KATA PENGANTAR Kurikulum merupakan alat yang sangat penting bagi keberhasilan suatu pendidikan.

Tanpa kurikulum yang sesuai dan tepat akan sulit untuk mencapai tujuan dan sasaran pendidikan yang diinginkan. Dalam sejarah pendidikan di Indonesia sudah beberapa kali diadakan perubahan dan perbaikan kurikulum yang tujuannya sudah tentu untuk menyesuaikannya dengan perkembangan dan kemajuan zaman, guna mencapai hasil yang maksimal. Mengembangkan kurikulum bukanlah pekerjaan yang mudah dan sederhana karena banyak sekali pertanyaan yang dapat dikemukakan untuk dipertimbangkan. Misalnya: Apakah yang ingin dicapai? Manusia yang bagaimana yang diharapkan akan dibentuk? Apakah yang diutamakan kebutuhan sekarang atau masa mendatang? Apakah hakikat anak harus dipertimbangkan atau diperlukan sebagai orang dewasa? Dan segudang pertanyaan lagi yang kesemuanya menyangkut asas-asas yang mendasari setiap kurikulum, yaitu asas filosotis, asas psikologis, asas sosiologis dan asas organisatoris. Dengan kurikulum yang sesuai dan tepat, maka dapat diharapkan sasaran dan tujuan pendidikan akan dapat tercapai secara maksimal. Buku ini penting bagi para mahasiswa, para guru dan siapa saja yang berminat dan berkecimpung di bidang pendidikan.

DAFTAR ISI

Kata Pengantar Bab 1 : Pengertian Dan Asas-Asas Kurikulum Bab 2 : Asas-Asas Fisiologi Bab 3 : Asas Psikologis Anak Bab 4 : Asas Psikologis Anak Bab 5 : Proses Perubahan Dan Perbaikan Kurikulum Bab 6 : Kurikulum Dan Masyarakat Bab 7 : Organisasi Kurikulum Bab 8 : Menentukan Scope Dan Sequence Dalam Pembinaan Kurikulum Bab 9 : Mengubah Kurikulum Bab 10 : Penutup Daftar Buku

BAB 1 PENGERTIAN DAN ASAS-ASAS
KURIKULUM Masa depan bangsa terletak dalam tangan generasi muda. Mutu bangsa di kemudian hari bergantung pada pendidikan yang dikecap oleh anak-anak sekarang, terutama melalui pendidikan formal yang diterima di sekolah. Apa yang akan dicapai di sekolah, ditentukan oleh kurikulum sekolah itu. Jadi barang siapa yang menguasai kurikulum memegang nasib bangsa dan negara. Maka dapat dipahami bahwa kurikulum sebagai alat yang begitu vital bagi perkembangan bangsa dipegang oleh pemerintah suatu negara. Dapat pula dipahami betapa pentingnya usaha mengembangkan kurikulum itu. Oleh sebab setiap guru merupakan kunci utama dalam pelaksanaan kurikulum, maka ia harus pula memahami seluk-beluk kurikulum. Hingga batas tertentu, dalam skala mikro, guru juga seorang pengembang kurikulum bagi kelasnya. APA YANG DIMAKSUD DENGAN KURIKULUM Perkataan kurikulum dikenal sebagai suatu istilah dalam dunia pendidikan sejak kurang lebih satu abad yang lampau. Perkataan ini belum terdapat dalam kamus Webster tahun 1812 dan baru timbul untuk pertama kalinya dalam kamus tahun 1856. Artinya pada waktu itu ialah: "1. a race course; a place for running; a chariot. 2. a course in general; applied particulary to the course of study in a university". Jadi dengan "kurikulum" dimaksud suatu jarak yang harus ditempuh oleh pelari atau kereta dalam perlombaan, dari awal sampai akhir. "Kurikulum" juga berarti "chariot," semacam kereta pacu pada zaman dulu, yakni suatu alat yang membawa seorang dari "start" sampai "finish". Di samping penggunaan "kurikulum" semula dalam bidang olah raga, kemudian dipakai dalam bidang pendidikan, yakni sejumlah mata kuliah di perguruan tinggi.

Dalam kasus Webster tahun 1955 "kurikulum diberi arti "'a. A course esp. a specified fixed course of study, as in a school or college, as one leading to a degree. b. The whole body of courses offered in an educational institution, or departme.nt thereof, -. the usual sense." Di sini "kurikulum" khusus digunakan dalam pendidikan dan pengajaran, yakni sejumlah mata pelajaran di sekolah atau mata kuliah di perguruan tinggi, yang harus ditempuh untuk mencapai suatu ijazah atau tingkat. "Kurikulum" juga berarti keseluruhan pelajaran yang disajikan oleh suatu lembaga pendidikan. Di Indonesia istilah "kurikulum" boleh dikatakan baru menjadi populer sejak tahun lima puluhan, yang dipopulerkan oleh mereka yang ,memperoleh pendidikan di Amerika Serikat. Kini istilah itu telah dikenal orang di luar pendidikan. Sebelumnya yang lazim digunakan ialah "rencana pelajaran". Pada hakikatnya kurikulum sama artinya dengan rencana pelajaran. Hilda Taba dalam bukunya Curriculum Development, Theory and Practice mengartikan sebagai "a plan for learning", yakni sesuatu yang direncanakan untuk pelajaran anak. Dalam buku ini kami gunakan istilah "kurikulum," karena pengertian kurikulum banyak mengalami perkembangan, berkat pemikiran yang banyak oleh tokoh-tokoh pendidikan mengenai kurikulum, sehingga dapat meliputi hal-hal yang tidak direncanakan, namun turut mengubah kelakuan anak didik. Kurikulum juga bukan lagi sekedar sejumlah mata pelajaran , akan tetapi mendapat liputan yang jauh lebih luas. Maka karena itu istilah "rencana pelajaran" rasanya terlampau sempit dan terikat oleh pengertian tradisional, yang sangat terbatas pada bahan pelajaran dalam buku pelajaran. Dalam teori, tetapi juga dalam praktik, pengertian kurikulum yang lama sudah banyak ditinggalkan. Para ahli pendidikan kebanyakan memberi arti dan isi yang lebih luas daripada semula. Selain itu pengertiannya pun senantiasa dapat berkembang dan mengalami perubahan. Perubahan itu antara lain terjadi karena orang tak kunjung puas dengan hasil pendidikan sekolah dan selalu ingin memperbaikinya. Memang tak mungkin disusun suatu kurikulum yang baik serta mantap sepanjang zaman. Suatu kurikulum hanya mungkin baik untuk suatu masyarakat tertentu pada masa tertentu. Perkembangan ilmu pengetahuan dan

teknologi yang mengubah masyarakat dan dengan sendirinya kurikulum pun tak dapat tiada harus disesuaikan dengan tuntutan zaman. Di samping itu banyak timbul pendapat-pendapat baru tentang hakikat dan perkembangan anak, caranya belajar, tentang masyarakat dan ilmu pengetahuan, dan lain-lain, yang memaksa diadakannya perubahan dalam kurikulum. Pengembangan kurikulum adalah proses yang tak henti-hentinya, yang harus dilakukan secara kontinu. Jika tidak, maka kurikulum menjadi usang atau ketinggalan zaman. Makin cepat perubahan dalam masyarakat, makin sering diperlukan penyesuaian kurikulum. Namun, mengubah kurikulum bukanlah pekerjaan yang mudah. Praktek pendidikan di sekolah senantiasa jauh ketinggalan bila dibandingkan dengan teori kurikulum. Bukan sesuatu yang aneh, bila suatu teori kurikulum baru menjadi kenyataan setelah 50 sampai 75 tahun kemudian. Kelambanan ini terjadi antara lain karena guru-guru banyak yang lebih ingin berpegang pada yang telah ada, merasa lebih aman dengan praktik-praktik rutin dan tradisional daripada mencobakan hal-hal baru, yang memerlukan pemikiran dan usaha yang lebih banyak dan ada kalanya menuntut perubahan pada diri guru itu sendiri. Itu sebabnya maka kurikulum masih banyak diartikan sebagai sejumlah mata pelajaran yang harus disampaikan kepada anak. BEBERAPA DEFINISI KURIKULUM Seperti telah dikemukakan di atas, perubahan zaman menuntut kurikulum baru dan sering juga pengertian baru mengenai makna kurikulum itu sendiri. Perubahan zaman memberi tugas-tugas baru kepada sekolah, di antaranya tugastugas yang sediakala dipikul oleh lembaga-lembaga lain seperti rumah tangga, pemerintah, petugas agama, dan lain-lain. Misalnya, anak-anak gadis biasanya belajar memasak, menjahit, mengurus rumah, dan pekerjaan lain dari ibunya. Dunia modern sering mengharuskan ibu-ibu bekerja, dan tidak sempat lagi mendidik anaknya dalam keterampilan rumah tangga. Maka tugas ibu itu dipercayakan kepada sekolah dengan memberi pelajaran PKK. Ada pula ibu-ibu yang tak puas dan merasa bosan hanya terikat oleh rutin rumah tangga dan ingin

apakah dalam ruangan kelas. Dengan demikian kurikulum sekolah tidak hanya meliputi mata pelajaran tradisional. on the playground. 2. Harold B.menentukan karirnya sendiri. dalam Reorganizing the High-School Curriculum (1965) memandang kurikulum sebagai "all of the activities that are provided for students by the school". or out of school. agama. whether in the clasroom. Kurikulum meliputi juga apa yang disebut kegiatan ekstra-kurikuler. dan hal-hal lain lambat laun digeser tanggung-jawab pendidikannya kepada sekolah. J. Dengan bertambahnya tanggung jawab sekolah timbulah berbagai macam definisi kurikulum." Jadi segala usaha sekolah untuk mempengaruhi anak belajar. di dalam dan luar kelas. keamanan lalu lintas. Seperti halnya dengan definisi Saylor dan Alexander. setiap guru harus menentukan sendiri apakah kurikulum itu bagi dirinya. kurikulum tidak terbatas pada mata pelajaran. " The Curriculum is the sum total of school's efforts to influence learning. Di bawah ini kami berikan sejumlah definisi kurikulum menurut beberapa ahli kurikulum. di halaman sekolah atau di luar sekolah termasuk kurikulum. akan tetapi juga meliputi kegiatan-kegiatan lain. Pengertian yang dianut oleh seseorang akan mempengaruhi kegiatan belajar-mengajar dalam kelas maupun di luar kelas. di dalam maupun di luar sekolah. yang berada di bawah tanggung jawab sekolah. pendidikan. Definisi melihat manfaat kegiatan dan pengalaman siswa di luar mata pelajaran tradisional. melainkan berbagai kegiatan lain yang bersifat edukatif. Albertycs. Alexander dalam buku Curriculum Planning for Better Teaching and Learning (1956) menjelaskan arti kurikulum sebagai berikut. Demikian pula soal kesehatan jasmani anak. pendidikan seks. kepramukaan. 1. . keterampilan vokasional. pencegahan minum alkohol atau ganja. sehingga semakin sukar memastikan apakah sebenarnya kurikulum itu. Galen Saylor dan William M. Akhirnya setiap pendidik.

bimbingan dan penyuluhan. perubahan tenaga mengajar. Othanel Smith.." Ragan mengunakan kurikulum dalam arti yang luas. Jadi hubungan sosial antara guru dan murid. J. Ragan..3. B. . Kurikulum tidak hanya meliputi bahan pelajaran tetapi meliputi seluruh kehidupan dalam kelas. The term is used . W. dan J. supervisi dan administrasi dan hal-hal struktural mengenai waktu. dalam buku Modern Elementary Curriculum (1966) menjelaskan arti kurikulum sebagai berikut: "The tendency in recent decades has ben to use the term in a broader sense to refer to the whole life and program of the school. Stanley. to include all the experiences of children for which the school accepts responsibility. 5. It denotes the results of efferorts on the part of the adults of the community. manusia dan fasilitas sangat erat hubungannya. Mereka melihat kurikulum sebagai sejumlah pengalaman yang secara potensial dapat diberikan kepada anak dan pemuda. yang meliputi seluruh program dan kehidupan dalam sekolah. Miller dalam buku Secondary School lmprovemant (1973) juga menganut definisi kurikulum yang luas. Menurut mereka dalam kurikulum juga termasuk metode mengajar dan belajar. William B. yakni segala pengalaman anak di bawah tanggung-jawab sekolah. and the nation to bring to the children the finest. Harlan Shores memandang kurikulum sebagai "a sequence of potential experiences set up in the school for the purpose of disciplining children and youth in group ways of thinking and acting". metode mengajar.O. 4. agar mereka dapat berpikir dan berbuat sesuai dengan masyarakatnya. cara mengevaluasi termasuk kurikulum. cara mengevaluasi murid dan seluruh program. sehingga tak mungkin diadakan perbaikan kalau tidak diperhatikan ketigatiganya. jumlah ruangan serta kemungkinan memilih mata pelajaran. Ketiga aspek pokok. Lloyd Trump dan Delmas F. program. most whole some influences that exist in the culture.

. Jadi kurikulum meliputi segala pengalaman dan pengaruh yang bercorak pendidikan yang diperoleh anak di sekolah. keramahan pendidik. sikap. memuji. Hilda Taba berpendapat bahwa definisi yang terlampau luas mengaburkan pengertian kurikulum sehingga menghalangi pemikiran dan pengolahan yang tajam tentang kurikulum. Maka Hilda Taba memilih posisi yang tidak terlampau luas dan tidak pula terlampau sempit. seperti menjelaskan. maka definisi yang luas itu membuatnya tidak fungsional. kebiasaan-kebiasaan.6. yakni anak didik. jadi tidak merupakan tindakan yang disengaja. yaitu segala sesuatu yang dengan sengaja dilakukan oleh sipendidik terhadap anak-didik guna mempengaruhi kelakuannya. Tak semua ahli kurikulum menganut pendirian yang begitu luas. Jika kurikulum dirumuskan sebagai "segala usaha yang dilakukan oleh sekolah untuk memperoleh hasil yang diharapkan dalam situasi di dalam maupun di luar sekolah" atau sebagai" sejumlah pengalaman yang potensial dapat diberikan oleh sekolah dengan tujuan agar anak dan pemuda dibiasakan berpikir dan berbuat menurut kelompok atau masyarakat tempat ia hidup". Langeveld seorang ahli pendidikan Belanda dalam bukunya Leerboek der Pedagogische Psychologie membedakan apa yang disebutnya opvoedingsmiddelen dan opvoedingsfaktoren Istilah pertama berarti alat-alat pendidikan. kepala sekolah serta seluruh pegawai sekolah. karena definisi yang sempit tidak lagi diterima oleh sekolah modern. Definisi Miel tentang kurikulum sangat luas yang mencakup yang meliputi bukan hanya pengetahuan. kecakapan. Istilah kedua berarti faktorfaktor pendidikan. para pendidik dan personalia (termasuk penjaga sekolah. Kita lihat bahwa Alice Miel mencakup kedua hal itu dalam pengertian kurikulumnya yakni alat pendidikan dan faktor pendidikan. pegawai administrasi dan orang lainnya yang ada hubungannya dengan murid-murid ). melarang atau menghukum. cita-cita serta norma-norma. meliputi keadaan lingkungan pendidikan seperti kebersihan ruangan. suasana sekolah. apresiasi. keinginan. masyarakat. keyakinan. Dalam bukunya Changing the Curriculum : a Social Process (1946) is mengemukakan bahwa kurikulum juga meliputi keadaan gedung. pengetahuan dan sikap orang-orang melayani dan dilayani sekolah. Alice Miel juga menganut pendirian yang luas mengenai kurikulum. melainkan juga pribadi guru. menganjurkan.

pengalaman kerja yang bertalian dengan pelajaran. sehingga tidak mungkin dilakukan dengan baik. Apa yang dapat diwujudkan dalam kenyataan disebut kurikulum yang real. seleksi dan organisasi bahan dan isi pelajaran. Perbedaan kurikulum terletak pada penekanan pada unsur-unsur tertentu. seperti bimbingan dan penyuluhan. bagaimanapun polanya. bentuk dan kegiatan belajar dan mengajar.Hilda Taba mengemukakan. kegiatan pengabdian masyarakat. Kurikulum adalah sesuatu yang direncanakan sebagai pegangan guna mencapai tujuan pendidikan. organized classroom instruction. maka terdapatlah kesenjangan antara idea dan real curriculum. Ia membedakan tugas sekolah mengenai perkembangan anak dan tanggung jawab lembaga pendidikan lainnya seperti rumah tangga. 7. yaitu pengajaran di dalam kelas. Apa yang direncanakan biasanya bersifat idea. Memborong segala tanggung jawab atas pendidikan anak akan merupakan beban yang terlampau berat. . selalu mempunyai komponen-komponen tertentu. Definisinya ialah "A Curriculum Consists of the means used to achieve or carry out given purposes of schooling". Kurikulum dilihatnya sebagai cara -cara dan usaha untuk mencapai tujuan persekolahan. kegiatan-kegiatan tertentu di luar pengajaran itu. Tiap kurikulum. Krug dalam The Secondary School Curriculum (1960) menunjukkan pendirian yang terbatas tapi realistis tentang kurikulum. Ia dengan sengaja menggunakan istilah "schooling" untuk menjelaskan apa sebenarnya tugas sekolah. Karena tak segala sesuatu yang direncanakan dapat direalisasikan. dan perkemahan sekolah. Maka karena itu Krug membatasi kurikulum pada : 1. yakni pernyataan tentang tujuan dan sasaran. lembaga agama. Akan tetapi kegiatan-kegiatan akhir masih bersifat kontroversial. 2. dan akhirnya evaluasi hasil belajar. Kurikulum ini lazim mengandung harapan-harapan yang sering berbunyi muluk-muluk. dan lain-lain. suatu cita-cita tentang manusia atau warga negara yang akan dibentuk. Edward A. bahwa pada hakikatnya tiap kurikulum merupakan suatu cara untuk mempersiapkan anak agar berparsitipasi sebagai anggota yang produktif dalam masyrakatnya. masyarakat.

Apa yang diharapkan akan dipelajari tidak selalu sama dengan apa yang benar-benar dipelajari. biasanya dalam suatu panitia.Smith dan kawan-kawan memandang kurikulum sebagai rangkaian pengalaman yang secara potensial dapat diberikan kepada anak. Ini dapat berupa mengajarkan berbagai mata pelajaran tetapi dapat juga meliputi segala kegiatan yang dianggap dapat mempengaruhi perkembangan siswa misalnya perkumpulan sekolah. pramuka. 3. jadi dapat disebut potential curriculum. bahwa apa yang diwujudkan pada diri anak berbeda dengan apa yang diharapkan menurut rencana. bahkan sering yang bertentangan. 4. sehingga kita peroleh penggolongan sebagai sebagai berikut : 1. Kurikulum sebagi pengalaman siswa. pada hal kurikulum itu pun mengandung . Kurikulum dapat pula dipandang sebagai program. warung sekolah dan lain-lain. Akan tetapi mengajukan kurikulum yang ekstrim sering dilakukan dengan mendiskreditkan kurikulum yang lama. yakni alat yang dilakukan oleh sekolah untuk mencapai tujuannya. sikap. Namun apa yang benar-benar dapat diwujudkan pada anak secara individual. Mengenai masalah kurikulum senantiasa terdapat pendirian yang berbedabeda. Ketidakpuasan dengan kurikulum yang berlaku adalah sesuatu yang biasa dan memberi dorongan mencari kurikulum baru. misalnya bahan yang benar-benar diperolehnya. Kurikulum dapat pula dipandang sebagai hal-hal yang diharapkan akan dipelajari siswa. pertandingan. yakni pengetahuan. Ketiga pandangan diatas berkenaan dengan perencanaan kurikulum sedangkan pandangan ini mengenai apa yang secara aktual menjadi kenyataan pada tiap siswa. Kurikulum dapat dilihat sabagai produk. yakni sebagai hasil karya para pengembang kurikulum. Berbagai tafsiran tentang kurikulum dapat kita tinjau dari segi lain. disebut actual curriculum. 2. Hasilnya dituangkan dalam bentuk buku atau pedoman kurikulum. Ada kemungkinan. keterampilan tertentu. yang misalnya berisi sejumlah mata pelajaran yang harus diajarkan.

jadi menonjolkannya dalam bentuk yang ekstrim. Pandangan yang berbeda-beda itu memberi dinamika dalam pemikiran tentang kurikulum secara kontinu tanpa henti-hentinya. perlu kita ketahui bahwa dalam praktik pendidikan sering terjadi campuran atau adanya berbagai bentuk kurikulum yang hidup bersama secara damai.kebaikan. Selain itu berbagai jenis kurikulum dapat hidup bersama tanpa menimbulkan konflik. Maka karena itu jarang akan terdapat bahwa suatu teori tentang kurikulam dilaksanakan secara murni. mengajarkan kejujuran atau memberi pendidikan umum? Apakah pelajaran akan didasarkan . Ia tidak mudah melepaskan yang lama yang sudah terbukti kebaikannya. sedangkan kurikulum pasti tidak akan sempurna dan akan tampil kekurangannya setelah berjalan dalam beberapa waktu. karena justru dapat memberi dorongan untuk mengadakan inovasi mencari bentuk bentuk kurikulum baru. Adanya berbagai tafsiran tentang kurikulum tak perlu merisaukan. ataukah ia diperlakukan sebagai orang dewasa? Apakah kebutuhan anak itu? Apakah harus dipentingkan anak sebagai individu atau sebagai anggota kelompok? Apakah yang harus dipentingkan. Misalnya : Apakah yang ingin dicapai. Dalam praktiknya biasanya tidak dapat pertentangan yang begitu tajam seperti yang digambarkan dalam teorinya. sebelum ia yakin bahwa yang baru itu ternyata lebih baik lagi. manusia yang bagaimana yang diharapkan akan dibentuk? Apakah akan diutamakan kebutuhan anak pada saat sekarang atau masa mendatang? Apakah hakikat anak harus dipertimbangkan. Pada umumnya guru itu konservatif dan cenderung berpegang pada cara-cara yang lama yang telah dikuasainya dan menurut pengalamannya memberi hasil yang baik. Juga ada kemungkinan untuk mengawinkan yang baru dengan yang lama. Bila dalam buku ini kami uraikan kurikulum dalam bentuk murninya menurut teori yang mendasarinya. ASAS-ASAS KURIKULUM Mengembangkan kurikulum bukan sesuatu yang mudah dan sederhana karena banyak hal yang harus dipertimbangkan dan banyak pertanyaan yang dapat diajukan untuk diperhitungkan.

Asas filosofis yang berkenaan dengan tujuan pendidikan yang sesuai dengan filsafat negara. 1. cita-cita atau filsafat yang dianut negara. dirasa perlu memberikannya lebih dahulu secara singkat. masyarakat bahkan dunia. yaitu keadaan masyarakat. dan lain-lain. pendidikan di negara yang menganut agama Budha akan berlainan denagan pendidikan di negara yang memeluk agama Islam . jadi juga bahan pelajaran yang disajikan. Apakah yang dimaksud dengan "balk" pada hakikatnya ditentukan oleh nilai nilai. orang tua. psikologi belajar. b. mungkin juga cara mengajar dan menilainya. Asas psikologis yang memperhitungkan faktor anak dalam kurikulum yakni a. perkembangan dan perubahannya. yakni : 1. Asas sosiologis. hasil kerja manusia herupa pengetahuan. tapi juga guru. Perbedaan filsafat dengan sendirinya akan menimbulkan perbedaan dalam tujuan pendidikan. atau diberi kelonggaran untuk menyesuaikannya dengan keadaan daerah? Apakah hasil belajar anak akan diuji secara uniform ataukah diserahkan pada penilaian guru yang dapat mempelajari anak itu dalam segala aspek selama waktu yang panjang ? Semua pertanyaan itu menyangkut asas-asas yang mendasari setiap kurikulum. 2. psikologi anak. kebudayaan manusia. perkembangan anak. 4. Asas organisatoris yang mempertimbangkan bentuk dan organisasi bahan pelajaran yang disajikan. 3. bagaimana proses belajar anak. Walaupun dalam buku ini keempat asas itu akan dipaparkan lebih lanjut.atas disiplin ilmu ataukah dipusatkan pada masalah sosial dan pribadi? Apakah semua anak harus mengikuti pelajaran yang sama taukah is diizinkan memilih pelajaran sesuai dengan minatnya? Apakah seluruh kurikulum sama bagi semua sekolah secara uniform. Pendidikan di negara otokratis akan berbeda dengan negara yang demokratis. Asas Filosofis Sekolah bertujuan mendidik anak agar menjadi manusia yang "baik".

Asas Psikologis a. dapat menerima norma-norma. dapat menguasai sejumlah keterampilan. Psikologi belajar Pendidikan di sekolah diberikan dengan kepercayaan dan keyakinan bahwa anak-anak dapat dididik. Soal yang penting ialah : bagaimanakah anak itu belajar? Kalau kita tahu betul. Namun gerakan ini tak dapat tiada menarik perhatian para pendidik. khususnya para pengembang kurikulum. yakni menciptakan situasi-situasi di mana anak dapat belajar untuk mengembangkan bakatnya. yaitu "Child centered curriculum". Anak-anak dapat belajar. Tentu saja kurikulum yang begitu ekstrim mengutamakan salah satu dasar akan mempunyai kekurangan-kekurangan. dapat dipengaruhi kelakuannya. bahkan kurikulum yang semata-mata didasarkan atas minat dan perkembangan anak. b. Kurikulum ini dapat dipandang sebagai reaksi terhadap kurikulum yang ditentukan oleh orang dewasa tanpa menghiraukan kebutuhan dan minat anak. Kurikulum tak dapat tiada mempunyai hubungan yang erat dengan filsafat bangsa dan negara terutama dalam menentukan manusia yang dicitacitakan sebagai tujuan yang harus dicapai melalui pendidikan formal. Timbullah aliran yang disebut progresif. dapat menguasai sejumlah pengetahuan. untuk selalu menjadikan anak sebagai salah satu pokok pemikiran. dan sejak permulaan abad ke-20 anak kian mendapat perhatian menjadi salah satu asas dalam pengembangan kurikulum. dapat mengubah sikapnya. dalam keadaan yang bagaimana belajar itu memberi hasil yang sebaik-baiknya. 2. Selama berabad-abad anak tidak dipandang sebagai manusia yang lain daripada orang dewasa dan karena itu mempunyai kebutuhan sendiri sesuai dengan perkembangannya. .atau Kristen. Baru setelah Rousseau anak itu dikenal sebagai anak. untuk kepentingan anak. bagaimana proses belajar itu berlangsung. Psikologi anak Sekolah didirikan untuk anak. dan dilakukan penelitian ilmiah untuk lebih mengenalnya. maka kurikulum dapat direncanakan dan dilaksanakan dengan cara yang seefektif-efektifnya.

Oleh sebab belajar itu ternyata suatu proses yang pelik dan kompleks. Dengan demikian ada hubungan yang erat antara kurikulum dan psikologi belajar dan psikologi anak. Oleh sebab masyarakat suatu faktor yang begitu penting dalam pengembangan kurikulum. Tuntutan masyarakat tak dapat diabaikannya. jadi yang mencakup segala gejala belajar. 3. maka timbullah berbagai teori belajar yang menunjukkan ketidaksesuaian satu sama lain. bahwa tiap teori itu mengandung kebenaran. maupun sebagai orang dewasa kelak. ia selalu hidup dalam suatu masyarakat. Tiap anak akan berbeda latar belakang kebudayaannya. Dalam hal ini pun harus kita jaga. adat kebiasaan yang tak dapat tiada harus dikenal dan diwujudkan anak dalam pribadinya lalu dinyatakannya dalam kelakuannya. akan tetapi tidak memberikan gambaran tentang keseluruhan proses belajar itu. Karena hubungan yang sangat erat itu maka psikologi menjadi salah satu dasar kurikulum. Asas Sosiologis Anak tidak hidup sendiri terisolasi dari manusia lainnya. baik sebagai anak. Perbedaan ini harus di pertimbangkan dalam kurikulum. Teori belajar dijadikan dasar bagi proses belajar-mengajar. agar asas ini jangan terlampau mendominasi sehingga . Juga perubahan masyarakat akibat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan faktor pertimbangan dalam kurikulum. Tiap masyarakat mempunyai norma-norma. Tiap masyarakat berlainan corak nilai-nilai yang dianutnya. Di situ ia harus memenuhi tugas-tugas yang harus dilakukannya dengan penuh tanggung-jawab. Pada umumnya dapat dikatakan. Penelitian dilakukan untuk lebih mendalam memahami proses belajar ini. maka masyarakat dijadikan salah satu asas. Ia banyak menerima jasa dari masyarakat dan ia sebaliknya harus menyumbangkan baktinya bagi kemajuan masyarakat. dari yang sederhana sampai yang paling pelik. banyak di antaranya dengan melakukan eksperimen.

kurikulurri adalah soal pilihan. atau yang berpusat pada mata pelajaran. yakni yang tradisional dan yang progresif. karena keseluruhan itu bermakna dan lebih relevan dengan kebutuhan anak dan masyarakat. bahwa tidak ada kurikulum yang baik dan tidak baik. IPS. Kembali perlu di ingatkan. Pada umumnya dapat dibedakan dua pendirian utama. dan lain-lain. yang dengan sendirinya akan terpisah-pisah. dalam bentuk yang bagaimana bahan pelajaran akan disajikan? Apakah dalam bentuk mata pelajaran yang terpisah pisah. Dalam hal ini pilihan banyak bergantung pada pendirian atau sikap seseorang tentang pendidikan.timbul kurikulum yang berpusat pada masyarakat atau "society-centered curriculum". Ataukah diusahakan hubungan secara lebih mendalam dengan menghapuskan segala batas-batas mata pelajaran. ataukah diusahakan adanya hubungan antara pelajaran yang diberikan. Dalam mengembangkan kurikulum harus diadakan pilihan. 4. Sebaliknya ilmu jiwa Gestalt lebih mengutamakan keseluruhan. Setiap organisasi kurikulum mempunyai kebaikan akan tetapi tidak lepas dari kektirangan ditinjau dari segi-segi tertentu. Sering dikatakan bahwa "curriculum is a matter of choice". Selain itu. jadi selalu hasil semacam kompromi antara anggota panitia kurikulum. bahkan yang satu dapat membantu atau melengkapi yang satu lagi. Bahasa. bermacam-macam organisasi kurikulum dapat dijalankan secara bersama di satu sekolah. misalnya dalam bentuk broad-field atau bidang studi seperti IPA. Kurikulum yang bagaimana yang harus dipilih? Pertanyaan itu diajukan karena macamnya kemungkinan. Asas Organisatoris Asas ini herkenaan dengan masalah. Ilmu jiwa asosiasi yang berpendirian bahwa keseluruhan sama dengan jumlah bagianbagiannya cenderung memilih kurikulum yang subjectcentered. jadi dalam bentuk kurikulum yang terpadu. KURIKULUM TRDISIONAL ATAU PROGRESIF . Aliran psikologi ini lebih cenderung memilih kurikulum terpadu atau integrated kurikulum.

Dianggap . terampil dalam hitungan di luar kepala. namun kita mengadakan ujian nasional yang uniform yang tidak menghiraukan perbedaan individual. Tidak diharapkan siswa mempunyai pengetahuan yang uniform. juga orangitua yang telah mengecap pendidikan tradisional dan merasakan manfaatnya. Sebaliknya kurikulum modern .progresif juga tidak dengan sendirinya baik dan luput dari. Di bawah ini kami cantumkan beberapa perbedaan antara pendirian tradisional dan progresif. tidak mengizinkan perbedaan pendapat. Kesulitan yang dihadapi kurikulum progresif ialah.Kurikulum tradisional yang ingin mengawetkan yang lama tidak dengan sendirinya buruk dan merugikan. Penganut kurikulum tradisional berpegang pada kurikulum yang didasarkan atas subjek atau mata pelajaran. Kurikulum tradisional ini telah bertahan selama beberapa abad dan diduga akan bertahan terus sepanjang masa. dan terutama menonjolkan hafalan. antara lain dari pihak guru yang terkenal karena sikap konservatifnya. sanggup berpikir sendiri. menutup mata bagi perubahan akan merugikan diri sendiri. Bahan mata pelajaran diambil dari berbagai disiplin ilmu yang dibina dan senantiasa dikembangkan para ilmuwan dan karena itu mendapat penghargaan tinggi dari masyarakat. menentukan lebih dahulu mana yang benar yang dicoba anak mencari atau menerkanya bila menghadapi ujian bercorak objektif. berbagai kekurangan. Kita inginkan agar anak-anak kreatif. tahun-tahun dan tokoh-tokoh sejarah. Menjalankan kurikulum progresif akan banyak mendapat tentangan. dan lain-lain. Sekolah progresif harus dinilai berdasarkan prinsip-prinsip sekolah itu. Sekolah progresif misalnya mementingkan kemampuan memecahkan masalah dan menggunakan pengetahuan secara fungsional untuk memecahkan masalah itu. apakah itu nilai-nilai. yang biasanya diberikan secara terpisah-pisah. Namun orang tua masih mengharapkan agar murid murid hafal akan nama-nama geografis. dan sebagainya. kita ingin agar anak sanggup mengadakan penelitian dan penemun. Namun dalam masa perubahan yang serba dinamis ini. barang seni. selalu yang baik. bahwa orang mengharapkan hasil-hasil tradisional dari sekolah yang progresif. benda. walaupun kesimpulannya lain dari yang lain. oleh sebab apa yang diawetkan.

Penganut kurikulum progresif atau modern tidak menolak ilmu.bahwa ilmu mempunyai nilai tersendiri dan karena itu dapat dipelajari demi ilmu itu sendiri. Sambil memecahkan masalah siswa mengumpulkan ilmu yang diperlukan. maupun evaluasi. Kurikulum tradisional menerima kenyataan dalam masyarakat sebagaimana adanya. kurikulum progresif memilih masalahmasalah yang nyata dalam kehidupan anak dan masyarakat. Kalau diteliti lebih lanjut dapat lagi kita temui perbedaan lain antara kedua pendekatan dalam pengembangan kurikulum. metode belajar-mengajar. Mengumpulkan ilmu demi ilmu yang tidak fungsional hanya membebani otak dengan hal-hal yang mubazir. kontrol dan disiplin yang ketat. Sebaliknya kurikulum yang progresif lebih banyak memberi kebebasan kepada siswa untuk menentukan apa yang akan dipelajarinya. Dalam kurikulum tradisional diperlukan pengarahan. akan tetapi untuk digunakan dalam memecahkan suatu masalah. Apa yang dipelajari dalam kurikulum tradisional dianggap akan berguna kelak di kemudian hari anak. bahwa kurikulum progresif merupakan reaksi dalam berbagai bentuk terhadap . karena banyak pelajaran yang sebenarnya tidak ada kaitannya dengan kehidupan anak dalam masyarakat. Selain itu mempelajari ilmu akan mengembangkan kemampuan intelektual anak. Di lain pihak. agar siswa mempelajari bahan yang sama dan mencapai tingkat penguasaan yang sama. sesuai dengan minat dan kesanggupannya dalam suasana yang mengizinkan kebebasan. Dapat kita katakan. akan tetapi tidak dipelajari demi ilmu sendiri. pengawasan. sedangkan kurikulum progresif berusaha untuk mengubah lingkungan untuk membentuk dunia yang lebih baik. Tujuan pendidikan bukan hanya mengembangkan aspek intelektual saja melainkan keseluruhan pribadi anak dalam segala aspek. Kurikulum progresif memperhatikan bahkan membantu perkembangan keunikan individu. Kurikulum tradisional menyamaratakan semua siswa baik mengenai bahan.

Tujuan menentukan bahan apa yang akan dipelajari. Setiap komponen bertalian erat dengan ketiga komponen lainnya. aliran progresif mengalami pukulan hebat. bahwa faktor anak kembali dianaktirikan. Bagaimanakah bahan disajikan agar efektif diajarkan? 4. bagaimana proses belajarnya. Bagaimanakah efektivitas belajar dapat dinilai? Berdasarkan pertanyaan itu. Pada saat dipentingkan- . (2) bahan pelajaran. mengajukan 4 pertanyaan pokok.Tyler dalam bukunya Basic Principles of Curriculum and Instruction (1949). yakni : 1. (3) proses belajar-mengajar. kurikulum ini tetap bertahan. KOMPONEN-KOMPONEN KURIKULUM Ralph W. (4) evaluasi atau penilaian. Juga kurikulum progresif tidak bebas dari kritik yang tajam dari berbagai pihak. Namun betapapun kritik terhadap kurikulum tradisional. (1) tujuan.kekurangan-kekurangan yang terdapat dalam kurikulum tradisional. Bagaimanakah memilih bahan pelajaran guna mencapai tujuan itu? 3. Tujuan apa yang harus dicapai sekolah? 2. dan apa yang harus dinilai. dengan ditonjolkannya kembali kurikulum yang berdasarkan disiplin ilmu. salah satu buku yang paling berpengaruh dalam pengembangan kurikulum. Yang paling berpengaruh ialah kritik bahwa kurikulum ini kurang mengembangkan kemampuan intelektual anak. Demikian pula penilaian dapat mempengaruhi komponen lainnya. akan tetapi akibatnya ialah. sehingga setelah peluncuran Sputnik. Keempat komponen itu dapat kita gambarkan dalam bagan sebagai berikut: TUJUAN EVALUASI PBM BAHAN Keempat komponen itu saling berhubungan. maka diperoleh keempat komponen kurikulum yakni.

2. . Menentukan PBM yang efektif tak kurang sulitnya. maka timbul kecenderungan untuk menjadikan bahan ujian sebagai tujuan kurikulum. real. Kalau tujuannya jelas. misalnya Ebtanas. dan lain-lain. Kurikulum dapat dipandang dari berbagai segi. Kurikulum yang semula berarti jarak yang harus ditempuh. Konsep tayle tentang komposisi kurikulum tentu mendapat kritik. as a program. namun dalam kenyataannya lebih kompleks daripada yang diduga. sehingga meliputi kegiatan di luar kelas. maka semua komponen lainnya turut mengalami perubahan. misalnya ditonjolkannya tujuan yang baru.nya evaluasi dalam bentuk ujian. RANGKUMAN 1. dan sebagainya. PBM. kerja keras. misalnya bahan untuk mend idik anak agar menjadi manusia pembangun. proses belajar-mengajar cenderung mengutamakan latihan dan hafalan. atau cara penilaian. as intended learnings. Tak mudah menentukan tujuan pendidikan atau pelajaran. namun masih dipertimbangkan hingga sekarang. misalnya metode baru. jujur. yakni. curriculum as a product. ideal. bahkan juga mencakup segala sesuatu yang dapat mempengaruhi kelakuan siswa. karena keberhaslannya baru diketahui setelah dinilai. Dapat pula kita memandangnya sebagai formal curriculum. Bila salah satu komponen berubah. atau proses belajar-mengajar. sikap petugas sekolah. Pola kurikulum yang dikemukakan oleh Tyler ini tampaknya sangat sederhana. actual curriculum atau potential learning experiences. pribadi guru. maupun evaluasi pun lebih jelas. 3. as the experiences of the learner. UMPTN. Para ahli kurikulum "modern" cenderung memberikan pengertian yang lebih luas. kemudian menjadi sejumlah mata pelajaran yang harus dilalui untuk mendapat ijazah. maka bahan pelajaran. tak mudah pula menentukan bahan yang tepat guna mencapai tujuan itu. termasuk kebersihan kelas.

Pilihannya itu akan mempengaruhi tafsirannya konsepsinya tentang tugasnya sebagai pendidik. 3. Hilda Taba memandang kurikulum sebagai "a plan for learning". program. Sebutkan asas-asas kurikulum. Bandingkan berbagai definisi yang tercantum dalam pelajaran. real. ideal. bahwa praktik kurikulum dengan teorinya. antara lain mengenai luas cakupannya. asas manakah yang paling banyak mengalami perubahan? Mana yang paling sedikit atau tidak berubah? 10. actual. Jelaskan arti kurikulum sebagai product. Perubahan kurikulum berjalan kontinu kalau tidak mau ketinggalan zaman. the experiences of the learner. Selidiki azas-azas itu pada kurikulum yang berlaku di sekolah kita. begitu juga murid harus turut dalam pengembangan kurikulum? 8. 7. intended learnings. Jelaskan. Bagaimana pendapat Saudara tentang guru sebagai pengembang kurikulum? 9. Bagaimanakah pengertian kurikulum di sekolah kita? 5. 7. Menurut Saudara siapakah yang mengembangkan kurikulum? Apakah orangtua. tiap guru harus sendiri. 6. Kurikulum senantiasa harus diubah karena perubahan masyarakat akibat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ada kecenderungan pengertian kurikulum meluas. Di antara asas-asas kurikulum. karena banyak tugas yang sedianya oleh rumah tangga dan lembaga informal lainnya dibebankan kepada sekolah. Dikatakan. Ada kebaikan dan kelemahan pengertian kurikulum yang terlampau luas atau terlampau sempit. 6. 2.4. 4. Perbedaan apakah yang mungkin timbul di antara anggota panitia pengembangan kurikulum? jauh ketinggalan bila dibandingkan . potential. Ia dapat menganut pendirian yaang tradisional atau progresif. PERTANYAAN DAN TUGAS 1. Jelaskan perkembangan pengertian kurikulum. Juga pengertian kurikulum formal. Karena adanya menentukan macam-macam definisi kurikulum. 5.

11. Jelaskan bahwa perubahan dalam satu komponen mempengaruhi komponen lainnya. yakni "hidden curriculum" atau kurikulum yang tersembunyi. Tahukah Saudara apa maksudnya dan memberi beberapa contoh? . Ada kurikulum yang tidak direncanakan. Bila dibandingkan kurikulum sebelum dan sesudah kita merdeka perbedaan apakah kiranya yang kita dapati? 12. 13. Jelaskan adanya hubungan yang erat di antara komponenkomponen kurikulum.

Pendirian itu terlampau picik. Filsafat adalah cara berpikir yang sedalam-dalamnya.BAB 2 ASAS-ASAS FILOSOFIS Filsafat sangat penting karena harus dipertimbangkan dalam mengambil keputusan tentang setiap aspek kurikulum. dan lain-lain. universal dan absolut" atau "perennial" yang ditemukan dan diciptakan para pemikir unggul sepanjang masa. karena apa yang dilakukan guru harus didasarkan pada apa yang dipercayai. Untuk tiap keputusan harus ada dasarnya. diyakininya sebagai benar dan baik. Aliran Perennialisme Aliran ini bertujuan mengembangkan kemampuan intelektual anak melalui pengetahuan yang "abadi. Filsafat yang kabur akan menimbulkan kurikulum yang tidak menentu arahnya. Di sini akan kami bicarakan dengan singkat beberapa buah yakni : 1. Filsafat itu antara lain menentukan kepercayaan kita tentang : apakah hakikat manusia. tentang apakah yang baik. yakni sampai akarnya tentang hakikat sesuatu. khususnya hakikat anak dan sifat-sifatnya. Kurikulum yang diinginkan oleh aliran ini terdiri atas subject atau mata pelajaran yang terpisah sebagai disiplin ilmu dengan menolak penggabungan . Kini terdapat berbagai aliran filsafat. apakah yang sebaiknya diajarkan kepada anak didik. karena sangat abstrak dan karena itu tak praktis dan tidak ada manfaatnya bagi pekerjaannya. yang dihimpun dalam "the Great Books" atau "Buku Agung". apakah peranan gu dalam ru proses belajar mengajar. apakah hidup yang baik. apakah sumber kebenaran dan nilai-nilai yang hendaknya menjadi pegangan hidup kita. Kebenaran dalam buku itu bertahan teguh terhadap segala perubahan zaman. Para pengembang kurikulum harus mempunyai filsafat yang jelas tentang apa yang mereka junjung tinggi. masing-masing dengan dasar pemikiran tersendiri. Ada orang yang berpendapat bahwa guru tak perlu mempelajari filsafat. apakah peranan sekolah dalam masyarakat.

Mutu kehidupan senatiasa dapat ditingkatkan melalui kemajuan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Boleh dikatakan hampir semua agama menganut filsafat idialisme. Namun pendidikan intelektual juga sangat diutamakan dengan menentukan standar mutu yang tinggi. termasuk dogma dan norma-normanya bersifat mutlak. olah raga sebaiknya dikesampingkan. Aliran Realisme Filsafat realisme mencari kebenaran di dunia ini sendiri. menghadiri khotbah dan membaca Kitab Suci. Biasanya disiplin termasuk ketat.seperti IPA atau IPS. Tujuan hidup ialah memperbaiki kehidupan melalui penelitian ilmiah. Tujuan hidup ialah memenuhi kehendak Tuhan. Kurikulum ini memberi persiapan yang sungguhsungguh bagi studi di perguruan tinggi. Kebenaran dipercayai datangnya dari Tuhan yang diterima melalui wahyu. kimia. Hanya mata pelajaran yang sungguh mereka anggap dapat mengembangkan kemampuan intelektual seperti matematika. Kebenaran ini. dari dunia supranatural dari Tuhan. Sekolah yang beraliran realisme mengutamakan pengetahuan yang sudah mantap sebagai hasil penelitian ilmiah yang dituangkan secara sistemetis dalam berbagai disiplin ilmu atau mata pelajaran. Melalui pengamatan dan penelitian ilmiah dapat ditemukan hukumhukum alam. biologi yang diajarkan. kemudian praktik dan aplikasinya. Semua siswa diharuskan mengikuti pelajaran agama. Pelajaran yang diberikan termasuk pelajaran yang sulit karena memerlukan inteligensi tinggi. . sedangkan yang berkenaan emosi dan jasmani seperti seni rupa. Aliran Idealisme Filsafat ini berpendapat bahwa kebenaran itu berasal dari "atas". 2. 3. pelanggaran diberi hukuman yang setimpal bahkan dapat dikeluarkan dari sekolah. fisika. Di sekolah akan dimulai dengan teoriteori dan prinsip-prinsip yang fundamental. Filsafat ini umumnya diterapkan di sekolah yang berorientasi religius. Apa yang datang dari Tuhan baik dan benar.

melainkan memberi kesempatan kepada anak untuk melakukan berbagai kegiatan guna memecahkan masalah. Yang penting ialah bukan "what to think" melainkan "how to think" yakni melalui pemecahan masalah.Karena mengutamakan pengetahuan yang esensial. Tidak ada kebenaran mutlak. bukan karena "dipompakan ke dalam otaknya". ialah yang berakibat baik bagi masyarakat. 4. Tujuan hidup ialah mengabdi kepada masyarakat dengan peningkatan kesejahteraan manusia. Sekolah ini menjauhi indoktrinasi dan mengajak siswa secara kritis menganalisis isu-isu sosial. Dapat dibayangkan banyaknya murid yang tidak mampu mengikuti studi akademis serupa ini. Aliran pragmatisme sering sejalan dengan aliran rekonstruksionisme yang berpendirian bahwa sekolah harus berada pada garis depan pembangunan dan perubahan masyarakat. . Ia harus sungguh-sungguh mempelajari buku-buku berbagai disiplin ilmu. Tugas guru bukan mengajar dalam arti menyampaikan pengetahuan. Aliran Pragmatisme" Aliran ini juga disebut aliran instrumentalisme atau utilitarianisme dan berpendapat bahwa kebenaran adalah buatan manusia berdasarkan pengalamannya. Penguasaan ilmu yang banyak berkat studi yang intensif adalah persiapan yang sebaik-baiknya bagi lanjutan studi dan kehidupan dalam masyarakat. Pengetahuan diperoleh bukan dengan mempelajari mata pelajaran. maka pelajaran "embel-embel" seperti keterampilan dan kesenian dianggap tidak perlu. melainkan karena digunakan secara fungsional dalam memecahkan masalah. Dalam perencanaan kurikulum orangtua dan masyarakat sering dilibatkan agar dapat memadukan sumber-sumber pendidikan formal dengan sumber sosial. Kurikulum ini tidak memperhatikan minat anak. Yang baik. namun diharapkan agar menaruh minat terhadap pelajaran akademis. atas dasar kepercayaan bahwa belajar itu hanya dapat di lakukan oleh anak sendiri. kebenaran adalah tentatif dan dapat berubah.

Norma-norma hidup berbeda secara individual dan ditentukan masing-masing secara bebas. Tujuan filsafat ialah membentuk suatu pandangan yang sistematis tantang keseluruhan ilmu. namun dengan pertimbangan jangan menyinggung perasaan orang lain. Ini berarti bahwa seorang ahli filsafat harus dapat mencernakannya dan mengasimilasikannya berkat proses yang disebut berpikir. tak mungkin setiap orang mempunyai filsafat. Ia hrus bebas berpikir dan mengambil keputusan sendiri secara bertanggungjawab. Sekolah yang berdasarkan eksistensialisme mendidik anak agar is menentukan pilihan dan keputusan sendiri dengan menolak otoritas orang lain. bahkan satu cabang disiplin ilmu sekalipun sulit dikuasai sepenuhnya. instruksi.politik dan ekonomi guna memperbaiki ekonomi kondisi hidup manusia. 5. Dari segala mata pelajaran. buku wajib. merealisasikan diri. menentukan standardnya sendiri dan kurikulumnya sendiri. yakni . Tujuan hidup adalah menyempurnakan diri. Dalam arti ini. Anak harus mencari identitasnya sendiri. mungkin ilmu-ilmu sosial yang paling menarik mereka Pendidikan moral tidak diajarkan kepada mereka. Banyak di antara penganut aliran ini memandang sekolah sebagai masyarakat kecil. Aliran Eksistensialisme Filsafat ini mengutamakan individu sebagai faktor dalam menentukan apa yang baik dan benar. Cicero memandang filsafat sebagai ilmu tentang hal-hal yang semulukmuluknya. Dan bila dikatakan bahwa tiap guru harus mempunyai filsafat. Sekolah ini menolak segala kurikulum. Filsafat ialah "induk segala ilmu". dan lainlain dari pihak luar. pedoman. di mana guru banyak mendengarkan dan mengajukan pertanyaan tanpa mengingatkan apa yang harus dilakukan anak. maka kata itu digunakan dalam arti yang berlainan. Dengan sendirinya mereka tidak dipersiapkan untuk menempuh ujian nasional. Pekerjaan ini sangat sulit dan tak mungkin dilakukan oleh setiap orang biasa. Ilmu pengetahuan dewasa ini sangat luas dan pelik dan tak mungkin lagi bagi seorang untuk menguasainya. Bimbingan yang diberikan sering bersifat non-directive. juga tidak ditetapkan aturan-aturan yang harus mereka patuhi.

untuk apakah tenaga itu digunakan. tak konsisten. akan tetapi bila ditanya. metode. yang dapat menentukan arah hidup dan serta menggambarkan nilai-nilai apa yang paling dihargai dalam hidup seseorang. tak berakar prinsip-prinsip yang jelas. dan mencari suatu sistem nilai-nilai yang menjadi pegangannya dalam menghadapi masalah-masalah dalam hidupnya dan dengan demikian memberi corak tertentu kepada kelakuannya. maka kita memasuki lapangan nilai-nilai atau filsafat. Manusia telah menemukan tenaga atom berkat kemajuan ilmu pengetahuan.sebagai "suatu sistem nilai-nilai". Pandangan hidup kabur. Pendidikan yang diberikan berdasarkan filsafat tidak merupakan rangkaian perbuatan mekanis yang lepas-lepas akan tetapi merupakan suatu kebulatan mengarah kepada tujuan tertentu. . sejak Adam dan Hawa. belum tentulis dikatakan mempunyai suatu filsafat hidup. agar dapat membantu anak membentuk pandangan hid up yang sehat. Ilmu menemukan pengetahuan dan teknologi. Filsafat serupa inilah yang harus dimiliki setiap guru. Tujuan. suatu pandangan hidup. Kelakuannya tidak menunjukkan corak tertentu. ditentukan oleh filsafat yang dianutnya. untuk perang yang dapat menghancurkan umat manusia atau untuk peningkatan kehidupan manusia. kurikulum apakah yang akan digunakan. apakah setiap orang dapat mempunyai suatu filsafat sendiri? Filsafat dengan pengertian ini telah ada sejak ada manusia di bumi ini. setiap pendidik. melainkan sesuatu yang biasa yang dapat dimiliki setiap orang yang berpikir dan mencoba menafsirkan makna dan nilai hidup bagi dirinya. Dalam arti ini filsafat bukanlah sesuatu yang maha-sulit dan pelik. Walaupun tiap orang pernah berpikir tentang apa arti hidup ini baginya. alat pendidikan. Sering seorang kurang sadar dan kurang jelas mengetahui nilai-nilai apa yang dianutnya. manusia apakah yang harus dibentuk. Kalau filsafat di tafsirkan sebagai sistem nila-nilai. Filsafat ialah pendapat yang sejujur-jujurnya tentang makna hidup baginya. Dalam filsafat gurulah terkandung gambaran tentang masyarakat yang akan dibangun. pandangan tentang anak. akan tetapi penggunaannya ditentukan oleh filsafat atau nilai-nilai. Filsafat ialah sesuatu yang menunjukan suatu sistem.

Tujuan pendidikan memberi petunjuk apa yang harus dinilai dan hingga mana tujuan itu telah tercapai. tentu ada dasar falsafahnya. mempunyai dasar filosofis. Dengan adanya tujuan pendidikan ada gambaran yang jelas tentang hasil pendidikan yang harus dicapai. Tujuan pendidikan memberi motivasi dalam proses belajar mengajar. Sering filsafat yang mendasarinya tidak dinyatakan secara eksplisit. CBSA. di belakang tindakan itu ada falsafahnya. mendorong atau melarang anak menjadi penyanyi. manusia yang bagaimana yang harus dibentuk. Demikian pula di dalam kelas. Dengan demikian terdapat kontinuitas dalam perkembangan anak. Jadi filsafat menentukan tujuan pendidikan. Filsafat yang berbeda atau bertentangan di kalangan pendidik tak akan membawa bahtera pendidikan ke arah tujuan tertentu. Filsafat memberi kebulatan kepada usaha pendidikan. 6. Filsafat juga menentukan cara dan proses yang harus dijalankan untuk mencapai tujuan itu. menjalankan disiplin keras atau lunak. pendidikan dasar 9 tahun. sehingga tidak lepaslepas. muatan lokal. Segala keputusan yang diambil mengenai pendidikan atau kurikulum. menyuruh anak mencari data dari lapangan. 4.Sekolah tanpa filsafat laksana kapal tanpa kemudi. 2. bila jelas diketahui apa yang ingin dicapai. bila guru menghukum atau memuji anak. Keputusan tentang PPSI. APAKAH GUNA FILSAFAT PENDIDIKAN? Pentingnya filsafat bagi pendidikan nyata bila kita ketahui besar manfaatnya bagi kurikulum yakni : 1. membolehkan anak-anak bekerja sama. bila ditelusuri secara lebih mendalam. Filsafat pendidikan menentukan arah ke mana anak-anak harus dibimbing. Tentu diharapkan agar tindakan itu mempunyai dasar filosofis yang konsisten. Sekolah ialah suatu lembaga yang didirikan oleh masyarakat untuk mendidik anak menjadi manusia dan warga negara yang dicita-citakan oleh masyarakat itu. 3. 5. FILSAFAT PENDIDIKAN DI INDONESIA .

Hatta dan lain-lain yang berhasil menghentikan penjajahan dari bumi Indonesia ini. Bahasa Jepang di ajarkan sebagai pengganti bahasa Belanda dan mujurnya bahasa Indonesia menjadi bahasa pengantar di semua tingkatan sekolah. atau penguasa dalam suatu negara. Undang-Undang Dasar 1945. Kalau pemerintahan bertukar. yaitu Pancasila. Jepang yang kemudian menduduki negara kita. Untung masih bisa lolos beberapa anak Indonesia untuk mengecap pendidikan tinggi. PANCASILA SEBAGAI DASAR PENDIDIKAN . yang ingin dicapai dengan pendidikan ditentukan oleh filsafat yang dianut oleh pemerintah. antara lain Soekarno. Latihan militer diberikan untuk membantu mereka dalam mempertahankan jajahannya. Hormat terhadap kaisar Jepang di tanamkan dalam upacara-upacara. Kebanyakan anak yang bersekolah hanya di sekolah desa yang boleh dikatakan tak mendapat kesempatan untuk melanjutkan pelajaran. Bahasa Belanda digunakan untuk menahan orang lolos ke sekolah yang lebih tinggi. Segelintir anak dibolehkan memasuki sekolah yang berbahasa Belanda akan tetapi jalan ke sekolah lanjutan sangat dipersempit. segera menghapus segala sisa-sisa pendidikan yang berbau Belanda. Kurikulum di sekolah yang berbahasa Belanda sama dengan yang apa yang berlaku di negeri Belanda sendiri. dengan sendirinya tujuan pendidikan pun berubah sama sekali. memperlambat. merombak sistem pendidikan secara radikal dengan mendasarkannya atas filsafat bangsa kita. Adanya sekolah lanjutan hanya karena keperluan mereka akan pegawai di kantor pemerintah atau swasta. Pemerintah Belanda yang menguasai Indonesia selama tiga setengah abad menganut paham imperialisme dan kolonialisme yang bertujuan untuk mempertahankan agar lebih lama dapat memperoleh keuntungan dari tanah jajahannya antara lain dengan menghalangi. atau sangat membatasi pendidikan bagi orang Indonesia. dan Garis-garis Besar Haluan Negara.Tujuan pendidikan. Kemerdekaan Indonesia yang kita rebut dari tangan penjajah.

yang mengajarkan bahwa hidup manusia akan mencapai kebahagiaan. yang dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Kemanusiaan yang adil dan beradab. 1954 ) Oleh sebab Pancasila diakui sebagai pandangan hidup bangsa. dengan adanya kemerdekaan bangsa dan negara Indonesia. jika dapat dikembangkan keselarasan dan keseimbangan. atau baru dijelmakan. Walaupun Pancasila dirumuskan menjelang kemerdekaan kita. baik dalam hidup manusia secara pribadi. Seperti kita ketahui. dalam Pantjasila Pusaka Lama . dalam hubungan manusia dengan Tuhannya. 2. Nasroen. . dan kebahagiaan rohaniah. tetapi sebe narnya. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. bagi kita Pancasila sekaligus menjadi tujuan hidup bangsa Indonesia. Kesadaran dan citacita moral Pancasila sudah berurat berakar dalam kebudayaan bangsa Indonesia. maupun dalam mengejar kemajuan lahiriah. dijadikan pula filsafat pendidikan kita. dan kebiasaan bangsa kita. 5. pada hakikatnya ia telah hidup dalam masyarakat Indonesia sejak dahulu kala dalam moral. maka Pancasila itu bukanlah lahir. II/MPR/1968. Pancasila itu bangkit kembali " ( M. dalam hubungan dengan alam. Ketuhanan yang Maha Esa. maka sudah seharusnya prinsip-prinsip itu di sampaikan kepada generasi muda melalui pendidikan dan pengajaran. " Dengan adanya kemerdekaan Indonesia. adat istiadat. Pancasila terdiri atas : 1. Pancasila adalah jiwa seluruh rakyat Indonesia dan negara kita. Persatuan Indonesia. Seperti dinyatakan dalam ketetapan MPR No. Kerakyatan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan. 4.Pancasila yang kita akui dan terima sebagai filsafat dan pandangan hidup bangsa kita. Di samping itu. 3.

Sila Ke-Tuhanan Yang Maha Esa Agama sering merupakan pokok persengketaan antara manusia dengan sesamanya. Bahwa agama dipentingkan oleh pemerintah nyata dengan diwajibkannya pelajaran agama di sekolah.Dalam undang-undang tentang dasar pendidikan dan pengajaran di sekolah. pasal 4. Sekolah berkewajiban membantu anak-anak hidup menurut agamanya sambil memupuk rasa toleransi. bab III. Agama tidak menimbulkan keretakan dalam agama dan adat-istiadat. Ketetapan MPR No. Asas-asas yang masih bersifat umum itu masih perlu diuraikan agar lebih jelas untuk dijadikan pedoman dalam pendidikan. tercantum : " Pendidikan dan pengajaran berdasarkan asas-asas yang termaktub dalam Pancasila. Bahkan saling membantu mendirikan mesjid atau gereja oleh orang sekampung yang berbeda agama bisa terjadi. Perang agama seperti terdapat di benua lain tidak pernah kita kenal di Tanah air kita. bahkan sejak berabad-abad hingga sekarang bangsa-bangsa bersengketa karena perbedaan agama dan menimbulkan banyak penderitaan. II/MPR/1978. namun senantiasa hidup damai berdampingan. Asas-asas itu seyogianya diwujudkan dalam pendidikan di sekolah maupun di luar rumah. . Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia dan atas kebudayaan kebangsaan Indonesia" . memberi petunjuk nyata dan jelas tentang wujud kelima sila dalam Pancasila. yang juga dinamakan "Ekaprasetia Pancakarsa". dari SD sampai Perguruan Tinggi. Perbedaan agama juga terdapat di Indonesia. pengertian dan rasa hormat terhadap penganut agama lain. Pancasila menjamin hak setiap warga Indonesia memuja Tuhan dan memeluk agamanya masing-masing. walaupun tiap agama pada prinsipnya tidak menganjurkan penganutnya untuk menyakiti orang lain.

Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab Nasionalisme yang melewati batas. . Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menciutkan segala jarak dan membuat dunia ini relatif kecil. (2) Saling mencintai sesama manusia. menipisnya lapisan ozon. Soal dunia adalah soal tiap negara. Atas dasar Kemanusiaan kita turut berusaha memelihara perdamaian dunia. menjadi masalah bagi semua negara. Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab diuraikan sebagai berikut : (1) Mengakui persamaan derajat. persamaan hak. Sila Kemanusiaan dalam Pancasila menghargai manusia dan menghormati setiap bangsa. (4) Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain. Nasionalisme yang berlebihan sering menimbulkan peperangan dan karena itu harus dibatasi. termasuk kita di Indonesia. karena mendewakan negara sendiri sambil memandang rendah terhadap bangsa-bangsa lain. sehingga apa yang terjadi di suatu negara mempengaruhi bagian-bagian lain di dunia. percobaan bom atom. Masalah ledakan penduduk. populasi udara dan lautan. yakni " chauvinisme" dapat mengandung bahaya. dan persamaan kewajiban antara sesama manusia. (3) Mengembangkan sikap tenggang rasa. (4) (Tak) semena-mena terhadap orang lain. (2) Hormat-menghormati dan bekerja-sama antara pemeluk agama dan penganutpenganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup.Mengenai sila ke-Tuhanan Yang Maha Esa diberi uraian sebagai berikut : (1) Percaya dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. (3) Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya. Kerja sama antar bangsa menjadi syarat mutlak bila kita ingin mencegah pemusnahan umat manusia dari permukaan bumi ini.

(5) Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. (6) Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan. (7) Berani membela kebenaran dan keadilan. (8) Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia, karena itu dikembangkan sikap hormat menghormati dan bekerja sama dengan bangsa lain.

Sila Persatuan Indonesia Sila ini merupakan dorongan yang kuat dalam membebaskan Tanah Air kita dari belenggu penjajahan dan kolonialisme. Sila ini dianggap sangat penting dalam menciptakan pendidikan nasional. Kesatuan Bangsa dan Negara merupakan syarat mutlak dalam pembangunan negara kita. Telah sering kesatuan negara kita diancam oleh perpecahan, namun tetap tegak teguh dengan perkasa. Sekolah berkewajiban untuk memupuk rasa kebangsaan, rasa kesatuan dan persatuan dalam hati sanubari tiap anak. Mereka harus dengan rasa bangga dapat mengatakan ''Saya anak Indonesia" dari daerah mana pun mereka berasal. Memupuk rasa persatuan sangat mutlak diperlukan, karena keadaan geografis Indonesia, yang terdiri atas ribuan pulau, tersebar dalam jarak seperdelapan khatulistiwa, dihuni oleh penduduk yang mempunyai ratusan macam bahasa dan adat istiadat yang terbentuk selama berabad-abad dalam keadaan isolasi alamiah. Terbentuknya kesatuan dan persatuan sungguh merupakan suatu prestasi nasional yang luar biasa, bila kita pikirkan bahwa negara lain yang kecil namun dilanda oleh perpecahan yang menjerumuskan penduduk ke dalam jurang kesengsaraan. Kesatuan Indonesia dibantu oleh alat komunikasi yang kian canggih dan mendekatkan apa yang semula jauh. Kesatuan bukanlah tujuan akan tetapi suatu jalan atau alat untuk mencapai kesejahteraan dan kemakmuran bagi segenap bangsa Indonesia. Sila Persatuan Indonesia selanjutnya diuraikan sebagai berikut :

(1) Menempatkan persatuan, kesatuan, kepentingan, dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan. (2) Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara. (3) Cinta Tanah Air dan Bangsa. (4) Bangga sebagai Bangsa Indonesia dan ber-Tanah Air Indonesia. (5) Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhineka Tunggal Ika. Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam

Permusyawaratan/ Perwakilan. Kerakyatan atau demokrasi sering ditafsirkan sebagai hak setiap warga negara untuk memilih pemerintahan sendiri. Dasar ini mengakui, bahwa manusia mempunyai hak yang sama untuk menentukan politik negara. Negara itu bukan untuk dinikmati oleh hanya segelintir manusia yang berkuasa politis atau ekonomis, melainkan untuk kepentingan seluruh rakyat. Keputusan diambil berdasarkan musyawarah, dengan jalan perundingan oleh wakil-wakil yang dipilih rakyat dan tidak didiktekan oleh pihak atasan. Agar rakyat dapat mengeluarkan pendapat secara bertanggung jawab, perlulah pendidikan. Demokrasi dikatakan mempunyai tiga prinsip utama, yakni: (1) Rasa hormat terhadap pribadi dan harkat manusia. (2) Kepercayaan, bahwa setiap manusia biasa mempunyai pikiran yang sehat dan dapat berpikir inteligen. (3) Kerelaan berbakti kepada kesejahteraan bersama. Demokrasi menjamin hak setiap warga negara, tanpa menghiraukan kesukuan, agama, jenis kelamin, atau kedudukan. Hal ini antara lain dinyatakan dalam Undang-Undang Dasar yang menyatakan, bahwa "Tidak seorang pun boleh diperbudak, diperulur, atau diperhamba" Asas ini mempunyai pengaruh penting dalam pendidikan, antara lain dalam huhungan orang tua atau guru terhadap anak. Anak pun manusia penuh dan harus dihormati pendapatnya, harus diberi kesempatan mengeluarkan pendapatnya secara bebas, diturutsertakan dalam diskusi dalam hal-hal yang menyangkut

dirinya. Sikap demokrasi menghapuskan sisa-sisa sikap feodalisme dan kolonialisme yang bertindak otokratis dan otoriter. Dalam metode mengajar pun lebih banyak diadakan diskusi dalam suasana bebas namun berdisiplin. Anak wanita diberi kesempatan yang sama untuk menempuh pendidikan apa pun sampai tingkat yang setinggi-tingginya. Sila ini selanjutnya diuraikan sebagai berikut : (1) Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat. (2) Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain. (3) Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama. (4) Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan. (5) Dengan itikad baik dan tanggung-jawab menerima dan melaksanakan. (6) Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur. (7) Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan.

Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia Mempunyai hak yang sama dalam memilih wakil rakyat belum cukup. Setiap orang ingin agar kebutuhannya sehari-hari dipenuhi, seperti makan yang cukup, pakaian, kesempatan berekreasi, memiliki rumah sendiri, menyekolahkan anak sampai tingkat yang setinggi-tingginya, mendapatkan pekerjaan, dan menikmati hari tua yang tenang. Rakyat.kita masih banyak tergolong miskin, walaupun negara kita terkenal sebagai negara yang kaya raya. Kekayaan melimpah, ekspor kita meningkat secara drastis, namun pembagiannya belum merata, sehingga jurang kaya-miskin kian melebar. Sila keadilan sosial menuntut agar kekayaan dan kemakmuran itu

merata bagi segenap rakyat kita. Akan tetapi di samping itu kita tidak boleh enggan menyingsing lengan dan bekerja keras. Anak-anak dididik agar menghormati setiap pekerjaan yang jujur dan tidak memandang rendah terhadap pekerjaan dengan tangan. Anak juga harus diajar hidup hemat dengan menabung untuk hari depan. Akhirnya sila diuraikan lagi sebagai berikut : (1) Mengembangkan perbuatan-perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotong-royongan. (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) Bersikap adil. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban. Menghormati hak-hak orang lain. Suka memberi pertolongan kepada orang lain. Menjauhkan sikap pemerasan terhadap orang lain. Tidak bersikap boros. Tidak bergaya hidup mewah. Tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan umum.

(10) Suka bekerja keras. (11) Menghargai hasil karya orang lain. (12) Bersama-sama berkeadilan sosial. Agar Pancasila daya yang dinamis yang mewarnai seluruh tindakan kita, kita masing-masing harus merenungkan, memahami, menghayatinya dengan berpegang pada "Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila" atau " Eka Prasetia Pancakarsa ". berusaha mewujudkan kemajuan yang merata dan

TUJUAN PENDIDIKAN DI INDONESIA Dalam Tap. MPR No.II / MPR / 1988 tentang GBHN tercantum : Pendidikan nasional berdasarkan Pancasila bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan

Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, berdisiplin, bekerja keras, bertanggung jawab, mandiri, cerdas, dan terampil serta sehat jasmani dan rohani. Pendidikan nasional harus juga mampu menumbuhkan dan memperdalam rasa cinta kesetiakawanan sosial. Sejalan dengan itu dikembangkan iklim belajar dan mengajar yang dapat menumbuhkan rasa percaya pada diri sendiri serta sikap serta perilaku yang inovatif. Dengan demikian pendidikan nasional akan mampu mewujudkan manusia-manusia pembangunan yang dapat membangun diri sendiri serta bersama-sama bertanggungjawab atas pembangunan bangsa. Dalam Undang-undang No. 2 Tahun 1989 Tentang Sistem Pendidikan Nasional (pasal 4), tertera : Pendidikan nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan yang berbudi luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan rohani dan jasmani, berkepribadian yang mantap dan mandiri serta tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Sesuai dengan Garis-garis Besar Haluan Negara, dasar pendidikan Nasional adalah Falsafah Negara Pancasila dan UndangUndang Dasar 1945. Pasal 3 mengatakan: (1) Tujuan pendidikan Nasional adalah membentuk manusia pembangunan yang berpancasila dan membentuk manusia yang sehat jasmani dan rohaninya, memiliki pengetahuan dan keterthripilan, dapat mengembangkan kreativitas dan tanggung jawab, dapat menyuburkan sikap demokrasi dan penuh tenggang rasa dapat mengembangkan kecerdasän yang tinggi dan disertai budi pekerti yang luhur, mencintai bangsanya, dan sesama manusia sesuai dengan ketentuan yang termaktub dalam Undang -Undang Dasar 1945. (2) Seluruh program pendidikan terutama Pendidikan Umum dan bidang studi Ilmu Pengetahuan Sosial, harus berisikan Pendidikan Moral Pancasila dan unsur-unsur yang cukup untuk meneruskan jiwa nilai nilai 1945 kepada Generasi Muda.

program umum yang sama bagi semua siswa. d. Tujuan khusus pendidikan SMA adalah agar lulusan : a. Memiliki pengetahuan tentang dasar-dasar kenegaraan dan Pemerintahan sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945. Memiliki bekal untuk melanjutkan studinya ke lembaga pendidikan yang lebih tinggi dengan menempuh : 1. Memiliki pengetahuan tentang agama atau kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. ilmu pengetahuan alam. Memiliki pengetahuan tentang berbagai jenis dan jenjang pekerjaan yang ada di masyrakat serta syarat-syaratnya. Bagi SMA misalnya tujuan institusional umum ialah agar lulusannya: a. Memiliki pengetahuan yang fungsional tentang fakta dan kejadian penting yang aktual. Menguasai pengetahuan dasar dalam bidang matematika. ilmu pengetahuan sosial. b. c. Memiliki pengetahuan tentang berbagai unsur kebudayaan dan tradisi . 2. 4. Menjamin warga negara yang baik sebagai manusia yang utuh sehat. Menguasai hasil-hasil pendidikan umum yang merupakan kelanjutan dari pendidikan di Sekolah Menengah Umum tingkat Pertama. baik lokal. memiliki bekál untuk terjun ke masyarakat dengan mengambil keterampilan untuk bekerja yang dapat dipilih oleh siswa sesuai dengan minatnya dan kebutuhan masyarakat. kuat lahir dan batin. 3. maupun internasional. Di bidang pengetahuan : 1.Tujuan Pendidikan Nasional yang sangat umum itu diuraikan lebih lanjut dalam tujuan institusional yakni tujuan yang harus dicapai oleh suatu jenis sekolah tertentu. 2. program pilihan bagi mereka yang mempersiapkan dirinya untuk studi di lembaga pendidikan yang lebih tinggi. regional. nasional. dan bahasa (khususnya bahasa Indonesia dan bahasa Inggris) serta menguasai pengetahuan yang cukup lanjut dalam satu atau beberapa dari bidang pengetahuan tersebut di atas. 5. 6.

. Dapat mengapresiasi kebudayaan dan tradisi nasional. Memilki sikap demokratis dan tenggang rasa. c. Memiliki keterampilan mengadakan komunikasi sosial dengan orang lain. Memiliki keterampilan dalam segi kesejahteraan keluarga dan segi kesehatan. Memiliki rasa tanggung jawab dalam pekerjaan dan masyarakat. Menerima dan melaksanakan ajaran agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang dianutnya. 3. 9. Di bidang nilai dan sikap : 1. Memiliki keterampilan sekurang-kurangnya dalam satu cabang kesenian. 8. 8. 5. lisan maupun tertulis. Memiliki kesadaran akan disiplin dan patuh pada peraturan yang berlaku. 7. 5. Mampu membawa/memahami isi bacaan yang agak lanjut dalam bahasa Indonesia dan bacaan sederhana dalam bahasa Inggris yang berguna baginya. 3. dan lingkungan sekitarnya. b. Menerima dan melaksanakan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.nasional. 2. 7. menguasai sekurang-kurangnya satu jenis keterampilan untuk bekerja sesuai dengan minat dan kebutuhan lingkungan. kesejahteraan keluarga. lisan maupun tulisan dan keterampilan mengekspresi diri sendiri. Menguasai cara belajar yang baik. 7. 6. Memiliki minat dan sikap positif terhadap ilmu pengetahuan. Memiliki keterampilan olah raga dan kebiasaan olah raga. Percaya pada diri sendiri dan bersikap makarya. Mencintai sesama manusia. 6. 4. bangsa. Di bidang keterampilan : 1. 4. 9. serta menghormati dan kepercayaan Tuhan Yang Maha Esa yang dianut orang lain. 2. dan kesehatan. bebas dan jujur. Memiliki keterampilan memecahkan masalah dengan sistematis. Memiliki keterampilan dalam bidang administrasi dan kepemimpinan. Memiliki pengetahuan dasar tentang kependudukan.

12. diuraikan selanjutnya dalam tujuan-tujuan yang lebih kongkrit berupa tujuan-tujuan institusional. Di bawah ini kami berikan beberapa contoh TIU dan TIK. yang kemudian diuraikan dalam sejumlah butir-butir sebagai penjelasan makna tiap sila. 13. Menghargai setiap jenis pekerjaan dan prestasi kerja di masyarakat tanpa memandang tinggi rendahnya nilai sosial/ekonomi masing-masing jenis pekerjaan tersebut dan berjiwa pengabdian kepada masyarakat. Memiliki kesadaran menghargai waktu. rasional dan obyektif dalam memecahkan persoalan. daya kreatif. namun masih perlu lagi diperinci dalam tujuan-tujuan yang dapat direalisasikan dalam kelas.10. 14. yang masih dapat bersifat umum. sikap kritis. Tujuan-tujuan ini pun masih terlampau umum untuk dapat diwujudkan dalam situasi kelas. Tujuan pendidikan nasional. yaitu membentuk manusia pembangunan yang ber-Pancasila. Demikianlah secara lengkap tujuan institusional yang harus diwujudkan kepada murid-murid SMA. dan tujuan instruksional. Tujuan itu pun masih bersifat umum dan perlu diuraikan lagi menjadi tujuan yang terperinci yakni : Tujuan kurikuler yaitu tujuan yang harus dicapai oleh suatu program bidang studi. Contoh 1. antara lain yang harus dicapai oleh tiap tingkatan dan jenis sekolah. Memiliki minat dan sikap yang positif dalam konstruktif terhadap olah raga dan hidup sehat. Bidang Studi Mata Pelajaran Topik Kelas : Ilmu pengetahuan sosial : Ekonomi dan koperasi : Produksi nasional dan pendapatan Nasional : I (satu) . 11. Memiliki sikap hemat dan produktif. yang disebut Tujuan Instruksional Umum (TIU) dan Tujuan Instruksional Khusus (TIK). yang harus dicapai oleh suatu pelajaran. Memiliki inisiatif. Karena itu tiap tujuan institusional masih perlu diuraikan dalam tujuan tiap bidang studi yang mempunyai tujuan yang lebih spesifik.

Tujuan Instruksional Umum Agar siswa mengetahui serta memahami Produksi Nasional dan Pendapatan Nasional.1. teori-teori tentang asal-usukl .5. 1. 1. Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan. Kelas : I (satu) : IPA : Biologi : Konsep tentang hidup. Pedoman Pelaksanaan Kurikulum. Agar siswa dapat menghitung Pendapatan Nasional. Agar siswa dapat mengukur tingkat kemakmuran suatu negara. 1. 156). Bidang Studi Mata Pelajaran Topik kehidupan. Tujuan Instruksional Khusus 1. 1. Agar siswa dapat menyebutkan akibat dari Pendapatan Nasional yang konstan dari tahun ke tahun. Jakarta. h.3. uku : III. PN Balai Pustaka. Agar siswa dapat menjelaskan perbedaan dan persamaan antara Produksi Nasional dan Pendapat Nasional.6. Model Satuan Pelajaran. A. 1976. Agar siswa dapat menyebutkan kegunaan pengetahuan besarnya Pendapatan Nasional. 1. 2. Agar siswa dapat menyebutkan unsur dari Produksi Nasional dan Pendapatan Nasional. Contoh 2.Semester Waktu : 1 (pertama) : 3 x45 menit Tujuan Instruksional 1.4. 2.2. (Dikutip dari: Kurikulum Sekolah Menengah Atas (SMA) 1975.

Semester Waktu

: 1 (pertama) : 6 jam Pelajaran

Jumlah jam pelajaran yang 6 jam itu dialokasikan sebagai berikut : 3 jam untuk pendahuluan dan 2 jam untuk sub pokok bahasan : 1. Asal kehidupan 2. Ciri-ciri mahluk hidup 3. Pembedaan antara biotik dan abiotik; sedang I jam pelajaran untuk mengadakan evaluasi pokok bahasan tersebut di atas. Tujuan Instruksional Khusus 1. Dihadapkan pada sejumlah perubahan situasi, siswa dapat menyebutkan sifatsifat tertentu yang merupakan sifat khas dari mahluk hidup. 2. Dihadapkan kepada sejumlah pernyataan, siswa memilih pernyataan tertentu yang dikemukakan oleh Teori Generatio Spontanea. 3. Dihadapkan kepada sejumlah usaha untuk perkembangan teori tentang asalusul kehidupan, siswa dapat memilih usaha tertentu yang dicapai oleh percobaan Pasteur. 4. Dihadapkan kepada sifat-sifat zat, siswa dapat memilih zat tertentu menjadi alasan mengapa Stenley Miller menggunakan campuran air, amoniakÄ dan metan dalam eksperimennya. 5. Dihadapkan kepada sejumlah perubahan teori-teori asal-usul kehidupan, siswa dapat menyebutkan perubahan tertentu yang diakibatkan oleh percobaan Stenley Miller. 6. Dihadapkan kepada sejumlah nama orang yang berjasa dalam asal-usul kehidupan, siswa dapat menunjukkan dengan tepat hasil penemuan tertentu dari orang tersebut. 7. Dihadapkan kepada sejumlah kegiatan hidup, siswa dapat menunjukan dengan tepat proses proses yang terganggu akibat kegiatan hidup tertentu. (Kurikulum SMA, pedoman Pelaksanaan, hlm. 184). Dalam contoh-contoh di atas kita lihat usaha untuk menguraikan tujuan instruksional umum menjadi sejumlah tujuan instruksional khusus yang

diharapkan dapat mencapai apa yang terkandung dalam tujuan instruksional umum, atau dalam topik bahasan. Selanjutnya diharapkan, bahwa tujuan instruksional umum ini merupakan bagian dari tujuan bidang studi yang memberi sumbangan kepada tujuan yang lebih tinggi yaitu pembentukan manusia pembangunan yang ber-Pancasila. Walupun jauh jarak antara tujuan instruksional khusus dengan tujuan pendidikan nasional, namun diharapkan bahwa setiap tujuan, betapapun spesifiknya selalu merupakan bagian dan sumbangan kepada tercapainya tujuan pendidikan nasional itu. Tiap tujuan kegiatan mengajar-belajar di sekolah memperoleh maknanya dalam rangka tujuan pendidikan nasional itu. Kita lihat di sini dari suatu usaha untuk memperoleh tujuan yang spesifik, yang dirumuskan sebagai tujuan instruksional khusus. Dasar pikiran ialah bahwa makin spesifik tujuan itu makin jelas diketahui metode untuk mencapainya dan makin mudah pula hasil belajar dinilai sebagai umpan-balik atau feedback untuk membantu anak memperbaiki kekurangannya. Dengan sendirinya semua tujuan yang lebih khusus bertalian erat dengan tujuan yang lebih umum, bahkan merupakan analisis yang makin terinci dari tujuan yang lebih umum. Semua tujuan-tujuan yang khusus merupakan usaha kearah tercapainya tujuan umum yang akhirnya menuju kepada wujudnya tujuan pendidikan nasional. MENGKHUSUSKAN TUJUAN Sejak semula para ahli kurikulum menyadari perlunya merinci tujuan yang bersifat umum menjadi tujuan yang lebih khusus. Tujuan pendidikan nasional dikhususkan menjadi tujuan institusional, yaitu tujuan tiap lembaga pendidikan dari SD sampai Perguruan Tinggi. Tujuan pendidikan institusional yang masih sangat umum ini masih perlu diuraikan menjadi tujuan kurikuler dan selanjutnya dalam tujuan instruksional umum lazim dikenal sebagai TIU dan tujuan instruksional khusus atau TIK. Buku pedoman kurikulum yang diterbitkan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menguraikan tujuan sampai tingkat TIU, sehingga guru mendapat kesempatan untuk merumuskan TIK. Di sini kita harus hati-hati dan jangan

memandang TIK sebagai tujuan yang terpenting yang harus dicapai. Kita keliru bila menganggap bahwa tujuan yang harus dikejar guru adalah TIK. Tujuan pendidikan apa yang ditentukan sebagai tujuan pendidikan nasional. Jadi TIK harus dipandang sebagai langkah untuk mencapai TIU, dan TIU suatu langkah pula guna mencapai tujuan kurikuler dan seterusnya sehingga segala usaha sekolah akhirnya bermuara pada tujuan pendidikan nasional. Tujuan Pendidikan Nasional

Tujuan Institusional

Tujuan Kurikuler

Tujuan Instruksional Umum (TIU)

Tujuan Instruksional Khusus (TIK) Untuk merumuskan TIK kita dapat memperhatikan beberapa petunjuk yang diberikan Robert F. Mager dalam buku Preparing Instructional Objectives Pertama : Rumuskan TIK dalam bentuk kelakuan siswa. Ia harus dapat memperlihatkan penguasaannya dalam kelakuan atau perbuatan yang dapat kita amati, yang "observable" tapi juga yang "measurable" atau dapat diukur keberhasilanya. Untuk itu kita harus menggunakan kata kerja tertentu yang memungkinkan kita mengamati keberhasilannya belajar. Misalnya kata kerja seperti dapat mengatakan, menggambarkan, menguraikan, memperdengarkan, menunjukkan, dan sebagainya. Kata kerja seperti memahami, memikirkan, mengerti, merasakan, dan lain-lain tak dapat dilihat sebab terjadi dalam diri siswa. Kedua : Rumuskan pula kondisi-kondisi di mana kelakuan itu akan nyata, misalnya dengan menggunakan kalkulator, mesin tulis, atlas, kamus, dan sebagainya.

Ketiga : Rumuskan pula secara spesifik kriteria tentang tingkat keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan itu. Misalnya dapat menyebut 9 dari sepuluh butir, mengetik satu halaman dalam waktu tertentu dengan sebanyakbanyaknya 2 salah. Merumuskan tujuan secara spesifik sangat banyak faedahnya. Guru tahu dengan jelas tujuan apa yang harus dicapainya, ia dapat menentukan bahan apa yang harus diberikannya, ia juga dapat memilih metode mengajar yang lebih tepat, dan ia dapat mengetahui hasil belajar siswa. Di lain pihak siswa pun tahu apa yang harus dikuasainya. Karena penilain dapat dilakukan dengan segera, guru dapat memberi balikan guna membantu siswa mengadakan perbaikan. Namun demikian banyak pula kelemahanya. TIK sering berupa fakta, informasi, pengetahuan, yakni tujuan kognitif yang paling rendah menurut taksonomi Bloom. Hasil belajar banyak merupakan hafalan, sehingga kemampuan berpikir kurang dikembangkan. Selain itu apa yang dipelajari berupa pengetahuan yang lepas. Uraian TIU menjadi TIK dapat memecah kebulatan bahan pelajaran, sehingga terjadi atomosasi pengetahuan. Selain itu hal-hal yang bersifat kognitif seperti sikap tidak observable dan measitreable, dan karena itu akan diabaikan. TIK berupa fakta dan informasi tidak mempunyai nilai transfer artinya tidak dapat digunakan menghadapi situasi-situasi yang belum pernah dipelajari. Sistem ujian kita sangat menyuburkan TIK dan oleh sebab hasil belajar berdasarkan TIK dapat diamati dan diukur maka TIK digunakan untuk mengetahui prestasi sekolah, kegiatan guru. Dengan ini guru dan kepala sekolah dapat di minta pertanggungjawaban (accountability).

PERUMUSAN TUJUAN MENURUT HILDA TABA Hilda Taba dalam Curriculum Development memberikan petunjukpetunjuk yang berikut dalam merumuskan tujuan, sebagai berikut: Rumusan tujuan harus meliputi : 1. proses mental, yaitu metode untuk melakukan sesuatu

2. produk, bahan yang bertalian dengan itu. Contoh : `"Memperoleh keterampilan menggunakan peta (proses) untuk mencari ibukota negara-negara di Amerika Selatan (produk)". Memiliki kesanggupan untuk membedakan (proses) fakta dan opini" (produk). Sering rumusan tujuan itu kurang lengkap dan hanya mengemukakan satu aspek, misalnya " keterampilan mengguna-kan peta", atau " kesanggupan berpikir kritis". Jadi dalam merumuskan tujuan hendaknya sekaligus kita cakup "mental process" dan "product of learning". Sering dipersoalkan, yang manakah lebih penting, proses atau produk belajar. Tujuan yang hanya berisi produk, akan mengutamakan penguasaan fakta, informasi, atau pengetahuan. Proses mental seperti kesanggupan menganalisis, menafsirkan, membandingkan, memecahkan masalah, atau berpikir logis diabaikan. Ujian termasuk Ebtanas, sebagian besar mengenai produk dan sangat minimal mengenai proses. Membuat butir-butir ujian dalam bentuk test objektif lebih sukar dan penilaiannya juga lebih sulit. 3. Tujuan yang kompleks harus lebih dispesifikkan, sehingga lebih jelas bentuk kelakuan yang diharapkan. Misalnya, "mengapresiasi kesenian" yang terlampau umum dapat lebih dikhususkan menjadi " mengapresiasi tari Bali". 4. Dalam merumuskan tujuan harus dinyatakan bentuk kelakuan yang diharapkan dari kegiatan belajar itu. Mempelajari agama-agama lain tidak dengan sendirinya memupuk sikap toleransi sebagai basil belajar sampingan atau apa disebut "concomitant learning". Kita harus secara khusus menyebutkan toleransi sebagai tujuan yang ingin kita capai dan memberikan kegiatan-kegiatan belajar yang serasi untuk menimbulkan sikap itu. 5. Tujuan sering bersifat " development", yaitu tidak dapat dicapai sekaligus, akan tetapi harus dikembangkan secara kontinu. Misalnya, " berpikir kritis" atau " kesanggupan memecahkan masalah" memerlukan waktu yang lama agar tercapai. Ada tujuan yang sangat spesifik yang dapat tercapai dalam waktu singkat. Akan tetapi kita keliru bila kita anggap bahwa semua tujuan bersifat terminal dan segera terpenuhi. Ada tujuan yang mungkin tidak tercapai selama

mengambil kesimpulan . istilah. kata-kata. 6. Karena itu kita harus tahu batas-batas kemampuan anak berdasarkan studi tentang anak dan pengalaman. 7. demikian pula prinsip-prinsip ideal lainnya. Mereka membagi tujuan-tujuan pendidikan dalam tiga ranah (domain). kategori. teori. akan tetapi tidak mungkin terwujudkan.belajar di sekolah. peristiwa. atau selama jam pelajaran. Pada umumnya tujuan itu meliputi aspek kognitif. A. dan sebagainya. Adakalanya anak-anak telah pandai membaca sebelum masuk sekolah. Tujuan-tujuan Kognitif Ranah kognitif atau cognitive domain meliputi segi intelektual dan proses kognitif. Memahami. para penyusun kurikulum banyak memperoleh bantuan dari buku Taxonomy of Educational Objectives (1956) oleh Benjamin Bloom. cs. 2. prinsip. menyerahkan diri sepenuhnya kepada kehendak Tuhan. akan tetapi sering pula terlampau rendah. menterjemahkannya dalam bentuk lain. metodologi. akan tetapi ia masih harus mengikuti pclajaran membaca permulaan. aturan. seperti kerelaan berkorban untuk sesama manusia. Tujuan harus meliputi segala aspek perkembangan anak yang menjadi tanggung jawab sekolah. bahkan ada pula yang tak dapat tercapai sepenuhnya selama hidup. menyatakannya dengan kata-kata sendiri. yakni : 1. Adakalanya terlampau tinggi kita perk irakan kesanggupan anak. yakni menafsirkan sesuatu. sebaiknya jangan dijadikan tujuan pelajaran. yakni mempelajari dan mengingat fakta. PENGKHUSUSAN TUJUAN MENURUT BENYAMIN BLOOM Dalam perumusan tujuan. dan tiap ranah dirinci lagi dalam tujuan-tujuan yang lebih spesifik yang hierarkis. Mengetahui. atau selama belajar di sekolah itu. dalam arti bahwa tujuan itu benar-benar dapat dicapai anak pada tingkat dan usia tertentu. nilai dan sikap serta keterampilan psikomotoris. konsep. yang sangat membosankannya. Tujuan hendaknya realistis.. Tujuan yang sangat indah kedengaran.

6. Merespons atau memberi reaksi terhadap gejala. mentransfer. menerima suatu nilai. 4. Tujuan-tujuan Afektif Ranah afektif atau. Tujuan-tujuan Psikomotor Ranah psikomotor atau psycho-motor domain. menjadikannya bagian dari pribadinya dan menerimanya sebagai falsafah hidupnya. dan penilaian tentang sesuatu. C. affective domain. menduga akibat sesuatu berdasarkan pengetahuan yang dimiliki. 3. 5. Mengorganisasi nilai dengan mengkonsepsualisasi dan mensistematisasinya dalam pikirannya. yaitu menggunakan apa yang dipelajari dalam situasi baru. kondisi. yakn menggunakan kriteria untuk menilai sesuatu. Mengevaluasi. menunjukkan minat.berdasarkan apa yang diketahui. 2. bahkan menaruh komitmen terhadap nilai itu. Ia percaya akan kebaikan nilai itu dan rela untuk mempertahankannya. Mensintesis. atau arsitektur gedung lama. Mengkarakterisasi nilai-nilai. situasi. 5. meliputi tingkat kegiatan yang berikut: . menginternalisasinya. 1. 4. B. sadar akan adanya suatu gejala. Ia menunjukkan kesediaannya untuk mendengarnya atau melihatnya dan tidak mengelakkannya. mengutamakannya. yaitu menggabungkan bagian-bagian dan secara kreatif membentuk sesuatu yang baru. situasi. Menerapkan. Menganalisis. atau kegiatan itu sambil merasa kepuasan. Menghargai. Memperhatikan. perasaan. 3. atau masalah tertentu. berkenaan dengan kesadaran akan sesuatu. dan sebagainya. yaitu menguraikan suatu keseluruhan dalam bagian-bagian untuk melihat hakikat bagian-bagiannya serta hubungan antara bagian-bagian itu. misalnya keindahan dalam musik gamelan.

mendorong. melompat. kelincahan dan kecepatan bereaksi. sehingga hasil belajar dapat diamati dan diukur. Sering ketiga ranah itu dipisah-pisahkan dalam merumuskan tujuan instruksional khusus. dan seterusnya. Melakukan gerakan fisik seperti berjalan. berlari. serta mengkordinasi seluruhnya. kinestetik. Misalnya dalam ranah koqnitif. Buah pikiran Bloom cs menjadi populer setelah timbul aliran dalam pendidikan ke arah pengkhususan tujuan. Menunjukan kemampuan perseptual secara visual. 2. Mengadakan komunikasi non-verbal. lebih tinggi dari pada pemahaman.1. Dalam pengajaran ketiga aspek itu perlu mendapat perhatian. menarik. pemahaman lebih "tinggi" daripada pengetahuan penerapan. dan memanipulasi. taktial. auditif. Ketiga ranah itu saling berhubungan sebagai aspek kelakuan manusia. berpikir. Memperlihatkan kemampuan fisik yang mengandung ketahanan kekutan. Demikian pula halnya dengan rincian ranah-ranah lainnya . yakni dapat menyampaikan pesan melalui gerak muka. BEBERAPA TUJUAN PENDIDIKAN LAINNYA Pada tahun 1859 seorang yang bernamaa Herbert Spencer yang pada dasarnya bukan pendidik dan juga tidak mengecap pendidikan formal secara . dan ekspresi kreatif seperti tarian. penampilan. dan kesenian. dan lain-lain dan disamping itu juga minat dan penghargaan (afektif) tentang apa yang dipelajari. olah raga. Rincian tiap ranah mempunyai hierarki. 3. Pengetahuan selalu memerlukan keterampilan misalnya keterampilan membaca. 5. Melakukan gerakan yang terampil serta terkordinasi dalam permainan. Demikian pula apresiasi musik tak lepas dari pengetahuan dan keterampilan berkenaan dengan musik. Selain memberi pengetahuan tentang suatu bidang studi sebaiknya juga dipupuk sikap positif terhadap bidang studi itu serta keterampilan yang terkait. gerakan tangan. 4. kelenturan.

Health (kesehatan). Hal-hal yang dikemukakan Herbert Spencer ini kira-kira satu setengah abad yang lalu. mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan melakukan pekerjaan. Banyak yang diajarkan di sekolah yang tidak jelas apa kaitannya dengan kehidupan anak sehari-hari. yang hingga sekarang masih harus dipertimbangkan oleh setiap pengembangan kurikulum: " What knowledge is of most worth?". Maintaining proper social and political relationship yaitu memelihara hubungan baik dengan masyarakat dan memenuhi kewajibannya terhadap negara. 3. dari manusia lainnya. Di sini Herbert Spencer sangat mengutamakan relevansi pendidikan. sebagai berikut : 1. bertanggung jawab atas pendidikan anak dan kesejahteraan keluarga. Pengetahuan apa yang paling berharga? Apa yang harus diajarkan yang paling berharga bagi kehidupan seseorang? Ia menganjurkan hal-hal yang berikut: 1. mengurus dan memelihara rumah tangga. 3. Securing the necessities of life. melindungi diri terhadap gangguan yang datang dari alam. Enjoying leisure time yaitu memanfaatkan waktu senggang untuk menikmatinya dengan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan. Self-preservation. Rearing a family. mencegah penyakit. 2. Worthy home membership (menjadi anggota keluarga yang berharga). dari berbagai situasi hidup. . masih berlaku sampai sekarang dan sering dipertimbangkan dalam pengembangan kurikulum.teratur jadi lebih merupakan otodidak. 6. 2. dan lain-lain. mengajukan pertanyaan yang sangat penting. 4. seperti hidup sehat. berhitung). hal-hal yang bertalian dengan usaha melangsungkan hidup. menulis. 4. Alasan memberinya ialah bahwa pelajaran itu berguna kelak bila melanjutkan pelajaran. Command of fundamental processes (penguasaan keterampilan fundamental seperti membaca. Vocational efficiency (efisiensi dalam pekerjaan). Tujuan pendidikan yang juga cukup terkenal ialah The Seven Cardinal Principles yaitu tujuh prinsip yang pokok. hidup teratur.

Filsafat ialah ilmu yang mencari kebenaran sampai akar. Setiap tujuan masih diuraikan lebih lanjut. Sebagai konsumen yang terdidik is merencanakan ekonomi hidupnya sendiri. Dalam pengem bangan kurikulum biasanya dipandang sebagai sistem nilai -nilai. Economic efficciency. 7. yaitu : 1. membentuk norma-norma guna mengatur pengeluarannya. Self-realization. 3. jadi suatu kegiatan intelektual. Kita lihat banyak persamaannya dengan apa yang dianjurkan oleh Herbert Spencer sebelumnya. memelihara dan mempertinggi tingkat efisiensi kerja. tanggung jawab warga negara. hubungan antar-manusia 3. agar dapat dikatakan is mempunyai filsafat nilai-nilainya itu harus merupakan suatu sistem. 6. 2. Selanjutnya akan kami berikan tujuan-tujuan pendidikan menurut Educational Policies Commission (1938). merupakan pembeli yang tahu dan cakap. Satisfaction of relegious needs (pemuasan kebutuhan keagamaan) (1918). Citizenshop (kewarganegaraan). Civic responsibility. mencapai kemajuan dalam jabatan yang dipilih. Human relationship. Produsen yang terdidik merasakann kepuasan atas pekerjaan yang baik. Misalnya ³economic efficiency" dirinci sebagai berikut. menghargai nilai sosial pekerjaan. jadi . efisiensi ekonomi. RANGKUMAN 1. perwujudan pribadi. Tujuan-tujuan yang dikemukakan di atas hanya sekadar bahan perbandingan dengan kurikulum kita. mengambil tindakan yang tepat untuk menjaga kepentingannya. 4. Worthy use of leisure (penggunaan waktu senggang secara bermanfaat).5. Tujuan pendidikan ditentukan oleh filsafat suatu bangsa.akarnya. 2. mengetahui syarat-syarat dan kesempatan kerja. Walapun setiap orang mengenal nilai-nilai. memilih jabatan yang tepat.

10. Jadi keadaan sekolah tidak memberi gambaran tentang keadaan yang sebenarnya. Hilda Taba mempersyaratkan agar dalam rumusan tujuan tercakup proses dan produk. 6. Benjamin Bloom membantu dalam merumuskan tujuan yang lebih spesifik dalam ketiga ranah. 4. Apakah menurut Saudara setiap orang mempunyai filsafat? Coba . agar semua pelajaran diarahkan guna membentuk manusia yang dicita-citakan. Setiap guru harus mempunyai gambaran yang jelas tentang dasar-dasar pendidikan nasional itu. Tujuan pendidikan nasional sangat umum dan masih perlu diuraikan menjadi tujuan institusional. Dalam kurikulum sering tercantum tujuan-tujuan yang muluk-muluk tetapi belum tentu dapat direalisasikan. Untuk membentuk manusia seutuhnya harus diperhatikan aspek kognitif. 12. 11. Herbert Spencer menganjurkan tujuan-tujuan yang relevan dengan kehidupan manusia sehari-hari. Tujuan pendidikan kita didasarkan atas Pancasila. 9. Filsafat pendidikan harus menjadi "way of life" yang di terapkan dalam lingkungan sekolah. tujuan instruksional umum dan khusus. Apakah pengertian Saudara tentang filsafat? 2. PERTANYAAN DAN TUGAS 1. afektif. Buah pikirannya itu masih berpengaruh sampai sekarang. kurikuler. 5. 8. 7. dan GBHN. dan psikomotor dalam segala ting katannya. Filsafat bangsa dan negara dengan sendirinya menjadi tujuan pendidikan nasional serta harus pula menjadi filsafat para pengembang kurikulum dan juga guru dalam pelaksanaan nya.konsisten dan saling berhubungan. UUD 1945.

agar anak dapat men gatakan usia wali kota. Apakah pengkhu susan TIK tidak dapat berlebihan? . 10. adat -istiadat. Perhatikan persamaan dan perbedaannya. dan SMA. Tunjukkan bagaima na filsafat itu diterapkan dalam kurikulum kita. Coba tuliskan nor ma-nor ma yang Saudara junjung tinggi. 11. dan Educational Policies Commission? Adakah yang dapat atau tidak dapat Saudara terima? Apa alasan Saudara. pengalaman pribadi. dan lain-lain. agar anak dapat mengatakan alamat wall kota. Diskusikan dengan teman. seperti agama. Bagaimana pendapat Saudara tentang tujuan -tujuan yang dikemukakan Herbert Spencer. SMP. agar anak mengenal gambar wali kota. Hingga manakah TIK harus dikhususkan. 4. misalnya " agar anak dapat mengatakan beberapa tugas wall kota. the Seven Cardinal Principles. Bagai mana ga mbaran Saudara t entang manus ia yang demokratis? Apakah sifat-sifat itu telah nyata di sekolah? Masih adakah pengaruh feodalisme dalam masyarakat kita? 7. Tunjukkan perbedaan kurikulum berhubungan dengan per edaan filsafat pendidikan sebelum dan sesudah kemerdekaan. Bagaimanakah pandangan Saudara tentang manusia Pan casila? Apakah telah melihatnya dalam kenyataan? 9. agar anak dapat menyebut nama wall kota. Bandingkan tujuan institusional bagi SD. Diskusikan tujuan pendidikan nasional dalam Kurikulum SMA. Se lidiki hingga mana tujuan-tujuan itu telah di liputi oleh bidang studi yang diberikan di berbagai tingkatan sekolah. Apakah guna filsafat bagi pendidikan. Norma-norma biasanya diperoleh dari berbagai sumber. 8. falsafah negara. 6.selidiki pada orang-orang di sekitar Saudara apakah mereka dapat dikatakan mempunyai suatu filsafat? 3. 5.

12. . Beri pendapat Saudara. 14. TIK atau - TIU? Bagaimana hubungan timbal balik antara TIK dan TIU? 13. Berikan sejumlah petunjuk tentang perumusan TIK. lalu tinjau dari segi taksonomi Bloom. lalu rumuskan TIK-nya. Bagaimana syarat yang diajukan Hilda Taba dalam merumuskan tujuan pelajaran. 16. Minta teman lain juga melakukannya. Pilih satu TIU. Diskusikan bila ada persamaan dan perbedaannya. baik mengenai ranahnya maupun tentang tingkatannya. Diskusikan. 15. Bagaimanakah dapat Saudara ketahui ada tidaknya kesamaan antara tujuan guru dan tujuan siswa. 17. Apakah kebaikan dan kelemahan TIK? Manakah lebih pen ting. Selidiki tujuan-tujuan pelajaran.

Guru-guru sering tidak menyadari asas teori belajar yang digunakannya. namun masih banyak yang belum diketahui. Hal ini antara lain disebabkan penelitian dan eksperimen tentang belajar yang dilakukan dalam laboratorium yang terbatas jumlah variabelnya. Guru . 2. lain pula mempelajari nilai-nilai. sangat diperlukan.BAB 3 ASAS PSIKOLOGIS KURIKULUM DAN PSIKOLOGIS BELAJAR PENDAHULUAN Dalam mengambil keputusan tentang kurikulum pengetahuan tentang psikologi anak dan bagaimana anak belajar. teori Gestalt atau teori lapangan. jadi jauh berbeda dengan situasi belajar di dalam kelas. Ada bedanya belajar fakta atau informasi. PPSI menggunakan teori belajar yang berbeda dengan pendekatan proses. akan tetapi bagaimana anak belajar membutuhkan pengetahuan tentang berbagai teori belajar. Selain itu yang diselidiki kebanyakan ialah belajar pada tingkatan mental rendah. sedangkan belajar pada tingkatan mental tinggi masih memerlukan penelitian yang lebih banyak. seleksi dan organisasi bahan pelajaran. dan lain-lain dan belum ada teori belajar yang dapat mempertemukannya. antara lain dalam 1. Belajar itu ternyata sangat kompleks. Walaupun telah banyak diketahui tentang belajar. teori S-R yang behavioristik. menentukan kegiatan belajar yang paling serasi. Apa yang akan dipelajari memerlukan pengenalan perkembangan anak. yang sering dilakukan terhadap binatang. 3. masih belum jelas betul secara terinci apa yang harus dilakukan agar anak belajar. lain belajar memecahkan masalah. merencanakan kondisi belajar yang optimal agar tujuan belajar tercapai. Tak ada satu teori belajar yang dapat mencakup segala macam jenis belajar. Banyak macam teori belajar seperti teori ilmu jiwa atau daya atau mental disiplin. Apa yang dipelajari bermacammacam.

sebagai berikut : . Pendapat lain yang lebih populer ialah memandang belajar sebagai perubahan kelakuan. suatu "change of behavior". Mengenal teori kiranya dapat membantu guru memahami atas dasar apa ia melakukannya. dan pendapat berbagai tokoh psikologi seperti Gagne. Secara tradisional belajar dianggap sebagai menambah pengetahuan. APA YANG DIMAKSUD DENGAN BELAJAR Apakah sebenarnya belajar itu. Hilgard. Rasanya semua lancar walaupun tak seorang pun memikirkan atau menghiraukan ada tidaknya dasar teorinya belajar dan mengajar dan semua belajar secara wajar. dengan dasar filosofis yang berbeda tentang hakikat manusia. teori lapangan. dan Bruner. Suatu definisi yang sering dikutip ialah yang diberikan oleh Ernest R. walaupun guru itu sendiri kurang atau tidak menyadarinya. dan ternyata sangat kompleks dan pelik. Bermacam-macam teori mencoba menjelaskannya ditinjau dari segi tertentu.mengajar menurut apa yang diperkirakannya akan memberi hasil yang baik dan ini sering dilakukan dengan menggunakan berbagai teori belajar. Anak-anak disuruh mempelajari berbagai macam mata pelajaran yang memberinya berbagai pengetahuan yang menjadi miliknya. Yang diutamakan ialah aspek intelektual. Suatu teori belajar ialah suatu pandangan terpadu yang sistematis tentang cara manusia berinteraksi dengan lingkungan sehingga terjadi suatu perubahan kelakuan. mengajarnya berbagai pengetahuan. Sejak ada manusia di dunia ini ia belajar dan ada yang mengajarnya. conditioning. Apa yang dipelajari di sekolah berbeda sekali di rumah atau di ladang. teori Gestalt. Namun orang mendirikan sekolah belajar itu dijadikan masalah. sama dengan proses psikis lainnya. belum diketahui sepenuhnya. kebanyakan dengan menghafalnya. Dalam bab ini akan kita bicarakan teori belajar menurut ilmu jiwa daya (mental disipline). teori asosiasi (S-R). Tiap orang tua mendidik anaknya. norma-norma. dan sebagainya. keterampilan. Definisi belajar berbeda menurut teori yang dianut. Bandura. Tiap guru mengajar dapat diketahui teori yang mendasarinya.

dan lain-lain. minat. Tiap daya mempunyai fungsi tertentu. Seperti yang telah dikemukakan di atas. pengenalan. daya-fantasi. biologi. Ia hendaknya jangan merasa puas bila pengetahuan anak bertambah. Bila kita terima belajar sebagai perubahan kelakuan. keterampilan. akan tetapi seluruh pribadi anak. Jadi belajar tidak hanya mengenai bidang intelektual saja. 3. seperti membuat sarang. Ia menghadapi situasi dengan cara lain. maka pendidik menghadapi tiga soal : 1. perbuatan. bukan hasil belajar. Bila‡ guru mengajar matematika. sikap. kondisi apa yang harus dipenuhi agar terjacti proses belajar yang berlfasil. Ia harus mengetahui kelakuan apa yang diharapkan dari anak. by which an activity originates or is changed through training procedures (Whether in the laboratory on in the natural environment) as distinguishe from changes by factors not atributable to training. agar bahan pelajaran dapat dikuasai anak. daya tanggap. bagaimana guru mengajarkannya. dan lain-lain. efektif. Perubahan karena mabuk atau keletihan bukan hasil belajar karena tidak diperoleh melalui kegiatan belajar. 2. daya-pikir. bahwa "otak" atau mental manusia terdiri atas sejumlah "faculties" atau daya. kita akan lebih lanjut membicarakan beberapa teori belajar yang banyak diterapkan dalam proses belajar-mengajar. Seorang belajar bila ia ingin melakukan suatu kegiatan sehingga kelakuannya berubah. Ia mengetahui hingga manakah taraf perkembangan anak. penghargaan. kognitif. akan tetapi juga agar anak mempunyai sikap anak yang positif dan menyukai mata pelajaran itu. Ia dapat melakukan sesuatu yang sebelumnya tidak dapat dilakukannya. maupun psikomotor. Hal ini berkenaan dengan tujuan yang akhirnya ditentukan oleh falsafah pendidikan. Demikian pula kemampuan binatang karena pertumbuhan instink. TEORI ILMU JIWA DAYA ATAU MENTAL DISIPLIN Teori pelajar yang paling tua ini beranggapan. dan .day a. Ia harus tahu bagaimana anak belajar. maka ada daya-ingat.Learning is the process. Kelakuan harus kita pandang dalam arti yang luas yang meliputi pengamatan. sejarah.

dan orang tua merasa yakin akan nilai fisika. Ada pula sejumlah ilmuwan. Jadi melatih daya-daya mental itu banyak persamaannya dengan melatih otot. Siswa yang telah terlatih daya-pikirnya melalui matematika akan mudah melanjutkan pelajarannya untuk menjadi ahli hukum. matematika untuk meningkatkan kemampuan anak berpikir. . Daya-ingat misalnya dapat dilatih dengan menghafal nama-nama kota. Daya-pikir dilatih dengan menghadapkan anak dengan berbagai soal. Teori "mental disipline" ini sekarang tidak dapat diterima oleh kebanyakan ahli psikologi dan pendidik profesional. Akan tetapi yang tinggal ialah daya-ingat. Walaupun telah dianggap tak berlaku lagi. bukan penguasaan bahan yang dipentingkan. pendidik. karena nilai latihnya makin tinggi. juga pada daya-pikir ini tak dihiraukan apa yang dipelajari. nama pahlawan. Di sini yang diutamakan bukan penguasaan bahan. ahli manajemen. Penelitian eksperimental membuktikan. Itu semua boleh dilupakan. Daya yang terlatih dapat digunakan untuk apa saja. Otot terlatih dapat mengerjakan apa saja. Teori ini lazim juga disebut teori mental disiplin. Seperti pada daya-ingat. dahulu juga bahasa Latin yang cukup pelik. namun di sekolah teori ini masih dianut. Kesanggupan berpikir yang terlatih dianggap dengan sendirinya dapat dipakai. dapat dipindahkan atau ditransfer dalam bidang-bidang lain dalam kehidupan. bahwa daya ingatan tidak bertambah meningkat kemampuannya dengan menghafal sajak-sajak. makin sulit makin baik. daya-pikir. kata-kata asing. juga teori berdasarkan "faculty psychology". Daya-pikir yang telah terlatih akan dapat digunakan untuk memikirkan apa saja. Demikian pula "otak" yang sudah diasah sampai tajam dapat "menyayat" segala masalah. apa saja. insinyur. Demikian pula latihan mental dengan matematika tidak dengan sendirinya meningkatkan kemampuan belajar politik atau bahasa. akuntan. Mata pelajaran yang dianggap paling ampuh untuk mendisplin daya-pikir ialah matematika. tahun-tahun sejarah. Ini berarti bahwa transfer menurut teori ini bersifat mutlak. peningkatan kemampuan berbagai daya mental itu. Tujuan pendidikan ialah memperkuat daya-daya itu dan ini dilakukan dengan latihan untuk mendisiplinnya.lain-lain. bahkan juga kata atau suku-kata yang tidak mengandung arti.

"Mind substance" dianggap sama dengan otot. Salah satu fungsi mental ialah berpikir yang dapat dikembangkan dengan bahan pelajaran seperti matematika. matter.Teori ini didasarkan atas anggapan. dan berpikir atau penalaran. bahwa manusia terdiri atas dua bagian.raga. Tujuan latihan ini yang utama bukan untuk menguasai bahan matematika. perlu "mind"nya dikembangkan dan ini dilakukan dengan latihan. Kalau manusia dianggap tidak intrinsik jahat sejak lahir. Makin keras latihan. binatang. akan tetapi kemampuan berpikir itu sebagai akibat latihan itulah yang penting. rohaniah-jasmaniah. . Salah satu pendirian dalam aliran ini ialah faculty psychology. imajinasi. Akan tetapi "mind" tidak mempunyai ukuran namun sesuatu yang nyata ada. Seperti halnya dengan latihan otot. makin berkembang "mind" itu. karena kemampuan ini akan memungkinkan anak memikirkan segala hal lain. Daya-kemauan juga dianggap sangat penting. gunung. Untuk mendidik anak. masih banyak dianut. Kepercayaan akan dualisme pada manusia. lebar. Lokasi "mind" tak dapat ditentukan dengan pasti. Kemauan adalah kunci keberhasilan. body). Yang paling berharga ialah latihan yang diberikan pelajaran itu. Dianggap makin keras latihannya. karena sulitnya. jiwa. manusia tidak dapat memperoleh kebahagiaan dalam hidupnya dalam tnasyarakat. yang dapat dilatih menjadi kuat dan dapat digunakan untuk berbagai pekerjaan. tanaman. Bahannya dapat dilupakan. namun dianggap dalam "otak" yang dianggap alat untuk berbagai kegiatan mental. maka perlulah dilatih kemauan anak kearah yang baik. Kemauan yang baik dapat menaklukkan hawa nafsu jahat dan memberi kekuatan untuk memilih dan melakukan yang baik. mempunyai ukuran panjang. Tanpa kemauan yang baik. Daya pengenalan terbagi dalam daya persepsi. ingatan. yang masing-masing mempunyai fungsi atau daya tertentu. Substansi fisik ada persamaannya dengan benda lain seperti batu. yakni bagian rohaniah (dalam istilah psikologi ini "mind") dan bagian jasmaniah (substance. Yang utama ialah daya pengenalan. berat. perasaan dan kemauan. sulit dan membosankan. Daya-pikir memberi kemampuan untuk memecahkan berbagai masalah untuk mengambil keputusan. makin kuat otot itu. kemauan juga harus diheri latihan keras dengan memberi pekerjaan yang herat. yang menganggap bahwa "mind" itu terdiri atas sejumlah bagian atau "faculty".

lain. orangtua dan guru yang yakin akan kebaikan latihan mental ini dan mempraktikkannya di sekolah maupun dalam lingkungan keluarga. bahwa teori ini tak dapat dipertahankan secara ilmiah. tidak dengan sendirinya mempengaruhi kebersihan tulisan anak. karena banyak anak yang tak tahan akan keluar atau dikeluarkan dari sekolah. Anak yang pintar sering mengambil matematika di mana ia dapat menunjukkan kepintarannya dan ia akan banyak memperoleh manfaat dari pelajaran itu. sehingga yang tinggal hanya anak yang pandai. melainkan karena keunggulan siswa yang masih bertahan. karena mengutamakan pelajaran yang sulit seperti matematika dan fisika. Peneliti lain membuktikan bahwa dalam peningkatan kemampuan mental tidak ada kelebihan satu mata pelajaran dibanding dengan pelajaran lain. dan lain. Pendidikan serupa ini tidak menghiraukan keinginan atau minat anak. Jadi sekolah itu baik bukan karena keunggulan pengajaran dalam matematika. kimia. hukuman. Kini teori mental disipline ini sudah tidak diterima lagi di kalangan kebanyakan ahli psikologi. bahkan menggunakan camhuk untuk memaksa anak menyelesaikan pekerjaannya. Sekolah yang menjalankan teori mental disipline ini cenderung disebut sebagai sekolah yang baik. akan tetapi dapat disangsikan kebenarannya. Melatih kebersihan dalam bidang tertentu. misalnya. matematika tidak lebih unggul dalam melatih anak berpikir dibanding dengan sejarah atau ilmu bumi. Thorndike dan Woodworth melakukan berbagai eksperimen untuk menguji kebenaran teori ini dan memperoleh kesimpulan. Dari segi penelitian ilmiah telah dibuktikan bahwa latihan daya-daya mental tidak otomatis dapat ditransferkan dalam bidang - . tidak akan bany ak mendapat keuntungan dari pelajaran itu. Pendirian "mental disipline" ini banyak mendapat kritik dan dibantah kebenarannya secara ilmiah. Akan tetapi anak yang tidak pintar. fisika. celaan. juga tidak memperhitungkan tingkat perkembangan anak. Namun masih ada lagi ilmuwan.Kalau perlu guru tak perlu segan memberi kecaman. misalnya pakaian. Demikian pula dibuktikannya bahwa peningkatan kemampuan mental umum hanya sedikit akibat pelajaran di sekolah. Latihan daya ment l dalam a suatu bidang tidak dengan sendirinya meningkatkan kemampuan dalam bidang lain.

F. Setelah beberapa kali ini dilakukan. Bila sekolah dipandang sebagai tempat memperoleh pengetahuan.an yang dihadapi. yang tidak dapat dilihat dan diabaikan. namun demikian air liur anjing keluar juga. Demikian pula "ibu kota Kolumbia" (Stimulus) ialah "Bogota" (Respons). Itu sebabnya maka aliran ini dapat mengadakan eksperimen untuk membuktikan kebenaran teorinya. Tokoh. Robert Glasser. Demikianlah banyak pengetahuan yang dapat dikuasai anak melalui S-R. juga yang menghadapi kuis "Cepat Tepat" menggunakan teori S-R ini. berupa pertanyaan. Robert M. yang mementingkan behavior atau kelakuan yang dapat diamati. Skinner.1958) bapak aliran Behaviorisme dan Throndike. tapi kebanyakan dari luar. Bahwa air liur keluar bila disodorkan makanan pada anjing . ILMU JIWA ASOSIASI. Dalam eksperimennya i6 memberi makanan kapada anjing dan pada saat yang sama ia membunyikan lonceng. yang pada dasarnya termasuk behaviorisme. maka metode yang paling ampuh ialah metode S-R yaitu menghubungkan stimulus dan respon. soal. Dengan pembedahan ia dapat mengukur air liur yang dikeluarkan anjing itu sewaktu melihat makanan.B. Dengan stimulus dimaksud rangsangan dari dalam. TEORI S-R Dari semua teori belajar lainnya. Pavlov (18491936). Gagne.bidang lain. Watson (1878. Dengan mengadakan hubungan antara S-R siswa memberi jawaban yang cepat dan tepat bila menghadapi tes. lonceng dibunyikan tanpa diberi makanan. Ide asosiasi telah terdapat pada John Locke dan Herbart akan tetapi baru kemudian teori ini didukung oleh penelitian ilmiah. Hal-hal yang terjadi dalam din i manusia. barangkali teori inilah yang paling banyak diterapkan di sekolah. Transfer memang ada. Mereka yang menghadapi ujian Ebtanas atau UMPTN dan lainlain. B. Bila guru mengajarkan hitungan 2 + 3 = (Stimulus) maka diharapkan jawaban 5 (Respons). aliran Connectionisme. Teori ini mulai bangkit setelah karya J. Tokoh yang sangat mempengaruhi aliran ini ialah Ivan P.tokoh lain dalan aliran behaviorisme ini antara lain Albert Bandura. situasi atau keada. tetapi bukan dengan cara mendisiplin daya mental.

Ia melakukan penelitian dan percobaan dengan binatang.anak kecil tidur. Tokoh yang banyak pengaruhnya terhadap pengajaran di sekolah ialah Edward L.. air liur (CR) Di sini terjadi suatu proses belajar-mengajar. yaitu hubungan antara dua hal yang dikenal sebagai S-R bond. Cara belajar ini banyak terdapat dalam kehidupan sehari. The Law of Exercise or Repetition. air liur (R) bunyi lonceng bunyi lonceng (CS) «««««. antara lain 1. Thorndike. Masih ada lagi sejumlah hukum belajar lainnya. sesuatu yang wajar. atau conditioned stimulus.yang lapar. Hubungan S-R dipererat bila disertai rasa senang.mobil berhenti. dan respon yang diberikan menjadi conditioned response. memberi . Hal itu tidak akan terjadi bila lonceng dibunyikan.hari. yang menganut aliran connectionisme. Mendapat pujian. yakni membunyikan lonceng bersamaan dengan makanan. dan berkat penelitian yang banyak itu yang jauh melebihi jumlah percobaan oleh Pavlov. Akan tetapi dalam kondisi seperti di atas. kita pulang dari sekolah ingin segera makan. jam menunjuk pukul delapan . Anjing dapat diajar mengeluarkan air liur dengan cara mengkondisi. Apa yang terjadi dapat kita gambarkan sebagai berikut makanan (S) ««««««««««« air liur keluar (R) lonceng berbunyi (S) «««. tidak terjadi apa-apa makanan (S) ««. lonceng sekolah berbunyi anak berkumpul. The Law of Effect. Makin sering S-R dilatih makin lama hubungan itu bertahan. jadi latihan memperkmat hubungan S-R. atau conditioning. disertai pujian untuk membangkitkan semangat anak belajar. merasa sukses. Lampu lalu lintas merah . sifat bunyi lonceng itu berubah menjadi stimulus yang telah dikondisi. 2. akan tetapi yang tersebut di atas kiranya yang paling berguna bagi prose belajar. ia menemukan sejumlah "hukum belajar". Dalam proses belajar itu kita lihat pentingnya ulangan.

Akan tetapi sewaktu kita bersiul.dorongan belajar. Baginya psikologi adalah ilmu atau science kelakuan yang dapat diamati dan banyak kelakuan yang terlihat. Memberikan respons yang tepat merupakan instrumental untuk memperoleh pujian. Seorang behavioris lain yang juga sangat berpengaruh ialah B. Misalkan seekor anjing mengangkat kaki depannya dan sesaat kemudian diberi makanan (menjadi reinforcement) maka timbul kemungkinan ia akan melakukannya kelak. Conditioning oleh Thorndike disebut "instrumental conditioning" karena S-R yang berhasil disertai oleh pujian sebagai upah atau reinforcement. Ialah yang pertama membuat belajar berprograma dan mesin belajar. Manusia dipandang sebagai kumpulan S-R. Dalam "operant conditioning" organisme. Skinner. Tak ada tempat untuk "insight" atau tujuan yang bermakna. rasa senang bukan kelakuan yang "observable" dan "measurable". Apa yang dilakukan Pavlov disebut "classical conditioning ". Dari pihak penganut behaviorisme lainnya ia mendapat kritik karena rasa puas. Makin banyak S-R dimilikinya. Seorang berbuat sesuatu. Semua kelakuan manusia adalah hasil "operant conditioning" atau "operant reinforcement". . Alirannnya dikenal sebagai "operant conditioning" yang sangat efektif melatih binatang dan juga bagi anakanak. termasuk manusia. Ia memandang guru sebagai arsitek dan pembangun kelakuan siswa. Apa sebab anjing itu mengangkat kaki tak dapat dipastikan sebelumnya. karena diberi reinforcement. Proses belajar rasanya mekanistis yang diatur oleh guru. makin mampu ia menghadapi berbagai situasi dalam hidupnya. Belajar ialah perubahan kelakuan atau kemungkinan kelakuan dan ini tercapai melalui "operant conditioning" "Operant conditioning" adalah proses belajar yang mengusahakan mempertinggi kemungkinan timbulnya kelakuan tertentu.F. mungkin inilah bentuk conditioning yang paling tua. dan pada salah satu stimulus itu anjing itu mengangkat kaki depannya seakan-akan memberi salam. prosedur pengembangan sistem instruksional. Pengaruhnya sangat besar dalam perkembangan teknologi pendidikan dan di Indonesia PPSI. atau bertepuk tangan atau batuk. harus melakukan sesuatu.

membuat Respon yang diinginkan. dalam hal ini mendapat upah. "Reward" ini "mereinforce" Respon. akan tetapi bila timbul kelakuan yang cocok. dan tak mungkin dapat diciptakan manusia . tiap langkah dapat dicapai melalui "operant conditioning".kecuali dengan cara biologis. Bila dalam langkah-langkah itu timbul yang tidak sesuai maka diabaikan saja. Tiap bagian. akan tetapi sesudahnya. juga dapat disebut "reinforcement conditioning" atau mengkondisi "reinforcement". Akhirakhir ini mesin makin merupakan manusia dan dibentuk sesuai dengan manusia. Skinner sangat berhasil dalam melatih binatang. Katanya "operant conditioning shapes behavior as the sculptor shapes a lump of clay". Respons itu menjadi alat atau instrumental guna memperoleh Reinforcement itu. "operant conditioning" membentuk kelakuan seperti pematung membentuk segumpal tanah liat. dalam hal ini anjing. Demikian pula kelakuan manusia dapat dikendalikan sehingga melakukan apa yang telah dicondition. Manusia. akan tetapi di lain pihak manusia ternyata lebih merupakan mesin. maka dimantapkan dengan "reinforcement". yang menyebabkan akan besar kemungkinan timbulnya Respon ini. Maka karena itu aliran Skinner ini disebut aliran "operant conditioning" yaitu mengkondisi operant. sekalipun sangat kompleks.maka kesempatan itu digunakan untuk memantapkannya dengan memberi "reinforcement". Dengan "operant conditioning" ini Skinner dapat membentuk kelakuan. Jadi "reinforcement" tidak serentak dengan Respon. Melalui langkah-langkah ia dapat melatih binatang sampai tercapai kelakuan yang diinginkan. misalnya otak dibandingkan komputer yang berisi modul. . menurut pendapatnya adalah mesin. Tujuan dapat dipecah menjadi bagian-bagian kecil. lalu diberi "reinforcement" berupa "upah atau "reward". Mula-mula organisme. Apa yang dilakukan anjing itu disebut operan karena beroperasi terhadap lingkungan dan menimbulkan konsekuensi tertentu.

Teori Skinner ini sesuai dengan teknologi pendidikan. " keseluruhan lebih dari jumlah bagian-bagiannya. karena. juga disebut teori organismik. ia menerima stimulus dan memberi . Dalam percobaan dengan simpanse ternyata. organisasi.tiba. Bila binatang dapat dilatih dengan cara ilmiah apa sebab cara itu tak dapat dimanfaatkan bagi pengajaran di sekolah. Bahan pelajaran dibagi dalam bagian-bagian kecil yang dilatih langkah demi langkah dengan memberikan reinforcement langsung setelah setelah tiap respons. jarak antara kelakuan dan reinforcement terlampau jauh. yaitu bahwa dalam memecahkan suatu masalah.Mengenai pelajaran disekolah. Kritik Skinner tentang pengajaran di sekolah antara lain bahwa pelajaran tidak disukai. Salah satu anggapan psikologi behaviorisma yang paling merusak ialah bahwa dalam belajar. Skinner melihat bahwa guru mengajar sangat tidak efisien dan efektif. Wolfgang Kohler dan Kurt Koffka dalam buku " The Mentality of Apes" (1925) dalam eksperimen menguji hipotesis Thorndike tentang "Trial-and-error". dan teori psikologi lapangan (field psychology). TEORI GESTALT Dasar pokok aliran psikologi ini pertama kalinya dirumuskan Max Wertheimer pada tahun 1912 yang berbunyi. individu itu pasif. Demikianlah lahir teori Gestalt. dan akuntabilitas pendidikan. individu atau binatang akan melakukan perbuatan-perbuatan secara acakan dan akhirnya secara kebetulan akan dapat memecahkannya. belajar kompetensi. suatu istilah yang sukar diterjemahkan dan karena itu dipertahankan dalam semua bahasa. Anak dapat melakukannya menurut kecepatan masingmasing. bahwa binatang itu memecahkan masalah secara tiba." Kelebihan itu terjadi karena manusia cenderung melihat suatu pola. integrasi atau konfigurasi dalam apa yang dilihatnya. Konfigurasi yang membentuk kebulatan keseluruhan itu disebut dalam bahasa Jerman Gestalt. pemecahan dalam hubungan unsur-unsur situasi itu. menurut Kohler. tidak ada langkah-langkah yang sistematis menuju tujuan. dan reinforcement terlampau langka. ia mendapat "insight". Maka ia menciptakan belajar berprogamma.

mengadakan eksplorasi. "Insight" ialah mula-mula adanya perasaan. jadi jauh berbeda dengan psikologi behavioristik yang memandang belajar sebagai mekanistik dan deterministik. Belajar bukan sesuatu yang pasif. menggunakan imajinasi dan bersifat kreatif. akan tetapi dalam bidang sosial yang tidak bertindak ilmiah. Generalisasi yang diperoleh sering dirumuskan dalam bentuk " Jika maka Bila tercapai generalisasi maka dapat digunakan atau ditransfer dalam situasi lain yang pada prinsipnya menunjukkan persamaan. Atau ia tidak mengenal situasi dalam hubungannya dengan prinsip itu. walaupun prinsip itu telah dipahami sepenuhnya. akan tetapi hingga batas tertentu. dan sering dapat diverbalisasikan. Namun transfer tidak dengan sendirinya akan terjadi. Belajar ialah mengembangkan insight pada anak dengan melihat hubungan antara unsur-unsur situasi problematis dan dengan demikian melihat makna baru dalam situasi itu. yang mungkin benar atau tidak. Kunci dalam psikologi Gestalt. dalam belajar siswa mempunyai tujuan. "Insight" adalah jawaban atau hipotesis sementara. Simpanse memperoleh "insight" dan tentu tak dapat membahasakannya. Guru tak dapat memberi " insight". . pada suatu saat tiba-tiba menjadi terang. hubungan antara unsur-unsur suatu masalah. misalnya fisika. ialah "insight". Manusia dapat dikondisi menurut kemauan penguasa atau masyarakat. dinyatakan dengan kata-kata. "Insight" belum berarti memahami suatu masalah sepenuhnya. Seorang sarjana dapat bersifat ilmiah dalam bidangnya. bahkan percaya akan mistik dan superstisi. karena terjadinya dalam lompatan pikiran dan intuisi. walaupun dapat membantu. "hunches" petunjuk yang samarsamar tentang adanya pola. menurut makna yang dilihatnya dalam situasi itu. Stimulus dianggap sebab dan respons dianggap sebagai akibat. Untuk itu jumlahnya harus cukup banyak dengan pengalaman yang kaya. Manusia seperti mesin yang sangat baik desainnya yang dapat dikendalikan. ³Insight" juga belum dapat digeneralisasi. Bagaimana timbulnya " insight tak selalu. Siswa dapat dikendalikan oleh guru dengan bahan yang dipilih pengembang kurikulum.respons secara sereotip dan otomatis. murid sendirilah yang harus menemukannya sendiri menurut pikirannya sendiri. Kebenarannya masih perlu diuji.

makin dikenalnya life-space siswa. konsep diri dan apa saja yang dapat mengidentifikasi dirinya. misalnya ia tahu harus berkorban untuk sesama manusia. .atau ia tak mau. menjelaskannya dan kemudian menyuruh siswa menerapkannya. yang meliputi tujuan seseorang. prinsip-prinsipnya. halangan antara dirinya dengan tujuan. Belajar ialah modifikasi life-space. Kurt Lewin (1890-1947). kita harus mengetahui segala sesuatu tentang dirinya. Menurut teori lapangan. Kedua : Guru memberi latar belakang secukupnya. dan segera bila siswa merasakan ia memahaminya. Bagi guru. Ketiga : Guru memberi latar belakangnya. ia disuruh mengaplikasikannya. Psikologi ini disebut juga psikologi lapangan kognitif. adalah pionir psikologi lapangan atau field psychology. buah pikirannya. jalan yang mungkin ditempuhnya dan sebagainya. juga penganut teori keseluruhan. Transfer dapat terjadi bila terbuka kesempatan untuk menerapkannya dalam situasi yang dilihatnya sebagai kesempatan dan ada hasrat untuk menggunakannya. makin dapat ia meramalkan kelakuan siswa itu dan dengan demikian makin dapat ia memberi bantuan. namun ia lebih memperhatikan kepentingannya sendiri. hal-hal yang ingin dielakkannya. Pertama: Guru merumuskannya. Ternyata. dan bagaimana ia menggunakan kognisinya dalam tindakannnya terhadap lingkungan atau "life-space"nya dengan segala faktor yang terdapat didalamnya. siswa disuruh menemukan generalisasinya. Membantu siswa memperoleh generalisasi dapat dilakukan dengan tiga cara. dalam mana individu memperoleh "insight" baru atau modifikasi yang lama. bahwa metode kedua lebih efektif dalam transfer. belajar adalah proses interaksional. Dengan lapangan psikologis dimaksud situasi psikologis di mana ia berada. Untuk memahami seseorang. Kognitif berasal dari " cognoscere" (Latin) artinya mengenal tentang bagaimana cara orang memahami dirinya dan lingkungannya. lalu merumuskannya. atau tak sanggup menerapkannya.

Hipotesis itu berkisar antara dugaan berdasarkan informasi minimal sampai prinsip atau hukum dengan verifikasi yang tinggi tarafaya. 2. Bedanya dengan proses ilmiah ialah. bahwa dalam pemikiran reflektif tidak digunakan laboratorium sehingga dapat digunakan dalam pemecahan segala macam masalah termasuk masalah sosial. Langkah-langkah dalam pemecahan masalah menurut Dewey telah cukup terkenal : 1. Mengenal dan merumuskan masalah. Kata-kata dalam kalimat dapat dipahami dalam hubungannya dalam kalimat itu. Mentes hipotesis dengan menguji implikasi atau konsekuensi hipotesis berdasarkan data atau pengalaman. Sebuah kalimat lebih berarti daripada jumlah kata-kata atau hurufnya. yang harus diuji kebenarannya. memandang berpikir sebagai proses reflektif yang pada dasarnya tak berbeda dengan berpikir ilmiah. Mengubah bagian akan mengubah juga keseluruhannya. Merumuskan hipotesis itu. pengumpulan data. organismik atau teori lapangan kognitif. atau menyatakan bahwa berdasarkan data yang ada belum dapat diambil kesimpulan. dan proses deduktif. menganalisis. Mengambil kesimpulan. menolaknya.John Dewey yang juga termasuk penganut teori Gestalt. Pada dasarnya. yakni menerima hipotesis. Menyelidiki pengetahuan. 3. dan sebagainya. 4. Mengubah atau menghilangkan suatu kata akan mengubah arti seluruh kalimat itu. implikasi hipotesis dengan mengumpulkan data atau memodifikasinya. antara data. Masalah timbul bila terdapat perbedaan atau pertentangan antara tujuan-tujuan. dan menguji hipotesis. Kalimat itu sendiri baru diketahui artinya dalam hubungannya dengan . Prinsip-prinsip belajar menurut teori Gestalt. Bagian-bagian hanya mengandung arti dalam hubungannya dengan keseluruhan. Belajar itu berdasarkan keseluruhan Keseluruhan lebih dari jumlah-jumlah bagian. mencari. Dalam cara berpikir ini digabungkan proses induktif. semua generalisasi merupakan hipotesis yang senantiasa perlu diuji kebenarannya. 5. yaitu kemungkinan jawaban dalam bentuk generalisasi yang ditemukan sendiri. 1.

baik mengenai isinya maupun mengenai organisasinya. sosial. Menghapal peristiwa-peristiwa atau tahun-tahun dalam sejarah atau nama-nama dan hasil bumi dalam mata pelajaran IPS tak berapa faedahnya. malahan dapat juga meniadakan segala batas-batas antara mata pelajaran.mata pelajaran dengan meng-integrasi-kannya. 2. Itu sebabnya maka orang berusaha untuk mengadakan hubungan antara berbagai mata pelajaran yang disebut korelasi antara mata pelajaran. tidak merupakan fakta-fakta terlepas. suatu keseluruhan yang menghadapi situasi-situasi bukan hanya secara intelektual. melainkan juga secara emosional. Fakta-fakta yang lepas tidak mengandung arti dan karena itu mudah dilupakan. bila kita tidak memahami hubungannya dengan keseluruhan yang lebih luas. dan jasmaniah. Bila Icita . Demikian pula pendidik-pendidik modern berpendapat bahwa mata pelajaran-mata pelajaran yang lepas-lepas kurang manfaatnya sebab tidak berdasarkan atas keseluruhan ini. Prinsip keseluruhan ini ternyata mempunyai pengaruh yang besar sekali terhadap kurikulum. sebab dititik-beratkan pada pendidikan intelek atau dalam kebanyakan hal sebenarnya pada pendidikan ingatan saja. ilmu hayat. Bagian-bagian hanya berarti dalam hubungannya dengan keseluruhan. melainkan senantiasa sebagai bagian dalam hubungan yang lebih luas. ia seorang pribadi.keseluruhan karangan atau cerita. Dalam menyelesaikannya mungkin sekali anak-anak mempelajari hal-hal berkenaan dengan sejarah. Tetapi anak itu tidak hanya mempunyai intelek saja. Yang diberikan ialah masalah atau pokok yang luas yang harus dpecahkan oleh anak-anak. Musik yang dimainkan oleh suatu orkes berbeda sekali dengan jumlah lagu-lagu yang dimainkan .oleh setiap pemain satu per satu. Anak yang belajar merapakan keseluruhan Sekolah yang tradisional bertujuan : menyampaikan kultur atau kebudayaan kepada murid-murid dengan jalan menumpukan sejumlah pengetahuan ke dalam ingatan anak dengan harapan. Pengajaran serupa ini lazim disebut pengajaran "unit" atau pengajaran proyek. kesenian dan sebagainya. akan tetapi apa saja yang dipelajari. bahwa ia akan menggunakannya kelak bila ia telah dewasa Pengajaran serupa ini sering disebut intelektualistis.

mengajarkan IPS misalnya, kita dapat berusaha, sehingga anak itu mengerti akan bahan pelajaran itu. Akan tetapi di samping.itu murid itu mungkin juga belajar benci akan gurunya atail kepada pelajaran itu atau kepada segala sesuatu yang berbau pelajaran sekolah. Mengenai pendidikan intelektual mungkin kita mencapai hasil yang baik, akan tetapi dalam pendidikan emosinya kita gagal. Sebab itu, dalam pengajaran modern, orang bukan hanya mengajarkan berbagai mata pelajaran, akan tetapi mengutamakan tujuan mendidik si anak, membentuk seluruh pribadinya anak seutuhnya. Dalam pada itu, anak itu tidak hanya dipandang sebagai murid sekolah saja; pribadi anak tidak dapat dilepaskan dari kehidupannya di luar sekolah, di rumah, dan di lingkungan sekitarnya. Suasana sekolah sedapat-dapatnya diselaraskan dengan suasana rumah. Sekolah hendaknya dijadikan bukan hanya tempat anak mempelajari berbagai-bagai ilmu, akan tetapi juga tempat mereka hidup dan belajar hidup. Kurikulum di sekolah disesuaikan dengan apa yang diperlukan anak bagi kehidupannya sehari-hari. Dengan demikian dicegah adanya jurang yang sering terdapat antara sekolah dengan kehidupan di luar sekolah untuk mencapai integrasi pribadi murid. 3. Belajar berkat "insight" Teori asosiasi mementingkan ulangan dan pembiasaan dalam proses belajar. Belajar serupa ini bersifat mekanis. Teori organisme. memandang "insight", pemahaman atau tilikan sebagai syarat mutlak dalam hal belajar. Dengan "insight" dimaksud suatu saat dalam proses belajar, sewaktu seseorang melihat atau mendapat pengertian tentang seluk-beluk sesuatu, atau melihat hubungan tertentu antara unsur-unsur dalam suatu situasi yang mengandung suatu problema atau kepelikan. Dalam percobaan oleh Kohler dengan simpansi, binatang itu berhasil menyambungkan dua kerat bambu untuk meraih pisang yang diletakkan di luar kandangnya. Pada saat kera itu melihat hubungan antara unsur-unsur dalam situasi yang problematis itu, (yakni antara unsur-unsur bambu, dirinya, jeruji, pisang) ia memperoleh "insight" atau suatu "Aha Erlebnis".

Hal yang demikian terjadi juga pada manusia yang menghadapi situasi yang mengandung kesulitan dan sering secara tiba-tiba memahami seluk-beluk situasi itu, setelah ia mendapat "insight". Pemahaman tidak diperoleh semata-mata dengan jalan mengulangulangi dan latihan-latihan seperti pada teori asosiasi. Apa sebenarnya "insight" ini belum dapat dijelaskan sepenuhnya. Bagi pembinaan kurikulum, prinsip "insight" ini berarti bahwa anak-anak harus dihadapkan kepada masalah-masalah, dalam bentuk proyek atau unit yang mengandung problema-problema yang harus dipecahkan. 4. Belajar berdasarkan pengalaman Belajar memberi hasil yang sebaiknya-baiknya bila didasarkan pada pengalaman. Pengalaman ialah suatu interaksi, yakni aksi dan reaksi, antara individu dengan lingkungan. Individu menjalani pengaruh lingkungan, jadi ada aksi dari lingkungan terhadap individu, akan tetapi sebaliknya individu juga bereaksi terhadap pengaruh lingkungan itu. la berbuat sesuatu, yakni mempertimbangkan, mengolah, memikirkan pengaruh lingkungan itu. Bila seorang anak kena api, maka hal itu suatu kejadian atau peristiwa dan belum merupakan suatu pengalaman. Kejadian itu akan menjadi pengalaman, apabila anak itu mengolahnya, menghubungkannya dengan pengalaman yang sudah,

mentafsirkannya, dan mengambil kesimpulan, bahwa api itu sesuatu yang berbahaya yang dapat menimbulkan rasa sakit, sehingga ia dapat menentukan sikapnya dan dapat menjaga diri terhadap api kelak. Berkat pengalaman itu ia belajar, kelakuannya berubah, artinyä bahwa ia bertindak lebih efektif dan serasi dalam menghadapi situasi-situasi hidupnya. Anak itu mula-mula akan memandang api sebagai sesuatu yang berbahaya, akan tetapi berdasarkan pengalaman-pengalaman lain ternyata bahwa api itu tidak selalu berbahaya, akan tetapi banyak sekali manfaatnya dan memberi kesenangan kepada manusia. Pengalaman pertama rupanya tidak benar seluruhnya dan .karena itu harus dirombak, direorganisasi atau disusun kembali. Belajar ialah reorganisasi pengalaman-pengalaman yang lampau yang ternyata tidak Iengkap, tidak sempurna. Oleh sebab tidak ada pengetahuan dan pengalaman kita yang

sempurna, kita harus senantiasa mereorganisasi pengalaman kita selama kita hidup. Pendapat lama dan teori-teori yang lampau sering harus disempurnakan atau diganti dengan yang baru ternyata lebih balk daripada yang sudah-sudah. Manusia senantiasa membuat penemuan baru dan mereorganisasi pengetahuan yang lama dan dengan demikian memperluas kebudayaan dunia. Manusia terus belajar dan tak akan kunjung selesai meningkatkan pengetahuannya. Belajar itu baru timbul bila seseorang menemui suatu situasi baru, suatu soal, kesulitan atau problema. Dalam menghadapinya ia akan menggunakan segala pengalamannya yang sudah-sudah. Jika dengan pengalaman-pengalaman itu ia sanggup mengatasinya, tidak akan timbul proses belajar. Ia sekedar menggunakan pengalaman yang lampau itu. Tetapi bila ternyata bahwa penga lamannya yang ada tidak cukup untuk mengatasinya, ia akar, mengalami semacam frustrasi. keseimbangannya terganggu, lalu ia mencoba mencari jalan untuk memecahkan soal itu. Di antara percobaaan itu ada yang tak berhasil, itu dikesampingkannya. Percobaan itu dilanjutkannya jadi proses belajar berlangsung tertr sarapai kesulitan itu diatasinya. Di sini pun kita lihat, seperti dianjurkan oleh penganut-penganut prinsipprinsip belajar yang telah tersebut di atas betapa perlunya diusahakan, agar kurikulum itu berupa problema-problema yang dihadapkan kepada anak-anak untuk dipecahkannya agar ia belajar. 5. Belajar ialah suatu proses perkembangan Manusia ialah suatu organisme yang tumbuh dan berkembang menurut caracara tertentu. Kita tak dapat mengajarkan segala sesuatu yang kita kehendaki. Anak-anak baru dapat mempelajarinya dan mencernakannya, bila ia telah matang untuk bahan pelajaran itu. Kita ketahui, bahwa kepada anak-anak kelas satu SD belum dapat diberikan teori-teori tentang listrik atau tata negara, karena mereka belum matang untuk itu. Kesiapan anak untuk mempelajari sesuatu tidak hanya ditentukan oleh kematangan atau taraf pertumbuhan batiniah, tetapi juga dipengaruhi oleh

lingkungan, yakni oleh pengalaman-pengalaman yang telah diperoleh anak itu. Misalnya kesiapan untuk membaca akan lebih cepat terdapat pada anak-anak yang telah berkenalan dengan buku-buku bergambar di rumah atau yang sering dibacakan cerita-cerita dari buku oleh ibu bapaknya, sebelum ia menginjak sekolah, daripada anak-anak yang tidak pernah memperoleh pengalamanpengalaman dengan buku. Jadi tak perlu kita hanya menunggu-nunggu saja. Kita dapat menciptakan situasi- situasi dan lingkungan bagi anak yang dapat mempercepat atau membangkitkan kesiapannya untuk mempelajari sesuatu. Dalam hal ini tak semua anak sama. Anak-anak berbeda pengalaman dan kematangannya, sekalipun umurnya sama. Perbedaan individual ialah suatu prinsip yang harus dipikirkan dalam pembinaan kurikulum. Memaksakan semua anak mempelajari bahan yang sama tidak dapat dipertahankan. Karena itu kurikulum harus disusun sedemikian, sehingga sedapat mungkin dapat disesuaikan dengan perbedaan individual, baik mengenai kuantitas maupun kualitasnya. Anak yang pandai harus diberi kemungkinan menyelesaikan lebih banyak pelajaran daripada anak yang kurang pandai dan anak -anak harus dapat mengembangkan bakatnya dalam berbagai lapangan. 6. Belajar ialah proses yang kontinu Anak-anak tidak hanya belajar di sekolah, akan tetapi juga di luar sekolah. Mereka memperoleh juga pengalaman-pengalaman berkat radio, surat kabar, majalah, pergaulan di rumah, perkumpulan pemuda, kepanduan, bioskop, permainan, dan sebagainya. Malahan kerapkali hal-hal yang dipelajari dengan tak sengaja di luar sekolah dan sebelum bersekolah lebih mendalam lagi, oleh sebab tujuan- tujuan yang mereka kejar di situ lebih menarik, lebih memuaskan, lebih menyenangkan dan sesuai dengan kebutuhannya daripada tujuan-tujuan yang ditentukan dan sering dipaksakan oleh sekolah. Lagi pula di luar mereka banyak memperoleh pengalaman- pengalaman langsung atau first-hand experiences. Mereka tidak bicara tentang padi, ikan, layang-layang dan sebagainya, akan tetapi mereka turut memotong padi, mereka menangkap ikan di sungai, mereka membuat dan bermain layang- layang dan sebagainya. Di sekolah mereka kebanyakan membaca dan mendengarkan saja. Kurikulum yang modern

menyesuaikan pelajaran sekolah dengan kehidupan, permainan, kesukaan, dan minat anak di luar sekolah. Apa yang dahulu dianggap sebagai aktivitas extrakurikuler, yakni aktivitas anak di luar pelajaran seperti perkumpulan sekolah, hobby anak-anak, kepanduan dan lain-lain, dimasukkan oleh sekolah ke dalam kurikulum, jadi menjadi tanggung jawab sekolah. Kontinuitas juga diusahakan dengan meniadakan tinggal kelas. Anak yang tinggal kelas tidak kontinu pelajarannya oleh sebab ia harus mengulangi bahan yang sama selama satu tahun. Kurikulum hendaknya disusun sedemikian, sehingga tiap anak terus maju sesuai dengan kecepatannya masing-masing. Kontinuitas harus pula ada dalam pelajaran sekolah rendah, menengah, dan tinggi. Seperti anak main dari kelas yang satu ke kelas berikutnya, demikian pula anak itu harus pula maju dari sekolah rendah ke sekolah menengah dan seterusnya. Pertanyaan timbul, apakah Sekolah Dasar harus terpisah benar-benar dari SMP dan sekolah ini harus terpisah pula dari SMA ? Apakah tidak dapat disatukan sekolah-sekolah itu seluruhnya menjadi sekolah dari kelas 1 sarnpai kelas 12 ? Kontinuitas akan terganggu pula apabila pelajaran di sekolah berlainan atau bertentangan dengan norma-norma yang diajarkan di rumah. Maka timbullah konflik dalam diri si murid. Ia harus berpegang pada dua macam norma. Apa yang dipelajarinya di sekolah tidak dapat dilangsungkan dan dipraktikkan di rumah. ltu sebabnya sekolah harus mengenal keadaan, kebiasaan, adat-istiadat di rumah anak. Sekolah harus bekerja sama dengan rumah dan badan-badan lain dalam masyarakat sehingga sêmuanya turut serta membantu perkembangan anak yang harmonis. Sekolah modern mengajak orang tua agar turut serta dalam menentukan kurikulum. Dari orang tua sungguh dapat diterima saran-saran yang baik sekali untuk dipertimbangkan oleh staf guru-guru agar dimasukkan ke dalam kurikulum. Sering pula orang tua diminta bantuannya untuk turut melaksanakan kurikulum. 7. Belajar lebih berhasil bila dihuhungkan dengan minat keinginan dan tujuan anak.

kerap kali tanpa melihat faedah yang langsung bertalian dengan tujuan dan minatnya. Seorang murid yang berbakat dan ingin menjadi penyanyi akan giat mempelajari teori musik. atau ingin menyenangkan hati orang tuanya. Anak seperti ini didorong oleh motivasi yang ekstrinsik sebab ia mengejar tujuan. takut tinggal kelas. oleh sebab sesuai dengan tujuannya. anak -anak dipaksa . sekalipun teori musik itu sendiri kurang menarik. Proyek itu dibicarakan dan dirundingkan bersama oleh guru dan murid-murid agar mereka lebih jelas memahami tujuan dan faedahnya. Dikatakan bahwa anak itu didorong oleh motivasi yang intrinsik. Atau barangkali ia belajar karena takut kepada guru. usaha itu mengandung arti baginya. Kita dapat mengajarkan kepada anak-anak hal-hal tentang bermacammacam penyakit yang kemudian ditanyakan pada ulangan. sebab ia ingin mencapai tujuan yang terkandung dalam pelajaran itu sendiri. ia yakin akan ada faedahnya bagi kehidupannya dan karena itu ia giat belajar. Kurikulum di sekolah yang tradisional sepenuhnya ditetapkan oleh pihak atasan. Pelajaran diberikan dalam bentuk unit atau proyek yang berkenaan dengan masalah-masalah yang dihadapi oleh anak-anak. Di sekolah yang menginsafi hal ini. lalu anak-anak belajar betul-betul untuk mengetahui seluk-beluk penyakit itu agar dapat menjaga diri terhadap penyakit itu. yang sebenarnya letak di luar pelajaran itu.Hal ini tercapai apabila pelajaran itu langsung berhubungan dengan apa yang diperlukan murid-murid dalam kehidupannya sehari-hari atau apabila mereka tahu dan menerima tujuannya. Ia memahami tujuan pelajaran itu. Akan tetapi dalam hubungannya dengan cita-cita anak itu. Motivasi yang intrinsik ini tentu lebih baik hasilnya. Di sini kebanyakan digunakan motivasi ekstrinsik. Tujuan anak ialah mencapai angka yang baik. Lain halnya kalau di suatu daerah berjangkit penyakit. Murid-murid tidak diajak berunding dan mereka harus menerimanya. Di sini anak-anak turut serta menentukan kurikulum. kurikulum sedapat mungkin disesuaikan dengan minat kebutuhan dan tujuan-tujuan yang hendak dicapai oleh anak-anak.

Kalau di atas dikatakan. atau berpusat pada keinginan anak melulu dan mengalami kesulitan-kesulitan.F. Anak-anak tidak mengenal tujuan pendidikan dan karena itu tidak mungk in mengetahui apakah yang juga perlu bagi mereka. Memperturut keinginan anak saja tidak menjamin usaha yang efektif ke arah tujuan pendidikan. walaupun tidak di bawah namanya. antara lain apersepsi Herbart. yang turut mempengaruhi kurikulum dan proses belajar mengajar. bahwa anak-anak diajak turut berunding. bahwa kurikulum disesuaikan dengan minat dan tujuan anak. Akan tetapi ini tidak berarti pula bahwa keinginan dan kebutuhan anak harus diabaikan begitu saja. Membina kurikulum yang baik ialah suatu hasil usaha bersama antara pihak atasan dengan guru -guru.belajar dengan macam-macam hukuman dan pujian dengan angka-angka dan ujian-ujian. murid-murid orang tua serta badan-badan lain dalam masyarakat. Cara ini memang pernah diadakan pada sekolah progresif yang child -centered. Herbart (1776-1841) pengganti filsuf Jerman terkenal Immanuel Kant tahun 1841. dapat dipandang sebagai tokoh pertama psikologi belajar modern yang menyimpang dari teori ilmu jiwa daya. Di sini akan kami berikan lagi beberapa teori belajar yang terkenal. Secara teoretis namanya telah lenyap dari dunia psikologi dewasa ini. Herbart terkenal karena konsep appersepsi yang dikemukakannya. belajar sosial Bandura. Buah pikirannya mendominasi pendidikan guru dan pendidikan umumnya di Amerika Serikat dan bagian lain dunia ini dan hingga sekarang idenya masih banyak digunakan. TEORI APERSEPSI HERBART J. Setiap ada masuk persepsi baru . namun dalam praktik apa yang dikemukakannya masih berlaku. dan konsis belajar Gagne. Apersepsi ialah proses asosiasi antara ide atau Vorstellung yang baru dengan yang lama yang tersimpan dalam bawah sadar individu. ini sekali-kali tidak berarti bahwa seluruh kurikulum semata-mata ditentukan oleh keinginan anak saja. konseptualisme Bruner. Ada halhal yang mungk in kurang disukai oleh anak-anak namun hams mereka pelajari karena tuntutan masyarakat. Pengaruh Herbart dalam abad dua puluh sangat besar.

Sebaliknya ide yang telah tersimpan. Menurut Locke ide-ide itu pasif. pengalaman dari luar. akan tetapi "murid" dan "ramalan cuaca" mungkin tidak. Penggabungan ide-ide dapat dibandingkan dengan proses kimiawi atau "mental chemistry". akan tetapi tak mempunyai kesempatan bergabung lambat laun akan lenyap dengan sendirinya. dinamis. misalnya "murid" dan "guru" akan saling menarik.maka ia disambut oleh yang lama. Bila seorang melihat kapal terbang misalnya. maka mungkin akan timbul ide burung. Dalam "otak" itu terjadi hubungan atau asosiasi antara ide-ide. Melalui asosiasi diperoleh ide yang sederhana. Herbart sebaliknya. Akan tetapi manusia itu sendiri pasif. yang mempunyai persamaan anti (similaritas) dan yang berlawanan (kontras). John Locke (1632-1704) telah mengemukakan teori "tabula rasa" yang mengatakan bahwa "otak" (mind) manusia semulanya waktu lahir. berpendapat bahwa ide-ide itu aktif. mempunyai kekuatan untuk bergabung. Ide mempunyai kekuatan bergabung atau menolak bergabung. dan hanya merupakan wadah tempat asosiasi itu berlangsung. Dikatakannya bahwa asosiasi cenderung terjadi antara hal-hal yang tampil bersamaan (kontiguitas). oleh setiap persepsi cenderung akan bergabung dengan bahan yang telah ada. ada afinitas menarik atau menolak. Sebelumnya. Ide yang lama berlomba kekuatan untuk memasuki alam sadar untuk menyambut ide baru. mengisi mind itu. yang datang berurutan (suksesi). Akan tetapi perangsang. atau kemajuan teknologi. yang menjadi lebih kompleks melalui asosiasi selanjutnya. jadi berlomba untuk bergabung dengan ide baru yang masuk. suatu pengamatan atau ide tak ada artinya dan tak akan diperdulikan. . Apa saja yang diketahui manusia datangnya dari luar diri orang itu. Bagi Herbart semua persepsi pada hakikatnya apersepsi. Jadi "mind" itu adalah isinya. entah yang mana bergantung pada kekuatan ide yang disimpan atau bahan persepsi yang tersedia. Masalah asosiasi telah dikemukakan Aristoteles pada abad ke-4 SM. atau perjalanan yang pernah diIakukan ke luar negeri. Persepsi atau pengamatan diperoleh dari lingkungan melalui alat-dria. masih kosong seperti papan tulis bersih. Tanpa pengalaman yang ada.

Ia juga membuka jalan untuk mengadakan penelitian dan eksperimen ilmiah mengenai proses belajar-mengajar. sudah cukup terkenal. 2. 3. siswa akan melihat kesamaan ide yang baru dengan yang telah diketahui. Ia menekankan pendekatan psikologis dalam belajar-mengajar dan mengemukakan metode mengajar yang dapat dipertanggungjawabkan. yakni : 1.    Pendidikan guru menjadi usaha yang penting. Guru mengingatkan siswa tentang pengalaman atau pelajaran yang lampau agar ide-ide yang relevan timbul dalam kesadaran siswa. menurut Herbart ialah mendidik anak menjadi manusia yang bermoral baik. Penyajian. Tujuan pendidikan. Jika guru melakukan kedua langkah di atas dengan baik. pelajaran harus dibuat menarik dan ini tercapai dengan metode mengajar yang baik. banyak pula sumbangannya kepada pendidikan. Guru dapat dipandang sebagai "arsitek" dan pembangunan "mind" dan demikian pula watak siswa. Minat sangat dipentingkan. Seni mengajar ialah menyajikan buah pikiran yang dapat digunakan siswa sepanjang hidupnya. Jadi kemauan bergantung pada pikiran. sekarang diberi nama "entry behavior". mungkin melalui demontrasi tentang pokok yang dibicarakan. Dengan abstraksi dimaksud melihat unsur-unsur persamaan. maka terjadi asosiasi antara yang baru dengan yang lama. Berbandingan dan abstraksi. didukung oleh bahan apersepsi yang banyak. Apa yang disebut apersepsi. Ia mengemukakan pentingnya minat siswa dalam proses belajar. antara lain :   Ia telah mengecam teori ilmu-jiwa daya. Guru menyajikan fakta baru. bahwa ide yang baik akan menghasilkan kemauan yang baik dan perbuatan yang baik. Walaupun teori Herbart ini menunjukkan kelemahan karena terlampau menonjolkan peranan guru. Metode mengajar yang dikemukakan oleh Herbart dan kawan -kawan yaitu kelima langkah itu. Persiapan. Tugas guru ialah memberikan buah pikiran yang baik agar anak berbuat yang baik.Herbart percaya. .

mengekstrapolasi. sewaktu Amerika Serikat mencari kurikulum baru untuk mengejar ketinggalan dalam pendidikan dibanding dengan Uni Sovyet. individu secara aktif merekonstruksi pengalamannya dengan menghubungkan pengetahuan baru dengan "internal modal" atau struktur kognitif yang telah dimilikinya. fakta. mengadakan pre-test. 5. Generalisasi. Jika pendidikan kita masih berpusat pada guru. yakni 1. perolehan pengetahuan adalah proses aktif. Walaupun metode ini telah kolot. Aplikasi. Ada dua prinsip penting yang dikemukakan dalam tulisannya. Prinsip yang baru ditemukan itu diterapkan untuk menjelaskan fakta lain untuk memecahkan soal lain. ia memilih dan mentransformasi informasi. Dengan intrapolasi dimaksud mengubah pandangan dengan mengaplikasi . menginterpolasi. Model itu memungkinkannya meramalkan. Guru dapat meminta siswa untuk menjelaskan gejala. atau dengan istilah sekarang. setelah Sputnik. kadang-kadang ada yang membangkitkan pengetahuan yang relevan yang telah dimiliki siswa. Ia melihat untuk dunia dengan caranya sendiri. belum banyak guru yang menerapkannya sepenuhnya. maka metode Herbart masih dapat membantu guru.4. Sering guru hanya menjelaskan sesuatu. Pada langkah ini siswa mencoba memberi nama kepada kedua pasangan fakta atau ide sebagai suatu prinsip. anak itu partisipan aktif. Tak banyak pula guru yang memberi kesempatan kepada siswa untuk merumuskan generalisasi dalam bentuk suatu prinsip dan seterusnya menyuruh siswa untuk menerapkannya dalam situasi lain. 2. atau masalah lain. Tiap orang membentuk suatu model berstruktur tentang dunia. Dalam proses belajar. PSIKOLOGI KOGNITIF JEROME BRUNER Jerome Bruner (1915) menjadi sangat terkenal dalam dunia pendidikan. Bruner mengumpulkan ilmuwan yang paling terkemuka yang bersama dengan ahli pendidikan menyusun buku pelajaran baru dengan proses belajar-mengajar yang baru pula.

Persepsi pada hakikatnya proses konstruktif. Ekstrapolasi ialah mengangkat informasi pada taraf yang melebihi taraf sekadar informasi. iconic. Karena itu manusia tidak pasif. sehingga dapat digunakan untuk berbagai tujuan. juga tidak reaktif. kemudian mengadopsi. model itu semula diadopsi. dan symbolic". Untuk ini diperlukan pertimbangan dan penilaian. Anak menjelaskan sesuatu melalui perbuatan (ia bergeser ke depan atau ke belakang di papan mainan untuk menyesuaikan beratnya dengan berat temannya bermain).pengetahuan baru. melihat persamaan dan membentuk konsep atau kategori. Ini fase "symbolic". dan akhirnya ia m enggunakan bahasa untuk menjelaskan prinsip keseimbangan. . agar sesuai dengan tugas yang dihadapi. mengkategorisasi informasi atau mengangkat informasi pada taraf kategori. diterima dari kebudayaannya. mentransformasinya. yakni . yakni fase "enactive. 2. Pendekatan Bruner disebutnya "konseptualisme instrumental" berdasarkan dua segi proses kognitif. Adanya model itu timbul karena adanya kemampuan manusia untuk mendiskriminasi. dan ia mengenal dunia berdasarkan model itu. akan tetapi jauh melebihinya. yang bersamaan atau yang bertentangan dengan yang ada. Perkembangan menurut Bruner melalui tiga fase. ini fase "enactive". Model itu bukan sekadar kumpulan informasi. Belajar ialah memperoleh informasi. kita melihat dunia ini bukan seperti melihatnya pada cermin. yaitu memanipulasinya dengan intrapolasi dan ekstrapolasi. 1. melainkan aktif. dan mengecek keserasiannya dengan tugas. menyesuaikannya bagi keperluan dirinya. ia menjelaskan keseimbangan pada gambar atau bagan. manusia mengkonstruksi model pada dirinya tentang dunia realitas. akan tetapi sebagai konstruk atau model dengan mengorganisasi informasi dalam bentuk yang lebih umum. Kemudian pada fase "iconic". Menurut Bruner.

5. Bahan serupa itu dapat diajarkan di SD. sekolah didirikan masyarakat sebagai alat untuk meningkatkan kemampuan intelektual anak. SMP. Memupuk kejujuran intelektual. kemudian iconic. Kepada anak dapat diajarkan tentang komputer. 3. 3. statistik. Mengenai proses belajar-mengajar Bruner memberikan beberapa petunjuk : 1. Urutan penyajian bahan dapat dilakukan dari yang sederhana sampai yang lebih abstrak. dan akhirnya symbolic. 2. akan tetapi berangsurangsur makin dipahami. yang disebut strukturnya. Menstruktur pengetahuan. Mengembangkan rasa kepercayaan pada siswa akan kemampuannya memecahkan masalah dengan menggunakan kemampuan mentalnya. bagaimana cara memecahkan masalah. prinsip. namun yang lebih penting ialah mempelajari cara berpikir dalam disiplin ilmu itu. atau masalah pokok tidak dapat dipahami segera. namun kita dapat mengajarkan prinsip-prinsipnya yang pokok. Dalam mempelajari ilmu pengetahuan ialah mempelajari disiplin ilmu. SMA. 2. Kurikulum yang membicarakan . cara ilmu itu memecahkan masalah. Memberi pengalaman agar siswa belajar bagaimana cara belajar. Suatu konsep. misalnya dengan taraf enactive. Memahami berarti dapat menghubungkannya dengan berbagai hal lain. Membimbing siswa agar ia sendiri dapat mempelajari berbagai macam bahan pelajaran atau memecahkan masalah yang dirumuskannya sendiri. bahkan selanjutnya di Perguruan Tinggi. Walaupun isinya berguna.Menurut Bruner. dalam bentuk yang benar dan jujur. Tiap pengetahuan dapat disajikan dalam bentuk yang sederhana yang dapat dipahami anak pada tingkat usianya. mengusahakan agar siswa memahami struktur pelajaran. Kita tak dapat mengajarkan segala sesuatu. Menerjemahkan teori menjadi struktur yang dapat dipahami anak melalui dialog antara guru dan anak. Menggunakan kemampuan mentalnya secara ekonomis dengan mencari relevansi dan memahami struktur bahan yang dipelajarinya. Bagaimanakah pendidikan melakukan tugas itu ? 1. 4. bahkan ada yang tidak kunjung dipahami sepenuhnya.

dan lain-lain dan mengutamakan motivasi intrinsik. Hadiah yang paling berharga terdapat dalam keberhasilan melakukan tugas. merasa diri kompeten. Keberhasilan tak perlu lagi diberi hadiah atau pujian. Kegagalan dapat menjadi motivasi intrinsik bila menjadi cambuk untuk mengeluarkan usaha yang lebih banyak. Pemecahan masalah dapat juga tercapai dengan menggunakan intuisi. telah ada sejumlah prinsip yang umum dapat diakui kebenarannya. Pengaruhnya sangat besar bagi pengembangan kurikulum dengan memberikan sejumlah mata pelajaran jauh lebih awal daripada sediakala. Pancasila misalnya. sering berupa pujian. yaitu proses berpikir yang tidak dapat diverbalisasi. menaruh minat. dapat dibicarakan pada berbagai tingkat pendidikan. disebut kurikulum spiral. . 5. Bruner menganjurkan untuk mengurangi motivasi ekstrinsik. Pemecahan masalah dilakukan dengan merumuskan hipotesis yang dicek kebenarannya berdasarkan data yang relevan. merasa turut terlibat. Itu sebabnya. Keuntungan kurikulum spiral ialah bahwa bahan dapat diajarkan lebih awal dan dengan demikian mempercepat kesiapan atau "readiness" tanpa menunggunya secara pasif. Akan tetapi kegagalan yang disertai hukuman akan merusak. Motivasi intrinsik ialah bila siswa menguasai pelajaran. ada kemungkinan siswa belajar untuk memperolehnya. Diharapkan siswa dididik agar dapat menemukan jawaban atas masalah dengan usaha sendiri. 4. Bruner tidak merasa terikat oleh perkembangan menurut fase perkembangan seperti dikemukakan oleh Piaget. angka baik. Motivasi belajar. sanggup memecahkan masalah yang sulit. menurut Hilgard. hadiah. PRINSIP-PRINSIP UMUM Walaupun belum ada satu teori belajar yang berlaku bagi semua jenis belajar. Keberhasilan dan kegagalan bertalian dengan tugas dapat menjadi motivasi intrinsik.pokok yang sama pada tingkatan yang senantiasa bertambah tinggi. Apa yang ditemukan sendiri lebih mantap dan mempunyai nilai transfer tinggi.

10. Kegagalan dalam belajar sebaiknya diatasi dengan adanya keberhasilan pada masa yang lampau. Keterangan tentang hasil yang baik atau kesalahan yang dibuat. 14. Untuk menguasai sesuatu sepenuhnya. Ulangan sebaiknya dilakukan secara berkala agar lebih lama dapat diingat. 5. Tujuan ini sangat sempit. Transfer hal yang dipelajari kepada situasi atau problema baru. Apa yang dapat dipahami oleh anak pandai. 4.dan mengurangi efektivitas belajar. misalnya memainkan lagu pada piano. Bahan pelajaran yang melatih daya pikir menduduki tempat . Hasil belajar yang sebaik-baiknya dicapai bila murid turut akttf mengolah dan mencernakan bahan pelajaran dan tidak sekedar mendengarkan saja. 7. diperlukan latihan yang banyak sehingga tercapai "overlearning". 6. 3. Bahan dan tugas yang bermakna bagi murid lebih diterima dan dipelajari murid daripada bahan dan tugas yang tak dipahami maksudnya. yakni melatih daya mental terutama daya pikir. Bahan pelajaran dapat uniform bagi anak. 9. 12. Motivasi mempertinggi hasil belajar. pujian. Ada perbedaan individual mengenai kesanggupan belajar. celaan. belum dapat dipahami oleh anak yang kurang pandai. Motivasi intrinsik memberi hasil yang lebih baik daripada tnotivasi ekstrinsik. Tujuan hendaknya realistis. Pada umumnya hadiah. jangan terlampau tinggi atau rendah agar menimbulkan kegiatan belajar yang tinggi. 8. 13.1. Hubungan tidak baik dengan guru dapat menghalangi prestasi belajar yang tinggi. akan lebih terjamin bila murid itu sendiri menemukan hubungan antara kedua hal itu dan selama belajar mendapat kesempatan menerapkannya dalam berbagai macam situasi. 11. PENGARUH TEORI BELAJAR TERHADAP KURIKULUM Teori ilmu jiwa daya bertujuan mencapai mental disiplin. dan kegagalan. membantu murid belajar. dan sukses lebih menggiatkan orang belajar daripada hukuman. 2. Motivasi yang berlebih-lebihan dapat menimbulkan gangguan emosional.

Karena itu digunakan metode problem-solving dan inquiryapproach. Penyajian hal-hal yang spesifik dengan cara yang sangat teliti itu tampak dalam pengajaran berprograma (programmed instruction) dan "teaching machines". Yang disajikan adalah unsur-unsur yang atomistis. dengan bimbingan serta bantuan guru sejauh diperlukan. Dalam penentuan bahan. Kurikulum meliputi perkembangan sosial. Anak sendiri harus menemukan jawaban masalah. Teori belajar menurut "mental discipline" atau ilmu jiwa daya digunakan bersama dengan teori belajar menurut teori stimulus dan response serta teori conditioning. yang terdi i r atas sejumlah S-R dan dikuasai melalui penyajian yang cermat. yang banyak memberi peranan "pasif" kepada anak. Banyak macam-macam teori tentang belajar yang di. dan sikap terhadap dunia. seperti belajar ketrampilan motoris. mengingat fakta-fakta dan informasi.yang penting. faktor anak tak berapa dihiraukan. Dalam menentukan bahan pelajaran dipertimbangkan minat dan perkembangan anak. Teori asosiasi mengutamakan bahan pelajaran yang spesifik. Organisasi bahan pelajaran dan metode mengajar mengutamakan hubungan dan integrasi serta pemahaman. Bahan itu disusun menurut urutan yang logis sesuai dengan sistematik mata pelajaran itu. Lagi pula banyak jenis-jenis belajar. TEORI BELAJAR DAN ILMU MENGAJAR Mengenai proses belajar itu seridiri kita hadapi berbagai-bagai kesulitan. Teori Gestalt atau field theory mempunyai tujuan yang luas. teori Gestalt ini memandang belajar sebagai proses yang memerlukan aktivitas anak. emosional. Juga "job analysis" seperti dilakukan untuk pertama kalinya oleh Charters didasarkan atas teori itu. yakni bukan hanya memberikan pengetahuan tapi juga proses menghadapi dan memecahkan masalah. pengembangan pribadi. dan intelektual. Berbeda dengan teori asosiasi. hafalan. jadi biasanya dimulai dengan definisi atau klasifikasi ilmiah baru kemudian obyek-obyek atau contoh-contoh yang konkrit. dan ulangan. lingkungan masyarakat anak dan bahan dari berbagai matapelajaran.pakai secara campur-aduk dalam praktek. ketrampilan intelektual seperti . bukan ide-ide yang prinsipiil. Fakta-fakta atau informasi spesifik diperlukan untuk memperoleh pemahaman itu.

Di lain pihak teori Gestalt atau field theory lebih sesuai untuk mempelajari hal-hal yang kompleks. karena anak itu senantiasa merupakan organisme dalam lingkungan yang turut mempengaruhinya dalam belajar. Akan tetapi cara belajar menurut teori ini lebih mudah dikuasai. Lagi pula arti istilah-istilah dan pengertian pokok dalam berbagai teori belajar sebenarnya masih kabur. hubungan sosial. Lingkungan tempat anak belajar perlu pula diperhatikan. misalnya bahwa hubungan S-R bertambah erat bila sering diulangi. Bahkan untuk belajar serupa ini Thorndike telah merumuskan sejumlah "laws of learning". . Penelitian hanya dilakukan mengenai bentuk belajar yang sederhana dengan binatang. minat.membentuk konsep. Karena itu tidak ada satu teori umum sebagai pegangan untuk segala jenis belajar itu. dan sebagainya. Akan tetapi kelemahannya ialah. belajar menurut "inquiry approach" memecahkan masalah. hasilnya segera dapat diketahui dan dinilai. bukan mengenai hal-hal jangka panjang. nilai-nilai. emosi. misalnya "insight" dalam teori Gestalt. Variabel dalam situasi belajar dalam kelas tidak dapat dikuasai sepenuhnya karena banyaknya variabel itu. Pada umumnya dapat kita katakan bahwa teori asosiasi lebih serasi u ntuk mempelajari hal-hal yang sederhana. Kebanyakan teori itu tidak didukung oleh eksperimen-eksperimen. Penelitian mengenai belajar dalam situasi belajar dalam kelas bersifat penelitian jangka pendek. terlampau kompleks dan tidak dapat dituangkan dalam bentuk prinsip-prinsip dan hukum-hukum yang cepat dan cermat. akan tetapi kurang sesuai untuk soal soal yang memerlukan proses mental yang kompleks seperti berpikir atau memecahkan suatu masalah dan untuk mempelajari sikap. Hanya petunjuk-petunjuk umum yang dapat diberikan. dan belajar sikap. Kita dapat menyaksikan apakah hasil penelitian itu berlaku pula bagi manusia dalam belajar halhal yang jauh lebih kompleks. yang mengandung masalah. dan sebagainya. atau emosi. "reinforcement" "trial-and-error" dan pengaruh pujian dan hukuman dalam belajar menurut teori asosiasi. bila hubungan itu disertai rasa senang atau puas. bahwa teori ini terlampau banyak variabelnya.

"insight" masalah. 9. tujuan. Namun mengajar belum didukung oleh psikologi belajar yang diperkuat oleh eksperimentasi. Teori asosiasi dike mbangkann oleh Skinner dalam "belajar berprograma" dan "teaching machines". 2. sedangkan teori Gestalt mementingkan perkembangan pribadi anak dalam usahan memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya dalam hidupnya. Walaupun teori belajar berbeda-beda. Apakah yang dimaksud dengan belajar ? Berikan beberapa definisi. Teori belajar yang dianut berpengaruh terhadap kurikulum yang dibina. pengalaman. Teori ilmu jiwa daya mengutamakan latihan mental yang diperoleh melalui bahan pelajaran. Belajar pada umumnya diartikan sebagai perubahan dalam kelakuan seseorang sebagai akibat pengaruh usaha pendidikan. Karena belajar dalam kelas banyak variabel yang tidak dapat dikuasai. 4. 5. Teori belajar juga mempengaruhi proses dan kegiatan mengajar-belajar. maka sebenarnya belum dapat disusun suatu ilmu mengajar atau "science of teaching" yang dapat meramalkan dengan pasti hasil suatu kegiatan mengajar. teori asosiasi (termasuk conditioning). dan teori organismic (Gestalt atau Field theory). maka percobaan kebanyakan dapat dilakukan tentang belajar menurut asosiasi. RANGKUMAN 1.Oleh sebab belum ditemukan teori belajar yang pasti. Tiap teori belajar mempunyai anggapan tertentu mengenai transfer belajar. Teori Gestalt mengutamakan prinsip keseluruhan. 3. teori asosiasi mengutamakan penguasaan bahan pelajaran sendiri. minat. namun ada prinsip-prinsip yang pada umumnya dapat diterima. Adanya kekurangan suatu teori belajar tidak berarti kita harus mengabaikan seluruhnya. 7. . 8. Ada berbagai-bagai teori belajar yang masing-masing mempunyai kebaikan dan kekurangan. 6. PERTANYAAN DAN TUGAS 1. Beberapa teori belajar yang terkenal ialah teori belajar menurut ilmu jiwa daya.

Bagaimanakah pendapat teori-teori belajar itu tentang transfer? 9. Bagaimana pendirian teori Gestalt atau "organismic" tentang belajar. Selidiki soal belajar di luar sekolah ? Apakah belajar di luar sekolah itu kurang pentingnya ? . 15. Cari bukti-bukti bahwa anak-anak pra-sekolah juga dapat berpikir. sosial. Bagaimanakah pendapat J.2. Bagaimana belajar itu menurut teori asosiasi ? 5. dan sebagainya ? 17. Dalam praktek pengajaran suatu teori dapat melengkapi yang satu lagi. Apakah pengaruh teori belajar itu terhadap kurikulum ? 4. Benarkah pendapat ini ? 11. dan ekonomi ? 14. Piaget tentang perkembangan kesanggupan berpikir pada anak? 18. Dan i ketiga teori yang dibicarakan teori manakah menurut pendapat saudara paling besar pengaruhnya terhadap kurikulum kita sekarang ? Berikan alasan alasan saudara ? 10. Apa sebab belajar menurut teori asosiasi masih sangat banyak diterapkan ? Apakah pengaruh ujian. test masuk. Bagaimanakah teori belajar menurut ilmu jiwa daya ? 3. Coba cari alasan-alasan untuk mengatakan bahwa dalam matapelajaran sosial anak-anak juga dapat dididik berpikir. Apakah pengaruhnya terhadap kurikulum ? 6. 12. Apakah ahli matematika dengan sendirinya sanggup me. Apakah orang yang mempelajari matematika akan lebih sanggup berpikir logis-sistematis daripada orang yang tidak mempelajarinya ? 13. 7.mecahkan masalahmasalah politik. Apakah pengaruh teori belajar terakhir ini terhadap kurikulum ? 8. Sebutkan beberapa prinsip yang secara umum dapat diterima oleh semua teori. 16.

Ada masanya dahulu anak disamakan . . khususnya fungsi ketiga. Pada umumnya faktor anak masih belum mcndapat perhatian yang selayaknya. ialah J. akan tetapi dapat menjadi rusak dalam tangan manusia yang telah dipengaruhi kebudayaan. Untuk melakukan tugas itu dengan baik. Anak dituntut berkelakuan seperti orang dewasa. dengan mengharuskan anak menyesuaikan diri dengan bahan itu dengan segala kesulitannya. Tokoh pertama yang membuka mata dunia untuk melihat dan memperlakukan anak sebagai anak. Ia menganjurkan agar anak diberi kesempatan untuk berkembang menurut kodrat alam masing-masing.dengan orang dewasa dalam miniatur. harus diperhitungkan anak sebagai faktor penting dalam pengembangan kurikulum. dari kecil sampai dewasa. Rousseau antara lain mengatakan bahwa segala sesuatu y ang datang dari Tuhan adalah baik. Salah satu sebabnya ialah bahwa bahan pelajaran terlampau diutarnakan. bahwa anak itu lain daripada orang dewasa. Ki Hajar Dewantara menyatakan sebagai Tut wuri handayani. ia dinilai menurut ukuran orang dewasa.J.BAB 4 ASAS PSIKOLOGIS ANAK PENDAHULUAN Fungsi sekolah ialah (1) menyampaikan kebudayaan kepada generasi muda demi kelanjutan bangsa dan negara. Dalam bukunya yang terkenal Etnile ia menguraikan fase-fase perkembangan anak. dan (3) mengembangkan pribadi anak seutuhnya. Namun "apa" yang diajarkan erat kaitannya dengan pertanyaan kepada "siapa" diajarkan. bahkan dalam pakaian pun ia mengikuti orang dewasa. (2) memberi sumbangan kepada perhaikan dan pembangunan masyarakat. untuk lebih mengetahui "bagaimana" mengajarkannya. perubahan-perubahan yang terjadi pada anak yang menuntut perlakuan sesuai dengan sifat perkembangannya. namun manusia penuh sebagai individu. Rousseau (1712-1778).

Banyak tokoh-tokoh pendidikan yang membaca buku karangan Rousseau sangat terpengaruh. ada yang mengadakan studi cross. Sekarang tak mungkin lagi kurikulum dikembangkan tanpa memperhitungkan anak dan perkembangannya. sosial.  Kecepatan perkembangan itu tidak merata. Maria Montessori ( ). emosional. seperti perubahan yang dicetuskan Cpernicus yang menjadi matahari dan bukan bumi sebagai pusat jagat raya. minat. yang mengikuti perkembangan anak selama bertahun-tahun. Froebel (1776 1841). ada masa bayi. Antara tahap-tahap itu sehenarnya tidak ada batas tertentu yang tegas. John Dewey memandangnya sebagai "suatu revolusi" yang menjadikan anak sebagai pusat pendidikan. ada masa tenang seakan-akan tidak ada perubahan yang disebut "plateau" atau dataran. Ada saat-saat cepat atau akselerasi. masa transesensi menjelang adolesensi. bahwa perubahan yang paling besar dalam pendidikan dalam abad ke-20 ini ialah menonjolnya kedudukan peranan anak dalam kurikulum. kini kurikulumlah yang harus disesuaikan dengan kebutuhan. ada pula saat yang lambat perkembangannya atau retardasi. Banyak peneliti yang telah mempelajari anak secara ilmiah. maka diperoleh sejumlah antara lain :  Anak berkembang melalui tahap-tahap tertentu. Penelitian perkembangan anak Indonesia masih menunggu ilmuwan yang berminat.1826). Pada tiap taraf anak menunjukkan sifat-sifat dan kebutuhan tertentu. karena perkembangan itu berjalan secara berangsur-angsur. Bila selama ini anak harus menyesuaikan diri dengan kurikulum yang ditentukan oleh orang dewasa. dan taraf perkembangan anak. . Berdasarkan berbagai penelitian itu. seperti J. bahkan sampai dewasa. F.fisik.intelektual faktor yang sangat penting untuk diperhitungkan dalam pengembangan kurikulum. PERKEMBANGAN ANAK Perkembangan anak . masa kanak-kanak lanjutan. dan banyak tokoh lain seperti Ki Hajar Dewantara. dan mental. Pestalozzi (1746 . Ada mengatakan. yakni mempelajari sejumlah besar anak pada usia tertentu.H. ada pula studi longitudinal. masa kanakkanak permulaan. juga John Dewey.sectional.

Mengizinkan variasi dalam pelajaraan berhubung dengan perbedaan individual akan sangat menguntungkan bagi anak. Kurikulum kebanyakan didasarkan atas asumsi bahwa perkembangan anak semuanya sama. atau tak dapat mengikuti pelajaran. Ada saatnya anak belum dapat mempelajari sesuatu.  Ada perbedaan pola perkembangan antara anak-anak. Mengenai perkembangan anak dipersoalkan. ia lebih besar dan tinggi daripada teman sekelasnya dan ini dapat mengganggu hubungannya dengan murid-murid lain. Perkembangan fisik yang cepat mempengaruhi aspek sosial dan emosional. Akan tetapi pelaksanaannya memerlukan guru yang lebih kompeten daripada mengajar bahan yang uniform dalam segala aspeknya. atau faktor lingkungan. akan tetapi pada usia yang lebih lanjut seakan-akan mekar dan menunjukkan prestasi yang luar biasa. digunakan metode yang sama dalam proses belajarmengajar. Apakah . Banyak kesulitan yang dihadapi anak karena perkembangan fisik yang tidak normal. karena belum siap. Hal ini bertalian dengan soal kematangan. sikap dan masalah-masalah baru. Karena cepat perkembangannya. Pelajarannya pun mungkin terpengaruh. Ada anak yang pada awalnya lamban belajar. Karena ada perbedaan pola perkembangan anak. Maka ditentukan bahan pelajaran yang sama. misalnya membaca permulaan. Juga dapat timbul rasa ketegangan dan kegelisahan. maka kurikulum harus memperhatikan perbedaan individual itu. Memaksa anak mempelajari sesuatu sebelum saat kematangan hanya menimbulkan frustrasi yang menyulitkan hidup anak serta menimbulkan rasa benci terhadap sekolah selain memberi konsep-diri rendah pada anak. apakah perbedaan pada anak disebabkan oleh faktor genetis atau pembawaan. maka ia cepat dan mudah menguasainya.Terdapat hubungan antara perkembangan aspek satu dengan satu lagi. belum matang.  Adanya pola umum dalam perkembangan anak memungkinkan pengembangan kurikulum untuk memperkirakan bahan apa yang akan sesuai kepada kelompok umur tertentu. akan tetapi setelah tercapai kematangan. Selain itu dapat timbul minat. Banyak macam usaha untuk memperhatikan perbedaan individual pada anak.

Lambat laun konsep tentang pendidikan mengalami perubahan dan sekolah modern menaruh perhatian kepada perkembangan seluruh pribadi anak. bahwa penelitian sering hanya meliputi salah satu aspek. ANAK SEBAGAI KESELURUHAN Sekolah tradisional terutama bertugas menyampaikan sejumlah pengetahuan melalui berbagai mata pelajaran. emosi. Pendidikan serupa ini mengutamakan aspek intelektual Orangtua mengirimkan anaknya ke sekolah agar menjadi pandai dalam arti mengumpulkan pengetahuan yang banyak. Sebenarnya pribadi anak selalu merupakan suatu kebulatan dan tak dapat dipisah-pisah dalam bagian-bagian yang lepaslepas. Anak yang terganggu kesehatannya. Pengetahuan tentang perkembangan anak. Anak-anak dari lingkungan sosial-ekonomi yang haik lebih mengikuti pelajaran daripada anakanak dari rumah tangga miskin. dan lain-lain. walaupun selalu menjadi pokok pertimbangan. baik mengenai segi jasmani. sosial maupun intelektual. anak yang terisolasi dalam kelas . sakit. seperti kepandaiannya bergaul. dan lain-lain. gambar-gambar. Karena aspek intelektual diutamakan. TV. lapar atau lelah. Dengan ilmu yang banyak lebih terjamin masa depannya untuk melanjutkan pelajarannya yang hanya dimungkinkan bila lulus dalam ujian yang justru menguji pengetahuannya. anak konstan. Salah satu sebabnya ialah. minatnya terhadap kesenian atau olahraga.misalnya kematangan membaca dapat dipengaruhi oleh keluarga yang menyediakan bacaan.Q. masih kurang jelas penerapannya dalam kurikulum. majalah. Anak dinilai bukan hanya berdasarkan prestasi intelektualnya. ataukah kita harus menunggu secara pasif sampai saat kematangan itu tiba dengan sendirinya'? Apakah I. akan tetapi dalam segala segi kepribadiannya secara komprehensif. anak yang mengalami kesulitan emosional karena frustrasi. aspek inteligensi. misalnya aspek jasmani. Kesulitan bagi pengembang kurikulum ialah melihat perkembangan anak sebagai keseluruhan yang bulat. Aspek kepribadian lainnya tidak mendapat pertimbangan. Juga anak giat belajar demi ilmu yang akan diperolehnya. ataukah dapat ditekan atau ditingkatkan melalui mutu lingkungan? Ternyata lingkungan dapat mempengaruhinya. maka segi pendidikan lainnya cenderung diabaikan.

anak-anak serupa itu akan terganggu dalam pelajarannya . itu benar dan sangat diinginkan. Bila Saudara memperhatikan suatu kelas. dalam waktu lima menit Saudara akan melihat berbagai perbedaan antara anak-anak. akan tetapi bila mereka ditempatkan dalam lingkungan yang jauh berbeda. Guru harus pandai. cita-cita dan dalam banyak hal lain. Anak menerima pelajaran bukan hanya dengan "kepalanya". Selalu terdapat perbedaan antara dua individu karena pengaruh pembawaan dan lingkungan. minat stabilitas emosional. kecepatan bereaksi. emosional. ia juga pendidik yang berusaha mengembangkan segala potensi anak agar menjadi manusia seutuhnya. kecepatan membaca. sehingga tak mungkin dua orang sama. Usia anak-anakpun ada perbedaannya walaupun duduk di kelas yang sama. anak yang merasa dirinya rendah karena konsep-diri yang rendah. dan sosial. anak yang merasa dibenci oleh guru. tekanan darah. ANAK SEBAGAI PRIBADI TERSENDIRI Tak ada dua orang yang sama dalam segala hal di dunia ini. harus banyak tahu. pendidikan di ramah. Ada pula perbedaan jenis kelamin yang perlu mendapat perhatian agar mereka dapat melakukan tugasnya sesuai dengan tuntutan masyarakat. Juga pada diri anak sendiri terdapat perbedaan dalam perkembangannya dalam berbagai bidang. kesehatan. Mereka juga berbeda dalam segi inteligensi. agama. kesukuan. Anak berbakat mungkin cepat perkembangan . tinggi dan berat badan. atau mengamati sekelompok anak bermain. rohaniah. keterampilan motoris. Dari segi pembawaan hanya anak kembar identik yang sama.tanpa teman. keterampilan berhitung. dengan atau tanpa alasan. latar belakang. sosial-ekonomi. akan tetapi juga dengan "hatinya" . Anak-anak saling berbeda. akan tetapi ia juga pendidik dan tugas ini memerlukan kompetensi dan pribadi yang jauh lebih luas daripada sekadar pengetahuan. jasmaniah. Guru sebagai pelaksana kurikulum hendaknya jangan melihat dirinya hanya sebagai pengajar yang menyampaikan bahan pelajaran. maka akan tampak berbagai perbedaan di antara mereka. harus menguasai disiplin ilmu.

metode belajarmengajar juga sama demikian juga penilaiannya. Anak yang cepat berkembang secara fisik. Untuk lebih menjamin kesamaan. Dari segi hakikat individu yang berbeda-beda. Pada saat tertentu semua akan dihadapkan kepada ujian akhir yang sama pula yang dapat dinilai dengan menggunakan komputer untuk memberi cara penilaian yang sama. sering tanpa kesempatan untuk mengadakan pilihan. Pada jam yang sama semua anak melakukan pekerjaan yang sama membuat hitungan yang sama. Apakah masih ada kemungkinan bagi guru memandang dirinya sebagai pengembang kurikulum dalam arti mikro untuk menyesuaikan pelajaran dengan perbcdaan anak dan keadaan lingkungan sekolah? juga di tingkat Perguruan Tinggi terdapat gejala yang sama dengan menentukan mata kuliah untuk tiap jurusan. menulis kalimat yang sama. dalam pendidikan masal umumnya. Dengan sendirinya guru sebagai pelaksana kurikulum akan patuh berpegang pada ketentuan itu. mahasiswa tidak terbatas lagi perkuliahannya pada apa yang . jumlah kredit akan menentukan apakah telah dipenuhi syarat untuk lulus. memaksa pelajar mengikuti pelajaran yang sama akan merugikannya. Ada sistem semester pada hakikatnya bertujuan memberi pilihan itu. Kurikulum uniform. Ada kurikulum yang fleksibel yang memungkinkan siswa mengadakan pilihan. dan walaupun pelajaran yang diikuti berbeda-beda. Pelajaran diresapi oleh keserbasamaan. Apakah sekolah harus berusaha melenyapkan perbedaan individual itu atau setidaknya memperkecilnya? Di sekolah tradisional. Dengan sistem kredit. mungkin sulit mengikuti pelajaran akademis Kepandaian anak dalam suatu bidang studi mungkin berbeda dengan penguasaan bidang lain. maka tujuan diuraikan sampai taraf spesifik termasuk bahan pelajaran yang terkait dan juga proses belajar -mengajar dan buku pelajarannya.intelektualnya akan tetapi ketinggalan dalam aspek sosial emosionalnya. malah sering tidak diacuhkan. menggambar barang yang sama. Kurikulum yang ditentukan oleh pihak atasan uniform bagi jenis pendidikan yang sama. Tampaknya pendidikan demikian berusaha menempa anak-anak yang pada hakikatnya serba-ragam menjadi manusia yang serba-sama. perbedaan individual kurang dapat diperhatikan. pelajaran sama bagi semua.

akan tetapi tarafnya berbeda-beda. d. Inisiatif orang-orang yang mencari jalan-jalan baru sering membawa kemakmuran dan kemudahan bagi umat manusia. yang lain daripada yang lain. Pendapat modern menginginkan program sekolah yang memberi kesempatan yang seluas-luasnya bagi perkembangan bakat anak. semua anak mempunyai inteligensi. Dengan demikian universitas akan sungguh-sungguh menjadi universitas dan bukan kumpulan fakultas atau jurusan. Untuk mendapat gambaran yang lebih jelas tentang perbedaan itu dalam pengajaran. Kelemahan di bidang . Ada hal-hal yang termasuk pengetahuan umum yang harus dimiliki oleh setiap siswa yang diharapkan dari setiap warga negara. Kreativitas dan inisiatif ini sering dibunuh atau tidak dipupuk di sekolah tradisional. Kesanggupan yang luar biasa pada umumnya bukanlah akibat kompensasi. ada yang rendah. ada yang tinggi. bangsa mem punyai badan yang sehat. c. persamaan antara manusia lebih besar daripada perbedaannya. Memperhatikan perbedaan individual tidak berarti bahwa semua pelajaran harus berbeda. perlu kita perhatikan hal-hal berikut: a. Kurikulum yang uniform pasti tidak akan memenuhi keinginan itu. karena dengan demikian banyak bakat disia-siakan. sejarah. dan sebagainya. tantangan. Perbedaan itu sebagian besar bersifat kuantitatif. bukan kualitatif. yakni ditimbulkan oleh kekurangan di bidang lain. Tiap anak berbeda dengan anak lain. Akan di samping itu ia hendaknya dapat menikmati pendidikan sesuai dengan bakat dan minatnya.disediakannya dalam satu jurusan. b. bahkan celaan. akan tetapi semua mata kuliah di universitas terbuka baginya. Namun demikian perbedaan itu lebih besar daripada uang diduga si pendidik. harus menguasai bahasa nasional. Perbedaan individual sangat besar nilainya. Walaupun tiap anak unik. Kemajuan-kemajuan dalam banyak lapangan hidup justru diperoleh berkat orang-orang yang mempunyai pendirian. walaupun mereka pada awalnya mendapat kecaman. kemampuan dan pikiran yang orisinal. la harus mengenal falsafah negara. Ini berarti kerugian besar bagi bangsa dan negara. misalnya.

e. Sifat-sifat seseorang harus ditinjau dalam rangka keseluruhan pribadinya. Akan tetapi banyak pula kelemahannya. Tidak ada pula kontinuitas dalam pelajaran dari tahun ke tahun. Memperturutkan anak belum menjamin kesesuaiannya dengan tujuan pendidikan. f. Namun demikian eksperimen itu besar pengaruhnya terhadap kurikulum selanjutnya. akan tetapi juga dalam bidang emosional. antara lain: a. c. serta hasrat untuk memberikan yang sebaik-baiknya kepada tiap anak. karena baru lahir dalam rundingan dengan anak. Ada kurikulum yang secara ekstrem mendasarkan kurikulum semata-mata pada kebutuhan anak. Tiap tahun pelajaran berlainan karena anaknya berganti. Jadi tidak ada pegangan bagi guru dan murid tentang pelajaran yang akan datang. . Menyesuaikan kurikulum dan pengajaran dengan perbedaan individual adalah usaha yang memerlukan pemikiran. Anak berada dalam masyarakat dan apa yang dipelajari harus juga memenuhi tuntutan masyarakat. KEBUTUHAN ANAK Kurikulum harus mempertimbangkan kebutuhan anak. Karena keberatan-keberatan itu kurikulum serupa itu hanya dilakukan pada sekolah-sekolah eksperimen. dan lain-lain yang harus dipertimbangkan dalam pendidikan. fisik.tertentu. tidak dengan sendirinya membangkitkan kesanggupan istimewa di bidang lain. Selain itu perlu usaha untuk mengenal anak secara individual. Ditinjau dari segi pshikologis-didaktis banyak kebaikannya. sosial. kreativitas. Pelajaran tidak dapat lebih dahulu direncanakan guru. b. Perbedaan individual tidak hanya dalam bidang inteligensi. Sebenarnya tak ada pelajaran yang sepenuhnya individual. Anak-anak sering tidak mengetahui apa yang sebenarnya dibutuhkannya. pengertian. yang disehut child-cebtered curriculum. Bermacam-macam cara yang dijalankan untuk memperhatikan perbedaan individual dalam proses belajar-mengajar. sebab selalu berlangsung dalam konteks sosial. sikap. anak turut serta merencanakan apa yang ingin dipelajarinya. d. Pelajaran didasarkan atas minat anak.

dan dunia sekitarnya. harus diperhatikan agar anak -anak cukup tidur. untuk menyatakan pikiran dan perasaannya dengan jalan bahasa. pekerjaan. Mereka ingin menguasai suatu keterampilan. atau gerak. KEBUTUHAN JASMANIAH Setiap anak ingin bergerak dan menggunakan badannya. Anak-anak ingin mempunyai harga diri dan . rumah tangga. lukisan. Di sekolah dorongan ini sering dikekang dan ditekan agar muridmurid tidak melanggar disiplin yang tegang yang menginginkan. Bangsa kita pada umumnya belum cukup sehat dan kuat menurut normanorma tertentu.Kebutuhan anak dapat digolongkan dengan berbagai cara. yakni mewujudkan tujuan pendidikan dengan menggunakan kejasmanian sebagai titik bertolak. seni. cukup bermain serta mendapat makanan yang sehat. Dalam arti modern pendidikan jasmani bertujuan mendidik manusia. memanjat-manjat dan melakukan aktivitas-aktivitas jasmaniah. Dorongan ini mudah kita lihat pada setiap anak. Di samping pendidikan jasmani harus diusahakan adanya keseimbangan antara bekerja dengan istirahat. agar anak diam duduk diam di bangku sambil mendengarkan ucapan-ucapan guru dan ia dituduh anak nakal bila ditunjukkannya keaktifannya. Kebutuhan ini dipenuhi dengan memberikan pendidikan jasmani. suara. dan sosial. Anak-anak ingin ingin aktif. Salah satu cara ialah membaginya atas : kebutuhan jasmani. sekalipun hasil mereka itu jauh di bawah norma-norma orang dewasa. Kesehatan dan pertumbuhan jasmani hendaknya senantiasa di bawah asuhan dokter dan juru rawat sekolah. Mereka ingin dipuji atas usaha mereka. Anak -anak suka berlari-lari melompat-lompat. ingin merasai kepuasan atas hasil atau sukses yang mereka capai. KEBUTUHAN PRIBADI Anak-anak mempunyai dorongan untuk memuaskan keinginan untuk mengetahui sesuatu. akan tetapi tujuan khusus yaitu membentuk manusia yang sehat dan kuat merupakan aspek yang penting pula.harkat sebagai manusia. kebutuhan pribadi. Setiap anak ingin diakui dan dihormati sebagai individu yang mempunyai tempat dan hak dalam masyarakat sekolah. .

melainkan terutama o leh kesanggupannya untuk bergaul dan bekerja sama dengan orang lain. Membimbing anak agar ia menjadi mahluk sosial ialah suatu fungsi sekolah yang amat penting. Setiap manusia harus hidup dalam hubungan yang erat dengan orang lain untuk mencapai kebahagiaannya. Murid-murid diajak berunding untuk menentukan apa yang akan dipelajari dan bagaimana langkah langkah untuk mencapai tujuan itu. Dengan demikian sekolah dijadikan suatu masyarakat tempat murid-murid mempraktikkan hak dan kewajihan anggota-anggota masyarakat yang demokratis. Seorang bayi tidak akan mungkin hidup serta mengembangkan pembawaannya tanpa bantuan orang tuanya dan banyak orang lain yang tak terhitung jumlahnya. KEBUTUHAN SOSIAL Tak mungkin manusia itu hidup lepas dari masyarakat.Sekolah zaman sekarang berusaha memenuhi kebutuhankebutuhan itu dengan memberi anak-anak kebebasan bergerak. Mencari hubungan dengan orang lain ialah dorongan yang wajar pada tiap anak. maka kita menyangsikan manfaat cara yang dipakai sekolah yang memaksa murid-murid duduk diam. . mengadakan percobaanpercobaan dan melakukan tugas-tugas lain. Kurikulum modern memberi murid-murid lebih banyak kebebasan bekerja sama dalam kelompok untuk melakukan tugas-tugas. Human relationship atau hubungan antar-manusia hendaknya lebih dipentingkan di sekolah. kelas itu dijadikan semacam laboratorium atau ruang kerja di tempat anak-anak belajar dalam suasana yang lebih leluasa. Di sekolah lebih diutamakan persaingan daripada gotong-royong. Bila ini kita akui. bekerja. melarang mereka membicarakan pelajaran serta bantu-membantu dalam memecahkan suatu soal. Dari penyelidikan-penyelidikan ternyata bahwa kebahagiaan seseorang dalam kehidupan dan jabatannya bu kanlah ditentukan oleh pengetahuan intelektualnya. Kebebasannya dibatasi oleh hak-hak orang lain yang juga merupakan haknya sendiri. asal saja jangan menganggu orang lain. Dalam hal ini pendapat setiap anak dihargai dan dipertimbangkan.

self-esteem. bila ia merasa kelaparan. Louis Raths mengembangkan teorinya tentang kebutuhan pokok yang menunjukkan sejumlah persamaan dengan Maslow. Dalam kurikulum perlu diusahakan keseimbangan antara kebutuhan institusional dan kebutuhan pribadi anak. untuk hidup. 2. Agar ini tercapai ia harus dibantu untuk mengetahui apa yang dapat dilakukannya dan diberi kesempatan untuk agar ia berhasil melakukannya dengan baik. agar dapat mengembangkan potensi yang dimiliki sepenuhnya. dapat membantu. atau rasa aman 3. oleh sebab kebutuhan itu bersifat hierarkis. sukses dalam pekerjaan dan pelajaran. Tak dapat anak merasa aman. Lingkungan. harus dipenuhi segala kebutuhan yang dibawanya. kebutuhan untuk merealisasikan kepribadian yang penuh. Rasa berhasil. Agar dapat merealisasikan diri. Saudara dapat mempelajarinya lebih lanjut dalam buku-buku tentang psikologi anak. pakaian. dan lain.Seperti dikatakan di atas. yakni menemukan identitasnya.lain. membantu anak ke arah self-actualization. Ia membedakan delapan macam kebutuhan. kebutuhan fisiologis.realization. yakni kebutuhan akan: 1. survival. survival. yakni: . tak mungkin mempunyai harga-diri bila tidak dicintai. termasuk guru dan orangtua. dapat pula menghalangi anak mentiju self-realization. siapa dia. tidak merasa aman dan mendapat kecukupan dalam keperluan makanan. kebutuhan akan harga-diri 5. KEBUTUHAN MENURUT BEBERAPA TOKOH Salah satu daftar kebutuhan manusia yang pokok yang cukup terkenal ialah yang dihasilkan oleh Abraham Maslow atas dasar penelitian yang luas dan mendalam. self-actualization. termasuk pelajaran sekolah. apa yang diinginkannya. Kebutuhan yang tertinggi yang harus dicapai ialah self. security. ada bermacam-macam cara untuk membagi kebutuhan anak. kebutuhan akan cinta-kasih 4. love and belonging. akan menjadi apa ia.

Int dapat dilakukan dalam kegiatan belajar dan kegiatan lainnya di sekolah. The need for love and affection (cinta kasih) 2. jadi dalam hubungan sosial seorang bayi telah memiliki perlengkapan untuk berkembang. maka anak akan lebih berhasil melakukan tugas-tugas sekolah lainnya. . The need for achievement (Keberhasilan) 3. Menurut Earl Kelley pribadi yang berfungsi penuh. The need to be free from deep feelings of guilt (bebas dari rasa berdosa yang mendalam) 6. Ia meminta perhatian guru yang lebih banyak terhadap kebutuhan emosional anak dengan keyakinan. Guru dapat mengidentifikasi kelakuan ana k yang tak-sosial. The need to be free from deep feelings of fear (bebas dari rasa takut yang mendalam) 7. bahwa bila kebutuhan ini dipenuhi.1. mempunyai ciri-ciri sebagai berikut  Ia berpikir baik tentang dirinya. Menurut Raths guru dapat mempelajari cara-cara memenuhi kebutuhan itu dalam rangka pelajaran di sekolah. "a fully functioning self". dan lain-lain) 8. demikian pula tentang orang lain serta mengetahui bahwa orang lain penting baginya. The need for economic security (rasa aman dalam keuangan. The need for self-respect (harga-diri) 5. Tujuan Raths ialah agar guru herusaha menciptakan lingkungan belajar yang memberi rasaaman kepada anak-anak. The need for belonging (diterima dalam kelompok) 4. The need for understanding of self (pengenalan diri). sehingga memiliki kepribadian yang dapat berfungsi sepenuhnya. walaupun ia bukan ahli psikologi atau psikiatri. akan tetapi ia tidak akan dapat mengembangkan dirinya bila tidak dalam kehadiran orang lain: Anak-anak perlu senantiasa meng adakan interaksi positif dengan anak-anak maupun orang dewasa. PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN MENURUT EARL KELLEY Earl Kelley mengemukakan pendirian bahwa kepribadian seluruhnya atau hampir seluruhnya dibina dalam hubungan atau interaksi dengan manusia lainnya.

akan pada usia tertentu ibu mengharapkan ia dapat melakukannya sendiri.  Ia melihat pentingnya manusia baginya. tak perlu bertentangan dengan kebutuhannya ditinjau dari segi masyarakat. Sewaktu masih bayi ibu mengganti bajunya. dan seterusnya. maka ia tidak merasa bahagia dan tidak akan sanggup melakukan tugas berikutnya dengan berhasil baik. tak ada jalan dalam hidupnya selain berpegang pada nilai-nilai. Ia melihat dirinya sebagai pribadi yang senantiasa dalam proses perkembangan secara dinamis. ia akan senantiasa kreatif dalam peranannya. kebutuhan anak ditinjau dari segi psiko-biologis. Developmental tasks ini meningkat dengan bertambah usianya. Tiap individu mempunyai tugas-tugas tertentu. sesuai dengan taraf perkembangannya. Havighurst dalam konsep developmental tasks yakni tugas-tugas yang harus dipenuhi oleh seseorang. . J. Mengembangkan kepribadian anak juga akan membantunya mencapai tujuan-tujuan lain. Gejala ini dituangkan Erikson dan yang lebih terkenal R. makin banyak hal-hal yang diharapkan orang tua dan masyarakat umum daripadanya. ia akan merasa senang. Ia tahu. dan ia akan berhasil melakukan tugas-tugas selanjutnya. Bila ia dapat memenuhinya. pemuda. mengembangkan dan menghormati nilai-nilai kemanusiaan. Makin tambah usianya. Guru-guru dapat menggunakan prinsip-prinsip di atas sebagai pegangan untuk mencapai tujuan kurikulum di sekolah. yang diharapkan masyarakat dapat dan harus dilaksanakannya. dan dalam penycmpurnaan diri melihat nilai membuat kesalahan. Ini diharapkan.  Oleh sebab hidup ini senantiasa berubah dan berkembang. bahkan dituntut oleh lingkungannya. Berbarengan dengan pertumbuhan anak. Developmental tasks ini tak ada akhirnya. DEVELOPMENTAL TASKS Seperti kami katakan. Akan tetapi bila ia tidak dapat memenuhinya ia akan mendapat celaan dan kecaman. dari anak sekolah. masyarakat mempunyai tuntutan tentang kelakuannya.

bahwa kurikulum yang didasarkan atas konsep itu akan mempertemukan kebutuhan perkembangan fisik. Adanya developmental tasks ini memberi gambaran lain tentang kebutuhan anak. kita memberikan bimbingan kepada anak untuk menyesuaikan diri dengan dunia dan dengan dirinya sendiri yang sedang mengalami persoalan itu. dan lain-lain secara terpadu. Ditinjau dari segi ini kurikulum yang "child-centered" yang ekstrim tak dapat dipertahankan. Selanjutnya dapat memperjelas tujuan pendidikan dan saat yang lebih tepat untuk mengajarkannya. . kebutuhan anak.J. Developmental tasks berbeda menurut kebudayaan tempat anak itu hidup. berbeda dengan neg ara lain. emosi. Havighurst yang menggunakan pengertian "developmental tasks" yakni tugas-tugas yang tak dapat tiada harus dipenuhi oleh setiap anak sesuai dengan setiap taraf perkembangannya yang dituntut oleh lingkungan atau masyarakat. kalau kita ingin membantu murid-murid memecahkan kesukaran pribadinya dengan membicarakannya di sekolah. Dengan memasukkannya ke dalam kurikulum. Dalam arti psikologis kebutuhan itu bersifat individual. motivasi. sosial. masa tua. Selanjutnya kami berikan "developmental tasks" bagi anak sekolah dan pemuda. pemuda.dihadapi oleh anak. Implikasi "developmental tasks" bagi kurikulum ialah. misalnya berbeda di berbagai daerah di Tanah Air kita. sedangkan dari segi "developmental tasks" mengandung aspek sosial. Seperti telah dikatakan. Salah satu usaha untuk mempertemukan kedua aspek itu dilakukan oleh R. Penelitian serupa ini perlu diadakan. ditinjau dari psikobiologis tidak perlu bertentangan dengan kebutuhannya ditinjau dari sudut masyarakat. Sukses dalam "developmental tasks" memberi pengaruh positif terhadap prestasi sekolah. sampai akhir hayat. Kita harus menyelidiki hingga manakah pokok-pokok yang di atas merupakan masalah-masalah bagi anak-anak Indonesia. orang dewasa. masa pensiun. Memenuhi tugas itu berarti kebahagiaan dan sukses dalam melakukan tugas-tugas berikutnya.

7. membebaskan dirinya dari sifat-sifat yang kekanak-kanakan. 2. Anak gadis menerima dan mempelajari tugasnya wanita dan anak laki-laki sebagai bakal bapak yang akan bertanggung jawab atas rumah tangganya. 4. Memupuk sikap terhadap golongan dan lembaga-lembaga sosial. 9. Tugas ini harus telah dimulai sejak kecil. 8. celaan oleh masyarakat dan kesulitan untuk tugas-tugas selanjutnya. 6. Menerima dan mempelajari tugas atau peranan menurut jenis kelamin masingmasing sesuai dengan norma-norma masyarakat. 3. Membentuk sikap yang sehat terhadap dirinya sebagai organisme yang hidup. 3. Mempelajari peranan sosial sebagai anak laki-laki atau perempuan. dan faktor-faktor lain. 5. dan berhitung.Kegagalan memenuhinya berarti kesusahan bagi individu. 4. itu sebagaimana adanya dan . Tugas ini sering dipersulit oleh adat istiadat. Mencapai hubungan sosial yang lebih memuaskan dan lebih matang dengan anggota jenis kelamin lain. Tugasnya ialah menerima bentuk badannya menggunakan sebaik-baiknya. kesusilaan. Membentuk pengertian-pengertian yang perlu untuk kehidupan sehari-hari. Memperoleh kemerdekaan emosional lepas dari kebergantungannya dari orang tua dan orang dewasa lain. Menerima baik keadaan badannya dan menggunakannya dengan efektif. Developmental tasks" untuk anak-anak ialah : 1. Mempelajari kecekatan jasmani yang perlu untuk permainan-permainan biasa. 2. Membentuk kata-hati. menulis. dan skala norma-norma. Pemuda-pemuda ada yang bercita-cita mempunyai tampan seperti bintang film akan tetapi keadaan jasmaninya mungkin kurang sesuai dengan idamannya itu. sikap orang tua. Memperoleh kecakapan-kecakapan fundamental dalam membaca. Belajar bergaul dengan teman-temannya sebaya. "Developmental tasks" bagi pemuda menurut Havighurst sebagai berikut : 1. Mencapai kemerdekaan pribadi.

Tujuannya ialah memperoleh sikap yang positif terhadap kehidupan keluarga dan pendidikan anak-anak. 8. PERKEMBANGAN INTELEKTUAL Seorang ahli psikologi Swiss. tugas ini terutama berlaku bagi anak pria akan tetapi berangsur-angsur bertambah penting bagi anak-anak wanita. yakni pengertian tentang undang-undang pemerintah. tetapi juga menunjukkan perbedaan karena tuntutan masyarakat yang berlainan di berbagai tempat. Memilih dan mempersiapkan diri untuk suatu jabatan. Ia antara lain menemukan bahwa anak-anak pada mulanya masih berpikir . 7. Jabatan itu penting dalam masyarakat dan menjamin kemerdekaan ekonomi serta memberi kedudukan sosial. politik. Jean Piaget selama 40 tahun mengadakan penelitian tentang perkembangan intelektual atau proses berpikir anak. Tugas-tugas yang dihadapi mereka ditentukan oleh pertumbuhan psikobiologis yang mungkin mempunyai dasar persamaan bagi seluruh pemuda di seluruh dunia. "Developmental tasks" yang dikemukakan oleh Havighurst harus pula kita selidiki kebenarannya bagi anak-anak Indonesia dan menyesuaikannya dengan keadaan yang dihadapi oleh pemuda-pemuda dalam masyarakat kita. Memupuk kelakuan yang secara sosial dapat dipertanggung jawabkan. 9. Mempersiapkan diri untuk perkawinan dan kehidupan rumah tangga. Memperoleh kemerdekaan ekonomi. 10. yakni dengan turut serta dalam kehidupan masyarakat dan negara sebagai orang dewasa dan memperhitungkan norma-norma masyarakat dan kelakuannya. ekonomi.5. dan lain-lain. dari bayi sampai masa pemuda. Memperoleh kecakapan dan pengertian yang diperlukan untuk menjadi warga negara yang baik. lembaga-lembaga sosial. Memperoleh sejumlah norma sebagai pegangan untuk kelakuannya yang digunakannya sebagai pandangan hidup untuk memahami kedudukannya di dunia ini serta hubungannya dengan manusia lain. 6.

misalnya bahwa gelas yang lebih tinggi lebih banyak isinya daripada gelas yang pendek. karena isi gelas tinggi dipindahkan ke dalam gelas pendek. mencari benda yang diambil dari penglihatannya. Ia telah dapat melihat hubungan antara bagian dengan keseluruhan. akan tetapi bukan tangan kanan orang yang menghadapinya. koordinasi tangan . sekitar usia 12 tahun ia mulai herpikir secara abstrak dengan menggunakan generalisasi dan konsep-konsep. misalnya matahari tidur. Akan tetapi pada fase pertama pemikirannya terutama mengenai data yang konkrit. perkembangan bahasa dan persepsi yang cepat (2 . memandang benda mati seperti makhluk hidup. Fuse senso-motoris (bayi . Anak-anak haru dapat memusatkan perhatiannya kepada satu variabel. Akan tetapi proses berpikir anak berkembang terus berkat bertambahnya pengalaman daan pengetahuannya. pandangan animistis.4 tahun).mulut. mengacaukan khayal dan kenyataan.mata. misalnya bahwa seorang dapat tinggal sekaligus di Bandung dan di Jawa. pikiran dan bahasa bersifat ego-sentris. subjektif. .7 tahun)  masalah dipecahkan dengan memikirkannya.dria (sensory) dan gerakan (motoris). mengetahui tangan kanannya. mengadakan berbagai usaha untuk mencapai tujuan. Ia belum dapat melihat hubungan antara dua variabel. 2. koordinasi tangan . koordinasi pengamatan alat . Kegiatan mentalnya ditujukannya kepada objek dan kejadian yang kongkret yang langsung di hadapannya. juga dapat melihat analogi. Fase pra-operasional (2 . yang diperhatikannya hanya tingginya. tinggi dan lebar gelas. Perkembangan intelektual menurut Piaget dalam garis besarnya adalah sebagai berikut : 1. orientasi menurut bagaimana ia melihat sesuatu. Pada usia sekitar 7 tahun telah tampak pemikiran logis pada anak. Pada fase berikut. hanya dari pandangannya sendiri.menurut apa yang dilihatnya. la juga belum dapat memahami bahwa satu objek dapat mempunyai lebih dari satu ciri yang dapat dimasukkan dalam klasifikasi yang berbeda-beda.2 tahun)  gerak refleks. walaupun sebenarnya isinya sarna.

3. PERKEMBANGAN SOSIAL-EMOSIONAL Dalam garis besarnya perkembangan emosional bergerak dari kedudukaan kebergantungan ke taraf ketidak-bergantungan atau kemandirian. telah dapat menganalisis validitas cara-cara berpikir. Faktor-faktor yang dapat membantu perkembangan intelektual antara lain : a. Proses adaptasi dan asimilasi berjalan terus demikian mengembangkan kemampuan intelektualnya. namun dapat dipengaruhi. c. Jika ia menghadapi sesuatu yang tidak sesuai dengan struktur mentalnya. apa yang diperolehnya dari lingkungan kebudayaannya.11 tahun)  memahami reversibilitas. . pengalaman. namun perlu diolah secara mental. masih belum dapat memecahkan masalah verbal yang agak kompleks. d. walaupun bentuk bejana berbeda. Adanya pembagian dalam fase-fase tidak berarti bahwa ada batas yang tegas antara fase-fase itu. 4. berpikir sambil memanipulasi benda. misalnya volume air tetap. ia harus mengadaptasikannya dengan memben struktur mental tuk yang lebih tinggi. mulai dapat berpikir mengenai masalah konkrit.15 tahun)  semua jenis masalah logis. Fase operasi formal (11 . kematangan. transmisi sosial. atau pendek kata berpikir. b. Fase operasional konkrit (7 . pengaruh lingkungan. Dengan operasi mental dimaksud mengoperasionalkan pikiran. Setelah itu dapat mengasimilasi hal-hal yang tercakup oleh struktur mentalnya. pemikiran formal masih egosentris dalam arti masih ada kesukaran untuk menyesuaikan yang ideal dengan kenyataan. dan dari perhatian untuk diri-sendiri ke orientasi kepada orang lain. artinya bahwa bila dihadapkan dengan masalah akan mengalami gangguan keseimbangan dan tidak akan puas sebelum masalah dipecahkan untuk mengembalikan keseimbangannya pada taraf yang lebih tinggi. terutama pertumbuhan. keseimbangan. Perkembangan intelektual berjalan secara kontinu. termasuk mengemukakan dan menguji hipotesis dapat dipecahkan.

Dalam perkembangan sosialnya. Dan akhirnya. . ia mula-mula hanya menaruh perhatian kepada kepentingan dan perasaannya saja. ia mulai dapat mempengaruhi kelakuan orang lain dan senantiasa memperluas lingkaran pesahabatannya. khususnya ibunya. bagaimana konsep dirinya banyak diperolehnya dari feedback atau reaksi orang lain terhadap kelakuannya. menjelang dan selama masa pubertas. mengembangkan kemampuan untuk mengadakan hubungan intim dan akrab dengan seseorang sebagai persiapan untuk membentuk rumah tangga sendiri. apalagi bila orangtua ingin memperlakukannya seperti sediakala. Ia dapat mengikat tali persahabatan dengan teman lain. bahkan pengaruh teman melebihi pengaruh orangtua. Anak itu. yang makin merosot. lambat laun ia lebih mampu mengurus diri sendiri. dengan bertambahnya pengalamannya. yang mencari identitasnya sendiri serta kemandirian mulai berkonflik dengan orangtua. oleh sebab ia masih serba-lemah. Dengan berkembangnya dalam bidang fisik. serba tak tahu. Ia mulai bertanya. ikatannya dengan teman sebaya bertambah erat. Ia juga harus mengembangkan diri dalam hubungannya dengan anggota jenis kelamin lain. Lambat laun. intelektual. Pada scat inilah terjadi krisis identitas. untuk mencari identitasnya sendiri serta kemandirian yang diperlukan bagi setiap orang yang dewasa. Kurikulum sekolah hendaknya membantu anak dalam transisi sosial untuk melepaskan diri dari ikatan keluarga dan pengaruh temah sebaya. Perhatiannya masih banyak terhadap orang-orang yang dekat padanya dalam keluarga. Ia selanjutnya berkembang sebagai anggota masyarakat yang lebih luas. "Siapa saya?" Siapa dia. Untuk segala kebutuhannya ia memerlukan bantuan lingkungannya. seperti anggota masyarakat negara dan dunia.Pada mulanya anak sangat bergantung terutama kepada orang tuanya. menjelang kedewasaan dalam banyak hal ia telah mandiri dan tak lagi banyak bergantung kepada orang tua sampai ia dewasa dengan kemandirian penuh. ia berangsur-angsur menaruh perhatian kepada orang lain. Pada usia sekolah dan sepanjang di SD.

Apa yang diharapkan oleh orang yang dianggap sebagai sesuatu . Berhuat baik merupakan instrumen atau alat untuk menerima kebaikan dari orang lain. tanpa mementingkan konsekuensinya. Peneliti ingin mengetahui apa alasan atau sebab anak memilih jawaban tertentu. Berdasarkan penelitian ternyata bahwa perkembangan moral anak melalui tahap-tahap tertentu. Orientasi hukuman dan kepatuhan Sesuatu dianggap baik bergantung pada hukuman atau akibat fisik baginya yang menyakitkan atau menyenangkan. Tingkatan pra-konvensional Pada tingkatan ini anak telah dapat merenspons terhadap aturan dan akan tetapi baik dan buruk diukur dari konsekuensi fisiknya berupa hukuman atau ganjaran dan pujian yang ditentukan oleh orang yang memegang otoritas. Hukuman harus dihindari dengan menunjukkan kepatuhan. 1. Tak mungkin seorang melompati salah satu tahap. Kohlberg menemukan enam tingkatan dalam perkembangan moral yakni tingkatan pra-konvensional. berusia antara 10-28 tahun. Bahkan kita berbuat baik agar orang lain baik pula kepada kita. Orientasi instrumental Tindakan baik bila memberi kepuasan bagi diri atau juga bagi orang lain. karena tidak menimbulkan konsekuensi fisik yang merugikan. Kita menolong orang lain agar ia kelak akan menolong kita. menurut urutan tertentu.Perkembangan moral Tokoh yang paling terkenal yang telah ineneliti perkembangan moral anak ialah Lawrence Kohlberg. negara. menurut apa yang diharapkan. Dalam wawancara itu anak itu dihadapkan kepada situasi yang mengandung dilemma moral yang metnberi kemungkinan macam-macam jawaban. la memilih 50 orang. masyarakat. 2. Tingkatan konvensional Pada tahap ini anak ingin memelihara hubungan baik dengan orang lain. keluarga. lalu mewawancarai mereka tiap tiga tahun selama 18 tahun. Kepatuhan baik. konvensional. pascakonvensional dan masing-masing tingkatan terbagi dalam dua bagian.

Orientasi kontrak-sosial legalistik Suatu tindakan dianggap baik sesuai dengan hak individu atas pemikiran yang luas serta mendalam serta diterima baik oleh seluruh masyara kat. undangundang dan hukum yang telah ditentukan oleh yang yang berkuasa demi ketertiban masyarakat. dengan itikad baik. . Orientasi hukum dan aturan Kelakuan yang baik ialah mematuhi dan menghormati aturan. Ia berkelakuan baik bukan untuk memperoleh keuntungan bagi dirinya akan tetapi karena kebaikan itu diharapkan oleh masyarakat daripadanya. 3. sesuai dengan prinsip-prinsip etis yang universal seperti keadilan sosial. Karena itu ia ingin menyesuaikan diri dengan harapanharapan itu dengan menunjukkan kesetiaannya kepada ketentuan-ketentuan demi ketertiban masyarakat. Tidak semua orang akan dapat mencapai tingkat moral tertinggi ini. Kebanyakan orang hanya dapat mencapai tingkat keempat. 5. Mematuhi peraturan adalah kewajiban baginya. Tingkatan pasca-konvensional atau tingkat otonom. 6. Orientasi prinsip etis yang universal Tindakan dianggap benar bila dilakukan berdasarkan keputusan hati-nurani atau kata-hati.yang berharga. Pada tingkatan ini individu merumuskan nilai-nilai atau prinsip-prinsip moralnya atas pemikiran kritis serta mendalam. tingkat berprinsip. Orientasi kerukunan antar individu Kelakuan yang baik ialah yang menyenangkan orang lain yang dilakukan . maka secara legal undang undang dapat diubah berdasarkan pertimbangan rasional demi kepentingan masyarakat. dan harkat manusia sebagai individu. Bila ada kesepakatan masyarakat mengenai prinsip tertentu. 4. kesamaan hak manusia.

Seuaikan diri agar mendapat penghargaan dari orang yang memandangnya dari segi kepentingan umum. h) mengumpulkan segala keterangan mengenai anak itu dalam bentuk "cumulative record" yakni pengumpulan segala keterangan mengenai anak itu. antara lain : a) mengamati dalam berbagai situasi dan lingkungan. yang dimulai pada saat ia masuk ke Taman Kanak-kanak dan terus-menerus ditambah dari tahun ke tahun dan "menyertai" anak ke sekolah mana saja pun ia pindah. 4.P dan Strong. d) mempelajari anak dalam hubunganya dengan anak-anak lain dengan metode sosiometri. bersandiwara dan lain-lain. Sesuaikan diri agar jangan mengutuk diri sendiri. bukan saja dalam situasi kelas melainkan juga sewaktu bermain-main. dengan orang tuanya dan dengan orang-orang lain yang ada hubungannya dengan anak itu. J. 6. (Shaver. Mematuhi peraturan untuk menghindari hukuman. f) menyelidiki hasil-hasil pekerjaan anak. Sesuaikan diri untuk mencegah tindakan dari orang yang berkuasa. Sesuaikan diri agar mengelakkan kecaman atau kebencian orang. .Secara sederhana tingkat perkembangan moral (Kohlberg) dapat digambarkan sebagai berikut : 1. berkaryawisata. 3. Sesuaikan diri agar memperoleh pujian atau ganjaran dan agar kebaikan itu mendapat balasan. melainkan juga di luar sekolah. Pada masa yang akan datang diharapkan akan ada bermacam-macam test untuk mengenal inteligensi anak Indonesia dan segi-segi kepribadian lainnya. bukan di sekolah saja. e) mengadakan catatan berkala atau anecdotal record mengenai kelakuan anak itu dalam situasi-situasi tertentu. W.149) Ada berbagai cara untuk mempelajari anak. g) menyuruh anak membuat huku harian. 2. b) mengadakan percakapan dengan anak. h. c) menggunakan test dan angket. 5.

5. Pendidikan harmonis mencakup perkembangan kognitif. 9. Banyak tokoh pendidikan yang dipengaruhi olehnya. lain daripada yang lain. 11. RANGKUMAN 1. Maka sebagian dari kurikulum dapat sama bagi semua. 2. 6. banyak pula persamaan antara mereka. fase pra-operasional. biasanya mengenai anak yang sukar dididik. Sejak itu anak menjadi faktor yang harus dipertimbangkan dalam kurikulum.. Ia membedakan fase sensomotoris. Robert Havighurst mempertemukan perkembangan individu dengan tuntutan atau harapan masyarakat dalam konsep " developmental tasks". Earl Kelly mempunyai pandangan tertentu tentang kebutuhan anak. Kurikulum hendaknya memperhitungkan keunikan anak agar ia sedapat mungkin dapat berkembang sesuai dengan bakatnya.i) mengadakan penyelidikan yang mendalam mengenai riwayat hidup dan kelakuan anak (case study). Louis Raths. fase operasional kongkret. j) mempelajari buku-buku tentang anak-anak. Abraham Maslow. Ada berbagai cara bagi guru untuk mempelajari anak. Lawrence Kohlberg menggunakan pola Piaget untuk mempelajari perkembangan moral pada anak. 3. atau perkembangan intelektual. Pandangan tentang anak berubah secara radikal oleh Jean Jacques Rousseau. dan fase operasional formal. 12. 10. 7. Kebutuhan anak dapat ditinjau dari segi anak dan dari segi masyarakat. Jean Piaget mengadakan studi yang mendalam tentang perkembangan intelektual anak. Kedua segi ini harus dipertimbangkan dalam pengembangan kurikulum. mempunyai ciri-ciri tersendiri. Anak merupakan keseluruhan dan bereaksi sebagai keseluruhan terhadap lingkungannya. . social dan fisik. Kurikulum yang semata-mata didasarkan atas kebutuhan dan minat anak yakni child-centered curriculum dikatakan ekstrem karena anak selalu berada dalam masyarakatnya dan tak dapatmelepaskan diri dari tuntutan masyarakat. 4. 8. Walaupun tiap anak berbeda dengan anak lain. afektif dan psikomotor. Tiap anak unik. emosional.

dan apa sebabnya? 12. . Adakah perbedaannya? Dalam hal apa. Adakah bukti Saudara. yang manakah yang Saudara rasa perlu diberi perhatian dalam pendidikan kita? 9. 2. Yang manakah di antara "The Ten Imperative Needs" yang menarik bagi Saudara yang menurut pendapat Saudara perlu dipertimbangkan dalam kurikulum kita? 10. Coba terapkan beberapa cara guru untuk mengenal anak. 5. Apakah jasa Rousseau bagi pendidikan. Catat perbedaan- perbedaan yang Saudara observasi. Apa tafsiran Saudara bahwa anak itu suatu keseluruhan. 3. Bila diperhatikan kebutuhan anak yang disebut oleh Maslow. Andaikata Saudara ingin memperhatikan perbedaan individual bagaimanakah dapat melakukannya dalam pelajaran yang Saudara berikan. Cuba pikirkan apa sebab demikian halnya. dan Kelly. 6. Perhatikan sekelompok anak bermain atau berkumpul. Adakah persamaan antara ketiga pendapat itu? yang manakah yang paling menarik bagi Saudara? Alasannya ?. Selidiki hingga mana perbedaan individual diperhatikan di sekolah kita. Pilih salah satu anak yang tinggal dekat Saudara. Kesulitan apakah Saudara hadapi? 7. Ratsh dan Kelly. Sesuaikah kebutuhan pemuda seperti dikemukakan Donald Doane dengan kebutuhan pemuda kita? 11. Bandingkan pendapat Rousseau dengan semboyan pendidikan kita "Tut Wuri Handayani". 4. Bandingkan kebutuhan anak menurut Abraham Maslow dengan apa yang dikemukakan Raths. 8. Bandingkan "developmental tasks" di desa dan di kota.PERTANYAAN DAN TUGAS 1. Adakah Saudara lihat perbedaan "developmental tasks" dahulu dan sekarang? Apa sebab terjadi perubahan itu? 13.

karyawisata. Kurikulum dapat juga diartikan sebagai sesuatu yang hidup dan berlaku selama jangka waktu tertentu dan perlu direvisi secara berkala agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. dan banyak kegiatan lainnya. kepala sekolah. karena dala:n interaksi dalam kelas selalu timbul hal-hal yang spontan dan kreatif yang tak dapat diramalkan sebelumnya. Perubahan kurikulum di sini berarti mengubah semua yang terlibat di dalamnya. mengubah pedoman kurikulum. Mengubah kurikulum dalam arti yang luas ini jauh lebih luas dan dengan demikian lebih pelik. pendek kata mengenai seluruh kehidupan anak sepanjang bersekolah. Kurikulum yang formal. Kurikulum ini sangat erat hubungariya dengan kepribadian guru. Kurikulum dalam arti ini tak mungkin direncanakan sepenuhnya betapapun rincinya direncanakan. juga orang tua dan masyarakat umumnya yang berkepentingan dalam pendidikan sekolah. kita dapat hertanya dalam arti apa kurikulum digunakan. nilai-nilai yang tertinggi dalam kelakuan anak-didiknya. Dalam hal ini dikatakan. melainkan segala sesuatu yang dialami ailak dalam kelas. Keduanya saling berkaitan. ruang olah raga. sebab menyangkut banyak variabel. penilik sekolah. relatif lebih terbatas daripada kurikulum yang riil.bukan sekadar buku pedoman. Dalam hal ini guru lebih besar kesempatannya merjadi pengembang kurikulum dalam kelasnya. Kurikulum dapat juga dilihat sebagai produk yaitu apa yang diharapkan dapat dicapai siswa dan sebagai proses untuk mencapainya. Selanjutnya kurikulum dapat ditafsirkan sebagai apa yang dalam kenyataan terjadi dengan murid dalam kelas. Kurikulum yang riil. murid. yaitu guru sendiri. Akhirnya kurikulum dapat dipandang sebagai cetusan jiwa pendidik yang berusaha untuk mewujudkan citacita. bahwa . tempat bermain. Kurikulum dapat dipandang sebagai buku atau dokumen yang dijadikan guru sebagai pegangan dalam proses belajar-mengajar.BAB 5 PROSES PERUBAHAN DAN PERBAIKAN KURIKULUM MAKNA PERUBAHAN KURIKULUM Bila kita bicara tentang perubahan kurikulum. warung sekolah.

kedudukan atau keadaan yang mungkin membawa perbaikan. Perbaikan diadakan untuk meningkatkan nilai. curriculum change is social change. Biasanya yang lama itu timbul dalam bentuk yang agak lain. pada taraf yang lebih tinggi. Perubahan di sini tidak membawa perbaikan. Perubahan adalah pergeseran posisi. sesudah itu yang dipentingkan ialah masyarakat. Bila pada ketika kurikulum sepenuhnya dipusatkan pada anak. PERUBAHAN DAN PERBAIKAN Perubahan tak selalu sama dengan perbaikan. sekalipun memberi perbaikan dalam segala hal bagi semua orang. Anak yang mula-mula tak mengenal ganja. akhirnya ternyata menimbulkan masalah lain. Namun demikian. masyarakat. Perubahan. Dalam bidang kurikulum kita lihat betapa banyaknya ide dan usaha perbaikan kurikulum yang dicetuskan oleh berbagai tokoh pendidikan yang terkenal. sehingga kurikulum itu ditinggalkan atau diubah. dan untuk mengetahuinya digunakan kriteria tertentu. dapat berubah menjadi anak yang mengenalnya lalu terlibat dalam kejahatan. dalam sejarah pendidikan. akan tetapi dapat juga memperburuk keadaan. kemudian disadari bahwa tak dapat anak hidup di luar masyarakat. Perbedaan kriteria akan memberi perbedaan pendapat tentang baik-buruknya perubahan itu.perubahan kurikulum adalah perubahan social. akan tetapi perbaikan selalu mengandung perubahan. Misalnya. akan tetapi semua aspek : anak. bila dalam pelajaran akademis diutamakan hafalan fakta dan informasi. Ada masanya pelajaran akademis yang diutamakan. Namun demikian sering diadakan perubahan dengan maksud terjadinya perbaikan. tak pernah sesuatu kembali dalam bentuk aslinya. BAGAIMANA TERJADINYA PERUBAHAN . Perbaikan berarti meningkatkan nilai atau mutu. Perbaikan selalu dikaitkan dengan penilaian. akan tetapi timbul pula perhatian baru terhadap pengetahuan akademis. kemudian tampil anak sebagai pusat kurikulum. maupun pengetahuan secara berimbang. Apa yang mula-mula diharapkan. Macam-macam kurikulum telah diciptakan dan banyak di antaranya telah dijalankan. Disadari bahwa dalam kurikulum tak dapat diutamakan hanya satu aspek saja. kemudian diutamakan prinsip-prinsip utama.

mengemukakan perubahan sebagai masalah yang dipecahkan bersama. dan luas perubahan yang ingin dicapai. menguji alternatif. Cara ini efisien. tanpa mengakui kemampuan guru untuk berpikir sendiri dan hanya diharuskan menerima saja. namun dalam jangka panjang tidak efektif. Dapat juga dengan membangkitkan motivasi intrinsik dengan menjalankan sikap ramah. sehingga tidak terdapat perbedaan nilai lagi antara penerima dan pencetus perubahan. berbagai cara yang dapat digunakan. pengumpulan data. dianggap akan lebih mantap dan meresap dalam hati guru. dengan menjelaskan sifatnya. dan selanjutnya mengambil kesimpulan berdasarkan percobaan. misalnya motivasi intrinsik dengan janji kenaikan gaji atau pangkat. Untuk mencapai kesamaan pendapat. Menjadikan perubahan sebagai masalah. dengan menggunakan otoritas atau indoktrinasi. menyamakan pendapat sehingga selaras dengan pikiran para pencetus. sebab . segera luntur dan hanya diikuti secara formal dan lahiriah. PERUBAHAN GURU Perubahan kurikulum tak akan dapat dilaksanakan tanpa perubahan pada guru sendiri. guru juga sering tidak mudah berubah. penuh kesabaran dan pengertian. Guru cenderung bersifat konservatif. maka sering dijalankan cara otoriter. memperoleh kredit.Menurut para ahli sosiologi. bila dari pihak guru dirasakan kekurangan dalam keadaan. akrab. mengajak turut berpatisipasi. dapat juga. fase legitimasi. paksaan keras atau halus. melibatkan semua yang terlibat dalam perumusan masalah. Akan tetapi karena prosedur ini makan waktu dan tenaga yang banyak. karena telah biasa dengan cara-cara yang lama. Perubahan akan lebih berhasil. dan selain itu diinginkan perubahan yang uniform di semua sekolah. Perubahan yang terjadi atas paksaan dari pihak atasan. yang lama ditinggalkan saja tanpa membekas. perubahan terjadi dalam tiga fase. saat orang mengadopsinya. Dan bila ada perubahan atau perbaikan baru. biasanya tidak dapat bertahan lama. saatnya orang menerima ide itu dan fase kongruensi. yaitu taraf permulaan ide perubahan itu dilancarkan. sehingga timbul hasrat untuk memperbaikinya demi kepentingan bersama. indoktrinatif. Setiap perubahan akan dapat mengganggu ketenteramannya. yakni fase inisiasi. tujuan. Seperti manusia lainnya.

Selain itu ia jangan bertindak sebagai orang yang serba tahu yang akan mengubah kelakuan guru. Perubahan hendaknya disertai pengalaman yang kongkret. mencari hipotesis atau alternatif. Metode yang meniadakan peranan guru dan terutama didasarkan atas bahan yang telah tersusun. mengambil keputusan. Bila ia memperoleh informasi melalui ceramah atau bacaan. Dalam proses itu hendaknya selalu diusahakan komunikasi terbuka. Timbul padanya kebutuhan dan motivasi untuk menerima perubahan yang dapat memberi perbaikan. Ia dapat bersama guru merumuskan masalah yang dihadapi yang akan dipecahkan bersama. Seorang yang ingin melancarkan perubahan. atau sebagai makhluk rasional yang dapat diajak berpikir dalam memecahkan masalah bersama. Ia akan menentang perubahan yang akan mengurangi kedudukannya. Ia melihat situasi dengan mata lain. Pada saat itu ia terbuka bagi perubahan. apakah sebagai orang yang kurang terdidik yang memerlukan latihan. Namun apabila ia merasa ketidakpuasan dengan keadaan. Ia juga menentukan bagaimana memandang guru.tugasnya terutama untuk melestarikan kebudayaan dengan menyampaikannya kepada generasi muda. maka ia mencari cara baru untuk mengatasi kekurangan yang dirasakannya pada dirinya dan dalam situasi pendidikan. harus berusaha menimbulkan kebutuhan itu pada guru-guru. ataukah sebagai seorang profesional yang bertanggung jawab atas mutu profesinya. atau makhluk psikologis yang dapat dibujuk. maka ia dapat memperoleh pandangan baru tentang pendidikan. atau sebagai makhluk ekonomis yang harus diberi insentif. Walaupun petugas itu mempunyai kedudukan yang lebih tinggi. hendaknya ia hati-hati menggunakan kekuasaan dan kewibawaannya. Sikap petugas pembaharu banyak berpengaruh atas kemantapan perubahan yang diinginkan. uang. tidak akan diterima guru . menguji-cobakannya dan mengevaluasinya. sehingga guru-guru bebas mengemukakan pendapatnya. Guru adalah tokoh utama dalam kelasnya. atau sebagai pegawai yang dapat dipaksa agar patuh. mengumpulkan data. Hendaknya ia sebanyak mungkin melibatkan guru dalam proses perubahan itu.

namun rendah hati dan tidak memamerkan pengetahuannya. Mengadakan dalam struktur itu dapat mengancam ke dudukan seseorang.dengan senang hati. Akan tetapi ia harus seorang profesional. ada pula yang acuh-tak-acuh. mengikuti prosedur yang tetap. Ada yang ikut-ikutan tanpa komitmen. Sering pula organisasi itu mempunyai hierarki yang ketat. menganalisis situasi. dan pikiran akan menemui pertentangan. menentukan perubahan yang perlu diadakan. Ada yang bersedia menerimanya. Untuk itu diperlukan kebijaksanaan dan kepekaan sosial. ada yang ikut sekadar mengamankan diri karena takut bila ia mendapat tindakan. Tiap orang mempunyai status tertentu dan menjalanakan peranan tertentu yang memberinya harga diri atau kekuasaan. Diusahakan mengenal daya-daya yang membantu dan menghalangi perubahan itu dan diadakan usaha untuk memperkuat daya-daya yang menyokong sambil melemahkan. Menurut para ahli dalam "social engineering" dalam usaha mengadakan perubahan dapat dilalui empat Iangkah. melumpuhkan bahkan meniadakan daya-daya yang menghambat. yakni 1. waktu. Tiap organisasi mempunyai struktur sosial tertentu. memantapkan perubahan itu. . Juga perubahan yang meminta pengorbanan tenaga. Sikap orang terhadap perubahan berbeda-beda. mengadakan perubahan itu. dan 4. yaitu dua pihak yang bertentangan. Ia harus mempunyai sensitivitas sosial. 3. Untuk mengadakan perubahan. Hendaknya dicegah timbulnya popularisasi. ada yang menentangnya terang-terangan atau diam-diam. MENGUBAH LEMBAGA ATAU ORGANISASI Mengubah lembaga atau organisasi menghadapi kesulitan lain. terbuka bagi pikiran orang lain dan terbuka bagi perubahan. harus diketahui dan dipertimbangkan keadaan yang ada. 2. Perubahan hanya dapat berhasil bila semua bekerja-sama. harus dapat mempengaruhi orang dan memberi inspirasi. Ia hendaknya diakui sebagai manusia. Orang yang berperan sebagai pengubah kurikulum harus dapat bekerjasama.

Kelima. Ketiga. Diusahakan agar semua menaruh minat terhadap usaha itu. kurikulum yang uniform menghambat ruang gerak guru untuk mengadakan perubahan dan menimbulkan kesan. selalu cukup banyak kesempatan bagi guru untuk berperan sebagai pengembang kurikulum. tidak mendapat insentif dan hanya menerima penghargaan finansial berupa gaji seperti guru lain yang hanya mengikuti tradisi. maka besar harapan akan diterima dan digunakan untuk masa selanjutnya. Setiap metode. pendidikan. termasuk kurikulum. Pertama. Terlampau banyak variabel yang mempengaruhi hasil suatu tindakan pendidikan. Juga Kanwil tidak menyediakan petugas yang bersedia dipanggil kapan saja guru atau sekolah memerlukan bantuannya guna mengatasi kesulitan yang dihadapi berkenaan dengan pelaksanaan kurikulum. KELAMBANAN PERUBAHAN DALAM PENDIDIKAN Dibandingkan dengan bidang pertanian. perubahan dalam pendidikan berjalan dengan lamban sekali. Kedua. guru atau siapa saja yang mengadakan perbaikan. betapapun banyak kebaikannya. Bila timbul keyakinan akan kebaikan perubahan itu. seakan akan tiap penyimpangan dari apa yang telah ditentukan dalam pedoman kurikulum akan dianggap sebagai pelanggaran. Diberi waktu untuk membicarakan dan memikirkan makna perub ahan itu bagi lembaga atau organisasi dan dengan percobaan itu bagi lembaga atau organisasi dan dengan percobaan mempraktikkannya memperIihatkan manfaat perubahan itu. termasuk kurikulum belum cukup mempunyai dasar ilmiah.Semua harus menyadari adanya masalah yang dihadapi serta kemungkinan untuk mengadakan perubahan. kebanyakan guru mempertahankan cara-cara lama yang telah teruji dan telah dikenalnya dengan baik dan dijalankan secara rutin. seperti halnya dalam bidang pertanian yang menyediakan petugas lapangan. sedangkan cara-cara yang baru sangat sukar diterima dan membudaya. Dapat disebut beberapa sebab kelambanan itu. pendidikan. betapapun rincinya kurikulum ditentukan oleh pusat. Praktik-praktik yang telah dijalankan ratusan tahun yang lalu masih berlaku. tidak mempunyai petugas tertentu. Belum dapat diramalkan dengan pasti apa yang akan terjadi bila dijalankan metode tertentu. demikian pula tiap kurikulum. Keempat. Tentu saja diharapkan agar guru- . Akan tetapi seperti telah dikemukakan di atas. yang bersedia memberi bantuan kapan saja diperlukan. mempunyai sejumlah kelemahan.

Orlosky mempelajari berbagai perubahan dan pembaruan kurikulum dalam 80 tahun akhir-akhir ini di Amerika Serikat. Perubahan ini lebih sulit lagi dibandingkan dengan perubahan sebelumnya. Alterasi juga berarti perubahan. Jadi di sini perubahan itu sangat kecil hanya mengganti atau menukar buku pelajaran. orientasi baru. Dengan variasi dimaksud menerima metode yang berhasil di sekolah lain untuk dijalankan di sekolah sendiri. dengan meniadakan yang lama. sedangkan di pihak lain dikurangi waktunya. Dan akhirnya. Substitusi dapat berupa mengganti buku pelajaran. variasi. yang memberi peranan baru kepada guru dan memerlukan tenaga dan fasilitas baru. misalnya peralihan dari kurikulum .. 2. Perubahan itu dapat berupa : I . perubahan yang paling besar risikonya ialah bila dituntut orientasi nilai-nilai baru. STUDI TENTANG KEBERHASILAN PERUBAHAN KURIKULUM Othanel Smith dan D. karena perlu diyakini apa sebab perlu jam pelajaran ditambah. yakni . substitusi. Perubahan ini lebih sulit diadakan dibanding dengan substitusi. dalam hal ini misalnya menambah atau mengurangi jam pelajaran untuk bidang studi tertentu. restrukturiSasi. TINGKAT PERUBAHAN Peruhahan kurikulum dapat kecil dan sangat terbatas. atau kurikulum yang berpusat pada pengetahuan akademis menjadi kurikulum yang berpusat pada anak atau macam-macam pendekatan lain dalam kurikulum. 4. misalnya IPS dengan buku karangan orang lain yang dianggap lebih baik. dan 5. padahal mengajar itu selalu merupakan "adventure" penuh rahasia yang menarik untuk dipikirkan. Lebih banyak risikonya ialah restrukturisasi. misalnya menjalankan team teaching. dapat pula luas dan mendasar. yang dapat mempengaruhi jam pelajaran bidang studi lain. yang "subject-centered" menjadi "unit approach". Perubahan serupa ini memerlukan perubahan pada guru yang harus mempelajari dan menguasai cara baru itu. alterasi. Pengawasan yang terlampau ketat dari atasan akan menghambat berkembangnya inisiatif dan kreativitas guru dan merendahkannya menjadi sekadar tukang yang banyak bekerja secara otomatis dan rutin. 3.guru lebih banyak diberi peluang untuk mencari cara-cara baru atau lebih menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan murid dan lingkungan.

Nilai 3 artinya perubahan dan nilai 4 menunjukkan bahwa perubahan itu telah berhasil memasuki semua sekolah. Environmental education. Thirty school experiment. waktu dan pengorbanan dari pihak guru. Juga Activitiy Curriculum. hanya berupa ide akan tetapi tidak ada perwujudannya di sekolah. Safety education dan Vocational and technical education pada umumnya diterima baik oleh kebanyakan sekolah. tenaga. Penelitian dan perkembangan ternyata tidak . bila terlampau banyak tuntutan. Apa sebab ada yang diterima sedangkan ada pula yang kebanyakan ditolak? Ternyata menambah atau mengurangi mata pelajaran lebih mudah diterima daripada reorganisasi seluruh kurikulum. Perubahan tidak akan diterima atau bertahan lama.yang terjadi sebelum dan sesudah 1950. Creative education atau Core curriculum. seperti halnya dengan Sex education. namun mempunyai pengaruh terhadap pendidikan. Sex education dan Unit method kurang mendapat "pasaran". Environmental education. Misalnya Driver education. Community school. Vocational and technical education dapat diterima dengan mudah. perubahan kurikulum hendaknya menyesuaikan diri dengan "kebudayaan" guru. Selain itu. selain dengan kebudayaan masyarakat. Community school. Merombak kurikulum mengandung banyak risiko tanpa jaminan akan berhasil baik. Creative education. Elective System. sedangkan Thirty school experiment yang mengharuskan perombakan kurikulum secara menyeluruh hanya tinggal cita-cita yang tak berwujud. yaitu cara mereka lazimnya berpikir dan berbuat. seperti Activity curriculum. atau mendapat tantangan dari pihak guru. pikiran. Nilai 2 artinya. bila kurang dukungan dari masyarakat. Nilai 1 berarti bahwa ide pembaruan itu tidak dilaksanakan di sekolah dan sukar dicari realisasinya di sekolah. jadi telah membudaya. Ternyata bahwa kurikulum seperti Core curriculum. Sebaliknya Driver education. bahwa perubahan itu tidak diterima secara meluas. Atau.atau menghilangkan kekuasaan guru. atau mengubah peranannya. Keberhasilan perubahan atau pembaruan mereka beda penilaian 1 sampai 4. karena mengurangi .

workshop. melanjutkan. Mereka harus diikutsertakan dalam merumuskan dan memecahkan masalah yang dihadapi bersama. BEBERAPA KURIKULUM Di bawah ini diberi sejumlah saran-saran singkat tentang Iangkah-langkah dalam proses mengubah kurikulum : 1. 3. Mendesak agar cepat bekerja akan cepat menghasilkan pekerjaan yang tergesa-gesa dan tidak cermat.efektif dalam perubahan kurikulum. misalnya dari Kanwil atau Perguruan Tinggi Perlu disediakan sumber dan bahan yang diperlukan. 2. dapat memberi bantuan masing-masing dalam perubahan kurikulum. demikian juga inservice education dan pengembangan staf. observasi. Juga bahan pelajaran seperti paket pelajaran. TV. Pelaksanaan perubahan memerlukan waktu. Dalam perubahan kurikulum kepala sekolah memainkan peranan yang sangat penting. seminar. jangan pula terlampau lambat. Perubahan harus responsif terhadap kebu tuhan dan kemampuan guru. Keberhasilan perubahan bergantung pada kualitas dan kuantitas para peserta. Tentukan kegiatan yang sesuai. Ada kalanya diperlukan bantuan dari orang lain. Pupuklah suasana dan kondisi kerja yang serasi. Ada kalanya untuk suatu program. Saran-saran mereka harus diperhatikan. konperensi. dan memantapkan perubahan. atau menggunakan alat-alat seperti tape-recorder. Hen daknya dijauhi hal-hal yang dapat mengganggu. PETUNJUK TENTANG PROSES PERUBAHAN . pusat alat instruksional dapat memberi sumbangan dalam perubahan kurikulum. Suasana kerja harus memberi kesempatan bagi peserta untuk mengeluarkan buah pikirannya secara bebas. kelompok studi. demonstrasi. Selain itu penataran atau mengikuti kuliah di perguruan tinggi untuk mengikuti perkembangan pengetahuan dalam disiplin tertentu. dan lain-lain. Berikan waktu yang cukup. karena dialah yang mempunyai kekuasaan dan kewibawaan dan kepemimpinan untuk melancarkan. diperlukan waktu 3-4 tahun. dapat pula mengadakan wawancara. misalnya ada yang lebih serasi bila dilakukan oleh panitia. misalnya perbaikan pengajaran bahasa. jangan terlampau cepat.

kementerian Depdikbud. Evaluasi dimaksud untuk memperoleh gambaran tentang taraf tercapainya tujuan. metode yang dianjurkan sangat terbatas dan tidak spesifik. Banyak lagi kesempatan bagi guru untuk secara kreatif memilih dari sejumlah besar metode. perbaikan kurikulum terutama tergantung pada guru. Tak semua guru sadar akan peranannya sebagai pengembang kurikulum.4. Penilaian formatif dan sumatif untuk pelajaran yang diajarkan guru. menentukan hanya sampai tujuan instruksional umum. Bahan pelajaran juga hanya pokok-pokoknya. karena ia memandang dirinya sekadar sebagai pelaksana kurikulum. yang berusaha jangan menyimpang sedikit pun dari ketentuan dari atasan. Baru kemudian ditentukan kegiatan-kegiatan untuk mencapai tujuan itu. Setelah dirumuskan tujuan perubahan. Di pihak lain. TIU. Demikian pula. kurikulum dapat ditafsirkan sebagai segala sesuatu yang terjadi dalam kelas dan sekolah yang mempengaruhi perubahan kelakuan para siswa dengan berpedoman pada kurikulum yang ditentukan oleh Pemerintah. harus segera ditentukan cara menilai hingga mana tercapainya tujuan itu. PROSES PERBAIKAN KURIKULUM Seperti telah dikemukakan. Pada satu pihak. dan ada tidaknya perbaikan pengajaran dalam kelasnya bergantung pada ada tidaknya usaha guru. akan tetapi dapat men- . strategi. atau model mengajar yang tersedia. Ia tidak terikat pada test tertulis. dan kalaupun dirincikan. Kurikulum sekolah kita. Yang diberikan terutama garis-garis besarnya. masih banyak yang harus dilengkapi guru. Tentukan prosedur penilaian dalam tiap usaha perubahan. Apa yang ditentukan oleh atasanya sebenarnya masih jauh dari lengkap. Dalam posisi itu boleh dikatakan ialah pengembang kurikulum. Dialah menentukan apa yang sesungguhnya terjadi dalam kelasnya. Yang dihasilkan ialah suatu kurikulum nasional yang menentukan garis-garis besar apa yang harus diajarkan kepada murid-murid. Yang merumuskan TIK-nya ialah guru. kurikulum bermacam-macam tafsirannya. mustahil meliputi kegiatan guru-siswa sampai hal yang sekecil-kecilnya. sepenuhnya dalam tangan guru. Dalam arti terakhir ini. kurikulum dipandang sebagai buku pedoman dan wewenang untuk mengembangkannya ialah pusat.

Ialah yang berada dalam posisi strategis untuk mengenal perkembangan anak. Sebaliknya . guru yang berjiwa dinamis dan terbuka bagi pembaruan. masih terdapat jarak yang cukup luas. Dan tiap guru berbeda pribadinya dengan guru lain.apalagi sekolah di daerah lain yang berbeda sifat geografi dan sosialekonominya. Fungsi ini tentu harus lebih disadari kepala sekolah yang bertanggung-jawab atas pendidikan di seluruh sekolahnya dan seyogianya berusaha sedapat mungkin mengadakan perbaikan kurikulum sekolahnya Tiap sekolah berbeda dengan sekolah lain. sehingga guru hanya berperan untuk mengatur distribusi bahan itu menurut kecepatan anak. Juga muridnya menunjukkan ciri-ciri khas yang mungkin bertukar dari tahun ke tahun. Dialah yang dapat menilai aspek-aspek kepribadian anak. fisik. estetis. Pendekatan pertama sangat mahal selain banyak kekurangannya. berkompetensi tinggi. walaupun berada di kota yang sama. Meningkatkan mutu pendidikan dapat dilakukan dengan dua macam pendekatan. dan kegiatan guru. menyusun paket pelajaran sedemikian rupa. Dalam hal inilah ia harus sadar akan fungsinya sebagai pengembang kurikulum. Kurikulum kita uniform di samping usaha untuk sedapat mungkin mengatur apa yang harus dilakukan oleh guru sampai yang sekecilkecilnya. Pendekatan ini pun tak mudah dijalankan karena menuntut kualitas guru yang tinggi yang masih belum terpenuhi pada saat ini.jalankan penilaian yang lebih komprehensif yang meliputi aspek emosional. sosilal. etis. sosial. dan lain-lain. Pada umumnya guru kita masih belum menyadari peranannya sebagai pengembang kurikulum. mental. moral. Kurikulum yang uniform dapat menjadi alasan bagi guru untuk menjauhi inisiatif perbaikan dan hanya menunggu instruksi dari pihak atasan. yang memerlukan pemikiran. Ia dapat menilai kemampuan kognitif pada tingkat mental yang jauh lebih tinggi daripada yang dapat diukur dengan Ebtanas. Pendekatan kedua ialah meningkatkan mutu guru sehingga mampu menjalankan bahkan memperbaikinya bila ada kelemahannya. Antara kurikulum nasional yang dijadikan pedoman sampai perubahan kelakuan anak. kreativitas. Pertama. Pelajaran itu dapat berupa modul atau pelajaran berprograma. sikap dan aspek afektif lainnya. Pendekatan kedua memerlukan guru yang profesional.

kita harus memperhatikan sejumlah dasar-dasar pertimbangan. misalnya kurang mengenal potensi guru. Kurikulum tak kunjung sempurna dan senantiasa dapat diperbaiki. bagaimana memanfaatkan balikannya. bagaimana mengorganisasi bahan itu. sumber belajar apa yang diperlukan. pelajaran harus memperhatikan perbedaan individu dan mencari relevansi dengan kebutuhan setempat. antara lain : y y y y y y y Mengetahui tujuan perbaikan Mengenal situasi sekolah Mengetahui kebutuhan siswa dan guru Mengenal masalah yang dihadapi sekolah Mengenal kompetensi guru Mengetahui gejala sosial Mengetahui perkembangan dan aliran dalam kurikulum. Kurikulum bukan benda mati akan tetapi sesuatu yang hidup mengikuti perkembangan zaman. sumber belajar yang tersedia di sekolah atau lingkungan. Jadi perbaikan kurikulum tak kunjung berakhir dan bergerak terus. Bahan segera usang karena kemajuan zaman. agar usaha itu berhasil baik. kurang mengenal keadaan masyarakat lingkungan. bagaimana menilainya. Mengetahui Tujuan Perbaikan. cenderung mematikan kreativitas guru. tidak mengenal sejarah perkembangan sekolah atau memahami kurikulum sekolah . Ada kemungkinan. Bila kita ingin memperbaiki kurikulum sekolah. bagaimana cara mencapainya. bagaimana melaksanakannya. Langkah pertama ialah mengetahui dengan jelas apa yang sebenarnya ingin dicapai. dan sebagainya.atasan yang tidak merangsang guru untuk bersifat dinamis dan memberi kesempatan serta dorongan untuk mencobakan perbaikan atas pemikiran sendiri dan tidak turut serta dalam usaha perbaikan dan penyesuaian dengan keadaan setempat. tujuannya harus diperjelas atau diubah. demikian pula desain perbaikan atau implementasinya dan metode penilaiannya. apakah perlu dicari proses belajar-mengajar baru. Mengenal Keadaan Sekolah. Sering guru-guru tidak mengenal betul situasi sekolah yang sebenarnya.

Mempelajari Kebutuhan Murid Dan Guru. intelektual. proses belajar-mengajar. hasil belajar. macammacam golongan etnis. apakah perbaikan itu sungguh-sungguh mengenai inti persoalan ataukah hanya menyinggung gejalanya. kebudayaan masyarakat anak. bagaimanakah menyisipkan perbaikan itu kedalam kurikulum resmi. keadaan rumah tangga. sosial. Agar ada dorongan untuk memperbaiki kurikulum harus disadari adanya kesenjangan antara keadaan yang nyata dengan apa yang diharapkan oleh kurikulum resmi atau apa yang diinginkan siswa dan guru. Mengetahui kebutuhan itu merupakan titik tolak bagi usaha perbaikan. Untuk mengetahui kebutuhan mana yang dirasa paling penting untuk diatasi. moral. wawancara. dan sebagainya. memilih bahan pelajaran . misalnya dari staf perguruan tinggi. lulusan dan putus sekolah. Untuk melaksanakan perbaikan itu perlu diadakan studi yang lebih luas guna memperoleh data lain yang dirasa perlu. Juga dapat diadakan brainstorming dengan guru.sebagai keseluruhan serta hubungannya dengan instansi lain. angket. termasuk IKIP. dan lain-lain. Sebaliknya yang dijadikan fokus perbaikan ialah masalah-masalah yang dihadapi guru dalam pekerjaannya sehari-hari. Data tentang siswa. Suatu masalah ialah. atau bantuan yang dapat diperoleh. jumlah penerimaan. keadaan siswa secara keseluruhan. observasi. konsep-diri anak. orangtua atau murid untuk mengetahui kelemahan-kelemahan dalam pendidikan di sekolah. Mengenal Masalah Yang Dihadapi Sekolah. Tujuan pendidikan seperti diharapkan Pemerintah dapat memberi dorongan untuk mengadakan peruba han dalam keadaan sekarang yang dirasa tidak memuaskan. cara murid belajar. nilai-nilai dan harapan masa depan. yang sering berkenaan dengan metode mengajar. memperhatikan perbedaan individual. Untuk memperoleh data dapat digunakan test tertutup dan terbuka. perkembangan fisik. Dalam semua hal itu mungkin terdapat kekurangankekurangan yang perlu mendapat perhatian. apakah guru -guru memang ingin mengadakan perbaikan yang dianjurkan. sosiometri. bahan pelajaran. analisis pekerjaan murid. dapat diminta guru mengadakan ranking untuk kemudian didiskusikan selanjutnya dan memilih yang dirasa paling urgen. relevansi kurikulum.

yakni merumuskan masalahnya. tidak prakis oleh guru dan tidak akan mendapat dukungan. fasilitas yang membantu proses belajar-mengajar. Mengenal Gejala Sosial. mencobakannya apakah benar hipotesis itu. Untuk memperbaiki kurikulum perlu diketahui kompetensi guru sebagai partisipan dalam pengembangannya. kemampuan untuk mencetuskan ide-ide baru. kemampuan mengadakaan eksperimen dan penelitian. mengadakan perubahan. cara meningkatkan motivasi siswa belajar. bahan pelajaran. seperti komputer. murid. menilai untuk mcmperoleh balikan. Masalah juga dapat berasal dari murid. maupun dari luarnya. Perbaikan kurikulum dapat berasal dari desakan dari dalam dunia pendidikan. serta menggunakan alat. masalah itu dapat diperlukan sebagai cara pemecahan masalah pada umumnya. serta memupuk suasana yang menyenangkan. Masalah yang dianjurkan oleh pihak luar. dan sebagainya. kemampuan menyatakan pikiran secara lisan dan tulisan. Masalah yang dipilih hendaknya jangan terlampau luas sehingga sukar dikendalikan. masyarakat atau pemerintah. kemampuan memilih dari sejumlah alternatif. dapat juga dari . dan lain-lain. Jika telah ditentukan dan disetujui masalah perbaikan yang akan dikerjakan. Dari dalam pendidikan dorongan ke arah perbaikan dapat bersumber dari guru. proses mengajar-belajar. kepala sekolah. pengetahuan mereka tentang seluk-beluk kurikulum. orangtua. kemampuan untuk mengarahkan dan mengkoordinasi. mengumpulkan data. mungkin tidak dirasa relevan. organisasi kelas. kemampuan mempertemukan pandangan yang bertentangan. seperti kemampuan membuat perencanaan.yang lebih serasi. dan seterusnya sampai tercapai hasil yang memuaskan. sosiologi. psikologi anak. kemampuan menganalisis situasi dan menafsirkan perbuatan. selain kompetensi umum. mengambil kesimpulan. kemampuan untuk menanyakan pertanyaan yang relevan. Mengenal Kompetensi Guru. menentukan hipotesis. kemampuan bekerja-sama untuk menghasilkan pekerjaan yang bermutu. Sebaliknya jangan pula terlampau sempit sehingga tak bermakna. mengimplementasikannya.

Bila kurikulum diperbaiki secara kontinu. Namun suara masyarakat tentang pendidikan sering dicetuskan melalui koran dan mass media lainnya. Demikian juga suatu sekolah yang "favorit" karena mutunya. Perguruan tinggi juga dapat menunjukkan keluhannya tentang mutu lulusan SMA dan konsumer para lulusan lembaga pendidikan merasakan kekurangan dalam tenaga kerja. Misalnya. khususnya guruguru belum berani mengambil inisiatif mengadakan perbaikan sendiri. yang belum tentu memberi perbaikan. Kepala sekolah sudah sewajarnya mencita-citakan sekolah yang baik. Kurikulum yang baik tidak diperoleh sekaligus dengan adanya kurikulum yang baru sama sekali. Kurikulum yang barn sama sekali cenderung melenyapkan segala kebaikan kurikulum yang lampau. Tak dapat kurikulum serentak diperbaiki dalam segala "front". Tiap guru mengalami hal-hal yang tidak memuaskan yang perlu diperbaikinya. Murid-murid pun mempunyai sejumlah keluhan tentang kekurangan yang dirasakannya tentang sekolah. yang mungkin tidak dilakukan guru bidang studi lainnya. tanpa menunggu kemajuan sekolah lain yang ketinggalan. sedikit demi sedikit yang lazim disebut sebagai "broken front".penilik sekolah atau dari kementerian. Namun adanya keluhan itu seharusnya mendorong para pendidik untuk menilai diri sendiri dan berusaha memperbaikinya. lalu membiarkan keadaan berlangsung. Juga dari pihak luar datang usul-usul perbaikan sekolah. Pemilik sekolah dalam kunjungannya tentu akan memberi sejumlah saran ke arah perbaikan kurikulum. Masing-masing sekolah dapat berusaha mencapai . Orangtua pada umumnya belum menyadari sepenuhnya peran mereka dalam perbaikan sekolah. Lagi pula keluhan itu perlu dipertimbangkan dengan sungguh-sungguh oleh sebab tidak tiap keluhan mempunyai dasar yang kuat yang didukung oleh fakta. karena tiap orangtua mengharapkan pendidikan yang sebaik-baiknya bagi anaknya. Tak semua keluhan itu dapat dipenuhi. dapat lebih meningkatkannya lagi. Hingga kini. guru suatu bidang studi yang dinamis dapat memperbaiki pengajaran hidang studinya. sampai pada suatu saat lahir kurikulum baru. tak perlu diambil risiko besar untuk mengadakan pembaruan total yang dapat menimbulkan goncangan besar di kalangan guruguru. pada umumnya para pendidik. Kurikulum harus dibangun terus menerus.

LANGKAH-LANGKAH DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM DI SEKOLAH Agar usaha perbaikan kurikulum di sekolah dapat berhasil baik hendaknya diperhatikan langkah-langkah yang berikut :  Adakan penilaian umum tentang sekolah. . Kurikulum adalah bidang yang subur bagi penelitian. Kurikulum yang uniform mengenal standard minimal tidak menghambat mencapai mutu yang setinggi-tingginya. sumber-sumber yang tersedia atau tidak tersedia. keunggulan dan tiap guru dapat mengusahakan tercapainya mutu yang senantiasa meningkat. dalam hal apa sekolah itu lebih baik atau lebih rendah mutunya daripada sekolah lain. memilih apa yang dirasanya bermanfaat bagi tujuan tertentu."excellence". Perlombaan sehat antara sekolah dalam peningkatan mutu hendaknya jangan dihalangi. Tak semua aliran baru dalam kurikulum dapat diterapkan. adanya diskrepansi antara kenyataan dengan apa yang diharapkan berbagai pihak. Banyak di antaranya yang hanya berupa ide saja tanpa direalisasikan. dan lain-lain. Biasanya ia bersifat eklektik. Namun ada saja kemungkinan mengambil aspek-aspek tertentu yang dapat memberikan perbaikan dalam rangka kurikulum yang berlaku. asal diadakan waktu khusus oleh kepala sekolah untuk membicarakan kurikulum sekolah secara berkala. Tiap aliran mengandung hal-hal yang positif yang dapat memperluas pandangan guru tentang kurikulum yang dapat mendorongnya untuk menerapkannya sejauh itu mungkin. Sekolah yang ketinggalan dalam hal tertentu dapat belajar dari sekolah yang telah maju. Banyak buku dan karangan terbit berkenaan dengan studi tentang kurikulum. Ide-ide baru dapat menjadi pokok diskusi di kalangan guru. Ia dapat pada suatu saat menggunakan teori belajar S-R mematuhi PPSI dan sesaat lagi menerapkan pendekatan proses yang berdasarkan teori belajar Gestalt. Mengetahui Aliran-aliran Dalam Pengembangan Kurikulum. Berbagai aliran timbul untuk mencari alternatif baru sebagai reaksi terhadap praktik kurikulum yang berlaku sekarang. Biasanya guru tidak berpegang secara ketat pada satu pola kurikulum tertentu. Maka karena itu guru dapat membukakan diri terhadap berbagai aliran dalam pengembangan kurikulum.

menentukan bahan pelajaran.  Menerapkan cara-cara evaluasi. Selidiki berbagai kebutuhan.  Mengidentifikasi masalah serta merumuskannya. menilai maknanya bagi perbaikan sekolah dan menjelaskan makna serta implikasinya. cara mengevaluasi. yang dapat didiskusikan bersama. balikan. antara lain kebutuhan siswa. bila ternyata usaha itu berhasil baik dan dijadikan pedoman selanjutnya. yang besar harapannya dapat dilaksanakan dengan baik. Melaksanakan hasil panitia oleh guru dalam kelas. Apa yang indah di atas kertas. yang timbul berdasarkan studi tentang berbagai kebutuhan yang tersebut di atas lalu memilih salah satu yang dianggap paling mendesak. dan kebutuhan akan perubahan dan perbaikan.  Menyiapkan desain perencanaannya yang mencakup tujuan. apakah yang direncanakan itu dapat direalisasikan. biasanya oleh kepala sekolah.  Memilih anggota panitia. Pada taraf permulaan hendaknya diambil suatu proyek yang sederhana. belum tentu dapat diwujudkan. pelaksanaan. metode penyampaiannya.   Mengawasi pekerjaan panitia. penilaian. Oleh sebab pekerjaan ini tidak mudah. apakah sesuai dengan tuntutan kurikulum yang berlaku. Ketidakberhasilan akan menimbulkan kekecewaan dan keengganan untuk mengadakan perbaikan di masa mendatang. Perbaikan kurikulum memerlukan waktu lama sebelum membudaya.  Memantapkan perbaikan. bergantung pada luas perbaikan yang akan diadakan. Perlu pula memilih orang-orang yang benar-benar bermotivasi untuk mengadakan perbaikan dan mempunyai kompetensi yang memadai.  Mengajukan saran perbaikan. Perlu pula ditentukan batas waktu perencanaan dan pelaksanaan proyek ini. Sering kurikulum yang dijalankan . percobaan. dan seterusnya. kepala sekolah hendaknya senantiasa menyatakan penghargaannya atas pekerjaan semua yang terlibat dalam usaha perbaikan ini. perbaikan. sebaiknya dalam bentuk tertulis. kadang-kadang 2 sampai 5 tahun. sedapat mungkin sesuai dengan kompetensi masingmasing. Jadi jangan didesak melakukannya dengan tergesa-gesa. kebutuhan guru. Ada perbaikan kurikulum yang fundamental yang makan waktu puluhan tahun.

oleh dianggap kurikulum adalah terutama menyampaikan ilmu pengetahuan. khususnya IKIP. para ahli kurikulum dan berbagai lapisan masyarakat umumnya. para ahli disiplin ilmu dari universitas banyak dilibatkan dalam pengembangan kurikulum. Akan tetapi kurikulum yang sesungguhnya ialah apa yang terjadi dalam kelas dalam interaksi siswa dengan guru dan siswa lainnya dan dengan lingkungan. bukan hanya sekumpulan halaman cetakan belaka.masih mirip dengan yang terdapat puluhan bahkan ratusan tahun yang silam. yaitu daya-daya dari dalam sekolah dan dari luar sekolah. Yang memegang peranan dalam . Dalam garis besarnya kita dapat membaginya dalam dua golongan. bahkan didorong untuk berubah. politik. PESERTA DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM Siapakah yang diikut-sertakan dalam pengembangan kurikulum merupakan suatu masalah. Dalam arti yang luas. Dalam kelas. dan lain-lain. Dalam kelas kurikulum resmi itu memperoleh bentuk yang tersendiri bila diterjemahkan dalam interaksi hidup antara guru dan siswa. Untuk melaksanakan kurikulum itu dan juga dalam usaha untuk mengubahnya agar sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan anak dalam masyarakat tertentu diperlukan peserta lain. Dalam proses perbaikan kurikulum seperti ini diperlukan partisipasi dari semua yang tiap hari terlibat dalam kurikulum yakni guru. Di belakangnya terkandung asumsi bahwa kurikulum menyusun suatu dokumen yang menjadi pegangan apa yang harus dip elajari siswa. kurikulum adalah benda hidup yang dinamis. perguruan tinggi. seperti Pemerintah. orangtua. Bila pendidikan mendapat sorotan dan kritik. Apakah hanya pejabat Depdikbud ataukah masih diperlukan peserta lain? Setelah Jeomr Bruner yang mengutamakan struktur disiplin ilmu. guru sendiri harus berubah atau diizinkan. banyak lagi yang turut terlibat dalam mutu kurikulum. industri. Perubahan kurikulum senantiasa melibatkan perubahan manusia yang melaksanakannya. seperti golongan agama. murid. kepala sekolah dan pemilik sekolah dari Kanwil. sedangkan sekolah harus menerjemahkannya dalam kegiatan yang lebih spesifik dan operasional. Agar kurikulum berubah demi perbaikan. merekalah yang pertama-tama yang harus berusaha mengadakan perbaikan. Kritik dan saran dari pihak luar biasanya bersifat umum.

Guru menghadapi kesulitan tersendiri. bila direnungkan apa yang . Semboyan "learning by doing" mempunyai satu syarat. tanpa memikirkan dan merenungkan apa yang dilakukannya. atau pelaksana kurikulum yang kreatif evaluatif. bahkan yang mempunyai keahlian dalam bidang kurikulum. Jadi ia hanya terlibat dalam praktik. mengulangi caranya mengajar dari tahun ke tahun sampai akhir jabatannya. terbuka bagi pendapat mereka. bila ia membiasakan diri (1) berunding dan bertukar pikiran dengan siswa. Mereka akan lebih memahami bahwa gurulah unsur utama dalam kurikulum. Sebagian dari waktu libur sekolah dapat dimanfaatkan untuk membicarakan kekurangan-kekurangan dalam penyelenggaraan kurikulum dan secara bersama mencari usaha perbaikan. (2) belajar terus dengan membaca literatur profesional. bila sekolah secara berkala mengadakan rapat khusus untuk membicarakan hal-hal berkenaan dengan kurikulum serta perbaikannya. oleh sebab pada hakikatnya ia bekerja dalam dunia terisolisasi. Jarang sekali pelajarannya dihadiri oleh orang luar. (3) bertukar pikiran dan pengalaman dengan teman guru-guru lainnya atau dengan kepala sekolah.proses perbaikan kurikulum ialah guru oleh sebab dialah yang paling bertanggung-jawab atas mutu pendidikan anak-didiknya. sehingga ia tidak memperoleh input tentang proses belajar-mengajar dalam kelasnya. melakukan pekerjaan berkali-kali tidak memberi pelajaran. Ia hanya dapat berkembang. Pertumbuhannya ini dapat dibantu. Sikap keterbukaan ini memungkinkannya belajar dari murid. Dengan demikian guru-guru lebih memahami seluk-beluk kurikulum dan menyadari peranannya sebagai pengembang kurikulum. dari buku dan dari orang lain. Orang tidak belajar dengan sekadar berbuat. Hasil pembicaraan akan diterapkan dalam kelas masing-masing lalu didiskusikan kemudian untuk menilai pengalaman guru masing-masing. Pada saat ini guru belum menganggap dirinya seorang yang boleh bicara. Berbuat hanya menghasilkan pelajaran. Ia cenderung masuk cengkeraman rutin. la menganggap dirinya hanya sebagai pelaksana. khususnya dalam hal kurikulum kelas atau bidang studinya. Apa yang dikerjakan dalam kelasnya tertutup bagi dunia luar. ibarat tukang yang harus melaksanakan pekerjaan menurut instruksi. Pengalamannya selama puluhan tahun dapat merupakan pengalaman yang sama diulangi puluhan kali dan tidak tumbuh dalam profesinya.

Guru mempunyai pandangan sendiri tentang kurikulum dan keberhasilan perubahan bergantung pada kesesuaiannya dengan nilai-nilai guru dan taraf partisipasinya dalam perubahan itu. dan lain-lain. maka perbaikan itu tidak akan lama bertahan.. dan teoritis. Adanya perkumpulan profesional dengan terbitannya dapat merangsang guru untuk senantiasa melihat profesinya sebagai masalah yang secara kontinu mendorongnya untuk berpikir tentang kurikulum dan dengan demikian mempercepat perbaikan dan modernisasi pendidikan kita. Pada umumnya guru akan bersifat kritis dan menilainya. Di sekolah progresif kepada murid diberikan peranan yang lebih besar lagi tentang apa yang mereka harapkan dari pelajaran. Partisipasi murid sama sekali tidak . SMA. Dalam usaha untuk mengadakan perubahan kurikulum. hendaknya diselidiki sikap dan reaksi guru terhadap perubahan itu dan mempertimbangkannya. Jika ia menyaksikan pelaksanaan. Perkembangan profesional guru juga terhambat karena tidak adanya perkumpulan profesional hagi berbagai golongan guru. pada pokoknya mereka sudah dilibatkan dalam kurikulum. atau bila guru mengajak siswa turut-serta dalam perencanaan suatu kegiatan belajar. bila guru bertanya. bagaimana pendapatnya tentang . atau mengalami sendiri kegunaannya. apakah perbaikan itu hanya bersifat teori.dilakukan dan meningkatkannya pada taraf yang lebih abstrak. juga perkumpulan guru dalam bidang studi tertentu yang tidak terbatas pada tingkatan sekolah. atau menganggap bahwa cara yang lama lebih bermanfaat dan yang baru terlampau banyak menuntut waktu dan tenaga. pelajaran. seperti guru SD. PARTISIPASI GURU Tiap guru mempunyai reaksi individual terhadap perbaikan kurikulum. apa yang ingin dipelajarinya tentang suatu topik. Perubahan harus diterima dengan rasa komitmen agar berhasil baik. PARTISIPASI MURID Pada umumnya kita belum mempertimbangkan peranan siswa dalam pengembangan kurikulum dan mereka memang tidak mempunyai kompetensi dalam bidang itu. SMP. apakah dapat dilakukan dalam kelasnya. konse ptual. maka ia akan lebih mudah menerimanyl karena instruksi atau paksaan. Namun pada tingkat kegiatan kelas.

KEPEMIMPINAN DALAM PENDIDIKAN Telah banyak diadakan penelitian untuk mengetahui apakah sebenarnya kepemimpinan itu. Perubahan kurikulum hanya akan berjalan dengan dukungan dan dorongan kepala sekolah. mempertimbangkan. Rupanya kepemimpinan itu lebih kompleks daripada yang diduga semula dan timbul beberapa teori tentang hakikat kepemimpinan ini. Sebagai pemimpin profesional ia menerjemahkan perubahan masyarakat dan kebudayaan ke dalam kurikulum. la sendiri harus mempunyai latar belakang yang mendalarn tentang teori dan praktik kurikulum. Walaupun banyak orang yang dapat memberi sumbangan kepada perbaikan kurikulum. dan memutuskan apa yang akan dimasukkan dalam kurikulum sekolah. Memaksakan kurikulum yang tidak mereka sukai. namun tidak ada yang dapat memberi jawaban yang memuaskan. ia dapat membangkitkan atau mematikan perubahan kurikulum di sekolahnya. yang tidak disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Pemimpin dianggap sebagai orang yang jauh lebih ban yak . sekalipun keputusan selalu di tangan guru. hendaknya kepala sekolah dan guru-guru selalu rnemegang peranan utama untuk menerima. akan menimbulkan rasa benci bahkan protes. Masih ada lagi golongan lain yang dapat membantu perbaikan kurikulum antara lain para inspeksi di Kanwil dan juga para orangtua dan tokoh-tokoh masyarakat. Kepala sekolah dan stafnya tak dapat tiada harus bekerja dalam kerangka patokan yang ditetapkan oleh Depdikbud. Perubahan dalam sikap pemuda-pemudi akibat dinamika masyarakat tidak dapat diabaikannya. sekalipun tersembunyi terhadap pelajaran dan sekolah yang mereka nyatakan dalam perbuatan yang tidak diinginkan.berarti bahwa keinginan mereka harus diperturut akan tetapi pandangan mereka dapat dimanfaatkan. Ialah tokoh utama yang mendorong guru agar senantiasa mencari perbaikan dan mengembangkan diri. Ada kalanya dianggap bahwa seorang lahir sebagai pemimpin jadi bukan karena pengalaman. PARTISIPASI KEPALA SEKOLAH Kepala sekolah mempunyai kedudukan strategis dalam perbaikan kurikulum dan berbeda di garis depan perubahan kurikulum.

Sebagai pembantu. Berbagai teori telah dipikirkan untuk menjelaskan hakikat kepemimpinan. inteligensi tinggi : sosial. pengendalian emosi. Pemimpin ditunjuk oleh kelompok untuk tujuan tertentu untuk jangka waktu yang tertentu. akan tetapi tak ada yang dapat menjelaskan semua gejala kepemimpinan itu dengan memuaskan. verbal maupun akademis. karena dialah yang dianggap paling kompeten untuk tu gas itu. kesediaan memberi bantuan. berminat untuk memimpin. Kita tidak tahu yang mana di antara sifat-sifat itu yang paling penting. Anggapan demikian menganut konsep yang otokratis tentang kepemimpinan. Dalam organisasi yang demokratis pemimpin dianggap sebagai orang yang dapat membantu anggota lain untuk mengidentifikasi tujuan yang bermakna bagi kelompok dan membantu dalam mencapai tujuan itu. menurut pengalaman dan pendapat seseorang. kepemimpinan dianggap sebagai layanan kepada kelompok. kemampuan menyesuaikan diri dengan norma kelompok. Situasi itu membutuhkan seorang pemimpin yang dianggap mampu mengatasi masalah yang ditimbulkan situasi itu secara efektif. Teori ketiga ialah memandang kepemimpinan sebagai fungsi suatu situasi.tahu dan lebih kompeten daripada pengikutnya. Ada pula yang memandang kepemimpinan sebagai sesuatu yang dibagi bersama antara anggota kelompok guna mencapai tujuan-tujuan yang ditentukan bersama. Salah satu teori memandang kepemimpinan sebagai orang yang memiliki sejumlah sifat yang membuatnya seorang pemimpin. Jadi kepemimpinan bergantung pada tugas yang dihadapi. antara lain empat yaitu identifikasi dengan kebutuhan orang lain. dan seorang tidak akan menjadi pemimpin yang efektif dalam segala situasi. Pemimpin ialah orang yang menentukan sedangkan yang lain harus mematuhinya. Dalam segala situasi tertentu tampil pemimpin tertentu. Apa yang dilakukan pemimpin sama pentingnya dengan bagaimana caranya melakukannya. . bersemangat. Daftar ini rasanya masih dapat diperluas. Jadi pemimpin yang cocok untuk suatu situasi tidak akan cocok untuk situasi lain.

bangkit dalam struktur suatu kelompok. Pemimpin tidak memiliki sejumlah ciri yang sama. Kepemimpinan berbeda menurut sifat lingkungan. . Efektivitas kepemimpian antara lain bergantung pada kualitas hubungan antara pemimpin dan anggota kelompok. sikap dan kebutuhan "pengikut" atau anggota kelompok pada saat tertentu. namun tidak dapat berlaku dalam segala situasi kepemimpinan. namun selalu menunjukkan kualitas tinggi dalam hal tertentu. bersedia mendengarkan buah pikiran orang. Masalahnya ialah bagaimana mempertemukan kedua pendekatan itu. adanya saling percaya. berusaha agar pekerjaan menyenangkan. saling menghormati. semangat atau moral tinggi.Ketiga teori itu ada kebenarannya. Kepemimpinan mungkin fungsi interaksi antara berbagai variabel itu yang membuka kesempatan timbulnya pemimpin yang sentral tanpa menghalangi orang lain untuk menjalankan kepemimpinan bersama. distribusi kekuasaan. yaitu menjadi pemimpin yang disukai dan mencapai hasil yang diinginkan. dan yang berorientasi pada hubungan manusiawi. dalam berbagai situasi pada waktu-waktu tertentu. memelihara hubungan antar manusia yang baik. menetapkan waktu penyelesaian pekerjaan. kekompakan. timbul dalam situasi tertentu. yaitu yang berorientasi pada tugas. namun tidak memberi hasil seperti kepemimpinan yang berorientasi pada tugas. mengeritik pekerjaan yang tak bermutu. memupuk rasa hormat-menghormati. Di lain pihak. percaya-mempercayai. berusaha agar ia disenangi. sifat tugas. atau menjadi pemimpin yang tidak hanya disenangi akan tetapi juga berhasil dan efektif. mendorong anggota bekerja dengan tenaga penuh agar mencapai kemajuan. pemanfatan buah pikiran anggota. kepemimpinan yang mengutamakan hubungan manusiawi. Yang berorientasi pada tugas ingin agar pekerjaan selesai. mengutamakan hasil dengan menentukan standar. dan prioritas tujuan. Dalam kepemimpinan dapat dibedakan dua corak. Mungkin kepemimpinan bertalian dengan faktor-faktor pribadi.

demokratis semu. kepala sekolah atau guru harus diberi kekuasaan atau wewenang agar dapat menjalankan tanggung jawabnya untuk membuat rencana guna perbaikan. Perubahan ini menyeluruh dan dijalankan secara uniform di seluruh negara.Kepemimpinan yang berorientasi pada tugas dapat menyeleweng menjadi kepemimpinan yang otokratis yang dapat bersifat paternalistik. Mengubah seluruh sistem pendidikan yang hanya dapat dilakukan oleh pusat yakni Depdikbud karena mempunyai wewenang penuh untuk mengadakan perubahan kurikulum secara total. Dapat pula manusia dipandang netral. Sebaliknya ia dapat memandang manusia yang pada hakikatnya buruk. petunjuk-petunjuk pelaksanaan dan hukum pedoman. Tanggung jawab tanpa diberi kekuasaan tertentu cenderung tidak memberi hasil. STRATEGI KEPEMIMPINAN DALAM PERUBAHAN KURIKULUM Dengan strategi dimaksud rencana serangkaian usaha untuk mencapai tujuan. egoistis dan kerena itu perlu dididik. Untuk mengubah kurikulum dapat diikuti strategi yang berikut : 1. . Usaha besar-hesaran ini hanya dapat dikordinasi oleh pusat dengan memberikan pernyataan kebijaksanaan. diorientasi kearah perbaikan. menggunakan ancaman atau rasa takut. Dalam perubahan kurikulum pemilik sekolah. Strategi ini sangat ekonomis mengenai waktu dan tenaga bila mengadakan perubahan kurikulum secara uniform dan menyeluruh. Kepemimpinan juga ditentukan oleh pandangan pemimpin terhadap manusia. tidak baik atau buruk akan tetapi mempunyai kebebasan untuk memilih dan memerlukan kesempatan dan hantuan menggunakan kehebasannya untuk memilih yang baik. Ia dapat memandang manusia sebagai makhluk yang pada hakikatnya baik dan dapat diberi kepercayaan akan berkembang dan melakukan tugasnya dengan baik. dalam hal ini perubahan atau perbaikan kurikulum. Kepemimpinan sering memerlukan otoritas atau kekuasaan.

tak dapat tiada guru harus mengadakan penyesuaian. Bila semua perubahan kurikulum hanya datang dari pusat. atau setiap tingkatan atau bidang studi.Dianggap bahwa di kantor pusat telah dihimpun personalia profesional yang paling unggul yang diberi fasilitas yang seluas-luasnya untuk merencanakan perubahan kurikulum itu sebaik-baiknya. Dalam kelas kurikulum menjadi hidup. Cara ini cenderung bersifat birokratis yang dikatakan menyusun kurikulum "di belakang meja tulis" oleh tokoh-tokoh yang tidak atau kurang menceburkan diri dalam praktik sekolah yang sebenarnya. Pedoman kurikulum hanya dapat dijiwai oleh guru dan pribadi guru terjalin erat dengan cara ia melaksanakan kurikulum itu. Memperbaiki kurikulum berarti hanya menerima kebijaksanaan orang-orang yang secara resmi diberi status sebagai pemimpin urusan kurikulum. Dalam pelaksanaan kurikulum dalam kelas terhadap murid yang berbeda-beda. hanya terdapat di mana guru dan murid berada. Di bawah pimpinan kepala sekolah dapat diadakan rapat seluruh staf. Memusatkan perubahan kurikulum di kantor pusat tidak cukup melibatkan semua pakar kurikulum profesional yang tersebar di seluruh negara. Kelaslah yang menjadi garis depan perubahan dan perbaikan kurikulum. Mengubah kurikulum tingkat lokal. guru selalu mendapat kesempatan untuk mencobakan pikirannya sendiri. yakni di sekolah dan dalam kelas. atau interaksinya dengan . Perbaikan yang sesungguhnya akan terjadi bila guru sendiri menyadari kekurangannya. Kurikulum yang nyata. Ada sejumlah kelemahan yang terdapat dalam pendekatan ini. yang riil. 2. Dalam menghadapi anak. bukan hanya secarik kertas. Bagaimanapun ketatnya perincian kurikulum. dalam jangka panjang ini dapat mengekang dan membatasi perbaikan kurikulum secara kreatif oleh guru-guru di seluruh negara. mau tak mau setiap guru akan menghadapi masalah yang harus diatasinya. Rapat-rapat mengenai perbaikan kurikulum sebaiknya dilakukan secara kontinu oleh sebab tujuannya tidak diperoleh sekaligus. Di sinilah dihadapi masalah kurikulum yang sesungguhnya. ada kalanya atas pemikirannya sendiri.

Kini pengertian supervisi sudah berubah. Supervisi. Supervisi adalah memberi pelayanan kepada guru untuk memperoleh proses belajar-mengajar yang lebih efektif. 3. 4. Kedatangannya dipandang sebagai hari mendung penuh rasa takut yang dihadapi guru dengan segala macam tipu muslihat. Usaha perbaikan yang dijalankan oleh guru-guru memerlukan kordinasi kepala sekolah. Ada menyebutnya "kurikulum plus". selama sekolah itu mengajarkan konsep-konsep dan prinsip-prinsip atau struktur ilmu. Bila dirasa perlu penilik sekolah dapat memberikan demonstrasi bagaimana melaksanakan suatu metode baru. Apa yang dipelajari dalam inservice dan pengembangan staf hendaknya dipraktikkan. Guru misalnya dapat disuruh mengobservasi dan menilai dirinya mengajar yang telah divideo-tape. Pengembangan staf atau staff development lebih tak-formaal. Sama sekali tidak dilarang memberi bahan yang lebih mendalam dan luas bagi anak-anak yang berbakat. dengan rencana yang lebih ketat dan diselenggarakan atas instruksi pihak atasan. Dianggap bahwa kurikulum sekolah akan mengalami perbaikan jika mutu guru ditingkatkan. lebih bebas disesuaikan dengan kebutuhan guru. sedangkan isinya secara detail tidak esensial.siswa dan dalam diskusi dengan teman guru lainnya. Sekolah itu tetap bergerak dalam rangka kurikulum resmi yang berlaku akan tetapi berusaha un tuk menyesuaikannya dengan kebutuhan anak dan lingkungannya serta berusaha untuk meningkatkannya. Perubahan kurikulum di sekolah tidak berarti bahwa sekolah itu menyendiri dan melepaskan diri dari kurikulum resmi. Kurikulum resmi hanya memberikan kurikulum minimal yang diharapkan harus dicapai oleh segenap siswa di seluruh Indonesia. Dahulu pemilik sekolah mengunjungi sekolah untuk mengadakan inspeksi dan memberi penilaian terhadap guru dan sekolah. Adanya perbedaan antara apa yang diajarkan di suatu sekolah tidak perlu mempersulit anak pindah sekolah. In-service training dianggap lebih formal. Seorang pemilik sekolah harus . Memberikan pendidikan in-service dan pengembangan staf. Tujuannya ialah membantu guru mengadakan perbaikan dalam pengajaran.

6. dan sebagainya. Ialah sebenarnya menjadi hulubalang dalam modernisasi pendidikan. . administrasi. seperti bentuk ruangan. antara lain sekolah pembangunan yang kemudian menjadi PPSI cukup dikenal. kecuali bila diadakan eksperimen dengan metode baru. non-grading. Risiko pembaruan kurikulum tanpa ujicoba sangat besar. misalnya pengajaran modul. yakni mencobak an metode atau bahan baru. open school. tanpa jaminan bahwa pembaruan itu akan membawa perbaikan.senantiasa mempelajari perkembangan kurikulum dan metode mengajar modern dan dapat pula menerapkannya. Ciri kemajuan ialah perubahan dan perbaikan. tugas guru. dan lain-lain yang memerlukan perubahan dalam semua aspek pengajaran. Pada dasarnya setiap kurikulum baru harus diujicobakan lebih dahulu sebelum disebarkan di semua sekolah. kegiatan siswa. Biasanya penelitian tidak langsung dapat ditetapkan dan melalui fase yang lama sebelum diterima secara umum. Eksperimentasi dan penelitian. 5. Demikian pula CBSA dan "muatan lokal" diujicobakan selain percobaan lainnya. Hal serupa ini akan jarang terdapat di negara kita dewasa ini. Yang lebih mungkin dilaksanakan ialah eksperimentasi. Penelitian atau research pendidikan belum cukup dilakukan di negara kita ini. Reorganisasi sekolah. metode unit. dapat menghamburkan biaya dan tenaga yang banyak. fasilitas. Percobaan metode baru dilakukan secara berkala. Kemajuan komunikasi dan transpor membuka pendidikan kita bagi berbagai pengaruh di bagian lain dunia ini. Hal ini antara lain dapat terjadi bila sekolah itu akan menjalankan misalnya team teaching. Reorganisasi diadakan bila sekolah itu ingin merombak seluruh cara mendidik di sekolah itu dengan menerima cara yang baru sama sekali. penjadwalan. Negara kita tidak tertutup bagi macam-macam pembaruan dalam pendidikan. sayang tidak berbekas selanjutnya. juga dalam bidang pendidikan di sekolah.

Masalah akan timbul. guru menempatkannya di bangku paling depan.Secara kecil-kecilan yang tidak sistematis. bila guru itu mengadakan evaluasi tentang pekerjaannya sendiri. Maka guru harus lebih menyadari peranannya sebagai pengembang kurikulum. Ada guru yang menganjurkan anak yang ketinggalan agar belajar bersama dengan murid yang pandai. Biasanya guru jarang melakukannya. dan umum nya bila merasa kurang puas dengan apa yang dilakukannya. melihat kekurangan pendidikan berdasarkan Ebtanas atau evaluasi lainnya. atau guru memberi tanggungiawab kepada murid yang nakal. bahwa dengan pengawasan yang lebih ketat murid itu akan berubah kelakuannya. Bila diselidiki boleh dikatakan bahwa tiap guru pernah melakukan percobaan kecil-kecilan seperti ini. Penelitian adalah cara yang secara sistematis mengikuti langkah-langkah tertentu untuk memecahkan suatu masalah. dan selain itu peka terhadap kritik dari dunia luar. bila ia menghadapi suatu kesulitan dan mencari jalan untuk mengatasinya. Yang banyak dilakukan guru ialah percobaan kecil-kecilan yang kurang sistematis bila is menyadari adanya masalah yang dihadapinya dan berniat untuk mengatasinya. Bila misalnya ada murid yang suka ribut dalam kelas. dengan hipotesis. sebenarnya tiap guru pernah mengadakan eksperimentasi. Perbaikan kurikulum pada hakikatnya terjadi dalam kelas dan dalam hal ini guru memegang peranan yang paling utama. .

Akibatnya: sekolah bertambah lama bertambah jauh ketinggalan dan dicap konservatif. terpencil dan sederhana. terutama akhir-akhir ini sangat cepatnya. Dengan jalan demikian mereka dapat mengurus diri sendiri dan mencari nafkahnya dalam masyarakat itu. sehingga ia dapat mengatur kelakuannya sesuai dengan norma-norma yang berlaku di lingkungannya itu. Di samping itu ia mempelajari adat istiadat yang turun temurun dari nenek moyangnya. Orang tua pada umumnya tidak mampu lagi memberikan pendidikan yang layak untuk mempersiapkan anak-anak untuk memenuhi syarat-syarat yang dituntut oleh masyarakat. Anak-anak harus memiliki bermacam-macam ketrampilan dan sejumlah besar pengetahuan agar hidupnya terjamin. pendidikan anak-anak untuk kehidupannya dalam masyarakat itu diselenggarakan di luar sekolah. Akan tetapi pendidikan itu tidak serasi lagi apabila terjadi perubahanperubahan dalam masyarakat. Segala sesuatu yang perlu bagi pendidikannya. Yang mendidik anak-anak ialah orang-orang yang mendapat latihan khusus untuk tugas itu. memancing ikan atau berburu. Perubahan dalam masyarakat. makin banyak yang harus diperoleh anak-anak. Makin maju masyarakat. Anak-anak meniru dan mengikuti kelakuan dan pekerjaan orang dewasa. sehingga mereka pandai mengolah tanah. menanam padi. tradisional.BAB 6 KURIKULUM DAN MASYARAKAT PENDIDIKAN DAN KEHIDUPAN Pada zaman dahulu. diperoleh anak dari orang-orang di lingkungannya tanpa pendidikan formal di sekolah. yang menuntut syarat-syarat yang lebih tinggi dan lebih berat dari tiap warga negara. Sekolah tidak dapat bergerak secepat masyarakat. Demikianlah anak-anak memperoleh pendidikan yang lengkap serta fungsional dalam masyarakat yang statis itu. makin banyak mata pelajaran yang harus dikuasai oleh anakanak dan karena itu bertambah lamalah mereka harus bersekolah. waktu manusia masih hidup dalam rombonganrombongan masyarakat kecil. tanpa sekolah. sehingga sering sekolah tidak sanggup mengikuti jejak kemajuan masyarakat. dan .

Salah satu ciri masyarakat ialah perubahannya yang cepat akibat perkembangan ilmu pengetahuan yang diterapkan dalam teknologi. ekonomi. yang hanya menoleh ke belakang pasti tidak dapat memberikan pendidikan yang relevan. mengasingkan diri dari masyarakat dan karena itu tidak mampu dan serasi lagi untuk mempersiapkan anak-anak bagi kehidupan mereka dalam dunia modem ini. Sekolah yang tradisional. kegiatan. Karena itu setiap pembina kurikulum harus senantiasa mempelajari keadaan. perkembangan. Produksi mobil yang berjumlah ratusan juta menimbulkan masalah jalan raya. dan aspirasi masyarakat. Timbullah kecaman bahwa sekolah itu kolot.sering sekolah berpegang teguh pada mata pelajaran yang dahulu memang fungsional. mobilitas. yang sering tidak dapat kita ramalkan akibatnya. Segala sesuatu mudah menjadi usang. karena cepatnya segala sesuatu berubah. akan tetapi dalam masa modern ini sudah tidak lagi memenuhi tuntutan zaman. Perubahan-perubahan yang hebat dan cepat dalam masyarakat memberikan tugas yang lebih luas dan lebih berat kepada sekolah. Anak-anak yang kini memasuki SD akan menghadapi dunia yang sangat berbeda dengan masyarakat 15 atau 20 tahun lagi bila ia menyelesaikan studinya di universitas. keamanan. Pekerjaan kasar semakin lama semakin . Seorang pengarang bernama Norman Cousins menulis buku "Modern Man is Obsolete" untuk memberi peringatan bahwa kita akan segera terbelakang bila kita tidak senantiasa menyesuaikan diri dengan perkembangan sosial. kejahatan. politik. Bagaimana menghadapi perubahan ini bukan sesuatu yang gampang. Kritik serupa ini akan selalu timbul dan mengharuskan sekolah untuk meninjau kurikulumnya kembali agar lebih relevan dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat. Perkembangan ini menyebabkan lenyapnya jenis pekerjaan tertentu dan timbulnya berbagai macam pekerjaan lain. MASYARAKAT KITA DEWASA INI Mendidik anak dengan baik hanya mungkin jika kita memahami masyarakat tempat ia hidup. kecelakaan. dan sebagainya yang banyak merepotkan karena kita tidak sanggup mengatasinya pada waktunya.

pegawai pos. Anak-anak harus belajar berpikir sendiri untuk menghadapi berbagai persoalan baru dan jangan hanya disuruh menghafal jawaban atas pertanyaan yang telah usang. Fleksibilitas untuk mempelajari pekerjaan barn perlu dalam zaman modem ini.berkurang. minuman. dan seribu satu macam kebutuhan lainya hanya diperolehnya berkat jasa orang lain. Akan tetapi keluarga sudah banyak melepaskan fungsinya yang dahulu. sudah tidak lagi sesuai dalam keadaan yang berubah. Kurangnya rasa kasih sayang orang tua dapat menimbulkan sikap agresif atau kelainan lain dalam watak seseorang. Keluarga masih merupakan lembaga yang paling besar pengaruhnya terhadap Permusuhan dan peperangan dapat menimbulkan bahaya kemusnahan umat manusia karena tidak berhasil memupuk kerja sama antar perkembangan pribadi anak. dan sebagainya akan sangat mengganggu kehidupan masyarakat Maka perlulah anak-anak dididik untuk menghargai jasa orang lain dan memberikan jasanya kepada masyarakat. ia mengikuti suatu kursus. Juga negara makin lama makin bergantung pada negara-negara lain. Kemajuan teknologi memperbesar kebergantungan manusia pada manusia yang lainnya. sedangkan pekerjaan baru memerlukan pendidikan yang lebih lama. Peranan keluarga berubah bila dibandingkan dengan dahulu. Tidak ada lagi zaman sekarang yang dapat memenuhi keperluan keluarganya. lapangan olah raga atau pusat rekreasi lainnya. Pemogokan buruh lapangan terbang. pengangkut sampah. bangsa-bangsa. Makanan. Rekreasi yang dulu berpusat dalam keluarga kini sudah berpindah ke hioskop. Kurikulum yang baik pada suatu saat. pakaian. Anak tidak lagi mempelajari suatu pekerjaan dari ayahnya. Perubahan masyarakat mengharuskan kurikulum senantiasa ditinjau kembali. Di kota manusia menjadi semata-mata konsumtif. rekreasi. Seorang gadis tidak lagi belajar menjahit dan ibunya. Maka pentinglah anak-anak juga dididik dalam hubungan manusia dengan dunia internasional. . pembuangan sampah. akan tetapi ia memperolehnya dari sekolah kejuruan.

Hanya menambah fasilitas pendidikan serta tenaga pengajar untuk pertambahan penduduk 3 juta tiap tahun ia sudah merupakan pekerjaan raksasa. apalagi menjalankan kewajiban belajar bagi semua anak berusia 7-12 tahun yang berjumlah sekitar 25 juta orang. bangsa yang rendah pendidikannya pasti akan menderita kerugian. Masalah lain yang dihadapi dalam masyarakat ialah pertambahan penduduk yang cepat. Dalam zaman modern dengan teknologi yang maju masyarakat kita memerlukan rakyat yang terdidik. sedangkan kesehatan misalnya diserahkan kepada dokter. dan sebagainya. Sekalipun dengan giat diusahakan keluarga berencana. Maka perlulah kurikulum sekolah ditinjau kembali dengan tujuan agar hendaknya kurikulum itu jangan menjadi sebab maka demikian banyaknya anak yang putus sekolah. Sekitar 63% dan anak-anak yang memasuki SD tidak dapat menyelesaikannya. Eksplosi penduduk itu dengan sendirinya mempengaruhi soal persediaan makanan. Kalau negara yang maju sudah sekurang -kurangnya memberikan pendidikan menengah atas. . air bersih. pendeknya semua aspek kehidupan. namun penduduk Indonesia bertambah sekitar 3 juta tiap tahun atau satu orang tiap 7. keamanan. pemeriksaan gigi.5% dari pemuda berusia 18-28 tahun. Ada pendidik yang mengeluh bahwa kurikulum sekolah terlampau berat bebannya. bimbingan penyuluhan. dan bahkan berusaha memberikan pedidikan tinggi kepada semua warga-negaranya. maka dalam perjuangan hidup.5 detik. Anak-anak berusia 13-18 tahun jumlahnya sekitar 17 juta pada tahun 1974 hanya 4 juta yang bersekolah sedangkan yang belajar di universitas hanya sekitar seperempat juta atau 2. Maka karena itu di sekolah-sekolah yang maju juga disediakan fasilitas untuk kesehatan. transport. . Jumlah anak yang putus sekolah juga sangat mengkhawatirkan. perumahan. makan siang. dan menginginkan agar tugas sekolah dibatasi pada pendidikan akadeinis. termasuk pendidikan. Namun anak itu merupakan suatu keseluruhan dan mau tak mau sekolah haru pula memperhatikan segala aspek s perkembangan anak. rumah sakit.Banyak fungsi keluarga sudah harus dibebankan kepada sekolah.

Kemajuan teknolologi dalam bentuk alat transpor memungkinkan manusia bepindah tempat dari pulau ke pulau. FUNGSI SEKOLAH DAN KURIKULUM Kurikulum sekolah banyak ditentukan oleh tanggapan orang tentang apakah sebenarnya fungsi sekolah bagi masyarakat. Maka perlu pulalah anak-anak diajak menilai secara kritis perubahan-perubahan dalam masyarakat sekitarnya dan dalam dunia umumnya. dan tiap masalah menimbulkan masalah-masalah baru. pendidik. bahkan sering justru membawa masalah-masalah yang lebih pelik lagi. Sekolah tak dapat tiada hams memperhatikannya bila kita ingin mendidik anak yang serasi untuk masyarakat sekarang. Hanya sering kita terlambat mengenal akibatakibat perkembangan itu. adat istiadat. Urbanisasi merupakan gejala yang umum di seluruh dunia dengan segala problema yang berkaitan dengan itu. dari desa ke kota. Akan tetapi tidak ada kepastian apakah dari kebudayaan itu yang harus dimasukkan ke dalam kurikulum. Masih banyak lagi masalah lain. dan pembina kurikulum. Tidak mudah memperoleh pendapat yang sama mengenai tugas sekolah. Apakah kebudayaan daerah. Di atas telah dikemukakan beberapa masalah bertalian dengan masyarakat. kesenian daerah harus disampaikan kepada . Bagaimana mempertimbangkannya dalam kurikulum adalah tugas yang terusmenerus akan dihadapi oleh guru. Tidak setiap kemajuan dalam ilmu pengetahuan teknologi membawa keuntungan dan kebahagiaan bagi umat manusia. Perpindahan penduduk melenyapkan isolasi suku-bangsa. Pendidikan untuk memupuk saling pengertian antar suku bangsa yang beraneka ragam dengan menghilangkan prasangka atau buruk sangka perlu mendapat perhatian untuk memperkuat rasa kesatuan bangsa kita. Demikian pula tidak tiap perubahan atau pembaharuan berarti kemajuan. Pada satu pihak kita lihat sekolah itu sebagai lembaga yang harus mengawetkan kebudayaan yang diwariskan oleh nenek moyang dengan menyampaikan kepada generasi muda.

Tak semua orang akan dapat menerima fungsi sekolah yang demikian. apalagi dalam masyarakat yang kompleks sekarang ini. kejahatan dan macam-macam penyakit masyarakat lainnya. Di lain pihak ada anggapan bahwa fungsi sekolah adalah memajukan masyarakat dan bertindak sebagai "agent of change".S. Kalau kita tidak rnengendalikannya. dan mengatur perubahan sosial. Ia menganjurkan. G. Sekolah percobaan yang didirikannya merupakan masyarakat kecil tempat anakanak belajar dengan melakukan berbagai kegiatan yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari. Ada masanya dengan pengajaran dapat dilenyapkan kemiskinan. Ia mengatakan bahwa kita telah cukup memiliki pengetahuan tentang "social engineering" dan dapat memanfaatkannya untuk menguasai dan mengatur perkembangan masyarakat. Ia tidak hanya mengharapkan bahwa pendidikan harus membawa perubahan dalam masyarakat akan tetapi mengubah tata-sosial. agar kebudayaan yang diwariskan harus senantiasa ditinjau secara kritis dari segi keadaan dan problema zaman sekarang. kemelaratan. Othanel Smith bicara tentang pendidikan sebagai management and control of social change and as social engineering.semua anak di daerah itu. namun bahan apa yang harus di ilih masih dapat p menjadi persoalan. and of educators as statesmen. bahkan kepada anak-anak di luar daerah itu? Apakah kebudayaan lama itu masih sesuai dengan keadaan sekarang? Apakah kebudayaan itu tak dapat menghalangi kemajuan dan perkembangan rasa nasional yang kuat? Haruskah kepada anak-anak diajarkan apa yang dipelajari orang tua mereka dahulu? Bahwa sekolah hams menyampaikan unsur-unsur yang baik dan berfaedah tak dapat disangkal. maka perkembangan masyarakat karena kemajuan teknik dan ilmu pengetahuan akan menghancurkan umat manusia sendiri. Juga B. Banyak yang pernah diharapkan dari sekolah. Counts mempunyai pendirian yang lebih jauh lagi. John Dewey memandang sekolah sebagai alat yang paling efektif untuk merekonstruksi dan memperbaiki masyarakat melalui pendidikan individu. Para ahli sosiologi .

sekalipun tidak pula terlampau membesar-besarkannya. Maka dalam pembinaan kurikulum tak mungkin kebutuhan individu dipisahkan dari kebutuhan masyarakat. Maka tidaklah rnungkin sekolah itu mendahului peruhahan dalam masyarakat. bila kita berpendirian. bahwa tugas sekolah ialah menyampaikan kultur atau kebudayaan kepada anak-anak. sekolah yang ekstrim dalam hal ini adalah sekolah yang child-centered. Demikian pula perkembangan dan kemajuan individu juga berarti kemajuan bagi masyarakat. Kebudayaan ialah hasil pengalaman manusia pada masa yang lampau. Dengan mengemukakan berhagai fungsi sekolah itu jangan kita anggap bahwa fungsi yang satu bertentangan dengan yang lain. Namun kita jangan meremehkan peranan sekolah dalam perubahan masyarakat. . KONSERVATISME SEKOLAH. Akan tetapi tidak ada sekolah yang mengabaikan fungsi ini dengan berusaha merealisasikan potensi-potensi yang ada pada anak secara optimal. jadi fungsi sekolah selalu konservatif. Kita jangan membuat kesalahan memandang sekolah masyarakat sebagai lawan sekolah yang berpusat pada anak. Dalam undang-undang dasar kita juga dikemukakan agar setiap anak dapat dikembangkan sesuai dengan bakat masingmasing. Mengembangkan masyarakat hanya mungkin dengan mengembangkan individu. Fungsi lain yang telah dikemukakan oleh John Dewey ialah fungsi sekolah untuk mengembangkan individu.berpendapat bahwa sekolah sebagai lembaga yang didirikan oleh masyarakat. Kurikulum sekolah selalu ditentukan oleh rnasyarakat dan kebudayaannya tempat sekolah itu berada. hanya dapat mencapai tujuan menurut norma-norma ynag ada dalam masyarakat itu. atau kebutuhan masyarakat sebagai lawan kebutuhan individu. Pada hakekatnya sekolah itu tak dapat tiada hares bersifat konservatif. Dari warisan itu dipilih hal-hal yang dianggap perlu bagi pendidikan anak-anak yang di sajikan dalam bentuk mata pelajaran. akan tetapi hanya dapat mengikuti dan menyesuaikan diri dengan perkembangan masyarakat.

Faktor lain yang menyebabkan sekolah itu konservatif terletak dalam diri manusia sendiri. atau segala yang baru itu baik. Kebudayaan disampaikan kepada anak-anak karena dianggap betul-betul berfaedah dan mengandung arti bagi masa kini dan masa depan. Sekolah didirikan oleh masyarakat untuk anak-anak agar mereka mempertahankan. bahwa murid akan menciptakannya selama bersekolah. Inilah peranan kreatif dari sekolah. maka haruslah dicari jalan-jalan baru.Kebudayaan. memelihara. Mereka hendaknya diberi kesempatan untuk menilainya secara kritis berhubung dengan dinamika masyarakat. memang sangat banyak mengandung hal-hal yang sangat berguna bagi kehidupan sekarang. akan tetapi sekolah jangan mematikan inisiatif dan kreati . Akan tetapi ini hanya salah satu aspek dari tugasnya. Di sinilah hendaknya sekolah memberi kesempatan kepada murid-murid yang berbakat untuk menciptakan sesuatu yang baru untuk kepentingan masyarakat seluruhnya. Di samping peranan konservatif sekolah mempunyai juga peranan evaluatif dan kreatif Dengan peranan evaluatif dimaksud. Dengan me nyampaikan kebudayaan itu tercapailah kesamaan norma. Itu sebabnya maka pada suatu pihak sekolah itu harus konservatif. bahwa anak-anak tidak hanya menerima begitu saja apa yang mereka peroleh dari generasi yang lama. suatu kekosongan. Kadang-kadang perlu meninjau kembali kesesuaian nilainilai yang lama dalam keadaan yang baru. Manusia tidak hidup dalam suatu vocuum. sikap.itas muridmurid. Manusia mempunyai sifat konservatif dalam arti cenderung . Sekolah ialah alas utama yang digunakan masyarakat agar generasi muda menerima cara-cara hidup yang dianggap baik oleh masyarakat itu. Ini tidak berarti bahwa segala yang lama itu tidak berguna. dan menjamin kelangsungan hidup masyarakat itu. maka mungkin sekalilah sekolah itu ketinggalan zaman. Kalau sekolah hanya berpegang pada tugas ini saja. Ini tidak berarti. hasil pengalaman manusia yang lampau. ia hasil masa lampau dan menuju kemasa yang akan datang. Akan teta kalau yang pi lama itu ternyata tidak sesuai lagi. Sekolah ialah suatu lembaga sosial untuk mewujudkan tujuantujuan sosial. nilai nilai pada semua warga negara.

Karena itu pembaruan pengajaran harus dimulai dalam diri guru sendiri. maka orang berhati-hati menerima pembaharuan-pembaharuan yang belum diuji dan dicobakan lebih dahulu dengan hasil yang memuaskan. KURIKULUM DAN MASYARAKAT YANG DINAMIS Masyarakat senantiasa berubah dan terus-menerus akan berubah. Ia lamban dan enggan berubah. Pembaruan yang tergesagesa dicegah dengan adanya sifat konservatisme ini sebagai faktor pengontrol. Decroly. sehingga merupakan suatu revolusi. Demikian pula halnya di sekolah. dan lain.untuk mempertahankan yang ada.lain. Montessori. sukar mengubah atau mengeluarkannya walaupun tidak cocok lagi dengan perkembangan masyarakat. karena perubahan dan pembaruan meminta tenaga dan pikiran. Karena sifat ini. Manusia sukar menyimpang dari kebiasaan atau adat istiadat. maka kurikulum yang baru sukar meng gantikan kurikulum yang tradisional yang telah berpuluh-puluh tahun lamanya diikuti oleh guru-guru. Hanya saja sifat ini hendaknya jangan terlalu berkuasa. Herbert Spencer. Bahwa sifat inertia atau kelambanan itu banyak terdapat justru di kalangan guru. Masyarakat kita sekarang jauh berlainan daripada masyarakat nenek moyang kita dan berlainan pula dengan masyarakat yang akan dihadapi oleh anak cucu kita pada masa mendatang. sehingga pintu sekolah tertutup rapi untuk segala sesuatu yang berbau pembaruan pendidikan. bahwa desakan untuk pembaruan pendidikan kebanyakan datang dari tokoh-tokoh yang asalnya bekerja di luar lapangan persekolahan seperti Rousseau. Perubahan teknologi dalam beberapa tahun akhir-akhir ini saja lebih hebat dan lebih banyak daripada yang pernah dialami nenek kita sepanjang . Tanpa perubahan pada diri guru. malahan sering menentang perubahan. Sifat konservatisme ini ada juga faedahnya. segala usaha ke arah pembaruan akan menemui kegagalan. Dan guru sulit melepaskan diri dari cara-cara ia dahulu diajar dan dari jenis-jenis mata pelajaran yang diperolehnya waktu ia masih murid. terbukti dari kenyataan. kalau yang lama itu memuaskannya. Itulah salah satu sebab. Ia lebih senang mengikuti jejakjejak tradisi. Ilmu pengetahuan dan teknologi ialah daya-daya yang sangat mempercepat perubahan dalam masyarakat. Sekali suatu mata pelajaran dimasukkan ke sekolah.

Bila diterima sebagai prinsip. Pendapatan-pendapatan baru segera tersebar di seluruh dunia dan mempengaruhi hidup manusia seperti listrik. Laos atau Timur Tengah. dunia ini telah menjadi suatu kesatuan. kapal terbang. Sekolah tidak dapat menutup mata untuk masalah-masalah internasional seperti polusi. Masyarakat kita sekarang ini sangat dinamis dan senantiasa ak berubah. eksplosi penduduk.hidupnya. . telepon. kemajuan ilmu pengetahun dan teknik banyak juga mengandung bahaya apabila disalah gunakan. menimbulkan ketegangan pula di seluruh dunia. TV. kolot. Karena kurikulum harus dinamis dan ini hanya mungkin dengan bentuk kurikulum yang fleksibel. Isi kurikulum harus senantiasa dapat berubah sesuai dengan perubahan masyarakat. dan membatu? Misalnya rencana pelajaran yang bercorak kolonial tidak dapat dipertahankan dalam negara yang telah merdeka. makanan kaleng. maka kurikulum seharusnya disesuaikan dengan gerak-gerik dan perubahanperubahan masyarakat itu. Bahaya kehancuran dengan born atom memberi tugas baru kepada umat manusia. Dengan demikian kurikulum itu cukup elastis. Dunia ini rasanya bertambah kecil. Di samping membawa kebahagiaan. Segala perubahan itu sedikit banyak mempengaruhi cara hidup dan cara berpikir manusia: Karena kemajuan clalam lapangan pengangkutan dan perhubungan. an Berdasarkan kenyataan ini. bahwa sekolah harus mendidik untuk kehidupan. Sekolah hendaknya turut serta memberi sumbangan ke arah terciptanya dunia yang bahagia dan aman bagi seluruh umat manusia. sehingga senantiasa terbuka untuk memberikan hahan pelajaran yang penting dan perlu bagi muridmurid pada saat dan tempat tertentu. untuk bekerjasama agar dapat hidup damai berdampingan di dunia ini. dan sebagainya. apakah itu Zaire. Segala sesuatu yang penting yang terjadi di suatu daerah. dapatkah dipertahankan kurikulum yang statis. bahwa sekolah harus mempersiapkan anak-anak untuk masyarakat. Karena kurikulum tidak dapat ditentukan secara mutlak dan uniform untuk semua sekolah dalam bentuk suatu rencana pelajaran terurai yang harus diikuti oleh guru hingga detail yang sekecil-kecilnya. Ketegangan di suatu negara. radio. yakni yang dapat diubah menurut kebutuhan dan keadaan. segera diketahui di semua pelosok di dunia. dan sebagainya yang juga mengenai diri setiap orang. Tak ada lagi daerah atau negara yang terpencil.

sistem ini masih sangat umum terdapat di sekolah-sekolah kita. Kurikulum didasarkan atas minat dan kebutuhan anak-anak dan pemuda. Hanya dengan jalan demikian sekolah dapat memberikan pendidikan yang fungsional. . rundingan antara guru dengan murid sangat diutamakan dalam merencanakan apa yang akan dipelajari di sekolah. Kurikulum bersifat subject-sentered yang memberikan pengetahuan yang logic sistematis. Anak-anak dalam kelas kebanyakan duduk di bangku sambil menghafal. sedangkan kebutuhan mereka sebagai orang dewasa dalam masyarakat sering diabaikan. Kurikulum yang uniform juga bertentangan dengan prinsip untuk menyesuaikan pelajaran dengan perbedaan inidividual. Walaupun sekolah yang semata-mata child-centered boleh dikatakan tidak ada lagi. Sekolah akademis atau Sekolah Tradisional. Walaupun disebut tradisional. Di sekolah ini disiplin lebih lunak. Sekolah ini bersifat "book-centered" atau berpusat pada buku pelajaran. prinsip-prinsip aliran ini sangat berharga bagi perbaikan pengajaran. Sekolah progresif Sekolah ini bersifat child-centered. anak-anak diberi lebih banyak kebebasan. minat dan kebutuhan anak-anak. sehingga anak-anak benar-benar dipersiapkan untuk menghadapi masalah-masalah di dalam masyarakat tempat is hidup. sehingga keperluan-keperluan masyarakat itu dapat dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah. 1. Keadaan dan kebutuhan yang serba ragam di berbagai daerah di Tanah Air kita memerlukan kurikulum yang fleksibel. mendengarkan atau melamun. mengekang kebebasannya dan menutup kemungkinan untuk menyesuaikan kurikulum dengan keadaan masyarakat dan kebutuhan murid-murid setempat. Hubungan dengan lingkungan sangat sedikit. SEKOLAII MASYARAKAT Menurut Olsen*) perkembangan persekolahan di Amerika Serikat melalui tiga fase. Pelajaran-pelajaran terlepas dari kehidupan masyarakat.Kurikulum yang uniform mematikan inisiatif guru. Pendidikan ini kurang memperhatikan perbedaan individual. 2.

akan tetapi tidak memadai. upacara-upacara dan usaha-usaha lain. Hubungan antar-suku bertambah erat. Sekolah itu memperbaiki mutu kehidupan setempat pada saat sekarang Berkat sekolah maka orang dalam masyarakat menjadi manusia yang lebih baik. jasmaniah. Sekolah itu menggunakan masyarakat sebagai laboratorium tempat belajar. 2. Buku-buku dan bacaan-bacaan lain memang penting juga. material. Masyarakat dipandang sebagai laboratorium tempat anak belajar. Dengan jalan demikian terbukalah pintu antara sekolah dengan masyarakat. Sekolah membuka pintu untuk mengadakan hubungan . talc dapat tiada anak-anak harus diberi kesempatan sebanyak-banyaknya untuk mempelajari masyarakat berkat pengalaman langsung. Yang menjadi pokok pelajaran ialah kebutuhan manusia. sehingga sekolah dapat memasuki masyarakat dan masyarakat dapat memasuki sekolah. sosial. Sekolah ini bersifat life-centered. Sekolah ini mendidik anak-anak menjadi manusia yang lebih baik dalam dunia yang lebih baik. masalah-masalah dan proses-proses sosial dengan tujuan untuk memperbaiki kehidupan dalam masyarakat. Sekolah ini menurut sertakan orang banyak dalam proses pendidikan untuk mempelajari problema-problema sosial. penyakit menular berkurang dengan adanya usaha sekolah kearah itu. Kalau kita ingin memupuk pengertian. dan ketrampilan yang penting guna perbaikan kehidupan masyarakat. Sekolah masyarakat atau community school. menyelidiki dan turut serta dalam usaha-usaha masyarakat yang mengandung unsur pendidikan. emosional.3. Sekolah ini merupakan pusat masyarakat untuk melakukan pertemuanpertemuan. kejahatan pemuda. Belajar tidak hanya terbatas antara empat dinding kelas. minat. CIRI-CIRI SEKOLAH MASYARAKAT *) Menurut Olsen ciri-ciri Community School ialah sebagai berikut: 1.

Murid-murid pergi ke luar melakukan karyawisata untuk menyelidiki usaha pertanian. bergaul dengan orang-orang lain. 6. Mengenai hal-hal tertentu sering diadakan perundingan antara guru dengan orang tua dan pemimpin-pemimpin dalam masyarakat guna perbaikan sekolah. Gedung sekolah dapat digunakan untuk pertemuan dan rapatrapat. dan sebagainya. pertandingan-pertandingan olahraga dan lain-lain dapat dilakukan di sekolah.timbal balik dengan masyarakat. perindustrian. Pemberantasan buta huruf. karena sekolah itu ke punyaan bersama seluruh masyarakat. Sekolah itu menurut sertakan orang tua dalam urusan-urusan sekolah. untuk perayaanperayaan dalam lingkungan itu. Gedung sekolah itu menjadi pusat kegiatan masyarakat. Inti kurikulum terdiri atas kebutuhan manusia dalam masyarakat sekarang dan masa depan. menjaga kesehatan. . Orang tua. seperti soal mencari nafkah. memperbaiki kehidupan kekeluargaan. Sekolah itu tidak hanya untuk kepentingan anak-anak melainkan juga untuk orang dewasa. bukan hanya dalam bidang material. dalam bentuk POMG atau sejenis turut membantu sekolah. 5. Orang-orang diundang ke sekolah untuk memberi keterangan-keterangan mengenai bidang keahliannya. perumahan. kewajiban warganegara. akan tetapi juga termasuk tanggung jawab seluruh masyarakat. Dengan jalan demikian terdapat hubungan erat antara pelajaran di sekolah dengan tuntutan-tuntutan kehidupan masyarakat yang mengandung arti bagi murid dan karena itu lebih merangsang kegiatan anak anak untuk belajar. dan sebagainya. Sekolah itu turut mengkoordinasikan masyarakat. sekolah masyarakat menggunakan lingkungan sebagai sumber pelajaran yang sangat penting. Di samping bukubuku. kursus-kursus untuk wanita. Sekolah bukan hanya urusan guru. 4. Sekolah itu mendasarkan kurikulum pada proses-proses dan problemaproblema kehidupan dalam masyarakat. tetapi juga dalam lapangan pendidikan. 3.

yang dinamis. Kurikulum ialah sesuatu yang hidup. apabila didasarkan atas interaksi antara murid-murid dengan sekitarnya. penyelenggaraan rekreasi. Hal yang demikian boleh dikatakan tidak mungkin. MASYARAKAT SEBAGAI SUMBER PELAJARAN Pengajaran mencapai hasil sebaik-baiknya. yang mengikuti . maka ia lebih paham akan masalah-masalah itu dan lebih sanggup mengatasinya. Apa yang dipelajari anak hendaknya halhal yang juga terdapat dalam masyarakat dan karena itu berguna bagi hidup anak sehari-hari. melainkan juga mempraktekkannya di sekolah itu sendiri dan dalam hubungannya dengan masyarakat. 7. memberantas prasangka dan takhayul. Oleh sebab masyarakat di berbagai tempat di Tanah Air kita berbeda-beda. bioskop. Sekolah itu dapat melaksanakan dan menyebarkan filsafat negara dalam segala hubungan antar-manusia. kalau kurikulum itu uniform dan statis. Dalam hal ini sekolah dapat menjalankan peranan yang penting dengan bekerjasama atau menggembleng semua tenaga yang terdapat di lingkungan itu. propaganda. seperti: Bagaimanakah cara-cara bergaul yang baik? Bagaimanakah sikap pemuda terhadap orang tua.dan bila mungkin . terhadap adat. Sekolah itu suatu lembaga yang tidak hanya memberi penjelasan saja tentang filsafat negara.turut menentukan atau membimbing perkembangan masyarakat di lingkungan sekolah itu. perbedaan agama. Bila masalah-masalah yang dihadapinya dalam hidupnya di luar sekolah dijadikan pokok-pokok untuk dipelajari di sekolah. dan suku bangsa? Apakah yang harus dilakukan dalam waktu senggang ? Bagaimanakah pemuda-pemudi harus menjaga diri dalam masa modern ini? Bagaimanakah harus menghadapi pengaruh kebudayaan asing? Apakah kekurangan-kekurangan di kampung atau kota yang perlu diperbaiki? Banyak lagi masalah-masalah lain yang dapat dijadikan bahan pelajaran selama kurikulum itu bersifat fleksibel. seperti dalam hal pemeliharaan kebersihan dan kesehatan. dan lain-lain. bacaan cabul. maka sekolah-sekolah setempat .Untuk memperbaiki taraf kehidupan dalam suatu masyarakat segala lembagalembaga dan badan-badan dalam masyarakat itu harus bekerjasama. Karena itu kurikulum tidak boleh lepas dari masyarakat.

Selain dan kekayaan geografis daerah. Tanah kering atau banyak air. danau-danau. c) Susunan penduduk. SL dan Perguruan Tinggi? Berapa banyakkah yang tidak melanjutkan pelajarannya? Banyakkah anak-anak yang tidak bersekolah? . diselidiki: 1. barang tambang. demikian pula suasana kekeluargaannya. Untuk itu harus diselidiki keadaan masyaraka Antara lain dapat t. e) Kekayaan alam. hujan dan angin. Kampung kecil berbeda masyarakatnya dengan kota besar. 2. b) Mata pencarian. Kehidupan kampung kecil berlainan dengan kota besar. tanah gersang atau subur berpengaruh sekali terhadap kehidupan masyarakat. Apakah yang dilakukan orang untuk mencari nafkahnya. Bagaimanakah perbandingan jumlah penduduk dari berbagai golongan? Bagaimanakah kedudukan tiap golongan? d) Pendidikan. dan sebagainya. Apakah daerah itu letak di pegunungan atau dekat pantai. harus juga dipelajari hal-hal tentang manusia yang menghuninya. Topografi turut menentukan matapencarian. Kehidupan dan corak masyarakat turut ditentukan oleh kekayaan alam berupa hutan. Keadaan fisis lingkungan. yaitu: a) Iklim suatu daerah. b) Luas daerah. Penduduk. d) Keadaan tanah.hendaknya diberikan kebebasan hingga batas-batas tertentu. c) Topografi daerah. Kota menjadi besar karena faktor-faktor tertentu. Mata pencaharian ditentukan oleh suhu. Antara lain dapat dipelajari: a) Jumlahnya. Bagaimanakah tingkat kehidupan orang di lingkungan itu? Usaha apakah yang dapat dijalankan untuk mempertinggi taraf kehidupan itu? Siapasiapakah yang kaya dan siapakah yang lemah ekonominya. tamatan SD. untuk menentukan kurikulum sendiri dengan menyesuaikannya dengan keadaan dan kebutuhan masyarakat itu. apakah pulau terpencil atau jauh di pedalaman ataukah daerah itu banyak hubungannya dengan dunia luar. yang mempengaruhi corak kehidupan dan kebudayaan masyarakat itu. Berapa banyakkah yang buta huruf. tetapi juga aspek-aspek lain daripada kehidupan atau masyarakat. adat istiadat dan lain-lain.

olah raga. Manusia dalam masyarakat tidak hidup sendiri-sendiri. Toko buku yang dengan diam -diam menjual bacaan cabul. melainkan membentuk kelompok. organisasi wanita. badan-badan atau organisasi yang mempunyai tujuan tertentu yang berhubungan dengan kebutuhan dan problema-problema tiap-tiap kelompok. pemerintah. tanpa kerjasama yang erat dengan orang tua. pemuda. melainkan seluruh masyarakat. Antara lain dapat dipelajari: Organisasi-organisasi dan perkumpulan-perkumpulan seperti perkumpulan dagang.3. pemimpin-pemimpin perusahaan. badan-badan rekreasi. Itu sebabnya harus ada kerjasama yang erat antara badan-badan masyarakat. dan lain-lain. Yang bertanggung jawab atas pendidikan anak bukan hanya guru-guru dan orang tua. organisasi keagamaan. seperti dari badan-badan pemerintahan. mereka semua tidak luput dari tanggung jawab itu. buruh. pemerintahan kota yang tidak menyediakan lapangan olah raga tetapi menggunakannya untuk mendirikan gedung-gedung. supaya di luar sekolah dan rumah tangga. bioskop yang membolehkan anak-anak di bawah umur menonton film yang tak sesuai dengan usianya. Pendidikan di sekolah tak mungkin dilakukan dengan baik. anak-anak senantiasa mendapat pengaruh yang sebaik-baiknya. walaupun anak itu telah bersekolah. Setiap anak telah memperoleh sejumlah pendidikan dan pengalamanpengalaman tertentu sebelum ia menduduki bangku sekolah. Di situlah anak itu mula-mula mempelajari bahasa. sekolah. Itu pula sebabnya maka ada sekolah yang turut . Lembaga-lembaga seperti keluarga. jawatan pertanian. kepanduan. politik. Organisasi-organisasi masyarakat. Selain dari rumah tangga juga dari badan-badan lain diperlukan bantuan. kepolisian. dan sebagainya. Di situlah ia mempelajari hubungan-hubungan sosial serta menerima norma-norma tentang yang buruk dan yang baik. Pengaruh rumah tangga tidak terhenti. Badan yang terpenting dalam pendidikan anak ialah rumah tangga. perkumpulan-perkumpulan pemuda.

Seperti telah kita bicarakan di atas. lalu lintas. tumbuhtumbuhan. kantor pos. jalan raya. gedung arca. saja sekeliling sekolahnya. kalau anak anak pergi ke luar kelas untuk melihat burung yang hinggap di atap sekolah atau memakan beberapa jam atau beberapa minggu kalau harus pergi ke tempat yang jauh. Sungguh banyak bahan dari masyarakat yang dapat dijadikan pelajaran bagi murid-murid. kesehatan. kebaikan dan kekurangan-kekurangan. norma-norma. malahan juga beberapa bulan. pemerintahan. kebun. Karyawisata atau field trip. yang tidak dapat diabaikan begitu saja. Karyawisata mungkin hanya memakan waktu beberapa menit saja. Yang dapat diselidiki ialah hal-hal mengenai pertanian. lapangan terbang. kesenian. industri. kalau murid membuat perjalanan keliling dunia. andaikan ada uang untuk itu. betapa banyaknya yang dapat dijadikan pelajaran dalam radius 1 km.mempunyai tujuan belajar. Karyawisata selalu . bahwa masyarakat atau lingkungan sungguh-sungguh merupakan sumber bahan pelajaran yang sangat kaya dan luas. lembaga-lembaga pendidikan. wanita. peraturan-peraturan.mencampuri perkumpulanperkumpulan dan usaha-usaha pemuda dan anak-anak di luar sekolah dan memandangnya sebagat bagian daripada kurikulum. Agar lingkungan dapat menjadi sumber dan laboratorium pelajaran. Garis-garis besar yang diberikan di atas memberikan gambaran sepintas lalu. takhyul. binatang. Kalau guru itu betulbetul melakukannya. banyak yang dapat dipelajari anak-anak dengan karyawisata seperti ke sawah. kehidupan keluarga. CARA-CARA MENGGUNAKAN MASYARAKAT DALAM PELAJARAN a. pabrik. adat istiadat. sejarah. transport. kepolisian. Murid-murid dapat kita bawa ke luar kelas untuk mempelajari berbagaibagai hal. guru sendiri harus lebih dahulu menyelidiki lingkungan sekolah. . juga kebutuhan-kebutuhan masyarakat. ia akan terperanjat. taman bunga. rekreasi. gedung-gedung perumahan. lalu berpegang saja pada suatu buku pelajaran. dan sebagainya. jadi berbeda dengan piknik atau bertamasya untuk menikmati keindahan alam atau untuk gerak badan. perniagaan. dan lain-lain. kegiatan pemuda.

terdapat orang-orang yang mempunyai pengalaman. Dengan demikian mereka turut serta menjadikan masyarakat suatu laboratorium tempat anak-anak mengadakan penyelidikan dan belajar. Dalam tiap masyarakat betapapun kecilnya. akan tetapi dalam pelbagai hal mereka dapat turut serta . b. dan lain-lain masing-masing dapat mempunyai pengetahuan dan keahlian yang khusus yang dapat digunakan oleh sekolah. Contoh-contoh dapat kita tambah lagi. wartawan. Yang empunya pabrik. tukang becak dapat menceritakan pahit getir dan kegembiraan penghidupannya. Mereka dapat diundang ke sekolah untuk memberi keteranganketerangan mengenai suatu pokok yang sedang dipelajari oleh anak-anak. Seorang pengurus PMI berbicara tentang usaha-usaha yang dijalankan untuk meringankan penderitaan umat manusia. pemain bola. bidan. dan sebagainya harus mempunyai pengertian tentang makna karyawisata hagi pendidikan dan memberikan bantuan dan kesempatan sepenuhnya kepada murid-murid untuk meninjau tempat-tempat itu. polisi. seorang inspektur polisi memberi penerangan betapa perlunya orang taat kepada peraturan-peraturan lintas. Akan tetapi sayang ssekali. sumber ini sangat luas dan kaya. pendeta. sumber ini masih belum cukup dimanfaatkan untuk memperkaya kurikulum di sekolah. Dari murid diharapkan. direktur rumah sakit. Di sini tidak dibicarakan lebih lanjut cara-cara menyelenggarakan karyawisata agar berhasil baik. agar mereka tidak hanya memperhatikan dan mempelajari apa yang ada dan yang terjadi dalam masyarakat. Petani banyak pengetahuannya tentang menanam dan memelihara padi. pembesar dalam pemerintahan. saudagar. seorang camat dapat menjelaskan hal berhubungan dengan urusan kampung. tentara. tukang kayu dapat berbicara tentang pembuatan rumah. tukang becak. kecakapan.Sering karyawisata hanya dapat dilakukan dengan bantuan masyarakat. seorang Arab atau India memberikan penjelasan tentang negaranya masingmasing dan seterusnya. Mereka tidak boleh menjadi penonton saja. c. inspektur polisi. atau pengetahuan yang khusus mengenai satu lapangan. Menggunakan orang sebagai sumber. haji. Demikian pula dokter. Pengabdian masyarakat.

sejarah. dan se ba- . Guru-guru bersama-sama berusaha menyelidiki masyarakat itu dan mengumpulkan hal-hal yang kiranya dapat memperkaya kurikulum sekolah itu. Masyarakat itu dibagi atas beberapa aspek seperti: keadaan alam. membuat kakus. kalau pemuda-pemuda diberi kesempatan untuk mengenal pekerjaan di berbagai perusahaan. pabrikpabrik. agama. kesehatan. Terutama di daerah-daerah yang terbelakang. Dengan turut serta dalam usaha-usaha perbaikan masyarakat anakanak mendapat pengertian yang lebih mendalam tentang masyarakat itu. Tujuannya ialah menambah pengertian pemuda-pemuda tentang pekerjaan dan memupuk sikap yang sehat terhadap dunia pekerjaan. Malahan ada kalanya sekolah menjadi pendorong dan turut aktif memperbaiki keadaan masyarakat. sekolah dapat memelopori masyarakat ke arah perbaikan dan pembaharuan. di bawah pimpinan orang yang kompeten. Pengalaman kerja dalam masyarakat. kehidupan kekeluargaan. pemerintahan. industri dan jabatan-jabatan. Pada suatu masa setiap orang harus menjabat suatu pekerjaan untuk mencari nafkahnya. apakah yang dapat disumbangkan oleh masyarakat itu untuk pendidikan an akanak. CARA MEMANFAATKAN MASYARAKAT Untuk menjadikan suatu sekolah life-centered. Besar faedahnya. menanam buah-buahan. memberantas tikus dan nyamuk. d. sayur-sayuran atau bunga-bungaan yang baru. Cara lain untuk memanfaatkan masyarakat untuk kepentingan pendidikan para pemuda ialah memberi kepada mereka pengalaman-pengalaman bekerja di samping pelajaran di sekolah. penduduk. Pengalaman serupa ini memberi pelajaran kepada murid-murid. bahwa mereka dapat membantu masyarakat dan dapat mengubah dan memperbaiki keadaan sekitarnya. Pekerjaan yang dipelajari anak hendaknya sesuai dengan kebutuhan dan minatnya. Bagaimanakah cara-cara mengumpulkan bahan-bahan itu? a.dalam usaha-usaha masyarakat. rekreasi. pendidikan. tak dapat tiada harus diselidiki sumber-sumber pelajaran apakah yang terdapat dalam masyarakat itu. Misalnya murid-murid dapat turut membersihkan dan memperindah kampung. dan kantor-kantor. transpor dan perhubungan. masyarakat memberi bahan pelajaran yang penting sekali. Di samping buku-buku pelajaran.

Guru maupun masyarakat harus menyadari. c. pada hari-hari apa dan pukul berapa. Guru-guru masing-masing menyelidiki hal-hal manakah dalam masyarakat itu yang dapat dipelajari berkenaan dengan tiap kategori. Segala keterangan mengenai masyarakat yang dapat memberi bahan untuk pelajaran hendaknya disusun secara sistematis. Orang tua dapat diturut sertakan dalam usaha-usaha sekolah sebagai anggota POMG. supaya misalnya suatu perusahaan tidak terlampau sering dikunjungi. Kepada orang tua murid dan kepada orang-orang lain dapat dikirimkan daftar pertanyaan dalam bidang manakah mereka dapat bertindak sebagai manusia sumber. Diminta keterangan anak-anak berusia berapakah mereka bersedia menerimanya. . Juga harus diadakan administrasi yang cermat. sedangkan perusahaan-perusahaan lain hampir tak pernah dijadikan obyek pelajaran. b. Dapat juga dikirim daftar pertanyaan kepada perusahaan-perusahaan. berapa jumlah murid yang baik berkunjung ke sana. berapa jumlah murid yang dapat datang. Dapat juga ditanyakan hal-hal apa yang diketahuinya yang dapat membantu memperkaya pendidikan anak-anak.trip atau setelah mengundang seorang manusia sumber ke sekolah. sebaiknya dengan menggunakan sistem kartu. Untuk itu harus ada kerjasama yang erat antara sekolah dengan masyarakat demi kepentingan sang anak. atau mempunyai barang-barang atau alat-alat yang kiranya dapat dipergunakan untuk pendidikan anak-anak. Bahan ini senantiasa dapat diperluas. apakah mereka bersedia menerima murid-murid berkunjung ke sana dengan tujuan pendidikan. Diminta pula keterangan waktu mana ia dapat datang ke sekolah. sehingga mengganggu pekerjaan mereka. misalnya setelah mengadakan field. dan sebagainya. bahwa pengalaman-pengalaman yang terpimpin yang diperoleh murid-murid dalam masyarakat merupakan bagian yang hakiki dan pendidikan modern yang efektif.gainya. Pada kartu itu harus pula dicatat keterangan-keterangan mengenai pokok itu. atau apabila ia dapat menerima murid. Bahan-bahan mengenai tiap kategori dimasukkan ke dalam map tersendiri dan dapat senantiasa diperlengkap.

Dalam masyarakat yang sederhana anak-anak banyak mempelajari hal-hal yang diperlukannya sebagai orang dewasa dalam masyarakat itu sendiri secara informal. Dengan jalan demikian sekolah menjadi pusat masyarakat. Masyarakat modern cepat berubah. Berbagai cara dapat dilakukan untuk membawa sekolah ke masyarakat dan scbaliknya. sebagai manusia sumber.atau badan sejenis. PERTANYAAN DAN TUGAS 1. Pembaharuan kurikulum harus dilakukan secara kontinu. mengubah masyarakat. 6. 4. Akan tetapi bukan hanya masyarakat dapat membantu sekolah. untuk pertunjukan-pertunjukan. Dalam masa modern tugas pendidikan untuk mempersiapkan anak agar dapat berdiri sendiri. antara lain dalam pembinaan kurikulum. pameran. sehingga banyak hal segera menjadi usang. dibebankan kepada sekolah. 2. RANGKUMAN 1. sekolah pun dapat berjasa kepada masyarakat. kursus-kursus. Bandingkan pendidikan anak di desa dan di kota. Sekolah masyarakat sangat mengutamakan faktor kurikulumnya. Apa sebab sekolah harus konservatif? masyarakat dalam . 7. Masalah-masalah pokok apakah yang dihadapi umat manusia pada saat ini? Hingga manakah masalah-masalah itu dimasukkan ke dalam kurikulum? 3. Sekolah dapat dijadikan tempat untuk mengadakan rapat-rapat. 5. akan tetapi dapat dipertemukan. Namun selalu akan ada perbedaan tekanan. 3. Masyarakat merupakan sumber yang kaya bagi pengajaran di sekolah. Sekolah tak boleh berdiri terpisah dari masyarakat. 2. Sekolah itu konservatif. sebagai anggota panitia. Kurikulum bergantung pada fungsi sekolah dalam masyarakat. yakni apakah untuk mengawetkan kehudayaan dengan menyampaikannya kepada generasi muda. Ketiga fungsi itu sebenarnya tak perlu dipertentangkan. ataukah mengembangkan individu. Sekolah dapat menyediakan perpustakaan dan alat-alat sekolah untuk digunakan oleh masyarakat.

Peranan keluarga modern sudah berlainan dengan zaman dahulu. Bandingkan kurikulum SD pada zaman penjajahan Belanda dengan kurikulum sekarang. Bagaimana pandangan John Dewey tentang fungsi sekolah? 9. Sebutkan ciri-ciri sekolah masyarakat. Can perbedaan-perbedaan yang disebabkan oleh perubahan masyarakat. Apa sebabnya? . Coba selidiki lingkungan sekolah dengan radius 1 km. Apa dimaksud dengan "social engineering"? 10. Menurut pendapat saudara. 11. Menurut penilaian saudara. satu-dua generasi yang lalu. Relevansi kurikulum dengan kebutuhan masyarakat harus senantiasa ditinjau kembali. apakah sekolah kita telah cukup disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. 15. sumber-sumber pelajaran apa yang terdapat di situ? 13. Perbedaan apakah yang tampak bagi saudara dalam pendidikan sewaktu saudara masih kecil dengan pendidikan dewasa ini? Dapatkah saudara sebutkan sebab-sebab perubahan itu? 6. dapatkah sekolah mengubah masyarakat? Dapatkah sekolah mendahului perkembangan masyarakat atau hanya mengikuti perkembangan masyarakat? 5.4. Dikatakan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi mengubah kehidupan masyarakat. atau dengan kata lain apakah kurikulum telah relevan dengan kebutuhan masyarakat? Jelaskan dengan contoh-contoh. Peranan apakah yang tak dapat dilakukan lagi oleh keluarga yang dibebankan kepada sekolah? 8. Apa sebab ide sekolah masyarakat demikian tidak dijadikan pola sekolah kita sekarang? Adakah keberatan keberatannya? 12. Dapatkah saudara menunjukkan contoh-contoh berdasarkan observasi dan pengalaman sendiri? Apakah implikasinya bagi kurikulum? 7. Bagaimanakah cara-cara memanfaatkan masyarakat dan lingkungan untuk kepentingan masyarakat? Apa sebab sumber yang kaya ini kurang digarap oleh sekolah-sekolah kita? 14.

. 17.16. Diskusikan apakah orang tua baik diturut sertakan dalam urusan sekolah termasuk kurikulumnya. Diskusikan apakah di daerah pertanian pelajaran bertani selalu relevan bagi semua murid.

merupakan suatu dasar yang penting sekali dalam pembinaan kurikulum dan bertalian erat dengan tujuan program pendidikan yang hendak dicapai. Tujuan-tujuan yang dicapai dengan kurikulum berdasarkan mata pelajaran yang terpisah-pisah. dan sebagainya dan tidak terikat pada satu buku pelajaran tertentu. Selain itu organisasi kurikulum menentukan juga peranan guru dan murid dalam pembinaan kurikulum. Karena mata pelajaran itu pada umumnya diajarkan secara terpisah-pisah. Tujuan-tujuan pendidikan yang mengenai seluruh pribadi anak dihalang-halangi oleh kurikulum yang disusun untuk memupuk segi intelektual. mengadakan interview. urutannya dan cara menyajikan kepada murid-murid. Kurikulum berdasarkan proyek atau unit dengan sendirinya misalnya menyuruh anak-anak menyelidiki sendiri. Tentu saja subject-curriculum dapat juga membentuk segi-segi lain dari pribadi anak. Jadi subject curriculum berarti kurikulum yang terdiri atas sejumlah mata pelajaran. yaitu mempunyai bahan pelajaran tertentu. Demikian pula berlainan cara penyampaiannya dan isi pelajarannya. yang berarti bahan pelajaran. akan tetapi organisasi kurikulum tertentu sangat mempengaruhi bentuk-bentuk pengalaman apakah yang akan disajikan kepada anak-anak.BAB 7 ORGANISASI KURIKULUM Organisasi kurikulum yaknii pola atau bentuk bahan pelajaran disusun dan dismapaikan kepada murid-murid. Setiap kurikulum. Bentuk yang paling dikenal dan sangat meluas pemakaiannya ialah subject curriculum. JENIS-JENIS KURIKULUM Kurikulum bermacam-macam bentuknya. Subject jangan dikacaukan dengan subject matter. menggunakan berbagai-bagai sumber. juga integrated curriculum mempunyai subject matter. disebut juga subjectcentered curriculum yang artinya kurikulum yang berpusat pada mata pelajaran. karena bentuk kurikulum turut menentukan bahan pelajaran. Subject berarti mata pelajaran. maka disebut juga separate subject-curriculum. mengadakan karyawisata. .

Ada pula yang menganggap bahwa subject curriculum terlampau mengutamakan pengalaman umat manusia yang lampau. Karena kelemahan itu banyak timbul kritik dari para ahli kurikulum yang menganjurkan bentuk kurikulum lain. namun juga banyak mempunyai kelemahan. Kita harus meninjau kecaman itu secara kritis. Orang yang menganjurkan sesuatu yang baru. ditinjau dari segi tertentu. biasanya berusaha memberi kecaman yang tajam untuk mendiskreditkannya. Para ahli yang mengecam subject curriculum karena dalam proses belajar anak itu hanya pasif. yang mereka sebut activity curriculum. Ada kalanya kecaman itu obyektif. Mereka ini menginginkan kurikulum yang didasarkan atas pengalaman langsung agar pelajaran lebih bermanfaat. Maka timbullah berbagai bentuk kurikulum lain yang dianggap sebagai reaksi terhadap subject curriculum itu. menganjurkan suatu bentuk kurikulum yang lebih mengaktifkan anak-anak dalam proses belajar. yang dituangkan dalam bentuk mata pelajaran. Demikian pula subject curriculum dikecam karena kurang memberi pelajaran yang bertalian dengan kehidupan anak seharihari dalam lingkungan masyarakatnya. Kritikkritik terhadap bentuk kurikulum tertentu adalah kritik-kritik yang diajukan oleh orang-orang yang tidak menyetujui bentuk kurikulum tersebut. Mereka yang menganggap bahwa subject curriculum memberi pengetahuan yang lepas-lepas. yakni core curriculum. Mereka ini menganjurkan life curriculum. yang tidak mengenal batas-batas antara mata pelajaran. Kurikulum yang mereka anjurkan disebut experience curriculum. atau fragmentaris menganjurkan kurikulum yang integrated atau dipadukan.Kurikulum ini banyak mempunyai ciri-ciri yang menguntungkan. Kita akan bicarakan berbagai bentuk kurikulum itu. atomistis. Setiap kurikulum mempunyai ciri-ciri yang baik. sehingga pengetahuan anak menjadi verbalistis. yakni kebudayaan yang diwariskan oleh nenek moyang. akan tetapi juga mempunyai kelemahan-kelemahan. . akan tetapi kadang-kadang agak dilebih-lebihkan. Perlu kami berikan peringatan yang berikut. Ada pula yang berusaha mencakup segala kebaikan bentuk kurikulum yang mengadakan reaksi terhadap subject curriculum.

Kurikulum ini dapat dimodifikasi. I. bahasa asing. dan sebagainya. yakni teologi. Orang Romawi menerimanya dari orang Yunani sambil mengadakan perobahan. SEPARATE-SUBJECT CURRICULUM Kurikulum ini disebut demikian. dan musik). kedokteran. Baru pada abad ke-19 mulai berkembang matapelajaran-matapelajaran dengan pesatnya. Ada kalanya bentuk kurikulum itu hanya terdapat dalam teori raja. Namun berbagai bentuk kurikulum ada pengaruhnya terhadap pemikiran tentang kurikulum dan sering pula dalam pelaksanaannya. Demikian pula subject curriculum tidak selalu tampil dalam bentuknya yang buruk.Selanjutnya perlu kita perhatikan. diperkaya. filsafat dan ilmu pengetahuan ditambah dengan musik dan atletik. Pada abad pertengahan tujuan pendidikan menjadi praktis dan vokasional. matematika. Yang diketahui ialah bahwa bahasa Latin menjadi matapelajaran yang sangat penting. Setiap mata pelajaran harus lebih (lulu berjuang sebelum diakaui dan diterima sebagai mata pelajaran di sekolah seperti bahasa ibu. dan hukum. yang satu lepas dari yang lain. dan disesuaikan dengan pemikiran-pemikiran baru tentang kurikulum. Di universitas misalnya dipelajari tiga bidang utama. yang kemudian dikenel sebagai " the seven liberal arts " yang memberikan pendidikan umum. astronomi. Tidak jelas apa yang terjadi dengan " the seven liberal arts " itu. bahwa pertentangan yang tajam itu biasanya terdapat pada taraf teoretis. biologi. Organisasi subject curriculum dianggap berasal dari zaman Yunani kuno. Selanjutnya akan kita bicarakan berbagai bentuk atau organisasi kurikulum. oleh sebab segala bahan pelajaran disajikan dalam subject atau mata pelajaran yang terpisah-pisah. Dalam praktik tidak tampak pertentangan serupa itu. retorika. geometri. fisika. Orang Yunani telah mengajarkan berbagai bidang studi seperti kesusasteraan. Juga harus kita ketahui bahwa berbagai bentuk kurikulum yang `baru' itu jarang terdapat dalam kenyataan dalam bentuknya yang murni. dan logika) dan quadrivium (arithmetika. Mereka mengadakan dua kategori utama yakni trivium (gramatika. Juga timbul berbagai matapelajaran yang dianggap .

Biasanya sejarah diberikan terpisah dari ilmu bumi. Bahan ini lalu disusun secara logis dan sistematis. Inilah jenis kurikulum yang umumnya terdapat di kebanyakan negara. disederhanakan dan disajikan kepada anak -anak di sekolah sebagai mata pelajaran setelah disesuaikan dengan usia dan kematangan murid-murid. pertanian. Dengan suatu kurikulum. pekerjaan tangan. telah banyak sekali ia belajar dan pengalaman dalam . Tentu ini juga disebabkan oleh metode mengajarnya. juga di Indonesia. Batas-batas terdapat pula antar mata pelajaran yang satu dengan yang satu lagi. pendidikan kesejahteraan keluarga. Dengan demikian sukarlah terdapat suatu kebulatan dalam pengetahuan anak-anak. Untuk itu bahan pelajaran dibagi-bagi untuk tiap-tiap kelas. Anak-anak (dan manusia umumnya) belajar berkat pengalaman. Kini terdapat ratusan mata pelajaran di sekolah maupun universitas. Dikelas I SD dahulu anak-anak berhitung dengan bilangan 1 sampai 20. Sebelum anak bersekolah. pendidikan jasmani. biasanya ia harus menunggu pemecahannya sampai ia naik kelas 2. Kalau ia menghadapi soal-soal di atas 20. Batasbatas bahan pelajaran itu dihormati benar dan biasanya tidak dilampaui. Mereka sering hanya menumpukkan bermacam-macam pengetahuan. Tiap mata pelajaran diberikan tersendiri lepas dari mata pelajaran lain pada jam pelajaran tertentu. seakan-akan terbagi atas petak-petak. baik di SD maupun di Sekolah Menengah sampai Universitas. atau kebudayaan dan pengetahuan yang dikumpulkan oleh umat manusia sejak dulu kala. Jadi dalam mata pelajaran itu sendiri terdapat batas-batas yang memisahkan bahan pelajaran untuk tiap kelas. dan sebagainya. sekolah memberikan kepada anak-anak pengalaman-pengalaman untuk mengembangkan pribadinya sesuai dengan tujuan pendidikan.nonakademis seperti tata buku. Jelaslah bahwa pada pokoknya kurikulum serupa ini berdasarkan ilmu jiwa assosiasi yang mengharapkan timbulnya pribadi yang bulat sebagai hasil jumlah pengetahuan yang diperoleh anak. walaupun kedua mata pelajaran itu erat hubungannya. Apakah sebenarnya subject atau mata pelajaran itu? Subject itu ialah hasil pengalaman umat manusia sepanjang masa.

Oleh sebab itu banyak yang tidak dapat diselami oleh anak itu sendiri. Karena itu sekolah modern menggunakan pengalaman-pengalaman anak itu sendiri sebagai bahan pelajaran. lalu dihafal untuk diingat dan kemudian dilupakan. Untuk memperkuat keseragaman itu diberikan pula rencana pelajaran terurai yang menentukan dalam garis-garis kecil apa yang harus disajikan kepada murid-murid setiap minggu. Jadi dalam kurikulum ini sudah lebih dahulu ditentukan pengalaman-pengalaman apakah yang akan diterima anak selama ia bersekolah.kehidupannya sehari-hari. Yang dipelajari ialah hal-hal yang berhubungan langsung dengan kehidupan anak. Hal ini mungkin. Kurikulum yang subject-centered ini terutama ditujukan kepada pembentukan intelektual dan kurang mengutamakan pembentukan pribadi anak sebagai keseluruhan. dengan maksud agar pendidikan di mana saja sama tarafnya. Biasanya yang menentukannya ialah suatu panitia yang terdiri atas tokoh-tokoh dan ahli-ahli pendidikan lain dan para ahli dalam disiplin tertentu. maka besarlah pengaruh buku pelajaran. Tentu saja guru yang baik tidak akan sudi diperhamba oleh buku dan mencari berbagai jalan untuk memperkaya kurikulum itu dan menyesuaikan sedapat mungkin dengan kebutuhan anak-anak setempat. oleh sebab luas atau scope bahan pelajaran dapat ditentukan. Mereka inilah menetapkan apakah diperlukan anak-anak kelak dalam kehidupannya dalam masyarakat. setiap jam. Bahkan sering kurikulum itu semata-mata ditentukan oleh buku pelajaran itu. Kurikulum yang seragam ini memudahkan anak-anak pindah sekolah. yang tidak selalu bertalian erat dengan pengalaman anak itu sendiri. Oleh karena pengetahuan yang harus dikuasai anak tertentu banyaknya. Hasil pelajaran serupa itu dianggap permanen dan tidak dilupakan. Pada akhir sekolah dapat diadakan ujian negara yang uniform pula. Dalam subject curriculum anakanak dipaksakan mempelajari pengalaman umat manusia yang lampau. sehingga tujuan pendidikan menyempit menjadi menguasai sejumlah pengetahuan yang tercantum dalam buku. Kurikulum serupa ini biasanya ditentukan terlebih dahulu oleh ahli-ahli atau para pembina pendidikan. maka kurikulum ini mudah dijadikan uniform atau seragam di seluruh negara. Keseragaman . Oleh sebab bahan pelajaran itu biasanya telah ditetapkan oleh buku.

karena banyak mengandung hal yang menguntungkan. Berhitung dimulai dengan bilangan-bilangan kecil dan kemudian meningkat kepada bilangan-bilangan besar. Sebaliknya bagi anak yang kurang pandai. Dengan mengikuti sistematik itu anak-anak juga terlatih berpikir menurut struktur disiplin. yang pandai. Logika dan sistematik setiap cabang berpikir secara matematis. Sejarah disusun dari masa purba sampai kepada zaman sekarang. Menurut pengertiannya subject itu ialah hasil pengalaman umat manusia pada masa yang lampau yang tersusun logis sistematis. bahwa setiap mata pelajaran atau disiplin mempunyai sistematik tertentu. dan sebagainya. misalnya dengan mempelajari matematik. Tentu saja cara ini tidak memuaskan bagi anak-anak yang pandai karena pelajaran itu dianggapnya terlampau mudah dan tidak merangsangnya untuk mengeluarkan segenap tenaga dan pikirannya. kesanggupan. dan sebagainya. anak dapat berpikir secara matematis. maupun yang kurang pandai. Tiap mata pelajaran mengandung sistematik tertentu. Kurikulum yang berpusatkan mata pelajaran ini masih sangat banyak dipakai. kemudian diberikan bentuk-bentuk yang lebih kompleks. pelajaran itu terlampau cepat dan ia makin lama makin jauh ketinggalan. Logika dan sistematik setiap cabang pengetahuan ini tidak akan dapat ditemukan anak itu sendiri. . kemudian dibicarakan daerah-daerah yang makin jauh. Untuk mencari jalan tengah biasanya guru menyesuaikan pelajaran dengan anak-anak yang " sedang " kepandaiannya.bahan pelajaran yang diberikan kepada semua anak dalam suatu kelas menimbulkan kesalahan didaktis untuk menyamaratakan semua murid. MANFAAT SEPARATE-SUBJECT CURRICULUM 1. Geografi dimulai dengan daerah yang dekat. Oleh sebab itu jalan yang efisien ialah memberi an k saja kepada anak-anak ilmu pengetahuan itu dalam susunan yang logis seperti telah dipikirkan oleh ahli-ahli. Ilmu pasti mulai dengan pengertian-pengertian dasar. Bahan pelajaran dapat disajikan secara logis dan sciternuas. dan pengalaman anak secara individual merupakan suatu hal yang sukar dan karena itu tidak sering dilakukan dalam kurikulum yang berdasarkan susunan mata pelajaran yang terpisah-pisah ini. Menyesuaikan pelajaran dengan kebutuhan minat. Demikian dapat kita lihat.

kecakapan-kecakapan yang diperoleh anak-anak dalam mata pelajaran itu dapat juga digunakannya dalam kehidupannya sehari-hari. Kurikulum ini juga dipakai di pendidikan tinggi. Melaksanakan kurikulum ini pun tidak menimbulkan kesulitan. Dari segala macam kurikulum. Boleh dikatakan. Apa yang akan diajarkan sudah ditentukan lebih dahulu.Diharapkan pula agar pengetahuan. Dalam menentukan kurikulum ini banyak pula bantuan diperoleh dan bukubuku pelajaran yang telah diakui baik. atau dikurangi. Sequence adalah soal menentukan urutan mata pelajaran yang harus diberikan dalam tiap kelas. Lagi pula guru-guru terutama di SM telah terlatih dalam matapelajaran-matapelajaran tertentu. Organisasi kurikulum ini sederhana. yang diajarkannya bab demi bab. pengertian. malahan untuk seluruh negara. mudah direncanakan dan dilaksanakan. Kurikulum ini mudah dinilai. Guru-guru pada umumnya dapat berpegang pada buku pelajaran yang telah ditentukan. Ada kalanya bahan pelajaran ditentukan dengan menetapkan buku-buku pelajaran yang harus dikuasai untuk suatu daerah. dan kecakapan-kecakapan tertentu yang mudah dinilai dengan ujian atau tes. demikian pula SD. sehingga guru dapat menyesuaikan jumlah waktu dengan jumlah bahan pelajaran yang harus diberikan setiap kali. SD masih dianggap oleh kebanyakan orang sebagai persiapan untuk SM dan SM sebagai sekolah persiapan untuk Pendidikan Tinggi. sehingga dapat diadakan ujian umum yang uniform di seluruh negara. sehingga lebih memudahkan luas (scope) dan urutan (sequence) bahan pelajaran di tiap kelas. Oleh sebab itu maka SM pun cenderung mempunyai organisasi kurikulum yang sama. pengertian. direorganisasi. 2. 3. kurikulum inilah yang paling mudah disusun. Kurikulum ini terutama bertujuan menyampaikan sejumlah pengetahuan. 4. ditambah. Scope terutama soal menentukan jumlah dan jenis mata pelajaran yang harus disajikan oleh sekolah. pada saat ini setiap perguruan tinggi menggunakan organisasi kurikulum yang bersifat mata pelajaran yang terpisah-pisah. . Masalah scope dan sequence tidak berapa menimbulkan kesulitan.

sehingga mendapat dukungan dari orang tua dan para pengajar.Kebanyakan orang tua menginginkan agar anak-anaknya kelak melanjutkan pelajarannya di fakultas. Kurikulum ini telah digunakan dan diterima baik oleh generasi-generasi yang lalu. Kurikulum ini lebih memudahkan guru. Sukar orang menerima perubahan dalam organisasi kurikulum yang telah bertahan begitu lama. . Terlebih-lebih apabila guru itu harus mengajar pagi sore. maka kurikulum ini sesuai benar dengan kemampuan guru. pendidikan kependudukan. dan lain-lain. Karena itu kurikulum yang berbentuk subject diterima baik dan dipertahankan di SD dan SM. Lagi pula. Dengan sendirinya mereka lebih senang bekerja di sekolah yang mempunyai kurikulum yang sesuai dengan pendidikannya di IKIP. Kurikulum ini mudah diubah. bahwa anak itu mempelajari bermacam-macam mata pelajaran seperti yang mereka pelajari. 7. 6. maka mata pelajaran itu mudah ditambahkan. Orang tua yang mengitimkan anak-anaknya ke sekolah menganggap sewajarnya. Kalau dirasa perlu anak -anak mengetahui tentang lalu lintas. 5. Segala perubahan atau perbaikan kurikulum kita hingga saat ini senantiasa didasarkan pada organisasi berbentuk subject. kalau mereka telah mengajar selama beberapa tahun dan telah menguasai bahan pelajaran (atau buku pelajaran) sepenuhnya. Mereka merasa aman dan tenteram dalam organisasi kurikulum yang subjectcentered ini. pekerjaan selanjutnya merupakan rutin yang tidak lagi meminta usaha dan jerih payah. dapat ditiadakan. Kurikulum ini telah dipakai berabad-ubad lamanya dan sudah menjadi tradisi. Kebanyakan guru SL mendapat didikan untuk mengajarkan mata pelajaran tertentu di SMP dan SMA. Perubahan atau perbaikan kurikulum dicapai dengan menambah atau mengurangi jumlah. mengetik. kewargaan negara. Demikian pula mata pelajaran yang dirasa tidak sesuai lagi. isi atau jenis mata pelajaran sesuai dengan permintaan zaman. Tiap tahun ia mengulang-ulangi pelajaran tanpa membutuhkan banyak pikiran dan kreativitas seperti halnya dalam pengajaran proyek atau unit.

Organisasi kurikulum yang sistematis seperti yang dimiliki oleh subject- curriculum esensial untuk menafsirkan pengalaman. namun banyak pula kelemahankelemahannya dititik dari sudut pendidikan modern. Organisasi serupa ini sangat menghemat waktu dan tenaga dan memberi kemungkinan mempelajari sesuatu dalam waktu singkat apa yang ditemukan dengan susah payah oleh para sarjana pada masa lampau. Kurikulum ini memberikan matapelajaran yang lepas-lepas. Salah satu keberatan yang paling serius ialah bahwa kurikulum ini membagi pengalaman dan pelajaran anak atas bagian-bagian yang lepas-lepas.8. Kelemahan-kelemahan kurikulum ini ialah: 1. . tanpa mengindahkan batas-batas pengetahuan seperti diadakan oleh kurikulum ini. Matapelajaranmatapelajaran memberikan kepada anak-anak pengetahuan yang lepas-lepas. Apabila seorang menghadapi suatu situasi kehidupan. ia mencoba mengatasinya dengan menggunakan segala pengalaman dan pengetahuannya yang ada padanya berkenaan dengan situasi itu. Keberatan-keberatan yang sering diajukan tentu saja bertalian erat dengan pandangan seseorang mengenai pendidikan dan pengajaran. Mata pelajaran yang terpisah-pisah yang dijadikan pengalaman anak bertentangan dengan dunia kenyataan. secara fragmentaris yang sebenarnya tak ada dalam dunia kenyataan. Hal ini diperkuat lagi apabila tiap mata pelajaran diberikan oleh guru yang berlainan seperti halnya di Sekolah Menengah tanpa mengetahui apa yang diberikan pada pelajaran lain. Kurikulum berbentuk mata pelajaran yang terpisah-pisah tidak mendidik anak-anak menghadapi situasi-situasi dalam kehidupannya. yang tidak berhubungan satu dengan yang lain. BERATAN-KEBERATAN IRRICULUM TERHADAP SEPARATE-SUBJECT Walaupun kurikulum ini masih sangat umum dipakai di mana-mana karena banyak mengandung kebaikan-kebaikan.

badak. "Cecak" dalam Ilmu Hewan dan "Dari hal rangka" dalam pelajaran Tubuh Manusia. labahlabah. lidah. jagung. dan sebagainya. bunga matahari. Jelaslah. dan anak-anak disuruh mengumpulkan sejumlah pengetahuan yang lepas-lepas. matematika. petai. teh. babi. cengkeh. daging. cosmea. maka pada minggu pertama anak-anak akan mempelajari "Cempaka Kuning" dalam pelajaran Ilmu Tumbuh-tumbuhan.Kesehatan: Dari hal rangka. beberapa penyakit. Setiap mata pelajaran berdiri sendiri. ular. kodok.Organisasi kurikulum ini tidak mendorong guru-guru mengadakan integrasi dalam berbagai mata pelajaran. ikan. Kalau guru (dan pengarang buku pelajaran) berpegang pada daftar yang di atas. b. mata. urat saraf. dan sebagainya. Padahal sudah sewajarnya ada hubungan antara matapelajaran-matapelajaran itu. kumbang. padi.Kesehatan boleh dikatakan tidak ada hubungannya. makanan. hidung. nyatalah. c. mangga. pengeluaran kotoran. Sebagai contoh di sini kami kutip bahan pelajaran Ilmu Hayat untuk kelas V. IPS. Dalam kurikulum 1975 yang menggunakan broadfield atau bidang studi seperti IPA. turi. ketela pohon (singkong). . tebu. bernafas. puspaindra (bunga tasbih). bahwa ketiga pokok itu tidak ada pertaliannya. ubi jalar. lipan (kelabang). dan sebagainya. Bila kita perhatikan Rencana Pelajaran untuk Sekolah Rakyat yang diterbitkan oleh KPPK. bahwa Ilmu Hewan. rusa. kelelawar. a. telinga. kulit. Ilmu Hewan: Cecak. Ilmu Tumbuh-tumbuhan: Cempaka kuning. kupu-kupu. keong. Inilah salah satu kelemahan yang paling besar dari kurikulum yang subject-centered ini. vinka. Tubuh Manusia . Yogyakarta 1950 misalnya untuk Ilmu Hayat di kelas V. buaya. Ilmu Tumbuh-tumbuhan dan Tubuh Manusia . Integrasi telah dicapai dalam matapelajaran yang saling berkaitan. peredaran darah. burung hantu.

dan sebagainya. guru yang merasakan kekurangan kurikulum ini. Sesuatu yang logis tidak selalu psikologis ditinjau dari segi minat dan perkembangan anak. tentang jabatan-jabatan dalam masyarakat. dan karena itu dapat juga memecahkan soal-soal yang dihadapinya dalam kehidupanya. Kurikulum ini tidak memperhatikan masalah-masalah sosial yang dihadapi anak-anak dalam kehidupannya sehari -hari. maka kurikulum ini banyak . Oleh sebab bahan pelajaran terutama didasarkan atas buku pelajaran. Sering kali bahan pelajaran itu tidak ada hubungannya dengan masalah-masalah yang dihadapi anak-anak dalam kehidupannya. Tak jarang anak-anak lebih tahu tentang perang Napoleon daripada tentang perkembangan daerahnya sendiri. Anggapan. tentang memahami dirt sendiri terutama bagi pemuda. Pelajaran serupa itu lebih mengandung arti bagi anak-anak dan karena itu lebih menarik dan berrnanfaat. ialah bahwa anak-anak telah terlatih dalarn memecahkan masalah-masalah pelajaran di sekolah. Dengan demikian pelajaran di sekolah dihubungkan dengan pengalaman langsung anak-anak itu. Untuk itu ia harus diberi kesempatan di sekolah untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya dalarn kehidupan sehari-hari. maka banyak masalah yang dihadapi anak dalam hidupnya tidak mendapat tempat dalam kurikulum. Berhubung dengan apa yang diketahui mengenai pertumbuhan dan perkembangan anak dan mengenai psikologi belajar. Dalam praktik. atau anak anak lebih mengetahui tentang susunan urat saraf cacing tanah daripada tentang cara menjaga kesehatannya sendiri. tentang kehidupan keluarga. Tentu saja. Tentu saja perlu sekali bagi setiap orang untuk memiliki pengetahuan. dapat menutupi kekurangan ini sedapat mungkin. kurikulum ini bertujuan menyampaikan sejumlah pengetahuan yang terdapat dalam buku-buku pelajaran yang ditentukan. Kepada anak-anak jarang diajarkan tentang cara bergaul cara menggunakan waktu senggang. 3. Kurikulum ini menyampaikan pengalaman umat manusia yang lampau dalam bentuk yang sistematis dan logis. Akan tetapi anak-anak juga harus diberi pengalaman untuk menggunakan pengetahuan itu secara fungsional dalam kehidupannya.2.

Anak-anak kecil sukar melihat tujuan mata pelajaran yang terpisah-pisah itu. 4. Oleh sebab mereka tidak melihat makna pelajaran. perkembangan sosial dan emosional. atau menghindarkan kecaman dan hukuman dari guru dan orang tua. karena bertalian erat dengan kehidupannya dan kebutuhannya sehari-hari. Murid-murid SM lebih sanggup melihat tujuan mata pelajaran. . Dalam hal ini pun guru yang baik dapat berusaha untuk menghubungkan mata pelajaran dengan pengalaman anak. Verbalisme ini juga timbul oleh sebab mata pelajaran itu tidak berurat berakar dalam pengalaman anak itu sendiri. karena terutama memusatkan tujuannya pada perkembangan intelektual. hasil pelajaran itu dangkal dan verbalistic dan sebagian besar segera pula dilupakan. Hal ini lebih-lebih berlaku bagi anak-anak di SD oleh sebab mereka terutama menambah pêngetahuannya berdasarkan pengalaman-pengalaman langsung yang mengandung arti baginya. Tentu saja perkembangan intelektual tujuan yang penting bagi sekolah. kalau ia melanjutkan pelajarannya di universitas dan ada pula kemungkinan mempunyai minat yang khusus untuk memperdalam pengetahuannya dalam suatu mata pelajaran tertentu. Malahan ada ahli-ahli mental hygiene yang mengemukakan bahwa kurikulum ini dapat merusak pribadi anak-anak karena mereka dihadapkan kepada situasi-situasi yang tidak mengandung arti baginya sehingga mereka menghadapi frustrasi yang mengganggu kesejahteraan rohaninya. akan tetapi konsepsi modern tentang pendidikan juga menekankan perkembangan aspek-aspek lain dari pribadi anak. Kurikulum ini mengabaikan atau kurang memperhatikan pertumbuhan jasmaniah.mengandung kekurangan ditinjau dari sudut psikologis. Mereka tahu bahwa mata pelajaran itu berguna baginya. karena pelajaran tak sesuai dengan mentalnya dengan kemungkinan besar anakanak itu menjadi nakal. Mereka mempelajarinya atau pada umumnya menghafalnya untuk mendapat angka yang baik. jadi dengan motivasi yang ekstrinsik. Tujuan kurikulum ini terlampau terbatas. Atau mereka meninggalkan sekolah.

emosional. Anak-anak tidak diturut sertakan dalam merencanakan dan membicarakan apa yang akan dipelajari sep halnya dalam erti pengajaran unit. Demokrasi menginginkan warganegara-warganegara yang dapat mengambil keputusan atas tanggungjawab sendiri. Kurikulum ini kurang mengembangkan kemampuan berpikir. Guru yang baik mengetahui. Demokrasi dalam rangka Pancasila sebaiknya dipupuk dengan memberi kesempatan kepada murid-murid untuk menyelidik. Pertanyaan-pertanyaan dan soal-soal yang mereka hadapi telah mempunyai jawab-jawab tertentu.Tentu saja guru yang baik dapat juga memperhatikan perkembangan segi segi pribadi anak sebagai keseluruhan dan tidak hanya mementingkan segi intelektual saja. Ia mengumpulkan keterangan-keterangan dan fakta-fakta untuk memecahkan masalah-masalah. Selain dari itu bahan pelajaran biasanya lebih dahulu ditetapkan secara "otoktratis" oleh pihak atasan. berbuat. akan tetapi memikirkannya secara kritis. Kurikulum ini mengutamakan penguasaan pengetahuan dengan jalan ulangan dan hafalan. 5. Anak-anak biasanya menerima segala sesuatu atas otoritas guru atau buku pelajaran. sehingga tidak ada kebebasan menemukan jawaban sendiri. Guru yang mengajarkan geografi dapat menyampaikan nilai-nilai sosial.centered. Akan tetapi karena organisasi kurikulum bersifat subject. bekerja sendiri. estetis dan sebagainya kepada anak-anak. dan kurang mengajak anak-anak berpikir sendiri. Ia tidak begitu saja menerima baik apa yang dikatakan orang lain. berpikir. Perbuatannya tidak ditentukan semata-mata oleh orang lain. maka dalam praktik banyak guru terutama mementingkan aspek intelektual saja. . baik secara perorangan. bahwa setiap pengajaran harus bersifat mendidik. maupun secara kelompok.

Apa yang benar pada suatu saat mungkin tidak sesuai lagi pada zaman yang berikutnya. Separate subject curriculum banyak diserang dari berbagai pihak. Bahan pelajaran dalam kurikulum ini terutama didasarkan pada pengetahuan yang telah tercantum dalam buku. karena berpegang pada kurikulum yang subject-centered. pengajaran sedikit demi sedikit tak dapat dielakkan karena tak mungkin dipelajari segala sesuatu sekaligus. Fragmentasi. Walaupun mata pelajaran diberikan secara terpisah-pisah integrasi akan terjadi juga dalam diri setiap orang. Juga tak perlu kurikulum yang subject centered menjadi terbelakang asal guru senantiasa memperluas ilmunya sesuai dengan perkembangan disiplin itu. Dalam pengajaran proyek anak-anak menghadapi masalah-masalah yang aktual dengan menggunakan bahan dari sumber-sumber yang up-to. Itu sebabnya maka pelajaran di sekolah sering ketinggalan zaman. maka itu bukan salah bentuk organisasi kurikulum. Kurikulum ini cenderung menjadi stasis dan ketinggalan zaman. Juga untuk mata pelajaran dapat dipupuk minat. tetapi organisasi kurikulum ini pada hakekatny a tidak merangsang kegiatan-kegiatan serupa itu. dan makin banyak pengetahuan anak tentang suatu mata pelajaran makin besar pula minatnya untuk mempelajarinya lebih lanjut.date. melainkan salah metode mengajarnya. pelajaran. Akan tetapi sekalipun tidak ada tokoh atau aliran tertentu yang mempertahankannya. Pada zaman atom dan satelit ini muridmurid masih mempelajari pemadam api yang tidak terpakai lagi. 6. Tak semua keberatan terhadap subject curriculum dapat diterima begitu saja. al menurut cara berpikir sarjana dalam bidang ilmu tertentu. Adakalanya suatu buku digunakan dari tahun ke tahun tanpa peruhahan dan penyesuaian dengan keadaan masyarakat yang dinamis yang terus-menerus berkembang dengan pesatnya. Bahkan diharapkan agar anak dapat berpikir menurut struktur suatu disiplin. Juga tak dapat diterima bahwa subject curriculum tidak mendidik anak-anak berpikir.Walaupun dalam kurikulum ini ada juga yang merangsang anak-anak berpikir sendiri secara kritis dan dalam batas-batas yang sangat terbatas turut merencanakan bahan. Kalaupun anak disuruh menghafal dan menumpukkan sejumlah pengetahuan yang lepas-lepas. .

Senantiasa kita lihat pendapat-pendapat yang bertentangan. dalam pelajaran matematika is belajar berpikir secara matematis. seperti misalnya integrated curriculum sangat banyak menimbulkan kesulitan dalam penerapannya oleh guru dalam kelas. Diinginkan agar anak didik menurut struktur disiplin itu. Jutaan dollar dikeluarkan kepada sarjana-sarjana dalam ilmu pengetahuan alam dan ilmu pendidik untuk menghasilkan buku pelajaran menurut disiplin ilmu itu. CORRELATED CURRICULUM Para pendidik yang melihat kelemahan-kelemahan separate-subject curriculum dan merasa tidak puas dengan kurikulum itu berikhtiar mencari jalan untuk memberikan kepada murid pengalaman-pengalaman yang ada . sehingga dalam pelajaran sejarah ia belajar berpikir seperti ahli sejarah. II. Demikian pula kurikulum yang semata-mata memberikan mata pelajaran yang terpisah-pisah. Karena setiap bentuk kurikulum mempunyai kebaikan dan kelemahan. Tak ada kurikulum yang hanya mengutamakan masyarakat dengan mengabaikan sama sekali kepentingan anak. Sikap yang ekstrem menyebabkan kritik yang sering berlebih-lebihan. yang ingin saling menghancurkan. Para ahli giat mempelajari stuktur setiap disiplin. sedangkan alternatif yang diberikan. karena kebaikannya.namun bentuk kurikulum ini masih hidup dengan subur di mana-mana di dunia. maka memilih suatu bentuk yang ekstrim dengan sendirinya mengabaikan kebaikan kurikulum yang ditentang itu . Akan tetapi dalam bidang kurikulum tak akan kunjung tercapai sesuatu yang sempurna. Setelah diluncurkannya Sputnik oleh Rusia. Setiap guru yang baik dengan sendirinya akan mengadakan korelasi dengan mata pelajaran lain yang dianggapnya perlu untuk memperdalam pengertian anak. Maka karena itu hams kita elakkan cara berpikir ekstrim dan sepihak mengenai aliran-aliran dalam kurikulum. Kita harus mencoba melihatnya dalam proporsi yang sebenarnya. maka timbul kritik yang pedas dan tajam terhadap integrated curriculum sambil menonjolkan pengajaran mata pelajaran atau disiplin-disiplin ilmu. Hal ini tak perlu mengherankan.

. b. misalnya sejarah. ada pula yang menyatu padukan mata pelajaran dengan menghilangkan identitas mata pelajaran dalam bidang studi tertentu. Hubungan yang Iebih erat terdapat. Dalam pelajaran bahasa dimasukkan bagian -bagian seperti membaca. menggambar. bernyanyi. biologi. seni lukis. tata bahasa. di-fusi-kan dengan menghilangkan batas masing-masing. ejaan. seni pahat. Misalnya pada pelajaran geografi dapat disinggung soal sejarah. kewargaan negara menjadi IPS atau Ilmu Pengetahuan Sosial. misalnya soal sawah dibicarakan dalam pelajaran geografi. mengarang. yakni kalau kebetulan ada pertaliannya dengan mata pelajaran lain. antropologi. Dapat pula beberapa mata pelajaran disatukan. aljabar. pekerjaan tangan. geografi. ilmu tumbuh-tumbuhan. akan tetapi memberi sumbangan masing-masing untuk menyoroti masalah yang dihadapi. Jadi broad-field dapat dianggap sebagai modifikasi subject curriculum yang tradisional. Walaupun telah tercapai perpaduan yang erat antara beberapa mata pelajaran. Broad-field lain ialah matematika yang menyatukan ilmu ukur. Ada yang menghubungkan mata pelajaran yang satu dengan yang lain dengan memelihara identitas mata pelajaran. bercakapcakap dan lain-lain.hubungannya. Korelasi dapat dilakukan dengan bermacam-macam cara : a. Setiap mata pelajaran diberikan pada jam-jam tertentu. Broad -field itu sendiri merupakan kesatuan yang tidak terbagi-bagi atas bagian-bagian. kesusasteraan. Antara dua mata pelajaran diadakan hubungan secara insidental. Demikian pula ilmu alam. disatukan menjadi IPA atau Ilmu Pengetahuan Alam. Paduan atau fusi antara beberapa mata pelajaran itu disebut "broad-field". seni tari. jadi berdiri sendiri. dasarnya sebenamya masih bersifat subject curriculum. Kesenian melingkapi seni suara. c. drama dan sebagian dari pendidikan jasmani. dan sebagainya. ekonomi. ilmu hewan. hanya jumlah pelajaran sangat dikurangi. apabila suatu pokok atau masalah tertentu diperbincangkan dalam berbagai-bagai mata pelajaran. sosiologi. dan berhitung. dan sebagainya. kimia.

Lingkungan Alamiah  Mengendalikan banjir 2. Becoming Economically Independent Choosing an Occupation Becoming . Part II. Buku ilmu pengetahuan sosial yang dikarang oleh Lavone A.a Wise Consumer Using Our Resources Wisely Understanding Our Economic Relations. Understanding Our World Democrary Challenges Totalitarianism Our World Is Interdependent War Is Not Inevitable.Solving Part I. Tata Pemerintahan Daerah . Assuming Citizenship Responsiblities Participating in Local Community Affairs Understanding the Functions of Government Maintaining Our Civil Liberties. Hanna berjudul: "Facing Life's Problems" isinya : Problem . berisi 1. Part IV. Making the Most of Our Lives Understanding Ourselves Making and Keeping Friends Establishing a Sucessful Marriage Getting Along with People Who Differ Acquiring an Education Using Our Leisure Time Developing a Philosophy of Life.Biasanya pokok yang dibicarakan berupa problema-problema. Buku pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SD kelas IV yang diterbitkan oleh Departemen P dan K. Part III.

Korelasi memberikan pengertian yang lebih luas karena diperoleh pandangan dari berbagai-bagai sudut dan tidak hanya dari satu mata pelajaran saja. . melainkan bertautan. 4. BEBERAPA KEUNTUNGAN BROAD FIELD CURRICULUM 1. berpadu. ekonomi. dan lainlain. di mana pokok itu disoroti dari berbagai disiplin mata pelajaran terentu. pengangkutan penumpang dan barang Jarak yang kian pendek 5. akan tetapi dalam satu pelajaran. Dengan demikian pengetahuan mereka tidak lepas-lepas. Mereka mendapat informasi mengenai suatu pokok tertentu tidak secara terpisah-pisah dalam berbagai matapelajaran pada waktu yang berbeda-beda. geografi. Minat murid bertambah apabila ia melihat hubungan antara matapelajaranmatapelajaran. Korelasi memajukan Integrasi pengetahuan pada murid-murid. Perhubungan   Kendaraan dulu dan sekarang. Pendidikan   Semua orang belajar Pengalaman sekolah dr. Peninggalan Sejarah   Mengunjungi Candi Borobudur Berziarah ke makam Ibu Kartini 6. Herman 4. Hidup bermasyarakat   Bermain sepak bola Pramuka berkemah Dalam pelajaran ilmu pengetahuan sosial ini masalah yang di atas dibicarakan dengan menggunakan bahan dari sejarah. 2. 3.  Bapak Gubernur meninjau desa Pemilihan umum 3. Pengertian murid-murid tentang sesuatu lebih mendalam. bila didapat penjelasan dari berbagai matapelajaran.

Mereka mendapat kesempatan menggunakan pengetahuan dari berbagai matapelajaran guna memecahkan suatu masalah. Broad-field tidak memberi pengetahuan yang sistematis serta mendalam mengenai berbagai mata pelajaran. kewarganegaraan atau ekonomi sebagai pelajaran pembantu. ia akan mengutamakan geografi dan menjadikan sejarah. Pengetahuan yang diperoleh tentang suatu disiplin sewaktu membicarakan bermacam-macam pokok. kebulatan keseluruhan. Jika spesialisasinya geografi. Dengan integrasi dimaksud perpaduan. correlated curriculum ialah suatu modifikasi subject curriculum dan karena itu juga hingga batasbatas tertentu mempunyai kelemahankelemahannya. harmoni. . Guru sering tidak menguasai pendekatan inter-disipliner. Kurikulum ia memang memberikan pengetahuan yang lebih bulat daripada separate-subject curriculum. tidak berhubungan erat satu sama "dengan" lain. 6. Integrated curriculum meniadakan batas-batas antara berbagai-bagai mata pelajaran dan menyajikan bahan pelajaran dalam bentuk unit atau keseluruhan. Korelasi memungkinkan murid-murid menggunakan pengetahuannya lebih fungsional.centered dan tidak menggunakan bahan yang Iangsung berhubungan dengan kebutuhan dan minat anak-anak serta dengan masalah-masalah yang hangat yang dihadapi murid-murid dalam kehidupannya sehari-hari. 3. 1. akan tetapi tidak mencukupi sebagai persiapan untuk mengikuti pelajaran di perguruan tinggi. Korelasi antara mata pelajaran lebih mengutamakan pengertian dan prinsipprinsip daripada pengetahuan dan penguasaan fakta-fakta. Kurikulum ini pada hakikatnya kurikulum yang subject. Akan tetapi orang-orang yang progresif maupun yang tradisional mempunyai keberatan-keberatan terhadap kurikulum ini. KEKURANGAN-KEKURANGAN KURIKULUM INI Seperti telah dikatakan. koordinasi. III. 2.5. sehingga tidak merupakan suatu keseluruhan yang tersusun logic dan sistematis. INTEGRATED CURRICULUM Integrasi berasal dari kata "integer" yang berarti unit. Pengetahuan anak tentang mata pelajaran itu bersifat umum dan dangkal dan hanya dapat dipandang sebagai pengantar ke dalam berbagai mata pelajaran.

yaitu cara-cara yang mungkin memberi jawaban atau penyelesaian masalah itu. Apa yang diajarkan sekolah disesuaikan dengan kehidupan anak di luar sekolah.Yang penting bukan hanya bentuk kurikulum ini. Pelajaran membantu anak dalam menghadapi masalahmasalah kehidupan di luar sekolah. Integrasi sosial ini lebih diutamakan dalam integrated curriculum daripada dalam curriculum yang subject centered. Suatu unit mempunyai tujuan yang bermakna bagi anak yang biasnaya dituangkan dalam bentuk masalah. Kelakuannya harmonis dan ia tidak senantiasa terbentur pada situasi-situasi yang dihadapinya dalam hidupnya. Menghadapkan anak kepada masalah berarti merangsangnya untuk berpikir dan ia merasa tidak akan merasa puas dan tenang sebelum memecahkan masalah itu. Di sekolah ia belajar bekerja sama dan bergaul dengan murid-murid lain dengan tujuan agar ia pandai bergaul dan bekerjasama dengan orang-orang lain di luar sekolah. yakni manusia yang sesuai atau selaras hidupnya dengan sekitarnya. Masalah itu harus dirumuskan setajam-tajamnya dan sering pula menganalisanya dalam sejumlah submasalah. Orang yang "integrated" hidup dan harmoni dengan lingkungannya. Untuk memecahkan masalah itu anak -anak melakukan serangkaian kegiatan yang saling herkaitan. (2) Ia memikirkan hipotesis-hipotesis. . Hipotesis-hipotesis itu harus lagi dicobakan untuk membuktikan benar tidaknya. Menurut Caswell unit ialah 'a series of related activities engaged in by children in the process of realizing a dominating purpose which is compatible with the aims of education". Integrated curiculum dilaksanakan melalui pengajaran unit. akan tetapi juga tujuannya. Menilik tujuannya kurikulum ini juga dapat disebut "integrating" curriculum. Dengan kebulatan bahan pelajaran diharapkan kita membentuk anak-anak menjadi pribadi yang integrated. karena bermaksud untuk mengintegrasikan pribadi anak. Dalam pengajaran unit dengan sengaja anak-anak dididik untuk berpikir secara ilmiah menurut langkah-langkah yang disebut Dewey "the method of intelligence." (1) Seorang berpikir bila ia menghadapi masalah.

Unit dan ciri-cirinya. dan masalah itu tetap tidak terpecahkan. (4) Dengan keterangan-keterangan yang diperoleh itu ia menguji kebenaran hipotesis-hipotesis. Faktor yang menyatukan ialah masalah atau problema yang terkandung dalam . Mungkin suatu masalah baru dapat dipecahkan setelah puluhan tahun. Karena itu pelajaran disusun sebagai keseluruhan yang luas yang disebut "broad unit". Maka harus dicari di mana kekurangannya. Kalau kita menjalankan integrated curriculum. (5) Jika diperoleh jawaban berdasarkan pemikiran yang dibenarkan oleh bukti bukti yang faktual. Ciri-ciri unit: 1. maka kesempatan itu dapat dijadikan pegangan bagi perbuatan atau tindakan kita. Sekolah-sekolah yang " progresif " berangsur-angsur meninggalkan kurikulum yang subject-centered. Maka masalah itu terpecahkan. atau mungkin tidak cukup keterangan yang diperlukan untuk memecahkan masalah itu. sampai kebenarannya dibuktikan berdasarkan data. karena dianggap tidak menghasilkan pribadi yang harmonis. Maka kita bertindak secara rasional. Menurut definisinya unit itu merupakan suatu keseluruhan bahan pelajaran. Ada kalanya langkah ini meminta waktu dan tenaga yang banyak.(3) Untuk membuktikan benar tidaknya hipotesis itu ia perlu mengumpulkan keterangan atau data sebanyak-banyaknya dengan berbagai cara dan dari berbagai sumber sesuai dengan sifat masalah itu. Unit merupakan suatu keseluruhan yang bulat. atau hingga sekarang masih belum terpecahkan. Unit ini mengandung suatu soal atau masalah yang dipelajari anak selama beberapa minggu atau beberapa bulan. Akan tetapi mungkin juga tak satupun yang ternyata benar. atau masih harus dicari hipotesis-hipotesis lain. Setiap hipotesa dianggap scbagai suatu kemungkinan jawaban yang harus disangsikan. Ada kemungkinan di antara hipotesa itu ada yang benar. bergantung pada sifat masalahnya. Mungkin masalah itu kurang tepat rumusannya. jelaslah bahwa yang diutamakan ialah berpikir sendiri atas fakta-fakta yang dicari sendiri dan bukan menghafal fakta-fakta belaka.

ilmu alam. majalah. ensiklopedi. dari lingkungan sekitar: toko. Jadi masalah itu dipecahkan secara interdisipliner. kantor pos. guru harus mengenal keadaan sosial ekonomi anak-anak. b. kebun binatang. lapangan terbang. Di samping itu ada pula kebutuhan yang ditentukan oleh masyarakat dan kebudayaan tempat ia hidup. Unit didasarkan atas kebutuhan anak. Segala sesuatu yang dilakukan oleh murid murid harus senantiasa bertalian erat dengan pokok tersebut dan merupakan sumbangan guna mencapai tujuan unit itu. melainkan menggunakan segala macam bahan untuk memecahkan soal-soal yang terkandung dalam unit itu. c. musik. dan sebagainya. Bila murid melihat faedah dan tujuan . gambar. Dalam merancang unit. daftar-daftar. dari orang-orang yang dapat memberikan keterangan: tukang kayu. jika mungkin film. Unit tidak terbatas pada suatu atau beberapa mata pelajaran.pokok yang akan diselidiki oleh murid-murid. geografi. surat kabar. d. Dengan demikian guru lebih mengetahui dalam hal manakah mereka perlu dibantu agar lebih sanggup menghadapi masalahmasalah dalam kehidupan sehari-hari. Ia hendaknya menganalisis kebutuhan mereka sebagai perorangan dan sebagai kelompok. Kebutuhan itu bersifat pribadi dan social. bahasa. arca. 3. peta. stasion. dan sebagainya. sejarah. dari alat-alat peraga: globe. dan sebagainya. tukang becak. dan sebagainya. Batas-batas antara mata pelajaran sebenarnya diadakan oleh sarjana-sarjana dalam usaha mereka untuk menyusun ilmu pengetahuan. saudagar. sawah. dari bacaan: buku. kepala kantor. Dalam kehidupan sehari-hari tak terdapat batas-batas itu. Bahan-bahan dicari dari pelbagai sumber seperti: a. Ada kebutuhan anak yang timbul berkenaan dengan pertumbuhan jasmaniah dan perkembangan rohaniah. menggambar. pendek kata apa saja asal memberikan bahan dan keterangan untuk memahami pokok yang dipelajari itu. radio. Unit menerobos batas-batas mata pelajaran. Guru harus menjaga agar pelajaran tidak menyimpang dari pokok itu. 2. dan sebagainya. Oleh karena itu dalam suatu unit murid-murid menggunakan berhitung. taman-taman.

merumuskan dan menganalisis problema-problems. Belajar menurut cara unit sesuai dengan teori-teori yang pada saatnya modern tentang belajar. Dengan sendirinya verbalisme dicegah. Mengenai kebutuhan. kematangan.pekerjaan dan pelajaran. Apa yang dipelajari dalam unit merupakan keseluruhan. dan kesanggupan anak prinsip individualistis lebih mudah dilaksanakan dalam pengajaran unit. mengadakan penyelidikan dan percobaan. angkaangka atau ancaman. . Unit senantiasa dihubungkan dengan pengalaman-pengalaman anak. Anakanak diberi kesempatan sebanyak-banyaknya untuk menghayati. Masalahmasalah yang terkandung dalam unit itu mempunyai arti baginya dan karena itu mereka dirangsang untuk menelaah dan memecahkan soal itu. kalau perlu malahan sepanjang hari. maka minat akan bertambah dan pelajaran akan lebih besar hasilnya. mengadakan percobaan-percobaan. 5. 4. maka tidaklah r perlu dipakai paksaan dan desakan dari luar berupakan hukuman. Kegiatan-kegiatan dalam unit banyak memerlukan waktu seperti untuk berkaryawisata. dan sebagainya. bekerja sama dalam kelompok. Bila murid -murid yakin akan kebaikan. faedah. mengumpulkan bahan dari berbagai-bagai sumber. yang saling bertalian erat dan karena itu lebih dipahami. mencari sendiri jawaban atas masalah-masalah lalu mengambil kesimpulan yang dijadikannya dasar perbuatannya. membuat gambar atau konstruksi. Dalam organisasi kurikulum yang tradisional anak-anak menerima bermacam-macam pelajaran yang tak berhubungan satu dengan yang lain masingmasing pada jam-jam tertentu. pujian. Unit memerlukan waktu yang panjang. Unit didasarkan pada pendapat-pendapat modern mengenai cara belajar. minat. yakni berdasarkan minat dan kebutuhan anak. dan tujuan pelajaran bagi di inya. mengumpulkan bahan dari berbagai-bagai sumber. Untuk suatu unit diperlukan beberapa jam sehari.

7. Masyarakat dijadikan laboratorium tempat anak mengadakan penyelidikan dan mengumpulkan bahan-bahan yang tak dapat diperoleh dari buku-buku pelajaran. Pendirian ialah. Unit itu life-centered. bekerja dalam kelompok. 6. Unit menggunakan dorongan-dorongan yang sewajarnya pada anak -anak. menganalisisnya. Dalam unit anak-anak dihadapkan kepada situasi-situasi yang mengandung problema. Dalam unit digunakan setiap kesempatan untuk menghubungkan pelajaran di sekolah dengan kehidupan sehari-hari.Waktu yang cukup banyak diperlukan benar. bahwa lebih baik diberikan waktu secukupnya untuk mempelajari suatu hal secara mendalam dari pada mempelajari bermacam-macam hal secara mendangkal yang segera dilupakan pula. di mana anak-anak duduk diam sambil mendengarkan saja. Dalam unit anak-anak diberi kesempatan untuk berbuat. mencari hipotesis-hipotesis kemudian mengumpulkan keterangan dari buku-buku. mengujui hipotesis-hipotesis dengan menggunakan bahan-bahan yang diperolehnya. lukisan. menyelidiki hal-hal yang sesuai dengan dorongan yang wajar. Dalam unit anak-anak harus memecahkan masalah-masalah dengan menggunakan metode ilmiah seperti telah diuraikan di atas. bergerak. Itu sebabnya maka suatu unit memakan waktu beberapa minggu. membentuk. yakni merumuskan masalah. dengan pengalaman-pengalaman anak. bila kita ingin memperdalam pengertian dalam suatu hal. berlainan sekali suasananya dengan kelas yang pasif. sehingga mereka belajar dengan gembira dan penuh minat. tanpa kegairahan. mengambil kesimpulan dan akhirnya bertindak atau berbuat atas . menyatakan perasaan dan pikirannya dengan bebas dengan perantaraan bahasa. musik. 8. Tentu saja masalah-masalah itu disesuaikan dengan kematangan anak dan kesanggupannya untuk memahaminya. dan bila perlu beberapa bulan. pengamatan sendiri atau dari percobaan-percobaan. Kelas yang diselenggarakan secara ini.

Guru yang tradisional berpendapat. mengumpulkan bahan. Sering pula orang tua diminta bantuannya dalam menentukan pokok-pokok yang dipandang penting bagi anak-anak dan bantuan mereka diharapkan pula dalam melaksa nakan unit itu. Dalam pengajaran unit biasanya terdapat kerja sama antara guru dengan murid dalam menentukan pokok untuk unit itu. Mereka harus mendapat bimbingan dari guru yang lebih berpengalaman daripada mereka. bahwa di sekolah modern seharusnya anak-anaklah yang menentukan apa yang harus dipelajari. 9. bahwa guru sendirilah yang harus menetapkan segala sesuatu yang akan diajarkan dalam unit itu. Dalam unit anak-anak mendapat banyak kesempatan untuk bekerjasama dalam kelompok. bahwa anak-anak sendiri kerap kali tidak tahu apa yang sebenarnya perlu bagi mereka. Dalam kelompok anak itu merasa dirinya sebagai anggota yang dihargai dan disukai. Guru merencanakan dan menyodorkan rencana i u kepada murid-muridnya. Guru-guru yang terlalu progresid berpendapat. Bukankah mereka lebih tahu apa yang menarik minat mereka dan apa yang mereka butuhkan? Akan tetapi kita jangan lupa. . Mereka belajar menerima dan memberi kecaman dalam suasan hormat-menghormati. t Murid hanya menerima apa yang telah ditentukan oleh guru. berdramatisasi.hasil yang diperolehnya. melainkan membantu anak-anak untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya secara ilmiah. Unit direncanakan bersama oleh guru dengan murid. Unit dengan sengaja memajukan perkembangan sosial pada anak-anak. memikul tanggung jawab. dan sebagainya. 10. dan harga-menghargai sumbangan masing-masing. Tentu saja pokok untuk itu senantiasa harus sesuai dengan tujuan pendidikan. misalnya dalam diskusi. Mereka berunding untuk menentukan rencana pekerjaan berhubung dengan unit itu. Salah satu tugas sekolah yang penting sekali bukanlah menyampaikan sejumlah pengetahuan yang harus dihafalnya. membuat rencana. Problem solving menurut scientific method merupakan suatu unsur yang utama dalam pengajaran unit.

IPA. dan tentu pula berbeda sekali di berbagai sekolah. Bahasa Indonesia). Tiap tahun guru itu boleh dikatakan menghadapi bahan yang barn. 2. Kurikulum ini tidak mengharapkan pengetahuan yang sama untuk semua murid.KEBERATAN TERHADAP INTEGRATED CURRICULUM 1. maka pengetahuan anak-anak pada waktu tamat tidak sama pula. maupun mengenai isinya. Kurikulum ini tidak memungkinkan ujian umum. Matematika. 4. Guru-guru tidak dididik untuk menjalankan kurikulum seperti ini. akan tetapi direncanakan dengan mengadakan rundingan dengan murid-murid. baik mengenai pokok-pokok yang dibicarakan. Malahan besar bahayanya anak-anak mendapat bahan yang sama pada kelas lain. Kurikulum ini memberatkan tugas guru. Kurikulum ini dianggap tidak mempunyai organisasi yang logissistematis. Perbedaan bahan pelajaran di berbagai sekolah di berbagai tempat dianggap pula suatu keberatan bagi anak-anak yang pindah ke sekolah lain. dan karena itu memerlukan lebih banyak inisiatif dan usaha dari guru. . Oleh sebab bahan pelajaran boleh dikatakan berlainan setiap tahun. malahan sedapat mungkin menyesuaikan pelajaran dengan bakat dan kesanggupan tiap anak dengan keadaan lingkungan anak itu. Karena itu kurikulum ini tidak menginginkan ujian yang uniform di seluruh negara atau daerah. 3. Hal ini merupakan suatu keberatan bagi guru yang lebih suka bekerja menurut rutin dengan mengikuti buku pelajaran tertentu untuk tiap matapelajaran. maka tidak akan terdapat di dalamnya susunan yang logis sistematis. sesuai dengan kurikulum yang terdapat pada SD dan SM. Karena bahan pelajaran tidak ditetapkan lebih dahulu. Bahan pelajaran mungkin sekali tiap tahun berlainan dengan tahun yang sudah-sudah. Kurikulum sekolah guru dewasa ini kebanyakan didasarkan atas mata pelajaraan yang terpisah-pisah. Memasukkan kurikulum yang baru akan menimbulkan kesukaran bagi murid-murid dan guru. jadi bercorak separate subject atau berdasarkan broad field (IPS.

Semua pembaruan harus mulai pada diri guru. Syarat pertama bagi pembaruan ialah. Lagi pula tiap kelas penuh sesak dengan muridmurid. ad. Dalam organisasi kurikulum ini anak-anak turut serta diajak berunding untuk menentukan hal-hal yang akan dipelajari. bahwa guru itu harus mengubah dirinya. Orang beranggapan. Setidak-tidaknya harus ada perpustakaan yang agak lengkap sebagai suatu sumber yang penting guna mengadakan penyelidikan-penyelidikan oleh anak-anak. Menjalankan sesuatu yang baru tidak mudah. dan ini harus dimulai pada pendidikan guru. bahwa murid-murid terlampau muda dan karena itu tak sanggup dan tak cukup berpengalaman untuk menentukan apa yang perlu bagi pendidikan mereka. pada diri sang pendidik. sehingga kurikulum modern tak dapat dijalankan dengan efektif. JAWABAN INTEGRATED CURRICULUM ATAS KEBERATAN- KEBERATAN YANG DIAJUKAN Semua keberatan yang di atas ada mengandung kebenaran. Mengenai keberatan-keberatan itu kami ingin mengajukan beberapa catatan. apalagi kalau yang lama itu didukung oleh tradisi yang berabad-abad. Gedung-gedung sekolah kita sekarang masih terikat pada filsafat pendidikan yang tradisional. 6. ad. Itu sebabnya maka pendidikan guru merupakan faktor yang penting dalam pembaruan pendidikan. Kurikulum ini tidak berpegang pada satu buku. Memang dalam kurikulum ini bahan pelajaran tidak tersusun secara logissistematis seperti yang lazim terdapat dalam suatu buku pelajaran.2. Alat-alat sangat kurang untuk menjalankan kurikulum Untuk melaksanakan kurikulum ini diperlukan ruangan-ruangan dan alatalat yang khusus. orang dewasalah yang selayaknya menetapkan sepenuhnya apa yang harus diajarkan. Oleh sebab itu pihak atasan.5. I. oleh sebab guru itu cenderung mengajar seperti ia sendiri dahulu diajar. akan tetapi menggunakan segala macam sumber. Anak-anak dianggap tidak sanggup menentukan kurikulum. Akan tetapi hal ini tidak berarti bahwa organisasi .

guru harus mencatat apa-apa yang telah dibicarakan untuk diketahui oleh guru. Penentuan bahan pelajaran tidak semata-mata diserahkan kepada kehendak murid-murid. Ujian yang uniform ini seakan-akan tidak memungkinkan guru menyesuaikan pelajaran dengan kebutuhan individu serta keadaan masyarakat setempat. Dalam menentukan bahan pelajaran peranan guru tetap penting. yaitu yang berpusat pada anak. Dialah yang tahu tujuan pendidikan dan nilai suatu pelajaran untuk mencapai tujuan itu.4. ad. Guru yang dinamis. Dalam kerangka itu banyak kebebasan bergerak bagi guru dan murid untuk memilih pokok-pokok yang sesuai dengan kebutuhan mereka. ad. bahwa ujian itu merupakan suatu "penyakit" yang sering menghalang-halangi pembaharuan dalam pendidikan. anak-anak diturut-sertakan memilih dan merencanakan. Dalam kurikulum yang "child.guru lain. justru akan berikhtiar. maka anak-anak dilatih menghafal sejumlah pengetahuan yang diharapkan akan "keluar" dalam ujian.sama sekali tidak ada.centered". Jadi kurikulum ini lebih fleksibel. Akan tetapi janganlah ujian itu dipakai sebagai alasan untuk membenarkan din tidak menjal nkan inisiatif ke arah a perbaikan pendidikan. akan tetapi praktik serupa ini sudah ditinggalkan. yang ingin terus berkembang dan turut mengikuti aliran zaman. ad. anak-anaklah yang menentukannya. dengan maksud agar anak -anak menerima dan memahami makna serta tujuan pokok itu. Banyak orang di kalangan pendidikan yang mengakui. Ujian yang uniform ini memang merupakan suatu halangan ke arah pembaruan. Ada tidaknya ujian. Dalam rangka tujuan pendidikan itu.5. yang ingin menyesuaikan pelajaran dengan keadaan masyarakat anak. Untuk memenuhi tuntutan ujian. bagi guru yang dinamis tetap ada kesempatan untuk mengadakan pembaruan. Biasanya sekolah telah mempunyai suatu kerangka yang berisi bidang-bidang yang kirangnya dapat dijadikan pokok pelajaran. Untuk mencegah berulangnya suatu pokok.3. . agar ia jangan dikuasai oleh pekerjaan rutin yang membosankan.

Banyak alat pelajaran yang dapat dibuat sendiri tanpa menelan biaya yang banyak antara lain garnbar-gambar dun rnajalah. Dalam ilmu bumi sering diperlukan ilmu alam. ilmu hayat. Perpustakaan dapat dibentuk lambat laun. Segala sesuatu yang dipelajari dalam unit bertalian erat. Murid-murid dihadapkan kepada masalah. peta timbul. dengan sendirinya akan tampil pengarang-pengarang buku yang sesuai dengan keperluan pengajaran unit. Anak-anak tidak lagi mempelajari fakta-fakta lepas yang segera dilupakan. tape recorder. 3. Kurikulum ini memungkinkan hubungan yang erat antara sekolah dengan masyarakat. Masyarakat dijadikan laboratorium tempat anak-anak . Mengadakan batas-batas yang tegas antara berbagai mata pelajaran sering merugikan pembentukan pengertian yang luas serta mendalam. Untuk memecahkan suatu pokok digunakan bahan dan semua mata pelajaran. sehingga perpustakaan anak-anak bertambah lengkap. Kurikulum ini sesuai dengan pendapat-pendapat modern tentang belajar. karena tidak digunakan secara fungsional untuk memecahkan masalah-masalah yang mengandung arti bagi murid. Kita tahu manfaat alat-alat pelajaran modem seperti film. televisi. alat-alat pengukur dan botol. Lingkungan merupakan sumber pelajaran yang tak ternilai harganya. MANFAAT KURIKULUM UNIT 1. 2. radio. Tanpa alat-alat tak dapat dijalankan kurikulum apa pun dengan efektif. dan sebagainya. jadi bertalian erat dengan pengalaman mereka.ad. jadi anak-anak aktif dengan bermacammacam cara dan tidak pasif menerima apa yang disajikan oleh guru untuk dihafal. Kalau kurikulum ini dijalankan. Alatalat itu belum dimiliki oleh sekolah-sekolah kita. yang benarbenar berarti bagi kehidupan mereka.6. Mereka memecahkannya dengan pikiran dan penyelidikan sendiri. Gedung sekolah kita belum memenuhi syarat-syarat pendidikan modem Akan tetapi kekurangan-kekurangan itu tak perlu menghalangi pembaruan. dan mata pelajaran lain. Sebenarnya tidak mungkin diajarkan sejarah dengan baik tanpa ilmu bumi.

Apakah pokok itu dibangkitkan oleh minat. pengalaman murid-murid dalam kelas itu? Bila ternyata tidak atau kurang ada minat yang khusus untuk pokok itu. 4. melainkan dengan kritis membandingkan keterangan-keterangan dari berbagai sumber. bekerja sendiri. kita dapat memajukan pertanyaan-pertanyaan yang berikut: 1. Kurikulum ini mudah disesuaikan dengan minat. Dalam menentukan. Pokok-pokok untuk unit mungkin sekali berlainan di berbagai sekolah. Apakah bahan pelajaran itu sesuai dengan taraf kematangan murid? a.mengumpulkan bahan untuk menyelidiki suatu problema. pokok manakah yang hendaknya dipilih untuk suatu unit senantiasa harus dipikirkan. Menentukan pokok untuk un it. sebagai kelompok maupun sebagai individu. Mereka tidak hanya menerima saja apa yang dikatakan guru atau yang tercantum dalam buku. bekerja sama dalam kelompok. ia dapat berikhtiar untuk membangkitkan minat itu. Murid-murid dirangsang untuk berpikir sendiri. Masyarakat dapat diturut sertakan dalam usaha-usaha sekolah. Mereka diajak turut serta berunding dan merancangkan pelajaran. Kurikulum ini sesuai dengan paham demokrasi. memikul tanggung jawab. kesanggupan dan kematangan murid. Di samping itu kita harus memperhatikan kebutuhan anak dalam lingkungan itu. ataukah lebih baik pelajaran itu diundurkan saja dulu? . 5. Untuk menentukan. 2. bahwa kita harus bekerja dalam rangka tujuan sekolah. sedangkan guru merasa pentingnya pokok itu bagi perkembangan murid-murid. Inikah saat yang sebaik-baiknya bagi murid-murid untuk memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya dari pokok yang akan dipelajari itu. pokok-pokok manakah yang sebaiknya dijadikan unit yang akan dipelajari anak-anak. Malahan di suatu sekolah pun mungkin pokok untuk unit berbeda dan tahun ke tahun. kebutuhan dan.

Apakah bahan pelajaran itu menjamin bertambah luasnya pengetahuan murid-murid yang berguna untuk memenuhi tuntutan-tuntutan hidup yang kian hari kian meningkat? d. Apakah bahan pelajaran itu mengandung masalah-masalah sosial yang penting artinya bagi kehidupan anak-anak sehari-hari? c. Dapatkah disediakan hal-hal yang berikut untuk melaksanakan unit itu: a. majalah.b. Apakah bahan pelajaran itu akan menimbulkan situasi-situasi di mana murid-murid harus merencanakan. Dua pendapat. buku-buku. Yang pertama ialah . Apakah bahan pelajaran itu herisi buah pikiran dan soal-soal yang dapat menimbulkan diskusi yang akan memperluas alam pikiran dan pandangan anak? e. mengumpulkan bahan dari berbagai sumber. pengalaman-pengalamaan langsung berhubung dengan unit d. Apakah bahan pelajaran itu tidak melampaui batas kesanggupan anak dan lagi pula cukup merangsang mereka untuk mempelajarinya dengan segenap tenaga? c. bahan-bahan untuk bermacam-macam bentuk ekspresi. Pokok-pokok apakah yang harus dipilih untuk dipelajari anak-anak dalam bentuk unit? Dalam hal ini terdapat dua pendapat yang utama. dan alat-alat pelajaran b. Apakah bahan pelajaran itu cukup memberi kesempatan untuk mengeluarkan dan menyatakan perasaan dalam berbagai-hagai bentuk? 4. Apakah pokok lain pada saat ini barangkali lebih berfaedah dan mengandung arti bagi murid-murid. merumuskan masalah. gambar. Telah adakah pengalaman-pengalaman pada murid yang dapat digunakan sebagai landasan bagi pelajaran baru ini? 3. menganalisnya. kesempatan berkaryawisata c. berdiskusi. bekerja sama berpikir untuk memecahkan problema? b. Cukupkah kesempatan dalam pelajaran ini untuk merangsang murid-murid berpikir dan berbuat sebanyak mungkin? a. namun tidak kurang nilainya bagi perkembangan anak? d.

yang mempunyai arti dan nilai kehidupannya sehari-hari sehingga ia kelak dapat menyesuaikan diri dengan efektif sebagai orang dewasa. Baik kelompok yang primitif maupun yang modern dianalisis untuk menyelidiki social functions apakah kiranya yang terdapat dalam kehidupan manusia. yakni lapangan-lapangan hidup sebagai pusat perhuatan-perbuatan manusia.berdasarkan kurikulum itu pada "social functions". Karena kurikulum harus memberikan pelajaran. banyak digunakan sosiologi dan antropologi kebudayaan. Tujuan pendidikan yang utama ialah membantu anak-anak memperoleh kehidupan yang baik dalam lingkungan sosialnya. social functions apakah yang terdapat dalam hidup manusia. Herbert Spencer pada tahun 1859 telah mengemukakannya sebagai tujuan pendidikan. Sebenarnya jalan pikiran itu bukan sesuatu yang baru. yakni aktivitasaktivitas yang berkenaan dengan: 1. Stratemeyer menyebutnya "persistent life situations". yakni situasi-situasi atau masalah-masalah hidup yang terus menerus dihadapi manusia. A. Rearing and disciplining of offspring. . dari problema-problema yang dihadapi anakanak dalam hidupnya. UNIT BERDASARKAN "SOCIAL FUNCTIONS" Dasar pikiran di sini ialah. jadi yang bersifat universal bagi semua kebudayaan di dunia ini pada yang lampau maupun masa sekarang maupun masa mendatang. Untuk mengetahui. Securing necessaries of life. 3. 5. Self-preservation. Miscellaneous activities which make up the leasure part of life. bahwa pelajaran harus berdasarkan aktivitas dalam masyarakat dan kebudayaannya. devoted to the gratification of the tastes and feelings. Maintenance of proper social and political relations. 2. 4. Pendapat kedua ialah mengambil pokok-pokok unit dari kebutuhan anakanak.

Salah satu usaha lain untuk menggolongkan lapangan-lapangan hidup ini ialah Stratemeyer. Exploration. Communication and transportation of goods and people. Kim. Productions of goods and services and distribution of the returns of production. Dealing with quantitive relationships. 9. Satisfying physiological needs. Forkner dan Mc. 10. 5. 2. c. Expression of aesthetic impulses. Dalam garis besarnya mereka memperoleh lapangan-lapangan sebagai berikut: I. Health. 2. 3. Situations calling for growth in individual capacities. Understanding the ideas others. Mereka menyebutnya "persistent life situations". 4. Extension of freedom.Orang yang pertama-tama menjadikan social functions sebagai dasar kurikulum ialah H. la mengemukakan social functions yang berikut: 1. Integration of the individual. 4. Determining responsibility to self and others. Using effective methods of work. 11. 2. Caswell. Protection and conservation of life. 6. 1. property. and natural resources. Comsumption of goods and services. 1. 3. a. 7. Intellectual power. 8. Making ideas clear.L. Expression of religious impulses. 2. . Determining the nature and extent of individual freedom. 3. Recreation. b. Education. Responsibility for moral choices 1. Avoiding and caring for illness and injury. Satisfying emotional and social needs.

Situations calling for growth in social participation. Achieving aesthetic satisfactions through the environment. 2.*) Keuntungan kurikulum berdasarkan lapangan hidup. Working with racial and religious groups. Intergroup relationships. Group membership. Working with socio-economic groups. Participating as a group member. 1. Natural phenomena. c. a. 1. 1. animal. b. Using technological resources. a. Establishing effective working relations with others. Establishing effective social relations with others. Using physical and chemical forces. 2. Dealing with physical phenomena. 2. Securing goods and services. Deciding when to join a group. 1. c. 3. Technological resources. 3. Finding sources of aesthetic satisfactions in oneself. 3. 2. . Dealing with plant. Contributing to technological advance. Aesthetic expression and appreciation. 1. Taking leadership responsibilities. 2. Economic-social-political structures and forces. Molding public opinion. 2. II. Situations calling for growth in ability to deal with environmentaal factors and forces. 1. 2. and insect life. 5. Person to person relationships. 1. Earning a living. Providing for social welfare.d. 3. b. 4. Dealing with groups organized for specific action III. Participating in local and national government.

4. karena untuk melaksanakannya menggunakan pengalaman-pengalaman langsung. akan tetapi perlu juga disebut. 1. Kurikulum ini lebih bermanfaat dan mengandung arti bagi murid-murid. Dalam subject curriculum anak-anak sukar melihat hubungan itu. Batas-batas itu tidak ada dalam kehidupan. Guru-guru tidak mendapat latihan untuk menjalankan kurikulum serupa ini. Kurikulum ini menyajikan bahan pelajaran yang bulat. . Mereka mereka banyak mengumpulkan keterangan-keterangan dari masyarakat serta lingkungan sendiri dengan mengadakan karyawisata dan penyelidikan -penyelidikan lain.1. Kurikulum ini sulit dijalankan. tidak lepas-lepas seperti halnya dalam separate-subject curriculum. 2. Kurikulum berdasarkan social functions atau lapangan hidup memberikan kepada anak hal-hal yang diperlukannya untuk menghadapi situasi-situasi hidupnya sebagai warga negara. Ada bahayanya. Tujuan kurikulum ini lebih mudah dipahami oleh murid-murid. yakni mempersiapkan murid untuk kehidupan dalam masyarakat. Dengan demikian mereka lebih mudah melihat manfaat dan makna pelajaran itu bagi dirinya. Kehidupan sebenarnya merupakan suatu keseluruhan dan tidak merupakan sepuluh atau sebelas lapangan kehidupan. Dalam kurikulum ini terdapat hubungan erat antara pelajaran dengan kehidupan sehari-hari. lapangan-lapangan hidup menjadi matapelajaran-matapelajaran tersendiri sehingga menjadi semacam subject curriculum yang justru hendak diberantas oleh kurikulum ini. Kurikulum ini sesuai dengan tugas sekolah. Juga buku-buku dan alat-alat pelajaran lain menimbulkan kesukaran-kesukaran. Kurikulum ini membagi kehidupan dalam bagian-bagian. 2. Pelajaran di sekolah yang diberikan herpusatkan unit ini bertalian erat. Keberatan-keberatan terhadap kurikulum ini. Kurikulum ini dengan sengaja berusaha mengatasi jurang antara pelajaran sekolah dengan apa yang diperlukan dalam kehidupan. Sebenarnya ini telah tersimpul dalam nomor 1. Dengan mempelajari lapangan-lapangan hidup diharapkan anak-anak juga lebih sanggup menyesuaikan diri dengan situasi-situasi hidup. 3.

Tentu saja sukar diadakan batas yang tegas. a. Tujuannya ialah agar anak-anak belajar memecahkan masalah-masalah yang bertalian dengan kebutuhannya dalam kehidupannya sehari-hari. sedangkan kurikulum yang berpusat pada kebutuhan murid mementingkan masalah-masalah yang dihadapi anak pada saat ini. c. Kurikulum ini tidak memberikan pengetahuan. Lagi pula boleh dikatakan tidak ada lagi sekolah yang semata-mata mendasarkan kurikulum pada kebutuhan anak tanpa memperhatikan manfaatnya bagi kehidupan anak di dalam masyarakat. Kebutuhan anak pada setiap saat tidak lepas dari social functions atau lapangan-lapangan hidup. Kehidupan pribadi. Kebutuhan akan harga-diri. Hubungan sosial yang dekat. Apa yang penting bagi waktu sekarang mungkin sekali berharga juga untuk masa depan. Kebutuhan akan kepuasan estetis. Kebutuhan-kebutuhan anak dapat dibagi sebagai berikut: 1. Kurikulum ini terutama memberikan bahan yang sesuai dengan keadaan masyarakat pada masa sekarang dan kurang menyampaikan pengetahuan yang sistematis seperti yang diperoleh dengan mempelajari subjects atau mata pelajaran. 2. a. Kebutuhan akan pandangan dunia dan filsafat hidup. yakni selalu terdapat di dalam lapangan-lapangan hidup itu. d. Kebutuhan akan hubungan yang lebih matang dengan anggota rumah tangga dan dengan orang dewasa di luar keluarga. . bahwa dalam social functions diutamakan pendidikan anak-anak untuk menghadapi situasi-situasi hidup dengan efektif sebagai warga negara yang dewasa. b. UNIT BERDASARKAN KEBUTUHAN MURID Dasar pikiran kurikulum ini ialah memberikan pelajaran kepada anak-anak yang timbul dari kebutuhan anak-anak. Kebutuhan akan kesehatan pribadi. Kebutuhan akan pelbagai minat pribadi.3. B. yang tersusun logis sistematis. Bedanya dengan kurikulum berdasarkan social functions ialah. Sesuatu dipelajari sebaik-baiknya kalau hal itu memuaskan kebutuhan kita. e.

Kurikulum ini dapat dipertanggungjawabkan secara psikologis. Kebutuhan untuk mendapat bimbingan dalam memilih jabatan dan mendapat persiapan untuk suatu pekerjaan. Walaupun demikian baik kami sebut beberapa buah: 1. Kebutuhan untuk dapat bertindak efektif guna memecahkan masalahmasalah ekonomi. 3. Apa yang dipelajari dapat digunakan secara fungsional dalam menghadapi situasi dan masalah-masalah hidup anak itu. penghargaan. melainkan seluruh pribadi anak. 4. Kebutuhan untuk memilih dan menggunakan barang-barang dan jasa-jasa dengan bijaksana. Kebutuhan untuk turut serta bertanggung jawab dalam aktivitas-aktivitas yang penting. Hubungan ekonomi. norma. yang tidak saling berhubungan. Yang diutamakan bukan hanya pembentukan intelektual.b. . Kurikulum ini membentuk pribadi anak. jadi tidak terdiri atas mata pelajaran yang lepas-lepas. makna dan manfaat pelajaran itu. 3. b. Kurikulum ini menyajikan bahan pelajaran yang bertalian erat dengan pengalaman anak dalam hidupnya. dan sebagainya. Selain pengetahuan. kurikulum ini juga memupuk sikap. Kebutuhan untuk merasa kemajuan ke arah status orang dewasa. c. Hubungan sosial-kewarganegaraan. a. 4. karena itu ia rela mengeluarkan segenap tenaga kepada pelajaran ini.*) Apakah kebaikan kurikulum ini? Kurikulum ini mengandung kebaikan-kebaikan seperti terdapat pada pengajaran unit umumnya. Karena program sekolah sesuai dengan minat dan kebutuhan anak mereka didorong oleh motivasi intrinsik untuk mempelajarinya. 2. Kebutuhan akan hubungan baik yang lebih matang dengan teman jenis kelamin yang sama dan yang berlainan. Kebutuhan untuk mendapat penghargaan sosial. d. Kurikulum ini menjamin integrasi bahan pelajaran. a. b. Anak-anak tahu akan tujuan.

emosional. dengan melupakan. Kurikulum yang terlampau mengutamakan kebutuhan anak. bahwa . Dalam kurikul m ini diberi perhatian u sepenuhnya kepada perkembangan anak sebagai keseluruhan. dan juga intelektual. 3. Lagi pula masyarakat pun rasanya tak akan mudah menerima kurikulum ini. 5. 2. sosial. KEBERATAN-KEBERATAN TERHADAP KURIKULUM INI 1.5. yakni jasmaniah. Kurikulum ini tidak memberikan pengetahuan yang logis sistematis seperti yang diperoleh murid-murid dengan mempelajari berbagai mata pelajaran yang terpisah-pisah. 4. karena terutama membicarakan masalah-masalah yang dihadapi anak-anak pada masa sekarang. Dengan kurikulum ini tak dapat ditentukan lebih dahulu bahan pelajaran untuk tiap kelas karena kebutuhan dan problema anak tak sama dan tahun ke tahun. Kesukaran juga dialami anak-anak yang pindah sekolah. Kurikulum ini kurang mementingkan masa lampau dan masa depan. Titik berat diletakkan pada anak dan bukan pada bahan pelajaran. Kurikulum ini berdasarkan pendirian "mental hygiene" atau kesejahteraan rohani. mengabaikan tugas sosialnya. karena membantu anak-anak mengatasi problema-problema yang dihadapinya dalam kehidupan. Dalam kurikulum tidak dipaksakan anak -anak mempelajari yang tidak dipahaminya maknanya. Kurikulum ini sukar untuk dijalankan. karena guru-guru tidak dipersiapkan untuk kurikulum serupa ini. Kurikulum ini tertuju kepada perkembangan anak. sehingga dapat dicegah frustrasi dan kegagalan. 6. Sekolah-sekolah yang child-centered yang terlampau progresif sangat mengutamakan anak itu sendiri. Dalam kurikulum ini diperlukan administrasi yang teliti yang mencatat apaapa yang telah dipelajari oleh anak-anak. Yang diutamakan ialah justru hal-hal yang membantu perkembangan anak.

Mereka menentukan tujuan- . Guru dapat menentukan kebutuhan itu dengan mempelajari buku-buku tentang pertumbuhan dan kebutuhan anak.anak-anak harus juga mengenal masyarakat dan harus hidup dalam hubungan sosial dalam masyarakat itu. sehingga diperoleh beberapa pokok yang meliputi seluruh problema-problema yang dikemukakaan oleh murid-murid. Kemudian pokok-pokok itu disusun menurut kategori-kategori tertentu. Dalam fase ini murid menganalisis pokok itu lebih lanjut. LANGKAH-LANGKAH DALAM MELAKSANAKAN SUATU UNIT Biasanya suatu unit dilakukan menurut fase-fase yang berikut: a. Sukar untuk menentukan. Memilih suatu pokok. Pokok untuk suatu unit mungkin timbul atas anjuran guru kepada muridmurid untuk memilih salah satu dari beberapa pokok yang dianggap penting oleh guru dan juga dipandang murid-murid sebagai sesuatu yang sangat berharga bagi mereka. sehingga diperoleh problema-problema yang lebih spesifik. Anakanak sering tidak mengetahui apa yang perlu bagi mereka dalam hidupnya. Merencanakannya. Di sini pun anak-anak diberi kesempatan memilih pokok apakah yang paling berharga bagi mereka dan pokok-pokok yang mereka usulkan. apakah sebenarnya kebutuhan anak-anak. b. Diusahakan agar semua anak akhirnya menerima baik hasil pilihan kelas itu. Selanjutnya suatu pokok dapat juga diperoleh berhubung dengan suatu peristiwa yang aktual dan penting. Pokok untuk unit dapat juga diperoleh dengan menyuruh anak-anak menuliskan masalah-masalah yang mereka anggap sangat penting baginya. Kemudian diadakan kriteria-kriteria untuk unit yang dipakai sebagai pegangan agar dapat dilakukan pilihan yang bijaksana. Sesuatu yang dibutuhkan oleh seorang anak belum tentu merupakan kebutuhan bagi seluruh kelas. akan tetapi belum tentu pilihan guru itu betul-betul dirasakan anak-anak sebagai kebutuhannya. 6.

panel disscussion. atau mencapai meliputi juga segi-segi lain dari pada pribadi anak-anak. f. Apakah tujuan-tujuan semula betul-betul tercapai dalam unit. Tujuan-tujuan itu tidak hanya berupa pengetahuan yang bertambah. penyelidikan atau percobaan-percohaan. yakni mengalami perubahan kelakuan berkat unit itu. bila diperlukan untuk memecahkan masalah kelompok masing-masing. d. majalah. surat kabar. yakni puncak unit. Unit itu diakhiri dengan berbagai cara. Selanjutnya murid-murid mengemukakan kekurangan-kekurangan dan kesulitan-kesulitan dalam pelaksanaan unit untuk dipertimbangkan dalam melakukan unit yang lain pada hari kemudian. misalnya dengan memberi laporan lisan. Setelah diketahui dengan jelas problema yang mereka hadapi dan tujuan tujuan apa yang dapat dicapai dengan unit itu. dann lain-lain. maka murid-murid dibagi atas kelompok-kelompok. Kadang-kadang perlu diadakan wawancara. sandiwara. Dan unit ini mungkin sekali timbul problema-problema baru yang dapat dijadikan pokok untuk unit-unit baru yang akan dikerjakan oleh anak-anak selanjutnya. dimana murid-murid memperlihatkan hasil-hasil yang mereka capai selama mengerjakan unit. e. apakah mereka betul-betul belajar. c. pameran. Mengerjakan unit. Menilai unit. Fase ini juga disebut fase kulminasi. Dalam fase ini diselidiki apakah unit itu benar-benar memberi manfaat kepada setiap peserta. maka kelompok-kelompok mulai mengumpulkan bahan dari perpustakaan. laporan tertulis.tujuan dan faedah apakah yang dapat diberikan oleh unit itu. Sedapat mungkin setiap murid menerima suatu topik yang sesuai dengan kesanggupan dan minatnya. Setiap kelompok menentukan ketua dan penulis. Setelah diperoleh sejumlah topik. . Menuju unit-unit baru. Mengakhiri unit.

Sebaliknya mata pelajaran biasa juga mungkin sekali memperoleh manfaat dari pengajaran unit. Untuk permulaan. Apa yang dikatakan mengenai separate subjects juga berlaku bagi broadfields yakni paduan antara beberapa matapelajaran seperti IPS. Matematika. Dalam pada itu tentu sangat menguntungkan apabila untuk mata pelajaran biasa diambil bahan yang berhubungan dengan unit itu. sudah sewajarnya mata pelajaran ilmu pasti digunakan untuk memecahkan problema. Jadi pengajaran unit tidak merugikan. ilmu hayat secara fungsional. IPA. dan Kesenian. Hal ini malahan akan merugikan. sejarah. Sebaiknya kita masih mengajarkan subjects dan disamping itu memberikan dua atau tiga kali seminggu pelajaran dalam bentuk unit. malahan sangat menguntungkan mata pelajaran biasa. Dengan menerima pengajaran unit. Kita dapat memberikan unit dan di samping itu matapelajaran-matapelajaran yang khusus yang tradisional. lebih sanggup menggunakan pengetahuan dari geografi. Untuk memperlihatkan hubungan antara ketiga jenis kurikulum itu kami berikan bagan berikut. Pengajaran unit dapat dan perlu pula dibantu oleh subjects. Gambar panah dalam bagan itu menunjukkan inter-relasi antara jenis-jenis . Yang satu dapat membantu yang lain.HUBUNGAN ANTAR KETIGA JENIS KURIKULUM Ketiga macam kurikulum itu tak usah dipandang bertentangan yang satu dengan yang lain. tidak diharapkan seluruh kurikulum diberikan dalam bentuk unit. Mereka lebih fasih berbicara. Demikianlah setiap matapelajaran dapat mem berikan sumbangannya untuk menyelesaikan suatu unit. Bahasa. lebih jelas menyadari arti ilmu pasti dalam kehidupan sehari-hari. lebih lancar mengarang laporan. Dalam bagan ini dirangkumkan ketiga jenis organisasi kurikulum itu. tidak perlu semua mata pelajaran dihapuskan. oleh sebab dalam unit itu murid-murid banyak mendapat halhal yang bertalian dengan berbagai mata pelajaran dalam situasi yang bermakna. Apabila dalam unit itu timbul soal-soal yang bersifat matematis. Ketiga macam kurikulum dapat berjalan berdampingan dan bantu-membantu.

1904 dan oleh Ellsworth Colling yang mengadakan percobaan dengan "project curriculum" sebagai penerapan buah pikiran W. 1896. Dalam pada itu mereka belajar merencanakan dan mengadakan percobaan. dan pakaian serta norma-norma hidup. Dewey anak-anak tidak mempelajari mata pelajaran yang konvensional.kurikulum itu. Melalui kegiatan ini mereka mengenal hubungan manusia yang fundamental dengan dunia seperti kegiatan manusia memperoleh makanan.H. Pelajaran dasar seperti membaca. Kilpatrick dengan brosurnya "The Project Method". Mereka mengadakan kegiatan intelektual maupun manual. menjahit dan bertukang kayu. Broad fields kita lihat sebagai paduan antara beberapa mata pelajaran. Pada bagan ini kita lihat pula bahwa subjects maupun broad-fields dapat membantu pengajaran unit. dan berhitung timbul karena kebutuhan akibat kegiatan-kegiatan itu. perlindungan. tetapi sehaliknya pengajaran unit juga menambah penguasaan anak mengenai subjects ataupun broad-fields. Kegiatan mereka berpusat pada pekerjaan memasak. 1918. ACTIVITY CURRICULUM "Activity curriculum" juga disebut "experience curriculum". . Bentuk kurikulum ini terkenal oleh Laboratory School yang didirikan oleh John Dewey di University of Chicago. menulis. atau proyek. Pada unit kita lihat kebulatan bahan pelajaran tanpa batas-batas antara macam-macam mata pelajaran. Di sekolah percobaan J. Meriam's Laboratory School di University of Missouri.

pabrik dan berbagai pekerjaan. kayu. Pekerjaan tangan menggunakan bahan kertas. bila bertalian dengan suatu tujuan yang bermakna bagi individu. Permainan terdiri atas permainan dengan alam. tarian rakyat. jadi sebelum buku itu diterbitkan. dan sebagainya. dan sebagainya. yaitu masalah-masalah yang ditentukan sendiri oleh anak-anak.H Kilpatrick. (2) proyek ekskursi atau karyawisata yang mempelajari masalah-masalah yang berhubungan dengan lingkungan dan kehidupan manusia. listrik. atau memecahkan suatu kesulitan.Di sekolah percobaan Meriam juga tidak diajarkan mata pelajaran yang konvensional. udara dan sebagainya. Activity curriculum baru mulai diterapkan secara lebih luas setelah buku W. 1918. piringan hitam. dengan kebutuhan atau minatnya. Bercerita antara lain meliputi membaca. dan pekerjaan tangan. Ide itu telah mulai diterapkan oleh E. Meriam berusaha agar sekolah merupakan bagian dan kehidupan masyarakat. Kegiatan utama dalam activity curriculum ialah kegiatan yang digunakan dalam metode problem-solving. Berpikir hanya dapat dikembangakan dengan berpikir untuk memecahkan suatu masalah. air. nyanyian. bumi. dramatisasi.bernyanyi. permainan. manusia. dan kumpulan social. dramatisasi. bercerita. " The Project Method". gambar. tekstil. mesin. Belajar hanya terjadi dalam proses interaksi yang aktif. Observasi misalnya meliputi pengamatan kehidupan tanaman. Dasar pikiran activity curriculum adalah sebagai berikut : Orang hanya belajar berkat pengalaman. Collings pada tahun 1917. Activity curriculum tidak pernah mendapat popularitas seperti subjects curriculum dan di sekolah menengah tidak pernah mendapat kedudukan yang kokoh. rafia. langit. binatang. menanam buah-buahan. (3) proyek cerita yang bertujuan menikmati cerita dalam berbagai bentuk-lisan. benang. logam dan sebagainya. Dalam memecahkan masalah itu . Belajar atau perubahan kelakuan hanya terjadi. tali. atau piano (4) proyek tangan yang bertujuan menyatakan buah pikiran dalam bentuk yang kongkrit seperti menyiapkan minuman. Kegiatan-kegiatan di sekolahnya banyak mirip dengan Meriam yakni (1) proyek mainan yang terdiri atas kegiatan kelompok seperti permainan. Kegiatan dibagi dalam empat golongan yakni : observasi.

bersandiwara. Kegiatan anak didorong oleh motivasi intristik. produksi. maka tidak dapat diadakan perencanaan terlebih dahulu. Minat anak lebih banyak ditentukan berdasarkan studi. pengalaman atau penelitian. yang mendapat latihan yang mendalam tentang perkembangan anak serta bimbingan dan penyuluhan. Rencana timbul dengan berkembangnya minat dan buah pikiran anak. Jam pelajaran yang ketat tidak ada. dan sebagainya. Sebagai kesimpulan kami cantumkan beberapa ciri activity curriculum: . Selanjutnya harus ada alat-alat dan bahan yang diperlukan oleh anak sesuai dengan minatnya. Dalam activity curriculum juga menonjol kegiatan lahiriah seperti menggambar. Dalam bentuk yang ekstrem disiplin diserahkan kepada kemampuan anak untuk mengatur diri sendiri dan campur tangan orang dewasa hendaknya dihindarkan. dan menguasai metode pengajaran proyek. Karena kurikulum ini diutamakan situasi yang riil serta minat yang spontan. Juga diperlukan gedung. membangun. Yang dianggap menarik minat anak kelas rendah ialah kegiatan-kegiatan yang berkenaan dengan: kehidupan dalam rumah tangga alam sekitar lingkungan masyarakat yang dekat makanan. Dalam perkembangan kurikulum ini selanjutnya pengalaman langsung dan minat yang spontan lebih-lebih digunakan sebagai bantuan dalam proses belajar dan bukan sebagai pokok untuk menyusun unit.diperoleh pengetahuan dari berbagai disiplin dalam bentuk yang terintegrasi. lapangan bermain dan ruang kelas yang besar serta fleksibel yang memungkinkan berbagai ragam kegiatan. dan distribusinya transpor dan komunikasi kehidupan orang dahulu kala kehidupan orang di negara lain kehidupan sosial Kurikulum ini memerlukan guru yang mempunyai pendidikan umum yang luas.

Kurikulum ini ditentukan programnya oleh minat dan tujuan anak. Smith dkk. dikorelasikan. sekalipun core curriculum itu juga mengenai pendidikan umum. Akan tetapi di samping itu kurikulum ini juga bermaksud untuk memenuhi kebutuhan siswa. Metode utama yang digunakan ialah metode pemecahan masalah.1. Dengan core curriculum dimaksud bagian dari seluruh program pendidikan yang dianggap penting. Kurikulum ini tidak direncanakan lebih dahulu. serta efektif. Sambil melakukan kegiatan-kegiatan untuk memecahkan suatu masalah anakanak memperoleh berbagai pengetahuan dan keterampilan. Yang dipentingkan bukan hanya hasilnya. berguna. Mereka memandang core curriculum sebagai kurikulum yang mempunyai cara atau metode tertentu dalam penyajiannya. Jadi setiap program pendidikan umum. sekalipun berupakan daftar matapelajaran wajib menurut pandangan ini harus dianggap sebagai core curriculum.O. melainkan juga proses untuk memecahkan masalah itu. Jadi dapat dikatakan bahwa setiap core curriculum termasuk pendidikan umum. akan tetapi tidak setiap program pendidikan umum berbentuk core curriculum. Core Curriculum. Perencanaan dilakukan bersama oleh murid dan guru. Jadi core curriculum mempunyai arti yang sama dengan pendidikan umum. Namun banyak ahli kurikulum lain yang merasa perlu untuk membedakan 'core' dengan pendidikan umum. 2. 3. Atas dasar itu maka H. apakah disajikan sebagai matapelajaran yang terpisah-pisah. core program ini merupakan suatu reaksi terhadap kurikulum yang terdiri atas mata pelajaran yang terpisah-pisah untuk memperoleh lebih banyak integrasi dalam pelajaran. fundamental dan esensial yang hams diberikan kepada setiap murid agar ia menjadi warganegara yang berharga. memberikan aktivitas yang lebih banyak dalam proses belajar dan mengadakan hubungan yang lebih erat . Menurut B. 4. Alberty berpendirian bahwa setiap bentuk pendidikan umum dapat dipandang sebagai core curriculum atau kurikulum inti. ataupun dalam bentuk broad unit atau unifield courses. Rencana itu berkembang sambil menjalankan kegiatan.

Ciri-ciri Core Curriculum. atau masalah-masalah yang berkenaan dengan kehidupan atau yang bertalian dengan minat dan kebutuhan pemuda. Sebagai pokok untuk unit dapat digunakan topik-topik dad social functions. yakni: (1) paduan heberapa mata pelajaran. Dengan demikian maka diperoleh beberapa macam program untuk core curriculum.antara pelajaran di sekolah dengan kehidupan dalam masyarakat. Kurikulum itu mengadakan integrasi dalam bahan pelajaran. Maka kurikulum ini mempunyai tujuan yang agak luas yang meliputi ide-ide yang terdapat dalam berbagai bentuk kurikulum lainnya yang menyimpang dari subject curriculum. Pokokpokok yang dapat dibicarakan antara lain:     Negara kita Negara-negara lain Dunia lama dan dunia barn Masa kolonial Atau dalam bentuk masalah atau pertanyaan:   Bagaimanakah suatu bangsa dapat meningkatkan mutu penghidupan? Bagaimanakah dapat kita hadapi masalah-masalah yang ditimbulkan oleh perkembangan teknologi? (2) Mengambil pokok-pokok dari "Social functions" atau "major areas of living". sering antara IPS dan Bahasa Inggris. Ini dilakukan dengan menggabungkan atau mengkorelasikan beberapa matapelajaran seperti ilmu pengetahuan sosial dan bahasa. seperti:       Pengawetan sumber alarn Matapencarian Pandangan kita terhadap dunia Mencegah kecelakaan dan penyakit Dunia kita yang kian menciut Pengaruh ilmu pengetahuan dan teknologi terhadap kehidupan kita. . Akan tetapi banyak pula disajikan dalam bentuk broad unit.

Kegiatan belajar lebih banyak ragamnya jika dibandingkan dengan subject curriculum. seperti juga dikemukakan terhadap tiap bentuk kurikulum yang menyimpang dari bentuk subject curriculum. Keberatan-keberatan terhadap core curriculum. Core curriculum ini mendapat kritik seperti yang diajukan terhadap pengajaran unit pada umumnya. Kurikulum inti ini mengadakan hubungan yang lebih erat antara pelajaran dengan kehidupan sehari-hari serta dengan minat dan kebutuhan pemuda. Perbedaan individual diperhatikan dan bimbingan merupakan unsur yang esensial dalam kurikulum inti ini. Metode mengajar lebih fleksibel. Salah satu keberatan yang paling dirasakan ialah bahwa kurikulum tidak berhasil memberikan pengetahuan yang sistematis. Dengan demikian core curriculum mengandung ciri-ciri integrated curriculum. Seperti unit lainnya dalam memecahkan pelajaran dimanfaatkan bahan dari semua mata pelajaran yang diperlukan. Merencanakan bersama dan kerja kelompok dalam kegiatan belajar banyak dilakukan. Murid-murid didorong untuk berpikir kritis dan menggunakan ketrampilan intelektual lainnya menghadapi masalah-masalah yang bermakna bagi mereka. Hal ini disebabkan oleh kegagalan menyusun suatu disain . karena suatu unit menerobos batas-batas mata pelajaran. Metode yang diutamakan ialah problem solving.(3) Mengambil pokok dari Masalah-masalah kehidupan seperti :     masalah pekerjaan masalah kewargaan negara masalah kehidupan rumah tangga masalah waktu senggang (4) Memilih topik berhubungan dengan minat murid:    masalah pergaulan masalah hubungan dengan anggota jenis kelamin lain masalah agama dan kepercayaan.

biasanya yang paling dikuasai oleh guru. Tentu saja kurikulum yang berbeda dengan subject curriculum akan mengalami kesulitan dalam lanjutannya ke perguruan tinggi yang dalam persyaratan masuk dan kurikulumnya masih berpegang pada kurikulum yang berpusat pada mata pelajaran. sehingga masih banyak yang diserahkan kepada pemikiran guru masing-masing. Karena guru-guru pada SM pada umumnya mengadakan spesialisasi tertentu. Dan memang pendekatan secara inter-disipliner belum cukup berkembang untuk diterapkan di sekolah. maka mereka tidak menguasai cara mengajar secara inter-disipliner. Kurikulum serupa ini memerlukan guru yang mempunyai pendidikan umum yang luas. Untuk itu diperlukan orientasi barn. dan cara menyajikannya.yang menjamin bahan pelajaran yang sistematis. jika guru-guru masih berpegang pada disiplin masing-masing. Sekalipun digunakan team teaching masih belum terjamin tercapainya integrasi bahan pelajaran. Organisasi kurikulum menentukan bahan pelajaran. . sedangkan guru-guru SM mengkhususkan studinya pada bidang tertentu. Kesulitan juga timbul karena kurikulum inti ini belum mempunyai buku pedoman yang memuaskan. misalnya dua jam pelajaran berturut-turut akan tetapi bahan pelajaran sendiri dalam praktik sering tidak memberikan bahan yang diintegrasikan akan tetapi bahan dari sejumlah mata pelajaran secara terpisah. Itu sebabnya mengajarkan program yang integrated sangat sukar. Kesulitan yang dihadapi dalam penerapan kurikulum ini ialah soal guru yang tidak kompeten. Kerap kali satu di antaranya yang paling menonjol. urutannya. Sebelum ini tercapai maka pelaksanaan core curriculum biasanya hanya berbentuk kombinasi beberapa mata pelajaran yang seharusnya harus dipadukan oleh "integrating ideas". Kurikulum ini hanya memberikan kesatuan waktu belajar yang lebih panjang. RANGKUMAN 1.

dan musik). 10. Subject sebenarnya pengalaman umat manusia yang disusun secara logis sistematis. 3. Metode yang diutamakan dalam integrated curriculum ialah metode "problem solving" atau metode ilmiah dengan menghadapkan siswa kepada masalah masalah yang bermakna baginya. namun tidak mendapat popularitas yang luas. Pada abad pertengahan timbul mata pelajaran yang vokasional (teologi. kedokteran. Subject curriculum telah ada sejak zaman Yunani yang dilanjutkan oleh orang Rumawi dalam bentuk trivium (gramatika. project curriculum atau experience curriculum. astronomi.2. retorikam dan logika) dan quadrivium (arithmatika. 6. Integrated curriculum dapat berbentuk activity curriculum. Kekurangankekurangan suatu kurikulum sering ditonjolkan oleh para penentangnya ditinjau dari segi pendirian masing-masing. Sebagai reaksi terhadap apa yang dianggap kekurangan-kekurangan kurikulum ini timbul organisasi kurikulum yang lain seperti correlated curriculum dan integrated curriculum. karena tidak dapat memberikan pengetahuan yang sistematis yang masih merupakan syarat bagi universitas dan karena guru tidak dipersiapkan untuk itu. yang juga banyak keuntungannya dan mempunyai ciri-ciri yang dapat mengatasi kelemahan subject curriculum. hukum) dan kini telah terdapat ratusan macam mata pelajaran. Bentuk kurikulum yang lebih baru. termasuk yang dianggap non-akademis. 8. Setiap bentuk kurikulum mempunyai kebaikan dan kekurangan. 4. Bentuk kurikulum yang lebih "tua" dari yang lain ialah subject curriculum yang berpusat pada mata pelajaran yang tersendiri-sendiri. keduanya dikenal sebagai "the Seven Liberal Arts". geometri. life curriculum. dan boleh dikatakan hampir tak ada yang memperjuangkannya. 5. terutama di Perguruan Tinggi. 7. 9. antara lain. Walaupun subject curriculum banyak dikecam. . namun bentuk kurikulum masih sangat populer di mana-mana di dunia. atau core curriculum.

12. sekalipun banyak dikecam? 7. Apakah prinsip-prinsip integrated curriculum? Apa sebab kurikulum ini tidak meluas. PERTANYAAN DAN TUGAS 1. Apa dimaksud dengan "persistent life situations". Subject curriculum dapat mengatasi kelemahannya dengan memanfaatkan kebaikan-kebaikan bentuk kurikulum lainnya. 13. Ada mengatakan bahwa trivium mirip dengan jurusan Sosial. Pilih suatu topik dan coba kembangkan menjadi suatu resource unit. Dapatkah saudara menerima semua kecaman itu? Tinjau kecaman itu secara kritis. 3. 11. sekalipun banyak mengandung kebaikan? 8. Apakah beda subject curriculum dengan integrated curriculum? 2. Bagaimana pendapat saudara? 6. melainkan memanfaatkannya secara fungsional dalam pemecahan masalah. Apakah beda subject dan subject matter? Adakah subject matter pada integrated curriculum? 5. 4. Core curriculum selalu mengenai pendidikan umum. sedangkan quadrivium dengan Pasti-Alam. walaupun tidak setiap bentuk pendidikan umum dapat diterima sebagai core curriculum. Sebutkan kekurangan-kekurangan subject curriculum. Banyak timbul reaksi terhadap subject curriculum karena kelemahankelemahannya. Core curriculum lebih mirip kepada kurikulum yang mengusahakan integrasi serta menyesuaikan bahan pelajaran dengan kebutuhan murid atau masyarakat. 10. Apa sebab subject curriculum tetap bertahan dan terus populer.11. Apa dimaksud dengan "social functions" atau pusat-pusat kegiatan manusia? Sebutkan social functions itu. Menjalankan integrated curriculum tidak berarti menyampingkan subject sama sekali. 12. Hingga manakah ada persamaan antara tujuan pendidikan me nurut Herbert Spencer dengan "social functions"? . Budaya. Sebutkan. Bagaimanakah langkah-langkah menjalankan suatu broad unit atau pengajaran unit? 9.

14. 20. curriculum atau experience curriculum. Apakah persamaan dan perbedaan antara Kurikulum Laboratory School (Dewey). Apakah kekurangan-kekurangan correlated curriculum? Bagaimana saran saudara untuk mengatasinya 15. 16. Jelaskan prinsip-prinsip yang mendasarinya. Sebutkan beberapa tokoh memelopori activity. Adakah diskusi antara orang yang menyetujui subject curriculum dengan orang yang pro integrated curriculum.13. Apakah dimaksud dengan core curriculum. Correlated curriculum menjadi lebih populer dan juga telah menjadi kenyataan dalam Kurikulum SD dan SM 1975. Sebutkan ciri-cirinya. Bagaimanakah saudara dapat memanfaatkan bentuk kurikulum yang integrated untuk memperbaiki subject curriculum? . 17. Alberty tentang core curriculum tidak dapat diterima pihak tertentu? 18. dan proyek (E. Collings). Meriam's Laboratory School. Apa sebab pendapat H. Adakah persamaan antara core curriculum dan activity curriculum? 19.

Sebabnya ialah: 1) bahan pelajaran cepat bertambah luas karena eksplosi ilmu pengetahun. Timbul pula tujuan-tujuan yang baru seperti berpikir kritis dan kreatif. memahami dunia internasional dan sebagainya yang dianggap perlu dimasukkan dalam kurikulum. yakni apa yang harus diajarkan merupakan suatu masalah yang makin lama makin bertambah sulit. Di samping itu waktu belajar terbatas.BAB 8 MENENTUKAN SCOPE DAN SEQUENCE DALAM PEMBINAAN KURIKULUM PELAJARAN Menentukan scope. dan ketrampilan. sehingga beban belajar bagi anak bertambah berat. memahami lingkungan sosial. Sering mata pelajaran baru ditambahkan sedangkan mata pelajaran lama bercokol terus. Demikian pula penambahan mata pelajaran sering terjadi oleh tekanan golongan tertentu. Spesialisasi dalam pendidikan makin meluas dan tiap spesialisasi memerlukan bahan pelajaran tambahan. Maka perlulah diadakan pilihan tentang apa yang perlu diajarkan. nilai-nilai. BAHAN PELAJARAN Bahan pelajaran atau subject matter terdiri atas pengetahuan. 3) Mata pelajaran yang tradisional tidak lagi memadai. 2) belum ada kriteria yang pasti tentang bahan apa yang perlu diajarkan. Tak ada lagi manusia yang mungkin menguasai seluruh pengetahuan yang ada sekarang. Menambah mata pelajaran dalam masa belajar yang sama sering berarti makin dangkalnya pengetahuan anak tentang aneka ragam bidang. bukan atas pertimbangan rasional yang obyektif. Juga belum ada cara tentang mengorganisasi kurikulum yang dapat diterima ole h semua. Mata pelajaran yang sebenarnya telah usang dipertahankan karena "vested interest" golongan-golongan tertentu. demikian pula kemampuan anak untuk menguasai bahan pelajaran. Sawah bukan bahan pelajaran akan tetapi yang menjadi bahan .

konsep. Perlu dikemukakan. sistematis sehingga menjadi suatu sistem yang bulat. Penyusunan ini dilakukan secara rasional. bahwa organisasi yang psikologis tidak dengan sendirinya bersifat tak-logis. dan sebagainya. Disiplin ilmu banyak digunakan sebagai dasar penyusunan kurikulum yang berbentuk mata pelajaran seperti fisika. dan sebagainya. Kurikulum serupa ini dikatakan mempunyai organisasi yang logis. Bahan pelajaran disajikan dalam urutan yang logis. lebih banyak harapan bahan itu akan dipaham i dan diingat. Setelah anak mencapai tingkat perkembangan tertentu. Kurikulum yang dianggap lebih bermakna ialah bila bahan pelajaran dihubungkan atau didasarkan atas pengalaman anak dalam kehidupannya seharihari. akan tetapi juga cara berpikir atau disiplin berpikir tertentu. Kurikulum yang logis ini sering tidak ada kaitannya dengan pengalaman anak dalam hidupnya. yakni cara mengajukan pertanyaan dalam mengadakan penelitian untuk menghasilkan pengetehuan baru. fisika. matematika. misalnya bila dibicarakan masalah yang nyata seperti soal kesehatan. Organisasi bahan serupa ini disebut psikologis. Pengetahuan manusia disusun oleh para ahli dalam sejumlah kategori yang disebut disiplin ilmu. Bahan pelajaran adalah sebagian dari kebudayaan. kecelakaan lalu-lintas.pelajaran ialah pengetahuan tentang sawah itu. Dalam hal ini pengetahuan dan disiplin ilmu itu dipakai secara fungsional untuk memahami suatu masalah. kimia. sehingga apa yang dipelajari anak sering hanya hafalan kata-kata tanpa makna dan karena itu tidak memperkaya pribadinya. maka mereka dapat mempelajari disiplin ilmu itu sebagai mata pelajaran. Topik ini dapat diajarkan dengan menggunakan bahan dari berbagai disiplin ilmu seperti biologi. logis. sejarah dan sebagainya. geografi. . data. kemudian bersel banyak dan selanjutnya meningkat kepada binatang yang berangsur-angsur lebih kompleks strukturnya. Tiap disiplin mempunyai bahan atau isi tertentu berupa fakta. dan prinsip. misalnya dalam biologi dimulai dengan binatang yang bersel satu. Karena ilmu itu digunakan secara bermakna. biologi. Misalnya cara berpikir matematis berbeda dengan cara berpikir historis atau ekonomis. karena memperhitungkan minat dan tingkat perkembangan jiwa anak.

Anak-anak harus dengan sengaja diajarkan proses berpikir kritis. Biasanya makin luas bahan pelajaran makin kurang mendalam pengetahuan yang diperoleh dalam jangka waktu yang sama. pendidikan kewarganegaraan. menulis dan berhitung. dapat pula memberi pendalaman dalam bidang studi tertentu. dan sebagainya. dapat bertukar pikiran dengan "the worldwide community of civilized human beings". Ada mata pelajaran yang dianggap perlu dipelajari oleh semua warga negara seperti membaca. Aspek proses ini masih kurang mendapat perhatian. Mata pelajaran ini termasuk pendidikan umum. yaitu . yang sudah dapat dilakukan pada tingkat SD. Selain pendidikan yang bersifat umum kurikulum juga menyediakan pelajaran yang membarikan pendidikan khusus yang tidak diharuskan bagi semua pelajar akan tetapi hanya diikuti siswa yang memilihnya. Ada bahan pelajaran yang umum. proses pemecahan masalah. Bahan pelajaran yang dituangkan dalam sejumlah besar mata pelajaran demikian banyaknya sehingga tak mungkin seseorang dapat mempelajari keseluruhannya selama hidupnya. misalnya yang mengenai pemerintahan. sehingga ia dapat berkomunikasi dengan manusia di mana saja di dunia. norma-norma dalam kelakuan yang baik. Dalam menyusun kurikulum harus pula dipertimbangkan soal luas dan kedalaman bahan mata pelajaran. Menyusun kurikulum untuk pendidikan umum serupa ini jauh lebih sulit karena sukarnya mengadakan pilihan dari bahan yang terhingga banyaknya. Pengetahuan umum juga diartikan sebagai pendidikan yang luas. melainkan juga prosesnya. sejarah nasional. Pendidikan khusus ini dapat misalnya mengenai pendidikan kejuruan atau vokasional. Ada pula bahan pelajaran yang khusus.Yang dijadikan bahan kurikulum bukan hanya isi disiplin ilmu berupa pengetahuan. Tujuannya ialah agar semua warga negara mempunyai dasar pemikiran yang sama untuk menjamin keutuhan negara. dan sebagainya. yang memberitahukan pengetahuan yang banyak tentang segala macam hal. yakni hal-hal yang hams dimiliki oleh semua warga negara. Selanjutnya masih ada mata pelajaran yang diwajibkan bagi semua siswa seperti bahasa nasional. dan lain-lain. proses penemuan.

dan keterampilan masa lalu harus senantiasa disesuaikan dengan keadaan baru agar jangan menjadi usang. Pilihan itu harus dilakukan karena luasnya bahan yang ada. peraturan. Namun belum tentu apa yang berguna pada masa yang lampau masih berguna pada zaman sekarang atau untuk masa mendatang. Setiap penyusunaan kurikulum dimulai dengan merumuskan tujuan. . Salah satu fungsi pendidikan ialah menyampaikan kebudayaan bangsa kepada generasi muda. secara ilmiah. Maka perlulah diadakan kriteria agar memilih bahan itu dapat dilakukan secara lebih rasional. Setelah itu baru ditentukan bahan pelajaran yang dianggap paling serasi untuk mencapai tujuan-tujuan itu. yaitu bertalian dengan norma-norma. norma-norma. Kesulitannya ialah bahwa setiap kriterium mempunyai kelemahannya. Subject matter atau bahan mata pelajaran. Dapat pula bahan pelajaran itu dibagi dalam bagian yang deskriptif. estetika. sedangkan apa yang dapat dipelajari dalam jangka waktu tertentu yang sangat terbatas. moral. yang hanya diperlukan oleh orang-orang tertentu. 2. KRITERIA PENENTUAN BAHAN PELAJARAN Ada sejumlah kriteria yang digunakan untuk memilih bahan pelajaran. yang umum sampai yang khusus.diperlukan untuk kepentingan tertentu. Kriteria itu ialah : 1. Lagi pula belum ada alai yang dapat mengukur hasil-hasil pendidikan. yakni yang mengenai fakta-fakta dan prinsip-prinsip. Karena perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang menimbulkan perubahan yang cepat dalam segala aspek hidup sehingga pengetahuan. Bahan pelajaran dipilih karena dianggap berharga sebagai wa risan generasi yang lampau. dipilih dari persediaan yang sangat luas yang dapat disajikan kepada anak-anak untuk dipelajari. Untuk tujuan-tujuan yang umum keadaannya lebih sukar. dan yang normatif. misalnya bersipat vokasional. Bahan pelajaran harus dipilih berdasarkan tujuan yang hendak dicapai. Banyak di antaranya yang sangat bernilai. Untuk tujuan-tujuan yang khusus lebih mudah ditentukan bahan pelajarannya dan dapat segera dinilai keserasiannya. apalagi yang mengenai kepribadian seseorang. dan nilai-nilai.

Keberatan yang diajukan terhadap pendirian itu ialah. Ada yang mengatakan bahwa pada hakikatnya perguruan tinggi menguasai seluruh sistem pendidikan dan SD . Mengharuskan anak-anak meniru perbuatan generasi tua. Akhirnya apa yang dilakukan orang dewasa belum tentu sesuai dengan apa yang seharusnya mereka lakukan. berarti mempertahankan keadaan sekarang. Pengetahuan apa yang paling besar manfaatnya. karena dianggap kurang sesuai dengan syarat-syarat masuk ke perguruan tinggi. Lagi pula. 4. Bahan pelajaran dipilih karena dianggap berharga bagi manusia dalam hidupnya. Herbert Spencer pada tahun 1859 mengajukan pertanyaan: '"What knowledge is of most worth". Kurikulum yang terlampau mementingkan bahan pelajaran disiplin tertentu dianggap kurang memenuhi kebutuhan pemuda dan kurang memperhatikan kebutuhan sosial dalam masyarakat modern yang dinamis. Karena kebanyakan anak demikian pula orang tua mengharapkan. Penguasaan disiplin diperlukan sebagai prasyarat untuk melanjutkan pelajaran sampai perguruan tinggi. Bahan pelajaran dipilih karena berguna untuk menguasai suatu disiplin. maka kebutuhan dan sifat perkembangan anak kurang mendapat perhatian utama. agar anak itu memasuki perguruan tinggi maka pengaruh perguruan tinggi terhadap SM bahkan SD sangat besar.SM merupakan perguruan tinggi dalam embrio. Franklin Bobhitt menganalisis kegiatan-kegiatan orang dewasa dalam masyarakat dengan maksud agar kegiatan-kegiatan itulah diajarkan kepada anak-anak agar menjadi warga masyarakat yang serasi. harus memberikan pendidikan dalam bidang-bidang yang diperlukan oleh anak-anak dalam kehidupan mereka dalam masyarakat. . Usaha-usaha perubahan dan pembaharuan kurikulum ke arah penyesuaiannya dengan kebutuhan anak pemuda sering mengalami kesulitan atau kegagalan. bahwa apa yang baik dilakukan untuk zaman sekarang belum tentu baik pula untuk masa depan. Jadi pendidikan harus relevan dengan kebutuhaan masyarakat. bahwa sekolah yang didirikan oleh masyarakat. karena yang dipakai sebagai ukuran kelakuan orang dewasa. sedangkan keadaan senantiasa berubah. yang paling berguna bagi manusia dalam kehidupannya sehari-hari? Dasar pikiran di sini ialah.3.

Di lain pihak. Ia berpendirian bahwa bahan pelajaran tidak boleh dipisahkan dari pengalaman belajar. Memperturutkan salah satu di antaranya rnembawa kepincangan. apa yang benar-benar dirasakan perlu. sejarah. maka kita menyalahi prinsip-prinsip proses belajar.5. Karena itu lebih baik pelajaran dipusatkan pada sejumlah pokok yang terbatas yang dapat mengembangkan keterampilan mental. Dalam memilih bahan pelajaran perlu kita perhatikan pendapat Hilda Taba yakni bahwa untuk mencapai suatu tujuan pendidikan kita tidak cukup hanya memperhatikan isi atau bahan pelajaran akan tetapi juga proses pelajaran atau pengalaman belajar. daripada berusaha meliputi sejumlah bahan yang luas yang hanya dihafal secara mendangkal. Apa yang dibutuhkan oleh anak menurut pendapatnya tidak selalu baik. . Tentu saja kebutuhan dan minat anak dapat diperluas. sehingga meliputi hal-hal yang semula tidak menarik minatnya. bila kebutuhan dan minat anak diabaikan. sehingga perlu dipilih berdasarkan antara lain kepentingannya ditinjau dan segi sosial. yang tidak dengan sendirinya dirasakannya sebagai kebutuhan. Lagi pula banyak hal-hal yang penting sekali bagi anak. atau (b) kebutuhan berdasarkan perkembangan anak. orang dewasa. Bahan pelajaran dipilih karena sesuai dengan kebutuhan dan minat anak. dan sebagainya. membaca. Juga dianjurkannya ialah agar bahan pelajaran hendaknya fundamental yang dapat mengembangkan kesanggupan berpikir secara konsepsional. Tujuan pendidikan merupakan pengetahuan dapat dicapai dengan menentukan bahan pelajaran. demikian pula sikap dan norma-norma hanya dapat dipelajari melalui pengalaman-pengalaman untuk menerapkannya. Ketrampilan mental itu dapat ditransfer dalam situasi-situasi lain yang memerlukan ketrampilan berpikir kritis dan kreatif untuk memecahkan masalah-masalah dengan menggunakan metode penemuan (discovery). tetapi tidak mengembangkan kesanggupan mental itu. misalnya bahwa setiap anak harus belajar menulis. Seperti telah pernah kami kemukakan dengan kebutuhan anak dapat dimaksud (a) kebutuhan menurut tafsiran. akan tetapi keterampilan mental seperti berpikir kritis.

masyarakat. maka bahan yang penting ialah kegiatan -kegiatan yang dilakukan orang dewasa dalam kehidupannya. Penganut aliran "progresif ' akan menentukan bahan pelajaran terutama berdasarkan minat anak atau pemuda. agar dapat menyesuaikan diri dengan kehidupan dalam masyarakat. Prosedur penentuan bahan pelajaran. oleh sebab manusia senantiasa berpijak pada dasar-dasar tertentu.Dalam penentuan bahan pelajaran para penyusun kurikulum dipengaruhi oleh aliran yang dianutnya. Mereka yang mengutamakan subject curriculum akan mementingkan bahan yang terkandung dalam disiplin. PROSEDUR MENENTUKAN BAHAN PELAJARAN Berbagai cara dapat diikuti untuk menentukan bahan pelajaran. Mereka yang yakin pada kebaikan "activity curriculum" tentu akan bertolak dari prinsip-prinsip yang berbeda dengan penganut "subject curriculum". Jika mereka menganggap. bahwa sekolah harus mempersiapkan anak. sekalipun kedua pendirian itu dapat dipertemukan hingga batas-batas tertentu. Jadi serasi tidaknya bahan pelajaran bergantung pada tujuan yang ingin dicapai. Seperti telah pernah kami utarakan. Mereka yang mengutamakan fungsi sosial sekolah mengambil aspek-aspek kehidupan sosial sebagai dasar untuk menentukan bahan pelajaran. 1. Dalam kenyataan hal ini tidak mudah melakukannya. maupun disiplin ilmu pengetahuan. Prosedur menerima otoritas para ahli. Cara yang dipilih banyak bergantung pada nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh mereka yang menentukan kurikulum. Jika mereka berpendirian bahwa sekolah harus menyampaikan kebudayaan masa lampau yang diwariskan oleh nenek moyang. . atau pembangunan masyarakat barn. setiap pendirian yang ekstrim mempunyai kelemahan. Dalam pembinaan kurikulum hendaknya kita perhatikan semua faktor yang turut mempengaruhinya. yaitu faktor anak. maka mereka akan mencari unsur-unsur dari kebudayaan itu yang dianggap penting bagi perkembangan anak-anak. Bahan pelajaran akan berbeda pula bila yang diutamakan ialah perkembangan mental atau intelek. Di bawah ini kami berikan beberapa prosedur yang diikuti dalam penentuan bahan pelajaran.

Ada kalanya buku pelajaran disusun oleh panitia penulisan buku. hasil-hasil lokakarya atau konferensi. kemampuan. sejarah dan sebagainya. hasil penelitian tentang perkembangan anak. 2. Buku pelajaran mempunyai scope dan sequence tertentu. Untuk menjamin mutu buku itu. dapat juga berdasarkan studi tentang sosiologi. dan keahlian. perbendaharaan kata anak. Lebih dahulu dirumuskan tujuan pendidikan agar dapat ditentukan bahan pelajaran yang kirangnya paling serasi untuk mencapainya.Bahan pelajaran ditentukan berdasarkan pendapat seseorang atau suatu kelompok. Dalam praktik sering yang menentukan bahan pelajaran ialah pengarang buku pelajaran. psikologi belajar. dan sebagainya. Prosedur ini banyak diikuti. agar keilmiahannya dapat dipertahankan. jadi telah jelas apa yang hams diajarkan dan bagaimana urutannya. karena banyak keuntungannya. yang dianggap mempunyai otoritas. Buku ini dapat disebarluaskan secara nasional. sering diikutsertkan para ahli dalam cahang ilmu pengetahuan tertentu dan ahli pendidikan. politik. agar dapat dikuasai faktor-faktor yang mempengaruhi. Bahan pelajaran dapat ditentukan secara eksperimental dengan mengadakan penelitian hingga manakah bahan itu memang serasi untuk mencapai sasarannya. prasangka atau keinginan pribadi. metode mengajar. Akan tetapi prosedur ini juga tidak membangkitkan kreativitas guru. Menentukan bahan pelajaran yang serasi berhubung dengan tujuan itu tidak mudah. Tentu saja pengarang itu menggunakan berbagai sumber dalam penulisan itu. Prosedur eksperimental. Tujuan pendidikan dapat diselidiki berdasarkan undang-undang dan dokumen-dokumen resmi. Ini memberikan rasa tenteram kepada guru karena ia tak perlu lagi mencari-cari. Ia akan mempelajari kurikulum yang diakui. Misalnya dapat diselidiki cerita-cerita apakah yang paling disukai anak-anak pada usia tertentu. Biasanya metode ini digunakan untuk menyelidiki keserasian bahan yang khusus untuk tujuan yang spesifik. Suing para penyusun kurikulum itu dipengaruhi oleh tradisi. karena tidak ada jaminan apakah dan hinggga manakah bahan itu sungguh-sungguh membawa anak kepada tujuan itu. Kemudian diadakan diskusi untuk merumuskan dengan jelas tujuan-tujuan pendidikan itu. Kalau percobaan ini .

maka ada pegangan yang lebih kokoh dalam pemilihan cerita yang sesuai dengan keinginan anak. Dapat dianalisis kegiatan manusia dewasa dalam kehidupannya sehari-hari seperti yang dilakukan oleh Franklin Bobbitt. antara lain mengadakan wawancara tentang segala macam tugas seorang pekerja. Juga perlu dipikirkan. pengetahuan dan kompetensi-kompetensi yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan itu dengan baik. 4. Yang dianalisis ialah keadaan sekarang yang tidak menunjukkan keadaan seharusnya. antara lain ahli-ahli dalam bidang studi . metode ini kurang sesuai. sekretaresse. daripada hanya bergantung pada pendapat guru atau pengarang. Prosedur konsensus. dapat pula ditentukan bahan pelajaran yang serasi untuk itu. Dengan mengetahui kegiatan. Analisis memecahkan keseluruhan tugas dalam kegiatan-kegiatan yang lebih terinci. atau mengobservasi pekerja melakukan tugasnya. Bahan pelajaran dapat ditentukan dengan menganalisis situasi-situasi di mana bahan pelajaran itu diperlukan. misalnya jabatan jururawat. Analisis ini akan menghasilkan daftar sejumlah kegiatan yang dapat disusun menurut pentingnyaa dan frekuensinya. 3. sehingga identitas keseluruhan lenyap. guru penerbang. karena misalnya selera anak terhadap cerita-cerita tertentu dapat berubah karena perkembangan zaman. hingga manakah hasil penelitian sekarang berlaku untuk masa datang. ketrampilan. dapat pula dianalisis berbagai jabatan. sikap. Namun metode analisis ini sangat berfaedah untuk menentukan bahan pelajaran bagi tugas dan jabatan yang jelas dan terbatas unsur-unsurnya. Cara keempat ialah memperoleh konsensus dengan meminta pendapat orang-orang yang dianggap berwewenang. Analisis pekerjaan atau kegiatan dapat dilakukan dengan berbagai cara.dilakukan pada sejumlah besar anak. Untuk tujuan-tujuan yang lebih umum. termasuk pribadi guru dan pengalaman anak. melakukan pekerjaan itu sendiri. dan sebagainya seperti yang mula-mula dilakukan oleh Charters. karena sulitnya menguasai semua faktor. Prosedur ilmiah atau analitis.

namun konsensus berdasarkan tabulasi dan suara terbanyak belum menjamin keserasian bahan pelajaran. Ada pula kemungkinan bahwa pendapat orang yang ditanyai itu dipengaruhi oleh prasangka. tradisi. dan sebagainya. Fungsi-fungsi sosial itu seperti: perlindungan dan pengawetan hidup. tokoh-tokoh masyarakat. Program ini fleksibel dan mungkin sekali mengalami perubahan dari tahun ke tahun apalagi karena dalam pelaksanaannya diadakan perencanaan bersama dengan murid seperti lazimnya dilakukan dalam pengajaran broad unit. (a) Prosedur fungsi-fungsi sosial. menentukan bahan pelajaran menurut prinsip-prinsip utama yang mendasari kurikulum itu. Pendapat-pendapat itu dapat dikumpulkan dengan daftar pertanyaan yang kemudian ditabulasi dan diinterpretasi. Prosedur-prosedur lain yakni (a) social functions procedure. keinginan pribadi atau faktor-faktor subyektif lainnya. (b) persistent life situation procedure dan (c) adolescent needs or problems procedure. agar pelajaran itu sesuai dengan keadaan setempat. Prosedur-prosedur lainnya. Kurikulum ini mengutamakan aspek sosial dan tidak begitu me nonjolkan soal kebutuhan dan minat pelajar. 5. Metode ini mudah dilaksanakan.tertentu. konsumsi. Dengan mempelajari pusat-pusat kegiatan manusia ini anak-anak diharapkan mengenal kehidupan dan masalah-masalah masyarakat dewasa ini. produksi. sekalipun tidak mengabaikannya. . perusahaan. Seperti telah dibicarakan sebelumnya dengan "social functions" atau "major areas of living": dimaksud pusat-pusat kegiatan manusia dalam masyarakat. dan suber alam. Pokokpokok ini sangat umum dan masih perlu diuraikan lebih lanjut oleh para pendidik secara lokal. milik. dan sebagainya adalah pokokpokok sebagai pegangan untuk menentukan kegiatan-kegiatan belajar. Sesudah ditabulasi tidak lagi diadakan diskusi antara mereka yang mengisi daftar pertanyaan itu dan interpretasinya terserah pada para pengolahnya. komonikasi dan transpor.

Stratemeyer cs menganalisis situasi-situasi itu sejauh mungkin. Ada kemungkinan pengetahuan murid tentang berbagai subject atau mata pelajaran bahkan lebih luas lagi daripada yang diperoleh melalui kurikulum yang subjectcentered hanya tidak dalam susunan logis sistematis yang lazim. Dengan mengikuti kurikulum ini murid-murid dipersiapkan untuk menghadapi masalahmasalah itu dalam hidupnya di masyarakat. Prosedur ini bertitik tolak dan kebutuhan pemuda atau masalah-masalah yang mereka hadapi. Tentu saja kurikulum serupa ini fleksibel dan bahan pelajaran harus disesuaikan setiap kali dengan perubahan perubahan yang terjadi di dunia maupun setempat. . Prosedur ini memperhatikan kebutuhan. Waktu itu ide ini sangat progresif. masalah. Jadi cara menentukan scope atau ruang lingkup pelajaran banyak persamaannya dengan prosedur fungsi-fungsi sosial. Prosedur ini diterapkan dalam "the Eight Year Study" (1932-40) yang mengadakan percobaan dengan kurikulum ini di 30 sekolah menengah di Amerika Serikat. akan tetapi situasinya berbeda-beda dan berubah-ubah. akan tetapi karena pecahnya Perang Dunia II hasilnya tidak mendanqt cambutan selayaknya. Seperti halnya dengan kurikulum fungsi-fungsi sosial kurikulum ini pun dapat memanfaatkan bahan dari berbagai disiplin atau mata pelajaran. sekarang maupun di masa mendatang di mana saja di dunia ini. Oleh sebab kebutuhan atau masalah itu selalu timbul dalam lingkungan masyarakat tempat mereka hidup maka dengan sendirinya masalahmasalah masyarakat juga mendapat perhatian. namun para pendidik masih harus mengadakan perencanaan yang lebih terperinci dan kongkret untuk dilaksanakan dalam kelas. dulu. dan minat anak dan pemuda menurut taraf perkembangan dalam dunia yang kompleks dan dinamis ini. Masalah-masalah pokok yang dihadapi itu "persistent" yakni senantiasa pada hakikatnya sama. Percobaan ini merupakan suatu sukses.(b) Prosedur "persisten life situations". sejauh bahan itu diperlukan untuk memecahkan masalah yang dihadapi. (c) Prosedur kebutuhan atau masalah pemuda.

(3) Kegiatan sosial dan rekreasi. (5) Hubungan sosial-psikologis (6) Hubungan pribadi-psikologis. Dan seperti halnya dengan prosedur fungsi-fungsi sosial dan "persistent life situation" guru-guru setempat harus lagi merencanakan bersama. berbagai-bagai saran tentang kegiatan-kegiatan mengajar-belajar. untuk menyesuaikan kurikulum itu dengan kebutuhan dan masalah pemuda di sekolah itu. juga dengan orang tua. masalah-masalah. diadakan questionnaires. (11) Kurikulum dan pengajaran. jenis dan bentuk pengalaman-pengalaman belajar. dan menilai suatu unit. daftar buku. Ross Mooney mengumpulkan 132 masalah pemuda yang digolongkannya dalam 11 bidang. Ini bergantung pada bahan yang diterima dari orang-orang yang diminta pendapatnya dan cara menggolongkannya. (8) Rumah tangga dan keluarga. (4) Berpacaran. sering dengan murid. seks dan perkawinan. Setiap bidang dapat lagi diuraikan lebih lanjut. MENENTUKAN SEQUENCE DALAM KURIKULUM "Scope" mengenai apa yang akan diajarkan. dan sebagainya. ruang lingkup bahan pelajaran berupa konsep-konsep. Resource unit ini merupakan suatu sumber yang dapat membantu guru untuk merencanakan. observasi dan sebagainya. Di samping klasifikasi Ross Mooney ini ada lagi cara penggolongan lain. (7) Moral dan agama. kondisi hidup dan pekerjaan. yaitu ruang lingkup atau luas bahan pelajaran. (9) Masa depan: Pekerjaan dan pendidikan. checklist. pokok-pokok.Untuk menentukan bahan pelajaran diselidiki buku-buku psikologi. (2) Keuangan. (10) Penyesuaian dengan pelajaran sekolah. pada berbagai tingkat perkembangan anak guna mencapai tujuan-tujuan pendidikan. Resource unit menguraikan secara komprehensif dan sistematis tujuan. Perubahan senantiasa ada dari tahun ke tahun seperti halnya dengan kurikulum yang fleksibel lainnya yang berusaha menyesuaikannya dengan tuntutan murid dan masyarakat. . resource unit. dan alat-alat pengajaran serta cara-cara mengevaluasi unit itu. yakni: (1) Kesehatan dan perkembangan jasmani. mengembangkan. Untuk membantu guru-guru dalam perencanaan broad unit maka dapat disusun suatu.

padahal matematika dianggap suatu disiplin yang tersusun paling logis dan sistematis mengenai urutannya. Bruner mengatakan bahwa prinsip-prinsip tiap mata pelajaran dapat diajarkan kepada setiap orang pada setiap usaha dalam suatu bentuk tertentu oleh sebab ide-ide pokok yang mendasari setiap ilmu sebenarnya sederhana. Berpikir dengan konsep-konsep dianggap baru dapat dilakukan pada usia yang lebih lanjut yaitu pada tingkat sekolah lanjutan. Sering ini dilakukan berdasarkan tradisi. Urutan itu rupanya tidak seketat yang diduga dan mengalami perubahan total akhir-akhir ini. Aljabar dan ilmu ukur baru boleh diajarkan di kelas I SMA. Piaget membuktikan bahwa anak-anak lebih cepat dapat berpikir secara formal daripada yang diduga semula. J. Ilmu Bumi dimulai di kelas III. Piaget anak umur .20 di kelas SD. Ilmu Bumi dunia diberikan di kelas VI. Sering ini diartikan sebagai kapan pengalaman belajar atau bahan pelajaran itu harus diberikan. Pada zaman sebelum perang dunia II dirasakan sudah tepat mengajarkan hitungan dari 1 . bahkan tidak ada keberatan untuk mengajarkan di Taman Kanak-kanak. kini dalam bentuk ilmu pengetahuan alam sudah diberikan sejak kelas I SD. Scope dan sequence erat hubungannya dalam penyusunan kurikulum. 1. Juga J. Akan tetapi waktu yang tepat itu tidak selalu mudah ditentukan. sedangkan pecahan baru boleh dibicarakan di kelas III. Dahulu orang menyangka bahwa anak-anak belum dapat berpikir logis. Pembanian pendidikan dapat mengubah kebiasaan lama dan masalah urutan atau sequence turut mengalami perubahan.100 di kelas II. oleh sebab tiap bahan harus diberikan pada waktu yang setepat-tepatnya. Ilmu alam atau fisika. Menurut J. atau disempitkan menjadi di kelas berapa bahan pelajaran tertentu harus diajarkan. ilmu alam baru diajarkan di kelas V. Itu sebab mereka disuruh menghafal. Matematika modern yang diajarkan di kelas I SD sudah memberikan aljabar dan ilmu ukur. membicarakannya sebelumnya dianggap melanggar peraturan dan dirasa terlampau sulit bagi anak karena tidak sesuai dengan perkembangan dan kemampuannya.Dengan "sequence" (baca: si-kuens) dimaksud urutan pengalaman belajar itu diberikan.

Pendapat Bruner dan Piaget yang makin banyak diakui oleh para pendidik dan pembina kurikulum tak dapat tiada akan mempengaruhi sequence atau urutan bahan pelajaran. . dalam segala ciri-ciri yang dapat diukur. Dalam penentuan urutan bahan pelajaran dapat diikuti dua macam pendekatan. Dengan demikian urutan bahan pelajaran tidak semantap yang diduga semula.tujuh tahun sudah dapat berpikir formal dan logis. Kemudian diusahakan dengan berbagai cara agar anak dapat mencernakan bahan pelajaran itu. Beberapa kesulitan yang dihadapi ialah bahwa kemampuan anak-anak sangat berbeda walaupun usia mereka sama. Struktur disiplin itulah yang menentukan urutan bahan pelajaran dan demikian pula langkah-langkah dalam proses belajar. Untuk itu perlu diselidiki tingkat pengetahuan dan kemampuan anak agar dapat ditentukan bahan yang sesuai. Faktor-faktor dalam penempatan bahan pelajaran. jadi dapat dikembangkan dengan bahan pelajaran yang sesuai. Pendekatan kedua ialah menyesuaikan bahan pelajaran dengan taraf perkembangan anak. jadi mempunyai tidak hanya satu macam struktur. Dua pendekatan. diciptakan alat-alat peraga dan diterapkan metode mengajar-belajar yang serasi untuk membantu anak mempelajari bahan pelajaran itu. Ternyata bahwa bahan disiplin dapat disusun dengan berbagai cara. Jadi dalam pendekatan ini yang dipentingkan ialah bahan pelajaran dan anak haru s menyesuaikan diri dengan bahan pelajaran untuk kelasnya. Diselidiki kesulitan-kesulitan yang dihadapi anak. Tidak mengembangkan kemampuan berpikir ini akan berarti merugikan anak. Yang pertama ialah lebih dahulu menentukan bahan pelajaran untuk kelas-kelas tertentu. Dianggap bahwa bahan pelajaran mempunyai struktur tertentu yang harus diikuti untuk mempelajarinya.

Mereka lebih dahulu mempelajari lingkungan dekat yang dikenalnya secara langsung baru kemudian daerah yang jauh letaknya. Dalam sejarah salah satu cara ialah memberikannya mulai dan zaman purba kala dan berangsur-angsur maju sampai zaman sekarang. Seperti telah dikemukakan tidak ada patokan yang pasti mengenai sequence ini. Faktor-faktor itu ialah antara lain: 1. Pada umumnya bahan yang mudah dan sederhana lebih dahulu diberikan daripada yang sukar dan kompleks. makin kompleks problema itu makin tinggi taraf kesulitannya. Apersepsi atau pengalaman lampau. 2. Tak selalu mudah menentukan yang manakah yang mudah dan yang sukar. Karena kenyataan itu maka dalam penempatan bahan pelajaran perlu dipertimbangkan taraf kesulitannya. Makin banyak unsur yang terlibat dalam suatu masalah. Pelajaran yang lampau menjadi syarat untuk memahami pelajaran yang baru. Membaca permulaan dengan huruf ternyata lebih sukar daripada memulainya dengan kata-kata. Anak-anak mulai diajarkan bilangan kecil sebelum angka-angka yang besar. Sesuatu yang baru hanya dapat dipahami berdasarkan pengetahuan atau pengalaman yang telah dimiliki. namun dalam penyusunan kurikulum tak dapat tiada harus kita putuskan kapan sesuatu harus diajarkan.Dalam menentukan kapan atau di kelas berapa bahan pelajaran sebaiknya diajarkan biasanya orang berpegang pada sejumlah faktor. Namun bahan pelajaran memang mempunyai tingkat-tingkat kesukaran. Lagu kanak-kanak jauh lebih sederhana daripada lagu-lagu untuk orang yang lebih lanjut usianya. Kalimat panjang lebih sukar daripada kalimat pendek. Menghitung sejumlah benda lebih mudah daripada menghitung daya tahan suatu jembatan. Pada suatu ketika kemampuan berhitung dianggap syarat . Karena itu diusahakan adanya kontinuitas dalam bahan pelajaran. Taraf kesulitan bahan pelajaran. Hal ini juga kita dapat dalam pelajaran lain.

pertumbuhan syarat atau fisiologis dan dianggap tak dapat dipengaruhi banyak oleh faktor-faktor luar. Matematika. 5. Kematangan diakibatkan oleh perkembangan intern. Proses belajar dapat banyak dipengaruhi oleh faktor-faktor luar. Minat anak. Prinsip apersepsi atau 'entry behavior" ini bertahan erat dengan prinsip kesukaran. Kematangan anak. Dalam teori sering kita katakan bahwa bahan pelajaran harus disesuaikan dengan kematangan anak. Memberikan bahan yang sama kepada anak yang tinggi dan rendah inteligensinya pasti merugikan anak. Minat anak dapat berubah-ubah. Pada suatu ketika anak mulai belajar berbicara atau berjalan. Dianggap bahwa kontinuitas akan tercapai bila kita mulai dengan yang dianggap mudah untuk kemudian meningkat kepada yang lebih sulit. Demikian pula kita menginginkan agar bahan pelajaran harus sesuai dengan usia mental anak. Pada umumnya soal kematangan ini hanya diketahui berkenaan dengan anak-anak kecil. Usia mental anak. tanpa sebenarnya mengetahuinya dengan jelas. Ada minat yang . Minat anak menjadi faktor utama dalam pcnentuan bahan dan urutannya di sekolah yang "child centered". 4. ilmu ukur ruang. Akan tetapi setelah masa kematangan itu anak mulai belajar. Dalam pengajaran berprograma suatu pelajaran dipecah-pecah menjadi bagian-bagian kecil yang mudah dipelajari.untuk aljabar. 3. biologi dianggap prasyarat untuk fakultas kedokteran. Sebelum waktu itu usaha mempercepatnya akan gagal. fisika. psikologi. dan sebagainya tak banyak yang kita ketahui. sehingga bahan pelajaran diberikan menurut sequence yang sesuai dengan kesanggupan anak. filsafaat. Bagian-bagian ini merupakan langkah-langkah menuju kepada penguasaan pelajaran. Kita ketahui bahwa anak-anak berlainan kemampuan mentalnya. Mengenai kematangan anak untuk mempelajari kewargaan negara. Berbagai usaha dijalankan untuk memenuhi tuntutan perbedaan individual ini.

Juga belum cukup pengetahuan kita bagaimana langkah-langkah atau urutan untuk memahami suatu konsep atau berpikir kritis dan kreatif. "Pemuaian logam" dapat diberikan konsepnya . Akan tetapi menurut Hilda Taba kita jangan lupakan urutan dalam proses belajar. Kurikulum biasanya hanya menentukan urutan bahan pelajaran. Misalnya konsep "perang kemerdekaan" dan "pemuaian logam" tidak sama cara mengembangkannya. Minat dapat timbul berdasarkan pengetahuan yang diperoleh dari pelajaran-pelajaran lampau. sikap dan kesanggupan berpikir. misalnya minat untuk alam sekitar.timbul karena perkembangan anak. Untuk hal-hal lain selalu dapat diusahakan dengan metode mengajar yang baik untuk membangkitkan minat anak. Petunjuk "dari kongkret kepada yang abstrak" kurang memadai. Kita tak tahu misalnya berapa hal yang kongkrit harus diberikan agar anak dapat menangkap pengertian yang abstrak. untuk keadaan sosial. yang dekat kepada yang jauh yang sederhana kepada yang kompleks. untuk agama dan ide-ide filosofis atau untuk pergaulan dengan anggota jenis kelamin lain. tergantung pada konsep yang akan diajarkan. SEQUENCE PROSES BELAJAR Masalah urutan atau sequence sering hanya dihubungkan dengan soal penempatan bahan pelajaran. motor. Urutan proses belajar antara lain mengenai langkah-langkah untuk mengembangkan konsep-konsep. naik gunung dan sebagainya. Kita tahu bahwa cara-cara membentuk konsep berbeda-beda. dari bagian kepada keseluruhan atau sebaliknya. seperti minat untuk radio. Maka diberilah pedoman seperti dari yang mudah kepada yang sulit. Ada pula minat yang dipengaruhi oleh lingkungan. sedangkan soal urutan proses belajar diserahkan kepada guru. yakni menentukan kapan bahan itu harus diajarkan. Dalam penempatan bahan pelajaran minat anak sudah sewajarnya perlu diperhatikan. Ini banyak sedikit dapat diperhitungkan lebih dahulu. apalagi minat yang timbul sebagai akibat perkembangan anak.

dengan metode demonstrasi. Pengertian perang kemerdekaan memerlukan cara yang berbeda sekali. Menurut Hilda Taba, bukan hanya urutan mengenai bahan pelajaran saja yang penting, melainkan juga urutan dalam proses belajar atau pengalamanpengalamaan belajar. RANGKUMAN 1. Dengan scope dimaksud luas atau ruang lingkup bahan pelajaran. 2. Kesulitan dalam menentukan scope ialah (1) sangat cepat bertambahnya pengetahuan, (2) tidak adanya kriteria yang pasti tentang bahan pelajaran yang harus diberikan, (3) tidak memadainya mata pelajaran tradisional. 3. Sering matapelajaraan baru, sedangkan matapelajaran yang ada bercokol terus. 4. Dalam menentukan bahan pelajaran harus diadakan pilihan, atau seleksi, karena luasnya bahan yang tersedia dan terbatasnya waktu belajar serta kemampuan anak. 5. Kriteria dalam penentuan bahan ialah (1) tujuan, (2) nilai sebagai warisan, (3) penguasaan disiplin, (4) nilainya bagi kehidupan dalam masyarakat (5) kebutuhan dan minat anak. 6. Bahan pelajaran hendaknya jangan hanya meliputi pengetahuan melainkan juga keterampilan mental. 7. Aliran yang dianut oleh pembina kurikulum merupakan suatu faktor dalam penentuan bahan pelajaran. Beberapa prosedur penentuan bahan pelajaran ialah (1) menerima otoritas para ahli, (2) eksperimen (3) analisis kegiatan, (4) konsensus, (5) fungsi social, (6) persistent life situations, (7) kebutuhan pemuda. 8. Menentukan scope kurikulum yang subject centered lebih mudah daripada yang integrated. Yang terakhir ini lebih fleksibel. 9. Dengan "sequence" dalam pembinaan kurikulum dimaksud urutan

pengalaman belajar, yakni apabila bahan itu harus diajarkan. 10. Penempatan bahan pelajaran berupa matapelajaran sudah jauh berbeda dengan sebelum Perang Dunia II. Matematika yang dulu diajarkan di SMP, kini sudah mulai diberikan di kelas I SD.

11. Menurut J. Bruner prinsip-prinsip tiap mata pelajaran dapat diajarkan kepada setiap anak pada setiap usia dalam suatu bentuk tertentu. Pendapat ini dapat menimbulkan perobahan besar mengenai penempatan mata pelajaran. 12. J. Piaget berpendapat berdasarkan penelitiannya bahwa anak berusia tujuh tahun telah dapat berpikir logis dan formal. 13. Dalam penentuan sequence dapat diikuti dua pendekatan yaitu (1) menyesuaikan bahan dengan anak, atau (2) menyesuaikan anak dengan bahan. 14. Faktor-faktor dalam penentuan "sequence" ialah (1) taraf kesulitan bahan pelajaran (2) apersepsi atau pengalaman yang telah ada, (3) kematangan anak, (4) usia mental anak (5) minat anak. 15. Sequence tidak hanya mengenai bahan pelajaran tetapi juga dalam proses belajar, yaitu langkah-langkah untuk mengembangkan konsep-konsep, sikap, kesanggupan berpikir. PERTANYAAN DAN TUGAS 1. Apa yang dimaksud dengan scope dan sequence? 2. Kesulitan apakah dihadapi dalam menentukan scope? 3. Apa sebab lebih mudah menambahkan matapelajaran baru daripada mengurangi yang ada? 4. Apakah yang termasuk subject matter atau bahan pelajaran? 5. Sebutkan berapa kriteria untuk menentukan bahan pelajaran. 6. Sekalipun telah diketahui tujuan pelajaran, apa sebab masih sulit untuk menentukan bahan pelajaran yang serasi? 7. Coba sebutkan suatu tujuan. Tentukan bahan yang saudara anggap serasi untuk mencapai tujuan itu. 8. Apakah kelemahan bahan pelajaran yang merupakan warisan dari generasi lampau? 9. Pada hakekatnya perguruan tinggilah yang menentukan kurikulum SMA bahkan SD. Berikan komentar saudara. 10. Apakah dasar Herbert Spencer menentukan bahan pelajaran? 11. Bagaimanakah cara Franklin Bobbitt menentukan scope kurikulum? 12. Kelemahan apakah terdapat dalam prosedur yang diikuti oleh Franklin Bobbitt?

13. Apakah kelemahan scope kurikulum yang ditentukan herdasarkan minat dan kebutuhan anak? 14. Scope tidak hanya meliputi materi tetapi juga proses belajar. Apa maksudnya? Yang manakah yang lebih penting menurut pendapat saudara? 15. Dalam penentuan bahan pelajaran aliran yang dianut sangat berpengaruh. Berikan penjelasan dan contoh-contoh. 16. Sebutkan prosedur-prosedur untuk menentukan scope kurikulum. Beri penjelasan tentang tiap prosedur. 17. Tinjau setiap prosedur. Cari segi kebaikan dan kekurangannya. 18. Apakah keberatan jika buku pelajaran menentukan scope kurikulum? Adakah keuntungan dan kebaikannya? 19. Apakah kurikulum 1975 disusun berdasarkan eksperimen? Prosedur apakah yang digunakan? 20. Dari berbagai macam prosedur itu, yang manakah paling menarik bagi saudara? Berikan alasan. 21. Berikaan contoh-contoh bahwa sequence mengalami perubahan besar. 22. Bagaimanakah pendapat Bruner dan Piaget, yang mempengaruhi soal sequence dalam kurikulum. 23. Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi sequence bahan pelajaran. Jelaskan setiap faktor dan bicarakan baik buruknya. 24. Apa yang dimaksud dengan sequence proses belajar, yang perlu diperhatikan di samping sequence bahan pelajaran sendiri?

BAB 9 MENGUBAH KURIKULUM
SEBAB-SEBAB KURIKULUM DIUBAH Kurikulum itu selalu dinamis dan senantiasa dipengaruhi oleh perubahanperubahan dalam faktor-faktor yang mendasarinya. Tujuan pendidikan dapat berubah secara fundamental, bila suatu negara beralih dari negara yang dijajah menjadi negara yang merdeka. Dengan sendirinya kurikulum pun harus mengalami perubahan yang menyeluruh. Kurikulum juga diubah bila tekanan dalam tujuan mengalami pergeseran. Misalnya pada tahun 30-an sebagai pengaruh golongan progresif di USA tekanan kurikulum adalah pada anak, sehingga kurikulum mengarah kepada child-centered curriculum sebagai reaksi terhadap subject-centered curriculum yang dianggap terlalu bersifat adult dan society-centered. Pada tahun 40-an, sebagai akibat perang, asas masyarakatlah yang diutamakan dan kurikulum menjadi lebih society-centered. Pada tahun 50-an dan 60-an, sebagai akibat Sputnik yang menyadarkan Amerika Serikat akan ketinggalan dalam ilmu pengetahuan, para pendidik lebih cenderung kepada kurikulum yang discipline-centered, yang mirip kepada subject-centered curriculum. Tampaknya seakan-akan orang kembali lagi kepada titik tolak semula. Akan tetapi lebih tepat, bila kita katakan, bahwa perkembangan kurikulum seperti spiral, tidak sebagai lingkaran, jadi kita tidak kembali kepada yang lama, tetapi pada suatu titik di atas yang lama. Kurikulum dapat pula mengalami perubahan bila terdapat pendirian baru mengenai proses belajar, sehingga timbul bentuk-bentuk kurikulum seperti activity atau experience curriculum, programmed instruction, pengajaran modul, dan sebagainya. Perubahan dalam masyarakat, eksplosi ilmu pengetahuan, dan lain-lain mengharuskan adanya perubahan kurikulum. Perubahan-perubahan itu

menyebabkan kurikulum yang berlaku tidak lagi relevan, dan ancaman serupa ini akan senantiasa dihadapi oleh setiap kurikulum, betapapun relevannya pada suatu saat.

Maka karena itu perubahan kurikulum merupakan hal biasa. Malahan mempertahankan kurikulum yang ada akan merugikar anak-anak dan dengan demikian fungsi kurikulum itu sendiri. Biasanya perubahan satu asas akan memerlukan perubahan keseluruhan kurikulum itu. PERUBAHAN ATAU PERBAIKAN KURIKULUM Perbaikan kurikulum biasanya hanya mengenai satu atau beberapa aspek dari kurikulum, misalnya metode mengajar, alat peraga, buku pelajaran dengan tetap menggunakan kurikulum yang berlaku. Perubahan kurikulum mengenai perubahan dasar-dasarnya, baik mengenai tujuan maupun alat-alat atau cara-cara untuk mencapai tujuan itu. Mengubah kurikulum sering berarti turut mengubah manusia, yaitu guru, pembina pendidikan dan merek-mereka yang mengasuh pendidikan. Itu sebab perubahan kurikulum dianggap sebagai perubahan sosial, suatu social change. Perubahan kurikulum, juga disebut pembaruan atau inovasi kurikulum, tentu saja dimaksud untuk mencapai perbaikan, sekalipun perubahan itu tidak dengan sendirinya membawa perbaikan. Perbaikan yang diperoleh mungkin membawa hasil sampingan yang kurang baik menurut penilaian pihak tertentu. PENILAIAN KURIKULUM Sebelum mengubah kurikulum hendaknya diadakan penilaian tentang kurikulum yang sedang dijalankan. Penilaian juga perlu untuk mengetahui hingga manakah kurikulum mencapai tujuan-tujuan yang diharapkan seperti yang tercantum dalam kurikulum itu. Penilaian kurikulum tidak mudah. Baik tidaknya suatu kurikulum pada hakekatnya dapat dinilai dan hasilnya, yakni dari kedudukan, kehidupan, atau prestasi pada lulusannya. Bila lulusannya menduduki tempat yang penting dalam pemerintahan, perusahaan, dan masyarakat, maka lembaga pendidikan itu mendapat nama baik dan kurikulumnya dianggap efektif. Namun kita dapat menyangsikan kebenaran anggapan itu, karena yang diandalkan hanya mereka yang sangat menonjol prestasinya, sedangkan mereka yang tidak menduduki tempat yang berarti dalam masyarakat, bahkan yang gagal, tidak mendapat perhatian. Penilaian itu terlampau kasar dan tidak didasarkan atas penelitian yang sistematis. Dan kita dapat bertanya, apakah masalah itu dapat di-

perubahan-perubahan tertentu yang diinginkan tidak akan terjadi.selidiki sepenuhnya. sikap. karena banyaknya faktor lain di luar mata pelajaran yang turut mempengaruhi perkembangan pribadi seseorang. Akan tetapi tanpa pendidikan sekolah. agar tujuan itu spesifik. misalnya tidak dapat dijadikan patokan untuk meramalkan masa depan seorang lulusan. (3) organisasi pengalaman belajar itu. apakah akan tercapai hasil yang diharapkan. Bloom memberikan suatu pegangan tentang cara melakukannya. Untuk menilai suatu kurikulurn perlu tujuan itu jelas dirumuskan. Jadi penilaian kurikulum harus dimulai dengan hakikat dan tujuan kurikulum. penilaian dapat dilakukan dengan lebih cermat. Dengan adanya kurikulum juga kita belum dapat meramalkan. Demikian pula dapat diragukan hasil semua mata pelajaran. Kurikulum sekolah bukan satu-satunya alat untuk mengubah kelakuan manusia. Hasil angka-angka ujian akhir. Apakah dengan pelajaran civics atau IPS terbentuk warga negara yang taat kepada undang-undang . setiap anak akan menjalani perubahan menuju ke kedewasaan. Dengan psikologi sosial juga tidak dapat kita ramalkan kelakuan dan prestasi seseorang dalam jangka panjang kelak dalam masyarakat. Kurikulum adalah alat untuk mengubah kelakuan anak-didik. Tentu saja. Kita belum memiliki suatu teori belajar yang menjamin akan tercapainya tujuan yang ditentukan dengan kegiatan mengajar belajar tertentu. dalam bentuk kelakuan yang dapat dilihat dan diukur. kita harus menilai komponen-komponennya yaitu (1) tujuan kurikulum. hubungannya dengan pengalaman lain. Efektivitas kurikulum berwujud dalam perubahan pengetahuan sikap dan keterampilan murid. urutan pengalaman itu. tanpa pendidikan formal. (2) pengalaman-pengalaman belajar untuk mengembangkan pengetahuan. Dengan rumusan tujuan yang spesifik. Namun apakah dengan taksonomi Bloom itu dapat misalnya dihasilkan manusia Pancasila yang sejati. masih dapat diragukan. (4) caracara mengevaluasi hasil belajar murid. dan ketrampilan murid. Ada yang menginginkan. apakah dapat mencapai tujuan seperti yang dirumuskan dalam kurikulum itu. Kalau kita menilai kurikulum.

Soal keTuhanan sebenarnya lebih merupakan tugas pelajaran agama. akan tetapi atas pengaruh berbagai hal lain. Banyak kesulitan yang dihadapi untuk menilai suatu kurikulum secara ilmiah. Maka kita dapat bertanya apakah mata pelajaran sejarah atau IPS sanggup mernupuk norma-norma yang berkenan dengan toleransi. suatu yang sebenarnya di luar kesanggupan. atau tidak termasuk tujuannya yang utama. Biasanya tertampau banyak yang diharapkan dan kurikulum itu yang tidak dapat dipenuhi. Olch sebab tiap anak mempunyai kepribadian yang berbeda-beda. perdamaian dunia. Namun soal keTuhanan tak dapat dipakai sebagai alat untuk menilai keberhasilan pelajaran biologi. Penelitian tentang hasil kurikulum atau suatu mata pelajaran sangat sulit. dan sebagainya? Sanggupkah kurikulum mencapai tujuan-tujuan menurut apa yang tercantum dalam kurikulum itu? Ataukah tujuan itu hanya muluk-muluk tampaknya dan hanya merupakan impian yang tak akan dapat diwujudkan? Apakah kurikulum hanya mempunyai pengaruh yang terbatas dengan mengakui bahwa watak atau pribadi seseorang banyak ditentukan oleh faktor-faktor di luar kurikulum? Berdasarkan penelitian. bahwa nilai-nilai atau norma-norma seseorang kebanyakan diperolehnya dari keluarga. Misalnya biologi dianggap dapat menimbulkan keharuan akan kebesaran Tuhan. Tidak selalu jelas. Hasil kurikulum diperoleh melalui interaksi antara anak dengan kurikulum. bukan berdasarkan penilaian atas hasil kurikulum itu. khususnya dari ibunya. . pelajaran agama membentuk manusia yang lebih taat kepada perintah Tuhan. persaudaraan bangsa-bangsa dan sebagainya. Havighurst menemukan. Alat-alat untuk menilainya pun tak tersedia.dan peraturan negara serta mengabdi kepada kepentingan masyarakat? Apakah matematika menghasilkan manusia yang lebih sanggup herpikir logic sistematis. maka hasilnya pun akan berlainan pula. Maka sering suatu kurikulum diubah. apakah sebenarnya tujuan kurikulum suatu lembaga pendidikan. Tiap murid memperoleh hal yang berbeda dari kurikulum yang sama.

yang tidak selalu dapat dipenuhi.Sering suatu kurikulum sudah diubah sebelum dinilai hasilnya. Ide yang baru tentang pendidikan memerlukan waktu sekitar sekitar 75 tahun sebelum dipraktikan secara umum di sekolah-sekolah. Tak jarang pula pembaharuan ditentang oleh mereka yang ingin berpegang pada yang sudah lazim dilakukan atau yang kurang percaya akan yang baru . Guru-guru lebih senang mengikuti jejak-jejak yang lama secara rutin. Mengadakan pembaharuan memerlukan pemikiran dan tenaga yang lebih banyak. Ada kalanya karena cara yang demikianlah yang paling mudah dilakukan. Dengan meninggalnya tokoh itu lenyap pula pembaruan yang telah dimulainya itu. Maka sebaiknya setiap perubahan kurikulum sekaligus juga merupakan perbaikan kurikulum secara menyeluruh. Pembaharuan kurikulum kadang-kadang terikat pada tokoh yang mencetuskannya. yang dengan sendirinya akan turut terbuang. bahwa guru-guru tidak mendapat kesempatan atau wewenang untuk mengadakan perubahan karena peraturan-peraturan administratif. Pembaharuan kurikulum sering pula memerlukan biaya yang lebih banyak untuk fasilitas dan alat-alat pendidikan haru. Dalam pembaruan kurikulum ternyata bahwa mencetuskan ide-ide baru lebih "mudah" daripada menerapkannya dalam praktik. oleh sebab harus melibatkan banyak orang dan mungkin memerlukan perubahan struktur organisasi dan administrasi sistem pendidikan. Tak semua orang suka bekerja lebih banyak daripada yang diperlukan. Dan sekalipun telah dilaksanakan sebagai percobaan. masih banyak mengalami rintangan dalam penyebarluasannya. KESULITAN-KESULITAN DALAM PERUBAHAN KURIKULUM Sejarah menunjukkan bahwa sekolah itu sangat sukar menerima pembaruan. Manusia itu pada umumnya bersifat konservatif dan guru termasuk golongan itu juga. seakan-akan yang lama itu tidak mengandung kebaikan-kebaikan. Kurikulum baru biasanya dimasukkan sambil mengeritik kurikulum lama. Akan tetapi ada pula kalanya. Guru itu hanya diharapkan mengikuti instruksi atasan.

jadi 'from the top down". Penataran merupakan syarat mutlak untuk . Di kebanyakan negara cara inilah yang dilakukan. dan sebagainya. Setiap pendekatan mempunyai kebaikan dan kekurangannya. termasuk Indonesia.sebelum terbukti kelebihannya. yakni dari pihak guru atau sekolah secara individual dengan harapan agar meluas ke sekolah-sekolah lain. menyebarluaskannya. Partisipasi diusahakan seluas mungkin agar tercapai konsensus dan keterlibatan pribadi dan instansi dalam usaha pembaruan kurikulum. antara lain Inggris yang memberikan wewenang penuh kepada kepala sekolah beserta stafnya untuk menentukan kurikulum sekolah. Pendekatan administratif banyak menggunakan panitia-panitia untuk merencanakan kurikulum baru. Bersifat kritis terhadap pembaharuan kurikulum adalah sifat yang sehat. Peranan konsultan hukanlah sebagai "agent of change" akan tetapi sebagai manusia sumber. yang diikuti biasanya pendekatan administratif. dari atas ke bawah. Di negara-negara yang mempunyai pemerintah pusat yang memegang kekuasaan yang kuat. yaitu yang dimulai dari "akar" "from the bottom up" atau dari bawah. Berbagai konsultan dapat dimanfaatkan untuk hal-hal yang diperlukan. Dalam hal ini pembaharuan kurikulum diadakan atas inisiatif kepala sekolah dan guru-gurunya. karena pembaharuan itu jangan hanya sekedar mode yang timbul pada suatu saat untuk lenyap lagi dalam waktu yang tidak lama. atas inisiatif para administrator. Lokakarya. Ada juga negara. Yang kedua ialah "grass roots approach". kelompok studi banyak dilakukan untuk membicarakan dan menghasilkan kurikulum barn itu. Prosedur manakah yang dilaksanakan banyak bergantung pada sistem pendidikan serta organisasi dan struktur organisasinya. Para ahli pendidikan dan ahli dalam berbagai bidang studi atau disiplin dari perguruan tinggi diminta bantuannya untuk menghasilkan kurikulurn yang sebaik-baiknya. menyusun buku pelajaran. PROSEDUR PEMBARUAN KURIKULUM Pada pokoknya ada dua prosedur utama untuk mengubah kurikulum yaitu apa yang disebut "administrative approach" yaitu yang direncanakan oleh pihak atasan untuk kemudian diturunkan kepada instansi-instansi bawahan sampai kepada guru-guru.

Untuk usaha yang luas ini dapat disediakan biaya yang diperlukan. Usaha pemerintah ini biasanya tidak menemukan tentangan dari pihak guru yang sudah biaya menerima dan melaksanakan instruksi dan perintah dari atasannya. yang biasanya cukup besar jumlahnya. Kerja kelompok sangat esensial dalam pengembangan kurikulum. Kerja kelompok memperluas keterlibatan dan komitmen dalam kurikulum baru. bukan berdasarkan kedudukan atau pangkat.memberikan ketrampilan kepada guru dalam pelaksanaannya. Pembaruan kurikulum serupa ini dapat dilakukan serentak dan uniform di seluruh negara dengan melibatkan seluruh aparat kementerian pendidikan. dengan cara yang terkoordinasi dan terorganisasi. Kerjasama dan partisipasi semua unsur diperlukan untuk mencapai produktivitas dan efektivitas optimal. dan membicarakan setiap buah pikiran secara kritis. Jadi dalam pendekatan administratif ini dapat dikerahkan sejumlah besar ahli dan tenaga edukatif maupun administratif. Antara lain dikemukakan bahwa cara ini otoriter dan kurang demokratis dan merupakan keputusan atasan yang hams dilaksanakan oleh guru-guru. Akan tetapi kerja kelompok dapat juga merupakan penghamburan waktu jika komponen-komponennya tidak dipilih dengan rasional. Peraturan-peraturan resmi di keluarkan untuk menjamin terlaksananya kurikulum baru itu. Seluruh aparat administrasi pendidikan dikerahkan untuk mengkomunikasikan pembaruan ini kepada guru-guru dan segenap lapisan masyarakat. melahirkan ide-ide baru. Anggota kelompok hendaknya dipilih berdasarkan kompetensi. Kerja kelompok memerlukan kepemimpinan yang paham akan proses dinamika kelompok dan mampu mendorong kelompok ke arah produktivitas dengan memadukan segala keahlian dalam kelompok itu. Kerja kelompok merupakan tempat yang subur untuk berpikir. Setiap peserta dapat melengkapi buah pikiran peserta lainnya menurut keahlian masing-masing. namun ditinjau dari segi tertentu mempunyai juga kelemahan. Walaupun pendekatan administratif mempunyai banyak kebaikan. Guru sendiri kurang dilibatkan dalam .

konsultan. to koh-tokoh di sekitar. Maka pembaruan itu menjadi semu belaka dan akan mengalami kegagalan. akan gagal dan lenyap jika pengawasan tidak senantiasa diperketat. Inisiatif dan kepemimpinan pembaharuan kurikulum terletak dalam tangan guru setempat. staf pengajar perguruan tinggi. bimbingan dan mungkin juga biaya. Kepala sekolah serta guru menginginkan suatu perubahan. Tanpa perubahan pada guru tak akan terjadi perubahan dalam kurikulum. kadangkadang juga pengusaha dan para konsumen lulusan sekolah. Mereka berusaha mengatasi kesulitan sendiri. Di Inggris. Mereka tertarik oleh ide-ide barn mengenai kurikulum dan bersedia untuk menerapkannya di sekolah mereka untuk meningkatkan mutu pelajaran. Dengan demikian mereka terlibat secara pribadi. Pembaharuan yang tidak tumbuh dan berakar dalam pribadi guru dan hanya melaksanakannya atas dasar kepatuhan akan perintah. Mereka bersama menyusun satuan-satuan pelajaran. Karena itu guru-guru kurang berusaha untuk mendalaminya dan karena kurang memahaminya akan mudah kembali kepada praktik-praktik yang lama. Kurikulum yang mereka susun relevan dengan keadaan riil yang mereka hadapi. Semua gum turut berpartisipasi dalam segala aspek pembinaan kurikulum baru. akan tetapi juga dari pihak atasan merupakan bahan. dinilai untuk diperbaiki. Dalam usaha itu mereka dapat meminta bantuan orang tua. Perubahan kurikulum dengan pendekatan "grass roots approach" mulai dari sekolah secara sendiri-sendiri. usaha ini didukung oleh "Teachers' Centres" yang dihentuk secara lokal sebagai tempat guru-guru bertemu dan berdiskusi tentang pembaharuan pendidikan. karena melihat kekurangan-kekurangan dalam kurikulum yang berlaku. Ke tempat itu juga datang para pembina pendidikan. jadi tidak dibuat "di belakang meja tulis" seperti sering terjadi dalam pendekatan administratif.permulaan dan perencanaannya. kemudian dicobakan sendiri. Tentu saja guru setempat juga mempertimbangkan berbagai faktor .

syarat masuk perguruan tinggi. Dalam pendekatan administratif dapat diusahakan partisipasi guruguru. Perubahan sektoral akhirnya akan mengalami kesukaran yang tak dapat diatasi oleh sekolah itu sendiri. Kita tak perlu memandangnya sebagai dua cara yang bertentangan.lainnya seperti peraturan yang berlaku. Jadi kedua pendekatan itu masing-masing mempunyai kebaikan dan kekurangannya. tetapi juga pada kemampuan dan kesediaan guru. Mungkin pula pembaruan kurikulum menyangkut peraturan-peraturan pemerintah pusat dan daerah yang hanya dapat diuhah bila usaha pembaruan bersifat nasional. Kelemahan pendekatan ini ialah bahwa usaha-usaha ini bersifat lokal. keinginan pemerintah dan sebagainya. Namun menggunakan kekuasaan untuk memaksakan perubahan hanya melahirkan kepatuhan semu akan tetapi menimbulkan penentangan batin yang akhirnya menggagalkan usaha perubahan itu. Menentang perubahan adalah sesuatu yang normal. meminta pendapat dan penilaian mereka sebagai umpan balik serta memberikan kebebasan untuk menyesuaikannya dengan keadaan setempat. Pembaruan kurikulum adalah usaha yang luas dan kompleks yang memerlukan pemikiran dan partisipasi dari semua pihak. misalnya dengan menurut sertakan mereka dalam mencobakan kurikulum baru. Pembaruan bergantung kebanyakan kepada kepala sekolah. tidak mempunyai koordinasi dan organisasi sehingga tidak dapat disebarkan secara nasional. Mungkin juga perubahan hanya mengenai aspekaspek tertentu dari kurikulum dan tidak menyeluruh. Pembaruan kurikulum oleh guru untuk kepentingan anak di sekolah dalam lingkungan tertentu yang mempunyai kebutuhan tersendiri akan lebih mantap. untuk senantiasa memperhatikan perkembangan mengenai pembinaan kurikulum. Guru-guru mendapat tanggungjawab penuh atas mutu pendidikan yang merupakan dorongan untuk menjadi kreatif. yang mungkin otoriter dan kurang terbuka bagi pembaruan. Perubahan kurikulum pada hakekatnya berarti mengubah manusia dan lembaga-lembaga. Perencanaan perubahan kurikulum harus me- . Sekolah tidak mampu untuk memperoleh bantuan ini dengan tenaga sendiri.

Membina kader. masih banyak kesukaran untuk menyebarluaskannya. Dalam rangka suatu pilot project seorang guru dapat mengadakan percobaan dengan suatu kurikulum baru dalam suatu bidang studi tertentu. Perubahan kurikulum adalah sesuatu yang wajar karena perubahan yang terus-menerus dalam masyarakat dan kehidupan.rupakan dialog antara "atasan" dan "bawahan" dalam suasana sa ting menghargai pendapat. bahkan memaksakan perubahan tanpa meminta keinginan guru-guru di sekolah itu. penyelenggaraan. Pilot project. pemimpin-pemimpin yang kompeten dan mereka dapat memberi hasil yang baik. Berbagai jalan kurikulum. pengawasan. Demikian pula pendekatan perubahan dari bawah dapat dibantu oleh pemerintah dengan mempublikasikan usaha-usaha pembaharuan di sekolahsekolah agar secara umum dapat dikenal dan ditiru. Andaikan pilot project ini berhasil. . karena menghadapi situasi yang berbeda dan mendapat hambatan dari ketentuan-ketentuan yang berlaku. 3. Kelemahannya ialah bahwa ada kemungkinan mereka dianggap sebagai orang luar yang diberi bayaran khusus untuk mengadakan. dan penilaiannya relatif mudah diatur. Kader ini merupakan agen-agen pembaharuan. 2. sehingga pembaruan itu lebih terarah dan menyeluruh. Dapat dididik sejumlah kader yang menguasai seluk-beluk pembaharuan kurikulum yang ditempatkan di berbagai sekolah untuk mengadakan praktis ditempuh untuk mengadakan pembaharuan pembaharuan-pembaharuan. Beberapa cara praktis. Memanfaatkan guru. Jika timbul reaksi yang negatif dari pihak guru. Karena percobaan ini terbatas. maka kader ini akan mengalami banyak kesukaran. 1.

dan sekolah.Guru dan sekolah yang telah menjalankan kurikulum baru. dapat diminta bekerja pada sekolah yang belum melakukannya. 4. Menyediakan alat pengajaran. Sekolah yang terpencil akan mengalami kesukaran khusus dalam hal ini. Memperbarui buku pelajaran. .SM. sehingga kurikulum tidak merupakan hasil "di belakang meja tulis". Kerjasama antara sekolah dan universitas. Dapat diusahakan secara teratur pertemuan-pertemuan antara dosen perguruan tinggi dengan guruguru bidang studi di SM untuk keperluan itu. Pelaksanaan ini akan menghadapi kesulitan administratif dalam penempatan guru di sekolah lain untuk beberapa waktu. Memberikan laboratorium fisika atau laboratorium bahasa akan mendorong guru untuk menggunakan metode-metode dan bahan pelajaran baru. 7. Akan tetapi guru-guru sendiri harus mempunyai kesanggupan untuk menggunakannya. 6. sedangkan sekolah atau guru dapat memberikan bahan tentang keadaan yang riil mengenai murid. sehingga dapat disaksikan bagaimana pelaksanaan pembaharuan itu. Akan tetapi ada kalanya tenaga pengajar tidak sanggup memanfaatkannya. Kurikulum pendidikan guru tak dapat tiada harus disesuaikan dengan perubahan kurikulum di SD . Universitas yang senantiasa berada di garis depan kemajuan dalam penelitian dan ilmu pengetahuan dapat membantu sekolah-sekolah untuk menyesuaikan kurikulum dengan ide-ide baru tentang pendidikan dan perkembangan baru dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan. Pembaruan kurikulum pendidikan guru. Universitas dapat pula menyediakan ahli dalam berbagai aspek kurikulum yang bertindak sebagai konsultan. Buku pelajaran baru dapat memberikan bahan baru dan juga metode mengajar serta proses belajar yang baru. bahkan sebenarnya harus mendahuluinya. juga dalam melancarkan kurikulum yang baru. 5. Buku pelajaran memegang peranan yang penting dalam setiap kurikulum.

cara menentukan bahan. dan sebagainya. karena pada suatu ketika setiap kurikulum akan memerlukan pembaruan. dasar-dasar teoretis. Harapan ialah agar pembaruan ini diterima baik dan disebarluaskan. Pelaksanaan satuan pelajaran merupakan pelajaran dan latihan bagi guru. mengevaluasi. berdasarkan prinsip-prinsip. jadi harus mulai dengan bagian yang kecil dan terbatas. administrasi sekolah. Mereka mencobakan suatu unit pelajaran dan setelah ternyata berhasil. dengan persetujuan kepala sekolah. Perubahan tak mungkin dilakukan dalam seluruh program sekolah. Perubahan kurikulum mengharuskan guru berubah pula. Lamanya latihan itu bergantung pada bcsarnya perbedaan antara cara lama dan baru. Dari satuan pelajaran yang eksperimenal ini kemudian dikembangkan suatu kerangka yang lebih luas. sering timbul tentangan dan guru -guru yang tidak terlibat dalam usaha ini. mendemonstrasikannya kepada guru-guru lain. dan sebagainya memakan waktu yang lama. mengadakan pembaruan satu mata pelajaran atau lebih dalam satu dua kelas. 8. cara belajar murid. Hilda Taba menganjurkan agar pembaruan dimulai dengan satuan pelajaran yang dapat diterapkan dalam kelas. Guru guru yang sejak mulanya terdidik dalam pelaksanaan kurikulum baru akan lebih menjamin keherhasilan pembaruan itu. Perubahan kurikulum yang berarti mengubah guru. Namun. sering bertahun-tahun. . Umpan balik digunakan untuk menyempurnakan satuan pelajaran itu. Namun penataran akan tetap diperlukan. 9. Demikian pula hams dikembangkan administrasi yang sesuai dengan perubahan kurikulum itu. Kelompok kecil itu dapat memperoleh bantuan dan kepala sekolah atau atasan. sikap orang tua. Pada permulaan ini merupakan percobaan. Suatu kelompok kecil. Mendemonstrasikan suatu pembaruan. Memulai dari satuan pelajaran.Pendidikan guru dalam pembaruan akan lebih efektif daripada penataran.

. (3) pengetahuan. Keempat komponen itu saling berhubungan. atau pada tujuan itu sendiri. Tujuan menentukan pengalaman belajar apa yang diperlukan dan pengetahuan yang harus dipilih yang dapat membawa pelajar kepada tujuan yang ditentukan. demikian pula dalam pembinaan setiap kurikulum. Acap kali dalam pembinaan kurikulum lebih dahulu ditentukan bahan pelajaran yang disusun menurut buku pelajaran tertentu. (2) kegiatan atau pengalaman belajar untuk mencapai tujuan itu. barulah kemudian bahan pelajaran dan kegiatan belajar. Yang dinilai bukan hanya tujuan. melainkan juga pengetahuan dan kegiatan atau proses belajar. seperti tampak pada diagram itu. mungkin kesalahannya terletak pada komponen pengetahuan. yaitu isi atau bahan pelajaran yang diperoleh dan digunakan dalam proses belajar. Suatu pola yang sederhana adalah sebagai berikut: gambar Bagan 1. Tujuan juga menentukan penilaian. untuk mengetahui hingga mana tujuan itu tercapai. Menilai sikap tak sama caranya dengan menilai keterampilan atau pengetahuan. Bahan pelajaran ditentukan oleh tujuan.POLA KURIKULUM Dalam perubahan kurikulum. Setiap kurikulum mempunyai keempat komponen utama itu yakni: (1) tujuan. bukan sebaliknya. Jika tujuan tidak tcrcapai. (4) penilaian atau evaluasi hasil belajar. proses belajar. apa yang dinilai dan bagaimana cara menilainya. Jadi lebih dahulu harus dirumuskan tujuan. kita hendaknya bekerja dalam suatu kerangka atau pola yang terdiri atas komponen-komponen kurikulum itu. barulah dirumuskan tujuan sesuai dengan bahan itu.

dan 5 adalah komponen-komponen yang tampak pada bagan 1. bahwa bagan 2. Ketiga sumber itu harus dipertimbangkan dalam kurikulum. agar kurikulum itu tidak berat sebelah. yakni child-centered atau pupil-centered. gambar Bagan 2 Selanjutnya komponen pengetahuan dapat diperlengkapi sebagai berikut . afektif. Dalam bagan 2 kita lihat sumber-sumber tujuan.Pola kurikulum yang jelas menunjukkan hubungan antara unsur-unsur kurikulum. atau subject-centered. Experience atau activity curriculum misalnya terlampau mengutamakan kegiatan atau pengalaman belajar dan kurang mementingkan unsur pengetahuan. sedangkan subject curriculum mengutamakan aspek pengetahuan dan kurang mementingkan kegiatan atau pengalaman belajar. Dengan adanya pola itu dapat dijaga keseimbangan antara unsurunsurnya. yang diuraikan lebih lanjut). 3. society-centered. dan psikomotor untuk memberikan pendidikan yang harmonis. Banyak kurikulum kurang menaruh perhatian kepada tujuan dan penilaian. 4. Di sini pun dapat kita usahakan adanya keseimbangan. Setiap komponen dapat diolah lebih lanjut misalnya: (Perhatikan. Demikian pula tujuannya harus mengandung aspek kognitif.

Pada saat sekarang diutamakan konsep-konsep dan prinsip-prinsip daripada hanya faktorfaktor. Selanjutnya harus ditentukan scope dan sequence bahan pela jaran. pengajaran unit. tidak lekas out-dated.lepas-lepas mudah dilupakan. Dengan memahami struktur atau konsep dapat dipahami gejala-gejala spesifik lainnya. the structure of knowledge. diusahakan adanya integrasi. dengan korelasi. broad field. . Konsep-konsep inilah yang dianggap memberikan struktur pengetahuan. Konsep-konsep bersifat abstrak dan karena itu memungkinkan pemahaman akan sejumlah besar informasi atau fakta yang spesifik. pembina kurikulum hendaknya juga berusaha mengadakan integrasi dalam bahan pelajaran yang disajikan. dan sebagainya. Lagi pula pengetahuan serupa itu lekas menjadi usang sedangkan prinsip dan konsep. Karena banyaknya ilmu yang telah terkumpul yang tak mungkin diajarkan seluruhnya. haruslah diadakan seleksi atau pilihan yang akan disajikan dalam bentuk atau organisasi tertentu. dan dapat digunakan untuk mentafsirkan informasi baru. Informasi atau fakta-fakta yang .lebih mantap. Agar bahan itu jangan lepas-lepas.gambar Bagan 3 Pengetahuan atau bahan pelajaran diambil dan berbagai disiplin. untuk mencegah 'gaps" dan "overlappings". dan dapat dilihat hubungan antara faktafakta. sekali dipahami. Sekalipun pelajar itu sendiri akan selalu berusaha mengadakan integrasi dalam pengetahuan yang diperolehnya. bergantung pada bentuk kurikulum yang dijalankan.

Mengumpulkan informasi sebagai umpan balik untuk memperbaiki kurikulum gambar . penggunaan berbagai sumber dan alat pelajaran di dalam maupun di luar sekolah. Penilaian kurikulum harus berjalan terus. yang dipengaruhi oleh berbagai-bagai faktor seperti metode mengajar. Evaluasi diperlukan untuk mengadakan perbaikan dalam kurikulum. maka perlu dicari di mana letak kekurangannya melalui evaluasi.gambar Bagan 4 Pengalaman atau kegiatan belajar adalah usaha yang dijalankan. Proses belajar tak kurang pentingnya daripada hasil belajar. kesulitan isi pelajaran. dan sebagainya. Evaluasi bergantung pada tujuan yang hendak dicapai. Tak ada kurikulum nasional yang sesuai bagi semua daerah. Proses belajar yang baik memungkinkan tercapainya hasil belajar lebih tinggi. dan karena itu perlu disesuaikan dengan keadaan setempat. hubungan antara guru dan murid. Jika tujuan tidak tercapai. perbedaan individual. taraf kematangan. agar tujuan yang ditentukan dicapai dengan menggunakan pengetahuan yang sangat kompleks. kesanggupan dan perkembangan anak.

Bagan 5 ARAH PERKEMBANGAN PEMBARUAN KURIKULUM Perubahan kurikulum sering merupakan reaksi terhadap kurikulum yang berlaku. seperti biasa dilakukan untuk memenangkan perjuangan.   menyusun kurikulum yang diselidiki kebaikannya melalui eksperimen. .   menyusun kurikulum yang menggairahlcan anak untuk belajar. tanpa secara obyektif mengakui kebaikan-kebaikannya. jadi yang memungkinkan setiap anak maju menurut kecepatan masing-masing. masyarakat. Hal serupa ini akan terjadi bila kurikulum baru hanya melihat kelemahan dan kekurangan kurikulum yang lama ditinjau dari pandangannya sendiri. Kurikulum yang integrated sangat memerlukan bahan dari subjects dan bahan pelajaran subject curri ulum dapat c diintegrasikan. dan disiplin. menyusun kurikulum yang memperhatikan semua anak. sehingga tampaknya kurikulum baru seakan-akan kembali kepada bentuk yang lama. Kritikkritik yang dikemukakan biasanya terlampau dilebih-lebihkan. Pentingnya integrasi pengetahuan dan pengalaman anak menjadi dasar untuk menjalankan kurikulum yang dipadukan atau yang diintegrasikan dengan melancarkan kecaman yang tajam terhadap subject atau dicipline-oriented curriculum. Jadi pertentangan antara berbagai bentuk kurikulum tak setajam yang digambarkan oleh para penganutnya. maupun yang berbakat tinggi dan rendah. Dalam pembaruan kurikulum di masa mendatang diharapkan:  pembinaan kurikulum yang berdasarkan pandangan yang menyeluruh yang meliputi asas-asas kurikulum yang berfokus pada anak. menyusun kurikulum yang tidak membagi-bagi sekolah dalam kelas-kelas. yang normal.  menyusun kurikulum yang lebih mengutamakan inguiry approach daripada hafalan dan penguasaan sejumlah pengetahuan.SM sampai Perguruan Tinggi. akan tetapi menghilangkan batas-batas antara kelas.  memperbaharui kurikulum secara integral dari SD .

Dalam "grass roots approach" tidak ada koordinasi. Untuk menilai kurikulum harus dinilai komponen-komponennya yaitu (1) tujuan. (4) menyelialcan alat pengajaran. Dikatakan bahwa perubahaan kurikulum berarti perubahan sosial. 3. 7. Tiap pendekatan mempunyai kebaikan clan kekurangannya. menyusun kurikulum yang tidak terikat pada jadwal pelajaran yang ketat. 8. 5. 6. Kurikulum berubah jika satu atau beberapa asas kurikulum berubah. (2) bahan pelajaran. Menilai kurikulum dalam keseluruhannya sangat kompleks karena banyak faktor yang mempengaruhi anak. yaitu apa yang disebut ''administrative approach" dan "grass roots approach". menyusun kurikulum yang mengubah peranan guru dari pengajar selama jam sekolah menjadi pembimbing dalam proses belajar. Tidak ada satu cara yang pasti untuk menjamin keserasian ba han pelajaran guna mencapai tujuan tertentu. Pada umumnya ada dua prosedur utama dalam perubahan kurikulum. (6) kerjasama antara sekolah dan universitas. biaya yang cukup. (5) memperbarui buku pelajaran. akan tetapi lebih mendorong murid-murid untuk belajar sendiri berdasarkan tugastugas. (4) organisasi kurikulum. (5) cara-cara evaluasi hasil belajar. dan pengembang kurikulum. Mengubah kurikulum banyak menemui rintangan karena melibatkan banyak manusia yang terikat oleh tradisi dan juga mempunyai "vested interest". (7) pembaharuan kuri- . Administrative approach didukung oleh seluruh aparatur pendidikan. Tujuan mata pelajaran yang terlampau luas sukar dinilai. (3) pengalaman dan kegiatan belajar. karena bersifat tersendiri tersendiri. dan sebagainya. Perubahan salah satu asas dapat membawa perubahan dalam keseluruhannya. RANGKUMAN 1. 4. (2) mernbina kader (3) memanfaatkan guru yang telah menguasai cara baru. (1) pilot project. peneliti. mengerahkan setiap tenaga ahli yang diperlukan. 2. perencana. Beberapa cara yang khusus dalam perubahan kurikulum secara praktis ialah. 9.

Adakah di antaranya yang saudara anggap terlampau idealistic yang tidak akan tercapai? 8.kulum pendidikan guru. (2) pengetahuan. Tinjau tujuan-tujuan beberapa mata pelajaran. 10. 12. SMP maupun SMA. (8) mendemonstrasikan suatu pembaharuan. Apakah perbedaan antara perubahan. pembaruan. Perubahan kurikulum sering merupakan suatu reaksi terhadap kurikulum yang ada. Apa sebab demikian halnya? 11. 11. Kesulitan-kesulitan apakah yang dihadapi dengan perubahan kurikulum? Kesulitan manakah menurut pendapat saudara yang sulit diatasi? Usaha apakah saudara sarankan untuk mengatasinya? 10. SD. Bagaimanakah prosedur pembaruan kurikulum di Indonesia? . (3) kegiatan atau pengalaman belajar. (9) memulai pembaruan dengan satuan pelajaran. 12. Bagaimanakah cara menilai kurikulum? Kesulitan apakah yang dihadapi? 7. Dalam pembaharuan kurikulum hendaknya sedapat-dapatnya dimanfaatkan kebaikan-kebaikan bentuk-bentuk kurikulum lainnya. Keempat komponen itu saling berhubungan. Adakah titik-titik pertemuan antara berbagai bentuk kurikulum itu? 5. Bandingkan prosedur administratif dan "grass roots approach" dalam pembaruan kurikulum. (4) penilaian. dan perbaikan kurikulum? 6. 2. Dapatkah Saudara sebut alasan-alasan untuk menggantikan kurikulum 1968 dengan kurikulum SD 1975? 3. Tinjau tujuan-tujuan kurikulum 1975. Sebutkan berapa bentuk kurikulum yang dapat dipandang sebagai reaksi terhadap subject curriculum? 4. Adakah di antaranya yang saudara anggap kurang relevan dengan tujuan matapelajaran yang sebenarnya? 9. Berikan contoh-contoh tentang usaha pembaharuan yang lenyap karena pencetusnya meninggal dunia. Setiap kurikulum mempunyai keempat komponen yang berikut: (1) tujuan. PERTANYAAN DAN TUGAS 1. Sebutkan alasan-alasan pada umumnya maka suatu kurikulum perlu diperbarui. inovasi.

Hingga manakah saudara dapat menerimanya. apakah Universitas mendukung atau menghambat usaha pembaruan kurikulum? Jelaskan alasan saudara. Susun suatu pola kurikulum yang lengkap dengan gunakan bagan 1 sampai dengan 5. menurut pendapat saudara? 16. Dalam buku ini tercantum arah perkembangan kurikulum. Peranan apakah yang dapat dipegang IKIP dalam usaha pembaruan kurikulum? 17. Apa dimaksud dengan "curriculum change is social change?" 15. 20.13. Menurut pendapat saudara. 19. 18. Jelaskan bahwa semua komponen kurikulum saling berhubungan dan saling mempengaruhi. . 14. Usaha-usaha praktis apakah yang dapat dijalankan untuk memasukkan pembaruan dalam kurikulum? Usaha manakah yang rasanya paling efektif di Indonesia. Bagaimanakah saran saudara agar dapat memanfaatkan kedua macam pendekatan itu.

Kalau kita mengajarkan ilmu bumi misalnya dan di situ dibicarakan hal-hal tentang rawarawa. Sebenarnya teori-teori itu telah dilaksanakan pada sekolah-sekolah modern di luar negeri. kita dapat mengadakan perbaikan dalam berbagai aspek. walaupun jalannya lambat dan berangsur-angsur seperti yang lazim terdapat dalam setiap perkembangan kurikulum. Juga di Indonesia perubahanperubahan telah dijalankan. sehingga ada pertalian yang erat antara matapelajaran-matapelajaran. jikalau guru mempunyai konsepsi Baru tentang kurikulum. Perbaikan kurikulum dengan sendirinya akan diperoleh. Seperti kita ketahui perubahan kurikulum mulai dengan perubahan guru itu sendiri. dan untuk ilmu tumbuh-tumbuhan pohon bakau atau nipah. melalui eksperimentasi dengan metode-metode modern pada sekolah-sekolah percobaan. Sebenarnya kita tidak perlu menunggu perintah dari atasan. Oleh sebab kurikulum itu sangat banyak aspek-aspeknya. akan tetapi yang berangsur-angsur. Kalau kita mengajar di SD misalnya. . asal saja kita tidak berpegang dengan gigih kepada tradisi dan rutin yang kolot. Kita lihat bahwa kurikulum dalam praktik pengajaran di sekolah-sekolah sering masih jauh ketinggalan jikalau dibandingkan dengan teoriteori yang ada mengenai kurikulum. kita dapat memilih pelajaran tentang malaria dari buku ilmu hayat. atau tentang buaya. Inilah beherapa saran: 1. supaya kita dapat mengadakan perbaikan. Kurikulum itu hendaknya disusun sedemikian. janganlah kita ikuti setiap buku menurut urutan bab di dalam buku itu.BAB 10 PENUTUP Dalam bab-bab yang lalu telah kita perbincangkan beberapa asas dalam pembinaan kurikulum. Kami percaya saudara juga dapat mencari aspek-aspek lain jikalau saudara telaah buku ini dengan teliti. Dalam bab penutup ini kami ingin mengemukakan beherapa aspek kurikulum. Kita tidak mengharapkan perubahan yang revolusioner.

harus ada persamaan dalam kurikulum. Walaupun rencana pelajaran ditetapkan oleh pihak atasan. Kalau kita akui bahwa anak-anak di suatu kelas setiap tahun berbeda. artinya dapat diubah. 2. Dalam hal ini guru-gum hendaknya bebas mengubah rencana pelajaran itu. Kurikulum itu harus "fleksibel". akan tetapi dalam pelaksanaan dan bahannya harus diberi kebebasan untuk menyesuaikannya dengan kebutuhan anak dan masyarakat.Di sekolah menengah cara ini lebih sulit diadakan. Dalam pelajaran ilmu hayat misalnya. maka untuk beberapa pelajaran hal ini dapat dilakukan. karena setiap mata pelajaran diberikan oleh guru yang berlainan. ini berarti. Dengan jalan demikian dapat dicapai kebulatan yang lebih besar antara berbagai-bagai mata pelajaran seperti di SM. hendaknya diberi kebebasan kepada guru-guru untuk menelaahnya. dan keadaan masyarakat pun senantiasa berubah. karena mereka kurang atau tidak mengetahui tujuan pendidikan. Akan tetapi hingga batas-batas tertentu. Tentu saja anak-anak tidak diberikan kebebasan sepenuhnya. bila keadaan memerlukan. bahwa setiap sekolah bebas sepenuhnya melakukan sekehendak hatinya. Kurikulum untuk tiap sekolah hendaknya disusun bersama oleh para guru. 4. tak dapat tiada kurikulum itu harus fleksibel. ada binatang-binatang yang tercantum dalam rencana pelajaran. Akan tetapi apabila ada rundingan antara guru-guru yang mempunyai pengertian akan prinsip korelasi. Di sekolah modern anak-anak juga diajak turut serta menentukan apa yang ingiri mereka pelajari. agar kita jangan ketinggalan zaman. mengubahnya dan menyesuaikannya dengan keperluan anak kelas itu. 3. tetapi tidak terdapat di suatu daerah. bahwa senantiasa harus ada curriculum planning di sekolah itu. Sebaiknya dicoba pula memberikan pelajaran "unit" secara okasional dengan kerja sama antara beberapa orang guru. Wewenang itu akan mendorong para guru untuk lebih banyak memikirkan soal kurikulum sebagai keseluruhan dan bukan hanya tentang pelajarannya sendiri. Ini tidak berarti. sedangkan binatang yang penting di daerah itu tidak disebutkan. menurut kemampuan anak-anak rundingan tentang apa yang akan dipelajari memang dapat dilakukan bukan hanya . Dalam tujuan dan garis-garis besarnya.

5. Sekolah berkewajiban membantu anak. perkumpulan sekolah. Lagi pula rundingan itu mempererat hubungan antara guru dengan murid. Kurikulum harus dipakai untuk mewujudkan cita-cita nasional sesuai dengan filsafat negara. Kurikulum hendaknya dipusatkan pada masalah-masalah sosial dan pribadi yang penting artinya bagi anak dalam kehidupannya sehari-hari. Kedua: Karena pertukaran pikiran maka anak-anak mendapat gambaran yang lebih jelas tentang masalah yang dihadapi. mereka lebih memahami dan menginsafi makna pelajaran itu baginya. serta antara murid dengan murid. 6. Mengajak anak turut serta dalam menentukan bahan pelajaran dilakukan dengan pertimbangan-pertimbangan yang berikut: Pertama: Bahan pelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan. malahan memasukkan ke dalam kurikulum. Dalam rundingan itu anak-anak mengemukakan hal-hal yang ingin dipelajarinya.dalam "unit" akan tetapi dalam tiap pelajaran. macam-macam bentuk rekreasi. Sekolah berdiri di tengah-tengah masyarakat dan sudah selayaknya sekolah mendidik anak-anak mengenal masyarakat dan menunjukkan baktinya kepada masyarakat itu. melainkan juga segala kegiatan-kegiatan yang mengandung unsur pendidikan seperti kepanduan. minat dan kesanggupan anak. dan sebagainya. Anak-anak mempelajari prosedur-prosedur demokratis. agar ia lebih mampu menghadapi situasi-situasi dalam hidupnya. sandiwara. artinya menggunakannya sebagai alat pendidikan. hobby. olahraga. Itu sebabnya kegiatan-kegiatan itu harus dicampuri oleh guru-guru. kurikulum tidak hanya terdiri atas mata pelajaran yang diberikan di dalam kelas. 7. kita mengajak anak turut berpikir dan memupuk keberanian untuk mengeluarkan buah pikirannya. Kurikulum hendaknya sedapat-dapatnya meliputi segala pengalaman anak di bawah pimpinan sekolah. Menurut pendapat modern. Sekolah turut bertanggung jawab untuk membentuk masyarakat .

karyawisata. akan tetapi di samping itu harus diberikan kesempatan yang luas bagi perkembangan bakat-bakatnya istimewa. yang memberi pendidikan yang ditujukan kepada kepentingan anak-anak yang sedang. Mereka harus mengenal dan menghormati suku bangsa lain serta adat istiadatnya dan menginsyafi. cara kerja yang efektif dan cara-cara menyelidiki dan memecahkan masalah-masalah. 10. bertukang dan sebagainya. dalam membentuk manusia Indonesia. Banyak prasangka hams diatasi untuk menghargai orang-orang lain yang berbeda dari kita. Kurikulum hendaknya membuka kesempatan kepada setiap anak untuk memperluas minatnya dan mengembangkan bakatnya masing-masing. golongan atau daerah. mengadakan percobaan-percobaan. Di sekolah anak-anak mendapat kesempatan untuk bergaul dengan anak-anak lain yang berbeda agama dan suku bangsanya. Tugas ini jangan hanya dilaksanakan sambil lalu saja. mengarang. Kurikulum harus memberikan pengalaman kepada anak-anak berupa pokok- pokok yang luas dan berarti bagi mereka dan karena itu mendorong mereka melakukan bermacam-macam akti vitasaktivitas seperti berbagai bentuk ekspresi. Kurikulum harus diorganisasikan sedemikian. 9. penyelidikan. Mengenai hal-hal yang harus diketahui oleh semua anak sebagai warga negara dapat diusahakan semacam uniformitas. Sekolah ialah tempat utama untuk mewujudkan Pancasila sebagai "way of life" bangsa dan dengan demikian turut serta dalam "nation building". Mengabaikan kepentingan anak -anak yang berbakat di sekolah-sekolah kita. 8. merupakan kerugian bagi . membentuk. bahwa suku-suku bangsa lain pun termasuk bangsanya sendiri. Bakat anakanak adalah harta negara yang paling berharga.Indonesia yang bersatu yang sanggup menempatkan kepentingan negara di atas kepentingan diri sendiri. dalam kesibukan sekolah mempersiapkan anak-anak untuk menghadapi ujian. sehingga anakanak mempelajari teknik belajar. Untuk pelajaran serupa ini tidak diadakan batas-batas antara matapelajaran-matapelajaran.

d. maka setiap kurikulum mengalami bahaya untuk menjadi kolo Juga t.UM YANG KOLOT DAN MODERN Pembinaan kurikulum ialah usaha yang dinamis yang tak boleh berhenti jikalau kita ingin mengikuti perkembangan zaman. metode mengajar. 2. Kalau saudara renungkan kurikulum yang berlaku sekarang di sekolah kita. kurikulum kita banyak mengandung unsur-unsur yang tradisional yang tidak sesuai lagi dengan asas-asas kurikulum modern. peranan orang tua. f. c. Perbedaan individual ialah suatu prinsip yang masih belum dilaksanakan dengan serius dalam kurikulum kita. hubungan gum dengan murid 3.negara. nasib guru. tentu akan saudara lihat banyak kekurangan ditinjau dan sudut asas-asas kurikulum modern. e. Apakah ujian merupakan penghalang utama dalam pembaruan pendidikan? . KURIKUI. Apakah modernisasi kurikulum sebaiknya dilakukan serempak di seluruh negara atau dimulai pada sekolah-sekolah tertentu sebagai percobaan dengan pimpinan ahli-ahli didik? 4. Tabel PERTANYAAN DAN TUGAS 1. b. Perbaikan-perbaikan apakah saudara anjurkan mengenai: a. Oleh sebab zaman cepat berubah. maka di bawah ini kami membandingkannya dalam bentuk bagan. Kekurangan-kekurangan apakah yang menurut saudara memerlukan perbaikan?. Untuk menegaskan dalam bidang-bidang mana antara lain dapat diadakan perubahan. gedung sekolah. pendidikan guru.

Apakah ada kemungkinan dalam vak saudara untuk turut mengajak anak merundingkan bahan yang akan dipelajari? 6.5. Tinjau perbandingan antara sekolah "kolot" dengan yang "modern" dan berikan pendapat saudara mengenai tiap hal. Nilai-nilai pendidikan apakah yang terkandung bagi murid-murid dalam menyelenggarakan sandiwara sekolah? 7. .

.. New York. Chicago. Eggleston. Hass. Harold B. Gladys L.. The Macmillan Company. Allyn and Bacon Inc. Curriculum Evaluation. London. Hollis L. Holt.1947. The Conditions of Learning. Resource-based Learning. Briggs. 1977.. Burr. American Book Company. Alberty. Curriculum Improvement. James B. Harvard University Press. Hamilton. and James M. Inc. Education in the Elementary School. Conflicting Conceptions of Curriculum. New York. Elliot W. 1977. 1970. The Macmillan Co. The University of Chicago Press. Wellesley Foshay. 1974.DAFTAR BUKU Alberty. Curriculum Principles and Social Trends. Eisner. Lowry W. 1970. and A. The Sociology of the School Curriculum. Unit Teaching in the Elementary School. Inc. New York. Open Books. Lavone A.. McCutchen Publishing Corporation. 1960. 1974. Rinehart and Winston. New York. Appleton-Century-Crofts. New York... New York.School Curriculum. Alcorn. Beswick.. Student Teaching in the Elementary School.. and Leslie J. Gwynn. Allyn and Bacon. Minor.. Inc. 1976. Cagne. Principles of Instructional Design. Ronald C. Linley. London. Caswell.. The University of Chicago Press. 1950. Bruner. Rinehart and Winston. Glen.. Readings in Curriculum. 1959. David. 1963. Harding and Leland Jacobs. 1960. and Elizabeth Vallance.. New York. Phoenix Books. London. 1965. World Book Company. Boston. Heinemann Educational Book Ltd. Hanna. Reorganizing the High. Jerome The Process of Education. Appelton-Century Company. Kimball Wiles and Joseph Bondi. Robert M. J. Doll. 1974 . Issues in Curriculum Development. Routledge and Kegan Paul. Potter and Neva Hagaman. John. 1950. Boston. Holt. dan Elsie J. Dewey. The Child and the Curriculum and The School and Society. Marvin D. John. Norman.

. George Allen and Unwin Ltd. 1954. Inc. London. Kurikulum Sekolah Menengah Atas (SMA) 1975. Appelton-Century-Crofts. Unesco.. John U. Edward A... 1938. Jakarta 1954. Howard Nichols.. Arieh (ed). The Secondary School Curriculum. Harper and Row. D. D.G School and Community. PN Balai Pustaka. London. Longman. Dasar Pendidikan dan Pengajaran. Inc. New York..E. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. New York. Krug.. Changing the Curriculum. Alice. N. Theories of Learning. Washington. Miel. New York. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1953. Penerbit Endang. 1977. Morrish. Audrey and S. Developing a Curriculum. Developing the Secondary School Curriculum. Hilgard. Open Books. Leonard.. 1948. 1975. Social Studies for Children in a Democracy. National Education Association. 1956. NV Harian Masa. Barry and Rob Walker. Jakarta. New York. Gertrude. . Handbook of Curriculum Evaluation. 1946. AppletonCentury Company. a Practical Guide. The Roland press Company.. Inc. 1947. J. Prentice Hall.C. Pancasila Pusaka Lama. George Allen and Unwin Ltd. Appleton-Century Company. Lewy.A. Aspects of Curriculum Change.Hilderth. Nicholls. 1976. Olson. New York. MacDonald. Albert V.. Ivor. Changing the Curriculum: a Sosial Process. New York. Curriculum Planning. Rinehart and Company. Paul. Harper and Brothers. 1960. New York. The Curriculum. Harper and Row Ltd. D. Educational Policies Commission. The Purposes of Education in American Democracy. London. Kementerian Pendidikan Pengajaran dan Kebudayaan. Nasroen M. . 1977. New York. 1957. Ernest R. Kelly. Child Growth Through Education.. Michaelis.. 1972. New York. 1976. Jakarta 1945. E.

Ragan William. Towards a Theory of Knowledge. New York.. New York. Modern Elementary Curriculum. Rinehart and Company. Piaget. Middlesex. 1938. Penguin University Books. Inc. The Dryden . Jean. 1970. Crofts. Principles of Elementary Education. Henry J. Psychology and Epistemology... Science in General Education.Otto. B. Progressive Education Association. Appelton-Century. 1955. Commission on Secondary School Curriculum.