bagi keberhasilan suatu pendidikan.

Tanpa kurikulum yang sesuai dan tepat akan sulit untuk mencapai tujuan dan sasaran pendidikan yang diinginkan. Dalam sejarah pendidikan di Indonesia sudah beberapa kali diadakan perubahan dan perbaikan kurikulum yang tujuannya sudah tentu untuk menyesuaikannya dengan perkembangan dan kemajuan zaman, guna mencapai hasil yang maksimal. Mengembangkan kurikulum bukanlah pekerjaan yang mudah dan sederhana karena banyak sekali pertanyaan yang dapat dikemukakan untuk dipertimbangkan. Misalnya: Apakah yang ingin dicapai? Manusia yang bagaimana yang diharapkan akan dibentuk? Apakah yang diutamakan kebutuhan sekarang atau masa mendatang? Apakah hakikat anak harus dipertimbangkan atau diperlukan sebagai orang dewasa? Dan segudang pertanyaan lagi yang kesemuanya menyangkut asas-asas yang mendasari setiap kurikulum, yaitu asas filosotis, asas psikologis, asas sosiologis dan asas organisatoris. Dengan kurikulum yang sesuai dan tepat, maka dapat diharapkan sasaran dan tujuan pendidikan akan dapat tercapai secara maksimal. Buku ini penting bagi para mahasiswa, para guru dan siapa saja yang berminat dan berkecimpung di bidang pendidikan.

DAFTAR ISI

Kata Pengantar Bab 1 : Pengertian Dan Asas-Asas Kurikulum Bab 2 : Asas-Asas Fisiologi Bab 3 : Asas Psikologis Anak Bab 4 : Asas Psikologis Anak Bab 5 : Proses Perubahan Dan Perbaikan Kurikulum Bab 6 : Kurikulum Dan Masyarakat Bab 7 : Organisasi Kurikulum Bab 8 : Menentukan Scope Dan Sequence Dalam Pembinaan Kurikulum Bab 9 : Mengubah Kurikulum Bab 10 : Penutup Daftar Buku

BAB 1 PENGERTIAN DAN ASAS-ASAS
KURIKULUM Masa depan bangsa terletak dalam tangan generasi muda. Mutu bangsa di kemudian hari bergantung pada pendidikan yang dikecap oleh anak-anak sekarang, terutama melalui pendidikan formal yang diterima di sekolah. Apa yang akan dicapai di sekolah, ditentukan oleh kurikulum sekolah itu. Jadi barang siapa yang menguasai kurikulum memegang nasib bangsa dan negara. Maka dapat dipahami bahwa kurikulum sebagai alat yang begitu vital bagi perkembangan bangsa dipegang oleh pemerintah suatu negara. Dapat pula dipahami betapa pentingnya usaha mengembangkan kurikulum itu. Oleh sebab setiap guru merupakan kunci utama dalam pelaksanaan kurikulum, maka ia harus pula memahami seluk-beluk kurikulum. Hingga batas tertentu, dalam skala mikro, guru juga seorang pengembang kurikulum bagi kelasnya. APA YANG DIMAKSUD DENGAN KURIKULUM Perkataan kurikulum dikenal sebagai suatu istilah dalam dunia pendidikan sejak kurang lebih satu abad yang lampau. Perkataan ini belum terdapat dalam kamus Webster tahun 1812 dan baru timbul untuk pertama kalinya dalam kamus tahun 1856. Artinya pada waktu itu ialah: "1. a race course; a place for running; a chariot. 2. a course in general; applied particulary to the course of study in a university". Jadi dengan "kurikulum" dimaksud suatu jarak yang harus ditempuh oleh pelari atau kereta dalam perlombaan, dari awal sampai akhir. "Kurikulum" juga berarti "chariot," semacam kereta pacu pada zaman dulu, yakni suatu alat yang membawa seorang dari "start" sampai "finish". Di samping penggunaan "kurikulum" semula dalam bidang olah raga, kemudian dipakai dalam bidang pendidikan, yakni sejumlah mata kuliah di perguruan tinggi.

Dalam kasus Webster tahun 1955 "kurikulum diberi arti "'a. A course esp. a specified fixed course of study, as in a school or college, as one leading to a degree. b. The whole body of courses offered in an educational institution, or departme.nt thereof, -. the usual sense." Di sini "kurikulum" khusus digunakan dalam pendidikan dan pengajaran, yakni sejumlah mata pelajaran di sekolah atau mata kuliah di perguruan tinggi, yang harus ditempuh untuk mencapai suatu ijazah atau tingkat. "Kurikulum" juga berarti keseluruhan pelajaran yang disajikan oleh suatu lembaga pendidikan. Di Indonesia istilah "kurikulum" boleh dikatakan baru menjadi populer sejak tahun lima puluhan, yang dipopulerkan oleh mereka yang ,memperoleh pendidikan di Amerika Serikat. Kini istilah itu telah dikenal orang di luar pendidikan. Sebelumnya yang lazim digunakan ialah "rencana pelajaran". Pada hakikatnya kurikulum sama artinya dengan rencana pelajaran. Hilda Taba dalam bukunya Curriculum Development, Theory and Practice mengartikan sebagai "a plan for learning", yakni sesuatu yang direncanakan untuk pelajaran anak. Dalam buku ini kami gunakan istilah "kurikulum," karena pengertian kurikulum banyak mengalami perkembangan, berkat pemikiran yang banyak oleh tokoh-tokoh pendidikan mengenai kurikulum, sehingga dapat meliputi hal-hal yang tidak direncanakan, namun turut mengubah kelakuan anak didik. Kurikulum juga bukan lagi sekedar sejumlah mata pelajaran , akan tetapi mendapat liputan yang jauh lebih luas. Maka karena itu istilah "rencana pelajaran" rasanya terlampau sempit dan terikat oleh pengertian tradisional, yang sangat terbatas pada bahan pelajaran dalam buku pelajaran. Dalam teori, tetapi juga dalam praktik, pengertian kurikulum yang lama sudah banyak ditinggalkan. Para ahli pendidikan kebanyakan memberi arti dan isi yang lebih luas daripada semula. Selain itu pengertiannya pun senantiasa dapat berkembang dan mengalami perubahan. Perubahan itu antara lain terjadi karena orang tak kunjung puas dengan hasil pendidikan sekolah dan selalu ingin memperbaikinya. Memang tak mungkin disusun suatu kurikulum yang baik serta mantap sepanjang zaman. Suatu kurikulum hanya mungkin baik untuk suatu masyarakat tertentu pada masa tertentu. Perkembangan ilmu pengetahuan dan

teknologi yang mengubah masyarakat dan dengan sendirinya kurikulum pun tak dapat tiada harus disesuaikan dengan tuntutan zaman. Di samping itu banyak timbul pendapat-pendapat baru tentang hakikat dan perkembangan anak, caranya belajar, tentang masyarakat dan ilmu pengetahuan, dan lain-lain, yang memaksa diadakannya perubahan dalam kurikulum. Pengembangan kurikulum adalah proses yang tak henti-hentinya, yang harus dilakukan secara kontinu. Jika tidak, maka kurikulum menjadi usang atau ketinggalan zaman. Makin cepat perubahan dalam masyarakat, makin sering diperlukan penyesuaian kurikulum. Namun, mengubah kurikulum bukanlah pekerjaan yang mudah. Praktek pendidikan di sekolah senantiasa jauh ketinggalan bila dibandingkan dengan teori kurikulum. Bukan sesuatu yang aneh, bila suatu teori kurikulum baru menjadi kenyataan setelah 50 sampai 75 tahun kemudian. Kelambanan ini terjadi antara lain karena guru-guru banyak yang lebih ingin berpegang pada yang telah ada, merasa lebih aman dengan praktik-praktik rutin dan tradisional daripada mencobakan hal-hal baru, yang memerlukan pemikiran dan usaha yang lebih banyak dan ada kalanya menuntut perubahan pada diri guru itu sendiri. Itu sebabnya maka kurikulum masih banyak diartikan sebagai sejumlah mata pelajaran yang harus disampaikan kepada anak. BEBERAPA DEFINISI KURIKULUM Seperti telah dikemukakan di atas, perubahan zaman menuntut kurikulum baru dan sering juga pengertian baru mengenai makna kurikulum itu sendiri. Perubahan zaman memberi tugas-tugas baru kepada sekolah, di antaranya tugastugas yang sediakala dipikul oleh lembaga-lembaga lain seperti rumah tangga, pemerintah, petugas agama, dan lain-lain. Misalnya, anak-anak gadis biasanya belajar memasak, menjahit, mengurus rumah, dan pekerjaan lain dari ibunya. Dunia modern sering mengharuskan ibu-ibu bekerja, dan tidak sempat lagi mendidik anaknya dalam keterampilan rumah tangga. Maka tugas ibu itu dipercayakan kepada sekolah dengan memberi pelajaran PKK. Ada pula ibu-ibu yang tak puas dan merasa bosan hanya terikat oleh rutin rumah tangga dan ingin

" Jadi segala usaha sekolah untuk mempengaruhi anak belajar. Seperti halnya dengan definisi Saylor dan Alexander. akan tetapi juga meliputi kegiatan-kegiatan lain. pendidikan seks. di halaman sekolah atau di luar sekolah termasuk kurikulum. sehingga semakin sukar memastikan apakah sebenarnya kurikulum itu. kepramukaan. yang berada di bawah tanggung jawab sekolah. agama. dan hal-hal lain lambat laun digeser tanggung-jawab pendidikannya kepada sekolah. keterampilan vokasional. Galen Saylor dan William M. Alexander dalam buku Curriculum Planning for Better Teaching and Learning (1956) menjelaskan arti kurikulum sebagai berikut. on the playground. Demikian pula soal kesehatan jasmani anak.menentukan karirnya sendiri. Kurikulum meliputi juga apa yang disebut kegiatan ekstra-kurikuler. keamanan lalu lintas. pencegahan minum alkohol atau ganja. di dalam maupun di luar sekolah. Dengan bertambahnya tanggung jawab sekolah timbulah berbagai macam definisi kurikulum. pendidikan. Akhirnya setiap pendidik. " The Curriculum is the sum total of school's efforts to influence learning. whether in the clasroom. Dengan demikian kurikulum sekolah tidak hanya meliputi mata pelajaran tradisional. J. 2. di dalam dan luar kelas. melainkan berbagai kegiatan lain yang bersifat edukatif. Definisi melihat manfaat kegiatan dan pengalaman siswa di luar mata pelajaran tradisional. setiap guru harus menentukan sendiri apakah kurikulum itu bagi dirinya. kurikulum tidak terbatas pada mata pelajaran. Albertycs. 1. Harold B. Pengertian yang dianut oleh seseorang akan mempengaruhi kegiatan belajar-mengajar dalam kelas maupun di luar kelas. or out of school. . apakah dalam ruangan kelas. dalam Reorganizing the High-School Curriculum (1965) memandang kurikulum sebagai "all of the activities that are provided for students by the school". Di bawah ini kami berikan sejumlah definisi kurikulum menurut beberapa ahli kurikulum.

Mereka melihat kurikulum sebagai sejumlah pengalaman yang secara potensial dapat diberikan kepada anak dan pemuda. jumlah ruangan serta kemungkinan memilih mata pelajaran. cara mengevaluasi termasuk kurikulum. Menurut mereka dalam kurikulum juga termasuk metode mengajar dan belajar. Stanley. William B.3. Harlan Shores memandang kurikulum sebagai "a sequence of potential experiences set up in the school for the purpose of disciplining children and youth in group ways of thinking and acting".. agar mereka dapat berpikir dan berbuat sesuai dengan masyarakatnya. cara mengevaluasi murid dan seluruh program. bimbingan dan penyuluhan. Ragan. perubahan tenaga mengajar. Lloyd Trump dan Delmas F. W. most whole some influences that exist in the culture. The term is used . 4. to include all the experiences of children for which the school accepts responsibility. B. 5. Ketiga aspek pokok. sehingga tak mungkin diadakan perbaikan kalau tidak diperhatikan ketigatiganya. and the nation to bring to the children the finest. It denotes the results of efferorts on the part of the adults of the community.O. J. metode mengajar.. yang meliputi seluruh program dan kehidupan dalam sekolah. supervisi dan administrasi dan hal-hal struktural mengenai waktu. dan J. Miller dalam buku Secondary School lmprovemant (1973) juga menganut definisi kurikulum yang luas. program. manusia dan fasilitas sangat erat hubungannya. Othanel Smith. Jadi hubungan sosial antara guru dan murid. Kurikulum tidak hanya meliputi bahan pelajaran tetapi meliputi seluruh kehidupan dalam kelas. yakni segala pengalaman anak di bawah tanggung-jawab sekolah." Ragan mengunakan kurikulum dalam arti yang luas. dalam buku Modern Elementary Curriculum (1966) menjelaskan arti kurikulum sebagai berikut: "The tendency in recent decades has ben to use the term in a broader sense to refer to the whole life and program of the school. .

maka definisi yang luas itu membuatnya tidak fungsional. jadi tidak merupakan tindakan yang disengaja. meliputi keadaan lingkungan pendidikan seperti kebersihan ruangan. pegawai administrasi dan orang lainnya yang ada hubungannya dengan murid-murid ). Hilda Taba berpendapat bahwa definisi yang terlampau luas mengaburkan pengertian kurikulum sehingga menghalangi pemikiran dan pengolahan yang tajam tentang kurikulum. masyarakat. cita-cita serta norma-norma. apresiasi. Tak semua ahli kurikulum menganut pendirian yang begitu luas. melainkan juga pribadi guru. para pendidik dan personalia (termasuk penjaga sekolah. kecakapan. kebiasaan-kebiasaan. Alice Miel juga menganut pendirian yang luas mengenai kurikulum. Jika kurikulum dirumuskan sebagai "segala usaha yang dilakukan oleh sekolah untuk memperoleh hasil yang diharapkan dalam situasi di dalam maupun di luar sekolah" atau sebagai" sejumlah pengalaman yang potensial dapat diberikan oleh sekolah dengan tujuan agar anak dan pemuda dibiasakan berpikir dan berbuat menurut kelompok atau masyarakat tempat ia hidup". keyakinan.6. sikap. melarang atau menghukum. suasana sekolah. memuji. . pengetahuan dan sikap orang-orang melayani dan dilayani sekolah. Jadi kurikulum meliputi segala pengalaman dan pengaruh yang bercorak pendidikan yang diperoleh anak di sekolah. karena definisi yang sempit tidak lagi diterima oleh sekolah modern. Kita lihat bahwa Alice Miel mencakup kedua hal itu dalam pengertian kurikulumnya yakni alat pendidikan dan faktor pendidikan. yakni anak didik. keramahan pendidik. keinginan. Dalam bukunya Changing the Curriculum : a Social Process (1946) is mengemukakan bahwa kurikulum juga meliputi keadaan gedung. Istilah kedua berarti faktorfaktor pendidikan. yaitu segala sesuatu yang dengan sengaja dilakukan oleh sipendidik terhadap anak-didik guna mempengaruhi kelakuannya. seperti menjelaskan. kepala sekolah serta seluruh pegawai sekolah. Definisi Miel tentang kurikulum sangat luas yang mencakup yang meliputi bukan hanya pengetahuan. Langeveld seorang ahli pendidikan Belanda dalam bukunya Leerboek der Pedagogische Psychologie membedakan apa yang disebutnya opvoedingsmiddelen dan opvoedingsfaktoren Istilah pertama berarti alat-alat pendidikan. menganjurkan. Maka Hilda Taba memilih posisi yang tidak terlampau luas dan tidak pula terlampau sempit.

Kurikulum adalah sesuatu yang direncanakan sebagai pegangan guna mencapai tujuan pendidikan.Hilda Taba mengemukakan. Akan tetapi kegiatan-kegiatan akhir masih bersifat kontroversial. dan lain-lain. suatu cita-cita tentang manusia atau warga negara yang akan dibentuk. Ia dengan sengaja menggunakan istilah "schooling" untuk menjelaskan apa sebenarnya tugas sekolah. organized classroom instruction. pengalaman kerja yang bertalian dengan pelajaran. dan akhirnya evaluasi hasil belajar. dan perkemahan sekolah. sehingga tidak mungkin dilakukan dengan baik. bahwa pada hakikatnya tiap kurikulum merupakan suatu cara untuk mempersiapkan anak agar berparsitipasi sebagai anggota yang produktif dalam masyrakatnya. Memborong segala tanggung jawab atas pendidikan anak akan merupakan beban yang terlampau berat. maka terdapatlah kesenjangan antara idea dan real curriculum. kegiatan pengabdian masyarakat. Kurikulum dilihatnya sebagai cara -cara dan usaha untuk mencapai tujuan persekolahan. 7. Maka karena itu Krug membatasi kurikulum pada : 1. 2. yakni pernyataan tentang tujuan dan sasaran. . Krug dalam The Secondary School Curriculum (1960) menunjukkan pendirian yang terbatas tapi realistis tentang kurikulum. bagaimanapun polanya. yaitu pengajaran di dalam kelas. lembaga agama. Apa yang direncanakan biasanya bersifat idea. Ia membedakan tugas sekolah mengenai perkembangan anak dan tanggung jawab lembaga pendidikan lainnya seperti rumah tangga. Apa yang dapat diwujudkan dalam kenyataan disebut kurikulum yang real. seleksi dan organisasi bahan dan isi pelajaran. Karena tak segala sesuatu yang direncanakan dapat direalisasikan. masyarakat. Edward A. Definisinya ialah "A Curriculum Consists of the means used to achieve or carry out given purposes of schooling". bentuk dan kegiatan belajar dan mengajar. Kurikulum ini lazim mengandung harapan-harapan yang sering berbunyi muluk-muluk. seperti bimbingan dan penyuluhan. Perbedaan kurikulum terletak pada penekanan pada unsur-unsur tertentu. Tiap kurikulum. kegiatan-kegiatan tertentu di luar pengajaran itu. selalu mempunyai komponen-komponen tertentu.

pada hal kurikulum itu pun mengandung . yakni sebagai hasil karya para pengembang kurikulum. Ada kemungkinan. Hasilnya dituangkan dalam bentuk buku atau pedoman kurikulum. bahwa apa yang diwujudkan pada diri anak berbeda dengan apa yang diharapkan menurut rencana. Akan tetapi mengajukan kurikulum yang ekstrim sering dilakukan dengan mendiskreditkan kurikulum yang lama. sikap. keterampilan tertentu. 3. 2. bahkan sering yang bertentangan. disebut actual curriculum. biasanya dalam suatu panitia. Kurikulum dapat dilihat sabagai produk. yang misalnya berisi sejumlah mata pelajaran yang harus diajarkan.Smith dan kawan-kawan memandang kurikulum sebagai rangkaian pengalaman yang secara potensial dapat diberikan kepada anak. sehingga kita peroleh penggolongan sebagai sebagai berikut : 1. Ini dapat berupa mengajarkan berbagai mata pelajaran tetapi dapat juga meliputi segala kegiatan yang dianggap dapat mempengaruhi perkembangan siswa misalnya perkumpulan sekolah. pramuka. Kurikulum sebagi pengalaman siswa. Ketidakpuasan dengan kurikulum yang berlaku adalah sesuatu yang biasa dan memberi dorongan mencari kurikulum baru. pertandingan. Berbagai tafsiran tentang kurikulum dapat kita tinjau dari segi lain. Apa yang diharapkan akan dipelajari tidak selalu sama dengan apa yang benar-benar dipelajari. misalnya bahan yang benar-benar diperolehnya. yakni pengetahuan. Namun apa yang benar-benar dapat diwujudkan pada anak secara individual. jadi dapat disebut potential curriculum. Kurikulum dapat pula dipandang sebagai program. Ketiga pandangan diatas berkenaan dengan perencanaan kurikulum sedangkan pandangan ini mengenai apa yang secara aktual menjadi kenyataan pada tiap siswa. Kurikulum dapat pula dipandang sebagai hal-hal yang diharapkan akan dipelajari siswa. warung sekolah dan lain-lain. Mengenai masalah kurikulum senantiasa terdapat pendirian yang berbedabeda. yakni alat yang dilakukan oleh sekolah untuk mencapai tujuannya. 4.

ataukah ia diperlakukan sebagai orang dewasa? Apakah kebutuhan anak itu? Apakah harus dipentingkan anak sebagai individu atau sebagai anggota kelompok? Apakah yang harus dipentingkan. perlu kita ketahui bahwa dalam praktik pendidikan sering terjadi campuran atau adanya berbagai bentuk kurikulum yang hidup bersama secara damai. jadi menonjolkannya dalam bentuk yang ekstrim. sedangkan kurikulum pasti tidak akan sempurna dan akan tampil kekurangannya setelah berjalan dalam beberapa waktu. Adanya berbagai tafsiran tentang kurikulum tak perlu merisaukan. sebelum ia yakin bahwa yang baru itu ternyata lebih baik lagi. Dalam praktiknya biasanya tidak dapat pertentangan yang begitu tajam seperti yang digambarkan dalam teorinya. Maka karena itu jarang akan terdapat bahwa suatu teori tentang kurikulam dilaksanakan secara murni. Juga ada kemungkinan untuk mengawinkan yang baru dengan yang lama.kebaikan. Selain itu berbagai jenis kurikulum dapat hidup bersama tanpa menimbulkan konflik. Pada umumnya guru itu konservatif dan cenderung berpegang pada cara-cara yang lama yang telah dikuasainya dan menurut pengalamannya memberi hasil yang baik. Ia tidak mudah melepaskan yang lama yang sudah terbukti kebaikannya. Pandangan yang berbeda-beda itu memberi dinamika dalam pemikiran tentang kurikulum secara kontinu tanpa henti-hentinya. Misalnya : Apakah yang ingin dicapai. karena justru dapat memberi dorongan untuk mengadakan inovasi mencari bentuk bentuk kurikulum baru. ASAS-ASAS KURIKULUM Mengembangkan kurikulum bukan sesuatu yang mudah dan sederhana karena banyak hal yang harus dipertimbangkan dan banyak pertanyaan yang dapat diajukan untuk diperhitungkan. manusia yang bagaimana yang diharapkan akan dibentuk? Apakah akan diutamakan kebutuhan anak pada saat sekarang atau masa mendatang? Apakah hakikat anak harus dipertimbangkan. mengajarkan kejujuran atau memberi pendidikan umum? Apakah pelajaran akan didasarkan . Bila dalam buku ini kami uraikan kurikulum dalam bentuk murninya menurut teori yang mendasarinya.

Perbedaan filsafat dengan sendirinya akan menimbulkan perbedaan dalam tujuan pendidikan. mungkin juga cara mengajar dan menilainya. Asas psikologis yang memperhitungkan faktor anak dalam kurikulum yakni a. Apakah yang dimaksud dengan "balk" pada hakikatnya ditentukan oleh nilai nilai. atau diberi kelonggaran untuk menyesuaikannya dengan keadaan daerah? Apakah hasil belajar anak akan diuji secara uniform ataukah diserahkan pada penilaian guru yang dapat mempelajari anak itu dalam segala aspek selama waktu yang panjang ? Semua pertanyaan itu menyangkut asas-asas yang mendasari setiap kurikulum. perkembangan dan perubahannya. perkembangan anak. 2.atas disiplin ilmu ataukah dipusatkan pada masalah sosial dan pribadi? Apakah semua anak harus mengikuti pelajaran yang sama taukah is diizinkan memilih pelajaran sesuai dengan minatnya? Apakah seluruh kurikulum sama bagi semua sekolah secara uniform. 3. kebudayaan manusia. Asas sosiologis. dirasa perlu memberikannya lebih dahulu secara singkat. jadi juga bahan pelajaran yang disajikan. bagaimana proses belajar anak. 1. pendidikan di negara yang menganut agama Budha akan berlainan denagan pendidikan di negara yang memeluk agama Islam . Asas organisatoris yang mempertimbangkan bentuk dan organisasi bahan pelajaran yang disajikan. dan lain-lain. Pendidikan di negara otokratis akan berbeda dengan negara yang demokratis. Asas Filosofis Sekolah bertujuan mendidik anak agar menjadi manusia yang "baik". yaitu keadaan masyarakat. masyarakat bahkan dunia. Walaupun dalam buku ini keempat asas itu akan dipaparkan lebih lanjut. 4. orang tua. yakni : 1. Asas filosofis yang berkenaan dengan tujuan pendidikan yang sesuai dengan filsafat negara. tapi juga guru. b. psikologi belajar. psikologi anak. hasil kerja manusia herupa pengetahuan. cita-cita atau filsafat yang dianut negara.

Soal yang penting ialah : bagaimanakah anak itu belajar? Kalau kita tahu betul. Kurikulum ini dapat dipandang sebagai reaksi terhadap kurikulum yang ditentukan oleh orang dewasa tanpa menghiraukan kebutuhan dan minat anak. dapat mengubah sikapnya. maka kurikulum dapat direncanakan dan dilaksanakan dengan cara yang seefektif-efektifnya. Selama berabad-abad anak tidak dipandang sebagai manusia yang lain daripada orang dewasa dan karena itu mempunyai kebutuhan sendiri sesuai dengan perkembangannya. khususnya para pengembang kurikulum. Psikologi belajar Pendidikan di sekolah diberikan dengan kepercayaan dan keyakinan bahwa anak-anak dapat dididik. bahkan kurikulum yang semata-mata didasarkan atas minat dan perkembangan anak. Timbullah aliran yang disebut progresif. yakni menciptakan situasi-situasi di mana anak dapat belajar untuk mengembangkan bakatnya. yaitu "Child centered curriculum". bagaimana proses belajar itu berlangsung. untuk kepentingan anak. untuk selalu menjadikan anak sebagai salah satu pokok pemikiran. dapat menerima norma-norma. dapat menguasai sejumlah keterampilan. Kurikulum tak dapat tiada mempunyai hubungan yang erat dengan filsafat bangsa dan negara terutama dalam menentukan manusia yang dicitacitakan sebagai tujuan yang harus dicapai melalui pendidikan formal. dalam keadaan yang bagaimana belajar itu memberi hasil yang sebaik-baiknya. dan sejak permulaan abad ke-20 anak kian mendapat perhatian menjadi salah satu asas dalam pengembangan kurikulum. Psikologi anak Sekolah didirikan untuk anak. Namun gerakan ini tak dapat tiada menarik perhatian para pendidik.atau Kristen. dan dilakukan penelitian ilmiah untuk lebih mengenalnya. Tentu saja kurikulum yang begitu ekstrim mengutamakan salah satu dasar akan mempunyai kekurangan-kekurangan. b. . Asas Psikologis a. Baru setelah Rousseau anak itu dikenal sebagai anak. Anak-anak dapat belajar. 2. dapat dipengaruhi kelakuannya. dapat menguasai sejumlah pengetahuan.

Tiap masyarakat mempunyai norma-norma. Ia banyak menerima jasa dari masyarakat dan ia sebaliknya harus menyumbangkan baktinya bagi kemajuan masyarakat. Penelitian dilakukan untuk lebih mendalam memahami proses belajar ini. jadi yang mencakup segala gejala belajar. Karena hubungan yang sangat erat itu maka psikologi menjadi salah satu dasar kurikulum. 3. Dengan demikian ada hubungan yang erat antara kurikulum dan psikologi belajar dan psikologi anak. banyak di antaranya dengan melakukan eksperimen. adat kebiasaan yang tak dapat tiada harus dikenal dan diwujudkan anak dalam pribadinya lalu dinyatakannya dalam kelakuannya. maupun sebagai orang dewasa kelak. Tuntutan masyarakat tak dapat diabaikannya. Dalam hal ini pun harus kita jaga. maka timbullah berbagai teori belajar yang menunjukkan ketidaksesuaian satu sama lain. Teori belajar dijadikan dasar bagi proses belajar-mengajar. Pada umumnya dapat dikatakan. Di situ ia harus memenuhi tugas-tugas yang harus dilakukannya dengan penuh tanggung-jawab. Perbedaan ini harus di pertimbangkan dalam kurikulum. Tiap masyarakat berlainan corak nilai-nilai yang dianutnya.Oleh sebab belajar itu ternyata suatu proses yang pelik dan kompleks. Oleh sebab masyarakat suatu faktor yang begitu penting dalam pengembangan kurikulum. bahwa tiap teori itu mengandung kebenaran. dari yang sederhana sampai yang paling pelik. ia selalu hidup dalam suatu masyarakat. akan tetapi tidak memberikan gambaran tentang keseluruhan proses belajar itu. Asas Sosiologis Anak tidak hidup sendiri terisolasi dari manusia lainnya. Tiap anak akan berbeda latar belakang kebudayaannya. agar asas ini jangan terlampau mendominasi sehingga . Juga perubahan masyarakat akibat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan faktor pertimbangan dalam kurikulum. maka masyarakat dijadikan salah satu asas. baik sebagai anak.

dalam bentuk yang bagaimana bahan pelajaran akan disajikan? Apakah dalam bentuk mata pelajaran yang terpisah pisah. KURIKULUM TRDISIONAL ATAU PROGRESIF . ataukah diusahakan adanya hubungan antara pelajaran yang diberikan. Setiap organisasi kurikulum mempunyai kebaikan akan tetapi tidak lepas dari kektirangan ditinjau dari segi-segi tertentu. Kurikulum yang bagaimana yang harus dipilih? Pertanyaan itu diajukan karena macamnya kemungkinan. yakni yang tradisional dan yang progresif. bermacam-macam organisasi kurikulum dapat dijalankan secara bersama di satu sekolah. Bahasa. Sering dikatakan bahwa "curriculum is a matter of choice". Pada umumnya dapat dibedakan dua pendirian utama. kurikulurri adalah soal pilihan. IPS. Ataukah diusahakan hubungan secara lebih mendalam dengan menghapuskan segala batas-batas mata pelajaran. Sebaliknya ilmu jiwa Gestalt lebih mengutamakan keseluruhan. Asas Organisatoris Asas ini herkenaan dengan masalah. dan lain-lain. 4. bahkan yang satu dapat membantu atau melengkapi yang satu lagi.timbul kurikulum yang berpusat pada masyarakat atau "society-centered curriculum". atau yang berpusat pada mata pelajaran. Aliran psikologi ini lebih cenderung memilih kurikulum terpadu atau integrated kurikulum. Dalam hal ini pilihan banyak bergantung pada pendirian atau sikap seseorang tentang pendidikan. Dalam mengembangkan kurikulum harus diadakan pilihan. Selain itu. yang dengan sendirinya akan terpisah-pisah. Ilmu jiwa asosiasi yang berpendirian bahwa keseluruhan sama dengan jumlah bagianbagiannya cenderung memilih kurikulum yang subjectcentered. jadi selalu hasil semacam kompromi antara anggota panitia kurikulum. bahwa tidak ada kurikulum yang baik dan tidak baik. misalnya dalam bentuk broad-field atau bidang studi seperti IPA. karena keseluruhan itu bermakna dan lebih relevan dengan kebutuhan anak dan masyarakat. jadi dalam bentuk kurikulum yang terpadu. Kembali perlu di ingatkan.

namun kita mengadakan ujian nasional yang uniform yang tidak menghiraukan perbedaan individual. dan terutama menonjolkan hafalan.progresif juga tidak dengan sendirinya baik dan luput dari. dan sebagainya. barang seni. Sekolah progresif misalnya mementingkan kemampuan memecahkan masalah dan menggunakan pengetahuan secara fungsional untuk memecahkan masalah itu. Tidak diharapkan siswa mempunyai pengetahuan yang uniform. Namun orang tua masih mengharapkan agar murid murid hafal akan nama-nama geografis. Sebaliknya kurikulum modern . bahwa orang mengharapkan hasil-hasil tradisional dari sekolah yang progresif. Dianggap . Sekolah progresif harus dinilai berdasarkan prinsip-prinsip sekolah itu. apakah itu nilai-nilai. tidak mengizinkan perbedaan pendapat. kita ingin agar anak sanggup mengadakan penelitian dan penemun. juga orangitua yang telah mengecap pendidikan tradisional dan merasakan manfaatnya.Kurikulum tradisional yang ingin mengawetkan yang lama tidak dengan sendirinya buruk dan merugikan. tahun-tahun dan tokoh-tokoh sejarah. Di bawah ini kami cantumkan beberapa perbedaan antara pendirian tradisional dan progresif. sanggup berpikir sendiri. terampil dalam hitungan di luar kepala. Namun dalam masa perubahan yang serba dinamis ini. oleh sebab apa yang diawetkan. yang biasanya diberikan secara terpisah-pisah. antara lain dari pihak guru yang terkenal karena sikap konservatifnya. dan lain-lain. Kurikulum tradisional ini telah bertahan selama beberapa abad dan diduga akan bertahan terus sepanjang masa. menutup mata bagi perubahan akan merugikan diri sendiri. benda. Kesulitan yang dihadapi kurikulum progresif ialah. berbagai kekurangan. menentukan lebih dahulu mana yang benar yang dicoba anak mencari atau menerkanya bila menghadapi ujian bercorak objektif. Bahan mata pelajaran diambil dari berbagai disiplin ilmu yang dibina dan senantiasa dikembangkan para ilmuwan dan karena itu mendapat penghargaan tinggi dari masyarakat. Kita inginkan agar anak-anak kreatif. Menjalankan kurikulum progresif akan banyak mendapat tentangan. Penganut kurikulum tradisional berpegang pada kurikulum yang didasarkan atas subjek atau mata pelajaran. selalu yang baik. walaupun kesimpulannya lain dari yang lain.

metode belajar-mengajar. Kurikulum tradisional menyamaratakan semua siswa baik mengenai bahan. Sebaliknya kurikulum yang progresif lebih banyak memberi kebebasan kepada siswa untuk menentukan apa yang akan dipelajarinya. agar siswa mempelajari bahan yang sama dan mencapai tingkat penguasaan yang sama. akan tetapi tidak dipelajari demi ilmu sendiri. Penganut kurikulum progresif atau modern tidak menolak ilmu. Mengumpulkan ilmu demi ilmu yang tidak fungsional hanya membebani otak dengan hal-hal yang mubazir. bahwa kurikulum progresif merupakan reaksi dalam berbagai bentuk terhadap . Kalau diteliti lebih lanjut dapat lagi kita temui perbedaan lain antara kedua pendekatan dalam pengembangan kurikulum. akan tetapi untuk digunakan dalam memecahkan suatu masalah. sedangkan kurikulum progresif berusaha untuk mengubah lingkungan untuk membentuk dunia yang lebih baik. karena banyak pelajaran yang sebenarnya tidak ada kaitannya dengan kehidupan anak dalam masyarakat. Kurikulum progresif memperhatikan bahkan membantu perkembangan keunikan individu. Sambil memecahkan masalah siswa mengumpulkan ilmu yang diperlukan. Kurikulum tradisional menerima kenyataan dalam masyarakat sebagaimana adanya. pengawasan. Dapat kita katakan. sesuai dengan minat dan kesanggupannya dalam suasana yang mengizinkan kebebasan. Selain itu mempelajari ilmu akan mengembangkan kemampuan intelektual anak. maupun evaluasi. Apa yang dipelajari dalam kurikulum tradisional dianggap akan berguna kelak di kemudian hari anak. Di lain pihak.bahwa ilmu mempunyai nilai tersendiri dan karena itu dapat dipelajari demi ilmu itu sendiri. Tujuan pendidikan bukan hanya mengembangkan aspek intelektual saja melainkan keseluruhan pribadi anak dalam segala aspek. Dalam kurikulum tradisional diperlukan pengarahan. kurikulum progresif memilih masalahmasalah yang nyata dalam kehidupan anak dan masyarakat. kontrol dan disiplin yang ketat.

dengan ditonjolkannya kembali kurikulum yang berdasarkan disiplin ilmu. aliran progresif mengalami pukulan hebat. Keempat komponen itu dapat kita gambarkan dalam bagan sebagai berikut: TUJUAN EVALUASI PBM BAHAN Keempat komponen itu saling berhubungan. (2) bahan pelajaran. dan apa yang harus dinilai. akan tetapi akibatnya ialah. (3) proses belajar-mengajar. Tujuan apa yang harus dicapai sekolah? 2. Bagaimanakah memilih bahan pelajaran guna mencapai tujuan itu? 3. Demikian pula penilaian dapat mempengaruhi komponen lainnya. bagaimana proses belajarnya. sehingga setelah peluncuran Sputnik. KOMPONEN-KOMPONEN KURIKULUM Ralph W. Bagaimanakah bahan disajikan agar efektif diajarkan? 4. salah satu buku yang paling berpengaruh dalam pengembangan kurikulum. bahwa faktor anak kembali dianaktirikan. Yang paling berpengaruh ialah kritik bahwa kurikulum ini kurang mengembangkan kemampuan intelektual anak.kekurangan-kekurangan yang terdapat dalam kurikulum tradisional. Tujuan menentukan bahan apa yang akan dipelajari. mengajukan 4 pertanyaan pokok. Setiap komponen bertalian erat dengan ketiga komponen lainnya. maka diperoleh keempat komponen kurikulum yakni. Pada saat dipentingkan- .Tyler dalam bukunya Basic Principles of Curriculum and Instruction (1949). kurikulum ini tetap bertahan. (4) evaluasi atau penilaian. Juga kurikulum progresif tidak bebas dari kritik yang tajam dari berbagai pihak. (1) tujuan. Bagaimanakah efektivitas belajar dapat dinilai? Berdasarkan pertanyaan itu. Namun betapapun kritik terhadap kurikulum tradisional. yakni : 1.

dan lain-lain. Kurikulum yang semula berarti jarak yang harus ditempuh. misalnya ditonjolkannya tujuan yang baru. maka semua komponen lainnya turut mengalami perubahan. actual curriculum atau potential learning experiences. real. kerja keras. Tak mudah menentukan tujuan pendidikan atau pelajaran. jujur. Para ahli kurikulum "modern" cenderung memberikan pengertian yang lebih luas. PBM. maka timbul kecenderungan untuk menjadikan bahan ujian sebagai tujuan kurikulum. maupun evaluasi pun lebih jelas. Pola kurikulum yang dikemukakan oleh Tyler ini tampaknya sangat sederhana. Bila salah satu komponen berubah. Kurikulum dapat dipandang dari berbagai segi. 2. UMPTN. curriculum as a product. as intended learnings. Dapat pula kita memandangnya sebagai formal curriculum. pribadi guru. atau proses belajar-mengajar. namun dalam kenyataannya lebih kompleks daripada yang diduga. Kalau tujuannya jelas. RANGKUMAN 1.nya evaluasi dalam bentuk ujian. as a program. . Menentukan PBM yang efektif tak kurang sulitnya. ideal. karena keberhaslannya baru diketahui setelah dinilai. 3. sehingga meliputi kegiatan di luar kelas. kemudian menjadi sejumlah mata pelajaran yang harus dilalui untuk mendapat ijazah. yakni. maka bahan pelajaran. atau cara penilaian. tak mudah pula menentukan bahan yang tepat guna mencapai tujuan itu. namun masih dipertimbangkan hingga sekarang. misalnya metode baru. dan sebagainya. proses belajar-mengajar cenderung mengutamakan latihan dan hafalan. Konsep tayle tentang komposisi kurikulum tentu mendapat kritik. termasuk kebersihan kelas. as the experiences of the learner. sikap petugas sekolah. bahkan juga mencakup segala sesuatu yang dapat mempengaruhi kelakuan siswa. misalnya Ebtanas. misalnya bahan untuk mend idik anak agar menjadi manusia pembangun.

Perubahan kurikulum berjalan kontinu kalau tidak mau ketinggalan zaman. karena banyak tugas yang sedianya oleh rumah tangga dan lembaga informal lainnya dibebankan kepada sekolah. 2. 5. 3. Ia dapat menganut pendirian yaang tradisional atau progresif. the experiences of the learner. Sebutkan asas-asas kurikulum. 6. 7. potential. Hilda Taba memandang kurikulum sebagai "a plan for learning". Bagaimanakah pengertian kurikulum di sekolah kita? 5. Pilihannya itu akan mempengaruhi tafsirannya konsepsinya tentang tugasnya sebagai pendidik. Perbedaan apakah yang mungkin timbul di antara anggota panitia pengembangan kurikulum? jauh ketinggalan bila dibandingkan . Menurut Saudara siapakah yang mengembangkan kurikulum? Apakah orangtua. Jelaskan perkembangan pengertian kurikulum. Di antara asas-asas kurikulum. Kurikulum senantiasa harus diubah karena perubahan masyarakat akibat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. bahwa praktik kurikulum dengan teorinya. 6. intended learnings. antara lain mengenai luas cakupannya. 4. Jelaskan arti kurikulum sebagai product. program.4. tiap guru harus sendiri. Juga pengertian kurikulum formal. begitu juga murid harus turut dalam pengembangan kurikulum? 8. real. actual. Jelaskan. Dikatakan. Selidiki azas-azas itu pada kurikulum yang berlaku di sekolah kita. 7. PERTANYAAN DAN TUGAS 1. asas manakah yang paling banyak mengalami perubahan? Mana yang paling sedikit atau tidak berubah? 10. Karena adanya menentukan macam-macam definisi kurikulum. ideal. Ada kecenderungan pengertian kurikulum meluas. Bandingkan berbagai definisi yang tercantum dalam pelajaran. Ada kebaikan dan kelemahan pengertian kurikulum yang terlampau luas atau terlampau sempit. Bagaimana pendapat Saudara tentang guru sebagai pengembang kurikulum? 9.

13. Ada kurikulum yang tidak direncanakan. Jelaskan bahwa perubahan dalam satu komponen mempengaruhi komponen lainnya.11. Tahukah Saudara apa maksudnya dan memberi beberapa contoh? . yakni "hidden curriculum" atau kurikulum yang tersembunyi. Jelaskan adanya hubungan yang erat di antara komponenkomponen kurikulum. Bila dibandingkan kurikulum sebelum dan sesudah kita merdeka perbedaan apakah kiranya yang kita dapati? 12.

BAB 2 ASAS-ASAS FILOSOFIS Filsafat sangat penting karena harus dipertimbangkan dalam mengambil keputusan tentang setiap aspek kurikulum. Di sini akan kami bicarakan dengan singkat beberapa buah yakni : 1. Pendirian itu terlampau picik. Aliran Perennialisme Aliran ini bertujuan mengembangkan kemampuan intelektual anak melalui pengetahuan yang "abadi. karena apa yang dilakukan guru harus didasarkan pada apa yang dipercayai. yakni sampai akarnya tentang hakikat sesuatu. apakah sumber kebenaran dan nilai-nilai yang hendaknya menjadi pegangan hidup kita. apakah peranan sekolah dalam masyarakat. karena sangat abstrak dan karena itu tak praktis dan tidak ada manfaatnya bagi pekerjaannya. Filsafat adalah cara berpikir yang sedalam-dalamnya. tentang apakah yang baik. Kurikulum yang diinginkan oleh aliran ini terdiri atas subject atau mata pelajaran yang terpisah sebagai disiplin ilmu dengan menolak penggabungan . apakah yang sebaiknya diajarkan kepada anak didik. masing-masing dengan dasar pemikiran tersendiri. universal dan absolut" atau "perennial" yang ditemukan dan diciptakan para pemikir unggul sepanjang masa. apakah peranan gu dalam ru proses belajar mengajar. Filsafat itu antara lain menentukan kepercayaan kita tentang : apakah hakikat manusia. yang dihimpun dalam "the Great Books" atau "Buku Agung". Filsafat yang kabur akan menimbulkan kurikulum yang tidak menentu arahnya. diyakininya sebagai benar dan baik. Untuk tiap keputusan harus ada dasarnya. Kebenaran dalam buku itu bertahan teguh terhadap segala perubahan zaman. apakah hidup yang baik. Para pengembang kurikulum harus mempunyai filsafat yang jelas tentang apa yang mereka junjung tinggi. khususnya hakikat anak dan sifat-sifatnya. Ada orang yang berpendapat bahwa guru tak perlu mempelajari filsafat. Kini terdapat berbagai aliran filsafat. dan lain-lain.

Aliran Realisme Filsafat realisme mencari kebenaran di dunia ini sendiri. Kebenaran dipercayai datangnya dari Tuhan yang diterima melalui wahyu. termasuk dogma dan norma-normanya bersifat mutlak. Biasanya disiplin termasuk ketat. dari dunia supranatural dari Tuhan. pelanggaran diberi hukuman yang setimpal bahkan dapat dikeluarkan dari sekolah. olah raga sebaiknya dikesampingkan. Hanya mata pelajaran yang sungguh mereka anggap dapat mengembangkan kemampuan intelektual seperti matematika. Kebenaran ini. Tujuan hidup ialah memenuhi kehendak Tuhan. biologi yang diajarkan. kimia.seperti IPA atau IPS. Pelajaran yang diberikan termasuk pelajaran yang sulit karena memerlukan inteligensi tinggi. Aliran Idealisme Filsafat ini berpendapat bahwa kebenaran itu berasal dari "atas". sedangkan yang berkenaan emosi dan jasmani seperti seni rupa. Sekolah yang beraliran realisme mengutamakan pengetahuan yang sudah mantap sebagai hasil penelitian ilmiah yang dituangkan secara sistemetis dalam berbagai disiplin ilmu atau mata pelajaran. Namun pendidikan intelektual juga sangat diutamakan dengan menentukan standar mutu yang tinggi. Boleh dikatakan hampir semua agama menganut filsafat idialisme. Semua siswa diharuskan mengikuti pelajaran agama. . Apa yang datang dari Tuhan baik dan benar. kemudian praktik dan aplikasinya. 2. Di sekolah akan dimulai dengan teoriteori dan prinsip-prinsip yang fundamental. Kurikulum ini memberi persiapan yang sungguhsungguh bagi studi di perguruan tinggi. Mutu kehidupan senatiasa dapat ditingkatkan melalui kemajuan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. fisika. menghadiri khotbah dan membaca Kitab Suci. Melalui pengamatan dan penelitian ilmiah dapat ditemukan hukumhukum alam. Tujuan hidup ialah memperbaiki kehidupan melalui penelitian ilmiah. Filsafat ini umumnya diterapkan di sekolah yang berorientasi religius. 3.

Tidak ada kebenaran mutlak. Yang baik. melainkan karena digunakan secara fungsional dalam memecahkan masalah. Aliran Pragmatisme" Aliran ini juga disebut aliran instrumentalisme atau utilitarianisme dan berpendapat bahwa kebenaran adalah buatan manusia berdasarkan pengalamannya. Yang penting ialah bukan "what to think" melainkan "how to think" yakni melalui pemecahan masalah. . ialah yang berakibat baik bagi masyarakat. Pengetahuan diperoleh bukan dengan mempelajari mata pelajaran. Tujuan hidup ialah mengabdi kepada masyarakat dengan peningkatan kesejahteraan manusia. Aliran pragmatisme sering sejalan dengan aliran rekonstruksionisme yang berpendirian bahwa sekolah harus berada pada garis depan pembangunan dan perubahan masyarakat. Dapat dibayangkan banyaknya murid yang tidak mampu mengikuti studi akademis serupa ini. Sekolah ini menjauhi indoktrinasi dan mengajak siswa secara kritis menganalisis isu-isu sosial. namun diharapkan agar menaruh minat terhadap pelajaran akademis. atas dasar kepercayaan bahwa belajar itu hanya dapat di lakukan oleh anak sendiri. 4. melainkan memberi kesempatan kepada anak untuk melakukan berbagai kegiatan guna memecahkan masalah.Karena mengutamakan pengetahuan yang esensial. kebenaran adalah tentatif dan dapat berubah. Kurikulum ini tidak memperhatikan minat anak. Dalam perencanaan kurikulum orangtua dan masyarakat sering dilibatkan agar dapat memadukan sumber-sumber pendidikan formal dengan sumber sosial. Tugas guru bukan mengajar dalam arti menyampaikan pengetahuan. maka pelajaran "embel-embel" seperti keterampilan dan kesenian dianggap tidak perlu. Ia harus sungguh-sungguh mempelajari buku-buku berbagai disiplin ilmu. Penguasaan ilmu yang banyak berkat studi yang intensif adalah persiapan yang sebaik-baiknya bagi lanjutan studi dan kehidupan dalam masyarakat. bukan karena "dipompakan ke dalam otaknya".

Sekolah yang berdasarkan eksistensialisme mendidik anak agar is menentukan pilihan dan keputusan sendiri dengan menolak otoritas orang lain. namun dengan pertimbangan jangan menyinggung perasaan orang lain. Tujuan hidup adalah menyempurnakan diri. instruksi. mungkin ilmu-ilmu sosial yang paling menarik mereka Pendidikan moral tidak diajarkan kepada mereka. bahkan satu cabang disiplin ilmu sekalipun sulit dikuasai sepenuhnya. maka kata itu digunakan dalam arti yang berlainan. Cicero memandang filsafat sebagai ilmu tentang hal-hal yang semulukmuluknya. Pekerjaan ini sangat sulit dan tak mungkin dilakukan oleh setiap orang biasa. Dalam arti ini. Sekolah ini menolak segala kurikulum. juga tidak ditetapkan aturan-aturan yang harus mereka patuhi. Norma-norma hidup berbeda secara individual dan ditentukan masing-masing secara bebas. Dan bila dikatakan bahwa tiap guru harus mempunyai filsafat. Anak harus mencari identitasnya sendiri. Aliran Eksistensialisme Filsafat ini mengutamakan individu sebagai faktor dalam menentukan apa yang baik dan benar.politik dan ekonomi guna memperbaiki ekonomi kondisi hidup manusia. Tujuan filsafat ialah membentuk suatu pandangan yang sistematis tantang keseluruhan ilmu. Bimbingan yang diberikan sering bersifat non-directive. Dari segala mata pelajaran. Ia hrus bebas berpikir dan mengambil keputusan sendiri secara bertanggungjawab. yakni . menentukan standardnya sendiri dan kurikulumnya sendiri. Dengan sendirinya mereka tidak dipersiapkan untuk menempuh ujian nasional. Ilmu pengetahuan dewasa ini sangat luas dan pelik dan tak mungkin lagi bagi seorang untuk menguasainya. Ini berarti bahwa seorang ahli filsafat harus dapat mencernakannya dan mengasimilasikannya berkat proses yang disebut berpikir. merealisasikan diri. dan lainlain dari pihak luar. buku wajib. di mana guru banyak mendengarkan dan mengajukan pertanyaan tanpa mengingatkan apa yang harus dilakukan anak. pedoman. tak mungkin setiap orang mempunyai filsafat. 5. Banyak di antara penganut aliran ini memandang sekolah sebagai masyarakat kecil. Filsafat ialah "induk segala ilmu".

metode. maka kita memasuki lapangan nilai-nilai atau filsafat. tak konsisten. melainkan sesuatu yang biasa yang dapat dimiliki setiap orang yang berpikir dan mencoba menafsirkan makna dan nilai hidup bagi dirinya. sejak Adam dan Hawa. . manusia apakah yang harus dibentuk. Kalau filsafat di tafsirkan sebagai sistem nila-nilai. Filsafat ialah sesuatu yang menunjukan suatu sistem. setiap pendidik. Ilmu menemukan pengetahuan dan teknologi. apakah setiap orang dapat mempunyai suatu filsafat sendiri? Filsafat dengan pengertian ini telah ada sejak ada manusia di bumi ini. alat pendidikan. Manusia telah menemukan tenaga atom berkat kemajuan ilmu pengetahuan. Tujuan. pandangan tentang anak. dan mencari suatu sistem nilai-nilai yang menjadi pegangannya dalam menghadapi masalah-masalah dalam hidupnya dan dengan demikian memberi corak tertentu kepada kelakuannya. untuk apakah tenaga itu digunakan. akan tetapi penggunaannya ditentukan oleh filsafat atau nilai-nilai. Pendidikan yang diberikan berdasarkan filsafat tidak merupakan rangkaian perbuatan mekanis yang lepas-lepas akan tetapi merupakan suatu kebulatan mengarah kepada tujuan tertentu. Dalam filsafat gurulah terkandung gambaran tentang masyarakat yang akan dibangun. untuk perang yang dapat menghancurkan umat manusia atau untuk peningkatan kehidupan manusia. yang dapat menentukan arah hidup dan serta menggambarkan nilai-nilai apa yang paling dihargai dalam hidup seseorang. ditentukan oleh filsafat yang dianutnya. Filsafat serupa inilah yang harus dimiliki setiap guru. kurikulum apakah yang akan digunakan. Pandangan hidup kabur. belum tentulis dikatakan mempunyai suatu filsafat hidup. Walaupun tiap orang pernah berpikir tentang apa arti hidup ini baginya.sebagai "suatu sistem nilai-nilai". agar dapat membantu anak membentuk pandangan hid up yang sehat. Sering seorang kurang sadar dan kurang jelas mengetahui nilai-nilai apa yang dianutnya. Dalam arti ini filsafat bukanlah sesuatu yang maha-sulit dan pelik. Kelakuannya tidak menunjukkan corak tertentu. suatu pandangan hidup. tak berakar prinsip-prinsip yang jelas. akan tetapi bila ditanya. Filsafat ialah pendapat yang sejujur-jujurnya tentang makna hidup baginya.

3.Sekolah tanpa filsafat laksana kapal tanpa kemudi. bila guru menghukum atau memuji anak. menyuruh anak mencari data dari lapangan. Tujuan pendidikan memberi motivasi dalam proses belajar mengajar. bila jelas diketahui apa yang ingin dicapai. menjalankan disiplin keras atau lunak. Filsafat memberi kebulatan kepada usaha pendidikan. Filsafat yang berbeda atau bertentangan di kalangan pendidik tak akan membawa bahtera pendidikan ke arah tujuan tertentu. Tujuan pendidikan memberi petunjuk apa yang harus dinilai dan hingga mana tujuan itu telah tercapai. Sekolah ialah suatu lembaga yang didirikan oleh masyarakat untuk mendidik anak menjadi manusia dan warga negara yang dicita-citakan oleh masyarakat itu. Demikian pula di dalam kelas. Dengan adanya tujuan pendidikan ada gambaran yang jelas tentang hasil pendidikan yang harus dicapai. Jadi filsafat menentukan tujuan pendidikan. Tentu diharapkan agar tindakan itu mempunyai dasar filosofis yang konsisten. 4. Dengan demikian terdapat kontinuitas dalam perkembangan anak. membolehkan anak-anak bekerja sama. Segala keputusan yang diambil mengenai pendidikan atau kurikulum. pendidikan dasar 9 tahun. mempunyai dasar filosofis. 6. Filsafat juga menentukan cara dan proses yang harus dijalankan untuk mencapai tujuan itu. CBSA. di belakang tindakan itu ada falsafahnya. sehingga tidak lepaslepas. 5. Keputusan tentang PPSI. manusia yang bagaimana yang harus dibentuk. FILSAFAT PENDIDIKAN DI INDONESIA . 2. tentu ada dasar falsafahnya. Filsafat pendidikan menentukan arah ke mana anak-anak harus dibimbing. bila ditelusuri secara lebih mendalam. mendorong atau melarang anak menjadi penyanyi. APAKAH GUNA FILSAFAT PENDIDIKAN? Pentingnya filsafat bagi pendidikan nyata bila kita ketahui besar manfaatnya bagi kurikulum yakni : 1. muatan lokal. Sering filsafat yang mendasarinya tidak dinyatakan secara eksplisit.

Undang-Undang Dasar 1945. memperlambat. atau sangat membatasi pendidikan bagi orang Indonesia.Tujuan pendidikan. Kurikulum di sekolah yang berbahasa Belanda sama dengan yang apa yang berlaku di negeri Belanda sendiri. Untung masih bisa lolos beberapa anak Indonesia untuk mengecap pendidikan tinggi. atau penguasa dalam suatu negara. yang ingin dicapai dengan pendidikan ditentukan oleh filsafat yang dianut oleh pemerintah. merombak sistem pendidikan secara radikal dengan mendasarkannya atas filsafat bangsa kita. Kalau pemerintahan bertukar. segera menghapus segala sisa-sisa pendidikan yang berbau Belanda. yaitu Pancasila. Bahasa Belanda digunakan untuk menahan orang lolos ke sekolah yang lebih tinggi. Jepang yang kemudian menduduki negara kita. Adanya sekolah lanjutan hanya karena keperluan mereka akan pegawai di kantor pemerintah atau swasta. Pemerintah Belanda yang menguasai Indonesia selama tiga setengah abad menganut paham imperialisme dan kolonialisme yang bertujuan untuk mempertahankan agar lebih lama dapat memperoleh keuntungan dari tanah jajahannya antara lain dengan menghalangi. antara lain Soekarno. Latihan militer diberikan untuk membantu mereka dalam mempertahankan jajahannya. dengan sendirinya tujuan pendidikan pun berubah sama sekali. Bahasa Jepang di ajarkan sebagai pengganti bahasa Belanda dan mujurnya bahasa Indonesia menjadi bahasa pengantar di semua tingkatan sekolah. Hormat terhadap kaisar Jepang di tanamkan dalam upacara-upacara. PANCASILA SEBAGAI DASAR PENDIDIKAN . Segelintir anak dibolehkan memasuki sekolah yang berbahasa Belanda akan tetapi jalan ke sekolah lanjutan sangat dipersempit. dan Garis-garis Besar Haluan Negara. Kemerdekaan Indonesia yang kita rebut dari tangan penjajah. Hatta dan lain-lain yang berhasil menghentikan penjajahan dari bumi Indonesia ini. Kebanyakan anak yang bersekolah hanya di sekolah desa yang boleh dikatakan tak mendapat kesempatan untuk melanjutkan pelajaran.

maka sudah seharusnya prinsip-prinsip itu di sampaikan kepada generasi muda melalui pendidikan dan pengajaran. Kerakyatan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan. dan kebahagiaan rohaniah. bagi kita Pancasila sekaligus menjadi tujuan hidup bangsa Indonesia. Di samping itu. 2. 1954 ) Oleh sebab Pancasila diakui sebagai pandangan hidup bangsa. Kesadaran dan citacita moral Pancasila sudah berurat berakar dalam kebudayaan bangsa Indonesia. Seperti dinyatakan dalam ketetapan MPR No. Ketuhanan yang Maha Esa. dijadikan pula filsafat pendidikan kita. dan kebiasaan bangsa kita. Kemanusiaan yang adil dan beradab. yang mengajarkan bahwa hidup manusia akan mencapai kebahagiaan. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.Pancasila yang kita akui dan terima sebagai filsafat dan pandangan hidup bangsa kita. dalam hubungan dengan alam. II/MPR/1968. pada hakikatnya ia telah hidup dalam masyarakat Indonesia sejak dahulu kala dalam moral. Walaupun Pancasila dirumuskan menjelang kemerdekaan kita. atau baru dijelmakan. Pancasila terdiri atas : 1. maupun dalam mengejar kemajuan lahiriah. tetapi sebe narnya. dalam Pantjasila Pusaka Lama . Seperti kita ketahui. dengan adanya kemerdekaan bangsa dan negara Indonesia. Pancasila itu bangkit kembali " ( M. " Dengan adanya kemerdekaan Indonesia. 4. 5. . yang dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Persatuan Indonesia. maka Pancasila itu bukanlah lahir. adat istiadat. baik dalam hidup manusia secara pribadi. 3. Nasroen. dalam hubungan manusia dengan Tuhannya. jika dapat dikembangkan keselarasan dan keseimbangan. Pancasila adalah jiwa seluruh rakyat Indonesia dan negara kita.

Sila Ke-Tuhanan Yang Maha Esa Agama sering merupakan pokok persengketaan antara manusia dengan sesamanya. memberi petunjuk nyata dan jelas tentang wujud kelima sila dalam Pancasila. bab III. pengertian dan rasa hormat terhadap penganut agama lain. Pancasila menjamin hak setiap warga Indonesia memuja Tuhan dan memeluk agamanya masing-masing. tercantum : " Pendidikan dan pengajaran berdasarkan asas-asas yang termaktub dalam Pancasila. bahkan sejak berabad-abad hingga sekarang bangsa-bangsa bersengketa karena perbedaan agama dan menimbulkan banyak penderitaan.Dalam undang-undang tentang dasar pendidikan dan pengajaran di sekolah. yang juga dinamakan "Ekaprasetia Pancakarsa". namun senantiasa hidup damai berdampingan. Bahwa agama dipentingkan oleh pemerintah nyata dengan diwajibkannya pelajaran agama di sekolah. Agama tidak menimbulkan keretakan dalam agama dan adat-istiadat. Sekolah berkewajiban membantu anak-anak hidup menurut agamanya sambil memupuk rasa toleransi. . II/MPR/1978. Asas-asas yang masih bersifat umum itu masih perlu diuraikan agar lebih jelas untuk dijadikan pedoman dalam pendidikan. dari SD sampai Perguruan Tinggi. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia dan atas kebudayaan kebangsaan Indonesia" . Asas-asas itu seyogianya diwujudkan dalam pendidikan di sekolah maupun di luar rumah. pasal 4. Perbedaan agama juga terdapat di Indonesia. Bahkan saling membantu mendirikan mesjid atau gereja oleh orang sekampung yang berbeda agama bisa terjadi. Perang agama seperti terdapat di benua lain tidak pernah kita kenal di Tanah air kita. walaupun tiap agama pada prinsipnya tidak menganjurkan penganutnya untuk menyakiti orang lain. Ketetapan MPR No.

Nasionalisme yang berlebihan sering menimbulkan peperangan dan karena itu harus dibatasi. termasuk kita di Indonesia.Mengenai sila ke-Tuhanan Yang Maha Esa diberi uraian sebagai berikut : (1) Percaya dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. Soal dunia adalah soal tiap negara. karena mendewakan negara sendiri sambil memandang rendah terhadap bangsa-bangsa lain. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menciutkan segala jarak dan membuat dunia ini relatif kecil. Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab diuraikan sebagai berikut : (1) Mengakui persamaan derajat. (3) Mengembangkan sikap tenggang rasa. Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab Nasionalisme yang melewati batas. (2) Hormat-menghormati dan bekerja-sama antara pemeluk agama dan penganutpenganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup. (4) Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain. percobaan bom atom. . persamaan hak. (2) Saling mencintai sesama manusia. Kerja sama antar bangsa menjadi syarat mutlak bila kita ingin mencegah pemusnahan umat manusia dari permukaan bumi ini. sehingga apa yang terjadi di suatu negara mempengaruhi bagian-bagian lain di dunia. menipisnya lapisan ozon. dan persamaan kewajiban antara sesama manusia. yakni " chauvinisme" dapat mengandung bahaya. Atas dasar Kemanusiaan kita turut berusaha memelihara perdamaian dunia. Sila Kemanusiaan dalam Pancasila menghargai manusia dan menghormati setiap bangsa. Masalah ledakan penduduk. (4) (Tak) semena-mena terhadap orang lain. menjadi masalah bagi semua negara. (3) Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya. populasi udara dan lautan.

(5) Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. (6) Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan. (7) Berani membela kebenaran dan keadilan. (8) Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia, karena itu dikembangkan sikap hormat menghormati dan bekerja sama dengan bangsa lain.

Sila Persatuan Indonesia Sila ini merupakan dorongan yang kuat dalam membebaskan Tanah Air kita dari belenggu penjajahan dan kolonialisme. Sila ini dianggap sangat penting dalam menciptakan pendidikan nasional. Kesatuan Bangsa dan Negara merupakan syarat mutlak dalam pembangunan negara kita. Telah sering kesatuan negara kita diancam oleh perpecahan, namun tetap tegak teguh dengan perkasa. Sekolah berkewajiban untuk memupuk rasa kebangsaan, rasa kesatuan dan persatuan dalam hati sanubari tiap anak. Mereka harus dengan rasa bangga dapat mengatakan ''Saya anak Indonesia" dari daerah mana pun mereka berasal. Memupuk rasa persatuan sangat mutlak diperlukan, karena keadaan geografis Indonesia, yang terdiri atas ribuan pulau, tersebar dalam jarak seperdelapan khatulistiwa, dihuni oleh penduduk yang mempunyai ratusan macam bahasa dan adat istiadat yang terbentuk selama berabad-abad dalam keadaan isolasi alamiah. Terbentuknya kesatuan dan persatuan sungguh merupakan suatu prestasi nasional yang luar biasa, bila kita pikirkan bahwa negara lain yang kecil namun dilanda oleh perpecahan yang menjerumuskan penduduk ke dalam jurang kesengsaraan. Kesatuan Indonesia dibantu oleh alat komunikasi yang kian canggih dan mendekatkan apa yang semula jauh. Kesatuan bukanlah tujuan akan tetapi suatu jalan atau alat untuk mencapai kesejahteraan dan kemakmuran bagi segenap bangsa Indonesia. Sila Persatuan Indonesia selanjutnya diuraikan sebagai berikut :

(1) Menempatkan persatuan, kesatuan, kepentingan, dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan. (2) Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara. (3) Cinta Tanah Air dan Bangsa. (4) Bangga sebagai Bangsa Indonesia dan ber-Tanah Air Indonesia. (5) Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhineka Tunggal Ika. Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam

Permusyawaratan/ Perwakilan. Kerakyatan atau demokrasi sering ditafsirkan sebagai hak setiap warga negara untuk memilih pemerintahan sendiri. Dasar ini mengakui, bahwa manusia mempunyai hak yang sama untuk menentukan politik negara. Negara itu bukan untuk dinikmati oleh hanya segelintir manusia yang berkuasa politis atau ekonomis, melainkan untuk kepentingan seluruh rakyat. Keputusan diambil berdasarkan musyawarah, dengan jalan perundingan oleh wakil-wakil yang dipilih rakyat dan tidak didiktekan oleh pihak atasan. Agar rakyat dapat mengeluarkan pendapat secara bertanggung jawab, perlulah pendidikan. Demokrasi dikatakan mempunyai tiga prinsip utama, yakni: (1) Rasa hormat terhadap pribadi dan harkat manusia. (2) Kepercayaan, bahwa setiap manusia biasa mempunyai pikiran yang sehat dan dapat berpikir inteligen. (3) Kerelaan berbakti kepada kesejahteraan bersama. Demokrasi menjamin hak setiap warga negara, tanpa menghiraukan kesukuan, agama, jenis kelamin, atau kedudukan. Hal ini antara lain dinyatakan dalam Undang-Undang Dasar yang menyatakan, bahwa "Tidak seorang pun boleh diperbudak, diperulur, atau diperhamba" Asas ini mempunyai pengaruh penting dalam pendidikan, antara lain dalam huhungan orang tua atau guru terhadap anak. Anak pun manusia penuh dan harus dihormati pendapatnya, harus diberi kesempatan mengeluarkan pendapatnya secara bebas, diturutsertakan dalam diskusi dalam hal-hal yang menyangkut

dirinya. Sikap demokrasi menghapuskan sisa-sisa sikap feodalisme dan kolonialisme yang bertindak otokratis dan otoriter. Dalam metode mengajar pun lebih banyak diadakan diskusi dalam suasana bebas namun berdisiplin. Anak wanita diberi kesempatan yang sama untuk menempuh pendidikan apa pun sampai tingkat yang setinggi-tingginya. Sila ini selanjutnya diuraikan sebagai berikut : (1) Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat. (2) Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain. (3) Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama. (4) Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan. (5) Dengan itikad baik dan tanggung-jawab menerima dan melaksanakan. (6) Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur. (7) Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan.

Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia Mempunyai hak yang sama dalam memilih wakil rakyat belum cukup. Setiap orang ingin agar kebutuhannya sehari-hari dipenuhi, seperti makan yang cukup, pakaian, kesempatan berekreasi, memiliki rumah sendiri, menyekolahkan anak sampai tingkat yang setinggi-tingginya, mendapatkan pekerjaan, dan menikmati hari tua yang tenang. Rakyat.kita masih banyak tergolong miskin, walaupun negara kita terkenal sebagai negara yang kaya raya. Kekayaan melimpah, ekspor kita meningkat secara drastis, namun pembagiannya belum merata, sehingga jurang kaya-miskin kian melebar. Sila keadilan sosial menuntut agar kekayaan dan kemakmuran itu

merata bagi segenap rakyat kita. Akan tetapi di samping itu kita tidak boleh enggan menyingsing lengan dan bekerja keras. Anak-anak dididik agar menghormati setiap pekerjaan yang jujur dan tidak memandang rendah terhadap pekerjaan dengan tangan. Anak juga harus diajar hidup hemat dengan menabung untuk hari depan. Akhirnya sila diuraikan lagi sebagai berikut : (1) Mengembangkan perbuatan-perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotong-royongan. (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) Bersikap adil. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban. Menghormati hak-hak orang lain. Suka memberi pertolongan kepada orang lain. Menjauhkan sikap pemerasan terhadap orang lain. Tidak bersikap boros. Tidak bergaya hidup mewah. Tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan umum.

(10) Suka bekerja keras. (11) Menghargai hasil karya orang lain. (12) Bersama-sama berkeadilan sosial. Agar Pancasila daya yang dinamis yang mewarnai seluruh tindakan kita, kita masing-masing harus merenungkan, memahami, menghayatinya dengan berpegang pada "Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila" atau " Eka Prasetia Pancakarsa ". berusaha mewujudkan kemajuan yang merata dan

TUJUAN PENDIDIKAN DI INDONESIA Dalam Tap. MPR No.II / MPR / 1988 tentang GBHN tercantum : Pendidikan nasional berdasarkan Pancasila bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan

Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, berdisiplin, bekerja keras, bertanggung jawab, mandiri, cerdas, dan terampil serta sehat jasmani dan rohani. Pendidikan nasional harus juga mampu menumbuhkan dan memperdalam rasa cinta kesetiakawanan sosial. Sejalan dengan itu dikembangkan iklim belajar dan mengajar yang dapat menumbuhkan rasa percaya pada diri sendiri serta sikap serta perilaku yang inovatif. Dengan demikian pendidikan nasional akan mampu mewujudkan manusia-manusia pembangunan yang dapat membangun diri sendiri serta bersama-sama bertanggungjawab atas pembangunan bangsa. Dalam Undang-undang No. 2 Tahun 1989 Tentang Sistem Pendidikan Nasional (pasal 4), tertera : Pendidikan nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan yang berbudi luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan rohani dan jasmani, berkepribadian yang mantap dan mandiri serta tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Sesuai dengan Garis-garis Besar Haluan Negara, dasar pendidikan Nasional adalah Falsafah Negara Pancasila dan UndangUndang Dasar 1945. Pasal 3 mengatakan: (1) Tujuan pendidikan Nasional adalah membentuk manusia pembangunan yang berpancasila dan membentuk manusia yang sehat jasmani dan rohaninya, memiliki pengetahuan dan keterthripilan, dapat mengembangkan kreativitas dan tanggung jawab, dapat menyuburkan sikap demokrasi dan penuh tenggang rasa dapat mengembangkan kecerdasän yang tinggi dan disertai budi pekerti yang luhur, mencintai bangsanya, dan sesama manusia sesuai dengan ketentuan yang termaktub dalam Undang -Undang Dasar 1945. (2) Seluruh program pendidikan terutama Pendidikan Umum dan bidang studi Ilmu Pengetahuan Sosial, harus berisikan Pendidikan Moral Pancasila dan unsur-unsur yang cukup untuk meneruskan jiwa nilai nilai 1945 kepada Generasi Muda.

Memiliki bekal untuk melanjutkan studinya ke lembaga pendidikan yang lebih tinggi dengan menempuh : 1.Tujuan Pendidikan Nasional yang sangat umum itu diuraikan lebih lanjut dalam tujuan institusional yakni tujuan yang harus dicapai oleh suatu jenis sekolah tertentu. ilmu pengetahuan sosial. Memiliki pengetahuan tentang dasar-dasar kenegaraan dan Pemerintahan sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945. 2. program pilihan bagi mereka yang mempersiapkan dirinya untuk studi di lembaga pendidikan yang lebih tinggi. Menjamin warga negara yang baik sebagai manusia yang utuh sehat. 4. Memiliki pengetahuan tentang berbagai unsur kebudayaan dan tradisi . Memiliki pengetahuan tentang agama atau kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Bagi SMA misalnya tujuan institusional umum ialah agar lulusannya: a. Menguasai hasil-hasil pendidikan umum yang merupakan kelanjutan dari pendidikan di Sekolah Menengah Umum tingkat Pertama. regional. memiliki bekál untuk terjun ke masyarakat dengan mengambil keterampilan untuk bekerja yang dapat dipilih oleh siswa sesuai dengan minatnya dan kebutuhan masyarakat. Memiliki pengetahuan tentang berbagai jenis dan jenjang pekerjaan yang ada di masyrakat serta syarat-syaratnya. d. program umum yang sama bagi semua siswa. baik lokal. Memiliki pengetahuan yang fungsional tentang fakta dan kejadian penting yang aktual. nasional. dan bahasa (khususnya bahasa Indonesia dan bahasa Inggris) serta menguasai pengetahuan yang cukup lanjut dalam satu atau beberapa dari bidang pengetahuan tersebut di atas. 5. Di bidang pengetahuan : 1. kuat lahir dan batin. maupun internasional. c. 3. 6. b. Menguasai pengetahuan dasar dalam bidang matematika. Tujuan khusus pendidikan SMA adalah agar lulusan : a. ilmu pengetahuan alam. 2.

nasional. 4. 2. Memiliki keterampilan olah raga dan kebiasaan olah raga. 3. 7. 5. 9. c. 8. Di bidang nilai dan sikap : 1. Mencintai sesama manusia. Mampu membawa/memahami isi bacaan yang agak lanjut dalam bahasa Indonesia dan bacaan sederhana dalam bahasa Inggris yang berguna baginya. Memiliki keterampilan dalam bidang administrasi dan kepemimpinan. 2. lisan maupun tulisan dan keterampilan mengekspresi diri sendiri. Memiliki kesadaran akan disiplin dan patuh pada peraturan yang berlaku. . Menguasai cara belajar yang baik. bangsa. 6. Di bidang keterampilan : 1. Memiliki rasa tanggung jawab dalam pekerjaan dan masyarakat. 6. 7. 4. kesejahteraan keluarga. Dapat mengapresiasi kebudayaan dan tradisi nasional. 7. dan kesehatan. 5. 8. 9. dan lingkungan sekitarnya. 3. Memilki sikap demokratis dan tenggang rasa. Percaya pada diri sendiri dan bersikap makarya. Menerima dan melaksanakan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Memiliki minat dan sikap positif terhadap ilmu pengetahuan. serta menghormati dan kepercayaan Tuhan Yang Maha Esa yang dianut orang lain. Memiliki pengetahuan dasar tentang kependudukan. Menerima dan melaksanakan ajaran agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang dianutnya. Memiliki keterampilan sekurang-kurangnya dalam satu cabang kesenian. Memiliki keterampilan memecahkan masalah dengan sistematis. b. bebas dan jujur. lisan maupun tertulis. Memiliki keterampilan mengadakan komunikasi sosial dengan orang lain. Memiliki keterampilan dalam segi kesejahteraan keluarga dan segi kesehatan. menguasai sekurang-kurangnya satu jenis keterampilan untuk bekerja sesuai dengan minat dan kebutuhan lingkungan.

yaitu membentuk manusia pembangunan yang ber-Pancasila. diuraikan selanjutnya dalam tujuan-tujuan yang lebih kongkrit berupa tujuan-tujuan institusional. dan tujuan instruksional. Bidang Studi Mata Pelajaran Topik Kelas : Ilmu pengetahuan sosial : Ekonomi dan koperasi : Produksi nasional dan pendapatan Nasional : I (satu) . Memiliki inisiatif. Tujuan itu pun masih bersifat umum dan perlu diuraikan lagi menjadi tujuan yang terperinci yakni : Tujuan kurikuler yaitu tujuan yang harus dicapai oleh suatu program bidang studi. Menghargai setiap jenis pekerjaan dan prestasi kerja di masyarakat tanpa memandang tinggi rendahnya nilai sosial/ekonomi masing-masing jenis pekerjaan tersebut dan berjiwa pengabdian kepada masyarakat. Tujuan-tujuan ini pun masih terlampau umum untuk dapat diwujudkan dalam situasi kelas. 13. Memiliki sikap hemat dan produktif. Memiliki minat dan sikap yang positif dalam konstruktif terhadap olah raga dan hidup sehat. yang disebut Tujuan Instruksional Umum (TIU) dan Tujuan Instruksional Khusus (TIK). 11. namun masih perlu lagi diperinci dalam tujuan-tujuan yang dapat direalisasikan dalam kelas. Memiliki kesadaran menghargai waktu. daya kreatif. Karena itu tiap tujuan institusional masih perlu diuraikan dalam tujuan tiap bidang studi yang mempunyai tujuan yang lebih spesifik. 14. Contoh 1.10. yang kemudian diuraikan dalam sejumlah butir-butir sebagai penjelasan makna tiap sila. sikap kritis. yang harus dicapai oleh suatu pelajaran. rasional dan obyektif dalam memecahkan persoalan. yang masih dapat bersifat umum. antara lain yang harus dicapai oleh tiap tingkatan dan jenis sekolah. Demikianlah secara lengkap tujuan institusional yang harus diwujudkan kepada murid-murid SMA. Tujuan pendidikan nasional. 12. Di bawah ini kami berikan beberapa contoh TIU dan TIK.

A. 156). 2. Kelas : I (satu) : IPA : Biologi : Konsep tentang hidup. h. Contoh 2. Agar siswa dapat menyebutkan unsur dari Produksi Nasional dan Pendapatan Nasional. Pedoman Pelaksanaan Kurikulum. 1.6. 1976.Semester Waktu : 1 (pertama) : 3 x45 menit Tujuan Instruksional 1. 2. Agar siswa dapat menyebutkan akibat dari Pendapatan Nasional yang konstan dari tahun ke tahun. Agar siswa dapat menjelaskan perbedaan dan persamaan antara Produksi Nasional dan Pendapat Nasional. 1. PN Balai Pustaka. Agar siswa dapat menyebutkan kegunaan pengetahuan besarnya Pendapatan Nasional.2. Agar siswa dapat mengukur tingkat kemakmuran suatu negara. Model Satuan Pelajaran. Tujuan Instruksional Khusus 1. teori-teori tentang asal-usukl . 1. 1.1.4. Bidang Studi Mata Pelajaran Topik kehidupan. Agar siswa dapat menghitung Pendapatan Nasional. uku : III.5. Jakarta.3. Tujuan Instruksional Umum Agar siswa mengetahui serta memahami Produksi Nasional dan Pendapatan Nasional. Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan. (Dikutip dari: Kurikulum Sekolah Menengah Atas (SMA) 1975. 1.

Semester Waktu

: 1 (pertama) : 6 jam Pelajaran

Jumlah jam pelajaran yang 6 jam itu dialokasikan sebagai berikut : 3 jam untuk pendahuluan dan 2 jam untuk sub pokok bahasan : 1. Asal kehidupan 2. Ciri-ciri mahluk hidup 3. Pembedaan antara biotik dan abiotik; sedang I jam pelajaran untuk mengadakan evaluasi pokok bahasan tersebut di atas. Tujuan Instruksional Khusus 1. Dihadapkan pada sejumlah perubahan situasi, siswa dapat menyebutkan sifatsifat tertentu yang merupakan sifat khas dari mahluk hidup. 2. Dihadapkan kepada sejumlah pernyataan, siswa memilih pernyataan tertentu yang dikemukakan oleh Teori Generatio Spontanea. 3. Dihadapkan kepada sejumlah usaha untuk perkembangan teori tentang asalusul kehidupan, siswa dapat memilih usaha tertentu yang dicapai oleh percobaan Pasteur. 4. Dihadapkan kepada sifat-sifat zat, siswa dapat memilih zat tertentu menjadi alasan mengapa Stenley Miller menggunakan campuran air, amoniakÄ dan metan dalam eksperimennya. 5. Dihadapkan kepada sejumlah perubahan teori-teori asal-usul kehidupan, siswa dapat menyebutkan perubahan tertentu yang diakibatkan oleh percobaan Stenley Miller. 6. Dihadapkan kepada sejumlah nama orang yang berjasa dalam asal-usul kehidupan, siswa dapat menunjukkan dengan tepat hasil penemuan tertentu dari orang tersebut. 7. Dihadapkan kepada sejumlah kegiatan hidup, siswa dapat menunjukan dengan tepat proses proses yang terganggu akibat kegiatan hidup tertentu. (Kurikulum SMA, pedoman Pelaksanaan, hlm. 184). Dalam contoh-contoh di atas kita lihat usaha untuk menguraikan tujuan instruksional umum menjadi sejumlah tujuan instruksional khusus yang

diharapkan dapat mencapai apa yang terkandung dalam tujuan instruksional umum, atau dalam topik bahasan. Selanjutnya diharapkan, bahwa tujuan instruksional umum ini merupakan bagian dari tujuan bidang studi yang memberi sumbangan kepada tujuan yang lebih tinggi yaitu pembentukan manusia pembangunan yang ber-Pancasila. Walupun jauh jarak antara tujuan instruksional khusus dengan tujuan pendidikan nasional, namun diharapkan bahwa setiap tujuan, betapapun spesifiknya selalu merupakan bagian dan sumbangan kepada tercapainya tujuan pendidikan nasional itu. Tiap tujuan kegiatan mengajar-belajar di sekolah memperoleh maknanya dalam rangka tujuan pendidikan nasional itu. Kita lihat di sini dari suatu usaha untuk memperoleh tujuan yang spesifik, yang dirumuskan sebagai tujuan instruksional khusus. Dasar pikiran ialah bahwa makin spesifik tujuan itu makin jelas diketahui metode untuk mencapainya dan makin mudah pula hasil belajar dinilai sebagai umpan-balik atau feedback untuk membantu anak memperbaiki kekurangannya. Dengan sendirinya semua tujuan yang lebih khusus bertalian erat dengan tujuan yang lebih umum, bahkan merupakan analisis yang makin terinci dari tujuan yang lebih umum. Semua tujuan-tujuan yang khusus merupakan usaha kearah tercapainya tujuan umum yang akhirnya menuju kepada wujudnya tujuan pendidikan nasional. MENGKHUSUSKAN TUJUAN Sejak semula para ahli kurikulum menyadari perlunya merinci tujuan yang bersifat umum menjadi tujuan yang lebih khusus. Tujuan pendidikan nasional dikhususkan menjadi tujuan institusional, yaitu tujuan tiap lembaga pendidikan dari SD sampai Perguruan Tinggi. Tujuan pendidikan institusional yang masih sangat umum ini masih perlu diuraikan menjadi tujuan kurikuler dan selanjutnya dalam tujuan instruksional umum lazim dikenal sebagai TIU dan tujuan instruksional khusus atau TIK. Buku pedoman kurikulum yang diterbitkan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menguraikan tujuan sampai tingkat TIU, sehingga guru mendapat kesempatan untuk merumuskan TIK. Di sini kita harus hati-hati dan jangan

memandang TIK sebagai tujuan yang terpenting yang harus dicapai. Kita keliru bila menganggap bahwa tujuan yang harus dikejar guru adalah TIK. Tujuan pendidikan apa yang ditentukan sebagai tujuan pendidikan nasional. Jadi TIK harus dipandang sebagai langkah untuk mencapai TIU, dan TIU suatu langkah pula guna mencapai tujuan kurikuler dan seterusnya sehingga segala usaha sekolah akhirnya bermuara pada tujuan pendidikan nasional. Tujuan Pendidikan Nasional

Tujuan Institusional

Tujuan Kurikuler

Tujuan Instruksional Umum (TIU)

Tujuan Instruksional Khusus (TIK) Untuk merumuskan TIK kita dapat memperhatikan beberapa petunjuk yang diberikan Robert F. Mager dalam buku Preparing Instructional Objectives Pertama : Rumuskan TIK dalam bentuk kelakuan siswa. Ia harus dapat memperlihatkan penguasaannya dalam kelakuan atau perbuatan yang dapat kita amati, yang "observable" tapi juga yang "measurable" atau dapat diukur keberhasilanya. Untuk itu kita harus menggunakan kata kerja tertentu yang memungkinkan kita mengamati keberhasilannya belajar. Misalnya kata kerja seperti dapat mengatakan, menggambarkan, menguraikan, memperdengarkan, menunjukkan, dan sebagainya. Kata kerja seperti memahami, memikirkan, mengerti, merasakan, dan lain-lain tak dapat dilihat sebab terjadi dalam diri siswa. Kedua : Rumuskan pula kondisi-kondisi di mana kelakuan itu akan nyata, misalnya dengan menggunakan kalkulator, mesin tulis, atlas, kamus, dan sebagainya.

Ketiga : Rumuskan pula secara spesifik kriteria tentang tingkat keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan itu. Misalnya dapat menyebut 9 dari sepuluh butir, mengetik satu halaman dalam waktu tertentu dengan sebanyakbanyaknya 2 salah. Merumuskan tujuan secara spesifik sangat banyak faedahnya. Guru tahu dengan jelas tujuan apa yang harus dicapainya, ia dapat menentukan bahan apa yang harus diberikannya, ia juga dapat memilih metode mengajar yang lebih tepat, dan ia dapat mengetahui hasil belajar siswa. Di lain pihak siswa pun tahu apa yang harus dikuasainya. Karena penilain dapat dilakukan dengan segera, guru dapat memberi balikan guna membantu siswa mengadakan perbaikan. Namun demikian banyak pula kelemahanya. TIK sering berupa fakta, informasi, pengetahuan, yakni tujuan kognitif yang paling rendah menurut taksonomi Bloom. Hasil belajar banyak merupakan hafalan, sehingga kemampuan berpikir kurang dikembangkan. Selain itu apa yang dipelajari berupa pengetahuan yang lepas. Uraian TIU menjadi TIK dapat memecah kebulatan bahan pelajaran, sehingga terjadi atomosasi pengetahuan. Selain itu hal-hal yang bersifat kognitif seperti sikap tidak observable dan measitreable, dan karena itu akan diabaikan. TIK berupa fakta dan informasi tidak mempunyai nilai transfer artinya tidak dapat digunakan menghadapi situasi-situasi yang belum pernah dipelajari. Sistem ujian kita sangat menyuburkan TIK dan oleh sebab hasil belajar berdasarkan TIK dapat diamati dan diukur maka TIK digunakan untuk mengetahui prestasi sekolah, kegiatan guru. Dengan ini guru dan kepala sekolah dapat di minta pertanggungjawaban (accountability).

PERUMUSAN TUJUAN MENURUT HILDA TABA Hilda Taba dalam Curriculum Development memberikan petunjukpetunjuk yang berikut dalam merumuskan tujuan, sebagai berikut: Rumusan tujuan harus meliputi : 1. proses mental, yaitu metode untuk melakukan sesuatu

2. produk, bahan yang bertalian dengan itu. Contoh : `"Memperoleh keterampilan menggunakan peta (proses) untuk mencari ibukota negara-negara di Amerika Selatan (produk)". Memiliki kesanggupan untuk membedakan (proses) fakta dan opini" (produk). Sering rumusan tujuan itu kurang lengkap dan hanya mengemukakan satu aspek, misalnya " keterampilan mengguna-kan peta", atau " kesanggupan berpikir kritis". Jadi dalam merumuskan tujuan hendaknya sekaligus kita cakup "mental process" dan "product of learning". Sering dipersoalkan, yang manakah lebih penting, proses atau produk belajar. Tujuan yang hanya berisi produk, akan mengutamakan penguasaan fakta, informasi, atau pengetahuan. Proses mental seperti kesanggupan menganalisis, menafsirkan, membandingkan, memecahkan masalah, atau berpikir logis diabaikan. Ujian termasuk Ebtanas, sebagian besar mengenai produk dan sangat minimal mengenai proses. Membuat butir-butir ujian dalam bentuk test objektif lebih sukar dan penilaiannya juga lebih sulit. 3. Tujuan yang kompleks harus lebih dispesifikkan, sehingga lebih jelas bentuk kelakuan yang diharapkan. Misalnya, "mengapresiasi kesenian" yang terlampau umum dapat lebih dikhususkan menjadi " mengapresiasi tari Bali". 4. Dalam merumuskan tujuan harus dinyatakan bentuk kelakuan yang diharapkan dari kegiatan belajar itu. Mempelajari agama-agama lain tidak dengan sendirinya memupuk sikap toleransi sebagai basil belajar sampingan atau apa disebut "concomitant learning". Kita harus secara khusus menyebutkan toleransi sebagai tujuan yang ingin kita capai dan memberikan kegiatan-kegiatan belajar yang serasi untuk menimbulkan sikap itu. 5. Tujuan sering bersifat " development", yaitu tidak dapat dicapai sekaligus, akan tetapi harus dikembangkan secara kontinu. Misalnya, " berpikir kritis" atau " kesanggupan memecahkan masalah" memerlukan waktu yang lama agar tercapai. Ada tujuan yang sangat spesifik yang dapat tercapai dalam waktu singkat. Akan tetapi kita keliru bila kita anggap bahwa semua tujuan bersifat terminal dan segera terpenuhi. Ada tujuan yang mungkin tidak tercapai selama

seperti kerelaan berkorban untuk sesama manusia. akan tetapi ia masih harus mengikuti pclajaran membaca permulaan. Mereka membagi tujuan-tujuan pendidikan dalam tiga ranah (domain). teori. bahkan ada pula yang tak dapat tercapai sepenuhnya selama hidup. aturan. PENGKHUSUSAN TUJUAN MENURUT BENYAMIN BLOOM Dalam perumusan tujuan. Karena itu kita harus tahu batas-batas kemampuan anak berdasarkan studi tentang anak dan pengalaman. yakni : 1. menyatakannya dengan kata-kata sendiri. Pada umumnya tujuan itu meliputi aspek kognitif. Tujuan yang sangat indah kedengaran. 6. akan tetapi sering pula terlampau rendah. menyerahkan diri sepenuhnya kepada kehendak Tuhan. metodologi. konsep. Adakalanya anak-anak telah pandai membaca sebelum masuk sekolah. mengambil kesimpulan . dan sebagainya. cs. atau selama jam pelajaran. Tujuan harus meliputi segala aspek perkembangan anak yang menjadi tanggung jawab sekolah. dan tiap ranah dirinci lagi dalam tujuan-tujuan yang lebih spesifik yang hierarkis. 2. dalam arti bahwa tujuan itu benar-benar dapat dicapai anak pada tingkat dan usia tertentu. Tujuan-tujuan Kognitif Ranah kognitif atau cognitive domain meliputi segi intelektual dan proses kognitif. kata-kata. yakni menafsirkan sesuatu. sebaiknya jangan dijadikan tujuan pelajaran. akan tetapi tidak mungkin terwujudkan. yang sangat membosankannya. Memahami. istilah. nilai dan sikap serta keterampilan psikomotoris. Mengetahui. atau selama belajar di sekolah itu. yakni mempelajari dan mengingat fakta. menterjemahkannya dalam bentuk lain. peristiwa. prinsip. Adakalanya terlampau tinggi kita perk irakan kesanggupan anak. demikian pula prinsip-prinsip ideal lainnya. para penyusun kurikulum banyak memperoleh bantuan dari buku Taxonomy of Educational Objectives (1956) oleh Benjamin Bloom. 7.belajar di sekolah. Tujuan hendaknya realistis. A.. kategori.

Mensintesis.berdasarkan apa yang diketahui. 5. situasi. perasaan. Tujuan-tujuan Psikomotor Ranah psikomotor atau psycho-motor domain. kondisi. Memperhatikan. 4. menduga akibat sesuatu berdasarkan pengetahuan yang dimiliki. 5. C. mentransfer. dan sebagainya. atau arsitektur gedung lama. Mengevaluasi. Ia menunjukkan kesediaannya untuk mendengarnya atau melihatnya dan tidak mengelakkannya. Menganalisis. 1. 4. situasi. Menerapkan. atau masalah tertentu. misalnya keindahan dalam musik gamelan. menjadikannya bagian dari pribadinya dan menerimanya sebagai falsafah hidupnya. menerima suatu nilai. Merespons atau memberi reaksi terhadap gejala. 6. Tujuan-tujuan Afektif Ranah afektif atau. yakn menggunakan kriteria untuk menilai sesuatu. affective domain. sadar akan adanya suatu gejala. meliputi tingkat kegiatan yang berikut: . Menghargai. B. yaitu menggunakan apa yang dipelajari dalam situasi baru. atau kegiatan itu sambil merasa kepuasan. menginternalisasinya. mengutamakannya. dan penilaian tentang sesuatu. yaitu menggabungkan bagian-bagian dan secara kreatif membentuk sesuatu yang baru. Ia percaya akan kebaikan nilai itu dan rela untuk mempertahankannya. Mengkarakterisasi nilai-nilai. bahkan menaruh komitmen terhadap nilai itu. 2. Mengorganisasi nilai dengan mengkonsepsualisasi dan mensistematisasinya dalam pikirannya. 3. 3. menunjukkan minat. yaitu menguraikan suatu keseluruhan dalam bagian-bagian untuk melihat hakikat bagian-bagiannya serta hubungan antara bagian-bagian itu. berkenaan dengan kesadaran akan sesuatu.

kinestetik. BEBERAPA TUJUAN PENDIDIKAN LAINNYA Pada tahun 1859 seorang yang bernamaa Herbert Spencer yang pada dasarnya bukan pendidik dan juga tidak mengecap pendidikan formal secara . berlari. dan kesenian. dan lain-lain dan disamping itu juga minat dan penghargaan (afektif) tentang apa yang dipelajari. Sering ketiga ranah itu dipisah-pisahkan dalam merumuskan tujuan instruksional khusus. mendorong. yakni dapat menyampaikan pesan melalui gerak muka. melompat. dan memanipulasi. 4. serta mengkordinasi seluruhnya. kelincahan dan kecepatan bereaksi. 2. penampilan. Ketiga ranah itu saling berhubungan sebagai aspek kelakuan manusia. dan seterusnya. berpikir. kelenturan. menarik. Selain memberi pengetahuan tentang suatu bidang studi sebaiknya juga dipupuk sikap positif terhadap bidang studi itu serta keterampilan yang terkait. dan ekspresi kreatif seperti tarian. 5. sehingga hasil belajar dapat diamati dan diukur. Memperlihatkan kemampuan fisik yang mengandung ketahanan kekutan. Dalam pengajaran ketiga aspek itu perlu mendapat perhatian. Demikian pula halnya dengan rincian ranah-ranah lainnya . Misalnya dalam ranah koqnitif. auditif. 3. taktial. Pengetahuan selalu memerlukan keterampilan misalnya keterampilan membaca. Melakukan gerakan yang terampil serta terkordinasi dalam permainan. olah raga. gerakan tangan. Mengadakan komunikasi non-verbal. Rincian tiap ranah mempunyai hierarki.1. Buah pikiran Bloom cs menjadi populer setelah timbul aliran dalam pendidikan ke arah pengkhususan tujuan. pemahaman lebih "tinggi" daripada pengetahuan penerapan. Melakukan gerakan fisik seperti berjalan. lebih tinggi dari pada pemahaman. Menunjukan kemampuan perseptual secara visual. Demikian pula apresiasi musik tak lepas dari pengetahuan dan keterampilan berkenaan dengan musik.

melindungi diri terhadap gangguan yang datang dari alam. Banyak yang diajarkan di sekolah yang tidak jelas apa kaitannya dengan kehidupan anak sehari-hari. seperti hidup sehat. Tujuan pendidikan yang juga cukup terkenal ialah The Seven Cardinal Principles yaitu tujuh prinsip yang pokok. Worthy home membership (menjadi anggota keluarga yang berharga). Self-preservation. Securing the necessities of life. Health (kesehatan). dari manusia lainnya. Di sini Herbert Spencer sangat mengutamakan relevansi pendidikan. bertanggung jawab atas pendidikan anak dan kesejahteraan keluarga. masih berlaku sampai sekarang dan sering dipertimbangkan dalam pengembangan kurikulum. yang hingga sekarang masih harus dipertimbangkan oleh setiap pengembangan kurikulum: " What knowledge is of most worth?". mencegah penyakit. mengurus dan memelihara rumah tangga. 2. 2. hidup teratur. Command of fundamental processes (penguasaan keterampilan fundamental seperti membaca. 4. Enjoying leisure time yaitu memanfaatkan waktu senggang untuk menikmatinya dengan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan. 6. 3. berhitung). hal-hal yang bertalian dengan usaha melangsungkan hidup. 4. mengajukan pertanyaan yang sangat penting. Rearing a family. . dari berbagai situasi hidup. Alasan memberinya ialah bahwa pelajaran itu berguna kelak bila melanjutkan pelajaran. Pengetahuan apa yang paling berharga? Apa yang harus diajarkan yang paling berharga bagi kehidupan seseorang? Ia menganjurkan hal-hal yang berikut: 1. dan lain-lain. Maintaining proper social and political relationship yaitu memelihara hubungan baik dengan masyarakat dan memenuhi kewajibannya terhadap negara. 3. Vocational efficiency (efisiensi dalam pekerjaan). Hal-hal yang dikemukakan Herbert Spencer ini kira-kira satu setengah abad yang lalu. menulis.teratur jadi lebih merupakan otodidak. sebagai berikut : 1. mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan melakukan pekerjaan.

3. Worthy use of leisure (penggunaan waktu senggang secara bermanfaat).5. Walapun setiap orang mengenal nilai-nilai. mengetahui syarat-syarat dan kesempatan kerja. 6. efisiensi ekonomi. tanggung jawab warga negara.akarnya. Human relationship. Satisfaction of relegious needs (pemuasan kebutuhan keagamaan) (1918). 4. Setiap tujuan masih diuraikan lebih lanjut. jadi suatu kegiatan intelektual. 7. memelihara dan mempertinggi tingkat efisiensi kerja. Filsafat ialah ilmu yang mencari kebenaran sampai akar. Kita lihat banyak persamaannya dengan apa yang dianjurkan oleh Herbert Spencer sebelumnya. Dalam pengem bangan kurikulum biasanya dipandang sebagai sistem nilai -nilai. RANGKUMAN 1. Civic responsibility. memilih jabatan yang tepat. menghargai nilai sosial pekerjaan. perwujudan pribadi. merupakan pembeli yang tahu dan cakap. 2. hubungan antar-manusia 3. Tujuan pendidikan ditentukan oleh filsafat suatu bangsa. agar dapat dikatakan is mempunyai filsafat nilai-nilainya itu harus merupakan suatu sistem. Self-realization. mengambil tindakan yang tepat untuk menjaga kepentingannya. Misalnya ³economic efficiency" dirinci sebagai berikut. yaitu : 1. Selanjutnya akan kami berikan tujuan-tujuan pendidikan menurut Educational Policies Commission (1938). Citizenshop (kewarganegaraan). Sebagai konsumen yang terdidik is merencanakan ekonomi hidupnya sendiri. mencapai kemajuan dalam jabatan yang dipilih. 2. Economic efficciency. membentuk norma-norma guna mengatur pengeluarannya. jadi . Tujuan-tujuan yang dikemukakan di atas hanya sekadar bahan perbandingan dengan kurikulum kita. Produsen yang terdidik merasakann kepuasan atas pekerjaan yang baik.

Apakah menurut Saudara setiap orang mempunyai filsafat? Coba . 8. Tujuan pendidikan kita didasarkan atas Pancasila. 4. Hilda Taba mempersyaratkan agar dalam rumusan tujuan tercakup proses dan produk. Jadi keadaan sekolah tidak memberi gambaran tentang keadaan yang sebenarnya. Tujuan pendidikan nasional sangat umum dan masih perlu diuraikan menjadi tujuan institusional. PERTANYAAN DAN TUGAS 1. dan GBHN. 10. Dalam kurikulum sering tercantum tujuan-tujuan yang muluk-muluk tetapi belum tentu dapat direalisasikan. 5. kurikuler. Untuk membentuk manusia seutuhnya harus diperhatikan aspek kognitif. tujuan instruksional umum dan khusus. afektif. 6. 9.konsisten dan saling berhubungan. 11. 7. Benjamin Bloom membantu dalam merumuskan tujuan yang lebih spesifik dalam ketiga ranah. agar semua pelajaran diarahkan guna membentuk manusia yang dicita-citakan. Buah pikirannya itu masih berpengaruh sampai sekarang. Filsafat pendidikan harus menjadi "way of life" yang di terapkan dalam lingkungan sekolah. Filsafat bangsa dan negara dengan sendirinya menjadi tujuan pendidikan nasional serta harus pula menjadi filsafat para pengembang kurikulum dan juga guru dalam pelaksanaan nya. Apakah pengertian Saudara tentang filsafat? 2. Setiap guru harus mempunyai gambaran yang jelas tentang dasar-dasar pendidikan nasional itu. UUD 1945. Herbert Spencer menganjurkan tujuan-tujuan yang relevan dengan kehidupan manusia sehari-hari. dan psikomotor dalam segala ting katannya. 12.

falsafah negara. agar anak dapat men gatakan usia wali kota. seperti agama. 5. Apakah pengkhu susan TIK tidak dapat berlebihan? . Tunjukkan bagaima na filsafat itu diterapkan dalam kurikulum kita. 6. Se lidiki hingga mana tujuan-tujuan itu telah di liputi oleh bidang studi yang diberikan di berbagai tingkatan sekolah. Norma-norma biasanya diperoleh dari berbagai sumber. Diskusikan tujuan pendidikan nasional dalam Kurikulum SMA. the Seven Cardinal Principles. Coba tuliskan nor ma-nor ma yang Saudara junjung tinggi. Apakah guna filsafat bagi pendidikan. SMP. 8. Bagai mana ga mbaran Saudara t entang manus ia yang demokratis? Apakah sifat-sifat itu telah nyata di sekolah? Masih adakah pengaruh feodalisme dalam masyarakat kita? 7. agar anak dapat mengatakan alamat wall kota. 4. Bagaimanakah pandangan Saudara tentang manusia Pan casila? Apakah telah melihatnya dalam kenyataan? 9. misalnya " agar anak dapat mengatakan beberapa tugas wall kota. Bagaimana pendapat Saudara tentang tujuan -tujuan yang dikemukakan Herbert Spencer. adat -istiadat. Hingga manakah TIK harus dikhususkan. Diskusikan dengan teman. dan SMA. Tunjukkan perbedaan kurikulum berhubungan dengan per edaan filsafat pendidikan sebelum dan sesudah kemerdekaan. 11. Perhatikan persamaan dan perbedaannya. pengalaman pribadi.selidiki pada orang-orang di sekitar Saudara apakah mereka dapat dikatakan mempunyai suatu filsafat? 3. agar anak mengenal gambar wali kota. dan Educational Policies Commission? Adakah yang dapat atau tidak dapat Saudara terima? Apa alasan Saudara. agar anak dapat menyebut nama wall kota. dan lain-lain. Bandingkan tujuan institusional bagi SD. 10.

Diskusikan. 15. Pilih satu TIU. 16.12. Berikan sejumlah petunjuk tentang perumusan TIK. 14. . Bagaimanakah dapat Saudara ketahui ada tidaknya kesamaan antara tujuan guru dan tujuan siswa. Bagaimana syarat yang diajukan Hilda Taba dalam merumuskan tujuan pelajaran. Minta teman lain juga melakukannya. Apakah kebaikan dan kelemahan TIK? Manakah lebih pen ting. Beri pendapat Saudara. Diskusikan bila ada persamaan dan perbedaannya. TIK atau - TIU? Bagaimana hubungan timbal balik antara TIK dan TIU? 13. Selidiki tujuan-tujuan pelajaran. lalu tinjau dari segi taksonomi Bloom. baik mengenai ranahnya maupun tentang tingkatannya. lalu rumuskan TIK-nya. 17.

masih belum jelas betul secara terinci apa yang harus dilakukan agar anak belajar. 3. seleksi dan organisasi bahan pelajaran. dan lain-lain dan belum ada teori belajar yang dapat mempertemukannya. Apa yang dipelajari bermacammacam. sedangkan belajar pada tingkatan mental tinggi masih memerlukan penelitian yang lebih banyak. 2. antara lain dalam 1. Apa yang akan dipelajari memerlukan pengenalan perkembangan anak. jadi jauh berbeda dengan situasi belajar di dalam kelas. namun masih banyak yang belum diketahui. sangat diperlukan. PPSI menggunakan teori belajar yang berbeda dengan pendekatan proses. Belajar itu ternyata sangat kompleks. Banyak macam teori belajar seperti teori ilmu jiwa atau daya atau mental disiplin. teori Gestalt atau teori lapangan. Walaupun telah banyak diketahui tentang belajar. Ada bedanya belajar fakta atau informasi. teori S-R yang behavioristik. lain pula mempelajari nilai-nilai. Guru-guru sering tidak menyadari asas teori belajar yang digunakannya. lain belajar memecahkan masalah. merencanakan kondisi belajar yang optimal agar tujuan belajar tercapai. Hal ini antara lain disebabkan penelitian dan eksperimen tentang belajar yang dilakukan dalam laboratorium yang terbatas jumlah variabelnya. yang sering dilakukan terhadap binatang. menentukan kegiatan belajar yang paling serasi.BAB 3 ASAS PSIKOLOGIS KURIKULUM DAN PSIKOLOGIS BELAJAR PENDAHULUAN Dalam mengambil keputusan tentang kurikulum pengetahuan tentang psikologi anak dan bagaimana anak belajar. Tak ada satu teori belajar yang dapat mencakup segala macam jenis belajar. Selain itu yang diselidiki kebanyakan ialah belajar pada tingkatan mental rendah. akan tetapi bagaimana anak belajar membutuhkan pengetahuan tentang berbagai teori belajar. Guru .

Sejak ada manusia di dunia ini ia belajar dan ada yang mengajarnya. Pendapat lain yang lebih populer ialah memandang belajar sebagai perubahan kelakuan. Suatu definisi yang sering dikutip ialah yang diberikan oleh Ernest R. Dalam bab ini akan kita bicarakan teori belajar menurut ilmu jiwa daya (mental disipline). Apa yang dipelajari di sekolah berbeda sekali di rumah atau di ladang. sebagai berikut : . keterampilan. Mengenal teori kiranya dapat membantu guru memahami atas dasar apa ia melakukannya. Secara tradisional belajar dianggap sebagai menambah pengetahuan. Tiap orang tua mendidik anaknya. Anak-anak disuruh mempelajari berbagai macam mata pelajaran yang memberinya berbagai pengetahuan yang menjadi miliknya. Bandura. Hilgard. Tiap guru mengajar dapat diketahui teori yang mendasarinya. Namun orang mendirikan sekolah belajar itu dijadikan masalah. Definisi belajar berbeda menurut teori yang dianut. Bermacam-macam teori mencoba menjelaskannya ditinjau dari segi tertentu. dan pendapat berbagai tokoh psikologi seperti Gagne. dan Bruner. sama dengan proses psikis lainnya. APA YANG DIMAKSUD DENGAN BELAJAR Apakah sebenarnya belajar itu. teori lapangan. teori Gestalt. suatu "change of behavior". Rasanya semua lancar walaupun tak seorang pun memikirkan atau menghiraukan ada tidaknya dasar teorinya belajar dan mengajar dan semua belajar secara wajar. dan sebagainya. teori asosiasi (S-R). conditioning. dan ternyata sangat kompleks dan pelik. Suatu teori belajar ialah suatu pandangan terpadu yang sistematis tentang cara manusia berinteraksi dengan lingkungan sehingga terjadi suatu perubahan kelakuan. belum diketahui sepenuhnya. dengan dasar filosofis yang berbeda tentang hakikat manusia. mengajarnya berbagai pengetahuan. norma-norma. kebanyakan dengan menghafalnya. walaupun guru itu sendiri kurang atau tidak menyadarinya. Yang diutamakan ialah aspek intelektual.mengajar menurut apa yang diperkirakannya akan memberi hasil yang baik dan ini sering dilakukan dengan menggunakan berbagai teori belajar.

Learning is the process. daya tanggap. akan tetapi juga agar anak mempunyai sikap anak yang positif dan menyukai mata pelajaran itu. Demikian pula kemampuan binatang karena pertumbuhan instink.day a. sejarah. Perubahan karena mabuk atau keletihan bukan hasil belajar karena tidak diperoleh melalui kegiatan belajar. maka pendidik menghadapi tiga soal : 1. Bila‡ guru mengajar matematika. Ia menghadapi situasi dengan cara lain. bukan hasil belajar. akan tetapi seluruh pribadi anak. perbuatan. dan lain-lain. kita akan lebih lanjut membicarakan beberapa teori belajar yang banyak diterapkan dalam proses belajar-mengajar. Ia dapat melakukan sesuatu yang sebelumnya tidak dapat dilakukannya. daya-fantasi. 3. kognitif. minat. bahwa "otak" atau mental manusia terdiri atas sejumlah "faculties" atau daya. biologi. pengenalan. keterampilan. dan lain-lain. Kelakuan harus kita pandang dalam arti yang luas yang meliputi pengamatan. Tiap daya mempunyai fungsi tertentu. penghargaan. 2. TEORI ILMU JIWA DAYA ATAU MENTAL DISIPLIN Teori pelajar yang paling tua ini beranggapan. efektif. dan . maupun psikomotor. bagaimana guru mengajarkannya. Ia harus tahu bagaimana anak belajar. Ia harus mengetahui kelakuan apa yang diharapkan dari anak. seperti membuat sarang. Hal ini berkenaan dengan tujuan yang akhirnya ditentukan oleh falsafah pendidikan. Ia hendaknya jangan merasa puas bila pengetahuan anak bertambah. sikap. Seperti yang telah dikemukakan di atas. Jadi belajar tidak hanya mengenai bidang intelektual saja. maka ada daya-ingat. agar bahan pelajaran dapat dikuasai anak. by which an activity originates or is changed through training procedures (Whether in the laboratory on in the natural environment) as distinguishe from changes by factors not atributable to training. Ia mengetahui hingga manakah taraf perkembangan anak. kondisi apa yang harus dipenuhi agar terjacti proses belajar yang berlfasil. Bila kita terima belajar sebagai perubahan kelakuan. daya-pikir. Seorang belajar bila ia ingin melakukan suatu kegiatan sehingga kelakuannya berubah.

bahkan juga kata atau suku-kata yang tidak mengandung arti. Di sini yang diutamakan bukan penguasaan bahan. Teori ini lazim juga disebut teori mental disiplin. pendidik. daya-pikir. Daya-pikir dilatih dengan menghadapkan anak dengan berbagai soal. Ini berarti bahwa transfer menurut teori ini bersifat mutlak.lain-lain. karena nilai latihnya makin tinggi. dan orang tua merasa yakin akan nilai fisika. tahun-tahun sejarah. . Ada pula sejumlah ilmuwan. dapat dipindahkan atau ditransfer dalam bidang-bidang lain dalam kehidupan. matematika untuk meningkatkan kemampuan anak berpikir. makin sulit makin baik. Teori "mental disipline" ini sekarang tidak dapat diterima oleh kebanyakan ahli psikologi dan pendidik profesional. Demikian pula latihan mental dengan matematika tidak dengan sendirinya meningkatkan kemampuan belajar politik atau bahasa. Tujuan pendidikan ialah memperkuat daya-daya itu dan ini dilakukan dengan latihan untuk mendisiplinnya. juga teori berdasarkan "faculty psychology". dahulu juga bahasa Latin yang cukup pelik. Daya yang terlatih dapat digunakan untuk apa saja. juga pada daya-pikir ini tak dihiraukan apa yang dipelajari. Itu semua boleh dilupakan. apa saja. Daya-ingat misalnya dapat dilatih dengan menghafal nama-nama kota. Kesanggupan berpikir yang terlatih dianggap dengan sendirinya dapat dipakai. Demikian pula "otak" yang sudah diasah sampai tajam dapat "menyayat" segala masalah. Jadi melatih daya-daya mental itu banyak persamaannya dengan melatih otot. Akan tetapi yang tinggal ialah daya-ingat. kata-kata asing. Penelitian eksperimental membuktikan. insinyur. bukan penguasaan bahan yang dipentingkan. namun di sekolah teori ini masih dianut. Mata pelajaran yang dianggap paling ampuh untuk mendisplin daya-pikir ialah matematika. Seperti pada daya-ingat. bahwa daya ingatan tidak bertambah meningkat kemampuannya dengan menghafal sajak-sajak. akuntan. ahli manajemen. Otot terlatih dapat mengerjakan apa saja. Siswa yang telah terlatih daya-pikirnya melalui matematika akan mudah melanjutkan pelajarannya untuk menjadi ahli hukum. Daya-pikir yang telah terlatih akan dapat digunakan untuk memikirkan apa saja. Walaupun telah dianggap tak berlaku lagi. peningkatan kemampuan berbagai daya mental itu. nama pahlawan.

jiwa. gunung. akan tetapi kemampuan berpikir itu sebagai akibat latihan itulah yang penting. bahwa manusia terdiri atas dua bagian. rohaniah-jasmaniah. imajinasi. sulit dan membosankan. ingatan. yakni bagian rohaniah (dalam istilah psikologi ini "mind") dan bagian jasmaniah (substance.raga. tanaman. Daya-pikir memberi kemampuan untuk memecahkan berbagai masalah untuk mengambil keputusan. Yang utama ialah daya pengenalan. Tujuan latihan ini yang utama bukan untuk menguasai bahan matematika. Daya-kemauan juga dianggap sangat penting. maka perlulah dilatih kemauan anak kearah yang baik. perlu "mind"nya dikembangkan dan ini dilakukan dengan latihan. Substansi fisik ada persamaannya dengan benda lain seperti batu. yang dapat dilatih menjadi kuat dan dapat digunakan untuk berbagai pekerjaan. Kalau manusia dianggap tidak intrinsik jahat sejak lahir. Makin keras latihan. karena sulitnya. manusia tidak dapat memperoleh kebahagiaan dalam hidupnya dalam tnasyarakat. kemauan juga harus diheri latihan keras dengan memberi pekerjaan yang herat. Bahannya dapat dilupakan. binatang. Salah satu fungsi mental ialah berpikir yang dapat dikembangkan dengan bahan pelajaran seperti matematika. Kepercayaan akan dualisme pada manusia. matter. . body). dan berpikir atau penalaran. Kemauan yang baik dapat menaklukkan hawa nafsu jahat dan memberi kekuatan untuk memilih dan melakukan yang baik. Lokasi "mind" tak dapat ditentukan dengan pasti. Salah satu pendirian dalam aliran ini ialah faculty psychology. Akan tetapi "mind" tidak mempunyai ukuran namun sesuatu yang nyata ada. Yang paling berharga ialah latihan yang diberikan pelajaran itu. perasaan dan kemauan. makin berkembang "mind" itu. Dianggap makin keras latihannya. namun dianggap dalam "otak" yang dianggap alat untuk berbagai kegiatan mental. Kemauan adalah kunci keberhasilan. Seperti halnya dengan latihan otot. lebar. Tanpa kemauan yang baik. makin kuat otot itu. Daya pengenalan terbagi dalam daya persepsi. yang masing-masing mempunyai fungsi atau daya tertentu. masih banyak dianut. berat. mempunyai ukuran panjang.Teori ini didasarkan atas anggapan. yang menganggap bahwa "mind" itu terdiri atas sejumlah bagian atau "faculty". Untuk mendidik anak. "Mind substance" dianggap sama dengan otot. karena kemampuan ini akan memungkinkan anak memikirkan segala hal lain.

Pendirian "mental disipline" ini banyak mendapat kritik dan dibantah kebenarannya secara ilmiah. celaan. sehingga yang tinggal hanya anak yang pandai. karena mengutamakan pelajaran yang sulit seperti matematika dan fisika. hukuman. Pendidikan serupa ini tidak menghiraukan keinginan atau minat anak. misalnya pakaian. dan lain. Kini teori mental disipline ini sudah tidak diterima lagi di kalangan kebanyakan ahli psikologi. fisika. kimia. Latihan daya ment l dalam a suatu bidang tidak dengan sendirinya meningkatkan kemampuan dalam bidang lain. karena banyak anak yang tak tahan akan keluar atau dikeluarkan dari sekolah. tidak akan bany ak mendapat keuntungan dari pelajaran itu. Akan tetapi anak yang tidak pintar. tidak dengan sendirinya mempengaruhi kebersihan tulisan anak. Jadi sekolah itu baik bukan karena keunggulan pengajaran dalam matematika. Anak yang pintar sering mengambil matematika di mana ia dapat menunjukkan kepintarannya dan ia akan banyak memperoleh manfaat dari pelajaran itu.lain. Melatih kebersihan dalam bidang tertentu. Peneliti lain membuktikan bahwa dalam peningkatan kemampuan mental tidak ada kelebihan satu mata pelajaran dibanding dengan pelajaran lain. Thorndike dan Woodworth melakukan berbagai eksperimen untuk menguji kebenaran teori ini dan memperoleh kesimpulan. Sekolah yang menjalankan teori mental disipline ini cenderung disebut sebagai sekolah yang baik. juga tidak memperhitungkan tingkat perkembangan anak. bahkan menggunakan camhuk untuk memaksa anak menyelesaikan pekerjaannya. misalnya. Demikian pula dibuktikannya bahwa peningkatan kemampuan mental umum hanya sedikit akibat pelajaran di sekolah. Namun masih ada lagi ilmuwan. akan tetapi dapat disangsikan kebenarannya.Kalau perlu guru tak perlu segan memberi kecaman. orangtua dan guru yang yakin akan kebaikan latihan mental ini dan mempraktikkannya di sekolah maupun dalam lingkungan keluarga. melainkan karena keunggulan siswa yang masih bertahan. matematika tidak lebih unggul dalam melatih anak berpikir dibanding dengan sejarah atau ilmu bumi. bahwa teori ini tak dapat dipertahankan secara ilmiah. Dari segi penelitian ilmiah telah dibuktikan bahwa latihan daya-daya mental tidak otomatis dapat ditransferkan dalam bidang - .

tokoh lain dalan aliran behaviorisme ini antara lain Albert Bandura. Dengan stimulus dimaksud rangsangan dari dalam.bidang lain.1958) bapak aliran Behaviorisme dan Throndike. Transfer memang ada. yang mementingkan behavior atau kelakuan yang dapat diamati. Tokoh. Skinner. barangkali teori inilah yang paling banyak diterapkan di sekolah. ILMU JIWA ASOSIASI. Robert Glasser. Bila sekolah dipandang sebagai tempat memperoleh pengetahuan. aliran Connectionisme. situasi atau keada. TEORI S-R Dari semua teori belajar lainnya. Setelah beberapa kali ini dilakukan. berupa pertanyaan. Bahwa air liur keluar bila disodorkan makanan pada anjing . Hal-hal yang terjadi dalam din i manusia. Demikianlah banyak pengetahuan yang dapat dikuasai anak melalui S-R. Itu sebabnya maka aliran ini dapat mengadakan eksperimen untuk membuktikan kebenaran teorinya. F. tapi kebanyakan dari luar. Bila guru mengajarkan hitungan 2 + 3 = (Stimulus) maka diharapkan jawaban 5 (Respons). yang pada dasarnya termasuk behaviorisme. Robert M.an yang dihadapi.B. Tokoh yang sangat mempengaruhi aliran ini ialah Ivan P. tetapi bukan dengan cara mendisiplin daya mental. Mereka yang menghadapi ujian Ebtanas atau UMPTN dan lainlain. Dengan mengadakan hubungan antara S-R siswa memberi jawaban yang cepat dan tepat bila menghadapi tes. juga yang menghadapi kuis "Cepat Tepat" menggunakan teori S-R ini. Watson (1878. yang tidak dapat dilihat dan diabaikan. lonceng dibunyikan tanpa diberi makanan. Pavlov (18491936). Dengan pembedahan ia dapat mengukur air liur yang dikeluarkan anjing itu sewaktu melihat makanan. maka metode yang paling ampuh ialah metode S-R yaitu menghubungkan stimulus dan respon. Demikian pula "ibu kota Kolumbia" (Stimulus) ialah "Bogota" (Respons). Teori ini mulai bangkit setelah karya J. namun demikian air liur anjing keluar juga. soal. Ide asosiasi telah terdapat pada John Locke dan Herbart akan tetapi baru kemudian teori ini didukung oleh penelitian ilmiah. Dalam eksperimennya i6 memberi makanan kapada anjing dan pada saat yang sama ia membunyikan lonceng. Gagne. B.

Tokoh yang banyak pengaruhnya terhadap pengajaran di sekolah ialah Edward L. atau conditioned stimulus.yang lapar. Akan tetapi dalam kondisi seperti di atas.. air liur (R) bunyi lonceng bunyi lonceng (CS) «««««. Thorndike. air liur (CR) Di sini terjadi suatu proses belajar-mengajar. jadi latihan memperkmat hubungan S-R. Mendapat pujian. 2. kita pulang dari sekolah ingin segera makan. The Law of Effect. The Law of Exercise or Repetition. sifat bunyi lonceng itu berubah menjadi stimulus yang telah dikondisi. Makin sering S-R dilatih makin lama hubungan itu bertahan. ia menemukan sejumlah "hukum belajar". Dalam proses belajar itu kita lihat pentingnya ulangan. disertai pujian untuk membangkitkan semangat anak belajar. dan berkat penelitian yang banyak itu yang jauh melebihi jumlah percobaan oleh Pavlov. Lampu lalu lintas merah . Cara belajar ini banyak terdapat dalam kehidupan sehari. yakni membunyikan lonceng bersamaan dengan makanan. yaitu hubungan antara dua hal yang dikenal sebagai S-R bond. memberi .mobil berhenti. jam menunjuk pukul delapan . Ia melakukan penelitian dan percobaan dengan binatang. dan respon yang diberikan menjadi conditioned response. sesuatu yang wajar. Anjing dapat diajar mengeluarkan air liur dengan cara mengkondisi.hari. yang menganut aliran connectionisme. merasa sukses. antara lain 1. lonceng sekolah berbunyi anak berkumpul. akan tetapi yang tersebut di atas kiranya yang paling berguna bagi prose belajar. Apa yang terjadi dapat kita gambarkan sebagai berikut makanan (S) ««««««««««« air liur keluar (R) lonceng berbunyi (S) «««. Masih ada lagi sejumlah hukum belajar lainnya. atau conditioning. Hubungan S-R dipererat bila disertai rasa senang. tidak terjadi apa-apa makanan (S) ««.anak kecil tidur. Hal itu tidak akan terjadi bila lonceng dibunyikan.

harus melakukan sesuatu. mungkin inilah bentuk conditioning yang paling tua. Belajar ialah perubahan kelakuan atau kemungkinan kelakuan dan ini tercapai melalui "operant conditioning" "Operant conditioning" adalah proses belajar yang mengusahakan mempertinggi kemungkinan timbulnya kelakuan tertentu. Semua kelakuan manusia adalah hasil "operant conditioning" atau "operant reinforcement". . karena diberi reinforcement. Conditioning oleh Thorndike disebut "instrumental conditioning" karena S-R yang berhasil disertai oleh pujian sebagai upah atau reinforcement. Misalkan seekor anjing mengangkat kaki depannya dan sesaat kemudian diberi makanan (menjadi reinforcement) maka timbul kemungkinan ia akan melakukannya kelak. Memberikan respons yang tepat merupakan instrumental untuk memperoleh pujian. dan pada salah satu stimulus itu anjing itu mengangkat kaki depannya seakan-akan memberi salam. Apa yang dilakukan Pavlov disebut "classical conditioning ". Proses belajar rasanya mekanistis yang diatur oleh guru.dorongan belajar. Ialah yang pertama membuat belajar berprograma dan mesin belajar. prosedur pengembangan sistem instruksional. Akan tetapi sewaktu kita bersiul. atau bertepuk tangan atau batuk. Tak ada tempat untuk "insight" atau tujuan yang bermakna. Manusia dipandang sebagai kumpulan S-R.F. Ia memandang guru sebagai arsitek dan pembangun kelakuan siswa. Baginya psikologi adalah ilmu atau science kelakuan yang dapat diamati dan banyak kelakuan yang terlihat. Seorang berbuat sesuatu. Pengaruhnya sangat besar dalam perkembangan teknologi pendidikan dan di Indonesia PPSI. Alirannnya dikenal sebagai "operant conditioning" yang sangat efektif melatih binatang dan juga bagi anakanak. rasa senang bukan kelakuan yang "observable" dan "measurable". termasuk manusia. Apa sebab anjing itu mengangkat kaki tak dapat dipastikan sebelumnya. Skinner. Seorang behavioris lain yang juga sangat berpengaruh ialah B. makin mampu ia menghadapi berbagai situasi dalam hidupnya. Dari pihak penganut behaviorisme lainnya ia mendapat kritik karena rasa puas. Makin banyak S-R dimilikinya. Dalam "operant conditioning" organisme.

Melalui langkah-langkah ia dapat melatih binatang sampai tercapai kelakuan yang diinginkan. akan tetapi sesudahnya. Maka karena itu aliran Skinner ini disebut aliran "operant conditioning" yaitu mengkondisi operant. . Tujuan dapat dipecah menjadi bagian-bagian kecil.maka kesempatan itu digunakan untuk memantapkannya dengan memberi "reinforcement". menurut pendapatnya adalah mesin. Manusia. Dengan "operant conditioning" ini Skinner dapat membentuk kelakuan. misalnya otak dibandingkan komputer yang berisi modul. Respons itu menjadi alat atau instrumental guna memperoleh Reinforcement itu. "operant conditioning" membentuk kelakuan seperti pematung membentuk segumpal tanah liat. lalu diberi "reinforcement" berupa "upah atau "reward". Tiap bagian. juga dapat disebut "reinforcement conditioning" atau mengkondisi "reinforcement". tiap langkah dapat dicapai melalui "operant conditioning". Apa yang dilakukan anjing itu disebut operan karena beroperasi terhadap lingkungan dan menimbulkan konsekuensi tertentu. Skinner sangat berhasil dalam melatih binatang. sekalipun sangat kompleks. akan tetapi bila timbul kelakuan yang cocok. dan tak mungkin dapat diciptakan manusia . Demikian pula kelakuan manusia dapat dikendalikan sehingga melakukan apa yang telah dicondition. maka dimantapkan dengan "reinforcement". "Reward" ini "mereinforce" Respon.kecuali dengan cara biologis. membuat Respon yang diinginkan. Bila dalam langkah-langkah itu timbul yang tidak sesuai maka diabaikan saja. Jadi "reinforcement" tidak serentak dengan Respon. yang menyebabkan akan besar kemungkinan timbulnya Respon ini. akan tetapi di lain pihak manusia ternyata lebih merupakan mesin. dalam hal ini mendapat upah. Katanya "operant conditioning shapes behavior as the sculptor shapes a lump of clay". Akhirakhir ini mesin makin merupakan manusia dan dibentuk sesuai dengan manusia. dalam hal ini anjing. Mula-mula organisme.

Bila binatang dapat dilatih dengan cara ilmiah apa sebab cara itu tak dapat dimanfaatkan bagi pengajaran di sekolah. Anak dapat melakukannya menurut kecepatan masingmasing. menurut Kohler. Demikianlah lahir teori Gestalt. Skinner melihat bahwa guru mengajar sangat tidak efisien dan efektif. individu atau binatang akan melakukan perbuatan-perbuatan secara acakan dan akhirnya secara kebetulan akan dapat memecahkannya. dan akuntabilitas pendidikan. integrasi atau konfigurasi dalam apa yang dilihatnya. Wolfgang Kohler dan Kurt Koffka dalam buku " The Mentality of Apes" (1925) dalam eksperimen menguji hipotesis Thorndike tentang "Trial-and-error". karena. bahwa binatang itu memecahkan masalah secara tiba. Salah satu anggapan psikologi behaviorisma yang paling merusak ialah bahwa dalam belajar. Konfigurasi yang membentuk kebulatan keseluruhan itu disebut dalam bahasa Jerman Gestalt." Kelebihan itu terjadi karena manusia cenderung melihat suatu pola. ia mendapat "insight". Maka ia menciptakan belajar berprogamma. individu itu pasif. suatu istilah yang sukar diterjemahkan dan karena itu dipertahankan dalam semua bahasa. " keseluruhan lebih dari jumlah bagian-bagiannya. TEORI GESTALT Dasar pokok aliran psikologi ini pertama kalinya dirumuskan Max Wertheimer pada tahun 1912 yang berbunyi. dan reinforcement terlampau langka. Dalam percobaan dengan simpanse ternyata. belajar kompetensi. Bahan pelajaran dibagi dalam bagian-bagian kecil yang dilatih langkah demi langkah dengan memberikan reinforcement langsung setelah setelah tiap respons. dan teori psikologi lapangan (field psychology). jarak antara kelakuan dan reinforcement terlampau jauh. yaitu bahwa dalam memecahkan suatu masalah. Teori Skinner ini sesuai dengan teknologi pendidikan. pemecahan dalam hubungan unsur-unsur situasi itu.tiba. organisasi. tidak ada langkah-langkah yang sistematis menuju tujuan. juga disebut teori organismik. ia menerima stimulus dan memberi . Kritik Skinner tentang pengajaran di sekolah antara lain bahwa pelajaran tidak disukai.Mengenai pelajaran disekolah.

"Insight" ialah mula-mula adanya perasaan. Seorang sarjana dapat bersifat ilmiah dalam bidangnya. Manusia dapat dikondisi menurut kemauan penguasa atau masyarakat. walaupun dapat membantu. Kebenarannya masih perlu diuji. menurut makna yang dilihatnya dalam situasi itu. pada suatu saat tiba-tiba menjadi terang. jadi jauh berbeda dengan psikologi behavioristik yang memandang belajar sebagai mekanistik dan deterministik. Simpanse memperoleh "insight" dan tentu tak dapat membahasakannya. dalam belajar siswa mempunyai tujuan. "hunches" petunjuk yang samarsamar tentang adanya pola. Stimulus dianggap sebab dan respons dianggap sebagai akibat. dan sering dapat diverbalisasikan. hubungan antara unsur-unsur suatu masalah. . "Insight" belum berarti memahami suatu masalah sepenuhnya. mengadakan eksplorasi. Bagaimana timbulnya " insight tak selalu. Generalisasi yang diperoleh sering dirumuskan dalam bentuk " Jika maka Bila tercapai generalisasi maka dapat digunakan atau ditransfer dalam situasi lain yang pada prinsipnya menunjukkan persamaan. Kunci dalam psikologi Gestalt. ³Insight" juga belum dapat digeneralisasi. karena terjadinya dalam lompatan pikiran dan intuisi. misalnya fisika. Belajar ialah mengembangkan insight pada anak dengan melihat hubungan antara unsur-unsur situasi problematis dan dengan demikian melihat makna baru dalam situasi itu. Manusia seperti mesin yang sangat baik desainnya yang dapat dikendalikan. ialah "insight". Untuk itu jumlahnya harus cukup banyak dengan pengalaman yang kaya. Guru tak dapat memberi " insight". bahkan percaya akan mistik dan superstisi. murid sendirilah yang harus menemukannya sendiri menurut pikirannya sendiri. akan tetapi hingga batas tertentu. dinyatakan dengan kata-kata. menggunakan imajinasi dan bersifat kreatif.respons secara sereotip dan otomatis. Siswa dapat dikendalikan oleh guru dengan bahan yang dipilih pengembang kurikulum. Namun transfer tidak dengan sendirinya akan terjadi. Atau ia tidak mengenal situasi dalam hubungannya dengan prinsip itu. yang mungkin benar atau tidak. "Insight" adalah jawaban atau hipotesis sementara. Belajar bukan sesuatu yang pasif. akan tetapi dalam bidang sosial yang tidak bertindak ilmiah. walaupun prinsip itu telah dipahami sepenuhnya.

Kognitif berasal dari " cognoscere" (Latin) artinya mengenal tentang bagaimana cara orang memahami dirinya dan lingkungannya. Kedua : Guru memberi latar belakang secukupnya. Untuk memahami seseorang. Membantu siswa memperoleh generalisasi dapat dilakukan dengan tiga cara. dan segera bila siswa merasakan ia memahaminya. lalu merumuskannya. Menurut teori lapangan. kita harus mengetahui segala sesuatu tentang dirinya. konsep diri dan apa saja yang dapat mengidentifikasi dirinya. namun ia lebih memperhatikan kepentingannya sendiri. siswa disuruh menemukan generalisasinya. Ketiga : Guru memberi latar belakangnya. dalam mana individu memperoleh "insight" baru atau modifikasi yang lama. Pertama: Guru merumuskannya. Transfer dapat terjadi bila terbuka kesempatan untuk menerapkannya dalam situasi yang dilihatnya sebagai kesempatan dan ada hasrat untuk menggunakannya. makin dapat ia meramalkan kelakuan siswa itu dan dengan demikian makin dapat ia memberi bantuan. Psikologi ini disebut juga psikologi lapangan kognitif. misalnya ia tahu harus berkorban untuk sesama manusia. yang meliputi tujuan seseorang. adalah pionir psikologi lapangan atau field psychology. jalan yang mungkin ditempuhnya dan sebagainya. menjelaskannya dan kemudian menyuruh siswa menerapkannya.atau ia tak mau. atau tak sanggup menerapkannya. Kurt Lewin (1890-1947). bahwa metode kedua lebih efektif dalam transfer. Ternyata. prinsip-prinsipnya. dan bagaimana ia menggunakan kognisinya dalam tindakannnya terhadap lingkungan atau "life-space"nya dengan segala faktor yang terdapat didalamnya. buah pikirannya. Belajar ialah modifikasi life-space. hal-hal yang ingin dielakkannya. makin dikenalnya life-space siswa. ia disuruh mengaplikasikannya. Dengan lapangan psikologis dimaksud situasi psikologis di mana ia berada. belajar adalah proses interaksional. . halangan antara dirinya dengan tujuan. Bagi guru. juga penganut teori keseluruhan.

Bagian-bagian hanya mengandung arti dalam hubungannya dengan keseluruhan.John Dewey yang juga termasuk penganut teori Gestalt. Menyelidiki pengetahuan. dan proses deduktif. pengumpulan data. antara data. dan sebagainya. Mengubah bagian akan mengubah juga keseluruhannya. Langkah-langkah dalam pemecahan masalah menurut Dewey telah cukup terkenal : 1. Mengubah atau menghilangkan suatu kata akan mengubah arti seluruh kalimat itu. Kata-kata dalam kalimat dapat dipahami dalam hubungannya dalam kalimat itu. 1. memandang berpikir sebagai proses reflektif yang pada dasarnya tak berbeda dengan berpikir ilmiah. Belajar itu berdasarkan keseluruhan Keseluruhan lebih dari jumlah-jumlah bagian. menolaknya. Prinsip-prinsip belajar menurut teori Gestalt. 2. organismik atau teori lapangan kognitif. Masalah timbul bila terdapat perbedaan atau pertentangan antara tujuan-tujuan. yang harus diuji kebenarannya. Mengambil kesimpulan. menganalisis. Kalimat itu sendiri baru diketahui artinya dalam hubungannya dengan . yaitu kemungkinan jawaban dalam bentuk generalisasi yang ditemukan sendiri. Sebuah kalimat lebih berarti daripada jumlah kata-kata atau hurufnya. Bedanya dengan proses ilmiah ialah. Pada dasarnya. mencari. Mengenal dan merumuskan masalah. semua generalisasi merupakan hipotesis yang senantiasa perlu diuji kebenarannya. atau menyatakan bahwa berdasarkan data yang ada belum dapat diambil kesimpulan. 4. 3. yakni menerima hipotesis. implikasi hipotesis dengan mengumpulkan data atau memodifikasinya. bahwa dalam pemikiran reflektif tidak digunakan laboratorium sehingga dapat digunakan dalam pemecahan segala macam masalah termasuk masalah sosial. 5. Dalam cara berpikir ini digabungkan proses induktif. Hipotesis itu berkisar antara dugaan berdasarkan informasi minimal sampai prinsip atau hukum dengan verifikasi yang tinggi tarafaya. dan menguji hipotesis. Mentes hipotesis dengan menguji implikasi atau konsekuensi hipotesis berdasarkan data atau pengalaman. Merumuskan hipotesis itu.

Tetapi anak itu tidak hanya mempunyai intelek saja. Prinsip keseluruhan ini ternyata mempunyai pengaruh yang besar sekali terhadap kurikulum. tidak merupakan fakta-fakta terlepas. ilmu hayat. ia seorang pribadi. kesenian dan sebagainya. Musik yang dimainkan oleh suatu orkes berbeda sekali dengan jumlah lagu-lagu yang dimainkan . Bila Icita . Bagian-bagian hanya berarti dalam hubungannya dengan keseluruhan. sosial. Itu sebabnya maka orang berusaha untuk mengadakan hubungan antara berbagai mata pelajaran yang disebut korelasi antara mata pelajaran.oleh setiap pemain satu per satu. akan tetapi apa saja yang dipelajari. Fakta-fakta yang lepas tidak mengandung arti dan karena itu mudah dilupakan. 2. baik mengenai isinya maupun mengenai organisasinya. Dalam menyelesaikannya mungkin sekali anak-anak mempelajari hal-hal berkenaan dengan sejarah. Pengajaran serupa ini lazim disebut pengajaran "unit" atau pengajaran proyek. melainkan senantiasa sebagai bagian dalam hubungan yang lebih luas. bahwa ia akan menggunakannya kelak bila ia telah dewasa Pengajaran serupa ini sering disebut intelektualistis.keseluruhan karangan atau cerita. malahan dapat juga meniadakan segala batas-batas antara mata pelajaran. sebab dititik-beratkan pada pendidikan intelek atau dalam kebanyakan hal sebenarnya pada pendidikan ingatan saja. suatu keseluruhan yang menghadapi situasi-situasi bukan hanya secara intelektual. Menghapal peristiwa-peristiwa atau tahun-tahun dalam sejarah atau nama-nama dan hasil bumi dalam mata pelajaran IPS tak berapa faedahnya. bila kita tidak memahami hubungannya dengan keseluruhan yang lebih luas.mata pelajaran dengan meng-integrasi-kannya. Demikian pula pendidik-pendidik modern berpendapat bahwa mata pelajaran-mata pelajaran yang lepas-lepas kurang manfaatnya sebab tidak berdasarkan atas keseluruhan ini. dan jasmaniah. Anak yang belajar merapakan keseluruhan Sekolah yang tradisional bertujuan : menyampaikan kultur atau kebudayaan kepada murid-murid dengan jalan menumpukan sejumlah pengetahuan ke dalam ingatan anak dengan harapan. melainkan juga secara emosional. Yang diberikan ialah masalah atau pokok yang luas yang harus dpecahkan oleh anak-anak.

mengajarkan IPS misalnya, kita dapat berusaha, sehingga anak itu mengerti akan bahan pelajaran itu. Akan tetapi di samping.itu murid itu mungkin juga belajar benci akan gurunya atail kepada pelajaran itu atau kepada segala sesuatu yang berbau pelajaran sekolah. Mengenai pendidikan intelektual mungkin kita mencapai hasil yang baik, akan tetapi dalam pendidikan emosinya kita gagal. Sebab itu, dalam pengajaran modern, orang bukan hanya mengajarkan berbagai mata pelajaran, akan tetapi mengutamakan tujuan mendidik si anak, membentuk seluruh pribadinya anak seutuhnya. Dalam pada itu, anak itu tidak hanya dipandang sebagai murid sekolah saja; pribadi anak tidak dapat dilepaskan dari kehidupannya di luar sekolah, di rumah, dan di lingkungan sekitarnya. Suasana sekolah sedapat-dapatnya diselaraskan dengan suasana rumah. Sekolah hendaknya dijadikan bukan hanya tempat anak mempelajari berbagai-bagai ilmu, akan tetapi juga tempat mereka hidup dan belajar hidup. Kurikulum di sekolah disesuaikan dengan apa yang diperlukan anak bagi kehidupannya sehari-hari. Dengan demikian dicegah adanya jurang yang sering terdapat antara sekolah dengan kehidupan di luar sekolah untuk mencapai integrasi pribadi murid. 3. Belajar berkat "insight" Teori asosiasi mementingkan ulangan dan pembiasaan dalam proses belajar. Belajar serupa ini bersifat mekanis. Teori organisme. memandang "insight", pemahaman atau tilikan sebagai syarat mutlak dalam hal belajar. Dengan "insight" dimaksud suatu saat dalam proses belajar, sewaktu seseorang melihat atau mendapat pengertian tentang seluk-beluk sesuatu, atau melihat hubungan tertentu antara unsur-unsur dalam suatu situasi yang mengandung suatu problema atau kepelikan. Dalam percobaan oleh Kohler dengan simpansi, binatang itu berhasil menyambungkan dua kerat bambu untuk meraih pisang yang diletakkan di luar kandangnya. Pada saat kera itu melihat hubungan antara unsur-unsur dalam situasi yang problematis itu, (yakni antara unsur-unsur bambu, dirinya, jeruji, pisang) ia memperoleh "insight" atau suatu "Aha Erlebnis".

Hal yang demikian terjadi juga pada manusia yang menghadapi situasi yang mengandung kesulitan dan sering secara tiba-tiba memahami seluk-beluk situasi itu, setelah ia mendapat "insight". Pemahaman tidak diperoleh semata-mata dengan jalan mengulangulangi dan latihan-latihan seperti pada teori asosiasi. Apa sebenarnya "insight" ini belum dapat dijelaskan sepenuhnya. Bagi pembinaan kurikulum, prinsip "insight" ini berarti bahwa anak-anak harus dihadapkan kepada masalah-masalah, dalam bentuk proyek atau unit yang mengandung problema-problema yang harus dipecahkan. 4. Belajar berdasarkan pengalaman Belajar memberi hasil yang sebaiknya-baiknya bila didasarkan pada pengalaman. Pengalaman ialah suatu interaksi, yakni aksi dan reaksi, antara individu dengan lingkungan. Individu menjalani pengaruh lingkungan, jadi ada aksi dari lingkungan terhadap individu, akan tetapi sebaliknya individu juga bereaksi terhadap pengaruh lingkungan itu. la berbuat sesuatu, yakni mempertimbangkan, mengolah, memikirkan pengaruh lingkungan itu. Bila seorang anak kena api, maka hal itu suatu kejadian atau peristiwa dan belum merupakan suatu pengalaman. Kejadian itu akan menjadi pengalaman, apabila anak itu mengolahnya, menghubungkannya dengan pengalaman yang sudah,

mentafsirkannya, dan mengambil kesimpulan, bahwa api itu sesuatu yang berbahaya yang dapat menimbulkan rasa sakit, sehingga ia dapat menentukan sikapnya dan dapat menjaga diri terhadap api kelak. Berkat pengalaman itu ia belajar, kelakuannya berubah, artinyä bahwa ia bertindak lebih efektif dan serasi dalam menghadapi situasi-situasi hidupnya. Anak itu mula-mula akan memandang api sebagai sesuatu yang berbahaya, akan tetapi berdasarkan pengalaman-pengalaman lain ternyata bahwa api itu tidak selalu berbahaya, akan tetapi banyak sekali manfaatnya dan memberi kesenangan kepada manusia. Pengalaman pertama rupanya tidak benar seluruhnya dan .karena itu harus dirombak, direorganisasi atau disusun kembali. Belajar ialah reorganisasi pengalaman-pengalaman yang lampau yang ternyata tidak Iengkap, tidak sempurna. Oleh sebab tidak ada pengetahuan dan pengalaman kita yang

sempurna, kita harus senantiasa mereorganisasi pengalaman kita selama kita hidup. Pendapat lama dan teori-teori yang lampau sering harus disempurnakan atau diganti dengan yang baru ternyata lebih balk daripada yang sudah-sudah. Manusia senantiasa membuat penemuan baru dan mereorganisasi pengetahuan yang lama dan dengan demikian memperluas kebudayaan dunia. Manusia terus belajar dan tak akan kunjung selesai meningkatkan pengetahuannya. Belajar itu baru timbul bila seseorang menemui suatu situasi baru, suatu soal, kesulitan atau problema. Dalam menghadapinya ia akan menggunakan segala pengalamannya yang sudah-sudah. Jika dengan pengalaman-pengalaman itu ia sanggup mengatasinya, tidak akan timbul proses belajar. Ia sekedar menggunakan pengalaman yang lampau itu. Tetapi bila ternyata bahwa penga lamannya yang ada tidak cukup untuk mengatasinya, ia akar, mengalami semacam frustrasi. keseimbangannya terganggu, lalu ia mencoba mencari jalan untuk memecahkan soal itu. Di antara percobaaan itu ada yang tak berhasil, itu dikesampingkannya. Percobaan itu dilanjutkannya jadi proses belajar berlangsung tertr sarapai kesulitan itu diatasinya. Di sini pun kita lihat, seperti dianjurkan oleh penganut-penganut prinsipprinsip belajar yang telah tersebut di atas betapa perlunya diusahakan, agar kurikulum itu berupa problema-problema yang dihadapkan kepada anak-anak untuk dipecahkannya agar ia belajar. 5. Belajar ialah suatu proses perkembangan Manusia ialah suatu organisme yang tumbuh dan berkembang menurut caracara tertentu. Kita tak dapat mengajarkan segala sesuatu yang kita kehendaki. Anak-anak baru dapat mempelajarinya dan mencernakannya, bila ia telah matang untuk bahan pelajaran itu. Kita ketahui, bahwa kepada anak-anak kelas satu SD belum dapat diberikan teori-teori tentang listrik atau tata negara, karena mereka belum matang untuk itu. Kesiapan anak untuk mempelajari sesuatu tidak hanya ditentukan oleh kematangan atau taraf pertumbuhan batiniah, tetapi juga dipengaruhi oleh

lingkungan, yakni oleh pengalaman-pengalaman yang telah diperoleh anak itu. Misalnya kesiapan untuk membaca akan lebih cepat terdapat pada anak-anak yang telah berkenalan dengan buku-buku bergambar di rumah atau yang sering dibacakan cerita-cerita dari buku oleh ibu bapaknya, sebelum ia menginjak sekolah, daripada anak-anak yang tidak pernah memperoleh pengalamanpengalaman dengan buku. Jadi tak perlu kita hanya menunggu-nunggu saja. Kita dapat menciptakan situasi- situasi dan lingkungan bagi anak yang dapat mempercepat atau membangkitkan kesiapannya untuk mempelajari sesuatu. Dalam hal ini tak semua anak sama. Anak-anak berbeda pengalaman dan kematangannya, sekalipun umurnya sama. Perbedaan individual ialah suatu prinsip yang harus dipikirkan dalam pembinaan kurikulum. Memaksakan semua anak mempelajari bahan yang sama tidak dapat dipertahankan. Karena itu kurikulum harus disusun sedemikian, sehingga sedapat mungkin dapat disesuaikan dengan perbedaan individual, baik mengenai kuantitas maupun kualitasnya. Anak yang pandai harus diberi kemungkinan menyelesaikan lebih banyak pelajaran daripada anak yang kurang pandai dan anak -anak harus dapat mengembangkan bakatnya dalam berbagai lapangan. 6. Belajar ialah proses yang kontinu Anak-anak tidak hanya belajar di sekolah, akan tetapi juga di luar sekolah. Mereka memperoleh juga pengalaman-pengalaman berkat radio, surat kabar, majalah, pergaulan di rumah, perkumpulan pemuda, kepanduan, bioskop, permainan, dan sebagainya. Malahan kerapkali hal-hal yang dipelajari dengan tak sengaja di luar sekolah dan sebelum bersekolah lebih mendalam lagi, oleh sebab tujuan- tujuan yang mereka kejar di situ lebih menarik, lebih memuaskan, lebih menyenangkan dan sesuai dengan kebutuhannya daripada tujuan-tujuan yang ditentukan dan sering dipaksakan oleh sekolah. Lagi pula di luar mereka banyak memperoleh pengalaman- pengalaman langsung atau first-hand experiences. Mereka tidak bicara tentang padi, ikan, layang-layang dan sebagainya, akan tetapi mereka turut memotong padi, mereka menangkap ikan di sungai, mereka membuat dan bermain layang- layang dan sebagainya. Di sekolah mereka kebanyakan membaca dan mendengarkan saja. Kurikulum yang modern

menyesuaikan pelajaran sekolah dengan kehidupan, permainan, kesukaan, dan minat anak di luar sekolah. Apa yang dahulu dianggap sebagai aktivitas extrakurikuler, yakni aktivitas anak di luar pelajaran seperti perkumpulan sekolah, hobby anak-anak, kepanduan dan lain-lain, dimasukkan oleh sekolah ke dalam kurikulum, jadi menjadi tanggung jawab sekolah. Kontinuitas juga diusahakan dengan meniadakan tinggal kelas. Anak yang tinggal kelas tidak kontinu pelajarannya oleh sebab ia harus mengulangi bahan yang sama selama satu tahun. Kurikulum hendaknya disusun sedemikian, sehingga tiap anak terus maju sesuai dengan kecepatannya masing-masing. Kontinuitas harus pula ada dalam pelajaran sekolah rendah, menengah, dan tinggi. Seperti anak main dari kelas yang satu ke kelas berikutnya, demikian pula anak itu harus pula maju dari sekolah rendah ke sekolah menengah dan seterusnya. Pertanyaan timbul, apakah Sekolah Dasar harus terpisah benar-benar dari SMP dan sekolah ini harus terpisah pula dari SMA ? Apakah tidak dapat disatukan sekolah-sekolah itu seluruhnya menjadi sekolah dari kelas 1 sarnpai kelas 12 ? Kontinuitas akan terganggu pula apabila pelajaran di sekolah berlainan atau bertentangan dengan norma-norma yang diajarkan di rumah. Maka timbullah konflik dalam diri si murid. Ia harus berpegang pada dua macam norma. Apa yang dipelajarinya di sekolah tidak dapat dilangsungkan dan dipraktikkan di rumah. ltu sebabnya sekolah harus mengenal keadaan, kebiasaan, adat-istiadat di rumah anak. Sekolah harus bekerja sama dengan rumah dan badan-badan lain dalam masyarakat sehingga sêmuanya turut serta membantu perkembangan anak yang harmonis. Sekolah modern mengajak orang tua agar turut serta dalam menentukan kurikulum. Dari orang tua sungguh dapat diterima saran-saran yang baik sekali untuk dipertimbangkan oleh staf guru-guru agar dimasukkan ke dalam kurikulum. Sering pula orang tua diminta bantuannya untuk turut melaksanakan kurikulum. 7. Belajar lebih berhasil bila dihuhungkan dengan minat keinginan dan tujuan anak.

Di sini anak-anak turut serta menentukan kurikulum. Dikatakan bahwa anak itu didorong oleh motivasi yang intrinsik. Di sini kebanyakan digunakan motivasi ekstrinsik. kurikulum sedapat mungkin disesuaikan dengan minat kebutuhan dan tujuan-tujuan yang hendak dicapai oleh anak-anak. sekalipun teori musik itu sendiri kurang menarik. lalu anak-anak belajar betul-betul untuk mengetahui seluk-beluk penyakit itu agar dapat menjaga diri terhadap penyakit itu. Proyek itu dibicarakan dan dirundingkan bersama oleh guru dan murid-murid agar mereka lebih jelas memahami tujuan dan faedahnya. Ia memahami tujuan pelajaran itu. Kita dapat mengajarkan kepada anak-anak hal-hal tentang bermacammacam penyakit yang kemudian ditanyakan pada ulangan. Di sekolah yang menginsafi hal ini. ia yakin akan ada faedahnya bagi kehidupannya dan karena itu ia giat belajar. Motivasi yang intrinsik ini tentu lebih baik hasilnya. atau ingin menyenangkan hati orang tuanya. Seorang murid yang berbakat dan ingin menjadi penyanyi akan giat mempelajari teori musik. Kurikulum di sekolah yang tradisional sepenuhnya ditetapkan oleh pihak atasan. yang sebenarnya letak di luar pelajaran itu.Hal ini tercapai apabila pelajaran itu langsung berhubungan dengan apa yang diperlukan murid-murid dalam kehidupannya sehari-hari atau apabila mereka tahu dan menerima tujuannya. Tujuan anak ialah mencapai angka yang baik. Akan tetapi dalam hubungannya dengan cita-cita anak itu. Pelajaran diberikan dalam bentuk unit atau proyek yang berkenaan dengan masalah-masalah yang dihadapi oleh anak-anak. Lain halnya kalau di suatu daerah berjangkit penyakit. Murid-murid tidak diajak berunding dan mereka harus menerimanya. sebab ia ingin mencapai tujuan yang terkandung dalam pelajaran itu sendiri. usaha itu mengandung arti baginya. kerap kali tanpa melihat faedah yang langsung bertalian dengan tujuan dan minatnya. takut tinggal kelas. anak -anak dipaksa . Atau barangkali ia belajar karena takut kepada guru. Anak seperti ini didorong oleh motivasi yang ekstrinsik sebab ia mengejar tujuan. oleh sebab sesuai dengan tujuannya.

murid-murid orang tua serta badan-badan lain dalam masyarakat. Pengaruh Herbart dalam abad dua puluh sangat besar. belajar sosial Bandura. Di sini akan kami berikan lagi beberapa teori belajar yang terkenal. ini sekali-kali tidak berarti bahwa seluruh kurikulum semata-mata ditentukan oleh keinginan anak saja. Apersepsi ialah proses asosiasi antara ide atau Vorstellung yang baru dengan yang lama yang tersimpan dalam bawah sadar individu. Setiap ada masuk persepsi baru . antara lain apersepsi Herbart. yang turut mempengaruhi kurikulum dan proses belajar mengajar. namun dalam praktik apa yang dikemukakannya masih berlaku. bahwa kurikulum disesuaikan dengan minat dan tujuan anak. dapat dipandang sebagai tokoh pertama psikologi belajar modern yang menyimpang dari teori ilmu jiwa daya. Memperturut keinginan anak saja tidak menjamin usaha yang efektif ke arah tujuan pendidikan. Anak-anak tidak mengenal tujuan pendidikan dan karena itu tidak mungk in mengetahui apakah yang juga perlu bagi mereka. Cara ini memang pernah diadakan pada sekolah progresif yang child -centered. Membina kurikulum yang baik ialah suatu hasil usaha bersama antara pihak atasan dengan guru -guru. TEORI APERSEPSI HERBART J. Herbart (1776-1841) pengganti filsuf Jerman terkenal Immanuel Kant tahun 1841. Buah pikirannya mendominasi pendidikan guru dan pendidikan umumnya di Amerika Serikat dan bagian lain dunia ini dan hingga sekarang idenya masih banyak digunakan. Ada halhal yang mungk in kurang disukai oleh anak-anak namun hams mereka pelajari karena tuntutan masyarakat. Akan tetapi ini tidak berarti pula bahwa keinginan dan kebutuhan anak harus diabaikan begitu saja. dan konsis belajar Gagne. atau berpusat pada keinginan anak melulu dan mengalami kesulitan-kesulitan. Kalau di atas dikatakan.belajar dengan macam-macam hukuman dan pujian dengan angka-angka dan ujian-ujian. Secara teoretis namanya telah lenyap dari dunia psikologi dewasa ini. Herbart terkenal karena konsep appersepsi yang dikemukakannya.F. walaupun tidak di bawah namanya. bahwa anak-anak diajak turut berunding. konseptualisme Bruner.

Persepsi atau pengamatan diperoleh dari lingkungan melalui alat-dria. yang mempunyai persamaan anti (similaritas) dan yang berlawanan (kontras). misalnya "murid" dan "guru" akan saling menarik. maka mungkin akan timbul ide burung. Ide mempunyai kekuatan bergabung atau menolak bergabung. oleh setiap persepsi cenderung akan bergabung dengan bahan yang telah ada. Dalam "otak" itu terjadi hubungan atau asosiasi antara ide-ide. Sebelumnya. berpendapat bahwa ide-ide itu aktif. ada afinitas menarik atau menolak. Herbart sebaliknya. pengalaman dari luar. atau perjalanan yang pernah diIakukan ke luar negeri. Jadi "mind" itu adalah isinya. mempunyai kekuatan untuk bergabung. yang datang berurutan (suksesi). jadi berlomba untuk bergabung dengan ide baru yang masuk. Bila seorang melihat kapal terbang misalnya. yang menjadi lebih kompleks melalui asosiasi selanjutnya. suatu pengamatan atau ide tak ada artinya dan tak akan diperdulikan. John Locke (1632-1704) telah mengemukakan teori "tabula rasa" yang mengatakan bahwa "otak" (mind) manusia semulanya waktu lahir. Masalah asosiasi telah dikemukakan Aristoteles pada abad ke-4 SM. mengisi mind itu. Akan tetapi perangsang. Melalui asosiasi diperoleh ide yang sederhana. dan hanya merupakan wadah tempat asosiasi itu berlangsung. Apa saja yang diketahui manusia datangnya dari luar diri orang itu. Menurut Locke ide-ide itu pasif. Tanpa pengalaman yang ada. Sebaliknya ide yang telah tersimpan.maka ia disambut oleh yang lama. akan tetapi tak mempunyai kesempatan bergabung lambat laun akan lenyap dengan sendirinya. Ide yang lama berlomba kekuatan untuk memasuki alam sadar untuk menyambut ide baru. akan tetapi "murid" dan "ramalan cuaca" mungkin tidak. dinamis. entah yang mana bergantung pada kekuatan ide yang disimpan atau bahan persepsi yang tersedia. . Bagi Herbart semua persepsi pada hakikatnya apersepsi. atau kemajuan teknologi. Akan tetapi manusia itu sendiri pasif. Dikatakannya bahwa asosiasi cenderung terjadi antara hal-hal yang tampil bersamaan (kontiguitas). Penggabungan ide-ide dapat dibandingkan dengan proses kimiawi atau "mental chemistry". masih kosong seperti papan tulis bersih.

siswa akan melihat kesamaan ide yang baru dengan yang telah diketahui. menurut Herbart ialah mendidik anak menjadi manusia yang bermoral baik. didukung oleh bahan apersepsi yang banyak. Metode mengajar yang dikemukakan oleh Herbart dan kawan -kawan yaitu kelima langkah itu. pelajaran harus dibuat menarik dan ini tercapai dengan metode mengajar yang baik. Minat sangat dipentingkan. Seni mengajar ialah menyajikan buah pikiran yang dapat digunakan siswa sepanjang hidupnya. sekarang diberi nama "entry behavior". Guru menyajikan fakta baru. Persiapan. maka terjadi asosiasi antara yang baru dengan yang lama. Guru mengingatkan siswa tentang pengalaman atau pelajaran yang lampau agar ide-ide yang relevan timbul dalam kesadaran siswa. mungkin melalui demontrasi tentang pokok yang dibicarakan. yakni : 1. Walaupun teori Herbart ini menunjukkan kelemahan karena terlampau menonjolkan peranan guru. Tugas guru ialah memberikan buah pikiran yang baik agar anak berbuat yang baik. Jika guru melakukan kedua langkah di atas dengan baik. Ia menekankan pendekatan psikologis dalam belajar-mengajar dan mengemukakan metode mengajar yang dapat dipertanggungjawabkan. Berbandingan dan abstraksi. Guru dapat dipandang sebagai "arsitek" dan pembangunan "mind" dan demikian pula watak siswa. Jadi kemauan bergantung pada pikiran.    Pendidikan guru menjadi usaha yang penting. sudah cukup terkenal. 3. antara lain :   Ia telah mengecam teori ilmu-jiwa daya. 2. Apa yang disebut apersepsi. Dengan abstraksi dimaksud melihat unsur-unsur persamaan.Herbart percaya. Ia juga membuka jalan untuk mengadakan penelitian dan eksperimen ilmiah mengenai proses belajar-mengajar. . Penyajian. bahwa ide yang baik akan menghasilkan kemauan yang baik dan perbuatan yang baik. Tujuan pendidikan. banyak pula sumbangannya kepada pendidikan. Ia mengemukakan pentingnya minat siswa dalam proses belajar.

yakni 1. Prinsip yang baru ditemukan itu diterapkan untuk menjelaskan fakta lain untuk memecahkan soal lain. atau masalah lain. kadang-kadang ada yang membangkitkan pengetahuan yang relevan yang telah dimiliki siswa. PSIKOLOGI KOGNITIF JEROME BRUNER Jerome Bruner (1915) menjadi sangat terkenal dalam dunia pendidikan. Pada langkah ini siswa mencoba memberi nama kepada kedua pasangan fakta atau ide sebagai suatu prinsip. perolehan pengetahuan adalah proses aktif. Bruner mengumpulkan ilmuwan yang paling terkemuka yang bersama dengan ahli pendidikan menyusun buku pelajaran baru dengan proses belajar-mengajar yang baru pula. Generalisasi. individu secara aktif merekonstruksi pengalamannya dengan menghubungkan pengetahuan baru dengan "internal modal" atau struktur kognitif yang telah dimilikinya. maka metode Herbart masih dapat membantu guru. 2. mengadakan pre-test. Ada dua prinsip penting yang dikemukakan dalam tulisannya. Ia melihat untuk dunia dengan caranya sendiri. Aplikasi. Jika pendidikan kita masih berpusat pada guru. setelah Sputnik. mengekstrapolasi. sewaktu Amerika Serikat mencari kurikulum baru untuk mengejar ketinggalan dalam pendidikan dibanding dengan Uni Sovyet.4. anak itu partisipan aktif. Guru dapat meminta siswa untuk menjelaskan gejala. Dalam proses belajar. atau dengan istilah sekarang. menginterpolasi. Tiap orang membentuk suatu model berstruktur tentang dunia. Dengan intrapolasi dimaksud mengubah pandangan dengan mengaplikasi . ia memilih dan mentransformasi informasi. Model itu memungkinkannya meramalkan. fakta. belum banyak guru yang menerapkannya sepenuhnya. Sering guru hanya menjelaskan sesuatu. Tak banyak pula guru yang memberi kesempatan kepada siswa untuk merumuskan generalisasi dalam bentuk suatu prinsip dan seterusnya menyuruh siswa untuk menerapkannya dalam situasi lain. 5. Walaupun metode ini telah kolot.

Karena itu manusia tidak pasif. yakni . menyesuaikannya bagi keperluan dirinya. dan ia mengenal dunia berdasarkan model itu. 1. Anak menjelaskan sesuatu melalui perbuatan (ia bergeser ke depan atau ke belakang di papan mainan untuk menyesuaikan beratnya dengan berat temannya bermain). ini fase "enactive". mengkategorisasi informasi atau mengangkat informasi pada taraf kategori. mentransformasinya. sehingga dapat digunakan untuk berbagai tujuan. Persepsi pada hakikatnya proses konstruktif. Pendekatan Bruner disebutnya "konseptualisme instrumental" berdasarkan dua segi proses kognitif. manusia mengkonstruksi model pada dirinya tentang dunia realitas. melainkan aktif. Ekstrapolasi ialah mengangkat informasi pada taraf yang melebihi taraf sekadar informasi. melihat persamaan dan membentuk konsep atau kategori. agar sesuai dengan tugas yang dihadapi. ia menjelaskan keseimbangan pada gambar atau bagan. Menurut Bruner. Belajar ialah memperoleh informasi. iconic. Adanya model itu timbul karena adanya kemampuan manusia untuk mendiskriminasi. akan tetapi sebagai konstruk atau model dengan mengorganisasi informasi dalam bentuk yang lebih umum. dan akhirnya ia m enggunakan bahasa untuk menjelaskan prinsip keseimbangan. yang bersamaan atau yang bertentangan dengan yang ada. juga tidak reaktif. dan symbolic". kita melihat dunia ini bukan seperti melihatnya pada cermin. 2. yaitu memanipulasinya dengan intrapolasi dan ekstrapolasi. Model itu bukan sekadar kumpulan informasi. Untuk ini diperlukan pertimbangan dan penilaian. kemudian mengadopsi. akan tetapi jauh melebihinya. Kemudian pada fase "iconic". Perkembangan menurut Bruner melalui tiga fase. yakni fase "enactive. dan mengecek keserasiannya dengan tugas.pengetahuan baru. diterima dari kebudayaannya. Ini fase "symbolic". model itu semula diadopsi. .

Memahami berarti dapat menghubungkannya dengan berbagai hal lain. Mengembangkan rasa kepercayaan pada siswa akan kemampuannya memecahkan masalah dengan menggunakan kemampuan mentalnya. Menerjemahkan teori menjadi struktur yang dapat dipahami anak melalui dialog antara guru dan anak. Walaupun isinya berguna. Bagaimanakah pendidikan melakukan tugas itu ? 1. bagaimana cara memecahkan masalah. Mengenai proses belajar-mengajar Bruner memberikan beberapa petunjuk : 1. atau masalah pokok tidak dapat dipahami segera. 2. 5. statistik. misalnya dengan taraf enactive. Kepada anak dapat diajarkan tentang komputer. bahkan ada yang tidak kunjung dipahami sepenuhnya. Tiap pengetahuan dapat disajikan dalam bentuk yang sederhana yang dapat dipahami anak pada tingkat usianya. yang disebut strukturnya. 3.Menurut Bruner. 4. cara ilmu itu memecahkan masalah. Urutan penyajian bahan dapat dilakukan dari yang sederhana sampai yang lebih abstrak. Membimbing siswa agar ia sendiri dapat mempelajari berbagai macam bahan pelajaran atau memecahkan masalah yang dirumuskannya sendiri. namun kita dapat mengajarkan prinsip-prinsipnya yang pokok. Bahan serupa itu dapat diajarkan di SD. Memberi pengalaman agar siswa belajar bagaimana cara belajar. mengusahakan agar siswa memahami struktur pelajaran. Suatu konsep. SMP. sekolah didirikan masyarakat sebagai alat untuk meningkatkan kemampuan intelektual anak. Menstruktur pengetahuan. Kita tak dapat mengajarkan segala sesuatu. Dalam mempelajari ilmu pengetahuan ialah mempelajari disiplin ilmu. 3. dan akhirnya symbolic. SMA. Kurikulum yang membicarakan . Memupuk kejujuran intelektual. prinsip. Menggunakan kemampuan mentalnya secara ekonomis dengan mencari relevansi dan memahami struktur bahan yang dipelajarinya. dalam bentuk yang benar dan jujur. bahkan selanjutnya di Perguruan Tinggi. akan tetapi berangsurangsur makin dipahami. 2. kemudian iconic. namun yang lebih penting ialah mempelajari cara berpikir dalam disiplin ilmu itu.

angka baik. Keberhasilan tak perlu lagi diberi hadiah atau pujian. merasa diri kompeten. Keuntungan kurikulum spiral ialah bahwa bahan dapat diajarkan lebih awal dan dengan demikian mempercepat kesiapan atau "readiness" tanpa menunggunya secara pasif. Pengaruhnya sangat besar bagi pengembangan kurikulum dengan memberikan sejumlah mata pelajaran jauh lebih awal daripada sediakala. yaitu proses berpikir yang tidak dapat diverbalisasi. Diharapkan siswa dididik agar dapat menemukan jawaban atas masalah dengan usaha sendiri. Bruner menganjurkan untuk mengurangi motivasi ekstrinsik. dapat dibicarakan pada berbagai tingkat pendidikan. Pemecahan masalah dilakukan dengan merumuskan hipotesis yang dicek kebenarannya berdasarkan data yang relevan. telah ada sejumlah prinsip yang umum dapat diakui kebenarannya. menurut Hilgard. Keberhasilan dan kegagalan bertalian dengan tugas dapat menjadi motivasi intrinsik. PRINSIP-PRINSIP UMUM Walaupun belum ada satu teori belajar yang berlaku bagi semua jenis belajar. dan lain-lain dan mengutamakan motivasi intrinsik. Kegagalan dapat menjadi motivasi intrinsik bila menjadi cambuk untuk mengeluarkan usaha yang lebih banyak. Akan tetapi kegagalan yang disertai hukuman akan merusak. disebut kurikulum spiral. 4. Itu sebabnya. Pancasila misalnya. merasa turut terlibat. sering berupa pujian. Apa yang ditemukan sendiri lebih mantap dan mempunyai nilai transfer tinggi. 5. Motivasi intrinsik ialah bila siswa menguasai pelajaran. sanggup memecahkan masalah yang sulit. Hadiah yang paling berharga terdapat dalam keberhasilan melakukan tugas.pokok yang sama pada tingkatan yang senantiasa bertambah tinggi. menaruh minat. Pemecahan masalah dapat juga tercapai dengan menggunakan intuisi. ada kemungkinan siswa belajar untuk memperolehnya. . Bruner tidak merasa terikat oleh perkembangan menurut fase perkembangan seperti dikemukakan oleh Piaget. Motivasi belajar. hadiah.

Apa yang dapat dipahami oleh anak pandai. Ulangan sebaiknya dilakukan secara berkala agar lebih lama dapat diingat. akan lebih terjamin bila murid itu sendiri menemukan hubungan antara kedua hal itu dan selama belajar mendapat kesempatan menerapkannya dalam berbagai macam situasi. Bahan pelajaran yang melatih daya pikir menduduki tempat . Kegagalan dalam belajar sebaiknya diatasi dengan adanya keberhasilan pada masa yang lampau. Bahan dan tugas yang bermakna bagi murid lebih diterima dan dipelajari murid daripada bahan dan tugas yang tak dipahami maksudnya. Motivasi intrinsik memberi hasil yang lebih baik daripada tnotivasi ekstrinsik. 6. Pada umumnya hadiah. Hubungan tidak baik dengan guru dapat menghalangi prestasi belajar yang tinggi. 2. diperlukan latihan yang banyak sehingga tercapai "overlearning". dan kegagalan. 13.dan mengurangi efektivitas belajar. 10. jangan terlampau tinggi atau rendah agar menimbulkan kegiatan belajar yang tinggi. membantu murid belajar. celaan. Hasil belajar yang sebaik-baiknya dicapai bila murid turut akttf mengolah dan mencernakan bahan pelajaran dan tidak sekedar mendengarkan saja. 5. 9. 14. 8. 7. Untuk menguasai sesuatu sepenuhnya. belum dapat dipahami oleh anak yang kurang pandai. Motivasi yang berlebih-lebihan dapat menimbulkan gangguan emosional.1. Ada perbedaan individual mengenai kesanggupan belajar. 12. misalnya memainkan lagu pada piano. 4. PENGARUH TEORI BELAJAR TERHADAP KURIKULUM Teori ilmu jiwa daya bertujuan mencapai mental disiplin. dan sukses lebih menggiatkan orang belajar daripada hukuman. Bahan pelajaran dapat uniform bagi anak. Transfer hal yang dipelajari kepada situasi atau problema baru. yakni melatih daya mental terutama daya pikir. Tujuan hendaknya realistis. Motivasi mempertinggi hasil belajar. 3. Keterangan tentang hasil yang baik atau kesalahan yang dibuat. 11. pujian. Tujuan ini sangat sempit.

lingkungan masyarakat anak dan bahan dari berbagai matapelajaran. yang terdi i r atas sejumlah S-R dan dikuasai melalui penyajian yang cermat.yang penting. jadi biasanya dimulai dengan definisi atau klasifikasi ilmiah baru kemudian obyek-obyek atau contoh-contoh yang konkrit. Juga "job analysis" seperti dilakukan untuk pertama kalinya oleh Charters didasarkan atas teori itu. Penyajian hal-hal yang spesifik dengan cara yang sangat teliti itu tampak dalam pengajaran berprograma (programmed instruction) dan "teaching machines". Kurikulum meliputi perkembangan sosial. Banyak macam-macam teori tentang belajar yang di. teori Gestalt ini memandang belajar sebagai proses yang memerlukan aktivitas anak. dan ulangan. faktor anak tak berapa dihiraukan. Teori asosiasi mengutamakan bahan pelajaran yang spesifik. Teori belajar menurut "mental discipline" atau ilmu jiwa daya digunakan bersama dengan teori belajar menurut teori stimulus dan response serta teori conditioning. Yang disajikan adalah unsur-unsur yang atomistis. hafalan. pengembangan pribadi. dan sikap terhadap dunia. Dalam menentukan bahan pelajaran dipertimbangkan minat dan perkembangan anak. yakni bukan hanya memberikan pengetahuan tapi juga proses menghadapi dan memecahkan masalah. bukan ide-ide yang prinsipiil. mengingat fakta-fakta dan informasi. yang banyak memberi peranan "pasif" kepada anak. Fakta-fakta atau informasi spesifik diperlukan untuk memperoleh pemahaman itu. Berbeda dengan teori asosiasi. TEORI BELAJAR DAN ILMU MENGAJAR Mengenai proses belajar itu seridiri kita hadapi berbagai-bagai kesulitan. Teori Gestalt atau field theory mempunyai tujuan yang luas. Organisasi bahan pelajaran dan metode mengajar mengutamakan hubungan dan integrasi serta pemahaman. dengan bimbingan serta bantuan guru sejauh diperlukan. ketrampilan intelektual seperti . dan intelektual. seperti belajar ketrampilan motoris. Lagi pula banyak jenis-jenis belajar. emosional. Anak sendiri harus menemukan jawaban masalah. Bahan itu disusun menurut urutan yang logis sesuai dengan sistematik mata pelajaran itu. Karena itu digunakan metode problem-solving dan inquiryapproach. Dalam penentuan bahan.pakai secara campur-aduk dalam praktek.

Penelitian hanya dilakukan mengenai bentuk belajar yang sederhana dengan binatang. Penelitian mengenai belajar dalam situasi belajar dalam kelas bersifat penelitian jangka pendek. . yang mengandung masalah. Akan tetapi cara belajar menurut teori ini lebih mudah dikuasai. Hanya petunjuk-petunjuk umum yang dapat diberikan. akan tetapi kurang sesuai untuk soal soal yang memerlukan proses mental yang kompleks seperti berpikir atau memecahkan suatu masalah dan untuk mempelajari sikap. "reinforcement" "trial-and-error" dan pengaruh pujian dan hukuman dalam belajar menurut teori asosiasi. emosi.membentuk konsep. Bahkan untuk belajar serupa ini Thorndike telah merumuskan sejumlah "laws of learning". Lingkungan tempat anak belajar perlu pula diperhatikan. terlampau kompleks dan tidak dapat dituangkan dalam bentuk prinsip-prinsip dan hukum-hukum yang cepat dan cermat. Lagi pula arti istilah-istilah dan pengertian pokok dalam berbagai teori belajar sebenarnya masih kabur. dan sebagainya. Variabel dalam situasi belajar dalam kelas tidak dapat dikuasai sepenuhnya karena banyaknya variabel itu. dan sebagainya. minat. Pada umumnya dapat kita katakan bahwa teori asosiasi lebih serasi u ntuk mempelajari hal-hal yang sederhana. nilai-nilai. bila hubungan itu disertai rasa senang atau puas. misalnya "insight" dalam teori Gestalt. bahwa teori ini terlampau banyak variabelnya. karena anak itu senantiasa merupakan organisme dalam lingkungan yang turut mempengaruhinya dalam belajar. belajar menurut "inquiry approach" memecahkan masalah. misalnya bahwa hubungan S-R bertambah erat bila sering diulangi. Akan tetapi kelemahannya ialah. hasilnya segera dapat diketahui dan dinilai. Kita dapat menyaksikan apakah hasil penelitian itu berlaku pula bagi manusia dalam belajar halhal yang jauh lebih kompleks. hubungan sosial. atau emosi. Karena itu tidak ada satu teori umum sebagai pegangan untuk segala jenis belajar itu. dan belajar sikap. bukan mengenai hal-hal jangka panjang. Kebanyakan teori itu tidak didukung oleh eksperimen-eksperimen. Di lain pihak teori Gestalt atau field theory lebih sesuai untuk mempelajari hal-hal yang kompleks.

Belajar pada umumnya diartikan sebagai perubahan dalam kelakuan seseorang sebagai akibat pengaruh usaha pendidikan. teori asosiasi (termasuk conditioning). Namun mengajar belum didukung oleh psikologi belajar yang diperkuat oleh eksperimentasi. 5. 2. namun ada prinsip-prinsip yang pada umumnya dapat diterima. RANGKUMAN 1. Walaupun teori belajar berbeda-beda. maka sebenarnya belum dapat disusun suatu ilmu mengajar atau "science of teaching" yang dapat meramalkan dengan pasti hasil suatu kegiatan mengajar. Apakah yang dimaksud dengan belajar ? Berikan beberapa definisi. 4. dan teori organismic (Gestalt atau Field theory). Teori belajar yang dianut berpengaruh terhadap kurikulum yang dibina. Adanya kekurangan suatu teori belajar tidak berarti kita harus mengabaikan seluruhnya. 8. maka percobaan kebanyakan dapat dilakukan tentang belajar menurut asosiasi. Beberapa teori belajar yang terkenal ialah teori belajar menurut ilmu jiwa daya. Tiap teori belajar mempunyai anggapan tertentu mengenai transfer belajar. Karena belajar dalam kelas banyak variabel yang tidak dapat dikuasai. Teori asosiasi dike mbangkann oleh Skinner dalam "belajar berprograma" dan "teaching machines". 7. Teori ilmu jiwa daya mengutamakan latihan mental yang diperoleh melalui bahan pelajaran. minat. Ada berbagai-bagai teori belajar yang masing-masing mempunyai kebaikan dan kekurangan. Teori belajar juga mempengaruhi proses dan kegiatan mengajar-belajar. PERTANYAAN DAN TUGAS 1. teori asosiasi mengutamakan penguasaan bahan pelajaran sendiri.Oleh sebab belum ditemukan teori belajar yang pasti. tujuan. Teori Gestalt mengutamakan prinsip keseluruhan. sedangkan teori Gestalt mementingkan perkembangan pribadi anak dalam usahan memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya dalam hidupnya. . 9. 6. 3. pengalaman. "insight" masalah.

12.mecahkan masalahmasalah politik.2. sosial. Apa sebab belajar menurut teori asosiasi masih sangat banyak diterapkan ? Apakah pengaruh ujian. Bagaimana belajar itu menurut teori asosiasi ? 5. Apakah orang yang mempelajari matematika akan lebih sanggup berpikir logis-sistematis daripada orang yang tidak mempelajarinya ? 13. Apakah ahli matematika dengan sendirinya sanggup me. 16. Dan i ketiga teori yang dibicarakan teori manakah menurut pendapat saudara paling besar pengaruhnya terhadap kurikulum kita sekarang ? Berikan alasan alasan saudara ? 10. 7. dan ekonomi ? 14. Bagaimanakah pendapat J. Bagaimana pendirian teori Gestalt atau "organismic" tentang belajar. Apakah pengaruh teori belajar terakhir ini terhadap kurikulum ? 8. Bagaimanakah teori belajar menurut ilmu jiwa daya ? 3. test masuk. Selidiki soal belajar di luar sekolah ? Apakah belajar di luar sekolah itu kurang pentingnya ? . Cari bukti-bukti bahwa anak-anak pra-sekolah juga dapat berpikir. Sebutkan beberapa prinsip yang secara umum dapat diterima oleh semua teori. 15. Bagaimanakah pendapat teori-teori belajar itu tentang transfer? 9. Piaget tentang perkembangan kesanggupan berpikir pada anak? 18. Dalam praktek pengajaran suatu teori dapat melengkapi yang satu lagi. dan sebagainya ? 17. Apakah pengaruhnya terhadap kurikulum ? 6. Benarkah pendapat ini ? 11. Coba cari alasan-alasan untuk mengatakan bahwa dalam matapelajaran sosial anak-anak juga dapat dididik berpikir. Apakah pengaruh teori belajar itu terhadap kurikulum ? 4.

dari kecil sampai dewasa. Rousseau (1712-1778). akan tetapi dapat menjadi rusak dalam tangan manusia yang telah dipengaruhi kebudayaan. untuk lebih mengetahui "bagaimana" mengajarkannya. ia dinilai menurut ukuran orang dewasa. Ada masanya dahulu anak disamakan .dengan orang dewasa dalam miniatur. bahkan dalam pakaian pun ia mengikuti orang dewasa. . Untuk melakukan tugas itu dengan baik. Pada umumnya faktor anak masih belum mcndapat perhatian yang selayaknya. Anak dituntut berkelakuan seperti orang dewasa. namun manusia penuh sebagai individu. Ia menganjurkan agar anak diberi kesempatan untuk berkembang menurut kodrat alam masing-masing. Namun "apa" yang diajarkan erat kaitannya dengan pertanyaan kepada "siapa" diajarkan. dengan mengharuskan anak menyesuaikan diri dengan bahan itu dengan segala kesulitannya. Rousseau antara lain mengatakan bahwa segala sesuatu y ang datang dari Tuhan adalah baik. Salah satu sebabnya ialah bahwa bahan pelajaran terlampau diutarnakan. ialah J. Tokoh pertama yang membuka mata dunia untuk melihat dan memperlakukan anak sebagai anak.J. perubahan-perubahan yang terjadi pada anak yang menuntut perlakuan sesuai dengan sifat perkembangannya. bahwa anak itu lain daripada orang dewasa. khususnya fungsi ketiga. Ki Hajar Dewantara menyatakan sebagai Tut wuri handayani.BAB 4 ASAS PSIKOLOGIS ANAK PENDAHULUAN Fungsi sekolah ialah (1) menyampaikan kebudayaan kepada generasi muda demi kelanjutan bangsa dan negara. harus diperhitungkan anak sebagai faktor penting dalam pengembangan kurikulum. Dalam bukunya yang terkenal Etnile ia menguraikan fase-fase perkembangan anak. dan (3) mengembangkan pribadi anak seutuhnya. (2) memberi sumbangan kepada perhaikan dan pembangunan masyarakat.

sosial. PERKEMBANGAN ANAK Perkembangan anak . emosional. bahwa perubahan yang paling besar dalam pendidikan dalam abad ke-20 ini ialah menonjolnya kedudukan peranan anak dalam kurikulum.fisik. Ada mengatakan.sectional. dan taraf perkembangan anak. bahkan sampai dewasa. Banyak peneliti yang telah mempelajari anak secara ilmiah.Banyak tokoh-tokoh pendidikan yang membaca buku karangan Rousseau sangat terpengaruh. ada masa tenang seakan-akan tidak ada perubahan yang disebut "plateau" atau dataran. ada pula saat yang lambat perkembangannya atau retardasi.H.1826). masa kanakkanak permulaan. dan banyak tokoh lain seperti Ki Hajar Dewantara. Pada tiap taraf anak menunjukkan sifat-sifat dan kebutuhan tertentu. ada pula studi longitudinal. ada masa bayi. yang mengikuti perkembangan anak selama bertahun-tahun. minat. John Dewey memandangnya sebagai "suatu revolusi" yang menjadikan anak sebagai pusat pendidikan. maka diperoleh sejumlah antara lain :  Anak berkembang melalui tahap-tahap tertentu. seperti J. karena perkembangan itu berjalan secara berangsur-angsur. . Maria Montessori ( ). F. masa kanak-kanak lanjutan. Berdasarkan berbagai penelitian itu. juga John Dewey.intelektual faktor yang sangat penting untuk diperhitungkan dalam pengembangan kurikulum. masa transesensi menjelang adolesensi. Bila selama ini anak harus menyesuaikan diri dengan kurikulum yang ditentukan oleh orang dewasa. dan mental. Antara tahap-tahap itu sehenarnya tidak ada batas tertentu yang tegas. Pestalozzi (1746 . Froebel (1776 1841). Ada saat-saat cepat atau akselerasi. ada yang mengadakan studi cross. Penelitian perkembangan anak Indonesia masih menunggu ilmuwan yang berminat. seperti perubahan yang dicetuskan Cpernicus yang menjadi matahari dan bukan bumi sebagai pusat jagat raya. yakni mempelajari sejumlah besar anak pada usia tertentu.  Kecepatan perkembangan itu tidak merata. Sekarang tak mungkin lagi kurikulum dikembangkan tanpa memperhitungkan anak dan perkembangannya. kini kurikulumlah yang harus disesuaikan dengan kebutuhan.

atau faktor lingkungan. Mengizinkan variasi dalam pelajaraan berhubung dengan perbedaan individual akan sangat menguntungkan bagi anak. Karena ada perbedaan pola perkembangan anak. Karena cepat perkembangannya. akan tetapi setelah tercapai kematangan. Juga dapat timbul rasa ketegangan dan kegelisahan. Perkembangan fisik yang cepat mempengaruhi aspek sosial dan emosional. digunakan metode yang sama dalam proses belajarmengajar. Akan tetapi pelaksanaannya memerlukan guru yang lebih kompeten daripada mengajar bahan yang uniform dalam segala aspeknya. maka kurikulum harus memperhatikan perbedaan individual itu. atau tak dapat mengikuti pelajaran. Selain itu dapat timbul minat. maka ia cepat dan mudah menguasainya. Banyak kesulitan yang dihadapi anak karena perkembangan fisik yang tidak normal.Terdapat hubungan antara perkembangan aspek satu dengan satu lagi. Apakah . Pelajarannya pun mungkin terpengaruh. belum matang. Memaksa anak mempelajari sesuatu sebelum saat kematangan hanya menimbulkan frustrasi yang menyulitkan hidup anak serta menimbulkan rasa benci terhadap sekolah selain memberi konsep-diri rendah pada anak. apakah perbedaan pada anak disebabkan oleh faktor genetis atau pembawaan. Ada saatnya anak belum dapat mempelajari sesuatu. Kurikulum kebanyakan didasarkan atas asumsi bahwa perkembangan anak semuanya sama. misalnya membaca permulaan. karena belum siap. Maka ditentukan bahan pelajaran yang sama. ia lebih besar dan tinggi daripada teman sekelasnya dan ini dapat mengganggu hubungannya dengan murid-murid lain. Mengenai perkembangan anak dipersoalkan.  Ada perbedaan pola perkembangan antara anak-anak. Hal ini bertalian dengan soal kematangan. Ada anak yang pada awalnya lamban belajar.  Adanya pola umum dalam perkembangan anak memungkinkan pengembangan kurikulum untuk memperkirakan bahan apa yang akan sesuai kepada kelompok umur tertentu. Banyak macam usaha untuk memperhatikan perbedaan individual pada anak. akan tetapi pada usia yang lebih lanjut seakan-akan mekar dan menunjukkan prestasi yang luar biasa. sikap dan masalah-masalah baru.

Dengan ilmu yang banyak lebih terjamin masa depannya untuk melanjutkan pelajarannya yang hanya dimungkinkan bila lulus dalam ujian yang justru menguji pengetahuannya. Pengetahuan tentang perkembangan anak. misalnya aspek jasmani. ataukah dapat ditekan atau ditingkatkan melalui mutu lingkungan? Ternyata lingkungan dapat mempengaruhinya. Anak yang terganggu kesehatannya. anak yang mengalami kesulitan emosional karena frustrasi. bahwa penelitian sering hanya meliputi salah satu aspek. ataukah kita harus menunggu secara pasif sampai saat kematangan itu tiba dengan sendirinya'? Apakah I. sakit.misalnya kematangan membaca dapat dipengaruhi oleh keluarga yang menyediakan bacaan. Kesulitan bagi pengembang kurikulum ialah melihat perkembangan anak sebagai keseluruhan yang bulat. Pendidikan serupa ini mengutamakan aspek intelektual Orangtua mengirimkan anaknya ke sekolah agar menjadi pandai dalam arti mengumpulkan pengetahuan yang banyak. masih kurang jelas penerapannya dalam kurikulum. Lambat laun konsep tentang pendidikan mengalami perubahan dan sekolah modern menaruh perhatian kepada perkembangan seluruh pribadi anak. lapar atau lelah. Anak dinilai bukan hanya berdasarkan prestasi intelektualnya. ANAK SEBAGAI KESELURUHAN Sekolah tradisional terutama bertugas menyampaikan sejumlah pengetahuan melalui berbagai mata pelajaran. Karena aspek intelektual diutamakan. TV. aspek inteligensi. dan lain-lain. emosi. walaupun selalu menjadi pokok pertimbangan. Juga anak giat belajar demi ilmu yang akan diperolehnya. anak yang terisolasi dalam kelas . sosial maupun intelektual. Anak-anak dari lingkungan sosial-ekonomi yang haik lebih mengikuti pelajaran daripada anakanak dari rumah tangga miskin. majalah. Aspek kepribadian lainnya tidak mendapat pertimbangan.Q. seperti kepandaiannya bergaul. gambar-gambar. baik mengenai segi jasmani. minatnya terhadap kesenian atau olahraga. Salah satu sebabnya ialah. maka segi pendidikan lainnya cenderung diabaikan. dan lain-lain. Sebenarnya pribadi anak selalu merupakan suatu kebulatan dan tak dapat dipisah-pisah dalam bagian-bagian yang lepaslepas. akan tetapi dalam segala segi kepribadiannya secara komprehensif. anak konstan.

akan tetapi ia juga pendidik dan tugas ini memerlukan kompetensi dan pribadi yang jauh lebih luas daripada sekadar pengetahuan. Guru harus pandai. Usia anak-anakpun ada perbedaannya walaupun duduk di kelas yang sama. kesehatan. minat stabilitas emosional. Dari segi pembawaan hanya anak kembar identik yang sama. Guru sebagai pelaksana kurikulum hendaknya jangan melihat dirinya hanya sebagai pengajar yang menyampaikan bahan pelajaran. Ada pula perbedaan jenis kelamin yang perlu mendapat perhatian agar mereka dapat melakukan tugasnya sesuai dengan tuntutan masyarakat. anak yang merasa dirinya rendah karena konsep-diri yang rendah. Mereka juga berbeda dalam segi inteligensi. ANAK SEBAGAI PRIBADI TERSENDIRI Tak ada dua orang yang sama dalam segala hal di dunia ini. Juga pada diri anak sendiri terdapat perbedaan dalam perkembangannya dalam berbagai bidang. Bila Saudara memperhatikan suatu kelas. jasmaniah. itu benar dan sangat diinginkan.tanpa teman. harus menguasai disiplin ilmu. latar belakang. maka akan tampak berbagai perbedaan di antara mereka. emosional. pendidikan di ramah. rohaniah. harus banyak tahu. ia juga pendidik yang berusaha mengembangkan segala potensi anak agar menjadi manusia seutuhnya. anak yang merasa dibenci oleh guru. dan sosial. Selalu terdapat perbedaan antara dua individu karena pengaruh pembawaan dan lingkungan. cita-cita dan dalam banyak hal lain. keterampilan motoris. tinggi dan berat badan. keterampilan berhitung. akan tetapi juga dengan "hatinya" . Anak menerima pelajaran bukan hanya dengan "kepalanya". agama. kesukuan. dalam waktu lima menit Saudara akan melihat berbagai perbedaan antara anak-anak. tekanan darah. anak-anak serupa itu akan terganggu dalam pelajarannya . kecepatan membaca. dengan atau tanpa alasan. sehingga tak mungkin dua orang sama. akan tetapi bila mereka ditempatkan dalam lingkungan yang jauh berbeda. kecepatan bereaksi. atau mengamati sekelompok anak bermain. Anak berbakat mungkin cepat perkembangan . sosial-ekonomi. Anak-anak saling berbeda.

Apakah masih ada kemungkinan bagi guru memandang dirinya sebagai pengembang kurikulum dalam arti mikro untuk menyesuaikan pelajaran dengan perbcdaan anak dan keadaan lingkungan sekolah? juga di tingkat Perguruan Tinggi terdapat gejala yang sama dengan menentukan mata kuliah untuk tiap jurusan. jumlah kredit akan menentukan apakah telah dipenuhi syarat untuk lulus. sering tanpa kesempatan untuk mengadakan pilihan. Ada kurikulum yang fleksibel yang memungkinkan siswa mengadakan pilihan. metode belajarmengajar juga sama demikian juga penilaiannya. perbedaan individual kurang dapat diperhatikan. Tampaknya pendidikan demikian berusaha menempa anak-anak yang pada hakikatnya serba-ragam menjadi manusia yang serba-sama. menggambar barang yang sama. Pada jam yang sama semua anak melakukan pekerjaan yang sama membuat hitungan yang sama. Pada saat tertentu semua akan dihadapkan kepada ujian akhir yang sama pula yang dapat dinilai dengan menggunakan komputer untuk memberi cara penilaian yang sama. Kurikulum uniform. Dengan sendirinya guru sebagai pelaksana kurikulum akan patuh berpegang pada ketentuan itu. Untuk lebih menjamin kesamaan. menulis kalimat yang sama. dalam pendidikan masal umumnya. Dari segi hakikat individu yang berbeda-beda. memaksa pelajar mengikuti pelajaran yang sama akan merugikannya. Anak yang cepat berkembang secara fisik. malah sering tidak diacuhkan. Kurikulum yang ditentukan oleh pihak atasan uniform bagi jenis pendidikan yang sama. mungkin sulit mengikuti pelajaran akademis Kepandaian anak dalam suatu bidang studi mungkin berbeda dengan penguasaan bidang lain. Pelajaran diresapi oleh keserbasamaan.intelektualnya akan tetapi ketinggalan dalam aspek sosial emosionalnya. Ada sistem semester pada hakikatnya bertujuan memberi pilihan itu. maka tujuan diuraikan sampai taraf spesifik termasuk bahan pelajaran yang terkait dan juga proses belajar -mengajar dan buku pelajarannya. mahasiswa tidak terbatas lagi perkuliahannya pada apa yang . dan walaupun pelajaran yang diikuti berbeda-beda. Dengan sistem kredit. pelajaran sama bagi semua. Apakah sekolah harus berusaha melenyapkan perbedaan individual itu atau setidaknya memperkecilnya? Di sekolah tradisional.

Kreativitas dan inisiatif ini sering dibunuh atau tidak dipupuk di sekolah tradisional. d. b. Kesanggupan yang luar biasa pada umumnya bukanlah akibat kompensasi. walaupun mereka pada awalnya mendapat kecaman. Akan di samping itu ia hendaknya dapat menikmati pendidikan sesuai dengan bakat dan minatnya. bahkan celaan. ada yang rendah.disediakannya dalam satu jurusan. bangsa mem punyai badan yang sehat. Kemajuan-kemajuan dalam banyak lapangan hidup justru diperoleh berkat orang-orang yang mempunyai pendirian. Ini berarti kerugian besar bagi bangsa dan negara. Tiap anak berbeda dengan anak lain. Perbedaan individual sangat besar nilainya. Perbedaan itu sebagian besar bersifat kuantitatif. Ada hal-hal yang termasuk pengetahuan umum yang harus dimiliki oleh setiap siswa yang diharapkan dari setiap warga negara. akan tetapi semua mata kuliah di universitas terbuka baginya. Pendapat modern menginginkan program sekolah yang memberi kesempatan yang seluas-luasnya bagi perkembangan bakat anak. perlu kita perhatikan hal-hal berikut: a. tantangan. Kurikulum yang uniform pasti tidak akan memenuhi keinginan itu. persamaan antara manusia lebih besar daripada perbedaannya. semua anak mempunyai inteligensi. akan tetapi tarafnya berbeda-beda. ada yang tinggi. yakni ditimbulkan oleh kekurangan di bidang lain. sejarah. karena dengan demikian banyak bakat disia-siakan. Memperhatikan perbedaan individual tidak berarti bahwa semua pelajaran harus berbeda. Dengan demikian universitas akan sungguh-sungguh menjadi universitas dan bukan kumpulan fakultas atau jurusan. Walaupun tiap anak unik. yang lain daripada yang lain. dan sebagainya. harus menguasai bahasa nasional. bukan kualitatif. la harus mengenal falsafah negara. Kelemahan di bidang . Inisiatif orang-orang yang mencari jalan-jalan baru sering membawa kemakmuran dan kemudahan bagi umat manusia. misalnya. c. kemampuan dan pikiran yang orisinal. Untuk mendapat gambaran yang lebih jelas tentang perbedaan itu dalam pengajaran. Namun demikian perbedaan itu lebih besar daripada uang diduga si pendidik.

Anak-anak sering tidak mengetahui apa yang sebenarnya dibutuhkannya. Ditinjau dari segi pshikologis-didaktis banyak kebaikannya. c. Anak berada dalam masyarakat dan apa yang dipelajari harus juga memenuhi tuntutan masyarakat. sikap. serta hasrat untuk memberikan yang sebaik-baiknya kepada tiap anak. Jadi tidak ada pegangan bagi guru dan murid tentang pelajaran yang akan datang. antara lain: a. Bermacam-macam cara yang dijalankan untuk memperhatikan perbedaan individual dalam proses belajar-mengajar. Perbedaan individual tidak hanya dalam bidang inteligensi. Sifat-sifat seseorang harus ditinjau dalam rangka keseluruhan pribadinya. yang disehut child-cebtered curriculum. pengertian. Pelajaran didasarkan atas minat anak. sebab selalu berlangsung dalam konteks sosial. KEBUTUHAN ANAK Kurikulum harus mempertimbangkan kebutuhan anak. Tiap tahun pelajaran berlainan karena anaknya berganti. Akan tetapi banyak pula kelemahannya. anak turut serta merencanakan apa yang ingin dipelajarinya. dan lain-lain yang harus dipertimbangkan dalam pendidikan. Sebenarnya tak ada pelajaran yang sepenuhnya individual. e. Namun demikian eksperimen itu besar pengaruhnya terhadap kurikulum selanjutnya. kreativitas.tertentu. d. Menyesuaikan kurikulum dan pengajaran dengan perbedaan individual adalah usaha yang memerlukan pemikiran. tidak dengan sendirinya membangkitkan kesanggupan istimewa di bidang lain. Ada kurikulum yang secara ekstrem mendasarkan kurikulum semata-mata pada kebutuhan anak. f. Karena keberatan-keberatan itu kurikulum serupa itu hanya dilakukan pada sekolah-sekolah eksperimen. . Selain itu perlu usaha untuk mengenal anak secara individual. Pelajaran tidak dapat lebih dahulu direncanakan guru. akan tetapi juga dalam bidang emosional. b. sosial. karena baru lahir dalam rundingan dengan anak. Tidak ada pula kontinuitas dalam pelajaran dari tahun ke tahun. Memperturutkan anak belum menjamin kesesuaiannya dengan tujuan pendidikan. fisik.

Anak-anak ingin mempunyai harga diri dan . Di samping pendidikan jasmani harus diusahakan adanya keseimbangan antara bekerja dengan istirahat. Di sekolah dorongan ini sering dikekang dan ditekan agar muridmurid tidak melanggar disiplin yang tegang yang menginginkan. Setiap anak ingin diakui dan dihormati sebagai individu yang mempunyai tempat dan hak dalam masyarakat sekolah. KEBUTUHAN JASMANIAH Setiap anak ingin bergerak dan menggunakan badannya. dan sosial. memanjat-manjat dan melakukan aktivitas-aktivitas jasmaniah. Dalam arti modern pendidikan jasmani bertujuan mendidik manusia. Anak -anak suka berlari-lari melompat-lompat. . yakni mewujudkan tujuan pendidikan dengan menggunakan kejasmanian sebagai titik bertolak.Kebutuhan anak dapat digolongkan dengan berbagai cara. seni. harus diperhatikan agar anak -anak cukup tidur. kebutuhan pribadi. Bangsa kita pada umumnya belum cukup sehat dan kuat menurut normanorma tertentu. Mereka ingin dipuji atas usaha mereka. Kebutuhan ini dipenuhi dengan memberikan pendidikan jasmani. Mereka ingin menguasai suatu keterampilan.harkat sebagai manusia. rumah tangga. akan tetapi tujuan khusus yaitu membentuk manusia yang sehat dan kuat merupakan aspek yang penting pula. lukisan. dan dunia sekitarnya. ingin merasai kepuasan atas hasil atau sukses yang mereka capai. KEBUTUHAN PRIBADI Anak-anak mempunyai dorongan untuk memuaskan keinginan untuk mengetahui sesuatu. Kesehatan dan pertumbuhan jasmani hendaknya senantiasa di bawah asuhan dokter dan juru rawat sekolah. sekalipun hasil mereka itu jauh di bawah norma-norma orang dewasa. untuk menyatakan pikiran dan perasaannya dengan jalan bahasa. Salah satu cara ialah membaginya atas : kebutuhan jasmani. cukup bermain serta mendapat makanan yang sehat. Anak-anak ingin ingin aktif. atau gerak. pekerjaan. Dorongan ini mudah kita lihat pada setiap anak. agar anak diam duduk diam di bangku sambil mendengarkan ucapan-ucapan guru dan ia dituduh anak nakal bila ditunjukkannya keaktifannya. suara.

Sekolah zaman sekarang berusaha memenuhi kebutuhankebutuhan itu dengan memberi anak-anak kebebasan bergerak. Bila ini kita akui. asal saja jangan menganggu orang lain. Kurikulum modern memberi murid-murid lebih banyak kebebasan bekerja sama dalam kelompok untuk melakukan tugas-tugas. kelas itu dijadikan semacam laboratorium atau ruang kerja di tempat anak-anak belajar dalam suasana yang lebih leluasa. Dari penyelidikan-penyelidikan ternyata bahwa kebahagiaan seseorang dalam kehidupan dan jabatannya bu kanlah ditentukan oleh pengetahuan intelektualnya. Seorang bayi tidak akan mungkin hidup serta mengembangkan pembawaannya tanpa bantuan orang tuanya dan banyak orang lain yang tak terhitung jumlahnya. KEBUTUHAN SOSIAL Tak mungkin manusia itu hidup lepas dari masyarakat. melarang mereka membicarakan pelajaran serta bantu-membantu dalam memecahkan suatu soal. Human relationship atau hubungan antar-manusia hendaknya lebih dipentingkan di sekolah. maka kita menyangsikan manfaat cara yang dipakai sekolah yang memaksa murid-murid duduk diam. Kebebasannya dibatasi oleh hak-hak orang lain yang juga merupakan haknya sendiri. . Mencari hubungan dengan orang lain ialah dorongan yang wajar pada tiap anak. mengadakan percobaanpercobaan dan melakukan tugas-tugas lain. Di sekolah lebih diutamakan persaingan daripada gotong-royong. Membimbing anak agar ia menjadi mahluk sosial ialah suatu fungsi sekolah yang amat penting. Murid-murid diajak berunding untuk menentukan apa yang akan dipelajari dan bagaimana langkah langkah untuk mencapai tujuan itu. Dalam hal ini pendapat setiap anak dihargai dan dipertimbangkan. Setiap manusia harus hidup dalam hubungan yang erat dengan orang lain untuk mencapai kebahagiaannya. bekerja. Dengan demikian sekolah dijadikan suatu masyarakat tempat murid-murid mempraktikkan hak dan kewajihan anggota-anggota masyarakat yang demokratis. melainkan terutama o leh kesanggupannya untuk bergaul dan bekerja sama dengan orang lain.

Saudara dapat mempelajarinya lebih lanjut dalam buku-buku tentang psikologi anak. sukses dalam pekerjaan dan pelajaran. Tak dapat anak merasa aman. Agar ini tercapai ia harus dibantu untuk mengetahui apa yang dapat dilakukannya dan diberi kesempatan untuk agar ia berhasil melakukannya dengan baik. tak mungkin mempunyai harga-diri bila tidak dicintai.lain. harus dipenuhi segala kebutuhan yang dibawanya. pakaian. love and belonging. untuk hidup. dan lain. oleh sebab kebutuhan itu bersifat hierarkis. Agar dapat merealisasikan diri. kebutuhan akan cinta-kasih 4. security. membantu anak ke arah self-actualization. KEBUTUHAN MENURUT BEBERAPA TOKOH Salah satu daftar kebutuhan manusia yang pokok yang cukup terkenal ialah yang dihasilkan oleh Abraham Maslow atas dasar penelitian yang luas dan mendalam. termasuk pelajaran sekolah. tidak merasa aman dan mendapat kecukupan dalam keperluan makanan. atau rasa aman 3. dapat pula menghalangi anak mentiju self-realization. kebutuhan akan harga-diri 5. survival. bila ia merasa kelaparan. yakni: . self-esteem. akan menjadi apa ia. self-actualization. ada bermacam-macam cara untuk membagi kebutuhan anak. yakni kebutuhan akan: 1.realization. kebutuhan fisiologis. Ia membedakan delapan macam kebutuhan. survival.Seperti dikatakan di atas. Louis Raths mengembangkan teorinya tentang kebutuhan pokok yang menunjukkan sejumlah persamaan dengan Maslow. Lingkungan. termasuk guru dan orangtua. yakni menemukan identitasnya. agar dapat mengembangkan potensi yang dimiliki sepenuhnya. Kebutuhan yang tertinggi yang harus dicapai ialah self. dapat membantu. 2. kebutuhan untuk merealisasikan kepribadian yang penuh. Rasa berhasil. apa yang diinginkannya. Dalam kurikulum perlu diusahakan keseimbangan antara kebutuhan institusional dan kebutuhan pribadi anak. siapa dia.

akan tetapi ia tidak akan dapat mengembangkan dirinya bila tidak dalam kehadiran orang lain: Anak-anak perlu senantiasa meng adakan interaksi positif dengan anak-anak maupun orang dewasa. Menurut Raths guru dapat mempelajari cara-cara memenuhi kebutuhan itu dalam rangka pelajaran di sekolah. The need for economic security (rasa aman dalam keuangan. Guru dapat mengidentifikasi kelakuan ana k yang tak-sosial. bahwa bila kebutuhan ini dipenuhi. The need for understanding of self (pengenalan diri). maka anak akan lebih berhasil melakukan tugas-tugas sekolah lainnya. demikian pula tentang orang lain serta mengetahui bahwa orang lain penting baginya. "a fully functioning self". . Ia meminta perhatian guru yang lebih banyak terhadap kebutuhan emosional anak dengan keyakinan. jadi dalam hubungan sosial seorang bayi telah memiliki perlengkapan untuk berkembang. dan lain-lain) 8. The need for achievement (Keberhasilan) 3. walaupun ia bukan ahli psikologi atau psikiatri. The need for love and affection (cinta kasih) 2. sehingga memiliki kepribadian yang dapat berfungsi sepenuhnya. mempunyai ciri-ciri sebagai berikut  Ia berpikir baik tentang dirinya. Tujuan Raths ialah agar guru herusaha menciptakan lingkungan belajar yang memberi rasaaman kepada anak-anak.1. Int dapat dilakukan dalam kegiatan belajar dan kegiatan lainnya di sekolah. The need to be free from deep feelings of guilt (bebas dari rasa berdosa yang mendalam) 6. Menurut Earl Kelley pribadi yang berfungsi penuh. The need to be free from deep feelings of fear (bebas dari rasa takut yang mendalam) 7. The need for self-respect (harga-diri) 5. PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN MENURUT EARL KELLEY Earl Kelley mengemukakan pendirian bahwa kepribadian seluruhnya atau hampir seluruhnya dibina dalam hubungan atau interaksi dengan manusia lainnya. The need for belonging (diterima dalam kelompok) 4.

kebutuhan anak ditinjau dari segi psiko-biologis. akan pada usia tertentu ibu mengharapkan ia dapat melakukannya sendiri. Guru-guru dapat menggunakan prinsip-prinsip di atas sebagai pegangan untuk mencapai tujuan kurikulum di sekolah. dan dalam penycmpurnaan diri melihat nilai membuat kesalahan. ia akan merasa senang. Havighurst dalam konsep developmental tasks yakni tugas-tugas yang harus dipenuhi oleh seseorang. . DEVELOPMENTAL TASKS Seperti kami katakan. mengembangkan dan menghormati nilai-nilai kemanusiaan. Ia melihat dirinya sebagai pribadi yang senantiasa dalam proses perkembangan secara dinamis. Berbarengan dengan pertumbuhan anak.  Oleh sebab hidup ini senantiasa berubah dan berkembang. pemuda. Mengembangkan kepribadian anak juga akan membantunya mencapai tujuan-tujuan lain. Sewaktu masih bayi ibu mengganti bajunya. Tiap individu mempunyai tugas-tugas tertentu. Developmental tasks ini meningkat dengan bertambah usianya. tak ada jalan dalam hidupnya selain berpegang pada nilai-nilai. Bila ia dapat memenuhinya. Ini diharapkan. ia akan senantiasa kreatif dalam peranannya. Developmental tasks ini tak ada akhirnya. makin banyak hal-hal yang diharapkan orang tua dan masyarakat umum daripadanya. Akan tetapi bila ia tidak dapat memenuhinya ia akan mendapat celaan dan kecaman. maka ia tidak merasa bahagia dan tidak akan sanggup melakukan tugas berikutnya dengan berhasil baik. J. Makin tambah usianya. dan ia akan berhasil melakukan tugas-tugas selanjutnya. Gejala ini dituangkan Erikson dan yang lebih terkenal R. Ia tahu. tak perlu bertentangan dengan kebutuhannya ditinjau dari segi masyarakat. masyarakat mempunyai tuntutan tentang kelakuannya. dan seterusnya.  Ia melihat pentingnya manusia baginya. yang diharapkan masyarakat dapat dan harus dilaksanakannya. bahkan dituntut oleh lingkungannya. dari anak sekolah. sesuai dengan taraf perkembangannya.

kalau kita ingin membantu murid-murid memecahkan kesukaran pribadinya dengan membicarakannya di sekolah. Kita harus menyelidiki hingga manakah pokok-pokok yang di atas merupakan masalah-masalah bagi anak-anak Indonesia. emosi. kebutuhan anak. Penelitian serupa ini perlu diadakan. orang dewasa.J. . pemuda. sampai akhir hayat. Selanjutnya kami berikan "developmental tasks" bagi anak sekolah dan pemuda. Havighurst yang menggunakan pengertian "developmental tasks" yakni tugas-tugas yang tak dapat tiada harus dipenuhi oleh setiap anak sesuai dengan setiap taraf perkembangannya yang dituntut oleh lingkungan atau masyarakat. Seperti telah dikatakan. Implikasi "developmental tasks" bagi kurikulum ialah. masa pensiun. motivasi. Memenuhi tugas itu berarti kebahagiaan dan sukses dalam melakukan tugas-tugas berikutnya. Sukses dalam "developmental tasks" memberi pengaruh positif terhadap prestasi sekolah. sedangkan dari segi "developmental tasks" mengandung aspek sosial. misalnya berbeda di berbagai daerah di Tanah Air kita. berbeda dengan neg ara lain.dihadapi oleh anak. Dalam arti psikologis kebutuhan itu bersifat individual. Salah satu usaha untuk mempertemukan kedua aspek itu dilakukan oleh R. kita memberikan bimbingan kepada anak untuk menyesuaikan diri dengan dunia dan dengan dirinya sendiri yang sedang mengalami persoalan itu. dan lain-lain secara terpadu. Selanjutnya dapat memperjelas tujuan pendidikan dan saat yang lebih tepat untuk mengajarkannya. Ditinjau dari segi ini kurikulum yang "child-centered" yang ekstrim tak dapat dipertahankan. Dengan memasukkannya ke dalam kurikulum. sosial. ditinjau dari psikobiologis tidak perlu bertentangan dengan kebutuhannya ditinjau dari sudut masyarakat. masa tua. Adanya developmental tasks ini memberi gambaran lain tentang kebutuhan anak. bahwa kurikulum yang didasarkan atas konsep itu akan mempertemukan kebutuhan perkembangan fisik. Developmental tasks berbeda menurut kebudayaan tempat anak itu hidup.

Anak gadis menerima dan mempelajari tugasnya wanita dan anak laki-laki sebagai bakal bapak yang akan bertanggung jawab atas rumah tangganya. 2. 8. itu sebagaimana adanya dan . Pemuda-pemuda ada yang bercita-cita mempunyai tampan seperti bintang film akan tetapi keadaan jasmaninya mungkin kurang sesuai dengan idamannya itu. sikap orang tua. dan berhitung. Mencapai hubungan sosial yang lebih memuaskan dan lebih matang dengan anggota jenis kelamin lain. Tugas ini harus telah dimulai sejak kecil. 6. dan faktor-faktor lain. Mencapai kemerdekaan pribadi. 4. Mempelajari kecekatan jasmani yang perlu untuk permainan-permainan biasa. Tugas ini sering dipersulit oleh adat istiadat. 9. Membentuk pengertian-pengertian yang perlu untuk kehidupan sehari-hari. Belajar bergaul dengan teman-temannya sebaya. 4. Menerima baik keadaan badannya dan menggunakannya dengan efektif. celaan oleh masyarakat dan kesulitan untuk tugas-tugas selanjutnya. kesusilaan. Memperoleh kecakapan-kecakapan fundamental dalam membaca.Kegagalan memenuhinya berarti kesusahan bagi individu. dan skala norma-norma. membebaskan dirinya dari sifat-sifat yang kekanak-kanakan. Membentuk sikap yang sehat terhadap dirinya sebagai organisme yang hidup. Memperoleh kemerdekaan emosional lepas dari kebergantungannya dari orang tua dan orang dewasa lain. 7. 2. "Developmental tasks" bagi pemuda menurut Havighurst sebagai berikut : 1. Tugasnya ialah menerima bentuk badannya menggunakan sebaik-baiknya. Developmental tasks" untuk anak-anak ialah : 1. Menerima dan mempelajari tugas atau peranan menurut jenis kelamin masingmasing sesuai dengan norma-norma masyarakat. 3. Membentuk kata-hati. Memupuk sikap terhadap golongan dan lembaga-lembaga sosial. 5. 3. menulis. Mempelajari peranan sosial sebagai anak laki-laki atau perempuan.

Ia antara lain menemukan bahwa anak-anak pada mulanya masih berpikir . lembaga-lembaga sosial. yakni dengan turut serta dalam kehidupan masyarakat dan negara sebagai orang dewasa dan memperhitungkan norma-norma masyarakat dan kelakuannya. Memilih dan mempersiapkan diri untuk suatu jabatan. dari bayi sampai masa pemuda. Memperoleh sejumlah norma sebagai pegangan untuk kelakuannya yang digunakannya sebagai pandangan hidup untuk memahami kedudukannya di dunia ini serta hubungannya dengan manusia lain. dan lain-lain. 10. tetapi juga menunjukkan perbedaan karena tuntutan masyarakat yang berlainan di berbagai tempat. Memperoleh kecakapan dan pengertian yang diperlukan untuk menjadi warga negara yang baik. "Developmental tasks" yang dikemukakan oleh Havighurst harus pula kita selidiki kebenarannya bagi anak-anak Indonesia dan menyesuaikannya dengan keadaan yang dihadapi oleh pemuda-pemuda dalam masyarakat kita. 8. Memperoleh kemerdekaan ekonomi.5. Memupuk kelakuan yang secara sosial dapat dipertanggung jawabkan. Tujuannya ialah memperoleh sikap yang positif terhadap kehidupan keluarga dan pendidikan anak-anak. PERKEMBANGAN INTELEKTUAL Seorang ahli psikologi Swiss. ekonomi. Tugas-tugas yang dihadapi mereka ditentukan oleh pertumbuhan psikobiologis yang mungkin mempunyai dasar persamaan bagi seluruh pemuda di seluruh dunia. Mempersiapkan diri untuk perkawinan dan kehidupan rumah tangga. yakni pengertian tentang undang-undang pemerintah. Jabatan itu penting dalam masyarakat dan menjamin kemerdekaan ekonomi serta memberi kedudukan sosial. 6. Jean Piaget selama 40 tahun mengadakan penelitian tentang perkembangan intelektual atau proses berpikir anak. politik. 9. 7. tugas ini terutama berlaku bagi anak pria akan tetapi berangsur-angsur bertambah penting bagi anak-anak wanita.

mulut. sekitar usia 12 tahun ia mulai herpikir secara abstrak dengan menggunakan generalisasi dan konsep-konsep. koordinasi pengamatan alat . Perkembangan intelektual menurut Piaget dalam garis besarnya adalah sebagai berikut : 1. Ia belum dapat melihat hubungan antara dua variabel. pandangan animistis. tinggi dan lebar gelas. la juga belum dapat memahami bahwa satu objek dapat mempunyai lebih dari satu ciri yang dapat dimasukkan dalam klasifikasi yang berbeda-beda. Kegiatan mentalnya ditujukannya kepada objek dan kejadian yang kongkret yang langsung di hadapannya. orientasi menurut bagaimana ia melihat sesuatu.mata.2 tahun)  gerak refleks. mencari benda yang diambil dari penglihatannya. Akan tetapi pada fase pertama pemikirannya terutama mengenai data yang konkrit. Ia telah dapat melihat hubungan antara bagian dengan keseluruhan. walaupun sebenarnya isinya sarna. mengetahui tangan kanannya. akan tetapi bukan tangan kanan orang yang menghadapinya. subjektif.menurut apa yang dilihatnya. Fase pra-operasional (2 . Fuse senso-motoris (bayi . yang diperhatikannya hanya tingginya. Anak-anak haru dapat memusatkan perhatiannya kepada satu variabel. juga dapat melihat analogi. mengadakan berbagai usaha untuk mencapai tujuan. Pada usia sekitar 7 tahun telah tampak pemikiran logis pada anak.dria (sensory) dan gerakan (motoris). koordinasi tangan . misalnya bahwa seorang dapat tinggal sekaligus di Bandung dan di Jawa. koordinasi tangan . . Akan tetapi proses berpikir anak berkembang terus berkat bertambahnya pengalaman daan pengetahuannya. karena isi gelas tinggi dipindahkan ke dalam gelas pendek. perkembangan bahasa dan persepsi yang cepat (2 . pikiran dan bahasa bersifat ego-sentris. mengacaukan khayal dan kenyataan. memandang benda mati seperti makhluk hidup. misalnya matahari tidur. 2. hanya dari pandangannya sendiri.4 tahun). misalnya bahwa gelas yang lebih tinggi lebih banyak isinya daripada gelas yang pendek. Pada fase berikut.7 tahun)  masalah dipecahkan dengan memikirkannya.

Setelah itu dapat mengasimilasi hal-hal yang tercakup oleh struktur mentalnya. Fase operasi formal (11 . termasuk mengemukakan dan menguji hipotesis dapat dipecahkan. namun dapat dipengaruhi. kematangan. transmisi sosial.3. c. pengalaman.11 tahun)  memahami reversibilitas. masih belum dapat memecahkan masalah verbal yang agak kompleks. d. pemikiran formal masih egosentris dalam arti masih ada kesukaran untuk menyesuaikan yang ideal dengan kenyataan. PERKEMBANGAN SOSIAL-EMOSIONAL Dalam garis besarnya perkembangan emosional bergerak dari kedudukaan kebergantungan ke taraf ketidak-bergantungan atau kemandirian. ia harus mengadaptasikannya dengan memben struktur mental tuk yang lebih tinggi. Perkembangan intelektual berjalan secara kontinu. berpikir sambil memanipulasi benda. dan dari perhatian untuk diri-sendiri ke orientasi kepada orang lain. terutama pertumbuhan. Faktor-faktor yang dapat membantu perkembangan intelektual antara lain : a. mulai dapat berpikir mengenai masalah konkrit. Dengan operasi mental dimaksud mengoperasionalkan pikiran. apa yang diperolehnya dari lingkungan kebudayaannya. artinya bahwa bila dihadapkan dengan masalah akan mengalami gangguan keseimbangan dan tidak akan puas sebelum masalah dipecahkan untuk mengembalikan keseimbangannya pada taraf yang lebih tinggi.15 tahun)  semua jenis masalah logis. 4. Fase operasional konkrit (7 . pengaruh lingkungan. namun perlu diolah secara mental. telah dapat menganalisis validitas cara-cara berpikir. walaupun bentuk bejana berbeda. Proses adaptasi dan asimilasi berjalan terus demikian mengembangkan kemampuan intelektualnya. atau pendek kata berpikir. b. Jika ia menghadapi sesuatu yang tidak sesuai dengan struktur mentalnya. misalnya volume air tetap. keseimbangan. . Adanya pembagian dalam fase-fase tidak berarti bahwa ada batas yang tegas antara fase-fase itu.

apalagi bila orangtua ingin memperlakukannya seperti sediakala. untuk mencari identitasnya sendiri serta kemandirian yang diperlukan bagi setiap orang yang dewasa. Pada scat inilah terjadi krisis identitas. mengembangkan kemampuan untuk mengadakan hubungan intim dan akrab dengan seseorang sebagai persiapan untuk membentuk rumah tangga sendiri.Pada mulanya anak sangat bergantung terutama kepada orang tuanya. ia mulai dapat mempengaruhi kelakuan orang lain dan senantiasa memperluas lingkaran pesahabatannya. Ia dapat mengikat tali persahabatan dengan teman lain. Pada usia sekolah dan sepanjang di SD. dengan bertambahnya pengalamannya. menjelang dan selama masa pubertas. Anak itu. Dalam perkembangan sosialnya. . "Siapa saya?" Siapa dia. ia berangsur-angsur menaruh perhatian kepada orang lain. ia mula-mula hanya menaruh perhatian kepada kepentingan dan perasaannya saja. menjelang kedewasaan dalam banyak hal ia telah mandiri dan tak lagi banyak bergantung kepada orang tua sampai ia dewasa dengan kemandirian penuh. yang mencari identitasnya sendiri serta kemandirian mulai berkonflik dengan orangtua. bagaimana konsep dirinya banyak diperolehnya dari feedback atau reaksi orang lain terhadap kelakuannya. oleh sebab ia masih serba-lemah. Kurikulum sekolah hendaknya membantu anak dalam transisi sosial untuk melepaskan diri dari ikatan keluarga dan pengaruh temah sebaya. yang makin merosot. intelektual. Untuk segala kebutuhannya ia memerlukan bantuan lingkungannya. lambat laun ia lebih mampu mengurus diri sendiri. ikatannya dengan teman sebaya bertambah erat. serba tak tahu. khususnya ibunya. Ia juga harus mengembangkan diri dalam hubungannya dengan anggota jenis kelamin lain. Dan akhirnya. Lambat laun. Ia selanjutnya berkembang sebagai anggota masyarakat yang lebih luas. Ia mulai bertanya. bahkan pengaruh teman melebihi pengaruh orangtua. Perhatiannya masih banyak terhadap orang-orang yang dekat padanya dalam keluarga. seperti anggota masyarakat negara dan dunia. Dengan berkembangnya dalam bidang fisik.

keluarga. Kita menolong orang lain agar ia kelak akan menolong kita. lalu mewawancarai mereka tiap tiga tahun selama 18 tahun. tanpa mementingkan konsekuensinya. 2. pascakonvensional dan masing-masing tingkatan terbagi dalam dua bagian. Apa yang diharapkan oleh orang yang dianggap sebagai sesuatu . Tak mungkin seorang melompati salah satu tahap. la memilih 50 orang. Dalam wawancara itu anak itu dihadapkan kepada situasi yang mengandung dilemma moral yang metnberi kemungkinan macam-macam jawaban. menurut urutan tertentu. negara. berusia antara 10-28 tahun. Tingkatan konvensional Pada tahap ini anak ingin memelihara hubungan baik dengan orang lain. Berhuat baik merupakan instrumen atau alat untuk menerima kebaikan dari orang lain. konvensional. masyarakat. Kepatuhan baik. Kohlberg menemukan enam tingkatan dalam perkembangan moral yakni tingkatan pra-konvensional. Hukuman harus dihindari dengan menunjukkan kepatuhan. Orientasi hukuman dan kepatuhan Sesuatu dianggap baik bergantung pada hukuman atau akibat fisik baginya yang menyakitkan atau menyenangkan. karena tidak menimbulkan konsekuensi fisik yang merugikan. Tingkatan pra-konvensional Pada tingkatan ini anak telah dapat merenspons terhadap aturan dan akan tetapi baik dan buruk diukur dari konsekuensi fisiknya berupa hukuman atau ganjaran dan pujian yang ditentukan oleh orang yang memegang otoritas. Peneliti ingin mengetahui apa alasan atau sebab anak memilih jawaban tertentu.Perkembangan moral Tokoh yang paling terkenal yang telah ineneliti perkembangan moral anak ialah Lawrence Kohlberg. menurut apa yang diharapkan. Bahkan kita berbuat baik agar orang lain baik pula kepada kita. Berdasarkan penelitian ternyata bahwa perkembangan moral anak melalui tahap-tahap tertentu. Orientasi instrumental Tindakan baik bila memberi kepuasan bagi diri atau juga bagi orang lain. 1.

yang berharga. 5. . tingkat berprinsip. 6. 3. Tidak semua orang akan dapat mencapai tingkat moral tertinggi ini. Orientasi prinsip etis yang universal Tindakan dianggap benar bila dilakukan berdasarkan keputusan hati-nurani atau kata-hati. Ia berkelakuan baik bukan untuk memperoleh keuntungan bagi dirinya akan tetapi karena kebaikan itu diharapkan oleh masyarakat daripadanya. undangundang dan hukum yang telah ditentukan oleh yang yang berkuasa demi ketertiban masyarakat. sesuai dengan prinsip-prinsip etis yang universal seperti keadilan sosial. Pada tingkatan ini individu merumuskan nilai-nilai atau prinsip-prinsip moralnya atas pemikiran kritis serta mendalam. Orientasi kontrak-sosial legalistik Suatu tindakan dianggap baik sesuai dengan hak individu atas pemikiran yang luas serta mendalam serta diterima baik oleh seluruh masyara kat. dengan itikad baik. Mematuhi peraturan adalah kewajiban baginya. maka secara legal undang undang dapat diubah berdasarkan pertimbangan rasional demi kepentingan masyarakat. dan harkat manusia sebagai individu. Kebanyakan orang hanya dapat mencapai tingkat keempat. Bila ada kesepakatan masyarakat mengenai prinsip tertentu. Tingkatan pasca-konvensional atau tingkat otonom. kesamaan hak manusia. Karena itu ia ingin menyesuaikan diri dengan harapanharapan itu dengan menunjukkan kesetiaannya kepada ketentuan-ketentuan demi ketertiban masyarakat. 4. Orientasi kerukunan antar individu Kelakuan yang baik ialah yang menyenangkan orang lain yang dilakukan . Orientasi hukum dan aturan Kelakuan yang baik ialah mematuhi dan menghormati aturan.

4. (Shaver. 5. yang dimulai pada saat ia masuk ke Taman Kanak-kanak dan terus-menerus ditambah dari tahun ke tahun dan "menyertai" anak ke sekolah mana saja pun ia pindah. g) menyuruh anak membuat huku harian. bersandiwara dan lain-lain. bukan di sekolah saja. Sesuaikan diri agar mengelakkan kecaman atau kebencian orang. .149) Ada berbagai cara untuk mempelajari anak. Sesuaikan diri agar memperoleh pujian atau ganjaran dan agar kebaikan itu mendapat balasan.P dan Strong. c) menggunakan test dan angket. Sesuaikan diri agar jangan mengutuk diri sendiri. 3. dengan orang tuanya dan dengan orang-orang lain yang ada hubungannya dengan anak itu. Seuaikan diri agar mendapat penghargaan dari orang yang memandangnya dari segi kepentingan umum. d) mempelajari anak dalam hubunganya dengan anak-anak lain dengan metode sosiometri. e) mengadakan catatan berkala atau anecdotal record mengenai kelakuan anak itu dalam situasi-situasi tertentu. melainkan juga di luar sekolah. W. antara lain : a) mengamati dalam berbagai situasi dan lingkungan. bukan saja dalam situasi kelas melainkan juga sewaktu bermain-main. Sesuaikan diri untuk mencegah tindakan dari orang yang berkuasa. b) mengadakan percakapan dengan anak. J. berkaryawisata. 6. f) menyelidiki hasil-hasil pekerjaan anak. h) mengumpulkan segala keterangan mengenai anak itu dalam bentuk "cumulative record" yakni pengumpulan segala keterangan mengenai anak itu. Mematuhi peraturan untuk menghindari hukuman. Pada masa yang akan datang diharapkan akan ada bermacam-macam test untuk mengenal inteligensi anak Indonesia dan segi-segi kepribadian lainnya. h.Secara sederhana tingkat perkembangan moral (Kohlberg) dapat digambarkan sebagai berikut : 1. 2.

Jean Piaget mengadakan studi yang mendalam tentang perkembangan intelektual anak. 3. Lawrence Kohlberg menggunakan pola Piaget untuk mempelajari perkembangan moral pada anak. 4.i) mengadakan penyelidikan yang mendalam mengenai riwayat hidup dan kelakuan anak (case study). 8. Louis Raths. Pandangan tentang anak berubah secara radikal oleh Jean Jacques Rousseau. Sejak itu anak menjadi faktor yang harus dipertimbangkan dalam kurikulum. dan fase operasional formal. Robert Havighurst mempertemukan perkembangan individu dengan tuntutan atau harapan masyarakat dalam konsep " developmental tasks". atau perkembangan intelektual. lain daripada yang lain. banyak pula persamaan antara mereka. 5. Kurikulum yang semata-mata didasarkan atas kebutuhan dan minat anak yakni child-centered curriculum dikatakan ekstrem karena anak selalu berada dalam masyarakatnya dan tak dapatmelepaskan diri dari tuntutan masyarakat. Walaupun tiap anak berbeda dengan anak lain. mempunyai ciri-ciri tersendiri. afektif dan psikomotor.. Kebutuhan anak dapat ditinjau dari segi anak dan dari segi masyarakat. 11. Anak merupakan keseluruhan dan bereaksi sebagai keseluruhan terhadap lingkungannya. Pendidikan harmonis mencakup perkembangan kognitif. Earl Kelly mempunyai pandangan tertentu tentang kebutuhan anak. RANGKUMAN 1. fase operasional kongkret. 6. 9. 2. 10. biasanya mengenai anak yang sukar dididik. Kurikulum hendaknya memperhitungkan keunikan anak agar ia sedapat mungkin dapat berkembang sesuai dengan bakatnya. . Ada berbagai cara bagi guru untuk mempelajari anak. j) mempelajari buku-buku tentang anak-anak. fase pra-operasional. Maka sebagian dari kurikulum dapat sama bagi semua. Tiap anak unik. social dan fisik. Abraham Maslow. 7. emosional. Ia membedakan fase sensomotoris. 12. Banyak tokoh pendidikan yang dipengaruhi olehnya. Kedua segi ini harus dipertimbangkan dalam pengembangan kurikulum.

Adakah persamaan antara ketiga pendapat itu? yang manakah yang paling menarik bagi Saudara? Alasannya ?. Pilih salah satu anak yang tinggal dekat Saudara. Catat perbedaan- perbedaan yang Saudara observasi. 6. dan apa sebabnya? 12. Bila diperhatikan kebutuhan anak yang disebut oleh Maslow. Perhatikan sekelompok anak bermain atau berkumpul. Bandingkan pendapat Rousseau dengan semboyan pendidikan kita "Tut Wuri Handayani".PERTANYAAN DAN TUGAS 1. Andaikata Saudara ingin memperhatikan perbedaan individual bagaimanakah dapat melakukannya dalam pelajaran yang Saudara berikan. 8. Yang manakah di antara "The Ten Imperative Needs" yang menarik bagi Saudara yang menurut pendapat Saudara perlu dipertimbangkan dalam kurikulum kita? 10. Sesuaikah kebutuhan pemuda seperti dikemukakan Donald Doane dengan kebutuhan pemuda kita? 11. yang manakah yang Saudara rasa perlu diberi perhatian dalam pendidikan kita? 9. 5. dan Kelly. Apa tafsiran Saudara bahwa anak itu suatu keseluruhan. Bandingkan "developmental tasks" di desa dan di kota. Bandingkan kebutuhan anak menurut Abraham Maslow dengan apa yang dikemukakan Raths. Adakah perbedaannya? Dalam hal apa. Ratsh dan Kelly. Cuba pikirkan apa sebab demikian halnya. . Kesulitan apakah Saudara hadapi? 7. 3. 4. Selidiki hingga mana perbedaan individual diperhatikan di sekolah kita. Coba terapkan beberapa cara guru untuk mengenal anak. Adakah Saudara lihat perbedaan "developmental tasks" dahulu dan sekarang? Apa sebab terjadi perubahan itu? 13. 2. Adakah bukti Saudara. Apakah jasa Rousseau bagi pendidikan.

karyawisata. Mengubah kurikulum dalam arti yang luas ini jauh lebih luas dan dengan demikian lebih pelik. relatif lebih terbatas daripada kurikulum yang riil. melainkan segala sesuatu yang dialami ailak dalam kelas. dan banyak kegiatan lainnya. bahwa .bukan sekadar buku pedoman. karena dala:n interaksi dalam kelas selalu timbul hal-hal yang spontan dan kreatif yang tak dapat diramalkan sebelumnya. Kurikulum dapat juga dilihat sebagai produk yaitu apa yang diharapkan dapat dicapai siswa dan sebagai proses untuk mencapainya. Selanjutnya kurikulum dapat ditafsirkan sebagai apa yang dalam kenyataan terjadi dengan murid dalam kelas. Kurikulum dapat dipandang sebagai buku atau dokumen yang dijadikan guru sebagai pegangan dalam proses belajar-mengajar. Dalam hal ini dikatakan. pendek kata mengenai seluruh kehidupan anak sepanjang bersekolah. murid. Kurikulum yang riil. Kurikulum yang formal. sebab menyangkut banyak variabel. ruang olah raga. yaitu guru sendiri. warung sekolah. penilik sekolah. Kurikulum dalam arti ini tak mungkin direncanakan sepenuhnya betapapun rincinya direncanakan. tempat bermain. Keduanya saling berkaitan. Dalam hal ini guru lebih besar kesempatannya merjadi pengembang kurikulum dalam kelasnya. Perubahan kurikulum di sini berarti mengubah semua yang terlibat di dalamnya. mengubah pedoman kurikulum. Akhirnya kurikulum dapat dipandang sebagai cetusan jiwa pendidik yang berusaha untuk mewujudkan citacita. Kurikulum ini sangat erat hubungariya dengan kepribadian guru.BAB 5 PROSES PERUBAHAN DAN PERBAIKAN KURIKULUM MAKNA PERUBAHAN KURIKULUM Bila kita bicara tentang perubahan kurikulum. kepala sekolah. nilai-nilai yang tertinggi dalam kelakuan anak-didiknya. kita dapat hertanya dalam arti apa kurikulum digunakan. juga orang tua dan masyarakat umumnya yang berkepentingan dalam pendidikan sekolah. Kurikulum dapat juga diartikan sebagai sesuatu yang hidup dan berlaku selama jangka waktu tertentu dan perlu direvisi secara berkala agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

akan tetapi timbul pula perhatian baru terhadap pengetahuan akademis. tak pernah sesuatu kembali dalam bentuk aslinya. PERUBAHAN DAN PERBAIKAN Perubahan tak selalu sama dengan perbaikan. Perubahan di sini tidak membawa perbaikan. Misalnya. akhirnya ternyata menimbulkan masalah lain. Disadari bahwa dalam kurikulum tak dapat diutamakan hanya satu aspek saja. kedudukan atau keadaan yang mungkin membawa perbaikan. akan tetapi semua aspek : anak. dan untuk mengetahuinya digunakan kriteria tertentu. Biasanya yang lama itu timbul dalam bentuk yang agak lain. Ada masanya pelajaran akademis yang diutamakan. pada taraf yang lebih tinggi. maupun pengetahuan secara berimbang. Perubahan. sehingga kurikulum itu ditinggalkan atau diubah. masyarakat.perubahan kurikulum adalah perubahan social. Dalam bidang kurikulum kita lihat betapa banyaknya ide dan usaha perbaikan kurikulum yang dicetuskan oleh berbagai tokoh pendidikan yang terkenal. kemudian tampil anak sebagai pusat kurikulum. sesudah itu yang dipentingkan ialah masyarakat. Namun demikian. Namun demikian sering diadakan perubahan dengan maksud terjadinya perbaikan. akan tetapi perbaikan selalu mengandung perubahan. Perbaikan diadakan untuk meningkatkan nilai. kemudian disadari bahwa tak dapat anak hidup di luar masyarakat. Perubahan adalah pergeseran posisi. Macam-macam kurikulum telah diciptakan dan banyak di antaranya telah dijalankan. bila dalam pelajaran akademis diutamakan hafalan fakta dan informasi. sekalipun memberi perbaikan dalam segala hal bagi semua orang. kemudian diutamakan prinsip-prinsip utama. dalam sejarah pendidikan. Perbaikan berarti meningkatkan nilai atau mutu. akan tetapi dapat juga memperburuk keadaan. curriculum change is social change. BAGAIMANA TERJADINYA PERUBAHAN . Perbedaan kriteria akan memberi perbedaan pendapat tentang baik-buruknya perubahan itu. Perbaikan selalu dikaitkan dengan penilaian. dapat berubah menjadi anak yang mengenalnya lalu terlibat dalam kejahatan. Bila pada ketika kurikulum sepenuhnya dipusatkan pada anak. Apa yang mula-mula diharapkan. Anak yang mula-mula tak mengenal ganja.

akrab. tanpa mengakui kemampuan guru untuk berpikir sendiri dan hanya diharuskan menerima saja. Untuk mencapai kesamaan pendapat. menyamakan pendapat sehingga selaras dengan pikiran para pencetus. Perubahan yang terjadi atas paksaan dari pihak atasan. memperoleh kredit. saat orang mengadopsinya. paksaan keras atau halus. segera luntur dan hanya diikuti secara formal dan lahiriah. penuh kesabaran dan pengertian. namun dalam jangka panjang tidak efektif. Seperti manusia lainnya. dan luas perubahan yang ingin dicapai. saatnya orang menerima ide itu dan fase kongruensi. karena telah biasa dengan cara-cara yang lama. menguji alternatif. dapat juga. Perubahan akan lebih berhasil. dianggap akan lebih mantap dan meresap dalam hati guru.Menurut para ahli sosiologi. guru juga sering tidak mudah berubah. biasanya tidak dapat bertahan lama. indoktrinatif. dan selanjutnya mengambil kesimpulan berdasarkan percobaan. bila dari pihak guru dirasakan kekurangan dalam keadaan. PERUBAHAN GURU Perubahan kurikulum tak akan dapat dilaksanakan tanpa perubahan pada guru sendiri. sehingga timbul hasrat untuk memperbaikinya demi kepentingan bersama. yakni fase inisiasi. Menjadikan perubahan sebagai masalah. Cara ini efisien. maka sering dijalankan cara otoriter. Setiap perubahan akan dapat mengganggu ketenteramannya. mengajak turut berpatisipasi. berbagai cara yang dapat digunakan. sehingga tidak terdapat perbedaan nilai lagi antara penerima dan pencetus perubahan. Guru cenderung bersifat konservatif. pengumpulan data. dengan menggunakan otoritas atau indoktrinasi. melibatkan semua yang terlibat dalam perumusan masalah. tujuan. yang lama ditinggalkan saja tanpa membekas. mengemukakan perubahan sebagai masalah yang dipecahkan bersama. dan selain itu diinginkan perubahan yang uniform di semua sekolah. perubahan terjadi dalam tiga fase. dengan menjelaskan sifatnya. misalnya motivasi intrinsik dengan janji kenaikan gaji atau pangkat. yaitu taraf permulaan ide perubahan itu dilancarkan. Akan tetapi karena prosedur ini makan waktu dan tenaga yang banyak. fase legitimasi. Dan bila ada perubahan atau perbaikan baru. Dapat juga dengan membangkitkan motivasi intrinsik dengan menjalankan sikap ramah. sebab .

apakah sebagai orang yang kurang terdidik yang memerlukan latihan. harus berusaha menimbulkan kebutuhan itu pada guru-guru. Ia juga menentukan bagaimana memandang guru. sehingga guru-guru bebas mengemukakan pendapatnya. Ia dapat bersama guru merumuskan masalah yang dihadapi yang akan dipecahkan bersama. Guru adalah tokoh utama dalam kelasnya. atau makhluk psikologis yang dapat dibujuk. ataukah sebagai seorang profesional yang bertanggung jawab atas mutu profesinya. maka ia mencari cara baru untuk mengatasi kekurangan yang dirasakannya pada dirinya dan dalam situasi pendidikan. Sikap petugas pembaharu banyak berpengaruh atas kemantapan perubahan yang diinginkan.tugasnya terutama untuk melestarikan kebudayaan dengan menyampaikannya kepada generasi muda. Bila ia memperoleh informasi melalui ceramah atau bacaan. tidak akan diterima guru . Dalam proses itu hendaknya selalu diusahakan komunikasi terbuka. Walaupun petugas itu mempunyai kedudukan yang lebih tinggi. atau sebagai makhluk ekonomis yang harus diberi insentif. Timbul padanya kebutuhan dan motivasi untuk menerima perubahan yang dapat memberi perbaikan. Hendaknya ia sebanyak mungkin melibatkan guru dalam proses perubahan itu. hendaknya ia hati-hati menggunakan kekuasaan dan kewibawaannya. atau sebagai makhluk rasional yang dapat diajak berpikir dalam memecahkan masalah bersama. Perubahan hendaknya disertai pengalaman yang kongkret. atau sebagai pegawai yang dapat dipaksa agar patuh. uang. menguji-cobakannya dan mengevaluasinya. Namun apabila ia merasa ketidakpuasan dengan keadaan. Metode yang meniadakan peranan guru dan terutama didasarkan atas bahan yang telah tersusun. maka ia dapat memperoleh pandangan baru tentang pendidikan. Pada saat itu ia terbuka bagi perubahan. Seorang yang ingin melancarkan perubahan. mencari hipotesis atau alternatif. Selain itu ia jangan bertindak sebagai orang yang serba tahu yang akan mengubah kelakuan guru. mengumpulkan data. mengambil keputusan. Ia melihat situasi dengan mata lain. Ia akan menentang perubahan yang akan mengurangi kedudukannya.

Akan tetapi ia harus seorang profesional. menganalisis situasi. waktu. dan pikiran akan menemui pertentangan. 3. 2.dengan senang hati. namun rendah hati dan tidak memamerkan pengetahuannya. ada pula yang acuh-tak-acuh. Mengadakan dalam struktur itu dapat mengancam ke dudukan seseorang. Sering pula organisasi itu mempunyai hierarki yang ketat. mengikuti prosedur yang tetap. Untuk mengadakan perubahan. Tiap organisasi mempunyai struktur sosial tertentu. Ia hendaknya diakui sebagai manusia. terbuka bagi pikiran orang lain dan terbuka bagi perubahan. Sikap orang terhadap perubahan berbeda-beda. Perubahan hanya dapat berhasil bila semua bekerja-sama. Hendaknya dicegah timbulnya popularisasi. Ada yang bersedia menerimanya. Untuk itu diperlukan kebijaksanaan dan kepekaan sosial. . ada yang menentangnya terang-terangan atau diam-diam. Ia harus mempunyai sensitivitas sosial. ada yang ikut sekadar mengamankan diri karena takut bila ia mendapat tindakan. menentukan perubahan yang perlu diadakan. Juga perubahan yang meminta pengorbanan tenaga. Diusahakan mengenal daya-daya yang membantu dan menghalangi perubahan itu dan diadakan usaha untuk memperkuat daya-daya yang menyokong sambil melemahkan. yakni 1. MENGUBAH LEMBAGA ATAU ORGANISASI Mengubah lembaga atau organisasi menghadapi kesulitan lain. memantapkan perubahan itu. Tiap orang mempunyai status tertentu dan menjalanakan peranan tertentu yang memberinya harga diri atau kekuasaan. Menurut para ahli dalam "social engineering" dalam usaha mengadakan perubahan dapat dilalui empat Iangkah. Orang yang berperan sebagai pengubah kurikulum harus dapat bekerjasama. melumpuhkan bahkan meniadakan daya-daya yang menghambat. yaitu dua pihak yang bertentangan. Ada yang ikut-ikutan tanpa komitmen. dan 4. harus diketahui dan dipertimbangkan keadaan yang ada. harus dapat mempengaruhi orang dan memberi inspirasi. mengadakan perubahan itu.

Praktik-praktik yang telah dijalankan ratusan tahun yang lalu masih berlaku. betapapun rincinya kurikulum ditentukan oleh pusat. Setiap metode. maka besar harapan akan diterima dan digunakan untuk masa selanjutnya. Juga Kanwil tidak menyediakan petugas yang bersedia dipanggil kapan saja guru atau sekolah memerlukan bantuannya guna mengatasi kesulitan yang dihadapi berkenaan dengan pelaksanaan kurikulum. demikian pula tiap kurikulum. pendidikan. kurikulum yang uniform menghambat ruang gerak guru untuk mengadakan perubahan dan menimbulkan kesan. seperti halnya dalam bidang pertanian yang menyediakan petugas lapangan. KELAMBANAN PERUBAHAN DALAM PENDIDIKAN Dibandingkan dengan bidang pertanian. Diberi waktu untuk membicarakan dan memikirkan makna perub ahan itu bagi lembaga atau organisasi dan dengan percobaan itu bagi lembaga atau organisasi dan dengan percobaan mempraktikkannya memperIihatkan manfaat perubahan itu. Terlampau banyak variabel yang mempengaruhi hasil suatu tindakan pendidikan. betapapun banyak kebaikannya. Diusahakan agar semua menaruh minat terhadap usaha itu. kebanyakan guru mempertahankan cara-cara lama yang telah teruji dan telah dikenalnya dengan baik dan dijalankan secara rutin. sedangkan cara-cara yang baru sangat sukar diterima dan membudaya. tidak mendapat insentif dan hanya menerima penghargaan finansial berupa gaji seperti guru lain yang hanya mengikuti tradisi. Kedua. pendidikan. perubahan dalam pendidikan berjalan dengan lamban sekali. Belum dapat diramalkan dengan pasti apa yang akan terjadi bila dijalankan metode tertentu. Keempat. Kelima. Dapat disebut beberapa sebab kelambanan itu. Tentu saja diharapkan agar guru- . guru atau siapa saja yang mengadakan perbaikan. Pertama. Ketiga. mempunyai sejumlah kelemahan.Semua harus menyadari adanya masalah yang dihadapi serta kemungkinan untuk mengadakan perubahan. seakan akan tiap penyimpangan dari apa yang telah ditentukan dalam pedoman kurikulum akan dianggap sebagai pelanggaran. yang bersedia memberi bantuan kapan saja diperlukan. selalu cukup banyak kesempatan bagi guru untuk berperan sebagai pengembang kurikulum. Bila timbul keyakinan akan kebaikan perubahan itu. tidak mempunyai petugas tertentu. termasuk kurikulum. Akan tetapi seperti telah dikemukakan di atas. termasuk kurikulum belum cukup mempunyai dasar ilmiah.

Orlosky mempelajari berbagai perubahan dan pembaruan kurikulum dalam 80 tahun akhir-akhir ini di Amerika Serikat. dalam hal ini misalnya menambah atau mengurangi jam pelajaran untuk bidang studi tertentu. orientasi baru. variasi. restrukturiSasi. Alterasi juga berarti perubahan. 4. yang memberi peranan baru kepada guru dan memerlukan tenaga dan fasilitas baru. yang "subject-centered" menjadi "unit approach"..guru lebih banyak diberi peluang untuk mencari cara-cara baru atau lebih menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan murid dan lingkungan. perubahan yang paling besar risikonya ialah bila dituntut orientasi nilai-nilai baru. atau kurikulum yang berpusat pada pengetahuan akademis menjadi kurikulum yang berpusat pada anak atau macam-macam pendekatan lain dalam kurikulum. misalnya menjalankan team teaching. Perubahan ini lebih sulit diadakan dibanding dengan substitusi. dapat pula luas dan mendasar. Pengawasan yang terlampau ketat dari atasan akan menghambat berkembangnya inisiatif dan kreativitas guru dan merendahkannya menjadi sekadar tukang yang banyak bekerja secara otomatis dan rutin. Jadi di sini perubahan itu sangat kecil hanya mengganti atau menukar buku pelajaran. alterasi. yang dapat mempengaruhi jam pelajaran bidang studi lain. Substitusi dapat berupa mengganti buku pelajaran. yakni . padahal mengajar itu selalu merupakan "adventure" penuh rahasia yang menarik untuk dipikirkan. Perubahan serupa ini memerlukan perubahan pada guru yang harus mempelajari dan menguasai cara baru itu. dengan meniadakan yang lama. Dan akhirnya. Dengan variasi dimaksud menerima metode yang berhasil di sekolah lain untuk dijalankan di sekolah sendiri. Perubahan ini lebih sulit lagi dibandingkan dengan perubahan sebelumnya. TINGKAT PERUBAHAN Peruhahan kurikulum dapat kecil dan sangat terbatas. STUDI TENTANG KEBERHASILAN PERUBAHAN KURIKULUM Othanel Smith dan D. misalnya IPS dengan buku karangan orang lain yang dianggap lebih baik. Lebih banyak risikonya ialah restrukturisasi. karena perlu diyakini apa sebab perlu jam pelajaran ditambah. substitusi. Perubahan itu dapat berupa : I . misalnya peralihan dari kurikulum . 2. sedangkan di pihak lain dikurangi waktunya. dan 5. 3.

yang terjadi sebelum dan sesudah 1950. Vocational and technical education dapat diterima dengan mudah. pikiran. Community school. Creative education atau Core curriculum. Nilai 3 artinya perubahan dan nilai 4 menunjukkan bahwa perubahan itu telah berhasil memasuki semua sekolah. selain dengan kebudayaan masyarakat. seperti halnya dengan Sex education. Nilai 2 artinya. bila kurang dukungan dari masyarakat. tenaga. Juga Activitiy Curriculum. Safety education dan Vocational and technical education pada umumnya diterima baik oleh kebanyakan sekolah. Perubahan tidak akan diterima atau bertahan lama. Sebaliknya Driver education. Penelitian dan perkembangan ternyata tidak . namun mempunyai pengaruh terhadap pendidikan. yaitu cara mereka lazimnya berpikir dan berbuat. atau mengubah peranannya. Misalnya Driver education. seperti Activity curriculum. Keberhasilan perubahan atau pembaruan mereka beda penilaian 1 sampai 4. jadi telah membudaya. Elective System. Creative education.atau menghilangkan kekuasaan guru. Ternyata bahwa kurikulum seperti Core curriculum. Community school. sedangkan Thirty school experiment yang mengharuskan perombakan kurikulum secara menyeluruh hanya tinggal cita-cita yang tak berwujud. Sex education dan Unit method kurang mendapat "pasaran". perubahan kurikulum hendaknya menyesuaikan diri dengan "kebudayaan" guru. waktu dan pengorbanan dari pihak guru. bahwa perubahan itu tidak diterima secara meluas. Apa sebab ada yang diterima sedangkan ada pula yang kebanyakan ditolak? Ternyata menambah atau mengurangi mata pelajaran lebih mudah diterima daripada reorganisasi seluruh kurikulum. bila terlampau banyak tuntutan. Environmental education. Environmental education. Merombak kurikulum mengandung banyak risiko tanpa jaminan akan berhasil baik. Atau. atau mendapat tantangan dari pihak guru. Nilai 1 berarti bahwa ide pembaruan itu tidak dilaksanakan di sekolah dan sukar dicari realisasinya di sekolah. Selain itu. karena mengurangi . hanya berupa ide akan tetapi tidak ada perwujudannya di sekolah. Thirty school experiment.

misalnya ada yang lebih serasi bila dilakukan oleh panitia. Berikan waktu yang cukup. jangan terlampau cepat. Juga bahan pelajaran seperti paket pelajaran. Suasana kerja harus memberi kesempatan bagi peserta untuk mengeluarkan buah pikirannya secara bebas. pusat alat instruksional dapat memberi sumbangan dalam perubahan kurikulum.efektif dalam perubahan kurikulum. seminar. Mendesak agar cepat bekerja akan cepat menghasilkan pekerjaan yang tergesa-gesa dan tidak cermat. Keberhasilan perubahan bergantung pada kualitas dan kuantitas para peserta. Saran-saran mereka harus diperhatikan. dan lain-lain. Ada kalanya diperlukan bantuan dari orang lain. Pelaksanaan perubahan memerlukan waktu. melanjutkan. TV. dan memantapkan perubahan. konperensi. jangan pula terlampau lambat. demikian juga inservice education dan pengembangan staf. diperlukan waktu 3-4 tahun. PETUNJUK TENTANG PROSES PERUBAHAN . Hen daknya dijauhi hal-hal yang dapat mengganggu. kelompok studi. dapat memberi bantuan masing-masing dalam perubahan kurikulum. atau menggunakan alat-alat seperti tape-recorder. dapat pula mengadakan wawancara. Perubahan harus responsif terhadap kebu tuhan dan kemampuan guru. Mereka harus diikutsertakan dalam merumuskan dan memecahkan masalah yang dihadapi bersama. misalnya perbaikan pengajaran bahasa. BEBERAPA KURIKULUM Di bawah ini diberi sejumlah saran-saran singkat tentang Iangkah-langkah dalam proses mengubah kurikulum : 1. observasi. misalnya dari Kanwil atau Perguruan Tinggi Perlu disediakan sumber dan bahan yang diperlukan. karena dialah yang mempunyai kekuasaan dan kewibawaan dan kepemimpinan untuk melancarkan. Dalam perubahan kurikulum kepala sekolah memainkan peranan yang sangat penting. 3. Tentukan kegiatan yang sesuai. workshop. 2. Ada kalanya untuk suatu program. demonstrasi. Pupuklah suasana dan kondisi kerja yang serasi. Selain itu penataran atau mengikuti kuliah di perguruan tinggi untuk mengikuti perkembangan pengetahuan dalam disiplin tertentu.

Penilaian formatif dan sumatif untuk pelajaran yang diajarkan guru. Kurikulum sekolah kita. PROSES PERBAIKAN KURIKULUM Seperti telah dikemukakan. Apa yang ditentukan oleh atasanya sebenarnya masih jauh dari lengkap. Yang dihasilkan ialah suatu kurikulum nasional yang menentukan garis-garis besar apa yang harus diajarkan kepada murid-murid. Yang diberikan terutama garis-garis besarnya. karena ia memandang dirinya sekadar sebagai pelaksana kurikulum. menentukan hanya sampai tujuan instruksional umum. Dialah menentukan apa yang sesungguhnya terjadi dalam kelasnya. atau model mengajar yang tersedia. mustahil meliputi kegiatan guru-siswa sampai hal yang sekecil-kecilnya. perbaikan kurikulum terutama tergantung pada guru. Di pihak lain. dan ada tidaknya perbaikan pengajaran dalam kelasnya bergantung pada ada tidaknya usaha guru. yang berusaha jangan menyimpang sedikit pun dari ketentuan dari atasan. strategi. Demikian pula. TIU. Setelah dirumuskan tujuan perubahan. Pada satu pihak. Yang merumuskan TIK-nya ialah guru. masih banyak yang harus dilengkapi guru. kementerian Depdikbud. dan kalaupun dirincikan. Evaluasi dimaksud untuk memperoleh gambaran tentang taraf tercapainya tujuan. Bahan pelajaran juga hanya pokok-pokoknya. kurikulum dapat ditafsirkan sebagai segala sesuatu yang terjadi dalam kelas dan sekolah yang mempengaruhi perubahan kelakuan para siswa dengan berpedoman pada kurikulum yang ditentukan oleh Pemerintah.4. Dalam arti terakhir ini. Dalam posisi itu boleh dikatakan ialah pengembang kurikulum. akan tetapi dapat men- . Tak semua guru sadar akan peranannya sebagai pengembang kurikulum. sepenuhnya dalam tangan guru. harus segera ditentukan cara menilai hingga mana tercapainya tujuan itu. Tentukan prosedur penilaian dalam tiap usaha perubahan. Baru kemudian ditentukan kegiatan-kegiatan untuk mencapai tujuan itu. metode yang dianjurkan sangat terbatas dan tidak spesifik. Banyak lagi kesempatan bagi guru untuk secara kreatif memilih dari sejumlah besar metode. kurikulum bermacam-macam tafsirannya. kurikulum dipandang sebagai buku pedoman dan wewenang untuk mengembangkannya ialah pusat. Ia tidak terikat pada test tertulis.

Dan tiap guru berbeda pribadinya dengan guru lain. walaupun berada di kota yang sama. Ialah yang berada dalam posisi strategis untuk mengenal perkembangan anak. Pendekatan ini pun tak mudah dijalankan karena menuntut kualitas guru yang tinggi yang masih belum terpenuhi pada saat ini. etis. Dialah yang dapat menilai aspek-aspek kepribadian anak. Antara kurikulum nasional yang dijadikan pedoman sampai perubahan kelakuan anak. Juga muridnya menunjukkan ciri-ciri khas yang mungkin bertukar dari tahun ke tahun. berkompetensi tinggi. masih terdapat jarak yang cukup luas. sehingga guru hanya berperan untuk mengatur distribusi bahan itu menurut kecepatan anak. Pendekatan kedua ialah meningkatkan mutu guru sehingga mampu menjalankan bahkan memperbaikinya bila ada kelemahannya. menyusun paket pelajaran sedemikian rupa. Kurikulum yang uniform dapat menjadi alasan bagi guru untuk menjauhi inisiatif perbaikan dan hanya menunggu instruksi dari pihak atasan. Pertama. yang memerlukan pemikiran. fisik. guru yang berjiwa dinamis dan terbuka bagi pembaruan. Ia dapat menilai kemampuan kognitif pada tingkat mental yang jauh lebih tinggi daripada yang dapat diukur dengan Ebtanas. mental.jalankan penilaian yang lebih komprehensif yang meliputi aspek emosional. sosilal. estetis. Pendekatan pertama sangat mahal selain banyak kekurangannya. Fungsi ini tentu harus lebih disadari kepala sekolah yang bertanggung-jawab atas pendidikan di seluruh sekolahnya dan seyogianya berusaha sedapat mungkin mengadakan perbaikan kurikulum sekolahnya Tiap sekolah berbeda dengan sekolah lain. dan kegiatan guru. dan lain-lain. Pelajaran itu dapat berupa modul atau pelajaran berprograma. Pendekatan kedua memerlukan guru yang profesional. sosial. kreativitas. Dalam hal inilah ia harus sadar akan fungsinya sebagai pengembang kurikulum. moral.apalagi sekolah di daerah lain yang berbeda sifat geografi dan sosialekonominya. Meningkatkan mutu pendidikan dapat dilakukan dengan dua macam pendekatan. Sebaliknya . Pada umumnya guru kita masih belum menyadari peranannya sebagai pengembang kurikulum. Kurikulum kita uniform di samping usaha untuk sedapat mungkin mengatur apa yang harus dilakukan oleh guru sampai yang sekecilkecilnya. sikap dan aspek afektif lainnya.

misalnya kurang mengenal potensi guru. kita harus memperhatikan sejumlah dasar-dasar pertimbangan. Kurikulum bukan benda mati akan tetapi sesuatu yang hidup mengikuti perkembangan zaman. agar usaha itu berhasil baik. bagaimana melaksanakannya. apakah perlu dicari proses belajar-mengajar baru. bagaimana menilainya. Jadi perbaikan kurikulum tak kunjung berakhir dan bergerak terus. demikian pula desain perbaikan atau implementasinya dan metode penilaiannya. tujuannya harus diperjelas atau diubah. Langkah pertama ialah mengetahui dengan jelas apa yang sebenarnya ingin dicapai. cenderung mematikan kreativitas guru. antara lain : y y y y y y y Mengetahui tujuan perbaikan Mengenal situasi sekolah Mengetahui kebutuhan siswa dan guru Mengenal masalah yang dihadapi sekolah Mengenal kompetensi guru Mengetahui gejala sosial Mengetahui perkembangan dan aliran dalam kurikulum. Bahan segera usang karena kemajuan zaman. kurang mengenal keadaan masyarakat lingkungan. Kurikulum tak kunjung sempurna dan senantiasa dapat diperbaiki. bagaimana memanfaatkan balikannya. tidak mengenal sejarah perkembangan sekolah atau memahami kurikulum sekolah . dan sebagainya. pelajaran harus memperhatikan perbedaan individu dan mencari relevansi dengan kebutuhan setempat.atasan yang tidak merangsang guru untuk bersifat dinamis dan memberi kesempatan serta dorongan untuk mencobakan perbaikan atas pemikiran sendiri dan tidak turut serta dalam usaha perbaikan dan penyesuaian dengan keadaan setempat. sumber belajar yang tersedia di sekolah atau lingkungan. Mengenal Keadaan Sekolah. Sering guru-guru tidak mengenal betul situasi sekolah yang sebenarnya. bagaimana cara mencapainya. Mengetahui Tujuan Perbaikan. Bila kita ingin memperbaiki kurikulum sekolah. sumber belajar apa yang diperlukan. bagaimana mengorganisasi bahan itu. Ada kemungkinan.

wawancara. intelektual. analisis pekerjaan murid. Untuk memperoleh data dapat digunakan test tertutup dan terbuka. nilai-nilai dan harapan masa depan. Juga dapat diadakan brainstorming dengan guru. Data tentang siswa. sosial. jumlah penerimaan. termasuk IKIP. orangtua atau murid untuk mengetahui kelemahan-kelemahan dalam pendidikan di sekolah. kebudayaan masyarakat anak. observasi. apakah guru -guru memang ingin mengadakan perbaikan yang dianjurkan. sosiometri.sebagai keseluruhan serta hubungannya dengan instansi lain. lulusan dan putus sekolah. Agar ada dorongan untuk memperbaiki kurikulum harus disadari adanya kesenjangan antara keadaan yang nyata dengan apa yang diharapkan oleh kurikulum resmi atau apa yang diinginkan siswa dan guru. Suatu masalah ialah. misalnya dari staf perguruan tinggi. bahan pelajaran. atau bantuan yang dapat diperoleh. Mempelajari Kebutuhan Murid Dan Guru. keadaan siswa secara keseluruhan. konsep-diri anak. Sebaliknya yang dijadikan fokus perbaikan ialah masalah-masalah yang dihadapi guru dalam pekerjaannya sehari-hari. bagaimanakah menyisipkan perbaikan itu kedalam kurikulum resmi. dan sebagainya. proses belajar-mengajar. Tujuan pendidikan seperti diharapkan Pemerintah dapat memberi dorongan untuk mengadakan peruba han dalam keadaan sekarang yang dirasa tidak memuaskan. keadaan rumah tangga. Mengetahui kebutuhan itu merupakan titik tolak bagi usaha perbaikan. cara murid belajar. apakah perbaikan itu sungguh-sungguh mengenai inti persoalan ataukah hanya menyinggung gejalanya. yang sering berkenaan dengan metode mengajar. hasil belajar. Mengenal Masalah Yang Dihadapi Sekolah. memilih bahan pelajaran . memperhatikan perbedaan individual. angket. Dalam semua hal itu mungkin terdapat kekurangankekurangan yang perlu mendapat perhatian. moral. Untuk mengetahui kebutuhan mana yang dirasa paling penting untuk diatasi. perkembangan fisik. dapat diminta guru mengadakan ranking untuk kemudian didiskusikan selanjutnya dan memilih yang dirasa paling urgen. Untuk melaksanakan perbaikan itu perlu diadakan studi yang lebih luas guna memperoleh data lain yang dirasa perlu. dan lain-lain. macammacam golongan etnis. relevansi kurikulum.

Masalah juga dapat berasal dari murid. kemampuan memilih dari sejumlah alternatif. menilai untuk mcmperoleh balikan. kepala sekolah. psikologi anak. kemampuan mengadakaan eksperimen dan penelitian. seperti komputer. menentukan hipotesis. selain kompetensi umum. Mengenal Gejala Sosial. organisasi kelas. cara meningkatkan motivasi siswa belajar. masyarakat atau pemerintah. bahan pelajaran. serta memupuk suasana yang menyenangkan. mencobakannya apakah benar hipotesis itu. orangtua. Dari dalam pendidikan dorongan ke arah perbaikan dapat bersumber dari guru. kemampuan menyatakan pikiran secara lisan dan tulisan. mengadakan perubahan. seperti kemampuan membuat perencanaan. proses mengajar-belajar. mengambil kesimpulan. mungkin tidak dirasa relevan. Mengenal Kompetensi Guru. maupun dari luarnya. Masalah yang dipilih hendaknya jangan terlampau luas sehingga sukar dikendalikan. masalah itu dapat diperlukan sebagai cara pemecahan masalah pada umumnya. dan lain-lain. dan seterusnya sampai tercapai hasil yang memuaskan. fasilitas yang membantu proses belajar-mengajar. tidak prakis oleh guru dan tidak akan mendapat dukungan. kemampuan bekerja-sama untuk menghasilkan pekerjaan yang bermutu. serta menggunakan alat. sosiologi. yakni merumuskan masalahnya. mengumpulkan data. kemampuan untuk menanyakan pertanyaan yang relevan. pengetahuan mereka tentang seluk-beluk kurikulum. dapat juga dari . Untuk memperbaiki kurikulum perlu diketahui kompetensi guru sebagai partisipan dalam pengembangannya.yang lebih serasi. kemampuan menganalisis situasi dan menafsirkan perbuatan. kemampuan mempertemukan pandangan yang bertentangan. murid. kemampuan untuk mencetuskan ide-ide baru. Sebaliknya jangan pula terlampau sempit sehingga tak bermakna. mengimplementasikannya. Jika telah ditentukan dan disetujui masalah perbaikan yang akan dikerjakan. Masalah yang dianjurkan oleh pihak luar. dan sebagainya. kemampuan untuk mengarahkan dan mengkoordinasi. Perbaikan kurikulum dapat berasal dari desakan dari dalam dunia pendidikan.

Namun adanya keluhan itu seharusnya mendorong para pendidik untuk menilai diri sendiri dan berusaha memperbaikinya. tanpa menunggu kemajuan sekolah lain yang ketinggalan. Kurikulum yang barn sama sekali cenderung melenyapkan segala kebaikan kurikulum yang lampau. Misalnya. Tak semua keluhan itu dapat dipenuhi. Juga dari pihak luar datang usul-usul perbaikan sekolah. Hingga kini.penilik sekolah atau dari kementerian. yang mungkin tidak dilakukan guru bidang studi lainnya. dapat lebih meningkatkannya lagi. Bila kurikulum diperbaiki secara kontinu. Pemilik sekolah dalam kunjungannya tentu akan memberi sejumlah saran ke arah perbaikan kurikulum. tak perlu diambil risiko besar untuk mengadakan pembaruan total yang dapat menimbulkan goncangan besar di kalangan guruguru. Lagi pula keluhan itu perlu dipertimbangkan dengan sungguh-sungguh oleh sebab tidak tiap keluhan mempunyai dasar yang kuat yang didukung oleh fakta. pada umumnya para pendidik. Namun suara masyarakat tentang pendidikan sering dicetuskan melalui koran dan mass media lainnya. Orangtua pada umumnya belum menyadari sepenuhnya peran mereka dalam perbaikan sekolah. sedikit demi sedikit yang lazim disebut sebagai "broken front". lalu membiarkan keadaan berlangsung. sampai pada suatu saat lahir kurikulum baru. Masing-masing sekolah dapat berusaha mencapai . Tiap guru mengalami hal-hal yang tidak memuaskan yang perlu diperbaikinya. khususnya guruguru belum berani mengambil inisiatif mengadakan perbaikan sendiri. guru suatu bidang studi yang dinamis dapat memperbaiki pengajaran hidang studinya. karena tiap orangtua mengharapkan pendidikan yang sebaik-baiknya bagi anaknya. Kepala sekolah sudah sewajarnya mencita-citakan sekolah yang baik. Tak dapat kurikulum serentak diperbaiki dalam segala "front". Perguruan tinggi juga dapat menunjukkan keluhannya tentang mutu lulusan SMA dan konsumer para lulusan lembaga pendidikan merasakan kekurangan dalam tenaga kerja. Kurikulum yang baik tidak diperoleh sekaligus dengan adanya kurikulum yang baru sama sekali. Demikian juga suatu sekolah yang "favorit" karena mutunya. Kurikulum harus dibangun terus menerus. yang belum tentu memberi perbaikan. Murid-murid pun mempunyai sejumlah keluhan tentang kekurangan yang dirasakannya tentang sekolah.

Perlombaan sehat antara sekolah dalam peningkatan mutu hendaknya jangan dihalangi. Banyak di antaranya yang hanya berupa ide saja tanpa direalisasikan. Namun ada saja kemungkinan mengambil aspek-aspek tertentu yang dapat memberikan perbaikan dalam rangka kurikulum yang berlaku. keunggulan dan tiap guru dapat mengusahakan tercapainya mutu yang senantiasa meningkat. dalam hal apa sekolah itu lebih baik atau lebih rendah mutunya daripada sekolah lain. sumber-sumber yang tersedia atau tidak tersedia. Ia dapat pada suatu saat menggunakan teori belajar S-R mematuhi PPSI dan sesaat lagi menerapkan pendekatan proses yang berdasarkan teori belajar Gestalt. LANGKAH-LANGKAH DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM DI SEKOLAH Agar usaha perbaikan kurikulum di sekolah dapat berhasil baik hendaknya diperhatikan langkah-langkah yang berikut :  Adakan penilaian umum tentang sekolah. Tak semua aliran baru dalam kurikulum dapat diterapkan. Kurikulum adalah bidang yang subur bagi penelitian. Ide-ide baru dapat menjadi pokok diskusi di kalangan guru. Mengetahui Aliran-aliran Dalam Pengembangan Kurikulum. Biasanya guru tidak berpegang secara ketat pada satu pola kurikulum tertentu. asal diadakan waktu khusus oleh kepala sekolah untuk membicarakan kurikulum sekolah secara berkala. . Maka karena itu guru dapat membukakan diri terhadap berbagai aliran dalam pengembangan kurikulum. Biasanya ia bersifat eklektik. Tiap aliran mengandung hal-hal yang positif yang dapat memperluas pandangan guru tentang kurikulum yang dapat mendorongnya untuk menerapkannya sejauh itu mungkin. Sekolah yang ketinggalan dalam hal tertentu dapat belajar dari sekolah yang telah maju. Banyak buku dan karangan terbit berkenaan dengan studi tentang kurikulum. Kurikulum yang uniform mengenal standard minimal tidak menghambat mencapai mutu yang setinggi-tingginya. adanya diskrepansi antara kenyataan dengan apa yang diharapkan berbagai pihak. dan lain-lain."excellence". memilih apa yang dirasanya bermanfaat bagi tujuan tertentu. Berbagai aliran timbul untuk mencari alternatif baru sebagai reaksi terhadap praktik kurikulum yang berlaku sekarang.

Perlu pula ditentukan batas waktu perencanaan dan pelaksanaan proyek ini. yang timbul berdasarkan studi tentang berbagai kebutuhan yang tersebut di atas lalu memilih salah satu yang dianggap paling mendesak. balikan. dan seterusnya. pelaksanaan. Sering kurikulum yang dijalankan . bergantung pada luas perbaikan yang akan diadakan. apakah sesuai dengan tuntutan kurikulum yang berlaku. metode penyampaiannya. kepala sekolah hendaknya senantiasa menyatakan penghargaannya atas pekerjaan semua yang terlibat dalam usaha perbaikan ini. biasanya oleh kepala sekolah. Perbaikan kurikulum memerlukan waktu lama sebelum membudaya. percobaan. belum tentu dapat diwujudkan.  Memantapkan perbaikan. Jadi jangan didesak melakukannya dengan tergesa-gesa.  Memilih anggota panitia. Perlu pula memilih orang-orang yang benar-benar bermotivasi untuk mengadakan perbaikan dan mempunyai kompetensi yang memadai. Selidiki berbagai kebutuhan. perbaikan. Ada perbaikan kurikulum yang fundamental yang makan waktu puluhan tahun. penilaian.   Mengawasi pekerjaan panitia.  Mengajukan saran perbaikan. menentukan bahan pelajaran. Ketidakberhasilan akan menimbulkan kekecewaan dan keengganan untuk mengadakan perbaikan di masa mendatang. apakah yang direncanakan itu dapat direalisasikan. kadang-kadang 2 sampai 5 tahun. Apa yang indah di atas kertas. kebutuhan guru. antara lain kebutuhan siswa. sebaiknya dalam bentuk tertulis.  Menerapkan cara-cara evaluasi.  Menyiapkan desain perencanaannya yang mencakup tujuan. menilai maknanya bagi perbaikan sekolah dan menjelaskan makna serta implikasinya. Pada taraf permulaan hendaknya diambil suatu proyek yang sederhana. cara mengevaluasi.  Mengidentifikasi masalah serta merumuskannya. dan kebutuhan akan perubahan dan perbaikan. yang dapat didiskusikan bersama. yang besar harapannya dapat dilaksanakan dengan baik. Melaksanakan hasil panitia oleh guru dalam kelas. Oleh sebab pekerjaan ini tidak mudah. bila ternyata usaha itu berhasil baik dan dijadikan pedoman selanjutnya. sedapat mungkin sesuai dengan kompetensi masingmasing.

sedangkan sekolah harus menerjemahkannya dalam kegiatan yang lebih spesifik dan operasional. seperti golongan agama. Bila pendidikan mendapat sorotan dan kritik. perguruan tinggi. Kritik dan saran dari pihak luar biasanya bersifat umum. Untuk melaksanakan kurikulum itu dan juga dalam usaha untuk mengubahnya agar sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan anak dalam masyarakat tertentu diperlukan peserta lain. Perubahan kurikulum senantiasa melibatkan perubahan manusia yang melaksanakannya. Di belakangnya terkandung asumsi bahwa kurikulum menyusun suatu dokumen yang menjadi pegangan apa yang harus dip elajari siswa. merekalah yang pertama-tama yang harus berusaha mengadakan perbaikan. bahkan didorong untuk berubah. yaitu daya-daya dari dalam sekolah dan dari luar sekolah. Dalam kelas. dan lain-lain. para ahli disiplin ilmu dari universitas banyak dilibatkan dalam pengembangan kurikulum. Akan tetapi kurikulum yang sesungguhnya ialah apa yang terjadi dalam kelas dalam interaksi siswa dengan guru dan siswa lainnya dan dengan lingkungan. Dalam kelas kurikulum resmi itu memperoleh bentuk yang tersendiri bila diterjemahkan dalam interaksi hidup antara guru dan siswa. politik. PESERTA DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM Siapakah yang diikut-sertakan dalam pengembangan kurikulum merupakan suatu masalah. orangtua. khususnya IKIP. Dalam arti yang luas. industri. Dalam garis besarnya kita dapat membaginya dalam dua golongan. Apakah hanya pejabat Depdikbud ataukah masih diperlukan peserta lain? Setelah Jeomr Bruner yang mengutamakan struktur disiplin ilmu. Agar kurikulum berubah demi perbaikan. Yang memegang peranan dalam . murid. kurikulum adalah benda hidup yang dinamis. guru sendiri harus berubah atau diizinkan. Dalam proses perbaikan kurikulum seperti ini diperlukan partisipasi dari semua yang tiap hari terlibat dalam kurikulum yakni guru. oleh dianggap kurikulum adalah terutama menyampaikan ilmu pengetahuan. bukan hanya sekumpulan halaman cetakan belaka. para ahli kurikulum dan berbagai lapisan masyarakat umumnya. banyak lagi yang turut terlibat dalam mutu kurikulum. kepala sekolah dan pemilik sekolah dari Kanwil. seperti Pemerintah.masih mirip dengan yang terdapat puluhan bahkan ratusan tahun yang silam.

Hasil pembicaraan akan diterapkan dalam kelas masing-masing lalu didiskusikan kemudian untuk menilai pengalaman guru masing-masing. Ia cenderung masuk cengkeraman rutin. terbuka bagi pendapat mereka. bila sekolah secara berkala mengadakan rapat khusus untuk membicarakan hal-hal berkenaan dengan kurikulum serta perbaikannya. Sebagian dari waktu libur sekolah dapat dimanfaatkan untuk membicarakan kekurangan-kekurangan dalam penyelenggaraan kurikulum dan secara bersama mencari usaha perbaikan. melakukan pekerjaan berkali-kali tidak memberi pelajaran. Jarang sekali pelajarannya dihadiri oleh orang luar. khususnya dalam hal kurikulum kelas atau bidang studinya. Semboyan "learning by doing" mempunyai satu syarat.proses perbaikan kurikulum ialah guru oleh sebab dialah yang paling bertanggung-jawab atas mutu pendidikan anak-didiknya. la menganggap dirinya hanya sebagai pelaksana. Pada saat ini guru belum menganggap dirinya seorang yang boleh bicara. Mereka akan lebih memahami bahwa gurulah unsur utama dalam kurikulum. Pertumbuhannya ini dapat dibantu. ibarat tukang yang harus melaksanakan pekerjaan menurut instruksi. bila direnungkan apa yang . sehingga ia tidak memperoleh input tentang proses belajar-mengajar dalam kelasnya. (2) belajar terus dengan membaca literatur profesional. Dengan demikian guru-guru lebih memahami seluk-beluk kurikulum dan menyadari peranannya sebagai pengembang kurikulum. Jadi ia hanya terlibat dalam praktik. Guru menghadapi kesulitan tersendiri. Pengalamannya selama puluhan tahun dapat merupakan pengalaman yang sama diulangi puluhan kali dan tidak tumbuh dalam profesinya. bahkan yang mempunyai keahlian dalam bidang kurikulum. tanpa memikirkan dan merenungkan apa yang dilakukannya. Ia hanya dapat berkembang. Apa yang dikerjakan dalam kelasnya tertutup bagi dunia luar. dari buku dan dari orang lain. bila ia membiasakan diri (1) berunding dan bertukar pikiran dengan siswa. Sikap keterbukaan ini memungkinkannya belajar dari murid. Berbuat hanya menghasilkan pelajaran. Orang tidak belajar dengan sekadar berbuat. mengulangi caranya mengajar dari tahun ke tahun sampai akhir jabatannya. atau pelaksana kurikulum yang kreatif evaluatif. (3) bertukar pikiran dan pengalaman dengan teman guru-guru lainnya atau dengan kepala sekolah. oleh sebab pada hakikatnya ia bekerja dalam dunia terisolisasi.

Di sekolah progresif kepada murid diberikan peranan yang lebih besar lagi tentang apa yang mereka harapkan dari pelajaran. Jika ia menyaksikan pelaksanaan. atau mengalami sendiri kegunaannya. apakah dapat dilakukan dalam kelasnya. SMA. atau menganggap bahwa cara yang lama lebih bermanfaat dan yang baru terlampau banyak menuntut waktu dan tenaga.. PARTISIPASI GURU Tiap guru mempunyai reaksi individual terhadap perbaikan kurikulum. Dalam usaha untuk mengadakan perubahan kurikulum. Pada umumnya guru akan bersifat kritis dan menilainya. apakah perbaikan itu hanya bersifat teori. bila guru bertanya. Adanya perkumpulan profesional dengan terbitannya dapat merangsang guru untuk senantiasa melihat profesinya sebagai masalah yang secara kontinu mendorongnya untuk berpikir tentang kurikulum dan dengan demikian mempercepat perbaikan dan modernisasi pendidikan kita. pelajaran. maka perbaikan itu tidak akan lama bertahan. dan lain-lain. PARTISIPASI MURID Pada umumnya kita belum mempertimbangkan peranan siswa dalam pengembangan kurikulum dan mereka memang tidak mempunyai kompetensi dalam bidang itu. Perubahan harus diterima dengan rasa komitmen agar berhasil baik. Namun pada tingkat kegiatan kelas.dilakukan dan meningkatkannya pada taraf yang lebih abstrak. Perkembangan profesional guru juga terhambat karena tidak adanya perkumpulan profesional hagi berbagai golongan guru. hendaknya diselidiki sikap dan reaksi guru terhadap perubahan itu dan mempertimbangkannya. Guru mempunyai pandangan sendiri tentang kurikulum dan keberhasilan perubahan bergantung pada kesesuaiannya dengan nilai-nilai guru dan taraf partisipasinya dalam perubahan itu. maka ia akan lebih mudah menerimanyl karena instruksi atau paksaan. Partisipasi murid sama sekali tidak . apa yang ingin dipelajarinya tentang suatu topik. pada pokoknya mereka sudah dilibatkan dalam kurikulum. SMP. konse ptual. seperti guru SD. juga perkumpulan guru dalam bidang studi tertentu yang tidak terbatas pada tingkatan sekolah. dan teoritis. bagaimana pendapatnya tentang . atau bila guru mengajak siswa turut-serta dalam perencanaan suatu kegiatan belajar.

Walaupun banyak orang yang dapat memberi sumbangan kepada perbaikan kurikulum. sekalipun tersembunyi terhadap pelajaran dan sekolah yang mereka nyatakan dalam perbuatan yang tidak diinginkan. Pemimpin dianggap sebagai orang yang jauh lebih ban yak . akan menimbulkan rasa benci bahkan protes. Perubahan kurikulum hanya akan berjalan dengan dukungan dan dorongan kepala sekolah. hendaknya kepala sekolah dan guru-guru selalu rnemegang peranan utama untuk menerima. KEPEMIMPINAN DALAM PENDIDIKAN Telah banyak diadakan penelitian untuk mengetahui apakah sebenarnya kepemimpinan itu. ia dapat membangkitkan atau mematikan perubahan kurikulum di sekolahnya. la sendiri harus mempunyai latar belakang yang mendalarn tentang teori dan praktik kurikulum. Rupanya kepemimpinan itu lebih kompleks daripada yang diduga semula dan timbul beberapa teori tentang hakikat kepemimpinan ini. Sebagai pemimpin profesional ia menerjemahkan perubahan masyarakat dan kebudayaan ke dalam kurikulum. Ialah tokoh utama yang mendorong guru agar senantiasa mencari perbaikan dan mengembangkan diri. sekalipun keputusan selalu di tangan guru. mempertimbangkan. PARTISIPASI KEPALA SEKOLAH Kepala sekolah mempunyai kedudukan strategis dalam perbaikan kurikulum dan berbeda di garis depan perubahan kurikulum. yang tidak disesuaikan dengan kebutuhan mereka. dan memutuskan apa yang akan dimasukkan dalam kurikulum sekolah. Ada kalanya dianggap bahwa seorang lahir sebagai pemimpin jadi bukan karena pengalaman. Masih ada lagi golongan lain yang dapat membantu perbaikan kurikulum antara lain para inspeksi di Kanwil dan juga para orangtua dan tokoh-tokoh masyarakat. namun tidak ada yang dapat memberi jawaban yang memuaskan. Perubahan dalam sikap pemuda-pemudi akibat dinamika masyarakat tidak dapat diabaikannya. Memaksakan kurikulum yang tidak mereka sukai. Kepala sekolah dan stafnya tak dapat tiada harus bekerja dalam kerangka patokan yang ditetapkan oleh Depdikbud.berarti bahwa keinginan mereka harus diperturut akan tetapi pandangan mereka dapat dimanfaatkan.

tahu dan lebih kompeten daripada pengikutnya. kesediaan memberi bantuan. Dalam organisasi yang demokratis pemimpin dianggap sebagai orang yang dapat membantu anggota lain untuk mengidentifikasi tujuan yang bermakna bagi kelompok dan membantu dalam mencapai tujuan itu. kemampuan menyesuaikan diri dengan norma kelompok. karena dialah yang dianggap paling kompeten untuk tu gas itu. Ada pula yang memandang kepemimpinan sebagai sesuatu yang dibagi bersama antara anggota kelompok guna mencapai tujuan-tujuan yang ditentukan bersama. Jadi pemimpin yang cocok untuk suatu situasi tidak akan cocok untuk situasi lain. inteligensi tinggi : sosial. Daftar ini rasanya masih dapat diperluas. akan tetapi tak ada yang dapat menjelaskan semua gejala kepemimpinan itu dengan memuaskan. Salah satu teori memandang kepemimpinan sebagai orang yang memiliki sejumlah sifat yang membuatnya seorang pemimpin. pengendalian emosi. Anggapan demikian menganut konsep yang otokratis tentang kepemimpinan. Pemimpin ditunjuk oleh kelompok untuk tujuan tertentu untuk jangka waktu yang tertentu. Jadi kepemimpinan bergantung pada tugas yang dihadapi. antara lain empat yaitu identifikasi dengan kebutuhan orang lain. verbal maupun akademis. Sebagai pembantu. kepemimpinan dianggap sebagai layanan kepada kelompok. menurut pengalaman dan pendapat seseorang. Apa yang dilakukan pemimpin sama pentingnya dengan bagaimana caranya melakukannya. Dalam segala situasi tertentu tampil pemimpin tertentu. dan seorang tidak akan menjadi pemimpin yang efektif dalam segala situasi. Pemimpin ialah orang yang menentukan sedangkan yang lain harus mematuhinya. . Situasi itu membutuhkan seorang pemimpin yang dianggap mampu mengatasi masalah yang ditimbulkan situasi itu secara efektif. bersemangat. Kita tidak tahu yang mana di antara sifat-sifat itu yang paling penting. Berbagai teori telah dipikirkan untuk menjelaskan hakikat kepemimpinan. berminat untuk memimpin. Teori ketiga ialah memandang kepemimpinan sebagai fungsi suatu situasi.

pemanfatan buah pikiran anggota. dan yang berorientasi pada hubungan manusiawi. mengeritik pekerjaan yang tak bermutu. distribusi kekuasaan. Masalahnya ialah bagaimana mempertemukan kedua pendekatan itu. namun tidak memberi hasil seperti kepemimpinan yang berorientasi pada tugas. Di lain pihak. berusaha agar pekerjaan menyenangkan. mengutamakan hasil dengan menentukan standar. kepemimpinan yang mengutamakan hubungan manusiawi. Dalam kepemimpinan dapat dibedakan dua corak. namun tidak dapat berlaku dalam segala situasi kepemimpinan. semangat atau moral tinggi. saling menghormati. memupuk rasa hormat-menghormati. yaitu yang berorientasi pada tugas. yaitu menjadi pemimpin yang disukai dan mencapai hasil yang diinginkan. mendorong anggota bekerja dengan tenaga penuh agar mencapai kemajuan. adanya saling percaya. . Mungkin kepemimpinan bertalian dengan faktor-faktor pribadi. berusaha agar ia disenangi. dalam berbagai situasi pada waktu-waktu tertentu. memelihara hubungan antar manusia yang baik. Kepemimpinan mungkin fungsi interaksi antara berbagai variabel itu yang membuka kesempatan timbulnya pemimpin yang sentral tanpa menghalangi orang lain untuk menjalankan kepemimpinan bersama. Kepemimpinan berbeda menurut sifat lingkungan. sikap dan kebutuhan "pengikut" atau anggota kelompok pada saat tertentu. namun selalu menunjukkan kualitas tinggi dalam hal tertentu. Pemimpin tidak memiliki sejumlah ciri yang sama. timbul dalam situasi tertentu.Ketiga teori itu ada kebenarannya. Yang berorientasi pada tugas ingin agar pekerjaan selesai. Efektivitas kepemimpian antara lain bergantung pada kualitas hubungan antara pemimpin dan anggota kelompok. percaya-mempercayai. menetapkan waktu penyelesaian pekerjaan. atau menjadi pemimpin yang tidak hanya disenangi akan tetapi juga berhasil dan efektif. sifat tugas. kekompakan. bersedia mendengarkan buah pikiran orang. dan prioritas tujuan. bangkit dalam struktur suatu kelompok.

. Dalam perubahan kurikulum pemilik sekolah. Perubahan ini menyeluruh dan dijalankan secara uniform di seluruh negara. petunjuk-petunjuk pelaksanaan dan hukum pedoman. demokratis semu. Mengubah seluruh sistem pendidikan yang hanya dapat dilakukan oleh pusat yakni Depdikbud karena mempunyai wewenang penuh untuk mengadakan perubahan kurikulum secara total. Kepemimpinan sering memerlukan otoritas atau kekuasaan. Strategi ini sangat ekonomis mengenai waktu dan tenaga bila mengadakan perubahan kurikulum secara uniform dan menyeluruh. Kepemimpinan juga ditentukan oleh pandangan pemimpin terhadap manusia. Ia dapat memandang manusia sebagai makhluk yang pada hakikatnya baik dan dapat diberi kepercayaan akan berkembang dan melakukan tugasnya dengan baik. Untuk mengubah kurikulum dapat diikuti strategi yang berikut : 1. Tanggung jawab tanpa diberi kekuasaan tertentu cenderung tidak memberi hasil. STRATEGI KEPEMIMPINAN DALAM PERUBAHAN KURIKULUM Dengan strategi dimaksud rencana serangkaian usaha untuk mencapai tujuan.Kepemimpinan yang berorientasi pada tugas dapat menyeleweng menjadi kepemimpinan yang otokratis yang dapat bersifat paternalistik. Sebaliknya ia dapat memandang manusia yang pada hakikatnya buruk. menggunakan ancaman atau rasa takut. Usaha besar-hesaran ini hanya dapat dikordinasi oleh pusat dengan memberikan pernyataan kebijaksanaan. kepala sekolah atau guru harus diberi kekuasaan atau wewenang agar dapat menjalankan tanggung jawabnya untuk membuat rencana guna perbaikan. diorientasi kearah perbaikan. Dapat pula manusia dipandang netral. tidak baik atau buruk akan tetapi mempunyai kebebasan untuk memilih dan memerlukan kesempatan dan hantuan menggunakan kehebasannya untuk memilih yang baik. dalam hal ini perubahan atau perbaikan kurikulum. egoistis dan kerena itu perlu dididik.

Pedoman kurikulum hanya dapat dijiwai oleh guru dan pribadi guru terjalin erat dengan cara ia melaksanakan kurikulum itu. Cara ini cenderung bersifat birokratis yang dikatakan menyusun kurikulum "di belakang meja tulis" oleh tokoh-tokoh yang tidak atau kurang menceburkan diri dalam praktik sekolah yang sebenarnya. Dalam kelas kurikulum menjadi hidup. Di bawah pimpinan kepala sekolah dapat diadakan rapat seluruh staf. hanya terdapat di mana guru dan murid berada. Mengubah kurikulum tingkat lokal. ada kalanya atas pemikirannya sendiri. Kelaslah yang menjadi garis depan perubahan dan perbaikan kurikulum. Dalam menghadapi anak. 2. Perbaikan yang sesungguhnya akan terjadi bila guru sendiri menyadari kekurangannya. Bila semua perubahan kurikulum hanya datang dari pusat. Memusatkan perubahan kurikulum di kantor pusat tidak cukup melibatkan semua pakar kurikulum profesional yang tersebar di seluruh negara. yakni di sekolah dan dalam kelas. Rapat-rapat mengenai perbaikan kurikulum sebaiknya dilakukan secara kontinu oleh sebab tujuannya tidak diperoleh sekaligus. mau tak mau setiap guru akan menghadapi masalah yang harus diatasinya. Kurikulum yang nyata. Ada sejumlah kelemahan yang terdapat dalam pendekatan ini. Bagaimanapun ketatnya perincian kurikulum. bukan hanya secarik kertas. atau setiap tingkatan atau bidang studi.Dianggap bahwa di kantor pusat telah dihimpun personalia profesional yang paling unggul yang diberi fasilitas yang seluas-luasnya untuk merencanakan perubahan kurikulum itu sebaik-baiknya. dalam jangka panjang ini dapat mengekang dan membatasi perbaikan kurikulum secara kreatif oleh guru-guru di seluruh negara. guru selalu mendapat kesempatan untuk mencobakan pikirannya sendiri. tak dapat tiada guru harus mengadakan penyesuaian. Dalam pelaksanaan kurikulum dalam kelas terhadap murid yang berbeda-beda. yang riil. atau interaksinya dengan . Di sinilah dihadapi masalah kurikulum yang sesungguhnya. Memperbaiki kurikulum berarti hanya menerima kebijaksanaan orang-orang yang secara resmi diberi status sebagai pemimpin urusan kurikulum.

Perubahan kurikulum di sekolah tidak berarti bahwa sekolah itu menyendiri dan melepaskan diri dari kurikulum resmi. Adanya perbedaan antara apa yang diajarkan di suatu sekolah tidak perlu mempersulit anak pindah sekolah. Kurikulum resmi hanya memberikan kurikulum minimal yang diharapkan harus dicapai oleh segenap siswa di seluruh Indonesia. 4. Sekolah itu tetap bergerak dalam rangka kurikulum resmi yang berlaku akan tetapi berusaha un tuk menyesuaikannya dengan kebutuhan anak dan lingkungannya serta berusaha untuk meningkatkannya. Kini pengertian supervisi sudah berubah.siswa dan dalam diskusi dengan teman guru lainnya. Guru misalnya dapat disuruh mengobservasi dan menilai dirinya mengajar yang telah divideo-tape. Pengembangan staf atau staff development lebih tak-formaal. Usaha perbaikan yang dijalankan oleh guru-guru memerlukan kordinasi kepala sekolah. Dianggap bahwa kurikulum sekolah akan mengalami perbaikan jika mutu guru ditingkatkan. Ada menyebutnya "kurikulum plus". Tujuannya ialah membantu guru mengadakan perbaikan dalam pengajaran. Bila dirasa perlu penilik sekolah dapat memberikan demonstrasi bagaimana melaksanakan suatu metode baru. dengan rencana yang lebih ketat dan diselenggarakan atas instruksi pihak atasan. Sama sekali tidak dilarang memberi bahan yang lebih mendalam dan luas bagi anak-anak yang berbakat. Memberikan pendidikan in-service dan pengembangan staf. lebih bebas disesuaikan dengan kebutuhan guru. sedangkan isinya secara detail tidak esensial. Kedatangannya dipandang sebagai hari mendung penuh rasa takut yang dihadapi guru dengan segala macam tipu muslihat. Supervisi adalah memberi pelayanan kepada guru untuk memperoleh proses belajar-mengajar yang lebih efektif. In-service training dianggap lebih formal. Supervisi. selama sekolah itu mengajarkan konsep-konsep dan prinsip-prinsip atau struktur ilmu. Apa yang dipelajari dalam inservice dan pengembangan staf hendaknya dipraktikkan. 3. Dahulu pemilik sekolah mengunjungi sekolah untuk mengadakan inspeksi dan memberi penilaian terhadap guru dan sekolah. Seorang pemilik sekolah harus .

Kemajuan komunikasi dan transpor membuka pendidikan kita bagi berbagai pengaruh di bagian lain dunia ini. Risiko pembaruan kurikulum tanpa ujicoba sangat besar. dapat menghamburkan biaya dan tenaga yang banyak. yakni mencobak an metode atau bahan baru. . Reorganisasi diadakan bila sekolah itu ingin merombak seluruh cara mendidik di sekolah itu dengan menerima cara yang baru sama sekali. administrasi. kecuali bila diadakan eksperimen dengan metode baru. 6. seperti bentuk ruangan. Hal serupa ini akan jarang terdapat di negara kita dewasa ini. dan lain-lain yang memerlukan perubahan dalam semua aspek pengajaran. antara lain sekolah pembangunan yang kemudian menjadi PPSI cukup dikenal. non-grading. Hal ini antara lain dapat terjadi bila sekolah itu akan menjalankan misalnya team teaching. Percobaan metode baru dilakukan secara berkala. dan sebagainya. 5. Demikian pula CBSA dan "muatan lokal" diujicobakan selain percobaan lainnya. Eksperimentasi dan penelitian.senantiasa mempelajari perkembangan kurikulum dan metode mengajar modern dan dapat pula menerapkannya. tugas guru. misalnya pengajaran modul. metode unit. tanpa jaminan bahwa pembaruan itu akan membawa perbaikan. fasilitas. Negara kita tidak tertutup bagi macam-macam pembaruan dalam pendidikan. Pada dasarnya setiap kurikulum baru harus diujicobakan lebih dahulu sebelum disebarkan di semua sekolah. juga dalam bidang pendidikan di sekolah. sayang tidak berbekas selanjutnya. penjadwalan. Penelitian atau research pendidikan belum cukup dilakukan di negara kita ini. Yang lebih mungkin dilaksanakan ialah eksperimentasi. Ialah sebenarnya menjadi hulubalang dalam modernisasi pendidikan. Ciri kemajuan ialah perubahan dan perbaikan. Biasanya penelitian tidak langsung dapat ditetapkan dan melalui fase yang lama sebelum diterima secara umum. kegiatan siswa. open school. Reorganisasi sekolah.

dan umum nya bila merasa kurang puas dengan apa yang dilakukannya. dengan hipotesis. sebenarnya tiap guru pernah mengadakan eksperimentasi. Penelitian adalah cara yang secara sistematis mengikuti langkah-langkah tertentu untuk memecahkan suatu masalah. Bila misalnya ada murid yang suka ribut dalam kelas. bahwa dengan pengawasan yang lebih ketat murid itu akan berubah kelakuannya. Bila diselidiki boleh dikatakan bahwa tiap guru pernah melakukan percobaan kecil-kecilan seperti ini. Ada guru yang menganjurkan anak yang ketinggalan agar belajar bersama dengan murid yang pandai. bila guru itu mengadakan evaluasi tentang pekerjaannya sendiri. dan selain itu peka terhadap kritik dari dunia luar. guru menempatkannya di bangku paling depan. Maka guru harus lebih menyadari peranannya sebagai pengembang kurikulum. Perbaikan kurikulum pada hakikatnya terjadi dalam kelas dan dalam hal ini guru memegang peranan yang paling utama. Biasanya guru jarang melakukannya. Masalah akan timbul.Secara kecil-kecilan yang tidak sistematis. atau guru memberi tanggungiawab kepada murid yang nakal. Yang banyak dilakukan guru ialah percobaan kecil-kecilan yang kurang sistematis bila is menyadari adanya masalah yang dihadapinya dan berniat untuk mengatasinya. melihat kekurangan pendidikan berdasarkan Ebtanas atau evaluasi lainnya. . bila ia menghadapi suatu kesulitan dan mencari jalan untuk mengatasinya.

Di samping itu ia mempelajari adat istiadat yang turun temurun dari nenek moyangnya. makin banyak yang harus diperoleh anak-anak. Sekolah tidak dapat bergerak secepat masyarakat. Perubahan dalam masyarakat.BAB 6 KURIKULUM DAN MASYARAKAT PENDIDIKAN DAN KEHIDUPAN Pada zaman dahulu. Anak-anak meniru dan mengikuti kelakuan dan pekerjaan orang dewasa. sehingga sering sekolah tidak sanggup mengikuti jejak kemajuan masyarakat. Anak-anak harus memiliki bermacam-macam ketrampilan dan sejumlah besar pengetahuan agar hidupnya terjamin. Demikianlah anak-anak memperoleh pendidikan yang lengkap serta fungsional dalam masyarakat yang statis itu. Orang tua pada umumnya tidak mampu lagi memberikan pendidikan yang layak untuk mempersiapkan anak-anak untuk memenuhi syarat-syarat yang dituntut oleh masyarakat. yang menuntut syarat-syarat yang lebih tinggi dan lebih berat dari tiap warga negara. makin banyak mata pelajaran yang harus dikuasai oleh anakanak dan karena itu bertambah lamalah mereka harus bersekolah. dan . menanam padi. Dengan jalan demikian mereka dapat mengurus diri sendiri dan mencari nafkahnya dalam masyarakat itu. memancing ikan atau berburu. tradisional. terutama akhir-akhir ini sangat cepatnya. Segala sesuatu yang perlu bagi pendidikannya. terpencil dan sederhana. diperoleh anak dari orang-orang di lingkungannya tanpa pendidikan formal di sekolah. tanpa sekolah. Makin maju masyarakat. sehingga ia dapat mengatur kelakuannya sesuai dengan norma-norma yang berlaku di lingkungannya itu. pendidikan anak-anak untuk kehidupannya dalam masyarakat itu diselenggarakan di luar sekolah. Akan tetapi pendidikan itu tidak serasi lagi apabila terjadi perubahanperubahan dalam masyarakat. waktu manusia masih hidup dalam rombonganrombongan masyarakat kecil. sehingga mereka pandai mengolah tanah. Akibatnya: sekolah bertambah lama bertambah jauh ketinggalan dan dicap konservatif. Yang mendidik anak-anak ialah orang-orang yang mendapat latihan khusus untuk tugas itu.

kecelakaan. dan sebagainya yang banyak merepotkan karena kita tidak sanggup mengatasinya pada waktunya. karena cepatnya segala sesuatu berubah. mengasingkan diri dari masyarakat dan karena itu tidak mampu dan serasi lagi untuk mempersiapkan anak-anak bagi kehidupan mereka dalam dunia modem ini. ekonomi.sering sekolah berpegang teguh pada mata pelajaran yang dahulu memang fungsional. Seorang pengarang bernama Norman Cousins menulis buku "Modern Man is Obsolete" untuk memberi peringatan bahwa kita akan segera terbelakang bila kita tidak senantiasa menyesuaikan diri dengan perkembangan sosial. Bagaimana menghadapi perubahan ini bukan sesuatu yang gampang. Anak-anak yang kini memasuki SD akan menghadapi dunia yang sangat berbeda dengan masyarakat 15 atau 20 tahun lagi bila ia menyelesaikan studinya di universitas. Produksi mobil yang berjumlah ratusan juta menimbulkan masalah jalan raya. Segala sesuatu mudah menjadi usang. dan aspirasi masyarakat. Pekerjaan kasar semakin lama semakin . MASYARAKAT KITA DEWASA INI Mendidik anak dengan baik hanya mungkin jika kita memahami masyarakat tempat ia hidup. perkembangan. yang hanya menoleh ke belakang pasti tidak dapat memberikan pendidikan yang relevan. Perubahan-perubahan yang hebat dan cepat dalam masyarakat memberikan tugas yang lebih luas dan lebih berat kepada sekolah. mobilitas. politik. Kritik serupa ini akan selalu timbul dan mengharuskan sekolah untuk meninjau kurikulumnya kembali agar lebih relevan dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat. Timbullah kecaman bahwa sekolah itu kolot. Salah satu ciri masyarakat ialah perubahannya yang cepat akibat perkembangan ilmu pengetahuan yang diterapkan dalam teknologi. Sekolah yang tradisional. Perkembangan ini menyebabkan lenyapnya jenis pekerjaan tertentu dan timbulnya berbagai macam pekerjaan lain. Karena itu setiap pembina kurikulum harus senantiasa mempelajari keadaan. yang sering tidak dapat kita ramalkan akibatnya. kejahatan. keamanan. akan tetapi dalam masa modern ini sudah tidak lagi memenuhi tuntutan zaman. kegiatan.

rekreasi. Maka pentinglah anak-anak juga dididik dalam hubungan manusia dengan dunia internasional. Anak tidak lagi mempelajari suatu pekerjaan dari ayahnya. Kurikulum yang baik pada suatu saat.berkurang. minuman. Rekreasi yang dulu berpusat dalam keluarga kini sudah berpindah ke hioskop. akan tetapi ia memperolehnya dari sekolah kejuruan. sedangkan pekerjaan baru memerlukan pendidikan yang lebih lama. Pemogokan buruh lapangan terbang. pengangkut sampah. Kurangnya rasa kasih sayang orang tua dapat menimbulkan sikap agresif atau kelainan lain dalam watak seseorang. pembuangan sampah. Fleksibilitas untuk mempelajari pekerjaan barn perlu dalam zaman modem ini. Perubahan masyarakat mengharuskan kurikulum senantiasa ditinjau kembali. pakaian. Di kota manusia menjadi semata-mata konsumtif. lapangan olah raga atau pusat rekreasi lainnya. Anak-anak harus belajar berpikir sendiri untuk menghadapi berbagai persoalan baru dan jangan hanya disuruh menghafal jawaban atas pertanyaan yang telah usang. pegawai pos. Kemajuan teknologi memperbesar kebergantungan manusia pada manusia yang lainnya. Tidak ada lagi zaman sekarang yang dapat memenuhi keperluan keluarganya. . Akan tetapi keluarga sudah banyak melepaskan fungsinya yang dahulu. Seorang gadis tidak lagi belajar menjahit dan ibunya. Keluarga masih merupakan lembaga yang paling besar pengaruhnya terhadap Permusuhan dan peperangan dapat menimbulkan bahaya kemusnahan umat manusia karena tidak berhasil memupuk kerja sama antar perkembangan pribadi anak. sudah tidak lagi sesuai dalam keadaan yang berubah. Makanan. Peranan keluarga berubah bila dibandingkan dengan dahulu. dan sebagainya akan sangat mengganggu kehidupan masyarakat Maka perlulah anak-anak dididik untuk menghargai jasa orang lain dan memberikan jasanya kepada masyarakat. Juga negara makin lama makin bergantung pada negara-negara lain. bangsa-bangsa. ia mengikuti suatu kursus. dan seribu satu macam kebutuhan lainya hanya diperolehnya berkat jasa orang lain.

dan sebagainya. bimbingan penyuluhan. dan menginginkan agar tugas sekolah dibatasi pada pendidikan akadeinis. Ada pendidik yang mengeluh bahwa kurikulum sekolah terlampau berat bebannya. . Masalah lain yang dihadapi dalam masyarakat ialah pertambahan penduduk yang cepat. Sekitar 63% dan anak-anak yang memasuki SD tidak dapat menyelesaikannya. apalagi menjalankan kewajiban belajar bagi semua anak berusia 7-12 tahun yang berjumlah sekitar 25 juta orang. sedangkan kesehatan misalnya diserahkan kepada dokter. . Namun anak itu merupakan suatu keseluruhan dan mau tak mau sekolah haru pula memperhatikan segala aspek s perkembangan anak. perumahan. keamanan. Jumlah anak yang putus sekolah juga sangat mengkhawatirkan. bangsa yang rendah pendidikannya pasti akan menderita kerugian. Maka karena itu di sekolah-sekolah yang maju juga disediakan fasilitas untuk kesehatan. transport. air bersih.Banyak fungsi keluarga sudah harus dibebankan kepada sekolah. maka dalam perjuangan hidup.Hanya menambah fasilitas pendidikan serta tenaga pengajar untuk pertambahan penduduk 3 juta tiap tahun ia sudah merupakan pekerjaan raksasa. Anak-anak berusia 13-18 tahun jumlahnya sekitar 17 juta pada tahun 1974 hanya 4 juta yang bersekolah sedangkan yang belajar di universitas hanya sekitar seperempat juta atau 2. Maka perlulah kurikulum sekolah ditinjau kembali dengan tujuan agar hendaknya kurikulum itu jangan menjadi sebab maka demikian banyaknya anak yang putus sekolah.5 detik. Kalau negara yang maju sudah sekurang -kurangnya memberikan pendidikan menengah atas. dan bahkan berusaha memberikan pedidikan tinggi kepada semua warga-negaranya. pendeknya semua aspek kehidupan. Dalam zaman modern dengan teknologi yang maju masyarakat kita memerlukan rakyat yang terdidik. rumah sakit.5% dari pemuda berusia 18-28 tahun. pemeriksaan gigi. makan siang. namun penduduk Indonesia bertambah sekitar 3 juta tiap tahun atau satu orang tiap 7. termasuk pendidikan. Sekalipun dengan giat diusahakan keluarga berencana. Eksplosi penduduk itu dengan sendirinya mempengaruhi soal persediaan makanan.

Apakah kebudayaan daerah. adat istiadat. Akan tetapi tidak ada kepastian apakah dari kebudayaan itu yang harus dimasukkan ke dalam kurikulum. Sekolah tak dapat tiada hams memperhatikannya bila kita ingin mendidik anak yang serasi untuk masyarakat sekarang. Urbanisasi merupakan gejala yang umum di seluruh dunia dengan segala problema yang berkaitan dengan itu. kesenian daerah harus disampaikan kepada . Tidak mudah memperoleh pendapat yang sama mengenai tugas sekolah.Kemajuan teknolologi dalam bentuk alat transpor memungkinkan manusia bepindah tempat dari pulau ke pulau. Pendidikan untuk memupuk saling pengertian antar suku bangsa yang beraneka ragam dengan menghilangkan prasangka atau buruk sangka perlu mendapat perhatian untuk memperkuat rasa kesatuan bangsa kita. Di atas telah dikemukakan beberapa masalah bertalian dengan masyarakat. Demikian pula tidak tiap perubahan atau pembaharuan berarti kemajuan. Maka perlu pulalah anak-anak diajak menilai secara kritis perubahan-perubahan dalam masyarakat sekitarnya dan dalam dunia umumnya. Perpindahan penduduk melenyapkan isolasi suku-bangsa. bahkan sering justru membawa masalah-masalah yang lebih pelik lagi. Masih banyak lagi masalah lain. pendidik. dan tiap masalah menimbulkan masalah-masalah baru. Bagaimana mempertimbangkannya dalam kurikulum adalah tugas yang terusmenerus akan dihadapi oleh guru. FUNGSI SEKOLAH DAN KURIKULUM Kurikulum sekolah banyak ditentukan oleh tanggapan orang tentang apakah sebenarnya fungsi sekolah bagi masyarakat. dari desa ke kota. dan pembina kurikulum. Hanya sering kita terlambat mengenal akibatakibat perkembangan itu. Pada satu pihak kita lihat sekolah itu sebagai lembaga yang harus mengawetkan kebudayaan yang diwariskan oleh nenek moyang dengan menyampaikan kepada generasi muda. Tidak setiap kemajuan dalam ilmu pengetahuan teknologi membawa keuntungan dan kebahagiaan bagi umat manusia.

Kalau kita tidak rnengendalikannya. dan mengatur perubahan sosial. Sekolah percobaan yang didirikannya merupakan masyarakat kecil tempat anakanak belajar dengan melakukan berbagai kegiatan yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengatakan bahwa kita telah cukup memiliki pengetahuan tentang "social engineering" dan dapat memanfaatkannya untuk menguasai dan mengatur perkembangan masyarakat. Counts mempunyai pendirian yang lebih jauh lagi. namun bahan apa yang harus di ilih masih dapat p menjadi persoalan. Banyak yang pernah diharapkan dari sekolah. Juga B. and of educators as statesmen. Para ahli sosiologi . agar kebudayaan yang diwariskan harus senantiasa ditinjau secara kritis dari segi keadaan dan problema zaman sekarang. Othanel Smith bicara tentang pendidikan sebagai management and control of social change and as social engineering. Ia tidak hanya mengharapkan bahwa pendidikan harus membawa perubahan dalam masyarakat akan tetapi mengubah tata-sosial. kejahatan dan macam-macam penyakit masyarakat lainnya. apalagi dalam masyarakat yang kompleks sekarang ini. Tak semua orang akan dapat menerima fungsi sekolah yang demikian. bahkan kepada anak-anak di luar daerah itu? Apakah kebudayaan lama itu masih sesuai dengan keadaan sekarang? Apakah kebudayaan itu tak dapat menghalangi kemajuan dan perkembangan rasa nasional yang kuat? Haruskah kepada anak-anak diajarkan apa yang dipelajari orang tua mereka dahulu? Bahwa sekolah hams menyampaikan unsur-unsur yang baik dan berfaedah tak dapat disangkal. John Dewey memandang sekolah sebagai alat yang paling efektif untuk merekonstruksi dan memperbaiki masyarakat melalui pendidikan individu. Ada masanya dengan pengajaran dapat dilenyapkan kemiskinan. maka perkembangan masyarakat karena kemajuan teknik dan ilmu pengetahuan akan menghancurkan umat manusia sendiri.S. Di lain pihak ada anggapan bahwa fungsi sekolah adalah memajukan masyarakat dan bertindak sebagai "agent of change". Ia menganjurkan.semua anak di daerah itu. G. kemelaratan.

sekalipun tidak pula terlampau membesar-besarkannya. Maka tidaklah rnungkin sekolah itu mendahului peruhahan dalam masyarakat. Dalam undang-undang dasar kita juga dikemukakan agar setiap anak dapat dikembangkan sesuai dengan bakat masingmasing. Dengan mengemukakan berhagai fungsi sekolah itu jangan kita anggap bahwa fungsi yang satu bertentangan dengan yang lain. Fungsi lain yang telah dikemukakan oleh John Dewey ialah fungsi sekolah untuk mengembangkan individu. bahwa tugas sekolah ialah menyampaikan kultur atau kebudayaan kepada anak-anak. Dari warisan itu dipilih hal-hal yang dianggap perlu bagi pendidikan anak-anak yang di sajikan dalam bentuk mata pelajaran. sekolah yang ekstrim dalam hal ini adalah sekolah yang child-centered. Mengembangkan masyarakat hanya mungkin dengan mengembangkan individu. Maka dalam pembinaan kurikulum tak mungkin kebutuhan individu dipisahkan dari kebutuhan masyarakat.berpendapat bahwa sekolah sebagai lembaga yang didirikan oleh masyarakat. Kita jangan membuat kesalahan memandang sekolah masyarakat sebagai lawan sekolah yang berpusat pada anak. Pada hakekatnya sekolah itu tak dapat tiada hares bersifat konservatif. Akan tetapi tidak ada sekolah yang mengabaikan fungsi ini dengan berusaha merealisasikan potensi-potensi yang ada pada anak secara optimal. hanya dapat mencapai tujuan menurut norma-norma ynag ada dalam masyarakat itu. . KONSERVATISME SEKOLAH. akan tetapi hanya dapat mengikuti dan menyesuaikan diri dengan perkembangan masyarakat. Namun kita jangan meremehkan peranan sekolah dalam perubahan masyarakat. Demikian pula perkembangan dan kemajuan individu juga berarti kemajuan bagi masyarakat. atau kebutuhan masyarakat sebagai lawan kebutuhan individu. jadi fungsi sekolah selalu konservatif. bila kita berpendirian. Kurikulum sekolah selalu ditentukan oleh rnasyarakat dan kebudayaannya tempat sekolah itu berada. Kebudayaan ialah hasil pengalaman manusia pada masa yang lampau.

Kadang-kadang perlu meninjau kembali kesesuaian nilainilai yang lama dalam keadaan yang baru. Di samping peranan konservatif sekolah mempunyai juga peranan evaluatif dan kreatif Dengan peranan evaluatif dimaksud. Mereka hendaknya diberi kesempatan untuk menilainya secara kritis berhubung dengan dinamika masyarakat.itas muridmurid. Ini tidak berarti. Di sinilah hendaknya sekolah memberi kesempatan kepada murid-murid yang berbakat untuk menciptakan sesuatu yang baru untuk kepentingan masyarakat seluruhnya. Kebudayaan disampaikan kepada anak-anak karena dianggap betul-betul berfaedah dan mengandung arti bagi masa kini dan masa depan. memang sangat banyak mengandung hal-hal yang sangat berguna bagi kehidupan sekarang. atau segala yang baru itu baik. Itu sebabnya maka pada suatu pihak sekolah itu harus konservatif. Akan teta kalau yang pi lama itu ternyata tidak sesuai lagi. Dengan me nyampaikan kebudayaan itu tercapailah kesamaan norma. Faktor lain yang menyebabkan sekolah itu konservatif terletak dalam diri manusia sendiri. bahwa murid akan menciptakannya selama bersekolah. Inilah peranan kreatif dari sekolah. ia hasil masa lampau dan menuju kemasa yang akan datang. bahwa anak-anak tidak hanya menerima begitu saja apa yang mereka peroleh dari generasi yang lama. Sekolah ialah suatu lembaga sosial untuk mewujudkan tujuantujuan sosial. Manusia tidak hidup dalam suatu vocuum. memelihara. maka haruslah dicari jalan-jalan baru. akan tetapi sekolah jangan mematikan inisiatif dan kreati . Kalau sekolah hanya berpegang pada tugas ini saja. dan menjamin kelangsungan hidup masyarakat itu. Ini tidak berarti bahwa segala yang lama itu tidak berguna. hasil pengalaman manusia yang lampau. nilai nilai pada semua warga negara. Manusia mempunyai sifat konservatif dalam arti cenderung . suatu kekosongan. Sekolah ialah alas utama yang digunakan masyarakat agar generasi muda menerima cara-cara hidup yang dianggap baik oleh masyarakat itu.Kebudayaan. Sekolah didirikan oleh masyarakat untuk anak-anak agar mereka mempertahankan. sikap. Akan tetapi ini hanya salah satu aspek dari tugasnya. maka mungkin sekalilah sekolah itu ketinggalan zaman.

bahwa desakan untuk pembaruan pendidikan kebanyakan datang dari tokoh-tokoh yang asalnya bekerja di luar lapangan persekolahan seperti Rousseau. maka orang berhati-hati menerima pembaharuan-pembaharuan yang belum diuji dan dicobakan lebih dahulu dengan hasil yang memuaskan. Perubahan teknologi dalam beberapa tahun akhir-akhir ini saja lebih hebat dan lebih banyak daripada yang pernah dialami nenek kita sepanjang . sehingga merupakan suatu revolusi. Demikian pula halnya di sekolah. Ia lebih senang mengikuti jejakjejak tradisi. Herbert Spencer. dan lain. Itulah salah satu sebab.lain. maka kurikulum yang baru sukar meng gantikan kurikulum yang tradisional yang telah berpuluh-puluh tahun lamanya diikuti oleh guru-guru. Sekali suatu mata pelajaran dimasukkan ke sekolah. Dan guru sulit melepaskan diri dari cara-cara ia dahulu diajar dan dari jenis-jenis mata pelajaran yang diperolehnya waktu ia masih murid.untuk mempertahankan yang ada. Pembaruan yang tergesagesa dicegah dengan adanya sifat konservatisme ini sebagai faktor pengontrol. Decroly. Karena itu pembaruan pengajaran harus dimulai dalam diri guru sendiri. Manusia sukar menyimpang dari kebiasaan atau adat istiadat. sehingga pintu sekolah tertutup rapi untuk segala sesuatu yang berbau pembaruan pendidikan. terbukti dari kenyataan. Tanpa perubahan pada diri guru. sukar mengubah atau mengeluarkannya walaupun tidak cocok lagi dengan perkembangan masyarakat. kalau yang lama itu memuaskannya. malahan sering menentang perubahan. Hanya saja sifat ini hendaknya jangan terlalu berkuasa. Ilmu pengetahuan dan teknologi ialah daya-daya yang sangat mempercepat perubahan dalam masyarakat. segala usaha ke arah pembaruan akan menemui kegagalan. Ia lamban dan enggan berubah. KURIKULUM DAN MASYARAKAT YANG DINAMIS Masyarakat senantiasa berubah dan terus-menerus akan berubah. Bahwa sifat inertia atau kelambanan itu banyak terdapat justru di kalangan guru. Masyarakat kita sekarang jauh berlainan daripada masyarakat nenek moyang kita dan berlainan pula dengan masyarakat yang akan dihadapi oleh anak cucu kita pada masa mendatang. Karena sifat ini. Montessori. karena perubahan dan pembaruan meminta tenaga dan pikiran. Sifat konservatisme ini ada juga faedahnya.

Dunia ini rasanya bertambah kecil. bahwa sekolah harus mendidik untuk kehidupan. kapal terbang. Sekolah hendaknya turut serta memberi sumbangan ke arah terciptanya dunia yang bahagia dan aman bagi seluruh umat manusia. Dengan demikian kurikulum itu cukup elastis. Karena kurikulum harus dinamis dan ini hanya mungkin dengan bentuk kurikulum yang fleksibel.hidupnya. Tak ada lagi daerah atau negara yang terpencil. . Segala perubahan itu sedikit banyak mempengaruhi cara hidup dan cara berpikir manusia: Karena kemajuan clalam lapangan pengangkutan dan perhubungan. eksplosi penduduk. Isi kurikulum harus senantiasa dapat berubah sesuai dengan perubahan masyarakat. Bahaya kehancuran dengan born atom memberi tugas baru kepada umat manusia. Masyarakat kita sekarang ini sangat dinamis dan senantiasa ak berubah. kolot. Di samping membawa kebahagiaan. Pendapatan-pendapatan baru segera tersebar di seluruh dunia dan mempengaruhi hidup manusia seperti listrik. Karena kurikulum tidak dapat ditentukan secara mutlak dan uniform untuk semua sekolah dalam bentuk suatu rencana pelajaran terurai yang harus diikuti oleh guru hingga detail yang sekecil-kecilnya. TV. dapatkah dipertahankan kurikulum yang statis. Bila diterima sebagai prinsip. dunia ini telah menjadi suatu kesatuan. telepon. apakah itu Zaire. makanan kaleng. Sekolah tidak dapat menutup mata untuk masalah-masalah internasional seperti polusi. bahwa sekolah harus mempersiapkan anak-anak untuk masyarakat. dan sebagainya. maka kurikulum seharusnya disesuaikan dengan gerak-gerik dan perubahanperubahan masyarakat itu. yakni yang dapat diubah menurut kebutuhan dan keadaan. Ketegangan di suatu negara. untuk bekerjasama agar dapat hidup damai berdampingan di dunia ini. radio. segera diketahui di semua pelosok di dunia. Segala sesuatu yang penting yang terjadi di suatu daerah. an Berdasarkan kenyataan ini. kemajuan ilmu pengetahun dan teknik banyak juga mengandung bahaya apabila disalah gunakan. sehingga senantiasa terbuka untuk memberikan hahan pelajaran yang penting dan perlu bagi muridmurid pada saat dan tempat tertentu. menimbulkan ketegangan pula di seluruh dunia. dan sebagainya yang juga mengenai diri setiap orang. dan membatu? Misalnya rencana pelajaran yang bercorak kolonial tidak dapat dipertahankan dalam negara yang telah merdeka. Laos atau Timur Tengah.

1. mengekang kebebasannya dan menutup kemungkinan untuk menyesuaikan kurikulum dengan keadaan masyarakat dan kebutuhan murid-murid setempat. Sekolah ini bersifat "book-centered" atau berpusat pada buku pelajaran. Keadaan dan kebutuhan yang serba ragam di berbagai daerah di Tanah Air kita memerlukan kurikulum yang fleksibel. sistem ini masih sangat umum terdapat di sekolah-sekolah kita. Walaupun sekolah yang semata-mata child-centered boleh dikatakan tidak ada lagi. prinsip-prinsip aliran ini sangat berharga bagi perbaikan pengajaran. Kurikulum didasarkan atas minat dan kebutuhan anak-anak dan pemuda. sedangkan kebutuhan mereka sebagai orang dewasa dalam masyarakat sering diabaikan. Pendidikan ini kurang memperhatikan perbedaan individual. Pelajaran-pelajaran terlepas dari kehidupan masyarakat. sehingga anak-anak benar-benar dipersiapkan untuk menghadapi masalah-masalah di dalam masyarakat tempat is hidup.Kurikulum yang uniform mematikan inisiatif guru. SEKOLAII MASYARAKAT Menurut Olsen*) perkembangan persekolahan di Amerika Serikat melalui tiga fase. Walaupun disebut tradisional. Hanya dengan jalan demikian sekolah dapat memberikan pendidikan yang fungsional. Sekolah progresif Sekolah ini bersifat child-centered. Anak-anak dalam kelas kebanyakan duduk di bangku sambil menghafal. 2. anak-anak diberi lebih banyak kebebasan. . minat dan kebutuhan anak-anak. Hubungan dengan lingkungan sangat sedikit. Di sekolah ini disiplin lebih lunak. Kurikulum bersifat subject-sentered yang memberikan pengetahuan yang logic sistematis. mendengarkan atau melamun. rundingan antara guru dengan murid sangat diutamakan dalam merencanakan apa yang akan dipelajari di sekolah. Sekolah akademis atau Sekolah Tradisional. sehingga keperluan-keperluan masyarakat itu dapat dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah. Kurikulum yang uniform juga bertentangan dengan prinsip untuk menyesuaikan pelajaran dengan perbedaan inidividual.

penyakit menular berkurang dengan adanya usaha sekolah kearah itu.3. Yang menjadi pokok pelajaran ialah kebutuhan manusia. dan ketrampilan yang penting guna perbaikan kehidupan masyarakat. upacara-upacara dan usaha-usaha lain. kejahatan pemuda. talc dapat tiada anak-anak harus diberi kesempatan sebanyak-banyaknya untuk mempelajari masyarakat berkat pengalaman langsung. minat. Sekolah membuka pintu untuk mengadakan hubungan . material. Hubungan antar-suku bertambah erat. sosial. Sekolah ini mendidik anak-anak menjadi manusia yang lebih baik dalam dunia yang lebih baik. Buku-buku dan bacaan-bacaan lain memang penting juga. Dengan jalan demikian terbukalah pintu antara sekolah dengan masyarakat. Kalau kita ingin memupuk pengertian. Masyarakat dipandang sebagai laboratorium tempat anak belajar. menyelidiki dan turut serta dalam usaha-usaha masyarakat yang mengandung unsur pendidikan. Sekolah itu menggunakan masyarakat sebagai laboratorium tempat belajar. Sekolah ini merupakan pusat masyarakat untuk melakukan pertemuanpertemuan. akan tetapi tidak memadai. Sekolah ini bersifat life-centered. masalah-masalah dan proses-proses sosial dengan tujuan untuk memperbaiki kehidupan dalam masyarakat. sehingga sekolah dapat memasuki masyarakat dan masyarakat dapat memasuki sekolah. jasmaniah. CIRI-CIRI SEKOLAH MASYARAKAT *) Menurut Olsen ciri-ciri Community School ialah sebagai berikut: 1. Sekolah itu memperbaiki mutu kehidupan setempat pada saat sekarang Berkat sekolah maka orang dalam masyarakat menjadi manusia yang lebih baik. Sekolah ini menurut sertakan orang banyak dalam proses pendidikan untuk mempelajari problema-problema sosial. emosional. Sekolah masyarakat atau community school. 2. Belajar tidak hanya terbatas antara empat dinding kelas.

timbal balik dengan masyarakat. tetapi juga dalam lapangan pendidikan. Pemberantasan buta huruf. pertandingan-pertandingan olahraga dan lain-lain dapat dilakukan di sekolah. dan sebagainya. Sekolah itu menurut sertakan orang tua dalam urusan-urusan sekolah. 5. 3. Gedung sekolah itu menjadi pusat kegiatan masyarakat. 6. dalam bentuk POMG atau sejenis turut membantu sekolah. dan sebagainya. Sekolah itu turut mengkoordinasikan masyarakat. karena sekolah itu ke punyaan bersama seluruh masyarakat. menjaga kesehatan. Mengenai hal-hal tertentu sering diadakan perundingan antara guru dengan orang tua dan pemimpin-pemimpin dalam masyarakat guna perbaikan sekolah. 4. Di samping bukubuku. Orang tua. perindustrian. bukan hanya dalam bidang material. . Dengan jalan demikian terdapat hubungan erat antara pelajaran di sekolah dengan tuntutan-tuntutan kehidupan masyarakat yang mengandung arti bagi murid dan karena itu lebih merangsang kegiatan anak anak untuk belajar. Sekolah itu tidak hanya untuk kepentingan anak-anak melainkan juga untuk orang dewasa. kursus-kursus untuk wanita. Orang-orang diundang ke sekolah untuk memberi keterangan-keterangan mengenai bidang keahliannya. Murid-murid pergi ke luar melakukan karyawisata untuk menyelidiki usaha pertanian. akan tetapi juga termasuk tanggung jawab seluruh masyarakat. memperbaiki kehidupan kekeluargaan. Sekolah itu mendasarkan kurikulum pada proses-proses dan problemaproblema kehidupan dalam masyarakat. sekolah masyarakat menggunakan lingkungan sebagai sumber pelajaran yang sangat penting. bergaul dengan orang-orang lain. untuk perayaanperayaan dalam lingkungan itu. seperti soal mencari nafkah. perumahan. Inti kurikulum terdiri atas kebutuhan manusia dalam masyarakat sekarang dan masa depan. Gedung sekolah dapat digunakan untuk pertemuan dan rapatrapat. kewajiban warganegara. Sekolah bukan hanya urusan guru.

dan suku bangsa? Apakah yang harus dilakukan dalam waktu senggang ? Bagaimanakah pemuda-pemudi harus menjaga diri dalam masa modern ini? Bagaimanakah harus menghadapi pengaruh kebudayaan asing? Apakah kekurangan-kekurangan di kampung atau kota yang perlu diperbaiki? Banyak lagi masalah-masalah lain yang dapat dijadikan bahan pelajaran selama kurikulum itu bersifat fleksibel. yang dinamis.dan bila mungkin . Sekolah itu dapat melaksanakan dan menyebarkan filsafat negara dalam segala hubungan antar-manusia. memberantas prasangka dan takhayul. dan lain-lain. Bila masalah-masalah yang dihadapinya dalam hidupnya di luar sekolah dijadikan pokok-pokok untuk dipelajari di sekolah.Untuk memperbaiki taraf kehidupan dalam suatu masyarakat segala lembagalembaga dan badan-badan dalam masyarakat itu harus bekerjasama. Apa yang dipelajari anak hendaknya halhal yang juga terdapat dalam masyarakat dan karena itu berguna bagi hidup anak sehari-hari. bioskop. Oleh sebab masyarakat di berbagai tempat di Tanah Air kita berbeda-beda. MASYARAKAT SEBAGAI SUMBER PELAJARAN Pengajaran mencapai hasil sebaik-baiknya. propaganda. bacaan cabul. perbedaan agama. 7. Kurikulum ialah sesuatu yang hidup. seperti: Bagaimanakah cara-cara bergaul yang baik? Bagaimanakah sikap pemuda terhadap orang tua. kalau kurikulum itu uniform dan statis. terhadap adat. seperti dalam hal pemeliharaan kebersihan dan kesehatan. apabila didasarkan atas interaksi antara murid-murid dengan sekitarnya. maka ia lebih paham akan masalah-masalah itu dan lebih sanggup mengatasinya. melainkan juga mempraktekkannya di sekolah itu sendiri dan dalam hubungannya dengan masyarakat. Karena itu kurikulum tidak boleh lepas dari masyarakat. penyelenggaraan rekreasi.turut menentukan atau membimbing perkembangan masyarakat di lingkungan sekolah itu. Sekolah itu suatu lembaga yang tidak hanya memberi penjelasan saja tentang filsafat negara. Hal yang demikian boleh dikatakan tidak mungkin. yang mengikuti . Dalam hal ini sekolah dapat menjalankan peranan yang penting dengan bekerjasama atau menggembleng semua tenaga yang terdapat di lingkungan itu. maka sekolah-sekolah setempat .

Kampung kecil berbeda masyarakatnya dengan kota besar. adat istiadat dan lain-lain. dan sebagainya. Mata pencaharian ditentukan oleh suhu. tamatan SD. Bagaimanakah perbandingan jumlah penduduk dari berbagai golongan? Bagaimanakah kedudukan tiap golongan? d) Pendidikan. Bagaimanakah tingkat kehidupan orang di lingkungan itu? Usaha apakah yang dapat dijalankan untuk mempertinggi taraf kehidupan itu? Siapasiapakah yang kaya dan siapakah yang lemah ekonominya. b) Luas daerah.hendaknya diberikan kebebasan hingga batas-batas tertentu. Kehidupan dan corak masyarakat turut ditentukan oleh kekayaan alam berupa hutan. Antara lain dapat dipelajari: a) Jumlahnya. Keadaan fisis lingkungan. Selain dan kekayaan geografis daerah. 2. Kota menjadi besar karena faktor-faktor tertentu. b) Mata pencarian. demikian pula suasana kekeluargaannya. hujan dan angin. Apakah yang dilakukan orang untuk mencari nafkahnya. danau-danau. Berapa banyakkah yang buta huruf. yang mempengaruhi corak kehidupan dan kebudayaan masyarakat itu. Kehidupan kampung kecil berlainan dengan kota besar. Topografi turut menentukan matapencarian. tanah gersang atau subur berpengaruh sekali terhadap kehidupan masyarakat. barang tambang. yaitu: a) Iklim suatu daerah. c) Susunan penduduk. harus juga dipelajari hal-hal tentang manusia yang menghuninya. Penduduk. untuk menentukan kurikulum sendiri dengan menyesuaikannya dengan keadaan dan kebutuhan masyarakat itu. e) Kekayaan alam. tetapi juga aspek-aspek lain daripada kehidupan atau masyarakat. c) Topografi daerah. diselidiki: 1. Tanah kering atau banyak air. apakah pulau terpencil atau jauh di pedalaman ataukah daerah itu banyak hubungannya dengan dunia luar. Untuk itu harus diselidiki keadaan masyaraka Antara lain dapat t. d) Keadaan tanah. Apakah daerah itu letak di pegunungan atau dekat pantai. SL dan Perguruan Tinggi? Berapa banyakkah yang tidak melanjutkan pelajarannya? Banyakkah anak-anak yang tidak bersekolah? .

sekolah. buruh. Yang bertanggung jawab atas pendidikan anak bukan hanya guru-guru dan orang tua. melainkan membentuk kelompok. organisasi wanita. anak-anak senantiasa mendapat pengaruh yang sebaik-baiknya. bioskop yang membolehkan anak-anak di bawah umur menonton film yang tak sesuai dengan usianya. perkumpulan-perkumpulan pemuda. Setiap anak telah memperoleh sejumlah pendidikan dan pengalamanpengalaman tertentu sebelum ia menduduki bangku sekolah.3. melainkan seluruh masyarakat. Badan yang terpenting dalam pendidikan anak ialah rumah tangga. badan-badan atau organisasi yang mempunyai tujuan tertentu yang berhubungan dengan kebutuhan dan problema-problema tiap-tiap kelompok. Di situlah ia mempelajari hubungan-hubungan sosial serta menerima norma-norma tentang yang buruk dan yang baik. olah raga. badan-badan rekreasi. pemerintah. Selain dari rumah tangga juga dari badan-badan lain diperlukan bantuan. mereka semua tidak luput dari tanggung jawab itu. kepanduan. organisasi keagamaan. kepolisian. pemimpin-pemimpin perusahaan. supaya di luar sekolah dan rumah tangga. Di situlah anak itu mula-mula mempelajari bahasa. dan sebagainya. walaupun anak itu telah bersekolah. pemuda. dan lain-lain. Antara lain dapat dipelajari: Organisasi-organisasi dan perkumpulan-perkumpulan seperti perkumpulan dagang. Lembaga-lembaga seperti keluarga. jawatan pertanian. tanpa kerjasama yang erat dengan orang tua. Itu sebabnya harus ada kerjasama yang erat antara badan-badan masyarakat. Pengaruh rumah tangga tidak terhenti. Pendidikan di sekolah tak mungkin dilakukan dengan baik. Organisasi-organisasi masyarakat. politik. Manusia dalam masyarakat tidak hidup sendiri-sendiri. Itu pula sebabnya maka ada sekolah yang turut . seperti dari badan-badan pemerintahan. pemerintahan kota yang tidak menyediakan lapangan olah raga tetapi menggunakannya untuk mendirikan gedung-gedung. Toko buku yang dengan diam -diam menjual bacaan cabul.

Murid-murid dapat kita bawa ke luar kelas untuk mempelajari berbagaibagai hal. kesehatan. lapangan terbang. pemerintahan. . jalan raya. CARA-CARA MENGGUNAKAN MASYARAKAT DALAM PELAJARAN a. Karyawisata mungkin hanya memakan waktu beberapa menit saja. Agar lingkungan dapat menjadi sumber dan laboratorium pelajaran. lalu berpegang saja pada suatu buku pelajaran. betapa banyaknya yang dapat dijadikan pelajaran dalam radius 1 km. gedung-gedung perumahan. perniagaan. gedung arca. lembaga-lembaga pendidikan.mempunyai tujuan belajar. tumbuhtumbuhan. kesenian. ia akan terperanjat. banyak yang dapat dipelajari anak-anak dengan karyawisata seperti ke sawah. Kalau guru itu betulbetul melakukannya. Garis-garis besar yang diberikan di atas memberikan gambaran sepintas lalu. Sungguh banyak bahan dari masyarakat yang dapat dijadikan pelajaran bagi murid-murid. adat istiadat. pabrik. peraturan-peraturan. saja sekeliling sekolahnya. kehidupan keluarga. norma-norma. dan lain-lain. kalau anak anak pergi ke luar kelas untuk melihat burung yang hinggap di atap sekolah atau memakan beberapa jam atau beberapa minggu kalau harus pergi ke tempat yang jauh. jadi berbeda dengan piknik atau bertamasya untuk menikmati keindahan alam atau untuk gerak badan. taman bunga. kebun. rekreasi. kalau murid membuat perjalanan keliling dunia. industri. takhyul. guru sendiri harus lebih dahulu menyelidiki lingkungan sekolah. kantor pos. binatang. kegiatan pemuda. kepolisian. kebaikan dan kekurangan-kekurangan. andaikan ada uang untuk itu. lalu lintas. Karyawisata selalu . malahan juga beberapa bulan. Yang dapat diselidiki ialah hal-hal mengenai pertanian. yang tidak dapat diabaikan begitu saja. wanita.mencampuri perkumpulanperkumpulan dan usaha-usaha pemuda dan anak-anak di luar sekolah dan memandangnya sebagat bagian daripada kurikulum. dan sebagainya. bahwa masyarakat atau lingkungan sungguh-sungguh merupakan sumber bahan pelajaran yang sangat kaya dan luas. sejarah. juga kebutuhan-kebutuhan masyarakat. Karyawisata atau field trip. Seperti telah kita bicarakan di atas. transport.

Petani banyak pengetahuannya tentang menanam dan memelihara padi. pemain bola. Di sini tidak dibicarakan lebih lanjut cara-cara menyelenggarakan karyawisata agar berhasil baik. bidan. seorang inspektur polisi memberi penerangan betapa perlunya orang taat kepada peraturan-peraturan lintas. terdapat orang-orang yang mempunyai pengalaman. Pengabdian masyarakat. polisi. agar mereka tidak hanya memperhatikan dan mempelajari apa yang ada dan yang terjadi dalam masyarakat. seorang Arab atau India memberikan penjelasan tentang negaranya masingmasing dan seterusnya. sumber ini sangat luas dan kaya. Mereka dapat diundang ke sekolah untuk memberi keteranganketerangan mengenai suatu pokok yang sedang dipelajari oleh anak-anak. saudagar. Seorang pengurus PMI berbicara tentang usaha-usaha yang dijalankan untuk meringankan penderitaan umat manusia. seorang camat dapat menjelaskan hal berhubungan dengan urusan kampung. direktur rumah sakit. b.Sering karyawisata hanya dapat dilakukan dengan bantuan masyarakat. Yang empunya pabrik. Contoh-contoh dapat kita tambah lagi. tentara. dan sebagainya harus mempunyai pengertian tentang makna karyawisata hagi pendidikan dan memberikan bantuan dan kesempatan sepenuhnya kepada murid-murid untuk meninjau tempat-tempat itu. atau pengetahuan yang khusus mengenai satu lapangan. tukang kayu dapat berbicara tentang pembuatan rumah. Dengan demikian mereka turut serta menjadikan masyarakat suatu laboratorium tempat anak-anak mengadakan penyelidikan dan belajar. Akan tetapi sayang ssekali. pendeta. tukang becak. haji. kecakapan. Menggunakan orang sebagai sumber. c. tukang becak dapat menceritakan pahit getir dan kegembiraan penghidupannya. pembesar dalam pemerintahan. Dalam tiap masyarakat betapapun kecilnya. Dari murid diharapkan. akan tetapi dalam pelbagai hal mereka dapat turut serta . Mereka tidak boleh menjadi penonton saja. wartawan. inspektur polisi. sumber ini masih belum cukup dimanfaatkan untuk memperkaya kurikulum di sekolah. dan lain-lain masing-masing dapat mempunyai pengetahuan dan keahlian yang khusus yang dapat digunakan oleh sekolah. Demikian pula dokter.

tak dapat tiada harus diselidiki sumber-sumber pelajaran apakah yang terdapat dalam masyarakat itu. Guru-guru bersama-sama berusaha menyelidiki masyarakat itu dan mengumpulkan hal-hal yang kiranya dapat memperkaya kurikulum sekolah itu. CARA MEMANFAATKAN MASYARAKAT Untuk menjadikan suatu sekolah life-centered. Terutama di daerah-daerah yang terbelakang. Pada suatu masa setiap orang harus menjabat suatu pekerjaan untuk mencari nafkahnya. membuat kakus. bahwa mereka dapat membantu masyarakat dan dapat mengubah dan memperbaiki keadaan sekitarnya. Dengan turut serta dalam usaha-usaha perbaikan masyarakat anakanak mendapat pengertian yang lebih mendalam tentang masyarakat itu. di bawah pimpinan orang yang kompeten. sayur-sayuran atau bunga-bungaan yang baru. menanam buah-buahan. apakah yang dapat disumbangkan oleh masyarakat itu untuk pendidikan an akanak. rekreasi. masyarakat memberi bahan pelajaran yang penting sekali. dan kantor-kantor. kalau pemuda-pemuda diberi kesempatan untuk mengenal pekerjaan di berbagai perusahaan. kesehatan. dan se ba- . Cara lain untuk memanfaatkan masyarakat untuk kepentingan pendidikan para pemuda ialah memberi kepada mereka pengalaman-pengalaman bekerja di samping pelajaran di sekolah. pabrikpabrik. penduduk. Besar faedahnya. Pengalaman kerja dalam masyarakat. Pekerjaan yang dipelajari anak hendaknya sesuai dengan kebutuhan dan minatnya. Misalnya murid-murid dapat turut membersihkan dan memperindah kampung. Di samping buku-buku pelajaran. sejarah. Tujuannya ialah menambah pengertian pemuda-pemuda tentang pekerjaan dan memupuk sikap yang sehat terhadap dunia pekerjaan. kehidupan kekeluargaan.dalam usaha-usaha masyarakat. industri dan jabatan-jabatan. pendidikan. Bagaimanakah cara-cara mengumpulkan bahan-bahan itu? a. Malahan ada kalanya sekolah menjadi pendorong dan turut aktif memperbaiki keadaan masyarakat. transpor dan perhubungan. Pengalaman serupa ini memberi pelajaran kepada murid-murid. pemerintahan. agama. memberantas tikus dan nyamuk. Masyarakat itu dibagi atas beberapa aspek seperti: keadaan alam. d. sekolah dapat memelopori masyarakat ke arah perbaikan dan pembaharuan.

. berapa jumlah murid yang dapat datang. Segala keterangan mengenai masyarakat yang dapat memberi bahan untuk pelajaran hendaknya disusun secara sistematis. Kepada orang tua murid dan kepada orang-orang lain dapat dikirimkan daftar pertanyaan dalam bidang manakah mereka dapat bertindak sebagai manusia sumber. Guru maupun masyarakat harus menyadari. apakah mereka bersedia menerima murid-murid berkunjung ke sana dengan tujuan pendidikan. atau apabila ia dapat menerima murid. Juga harus diadakan administrasi yang cermat. Orang tua dapat diturut sertakan dalam usaha-usaha sekolah sebagai anggota POMG. c.trip atau setelah mengundang seorang manusia sumber ke sekolah. Bahan ini senantiasa dapat diperluas. dan sebagainya. Dapat juga ditanyakan hal-hal apa yang diketahuinya yang dapat membantu memperkaya pendidikan anak-anak. atau mempunyai barang-barang atau alat-alat yang kiranya dapat dipergunakan untuk pendidikan anak-anak. b.gainya. pada hari-hari apa dan pukul berapa. misalnya setelah mengadakan field. supaya misalnya suatu perusahaan tidak terlampau sering dikunjungi. berapa jumlah murid yang baik berkunjung ke sana. Diminta keterangan anak-anak berusia berapakah mereka bersedia menerimanya. Diminta pula keterangan waktu mana ia dapat datang ke sekolah. Untuk itu harus ada kerjasama yang erat antara sekolah dengan masyarakat demi kepentingan sang anak. sedangkan perusahaan-perusahaan lain hampir tak pernah dijadikan obyek pelajaran. Dapat juga dikirim daftar pertanyaan kepada perusahaan-perusahaan. sehingga mengganggu pekerjaan mereka. Bahan-bahan mengenai tiap kategori dimasukkan ke dalam map tersendiri dan dapat senantiasa diperlengkap. bahwa pengalaman-pengalaman yang terpimpin yang diperoleh murid-murid dalam masyarakat merupakan bagian yang hakiki dan pendidikan modern yang efektif. Guru-guru masing-masing menyelidiki hal-hal manakah dalam masyarakat itu yang dapat dipelajari berkenaan dengan tiap kategori. Pada kartu itu harus pula dicatat keterangan-keterangan mengenai pokok itu. sebaiknya dengan menggunakan sistem kartu.

Sekolah tak boleh berdiri terpisah dari masyarakat. Masyarakat merupakan sumber yang kaya bagi pengajaran di sekolah. kursus-kursus. Ketiga fungsi itu sebenarnya tak perlu dipertentangkan. Masalah-masalah pokok apakah yang dihadapi umat manusia pada saat ini? Hingga manakah masalah-masalah itu dimasukkan ke dalam kurikulum? 3. sebagai anggota panitia. pameran. antara lain dalam pembinaan kurikulum. Sekolah itu konservatif. Kurikulum bergantung pada fungsi sekolah dalam masyarakat. 2. Sekolah masyarakat sangat mengutamakan faktor kurikulumnya.atau badan sejenis. Sekolah dapat menyediakan perpustakaan dan alat-alat sekolah untuk digunakan oleh masyarakat. sekolah pun dapat berjasa kepada masyarakat. Bandingkan pendidikan anak di desa dan di kota. sehingga banyak hal segera menjadi usang. sebagai manusia sumber. ataukah mengembangkan individu. akan tetapi dapat dipertemukan. 6. Apa sebab sekolah harus konservatif? masyarakat dalam . dibebankan kepada sekolah. Dalam masyarakat yang sederhana anak-anak banyak mempelajari hal-hal yang diperlukannya sebagai orang dewasa dalam masyarakat itu sendiri secara informal. 7. yakni apakah untuk mengawetkan kehudayaan dengan menyampaikannya kepada generasi muda. 4. Pembaharuan kurikulum harus dilakukan secara kontinu. Akan tetapi bukan hanya masyarakat dapat membantu sekolah. Dengan jalan demikian sekolah menjadi pusat masyarakat. Dalam masa modern tugas pendidikan untuk mempersiapkan anak agar dapat berdiri sendiri. RANGKUMAN 1. Sekolah dapat dijadikan tempat untuk mengadakan rapat-rapat. 3. 5. mengubah masyarakat. Masyarakat modern cepat berubah. Berbagai cara dapat dilakukan untuk membawa sekolah ke masyarakat dan scbaliknya. 2. untuk pertunjukan-pertunjukan. Namun selalu akan ada perbedaan tekanan. PERTANYAAN DAN TUGAS 1.

Apa sebab ide sekolah masyarakat demikian tidak dijadikan pola sekolah kita sekarang? Adakah keberatan keberatannya? 12. Coba selidiki lingkungan sekolah dengan radius 1 km. Relevansi kurikulum dengan kebutuhan masyarakat harus senantiasa ditinjau kembali. Can perbedaan-perbedaan yang disebabkan oleh perubahan masyarakat.4. Dapatkah saudara menunjukkan contoh-contoh berdasarkan observasi dan pengalaman sendiri? Apakah implikasinya bagi kurikulum? 7. Peranan apakah yang tak dapat dilakukan lagi oleh keluarga yang dibebankan kepada sekolah? 8. apakah sekolah kita telah cukup disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Apa sebabnya? . satu-dua generasi yang lalu. Menurut penilaian saudara. Menurut pendapat saudara. Sebutkan ciri-ciri sekolah masyarakat. Dikatakan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi mengubah kehidupan masyarakat. Apa dimaksud dengan "social engineering"? 10. sumber-sumber pelajaran apa yang terdapat di situ? 13. 11. Bandingkan kurikulum SD pada zaman penjajahan Belanda dengan kurikulum sekarang. Bagaimanakah cara-cara memanfaatkan masyarakat dan lingkungan untuk kepentingan masyarakat? Apa sebab sumber yang kaya ini kurang digarap oleh sekolah-sekolah kita? 14. dapatkah sekolah mengubah masyarakat? Dapatkah sekolah mendahului perkembangan masyarakat atau hanya mengikuti perkembangan masyarakat? 5. Peranan keluarga modern sudah berlainan dengan zaman dahulu. Bagaimana pandangan John Dewey tentang fungsi sekolah? 9. atau dengan kata lain apakah kurikulum telah relevan dengan kebutuhan masyarakat? Jelaskan dengan contoh-contoh. 15. Perbedaan apakah yang tampak bagi saudara dalam pendidikan sewaktu saudara masih kecil dengan pendidikan dewasa ini? Dapatkah saudara sebutkan sebab-sebab perubahan itu? 6.

16. . Diskusikan apakah orang tua baik diturut sertakan dalam urusan sekolah termasuk kurikulumnya. Diskusikan apakah di daerah pertanian pelajaran bertani selalu relevan bagi semua murid. 17.

. karena bentuk kurikulum turut menentukan bahan pelajaran. merupakan suatu dasar yang penting sekali dalam pembinaan kurikulum dan bertalian erat dengan tujuan program pendidikan yang hendak dicapai. Tujuan-tujuan pendidikan yang mengenai seluruh pribadi anak dihalang-halangi oleh kurikulum yang disusun untuk memupuk segi intelektual. Subject jangan dikacaukan dengan subject matter. Setiap kurikulum. Bentuk yang paling dikenal dan sangat meluas pemakaiannya ialah subject curriculum. maka disebut juga separate subject-curriculum. mengadakan karyawisata. JENIS-JENIS KURIKULUM Kurikulum bermacam-macam bentuknya. Demikian pula berlainan cara penyampaiannya dan isi pelajarannya. Tentu saja subject-curriculum dapat juga membentuk segi-segi lain dari pribadi anak. urutannya dan cara menyajikan kepada murid-murid. mengadakan interview. juga integrated curriculum mempunyai subject matter. menggunakan berbagai-bagai sumber. Subject berarti mata pelajaran. Selain itu organisasi kurikulum menentukan juga peranan guru dan murid dalam pembinaan kurikulum. disebut juga subjectcentered curriculum yang artinya kurikulum yang berpusat pada mata pelajaran. Kurikulum berdasarkan proyek atau unit dengan sendirinya misalnya menyuruh anak-anak menyelidiki sendiri.BAB 7 ORGANISASI KURIKULUM Organisasi kurikulum yaknii pola atau bentuk bahan pelajaran disusun dan dismapaikan kepada murid-murid. akan tetapi organisasi kurikulum tertentu sangat mempengaruhi bentuk-bentuk pengalaman apakah yang akan disajikan kepada anak-anak. yang berarti bahan pelajaran. Karena mata pelajaran itu pada umumnya diajarkan secara terpisah-pisah. dan sebagainya dan tidak terikat pada satu buku pelajaran tertentu. yaitu mempunyai bahan pelajaran tertentu. Jadi subject curriculum berarti kurikulum yang terdiri atas sejumlah mata pelajaran. Tujuan-tujuan yang dicapai dengan kurikulum berdasarkan mata pelajaran yang terpisah-pisah.

Ada pula yang berusaha mencakup segala kebaikan bentuk kurikulum yang mengadakan reaksi terhadap subject curriculum. biasanya berusaha memberi kecaman yang tajam untuk mendiskreditkannya. Ada pula yang menganggap bahwa subject curriculum terlampau mengutamakan pengalaman umat manusia yang lampau. namun juga banyak mempunyai kelemahan. yakni kebudayaan yang diwariskan oleh nenek moyang. Setiap kurikulum mempunyai ciri-ciri yang baik. menganjurkan suatu bentuk kurikulum yang lebih mengaktifkan anak-anak dalam proses belajar. Maka timbullah berbagai bentuk kurikulum lain yang dianggap sebagai reaksi terhadap subject curriculum itu.Kurikulum ini banyak mempunyai ciri-ciri yang menguntungkan. Mereka ini menginginkan kurikulum yang didasarkan atas pengalaman langsung agar pelajaran lebih bermanfaat. akan tetapi kadang-kadang agak dilebih-lebihkan. Kita akan bicarakan berbagai bentuk kurikulum itu. . Mereka ini menganjurkan life curriculum. Ada kalanya kecaman itu obyektif. yakni core curriculum. Kurikulum yang mereka anjurkan disebut experience curriculum. sehingga pengetahuan anak menjadi verbalistis. ditinjau dari segi tertentu. Kita harus meninjau kecaman itu secara kritis. atau fragmentaris menganjurkan kurikulum yang integrated atau dipadukan. Para ahli yang mengecam subject curriculum karena dalam proses belajar anak itu hanya pasif. Mereka yang menganggap bahwa subject curriculum memberi pengetahuan yang lepas-lepas. Perlu kami berikan peringatan yang berikut. Orang yang menganjurkan sesuatu yang baru. yang tidak mengenal batas-batas antara mata pelajaran. akan tetapi juga mempunyai kelemahan-kelemahan. yang mereka sebut activity curriculum. Karena kelemahan itu banyak timbul kritik dari para ahli kurikulum yang menganjurkan bentuk kurikulum lain. atomistis. Kritikkritik terhadap bentuk kurikulum tertentu adalah kritik-kritik yang diajukan oleh orang-orang yang tidak menyetujui bentuk kurikulum tersebut. Demikian pula subject curriculum dikecam karena kurang memberi pelajaran yang bertalian dengan kehidupan anak seharihari dalam lingkungan masyarakatnya. yang dituangkan dalam bentuk mata pelajaran.

Tidak jelas apa yang terjadi dengan " the seven liberal arts " itu. dan sebagainya. Pada abad pertengahan tujuan pendidikan menjadi praktis dan vokasional. Kurikulum ini dapat dimodifikasi. dan disesuaikan dengan pemikiran-pemikiran baru tentang kurikulum. Orang Yunani telah mengajarkan berbagai bidang studi seperti kesusasteraan. Orang Romawi menerimanya dari orang Yunani sambil mengadakan perobahan. Di universitas misalnya dipelajari tiga bidang utama. Baru pada abad ke-19 mulai berkembang matapelajaran-matapelajaran dengan pesatnya. Juga harus kita ketahui bahwa berbagai bentuk kurikulum yang `baru' itu jarang terdapat dalam kenyataan dalam bentuknya yang murni. Demikian pula subject curriculum tidak selalu tampil dalam bentuknya yang buruk. bahwa pertentangan yang tajam itu biasanya terdapat pada taraf teoretis. Juga timbul berbagai matapelajaran yang dianggap . dan logika) dan quadrivium (arithmetika. Mereka mengadakan dua kategori utama yakni trivium (gramatika. bahasa asing. filsafat dan ilmu pengetahuan ditambah dengan musik dan atletik. yang satu lepas dari yang lain. I.Selanjutnya perlu kita perhatikan. dan musik). fisika. kedokteran. Yang diketahui ialah bahwa bahasa Latin menjadi matapelajaran yang sangat penting. Selanjutnya akan kita bicarakan berbagai bentuk atau organisasi kurikulum. Dalam praktik tidak tampak pertentangan serupa itu. Setiap mata pelajaran harus lebih (lulu berjuang sebelum diakaui dan diterima sebagai mata pelajaran di sekolah seperti bahasa ibu. SEPARATE-SUBJECT CURRICULUM Kurikulum ini disebut demikian. oleh sebab segala bahan pelajaran disajikan dalam subject atau mata pelajaran yang terpisah-pisah. Ada kalanya bentuk kurikulum itu hanya terdapat dalam teori raja. biologi. yakni teologi. dan hukum. astronomi. matematika. retorika. Organisasi subject curriculum dianggap berasal dari zaman Yunani kuno. diperkaya. yang kemudian dikenel sebagai " the seven liberal arts " yang memberikan pendidikan umum. geometri. Namun berbagai bentuk kurikulum ada pengaruhnya terhadap pemikiran tentang kurikulum dan sering pula dalam pelaksanaannya.

Biasanya sejarah diberikan terpisah dari ilmu bumi. baik di SD maupun di Sekolah Menengah sampai Universitas. seakan-akan terbagi atas petak-petak. Mereka sering hanya menumpukkan bermacam-macam pengetahuan. biasanya ia harus menunggu pemecahannya sampai ia naik kelas 2. Kini terdapat ratusan mata pelajaran di sekolah maupun universitas.nonakademis seperti tata buku. pendidikan jasmani. Jadi dalam mata pelajaran itu sendiri terdapat batas-batas yang memisahkan bahan pelajaran untuk tiap kelas. pekerjaan tangan. sekolah memberikan kepada anak-anak pengalaman-pengalaman untuk mengembangkan pribadinya sesuai dengan tujuan pendidikan. Jelaslah bahwa pada pokoknya kurikulum serupa ini berdasarkan ilmu jiwa assosiasi yang mengharapkan timbulnya pribadi yang bulat sebagai hasil jumlah pengetahuan yang diperoleh anak. juga di Indonesia. Tentu ini juga disebabkan oleh metode mengajarnya. Anak-anak (dan manusia umumnya) belajar berkat pengalaman. Apakah sebenarnya subject atau mata pelajaran itu? Subject itu ialah hasil pengalaman umat manusia sepanjang masa. Dengan suatu kurikulum. telah banyak sekali ia belajar dan pengalaman dalam . pendidikan kesejahteraan keluarga. Sebelum anak bersekolah. Batas-batas terdapat pula antar mata pelajaran yang satu dengan yang satu lagi. Dikelas I SD dahulu anak-anak berhitung dengan bilangan 1 sampai 20. Batasbatas bahan pelajaran itu dihormati benar dan biasanya tidak dilampaui. Tiap mata pelajaran diberikan tersendiri lepas dari mata pelajaran lain pada jam pelajaran tertentu. Inilah jenis kurikulum yang umumnya terdapat di kebanyakan negara. pertanian. walaupun kedua mata pelajaran itu erat hubungannya. Untuk itu bahan pelajaran dibagi-bagi untuk tiap-tiap kelas. atau kebudayaan dan pengetahuan yang dikumpulkan oleh umat manusia sejak dulu kala. Kalau ia menghadapi soal-soal di atas 20. dan sebagainya. disederhanakan dan disajikan kepada anak -anak di sekolah sebagai mata pelajaran setelah disesuaikan dengan usia dan kematangan murid-murid. Dengan demikian sukarlah terdapat suatu kebulatan dalam pengetahuan anak-anak. Bahan ini lalu disusun secara logis dan sistematis.

Hal ini mungkin. Oleh karena pengetahuan yang harus dikuasai anak tertentu banyaknya. sehingga tujuan pendidikan menyempit menjadi menguasai sejumlah pengetahuan yang tercantum dalam buku. Mereka inilah menetapkan apakah diperlukan anak-anak kelak dalam kehidupannya dalam masyarakat. Biasanya yang menentukannya ialah suatu panitia yang terdiri atas tokoh-tokoh dan ahli-ahli pendidikan lain dan para ahli dalam disiplin tertentu. maka besarlah pengaruh buku pelajaran. Karena itu sekolah modern menggunakan pengalaman-pengalaman anak itu sendiri sebagai bahan pelajaran. oleh sebab luas atau scope bahan pelajaran dapat ditentukan. dengan maksud agar pendidikan di mana saja sama tarafnya. setiap jam. Dalam subject curriculum anakanak dipaksakan mempelajari pengalaman umat manusia yang lampau. Oleh sebab itu banyak yang tidak dapat diselami oleh anak itu sendiri. Hasil pelajaran serupa itu dianggap permanen dan tidak dilupakan. yang tidak selalu bertalian erat dengan pengalaman anak itu sendiri.kehidupannya sehari-hari. Bahkan sering kurikulum itu semata-mata ditentukan oleh buku pelajaran itu. Oleh sebab bahan pelajaran itu biasanya telah ditetapkan oleh buku. Pada akhir sekolah dapat diadakan ujian negara yang uniform pula. lalu dihafal untuk diingat dan kemudian dilupakan. Kurikulum serupa ini biasanya ditentukan terlebih dahulu oleh ahli-ahli atau para pembina pendidikan. Untuk memperkuat keseragaman itu diberikan pula rencana pelajaran terurai yang menentukan dalam garis-garis kecil apa yang harus disajikan kepada murid-murid setiap minggu. Yang dipelajari ialah hal-hal yang berhubungan langsung dengan kehidupan anak. Kurikulum yang subject-centered ini terutama ditujukan kepada pembentukan intelektual dan kurang mengutamakan pembentukan pribadi anak sebagai keseluruhan. Kurikulum yang seragam ini memudahkan anak-anak pindah sekolah. Tentu saja guru yang baik tidak akan sudi diperhamba oleh buku dan mencari berbagai jalan untuk memperkaya kurikulum itu dan menyesuaikan sedapat mungkin dengan kebutuhan anak-anak setempat. maka kurikulum ini mudah dijadikan uniform atau seragam di seluruh negara. Jadi dalam kurikulum ini sudah lebih dahulu ditentukan pengalaman-pengalaman apakah yang akan diterima anak selama ia bersekolah. Keseragaman .

maupun yang kurang pandai. . Bahan pelajaran dapat disajikan secara logis dan sciternuas. Demikian dapat kita lihat. karena banyak mengandung hal yang menguntungkan. Menurut pengertiannya subject itu ialah hasil pengalaman umat manusia pada masa yang lampau yang tersusun logis sistematis. Logika dan sistematik setiap cabang pengetahuan ini tidak akan dapat ditemukan anak itu sendiri. Kurikulum yang berpusatkan mata pelajaran ini masih sangat banyak dipakai. yang pandai. MANFAAT SEPARATE-SUBJECT CURRICULUM 1. kesanggupan. Untuk mencari jalan tengah biasanya guru menyesuaikan pelajaran dengan anak-anak yang " sedang " kepandaiannya. Sebaliknya bagi anak yang kurang pandai. Berhitung dimulai dengan bilangan-bilangan kecil dan kemudian meningkat kepada bilangan-bilangan besar. dan sebagainya.bahan pelajaran yang diberikan kepada semua anak dalam suatu kelas menimbulkan kesalahan didaktis untuk menyamaratakan semua murid. kemudian diberikan bentuk-bentuk yang lebih kompleks. anak dapat berpikir secara matematis. Oleh sebab itu jalan yang efisien ialah memberi an k saja kepada anak-anak ilmu pengetahuan itu dalam susunan yang logis seperti telah dipikirkan oleh ahli-ahli. misalnya dengan mempelajari matematik. dan sebagainya. kemudian dibicarakan daerah-daerah yang makin jauh. pelajaran itu terlampau cepat dan ia makin lama makin jauh ketinggalan. Geografi dimulai dengan daerah yang dekat. Sejarah disusun dari masa purba sampai kepada zaman sekarang. dan pengalaman anak secara individual merupakan suatu hal yang sukar dan karena itu tidak sering dilakukan dalam kurikulum yang berdasarkan susunan mata pelajaran yang terpisah-pisah ini. Tiap mata pelajaran mengandung sistematik tertentu. bahwa setiap mata pelajaran atau disiplin mempunyai sistematik tertentu. Ilmu pasti mulai dengan pengertian-pengertian dasar. Menyesuaikan pelajaran dengan kebutuhan minat. Dengan mengikuti sistematik itu anak-anak juga terlatih berpikir menurut struktur disiplin. Tentu saja cara ini tidak memuaskan bagi anak-anak yang pandai karena pelajaran itu dianggapnya terlampau mudah dan tidak merangsangnya untuk mengeluarkan segenap tenaga dan pikirannya. Logika dan sistematik setiap cabang berpikir secara matematis.

sehingga guru dapat menyesuaikan jumlah waktu dengan jumlah bahan pelajaran yang harus diberikan setiap kali. kecakapan-kecakapan yang diperoleh anak-anak dalam mata pelajaran itu dapat juga digunakannya dalam kehidupannya sehari-hari. Melaksanakan kurikulum ini pun tidak menimbulkan kesulitan. malahan untuk seluruh negara. Masalah scope dan sequence tidak berapa menimbulkan kesulitan. dan kecakapan-kecakapan tertentu yang mudah dinilai dengan ujian atau tes. Dalam menentukan kurikulum ini banyak pula bantuan diperoleh dan bukubuku pelajaran yang telah diakui baik. 2. Kurikulum ini juga dipakai di pendidikan tinggi. . Dari segala macam kurikulum. Oleh sebab itu maka SM pun cenderung mempunyai organisasi kurikulum yang sama. sehingga dapat diadakan ujian umum yang uniform di seluruh negara. demikian pula SD. Guru-guru pada umumnya dapat berpegang pada buku pelajaran yang telah ditentukan. pengertian. Ada kalanya bahan pelajaran ditentukan dengan menetapkan buku-buku pelajaran yang harus dikuasai untuk suatu daerah. 4. Apa yang akan diajarkan sudah ditentukan lebih dahulu.Diharapkan pula agar pengetahuan. Kurikulum ini terutama bertujuan menyampaikan sejumlah pengetahuan. atau dikurangi. yang diajarkannya bab demi bab. 3. Kurikulum ini mudah dinilai. Boleh dikatakan. pada saat ini setiap perguruan tinggi menggunakan organisasi kurikulum yang bersifat mata pelajaran yang terpisah-pisah. mudah direncanakan dan dilaksanakan. direorganisasi. Lagi pula guru-guru terutama di SM telah terlatih dalam matapelajaran-matapelajaran tertentu. kurikulum inilah yang paling mudah disusun. sehingga lebih memudahkan luas (scope) dan urutan (sequence) bahan pelajaran di tiap kelas. Organisasi kurikulum ini sederhana. pengertian. Sequence adalah soal menentukan urutan mata pelajaran yang harus diberikan dalam tiap kelas. SD masih dianggap oleh kebanyakan orang sebagai persiapan untuk SM dan SM sebagai sekolah persiapan untuk Pendidikan Tinggi. ditambah. Scope terutama soal menentukan jumlah dan jenis mata pelajaran yang harus disajikan oleh sekolah.

Kurikulum ini mudah diubah. Terlebih-lebih apabila guru itu harus mengajar pagi sore.Kebanyakan orang tua menginginkan agar anak-anaknya kelak melanjutkan pelajarannya di fakultas. Demikian pula mata pelajaran yang dirasa tidak sesuai lagi. dapat ditiadakan. bahwa anak itu mempelajari bermacam-macam mata pelajaran seperti yang mereka pelajari. Sukar orang menerima perubahan dalam organisasi kurikulum yang telah bertahan begitu lama. Dengan sendirinya mereka lebih senang bekerja di sekolah yang mempunyai kurikulum yang sesuai dengan pendidikannya di IKIP. 5. Perubahan atau perbaikan kurikulum dicapai dengan menambah atau mengurangi jumlah. kewargaan negara. Tiap tahun ia mengulang-ulangi pelajaran tanpa membutuhkan banyak pikiran dan kreativitas seperti halnya dalam pengajaran proyek atau unit. Orang tua yang mengitimkan anak-anaknya ke sekolah menganggap sewajarnya. Karena itu kurikulum yang berbentuk subject diterima baik dan dipertahankan di SD dan SM. Kebanyakan guru SL mendapat didikan untuk mengajarkan mata pelajaran tertentu di SMP dan SMA. Kalau dirasa perlu anak -anak mengetahui tentang lalu lintas. 7. . Kurikulum ini telah dipakai berabad-ubad lamanya dan sudah menjadi tradisi. Kurikulum ini telah digunakan dan diterima baik oleh generasi-generasi yang lalu. maka mata pelajaran itu mudah ditambahkan. maka kurikulum ini sesuai benar dengan kemampuan guru. Segala perubahan atau perbaikan kurikulum kita hingga saat ini senantiasa didasarkan pada organisasi berbentuk subject. isi atau jenis mata pelajaran sesuai dengan permintaan zaman. Kurikulum ini lebih memudahkan guru. pekerjaan selanjutnya merupakan rutin yang tidak lagi meminta usaha dan jerih payah. sehingga mendapat dukungan dari orang tua dan para pengajar. Mereka merasa aman dan tenteram dalam organisasi kurikulum yang subjectcentered ini. Lagi pula. dan lain-lain. 6. pendidikan kependudukan. kalau mereka telah mengajar selama beberapa tahun dan telah menguasai bahan pelajaran (atau buku pelajaran) sepenuhnya. mengetik.

Kurikulum ini memberikan matapelajaran yang lepas-lepas. Kurikulum berbentuk mata pelajaran yang terpisah-pisah tidak mendidik anak-anak menghadapi situasi-situasi dalam kehidupannya. Organisasi serupa ini sangat menghemat waktu dan tenaga dan memberi kemungkinan mempelajari sesuatu dalam waktu singkat apa yang ditemukan dengan susah payah oleh para sarjana pada masa lampau. Matapelajaranmatapelajaran memberikan kepada anak-anak pengetahuan yang lepas-lepas.8. Apabila seorang menghadapi suatu situasi kehidupan. Keberatan-keberatan yang sering diajukan tentu saja bertalian erat dengan pandangan seseorang mengenai pendidikan dan pengajaran. Organisasi kurikulum yang sistematis seperti yang dimiliki oleh subject- curriculum esensial untuk menafsirkan pengalaman. secara fragmentaris yang sebenarnya tak ada dalam dunia kenyataan. . Hal ini diperkuat lagi apabila tiap mata pelajaran diberikan oleh guru yang berlainan seperti halnya di Sekolah Menengah tanpa mengetahui apa yang diberikan pada pelajaran lain. Kelemahan-kelemahan kurikulum ini ialah: 1. Salah satu keberatan yang paling serius ialah bahwa kurikulum ini membagi pengalaman dan pelajaran anak atas bagian-bagian yang lepas-lepas. ia mencoba mengatasinya dengan menggunakan segala pengalaman dan pengetahuannya yang ada padanya berkenaan dengan situasi itu. BERATAN-KEBERATAN IRRICULUM TERHADAP SEPARATE-SUBJECT Walaupun kurikulum ini masih sangat umum dipakai di mana-mana karena banyak mengandung kebaikan-kebaikan. yang tidak berhubungan satu dengan yang lain. tanpa mengindahkan batas-batas pengetahuan seperti diadakan oleh kurikulum ini. namun banyak pula kelemahankelemahannya dititik dari sudut pendidikan modern. Mata pelajaran yang terpisah-pisah yang dijadikan pengalaman anak bertentangan dengan dunia kenyataan.

ular. IPS. Integrasi telah dicapai dalam matapelajaran yang saling berkaitan. ketela pohon (singkong). a. bahwa Ilmu Hewan. puspaindra (bunga tasbih). turi. dan sebagainya. Jelaslah. hidung.Kesehatan: Dari hal rangka. telinga. daging. lipan (kelabang). Kalau guru (dan pengarang buku pelajaran) berpegang pada daftar yang di atas. Dalam kurikulum 1975 yang menggunakan broadfield atau bidang studi seperti IPA. kupu-kupu. padi. keong. buaya. cengkeh. b. c. Ilmu Hewan: Cecak. rusa. badak. Ilmu Tumbuh-tumbuhan: Cempaka kuning. jagung. maka pada minggu pertama anak-anak akan mempelajari "Cempaka Kuning" dalam pelajaran Ilmu Tumbuh-tumbuhan. bernafas. makanan. Yogyakarta 1950 misalnya untuk Ilmu Hayat di kelas V. pengeluaran kotoran. dan anak-anak disuruh mengumpulkan sejumlah pengetahuan yang lepas-lepas. Inilah salah satu kelemahan yang paling besar dari kurikulum yang subject-centered ini. . dan sebagainya. kelelawar. matematika. lidah.Kesehatan boleh dikatakan tidak ada hubungannya. urat saraf. tebu. Bila kita perhatikan Rencana Pelajaran untuk Sekolah Rakyat yang diterbitkan oleh KPPK. labahlabah. babi. nyatalah. Ilmu Tumbuh-tumbuhan dan Tubuh Manusia . petai. mata. kodok. dan sebagainya. ubi jalar. teh. Padahal sudah sewajarnya ada hubungan antara matapelajaran-matapelajaran itu. kumbang. kulit. burung hantu. mangga. Tubuh Manusia . Sebagai contoh di sini kami kutip bahan pelajaran Ilmu Hayat untuk kelas V. "Cecak" dalam Ilmu Hewan dan "Dari hal rangka" dalam pelajaran Tubuh Manusia. bunga matahari. vinka. ikan. beberapa penyakit. Setiap mata pelajaran berdiri sendiri.Organisasi kurikulum ini tidak mendorong guru-guru mengadakan integrasi dalam berbagai mata pelajaran. cosmea. peredaran darah. bahwa ketiga pokok itu tidak ada pertaliannya.

atau anak anak lebih mengetahui tentang susunan urat saraf cacing tanah daripada tentang cara menjaga kesehatannya sendiri. Pelajaran serupa itu lebih mengandung arti bagi anak-anak dan karena itu lebih menarik dan berrnanfaat. maka banyak masalah yang dihadapi anak dalam hidupnya tidak mendapat tempat dalam kurikulum. kurikulum ini bertujuan menyampaikan sejumlah pengetahuan yang terdapat dalam buku-buku pelajaran yang ditentukan. dan karena itu dapat juga memecahkan soal-soal yang dihadapinya dalam kehidupanya.2. Dalam praktik. Tak jarang anak-anak lebih tahu tentang perang Napoleon daripada tentang perkembangan daerahnya sendiri. tentang kehidupan keluarga. dapat menutupi kekurangan ini sedapat mungkin. maka kurikulum ini banyak . Kepada anak-anak jarang diajarkan tentang cara bergaul cara menggunakan waktu senggang. guru yang merasakan kekurangan kurikulum ini. Akan tetapi anak-anak juga harus diberi pengalaman untuk menggunakan pengetahuan itu secara fungsional dalam kehidupannya. 3. Kurikulum ini menyampaikan pengalaman umat manusia yang lampau dalam bentuk yang sistematis dan logis. Kurikulum ini tidak memperhatikan masalah-masalah sosial yang dihadapi anak-anak dalam kehidupannya sehari -hari. Tentu saja. ialah bahwa anak-anak telah terlatih dalarn memecahkan masalah-masalah pelajaran di sekolah. Dengan demikian pelajaran di sekolah dihubungkan dengan pengalaman langsung anak-anak itu. tentang memahami dirt sendiri terutama bagi pemuda. tentang jabatan-jabatan dalam masyarakat. Untuk itu ia harus diberi kesempatan di sekolah untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya dalarn kehidupan sehari-hari. Tentu saja perlu sekali bagi setiap orang untuk memiliki pengetahuan. dan sebagainya. Sesuatu yang logis tidak selalu psikologis ditinjau dari segi minat dan perkembangan anak. Anggapan. Oleh sebab bahan pelajaran terutama didasarkan atas buku pelajaran. Sering kali bahan pelajaran itu tidak ada hubungannya dengan masalah-masalah yang dihadapi anak-anak dalam kehidupannya. Berhubung dengan apa yang diketahui mengenai pertumbuhan dan perkembangan anak dan mengenai psikologi belajar.

4. karena pelajaran tak sesuai dengan mentalnya dengan kemungkinan besar anakanak itu menjadi nakal. Hal ini lebih-lebih berlaku bagi anak-anak di SD oleh sebab mereka terutama menambah pêngetahuannya berdasarkan pengalaman-pengalaman langsung yang mengandung arti baginya. atau menghindarkan kecaman dan hukuman dari guru dan orang tua. Dalam hal ini pun guru yang baik dapat berusaha untuk menghubungkan mata pelajaran dengan pengalaman anak. karena terutama memusatkan tujuannya pada perkembangan intelektual.mengandung kekurangan ditinjau dari sudut psikologis. Tujuan kurikulum ini terlampau terbatas. Anak-anak kecil sukar melihat tujuan mata pelajaran yang terpisah-pisah itu. akan tetapi konsepsi modern tentang pendidikan juga menekankan perkembangan aspek-aspek lain dari pribadi anak. Atau mereka meninggalkan sekolah. Mereka mempelajarinya atau pada umumnya menghafalnya untuk mendapat angka yang baik. Malahan ada ahli-ahli mental hygiene yang mengemukakan bahwa kurikulum ini dapat merusak pribadi anak-anak karena mereka dihadapkan kepada situasi-situasi yang tidak mengandung arti baginya sehingga mereka menghadapi frustrasi yang mengganggu kesejahteraan rohaninya. perkembangan sosial dan emosional. Mereka tahu bahwa mata pelajaran itu berguna baginya. kalau ia melanjutkan pelajarannya di universitas dan ada pula kemungkinan mempunyai minat yang khusus untuk memperdalam pengetahuannya dalam suatu mata pelajaran tertentu. Murid-murid SM lebih sanggup melihat tujuan mata pelajaran. . Oleh sebab mereka tidak melihat makna pelajaran. Tentu saja perkembangan intelektual tujuan yang penting bagi sekolah. Kurikulum ini mengabaikan atau kurang memperhatikan pertumbuhan jasmaniah. karena bertalian erat dengan kehidupannya dan kebutuhannya sehari-hari. jadi dengan motivasi yang ekstrinsik. hasil pelajaran itu dangkal dan verbalistic dan sebagian besar segera pula dilupakan. Verbalisme ini juga timbul oleh sebab mata pelajaran itu tidak berurat berakar dalam pengalaman anak itu sendiri.

dan kurang mengajak anak-anak berpikir sendiri. Perbuatannya tidak ditentukan semata-mata oleh orang lain. baik secara perorangan. berbuat. Ia mengumpulkan keterangan-keterangan dan fakta-fakta untuk memecahkan masalah-masalah. Selain dari itu bahan pelajaran biasanya lebih dahulu ditetapkan secara "otoktratis" oleh pihak atasan. Anak-anak biasanya menerima segala sesuatu atas otoritas guru atau buku pelajaran. Demokrasi menginginkan warganegara-warganegara yang dapat mengambil keputusan atas tanggungjawab sendiri. maka dalam praktik banyak guru terutama mementingkan aspek intelektual saja. 5. Guru yang mengajarkan geografi dapat menyampaikan nilai-nilai sosial. emosional. Guru yang baik mengetahui. Kurikulum ini mengutamakan penguasaan pengetahuan dengan jalan ulangan dan hafalan. maupun secara kelompok. . akan tetapi memikirkannya secara kritis. bahwa setiap pengajaran harus bersifat mendidik. Akan tetapi karena organisasi kurikulum bersifat subject. Anak-anak tidak diturut sertakan dalam merencanakan dan membicarakan apa yang akan dipelajari sep halnya dalam erti pengajaran unit. Pertanyaan-pertanyaan dan soal-soal yang mereka hadapi telah mempunyai jawab-jawab tertentu. sehingga tidak ada kebebasan menemukan jawaban sendiri. Ia tidak begitu saja menerima baik apa yang dikatakan orang lain. bekerja sendiri. Kurikulum ini kurang mengembangkan kemampuan berpikir.Tentu saja guru yang baik dapat juga memperhatikan perkembangan segi segi pribadi anak sebagai keseluruhan dan tidak hanya mementingkan segi intelektual saja.centered. estetis dan sebagainya kepada anak-anak. Demokrasi dalam rangka Pancasila sebaiknya dipupuk dengan memberi kesempatan kepada murid-murid untuk menyelidik. berpikir.

Juga tak dapat diterima bahwa subject curriculum tidak mendidik anak-anak berpikir. pelajaran. Fragmentasi. Kurikulum ini cenderung menjadi stasis dan ketinggalan zaman. dan makin banyak pengetahuan anak tentang suatu mata pelajaran makin besar pula minatnya untuk mempelajarinya lebih lanjut. Juga tak perlu kurikulum yang subject centered menjadi terbelakang asal guru senantiasa memperluas ilmunya sesuai dengan perkembangan disiplin itu. Adakalanya suatu buku digunakan dari tahun ke tahun tanpa peruhahan dan penyesuaian dengan keadaan masyarakat yang dinamis yang terus-menerus berkembang dengan pesatnya. 6. karena berpegang pada kurikulum yang subject-centered. al menurut cara berpikir sarjana dalam bidang ilmu tertentu. Bahan pelajaran dalam kurikulum ini terutama didasarkan pada pengetahuan yang telah tercantum dalam buku. maka itu bukan salah bentuk organisasi kurikulum. Dalam pengajaran proyek anak-anak menghadapi masalah-masalah yang aktual dengan menggunakan bahan dari sumber-sumber yang up-to. Apa yang benar pada suatu saat mungkin tidak sesuai lagi pada zaman yang berikutnya. Separate subject curriculum banyak diserang dari berbagai pihak.date. Pada zaman atom dan satelit ini muridmurid masih mempelajari pemadam api yang tidak terpakai lagi. Walaupun mata pelajaran diberikan secara terpisah-pisah integrasi akan terjadi juga dalam diri setiap orang. Juga untuk mata pelajaran dapat dipupuk minat. Kalaupun anak disuruh menghafal dan menumpukkan sejumlah pengetahuan yang lepas-lepas. Bahkan diharapkan agar anak dapat berpikir menurut struktur suatu disiplin. Akan tetapi sekalipun tidak ada tokoh atau aliran tertentu yang mempertahankannya. . tetapi organisasi kurikulum ini pada hakekatny a tidak merangsang kegiatan-kegiatan serupa itu. Itu sebabnya maka pelajaran di sekolah sering ketinggalan zaman. pengajaran sedikit demi sedikit tak dapat dielakkan karena tak mungkin dipelajari segala sesuatu sekaligus.Walaupun dalam kurikulum ini ada juga yang merangsang anak-anak berpikir sendiri secara kritis dan dalam batas-batas yang sangat terbatas turut merencanakan bahan. melainkan salah metode mengajarnya. Tak semua keberatan terhadap subject curriculum dapat diterima begitu saja.

sedangkan alternatif yang diberikan. CORRELATED CURRICULUM Para pendidik yang melihat kelemahan-kelemahan separate-subject curriculum dan merasa tidak puas dengan kurikulum itu berikhtiar mencari jalan untuk memberikan kepada murid pengalaman-pengalaman yang ada . seperti misalnya integrated curriculum sangat banyak menimbulkan kesulitan dalam penerapannya oleh guru dalam kelas. Sikap yang ekstrem menyebabkan kritik yang sering berlebih-lebihan. Maka karena itu hams kita elakkan cara berpikir ekstrim dan sepihak mengenai aliran-aliran dalam kurikulum. maka memilih suatu bentuk yang ekstrim dengan sendirinya mengabaikan kebaikan kurikulum yang ditentang itu . yang ingin saling menghancurkan. Akan tetapi dalam bidang kurikulum tak akan kunjung tercapai sesuatu yang sempurna. Karena setiap bentuk kurikulum mempunyai kebaikan dan kelemahan. sehingga dalam pelajaran sejarah ia belajar berpikir seperti ahli sejarah. karena kebaikannya. Setiap guru yang baik dengan sendirinya akan mengadakan korelasi dengan mata pelajaran lain yang dianggapnya perlu untuk memperdalam pengertian anak. Setelah diluncurkannya Sputnik oleh Rusia. Hal ini tak perlu mengherankan. dalam pelajaran matematika is belajar berpikir secara matematis. Para ahli giat mempelajari stuktur setiap disiplin.namun bentuk kurikulum ini masih hidup dengan subur di mana-mana di dunia. maka timbul kritik yang pedas dan tajam terhadap integrated curriculum sambil menonjolkan pengajaran mata pelajaran atau disiplin-disiplin ilmu. II. Tak ada kurikulum yang hanya mengutamakan masyarakat dengan mengabaikan sama sekali kepentingan anak. Senantiasa kita lihat pendapat-pendapat yang bertentangan. Kita harus mencoba melihatnya dalam proporsi yang sebenarnya. Diinginkan agar anak didik menurut struktur disiplin itu. Demikian pula kurikulum yang semata-mata memberikan mata pelajaran yang terpisah-pisah. Jutaan dollar dikeluarkan kepada sarjana-sarjana dalam ilmu pengetahuan alam dan ilmu pendidik untuk menghasilkan buku pelajaran menurut disiplin ilmu itu.

ada pula yang menyatu padukan mata pelajaran dengan menghilangkan identitas mata pelajaran dalam bidang studi tertentu. bercakapcakap dan lain-lain. b. Kesenian melingkapi seni suara. misalnya sejarah. Antara dua mata pelajaran diadakan hubungan secara insidental. menggambar. Hubungan yang Iebih erat terdapat. Dapat pula beberapa mata pelajaran disatukan. hanya jumlah pelajaran sangat dikurangi. drama dan sebagian dari pendidikan jasmani. kesusasteraan. jadi berdiri sendiri. . seni pahat. dan berhitung. Korelasi dapat dilakukan dengan bermacam-macam cara : a. ekonomi. pekerjaan tangan. c. aljabar. misalnya soal sawah dibicarakan dalam pelajaran geografi. tata bahasa. kewargaan negara menjadi IPS atau Ilmu Pengetahuan Sosial. akan tetapi memberi sumbangan masing-masing untuk menyoroti masalah yang dihadapi. dan sebagainya. Setiap mata pelajaran diberikan pada jam-jam tertentu. biologi. seni lukis. Broad -field itu sendiri merupakan kesatuan yang tidak terbagi-bagi atas bagian-bagian. mengarang. sosiologi. apabila suatu pokok atau masalah tertentu diperbincangkan dalam berbagai-bagai mata pelajaran. Jadi broad-field dapat dianggap sebagai modifikasi subject curriculum yang tradisional. Broad-field lain ialah matematika yang menyatukan ilmu ukur. seni tari. kimia. Dalam pelajaran bahasa dimasukkan bagian -bagian seperti membaca. bernyanyi. di-fusi-kan dengan menghilangkan batas masing-masing. Demikian pula ilmu alam.hubungannya. Paduan atau fusi antara beberapa mata pelajaran itu disebut "broad-field". yakni kalau kebetulan ada pertaliannya dengan mata pelajaran lain. geografi. Ada yang menghubungkan mata pelajaran yang satu dengan yang lain dengan memelihara identitas mata pelajaran. antropologi. dan sebagainya. dasarnya sebenamya masih bersifat subject curriculum. ejaan. ilmu hewan. Misalnya pada pelajaran geografi dapat disinggung soal sejarah. Walaupun telah tercapai perpaduan yang erat antara beberapa mata pelajaran. ilmu tumbuh-tumbuhan. disatukan menjadi IPA atau Ilmu Pengetahuan Alam.

Understanding Our World Democrary Challenges Totalitarianism Our World Is Interdependent War Is Not Inevitable. Making the Most of Our Lives Understanding Ourselves Making and Keeping Friends Establishing a Sucessful Marriage Getting Along with People Who Differ Acquiring an Education Using Our Leisure Time Developing a Philosophy of Life. Part II. Tata Pemerintahan Daerah .Solving Part I. berisi 1.Biasanya pokok yang dibicarakan berupa problema-problema. Hanna berjudul: "Facing Life's Problems" isinya : Problem . Lingkungan Alamiah  Mengendalikan banjir 2.a Wise Consumer Using Our Resources Wisely Understanding Our Economic Relations. Part IV. Assuming Citizenship Responsiblities Participating in Local Community Affairs Understanding the Functions of Government Maintaining Our Civil Liberties. Buku pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SD kelas IV yang diterbitkan oleh Departemen P dan K. Part III. Buku ilmu pengetahuan sosial yang dikarang oleh Lavone A. Becoming Economically Independent Choosing an Occupation Becoming .

berpadu. pengangkutan penumpang dan barang Jarak yang kian pendek 5. 3. Dengan demikian pengetahuan mereka tidak lepas-lepas. Herman 4. Korelasi memajukan Integrasi pengetahuan pada murid-murid. Perhubungan   Kendaraan dulu dan sekarang. 4. 2. geografi. Korelasi memberikan pengertian yang lebih luas karena diperoleh pandangan dari berbagai-bagai sudut dan tidak hanya dari satu mata pelajaran saja. Mereka mendapat informasi mengenai suatu pokok tertentu tidak secara terpisah-pisah dalam berbagai matapelajaran pada waktu yang berbeda-beda. Hidup bermasyarakat   Bermain sepak bola Pramuka berkemah Dalam pelajaran ilmu pengetahuan sosial ini masalah yang di atas dibicarakan dengan menggunakan bahan dari sejarah.  Bapak Gubernur meninjau desa Pemilihan umum 3. Peninggalan Sejarah   Mengunjungi Candi Borobudur Berziarah ke makam Ibu Kartini 6. di mana pokok itu disoroti dari berbagai disiplin mata pelajaran terentu. melainkan bertautan. . Pendidikan   Semua orang belajar Pengalaman sekolah dr. bila didapat penjelasan dari berbagai matapelajaran. Pengertian murid-murid tentang sesuatu lebih mendalam. akan tetapi dalam satu pelajaran. Minat murid bertambah apabila ia melihat hubungan antara matapelajaranmatapelajaran. dan lainlain. BEBERAPA KEUNTUNGAN BROAD FIELD CURRICULUM 1. ekonomi.

2. 1. Pengetahuan anak tentang mata pelajaran itu bersifat umum dan dangkal dan hanya dapat dipandang sebagai pengantar ke dalam berbagai mata pelajaran. kewarganegaraan atau ekonomi sebagai pelajaran pembantu. INTEGRATED CURRICULUM Integrasi berasal dari kata "integer" yang berarti unit. Korelasi antara mata pelajaran lebih mengutamakan pengertian dan prinsipprinsip daripada pengetahuan dan penguasaan fakta-fakta. kebulatan keseluruhan. Kurikulum ini pada hakikatnya kurikulum yang subject. Guru sering tidak menguasai pendekatan inter-disipliner. Pengetahuan yang diperoleh tentang suatu disiplin sewaktu membicarakan bermacam-macam pokok. Mereka mendapat kesempatan menggunakan pengetahuan dari berbagai matapelajaran guna memecahkan suatu masalah. . KEKURANGAN-KEKURANGAN KURIKULUM INI Seperti telah dikatakan. akan tetapi tidak mencukupi sebagai persiapan untuk mengikuti pelajaran di perguruan tinggi. III. correlated curriculum ialah suatu modifikasi subject curriculum dan karena itu juga hingga batasbatas tertentu mempunyai kelemahankelemahannya. sehingga tidak merupakan suatu keseluruhan yang tersusun logic dan sistematis. tidak berhubungan erat satu sama "dengan" lain. Korelasi memungkinkan murid-murid menggunakan pengetahuannya lebih fungsional. Kurikulum ia memang memberikan pengetahuan yang lebih bulat daripada separate-subject curriculum. Integrated curriculum meniadakan batas-batas antara berbagai-bagai mata pelajaran dan menyajikan bahan pelajaran dalam bentuk unit atau keseluruhan. Broad-field tidak memberi pengetahuan yang sistematis serta mendalam mengenai berbagai mata pelajaran.5. Akan tetapi orang-orang yang progresif maupun yang tradisional mempunyai keberatan-keberatan terhadap kurikulum ini. Dengan integrasi dimaksud perpaduan. Jika spesialisasinya geografi. 3. ia akan mengutamakan geografi dan menjadikan sejarah. harmoni. koordinasi.centered dan tidak menggunakan bahan yang Iangsung berhubungan dengan kebutuhan dan minat anak-anak serta dengan masalah-masalah yang hangat yang dihadapi murid-murid dalam kehidupannya sehari-hari. 6.

Integrasi sosial ini lebih diutamakan dalam integrated curriculum daripada dalam curriculum yang subject centered. Integrated curiculum dilaksanakan melalui pengajaran unit. Menurut Caswell unit ialah 'a series of related activities engaged in by children in the process of realizing a dominating purpose which is compatible with the aims of education". Menghadapkan anak kepada masalah berarti merangsangnya untuk berpikir dan ia merasa tidak akan merasa puas dan tenang sebelum memecahkan masalah itu. karena bermaksud untuk mengintegrasikan pribadi anak. yaitu cara-cara yang mungkin memberi jawaban atau penyelesaian masalah itu. akan tetapi juga tujuannya. Dalam pengajaran unit dengan sengaja anak-anak dididik untuk berpikir secara ilmiah menurut langkah-langkah yang disebut Dewey "the method of intelligence. Orang yang "integrated" hidup dan harmoni dengan lingkungannya. Suatu unit mempunyai tujuan yang bermakna bagi anak yang biasnaya dituangkan dalam bentuk masalah. Kelakuannya harmonis dan ia tidak senantiasa terbentur pada situasi-situasi yang dihadapinya dalam hidupnya. Apa yang diajarkan sekolah disesuaikan dengan kehidupan anak di luar sekolah. Dengan kebulatan bahan pelajaran diharapkan kita membentuk anak-anak menjadi pribadi yang integrated." (1) Seorang berpikir bila ia menghadapi masalah. yakni manusia yang sesuai atau selaras hidupnya dengan sekitarnya. Hipotesis-hipotesis itu harus lagi dicobakan untuk membuktikan benar tidaknya.Yang penting bukan hanya bentuk kurikulum ini. Untuk memecahkan masalah itu anak -anak melakukan serangkaian kegiatan yang saling herkaitan. Menilik tujuannya kurikulum ini juga dapat disebut "integrating" curriculum. Masalah itu harus dirumuskan setajam-tajamnya dan sering pula menganalisanya dalam sejumlah submasalah. Pelajaran membantu anak dalam menghadapi masalahmasalah kehidupan di luar sekolah. Di sekolah ia belajar bekerja sama dan bergaul dengan murid-murid lain dengan tujuan agar ia pandai bergaul dan bekerjasama dengan orang-orang lain di luar sekolah. . (2) Ia memikirkan hipotesis-hipotesis.

Menurut definisinya unit itu merupakan suatu keseluruhan bahan pelajaran. bergantung pada sifat masalahnya. Setiap hipotesa dianggap scbagai suatu kemungkinan jawaban yang harus disangsikan. Mungkin suatu masalah baru dapat dipecahkan setelah puluhan tahun. Karena itu pelajaran disusun sebagai keseluruhan yang luas yang disebut "broad unit". Akan tetapi mungkin juga tak satupun yang ternyata benar. Faktor yang menyatukan ialah masalah atau problema yang terkandung dalam . maka kesempatan itu dapat dijadikan pegangan bagi perbuatan atau tindakan kita. Unit dan ciri-cirinya. Kalau kita menjalankan integrated curriculum. Ada kemungkinan di antara hipotesa itu ada yang benar. karena dianggap tidak menghasilkan pribadi yang harmonis. Maka harus dicari di mana kekurangannya. jelaslah bahwa yang diutamakan ialah berpikir sendiri atas fakta-fakta yang dicari sendiri dan bukan menghafal fakta-fakta belaka. Unit merupakan suatu keseluruhan yang bulat. Unit ini mengandung suatu soal atau masalah yang dipelajari anak selama beberapa minggu atau beberapa bulan. Maka kita bertindak secara rasional.(3) Untuk membuktikan benar tidaknya hipotesis itu ia perlu mengumpulkan keterangan atau data sebanyak-banyaknya dengan berbagai cara dan dari berbagai sumber sesuai dengan sifat masalah itu. Ada kalanya langkah ini meminta waktu dan tenaga yang banyak. Mungkin masalah itu kurang tepat rumusannya. Ciri-ciri unit: 1. (4) Dengan keterangan-keterangan yang diperoleh itu ia menguji kebenaran hipotesis-hipotesis. (5) Jika diperoleh jawaban berdasarkan pemikiran yang dibenarkan oleh bukti bukti yang faktual. dan masalah itu tetap tidak terpecahkan. atau masih harus dicari hipotesis-hipotesis lain. atau mungkin tidak cukup keterangan yang diperlukan untuk memecahkan masalah itu. Maka masalah itu terpecahkan. Sekolah-sekolah yang " progresif " berangsur-angsur meninggalkan kurikulum yang subject-centered. sampai kebenarannya dibuktikan berdasarkan data. atau hingga sekarang masih belum terpecahkan.

daftar-daftar. lapangan terbang. Dalam kehidupan sehari-hari tak terdapat batas-batas itu. arca. melainkan menggunakan segala macam bahan untuk memecahkan soal-soal yang terkandung dalam unit itu. majalah. Unit tidak terbatas pada suatu atau beberapa mata pelajaran. Jadi masalah itu dipecahkan secara interdisipliner. Ia hendaknya menganalisis kebutuhan mereka sebagai perorangan dan sebagai kelompok. d. dari orang-orang yang dapat memberikan keterangan: tukang kayu. Ada kebutuhan anak yang timbul berkenaan dengan pertumbuhan jasmaniah dan perkembangan rohaniah. Batas-batas antara mata pelajaran sebenarnya diadakan oleh sarjana-sarjana dalam usaha mereka untuk menyusun ilmu pengetahuan. sawah. dan sebagainya. taman-taman. guru harus mengenal keadaan sosial ekonomi anak-anak. Di samping itu ada pula kebutuhan yang ditentukan oleh masyarakat dan kebudayaan tempat ia hidup. dari lingkungan sekitar: toko. kebun binatang. Unit menerobos batas-batas mata pelajaran. kepala kantor. dan sebagainya. b. radio. geografi. c. peta. dari bacaan: buku. surat kabar. Dalam merancang unit. Kebutuhan itu bersifat pribadi dan social. dan sebagainya. 2. ensiklopedi. tukang becak. Guru harus menjaga agar pelajaran tidak menyimpang dari pokok itu. dan sebagainya. bahasa. gambar. 3. pendek kata apa saja asal memberikan bahan dan keterangan untuk memahami pokok yang dipelajari itu. Bahan-bahan dicari dari pelbagai sumber seperti: a. saudagar. jika mungkin film. ilmu alam. musik. Oleh karena itu dalam suatu unit murid-murid menggunakan berhitung. Unit didasarkan atas kebutuhan anak.pokok yang akan diselidiki oleh murid-murid. Bila murid melihat faedah dan tujuan . sejarah. Segala sesuatu yang dilakukan oleh murid murid harus senantiasa bertalian erat dengan pokok tersebut dan merupakan sumbangan guna mencapai tujuan unit itu. menggambar. Dengan demikian guru lebih mengetahui dalam hal manakah mereka perlu dibantu agar lebih sanggup menghadapi masalahmasalah dalam kehidupan sehari-hari. dan sebagainya. stasion. kantor pos. dari alat-alat peraga: globe.

Mengenai kebutuhan. Unit memerlukan waktu yang panjang. kematangan. membuat gambar atau konstruksi. Belajar menurut cara unit sesuai dengan teori-teori yang pada saatnya modern tentang belajar. mencari sendiri jawaban atas masalah-masalah lalu mengambil kesimpulan yang dijadikannya dasar perbuatannya. Apa yang dipelajari dalam unit merupakan keseluruhan. 4. faedah.pekerjaan dan pelajaran. dan sebagainya. . dan kesanggupan anak prinsip individualistis lebih mudah dilaksanakan dalam pengajaran unit. Kegiatan-kegiatan dalam unit banyak memerlukan waktu seperti untuk berkaryawisata. mengadakan percobaan-percobaan. mengadakan penyelidikan dan percobaan. kalau perlu malahan sepanjang hari. mengumpulkan bahan dari berbagai-bagai sumber. Dengan sendirinya verbalisme dicegah. angkaangka atau ancaman. Bila murid -murid yakin akan kebaikan. yakni berdasarkan minat dan kebutuhan anak. Dalam organisasi kurikulum yang tradisional anak-anak menerima bermacam-macam pelajaran yang tak berhubungan satu dengan yang lain masingmasing pada jam-jam tertentu. Masalahmasalah yang terkandung dalam unit itu mempunyai arti baginya dan karena itu mereka dirangsang untuk menelaah dan memecahkan soal itu. Anakanak diberi kesempatan sebanyak-banyaknya untuk menghayati. 5. maka minat akan bertambah dan pelajaran akan lebih besar hasilnya. minat. yang saling bertalian erat dan karena itu lebih dipahami. mengumpulkan bahan dari berbagai-bagai sumber. Unit senantiasa dihubungkan dengan pengalaman-pengalaman anak. pujian. maka tidaklah r perlu dipakai paksaan dan desakan dari luar berupakan hukuman. merumuskan dan menganalisis problema-problems. dan tujuan pelajaran bagi di inya. Untuk suatu unit diperlukan beberapa jam sehari. Unit didasarkan pada pendapat-pendapat modern mengenai cara belajar. bekerja sama dalam kelompok.

Waktu yang cukup banyak diperlukan benar. Masyarakat dijadikan laboratorium tempat anak mengadakan penyelidikan dan mengumpulkan bahan-bahan yang tak dapat diperoleh dari buku-buku pelajaran. menyelidiki hal-hal yang sesuai dengan dorongan yang wajar. 6. Dalam unit anak-anak harus memecahkan masalah-masalah dengan menggunakan metode ilmiah seperti telah diuraikan di atas. Itu sebabnya maka suatu unit memakan waktu beberapa minggu. yakni merumuskan masalah. sehingga mereka belajar dengan gembira dan penuh minat. 7. berlainan sekali suasananya dengan kelas yang pasif. menyatakan perasaan dan pikirannya dengan bebas dengan perantaraan bahasa. dan bila perlu beberapa bulan. Dalam unit anak-anak dihadapkan kepada situasi-situasi yang mengandung problema. Pendirian ialah. Dalam unit digunakan setiap kesempatan untuk menghubungkan pelajaran di sekolah dengan kehidupan sehari-hari. mengambil kesimpulan dan akhirnya bertindak atau berbuat atas . dengan pengalaman-pengalaman anak. bahwa lebih baik diberikan waktu secukupnya untuk mempelajari suatu hal secara mendalam dari pada mempelajari bermacam-macam hal secara mendangkal yang segera dilupakan pula. Kelas yang diselenggarakan secara ini. di mana anak-anak duduk diam sambil mendengarkan saja. bekerja dalam kelompok. 8. mengujui hipotesis-hipotesis dengan menggunakan bahan-bahan yang diperolehnya. Unit itu life-centered. membentuk. Tentu saja masalah-masalah itu disesuaikan dengan kematangan anak dan kesanggupannya untuk memahaminya. menganalisisnya. tanpa kegairahan. bila kita ingin memperdalam pengertian dalam suatu hal. bergerak. pengamatan sendiri atau dari percobaan-percobaan. Dalam unit anak-anak diberi kesempatan untuk berbuat. lukisan. mencari hipotesis-hipotesis kemudian mengumpulkan keterangan dari buku-buku. musik. Unit menggunakan dorongan-dorongan yang sewajarnya pada anak -anak.

Tentu saja pokok untuk itu senantiasa harus sesuai dengan tujuan pendidikan. Unit direncanakan bersama oleh guru dengan murid. Guru merencanakan dan menyodorkan rencana i u kepada murid-muridnya. Sering pula orang tua diminta bantuannya dalam menentukan pokok-pokok yang dipandang penting bagi anak-anak dan bantuan mereka diharapkan pula dalam melaksa nakan unit itu. Unit dengan sengaja memajukan perkembangan sosial pada anak-anak. membuat rencana. Mereka belajar menerima dan memberi kecaman dalam suasan hormat-menghormati. Bukankah mereka lebih tahu apa yang menarik minat mereka dan apa yang mereka butuhkan? Akan tetapi kita jangan lupa. Dalam unit anak-anak mendapat banyak kesempatan untuk bekerjasama dalam kelompok. . bahwa di sekolah modern seharusnya anak-anaklah yang menentukan apa yang harus dipelajari. mengumpulkan bahan. 10. dan harga-menghargai sumbangan masing-masing. Guru-guru yang terlalu progresid berpendapat. bahwa guru sendirilah yang harus menetapkan segala sesuatu yang akan diajarkan dalam unit itu. Mereka berunding untuk menentukan rencana pekerjaan berhubung dengan unit itu. 9. Problem solving menurut scientific method merupakan suatu unsur yang utama dalam pengajaran unit. bahwa anak-anak sendiri kerap kali tidak tahu apa yang sebenarnya perlu bagi mereka. melainkan membantu anak-anak untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya secara ilmiah. Dalam kelompok anak itu merasa dirinya sebagai anggota yang dihargai dan disukai. berdramatisasi. dan sebagainya.hasil yang diperolehnya. Guru yang tradisional berpendapat. Salah satu tugas sekolah yang penting sekali bukanlah menyampaikan sejumlah pengetahuan yang harus dihafalnya. misalnya dalam diskusi. Mereka harus mendapat bimbingan dari guru yang lebih berpengalaman daripada mereka. memikul tanggung jawab. t Murid hanya menerima apa yang telah ditentukan oleh guru. Dalam pengajaran unit biasanya terdapat kerja sama antara guru dengan murid dalam menentukan pokok untuk unit itu.

Malahan besar bahayanya anak-anak mendapat bahan yang sama pada kelas lain. dan tentu pula berbeda sekali di berbagai sekolah. Guru-guru tidak dididik untuk menjalankan kurikulum seperti ini. maka tidak akan terdapat di dalamnya susunan yang logis sistematis. Karena bahan pelajaran tidak ditetapkan lebih dahulu.KEBERATAN TERHADAP INTEGRATED CURRICULUM 1. Perbedaan bahan pelajaran di berbagai sekolah di berbagai tempat dianggap pula suatu keberatan bagi anak-anak yang pindah ke sekolah lain. jadi bercorak separate subject atau berdasarkan broad field (IPS. Hal ini merupakan suatu keberatan bagi guru yang lebih suka bekerja menurut rutin dengan mengikuti buku pelajaran tertentu untuk tiap matapelajaran. Matematika. IPA. baik mengenai pokok-pokok yang dibicarakan. maupun mengenai isinya. Oleh sebab bahan pelajaran boleh dikatakan berlainan setiap tahun. Kurikulum ini tidak memungkinkan ujian umum. dan karena itu memerlukan lebih banyak inisiatif dan usaha dari guru. akan tetapi direncanakan dengan mengadakan rundingan dengan murid-murid. malahan sedapat mungkin menyesuaikan pelajaran dengan bakat dan kesanggupan tiap anak dengan keadaan lingkungan anak itu. 3. 4. Kurikulum ini memberatkan tugas guru. Kurikulum ini tidak mengharapkan pengetahuan yang sama untuk semua murid. Kurikulum sekolah guru dewasa ini kebanyakan didasarkan atas mata pelajaraan yang terpisah-pisah. sesuai dengan kurikulum yang terdapat pada SD dan SM. Memasukkan kurikulum yang baru akan menimbulkan kesukaran bagi murid-murid dan guru. Kurikulum ini dianggap tidak mempunyai organisasi yang logissistematis. Bahasa Indonesia). Tiap tahun guru itu boleh dikatakan menghadapi bahan yang barn. maka pengetahuan anak-anak pada waktu tamat tidak sama pula. 2. . Karena itu kurikulum ini tidak menginginkan ujian yang uniform di seluruh negara atau daerah. Bahan pelajaran mungkin sekali tiap tahun berlainan dengan tahun yang sudah-sudah.

akan tetapi menggunakan segala macam sumber. pada diri sang pendidik. Gedung-gedung sekolah kita sekarang masih terikat pada filsafat pendidikan yang tradisional. Semua pembaruan harus mulai pada diri guru. Anak-anak dianggap tidak sanggup menentukan kurikulum. Mengenai keberatan-keberatan itu kami ingin mengajukan beberapa catatan. Setidak-tidaknya harus ada perpustakaan yang agak lengkap sebagai suatu sumber yang penting guna mengadakan penyelidikan-penyelidikan oleh anak-anak. Akan tetapi hal ini tidak berarti bahwa organisasi . oleh sebab guru itu cenderung mengajar seperti ia sendiri dahulu diajar.5. Itu sebabnya maka pendidikan guru merupakan faktor yang penting dalam pembaruan pendidikan. bahwa murid-murid terlampau muda dan karena itu tak sanggup dan tak cukup berpengalaman untuk menentukan apa yang perlu bagi pendidikan mereka. apalagi kalau yang lama itu didukung oleh tradisi yang berabad-abad.2. dan ini harus dimulai pada pendidikan guru. Dalam organisasi kurikulum ini anak-anak turut serta diajak berunding untuk menentukan hal-hal yang akan dipelajari. Orang beranggapan. 6. Memang dalam kurikulum ini bahan pelajaran tidak tersusun secara logissistematis seperti yang lazim terdapat dalam suatu buku pelajaran. sehingga kurikulum modern tak dapat dijalankan dengan efektif. Alat-alat sangat kurang untuk menjalankan kurikulum Untuk melaksanakan kurikulum ini diperlukan ruangan-ruangan dan alatalat yang khusus. Oleh sebab itu pihak atasan. Syarat pertama bagi pembaruan ialah. bahwa guru itu harus mengubah dirinya. ad. orang dewasalah yang selayaknya menetapkan sepenuhnya apa yang harus diajarkan. I. Kurikulum ini tidak berpegang pada satu buku. Menjalankan sesuatu yang baru tidak mudah. Lagi pula tiap kelas penuh sesak dengan muridmurid. JAWABAN INTEGRATED CURRICULUM ATAS KEBERATAN- KEBERATAN YANG DIAJUKAN Semua keberatan yang di atas ada mengandung kebenaran. ad.

agar ia jangan dikuasai oleh pekerjaan rutin yang membosankan.3. Ada tidaknya ujian. Jadi kurikulum ini lebih fleksibel. yang ingin menyesuaikan pelajaran dengan keadaan masyarakat anak.5. justru akan berikhtiar. Biasanya sekolah telah mempunyai suatu kerangka yang berisi bidang-bidang yang kirangnya dapat dijadikan pokok pelajaran.4. . yaitu yang berpusat pada anak. anak-anak diturut-sertakan memilih dan merencanakan. dengan maksud agar anak -anak menerima dan memahami makna serta tujuan pokok itu. Untuk memenuhi tuntutan ujian. Dalam kerangka itu banyak kebebasan bergerak bagi guru dan murid untuk memilih pokok-pokok yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Dalam kurikulum yang "child. ad. ad. akan tetapi praktik serupa ini sudah ditinggalkan. Dalam menentukan bahan pelajaran peranan guru tetap penting. bagi guru yang dinamis tetap ada kesempatan untuk mengadakan pembaruan. maka anak-anak dilatih menghafal sejumlah pengetahuan yang diharapkan akan "keluar" dalam ujian. yang ingin terus berkembang dan turut mengikuti aliran zaman. Banyak orang di kalangan pendidikan yang mengakui. Ujian yang uniform ini memang merupakan suatu halangan ke arah pembaruan. bahwa ujian itu merupakan suatu "penyakit" yang sering menghalang-halangi pembaharuan dalam pendidikan.guru lain.sama sekali tidak ada. ad. anak-anaklah yang menentukannya. Dalam rangka tujuan pendidikan itu. Dialah yang tahu tujuan pendidikan dan nilai suatu pelajaran untuk mencapai tujuan itu. Penentuan bahan pelajaran tidak semata-mata diserahkan kepada kehendak murid-murid. Untuk mencegah berulangnya suatu pokok. guru harus mencatat apa-apa yang telah dibicarakan untuk diketahui oleh guru. Ujian yang uniform ini seakan-akan tidak memungkinkan guru menyesuaikan pelajaran dengan kebutuhan individu serta keadaan masyarakat setempat. Akan tetapi janganlah ujian itu dipakai sebagai alasan untuk membenarkan din tidak menjal nkan inisiatif ke arah a perbaikan pendidikan.centered". Guru yang dinamis.

dengan sendirinya akan tampil pengarang-pengarang buku yang sesuai dengan keperluan pengajaran unit. Sebenarnya tidak mungkin diajarkan sejarah dengan baik tanpa ilmu bumi. Kita tahu manfaat alat-alat pelajaran modem seperti film. Mereka memecahkannya dengan pikiran dan penyelidikan sendiri. 2. jadi bertalian erat dengan pengalaman mereka. radio. Kurikulum ini sesuai dengan pendapat-pendapat modern tentang belajar. televisi. Untuk memecahkan suatu pokok digunakan bahan dan semua mata pelajaran. tape recorder. MANFAAT KURIKULUM UNIT 1. Tanpa alat-alat tak dapat dijalankan kurikulum apa pun dengan efektif. dan mata pelajaran lain. sehingga perpustakaan anak-anak bertambah lengkap. Lingkungan merupakan sumber pelajaran yang tak ternilai harganya. Gedung sekolah kita belum memenuhi syarat-syarat pendidikan modem Akan tetapi kekurangan-kekurangan itu tak perlu menghalangi pembaruan. karena tidak digunakan secara fungsional untuk memecahkan masalah-masalah yang mengandung arti bagi murid. jadi anak-anak aktif dengan bermacammacam cara dan tidak pasif menerima apa yang disajikan oleh guru untuk dihafal. alat-alat pengukur dan botol. peta timbul. Alatalat itu belum dimiliki oleh sekolah-sekolah kita. ilmu hayat. 3. Masyarakat dijadikan laboratorium tempat anak-anak . Segala sesuatu yang dipelajari dalam unit bertalian erat. dan sebagainya. Banyak alat pelajaran yang dapat dibuat sendiri tanpa menelan biaya yang banyak antara lain garnbar-gambar dun rnajalah. yang benarbenar berarti bagi kehidupan mereka. Perpustakaan dapat dibentuk lambat laun. Anak-anak tidak lagi mempelajari fakta-fakta lepas yang segera dilupakan. Kurikulum ini memungkinkan hubungan yang erat antara sekolah dengan masyarakat. Mengadakan batas-batas yang tegas antara berbagai mata pelajaran sering merugikan pembentukan pengertian yang luas serta mendalam. Dalam ilmu bumi sering diperlukan ilmu alam.ad.6. Murid-murid dihadapkan kepada masalah. Kalau kurikulum ini dijalankan.

ataukah lebih baik pelajaran itu diundurkan saja dulu? . kebutuhan dan. Apakah bahan pelajaran itu sesuai dengan taraf kematangan murid? a. Dalam menentukan. 4. memikul tanggung jawab. Masyarakat dapat diturut sertakan dalam usaha-usaha sekolah. pengalaman murid-murid dalam kelas itu? Bila ternyata tidak atau kurang ada minat yang khusus untuk pokok itu. Pokok-pokok untuk unit mungkin sekali berlainan di berbagai sekolah. bekerja sama dalam kelompok. bekerja sendiri. Untuk menentukan. Murid-murid dirangsang untuk berpikir sendiri. Kurikulum ini mudah disesuaikan dengan minat. melainkan dengan kritis membandingkan keterangan-keterangan dari berbagai sumber. sebagai kelompok maupun sebagai individu. 2. kesanggupan dan kematangan murid.mengumpulkan bahan untuk menyelidiki suatu problema. bahwa kita harus bekerja dalam rangka tujuan sekolah. Di samping itu kita harus memperhatikan kebutuhan anak dalam lingkungan itu. Mereka tidak hanya menerima saja apa yang dikatakan guru atau yang tercantum dalam buku. kita dapat memajukan pertanyaan-pertanyaan yang berikut: 1. sedangkan guru merasa pentingnya pokok itu bagi perkembangan murid-murid. ia dapat berikhtiar untuk membangkitkan minat itu. Menentukan pokok untuk un it. Malahan di suatu sekolah pun mungkin pokok untuk unit berbeda dan tahun ke tahun. pokok manakah yang hendaknya dipilih untuk suatu unit senantiasa harus dipikirkan. Apakah pokok itu dibangkitkan oleh minat. Inikah saat yang sebaik-baiknya bagi murid-murid untuk memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya dari pokok yang akan dipelajari itu. Kurikulum ini sesuai dengan paham demokrasi. pokok-pokok manakah yang sebaiknya dijadikan unit yang akan dipelajari anak-anak. Mereka diajak turut serta berunding dan merancangkan pelajaran. 5.

menganalisnya. Apakah pokok lain pada saat ini barangkali lebih berfaedah dan mengandung arti bagi murid-murid. Apakah bahan pelajaran itu tidak melampaui batas kesanggupan anak dan lagi pula cukup merangsang mereka untuk mempelajarinya dengan segenap tenaga? c. Apakah bahan pelajaran itu menjamin bertambah luasnya pengetahuan murid-murid yang berguna untuk memenuhi tuntutan-tuntutan hidup yang kian hari kian meningkat? d. merumuskan masalah. Cukupkah kesempatan dalam pelajaran ini untuk merangsang murid-murid berpikir dan berbuat sebanyak mungkin? a. Pokok-pokok apakah yang harus dipilih untuk dipelajari anak-anak dalam bentuk unit? Dalam hal ini terdapat dua pendapat yang utama. Apakah bahan pelajaran itu mengandung masalah-masalah sosial yang penting artinya bagi kehidupan anak-anak sehari-hari? c. namun tidak kurang nilainya bagi perkembangan anak? d. majalah. Apakah bahan pelajaran itu herisi buah pikiran dan soal-soal yang dapat menimbulkan diskusi yang akan memperluas alam pikiran dan pandangan anak? e. bekerja sama berpikir untuk memecahkan problema? b. Yang pertama ialah . Apakah bahan pelajaran itu akan menimbulkan situasi-situasi di mana murid-murid harus merencanakan. gambar. Dapatkah disediakan hal-hal yang berikut untuk melaksanakan unit itu: a. pengalaman-pengalamaan langsung berhubung dengan unit d. buku-buku.b. mengumpulkan bahan dari berbagai sumber. bahan-bahan untuk bermacam-macam bentuk ekspresi. Apakah bahan pelajaran itu cukup memberi kesempatan untuk mengeluarkan dan menyatakan perasaan dalam berbagai-hagai bentuk? 4. kesempatan berkaryawisata c. Dua pendapat. Telah adakah pengalaman-pengalaman pada murid yang dapat digunakan sebagai landasan bagi pelajaran baru ini? 3. dan alat-alat pelajaran b. berdiskusi.

Baik kelompok yang primitif maupun yang modern dianalisis untuk menyelidiki social functions apakah kiranya yang terdapat dalam kehidupan manusia. UNIT BERDASARKAN "SOCIAL FUNCTIONS" Dasar pikiran di sini ialah. social functions apakah yang terdapat dalam hidup manusia. yakni situasi-situasi atau masalah-masalah hidup yang terus menerus dihadapi manusia. 4. jadi yang bersifat universal bagi semua kebudayaan di dunia ini pada yang lampau maupun masa sekarang maupun masa mendatang. yakni aktivitasaktivitas yang berkenaan dengan: 1. Maintenance of proper social and political relations. 3. 5. Miscellaneous activities which make up the leasure part of life. Stratemeyer menyebutnya "persistent life situations". yakni lapangan-lapangan hidup sebagai pusat perhuatan-perbuatan manusia. Sebenarnya jalan pikiran itu bukan sesuatu yang baru. . Herbert Spencer pada tahun 1859 telah mengemukakannya sebagai tujuan pendidikan. Untuk mengetahui. Rearing and disciplining of offspring. Securing necessaries of life. banyak digunakan sosiologi dan antropologi kebudayaan. A. Self-preservation.berdasarkan kurikulum itu pada "social functions". devoted to the gratification of the tastes and feelings. 2. yang mempunyai arti dan nilai kehidupannya sehari-hari sehingga ia kelak dapat menyesuaikan diri dengan efektif sebagai orang dewasa. dari problema-problema yang dihadapi anakanak dalam hidupnya. Tujuan pendidikan yang utama ialah membantu anak-anak memperoleh kehidupan yang baik dalam lingkungan sosialnya. Karena kurikulum harus memberikan pelajaran. Pendapat kedua ialah mengambil pokok-pokok unit dari kebutuhan anakanak. bahwa pelajaran harus berdasarkan aktivitas dalam masyarakat dan kebudayaannya.

Salah satu usaha lain untuk menggolongkan lapangan-lapangan hidup ini ialah Stratemeyer. Caswell. 2. Kim. Dealing with quantitive relationships. Responsibility for moral choices 1. Dalam garis besarnya mereka memperoleh lapangan-lapangan sebagai berikut: I. Expression of religious impulses. 4. Communication and transportation of goods and people. Situations calling for growth in individual capacities. Forkner dan Mc. 3. 1. a. Health. Education. and natural resources. Understanding the ideas others. Integration of the individual. Extension of freedom. property. 4. 8. Satisfying physiological needs. 10. Determining the nature and extent of individual freedom. Satisfying emotional and social needs. 3. 5. Exploration. 7. Intellectual power. Mereka menyebutnya "persistent life situations". Avoiding and caring for illness and injury. 3. 9. Productions of goods and services and distribution of the returns of production. 6. Protection and conservation of life. 2.Orang yang pertama-tama menjadikan social functions sebagai dasar kurikulum ialah H. . Using effective methods of work. Expression of aesthetic impulses. c. 2. Determining responsibility to self and others. Making ideas clear. 11. Recreation.L. la mengemukakan social functions yang berikut: 1. 1. Comsumption of goods and services. b. 2.

Participating as a group member. 4. Establishing effective working relations with others. Working with racial and religious groups. Securing goods and services. Molding public opinion. Natural phenomena. Situations calling for growth in social participation. 1. Using technological resources. Finding sources of aesthetic satisfactions in oneself. Dealing with groups organized for specific action III. 1. Intergroup relationships. II. 3. Economic-social-political structures and forces. b. Providing for social welfare. Aesthetic expression and appreciation. 1. c. and insect life.*) Keuntungan kurikulum berdasarkan lapangan hidup. b. 1. 2. 2. Deciding when to join a group. Earning a living. . 2. Participating in local and national government. Taking leadership responsibilities. Group membership. a. 3. 1. c. Contributing to technological advance. Situations calling for growth in ability to deal with environmentaal factors and forces. animal. 1. 2. 2. Achieving aesthetic satisfactions through the environment. Working with socio-economic groups. 5. Technological resources. Person to person relationships. 3. 2. a. Dealing with physical phenomena. 3. Using physical and chemical forces. Dealing with plant. Establishing effective social relations with others. 1.d. 2.

4. Kehidupan sebenarnya merupakan suatu keseluruhan dan tidak merupakan sepuluh atau sebelas lapangan kehidupan. Pelajaran di sekolah yang diberikan herpusatkan unit ini bertalian erat. 2. 1. Kurikulum ini sulit dijalankan. Dengan mempelajari lapangan-lapangan hidup diharapkan anak-anak juga lebih sanggup menyesuaikan diri dengan situasi-situasi hidup. lapangan-lapangan hidup menjadi matapelajaran-matapelajaran tersendiri sehingga menjadi semacam subject curriculum yang justru hendak diberantas oleh kurikulum ini. Kurikulum ini sesuai dengan tugas sekolah. Tujuan kurikulum ini lebih mudah dipahami oleh murid-murid. Mereka mereka banyak mengumpulkan keterangan-keterangan dari masyarakat serta lingkungan sendiri dengan mengadakan karyawisata dan penyelidikan -penyelidikan lain. Guru-guru tidak mendapat latihan untuk menjalankan kurikulum serupa ini. yakni mempersiapkan murid untuk kehidupan dalam masyarakat. Dengan demikian mereka lebih mudah melihat manfaat dan makna pelajaran itu bagi dirinya. tidak lepas-lepas seperti halnya dalam separate-subject curriculum. Dalam kurikulum ini terdapat hubungan erat antara pelajaran dengan kehidupan sehari-hari. Batas-batas itu tidak ada dalam kehidupan. Kurikulum ini menyajikan bahan pelajaran yang bulat. Sebenarnya ini telah tersimpul dalam nomor 1. Ada bahayanya. karena untuk melaksanakannya menggunakan pengalaman-pengalaman langsung.1. Kurikulum ini membagi kehidupan dalam bagian-bagian. Kurikulum ini lebih bermanfaat dan mengandung arti bagi murid-murid. Dalam subject curriculum anak-anak sukar melihat hubungan itu. 2. Keberatan-keberatan terhadap kurikulum ini. Kurikulum ini dengan sengaja berusaha mengatasi jurang antara pelajaran sekolah dengan apa yang diperlukan dalam kehidupan. 3. akan tetapi perlu juga disebut. . Kurikulum berdasarkan social functions atau lapangan hidup memberikan kepada anak hal-hal yang diperlukannya untuk menghadapi situasi-situasi hidupnya sebagai warga negara. Juga buku-buku dan alat-alat pelajaran lain menimbulkan kesukaran-kesukaran.

Kebutuhan akan pandangan dunia dan filsafat hidup. Lagi pula boleh dikatakan tidak ada lagi sekolah yang semata-mata mendasarkan kurikulum pada kebutuhan anak tanpa memperhatikan manfaatnya bagi kehidupan anak di dalam masyarakat. Kebutuhan anak pada setiap saat tidak lepas dari social functions atau lapangan-lapangan hidup. UNIT BERDASARKAN KEBUTUHAN MURID Dasar pikiran kurikulum ini ialah memberikan pelajaran kepada anak-anak yang timbul dari kebutuhan anak-anak.3. yang tersusun logis sistematis. a. c. Kebutuhan akan kesehatan pribadi. Kehidupan pribadi. Sesuatu dipelajari sebaik-baiknya kalau hal itu memuaskan kebutuhan kita. d. yakni selalu terdapat di dalam lapangan-lapangan hidup itu. e. Tujuannya ialah agar anak-anak belajar memecahkan masalah-masalah yang bertalian dengan kebutuhannya dalam kehidupannya sehari-hari. . Kebutuhan akan kepuasan estetis. Kebutuhan akan pelbagai minat pribadi. b. Kebutuhan akan harga-diri. Kurikulum ini terutama memberikan bahan yang sesuai dengan keadaan masyarakat pada masa sekarang dan kurang menyampaikan pengetahuan yang sistematis seperti yang diperoleh dengan mempelajari subjects atau mata pelajaran. sedangkan kurikulum yang berpusat pada kebutuhan murid mementingkan masalah-masalah yang dihadapi anak pada saat ini. Tentu saja sukar diadakan batas yang tegas. Kebutuhan-kebutuhan anak dapat dibagi sebagai berikut: 1. Kebutuhan akan hubungan yang lebih matang dengan anggota rumah tangga dan dengan orang dewasa di luar keluarga. bahwa dalam social functions diutamakan pendidikan anak-anak untuk menghadapi situasi-situasi hidup dengan efektif sebagai warga negara yang dewasa. Hubungan sosial yang dekat. Kurikulum ini tidak memberikan pengetahuan. a. Apa yang penting bagi waktu sekarang mungkin sekali berharga juga untuk masa depan. Bedanya dengan kurikulum berdasarkan social functions ialah. 2. B.

Kurikulum ini menyajikan bahan pelajaran yang bertalian erat dengan pengalaman anak dalam hidupnya. dan sebagainya. Kurikulum ini dapat dipertanggungjawabkan secara psikologis. Yang diutamakan bukan hanya pembentukan intelektual. norma. kurikulum ini juga memupuk sikap. 4. Selain pengetahuan. .b. 4. 2. Kebutuhan untuk turut serta bertanggung jawab dalam aktivitas-aktivitas yang penting. 3. Kebutuhan untuk mendapat bimbingan dalam memilih jabatan dan mendapat persiapan untuk suatu pekerjaan. penghargaan. Kebutuhan untuk dapat bertindak efektif guna memecahkan masalahmasalah ekonomi. Kebutuhan untuk merasa kemajuan ke arah status orang dewasa. Walaupun demikian baik kami sebut beberapa buah: 1. Kebutuhan akan hubungan baik yang lebih matang dengan teman jenis kelamin yang sama dan yang berlainan. Apa yang dipelajari dapat digunakan secara fungsional dalam menghadapi situasi dan masalah-masalah hidup anak itu. Kebutuhan untuk memilih dan menggunakan barang-barang dan jasa-jasa dengan bijaksana. Hubungan ekonomi. Hubungan sosial-kewarganegaraan. c.*) Apakah kebaikan kurikulum ini? Kurikulum ini mengandung kebaikan-kebaikan seperti terdapat pada pengajaran unit umumnya. Kurikulum ini membentuk pribadi anak. 3. yang tidak saling berhubungan. melainkan seluruh pribadi anak. Kurikulum ini menjamin integrasi bahan pelajaran. a. b. Anak-anak tahu akan tujuan. Kebutuhan untuk mendapat penghargaan sosial. jadi tidak terdiri atas mata pelajaran yang lepas-lepas. b. karena itu ia rela mengeluarkan segenap tenaga kepada pelajaran ini. makna dan manfaat pelajaran itu. a. Karena program sekolah sesuai dengan minat dan kebutuhan anak mereka didorong oleh motivasi intrinsik untuk mempelajarinya. d.

KEBERATAN-KEBERATAN TERHADAP KURIKULUM INI 1. Kesukaran juga dialami anak-anak yang pindah sekolah. 6. bahwa . Dalam kurikulum ini diperlukan administrasi yang teliti yang mencatat apaapa yang telah dipelajari oleh anak-anak. Kurikulum ini tertuju kepada perkembangan anak. dan juga intelektual. Dalam kurikul m ini diberi perhatian u sepenuhnya kepada perkembangan anak sebagai keseluruhan. Kurikulum ini sukar untuk dijalankan. sehingga dapat dicegah frustrasi dan kegagalan. 3. Titik berat diletakkan pada anak dan bukan pada bahan pelajaran. sosial. dengan melupakan. Dalam kurikulum tidak dipaksakan anak -anak mempelajari yang tidak dipahaminya maknanya. karena terutama membicarakan masalah-masalah yang dihadapi anak-anak pada masa sekarang. 5. Sekolah-sekolah yang child-centered yang terlampau progresif sangat mengutamakan anak itu sendiri. Kurikulum ini kurang mementingkan masa lampau dan masa depan. yakni jasmaniah. mengabaikan tugas sosialnya. emosional.5. Lagi pula masyarakat pun rasanya tak akan mudah menerima kurikulum ini. Kurikulum yang terlampau mengutamakan kebutuhan anak. Kurikulum ini tidak memberikan pengetahuan yang logis sistematis seperti yang diperoleh murid-murid dengan mempelajari berbagai mata pelajaran yang terpisah-pisah. 4. karena membantu anak-anak mengatasi problema-problema yang dihadapinya dalam kehidupan. Kurikulum ini berdasarkan pendirian "mental hygiene" atau kesejahteraan rohani. karena guru-guru tidak dipersiapkan untuk kurikulum serupa ini. Dengan kurikulum ini tak dapat ditentukan lebih dahulu bahan pelajaran untuk tiap kelas karena kebutuhan dan problema anak tak sama dan tahun ke tahun. 2. Yang diutamakan ialah justru hal-hal yang membantu perkembangan anak.

Memilih suatu pokok. Merencanakannya. Diusahakan agar semua anak akhirnya menerima baik hasil pilihan kelas itu. Guru dapat menentukan kebutuhan itu dengan mempelajari buku-buku tentang pertumbuhan dan kebutuhan anak. akan tetapi belum tentu pilihan guru itu betul-betul dirasakan anak-anak sebagai kebutuhannya. sehingga diperoleh beberapa pokok yang meliputi seluruh problema-problema yang dikemukakaan oleh murid-murid. Mereka menentukan tujuan- . Anakanak sering tidak mengetahui apa yang perlu bagi mereka dalam hidupnya. Kemudian diadakan kriteria-kriteria untuk unit yang dipakai sebagai pegangan agar dapat dilakukan pilihan yang bijaksana. 6. Dalam fase ini murid menganalisis pokok itu lebih lanjut. Sukar untuk menentukan. Pokok untuk suatu unit mungkin timbul atas anjuran guru kepada muridmurid untuk memilih salah satu dari beberapa pokok yang dianggap penting oleh guru dan juga dipandang murid-murid sebagai sesuatu yang sangat berharga bagi mereka. apakah sebenarnya kebutuhan anak-anak. Kemudian pokok-pokok itu disusun menurut kategori-kategori tertentu. sehingga diperoleh problema-problema yang lebih spesifik. Selanjutnya suatu pokok dapat juga diperoleh berhubung dengan suatu peristiwa yang aktual dan penting.anak-anak harus juga mengenal masyarakat dan harus hidup dalam hubungan sosial dalam masyarakat itu. b. Pokok untuk unit dapat juga diperoleh dengan menyuruh anak-anak menuliskan masalah-masalah yang mereka anggap sangat penting baginya. Sesuatu yang dibutuhkan oleh seorang anak belum tentu merupakan kebutuhan bagi seluruh kelas. Di sini pun anak-anak diberi kesempatan memilih pokok apakah yang paling berharga bagi mereka dan pokok-pokok yang mereka usulkan. LANGKAH-LANGKAH DALAM MELAKSANAKAN SUATU UNIT Biasanya suatu unit dilakukan menurut fase-fase yang berikut: a.

bila diperlukan untuk memecahkan masalah kelompok masing-masing. majalah. Apakah tujuan-tujuan semula betul-betul tercapai dalam unit. panel disscussion. Menilai unit. Dan unit ini mungkin sekali timbul problema-problema baru yang dapat dijadikan pokok untuk unit-unit baru yang akan dikerjakan oleh anak-anak selanjutnya. e. apakah mereka betul-betul belajar. Menuju unit-unit baru. Setelah diperoleh sejumlah topik. Unit itu diakhiri dengan berbagai cara. pameran. yakni mengalami perubahan kelakuan berkat unit itu. c. maka kelompok-kelompok mulai mengumpulkan bahan dari perpustakaan. misalnya dengan memberi laporan lisan. laporan tertulis. f. Selanjutnya murid-murid mengemukakan kekurangan-kekurangan dan kesulitan-kesulitan dalam pelaksanaan unit untuk dipertimbangkan dalam melakukan unit yang lain pada hari kemudian. . d. atau mencapai meliputi juga segi-segi lain dari pada pribadi anak-anak. Tujuan-tujuan itu tidak hanya berupa pengetahuan yang bertambah. Mengerjakan unit. Sedapat mungkin setiap murid menerima suatu topik yang sesuai dengan kesanggupan dan minatnya. sandiwara. Fase ini juga disebut fase kulminasi. surat kabar. maka murid-murid dibagi atas kelompok-kelompok. penyelidikan atau percobaan-percohaan.tujuan dan faedah apakah yang dapat diberikan oleh unit itu. dimana murid-murid memperlihatkan hasil-hasil yang mereka capai selama mengerjakan unit. Setiap kelompok menentukan ketua dan penulis. Kadang-kadang perlu diadakan wawancara. Mengakhiri unit. yakni puncak unit. Dalam fase ini diselidiki apakah unit itu benar-benar memberi manfaat kepada setiap peserta. Setelah diketahui dengan jelas problema yang mereka hadapi dan tujuan tujuan apa yang dapat dicapai dengan unit itu. dann lain-lain.

HUBUNGAN ANTAR KETIGA JENIS KURIKULUM Ketiga macam kurikulum itu tak usah dipandang bertentangan yang satu dengan yang lain. Hal ini malahan akan merugikan. Yang satu dapat membantu yang lain. Sebaliknya mata pelajaran biasa juga mungkin sekali memperoleh manfaat dari pengajaran unit. Untuk memperlihatkan hubungan antara ketiga jenis kurikulum itu kami berikan bagan berikut. Mereka lebih fasih berbicara. Ketiga macam kurikulum dapat berjalan berdampingan dan bantu-membantu. sejarah. sudah sewajarnya mata pelajaran ilmu pasti digunakan untuk memecahkan problema. tidak perlu semua mata pelajaran dihapuskan. lebih lancar mengarang laporan. ilmu hayat secara fungsional. Kita dapat memberikan unit dan di samping itu matapelajaran-matapelajaran yang khusus yang tradisional. Sebaiknya kita masih mengajarkan subjects dan disamping itu memberikan dua atau tiga kali seminggu pelajaran dalam bentuk unit. Untuk permulaan. Apa yang dikatakan mengenai separate subjects juga berlaku bagi broadfields yakni paduan antara beberapa matapelajaran seperti IPS. Demikianlah setiap matapelajaran dapat mem berikan sumbangannya untuk menyelesaikan suatu unit. Dalam pada itu tentu sangat menguntungkan apabila untuk mata pelajaran biasa diambil bahan yang berhubungan dengan unit itu. Jadi pengajaran unit tidak merugikan. Dengan menerima pengajaran unit. Gambar panah dalam bagan itu menunjukkan inter-relasi antara jenis-jenis . Matematika. dan Kesenian. malahan sangat menguntungkan mata pelajaran biasa. Bahasa. Dalam bagan ini dirangkumkan ketiga jenis organisasi kurikulum itu. IPA. Apabila dalam unit itu timbul soal-soal yang bersifat matematis. lebih jelas menyadari arti ilmu pasti dalam kehidupan sehari-hari. tidak diharapkan seluruh kurikulum diberikan dalam bentuk unit. lebih sanggup menggunakan pengetahuan dari geografi. Pengajaran unit dapat dan perlu pula dibantu oleh subjects. oleh sebab dalam unit itu murid-murid banyak mendapat halhal yang bertalian dengan berbagai mata pelajaran dalam situasi yang bermakna.

. Kegiatan mereka berpusat pada pekerjaan memasak. Dalam pada itu mereka belajar merencanakan dan mengadakan percobaan. 1904 dan oleh Ellsworth Colling yang mengadakan percobaan dengan "project curriculum" sebagai penerapan buah pikiran W. menulis. perlindungan. menjahit dan bertukang kayu. Pada unit kita lihat kebulatan bahan pelajaran tanpa batas-batas antara macam-macam mata pelajaran. 1896. tetapi sehaliknya pengajaran unit juga menambah penguasaan anak mengenai subjects ataupun broad-fields. atau proyek. Mereka mengadakan kegiatan intelektual maupun manual. Meriam's Laboratory School di University of Missouri. Di sekolah percobaan J. Pelajaran dasar seperti membaca.kurikulum itu. Kilpatrick dengan brosurnya "The Project Method". Melalui kegiatan ini mereka mengenal hubungan manusia yang fundamental dengan dunia seperti kegiatan manusia memperoleh makanan. Dewey anak-anak tidak mempelajari mata pelajaran yang konvensional. Pada bagan ini kita lihat pula bahwa subjects maupun broad-fields dapat membantu pengajaran unit. Broad fields kita lihat sebagai paduan antara beberapa mata pelajaran. 1918.H. ACTIVITY CURRICULUM "Activity curriculum" juga disebut "experience curriculum". Bentuk kurikulum ini terkenal oleh Laboratory School yang didirikan oleh John Dewey di University of Chicago. dan berhitung timbul karena kebutuhan akibat kegiatan-kegiatan itu. dan pakaian serta norma-norma hidup.

Collings pada tahun 1917.bernyanyi. Permainan terdiri atas permainan dengan alam. benang. Dalam memecahkan masalah itu . rafia. Dasar pikiran activity curriculum adalah sebagai berikut : Orang hanya belajar berkat pengalaman. gambar. yaitu masalah-masalah yang ditentukan sendiri oleh anak-anak. kayu. Kegiatan utama dalam activity curriculum ialah kegiatan yang digunakan dalam metode problem-solving. jadi sebelum buku itu diterbitkan. Bercerita antara lain meliputi membaca. pabrik dan berbagai pekerjaan. logam dan sebagainya. atau piano (4) proyek tangan yang bertujuan menyatakan buah pikiran dalam bentuk yang kongkrit seperti menyiapkan minuman. " The Project Method". air. atau memecahkan suatu kesulitan. dengan kebutuhan atau minatnya. dan pekerjaan tangan. langit. Kegiatan dibagi dalam empat golongan yakni : observasi. Activity curriculum baru mulai diterapkan secara lebih luas setelah buku W. Activity curriculum tidak pernah mendapat popularitas seperti subjects curriculum dan di sekolah menengah tidak pernah mendapat kedudukan yang kokoh. (3) proyek cerita yang bertujuan menikmati cerita dalam berbagai bentuk-lisan.Di sekolah percobaan Meriam juga tidak diajarkan mata pelajaran yang konvensional. tarian rakyat. udara dan sebagainya. (2) proyek ekskursi atau karyawisata yang mempelajari masalah-masalah yang berhubungan dengan lingkungan dan kehidupan manusia. bumi. listrik. Belajar atau perubahan kelakuan hanya terjadi. dramatisasi. binatang. manusia. menanam buah-buahan. bila bertalian dengan suatu tujuan yang bermakna bagi individu. bercerita. piringan hitam. 1918. permainan. Pekerjaan tangan menggunakan bahan kertas. Belajar hanya terjadi dalam proses interaksi yang aktif. dan sebagainya. mesin. dan sebagainya.H Kilpatrick. nyanyian. Ide itu telah mulai diterapkan oleh E. Kegiatan-kegiatan di sekolahnya banyak mirip dengan Meriam yakni (1) proyek mainan yang terdiri atas kegiatan kelompok seperti permainan. dan kumpulan social. tekstil. tali. Observasi misalnya meliputi pengamatan kehidupan tanaman. Berpikir hanya dapat dikembangakan dengan berpikir untuk memecahkan suatu masalah. dramatisasi. Meriam berusaha agar sekolah merupakan bagian dan kehidupan masyarakat.

pengalaman atau penelitian. Karena kurikulum ini diutamakan situasi yang riil serta minat yang spontan. bersandiwara. lapangan bermain dan ruang kelas yang besar serta fleksibel yang memungkinkan berbagai ragam kegiatan. yang mendapat latihan yang mendalam tentang perkembangan anak serta bimbingan dan penyuluhan. Dalam perkembangan kurikulum ini selanjutnya pengalaman langsung dan minat yang spontan lebih-lebih digunakan sebagai bantuan dalam proses belajar dan bukan sebagai pokok untuk menyusun unit. dan distribusinya transpor dan komunikasi kehidupan orang dahulu kala kehidupan orang di negara lain kehidupan sosial Kurikulum ini memerlukan guru yang mempunyai pendidikan umum yang luas. Selanjutnya harus ada alat-alat dan bahan yang diperlukan oleh anak sesuai dengan minatnya. Rencana timbul dengan berkembangnya minat dan buah pikiran anak. Yang dianggap menarik minat anak kelas rendah ialah kegiatan-kegiatan yang berkenaan dengan: kehidupan dalam rumah tangga alam sekitar lingkungan masyarakat yang dekat makanan. Dalam bentuk yang ekstrem disiplin diserahkan kepada kemampuan anak untuk mengatur diri sendiri dan campur tangan orang dewasa hendaknya dihindarkan. membangun. maka tidak dapat diadakan perencanaan terlebih dahulu. Sebagai kesimpulan kami cantumkan beberapa ciri activity curriculum: . produksi. Juga diperlukan gedung. dan menguasai metode pengajaran proyek.diperoleh pengetahuan dari berbagai disiplin dalam bentuk yang terintegrasi. Kegiatan anak didorong oleh motivasi intristik. Minat anak lebih banyak ditentukan berdasarkan studi. dan sebagainya. Dalam activity curriculum juga menonjol kegiatan lahiriah seperti menggambar. Jam pelajaran yang ketat tidak ada.

3. Alberty berpendirian bahwa setiap bentuk pendidikan umum dapat dipandang sebagai core curriculum atau kurikulum inti. dikorelasikan. Jadi setiap program pendidikan umum. Kurikulum ini ditentukan programnya oleh minat dan tujuan anak. Menurut B. Smith dkk. Core Curriculum. Mereka memandang core curriculum sebagai kurikulum yang mempunyai cara atau metode tertentu dalam penyajiannya. Sambil melakukan kegiatan-kegiatan untuk memecahkan suatu masalah anakanak memperoleh berbagai pengetahuan dan keterampilan. Namun banyak ahli kurikulum lain yang merasa perlu untuk membedakan 'core' dengan pendidikan umum. 2. Rencana itu berkembang sambil menjalankan kegiatan. Jadi core curriculum mempunyai arti yang sama dengan pendidikan umum.1. core program ini merupakan suatu reaksi terhadap kurikulum yang terdiri atas mata pelajaran yang terpisah-pisah untuk memperoleh lebih banyak integrasi dalam pelajaran. sekalipun berupakan daftar matapelajaran wajib menurut pandangan ini harus dianggap sebagai core curriculum. Atas dasar itu maka H.O. Jadi dapat dikatakan bahwa setiap core curriculum termasuk pendidikan umum. serta efektif. ataupun dalam bentuk broad unit atau unifield courses. Kurikulum ini tidak direncanakan lebih dahulu. fundamental dan esensial yang hams diberikan kepada setiap murid agar ia menjadi warganegara yang berharga. memberikan aktivitas yang lebih banyak dalam proses belajar dan mengadakan hubungan yang lebih erat . Perencanaan dilakukan bersama oleh murid dan guru. Yang dipentingkan bukan hanya hasilnya. 4. Metode utama yang digunakan ialah metode pemecahan masalah. akan tetapi tidak setiap program pendidikan umum berbentuk core curriculum. Akan tetapi di samping itu kurikulum ini juga bermaksud untuk memenuhi kebutuhan siswa. Dengan core curriculum dimaksud bagian dari seluruh program pendidikan yang dianggap penting. sekalipun core curriculum itu juga mengenai pendidikan umum. apakah disajikan sebagai matapelajaran yang terpisah-pisah. berguna. melainkan juga proses untuk memecahkan masalah itu.

Pokokpokok yang dapat dibicarakan antara lain:     Negara kita Negara-negara lain Dunia lama dan dunia barn Masa kolonial Atau dalam bentuk masalah atau pertanyaan:   Bagaimanakah suatu bangsa dapat meningkatkan mutu penghidupan? Bagaimanakah dapat kita hadapi masalah-masalah yang ditimbulkan oleh perkembangan teknologi? (2) Mengambil pokok-pokok dari "Social functions" atau "major areas of living". sering antara IPS dan Bahasa Inggris. Maka kurikulum ini mempunyai tujuan yang agak luas yang meliputi ide-ide yang terdapat dalam berbagai bentuk kurikulum lainnya yang menyimpang dari subject curriculum. Ini dilakukan dengan menggabungkan atau mengkorelasikan beberapa matapelajaran seperti ilmu pengetahuan sosial dan bahasa.antara pelajaran di sekolah dengan kehidupan dalam masyarakat. Akan tetapi banyak pula disajikan dalam bentuk broad unit. Kurikulum itu mengadakan integrasi dalam bahan pelajaran. Ciri-ciri Core Curriculum. yakni: (1) paduan heberapa mata pelajaran. Dengan demikian maka diperoleh beberapa macam program untuk core curriculum. atau masalah-masalah yang berkenaan dengan kehidupan atau yang bertalian dengan minat dan kebutuhan pemuda. . seperti:       Pengawetan sumber alarn Matapencarian Pandangan kita terhadap dunia Mencegah kecelakaan dan penyakit Dunia kita yang kian menciut Pengaruh ilmu pengetahuan dan teknologi terhadap kehidupan kita. Sebagai pokok untuk unit dapat digunakan topik-topik dad social functions.

Core curriculum ini mendapat kritik seperti yang diajukan terhadap pengajaran unit pada umumnya. Perbedaan individual diperhatikan dan bimbingan merupakan unsur yang esensial dalam kurikulum inti ini. Hal ini disebabkan oleh kegagalan menyusun suatu disain . karena suatu unit menerobos batas-batas mata pelajaran. Dengan demikian core curriculum mengandung ciri-ciri integrated curriculum. Merencanakan bersama dan kerja kelompok dalam kegiatan belajar banyak dilakukan. Kurikulum inti ini mengadakan hubungan yang lebih erat antara pelajaran dengan kehidupan sehari-hari serta dengan minat dan kebutuhan pemuda. Murid-murid didorong untuk berpikir kritis dan menggunakan ketrampilan intelektual lainnya menghadapi masalah-masalah yang bermakna bagi mereka. Metode yang diutamakan ialah problem solving. Seperti unit lainnya dalam memecahkan pelajaran dimanfaatkan bahan dari semua mata pelajaran yang diperlukan. seperti juga dikemukakan terhadap tiap bentuk kurikulum yang menyimpang dari bentuk subject curriculum. Metode mengajar lebih fleksibel. Keberatan-keberatan terhadap core curriculum.(3) Mengambil pokok dari Masalah-masalah kehidupan seperti :     masalah pekerjaan masalah kewargaan negara masalah kehidupan rumah tangga masalah waktu senggang (4) Memilih topik berhubungan dengan minat murid:    masalah pergaulan masalah hubungan dengan anggota jenis kelamin lain masalah agama dan kepercayaan. Kegiatan belajar lebih banyak ragamnya jika dibandingkan dengan subject curriculum. Salah satu keberatan yang paling dirasakan ialah bahwa kurikulum tidak berhasil memberikan pengetahuan yang sistematis.

Kerap kali satu di antaranya yang paling menonjol. Kesulitan yang dihadapi dalam penerapan kurikulum ini ialah soal guru yang tidak kompeten. Karena guru-guru pada SM pada umumnya mengadakan spesialisasi tertentu. Untuk itu diperlukan orientasi barn. urutannya. Kurikulum ini hanya memberikan kesatuan waktu belajar yang lebih panjang. Sebelum ini tercapai maka pelaksanaan core curriculum biasanya hanya berbentuk kombinasi beberapa mata pelajaran yang seharusnya harus dipadukan oleh "integrating ideas". jika guru-guru masih berpegang pada disiplin masing-masing. misalnya dua jam pelajaran berturut-turut akan tetapi bahan pelajaran sendiri dalam praktik sering tidak memberikan bahan yang diintegrasikan akan tetapi bahan dari sejumlah mata pelajaran secara terpisah. biasanya yang paling dikuasai oleh guru. sehingga masih banyak yang diserahkan kepada pemikiran guru masing-masing. Sekalipun digunakan team teaching masih belum terjamin tercapainya integrasi bahan pelajaran.yang menjamin bahan pelajaran yang sistematis. RANGKUMAN 1. . Kurikulum serupa ini memerlukan guru yang mempunyai pendidikan umum yang luas. Kesulitan juga timbul karena kurikulum inti ini belum mempunyai buku pedoman yang memuaskan. Organisasi kurikulum menentukan bahan pelajaran. maka mereka tidak menguasai cara mengajar secara inter-disipliner. sedangkan guru-guru SM mengkhususkan studinya pada bidang tertentu. Dan memang pendekatan secara inter-disipliner belum cukup berkembang untuk diterapkan di sekolah. dan cara menyajikannya. Tentu saja kurikulum yang berbeda dengan subject curriculum akan mengalami kesulitan dalam lanjutannya ke perguruan tinggi yang dalam persyaratan masuk dan kurikulumnya masih berpegang pada kurikulum yang berpusat pada mata pelajaran. Itu sebabnya mengajarkan program yang integrated sangat sukar.

yang juga banyak keuntungannya dan mempunyai ciri-ciri yang dapat mengatasi kelemahan subject curriculum. Bentuk kurikulum yang lebih "tua" dari yang lain ialah subject curriculum yang berpusat pada mata pelajaran yang tersendiri-sendiri. atau core curriculum. 5. Setiap bentuk kurikulum mempunyai kebaikan dan kekurangan. 3. project curriculum atau experience curriculum. namun bentuk kurikulum masih sangat populer di mana-mana di dunia. 4. 6. 9. . Metode yang diutamakan dalam integrated curriculum ialah metode "problem solving" atau metode ilmiah dengan menghadapkan siswa kepada masalah masalah yang bermakna baginya. Sebagai reaksi terhadap apa yang dianggap kekurangan-kekurangan kurikulum ini timbul organisasi kurikulum yang lain seperti correlated curriculum dan integrated curriculum. Kekurangankekurangan suatu kurikulum sering ditonjolkan oleh para penentangnya ditinjau dari segi pendirian masing-masing. 10. 8. 7. keduanya dikenal sebagai "the Seven Liberal Arts". Subject curriculum telah ada sejak zaman Yunani yang dilanjutkan oleh orang Rumawi dalam bentuk trivium (gramatika. Walaupun subject curriculum banyak dikecam. namun tidak mendapat popularitas yang luas. kedokteran. Subject sebenarnya pengalaman umat manusia yang disusun secara logis sistematis. astronomi. dan boleh dikatakan hampir tak ada yang memperjuangkannya. hukum) dan kini telah terdapat ratusan macam mata pelajaran. karena tidak dapat memberikan pengetahuan yang sistematis yang masih merupakan syarat bagi universitas dan karena guru tidak dipersiapkan untuk itu. retorikam dan logika) dan quadrivium (arithmatika. Pada abad pertengahan timbul mata pelajaran yang vokasional (teologi. dan musik). Integrated curriculum dapat berbentuk activity curriculum. antara lain. Bentuk kurikulum yang lebih baru. geometri.2. life curriculum. terutama di Perguruan Tinggi. termasuk yang dianggap non-akademis.

Banyak timbul reaksi terhadap subject curriculum karena kelemahankelemahannya. 11. Pilih suatu topik dan coba kembangkan menjadi suatu resource unit. Budaya. melainkan memanfaatkannya secara fungsional dalam pemecahan masalah. 4. Bagaimana pendapat saudara? 6. Ada mengatakan bahwa trivium mirip dengan jurusan Sosial. Subject curriculum dapat mengatasi kelemahannya dengan memanfaatkan kebaikan-kebaikan bentuk kurikulum lainnya. 12. Hingga manakah ada persamaan antara tujuan pendidikan me nurut Herbert Spencer dengan "social functions"? . sedangkan quadrivium dengan Pasti-Alam. Apakah prinsip-prinsip integrated curriculum? Apa sebab kurikulum ini tidak meluas.11. sekalipun banyak mengandung kebaikan? 8. Apa dimaksud dengan "social functions" atau pusat-pusat kegiatan manusia? Sebutkan social functions itu. 13. Dapatkah saudara menerima semua kecaman itu? Tinjau kecaman itu secara kritis. Apa sebab subject curriculum tetap bertahan dan terus populer. sekalipun banyak dikecam? 7. Core curriculum lebih mirip kepada kurikulum yang mengusahakan integrasi serta menyesuaikan bahan pelajaran dengan kebutuhan murid atau masyarakat. Core curriculum selalu mengenai pendidikan umum. walaupun tidak setiap bentuk pendidikan umum dapat diterima sebagai core curriculum. Sebutkan kekurangan-kekurangan subject curriculum. Menjalankan integrated curriculum tidak berarti menyampingkan subject sama sekali. Bagaimanakah langkah-langkah menjalankan suatu broad unit atau pengajaran unit? 9. Sebutkan. Apakah beda subject dan subject matter? Adakah subject matter pada integrated curriculum? 5. Apakah beda subject curriculum dengan integrated curriculum? 2. PERTANYAAN DAN TUGAS 1. 10. 3. 12. Apa dimaksud dengan "persistent life situations".

dan proyek (E. Meriam's Laboratory School. Correlated curriculum menjadi lebih populer dan juga telah menjadi kenyataan dalam Kurikulum SD dan SM 1975. 20. 16. Adakah diskusi antara orang yang menyetujui subject curriculum dengan orang yang pro integrated curriculum. Apakah persamaan dan perbedaan antara Kurikulum Laboratory School (Dewey). Bagaimanakah saudara dapat memanfaatkan bentuk kurikulum yang integrated untuk memperbaiki subject curriculum? . Alberty tentang core curriculum tidak dapat diterima pihak tertentu? 18. Apa sebab pendapat H. Apakah dimaksud dengan core curriculum. Sebutkan ciri-cirinya. Sebutkan beberapa tokoh memelopori activity. curriculum atau experience curriculum.13. Jelaskan prinsip-prinsip yang mendasarinya. Apakah kekurangan-kekurangan correlated curriculum? Bagaimana saran saudara untuk mengatasinya 15. Adakah persamaan antara core curriculum dan activity curriculum? 19. 17. 14. Collings).

Juga belum ada cara tentang mengorganisasi kurikulum yang dapat diterima ole h semua. Maka perlulah diadakan pilihan tentang apa yang perlu diajarkan. demikian pula kemampuan anak untuk menguasai bahan pelajaran. BAHAN PELAJARAN Bahan pelajaran atau subject matter terdiri atas pengetahuan. Sering mata pelajaran baru ditambahkan sedangkan mata pelajaran lama bercokol terus. bukan atas pertimbangan rasional yang obyektif. Timbul pula tujuan-tujuan yang baru seperti berpikir kritis dan kreatif. nilai-nilai. yakni apa yang harus diajarkan merupakan suatu masalah yang makin lama makin bertambah sulit. sehingga beban belajar bagi anak bertambah berat. Demikian pula penambahan mata pelajaran sering terjadi oleh tekanan golongan tertentu. Sebabnya ialah: 1) bahan pelajaran cepat bertambah luas karena eksplosi ilmu pengetahun. Mata pelajaran yang sebenarnya telah usang dipertahankan karena "vested interest" golongan-golongan tertentu. Di samping itu waktu belajar terbatas. Spesialisasi dalam pendidikan makin meluas dan tiap spesialisasi memerlukan bahan pelajaran tambahan. Tak ada lagi manusia yang mungkin menguasai seluruh pengetahuan yang ada sekarang. 2) belum ada kriteria yang pasti tentang bahan apa yang perlu diajarkan. memahami lingkungan sosial.BAB 8 MENENTUKAN SCOPE DAN SEQUENCE DALAM PEMBINAAN KURIKULUM PELAJARAN Menentukan scope. memahami dunia internasional dan sebagainya yang dianggap perlu dimasukkan dalam kurikulum. Menambah mata pelajaran dalam masa belajar yang sama sering berarti makin dangkalnya pengetahuan anak tentang aneka ragam bidang. dan ketrampilan. 3) Mata pelajaran yang tradisional tidak lagi memadai. Sawah bukan bahan pelajaran akan tetapi yang menjadi bahan .

Organisasi bahan serupa ini disebut psikologis. Kurikulum yang logis ini sering tidak ada kaitannya dengan pengalaman anak dalam hidupnya. Setelah anak mencapai tingkat perkembangan tertentu.pelajaran ialah pengetahuan tentang sawah itu. Penyusunan ini dilakukan secara rasional. lebih banyak harapan bahan itu akan dipaham i dan diingat. dan sebagainya. Dalam hal ini pengetahuan dan disiplin ilmu itu dipakai secara fungsional untuk memahami suatu masalah. karena memperhitungkan minat dan tingkat perkembangan jiwa anak. Misalnya cara berpikir matematis berbeda dengan cara berpikir historis atau ekonomis. konsep. Topik ini dapat diajarkan dengan menggunakan bahan dari berbagai disiplin ilmu seperti biologi. geografi. Bahan pelajaran adalah sebagian dari kebudayaan. matematika. Disiplin ilmu banyak digunakan sebagai dasar penyusunan kurikulum yang berbentuk mata pelajaran seperti fisika. yakni cara mengajukan pertanyaan dalam mengadakan penelitian untuk menghasilkan pengetehuan baru. bahwa organisasi yang psikologis tidak dengan sendirinya bersifat tak-logis. dan prinsip. misalnya bila dibicarakan masalah yang nyata seperti soal kesehatan. maka mereka dapat mempelajari disiplin ilmu itu sebagai mata pelajaran. Kurikulum serupa ini dikatakan mempunyai organisasi yang logis. logis. Bahan pelajaran disajikan dalam urutan yang logis. data. kemudian bersel banyak dan selanjutnya meningkat kepada binatang yang berangsur-angsur lebih kompleks strukturnya. kimia. misalnya dalam biologi dimulai dengan binatang yang bersel satu. kecelakaan lalu-lintas. Perlu dikemukakan. Pengetahuan manusia disusun oleh para ahli dalam sejumlah kategori yang disebut disiplin ilmu. Kurikulum yang dianggap lebih bermakna ialah bila bahan pelajaran dihubungkan atau didasarkan atas pengalaman anak dalam kehidupannya seharihari. sejarah dan sebagainya. fisika. biologi. sistematis sehingga menjadi suatu sistem yang bulat. . Tiap disiplin mempunyai bahan atau isi tertentu berupa fakta. sehingga apa yang dipelajari anak sering hanya hafalan kata-kata tanpa makna dan karena itu tidak memperkaya pribadinya. akan tetapi juga cara berpikir atau disiplin berpikir tertentu. dan sebagainya. Karena ilmu itu digunakan secara bermakna.

Menyusun kurikulum untuk pendidikan umum serupa ini jauh lebih sulit karena sukarnya mengadakan pilihan dari bahan yang terhingga banyaknya. Pendidikan khusus ini dapat misalnya mengenai pendidikan kejuruan atau vokasional.Yang dijadikan bahan kurikulum bukan hanya isi disiplin ilmu berupa pengetahuan. Ada bahan pelajaran yang umum. Bahan pelajaran yang dituangkan dalam sejumlah besar mata pelajaran demikian banyaknya sehingga tak mungkin seseorang dapat mempelajari keseluruhannya selama hidupnya. dan lain-lain. misalnya yang mengenai pemerintahan. Pengetahuan umum juga diartikan sebagai pendidikan yang luas. Biasanya makin luas bahan pelajaran makin kurang mendalam pengetahuan yang diperoleh dalam jangka waktu yang sama. proses pemecahan masalah. Anak-anak harus dengan sengaja diajarkan proses berpikir kritis. proses penemuan. Dalam menyusun kurikulum harus pula dipertimbangkan soal luas dan kedalaman bahan mata pelajaran. dan sebagainya. Ada mata pelajaran yang dianggap perlu dipelajari oleh semua warga negara seperti membaca. Mata pelajaran ini termasuk pendidikan umum. dapat pula memberi pendalaman dalam bidang studi tertentu. Ada pula bahan pelajaran yang khusus. yang memberitahukan pengetahuan yang banyak tentang segala macam hal. Tujuannya ialah agar semua warga negara mempunyai dasar pemikiran yang sama untuk menjamin keutuhan negara. Selain pendidikan yang bersifat umum kurikulum juga menyediakan pelajaran yang membarikan pendidikan khusus yang tidak diharuskan bagi semua pelajar akan tetapi hanya diikuti siswa yang memilihnya. sejarah nasional. menulis dan berhitung. norma-norma dalam kelakuan yang baik. melainkan juga prosesnya. Aspek proses ini masih kurang mendapat perhatian. sehingga ia dapat berkomunikasi dengan manusia di mana saja di dunia. dan sebagainya. yang sudah dapat dilakukan pada tingkat SD. dapat bertukar pikiran dengan "the worldwide community of civilized human beings". Selanjutnya masih ada mata pelajaran yang diwajibkan bagi semua siswa seperti bahasa nasional. yaitu . pendidikan kewarganegaraan. yakni hal-hal yang hams dimiliki oleh semua warga negara.

Kriteria itu ialah : 1. Salah satu fungsi pendidikan ialah menyampaikan kebudayaan bangsa kepada generasi muda. dan yang normatif. peraturan. yakni yang mengenai fakta-fakta dan prinsip-prinsip. Namun belum tentu apa yang berguna pada masa yang lampau masih berguna pada zaman sekarang atau untuk masa mendatang. Bahan pelajaran harus dipilih berdasarkan tujuan yang hendak dicapai. dan nilai-nilai. Untuk tujuan-tujuan yang umum keadaannya lebih sukar. estetika. Bahan pelajaran dipilih karena dianggap berharga sebagai wa risan generasi yang lampau. dan keterampilan masa lalu harus senantiasa disesuaikan dengan keadaan baru agar jangan menjadi usang. Karena perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang menimbulkan perubahan yang cepat dalam segala aspek hidup sehingga pengetahuan. Setelah itu baru ditentukan bahan pelajaran yang dianggap paling serasi untuk mencapai tujuan-tujuan itu. moral. Kesulitannya ialah bahwa setiap kriterium mempunyai kelemahannya. Pilihan itu harus dilakukan karena luasnya bahan yang ada. norma-norma. dipilih dari persediaan yang sangat luas yang dapat disajikan kepada anak-anak untuk dipelajari. . misalnya bersipat vokasional. Setiap penyusunaan kurikulum dimulai dengan merumuskan tujuan.diperlukan untuk kepentingan tertentu. Subject matter atau bahan mata pelajaran. 2. yang umum sampai yang khusus. apalagi yang mengenai kepribadian seseorang. yaitu bertalian dengan norma-norma. KRITERIA PENENTUAN BAHAN PELAJARAN Ada sejumlah kriteria yang digunakan untuk memilih bahan pelajaran. Dapat pula bahan pelajaran itu dibagi dalam bagian yang deskriptif. secara ilmiah. Lagi pula belum ada alai yang dapat mengukur hasil-hasil pendidikan. Untuk tujuan-tujuan yang khusus lebih mudah ditentukan bahan pelajarannya dan dapat segera dinilai keserasiannya. Maka perlulah diadakan kriteria agar memilih bahan itu dapat dilakukan secara lebih rasional. sedangkan apa yang dapat dipelajari dalam jangka waktu tertentu yang sangat terbatas. Banyak di antaranya yang sangat bernilai. yang hanya diperlukan oleh orang-orang tertentu.

Karena kebanyakan anak demikian pula orang tua mengharapkan. Keberatan yang diajukan terhadap pendirian itu ialah. Usaha-usaha perubahan dan pembaharuan kurikulum ke arah penyesuaiannya dengan kebutuhan anak pemuda sering mengalami kesulitan atau kegagalan. . Ada yang mengatakan bahwa pada hakikatnya perguruan tinggi menguasai seluruh sistem pendidikan dan SD . Herbert Spencer pada tahun 1859 mengajukan pertanyaan: '"What knowledge is of most worth". maka kebutuhan dan sifat perkembangan anak kurang mendapat perhatian utama. Lagi pula. 4. Bahan pelajaran dipilih karena dianggap berharga bagi manusia dalam hidupnya. karena yang dipakai sebagai ukuran kelakuan orang dewasa. Akhirnya apa yang dilakukan orang dewasa belum tentu sesuai dengan apa yang seharusnya mereka lakukan.3. berarti mempertahankan keadaan sekarang. agar anak itu memasuki perguruan tinggi maka pengaruh perguruan tinggi terhadap SM bahkan SD sangat besar. Jadi pendidikan harus relevan dengan kebutuhaan masyarakat. harus memberikan pendidikan dalam bidang-bidang yang diperlukan oleh anak-anak dalam kehidupan mereka dalam masyarakat. Kurikulum yang terlampau mementingkan bahan pelajaran disiplin tertentu dianggap kurang memenuhi kebutuhan pemuda dan kurang memperhatikan kebutuhan sosial dalam masyarakat modern yang dinamis. Bahan pelajaran dipilih karena berguna untuk menguasai suatu disiplin. bahwa apa yang baik dilakukan untuk zaman sekarang belum tentu baik pula untuk masa depan. Pengetahuan apa yang paling besar manfaatnya. karena dianggap kurang sesuai dengan syarat-syarat masuk ke perguruan tinggi. Penguasaan disiplin diperlukan sebagai prasyarat untuk melanjutkan pelajaran sampai perguruan tinggi. sedangkan keadaan senantiasa berubah. Mengharuskan anak-anak meniru perbuatan generasi tua.SM merupakan perguruan tinggi dalam embrio. bahwa sekolah yang didirikan oleh masyarakat. yang paling berguna bagi manusia dalam kehidupannya sehari-hari? Dasar pikiran di sini ialah. Franklin Bobhitt menganalisis kegiatan-kegiatan orang dewasa dalam masyarakat dengan maksud agar kegiatan-kegiatan itulah diajarkan kepada anak-anak agar menjadi warga masyarakat yang serasi.

Di lain pihak.5. Tujuan pendidikan merupakan pengetahuan dapat dicapai dengan menentukan bahan pelajaran. . akan tetapi keterampilan mental seperti berpikir kritis. misalnya bahwa setiap anak harus belajar menulis. sehingga perlu dipilih berdasarkan antara lain kepentingannya ditinjau dan segi sosial. sejarah. tetapi tidak mengembangkan kesanggupan mental itu. Tentu saja kebutuhan dan minat anak dapat diperluas. Karena itu lebih baik pelajaran dipusatkan pada sejumlah pokok yang terbatas yang dapat mengembangkan keterampilan mental. Dalam memilih bahan pelajaran perlu kita perhatikan pendapat Hilda Taba yakni bahwa untuk mencapai suatu tujuan pendidikan kita tidak cukup hanya memperhatikan isi atau bahan pelajaran akan tetapi juga proses pelajaran atau pengalaman belajar. Bahan pelajaran dipilih karena sesuai dengan kebutuhan dan minat anak. Memperturutkan salah satu di antaranya rnembawa kepincangan. Apa yang dibutuhkan oleh anak menurut pendapatnya tidak selalu baik. dan sebagainya. daripada berusaha meliputi sejumlah bahan yang luas yang hanya dihafal secara mendangkal. demikian pula sikap dan norma-norma hanya dapat dipelajari melalui pengalaman-pengalaman untuk menerapkannya. Ketrampilan mental itu dapat ditransfer dalam situasi-situasi lain yang memerlukan ketrampilan berpikir kritis dan kreatif untuk memecahkan masalah-masalah dengan menggunakan metode penemuan (discovery). sehingga meliputi hal-hal yang semula tidak menarik minatnya. orang dewasa. apa yang benar-benar dirasakan perlu. Juga dianjurkannya ialah agar bahan pelajaran hendaknya fundamental yang dapat mengembangkan kesanggupan berpikir secara konsepsional. Lagi pula banyak hal-hal yang penting sekali bagi anak. Ia berpendirian bahwa bahan pelajaran tidak boleh dipisahkan dari pengalaman belajar. maka kita menyalahi prinsip-prinsip proses belajar. Seperti telah pernah kami kemukakan dengan kebutuhan anak dapat dimaksud (a) kebutuhan menurut tafsiran. yang tidak dengan sendirinya dirasakannya sebagai kebutuhan. atau (b) kebutuhan berdasarkan perkembangan anak. bila kebutuhan dan minat anak diabaikan. membaca.

Penganut aliran "progresif ' akan menentukan bahan pelajaran terutama berdasarkan minat anak atau pemuda. yaitu faktor anak. 1. maka mereka akan mencari unsur-unsur dari kebudayaan itu yang dianggap penting bagi perkembangan anak-anak. Jika mereka berpendirian bahwa sekolah harus menyampaikan kebudayaan masa lampau yang diwariskan oleh nenek moyang. masyarakat. Cara yang dipilih banyak bergantung pada nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh mereka yang menentukan kurikulum. Jika mereka menganggap. Di bawah ini kami berikan beberapa prosedur yang diikuti dalam penentuan bahan pelajaran. Mereka yang yakin pada kebaikan "activity curriculum" tentu akan bertolak dari prinsip-prinsip yang berbeda dengan penganut "subject curriculum". bahwa sekolah harus mempersiapkan anak. setiap pendirian yang ekstrim mempunyai kelemahan. Bahan pelajaran akan berbeda pula bila yang diutamakan ialah perkembangan mental atau intelek. sekalipun kedua pendirian itu dapat dipertemukan hingga batas-batas tertentu. Prosedur menerima otoritas para ahli. oleh sebab manusia senantiasa berpijak pada dasar-dasar tertentu. atau pembangunan masyarakat barn. Jadi serasi tidaknya bahan pelajaran bergantung pada tujuan yang ingin dicapai. maka bahan yang penting ialah kegiatan -kegiatan yang dilakukan orang dewasa dalam kehidupannya. agar dapat menyesuaikan diri dengan kehidupan dalam masyarakat. Dalam pembinaan kurikulum hendaknya kita perhatikan semua faktor yang turut mempengaruhinya. Mereka yang mengutamakan fungsi sosial sekolah mengambil aspek-aspek kehidupan sosial sebagai dasar untuk menentukan bahan pelajaran.Dalam penentuan bahan pelajaran para penyusun kurikulum dipengaruhi oleh aliran yang dianutnya. PROSEDUR MENENTUKAN BAHAN PELAJARAN Berbagai cara dapat diikuti untuk menentukan bahan pelajaran. Seperti telah pernah kami utarakan. Mereka yang mengutamakan subject curriculum akan mementingkan bahan yang terkandung dalam disiplin. . Prosedur penentuan bahan pelajaran. Dalam kenyataan hal ini tidak mudah melakukannya. maupun disiplin ilmu pengetahuan.

Tentu saja pengarang itu menggunakan berbagai sumber dalam penulisan itu. karena tidak ada jaminan apakah dan hinggga manakah bahan itu sungguh-sungguh membawa anak kepada tujuan itu. Bahan pelajaran dapat ditentukan secara eksperimental dengan mengadakan penelitian hingga manakah bahan itu memang serasi untuk mencapai sasarannya. Akan tetapi prosedur ini juga tidak membangkitkan kreativitas guru. 2. karena banyak keuntungannya. psikologi belajar. Prosedur ini banyak diikuti. Ada kalanya buku pelajaran disusun oleh panitia penulisan buku. dan sebagainya. Menentukan bahan pelajaran yang serasi berhubung dengan tujuan itu tidak mudah. kemampuan. hasil penelitian tentang perkembangan anak. Kemudian diadakan diskusi untuk merumuskan dengan jelas tujuan-tujuan pendidikan itu. dapat juga berdasarkan studi tentang sosiologi. Prosedur eksperimental. Tujuan pendidikan dapat diselidiki berdasarkan undang-undang dan dokumen-dokumen resmi. yang dianggap mempunyai otoritas. Ia akan mempelajari kurikulum yang diakui. agar keilmiahannya dapat dipertahankan. Untuk menjamin mutu buku itu. metode mengajar. perbendaharaan kata anak. hasil-hasil lokakarya atau konferensi. Dalam praktik sering yang menentukan bahan pelajaran ialah pengarang buku pelajaran. Ini memberikan rasa tenteram kepada guru karena ia tak perlu lagi mencari-cari. Lebih dahulu dirumuskan tujuan pendidikan agar dapat ditentukan bahan pelajaran yang kirangnya paling serasi untuk mencapainya. sering diikutsertkan para ahli dalam cahang ilmu pengetahuan tertentu dan ahli pendidikan. sejarah dan sebagainya. prasangka atau keinginan pribadi. jadi telah jelas apa yang hams diajarkan dan bagaimana urutannya. dan keahlian.Bahan pelajaran ditentukan berdasarkan pendapat seseorang atau suatu kelompok. Buku pelajaran mempunyai scope dan sequence tertentu. agar dapat dikuasai faktor-faktor yang mempengaruhi. Misalnya dapat diselidiki cerita-cerita apakah yang paling disukai anak-anak pada usia tertentu. Buku ini dapat disebarluaskan secara nasional. politik. Suing para penyusun kurikulum itu dipengaruhi oleh tradisi. Biasanya metode ini digunakan untuk menyelidiki keserasian bahan yang khusus untuk tujuan yang spesifik. Kalau percobaan ini .

daripada hanya bergantung pada pendapat guru atau pengarang. dapat pula ditentukan bahan pelajaran yang serasi untuk itu. antara lain mengadakan wawancara tentang segala macam tugas seorang pekerja. maka ada pegangan yang lebih kokoh dalam pemilihan cerita yang sesuai dengan keinginan anak. Yang dianalisis ialah keadaan sekarang yang tidak menunjukkan keadaan seharusnya. antara lain ahli-ahli dalam bidang studi . Analisis memecahkan keseluruhan tugas dalam kegiatan-kegiatan yang lebih terinci. termasuk pribadi guru dan pengalaman anak. ketrampilan. dan sebagainya seperti yang mula-mula dilakukan oleh Charters. hingga manakah hasil penelitian sekarang berlaku untuk masa datang. atau mengobservasi pekerja melakukan tugasnya. Analisis ini akan menghasilkan daftar sejumlah kegiatan yang dapat disusun menurut pentingnyaa dan frekuensinya. Bahan pelajaran dapat ditentukan dengan menganalisis situasi-situasi di mana bahan pelajaran itu diperlukan. sehingga identitas keseluruhan lenyap. Prosedur ilmiah atau analitis. Prosedur konsensus. Cara keempat ialah memperoleh konsensus dengan meminta pendapat orang-orang yang dianggap berwewenang. 3. 4. Juga perlu dipikirkan. misalnya jabatan jururawat. karena misalnya selera anak terhadap cerita-cerita tertentu dapat berubah karena perkembangan zaman. sekretaresse. pengetahuan dan kompetensi-kompetensi yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan itu dengan baik. Namun metode analisis ini sangat berfaedah untuk menentukan bahan pelajaran bagi tugas dan jabatan yang jelas dan terbatas unsur-unsurnya. metode ini kurang sesuai. Dapat dianalisis kegiatan manusia dewasa dalam kehidupannya sehari-hari seperti yang dilakukan oleh Franklin Bobbitt.dilakukan pada sejumlah besar anak. dapat pula dianalisis berbagai jabatan. guru penerbang. sikap. karena sulitnya menguasai semua faktor. Analisis pekerjaan atau kegiatan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Dengan mengetahui kegiatan. melakukan pekerjaan itu sendiri. Untuk tujuan-tujuan yang lebih umum.

Prosedur-prosedur lainnya. perusahaan. menentukan bahan pelajaran menurut prinsip-prinsip utama yang mendasari kurikulum itu. keinginan pribadi atau faktor-faktor subyektif lainnya. (a) Prosedur fungsi-fungsi sosial.tertentu. dan sebagainya. Sesudah ditabulasi tidak lagi diadakan diskusi antara mereka yang mengisi daftar pertanyaan itu dan interpretasinya terserah pada para pengolahnya. namun konsensus berdasarkan tabulasi dan suara terbanyak belum menjamin keserasian bahan pelajaran. dan suber alam. 5. sekalipun tidak mengabaikannya. Pendapat-pendapat itu dapat dikumpulkan dengan daftar pertanyaan yang kemudian ditabulasi dan diinterpretasi. tradisi. produksi. Dengan mempelajari pusat-pusat kegiatan manusia ini anak-anak diharapkan mengenal kehidupan dan masalah-masalah masyarakat dewasa ini. komonikasi dan transpor. milik. Prosedur-prosedur lain yakni (a) social functions procedure. Metode ini mudah dilaksanakan. . Seperti telah dibicarakan sebelumnya dengan "social functions" atau "major areas of living": dimaksud pusat-pusat kegiatan manusia dalam masyarakat. dan sebagainya adalah pokokpokok sebagai pegangan untuk menentukan kegiatan-kegiatan belajar. Kurikulum ini mengutamakan aspek sosial dan tidak begitu me nonjolkan soal kebutuhan dan minat pelajar. (b) persistent life situation procedure dan (c) adolescent needs or problems procedure. Ada pula kemungkinan bahwa pendapat orang yang ditanyai itu dipengaruhi oleh prasangka. konsumsi. Pokokpokok ini sangat umum dan masih perlu diuraikan lebih lanjut oleh para pendidik secara lokal. Fungsi-fungsi sosial itu seperti: perlindungan dan pengawetan hidup. tokoh-tokoh masyarakat. agar pelajaran itu sesuai dengan keadaan setempat. Program ini fleksibel dan mungkin sekali mengalami perubahan dari tahun ke tahun apalagi karena dalam pelaksanaannya diadakan perencanaan bersama dengan murid seperti lazimnya dilakukan dalam pengajaran broad unit.

dan minat anak dan pemuda menurut taraf perkembangan dalam dunia yang kompleks dan dinamis ini. Dengan mengikuti kurikulum ini murid-murid dipersiapkan untuk menghadapi masalahmasalah itu dalam hidupnya di masyarakat. akan tetapi situasinya berbeda-beda dan berubah-ubah. namun para pendidik masih harus mengadakan perencanaan yang lebih terperinci dan kongkret untuk dilaksanakan dalam kelas. akan tetapi karena pecahnya Perang Dunia II hasilnya tidak mendanqt cambutan selayaknya. (c) Prosedur kebutuhan atau masalah pemuda. Oleh sebab kebutuhan atau masalah itu selalu timbul dalam lingkungan masyarakat tempat mereka hidup maka dengan sendirinya masalahmasalah masyarakat juga mendapat perhatian. Prosedur ini bertitik tolak dan kebutuhan pemuda atau masalah-masalah yang mereka hadapi. Jadi cara menentukan scope atau ruang lingkup pelajaran banyak persamaannya dengan prosedur fungsi-fungsi sosial. Prosedur ini memperhatikan kebutuhan.(b) Prosedur "persisten life situations". . Prosedur ini diterapkan dalam "the Eight Year Study" (1932-40) yang mengadakan percobaan dengan kurikulum ini di 30 sekolah menengah di Amerika Serikat. Tentu saja kurikulum serupa ini fleksibel dan bahan pelajaran harus disesuaikan setiap kali dengan perubahan perubahan yang terjadi di dunia maupun setempat. Seperti halnya dengan kurikulum fungsi-fungsi sosial kurikulum ini pun dapat memanfaatkan bahan dari berbagai disiplin atau mata pelajaran. sekarang maupun di masa mendatang di mana saja di dunia ini. masalah. Ada kemungkinan pengetahuan murid tentang berbagai subject atau mata pelajaran bahkan lebih luas lagi daripada yang diperoleh melalui kurikulum yang subjectcentered hanya tidak dalam susunan logis sistematis yang lazim. dulu. Waktu itu ide ini sangat progresif. Masalah-masalah pokok yang dihadapi itu "persistent" yakni senantiasa pada hakikatnya sama. sejauh bahan itu diperlukan untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Percobaan ini merupakan suatu sukses. Stratemeyer cs menganalisis situasi-situasi itu sejauh mungkin.

Setiap bidang dapat lagi diuraikan lebih lanjut. Ini bergantung pada bahan yang diterima dari orang-orang yang diminta pendapatnya dan cara menggolongkannya.Untuk menentukan bahan pelajaran diselidiki buku-buku psikologi. untuk menyesuaikan kurikulum itu dengan kebutuhan dan masalah pemuda di sekolah itu. dan alat-alat pengajaran serta cara-cara mengevaluasi unit itu. Ross Mooney mengumpulkan 132 masalah pemuda yang digolongkannya dalam 11 bidang. ruang lingkup bahan pelajaran berupa konsep-konsep. (11) Kurikulum dan pengajaran. sering dengan murid. seks dan perkawinan. masalah-masalah. (4) Berpacaran. daftar buku. dan sebagainya. pokok-pokok. (7) Moral dan agama. (5) Hubungan sosial-psikologis (6) Hubungan pribadi-psikologis. yakni: (1) Kesehatan dan perkembangan jasmani. diadakan questionnaires. checklist. yaitu ruang lingkup atau luas bahan pelajaran. (2) Keuangan. (10) Penyesuaian dengan pelajaran sekolah. Untuk membantu guru-guru dalam perencanaan broad unit maka dapat disusun suatu. juga dengan orang tua. (8) Rumah tangga dan keluarga. jenis dan bentuk pengalaman-pengalaman belajar. (9) Masa depan: Pekerjaan dan pendidikan. Resource unit ini merupakan suatu sumber yang dapat membantu guru untuk merencanakan. resource unit. (3) Kegiatan sosial dan rekreasi. kondisi hidup dan pekerjaan. berbagai-bagai saran tentang kegiatan-kegiatan mengajar-belajar. Dan seperti halnya dengan prosedur fungsi-fungsi sosial dan "persistent life situation" guru-guru setempat harus lagi merencanakan bersama. pada berbagai tingkat perkembangan anak guna mencapai tujuan-tujuan pendidikan. dan menilai suatu unit. Resource unit menguraikan secara komprehensif dan sistematis tujuan. Di samping klasifikasi Ross Mooney ini ada lagi cara penggolongan lain. Perubahan senantiasa ada dari tahun ke tahun seperti halnya dengan kurikulum yang fleksibel lainnya yang berusaha menyesuaikannya dengan tuntutan murid dan masyarakat. mengembangkan. MENENTUKAN SEQUENCE DALAM KURIKULUM "Scope" mengenai apa yang akan diajarkan. observasi dan sebagainya. .

Itu sebab mereka disuruh menghafal. Dahulu orang menyangka bahwa anak-anak belum dapat berpikir logis. Ilmu Bumi dimulai di kelas III. Scope dan sequence erat hubungannya dalam penyusunan kurikulum. Menurut J. kini dalam bentuk ilmu pengetahuan alam sudah diberikan sejak kelas I SD. J. Urutan itu rupanya tidak seketat yang diduga dan mengalami perubahan total akhir-akhir ini. Juga J. Piaget anak umur . padahal matematika dianggap suatu disiplin yang tersusun paling logis dan sistematis mengenai urutannya. Berpikir dengan konsep-konsep dianggap baru dapat dilakukan pada usia yang lebih lanjut yaitu pada tingkat sekolah lanjutan. Ilmu Bumi dunia diberikan di kelas VI. oleh sebab tiap bahan harus diberikan pada waktu yang setepat-tepatnya. Ilmu alam atau fisika. Pada zaman sebelum perang dunia II dirasakan sudah tepat mengajarkan hitungan dari 1 . 1.100 di kelas II. membicarakannya sebelumnya dianggap melanggar peraturan dan dirasa terlampau sulit bagi anak karena tidak sesuai dengan perkembangan dan kemampuannya. Bruner mengatakan bahwa prinsip-prinsip tiap mata pelajaran dapat diajarkan kepada setiap orang pada setiap usaha dalam suatu bentuk tertentu oleh sebab ide-ide pokok yang mendasari setiap ilmu sebenarnya sederhana. Matematika modern yang diajarkan di kelas I SD sudah memberikan aljabar dan ilmu ukur.Dengan "sequence" (baca: si-kuens) dimaksud urutan pengalaman belajar itu diberikan. Sering ini diartikan sebagai kapan pengalaman belajar atau bahan pelajaran itu harus diberikan.20 di kelas SD. Akan tetapi waktu yang tepat itu tidak selalu mudah ditentukan. Sering ini dilakukan berdasarkan tradisi. ilmu alam baru diajarkan di kelas V. Pembanian pendidikan dapat mengubah kebiasaan lama dan masalah urutan atau sequence turut mengalami perubahan. bahkan tidak ada keberatan untuk mengajarkan di Taman Kanak-kanak. atau disempitkan menjadi di kelas berapa bahan pelajaran tertentu harus diajarkan. Piaget membuktikan bahwa anak-anak lebih cepat dapat berpikir secara formal daripada yang diduga semula. sedangkan pecahan baru boleh dibicarakan di kelas III. Aljabar dan ilmu ukur baru boleh diajarkan di kelas I SMA.

Struktur disiplin itulah yang menentukan urutan bahan pelajaran dan demikian pula langkah-langkah dalam proses belajar.tujuh tahun sudah dapat berpikir formal dan logis. Kemudian diusahakan dengan berbagai cara agar anak dapat mencernakan bahan pelajaran itu. diciptakan alat-alat peraga dan diterapkan metode mengajar-belajar yang serasi untuk membantu anak mempelajari bahan pelajaran itu. Pendapat Bruner dan Piaget yang makin banyak diakui oleh para pendidik dan pembina kurikulum tak dapat tiada akan mempengaruhi sequence atau urutan bahan pelajaran. Diselidiki kesulitan-kesulitan yang dihadapi anak. Dengan demikian urutan bahan pelajaran tidak semantap yang diduga semula. Beberapa kesulitan yang dihadapi ialah bahwa kemampuan anak-anak sangat berbeda walaupun usia mereka sama. Untuk itu perlu diselidiki tingkat pengetahuan dan kemampuan anak agar dapat ditentukan bahan yang sesuai. dalam segala ciri-ciri yang dapat diukur. Dianggap bahwa bahan pelajaran mempunyai struktur tertentu yang harus diikuti untuk mempelajarinya. Pendekatan kedua ialah menyesuaikan bahan pelajaran dengan taraf perkembangan anak. Jadi dalam pendekatan ini yang dipentingkan ialah bahan pelajaran dan anak haru s menyesuaikan diri dengan bahan pelajaran untuk kelasnya. Faktor-faktor dalam penempatan bahan pelajaran. Dalam penentuan urutan bahan pelajaran dapat diikuti dua macam pendekatan. jadi dapat dikembangkan dengan bahan pelajaran yang sesuai. . Ternyata bahwa bahan disiplin dapat disusun dengan berbagai cara. jadi mempunyai tidak hanya satu macam struktur. Yang pertama ialah lebih dahulu menentukan bahan pelajaran untuk kelas-kelas tertentu. Tidak mengembangkan kemampuan berpikir ini akan berarti merugikan anak. Dua pendekatan.

Namun bahan pelajaran memang mempunyai tingkat-tingkat kesukaran. Dalam sejarah salah satu cara ialah memberikannya mulai dan zaman purba kala dan berangsur-angsur maju sampai zaman sekarang. Pada umumnya bahan yang mudah dan sederhana lebih dahulu diberikan daripada yang sukar dan kompleks. Tak selalu mudah menentukan yang manakah yang mudah dan yang sukar. Seperti telah dikemukakan tidak ada patokan yang pasti mengenai sequence ini. Taraf kesulitan bahan pelajaran. Apersepsi atau pengalaman lampau. Menghitung sejumlah benda lebih mudah daripada menghitung daya tahan suatu jembatan. Karena kenyataan itu maka dalam penempatan bahan pelajaran perlu dipertimbangkan taraf kesulitannya. Mereka lebih dahulu mempelajari lingkungan dekat yang dikenalnya secara langsung baru kemudian daerah yang jauh letaknya. Makin banyak unsur yang terlibat dalam suatu masalah. Pada suatu ketika kemampuan berhitung dianggap syarat .Dalam menentukan kapan atau di kelas berapa bahan pelajaran sebaiknya diajarkan biasanya orang berpegang pada sejumlah faktor. Karena itu diusahakan adanya kontinuitas dalam bahan pelajaran. Pelajaran yang lampau menjadi syarat untuk memahami pelajaran yang baru. Membaca permulaan dengan huruf ternyata lebih sukar daripada memulainya dengan kata-kata. makin kompleks problema itu makin tinggi taraf kesulitannya. Lagu kanak-kanak jauh lebih sederhana daripada lagu-lagu untuk orang yang lebih lanjut usianya. Faktor-faktor itu ialah antara lain: 1. 2. Kalimat panjang lebih sukar daripada kalimat pendek. Sesuatu yang baru hanya dapat dipahami berdasarkan pengetahuan atau pengalaman yang telah dimiliki. Hal ini juga kita dapat dalam pelajaran lain. Anak-anak mulai diajarkan bilangan kecil sebelum angka-angka yang besar. namun dalam penyusunan kurikulum tak dapat tiada harus kita putuskan kapan sesuatu harus diajarkan.

filsafaat. pertumbuhan syarat atau fisiologis dan dianggap tak dapat dipengaruhi banyak oleh faktor-faktor luar. Dianggap bahwa kontinuitas akan tercapai bila kita mulai dengan yang dianggap mudah untuk kemudian meningkat kepada yang lebih sulit. 5.untuk aljabar. biologi dianggap prasyarat untuk fakultas kedokteran. Akan tetapi setelah masa kematangan itu anak mulai belajar. Kematangan anak. Dalam teori sering kita katakan bahwa bahan pelajaran harus disesuaikan dengan kematangan anak. Bagian-bagian ini merupakan langkah-langkah menuju kepada penguasaan pelajaran. Minat anak. Minat anak dapat berubah-ubah. psikologi. Pada suatu ketika anak mulai belajar berbicara atau berjalan. Kematangan diakibatkan oleh perkembangan intern. dan sebagainya tak banyak yang kita ketahui. Dalam pengajaran berprograma suatu pelajaran dipecah-pecah menjadi bagian-bagian kecil yang mudah dipelajari. Sebelum waktu itu usaha mempercepatnya akan gagal. Memberikan bahan yang sama kepada anak yang tinggi dan rendah inteligensinya pasti merugikan anak. Pada umumnya soal kematangan ini hanya diketahui berkenaan dengan anak-anak kecil. Usia mental anak. Berbagai usaha dijalankan untuk memenuhi tuntutan perbedaan individual ini. Matematika. 4. Prinsip apersepsi atau 'entry behavior" ini bertahan erat dengan prinsip kesukaran. Minat anak menjadi faktor utama dalam pcnentuan bahan dan urutannya di sekolah yang "child centered". Mengenai kematangan anak untuk mempelajari kewargaan negara. sehingga bahan pelajaran diberikan menurut sequence yang sesuai dengan kesanggupan anak. Demikian pula kita menginginkan agar bahan pelajaran harus sesuai dengan usia mental anak. fisika. 3. Ada minat yang . ilmu ukur ruang. Kita ketahui bahwa anak-anak berlainan kemampuan mentalnya. Proses belajar dapat banyak dipengaruhi oleh faktor-faktor luar. tanpa sebenarnya mengetahuinya dengan jelas.

yang dekat kepada yang jauh yang sederhana kepada yang kompleks. Ada pula minat yang dipengaruhi oleh lingkungan. Untuk hal-hal lain selalu dapat diusahakan dengan metode mengajar yang baik untuk membangkitkan minat anak. yakni menentukan kapan bahan itu harus diajarkan. Maka diberilah pedoman seperti dari yang mudah kepada yang sulit. naik gunung dan sebagainya. misalnya minat untuk alam sekitar. Juga belum cukup pengetahuan kita bagaimana langkah-langkah atau urutan untuk memahami suatu konsep atau berpikir kritis dan kreatif. Akan tetapi menurut Hilda Taba kita jangan lupakan urutan dalam proses belajar. tergantung pada konsep yang akan diajarkan. Misalnya konsep "perang kemerdekaan" dan "pemuaian logam" tidak sama cara mengembangkannya. dari bagian kepada keseluruhan atau sebaliknya. apalagi minat yang timbul sebagai akibat perkembangan anak. sikap dan kesanggupan berpikir. untuk agama dan ide-ide filosofis atau untuk pergaulan dengan anggota jenis kelamin lain. motor. Urutan proses belajar antara lain mengenai langkah-langkah untuk mengembangkan konsep-konsep. Petunjuk "dari kongkret kepada yang abstrak" kurang memadai.timbul karena perkembangan anak. untuk keadaan sosial. sedangkan soal urutan proses belajar diserahkan kepada guru. Dalam penempatan bahan pelajaran minat anak sudah sewajarnya perlu diperhatikan. SEQUENCE PROSES BELAJAR Masalah urutan atau sequence sering hanya dihubungkan dengan soal penempatan bahan pelajaran. Kurikulum biasanya hanya menentukan urutan bahan pelajaran. "Pemuaian logam" dapat diberikan konsepnya . Kita tahu bahwa cara-cara membentuk konsep berbeda-beda. seperti minat untuk radio. Ini banyak sedikit dapat diperhitungkan lebih dahulu. Minat dapat timbul berdasarkan pengetahuan yang diperoleh dari pelajaran-pelajaran lampau. Kita tak tahu misalnya berapa hal yang kongkrit harus diberikan agar anak dapat menangkap pengertian yang abstrak.

dengan metode demonstrasi. Pengertian perang kemerdekaan memerlukan cara yang berbeda sekali. Menurut Hilda Taba, bukan hanya urutan mengenai bahan pelajaran saja yang penting, melainkan juga urutan dalam proses belajar atau pengalamanpengalamaan belajar. RANGKUMAN 1. Dengan scope dimaksud luas atau ruang lingkup bahan pelajaran. 2. Kesulitan dalam menentukan scope ialah (1) sangat cepat bertambahnya pengetahuan, (2) tidak adanya kriteria yang pasti tentang bahan pelajaran yang harus diberikan, (3) tidak memadainya mata pelajaran tradisional. 3. Sering matapelajaraan baru, sedangkan matapelajaran yang ada bercokol terus. 4. Dalam menentukan bahan pelajaran harus diadakan pilihan, atau seleksi, karena luasnya bahan yang tersedia dan terbatasnya waktu belajar serta kemampuan anak. 5. Kriteria dalam penentuan bahan ialah (1) tujuan, (2) nilai sebagai warisan, (3) penguasaan disiplin, (4) nilainya bagi kehidupan dalam masyarakat (5) kebutuhan dan minat anak. 6. Bahan pelajaran hendaknya jangan hanya meliputi pengetahuan melainkan juga keterampilan mental. 7. Aliran yang dianut oleh pembina kurikulum merupakan suatu faktor dalam penentuan bahan pelajaran. Beberapa prosedur penentuan bahan pelajaran ialah (1) menerima otoritas para ahli, (2) eksperimen (3) analisis kegiatan, (4) konsensus, (5) fungsi social, (6) persistent life situations, (7) kebutuhan pemuda. 8. Menentukan scope kurikulum yang subject centered lebih mudah daripada yang integrated. Yang terakhir ini lebih fleksibel. 9. Dengan "sequence" dalam pembinaan kurikulum dimaksud urutan

pengalaman belajar, yakni apabila bahan itu harus diajarkan. 10. Penempatan bahan pelajaran berupa matapelajaran sudah jauh berbeda dengan sebelum Perang Dunia II. Matematika yang dulu diajarkan di SMP, kini sudah mulai diberikan di kelas I SD.

11. Menurut J. Bruner prinsip-prinsip tiap mata pelajaran dapat diajarkan kepada setiap anak pada setiap usia dalam suatu bentuk tertentu. Pendapat ini dapat menimbulkan perobahan besar mengenai penempatan mata pelajaran. 12. J. Piaget berpendapat berdasarkan penelitiannya bahwa anak berusia tujuh tahun telah dapat berpikir logis dan formal. 13. Dalam penentuan sequence dapat diikuti dua pendekatan yaitu (1) menyesuaikan bahan dengan anak, atau (2) menyesuaikan anak dengan bahan. 14. Faktor-faktor dalam penentuan "sequence" ialah (1) taraf kesulitan bahan pelajaran (2) apersepsi atau pengalaman yang telah ada, (3) kematangan anak, (4) usia mental anak (5) minat anak. 15. Sequence tidak hanya mengenai bahan pelajaran tetapi juga dalam proses belajar, yaitu langkah-langkah untuk mengembangkan konsep-konsep, sikap, kesanggupan berpikir. PERTANYAAN DAN TUGAS 1. Apa yang dimaksud dengan scope dan sequence? 2. Kesulitan apakah dihadapi dalam menentukan scope? 3. Apa sebab lebih mudah menambahkan matapelajaran baru daripada mengurangi yang ada? 4. Apakah yang termasuk subject matter atau bahan pelajaran? 5. Sebutkan berapa kriteria untuk menentukan bahan pelajaran. 6. Sekalipun telah diketahui tujuan pelajaran, apa sebab masih sulit untuk menentukan bahan pelajaran yang serasi? 7. Coba sebutkan suatu tujuan. Tentukan bahan yang saudara anggap serasi untuk mencapai tujuan itu. 8. Apakah kelemahan bahan pelajaran yang merupakan warisan dari generasi lampau? 9. Pada hakekatnya perguruan tinggilah yang menentukan kurikulum SMA bahkan SD. Berikan komentar saudara. 10. Apakah dasar Herbert Spencer menentukan bahan pelajaran? 11. Bagaimanakah cara Franklin Bobbitt menentukan scope kurikulum? 12. Kelemahan apakah terdapat dalam prosedur yang diikuti oleh Franklin Bobbitt?

13. Apakah kelemahan scope kurikulum yang ditentukan herdasarkan minat dan kebutuhan anak? 14. Scope tidak hanya meliputi materi tetapi juga proses belajar. Apa maksudnya? Yang manakah yang lebih penting menurut pendapat saudara? 15. Dalam penentuan bahan pelajaran aliran yang dianut sangat berpengaruh. Berikan penjelasan dan contoh-contoh. 16. Sebutkan prosedur-prosedur untuk menentukan scope kurikulum. Beri penjelasan tentang tiap prosedur. 17. Tinjau setiap prosedur. Cari segi kebaikan dan kekurangannya. 18. Apakah keberatan jika buku pelajaran menentukan scope kurikulum? Adakah keuntungan dan kebaikannya? 19. Apakah kurikulum 1975 disusun berdasarkan eksperimen? Prosedur apakah yang digunakan? 20. Dari berbagai macam prosedur itu, yang manakah paling menarik bagi saudara? Berikan alasan. 21. Berikaan contoh-contoh bahwa sequence mengalami perubahan besar. 22. Bagaimanakah pendapat Bruner dan Piaget, yang mempengaruhi soal sequence dalam kurikulum. 23. Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi sequence bahan pelajaran. Jelaskan setiap faktor dan bicarakan baik buruknya. 24. Apa yang dimaksud dengan sequence proses belajar, yang perlu diperhatikan di samping sequence bahan pelajaran sendiri?

BAB 9 MENGUBAH KURIKULUM
SEBAB-SEBAB KURIKULUM DIUBAH Kurikulum itu selalu dinamis dan senantiasa dipengaruhi oleh perubahanperubahan dalam faktor-faktor yang mendasarinya. Tujuan pendidikan dapat berubah secara fundamental, bila suatu negara beralih dari negara yang dijajah menjadi negara yang merdeka. Dengan sendirinya kurikulum pun harus mengalami perubahan yang menyeluruh. Kurikulum juga diubah bila tekanan dalam tujuan mengalami pergeseran. Misalnya pada tahun 30-an sebagai pengaruh golongan progresif di USA tekanan kurikulum adalah pada anak, sehingga kurikulum mengarah kepada child-centered curriculum sebagai reaksi terhadap subject-centered curriculum yang dianggap terlalu bersifat adult dan society-centered. Pada tahun 40-an, sebagai akibat perang, asas masyarakatlah yang diutamakan dan kurikulum menjadi lebih society-centered. Pada tahun 50-an dan 60-an, sebagai akibat Sputnik yang menyadarkan Amerika Serikat akan ketinggalan dalam ilmu pengetahuan, para pendidik lebih cenderung kepada kurikulum yang discipline-centered, yang mirip kepada subject-centered curriculum. Tampaknya seakan-akan orang kembali lagi kepada titik tolak semula. Akan tetapi lebih tepat, bila kita katakan, bahwa perkembangan kurikulum seperti spiral, tidak sebagai lingkaran, jadi kita tidak kembali kepada yang lama, tetapi pada suatu titik di atas yang lama. Kurikulum dapat pula mengalami perubahan bila terdapat pendirian baru mengenai proses belajar, sehingga timbul bentuk-bentuk kurikulum seperti activity atau experience curriculum, programmed instruction, pengajaran modul, dan sebagainya. Perubahan dalam masyarakat, eksplosi ilmu pengetahuan, dan lain-lain mengharuskan adanya perubahan kurikulum. Perubahan-perubahan itu

menyebabkan kurikulum yang berlaku tidak lagi relevan, dan ancaman serupa ini akan senantiasa dihadapi oleh setiap kurikulum, betapapun relevannya pada suatu saat.

Maka karena itu perubahan kurikulum merupakan hal biasa. Malahan mempertahankan kurikulum yang ada akan merugikar anak-anak dan dengan demikian fungsi kurikulum itu sendiri. Biasanya perubahan satu asas akan memerlukan perubahan keseluruhan kurikulum itu. PERUBAHAN ATAU PERBAIKAN KURIKULUM Perbaikan kurikulum biasanya hanya mengenai satu atau beberapa aspek dari kurikulum, misalnya metode mengajar, alat peraga, buku pelajaran dengan tetap menggunakan kurikulum yang berlaku. Perubahan kurikulum mengenai perubahan dasar-dasarnya, baik mengenai tujuan maupun alat-alat atau cara-cara untuk mencapai tujuan itu. Mengubah kurikulum sering berarti turut mengubah manusia, yaitu guru, pembina pendidikan dan merek-mereka yang mengasuh pendidikan. Itu sebab perubahan kurikulum dianggap sebagai perubahan sosial, suatu social change. Perubahan kurikulum, juga disebut pembaruan atau inovasi kurikulum, tentu saja dimaksud untuk mencapai perbaikan, sekalipun perubahan itu tidak dengan sendirinya membawa perbaikan. Perbaikan yang diperoleh mungkin membawa hasil sampingan yang kurang baik menurut penilaian pihak tertentu. PENILAIAN KURIKULUM Sebelum mengubah kurikulum hendaknya diadakan penilaian tentang kurikulum yang sedang dijalankan. Penilaian juga perlu untuk mengetahui hingga manakah kurikulum mencapai tujuan-tujuan yang diharapkan seperti yang tercantum dalam kurikulum itu. Penilaian kurikulum tidak mudah. Baik tidaknya suatu kurikulum pada hakekatnya dapat dinilai dan hasilnya, yakni dari kedudukan, kehidupan, atau prestasi pada lulusannya. Bila lulusannya menduduki tempat yang penting dalam pemerintahan, perusahaan, dan masyarakat, maka lembaga pendidikan itu mendapat nama baik dan kurikulumnya dianggap efektif. Namun kita dapat menyangsikan kebenaran anggapan itu, karena yang diandalkan hanya mereka yang sangat menonjol prestasinya, sedangkan mereka yang tidak menduduki tempat yang berarti dalam masyarakat, bahkan yang gagal, tidak mendapat perhatian. Penilaian itu terlampau kasar dan tidak didasarkan atas penelitian yang sistematis. Dan kita dapat bertanya, apakah masalah itu dapat di-

Dengan rumusan tujuan yang spesifik. dalam bentuk kelakuan yang dapat dilihat dan diukur. misalnya tidak dapat dijadikan patokan untuk meramalkan masa depan seorang lulusan. karena banyaknya faktor lain di luar mata pelajaran yang turut mempengaruhi perkembangan pribadi seseorang. (3) organisasi pengalaman belajar itu. tanpa pendidikan formal. Bloom memberikan suatu pegangan tentang cara melakukannya. perubahan-perubahan tertentu yang diinginkan tidak akan terjadi. hubungannya dengan pengalaman lain. apakah dapat mencapai tujuan seperti yang dirumuskan dalam kurikulum itu. agar tujuan itu spesifik. (2) pengalaman-pengalaman belajar untuk mengembangkan pengetahuan. Dengan adanya kurikulum juga kita belum dapat meramalkan. dan ketrampilan murid. kita harus menilai komponen-komponennya yaitu (1) tujuan kurikulum. apakah akan tercapai hasil yang diharapkan. Jadi penilaian kurikulum harus dimulai dengan hakikat dan tujuan kurikulum. Kita belum memiliki suatu teori belajar yang menjamin akan tercapainya tujuan yang ditentukan dengan kegiatan mengajar belajar tertentu. sikap. Kalau kita menilai kurikulum. Efektivitas kurikulum berwujud dalam perubahan pengetahuan sikap dan keterampilan murid. Akan tetapi tanpa pendidikan sekolah.selidiki sepenuhnya. Kurikulum adalah alat untuk mengubah kelakuan anak-didik. Kurikulum sekolah bukan satu-satunya alat untuk mengubah kelakuan manusia. Apakah dengan pelajaran civics atau IPS terbentuk warga negara yang taat kepada undang-undang . penilaian dapat dilakukan dengan lebih cermat. Tentu saja. setiap anak akan menjalani perubahan menuju ke kedewasaan. urutan pengalaman itu. (4) caracara mengevaluasi hasil belajar murid. Dengan psikologi sosial juga tidak dapat kita ramalkan kelakuan dan prestasi seseorang dalam jangka panjang kelak dalam masyarakat. Ada yang menginginkan. masih dapat diragukan. Untuk menilai suatu kurikulurn perlu tujuan itu jelas dirumuskan. Namun apakah dengan taksonomi Bloom itu dapat misalnya dihasilkan manusia Pancasila yang sejati. Demikian pula dapat diragukan hasil semua mata pelajaran. Hasil angka-angka ujian akhir.

Penelitian tentang hasil kurikulum atau suatu mata pelajaran sangat sulit. atau tidak termasuk tujuannya yang utama. perdamaian dunia. Tiap murid memperoleh hal yang berbeda dari kurikulum yang sama. pelajaran agama membentuk manusia yang lebih taat kepada perintah Tuhan. . Maka kita dapat bertanya apakah mata pelajaran sejarah atau IPS sanggup mernupuk norma-norma yang berkenan dengan toleransi. bahwa nilai-nilai atau norma-norma seseorang kebanyakan diperolehnya dari keluarga. Misalnya biologi dianggap dapat menimbulkan keharuan akan kebesaran Tuhan. Banyak kesulitan yang dihadapi untuk menilai suatu kurikulum secara ilmiah. dan sebagainya? Sanggupkah kurikulum mencapai tujuan-tujuan menurut apa yang tercantum dalam kurikulum itu? Ataukah tujuan itu hanya muluk-muluk tampaknya dan hanya merupakan impian yang tak akan dapat diwujudkan? Apakah kurikulum hanya mempunyai pengaruh yang terbatas dengan mengakui bahwa watak atau pribadi seseorang banyak ditentukan oleh faktor-faktor di luar kurikulum? Berdasarkan penelitian. suatu yang sebenarnya di luar kesanggupan. Havighurst menemukan. Soal keTuhanan sebenarnya lebih merupakan tugas pelajaran agama. bukan berdasarkan penilaian atas hasil kurikulum itu. Alat-alat untuk menilainya pun tak tersedia. persaudaraan bangsa-bangsa dan sebagainya. Hasil kurikulum diperoleh melalui interaksi antara anak dengan kurikulum. Olch sebab tiap anak mempunyai kepribadian yang berbeda-beda. akan tetapi atas pengaruh berbagai hal lain. khususnya dari ibunya. Tidak selalu jelas. Maka sering suatu kurikulum diubah. maka hasilnya pun akan berlainan pula. Biasanya tertampau banyak yang diharapkan dan kurikulum itu yang tidak dapat dipenuhi. apakah sebenarnya tujuan kurikulum suatu lembaga pendidikan.dan peraturan negara serta mengabdi kepada kepentingan masyarakat? Apakah matematika menghasilkan manusia yang lebih sanggup herpikir logic sistematis. Namun soal keTuhanan tak dapat dipakai sebagai alat untuk menilai keberhasilan pelajaran biologi.

KESULITAN-KESULITAN DALAM PERUBAHAN KURIKULUM Sejarah menunjukkan bahwa sekolah itu sangat sukar menerima pembaruan. yang tidak selalu dapat dipenuhi. Manusia itu pada umumnya bersifat konservatif dan guru termasuk golongan itu juga. Ide yang baru tentang pendidikan memerlukan waktu sekitar sekitar 75 tahun sebelum dipraktikan secara umum di sekolah-sekolah. masih banyak mengalami rintangan dalam penyebarluasannya. yang dengan sendirinya akan turut terbuang. Ada kalanya karena cara yang demikianlah yang paling mudah dilakukan. Pembaharuan kurikulum sering pula memerlukan biaya yang lebih banyak untuk fasilitas dan alat-alat pendidikan haru. Tak jarang pula pembaharuan ditentang oleh mereka yang ingin berpegang pada yang sudah lazim dilakukan atau yang kurang percaya akan yang baru . Akan tetapi ada pula kalanya. bahwa guru-guru tidak mendapat kesempatan atau wewenang untuk mengadakan perubahan karena peraturan-peraturan administratif. Tak semua orang suka bekerja lebih banyak daripada yang diperlukan. seakan-akan yang lama itu tidak mengandung kebaikan-kebaikan. Dan sekalipun telah dilaksanakan sebagai percobaan.Sering suatu kurikulum sudah diubah sebelum dinilai hasilnya. Kurikulum baru biasanya dimasukkan sambil mengeritik kurikulum lama. Dengan meninggalnya tokoh itu lenyap pula pembaruan yang telah dimulainya itu. Guru itu hanya diharapkan mengikuti instruksi atasan. Maka sebaiknya setiap perubahan kurikulum sekaligus juga merupakan perbaikan kurikulum secara menyeluruh. Dalam pembaruan kurikulum ternyata bahwa mencetuskan ide-ide baru lebih "mudah" daripada menerapkannya dalam praktik. Mengadakan pembaharuan memerlukan pemikiran dan tenaga yang lebih banyak. oleh sebab harus melibatkan banyak orang dan mungkin memerlukan perubahan struktur organisasi dan administrasi sistem pendidikan. Guru-guru lebih senang mengikuti jejak-jejak yang lama secara rutin. Pembaharuan kurikulum kadang-kadang terikat pada tokoh yang mencetuskannya.

Setiap pendekatan mempunyai kebaikan dan kekurangannya. Bersifat kritis terhadap pembaharuan kurikulum adalah sifat yang sehat. Di kebanyakan negara cara inilah yang dilakukan. Para ahli pendidikan dan ahli dalam berbagai bidang studi atau disiplin dari perguruan tinggi diminta bantuannya untuk menghasilkan kurikulurn yang sebaik-baiknya. Penataran merupakan syarat mutlak untuk . dari atas ke bawah. yakni dari pihak guru atau sekolah secara individual dengan harapan agar meluas ke sekolah-sekolah lain. menyusun buku pelajaran. Yang kedua ialah "grass roots approach". Prosedur manakah yang dilaksanakan banyak bergantung pada sistem pendidikan serta organisasi dan struktur organisasinya. Ada juga negara. Dalam hal ini pembaharuan kurikulum diadakan atas inisiatif kepala sekolah dan guru-gurunya. termasuk Indonesia. atas inisiatif para administrator. Pendekatan administratif banyak menggunakan panitia-panitia untuk merencanakan kurikulum baru. kelompok studi banyak dilakukan untuk membicarakan dan menghasilkan kurikulum barn itu. yaitu yang dimulai dari "akar" "from the bottom up" atau dari bawah. jadi 'from the top down". antara lain Inggris yang memberikan wewenang penuh kepada kepala sekolah beserta stafnya untuk menentukan kurikulum sekolah. karena pembaharuan itu jangan hanya sekedar mode yang timbul pada suatu saat untuk lenyap lagi dalam waktu yang tidak lama. Berbagai konsultan dapat dimanfaatkan untuk hal-hal yang diperlukan. Partisipasi diusahakan seluas mungkin agar tercapai konsensus dan keterlibatan pribadi dan instansi dalam usaha pembaruan kurikulum. dan sebagainya. Di negara-negara yang mempunyai pemerintah pusat yang memegang kekuasaan yang kuat. Lokakarya. menyebarluaskannya. PROSEDUR PEMBARUAN KURIKULUM Pada pokoknya ada dua prosedur utama untuk mengubah kurikulum yaitu apa yang disebut "administrative approach" yaitu yang direncanakan oleh pihak atasan untuk kemudian diturunkan kepada instansi-instansi bawahan sampai kepada guru-guru.sebelum terbukti kelebihannya. Peranan konsultan hukanlah sebagai "agent of change" akan tetapi sebagai manusia sumber. yang diikuti biasanya pendekatan administratif.

Jadi dalam pendekatan administratif ini dapat dikerahkan sejumlah besar ahli dan tenaga edukatif maupun administratif. Peraturan-peraturan resmi di keluarkan untuk menjamin terlaksananya kurikulum baru itu. yang biasanya cukup besar jumlahnya. melahirkan ide-ide baru.memberikan ketrampilan kepada guru dalam pelaksanaannya. Akan tetapi kerja kelompok dapat juga merupakan penghamburan waktu jika komponen-komponennya tidak dipilih dengan rasional. Kerja kelompok memerlukan kepemimpinan yang paham akan proses dinamika kelompok dan mampu mendorong kelompok ke arah produktivitas dengan memadukan segala keahlian dalam kelompok itu. Pembaruan kurikulum serupa ini dapat dilakukan serentak dan uniform di seluruh negara dengan melibatkan seluruh aparat kementerian pendidikan. Usaha pemerintah ini biasanya tidak menemukan tentangan dari pihak guru yang sudah biaya menerima dan melaksanakan instruksi dan perintah dari atasannya. namun ditinjau dari segi tertentu mempunyai juga kelemahan. Anggota kelompok hendaknya dipilih berdasarkan kompetensi. Seluruh aparat administrasi pendidikan dikerahkan untuk mengkomunikasikan pembaruan ini kepada guru-guru dan segenap lapisan masyarakat. dan membicarakan setiap buah pikiran secara kritis. Kerjasama dan partisipasi semua unsur diperlukan untuk mencapai produktivitas dan efektivitas optimal. Setiap peserta dapat melengkapi buah pikiran peserta lainnya menurut keahlian masing-masing. Kerja kelompok merupakan tempat yang subur untuk berpikir. Kerja kelompok sangat esensial dalam pengembangan kurikulum. Guru sendiri kurang dilibatkan dalam . dengan cara yang terkoordinasi dan terorganisasi. Walaupun pendekatan administratif mempunyai banyak kebaikan. Antara lain dikemukakan bahwa cara ini otoriter dan kurang demokratis dan merupakan keputusan atasan yang hams dilaksanakan oleh guru-guru. bukan berdasarkan kedudukan atau pangkat. Untuk usaha yang luas ini dapat disediakan biaya yang diperlukan. Kerja kelompok memperluas keterlibatan dan komitmen dalam kurikulum baru.

Tanpa perubahan pada guru tak akan terjadi perubahan dalam kurikulum. Maka pembaruan itu menjadi semu belaka dan akan mengalami kegagalan. bimbingan dan mungkin juga biaya. akan gagal dan lenyap jika pengawasan tidak senantiasa diperketat. usaha ini didukung oleh "Teachers' Centres" yang dihentuk secara lokal sebagai tempat guru-guru bertemu dan berdiskusi tentang pembaharuan pendidikan. jadi tidak dibuat "di belakang meja tulis" seperti sering terjadi dalam pendekatan administratif. Dengan demikian mereka terlibat secara pribadi. Ke tempat itu juga datang para pembina pendidikan. Mereka berusaha mengatasi kesulitan sendiri. Karena itu guru-guru kurang berusaha untuk mendalaminya dan karena kurang memahaminya akan mudah kembali kepada praktik-praktik yang lama. karena melihat kekurangan-kekurangan dalam kurikulum yang berlaku. Kepala sekolah serta guru menginginkan suatu perubahan. kadangkadang juga pengusaha dan para konsumen lulusan sekolah. Inisiatif dan kepemimpinan pembaharuan kurikulum terletak dalam tangan guru setempat. Kurikulum yang mereka susun relevan dengan keadaan riil yang mereka hadapi. Dalam usaha itu mereka dapat meminta bantuan orang tua. akan tetapi juga dari pihak atasan merupakan bahan. dinilai untuk diperbaiki. Di Inggris. Mereka bersama menyusun satuan-satuan pelajaran. konsultan. Mereka tertarik oleh ide-ide barn mengenai kurikulum dan bersedia untuk menerapkannya di sekolah mereka untuk meningkatkan mutu pelajaran.permulaan dan perencanaannya. Semua gum turut berpartisipasi dalam segala aspek pembinaan kurikulum baru. Perubahan kurikulum dengan pendekatan "grass roots approach" mulai dari sekolah secara sendiri-sendiri. Tentu saja guru setempat juga mempertimbangkan berbagai faktor . Pembaharuan yang tidak tumbuh dan berakar dalam pribadi guru dan hanya melaksanakannya atas dasar kepatuhan akan perintah. to koh-tokoh di sekitar. kemudian dicobakan sendiri. staf pengajar perguruan tinggi.

untuk senantiasa memperhatikan perkembangan mengenai pembinaan kurikulum. Namun menggunakan kekuasaan untuk memaksakan perubahan hanya melahirkan kepatuhan semu akan tetapi menimbulkan penentangan batin yang akhirnya menggagalkan usaha perubahan itu. syarat masuk perguruan tinggi. tetapi juga pada kemampuan dan kesediaan guru. Kelemahan pendekatan ini ialah bahwa usaha-usaha ini bersifat lokal. Pembaruan kurikulum oleh guru untuk kepentingan anak di sekolah dalam lingkungan tertentu yang mempunyai kebutuhan tersendiri akan lebih mantap. Perencanaan perubahan kurikulum harus me- . keinginan pemerintah dan sebagainya. yang mungkin otoriter dan kurang terbuka bagi pembaruan. Jadi kedua pendekatan itu masing-masing mempunyai kebaikan dan kekurangannya. Sekolah tidak mampu untuk memperoleh bantuan ini dengan tenaga sendiri. Dalam pendekatan administratif dapat diusahakan partisipasi guruguru. misalnya dengan menurut sertakan mereka dalam mencobakan kurikulum baru.lainnya seperti peraturan yang berlaku. Mungkin juga perubahan hanya mengenai aspekaspek tertentu dari kurikulum dan tidak menyeluruh. meminta pendapat dan penilaian mereka sebagai umpan balik serta memberikan kebebasan untuk menyesuaikannya dengan keadaan setempat. Perubahan kurikulum pada hakekatnya berarti mengubah manusia dan lembaga-lembaga. Guru-guru mendapat tanggungjawab penuh atas mutu pendidikan yang merupakan dorongan untuk menjadi kreatif. Pembaruan bergantung kebanyakan kepada kepala sekolah. Pembaruan kurikulum adalah usaha yang luas dan kompleks yang memerlukan pemikiran dan partisipasi dari semua pihak. tidak mempunyai koordinasi dan organisasi sehingga tidak dapat disebarkan secara nasional. Perubahan sektoral akhirnya akan mengalami kesukaran yang tak dapat diatasi oleh sekolah itu sendiri. Kita tak perlu memandangnya sebagai dua cara yang bertentangan. Mungkin pula pembaruan kurikulum menyangkut peraturan-peraturan pemerintah pusat dan daerah yang hanya dapat diuhah bila usaha pembaruan bersifat nasional. Menentang perubahan adalah sesuatu yang normal.

Beberapa cara praktis. bahkan memaksakan perubahan tanpa meminta keinginan guru-guru di sekolah itu. Perubahan kurikulum adalah sesuatu yang wajar karena perubahan yang terus-menerus dalam masyarakat dan kehidupan. Karena percobaan ini terbatas.rupakan dialog antara "atasan" dan "bawahan" dalam suasana sa ting menghargai pendapat. Andaikan pilot project ini berhasil. maka kader ini akan mengalami banyak kesukaran. penyelenggaraan. Kader ini merupakan agen-agen pembaharuan. . Pilot project. karena menghadapi situasi yang berbeda dan mendapat hambatan dari ketentuan-ketentuan yang berlaku. dan penilaiannya relatif mudah diatur. Dapat dididik sejumlah kader yang menguasai seluk-beluk pembaharuan kurikulum yang ditempatkan di berbagai sekolah untuk mengadakan praktis ditempuh untuk mengadakan pembaharuan pembaharuan-pembaharuan. 2. pemimpin-pemimpin yang kompeten dan mereka dapat memberi hasil yang baik. masih banyak kesukaran untuk menyebarluaskannya. Jika timbul reaksi yang negatif dari pihak guru. 1. 3. Membina kader. sehingga pembaruan itu lebih terarah dan menyeluruh. Demikian pula pendekatan perubahan dari bawah dapat dibantu oleh pemerintah dengan mempublikasikan usaha-usaha pembaharuan di sekolahsekolah agar secara umum dapat dikenal dan ditiru. Kelemahannya ialah bahwa ada kemungkinan mereka dianggap sebagai orang luar yang diberi bayaran khusus untuk mengadakan. Dalam rangka suatu pilot project seorang guru dapat mengadakan percobaan dengan suatu kurikulum baru dalam suatu bidang studi tertentu. Berbagai jalan kurikulum. Memanfaatkan guru. pengawasan.

juga dalam melancarkan kurikulum yang baru. sehingga dapat disaksikan bagaimana pelaksanaan pembaharuan itu. bahkan sebenarnya harus mendahuluinya. Memberikan laboratorium fisika atau laboratorium bahasa akan mendorong guru untuk menggunakan metode-metode dan bahan pelajaran baru. 5. Dapat diusahakan secara teratur pertemuan-pertemuan antara dosen perguruan tinggi dengan guruguru bidang studi di SM untuk keperluan itu. Akan tetapi ada kalanya tenaga pengajar tidak sanggup memanfaatkannya. sehingga kurikulum tidak merupakan hasil "di belakang meja tulis".SM.Guru dan sekolah yang telah menjalankan kurikulum baru. Memperbarui buku pelajaran. dan sekolah. Buku pelajaran baru dapat memberikan bahan baru dan juga metode mengajar serta proses belajar yang baru. dapat diminta bekerja pada sekolah yang belum melakukannya. 7. Pelaksanaan ini akan menghadapi kesulitan administratif dalam penempatan guru di sekolah lain untuk beberapa waktu. Akan tetapi guru-guru sendiri harus mempunyai kesanggupan untuk menggunakannya. . Menyediakan alat pengajaran. Sekolah yang terpencil akan mengalami kesukaran khusus dalam hal ini. Buku pelajaran memegang peranan yang penting dalam setiap kurikulum. 4. sedangkan sekolah atau guru dapat memberikan bahan tentang keadaan yang riil mengenai murid. Universitas yang senantiasa berada di garis depan kemajuan dalam penelitian dan ilmu pengetahuan dapat membantu sekolah-sekolah untuk menyesuaikan kurikulum dengan ide-ide baru tentang pendidikan dan perkembangan baru dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan. Universitas dapat pula menyediakan ahli dalam berbagai aspek kurikulum yang bertindak sebagai konsultan. Kerjasama antara sekolah dan universitas. 6. Pembaruan kurikulum pendidikan guru. Kurikulum pendidikan guru tak dapat tiada harus disesuaikan dengan perubahan kurikulum di SD .

Pelaksanaan satuan pelajaran merupakan pelajaran dan latihan bagi guru. 9. Pada permulaan ini merupakan percobaan. cara belajar murid. berdasarkan prinsip-prinsip. Namun. Memulai dari satuan pelajaran. sikap orang tua. dan sebagainya memakan waktu yang lama. Dari satuan pelajaran yang eksperimenal ini kemudian dikembangkan suatu kerangka yang lebih luas. Hilda Taba menganjurkan agar pembaruan dimulai dengan satuan pelajaran yang dapat diterapkan dalam kelas. mengevaluasi. Mendemonstrasikan suatu pembaruan. Guru guru yang sejak mulanya terdidik dalam pelaksanaan kurikulum baru akan lebih menjamin keherhasilan pembaruan itu. sering timbul tentangan dan guru -guru yang tidak terlibat dalam usaha ini. . karena pada suatu ketika setiap kurikulum akan memerlukan pembaruan. Mereka mencobakan suatu unit pelajaran dan setelah ternyata berhasil. sering bertahun-tahun. Perubahan kurikulum mengharuskan guru berubah pula.Pendidikan guru dalam pembaruan akan lebih efektif daripada penataran. mendemonstrasikannya kepada guru-guru lain. Lamanya latihan itu bergantung pada bcsarnya perbedaan antara cara lama dan baru. jadi harus mulai dengan bagian yang kecil dan terbatas. dan sebagainya. Umpan balik digunakan untuk menyempurnakan satuan pelajaran itu. Perubahan tak mungkin dilakukan dalam seluruh program sekolah. Harapan ialah agar pembaruan ini diterima baik dan disebarluaskan. dasar-dasar teoretis. Kelompok kecil itu dapat memperoleh bantuan dan kepala sekolah atau atasan. dengan persetujuan kepala sekolah. cara menentukan bahan. Demikian pula hams dikembangkan administrasi yang sesuai dengan perubahan kurikulum itu. Namun penataran akan tetap diperlukan. 8. Perubahan kurikulum yang berarti mengubah guru. administrasi sekolah. Suatu kelompok kecil. mengadakan pembaruan satu mata pelajaran atau lebih dalam satu dua kelas.

Jika tujuan tidak tcrcapai. Jadi lebih dahulu harus dirumuskan tujuan. apa yang dinilai dan bagaimana cara menilainya. yaitu isi atau bahan pelajaran yang diperoleh dan digunakan dalam proses belajar. Suatu pola yang sederhana adalah sebagai berikut: gambar Bagan 1. melainkan juga pengetahuan dan kegiatan atau proses belajar. (3) pengetahuan.POLA KURIKULUM Dalam perubahan kurikulum. Menilai sikap tak sama caranya dengan menilai keterampilan atau pengetahuan. kita hendaknya bekerja dalam suatu kerangka atau pola yang terdiri atas komponen-komponen kurikulum itu. Keempat komponen itu saling berhubungan. Yang dinilai bukan hanya tujuan. (2) kegiatan atau pengalaman belajar untuk mencapai tujuan itu. Tujuan menentukan pengalaman belajar apa yang diperlukan dan pengetahuan yang harus dipilih yang dapat membawa pelajar kepada tujuan yang ditentukan. Bahan pelajaran ditentukan oleh tujuan. bukan sebaliknya. barulah dirumuskan tujuan sesuai dengan bahan itu. proses belajar. demikian pula dalam pembinaan setiap kurikulum. seperti tampak pada diagram itu. mungkin kesalahannya terletak pada komponen pengetahuan. atau pada tujuan itu sendiri. untuk mengetahui hingga mana tujuan itu tercapai. barulah kemudian bahan pelajaran dan kegiatan belajar. Tujuan juga menentukan penilaian. . Acap kali dalam pembinaan kurikulum lebih dahulu ditentukan bahan pelajaran yang disusun menurut buku pelajaran tertentu. Setiap kurikulum mempunyai keempat komponen utama itu yakni: (1) tujuan. (4) penilaian atau evaluasi hasil belajar.

Banyak kurikulum kurang menaruh perhatian kepada tujuan dan penilaian. sedangkan subject curriculum mengutamakan aspek pengetahuan dan kurang mementingkan kegiatan atau pengalaman belajar. yakni child-centered atau pupil-centered. dan 5 adalah komponen-komponen yang tampak pada bagan 1. agar kurikulum itu tidak berat sebelah. dan psikomotor untuk memberikan pendidikan yang harmonis. Dalam bagan 2 kita lihat sumber-sumber tujuan. gambar Bagan 2 Selanjutnya komponen pengetahuan dapat diperlengkapi sebagai berikut .Pola kurikulum yang jelas menunjukkan hubungan antara unsur-unsur kurikulum. Experience atau activity curriculum misalnya terlampau mengutamakan kegiatan atau pengalaman belajar dan kurang mementingkan unsur pengetahuan. yang diuraikan lebih lanjut). Dengan adanya pola itu dapat dijaga keseimbangan antara unsurunsurnya. Demikian pula tujuannya harus mengandung aspek kognitif. atau subject-centered. Ketiga sumber itu harus dipertimbangkan dalam kurikulum. society-centered. afektif. Setiap komponen dapat diolah lebih lanjut misalnya: (Perhatikan. Di sini pun dapat kita usahakan adanya keseimbangan. 4. 3. bahwa bagan 2.

Sekalipun pelajar itu sendiri akan selalu berusaha mengadakan integrasi dalam pengetahuan yang diperolehnya. Konsep-konsep bersifat abstrak dan karena itu memungkinkan pemahaman akan sejumlah besar informasi atau fakta yang spesifik. dengan korelasi.gambar Bagan 3 Pengetahuan atau bahan pelajaran diambil dan berbagai disiplin.lebih mantap. untuk mencegah 'gaps" dan "overlappings". diusahakan adanya integrasi. Informasi atau fakta-fakta yang . tidak lekas out-dated. . dan sebagainya. Lagi pula pengetahuan serupa itu lekas menjadi usang sedangkan prinsip dan konsep.lepas-lepas mudah dilupakan. dan dapat dilihat hubungan antara faktafakta. pengajaran unit. the structure of knowledge. Konsep-konsep inilah yang dianggap memberikan struktur pengetahuan. bergantung pada bentuk kurikulum yang dijalankan. dan dapat digunakan untuk mentafsirkan informasi baru. Karena banyaknya ilmu yang telah terkumpul yang tak mungkin diajarkan seluruhnya. broad field. Agar bahan itu jangan lepas-lepas. haruslah diadakan seleksi atau pilihan yang akan disajikan dalam bentuk atau organisasi tertentu. Pada saat sekarang diutamakan konsep-konsep dan prinsip-prinsip daripada hanya faktorfaktor. Selanjutnya harus ditentukan scope dan sequence bahan pela jaran. pembina kurikulum hendaknya juga berusaha mengadakan integrasi dalam bahan pelajaran yang disajikan. Dengan memahami struktur atau konsep dapat dipahami gejala-gejala spesifik lainnya. sekali dipahami.

Proses belajar yang baik memungkinkan tercapainya hasil belajar lebih tinggi. taraf kematangan. Proses belajar tak kurang pentingnya daripada hasil belajar. Mengumpulkan informasi sebagai umpan balik untuk memperbaiki kurikulum gambar . kesulitan isi pelajaran. penggunaan berbagai sumber dan alat pelajaran di dalam maupun di luar sekolah. agar tujuan yang ditentukan dicapai dengan menggunakan pengetahuan yang sangat kompleks. Tak ada kurikulum nasional yang sesuai bagi semua daerah. Jika tujuan tidak tercapai. dan sebagainya. yang dipengaruhi oleh berbagai-bagai faktor seperti metode mengajar. maka perlu dicari di mana letak kekurangannya melalui evaluasi. kesanggupan dan perkembangan anak. hubungan antara guru dan murid. Penilaian kurikulum harus berjalan terus. dan karena itu perlu disesuaikan dengan keadaan setempat.gambar Bagan 4 Pengalaman atau kegiatan belajar adalah usaha yang dijalankan. Evaluasi bergantung pada tujuan yang hendak dicapai. Evaluasi diperlukan untuk mengadakan perbaikan dalam kurikulum. perbedaan individual.

Jadi pertentangan antara berbagai bentuk kurikulum tak setajam yang digambarkan oleh para penganutnya. tanpa secara obyektif mengakui kebaikan-kebaikannya. menyusun kurikulum yang memperhatikan semua anak.   menyusun kurikulum yang diselidiki kebaikannya melalui eksperimen.Bagan 5 ARAH PERKEMBANGAN PEMBARUAN KURIKULUM Perubahan kurikulum sering merupakan reaksi terhadap kurikulum yang berlaku. dan disiplin.   menyusun kurikulum yang menggairahlcan anak untuk belajar. . Kurikulum yang integrated sangat memerlukan bahan dari subjects dan bahan pelajaran subject curri ulum dapat c diintegrasikan. menyusun kurikulum yang tidak membagi-bagi sekolah dalam kelas-kelas. Hal serupa ini akan terjadi bila kurikulum baru hanya melihat kelemahan dan kekurangan kurikulum yang lama ditinjau dari pandangannya sendiri. yang normal. akan tetapi menghilangkan batas-batas antara kelas. maupun yang berbakat tinggi dan rendah. Pentingnya integrasi pengetahuan dan pengalaman anak menjadi dasar untuk menjalankan kurikulum yang dipadukan atau yang diintegrasikan dengan melancarkan kecaman yang tajam terhadap subject atau dicipline-oriented curriculum. jadi yang memungkinkan setiap anak maju menurut kecepatan masing-masing. seperti biasa dilakukan untuk memenangkan perjuangan.  menyusun kurikulum yang lebih mengutamakan inguiry approach daripada hafalan dan penguasaan sejumlah pengetahuan.SM sampai Perguruan Tinggi. sehingga tampaknya kurikulum baru seakan-akan kembali kepada bentuk yang lama.  memperbaharui kurikulum secara integral dari SD . Kritikkritik yang dikemukakan biasanya terlampau dilebih-lebihkan. Dalam pembaruan kurikulum di masa mendatang diharapkan:  pembinaan kurikulum yang berdasarkan pandangan yang menyeluruh yang meliputi asas-asas kurikulum yang berfokus pada anak. masyarakat.

(5) cara-cara evaluasi hasil belajar. yaitu apa yang disebut ''administrative approach" dan "grass roots approach". (3) pengalaman dan kegiatan belajar. biaya yang cukup. Tidak ada satu cara yang pasti untuk menjamin keserasian ba han pelajaran guna mencapai tujuan tertentu. mengerahkan setiap tenaga ahli yang diperlukan. perencana. menyusun kurikulum yang mengubah peranan guru dari pengajar selama jam sekolah menjadi pembimbing dalam proses belajar. Kurikulum berubah jika satu atau beberapa asas kurikulum berubah. 5. Tujuan mata pelajaran yang terlampau luas sukar dinilai. Beberapa cara yang khusus dalam perubahan kurikulum secara praktis ialah. (2) mernbina kader (3) memanfaatkan guru yang telah menguasai cara baru. menyusun kurikulum yang tidak terikat pada jadwal pelajaran yang ketat. (6) kerjasama antara sekolah dan universitas. (4) menyelialcan alat pengajaran. Menilai kurikulum dalam keseluruhannya sangat kompleks karena banyak faktor yang mempengaruhi anak. Mengubah kurikulum banyak menemui rintangan karena melibatkan banyak manusia yang terikat oleh tradisi dan juga mempunyai "vested interest". 7. (4) organisasi kurikulum. dan sebagainya. RANGKUMAN 1. peneliti. dan pengembang kurikulum. Untuk menilai kurikulum harus dinilai komponen-komponennya yaitu (1) tujuan. Dikatakan bahwa perubahaan kurikulum berarti perubahan sosial. Dalam "grass roots approach" tidak ada koordinasi. Perubahan salah satu asas dapat membawa perubahan dalam keseluruhannya. 3. Pada umumnya ada dua prosedur utama dalam perubahan kurikulum. karena bersifat tersendiri tersendiri. Administrative approach didukung oleh seluruh aparatur pendidikan. 6. 4. 9. Tiap pendekatan mempunyai kebaikan clan kekurangannya. (5) memperbarui buku pelajaran. 8. akan tetapi lebih mendorong murid-murid untuk belajar sendiri berdasarkan tugastugas. (2) bahan pelajaran. (7) pembaharuan kuri- . (1) pilot project. 2.

dan perbaikan kurikulum? 6. Tinjau tujuan-tujuan beberapa mata pelajaran. Kesulitan-kesulitan apakah yang dihadapi dengan perubahan kurikulum? Kesulitan manakah menurut pendapat saudara yang sulit diatasi? Usaha apakah saudara sarankan untuk mengatasinya? 10. Apakah perbedaan antara perubahan. Tinjau tujuan-tujuan kurikulum 1975. pembaruan. (8) mendemonstrasikan suatu pembaharuan. (4) penilaian. Keempat komponen itu saling berhubungan. Adakah di antaranya yang saudara anggap terlampau idealistic yang tidak akan tercapai? 8. Bagaimanakah cara menilai kurikulum? Kesulitan apakah yang dihadapi? 7. (2) pengetahuan. Berikan contoh-contoh tentang usaha pembaharuan yang lenyap karena pencetusnya meninggal dunia. inovasi. Dalam pembaharuan kurikulum hendaknya sedapat-dapatnya dimanfaatkan kebaikan-kebaikan bentuk-bentuk kurikulum lainnya. 11. Dapatkah Saudara sebut alasan-alasan untuk menggantikan kurikulum 1968 dengan kurikulum SD 1975? 3. Bagaimanakah prosedur pembaruan kurikulum di Indonesia? . SD. 2. Bandingkan prosedur administratif dan "grass roots approach" dalam pembaruan kurikulum. Sebutkan alasan-alasan pada umumnya maka suatu kurikulum perlu diperbarui. 12. (9) memulai pembaruan dengan satuan pelajaran. (3) kegiatan atau pengalaman belajar. 10. Perubahan kurikulum sering merupakan suatu reaksi terhadap kurikulum yang ada. Sebutkan berapa bentuk kurikulum yang dapat dipandang sebagai reaksi terhadap subject curriculum? 4. 12. PERTANYAAN DAN TUGAS 1. Adakah titik-titik pertemuan antara berbagai bentuk kurikulum itu? 5. Apa sebab demikian halnya? 11.kulum pendidikan guru. SMP maupun SMA. Adakah di antaranya yang saudara anggap kurang relevan dengan tujuan matapelajaran yang sebenarnya? 9. Setiap kurikulum mempunyai keempat komponen yang berikut: (1) tujuan.

13. Peranan apakah yang dapat dipegang IKIP dalam usaha pembaruan kurikulum? 17. Usaha-usaha praktis apakah yang dapat dijalankan untuk memasukkan pembaruan dalam kurikulum? Usaha manakah yang rasanya paling efektif di Indonesia. Menurut pendapat saudara. 14. apakah Universitas mendukung atau menghambat usaha pembaruan kurikulum? Jelaskan alasan saudara. Bagaimanakah saran saudara agar dapat memanfaatkan kedua macam pendekatan itu. Hingga manakah saudara dapat menerimanya. Dalam buku ini tercantum arah perkembangan kurikulum. Apa dimaksud dengan "curriculum change is social change?" 15. . 18. menurut pendapat saudara? 16. Jelaskan bahwa semua komponen kurikulum saling berhubungan dan saling mempengaruhi. 20. Susun suatu pola kurikulum yang lengkap dengan gunakan bagan 1 sampai dengan 5. 19.

. Kurikulum itu hendaknya disusun sedemikian. walaupun jalannya lambat dan berangsur-angsur seperti yang lazim terdapat dalam setiap perkembangan kurikulum. Kita lihat bahwa kurikulum dalam praktik pengajaran di sekolah-sekolah sering masih jauh ketinggalan jikalau dibandingkan dengan teoriteori yang ada mengenai kurikulum. janganlah kita ikuti setiap buku menurut urutan bab di dalam buku itu. Kalau kita mengajarkan ilmu bumi misalnya dan di situ dibicarakan hal-hal tentang rawarawa. sehingga ada pertalian yang erat antara matapelajaran-matapelajaran. atau tentang buaya. Seperti kita ketahui perubahan kurikulum mulai dengan perubahan guru itu sendiri. Dalam bab penutup ini kami ingin mengemukakan beherapa aspek kurikulum. Kalau kita mengajar di SD misalnya. Oleh sebab kurikulum itu sangat banyak aspek-aspeknya. Sebenarnya kita tidak perlu menunggu perintah dari atasan. dan untuk ilmu tumbuh-tumbuhan pohon bakau atau nipah. Inilah beherapa saran: 1.BAB 10 PENUTUP Dalam bab-bab yang lalu telah kita perbincangkan beberapa asas dalam pembinaan kurikulum. akan tetapi yang berangsur-angsur. Kita tidak mengharapkan perubahan yang revolusioner. Kami percaya saudara juga dapat mencari aspek-aspek lain jikalau saudara telaah buku ini dengan teliti. jikalau guru mempunyai konsepsi Baru tentang kurikulum. kita dapat memilih pelajaran tentang malaria dari buku ilmu hayat. melalui eksperimentasi dengan metode-metode modern pada sekolah-sekolah percobaan. Juga di Indonesia perubahanperubahan telah dijalankan. Sebenarnya teori-teori itu telah dilaksanakan pada sekolah-sekolah modern di luar negeri. kita dapat mengadakan perbaikan dalam berbagai aspek. asal saja kita tidak berpegang dengan gigih kepada tradisi dan rutin yang kolot. Perbaikan kurikulum dengan sendirinya akan diperoleh. supaya kita dapat mengadakan perbaikan.

ada binatang-binatang yang tercantum dalam rencana pelajaran. karena setiap mata pelajaran diberikan oleh guru yang berlainan. artinya dapat diubah. 4. tak dapat tiada kurikulum itu harus fleksibel. Di sekolah modern anak-anak juga diajak turut serta menentukan apa yang ingiri mereka pelajari. agar kita jangan ketinggalan zaman. Tentu saja anak-anak tidak diberikan kebebasan sepenuhnya. 2. Akan tetapi hingga batas-batas tertentu. tetapi tidak terdapat di suatu daerah. Dalam tujuan dan garis-garis besarnya.Di sekolah menengah cara ini lebih sulit diadakan. Ini tidak berarti. Dalam hal ini guru-gum hendaknya bebas mengubah rencana pelajaran itu. Akan tetapi apabila ada rundingan antara guru-guru yang mempunyai pengertian akan prinsip korelasi. mengubahnya dan menyesuaikannya dengan keperluan anak kelas itu. Dengan jalan demikian dapat dicapai kebulatan yang lebih besar antara berbagai-bagai mata pelajaran seperti di SM. hendaknya diberi kebebasan kepada guru-guru untuk menelaahnya. Wewenang itu akan mendorong para guru untuk lebih banyak memikirkan soal kurikulum sebagai keseluruhan dan bukan hanya tentang pelajarannya sendiri. maka untuk beberapa pelajaran hal ini dapat dilakukan. dan keadaan masyarakat pun senantiasa berubah. Sebaiknya dicoba pula memberikan pelajaran "unit" secara okasional dengan kerja sama antara beberapa orang guru. Kalau kita akui bahwa anak-anak di suatu kelas setiap tahun berbeda. harus ada persamaan dalam kurikulum. Walaupun rencana pelajaran ditetapkan oleh pihak atasan. bila keadaan memerlukan. Dalam pelajaran ilmu hayat misalnya. sedangkan binatang yang penting di daerah itu tidak disebutkan. Kurikulum untuk tiap sekolah hendaknya disusun bersama oleh para guru. bahwa setiap sekolah bebas sepenuhnya melakukan sekehendak hatinya. Kurikulum itu harus "fleksibel". 3. menurut kemampuan anak-anak rundingan tentang apa yang akan dipelajari memang dapat dilakukan bukan hanya . bahwa senantiasa harus ada curriculum planning di sekolah itu. ini berarti. karena mereka kurang atau tidak mengetahui tujuan pendidikan. akan tetapi dalam pelaksanaan dan bahannya harus diberi kebebasan untuk menyesuaikannya dengan kebutuhan anak dan masyarakat.

kurikulum tidak hanya terdiri atas mata pelajaran yang diberikan di dalam kelas. 5. Sekolah berkewajiban membantu anak. Kurikulum hendaknya dipusatkan pada masalah-masalah sosial dan pribadi yang penting artinya bagi anak dalam kehidupannya sehari-hari. minat dan kesanggupan anak. sandiwara. melainkan juga segala kegiatan-kegiatan yang mengandung unsur pendidikan seperti kepanduan. olahraga. macam-macam bentuk rekreasi. Anak-anak mempelajari prosedur-prosedur demokratis. malahan memasukkan ke dalam kurikulum. serta antara murid dengan murid. mereka lebih memahami dan menginsafi makna pelajaran itu baginya. Menurut pendapat modern. Sekolah turut bertanggung jawab untuk membentuk masyarakat . Kedua: Karena pertukaran pikiran maka anak-anak mendapat gambaran yang lebih jelas tentang masalah yang dihadapi. Itu sebabnya kegiatan-kegiatan itu harus dicampuri oleh guru-guru. Mengajak anak turut serta dalam menentukan bahan pelajaran dilakukan dengan pertimbangan-pertimbangan yang berikut: Pertama: Bahan pelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan. 6. kita mengajak anak turut berpikir dan memupuk keberanian untuk mengeluarkan buah pikirannya. Kurikulum hendaknya sedapat-dapatnya meliputi segala pengalaman anak di bawah pimpinan sekolah. agar ia lebih mampu menghadapi situasi-situasi dalam hidupnya. 7. dan sebagainya. Kurikulum harus dipakai untuk mewujudkan cita-cita nasional sesuai dengan filsafat negara. Lagi pula rundingan itu mempererat hubungan antara guru dengan murid. Dalam rundingan itu anak-anak mengemukakan hal-hal yang ingin dipelajarinya. hobby. perkumpulan sekolah.dalam "unit" akan tetapi dalam tiap pelajaran. Sekolah berdiri di tengah-tengah masyarakat dan sudah selayaknya sekolah mendidik anak-anak mengenal masyarakat dan menunjukkan baktinya kepada masyarakat itu. artinya menggunakannya sebagai alat pendidikan.

Bakat anakanak adalah harta negara yang paling berharga. cara kerja yang efektif dan cara-cara menyelidiki dan memecahkan masalah-masalah. dalam membentuk manusia Indonesia. Sekolah ialah tempat utama untuk mewujudkan Pancasila sebagai "way of life" bangsa dan dengan demikian turut serta dalam "nation building". Mengabaikan kepentingan anak -anak yang berbakat di sekolah-sekolah kita. Mengenai hal-hal yang harus diketahui oleh semua anak sebagai warga negara dapat diusahakan semacam uniformitas. yang memberi pendidikan yang ditujukan kepada kepentingan anak-anak yang sedang. merupakan kerugian bagi . Kurikulum harus memberikan pengalaman kepada anak-anak berupa pokok- pokok yang luas dan berarti bagi mereka dan karena itu mendorong mereka melakukan bermacam-macam akti vitasaktivitas seperti berbagai bentuk ekspresi. Banyak prasangka hams diatasi untuk menghargai orang-orang lain yang berbeda dari kita. membentuk. dalam kesibukan sekolah mempersiapkan anak-anak untuk menghadapi ujian. akan tetapi di samping itu harus diberikan kesempatan yang luas bagi perkembangan bakat-bakatnya istimewa. Kurikulum harus diorganisasikan sedemikian. Di sekolah anak-anak mendapat kesempatan untuk bergaul dengan anak-anak lain yang berbeda agama dan suku bangsanya.Indonesia yang bersatu yang sanggup menempatkan kepentingan negara di atas kepentingan diri sendiri. sehingga anakanak mempelajari teknik belajar. golongan atau daerah. mengadakan percobaan-percobaan. mengarang. Tugas ini jangan hanya dilaksanakan sambil lalu saja. bertukang dan sebagainya. penyelidikan. bahwa suku-suku bangsa lain pun termasuk bangsanya sendiri. Untuk pelajaran serupa ini tidak diadakan batas-batas antara matapelajaran-matapelajaran. Kurikulum hendaknya membuka kesempatan kepada setiap anak untuk memperluas minatnya dan mengembangkan bakatnya masing-masing. Mereka harus mengenal dan menghormati suku bangsa lain serta adat istiadatnya dan menginsyafi. karyawisata. 9. 10. 8.

nasib guru. maka setiap kurikulum mengalami bahaya untuk menjadi kolo Juga t. peranan orang tua. Oleh sebab zaman cepat berubah. 2.negara. e. Kalau saudara renungkan kurikulum yang berlaku sekarang di sekolah kita. KURIKUI. tentu akan saudara lihat banyak kekurangan ditinjau dan sudut asas-asas kurikulum modern. metode mengajar.UM YANG KOLOT DAN MODERN Pembinaan kurikulum ialah usaha yang dinamis yang tak boleh berhenti jikalau kita ingin mengikuti perkembangan zaman. Tabel PERTANYAAN DAN TUGAS 1. kurikulum kita banyak mengandung unsur-unsur yang tradisional yang tidak sesuai lagi dengan asas-asas kurikulum modern. hubungan gum dengan murid 3. Perbaikan-perbaikan apakah saudara anjurkan mengenai: a. Apakah ujian merupakan penghalang utama dalam pembaruan pendidikan? . Apakah modernisasi kurikulum sebaiknya dilakukan serempak di seluruh negara atau dimulai pada sekolah-sekolah tertentu sebagai percobaan dengan pimpinan ahli-ahli didik? 4. maka di bawah ini kami membandingkannya dalam bentuk bagan. Kekurangan-kekurangan apakah yang menurut saudara memerlukan perbaikan?. c. d. b. Untuk menegaskan dalam bidang-bidang mana antara lain dapat diadakan perubahan. f. Perbedaan individual ialah suatu prinsip yang masih belum dilaksanakan dengan serius dalam kurikulum kita. gedung sekolah. pendidikan guru.

. Apakah ada kemungkinan dalam vak saudara untuk turut mengajak anak merundingkan bahan yang akan dipelajari? 6. Tinjau perbandingan antara sekolah "kolot" dengan yang "modern" dan berikan pendapat saudara mengenai tiap hal.5. Nilai-nilai pendidikan apakah yang terkandung bagi murid-murid dalam menyelenggarakan sandiwara sekolah? 7.

Beswick. Chicago. Allyn and Bacon Inc. New York. Dewey. 1970. Kimball Wiles and Joseph Bondi. Conflicting Conceptions of Curriculum.. and Leslie J. James B. The University of Chicago Press. New York. Norman. Doll. Holt. New York. 1974. Eisner. 1977. 1976. Phoenix Books. Hass. New York. Harold B. Lavone A. Reorganizing the High.. Harding and Leland Jacobs. Rinehart and Winston. 1970. Ronald C. London..School Curriculum. Resource-based Learning. 1960. Appelton-Century Company. Student Teaching in the Elementary School.. Holt. The Conditions of Learning. Inc. McCutchen Publishing Corporation.. 1965. World Book Company. Jerome The Process of Education. Alcorn. Heinemann Educational Book Ltd. American Book Company. John. 1950. Linley. Glen. Briggs. Potter and Neva Hagaman. Curriculum Evaluation. Issues in Curriculum Development.DAFTAR BUKU Alberty. Unit Teaching in the Elementary School. Eggleston.. Alberty. Hollis L.. Robert M. Lowry W. Burr. The Child and the Curriculum and The School and Society. Marvin D. Routledge and Kegan Paul. and James M.. Inc. The Macmillan Co. 1974 . Gladys L. The Sociology of the School Curriculum. John. Principles of Instructional Design.. Caswell. J. and Elizabeth Vallance. 1977. The Macmillan Company. Boston. Wellesley Foshay. 1960. Curriculum Principles and Social Trends. and A. Allyn and Bacon. Minor. London. 1950. New York. London. The University of Chicago Press. Elliot W. 1959. dan Elsie J. Hamilton.. .1947. Education in the Elementary School. Curriculum Improvement. Bruner.. Appleton-Century-Crofts. 1974. 1963. Readings in Curriculum. Gwynn. New York. Harvard University Press. Cagne. David. Boston. Hanna. New York. Rinehart and Winston.. Inc. Open Books.

.. New York. D. D.. Jakarta 1954. Kurikulum Sekolah Menengah Atas (SMA) 1975. Aspects of Curriculum Change. 1953. London. New York. a Practical Guide.E. NV Harian Masa. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. N. Theories of Learning. PN Balai Pustaka. Longman. London. Handbook of Curriculum Evaluation. Dasar Pendidikan dan Pengajaran. John U. Washington.A. New York. Open Books. Howard Nichols. Ivor. Michaelis. Inc. Morrish. The Secondary School Curriculum. Pancasila Pusaka Lama. 1938. Harper and Row. Arieh (ed). . Educational Policies Commission. New York. George Allen and Unwin Ltd. Olson. Kementerian Pendidikan Pengajaran dan Kebudayaan. New York.. Alice. Edward A. Inc. Prentice Hall. Rinehart and Company. Audrey and S.. MacDonald. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Barry and Rob Walker. Jakarta 1945. Curriculum Planning.. 1977. 1975.. 1960. New York. 1957. New York. AppletonCentury Company. 1976.. The Roland press Company. Developing the Secondary School Curriculum...Hilderth.. Harper and Row Ltd. Nicholls. 1956. Inc. National Education Association. Jakarta. The Curriculum. The Purposes of Education in American Democracy. 1948. 1977. . Developing a Curriculum. Appelton-Century-Crofts. New York. Changing the Curriculum. Hilgard. Krug. 1954. D.C. Kelly. E. 1972. Child Growth Through Education. 1976. Penerbit Endang. Harper and Brothers. Albert V. Miel. George Allen and Unwin Ltd.G School and Community. Unesco. Nasroen M. Appleton-Century Company. Gertrude. Leonard. Paul. Changing the Curriculum: a Sosial Process. 1946. Ernest R. Lewy.. J. Social Studies for Children in a Democracy. New York. 1947. London.

The Dryden .Otto. Middlesex. Ragan William. Jean. B.. New York.. Rinehart and Company. 1955. Towards a Theory of Knowledge. Psychology and Epistemology. 1938. Henry J. Progressive Education Association. Principles of Elementary Education.. Science in General Education. Crofts. Appelton-Century. 1970. New York. Commission on Secondary School Curriculum. Modern Elementary Curriculum. Piaget. Penguin University Books. Inc.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful