KATA PENGANTAR Kurikulum merupakan alat yang sangat penting bagi keberhasilan suatu pendidikan.

Tanpa kurikulum yang sesuai dan tepat akan sulit untuk mencapai tujuan dan sasaran pendidikan yang diinginkan. Dalam sejarah pendidikan di Indonesia sudah beberapa kali diadakan perubahan dan perbaikan kurikulum yang tujuannya sudah tentu untuk menyesuaikannya dengan perkembangan dan kemajuan zaman, guna mencapai hasil yang maksimal. Mengembangkan kurikulum bukanlah pekerjaan yang mudah dan sederhana karena banyak sekali pertanyaan yang dapat dikemukakan untuk dipertimbangkan. Misalnya: Apakah yang ingin dicapai? Manusia yang bagaimana yang diharapkan akan dibentuk? Apakah yang diutamakan kebutuhan sekarang atau masa mendatang? Apakah hakikat anak harus dipertimbangkan atau diperlukan sebagai orang dewasa? Dan segudang pertanyaan lagi yang kesemuanya menyangkut asas-asas yang mendasari setiap kurikulum, yaitu asas filosotis, asas psikologis, asas sosiologis dan asas organisatoris. Dengan kurikulum yang sesuai dan tepat, maka dapat diharapkan sasaran dan tujuan pendidikan akan dapat tercapai secara maksimal. Buku ini penting bagi para mahasiswa, para guru dan siapa saja yang berminat dan berkecimpung di bidang pendidikan.

DAFTAR ISI

Kata Pengantar Bab 1 : Pengertian Dan Asas-Asas Kurikulum Bab 2 : Asas-Asas Fisiologi Bab 3 : Asas Psikologis Anak Bab 4 : Asas Psikologis Anak Bab 5 : Proses Perubahan Dan Perbaikan Kurikulum Bab 6 : Kurikulum Dan Masyarakat Bab 7 : Organisasi Kurikulum Bab 8 : Menentukan Scope Dan Sequence Dalam Pembinaan Kurikulum Bab 9 : Mengubah Kurikulum Bab 10 : Penutup Daftar Buku

BAB 1 PENGERTIAN DAN ASAS-ASAS
KURIKULUM Masa depan bangsa terletak dalam tangan generasi muda. Mutu bangsa di kemudian hari bergantung pada pendidikan yang dikecap oleh anak-anak sekarang, terutama melalui pendidikan formal yang diterima di sekolah. Apa yang akan dicapai di sekolah, ditentukan oleh kurikulum sekolah itu. Jadi barang siapa yang menguasai kurikulum memegang nasib bangsa dan negara. Maka dapat dipahami bahwa kurikulum sebagai alat yang begitu vital bagi perkembangan bangsa dipegang oleh pemerintah suatu negara. Dapat pula dipahami betapa pentingnya usaha mengembangkan kurikulum itu. Oleh sebab setiap guru merupakan kunci utama dalam pelaksanaan kurikulum, maka ia harus pula memahami seluk-beluk kurikulum. Hingga batas tertentu, dalam skala mikro, guru juga seorang pengembang kurikulum bagi kelasnya. APA YANG DIMAKSUD DENGAN KURIKULUM Perkataan kurikulum dikenal sebagai suatu istilah dalam dunia pendidikan sejak kurang lebih satu abad yang lampau. Perkataan ini belum terdapat dalam kamus Webster tahun 1812 dan baru timbul untuk pertama kalinya dalam kamus tahun 1856. Artinya pada waktu itu ialah: "1. a race course; a place for running; a chariot. 2. a course in general; applied particulary to the course of study in a university". Jadi dengan "kurikulum" dimaksud suatu jarak yang harus ditempuh oleh pelari atau kereta dalam perlombaan, dari awal sampai akhir. "Kurikulum" juga berarti "chariot," semacam kereta pacu pada zaman dulu, yakni suatu alat yang membawa seorang dari "start" sampai "finish". Di samping penggunaan "kurikulum" semula dalam bidang olah raga, kemudian dipakai dalam bidang pendidikan, yakni sejumlah mata kuliah di perguruan tinggi.

Dalam kasus Webster tahun 1955 "kurikulum diberi arti "'a. A course esp. a specified fixed course of study, as in a school or college, as one leading to a degree. b. The whole body of courses offered in an educational institution, or departme.nt thereof, -. the usual sense." Di sini "kurikulum" khusus digunakan dalam pendidikan dan pengajaran, yakni sejumlah mata pelajaran di sekolah atau mata kuliah di perguruan tinggi, yang harus ditempuh untuk mencapai suatu ijazah atau tingkat. "Kurikulum" juga berarti keseluruhan pelajaran yang disajikan oleh suatu lembaga pendidikan. Di Indonesia istilah "kurikulum" boleh dikatakan baru menjadi populer sejak tahun lima puluhan, yang dipopulerkan oleh mereka yang ,memperoleh pendidikan di Amerika Serikat. Kini istilah itu telah dikenal orang di luar pendidikan. Sebelumnya yang lazim digunakan ialah "rencana pelajaran". Pada hakikatnya kurikulum sama artinya dengan rencana pelajaran. Hilda Taba dalam bukunya Curriculum Development, Theory and Practice mengartikan sebagai "a plan for learning", yakni sesuatu yang direncanakan untuk pelajaran anak. Dalam buku ini kami gunakan istilah "kurikulum," karena pengertian kurikulum banyak mengalami perkembangan, berkat pemikiran yang banyak oleh tokoh-tokoh pendidikan mengenai kurikulum, sehingga dapat meliputi hal-hal yang tidak direncanakan, namun turut mengubah kelakuan anak didik. Kurikulum juga bukan lagi sekedar sejumlah mata pelajaran , akan tetapi mendapat liputan yang jauh lebih luas. Maka karena itu istilah "rencana pelajaran" rasanya terlampau sempit dan terikat oleh pengertian tradisional, yang sangat terbatas pada bahan pelajaran dalam buku pelajaran. Dalam teori, tetapi juga dalam praktik, pengertian kurikulum yang lama sudah banyak ditinggalkan. Para ahli pendidikan kebanyakan memberi arti dan isi yang lebih luas daripada semula. Selain itu pengertiannya pun senantiasa dapat berkembang dan mengalami perubahan. Perubahan itu antara lain terjadi karena orang tak kunjung puas dengan hasil pendidikan sekolah dan selalu ingin memperbaikinya. Memang tak mungkin disusun suatu kurikulum yang baik serta mantap sepanjang zaman. Suatu kurikulum hanya mungkin baik untuk suatu masyarakat tertentu pada masa tertentu. Perkembangan ilmu pengetahuan dan

teknologi yang mengubah masyarakat dan dengan sendirinya kurikulum pun tak dapat tiada harus disesuaikan dengan tuntutan zaman. Di samping itu banyak timbul pendapat-pendapat baru tentang hakikat dan perkembangan anak, caranya belajar, tentang masyarakat dan ilmu pengetahuan, dan lain-lain, yang memaksa diadakannya perubahan dalam kurikulum. Pengembangan kurikulum adalah proses yang tak henti-hentinya, yang harus dilakukan secara kontinu. Jika tidak, maka kurikulum menjadi usang atau ketinggalan zaman. Makin cepat perubahan dalam masyarakat, makin sering diperlukan penyesuaian kurikulum. Namun, mengubah kurikulum bukanlah pekerjaan yang mudah. Praktek pendidikan di sekolah senantiasa jauh ketinggalan bila dibandingkan dengan teori kurikulum. Bukan sesuatu yang aneh, bila suatu teori kurikulum baru menjadi kenyataan setelah 50 sampai 75 tahun kemudian. Kelambanan ini terjadi antara lain karena guru-guru banyak yang lebih ingin berpegang pada yang telah ada, merasa lebih aman dengan praktik-praktik rutin dan tradisional daripada mencobakan hal-hal baru, yang memerlukan pemikiran dan usaha yang lebih banyak dan ada kalanya menuntut perubahan pada diri guru itu sendiri. Itu sebabnya maka kurikulum masih banyak diartikan sebagai sejumlah mata pelajaran yang harus disampaikan kepada anak. BEBERAPA DEFINISI KURIKULUM Seperti telah dikemukakan di atas, perubahan zaman menuntut kurikulum baru dan sering juga pengertian baru mengenai makna kurikulum itu sendiri. Perubahan zaman memberi tugas-tugas baru kepada sekolah, di antaranya tugastugas yang sediakala dipikul oleh lembaga-lembaga lain seperti rumah tangga, pemerintah, petugas agama, dan lain-lain. Misalnya, anak-anak gadis biasanya belajar memasak, menjahit, mengurus rumah, dan pekerjaan lain dari ibunya. Dunia modern sering mengharuskan ibu-ibu bekerja, dan tidak sempat lagi mendidik anaknya dalam keterampilan rumah tangga. Maka tugas ibu itu dipercayakan kepada sekolah dengan memberi pelajaran PKK. Ada pula ibu-ibu yang tak puas dan merasa bosan hanya terikat oleh rutin rumah tangga dan ingin

whether in the clasroom. kurikulum tidak terbatas pada mata pelajaran. sehingga semakin sukar memastikan apakah sebenarnya kurikulum itu. Dengan bertambahnya tanggung jawab sekolah timbulah berbagai macam definisi kurikulum. di dalam dan luar kelas. Di bawah ini kami berikan sejumlah definisi kurikulum menurut beberapa ahli kurikulum. Kurikulum meliputi juga apa yang disebut kegiatan ekstra-kurikuler. Galen Saylor dan William M. akan tetapi juga meliputi kegiatan-kegiatan lain. pendidikan seks. on the playground. " The Curriculum is the sum total of school's efforts to influence learning. 2. or out of school. dalam Reorganizing the High-School Curriculum (1965) memandang kurikulum sebagai "all of the activities that are provided for students by the school". keterampilan vokasional. Demikian pula soal kesehatan jasmani anak. Akhirnya setiap pendidik. Dengan demikian kurikulum sekolah tidak hanya meliputi mata pelajaran tradisional. di dalam maupun di luar sekolah." Jadi segala usaha sekolah untuk mempengaruhi anak belajar. kepramukaan. J. pencegahan minum alkohol atau ganja. Pengertian yang dianut oleh seseorang akan mempengaruhi kegiatan belajar-mengajar dalam kelas maupun di luar kelas. apakah dalam ruangan kelas. pendidikan. Harold B. Definisi melihat manfaat kegiatan dan pengalaman siswa di luar mata pelajaran tradisional. 1. di halaman sekolah atau di luar sekolah termasuk kurikulum. keamanan lalu lintas. dan hal-hal lain lambat laun digeser tanggung-jawab pendidikannya kepada sekolah. melainkan berbagai kegiatan lain yang bersifat edukatif. yang berada di bawah tanggung jawab sekolah. setiap guru harus menentukan sendiri apakah kurikulum itu bagi dirinya. Albertycs. Alexander dalam buku Curriculum Planning for Better Teaching and Learning (1956) menjelaskan arti kurikulum sebagai berikut. agama. .menentukan karirnya sendiri. Seperti halnya dengan definisi Saylor dan Alexander.

bimbingan dan penyuluhan. cara mengevaluasi termasuk kurikulum. perubahan tenaga mengajar.O. and the nation to bring to the children the finest. Ragan. Ketiga aspek pokok.3. yang meliputi seluruh program dan kehidupan dalam sekolah. to include all the experiences of children for which the school accepts responsibility. cara mengevaluasi murid dan seluruh program.. Othanel Smith. Jadi hubungan sosial antara guru dan murid. It denotes the results of efferorts on the part of the adults of the community.. William B. dan J. . metode mengajar." Ragan mengunakan kurikulum dalam arti yang luas. supervisi dan administrasi dan hal-hal struktural mengenai waktu. Menurut mereka dalam kurikulum juga termasuk metode mengajar dan belajar. B. agar mereka dapat berpikir dan berbuat sesuai dengan masyarakatnya. jumlah ruangan serta kemungkinan memilih mata pelajaran. 4. most whole some influences that exist in the culture. Mereka melihat kurikulum sebagai sejumlah pengalaman yang secara potensial dapat diberikan kepada anak dan pemuda. Lloyd Trump dan Delmas F. Miller dalam buku Secondary School lmprovemant (1973) juga menganut definisi kurikulum yang luas. dalam buku Modern Elementary Curriculum (1966) menjelaskan arti kurikulum sebagai berikut: "The tendency in recent decades has ben to use the term in a broader sense to refer to the whole life and program of the school. Harlan Shores memandang kurikulum sebagai "a sequence of potential experiences set up in the school for the purpose of disciplining children and youth in group ways of thinking and acting". program. J. W. 5. Kurikulum tidak hanya meliputi bahan pelajaran tetapi meliputi seluruh kehidupan dalam kelas. The term is used . manusia dan fasilitas sangat erat hubungannya. yakni segala pengalaman anak di bawah tanggung-jawab sekolah. sehingga tak mungkin diadakan perbaikan kalau tidak diperhatikan ketigatiganya. Stanley.

maka definisi yang luas itu membuatnya tidak fungsional. menganjurkan. melainkan juga pribadi guru. yaitu segala sesuatu yang dengan sengaja dilakukan oleh sipendidik terhadap anak-didik guna mempengaruhi kelakuannya. Tak semua ahli kurikulum menganut pendirian yang begitu luas. kecakapan. Definisi Miel tentang kurikulum sangat luas yang mencakup yang meliputi bukan hanya pengetahuan. keyakinan. keinginan. seperti menjelaskan. kepala sekolah serta seluruh pegawai sekolah.6. suasana sekolah. Maka Hilda Taba memilih posisi yang tidak terlampau luas dan tidak pula terlampau sempit. masyarakat. cita-cita serta norma-norma. pegawai administrasi dan orang lainnya yang ada hubungannya dengan murid-murid ). melarang atau menghukum. Alice Miel juga menganut pendirian yang luas mengenai kurikulum. Langeveld seorang ahli pendidikan Belanda dalam bukunya Leerboek der Pedagogische Psychologie membedakan apa yang disebutnya opvoedingsmiddelen dan opvoedingsfaktoren Istilah pertama berarti alat-alat pendidikan. keramahan pendidik. Hilda Taba berpendapat bahwa definisi yang terlampau luas mengaburkan pengertian kurikulum sehingga menghalangi pemikiran dan pengolahan yang tajam tentang kurikulum. kebiasaan-kebiasaan. memuji. Kita lihat bahwa Alice Miel mencakup kedua hal itu dalam pengertian kurikulumnya yakni alat pendidikan dan faktor pendidikan. apresiasi. karena definisi yang sempit tidak lagi diterima oleh sekolah modern. meliputi keadaan lingkungan pendidikan seperti kebersihan ruangan. sikap. yakni anak didik. jadi tidak merupakan tindakan yang disengaja. Jika kurikulum dirumuskan sebagai "segala usaha yang dilakukan oleh sekolah untuk memperoleh hasil yang diharapkan dalam situasi di dalam maupun di luar sekolah" atau sebagai" sejumlah pengalaman yang potensial dapat diberikan oleh sekolah dengan tujuan agar anak dan pemuda dibiasakan berpikir dan berbuat menurut kelompok atau masyarakat tempat ia hidup". Dalam bukunya Changing the Curriculum : a Social Process (1946) is mengemukakan bahwa kurikulum juga meliputi keadaan gedung. . Jadi kurikulum meliputi segala pengalaman dan pengaruh yang bercorak pendidikan yang diperoleh anak di sekolah. para pendidik dan personalia (termasuk penjaga sekolah. pengetahuan dan sikap orang-orang melayani dan dilayani sekolah. Istilah kedua berarti faktorfaktor pendidikan.

Akan tetapi kegiatan-kegiatan akhir masih bersifat kontroversial. seperti bimbingan dan penyuluhan. kegiatan pengabdian masyarakat. Apa yang dapat diwujudkan dalam kenyataan disebut kurikulum yang real. seleksi dan organisasi bahan dan isi pelajaran. bahwa pada hakikatnya tiap kurikulum merupakan suatu cara untuk mempersiapkan anak agar berparsitipasi sebagai anggota yang produktif dalam masyrakatnya. Definisinya ialah "A Curriculum Consists of the means used to achieve or carry out given purposes of schooling". sehingga tidak mungkin dilakukan dengan baik. lembaga agama. Edward A. bagaimanapun polanya. pengalaman kerja yang bertalian dengan pelajaran. Memborong segala tanggung jawab atas pendidikan anak akan merupakan beban yang terlampau berat. bentuk dan kegiatan belajar dan mengajar. Apa yang direncanakan biasanya bersifat idea. Perbedaan kurikulum terletak pada penekanan pada unsur-unsur tertentu. Kurikulum dilihatnya sebagai cara -cara dan usaha untuk mencapai tujuan persekolahan. Tiap kurikulum. . 2. dan perkemahan sekolah. selalu mempunyai komponen-komponen tertentu. 7. Kurikulum ini lazim mengandung harapan-harapan yang sering berbunyi muluk-muluk. yaitu pengajaran di dalam kelas. organized classroom instruction. masyarakat. maka terdapatlah kesenjangan antara idea dan real curriculum.Hilda Taba mengemukakan. Kurikulum adalah sesuatu yang direncanakan sebagai pegangan guna mencapai tujuan pendidikan. dan akhirnya evaluasi hasil belajar. kegiatan-kegiatan tertentu di luar pengajaran itu. dan lain-lain. Ia dengan sengaja menggunakan istilah "schooling" untuk menjelaskan apa sebenarnya tugas sekolah. yakni pernyataan tentang tujuan dan sasaran. Karena tak segala sesuatu yang direncanakan dapat direalisasikan. Maka karena itu Krug membatasi kurikulum pada : 1. Ia membedakan tugas sekolah mengenai perkembangan anak dan tanggung jawab lembaga pendidikan lainnya seperti rumah tangga. Krug dalam The Secondary School Curriculum (1960) menunjukkan pendirian yang terbatas tapi realistis tentang kurikulum. suatu cita-cita tentang manusia atau warga negara yang akan dibentuk.

warung sekolah dan lain-lain. jadi dapat disebut potential curriculum. Ini dapat berupa mengajarkan berbagai mata pelajaran tetapi dapat juga meliputi segala kegiatan yang dianggap dapat mempengaruhi perkembangan siswa misalnya perkumpulan sekolah. Apa yang diharapkan akan dipelajari tidak selalu sama dengan apa yang benar-benar dipelajari. Kurikulum sebagi pengalaman siswa. 3. Akan tetapi mengajukan kurikulum yang ekstrim sering dilakukan dengan mendiskreditkan kurikulum yang lama. bahkan sering yang bertentangan.Smith dan kawan-kawan memandang kurikulum sebagai rangkaian pengalaman yang secara potensial dapat diberikan kepada anak. pada hal kurikulum itu pun mengandung . 4. yang misalnya berisi sejumlah mata pelajaran yang harus diajarkan. Kurikulum dapat pula dipandang sebagai program. Kurikulum dapat pula dipandang sebagai hal-hal yang diharapkan akan dipelajari siswa. yakni alat yang dilakukan oleh sekolah untuk mencapai tujuannya. pertandingan. yakni sebagai hasil karya para pengembang kurikulum. Berbagai tafsiran tentang kurikulum dapat kita tinjau dari segi lain. 2. misalnya bahan yang benar-benar diperolehnya. Ketiga pandangan diatas berkenaan dengan perencanaan kurikulum sedangkan pandangan ini mengenai apa yang secara aktual menjadi kenyataan pada tiap siswa. pramuka. bahwa apa yang diwujudkan pada diri anak berbeda dengan apa yang diharapkan menurut rencana. yakni pengetahuan. Kurikulum dapat dilihat sabagai produk. sehingga kita peroleh penggolongan sebagai sebagai berikut : 1. biasanya dalam suatu panitia. Hasilnya dituangkan dalam bentuk buku atau pedoman kurikulum. Ketidakpuasan dengan kurikulum yang berlaku adalah sesuatu yang biasa dan memberi dorongan mencari kurikulum baru. Ada kemungkinan. disebut actual curriculum. sikap. Mengenai masalah kurikulum senantiasa terdapat pendirian yang berbedabeda. keterampilan tertentu. Namun apa yang benar-benar dapat diwujudkan pada anak secara individual.

Misalnya : Apakah yang ingin dicapai. Pandangan yang berbeda-beda itu memberi dinamika dalam pemikiran tentang kurikulum secara kontinu tanpa henti-hentinya. ASAS-ASAS KURIKULUM Mengembangkan kurikulum bukan sesuatu yang mudah dan sederhana karena banyak hal yang harus dipertimbangkan dan banyak pertanyaan yang dapat diajukan untuk diperhitungkan. sedangkan kurikulum pasti tidak akan sempurna dan akan tampil kekurangannya setelah berjalan dalam beberapa waktu. Bila dalam buku ini kami uraikan kurikulum dalam bentuk murninya menurut teori yang mendasarinya. Pada umumnya guru itu konservatif dan cenderung berpegang pada cara-cara yang lama yang telah dikuasainya dan menurut pengalamannya memberi hasil yang baik. perlu kita ketahui bahwa dalam praktik pendidikan sering terjadi campuran atau adanya berbagai bentuk kurikulum yang hidup bersama secara damai. Maka karena itu jarang akan terdapat bahwa suatu teori tentang kurikulam dilaksanakan secara murni. Juga ada kemungkinan untuk mengawinkan yang baru dengan yang lama. ataukah ia diperlakukan sebagai orang dewasa? Apakah kebutuhan anak itu? Apakah harus dipentingkan anak sebagai individu atau sebagai anggota kelompok? Apakah yang harus dipentingkan. Adanya berbagai tafsiran tentang kurikulum tak perlu merisaukan.kebaikan. karena justru dapat memberi dorongan untuk mengadakan inovasi mencari bentuk bentuk kurikulum baru. mengajarkan kejujuran atau memberi pendidikan umum? Apakah pelajaran akan didasarkan . Ia tidak mudah melepaskan yang lama yang sudah terbukti kebaikannya. Dalam praktiknya biasanya tidak dapat pertentangan yang begitu tajam seperti yang digambarkan dalam teorinya. jadi menonjolkannya dalam bentuk yang ekstrim. Selain itu berbagai jenis kurikulum dapat hidup bersama tanpa menimbulkan konflik. sebelum ia yakin bahwa yang baru itu ternyata lebih baik lagi. manusia yang bagaimana yang diharapkan akan dibentuk? Apakah akan diutamakan kebutuhan anak pada saat sekarang atau masa mendatang? Apakah hakikat anak harus dipertimbangkan.

psikologi belajar. 1. 2. dirasa perlu memberikannya lebih dahulu secara singkat. Asas filosofis yang berkenaan dengan tujuan pendidikan yang sesuai dengan filsafat negara. perkembangan anak. masyarakat bahkan dunia. Walaupun dalam buku ini keempat asas itu akan dipaparkan lebih lanjut. orang tua. Asas psikologis yang memperhitungkan faktor anak dalam kurikulum yakni a. psikologi anak. Asas Filosofis Sekolah bertujuan mendidik anak agar menjadi manusia yang "baik". 3. bagaimana proses belajar anak. dan lain-lain. Apakah yang dimaksud dengan "balk" pada hakikatnya ditentukan oleh nilai nilai. yakni : 1. hasil kerja manusia herupa pengetahuan. yaitu keadaan masyarakat. Perbedaan filsafat dengan sendirinya akan menimbulkan perbedaan dalam tujuan pendidikan. atau diberi kelonggaran untuk menyesuaikannya dengan keadaan daerah? Apakah hasil belajar anak akan diuji secara uniform ataukah diserahkan pada penilaian guru yang dapat mempelajari anak itu dalam segala aspek selama waktu yang panjang ? Semua pertanyaan itu menyangkut asas-asas yang mendasari setiap kurikulum. pendidikan di negara yang menganut agama Budha akan berlainan denagan pendidikan di negara yang memeluk agama Islam . 4. kebudayaan manusia. b. tapi juga guru. cita-cita atau filsafat yang dianut negara. Pendidikan di negara otokratis akan berbeda dengan negara yang demokratis. Asas sosiologis. perkembangan dan perubahannya. Asas organisatoris yang mempertimbangkan bentuk dan organisasi bahan pelajaran yang disajikan. mungkin juga cara mengajar dan menilainya. jadi juga bahan pelajaran yang disajikan.atas disiplin ilmu ataukah dipusatkan pada masalah sosial dan pribadi? Apakah semua anak harus mengikuti pelajaran yang sama taukah is diizinkan memilih pelajaran sesuai dengan minatnya? Apakah seluruh kurikulum sama bagi semua sekolah secara uniform.

dan dilakukan penelitian ilmiah untuk lebih mengenalnya. dapat menguasai sejumlah keterampilan. dapat dipengaruhi kelakuannya. . dalam keadaan yang bagaimana belajar itu memberi hasil yang sebaik-baiknya. Kurikulum tak dapat tiada mempunyai hubungan yang erat dengan filsafat bangsa dan negara terutama dalam menentukan manusia yang dicitacitakan sebagai tujuan yang harus dicapai melalui pendidikan formal. 2. Soal yang penting ialah : bagaimanakah anak itu belajar? Kalau kita tahu betul. bahkan kurikulum yang semata-mata didasarkan atas minat dan perkembangan anak. Anak-anak dapat belajar. dapat menerima norma-norma. Psikologi anak Sekolah didirikan untuk anak. bagaimana proses belajar itu berlangsung. yakni menciptakan situasi-situasi di mana anak dapat belajar untuk mengembangkan bakatnya. dan sejak permulaan abad ke-20 anak kian mendapat perhatian menjadi salah satu asas dalam pengembangan kurikulum. dapat mengubah sikapnya. maka kurikulum dapat direncanakan dan dilaksanakan dengan cara yang seefektif-efektifnya. Tentu saja kurikulum yang begitu ekstrim mengutamakan salah satu dasar akan mempunyai kekurangan-kekurangan. Asas Psikologis a. b. dapat menguasai sejumlah pengetahuan. Selama berabad-abad anak tidak dipandang sebagai manusia yang lain daripada orang dewasa dan karena itu mempunyai kebutuhan sendiri sesuai dengan perkembangannya. Psikologi belajar Pendidikan di sekolah diberikan dengan kepercayaan dan keyakinan bahwa anak-anak dapat dididik. Timbullah aliran yang disebut progresif. untuk selalu menjadikan anak sebagai salah satu pokok pemikiran. khususnya para pengembang kurikulum. Namun gerakan ini tak dapat tiada menarik perhatian para pendidik.atau Kristen. Baru setelah Rousseau anak itu dikenal sebagai anak. yaitu "Child centered curriculum". Kurikulum ini dapat dipandang sebagai reaksi terhadap kurikulum yang ditentukan oleh orang dewasa tanpa menghiraukan kebutuhan dan minat anak. untuk kepentingan anak.

maupun sebagai orang dewasa kelak. Di situ ia harus memenuhi tugas-tugas yang harus dilakukannya dengan penuh tanggung-jawab. akan tetapi tidak memberikan gambaran tentang keseluruhan proses belajar itu. ia selalu hidup dalam suatu masyarakat.Oleh sebab belajar itu ternyata suatu proses yang pelik dan kompleks. dari yang sederhana sampai yang paling pelik. Perbedaan ini harus di pertimbangkan dalam kurikulum. Dalam hal ini pun harus kita jaga. maka masyarakat dijadikan salah satu asas. Dengan demikian ada hubungan yang erat antara kurikulum dan psikologi belajar dan psikologi anak. Teori belajar dijadikan dasar bagi proses belajar-mengajar. Tiap anak akan berbeda latar belakang kebudayaannya. 3. maka timbullah berbagai teori belajar yang menunjukkan ketidaksesuaian satu sama lain. Tuntutan masyarakat tak dapat diabaikannya. Penelitian dilakukan untuk lebih mendalam memahami proses belajar ini. Tiap masyarakat berlainan corak nilai-nilai yang dianutnya. agar asas ini jangan terlampau mendominasi sehingga . Oleh sebab masyarakat suatu faktor yang begitu penting dalam pengembangan kurikulum. adat kebiasaan yang tak dapat tiada harus dikenal dan diwujudkan anak dalam pribadinya lalu dinyatakannya dalam kelakuannya. Tiap masyarakat mempunyai norma-norma. bahwa tiap teori itu mengandung kebenaran. Pada umumnya dapat dikatakan. Karena hubungan yang sangat erat itu maka psikologi menjadi salah satu dasar kurikulum. Juga perubahan masyarakat akibat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan faktor pertimbangan dalam kurikulum. jadi yang mencakup segala gejala belajar. Asas Sosiologis Anak tidak hidup sendiri terisolasi dari manusia lainnya. Ia banyak menerima jasa dari masyarakat dan ia sebaliknya harus menyumbangkan baktinya bagi kemajuan masyarakat. banyak di antaranya dengan melakukan eksperimen. baik sebagai anak.

bahwa tidak ada kurikulum yang baik dan tidak baik. karena keseluruhan itu bermakna dan lebih relevan dengan kebutuhan anak dan masyarakat. atau yang berpusat pada mata pelajaran.timbul kurikulum yang berpusat pada masyarakat atau "society-centered curriculum". 4. dan lain-lain. Dalam hal ini pilihan banyak bergantung pada pendirian atau sikap seseorang tentang pendidikan. Selain itu. Dalam mengembangkan kurikulum harus diadakan pilihan. bermacam-macam organisasi kurikulum dapat dijalankan secara bersama di satu sekolah. Sebaliknya ilmu jiwa Gestalt lebih mengutamakan keseluruhan. Setiap organisasi kurikulum mempunyai kebaikan akan tetapi tidak lepas dari kektirangan ditinjau dari segi-segi tertentu. yakni yang tradisional dan yang progresif. Pada umumnya dapat dibedakan dua pendirian utama. bahkan yang satu dapat membantu atau melengkapi yang satu lagi. Aliran psikologi ini lebih cenderung memilih kurikulum terpadu atau integrated kurikulum. Kembali perlu di ingatkan. KURIKULUM TRDISIONAL ATAU PROGRESIF . ataukah diusahakan adanya hubungan antara pelajaran yang diberikan. yang dengan sendirinya akan terpisah-pisah. Bahasa. Asas Organisatoris Asas ini herkenaan dengan masalah. dalam bentuk yang bagaimana bahan pelajaran akan disajikan? Apakah dalam bentuk mata pelajaran yang terpisah pisah. jadi selalu hasil semacam kompromi antara anggota panitia kurikulum. misalnya dalam bentuk broad-field atau bidang studi seperti IPA. Kurikulum yang bagaimana yang harus dipilih? Pertanyaan itu diajukan karena macamnya kemungkinan. kurikulurri adalah soal pilihan. Sering dikatakan bahwa "curriculum is a matter of choice". jadi dalam bentuk kurikulum yang terpadu. IPS. Ilmu jiwa asosiasi yang berpendirian bahwa keseluruhan sama dengan jumlah bagianbagiannya cenderung memilih kurikulum yang subjectcentered. Ataukah diusahakan hubungan secara lebih mendalam dengan menghapuskan segala batas-batas mata pelajaran.

bahwa orang mengharapkan hasil-hasil tradisional dari sekolah yang progresif. Namun dalam masa perubahan yang serba dinamis ini. Namun orang tua masih mengharapkan agar murid murid hafal akan nama-nama geografis. Menjalankan kurikulum progresif akan banyak mendapat tentangan. menentukan lebih dahulu mana yang benar yang dicoba anak mencari atau menerkanya bila menghadapi ujian bercorak objektif. dan lain-lain. Kesulitan yang dihadapi kurikulum progresif ialah. sanggup berpikir sendiri. Sekolah progresif misalnya mementingkan kemampuan memecahkan masalah dan menggunakan pengetahuan secara fungsional untuk memecahkan masalah itu. oleh sebab apa yang diawetkan. kita ingin agar anak sanggup mengadakan penelitian dan penemun. Di bawah ini kami cantumkan beberapa perbedaan antara pendirian tradisional dan progresif. Sekolah progresif harus dinilai berdasarkan prinsip-prinsip sekolah itu. Tidak diharapkan siswa mempunyai pengetahuan yang uniform. dan terutama menonjolkan hafalan. tahun-tahun dan tokoh-tokoh sejarah.Kurikulum tradisional yang ingin mengawetkan yang lama tidak dengan sendirinya buruk dan merugikan. antara lain dari pihak guru yang terkenal karena sikap konservatifnya. terampil dalam hitungan di luar kepala. walaupun kesimpulannya lain dari yang lain. tidak mengizinkan perbedaan pendapat. barang seni. Sebaliknya kurikulum modern . berbagai kekurangan. juga orangitua yang telah mengecap pendidikan tradisional dan merasakan manfaatnya. yang biasanya diberikan secara terpisah-pisah. Kurikulum tradisional ini telah bertahan selama beberapa abad dan diduga akan bertahan terus sepanjang masa. menutup mata bagi perubahan akan merugikan diri sendiri.progresif juga tidak dengan sendirinya baik dan luput dari. benda. dan sebagainya. Kita inginkan agar anak-anak kreatif. apakah itu nilai-nilai. Bahan mata pelajaran diambil dari berbagai disiplin ilmu yang dibina dan senantiasa dikembangkan para ilmuwan dan karena itu mendapat penghargaan tinggi dari masyarakat. selalu yang baik. Dianggap . Penganut kurikulum tradisional berpegang pada kurikulum yang didasarkan atas subjek atau mata pelajaran. namun kita mengadakan ujian nasional yang uniform yang tidak menghiraukan perbedaan individual.

Sambil memecahkan masalah siswa mengumpulkan ilmu yang diperlukan. Kurikulum progresif memperhatikan bahkan membantu perkembangan keunikan individu. kurikulum progresif memilih masalahmasalah yang nyata dalam kehidupan anak dan masyarakat. akan tetapi untuk digunakan dalam memecahkan suatu masalah. Di lain pihak. Kurikulum tradisional menerima kenyataan dalam masyarakat sebagaimana adanya. maupun evaluasi. sedangkan kurikulum progresif berusaha untuk mengubah lingkungan untuk membentuk dunia yang lebih baik. Penganut kurikulum progresif atau modern tidak menolak ilmu. bahwa kurikulum progresif merupakan reaksi dalam berbagai bentuk terhadap . akan tetapi tidak dipelajari demi ilmu sendiri. kontrol dan disiplin yang ketat. Dapat kita katakan. Selain itu mempelajari ilmu akan mengembangkan kemampuan intelektual anak. metode belajar-mengajar. Kurikulum tradisional menyamaratakan semua siswa baik mengenai bahan.bahwa ilmu mempunyai nilai tersendiri dan karena itu dapat dipelajari demi ilmu itu sendiri. Sebaliknya kurikulum yang progresif lebih banyak memberi kebebasan kepada siswa untuk menentukan apa yang akan dipelajarinya. Dalam kurikulum tradisional diperlukan pengarahan. Tujuan pendidikan bukan hanya mengembangkan aspek intelektual saja melainkan keseluruhan pribadi anak dalam segala aspek. agar siswa mempelajari bahan yang sama dan mencapai tingkat penguasaan yang sama. karena banyak pelajaran yang sebenarnya tidak ada kaitannya dengan kehidupan anak dalam masyarakat. Kalau diteliti lebih lanjut dapat lagi kita temui perbedaan lain antara kedua pendekatan dalam pengembangan kurikulum. sesuai dengan minat dan kesanggupannya dalam suasana yang mengizinkan kebebasan. pengawasan. Apa yang dipelajari dalam kurikulum tradisional dianggap akan berguna kelak di kemudian hari anak. Mengumpulkan ilmu demi ilmu yang tidak fungsional hanya membebani otak dengan hal-hal yang mubazir.

kurikulum ini tetap bertahan. Juga kurikulum progresif tidak bebas dari kritik yang tajam dari berbagai pihak.kekurangan-kekurangan yang terdapat dalam kurikulum tradisional. Bagaimanakah efektivitas belajar dapat dinilai? Berdasarkan pertanyaan itu. Bagaimanakah bahan disajikan agar efektif diajarkan? 4. Namun betapapun kritik terhadap kurikulum tradisional. Bagaimanakah memilih bahan pelajaran guna mencapai tujuan itu? 3. salah satu buku yang paling berpengaruh dalam pengembangan kurikulum. dan apa yang harus dinilai. aliran progresif mengalami pukulan hebat. (2) bahan pelajaran. mengajukan 4 pertanyaan pokok. Setiap komponen bertalian erat dengan ketiga komponen lainnya. (4) evaluasi atau penilaian. Yang paling berpengaruh ialah kritik bahwa kurikulum ini kurang mengembangkan kemampuan intelektual anak.Tyler dalam bukunya Basic Principles of Curriculum and Instruction (1949). (3) proses belajar-mengajar. akan tetapi akibatnya ialah. maka diperoleh keempat komponen kurikulum yakni. Demikian pula penilaian dapat mempengaruhi komponen lainnya. bagaimana proses belajarnya. (1) tujuan. Keempat komponen itu dapat kita gambarkan dalam bagan sebagai berikut: TUJUAN EVALUASI PBM BAHAN Keempat komponen itu saling berhubungan. yakni : 1. bahwa faktor anak kembali dianaktirikan. KOMPONEN-KOMPONEN KURIKULUM Ralph W. Tujuan apa yang harus dicapai sekolah? 2. Tujuan menentukan bahan apa yang akan dipelajari. dengan ditonjolkannya kembali kurikulum yang berdasarkan disiplin ilmu. Pada saat dipentingkan- . sehingga setelah peluncuran Sputnik.

atau proses belajar-mengajar. sehingga meliputi kegiatan di luar kelas. proses belajar-mengajar cenderung mengutamakan latihan dan hafalan. bahkan juga mencakup segala sesuatu yang dapat mempengaruhi kelakuan siswa. as the experiences of the learner. dan sebagainya. misalnya ditonjolkannya tujuan yang baru. atau cara penilaian. real. . 3. Kalau tujuannya jelas. PBM. dan lain-lain. kerja keras. maka semua komponen lainnya turut mengalami perubahan. termasuk kebersihan kelas. Bila salah satu komponen berubah. pribadi guru. maka timbul kecenderungan untuk menjadikan bahan ujian sebagai tujuan kurikulum. Pola kurikulum yang dikemukakan oleh Tyler ini tampaknya sangat sederhana. maupun evaluasi pun lebih jelas. Kurikulum yang semula berarti jarak yang harus ditempuh. tak mudah pula menentukan bahan yang tepat guna mencapai tujuan itu. maka bahan pelajaran. Menentukan PBM yang efektif tak kurang sulitnya. Tak mudah menentukan tujuan pendidikan atau pelajaran. actual curriculum atau potential learning experiences. UMPTN. namun dalam kenyataannya lebih kompleks daripada yang diduga. yakni. namun masih dipertimbangkan hingga sekarang. misalnya Ebtanas. misalnya bahan untuk mend idik anak agar menjadi manusia pembangun. 2. sikap petugas sekolah. jujur. karena keberhaslannya baru diketahui setelah dinilai.nya evaluasi dalam bentuk ujian. misalnya metode baru. curriculum as a product. ideal. Para ahli kurikulum "modern" cenderung memberikan pengertian yang lebih luas. as intended learnings. Kurikulum dapat dipandang dari berbagai segi. RANGKUMAN 1. Dapat pula kita memandangnya sebagai formal curriculum. as a program. Konsep tayle tentang komposisi kurikulum tentu mendapat kritik. kemudian menjadi sejumlah mata pelajaran yang harus dilalui untuk mendapat ijazah.

real. Jelaskan arti kurikulum sebagai product. Jelaskan. Kurikulum senantiasa harus diubah karena perubahan masyarakat akibat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Di antara asas-asas kurikulum. 6.4. begitu juga murid harus turut dalam pengembangan kurikulum? 8. Hilda Taba memandang kurikulum sebagai "a plan for learning". 5. Ia dapat menganut pendirian yaang tradisional atau progresif. antara lain mengenai luas cakupannya. 6. intended learnings. Jelaskan perkembangan pengertian kurikulum. Ada kebaikan dan kelemahan pengertian kurikulum yang terlampau luas atau terlampau sempit. karena banyak tugas yang sedianya oleh rumah tangga dan lembaga informal lainnya dibebankan kepada sekolah. asas manakah yang paling banyak mengalami perubahan? Mana yang paling sedikit atau tidak berubah? 10. Dikatakan. Bagaimana pendapat Saudara tentang guru sebagai pengembang kurikulum? 9. program. the experiences of the learner. ideal. potential. 2. Bagaimanakah pengertian kurikulum di sekolah kita? 5. Perubahan kurikulum berjalan kontinu kalau tidak mau ketinggalan zaman. Juga pengertian kurikulum formal. PERTANYAAN DAN TUGAS 1. Pilihannya itu akan mempengaruhi tafsirannya konsepsinya tentang tugasnya sebagai pendidik. bahwa praktik kurikulum dengan teorinya. 4. Sebutkan asas-asas kurikulum. Bandingkan berbagai definisi yang tercantum dalam pelajaran. actual. 3. 7. Selidiki azas-azas itu pada kurikulum yang berlaku di sekolah kita. 7. Ada kecenderungan pengertian kurikulum meluas. tiap guru harus sendiri. Perbedaan apakah yang mungkin timbul di antara anggota panitia pengembangan kurikulum? jauh ketinggalan bila dibandingkan . Menurut Saudara siapakah yang mengembangkan kurikulum? Apakah orangtua. Karena adanya menentukan macam-macam definisi kurikulum.

Ada kurikulum yang tidak direncanakan. Tahukah Saudara apa maksudnya dan memberi beberapa contoh? . Jelaskan bahwa perubahan dalam satu komponen mempengaruhi komponen lainnya. Bila dibandingkan kurikulum sebelum dan sesudah kita merdeka perbedaan apakah kiranya yang kita dapati? 12. 13. yakni "hidden curriculum" atau kurikulum yang tersembunyi.11. Jelaskan adanya hubungan yang erat di antara komponenkomponen kurikulum.

BAB 2 ASAS-ASAS FILOSOFIS Filsafat sangat penting karena harus dipertimbangkan dalam mengambil keputusan tentang setiap aspek kurikulum. Kebenaran dalam buku itu bertahan teguh terhadap segala perubahan zaman. Filsafat yang kabur akan menimbulkan kurikulum yang tidak menentu arahnya. apakah hidup yang baik. Untuk tiap keputusan harus ada dasarnya. Ada orang yang berpendapat bahwa guru tak perlu mempelajari filsafat. karena apa yang dilakukan guru harus didasarkan pada apa yang dipercayai. apakah peranan gu dalam ru proses belajar mengajar. Pendirian itu terlampau picik. Filsafat itu antara lain menentukan kepercayaan kita tentang : apakah hakikat manusia. apakah sumber kebenaran dan nilai-nilai yang hendaknya menjadi pegangan hidup kita. karena sangat abstrak dan karena itu tak praktis dan tidak ada manfaatnya bagi pekerjaannya. yakni sampai akarnya tentang hakikat sesuatu. Kurikulum yang diinginkan oleh aliran ini terdiri atas subject atau mata pelajaran yang terpisah sebagai disiplin ilmu dengan menolak penggabungan . khususnya hakikat anak dan sifat-sifatnya. Kini terdapat berbagai aliran filsafat. dan lain-lain. Filsafat adalah cara berpikir yang sedalam-dalamnya. yang dihimpun dalam "the Great Books" atau "Buku Agung". masing-masing dengan dasar pemikiran tersendiri. Di sini akan kami bicarakan dengan singkat beberapa buah yakni : 1. apakah yang sebaiknya diajarkan kepada anak didik. tentang apakah yang baik. Para pengembang kurikulum harus mempunyai filsafat yang jelas tentang apa yang mereka junjung tinggi. universal dan absolut" atau "perennial" yang ditemukan dan diciptakan para pemikir unggul sepanjang masa. diyakininya sebagai benar dan baik. Aliran Perennialisme Aliran ini bertujuan mengembangkan kemampuan intelektual anak melalui pengetahuan yang "abadi. apakah peranan sekolah dalam masyarakat.

Kebenaran dipercayai datangnya dari Tuhan yang diterima melalui wahyu. Tujuan hidup ialah memenuhi kehendak Tuhan. dari dunia supranatural dari Tuhan. Namun pendidikan intelektual juga sangat diutamakan dengan menentukan standar mutu yang tinggi. Hanya mata pelajaran yang sungguh mereka anggap dapat mengembangkan kemampuan intelektual seperti matematika. kimia. Kebenaran ini. . Apa yang datang dari Tuhan baik dan benar. Semua siswa diharuskan mengikuti pelajaran agama. biologi yang diajarkan. Melalui pengamatan dan penelitian ilmiah dapat ditemukan hukumhukum alam. Mutu kehidupan senatiasa dapat ditingkatkan melalui kemajuan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi.seperti IPA atau IPS. Biasanya disiplin termasuk ketat. Pelajaran yang diberikan termasuk pelajaran yang sulit karena memerlukan inteligensi tinggi. termasuk dogma dan norma-normanya bersifat mutlak. Kurikulum ini memberi persiapan yang sungguhsungguh bagi studi di perguruan tinggi. Boleh dikatakan hampir semua agama menganut filsafat idialisme. Sekolah yang beraliran realisme mengutamakan pengetahuan yang sudah mantap sebagai hasil penelitian ilmiah yang dituangkan secara sistemetis dalam berbagai disiplin ilmu atau mata pelajaran. Aliran Idealisme Filsafat ini berpendapat bahwa kebenaran itu berasal dari "atas". Aliran Realisme Filsafat realisme mencari kebenaran di dunia ini sendiri. olah raga sebaiknya dikesampingkan. Di sekolah akan dimulai dengan teoriteori dan prinsip-prinsip yang fundamental. Tujuan hidup ialah memperbaiki kehidupan melalui penelitian ilmiah. sedangkan yang berkenaan emosi dan jasmani seperti seni rupa. Filsafat ini umumnya diterapkan di sekolah yang berorientasi religius. 3. pelanggaran diberi hukuman yang setimpal bahkan dapat dikeluarkan dari sekolah. kemudian praktik dan aplikasinya. menghadiri khotbah dan membaca Kitab Suci. fisika. 2.

Yang penting ialah bukan "what to think" melainkan "how to think" yakni melalui pemecahan masalah. Aliran Pragmatisme" Aliran ini juga disebut aliran instrumentalisme atau utilitarianisme dan berpendapat bahwa kebenaran adalah buatan manusia berdasarkan pengalamannya. Sekolah ini menjauhi indoktrinasi dan mengajak siswa secara kritis menganalisis isu-isu sosial. . Pengetahuan diperoleh bukan dengan mempelajari mata pelajaran. Tidak ada kebenaran mutlak. Kurikulum ini tidak memperhatikan minat anak. Penguasaan ilmu yang banyak berkat studi yang intensif adalah persiapan yang sebaik-baiknya bagi lanjutan studi dan kehidupan dalam masyarakat. atas dasar kepercayaan bahwa belajar itu hanya dapat di lakukan oleh anak sendiri. Tujuan hidup ialah mengabdi kepada masyarakat dengan peningkatan kesejahteraan manusia. bukan karena "dipompakan ke dalam otaknya". Aliran pragmatisme sering sejalan dengan aliran rekonstruksionisme yang berpendirian bahwa sekolah harus berada pada garis depan pembangunan dan perubahan masyarakat. Ia harus sungguh-sungguh mempelajari buku-buku berbagai disiplin ilmu. Dalam perencanaan kurikulum orangtua dan masyarakat sering dilibatkan agar dapat memadukan sumber-sumber pendidikan formal dengan sumber sosial. kebenaran adalah tentatif dan dapat berubah. Yang baik. namun diharapkan agar menaruh minat terhadap pelajaran akademis. Dapat dibayangkan banyaknya murid yang tidak mampu mengikuti studi akademis serupa ini. ialah yang berakibat baik bagi masyarakat. melainkan karena digunakan secara fungsional dalam memecahkan masalah. Tugas guru bukan mengajar dalam arti menyampaikan pengetahuan. melainkan memberi kesempatan kepada anak untuk melakukan berbagai kegiatan guna memecahkan masalah. maka pelajaran "embel-embel" seperti keterampilan dan kesenian dianggap tidak perlu. 4.Karena mengutamakan pengetahuan yang esensial.

instruksi. merealisasikan diri. Sekolah ini menolak segala kurikulum. Cicero memandang filsafat sebagai ilmu tentang hal-hal yang semulukmuluknya. Dari segala mata pelajaran. Tujuan filsafat ialah membentuk suatu pandangan yang sistematis tantang keseluruhan ilmu. Ini berarti bahwa seorang ahli filsafat harus dapat mencernakannya dan mengasimilasikannya berkat proses yang disebut berpikir. tak mungkin setiap orang mempunyai filsafat. namun dengan pertimbangan jangan menyinggung perasaan orang lain. Ia hrus bebas berpikir dan mengambil keputusan sendiri secara bertanggungjawab. Pekerjaan ini sangat sulit dan tak mungkin dilakukan oleh setiap orang biasa. Aliran Eksistensialisme Filsafat ini mengutamakan individu sebagai faktor dalam menentukan apa yang baik dan benar. di mana guru banyak mendengarkan dan mengajukan pertanyaan tanpa mengingatkan apa yang harus dilakukan anak.politik dan ekonomi guna memperbaiki ekonomi kondisi hidup manusia. Dan bila dikatakan bahwa tiap guru harus mempunyai filsafat. menentukan standardnya sendiri dan kurikulumnya sendiri. juga tidak ditetapkan aturan-aturan yang harus mereka patuhi. Bimbingan yang diberikan sering bersifat non-directive. mungkin ilmu-ilmu sosial yang paling menarik mereka Pendidikan moral tidak diajarkan kepada mereka. maka kata itu digunakan dalam arti yang berlainan. dan lainlain dari pihak luar. Dengan sendirinya mereka tidak dipersiapkan untuk menempuh ujian nasional. 5. Anak harus mencari identitasnya sendiri. Tujuan hidup adalah menyempurnakan diri. bahkan satu cabang disiplin ilmu sekalipun sulit dikuasai sepenuhnya. buku wajib. Dalam arti ini. Norma-norma hidup berbeda secara individual dan ditentukan masing-masing secara bebas. yakni . Ilmu pengetahuan dewasa ini sangat luas dan pelik dan tak mungkin lagi bagi seorang untuk menguasainya. pedoman. Sekolah yang berdasarkan eksistensialisme mendidik anak agar is menentukan pilihan dan keputusan sendiri dengan menolak otoritas orang lain. Banyak di antara penganut aliran ini memandang sekolah sebagai masyarakat kecil. Filsafat ialah "induk segala ilmu".

agar dapat membantu anak membentuk pandangan hid up yang sehat. untuk perang yang dapat menghancurkan umat manusia atau untuk peningkatan kehidupan manusia. pandangan tentang anak.sebagai "suatu sistem nilai-nilai". metode. Filsafat ialah pendapat yang sejujur-jujurnya tentang makna hidup baginya. Kalau filsafat di tafsirkan sebagai sistem nila-nilai. melainkan sesuatu yang biasa yang dapat dimiliki setiap orang yang berpikir dan mencoba menafsirkan makna dan nilai hidup bagi dirinya. maka kita memasuki lapangan nilai-nilai atau filsafat. Sering seorang kurang sadar dan kurang jelas mengetahui nilai-nilai apa yang dianutnya. Pendidikan yang diberikan berdasarkan filsafat tidak merupakan rangkaian perbuatan mekanis yang lepas-lepas akan tetapi merupakan suatu kebulatan mengarah kepada tujuan tertentu. belum tentulis dikatakan mempunyai suatu filsafat hidup. alat pendidikan. Dalam filsafat gurulah terkandung gambaran tentang masyarakat yang akan dibangun. untuk apakah tenaga itu digunakan. Ilmu menemukan pengetahuan dan teknologi. manusia apakah yang harus dibentuk. tak berakar prinsip-prinsip yang jelas. Pandangan hidup kabur. Kelakuannya tidak menunjukkan corak tertentu. . kurikulum apakah yang akan digunakan. setiap pendidik. apakah setiap orang dapat mempunyai suatu filsafat sendiri? Filsafat dengan pengertian ini telah ada sejak ada manusia di bumi ini. yang dapat menentukan arah hidup dan serta menggambarkan nilai-nilai apa yang paling dihargai dalam hidup seseorang. ditentukan oleh filsafat yang dianutnya. Filsafat ialah sesuatu yang menunjukan suatu sistem. Dalam arti ini filsafat bukanlah sesuatu yang maha-sulit dan pelik. akan tetapi bila ditanya. Tujuan. suatu pandangan hidup. sejak Adam dan Hawa. dan mencari suatu sistem nilai-nilai yang menjadi pegangannya dalam menghadapi masalah-masalah dalam hidupnya dan dengan demikian memberi corak tertentu kepada kelakuannya. tak konsisten. Manusia telah menemukan tenaga atom berkat kemajuan ilmu pengetahuan. Walaupun tiap orang pernah berpikir tentang apa arti hidup ini baginya. akan tetapi penggunaannya ditentukan oleh filsafat atau nilai-nilai. Filsafat serupa inilah yang harus dimiliki setiap guru.

bila ditelusuri secara lebih mendalam. 4. FILSAFAT PENDIDIKAN DI INDONESIA . Filsafat pendidikan menentukan arah ke mana anak-anak harus dibimbing. APAKAH GUNA FILSAFAT PENDIDIKAN? Pentingnya filsafat bagi pendidikan nyata bila kita ketahui besar manfaatnya bagi kurikulum yakni : 1. Dengan demikian terdapat kontinuitas dalam perkembangan anak. Filsafat juga menentukan cara dan proses yang harus dijalankan untuk mencapai tujuan itu. mendorong atau melarang anak menjadi penyanyi. Filsafat memberi kebulatan kepada usaha pendidikan. tentu ada dasar falsafahnya. bila jelas diketahui apa yang ingin dicapai. Jadi filsafat menentukan tujuan pendidikan. sehingga tidak lepaslepas. 5. Sekolah ialah suatu lembaga yang didirikan oleh masyarakat untuk mendidik anak menjadi manusia dan warga negara yang dicita-citakan oleh masyarakat itu. bila guru menghukum atau memuji anak. Tentu diharapkan agar tindakan itu mempunyai dasar filosofis yang konsisten. menyuruh anak mencari data dari lapangan. Filsafat yang berbeda atau bertentangan di kalangan pendidik tak akan membawa bahtera pendidikan ke arah tujuan tertentu. di belakang tindakan itu ada falsafahnya. pendidikan dasar 9 tahun. membolehkan anak-anak bekerja sama. muatan lokal.Sekolah tanpa filsafat laksana kapal tanpa kemudi. mempunyai dasar filosofis. 3. Dengan adanya tujuan pendidikan ada gambaran yang jelas tentang hasil pendidikan yang harus dicapai. 2. Sering filsafat yang mendasarinya tidak dinyatakan secara eksplisit. Segala keputusan yang diambil mengenai pendidikan atau kurikulum. CBSA. manusia yang bagaimana yang harus dibentuk. Tujuan pendidikan memberi motivasi dalam proses belajar mengajar. Demikian pula di dalam kelas. 6. menjalankan disiplin keras atau lunak. Keputusan tentang PPSI. Tujuan pendidikan memberi petunjuk apa yang harus dinilai dan hingga mana tujuan itu telah tercapai.

Kemerdekaan Indonesia yang kita rebut dari tangan penjajah. Pemerintah Belanda yang menguasai Indonesia selama tiga setengah abad menganut paham imperialisme dan kolonialisme yang bertujuan untuk mempertahankan agar lebih lama dapat memperoleh keuntungan dari tanah jajahannya antara lain dengan menghalangi. Kurikulum di sekolah yang berbahasa Belanda sama dengan yang apa yang berlaku di negeri Belanda sendiri. Adanya sekolah lanjutan hanya karena keperluan mereka akan pegawai di kantor pemerintah atau swasta. memperlambat. dan Garis-garis Besar Haluan Negara. Kalau pemerintahan bertukar. Undang-Undang Dasar 1945. Segelintir anak dibolehkan memasuki sekolah yang berbahasa Belanda akan tetapi jalan ke sekolah lanjutan sangat dipersempit. Hormat terhadap kaisar Jepang di tanamkan dalam upacara-upacara. yaitu Pancasila. Hatta dan lain-lain yang berhasil menghentikan penjajahan dari bumi Indonesia ini. yang ingin dicapai dengan pendidikan ditentukan oleh filsafat yang dianut oleh pemerintah. Jepang yang kemudian menduduki negara kita. antara lain Soekarno. atau penguasa dalam suatu negara. Kebanyakan anak yang bersekolah hanya di sekolah desa yang boleh dikatakan tak mendapat kesempatan untuk melanjutkan pelajaran. merombak sistem pendidikan secara radikal dengan mendasarkannya atas filsafat bangsa kita. segera menghapus segala sisa-sisa pendidikan yang berbau Belanda. Untung masih bisa lolos beberapa anak Indonesia untuk mengecap pendidikan tinggi. atau sangat membatasi pendidikan bagi orang Indonesia. dengan sendirinya tujuan pendidikan pun berubah sama sekali. PANCASILA SEBAGAI DASAR PENDIDIKAN . Bahasa Jepang di ajarkan sebagai pengganti bahasa Belanda dan mujurnya bahasa Indonesia menjadi bahasa pengantar di semua tingkatan sekolah. Bahasa Belanda digunakan untuk menahan orang lolos ke sekolah yang lebih tinggi.Tujuan pendidikan. Latihan militer diberikan untuk membantu mereka dalam mempertahankan jajahannya.

pada hakikatnya ia telah hidup dalam masyarakat Indonesia sejak dahulu kala dalam moral. dalam hubungan manusia dengan Tuhannya. baik dalam hidup manusia secara pribadi. Pancasila itu bangkit kembali " ( M. . Pancasila terdiri atas : 1. dan kebiasaan bangsa kita. maupun dalam mengejar kemajuan lahiriah. jika dapat dikembangkan keselarasan dan keseimbangan. dalam hubungan dengan alam. atau baru dijelmakan. dijadikan pula filsafat pendidikan kita. 3. Persatuan Indonesia. Nasroen. 1954 ) Oleh sebab Pancasila diakui sebagai pandangan hidup bangsa. 4. bagi kita Pancasila sekaligus menjadi tujuan hidup bangsa Indonesia. Walaupun Pancasila dirumuskan menjelang kemerdekaan kita. 5. Di samping itu. Kemanusiaan yang adil dan beradab. dalam Pantjasila Pusaka Lama . adat istiadat. Pancasila adalah jiwa seluruh rakyat Indonesia dan negara kita. dan kebahagiaan rohaniah. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. tetapi sebe narnya. 2.Pancasila yang kita akui dan terima sebagai filsafat dan pandangan hidup bangsa kita. dengan adanya kemerdekaan bangsa dan negara Indonesia. yang mengajarkan bahwa hidup manusia akan mencapai kebahagiaan. yang dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Seperti dinyatakan dalam ketetapan MPR No. Kerakyatan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan. Kesadaran dan citacita moral Pancasila sudah berurat berakar dalam kebudayaan bangsa Indonesia. maka Pancasila itu bukanlah lahir. Seperti kita ketahui. " Dengan adanya kemerdekaan Indonesia. Ketuhanan yang Maha Esa. II/MPR/1968. maka sudah seharusnya prinsip-prinsip itu di sampaikan kepada generasi muda melalui pendidikan dan pengajaran.

pengertian dan rasa hormat terhadap penganut agama lain. bahkan sejak berabad-abad hingga sekarang bangsa-bangsa bersengketa karena perbedaan agama dan menimbulkan banyak penderitaan. Ketetapan MPR No. yang juga dinamakan "Ekaprasetia Pancakarsa". Sila Ke-Tuhanan Yang Maha Esa Agama sering merupakan pokok persengketaan antara manusia dengan sesamanya. Bahwa agama dipentingkan oleh pemerintah nyata dengan diwajibkannya pelajaran agama di sekolah. pasal 4. tercantum : " Pendidikan dan pengajaran berdasarkan asas-asas yang termaktub dalam Pancasila. . Sekolah berkewajiban membantu anak-anak hidup menurut agamanya sambil memupuk rasa toleransi. Pancasila menjamin hak setiap warga Indonesia memuja Tuhan dan memeluk agamanya masing-masing. Bahkan saling membantu mendirikan mesjid atau gereja oleh orang sekampung yang berbeda agama bisa terjadi. Perang agama seperti terdapat di benua lain tidak pernah kita kenal di Tanah air kita. bab III. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia dan atas kebudayaan kebangsaan Indonesia" . memberi petunjuk nyata dan jelas tentang wujud kelima sila dalam Pancasila. dari SD sampai Perguruan Tinggi. Perbedaan agama juga terdapat di Indonesia. Agama tidak menimbulkan keretakan dalam agama dan adat-istiadat. II/MPR/1978. Asas-asas itu seyogianya diwujudkan dalam pendidikan di sekolah maupun di luar rumah. walaupun tiap agama pada prinsipnya tidak menganjurkan penganutnya untuk menyakiti orang lain. Asas-asas yang masih bersifat umum itu masih perlu diuraikan agar lebih jelas untuk dijadikan pedoman dalam pendidikan. namun senantiasa hidup damai berdampingan.Dalam undang-undang tentang dasar pendidikan dan pengajaran di sekolah.

(4) Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain. yakni " chauvinisme" dapat mengandung bahaya. dan persamaan kewajiban antara sesama manusia. (2) Saling mencintai sesama manusia. Masalah ledakan penduduk. Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab diuraikan sebagai berikut : (1) Mengakui persamaan derajat. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menciutkan segala jarak dan membuat dunia ini relatif kecil. (2) Hormat-menghormati dan bekerja-sama antara pemeluk agama dan penganutpenganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup.Mengenai sila ke-Tuhanan Yang Maha Esa diberi uraian sebagai berikut : (1) Percaya dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. Atas dasar Kemanusiaan kita turut berusaha memelihara perdamaian dunia. populasi udara dan lautan. (4) (Tak) semena-mena terhadap orang lain. sehingga apa yang terjadi di suatu negara mempengaruhi bagian-bagian lain di dunia. . percobaan bom atom. menjadi masalah bagi semua negara. Nasionalisme yang berlebihan sering menimbulkan peperangan dan karena itu harus dibatasi. Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab Nasionalisme yang melewati batas. persamaan hak. (3) Mengembangkan sikap tenggang rasa. termasuk kita di Indonesia. Sila Kemanusiaan dalam Pancasila menghargai manusia dan menghormati setiap bangsa. (3) Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya. Kerja sama antar bangsa menjadi syarat mutlak bila kita ingin mencegah pemusnahan umat manusia dari permukaan bumi ini. karena mendewakan negara sendiri sambil memandang rendah terhadap bangsa-bangsa lain. menipisnya lapisan ozon. Soal dunia adalah soal tiap negara.

(5) Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. (6) Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan. (7) Berani membela kebenaran dan keadilan. (8) Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia, karena itu dikembangkan sikap hormat menghormati dan bekerja sama dengan bangsa lain.

Sila Persatuan Indonesia Sila ini merupakan dorongan yang kuat dalam membebaskan Tanah Air kita dari belenggu penjajahan dan kolonialisme. Sila ini dianggap sangat penting dalam menciptakan pendidikan nasional. Kesatuan Bangsa dan Negara merupakan syarat mutlak dalam pembangunan negara kita. Telah sering kesatuan negara kita diancam oleh perpecahan, namun tetap tegak teguh dengan perkasa. Sekolah berkewajiban untuk memupuk rasa kebangsaan, rasa kesatuan dan persatuan dalam hati sanubari tiap anak. Mereka harus dengan rasa bangga dapat mengatakan ''Saya anak Indonesia" dari daerah mana pun mereka berasal. Memupuk rasa persatuan sangat mutlak diperlukan, karena keadaan geografis Indonesia, yang terdiri atas ribuan pulau, tersebar dalam jarak seperdelapan khatulistiwa, dihuni oleh penduduk yang mempunyai ratusan macam bahasa dan adat istiadat yang terbentuk selama berabad-abad dalam keadaan isolasi alamiah. Terbentuknya kesatuan dan persatuan sungguh merupakan suatu prestasi nasional yang luar biasa, bila kita pikirkan bahwa negara lain yang kecil namun dilanda oleh perpecahan yang menjerumuskan penduduk ke dalam jurang kesengsaraan. Kesatuan Indonesia dibantu oleh alat komunikasi yang kian canggih dan mendekatkan apa yang semula jauh. Kesatuan bukanlah tujuan akan tetapi suatu jalan atau alat untuk mencapai kesejahteraan dan kemakmuran bagi segenap bangsa Indonesia. Sila Persatuan Indonesia selanjutnya diuraikan sebagai berikut :

(1) Menempatkan persatuan, kesatuan, kepentingan, dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan. (2) Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara. (3) Cinta Tanah Air dan Bangsa. (4) Bangga sebagai Bangsa Indonesia dan ber-Tanah Air Indonesia. (5) Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhineka Tunggal Ika. Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam

Permusyawaratan/ Perwakilan. Kerakyatan atau demokrasi sering ditafsirkan sebagai hak setiap warga negara untuk memilih pemerintahan sendiri. Dasar ini mengakui, bahwa manusia mempunyai hak yang sama untuk menentukan politik negara. Negara itu bukan untuk dinikmati oleh hanya segelintir manusia yang berkuasa politis atau ekonomis, melainkan untuk kepentingan seluruh rakyat. Keputusan diambil berdasarkan musyawarah, dengan jalan perundingan oleh wakil-wakil yang dipilih rakyat dan tidak didiktekan oleh pihak atasan. Agar rakyat dapat mengeluarkan pendapat secara bertanggung jawab, perlulah pendidikan. Demokrasi dikatakan mempunyai tiga prinsip utama, yakni: (1) Rasa hormat terhadap pribadi dan harkat manusia. (2) Kepercayaan, bahwa setiap manusia biasa mempunyai pikiran yang sehat dan dapat berpikir inteligen. (3) Kerelaan berbakti kepada kesejahteraan bersama. Demokrasi menjamin hak setiap warga negara, tanpa menghiraukan kesukuan, agama, jenis kelamin, atau kedudukan. Hal ini antara lain dinyatakan dalam Undang-Undang Dasar yang menyatakan, bahwa "Tidak seorang pun boleh diperbudak, diperulur, atau diperhamba" Asas ini mempunyai pengaruh penting dalam pendidikan, antara lain dalam huhungan orang tua atau guru terhadap anak. Anak pun manusia penuh dan harus dihormati pendapatnya, harus diberi kesempatan mengeluarkan pendapatnya secara bebas, diturutsertakan dalam diskusi dalam hal-hal yang menyangkut

dirinya. Sikap demokrasi menghapuskan sisa-sisa sikap feodalisme dan kolonialisme yang bertindak otokratis dan otoriter. Dalam metode mengajar pun lebih banyak diadakan diskusi dalam suasana bebas namun berdisiplin. Anak wanita diberi kesempatan yang sama untuk menempuh pendidikan apa pun sampai tingkat yang setinggi-tingginya. Sila ini selanjutnya diuraikan sebagai berikut : (1) Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat. (2) Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain. (3) Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama. (4) Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan. (5) Dengan itikad baik dan tanggung-jawab menerima dan melaksanakan. (6) Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur. (7) Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan.

Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia Mempunyai hak yang sama dalam memilih wakil rakyat belum cukup. Setiap orang ingin agar kebutuhannya sehari-hari dipenuhi, seperti makan yang cukup, pakaian, kesempatan berekreasi, memiliki rumah sendiri, menyekolahkan anak sampai tingkat yang setinggi-tingginya, mendapatkan pekerjaan, dan menikmati hari tua yang tenang. Rakyat.kita masih banyak tergolong miskin, walaupun negara kita terkenal sebagai negara yang kaya raya. Kekayaan melimpah, ekspor kita meningkat secara drastis, namun pembagiannya belum merata, sehingga jurang kaya-miskin kian melebar. Sila keadilan sosial menuntut agar kekayaan dan kemakmuran itu

merata bagi segenap rakyat kita. Akan tetapi di samping itu kita tidak boleh enggan menyingsing lengan dan bekerja keras. Anak-anak dididik agar menghormati setiap pekerjaan yang jujur dan tidak memandang rendah terhadap pekerjaan dengan tangan. Anak juga harus diajar hidup hemat dengan menabung untuk hari depan. Akhirnya sila diuraikan lagi sebagai berikut : (1) Mengembangkan perbuatan-perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotong-royongan. (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) Bersikap adil. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban. Menghormati hak-hak orang lain. Suka memberi pertolongan kepada orang lain. Menjauhkan sikap pemerasan terhadap orang lain. Tidak bersikap boros. Tidak bergaya hidup mewah. Tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan umum.

(10) Suka bekerja keras. (11) Menghargai hasil karya orang lain. (12) Bersama-sama berkeadilan sosial. Agar Pancasila daya yang dinamis yang mewarnai seluruh tindakan kita, kita masing-masing harus merenungkan, memahami, menghayatinya dengan berpegang pada "Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila" atau " Eka Prasetia Pancakarsa ". berusaha mewujudkan kemajuan yang merata dan

TUJUAN PENDIDIKAN DI INDONESIA Dalam Tap. MPR No.II / MPR / 1988 tentang GBHN tercantum : Pendidikan nasional berdasarkan Pancasila bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan

Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, berdisiplin, bekerja keras, bertanggung jawab, mandiri, cerdas, dan terampil serta sehat jasmani dan rohani. Pendidikan nasional harus juga mampu menumbuhkan dan memperdalam rasa cinta kesetiakawanan sosial. Sejalan dengan itu dikembangkan iklim belajar dan mengajar yang dapat menumbuhkan rasa percaya pada diri sendiri serta sikap serta perilaku yang inovatif. Dengan demikian pendidikan nasional akan mampu mewujudkan manusia-manusia pembangunan yang dapat membangun diri sendiri serta bersama-sama bertanggungjawab atas pembangunan bangsa. Dalam Undang-undang No. 2 Tahun 1989 Tentang Sistem Pendidikan Nasional (pasal 4), tertera : Pendidikan nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan yang berbudi luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan rohani dan jasmani, berkepribadian yang mantap dan mandiri serta tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Sesuai dengan Garis-garis Besar Haluan Negara, dasar pendidikan Nasional adalah Falsafah Negara Pancasila dan UndangUndang Dasar 1945. Pasal 3 mengatakan: (1) Tujuan pendidikan Nasional adalah membentuk manusia pembangunan yang berpancasila dan membentuk manusia yang sehat jasmani dan rohaninya, memiliki pengetahuan dan keterthripilan, dapat mengembangkan kreativitas dan tanggung jawab, dapat menyuburkan sikap demokrasi dan penuh tenggang rasa dapat mengembangkan kecerdasän yang tinggi dan disertai budi pekerti yang luhur, mencintai bangsanya, dan sesama manusia sesuai dengan ketentuan yang termaktub dalam Undang -Undang Dasar 1945. (2) Seluruh program pendidikan terutama Pendidikan Umum dan bidang studi Ilmu Pengetahuan Sosial, harus berisikan Pendidikan Moral Pancasila dan unsur-unsur yang cukup untuk meneruskan jiwa nilai nilai 1945 kepada Generasi Muda.

Bagi SMA misalnya tujuan institusional umum ialah agar lulusannya: a. Memiliki pengetahuan tentang dasar-dasar kenegaraan dan Pemerintahan sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945. 4. b. Di bidang pengetahuan : 1. regional. kuat lahir dan batin. Menguasai hasil-hasil pendidikan umum yang merupakan kelanjutan dari pendidikan di Sekolah Menengah Umum tingkat Pertama. 3. program pilihan bagi mereka yang mempersiapkan dirinya untuk studi di lembaga pendidikan yang lebih tinggi. ilmu pengetahuan sosial. Memiliki pengetahuan tentang berbagai unsur kebudayaan dan tradisi . 2. 5. memiliki bekál untuk terjun ke masyarakat dengan mengambil keterampilan untuk bekerja yang dapat dipilih oleh siswa sesuai dengan minatnya dan kebutuhan masyarakat. Menjamin warga negara yang baik sebagai manusia yang utuh sehat. Memiliki bekal untuk melanjutkan studinya ke lembaga pendidikan yang lebih tinggi dengan menempuh : 1. Memiliki pengetahuan tentang agama atau kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. c. 2.Tujuan Pendidikan Nasional yang sangat umum itu diuraikan lebih lanjut dalam tujuan institusional yakni tujuan yang harus dicapai oleh suatu jenis sekolah tertentu. program umum yang sama bagi semua siswa. d. nasional. dan bahasa (khususnya bahasa Indonesia dan bahasa Inggris) serta menguasai pengetahuan yang cukup lanjut dalam satu atau beberapa dari bidang pengetahuan tersebut di atas. Tujuan khusus pendidikan SMA adalah agar lulusan : a. maupun internasional. Menguasai pengetahuan dasar dalam bidang matematika. ilmu pengetahuan alam. Memiliki pengetahuan yang fungsional tentang fakta dan kejadian penting yang aktual. 6. baik lokal. Memiliki pengetahuan tentang berbagai jenis dan jenjang pekerjaan yang ada di masyrakat serta syarat-syaratnya.

nasional. Percaya pada diri sendiri dan bersikap makarya. 2. Memiliki keterampilan dalam bidang administrasi dan kepemimpinan. Memiliki keterampilan memecahkan masalah dengan sistematis. Memiliki keterampilan sekurang-kurangnya dalam satu cabang kesenian. Menguasai cara belajar yang baik. Mencintai sesama manusia. Dapat mengapresiasi kebudayaan dan tradisi nasional. 4. Menerima dan melaksanakan ajaran agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang dianutnya. Di bidang keterampilan : 1. c. Memiliki pengetahuan dasar tentang kependudukan. bebas dan jujur. menguasai sekurang-kurangnya satu jenis keterampilan untuk bekerja sesuai dengan minat dan kebutuhan lingkungan. 5. dan lingkungan sekitarnya. 7. . 5. Di bidang nilai dan sikap : 1. 3. Menerima dan melaksanakan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Memilki sikap demokratis dan tenggang rasa. Memiliki rasa tanggung jawab dalam pekerjaan dan masyarakat. 7. 7. Memiliki kesadaran akan disiplin dan patuh pada peraturan yang berlaku. 9. Mampu membawa/memahami isi bacaan yang agak lanjut dalam bahasa Indonesia dan bacaan sederhana dalam bahasa Inggris yang berguna baginya. Memiliki minat dan sikap positif terhadap ilmu pengetahuan. Memiliki keterampilan dalam segi kesejahteraan keluarga dan segi kesehatan. Memiliki keterampilan olah raga dan kebiasaan olah raga. dan kesehatan. lisan maupun tulisan dan keterampilan mengekspresi diri sendiri. lisan maupun tertulis. 9. Memiliki keterampilan mengadakan komunikasi sosial dengan orang lain. b. 8. 8. kesejahteraan keluarga. serta menghormati dan kepercayaan Tuhan Yang Maha Esa yang dianut orang lain. 6. 2. 4. bangsa. 3. 6.

Tujuan pendidikan nasional. Bidang Studi Mata Pelajaran Topik Kelas : Ilmu pengetahuan sosial : Ekonomi dan koperasi : Produksi nasional dan pendapatan Nasional : I (satu) . Demikianlah secara lengkap tujuan institusional yang harus diwujudkan kepada murid-murid SMA. daya kreatif. antara lain yang harus dicapai oleh tiap tingkatan dan jenis sekolah. Memiliki minat dan sikap yang positif dalam konstruktif terhadap olah raga dan hidup sehat. 14. Menghargai setiap jenis pekerjaan dan prestasi kerja di masyarakat tanpa memandang tinggi rendahnya nilai sosial/ekonomi masing-masing jenis pekerjaan tersebut dan berjiwa pengabdian kepada masyarakat. Memiliki kesadaran menghargai waktu. yang disebut Tujuan Instruksional Umum (TIU) dan Tujuan Instruksional Khusus (TIK). namun masih perlu lagi diperinci dalam tujuan-tujuan yang dapat direalisasikan dalam kelas. Tujuan itu pun masih bersifat umum dan perlu diuraikan lagi menjadi tujuan yang terperinci yakni : Tujuan kurikuler yaitu tujuan yang harus dicapai oleh suatu program bidang studi. yang masih dapat bersifat umum. Contoh 1. 12. yang harus dicapai oleh suatu pelajaran. yaitu membentuk manusia pembangunan yang ber-Pancasila. Karena itu tiap tujuan institusional masih perlu diuraikan dalam tujuan tiap bidang studi yang mempunyai tujuan yang lebih spesifik. sikap kritis. Memiliki inisiatif. Tujuan-tujuan ini pun masih terlampau umum untuk dapat diwujudkan dalam situasi kelas. dan tujuan instruksional. diuraikan selanjutnya dalam tujuan-tujuan yang lebih kongkrit berupa tujuan-tujuan institusional. yang kemudian diuraikan dalam sejumlah butir-butir sebagai penjelasan makna tiap sila. Di bawah ini kami berikan beberapa contoh TIU dan TIK. 11. Memiliki sikap hemat dan produktif.10. 13. rasional dan obyektif dalam memecahkan persoalan.

PN Balai Pustaka. Agar siswa dapat menjelaskan perbedaan dan persamaan antara Produksi Nasional dan Pendapat Nasional. Bidang Studi Mata Pelajaran Topik kehidupan. Jakarta.5. 2. teori-teori tentang asal-usukl . Contoh 2. Agar siswa dapat menyebutkan unsur dari Produksi Nasional dan Pendapatan Nasional. 156). Agar siswa dapat mengukur tingkat kemakmuran suatu negara. A. Model Satuan Pelajaran. Kelas : I (satu) : IPA : Biologi : Konsep tentang hidup. Pedoman Pelaksanaan Kurikulum. 2.2. Agar siswa dapat menghitung Pendapatan Nasional. 1.3.6. 1. 1. 1.1. (Dikutip dari: Kurikulum Sekolah Menengah Atas (SMA) 1975. Agar siswa dapat menyebutkan akibat dari Pendapatan Nasional yang konstan dari tahun ke tahun. uku : III. 1976. Tujuan Instruksional Khusus 1. Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan. h. Agar siswa dapat menyebutkan kegunaan pengetahuan besarnya Pendapatan Nasional. 1.4. Tujuan Instruksional Umum Agar siswa mengetahui serta memahami Produksi Nasional dan Pendapatan Nasional.Semester Waktu : 1 (pertama) : 3 x45 menit Tujuan Instruksional 1.

Semester Waktu

: 1 (pertama) : 6 jam Pelajaran

Jumlah jam pelajaran yang 6 jam itu dialokasikan sebagai berikut : 3 jam untuk pendahuluan dan 2 jam untuk sub pokok bahasan : 1. Asal kehidupan 2. Ciri-ciri mahluk hidup 3. Pembedaan antara biotik dan abiotik; sedang I jam pelajaran untuk mengadakan evaluasi pokok bahasan tersebut di atas. Tujuan Instruksional Khusus 1. Dihadapkan pada sejumlah perubahan situasi, siswa dapat menyebutkan sifatsifat tertentu yang merupakan sifat khas dari mahluk hidup. 2. Dihadapkan kepada sejumlah pernyataan, siswa memilih pernyataan tertentu yang dikemukakan oleh Teori Generatio Spontanea. 3. Dihadapkan kepada sejumlah usaha untuk perkembangan teori tentang asalusul kehidupan, siswa dapat memilih usaha tertentu yang dicapai oleh percobaan Pasteur. 4. Dihadapkan kepada sifat-sifat zat, siswa dapat memilih zat tertentu menjadi alasan mengapa Stenley Miller menggunakan campuran air, amoniakÄ dan metan dalam eksperimennya. 5. Dihadapkan kepada sejumlah perubahan teori-teori asal-usul kehidupan, siswa dapat menyebutkan perubahan tertentu yang diakibatkan oleh percobaan Stenley Miller. 6. Dihadapkan kepada sejumlah nama orang yang berjasa dalam asal-usul kehidupan, siswa dapat menunjukkan dengan tepat hasil penemuan tertentu dari orang tersebut. 7. Dihadapkan kepada sejumlah kegiatan hidup, siswa dapat menunjukan dengan tepat proses proses yang terganggu akibat kegiatan hidup tertentu. (Kurikulum SMA, pedoman Pelaksanaan, hlm. 184). Dalam contoh-contoh di atas kita lihat usaha untuk menguraikan tujuan instruksional umum menjadi sejumlah tujuan instruksional khusus yang

diharapkan dapat mencapai apa yang terkandung dalam tujuan instruksional umum, atau dalam topik bahasan. Selanjutnya diharapkan, bahwa tujuan instruksional umum ini merupakan bagian dari tujuan bidang studi yang memberi sumbangan kepada tujuan yang lebih tinggi yaitu pembentukan manusia pembangunan yang ber-Pancasila. Walupun jauh jarak antara tujuan instruksional khusus dengan tujuan pendidikan nasional, namun diharapkan bahwa setiap tujuan, betapapun spesifiknya selalu merupakan bagian dan sumbangan kepada tercapainya tujuan pendidikan nasional itu. Tiap tujuan kegiatan mengajar-belajar di sekolah memperoleh maknanya dalam rangka tujuan pendidikan nasional itu. Kita lihat di sini dari suatu usaha untuk memperoleh tujuan yang spesifik, yang dirumuskan sebagai tujuan instruksional khusus. Dasar pikiran ialah bahwa makin spesifik tujuan itu makin jelas diketahui metode untuk mencapainya dan makin mudah pula hasil belajar dinilai sebagai umpan-balik atau feedback untuk membantu anak memperbaiki kekurangannya. Dengan sendirinya semua tujuan yang lebih khusus bertalian erat dengan tujuan yang lebih umum, bahkan merupakan analisis yang makin terinci dari tujuan yang lebih umum. Semua tujuan-tujuan yang khusus merupakan usaha kearah tercapainya tujuan umum yang akhirnya menuju kepada wujudnya tujuan pendidikan nasional. MENGKHUSUSKAN TUJUAN Sejak semula para ahli kurikulum menyadari perlunya merinci tujuan yang bersifat umum menjadi tujuan yang lebih khusus. Tujuan pendidikan nasional dikhususkan menjadi tujuan institusional, yaitu tujuan tiap lembaga pendidikan dari SD sampai Perguruan Tinggi. Tujuan pendidikan institusional yang masih sangat umum ini masih perlu diuraikan menjadi tujuan kurikuler dan selanjutnya dalam tujuan instruksional umum lazim dikenal sebagai TIU dan tujuan instruksional khusus atau TIK. Buku pedoman kurikulum yang diterbitkan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menguraikan tujuan sampai tingkat TIU, sehingga guru mendapat kesempatan untuk merumuskan TIK. Di sini kita harus hati-hati dan jangan

memandang TIK sebagai tujuan yang terpenting yang harus dicapai. Kita keliru bila menganggap bahwa tujuan yang harus dikejar guru adalah TIK. Tujuan pendidikan apa yang ditentukan sebagai tujuan pendidikan nasional. Jadi TIK harus dipandang sebagai langkah untuk mencapai TIU, dan TIU suatu langkah pula guna mencapai tujuan kurikuler dan seterusnya sehingga segala usaha sekolah akhirnya bermuara pada tujuan pendidikan nasional. Tujuan Pendidikan Nasional

Tujuan Institusional

Tujuan Kurikuler

Tujuan Instruksional Umum (TIU)

Tujuan Instruksional Khusus (TIK) Untuk merumuskan TIK kita dapat memperhatikan beberapa petunjuk yang diberikan Robert F. Mager dalam buku Preparing Instructional Objectives Pertama : Rumuskan TIK dalam bentuk kelakuan siswa. Ia harus dapat memperlihatkan penguasaannya dalam kelakuan atau perbuatan yang dapat kita amati, yang "observable" tapi juga yang "measurable" atau dapat diukur keberhasilanya. Untuk itu kita harus menggunakan kata kerja tertentu yang memungkinkan kita mengamati keberhasilannya belajar. Misalnya kata kerja seperti dapat mengatakan, menggambarkan, menguraikan, memperdengarkan, menunjukkan, dan sebagainya. Kata kerja seperti memahami, memikirkan, mengerti, merasakan, dan lain-lain tak dapat dilihat sebab terjadi dalam diri siswa. Kedua : Rumuskan pula kondisi-kondisi di mana kelakuan itu akan nyata, misalnya dengan menggunakan kalkulator, mesin tulis, atlas, kamus, dan sebagainya.

Ketiga : Rumuskan pula secara spesifik kriteria tentang tingkat keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan itu. Misalnya dapat menyebut 9 dari sepuluh butir, mengetik satu halaman dalam waktu tertentu dengan sebanyakbanyaknya 2 salah. Merumuskan tujuan secara spesifik sangat banyak faedahnya. Guru tahu dengan jelas tujuan apa yang harus dicapainya, ia dapat menentukan bahan apa yang harus diberikannya, ia juga dapat memilih metode mengajar yang lebih tepat, dan ia dapat mengetahui hasil belajar siswa. Di lain pihak siswa pun tahu apa yang harus dikuasainya. Karena penilain dapat dilakukan dengan segera, guru dapat memberi balikan guna membantu siswa mengadakan perbaikan. Namun demikian banyak pula kelemahanya. TIK sering berupa fakta, informasi, pengetahuan, yakni tujuan kognitif yang paling rendah menurut taksonomi Bloom. Hasil belajar banyak merupakan hafalan, sehingga kemampuan berpikir kurang dikembangkan. Selain itu apa yang dipelajari berupa pengetahuan yang lepas. Uraian TIU menjadi TIK dapat memecah kebulatan bahan pelajaran, sehingga terjadi atomosasi pengetahuan. Selain itu hal-hal yang bersifat kognitif seperti sikap tidak observable dan measitreable, dan karena itu akan diabaikan. TIK berupa fakta dan informasi tidak mempunyai nilai transfer artinya tidak dapat digunakan menghadapi situasi-situasi yang belum pernah dipelajari. Sistem ujian kita sangat menyuburkan TIK dan oleh sebab hasil belajar berdasarkan TIK dapat diamati dan diukur maka TIK digunakan untuk mengetahui prestasi sekolah, kegiatan guru. Dengan ini guru dan kepala sekolah dapat di minta pertanggungjawaban (accountability).

PERUMUSAN TUJUAN MENURUT HILDA TABA Hilda Taba dalam Curriculum Development memberikan petunjukpetunjuk yang berikut dalam merumuskan tujuan, sebagai berikut: Rumusan tujuan harus meliputi : 1. proses mental, yaitu metode untuk melakukan sesuatu

2. produk, bahan yang bertalian dengan itu. Contoh : `"Memperoleh keterampilan menggunakan peta (proses) untuk mencari ibukota negara-negara di Amerika Selatan (produk)". Memiliki kesanggupan untuk membedakan (proses) fakta dan opini" (produk). Sering rumusan tujuan itu kurang lengkap dan hanya mengemukakan satu aspek, misalnya " keterampilan mengguna-kan peta", atau " kesanggupan berpikir kritis". Jadi dalam merumuskan tujuan hendaknya sekaligus kita cakup "mental process" dan "product of learning". Sering dipersoalkan, yang manakah lebih penting, proses atau produk belajar. Tujuan yang hanya berisi produk, akan mengutamakan penguasaan fakta, informasi, atau pengetahuan. Proses mental seperti kesanggupan menganalisis, menafsirkan, membandingkan, memecahkan masalah, atau berpikir logis diabaikan. Ujian termasuk Ebtanas, sebagian besar mengenai produk dan sangat minimal mengenai proses. Membuat butir-butir ujian dalam bentuk test objektif lebih sukar dan penilaiannya juga lebih sulit. 3. Tujuan yang kompleks harus lebih dispesifikkan, sehingga lebih jelas bentuk kelakuan yang diharapkan. Misalnya, "mengapresiasi kesenian" yang terlampau umum dapat lebih dikhususkan menjadi " mengapresiasi tari Bali". 4. Dalam merumuskan tujuan harus dinyatakan bentuk kelakuan yang diharapkan dari kegiatan belajar itu. Mempelajari agama-agama lain tidak dengan sendirinya memupuk sikap toleransi sebagai basil belajar sampingan atau apa disebut "concomitant learning". Kita harus secara khusus menyebutkan toleransi sebagai tujuan yang ingin kita capai dan memberikan kegiatan-kegiatan belajar yang serasi untuk menimbulkan sikap itu. 5. Tujuan sering bersifat " development", yaitu tidak dapat dicapai sekaligus, akan tetapi harus dikembangkan secara kontinu. Misalnya, " berpikir kritis" atau " kesanggupan memecahkan masalah" memerlukan waktu yang lama agar tercapai. Ada tujuan yang sangat spesifik yang dapat tercapai dalam waktu singkat. Akan tetapi kita keliru bila kita anggap bahwa semua tujuan bersifat terminal dan segera terpenuhi. Ada tujuan yang mungkin tidak tercapai selama

dalam arti bahwa tujuan itu benar-benar dapat dicapai anak pada tingkat dan usia tertentu. Tujuan hendaknya realistis. teori. atau selama belajar di sekolah itu. dan sebagainya. menyerahkan diri sepenuhnya kepada kehendak Tuhan. sebaiknya jangan dijadikan tujuan pelajaran.. prinsip. akan tetapi ia masih harus mengikuti pclajaran membaca permulaan. A. aturan. bahkan ada pula yang tak dapat tercapai sepenuhnya selama hidup. yang sangat membosankannya. Tujuan-tujuan Kognitif Ranah kognitif atau cognitive domain meliputi segi intelektual dan proses kognitif. 7. nilai dan sikap serta keterampilan psikomotoris. Memahami.belajar di sekolah. 6. mengambil kesimpulan . yakni : 1. menyatakannya dengan kata-kata sendiri. atau selama jam pelajaran. PENGKHUSUSAN TUJUAN MENURUT BENYAMIN BLOOM Dalam perumusan tujuan. seperti kerelaan berkorban untuk sesama manusia. para penyusun kurikulum banyak memperoleh bantuan dari buku Taxonomy of Educational Objectives (1956) oleh Benjamin Bloom. yakni mempelajari dan mengingat fakta. menterjemahkannya dalam bentuk lain. dan tiap ranah dirinci lagi dalam tujuan-tujuan yang lebih spesifik yang hierarkis. Karena itu kita harus tahu batas-batas kemampuan anak berdasarkan studi tentang anak dan pengalaman. Adakalanya terlampau tinggi kita perk irakan kesanggupan anak. Mereka membagi tujuan-tujuan pendidikan dalam tiga ranah (domain). peristiwa. kategori. Pada umumnya tujuan itu meliputi aspek kognitif. yakni menafsirkan sesuatu. konsep. akan tetapi tidak mungkin terwujudkan. Mengetahui. cs. demikian pula prinsip-prinsip ideal lainnya. Adakalanya anak-anak telah pandai membaca sebelum masuk sekolah. kata-kata. 2. akan tetapi sering pula terlampau rendah. Tujuan yang sangat indah kedengaran. Tujuan harus meliputi segala aspek perkembangan anak yang menjadi tanggung jawab sekolah. metodologi. istilah.

Mengorganisasi nilai dengan mengkonsepsualisasi dan mensistematisasinya dalam pikirannya. 3. Merespons atau memberi reaksi terhadap gejala. yaitu menggunakan apa yang dipelajari dalam situasi baru. yaitu menguraikan suatu keseluruhan dalam bagian-bagian untuk melihat hakikat bagian-bagiannya serta hubungan antara bagian-bagian itu. berkenaan dengan kesadaran akan sesuatu. 5. Ia menunjukkan kesediaannya untuk mendengarnya atau melihatnya dan tidak mengelakkannya. situasi. Mengevaluasi. 1. meliputi tingkat kegiatan yang berikut: .berdasarkan apa yang diketahui. dan penilaian tentang sesuatu. Menerapkan. kondisi. 4. C. Menganalisis. menginternalisasinya. 4. menunjukkan minat. mengutamakannya. 6. sadar akan adanya suatu gejala. perasaan. atau kegiatan itu sambil merasa kepuasan. 2. yakn menggunakan kriteria untuk menilai sesuatu. Menghargai. menerima suatu nilai. atau masalah tertentu. atau arsitektur gedung lama. situasi. mentransfer. bahkan menaruh komitmen terhadap nilai itu. Memperhatikan. Ia percaya akan kebaikan nilai itu dan rela untuk mempertahankannya. menjadikannya bagian dari pribadinya dan menerimanya sebagai falsafah hidupnya. 3. yaitu menggabungkan bagian-bagian dan secara kreatif membentuk sesuatu yang baru. B. Tujuan-tujuan Psikomotor Ranah psikomotor atau psycho-motor domain. 5. Mensintesis. affective domain. Mengkarakterisasi nilai-nilai. misalnya keindahan dalam musik gamelan. menduga akibat sesuatu berdasarkan pengetahuan yang dimiliki. Tujuan-tujuan Afektif Ranah afektif atau. dan sebagainya.

auditif. yakni dapat menyampaikan pesan melalui gerak muka. melompat. Selain memberi pengetahuan tentang suatu bidang studi sebaiknya juga dipupuk sikap positif terhadap bidang studi itu serta keterampilan yang terkait. dan memanipulasi. Demikian pula apresiasi musik tak lepas dari pengetahuan dan keterampilan berkenaan dengan musik. Melakukan gerakan fisik seperti berjalan. Sering ketiga ranah itu dipisah-pisahkan dalam merumuskan tujuan instruksional khusus. Dalam pengajaran ketiga aspek itu perlu mendapat perhatian. 4. Menunjukan kemampuan perseptual secara visual. Mengadakan komunikasi non-verbal. dan ekspresi kreatif seperti tarian. dan lain-lain dan disamping itu juga minat dan penghargaan (afektif) tentang apa yang dipelajari. gerakan tangan. BEBERAPA TUJUAN PENDIDIKAN LAINNYA Pada tahun 1859 seorang yang bernamaa Herbert Spencer yang pada dasarnya bukan pendidik dan juga tidak mengecap pendidikan formal secara . Ketiga ranah itu saling berhubungan sebagai aspek kelakuan manusia.1. Rincian tiap ranah mempunyai hierarki. kelincahan dan kecepatan bereaksi. Memperlihatkan kemampuan fisik yang mengandung ketahanan kekutan. 5. Melakukan gerakan yang terampil serta terkordinasi dalam permainan. mendorong. penampilan. Misalnya dalam ranah koqnitif. Buah pikiran Bloom cs menjadi populer setelah timbul aliran dalam pendidikan ke arah pengkhususan tujuan. 3. kelenturan. dan kesenian. dan seterusnya. olah raga. kinestetik. lebih tinggi dari pada pemahaman. 2. taktial. berlari. pemahaman lebih "tinggi" daripada pengetahuan penerapan. berpikir. Demikian pula halnya dengan rincian ranah-ranah lainnya . sehingga hasil belajar dapat diamati dan diukur. serta mengkordinasi seluruhnya. menarik. Pengetahuan selalu memerlukan keterampilan misalnya keterampilan membaca.

sebagai berikut : 1. bertanggung jawab atas pendidikan anak dan kesejahteraan keluarga. Vocational efficiency (efisiensi dalam pekerjaan). Tujuan pendidikan yang juga cukup terkenal ialah The Seven Cardinal Principles yaitu tujuh prinsip yang pokok. Enjoying leisure time yaitu memanfaatkan waktu senggang untuk menikmatinya dengan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan. seperti hidup sehat. berhitung). 3. Hal-hal yang dikemukakan Herbert Spencer ini kira-kira satu setengah abad yang lalu. dari manusia lainnya. dan lain-lain. hidup teratur.teratur jadi lebih merupakan otodidak. 6. Alasan memberinya ialah bahwa pelajaran itu berguna kelak bila melanjutkan pelajaran. hal-hal yang bertalian dengan usaha melangsungkan hidup. 2. Command of fundamental processes (penguasaan keterampilan fundamental seperti membaca. mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan melakukan pekerjaan. mengajukan pertanyaan yang sangat penting. 4. Self-preservation. mengurus dan memelihara rumah tangga. dari berbagai situasi hidup. Maintaining proper social and political relationship yaitu memelihara hubungan baik dengan masyarakat dan memenuhi kewajibannya terhadap negara. yang hingga sekarang masih harus dipertimbangkan oleh setiap pengembangan kurikulum: " What knowledge is of most worth?". melindungi diri terhadap gangguan yang datang dari alam. Pengetahuan apa yang paling berharga? Apa yang harus diajarkan yang paling berharga bagi kehidupan seseorang? Ia menganjurkan hal-hal yang berikut: 1. 2. Rearing a family. masih berlaku sampai sekarang dan sering dipertimbangkan dalam pengembangan kurikulum. . menulis. Banyak yang diajarkan di sekolah yang tidak jelas apa kaitannya dengan kehidupan anak sehari-hari. mencegah penyakit. Health (kesehatan). Securing the necessities of life. 3. Worthy home membership (menjadi anggota keluarga yang berharga). Di sini Herbert Spencer sangat mengutamakan relevansi pendidikan. 4.

menghargai nilai sosial pekerjaan.5. Kita lihat banyak persamaannya dengan apa yang dianjurkan oleh Herbert Spencer sebelumnya. Setiap tujuan masih diuraikan lebih lanjut. Produsen yang terdidik merasakann kepuasan atas pekerjaan yang baik. Filsafat ialah ilmu yang mencari kebenaran sampai akar. 2. jadi . Selanjutnya akan kami berikan tujuan-tujuan pendidikan menurut Educational Policies Commission (1938). merupakan pembeli yang tahu dan cakap. 3. Economic efficciency. hubungan antar-manusia 3. Sebagai konsumen yang terdidik is merencanakan ekonomi hidupnya sendiri. 2. Self-realization. Tujuan-tujuan yang dikemukakan di atas hanya sekadar bahan perbandingan dengan kurikulum kita. Dalam pengem bangan kurikulum biasanya dipandang sebagai sistem nilai -nilai. mencapai kemajuan dalam jabatan yang dipilih. efisiensi ekonomi.akarnya. Civic responsibility. Satisfaction of relegious needs (pemuasan kebutuhan keagamaan) (1918). 6. Worthy use of leisure (penggunaan waktu senggang secara bermanfaat). agar dapat dikatakan is mempunyai filsafat nilai-nilainya itu harus merupakan suatu sistem. Citizenshop (kewarganegaraan). Walapun setiap orang mengenal nilai-nilai. perwujudan pribadi. memelihara dan mempertinggi tingkat efisiensi kerja. mengetahui syarat-syarat dan kesempatan kerja. tanggung jawab warga negara. memilih jabatan yang tepat. Human relationship. Tujuan pendidikan ditentukan oleh filsafat suatu bangsa. RANGKUMAN 1. 7. membentuk norma-norma guna mengatur pengeluarannya. Misalnya ³economic efficiency" dirinci sebagai berikut. yaitu : 1. mengambil tindakan yang tepat untuk menjaga kepentingannya. jadi suatu kegiatan intelektual. 4.

Filsafat pendidikan harus menjadi "way of life" yang di terapkan dalam lingkungan sekolah. dan GBHN. Apakah pengertian Saudara tentang filsafat? 2. 12. tujuan instruksional umum dan khusus. UUD 1945. 4. 11. afektif. Herbert Spencer menganjurkan tujuan-tujuan yang relevan dengan kehidupan manusia sehari-hari. 5. dan psikomotor dalam segala ting katannya. kurikuler. agar semua pelajaran diarahkan guna membentuk manusia yang dicita-citakan. Tujuan pendidikan nasional sangat umum dan masih perlu diuraikan menjadi tujuan institusional. 10.konsisten dan saling berhubungan. Setiap guru harus mempunyai gambaran yang jelas tentang dasar-dasar pendidikan nasional itu. Apakah menurut Saudara setiap orang mempunyai filsafat? Coba . Buah pikirannya itu masih berpengaruh sampai sekarang. 8. 6. Untuk membentuk manusia seutuhnya harus diperhatikan aspek kognitif. Benjamin Bloom membantu dalam merumuskan tujuan yang lebih spesifik dalam ketiga ranah. Hilda Taba mempersyaratkan agar dalam rumusan tujuan tercakup proses dan produk. Dalam kurikulum sering tercantum tujuan-tujuan yang muluk-muluk tetapi belum tentu dapat direalisasikan. 7. PERTANYAAN DAN TUGAS 1. 9. Tujuan pendidikan kita didasarkan atas Pancasila. Jadi keadaan sekolah tidak memberi gambaran tentang keadaan yang sebenarnya. Filsafat bangsa dan negara dengan sendirinya menjadi tujuan pendidikan nasional serta harus pula menjadi filsafat para pengembang kurikulum dan juga guru dalam pelaksanaan nya.

Bagaimanakah pandangan Saudara tentang manusia Pan casila? Apakah telah melihatnya dalam kenyataan? 9. 6. 5. SMP. adat -istiadat. seperti agama. dan lain-lain. 4.selidiki pada orang-orang di sekitar Saudara apakah mereka dapat dikatakan mempunyai suatu filsafat? 3. Apakah pengkhu susan TIK tidak dapat berlebihan? . Apakah guna filsafat bagi pendidikan. falsafah negara. agar anak dapat men gatakan usia wali kota. the Seven Cardinal Principles. misalnya " agar anak dapat mengatakan beberapa tugas wall kota. agar anak dapat menyebut nama wall kota. agar anak dapat mengatakan alamat wall kota. Perhatikan persamaan dan perbedaannya. Tunjukkan bagaima na filsafat itu diterapkan dalam kurikulum kita. Bagaimana pendapat Saudara tentang tujuan -tujuan yang dikemukakan Herbert Spencer. Hingga manakah TIK harus dikhususkan. Norma-norma biasanya diperoleh dari berbagai sumber. dan SMA. 10. pengalaman pribadi. Diskusikan tujuan pendidikan nasional dalam Kurikulum SMA. Bagai mana ga mbaran Saudara t entang manus ia yang demokratis? Apakah sifat-sifat itu telah nyata di sekolah? Masih adakah pengaruh feodalisme dalam masyarakat kita? 7. 8. Bandingkan tujuan institusional bagi SD. Diskusikan dengan teman. Coba tuliskan nor ma-nor ma yang Saudara junjung tinggi. 11. Se lidiki hingga mana tujuan-tujuan itu telah di liputi oleh bidang studi yang diberikan di berbagai tingkatan sekolah. Tunjukkan perbedaan kurikulum berhubungan dengan per edaan filsafat pendidikan sebelum dan sesudah kemerdekaan. dan Educational Policies Commission? Adakah yang dapat atau tidak dapat Saudara terima? Apa alasan Saudara. agar anak mengenal gambar wali kota.

lalu tinjau dari segi taksonomi Bloom. Apakah kebaikan dan kelemahan TIK? Manakah lebih pen ting. TIK atau - TIU? Bagaimana hubungan timbal balik antara TIK dan TIU? 13. 14.12. baik mengenai ranahnya maupun tentang tingkatannya. 17. Selidiki tujuan-tujuan pelajaran. Diskusikan. 15. Berikan sejumlah petunjuk tentang perumusan TIK. Diskusikan bila ada persamaan dan perbedaannya. Bagaimanakah dapat Saudara ketahui ada tidaknya kesamaan antara tujuan guru dan tujuan siswa. . 16. Minta teman lain juga melakukannya. Beri pendapat Saudara. Pilih satu TIU. lalu rumuskan TIK-nya. Bagaimana syarat yang diajukan Hilda Taba dalam merumuskan tujuan pelajaran.

BAB 3 ASAS PSIKOLOGIS KURIKULUM DAN PSIKOLOGIS BELAJAR PENDAHULUAN Dalam mengambil keputusan tentang kurikulum pengetahuan tentang psikologi anak dan bagaimana anak belajar. namun masih banyak yang belum diketahui. Guru-guru sering tidak menyadari asas teori belajar yang digunakannya. Selain itu yang diselidiki kebanyakan ialah belajar pada tingkatan mental rendah. Apa yang akan dipelajari memerlukan pengenalan perkembangan anak. 3. Guru . menentukan kegiatan belajar yang paling serasi. teori S-R yang behavioristik. sedangkan belajar pada tingkatan mental tinggi masih memerlukan penelitian yang lebih banyak. merencanakan kondisi belajar yang optimal agar tujuan belajar tercapai. masih belum jelas betul secara terinci apa yang harus dilakukan agar anak belajar. Belajar itu ternyata sangat kompleks. antara lain dalam 1. lain pula mempelajari nilai-nilai. jadi jauh berbeda dengan situasi belajar di dalam kelas. Tak ada satu teori belajar yang dapat mencakup segala macam jenis belajar. teori Gestalt atau teori lapangan. Walaupun telah banyak diketahui tentang belajar. PPSI menggunakan teori belajar yang berbeda dengan pendekatan proses. Banyak macam teori belajar seperti teori ilmu jiwa atau daya atau mental disiplin. sangat diperlukan. akan tetapi bagaimana anak belajar membutuhkan pengetahuan tentang berbagai teori belajar. seleksi dan organisasi bahan pelajaran. Apa yang dipelajari bermacammacam. 2. Hal ini antara lain disebabkan penelitian dan eksperimen tentang belajar yang dilakukan dalam laboratorium yang terbatas jumlah variabelnya. Ada bedanya belajar fakta atau informasi. yang sering dilakukan terhadap binatang. dan lain-lain dan belum ada teori belajar yang dapat mempertemukannya. lain belajar memecahkan masalah.

Sejak ada manusia di dunia ini ia belajar dan ada yang mengajarnya. keterampilan. kebanyakan dengan menghafalnya. Rasanya semua lancar walaupun tak seorang pun memikirkan atau menghiraukan ada tidaknya dasar teorinya belajar dan mengajar dan semua belajar secara wajar. teori lapangan. Pendapat lain yang lebih populer ialah memandang belajar sebagai perubahan kelakuan. Tiap guru mengajar dapat diketahui teori yang mendasarinya. dengan dasar filosofis yang berbeda tentang hakikat manusia. sama dengan proses psikis lainnya. dan sebagainya. Secara tradisional belajar dianggap sebagai menambah pengetahuan. belum diketahui sepenuhnya. Dalam bab ini akan kita bicarakan teori belajar menurut ilmu jiwa daya (mental disipline). teori asosiasi (S-R). walaupun guru itu sendiri kurang atau tidak menyadarinya. teori Gestalt. Yang diutamakan ialah aspek intelektual. Apa yang dipelajari di sekolah berbeda sekali di rumah atau di ladang. Bandura. Anak-anak disuruh mempelajari berbagai macam mata pelajaran yang memberinya berbagai pengetahuan yang menjadi miliknya. Namun orang mendirikan sekolah belajar itu dijadikan masalah. dan Bruner. sebagai berikut : . suatu "change of behavior".mengajar menurut apa yang diperkirakannya akan memberi hasil yang baik dan ini sering dilakukan dengan menggunakan berbagai teori belajar. norma-norma. APA YANG DIMAKSUD DENGAN BELAJAR Apakah sebenarnya belajar itu. dan pendapat berbagai tokoh psikologi seperti Gagne. Hilgard. conditioning. mengajarnya berbagai pengetahuan. Tiap orang tua mendidik anaknya. Suatu teori belajar ialah suatu pandangan terpadu yang sistematis tentang cara manusia berinteraksi dengan lingkungan sehingga terjadi suatu perubahan kelakuan. Definisi belajar berbeda menurut teori yang dianut. Mengenal teori kiranya dapat membantu guru memahami atas dasar apa ia melakukannya. Suatu definisi yang sering dikutip ialah yang diberikan oleh Ernest R. Bermacam-macam teori mencoba menjelaskannya ditinjau dari segi tertentu. dan ternyata sangat kompleks dan pelik.

Perubahan karena mabuk atau keletihan bukan hasil belajar karena tidak diperoleh melalui kegiatan belajar. 2. sejarah. Seorang belajar bila ia ingin melakukan suatu kegiatan sehingga kelakuannya berubah. Demikian pula kemampuan binatang karena pertumbuhan instink. dan . kognitif. pengenalan. akan tetapi juga agar anak mempunyai sikap anak yang positif dan menyukai mata pelajaran itu. Ia harus mengetahui kelakuan apa yang diharapkan dari anak. perbuatan.day a. minat. akan tetapi seluruh pribadi anak. bukan hasil belajar. biologi. kita akan lebih lanjut membicarakan beberapa teori belajar yang banyak diterapkan dalam proses belajar-mengajar. daya-pikir. maka ada daya-ingat. TEORI ILMU JIWA DAYA ATAU MENTAL DISIPLIN Teori pelajar yang paling tua ini beranggapan. Ia harus tahu bagaimana anak belajar. Hal ini berkenaan dengan tujuan yang akhirnya ditentukan oleh falsafah pendidikan. keterampilan. Jadi belajar tidak hanya mengenai bidang intelektual saja. maupun psikomotor. penghargaan. Ia menghadapi situasi dengan cara lain. Seperti yang telah dikemukakan di atas. dan lain-lain. dan lain-lain. kondisi apa yang harus dipenuhi agar terjacti proses belajar yang berlfasil.Learning is the process. sikap. daya tanggap. Ia dapat melakukan sesuatu yang sebelumnya tidak dapat dilakukannya. efektif. Ia hendaknya jangan merasa puas bila pengetahuan anak bertambah. bagaimana guru mengajarkannya. by which an activity originates or is changed through training procedures (Whether in the laboratory on in the natural environment) as distinguishe from changes by factors not atributable to training. agar bahan pelajaran dapat dikuasai anak. Tiap daya mempunyai fungsi tertentu. maka pendidik menghadapi tiga soal : 1. daya-fantasi. Bila‡ guru mengajar matematika. bahwa "otak" atau mental manusia terdiri atas sejumlah "faculties" atau daya. Kelakuan harus kita pandang dalam arti yang luas yang meliputi pengamatan. Ia mengetahui hingga manakah taraf perkembangan anak. 3. seperti membuat sarang. Bila kita terima belajar sebagai perubahan kelakuan.

Daya-pikir dilatih dengan menghadapkan anak dengan berbagai soal. Demikian pula latihan mental dengan matematika tidak dengan sendirinya meningkatkan kemampuan belajar politik atau bahasa. Mata pelajaran yang dianggap paling ampuh untuk mendisplin daya-pikir ialah matematika. Tujuan pendidikan ialah memperkuat daya-daya itu dan ini dilakukan dengan latihan untuk mendisiplinnya. peningkatan kemampuan berbagai daya mental itu. daya-pikir. Ini berarti bahwa transfer menurut teori ini bersifat mutlak. Daya-ingat misalnya dapat dilatih dengan menghafal nama-nama kota. bukan penguasaan bahan yang dipentingkan.lain-lain. bahkan juga kata atau suku-kata yang tidak mengandung arti. matematika untuk meningkatkan kemampuan anak berpikir. dapat dipindahkan atau ditransfer dalam bidang-bidang lain dalam kehidupan. . dahulu juga bahasa Latin yang cukup pelik. Siswa yang telah terlatih daya-pikirnya melalui matematika akan mudah melanjutkan pelajarannya untuk menjadi ahli hukum. Kesanggupan berpikir yang terlatih dianggap dengan sendirinya dapat dipakai. Di sini yang diutamakan bukan penguasaan bahan. dan orang tua merasa yakin akan nilai fisika. Demikian pula "otak" yang sudah diasah sampai tajam dapat "menyayat" segala masalah. makin sulit makin baik. Seperti pada daya-ingat. Daya yang terlatih dapat digunakan untuk apa saja. juga pada daya-pikir ini tak dihiraukan apa yang dipelajari. Jadi melatih daya-daya mental itu banyak persamaannya dengan melatih otot. apa saja. pendidik. tahun-tahun sejarah. akuntan. insinyur. Penelitian eksperimental membuktikan. Ada pula sejumlah ilmuwan. juga teori berdasarkan "faculty psychology". karena nilai latihnya makin tinggi. ahli manajemen. Teori ini lazim juga disebut teori mental disiplin. kata-kata asing. Walaupun telah dianggap tak berlaku lagi. Itu semua boleh dilupakan. Akan tetapi yang tinggal ialah daya-ingat. Otot terlatih dapat mengerjakan apa saja. nama pahlawan. Teori "mental disipline" ini sekarang tidak dapat diterima oleh kebanyakan ahli psikologi dan pendidik profesional. namun di sekolah teori ini masih dianut. bahwa daya ingatan tidak bertambah meningkat kemampuannya dengan menghafal sajak-sajak. Daya-pikir yang telah terlatih akan dapat digunakan untuk memikirkan apa saja.

perasaan dan kemauan. namun dianggap dalam "otak" yang dianggap alat untuk berbagai kegiatan mental. jiwa. Salah satu fungsi mental ialah berpikir yang dapat dikembangkan dengan bahan pelajaran seperti matematika. makin berkembang "mind" itu. Daya pengenalan terbagi dalam daya persepsi. bahwa manusia terdiri atas dua bagian. akan tetapi kemampuan berpikir itu sebagai akibat latihan itulah yang penting. lebar. Kepercayaan akan dualisme pada manusia. kemauan juga harus diheri latihan keras dengan memberi pekerjaan yang herat.raga. Bahannya dapat dilupakan. perlu "mind"nya dikembangkan dan ini dilakukan dengan latihan. Dianggap makin keras latihannya. Kalau manusia dianggap tidak intrinsik jahat sejak lahir. Daya-kemauan juga dianggap sangat penting. dan berpikir atau penalaran. manusia tidak dapat memperoleh kebahagiaan dalam hidupnya dalam tnasyarakat. karena sulitnya. Makin keras latihan. Kemauan adalah kunci keberhasilan. imajinasi. yang menganggap bahwa "mind" itu terdiri atas sejumlah bagian atau "faculty". mempunyai ukuran panjang. binatang. Kemauan yang baik dapat menaklukkan hawa nafsu jahat dan memberi kekuatan untuk memilih dan melakukan yang baik. Yang paling berharga ialah latihan yang diberikan pelajaran itu. gunung. yang dapat dilatih menjadi kuat dan dapat digunakan untuk berbagai pekerjaan.Teori ini didasarkan atas anggapan. Lokasi "mind" tak dapat ditentukan dengan pasti. Seperti halnya dengan latihan otot. Salah satu pendirian dalam aliran ini ialah faculty psychology. maka perlulah dilatih kemauan anak kearah yang baik. body). Tanpa kemauan yang baik. Untuk mendidik anak. . karena kemampuan ini akan memungkinkan anak memikirkan segala hal lain. rohaniah-jasmaniah. "Mind substance" dianggap sama dengan otot. makin kuat otot itu. sulit dan membosankan. berat. Tujuan latihan ini yang utama bukan untuk menguasai bahan matematika. ingatan. yang masing-masing mempunyai fungsi atau daya tertentu. tanaman. Akan tetapi "mind" tidak mempunyai ukuran namun sesuatu yang nyata ada. Substansi fisik ada persamaannya dengan benda lain seperti batu. Daya-pikir memberi kemampuan untuk memecahkan berbagai masalah untuk mengambil keputusan. yakni bagian rohaniah (dalam istilah psikologi ini "mind") dan bagian jasmaniah (substance. masih banyak dianut. matter. Yang utama ialah daya pengenalan.

Pendirian "mental disipline" ini banyak mendapat kritik dan dibantah kebenarannya secara ilmiah. hukuman. sehingga yang tinggal hanya anak yang pandai. Jadi sekolah itu baik bukan karena keunggulan pengajaran dalam matematika. Peneliti lain membuktikan bahwa dalam peningkatan kemampuan mental tidak ada kelebihan satu mata pelajaran dibanding dengan pelajaran lain. melainkan karena keunggulan siswa yang masih bertahan. misalnya pakaian. Thorndike dan Woodworth melakukan berbagai eksperimen untuk menguji kebenaran teori ini dan memperoleh kesimpulan. orangtua dan guru yang yakin akan kebaikan latihan mental ini dan mempraktikkannya di sekolah maupun dalam lingkungan keluarga.lain. fisika. matematika tidak lebih unggul dalam melatih anak berpikir dibanding dengan sejarah atau ilmu bumi. Pendidikan serupa ini tidak menghiraukan keinginan atau minat anak. bahkan menggunakan camhuk untuk memaksa anak menyelesaikan pekerjaannya. dan lain.Kalau perlu guru tak perlu segan memberi kecaman. Sekolah yang menjalankan teori mental disipline ini cenderung disebut sebagai sekolah yang baik. Dari segi penelitian ilmiah telah dibuktikan bahwa latihan daya-daya mental tidak otomatis dapat ditransferkan dalam bidang - . bahwa teori ini tak dapat dipertahankan secara ilmiah. celaan. Akan tetapi anak yang tidak pintar. Namun masih ada lagi ilmuwan. Melatih kebersihan dalam bidang tertentu. karena mengutamakan pelajaran yang sulit seperti matematika dan fisika. Anak yang pintar sering mengambil matematika di mana ia dapat menunjukkan kepintarannya dan ia akan banyak memperoleh manfaat dari pelajaran itu. kimia. Kini teori mental disipline ini sudah tidak diterima lagi di kalangan kebanyakan ahli psikologi. karena banyak anak yang tak tahan akan keluar atau dikeluarkan dari sekolah. Latihan daya ment l dalam a suatu bidang tidak dengan sendirinya meningkatkan kemampuan dalam bidang lain. misalnya. tidak dengan sendirinya mempengaruhi kebersihan tulisan anak. tidak akan bany ak mendapat keuntungan dari pelajaran itu. juga tidak memperhitungkan tingkat perkembangan anak. Demikian pula dibuktikannya bahwa peningkatan kemampuan mental umum hanya sedikit akibat pelajaran di sekolah. akan tetapi dapat disangsikan kebenarannya.

Robert M. ILMU JIWA ASOSIASI. Mereka yang menghadapi ujian Ebtanas atau UMPTN dan lainlain. F. Itu sebabnya maka aliran ini dapat mengadakan eksperimen untuk membuktikan kebenaran teorinya. Setelah beberapa kali ini dilakukan. B. Ide asosiasi telah terdapat pada John Locke dan Herbart akan tetapi baru kemudian teori ini didukung oleh penelitian ilmiah. tetapi bukan dengan cara mendisiplin daya mental. tapi kebanyakan dari luar. barangkali teori inilah yang paling banyak diterapkan di sekolah. TEORI S-R Dari semua teori belajar lainnya. Watson (1878. Dengan stimulus dimaksud rangsangan dari dalam. Skinner. Tokoh. Bila sekolah dipandang sebagai tempat memperoleh pengetahuan.bidang lain. aliran Connectionisme. Dalam eksperimennya i6 memberi makanan kapada anjing dan pada saat yang sama ia membunyikan lonceng.an yang dihadapi. situasi atau keada. Dengan pembedahan ia dapat mengukur air liur yang dikeluarkan anjing itu sewaktu melihat makanan.1958) bapak aliran Behaviorisme dan Throndike. namun demikian air liur anjing keluar juga. Bahwa air liur keluar bila disodorkan makanan pada anjing . soal. Demikianlah banyak pengetahuan yang dapat dikuasai anak melalui S-R. yang tidak dapat dilihat dan diabaikan. Bila guru mengajarkan hitungan 2 + 3 = (Stimulus) maka diharapkan jawaban 5 (Respons).tokoh lain dalan aliran behaviorisme ini antara lain Albert Bandura. Pavlov (18491936). Hal-hal yang terjadi dalam din i manusia. yang mementingkan behavior atau kelakuan yang dapat diamati. Transfer memang ada. maka metode yang paling ampuh ialah metode S-R yaitu menghubungkan stimulus dan respon. Tokoh yang sangat mempengaruhi aliran ini ialah Ivan P. Dengan mengadakan hubungan antara S-R siswa memberi jawaban yang cepat dan tepat bila menghadapi tes. Teori ini mulai bangkit setelah karya J.B. yang pada dasarnya termasuk behaviorisme. Gagne. berupa pertanyaan. juga yang menghadapi kuis "Cepat Tepat" menggunakan teori S-R ini. lonceng dibunyikan tanpa diberi makanan. Demikian pula "ibu kota Kolumbia" (Stimulus) ialah "Bogota" (Respons). Robert Glasser.

sesuatu yang wajar.mobil berhenti. Hal itu tidak akan terjadi bila lonceng dibunyikan. Akan tetapi dalam kondisi seperti di atas.hari. Ia melakukan penelitian dan percobaan dengan binatang. air liur (R) bunyi lonceng bunyi lonceng (CS) «««««. memberi . air liur (CR) Di sini terjadi suatu proses belajar-mengajar.anak kecil tidur.yang lapar. dan berkat penelitian yang banyak itu yang jauh melebihi jumlah percobaan oleh Pavlov. Mendapat pujian. Tokoh yang banyak pengaruhnya terhadap pengajaran di sekolah ialah Edward L. Dalam proses belajar itu kita lihat pentingnya ulangan. yang menganut aliran connectionisme. Masih ada lagi sejumlah hukum belajar lainnya. Hubungan S-R dipererat bila disertai rasa senang.. Apa yang terjadi dapat kita gambarkan sebagai berikut makanan (S) ««««««««««« air liur keluar (R) lonceng berbunyi (S) «««. ia menemukan sejumlah "hukum belajar". Lampu lalu lintas merah . yaitu hubungan antara dua hal yang dikenal sebagai S-R bond. jam menunjuk pukul delapan . lonceng sekolah berbunyi anak berkumpul. The Law of Exercise or Repetition. atau conditioning. Thorndike. Cara belajar ini banyak terdapat dalam kehidupan sehari. kita pulang dari sekolah ingin segera makan. sifat bunyi lonceng itu berubah menjadi stimulus yang telah dikondisi. yakni membunyikan lonceng bersamaan dengan makanan. 2. antara lain 1. Makin sering S-R dilatih makin lama hubungan itu bertahan. The Law of Effect. dan respon yang diberikan menjadi conditioned response. Anjing dapat diajar mengeluarkan air liur dengan cara mengkondisi. disertai pujian untuk membangkitkan semangat anak belajar. tidak terjadi apa-apa makanan (S) ««. atau conditioned stimulus. jadi latihan memperkmat hubungan S-R. akan tetapi yang tersebut di atas kiranya yang paling berguna bagi prose belajar. merasa sukses.

Apa yang dilakukan Pavlov disebut "classical conditioning ". dan pada salah satu stimulus itu anjing itu mengangkat kaki depannya seakan-akan memberi salam. Alirannnya dikenal sebagai "operant conditioning" yang sangat efektif melatih binatang dan juga bagi anakanak. Apa sebab anjing itu mengangkat kaki tak dapat dipastikan sebelumnya.F.dorongan belajar. Memberikan respons yang tepat merupakan instrumental untuk memperoleh pujian. Makin banyak S-R dimilikinya. Dalam "operant conditioning" organisme. Conditioning oleh Thorndike disebut "instrumental conditioning" karena S-R yang berhasil disertai oleh pujian sebagai upah atau reinforcement. Baginya psikologi adalah ilmu atau science kelakuan yang dapat diamati dan banyak kelakuan yang terlihat. Pengaruhnya sangat besar dalam perkembangan teknologi pendidikan dan di Indonesia PPSI. Tak ada tempat untuk "insight" atau tujuan yang bermakna. Semua kelakuan manusia adalah hasil "operant conditioning" atau "operant reinforcement". Belajar ialah perubahan kelakuan atau kemungkinan kelakuan dan ini tercapai melalui "operant conditioning" "Operant conditioning" adalah proses belajar yang mengusahakan mempertinggi kemungkinan timbulnya kelakuan tertentu. Ia memandang guru sebagai arsitek dan pembangun kelakuan siswa. atau bertepuk tangan atau batuk. Proses belajar rasanya mekanistis yang diatur oleh guru. Akan tetapi sewaktu kita bersiul. Manusia dipandang sebagai kumpulan S-R. . Ialah yang pertama membuat belajar berprograma dan mesin belajar. rasa senang bukan kelakuan yang "observable" dan "measurable". harus melakukan sesuatu. mungkin inilah bentuk conditioning yang paling tua. termasuk manusia. Seorang behavioris lain yang juga sangat berpengaruh ialah B. karena diberi reinforcement. Seorang berbuat sesuatu. Skinner. makin mampu ia menghadapi berbagai situasi dalam hidupnya. prosedur pengembangan sistem instruksional. Misalkan seekor anjing mengangkat kaki depannya dan sesaat kemudian diberi makanan (menjadi reinforcement) maka timbul kemungkinan ia akan melakukannya kelak. Dari pihak penganut behaviorisme lainnya ia mendapat kritik karena rasa puas.

"operant conditioning" membentuk kelakuan seperti pematung membentuk segumpal tanah liat. Manusia. Katanya "operant conditioning shapes behavior as the sculptor shapes a lump of clay". dan tak mungkin dapat diciptakan manusia . Jadi "reinforcement" tidak serentak dengan Respon. akan tetapi sesudahnya. Apa yang dilakukan anjing itu disebut operan karena beroperasi terhadap lingkungan dan menimbulkan konsekuensi tertentu. Mula-mula organisme. menurut pendapatnya adalah mesin. juga dapat disebut "reinforcement conditioning" atau mengkondisi "reinforcement". "Reward" ini "mereinforce" Respon. dalam hal ini anjing. sekalipun sangat kompleks. akan tetapi bila timbul kelakuan yang cocok. Respons itu menjadi alat atau instrumental guna memperoleh Reinforcement itu. akan tetapi di lain pihak manusia ternyata lebih merupakan mesin. yang menyebabkan akan besar kemungkinan timbulnya Respon ini. Dengan "operant conditioning" ini Skinner dapat membentuk kelakuan. tiap langkah dapat dicapai melalui "operant conditioning".kecuali dengan cara biologis. lalu diberi "reinforcement" berupa "upah atau "reward". dalam hal ini mendapat upah. Maka karena itu aliran Skinner ini disebut aliran "operant conditioning" yaitu mengkondisi operant. Demikian pula kelakuan manusia dapat dikendalikan sehingga melakukan apa yang telah dicondition. Melalui langkah-langkah ia dapat melatih binatang sampai tercapai kelakuan yang diinginkan. Skinner sangat berhasil dalam melatih binatang. Tiap bagian. .maka kesempatan itu digunakan untuk memantapkannya dengan memberi "reinforcement". Bila dalam langkah-langkah itu timbul yang tidak sesuai maka diabaikan saja. Tujuan dapat dipecah menjadi bagian-bagian kecil. membuat Respon yang diinginkan. Akhirakhir ini mesin makin merupakan manusia dan dibentuk sesuai dengan manusia. misalnya otak dibandingkan komputer yang berisi modul. maka dimantapkan dengan "reinforcement".

Bila binatang dapat dilatih dengan cara ilmiah apa sebab cara itu tak dapat dimanfaatkan bagi pengajaran di sekolah. Demikianlah lahir teori Gestalt. Wolfgang Kohler dan Kurt Koffka dalam buku " The Mentality of Apes" (1925) dalam eksperimen menguji hipotesis Thorndike tentang "Trial-and-error". Bahan pelajaran dibagi dalam bagian-bagian kecil yang dilatih langkah demi langkah dengan memberikan reinforcement langsung setelah setelah tiap respons. dan teori psikologi lapangan (field psychology)." Kelebihan itu terjadi karena manusia cenderung melihat suatu pola. tidak ada langkah-langkah yang sistematis menuju tujuan. TEORI GESTALT Dasar pokok aliran psikologi ini pertama kalinya dirumuskan Max Wertheimer pada tahun 1912 yang berbunyi. jarak antara kelakuan dan reinforcement terlampau jauh. organisasi. Maka ia menciptakan belajar berprogamma. dan reinforcement terlampau langka. Kritik Skinner tentang pengajaran di sekolah antara lain bahwa pelajaran tidak disukai. bahwa binatang itu memecahkan masalah secara tiba. individu atau binatang akan melakukan perbuatan-perbuatan secara acakan dan akhirnya secara kebetulan akan dapat memecahkannya. ia menerima stimulus dan memberi . pemecahan dalam hubungan unsur-unsur situasi itu. Teori Skinner ini sesuai dengan teknologi pendidikan.Mengenai pelajaran disekolah. ia mendapat "insight". " keseluruhan lebih dari jumlah bagian-bagiannya. menurut Kohler. belajar kompetensi. Konfigurasi yang membentuk kebulatan keseluruhan itu disebut dalam bahasa Jerman Gestalt. Anak dapat melakukannya menurut kecepatan masingmasing. Dalam percobaan dengan simpanse ternyata. integrasi atau konfigurasi dalam apa yang dilihatnya.tiba. Skinner melihat bahwa guru mengajar sangat tidak efisien dan efektif. suatu istilah yang sukar diterjemahkan dan karena itu dipertahankan dalam semua bahasa. Salah satu anggapan psikologi behaviorisma yang paling merusak ialah bahwa dalam belajar. yaitu bahwa dalam memecahkan suatu masalah. dan akuntabilitas pendidikan. juga disebut teori organismik. karena. individu itu pasif.

Belajar bukan sesuatu yang pasif. Untuk itu jumlahnya harus cukup banyak dengan pengalaman yang kaya. karena terjadinya dalam lompatan pikiran dan intuisi. Simpanse memperoleh "insight" dan tentu tak dapat membahasakannya. "Insight" adalah jawaban atau hipotesis sementara. Generalisasi yang diperoleh sering dirumuskan dalam bentuk " Jika maka Bila tercapai generalisasi maka dapat digunakan atau ditransfer dalam situasi lain yang pada prinsipnya menunjukkan persamaan. dalam belajar siswa mempunyai tujuan. Manusia dapat dikondisi menurut kemauan penguasa atau masyarakat. Kunci dalam psikologi Gestalt.respons secara sereotip dan otomatis. dan sering dapat diverbalisasikan. ³Insight" juga belum dapat digeneralisasi. akan tetapi dalam bidang sosial yang tidak bertindak ilmiah. "hunches" petunjuk yang samarsamar tentang adanya pola. akan tetapi hingga batas tertentu. Stimulus dianggap sebab dan respons dianggap sebagai akibat. walaupun dapat membantu. . jadi jauh berbeda dengan psikologi behavioristik yang memandang belajar sebagai mekanistik dan deterministik. Kebenarannya masih perlu diuji. murid sendirilah yang harus menemukannya sendiri menurut pikirannya sendiri. Guru tak dapat memberi " insight". Seorang sarjana dapat bersifat ilmiah dalam bidangnya. pada suatu saat tiba-tiba menjadi terang. dinyatakan dengan kata-kata. Bagaimana timbulnya " insight tak selalu. misalnya fisika. Namun transfer tidak dengan sendirinya akan terjadi. walaupun prinsip itu telah dipahami sepenuhnya. yang mungkin benar atau tidak. Siswa dapat dikendalikan oleh guru dengan bahan yang dipilih pengembang kurikulum. ialah "insight". "Insight" ialah mula-mula adanya perasaan. Belajar ialah mengembangkan insight pada anak dengan melihat hubungan antara unsur-unsur situasi problematis dan dengan demikian melihat makna baru dalam situasi itu. menurut makna yang dilihatnya dalam situasi itu. Manusia seperti mesin yang sangat baik desainnya yang dapat dikendalikan. mengadakan eksplorasi. hubungan antara unsur-unsur suatu masalah. menggunakan imajinasi dan bersifat kreatif. "Insight" belum berarti memahami suatu masalah sepenuhnya. Atau ia tidak mengenal situasi dalam hubungannya dengan prinsip itu. bahkan percaya akan mistik dan superstisi.

Bagi guru. atau tak sanggup menerapkannya. Membantu siswa memperoleh generalisasi dapat dilakukan dengan tiga cara. Belajar ialah modifikasi life-space. makin dapat ia meramalkan kelakuan siswa itu dan dengan demikian makin dapat ia memberi bantuan. Pertama: Guru merumuskannya. Menurut teori lapangan. belajar adalah proses interaksional. Kedua : Guru memberi latar belakang secukupnya. makin dikenalnya life-space siswa. Dengan lapangan psikologis dimaksud situasi psikologis di mana ia berada. Ketiga : Guru memberi latar belakangnya. juga penganut teori keseluruhan. namun ia lebih memperhatikan kepentingannya sendiri. dan segera bila siswa merasakan ia memahaminya. konsep diri dan apa saja yang dapat mengidentifikasi dirinya. dan bagaimana ia menggunakan kognisinya dalam tindakannnya terhadap lingkungan atau "life-space"nya dengan segala faktor yang terdapat didalamnya. Kognitif berasal dari " cognoscere" (Latin) artinya mengenal tentang bagaimana cara orang memahami dirinya dan lingkungannya. . siswa disuruh menemukan generalisasinya.atau ia tak mau. menjelaskannya dan kemudian menyuruh siswa menerapkannya. hal-hal yang ingin dielakkannya. Transfer dapat terjadi bila terbuka kesempatan untuk menerapkannya dalam situasi yang dilihatnya sebagai kesempatan dan ada hasrat untuk menggunakannya. ia disuruh mengaplikasikannya. kita harus mengetahui segala sesuatu tentang dirinya. misalnya ia tahu harus berkorban untuk sesama manusia. prinsip-prinsipnya. adalah pionir psikologi lapangan atau field psychology. bahwa metode kedua lebih efektif dalam transfer. Ternyata. lalu merumuskannya. Kurt Lewin (1890-1947). jalan yang mungkin ditempuhnya dan sebagainya. buah pikirannya. Untuk memahami seseorang. dalam mana individu memperoleh "insight" baru atau modifikasi yang lama. yang meliputi tujuan seseorang. halangan antara dirinya dengan tujuan. Psikologi ini disebut juga psikologi lapangan kognitif.

3. yaitu kemungkinan jawaban dalam bentuk generalisasi yang ditemukan sendiri. Menyelidiki pengetahuan. pengumpulan data. Prinsip-prinsip belajar menurut teori Gestalt. dan menguji hipotesis. Sebuah kalimat lebih berarti daripada jumlah kata-kata atau hurufnya. Mengambil kesimpulan. dan proses deduktif. Masalah timbul bila terdapat perbedaan atau pertentangan antara tujuan-tujuan. Pada dasarnya. yakni menerima hipotesis. Mentes hipotesis dengan menguji implikasi atau konsekuensi hipotesis berdasarkan data atau pengalaman. Langkah-langkah dalam pemecahan masalah menurut Dewey telah cukup terkenal : 1. organismik atau teori lapangan kognitif. Mengubah bagian akan mengubah juga keseluruhannya. antara data. 5. menolaknya. menganalisis. atau menyatakan bahwa berdasarkan data yang ada belum dapat diambil kesimpulan.John Dewey yang juga termasuk penganut teori Gestalt. Belajar itu berdasarkan keseluruhan Keseluruhan lebih dari jumlah-jumlah bagian. 2. yang harus diuji kebenarannya. 4. Bedanya dengan proses ilmiah ialah. Bagian-bagian hanya mengandung arti dalam hubungannya dengan keseluruhan. Mengubah atau menghilangkan suatu kata akan mengubah arti seluruh kalimat itu. 1. Hipotesis itu berkisar antara dugaan berdasarkan informasi minimal sampai prinsip atau hukum dengan verifikasi yang tinggi tarafaya. semua generalisasi merupakan hipotesis yang senantiasa perlu diuji kebenarannya. Kata-kata dalam kalimat dapat dipahami dalam hubungannya dalam kalimat itu. implikasi hipotesis dengan mengumpulkan data atau memodifikasinya. Mengenal dan merumuskan masalah. bahwa dalam pemikiran reflektif tidak digunakan laboratorium sehingga dapat digunakan dalam pemecahan segala macam masalah termasuk masalah sosial. Dalam cara berpikir ini digabungkan proses induktif. Kalimat itu sendiri baru diketahui artinya dalam hubungannya dengan . Merumuskan hipotesis itu. mencari. dan sebagainya. memandang berpikir sebagai proses reflektif yang pada dasarnya tak berbeda dengan berpikir ilmiah.

Itu sebabnya maka orang berusaha untuk mengadakan hubungan antara berbagai mata pelajaran yang disebut korelasi antara mata pelajaran.keseluruhan karangan atau cerita. Yang diberikan ialah masalah atau pokok yang luas yang harus dpecahkan oleh anak-anak. Anak yang belajar merapakan keseluruhan Sekolah yang tradisional bertujuan : menyampaikan kultur atau kebudayaan kepada murid-murid dengan jalan menumpukan sejumlah pengetahuan ke dalam ingatan anak dengan harapan. Demikian pula pendidik-pendidik modern berpendapat bahwa mata pelajaran-mata pelajaran yang lepas-lepas kurang manfaatnya sebab tidak berdasarkan atas keseluruhan ini. Bagian-bagian hanya berarti dalam hubungannya dengan keseluruhan. malahan dapat juga meniadakan segala batas-batas antara mata pelajaran. baik mengenai isinya maupun mengenai organisasinya. akan tetapi apa saja yang dipelajari. suatu keseluruhan yang menghadapi situasi-situasi bukan hanya secara intelektual. tidak merupakan fakta-fakta terlepas. bahwa ia akan menggunakannya kelak bila ia telah dewasa Pengajaran serupa ini sering disebut intelektualistis. Menghapal peristiwa-peristiwa atau tahun-tahun dalam sejarah atau nama-nama dan hasil bumi dalam mata pelajaran IPS tak berapa faedahnya.mata pelajaran dengan meng-integrasi-kannya. Fakta-fakta yang lepas tidak mengandung arti dan karena itu mudah dilupakan. kesenian dan sebagainya. bila kita tidak memahami hubungannya dengan keseluruhan yang lebih luas. 2. dan jasmaniah.oleh setiap pemain satu per satu. Pengajaran serupa ini lazim disebut pengajaran "unit" atau pengajaran proyek. sebab dititik-beratkan pada pendidikan intelek atau dalam kebanyakan hal sebenarnya pada pendidikan ingatan saja. ilmu hayat. Bila Icita . Musik yang dimainkan oleh suatu orkes berbeda sekali dengan jumlah lagu-lagu yang dimainkan . melainkan senantiasa sebagai bagian dalam hubungan yang lebih luas. ia seorang pribadi. Dalam menyelesaikannya mungkin sekali anak-anak mempelajari hal-hal berkenaan dengan sejarah. Prinsip keseluruhan ini ternyata mempunyai pengaruh yang besar sekali terhadap kurikulum. melainkan juga secara emosional. sosial. Tetapi anak itu tidak hanya mempunyai intelek saja.

mengajarkan IPS misalnya, kita dapat berusaha, sehingga anak itu mengerti akan bahan pelajaran itu. Akan tetapi di samping.itu murid itu mungkin juga belajar benci akan gurunya atail kepada pelajaran itu atau kepada segala sesuatu yang berbau pelajaran sekolah. Mengenai pendidikan intelektual mungkin kita mencapai hasil yang baik, akan tetapi dalam pendidikan emosinya kita gagal. Sebab itu, dalam pengajaran modern, orang bukan hanya mengajarkan berbagai mata pelajaran, akan tetapi mengutamakan tujuan mendidik si anak, membentuk seluruh pribadinya anak seutuhnya. Dalam pada itu, anak itu tidak hanya dipandang sebagai murid sekolah saja; pribadi anak tidak dapat dilepaskan dari kehidupannya di luar sekolah, di rumah, dan di lingkungan sekitarnya. Suasana sekolah sedapat-dapatnya diselaraskan dengan suasana rumah. Sekolah hendaknya dijadikan bukan hanya tempat anak mempelajari berbagai-bagai ilmu, akan tetapi juga tempat mereka hidup dan belajar hidup. Kurikulum di sekolah disesuaikan dengan apa yang diperlukan anak bagi kehidupannya sehari-hari. Dengan demikian dicegah adanya jurang yang sering terdapat antara sekolah dengan kehidupan di luar sekolah untuk mencapai integrasi pribadi murid. 3. Belajar berkat "insight" Teori asosiasi mementingkan ulangan dan pembiasaan dalam proses belajar. Belajar serupa ini bersifat mekanis. Teori organisme. memandang "insight", pemahaman atau tilikan sebagai syarat mutlak dalam hal belajar. Dengan "insight" dimaksud suatu saat dalam proses belajar, sewaktu seseorang melihat atau mendapat pengertian tentang seluk-beluk sesuatu, atau melihat hubungan tertentu antara unsur-unsur dalam suatu situasi yang mengandung suatu problema atau kepelikan. Dalam percobaan oleh Kohler dengan simpansi, binatang itu berhasil menyambungkan dua kerat bambu untuk meraih pisang yang diletakkan di luar kandangnya. Pada saat kera itu melihat hubungan antara unsur-unsur dalam situasi yang problematis itu, (yakni antara unsur-unsur bambu, dirinya, jeruji, pisang) ia memperoleh "insight" atau suatu "Aha Erlebnis".

Hal yang demikian terjadi juga pada manusia yang menghadapi situasi yang mengandung kesulitan dan sering secara tiba-tiba memahami seluk-beluk situasi itu, setelah ia mendapat "insight". Pemahaman tidak diperoleh semata-mata dengan jalan mengulangulangi dan latihan-latihan seperti pada teori asosiasi. Apa sebenarnya "insight" ini belum dapat dijelaskan sepenuhnya. Bagi pembinaan kurikulum, prinsip "insight" ini berarti bahwa anak-anak harus dihadapkan kepada masalah-masalah, dalam bentuk proyek atau unit yang mengandung problema-problema yang harus dipecahkan. 4. Belajar berdasarkan pengalaman Belajar memberi hasil yang sebaiknya-baiknya bila didasarkan pada pengalaman. Pengalaman ialah suatu interaksi, yakni aksi dan reaksi, antara individu dengan lingkungan. Individu menjalani pengaruh lingkungan, jadi ada aksi dari lingkungan terhadap individu, akan tetapi sebaliknya individu juga bereaksi terhadap pengaruh lingkungan itu. la berbuat sesuatu, yakni mempertimbangkan, mengolah, memikirkan pengaruh lingkungan itu. Bila seorang anak kena api, maka hal itu suatu kejadian atau peristiwa dan belum merupakan suatu pengalaman. Kejadian itu akan menjadi pengalaman, apabila anak itu mengolahnya, menghubungkannya dengan pengalaman yang sudah,

mentafsirkannya, dan mengambil kesimpulan, bahwa api itu sesuatu yang berbahaya yang dapat menimbulkan rasa sakit, sehingga ia dapat menentukan sikapnya dan dapat menjaga diri terhadap api kelak. Berkat pengalaman itu ia belajar, kelakuannya berubah, artinyä bahwa ia bertindak lebih efektif dan serasi dalam menghadapi situasi-situasi hidupnya. Anak itu mula-mula akan memandang api sebagai sesuatu yang berbahaya, akan tetapi berdasarkan pengalaman-pengalaman lain ternyata bahwa api itu tidak selalu berbahaya, akan tetapi banyak sekali manfaatnya dan memberi kesenangan kepada manusia. Pengalaman pertama rupanya tidak benar seluruhnya dan .karena itu harus dirombak, direorganisasi atau disusun kembali. Belajar ialah reorganisasi pengalaman-pengalaman yang lampau yang ternyata tidak Iengkap, tidak sempurna. Oleh sebab tidak ada pengetahuan dan pengalaman kita yang

sempurna, kita harus senantiasa mereorganisasi pengalaman kita selama kita hidup. Pendapat lama dan teori-teori yang lampau sering harus disempurnakan atau diganti dengan yang baru ternyata lebih balk daripada yang sudah-sudah. Manusia senantiasa membuat penemuan baru dan mereorganisasi pengetahuan yang lama dan dengan demikian memperluas kebudayaan dunia. Manusia terus belajar dan tak akan kunjung selesai meningkatkan pengetahuannya. Belajar itu baru timbul bila seseorang menemui suatu situasi baru, suatu soal, kesulitan atau problema. Dalam menghadapinya ia akan menggunakan segala pengalamannya yang sudah-sudah. Jika dengan pengalaman-pengalaman itu ia sanggup mengatasinya, tidak akan timbul proses belajar. Ia sekedar menggunakan pengalaman yang lampau itu. Tetapi bila ternyata bahwa penga lamannya yang ada tidak cukup untuk mengatasinya, ia akar, mengalami semacam frustrasi. keseimbangannya terganggu, lalu ia mencoba mencari jalan untuk memecahkan soal itu. Di antara percobaaan itu ada yang tak berhasil, itu dikesampingkannya. Percobaan itu dilanjutkannya jadi proses belajar berlangsung tertr sarapai kesulitan itu diatasinya. Di sini pun kita lihat, seperti dianjurkan oleh penganut-penganut prinsipprinsip belajar yang telah tersebut di atas betapa perlunya diusahakan, agar kurikulum itu berupa problema-problema yang dihadapkan kepada anak-anak untuk dipecahkannya agar ia belajar. 5. Belajar ialah suatu proses perkembangan Manusia ialah suatu organisme yang tumbuh dan berkembang menurut caracara tertentu. Kita tak dapat mengajarkan segala sesuatu yang kita kehendaki. Anak-anak baru dapat mempelajarinya dan mencernakannya, bila ia telah matang untuk bahan pelajaran itu. Kita ketahui, bahwa kepada anak-anak kelas satu SD belum dapat diberikan teori-teori tentang listrik atau tata negara, karena mereka belum matang untuk itu. Kesiapan anak untuk mempelajari sesuatu tidak hanya ditentukan oleh kematangan atau taraf pertumbuhan batiniah, tetapi juga dipengaruhi oleh

lingkungan, yakni oleh pengalaman-pengalaman yang telah diperoleh anak itu. Misalnya kesiapan untuk membaca akan lebih cepat terdapat pada anak-anak yang telah berkenalan dengan buku-buku bergambar di rumah atau yang sering dibacakan cerita-cerita dari buku oleh ibu bapaknya, sebelum ia menginjak sekolah, daripada anak-anak yang tidak pernah memperoleh pengalamanpengalaman dengan buku. Jadi tak perlu kita hanya menunggu-nunggu saja. Kita dapat menciptakan situasi- situasi dan lingkungan bagi anak yang dapat mempercepat atau membangkitkan kesiapannya untuk mempelajari sesuatu. Dalam hal ini tak semua anak sama. Anak-anak berbeda pengalaman dan kematangannya, sekalipun umurnya sama. Perbedaan individual ialah suatu prinsip yang harus dipikirkan dalam pembinaan kurikulum. Memaksakan semua anak mempelajari bahan yang sama tidak dapat dipertahankan. Karena itu kurikulum harus disusun sedemikian, sehingga sedapat mungkin dapat disesuaikan dengan perbedaan individual, baik mengenai kuantitas maupun kualitasnya. Anak yang pandai harus diberi kemungkinan menyelesaikan lebih banyak pelajaran daripada anak yang kurang pandai dan anak -anak harus dapat mengembangkan bakatnya dalam berbagai lapangan. 6. Belajar ialah proses yang kontinu Anak-anak tidak hanya belajar di sekolah, akan tetapi juga di luar sekolah. Mereka memperoleh juga pengalaman-pengalaman berkat radio, surat kabar, majalah, pergaulan di rumah, perkumpulan pemuda, kepanduan, bioskop, permainan, dan sebagainya. Malahan kerapkali hal-hal yang dipelajari dengan tak sengaja di luar sekolah dan sebelum bersekolah lebih mendalam lagi, oleh sebab tujuan- tujuan yang mereka kejar di situ lebih menarik, lebih memuaskan, lebih menyenangkan dan sesuai dengan kebutuhannya daripada tujuan-tujuan yang ditentukan dan sering dipaksakan oleh sekolah. Lagi pula di luar mereka banyak memperoleh pengalaman- pengalaman langsung atau first-hand experiences. Mereka tidak bicara tentang padi, ikan, layang-layang dan sebagainya, akan tetapi mereka turut memotong padi, mereka menangkap ikan di sungai, mereka membuat dan bermain layang- layang dan sebagainya. Di sekolah mereka kebanyakan membaca dan mendengarkan saja. Kurikulum yang modern

menyesuaikan pelajaran sekolah dengan kehidupan, permainan, kesukaan, dan minat anak di luar sekolah. Apa yang dahulu dianggap sebagai aktivitas extrakurikuler, yakni aktivitas anak di luar pelajaran seperti perkumpulan sekolah, hobby anak-anak, kepanduan dan lain-lain, dimasukkan oleh sekolah ke dalam kurikulum, jadi menjadi tanggung jawab sekolah. Kontinuitas juga diusahakan dengan meniadakan tinggal kelas. Anak yang tinggal kelas tidak kontinu pelajarannya oleh sebab ia harus mengulangi bahan yang sama selama satu tahun. Kurikulum hendaknya disusun sedemikian, sehingga tiap anak terus maju sesuai dengan kecepatannya masing-masing. Kontinuitas harus pula ada dalam pelajaran sekolah rendah, menengah, dan tinggi. Seperti anak main dari kelas yang satu ke kelas berikutnya, demikian pula anak itu harus pula maju dari sekolah rendah ke sekolah menengah dan seterusnya. Pertanyaan timbul, apakah Sekolah Dasar harus terpisah benar-benar dari SMP dan sekolah ini harus terpisah pula dari SMA ? Apakah tidak dapat disatukan sekolah-sekolah itu seluruhnya menjadi sekolah dari kelas 1 sarnpai kelas 12 ? Kontinuitas akan terganggu pula apabila pelajaran di sekolah berlainan atau bertentangan dengan norma-norma yang diajarkan di rumah. Maka timbullah konflik dalam diri si murid. Ia harus berpegang pada dua macam norma. Apa yang dipelajarinya di sekolah tidak dapat dilangsungkan dan dipraktikkan di rumah. ltu sebabnya sekolah harus mengenal keadaan, kebiasaan, adat-istiadat di rumah anak. Sekolah harus bekerja sama dengan rumah dan badan-badan lain dalam masyarakat sehingga sêmuanya turut serta membantu perkembangan anak yang harmonis. Sekolah modern mengajak orang tua agar turut serta dalam menentukan kurikulum. Dari orang tua sungguh dapat diterima saran-saran yang baik sekali untuk dipertimbangkan oleh staf guru-guru agar dimasukkan ke dalam kurikulum. Sering pula orang tua diminta bantuannya untuk turut melaksanakan kurikulum. 7. Belajar lebih berhasil bila dihuhungkan dengan minat keinginan dan tujuan anak.

lalu anak-anak belajar betul-betul untuk mengetahui seluk-beluk penyakit itu agar dapat menjaga diri terhadap penyakit itu. Seorang murid yang berbakat dan ingin menjadi penyanyi akan giat mempelajari teori musik. Akan tetapi dalam hubungannya dengan cita-cita anak itu. ia yakin akan ada faedahnya bagi kehidupannya dan karena itu ia giat belajar. Di sini anak-anak turut serta menentukan kurikulum. Pelajaran diberikan dalam bentuk unit atau proyek yang berkenaan dengan masalah-masalah yang dihadapi oleh anak-anak. Kita dapat mengajarkan kepada anak-anak hal-hal tentang bermacammacam penyakit yang kemudian ditanyakan pada ulangan. Anak seperti ini didorong oleh motivasi yang ekstrinsik sebab ia mengejar tujuan. Ia memahami tujuan pelajaran itu. Kurikulum di sekolah yang tradisional sepenuhnya ditetapkan oleh pihak atasan. Motivasi yang intrinsik ini tentu lebih baik hasilnya. takut tinggal kelas. kerap kali tanpa melihat faedah yang langsung bertalian dengan tujuan dan minatnya. Murid-murid tidak diajak berunding dan mereka harus menerimanya. anak -anak dipaksa . oleh sebab sesuai dengan tujuannya. sekalipun teori musik itu sendiri kurang menarik.Hal ini tercapai apabila pelajaran itu langsung berhubungan dengan apa yang diperlukan murid-murid dalam kehidupannya sehari-hari atau apabila mereka tahu dan menerima tujuannya. Lain halnya kalau di suatu daerah berjangkit penyakit. Atau barangkali ia belajar karena takut kepada guru. sebab ia ingin mencapai tujuan yang terkandung dalam pelajaran itu sendiri. Dikatakan bahwa anak itu didorong oleh motivasi yang intrinsik. Di sini kebanyakan digunakan motivasi ekstrinsik. Di sekolah yang menginsafi hal ini. atau ingin menyenangkan hati orang tuanya. yang sebenarnya letak di luar pelajaran itu. Tujuan anak ialah mencapai angka yang baik. usaha itu mengandung arti baginya. Proyek itu dibicarakan dan dirundingkan bersama oleh guru dan murid-murid agar mereka lebih jelas memahami tujuan dan faedahnya. kurikulum sedapat mungkin disesuaikan dengan minat kebutuhan dan tujuan-tujuan yang hendak dicapai oleh anak-anak.

konseptualisme Bruner. Pengaruh Herbart dalam abad dua puluh sangat besar.belajar dengan macam-macam hukuman dan pujian dengan angka-angka dan ujian-ujian. murid-murid orang tua serta badan-badan lain dalam masyarakat. atau berpusat pada keinginan anak melulu dan mengalami kesulitan-kesulitan. Buah pikirannya mendominasi pendidikan guru dan pendidikan umumnya di Amerika Serikat dan bagian lain dunia ini dan hingga sekarang idenya masih banyak digunakan. Herbart terkenal karena konsep appersepsi yang dikemukakannya. namun dalam praktik apa yang dikemukakannya masih berlaku. TEORI APERSEPSI HERBART J. Setiap ada masuk persepsi baru . Secara teoretis namanya telah lenyap dari dunia psikologi dewasa ini. Kalau di atas dikatakan. belajar sosial Bandura. Anak-anak tidak mengenal tujuan pendidikan dan karena itu tidak mungk in mengetahui apakah yang juga perlu bagi mereka. Membina kurikulum yang baik ialah suatu hasil usaha bersama antara pihak atasan dengan guru -guru. Apersepsi ialah proses asosiasi antara ide atau Vorstellung yang baru dengan yang lama yang tersimpan dalam bawah sadar individu. bahwa anak-anak diajak turut berunding. Ada halhal yang mungk in kurang disukai oleh anak-anak namun hams mereka pelajari karena tuntutan masyarakat. Akan tetapi ini tidak berarti pula bahwa keinginan dan kebutuhan anak harus diabaikan begitu saja. Cara ini memang pernah diadakan pada sekolah progresif yang child -centered. ini sekali-kali tidak berarti bahwa seluruh kurikulum semata-mata ditentukan oleh keinginan anak saja. bahwa kurikulum disesuaikan dengan minat dan tujuan anak. dapat dipandang sebagai tokoh pertama psikologi belajar modern yang menyimpang dari teori ilmu jiwa daya. dan konsis belajar Gagne. walaupun tidak di bawah namanya. Memperturut keinginan anak saja tidak menjamin usaha yang efektif ke arah tujuan pendidikan. Di sini akan kami berikan lagi beberapa teori belajar yang terkenal. yang turut mempengaruhi kurikulum dan proses belajar mengajar. antara lain apersepsi Herbart. Herbart (1776-1841) pengganti filsuf Jerman terkenal Immanuel Kant tahun 1841.F.

pengalaman dari luar. Akan tetapi manusia itu sendiri pasif. Penggabungan ide-ide dapat dibandingkan dengan proses kimiawi atau "mental chemistry". Apa saja yang diketahui manusia datangnya dari luar diri orang itu. atau perjalanan yang pernah diIakukan ke luar negeri. dinamis. Herbart sebaliknya. Sebelumnya. oleh setiap persepsi cenderung akan bergabung dengan bahan yang telah ada. Masalah asosiasi telah dikemukakan Aristoteles pada abad ke-4 SM. mempunyai kekuatan untuk bergabung. Menurut Locke ide-ide itu pasif. entah yang mana bergantung pada kekuatan ide yang disimpan atau bahan persepsi yang tersedia. Tanpa pengalaman yang ada. Persepsi atau pengamatan diperoleh dari lingkungan melalui alat-dria. akan tetapi "murid" dan "ramalan cuaca" mungkin tidak. . maka mungkin akan timbul ide burung. atau kemajuan teknologi. John Locke (1632-1704) telah mengemukakan teori "tabula rasa" yang mengatakan bahwa "otak" (mind) manusia semulanya waktu lahir. mengisi mind itu. Ide yang lama berlomba kekuatan untuk memasuki alam sadar untuk menyambut ide baru. dan hanya merupakan wadah tempat asosiasi itu berlangsung. Dalam "otak" itu terjadi hubungan atau asosiasi antara ide-ide. Ide mempunyai kekuatan bergabung atau menolak bergabung. Bagi Herbart semua persepsi pada hakikatnya apersepsi. Akan tetapi perangsang. yang mempunyai persamaan anti (similaritas) dan yang berlawanan (kontras). masih kosong seperti papan tulis bersih. jadi berlomba untuk bergabung dengan ide baru yang masuk. yang datang berurutan (suksesi).maka ia disambut oleh yang lama. misalnya "murid" dan "guru" akan saling menarik. akan tetapi tak mempunyai kesempatan bergabung lambat laun akan lenyap dengan sendirinya. Jadi "mind" itu adalah isinya. Sebaliknya ide yang telah tersimpan. suatu pengamatan atau ide tak ada artinya dan tak akan diperdulikan. ada afinitas menarik atau menolak. yang menjadi lebih kompleks melalui asosiasi selanjutnya. Bila seorang melihat kapal terbang misalnya. Melalui asosiasi diperoleh ide yang sederhana. Dikatakannya bahwa asosiasi cenderung terjadi antara hal-hal yang tampil bersamaan (kontiguitas). berpendapat bahwa ide-ide itu aktif.

sekarang diberi nama "entry behavior". Dengan abstraksi dimaksud melihat unsur-unsur persamaan. Guru mengingatkan siswa tentang pengalaman atau pelajaran yang lampau agar ide-ide yang relevan timbul dalam kesadaran siswa. . Guru dapat dipandang sebagai "arsitek" dan pembangunan "mind" dan demikian pula watak siswa. maka terjadi asosiasi antara yang baru dengan yang lama. Jika guru melakukan kedua langkah di atas dengan baik. Ia mengemukakan pentingnya minat siswa dalam proses belajar. Tugas guru ialah memberikan buah pikiran yang baik agar anak berbuat yang baik. Apa yang disebut apersepsi. bahwa ide yang baik akan menghasilkan kemauan yang baik dan perbuatan yang baik. Seni mengajar ialah menyajikan buah pikiran yang dapat digunakan siswa sepanjang hidupnya. didukung oleh bahan apersepsi yang banyak. Guru menyajikan fakta baru.Herbart percaya. Jadi kemauan bergantung pada pikiran. mungkin melalui demontrasi tentang pokok yang dibicarakan. antara lain :   Ia telah mengecam teori ilmu-jiwa daya. Penyajian. 2. pelajaran harus dibuat menarik dan ini tercapai dengan metode mengajar yang baik. Metode mengajar yang dikemukakan oleh Herbart dan kawan -kawan yaitu kelima langkah itu. Minat sangat dipentingkan. Walaupun teori Herbart ini menunjukkan kelemahan karena terlampau menonjolkan peranan guru. Ia juga membuka jalan untuk mengadakan penelitian dan eksperimen ilmiah mengenai proses belajar-mengajar. Berbandingan dan abstraksi. yakni : 1. menurut Herbart ialah mendidik anak menjadi manusia yang bermoral baik. Tujuan pendidikan. 3. Ia menekankan pendekatan psikologis dalam belajar-mengajar dan mengemukakan metode mengajar yang dapat dipertanggungjawabkan. siswa akan melihat kesamaan ide yang baru dengan yang telah diketahui. Persiapan. banyak pula sumbangannya kepada pendidikan. sudah cukup terkenal.    Pendidikan guru menjadi usaha yang penting.

Pada langkah ini siswa mencoba memberi nama kepada kedua pasangan fakta atau ide sebagai suatu prinsip. Jika pendidikan kita masih berpusat pada guru. sewaktu Amerika Serikat mencari kurikulum baru untuk mengejar ketinggalan dalam pendidikan dibanding dengan Uni Sovyet. Prinsip yang baru ditemukan itu diterapkan untuk menjelaskan fakta lain untuk memecahkan soal lain. perolehan pengetahuan adalah proses aktif. Guru dapat meminta siswa untuk menjelaskan gejala. Walaupun metode ini telah kolot. atau dengan istilah sekarang. anak itu partisipan aktif. menginterpolasi. Generalisasi. Dengan intrapolasi dimaksud mengubah pandangan dengan mengaplikasi . maka metode Herbart masih dapat membantu guru. Dalam proses belajar. Ada dua prinsip penting yang dikemukakan dalam tulisannya. belum banyak guru yang menerapkannya sepenuhnya. mengekstrapolasi. mengadakan pre-test. fakta. ia memilih dan mentransformasi informasi. Tiap orang membentuk suatu model berstruktur tentang dunia. Tak banyak pula guru yang memberi kesempatan kepada siswa untuk merumuskan generalisasi dalam bentuk suatu prinsip dan seterusnya menyuruh siswa untuk menerapkannya dalam situasi lain. Model itu memungkinkannya meramalkan. setelah Sputnik. Aplikasi. PSIKOLOGI KOGNITIF JEROME BRUNER Jerome Bruner (1915) menjadi sangat terkenal dalam dunia pendidikan. 2. Sering guru hanya menjelaskan sesuatu. Bruner mengumpulkan ilmuwan yang paling terkemuka yang bersama dengan ahli pendidikan menyusun buku pelajaran baru dengan proses belajar-mengajar yang baru pula. kadang-kadang ada yang membangkitkan pengetahuan yang relevan yang telah dimiliki siswa. Ia melihat untuk dunia dengan caranya sendiri. atau masalah lain. yakni 1.4. individu secara aktif merekonstruksi pengalamannya dengan menghubungkan pengetahuan baru dengan "internal modal" atau struktur kognitif yang telah dimilikinya. 5.

melainkan aktif.pengetahuan baru. 2. Perkembangan menurut Bruner melalui tiga fase. Ekstrapolasi ialah mengangkat informasi pada taraf yang melebihi taraf sekadar informasi. model itu semula diadopsi. akan tetapi jauh melebihinya. Menurut Bruner. mentransformasinya. dan symbolic". yaitu memanipulasinya dengan intrapolasi dan ekstrapolasi. dan ia mengenal dunia berdasarkan model itu. Untuk ini diperlukan pertimbangan dan penilaian. Kemudian pada fase "iconic". dan mengecek keserasiannya dengan tugas. ia menjelaskan keseimbangan pada gambar atau bagan. kita melihat dunia ini bukan seperti melihatnya pada cermin. yakni fase "enactive. iconic. . dan akhirnya ia m enggunakan bahasa untuk menjelaskan prinsip keseimbangan. yakni . melihat persamaan dan membentuk konsep atau kategori. Anak menjelaskan sesuatu melalui perbuatan (ia bergeser ke depan atau ke belakang di papan mainan untuk menyesuaikan beratnya dengan berat temannya bermain). kemudian mengadopsi. menyesuaikannya bagi keperluan dirinya. ini fase "enactive". juga tidak reaktif. Ini fase "symbolic". Persepsi pada hakikatnya proses konstruktif. manusia mengkonstruksi model pada dirinya tentang dunia realitas. sehingga dapat digunakan untuk berbagai tujuan. yang bersamaan atau yang bertentangan dengan yang ada. mengkategorisasi informasi atau mengangkat informasi pada taraf kategori. agar sesuai dengan tugas yang dihadapi. diterima dari kebudayaannya. Pendekatan Bruner disebutnya "konseptualisme instrumental" berdasarkan dua segi proses kognitif. Adanya model itu timbul karena adanya kemampuan manusia untuk mendiskriminasi. Karena itu manusia tidak pasif. 1. Model itu bukan sekadar kumpulan informasi. Belajar ialah memperoleh informasi. akan tetapi sebagai konstruk atau model dengan mengorganisasi informasi dalam bentuk yang lebih umum.

mengusahakan agar siswa memahami struktur pelajaran. 5. atau masalah pokok tidak dapat dipahami segera. Bahan serupa itu dapat diajarkan di SD. 3. Urutan penyajian bahan dapat dilakukan dari yang sederhana sampai yang lebih abstrak. cara ilmu itu memecahkan masalah. namun kita dapat mengajarkan prinsip-prinsipnya yang pokok. Menggunakan kemampuan mentalnya secara ekonomis dengan mencari relevansi dan memahami struktur bahan yang dipelajarinya. bahkan ada yang tidak kunjung dipahami sepenuhnya. Menstruktur pengetahuan. Memupuk kejujuran intelektual. kemudian iconic.Menurut Bruner. dalam bentuk yang benar dan jujur. Mengembangkan rasa kepercayaan pada siswa akan kemampuannya memecahkan masalah dengan menggunakan kemampuan mentalnya. Kita tak dapat mengajarkan segala sesuatu. yang disebut strukturnya. Memberi pengalaman agar siswa belajar bagaimana cara belajar. 2. bagaimana cara memecahkan masalah. prinsip. Walaupun isinya berguna. SMP. Tiap pengetahuan dapat disajikan dalam bentuk yang sederhana yang dapat dipahami anak pada tingkat usianya. Kurikulum yang membicarakan . statistik. Dalam mempelajari ilmu pengetahuan ialah mempelajari disiplin ilmu. Menerjemahkan teori menjadi struktur yang dapat dipahami anak melalui dialog antara guru dan anak. 4. SMA. Kepada anak dapat diajarkan tentang komputer. dan akhirnya symbolic. misalnya dengan taraf enactive. bahkan selanjutnya di Perguruan Tinggi. namun yang lebih penting ialah mempelajari cara berpikir dalam disiplin ilmu itu. Bagaimanakah pendidikan melakukan tugas itu ? 1. Suatu konsep. sekolah didirikan masyarakat sebagai alat untuk meningkatkan kemampuan intelektual anak. 2. Mengenai proses belajar-mengajar Bruner memberikan beberapa petunjuk : 1. 3. Membimbing siswa agar ia sendiri dapat mempelajari berbagai macam bahan pelajaran atau memecahkan masalah yang dirumuskannya sendiri. akan tetapi berangsurangsur makin dipahami. Memahami berarti dapat menghubungkannya dengan berbagai hal lain.

menaruh minat.pokok yang sama pada tingkatan yang senantiasa bertambah tinggi. dan lain-lain dan mengutamakan motivasi intrinsik. Kegagalan dapat menjadi motivasi intrinsik bila menjadi cambuk untuk mengeluarkan usaha yang lebih banyak. merasa turut terlibat. angka baik. Pemecahan masalah dilakukan dengan merumuskan hipotesis yang dicek kebenarannya berdasarkan data yang relevan. Pengaruhnya sangat besar bagi pengembangan kurikulum dengan memberikan sejumlah mata pelajaran jauh lebih awal daripada sediakala. Akan tetapi kegagalan yang disertai hukuman akan merusak. PRINSIP-PRINSIP UMUM Walaupun belum ada satu teori belajar yang berlaku bagi semua jenis belajar. 5. menurut Hilgard. Diharapkan siswa dididik agar dapat menemukan jawaban atas masalah dengan usaha sendiri. Hadiah yang paling berharga terdapat dalam keberhasilan melakukan tugas. Bruner tidak merasa terikat oleh perkembangan menurut fase perkembangan seperti dikemukakan oleh Piaget. Apa yang ditemukan sendiri lebih mantap dan mempunyai nilai transfer tinggi. Motivasi belajar. Keuntungan kurikulum spiral ialah bahwa bahan dapat diajarkan lebih awal dan dengan demikian mempercepat kesiapan atau "readiness" tanpa menunggunya secara pasif. Bruner menganjurkan untuk mengurangi motivasi ekstrinsik. telah ada sejumlah prinsip yang umum dapat diakui kebenarannya. sanggup memecahkan masalah yang sulit. hadiah. yaitu proses berpikir yang tidak dapat diverbalisasi. Motivasi intrinsik ialah bila siswa menguasai pelajaran. 4. . sering berupa pujian. disebut kurikulum spiral. dapat dibicarakan pada berbagai tingkat pendidikan. Keberhasilan tak perlu lagi diberi hadiah atau pujian. Keberhasilan dan kegagalan bertalian dengan tugas dapat menjadi motivasi intrinsik. ada kemungkinan siswa belajar untuk memperolehnya. Pemecahan masalah dapat juga tercapai dengan menggunakan intuisi. Pancasila misalnya. merasa diri kompeten. Itu sebabnya.

Keterangan tentang hasil yang baik atau kesalahan yang dibuat. Apa yang dapat dipahami oleh anak pandai. Ada perbedaan individual mengenai kesanggupan belajar. Bahan pelajaran dapat uniform bagi anak.dan mengurangi efektivitas belajar. 7. 5. Ulangan sebaiknya dilakukan secara berkala agar lebih lama dapat diingat. Tujuan ini sangat sempit. jangan terlampau tinggi atau rendah agar menimbulkan kegiatan belajar yang tinggi. belum dapat dipahami oleh anak yang kurang pandai.1. Hubungan tidak baik dengan guru dapat menghalangi prestasi belajar yang tinggi. Motivasi mempertinggi hasil belajar. celaan. membantu murid belajar. dan sukses lebih menggiatkan orang belajar daripada hukuman. Kegagalan dalam belajar sebaiknya diatasi dengan adanya keberhasilan pada masa yang lampau. 11. pujian. dan kegagalan. yakni melatih daya mental terutama daya pikir. PENGARUH TEORI BELAJAR TERHADAP KURIKULUM Teori ilmu jiwa daya bertujuan mencapai mental disiplin. Pada umumnya hadiah. misalnya memainkan lagu pada piano. 9. 12. Tujuan hendaknya realistis. 3. diperlukan latihan yang banyak sehingga tercapai "overlearning". 8. 6. Motivasi yang berlebih-lebihan dapat menimbulkan gangguan emosional. Bahan dan tugas yang bermakna bagi murid lebih diterima dan dipelajari murid daripada bahan dan tugas yang tak dipahami maksudnya. Untuk menguasai sesuatu sepenuhnya. 10. Hasil belajar yang sebaik-baiknya dicapai bila murid turut akttf mengolah dan mencernakan bahan pelajaran dan tidak sekedar mendengarkan saja. Motivasi intrinsik memberi hasil yang lebih baik daripada tnotivasi ekstrinsik. 13. akan lebih terjamin bila murid itu sendiri menemukan hubungan antara kedua hal itu dan selama belajar mendapat kesempatan menerapkannya dalam berbagai macam situasi. 2. Bahan pelajaran yang melatih daya pikir menduduki tempat . Transfer hal yang dipelajari kepada situasi atau problema baru. 14. 4.

yang banyak memberi peranan "pasif" kepada anak. Dalam menentukan bahan pelajaran dipertimbangkan minat dan perkembangan anak. seperti belajar ketrampilan motoris. dengan bimbingan serta bantuan guru sejauh diperlukan. Karena itu digunakan metode problem-solving dan inquiryapproach. yang terdi i r atas sejumlah S-R dan dikuasai melalui penyajian yang cermat. TEORI BELAJAR DAN ILMU MENGAJAR Mengenai proses belajar itu seridiri kita hadapi berbagai-bagai kesulitan. Yang disajikan adalah unsur-unsur yang atomistis. Berbeda dengan teori asosiasi. emosional. yakni bukan hanya memberikan pengetahuan tapi juga proses menghadapi dan memecahkan masalah. Teori asosiasi mengutamakan bahan pelajaran yang spesifik. Organisasi bahan pelajaran dan metode mengajar mengutamakan hubungan dan integrasi serta pemahaman.pakai secara campur-aduk dalam praktek. faktor anak tak berapa dihiraukan. dan sikap terhadap dunia. hafalan. Juga "job analysis" seperti dilakukan untuk pertama kalinya oleh Charters didasarkan atas teori itu. dan intelektual. lingkungan masyarakat anak dan bahan dari berbagai matapelajaran. Fakta-fakta atau informasi spesifik diperlukan untuk memperoleh pemahaman itu. Teori belajar menurut "mental discipline" atau ilmu jiwa daya digunakan bersama dengan teori belajar menurut teori stimulus dan response serta teori conditioning. Banyak macam-macam teori tentang belajar yang di. Penyajian hal-hal yang spesifik dengan cara yang sangat teliti itu tampak dalam pengajaran berprograma (programmed instruction) dan "teaching machines". Bahan itu disusun menurut urutan yang logis sesuai dengan sistematik mata pelajaran itu. bukan ide-ide yang prinsipiil. dan ulangan. ketrampilan intelektual seperti . Anak sendiri harus menemukan jawaban masalah. pengembangan pribadi. teori Gestalt ini memandang belajar sebagai proses yang memerlukan aktivitas anak. Teori Gestalt atau field theory mempunyai tujuan yang luas. Kurikulum meliputi perkembangan sosial.yang penting. Lagi pula banyak jenis-jenis belajar. mengingat fakta-fakta dan informasi. Dalam penentuan bahan. jadi biasanya dimulai dengan definisi atau klasifikasi ilmiah baru kemudian obyek-obyek atau contoh-contoh yang konkrit.

bila hubungan itu disertai rasa senang atau puas. yang mengandung masalah. Karena itu tidak ada satu teori umum sebagai pegangan untuk segala jenis belajar itu. nilai-nilai. Lingkungan tempat anak belajar perlu pula diperhatikan. Di lain pihak teori Gestalt atau field theory lebih sesuai untuk mempelajari hal-hal yang kompleks. hasilnya segera dapat diketahui dan dinilai. dan sebagainya. Akan tetapi kelemahannya ialah. Bahkan untuk belajar serupa ini Thorndike telah merumuskan sejumlah "laws of learning". Pada umumnya dapat kita katakan bahwa teori asosiasi lebih serasi u ntuk mempelajari hal-hal yang sederhana. . dan sebagainya. Penelitian mengenai belajar dalam situasi belajar dalam kelas bersifat penelitian jangka pendek. karena anak itu senantiasa merupakan organisme dalam lingkungan yang turut mempengaruhinya dalam belajar. terlampau kompleks dan tidak dapat dituangkan dalam bentuk prinsip-prinsip dan hukum-hukum yang cepat dan cermat.membentuk konsep. hubungan sosial. Kita dapat menyaksikan apakah hasil penelitian itu berlaku pula bagi manusia dalam belajar halhal yang jauh lebih kompleks. Kebanyakan teori itu tidak didukung oleh eksperimen-eksperimen. bukan mengenai hal-hal jangka panjang. belajar menurut "inquiry approach" memecahkan masalah. minat. Lagi pula arti istilah-istilah dan pengertian pokok dalam berbagai teori belajar sebenarnya masih kabur. bahwa teori ini terlampau banyak variabelnya. atau emosi. Hanya petunjuk-petunjuk umum yang dapat diberikan. "reinforcement" "trial-and-error" dan pengaruh pujian dan hukuman dalam belajar menurut teori asosiasi. Akan tetapi cara belajar menurut teori ini lebih mudah dikuasai. Variabel dalam situasi belajar dalam kelas tidak dapat dikuasai sepenuhnya karena banyaknya variabel itu. Penelitian hanya dilakukan mengenai bentuk belajar yang sederhana dengan binatang. dan belajar sikap. misalnya "insight" dalam teori Gestalt. emosi. misalnya bahwa hubungan S-R bertambah erat bila sering diulangi. akan tetapi kurang sesuai untuk soal soal yang memerlukan proses mental yang kompleks seperti berpikir atau memecahkan suatu masalah dan untuk mempelajari sikap.

tujuan. Beberapa teori belajar yang terkenal ialah teori belajar menurut ilmu jiwa daya. Teori belajar yang dianut berpengaruh terhadap kurikulum yang dibina. sedangkan teori Gestalt mementingkan perkembangan pribadi anak dalam usahan memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya dalam hidupnya. maka percobaan kebanyakan dapat dilakukan tentang belajar menurut asosiasi. Tiap teori belajar mempunyai anggapan tertentu mengenai transfer belajar. 9. pengalaman. Apakah yang dimaksud dengan belajar ? Berikan beberapa definisi. Karena belajar dalam kelas banyak variabel yang tidak dapat dikuasai. RANGKUMAN 1. PERTANYAAN DAN TUGAS 1. Ada berbagai-bagai teori belajar yang masing-masing mempunyai kebaikan dan kekurangan. Belajar pada umumnya diartikan sebagai perubahan dalam kelakuan seseorang sebagai akibat pengaruh usaha pendidikan. Teori belajar juga mempengaruhi proses dan kegiatan mengajar-belajar. minat. 6. Teori asosiasi dike mbangkann oleh Skinner dalam "belajar berprograma" dan "teaching machines". . dan teori organismic (Gestalt atau Field theory). teori asosiasi (termasuk conditioning). "insight" masalah. 3. 2. 4. 8. 7. Walaupun teori belajar berbeda-beda. maka sebenarnya belum dapat disusun suatu ilmu mengajar atau "science of teaching" yang dapat meramalkan dengan pasti hasil suatu kegiatan mengajar. namun ada prinsip-prinsip yang pada umumnya dapat diterima.Oleh sebab belum ditemukan teori belajar yang pasti. Teori ilmu jiwa daya mengutamakan latihan mental yang diperoleh melalui bahan pelajaran. Adanya kekurangan suatu teori belajar tidak berarti kita harus mengabaikan seluruhnya. Teori Gestalt mengutamakan prinsip keseluruhan. Namun mengajar belum didukung oleh psikologi belajar yang diperkuat oleh eksperimentasi. teori asosiasi mengutamakan penguasaan bahan pelajaran sendiri. 5.

Benarkah pendapat ini ? 11. Coba cari alasan-alasan untuk mengatakan bahwa dalam matapelajaran sosial anak-anak juga dapat dididik berpikir. Apa sebab belajar menurut teori asosiasi masih sangat banyak diterapkan ? Apakah pengaruh ujian. Bagaimana belajar itu menurut teori asosiasi ? 5. dan sebagainya ? 17. 12. Selidiki soal belajar di luar sekolah ? Apakah belajar di luar sekolah itu kurang pentingnya ? . test masuk. sosial.mecahkan masalahmasalah politik. Bagaimanakah teori belajar menurut ilmu jiwa daya ? 3. Dan i ketiga teori yang dibicarakan teori manakah menurut pendapat saudara paling besar pengaruhnya terhadap kurikulum kita sekarang ? Berikan alasan alasan saudara ? 10. Bagaimanakah pendapat J. Cari bukti-bukti bahwa anak-anak pra-sekolah juga dapat berpikir. dan ekonomi ? 14. Apakah ahli matematika dengan sendirinya sanggup me. Bagaimana pendirian teori Gestalt atau "organismic" tentang belajar. Piaget tentang perkembangan kesanggupan berpikir pada anak? 18. Dalam praktek pengajaran suatu teori dapat melengkapi yang satu lagi. Apakah pengaruh teori belajar itu terhadap kurikulum ? 4. Apakah orang yang mempelajari matematika akan lebih sanggup berpikir logis-sistematis daripada orang yang tidak mempelajarinya ? 13. Apakah pengaruh teori belajar terakhir ini terhadap kurikulum ? 8. Sebutkan beberapa prinsip yang secara umum dapat diterima oleh semua teori. 15. 16.2. Bagaimanakah pendapat teori-teori belajar itu tentang transfer? 9. Apakah pengaruhnya terhadap kurikulum ? 6. 7.

Pada umumnya faktor anak masih belum mcndapat perhatian yang selayaknya. Ia menganjurkan agar anak diberi kesempatan untuk berkembang menurut kodrat alam masing-masing. Ki Hajar Dewantara menyatakan sebagai Tut wuri handayani. Tokoh pertama yang membuka mata dunia untuk melihat dan memperlakukan anak sebagai anak.dengan orang dewasa dalam miniatur. perubahan-perubahan yang terjadi pada anak yang menuntut perlakuan sesuai dengan sifat perkembangannya. Dalam bukunya yang terkenal Etnile ia menguraikan fase-fase perkembangan anak. untuk lebih mengetahui "bagaimana" mengajarkannya. Salah satu sebabnya ialah bahwa bahan pelajaran terlampau diutarnakan. namun manusia penuh sebagai individu.J. Anak dituntut berkelakuan seperti orang dewasa. ialah J. akan tetapi dapat menjadi rusak dalam tangan manusia yang telah dipengaruhi kebudayaan. Ada masanya dahulu anak disamakan . (2) memberi sumbangan kepada perhaikan dan pembangunan masyarakat. . bahwa anak itu lain daripada orang dewasa. Namun "apa" yang diajarkan erat kaitannya dengan pertanyaan kepada "siapa" diajarkan. Rousseau antara lain mengatakan bahwa segala sesuatu y ang datang dari Tuhan adalah baik. bahkan dalam pakaian pun ia mengikuti orang dewasa. Rousseau (1712-1778). khususnya fungsi ketiga. dan (3) mengembangkan pribadi anak seutuhnya. dari kecil sampai dewasa. ia dinilai menurut ukuran orang dewasa. dengan mengharuskan anak menyesuaikan diri dengan bahan itu dengan segala kesulitannya.BAB 4 ASAS PSIKOLOGIS ANAK PENDAHULUAN Fungsi sekolah ialah (1) menyampaikan kebudayaan kepada generasi muda demi kelanjutan bangsa dan negara. harus diperhitungkan anak sebagai faktor penting dalam pengembangan kurikulum. Untuk melakukan tugas itu dengan baik.

ada pula studi longitudinal. dan taraf perkembangan anak. Maria Montessori ( ). PERKEMBANGAN ANAK Perkembangan anak . seperti J. karena perkembangan itu berjalan secara berangsur-angsur. Pada tiap taraf anak menunjukkan sifat-sifat dan kebutuhan tertentu. maka diperoleh sejumlah antara lain :  Anak berkembang melalui tahap-tahap tertentu. . yang mengikuti perkembangan anak selama bertahun-tahun. sosial.1826). ada masa tenang seakan-akan tidak ada perubahan yang disebut "plateau" atau dataran. F. Penelitian perkembangan anak Indonesia masih menunggu ilmuwan yang berminat. kini kurikulumlah yang harus disesuaikan dengan kebutuhan. seperti perubahan yang dicetuskan Cpernicus yang menjadi matahari dan bukan bumi sebagai pusat jagat raya.  Kecepatan perkembangan itu tidak merata. dan banyak tokoh lain seperti Ki Hajar Dewantara. Froebel (1776 1841). Pestalozzi (1746 . masa kanak-kanak lanjutan. ada masa bayi. bahkan sampai dewasa. Banyak peneliti yang telah mempelajari anak secara ilmiah. Sekarang tak mungkin lagi kurikulum dikembangkan tanpa memperhitungkan anak dan perkembangannya. juga John Dewey. yakni mempelajari sejumlah besar anak pada usia tertentu. emosional.intelektual faktor yang sangat penting untuk diperhitungkan dalam pengembangan kurikulum.Banyak tokoh-tokoh pendidikan yang membaca buku karangan Rousseau sangat terpengaruh. dan mental.sectional. Antara tahap-tahap itu sehenarnya tidak ada batas tertentu yang tegas. masa kanakkanak permulaan. ada pula saat yang lambat perkembangannya atau retardasi. minat.fisik.H. bahwa perubahan yang paling besar dalam pendidikan dalam abad ke-20 ini ialah menonjolnya kedudukan peranan anak dalam kurikulum. John Dewey memandangnya sebagai "suatu revolusi" yang menjadikan anak sebagai pusat pendidikan. Ada mengatakan. masa transesensi menjelang adolesensi. Bila selama ini anak harus menyesuaikan diri dengan kurikulum yang ditentukan oleh orang dewasa. ada yang mengadakan studi cross. Ada saat-saat cepat atau akselerasi. Berdasarkan berbagai penelitian itu.

digunakan metode yang sama dalam proses belajarmengajar. Mengenai perkembangan anak dipersoalkan. misalnya membaca permulaan. sikap dan masalah-masalah baru.  Ada perbedaan pola perkembangan antara anak-anak. karena belum siap. atau tak dapat mengikuti pelajaran. Karena cepat perkembangannya. Memaksa anak mempelajari sesuatu sebelum saat kematangan hanya menimbulkan frustrasi yang menyulitkan hidup anak serta menimbulkan rasa benci terhadap sekolah selain memberi konsep-diri rendah pada anak. Pelajarannya pun mungkin terpengaruh. Mengizinkan variasi dalam pelajaraan berhubung dengan perbedaan individual akan sangat menguntungkan bagi anak. Karena ada perbedaan pola perkembangan anak. Ada saatnya anak belum dapat mempelajari sesuatu.  Adanya pola umum dalam perkembangan anak memungkinkan pengembangan kurikulum untuk memperkirakan bahan apa yang akan sesuai kepada kelompok umur tertentu. apakah perbedaan pada anak disebabkan oleh faktor genetis atau pembawaan. Hal ini bertalian dengan soal kematangan. maka ia cepat dan mudah menguasainya. Maka ditentukan bahan pelajaran yang sama. Ada anak yang pada awalnya lamban belajar. akan tetapi setelah tercapai kematangan. Apakah . maka kurikulum harus memperhatikan perbedaan individual itu. Kurikulum kebanyakan didasarkan atas asumsi bahwa perkembangan anak semuanya sama. belum matang.Terdapat hubungan antara perkembangan aspek satu dengan satu lagi. atau faktor lingkungan. Juga dapat timbul rasa ketegangan dan kegelisahan. ia lebih besar dan tinggi daripada teman sekelasnya dan ini dapat mengganggu hubungannya dengan murid-murid lain. Banyak macam usaha untuk memperhatikan perbedaan individual pada anak. Perkembangan fisik yang cepat mempengaruhi aspek sosial dan emosional. Akan tetapi pelaksanaannya memerlukan guru yang lebih kompeten daripada mengajar bahan yang uniform dalam segala aspeknya. Banyak kesulitan yang dihadapi anak karena perkembangan fisik yang tidak normal. Selain itu dapat timbul minat. akan tetapi pada usia yang lebih lanjut seakan-akan mekar dan menunjukkan prestasi yang luar biasa.

Pengetahuan tentang perkembangan anak. ataukah dapat ditekan atau ditingkatkan melalui mutu lingkungan? Ternyata lingkungan dapat mempengaruhinya. Salah satu sebabnya ialah. maka segi pendidikan lainnya cenderung diabaikan. lapar atau lelah. Kesulitan bagi pengembang kurikulum ialah melihat perkembangan anak sebagai keseluruhan yang bulat. ataukah kita harus menunggu secara pasif sampai saat kematangan itu tiba dengan sendirinya'? Apakah I. akan tetapi dalam segala segi kepribadiannya secara komprehensif. aspek inteligensi. gambar-gambar. Anak-anak dari lingkungan sosial-ekonomi yang haik lebih mengikuti pelajaran daripada anakanak dari rumah tangga miskin. Karena aspek intelektual diutamakan. Aspek kepribadian lainnya tidak mendapat pertimbangan. Pendidikan serupa ini mengutamakan aspek intelektual Orangtua mengirimkan anaknya ke sekolah agar menjadi pandai dalam arti mengumpulkan pengetahuan yang banyak. dan lain-lain. misalnya aspek jasmani. sakit. seperti kepandaiannya bergaul. TV.Q. dan lain-lain. walaupun selalu menjadi pokok pertimbangan. sosial maupun intelektual.misalnya kematangan membaca dapat dipengaruhi oleh keluarga yang menyediakan bacaan. emosi. anak yang terisolasi dalam kelas . minatnya terhadap kesenian atau olahraga. baik mengenai segi jasmani. Sebenarnya pribadi anak selalu merupakan suatu kebulatan dan tak dapat dipisah-pisah dalam bagian-bagian yang lepaslepas. masih kurang jelas penerapannya dalam kurikulum. Anak yang terganggu kesehatannya. ANAK SEBAGAI KESELURUHAN Sekolah tradisional terutama bertugas menyampaikan sejumlah pengetahuan melalui berbagai mata pelajaran. majalah. bahwa penelitian sering hanya meliputi salah satu aspek. Juga anak giat belajar demi ilmu yang akan diperolehnya. Lambat laun konsep tentang pendidikan mengalami perubahan dan sekolah modern menaruh perhatian kepada perkembangan seluruh pribadi anak. anak yang mengalami kesulitan emosional karena frustrasi. anak konstan. Anak dinilai bukan hanya berdasarkan prestasi intelektualnya. Dengan ilmu yang banyak lebih terjamin masa depannya untuk melanjutkan pelajarannya yang hanya dimungkinkan bila lulus dalam ujian yang justru menguji pengetahuannya.

anak yang merasa dirinya rendah karena konsep-diri yang rendah. dalam waktu lima menit Saudara akan melihat berbagai perbedaan antara anak-anak. Selalu terdapat perbedaan antara dua individu karena pengaruh pembawaan dan lingkungan. maka akan tampak berbagai perbedaan di antara mereka. akan tetapi juga dengan "hatinya" . emosional. tinggi dan berat badan. cita-cita dan dalam banyak hal lain.tanpa teman. itu benar dan sangat diinginkan. anak-anak serupa itu akan terganggu dalam pelajarannya . Anak menerima pelajaran bukan hanya dengan "kepalanya". Bila Saudara memperhatikan suatu kelas. Dari segi pembawaan hanya anak kembar identik yang sama. akan tetapi ia juga pendidik dan tugas ini memerlukan kompetensi dan pribadi yang jauh lebih luas daripada sekadar pengetahuan. tekanan darah. rohaniah. Mereka juga berbeda dalam segi inteligensi. Usia anak-anakpun ada perbedaannya walaupun duduk di kelas yang sama. kesehatan. Guru harus pandai. jasmaniah. Anak-anak saling berbeda. kecepatan membaca. Anak berbakat mungkin cepat perkembangan . ia juga pendidik yang berusaha mengembangkan segala potensi anak agar menjadi manusia seutuhnya. anak yang merasa dibenci oleh guru. latar belakang. keterampilan motoris. sosial-ekonomi. harus banyak tahu. dengan atau tanpa alasan. kesukuan. ANAK SEBAGAI PRIBADI TERSENDIRI Tak ada dua orang yang sama dalam segala hal di dunia ini. sehingga tak mungkin dua orang sama. Ada pula perbedaan jenis kelamin yang perlu mendapat perhatian agar mereka dapat melakukan tugasnya sesuai dengan tuntutan masyarakat. dan sosial. atau mengamati sekelompok anak bermain. Guru sebagai pelaksana kurikulum hendaknya jangan melihat dirinya hanya sebagai pengajar yang menyampaikan bahan pelajaran. pendidikan di ramah. akan tetapi bila mereka ditempatkan dalam lingkungan yang jauh berbeda. minat stabilitas emosional. harus menguasai disiplin ilmu. keterampilan berhitung. kecepatan bereaksi. agama. Juga pada diri anak sendiri terdapat perbedaan dalam perkembangannya dalam berbagai bidang.

pelajaran sama bagi semua. Pada jam yang sama semua anak melakukan pekerjaan yang sama membuat hitungan yang sama. memaksa pelajar mengikuti pelajaran yang sama akan merugikannya. mahasiswa tidak terbatas lagi perkuliahannya pada apa yang . Dengan sistem kredit. Anak yang cepat berkembang secara fisik. Kurikulum uniform. jumlah kredit akan menentukan apakah telah dipenuhi syarat untuk lulus. Apakah sekolah harus berusaha melenyapkan perbedaan individual itu atau setidaknya memperkecilnya? Di sekolah tradisional. Dengan sendirinya guru sebagai pelaksana kurikulum akan patuh berpegang pada ketentuan itu. Ada sistem semester pada hakikatnya bertujuan memberi pilihan itu. menulis kalimat yang sama. Apakah masih ada kemungkinan bagi guru memandang dirinya sebagai pengembang kurikulum dalam arti mikro untuk menyesuaikan pelajaran dengan perbcdaan anak dan keadaan lingkungan sekolah? juga di tingkat Perguruan Tinggi terdapat gejala yang sama dengan menentukan mata kuliah untuk tiap jurusan. dalam pendidikan masal umumnya. Dari segi hakikat individu yang berbeda-beda. dan walaupun pelajaran yang diikuti berbeda-beda. mungkin sulit mengikuti pelajaran akademis Kepandaian anak dalam suatu bidang studi mungkin berbeda dengan penguasaan bidang lain. Pada saat tertentu semua akan dihadapkan kepada ujian akhir yang sama pula yang dapat dinilai dengan menggunakan komputer untuk memberi cara penilaian yang sama. malah sering tidak diacuhkan. Pelajaran diresapi oleh keserbasamaan. Kurikulum yang ditentukan oleh pihak atasan uniform bagi jenis pendidikan yang sama. metode belajarmengajar juga sama demikian juga penilaiannya. menggambar barang yang sama. Tampaknya pendidikan demikian berusaha menempa anak-anak yang pada hakikatnya serba-ragam menjadi manusia yang serba-sama. sering tanpa kesempatan untuk mengadakan pilihan. perbedaan individual kurang dapat diperhatikan.intelektualnya akan tetapi ketinggalan dalam aspek sosial emosionalnya. Untuk lebih menjamin kesamaan. Ada kurikulum yang fleksibel yang memungkinkan siswa mengadakan pilihan. maka tujuan diuraikan sampai taraf spesifik termasuk bahan pelajaran yang terkait dan juga proses belajar -mengajar dan buku pelajarannya.

Inisiatif orang-orang yang mencari jalan-jalan baru sering membawa kemakmuran dan kemudahan bagi umat manusia. Memperhatikan perbedaan individual tidak berarti bahwa semua pelajaran harus berbeda. walaupun mereka pada awalnya mendapat kecaman. persamaan antara manusia lebih besar daripada perbedaannya. Perbedaan itu sebagian besar bersifat kuantitatif. yakni ditimbulkan oleh kekurangan di bidang lain. d. Walaupun tiap anak unik. bahkan celaan. Kesanggupan yang luar biasa pada umumnya bukanlah akibat kompensasi. Kreativitas dan inisiatif ini sering dibunuh atau tidak dipupuk di sekolah tradisional. misalnya. sejarah. Ada hal-hal yang termasuk pengetahuan umum yang harus dimiliki oleh setiap siswa yang diharapkan dari setiap warga negara. Dengan demikian universitas akan sungguh-sungguh menjadi universitas dan bukan kumpulan fakultas atau jurusan. Kelemahan di bidang . akan tetapi semua mata kuliah di universitas terbuka baginya. ada yang tinggi.disediakannya dalam satu jurusan. karena dengan demikian banyak bakat disia-siakan. Kemajuan-kemajuan dalam banyak lapangan hidup justru diperoleh berkat orang-orang yang mempunyai pendirian. Namun demikian perbedaan itu lebih besar daripada uang diduga si pendidik. perlu kita perhatikan hal-hal berikut: a. akan tetapi tarafnya berbeda-beda. ada yang rendah. dan sebagainya. la harus mengenal falsafah negara. tantangan. Ini berarti kerugian besar bagi bangsa dan negara. yang lain daripada yang lain. Pendapat modern menginginkan program sekolah yang memberi kesempatan yang seluas-luasnya bagi perkembangan bakat anak. Untuk mendapat gambaran yang lebih jelas tentang perbedaan itu dalam pengajaran. Tiap anak berbeda dengan anak lain. semua anak mempunyai inteligensi. harus menguasai bahasa nasional. b. Kurikulum yang uniform pasti tidak akan memenuhi keinginan itu. c. bukan kualitatif. Akan di samping itu ia hendaknya dapat menikmati pendidikan sesuai dengan bakat dan minatnya. bangsa mem punyai badan yang sehat. Perbedaan individual sangat besar nilainya. kemampuan dan pikiran yang orisinal.

. Pelajaran didasarkan atas minat anak. Ditinjau dari segi pshikologis-didaktis banyak kebaikannya. c. sosial. antara lain: a. Karena keberatan-keberatan itu kurikulum serupa itu hanya dilakukan pada sekolah-sekolah eksperimen. fisik. karena baru lahir dalam rundingan dengan anak. d. Tiap tahun pelajaran berlainan karena anaknya berganti. b. Anak berada dalam masyarakat dan apa yang dipelajari harus juga memenuhi tuntutan masyarakat.tertentu. e. Ada kurikulum yang secara ekstrem mendasarkan kurikulum semata-mata pada kebutuhan anak. yang disehut child-cebtered curriculum. dan lain-lain yang harus dipertimbangkan dalam pendidikan. serta hasrat untuk memberikan yang sebaik-baiknya kepada tiap anak. Akan tetapi banyak pula kelemahannya. Selain itu perlu usaha untuk mengenal anak secara individual. tidak dengan sendirinya membangkitkan kesanggupan istimewa di bidang lain. Jadi tidak ada pegangan bagi guru dan murid tentang pelajaran yang akan datang. Pelajaran tidak dapat lebih dahulu direncanakan guru. Memperturutkan anak belum menjamin kesesuaiannya dengan tujuan pendidikan. kreativitas. Sifat-sifat seseorang harus ditinjau dalam rangka keseluruhan pribadinya. sebab selalu berlangsung dalam konteks sosial. Menyesuaikan kurikulum dan pengajaran dengan perbedaan individual adalah usaha yang memerlukan pemikiran. akan tetapi juga dalam bidang emosional. sikap. Namun demikian eksperimen itu besar pengaruhnya terhadap kurikulum selanjutnya. anak turut serta merencanakan apa yang ingin dipelajarinya. Anak-anak sering tidak mengetahui apa yang sebenarnya dibutuhkannya. Perbedaan individual tidak hanya dalam bidang inteligensi. Bermacam-macam cara yang dijalankan untuk memperhatikan perbedaan individual dalam proses belajar-mengajar. Sebenarnya tak ada pelajaran yang sepenuhnya individual. pengertian. f. KEBUTUHAN ANAK Kurikulum harus mempertimbangkan kebutuhan anak. Tidak ada pula kontinuitas dalam pelajaran dari tahun ke tahun.

Di samping pendidikan jasmani harus diusahakan adanya keseimbangan antara bekerja dengan istirahat. pekerjaan. Anak -anak suka berlari-lari melompat-lompat. harus diperhatikan agar anak -anak cukup tidur. dan dunia sekitarnya. Bangsa kita pada umumnya belum cukup sehat dan kuat menurut normanorma tertentu. untuk menyatakan pikiran dan perasaannya dengan jalan bahasa. memanjat-manjat dan melakukan aktivitas-aktivitas jasmaniah. lukisan. Dorongan ini mudah kita lihat pada setiap anak. Kebutuhan ini dipenuhi dengan memberikan pendidikan jasmani. sekalipun hasil mereka itu jauh di bawah norma-norma orang dewasa. agar anak diam duduk diam di bangku sambil mendengarkan ucapan-ucapan guru dan ia dituduh anak nakal bila ditunjukkannya keaktifannya. atau gerak. KEBUTUHAN JASMANIAH Setiap anak ingin bergerak dan menggunakan badannya. dan sosial.Kebutuhan anak dapat digolongkan dengan berbagai cara. KEBUTUHAN PRIBADI Anak-anak mempunyai dorongan untuk memuaskan keinginan untuk mengetahui sesuatu. yakni mewujudkan tujuan pendidikan dengan menggunakan kejasmanian sebagai titik bertolak. kebutuhan pribadi. Kesehatan dan pertumbuhan jasmani hendaknya senantiasa di bawah asuhan dokter dan juru rawat sekolah. Di sekolah dorongan ini sering dikekang dan ditekan agar muridmurid tidak melanggar disiplin yang tegang yang menginginkan. Mereka ingin dipuji atas usaha mereka. cukup bermain serta mendapat makanan yang sehat. Anak-anak ingin mempunyai harga diri dan . suara. . Mereka ingin menguasai suatu keterampilan. Salah satu cara ialah membaginya atas : kebutuhan jasmani. Anak-anak ingin ingin aktif. ingin merasai kepuasan atas hasil atau sukses yang mereka capai. Setiap anak ingin diakui dan dihormati sebagai individu yang mempunyai tempat dan hak dalam masyarakat sekolah. rumah tangga. akan tetapi tujuan khusus yaitu membentuk manusia yang sehat dan kuat merupakan aspek yang penting pula. seni.harkat sebagai manusia. Dalam arti modern pendidikan jasmani bertujuan mendidik manusia.

Di sekolah lebih diutamakan persaingan daripada gotong-royong. Seorang bayi tidak akan mungkin hidup serta mengembangkan pembawaannya tanpa bantuan orang tuanya dan banyak orang lain yang tak terhitung jumlahnya. maka kita menyangsikan manfaat cara yang dipakai sekolah yang memaksa murid-murid duduk diam. Kurikulum modern memberi murid-murid lebih banyak kebebasan bekerja sama dalam kelompok untuk melakukan tugas-tugas. kelas itu dijadikan semacam laboratorium atau ruang kerja di tempat anak-anak belajar dalam suasana yang lebih leluasa. KEBUTUHAN SOSIAL Tak mungkin manusia itu hidup lepas dari masyarakat. Kebebasannya dibatasi oleh hak-hak orang lain yang juga merupakan haknya sendiri. Dalam hal ini pendapat setiap anak dihargai dan dipertimbangkan. Dari penyelidikan-penyelidikan ternyata bahwa kebahagiaan seseorang dalam kehidupan dan jabatannya bu kanlah ditentukan oleh pengetahuan intelektualnya. asal saja jangan menganggu orang lain. Mencari hubungan dengan orang lain ialah dorongan yang wajar pada tiap anak. Setiap manusia harus hidup dalam hubungan yang erat dengan orang lain untuk mencapai kebahagiaannya. Human relationship atau hubungan antar-manusia hendaknya lebih dipentingkan di sekolah. Murid-murid diajak berunding untuk menentukan apa yang akan dipelajari dan bagaimana langkah langkah untuk mencapai tujuan itu. melarang mereka membicarakan pelajaran serta bantu-membantu dalam memecahkan suatu soal. mengadakan percobaanpercobaan dan melakukan tugas-tugas lain.Sekolah zaman sekarang berusaha memenuhi kebutuhankebutuhan itu dengan memberi anak-anak kebebasan bergerak. Dengan demikian sekolah dijadikan suatu masyarakat tempat murid-murid mempraktikkan hak dan kewajihan anggota-anggota masyarakat yang demokratis. Bila ini kita akui. . Membimbing anak agar ia menjadi mahluk sosial ialah suatu fungsi sekolah yang amat penting. bekerja. melainkan terutama o leh kesanggupannya untuk bergaul dan bekerja sama dengan orang lain.

termasuk guru dan orangtua. Saudara dapat mempelajarinya lebih lanjut dalam buku-buku tentang psikologi anak. Agar ini tercapai ia harus dibantu untuk mengetahui apa yang dapat dilakukannya dan diberi kesempatan untuk agar ia berhasil melakukannya dengan baik. Agar dapat merealisasikan diri. kebutuhan akan cinta-kasih 4. dapat pula menghalangi anak mentiju self-realization. termasuk pelajaran sekolah. siapa dia. akan menjadi apa ia. untuk hidup. tidak merasa aman dan mendapat kecukupan dalam keperluan makanan. kebutuhan untuk merealisasikan kepribadian yang penuh. sukses dalam pekerjaan dan pelajaran. ada bermacam-macam cara untuk membagi kebutuhan anak. yakni kebutuhan akan: 1. self-esteem.lain. Lingkungan. security. kebutuhan akan harga-diri 5. tak mungkin mempunyai harga-diri bila tidak dicintai.Seperti dikatakan di atas. survival. Kebutuhan yang tertinggi yang harus dicapai ialah self. love and belonging. Ia membedakan delapan macam kebutuhan. harus dipenuhi segala kebutuhan yang dibawanya. pakaian. self-actualization. survival. agar dapat mengembangkan potensi yang dimiliki sepenuhnya. apa yang diinginkannya. yakni menemukan identitasnya. Louis Raths mengembangkan teorinya tentang kebutuhan pokok yang menunjukkan sejumlah persamaan dengan Maslow. bila ia merasa kelaparan. yakni: . Rasa berhasil. kebutuhan fisiologis. dapat membantu. oleh sebab kebutuhan itu bersifat hierarkis. atau rasa aman 3. membantu anak ke arah self-actualization. 2.realization. KEBUTUHAN MENURUT BEBERAPA TOKOH Salah satu daftar kebutuhan manusia yang pokok yang cukup terkenal ialah yang dihasilkan oleh Abraham Maslow atas dasar penelitian yang luas dan mendalam. Tak dapat anak merasa aman. Dalam kurikulum perlu diusahakan keseimbangan antara kebutuhan institusional dan kebutuhan pribadi anak. dan lain.

Ia meminta perhatian guru yang lebih banyak terhadap kebutuhan emosional anak dengan keyakinan. The need for economic security (rasa aman dalam keuangan. The need for self-respect (harga-diri) 5. The need for love and affection (cinta kasih) 2. "a fully functioning self". walaupun ia bukan ahli psikologi atau psikiatri. Int dapat dilakukan dalam kegiatan belajar dan kegiatan lainnya di sekolah. The need for belonging (diterima dalam kelompok) 4. . akan tetapi ia tidak akan dapat mengembangkan dirinya bila tidak dalam kehadiran orang lain: Anak-anak perlu senantiasa meng adakan interaksi positif dengan anak-anak maupun orang dewasa. PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN MENURUT EARL KELLEY Earl Kelley mengemukakan pendirian bahwa kepribadian seluruhnya atau hampir seluruhnya dibina dalam hubungan atau interaksi dengan manusia lainnya. Menurut Earl Kelley pribadi yang berfungsi penuh.1. jadi dalam hubungan sosial seorang bayi telah memiliki perlengkapan untuk berkembang. Guru dapat mengidentifikasi kelakuan ana k yang tak-sosial. sehingga memiliki kepribadian yang dapat berfungsi sepenuhnya. maka anak akan lebih berhasil melakukan tugas-tugas sekolah lainnya. demikian pula tentang orang lain serta mengetahui bahwa orang lain penting baginya. mempunyai ciri-ciri sebagai berikut  Ia berpikir baik tentang dirinya. The need for achievement (Keberhasilan) 3. The need for understanding of self (pengenalan diri). Menurut Raths guru dapat mempelajari cara-cara memenuhi kebutuhan itu dalam rangka pelajaran di sekolah. The need to be free from deep feelings of guilt (bebas dari rasa berdosa yang mendalam) 6. dan lain-lain) 8. bahwa bila kebutuhan ini dipenuhi. The need to be free from deep feelings of fear (bebas dari rasa takut yang mendalam) 7. Tujuan Raths ialah agar guru herusaha menciptakan lingkungan belajar yang memberi rasaaman kepada anak-anak.

Developmental tasks ini meningkat dengan bertambah usianya. dan ia akan berhasil melakukan tugas-tugas selanjutnya. kebutuhan anak ditinjau dari segi psiko-biologis. Guru-guru dapat menggunakan prinsip-prinsip di atas sebagai pegangan untuk mencapai tujuan kurikulum di sekolah. ia akan merasa senang. Tiap individu mempunyai tugas-tugas tertentu. sesuai dengan taraf perkembangannya. Havighurst dalam konsep developmental tasks yakni tugas-tugas yang harus dipenuhi oleh seseorang. . Ini diharapkan. Ia tahu. Makin tambah usianya. DEVELOPMENTAL TASKS Seperti kami katakan. Akan tetapi bila ia tidak dapat memenuhinya ia akan mendapat celaan dan kecaman. tak perlu bertentangan dengan kebutuhannya ditinjau dari segi masyarakat. maka ia tidak merasa bahagia dan tidak akan sanggup melakukan tugas berikutnya dengan berhasil baik. pemuda. Sewaktu masih bayi ibu mengganti bajunya. Ia melihat dirinya sebagai pribadi yang senantiasa dalam proses perkembangan secara dinamis. mengembangkan dan menghormati nilai-nilai kemanusiaan. Mengembangkan kepribadian anak juga akan membantunya mencapai tujuan-tujuan lain. Gejala ini dituangkan Erikson dan yang lebih terkenal R. Bila ia dapat memenuhinya. dari anak sekolah.  Ia melihat pentingnya manusia baginya. ia akan senantiasa kreatif dalam peranannya. tak ada jalan dalam hidupnya selain berpegang pada nilai-nilai. masyarakat mempunyai tuntutan tentang kelakuannya. akan pada usia tertentu ibu mengharapkan ia dapat melakukannya sendiri. dan seterusnya. Berbarengan dengan pertumbuhan anak.  Oleh sebab hidup ini senantiasa berubah dan berkembang. yang diharapkan masyarakat dapat dan harus dilaksanakannya. makin banyak hal-hal yang diharapkan orang tua dan masyarakat umum daripadanya. dan dalam penycmpurnaan diri melihat nilai membuat kesalahan. J. bahkan dituntut oleh lingkungannya. Developmental tasks ini tak ada akhirnya.

Adanya developmental tasks ini memberi gambaran lain tentang kebutuhan anak. . kita memberikan bimbingan kepada anak untuk menyesuaikan diri dengan dunia dan dengan dirinya sendiri yang sedang mengalami persoalan itu. Implikasi "developmental tasks" bagi kurikulum ialah. Dengan memasukkannya ke dalam kurikulum. Selanjutnya dapat memperjelas tujuan pendidikan dan saat yang lebih tepat untuk mengajarkannya. berbeda dengan neg ara lain. misalnya berbeda di berbagai daerah di Tanah Air kita. pemuda. Salah satu usaha untuk mempertemukan kedua aspek itu dilakukan oleh R. motivasi. Dalam arti psikologis kebutuhan itu bersifat individual. orang dewasa. dan lain-lain secara terpadu. sedangkan dari segi "developmental tasks" mengandung aspek sosial. kalau kita ingin membantu murid-murid memecahkan kesukaran pribadinya dengan membicarakannya di sekolah. Kita harus menyelidiki hingga manakah pokok-pokok yang di atas merupakan masalah-masalah bagi anak-anak Indonesia. sosial. Memenuhi tugas itu berarti kebahagiaan dan sukses dalam melakukan tugas-tugas berikutnya.dihadapi oleh anak. Seperti telah dikatakan. bahwa kurikulum yang didasarkan atas konsep itu akan mempertemukan kebutuhan perkembangan fisik. Sukses dalam "developmental tasks" memberi pengaruh positif terhadap prestasi sekolah. Havighurst yang menggunakan pengertian "developmental tasks" yakni tugas-tugas yang tak dapat tiada harus dipenuhi oleh setiap anak sesuai dengan setiap taraf perkembangannya yang dituntut oleh lingkungan atau masyarakat. Selanjutnya kami berikan "developmental tasks" bagi anak sekolah dan pemuda. masa pensiun.J. Developmental tasks berbeda menurut kebudayaan tempat anak itu hidup. emosi. sampai akhir hayat. Penelitian serupa ini perlu diadakan. ditinjau dari psikobiologis tidak perlu bertentangan dengan kebutuhannya ditinjau dari sudut masyarakat. Ditinjau dari segi ini kurikulum yang "child-centered" yang ekstrim tak dapat dipertahankan. masa tua. kebutuhan anak.

9. 6. kesusilaan. "Developmental tasks" bagi pemuda menurut Havighurst sebagai berikut : 1. 5. Mencapai hubungan sosial yang lebih memuaskan dan lebih matang dengan anggota jenis kelamin lain. celaan oleh masyarakat dan kesulitan untuk tugas-tugas selanjutnya. 2. Developmental tasks" untuk anak-anak ialah : 1. Mempelajari peranan sosial sebagai anak laki-laki atau perempuan. Menerima dan mempelajari tugas atau peranan menurut jenis kelamin masingmasing sesuai dengan norma-norma masyarakat. Tugas ini harus telah dimulai sejak kecil. 4. Membentuk kata-hati.Kegagalan memenuhinya berarti kesusahan bagi individu. membebaskan dirinya dari sifat-sifat yang kekanak-kanakan. 7. Membentuk sikap yang sehat terhadap dirinya sebagai organisme yang hidup. 4. Mencapai kemerdekaan pribadi. Menerima baik keadaan badannya dan menggunakannya dengan efektif. sikap orang tua. 8. Memperoleh kemerdekaan emosional lepas dari kebergantungannya dari orang tua dan orang dewasa lain. menulis. Tugas ini sering dipersulit oleh adat istiadat. itu sebagaimana adanya dan . Membentuk pengertian-pengertian yang perlu untuk kehidupan sehari-hari. Anak gadis menerima dan mempelajari tugasnya wanita dan anak laki-laki sebagai bakal bapak yang akan bertanggung jawab atas rumah tangganya. Belajar bergaul dengan teman-temannya sebaya. 3. Memperoleh kecakapan-kecakapan fundamental dalam membaca. 2. Memupuk sikap terhadap golongan dan lembaga-lembaga sosial. dan berhitung. Mempelajari kecekatan jasmani yang perlu untuk permainan-permainan biasa. 3. dan faktor-faktor lain. Tugasnya ialah menerima bentuk badannya menggunakan sebaik-baiknya. Pemuda-pemuda ada yang bercita-cita mempunyai tampan seperti bintang film akan tetapi keadaan jasmaninya mungkin kurang sesuai dengan idamannya itu. dan skala norma-norma.

Memilih dan mempersiapkan diri untuk suatu jabatan. politik. tugas ini terutama berlaku bagi anak pria akan tetapi berangsur-angsur bertambah penting bagi anak-anak wanita. lembaga-lembaga sosial. yakni dengan turut serta dalam kehidupan masyarakat dan negara sebagai orang dewasa dan memperhitungkan norma-norma masyarakat dan kelakuannya. Tujuannya ialah memperoleh sikap yang positif terhadap kehidupan keluarga dan pendidikan anak-anak. "Developmental tasks" yang dikemukakan oleh Havighurst harus pula kita selidiki kebenarannya bagi anak-anak Indonesia dan menyesuaikannya dengan keadaan yang dihadapi oleh pemuda-pemuda dalam masyarakat kita. tetapi juga menunjukkan perbedaan karena tuntutan masyarakat yang berlainan di berbagai tempat. 10. Tugas-tugas yang dihadapi mereka ditentukan oleh pertumbuhan psikobiologis yang mungkin mempunyai dasar persamaan bagi seluruh pemuda di seluruh dunia. Memperoleh kecakapan dan pengertian yang diperlukan untuk menjadi warga negara yang baik. yakni pengertian tentang undang-undang pemerintah. 8. 6. ekonomi.5. Ia antara lain menemukan bahwa anak-anak pada mulanya masih berpikir . Memperoleh kemerdekaan ekonomi. 7. Mempersiapkan diri untuk perkawinan dan kehidupan rumah tangga. dan lain-lain. Memperoleh sejumlah norma sebagai pegangan untuk kelakuannya yang digunakannya sebagai pandangan hidup untuk memahami kedudukannya di dunia ini serta hubungannya dengan manusia lain. dari bayi sampai masa pemuda. PERKEMBANGAN INTELEKTUAL Seorang ahli psikologi Swiss. Memupuk kelakuan yang secara sosial dapat dipertanggung jawabkan. Jean Piaget selama 40 tahun mengadakan penelitian tentang perkembangan intelektual atau proses berpikir anak. Jabatan itu penting dalam masyarakat dan menjamin kemerdekaan ekonomi serta memberi kedudukan sosial. 9.

Perkembangan intelektual menurut Piaget dalam garis besarnya adalah sebagai berikut : 1. subjektif. Kegiatan mentalnya ditujukannya kepada objek dan kejadian yang kongkret yang langsung di hadapannya. Pada fase berikut. perkembangan bahasa dan persepsi yang cepat (2 . karena isi gelas tinggi dipindahkan ke dalam gelas pendek. misalnya bahwa seorang dapat tinggal sekaligus di Bandung dan di Jawa.2 tahun)  gerak refleks. hanya dari pandangannya sendiri. mengacaukan khayal dan kenyataan. yang diperhatikannya hanya tingginya. walaupun sebenarnya isinya sarna. mengadakan berbagai usaha untuk mencapai tujuan. Ia telah dapat melihat hubungan antara bagian dengan keseluruhan. sekitar usia 12 tahun ia mulai herpikir secara abstrak dengan menggunakan generalisasi dan konsep-konsep.mulut. mencari benda yang diambil dari penglihatannya. Fuse senso-motoris (bayi . 2. akan tetapi bukan tangan kanan orang yang menghadapinya. orientasi menurut bagaimana ia melihat sesuatu. tinggi dan lebar gelas.dria (sensory) dan gerakan (motoris). misalnya bahwa gelas yang lebih tinggi lebih banyak isinya daripada gelas yang pendek. Anak-anak haru dapat memusatkan perhatiannya kepada satu variabel. Fase pra-operasional (2 . Akan tetapi proses berpikir anak berkembang terus berkat bertambahnya pengalaman daan pengetahuannya. pikiran dan bahasa bersifat ego-sentris.4 tahun). misalnya matahari tidur. koordinasi pengamatan alat . .menurut apa yang dilihatnya. Pada usia sekitar 7 tahun telah tampak pemikiran logis pada anak. mengetahui tangan kanannya. juga dapat melihat analogi. Akan tetapi pada fase pertama pemikirannya terutama mengenai data yang konkrit. la juga belum dapat memahami bahwa satu objek dapat mempunyai lebih dari satu ciri yang dapat dimasukkan dalam klasifikasi yang berbeda-beda. Ia belum dapat melihat hubungan antara dua variabel. memandang benda mati seperti makhluk hidup. koordinasi tangan . pandangan animistis. koordinasi tangan .mata.7 tahun)  masalah dipecahkan dengan memikirkannya.

d. ia harus mengadaptasikannya dengan memben struktur mental tuk yang lebih tinggi.11 tahun)  memahami reversibilitas. berpikir sambil memanipulasi benda. Perkembangan intelektual berjalan secara kontinu. c.3. 4. atau pendek kata berpikir.15 tahun)  semua jenis masalah logis. telah dapat menganalisis validitas cara-cara berpikir. terutama pertumbuhan. kematangan. Proses adaptasi dan asimilasi berjalan terus demikian mengembangkan kemampuan intelektualnya. pengaruh lingkungan. Jika ia menghadapi sesuatu yang tidak sesuai dengan struktur mentalnya. masih belum dapat memecahkan masalah verbal yang agak kompleks. dan dari perhatian untuk diri-sendiri ke orientasi kepada orang lain. keseimbangan. mulai dapat berpikir mengenai masalah konkrit. termasuk mengemukakan dan menguji hipotesis dapat dipecahkan. transmisi sosial. Fase operasi formal (11 . misalnya volume air tetap. pemikiran formal masih egosentris dalam arti masih ada kesukaran untuk menyesuaikan yang ideal dengan kenyataan. Faktor-faktor yang dapat membantu perkembangan intelektual antara lain : a. . PERKEMBANGAN SOSIAL-EMOSIONAL Dalam garis besarnya perkembangan emosional bergerak dari kedudukaan kebergantungan ke taraf ketidak-bergantungan atau kemandirian. pengalaman. apa yang diperolehnya dari lingkungan kebudayaannya. Dengan operasi mental dimaksud mengoperasionalkan pikiran. namun dapat dipengaruhi. artinya bahwa bila dihadapkan dengan masalah akan mengalami gangguan keseimbangan dan tidak akan puas sebelum masalah dipecahkan untuk mengembalikan keseimbangannya pada taraf yang lebih tinggi. Fase operasional konkrit (7 . Adanya pembagian dalam fase-fase tidak berarti bahwa ada batas yang tegas antara fase-fase itu. b. Setelah itu dapat mengasimilasi hal-hal yang tercakup oleh struktur mentalnya. walaupun bentuk bejana berbeda. namun perlu diolah secara mental.

untuk mencari identitasnya sendiri serta kemandirian yang diperlukan bagi setiap orang yang dewasa. . serba tak tahu. ia mula-mula hanya menaruh perhatian kepada kepentingan dan perasaannya saja. ikatannya dengan teman sebaya bertambah erat. Dalam perkembangan sosialnya. yang mencari identitasnya sendiri serta kemandirian mulai berkonflik dengan orangtua. seperti anggota masyarakat negara dan dunia. bagaimana konsep dirinya banyak diperolehnya dari feedback atau reaksi orang lain terhadap kelakuannya. "Siapa saya?" Siapa dia. Ia juga harus mengembangkan diri dalam hubungannya dengan anggota jenis kelamin lain. Pada usia sekolah dan sepanjang di SD. bahkan pengaruh teman melebihi pengaruh orangtua. dengan bertambahnya pengalamannya.Pada mulanya anak sangat bergantung terutama kepada orang tuanya. Ia dapat mengikat tali persahabatan dengan teman lain. ia berangsur-angsur menaruh perhatian kepada orang lain. oleh sebab ia masih serba-lemah. Dengan berkembangnya dalam bidang fisik. mengembangkan kemampuan untuk mengadakan hubungan intim dan akrab dengan seseorang sebagai persiapan untuk membentuk rumah tangga sendiri. Untuk segala kebutuhannya ia memerlukan bantuan lingkungannya. lambat laun ia lebih mampu mengurus diri sendiri. menjelang kedewasaan dalam banyak hal ia telah mandiri dan tak lagi banyak bergantung kepada orang tua sampai ia dewasa dengan kemandirian penuh. Pada scat inilah terjadi krisis identitas. yang makin merosot. khususnya ibunya. intelektual. Perhatiannya masih banyak terhadap orang-orang yang dekat padanya dalam keluarga. Ia mulai bertanya. ia mulai dapat mempengaruhi kelakuan orang lain dan senantiasa memperluas lingkaran pesahabatannya. menjelang dan selama masa pubertas. Dan akhirnya. Ia selanjutnya berkembang sebagai anggota masyarakat yang lebih luas. Lambat laun. Anak itu. apalagi bila orangtua ingin memperlakukannya seperti sediakala. Kurikulum sekolah hendaknya membantu anak dalam transisi sosial untuk melepaskan diri dari ikatan keluarga dan pengaruh temah sebaya.

negara. berusia antara 10-28 tahun. Peneliti ingin mengetahui apa alasan atau sebab anak memilih jawaban tertentu. pascakonvensional dan masing-masing tingkatan terbagi dalam dua bagian. 2. 1. Apa yang diharapkan oleh orang yang dianggap sebagai sesuatu . masyarakat. keluarga. menurut urutan tertentu. Bahkan kita berbuat baik agar orang lain baik pula kepada kita.Perkembangan moral Tokoh yang paling terkenal yang telah ineneliti perkembangan moral anak ialah Lawrence Kohlberg. Tingkatan pra-konvensional Pada tingkatan ini anak telah dapat merenspons terhadap aturan dan akan tetapi baik dan buruk diukur dari konsekuensi fisiknya berupa hukuman atau ganjaran dan pujian yang ditentukan oleh orang yang memegang otoritas. Berhuat baik merupakan instrumen atau alat untuk menerima kebaikan dari orang lain. Dalam wawancara itu anak itu dihadapkan kepada situasi yang mengandung dilemma moral yang metnberi kemungkinan macam-macam jawaban. Tak mungkin seorang melompati salah satu tahap. konvensional. tanpa mementingkan konsekuensinya. Kepatuhan baik. Orientasi hukuman dan kepatuhan Sesuatu dianggap baik bergantung pada hukuman atau akibat fisik baginya yang menyakitkan atau menyenangkan. Berdasarkan penelitian ternyata bahwa perkembangan moral anak melalui tahap-tahap tertentu. Orientasi instrumental Tindakan baik bila memberi kepuasan bagi diri atau juga bagi orang lain. karena tidak menimbulkan konsekuensi fisik yang merugikan. Tingkatan konvensional Pada tahap ini anak ingin memelihara hubungan baik dengan orang lain. Kohlberg menemukan enam tingkatan dalam perkembangan moral yakni tingkatan pra-konvensional. lalu mewawancarai mereka tiap tiga tahun selama 18 tahun. la memilih 50 orang. Hukuman harus dihindari dengan menunjukkan kepatuhan. menurut apa yang diharapkan. Kita menolong orang lain agar ia kelak akan menolong kita.

Mematuhi peraturan adalah kewajiban baginya. tingkat berprinsip. Orientasi hukum dan aturan Kelakuan yang baik ialah mematuhi dan menghormati aturan. 3. Bila ada kesepakatan masyarakat mengenai prinsip tertentu. Tingkatan pasca-konvensional atau tingkat otonom. 4. undangundang dan hukum yang telah ditentukan oleh yang yang berkuasa demi ketertiban masyarakat.yang berharga. 5. Orientasi prinsip etis yang universal Tindakan dianggap benar bila dilakukan berdasarkan keputusan hati-nurani atau kata-hati. sesuai dengan prinsip-prinsip etis yang universal seperti keadilan sosial. Tidak semua orang akan dapat mencapai tingkat moral tertinggi ini. Ia berkelakuan baik bukan untuk memperoleh keuntungan bagi dirinya akan tetapi karena kebaikan itu diharapkan oleh masyarakat daripadanya. dan harkat manusia sebagai individu. Karena itu ia ingin menyesuaikan diri dengan harapanharapan itu dengan menunjukkan kesetiaannya kepada ketentuan-ketentuan demi ketertiban masyarakat. maka secara legal undang undang dapat diubah berdasarkan pertimbangan rasional demi kepentingan masyarakat. . kesamaan hak manusia. Orientasi kontrak-sosial legalistik Suatu tindakan dianggap baik sesuai dengan hak individu atas pemikiran yang luas serta mendalam serta diterima baik oleh seluruh masyara kat. 6. Kebanyakan orang hanya dapat mencapai tingkat keempat. Orientasi kerukunan antar individu Kelakuan yang baik ialah yang menyenangkan orang lain yang dilakukan . Pada tingkatan ini individu merumuskan nilai-nilai atau prinsip-prinsip moralnya atas pemikiran kritis serta mendalam. dengan itikad baik.

. e) mengadakan catatan berkala atau anecdotal record mengenai kelakuan anak itu dalam situasi-situasi tertentu. bukan saja dalam situasi kelas melainkan juga sewaktu bermain-main. W. 4.Secara sederhana tingkat perkembangan moral (Kohlberg) dapat digambarkan sebagai berikut : 1. 6. antara lain : a) mengamati dalam berbagai situasi dan lingkungan. bersandiwara dan lain-lain. Sesuaikan diri agar mengelakkan kecaman atau kebencian orang. Sesuaikan diri agar jangan mengutuk diri sendiri. f) menyelidiki hasil-hasil pekerjaan anak. h) mengumpulkan segala keterangan mengenai anak itu dalam bentuk "cumulative record" yakni pengumpulan segala keterangan mengenai anak itu. (Shaver. d) mempelajari anak dalam hubunganya dengan anak-anak lain dengan metode sosiometri. melainkan juga di luar sekolah. berkaryawisata. Pada masa yang akan datang diharapkan akan ada bermacam-macam test untuk mengenal inteligensi anak Indonesia dan segi-segi kepribadian lainnya. Mematuhi peraturan untuk menghindari hukuman. Sesuaikan diri agar memperoleh pujian atau ganjaran dan agar kebaikan itu mendapat balasan. b) mengadakan percakapan dengan anak. h.P dan Strong. yang dimulai pada saat ia masuk ke Taman Kanak-kanak dan terus-menerus ditambah dari tahun ke tahun dan "menyertai" anak ke sekolah mana saja pun ia pindah. Seuaikan diri agar mendapat penghargaan dari orang yang memandangnya dari segi kepentingan umum. 5. Sesuaikan diri untuk mencegah tindakan dari orang yang berkuasa.149) Ada berbagai cara untuk mempelajari anak. bukan di sekolah saja. J. dengan orang tuanya dan dengan orang-orang lain yang ada hubungannya dengan anak itu. 3. c) menggunakan test dan angket. 2. g) menyuruh anak membuat huku harian.

lain daripada yang lain. social dan fisik. 6. banyak pula persamaan antara mereka. . 8. j) mempelajari buku-buku tentang anak-anak. 2.i) mengadakan penyelidikan yang mendalam mengenai riwayat hidup dan kelakuan anak (case study). Sejak itu anak menjadi faktor yang harus dipertimbangkan dalam kurikulum. Ia membedakan fase sensomotoris. Maka sebagian dari kurikulum dapat sama bagi semua. Louis Raths. 11. 12. Abraham Maslow. 5. Pendidikan harmonis mencakup perkembangan kognitif. 9. Jean Piaget mengadakan studi yang mendalam tentang perkembangan intelektual anak. Robert Havighurst mempertemukan perkembangan individu dengan tuntutan atau harapan masyarakat dalam konsep " developmental tasks". fase operasional kongkret. 10. RANGKUMAN 1. atau perkembangan intelektual. mempunyai ciri-ciri tersendiri. dan fase operasional formal. Earl Kelly mempunyai pandangan tertentu tentang kebutuhan anak. Walaupun tiap anak berbeda dengan anak lain. biasanya mengenai anak yang sukar dididik. 7. Kebutuhan anak dapat ditinjau dari segi anak dan dari segi masyarakat. Kurikulum hendaknya memperhitungkan keunikan anak agar ia sedapat mungkin dapat berkembang sesuai dengan bakatnya. Kurikulum yang semata-mata didasarkan atas kebutuhan dan minat anak yakni child-centered curriculum dikatakan ekstrem karena anak selalu berada dalam masyarakatnya dan tak dapatmelepaskan diri dari tuntutan masyarakat. Anak merupakan keseluruhan dan bereaksi sebagai keseluruhan terhadap lingkungannya. Tiap anak unik. afektif dan psikomotor.. emosional. 4. 3. fase pra-operasional. Ada berbagai cara bagi guru untuk mempelajari anak. Pandangan tentang anak berubah secara radikal oleh Jean Jacques Rousseau. Banyak tokoh pendidikan yang dipengaruhi olehnya. Lawrence Kohlberg menggunakan pola Piaget untuk mempelajari perkembangan moral pada anak. Kedua segi ini harus dipertimbangkan dalam pengembangan kurikulum.

5. Bandingkan "developmental tasks" di desa dan di kota. Bila diperhatikan kebutuhan anak yang disebut oleh Maslow. dan apa sebabnya? 12.PERTANYAAN DAN TUGAS 1. 8. Bandingkan kebutuhan anak menurut Abraham Maslow dengan apa yang dikemukakan Raths. Selidiki hingga mana perbedaan individual diperhatikan di sekolah kita. Sesuaikah kebutuhan pemuda seperti dikemukakan Donald Doane dengan kebutuhan pemuda kita? 11. Andaikata Saudara ingin memperhatikan perbedaan individual bagaimanakah dapat melakukannya dalam pelajaran yang Saudara berikan. Apa tafsiran Saudara bahwa anak itu suatu keseluruhan. 2. Adakah Saudara lihat perbedaan "developmental tasks" dahulu dan sekarang? Apa sebab terjadi perubahan itu? 13. 4. dan Kelly. 3. Adakah persamaan antara ketiga pendapat itu? yang manakah yang paling menarik bagi Saudara? Alasannya ?. Kesulitan apakah Saudara hadapi? 7. Bandingkan pendapat Rousseau dengan semboyan pendidikan kita "Tut Wuri Handayani". Yang manakah di antara "The Ten Imperative Needs" yang menarik bagi Saudara yang menurut pendapat Saudara perlu dipertimbangkan dalam kurikulum kita? 10. Adakah bukti Saudara. Pilih salah satu anak yang tinggal dekat Saudara. Coba terapkan beberapa cara guru untuk mengenal anak. Cuba pikirkan apa sebab demikian halnya. . 6. Apakah jasa Rousseau bagi pendidikan. Catat perbedaan- perbedaan yang Saudara observasi. yang manakah yang Saudara rasa perlu diberi perhatian dalam pendidikan kita? 9. Ratsh dan Kelly. Adakah perbedaannya? Dalam hal apa. Perhatikan sekelompok anak bermain atau berkumpul.

Selanjutnya kurikulum dapat ditafsirkan sebagai apa yang dalam kenyataan terjadi dengan murid dalam kelas. Akhirnya kurikulum dapat dipandang sebagai cetusan jiwa pendidik yang berusaha untuk mewujudkan citacita. Keduanya saling berkaitan. sebab menyangkut banyak variabel. Kurikulum dapat dipandang sebagai buku atau dokumen yang dijadikan guru sebagai pegangan dalam proses belajar-mengajar. Kurikulum yang formal. kepala sekolah. Kurikulum yang riil. juga orang tua dan masyarakat umumnya yang berkepentingan dalam pendidikan sekolah. murid. Kurikulum dapat juga diartikan sebagai sesuatu yang hidup dan berlaku selama jangka waktu tertentu dan perlu direvisi secara berkala agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. penilik sekolah.bukan sekadar buku pedoman. Kurikulum dalam arti ini tak mungkin direncanakan sepenuhnya betapapun rincinya direncanakan. warung sekolah. Dalam hal ini dikatakan. Kurikulum ini sangat erat hubungariya dengan kepribadian guru. pendek kata mengenai seluruh kehidupan anak sepanjang bersekolah. karyawisata. Kurikulum dapat juga dilihat sebagai produk yaitu apa yang diharapkan dapat dicapai siswa dan sebagai proses untuk mencapainya. mengubah pedoman kurikulum. karena dala:n interaksi dalam kelas selalu timbul hal-hal yang spontan dan kreatif yang tak dapat diramalkan sebelumnya. tempat bermain. Perubahan kurikulum di sini berarti mengubah semua yang terlibat di dalamnya. melainkan segala sesuatu yang dialami ailak dalam kelas.BAB 5 PROSES PERUBAHAN DAN PERBAIKAN KURIKULUM MAKNA PERUBAHAN KURIKULUM Bila kita bicara tentang perubahan kurikulum. Mengubah kurikulum dalam arti yang luas ini jauh lebih luas dan dengan demikian lebih pelik. kita dapat hertanya dalam arti apa kurikulum digunakan. ruang olah raga. bahwa . yaitu guru sendiri. dan banyak kegiatan lainnya. nilai-nilai yang tertinggi dalam kelakuan anak-didiknya. Dalam hal ini guru lebih besar kesempatannya merjadi pengembang kurikulum dalam kelasnya. relatif lebih terbatas daripada kurikulum yang riil.

Perbaikan selalu dikaitkan dengan penilaian. Namun demikian sering diadakan perubahan dengan maksud terjadinya perbaikan. Perbaikan berarti meningkatkan nilai atau mutu. akan tetapi timbul pula perhatian baru terhadap pengetahuan akademis. PERUBAHAN DAN PERBAIKAN Perubahan tak selalu sama dengan perbaikan. Ada masanya pelajaran akademis yang diutamakan. curriculum change is social change. akan tetapi perbaikan selalu mengandung perubahan. Perubahan adalah pergeseran posisi. dan untuk mengetahuinya digunakan kriteria tertentu. Perbedaan kriteria akan memberi perbedaan pendapat tentang baik-buruknya perubahan itu. Namun demikian. kemudian disadari bahwa tak dapat anak hidup di luar masyarakat. sekalipun memberi perbaikan dalam segala hal bagi semua orang. kedudukan atau keadaan yang mungkin membawa perbaikan. Biasanya yang lama itu timbul dalam bentuk yang agak lain. Dalam bidang kurikulum kita lihat betapa banyaknya ide dan usaha perbaikan kurikulum yang dicetuskan oleh berbagai tokoh pendidikan yang terkenal. Misalnya. Perubahan. Perbaikan diadakan untuk meningkatkan nilai. masyarakat. akhirnya ternyata menimbulkan masalah lain. kemudian tampil anak sebagai pusat kurikulum. akan tetapi dapat juga memperburuk keadaan. bila dalam pelajaran akademis diutamakan hafalan fakta dan informasi. Macam-macam kurikulum telah diciptakan dan banyak di antaranya telah dijalankan. Disadari bahwa dalam kurikulum tak dapat diutamakan hanya satu aspek saja. Anak yang mula-mula tak mengenal ganja. kemudian diutamakan prinsip-prinsip utama. dalam sejarah pendidikan. dapat berubah menjadi anak yang mengenalnya lalu terlibat dalam kejahatan. maupun pengetahuan secara berimbang. tak pernah sesuatu kembali dalam bentuk aslinya.perubahan kurikulum adalah perubahan social. sesudah itu yang dipentingkan ialah masyarakat. pada taraf yang lebih tinggi. akan tetapi semua aspek : anak. Bila pada ketika kurikulum sepenuhnya dipusatkan pada anak. Apa yang mula-mula diharapkan. Perubahan di sini tidak membawa perbaikan. BAGAIMANA TERJADINYA PERUBAHAN . sehingga kurikulum itu ditinggalkan atau diubah.

Dapat juga dengan membangkitkan motivasi intrinsik dengan menjalankan sikap ramah. PERUBAHAN GURU Perubahan kurikulum tak akan dapat dilaksanakan tanpa perubahan pada guru sendiri. segera luntur dan hanya diikuti secara formal dan lahiriah. berbagai cara yang dapat digunakan. Seperti manusia lainnya. misalnya motivasi intrinsik dengan janji kenaikan gaji atau pangkat. Cara ini efisien. melibatkan semua yang terlibat dalam perumusan masalah. karena telah biasa dengan cara-cara yang lama. Menjadikan perubahan sebagai masalah. perubahan terjadi dalam tiga fase. dan selain itu diinginkan perubahan yang uniform di semua sekolah. dianggap akan lebih mantap dan meresap dalam hati guru. dapat juga. Perubahan akan lebih berhasil. menguji alternatif. tanpa mengakui kemampuan guru untuk berpikir sendiri dan hanya diharuskan menerima saja. namun dalam jangka panjang tidak efektif. tujuan. pengumpulan data. Dan bila ada perubahan atau perbaikan baru. Perubahan yang terjadi atas paksaan dari pihak atasan. sebab . mengajak turut berpatisipasi. dengan menggunakan otoritas atau indoktrinasi. fase legitimasi. Setiap perubahan akan dapat mengganggu ketenteramannya. indoktrinatif. menyamakan pendapat sehingga selaras dengan pikiran para pencetus. yaitu taraf permulaan ide perubahan itu dilancarkan. dengan menjelaskan sifatnya. dan selanjutnya mengambil kesimpulan berdasarkan percobaan. sehingga tidak terdapat perbedaan nilai lagi antara penerima dan pencetus perubahan.Menurut para ahli sosiologi. saat orang mengadopsinya. akrab. yang lama ditinggalkan saja tanpa membekas. paksaan keras atau halus. Akan tetapi karena prosedur ini makan waktu dan tenaga yang banyak. mengemukakan perubahan sebagai masalah yang dipecahkan bersama. bila dari pihak guru dirasakan kekurangan dalam keadaan. Untuk mencapai kesamaan pendapat. yakni fase inisiasi. maka sering dijalankan cara otoriter. guru juga sering tidak mudah berubah. dan luas perubahan yang ingin dicapai. Guru cenderung bersifat konservatif. penuh kesabaran dan pengertian. saatnya orang menerima ide itu dan fase kongruensi. biasanya tidak dapat bertahan lama. memperoleh kredit. sehingga timbul hasrat untuk memperbaikinya demi kepentingan bersama.

Ia dapat bersama guru merumuskan masalah yang dihadapi yang akan dipecahkan bersama. Ia melihat situasi dengan mata lain. Ia akan menentang perubahan yang akan mengurangi kedudukannya. sehingga guru-guru bebas mengemukakan pendapatnya. harus berusaha menimbulkan kebutuhan itu pada guru-guru. atau sebagai makhluk rasional yang dapat diajak berpikir dalam memecahkan masalah bersama. apakah sebagai orang yang kurang terdidik yang memerlukan latihan. Bila ia memperoleh informasi melalui ceramah atau bacaan. Ia juga menentukan bagaimana memandang guru. Perubahan hendaknya disertai pengalaman yang kongkret. mengumpulkan data. maka ia dapat memperoleh pandangan baru tentang pendidikan. atau makhluk psikologis yang dapat dibujuk. atau sebagai makhluk ekonomis yang harus diberi insentif. Metode yang meniadakan peranan guru dan terutama didasarkan atas bahan yang telah tersusun. Selain itu ia jangan bertindak sebagai orang yang serba tahu yang akan mengubah kelakuan guru. Walaupun petugas itu mempunyai kedudukan yang lebih tinggi. menguji-cobakannya dan mengevaluasinya. tidak akan diterima guru . maka ia mencari cara baru untuk mengatasi kekurangan yang dirasakannya pada dirinya dan dalam situasi pendidikan. Dalam proses itu hendaknya selalu diusahakan komunikasi terbuka. mengambil keputusan. Seorang yang ingin melancarkan perubahan. Namun apabila ia merasa ketidakpuasan dengan keadaan. ataukah sebagai seorang profesional yang bertanggung jawab atas mutu profesinya. hendaknya ia hati-hati menggunakan kekuasaan dan kewibawaannya. atau sebagai pegawai yang dapat dipaksa agar patuh. Sikap petugas pembaharu banyak berpengaruh atas kemantapan perubahan yang diinginkan. uang.tugasnya terutama untuk melestarikan kebudayaan dengan menyampaikannya kepada generasi muda. Hendaknya ia sebanyak mungkin melibatkan guru dalam proses perubahan itu. Pada saat itu ia terbuka bagi perubahan. mencari hipotesis atau alternatif. Timbul padanya kebutuhan dan motivasi untuk menerima perubahan yang dapat memberi perbaikan. Guru adalah tokoh utama dalam kelasnya.

Juga perubahan yang meminta pengorbanan tenaga. ada pula yang acuh-tak-acuh. Ia harus mempunyai sensitivitas sosial. Untuk itu diperlukan kebijaksanaan dan kepekaan sosial. Hendaknya dicegah timbulnya popularisasi. terbuka bagi pikiran orang lain dan terbuka bagi perubahan. Orang yang berperan sebagai pengubah kurikulum harus dapat bekerjasama. Menurut para ahli dalam "social engineering" dalam usaha mengadakan perubahan dapat dilalui empat Iangkah. melumpuhkan bahkan meniadakan daya-daya yang menghambat. Ada yang ikut-ikutan tanpa komitmen. waktu. Diusahakan mengenal daya-daya yang membantu dan menghalangi perubahan itu dan diadakan usaha untuk memperkuat daya-daya yang menyokong sambil melemahkan. Ada yang bersedia menerimanya. Tiap organisasi mempunyai struktur sosial tertentu. menentukan perubahan yang perlu diadakan. . dan 4. Sikap orang terhadap perubahan berbeda-beda. ada yang ikut sekadar mengamankan diri karena takut bila ia mendapat tindakan. harus diketahui dan dipertimbangkan keadaan yang ada. Ia hendaknya diakui sebagai manusia. MENGUBAH LEMBAGA ATAU ORGANISASI Mengubah lembaga atau organisasi menghadapi kesulitan lain. Mengadakan dalam struktur itu dapat mengancam ke dudukan seseorang. memantapkan perubahan itu. 3. dan pikiran akan menemui pertentangan. menganalisis situasi. mengikuti prosedur yang tetap. Untuk mengadakan perubahan. yakni 1. ada yang menentangnya terang-terangan atau diam-diam. yaitu dua pihak yang bertentangan. Tiap orang mempunyai status tertentu dan menjalanakan peranan tertentu yang memberinya harga diri atau kekuasaan. Perubahan hanya dapat berhasil bila semua bekerja-sama. 2. Akan tetapi ia harus seorang profesional. namun rendah hati dan tidak memamerkan pengetahuannya.dengan senang hati. harus dapat mempengaruhi orang dan memberi inspirasi. mengadakan perubahan itu. Sering pula organisasi itu mempunyai hierarki yang ketat.

Bila timbul keyakinan akan kebaikan perubahan itu. Praktik-praktik yang telah dijalankan ratusan tahun yang lalu masih berlaku. Juga Kanwil tidak menyediakan petugas yang bersedia dipanggil kapan saja guru atau sekolah memerlukan bantuannya guna mengatasi kesulitan yang dihadapi berkenaan dengan pelaksanaan kurikulum. Diberi waktu untuk membicarakan dan memikirkan makna perub ahan itu bagi lembaga atau organisasi dan dengan percobaan itu bagi lembaga atau organisasi dan dengan percobaan mempraktikkannya memperIihatkan manfaat perubahan itu. seakan akan tiap penyimpangan dari apa yang telah ditentukan dalam pedoman kurikulum akan dianggap sebagai pelanggaran. Setiap metode. seperti halnya dalam bidang pertanian yang menyediakan petugas lapangan. Kelima. yang bersedia memberi bantuan kapan saja diperlukan. tidak mendapat insentif dan hanya menerima penghargaan finansial berupa gaji seperti guru lain yang hanya mengikuti tradisi. sedangkan cara-cara yang baru sangat sukar diterima dan membudaya. Kedua. betapapun rincinya kurikulum ditentukan oleh pusat. maka besar harapan akan diterima dan digunakan untuk masa selanjutnya. Dapat disebut beberapa sebab kelambanan itu. Terlampau banyak variabel yang mempengaruhi hasil suatu tindakan pendidikan. Tentu saja diharapkan agar guru- . Keempat. Belum dapat diramalkan dengan pasti apa yang akan terjadi bila dijalankan metode tertentu. KELAMBANAN PERUBAHAN DALAM PENDIDIKAN Dibandingkan dengan bidang pertanian. Akan tetapi seperti telah dikemukakan di atas. selalu cukup banyak kesempatan bagi guru untuk berperan sebagai pengembang kurikulum. tidak mempunyai petugas tertentu.Semua harus menyadari adanya masalah yang dihadapi serta kemungkinan untuk mengadakan perubahan. kebanyakan guru mempertahankan cara-cara lama yang telah teruji dan telah dikenalnya dengan baik dan dijalankan secara rutin. pendidikan. mempunyai sejumlah kelemahan. betapapun banyak kebaikannya. termasuk kurikulum. Diusahakan agar semua menaruh minat terhadap usaha itu. Pertama. guru atau siapa saja yang mengadakan perbaikan. pendidikan. Ketiga. perubahan dalam pendidikan berjalan dengan lamban sekali. termasuk kurikulum belum cukup mempunyai dasar ilmiah. kurikulum yang uniform menghambat ruang gerak guru untuk mengadakan perubahan dan menimbulkan kesan. demikian pula tiap kurikulum.

substitusi. dapat pula luas dan mendasar. variasi. Substitusi dapat berupa mengganti buku pelajaran. alterasi. Lebih banyak risikonya ialah restrukturisasi. TINGKAT PERUBAHAN Peruhahan kurikulum dapat kecil dan sangat terbatas. sedangkan di pihak lain dikurangi waktunya. STUDI TENTANG KEBERHASILAN PERUBAHAN KURIKULUM Othanel Smith dan D. Perubahan itu dapat berupa : I . perubahan yang paling besar risikonya ialah bila dituntut orientasi nilai-nilai baru. misalnya peralihan dari kurikulum . yang dapat mempengaruhi jam pelajaran bidang studi lain. 2. restrukturiSasi..guru lebih banyak diberi peluang untuk mencari cara-cara baru atau lebih menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan murid dan lingkungan. Jadi di sini perubahan itu sangat kecil hanya mengganti atau menukar buku pelajaran. misalnya IPS dengan buku karangan orang lain yang dianggap lebih baik. karena perlu diyakini apa sebab perlu jam pelajaran ditambah. dengan meniadakan yang lama. padahal mengajar itu selalu merupakan "adventure" penuh rahasia yang menarik untuk dipikirkan. Perubahan serupa ini memerlukan perubahan pada guru yang harus mempelajari dan menguasai cara baru itu. dan 5. yang memberi peranan baru kepada guru dan memerlukan tenaga dan fasilitas baru. Orlosky mempelajari berbagai perubahan dan pembaruan kurikulum dalam 80 tahun akhir-akhir ini di Amerika Serikat. yakni . misalnya menjalankan team teaching. Dan akhirnya. Dengan variasi dimaksud menerima metode yang berhasil di sekolah lain untuk dijalankan di sekolah sendiri. Alterasi juga berarti perubahan. Pengawasan yang terlampau ketat dari atasan akan menghambat berkembangnya inisiatif dan kreativitas guru dan merendahkannya menjadi sekadar tukang yang banyak bekerja secara otomatis dan rutin. 4. atau kurikulum yang berpusat pada pengetahuan akademis menjadi kurikulum yang berpusat pada anak atau macam-macam pendekatan lain dalam kurikulum. yang "subject-centered" menjadi "unit approach". Perubahan ini lebih sulit lagi dibandingkan dengan perubahan sebelumnya. dalam hal ini misalnya menambah atau mengurangi jam pelajaran untuk bidang studi tertentu. Perubahan ini lebih sulit diadakan dibanding dengan substitusi. orientasi baru. 3.

Thirty school experiment. Vocational and technical education dapat diterima dengan mudah. sedangkan Thirty school experiment yang mengharuskan perombakan kurikulum secara menyeluruh hanya tinggal cita-cita yang tak berwujud. Safety education dan Vocational and technical education pada umumnya diterima baik oleh kebanyakan sekolah. Environmental education. jadi telah membudaya. Juga Activitiy Curriculum. Community school. Sex education dan Unit method kurang mendapat "pasaran". Atau. tenaga. Creative education atau Core curriculum. namun mempunyai pengaruh terhadap pendidikan. Ternyata bahwa kurikulum seperti Core curriculum. Creative education. Apa sebab ada yang diterima sedangkan ada pula yang kebanyakan ditolak? Ternyata menambah atau mengurangi mata pelajaran lebih mudah diterima daripada reorganisasi seluruh kurikulum.yang terjadi sebelum dan sesudah 1950. Environmental education. bahwa perubahan itu tidak diterima secara meluas. perubahan kurikulum hendaknya menyesuaikan diri dengan "kebudayaan" guru. Selain itu. Penelitian dan perkembangan ternyata tidak . Keberhasilan perubahan atau pembaruan mereka beda penilaian 1 sampai 4. Elective System. yaitu cara mereka lazimnya berpikir dan berbuat. Nilai 3 artinya perubahan dan nilai 4 menunjukkan bahwa perubahan itu telah berhasil memasuki semua sekolah. waktu dan pengorbanan dari pihak guru. bila kurang dukungan dari masyarakat. Sebaliknya Driver education. seperti halnya dengan Sex education. selain dengan kebudayaan masyarakat. Perubahan tidak akan diterima atau bertahan lama. hanya berupa ide akan tetapi tidak ada perwujudannya di sekolah. pikiran. atau mengubah peranannya. Merombak kurikulum mengandung banyak risiko tanpa jaminan akan berhasil baik. karena mengurangi . atau mendapat tantangan dari pihak guru. Community school. Misalnya Driver education. seperti Activity curriculum. Nilai 1 berarti bahwa ide pembaruan itu tidak dilaksanakan di sekolah dan sukar dicari realisasinya di sekolah. Nilai 2 artinya.atau menghilangkan kekuasaan guru. bila terlampau banyak tuntutan.

Hen daknya dijauhi hal-hal yang dapat mengganggu. dapat pula mengadakan wawancara. Juga bahan pelajaran seperti paket pelajaran. demonstrasi. seminar. Pupuklah suasana dan kondisi kerja yang serasi. diperlukan waktu 3-4 tahun. kelompok studi. Ada kalanya untuk suatu program. Suasana kerja harus memberi kesempatan bagi peserta untuk mengeluarkan buah pikirannya secara bebas. melanjutkan. TV. Tentukan kegiatan yang sesuai. workshop. 3. jangan pula terlampau lambat. Mendesak agar cepat bekerja akan cepat menghasilkan pekerjaan yang tergesa-gesa dan tidak cermat. konperensi. observasi. karena dialah yang mempunyai kekuasaan dan kewibawaan dan kepemimpinan untuk melancarkan. Mereka harus diikutsertakan dalam merumuskan dan memecahkan masalah yang dihadapi bersama. Ada kalanya diperlukan bantuan dari orang lain.efektif dalam perubahan kurikulum. pusat alat instruksional dapat memberi sumbangan dalam perubahan kurikulum. misalnya ada yang lebih serasi bila dilakukan oleh panitia. atau menggunakan alat-alat seperti tape-recorder. misalnya dari Kanwil atau Perguruan Tinggi Perlu disediakan sumber dan bahan yang diperlukan. misalnya perbaikan pengajaran bahasa. Keberhasilan perubahan bergantung pada kualitas dan kuantitas para peserta. dan lain-lain. Dalam perubahan kurikulum kepala sekolah memainkan peranan yang sangat penting. Perubahan harus responsif terhadap kebu tuhan dan kemampuan guru. jangan terlampau cepat. demikian juga inservice education dan pengembangan staf. Saran-saran mereka harus diperhatikan. 2. dan memantapkan perubahan. Selain itu penataran atau mengikuti kuliah di perguruan tinggi untuk mengikuti perkembangan pengetahuan dalam disiplin tertentu. Berikan waktu yang cukup. dapat memberi bantuan masing-masing dalam perubahan kurikulum. BEBERAPA KURIKULUM Di bawah ini diberi sejumlah saran-saran singkat tentang Iangkah-langkah dalam proses mengubah kurikulum : 1. Pelaksanaan perubahan memerlukan waktu. PETUNJUK TENTANG PROSES PERUBAHAN .

akan tetapi dapat men- . perbaikan kurikulum terutama tergantung pada guru. PROSES PERBAIKAN KURIKULUM Seperti telah dikemukakan. kurikulum dapat ditafsirkan sebagai segala sesuatu yang terjadi dalam kelas dan sekolah yang mempengaruhi perubahan kelakuan para siswa dengan berpedoman pada kurikulum yang ditentukan oleh Pemerintah. Tentukan prosedur penilaian dalam tiap usaha perubahan. harus segera ditentukan cara menilai hingga mana tercapainya tujuan itu. mustahil meliputi kegiatan guru-siswa sampai hal yang sekecil-kecilnya. Di pihak lain. Yang diberikan terutama garis-garis besarnya. Dalam arti terakhir ini. dan kalaupun dirincikan. sepenuhnya dalam tangan guru. Baru kemudian ditentukan kegiatan-kegiatan untuk mencapai tujuan itu. atau model mengajar yang tersedia. TIU. Bahan pelajaran juga hanya pokok-pokoknya. menentukan hanya sampai tujuan instruksional umum. Demikian pula. Ia tidak terikat pada test tertulis. Apa yang ditentukan oleh atasanya sebenarnya masih jauh dari lengkap. dan ada tidaknya perbaikan pengajaran dalam kelasnya bergantung pada ada tidaknya usaha guru. Evaluasi dimaksud untuk memperoleh gambaran tentang taraf tercapainya tujuan. masih banyak yang harus dilengkapi guru. kurikulum dipandang sebagai buku pedoman dan wewenang untuk mengembangkannya ialah pusat. kementerian Depdikbud. Dalam posisi itu boleh dikatakan ialah pengembang kurikulum. Kurikulum sekolah kita. Pada satu pihak. yang berusaha jangan menyimpang sedikit pun dari ketentuan dari atasan. karena ia memandang dirinya sekadar sebagai pelaksana kurikulum. Banyak lagi kesempatan bagi guru untuk secara kreatif memilih dari sejumlah besar metode. Tak semua guru sadar akan peranannya sebagai pengembang kurikulum. strategi. Setelah dirumuskan tujuan perubahan. Dialah menentukan apa yang sesungguhnya terjadi dalam kelasnya. Yang merumuskan TIK-nya ialah guru. Yang dihasilkan ialah suatu kurikulum nasional yang menentukan garis-garis besar apa yang harus diajarkan kepada murid-murid. metode yang dianjurkan sangat terbatas dan tidak spesifik. kurikulum bermacam-macam tafsirannya.4. Penilaian formatif dan sumatif untuk pelajaran yang diajarkan guru.

sikap dan aspek afektif lainnya. Pendekatan ini pun tak mudah dijalankan karena menuntut kualitas guru yang tinggi yang masih belum terpenuhi pada saat ini. Antara kurikulum nasional yang dijadikan pedoman sampai perubahan kelakuan anak. Fungsi ini tentu harus lebih disadari kepala sekolah yang bertanggung-jawab atas pendidikan di seluruh sekolahnya dan seyogianya berusaha sedapat mungkin mengadakan perbaikan kurikulum sekolahnya Tiap sekolah berbeda dengan sekolah lain. Ialah yang berada dalam posisi strategis untuk mengenal perkembangan anak. Pendekatan pertama sangat mahal selain banyak kekurangannya. Dalam hal inilah ia harus sadar akan fungsinya sebagai pengembang kurikulum. Juga muridnya menunjukkan ciri-ciri khas yang mungkin bertukar dari tahun ke tahun. dan kegiatan guru.jalankan penilaian yang lebih komprehensif yang meliputi aspek emosional. sosilal. moral. dan lain-lain. guru yang berjiwa dinamis dan terbuka bagi pembaruan. Pelajaran itu dapat berupa modul atau pelajaran berprograma. sehingga guru hanya berperan untuk mengatur distribusi bahan itu menurut kecepatan anak. estetis. Dan tiap guru berbeda pribadinya dengan guru lain. Sebaliknya . Kurikulum yang uniform dapat menjadi alasan bagi guru untuk menjauhi inisiatif perbaikan dan hanya menunggu instruksi dari pihak atasan. yang memerlukan pemikiran. Meningkatkan mutu pendidikan dapat dilakukan dengan dua macam pendekatan. berkompetensi tinggi. Pertama.apalagi sekolah di daerah lain yang berbeda sifat geografi dan sosialekonominya. kreativitas. Kurikulum kita uniform di samping usaha untuk sedapat mungkin mengatur apa yang harus dilakukan oleh guru sampai yang sekecilkecilnya. Pendekatan kedua ialah meningkatkan mutu guru sehingga mampu menjalankan bahkan memperbaikinya bila ada kelemahannya. Pada umumnya guru kita masih belum menyadari peranannya sebagai pengembang kurikulum. walaupun berada di kota yang sama. sosial. menyusun paket pelajaran sedemikian rupa. Pendekatan kedua memerlukan guru yang profesional. fisik. Dialah yang dapat menilai aspek-aspek kepribadian anak. mental. masih terdapat jarak yang cukup luas. Ia dapat menilai kemampuan kognitif pada tingkat mental yang jauh lebih tinggi daripada yang dapat diukur dengan Ebtanas. etis.

bagaimana menilainya. cenderung mematikan kreativitas guru. Ada kemungkinan. Mengetahui Tujuan Perbaikan. antara lain : y y y y y y y Mengetahui tujuan perbaikan Mengenal situasi sekolah Mengetahui kebutuhan siswa dan guru Mengenal masalah yang dihadapi sekolah Mengenal kompetensi guru Mengetahui gejala sosial Mengetahui perkembangan dan aliran dalam kurikulum. bagaimana melaksanakannya. sumber belajar apa yang diperlukan. demikian pula desain perbaikan atau implementasinya dan metode penilaiannya. bagaimana memanfaatkan balikannya. Kurikulum tak kunjung sempurna dan senantiasa dapat diperbaiki. Kurikulum bukan benda mati akan tetapi sesuatu yang hidup mengikuti perkembangan zaman. bagaimana mengorganisasi bahan itu. sumber belajar yang tersedia di sekolah atau lingkungan. Sering guru-guru tidak mengenal betul situasi sekolah yang sebenarnya. Bila kita ingin memperbaiki kurikulum sekolah. misalnya kurang mengenal potensi guru. kita harus memperhatikan sejumlah dasar-dasar pertimbangan. tujuannya harus diperjelas atau diubah. apakah perlu dicari proses belajar-mengajar baru. bagaimana cara mencapainya. Langkah pertama ialah mengetahui dengan jelas apa yang sebenarnya ingin dicapai. agar usaha itu berhasil baik.atasan yang tidak merangsang guru untuk bersifat dinamis dan memberi kesempatan serta dorongan untuk mencobakan perbaikan atas pemikiran sendiri dan tidak turut serta dalam usaha perbaikan dan penyesuaian dengan keadaan setempat. Bahan segera usang karena kemajuan zaman. pelajaran harus memperhatikan perbedaan individu dan mencari relevansi dengan kebutuhan setempat. kurang mengenal keadaan masyarakat lingkungan. dan sebagainya. Mengenal Keadaan Sekolah. Jadi perbaikan kurikulum tak kunjung berakhir dan bergerak terus. tidak mengenal sejarah perkembangan sekolah atau memahami kurikulum sekolah .

wawancara. sosiometri. Untuk mengetahui kebutuhan mana yang dirasa paling penting untuk diatasi. perkembangan fisik. lulusan dan putus sekolah. termasuk IKIP. cara murid belajar. orangtua atau murid untuk mengetahui kelemahan-kelemahan dalam pendidikan di sekolah. atau bantuan yang dapat diperoleh. bagaimanakah menyisipkan perbaikan itu kedalam kurikulum resmi. yang sering berkenaan dengan metode mengajar. jumlah penerimaan. konsep-diri anak. memilih bahan pelajaran . sosial. dan sebagainya. kebudayaan masyarakat anak. keadaan siswa secara keseluruhan. analisis pekerjaan murid. keadaan rumah tangga. macammacam golongan etnis. Dalam semua hal itu mungkin terdapat kekurangankekurangan yang perlu mendapat perhatian. dan lain-lain. moral. Mengenal Masalah Yang Dihadapi Sekolah. Suatu masalah ialah. misalnya dari staf perguruan tinggi. Mengetahui kebutuhan itu merupakan titik tolak bagi usaha perbaikan. Agar ada dorongan untuk memperbaiki kurikulum harus disadari adanya kesenjangan antara keadaan yang nyata dengan apa yang diharapkan oleh kurikulum resmi atau apa yang diinginkan siswa dan guru. Juga dapat diadakan brainstorming dengan guru. bahan pelajaran. angket. observasi. intelektual. Untuk memperoleh data dapat digunakan test tertutup dan terbuka. apakah perbaikan itu sungguh-sungguh mengenai inti persoalan ataukah hanya menyinggung gejalanya. nilai-nilai dan harapan masa depan.sebagai keseluruhan serta hubungannya dengan instansi lain. memperhatikan perbedaan individual. dapat diminta guru mengadakan ranking untuk kemudian didiskusikan selanjutnya dan memilih yang dirasa paling urgen. Sebaliknya yang dijadikan fokus perbaikan ialah masalah-masalah yang dihadapi guru dalam pekerjaannya sehari-hari. hasil belajar. relevansi kurikulum. Data tentang siswa. apakah guru -guru memang ingin mengadakan perbaikan yang dianjurkan. Mempelajari Kebutuhan Murid Dan Guru. Tujuan pendidikan seperti diharapkan Pemerintah dapat memberi dorongan untuk mengadakan peruba han dalam keadaan sekarang yang dirasa tidak memuaskan. proses belajar-mengajar. Untuk melaksanakan perbaikan itu perlu diadakan studi yang lebih luas guna memperoleh data lain yang dirasa perlu.

kemampuan untuk mencetuskan ide-ide baru.yang lebih serasi. mungkin tidak dirasa relevan. Masalah yang dipilih hendaknya jangan terlampau luas sehingga sukar dikendalikan. masyarakat atau pemerintah. menentukan hipotesis. serta menggunakan alat. masalah itu dapat diperlukan sebagai cara pemecahan masalah pada umumnya. menilai untuk mcmperoleh balikan. kemampuan untuk menanyakan pertanyaan yang relevan. dapat juga dari . dan lain-lain. murid. Perbaikan kurikulum dapat berasal dari desakan dari dalam dunia pendidikan. maupun dari luarnya. psikologi anak. dan sebagainya. selain kompetensi umum. kemampuan mempertemukan pandangan yang bertentangan. mencobakannya apakah benar hipotesis itu. proses mengajar-belajar. Mengenal Kompetensi Guru. serta memupuk suasana yang menyenangkan. kemampuan untuk mengarahkan dan mengkoordinasi. seperti komputer. yakni merumuskan masalahnya. cara meningkatkan motivasi siswa belajar. mengambil kesimpulan. Jika telah ditentukan dan disetujui masalah perbaikan yang akan dikerjakan. mengimplementasikannya. Untuk memperbaiki kurikulum perlu diketahui kompetensi guru sebagai partisipan dalam pengembangannya. kemampuan memilih dari sejumlah alternatif. kepala sekolah. mengadakan perubahan. fasilitas yang membantu proses belajar-mengajar. organisasi kelas. pengetahuan mereka tentang seluk-beluk kurikulum. sosiologi. orangtua. kemampuan menganalisis situasi dan menafsirkan perbuatan. dan seterusnya sampai tercapai hasil yang memuaskan. kemampuan mengadakaan eksperimen dan penelitian. Masalah yang dianjurkan oleh pihak luar. Sebaliknya jangan pula terlampau sempit sehingga tak bermakna. mengumpulkan data. kemampuan bekerja-sama untuk menghasilkan pekerjaan yang bermutu. bahan pelajaran. seperti kemampuan membuat perencanaan. Mengenal Gejala Sosial. kemampuan menyatakan pikiran secara lisan dan tulisan. tidak prakis oleh guru dan tidak akan mendapat dukungan. Dari dalam pendidikan dorongan ke arah perbaikan dapat bersumber dari guru. Masalah juga dapat berasal dari murid.

Masing-masing sekolah dapat berusaha mencapai . guru suatu bidang studi yang dinamis dapat memperbaiki pengajaran hidang studinya. Kurikulum harus dibangun terus menerus. Perguruan tinggi juga dapat menunjukkan keluhannya tentang mutu lulusan SMA dan konsumer para lulusan lembaga pendidikan merasakan kekurangan dalam tenaga kerja. Murid-murid pun mempunyai sejumlah keluhan tentang kekurangan yang dirasakannya tentang sekolah. yang mungkin tidak dilakukan guru bidang studi lainnya. Namun suara masyarakat tentang pendidikan sering dicetuskan melalui koran dan mass media lainnya. Juga dari pihak luar datang usul-usul perbaikan sekolah. pada umumnya para pendidik. Bila kurikulum diperbaiki secara kontinu. Tak dapat kurikulum serentak diperbaiki dalam segala "front". Demikian juga suatu sekolah yang "favorit" karena mutunya. Misalnya. Tiap guru mengalami hal-hal yang tidak memuaskan yang perlu diperbaikinya. Namun adanya keluhan itu seharusnya mendorong para pendidik untuk menilai diri sendiri dan berusaha memperbaikinya. Kurikulum yang barn sama sekali cenderung melenyapkan segala kebaikan kurikulum yang lampau. Orangtua pada umumnya belum menyadari sepenuhnya peran mereka dalam perbaikan sekolah. Kepala sekolah sudah sewajarnya mencita-citakan sekolah yang baik. sampai pada suatu saat lahir kurikulum baru. yang belum tentu memberi perbaikan. tanpa menunggu kemajuan sekolah lain yang ketinggalan.penilik sekolah atau dari kementerian. lalu membiarkan keadaan berlangsung. Kurikulum yang baik tidak diperoleh sekaligus dengan adanya kurikulum yang baru sama sekali. karena tiap orangtua mengharapkan pendidikan yang sebaik-baiknya bagi anaknya. Lagi pula keluhan itu perlu dipertimbangkan dengan sungguh-sungguh oleh sebab tidak tiap keluhan mempunyai dasar yang kuat yang didukung oleh fakta. Hingga kini. Tak semua keluhan itu dapat dipenuhi. dapat lebih meningkatkannya lagi. khususnya guruguru belum berani mengambil inisiatif mengadakan perbaikan sendiri. Pemilik sekolah dalam kunjungannya tentu akan memberi sejumlah saran ke arah perbaikan kurikulum. sedikit demi sedikit yang lazim disebut sebagai "broken front". tak perlu diambil risiko besar untuk mengadakan pembaruan total yang dapat menimbulkan goncangan besar di kalangan guruguru.

Tak semua aliran baru dalam kurikulum dapat diterapkan. keunggulan dan tiap guru dapat mengusahakan tercapainya mutu yang senantiasa meningkat. dalam hal apa sekolah itu lebih baik atau lebih rendah mutunya daripada sekolah lain. sumber-sumber yang tersedia atau tidak tersedia. Ide-ide baru dapat menjadi pokok diskusi di kalangan guru. Biasanya ia bersifat eklektik."excellence". LANGKAH-LANGKAH DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM DI SEKOLAH Agar usaha perbaikan kurikulum di sekolah dapat berhasil baik hendaknya diperhatikan langkah-langkah yang berikut :  Adakan penilaian umum tentang sekolah. Biasanya guru tidak berpegang secara ketat pada satu pola kurikulum tertentu. Maka karena itu guru dapat membukakan diri terhadap berbagai aliran dalam pengembangan kurikulum. Perlombaan sehat antara sekolah dalam peningkatan mutu hendaknya jangan dihalangi. Sekolah yang ketinggalan dalam hal tertentu dapat belajar dari sekolah yang telah maju. Mengetahui Aliran-aliran Dalam Pengembangan Kurikulum. asal diadakan waktu khusus oleh kepala sekolah untuk membicarakan kurikulum sekolah secara berkala. Kurikulum adalah bidang yang subur bagi penelitian. Kurikulum yang uniform mengenal standard minimal tidak menghambat mencapai mutu yang setinggi-tingginya. memilih apa yang dirasanya bermanfaat bagi tujuan tertentu. dan lain-lain. Ia dapat pada suatu saat menggunakan teori belajar S-R mematuhi PPSI dan sesaat lagi menerapkan pendekatan proses yang berdasarkan teori belajar Gestalt. adanya diskrepansi antara kenyataan dengan apa yang diharapkan berbagai pihak. Namun ada saja kemungkinan mengambil aspek-aspek tertentu yang dapat memberikan perbaikan dalam rangka kurikulum yang berlaku. Banyak buku dan karangan terbit berkenaan dengan studi tentang kurikulum. Berbagai aliran timbul untuk mencari alternatif baru sebagai reaksi terhadap praktik kurikulum yang berlaku sekarang. Tiap aliran mengandung hal-hal yang positif yang dapat memperluas pandangan guru tentang kurikulum yang dapat mendorongnya untuk menerapkannya sejauh itu mungkin. Banyak di antaranya yang hanya berupa ide saja tanpa direalisasikan. .

 Memilih anggota panitia. percobaan.  Menyiapkan desain perencanaannya yang mencakup tujuan. bergantung pada luas perbaikan yang akan diadakan. yang timbul berdasarkan studi tentang berbagai kebutuhan yang tersebut di atas lalu memilih salah satu yang dianggap paling mendesak. sedapat mungkin sesuai dengan kompetensi masingmasing. bila ternyata usaha itu berhasil baik dan dijadikan pedoman selanjutnya. Apa yang indah di atas kertas. apakah yang direncanakan itu dapat direalisasikan. penilaian. kepala sekolah hendaknya senantiasa menyatakan penghargaannya atas pekerjaan semua yang terlibat dalam usaha perbaikan ini. Perlu pula ditentukan batas waktu perencanaan dan pelaksanaan proyek ini.  Mengajukan saran perbaikan. belum tentu dapat diwujudkan.  Memantapkan perbaikan. Ada perbaikan kurikulum yang fundamental yang makan waktu puluhan tahun. Sering kurikulum yang dijalankan . Pada taraf permulaan hendaknya diambil suatu proyek yang sederhana. balikan. cara mengevaluasi. pelaksanaan. yang dapat didiskusikan bersama. Perlu pula memilih orang-orang yang benar-benar bermotivasi untuk mengadakan perbaikan dan mempunyai kompetensi yang memadai.   Mengawasi pekerjaan panitia.  Menerapkan cara-cara evaluasi. sebaiknya dalam bentuk tertulis. metode penyampaiannya. dan kebutuhan akan perubahan dan perbaikan. biasanya oleh kepala sekolah. Perbaikan kurikulum memerlukan waktu lama sebelum membudaya. Selidiki berbagai kebutuhan. menentukan bahan pelajaran. kebutuhan guru. apakah sesuai dengan tuntutan kurikulum yang berlaku. antara lain kebutuhan siswa. Ketidakberhasilan akan menimbulkan kekecewaan dan keengganan untuk mengadakan perbaikan di masa mendatang. kadang-kadang 2 sampai 5 tahun. perbaikan. Melaksanakan hasil panitia oleh guru dalam kelas. dan seterusnya. yang besar harapannya dapat dilaksanakan dengan baik. menilai maknanya bagi perbaikan sekolah dan menjelaskan makna serta implikasinya.  Mengidentifikasi masalah serta merumuskannya. Jadi jangan didesak melakukannya dengan tergesa-gesa. Oleh sebab pekerjaan ini tidak mudah.

Dalam arti yang luas. Yang memegang peranan dalam . seperti Pemerintah. sedangkan sekolah harus menerjemahkannya dalam kegiatan yang lebih spesifik dan operasional. perguruan tinggi.masih mirip dengan yang terdapat puluhan bahkan ratusan tahun yang silam. murid. Dalam garis besarnya kita dapat membaginya dalam dua golongan. Untuk melaksanakan kurikulum itu dan juga dalam usaha untuk mengubahnya agar sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan anak dalam masyarakat tertentu diperlukan peserta lain. Kritik dan saran dari pihak luar biasanya bersifat umum. Dalam kelas. Dalam proses perbaikan kurikulum seperti ini diperlukan partisipasi dari semua yang tiap hari terlibat dalam kurikulum yakni guru. Perubahan kurikulum senantiasa melibatkan perubahan manusia yang melaksanakannya. guru sendiri harus berubah atau diizinkan. seperti golongan agama. Apakah hanya pejabat Depdikbud ataukah masih diperlukan peserta lain? Setelah Jeomr Bruner yang mengutamakan struktur disiplin ilmu. khususnya IKIP. PESERTA DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM Siapakah yang diikut-sertakan dalam pengembangan kurikulum merupakan suatu masalah. kurikulum adalah benda hidup yang dinamis. bahkan didorong untuk berubah. yaitu daya-daya dari dalam sekolah dan dari luar sekolah. politik. para ahli disiplin ilmu dari universitas banyak dilibatkan dalam pengembangan kurikulum. banyak lagi yang turut terlibat dalam mutu kurikulum. Dalam kelas kurikulum resmi itu memperoleh bentuk yang tersendiri bila diterjemahkan dalam interaksi hidup antara guru dan siswa. merekalah yang pertama-tama yang harus berusaha mengadakan perbaikan. Akan tetapi kurikulum yang sesungguhnya ialah apa yang terjadi dalam kelas dalam interaksi siswa dengan guru dan siswa lainnya dan dengan lingkungan. Agar kurikulum berubah demi perbaikan. industri. Bila pendidikan mendapat sorotan dan kritik. dan lain-lain. bukan hanya sekumpulan halaman cetakan belaka. para ahli kurikulum dan berbagai lapisan masyarakat umumnya. Di belakangnya terkandung asumsi bahwa kurikulum menyusun suatu dokumen yang menjadi pegangan apa yang harus dip elajari siswa. oleh dianggap kurikulum adalah terutama menyampaikan ilmu pengetahuan. kepala sekolah dan pemilik sekolah dari Kanwil. orangtua.

Jadi ia hanya terlibat dalam praktik. oleh sebab pada hakikatnya ia bekerja dalam dunia terisolisasi. Mereka akan lebih memahami bahwa gurulah unsur utama dalam kurikulum. Apa yang dikerjakan dalam kelasnya tertutup bagi dunia luar. Pengalamannya selama puluhan tahun dapat merupakan pengalaman yang sama diulangi puluhan kali dan tidak tumbuh dalam profesinya. sehingga ia tidak memperoleh input tentang proses belajar-mengajar dalam kelasnya. terbuka bagi pendapat mereka. (3) bertukar pikiran dan pengalaman dengan teman guru-guru lainnya atau dengan kepala sekolah. Hasil pembicaraan akan diterapkan dalam kelas masing-masing lalu didiskusikan kemudian untuk menilai pengalaman guru masing-masing. Sikap keterbukaan ini memungkinkannya belajar dari murid. khususnya dalam hal kurikulum kelas atau bidang studinya. Guru menghadapi kesulitan tersendiri. Ia hanya dapat berkembang. Pada saat ini guru belum menganggap dirinya seorang yang boleh bicara. melakukan pekerjaan berkali-kali tidak memberi pelajaran. Berbuat hanya menghasilkan pelajaran. bahkan yang mempunyai keahlian dalam bidang kurikulum. Pertumbuhannya ini dapat dibantu. Ia cenderung masuk cengkeraman rutin. bila sekolah secara berkala mengadakan rapat khusus untuk membicarakan hal-hal berkenaan dengan kurikulum serta perbaikannya. ibarat tukang yang harus melaksanakan pekerjaan menurut instruksi. (2) belajar terus dengan membaca literatur profesional. Jarang sekali pelajarannya dihadiri oleh orang luar. dari buku dan dari orang lain. la menganggap dirinya hanya sebagai pelaksana. mengulangi caranya mengajar dari tahun ke tahun sampai akhir jabatannya. Sebagian dari waktu libur sekolah dapat dimanfaatkan untuk membicarakan kekurangan-kekurangan dalam penyelenggaraan kurikulum dan secara bersama mencari usaha perbaikan. atau pelaksana kurikulum yang kreatif evaluatif. bila ia membiasakan diri (1) berunding dan bertukar pikiran dengan siswa.proses perbaikan kurikulum ialah guru oleh sebab dialah yang paling bertanggung-jawab atas mutu pendidikan anak-didiknya. tanpa memikirkan dan merenungkan apa yang dilakukannya. Orang tidak belajar dengan sekadar berbuat. Semboyan "learning by doing" mempunyai satu syarat. Dengan demikian guru-guru lebih memahami seluk-beluk kurikulum dan menyadari peranannya sebagai pengembang kurikulum. bila direnungkan apa yang .

Adanya perkumpulan profesional dengan terbitannya dapat merangsang guru untuk senantiasa melihat profesinya sebagai masalah yang secara kontinu mendorongnya untuk berpikir tentang kurikulum dan dengan demikian mempercepat perbaikan dan modernisasi pendidikan kita. PARTISIPASI MURID Pada umumnya kita belum mempertimbangkan peranan siswa dalam pengembangan kurikulum dan mereka memang tidak mempunyai kompetensi dalam bidang itu. pada pokoknya mereka sudah dilibatkan dalam kurikulum. bagaimana pendapatnya tentang . atau mengalami sendiri kegunaannya. konse ptual.. PARTISIPASI GURU Tiap guru mempunyai reaksi individual terhadap perbaikan kurikulum. Dalam usaha untuk mengadakan perubahan kurikulum. Jika ia menyaksikan pelaksanaan. Partisipasi murid sama sekali tidak . bila guru bertanya. maka ia akan lebih mudah menerimanyl karena instruksi atau paksaan. Guru mempunyai pandangan sendiri tentang kurikulum dan keberhasilan perubahan bergantung pada kesesuaiannya dengan nilai-nilai guru dan taraf partisipasinya dalam perubahan itu. Namun pada tingkat kegiatan kelas. atau bila guru mengajak siswa turut-serta dalam perencanaan suatu kegiatan belajar. apakah dapat dilakukan dalam kelasnya. seperti guru SD. atau menganggap bahwa cara yang lama lebih bermanfaat dan yang baru terlampau banyak menuntut waktu dan tenaga. pelajaran. dan teoritis. apa yang ingin dipelajarinya tentang suatu topik. apakah perbaikan itu hanya bersifat teori. SMP. SMA. juga perkumpulan guru dalam bidang studi tertentu yang tidak terbatas pada tingkatan sekolah. hendaknya diselidiki sikap dan reaksi guru terhadap perubahan itu dan mempertimbangkannya. maka perbaikan itu tidak akan lama bertahan. Di sekolah progresif kepada murid diberikan peranan yang lebih besar lagi tentang apa yang mereka harapkan dari pelajaran.dilakukan dan meningkatkannya pada taraf yang lebih abstrak. dan lain-lain. Perubahan harus diterima dengan rasa komitmen agar berhasil baik. Pada umumnya guru akan bersifat kritis dan menilainya. Perkembangan profesional guru juga terhambat karena tidak adanya perkumpulan profesional hagi berbagai golongan guru.

KEPEMIMPINAN DALAM PENDIDIKAN Telah banyak diadakan penelitian untuk mengetahui apakah sebenarnya kepemimpinan itu.berarti bahwa keinginan mereka harus diperturut akan tetapi pandangan mereka dapat dimanfaatkan. Walaupun banyak orang yang dapat memberi sumbangan kepada perbaikan kurikulum. sekalipun tersembunyi terhadap pelajaran dan sekolah yang mereka nyatakan dalam perbuatan yang tidak diinginkan. Kepala sekolah dan stafnya tak dapat tiada harus bekerja dalam kerangka patokan yang ditetapkan oleh Depdikbud. Memaksakan kurikulum yang tidak mereka sukai. Perubahan dalam sikap pemuda-pemudi akibat dinamika masyarakat tidak dapat diabaikannya. Perubahan kurikulum hanya akan berjalan dengan dukungan dan dorongan kepala sekolah. Ialah tokoh utama yang mendorong guru agar senantiasa mencari perbaikan dan mengembangkan diri. yang tidak disesuaikan dengan kebutuhan mereka. mempertimbangkan. hendaknya kepala sekolah dan guru-guru selalu rnemegang peranan utama untuk menerima. PARTISIPASI KEPALA SEKOLAH Kepala sekolah mempunyai kedudukan strategis dalam perbaikan kurikulum dan berbeda di garis depan perubahan kurikulum. namun tidak ada yang dapat memberi jawaban yang memuaskan. Sebagai pemimpin profesional ia menerjemahkan perubahan masyarakat dan kebudayaan ke dalam kurikulum. Ada kalanya dianggap bahwa seorang lahir sebagai pemimpin jadi bukan karena pengalaman. sekalipun keputusan selalu di tangan guru. Masih ada lagi golongan lain yang dapat membantu perbaikan kurikulum antara lain para inspeksi di Kanwil dan juga para orangtua dan tokoh-tokoh masyarakat. la sendiri harus mempunyai latar belakang yang mendalarn tentang teori dan praktik kurikulum. dan memutuskan apa yang akan dimasukkan dalam kurikulum sekolah. Rupanya kepemimpinan itu lebih kompleks daripada yang diduga semula dan timbul beberapa teori tentang hakikat kepemimpinan ini. ia dapat membangkitkan atau mematikan perubahan kurikulum di sekolahnya. akan menimbulkan rasa benci bahkan protes. Pemimpin dianggap sebagai orang yang jauh lebih ban yak .

menurut pengalaman dan pendapat seseorang. kepemimpinan dianggap sebagai layanan kepada kelompok. Daftar ini rasanya masih dapat diperluas. Berbagai teori telah dipikirkan untuk menjelaskan hakikat kepemimpinan. Kita tidak tahu yang mana di antara sifat-sifat itu yang paling penting. Pemimpin ialah orang yang menentukan sedangkan yang lain harus mematuhinya. Salah satu teori memandang kepemimpinan sebagai orang yang memiliki sejumlah sifat yang membuatnya seorang pemimpin. inteligensi tinggi : sosial. Ada pula yang memandang kepemimpinan sebagai sesuatu yang dibagi bersama antara anggota kelompok guna mencapai tujuan-tujuan yang ditentukan bersama. Apa yang dilakukan pemimpin sama pentingnya dengan bagaimana caranya melakukannya. karena dialah yang dianggap paling kompeten untuk tu gas itu. Sebagai pembantu. kesediaan memberi bantuan. Jadi kepemimpinan bergantung pada tugas yang dihadapi. berminat untuk memimpin. antara lain empat yaitu identifikasi dengan kebutuhan orang lain. Teori ketiga ialah memandang kepemimpinan sebagai fungsi suatu situasi. dan seorang tidak akan menjadi pemimpin yang efektif dalam segala situasi. pengendalian emosi. verbal maupun akademis. .tahu dan lebih kompeten daripada pengikutnya. Pemimpin ditunjuk oleh kelompok untuk tujuan tertentu untuk jangka waktu yang tertentu. Dalam segala situasi tertentu tampil pemimpin tertentu. akan tetapi tak ada yang dapat menjelaskan semua gejala kepemimpinan itu dengan memuaskan. Anggapan demikian menganut konsep yang otokratis tentang kepemimpinan. Jadi pemimpin yang cocok untuk suatu situasi tidak akan cocok untuk situasi lain. kemampuan menyesuaikan diri dengan norma kelompok. Dalam organisasi yang demokratis pemimpin dianggap sebagai orang yang dapat membantu anggota lain untuk mengidentifikasi tujuan yang bermakna bagi kelompok dan membantu dalam mencapai tujuan itu. Situasi itu membutuhkan seorang pemimpin yang dianggap mampu mengatasi masalah yang ditimbulkan situasi itu secara efektif. bersemangat.

dan prioritas tujuan. saling menghormati. kepemimpinan yang mengutamakan hubungan manusiawi. yaitu yang berorientasi pada tugas. dalam berbagai situasi pada waktu-waktu tertentu. Kepemimpinan mungkin fungsi interaksi antara berbagai variabel itu yang membuka kesempatan timbulnya pemimpin yang sentral tanpa menghalangi orang lain untuk menjalankan kepemimpinan bersama.Ketiga teori itu ada kebenarannya. namun selalu menunjukkan kualitas tinggi dalam hal tertentu. Masalahnya ialah bagaimana mempertemukan kedua pendekatan itu. sikap dan kebutuhan "pengikut" atau anggota kelompok pada saat tertentu. dan yang berorientasi pada hubungan manusiawi. adanya saling percaya. Mungkin kepemimpinan bertalian dengan faktor-faktor pribadi. namun tidak dapat berlaku dalam segala situasi kepemimpinan. bangkit dalam struktur suatu kelompok. kekompakan. distribusi kekuasaan. timbul dalam situasi tertentu. Di lain pihak. Kepemimpinan berbeda menurut sifat lingkungan. . atau menjadi pemimpin yang tidak hanya disenangi akan tetapi juga berhasil dan efektif. Efektivitas kepemimpian antara lain bergantung pada kualitas hubungan antara pemimpin dan anggota kelompok. yaitu menjadi pemimpin yang disukai dan mencapai hasil yang diinginkan. mendorong anggota bekerja dengan tenaga penuh agar mencapai kemajuan. pemanfatan buah pikiran anggota. percaya-mempercayai. berusaha agar pekerjaan menyenangkan. mengutamakan hasil dengan menentukan standar. Yang berorientasi pada tugas ingin agar pekerjaan selesai. sifat tugas. Pemimpin tidak memiliki sejumlah ciri yang sama. mengeritik pekerjaan yang tak bermutu. namun tidak memberi hasil seperti kepemimpinan yang berorientasi pada tugas. menetapkan waktu penyelesaian pekerjaan. memelihara hubungan antar manusia yang baik. berusaha agar ia disenangi. bersedia mendengarkan buah pikiran orang. semangat atau moral tinggi. Dalam kepemimpinan dapat dibedakan dua corak. memupuk rasa hormat-menghormati.

Mengubah seluruh sistem pendidikan yang hanya dapat dilakukan oleh pusat yakni Depdikbud karena mempunyai wewenang penuh untuk mengadakan perubahan kurikulum secara total. Tanggung jawab tanpa diberi kekuasaan tertentu cenderung tidak memberi hasil. Perubahan ini menyeluruh dan dijalankan secara uniform di seluruh negara. Usaha besar-hesaran ini hanya dapat dikordinasi oleh pusat dengan memberikan pernyataan kebijaksanaan. petunjuk-petunjuk pelaksanaan dan hukum pedoman. egoistis dan kerena itu perlu dididik. STRATEGI KEPEMIMPINAN DALAM PERUBAHAN KURIKULUM Dengan strategi dimaksud rencana serangkaian usaha untuk mencapai tujuan. menggunakan ancaman atau rasa takut. Sebaliknya ia dapat memandang manusia yang pada hakikatnya buruk. Ia dapat memandang manusia sebagai makhluk yang pada hakikatnya baik dan dapat diberi kepercayaan akan berkembang dan melakukan tugasnya dengan baik. diorientasi kearah perbaikan. tidak baik atau buruk akan tetapi mempunyai kebebasan untuk memilih dan memerlukan kesempatan dan hantuan menggunakan kehebasannya untuk memilih yang baik. Kepemimpinan juga ditentukan oleh pandangan pemimpin terhadap manusia. Kepemimpinan sering memerlukan otoritas atau kekuasaan. Untuk mengubah kurikulum dapat diikuti strategi yang berikut : 1.Kepemimpinan yang berorientasi pada tugas dapat menyeleweng menjadi kepemimpinan yang otokratis yang dapat bersifat paternalistik. Dapat pula manusia dipandang netral. demokratis semu. Dalam perubahan kurikulum pemilik sekolah. dalam hal ini perubahan atau perbaikan kurikulum. . Strategi ini sangat ekonomis mengenai waktu dan tenaga bila mengadakan perubahan kurikulum secara uniform dan menyeluruh. kepala sekolah atau guru harus diberi kekuasaan atau wewenang agar dapat menjalankan tanggung jawabnya untuk membuat rencana guna perbaikan.

mau tak mau setiap guru akan menghadapi masalah yang harus diatasinya.Dianggap bahwa di kantor pusat telah dihimpun personalia profesional yang paling unggul yang diberi fasilitas yang seluas-luasnya untuk merencanakan perubahan kurikulum itu sebaik-baiknya. ada kalanya atas pemikirannya sendiri. tak dapat tiada guru harus mengadakan penyesuaian. atau interaksinya dengan . Memperbaiki kurikulum berarti hanya menerima kebijaksanaan orang-orang yang secara resmi diberi status sebagai pemimpin urusan kurikulum. atau setiap tingkatan atau bidang studi. hanya terdapat di mana guru dan murid berada. Di bawah pimpinan kepala sekolah dapat diadakan rapat seluruh staf. Kurikulum yang nyata. yakni di sekolah dan dalam kelas. Rapat-rapat mengenai perbaikan kurikulum sebaiknya dilakukan secara kontinu oleh sebab tujuannya tidak diperoleh sekaligus. Di sinilah dihadapi masalah kurikulum yang sesungguhnya. Dalam kelas kurikulum menjadi hidup. yang riil. Ada sejumlah kelemahan yang terdapat dalam pendekatan ini. guru selalu mendapat kesempatan untuk mencobakan pikirannya sendiri. Kelaslah yang menjadi garis depan perubahan dan perbaikan kurikulum. Memusatkan perubahan kurikulum di kantor pusat tidak cukup melibatkan semua pakar kurikulum profesional yang tersebar di seluruh negara. Bagaimanapun ketatnya perincian kurikulum. Mengubah kurikulum tingkat lokal. Perbaikan yang sesungguhnya akan terjadi bila guru sendiri menyadari kekurangannya. dalam jangka panjang ini dapat mengekang dan membatasi perbaikan kurikulum secara kreatif oleh guru-guru di seluruh negara. Dalam menghadapi anak. 2. bukan hanya secarik kertas. Cara ini cenderung bersifat birokratis yang dikatakan menyusun kurikulum "di belakang meja tulis" oleh tokoh-tokoh yang tidak atau kurang menceburkan diri dalam praktik sekolah yang sebenarnya. Pedoman kurikulum hanya dapat dijiwai oleh guru dan pribadi guru terjalin erat dengan cara ia melaksanakan kurikulum itu. Dalam pelaksanaan kurikulum dalam kelas terhadap murid yang berbeda-beda. Bila semua perubahan kurikulum hanya datang dari pusat.

Sama sekali tidak dilarang memberi bahan yang lebih mendalam dan luas bagi anak-anak yang berbakat. lebih bebas disesuaikan dengan kebutuhan guru. Supervisi. 4. Apa yang dipelajari dalam inservice dan pengembangan staf hendaknya dipraktikkan. Memberikan pendidikan in-service dan pengembangan staf. Adanya perbedaan antara apa yang diajarkan di suatu sekolah tidak perlu mempersulit anak pindah sekolah. Kurikulum resmi hanya memberikan kurikulum minimal yang diharapkan harus dicapai oleh segenap siswa di seluruh Indonesia. dengan rencana yang lebih ketat dan diselenggarakan atas instruksi pihak atasan. Ada menyebutnya "kurikulum plus". 3.siswa dan dalam diskusi dengan teman guru lainnya. Kini pengertian supervisi sudah berubah. Guru misalnya dapat disuruh mengobservasi dan menilai dirinya mengajar yang telah divideo-tape. Dianggap bahwa kurikulum sekolah akan mengalami perbaikan jika mutu guru ditingkatkan. Perubahan kurikulum di sekolah tidak berarti bahwa sekolah itu menyendiri dan melepaskan diri dari kurikulum resmi. Sekolah itu tetap bergerak dalam rangka kurikulum resmi yang berlaku akan tetapi berusaha un tuk menyesuaikannya dengan kebutuhan anak dan lingkungannya serta berusaha untuk meningkatkannya. Kedatangannya dipandang sebagai hari mendung penuh rasa takut yang dihadapi guru dengan segala macam tipu muslihat. Tujuannya ialah membantu guru mengadakan perbaikan dalam pengajaran. Usaha perbaikan yang dijalankan oleh guru-guru memerlukan kordinasi kepala sekolah. Bila dirasa perlu penilik sekolah dapat memberikan demonstrasi bagaimana melaksanakan suatu metode baru. Pengembangan staf atau staff development lebih tak-formaal. Supervisi adalah memberi pelayanan kepada guru untuk memperoleh proses belajar-mengajar yang lebih efektif. Seorang pemilik sekolah harus . sedangkan isinya secara detail tidak esensial. selama sekolah itu mengajarkan konsep-konsep dan prinsip-prinsip atau struktur ilmu. Dahulu pemilik sekolah mengunjungi sekolah untuk mengadakan inspeksi dan memberi penilaian terhadap guru dan sekolah. In-service training dianggap lebih formal.

non-grading. Yang lebih mungkin dilaksanakan ialah eksperimentasi.senantiasa mempelajari perkembangan kurikulum dan metode mengajar modern dan dapat pula menerapkannya. kegiatan siswa. Ialah sebenarnya menjadi hulubalang dalam modernisasi pendidikan. misalnya pengajaran modul. Demikian pula CBSA dan "muatan lokal" diujicobakan selain percobaan lainnya. penjadwalan. juga dalam bidang pendidikan di sekolah. Hal serupa ini akan jarang terdapat di negara kita dewasa ini. Hal ini antara lain dapat terjadi bila sekolah itu akan menjalankan misalnya team teaching. Ciri kemajuan ialah perubahan dan perbaikan. . Risiko pembaruan kurikulum tanpa ujicoba sangat besar. dapat menghamburkan biaya dan tenaga yang banyak. Eksperimentasi dan penelitian. administrasi. Reorganisasi sekolah. 6. open school. Kemajuan komunikasi dan transpor membuka pendidikan kita bagi berbagai pengaruh di bagian lain dunia ini. sayang tidak berbekas selanjutnya. Reorganisasi diadakan bila sekolah itu ingin merombak seluruh cara mendidik di sekolah itu dengan menerima cara yang baru sama sekali. Biasanya penelitian tidak langsung dapat ditetapkan dan melalui fase yang lama sebelum diterima secara umum. metode unit. kecuali bila diadakan eksperimen dengan metode baru. dan lain-lain yang memerlukan perubahan dalam semua aspek pengajaran. antara lain sekolah pembangunan yang kemudian menjadi PPSI cukup dikenal. Percobaan metode baru dilakukan secara berkala. tanpa jaminan bahwa pembaruan itu akan membawa perbaikan. 5. fasilitas. tugas guru. Penelitian atau research pendidikan belum cukup dilakukan di negara kita ini. seperti bentuk ruangan. yakni mencobak an metode atau bahan baru. Negara kita tidak tertutup bagi macam-macam pembaruan dalam pendidikan. Pada dasarnya setiap kurikulum baru harus diujicobakan lebih dahulu sebelum disebarkan di semua sekolah. dan sebagainya.

. Bila misalnya ada murid yang suka ribut dalam kelas. Masalah akan timbul. Biasanya guru jarang melakukannya. atau guru memberi tanggungiawab kepada murid yang nakal.Secara kecil-kecilan yang tidak sistematis. dan umum nya bila merasa kurang puas dengan apa yang dilakukannya. melihat kekurangan pendidikan berdasarkan Ebtanas atau evaluasi lainnya. Penelitian adalah cara yang secara sistematis mengikuti langkah-langkah tertentu untuk memecahkan suatu masalah. guru menempatkannya di bangku paling depan. bahwa dengan pengawasan yang lebih ketat murid itu akan berubah kelakuannya. Perbaikan kurikulum pada hakikatnya terjadi dalam kelas dan dalam hal ini guru memegang peranan yang paling utama. dan selain itu peka terhadap kritik dari dunia luar. bila ia menghadapi suatu kesulitan dan mencari jalan untuk mengatasinya. dengan hipotesis. Bila diselidiki boleh dikatakan bahwa tiap guru pernah melakukan percobaan kecil-kecilan seperti ini. bila guru itu mengadakan evaluasi tentang pekerjaannya sendiri. Ada guru yang menganjurkan anak yang ketinggalan agar belajar bersama dengan murid yang pandai. Maka guru harus lebih menyadari peranannya sebagai pengembang kurikulum. Yang banyak dilakukan guru ialah percobaan kecil-kecilan yang kurang sistematis bila is menyadari adanya masalah yang dihadapinya dan berniat untuk mengatasinya. sebenarnya tiap guru pernah mengadakan eksperimentasi.

Makin maju masyarakat. terutama akhir-akhir ini sangat cepatnya. pendidikan anak-anak untuk kehidupannya dalam masyarakat itu diselenggarakan di luar sekolah. menanam padi. sehingga sering sekolah tidak sanggup mengikuti jejak kemajuan masyarakat. yang menuntut syarat-syarat yang lebih tinggi dan lebih berat dari tiap warga negara. Akibatnya: sekolah bertambah lama bertambah jauh ketinggalan dan dicap konservatif. makin banyak yang harus diperoleh anak-anak. memancing ikan atau berburu. Anak-anak meniru dan mengikuti kelakuan dan pekerjaan orang dewasa. dan . Dengan jalan demikian mereka dapat mengurus diri sendiri dan mencari nafkahnya dalam masyarakat itu. sehingga mereka pandai mengolah tanah. Akan tetapi pendidikan itu tidak serasi lagi apabila terjadi perubahanperubahan dalam masyarakat. Segala sesuatu yang perlu bagi pendidikannya.BAB 6 KURIKULUM DAN MASYARAKAT PENDIDIKAN DAN KEHIDUPAN Pada zaman dahulu. Yang mendidik anak-anak ialah orang-orang yang mendapat latihan khusus untuk tugas itu. makin banyak mata pelajaran yang harus dikuasai oleh anakanak dan karena itu bertambah lamalah mereka harus bersekolah. sehingga ia dapat mengatur kelakuannya sesuai dengan norma-norma yang berlaku di lingkungannya itu. waktu manusia masih hidup dalam rombonganrombongan masyarakat kecil. Orang tua pada umumnya tidak mampu lagi memberikan pendidikan yang layak untuk mempersiapkan anak-anak untuk memenuhi syarat-syarat yang dituntut oleh masyarakat. Demikianlah anak-anak memperoleh pendidikan yang lengkap serta fungsional dalam masyarakat yang statis itu. terpencil dan sederhana. Di samping itu ia mempelajari adat istiadat yang turun temurun dari nenek moyangnya. Perubahan dalam masyarakat. Anak-anak harus memiliki bermacam-macam ketrampilan dan sejumlah besar pengetahuan agar hidupnya terjamin. diperoleh anak dari orang-orang di lingkungannya tanpa pendidikan formal di sekolah. Sekolah tidak dapat bergerak secepat masyarakat. tanpa sekolah. tradisional.

Seorang pengarang bernama Norman Cousins menulis buku "Modern Man is Obsolete" untuk memberi peringatan bahwa kita akan segera terbelakang bila kita tidak senantiasa menyesuaikan diri dengan perkembangan sosial. kecelakaan. mobilitas. Segala sesuatu mudah menjadi usang. ekonomi. Karena itu setiap pembina kurikulum harus senantiasa mempelajari keadaan. dan aspirasi masyarakat. Perkembangan ini menyebabkan lenyapnya jenis pekerjaan tertentu dan timbulnya berbagai macam pekerjaan lain. Anak-anak yang kini memasuki SD akan menghadapi dunia yang sangat berbeda dengan masyarakat 15 atau 20 tahun lagi bila ia menyelesaikan studinya di universitas. Produksi mobil yang berjumlah ratusan juta menimbulkan masalah jalan raya. Perubahan-perubahan yang hebat dan cepat dalam masyarakat memberikan tugas yang lebih luas dan lebih berat kepada sekolah. keamanan. Timbullah kecaman bahwa sekolah itu kolot. politik. yang hanya menoleh ke belakang pasti tidak dapat memberikan pendidikan yang relevan. mengasingkan diri dari masyarakat dan karena itu tidak mampu dan serasi lagi untuk mempersiapkan anak-anak bagi kehidupan mereka dalam dunia modem ini. kejahatan. yang sering tidak dapat kita ramalkan akibatnya. akan tetapi dalam masa modern ini sudah tidak lagi memenuhi tuntutan zaman. Salah satu ciri masyarakat ialah perubahannya yang cepat akibat perkembangan ilmu pengetahuan yang diterapkan dalam teknologi. perkembangan. Kritik serupa ini akan selalu timbul dan mengharuskan sekolah untuk meninjau kurikulumnya kembali agar lebih relevan dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat. kegiatan. Sekolah yang tradisional. Pekerjaan kasar semakin lama semakin . Bagaimana menghadapi perubahan ini bukan sesuatu yang gampang. karena cepatnya segala sesuatu berubah.sering sekolah berpegang teguh pada mata pelajaran yang dahulu memang fungsional. dan sebagainya yang banyak merepotkan karena kita tidak sanggup mengatasinya pada waktunya. MASYARAKAT KITA DEWASA INI Mendidik anak dengan baik hanya mungkin jika kita memahami masyarakat tempat ia hidup.

Di kota manusia menjadi semata-mata konsumtif. akan tetapi ia memperolehnya dari sekolah kejuruan. sudah tidak lagi sesuai dalam keadaan yang berubah. pembuangan sampah. Anak-anak harus belajar berpikir sendiri untuk menghadapi berbagai persoalan baru dan jangan hanya disuruh menghafal jawaban atas pertanyaan yang telah usang. Peranan keluarga berubah bila dibandingkan dengan dahulu. sedangkan pekerjaan baru memerlukan pendidikan yang lebih lama. Rekreasi yang dulu berpusat dalam keluarga kini sudah berpindah ke hioskop. Seorang gadis tidak lagi belajar menjahit dan ibunya. Akan tetapi keluarga sudah banyak melepaskan fungsinya yang dahulu. Perubahan masyarakat mengharuskan kurikulum senantiasa ditinjau kembali. minuman. dan seribu satu macam kebutuhan lainya hanya diperolehnya berkat jasa orang lain. bangsa-bangsa. Fleksibilitas untuk mempelajari pekerjaan barn perlu dalam zaman modem ini. Anak tidak lagi mempelajari suatu pekerjaan dari ayahnya. Kurikulum yang baik pada suatu saat. . lapangan olah raga atau pusat rekreasi lainnya.berkurang. rekreasi. Makanan. Pemogokan buruh lapangan terbang. pegawai pos. Kurangnya rasa kasih sayang orang tua dapat menimbulkan sikap agresif atau kelainan lain dalam watak seseorang. pakaian. Kemajuan teknologi memperbesar kebergantungan manusia pada manusia yang lainnya. pengangkut sampah. Tidak ada lagi zaman sekarang yang dapat memenuhi keperluan keluarganya. dan sebagainya akan sangat mengganggu kehidupan masyarakat Maka perlulah anak-anak dididik untuk menghargai jasa orang lain dan memberikan jasanya kepada masyarakat. Juga negara makin lama makin bergantung pada negara-negara lain. ia mengikuti suatu kursus. Keluarga masih merupakan lembaga yang paling besar pengaruhnya terhadap Permusuhan dan peperangan dapat menimbulkan bahaya kemusnahan umat manusia karena tidak berhasil memupuk kerja sama antar perkembangan pribadi anak. Maka pentinglah anak-anak juga dididik dalam hubungan manusia dengan dunia internasional.

maka dalam perjuangan hidup. namun penduduk Indonesia bertambah sekitar 3 juta tiap tahun atau satu orang tiap 7. Sekalipun dengan giat diusahakan keluarga berencana.Banyak fungsi keluarga sudah harus dibebankan kepada sekolah. . rumah sakit. makan siang. dan sebagainya. Maka perlulah kurikulum sekolah ditinjau kembali dengan tujuan agar hendaknya kurikulum itu jangan menjadi sebab maka demikian banyaknya anak yang putus sekolah. air bersih. . transport. dan bahkan berusaha memberikan pedidikan tinggi kepada semua warga-negaranya.5% dari pemuda berusia 18-28 tahun. sedangkan kesehatan misalnya diserahkan kepada dokter. bangsa yang rendah pendidikannya pasti akan menderita kerugian. apalagi menjalankan kewajiban belajar bagi semua anak berusia 7-12 tahun yang berjumlah sekitar 25 juta orang. Masalah lain yang dihadapi dalam masyarakat ialah pertambahan penduduk yang cepat. Namun anak itu merupakan suatu keseluruhan dan mau tak mau sekolah haru pula memperhatikan segala aspek s perkembangan anak. Jumlah anak yang putus sekolah juga sangat mengkhawatirkan. pemeriksaan gigi. Dalam zaman modern dengan teknologi yang maju masyarakat kita memerlukan rakyat yang terdidik. Ada pendidik yang mengeluh bahwa kurikulum sekolah terlampau berat bebannya. perumahan. Anak-anak berusia 13-18 tahun jumlahnya sekitar 17 juta pada tahun 1974 hanya 4 juta yang bersekolah sedangkan yang belajar di universitas hanya sekitar seperempat juta atau 2. bimbingan penyuluhan. keamanan. dan menginginkan agar tugas sekolah dibatasi pada pendidikan akadeinis.5 detik. Maka karena itu di sekolah-sekolah yang maju juga disediakan fasilitas untuk kesehatan. Kalau negara yang maju sudah sekurang -kurangnya memberikan pendidikan menengah atas. Sekitar 63% dan anak-anak yang memasuki SD tidak dapat menyelesaikannya. pendeknya semua aspek kehidupan.Hanya menambah fasilitas pendidikan serta tenaga pengajar untuk pertambahan penduduk 3 juta tiap tahun ia sudah merupakan pekerjaan raksasa. termasuk pendidikan. Eksplosi penduduk itu dengan sendirinya mempengaruhi soal persediaan makanan.

dari desa ke kota. Masih banyak lagi masalah lain. bahkan sering justru membawa masalah-masalah yang lebih pelik lagi. Pendidikan untuk memupuk saling pengertian antar suku bangsa yang beraneka ragam dengan menghilangkan prasangka atau buruk sangka perlu mendapat perhatian untuk memperkuat rasa kesatuan bangsa kita. Akan tetapi tidak ada kepastian apakah dari kebudayaan itu yang harus dimasukkan ke dalam kurikulum.Kemajuan teknolologi dalam bentuk alat transpor memungkinkan manusia bepindah tempat dari pulau ke pulau. pendidik. Hanya sering kita terlambat mengenal akibatakibat perkembangan itu. Apakah kebudayaan daerah. adat istiadat. dan pembina kurikulum. Tidak setiap kemajuan dalam ilmu pengetahuan teknologi membawa keuntungan dan kebahagiaan bagi umat manusia. Demikian pula tidak tiap perubahan atau pembaharuan berarti kemajuan. kesenian daerah harus disampaikan kepada . Maka perlu pulalah anak-anak diajak menilai secara kritis perubahan-perubahan dalam masyarakat sekitarnya dan dalam dunia umumnya. Tidak mudah memperoleh pendapat yang sama mengenai tugas sekolah. Sekolah tak dapat tiada hams memperhatikannya bila kita ingin mendidik anak yang serasi untuk masyarakat sekarang. Di atas telah dikemukakan beberapa masalah bertalian dengan masyarakat. FUNGSI SEKOLAH DAN KURIKULUM Kurikulum sekolah banyak ditentukan oleh tanggapan orang tentang apakah sebenarnya fungsi sekolah bagi masyarakat. Bagaimana mempertimbangkannya dalam kurikulum adalah tugas yang terusmenerus akan dihadapi oleh guru. Pada satu pihak kita lihat sekolah itu sebagai lembaga yang harus mengawetkan kebudayaan yang diwariskan oleh nenek moyang dengan menyampaikan kepada generasi muda. Perpindahan penduduk melenyapkan isolasi suku-bangsa. Urbanisasi merupakan gejala yang umum di seluruh dunia dengan segala problema yang berkaitan dengan itu. dan tiap masalah menimbulkan masalah-masalah baru.

Juga B.semua anak di daerah itu. maka perkembangan masyarakat karena kemajuan teknik dan ilmu pengetahuan akan menghancurkan umat manusia sendiri. G. dan mengatur perubahan sosial. Ia tidak hanya mengharapkan bahwa pendidikan harus membawa perubahan dalam masyarakat akan tetapi mengubah tata-sosial. Tak semua orang akan dapat menerima fungsi sekolah yang demikian. Ia menganjurkan. Kalau kita tidak rnengendalikannya. kejahatan dan macam-macam penyakit masyarakat lainnya. Ada masanya dengan pengajaran dapat dilenyapkan kemiskinan. John Dewey memandang sekolah sebagai alat yang paling efektif untuk merekonstruksi dan memperbaiki masyarakat melalui pendidikan individu. agar kebudayaan yang diwariskan harus senantiasa ditinjau secara kritis dari segi keadaan dan problema zaman sekarang. Di lain pihak ada anggapan bahwa fungsi sekolah adalah memajukan masyarakat dan bertindak sebagai "agent of change". and of educators as statesmen. Sekolah percobaan yang didirikannya merupakan masyarakat kecil tempat anakanak belajar dengan melakukan berbagai kegiatan yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari. apalagi dalam masyarakat yang kompleks sekarang ini. Ia mengatakan bahwa kita telah cukup memiliki pengetahuan tentang "social engineering" dan dapat memanfaatkannya untuk menguasai dan mengatur perkembangan masyarakat. Counts mempunyai pendirian yang lebih jauh lagi. bahkan kepada anak-anak di luar daerah itu? Apakah kebudayaan lama itu masih sesuai dengan keadaan sekarang? Apakah kebudayaan itu tak dapat menghalangi kemajuan dan perkembangan rasa nasional yang kuat? Haruskah kepada anak-anak diajarkan apa yang dipelajari orang tua mereka dahulu? Bahwa sekolah hams menyampaikan unsur-unsur yang baik dan berfaedah tak dapat disangkal. Banyak yang pernah diharapkan dari sekolah. Othanel Smith bicara tentang pendidikan sebagai management and control of social change and as social engineering. namun bahan apa yang harus di ilih masih dapat p menjadi persoalan. kemelaratan.S. Para ahli sosiologi .

atau kebutuhan masyarakat sebagai lawan kebutuhan individu. Pada hakekatnya sekolah itu tak dapat tiada hares bersifat konservatif. hanya dapat mencapai tujuan menurut norma-norma ynag ada dalam masyarakat itu. Demikian pula perkembangan dan kemajuan individu juga berarti kemajuan bagi masyarakat. bahwa tugas sekolah ialah menyampaikan kultur atau kebudayaan kepada anak-anak. Maka dalam pembinaan kurikulum tak mungkin kebutuhan individu dipisahkan dari kebutuhan masyarakat. Kita jangan membuat kesalahan memandang sekolah masyarakat sebagai lawan sekolah yang berpusat pada anak. sekalipun tidak pula terlampau membesar-besarkannya. Namun kita jangan meremehkan peranan sekolah dalam perubahan masyarakat. KONSERVATISME SEKOLAH. jadi fungsi sekolah selalu konservatif. Kebudayaan ialah hasil pengalaman manusia pada masa yang lampau. Mengembangkan masyarakat hanya mungkin dengan mengembangkan individu. Dengan mengemukakan berhagai fungsi sekolah itu jangan kita anggap bahwa fungsi yang satu bertentangan dengan yang lain. Dari warisan itu dipilih hal-hal yang dianggap perlu bagi pendidikan anak-anak yang di sajikan dalam bentuk mata pelajaran. .berpendapat bahwa sekolah sebagai lembaga yang didirikan oleh masyarakat. sekolah yang ekstrim dalam hal ini adalah sekolah yang child-centered. bila kita berpendirian. akan tetapi hanya dapat mengikuti dan menyesuaikan diri dengan perkembangan masyarakat. Maka tidaklah rnungkin sekolah itu mendahului peruhahan dalam masyarakat. Kurikulum sekolah selalu ditentukan oleh rnasyarakat dan kebudayaannya tempat sekolah itu berada. Fungsi lain yang telah dikemukakan oleh John Dewey ialah fungsi sekolah untuk mengembangkan individu. Akan tetapi tidak ada sekolah yang mengabaikan fungsi ini dengan berusaha merealisasikan potensi-potensi yang ada pada anak secara optimal. Dalam undang-undang dasar kita juga dikemukakan agar setiap anak dapat dikembangkan sesuai dengan bakat masingmasing.

atau segala yang baru itu baik. suatu kekosongan. memelihara. Inilah peranan kreatif dari sekolah. maka haruslah dicari jalan-jalan baru. Di sinilah hendaknya sekolah memberi kesempatan kepada murid-murid yang berbakat untuk menciptakan sesuatu yang baru untuk kepentingan masyarakat seluruhnya. Ini tidak berarti. Kadang-kadang perlu meninjau kembali kesesuaian nilainilai yang lama dalam keadaan yang baru. Sekolah ialah alas utama yang digunakan masyarakat agar generasi muda menerima cara-cara hidup yang dianggap baik oleh masyarakat itu. memang sangat banyak mengandung hal-hal yang sangat berguna bagi kehidupan sekarang. Faktor lain yang menyebabkan sekolah itu konservatif terletak dalam diri manusia sendiri. Manusia mempunyai sifat konservatif dalam arti cenderung . dan menjamin kelangsungan hidup masyarakat itu. Ini tidak berarti bahwa segala yang lama itu tidak berguna.itas muridmurid. akan tetapi sekolah jangan mematikan inisiatif dan kreati . Sekolah ialah suatu lembaga sosial untuk mewujudkan tujuantujuan sosial. Dengan me nyampaikan kebudayaan itu tercapailah kesamaan norma. ia hasil masa lampau dan menuju kemasa yang akan datang. Mereka hendaknya diberi kesempatan untuk menilainya secara kritis berhubung dengan dinamika masyarakat. Akan teta kalau yang pi lama itu ternyata tidak sesuai lagi. nilai nilai pada semua warga negara. maka mungkin sekalilah sekolah itu ketinggalan zaman. Kebudayaan disampaikan kepada anak-anak karena dianggap betul-betul berfaedah dan mengandung arti bagi masa kini dan masa depan. bahwa anak-anak tidak hanya menerima begitu saja apa yang mereka peroleh dari generasi yang lama. Di samping peranan konservatif sekolah mempunyai juga peranan evaluatif dan kreatif Dengan peranan evaluatif dimaksud. bahwa murid akan menciptakannya selama bersekolah. Manusia tidak hidup dalam suatu vocuum. Itu sebabnya maka pada suatu pihak sekolah itu harus konservatif. sikap. Sekolah didirikan oleh masyarakat untuk anak-anak agar mereka mempertahankan.Kebudayaan. Kalau sekolah hanya berpegang pada tugas ini saja. Akan tetapi ini hanya salah satu aspek dari tugasnya. hasil pengalaman manusia yang lampau.

sukar mengubah atau mengeluarkannya walaupun tidak cocok lagi dengan perkembangan masyarakat. Sekali suatu mata pelajaran dimasukkan ke sekolah. Sifat konservatisme ini ada juga faedahnya. Karena sifat ini. Masyarakat kita sekarang jauh berlainan daripada masyarakat nenek moyang kita dan berlainan pula dengan masyarakat yang akan dihadapi oleh anak cucu kita pada masa mendatang. sehingga merupakan suatu revolusi. malahan sering menentang perubahan. KURIKULUM DAN MASYARAKAT YANG DINAMIS Masyarakat senantiasa berubah dan terus-menerus akan berubah. Ilmu pengetahuan dan teknologi ialah daya-daya yang sangat mempercepat perubahan dalam masyarakat. Ia lebih senang mengikuti jejakjejak tradisi.lain. Bahwa sifat inertia atau kelambanan itu banyak terdapat justru di kalangan guru. Tanpa perubahan pada diri guru. Montessori. Pembaruan yang tergesagesa dicegah dengan adanya sifat konservatisme ini sebagai faktor pengontrol. Perubahan teknologi dalam beberapa tahun akhir-akhir ini saja lebih hebat dan lebih banyak daripada yang pernah dialami nenek kita sepanjang . maka orang berhati-hati menerima pembaharuan-pembaharuan yang belum diuji dan dicobakan lebih dahulu dengan hasil yang memuaskan. Hanya saja sifat ini hendaknya jangan terlalu berkuasa. Itulah salah satu sebab. segala usaha ke arah pembaruan akan menemui kegagalan.untuk mempertahankan yang ada. maka kurikulum yang baru sukar meng gantikan kurikulum yang tradisional yang telah berpuluh-puluh tahun lamanya diikuti oleh guru-guru. sehingga pintu sekolah tertutup rapi untuk segala sesuatu yang berbau pembaruan pendidikan. terbukti dari kenyataan. Decroly. dan lain. karena perubahan dan pembaruan meminta tenaga dan pikiran. Ia lamban dan enggan berubah. Herbert Spencer. Demikian pula halnya di sekolah. Dan guru sulit melepaskan diri dari cara-cara ia dahulu diajar dan dari jenis-jenis mata pelajaran yang diperolehnya waktu ia masih murid. Karena itu pembaruan pengajaran harus dimulai dalam diri guru sendiri. kalau yang lama itu memuaskannya. Manusia sukar menyimpang dari kebiasaan atau adat istiadat. bahwa desakan untuk pembaruan pendidikan kebanyakan datang dari tokoh-tokoh yang asalnya bekerja di luar lapangan persekolahan seperti Rousseau.

Sekolah hendaknya turut serta memberi sumbangan ke arah terciptanya dunia yang bahagia dan aman bagi seluruh umat manusia. sehingga senantiasa terbuka untuk memberikan hahan pelajaran yang penting dan perlu bagi muridmurid pada saat dan tempat tertentu. maka kurikulum seharusnya disesuaikan dengan gerak-gerik dan perubahanperubahan masyarakat itu. menimbulkan ketegangan pula di seluruh dunia. kemajuan ilmu pengetahun dan teknik banyak juga mengandung bahaya apabila disalah gunakan. segera diketahui di semua pelosok di dunia. Bila diterima sebagai prinsip. Dengan demikian kurikulum itu cukup elastis. dunia ini telah menjadi suatu kesatuan. an Berdasarkan kenyataan ini. Dunia ini rasanya bertambah kecil. Pendapatan-pendapatan baru segera tersebar di seluruh dunia dan mempengaruhi hidup manusia seperti listrik. kolot. radio. bahwa sekolah harus mempersiapkan anak-anak untuk masyarakat. apakah itu Zaire. . Di samping membawa kebahagiaan. dan sebagainya. untuk bekerjasama agar dapat hidup damai berdampingan di dunia ini. Karena kurikulum harus dinamis dan ini hanya mungkin dengan bentuk kurikulum yang fleksibel. Tak ada lagi daerah atau negara yang terpencil.hidupnya. dan sebagainya yang juga mengenai diri setiap orang. Ketegangan di suatu negara. TV. dapatkah dipertahankan kurikulum yang statis. telepon. Laos atau Timur Tengah. bahwa sekolah harus mendidik untuk kehidupan. eksplosi penduduk. Karena kurikulum tidak dapat ditentukan secara mutlak dan uniform untuk semua sekolah dalam bentuk suatu rencana pelajaran terurai yang harus diikuti oleh guru hingga detail yang sekecil-kecilnya. dan membatu? Misalnya rencana pelajaran yang bercorak kolonial tidak dapat dipertahankan dalam negara yang telah merdeka. Segala sesuatu yang penting yang terjadi di suatu daerah. Sekolah tidak dapat menutup mata untuk masalah-masalah internasional seperti polusi. makanan kaleng. Segala perubahan itu sedikit banyak mempengaruhi cara hidup dan cara berpikir manusia: Karena kemajuan clalam lapangan pengangkutan dan perhubungan. Bahaya kehancuran dengan born atom memberi tugas baru kepada umat manusia. Masyarakat kita sekarang ini sangat dinamis dan senantiasa ak berubah. Isi kurikulum harus senantiasa dapat berubah sesuai dengan perubahan masyarakat. yakni yang dapat diubah menurut kebutuhan dan keadaan. kapal terbang.

prinsip-prinsip aliran ini sangat berharga bagi perbaikan pengajaran. Sekolah akademis atau Sekolah Tradisional. Keadaan dan kebutuhan yang serba ragam di berbagai daerah di Tanah Air kita memerlukan kurikulum yang fleksibel. Sekolah progresif Sekolah ini bersifat child-centered. sehingga keperluan-keperluan masyarakat itu dapat dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah. Kurikulum didasarkan atas minat dan kebutuhan anak-anak dan pemuda. Hubungan dengan lingkungan sangat sedikit. mendengarkan atau melamun.Kurikulum yang uniform mematikan inisiatif guru. Walaupun disebut tradisional. . sedangkan kebutuhan mereka sebagai orang dewasa dalam masyarakat sering diabaikan. Walaupun sekolah yang semata-mata child-centered boleh dikatakan tidak ada lagi. Kurikulum yang uniform juga bertentangan dengan prinsip untuk menyesuaikan pelajaran dengan perbedaan inidividual. minat dan kebutuhan anak-anak. Anak-anak dalam kelas kebanyakan duduk di bangku sambil menghafal. Pelajaran-pelajaran terlepas dari kehidupan masyarakat. SEKOLAII MASYARAKAT Menurut Olsen*) perkembangan persekolahan di Amerika Serikat melalui tiga fase. 2. rundingan antara guru dengan murid sangat diutamakan dalam merencanakan apa yang akan dipelajari di sekolah. Hanya dengan jalan demikian sekolah dapat memberikan pendidikan yang fungsional. sistem ini masih sangat umum terdapat di sekolah-sekolah kita. Pendidikan ini kurang memperhatikan perbedaan individual. mengekang kebebasannya dan menutup kemungkinan untuk menyesuaikan kurikulum dengan keadaan masyarakat dan kebutuhan murid-murid setempat. Di sekolah ini disiplin lebih lunak. 1. sehingga anak-anak benar-benar dipersiapkan untuk menghadapi masalah-masalah di dalam masyarakat tempat is hidup. Sekolah ini bersifat "book-centered" atau berpusat pada buku pelajaran. Kurikulum bersifat subject-sentered yang memberikan pengetahuan yang logic sistematis. anak-anak diberi lebih banyak kebebasan.

Sekolah itu memperbaiki mutu kehidupan setempat pada saat sekarang Berkat sekolah maka orang dalam masyarakat menjadi manusia yang lebih baik. Masyarakat dipandang sebagai laboratorium tempat anak belajar. Sekolah ini menurut sertakan orang banyak dalam proses pendidikan untuk mempelajari problema-problema sosial. Sekolah ini bersifat life-centered. Sekolah masyarakat atau community school. Hubungan antar-suku bertambah erat. Sekolah ini merupakan pusat masyarakat untuk melakukan pertemuanpertemuan. dan ketrampilan yang penting guna perbaikan kehidupan masyarakat. penyakit menular berkurang dengan adanya usaha sekolah kearah itu. Kalau kita ingin memupuk pengertian. Sekolah ini mendidik anak-anak menjadi manusia yang lebih baik dalam dunia yang lebih baik. 2. material. sehingga sekolah dapat memasuki masyarakat dan masyarakat dapat memasuki sekolah. Buku-buku dan bacaan-bacaan lain memang penting juga. masalah-masalah dan proses-proses sosial dengan tujuan untuk memperbaiki kehidupan dalam masyarakat. Sekolah membuka pintu untuk mengadakan hubungan . Yang menjadi pokok pelajaran ialah kebutuhan manusia.3. talc dapat tiada anak-anak harus diberi kesempatan sebanyak-banyaknya untuk mempelajari masyarakat berkat pengalaman langsung. Belajar tidak hanya terbatas antara empat dinding kelas. kejahatan pemuda. Dengan jalan demikian terbukalah pintu antara sekolah dengan masyarakat. akan tetapi tidak memadai. CIRI-CIRI SEKOLAH MASYARAKAT *) Menurut Olsen ciri-ciri Community School ialah sebagai berikut: 1. minat. upacara-upacara dan usaha-usaha lain. Sekolah itu menggunakan masyarakat sebagai laboratorium tempat belajar. jasmaniah. menyelidiki dan turut serta dalam usaha-usaha masyarakat yang mengandung unsur pendidikan. sosial. emosional.

menjaga kesehatan. kursus-kursus untuk wanita. bergaul dengan orang-orang lain. Sekolah itu mendasarkan kurikulum pada proses-proses dan problemaproblema kehidupan dalam masyarakat. Orang-orang diundang ke sekolah untuk memberi keterangan-keterangan mengenai bidang keahliannya.timbal balik dengan masyarakat. untuk perayaanperayaan dalam lingkungan itu. perumahan. karena sekolah itu ke punyaan bersama seluruh masyarakat. Mengenai hal-hal tertentu sering diadakan perundingan antara guru dengan orang tua dan pemimpin-pemimpin dalam masyarakat guna perbaikan sekolah. perindustrian. Inti kurikulum terdiri atas kebutuhan manusia dalam masyarakat sekarang dan masa depan. dan sebagainya. 6. memperbaiki kehidupan kekeluargaan. . Gedung sekolah itu menjadi pusat kegiatan masyarakat. Sekolah itu menurut sertakan orang tua dalam urusan-urusan sekolah. bukan hanya dalam bidang material. Pemberantasan buta huruf. Sekolah itu turut mengkoordinasikan masyarakat. tetapi juga dalam lapangan pendidikan. sekolah masyarakat menggunakan lingkungan sebagai sumber pelajaran yang sangat penting. pertandingan-pertandingan olahraga dan lain-lain dapat dilakukan di sekolah. dan sebagainya. 3. Murid-murid pergi ke luar melakukan karyawisata untuk menyelidiki usaha pertanian. Dengan jalan demikian terdapat hubungan erat antara pelajaran di sekolah dengan tuntutan-tuntutan kehidupan masyarakat yang mengandung arti bagi murid dan karena itu lebih merangsang kegiatan anak anak untuk belajar. akan tetapi juga termasuk tanggung jawab seluruh masyarakat. seperti soal mencari nafkah. Di samping bukubuku. Sekolah bukan hanya urusan guru. kewajiban warganegara. 4. Gedung sekolah dapat digunakan untuk pertemuan dan rapatrapat. 5. Sekolah itu tidak hanya untuk kepentingan anak-anak melainkan juga untuk orang dewasa. Orang tua. dalam bentuk POMG atau sejenis turut membantu sekolah.

dan bila mungkin . melainkan juga mempraktekkannya di sekolah itu sendiri dan dalam hubungannya dengan masyarakat. terhadap adat. penyelenggaraan rekreasi. maka sekolah-sekolah setempat . Dalam hal ini sekolah dapat menjalankan peranan yang penting dengan bekerjasama atau menggembleng semua tenaga yang terdapat di lingkungan itu. memberantas prasangka dan takhayul. seperti dalam hal pemeliharaan kebersihan dan kesehatan. Apa yang dipelajari anak hendaknya halhal yang juga terdapat dalam masyarakat dan karena itu berguna bagi hidup anak sehari-hari. propaganda.turut menentukan atau membimbing perkembangan masyarakat di lingkungan sekolah itu. apabila didasarkan atas interaksi antara murid-murid dengan sekitarnya. dan lain-lain. dan suku bangsa? Apakah yang harus dilakukan dalam waktu senggang ? Bagaimanakah pemuda-pemudi harus menjaga diri dalam masa modern ini? Bagaimanakah harus menghadapi pengaruh kebudayaan asing? Apakah kekurangan-kekurangan di kampung atau kota yang perlu diperbaiki? Banyak lagi masalah-masalah lain yang dapat dijadikan bahan pelajaran selama kurikulum itu bersifat fleksibel. kalau kurikulum itu uniform dan statis. Hal yang demikian boleh dikatakan tidak mungkin.Untuk memperbaiki taraf kehidupan dalam suatu masyarakat segala lembagalembaga dan badan-badan dalam masyarakat itu harus bekerjasama. MASYARAKAT SEBAGAI SUMBER PELAJARAN Pengajaran mencapai hasil sebaik-baiknya. yang dinamis. seperti: Bagaimanakah cara-cara bergaul yang baik? Bagaimanakah sikap pemuda terhadap orang tua. Karena itu kurikulum tidak boleh lepas dari masyarakat. Sekolah itu dapat melaksanakan dan menyebarkan filsafat negara dalam segala hubungan antar-manusia. Kurikulum ialah sesuatu yang hidup. yang mengikuti . Oleh sebab masyarakat di berbagai tempat di Tanah Air kita berbeda-beda. Sekolah itu suatu lembaga yang tidak hanya memberi penjelasan saja tentang filsafat negara. bacaan cabul. perbedaan agama. maka ia lebih paham akan masalah-masalah itu dan lebih sanggup mengatasinya. 7. bioskop. Bila masalah-masalah yang dihadapinya dalam hidupnya di luar sekolah dijadikan pokok-pokok untuk dipelajari di sekolah.

tamatan SD. hujan dan angin. b) Luas daerah. e) Kekayaan alam. Tanah kering atau banyak air. Apakah yang dilakukan orang untuk mencari nafkahnya. dan sebagainya. apakah pulau terpencil atau jauh di pedalaman ataukah daerah itu banyak hubungannya dengan dunia luar. SL dan Perguruan Tinggi? Berapa banyakkah yang tidak melanjutkan pelajarannya? Banyakkah anak-anak yang tidak bersekolah? . adat istiadat dan lain-lain. Kehidupan kampung kecil berlainan dengan kota besar. c) Susunan penduduk. Berapa banyakkah yang buta huruf.hendaknya diberikan kebebasan hingga batas-batas tertentu. diselidiki: 1. yaitu: a) Iklim suatu daerah. d) Keadaan tanah. Apakah daerah itu letak di pegunungan atau dekat pantai. tetapi juga aspek-aspek lain daripada kehidupan atau masyarakat. Kehidupan dan corak masyarakat turut ditentukan oleh kekayaan alam berupa hutan. Bagaimanakah tingkat kehidupan orang di lingkungan itu? Usaha apakah yang dapat dijalankan untuk mempertinggi taraf kehidupan itu? Siapasiapakah yang kaya dan siapakah yang lemah ekonominya. yang mempengaruhi corak kehidupan dan kebudayaan masyarakat itu. harus juga dipelajari hal-hal tentang manusia yang menghuninya. Penduduk. b) Mata pencarian. Keadaan fisis lingkungan. Kampung kecil berbeda masyarakatnya dengan kota besar. Bagaimanakah perbandingan jumlah penduduk dari berbagai golongan? Bagaimanakah kedudukan tiap golongan? d) Pendidikan. demikian pula suasana kekeluargaannya. 2. Kota menjadi besar karena faktor-faktor tertentu. danau-danau. Untuk itu harus diselidiki keadaan masyaraka Antara lain dapat t. Mata pencaharian ditentukan oleh suhu. c) Topografi daerah. Antara lain dapat dipelajari: a) Jumlahnya. tanah gersang atau subur berpengaruh sekali terhadap kehidupan masyarakat. Selain dan kekayaan geografis daerah. barang tambang. Topografi turut menentukan matapencarian. untuk menentukan kurikulum sendiri dengan menyesuaikannya dengan keadaan dan kebutuhan masyarakat itu.

Antara lain dapat dipelajari: Organisasi-organisasi dan perkumpulan-perkumpulan seperti perkumpulan dagang. Setiap anak telah memperoleh sejumlah pendidikan dan pengalamanpengalaman tertentu sebelum ia menduduki bangku sekolah. kepanduan. badan-badan atau organisasi yang mempunyai tujuan tertentu yang berhubungan dengan kebutuhan dan problema-problema tiap-tiap kelompok. pemerintah. badan-badan rekreasi. Lembaga-lembaga seperti keluarga. melainkan membentuk kelompok. pemerintahan kota yang tidak menyediakan lapangan olah raga tetapi menggunakannya untuk mendirikan gedung-gedung. Manusia dalam masyarakat tidak hidup sendiri-sendiri. perkumpulan-perkumpulan pemuda. buruh. bioskop yang membolehkan anak-anak di bawah umur menonton film yang tak sesuai dengan usianya. Pendidikan di sekolah tak mungkin dilakukan dengan baik.3. supaya di luar sekolah dan rumah tangga. organisasi wanita. jawatan pertanian. Di situlah ia mempelajari hubungan-hubungan sosial serta menerima norma-norma tentang yang buruk dan yang baik. walaupun anak itu telah bersekolah. sekolah. pemuda. Toko buku yang dengan diam -diam menjual bacaan cabul. Di situlah anak itu mula-mula mempelajari bahasa. Organisasi-organisasi masyarakat. seperti dari badan-badan pemerintahan. organisasi keagamaan. kepolisian. tanpa kerjasama yang erat dengan orang tua. Badan yang terpenting dalam pendidikan anak ialah rumah tangga. Selain dari rumah tangga juga dari badan-badan lain diperlukan bantuan. dan sebagainya. Itu sebabnya harus ada kerjasama yang erat antara badan-badan masyarakat. melainkan seluruh masyarakat. pemimpin-pemimpin perusahaan. politik. Yang bertanggung jawab atas pendidikan anak bukan hanya guru-guru dan orang tua. anak-anak senantiasa mendapat pengaruh yang sebaik-baiknya. Itu pula sebabnya maka ada sekolah yang turut . mereka semua tidak luput dari tanggung jawab itu. Pengaruh rumah tangga tidak terhenti. olah raga. dan lain-lain.

perniagaan. malahan juga beberapa bulan. sejarah. lapangan terbang. jadi berbeda dengan piknik atau bertamasya untuk menikmati keindahan alam atau untuk gerak badan. gedung-gedung perumahan. wanita. bahwa masyarakat atau lingkungan sungguh-sungguh merupakan sumber bahan pelajaran yang sangat kaya dan luas. lembaga-lembaga pendidikan. saja sekeliling sekolahnya. juga kebutuhan-kebutuhan masyarakat. . rekreasi. Yang dapat diselidiki ialah hal-hal mengenai pertanian. takhyul. andaikan ada uang untuk itu. yang tidak dapat diabaikan begitu saja. kegiatan pemuda. dan lain-lain. transport. CARA-CARA MENGGUNAKAN MASYARAKAT DALAM PELAJARAN a. Karyawisata selalu . gedung arca. kehidupan keluarga.mencampuri perkumpulanperkumpulan dan usaha-usaha pemuda dan anak-anak di luar sekolah dan memandangnya sebagat bagian daripada kurikulum. pabrik. lalu lintas. kalau anak anak pergi ke luar kelas untuk melihat burung yang hinggap di atap sekolah atau memakan beberapa jam atau beberapa minggu kalau harus pergi ke tempat yang jauh. Kalau guru itu betulbetul melakukannya. norma-norma. Karyawisata mungkin hanya memakan waktu beberapa menit saja. kebaikan dan kekurangan-kekurangan. Agar lingkungan dapat menjadi sumber dan laboratorium pelajaran. lalu berpegang saja pada suatu buku pelajaran. kebun. guru sendiri harus lebih dahulu menyelidiki lingkungan sekolah. taman bunga. kesehatan. industri. tumbuhtumbuhan. dan sebagainya. Seperti telah kita bicarakan di atas. banyak yang dapat dipelajari anak-anak dengan karyawisata seperti ke sawah. betapa banyaknya yang dapat dijadikan pelajaran dalam radius 1 km. ia akan terperanjat. jalan raya. Karyawisata atau field trip. Murid-murid dapat kita bawa ke luar kelas untuk mempelajari berbagaibagai hal. adat istiadat.mempunyai tujuan belajar. kalau murid membuat perjalanan keliling dunia. pemerintahan. Garis-garis besar yang diberikan di atas memberikan gambaran sepintas lalu. peraturan-peraturan. kesenian. Sungguh banyak bahan dari masyarakat yang dapat dijadikan pelajaran bagi murid-murid. kepolisian. kantor pos. binatang.

sumber ini sangat luas dan kaya. direktur rumah sakit. Dari murid diharapkan. Yang empunya pabrik. akan tetapi dalam pelbagai hal mereka dapat turut serta . wartawan. tentara. pendeta. seorang camat dapat menjelaskan hal berhubungan dengan urusan kampung. haji. kecakapan. atau pengetahuan yang khusus mengenai satu lapangan. b. tukang becak. tukang kayu dapat berbicara tentang pembuatan rumah. Menggunakan orang sebagai sumber. sumber ini masih belum cukup dimanfaatkan untuk memperkaya kurikulum di sekolah. Dalam tiap masyarakat betapapun kecilnya.Sering karyawisata hanya dapat dilakukan dengan bantuan masyarakat. Akan tetapi sayang ssekali. Petani banyak pengetahuannya tentang menanam dan memelihara padi. Demikian pula dokter. bidan. Mereka tidak boleh menjadi penonton saja. dan lain-lain masing-masing dapat mempunyai pengetahuan dan keahlian yang khusus yang dapat digunakan oleh sekolah. c. pembesar dalam pemerintahan. agar mereka tidak hanya memperhatikan dan mempelajari apa yang ada dan yang terjadi dalam masyarakat. saudagar. inspektur polisi. tukang becak dapat menceritakan pahit getir dan kegembiraan penghidupannya. dan sebagainya harus mempunyai pengertian tentang makna karyawisata hagi pendidikan dan memberikan bantuan dan kesempatan sepenuhnya kepada murid-murid untuk meninjau tempat-tempat itu. Mereka dapat diundang ke sekolah untuk memberi keteranganketerangan mengenai suatu pokok yang sedang dipelajari oleh anak-anak. polisi. Seorang pengurus PMI berbicara tentang usaha-usaha yang dijalankan untuk meringankan penderitaan umat manusia. pemain bola. Dengan demikian mereka turut serta menjadikan masyarakat suatu laboratorium tempat anak-anak mengadakan penyelidikan dan belajar. terdapat orang-orang yang mempunyai pengalaman. Contoh-contoh dapat kita tambah lagi. Di sini tidak dibicarakan lebih lanjut cara-cara menyelenggarakan karyawisata agar berhasil baik. Pengabdian masyarakat. seorang inspektur polisi memberi penerangan betapa perlunya orang taat kepada peraturan-peraturan lintas. seorang Arab atau India memberikan penjelasan tentang negaranya masingmasing dan seterusnya.

sejarah. dan kantor-kantor. agama. membuat kakus. bahwa mereka dapat membantu masyarakat dan dapat mengubah dan memperbaiki keadaan sekitarnya. menanam buah-buahan. apakah yang dapat disumbangkan oleh masyarakat itu untuk pendidikan an akanak. Dengan turut serta dalam usaha-usaha perbaikan masyarakat anakanak mendapat pengertian yang lebih mendalam tentang masyarakat itu. CARA MEMANFAATKAN MASYARAKAT Untuk menjadikan suatu sekolah life-centered. pabrikpabrik. Cara lain untuk memanfaatkan masyarakat untuk kepentingan pendidikan para pemuda ialah memberi kepada mereka pengalaman-pengalaman bekerja di samping pelajaran di sekolah. d. transpor dan perhubungan. Terutama di daerah-daerah yang terbelakang. Tujuannya ialah menambah pengertian pemuda-pemuda tentang pekerjaan dan memupuk sikap yang sehat terhadap dunia pekerjaan. Masyarakat itu dibagi atas beberapa aspek seperti: keadaan alam. kesehatan. Guru-guru bersama-sama berusaha menyelidiki masyarakat itu dan mengumpulkan hal-hal yang kiranya dapat memperkaya kurikulum sekolah itu. penduduk. tak dapat tiada harus diselidiki sumber-sumber pelajaran apakah yang terdapat dalam masyarakat itu. Di samping buku-buku pelajaran. dan se ba- . sekolah dapat memelopori masyarakat ke arah perbaikan dan pembaharuan. Misalnya murid-murid dapat turut membersihkan dan memperindah kampung. Pada suatu masa setiap orang harus menjabat suatu pekerjaan untuk mencari nafkahnya. Besar faedahnya. Pengalaman serupa ini memberi pelajaran kepada murid-murid. memberantas tikus dan nyamuk. di bawah pimpinan orang yang kompeten. pendidikan. masyarakat memberi bahan pelajaran yang penting sekali.dalam usaha-usaha masyarakat. kalau pemuda-pemuda diberi kesempatan untuk mengenal pekerjaan di berbagai perusahaan. Bagaimanakah cara-cara mengumpulkan bahan-bahan itu? a. sayur-sayuran atau bunga-bungaan yang baru. rekreasi. kehidupan kekeluargaan. Malahan ada kalanya sekolah menjadi pendorong dan turut aktif memperbaiki keadaan masyarakat. Pekerjaan yang dipelajari anak hendaknya sesuai dengan kebutuhan dan minatnya. Pengalaman kerja dalam masyarakat. industri dan jabatan-jabatan. pemerintahan.

c. Dapat juga ditanyakan hal-hal apa yang diketahuinya yang dapat membantu memperkaya pendidikan anak-anak. Diminta pula keterangan waktu mana ia dapat datang ke sekolah. Guru-guru masing-masing menyelidiki hal-hal manakah dalam masyarakat itu yang dapat dipelajari berkenaan dengan tiap kategori. misalnya setelah mengadakan field.gainya. apakah mereka bersedia menerima murid-murid berkunjung ke sana dengan tujuan pendidikan. atau mempunyai barang-barang atau alat-alat yang kiranya dapat dipergunakan untuk pendidikan anak-anak. Guru maupun masyarakat harus menyadari. b. Kepada orang tua murid dan kepada orang-orang lain dapat dikirimkan daftar pertanyaan dalam bidang manakah mereka dapat bertindak sebagai manusia sumber. sedangkan perusahaan-perusahaan lain hampir tak pernah dijadikan obyek pelajaran. Diminta keterangan anak-anak berusia berapakah mereka bersedia menerimanya. supaya misalnya suatu perusahaan tidak terlampau sering dikunjungi. Untuk itu harus ada kerjasama yang erat antara sekolah dengan masyarakat demi kepentingan sang anak. Bahan ini senantiasa dapat diperluas. berapa jumlah murid yang baik berkunjung ke sana. Orang tua dapat diturut sertakan dalam usaha-usaha sekolah sebagai anggota POMG. Bahan-bahan mengenai tiap kategori dimasukkan ke dalam map tersendiri dan dapat senantiasa diperlengkap. dan sebagainya. pada hari-hari apa dan pukul berapa. atau apabila ia dapat menerima murid. . Pada kartu itu harus pula dicatat keterangan-keterangan mengenai pokok itu. Dapat juga dikirim daftar pertanyaan kepada perusahaan-perusahaan. Segala keterangan mengenai masyarakat yang dapat memberi bahan untuk pelajaran hendaknya disusun secara sistematis.trip atau setelah mengundang seorang manusia sumber ke sekolah. sehingga mengganggu pekerjaan mereka. berapa jumlah murid yang dapat datang. sebaiknya dengan menggunakan sistem kartu. bahwa pengalaman-pengalaman yang terpimpin yang diperoleh murid-murid dalam masyarakat merupakan bagian yang hakiki dan pendidikan modern yang efektif. Juga harus diadakan administrasi yang cermat.

yakni apakah untuk mengawetkan kehudayaan dengan menyampaikannya kepada generasi muda. Akan tetapi bukan hanya masyarakat dapat membantu sekolah. Sekolah masyarakat sangat mengutamakan faktor kurikulumnya. PERTANYAAN DAN TUGAS 1. mengubah masyarakat. Berbagai cara dapat dilakukan untuk membawa sekolah ke masyarakat dan scbaliknya. Ketiga fungsi itu sebenarnya tak perlu dipertentangkan. Masyarakat merupakan sumber yang kaya bagi pengajaran di sekolah. ataukah mengembangkan individu. Sekolah dapat menyediakan perpustakaan dan alat-alat sekolah untuk digunakan oleh masyarakat. Dengan jalan demikian sekolah menjadi pusat masyarakat. dibebankan kepada sekolah. 2. RANGKUMAN 1. Bandingkan pendidikan anak di desa dan di kota. Masalah-masalah pokok apakah yang dihadapi umat manusia pada saat ini? Hingga manakah masalah-masalah itu dimasukkan ke dalam kurikulum? 3. Masyarakat modern cepat berubah. 5. akan tetapi dapat dipertemukan. Dalam masyarakat yang sederhana anak-anak banyak mempelajari hal-hal yang diperlukannya sebagai orang dewasa dalam masyarakat itu sendiri secara informal. 3. Apa sebab sekolah harus konservatif? masyarakat dalam . kursus-kursus. Pembaharuan kurikulum harus dilakukan secara kontinu. 6. 4. Dalam masa modern tugas pendidikan untuk mempersiapkan anak agar dapat berdiri sendiri. antara lain dalam pembinaan kurikulum. Kurikulum bergantung pada fungsi sekolah dalam masyarakat. sebagai manusia sumber.atau badan sejenis. sebagai anggota panitia. Sekolah tak boleh berdiri terpisah dari masyarakat. sekolah pun dapat berjasa kepada masyarakat. Sekolah itu konservatif. sehingga banyak hal segera menjadi usang. Sekolah dapat dijadikan tempat untuk mengadakan rapat-rapat. 2. untuk pertunjukan-pertunjukan. Namun selalu akan ada perbedaan tekanan. 7. pameran.

Peranan keluarga modern sudah berlainan dengan zaman dahulu. Peranan apakah yang tak dapat dilakukan lagi oleh keluarga yang dibebankan kepada sekolah? 8. Apa sebabnya? . Bagaimana pandangan John Dewey tentang fungsi sekolah? 9. Perbedaan apakah yang tampak bagi saudara dalam pendidikan sewaktu saudara masih kecil dengan pendidikan dewasa ini? Dapatkah saudara sebutkan sebab-sebab perubahan itu? 6. Apa sebab ide sekolah masyarakat demikian tidak dijadikan pola sekolah kita sekarang? Adakah keberatan keberatannya? 12. apakah sekolah kita telah cukup disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Dikatakan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi mengubah kehidupan masyarakat. Sebutkan ciri-ciri sekolah masyarakat. sumber-sumber pelajaran apa yang terdapat di situ? 13. Dapatkah saudara menunjukkan contoh-contoh berdasarkan observasi dan pengalaman sendiri? Apakah implikasinya bagi kurikulum? 7. Bandingkan kurikulum SD pada zaman penjajahan Belanda dengan kurikulum sekarang. atau dengan kata lain apakah kurikulum telah relevan dengan kebutuhan masyarakat? Jelaskan dengan contoh-contoh. 15. Coba selidiki lingkungan sekolah dengan radius 1 km. Bagaimanakah cara-cara memanfaatkan masyarakat dan lingkungan untuk kepentingan masyarakat? Apa sebab sumber yang kaya ini kurang digarap oleh sekolah-sekolah kita? 14. Menurut pendapat saudara. 11. dapatkah sekolah mengubah masyarakat? Dapatkah sekolah mendahului perkembangan masyarakat atau hanya mengikuti perkembangan masyarakat? 5. Apa dimaksud dengan "social engineering"? 10. Relevansi kurikulum dengan kebutuhan masyarakat harus senantiasa ditinjau kembali. Can perbedaan-perbedaan yang disebabkan oleh perubahan masyarakat. satu-dua generasi yang lalu.4. Menurut penilaian saudara.

Diskusikan apakah orang tua baik diturut sertakan dalam urusan sekolah termasuk kurikulumnya. . 17.16. Diskusikan apakah di daerah pertanian pelajaran bertani selalu relevan bagi semua murid.

yang berarti bahan pelajaran. Bentuk yang paling dikenal dan sangat meluas pemakaiannya ialah subject curriculum. . mengadakan interview. maka disebut juga separate subject-curriculum. akan tetapi organisasi kurikulum tertentu sangat mempengaruhi bentuk-bentuk pengalaman apakah yang akan disajikan kepada anak-anak. Karena mata pelajaran itu pada umumnya diajarkan secara terpisah-pisah. Tujuan-tujuan yang dicapai dengan kurikulum berdasarkan mata pelajaran yang terpisah-pisah. Selain itu organisasi kurikulum menentukan juga peranan guru dan murid dalam pembinaan kurikulum. Jadi subject curriculum berarti kurikulum yang terdiri atas sejumlah mata pelajaran. merupakan suatu dasar yang penting sekali dalam pembinaan kurikulum dan bertalian erat dengan tujuan program pendidikan yang hendak dicapai. juga integrated curriculum mempunyai subject matter. Subject jangan dikacaukan dengan subject matter. Subject berarti mata pelajaran. mengadakan karyawisata. menggunakan berbagai-bagai sumber. Demikian pula berlainan cara penyampaiannya dan isi pelajarannya. Tujuan-tujuan pendidikan yang mengenai seluruh pribadi anak dihalang-halangi oleh kurikulum yang disusun untuk memupuk segi intelektual. Setiap kurikulum. disebut juga subjectcentered curriculum yang artinya kurikulum yang berpusat pada mata pelajaran. yaitu mempunyai bahan pelajaran tertentu. JENIS-JENIS KURIKULUM Kurikulum bermacam-macam bentuknya. urutannya dan cara menyajikan kepada murid-murid. Tentu saja subject-curriculum dapat juga membentuk segi-segi lain dari pribadi anak. Kurikulum berdasarkan proyek atau unit dengan sendirinya misalnya menyuruh anak-anak menyelidiki sendiri. karena bentuk kurikulum turut menentukan bahan pelajaran. dan sebagainya dan tidak terikat pada satu buku pelajaran tertentu.BAB 7 ORGANISASI KURIKULUM Organisasi kurikulum yaknii pola atau bentuk bahan pelajaran disusun dan dismapaikan kepada murid-murid.

Ada pula yang menganggap bahwa subject curriculum terlampau mengutamakan pengalaman umat manusia yang lampau. Mereka yang menganggap bahwa subject curriculum memberi pengetahuan yang lepas-lepas. Kurikulum yang mereka anjurkan disebut experience curriculum. Mereka ini menginginkan kurikulum yang didasarkan atas pengalaman langsung agar pelajaran lebih bermanfaat. yakni kebudayaan yang diwariskan oleh nenek moyang. ditinjau dari segi tertentu. . Kritikkritik terhadap bentuk kurikulum tertentu adalah kritik-kritik yang diajukan oleh orang-orang yang tidak menyetujui bentuk kurikulum tersebut. Perlu kami berikan peringatan yang berikut. atomistis. yang tidak mengenal batas-batas antara mata pelajaran. akan tetapi kadang-kadang agak dilebih-lebihkan. namun juga banyak mempunyai kelemahan. akan tetapi juga mempunyai kelemahan-kelemahan. Orang yang menganjurkan sesuatu yang baru. yang mereka sebut activity curriculum. Maka timbullah berbagai bentuk kurikulum lain yang dianggap sebagai reaksi terhadap subject curriculum itu. Karena kelemahan itu banyak timbul kritik dari para ahli kurikulum yang menganjurkan bentuk kurikulum lain. atau fragmentaris menganjurkan kurikulum yang integrated atau dipadukan. Mereka ini menganjurkan life curriculum. Ada pula yang berusaha mencakup segala kebaikan bentuk kurikulum yang mengadakan reaksi terhadap subject curriculum. Para ahli yang mengecam subject curriculum karena dalam proses belajar anak itu hanya pasif. Setiap kurikulum mempunyai ciri-ciri yang baik. yakni core curriculum. biasanya berusaha memberi kecaman yang tajam untuk mendiskreditkannya. Ada kalanya kecaman itu obyektif.Kurikulum ini banyak mempunyai ciri-ciri yang menguntungkan. Kita harus meninjau kecaman itu secara kritis. Demikian pula subject curriculum dikecam karena kurang memberi pelajaran yang bertalian dengan kehidupan anak seharihari dalam lingkungan masyarakatnya. menganjurkan suatu bentuk kurikulum yang lebih mengaktifkan anak-anak dalam proses belajar. Kita akan bicarakan berbagai bentuk kurikulum itu. yang dituangkan dalam bentuk mata pelajaran. sehingga pengetahuan anak menjadi verbalistis.

Kurikulum ini dapat dimodifikasi. geometri. dan logika) dan quadrivium (arithmetika. Mereka mengadakan dua kategori utama yakni trivium (gramatika. yang kemudian dikenel sebagai " the seven liberal arts " yang memberikan pendidikan umum. Demikian pula subject curriculum tidak selalu tampil dalam bentuknya yang buruk. bahasa asing. astronomi. Tidak jelas apa yang terjadi dengan " the seven liberal arts " itu. bahwa pertentangan yang tajam itu biasanya terdapat pada taraf teoretis.Selanjutnya perlu kita perhatikan. Baru pada abad ke-19 mulai berkembang matapelajaran-matapelajaran dengan pesatnya. Orang Yunani telah mengajarkan berbagai bidang studi seperti kesusasteraan. dan sebagainya. Pada abad pertengahan tujuan pendidikan menjadi praktis dan vokasional. Yang diketahui ialah bahwa bahasa Latin menjadi matapelajaran yang sangat penting. dan musik). diperkaya. retorika. Ada kalanya bentuk kurikulum itu hanya terdapat dalam teori raja. Juga timbul berbagai matapelajaran yang dianggap . kedokteran. biologi. fisika. Selanjutnya akan kita bicarakan berbagai bentuk atau organisasi kurikulum. filsafat dan ilmu pengetahuan ditambah dengan musik dan atletik. oleh sebab segala bahan pelajaran disajikan dalam subject atau mata pelajaran yang terpisah-pisah. dan hukum. matematika. Dalam praktik tidak tampak pertentangan serupa itu. Juga harus kita ketahui bahwa berbagai bentuk kurikulum yang `baru' itu jarang terdapat dalam kenyataan dalam bentuknya yang murni. Orang Romawi menerimanya dari orang Yunani sambil mengadakan perobahan. Setiap mata pelajaran harus lebih (lulu berjuang sebelum diakaui dan diterima sebagai mata pelajaran di sekolah seperti bahasa ibu. SEPARATE-SUBJECT CURRICULUM Kurikulum ini disebut demikian. yakni teologi. Organisasi subject curriculum dianggap berasal dari zaman Yunani kuno. dan disesuaikan dengan pemikiran-pemikiran baru tentang kurikulum. I. Namun berbagai bentuk kurikulum ada pengaruhnya terhadap pemikiran tentang kurikulum dan sering pula dalam pelaksanaannya. yang satu lepas dari yang lain. Di universitas misalnya dipelajari tiga bidang utama.

Sebelum anak bersekolah. Bahan ini lalu disusun secara logis dan sistematis. Dengan suatu kurikulum. telah banyak sekali ia belajar dan pengalaman dalam . Dengan demikian sukarlah terdapat suatu kebulatan dalam pengetahuan anak-anak. Kalau ia menghadapi soal-soal di atas 20. biasanya ia harus menunggu pemecahannya sampai ia naik kelas 2. disederhanakan dan disajikan kepada anak -anak di sekolah sebagai mata pelajaran setelah disesuaikan dengan usia dan kematangan murid-murid. Dikelas I SD dahulu anak-anak berhitung dengan bilangan 1 sampai 20. Jelaslah bahwa pada pokoknya kurikulum serupa ini berdasarkan ilmu jiwa assosiasi yang mengharapkan timbulnya pribadi yang bulat sebagai hasil jumlah pengetahuan yang diperoleh anak. Anak-anak (dan manusia umumnya) belajar berkat pengalaman. juga di Indonesia. pendidikan kesejahteraan keluarga. atau kebudayaan dan pengetahuan yang dikumpulkan oleh umat manusia sejak dulu kala. Batasbatas bahan pelajaran itu dihormati benar dan biasanya tidak dilampaui. pertanian. Apakah sebenarnya subject atau mata pelajaran itu? Subject itu ialah hasil pengalaman umat manusia sepanjang masa. Tiap mata pelajaran diberikan tersendiri lepas dari mata pelajaran lain pada jam pelajaran tertentu. dan sebagainya. Tentu ini juga disebabkan oleh metode mengajarnya. Inilah jenis kurikulum yang umumnya terdapat di kebanyakan negara. Mereka sering hanya menumpukkan bermacam-macam pengetahuan. walaupun kedua mata pelajaran itu erat hubungannya. sekolah memberikan kepada anak-anak pengalaman-pengalaman untuk mengembangkan pribadinya sesuai dengan tujuan pendidikan. pendidikan jasmani. Kini terdapat ratusan mata pelajaran di sekolah maupun universitas.nonakademis seperti tata buku. Biasanya sejarah diberikan terpisah dari ilmu bumi. pekerjaan tangan. baik di SD maupun di Sekolah Menengah sampai Universitas. Batas-batas terdapat pula antar mata pelajaran yang satu dengan yang satu lagi. Untuk itu bahan pelajaran dibagi-bagi untuk tiap-tiap kelas. Jadi dalam mata pelajaran itu sendiri terdapat batas-batas yang memisahkan bahan pelajaran untuk tiap kelas. seakan-akan terbagi atas petak-petak.

Tentu saja guru yang baik tidak akan sudi diperhamba oleh buku dan mencari berbagai jalan untuk memperkaya kurikulum itu dan menyesuaikan sedapat mungkin dengan kebutuhan anak-anak setempat. Bahkan sering kurikulum itu semata-mata ditentukan oleh buku pelajaran itu. Biasanya yang menentukannya ialah suatu panitia yang terdiri atas tokoh-tokoh dan ahli-ahli pendidikan lain dan para ahli dalam disiplin tertentu. Hal ini mungkin. Jadi dalam kurikulum ini sudah lebih dahulu ditentukan pengalaman-pengalaman apakah yang akan diterima anak selama ia bersekolah. oleh sebab luas atau scope bahan pelajaran dapat ditentukan. Untuk memperkuat keseragaman itu diberikan pula rencana pelajaran terurai yang menentukan dalam garis-garis kecil apa yang harus disajikan kepada murid-murid setiap minggu. Oleh sebab itu banyak yang tidak dapat diselami oleh anak itu sendiri. Dalam subject curriculum anakanak dipaksakan mempelajari pengalaman umat manusia yang lampau. Yang dipelajari ialah hal-hal yang berhubungan langsung dengan kehidupan anak. Keseragaman .kehidupannya sehari-hari. yang tidak selalu bertalian erat dengan pengalaman anak itu sendiri. setiap jam. sehingga tujuan pendidikan menyempit menjadi menguasai sejumlah pengetahuan yang tercantum dalam buku. Hasil pelajaran serupa itu dianggap permanen dan tidak dilupakan. Mereka inilah menetapkan apakah diperlukan anak-anak kelak dalam kehidupannya dalam masyarakat. dengan maksud agar pendidikan di mana saja sama tarafnya. Kurikulum yang seragam ini memudahkan anak-anak pindah sekolah. Pada akhir sekolah dapat diadakan ujian negara yang uniform pula. maka kurikulum ini mudah dijadikan uniform atau seragam di seluruh negara. Kurikulum serupa ini biasanya ditentukan terlebih dahulu oleh ahli-ahli atau para pembina pendidikan. maka besarlah pengaruh buku pelajaran. Oleh karena pengetahuan yang harus dikuasai anak tertentu banyaknya. lalu dihafal untuk diingat dan kemudian dilupakan. Kurikulum yang subject-centered ini terutama ditujukan kepada pembentukan intelektual dan kurang mengutamakan pembentukan pribadi anak sebagai keseluruhan. Oleh sebab bahan pelajaran itu biasanya telah ditetapkan oleh buku. Karena itu sekolah modern menggunakan pengalaman-pengalaman anak itu sendiri sebagai bahan pelajaran.

Bahan pelajaran dapat disajikan secara logis dan sciternuas. maupun yang kurang pandai. Oleh sebab itu jalan yang efisien ialah memberi an k saja kepada anak-anak ilmu pengetahuan itu dalam susunan yang logis seperti telah dipikirkan oleh ahli-ahli. Menurut pengertiannya subject itu ialah hasil pengalaman umat manusia pada masa yang lampau yang tersusun logis sistematis. Berhitung dimulai dengan bilangan-bilangan kecil dan kemudian meningkat kepada bilangan-bilangan besar. kemudian diberikan bentuk-bentuk yang lebih kompleks. bahwa setiap mata pelajaran atau disiplin mempunyai sistematik tertentu. pelajaran itu terlampau cepat dan ia makin lama makin jauh ketinggalan. Logika dan sistematik setiap cabang pengetahuan ini tidak akan dapat ditemukan anak itu sendiri. Ilmu pasti mulai dengan pengertian-pengertian dasar. Demikian dapat kita lihat. dan pengalaman anak secara individual merupakan suatu hal yang sukar dan karena itu tidak sering dilakukan dalam kurikulum yang berdasarkan susunan mata pelajaran yang terpisah-pisah ini. Logika dan sistematik setiap cabang berpikir secara matematis. Kurikulum yang berpusatkan mata pelajaran ini masih sangat banyak dipakai. Geografi dimulai dengan daerah yang dekat. kemudian dibicarakan daerah-daerah yang makin jauh. dan sebagainya. . yang pandai. Sebaliknya bagi anak yang kurang pandai. MANFAAT SEPARATE-SUBJECT CURRICULUM 1. kesanggupan. Tiap mata pelajaran mengandung sistematik tertentu. Untuk mencari jalan tengah biasanya guru menyesuaikan pelajaran dengan anak-anak yang " sedang " kepandaiannya. dan sebagainya. Menyesuaikan pelajaran dengan kebutuhan minat. Dengan mengikuti sistematik itu anak-anak juga terlatih berpikir menurut struktur disiplin. anak dapat berpikir secara matematis. Tentu saja cara ini tidak memuaskan bagi anak-anak yang pandai karena pelajaran itu dianggapnya terlampau mudah dan tidak merangsangnya untuk mengeluarkan segenap tenaga dan pikirannya. Sejarah disusun dari masa purba sampai kepada zaman sekarang. misalnya dengan mempelajari matematik. karena banyak mengandung hal yang menguntungkan.bahan pelajaran yang diberikan kepada semua anak dalam suatu kelas menimbulkan kesalahan didaktis untuk menyamaratakan semua murid.

Melaksanakan kurikulum ini pun tidak menimbulkan kesulitan. Organisasi kurikulum ini sederhana.Diharapkan pula agar pengetahuan. mudah direncanakan dan dilaksanakan. yang diajarkannya bab demi bab. Scope terutama soal menentukan jumlah dan jenis mata pelajaran yang harus disajikan oleh sekolah. direorganisasi. . kecakapan-kecakapan yang diperoleh anak-anak dalam mata pelajaran itu dapat juga digunakannya dalam kehidupannya sehari-hari. malahan untuk seluruh negara. 4. sehingga lebih memudahkan luas (scope) dan urutan (sequence) bahan pelajaran di tiap kelas. Lagi pula guru-guru terutama di SM telah terlatih dalam matapelajaran-matapelajaran tertentu. ditambah. pengertian. Dalam menentukan kurikulum ini banyak pula bantuan diperoleh dan bukubuku pelajaran yang telah diakui baik. sehingga dapat diadakan ujian umum yang uniform di seluruh negara. sehingga guru dapat menyesuaikan jumlah waktu dengan jumlah bahan pelajaran yang harus diberikan setiap kali. Kurikulum ini mudah dinilai. Guru-guru pada umumnya dapat berpegang pada buku pelajaran yang telah ditentukan. Apa yang akan diajarkan sudah ditentukan lebih dahulu. Kurikulum ini juga dipakai di pendidikan tinggi. kurikulum inilah yang paling mudah disusun. Oleh sebab itu maka SM pun cenderung mempunyai organisasi kurikulum yang sama. Boleh dikatakan. atau dikurangi. Ada kalanya bahan pelajaran ditentukan dengan menetapkan buku-buku pelajaran yang harus dikuasai untuk suatu daerah. Masalah scope dan sequence tidak berapa menimbulkan kesulitan. SD masih dianggap oleh kebanyakan orang sebagai persiapan untuk SM dan SM sebagai sekolah persiapan untuk Pendidikan Tinggi. pengertian. pada saat ini setiap perguruan tinggi menggunakan organisasi kurikulum yang bersifat mata pelajaran yang terpisah-pisah. demikian pula SD. Sequence adalah soal menentukan urutan mata pelajaran yang harus diberikan dalam tiap kelas. Dari segala macam kurikulum. 2. Kurikulum ini terutama bertujuan menyampaikan sejumlah pengetahuan. dan kecakapan-kecakapan tertentu yang mudah dinilai dengan ujian atau tes. 3.

Kalau dirasa perlu anak -anak mengetahui tentang lalu lintas. 5. Kurikulum ini mudah diubah.Kebanyakan orang tua menginginkan agar anak-anaknya kelak melanjutkan pelajarannya di fakultas. 7. Perubahan atau perbaikan kurikulum dicapai dengan menambah atau mengurangi jumlah. Karena itu kurikulum yang berbentuk subject diterima baik dan dipertahankan di SD dan SM. Kebanyakan guru SL mendapat didikan untuk mengajarkan mata pelajaran tertentu di SMP dan SMA. Sukar orang menerima perubahan dalam organisasi kurikulum yang telah bertahan begitu lama. Tiap tahun ia mengulang-ulangi pelajaran tanpa membutuhkan banyak pikiran dan kreativitas seperti halnya dalam pengajaran proyek atau unit. bahwa anak itu mempelajari bermacam-macam mata pelajaran seperti yang mereka pelajari. isi atau jenis mata pelajaran sesuai dengan permintaan zaman. Kurikulum ini telah dipakai berabad-ubad lamanya dan sudah menjadi tradisi. 6. sehingga mendapat dukungan dari orang tua dan para pengajar. pekerjaan selanjutnya merupakan rutin yang tidak lagi meminta usaha dan jerih payah. Dengan sendirinya mereka lebih senang bekerja di sekolah yang mempunyai kurikulum yang sesuai dengan pendidikannya di IKIP. mengetik. Kurikulum ini telah digunakan dan diterima baik oleh generasi-generasi yang lalu. Mereka merasa aman dan tenteram dalam organisasi kurikulum yang subjectcentered ini. dan lain-lain. Kurikulum ini lebih memudahkan guru. kewargaan negara. Terlebih-lebih apabila guru itu harus mengajar pagi sore. kalau mereka telah mengajar selama beberapa tahun dan telah menguasai bahan pelajaran (atau buku pelajaran) sepenuhnya. maka mata pelajaran itu mudah ditambahkan. dapat ditiadakan. Segala perubahan atau perbaikan kurikulum kita hingga saat ini senantiasa didasarkan pada organisasi berbentuk subject. pendidikan kependudukan. Orang tua yang mengitimkan anak-anaknya ke sekolah menganggap sewajarnya. Lagi pula. maka kurikulum ini sesuai benar dengan kemampuan guru. . Demikian pula mata pelajaran yang dirasa tidak sesuai lagi.

Apabila seorang menghadapi suatu situasi kehidupan.8. namun banyak pula kelemahankelemahannya dititik dari sudut pendidikan modern. Keberatan-keberatan yang sering diajukan tentu saja bertalian erat dengan pandangan seseorang mengenai pendidikan dan pengajaran. ia mencoba mengatasinya dengan menggunakan segala pengalaman dan pengetahuannya yang ada padanya berkenaan dengan situasi itu. BERATAN-KEBERATAN IRRICULUM TERHADAP SEPARATE-SUBJECT Walaupun kurikulum ini masih sangat umum dipakai di mana-mana karena banyak mengandung kebaikan-kebaikan. Kurikulum ini memberikan matapelajaran yang lepas-lepas. Salah satu keberatan yang paling serius ialah bahwa kurikulum ini membagi pengalaman dan pelajaran anak atas bagian-bagian yang lepas-lepas. yang tidak berhubungan satu dengan yang lain. Matapelajaranmatapelajaran memberikan kepada anak-anak pengetahuan yang lepas-lepas. Kurikulum berbentuk mata pelajaran yang terpisah-pisah tidak mendidik anak-anak menghadapi situasi-situasi dalam kehidupannya. . Organisasi serupa ini sangat menghemat waktu dan tenaga dan memberi kemungkinan mempelajari sesuatu dalam waktu singkat apa yang ditemukan dengan susah payah oleh para sarjana pada masa lampau. Organisasi kurikulum yang sistematis seperti yang dimiliki oleh subject- curriculum esensial untuk menafsirkan pengalaman. Kelemahan-kelemahan kurikulum ini ialah: 1. secara fragmentaris yang sebenarnya tak ada dalam dunia kenyataan. tanpa mengindahkan batas-batas pengetahuan seperti diadakan oleh kurikulum ini. Hal ini diperkuat lagi apabila tiap mata pelajaran diberikan oleh guru yang berlainan seperti halnya di Sekolah Menengah tanpa mengetahui apa yang diberikan pada pelajaran lain. Mata pelajaran yang terpisah-pisah yang dijadikan pengalaman anak bertentangan dengan dunia kenyataan.

Ilmu Tumbuh-tumbuhan dan Tubuh Manusia . labahlabah. b. kulit. petai. kupu-kupu. Integrasi telah dicapai dalam matapelajaran yang saling berkaitan. dan sebagainya. ikan. Ilmu Hewan: Cecak. padi. dan sebagainya. teh. cosmea. babi. Setiap mata pelajaran berdiri sendiri. burung hantu. ular. pengeluaran kotoran. rusa. hidung. Yogyakarta 1950 misalnya untuk Ilmu Hayat di kelas V. Kalau guru (dan pengarang buku pelajaran) berpegang pada daftar yang di atas. bahwa ketiga pokok itu tidak ada pertaliannya. Jelaslah. matematika. telinga. kumbang. jagung. beberapa penyakit. makanan. ubi jalar. cengkeh. . bernafas.Kesehatan boleh dikatakan tidak ada hubungannya. lidah. vinka.Kesehatan: Dari hal rangka. puspaindra (bunga tasbih). urat saraf. keong. bahwa Ilmu Hewan. badak. ketela pohon (singkong). Ilmu Tumbuh-tumbuhan: Cempaka kuning.Organisasi kurikulum ini tidak mendorong guru-guru mengadakan integrasi dalam berbagai mata pelajaran. Bila kita perhatikan Rencana Pelajaran untuk Sekolah Rakyat yang diterbitkan oleh KPPK. Padahal sudah sewajarnya ada hubungan antara matapelajaran-matapelajaran itu. c. nyatalah. IPS. Sebagai contoh di sini kami kutip bahan pelajaran Ilmu Hayat untuk kelas V. daging. Tubuh Manusia . Inilah salah satu kelemahan yang paling besar dari kurikulum yang subject-centered ini. dan anak-anak disuruh mengumpulkan sejumlah pengetahuan yang lepas-lepas. buaya. "Cecak" dalam Ilmu Hewan dan "Dari hal rangka" dalam pelajaran Tubuh Manusia. dan sebagainya. turi. maka pada minggu pertama anak-anak akan mempelajari "Cempaka Kuning" dalam pelajaran Ilmu Tumbuh-tumbuhan. lipan (kelabang). a. mangga. tebu. bunga matahari. Dalam kurikulum 1975 yang menggunakan broadfield atau bidang studi seperti IPA. mata. peredaran darah. kodok. kelelawar.

Akan tetapi anak-anak juga harus diberi pengalaman untuk menggunakan pengetahuan itu secara fungsional dalam kehidupannya. Sesuatu yang logis tidak selalu psikologis ditinjau dari segi minat dan perkembangan anak. tentang jabatan-jabatan dalam masyarakat. Tak jarang anak-anak lebih tahu tentang perang Napoleon daripada tentang perkembangan daerahnya sendiri. Dalam praktik. Tentu saja. atau anak anak lebih mengetahui tentang susunan urat saraf cacing tanah daripada tentang cara menjaga kesehatannya sendiri. dan karena itu dapat juga memecahkan soal-soal yang dihadapinya dalam kehidupanya. Oleh sebab bahan pelajaran terutama didasarkan atas buku pelajaran. tentang kehidupan keluarga. Untuk itu ia harus diberi kesempatan di sekolah untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya dalarn kehidupan sehari-hari. dan sebagainya. Kurikulum ini menyampaikan pengalaman umat manusia yang lampau dalam bentuk yang sistematis dan logis. 3. tentang memahami dirt sendiri terutama bagi pemuda. ialah bahwa anak-anak telah terlatih dalarn memecahkan masalah-masalah pelajaran di sekolah. maka kurikulum ini banyak . Berhubung dengan apa yang diketahui mengenai pertumbuhan dan perkembangan anak dan mengenai psikologi belajar. Kurikulum ini tidak memperhatikan masalah-masalah sosial yang dihadapi anak-anak dalam kehidupannya sehari -hari. maka banyak masalah yang dihadapi anak dalam hidupnya tidak mendapat tempat dalam kurikulum. Dengan demikian pelajaran di sekolah dihubungkan dengan pengalaman langsung anak-anak itu. kurikulum ini bertujuan menyampaikan sejumlah pengetahuan yang terdapat dalam buku-buku pelajaran yang ditentukan. Pelajaran serupa itu lebih mengandung arti bagi anak-anak dan karena itu lebih menarik dan berrnanfaat. guru yang merasakan kekurangan kurikulum ini. Sering kali bahan pelajaran itu tidak ada hubungannya dengan masalah-masalah yang dihadapi anak-anak dalam kehidupannya. dapat menutupi kekurangan ini sedapat mungkin.2. Kepada anak-anak jarang diajarkan tentang cara bergaul cara menggunakan waktu senggang. Anggapan. Tentu saja perlu sekali bagi setiap orang untuk memiliki pengetahuan.

atau menghindarkan kecaman dan hukuman dari guru dan orang tua. . Dalam hal ini pun guru yang baik dapat berusaha untuk menghubungkan mata pelajaran dengan pengalaman anak. karena pelajaran tak sesuai dengan mentalnya dengan kemungkinan besar anakanak itu menjadi nakal. hasil pelajaran itu dangkal dan verbalistic dan sebagian besar segera pula dilupakan. Mereka mempelajarinya atau pada umumnya menghafalnya untuk mendapat angka yang baik. Atau mereka meninggalkan sekolah. karena terutama memusatkan tujuannya pada perkembangan intelektual.mengandung kekurangan ditinjau dari sudut psikologis. Tentu saja perkembangan intelektual tujuan yang penting bagi sekolah. Hal ini lebih-lebih berlaku bagi anak-anak di SD oleh sebab mereka terutama menambah pêngetahuannya berdasarkan pengalaman-pengalaman langsung yang mengandung arti baginya. karena bertalian erat dengan kehidupannya dan kebutuhannya sehari-hari. Kurikulum ini mengabaikan atau kurang memperhatikan pertumbuhan jasmaniah. Anak-anak kecil sukar melihat tujuan mata pelajaran yang terpisah-pisah itu. Malahan ada ahli-ahli mental hygiene yang mengemukakan bahwa kurikulum ini dapat merusak pribadi anak-anak karena mereka dihadapkan kepada situasi-situasi yang tidak mengandung arti baginya sehingga mereka menghadapi frustrasi yang mengganggu kesejahteraan rohaninya. Murid-murid SM lebih sanggup melihat tujuan mata pelajaran. jadi dengan motivasi yang ekstrinsik. perkembangan sosial dan emosional. akan tetapi konsepsi modern tentang pendidikan juga menekankan perkembangan aspek-aspek lain dari pribadi anak. Tujuan kurikulum ini terlampau terbatas. kalau ia melanjutkan pelajarannya di universitas dan ada pula kemungkinan mempunyai minat yang khusus untuk memperdalam pengetahuannya dalam suatu mata pelajaran tertentu. Verbalisme ini juga timbul oleh sebab mata pelajaran itu tidak berurat berakar dalam pengalaman anak itu sendiri. Mereka tahu bahwa mata pelajaran itu berguna baginya. 4. Oleh sebab mereka tidak melihat makna pelajaran.

baik secara perorangan. Ia mengumpulkan keterangan-keterangan dan fakta-fakta untuk memecahkan masalah-masalah. dan kurang mengajak anak-anak berpikir sendiri. Guru yang mengajarkan geografi dapat menyampaikan nilai-nilai sosial. Demokrasi dalam rangka Pancasila sebaiknya dipupuk dengan memberi kesempatan kepada murid-murid untuk menyelidik. Ia tidak begitu saja menerima baik apa yang dikatakan orang lain.centered. Demokrasi menginginkan warganegara-warganegara yang dapat mengambil keputusan atas tanggungjawab sendiri. akan tetapi memikirkannya secara kritis. berbuat.Tentu saja guru yang baik dapat juga memperhatikan perkembangan segi segi pribadi anak sebagai keseluruhan dan tidak hanya mementingkan segi intelektual saja. sehingga tidak ada kebebasan menemukan jawaban sendiri. bekerja sendiri. Anak-anak biasanya menerima segala sesuatu atas otoritas guru atau buku pelajaran. Kurikulum ini mengutamakan penguasaan pengetahuan dengan jalan ulangan dan hafalan. maka dalam praktik banyak guru terutama mementingkan aspek intelektual saja. . berpikir. bahwa setiap pengajaran harus bersifat mendidik. 5. Guru yang baik mengetahui. Kurikulum ini kurang mengembangkan kemampuan berpikir. Perbuatannya tidak ditentukan semata-mata oleh orang lain. emosional. Selain dari itu bahan pelajaran biasanya lebih dahulu ditetapkan secara "otoktratis" oleh pihak atasan. estetis dan sebagainya kepada anak-anak. Anak-anak tidak diturut sertakan dalam merencanakan dan membicarakan apa yang akan dipelajari sep halnya dalam erti pengajaran unit. Pertanyaan-pertanyaan dan soal-soal yang mereka hadapi telah mempunyai jawab-jawab tertentu. maupun secara kelompok. Akan tetapi karena organisasi kurikulum bersifat subject.

6. Kalaupun anak disuruh menghafal dan menumpukkan sejumlah pengetahuan yang lepas-lepas. pengajaran sedikit demi sedikit tak dapat dielakkan karena tak mungkin dipelajari segala sesuatu sekaligus. al menurut cara berpikir sarjana dalam bidang ilmu tertentu. dan makin banyak pengetahuan anak tentang suatu mata pelajaran makin besar pula minatnya untuk mempelajarinya lebih lanjut. maka itu bukan salah bentuk organisasi kurikulum. Adakalanya suatu buku digunakan dari tahun ke tahun tanpa peruhahan dan penyesuaian dengan keadaan masyarakat yang dinamis yang terus-menerus berkembang dengan pesatnya. melainkan salah metode mengajarnya. Dalam pengajaran proyek anak-anak menghadapi masalah-masalah yang aktual dengan menggunakan bahan dari sumber-sumber yang up-to. Juga untuk mata pelajaran dapat dipupuk minat. Fragmentasi. Itu sebabnya maka pelajaran di sekolah sering ketinggalan zaman.Walaupun dalam kurikulum ini ada juga yang merangsang anak-anak berpikir sendiri secara kritis dan dalam batas-batas yang sangat terbatas turut merencanakan bahan. Tak semua keberatan terhadap subject curriculum dapat diterima begitu saja. . karena berpegang pada kurikulum yang subject-centered. Juga tak perlu kurikulum yang subject centered menjadi terbelakang asal guru senantiasa memperluas ilmunya sesuai dengan perkembangan disiplin itu. Apa yang benar pada suatu saat mungkin tidak sesuai lagi pada zaman yang berikutnya. Juga tak dapat diterima bahwa subject curriculum tidak mendidik anak-anak berpikir. Kurikulum ini cenderung menjadi stasis dan ketinggalan zaman. Walaupun mata pelajaran diberikan secara terpisah-pisah integrasi akan terjadi juga dalam diri setiap orang. Bahkan diharapkan agar anak dapat berpikir menurut struktur suatu disiplin. Bahan pelajaran dalam kurikulum ini terutama didasarkan pada pengetahuan yang telah tercantum dalam buku. Akan tetapi sekalipun tidak ada tokoh atau aliran tertentu yang mempertahankannya. Pada zaman atom dan satelit ini muridmurid masih mempelajari pemadam api yang tidak terpakai lagi. pelajaran. tetapi organisasi kurikulum ini pada hakekatny a tidak merangsang kegiatan-kegiatan serupa itu. Separate subject curriculum banyak diserang dari berbagai pihak.date.

Jutaan dollar dikeluarkan kepada sarjana-sarjana dalam ilmu pengetahuan alam dan ilmu pendidik untuk menghasilkan buku pelajaran menurut disiplin ilmu itu. Hal ini tak perlu mengherankan. Diinginkan agar anak didik menurut struktur disiplin itu. Setiap guru yang baik dengan sendirinya akan mengadakan korelasi dengan mata pelajaran lain yang dianggapnya perlu untuk memperdalam pengertian anak. sedangkan alternatif yang diberikan. sehingga dalam pelajaran sejarah ia belajar berpikir seperti ahli sejarah. Maka karena itu hams kita elakkan cara berpikir ekstrim dan sepihak mengenai aliran-aliran dalam kurikulum. maka timbul kritik yang pedas dan tajam terhadap integrated curriculum sambil menonjolkan pengajaran mata pelajaran atau disiplin-disiplin ilmu. Tak ada kurikulum yang hanya mengutamakan masyarakat dengan mengabaikan sama sekali kepentingan anak. yang ingin saling menghancurkan. CORRELATED CURRICULUM Para pendidik yang melihat kelemahan-kelemahan separate-subject curriculum dan merasa tidak puas dengan kurikulum itu berikhtiar mencari jalan untuk memberikan kepada murid pengalaman-pengalaman yang ada . II. Sikap yang ekstrem menyebabkan kritik yang sering berlebih-lebihan. Akan tetapi dalam bidang kurikulum tak akan kunjung tercapai sesuatu yang sempurna. dalam pelajaran matematika is belajar berpikir secara matematis. Demikian pula kurikulum yang semata-mata memberikan mata pelajaran yang terpisah-pisah.namun bentuk kurikulum ini masih hidup dengan subur di mana-mana di dunia. Senantiasa kita lihat pendapat-pendapat yang bertentangan. maka memilih suatu bentuk yang ekstrim dengan sendirinya mengabaikan kebaikan kurikulum yang ditentang itu . karena kebaikannya. Para ahli giat mempelajari stuktur setiap disiplin. Kita harus mencoba melihatnya dalam proporsi yang sebenarnya. Karena setiap bentuk kurikulum mempunyai kebaikan dan kelemahan. Setelah diluncurkannya Sputnik oleh Rusia. seperti misalnya integrated curriculum sangat banyak menimbulkan kesulitan dalam penerapannya oleh guru dalam kelas.

mengarang. Misalnya pada pelajaran geografi dapat disinggung soal sejarah. Kesenian melingkapi seni suara. Paduan atau fusi antara beberapa mata pelajaran itu disebut "broad-field". antropologi. Dalam pelajaran bahasa dimasukkan bagian -bagian seperti membaca. jadi berdiri sendiri. bercakapcakap dan lain-lain. Jadi broad-field dapat dianggap sebagai modifikasi subject curriculum yang tradisional. Antara dua mata pelajaran diadakan hubungan secara insidental. aljabar. pekerjaan tangan. Korelasi dapat dilakukan dengan bermacam-macam cara : a. disatukan menjadi IPA atau Ilmu Pengetahuan Alam. dan sebagainya. biologi. tata bahasa. di-fusi-kan dengan menghilangkan batas masing-masing. misalnya soal sawah dibicarakan dalam pelajaran geografi. seni lukis. seni tari. ejaan. yakni kalau kebetulan ada pertaliannya dengan mata pelajaran lain. kimia. dan sebagainya. kesusasteraan. apabila suatu pokok atau masalah tertentu diperbincangkan dalam berbagai-bagai mata pelajaran. Broad -field itu sendiri merupakan kesatuan yang tidak terbagi-bagi atas bagian-bagian. Hubungan yang Iebih erat terdapat.hubungannya. dasarnya sebenamya masih bersifat subject curriculum. hanya jumlah pelajaran sangat dikurangi. Demikian pula ilmu alam. Broad-field lain ialah matematika yang menyatukan ilmu ukur. bernyanyi. Dapat pula beberapa mata pelajaran disatukan. ilmu hewan. c. ekonomi. ilmu tumbuh-tumbuhan. Walaupun telah tercapai perpaduan yang erat antara beberapa mata pelajaran. Setiap mata pelajaran diberikan pada jam-jam tertentu. b. geografi. sosiologi. seni pahat. akan tetapi memberi sumbangan masing-masing untuk menyoroti masalah yang dihadapi. misalnya sejarah. drama dan sebagian dari pendidikan jasmani. dan berhitung. . menggambar. kewargaan negara menjadi IPS atau Ilmu Pengetahuan Sosial. Ada yang menghubungkan mata pelajaran yang satu dengan yang lain dengan memelihara identitas mata pelajaran. ada pula yang menyatu padukan mata pelajaran dengan menghilangkan identitas mata pelajaran dalam bidang studi tertentu.

Part IV. Buku ilmu pengetahuan sosial yang dikarang oleh Lavone A. Tata Pemerintahan Daerah . Becoming Economically Independent Choosing an Occupation Becoming . Hanna berjudul: "Facing Life's Problems" isinya : Problem .a Wise Consumer Using Our Resources Wisely Understanding Our Economic Relations.Biasanya pokok yang dibicarakan berupa problema-problema. Making the Most of Our Lives Understanding Ourselves Making and Keeping Friends Establishing a Sucessful Marriage Getting Along with People Who Differ Acquiring an Education Using Our Leisure Time Developing a Philosophy of Life. Understanding Our World Democrary Challenges Totalitarianism Our World Is Interdependent War Is Not Inevitable. Part II. Part III. Assuming Citizenship Responsiblities Participating in Local Community Affairs Understanding the Functions of Government Maintaining Our Civil Liberties. Buku pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SD kelas IV yang diterbitkan oleh Departemen P dan K.Solving Part I. Lingkungan Alamiah  Mengendalikan banjir 2. berisi 1.

Hidup bermasyarakat   Bermain sepak bola Pramuka berkemah Dalam pelajaran ilmu pengetahuan sosial ini masalah yang di atas dibicarakan dengan menggunakan bahan dari sejarah. Dengan demikian pengetahuan mereka tidak lepas-lepas. akan tetapi dalam satu pelajaran. BEBERAPA KEUNTUNGAN BROAD FIELD CURRICULUM 1. Pendidikan   Semua orang belajar Pengalaman sekolah dr. berpadu. pengangkutan penumpang dan barang Jarak yang kian pendek 5. Peninggalan Sejarah   Mengunjungi Candi Borobudur Berziarah ke makam Ibu Kartini 6. geografi. Korelasi memajukan Integrasi pengetahuan pada murid-murid. dan lainlain. bila didapat penjelasan dari berbagai matapelajaran. Pengertian murid-murid tentang sesuatu lebih mendalam. Mereka mendapat informasi mengenai suatu pokok tertentu tidak secara terpisah-pisah dalam berbagai matapelajaran pada waktu yang berbeda-beda. Korelasi memberikan pengertian yang lebih luas karena diperoleh pandangan dari berbagai-bagai sudut dan tidak hanya dari satu mata pelajaran saja. melainkan bertautan. Perhubungan   Kendaraan dulu dan sekarang. ekonomi.  Bapak Gubernur meninjau desa Pemilihan umum 3. 2. Herman 4. 4. Minat murid bertambah apabila ia melihat hubungan antara matapelajaranmatapelajaran. 3. . di mana pokok itu disoroti dari berbagai disiplin mata pelajaran terentu.

Kurikulum ini pada hakikatnya kurikulum yang subject. correlated curriculum ialah suatu modifikasi subject curriculum dan karena itu juga hingga batasbatas tertentu mempunyai kelemahankelemahannya. Integrated curriculum meniadakan batas-batas antara berbagai-bagai mata pelajaran dan menyajikan bahan pelajaran dalam bentuk unit atau keseluruhan. kebulatan keseluruhan. kewarganegaraan atau ekonomi sebagai pelajaran pembantu. ia akan mengutamakan geografi dan menjadikan sejarah. 3. Korelasi memungkinkan murid-murid menggunakan pengetahuannya lebih fungsional. 6. akan tetapi tidak mencukupi sebagai persiapan untuk mengikuti pelajaran di perguruan tinggi. III. Akan tetapi orang-orang yang progresif maupun yang tradisional mempunyai keberatan-keberatan terhadap kurikulum ini. tidak berhubungan erat satu sama "dengan" lain. Mereka mendapat kesempatan menggunakan pengetahuan dari berbagai matapelajaran guna memecahkan suatu masalah. Jika spesialisasinya geografi. 1.centered dan tidak menggunakan bahan yang Iangsung berhubungan dengan kebutuhan dan minat anak-anak serta dengan masalah-masalah yang hangat yang dihadapi murid-murid dalam kehidupannya sehari-hari. sehingga tidak merupakan suatu keseluruhan yang tersusun logic dan sistematis. Pengetahuan anak tentang mata pelajaran itu bersifat umum dan dangkal dan hanya dapat dipandang sebagai pengantar ke dalam berbagai mata pelajaran. Dengan integrasi dimaksud perpaduan. . KEKURANGAN-KEKURANGAN KURIKULUM INI Seperti telah dikatakan.5. Guru sering tidak menguasai pendekatan inter-disipliner. Pengetahuan yang diperoleh tentang suatu disiplin sewaktu membicarakan bermacam-macam pokok. Korelasi antara mata pelajaran lebih mengutamakan pengertian dan prinsipprinsip daripada pengetahuan dan penguasaan fakta-fakta. 2. Broad-field tidak memberi pengetahuan yang sistematis serta mendalam mengenai berbagai mata pelajaran. Kurikulum ia memang memberikan pengetahuan yang lebih bulat daripada separate-subject curriculum. harmoni. koordinasi. INTEGRATED CURRICULUM Integrasi berasal dari kata "integer" yang berarti unit.

Suatu unit mempunyai tujuan yang bermakna bagi anak yang biasnaya dituangkan dalam bentuk masalah. Hipotesis-hipotesis itu harus lagi dicobakan untuk membuktikan benar tidaknya. Untuk memecahkan masalah itu anak -anak melakukan serangkaian kegiatan yang saling herkaitan. . Menghadapkan anak kepada masalah berarti merangsangnya untuk berpikir dan ia merasa tidak akan merasa puas dan tenang sebelum memecahkan masalah itu. Masalah itu harus dirumuskan setajam-tajamnya dan sering pula menganalisanya dalam sejumlah submasalah. Dengan kebulatan bahan pelajaran diharapkan kita membentuk anak-anak menjadi pribadi yang integrated. (2) Ia memikirkan hipotesis-hipotesis. yakni manusia yang sesuai atau selaras hidupnya dengan sekitarnya. Dalam pengajaran unit dengan sengaja anak-anak dididik untuk berpikir secara ilmiah menurut langkah-langkah yang disebut Dewey "the method of intelligence. Kelakuannya harmonis dan ia tidak senantiasa terbentur pada situasi-situasi yang dihadapinya dalam hidupnya." (1) Seorang berpikir bila ia menghadapi masalah. Orang yang "integrated" hidup dan harmoni dengan lingkungannya. Integrasi sosial ini lebih diutamakan dalam integrated curriculum daripada dalam curriculum yang subject centered. karena bermaksud untuk mengintegrasikan pribadi anak. akan tetapi juga tujuannya. Menurut Caswell unit ialah 'a series of related activities engaged in by children in the process of realizing a dominating purpose which is compatible with the aims of education". yaitu cara-cara yang mungkin memberi jawaban atau penyelesaian masalah itu. Di sekolah ia belajar bekerja sama dan bergaul dengan murid-murid lain dengan tujuan agar ia pandai bergaul dan bekerjasama dengan orang-orang lain di luar sekolah. Integrated curiculum dilaksanakan melalui pengajaran unit. Menilik tujuannya kurikulum ini juga dapat disebut "integrating" curriculum.Yang penting bukan hanya bentuk kurikulum ini. Apa yang diajarkan sekolah disesuaikan dengan kehidupan anak di luar sekolah. Pelajaran membantu anak dalam menghadapi masalahmasalah kehidupan di luar sekolah.

Karena itu pelajaran disusun sebagai keseluruhan yang luas yang disebut "broad unit". Unit dan ciri-cirinya. jelaslah bahwa yang diutamakan ialah berpikir sendiri atas fakta-fakta yang dicari sendiri dan bukan menghafal fakta-fakta belaka. Akan tetapi mungkin juga tak satupun yang ternyata benar. Maka masalah itu terpecahkan. Sekolah-sekolah yang " progresif " berangsur-angsur meninggalkan kurikulum yang subject-centered. Menurut definisinya unit itu merupakan suatu keseluruhan bahan pelajaran. atau mungkin tidak cukup keterangan yang diperlukan untuk memecahkan masalah itu. Ciri-ciri unit: 1. Mungkin suatu masalah baru dapat dipecahkan setelah puluhan tahun. Maka kita bertindak secara rasional. Mungkin masalah itu kurang tepat rumusannya. (4) Dengan keterangan-keterangan yang diperoleh itu ia menguji kebenaran hipotesis-hipotesis. karena dianggap tidak menghasilkan pribadi yang harmonis. atau masih harus dicari hipotesis-hipotesis lain. Ada kalanya langkah ini meminta waktu dan tenaga yang banyak. dan masalah itu tetap tidak terpecahkan. Faktor yang menyatukan ialah masalah atau problema yang terkandung dalam . Kalau kita menjalankan integrated curriculum. maka kesempatan itu dapat dijadikan pegangan bagi perbuatan atau tindakan kita. sampai kebenarannya dibuktikan berdasarkan data. Maka harus dicari di mana kekurangannya.(3) Untuk membuktikan benar tidaknya hipotesis itu ia perlu mengumpulkan keterangan atau data sebanyak-banyaknya dengan berbagai cara dan dari berbagai sumber sesuai dengan sifat masalah itu. Unit merupakan suatu keseluruhan yang bulat. atau hingga sekarang masih belum terpecahkan. bergantung pada sifat masalahnya. Unit ini mengandung suatu soal atau masalah yang dipelajari anak selama beberapa minggu atau beberapa bulan. Setiap hipotesa dianggap scbagai suatu kemungkinan jawaban yang harus disangsikan. (5) Jika diperoleh jawaban berdasarkan pemikiran yang dibenarkan oleh bukti bukti yang faktual. Ada kemungkinan di antara hipotesa itu ada yang benar.

melainkan menggunakan segala macam bahan untuk memecahkan soal-soal yang terkandung dalam unit itu. kepala kantor. ilmu alam. Ia hendaknya menganalisis kebutuhan mereka sebagai perorangan dan sebagai kelompok. dan sebagainya. gambar. b. pendek kata apa saja asal memberikan bahan dan keterangan untuk memahami pokok yang dipelajari itu. Dalam kehidupan sehari-hari tak terdapat batas-batas itu. Ada kebutuhan anak yang timbul berkenaan dengan pertumbuhan jasmaniah dan perkembangan rohaniah. dan sebagainya. dari alat-alat peraga: globe. dari bacaan: buku. Bahan-bahan dicari dari pelbagai sumber seperti: a. ensiklopedi. sawah. daftar-daftar. kebun binatang. Jadi masalah itu dipecahkan secara interdisipliner. sejarah. peta. dari lingkungan sekitar: toko. Unit menerobos batas-batas mata pelajaran. kantor pos. dan sebagainya. guru harus mengenal keadaan sosial ekonomi anak-anak. bahasa. dan sebagainya. saudagar. c. Oleh karena itu dalam suatu unit murid-murid menggunakan berhitung. 3. Segala sesuatu yang dilakukan oleh murid murid harus senantiasa bertalian erat dengan pokok tersebut dan merupakan sumbangan guna mencapai tujuan unit itu. Dalam merancang unit. majalah. Dengan demikian guru lebih mengetahui dalam hal manakah mereka perlu dibantu agar lebih sanggup menghadapi masalahmasalah dalam kehidupan sehari-hari. surat kabar. Di samping itu ada pula kebutuhan yang ditentukan oleh masyarakat dan kebudayaan tempat ia hidup. d. tukang becak. radio. taman-taman. musik. lapangan terbang. Kebutuhan itu bersifat pribadi dan social. Batas-batas antara mata pelajaran sebenarnya diadakan oleh sarjana-sarjana dalam usaha mereka untuk menyusun ilmu pengetahuan. dan sebagainya. Bila murid melihat faedah dan tujuan . Unit didasarkan atas kebutuhan anak. jika mungkin film. Guru harus menjaga agar pelajaran tidak menyimpang dari pokok itu. menggambar. dari orang-orang yang dapat memberikan keterangan: tukang kayu. stasion. geografi.pokok yang akan diselidiki oleh murid-murid. Unit tidak terbatas pada suatu atau beberapa mata pelajaran. 2. arca.

mencari sendiri jawaban atas masalah-masalah lalu mengambil kesimpulan yang dijadikannya dasar perbuatannya. bekerja sama dalam kelompok. Bila murid -murid yakin akan kebaikan. Apa yang dipelajari dalam unit merupakan keseluruhan. 4. pujian. mengadakan penyelidikan dan percobaan. Unit memerlukan waktu yang panjang. minat. mengadakan percobaan-percobaan. Anakanak diberi kesempatan sebanyak-banyaknya untuk menghayati. Kegiatan-kegiatan dalam unit banyak memerlukan waktu seperti untuk berkaryawisata. maka minat akan bertambah dan pelajaran akan lebih besar hasilnya. Mengenai kebutuhan. kalau perlu malahan sepanjang hari. Unit senantiasa dihubungkan dengan pengalaman-pengalaman anak. dan tujuan pelajaran bagi di inya. Untuk suatu unit diperlukan beberapa jam sehari. Unit didasarkan pada pendapat-pendapat modern mengenai cara belajar. mengumpulkan bahan dari berbagai-bagai sumber.pekerjaan dan pelajaran. angkaangka atau ancaman. 5. dan kesanggupan anak prinsip individualistis lebih mudah dilaksanakan dalam pengajaran unit. mengumpulkan bahan dari berbagai-bagai sumber. Masalahmasalah yang terkandung dalam unit itu mempunyai arti baginya dan karena itu mereka dirangsang untuk menelaah dan memecahkan soal itu. . kematangan. dan sebagainya. faedah. merumuskan dan menganalisis problema-problems. yang saling bertalian erat dan karena itu lebih dipahami. Belajar menurut cara unit sesuai dengan teori-teori yang pada saatnya modern tentang belajar. maka tidaklah r perlu dipakai paksaan dan desakan dari luar berupakan hukuman. membuat gambar atau konstruksi. Dalam organisasi kurikulum yang tradisional anak-anak menerima bermacam-macam pelajaran yang tak berhubungan satu dengan yang lain masingmasing pada jam-jam tertentu. Dengan sendirinya verbalisme dicegah. yakni berdasarkan minat dan kebutuhan anak.

musik. bergerak. membentuk. bila kita ingin memperdalam pengertian dalam suatu hal. lukisan. mencari hipotesis-hipotesis kemudian mengumpulkan keterangan dari buku-buku. dengan pengalaman-pengalaman anak. Pendirian ialah. Dalam unit anak-anak dihadapkan kepada situasi-situasi yang mengandung problema.Waktu yang cukup banyak diperlukan benar. pengamatan sendiri atau dari percobaan-percobaan. Tentu saja masalah-masalah itu disesuaikan dengan kematangan anak dan kesanggupannya untuk memahaminya. Dalam unit anak-anak harus memecahkan masalah-masalah dengan menggunakan metode ilmiah seperti telah diuraikan di atas. menyatakan perasaan dan pikirannya dengan bebas dengan perantaraan bahasa. yakni merumuskan masalah. menyelidiki hal-hal yang sesuai dengan dorongan yang wajar. mengujui hipotesis-hipotesis dengan menggunakan bahan-bahan yang diperolehnya. bekerja dalam kelompok. Dalam unit digunakan setiap kesempatan untuk menghubungkan pelajaran di sekolah dengan kehidupan sehari-hari. tanpa kegairahan. menganalisisnya. di mana anak-anak duduk diam sambil mendengarkan saja. Dalam unit anak-anak diberi kesempatan untuk berbuat. Kelas yang diselenggarakan secara ini. dan bila perlu beberapa bulan. Masyarakat dijadikan laboratorium tempat anak mengadakan penyelidikan dan mengumpulkan bahan-bahan yang tak dapat diperoleh dari buku-buku pelajaran. mengambil kesimpulan dan akhirnya bertindak atau berbuat atas . Unit itu life-centered. 6. bahwa lebih baik diberikan waktu secukupnya untuk mempelajari suatu hal secara mendalam dari pada mempelajari bermacam-macam hal secara mendangkal yang segera dilupakan pula. Unit menggunakan dorongan-dorongan yang sewajarnya pada anak -anak. 7. berlainan sekali suasananya dengan kelas yang pasif. 8. Itu sebabnya maka suatu unit memakan waktu beberapa minggu. sehingga mereka belajar dengan gembira dan penuh minat.

memikul tanggung jawab. Dalam kelompok anak itu merasa dirinya sebagai anggota yang dihargai dan disukai. Dalam unit anak-anak mendapat banyak kesempatan untuk bekerjasama dalam kelompok. bahwa di sekolah modern seharusnya anak-anaklah yang menentukan apa yang harus dipelajari. 10. Guru-guru yang terlalu progresid berpendapat. dan harga-menghargai sumbangan masing-masing. Bukankah mereka lebih tahu apa yang menarik minat mereka dan apa yang mereka butuhkan? Akan tetapi kita jangan lupa. Mereka belajar menerima dan memberi kecaman dalam suasan hormat-menghormati. . mengumpulkan bahan. dan sebagainya. misalnya dalam diskusi. Salah satu tugas sekolah yang penting sekali bukanlah menyampaikan sejumlah pengetahuan yang harus dihafalnya. Sering pula orang tua diminta bantuannya dalam menentukan pokok-pokok yang dipandang penting bagi anak-anak dan bantuan mereka diharapkan pula dalam melaksa nakan unit itu. Guru yang tradisional berpendapat. Unit direncanakan bersama oleh guru dengan murid. t Murid hanya menerima apa yang telah ditentukan oleh guru. Unit dengan sengaja memajukan perkembangan sosial pada anak-anak. Guru merencanakan dan menyodorkan rencana i u kepada murid-muridnya. membuat rencana. Dalam pengajaran unit biasanya terdapat kerja sama antara guru dengan murid dalam menentukan pokok untuk unit itu. Mereka berunding untuk menentukan rencana pekerjaan berhubung dengan unit itu. bahwa guru sendirilah yang harus menetapkan segala sesuatu yang akan diajarkan dalam unit itu. 9. Mereka harus mendapat bimbingan dari guru yang lebih berpengalaman daripada mereka. Problem solving menurut scientific method merupakan suatu unsur yang utama dalam pengajaran unit. Tentu saja pokok untuk itu senantiasa harus sesuai dengan tujuan pendidikan. bahwa anak-anak sendiri kerap kali tidak tahu apa yang sebenarnya perlu bagi mereka.hasil yang diperolehnya. berdramatisasi. melainkan membantu anak-anak untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya secara ilmiah.

dan karena itu memerlukan lebih banyak inisiatif dan usaha dari guru. Karena itu kurikulum ini tidak menginginkan ujian yang uniform di seluruh negara atau daerah. Matematika. Bahasa Indonesia). sesuai dengan kurikulum yang terdapat pada SD dan SM. jadi bercorak separate subject atau berdasarkan broad field (IPS. Kurikulum ini tidak mengharapkan pengetahuan yang sama untuk semua murid. 4. . Hal ini merupakan suatu keberatan bagi guru yang lebih suka bekerja menurut rutin dengan mengikuti buku pelajaran tertentu untuk tiap matapelajaran. malahan sedapat mungkin menyesuaikan pelajaran dengan bakat dan kesanggupan tiap anak dengan keadaan lingkungan anak itu. maka tidak akan terdapat di dalamnya susunan yang logis sistematis. Kurikulum ini memberatkan tugas guru. Perbedaan bahan pelajaran di berbagai sekolah di berbagai tempat dianggap pula suatu keberatan bagi anak-anak yang pindah ke sekolah lain. Kurikulum sekolah guru dewasa ini kebanyakan didasarkan atas mata pelajaraan yang terpisah-pisah. 2. Memasukkan kurikulum yang baru akan menimbulkan kesukaran bagi murid-murid dan guru. Bahan pelajaran mungkin sekali tiap tahun berlainan dengan tahun yang sudah-sudah. Kurikulum ini tidak memungkinkan ujian umum. Karena bahan pelajaran tidak ditetapkan lebih dahulu. maupun mengenai isinya. baik mengenai pokok-pokok yang dibicarakan. 3.KEBERATAN TERHADAP INTEGRATED CURRICULUM 1. IPA. dan tentu pula berbeda sekali di berbagai sekolah. Kurikulum ini dianggap tidak mempunyai organisasi yang logissistematis. akan tetapi direncanakan dengan mengadakan rundingan dengan murid-murid. Guru-guru tidak dididik untuk menjalankan kurikulum seperti ini. Oleh sebab bahan pelajaran boleh dikatakan berlainan setiap tahun. Tiap tahun guru itu boleh dikatakan menghadapi bahan yang barn. Malahan besar bahayanya anak-anak mendapat bahan yang sama pada kelas lain. maka pengetahuan anak-anak pada waktu tamat tidak sama pula.

6. oleh sebab guru itu cenderung mengajar seperti ia sendiri dahulu diajar. Kurikulum ini tidak berpegang pada satu buku. Semua pembaruan harus mulai pada diri guru.2. Itu sebabnya maka pendidikan guru merupakan faktor yang penting dalam pembaruan pendidikan. bahwa murid-murid terlampau muda dan karena itu tak sanggup dan tak cukup berpengalaman untuk menentukan apa yang perlu bagi pendidikan mereka. ad. Memang dalam kurikulum ini bahan pelajaran tidak tersusun secara logissistematis seperti yang lazim terdapat dalam suatu buku pelajaran. Setidak-tidaknya harus ada perpustakaan yang agak lengkap sebagai suatu sumber yang penting guna mengadakan penyelidikan-penyelidikan oleh anak-anak. sehingga kurikulum modern tak dapat dijalankan dengan efektif. dan ini harus dimulai pada pendidikan guru. Menjalankan sesuatu yang baru tidak mudah. I. Syarat pertama bagi pembaruan ialah. Akan tetapi hal ini tidak berarti bahwa organisasi . pada diri sang pendidik. JAWABAN INTEGRATED CURRICULUM ATAS KEBERATAN- KEBERATAN YANG DIAJUKAN Semua keberatan yang di atas ada mengandung kebenaran. Alat-alat sangat kurang untuk menjalankan kurikulum Untuk melaksanakan kurikulum ini diperlukan ruangan-ruangan dan alatalat yang khusus. ad. Gedung-gedung sekolah kita sekarang masih terikat pada filsafat pendidikan yang tradisional. Anak-anak dianggap tidak sanggup menentukan kurikulum.5. Oleh sebab itu pihak atasan. apalagi kalau yang lama itu didukung oleh tradisi yang berabad-abad. akan tetapi menggunakan segala macam sumber. orang dewasalah yang selayaknya menetapkan sepenuhnya apa yang harus diajarkan. Lagi pula tiap kelas penuh sesak dengan muridmurid. Dalam organisasi kurikulum ini anak-anak turut serta diajak berunding untuk menentukan hal-hal yang akan dipelajari. bahwa guru itu harus mengubah dirinya. Orang beranggapan. Mengenai keberatan-keberatan itu kami ingin mengajukan beberapa catatan.

dengan maksud agar anak -anak menerima dan memahami makna serta tujuan pokok itu. Guru yang dinamis. Ada tidaknya ujian.centered".5. guru harus mencatat apa-apa yang telah dibicarakan untuk diketahui oleh guru. . akan tetapi praktik serupa ini sudah ditinggalkan. Dalam rangka tujuan pendidikan itu. Dalam menentukan bahan pelajaran peranan guru tetap penting. ad. Dalam kerangka itu banyak kebebasan bergerak bagi guru dan murid untuk memilih pokok-pokok yang sesuai dengan kebutuhan mereka. yaitu yang berpusat pada anak. Dialah yang tahu tujuan pendidikan dan nilai suatu pelajaran untuk mencapai tujuan itu.sama sekali tidak ada. anak-anak diturut-sertakan memilih dan merencanakan. Penentuan bahan pelajaran tidak semata-mata diserahkan kepada kehendak murid-murid. Untuk memenuhi tuntutan ujian. justru akan berikhtiar.3. Banyak orang di kalangan pendidikan yang mengakui.4. ad. Untuk mencegah berulangnya suatu pokok. bahwa ujian itu merupakan suatu "penyakit" yang sering menghalang-halangi pembaharuan dalam pendidikan. agar ia jangan dikuasai oleh pekerjaan rutin yang membosankan. Jadi kurikulum ini lebih fleksibel. Akan tetapi janganlah ujian itu dipakai sebagai alasan untuk membenarkan din tidak menjal nkan inisiatif ke arah a perbaikan pendidikan. anak-anaklah yang menentukannya. yang ingin terus berkembang dan turut mengikuti aliran zaman. Ujian yang uniform ini seakan-akan tidak memungkinkan guru menyesuaikan pelajaran dengan kebutuhan individu serta keadaan masyarakat setempat.guru lain. ad. yang ingin menyesuaikan pelajaran dengan keadaan masyarakat anak. Ujian yang uniform ini memang merupakan suatu halangan ke arah pembaruan. Biasanya sekolah telah mempunyai suatu kerangka yang berisi bidang-bidang yang kirangnya dapat dijadikan pokok pelajaran. Dalam kurikulum yang "child. maka anak-anak dilatih menghafal sejumlah pengetahuan yang diharapkan akan "keluar" dalam ujian. bagi guru yang dinamis tetap ada kesempatan untuk mengadakan pembaruan.

Kita tahu manfaat alat-alat pelajaran modem seperti film. yang benarbenar berarti bagi kehidupan mereka. televisi. Anak-anak tidak lagi mempelajari fakta-fakta lepas yang segera dilupakan. Alatalat itu belum dimiliki oleh sekolah-sekolah kita. Kurikulum ini memungkinkan hubungan yang erat antara sekolah dengan masyarakat. dan mata pelajaran lain. Murid-murid dihadapkan kepada masalah. Masyarakat dijadikan laboratorium tempat anak-anak . Segala sesuatu yang dipelajari dalam unit bertalian erat. alat-alat pengukur dan botol. 3. jadi anak-anak aktif dengan bermacammacam cara dan tidak pasif menerima apa yang disajikan oleh guru untuk dihafal. dengan sendirinya akan tampil pengarang-pengarang buku yang sesuai dengan keperluan pengajaran unit. Mengadakan batas-batas yang tegas antara berbagai mata pelajaran sering merugikan pembentukan pengertian yang luas serta mendalam. sehingga perpustakaan anak-anak bertambah lengkap. Lingkungan merupakan sumber pelajaran yang tak ternilai harganya. Kalau kurikulum ini dijalankan. jadi bertalian erat dengan pengalaman mereka. Sebenarnya tidak mungkin diajarkan sejarah dengan baik tanpa ilmu bumi.ad.6. karena tidak digunakan secara fungsional untuk memecahkan masalah-masalah yang mengandung arti bagi murid. peta timbul. tape recorder. Untuk memecahkan suatu pokok digunakan bahan dan semua mata pelajaran. Dalam ilmu bumi sering diperlukan ilmu alam. Kurikulum ini sesuai dengan pendapat-pendapat modern tentang belajar. 2. radio. Mereka memecahkannya dengan pikiran dan penyelidikan sendiri. ilmu hayat. Gedung sekolah kita belum memenuhi syarat-syarat pendidikan modem Akan tetapi kekurangan-kekurangan itu tak perlu menghalangi pembaruan. Perpustakaan dapat dibentuk lambat laun. Tanpa alat-alat tak dapat dijalankan kurikulum apa pun dengan efektif. Banyak alat pelajaran yang dapat dibuat sendiri tanpa menelan biaya yang banyak antara lain garnbar-gambar dun rnajalah. dan sebagainya. MANFAAT KURIKULUM UNIT 1.

Di samping itu kita harus memperhatikan kebutuhan anak dalam lingkungan itu. ataukah lebih baik pelajaran itu diundurkan saja dulu? . pengalaman murid-murid dalam kelas itu? Bila ternyata tidak atau kurang ada minat yang khusus untuk pokok itu. Kurikulum ini mudah disesuaikan dengan minat. kebutuhan dan. kesanggupan dan kematangan murid. Inikah saat yang sebaik-baiknya bagi murid-murid untuk memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya dari pokok yang akan dipelajari itu.mengumpulkan bahan untuk menyelidiki suatu problema. pokok manakah yang hendaknya dipilih untuk suatu unit senantiasa harus dipikirkan. Pokok-pokok untuk unit mungkin sekali berlainan di berbagai sekolah. kita dapat memajukan pertanyaan-pertanyaan yang berikut: 1. bahwa kita harus bekerja dalam rangka tujuan sekolah. sebagai kelompok maupun sebagai individu. melainkan dengan kritis membandingkan keterangan-keterangan dari berbagai sumber. Apakah bahan pelajaran itu sesuai dengan taraf kematangan murid? a. Malahan di suatu sekolah pun mungkin pokok untuk unit berbeda dan tahun ke tahun. Mereka tidak hanya menerima saja apa yang dikatakan guru atau yang tercantum dalam buku. Menentukan pokok untuk un it. Murid-murid dirangsang untuk berpikir sendiri. 2. 5. bekerja sendiri. Mereka diajak turut serta berunding dan merancangkan pelajaran. 4. Untuk menentukan. memikul tanggung jawab. Dalam menentukan. ia dapat berikhtiar untuk membangkitkan minat itu. pokok-pokok manakah yang sebaiknya dijadikan unit yang akan dipelajari anak-anak. Apakah pokok itu dibangkitkan oleh minat. Masyarakat dapat diturut sertakan dalam usaha-usaha sekolah. bekerja sama dalam kelompok. sedangkan guru merasa pentingnya pokok itu bagi perkembangan murid-murid. Kurikulum ini sesuai dengan paham demokrasi.

majalah. Apakah bahan pelajaran itu mengandung masalah-masalah sosial yang penting artinya bagi kehidupan anak-anak sehari-hari? c. Apakah bahan pelajaran itu cukup memberi kesempatan untuk mengeluarkan dan menyatakan perasaan dalam berbagai-hagai bentuk? 4. buku-buku. gambar. kesempatan berkaryawisata c. menganalisnya. bahan-bahan untuk bermacam-macam bentuk ekspresi. bekerja sama berpikir untuk memecahkan problema? b. namun tidak kurang nilainya bagi perkembangan anak? d. dan alat-alat pelajaran b. Pokok-pokok apakah yang harus dipilih untuk dipelajari anak-anak dalam bentuk unit? Dalam hal ini terdapat dua pendapat yang utama. Dapatkah disediakan hal-hal yang berikut untuk melaksanakan unit itu: a. Apakah bahan pelajaran itu tidak melampaui batas kesanggupan anak dan lagi pula cukup merangsang mereka untuk mempelajarinya dengan segenap tenaga? c. Telah adakah pengalaman-pengalaman pada murid yang dapat digunakan sebagai landasan bagi pelajaran baru ini? 3. Yang pertama ialah . mengumpulkan bahan dari berbagai sumber. Apakah bahan pelajaran itu akan menimbulkan situasi-situasi di mana murid-murid harus merencanakan. pengalaman-pengalamaan langsung berhubung dengan unit d. Cukupkah kesempatan dalam pelajaran ini untuk merangsang murid-murid berpikir dan berbuat sebanyak mungkin? a. Dua pendapat. Apakah bahan pelajaran itu herisi buah pikiran dan soal-soal yang dapat menimbulkan diskusi yang akan memperluas alam pikiran dan pandangan anak? e. Apakah pokok lain pada saat ini barangkali lebih berfaedah dan mengandung arti bagi murid-murid. berdiskusi. merumuskan masalah. Apakah bahan pelajaran itu menjamin bertambah luasnya pengetahuan murid-murid yang berguna untuk memenuhi tuntutan-tuntutan hidup yang kian hari kian meningkat? d.b.

Pendapat kedua ialah mengambil pokok-pokok unit dari kebutuhan anakanak. yakni aktivitasaktivitas yang berkenaan dengan: 1. dari problema-problema yang dihadapi anakanak dalam hidupnya. social functions apakah yang terdapat dalam hidup manusia. Herbert Spencer pada tahun 1859 telah mengemukakannya sebagai tujuan pendidikan. 4. Maintenance of proper social and political relations. Rearing and disciplining of offspring. yang mempunyai arti dan nilai kehidupannya sehari-hari sehingga ia kelak dapat menyesuaikan diri dengan efektif sebagai orang dewasa. Securing necessaries of life. yakni lapangan-lapangan hidup sebagai pusat perhuatan-perbuatan manusia. jadi yang bersifat universal bagi semua kebudayaan di dunia ini pada yang lampau maupun masa sekarang maupun masa mendatang. Baik kelompok yang primitif maupun yang modern dianalisis untuk menyelidiki social functions apakah kiranya yang terdapat dalam kehidupan manusia. yakni situasi-situasi atau masalah-masalah hidup yang terus menerus dihadapi manusia. Miscellaneous activities which make up the leasure part of life. Karena kurikulum harus memberikan pelajaran. Stratemeyer menyebutnya "persistent life situations". 2. . A. UNIT BERDASARKAN "SOCIAL FUNCTIONS" Dasar pikiran di sini ialah. 5. Tujuan pendidikan yang utama ialah membantu anak-anak memperoleh kehidupan yang baik dalam lingkungan sosialnya. Self-preservation. Sebenarnya jalan pikiran itu bukan sesuatu yang baru. devoted to the gratification of the tastes and feelings. bahwa pelajaran harus berdasarkan aktivitas dalam masyarakat dan kebudayaannya. banyak digunakan sosiologi dan antropologi kebudayaan. Untuk mengetahui.berdasarkan kurikulum itu pada "social functions". 3.

Determining the nature and extent of individual freedom. 1. Expression of religious impulses. 9. Integration of the individual. Using effective methods of work. 3. a. 3. Avoiding and caring for illness and injury. Mereka menyebutnya "persistent life situations". and natural resources. 2. 3. 4. c. Comsumption of goods and services. 11. Protection and conservation of life. Understanding the ideas others. Extension of freedom. Recreation. Dalam garis besarnya mereka memperoleh lapangan-lapangan sebagai berikut: I. Education.Orang yang pertama-tama menjadikan social functions sebagai dasar kurikulum ialah H. Kim. Caswell. 7. 1.L. 2. . 5. 10. Determining responsibility to self and others. Making ideas clear. Satisfying emotional and social needs. property. 8. Salah satu usaha lain untuk menggolongkan lapangan-lapangan hidup ini ialah Stratemeyer. 2. Dealing with quantitive relationships. Forkner dan Mc. la mengemukakan social functions yang berikut: 1. Satisfying physiological needs. Situations calling for growth in individual capacities. Productions of goods and services and distribution of the returns of production. 2. Exploration. Communication and transportation of goods and people. 4. 6. Intellectual power. Expression of aesthetic impulses. b. Health. Responsibility for moral choices 1.

Establishing effective working relations with others. Deciding when to join a group. Natural phenomena. Using physical and chemical forces. Using technological resources. 2. Technological resources. a. 1. Person to person relationships. 2. 1. Achieving aesthetic satisfactions through the environment. 3. Participating as a group member. Establishing effective social relations with others. Situations calling for growth in social participation. Situations calling for growth in ability to deal with environmentaal factors and forces. Intergroup relationships. 1.d. Taking leadership responsibilities. Dealing with physical phenomena. 2. 2.*) Keuntungan kurikulum berdasarkan lapangan hidup. 5. 3. animal. 2. and insect life. 1. 3. Dealing with plant. 1. 2. 4. c. c. b. a. Working with racial and religious groups. Aesthetic expression and appreciation. 2. Finding sources of aesthetic satisfactions in oneself. b. Contributing to technological advance. Group membership. Earning a living. Working with socio-economic groups. Providing for social welfare. Participating in local and national government. 1. Economic-social-political structures and forces. Dealing with groups organized for specific action III. Molding public opinion. II. 3. Securing goods and services. . 1.

Tujuan kurikulum ini lebih mudah dipahami oleh murid-murid. lapangan-lapangan hidup menjadi matapelajaran-matapelajaran tersendiri sehingga menjadi semacam subject curriculum yang justru hendak diberantas oleh kurikulum ini. Pelajaran di sekolah yang diberikan herpusatkan unit ini bertalian erat. Ada bahayanya.1. Kurikulum ini sulit dijalankan. Juga buku-buku dan alat-alat pelajaran lain menimbulkan kesukaran-kesukaran. Dalam kurikulum ini terdapat hubungan erat antara pelajaran dengan kehidupan sehari-hari. Dengan mempelajari lapangan-lapangan hidup diharapkan anak-anak juga lebih sanggup menyesuaikan diri dengan situasi-situasi hidup. Kurikulum ini dengan sengaja berusaha mengatasi jurang antara pelajaran sekolah dengan apa yang diperlukan dalam kehidupan. Kurikulum ini sesuai dengan tugas sekolah. Guru-guru tidak mendapat latihan untuk menjalankan kurikulum serupa ini. Kurikulum ini menyajikan bahan pelajaran yang bulat. 1. Kurikulum berdasarkan social functions atau lapangan hidup memberikan kepada anak hal-hal yang diperlukannya untuk menghadapi situasi-situasi hidupnya sebagai warga negara. 4. akan tetapi perlu juga disebut. Sebenarnya ini telah tersimpul dalam nomor 1. 2. Dengan demikian mereka lebih mudah melihat manfaat dan makna pelajaran itu bagi dirinya. Kehidupan sebenarnya merupakan suatu keseluruhan dan tidak merupakan sepuluh atau sebelas lapangan kehidupan. Kurikulum ini membagi kehidupan dalam bagian-bagian. tidak lepas-lepas seperti halnya dalam separate-subject curriculum. Dalam subject curriculum anak-anak sukar melihat hubungan itu. 3. 2. Mereka mereka banyak mengumpulkan keterangan-keterangan dari masyarakat serta lingkungan sendiri dengan mengadakan karyawisata dan penyelidikan -penyelidikan lain. Batas-batas itu tidak ada dalam kehidupan. . Keberatan-keberatan terhadap kurikulum ini. karena untuk melaksanakannya menggunakan pengalaman-pengalaman langsung. yakni mempersiapkan murid untuk kehidupan dalam masyarakat. Kurikulum ini lebih bermanfaat dan mengandung arti bagi murid-murid.

Kebutuhan akan kesehatan pribadi. Lagi pula boleh dikatakan tidak ada lagi sekolah yang semata-mata mendasarkan kurikulum pada kebutuhan anak tanpa memperhatikan manfaatnya bagi kehidupan anak di dalam masyarakat. Kebutuhan akan hubungan yang lebih matang dengan anggota rumah tangga dan dengan orang dewasa di luar keluarga. Kebutuhan akan pandangan dunia dan filsafat hidup. Kebutuhan akan kepuasan estetis. Tujuannya ialah agar anak-anak belajar memecahkan masalah-masalah yang bertalian dengan kebutuhannya dalam kehidupannya sehari-hari. 2. Hubungan sosial yang dekat. c. Tentu saja sukar diadakan batas yang tegas. Kebutuhan akan pelbagai minat pribadi. bahwa dalam social functions diutamakan pendidikan anak-anak untuk menghadapi situasi-situasi hidup dengan efektif sebagai warga negara yang dewasa. Kebutuhan-kebutuhan anak dapat dibagi sebagai berikut: 1. a. Kurikulum ini terutama memberikan bahan yang sesuai dengan keadaan masyarakat pada masa sekarang dan kurang menyampaikan pengetahuan yang sistematis seperti yang diperoleh dengan mempelajari subjects atau mata pelajaran. a. sedangkan kurikulum yang berpusat pada kebutuhan murid mementingkan masalah-masalah yang dihadapi anak pada saat ini. e.3. Apa yang penting bagi waktu sekarang mungkin sekali berharga juga untuk masa depan. Kebutuhan akan harga-diri. B. Kebutuhan anak pada setiap saat tidak lepas dari social functions atau lapangan-lapangan hidup. Kurikulum ini tidak memberikan pengetahuan. Sesuatu dipelajari sebaik-baiknya kalau hal itu memuaskan kebutuhan kita. b. Kehidupan pribadi. Bedanya dengan kurikulum berdasarkan social functions ialah. . UNIT BERDASARKAN KEBUTUHAN MURID Dasar pikiran kurikulum ini ialah memberikan pelajaran kepada anak-anak yang timbul dari kebutuhan anak-anak. yakni selalu terdapat di dalam lapangan-lapangan hidup itu. yang tersusun logis sistematis. d.

Kebutuhan untuk merasa kemajuan ke arah status orang dewasa. Kebutuhan untuk turut serta bertanggung jawab dalam aktivitas-aktivitas yang penting. jadi tidak terdiri atas mata pelajaran yang lepas-lepas. a. 2. b. Kurikulum ini dapat dipertanggungjawabkan secara psikologis. b. Kebutuhan untuk mendapat penghargaan sosial. Kebutuhan akan hubungan baik yang lebih matang dengan teman jenis kelamin yang sama dan yang berlainan. Kebutuhan untuk mendapat bimbingan dalam memilih jabatan dan mendapat persiapan untuk suatu pekerjaan. karena itu ia rela mengeluarkan segenap tenaga kepada pelajaran ini. Kurikulum ini membentuk pribadi anak. Kebutuhan untuk dapat bertindak efektif guna memecahkan masalahmasalah ekonomi.b. 3. Walaupun demikian baik kami sebut beberapa buah: 1. norma. kurikulum ini juga memupuk sikap. Kebutuhan untuk memilih dan menggunakan barang-barang dan jasa-jasa dengan bijaksana. Hubungan ekonomi. Apa yang dipelajari dapat digunakan secara fungsional dalam menghadapi situasi dan masalah-masalah hidup anak itu. Anak-anak tahu akan tujuan. Kurikulum ini menyajikan bahan pelajaran yang bertalian erat dengan pengalaman anak dalam hidupnya. a.*) Apakah kebaikan kurikulum ini? Kurikulum ini mengandung kebaikan-kebaikan seperti terdapat pada pengajaran unit umumnya. Selain pengetahuan. makna dan manfaat pelajaran itu. d. 3. Yang diutamakan bukan hanya pembentukan intelektual. c. Kurikulum ini menjamin integrasi bahan pelajaran. melainkan seluruh pribadi anak. 4. 4. yang tidak saling berhubungan. dan sebagainya. penghargaan. Karena program sekolah sesuai dengan minat dan kebutuhan anak mereka didorong oleh motivasi intrinsik untuk mempelajarinya. . Hubungan sosial-kewarganegaraan.

Kurikulum ini tidak memberikan pengetahuan yang logis sistematis seperti yang diperoleh murid-murid dengan mempelajari berbagai mata pelajaran yang terpisah-pisah. Kurikulum ini tertuju kepada perkembangan anak. Kurikulum ini berdasarkan pendirian "mental hygiene" atau kesejahteraan rohani. Dalam kurikul m ini diberi perhatian u sepenuhnya kepada perkembangan anak sebagai keseluruhan. sehingga dapat dicegah frustrasi dan kegagalan. Lagi pula masyarakat pun rasanya tak akan mudah menerima kurikulum ini. Titik berat diletakkan pada anak dan bukan pada bahan pelajaran. yakni jasmaniah. sosial. karena membantu anak-anak mengatasi problema-problema yang dihadapinya dalam kehidupan. 2. 4. 5. Sekolah-sekolah yang child-centered yang terlampau progresif sangat mengutamakan anak itu sendiri. dengan melupakan. mengabaikan tugas sosialnya. Dalam kurikulum ini diperlukan administrasi yang teliti yang mencatat apaapa yang telah dipelajari oleh anak-anak. Yang diutamakan ialah justru hal-hal yang membantu perkembangan anak. emosional. Kesukaran juga dialami anak-anak yang pindah sekolah. dan juga intelektual. 3. Kurikulum ini sukar untuk dijalankan. 6. KEBERATAN-KEBERATAN TERHADAP KURIKULUM INI 1.5. karena terutama membicarakan masalah-masalah yang dihadapi anak-anak pada masa sekarang. bahwa . Dalam kurikulum tidak dipaksakan anak -anak mempelajari yang tidak dipahaminya maknanya. Kurikulum yang terlampau mengutamakan kebutuhan anak. Kurikulum ini kurang mementingkan masa lampau dan masa depan. Dengan kurikulum ini tak dapat ditentukan lebih dahulu bahan pelajaran untuk tiap kelas karena kebutuhan dan problema anak tak sama dan tahun ke tahun. karena guru-guru tidak dipersiapkan untuk kurikulum serupa ini.

Sesuatu yang dibutuhkan oleh seorang anak belum tentu merupakan kebutuhan bagi seluruh kelas. Kemudian pokok-pokok itu disusun menurut kategori-kategori tertentu. Pokok untuk unit dapat juga diperoleh dengan menyuruh anak-anak menuliskan masalah-masalah yang mereka anggap sangat penting baginya. Sukar untuk menentukan. Memilih suatu pokok. Dalam fase ini murid menganalisis pokok itu lebih lanjut. akan tetapi belum tentu pilihan guru itu betul-betul dirasakan anak-anak sebagai kebutuhannya. Anakanak sering tidak mengetahui apa yang perlu bagi mereka dalam hidupnya. sehingga diperoleh problema-problema yang lebih spesifik. Mereka menentukan tujuan- . b. Guru dapat menentukan kebutuhan itu dengan mempelajari buku-buku tentang pertumbuhan dan kebutuhan anak. Merencanakannya. Selanjutnya suatu pokok dapat juga diperoleh berhubung dengan suatu peristiwa yang aktual dan penting.anak-anak harus juga mengenal masyarakat dan harus hidup dalam hubungan sosial dalam masyarakat itu. sehingga diperoleh beberapa pokok yang meliputi seluruh problema-problema yang dikemukakaan oleh murid-murid. apakah sebenarnya kebutuhan anak-anak. Diusahakan agar semua anak akhirnya menerima baik hasil pilihan kelas itu. Di sini pun anak-anak diberi kesempatan memilih pokok apakah yang paling berharga bagi mereka dan pokok-pokok yang mereka usulkan. Kemudian diadakan kriteria-kriteria untuk unit yang dipakai sebagai pegangan agar dapat dilakukan pilihan yang bijaksana. LANGKAH-LANGKAH DALAM MELAKSANAKAN SUATU UNIT Biasanya suatu unit dilakukan menurut fase-fase yang berikut: a. 6. Pokok untuk suatu unit mungkin timbul atas anjuran guru kepada muridmurid untuk memilih salah satu dari beberapa pokok yang dianggap penting oleh guru dan juga dipandang murid-murid sebagai sesuatu yang sangat berharga bagi mereka.

Setelah diperoleh sejumlah topik. Mengerjakan unit. Mengakhiri unit. sandiwara. majalah. c. Apakah tujuan-tujuan semula betul-betul tercapai dalam unit. dann lain-lain. laporan tertulis. d. Setelah diketahui dengan jelas problema yang mereka hadapi dan tujuan tujuan apa yang dapat dicapai dengan unit itu. bila diperlukan untuk memecahkan masalah kelompok masing-masing. Tujuan-tujuan itu tidak hanya berupa pengetahuan yang bertambah. maka murid-murid dibagi atas kelompok-kelompok. Menilai unit. maka kelompok-kelompok mulai mengumpulkan bahan dari perpustakaan. f. Dan unit ini mungkin sekali timbul problema-problema baru yang dapat dijadikan pokok untuk unit-unit baru yang akan dikerjakan oleh anak-anak selanjutnya. misalnya dengan memberi laporan lisan. Fase ini juga disebut fase kulminasi. Sedapat mungkin setiap murid menerima suatu topik yang sesuai dengan kesanggupan dan minatnya. dimana murid-murid memperlihatkan hasil-hasil yang mereka capai selama mengerjakan unit. atau mencapai meliputi juga segi-segi lain dari pada pribadi anak-anak. apakah mereka betul-betul belajar. yakni puncak unit. Dalam fase ini diselidiki apakah unit itu benar-benar memberi manfaat kepada setiap peserta. Selanjutnya murid-murid mengemukakan kekurangan-kekurangan dan kesulitan-kesulitan dalam pelaksanaan unit untuk dipertimbangkan dalam melakukan unit yang lain pada hari kemudian. e. Setiap kelompok menentukan ketua dan penulis. Unit itu diakhiri dengan berbagai cara. . surat kabar.tujuan dan faedah apakah yang dapat diberikan oleh unit itu. Kadang-kadang perlu diadakan wawancara. panel disscussion. pameran. penyelidikan atau percobaan-percohaan. Menuju unit-unit baru. yakni mengalami perubahan kelakuan berkat unit itu.

dan Kesenian. Demikianlah setiap matapelajaran dapat mem berikan sumbangannya untuk menyelesaikan suatu unit. malahan sangat menguntungkan mata pelajaran biasa. Untuk permulaan. Dengan menerima pengajaran unit. sudah sewajarnya mata pelajaran ilmu pasti digunakan untuk memecahkan problema. Jadi pengajaran unit tidak merugikan. Apa yang dikatakan mengenai separate subjects juga berlaku bagi broadfields yakni paduan antara beberapa matapelajaran seperti IPS. Hal ini malahan akan merugikan. Kita dapat memberikan unit dan di samping itu matapelajaran-matapelajaran yang khusus yang tradisional. tidak perlu semua mata pelajaran dihapuskan. Sebaiknya kita masih mengajarkan subjects dan disamping itu memberikan dua atau tiga kali seminggu pelajaran dalam bentuk unit. lebih lancar mengarang laporan. Untuk memperlihatkan hubungan antara ketiga jenis kurikulum itu kami berikan bagan berikut. Gambar panah dalam bagan itu menunjukkan inter-relasi antara jenis-jenis . lebih jelas menyadari arti ilmu pasti dalam kehidupan sehari-hari. Ketiga macam kurikulum dapat berjalan berdampingan dan bantu-membantu. Sebaliknya mata pelajaran biasa juga mungkin sekali memperoleh manfaat dari pengajaran unit. Matematika. oleh sebab dalam unit itu murid-murid banyak mendapat halhal yang bertalian dengan berbagai mata pelajaran dalam situasi yang bermakna. lebih sanggup menggunakan pengetahuan dari geografi. sejarah. Apabila dalam unit itu timbul soal-soal yang bersifat matematis. Bahasa. Yang satu dapat membantu yang lain. IPA. tidak diharapkan seluruh kurikulum diberikan dalam bentuk unit.HUBUNGAN ANTAR KETIGA JENIS KURIKULUM Ketiga macam kurikulum itu tak usah dipandang bertentangan yang satu dengan yang lain. ilmu hayat secara fungsional. Pengajaran unit dapat dan perlu pula dibantu oleh subjects. Dalam bagan ini dirangkumkan ketiga jenis organisasi kurikulum itu. Dalam pada itu tentu sangat menguntungkan apabila untuk mata pelajaran biasa diambil bahan yang berhubungan dengan unit itu. Mereka lebih fasih berbicara.

kurikulum itu. Kilpatrick dengan brosurnya "The Project Method". Mereka mengadakan kegiatan intelektual maupun manual. . Dewey anak-anak tidak mempelajari mata pelajaran yang konvensional. Meriam's Laboratory School di University of Missouri. 1918. 1904 dan oleh Ellsworth Colling yang mengadakan percobaan dengan "project curriculum" sebagai penerapan buah pikiran W. atau proyek. 1896. ACTIVITY CURRICULUM "Activity curriculum" juga disebut "experience curriculum".H. Pelajaran dasar seperti membaca. Pada bagan ini kita lihat pula bahwa subjects maupun broad-fields dapat membantu pengajaran unit. menjahit dan bertukang kayu. tetapi sehaliknya pengajaran unit juga menambah penguasaan anak mengenai subjects ataupun broad-fields. dan berhitung timbul karena kebutuhan akibat kegiatan-kegiatan itu. Kegiatan mereka berpusat pada pekerjaan memasak. dan pakaian serta norma-norma hidup. Broad fields kita lihat sebagai paduan antara beberapa mata pelajaran. Melalui kegiatan ini mereka mengenal hubungan manusia yang fundamental dengan dunia seperti kegiatan manusia memperoleh makanan. Di sekolah percobaan J. perlindungan. Pada unit kita lihat kebulatan bahan pelajaran tanpa batas-batas antara macam-macam mata pelajaran. Bentuk kurikulum ini terkenal oleh Laboratory School yang didirikan oleh John Dewey di University of Chicago. Dalam pada itu mereka belajar merencanakan dan mengadakan percobaan. menulis.

Observasi misalnya meliputi pengamatan kehidupan tanaman.bernyanyi. 1918. " The Project Method". dan pekerjaan tangan. langit. Pekerjaan tangan menggunakan bahan kertas. dramatisasi. tekstil. pabrik dan berbagai pekerjaan. (2) proyek ekskursi atau karyawisata yang mempelajari masalah-masalah yang berhubungan dengan lingkungan dan kehidupan manusia. dramatisasi. rafia. atau piano (4) proyek tangan yang bertujuan menyatakan buah pikiran dalam bentuk yang kongkrit seperti menyiapkan minuman. bila bertalian dengan suatu tujuan yang bermakna bagi individu. yaitu masalah-masalah yang ditentukan sendiri oleh anak-anak. Belajar atau perubahan kelakuan hanya terjadi. Kegiatan utama dalam activity curriculum ialah kegiatan yang digunakan dalam metode problem-solving. air. Ide itu telah mulai diterapkan oleh E. listrik. Permainan terdiri atas permainan dengan alam. Dalam memecahkan masalah itu . tarian rakyat. gambar. jadi sebelum buku itu diterbitkan. manusia. Activity curriculum baru mulai diterapkan secara lebih luas setelah buku W. dan sebagainya. Kegiatan-kegiatan di sekolahnya banyak mirip dengan Meriam yakni (1) proyek mainan yang terdiri atas kegiatan kelompok seperti permainan. nyanyian. logam dan sebagainya. piringan hitam. Dasar pikiran activity curriculum adalah sebagai berikut : Orang hanya belajar berkat pengalaman. Bercerita antara lain meliputi membaca. dengan kebutuhan atau minatnya. (3) proyek cerita yang bertujuan menikmati cerita dalam berbagai bentuk-lisan.Di sekolah percobaan Meriam juga tidak diajarkan mata pelajaran yang konvensional. bercerita. Activity curriculum tidak pernah mendapat popularitas seperti subjects curriculum dan di sekolah menengah tidak pernah mendapat kedudukan yang kokoh. Meriam berusaha agar sekolah merupakan bagian dan kehidupan masyarakat. udara dan sebagainya. permainan. Collings pada tahun 1917. dan kumpulan social. Kegiatan dibagi dalam empat golongan yakni : observasi. atau memecahkan suatu kesulitan. menanam buah-buahan. Berpikir hanya dapat dikembangakan dengan berpikir untuk memecahkan suatu masalah. Belajar hanya terjadi dalam proses interaksi yang aktif. dan sebagainya. binatang. benang. kayu. bumi. mesin.H Kilpatrick. tali.

Karena kurikulum ini diutamakan situasi yang riil serta minat yang spontan. dan menguasai metode pengajaran proyek. lapangan bermain dan ruang kelas yang besar serta fleksibel yang memungkinkan berbagai ragam kegiatan.diperoleh pengetahuan dari berbagai disiplin dalam bentuk yang terintegrasi. dan sebagainya. pengalaman atau penelitian. Rencana timbul dengan berkembangnya minat dan buah pikiran anak. bersandiwara. produksi. maka tidak dapat diadakan perencanaan terlebih dahulu. Dalam perkembangan kurikulum ini selanjutnya pengalaman langsung dan minat yang spontan lebih-lebih digunakan sebagai bantuan dalam proses belajar dan bukan sebagai pokok untuk menyusun unit. Kegiatan anak didorong oleh motivasi intristik. dan distribusinya transpor dan komunikasi kehidupan orang dahulu kala kehidupan orang di negara lain kehidupan sosial Kurikulum ini memerlukan guru yang mempunyai pendidikan umum yang luas. Jam pelajaran yang ketat tidak ada. Juga diperlukan gedung. Sebagai kesimpulan kami cantumkan beberapa ciri activity curriculum: . Minat anak lebih banyak ditentukan berdasarkan studi. Dalam bentuk yang ekstrem disiplin diserahkan kepada kemampuan anak untuk mengatur diri sendiri dan campur tangan orang dewasa hendaknya dihindarkan. Yang dianggap menarik minat anak kelas rendah ialah kegiatan-kegiatan yang berkenaan dengan: kehidupan dalam rumah tangga alam sekitar lingkungan masyarakat yang dekat makanan. Selanjutnya harus ada alat-alat dan bahan yang diperlukan oleh anak sesuai dengan minatnya. yang mendapat latihan yang mendalam tentang perkembangan anak serta bimbingan dan penyuluhan. membangun. Dalam activity curriculum juga menonjol kegiatan lahiriah seperti menggambar.

serta efektif. memberikan aktivitas yang lebih banyak dalam proses belajar dan mengadakan hubungan yang lebih erat . Mereka memandang core curriculum sebagai kurikulum yang mempunyai cara atau metode tertentu dalam penyajiannya. Jadi dapat dikatakan bahwa setiap core curriculum termasuk pendidikan umum. fundamental dan esensial yang hams diberikan kepada setiap murid agar ia menjadi warganegara yang berharga. Sambil melakukan kegiatan-kegiatan untuk memecahkan suatu masalah anakanak memperoleh berbagai pengetahuan dan keterampilan. 2. 3. akan tetapi tidak setiap program pendidikan umum berbentuk core curriculum. Perencanaan dilakukan bersama oleh murid dan guru. core program ini merupakan suatu reaksi terhadap kurikulum yang terdiri atas mata pelajaran yang terpisah-pisah untuk memperoleh lebih banyak integrasi dalam pelajaran. Dengan core curriculum dimaksud bagian dari seluruh program pendidikan yang dianggap penting. Namun banyak ahli kurikulum lain yang merasa perlu untuk membedakan 'core' dengan pendidikan umum. Core Curriculum. apakah disajikan sebagai matapelajaran yang terpisah-pisah. Alberty berpendirian bahwa setiap bentuk pendidikan umum dapat dipandang sebagai core curriculum atau kurikulum inti. sekalipun berupakan daftar matapelajaran wajib menurut pandangan ini harus dianggap sebagai core curriculum. Akan tetapi di samping itu kurikulum ini juga bermaksud untuk memenuhi kebutuhan siswa. melainkan juga proses untuk memecahkan masalah itu. Smith dkk. 4. Metode utama yang digunakan ialah metode pemecahan masalah.1. Menurut B. ataupun dalam bentuk broad unit atau unifield courses.O. Kurikulum ini ditentukan programnya oleh minat dan tujuan anak. berguna. Kurikulum ini tidak direncanakan lebih dahulu. dikorelasikan. Atas dasar itu maka H. Rencana itu berkembang sambil menjalankan kegiatan. Jadi core curriculum mempunyai arti yang sama dengan pendidikan umum. Yang dipentingkan bukan hanya hasilnya. Jadi setiap program pendidikan umum. sekalipun core curriculum itu juga mengenai pendidikan umum.

Pokokpokok yang dapat dibicarakan antara lain:     Negara kita Negara-negara lain Dunia lama dan dunia barn Masa kolonial Atau dalam bentuk masalah atau pertanyaan:   Bagaimanakah suatu bangsa dapat meningkatkan mutu penghidupan? Bagaimanakah dapat kita hadapi masalah-masalah yang ditimbulkan oleh perkembangan teknologi? (2) Mengambil pokok-pokok dari "Social functions" atau "major areas of living". seperti:       Pengawetan sumber alarn Matapencarian Pandangan kita terhadap dunia Mencegah kecelakaan dan penyakit Dunia kita yang kian menciut Pengaruh ilmu pengetahuan dan teknologi terhadap kehidupan kita. Sebagai pokok untuk unit dapat digunakan topik-topik dad social functions.antara pelajaran di sekolah dengan kehidupan dalam masyarakat. Ini dilakukan dengan menggabungkan atau mengkorelasikan beberapa matapelajaran seperti ilmu pengetahuan sosial dan bahasa. yakni: (1) paduan heberapa mata pelajaran. . Akan tetapi banyak pula disajikan dalam bentuk broad unit. Dengan demikian maka diperoleh beberapa macam program untuk core curriculum. sering antara IPS dan Bahasa Inggris. Ciri-ciri Core Curriculum. Kurikulum itu mengadakan integrasi dalam bahan pelajaran. Maka kurikulum ini mempunyai tujuan yang agak luas yang meliputi ide-ide yang terdapat dalam berbagai bentuk kurikulum lainnya yang menyimpang dari subject curriculum. atau masalah-masalah yang berkenaan dengan kehidupan atau yang bertalian dengan minat dan kebutuhan pemuda.

Perbedaan individual diperhatikan dan bimbingan merupakan unsur yang esensial dalam kurikulum inti ini. Merencanakan bersama dan kerja kelompok dalam kegiatan belajar banyak dilakukan. Hal ini disebabkan oleh kegagalan menyusun suatu disain . Murid-murid didorong untuk berpikir kritis dan menggunakan ketrampilan intelektual lainnya menghadapi masalah-masalah yang bermakna bagi mereka. karena suatu unit menerobos batas-batas mata pelajaran. Core curriculum ini mendapat kritik seperti yang diajukan terhadap pengajaran unit pada umumnya. Kurikulum inti ini mengadakan hubungan yang lebih erat antara pelajaran dengan kehidupan sehari-hari serta dengan minat dan kebutuhan pemuda. Seperti unit lainnya dalam memecahkan pelajaran dimanfaatkan bahan dari semua mata pelajaran yang diperlukan. Keberatan-keberatan terhadap core curriculum. Kegiatan belajar lebih banyak ragamnya jika dibandingkan dengan subject curriculum.(3) Mengambil pokok dari Masalah-masalah kehidupan seperti :     masalah pekerjaan masalah kewargaan negara masalah kehidupan rumah tangga masalah waktu senggang (4) Memilih topik berhubungan dengan minat murid:    masalah pergaulan masalah hubungan dengan anggota jenis kelamin lain masalah agama dan kepercayaan. Metode mengajar lebih fleksibel. Metode yang diutamakan ialah problem solving. seperti juga dikemukakan terhadap tiap bentuk kurikulum yang menyimpang dari bentuk subject curriculum. Dengan demikian core curriculum mengandung ciri-ciri integrated curriculum. Salah satu keberatan yang paling dirasakan ialah bahwa kurikulum tidak berhasil memberikan pengetahuan yang sistematis.

biasanya yang paling dikuasai oleh guru. Kesulitan yang dihadapi dalam penerapan kurikulum ini ialah soal guru yang tidak kompeten. Kerap kali satu di antaranya yang paling menonjol. Kurikulum serupa ini memerlukan guru yang mempunyai pendidikan umum yang luas. Tentu saja kurikulum yang berbeda dengan subject curriculum akan mengalami kesulitan dalam lanjutannya ke perguruan tinggi yang dalam persyaratan masuk dan kurikulumnya masih berpegang pada kurikulum yang berpusat pada mata pelajaran. urutannya. maka mereka tidak menguasai cara mengajar secara inter-disipliner. Sebelum ini tercapai maka pelaksanaan core curriculum biasanya hanya berbentuk kombinasi beberapa mata pelajaran yang seharusnya harus dipadukan oleh "integrating ideas".yang menjamin bahan pelajaran yang sistematis. Karena guru-guru pada SM pada umumnya mengadakan spesialisasi tertentu. jika guru-guru masih berpegang pada disiplin masing-masing. dan cara menyajikannya. Untuk itu diperlukan orientasi barn. Organisasi kurikulum menentukan bahan pelajaran. misalnya dua jam pelajaran berturut-turut akan tetapi bahan pelajaran sendiri dalam praktik sering tidak memberikan bahan yang diintegrasikan akan tetapi bahan dari sejumlah mata pelajaran secara terpisah. Dan memang pendekatan secara inter-disipliner belum cukup berkembang untuk diterapkan di sekolah. . Kurikulum ini hanya memberikan kesatuan waktu belajar yang lebih panjang. sedangkan guru-guru SM mengkhususkan studinya pada bidang tertentu. Sekalipun digunakan team teaching masih belum terjamin tercapainya integrasi bahan pelajaran. Kesulitan juga timbul karena kurikulum inti ini belum mempunyai buku pedoman yang memuaskan. Itu sebabnya mengajarkan program yang integrated sangat sukar. sehingga masih banyak yang diserahkan kepada pemikiran guru masing-masing. RANGKUMAN 1.

Subject curriculum telah ada sejak zaman Yunani yang dilanjutkan oleh orang Rumawi dalam bentuk trivium (gramatika. yang juga banyak keuntungannya dan mempunyai ciri-ciri yang dapat mengatasi kelemahan subject curriculum. 5. dan boleh dikatakan hampir tak ada yang memperjuangkannya. Setiap bentuk kurikulum mempunyai kebaikan dan kekurangan. karena tidak dapat memberikan pengetahuan yang sistematis yang masih merupakan syarat bagi universitas dan karena guru tidak dipersiapkan untuk itu. Bentuk kurikulum yang lebih "tua" dari yang lain ialah subject curriculum yang berpusat pada mata pelajaran yang tersendiri-sendiri. namun tidak mendapat popularitas yang luas. Bentuk kurikulum yang lebih baru. keduanya dikenal sebagai "the Seven Liberal Arts". antara lain. life curriculum. 4. geometri. Kekurangankekurangan suatu kurikulum sering ditonjolkan oleh para penentangnya ditinjau dari segi pendirian masing-masing.2. 10. 8. Sebagai reaksi terhadap apa yang dianggap kekurangan-kekurangan kurikulum ini timbul organisasi kurikulum yang lain seperti correlated curriculum dan integrated curriculum. Metode yang diutamakan dalam integrated curriculum ialah metode "problem solving" atau metode ilmiah dengan menghadapkan siswa kepada masalah masalah yang bermakna baginya. retorikam dan logika) dan quadrivium (arithmatika. termasuk yang dianggap non-akademis. 6. Walaupun subject curriculum banyak dikecam. kedokteran. dan musik). 9. . 3. Integrated curriculum dapat berbentuk activity curriculum. terutama di Perguruan Tinggi. 7. hukum) dan kini telah terdapat ratusan macam mata pelajaran. atau core curriculum. Pada abad pertengahan timbul mata pelajaran yang vokasional (teologi. project curriculum atau experience curriculum. Subject sebenarnya pengalaman umat manusia yang disusun secara logis sistematis. namun bentuk kurikulum masih sangat populer di mana-mana di dunia. astronomi.

Bagaimanakah langkah-langkah menjalankan suatu broad unit atau pengajaran unit? 9. 11. melainkan memanfaatkannya secara fungsional dalam pemecahan masalah. Apa dimaksud dengan "persistent life situations". Core curriculum lebih mirip kepada kurikulum yang mengusahakan integrasi serta menyesuaikan bahan pelajaran dengan kebutuhan murid atau masyarakat. Apakah beda subject curriculum dengan integrated curriculum? 2. Menjalankan integrated curriculum tidak berarti menyampingkan subject sama sekali. walaupun tidak setiap bentuk pendidikan umum dapat diterima sebagai core curriculum. Sebutkan. Banyak timbul reaksi terhadap subject curriculum karena kelemahankelemahannya. sedangkan quadrivium dengan Pasti-Alam. Apakah prinsip-prinsip integrated curriculum? Apa sebab kurikulum ini tidak meluas. Core curriculum selalu mengenai pendidikan umum. Apa dimaksud dengan "social functions" atau pusat-pusat kegiatan manusia? Sebutkan social functions itu. PERTANYAAN DAN TUGAS 1. 3. Apa sebab subject curriculum tetap bertahan dan terus populer. Ada mengatakan bahwa trivium mirip dengan jurusan Sosial. Subject curriculum dapat mengatasi kelemahannya dengan memanfaatkan kebaikan-kebaikan bentuk kurikulum lainnya. 12. Pilih suatu topik dan coba kembangkan menjadi suatu resource unit. 12. 10. 4. Sebutkan kekurangan-kekurangan subject curriculum. Hingga manakah ada persamaan antara tujuan pendidikan me nurut Herbert Spencer dengan "social functions"? . Apakah beda subject dan subject matter? Adakah subject matter pada integrated curriculum? 5. sekalipun banyak mengandung kebaikan? 8. 13. Dapatkah saudara menerima semua kecaman itu? Tinjau kecaman itu secara kritis.11. Budaya. sekalipun banyak dikecam? 7. Bagaimana pendapat saudara? 6.

Jelaskan prinsip-prinsip yang mendasarinya. 17. Apakah kekurangan-kekurangan correlated curriculum? Bagaimana saran saudara untuk mengatasinya 15. Meriam's Laboratory School. Alberty tentang core curriculum tidak dapat diterima pihak tertentu? 18. Collings). 16. Adakah diskusi antara orang yang menyetujui subject curriculum dengan orang yang pro integrated curriculum. Sebutkan ciri-cirinya. Apa sebab pendapat H. Apakah dimaksud dengan core curriculum. Correlated curriculum menjadi lebih populer dan juga telah menjadi kenyataan dalam Kurikulum SD dan SM 1975. Sebutkan beberapa tokoh memelopori activity. Adakah persamaan antara core curriculum dan activity curriculum? 19. Apakah persamaan dan perbedaan antara Kurikulum Laboratory School (Dewey). curriculum atau experience curriculum. 14. dan proyek (E.13. Bagaimanakah saudara dapat memanfaatkan bentuk kurikulum yang integrated untuk memperbaiki subject curriculum? . 20.

BAB 8 MENENTUKAN SCOPE DAN SEQUENCE DALAM PEMBINAAN KURIKULUM PELAJARAN Menentukan scope. Sebabnya ialah: 1) bahan pelajaran cepat bertambah luas karena eksplosi ilmu pengetahun. Tak ada lagi manusia yang mungkin menguasai seluruh pengetahuan yang ada sekarang. Menambah mata pelajaran dalam masa belajar yang sama sering berarti makin dangkalnya pengetahuan anak tentang aneka ragam bidang. memahami dunia internasional dan sebagainya yang dianggap perlu dimasukkan dalam kurikulum. 3) Mata pelajaran yang tradisional tidak lagi memadai. 2) belum ada kriteria yang pasti tentang bahan apa yang perlu diajarkan. Sawah bukan bahan pelajaran akan tetapi yang menjadi bahan . Di samping itu waktu belajar terbatas. Spesialisasi dalam pendidikan makin meluas dan tiap spesialisasi memerlukan bahan pelajaran tambahan. memahami lingkungan sosial. Sering mata pelajaran baru ditambahkan sedangkan mata pelajaran lama bercokol terus. dan ketrampilan. sehingga beban belajar bagi anak bertambah berat. nilai-nilai. Demikian pula penambahan mata pelajaran sering terjadi oleh tekanan golongan tertentu. bukan atas pertimbangan rasional yang obyektif. Maka perlulah diadakan pilihan tentang apa yang perlu diajarkan. demikian pula kemampuan anak untuk menguasai bahan pelajaran. Mata pelajaran yang sebenarnya telah usang dipertahankan karena "vested interest" golongan-golongan tertentu. BAHAN PELAJARAN Bahan pelajaran atau subject matter terdiri atas pengetahuan. yakni apa yang harus diajarkan merupakan suatu masalah yang makin lama makin bertambah sulit. Timbul pula tujuan-tujuan yang baru seperti berpikir kritis dan kreatif. Juga belum ada cara tentang mengorganisasi kurikulum yang dapat diterima ole h semua.

dan sebagainya. lebih banyak harapan bahan itu akan dipaham i dan diingat. Kurikulum yang dianggap lebih bermakna ialah bila bahan pelajaran dihubungkan atau didasarkan atas pengalaman anak dalam kehidupannya seharihari. . Tiap disiplin mempunyai bahan atau isi tertentu berupa fakta. sejarah dan sebagainya. karena memperhitungkan minat dan tingkat perkembangan jiwa anak. kecelakaan lalu-lintas. kemudian bersel banyak dan selanjutnya meningkat kepada binatang yang berangsur-angsur lebih kompleks strukturnya. Dalam hal ini pengetahuan dan disiplin ilmu itu dipakai secara fungsional untuk memahami suatu masalah. kimia. Karena ilmu itu digunakan secara bermakna. yakni cara mengajukan pertanyaan dalam mengadakan penelitian untuk menghasilkan pengetehuan baru. Kurikulum yang logis ini sering tidak ada kaitannya dengan pengalaman anak dalam hidupnya. akan tetapi juga cara berpikir atau disiplin berpikir tertentu. sehingga apa yang dipelajari anak sering hanya hafalan kata-kata tanpa makna dan karena itu tidak memperkaya pribadinya. Setelah anak mencapai tingkat perkembangan tertentu. Penyusunan ini dilakukan secara rasional. Organisasi bahan serupa ini disebut psikologis. Kurikulum serupa ini dikatakan mempunyai organisasi yang logis. Bahan pelajaran adalah sebagian dari kebudayaan. Perlu dikemukakan. konsep. sistematis sehingga menjadi suatu sistem yang bulat. dan sebagainya. geografi. misalnya bila dibicarakan masalah yang nyata seperti soal kesehatan. dan prinsip. Disiplin ilmu banyak digunakan sebagai dasar penyusunan kurikulum yang berbentuk mata pelajaran seperti fisika. data. Misalnya cara berpikir matematis berbeda dengan cara berpikir historis atau ekonomis. bahwa organisasi yang psikologis tidak dengan sendirinya bersifat tak-logis. biologi. Pengetahuan manusia disusun oleh para ahli dalam sejumlah kategori yang disebut disiplin ilmu. fisika. matematika. Topik ini dapat diajarkan dengan menggunakan bahan dari berbagai disiplin ilmu seperti biologi. misalnya dalam biologi dimulai dengan binatang yang bersel satu.pelajaran ialah pengetahuan tentang sawah itu. maka mereka dapat mempelajari disiplin ilmu itu sebagai mata pelajaran. logis. Bahan pelajaran disajikan dalam urutan yang logis.

Yang dijadikan bahan kurikulum bukan hanya isi disiplin ilmu berupa pengetahuan. dan sebagainya. norma-norma dalam kelakuan yang baik. sejarah nasional. Selanjutnya masih ada mata pelajaran yang diwajibkan bagi semua siswa seperti bahasa nasional. yaitu . dapat pula memberi pendalaman dalam bidang studi tertentu. proses penemuan. yang sudah dapat dilakukan pada tingkat SD. yang memberitahukan pengetahuan yang banyak tentang segala macam hal. Selain pendidikan yang bersifat umum kurikulum juga menyediakan pelajaran yang membarikan pendidikan khusus yang tidak diharuskan bagi semua pelajar akan tetapi hanya diikuti siswa yang memilihnya. yakni hal-hal yang hams dimiliki oleh semua warga negara. Pengetahuan umum juga diartikan sebagai pendidikan yang luas. misalnya yang mengenai pemerintahan. menulis dan berhitung. Ada bahan pelajaran yang umum. Anak-anak harus dengan sengaja diajarkan proses berpikir kritis. Dalam menyusun kurikulum harus pula dipertimbangkan soal luas dan kedalaman bahan mata pelajaran. Bahan pelajaran yang dituangkan dalam sejumlah besar mata pelajaran demikian banyaknya sehingga tak mungkin seseorang dapat mempelajari keseluruhannya selama hidupnya. dapat bertukar pikiran dengan "the worldwide community of civilized human beings". pendidikan kewarganegaraan. Mata pelajaran ini termasuk pendidikan umum. Ada mata pelajaran yang dianggap perlu dipelajari oleh semua warga negara seperti membaca. Tujuannya ialah agar semua warga negara mempunyai dasar pemikiran yang sama untuk menjamin keutuhan negara. proses pemecahan masalah. dan sebagainya. Pendidikan khusus ini dapat misalnya mengenai pendidikan kejuruan atau vokasional. Ada pula bahan pelajaran yang khusus. melainkan juga prosesnya. sehingga ia dapat berkomunikasi dengan manusia di mana saja di dunia. Aspek proses ini masih kurang mendapat perhatian. dan lain-lain. Menyusun kurikulum untuk pendidikan umum serupa ini jauh lebih sulit karena sukarnya mengadakan pilihan dari bahan yang terhingga banyaknya. Biasanya makin luas bahan pelajaran makin kurang mendalam pengetahuan yang diperoleh dalam jangka waktu yang sama.

Lagi pula belum ada alai yang dapat mengukur hasil-hasil pendidikan. Banyak di antaranya yang sangat bernilai. yang umum sampai yang khusus. Maka perlulah diadakan kriteria agar memilih bahan itu dapat dilakukan secara lebih rasional. Kriteria itu ialah : 1. yakni yang mengenai fakta-fakta dan prinsip-prinsip. Setiap penyusunaan kurikulum dimulai dengan merumuskan tujuan. dipilih dari persediaan yang sangat luas yang dapat disajikan kepada anak-anak untuk dipelajari. secara ilmiah. Setelah itu baru ditentukan bahan pelajaran yang dianggap paling serasi untuk mencapai tujuan-tujuan itu. sedangkan apa yang dapat dipelajari dalam jangka waktu tertentu yang sangat terbatas. Salah satu fungsi pendidikan ialah menyampaikan kebudayaan bangsa kepada generasi muda.diperlukan untuk kepentingan tertentu. Bahan pelajaran dipilih karena dianggap berharga sebagai wa risan generasi yang lampau. Subject matter atau bahan mata pelajaran. Kesulitannya ialah bahwa setiap kriterium mempunyai kelemahannya. yang hanya diperlukan oleh orang-orang tertentu. Pilihan itu harus dilakukan karena luasnya bahan yang ada. Dapat pula bahan pelajaran itu dibagi dalam bagian yang deskriptif. 2. dan keterampilan masa lalu harus senantiasa disesuaikan dengan keadaan baru agar jangan menjadi usang. KRITERIA PENENTUAN BAHAN PELAJARAN Ada sejumlah kriteria yang digunakan untuk memilih bahan pelajaran. dan yang normatif. misalnya bersipat vokasional. Untuk tujuan-tujuan yang khusus lebih mudah ditentukan bahan pelajarannya dan dapat segera dinilai keserasiannya. apalagi yang mengenai kepribadian seseorang. norma-norma. Namun belum tentu apa yang berguna pada masa yang lampau masih berguna pada zaman sekarang atau untuk masa mendatang. . dan nilai-nilai. Untuk tujuan-tujuan yang umum keadaannya lebih sukar. moral. peraturan. estetika. Karena perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang menimbulkan perubahan yang cepat dalam segala aspek hidup sehingga pengetahuan. Bahan pelajaran harus dipilih berdasarkan tujuan yang hendak dicapai. yaitu bertalian dengan norma-norma.

berarti mempertahankan keadaan sekarang. 4. bahwa sekolah yang didirikan oleh masyarakat. Pengetahuan apa yang paling besar manfaatnya. Bahan pelajaran dipilih karena berguna untuk menguasai suatu disiplin. Jadi pendidikan harus relevan dengan kebutuhaan masyarakat. Lagi pula. Usaha-usaha perubahan dan pembaharuan kurikulum ke arah penyesuaiannya dengan kebutuhan anak pemuda sering mengalami kesulitan atau kegagalan. agar anak itu memasuki perguruan tinggi maka pengaruh perguruan tinggi terhadap SM bahkan SD sangat besar. Penguasaan disiplin diperlukan sebagai prasyarat untuk melanjutkan pelajaran sampai perguruan tinggi. Herbert Spencer pada tahun 1859 mengajukan pertanyaan: '"What knowledge is of most worth". yang paling berguna bagi manusia dalam kehidupannya sehari-hari? Dasar pikiran di sini ialah. harus memberikan pendidikan dalam bidang-bidang yang diperlukan oleh anak-anak dalam kehidupan mereka dalam masyarakat. sedangkan keadaan senantiasa berubah. Akhirnya apa yang dilakukan orang dewasa belum tentu sesuai dengan apa yang seharusnya mereka lakukan. karena yang dipakai sebagai ukuran kelakuan orang dewasa. Bahan pelajaran dipilih karena dianggap berharga bagi manusia dalam hidupnya. Karena kebanyakan anak demikian pula orang tua mengharapkan. Mengharuskan anak-anak meniru perbuatan generasi tua. . bahwa apa yang baik dilakukan untuk zaman sekarang belum tentu baik pula untuk masa depan. karena dianggap kurang sesuai dengan syarat-syarat masuk ke perguruan tinggi.3.SM merupakan perguruan tinggi dalam embrio. Keberatan yang diajukan terhadap pendirian itu ialah. Ada yang mengatakan bahwa pada hakikatnya perguruan tinggi menguasai seluruh sistem pendidikan dan SD . Kurikulum yang terlampau mementingkan bahan pelajaran disiplin tertentu dianggap kurang memenuhi kebutuhan pemuda dan kurang memperhatikan kebutuhan sosial dalam masyarakat modern yang dinamis. maka kebutuhan dan sifat perkembangan anak kurang mendapat perhatian utama. Franklin Bobhitt menganalisis kegiatan-kegiatan orang dewasa dalam masyarakat dengan maksud agar kegiatan-kegiatan itulah diajarkan kepada anak-anak agar menjadi warga masyarakat yang serasi.

misalnya bahwa setiap anak harus belajar menulis.5. Di lain pihak. Karena itu lebih baik pelajaran dipusatkan pada sejumlah pokok yang terbatas yang dapat mengembangkan keterampilan mental. Memperturutkan salah satu di antaranya rnembawa kepincangan. Tujuan pendidikan merupakan pengetahuan dapat dicapai dengan menentukan bahan pelajaran. dan sebagainya. Ketrampilan mental itu dapat ditransfer dalam situasi-situasi lain yang memerlukan ketrampilan berpikir kritis dan kreatif untuk memecahkan masalah-masalah dengan menggunakan metode penemuan (discovery). daripada berusaha meliputi sejumlah bahan yang luas yang hanya dihafal secara mendangkal. Ia berpendirian bahwa bahan pelajaran tidak boleh dipisahkan dari pengalaman belajar. atau (b) kebutuhan berdasarkan perkembangan anak. sejarah. apa yang benar-benar dirasakan perlu. . Lagi pula banyak hal-hal yang penting sekali bagi anak. Apa yang dibutuhkan oleh anak menurut pendapatnya tidak selalu baik. orang dewasa. sehingga meliputi hal-hal yang semula tidak menarik minatnya. sehingga perlu dipilih berdasarkan antara lain kepentingannya ditinjau dan segi sosial. membaca. tetapi tidak mengembangkan kesanggupan mental itu. Juga dianjurkannya ialah agar bahan pelajaran hendaknya fundamental yang dapat mengembangkan kesanggupan berpikir secara konsepsional. bila kebutuhan dan minat anak diabaikan. demikian pula sikap dan norma-norma hanya dapat dipelajari melalui pengalaman-pengalaman untuk menerapkannya. akan tetapi keterampilan mental seperti berpikir kritis. Tentu saja kebutuhan dan minat anak dapat diperluas. Seperti telah pernah kami kemukakan dengan kebutuhan anak dapat dimaksud (a) kebutuhan menurut tafsiran. maka kita menyalahi prinsip-prinsip proses belajar. yang tidak dengan sendirinya dirasakannya sebagai kebutuhan. Dalam memilih bahan pelajaran perlu kita perhatikan pendapat Hilda Taba yakni bahwa untuk mencapai suatu tujuan pendidikan kita tidak cukup hanya memperhatikan isi atau bahan pelajaran akan tetapi juga proses pelajaran atau pengalaman belajar. Bahan pelajaran dipilih karena sesuai dengan kebutuhan dan minat anak.

oleh sebab manusia senantiasa berpijak pada dasar-dasar tertentu. yaitu faktor anak. Mereka yang mengutamakan fungsi sosial sekolah mengambil aspek-aspek kehidupan sosial sebagai dasar untuk menentukan bahan pelajaran. . Jika mereka menganggap. Jika mereka berpendirian bahwa sekolah harus menyampaikan kebudayaan masa lampau yang diwariskan oleh nenek moyang. setiap pendirian yang ekstrim mempunyai kelemahan. Jadi serasi tidaknya bahan pelajaran bergantung pada tujuan yang ingin dicapai. Penganut aliran "progresif ' akan menentukan bahan pelajaran terutama berdasarkan minat anak atau pemuda. sekalipun kedua pendirian itu dapat dipertemukan hingga batas-batas tertentu. Mereka yang yakin pada kebaikan "activity curriculum" tentu akan bertolak dari prinsip-prinsip yang berbeda dengan penganut "subject curriculum". Di bawah ini kami berikan beberapa prosedur yang diikuti dalam penentuan bahan pelajaran. Dalam pembinaan kurikulum hendaknya kita perhatikan semua faktor yang turut mempengaruhinya. maka mereka akan mencari unsur-unsur dari kebudayaan itu yang dianggap penting bagi perkembangan anak-anak. bahwa sekolah harus mempersiapkan anak. maupun disiplin ilmu pengetahuan. Bahan pelajaran akan berbeda pula bila yang diutamakan ialah perkembangan mental atau intelek. maka bahan yang penting ialah kegiatan -kegiatan yang dilakukan orang dewasa dalam kehidupannya. Prosedur menerima otoritas para ahli.Dalam penentuan bahan pelajaran para penyusun kurikulum dipengaruhi oleh aliran yang dianutnya. agar dapat menyesuaikan diri dengan kehidupan dalam masyarakat. Cara yang dipilih banyak bergantung pada nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh mereka yang menentukan kurikulum. Seperti telah pernah kami utarakan. masyarakat. 1. Dalam kenyataan hal ini tidak mudah melakukannya. atau pembangunan masyarakat barn. Mereka yang mengutamakan subject curriculum akan mementingkan bahan yang terkandung dalam disiplin. Prosedur penentuan bahan pelajaran. PROSEDUR MENENTUKAN BAHAN PELAJARAN Berbagai cara dapat diikuti untuk menentukan bahan pelajaran.

Buku pelajaran mempunyai scope dan sequence tertentu. karena banyak keuntungannya. Suing para penyusun kurikulum itu dipengaruhi oleh tradisi. Bahan pelajaran dapat ditentukan secara eksperimental dengan mengadakan penelitian hingga manakah bahan itu memang serasi untuk mencapai sasarannya. Dalam praktik sering yang menentukan bahan pelajaran ialah pengarang buku pelajaran. dapat juga berdasarkan studi tentang sosiologi. metode mengajar. sering diikutsertkan para ahli dalam cahang ilmu pengetahuan tertentu dan ahli pendidikan. Tentu saja pengarang itu menggunakan berbagai sumber dalam penulisan itu. dan sebagainya. Kalau percobaan ini . agar keilmiahannya dapat dipertahankan. Ini memberikan rasa tenteram kepada guru karena ia tak perlu lagi mencari-cari. yang dianggap mempunyai otoritas. Buku ini dapat disebarluaskan secara nasional. Biasanya metode ini digunakan untuk menyelidiki keserasian bahan yang khusus untuk tujuan yang spesifik. hasil penelitian tentang perkembangan anak. Kemudian diadakan diskusi untuk merumuskan dengan jelas tujuan-tujuan pendidikan itu. Untuk menjamin mutu buku itu. prasangka atau keinginan pribadi. kemampuan. Prosedur ini banyak diikuti. Akan tetapi prosedur ini juga tidak membangkitkan kreativitas guru. politik. Menentukan bahan pelajaran yang serasi berhubung dengan tujuan itu tidak mudah. sejarah dan sebagainya. Ada kalanya buku pelajaran disusun oleh panitia penulisan buku. psikologi belajar. agar dapat dikuasai faktor-faktor yang mempengaruhi. Tujuan pendidikan dapat diselidiki berdasarkan undang-undang dan dokumen-dokumen resmi. Lebih dahulu dirumuskan tujuan pendidikan agar dapat ditentukan bahan pelajaran yang kirangnya paling serasi untuk mencapainya.Bahan pelajaran ditentukan berdasarkan pendapat seseorang atau suatu kelompok. Ia akan mempelajari kurikulum yang diakui. hasil-hasil lokakarya atau konferensi. dan keahlian. Misalnya dapat diselidiki cerita-cerita apakah yang paling disukai anak-anak pada usia tertentu. karena tidak ada jaminan apakah dan hinggga manakah bahan itu sungguh-sungguh membawa anak kepada tujuan itu. perbendaharaan kata anak. Prosedur eksperimental. 2. jadi telah jelas apa yang hams diajarkan dan bagaimana urutannya.

atau mengobservasi pekerja melakukan tugasnya. guru penerbang. Dapat dianalisis kegiatan manusia dewasa dalam kehidupannya sehari-hari seperti yang dilakukan oleh Franklin Bobbitt. Untuk tujuan-tujuan yang lebih umum. Dengan mengetahui kegiatan. pengetahuan dan kompetensi-kompetensi yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan itu dengan baik. misalnya jabatan jururawat. Cara keempat ialah memperoleh konsensus dengan meminta pendapat orang-orang yang dianggap berwewenang. dapat pula dianalisis berbagai jabatan. dapat pula ditentukan bahan pelajaran yang serasi untuk itu. 4. 3. ketrampilan. metode ini kurang sesuai. sekretaresse. Prosedur ilmiah atau analitis. Bahan pelajaran dapat ditentukan dengan menganalisis situasi-situasi di mana bahan pelajaran itu diperlukan.dilakukan pada sejumlah besar anak. Yang dianalisis ialah keadaan sekarang yang tidak menunjukkan keadaan seharusnya. Namun metode analisis ini sangat berfaedah untuk menentukan bahan pelajaran bagi tugas dan jabatan yang jelas dan terbatas unsur-unsurnya. melakukan pekerjaan itu sendiri. maka ada pegangan yang lebih kokoh dalam pemilihan cerita yang sesuai dengan keinginan anak. Analisis ini akan menghasilkan daftar sejumlah kegiatan yang dapat disusun menurut pentingnyaa dan frekuensinya. antara lain ahli-ahli dalam bidang studi . hingga manakah hasil penelitian sekarang berlaku untuk masa datang. karena sulitnya menguasai semua faktor. Juga perlu dipikirkan. sikap. Analisis pekerjaan atau kegiatan dapat dilakukan dengan berbagai cara. dan sebagainya seperti yang mula-mula dilakukan oleh Charters. Analisis memecahkan keseluruhan tugas dalam kegiatan-kegiatan yang lebih terinci. daripada hanya bergantung pada pendapat guru atau pengarang. karena misalnya selera anak terhadap cerita-cerita tertentu dapat berubah karena perkembangan zaman. antara lain mengadakan wawancara tentang segala macam tugas seorang pekerja. termasuk pribadi guru dan pengalaman anak. Prosedur konsensus. sehingga identitas keseluruhan lenyap.

dan sebagainya. (a) Prosedur fungsi-fungsi sosial. Prosedur-prosedur lain yakni (a) social functions procedure. . Kurikulum ini mengutamakan aspek sosial dan tidak begitu me nonjolkan soal kebutuhan dan minat pelajar. Ada pula kemungkinan bahwa pendapat orang yang ditanyai itu dipengaruhi oleh prasangka. Seperti telah dibicarakan sebelumnya dengan "social functions" atau "major areas of living": dimaksud pusat-pusat kegiatan manusia dalam masyarakat. milik. namun konsensus berdasarkan tabulasi dan suara terbanyak belum menjamin keserasian bahan pelajaran. tradisi. produksi. sekalipun tidak mengabaikannya. Metode ini mudah dilaksanakan. konsumsi. tokoh-tokoh masyarakat.tertentu. keinginan pribadi atau faktor-faktor subyektif lainnya. Pendapat-pendapat itu dapat dikumpulkan dengan daftar pertanyaan yang kemudian ditabulasi dan diinterpretasi. (b) persistent life situation procedure dan (c) adolescent needs or problems procedure. komonikasi dan transpor. Sesudah ditabulasi tidak lagi diadakan diskusi antara mereka yang mengisi daftar pertanyaan itu dan interpretasinya terserah pada para pengolahnya. Dengan mempelajari pusat-pusat kegiatan manusia ini anak-anak diharapkan mengenal kehidupan dan masalah-masalah masyarakat dewasa ini. dan sebagainya adalah pokokpokok sebagai pegangan untuk menentukan kegiatan-kegiatan belajar. Prosedur-prosedur lainnya. agar pelajaran itu sesuai dengan keadaan setempat. 5. Program ini fleksibel dan mungkin sekali mengalami perubahan dari tahun ke tahun apalagi karena dalam pelaksanaannya diadakan perencanaan bersama dengan murid seperti lazimnya dilakukan dalam pengajaran broad unit. Fungsi-fungsi sosial itu seperti: perlindungan dan pengawetan hidup. Pokokpokok ini sangat umum dan masih perlu diuraikan lebih lanjut oleh para pendidik secara lokal. menentukan bahan pelajaran menurut prinsip-prinsip utama yang mendasari kurikulum itu. perusahaan. dan suber alam.

Prosedur ini memperhatikan kebutuhan. Prosedur ini diterapkan dalam "the Eight Year Study" (1932-40) yang mengadakan percobaan dengan kurikulum ini di 30 sekolah menengah di Amerika Serikat. . Prosedur ini bertitik tolak dan kebutuhan pemuda atau masalah-masalah yang mereka hadapi. Waktu itu ide ini sangat progresif. (c) Prosedur kebutuhan atau masalah pemuda. dulu. namun para pendidik masih harus mengadakan perencanaan yang lebih terperinci dan kongkret untuk dilaksanakan dalam kelas. Percobaan ini merupakan suatu sukses. dan minat anak dan pemuda menurut taraf perkembangan dalam dunia yang kompleks dan dinamis ini. akan tetapi karena pecahnya Perang Dunia II hasilnya tidak mendanqt cambutan selayaknya. Jadi cara menentukan scope atau ruang lingkup pelajaran banyak persamaannya dengan prosedur fungsi-fungsi sosial. Stratemeyer cs menganalisis situasi-situasi itu sejauh mungkin. sejauh bahan itu diperlukan untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Ada kemungkinan pengetahuan murid tentang berbagai subject atau mata pelajaran bahkan lebih luas lagi daripada yang diperoleh melalui kurikulum yang subjectcentered hanya tidak dalam susunan logis sistematis yang lazim. akan tetapi situasinya berbeda-beda dan berubah-ubah. Dengan mengikuti kurikulum ini murid-murid dipersiapkan untuk menghadapi masalahmasalah itu dalam hidupnya di masyarakat. Seperti halnya dengan kurikulum fungsi-fungsi sosial kurikulum ini pun dapat memanfaatkan bahan dari berbagai disiplin atau mata pelajaran. masalah. Tentu saja kurikulum serupa ini fleksibel dan bahan pelajaran harus disesuaikan setiap kali dengan perubahan perubahan yang terjadi di dunia maupun setempat. Masalah-masalah pokok yang dihadapi itu "persistent" yakni senantiasa pada hakikatnya sama. sekarang maupun di masa mendatang di mana saja di dunia ini.(b) Prosedur "persisten life situations". Oleh sebab kebutuhan atau masalah itu selalu timbul dalam lingkungan masyarakat tempat mereka hidup maka dengan sendirinya masalahmasalah masyarakat juga mendapat perhatian.

Dan seperti halnya dengan prosedur fungsi-fungsi sosial dan "persistent life situation" guru-guru setempat harus lagi merencanakan bersama. Untuk membantu guru-guru dalam perencanaan broad unit maka dapat disusun suatu. untuk menyesuaikan kurikulum itu dengan kebutuhan dan masalah pemuda di sekolah itu. (2) Keuangan. Di samping klasifikasi Ross Mooney ini ada lagi cara penggolongan lain. Resource unit menguraikan secara komprehensif dan sistematis tujuan. ruang lingkup bahan pelajaran berupa konsep-konsep. mengembangkan. dan menilai suatu unit. Ini bergantung pada bahan yang diterima dari orang-orang yang diminta pendapatnya dan cara menggolongkannya. (7) Moral dan agama. (11) Kurikulum dan pengajaran. dan alat-alat pengajaran serta cara-cara mengevaluasi unit itu. daftar buku. kondisi hidup dan pekerjaan. (5) Hubungan sosial-psikologis (6) Hubungan pribadi-psikologis. sering dengan murid. diadakan questionnaires. Setiap bidang dapat lagi diuraikan lebih lanjut. dan sebagainya. (10) Penyesuaian dengan pelajaran sekolah. pada berbagai tingkat perkembangan anak guna mencapai tujuan-tujuan pendidikan. . Perubahan senantiasa ada dari tahun ke tahun seperti halnya dengan kurikulum yang fleksibel lainnya yang berusaha menyesuaikannya dengan tuntutan murid dan masyarakat. yaitu ruang lingkup atau luas bahan pelajaran. berbagai-bagai saran tentang kegiatan-kegiatan mengajar-belajar.Untuk menentukan bahan pelajaran diselidiki buku-buku psikologi. MENENTUKAN SEQUENCE DALAM KURIKULUM "Scope" mengenai apa yang akan diajarkan. masalah-masalah. (8) Rumah tangga dan keluarga. resource unit. checklist. (3) Kegiatan sosial dan rekreasi. Resource unit ini merupakan suatu sumber yang dapat membantu guru untuk merencanakan. (9) Masa depan: Pekerjaan dan pendidikan. observasi dan sebagainya. Ross Mooney mengumpulkan 132 masalah pemuda yang digolongkannya dalam 11 bidang. jenis dan bentuk pengalaman-pengalaman belajar. yakni: (1) Kesehatan dan perkembangan jasmani. juga dengan orang tua. pokok-pokok. (4) Berpacaran. seks dan perkawinan.

Urutan itu rupanya tidak seketat yang diduga dan mengalami perubahan total akhir-akhir ini. sedangkan pecahan baru boleh dibicarakan di kelas III. bahkan tidak ada keberatan untuk mengajarkan di Taman Kanak-kanak.100 di kelas II. Pada zaman sebelum perang dunia II dirasakan sudah tepat mengajarkan hitungan dari 1 . Piaget anak umur . Ilmu alam atau fisika. Juga J. atau disempitkan menjadi di kelas berapa bahan pelajaran tertentu harus diajarkan. J. Sering ini diartikan sebagai kapan pengalaman belajar atau bahan pelajaran itu harus diberikan. 1. Pembanian pendidikan dapat mengubah kebiasaan lama dan masalah urutan atau sequence turut mengalami perubahan. Bruner mengatakan bahwa prinsip-prinsip tiap mata pelajaran dapat diajarkan kepada setiap orang pada setiap usaha dalam suatu bentuk tertentu oleh sebab ide-ide pokok yang mendasari setiap ilmu sebenarnya sederhana. ilmu alam baru diajarkan di kelas V. Akan tetapi waktu yang tepat itu tidak selalu mudah ditentukan. Sering ini dilakukan berdasarkan tradisi. oleh sebab tiap bahan harus diberikan pada waktu yang setepat-tepatnya. Ilmu Bumi dimulai di kelas III. Scope dan sequence erat hubungannya dalam penyusunan kurikulum. Berpikir dengan konsep-konsep dianggap baru dapat dilakukan pada usia yang lebih lanjut yaitu pada tingkat sekolah lanjutan. Matematika modern yang diajarkan di kelas I SD sudah memberikan aljabar dan ilmu ukur.20 di kelas SD. Piaget membuktikan bahwa anak-anak lebih cepat dapat berpikir secara formal daripada yang diduga semula.Dengan "sequence" (baca: si-kuens) dimaksud urutan pengalaman belajar itu diberikan. Itu sebab mereka disuruh menghafal. Dahulu orang menyangka bahwa anak-anak belum dapat berpikir logis. Ilmu Bumi dunia diberikan di kelas VI. membicarakannya sebelumnya dianggap melanggar peraturan dan dirasa terlampau sulit bagi anak karena tidak sesuai dengan perkembangan dan kemampuannya. Menurut J. kini dalam bentuk ilmu pengetahuan alam sudah diberikan sejak kelas I SD. Aljabar dan ilmu ukur baru boleh diajarkan di kelas I SMA. padahal matematika dianggap suatu disiplin yang tersusun paling logis dan sistematis mengenai urutannya.

Diselidiki kesulitan-kesulitan yang dihadapi anak. Yang pertama ialah lebih dahulu menentukan bahan pelajaran untuk kelas-kelas tertentu. Untuk itu perlu diselidiki tingkat pengetahuan dan kemampuan anak agar dapat ditentukan bahan yang sesuai. Dianggap bahwa bahan pelajaran mempunyai struktur tertentu yang harus diikuti untuk mempelajarinya. . Faktor-faktor dalam penempatan bahan pelajaran.tujuh tahun sudah dapat berpikir formal dan logis. dalam segala ciri-ciri yang dapat diukur. Pendapat Bruner dan Piaget yang makin banyak diakui oleh para pendidik dan pembina kurikulum tak dapat tiada akan mempengaruhi sequence atau urutan bahan pelajaran. Struktur disiplin itulah yang menentukan urutan bahan pelajaran dan demikian pula langkah-langkah dalam proses belajar. Pendekatan kedua ialah menyesuaikan bahan pelajaran dengan taraf perkembangan anak. jadi dapat dikembangkan dengan bahan pelajaran yang sesuai. Dua pendekatan. Beberapa kesulitan yang dihadapi ialah bahwa kemampuan anak-anak sangat berbeda walaupun usia mereka sama. Tidak mengembangkan kemampuan berpikir ini akan berarti merugikan anak. Ternyata bahwa bahan disiplin dapat disusun dengan berbagai cara. Dengan demikian urutan bahan pelajaran tidak semantap yang diduga semula. Dalam penentuan urutan bahan pelajaran dapat diikuti dua macam pendekatan. Jadi dalam pendekatan ini yang dipentingkan ialah bahan pelajaran dan anak haru s menyesuaikan diri dengan bahan pelajaran untuk kelasnya. jadi mempunyai tidak hanya satu macam struktur. diciptakan alat-alat peraga dan diterapkan metode mengajar-belajar yang serasi untuk membantu anak mempelajari bahan pelajaran itu. Kemudian diusahakan dengan berbagai cara agar anak dapat mencernakan bahan pelajaran itu.

Karena itu diusahakan adanya kontinuitas dalam bahan pelajaran. Menghitung sejumlah benda lebih mudah daripada menghitung daya tahan suatu jembatan. Dalam sejarah salah satu cara ialah memberikannya mulai dan zaman purba kala dan berangsur-angsur maju sampai zaman sekarang. Pada umumnya bahan yang mudah dan sederhana lebih dahulu diberikan daripada yang sukar dan kompleks.Dalam menentukan kapan atau di kelas berapa bahan pelajaran sebaiknya diajarkan biasanya orang berpegang pada sejumlah faktor. 2. Tak selalu mudah menentukan yang manakah yang mudah dan yang sukar. Taraf kesulitan bahan pelajaran. namun dalam penyusunan kurikulum tak dapat tiada harus kita putuskan kapan sesuatu harus diajarkan. Hal ini juga kita dapat dalam pelajaran lain. Anak-anak mulai diajarkan bilangan kecil sebelum angka-angka yang besar. Lagu kanak-kanak jauh lebih sederhana daripada lagu-lagu untuk orang yang lebih lanjut usianya. Kalimat panjang lebih sukar daripada kalimat pendek. Pada suatu ketika kemampuan berhitung dianggap syarat . Namun bahan pelajaran memang mempunyai tingkat-tingkat kesukaran. Pelajaran yang lampau menjadi syarat untuk memahami pelajaran yang baru. Karena kenyataan itu maka dalam penempatan bahan pelajaran perlu dipertimbangkan taraf kesulitannya. Faktor-faktor itu ialah antara lain: 1. Mereka lebih dahulu mempelajari lingkungan dekat yang dikenalnya secara langsung baru kemudian daerah yang jauh letaknya. Makin banyak unsur yang terlibat dalam suatu masalah. Apersepsi atau pengalaman lampau. Sesuatu yang baru hanya dapat dipahami berdasarkan pengetahuan atau pengalaman yang telah dimiliki. Seperti telah dikemukakan tidak ada patokan yang pasti mengenai sequence ini. makin kompleks problema itu makin tinggi taraf kesulitannya. Membaca permulaan dengan huruf ternyata lebih sukar daripada memulainya dengan kata-kata.

4. ilmu ukur ruang. tanpa sebenarnya mengetahuinya dengan jelas. Dalam pengajaran berprograma suatu pelajaran dipecah-pecah menjadi bagian-bagian kecil yang mudah dipelajari. Usia mental anak. Minat anak. Prinsip apersepsi atau 'entry behavior" ini bertahan erat dengan prinsip kesukaran. Dalam teori sering kita katakan bahwa bahan pelajaran harus disesuaikan dengan kematangan anak. 5. Memberikan bahan yang sama kepada anak yang tinggi dan rendah inteligensinya pasti merugikan anak. filsafaat. Pada suatu ketika anak mulai belajar berbicara atau berjalan. pertumbuhan syarat atau fisiologis dan dianggap tak dapat dipengaruhi banyak oleh faktor-faktor luar. biologi dianggap prasyarat untuk fakultas kedokteran. Bagian-bagian ini merupakan langkah-langkah menuju kepada penguasaan pelajaran. fisika. sehingga bahan pelajaran diberikan menurut sequence yang sesuai dengan kesanggupan anak. Minat anak menjadi faktor utama dalam pcnentuan bahan dan urutannya di sekolah yang "child centered". 3. Ada minat yang . Demikian pula kita menginginkan agar bahan pelajaran harus sesuai dengan usia mental anak. Kita ketahui bahwa anak-anak berlainan kemampuan mentalnya. Berbagai usaha dijalankan untuk memenuhi tuntutan perbedaan individual ini. Pada umumnya soal kematangan ini hanya diketahui berkenaan dengan anak-anak kecil. Kematangan diakibatkan oleh perkembangan intern. Mengenai kematangan anak untuk mempelajari kewargaan negara. Kematangan anak. dan sebagainya tak banyak yang kita ketahui. psikologi. Matematika. Sebelum waktu itu usaha mempercepatnya akan gagal. Minat anak dapat berubah-ubah. Akan tetapi setelah masa kematangan itu anak mulai belajar. Dianggap bahwa kontinuitas akan tercapai bila kita mulai dengan yang dianggap mudah untuk kemudian meningkat kepada yang lebih sulit.untuk aljabar. Proses belajar dapat banyak dipengaruhi oleh faktor-faktor luar.

timbul karena perkembangan anak. untuk agama dan ide-ide filosofis atau untuk pergaulan dengan anggota jenis kelamin lain. SEQUENCE PROSES BELAJAR Masalah urutan atau sequence sering hanya dihubungkan dengan soal penempatan bahan pelajaran. seperti minat untuk radio. naik gunung dan sebagainya. misalnya minat untuk alam sekitar. Kurikulum biasanya hanya menentukan urutan bahan pelajaran. Urutan proses belajar antara lain mengenai langkah-langkah untuk mengembangkan konsep-konsep. Untuk hal-hal lain selalu dapat diusahakan dengan metode mengajar yang baik untuk membangkitkan minat anak. dari bagian kepada keseluruhan atau sebaliknya. sedangkan soal urutan proses belajar diserahkan kepada guru. "Pemuaian logam" dapat diberikan konsepnya . Maka diberilah pedoman seperti dari yang mudah kepada yang sulit. apalagi minat yang timbul sebagai akibat perkembangan anak. yang dekat kepada yang jauh yang sederhana kepada yang kompleks. Kita tak tahu misalnya berapa hal yang kongkrit harus diberikan agar anak dapat menangkap pengertian yang abstrak. Akan tetapi menurut Hilda Taba kita jangan lupakan urutan dalam proses belajar. Dalam penempatan bahan pelajaran minat anak sudah sewajarnya perlu diperhatikan. Ada pula minat yang dipengaruhi oleh lingkungan. untuk keadaan sosial. yakni menentukan kapan bahan itu harus diajarkan. Ini banyak sedikit dapat diperhitungkan lebih dahulu. motor. Kita tahu bahwa cara-cara membentuk konsep berbeda-beda. sikap dan kesanggupan berpikir. Petunjuk "dari kongkret kepada yang abstrak" kurang memadai. Minat dapat timbul berdasarkan pengetahuan yang diperoleh dari pelajaran-pelajaran lampau. Misalnya konsep "perang kemerdekaan" dan "pemuaian logam" tidak sama cara mengembangkannya. tergantung pada konsep yang akan diajarkan. Juga belum cukup pengetahuan kita bagaimana langkah-langkah atau urutan untuk memahami suatu konsep atau berpikir kritis dan kreatif.

dengan metode demonstrasi. Pengertian perang kemerdekaan memerlukan cara yang berbeda sekali. Menurut Hilda Taba, bukan hanya urutan mengenai bahan pelajaran saja yang penting, melainkan juga urutan dalam proses belajar atau pengalamanpengalamaan belajar. RANGKUMAN 1. Dengan scope dimaksud luas atau ruang lingkup bahan pelajaran. 2. Kesulitan dalam menentukan scope ialah (1) sangat cepat bertambahnya pengetahuan, (2) tidak adanya kriteria yang pasti tentang bahan pelajaran yang harus diberikan, (3) tidak memadainya mata pelajaran tradisional. 3. Sering matapelajaraan baru, sedangkan matapelajaran yang ada bercokol terus. 4. Dalam menentukan bahan pelajaran harus diadakan pilihan, atau seleksi, karena luasnya bahan yang tersedia dan terbatasnya waktu belajar serta kemampuan anak. 5. Kriteria dalam penentuan bahan ialah (1) tujuan, (2) nilai sebagai warisan, (3) penguasaan disiplin, (4) nilainya bagi kehidupan dalam masyarakat (5) kebutuhan dan minat anak. 6. Bahan pelajaran hendaknya jangan hanya meliputi pengetahuan melainkan juga keterampilan mental. 7. Aliran yang dianut oleh pembina kurikulum merupakan suatu faktor dalam penentuan bahan pelajaran. Beberapa prosedur penentuan bahan pelajaran ialah (1) menerima otoritas para ahli, (2) eksperimen (3) analisis kegiatan, (4) konsensus, (5) fungsi social, (6) persistent life situations, (7) kebutuhan pemuda. 8. Menentukan scope kurikulum yang subject centered lebih mudah daripada yang integrated. Yang terakhir ini lebih fleksibel. 9. Dengan "sequence" dalam pembinaan kurikulum dimaksud urutan

pengalaman belajar, yakni apabila bahan itu harus diajarkan. 10. Penempatan bahan pelajaran berupa matapelajaran sudah jauh berbeda dengan sebelum Perang Dunia II. Matematika yang dulu diajarkan di SMP, kini sudah mulai diberikan di kelas I SD.

11. Menurut J. Bruner prinsip-prinsip tiap mata pelajaran dapat diajarkan kepada setiap anak pada setiap usia dalam suatu bentuk tertentu. Pendapat ini dapat menimbulkan perobahan besar mengenai penempatan mata pelajaran. 12. J. Piaget berpendapat berdasarkan penelitiannya bahwa anak berusia tujuh tahun telah dapat berpikir logis dan formal. 13. Dalam penentuan sequence dapat diikuti dua pendekatan yaitu (1) menyesuaikan bahan dengan anak, atau (2) menyesuaikan anak dengan bahan. 14. Faktor-faktor dalam penentuan "sequence" ialah (1) taraf kesulitan bahan pelajaran (2) apersepsi atau pengalaman yang telah ada, (3) kematangan anak, (4) usia mental anak (5) minat anak. 15. Sequence tidak hanya mengenai bahan pelajaran tetapi juga dalam proses belajar, yaitu langkah-langkah untuk mengembangkan konsep-konsep, sikap, kesanggupan berpikir. PERTANYAAN DAN TUGAS 1. Apa yang dimaksud dengan scope dan sequence? 2. Kesulitan apakah dihadapi dalam menentukan scope? 3. Apa sebab lebih mudah menambahkan matapelajaran baru daripada mengurangi yang ada? 4. Apakah yang termasuk subject matter atau bahan pelajaran? 5. Sebutkan berapa kriteria untuk menentukan bahan pelajaran. 6. Sekalipun telah diketahui tujuan pelajaran, apa sebab masih sulit untuk menentukan bahan pelajaran yang serasi? 7. Coba sebutkan suatu tujuan. Tentukan bahan yang saudara anggap serasi untuk mencapai tujuan itu. 8. Apakah kelemahan bahan pelajaran yang merupakan warisan dari generasi lampau? 9. Pada hakekatnya perguruan tinggilah yang menentukan kurikulum SMA bahkan SD. Berikan komentar saudara. 10. Apakah dasar Herbert Spencer menentukan bahan pelajaran? 11. Bagaimanakah cara Franklin Bobbitt menentukan scope kurikulum? 12. Kelemahan apakah terdapat dalam prosedur yang diikuti oleh Franklin Bobbitt?

13. Apakah kelemahan scope kurikulum yang ditentukan herdasarkan minat dan kebutuhan anak? 14. Scope tidak hanya meliputi materi tetapi juga proses belajar. Apa maksudnya? Yang manakah yang lebih penting menurut pendapat saudara? 15. Dalam penentuan bahan pelajaran aliran yang dianut sangat berpengaruh. Berikan penjelasan dan contoh-contoh. 16. Sebutkan prosedur-prosedur untuk menentukan scope kurikulum. Beri penjelasan tentang tiap prosedur. 17. Tinjau setiap prosedur. Cari segi kebaikan dan kekurangannya. 18. Apakah keberatan jika buku pelajaran menentukan scope kurikulum? Adakah keuntungan dan kebaikannya? 19. Apakah kurikulum 1975 disusun berdasarkan eksperimen? Prosedur apakah yang digunakan? 20. Dari berbagai macam prosedur itu, yang manakah paling menarik bagi saudara? Berikan alasan. 21. Berikaan contoh-contoh bahwa sequence mengalami perubahan besar. 22. Bagaimanakah pendapat Bruner dan Piaget, yang mempengaruhi soal sequence dalam kurikulum. 23. Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi sequence bahan pelajaran. Jelaskan setiap faktor dan bicarakan baik buruknya. 24. Apa yang dimaksud dengan sequence proses belajar, yang perlu diperhatikan di samping sequence bahan pelajaran sendiri?

BAB 9 MENGUBAH KURIKULUM
SEBAB-SEBAB KURIKULUM DIUBAH Kurikulum itu selalu dinamis dan senantiasa dipengaruhi oleh perubahanperubahan dalam faktor-faktor yang mendasarinya. Tujuan pendidikan dapat berubah secara fundamental, bila suatu negara beralih dari negara yang dijajah menjadi negara yang merdeka. Dengan sendirinya kurikulum pun harus mengalami perubahan yang menyeluruh. Kurikulum juga diubah bila tekanan dalam tujuan mengalami pergeseran. Misalnya pada tahun 30-an sebagai pengaruh golongan progresif di USA tekanan kurikulum adalah pada anak, sehingga kurikulum mengarah kepada child-centered curriculum sebagai reaksi terhadap subject-centered curriculum yang dianggap terlalu bersifat adult dan society-centered. Pada tahun 40-an, sebagai akibat perang, asas masyarakatlah yang diutamakan dan kurikulum menjadi lebih society-centered. Pada tahun 50-an dan 60-an, sebagai akibat Sputnik yang menyadarkan Amerika Serikat akan ketinggalan dalam ilmu pengetahuan, para pendidik lebih cenderung kepada kurikulum yang discipline-centered, yang mirip kepada subject-centered curriculum. Tampaknya seakan-akan orang kembali lagi kepada titik tolak semula. Akan tetapi lebih tepat, bila kita katakan, bahwa perkembangan kurikulum seperti spiral, tidak sebagai lingkaran, jadi kita tidak kembali kepada yang lama, tetapi pada suatu titik di atas yang lama. Kurikulum dapat pula mengalami perubahan bila terdapat pendirian baru mengenai proses belajar, sehingga timbul bentuk-bentuk kurikulum seperti activity atau experience curriculum, programmed instruction, pengajaran modul, dan sebagainya. Perubahan dalam masyarakat, eksplosi ilmu pengetahuan, dan lain-lain mengharuskan adanya perubahan kurikulum. Perubahan-perubahan itu

menyebabkan kurikulum yang berlaku tidak lagi relevan, dan ancaman serupa ini akan senantiasa dihadapi oleh setiap kurikulum, betapapun relevannya pada suatu saat.

Maka karena itu perubahan kurikulum merupakan hal biasa. Malahan mempertahankan kurikulum yang ada akan merugikar anak-anak dan dengan demikian fungsi kurikulum itu sendiri. Biasanya perubahan satu asas akan memerlukan perubahan keseluruhan kurikulum itu. PERUBAHAN ATAU PERBAIKAN KURIKULUM Perbaikan kurikulum biasanya hanya mengenai satu atau beberapa aspek dari kurikulum, misalnya metode mengajar, alat peraga, buku pelajaran dengan tetap menggunakan kurikulum yang berlaku. Perubahan kurikulum mengenai perubahan dasar-dasarnya, baik mengenai tujuan maupun alat-alat atau cara-cara untuk mencapai tujuan itu. Mengubah kurikulum sering berarti turut mengubah manusia, yaitu guru, pembina pendidikan dan merek-mereka yang mengasuh pendidikan. Itu sebab perubahan kurikulum dianggap sebagai perubahan sosial, suatu social change. Perubahan kurikulum, juga disebut pembaruan atau inovasi kurikulum, tentu saja dimaksud untuk mencapai perbaikan, sekalipun perubahan itu tidak dengan sendirinya membawa perbaikan. Perbaikan yang diperoleh mungkin membawa hasil sampingan yang kurang baik menurut penilaian pihak tertentu. PENILAIAN KURIKULUM Sebelum mengubah kurikulum hendaknya diadakan penilaian tentang kurikulum yang sedang dijalankan. Penilaian juga perlu untuk mengetahui hingga manakah kurikulum mencapai tujuan-tujuan yang diharapkan seperti yang tercantum dalam kurikulum itu. Penilaian kurikulum tidak mudah. Baik tidaknya suatu kurikulum pada hakekatnya dapat dinilai dan hasilnya, yakni dari kedudukan, kehidupan, atau prestasi pada lulusannya. Bila lulusannya menduduki tempat yang penting dalam pemerintahan, perusahaan, dan masyarakat, maka lembaga pendidikan itu mendapat nama baik dan kurikulumnya dianggap efektif. Namun kita dapat menyangsikan kebenaran anggapan itu, karena yang diandalkan hanya mereka yang sangat menonjol prestasinya, sedangkan mereka yang tidak menduduki tempat yang berarti dalam masyarakat, bahkan yang gagal, tidak mendapat perhatian. Penilaian itu terlampau kasar dan tidak didasarkan atas penelitian yang sistematis. Dan kita dapat bertanya, apakah masalah itu dapat di-

Ada yang menginginkan. Hasil angka-angka ujian akhir. urutan pengalaman itu. dan ketrampilan murid. Namun apakah dengan taksonomi Bloom itu dapat misalnya dihasilkan manusia Pancasila yang sejati.selidiki sepenuhnya. Tentu saja. Untuk menilai suatu kurikulurn perlu tujuan itu jelas dirumuskan. Bloom memberikan suatu pegangan tentang cara melakukannya. masih dapat diragukan. Dengan psikologi sosial juga tidak dapat kita ramalkan kelakuan dan prestasi seseorang dalam jangka panjang kelak dalam masyarakat. (2) pengalaman-pengalaman belajar untuk mengembangkan pengetahuan. apakah akan tercapai hasil yang diharapkan. misalnya tidak dapat dijadikan patokan untuk meramalkan masa depan seorang lulusan. dalam bentuk kelakuan yang dapat dilihat dan diukur. Dengan rumusan tujuan yang spesifik. sikap. Akan tetapi tanpa pendidikan sekolah. Kalau kita menilai kurikulum. hubungannya dengan pengalaman lain. karena banyaknya faktor lain di luar mata pelajaran yang turut mempengaruhi perkembangan pribadi seseorang. (3) organisasi pengalaman belajar itu. Jadi penilaian kurikulum harus dimulai dengan hakikat dan tujuan kurikulum. Kurikulum sekolah bukan satu-satunya alat untuk mengubah kelakuan manusia. Efektivitas kurikulum berwujud dalam perubahan pengetahuan sikap dan keterampilan murid. Kurikulum adalah alat untuk mengubah kelakuan anak-didik. Apakah dengan pelajaran civics atau IPS terbentuk warga negara yang taat kepada undang-undang . apakah dapat mencapai tujuan seperti yang dirumuskan dalam kurikulum itu. kita harus menilai komponen-komponennya yaitu (1) tujuan kurikulum. tanpa pendidikan formal. setiap anak akan menjalani perubahan menuju ke kedewasaan. agar tujuan itu spesifik. Dengan adanya kurikulum juga kita belum dapat meramalkan. (4) caracara mengevaluasi hasil belajar murid. penilaian dapat dilakukan dengan lebih cermat. perubahan-perubahan tertentu yang diinginkan tidak akan terjadi. Demikian pula dapat diragukan hasil semua mata pelajaran. Kita belum memiliki suatu teori belajar yang menjamin akan tercapainya tujuan yang ditentukan dengan kegiatan mengajar belajar tertentu.

atau tidak termasuk tujuannya yang utama. Banyak kesulitan yang dihadapi untuk menilai suatu kurikulum secara ilmiah. Biasanya tertampau banyak yang diharapkan dan kurikulum itu yang tidak dapat dipenuhi. Olch sebab tiap anak mempunyai kepribadian yang berbeda-beda. maka hasilnya pun akan berlainan pula. perdamaian dunia. Havighurst menemukan. Hasil kurikulum diperoleh melalui interaksi antara anak dengan kurikulum. Maka sering suatu kurikulum diubah. .dan peraturan negara serta mengabdi kepada kepentingan masyarakat? Apakah matematika menghasilkan manusia yang lebih sanggup herpikir logic sistematis. khususnya dari ibunya. bahwa nilai-nilai atau norma-norma seseorang kebanyakan diperolehnya dari keluarga. Penelitian tentang hasil kurikulum atau suatu mata pelajaran sangat sulit. persaudaraan bangsa-bangsa dan sebagainya. Namun soal keTuhanan tak dapat dipakai sebagai alat untuk menilai keberhasilan pelajaran biologi. suatu yang sebenarnya di luar kesanggupan. bukan berdasarkan penilaian atas hasil kurikulum itu. akan tetapi atas pengaruh berbagai hal lain. dan sebagainya? Sanggupkah kurikulum mencapai tujuan-tujuan menurut apa yang tercantum dalam kurikulum itu? Ataukah tujuan itu hanya muluk-muluk tampaknya dan hanya merupakan impian yang tak akan dapat diwujudkan? Apakah kurikulum hanya mempunyai pengaruh yang terbatas dengan mengakui bahwa watak atau pribadi seseorang banyak ditentukan oleh faktor-faktor di luar kurikulum? Berdasarkan penelitian. Tidak selalu jelas. Soal keTuhanan sebenarnya lebih merupakan tugas pelajaran agama. apakah sebenarnya tujuan kurikulum suatu lembaga pendidikan. Misalnya biologi dianggap dapat menimbulkan keharuan akan kebesaran Tuhan. Alat-alat untuk menilainya pun tak tersedia. pelajaran agama membentuk manusia yang lebih taat kepada perintah Tuhan. Tiap murid memperoleh hal yang berbeda dari kurikulum yang sama. Maka kita dapat bertanya apakah mata pelajaran sejarah atau IPS sanggup mernupuk norma-norma yang berkenan dengan toleransi.

Ada kalanya karena cara yang demikianlah yang paling mudah dilakukan. Maka sebaiknya setiap perubahan kurikulum sekaligus juga merupakan perbaikan kurikulum secara menyeluruh. seakan-akan yang lama itu tidak mengandung kebaikan-kebaikan. Dalam pembaruan kurikulum ternyata bahwa mencetuskan ide-ide baru lebih "mudah" daripada menerapkannya dalam praktik. masih banyak mengalami rintangan dalam penyebarluasannya. yang tidak selalu dapat dipenuhi. Dan sekalipun telah dilaksanakan sebagai percobaan. Guru itu hanya diharapkan mengikuti instruksi atasan. Pembaharuan kurikulum sering pula memerlukan biaya yang lebih banyak untuk fasilitas dan alat-alat pendidikan haru. Pembaharuan kurikulum kadang-kadang terikat pada tokoh yang mencetuskannya.Sering suatu kurikulum sudah diubah sebelum dinilai hasilnya. Tak semua orang suka bekerja lebih banyak daripada yang diperlukan. Manusia itu pada umumnya bersifat konservatif dan guru termasuk golongan itu juga. oleh sebab harus melibatkan banyak orang dan mungkin memerlukan perubahan struktur organisasi dan administrasi sistem pendidikan. Dengan meninggalnya tokoh itu lenyap pula pembaruan yang telah dimulainya itu. Kurikulum baru biasanya dimasukkan sambil mengeritik kurikulum lama. Guru-guru lebih senang mengikuti jejak-jejak yang lama secara rutin. Akan tetapi ada pula kalanya. yang dengan sendirinya akan turut terbuang. Tak jarang pula pembaharuan ditentang oleh mereka yang ingin berpegang pada yang sudah lazim dilakukan atau yang kurang percaya akan yang baru . KESULITAN-KESULITAN DALAM PERUBAHAN KURIKULUM Sejarah menunjukkan bahwa sekolah itu sangat sukar menerima pembaruan. Ide yang baru tentang pendidikan memerlukan waktu sekitar sekitar 75 tahun sebelum dipraktikan secara umum di sekolah-sekolah. Mengadakan pembaharuan memerlukan pemikiran dan tenaga yang lebih banyak. bahwa guru-guru tidak mendapat kesempatan atau wewenang untuk mengadakan perubahan karena peraturan-peraturan administratif.

termasuk Indonesia. Setiap pendekatan mempunyai kebaikan dan kekurangannya. Penataran merupakan syarat mutlak untuk . Dalam hal ini pembaharuan kurikulum diadakan atas inisiatif kepala sekolah dan guru-gurunya. menyusun buku pelajaran. PROSEDUR PEMBARUAN KURIKULUM Pada pokoknya ada dua prosedur utama untuk mengubah kurikulum yaitu apa yang disebut "administrative approach" yaitu yang direncanakan oleh pihak atasan untuk kemudian diturunkan kepada instansi-instansi bawahan sampai kepada guru-guru. yaitu yang dimulai dari "akar" "from the bottom up" atau dari bawah. Bersifat kritis terhadap pembaharuan kurikulum adalah sifat yang sehat. karena pembaharuan itu jangan hanya sekedar mode yang timbul pada suatu saat untuk lenyap lagi dalam waktu yang tidak lama. Lokakarya. Ada juga negara. Pendekatan administratif banyak menggunakan panitia-panitia untuk merencanakan kurikulum baru. yakni dari pihak guru atau sekolah secara individual dengan harapan agar meluas ke sekolah-sekolah lain. Peranan konsultan hukanlah sebagai "agent of change" akan tetapi sebagai manusia sumber. antara lain Inggris yang memberikan wewenang penuh kepada kepala sekolah beserta stafnya untuk menentukan kurikulum sekolah. Yang kedua ialah "grass roots approach". Prosedur manakah yang dilaksanakan banyak bergantung pada sistem pendidikan serta organisasi dan struktur organisasinya. Partisipasi diusahakan seluas mungkin agar tercapai konsensus dan keterlibatan pribadi dan instansi dalam usaha pembaruan kurikulum. yang diikuti biasanya pendekatan administratif. atas inisiatif para administrator. Berbagai konsultan dapat dimanfaatkan untuk hal-hal yang diperlukan. jadi 'from the top down".sebelum terbukti kelebihannya. Di negara-negara yang mempunyai pemerintah pusat yang memegang kekuasaan yang kuat. Para ahli pendidikan dan ahli dalam berbagai bidang studi atau disiplin dari perguruan tinggi diminta bantuannya untuk menghasilkan kurikulurn yang sebaik-baiknya. dari atas ke bawah. kelompok studi banyak dilakukan untuk membicarakan dan menghasilkan kurikulum barn itu. menyebarluaskannya. dan sebagainya. Di kebanyakan negara cara inilah yang dilakukan.

Untuk usaha yang luas ini dapat disediakan biaya yang diperlukan. Kerja kelompok merupakan tempat yang subur untuk berpikir. Antara lain dikemukakan bahwa cara ini otoriter dan kurang demokratis dan merupakan keputusan atasan yang hams dilaksanakan oleh guru-guru. Guru sendiri kurang dilibatkan dalam . Setiap peserta dapat melengkapi buah pikiran peserta lainnya menurut keahlian masing-masing. Pembaruan kurikulum serupa ini dapat dilakukan serentak dan uniform di seluruh negara dengan melibatkan seluruh aparat kementerian pendidikan. Kerjasama dan partisipasi semua unsur diperlukan untuk mencapai produktivitas dan efektivitas optimal. Usaha pemerintah ini biasanya tidak menemukan tentangan dari pihak guru yang sudah biaya menerima dan melaksanakan instruksi dan perintah dari atasannya.memberikan ketrampilan kepada guru dalam pelaksanaannya. Jadi dalam pendekatan administratif ini dapat dikerahkan sejumlah besar ahli dan tenaga edukatif maupun administratif. Akan tetapi kerja kelompok dapat juga merupakan penghamburan waktu jika komponen-komponennya tidak dipilih dengan rasional. yang biasanya cukup besar jumlahnya. Seluruh aparat administrasi pendidikan dikerahkan untuk mengkomunikasikan pembaruan ini kepada guru-guru dan segenap lapisan masyarakat. dengan cara yang terkoordinasi dan terorganisasi. Kerja kelompok memperluas keterlibatan dan komitmen dalam kurikulum baru. Anggota kelompok hendaknya dipilih berdasarkan kompetensi. bukan berdasarkan kedudukan atau pangkat. Kerja kelompok sangat esensial dalam pengembangan kurikulum. namun ditinjau dari segi tertentu mempunyai juga kelemahan. Kerja kelompok memerlukan kepemimpinan yang paham akan proses dinamika kelompok dan mampu mendorong kelompok ke arah produktivitas dengan memadukan segala keahlian dalam kelompok itu. melahirkan ide-ide baru. Walaupun pendekatan administratif mempunyai banyak kebaikan. Peraturan-peraturan resmi di keluarkan untuk menjamin terlaksananya kurikulum baru itu. dan membicarakan setiap buah pikiran secara kritis.

Dengan demikian mereka terlibat secara pribadi. jadi tidak dibuat "di belakang meja tulis" seperti sering terjadi dalam pendekatan administratif. Perubahan kurikulum dengan pendekatan "grass roots approach" mulai dari sekolah secara sendiri-sendiri. staf pengajar perguruan tinggi. Tanpa perubahan pada guru tak akan terjadi perubahan dalam kurikulum. Mereka bersama menyusun satuan-satuan pelajaran. dinilai untuk diperbaiki. Mereka berusaha mengatasi kesulitan sendiri. Maka pembaruan itu menjadi semu belaka dan akan mengalami kegagalan. to koh-tokoh di sekitar. Kurikulum yang mereka susun relevan dengan keadaan riil yang mereka hadapi. Semua gum turut berpartisipasi dalam segala aspek pembinaan kurikulum baru. Di Inggris. kemudian dicobakan sendiri. Pembaharuan yang tidak tumbuh dan berakar dalam pribadi guru dan hanya melaksanakannya atas dasar kepatuhan akan perintah. kadangkadang juga pengusaha dan para konsumen lulusan sekolah. bimbingan dan mungkin juga biaya. konsultan.permulaan dan perencanaannya. akan gagal dan lenyap jika pengawasan tidak senantiasa diperketat. Inisiatif dan kepemimpinan pembaharuan kurikulum terletak dalam tangan guru setempat. akan tetapi juga dari pihak atasan merupakan bahan. Dalam usaha itu mereka dapat meminta bantuan orang tua. karena melihat kekurangan-kekurangan dalam kurikulum yang berlaku. Ke tempat itu juga datang para pembina pendidikan. Tentu saja guru setempat juga mempertimbangkan berbagai faktor . usaha ini didukung oleh "Teachers' Centres" yang dihentuk secara lokal sebagai tempat guru-guru bertemu dan berdiskusi tentang pembaharuan pendidikan. Karena itu guru-guru kurang berusaha untuk mendalaminya dan karena kurang memahaminya akan mudah kembali kepada praktik-praktik yang lama. Mereka tertarik oleh ide-ide barn mengenai kurikulum dan bersedia untuk menerapkannya di sekolah mereka untuk meningkatkan mutu pelajaran. Kepala sekolah serta guru menginginkan suatu perubahan.

tetapi juga pada kemampuan dan kesediaan guru.lainnya seperti peraturan yang berlaku. misalnya dengan menurut sertakan mereka dalam mencobakan kurikulum baru. Jadi kedua pendekatan itu masing-masing mempunyai kebaikan dan kekurangannya. Kelemahan pendekatan ini ialah bahwa usaha-usaha ini bersifat lokal. syarat masuk perguruan tinggi. Menentang perubahan adalah sesuatu yang normal. tidak mempunyai koordinasi dan organisasi sehingga tidak dapat disebarkan secara nasional. Namun menggunakan kekuasaan untuk memaksakan perubahan hanya melahirkan kepatuhan semu akan tetapi menimbulkan penentangan batin yang akhirnya menggagalkan usaha perubahan itu. Perencanaan perubahan kurikulum harus me- . Pembaruan kurikulum adalah usaha yang luas dan kompleks yang memerlukan pemikiran dan partisipasi dari semua pihak. Pembaruan bergantung kebanyakan kepada kepala sekolah. Perubahan sektoral akhirnya akan mengalami kesukaran yang tak dapat diatasi oleh sekolah itu sendiri. keinginan pemerintah dan sebagainya. meminta pendapat dan penilaian mereka sebagai umpan balik serta memberikan kebebasan untuk menyesuaikannya dengan keadaan setempat. Dalam pendekatan administratif dapat diusahakan partisipasi guruguru. Pembaruan kurikulum oleh guru untuk kepentingan anak di sekolah dalam lingkungan tertentu yang mempunyai kebutuhan tersendiri akan lebih mantap. Mungkin juga perubahan hanya mengenai aspekaspek tertentu dari kurikulum dan tidak menyeluruh. Sekolah tidak mampu untuk memperoleh bantuan ini dengan tenaga sendiri. Guru-guru mendapat tanggungjawab penuh atas mutu pendidikan yang merupakan dorongan untuk menjadi kreatif. untuk senantiasa memperhatikan perkembangan mengenai pembinaan kurikulum. yang mungkin otoriter dan kurang terbuka bagi pembaruan. Kita tak perlu memandangnya sebagai dua cara yang bertentangan. Mungkin pula pembaruan kurikulum menyangkut peraturan-peraturan pemerintah pusat dan daerah yang hanya dapat diuhah bila usaha pembaruan bersifat nasional. Perubahan kurikulum pada hakekatnya berarti mengubah manusia dan lembaga-lembaga.

Perubahan kurikulum adalah sesuatu yang wajar karena perubahan yang terus-menerus dalam masyarakat dan kehidupan. Kader ini merupakan agen-agen pembaharuan. 2. pemimpin-pemimpin yang kompeten dan mereka dapat memberi hasil yang baik. Dalam rangka suatu pilot project seorang guru dapat mengadakan percobaan dengan suatu kurikulum baru dalam suatu bidang studi tertentu.rupakan dialog antara "atasan" dan "bawahan" dalam suasana sa ting menghargai pendapat. Pilot project. 1. Andaikan pilot project ini berhasil. 3. sehingga pembaruan itu lebih terarah dan menyeluruh. Berbagai jalan kurikulum. masih banyak kesukaran untuk menyebarluaskannya. Dapat dididik sejumlah kader yang menguasai seluk-beluk pembaharuan kurikulum yang ditempatkan di berbagai sekolah untuk mengadakan praktis ditempuh untuk mengadakan pembaharuan pembaharuan-pembaharuan. Demikian pula pendekatan perubahan dari bawah dapat dibantu oleh pemerintah dengan mempublikasikan usaha-usaha pembaharuan di sekolahsekolah agar secara umum dapat dikenal dan ditiru. penyelenggaraan. pengawasan. dan penilaiannya relatif mudah diatur. Memanfaatkan guru. Karena percobaan ini terbatas. Jika timbul reaksi yang negatif dari pihak guru. bahkan memaksakan perubahan tanpa meminta keinginan guru-guru di sekolah itu. maka kader ini akan mengalami banyak kesukaran. Beberapa cara praktis. Kelemahannya ialah bahwa ada kemungkinan mereka dianggap sebagai orang luar yang diberi bayaran khusus untuk mengadakan. Membina kader. . karena menghadapi situasi yang berbeda dan mendapat hambatan dari ketentuan-ketentuan yang berlaku.

Pembaruan kurikulum pendidikan guru. . Akan tetapi ada kalanya tenaga pengajar tidak sanggup memanfaatkannya. Pelaksanaan ini akan menghadapi kesulitan administratif dalam penempatan guru di sekolah lain untuk beberapa waktu. Menyediakan alat pengajaran. 5. dapat diminta bekerja pada sekolah yang belum melakukannya. 7. bahkan sebenarnya harus mendahuluinya. Sekolah yang terpencil akan mengalami kesukaran khusus dalam hal ini. Buku pelajaran baru dapat memberikan bahan baru dan juga metode mengajar serta proses belajar yang baru. Akan tetapi guru-guru sendiri harus mempunyai kesanggupan untuk menggunakannya. Universitas dapat pula menyediakan ahli dalam berbagai aspek kurikulum yang bertindak sebagai konsultan. Memperbarui buku pelajaran. 6. Memberikan laboratorium fisika atau laboratorium bahasa akan mendorong guru untuk menggunakan metode-metode dan bahan pelajaran baru. sedangkan sekolah atau guru dapat memberikan bahan tentang keadaan yang riil mengenai murid. Kurikulum pendidikan guru tak dapat tiada harus disesuaikan dengan perubahan kurikulum di SD . juga dalam melancarkan kurikulum yang baru. Buku pelajaran memegang peranan yang penting dalam setiap kurikulum. Kerjasama antara sekolah dan universitas. Dapat diusahakan secara teratur pertemuan-pertemuan antara dosen perguruan tinggi dengan guruguru bidang studi di SM untuk keperluan itu. dan sekolah. Universitas yang senantiasa berada di garis depan kemajuan dalam penelitian dan ilmu pengetahuan dapat membantu sekolah-sekolah untuk menyesuaikan kurikulum dengan ide-ide baru tentang pendidikan dan perkembangan baru dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan.SM. sehingga dapat disaksikan bagaimana pelaksanaan pembaharuan itu. 4. sehingga kurikulum tidak merupakan hasil "di belakang meja tulis".Guru dan sekolah yang telah menjalankan kurikulum baru.

Pelaksanaan satuan pelajaran merupakan pelajaran dan latihan bagi guru. dan sebagainya memakan waktu yang lama. Namun penataran akan tetap diperlukan. Namun. administrasi sekolah. Dari satuan pelajaran yang eksperimenal ini kemudian dikembangkan suatu kerangka yang lebih luas. cara menentukan bahan. Perubahan kurikulum mengharuskan guru berubah pula. mendemonstrasikannya kepada guru-guru lain. Perubahan kurikulum yang berarti mengubah guru. cara belajar murid. jadi harus mulai dengan bagian yang kecil dan terbatas. Perubahan tak mungkin dilakukan dalam seluruh program sekolah. Lamanya latihan itu bergantung pada bcsarnya perbedaan antara cara lama dan baru. mengevaluasi. Pada permulaan ini merupakan percobaan. Mendemonstrasikan suatu pembaruan. sering bertahun-tahun. mengadakan pembaruan satu mata pelajaran atau lebih dalam satu dua kelas. berdasarkan prinsip-prinsip. dan sebagainya.Pendidikan guru dalam pembaruan akan lebih efektif daripada penataran. Hilda Taba menganjurkan agar pembaruan dimulai dengan satuan pelajaran yang dapat diterapkan dalam kelas. . Harapan ialah agar pembaruan ini diterima baik dan disebarluaskan. Guru guru yang sejak mulanya terdidik dalam pelaksanaan kurikulum baru akan lebih menjamin keherhasilan pembaruan itu. dengan persetujuan kepala sekolah. karena pada suatu ketika setiap kurikulum akan memerlukan pembaruan. Demikian pula hams dikembangkan administrasi yang sesuai dengan perubahan kurikulum itu. 9. Mereka mencobakan suatu unit pelajaran dan setelah ternyata berhasil. Suatu kelompok kecil. Kelompok kecil itu dapat memperoleh bantuan dan kepala sekolah atau atasan. 8. Umpan balik digunakan untuk menyempurnakan satuan pelajaran itu. sikap orang tua. Memulai dari satuan pelajaran. dasar-dasar teoretis. sering timbul tentangan dan guru -guru yang tidak terlibat dalam usaha ini.

bukan sebaliknya. melainkan juga pengetahuan dan kegiatan atau proses belajar. Menilai sikap tak sama caranya dengan menilai keterampilan atau pengetahuan. Acap kali dalam pembinaan kurikulum lebih dahulu ditentukan bahan pelajaran yang disusun menurut buku pelajaran tertentu. demikian pula dalam pembinaan setiap kurikulum. (2) kegiatan atau pengalaman belajar untuk mencapai tujuan itu. Keempat komponen itu saling berhubungan. Jika tujuan tidak tcrcapai. Tujuan juga menentukan penilaian. Setiap kurikulum mempunyai keempat komponen utama itu yakni: (1) tujuan. proses belajar. atau pada tujuan itu sendiri. (4) penilaian atau evaluasi hasil belajar. kita hendaknya bekerja dalam suatu kerangka atau pola yang terdiri atas komponen-komponen kurikulum itu. Jadi lebih dahulu harus dirumuskan tujuan. Yang dinilai bukan hanya tujuan. apa yang dinilai dan bagaimana cara menilainya. . untuk mengetahui hingga mana tujuan itu tercapai. (3) pengetahuan. Suatu pola yang sederhana adalah sebagai berikut: gambar Bagan 1. barulah dirumuskan tujuan sesuai dengan bahan itu.POLA KURIKULUM Dalam perubahan kurikulum. seperti tampak pada diagram itu. barulah kemudian bahan pelajaran dan kegiatan belajar. Tujuan menentukan pengalaman belajar apa yang diperlukan dan pengetahuan yang harus dipilih yang dapat membawa pelajar kepada tujuan yang ditentukan. Bahan pelajaran ditentukan oleh tujuan. yaitu isi atau bahan pelajaran yang diperoleh dan digunakan dalam proses belajar. mungkin kesalahannya terletak pada komponen pengetahuan.

society-centered. Demikian pula tujuannya harus mengandung aspek kognitif. dan 5 adalah komponen-komponen yang tampak pada bagan 1. afektif. sedangkan subject curriculum mengutamakan aspek pengetahuan dan kurang mementingkan kegiatan atau pengalaman belajar. Dengan adanya pola itu dapat dijaga keseimbangan antara unsurunsurnya. 4. 3. dan psikomotor untuk memberikan pendidikan yang harmonis.Pola kurikulum yang jelas menunjukkan hubungan antara unsur-unsur kurikulum. Setiap komponen dapat diolah lebih lanjut misalnya: (Perhatikan. yakni child-centered atau pupil-centered. bahwa bagan 2. agar kurikulum itu tidak berat sebelah. Ketiga sumber itu harus dipertimbangkan dalam kurikulum. Di sini pun dapat kita usahakan adanya keseimbangan. Banyak kurikulum kurang menaruh perhatian kepada tujuan dan penilaian. Dalam bagan 2 kita lihat sumber-sumber tujuan. atau subject-centered. Experience atau activity curriculum misalnya terlampau mengutamakan kegiatan atau pengalaman belajar dan kurang mementingkan unsur pengetahuan. gambar Bagan 2 Selanjutnya komponen pengetahuan dapat diperlengkapi sebagai berikut . yang diuraikan lebih lanjut).

lepas-lepas mudah dilupakan. Konsep-konsep bersifat abstrak dan karena itu memungkinkan pemahaman akan sejumlah besar informasi atau fakta yang spesifik. broad field. Dengan memahami struktur atau konsep dapat dipahami gejala-gejala spesifik lainnya. pengajaran unit. Agar bahan itu jangan lepas-lepas. tidak lekas out-dated. Lagi pula pengetahuan serupa itu lekas menjadi usang sedangkan prinsip dan konsep. haruslah diadakan seleksi atau pilihan yang akan disajikan dalam bentuk atau organisasi tertentu. the structure of knowledge.gambar Bagan 3 Pengetahuan atau bahan pelajaran diambil dan berbagai disiplin. dengan korelasi. dan dapat dilihat hubungan antara faktafakta. Konsep-konsep inilah yang dianggap memberikan struktur pengetahuan. diusahakan adanya integrasi. . dan sebagainya. untuk mencegah 'gaps" dan "overlappings". pembina kurikulum hendaknya juga berusaha mengadakan integrasi dalam bahan pelajaran yang disajikan. bergantung pada bentuk kurikulum yang dijalankan. Karena banyaknya ilmu yang telah terkumpul yang tak mungkin diajarkan seluruhnya. Sekalipun pelajar itu sendiri akan selalu berusaha mengadakan integrasi dalam pengetahuan yang diperolehnya. Selanjutnya harus ditentukan scope dan sequence bahan pela jaran. Pada saat sekarang diutamakan konsep-konsep dan prinsip-prinsip daripada hanya faktorfaktor. Informasi atau fakta-fakta yang . sekali dipahami. dan dapat digunakan untuk mentafsirkan informasi baru.lebih mantap.

hubungan antara guru dan murid. Mengumpulkan informasi sebagai umpan balik untuk memperbaiki kurikulum gambar . dan sebagainya. penggunaan berbagai sumber dan alat pelajaran di dalam maupun di luar sekolah. Proses belajar yang baik memungkinkan tercapainya hasil belajar lebih tinggi. Evaluasi diperlukan untuk mengadakan perbaikan dalam kurikulum. perbedaan individual. agar tujuan yang ditentukan dicapai dengan menggunakan pengetahuan yang sangat kompleks. dan karena itu perlu disesuaikan dengan keadaan setempat. kesanggupan dan perkembangan anak. Proses belajar tak kurang pentingnya daripada hasil belajar. Evaluasi bergantung pada tujuan yang hendak dicapai. maka perlu dicari di mana letak kekurangannya melalui evaluasi. kesulitan isi pelajaran. yang dipengaruhi oleh berbagai-bagai faktor seperti metode mengajar. Jika tujuan tidak tercapai.gambar Bagan 4 Pengalaman atau kegiatan belajar adalah usaha yang dijalankan. Tak ada kurikulum nasional yang sesuai bagi semua daerah. taraf kematangan. Penilaian kurikulum harus berjalan terus.

Hal serupa ini akan terjadi bila kurikulum baru hanya melihat kelemahan dan kekurangan kurikulum yang lama ditinjau dari pandangannya sendiri.Bagan 5 ARAH PERKEMBANGAN PEMBARUAN KURIKULUM Perubahan kurikulum sering merupakan reaksi terhadap kurikulum yang berlaku.  menyusun kurikulum yang lebih mengutamakan inguiry approach daripada hafalan dan penguasaan sejumlah pengetahuan. masyarakat.   menyusun kurikulum yang menggairahlcan anak untuk belajar. akan tetapi menghilangkan batas-batas antara kelas. sehingga tampaknya kurikulum baru seakan-akan kembali kepada bentuk yang lama. yang normal. dan disiplin. maupun yang berbakat tinggi dan rendah. Jadi pertentangan antara berbagai bentuk kurikulum tak setajam yang digambarkan oleh para penganutnya. Dalam pembaruan kurikulum di masa mendatang diharapkan:  pembinaan kurikulum yang berdasarkan pandangan yang menyeluruh yang meliputi asas-asas kurikulum yang berfokus pada anak. jadi yang memungkinkan setiap anak maju menurut kecepatan masing-masing.  memperbaharui kurikulum secara integral dari SD .SM sampai Perguruan Tinggi. Pentingnya integrasi pengetahuan dan pengalaman anak menjadi dasar untuk menjalankan kurikulum yang dipadukan atau yang diintegrasikan dengan melancarkan kecaman yang tajam terhadap subject atau dicipline-oriented curriculum. . menyusun kurikulum yang tidak membagi-bagi sekolah dalam kelas-kelas.   menyusun kurikulum yang diselidiki kebaikannya melalui eksperimen. menyusun kurikulum yang memperhatikan semua anak. Kurikulum yang integrated sangat memerlukan bahan dari subjects dan bahan pelajaran subject curri ulum dapat c diintegrasikan. seperti biasa dilakukan untuk memenangkan perjuangan. tanpa secara obyektif mengakui kebaikan-kebaikannya. Kritikkritik yang dikemukakan biasanya terlampau dilebih-lebihkan.

(3) pengalaman dan kegiatan belajar. Kurikulum berubah jika satu atau beberapa asas kurikulum berubah. dan pengembang kurikulum. peneliti. (6) kerjasama antara sekolah dan universitas. Menilai kurikulum dalam keseluruhannya sangat kompleks karena banyak faktor yang mempengaruhi anak. 9. RANGKUMAN 1. 7. 6. yaitu apa yang disebut ''administrative approach" dan "grass roots approach". menyusun kurikulum yang tidak terikat pada jadwal pelajaran yang ketat. 4. mengerahkan setiap tenaga ahli yang diperlukan. Mengubah kurikulum banyak menemui rintangan karena melibatkan banyak manusia yang terikat oleh tradisi dan juga mempunyai "vested interest". Perubahan salah satu asas dapat membawa perubahan dalam keseluruhannya. perencana. Dikatakan bahwa perubahaan kurikulum berarti perubahan sosial. (2) bahan pelajaran. (5) memperbarui buku pelajaran. (7) pembaharuan kuri- . 8. (2) mernbina kader (3) memanfaatkan guru yang telah menguasai cara baru. Untuk menilai kurikulum harus dinilai komponen-komponennya yaitu (1) tujuan. karena bersifat tersendiri tersendiri. akan tetapi lebih mendorong murid-murid untuk belajar sendiri berdasarkan tugastugas. (1) pilot project. Tujuan mata pelajaran yang terlampau luas sukar dinilai. dan sebagainya. 3. menyusun kurikulum yang mengubah peranan guru dari pengajar selama jam sekolah menjadi pembimbing dalam proses belajar. 2. biaya yang cukup. Dalam "grass roots approach" tidak ada koordinasi. (5) cara-cara evaluasi hasil belajar. (4) menyelialcan alat pengajaran. 5. Administrative approach didukung oleh seluruh aparatur pendidikan. Beberapa cara yang khusus dalam perubahan kurikulum secara praktis ialah. (4) organisasi kurikulum. Tidak ada satu cara yang pasti untuk menjamin keserasian ba han pelajaran guna mencapai tujuan tertentu. Pada umumnya ada dua prosedur utama dalam perubahan kurikulum. Tiap pendekatan mempunyai kebaikan clan kekurangannya.

12. Dapatkah Saudara sebut alasan-alasan untuk menggantikan kurikulum 1968 dengan kurikulum SD 1975? 3. Bagaimanakah prosedur pembaruan kurikulum di Indonesia? . Bandingkan prosedur administratif dan "grass roots approach" dalam pembaruan kurikulum. (9) memulai pembaruan dengan satuan pelajaran.kulum pendidikan guru. Perubahan kurikulum sering merupakan suatu reaksi terhadap kurikulum yang ada. Tinjau tujuan-tujuan kurikulum 1975. (2) pengetahuan. Adakah di antaranya yang saudara anggap terlampau idealistic yang tidak akan tercapai? 8. Sebutkan berapa bentuk kurikulum yang dapat dipandang sebagai reaksi terhadap subject curriculum? 4. (4) penilaian. SMP maupun SMA. 10. Apa sebab demikian halnya? 11. Setiap kurikulum mempunyai keempat komponen yang berikut: (1) tujuan. Keempat komponen itu saling berhubungan. Dalam pembaharuan kurikulum hendaknya sedapat-dapatnya dimanfaatkan kebaikan-kebaikan bentuk-bentuk kurikulum lainnya. Tinjau tujuan-tujuan beberapa mata pelajaran. 12. inovasi. (3) kegiatan atau pengalaman belajar. pembaruan. Bagaimanakah cara menilai kurikulum? Kesulitan apakah yang dihadapi? 7. Kesulitan-kesulitan apakah yang dihadapi dengan perubahan kurikulum? Kesulitan manakah menurut pendapat saudara yang sulit diatasi? Usaha apakah saudara sarankan untuk mengatasinya? 10. dan perbaikan kurikulum? 6. (8) mendemonstrasikan suatu pembaharuan. PERTANYAAN DAN TUGAS 1. Apakah perbedaan antara perubahan. 2. Berikan contoh-contoh tentang usaha pembaharuan yang lenyap karena pencetusnya meninggal dunia. Adakah titik-titik pertemuan antara berbagai bentuk kurikulum itu? 5. Adakah di antaranya yang saudara anggap kurang relevan dengan tujuan matapelajaran yang sebenarnya? 9. Sebutkan alasan-alasan pada umumnya maka suatu kurikulum perlu diperbarui. SD. 11.

18. Peranan apakah yang dapat dipegang IKIP dalam usaha pembaruan kurikulum? 17. 14.13. menurut pendapat saudara? 16. Bagaimanakah saran saudara agar dapat memanfaatkan kedua macam pendekatan itu. Susun suatu pola kurikulum yang lengkap dengan gunakan bagan 1 sampai dengan 5. Jelaskan bahwa semua komponen kurikulum saling berhubungan dan saling mempengaruhi. Menurut pendapat saudara. Usaha-usaha praktis apakah yang dapat dijalankan untuk memasukkan pembaruan dalam kurikulum? Usaha manakah yang rasanya paling efektif di Indonesia. Apa dimaksud dengan "curriculum change is social change?" 15. 20. . Dalam buku ini tercantum arah perkembangan kurikulum. Hingga manakah saudara dapat menerimanya. 19. apakah Universitas mendukung atau menghambat usaha pembaruan kurikulum? Jelaskan alasan saudara.

asal saja kita tidak berpegang dengan gigih kepada tradisi dan rutin yang kolot. Perbaikan kurikulum dengan sendirinya akan diperoleh. Kurikulum itu hendaknya disusun sedemikian.BAB 10 PENUTUP Dalam bab-bab yang lalu telah kita perbincangkan beberapa asas dalam pembinaan kurikulum. Juga di Indonesia perubahanperubahan telah dijalankan. Kalau kita mengajarkan ilmu bumi misalnya dan di situ dibicarakan hal-hal tentang rawarawa. akan tetapi yang berangsur-angsur. Sebenarnya kita tidak perlu menunggu perintah dari atasan. Inilah beherapa saran: 1. janganlah kita ikuti setiap buku menurut urutan bab di dalam buku itu. Kita lihat bahwa kurikulum dalam praktik pengajaran di sekolah-sekolah sering masih jauh ketinggalan jikalau dibandingkan dengan teoriteori yang ada mengenai kurikulum. Sebenarnya teori-teori itu telah dilaksanakan pada sekolah-sekolah modern di luar negeri. walaupun jalannya lambat dan berangsur-angsur seperti yang lazim terdapat dalam setiap perkembangan kurikulum. Seperti kita ketahui perubahan kurikulum mulai dengan perubahan guru itu sendiri. melalui eksperimentasi dengan metode-metode modern pada sekolah-sekolah percobaan. supaya kita dapat mengadakan perbaikan. . Kami percaya saudara juga dapat mencari aspek-aspek lain jikalau saudara telaah buku ini dengan teliti. Kita tidak mengharapkan perubahan yang revolusioner. atau tentang buaya. Kalau kita mengajar di SD misalnya. jikalau guru mempunyai konsepsi Baru tentang kurikulum. sehingga ada pertalian yang erat antara matapelajaran-matapelajaran. Dalam bab penutup ini kami ingin mengemukakan beherapa aspek kurikulum. Oleh sebab kurikulum itu sangat banyak aspek-aspeknya. dan untuk ilmu tumbuh-tumbuhan pohon bakau atau nipah. kita dapat memilih pelajaran tentang malaria dari buku ilmu hayat. kita dapat mengadakan perbaikan dalam berbagai aspek.

tak dapat tiada kurikulum itu harus fleksibel. Dalam tujuan dan garis-garis besarnya. 3. ada binatang-binatang yang tercantum dalam rencana pelajaran. harus ada persamaan dalam kurikulum. Kurikulum itu harus "fleksibel". artinya dapat diubah. Kalau kita akui bahwa anak-anak di suatu kelas setiap tahun berbeda. Dalam hal ini guru-gum hendaknya bebas mengubah rencana pelajaran itu. Kurikulum untuk tiap sekolah hendaknya disusun bersama oleh para guru. Dengan jalan demikian dapat dicapai kebulatan yang lebih besar antara berbagai-bagai mata pelajaran seperti di SM. bahwa senantiasa harus ada curriculum planning di sekolah itu. Dalam pelajaran ilmu hayat misalnya. karena mereka kurang atau tidak mengetahui tujuan pendidikan. dan keadaan masyarakat pun senantiasa berubah. 2. Akan tetapi apabila ada rundingan antara guru-guru yang mempunyai pengertian akan prinsip korelasi. Wewenang itu akan mendorong para guru untuk lebih banyak memikirkan soal kurikulum sebagai keseluruhan dan bukan hanya tentang pelajarannya sendiri. Sebaiknya dicoba pula memberikan pelajaran "unit" secara okasional dengan kerja sama antara beberapa orang guru. bahwa setiap sekolah bebas sepenuhnya melakukan sekehendak hatinya. maka untuk beberapa pelajaran hal ini dapat dilakukan. karena setiap mata pelajaran diberikan oleh guru yang berlainan. agar kita jangan ketinggalan zaman. hendaknya diberi kebebasan kepada guru-guru untuk menelaahnya.Di sekolah menengah cara ini lebih sulit diadakan. Walaupun rencana pelajaran ditetapkan oleh pihak atasan. Tentu saja anak-anak tidak diberikan kebebasan sepenuhnya. ini berarti. Akan tetapi hingga batas-batas tertentu. sedangkan binatang yang penting di daerah itu tidak disebutkan. menurut kemampuan anak-anak rundingan tentang apa yang akan dipelajari memang dapat dilakukan bukan hanya . tetapi tidak terdapat di suatu daerah. bila keadaan memerlukan. 4. akan tetapi dalam pelaksanaan dan bahannya harus diberi kebebasan untuk menyesuaikannya dengan kebutuhan anak dan masyarakat. mengubahnya dan menyesuaikannya dengan keperluan anak kelas itu. Ini tidak berarti. Di sekolah modern anak-anak juga diajak turut serta menentukan apa yang ingiri mereka pelajari.

Kurikulum hendaknya dipusatkan pada masalah-masalah sosial dan pribadi yang penting artinya bagi anak dalam kehidupannya sehari-hari. hobby. Menurut pendapat modern. 7. Sekolah berdiri di tengah-tengah masyarakat dan sudah selayaknya sekolah mendidik anak-anak mengenal masyarakat dan menunjukkan baktinya kepada masyarakat itu. 6. Itu sebabnya kegiatan-kegiatan itu harus dicampuri oleh guru-guru. serta antara murid dengan murid. macam-macam bentuk rekreasi. Lagi pula rundingan itu mempererat hubungan antara guru dengan murid. Sekolah berkewajiban membantu anak. artinya menggunakannya sebagai alat pendidikan. Dalam rundingan itu anak-anak mengemukakan hal-hal yang ingin dipelajarinya. olahraga. Kurikulum hendaknya sedapat-dapatnya meliputi segala pengalaman anak di bawah pimpinan sekolah. mereka lebih memahami dan menginsafi makna pelajaran itu baginya. Anak-anak mempelajari prosedur-prosedur demokratis. melainkan juga segala kegiatan-kegiatan yang mengandung unsur pendidikan seperti kepanduan. minat dan kesanggupan anak. Kedua: Karena pertukaran pikiran maka anak-anak mendapat gambaran yang lebih jelas tentang masalah yang dihadapi. kita mengajak anak turut berpikir dan memupuk keberanian untuk mengeluarkan buah pikirannya. malahan memasukkan ke dalam kurikulum. perkumpulan sekolah. Mengajak anak turut serta dalam menentukan bahan pelajaran dilakukan dengan pertimbangan-pertimbangan yang berikut: Pertama: Bahan pelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan.dalam "unit" akan tetapi dalam tiap pelajaran. sandiwara. kurikulum tidak hanya terdiri atas mata pelajaran yang diberikan di dalam kelas. dan sebagainya. Kurikulum harus dipakai untuk mewujudkan cita-cita nasional sesuai dengan filsafat negara. 5. Sekolah turut bertanggung jawab untuk membentuk masyarakat . agar ia lebih mampu menghadapi situasi-situasi dalam hidupnya.

Di sekolah anak-anak mendapat kesempatan untuk bergaul dengan anak-anak lain yang berbeda agama dan suku bangsanya. 10. merupakan kerugian bagi . cara kerja yang efektif dan cara-cara menyelidiki dan memecahkan masalah-masalah. dalam kesibukan sekolah mempersiapkan anak-anak untuk menghadapi ujian. Banyak prasangka hams diatasi untuk menghargai orang-orang lain yang berbeda dari kita. Bakat anakanak adalah harta negara yang paling berharga. Kurikulum harus memberikan pengalaman kepada anak-anak berupa pokok- pokok yang luas dan berarti bagi mereka dan karena itu mendorong mereka melakukan bermacam-macam akti vitasaktivitas seperti berbagai bentuk ekspresi. 8. Tugas ini jangan hanya dilaksanakan sambil lalu saja. Kurikulum harus diorganisasikan sedemikian. yang memberi pendidikan yang ditujukan kepada kepentingan anak-anak yang sedang. golongan atau daerah. bahwa suku-suku bangsa lain pun termasuk bangsanya sendiri. Mengenai hal-hal yang harus diketahui oleh semua anak sebagai warga negara dapat diusahakan semacam uniformitas.Indonesia yang bersatu yang sanggup menempatkan kepentingan negara di atas kepentingan diri sendiri. sehingga anakanak mempelajari teknik belajar. Kurikulum hendaknya membuka kesempatan kepada setiap anak untuk memperluas minatnya dan mengembangkan bakatnya masing-masing. mengadakan percobaan-percobaan. Mengabaikan kepentingan anak -anak yang berbakat di sekolah-sekolah kita. dalam membentuk manusia Indonesia. akan tetapi di samping itu harus diberikan kesempatan yang luas bagi perkembangan bakat-bakatnya istimewa. mengarang. membentuk. 9. Untuk pelajaran serupa ini tidak diadakan batas-batas antara matapelajaran-matapelajaran. penyelidikan. bertukang dan sebagainya. Mereka harus mengenal dan menghormati suku bangsa lain serta adat istiadatnya dan menginsyafi. Sekolah ialah tempat utama untuk mewujudkan Pancasila sebagai "way of life" bangsa dan dengan demikian turut serta dalam "nation building". karyawisata.

Apakah modernisasi kurikulum sebaiknya dilakukan serempak di seluruh negara atau dimulai pada sekolah-sekolah tertentu sebagai percobaan dengan pimpinan ahli-ahli didik? 4. metode mengajar. c. Kalau saudara renungkan kurikulum yang berlaku sekarang di sekolah kita. nasib guru. hubungan gum dengan murid 3. Oleh sebab zaman cepat berubah. Perbedaan individual ialah suatu prinsip yang masih belum dilaksanakan dengan serius dalam kurikulum kita. b. d. maka di bawah ini kami membandingkannya dalam bentuk bagan.UM YANG KOLOT DAN MODERN Pembinaan kurikulum ialah usaha yang dinamis yang tak boleh berhenti jikalau kita ingin mengikuti perkembangan zaman. Kekurangan-kekurangan apakah yang menurut saudara memerlukan perbaikan?. gedung sekolah. KURIKUI. Tabel PERTANYAAN DAN TUGAS 1. 2. kurikulum kita banyak mengandung unsur-unsur yang tradisional yang tidak sesuai lagi dengan asas-asas kurikulum modern. Perbaikan-perbaikan apakah saudara anjurkan mengenai: a. peranan orang tua. tentu akan saudara lihat banyak kekurangan ditinjau dan sudut asas-asas kurikulum modern. Apakah ujian merupakan penghalang utama dalam pembaruan pendidikan? . Untuk menegaskan dalam bidang-bidang mana antara lain dapat diadakan perubahan. e. pendidikan guru. f. maka setiap kurikulum mengalami bahaya untuk menjadi kolo Juga t.negara.

5. . Tinjau perbandingan antara sekolah "kolot" dengan yang "modern" dan berikan pendapat saudara mengenai tiap hal. Apakah ada kemungkinan dalam vak saudara untuk turut mengajak anak merundingkan bahan yang akan dipelajari? 6. Nilai-nilai pendidikan apakah yang terkandung bagi murid-murid dalam menyelenggarakan sandiwara sekolah? 7.

Elliot W. Hollis L.DAFTAR BUKU Alberty. Inc. New York. Curriculum Evaluation. 1963. Student Teaching in the Elementary School. The University of Chicago Press. 1950. and James M. 1974 . Principles of Instructional Design. 1974. dan Elsie J. Holt. 1960. J. John... 1970.. Resource-based Learning. Norman. Issues in Curriculum Development. Robert M. Briggs. Conflicting Conceptions of Curriculum. World Book Company. Alberty..1947. Harold B. Phoenix Books. Routledge and Kegan Paul. Appelton-Century Company. Chicago. New York. Appleton-Century-Crofts. Caswell. Lowry W. Minor. Harvard University Press. Doll. Ronald C. Lavone A. James B. Glen. Hass. London. Hanna. Eggleston. Jerome The Process of Education. Boston. and Elizabeth Vallance. Hamilton. The Sociology of the School Curriculum. Burr. Potter and Neva Hagaman. Linley. The Macmillan Company. Open Books. Bruner. 1959.. 1970. 1950. Rinehart and Winston. Beswick. David. . Wellesley Foshay. McCutchen Publishing Corporation. Allyn and Bacon Inc. and A. 1977.. 1977. John. Harding and Leland Jacobs. New York.. and Leslie J. Allyn and Bacon. New York. Curriculum Improvement. The University of Chicago Press. New York. Kimball Wiles and Joseph Bondi. 1965. New York. Gladys L. Inc... The Child and the Curriculum and The School and Society. Unit Teaching in the Elementary School. American Book Company.. Eisner..School Curriculum. Reorganizing the High. The Conditions of Learning. Education in the Elementary School. Inc. The Macmillan Co. London. New York. 1976. 1960. Boston. 1974. Gwynn. Heinemann Educational Book Ltd.. Marvin D. Holt. Dewey. Curriculum Principles and Social Trends. Rinehart and Winston. Cagne. Alcorn. London. Readings in Curriculum.

MacDonald. Penerbit Endang. AppletonCentury Company.. New York. a Practical Guide. 1948. London. D. Prentice Hall. 1976. Washington. Arieh (ed). J. George Allen and Unwin Ltd. Educational Policies Commission. New York. Kementerian Pendidikan Pengajaran dan Kebudayaan.. Edward A. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. PN Balai Pustaka. Inc. Morrish. Paul.. Kelly. Gertrude. New York..E. Social Studies for Children in a Democracy. Barry and Rob Walker. Child Growth Through Education. Appelton-Century-Crofts.C. . Jakarta 1954. Appleton-Century Company. N. Dasar Pendidikan dan Pengajaran. 1956. Hilgard. The Purposes of Education in American Democracy. Leonard.G School and Community. Changing the Curriculum: a Sosial Process. D. New York. Michaelis. 1977. Pancasila Pusaka Lama. National Education Association. 1947. Nasroen M. New York. . The Roland press Company. 1960. Harper and Row Ltd. 1977. Kurikulum Sekolah Menengah Atas (SMA) 1975.. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. New York. Inc. Ivor.. Jakarta 1945. Harper and Brothers. Changing the Curriculum. New York. Theories of Learning. Albert V. New York. London. Rinehart and Company. Longman.. London. Curriculum Planning. Krug. Open Books. 1957. Handbook of Curriculum Evaluation.. 1976. Miel.. 1946. Unesco. Harper and Row. John U. New York. Ernest R. Inc. Aspects of Curriculum Change.A. The Secondary School Curriculum. Jakarta.. Nicholls. D.. 1954. The Curriculum. Lewy. Alice. 1938. 1975. E. Howard Nichols. 1953. Developing the Secondary School Curriculum. 1972.. Olson. Audrey and S. George Allen and Unwin Ltd. Developing a Curriculum. NV Harian Masa.Hilderth.

. The Dryden .Otto. Piaget. Psychology and Epistemology. Crofts. Ragan William.. 1970. Modern Elementary Curriculum. Appelton-Century. Principles of Elementary Education. Rinehart and Company. 1938.. B. 1955. Progressive Education Association. Commission on Secondary School Curriculum. Jean. Towards a Theory of Knowledge. Henry J. Middlesex. Penguin University Books. Science in General Education. New York. Inc. New York.