PENGEMBANGAN KURIKULUM TEORI DAN PRAKTEK KATA PENGANTAR

Kurikulum memegang kedudukan kunci dalam pendidikan, sebab berkaitan dengan penentuan arah, isi dan proses pendidikan, yang pada akhirnya menentukan macam dan kualifikasi lulusan suatu lembaga pendidikan. Kurikulum menyangkut rencana dan pelaksanaan pendidikan baik dalam lingkup kelas, sekolah, daerah, wilayah maupun nasional. Semua orang berkepentingan dengan kurikulum, sebab kita sebagai orang tua, sebagai warga masyarakat, sebagai pemimpin formal ataupun informal selalu mengharapkan tumbuh dan

berkembangnya anak, pemuda, dan generasi muda yang lebih baik, lebih cerdas, lebih berkemampuan. Kurikulum mempunyai andil yang cukup besar dalam melahirkan harapan tersebut. Buku ini disusun dengan tujuan membantu para guru, dosen, instruktur, widyaiswara, para pengembang, pengelola, penentu kebijaksanaan, dan siapa saja yang terlibat dan berminat dalam pengembangan kurikulum; untuk menambah wawasan tentang apa, mengapa, dan bagaimana pengembangan kurik ulum. Meskipun dalam buku ini diusahakan menyajikan materi yang bervariasi dengan cara penyajian yang moderat, tetapi mungkin saja sajian ini belum bisa memenuhi kebutuhan semua pihak. Untuk itu penulis meminta maaf dan menantikan saransaran bagi penyempurnaannya. Isi buku ini merupakan penyempurnaan dari buku sebelumnya yang berjudul Prinsip dan Landasan Pengembangan Kurikulum, yang ditulis dengan bantuan Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Depdikbud, untuk kepentingan Program Pascasarjana. Penulis ingin

menyampaikan ucapan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada Pimpinan P2LPTK, serta para pimpinan teras Depdikbud, yang telah mendorong penulisan serta memberi izin menerbitkan kembali buku ini oleh lembaga di luar P2LPTK.

Bandung, 1997 Nana Syaodih Sukmadinata

DAFTAR ISI

Kata Pengantar BAB 1 Konsep Kurikulum A. Kedudukan kurikulum dalam pendidikan B. Konsep kurikulum C. Kurikulum dan teori-teori pendidikan BAB 2 Teori Kurikulum 1 A. Apakah teori itu? B. Teori pendidikan C. Teori kurikulum BAB 3 Landasan Filosofis dan Psikologis Pengembangan Kurikulum A. Landasan filosofis B. Landasan psikologis BAB 4 Landasan Sosial-Budaya, Perkembangan Ilmu dan Teknologi dalam Pengembangan Kurikulum A. Pendidikan dan masyarakat B. Perkembangan masyarakat C. Perkembangan ilmu pengetahuan D. Perkembangan teknologi E. Pengaruh perkembangan ilmu dan teknologi BAB 5 Macam-Macam Model Konsep Kurikulum A. Kurikulum subjek akademis B. Kurikulum humanistik C. Kurikulum rekonstruksi sosial D. Teknologi dan kurikulum BAB 6 Anatomi dan Desain Kurikulum A. Komponen-komponen kurikulum B. Desain kurikulum

BAB 7 Proses Pengajaran A. Keseimbangan antara isi dan proses B. Isi dan kurikulum C. Proses belajar D. Kesiapan belajar E. Minat dan motif belajar BAB 8 Pengembangan Kurikulum A. Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum B. Pengembangan kurikulum C. Faktor-faktor yang mempengaruhi D. Artikulasi dan hambatan E. Model-model pengembangan kurikulum BAB 9 Evaluasi Kurikulum A. Evaluasi dan kurikulum B. Konsep kurikulum C. Implementasi dan evaluasi kurikulum D. Peranan evaluasi kurikulum E. Ujian sebagai evaluasi sosial F. Model-model evaluasi kurikulum BAB 10 Guru dan Pengembangan Kurikulum A. Guru sebagai pendidik profesional B. Guru sebagai pembimbing belajar C. Peranan guru dalam pengembangan kurikulum D. Pendidikan guru

Daftar Rujukan

BAB 1 KONSEP KURIKULUM

A. Kedudukan Kurikulum dalam Pendidikan Pendidikan berintikan interaksi antara pendidik dengan peserta didik dalam upaya membantu peserta didik menguasai tujuan-tujuan pendidikan. Interaksi pendidikan dapat berlangsung dalam lingkungan keluarga, sekolah, ataupun rnasyarakat. Dalam lingkungan keluarga, interaksi pendidikan terjadi antara orang tua sebagai pendidik dan anak sebagai peserta didik. Interaksi ini berjalan tanpa rencana tertulis,Orang tua sering tidak mempunyai rencana yang jelas dan rinci ke mana anaknya akan diarahkan, dengan cara apa mereka akan dididik, dan apa isi pendidikannya. Orang tua umumnya mempunyai harapan tertentu pada anaknya, mudah-mudahan is menjadi orang soleh, sehat, pandai, dan sebagainya, tetapi bagaimana rincian sifat-sifat tersebut bagi mereka tidak jelas. Juga mereka tidak tahu apa yang harus diberikan dan bagaimana memberi annya k agar anak-anaknya memiliki sifat-sifat tersebut. Interaksi pendidikan antara orang tua dengan anaknya juga sexing tidak disadari. Dalam kehidupan keluarga interaksi pendidikan dapat terjadi setiap saat, setiap kali orang tua bertemu, berdialog, bergaul, dan bekerja sama dengan anakanaknya. Pada saat demikian banyak perilaku dan perlakuan spontan yang diberikan kepada anak, sehingga kemungkinan terjadi kesalahan-kesalahan mendidik besar sekali. Orang tua menjadi pendidik juga tanpa dipersiapkan secara formal. Mereka menjadi pendidik karena statusnya sebagai ayah atau ibu, meskipun mungkin saja sebenarnya mereka belum siap untuk melaksanakan tugas tersebut. Karena sifat-sifatnya yang tidak formal, tidak memiliki rancangan yang konkret dan ada kalanya juga tidak disadari, maka pendidikan dalam lingkungan keluarga disebut pendidikan informal. Pendidikan tersebut tidak memiliki kurikulum formal dan tertulis. Pendidikan dalam lingkungan sekolah lebih‡bersifat formal. Guru sebagai pendidik di sekolah telah dipersiapkan secara formal dalam lembaga pendidikan guru. la telah mempelajari ilmu, keterampilan, dan seni sebagai guru. Ia juga telah

dibina untuk memiliki kepribadian sebagai pendidik. Lebih dari itu mereka juga telah diangkat dan diberi kepercayaan oleh masyarakat untuk menjadi guru, bukan sekadar dengan surat keputusan dari pejabat yang berwenang, tetapi juga dengan pengakuan dan penghargaan dari masyarakat. Guru melaksanakan tugasnya sebagai pendidik dengan rencana dan persiapan yang matang. Mereka mengajar dengan tujuan yang jelas, bahan-bahan yang telah disusun secara sistematis dan rinci, dengan cara dan alat-alat yang telah dipilih dan dirancang secara cermat. Di sekolah guru melakukan interaksi pendidikan secara berencana dan sadar. Dalam lingkungan sekolah telah ada kurikulum formal, yang bersifat tertulis. Guru-guru melaksanakan tugas mendidik secara formal, karena itu pendidikan yang berlangsung di sekolah sering disebut pendidikan formal. Dalam lingkungan masyarakat pun terjadi berbagai bentuk interaksi pendidikan, dari yang sangat formal yang mirip dengan pendidikan di sekolah dalam bentuk kursus-kursus, sampai dengan yang kurang formal seperti ceramah, sarasehan, dan pergaulan kerja. Gurunya juga bervariasi dari yang memiliki latar belakang pendidikan khusus sebagai guru, sampai dengan yang melaksanakan tugas sebagai pendidik karena pengalaman. Kurikulumnya juga bervariasi, dari yang memiliki kurikulum formal dan tertulis sampai dengan rencana pelajaran yang hanya ada pada pikiran penceramah atau moderator sarasehan, atau gagasan keteladanan yang ada pada pemimpin. Interaksi pendidikan yang be rlangsung di masyarakat, yang memiliki rancangan dan dilaksanakan secara formal sebenarnya dapat dimasukkan dalam kategori pendidikan formal. Interaksi yang rancangan dan pelaksanaannya kurang formal dapat kita sebut sebagai pendidikan kurang formal (less formal). Karena adanya variasi itu, Para ahli pendidikan masyarakat lebih senang menggunakan istilah pendidikan luar sekolah bagi interaksi pendidikan yang berlangsung di masyarakat ini. Dari hal-hal yang diuraikan itu, dapat ditarik beberapa kesimpulan berkenaan dengan pendidikan formal. Pertama, pendidikan formal memiliki rancangan pendidikan atau kurikulum tertulis yang tersusun secara sistematis, jelas, dan rinci. Kedua, dilaksanakan secara formal, terencana, ada yang mengawasi dan menilai. Ketiga, diberikan oleh pendidik atau guru yang memiliki ilmu dan keterampilan khusus dalam bidang pendidikan. Keempat, interaksi

Sejarah pendirian sekolah diawali karena ketidakmampuan keluarga memberikan pengetahuan dan keterampilan yang lebih tinggi dan mendalam. bagaimana bentuk pelaksanaan suatu pendidikan atau pengajaran di sekolah yang tidak memiliki kurikulum. juga diperlukap caracara dan alat-alat penilaian tertentu pula. Pendidikan formal memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan pendidikan informal dalam lingkungan keluarga. Untuk menilai hasil dan proses pendidikan. dan lebih disadari. Kedua. pendidikan di sekolah dapat memberikan pengetahuan yang lebih tinggi. hal itu berarti bahwa kurikulum merupakan bagian yang tak terpisahkan dari pendidikan atau pengajaran. interaksi pendidikan antara guru dan siswa berlangsung. Dengau berpedoman pada kurikulum. maka dalam uraian-uraian selanjutnya yang dimaksud dengan pendidikan atau pengajaran itu. dan penilaian merupakan komponenkomponen utama kurikulum. Dengan kata lain. yaitu tujuan. Setiap praktik pendidikan diarahkan pada pencapaian tujuan -tujuan tertentu.pendidikan berlangsung dalam lingkungan tertentu. metode-alat. bahan ajar. pengembangan pribadi. Ketiga. Kalau kurikulum merupakan syarat mutlak. kemampuan sosial. bahwa adanya rancangan atau kurikulum formal dan tertulis merupakan ciri utama pendidikan di sekolah. ataupun kemampuan bekerja. Interaksi ini . bukan hanya berkenaan dengan pembinaan segi-segi moral tetapi juga ilmu pengetahuan dan keterampilan. Pertaina. kurikulum merupakan syarat mutlak bagi pendidikan di sekolah. Keempat hal tersebut. Untuk menyampaikan bahan pelajaran. lebih banyak mengacu pada pendidikan atau pengajaran di sekolah. Telah diuraikan sebelumnya. karena memiliki rancangan atau kurikulum secara formal dan tertulis. sistematis. Karena yang memiliki rancangan atau kurikulum formal dan tertulis adalah pendidikan di sekolah.mal di sekolah memiliki lingkup isi pendidikan yang lebih luas. Dapat kita bayangkan. apakah berkenaan dengan penguasaan pengetahuan. pendidikan di sekolah dilaksanakan secara berencana. dengan fasilitas dan alat serta aturan-aturan permainan tertentu pula. ataupun mengembangkan kemampuankemampuan tersebut diperlukan metode penyampaian serta alat-alat bantu tertentu. pendidikan for. lebih luas dan mendalam.

serta proses pendidikan. kurikulum merupakan kumpulan matamata pelajaran yang harus disampaikan guru atau dipelajari oleh siswa. juga bervariasi sesuai dengan aliran atau teori pendidikan yang dianutnya. tetapi selalu terjadi dalam lingkungan tertentu. Konsep Kurikulum Konsep kurikulum berkembang sejalan dengan perkembangan teori dan praktik pendidikan. ekonomi.iidak berlangsung dalam ruang hampa. 1976. BAGAN 1. hlm. Kurikulum juga merupakan suatu rencana pendidikan. Di samping kedua fungsi itu. dalam lingkungan atau hubungan tertentu pandangan ini masih dipakai sampai sekarang. alam. Menurut Mauritz Johnson (1967. Anggapan ini telah ada sejak zaman Yunani Kuno.. dan urutan isi. 130) kurikulum "prescribes (or at least anticipates) the result of in. Kurikulum mengarahkan segala bentuk aktivitas pendidikan demi tercapainya tujuan-tujuan pendidikan.1 Komponen-komponen utama pendidikan Kurikulum mempunyai kedudukan sentral dalam seluruh proses pendidikan. sosial budaya. yang ditekuni oleh para ahli atau spesialis kurikulum. yang mencakup antara lain lingkungan fisik. Zais. memberikan pedoman dan pegangan tentang jenis. kurikulum juga merupakan suatu bidang studi. yang menjadi sumber konsep konsep atau memberikan landasan-landasan teoretis bagi pengembangan kurikulum berbagai institusi pendidikan. Menurut pandangan lama. . lingkup.struction". dan religi. B.. a racecourse of subject matters to be mastered" (Robert S. politik. Pertautan antara satu komponen dan komlumen pendidikan lainnya dapat dilihat pada bagan berikut. 7). hlm.. yaitu kurikulum sebagai ".

Perubahan penekanan pada pengalaman ini lebih jelas ditegaskan oleh Ronald C. sedangkan kurikulum hanya berkenaan dengan hasil-hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh siswa. seperti perencanaan isi. Pengalaman tersebut berlangsung di sekolah. pengalaman hanya akan muncul apabila terjadi interaksi antara siswa dengan lingkungannya. Definisi tersebut juga mencakup berbagai upaya guru dalam mendorong terjadinya pengalaman tersebut serta berbagai fasilitas yang mendukungnya. Menurut Caswel dan Campbell dalam buku mereka yang terkenal Curriculum Development (1935). Apa yang di maksud dengan pengalaman siswa yang diarahkan atau menjadi tanggung jawab sekolah mengandung makna yang cukup luas. . tetapi juga menunjukkan adanya perubahan lingkup.Banyak orang tua bahkan juga guru-guru. Interaksi seperti itu bukan kurikulum.. Definisi Doll tidak hanya menunjukkan adanya perubahan penekanan dari isi kepada proses. bersama guru tanpa guru. berkenaan langsung dengan pelajaran ataupun tidak. hlm.. kegiatan belajarmengajar. evaluasi. Doll (1974. Pendapat-pendapat yang muncul selanjutnya telah beralih dari menekankan pada isi menjadi lebih memberikan tekanan pada pengalaman belajar. kalau ditanya tentang kurikulum akan memberikan jawaban sekitar bidang studi atau mata-mata pelajaran. 22): The commonly accepted definition of the curriculum has changed from content of courses of study and list of subjects and courses to all the experiences which are offered to learners under the auspices or direction of the school. Semua yang berkenaan dengan perencanaan dan pelaksanaan. kurikulum . tetapi pengajaran. hlm. to be composed of all the experiences children have under the guidance of teachers. termasuk pengajaran. Kurikulum hanya menggambarkan atau mengantisipasi hasil dari pengajaran. 130) mengajukan keberatan terhadap konsep kurikulum yang sangat luas seperti yang dikemukakan oleh Ronald Doll. Lebih khusus mungkin kurikulum diartikan hanya sebagai isi pelajaran. di rumah ataupun di masyarakat. Mauritz Johnson (1967. Menurut Johnson. Johnson membedakan dengan tegas antara kurikulum dengan pengajaran.. dari konsep yang sangat sempit kepada yang lebih luas.

Menurut Johnson kurikulum adalah . yaitu mengajar. Selanjutnya. a structured series of intended learning outcomes (Johnson.. Mengajar (teaching) merupakan kegiatan atau perlakuan profesional yang diberikan oleh guru. 6) "A curriculum is a written document which may contain many ingredients. belajar (learning) merupakan kegiatan atau upaya yang dilakukan siswa.. him. Menurut dia. yang memberi pedoman dan mengatur lingkungan dan kegiatan yang berlangsung di dalam kelas. but basically it is a plan for the education of pupils during their enrollment in given school". melainkan sesuatu yang fungsional yang beroperasi dalam kelas. Pelaksanaan rencana itu sudah masuk pengajaran. Zais menjelaskan bahwa kebaikan suatu kurikulum tidak dapat dinilai dari dokumen tertulisnya saja. live or operative curriculum). Rencana tertulis merupakan dokumen kurikulum (curriculum document or inert curriculum). Beauchamp lebih memberikan tekanan bahwa kurikulum adalah suatu rencana pendidikan atau pengajaran. Terlepas dari pro dan kontra terhadap pendapat Mauritz Johnson. Hilda Taba (1962) mempunyai pendapat yang berbeda dengan pendapatpendapat itu. sistem persekolahan terbentuk atas empat subsistem. pembelajaran.lum). sedangkan kurikulum yang dioperasikan di kelas merupakan kurikulum fungsional (functioning. Kurikulum. Kurikulum juga sering dibedakan antara kurikulum sebagai rencana (curriculum plan) dengan kurikulum yang fungional (functioning curricu. belajar. melainkan harus dinilai dalam proses pelaksanaan fungsinya di dalam kelas. Salah seorang di antara mereka adalah Mac Donald (1965. hlm. 130). Menurut Beauchamp (1968. 1967. beberapa ahli memanciang kurikulum sebagai rencana pendidikan atau pengajaran. him. Keluruhan pertautan kegiatan yang memungkinkan dan berkenaan (lengan terjadinya interaksi belajar-mengajar disebut pembelajaran (instruction). Kurikulum . Perbedaan antara kurikulum dan pengajaran menurut dia bukan terletak pada implementasinya. dan kurikulum. Sebagai respons terhadap kegiatan mengajar yang diberikan oleh guru.(curriculum) merupakan suatu rencana yang memberi pedoman atau pegangan dalam proses kegiatan belajarmengajar. tetapi pada keluasan cakupannya. Kurikulum bukan hanya merupakan rencana tertulis bagi pengajaran.

kurikulum sebagai bidang studi mencakup: (1) the range of subject matters with which it is concerned (the substantive structure). Zais (1976. BAGAN 1. penelitian. dalam kurikulum (tertulis). its use. him.a set of related statements that gives meaning to a schools's curriculum by pointing up the relationships among its elements and by directing its development. Suatu kurikulum. kurikulum sekolah umum. Menurut Taba keduanya membentuk satu kontinum. batas antara keduanya sangat relatif. sekhusus mungkin agar mudah dipahami guru. tetapi merupakan tugas dan tanggung jawab guru untuk menjabarkannya. tetapi cukup luas dan umum sehingga memungkinkan mencakup semua bahan yang dapat dipilih oleh guru sesuai dengan kebutuhan dan minat siswa serta kemampuan guru. Menurut Robert S. sedangkan yang lebih sempit lebih khusus menjadi tugas pengajaran. him. 58-59) kurikulum sebagai bidang studi membentuk suatu teori. isi harus digambarkan serinci. apakah itu kurikulum pendidikan dasar.2 Kontinum kurikulum dan pengajaran Menurut Taba. Beauchamp mendefinisikan teori kurikulum sebagai . Sebagai contoh. kejuruan. Kumpulan teori-teori kurikulum membentuk suatu ilmu atau bidang studi kurikulum. bergantung pada tafsiran guru. and its evaluation.. . dan pengembangan para ahli kurikulum. Teori-teori tersebut merupakan hasil pengkajian. dan lainlain merupakan perwujudan atau penerapan teori-teori kurikulum. Menurut George A. yaitu teori kurikulum. 3). Beauchamp (1976. sedangkan pengajaran pada ujung lainnya yaitu yang lebih khusus atau tujuan dekat. Kurikulum memberikan pegangan bagi pelaksanaan pengajaran di kelas. and (2) the procedures of inquiry and practice that it follows (the syntactical structure)". kurikulum terletak pada ujung tujuan umum atau tujuan jangka panjang.berkenaan dengan cakupan tujuan isi dan metode yang lebih luas atau lebih umum.. pendidikan menengah atau pendidikan tinggi.

and (7) providing for feedback and modification of the curriculum. (3) organization for and leachniques used in curriculum plannning. Sebagai suatu sistem. Kurikulum dapat dipandang sebagai rencana konkret . (2) the selection and involvement of person in curriculum planning. pelaksanaan. dan evaluasi kurikulum. desain kurikulum. lebih lanjut Beauchamp (1975.erupakan bagian atau subsistem dari keseluruhan kerangka organisasi sekolah atau sistem µ..(1) the choice of arena for curriculum decision making. dan suatu teori kurikulum diturunkan atau dijabarkan dari teori pendidikan tertentu. (5) implementing the curriculum. Apa yang dikemukakan oleh Beauchamp bukan hanya menunjukkan tnnlsi tetapi juga struktur dari suatu sistem kurikulum. Kurikulum dan Teori-Teori Pendidikan Kurikulum mempunyai hubungan yang sangat erat dengan teori pendidikan. Selain sebagai bidang studi menurut Beauchamp.. (4) actual writing of a curriculum. susunan personalia dan prosedur pengemhangan kurikulum. evaluasi. implementasi dan evaluasi kurikulum. kurikulum berisi tujuan yang ingin dicapai. Mengenai fungsi sistem kurikulum ini. baik sebagai dokumen tertulis maupun aplikasinya dan menjaga agar kurikulum tetap dinamis. kurikulum m. kurikulum juga sebagai rencana pengajaran dan sebagai suatu sistem (sistem kurikulum) yang merupakan bagian dari sistem persekolahan. pengembangan kurikulum. Sebagai suatu rencana pengajaran. penerapan. dan penyempurnaannya. bahan yang akan disajikan.ekolah. Fungsi utama sistem kurikulum adalah dalam pengembangan. 60) menggambarkan: . penentuan kurikulum. 111m. ovaluasi. penerapan. dan penyempurnaannya. Kurikulum sebagai suatu sistem menyangkut penentuan segala kebijakan tentang kurikulum. (6) evaluation the curriculum. alat-alat pengajaran dan jadwal waktu pengajaran. C.Bidang cakupan teori atau bidang studi kurikulum meliputi: konsep kurikulum. Suatu kurikulum disusun dengan mengacu pada satu atau beberapa teori kurikulum. yang secara garis berkenaan dengan pengembangan. kegiatan pengajaran.

pendidikan pribadi. para pendidik atau talon pendidik terlebih dahulu harus mempelajarinya dengan sungguh-sungguh. tetapi perlu dimanifestasikan dalam perilaku seharihari. yaitu pendidikan klasik. dan nilai-nilai baru. Guru atau para pendidik tidak perlu susah-susah mencari dan menciptakan pengetahuan. . mengawetkan. Mendidikkan nilainilai tidak sama dengan mengajarkan pengetahuan yang berbentuk penyampaian informasi. Konsep pendidikan ini bertolak dari asumsi seluruh warisan budaya. dan meneruskan semua warisan budaya tersebut kepada generasi berikutnya. tinggal menguasai dan mengajarkannya kepada anak. Tugas guru dan para pengembang kurikulum adalah memilih dan menyajikan materi ilmu tersebut disesuaikan dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik. Teori pendidikan ini lebih menekankan peranan isi pendidikan daripada proses atau bagaimana mengajarkannya. Materi ilmu pengetahuan yang diambil dari disiplindisiplin ilmu tersebut telah tersusun secara logis dan sistematis. atau nilai-nilai telah ditemukan oleh para pemikir terdahulu. tetapi juga melatih keterampilan dan menanamkan nilai.penerapan dari suatu teori pendidikan. Pendidikan klasik Pendidikan klasik atau classical education dapat dipandang sebagai konsep pendidikan tertua. Untuk lebih memahami hubungan kurikulum dengan pendidikan. Sebelum dapat menyampaikan materi ilmu pengetahuan tersebut secara sempurna. Minimal ada empat teori pendidikan yang banyak dibicarakan para ahli pendidikan dan dipandang mendasari pelaksanaan pendidikan. Isi pendidikan atau materi ilmu tersebut diambil dari khazanah ilmu pengetahuan. sebab sentuanya telah tersedia. 1. Siswa merupakan penerima pengajaran yang baik. berupa disiplindisiplin ilmu yang telah ditemukan dan dikembangkan oleh para ahli tempo dulu. dan teknologi pendidikan. ide-ide. dikemukakan beberapa teori pendidikan dan model-model konsep kurikulum dari masing-masing teori tersebut. konsep. yaitu pengetahuan. Tugas para pendidik atau guru bukan hanya mengajarkan materi pengetahuan. Pendidikan berfungsi memelihara. Menurut konsep pendidikan klasik. pendidikan interaksional. guru atau pendidik adalah ahli dalam bidang ilmu dan juga contoh atau model nyata dan pribadi yang ideal.

Parenialisme maupun esensialisme mempunyai pandangan yang sama tentang masyarakat. Konsep-konsep filosofis lebih banyak mewarnai pendidikan ini. Pendidikan ini lebih mengutamakan sains daripada humanitas. Dalam penyusunan kurikulum. Walaupun didasari dengan konsep-konsep yang sama. Parenialisme berkembang di Eropa dalam masyarakat aristokralisagraris. sedangkan model belajarnya adalah asimilasi. pendidikan diarahkan dalam mempersiapkan generasi muda untuk terjun ke dunia kerja. Mereka lebih berorientasi ke masa lampau dan kurang hivmen tingkan tuntutantuntutan masyarakat yang berkembang saat sekarang pendidikan lebih menekankan pada humanitas. Esensialisme berkembang di Amerika Serikat dalam masyarakat industri. Pendidikan lebih menekankan perkembangan segi-segi intelektual daripada segi emosional dan psikomotor. Pendidikan berfungsi memelihara dan mewariskan pengetahuan. keduanya memiliki pandangan yang berbeda. Ada dua model konsep pendidikan klasik. menjelaskan: . pembentukan pribadi.tetapi sebagai penerima informasi sesungguhnya mereka pasif. Meskipun demikian dalam pendidikan klasik siswa bekerja keras menguasai apa-apa yang diajarkan dan ditugaskan oleh guru. Pendidikan menurut pandangan mereka adalah bebas nilai (value free) dan bebas dari kebudayaan (culture free) artinya tidak terikat atau diwarnai oleh nilai-nilai dan karakteristik masyarakat sekitar. Isi pengajaran lebih diarahkan kepada pembentukan keteram pilan dan pengembangan kemampuan vocational. matamata pelajaran dipilih dan ditentukan oleh sekelompok orang ahli. konsep-konsep dan nilai-nilai yang telah ada. bahwa masyarakat bersifat statis. dan sifat-sifat mental. dan diarahkan pada perkembangan kemampuan berpikir. Mereka lebih pragmatis. Dianna Lapp. Isi pendidikan lebih banyak bersifat pendidikan umum (general education atau liberal art) dengan model mengajar yang bersifat ekspositori. disusun secara sistematis dan logis. perenialisme dan esensialisme. Konsep ini lebih berorientasi pada masa sekarang dan yang akan datang. Pengetahuan dan nilai-nilai yang akan diajarkan diambil dari materi disiplin ilmu yang telah disusun dan dikembangkan oleh para ahli. dkk. Mengenai persamaan dan perbedaan pendidikan perenial dengan esensial.

ia menentukan isi.. memecahkan masalah. Looking to the present rather than the past. 2. hlm. essentialism is conservative. essentialism is nonreflective. terutama sukses secara ekonomis. Mereka menghargai seni. Dialah yang aktif dan bertanggung jawab dalam segala aspek pengajaran. (2) dapat bekerja sama lebih baik dengan orang dari berbagai tingkatan/lapisan masyarakat. Konsep pendidikan ini bertolak dari anggapan dasar bahwa. Mereka berpikiran praktis bahwa pendidikan adalah suatu Han untuk mencapai sukses dalam kehidupan. Kurikulum pendidikan klasik lebih menekankan isi pendidikan. Guru mempunyai peranan yang sangat besar dan lebih dominan. 1975. seeking to maintain and pass on to the new generation the convictions of the older generation. anak telah memiliki potensi-potensi. disusun oleh para ahli tanpa mengikutsertakan guru-guru. adalah (1) memperoleh pekerjaan yang lebih baik. berbuat. Para esensialis bersifat praktis. Dalam pengajaran. sistematis. Isi disusun secara logis. et. Tugas guru. But unlike perennialism. maupun untuk belajar dan berkembang sendiri. kehidupan produktif. Dianna. 32). baik potensi untuk berpikir. sedikit sekali memperhatikan segi segi sosial atau psikologis peserta didik. seperti halnya seorang . dengan berpusatkan pada segi intelektual. menurut para esensialis. sejak dilahirkan. dan evaluasi. keindahan. dan humanitas sepanjang hal itu mendukung kehidupan sehari-hari. dan berstruktur. and to science rather than to the humanities. (Lapp. metode. It is far more prone to activity-to doing-than to wasting time on extensive philosophical speculation. it is primarily practical and pragmatic. Tujuan utama pendidikan. yang diambil dari disiplin-disiplin ilmu. Pendidikan adalah ibarat persemaian. nonphilosophical. Siswa mempunyai peran yang pasif.Like perennial education. apalagi siswa. berfungsi menciptakan lingkungan yang menunjang dan terhindar dari hama-hama. (3) memperoleh penghasilan lehih banyak. mengutamakan kerja dan kompetisi di tramping kerja sama. al. Pendidikan pribadi Pendidikan pribadi (personalized education) lebih mengutamakan peranan siswa. sebagai penerima informasi dan tugas-tugas dari guru.

dan diikuti. Peserta didik menjadi subjek pendidikan. dan gentle. air. Teori ini juga memiliki dua aliran. yaitu pendidikan progresif dan pendidikan romantik. Inilah yang hams ditemukan. dan ketulusan. kebenaran. Berkat refleksinya itu is memahami dan dapat menggunakannya bagi kehidupan. Guru lebih merupakan ahli dalam metodologi daripada dalam bahan ajar.petani adalah mengusahakan tanah yang gembur. Aliran ini menjadi lebih terkenal di Amerika berkat percobaan-percobaan yang dilakukan John Dewey dengan sekolah-sekolah laboratoriumnya. . siswa merupakan satu kesatuan yang utuh. dialah yang menduduki tempat utama dalam pendidikan. Pendidikan bertolak dari kebutuhan dan minat peserta didik. Setiap orang mempunyai nurani yang berisi kejujuran. Guru membantu perkembangan siswa sesuai dengan kemampuan dan kecepatannya masing-masing. sebab secara alamiah manusia baik. Menurut Rousseau. semua ciptaan Tuhan termasuk anak adalah bai k dan menjadi kurang baik atau sering rusak di tangan manusia. pupuk. dan sinar matahari yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan tanaman (peserta didik). udara. Ia ingin mengembalikan pendidikan kepada pendidikan alam. Pendidik menempati posisi kedua. perkembangan emosi dan sosial sama pentingnya dengan perkembangan intelektual. la juga berperan sebagai bidan yang membantu siswa melahirkan ide -idenya. Ia lebih berfungsi sebagai psikolog yang mengerti segala kebutuhan dan masalah peserta didik. dan pelayan bagi siswa. Dalam pendidikan progresif. merdeka. didengarkan. Ia merefleksi terhadap masalah masalah yang muncul dalam kehidupanhya. Tokoh pendahulu pendidikan progresif adalah Francis Parker yang membawa aliran ini dari Eropa ke Amerika. bukan lagi sebagai penyampai informasi atau sebagai model dan ahli dalam disiplin ilmu. Pendidikan adalah proses individual yang berisi rentetan pengembangan kemampuan-kemampuan anak. Isi pengajaran berasal dari pengalaman sisvva sendiri yang sesuai dengan minat dan kebutuhannya. Guru adalah pembimbing. Pendidikan romantik berpangkal dari pemikiran-pemikiran Jean Jacques Rousseau. berkat interaksi dengan berbagai aspek dalam lingkungan maka terjadi rentetan pengembangan kemampuan-kemampuan anak. fasilitator. Rousseau menolak pendidikan yang mengutamakan intelektual. John Dewey menerapkan prinsip belajar sambil berbuat (learning by doing). pendorong (motivator).

Our technologies to day are so powerful. Kurikulum pendidikan pribadi lebih menekankan pada proses pengembangan kemampuan siswa. Perkembangan teknologi pendidikari dipengaruhi clan sangat diwarnai oleh perkembangan ilmu dan teknologi. tidak seperti pendidikan klasik yang lebih melihat ke masa lalu. sebab yang diutamakan dalam teknologi pendidikan adalah pembentukan dan penguasaan kompetensi bukan pengawetan dan pemeliharaan budaya lama. Pengalaman merupakan isi sekaligus guru alamiah bagi anak.guru dengan melibatkan siswa. Anak tidak diajari. Tidak ada suatu kurikulum standar. Ia berusaha mencegah hal. yang selalu siap memberikan bantuan kepada siswa. Teknologi telah masuk ke semua segi kehidupan. hlm. Isi dan proses pembelajarannya selalu berubah sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa. so deliberately foster. Materi ajar dipilih sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa. yang ada adalah kurikulum minimal yang dalam implementasinya dikem. Keduanya juga mempunyai perbedaan. and so prominent in the awareness of people. termasuk dalam pendidikan. 154). 1975. TeknOlogi pendidikan Teknologi pendidikan mempunyai persamaan dengan pendidikan klasik tentang peranan pendidikan dalam menyampaikan informasi. dan mewujudkan rasa ingin tahunya. mewujudkan dorongan-dorongannya. sebab teknologi pendidikan bertolak dari dan merupakan penerapan prinsip-prinsip ilmu dan teknologi dalam pendidikan. Pengembangan kurikulum dilakukan oleh guru. so prevalent.bangkan bersama siswa.hal yang mungkin mengganggu perkembangan siswa. Mereka lebih berorientasi ke masa sekarang dan yang akan datang. al.. Guru menyediakan lingkungan belajar. that they not only . Ia dibiarkan untuk mengalami sendiri. Guru juga berperan sebagai sumber lingkungan belajar. 3. et. memberikan kebebasan agar anak belajar dan berkembang sendiri. Hal itu memang sangat masuk akal.Rousseau memandang pendidikan sebagai a lifelong personal growth process rather than an information and skill gathering process that exists only during the school years (Diane Lapp. dan tumbuh sesuai dengan polanya. tetapi didorong untuk belajar.

goals. Meskipun lebih kompleks. perilakunya dapat dibentuk dengan teknologi perilaku. alat-alat pandangdengar (audio-visual) dan media elektronika. Menurut pandangan klasik. . 1972). sama dari tahun ke tahun. seperti yang dinyatakan Skinner. dunia ini adalah dunia material. 1970.bring about changes in the physical world which tecnologies have always done but also in our insti. Dalam pengembangan desain program. dunia empiris. pendidikan adalah ilmu dan bukan seni. berbeda dengan pandangan teknologi pendidikan. informasi objektif yang dapat diamati dan diukur serta dihitung secara statistik. What we need is a technology of behavior (Skinner. and in our very conceptions of the meaning of existence (Holtzman. mereka juga melibatkan penggunaan perangkat keras. values. Therefore.tutions. Bagi mereka. hlm. Menurut mereka. dan behavior modification merupakan model-model pengajaran baru. Dengan pengembangan desain program. dan pengajaran modul. Efisiensi merupakan salah satu ciri utama teknologi pendidikan. Man totally determined by his environment. Karena sifat ilmiahnya. manusia pada dasarnya tidak berbeda dengan binatang. pendidikan menjadi sangat efisien. Pengembangan model-model pengajaran yang bersifat individual serta menekankan penguasaan kemampuan. pengalaman tersebut selalu berubah. Kehidupan dan perkembangan itu selalu baru. pendidikan adalah cabang dari teknologi ilmiah. pengalaman ini bersifat menetap. individually prescribed instruction (IPI). ia mereaksi terhadap perangsang-perangsang dari lingkungannya. and expectations. mesin pengajaran. 237). how to control his environment in such away as to reshape his behavior. Gambaran manusia tentang dunia dan makna kehidupan merupakan sintesis dari pengalaman-pengalaman dasarnya. hari ini lebih baik dari kemarin dan besok lebih baik daripada hari Mi. we need only learn scientifically. Mereka kurang menghargai hal-hal yang bersifat kualitatif dan spiritual. melengkapi model yang telah ada yaitu pengajaran berprogram. Menurut teori ini. if we wish to relate to him for better to educate him. competency based instruction. konsep pendidikan ini mengutamakan segi-segi empiris. seperti computer assisted instruction (CAI). attitudes.

Perangkat kurikulum cukup lengkap mulai dari struktur dan sebaran mata pelajaran sampai dengan rincian bahan ajar yang dipelajari oleh siswa. Isi disusun dalam bentuk desain program atau desain pengajaran dan disampaikan dengan menggunakan bantuan media elektronika (kaset audio. Dapat dibayangkan. manusia selalu membutuhkan manusia lain. Dalam kurikulum. Pendidikan interaksional Konsep pendidikan ini bertolak dari pemikiran manusia sebagai makhluk sosial. film. Kurikulum pendidikan teknologi menekankan kompetensi atau kemampuan. berinteraksi. isi pendidikan dipilih oleh tim ahli bidang-bidang khusus. Karena kehidupan bersama dan kerja sama ini. yang tersusun dalam satuan -satuan bahan ajar dalam bentuk satuan pelajaran. dan mampu inemenuhi kebutuhan hidup dan memecahkan berbagai masalah yang (iihadapi. 4. Siswa berusaha untuk menguasai sejumlah besar bahan dan pola-pola kegiatan secara efisien tanpa refleksi. Bila lingkungannya mendukung. Guru berfungsi sebagai direktur belajar. apabila hal itu mendukung penguasaan kemampuan-kemampuan tersebut. mungkin tidak liapat hidup atau tidak dapat mencapai .Dalam konsep teknologi pendidikan. ierbehas dari tugas pengembangan segi-segi nonintelektual. Isi pendidikan berupa data-data objektif dan keterampilanketerampilan yang mengarah kepada kemampuan vocational. atau komputer) dan para siswa belajar secara individual. Dalam satuan-satuan bahan ajar tersebut tercakup pula kegiatan pembelajaran dan bentuk-bentuk serta alat penilaiannya. mereka dapat hidup. Penyusunan kurikulum dilakukan para ahli dan atau guru-guru yang mempunyai kemampuan mengembangkan kurikulum. paket belajar. modul. video. Materi disiplin ilmu dipelajari termasuk dalam kurikulum. dan bekerja sama.kemampuan praktis. mungkin ia dapat bertahan hidup. materi disiplin ilmu tersebut disusun terjalin dalam kemampuan. selalu hidup bersama. bila ia hidup sendiri di sebuah pulau terpencil. apa yang akan dihadapi seseorang. lebih banyak melakukan tugas-tugas pengelolaan daripada penyampaian dan pendalaman bahan. berkembang. Keterampilan-keterampilan barunya segera digunakan dalam masyarakat. tetapi apabila tidak. Dalam kehidupannya. Apab digunakan ila media elektronika. video ataupun komputer. paket program audio.

tetapi juga sebagai guru. persepsi-persepsi yang berbeda tersebut digunakan untuk menyoroti masalah bersama yang muncul dalam kehidupannya. Setiap siswa. mereka mengadakan evaluasi. Setelah mengetahui makna dari fakta-fakta dan nilai-nilai sosial budaya. memberikan pendapat. Dalam pendidikan interaksional. Interaksi ini bukan hanya pada tingkat apa dan bagaimana. selalu terjadi hubungan timbal balik antara keduanya. Siswa mengadakan pemahaman eksperimental dar fakta-fakta i tersebut. dari guru kepada siswa dan lari siswa kepada guru. Dalam pendidikan klasik dan teknologi interaksi terjadi sepiliak dari guru kepada siswa. Interaksi ini terjadi melalui berbagai bentuk dialog. Pandangan-pandangannya mempengaruhi bentuk dan pola lingkungan. Isi atau bahan ajar ini berkenaan dengan lingkungan sosial-budaya yang mereka hadapi saat ini. tingkat mencari makna baik makna sosial (socially conscious) maupun makna pribadi (self conscious). tetapi lebih jauh yaitu pada tingkat mengapa. Interaksi juga terjadi antara siswa dengan bahan ajar. kritik dari sudut kepentingannya bagi kesejahteraan umat manusia. setiap siswa dan guru saling mendengarkan. di lain pihak kekuatan dan . Dalam proses seperti itu dialog berlangsung. Pemahaman yang muncul dari situasi demikian melebihi jumlah seluruh sumbangan para peserta. Siswa tidak hanya berperan sebagai siswa. Pendidikan sebagai salah satu bentuk kehidupan juga berintikan kerja ama dan interaksi. sal ing mengajar dan belajar. belajar lebih dari sekadar mempelajari fakta-fakta. mempunyai rentetan pengalaman dan persepsi sendiri. dan guru juga pada suatu saat berperan sebagai siswa yang turut belajar bersama para siswanya. sedangkan dalam pendidikan romantik don progresif terjadi sebaliknya dari siswa kepada guru. Siswa sebagai individu selalu berinteraksi dengan lingkungannya. Pendidikan lideraksional menekankan interaksi dua pihak.kemajuan seperti yang dialami oleh I wang-orang yang hidup bersama dengan orang lain. memberikan interpretasi yang bersifat menyeluruh serta memahaminya dalam konteks kehidupannya. begitu juga guru. antara pemikiran siswa dengan kehidupannya. Dalam proses belajar. interaksi ini juga terjadi antara siswa dengan bahan ajar dan dengan lingkungan. Lebih luas.

dan memberikan kesiapan untuk melakukan berbagai pekerjaan. kemudian mereka mengembangkan persepsinya sendiri terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat. memberikan penilaian yang kritis. Kurikulum pendidikan interaksional menekankan baik pada isi maupun proses pendidikan sekaligus. menerima. dan keterampilan-keterampilan baru. baik antarsiswa. Sekolah berbeda dengan pendidikan. Proses belajar dalam model interaksional terjadi melalui dialog dengan orang lain apakah dengan guru. Sekolah menyiapkan anak dengan berbagai keterampilan sosial juga keterampilan bekerja. Guru berperan dalam menciptakan situasi dialog dengan dasar saling mempercayai dan saling membantu. sekolah juga berperan dalam membina sikap positif terhadap dunia kerja. Proses pendidikannya berbentuk kegiatan-kegiatan belajar kelompok yang mengutamakan kerja sama. Sekolah merupakan pintu untuk memasuki masyarakat. Lingkungan merupakan bagian dari kehidupan siswa. Lebih jauh. teman. menentukan stratifikasi sosial. sikap. atau yang‡lainnya. menilai pendapat orang lain. maupun antara siswa dan guru dengan sumbersumber belajar yang lain. Melalui interaksi tersebut muncul pengetahuan. pendapat. Bahan ajar diambil dari lingkungan sosial-budaya yang dihadapi para siswa sekarang. siswa dan guru. memperbaiki modus dari kehidupan. tetapi mempunyai peranan penting dalam sistem masyarakat. dan belajar menyatakan pendapat dan sikapnya sendiri. Guru-guru melakukan kegiatan penilaian sepanjang kegiatan belajar. Mereka diajak untuk menghayati nilai-nilai sosial-budaya yang ada di masyarakat. Isi pendidikan terdiri atas problem problem nyata yang aktual yang dihadapi dalam kehidupan di masyarakat. .keterbatasan lingkungan mempengaruhi individu siswa. disiplin kerja. Siswa belajar memperhatikan. Interaksi juga terjadi antara pemikiran siswa dengan kehidupannya. Suatu kebenaran tidak akan diyakininya apabila tidak dicobakan dan dihayati dalam kehidupannya sehari-hari. Kegiatan penilaian dilakukan untuk hasil maupun proses belajar. Pendidikan berperan dalam mengembangkan identitas pribadi. dan sebagainya. Belajar adalah kerja sama dan saling kebergantungan dengan orang lain.

keterampilan. misi. baik dari segi konsep atau teori. khsusunya kurikulum. William H. Secara sistematis dan logis. et. Kurikulum menentukan jenis dan kualitas pengetahuan dan pengalaman yang memungkinkan orang atau seseorang mencapai kehidupan dan penghidupan yang baik. yaitu. yang berisi tujuan. proses. Isi buku ini hampir sama dengan buku-buku lain dalam tema yang sama. Curriculum Planning and Development.Secara sistematik diuraikan masalah apa dalam kurikulum. seluruh isi buku ini terbagi atas tiga bagian. New York: Macmillan Publishing Co. Buku ini merupakan buku teks pada bidang kurikulum baik untuk tingkat S1 maupun S2 sebab isinya menyangkut hal-hal yang sangat prinsip. profesionalisasi. organisasi. al. Dilatarbelakangi oleh minat pribadi yang sangat mendalam terhadap pendidikan. dan nilai-nilai apa yang harus disajikan dalam kurikulum. Beane. sampai sejauh mana dan untuk apa hal itu diberikan. Bagian kedua membahas paradigma. serta pelaksanaan. Paradigm and Possibility. bagaimana proses penyampaian kurikulum serta proses pengelolaan kurikulum. dalam arti bertolak dari teori yang kuat. penulis menyajikan suatu tulisan yang komprehensif mendasar. . dan pengembangan kurikulum. Hampir semua hal yang berkenaan dengan permasalahan kurikulum tercakup dalam buku mi. dan ovaluasi.. buku ini baik sekali bagi para pengajar kurikulum dan guru guru yang melaksanakan kurikulum. Oleh karena itu. Bagian pertama menguraikan perspektif kurikulum.landasan-landasan apa yang mendasari penyusunan kurikulum. 1986. dengan mengemukakan hal-hal yang bersifat praktis. Juga diuraikan masalah mengapa. pengetahuan.. Buku Acuan Schubert. Bagian ketiga membahas problema-problema kurikulum. Curriculum: Perspective. Boston: Allyn and Bacon. Salah satu kelebihannya terletak pada isinya yang sangat komprehensif.D. Inc. penulis memandang bahwa kurikulum merupakan bidang yang sangat penting. sejarah maupun perkembangannya. James A. Selanjutnya. 1986. Dilengkapi dengan pengalamannya yang begitu banyak dalam bidang pendidikan. dan diakhiri dengan proses evaluasi kurikulum.

Pada bagian berikutnya diuraikan penjabaran konsep-konsep tersebut menurut tingkat perkembangan kurikulum. Mauritz. Dengan konsep scperti itu penulis mengemukakan suatu model kurikulum yang disebutnya sebagai model P-I-E. serta pengelolaannya. dan technicalprofesional. Kurikulum berkenaan dengan apa yang akan diajarkan. Albany.Johnson. Sekolah Menengah Pertama. dan pelaksana kurikulum memperluas pemahaman mereka tentang pelaksanaan kurikulum di lapangan. Dalam buku ini disajikan suatu model konseptual kurikulum dan rencana pengajaran. (Ed). Tulisan ini membahas praktik pelaksanaan kurikulum di lapangan dengan tujuan membantu para teoretisi. substantive. suatu judul yang bertemakan pendidikan. serta sumbersumber kurikulum. New York: McGraw Hill Book. pakar kurikulum. Co. peneliti. evaluasi. 1977. struktur kurikulum. para perencana pengajaran. Goodlad. Dipisahkan dengan tegas oleh penulis antara kurikulum dan pengajaran. politicalsocial. dan dijelaskan pula bagaimana pengembangannya. sedangkan pengajaran berkenaan dengan bagaimana cara mengajarkannya. Pada bagian pertama tulisan ini. Judul buku ini adalah intensionality in Education. John I. Isi buku ini sangat berharga bagi para pakar pendidikan. Isi buku didasarkan atas hasil penelitian/pengalaman praktik selama lebih dari 20 tahun di Sekolah Dasar. dan isinya lebih banyak menyangkut kurikulum. Curriculum Inquiry. dan Sekolah Menengah Atas. Selanjutnya diuraikan juga rencana pengajaran. Intensionality in Education. The Study of Curriculum Practice. serta evaluasinya. dan juga guru-guru. tingkat masyarakat. Pada bagian akhir dibahas peranan ahli kurikulum dan pengembangan kurikulum dalam perspektif persilangan budaya-budaya/bangsa-bangsa. dikemukakan konsep-konsep kurikulum dan komponen-komponen pelaksanaan kurikulum dalam masyarakat industri. Dalam pengembangan tersebut diuraikan secara rinci bagaimana merumuskan tujuan. tingkat institusi. New York: Center for Curriculum Research and Services. . serta bidang-bidang kurikulum yang meliputi tiga fenomena. 1979. isi. serta penjabaran dalam desain instruksional.

Ketiga. A theory is a way of making sense of a disturbing situation.ing . Pada bab ini akan diuraikan apa.tant. Kesepakatan yang telah diterima secara umum. accordingly. pernyataan dalam suatu teori bersifat memadukan (unifying statement). modify. Kedua. Karena selalu menekankan pada hal-hal praktis itulah. khususnya kurikulum. theory will appear as the device for interpreting. and unifying established laws. pernyataan bersifat meramalkan (predictive statement). tetapi juga ada beberapa perbedaan pendapat. masa berlaku suatu kurikulum tidak bisa lama. lebih banyak datang dari pengalaman praktik di sekolah. and even more impor. dan bagaimana teori. ada tiga kelompok karakteristik utama sistem pernyataan suatu teori. 295). telah ada beberapa kesepakatan di antara para ahli. Ketidaksepakatannya terletak pada karakteiistik pernyataan tersebut. to modify habits or discard them together. Apakah Teori Itu? Mengenai apakah teori itu. pernyataan tersebut berisi kaidah-kaidah umum (universal preposition). him. A.tion demands. mengapa. Karakteristik memadukan (unifying statement) banyak disetujui oleh para perumus teori. reflacing new ones as the situa. khususnya pentingnya ilasar-dasar teoretis dalam pengembangan suatu kurikulum. And the reconstructed logic. melainkan suatu teknologi. Hal ini disebabkan oleh upaya pengembangan dan penyempurnaan pendidikan.BAB 2 TEORI KURIKULUM Dewasa ini berkembang suatu anggapan bahwa pendidikan bukan lagi merupakan suatu ilmu. Perubahan atau penambahan isi kurikulum sering diadakan karena adanya kebutuhan-kebutuhan praktis. so as to allow us most effectivelly to bring to bear our reverfoice of habits. Pertama. bahwa teori merupakan suatu set atau sistem pernyataan (a set of statement) yang menjelaskan serangkaian hal. criticizing. dibandingkan dengan dari penerapan teori-teori yang sudah mapan. Di antara sekian banyak pendapat yang berbeda. seperti yang dikemukakan Kaplan (1964.

. Rumusan demikian dapat dilihat dalam definisi teori Travers (1960.them to fit data unanticipated in their formation. a theory is set of conventions that should contain a cluster of relevant assumption systematically related to each other and a set of empirical definitions". Definisi teori Abel umpamanya menunjukkan hal seperti itu. It consist of a) a set of units (facts. a theory is a symbolic instruction designed to bring generalizable fact (or laws) into systematic connection. Karakteristik ketiga yang dipandang sebagai ciri utama suatu teori adalah sifat prediktif (meramalkan). 11) menekankan hal yang sama yaitu sifat unifying. and b) a system of relationships among the units. variables). hipotesis.. Teori harus mampu menjangkau ke depan. him. concepts.. In its simplest form. assumptions and general prepositions covering a given subject matter from which a comprehensive and consistent set of specific and testable hypotheses can be deducted logically.prise of discovering new and more powerful generalizations. A general theory is built upon the facts discovered by means of the use of theorems and other conceptual models from empirical data and which have been expressed in the form of laws. Hall dan Lindsay (1970. bukan hanya menggambarkan apa adanya tetapi mampu meramalkan apa yang terjadi atas suatu hal. It involves synthesis and is directed to the formulation of propositions about universals. hlm. a theory consists of generalizations intended to explain phenomena and that the generalizations must be predictive". kita temukan dalam definisi teori Rose (1953. Karakteristik lain berupa kaidah-kaidah yang bersifat universal.78). teori ini juga menyangkut hukum-hukum. or other type of generalizations. dan deduksi-deduksi logismatematis. hlm. 52). and guiding the enter. karakteristik pernyataan (set of statement) tersebut meliputi definisi. dan kaidah-kaidah umum. Menurut Rose.. asumsi. Dalam rumusan yang lebih kompleks. 10): ". correlations. seperti mereka nyatakan bahwa ". A theory may be defined as an integrated body of definitions. him. . Pendapat yang hampir sama juga dikemukakan oleh Snow (1973.

Suatu rumusan yang lebih menyeluruh. Visualisasi hubungan antara bagian-bagian tersebut dapat dilihat pada bagan berikut. atau prinsip. Teori menjelaskan suatu kejadian. BAGAN 2. Set universal ini terbentuk oleh tiga bagian. yang mengandung tiga karakteristik utama suatu teori (unifying. with the purpose of explaining and predicting phenomena". kejadian yang diketahui. A theory is a set of interelated constructs (concepts).1 Suatu set kejadian yang terkandung dalam suatu teori . walaupun bersifat tentatif bahwa suatu teori lahir dari suatu proses. Bagian kedua yang dinyatakan sebagai asumsi. Kejadian ini bisa sangat luas atau sangat sempit. Dengan bermacam-macam rumusan teori itu diharapkan sampai pada suatu kesimpulan. yang berbeda dengan yang lainnya. dan postulat. teori lain menjelaskan hal yang lebih luas. dan predictive) kita temukan dalam definisi Kerlinger (1973. 9). hlm. hukum. Bagian pertama. Bagman ketiga adalah bagian dari set universal atau bagian dari keseluruhan yang belum diketahui. proposisi. Suatu teori hanya menjelaskan hal yang terbatas. definitions. and prepositions that present a systematic view of phenomena by specifying relations among variables. universal prepositions. yang dinyatakan sebagai fakta. Suatu kejadian yang dijelaskan oleh suatu teori menunjukkan suatu set yang universal.

istilah kurikulum dalam pendidikan. Istilah-istilah tersebut tidak perlu didefinisikan secara operasional karena telah dikenal secara umum. yang merupakan istilah yang punya makna khusus dalam set kejadian yang akan dijelaskan suatu teori. Contoh istilah minat. Gordon dan teman-temannya (1967) membagi istilahistilah yang digunakan dalam suatu teori atas tiga kelas: primitive terms. Definisi . Beauchamp (1975. konsep titik (point) dalam geometri. Secara hukum istilah-istilah tersebut sering diartikan sebagai berikut. The basic concept merupakan istilah-istilah yang sangat dasar dan penting dalam menjelaskan suatu set kejadian. General language terms merupakan istilah-istilah yang digunakan dalam ilmu pengetahuan atau bahasa secara umum. Primitive terms tak dapat didefinisikan secara operasional. dan theoretical contructs".Tugas seorang teoretisi adalah merumuskan istilah-istilah dan pernyataan yang akan menjelaskan isi bagian-bagian dan hubungan di antara bagian-bagian tersebut. di dalam pernyataan tersebut ada istilah-istilah. Pernyataan dapat menunjuk kepada faktafakta. tetapi tidak dapat diketahui melalui pengamatan langsung. teorem. Key terms adalah istilah-istilah yang dapat didefinisikan secara operasional seperti pemecahan masalah. kebutuhan dalam pengajaran. Fakta adalah suatu fenomena yang diketahui melalui pengamatan. dalil. oleh karenanya perlu didefinisikan secara operasional. Seperti halnya istilah.retical terms dapat didefinisikan secara operasional. istilah molekul dalam kimia. definisi. tetapi dalam hubungannya dengan key terms. Hal yang sangat penting dalam pekerjaan seorang ilmuwan adalah penggunaan istilah-istilah. juga penggunaannya sering amat terbatas hanya dalam teori atau konsep tertentu. basic concepts. Theo. generalisasi. dan hukum. key terms. Suatu teori terdiri atas serangkaian pernyataan. hlm. Yang ketiga adalah theoretical constructs. Ia dituntut untuk menggunakan istilah dengan makna yang tepat dan konsisten. Sebagai contoh. proposisi. Hal lain yang juga sangat penting dalam pekerjaan ilmuwan adalah pernyataan. asumsi. hipotesis. pernyataan pun ada pengkategoriannya. and theoretical terms. postulat. Sering terdapat tumpang tindih atau pertukaran pengertian dari istilah-istilah tersebut. 15) membedakan adanya tiga kelompok istilah. Contohnya. yaitu "general language terms.

(1) mendeskripsikan. semua hukum dan interealasinya dapat dinyatakan dan teori itu telah berkembang menjadi hukum yang lebih tinggi. 70) menambahkan fungsi lain. Generalisasi adalah suatu proposisi yang memperkuat atau menegaskan kedudukan suatu anggota atau beberapa anggota kolas. yaitu: . Mouly (1970. Khusus dalam penelitian Gawin (1963) mengemukakan fungsi teori sebagai: . Para ahli teori mencari hubungan baru dangan menggabungkan beberapa "set kejadian" menjadi suatu "set kejadian yang baru yang lebih universal". "A theory nol only explains and predict. para ahli terus mencari dan menemukan hukum-hukum baru dan hubungan-hubungan baru di antara hukum-hukum tersebut. postulat. dan hukum-hukum merupakan bentuk-bentuk khusus proposisi.. Hipotesis terbentuk oleh satu proposisi atau lebih untuk menjelaskan suatu set kejadian. Hukum adalah suatu proposisi yang sudah bersifat tetap. dan membuat prediksi. Hipotesis. 1. untuk menemukan hukum-hukum baru dan hubungan baru dalam suatu teori baru. Brodbeck (1963. teorem. hal itu disimpulkan dari hasil pengamatan atas sejumlah hubungan peristiwa. dan (3) memprediksi. 70-71) mengemukakan ciri-ciri suatu teori yang baik. Aksioma atau postulat adalah suatu proposisi yang diterima sebagai suatu kebenaran. Teorem adalah suatu proposisi yang berasal dari pemikiran atau diturunkan dari aksioma. menjelaskan. (2) menjelaskan. and to suggest new thing to try out.merupakan perumusan arti dalam bentuk pernyataan formal. aksioma. Proposisi merupakan suatu pernyataan formal yang memperkuat atau menolak keberadaan sesuatu hal tentang suatu subjek. hlm. Apakah fungsi teori? Minimal ada tiga fungsi teori yang sudah disepakati para ilmuwan yaitu. Untuk tiga fungsi tersebut./ searcher to analyze data to make shorthand summarization or synopsis of data an relations. the theory help teioire. Fungsi yang lebih besar dari suatu leori adalah melahirkan teori baru.. Melalui proses demikian mungkin terjadi di dalam suatu "set kejadian". Hal itu mendorong pencarian dan pengkajian selanjutnya. yang memberikan kondisi yang tidak berubah. generalisasi. it also unifies phenomena". hlm. Dalam usaha mendeskripsikan.

Induksi dan deduksi merupakan dua proses penting di dalam mengembangkan pernyataan. Theories must be stated in simple terms. Ada prediksi yang dibuktikan dengan suatu penelitian. 3. Kelima pembentukan model-model. 2. Sesuai dengan fungsi dari teori yaitu memberikan prediksi. Karena yang dicakup dengan teori sering menyangkut hal-hal yang sifatnya abstrak dan kompleks. Deduksi merupakan penurunan kaidah-kaidah khusus dari kaidah yang lebih umum. dan generalisasi dari hasil-hasil observasi. prediksi. tetapi tidak menjelaskan interelasi antarkelompok atau interaksi fakta dengan generalisasi dalam suatu kelompok. 4. Keempat adalah informasi. Pertama. hipotesis. Bagaimana proses pembentukan suatu teori atau bagaimana proses herteori berlangsung. mengadakan induksi dan deduksi. tetapi ada juga prediksi yang tetap sebagai prediksi. Induksi merupakan proses penarikan kesimpulan yang lebih bersifat umum dari fakta-fakta atau hal-hal yang bersifat khusus. that theory is best which explains the most in the simplest form.1.mogen. Kedua. melalui beberapa langkah. pendefinisian istilah merupakan hal yang sangat penting berteori. klasifikasi yaitu pengelompokan informasi-informasi yang revan dengan kategori-kategori yang sejenis. Scientific theories must be based on empirical facts and relationships. Inferensi ini mungkin ditarik melalui perumusan asumsi. maka untuk . terutama berkenaan dengan kejelasan atau ketepatan penggunaan istilah yang telah didefinisikan. Pembentukkan suatu teori yang kompleks mungkin berpangkal dari inferensi-inferensi yaitu penyimpulan dari apa yang diamati. A theory must be compatible both with observation and with previously validated theories.pernyataan teoretis setelah pendefinisian dan pengklasifikasian. teori juga berkembang melalui prediksi dan juga penelitian. Klasifikasi juga merupakan wugelompokan fakta dan generalisasi ke dalam kelompok-kelompok yang . dan penelitian. Ketiga. A theoretical system must permit deduction which be tested empirically.

yaitu terapan dari ilmu atau disiplin lain terutama filsafat. dan sebagainya. psikologi. dan sebagainya. Telah diuraikan sebelumnya bahwa ada dua kecenderungan perkembangan ilmu pendidikan. 34). Hal itu diperkuat oleh kenyataan bahwa cukup sulit untuk dapat merumuskan teori pendidikan. perkembangan yang bermilai teoretis yang merupakan pengkajian masalah-masalah pendidikan dari sudut . Sebagai ilmu terapan. Suatu teori yang telah mapan dan komprehensif mendorong untuk terbentuknya sub-subteori. tetapi perkembangannya pertama-tama dimulai pada sub-subteorinya. Skinner. Teori Pendidikan Pendidikan merupakan suatu ilmu terapan (applied science). beberapa ahli menyatakan bahwa ilmu pendidikan merupakan ilmu yang "belum jelas". pengajaran. penggambarannya masih tertangguhkan. pembentukan subteori. sosiologi. Yang menjadi subteori dari teori pendidikan adalah teori-teori dalam kurikulum. evaluasi. B. dan administrasi pendidikan. bimbingan-konseling. Susunan hierarki teori pendidikan dengan subteori dan teori yang memayunginya dapat dilihat pada Bagan 2. Dengan latar belakang seperti itu. Masih memerlukan waktu yang cukup lama untuk menampilkan dengan jelas teori pendidikan ini. Menurut Beauchamp (1975. Keenam. penelitian empiris dalam praktik pendidikan. Teori-teori pendidikan yang ada lebih menggambarkan pandangan filosofis. Boyles (1959) menyatakan bahwa teori pendidikan di Amerika Serikat berada dalam a state of suspended animation. teori pendidikan akan atau dapat berkembang. Pertama. hlm.2. atau lebih menekankan pada pengajaran seperti teori Gagne. perkembangan teori pendidikan berasal dari pemikiranpemikiran filosofis-teoretis.memberikan gambaran yang lebih konkret dan sederhana dibuat model-model. dan humanitas. Model ini menggambarkan kejadian-kejadian serta interaksi antara kejadian. Subteori ini cenderung memperluas lingkup dari suatu teori dan juga memberikan penyempurnaan. Kohnstam. seperti teori pendidikan Langeveld.

Keduanya dapat ding membantu. Mengenai perbedaan antara teori dengan praktik. Hanya sedikit hasil-hasil pengkajian leoretis yang diterapkan para pelaksana pendidikan. The world of theory derives from generalization law a axiomes and theorems explaining specific events and the relationships among them (Beauchamp. sekalipun tidak banyak dilandasi oleh teori-teori yang kuat. sebab seharusnya praktik dilandasi oleh teori. Sebagai contoh. The world of practicality is built around clusters of specific events. 35). him. 1975. Anima teori dengan praktik memang terdapat perbedaan.BAGAN 2. melengkapi.2 Susunan hierarki teori pendidikan dan kurikulum pandang ilmu lain. tidak ada praktik yang baik tanpa teori yang mapan. dan memperkaya. itu pun dengan keberapa modifikasi. tidak selalu terjadi hal yang demikian. Dalam kenyataan. Kedua. perkembangan ilmu pendidikan dari praktik pendidikan. hampir tidak ada yang melaksanakanIlya secara penuh. dan lain-lain. psikologi. tetapi keduanya ingat berkaitan erat. Sebaliknya para pendidik di lapangan melaksanakan praktik pendidikan yang lebih didasarkan atas kebutuhan kebutuhan prakt is. seperti filsafat. Seharusnya tidak terjadi hal yang demikian. kecuali beberapa prinsip utamanya. teori IT Rousseau yang menekankan pendidikan alam dengan peranan anak sebagai subjek yang penuh potensi. . beauchamp menjelaskan: Theory by its nature is impractical.

Mendidik atau pendidikan berkenaan dengan perbuatanperbuatan yang tidak lepas dari nilai. dan eksistensialisme. sedangkan pengembangan teori preskriptif berhubungan dengan pendekatan atau teknik-teknik filosofis (techniques of philosophy). juga sebagai teori pendidikan. tentang manusia. Kebanyakan teori pendidikan yang ada. Teori deskriptif terdiri atas serangkaian rencana kegiatan atau proposisi mengenai sesuatu kerangka masalah. tentang nilai. kalau tidak berlandaskan psikologi maka bersumber pada filsafat. John Dewey seorang ahli filsafat pendidikan progresif.informasi baru. Pengembangan teori deskriptif berhubungan dengan pendekatan ilmiah (scientific approach). Filsafat khususnya filsafat pendidikan memberikan pedoman bagi perumusan aspek-aspek pendidikan. idealisme dari Butler. esensialisme. Dalam semua aliran filsafat ini. dan sumber-sumber nilai. Teori menjadi pedoman bagi praktik dan praktik memberi umpan balik bagi pengembangan teori. Antara keduanya tidak dapat dipisah-pisahkan. umpamanya menyatakan bahwa filsafat merupakan teori umum dari pendidikan. Sebagai ilmu dari segala ilmu. ten tang hakikat pengetahuan. rekonstruksionalisme. seperti dalam filsafat pendidikan realisme dari Borudy. Teori deskriptif terdiri atas serangkaian proposisi yang berinterelasi secara logis.Walaupun terdapat perbedaan. filsafat mempunyai hubungan yang erat dengan ilmu pendidikan dan teori pendidikan. yang keduanya merupakan bahasan dari bidang filsafat. etika. pragmatisme dari Mc. keduanya tidak dapat dipisahkan. Ada dua kategori teori yaitu teori deskriptif dan preskriptif. Murray. . dikemukakan pandangan filosofisnya tentang peranan sekolah (pendidikan). atau dengan kata lain perbuatan mendidik selalu menyangkut nilai. Filsafat mempunyai hubungan yang sangat erat dengan teori pendidikan. Teori pendidikan selalu menyangkut tentang teori nilai. Dari proposisi-proposisi tersebut diturunkan secara deduktif informasi. perenialisme. Beberapa aliran filsafat pendidikan menggambarkan kedudukannya. Pratte menegaskan hubungan antara filsafat dengan teori pendidikan di dalam uraiannya tentang teori pendidikan modern yaitu pendidikan progresif (eksperimentalisme). juga dari proposisiproposisi tersebut hubungan antara beberapa hal dirumuskan.

teori progresif memandang pendidikan sebagai penggali potensi anak-anak. Dalam simposium di Universitas John Hopkins tahun 1961. dan teori proses belajar. juga dikembangkan melalui ponglojfisn pengkajian ilmiah (teori deskriptif). 24). Teori hasil belajar sesuai dengan namanya mengutamakan hasil. dalam teori ini anak menempati kedudukan sentral dalam pendidikan. teori hasil belajar. a. 1960. and self development. Broudy menyatakan perlunya suatu teori pendidikan yang utuh yang membentuk satu kesatuan. Harry S. sedangkan teori proses belajar mengutamakan proses belajar. Teori pendidikan bukan saja berkembang melalui pemikiran p. A unified theory has to provide for general and special education. A unified theory must be judicious about the latest development in learning theory and teaching technology. The present and projected kinds of knowledge and personality traits required for citizenship. hlm. c. b. Keenam teori tersebut dapat dilihat pada Bagan 2.3 Enam teori pendidikan (menurut Brouner) . yaitu teori tradisional. dibahas hvherapa makalah yang menguraikan apakah pendidikan merupakan BAGAN 2. for differences in ability and bent (Broudy.Hugh C.mikiran filosofis atau teori preskriptif. Teori tradisional menekankan fungsi pendidikan sebagai pemelihara dan penerus warisan budaya. Teori pendidikan yang demikian sangat diperlukan mengingat hal-hal sebagai berikut.3. Black dalam bukunya A Four fold Classification of Educational Theories (1966) mengemukakan empat teori pendidikan. vocation. Brouner mengidentifikasi enam teori pendidikan yang berkembang di merika Serikat pada tahun 1960-an. teori progresif.

. Prinsip-prinsip dan prosedur analisis dari model-model pendidikan. 4. Mereka yang menyangkal. bagaimana penerapannya dalam berbagai tingkat sekolah dan berbagai jenis mata pelajaran.. memandang pendidikan merupakan aplikasi dari berbagai disiplin. serta syarat-syarat yang diperlukan bagi pelaksanaan model tersebut. 3. Studi tentang fungsi dari model-model yang ada. sebagai bahan dan alat untuk mempelajari dan mengembangkannya. Menurut Beth. Studi lebih mendalam tentang variasi model. la menolak pandangan bahwa pendidikan hanyalah aplikasi dari disiplin-disiplin lain. studi tentang pendidikan mencakup hal-hal sebagai berikut: 1. Lebih jauh berisi kajian tentang modelmodel yang cocok pada suatu tempat. Studi tentang pendidikan merupakan suatu kajian tentang bagaimana cara atau model-model inkuiri disusun. dikembangkan. makalah lainnya menyangkalnya. saat. digunakan. Pendidikan hanyalah suatu profesi. yang ditandai sejumlah pelayanan yang diberikannya. Pendidikan adalah suatu bidang studi (suatu disiplin) dalam bidangnya. dan disusun kembali. March Beth dalam buku Education as a Discipline (1965) menegaskan bahwa pendidikan adalah suatu disiplin.suatu disiplin ilmu atau bukan? Beberapa makalah mengakui pendidikan sebagai disiplin ilmu. Sejarah tentang teori dan model-model pendidikan 2.

Pelaksanaan model sesuai dengan kondisi waktu. asumsi-asunro hipotesis. pengajaran. dan tingkat keluasan_ dan kedalaman teori dan penelitian di sekitar kejadian-kejadian tersebut. C. pendidikan tetap merupakan suatu bidang studi. kurikulum. Kalau konsep-konsep itu diterapkan dalam kurikulum. penggunaan dan evaluasi kurikulum. makna tersebut Irryndi karena adanya penegasan hubungan antara unsur-unsur kurikulum. jumlah pengetahuan empiris yang ada. Dalam bidang studi tersebut. perencanaan. karena allanya petunjuk perkembangan.5. yang disusun sedemikian rupa sehingga memberikan makna yang fungsional terhadap serangkaian kejadian. suatu konstruksi fungsional. generalisasi. evidence mounts that education is sufficiently mature to become an organized field of study. evaluasi. Terlepas dari apakah pendidikan merupakan suatu disiplin ilmu atau bukan. Bahan kajian dari teori kurikulum adalah hal-hal yang berkaitan dengan renentuan keputusan. maka dapatlah dirumuskan tentang teori kurikulum. hukum. penggunaan. teori-teori pendidikan dikembangkan. atau teorem-teorem. . serta fasilitas yang ada. kemampuan para pelaksana. pengembangan. Pengembangan teori pendidikan menjadi semakin besar dan pesat dengan berkembangnya sub-subteori pendidikan. Beauchamp (175. yaitu bimbingan clan konseling. Teori Kurikulum Telah diuraikan sebelumnya bahwa teori merupakan suatu perangkat pernyataan yang bertalian satu sama lain. penyuluhan. Perangkat pernyataan tersebut dirumuskan dalam bentuk definisi deskriptif atau fungsional. dan lain-lain. Isi rumusan-rumusan tersebut ditentukan oleh lingkup dari rentetan kejadian yang dicakup. evaluasi kurikulum. 43) menyatakan bahwa Irrespective of label. dan administrasi pendidikan. yaitu sebagai suatu perangkat pernyataan yang rnemberikan makna terhadap kurikulum sekolah. hlm.

(4) mengembangkan subsubteori kurikulum. Tujuan kurikulum sebagai bidang studi adalah mengembangkan ilmu tentang kurikulum dan sistem kurikulum. Ada tiga konsep tentang kurikulum. ataupun seluruh negara. Konsep pertama. atau sebagai suatu perangkat tujuan yang ingin dicapai. bahkan sistem masyarakat. kurikulum sebagai suatu substansi. yaitu sistem kurikulum. jadwal. suatu kurikulum.purnakannya. Suatu sistem kurikulum mencakup struktur personalia. Suatu kurikulum juga dapat digambarkan sebagai dokumen tertulis sebagai hasil persetujuan bersama antara para penyusun kurikulum dan pemegang kebijaksanaan pendidikan dengan masyarakat.1. dan menyem. Suatu kurikulum juga dapat mencakup lingkup tertentu. kegiatan belajar-mengajar. adalah kurikulum sebagai suatu sistem. dan prosedur kerja bagaimana cara me nyusun suatu kurikulum. dan sebagai bidang studi. kurikulum sebagai suatu bidang studi yaitu bidang studi kurikulum. Ini merupakan bidang kajian para ahli kurikulum dan ahli pendidikan dan pengajaran. dan fungsi dari sistem kurikulum adalah bagaimana memelihara kurikulum agar tetap dinamis. Suatu kurikulum juga dapat menunjuk kepada suatu dokumen yang berisi rumusan tentang tujuan. (2) mengadakan klasifikasi tentang pengetahuan yang telah ada dalam pengetahuan-pengetahuan baru. suatu kabupaten. Seperti halnya para ahli ilmu sosial lainnya. (3) melakukan penelitian inferensial dan prediktif. sistem pendidikan. bahan ajar. Konsep kedua. Melalui studi kepustakaan dan berbagai kegiatan penelitian dan percobaan. para ahli teori kurikulum juga dituntut untuk: (1) mengembangkan definisi-definisi deskriptif dan preskriptif dari istilah-istilah teknis. Sistem kurikulum merupakan bagian dari sistem persekolahan. melaksanakan. mengevaluasi. Mereka yang mendalami bidang kurikulum mempelajari konsep-konsep dasar tentang kurikulum. propinsi. sebagai sistem. kurikulum sebagai substansi. dan evaluasi. Konsep kurikulum Konsep terpenting yang perlu mendapatkan penjelasan dalam teori kurikulum adalah konsep kurikulum. mereka menemukan hal-hal baru yang dapat memperkaya dan memperkuat bidang studi kurikulum. suatu sekolah. Konsep ketiga. Hasil dari suatu sistem kurikulum adalah tersusunnya suatu kurikulum. dipandang orang sebagai suatu rencana kegiatan belajar bagi murid-murid di sekolah. mengembangkan dan .

Menurut Bobbit. apresiasi tertentu. terbentuk oleh sejumah kecakapan pekerjaan. Pendidikan berupaya mempersiapkan kecakapan-kecakapan tersebut dengan teliti dan sempurna. teori Bobbit dan Charters. sikap. ia perintis pengembangan praktik kurikulum. Dia jugalah yang menggunakan pendekatan ilmiah dalam mengidentifikasi kecakapan pekerjaan dan kehidupan orang dewasa sebagai dasar pengembangan kurikulum. sebagai sistem. Kecakapan-kecakapan yang harus dikuasai untuk dapat terjun dalam kehidupan sangat bermacam-macam. Kehidupan manusia meskipun berbeda-beda pada dasarnya sama. maupun bidang studi kurikulum dapat bertahan dan dikembangkan. inti teori kurikulum itu sederhana. bergantung pada tingkatannya maupun jenis lingkungan. Perkernbangan teori kurikulum Perkembangan teori kurikulum tidak dapat dilepaskan dari sejarah perkembangannya. keduanya setuju atas penggunaan teknik ilmiah dalam memecahkan masalah-masalah kurikulum. Ada dua hal yang sama dari teori kurikulum. Bobbit adalah orang pertama yang mengadakan analisis kecakapan atau pekerjaan sebagai cara penentuan keputusan dalam penyusunan kurikulum. Char ters lebih menekankan pada pendidikan vokasional. Melalui pencapaian keempat hal tersebut baik sebagai subtansi. keterampilan. Seluruh tujuan beserta pengalamanpengalaman tersebut itulah yang menjadi bahan kajian teori kurikulum. Hal-hal itu merupakan tujuan kurikulum. Dalam hal ini mereka dipengaruhi oleh gerakan .melaksanakan model-model kurikulum. Charlters (1923) setuju dengan konsep Bobbit tentang analisis kecakapan/pekerjaan sebagai dasar penyusunan kurikulum. Setiap tingkatan dan lingkungan kehidupan menuntut penguasaan pengetahuan. Werrett W. Untuk mencapai hal-hal itu ada serentetan pengalaman yang harus dikuasai anak. kebiasaan. Perkembangan kurikulum telah dimulai pada tahun 1890 dengan tulisan Charles dan McMurry. 2. Pertama. tetapi secara definitif berawal pada hasil karya Franklin Babbit tahun 1918. Keempat tuntutan tersebut menjadi kewajiban seorang ahli teori kurikulum. Bobbit sering dipandang sebagai ahli kurikulum yang pertama. yaitu kehidupan manusia.

(3) Monoirt atau meramalkan pendekatan-pendekatan pada masa yang akan dittoing untuk memecahkan masalah tersebut. Charles Judd. menilai hasil. menentukan kegiatan belajar. nilai. kurikulum. perlu analisis tentang tugas-tugas dan tuntutan dalam kurikulum disusun keterampilan. Dalam peranannya sebagai ketua divisi pengembang kurikulum beberapa negara bagian di Amerika Serikat (Tennessee. keduanya bertolak pada asumsi bahwa sekolah berfungsi mempersiapkan anak bagi kehidupan sebagai drang dewasa.ilmiah dalam pendidikan yang dipelopori oleh El. karena pengaruh pendidikan progresif.11111muskan tiga tugas utama teori kurikulum: (1) mengidentifikasi Nin~. berkembang gerakan pendidikan yang berpusat pada anak (child centered). menentukan struktur dari penyusunan kurikulum. Alabama. Ism dalam menentukan kurikulum. . (2) menentukan hubungan antara Malin tersebut dengan struktur yang mendukungnya. dalam merumuskan pengertian dalam merumuskan tujuan. Pendidikan menekankan kepada aktivitas siswa. Caswell menekankan pada partisipasi guru-guru. Sebagai hasil diskusi tersebut 4. Virginia). sikap. memilih isi. siswa belajar nu lalui pengalaman. Untuk mencapai hal tersebut. ia mengembangkan konsep kurikulum yang berpusat pada masyarakat atau pekerjaan (society centered) maka Caswell mengembangkan kurikulum yang bersifat interaktif. Bertolak pada hal-hal tersebut mereka itionyusun kurikulum secara lengkap dalam bentuk yang sistematis. Pada tahun 1947 di Univeristas Chicago berlangsung diskusi besar ri lama tentang teori kurikulum. Anak menjadi pusat perhatian Isi kurikulum harus didasarkan atas minat dan kebutuhan alswa. Ida. Penyusunan kurikulum harus melibatkan siswa. dan lain-lain. Dalam pengembangan kurikulumnya. Teori kuri ulum k berubah dari yang menekankan pada organisasi isi yang diarahkan pada kehidupan sebagai orang dewasa (Bobbit dan Charters) kepada kl‡hidupan psikologis anak pada saat ini. dan lain-lain yang diperlukan untuk dapat berpartisipasi dalam kehidupan orang dewasa. Mulai tahun 1920. Kedua. Perkembangan teori kurikulum selanjutnya dibawakan oleh Hollis I swell. pengetatitian. dan sebagainya.rIah masalah penting yang muncul dalam pengembangan kurikulum tirui konsep-konsep yang mendasarinya. Thorndike..

analisis dan klasifikasi pengetahuan. Beauchamp dan Othanel Smith. ada tiga sumbangan utama filsafat terhadap teori kurikulum. pengajaran (instruction). yaitu dalam (1) merumuskan dan mempertimbangkan tujuan pendidikan. Menurut Smith. (2) memilih dan menyusun bahan. Pengalaman pendidikan yang bagaimanakah yang harus disediakan untuk mencapai tujuan tersebut? 3. mengajar (teaching). Othanel Smith menguraikan peranan filsafat dalam pengembangan teori kurikulum yang bersifat ilmiah. Melihat kurikulum sebagai suatu sistem dalam sistem yang lebih besar yaitu persekolahan dapat memperjelas pemikiran tentang konsep kurikulum. dan (3) perumusan bahasa khusus kurikulum. Bagaimana mengorganisasikan pengalaman pendidikan tersebut secara efektif? 4. MacDonald (1964) melihat teori kurikulum dari model sistem. generalisasi atau kaidahkaidah. Penggunaan model sistem juga dapat . Ada empat sistem dalam persekolahan yaitu kurikulum. penggunaan penelitianpenelitian prediktif untuk menambah konsep. Dalam makalah kedua. Tujuan pendidikan yang manakah yang ingin dicapai oleh sekolah? 2. Dalam konferensi nasional perhimpunan pengembang dan pengawas kurikulum tahun 1963 dibahas dua makalah penting dari George A. James B. sebagai prinsip-prinsip yang menjadi pegangan dalam menjelaskan fenomena kurikulum. Interaksi dari empat sistem ini dapat digambarkan dengan suatu diagram Venn. Bagaimana kita menentukan bahwa tujuan tersebut telah tercapai? Empat pertanyaan pokok tentang kurikulum dari Tylor ini banyak dipakai oleh para pengembangan kurikulum berikutnya. Menurut Beauchamp. Hal-hal yang penting dalam pengembangan teori kurikulum adalah penggunaan istilah-istilah teknis yang tepat dan konsisten. teori kurikulum secara konseptual berhubungan erat dengan pengembangan teori dalam ilmu-ilmu lain. dan belajar. Tylor (1949) mengemukakan empat pertanyaan pokok yang menjadi inti kajian kurikulum: 1. Beauchamp menganalisis pendekatan ilmiah tentang tugas-tugas pengembangan teori dalam kurikulum.Ralph W.

(6) proses kurikulum (7) prosedur analisis structural fungsional. Ia mengidentifikasi adanya enam komponen kurikulum sebagai bidang studi. Broudy. isi kurikulum. dan pengembangan teori. (2) sistem kurikulum. dan Bunett. dan Burnett (1964) menjelaskan masalah persekolahan dalam suatu skema yang menggambarkan komponen-komponen dari keseluruhan proses mempengaruhi anak. yaitu: landasan kurikulum. (5) Fungsi sistem kurikulum. Smith. CURRICULUM Content Facts Concept Desriptive Principles Categories of instruction Symbolic studies Basic Sciences Developmental studies Testhetics studies Students Learnings: Cognitive maps Evaluational maps Modes of Teaching Situational Modes Operational Modes . rekayasa kurikulum. Thomas L. desain kurikulum. Topik dan subtopik dari pertanyaan ini menunjukkan fenomena-fenomena kurikulum Pertanyaan-pertanyaan itu menyangkut: (1) pertanyaan umum tentang fenomena kurikulum. Skema persekolahan dari Broudy dan kawan kawannya dapat dilihat pada Bagan 2. (3) unit analisk (Ian unsur unsurnya. Beauchamp merangkumkan perkembangan teori kurikulum antara tahun 1960 sampai dengan 1965. Smith. sosiologi. evaluasi dan penelitian. Fungsi kurikulum dilukiskan sebagai proses bagaimana memelihara dan mengembangkan strukturnya.4 Skema persekolahan dari Broudy. (4) struktur sistem kurikulum. Ada sejumlah pertanyaan yang diajukan dalam analisis struktural-fungsional ini. BAGAN 2.4.membantu para ahli teori kurikulum rnenentukan jenis dan lingkup konseptualisasi yang diperlukan dalam teori kurikulum. Faix (1966) menggunakan analisis struktural-fungsional yang berasal dari biologi. dan antropologi untuk menjelaskan konsep kurikulum.

Mauritz Johnson (1967) membedakan antara kurikulum dengan proses pengembangan kurikulum. (3) teori kurikulum valuasional (valuational curriculum theory). Kurikulum merupakan hasil dari sistem . kurikulum merupakan bagian dari pengajaran. (2) teori kurikulum-formal (formal-curriculum theory). Maccia (1965) dari hasil analisisnya menyimpulkan adanya empat teori kurikulum. dan (4) teori kurikulum praksiologi (praxiological curriculum theory). Menurut Maccia. Walaupun mungkin. Teori kurikulum yaluasional mengkaji masalah-masalah pengajaran apa yang berguna/ berharga bagi keadaan sekarang. Teori kurikulum formal memusatkan perhatiannya pada struktur isi kurikulum. tetapi ia telah berhasil menunjukkan sejumlah dimensi kurikulum yang cukup berharga untuk menjelaskan teori kurikulum. Teori kurikulum praksiologi merupakan suatu pengkajian tentang proses untuk mencapai tujuantujuan kurikulum. kita tidak setuju dengan seluruh pendapat Maccia. teori kurikulum merupakan subteori pengajaran. yaitu: (1) teori kurikulum (curriculum theory).Attitudes and values systems Associative meanings and images Intellectual Operations Excecutive Operations Assessment system: Examinations Tests: Essay-Objective Teacher Judgements Self evaluation Self inventory" Alizabeth S. Teori kurikulum (curriculum Theory atau event theory) merupakan teori yang menguraikan pemilihan dan pemisahan kejadian/peristiwa kurikulum atau yang berhubungan dengan kurikulum dan yang bukan.

Frymier (1967) mengemukakan tiga unsur dasar kurikulum. Johnson menganalisis enam unsur kurikulum. Artifak adalah isi dan rancangan kurikulum. Semua rumusan teori kurikulum diawali dengan definisi. 2. Structure is an essential charactistic of curriculum. Selection is an essential aspect of curriculum formulation. pengalaman belajar anak menjadi bagian dari pengajaran. 4. 6. peranan nilai dalam pengembangan kurikulum. dan evaluasi. Ada beberapa masalah atau isu substansial dalam pembahasan tentang teori kurikulum. Aktor adalah orang-orang yang terlibat dalam pelaksanaan kurikulum. Beberapa pertanyaan umum tentang karakteristik kurikulum sebagai bidang studi yang perlu didefinisikan umpamanya. 3. dan pelaksanaan.pengembangan kurikulum. Curriculum is the criterion for instructional evaluation. umpamanya apakah kurikulum harus memiliki serangkaian tujuan khusus? Apakah kurikulum perlu memiliki sejumlah materi untuk mencapai . Curriculum evaluation involeves validation of both selection and structure. melainkan definisi konsep. artifak. kurikulum berkenaan dengan tujuan dan bukan dengan kegiatan. Berdasarkan rumusan kurikulum tersebut. yaitu: 1. Definisi di sini bukan sekadar definisi istilah. Menurut Johnson. tetapi sistem pengembangan bukan kurikulum. Curriculum guide instruction 5. A curriculum is a structured series of intended learning out comes. yang lebih berkenaan dengan karakteristik desain kurikulum. Studi kurikulum menurut Frymier meliputi tiga langkah: perencanaan. rekayasa kurikulum. kurikulum merupakan seperangkat tujuan belajar yang terstruktur. yaitu aktor. apakah kurikulum merupakan suatu konsep dalam sistem persekolahan? Apakah kurikulum mencakup mengajar dan pengajaran? Sampai sejauh mana kegiatan belajar siswa menjadi bagian kurikulum? Apakah ruang lingkup kurikulum sebagai bidang studi? Beberapa pertanyaan yang lebih khusus. serta struktur. desain kurikulum. Jadi. Pelaksanaan adalah proses interaksi antara aktor yang melibatkan artifak. yaitu definisi kurikulum. dan implikasi teori kurikulum. Jack R. pelaksanaan. isi dan ruang lingkup. sumber-sumber kebijaksanaan kurikulum.

dan evaluasi kurikulum? 1. ia menjadi sumber kurikulum. dan turut menciptakan budaya.. kita mengetahui beberapa hal yang menjadi sumber atau landasan inti penyusunan kurikulum. Sumber lain penyusunan kurikulum adalah anak. Jadi. Pendidikan atau pengajaran I iiikan memberikan sesuatu pada anak. ia harus mempelajari budaya. pelaksanaan. kurikulum terutama isi kurikulum diambil dari kehidupan orang dewasa.einua disiplin ilmu yang telah ditemukan dan dikembangkan para pakar. Ada tiga pendekatan terhadap anak sebagai sumber kurikulum. Pengembangan kurikulum pertama bertolak dari kehidupan dan pekerjaan orang dewasa. sumber ini menjadi luas meliputi . Beberapa pengembang kurikulum mendasarkan penentuan kurikulum kepada pengalaman-pengalaman penyusunan kurikulum yang lalu. Karena sekolah mempersiapkan anak bagi kehidupan orang dewasa. Pengalaman pengembangan kurikulum yang lalu menjadi sumber penyusunan kurikulum kemudian.tujuan-tujuan tersebut? Apakah kurikulum perlu mengadakan rumusan yang lebih spesifik tentang rencana dan bahan pengajaran? Apakah perlu ada spesifika4i tentang makna perencanaan. maka budaya menjadi sumber utama isi kurikulum. hidup dalam Iingkungan budaya. tingkat-tingkat perkembangan siswa. Dalam pendidikan *Wm pengajaran. dan lain-lain. Untuk dapat hidup dalam Iingkungan budaya. serta hal hal yang diminati siswa. Dalam pengembangan selanjutnya. Sumber Pengembangan Kurikulum Dari kajian sejarah kurikulum.hutuhan-kebutuhan siswa. Hal lain yang menjadi sumber penyusunan kurikulum adalah nilai nilai. Manusia adalah makhluk yang berbudaya.sernua unsur kebudayaan. melainkan menumbuhkan potensipolensi yang telah ada pada anak. perkembangan serta minat siswa. yaitu kebutuhan siswa. Anak menjadi sumber kegiatan pengajaran. bendabenda. Beauchamp menegaskan bahwa nilai dapat merupakan sumber penentuan . yang belajar adalah anak. Budaya ini mencakup . ada pengembangan kurikulum bertolak dari . itilai-nilai adat-istiadat. perilaku. Para pengembang kurikulum mendasarkan kurikulumnya atas hasil analisis pekerjaan dan kehidupan orang dewasa.

ada dua dimensi penting. Dalam desain kurikulum. kurikulum mempunyai tiga karakteristik. Desain kurikulum merupakan suatu pengorganisasian tujuan. Pertanyaan pertama yang muncul dalam kurikulum yang berdasarkan nilai adalah: Apakah yang harus diajarkan di sekolah? Ini merupakan pertanyaan tentang nilai. 2. (2) berisi garis-garis besar rumusan tujuan. Di Indonesia. Terakhir yang menjadi sumber penentuan kurikulum adalah kekuasaan sosial-politik. yaitu (1) substansi. yaitu desain kurikulum (curriculum design) dan rekayasa kurikulum (curriculum engineering). sedangkan pada perguruan tinggi rektor diberi kekuasaan untuk menentukan kebijaksanaan-kebijaksanaan dalam penyusunan kurikulum.keputusan yang dinamis. hubungan antara satu unsur dengan unsur lainnya. Nilai-nilai apakah yang harus diberikan dalam pelaksanaan kurikulum? Nilai-nilai apa yang digunakan sebagai kriteria penentuan kurikulum dan pelaksanaan kurikulum. Dalam desain kurikulum akan tergambar unsur-unsur dari kurikulum. serta hal-hal yang diperlukan dalam pelaksanaannya. dengan materi tersebut tujuantujuan kurikulum dapat dicapai. berdasarkan garis-garis besar tujuan tersebut desain kurikulum disusun. unsur-unsur serta organisasi dari dokumen tertulis kurikulum. Di Amerika Serikat pemegang kekuasaan sosial-politik yang menentukan kebijaksanaan dalam kurikulum adalah board of education lokal yang mewakili negara bagian. kekuasaan penyusunan kurikulum sepenuhnya ada pada pusat. pemegang kekuasaan sosial. yaitu: (1) kurikulum merupakan dokumen tertulis. (3) isi atau materi ajar.politik dalam penentuan kurikulum adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang dalam pelaksanaannya dilimpahkan kepada Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah serta Dirjen Pendidikan Tinggi bekerja sama dengan Balitbangdikbud. isi. prinsipprinsip pengorganisasian. Pada pendidikan dasar dan menengah. serta proses belajar yang akan diikuti siswa pada berbagai tahap perkembangan pendidikan. (2) model pengorganisasian dan bagian-bagian kurikulum terutama organisasi dan proses pengajaran. Desain dan Rekayasa Kurikulum Telah diutarakan sebelumnya bahwa ada dua subteori dari teori kurikulum. Menurut Beauchamp. .

Pertama. dan mengadakan penyempurnaan kurikulum. baik bentuk desainnya maupun sistem pelaksanaannya. Setiap teori kurikulum harus dimulai dengan perumusan (definisi) tentang rangkaian kejadian yang dicakupnya. Para pengelola di daerah dan sekolah berperan melaksanakan dan mengawasi pelaksanaan kurikulum Seluruh sistem rekayasa kurikulum menurut Beauchamp mencakup lima hal. 2. Beauchamp (hlm. (3) tugas-tugas dan prosedur perencanaan kurikulum. . yaitu: 1. serta bagaimana mengadakan penyemprunaan-penyempurnaan berdasarkan masukan dari pengalaman. sedangkan pada tingkat pusat adalah Kepala Pusat Pengembangan Kurikulum BaLitbang Dikbud dan para Kasubdit/Kepala Bagian Kurikulum di Direktorat. mengembangkan. (2) keterlibatan orang-orang dalam proses kurikulum. Setiap teori kurikulum perlu menjelaskan karakteristik dari desain kurikulumnya. ketentuan-ketentuan tentang bagaimana penggunaan kurikulum. Dari semua uraian tentang hal-hal yang berkaitan dengan teori kurikulum. 3. para pejabat pusat tersebut merancang. Juga mereka memberi tugas dan tanggung jawab menyusun dan mengembangkan berbagai bentuk pedoman dan petunjuk pelaksanaan kurikulum. Pengelola kurikulum di sekolah terdiri atas para pengawas/periilik dan kepala sekolah. dan (5) tugas-tugas dan prosedur evaluasi kurikulum. (4) tugas-tugas dan prosedur implementasi kurikulum. 82) mengemukakan lima prinsip dalam pengembangan teori kurikulum. yaitu 1) arena atau lingkup tempat dilaksanakannya berbagai proses rekayasa kurikulum.Ada dua hal yang perlu ditambahkan dalam desain kurikulum. Dengan menerima pelimpahan wewenang dari Menteri atau Dirjen. upaya-upaya yang perlu dilakukan para pengelola kurikuluin agar kurikulum dayat berfungsi sebaik-baiknya. Rekayasa kurikulum berkenaan dengan bagaimana proses memfungsi an k kurikulum di sekolah. Setiap teori kurikulum harus mempunyai kejelasan tentang nilai-nilai dan sumber-sumber pangkal tolaknya. Kedua kurikulum itu dievaluasi.

Illinois: The KAGG Press. Curriculum Change in the Nineteenth and Twentieth Centuries. 1978. Seluruh isi buku ini terbagi atas tiga bagian. problema dan alternatif pemecahan problema dalam pengembangan kurikulum. Karena Jebih banyak menguraikan kurikulum secara teoritis maka sumbangan buku ini terutama dirasakan oleh para ahli kurikulum. London: Hodder and Stoughton. Perubahan kurikulum dilatarbelakangi oleh perubahan atau perkembangan teori pendidikan yang mendasarinya. clan perubahan ideologi dari elitisme pada .4. ahli pendidikan. Sesuai dengan judulnya. Edisi ini merupakan hasil penyempurnaan atas dua edisi sebelumnya. teori dalam pendidikan. D. George A. begitupun para praktisi juga dapat mengambil manfaatnya. teori kurikulum. Gordon. Perubahan kurikulum dipengaruhi oleh perkembangan masyarakat yang dilatarbelakangi oleh perkembangan ilmu dan teknologi. terutama . Yang dibahas dalam buku ini adalah perubahan-perubahan besar yang terjadi dalam kurikuldm selama abad ke-19 dan ke-20. Denis. dan perencana pengajaran. Wilmettee. Buku Acuan Beauchamp. Teori pendidikan mempengaruhi penentuan isi maupun proses pengajaran. Peter and Lawton. 5. 1975. Bagian pertama membahas teori kurikulum yang merupakan subteori dari pendidikan: teori kurikulum sebagai masalah pendidikan. Setiap teori kurikulum harus menggambarkan proses-proses penentuan kurikulumnya serta interaksi di antara proses tersebut. Buku ini merupakan edisi ketiga. yang dibahas dalam buku ini adalah suatu teori kurikulum. dengan berpegang atas hasil-hasil penelitian. Bagian selanjutnya menguraikan suatu analisis tentang isu -isu teoretis. revolusi industri. Setiap teori kurikulum hendaknya menyiapkan diri bagi proses penyempurnaannya. Curriculum Theory. perpaduan antara pengetahuan-humanisme-agama. serta faktor-faktor yang mempengaruhinya.difokuskan pada kurikulum sebagai bidang studi dari teori kurikulum. pembentukan teori. Bagian terakhir mengemukakan teori kurikulum hasil pengembangan/pemikiran penulis sendiri.

Juga yang berperanan besar terhadap perubahan kurikulum adalah pemerintah dan kelompok. Bullough Jr. Buku ini membahas tiga masalah teoretis utama. a!. yang memungkinkan berpikir dan berbuat yang leluasa. agar memungkinkan pertumbuhan segi kognitif. Pendidikan harus memiliki keterbukaan.demokrasi. ahli kurikulum. 1984.. Academic Press Publishing Co. Olson. New York. Eksperimen menunjukkan bahwa pengaruh media gambar dan bahasa sangat besar terhadap tingginya perkembangan keterampilan konseptual. et. 1970. Akibat terlalu berjiwa teknologis maka mempersempit arti pendidikan dan membatasi perkembangan lingkungan pendidikan yang kreatif. yaitu peranan bahasa dalam perkembangan intelektual. New York. etestis. maupun moral dengan sempurna. Karena pengaruh perkembangan teknologi pendidikan tidak lebih dari suatu latihan untuk mempersiapkan pekerja. Struktur persekolahan yang ada memperkuat hal tersebut. dan juga bagi guru-guru atau calon guru. sehingga terbentuk sikap dan anggapan yang kurang menghargai kebebasan dan perkembangan manusia. Cognitive Development. bukan membatasinya. Buku ini sangat berharga bagi para ahli pendidikan. hubungan antara informasi perseptual dengan tingkah laku nyata. Hal itu tercapai melalui interaksi komunikatif. David R. Columbia University. London: Teachers College Press. Ketiga hal itu didukung oleh hasil penelitian dari delapan eksperimen tentang perkembangan konsep diagonal anak usia 3 sampai dengan 6 tahun. Robert. I ebih jauh dibuktikan besarnya pengaruh kebudayaan terhadap porkembangan . Penulis menentang technocratic mindedness dan menganjurkan critical atau philosophical mindedness. Apa yang dikemukakan dalam karangan ini adalah suatu teori tentang perkembangan intelektual anak. baik di dalam merencanakan rnaupun melaksanakan pendidikan dan pengajaran. prosesnya menekankan efisiensi dan kontrol. dan pengaruh pengajaran terhadap pembentukkan dan perkembangan konsep. Buku ini menyajikan suatu hasil studi kritis terhadap pengaruh munculnya nilai-nilai sebagai akibat perkembangan teknologi. Pendidikan harus memperluas emansipasi manusia. Human Interest in Curriculum.

intelektual anak. . para ahli kurikulum dan pengajaran serta ahli bimbingan dan penyuluhan sebagai pegangan atau kihan perbandingan dalam melakukan tugas-tugasnya. Apa yang dibahas dalam buku ini sangat herguna bagi para peneliti di bidang pendidikan.

apa isi pendidikan dan bagaimana proses interaksi pendidikan tersebut.BAB 3 LANDASAN FILOSOFIS DAN PSIKOLOGIS PENGEMBANGAN KURIKULUM Pendidikan mempunyai peranan sangat penting dalam keseluruhan aspek kehidupan manusia. Ada beberapa landasan utama dalam pengembangan suatu kurikulum. yang akan "ambruk" adalah manusianya. terutama antara pendidik dan terdidik untuk mencapai tujuan pendidikan. yaitu landasan filosofis. Kurikulum sebagai rancangan pendidikan mempunyai kedudukan yang cukup sentral dalam seluruh kegiatan pendidikan. penyusunan kurikulum tidak dapat dikerjakan sembarangan. arsitektur. pertanian. Kalau bidang-bidang lain seperti ekonomi. tetapi kalau landasan pendidikan. khususnya kurikulum yang lemah. perkembangan seluruh aspek kepribadian manusia. serta perkembangan ilmu dan teknologi. landasan psikologis. dan sebagainya berperan menciptakan sarana dan prasarana bagi kepentingan manusia. yang didasarkan atas hasil-hasil pemikiran dan penelitian yang mendalam. Pendidikan "menentukan" model manusia yang akan dihasilkannya. siapa pendidik dan terdidik. landasan sosial budaya. . Apakah yang menjadi tujuan pendidikan. Penyusunan kurikulum membutuhkan landasan-landasan yang kuat. Di dalam interaksi tersebut terlibat isi yang diinteraksikan serta proses bagaimana interaksi tersebut berlangsung. Landasan Filosofis Pendidikan berintikan interaksi antarmanusia. A. Hal itu disebabkan pendidikan berpengaruh langsung terhadap perkembangan manusia. sedangkan landasan sosial-budaya dan perkembangan ilmu dan teknologi akan dibahas pada bab selanjutnya. pendidikan berkaitan langsung dengan pembentukan manusia. Kalau landasan pembuatan sebuah gedung tidak kokoh yang akan ambruk adalah gedung tersebut. Pada bab ini akan dibahas landasan filosofis dan landasan psikologis. menentukan proses pelaksanaan dan basil pendidikan. Mengingat pentingnya peranan kurikulum di dalam pendidikan dan dalam perkembangan kehidupan manusia.

.merupakan pertanyaan-pertanyaan yang membutuhkan jawaban yang mendasar. filsafat berarti upaya untuk menggambarkan dan menyatakan suatu pandangan yang sistematis dan komprehensif tentang alam semesta dan kedudukan manusia di dalamnya. Keduanya dapat memberikan bahan-bahan bagi manusia untuk membantu memecahkan berbagai masalah dalam kehidupannya. Terdapat perbedaan pendekatan antara ilmu dengan filsafat dalam mengkaji atau memahami alam semesta mi. atau berpikir sampai ke akar-akarnya (radic berarti akar). daerah cakupannya terbatas. faktor-faktor subjektif dalam filsafat sangat berpengaruh. yaitu berpikir secara sistematis. berpikir sampai ke akar.laman manusia. Pengetahuan tersebut diperoleh melalui proses berpikir. Filsafat dan ilmu mempunyai hubungan yang saling mengisi dan melengkapi (komplementer). Secara harfiah filosofis (filsafat) berarti "cinta akan kebijakan" (love of wisdom). Untuk dapat mengerti kebijakan dan berbuat secara bijak. Berfilsafat diartikan pula berpikir secara radikal. Suatu cabang ilmu pengetahuan mengkaji satu bidang pengetahuan manusia. Filsafat mencakup keseluruhan pengetahuan manusia. Orang belajar berfilsafat agar ia menjadi orang yang mengerti dan berbuat secara bijak. Berfilsafat berarti menangkap sinopsis peristiwa-peristiwa yang simpang siur dalam penga. dan mendalam. berusaha melihat segala sesuatu spcara objektif. logis. Filsafat berupaya merangkum atau mengintegrasikan bagian-bagian ke dalam satu'kesatuan yang menyeluruh dan bermakna. Pemikiran demikian dalam filsafat sering disebut sebagai pemikiran radikal.bagian yang kecil dan lebih kecil. berusaha menguraikan keTeluruhan dalam bagian.landasan dasar bagi ilmu. menghilangkan hal-hal yang bersifat subjektif. Sering dikatakan bahwa filsafat merupakan ibu dari segala ilmu. Ilmu menggunakan pendekatan analitik. Filsafat memberikan landasan. yang esensial yaitu jawaban-jawaban filosofis. ia harus tahu atau berpengetahuan. Filsafat melihat segala sesuatu dari sudut bagaimana seharusnya (Das So/len). Secara akademik. berusaha melihat segala yang ada irti sebagai satu kesatuan yang menyeluruh dan mencoba mengetahui kedudukan manusia di dalamnya. Ilmu berkenaan dengan fakta-fakta sebagaimana adanya (Das Sem).

Setiap pandangan mempunyai landasan metafisika. Aliran-aliran filsafat yang kita kenal bertolak dari pandangan yang berbeda dalam ketiga hal itu. Dalam tulisan ini akan dikemukakan salah satu pandangan tentang filsafat pendidikan. epistemologi yang membahas kebenaran dan aksiologi yang membahas nilai. but this contact is not essential. yaitti metafisika yang membahas segala yang ada dalam alam ini. epistemilogi. tetapi John Dewey umpamanya mempunyai pandangan yang hampir sama dengan Butler. Hal itu tidak berarti bahwa pandangan tersebut paling sesuai untuk masyarakat kita atau paling disetujui oleh penulis. tetapi antara keduanya yaitu antara filsafat dan filsafat pendidikan terdapat hubungan yang sangat erat. Walaupun dilihat sepintas. Pendapat para filsuf umumnya memandang filsafat umum sebagai dasar dari filsafat pendidikan. Menurut Donald Butler. Bagi Dewey. malah menurut Butler menjadi satu. . 1957: 12). filsafat memberikan arah dan metodologi terhadap praktik pendidikan.didikan. 2) philosophy is the flower not root of education. filsafat dan filsafat pendidikan adalah sama. dalam filsafat pendidikan pun dikenal banyak pandangan atau aliran. filsafat pendidikan ini hanya merupakan aplikasi dari pemikiran-pemikiran filosofis untuk memecahkan masalah-masalah pendidikan. sedangkan praktik pendidikan memberikan bahan-bahan bagi pertimbangan-pertimbangan filosofis. 4) philosophy and the theory of education is one (Butler. Filsafat membahas segala permasalahan yang dihadapi oleh manusia termasuk masalah-masalah pendidikan ini yang disebut filsafat pen. 1) Philosphy is primary and basic to an educational philosophy. Keduanya sangat berkaitan erat. sebagaimana juga pendidikan menurut Dewey sama dengan kehidupan. yaitu pandangan dari John Dewey. Seperti halnya dalam filsafat umum. 3) educational philosophy is an independent discipline which might benefit from contact with general philosophy. dan aksiologi tentang masalah pendidikan yang berbeda.Ada tiga cabang besar filsafat.

baik yang berbentuk aktif maupu pasif. Dewey sangat menghargai peranan pengalaman. hlm. Filsafat Dewey lebih berkenaan dengan epistemologi dan tekanannya kepada proses berpikir. Pengertian pengalaman Dewey berbeda dengan kaum empiris lainnya. antara hipotesis dengan hasil. Dasar-dasar filsafat Dewey Ciri utama filsafat Dewey adalah konsepsinya tentang dunia yang selalu berubah. and feeling. Nilai-nilai itu tidak dapat diukur dan tidak ada hierarki nilai... and of any two things felt as intrinsically valuable it is than another. Pengalaman itu mencakup kegiatan manusia. Mengetahui tanpa mengalami adalah omong kosong.. yang mengartikannya sebagai pengalaman melalui pengindraan. Dalam filsafat Dewey kebenaran itu terletak dalam perbuatan atau truth is in the making. yaitu adanya persesuaian antara hipotesis dengan kenyataan. All values are thus subjective and either intrinsic or instrumental . To be felt as . dan hanya dirasakan oleh manusia.1. it is held. 101). antara ide dengan fakta. bagi Dewey tidak ada yang menetap dan abadi semuanya berubah. Pandangannya tentang dunia adalah monistik dan tidak lebih dari sebuah hipotesis. Nilai-nilai adalah relatif. being immeasurable. Instrumentalisme Dewey menganggap bahwa rohani itu adalah interelasi yang kreatif antara organisme dengan lingkungannya. mengalir. Dewey menolak sesuatu yang bersifat spekulatif. Ciri lain filsafat Dewey adalah anti dualistik. merupakan dasar bagi pengetahuan dan kebijakan. Sesuatu itu bernilai karena diberi nilai oleh manusia. juga sumber nilai. atau on going-ness. dengan waktu dan tempat. Prinsip ini membavva konsekuensi yang cukup jauh. Experience is the only basis for knowledge and wisdom (Dewey. Proses berpikir merupakan proses pengecekan dengan kejadiankejadian nyata. no scale of values. sesuatu dibutuhkan karena manusia membutuhkannya. Karena pengalaman selalu berubah maka nilai pun berubah. 1964. selalu dalam hubungannya dengan pengalaman. Values being finally intrinsic. Proses berpikir merupakan satu dengan pemecahan yang bersifat tentatif. subjektif. Pengalaman selain merupakan sumber dari pengetahuan.

worthwhile in itself is thus the ultimate orientation of value. (Dewey dalam Joe Park, (Ed). 1958, hlm. 185). Tujuan perkembangan manusia adalah self realization. Pengertian self hagi Dewey adalah sesuatu yang konkret bersifat empiris tidak dapat dipisahkan dari pengalaman dan lingkungan. Self realization hanya dapat diperoleh melalui pengalaman dan interaksi dengan yang lain.

2. Teori pendidikan Dewey Apakah pendidikan menurut John Dewey? Pendidikan berarti perkem bangan, perkembangan sejak lahir hingga menjelang kematian. Jadi, pendidikan itu juga berarti sebagai kehidupan. Bagi Dewey, Education is Ntowlh, development, life. Ini berarti bahwa proses pendidikan itu tidak niempunyai tujuan di luar dirinya, tetapi terdapat dalam pendidikan itu Itendiri. Proses pendidikan juga bersifat kontinu, merupakan reorganisasi, teknnstruksi, dan pengubahan pengalaman hidup. Jadi, pendidikan itu mei npakan organisasi pengalaman hidup, pembentukan kembali hidup, dan juga perubahan pengalaman hidup sendiri merupakan organisasi pengalaman hidup, pembentukan kembali pengalaman hidup, dan juga perubahan pengalaman hidup sendiri. Pendidikan merupakan reorganisasi dan rekonstruksi yang konstan dari pengalaman. Pada setiap saat ada tujuan, perbuatan pendidikan selalu ditujukan untuk mencapai tujuan. Setiap fase perkembangan kehidupan, masa kanak-kanak, masa pemuda, dan dewasa, semuanya merupakan fase pendidikan, semua yang dipelajari pada fase-fase tersebut mempunyai arti sebagai pengalaman;Pendidikan itu tidak berakhir, kecuali kalau seseorang sudah mati. Pengalaman sebagai suatu proses yang aktif membutuhkan waktu, waktu yang kemudian menyempurnakan waktu sebelumnya. Seluruh proses pendidikan itu membentuk pengertian-pengertian tentang benda, hubungan-hubungan, dan segala sesuatu tentang kehidupannya. Konstruksi pengalaman ini tidak hanya bersifat pribadi (individual), tetapi juga bersifat sosial. Pendidikan merupakan suatu lembaga yang konstruktif untuk memperbaiki masyarakat. Realisasi pendidikan dalam bentuk perkembangan bukan hanya perkembangan anak dan pemuda-pemuda, melainkan juga perkembangan masyarakat.

Tujuan pendidikan diarahkan untuk mencapai suatu kehidupan yang demokratis. Demokratis bukan dalam arti politik, melainkan sebagai cara hidup bersama sebagai way of life, pengalaman bersama dan komunikasi bersama. Tujuan pendidikan merupakan usaha agar individu melanjutkan pendidikannya. Tujuan pendidikan terletak pada proses pendidikan itu sendiri, yakni kemampuan dan keharusan individu meneruskan perkembangannya. John Dewey menegaskan bahwa pendidikan itu tidak mernpunyai tujuan, hanya orang tua, guru, dan masyarakat yang mempunyai tujuan. And it is well to remind ourselves that education as such has no aims. Only persons, parents, and teacher etc., have aims, not an abstarct idea like education. (John Dewey, 1964, hlm. 177). Untuk mengetahui bagaimanakah proses belajarterjadi pada anak, baiklah kita lihat bagaimana syarat-syarat untuk pertumbuhan. Pendidikan sama dengan pertumbuhan. Syarat pertumbuhan adalah adanya kebelumdewasaan (immaturity), yang berarti kemampuan untuk berkembang. Immaturity tidak berarti negatif, tetapi positif, kemampuan, kecakapan, dan kekuatan untuk tumbuh. lni menunjukkan bahwa anak adalah hidup, ia memiliki semangat untuk berbuat. Pertumbuhan bukan sesuatu yang harus kita berikan, pertumbuhan adalah sesuatu yang harus mereka lakukan sendiri. Ada dua sifat dari immaturity yakni kebergantungan dan plastisitas. Kebergantungan berarti kemampuan untuk menyatakan hubungan sosial, dan ini akan menyebabkan individu itu matang dalam hubungan sosial. Sebagai hasilnya, akan tumbuh kemampuan interpendensi atau saling kebergantungan antara anggota masyarakat yang satu dengan yang lain. Plastisitas mengandung pengertian kemampuan untuk berubah. Plastisitas juga berarti habitat yaitu kecakapan menggunakan keadaan lingkungan sebagai alat untuk mencapai tujuan, bersifat aktif mengubah lingkungan. Kapankah proses belajar itu dimulai dan kapankah berakhir? Sesuai dengan pandangan John Dewey, bahwa pendidikan itu adalah pertumbuhan itu sendiri. Karena itu, pendidikan tersebut dimulai sejak lahir dan berakhir pada saat kematian. Demikian juga proses belajar tidak dapat dilepaskan dari proses pendidikan. Pendidikan adalah pengalaman, yaitu suatu proses yang berlangsung

terus-menerus. Bagaimana hubungan antara proses belajar, pengalaman, dan berpikir? Pengalaman itu bersifat aktif dan pasif. Pengalaman yang bersifat aktif herarti berusaha, mencoba, dan mengubah, sedangkan pengalaman pasif herarti menerima dan mengikuti saja. Kalau kita mengalami sesuatu maka kita berbuat, sedangkan kalau mengikuti sesuatu kita memperoleh akibat atau hasil. Belajar dari pengalaman berarti menghubungkan kemunduran dengan kemajuan dalam perbuatan kita, yakni kita merasakan kesenangan atau penderitaan sebagai suatu akibat atau hasil. "To learn from experience is hi make a backward and forward connection between what we have do to things and what we enjoy or suffer from thing in consequence (Dewey, dalam Jo Park, 1958: 94). Belajar dari pengalaman adalah bagaimana menghubungkan pengalaman kita dengan pengalaman masa lalu dan yang akan datang. lielajar dari pengalaman berarti mempergunakan daya pikir reflektif (reflecI we thinking), dalam pengalaman kita. Pengalaman yang efektif adalah pengalaman reflektif. Ada lima langkah berpikir reflektif menurut John Dewey, yaitu: 1. merasakan adanya keraguan, kebingungan yang menimbulkan masalah, 2. mengadakan interpretasi tentatif (merumuskan hipotesis), 3. mengadakan penelitian atau pengumpulan data yang cermat, 4. memperoleh hasil dari pengujian hipotesis tentatif, 5. hasil pembuktian sebagai sesuatu yang dijadikan dasar untuk berbuat.

Langkah-langkah berpikir reflektif ini dipergunakan sebagai metode belajar dalam pendekatan pendidikan proyek dari John Dewey, yang sampai dengan tahun 50-an sangat populer. Belajar seperti halnya pendidikan adalah proses pertumbuhan, belajar, dan berpikir adalah satu. Dalam penyusunan bahan ajaran menurut Dewey hendaknya

memperhatikan syarat-syarat sebagai berikut: 1) Bahan ajaran hendaknya konkret, dipilih yang betul-betul berguna dan dibutuhkan, dipersiapkan secara sistematis dan mendetil, 2) Pengetahuan yang telah diperoleh sebagai hasil belajar, hendaknya ditempatkan, dalam kedudukan yang berarti, yang memungkinkan dilaksanakannya kegiatan baru, dan kegiatan yang lebih menyeluruh.

Bahan pelajaran bagi anak tidak bisa semata-rnata diambil dari buku pelajaran, yang diklasifikasikan dalam mata-mata pelajaran yang terpisah. Bahan pelajaran harus berisikan kemungkinan-kemungkinan, harus mendorong anak untuk bergiat dan berbuat. Bahan pelajaran harus memberikan rangsangan pada anak-anak untuk bereksperimen. Demikian- lah dengan bahan pelajaran ini, kita mengharapkan anak-anak yang aktif, anak-anak yang bekerja, anak-anak yang bereksperimen. Bahan pelajaran tidak diberikan dalam disiplin-disiplin ilmu yang ketat, tetapi merupakan kegiatan yang berkenaan dengan sesuatu masalah (problem). Peranan guru bukan hanya berhubungan dengan mata pelajaran, melainkan dia harus menempatkan dirinya dalam seluruh interaksinya dengan kebutuhan, kemampuan, dan kegiatan siswa. Guru juga harus dapat memilih bahan-bahan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan lingkungan. Metode mengajar merupakan, penyusunan bahan pelajaran yang memungkinkan diterima oleh para siswa dengan lebih efektif. Sesuatu metode tidak pernah terlepas dari bahan pelajaran, kita dapat membedakan cara berbuat, tetapi cara ini hanya ada sebagai cara berhubungan dengan bahan atau materi tertentu. Metode mengajar harus fleksibel dan menimbulkan inisiatif kepada para siswa. Sekolah merupakan suatu lingkungan khusus, bagian dari lingkungan manusia, yang mempunyai peranan dan fungsi khusus. Fungsi-fungsi khusus dari sekolah adalah: 1. Menyediakan lingkungan yang disederhanakan. Tidak mungkin kita memasukkan seluruh peradaban manusia yang sangat kompleks itu ke sekolah. Demikian pula, para siswa tidak mungkin dapat memahami seluruh masyarakat yang sangat kompleks itu. Itulah sebabnya sekolah merupakan masyarakat atau lingkungan hidup manusia yang disederhanakan. 2. Membentuk masyarakat yang akan datang yang lebih baik. Para siswa tidak belajar dari masa lampau, tetapi belajar dari masa sekarang untuk memperbaiki masa yang akan datang.

3. Mencari keseimbangan dari bermacam-macam unsur yang ada di dalam lingkungan. Sekolah mernberi kesempatan kepada setiap individu/siswa untuk memperluas lingkungan hidupnya. Sekolah sebagai lingkungan yang khusus hendaknya memberikan pengarahan sosial, dengan cara mendorong kegiatan-kegiatan yang bersifat intrinsik, dalam suatu arah yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, melalui imitasi, persaingan sehat, kerja sama, dan memperkuat kontrol. Dalam sekolah progresif, yaitu sekolah-sekolah yang menerapkan sistem Pendidikan Progresif dari John Dewey, sumber dari kontrol sosial terletak pada sifat kegiatannya yang berisikan kerja sama sosial. Di dalam kerja sama sosial ini, setiap siswa mempunyai kesempatan untuk memberikan sumbangan dan untuk memikul tanggung jawab. Sekolah dan kelas diciptakan sebagai suatu organisasi sosial. Di dalam organisasi sosial itu setiap siswa mempunyai kesempatan untuk memberikan sumbangan, melakukan kegiatan-kegiatan, berpartisipasi, semuanya itu merupakan control social. Di dalam kontrol sosial ini tidak ada peraturan umum, sebab kontrol sosial tidak datang dari luar, tetapi timbul dari kegiatannya sendiri. Tugas guru adalah memberikan bimbingan dan mengusahakan kerja sama secara individual. Para siswa dibagi dalam kelompok-kelompok, dan bekerja dalam kelompok, bahkan guru termasuk sebagai anggota kelompok. Tentu saja sebagai orang dewasa, is mempunyai tanggung jawab yang khusus, yaitu memelihara interaksi dan komunikasi, mendorong kelompok untuk melakukan kegiatan-kegiatan seperti dalam kehidupan masyarakat. Guru bukan atasan, penguasa, apalagi diktator, melainkan sebagai pemimpin dalam kegiatan kelompok.

B. Landasan Psikologis Dalam proses pendidikan terjadi interaksi antar-individu manusia, yaitu antara peserta didik dengan pendidik dan juga antara peserta didik dengan orang orang yang lainnya. Manusia berbeda dengan makhluk lainnya, karena kondisi psikologisnya. Manusia berbeda dengan benda atau tonaman, karena benda atau tanaman tidak mempunyai aspek psikologis. Manusia juga lain dari binatang, karena kondisi psikologis manusia jauh tinggi tarafnya dan lebih kompleks

Tanpa pendidikan di sekolah. dan psikomotor. Interaksi yang tercipta dalam situasi pendidikan harus sesuai dengan kondisi psikologis para peserta didik rnaupun kondisi pendidiknya. perilaku kognitif. dan menciptakan berbagai . pemahaman.dibandingkan dengan binatang. dan keterampilan dibandingkan dengan binatang. anak selalu berada dalam proses perkembangan. Interaksi pendidikan di rumah berbeda dengan di sekolah. Karakteristik perilaku individu pada tahap-tahap perkembangan. penerapan. perkembangan seluruh aspek kehidupannya. baik. Peserta didik adalah individu yang sedang berada dalam proses perkembangan.individu yang lainnya. Sejak kelahiran sampai menjelang kematian. tetapi dengan pendidikan di sekolah tahap perkembangannya menjadi lebih tinggi dan lebih luas. Perkembangan atau kemajuan-kemajuan yang dialami anak sebagian besar terjadi karena usaha belajar. peranan. Apa yang dimaksud dengan kondisi psikologis itu? Kondisi psikologis merupakan karakteristik psiko-fisik seseorang sebagai individu. maupun pemecahan masalah. Kondisi psikologis setiapµindividu berbeda. pembiasaan. juga karena perbedaan faktorfaktor yang dibawa dari kelahirannya. pengingatan. interaksi antara anak dan guru pada jenjang sekolah dasar berbeda dengan jenjang sekolah lanjutan pertarna dan sekolah lanjutan atas. latar belakang sosial-budaya. pengetahuan. karena perbedaan tahap perkembangannya. Tugas utama yang sesungguhnya dari para pendidik adalah membantu perkembangan peserta didik secara optimal. Iterkat kemampuan-kemampuan psikologis yang lebih tinggi dan kompleks inilah sesungguhnya manusia menjadi lebih maju. afektif. Pendidik atau guru melakukan berbagai upaya. baik berlangsung melalui proses peniruan. Kondisi ini pun berbeda pula bergantung pada konteks. perlu disesuaikan dengan pola-poly perkembangan anak. anak tetap berkembang. serta pola-pola perkembangan individu menjadi kajian Psikologi Perkembangan. Perilakuperilaku tersebut merupakan manifestasi dari ciri-ciri kehidupannya. Apa yang dididikkan dan bagaimana cara mendidiknya. yang din yatakan dalani berbagai bentuk perilaku dalani interaksi den gan lingkungannya. lebih banyak menii liki kecakapan. dan status individu di antara individu. yang tampak maupun yang tidak tampak.

atau studi kasus. memilih dan menerapkan metode pembelajaran serta teknik -teknik penilaian.masa sebelumnya. yaitu Psikologi Perkembangan dan Psikologi Belajar. Metode dalam psikologi perkembangan Pengetahuan tentang perkembangan individu diperoleh melalui studi yang bersifat longitudinal. a. pengalaman yang tidak menyenangkan pada masa balita ini dapat mengganggu perkembangan pada masa-masa berikutnya. seperti yang pernah dilakukan oleh Williard C. dari saat lahir sampai dengan dewasa. anak clan berbagai tingkatan usia. terutama pada masa kanak-kanak (balita). sosiologik. baik di dalam merumuskan tujuan. pola-pola perkembangan dan kemampuan. memilih dan menyusun bahan ajar. Keduanya sangat diperlukan. Metode cross sectional pernah -dilakukan oleh Arnold Gessel. Menurut mereka. mencatat ciri-ciri fisik dan mental. Studi longitudinal menghimpun informasi tentang perkembangan individu melalui pengamatan dan pengkajian perkembangan sepanjang masa perkembangan.. 1. Psikologi perkembangan Psikologi Perkembangan membahas perkembangan individu sejak masa konsepsi.kegiatan dengan dukungan berbagai alat bantu pengajaran agar anak-anak belajar. yaitu masa pertemuan spermatozoid dengan sel telur sampai dengan dewasa. Olson. Studi yang demikian merupakan bidang pengkajian dari Psikologi Belajar. cross sectional. psikoanalitik. Metode sosiologik digunakan oleh Robert Havighurst. Cara belajar-mengajar mana yang dapat memberikan hasil secara optimal serta bagaimana proses pelaksanaannya membutuhkan studi yang sistematik dan mendalam. Ia mempelajari beribu-ribu. Jadi. minimal ada dua bidang psikologi yang mendasari pengembangan kurikulum. Ia mempelajari perkembangan anak dilihat dari tuntutan akan tugas-tugas yang harus dihadapi dan dilakukan dalam masyarakat. serta perilaku mereka dilakukan oleh Sigmund Freud beserta para pengikutnya. Tuntutan akan . Studi ini banyak diaralikan mempelajari perkembangan anak pada masa.

tugas-tugas kehidupan masyarakat ini oleh Havighurst disebut sebagai tugas-tugas perkembangan (developmental tasks). Ada seperangkat tugas-tugas perkembangan yang harus dikuasai individu dalam setiap tahap perkembangan. Metode lain yang sering digunakan untuk mengkaji perkembangan anak adalah studi kasus. Dengan mempelajari kasus-kasus tertentu, para ahli psikologi perkembangan menarik beberapa kesimpulan tentang pola-pola perkembangan anak. Studi demikian pernah dilakukan oleh Jean Piaget tentang perkembangan kognitif anak. Individu apakah itu, anak ataupun orang dewasa merupakan kesatuan jasmani dan rohani yang tidak dapat dipisah -pisahkan dan menunjukkan karakteristik-karakteristik tertentu yang khas. Individu manusia adalah mesuatu yang sangat kompleks tetapi unik. Ia memiliki banyak aspek Neperti aspek jasmani, intelektual, sosial, emosional, moral, tetapi keseluruhannya membentuk satu kesatuan yang khas. Walaupun individu merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahpisahkan, untuk mempermudah penelitian, biasanya pembahasan dilakukan per aspek perkembangan. Hal itu berarti aspek tertentulah yang mendapatkan sorotan utama, yang menjadi fokus pengkajian, tetapi tidak berarti aspek-aspek lainnya diabaikan. Perkembangan anak adalah perkembangan seluruh aspek

kepribadiannya, tetapi tempo dan irama perkembangan masing-masing anak pada setiap aspek tidak selalu sama. Seorang anak mungkin lebih cepat

perkembangannya pada tahap tertentu, tetapi lambat pada tahap lainnya, atau perkembangan aspek tertentu lebih cepat dibandingkan dengan aspek lainrtya. Para ahli Psikologi Perkem- bangan tidak selalu mempunyai pendapat yang sama tentang perkembangan, baik secara menyeluruh maupun per aspek

perkembangan. Hal itu didasari oleh perbedaan asumsi yang menjadi titik tolaknya, atau perbedaan pendekatan yang mereka pakai, populasi yang digunakan, atau aspek perkembangan yang menjadi fokus. Adanya perbedaan perbedaan tersebut sering menimbulkan kebingungan pada para guru, tetapi justru akan memperluas dan memperkaya pengetahuan para pemakai teori teori perkembangan anak.

b. Teori perkembangan Dikenal ada tiga teori atau pendekatan tentang perkembangan individu, yaitu pendekatan pentahapan (stage approach), pendekatan diferensial (differential approach), dan pendekatan ipsatif (ipsative approach). Menurut pendekatan pentahapan, perkembangan individu berjalan melalui tahaptahap perkembangan. Setiap tahap perkembangan mempunyai karakteristik tertentu yang berbeda dengan tahap yang lainnya. Pendekatan diferensial melihat bahwa individu memiliki persamaan dan perbedaan. Atas dasar persamaan dan perbedaan tersebut individu dikategorikan atas kelompok-kelompok yang berbeda. Kita mengenal ada kelompok individu berdasarkan jenis kelamin, ras, agama, status sosial-ekonomi, dan sebagainya. Pengelompokan individu adakalanya juga didasarkan atas kesamaan karakteristiknya. Berkenaan dengan hal itu dikenal pengelompokan yang bersifat bipolar, seperti: Introvert-- ekstravert Dominan-- submisif agresif --pasif aktivitas tinggi-- aktivitas rendah kholerik ±melanholik

Kedua pendekatan tersebut berusaha untuk menarik atau membuat generalisasi yang berlaku untuk semua individu. Apakah dalam kenyataannya demikian? Dalam kenyataan seringkali ditemukan adanya sifatsifat individual, yang hanya dimiliki oleh seorang individu dan tidak dimiliki oleh yang lainnya. Pendekatan yang berusaha melihat karakteristik individu-individu inilah yang dikelompokkan sebagai pendekatan isaptif. Dari tiga pendekatan itu yang banyak dianut oleh para ahli Psikologi Perkembangan adalah pendekatan pentahapan. Pendekatan ini lebih disenangi karena lebih jelas menggambarkan proses ataupun.urutan perkembangan dan kemajuan individu. Di samping ketiga pendekatan itu, ada beberapa ahli yang mengombinasikan suatu pendekatan dengan pendekatan yang lain. Kombinasi ini sering dipandang dapat memperlengkap deskripsi tentang perkembangan individu.

Dalam pendekatan pentahapan, dikenal dua variasi. Pertama, pendekatan yang bersifat menyeluruh rnencakup segala segi perkembangan, seperti perkembangan fisik dan gerakan motorik, sosial, intelektual, moral, emosional, religi, dan sebagainya. Kedua, pendekatan yang bersifat khusus mendeskripsikan salah satu segi atau aspek perkembangan saja. Dalam pentahapan yang bersifat menyeluruh dikenal tahap-tahap perkembangan dari Jean Jacques Rousseau, G. Stanley Hall, Havighurst dan lain-lain. Rousseau membagi seluruh masa perkembangan anak a tas empat tahap perkembangan. Masa bayi (infancy), usia 0-2 tahun merupakan tahap perkembangan fisik, menurut Rousseau sebagai binatang yang sehat. Masa anak (childhood), usia 2-12 tahun, masa perkembangan sebagai manusia primitif. Masa remaja awal (pubescence), usia 12-15 tahun, masa bertualang yang ditandai dengan perkembangan intelektual dan kemampuan nalar yang pesat. Masa remaja (adolescene), usia 15-25 tahun masa hidup sebagai manusia yang beradab, masa pertumbuhan seksual, sosial, moral, dan kata hati. Stanley Hall adalah salah seorang ahli Psikologi Perkembangan penganut teori evolusi. Hall menerapkan teori rekapitulasi, salah satu konsep dalam teori evolusi, pada perkembangan anak. Menurut teori rekapitulasi, perkembangan individu merupakan rekapitulasi dari perkembangan spesiesnya (ontogeny recapitulates philogeny). Hall membagi keseluruhan masa perkembangan anak atas empat tahap. Masa kanakkanak (infancy), usia 0-4 tahun, merupakan masa kehidupan sebagai 1,matang melata dan berjalan. Masa anak (childhood), usia 4-8 tahun, masa pemburu. Masa Puer (youth), usia 8-12 tahun, masa manusia belum beradab. Masa remaja (adolescence), usia 12/13 tahun sampai dewasa, iiierupakan masa manusia beradab. Robert J. Havighurst menyusun fase-fase perkembangan atas dasar problema-problema yang harus dipecahkannya dalam setiap fase. Tuntutan akan kemampuan memecahkan problema dalam setiap fase perkembangan ini oleh Havighurst disebutnya sebagai tugas-tugas perkembangan (devel- opmental tasks). Havighurst membagi seluruh masa perkembangan anak atas lima fase, yaitu masa bayi (infancy) dari 0-1/2 tahun, masa anak awal (early childhood) 2/35/7 tahun, masa anak (late chilhood) dari 5 / 7-masa pubesen, masa adolesen awal

(early adolescence) dari pubesen ke pubertas, dan masa adolesen (late adolescence) dari masa pubertas sampai dewasa. Untuk setiap fase, perkembangan Havighurst menghimpun sejumlah tugas-tugas perkembangan yang harus dikuasai anak. Dikuasai atau tidak dikuasainya tugas-tugas perkembangan pada suatu fase berpengaruh bagi penguasaan tugas pada fase-fase berikutnya. Ada sepuluh kelompok tugas perkembangan yang harus dikuasai anak pada setiap fase yang membentuk pola, yaitu pola: 1. kebergantungan-keberdirisendirian, 2. memberi-menerima kasih sayang, 3. hubungan sosial, 4. perkembangan kata hati, 5. peran bio-sosio dan psikologis, 6. penyesuaian dengan perubahan badan, 7. penguasaan perubahan badan dan motorik, 8. belajar memahami dan mengontrol lingkungan fisik, 9. pengembangan kemampuan konseptual dan sistem simbol, 10. kemampuan melihat hubungan dengan alam semesta. Dalam pendekatan pentahapan yang bersifat khusus, kita mengenal pentahapanpentahapan dari Piaget, Kohlberg, Erikson, dan sebagainya. Jean Piaget mengemukakan tahap-tahap perkembangan dari kemam- puan kognitif anak. Dalam perkembangan kognitif menurut Piaget, yang terpenting adalah penguasaan dan kategori konsep-konsep. Melalui penguasaan konsepkonsep itu, anak mengenal lingkungan dan memecahkan berbagai problema yang dihadapi dalam kehidupannya. Ada empat tahap perkembangan kognitif anak menurut konsep Piaget, yaitu: 1. tahap Sensorimotor, usia 0-2 tahun; 2. tahap Praopersional, usia 2-4 tahun; 3. tahap Konkret Operasional, usia 7-11 tahun; 4. tahap Formal Operasional, usia 11-15 tahun. Tahap Sensorimotor disebut juga masa descriminating and labeling. Pada masa ini kemampuan anak terbatas pada gerak-gerak refleks, bahasa awal, waktu

sekarang, dan ruang yang dekat saja. Masa praoperasional atau prakonseptual disebut juga masa intuitif dengan kemampuan menerima perangsang yang terbatas. Anak mulai berkembang kemampuan bahasanya, pemikirannya masih statis dan belum dapat berpikir abstrak, persepsi waktu dan tempat masih terbatas. Masa konkret operasional disebut juga masa performing operation. Pada tahap ini anak sudah mampu menyelesaikan tugas-tugas menggabungkan, memisahkan, menyusun, menderetkan, melipat, dan membagi. Masa formal operasional disebut juga masa proportional thinking, pada masa ini anak sudah mampu berpikir tingkat tinggi. Mereka sudah mampu berpikir secara deduktif, induktif, menganalisis, menyintesis, mampu berpikir abstrak dan berpikir reflektif, serta memecahkan berbagai masalah. Lawrence Kohlberg mengembangkan suatu teori tentang perkembangan moral kognitif dengan mengacu kepada teori Piaget. Berdasarkan atas hasil-hasil penelitiannya yang cukup lama, Kohlberg menemukan ada tiga tahap perkembangan moral kognitif. Masing-masing tahap terdiri atas dua tingkatan sehingga seluruhnya meliputi enam tingkatan, yaitu: Tahap I Preconventional moral reasoning Tingkat 1. Obedience and punishment orientations Tingkat 2. Naively egoistic orientation Tahap II Conventional moral reasoning Tingkat 3. Good boy orientation Tingkat 4. Authority and social order maintenance orientation Tahap III Postconventional moral reasoning Tingkat 5. Contractual legalistic orientation Tingkat 6. Conscience or principle orientation Pada tahap prakonvensional, pertimbangan moral seseorang mengacu ke luar, kepada objek-objek dan peristiwa yang konkret dan bersifat fisik. Mereka belum mampu memberi pertimbangan moral atas standar sosial. Tingkat keputusan dan hukuman (obedience and punishment orientation) diwarnai oleh kecenderungan berbuat baik atau tidak berbuat salah karena takut akan hukuman. Acuan perbuatan adalah kekuasaan dan kekuatan. Mereka patuh karena takut dihukum, segala perbuatannya dikontrol oleh kekuatan-kekuasaan yang datang

dan sebagainya. bukan satu-satunya yang benar. Suatu perbuatan dipandang baik apabila sesuai dengan harapan orang banyak atau masyarakat. Kalau seseorang berbuat untuk kepentingan orang lain atau orang banyak. tetapi juga ada kebenaran-kebenaran lain. Pada tingkat legalistik kontraktual. pangkat. apakah karena gelar. dinilai sebagai perbuatan baik. dan . yaitu tingkat sebagai anak baik dan tingkat memelihara ketertiban dan peraturan masyarakat. baik tidak baik didasarkan atas nilai-nilai yang bersifat universal. Tahap pascakonvensi mempunyai dua Inigkatan. Pada tahap ini perilaku dinilai atas harapan orang lain atau orang banyak. Tingkat kebaikan sebagai alat (naively egoitistic orientation) suatu perbuatan dipandang baik apabila menguntungkan atau memberi kesenangan kepada dirinya atau orang-orang yang dekat dengan dirinya. tanpa mehhat atribut-atribut yang disandangnya. Tingkat keempat memelihara ketertiban dan peraturan masyarakat. pertimbangan moral pascakonvensi. yaitu tingkat pertimbangan legalistik kontraktual. Seseorang tidak mencuri karena perbuatan mencuri akan merugikan orang lain. ekonomi. atau sejalan dengan tuntutan dan kebiasaan masyarakat. Seseorang menghargai orang lain betul-betul sebagai manusia. Tahap ini meliputi dua tingkat. atau jahat dilihat dari penilaian orang lain.analisis pengikut Sigmund Freud. Tahap kedua adalah pertimbangan moral konvensional. Tingkat anak/orang baik. suatu perbuatan dipandang baik bila perbuatan lersebut sesuai dengan ketentuan atau peraturan yang ada dalam masyarakat. Pranata dan aturan-aturan sosial bukan sesuatu yang absolut. Seseorang berbuat baik karena dia yakin bahwa perbuatan tersebut baik. prinsipprinsip yang mendasar. sosial. Erick Homburger Erikson merupakan salah seorang tokoh psiko. perilaku baik. status ilmu. unsur-unsur subjektif dari aturan sosial. Ada delapan tahap perkembangan psikososial menurut Erikson. dan tingkat pertimbangan kata hati. Pada tingkat pertimbangan kata hati. Tahap ketiga. Ia memusatkan studinya terhadap perkembangan psikososial. pertimbangan perbuatan baik atau jahat didasarkan atas persetujuan tidak tertulis antara pribadi dan masyarakat.dari luar. Pada tahap ini pertimbangan moral didasarkan atas pandangan yang bersifat relatif.

hlm. and which is not simply ascribable to the process of growth. seperti dapat dilihat pada Bagan 3. afektif. Menurut Gagne (1965. 166) PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL 2. Banyak sekali definisi tentang belajar. Hilgard dan Bower menambahkan bahwa peruhahan itu terjadi . "Learning is a change in human disposition or capability. Peruhahan-perubahan perilaku yang terjadi karena instink atau karena kematangan serta pengaruh hal-hal yang bersifat kimiawi tidak termasuk belajar. 1959. belajar dapat diartikan sebagai perubahan tingkah laku yang terjadi melalui pengalaman. 5) perubahan tersebut berkenaan dengan disposisi atau kapabilitas individu. Psikologi belajar Psikologi belajar merupakan suatu studi tentang bagaimana individu belajar.tahap-tahap tersebut paralel dengan tahap perkembangan psikososial dari Freud. maupun psikomotor dan terjadi karena proses pengalaman dapat dikategorikan sebagai perilaku belajar. hlm.1 BAGAN 3. which can be retained. Perkembangan psikososial (Diadaptasi dari Erikson. Segala perubahan tingkah laku balk yang berbentuk kognitif. Secara sederhana.

memecahkan masalah. Masih banyak definisi tentang belajar dan definisi-definisi tersebut bersumber pada teori-teori belajar tententu. Hunt (1980. dan apersepsi. Menurut rumpun teori disiplin mental dari kelahirannya atau secara herediter. menanggap. drug etc. Ada beberapa teori yang termasuk rumpun disiplin mental yaitu: disiplin mental theistik. Teori disiplin mental humanistik lebih menekankan keseluruhan. Menurut teori ini individu atau anak mempunyai sejumlah daya mental seperti daya untuk mengamati. sebagai reaksi terhadap situasi yang diliadapinya. Bigge dan Maurice P. Kalau dayadaya tersebut terlatih maka dengan mudah dapat digunakan untuk menghadapi atau memecahkan berbagai masalah. mengingat. disiplin mental humanistik. yaitu teori disiplin mental. fatigue. 226-227) ada tiga keluarga atau rumpun teori belajar. Menurut Morris L. Pendidikannya menekankan pendidikan umum (Neneml education). atau aspek tertentu. . Menurut mereka belajar adalah : The process by which an activity originates or is changed throught reacting to an encountered situation. anak telah memiliki potensi-potensi tertentu. latihan bagian.) (Iiilgard dan Bower. 2). Perbedaannya dengan teori disiplin mental IIu teori tersebut menekankan bagian-bagian. hlm. naturalisme. Potentsi-potensi perlu d ilatih agar berkembang. berpikir. clan sebagainya. keutuhan. 1966. maturation. Belajar merupakan proses melatih daya-daya tersebut.g. or temporary states of the organism (e. behaviorisme. provided that the characteristics of the change in activity cannot be explaned on the basis of native response tendecies. Teori disiplin mental theistik berasal dari Psikologi Daya. dan Cognitive Gestalt Field.karena individu berinteraksi dengan lingkungannya. hlm. Teori ini hampir sama dengan teori pertama bahwa anak memiliki potensi-potensi. Belajar merupakan upaya untuk mengembangkan potensi-potensi tersebut. Teori disiplin mental humanistik bersumber pada psikologi humanisme klasik dari Plato dan Aristoteles. Kalau seseorang menguasai hal-hal yang bersifat umum okan mudah ditransfer atau diaplikasikan kepada halhal lain yang bersifat khusus.

sekolah. Hasil dari suatu perbuatan belajar disimpan dan membentuk suatu massa apersepsi. Perkembangan anak menyangkut nyata yang dapat dilihat. Agar anak dapat berkembang dan mengaktualisasikan segala potensi yang dimilikinya pendidik atau guru perlu menciptakan situasi yang permisif yang jelas. dan Reinforcement. Kelompok teori ini berangkat dari asumsi bahwa anak atau individu tidak memiliki/ membawa potensi apa-apa dari kelahirannya. Demikian seterusnya semakin tinggi perkembangan anak. Conditioning. Setangkai bunga dapat merupakan suatu stimulus dan direspons oleh mata dengan cara meliriknya. Teori ini berpangkal dari Psikologi Naturalisme Romantik dengan tokoh utamanya Jean Jacques Rousseau. lingkungan manusia. tetapi juga memiliki kemauan dan kemampuan untuk belajar dan berkembang sendiri. Lingkunganlah. Anak mempunyai kemampuan untuk mempelajari sesuatu. diamati. dan massa apersepsi ini digunakan untuk mempelajari atau menguasai pengetahuan selanjutnya. Kesan indah yang diterima individu dapat . semakin tinggi pula massa apersepsinya. Kelompok teori ini tidak mengakui sesuatu yang bersifat mental. budaya. Sama dengan kedua teori sebelumnya bahwa anak mempunyai sejumlah potensi atau kemampuan. Teori S-R Bond (Stimulus-Responce) bersumber dari Psikologi Koneksionisme atau teori asosiasi dan merupakan teori pertama dari rumpun Behaviorisme. apakah lingkungan keluarga. atau masyarakat. Melalui situasi demikian. Menurut konsep mereka.Teori naturalisme atau natural unfoldment atau self actualization. Kelebihan dari teori ini adalah mereka berasumsi bahwa individu bukan saja mempunyai potensi atau kemampuan untuk berbuat atau melakukan berbagai tugas. Rumpun atau kelompok teori belajar yang kedua adalah Behaviorisme yang biasa juga disebut S-R Stimulus-Respons. Perkembangan anak ditentukan oleh faktor-faktor yang berasal dari lingkungan. religi yang membentuknya. bersumber pada Psikologi Strukturalisme dengan tokoh utamanya Herbart. ia dapat belajar sendiri dan mencapai perkembangan secara optimal. Menurut aliran ini belajar adalah membentuk massa apersepsi. disebut juga Herbartisme. kehidupan ini tunduk kepada hukum stimulus-respons atau aksi-reaksi. Teori belajar yang keempat adalah teori apersepsi. Kelompok ini mencakup tiga teori yaitu S-R Bond. alam.

Belajar adalah upaya untuk membentuk hubungan stimulus respons sebanyakbanyaknya. maka pada reinforcement kondisi diberikan pada respons. Teori ini berkembang dari teori psikologi. serta lencana sampai dengan parasamya. Teori ketiga adalah reinforcement dengan tokoh utamanya C. Thorndike. Demikian halnya dengan belajar. siang. hadiah. terkenal dengan percobaan conditioning pada anjing. Tokoh utama teori ini adalah Watson. 1980. Selanjutnya. bonus. supaya pada kegiatan belajarnya akan Iebih giat dan sungguh-sungguh. merupakan perkembangan lebih lanjut dari teori S-R Bond dan conditioning. dan bintang mahaputra. pujian. Hull. Menurut hukum kesiapan. kalpataru. Bunyi bel menjadi kondisi bagi anak sebagai tanda memulai pelajaran di sekolah. insentif. hubungan stimulus dan respons akan terjadi apabila ada akibat yang menyenangkan. terdiri atas rentetan hubungan stimulus respons. piala. demikian terjadi setiap hari dan setiap saat pertukaran jam pelajaran. Kalau pada teori conditioning. reinforcement. Karena anak belajar sungguh-sungguh (stimulus) selain is menguasai apa yang dipelajarinya (respons) maka guru memberi angka tinggi. hubungan antara stimulus dan respons akan terbentuk apabila sering dilatih atau diulang -ulang. demikian juga dengan waktu makan pagi. pujian dan hadiah merupakan reinforcement. Menurut hukum akibat (law of effect). Di dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali contoh reinforcement kita temukan seperti pemberian pujian. hubungan antara stimulus dan respons akan terbentuk atau mudah terbentuk apabila telah ada kesiapan pada sistem syaraf individu. Angka tinggi. Belajar atau pembentukan hubungan antara stimulus dan respons perlu dibantu dengan kondisi tertentu. Tokoh utama teori ini adalah Edward L.merupakan stimulus yang mengakibatkan terespons memetik bunga tersebut. yaitu Law of readness. law of exercise or repetition dan law of effect (Bigge dan Thurst. Ada tiga hukum belajar yang sangat terkenal dari Thorndike. Teori kedua dari rumpun behaviorisme adalah conditioning atau stimulusresponce with conditioning. Sebelum anakanak masuk kelas dibunyikan bel. mungkin juga hadiah. hlm.L. adipura. Di samping reinforcement positif seperti itu dikenal pula . hukum latihan atau pengulangan. medali. kondisi diberikan pada stimulus. piagam penghargaan. dan makan malam. 273).

fakta. Perbuatan individu selalu bertujuan. pemotongan gaji. Contoh reinforcement negatif adalah: peringatan. To state it differently. Perbuatan individu selalu terarah kepada pencapaian sesuatu tujuan.. Belajar merupakan usaha untuk mengembangkan pemahaman tingkat tinggi. Gestalt Field melihat bahwa belajar itu merupakan perbuatan yang bertujuan. dengan tokoh utamanya Kurt Lewin.reinforcement negatif untuk mencegah atau menghilangkan suatu perbuatan yang kurang baik atau tidak disetujui masyarakat. termasuk struktur tubuhnya sendiri. Dalam lapangan ini selalu ada tujuan yang ingin dicapai. Pemahaman terjadi . Pemahaman tingkat tinggi memungkinkan seseorang bertindak inteligen. berwawasan luas. Teori belajar pertama dari rumpun ini adalah teori insight. Teori belajar cognitive field bersumber pada psikologi lapangan (field psikology). ancaman. penundaan kenaikan pangkat. Teori belajar Goal Insight berkembang dari psikologi configurationlism. oleh karena itu sering dikatakan .1ng ada dalam lingkungan. dan kreatif. litikuman. (Bigge dan Hunt. proses. Menurut mereka. imajinatif. mampu memecahkan berbagai masalah. Menurut mereka belajar adalah proses mengembangkan insight atau pemahaman baru atau mengubah pemahaman lama. Pemahaman yang bermutu tinggi (tingkat tinggi) adalah pemahaman yang telah teruji. sanksi. ataupun ide dalam berbagai situasi. individu selalu berinteraksi dengan lingkungan. ada motif yang ilit‡iidorong pencapaian tujuan dan ada hambatan-hambatan yang harus diatasi. Individu selalu berada dalam suatu lapangan psikologis yang oleh Lewin disebut life space. riksploratif.1ri atau perasaan tentan g pola-pola atau hubungan. Aliran ini bersumber dari Psikologi Gestalt Held. Rumpun ketiga adalah Cognitive Gestalt Field. yang berisi kecakapan menggunakan suatu objek. 293). Pemahaman atau insight merupakan citra 11. 1980. diarahkan kepada pembentukan hubungan dengan lingkungan. hlm. We might say that an insight is a kind of intelligent feel we get about a situation that permits us to continue to strive actively to serve our purposes..ipabila individu menemukan cara baru dalam menggunakan unsur-unsur . dan sebagainya. insight is the sensed way through or solution of a problematic situation.. teguran.

Buku ini menguraikan dasar-dasar pemahaman tentang belajar dan bagaimana memperbaiki proses belajar. C. dijelaskan pengajaran berprogram. di dalam lapangan psikologisnya masing-masing. hasil belajar. Understanding School Learning. New York: Harper & Row Pub. relevansi apa yang dipelajari dengan kebutuhaii siswa. Buku Acuan Have. Setiap orang berusaha mencapai tingkat perkembangan dan pemahaman yang terbaik. fungsi inteligensi dan bahasa dalam perkembangan belajal Selanjutnya diuraikan pula hal-hal yang harus diperhatikan dalam belajar seperti motivasi belajar. guru harus mengerti akan dirinya dan orang lain. . Tingkah laku seseorang pada suatu saat merupakan fungsi dari semua faktor yang ada yang saling bergantung pada yang lain. Aspek ini dalam teori belajar cognitive field berkenaan dengan bagaimana individu memahami dirinya dan lingkungannya. Micahel J. Lapangan psikologis terbentuk oleh interelasi yang simultan dari orang-orang dan lingkungan psikologisnya di dalam suatu situasi. Apabila ia telah berhasil mencapai sesuatu tujuan maka timbul tujuan lain yang ingin dicapai dan berada dalam life space baru. Bagi penganut cognitive field. sebab dirinya dan orang lain serta lingkungannya merupakan suatu kesatuan. cara bertanya dan menjawab serta cara-cara meningkatkan ingatan Pada bagian akhir buku ini. belajar merupakan suatu proses interaksi. dalam proses interaksi tersebut ia mendapatkan pemahaman baru atau menemukan struktur kognitif lama. Pada bagian pertama buku ini diuraikan tentang konsep dan kebutuhan untuk memahami proses belajar.A. bagaimana ia menggunakan pengetahuan dan pengenalannya serta berbuat terhadap lingkungannya. Istilah congnitive berasal dari bahasa Latin "cognoscre" yang berarti 'mengetahui (to know)'. (1972). Dalam membimbing proses belajar. Pada bagian berikutnya dijelaskan struktur dan transfer dalam belajar clan perkembangan. peranali teknologi dalam belajar serta berbagai upaya guru untuk meningkatkol. macam -macam belajar dan peranan siswa dalam belajar.perbuatan individu adalah purposive.

Tiga hal tersebut harus disatukan dan kombinasikan menjadi satu. yaitu: interpersonal. New York: Academic Press. Play merupakan fenomena kehidupan yang sering ditafsirkan sebagai 1. meliputi iiuktur kognitif. a Strategy for Testing Applications of Theory. Buku ini berusaha untuk menyatukan ketiganya. analisis pengajaran. iconic. Pada bagian pertama hiiku ini diuraikan teori belajar dan perkembangan konsep. dan simbol. proses kegiatan mental dalam belajar konsep. Teori pendidikan menurut pengarang tersumbat dalam tiga disiplin ilmu: filsafat. sosiologi. yang bertolak dari pandangan bahwa siswa atau anak adalah aktif dan suka bertanya. London: John Wiley & Sons. yang meliputi analisis isi. ada heberapa komponen dari suatu teori yaitu: play. Yang dibahas dalam tulisan ini adalah suatu pendekatan dari exploration theory.etiadaan daripada keberadaan. Buku ini membahas teori belajar dan perkembangan kognitif. . dan psikologi. penyusunan pengajaran dan tes.Hodgkin. lingian selanjutnya menguraikan penyusunan model pengajaran yang atas perbedaan individual.vrkembang menjadi tools.A. Toys merupakan bagian dari kebudayaan µang tetap berada pada taraf play. Ada 4 model yang dapat melancarkan kegiatan belajar. Herbert J. Menurut penulis. dan semiotic. transfer thin perluasan konsep. Klausmeyer . (1980). analisis prilaku. toys. New York. tetapi teori bersifat statis. enactive. Learning and Teaching Concept. skill. Pada bagian akhir diuraikan cara-cara pelaksanaan dan pengelolaannya. serta motivasi dalam perkembangan belajar konsep. Problem dalam pengetahuan inanusia selalu ingin tahu. Play berkembang menjadi skill dan toys I. R. New Perspectives in Educational Psychology. Bom Curious. (1976). tools. melalui penggunaan simbol yang konkret dapat iliabstraksi. Pendekatan ini menolak pandangan pendidikan bahwa anak pasif dan statis. serta bagaimana menyusun suatu model pengajaran yang disesuaikan dengan livrkembangan dan perbedaan individual siswa.

mendapatkan pendidikan baik formal maupun informal dalam lingkungan masyarakat. pendidikan mengandung nilai dan memberikan pertimbangan nilai. Pendidikan dan Masyarakat Ada tiga sifat penting pendidikan. Pendidikan bukan hanya untuk pendidikan. kurikulum menentukan pelaksanaan dan hasil pendidikan. mengerti. tetapi memberikan bekal pengetahuan. menjadi landasan dan sekaligus acuan bagi pendidikan. keterampilan serta nilai-nilai untuk hidup. PERKEMBANGAN ILMU DAN TEKNOLOGI DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM Kurikulum dapat dipandang sebagai suatu rancangan pendidikan. memiliki kecakapan untuk dapat berpartisipasi dalam masyarakat. karakteristik. Sebagai suatu rancangan. kekayaan. Pertama. bekerja dan mencapai perkembangan lebih lanjut di masyarakat. Generasi muda perlu mengenal dan memahami apa yang ada dalam masyarakat. dengan segala karakteristik dan kekayaan budayanya. Kehidupan masyarakat. dan perkembangan masyarakat tersebut. Karena tujuan pendidikan mengandung nilai. Anak-anak berasal dari masyarakat. Dengan pendidikan. A. maka isi pendidikan harus memuat nilai. Kedua. dan diarahkan bagi kehidupan dalam masyarakat pula. Proses pendidikannya juga harus bersifat membina dan mengembangkan nilai. tujuan. Kita ketahui bahwa pendidikan mempersiapkan generasi muda untuk terjun ke lingkungan masyarakat. Hal itu disebabkan karena pendidikan diarahkan pada pengembangan pribadi anak agar sesuai dengan nilai nilai yang ada dan diharapkan masyarakat. isi. pendidikan diarahkan pada kehidupan dalam masyarakat.BAB 4 LANDASAN SOSIAL-BUDAYA. kita tidak mengharapkan muncul manusiamanusia yang lain dan asing terhadap masyarakatnya. maupun proses pendidikan harus disesuaikan dengan kondisi. Pendidikan bukan hanya untuk pendidikan. dan mampu membangun masyarakatnya. Oleh karena itu. tetapi rnenyiapkan anak untuk kehidupan dalam masyarakat. tetapi manusia yang lebih bermutu. baik sebagai warga maupun sebagai .

karyawan. Pendidikan dalam suatu lingkungan masyarakat tertentu berbeda dengan lingkungan masyarakat lain. serta sarana dan prasarana yang ada. Tuntutan individual merupakan harapan orang dewasa agar generasi muda dapat mengembangkan pribadinya sendiri. Salah satu aspek yang cukup penting dalam sistem sosial-budaya adalah tatanan nilai-nilai. penyediaan fasilitas. tetapi pelaksanaan pendidikan bersifat lokal. peraturan. Ketiga. keamanan. berbuat dan hidup dengan baik dalam berbagai situasi dan lingkungan masyarakat. disesuaikan dengan situasi dan kondisi masyarakat setempat. Proses pendidikan merupakan bagian dari proses kehidupan masyarakat. Nilai-nilai tersebut bersumber dari agama. moral yang mengatur cara berkehidupan dan berperilaku para warga masyarakat. Pelaksanaan pendidikan m embutuhkan dukungan dari lingkungan masyarakat. Tatanan nilai merupakan seperangkat ketentuan. Tujuan umum pendidikan sering dirumuskan untuk menyiapkan generasi muda menjadi orang dewasa anggota masyarakat yang mandiri dan produktif. dan lain-lain. antara anggota dan lembaga. sistem sosial budaya. politik. karena adanya perbedaan sistem sosialbudaya. kehidupan politik. Hal itu merefleksikan konsep adanya tuntutan individual (pribadi) dan sosial dari orang dewasa kepada generasi muda. Sistem sosial-budaya ini mengatur pola kehidupan dan pola hubungan antar-anggota masyarakat. mengembangkan segala potensi dan kemampuan yang dimilikinya. Sistem sosial-budaya di daerah perkotaan berbeda dengan di pedesaan. karena masyarakatnya berkembang. pelaksanaan pendidikan dipengaruhi dan didukung oleh lingkungan masyarakat tempat pendidikan itu berlangsung. personalia. di pusat perindustrian berbeda dengan di daerah pertanian. Konsep pendidikan bersifat universal. karena pendidikan sangat melekat dengan kehidupan masyarakat. Tuntutan sosial adalah harapan orang dewasa agar anak mampu bertingkah laku. budaya. hukum. Setiap lingkungan masyarakat masing-masing memiliki sistem sosialbudaya yang berbeda. . serta antara lembaga dan lembaga. Sistem sosial-budaya pada suatu daerah juga berbeda dari suatu periode waktu dengan waktu yang lainnya. Kehidupan masyarakat berpengaruh terhadap proses pendidikan. di daerah pesisir berbeda dengan di pegunungan. lingkungan alam.

Proses pembudayaan tidak dapat berlangsung secara sendirian. apakah kelompok usia. hukum. Pendidikan merupakan bagian dari kebudayaan. kemasyarakatan. menentukan jenis interaksi dan tingkat partisipasinya dalam proses pembudayaan. Masalah tempat menyangkut lingkungan alam dan keadaan geografis. Demikian juga masyarakat di daerah kepulauan berbeda dengan di daerah daratan. kepercayaan. cara berpikir. Konflik nilai bisa juga diakibatkan adanya perbedaan sudut pandang karena adanya variasi sumber-sumber nilai tersebut. cara mempertahankan diri. pekerjaan. melainkan harus dalam interaksi dengan orang lain. dan mungkin pada suatu saat perkembangan begitu drastis. Dalam arti yang lebih mendasar. Perbedaan ataupun konflik nilai tersebut dilatarbelakangi oleh perbedaan tatanan yang berakar pada perbedaan pola-pola kebudayaan Menurut Tylor (1871). jenis kelamin. .maupun dari segi-segi kehidupan lainnya. melalui pendidikan manusia mengenal peradaban masa lalu. Sejalan dengan perkembangan masyarakat maka nilai-nilai yang ada dalam masyarakat juga selalu berkembang. Lingkungan alam dan keadaan geografis mempengaruhi perilaku dan pola hidup para anggota masyarakat. cara bekerja. sehingga tidak jarang menimbulkan perbedaan bahkan konflik nilai. interaksi dengan lingkungan. Menurut Israel Scheffler (1958). pendidikan merupakan suatu proses kebudayaan. Kehidupan masyarakat tidak dapat terlepas dari tempat masyarakat itu berada. yang meliputi pengetahuan. Kondisi alam dan geografis mempengaruhi cara hidup. serta kemampuan dan kebiasaan yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat. Masyarakat yang hidup di daerah tropis berbeda pola hidupnya dengan di daerah subtropis atau daerah dingin. adat-istiadat. sekolah. di daerah gurun pasir berbeda dengan di daerah padang rumput atau rawa. moral. dan lain-lain. dan lain-lain. kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks. Status dan peranan manusia dalam kelompok. cara bermasyarakat. kesenian. turut serta dalam peradaban masa sekarang dan membuat peradaban masa yang akan datang. Setiap generasi manusia menempatkan dirinya dalam urutan sejarah kebudayaan.

masyarakat informasi dan global. dan akurat. Dalam kondisi masyarakat demikian. terutama teknologi industri transportasi. Mungkin pada masyarakat tertentu perkembangannya sangat cepat. Perubahan yang cepat hampir terjadi dalam semua aspek kehidupan. sosial-budaya. Maka it'rjadilah proses pembauran budaya. semangat. Mobilitas yang tinggi mempercepat pertemuan antarsuku dan antarbangsa. dan lain-lain malah terjadi pembauran suku. komunikasi cepat. ideologi. Masyarakat yang telah mencapai tingkat kemajuan yang tinggi dalam segi ilmu. Komunikasi sangat cepat. yang sangat berharga baik bagi kepentingan bisnis. Karena adanya pengaruh dari perkembangan teknologi. telekomunikasi dan elektronika. teknologi. nilai-nilai. bangsa. pengetahuan.Kehidupan masyarakat juga dipengaruhi oleh tingkat kemajuan yang telah dicapainya. lancar. pertentangan atau konflik antarsektor sosial-budaya adakalanya juga terjadi. tetapi pada masyarakat lainnya agak lambat bahkan lambat sekali. Di samping pembauran. pertentangan atau konflik-konflik ini berangsurangsur berkurang. sosial-budaya. minat. dan antarras dengan berbagai kebudayaan. rekreasi. kebiasaan bahkan pola-pola hidup mereka. Perkembangan Masyarakat Salah satu ciri dari masyarakat adalah selalu berkembang. sikap. Melalui proses alkulturalisasi. penelitian. . akan memiliki sistem dan fasilitas yang lebih mapan dibandingkan dengan masyarakat yang kemajuannya rendah. pemerintahan. politik. Pertemuan antarsuku bangsa. antarbangsa. dan segi-segi kehidupan yang lainnya. lancar. perubahan-perubahan terjadi dengan cepat. maupun hobi. atau ras. kecakapan. Sistem dan fasilitas yang tersedia akan mempengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat. Perubahanperubahan masyarakat ini akan mempengaruhi perkembangan setiap individu warga masyarakat. aspirasi. ekonomi. dan akurat memudahkan perolehan informasi. mobilitas manusia dan barang sangat tinggi. meningkatkan pemerataan pembangunan. komunikasi. tradisi. membuka daerah-daerah yang terisolasi. mempengaruhi pengetahuan. ekonomi. nilainilai etik dan estetik. masyarakat kita dewasa ini berkembang sangat cepat menuju masyarakat terbuka. B. kemampuan masyarakat makin sering terjadi.

nalisme dalam setiap spesialisasi tersebut. baik dengan sesama karyawan maupun dengan waktu atau prestasi sebelumnya. hidup yang lebih santai. Dalam pola kehidupan masyarakat industri. dan menuntut profesionalisme yang lebih tinggi pula. malah bisa bekerja siang dan malam. Penerapan teknologi di bidang industri relatif lebih maju dibandingkan di bidang pertanian. perubahan yang lamban. hidup santai telah ditinggalkan.1. Hal itu mengakibatkan adanya keragaman tugas dan pekerjaan. dan sebagainya. atau dingin). Bekerja di bidang industri tidak lagi bergantung pada musim (hujan atau kemarau. Pola kehidupan agraris memiliki kesamaan. tetapi sedikit orang dengan kemampuan tinggi. yang menuntut konsentrasi perhatian dan kegiatan. terutama di perkotaan sering terjadi loncatan. Dengan demikian. Oleh karena itu. Dalam bekerja di sektor industri telah ada pembagian tugas masingmasing. berubah dari kehidupan yang berpola agraris ke pola kehidupan industri. tetapi karena dunia industri berorientasi pada pasar. . taktik. rasa kerja sama yang tinggi. kebijakan baru yang melahirkan produk dan layanan baru selalu muncul. Oleh karena itu. strategi. diganti dengan kerja sama sesuai dengan alur kerja. Dalam pola kehidupan industri perubahan sangat cepat terjadi. Penggunaan peralatan berteknologi tinggi tidak menuntut banyak orang. panas. lebih mewarnai kehidupan dalam masyarakat industri. cara kerja yang teratur. Sifat kompetitif. sifat gotong royong mulai menipis. Masyarakat secara berangsur-angsur. sifat-sifat yang dimiliki masyarakatnya jauh berbeda. Pola padat karya yang dikerjakan secara gotong royong dalam kehidupan agraris telah beralih pada padat teknologi yang dikerjakan secara profesional. menghadapi mesin dan peralatan lain yang berbeda. Perubahan pola pekerjaan Karena pengaruh perkembangan teknologi maka terjadi perubahan yang cukup drastis dalam pola pekerjaan. Diversifikasi pekerjaan dan tugas-tugas dalam satu pekerjaan melahirkan spesialisasi yang menuntut profesio. bisa bekerja sepanjang masa. Tugas-tugas dalam suatu spesialisasi sering tidak dipahami oleh spesialisasi lain. Perubahan ini bukan saja karena adanya peralatan baru atau jenis pekerjaan yang baru. diganti dengan pola kerja keras mengejar target meningkatkan produksi.

Diperkuat dengan perubahan pandangan tentang kedudukan wanita. maupun dalam situasi kerja. Di samping sejumlah kebaikan dari para wanita yang bekerja. tenaga. mengurus anak dan keluarga seperti pada pola kehidupan lama. Masalah kedua berkenaan dengan kehidupan keluarga. Masalah pertama berkenaan dengan kehidupan sosial-pribadi wanita. tidak bisa dilepaskan dari kodratnya sebagai wanita. sebagai akibat ernansipasi yang membuka kesempatan kepada kaum wanita untuk memperoleh pendidikan. Wanita betapapun tinggi tingkat pendidikan dan jabatan yang dipegangnya. dan mungkin terjadi . baik bagi kehidupan sosial-pribadi para wanita.duanya. Wawasan dan pengetahuan mereka menjadi lebih luas. bekerja hampir pada seluruh sektor pekerjaan. Sampai batas tertentu masih tetap harus melayani suami. Memang banyak pekerjaan-pekerjaan tertentu yang lebih berhasil bila dikerjakan oleh wanita. Penyelesaian kedua tugas tersebut bukan masalah ringan. wanita lebih bebas bergerak. Perubahan peranan wanita Dewasa ini jumlah wanita yang berpendidikan relatif seimbang dengan dengan pria. kehidupan keluarga. dan perhatian dalam pekerjaan atau karier. sebagai istri dan ibu. bahkan kedua. wanita tidak lagi hanya bekerja di rumah. kesejahteraan rumah tangga terabaikan. mendidik anak. Kehadiran wanita dalam lingkungan kerja juga dapat menimbulkan suasana lain dibandingkan apabila semua karyawannya pria. Keadaan ini membawa beberapa implikasi. Wanita yang bekerja juga dapat menambah penghasilan keluarga. potensi-potensi yang dimilikinya dapat diwujudkan dan disalurkan. sejumlah masalah dan kesulitan juga muncul. Wanita memiliki peluang yang sama dengan pria.2. membutuhkan pemikiran dan tenaga yang dengan sedikit ketidakmampuan membagi tugas dapat membengkalaikan salah satu tugas. dan mengatur rumah tangga. bagaimanapun akan menelantarkan pelaksanaan tugas-tugasnya dalam rumah tangga. Dengan bekerja di luar rumah. pendidikan anak terbengkalai. Tugas yang banyak menyita waktu. Hal itu bisa mengakibatkan keluarga tidak harmonis. menyelesaikan tugas-tugas pekerjaan dan tugas-tugas keluarga. berkarya. dan berkreasi dibandingkan apabila hanya bekerja di rumah tangga. sehingga kesejahteraan ekonomi keluarga menjadi lebih baik. Wanita yang bekerja apabila telah menikah mempunyai tugas ganda.

apalagi bila latar belakang pendidikan dan kemampuan terasa sama.00.00 bahkan lebih. berprestasi. Kalau karyawati itu belum berkeluarga atau melepaskan din i dari tugas-tugas rumah tangga. melainkan dari Senin sampai Minggu dan pulang seminggu sekali. Bila tidak maka hambatan karier yang akan terjadi. tetapi tempat berkarya. Hal ini tentu menimbulkan masalah. pecah secara struktur yaitu cerai antara suami dan istri. Mereka lebih banyak . Pekerjaan atau karier bukan tempat beristirahat. Anak-anak yang belum bersekolah tinggal di rumah bersama pembantu.perpecahan keluarga (brooken home). kenyataannya jam kerja kadang-kadang sampai pukul 22. anak juga mempunyai masalah sendiri. orang tidak lagi bekerja dari pukul 7. tidak semua pria menerima kedudukan di bawah wanita. bisa saja terjadi hal-hal yang tidak diharapkan. Masalah ketiga berkenaan dengan situasi pekerjaan. pemikiran. Bagaimanapun dalam situasi kerja akan terjadi konkurensi.00. dan unjuk kerja yang optimal. Pola kerja masyarakat modern (industri) menuntut waktu kerja yang tidak teratur. bahkan beberapa minggu tidak pulang. Masalah tersebut akan bertambah lagi apabila terjadi situasi-situasi yang tidak sehat atau menyimpang. penampilan. Perpecahan keluarga ada dua macam. Rumah hanya berfungsi sebagai tempat parkir . keluarga. maupun unit kerja. bahkan oleh kedua-duanya. Dalam keluarga. 3. Hal seperti itu mungkin hanya dialami oleh para bapak/suami. Situasi demikian menuntut sikap. atau pecah secara lungsi tidak bercerai tetapi masing-masing pihak tidak melaksanakan lungsi yang semestinya. Bekerja bukan lagi dari Senin sampai Jumat dan pulang tiap hari. Dalam masyarakat modern. Walaupun ketentuan sampai pukul 16. dan berkompetisi. Situasi ini dapat menimbulkan konflik berkepanjangan. Dalam lingkungan kerja yang ada wanita dan pria.1tau lebih parah sebagai tempat bertengkar. mungkin tuntutan pekerjaan tersebut dapat dipenuhi secara optimal. tetapi mungkin juga dialami oleh para ibu/istri. Perubahan kehidupan keluarga Perkembangan kehidupan keluarga sejalan dengan perkembangan masyarakat. berkreasi. baik bagi wanita yang bersangkutan. mulai dari pelecehan sampai dengan skandal. melebihi waktu biasa.00 sampai pukul 14.

Euclid.A. Apalagi bila suami dan istri bekerja.hidup dan bergaul dengan pembantu daripada dengan orang tuanya. Aristarhus yang hidup sebelum Masehi. Archimides. 1995 : 2). semua kebutuhan hidup terpenuhi. seperti Thales. Fasilitas keluarga lebih lengkap dan lebih baik. Kesibukan di luar batas kewajaran bisa mengorbankan pelaksanaan fungsi-fungsi keluarga. demikian juga ibu dan anak. umumnya berada di luar rumah untuk menyelesaikan tugas sekolah atau bergaul dengan teman. berbagai masalah keluarga bisa timbul. Phythagoras. C. bisa terjadi rumah hanya berfungsi sebagai tempat parkin Dalam situasi demikian. Masa setelah abad pertengahan sering disebut zaman modern. tetapi sebagian besar digunakan di rumah atau di luar rumah dengan teman-temannya. Kesempatan anak remaja di rumah lebih sedikit. Perkembangan ilmu pengetahuan pada masa ini banyak didasari oleh penemuan dan basil pemikiran para filsuf purba. komunikasi pedagogis antara orang tua dan anak bisa sangat terbatas.\ Banyaknya waktu yang digunakan untuk bekerja akan seimbang dengan penghasilan yang diperoleh. Aristoteles. Plato. Karena sangat sibuknya setiap anggota keluarga. Anak yang bersekolah sebagian waktunya digunakan di sekolah. Perkembangan ilmu pengetahuan modern tidak dapat dilepaskan dari peranan ilmuwan Muslim. Bapak tidak lagi melaksanakan tugas sebagai kepala keluarga. . Leucipos. Hubungan harmonis antara suami dan istri. bahkan bisa menabung dan berlibur ke luar kota secara berkala. Qodir. Socrates. bahkan mungkin hilang. Di samping memperoleh nilai lebih dari pola kerja pada masyarakat modern. Perkembangan Ilmu Pengetahuan Sejak abad pertengahan ilmu pengetahuan berkembang dengan pesat. sampai kepada A1-Khawarizmi yang hidup pada abad ke-9. beberapa masalah juga dihadapi dalam kehidupan keluarga. seperti dikemukakan Briffault dalam Making of Humanity (dalam C. Demokritos. Penghasilan tinggi akan meningkatkan kemampuan ekonomi dan kesejahteraan keluarga. Kesibukan kerja/karier dalam batas-batas wajar memungkinkan anggota keluarga melaksanakan tugasnya dengan baik. penghasilan mereka jauh lebih banyak.

Ibn Bajjah. Al-Bagdadi adalah ahli botani terkenal. Ilmu pengetahuan alam dikembangkan oleh Al-Beruni. Teleskop ditemukan oleh Ibn Yunus jauh sebelum Galileo. Dalam bidang kedokteran. Dalam matematika dikenal Jamshid Al-Kashmi (ahli matematika). Berikut ini adalah beberapa perkembangan besar ilmu pengetahuan pada zaman mi. Ibn Sina dan Al-Rani adalah dua tokoh yang sangat terkenal. Imam Jaffar dan Al-Razi adalah para ilmuwan pengembang pertama ilmu Kimia. Salah satu pusat penelitian astronomi terkenal. nama Al-Baydawi tidak dapat dilupakan. mengembangkan lebih jauh prinsip heliocentrisme. Pada abad ke-20. Sejak awal abad ke-14 sampai dengan akhir abad ke-19 terdapat perkembangan ilmu pengetahuan.. A1Khawarizmi dan Omar Khayyam (Aljabar). terjadi pergeseran perkembangan ilmu pengetahuan dari Timur Tengah ke Eropa. Dalam ilmu kimia. pengembangan ilmu pengetahuan didominasi oleh ilmuwan muslim.. namun ketekunan melakukan pengamatan dan penyelidikan eksperimental yang saksama dan lama bukanlah watak mereka « apa yang kita sebut ilmu pengetahuan muncul sebagai akibat metode eksperimen baru. Dalam bidang geografi dikenal nama Al-Kindi sampai dengan Musa Al-Khawarizmi dan Al-Beruni sebagai penemu geodesi. yang diperkenalkan ke Eropa oleh orang Arab .. Selama beberapa abad. Jabin Ibn Hayan. Semua planet dan bumi berputar mengelilingi . Setelah perang antara negara-negara Islam dengan negara-negara Eropa. generalisasi.Orang Yunani mengadakan sistematisasi. seorang ahli astronomi. Bidang astronomi juga banyak dikembangan ilmuwan muslim di berbagai negara. terutama ilmu pengetahuan murni yang begitu pesat. Dalam bidang anatomi. didirikan oleh Al-Tusi tahun 1259. dan menyusun teori. perkembangan yang sangat pesat terjadi pada ilmu pengetahuan terapan dan teknologi. sampai dengan abad ke-13. Observatorium Maragah. Mulai akhir abad ke-13 ada kemunduran dalam mengembangkan ilmu pengetahuan di negara-negara Islam. Copernicus 1473-1543 M. Perang antara negara Arab dan Eropa pada awal abad ke-14 banyak menimbulkan percampuran dan pertukaran kebudayaan dan ilmu pengetahuan antara Barat dan Timur. AlKindi. Ilmu pengetahuan modern merupakan sumbangan paling penting bagi peradaban Islam.

dan fisika. teori lintasan tersebut menjadi bagian ilmu peperangan. Newton banyak menyumbangkan ilmunya bagi perkembangan ilmu pengetahuan yang hingga sekarang banyak digunakan. Ia juga berhasil membuat teropong bintang yang lebih sempurna. Usaha Tycho Brache itu diteruskan oleh Keppler. Semua itu disediakan untuk manusia. dan Galileo (1546-1642) adalah para ahli astronomi. Homocentrisme merupakan padangan yang me. Teori Copernicus ini bukan hanya menyangkal teori geocentrisme. kini terkenal dengan perhitungan diferensial integral (kalkulus). ia melakukan percobaan dengan cara kuantitatif. ahli matematika. Percobaan-percobaan Lavoisier mendasari perkembangan kimia analitik dan kimia organik. yang mendasari ilmu kimia. serta pendukung lainnya. Tycho Brache (1546-1601). bulan. Lavoisier berbeda dengan para ahli lainnya. Galileo juga banyak mengadakan pengamatan langsung. Fermat (1601-1665) dan Pascal (16234662) adalah ahli matematika dan fisika. Selain ahli astronomi.besar. hukum pergerakan. la juga membangun observatorium yang dilengkapi alat.matahari. Dengan demikian. Galileo juga mendalami fisika. Tycho Brache dalam me. Temuannya tentang lintasan lengkung diterapkan dalam menentukan lintasan peluru. Johannes Keppler (1571-1630). Lavoisier (1743-1794) adalah ahli fisika. Fermat dan Pascal mengembangkan dasar-dasar statistika (teori kemungkinan). Ia banyak mempelajari tentang pergerakan. Teori Copernicus ini mendapatkan banyak tantangan dari golongan gereja. Dari dua sarjana tersebut banyak temuan baru tentang orbit planet. Fermat mengembangkan teori Aljabar mengenai bilangan-bilangan. astronomi. .ngamati jalannya bintang-bin tang menggunakan teropong yang besar. serta tata bulan planet Jupiter. dan bintangbintang berputar mengelilingi manusia sebagai tanda kasih Tuhan.nganggap bahwa matahari. Newton (1643-1727) adalah seorang pujangga besar. juga membalikkan prinsip hornocentrisme dari ajaran agama. Sumbangan terbesarnya adalah teori gravitasi. serta teori cahaya atau optika. perpustakaan. Galileo menemukan planet. perhitungan kalkulus (diferensial integral). Mereka banyak dipengaruhi gagasan Copernicus dan melanjutkan gagasan itu.

1) merumuskan lebih jelas dan lengkap tentang teknologi. hlm. Iskandar Alisyahbana (1980. sesungguhnya mereka sudah menggunakan teknologi yaitu teknologi sederhana.. pancaindera. dan Thomson 1897 menemukan radium. Sebenarnya sejak dahulu. logam yang dapat berubah menjadi logam lain. melainkan juga diharapkan dapai mem herikan sumbangan kepada bidang-bidang kehidupan atau ilmu yang lainnya. Sumbangan yang berupa penggunaan atau penerapan suatu bidang ilmu pengetahuan terhadap bidangbidang lain disebut teknologi. Pernyataan tersebut dapat diartikan bahwa pengembangan suatu ilmu pengetahuan tidak hanya ditujukan kepada perkembangan ilmu pengetahuan itu sendiri. yaitu ilmu fisika nuklir. teori relativitas. sedangkan menurut Charles Susskind (1973: 1) . Einstein (1905-1911) menemukan teori kenisbian. Perkembangan Teknologi Dari para ahli. yang menggugurkan teori atom sebagai bagian terkecil yang tak dapat dibagi lagi. teknologi sudah ada atau manusia sudah menggunakan teknologi. Dengan penemuanpenemuan tersebut berkembanglah ilmu baru dalam bidang kimia-fisika. memperkuat. . Dalton (1766-1844) menemukan dasar ilmu kimia yang ditekankan pada teori atom. dan energi. Teknologi ialah cara melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan bantuan alat dan akal (hardware dan software) sehingga seakan akan memperpanjang.Perkembangan ilmu pengetahuan terus berlangsung. Perkembangan selanjutnya menghasilkan teoriteori baru dalam kenisbian. Thomson menemukan elektron. elektron. how we do things is technology. D. hlm. Henry Becquerel (1852-1908). apakah menghasilkan suatu teori/ hukum baru atau menggugurkan teori/hukum yang ada. Curie (1859-1906).. atau membuat lebih ampuh anggota tubuh. Mengapa manusia menggunakan teknologi. 11) Technology is the art of utilizing scientific knowledge. dan otak manusia. Kalau manusia zaman dulu memecahkan kemiri dengan batu atau memetik buah dengan galah. seperti dinyatakan Kast dan Rosenweig (1962. kita sering mendengar pernyataan bahwa ilmu bukan hanya untuk ilmu.

manusia membudidayakan bermacam macam tanaman dan binatang yang sebelumnya tumbuh liar di alam bebas. Karena manusia hidup menetap. Ienemuan teknologi api mendasari pengembangan teknologi lain pada masa-masa berikutnya.karena manusia berakal. besi. umpamanya teknologi penerangan. mereka berkumpul. dan yang paling penting dan banyak mendasari pengembangan teknologi lebih lanjut adalah teknologi logam. Penemuan teknologi pertama yang cukup penting adalah teknologi api. kemudian berkembang tambah banyak. karena itu perlu Iemuan teknologi lain untuk mengatasinya. Perkembangan teknologi lain yang sangat penting dan banyak membawa perkembangan pada teknologi lain adalah teknologi industri. seperti teknologi untuk mengatasi kebakaran. mangan. dan sebagainya. lebih mudah. dan mengolah berbagai bahan makanan. mas. Penemuan-penemuan di bidang ilmu pengetahuan mempercepat pertumbuhan teknologi industri. Dengan teknologi ini. pengembangan suatu teknologi sering berdampak negatif. lebih sejahtera. Teknologi penting lain yang ditemukan selanjutnya adalah teknologi pertanian. dan lain-lain. teknologi pemadam kebakaran. dan lebih sehat. perak. kemudian berkembang menjadi kongsi ditujukan untuk memenuhi lingkungan yang makin meluas sampai bersekala ekspor. teknologi komunikasi dan informatika. serta . mengurangi polusi. Perkembangan yang begitu cepat pada beberapa dekade terakhir adalah perkembangan teknologi transportasi. lebih lezat. Dengan teknologi ini manusia mendapatkan penerangan pada malam hari. Dengan teknologi api. bisa menghangatkan badan. maka terbentuklah masyarakat dengan berbagai aturan dan sistem kehidupan sosial. Teknologi budidaya ini mampu mengubah pola hidup berpindah-pindah menjadi menetap. makanan menjadi lebih lunak. Mulanya teknologi ini berkembang secara individual dalam lingkungan kecil dan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan sendiri. lembaga. teknologi pembuangan asap. lebih aman. Ilerkat api. bijih timah. Teknologi ini memberikan kesejahteraan kepada manusia karena hasil pertanian lebih banyak dan mudah didapat. Dengan akalnya itu ia ingin hidup lebih baik. dapat diolah menjadi batangan kemudian diolah lebih lanjut menjadi berbagai alat kebutuhan manusia.

tetapi juga bisa menempatkan berbagai satelit untuk memantau apa yang terjadi di bumi dan memperlancar komunikasi antardaerah di bumi. termasuk Indonesia yang berhasil mengorbitkan Palapa C2 pada tahun 1996 pada posisi yang direncanakan. menuju planet lain. melainkan untuk kepentingan penelitian dan penemuan-penemuan teknologi lebih lanjut. . Perkembangan alat transportasi bukan hanya ditujukan untuk mobilitas orang dan barang. Gemini 19631965. dan antarbangsa. Jarak geografis tidak menjadi hambatan lagi untuk hubungan antarorang. Amerika Serikat melaksanakan program Voyager. Pengembangan teknologi angkasa luar ini. memungkinkan orang dan barang bisa berpindah dari suatu tempat ke tempat lain dengan mudah dan cepat. laut. bukan saja membuktikan bahwa manusia bisa ke luar dari orbit bumi. Arian berhasil menempatkan sejumlah satelit negara-negara Eropa dan beberapa negara lain. Eropa Barat juga tak mau kalah dalam pengembangan teknologi angkasa luar. Peluncuran Sputnik I tahun 1958 oleh Uni Soviet (sebelum bubar . Perkembangan teknologi industri transportasi berkembang pesat. Voyager II yang akan menyusul Voyager I akan meneruskan penerbangan ke Saturnus dan ken-Indian keluar dari tata surya kita. maupun udara. Berbagai jenis alat transportasi yang bermutu tinggi dengan perlengkapan mutakhir telah tersedia. dengan program Arian-nya yang dimotori oleh Perancis. Program penerbangan angkasa luar Amerika Serikat yang dimulai dengan Mercury 1962. Amerika Serikat mengembangkan program Challenger kemudian Discovery dengan pesawat clang-aliknya walupun pernah mengalami kegagalan. Pada tahuntahun terakhir. Apollo yang dimulai tahun 1964 berhasil mendaratkan para astronot di bulan. Setelah berhasil dengan Apollo.teknologi media cetak. Uni Soviet dengan program Soyus-nya selalu berlomba dengan Amerika Serikat dalam menjelajahi angkasa luar. antarkelompok. Voyager mengangkasa sejauh 680 juta kilometer dari bumi dan berhasil mendapatkan data gambar dan bentuk lain dari planet Yupiter. Perkembangan teknologi terbesar dalam pertengahan abad ke-20 berkenaan dengan penjelajahan angkasa luar. baik transportasi darat. Alat transportasi yang banyak mendapat perhatian dari negara-negara maju adalah pesawat angkasa luar.red) menarik banyak masyarakat dunia. dan merupakan awal babak baru dalam bidang angkasa luar.

internet.planet yang paling jauh bukan dengan renungan atau spekulasi atau peneropongan. yang dikombinasikan dengan kemajuan di bidang komputer. jam siar ini hilang. kemajuan bidang telekomunikasi pun mengalami kemajuan yang begitu pesat. sudah dapat diketahui oleh orang-orang di bagian dunia lainnya. Umpamanya pengamatan dan penelitian daerahdaerah yang mengandung minyak atau bahan-bahan mineral. menghasilkan sistem komunisikasi gaya baru. dan matematika mengembangkan teknologi ruang angkasa dan kemiliteran. Perkembangan teknologi di bidang kemiliteran bukan hanya menghasilkan teknologi senjatasenjata biasa. Temuan-temuan di bidang fisika. kimia. Orang bisa memperoleh hampir semua informasi dari setiap negara tanpa dibatasi waktu. dan iklim. Teknologi ini berkembang sangat pesat berkat temuan-temuan di bidang eletronika. Selain kemajuan di bidang komuniksi massa. Teknologi lain yang perkembangannya sangat cepat pada beberapa dekade terakhir adalah teknologi komunikasi dan informatika. dan lain-lain. Perkembangan radio dan televisi telah membuka bagian-bagian dunia yang terbelakang menjadi daerah terbuka karena arus informasi. dieapainya luar biasa. Tetapi dengan internet. sebab dengan perantaraan komunikasi massa dan komunikasi batas-batas pemisah antarnegara dan antar . Penerbangan angkasa luar bukan hanya ditujukan untuk meneliti planet-planet luar. Oleh karena itu. merupakan perkembangan teknologi yang banyak menimbulkan ancaman dan kekhawatiran manusia. born hidrogen. faksimil. dalam waktu beberapa menit. dewasa ini dunia disebut dunia global. Dengan kemajuan teknologi angkasa luar ini. misil. melainkan dengan pesawatpesawat yang berawak manusia.tetapi basil hasil van). dan internet. Melalui penggunaan berbagai satelit. diadakan berbagai pengamatan dan penelitiaan tentang bumi. peluru kendali antarbenua. Dengan komunikasi massa. Kemajuan di bidang telepon. cuaca. telekomunikasi. juga digunakan untuk meneliti dan membuat beberapa peralatan bagi kepentingan bumi. Apa yang terjadi di suatu daerah atau negara. born nuklir. Satelit merupakan sarana komunikasi massa. kita hanya bisa memperoleh informasi yang disiarkan. juga teknologi senjata mutakhir. manusia berhasil meneliti planet. masalah arus laut. artinya sangat bergantung pada jam siar.

J. ke Gedung Putih. dan surat kabar. Habibie (1983). Penemuan alat-alat cetak modern. dan pola hubungan. sistem kerja. Proses pengalihan tidak berarti mengambil dan menerapkan teknologi. Apabila cara itu ditempuh. tetapi mencakup juga penyesuaian. Teknologi media cetak. dan pengembangannya lebih lanjut. Menurut B. Habibie. akan banyak waktu terbuang dan kita akan semakin jauh tertinggal. majalah. Barangbarang cetakan ini bisa didokumentasikan untuk waktu yang lama. Sesungguhnya teknologi tidak hanya menyangkut halhal material. konsep. Dalam bahasan tentang perkembangan teknologi pada awal bagian ini.J. Santoso S. telah menghasilkan barang cetakan. Melalui internet. Transformasi teknologi Pengembangan ilmu dan teknologi tidak berarti harus mencari dan menemukan sendiri serta harus mulai dari awal. Hamijoyo (1975. pendekatan. yang bermutu tinggi. Cara yang lebih tepat dan memungkinkan untuk mengejar ketinggalan adalah dengan transformasi teknologi. dengan kemampuan cetak yang sangat cepat. 1. kaidah. ada lima prinsip yang menjadi pegangan dalam transformasi teknologi (industri): 1) perlu diselenggarakan pendidikan dan . setiap saat orang bisa masuk. bahkan ke Pentagon. kalau bahannya cukup baik. tahan sampai ratusan tahun.daerah menjadi hilang. ke Library of Congres Amerika Serikat. 1983). tanpa permisi. seperti buku. modifikasi. penerapan. dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi secara teratur (B. Untuk dokumentasi. seperti keadaan aslinya di negara yang mengembangkannya. dan hubungan antarorang. software. mempunyai keunggulan sendiri. tetapi juga yang immaterial. hlm. Transformasi teknologi merupakan suatu proses pengalihan. walaupun jangkauan dan kecepatan sebarannya tidak seluas dan secepat komunikasi massa dan telekomunikasi. sekarang ada teknologi microfilm dan microfiche untuk mengecilkannya.dokumentasi yang menggunakan tempat terlalu besar. 2) membedakan teknologi tersebut menjadi teknologi jenis hardware. banyak dikemukakan contoh-contoh perkembangan teknologi yang berbentuk material.

Dalam tahap ini teknologi-teknologi yang ada dikembangkan lebih lanjut. adalah tahap pengembangan teknologi itu sendiri. serta sarana dan prasarana. sumber daya manusia. hingga saat tercapainya kemampuan bersaing secara internasional. 5) pada tahaptahap awal transformasi. 4) bangsa yang ingin mengembangkan diri secara teknologis harus berusaha sendiri memecahkan setiap masalahnya. Tahap pertama. Tahap kedua. 2) perlu dikembangkan konsep yang jelas dan realistic tentang masyarakat yang akan dibangun serta teknologi-teknologi yang diperlukan untuk mewujudkannya. Transformasi teknologi tidak bisa dilakukan secara serempak dan langsung pada tahap akhir. disesuaikan dengan kebutuhan. . tahap integrasi teknologi digunakan untuk desain dan produksi barang baru. setiap negara harus melindungi perkembangan kemampuan nasionalnya. Proses ini disebut proses nilai tambah. dan dikembangkan lebih lanjut jika benar-benar diterapkan. adalah tahap pelaksanaan penelitian dasar secara besar besaran. diterapkan. Tahap ketiga. Teknologi produksi dan manajemen digunakan untuk mengubah bahan baku atau barang setengah jadi menjadi barang-barang yang bernilai jual lebih tinggi.pelatihan di dalam dan luar negeri untuk menyiapkan para pelaku transformasi. Ada tiga tahap penting transformasi teknologi menurut B. begitupun teknologi baru. Tahap ini merupakan tahap dilaksanakannya inovasi-inovasi. elemen penciptaan. diciptakannya teknologi untuk komponen produk-produk teknologi terbaik dalam bidang masing-masing. kondisi. Pada tahap ini dikembangkan desain dan cetak biru sehingga ada elemen baru. Tahap keempat. dan kemampuan. Tahap ini penting bagi negara-negara berkembang yang menghadapi kendala keuangan. banyak negara berkembang melakukan penelitian dasar melalui perjanjian kerja sama dengan negara-negara maju di bidang ilmu dan teknologi. Habibie (1983). Oleh karena itu. 3) teknologi hanya dapat dialihkan.J. penggunaan teknologi yang ada digunakan untuk proses nilai tambah produksi barang di pasaran.

Pada mulanya. Ada sejumlah laboratorium yang dimiliki Puspitek. pemanfaatan satelit ini terbatas pada bidang komunikasi massa dan jangkauannya terbatas pada beberapa wilayah saja. melainkan juga pada kepentingan politik (integritas bangsa). 7) industri alat.J. 2) industri maritim dan perkapalan. antara lain: laboratorium uji . Sejak lama teknologi di Indonesia berkembang. Dewasa ini pemanfaatan satelit tersebut semakin luas. Di bawah pimpinan Habibie pengembangan teknologi benar-benar bertolak dari kondisi dan karakteristik wilayah dan kebutuhan pembangunan Indonesia. dengan jangkauan bukan hanya negara-negara ASEAN dan negara-negara di sekitar Indonesia. Dalam beberapa hal mungkin dikembangkan teknologi madya. 4) industri elektronika dan telekomunikasi. asal manusia menggunakan alat dan akalnya untuk menyelesaikan setiap masalah yang dihadapi. Perkembangan teknologi tinggi yang cukup pesat terjadi pada masa pembangunan. serta aspek-aspek lain. Habibie (1983). Pusat pengembangan terbesar adalah Pusat Pengembangan Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspitek) di Tanggerang. yaitu: 1) industri pesavvat terbang.2. Perkembangan teknologi ini diawali dengan diluncurkannya Sistem Komunikasi Satelit Domestik Palapa Al. Perkembangan teknologi yang lebih terencana dan terarah tampaknya dimulai setelah B. social budaya. dan 8) industri pertahanan dan keamanan. Pengemkmgan teknologi diarahkan bukan hanya pada kepentingan kemajuan ekonomi. Menurut B. 6) industri rekayasa.alat dan mesin-mesin pertanian. laut. sejak dilaksanakannya Pelita I. Habibie menjabat sebagai menteri sekaligus pemikiran pemimpin pengembangan teknologi di Indonesia. Pusat pengembangan ini memiliki bidang dan fasilitas yang sangat lengkap. Jawa Barat. 5) industri energi. ada delapan wahana transformasi yang menjadi prioritas pengembangan teknologi terutama teknologi industri. Perkembangan teknologi di Indonesia Perkembangan teknologi terjadi di mana-mana. dan udara. 3) industri alat-alat transportasi darat. namun jumlahnya masih terbatas. yang sekarang sudah mencapai generasi C2. misalnya untuk kepentingan telekomunikasi dan jaringan internet. Indonesia juga telah memiliki pusat-pusat pengembangan ilmu dan teknologi. tetapi yang dikembangkannya adalah teknologi sederhana.J.

dan Universitas Airlangga untuk bidang ekonomi. Bandung. dan peternakan. Indonesia memiliki dua pusat reaktor atom. serta reaktor penelitian serba guna dengan beberapa laboratorium penunjangnya. laboratorium energi. lebih dikenal dengan nama Peneropong Bintang. Universitas Gajah Mada.in ini pembahasan dibatasi pada pengaruh perkembangan ilmu pengetalimm din teknologi terhadap kehidupan masyarakat dan pendidikan. Untuk pengkajian dan penerapan teknologi. etika. Beberapa perguruan tinggi yang cukup maju dalam penelitian dan pengembangan adalah Universitas Indonesia untuk bidang kedokteran dan ekonomi. budaya. E. laboratorium termodinamika elan propulsi. dan estetika. politik. Perguruan tinggi juga berperan dalam pengkajian dan pengembangan ilmu dan teknologi sebagai realisasi dari salah satu tridharmanya. Indonesia juga memiliki pusat penelitian astronomi di Lembang. gas dinamika. laboratorium metalurgi. Pengaruh Perkembangan Ilmu dan Teknologi Pengaruh perkembangan ilmu dan teknologi cukup luas. bahkan keamanan dan ilmu pengetahuan itu sendiri. ekonomi. laboratorium teknologi proses. dan getaran. yaitu Pusat Reaktor Atom Bandung dan Pusat Reaktor Atom Kartini di Yogyakarta. Universitas Padjadjaran. Indonesia mempunyai badan khusus.konstruksi. Lembaga lain yang juga mengadakan pengkajian tentang ilmu pengetahuan adalah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). keagamaan. . sosial. laboratorium kimia. laboratorium aerodinamika. Jauh sebelum didirikan Puspitek dan BPPT. fungsi penelitian dan pengembangan pada perguruan tinggi telah berjalan. laboratorium kalibrasi dan instrumentasi. yaitu dharma penelitian. Institut Pertanian Bogor untuk bidang pertanian. Pada bagi. kehutanan. laboratorium fisika. Institut Teknologi Bandung untuk bidang rekayasa dan teknologi. Di bidang tenaga atom. Walaupun tahap pengembangannya belum sama. Ada beberapa perguruan tinggi yang terkemuka dan ada pula perguruan tinggi yang masih miskin dengan penelitian dan pengembangan yang berarti. yaitu Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang kepemimpinannya dirangkap oleh Menteri Riset dan Teknologi. meliputi semua aspek kehidupan.

Komunikasi massa terutama melalui radio dan teleyisi mempunyai peranan dan pengaruh yang sangat besar terhadap masyarakat.Ada beberapa bidang ilmu dan teknologi yang mempunyai pengaruh yang baik secara langsung maupun tidak langsung. Media komunikasi massa tersebut adalah surat kabar. Sebagian besar ibu kota propinsi telah mempunyai stasiun siaran TV sendiri. Hal itu disebabkan karena kemampuan ekonomi serta motif membaca yang masih kurang. Setelah diluncurkannya SKSD Palapa. tradisi. Dengan adanya teknologi transistor yang diproduksi secara massal dengan harga yang relatif murah. maka radio transistor telah dapat dimiliki oleh rakyat kecil yang tinggal di daerah terpencil sekalipun. program dan kegiatan pem. gagasangagasan. serta persenjataan. transportasi. budaya. media massa dapat . mekanisasi industri dan pertanian. kegiatan. kemajuan dart sebagainya yang telah dicapai oleh suatu golongan masyarakat atau daerah tertentu dapat diketahui oleh masyarakat atau daerah lain. nilai-nilai yang terserap oleh masyarakat. majalah. Bidang-bidang tersebut adalah komunikasi. Tempat ketiga dan keempat diduduki oleh surat kabar dan majalah.bangunan. mungkin juga konsep-konsep. terhadap kehidupan masyarakat. Dewasa ini di Indonesia terdapat sejumlah media komunikasi massa yang perkembangannya sudah cukup maju dan dapat menjangkau hampir seluruh pelosok tanah air. Komunikasi cukup berkembang pesat di Indonesia dan berpengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat. seluruh kota di Nusantara dapat dijangkau oleh televisi. di samping masih kurangnya kemampuan membaca serta adanya kendala geografis karena banyak pulau-pulau terpencil. Sudah tentu di samping nilai-nilai yang positif. Melalui media tersebut. radio. Di antara keempat media komunikasi massa tersebut yang paling luas jangkauannya adalah radio. Dengan demikian komunikasi massa dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat. Melalui situasi hiburan tersebut secara tidak disadari banyak informasi. Surat kabar dan majalah belum dapat terserap oleh seluruh lapisan masyarakat di seluruh pelosok tanah air. bahkan sampai batas tertentu dapat mengubah sikap masyarakat. dan televisi. Hal itu karena kedua media tersebut bukan hanya berfungsi memberikan informasi tetapi juga memberikan hiburan. Urutan kedua yang juga cukup luas jangkauannya adalah televisi.

naiknya harga-harga produksi desa di desanya. Mobilitas penduduk atau masyarakat bukan hanya dari desa ke kota tetapi juga dari kota atau daerah yang satu ke kota atau daerah yang lain atau dari pulau yang satu ke pulau yang lain. pembunuhan. Tentang efek negatif acara TV beberapa ahli dan hasil penelitian menyatakan: banyak orang yang membuang waktunya antara 4-6 jam tiap hari untuk mengikuti semua acara TV. Perkembangan teknologi di bidang pertanian belum sepesat bidang industri. dan sebaliknya penduduk desa juga dapat dengan mudah mendapatkan barang-barang hasil industri. pemilikan lahan pertanian yang sempit yang kurang menguntungkan bila diolah secara mekanis. Mobilitas penduduk memungkinkan terjadinya akulturasi. dan sebagainya. iklan TV dapat menimbulkan penyakit the gimmees terutama pada anak (penyakit merengek ingin dibelikan). mempermudah perhubungan baik lokal. Ada beberapa hambatan yang dihadapi dalam penerapan teknologi di bidang pertanian antara lain: terutama di Pulau Jawa tidak banyak lahan pertanian yang luas.pula menimbulkan efek negatif. menghilangkan kesukuan. antara kota. kedaerahan ataupun sikap eksklusivisme. Perkembangan teknologi transportasi meningkatkan mutu dan kecepa tan lalu lintas orang dan barang. perampokan. antara pulau maupun antara negara. cara-cara hidup. Perkembangan transportasi juga dapat memberi beberapa efek sampingan di antaranya: daerah-daerah pedesaan lebih konsumtif terhadap barang-barang hasil industri. masuknya kebiasaan. menyebabkan terbukanya perhubungan dengan daerah-daerah yang asalnya terpencil. Pembukaan perhubungan tersebut dapat memperlancar arus perdagangan dan meningkatkan mobilitas penduduk. memperbesar terjadinya urbanisasi. terutama penduduk desa dengan cara-cara dan kehidupan orang-orang kota. Kelancaran arus perdagangan berarti barang-barang hasil bumi dari desa dapat dengan segera dikirimkan dan dijual ke kota. namun dampaknya terhadap peningkatan produksi dan kesejahteraan para petani telah dirasakan. norma-norma kota yang belum tentu sesuai dengan kehidupan di desa (menggeser kebiasaan desa yang baik). Hal itu. juga akan memberikan sumbangan dalam pembentukan persatuan nasional. keadaan alam yang banyak . film-film banyak yang mempertunjukkan kejahatan.

hlm. 8) mengemukakan pandangannya sebagai berikut: Dalam Pelita I kita telah melihat. Bukti-bukti yang memperkuat pengamatan ini adalah terdesaknya pabrik-pabrik rokok gulung (linting).bergunung-gunung atau berawa-rawa. Beberapa pertanian besar seperti rice estate di Palembang dan lain-lain yang merupakan joint venture sudah menggunakan teknologi maju yang serba mekanik. baik industry maupun hilir. di mana teknologi modern yang belum kita miliki berada berdampingan dengan teknologi tradisional yang masih terbelakang. tetapi juga teknologi tepat guna. Masyarakat sebagai sumber tenaga kerja banyak menderita kesulitan dengan adanya industri-industri . menengah bahkan industri kecil. harga kemungkinan juga sedikit lebih rendah bila dibandingkan dengan produksi pabrik kecil. kebijaksanaan yang diambil pemerintah tidak hanya diarahkan pada pengembangan teknologi maju.terjadinya suatu eksperimentasi yang m cukup berani. pemasaran hasil pertanian dan sebagainya. kemampuan permodalan dan pengelolaan. Meskipun demikian. Filino Harapah (1975. kualitas barang cukup baik. seolah-olah terdesak. industri besar. Teknologi modern tersebut masih sangat bergantung kepada unsurunsur non-Indonesia. yaitu barang-barang cukup banyak tersedia. Dalam proses sudah berlangsung. pemerintah telah berusaha mengembangkan teknologi tepat guna di bidang pertanian. Penggunaan teknologi maju yang paling banyak adalah di bidang industri. masyarakat mempunyai beberapa keuntungan dari industri besar tersebut. akibat saingan pabrik yang lebih modern dan unggul teknologinya. Penggunaan teknologi maju dalam industri mempunyai beberapa pengaruh terhadap kehidupan masyarakat. Dalam pengembangan teknologi industri ini. yang mungkin dapat diterapkan pada industri-industri menengah dan kecil. untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut. Walaupun dalam beberapa kasus tidak dapat dihindari terjadinya ketersisihan industri kecil oleh industri besar. usaha tenun bukan mesin dan perusahaan minuman yang mempergunakan teknologi tradisional sederhana. malahan sebaliknya. Mengenai ketersisihan industri-industri kecil yang menggunakan teknologi tradisional oleh industri-industri besar yang mengginiakan teknologi modern. kelihatan bahwa teknologi tradisional bukannya kian meningkat. Sebagai konsumen.

tetapi sejumlah besar anggota masyarakat yang lain menderita karena tidak mendapat pekerjaan. atau sandiwara TV. melalui media massa dapat berlangsung proses pendidikan. Bagi orang-orang yang secara kebetulan dapat bekerja dengan teknologi maju tersebut dapat menikmati keberuntungannya. Suatu pekerjaan yang sebelum menggunakan teknologi maju mungkin membutuhkan 15-20 orang pegawai/buruh maka setelah menggunakan teknologi maju dapat dikerjakan oleh 1 atau 2 orang saja. sinetron. juga menda pat pen garuh yang cukup besar dari ilmu dan teknologi. Pendidikan sangat erat hubungan dengan kehidupan sosial. pendidikan merupakan salah satu aspek sosial. jelas bahwa untuk mengurangi jumlah ini secara cukup berarti akan hampir tidak mungkin dicapai dengan jalan mengadakan industrialisasi perekonomian menurut pola di Barat. Kami kira tidak ada seorang penulis skenario film. Sebab media massa juga merupakan juga media pendidikan. Baik tayangantayangan yang berbentuk informasi ataupun tayangan yang bersifat hiburan juga mempunyai nilai-nilai pendidikan. memperoleh keterampilan dan membentuk sikapsikap tertentu. Dengan kata lain. yang jahat pasti dihukum dan sebagainya. namun tujuannya justru menyadarkan masyarakat bahwa perbuatan seperti itu tidak baik. Pendidikan. ataupun penulis berita atau cerita yang sengaja menulis suatu tema cerita atau tulisan dengan tujuan merusak masyarakat. Ziemek mengemukakan pendapat sebagai berikut: Melihat angka-angka terakhir mengenai kesempatan kerja di Indonesia yang menunjukkan bahwa 30% dari jumlah 44 juta angkatan kerja yang benarbenar. Meskipun penulis membuat ceritera tentang kejahatan atau kekejaman. Pendidikan tidak terbatas pada pendidikan formal saja. melainkan juga pendidikan nonformal. Dengan demikian dapat memperbesar angka pengangguran.teknologi maju tersebut. sebab pendidikan meliputi segala usaha sendiri atau usaha pihak luar untuk meningkatkan pengetahuan dan kecakapan. Dengan demikian semua acara tersebut sebenarnya mempunyai maksud dan pesan yang positif. namun yang diterima oleh pemirsa tidak selalu . Pada bagian sebelum ini telah diungkapkan bahwa kemajuan di bidang komunikasi massa sangat berpengaruh terhadap pendidikan. M. Mengenai pengangguran atau kesempatan kerja tersebut. memperoleh kesempatan kerja penuh. sebab.

memberikan kecakapan atau keterampilan serta membina sikap tertentu. Perkembangan teknologi di bidang industri mempunyai hubungan timbal balik dengan pendidikan. Mudah kita pahami bahwa yang menjadi idola anak adalah tokoh-tokoh terkenal atau jagoan-jagoan tertentu. tanpa paksaan atau perintah orang lain dan tidak ada tekanan untuk ulangan atau ujian. apalagi idolanya itu adalah tokoh dalam film-film Barat yang mungkin tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia. dan perasaan seseorang. Padahal mungkin saja tidak semua tingkah laku tokoh tersebut baik. dan cara menyelesaikan masalah". Kita mengetahui bahwa anak suka tneniru. Segi negatif yang lain dari media TV untuk pendidikan anak selain yang telah diungkapkan terdahulu adalah kecenderungan anak untuk mengadakan peniruan dan identifikasi. belajar berlangsung secara disadari. Dalam hal ini media massa mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan dengan belajar dalam kelas. dan pada masa tertentu terutama pada awal masa pubertas ada masa anak untuk beridentifikasi dengan tokoh-tokoh pujaan tertentu. Dari pihak pemirsa kebanyakan lebih memperhatikan adeganadegan yang ramai daripada mencari makna pesan luhur yang dibawa dengan keramaian tersebut. sebab dalam kelas. cara berpikir. Dan yang penting adalah fungsi TV-nya sendiri yang disesuaikan dengan kemampuan masyarakat.seperti maksud dan pesan tersebut (tidak komunikatif). Industri dengan teknologi maju memproduksi berbagai macam alat-alat dan bahan yang secara langsung atau tidak langsung dibutuhkan . Tiap acara TV atau radio. Bagaimanapun media massa mempunyai fungsi pendidikan. diperintah dan diuji tetapi melalui media massa belajar terjadi secara tidak sadar. Mar'at seorang psikolog dari Unpad mengemukakan pendapatnya sebagai berikut: "TV mampu mengubah sikap. Sebagai penyebabnya mungkin saja karena adeganadegan yang kurang terpuji tersebut lebih mendominasi dibandingkan degnan adegan-adegan yang mengandung maksud dan pesan luhur. tiap berita atau tulisan dalam surat kabar atau majalah dapat menambah pengetahuan pendengar. sebagai media komunikasi visual dalam meningkatkan pengetahuan. Sering terjadi kalau anak sudah menntio seorang tokoh. apa saja yang dilakukan oleh tokoh tersebut selalu baik. pandangan. penonton. atau pembacanya.

dalam pendidikan. buku-buku. peta. Penggunaan alat-alat belajar yang modern dalam pendidikan akan mempengaruhi proses belajar. Aktivitas belajar anak akan bergantung pada metode belajar-mengajar yang digunakan. Telah dibicarakan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membawa beberapa perubahan dalam kehidupan masyarakat. menuntut peralatan pendidikan atau latihan yang baru yang mungkin tidak sama dengan peralatan bagi pendidikan atau kejuruan yang telah ada. berubah menjadi masyarakat yang terbuka dan cukup berkomunikasi dengan daerah-daerah lain. Perkembangan teknologi industri menuntut peningkatan penguasaan pengetahuan. Kegiatan pendidikan membutuhkan dukungan dari penggunaan alat-alat hasil industri seperti komputer. video tape. Masyarakat yang pada mulanya hanya konsumtif . Hal itu berkenaan dengan segi software sebagai hasil pengembangan teknologi. Sekolah kejuruan yang baru menuntut penyediaan guru-guru dalam kejuruan tersebut. Peningkatan pendidikan sangat membutuhkan bantuan hasil-hasil teknologi industri tidak hanya yang bersifat hardware. dan sebagainya. yang tertutup dengan adanya transportasi dan komunikasi yang luas. kemampuan. Ada segi lain mengenai hubungan antara pendidikan dengan perkembangan teknologi dalam industri. Hal itu berarti membuka pekerjaan baru dan juga menuntut keahlian baru yang harus dipersiapkan dalam pendidikan. sistem penilaian yang baru. televisi. tetapi juga membutuhkan bantuan penggunaan hasil pengembangan teknologi yang bersifat software. gambar-gambar. menuntut pengetahuan dan kecakapan gurugurunya. metode mengajar yang baru. cassete tape recorder. radio. Untuk menyelenggarakan suatu sekolah kejuruan tertentu dituntut banyak hal. berbagai bentuk alat peraga. Beberapa masyarakat terpencil. anak akan lebih aktif dibandingkan dengan kalau hanya menggunakan kapur dan papan tulis saja. alat-alat berhitung. dan sebagainya. alatalat permainan. alat tulis menulis. Dengan menggunakan alatalat belajar yang modern anak akan lebih aktif belajar. Sudah tentu penggunaan alat-alat hasil industri maju dalam bidang pendidikan. dan keterampilan sumber daya manusianya. Dengan perkataan lain perkembangan teknologi dalam industri dapat memberikan tuntutan pembaharuan dalam pendidikan. Sekolah kejuruan yang baru juga mungkin menuntut sistem atau program yang baru.

Sekolah atau lembaga-lembaga pendidikan lainnya. dan perkembangan masyarakat menimbulkan problema-problema baru yang menuntut pemecahan dengan pengetahuan. maupun material. Pengaruh langsung perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah memberikan isi/materi atau bahan yang akan disampaikan dalam pendidikan. dalam pekerjaan serta dalam hubungan-hubungan yang lebih luas. perguruan tinggi atau lembaga pendidikan lainnya. Dengan demikian. prinsip-prinsip. Hal-hal di atas menuntut perubahan pada sistem dan isi pendidikan.terhadap hasil-hasil pertanian telah berubah menjadi masyarakat yang lebih konsumtif terhadap produksi industri. baik nilai sosial. Di sekolah. pendidikan bukan hanya mewariskan nilai-nilai dan hasil kebudayaan lama. Pengaruh tak langsung adalah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. intelektual. menyebabkan perkembangan masyarakat. spiritual. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga telah menimbulkan banyak perubahan dalam nilai-nilai. juga yang bersifat langsung. Perkembangan ilmu dan teknologi bukan hanya yang bentuk hardware tetapi juga software dan hubungan antarmanusia. budaya. maupun tidak langsung menuntut perkembangan pendidikan. Pengaruh perkembangan ilmu dan teknologi terhadap pendidikan selain yang bersifat tidak langsung seperti yang telah dikemukakan terdahulu. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi secara langsung. untuk memahami dan memecahkan berbagai persoalan dalam kehidupan di rumah dan di masyarakat. dan keterampilan barn yang dikembangkan dalam pendidikan. dipelajari konsep-konsep. merupakan tempat pemindahan teknologi yang bersifat software dan hubungan antarmanusia. kaidah-kaidah. . perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi meyebabkan perkembangan pula pada dunia pendidikan. kemampuan. aspirasi baru. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga menimbulkan kebutuhan barn. sikap hidup baru. tetapi juga mempersiapkan generasi muda agar mampu hidup pada masa kini dan yang akan datang. Hal-hal tersebut juga menuntut selalu adanya perkembangan dari pendidikan. cara-cara dan pendekatanpendekatan baru.

Yang menjadi inti pembahasan dalam buku ini adalah inovasi dalam pendidikan di sekolah yang diarahkan pada peningkatan efektivitas pendidikan. Perubahan sosial merupakan suatu keharusan dan sekolah tidak dapat absen dalam proses perubahan tersebut. Handbook of Educational Technology. Selanjutnya kegiatan inovasi berkenaan dengan komponen siswa. sarana. kurikulum. yaitu yang berpusat pada guru atau institusi dan yang berpusat pada siswa. mempunyai andil di dalam perubahan sosial. ahli kurikulum serta pelaksana pendidikan terutama kepala sekolah dan guru. Buku ini sangat bermanfaat bagi para perencana pendidikan. and Alexander. Pada bagian akhir diuraikan evaluasi hasil belajar. Inc. sebab dalam tugasnya mereka harus selalu mengadakan inovasi. Henry. organisasi. Fred & Ellington. media serta bangunan.F. Rinerhart and Winston. serta kecenderungan perkembangan teknologi pendidikan pada tahun 2000. Unruh. juga dikemukakan macam-macam metode mengajar. Glenys G. Peranan dan perumusan tujuan sebagai pusat dan titik tolak dalam penyusunan desain pengajaran yang didasarkan atas pendekatan sistem. media dan sumber-sumber pengajaran. Sekolah disadari atau tidak.1. Bagian selanjutnya menjelaskan dua pendekatan pendidikan. . maka sekolah pun harus mengadakan inovasi. (1984). Pada bagian terakhir diuraikan proses inovasi dan perkembangannya serta berbagai pendekatan dalam inovasi pendidikan.taina blikil ini ditiraikan tentang pengerarahan pendidikan. Buku Acuan Percipal. New York: Holt. Secara sistematis dalam buku ini dibahas. baik yang bersifat kolas. Agar tanggap dan dapat selalu mengikuti perubahan perubahan sosial. William M. London: Kogan Page Ltd. (1970). Inovasi itu bermacam-macam. staf pengajar. kelompok ataupun individual. Innovations in Secondary Education. faktor-faktor yang mendorong inovasi bagi perkembangan pendidikan. Buku ini merupakan buku dasar tentang teknologi pendidikan. menguraikan aspek-aspek utama teknologi pendidikan dan peranannya dalam tisaha meningkatkan efisiensi dan efektivitas pendid4 Ali Pada liawan 1)1. dan New York: Nichols Publishing Co. pendekatan sistem dan sekilas sejarah teknologi pendidikan.

Teaching and Media. Makalah-makalah tersebut merupakan makalah terbaik atau terpilih yang sengaja dipilih penulis dan disediakan bagi para pendidik. . Atas dasar itu pengajaran harus mempunyai tujuan yang spesifik. dan pengajaran. Buku ini menguraikan masalah pengajaran dan media dengan pendekatan sistem. mau jadi apa siswa. tetapi saling mempengaruhi. Isinya telah tersusun sedemikian rupa sehingga membentuk satu kesatuan pemikiran yang utuh. semua kegiatan pendidikan harus bertolak dari perkembangan anak. bahwa pengajaran harus menyatukan ilmu dengan seni mengajar. Dalam buku tersebut sangat ditekankan. belajar. Dalam buku ini dijelaskan bagaimana pengaruh pendekatan-pendekatan dalam pendidikan terhadap pandangan para ahli pendidikan terhadap sekolah.Gerlach. (1980). Rumah dan sekolah sebagai lembaga pendidikan mempunyai peranan sendirisendiri. Bloom. tetapi merupakan bagian integral dari pengajaran. siswa. (1981). guru. memberikan pegangan baik dalam pengembangan kurikulum. Englewood Cliffs. New Jersey: Prentice Hall. Guru memegang peranan yang besar dalam pengajaran. Inc. is adalah perencana pengajaran dan koordinator sumber-sumber belajar. Buku ini sebenarnya merupakan kumpulan makalah yang disampaikan dalam berbagai pertemuan ilmiah. Buku ini sangat berharga bagi para ahli kurikulum. Anak menjadi fokus pendidikan. maupun guru dan para instruktur. dan guru-guru serta para mahasiswa calon guru. Selanjutnya dijelaskan dalam buku ini. A Systematic Approach. et al. dan diadakan pemilihan media yang tepat. media pengajaran. dan harus dipusatkan pada kebutuhan dan aktivitas siswa. All Our Children Learning. penyusunan desain pengajaran maupun dalam pemilihan media pengajaran. disusun dengan desain pengajaran yang baik. Inc. bahwa media bukan sekadar alat bantu. Konsep-konsep yang dipaparkan dalam buku ini cukup modern. Media merupakan aspek penting dalam pengajaran. akan memperlancar jalannya pengajaran. Pengajaran harus disusun berdasarkan pada apa yang akan dikerjakan dan pada apa yang akan dihasilkan pada siswa. New York: Mc Graw Hill Book Co. baik orang tua. Benyamin S. sebab menempatkan anak pada tempat yang sentral. Vernon S.

BAB 5 MACAM-MACAM MODEL KONSEP KURIKULUM Pada Bab 1 telah ungkapkan empat aliran pendidikan yaitu pendidikan klasik. liciajar adalah berusaha menguasai ilmu sebanyak-banyaknya. Kurikulum subjek akademis bersumber dari pendidikan klasik (perenialisme dan esensialisme) yang berorientasi pada masa lalu. Orang yang berhasil dalam belajar adalah orang yang menguasai seluruh atau sebagian besar isi pendidikan yang diberikan atau disiapkan oleh guru. Sampai sekarang. Kurikulum Subjek Akademis Model konsep kurikulum ini adalah model yang tertua. logis. dan solid. Sesuai dengan bidang disiplinnya para ahli. sejak sekolah yang pertama berdiri. %valaupun telah berkembang tipe-tipe lain. A. Mengapa demikian? Kurikulum ini sangat praktis. teknologi pendidikan disebut kurikulum teknologis dan dari pendidikan interaksionis. umumnya sekolah tidak dapat welepaskan tipe ini. maupun proses pendidikan. Semua Woo pengetahuan dan nilai-nilai telah ditemukan oleh para pemikir masa lalu. Para pengembang kurikulum tidak perlu susah.. Fungsi pendidikan memelihara dan mewariskan hasil hasil budaya ilia. isi. masing-masing telah mengembangkan ilmu secara sistematis. teknologi. kurikulumnya mirip dengan tipe ini. disebut kurikulum rekonstruksi sosial. pribadi. Empat aliran atau teori pendidikan tersebut memiliki model konsep kurikulum dan praktik pendidikan yang berbeda. Kurikulum ini lebih mengutamakan isi pendidikan. mudah digabungkan dengan tipe lainnya. Model konsep kurikulum dari teori pendidikan klasik disebut kurikulum subjek akademis. imidah disusun.a lalu tersebut. peserta didik. Mereka tinggal memilih bahan . Empat aliran itu bertolak dari asumsi yang berbeda dan mempunyai pandangan yang berbeda pula lentang kedudukan dan peranan pendidik.susah menyusun dan mengembangkan bahan sendiri. dan interaksionis. pendidikan pribadi disebut kurikulum humanistik. Isi pendidikan diambil dari setiap disiplin ilmu.

sejarah. Seorang siswa yang belajar fisika. umpamanya. Mereka harus menguasai semua pengetahuan yang ada dalam kurikulum. Nama-nama mata pelajaran yang menjadi isi kurikulum hampir sama dengan nama disiplin ilmu. dalam perkembangannya secara berangsur memperhatikan proses belajar yang dilakukan siswa.materi ilmu yang telah dikembangkan para ahli disiplin ilmu. ilmu kealaman. Proses belajar yang dipilih sangat bergantung pada segi apa yang dipentingkan dalam materi pelajaran tersebut. Hal seperti itu akan mempermudah proses belajar fisika bagi siswa. Jerome Bruner dalam The Process of Education menyarankan bahwa desain kurikulum hendaknya didasarkan atas struktur disiplin ilmu. Ia harus menjadi ahli dalam bidang-bidang studi yang diajarkannya. harus melakukan kegiatan belajar sebagaimana seorang ahli fisika melakukannya. tetapi ia juga menjadi model bagi para siswanya. Beberapa kegiatan belajar memungkinkan untuk mengadakan generalisasi. dapat merangsang ingatan apabila siswa diminta untuk menghubungkannya dengan masalah lain. Lebih jauh guru dituntut bukan hanya menguasai materi pendidikan. Karena kurikulum sangat mengutamakan pengetahuan maka pendidikannya lebih bersifat intelektual. Apa yang disampaikan dan cara penyampaiannya harus menjadi bagian dari pribadi guru. ia menegaskan bahwa kurikulum suatu mata pelajaran harus didasarkan atas pemahaman yang mendasar yang dapat diperoleh dari prinsip-prinsip yang mendasarinya dan yang memberi struktur kepada suatu disiplin ilmu. Para pengembang kurikulum pada masa adalah para ahli mata . Penekanan pada segi intelektual ini dianut oleh hampir seluruh proyek pengembangan kurikulum pada tahun 1960-an di sekolah-sekolah negara bagian Amerika Serikat. Selanjutnya. Kurikulum subjek akademis tidak berarti hanya menekankan pada materi yang disampaikan. Guru adalah yang "digugu dan "ditiru (diikuti dan dicontoh). suatu pengetahuan dapat digunakan dalam konteks lain daripada sekadar yang dipelajarinya. seperti bahasa dan sastra. geografi. sesuai dengan tujuan pendidikan dan tahap perkembangan siswa yang akan mempelajarinya. Guru sebagai penyampai bahan ajar memegang peranan penting. kemudian mereorganisasinya secara sistematis. dan sebagainya. matematika.

Murid-murid belajar ba. anak-anak akan mempelajari aspek-aspek universal dari kebudayaan manusia. Para pengembang kurikulum mengharapkan anak-anak dapat menggali faktor-faktor penting yang akan menjadikan manusia sebagai manusia. Melalui perbandingan dengan binatang. menyangkiii problema. kegiatan diskaveri dan sebagainya. dan cara-cara bagaimana berinkuiri. dan perlengkapan kelas lainnya. rekaman. Sekurang-kurangnya ada tiga pendekatan dalam perkembangan Kurikulum Subjek Akademis. terdiri atas buku-buku. pemahaman disiplin ilmu-ilmu sosial. melanjutkan penih struktur pengetahuan. sebab para ahli lebih tertarik pada pemecahan masalah kemanusiaan. film. konsep-konsep inti. Pendekatan kedua. permainan. adalah studi yang bersifat integratif.gaimana memperoleh dan menguji fakta-fakta dan bukan sekadar mengingat-ingatnya. dan pengujian hipotesis. anak mengetahui keadaan biologis manusia. Pendekatan ini merupakan respons terhaclap perkembangan masyarakat yang menuntut modelmodel pengetahuan yang lebih komprehensif-terpadu. prinsip-prinsip. Pendekatan pertama. Salah satu contoh kurikulum yang berdasarkan atas struktur pengetahuan adalah Man: A Course of Study (MACOS) Macos adalah kurikulum untuk sekolah dasar. Melalui serangkaian kegiatan ilmiah seperti observasi. penyusunan. poster. Pelajaran tersusun atas . Pada tah un 1970-an pendekatan struktur pengetahuan dalam pengembangan kurikulum ini mengalami kemunduran. yaitu membangkitkan penghargaan dan keyakinan akan kemampuan sendiri dan memberikan serangkaian cara kerja yang memungkinkan anak walaupun dengan cara sederhana mampu menganalisis kehidupan sosial.pelajaran yang menyusun bahan ajar di sekitar unsur-unsur struktural mendasar dari disiplin ilmunya. percobaan. Sasaran utama kurikulum model MACOS adalah perkembangan kemampuan intelektual. Kurikulum ini ditujukan untuk mengadakan penyempurnaan tentang pengajaran ilmu sosial dan humanitas. dengan pengarahan dan bimbingan Bruner. Dengan membandingkan manusia dari suatu masyarakat dengan masyarakat lainnya. diharapkan anak dapat mengambil banyak manfaat.

dan memecahkan masalah -masalah matematis. Para siswa harus belajar menggunakan pemikiran dan dapat mengontrol dorongan-dorongannya. 1. Mereka mengembangkan suatu model kurikulum yang terintegrasi (integrated curriculum). adalah pendekatan yang dilaksanakan pada sekolah sekolah fundamentalis. dan lainlain dipelajari tanpa dihubungkan dengan kebutuhan praktis pemecahan masalah dalam kehidupan. Pengorganisasian tema-tema pengajaran didasarkan atas fenomena-fenomena alam. ilmu sosial. Menyatukan kegiatan belajar dari beberapa disiplin ilmu. fenomena alam. dan evaluasi. Dengan berpengetahuan dalam berbagai disiplin ilmu. para siswa diharapkan memiliki konsep-konsep dan cara-cara yang dapat terus dikembangkan dalam masyarakat yang lebih luas. 3. Tujuan kurikulum subjek akademis adalah pemberian pengetahuan yang solid serta melatih para siswa menggunakan ide-ide dan proses "penelitian". Menyatukan berbagai cara/metode belajar. proses kerja ilmiah dan problema-problema yang ada. dalam satuan-satuan pelajaran tersebut batas-batas ilmu menjadi hilang. yang dapat terdiri atas ide atau konsep besar yang dapat mencakup semua ilmu atau suatu proses kerja ilmu. Pendekatan ketiga.satuan-satuan pelajaran. Mereka tetap mengajar berdasarkan matamata pelajaran dengan menekankan membaca. Ciri-ciri kurikulum subjek akademis Kurikulum subjek akademis mempunyai beberapa ciri berkenaan dengan tujuan. Kegiatan belajar ditekankan pada pengalaman konkret yang bertolak dari minat dan kebutuhan murid serta disesuaikan dengan keadaan setempat. Pelajaran-pelajaran lain seperti ilmu kealaman. Menentukan tema-tema yang membentuk satu kesatuan (unifying theme). metode. menulis. . Kegiatan belajar melibatkan isi dan proses dari satu atau beberapa ilmu sosial atau perilaku yang mempunyai hubungan dengan tema yang dipilih/ dikerjakan. organisasi isi. Ada beberapa ciri model kurikulum yang dikembangkan. Sekolah harus memberikan kesempatan kepada para siswa untuk merealisasikan kemampuan mereka menguasai warisan budaya dan jika mungkin memperkayanya. atau masalah sosial yang membutuhkan pemecahan secara ilmiah. 1. 2.

Correlated curriculum adalah pola organisasi materi atau konsep yang dipelajari dalam suatu pelajaran dikorelasikan dengan pelajaran lainnya. Ide-ide diberikan guru kemudian dielaborasi (dilaksanakan) siswa sampai mereka kuasai. Bahan ajar diintegrasikan dalam suatu persoalan. Melalui proses tersebut para siswa akan menemukan. Konsep utama disusun secara sistematis. Tentang kegiatan evaluasi. Ada beberapa pola organisasi isi (materi pelajaran) kurikulum subjek akademis. bentuk dan perasaan digunakan dalam seni dan koherensi dalam sejarah. Kalau dalam unified masih tampak warna iliciplin ilmunya. di . dan integrasi secara menyeluruh. dan untuk memahami budaya masa lalu dan mengerti keadaan masa kini. Integrated curriculum. Dalam materi disiplin ilmu yang diperoleh. yang mencakup materi dari berbagai pelajaran disiplin ilmu. Problem Solving curriculum adalah pola organisasi isi yang berisi topik pemecahan masalah sosial yang dihadapi dalam kehidupan dengan menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dari berbagai mata pelajaran atau disiplin ilmu. bahwa kemampuan berpikir dan mengamati digunakan dalam ilmu kealaman. Bidang studi seni yang sifatnya ekspresi membutuhkan penilaian subjektif yang jujur. logika digunakan dalam matematika. dengan ilustrasi yang jelas untuk selanjutnya dikaji. kegiatan atau segi kehidupan tertentu. 4. 2. 3. kurikulum subjek akademis menggunakan bentuk evaluasi yang bervariasi disesuaikan dengan tujuan dan sifat mata pelajaran. Unified atau Concentrated curriculum adalah pola organisasi bahan pelajaran tersusun dalam tema-tema pelajaran tertentu. dicari berbagai masalah penting.Metode yang paling banyak digunakan dalam kurikulum subjek akademis adalah metode ekspositori dan inkuiri. kemudian dirumuskan dan dicari cara pemecahannya. Pola-pola organisasi yang terpenting di antaranya: 1. koherensi. Mereka mempelajari buku-buku standar untuk memperkaya pengetahuan. Bidang studi tersebut membutuhkan jawaban yang merefleksikan logika. Dalam bidang studi humaniora lebih banyak digunakan bentuk uraian (essay test) daripada tes objektif. maka dalam pola yang integrated warna disiplin ilmu tersebut sudah tidak kelihatan lagi.

Apabila hanya mempelajari sedikit disiplin ilmu maka penguasaan para siswa akan sangat Ierbatas. Satu pihak melihatnya sebagai suatu kegiatan yang sangat berharga. Dalam ilmu kealaman penghargaan tertinggi bukan hanya diberikan kepada jawaban yang benar tetapi juga pada proses berpikir yang digunakan siswa.samping standar keindahan dan cita rasa. yaitu: 1. Pemilihan disiplin ilmu Masalah besar yang dihadapi oleh para pengembang kurikulum subjek akademis adalah bagaimana memilih materi pelajaran dari sekian banyak disiplin ilmu yang ada. 2. yang dapat memberikan informasi yang dibutuhkan. Evaluasi yang dilakukan dalam waktu singkat tidak akan memberikan gambaran yang benar tentang perkemhangan dan penguasaan siswa. sukar menerapkannya dalam kehidupan masyarakat secara luas. Para ahli disiplin ilmu sering memiliki sifat ainbivalen terhadap evaluasi. Pada pihak lain mereka mengkhawatirkan kegiatan evaluasi dapat mempengaruhi hubungan antara guru dan siswa. apabila disiplin ilmunya cukup banyak. memilih dan menentukan aspek-aspek dari dari disiplin ilmu yang sangat diperlukan dalam kehidupan masyarakat.dikit (tidak mendalam). maka tahap penguasaannya akan mendangkal. Apabila ingin memiliki penguasaan yang cukup mendalam maka jumlah disiplin ilmunya harus sedikit. Anak-anak akan tahu banyak tetapi pengetahuannya hanya sedikit. Ada beberapa saran untuk mengatasi masa lah tersebut. Lain halnya dengan matematika. . Kekhawatiran mereka dapat sedikit dikurangi dengan dikembangkannya model evaluasi formatif dan sumatif. Mengusahakan adanya penguasaan yang menyeluruh (comprehensive. Mengutamakan kebutuhan masyarakat (social utility). 2. nilai tertinggi diberikan bila siswa menguasai landasan aksioma serta cara penghitungannya benar.ness) dengan menekankan pada bagaimana cara menguji kebenaran atau mendapatkan pengetahuan.

mereka mengabaikan karakteristik siswa dan kebutuhan masyarakat setempat.J. Penyesuaian mata pelajaran dengan perkembangan anak Para pengembang kurikulum subjek akademis. Menekankan pengetahuan dasar. Konsep dasar Kurikulum humanistik dikembangkan oleh para ahli pendidikan humanistik. B. Mereka bertolak dari asumsi bahwa anak atau siswa adalah yang pertama dan utama dalam pendidikan. Mereka umumnya kurang memperhatikan bagaimana siswa belajar dan lebih mengutamakan susunan isi. pemanfaatan fasilitas dan sumber yang ada pada masyarakat. Aliran ini lebih memberikan tempat utama kepada siswa. Rousseau (Romantic Education). Kedua adanya upaya-upaya untuk menyesuaikan pelajaran dengan perbedaan individu dan kebutuhan setempat. Mereka percaya bahwa siswa mempunyai potensi. bahwa individu atau anak merupakan satu .3. yaitu apa yang akan diajarkan. prinsip-prinsip. yaitu pengetahuan-pengetahuan yang menjadi dasar (prerequisite) bagi penguasaan disiplin-disiplin ilmu yang lainnya. Kurikulum ini berdasarkan konsep aliran pendidikan pribadi (personalized education) yaitu John Dewey (Progressive Education) dan J. dan generalisasi. untuk mengimbangi penekanannya pada proses berpikir. Pertama. Para pendidik humanis juga berpegang pada konsep Gestalt. 3. Para ahli kurikulum subjek akademis juga memandang materi yang akan diajarkan bersifat universal. punya kemampuan. Kurikulum Humanistik 1. Untuk mengatasi kelemahan-kelemahan di atas dalam perkembangan selanjutnya dilakukan beberapa penyempurnaan. dan kekuatan untuk berkembang. Ketiga. mereka mulai mendorong penggunaan intuisi dan tebakan-tebakan. lebih mengutamakan penyusunan bahan secara logis dan sistematis daripada menyelaraskan urutan bahan dengan kemampuan berpikir anak. la adalah subjek yang menjadi pusat kegiatan pendidikan. Proses belajar yang ditempuh oleh siswa sama pentingnya dengan penguasaan konsep.

terhadap kesatuan yang menyeluruh dari lingkungan. maupun tindakan). perasaan. 1). Pandangan mereka berkembang sebagai reaksi terhadap pendidikan yang lebih menekankan segi intelektual dengan peran utama dipegang oleh guru. Tujuan pengajaran adalah memperluas kesadaran diri sendiri dan mengurangi kerenggangan dan keterasingan dari lingkungan. Pendidikan diarahkan kepada membina manusia yang utuh bukan saja segi fisik dan intelektual tetapi juga segi sosial dan afektif (emosi. rileks. 1977.kesatuan yang menyeluruh. akrab. Ada beberapa aliran yang termasuk dalam pendidikan humanistik yaitu pendidikan: Konfluen. dan Mistikisme modern. nilai. dan lain-lain). Menurut Mc Neil "The nezv humanists are self actualizers who see curriculum as a liberating process that can meet the need for growth and personal integrity (John D. Pendidikan konfluen menekankan keutuhan pribadi. dan bagaimana merasakan atau bersikap terhadap sesuatu. Tugas guru adalah menciptakan situasi yang permisif dan mendorong siswa untuk mencari dan mengembangkan pemecahan sendiri. Kritikisme Radika I. terhindar dari berbagai hama. Mereka memandang pendidikan sebagai upaya untuk membantu anak menemukan dan mengembangkan sendiri segala potensi yang dimilikinya. Pendidik adalah ibarat petani yang berusaha menciptakan tanah yang gembur. Mc Neil. Berkat situasi tersebut anak mengembangkan segala potensi yang dimilikinya. Pendidikan merupakan upaya untuk menciptakan situasi yang memungkinkan anak berkembang optimal. sikap. Kritikisme radikal bersumber dari aliran naturalisme atau romantisme Rousseau. perasaan. individu harus merespons secara utuh (baik segi pikiran. yang ada adalah dorongan dan rangsangan untuk berkembang . Pendidikan humanistik menekankan peranan siswa. Dalam pendidikan tidak ada pemaksaan. Pendidikan mereka lebih menekankan bagaimana mengajar siswa (mendorong siswa). air dan udara yang ‡ukup. Pendidikan merupakan suatu upaya untuk menciptakan situasi yang permisif. untuk tumbuhnya tanaman yang penuh dengan berbagai potensi. hlrn.

Menurut mereka kurikulum tidak menyiapkan pendidikan tentang sikap. Kurikulum ini menekankan partisipasi murid dalam belajar. dan nilai yang harus dimiliki murid-murid. perasaan. meditasi. bertanggung jawab bersama. b. Kurikulurn konfluen Kurikulum konfluen dikembangkan oleh para ahli pendidikan konfluen. dan pertimbanganpertimbangan nilai yang telah dipilihnya. melalui berbagai bentuk aktivitas kelompok. melalui sensitivity training. Ini menunjukkan ciri yang nonotoriter dari pendidikan konfluen. berperasaan dan memberi pertimbangan nilai. Kegiatan belajar adalah belajar bersama. Pendidikan konfluen kurang menekankan pengetahuan yang mengandung segi afektif). dan lain-lain. . murid-murid dapat mengadakan perundingan. Beberapa ciri kurikulum konfluen Kurikulum konfluen mempunyai beberapa ciri utama yaitu: a. 3. 2. dan integrasi dari pemikiran. mina t dan kehidupan murid karena diambil dari dunia murid oleh murid sendiri. interpenetrasi. Hal demikian sudah tentu akan lebih berarti bagi murid baik secara intelektual maupun emosioanal. nilai) dengan segi-segi kognitif (kemampuan intelektual). pertukaran kemampuan. Integrasi. kehalusan budi pekerti. Melalui partisipasi dalam kegiatan bersama. Partisipasi. Murid-murid hendaknya diajak untuk menyatakan pilihan dan mempertanggungjawabkan sikap-sikap. persetujuan. perasaan-perasaan. perasaan. dan sebagainya. Melalui partisipasi dalam berbagai kegiatan kelompok terjadi interaksi. Isi pendidikan relevan dengan kebutuhan. perasaan dan juga tindakan. Relevansi. yang ingin menyatukan segi-segi afektif (sikap. yoga. Kurikulum hendaknya mempersiapkan berbagai alternatif yang dapat dipilih murid-murid dalam proses bersikap. c.Mistikisme modern adalah aliran yang menekankan latihan dan pengembangan kepekaan perasaan.

. pengaktualisasian segala potensi pribadi anak secara utuh. Dasar dari kurikulum konfluen adalah Psikologi Gestalt yang menekankan keutuhan. yang matang.d. Tujuan. Kurikulum tersebut mencakup tujuan. Apa yang menjadi isi kurikulum diukur oleh apakah hal itu bermanfaat bagi kita sekarang? Apakah hal itu akan memperbaiki kehidupan kita sekarang. Pengajaran lebih menekankan kepada tanggung jawab pribadi daripada kompetisi. Pribadi anak. Prinsip pengajarannya menerapkan prinsip terapi Gestalt. Metode-metode belajar konfluen Para pengembang kurikulum konfluen telah menyusun kurikulum untuk berbagai bidang pengajaran. Teori yang mendukung pandangan ini adalah Eksistensialisme yang memusatkan perhatiannya pada apa yang terjadi sekarang di tempat ini. Pendidikan adalah pengembangan pribadi. kesadaran. Pendidikan konfluen sangat mengutamakan kesatuan dari keseluruhan.unit pelajaran yang telah diujicobakan. kesatuan.red) apabila bermanfaat bagi keseluruhan. unit. alat-alat pelajaran. Halhal di atas sangat esensial dalam perkembangan individu yang sehat. yang menekankan keterbukaan. keunikan. dan tanggung jawab pribadi. Kurikulum konfluen menyatukan pengetahuan objektif dan subjektif. Melalui latihan kesadaran/kepekaan perkembangan yang sehat akan tercapai. Hal itu sesuai dengan konsep Gestalt bahwa sesuatu itu dikatakan berarti (penting . Tidak ada jawaban yang salah atau benar dalam pengajaran konfluen. berhubungan dengan kehidupan siswa dan bermanfaat baik bagi individu maupun masyarakat. yang serasi baik di dalam dirinya maupun dengan lingkungan secara menyeluruh. e. 4. Kebanyakan bahan tersebut diajarkan dengan teknik afektif. topic. keseluruhan. dan buku teks. karena dengan cara itu ia lebih sadar akan eksistensinya dan kemungkinannya untuk berkembang.topik yang akan dipelajari. Pendidikan ini bertujuan mengembangkan pribadi yang utuh. Pengajaran konfluen juga telah tersusun dalam bentuk rencana-rencana pelajaran. Pendidikan ini memberi tempat utama pada pribadi anak.

Setiap orang mempunyai self (aku = din) yang tidak selalu disadari. Melalui berbagai kegiatan pengajaran model humanistik para siswa dapat menyatakan din.ngunkan melalui pendidikan. Menurut Maslow puncak pengalaman ini merupakan awal dan juga akhir dari pendidikan. Dalam memilih kegiatan belajar beberapa cara dapat ditempuh. Pertama. fantasy body trips merupakan pemahaman tentang badan dan diri individu.686) kita dapat belajar lebih banyak tentang diri kita melalui pengujian respons-respons menuju puncak pengalaman (peak experiences). para penyusun kurikulum konfluen tidak menuntut para guru melaksanakan pengajaran seperti yang mereka kerjakan. Mereka mengharapkan setiap guru mengembangkan kreasi sendiri. Aku atau diri ini perlu dibuka. cemas. tersembunyi atau tertutup. . Berbeda dengan pengembang kurikulum yang lain. Kurikulum perlu merencanakan program untuk membantu para siswa menemukan dan menampakan dirinya. berekspresi. Untuk setiap tema atau topik hendaknya dipilih prosedur atau bentuk-bentuk kegiatan atau teknik yang sesuai. kegiatan atau ritual baru. Puncak pengalaman adalah pengalaman-pengalaman yang membangkitkan rasa sayang. Kurikulum humanistik dapat membantu mereka memperlancar proses aktualisasi diri ini. Pengajaran humanistik memfokuskan proses aktualisasi din i (self actualization). berbuat. rituals yaitu suatu kegiatan untuk menciptakan kebiasaan. di antaranya: dyads yang merupakan latihan komunikasi afektif antara dua orang. materi disajikan dalam bentuk yang belum selesai (open ended). 685.George Issac Brown telah memberikan sekitar 40 macam teknik pengajaran konfluen. senang dsb. Menurut Abraham Maslow (1968. yang terpenting mereka memahami tujuan dan kegunaan kegiatan yang mereka ciptakan. him. duka. bereksperimen. atau diba. Dalam menciptakan kreasi ini. memperoleh umpan balik dan menemukan dirinya. tema atau issue-iswre diharapkan muncul secara spontan dari prosedur serta perlengkapan pengajaran yang ada. Cara yang kedua ini menuntut keterbukaan dari peristiwa tetapi juga guru perlu mengusahakan kerahasiaan. Kedua. benci. mengidentifikasi tema-tema atau topik-topik yang mengandung self judgment.

dan belajar. Sesuai dengan prinsip yang dianut. Peran mengajar bukan saja dilakukan oleh guru tetapi juga oleh murid. dan lain-lain. yaitu kesatuan perilaku bukan saja yang bersifat intelektual tetapi juga emosional dan tindakan. 271-283) kurikulum harus dapat mengembangkan kesadaran dan mendorong kreativitas murid-murid. karena dengan sekuens mu.kan integrasi. orang lain. kelompok. budaya.laman yang menyeluruh. estetika. Bagi mereka tujuan pendidikan adalah proses perkembangan pribadi yang dinamis yang diarahkan pada pertumbuhan. Guru selain harus mampu menciptakan hubungan yang hangat dengan murid. Ia harus mampu memberikan materi yang menarik dan mampu menciptakan situasi yang memperlancar proses belajar. Kurikulurn harus mampu memberikan penga.Menurut Philip H. Guru tidak memaksakan sesuatu yang tidak disengani murid. kurikulum humanistik menekan. metode. . him. berkenaan dengan tujuan. Seorang dapat bekerja dengan baik bila memiliki karakter yang baik pula. Seseorang yang telah mampu mengakutalisasikan diri adalah orang yang telah mencapai keseimbangan (harmoni) perkembangan seluruh aspek pribadinya baik aspek kognitif. Bagi Phenix kesadaran merupakan kunci perkembangan diri dalam membina hubungan dan penycsuaian diri dengan orang lain. Kurikulum humanistik menuntut hubungan emosional yang baik antara guru dan murid. Guru harus memberikan dorongan kepada murid atas dasar saling percaya. sikap yang sehat terhadap diri sendiri. Semua itu merupakan bagian dari cita-cita perkembangan manusia yang teraktualisasi (self actualizing person). 5. organisasi isi. Kurikulum humanistik juga menekankan keseluruhan. bukan pengalaman yang terpenggal-penggal. dan evaluasi. dan otonomi kepribadian.rid-murid kurang mempunyai kesempatan untuk memperluas dan memperdalam aspek-aspek perkembangannya. Karakteristik kurikulum humanistik Kurikulum humanistik mempunyai beberapa karakteristik. Phenix (1971.rid. Menurut para humanis. maupun moral. integritas. Kurikulum ini kurang menekankan sekuens. kurikulum befungsi menyediakan pengalaman (pengetahuanred) berharga untuk membantu memperlancar perkembangan pribadi mu. juga mampu menjadi sumber.

melainkan kegiatan bersama. Pelaksanaan kegiatan. dan dengan sumber belajar . Kegiatan yang diutamakan adalah yang akan membangkitkan rasa ingin tahu dari pemahaman. C. 121.problema yang dihadapinya dalam masyarakat. Dalam evaluasi.nya. bahan ajar serta kegiatan belajar yang akan membantu siswa dalam merumuskan apa yang ingin mereka pelajari. Sasaran mereka adalah perkembangan anak supaya menjadi manusia yang lebih terbuka. Menyusun kegiatan yang dapat memunculkan sikap.Penyusunan sekuens dalam pengajaran yang sifatnya afektif. Memperkenalkan bahan-bahan yang akan dibahas dalam setiap kegiatan. hlm. tetapi juga antara siswa dengan siswa. Kerja sama atau interaksi bukan hanya terjadi antara sisvva dengan guru. c. lebih berdiri sendiri. siswa dengan orang-orang di lingkungan. Penyempurnaan. l'onilaiannya bersifat subjektif baik dari guru maupun para siswa. Menurut mereka pendidikan bukan upaya sendiri. dilakukan oleh Shiflett (1975. d. Kegiatan yang mereka lakukan hendaknya bermanfaat bagi siswa. minat atau perhatian tertentu. maka dalam kurikulum humanistik tidak ada kriteria.139) dengan langkah-langkah sebagai berikut. Model lebih mengutamakan proses daripada hasil. Kurikulum ini lebih memusatkan perhatian pada problema. Kurikulum Rekonstruksi Sosial Kurikulum rekonstruksi sosial berbeda dengan model-model kurikulum lainnya. interaksi. b. Kegiatan belajar yang baik adalah yang memberikan pengalaman yang akan membantu para siswa memperluas kesadaran akan dirinya dan orang lain dan dapat mengembangkan potensi-potensi yang dimilikinya. Kalau kurikulum yang hiasa terutama subjek akademis mempunyai kriteria pencapaian. penyempurnaan hasil serta upaya tindak lanjutnya. kurikulum humanistik berbeda dengan yang biasa. Kurikulum ini bersumber pada aliran pendidikan interaksional. Di dalamnya tercakup topik-topik. kerja sama. para siswa diberi pengalaman yang menyenangkan baik yang berupa gerakan-gerakan maupun penghayatan. pembahasan hasil-hasil yang telah dicapai. a.

lainnya. Harold Rug mulai melihat dan menyadarkan kawan kawannya bahvva selama ini terjadi kesenjangan antara kurikulum dengan masyarakat. Tantangan-tantangan tersebut merupakan . Ia menginginkan para siswa dengan pengetahuan dan konsep. Para rekonstruksionis sosial menentang intimidasi. a. menakut-nakuti dan kompromi semu.konsep baru yang diperolehnya dapat mengidentifikasi dan memcahkan masalah-masalah sosial. pada awal tahun 1950-an menyampaikan gagasannya tentang rekonstruksi sosial. seluruh warga masyarakat harus turut serta dalam perkembangan dana pembaharuan masyarakat. Para rekonstruksionis sosial tidak mau terlalu menekankan kebebasan individu. hambatan -hambatan atau gangguangangguan yang dihadapi manusia.rakat baru yang lebih stabil. tetapi juga dapat membantu bagaimana berpartisipasi sebaik-baiknya dalam kegiatan sosial. Dalam masyarakat demokratis. Mereka ingin meyakinkan murid-murid bagaimana masyarakat membuat warganya seperti yang ada sekarang dan bagaimana masyarakat metnenuhi kebutuhan pribadi warganya melalui konsensus sosial. 1. Mereka mendorong agar para siswa mempunyai pengetahuan yang cukup tentang masalah-masalah sosial yang mendesak (crucial) dan kerja sama atau bergotong royong untuk memecahkannya. Tujuan utama kurikulum rekonstruksi sosial adalah menghadapkan para siswa pada tantangan. Brameld juga ingin memberikan keyakinan tentang pentingnya perubahan sosial. Asumsi. Melalui interaksi dan kerja sama ini siswa berusaha memecahkan problema-problema yang dihadapinya dalam masyarakat menuju pembentukan masyarakat yang lebih baik. Perubahan sosial tersebut harus dicapai melalui prosedur demokrasi. Sekolah bukan saja dapat membantu individu memperkembangkan kemampuan sosialnya. Pandangan rekonstruksi sosial di dalam kurikulum dimulai sekitar tahun 1920-an. Desain kurikulum rekonstruksi sosial Ada beberapa ciri dari desain kurikulum ini. ancaman. Theodore Brameld. Setelah diharapkan dapat menciptakan masya. Untuk melaksanakan hal itu sekolah mempunyai posisi yang cukup penting.

BAGAN 5. seperti: Dapatkah kehidupan seperti sekarang ini memberikan kekuatan untuk menghadapi ancaman ancaman yang akan mengganggu integritas kemanusiaan? Dapatkah tata ekonomi dan politik yang ada dibangun kembali agar setiap orang dapat memanfaatkan sumbersumber daya alam dan cumber daya manusia seadil mungkin. dan matematika.bidang garapan studi sosial. Masalah-masalah tersebut dirumuskan dalam pertanyaan. bukan saja dari buku-buku dan kegiatan laboratorium tetapi juga dari kehidupan nyata dalanl masyarakat. Pola-pola organ isasi. Di tengah-tengahnya sebagai poros dipilih sesuatu masalah yang menjadi tema utama dan dibahas secara pleno. Pola desain kurikulum rekonstruksi sosial . Dan tema utama dijabarkan sejumlah topik yang dibahas dalam diskusidiskusi kelompok. latihan-latihan. Masalah-masalah sosial yang mendesak. sosiologi psikologi. Pada tingkat sekolah menengah.lain. kunjungan dan lain. c. Masalah-masalah masyarakat bersifat universal dan hal ini dapat dikaji dalam kurikulum. b. Semua kegiatan jar-jari tersebut dirangkum menjadi satu kesatuan sebagai bingkai atau velk. Kegiatan belajar dipusatkan pada masalah-masalah sosial yang mendesak. yang perlu didekati dari bidang-bidang lain seperti ekonomi. pola organisasi kurikulum disusun seperti sebuah roda. bahkan pengetahuan alam. Pertanyaan pertanyaan tersebut mengundang pengungkapan lebih mendalam. Topik-topik dengan berbagai kegiatan kelompok ini merupakan jar-jar. estetika.

. Kerja sama ini juga terjadi antara para siswa dengan manusia sumber dari masyarakat. Guru-guru berusaha membantu para siswa menemukan minat dan kebutuhannya.Innyo dengan faktor ekonomi. Untuk kelaskelas tinggi selain mereka dihadapkan kepada situasi nyata juga mereka diperkenalkan dengan situasi-situasi ideal. baik dalam kegiatan pleno maupun kelompok-kelompok berusaha memecahkan masalah sosial yang dihadapinya. ada kebergantungan antara seorang dengan yang lainnya.mT. Dalam program pendidikan ekonomi-politik. a) Tujuan dan isi kurikulum. apakah telah mempengaruhi kepentingan sebagian besar orang.tujuan nasional dengan tujuan siswa. (6) mengevaluasi semua rencana dengan criteria. Komponen-komponen kurikulum Kurikulum rekonstruksi sosial memiliki komponen-komponen yang sama dengan model kurikulum lain tetapi isi dan bentuk-bentuknya berbeda.1. Illihungannya dengan ekonomi lokal. maupun antarkelompok dalam kegiatan pleno sangat mewarnai metode rekonstruksi sosial. saling pengertian dan konsensus. belajar merupakan kegiatan bersama. (5) memantapkan rencana perubahan praktik politik. Tujuan program pendidikan setiap tahun berubah. Dengan hal itu diharapkan para siswa dapat menciptakan model-model kasar dari situasi yang akan datang. (4) mengkaji praktik politik dalam Ind. Bagi rekonstruksi sosial. b) Metode. umpamanya untuk tahun pertama tujuannya membangun kembali dunia ekonomipolitik. Dalam pengajaran rekonstruksi social para pengembang kurikulum berusaha mencari keselarasan antara tujuan. Anakanak sejak sekolah dasar pun diharuskan turut serta dalam survai kemasyarakatan serta kegiatan kegiatan sosial lainnya. Dalam kegiatan belajar tidak ada kompetisi yang ada adalah kooperasi atau kerja sama. Kegiatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut adalah ( I) mengadakan survai secara kritis terhadap masyarakat (2) mengadakan studi tentang hubungan antara keadaan ekonomi lokal dan ekonomi nasional serta dunia. Kerja sama baik antara individu dalam kegiatan kelompok. (3) mengadakan studi tentang latar belakang nkloris dan kecenderungankecenderungan perkembangan ekonomi. Sesuai dengan minat masingmasing siswa.

Salah satu badan yang banyak mengembangkan baik teori maupun praktik pengajaran rekonstruksi sosial adalah Paulo Freize. 2. dan menilai bahan yang akan diujikan. menyusun. juga keampuhan menilai pencapaian tujuan-tujuan pembangunan masyarakat yang sifatnya kualitatif. . Dengan gerakan conscientization mereka membantu masyarakat memahami fakta-fakta dan masalah-masalah yang dihadapinya dalam konteks kondisi masyarakat mereka. Pelaksanaan pengajaran ini diarahkan untuk meningkatkan kondisi kehidupan mereka.c) Evaluasi. Dalam kegiatan evaluasi para siswa juga libatkan. Di daerah pertanian umpamanya sekolah mengembangkan bidang pertanian dan peternakan. Mereka berusaha membuka diri. Keterlibatan mereka terutama dalam memilih. Sesuai dengan potensi yang ada dalam masyarakat. tetapi juga menilai pengaruh kegiatan sekolah terhadap masyarakat. Conscientization merupakan suatu proses pendidikan atau pengajaran di mana siswa tidak diperlakukan sebagai penerima tetapi sebagai pelajar yang aktif. Pengaruh tersebut terutama menyangkut perkembangan masyarakat dan peningkatan taraf kehidupan masyarakat. di daerah industri mengembangkan bidang-bidang industri. Soal-soal yang akan diujikan dinilai lebih dulu baik ketepatan maupun keluasan isinya. dengan bantuan biaya dari pemerintah sekolah berusaha mengembangkan poterisi tersebut. memperluas kesadaran tentang realitas sosial budaya dan dengan segala kemampuannya berupaya mengubah dan meningkatkannya. Evaluasi tidak hanya menilai apa yang telah dikuasai siswa. sekolah mempelajari potensi-potensi tersebut. Untuk memerangi kebodohan dan keterbelakangan mereka menggalakkan gerakan budaya akal budi (conscientization). Mereka banyak membantu pengembangan daerah-daerah di Amerika Latin. Sekolah berusaha memberikan penerangan dan melatih kemampuan untuk melihat dan mengatasi hambatan-hambatan yang dihadapi. Pelaksanaan pengajaran rekonstruksi sosial Pengajaran rekonstruksi sosial banyak dilaksanakan di daerah-daerah yang tergolong belum maju dan tingkat ekonominya juga belum tinggi. meningkatkan kemampuan memecahkan masalah-masalah yang dihadapi.

sosial. Pandangan rekonstruksi sosial berkembang karena keyakinannya pada kemampuan manusia untuk membangun dunia yang lebih baik. Ia menggalakkan perencanaan masa akan datang. dari bukan perencanaan untuk masa yang akan datang. Shane menegaskan peranan individu dalam menemukan masa depannya sendiri. Kemampuan warga untuk ikut serta dalam pemecahan masalah juga bervariasi. dan budaya. Kecenderungan utama adalah perkembangan teknologi dengan berbagai dampaknya terhadap kondisi dan perkembangan masyarakat. politik. ketidakseragaman pemanfaatan sumber-sumber dan lain-lain. Beberapa kritikus pendidikan menilai pandangan ini sukar diterapkan langsung dalam kurikulum (pendidikan). Dalam pemecahan problema sosial dan membuat kebijaksanaan sosial diperlukan musyawarah tiengan warga masyarakat. masalah air. kesejahteraan masyarakat. populasi. mereka tidak dapat melepaskan din dari perkembangan tetapi harus menyesuaikannya.Keterbatasan dan potensi yang mereka miliki. . Juga penekanannya tentang peranan ilmu dalam memecahkan masalah -masalah sosial. Shane seorang profesor dari Universitas Indiana Amerika Serikat. Penyebabnya adalah interpretasi para ahli tentang perkembangan dan masalah-masalah sosial berbeda. akibat pertambahan penduduk. Harold G. Kecenderungan lain adalah perkembangan ekonomi. Untuk iiiengidentifikasi dan menganalisis kecenderungan-kecenderungan tersebut diperlukan bantuan dari para ahli disiplin ilmu. Shane menyarankan para pengembang kurikulum. baik bagai individu maupun dalam interaksinya dengan yang lain. Bertolak dari kenyataan-kenyataan tersebut mereka membina diri dan membangun masyarakat. agar mempelajari kecenderungan (trends) perkembangan. mewakili teman-temannya para Futurolog menggunakan perencanaan masa yang akan datang (future planning) sebagai dasar penyusunan kurikulum. Dalam perkembangan sosial yang perlu mendapatkan perhatian utama adalah perkembangan manusia. Para ahli kurikulum yang berorientasi ke masa depan menyarankan agar isi kurikulum difokuskan pada: penggalian sumber-sumber alam dan htikan alam.

Kurikulumnya berisi rencana-rencana penggunaan berbagai alat dan media.D. juga model-model pengajaran yang banyak melibatkan penggunaan alat. sabak dan grip. pengajaran modul. Suatu kompetensi yang besar diuraikan menjadi kompetensi yang lebih sempit/khusus dan akhirnya menjadi perilaku-perilaku yang dapat diamati atau diukur. Sejalan dengan perkembangan ilmu dan teknologi. mesin pengajaran. Sejak dahulu teknologi telah diterapkan dalam pendidikan. sedangkan penerapan teknologi perangkat lunak disebut juga teknologi sistem (system technology). teknologi pendidikan menekankan kepada penyusunan program pengajaran atau rencana pelajaran dengan menggunakan pendekatan sistem. yaitu bentuk perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware). pena dan tinta. Pengajaran dengan bantuan komputer. dan lain-lain. mesin pengajaran. bisa . film slide. tetapi diarahkan bukan pada pemeliharaan dan pengawetan ilmu tersebut tetapi pada penguasaan kompetensi. Penerapan teknologi perangkat keras dalam pendidikan dikenal sebagai teknologi alat (tools technology). Contoh-contoh model pengajaran tersebut adalah: pengajaran dengan bantuan film dan video. pengajaran berprogram. termasuk bidang pendidikan. komputer. Aliran ini ada persamaannya dengan pendidikan klasik. Dalam arti teknologi sistem. lebih menekankan kepada penggunaan alat-alat teknologis untuk menunjang efisiensi dan efektivitas pendidikan. Penerapan teknologi dalam bidang pendidikan khususnya kurikulum adalah dalam dua bentuk. di bidang pendidikan berkembang pula teknologi pendidikan. CD-rom dan internet. Program pengajaran ini bisa semata-mata program sistem. dan lain-lain. seperti audio dan video casssette. Teknologi pendidikan dalam arti teknologi alat. Teknologi dan Kurikulum Abad dua puluh ditandai dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat. tetapi yang digunakan adalah teknologi sederhana seperti penggunaan papan tulis dan kapur. Perkembangan teknologi mempengaruhi setiap bidang dan aspek kehidupan. overhead projector. yaitu menekankan isi kurikulum. dan motion film. Dewasa ini sesuai dengan tahap perkembangannya yang digunakan adalah teknologi maju.

Beberapa ciri kurikulum teknologis Kurikulum yang dikembangkan dari konsep teknologi pendidikan. dan maju sesuai dengan kecepatan masing-masing. Metode yang merupakan kegiatan pembelajaran sering dipandang sebagai proses mereaksi terhadap perangsang-perangsang yang diberikan dan apabila terjadi respons yang diharapkan maka respons tersebut diperkuat. tiap siswa menghadapi serentetan tugas yang harus dikerjakannya. Tujuan-tujuan pengajaran telah ditentukan sebelumnya. yaitu bila digunakan alat dan media akan lebih baik. Bahan ajar telah disusun dalam kaset audio. perbuatan atau kecakapan-keterampilan yang dapat diamati atau diukur. Metode. dan bisa juga program sistem yang dipadukan dengan alat dan media pengajaran. tetapi bahan ajar dan proses pembelajaran disusun secai sistem. Pada bentuk pertama. pengajaran disusun secara system dan ditunjang dengan penggunaan alat dan media pembelajaran. Pembelajaran tidak bisa berjalan tanpa melibatkan penggunaan alat-alat dan program tersebut. b. Pada saat tertentu ada tugas-tugas yang harus dikerjakan secara kelompok. bersifat "on-off'.program sistem yang ditunjang dengan alat dan media. tetapi bila tidak menggunakan alat pun pengajaran masih tetap berjalan. Objektif ini menggambarkan perilaku. Tujuan-tujuan yang bersifat umum yaitu kompetensi dirinci menjadi tujuan-tujuan khusus. Pada bentuk kedua. pengajaran disusun secara system. pengajaran tidak membutuhkan alat dan med id yang canggih. Pada bentuk kedua. Penggunaan alat dan media belum terintegrasi dengan program pembelajaran. Tujuan diarahkan pada penguasaan kompetensi. atau diprogramkan dalam komputer. Setiap . memiliki beberapa ciri khusus. yang disebut objektif atau tujuan instruksional. Pengajaran bersifat individual. Alat dan media digunakan sesuai dengan kondisi tetapi tidak terlalu dipentingkan. yaitu: a. yang dirumuskan dalam bentuk perilaku. Alat dan media digunakan sesuai dengan kondisi tetapi tidal terlalu dipentingkan. video atau film. 1. Tujuan. Pada bentuk ketiga program pengajaran telah disusun secara terpadu antara bahan dan kegiatan pembelajaran dengan alat dan media.

Urutan dari objektifobjektif ini pada dasarnya menjadi inti organisasi bahan. bahwa model pengajarannya menekankan sifat ilmiah. 3) Pengetahuan tentang hasil. Kegiatan evaluasi dilakukan pada setiap saat. Bahan ajar atau kompetensi yang luas/besar dirinci menjadi bagian-bagian atau subkompetensi yang lebih kecil. 2) Pelaksanaan pengajaran. bentuk ini tes dipandang yang paling cocok. Sebagai tanda menguasai bahan mereka harus menguasai seara tuntas tujuan-tujuan dari suatu program. Dalam kegiatan belajarnya mereka dapat menguasai keterampilan-keterampilan dasar ataupun perilaku-perilaku yang dinyatakan dalam tujuan program. 1) Penegasan tujuan. d. Mereka belajar dengan cara memberikan respons secara cepat terhadap persoalan-persoalan yang diberikan. Fungsi evaluasi ini bermacammacam. Sesuai dengan landasan pemikiran mereka. c. sebab dalam model kurikulum ini umpan balik selalu diberikan. yang rnenggambarkan objektif. Bahan ajar atau isi kurikulum banyak diambil dari disiplin ilmu. Juga dapat menjadi umpan balik bagi guru dan pengembang kurikulum untuk penyempurnaan kurikulum. Para siswa diberi penjelasan tentang pentingnya bahan yang harus dipelajari. Organisasi Indian ajar. pada akhir suatu pelajaran. Evaluasi. Para siswa belajar secara individual melalui media buku-buku ataupun media elektronik. sebagai umpan balik bagi siswa dalam penyempurnaan penguasaan suatu satuan pelajaran (evaluasi formatif). suatu unit ataupun semester. .siswa harus menguasai secara tuntas tujuan-tujuan program pengajaran. umpan balik bagi siswa pada akhir suatu program atau semester (evaluasi sumatif). Pelaksanaan pengajaran mengikuti langkah-langkah sebagai berikut. Kemajuan siswa dapat segera diketahui oleh siswa sendiri. Para siswa dapat segera mengetahui apa yang telah mereka kuasai dan apa yang masih harus dipelajari lebih serius. tetapi telah diramu sedemikian rupa sehingga mendukung penguasaan sesuatu kompetensi. Evaluasi yang mereka gunakan umumnya berbentuk tes objektif.

Pengajaran teknologis sukar untuk dapat melayani bakat-bakat siswa belajar dengan metode-metode khusus. sintetis. Metode mengajar mereka cenderung seragam. Dengan model pengajaran ini tingkat penguasaan siswa dalam standar konvensional jauh lebih tinggi dibandingkan dengan model-model lain. yang dilengkapi dengan sistem umpan balik dan bimbingan yang teratur dari dapat mempercepat dan meningkatkan penguasaan siswa. direvisi beberapa kali sampai standar yang diharapkan dapat dicapai. Pengembangan kurikulum Dalam pengembangan kurikulum model lama. bila sikapnya positif maka siswa akan berhasil. pengajaran modul atau pengajaran dengan bantuan video dan komputer. Beberapa percobaan menunjukkan kemampuan siswa untuk mentransfer hasil belajar cukup rendah. Apalagi kalau digunakan program-program yang lebih berstruktur seperti pengajaran berprogram. penyusunan buku-buku serta perangkat kurikulum lainnya lebih bersifat seni dan didasarkan atas kepentingan politik daripada landasan-landasan ilmiah dan teknologis. tingkat penguasaannya pun relatif rendah. masalah dan keterampilan yang akan menjadi isi kurikulum disusun dengan fokus pada nilainilai tadi. Masalah kebosanan juga berpengaruh terhadap proses belajar. yaitu: 1) Prosedur pengembangan kurikulum dinilai dan disempurnakan oleh . tetapi bila sikapnya negatif. Model ini terbatas kemampuannya untuk mengajarkan bahan ajar yang kompleks atau membutuhkan penguasaan tingkat tinggi (analisis. menurut para ahli teknologi pendidikan. Program dikembangkan melalui beberapa kegiatan uji coba dengan sampel-sampel dari suatu populasi yang sesuai. Pengembangan kurikulum teknologis berpegang pada beberapa kriteria. Meskipun memiliki kelebihan-kelebihan. Pengembangan kurikulum diarahkan pada pencapaian nilai-nilai umum. 2. kurikulum teknologis tidak terlepas dari beberapa keterbatasan atau kelemahan. penyusunan kurikulum. Keberhasilan belajar siswa juga sangat dipengaruhi oleh sikap mereka.Program pengajaran teknologis sangat menekankan efisiensi dan efektivitas. evaluasi) juga bahan-bahan ajar yang bersifat afektif. konsep-konsep.

Sistem Instruksional atau Desain Instruksional. standar perilaku belajar. baik dilihat dari segi kegunaannya maupun ketepatan penggunaannya. serta keterampilan-keterampilan untuk mencapai tujuan. Spesifikasi juga meliputi spesifikasi situasi lingkungan tempat belajar. Keempat . Model ini di Indonesia dikenal dengan nama Satuan Pelajaran dalam lingkungan Pendidikan Dasar dan Menengah atau Satuan Acara Perkuliahan pada Perguruan Tinggi. Pengembangan pengajaran yang betul-betul berstruktur dan bersatu dengan alat dan media membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Inti dari pengembangan kurikulum teknologis adalah penekanan pada kompetensi. terutama bagi sekolah atau daerah-daerah yang kemampuan finansialnya masih rendah. terutama guru-guru untuk mengembangkan sendiri program pengajarannya. dan organisasi. sekuens-sekuens pengajaran perlu diujicobakan dalam bentuk prototipe-prototipe. Inilah hambatan utama pengembangan kurikulum ini. Pengembangan kurikulum teknologis terutama yang menekankan teknologi alat. di samping memberi kesempatan kepada pelaksana pengajaran. sebag ai bagman dari. formulasi perlu dirumuskan terlebih dahulu apakah pengembangan alat atau media tersebut benarbenar diperlukan. Dengan pendekatan ini biaya dapat lebih ditekan. Di pihak lain harus dicegah jangan sampai pengembangan kurikulum ini menjadi objek bisnis. Kedua spesifikasi. diperlukan adanya spesifikasi dari alat atau media yang akan dikembangkan. Pertama. perlu mempertimbangkan beberapa hal. dan hendaknya memberikan hasil yang sama. 2) Hasil pengembangan terutama yang berbentuk model adalah yang bisa diuji coba ulang. Pengembangan dan penggunaan alat dan media pengajaran bukan hanya sebagai alat bantu tetapi bersatu dengan program pengajaran dan ditujukan pada penguasaan kompetensi tertentu. demikian juga format-format media. Pemecahan masih dapat dilakukan dengan menerapkan model kurikulum teknologis yang lebih menekankan pada teknologi sistem dan kurang menekankan pada teknologi alat. Pengembangan kurikulum ini membutuhkan kerjasama dengan para penyusun program dan penerbit media elektronik dan media cetak. Ketiga prototipe.pengembang kurikulum yang lain. Hal ini menyangkut pasaran.

Gilchrist. yang disebut Confluent Education. & Roberts. The Live Classroom. Dengan Confluent Education bukan saja kelas menjadi lebih hidup. dasar-dasar teori Gestalt. Pengajaran bersifat .percobaan pertama. Pokok-pokok yang diuraikan dalam buku ini meliputi. hasil dari pengembangan dicoba diterapkan di dalam sistem pengajaran yang berlaku. umumnya ditentukan oleh pihak lain. ahli kurikulum dan pengajaran. Curriculum Development: A Humanized System Approach. George Isaac (ed). Belmont California: A Phi Delta Kappa Book. pemegang kebijaksanaan pendidikan. tanpa melibatkan siswa dan guru. alat pelajaran dan lain-lain. Kelima mencoba hasil. hasil dan kesulitan-kesulitan yang dihadapi dicatat sebagai umpan balik bagi penyempurnaan selanjutnya. Bernice B. tetapi juga dilengkapi dengan ilustrasi dalam praktik. suatu komisi dan sebagainya. contoh-contoh rencana serta pelaksanaan pelajarannya. Suasana kelas dapat dihidupkan melalui pelaksanaan Confluent Education. buku. Buku Acuan Brown. New York: The Viking Press. merupakan reaksi dan sekaligus ingin memperbaiki sistem pendidikan yang ada. E. sebab dalam pendekatan ini faktor afektif mendapatkan tempat yang sama dengan faktor kognitif. unit-unit pengajaran diujicobakan pada sejumlah sampel siswa untuk mengetahui keberhasilan dan kelemahannya. Dalam buku ini para penulis tidak hanya menguraikan segi-segi teoretis. Dengan pendekatan ini mereka ingin memperbaiki pelaksanaan yang mereka sebut sebagai kelas yang mati. konsep-konsep Confluent Education. (1975). Apa yang dikupas dalam buku ini. Sistem pendidikan. Buku ini sangat berfaidah bagi para pendidik. Robert S. Buku ini menguraikan pendidikan dan pengajaran yang didasarkan atas teori Gestalt. Proses pelaksanaan. sehingga perkembangannya lebih optimal. Sistem pendidikan yang ada umumnya kurang memperhatikan kebutuhan siswa dan kurang melibatkan partisipasi guru dan siswa. (1974). tetapi perkembangan yang menyeluruh dari pribadi anak dapat tercapai. kurikulum. Data tentang kebaikan dan kekurangan-kekurangan sangat diperlukan bagi penyempurnaan. serta para guru di sekolah.

Segi afektif berjalan sejajar dengan segi kognitif dan psikomotor. Dalam buku ini secara sistematis dikemukakan. . nilai dan tujuan perkembangan manusia. Melihat kelemahankelemahan di atas para penulis melalui buku ini ingin memperbaikinya. bagaimana mengorganisasi pendidikan sehingga tercipta kegia tan belajar yang efektif. Perbaikan tersebut bertolak dari pendekatan humanisme. suatu pandangan pendidikan yang menekankan kebutuhan perkembangan pribadi siswa seutuhnya. bagaimana mempersiapkan dan melaksanakan pengajaran yang efektif dan terakhir bagaimana mengembangkan sistem sekolah yang bersifat humanistik.mekanis dan satu komponen terlepas dari komponen lainnya. hakikat manusia. Buku ini sangat berguna bagi perencana dan pelaksana kurikulum dan pengajaran.

Ada yang memandangnya secara sempit. Komponen-Komponen Kurikulum Kurikulum dapat diumpamakan sebagai suatu organisme manusia ataupun binatang. dan juga sebagai pelaksanaan dari rencana di atas (actual curriculum). . Kesesuaian ini meliputi dua hal. seperti program pengajaran suatu mata pelajaran untuk beberapa jam pelajaran. Suatu kurikulum harus memiliki kesesuaian atau relevansi. Pertama kesesuaian antara kurikulum dengan tuntutan. yaitu kurikulum sebagai kumpulan mata pelajaran atau bahan ajar. Ada yang mengartikannya secara luas.BAB 6 ANATOMI DAN DESAIN KURIKULUM Pada bab-bab sebelum ini telah dikemukakan bahwa terdapat variasi dalam mendepinisikan kurikulum. kurikulum membentuk desain yang menggambarkan pola organisasi dari komponen-komponen kurikulum dengan perlengkapan penunjangnya. A. meliputi semua pengalaman yang diperoleh siswa karena pengarahan-bimbingan dan tanggung jawab sekolah. yang memiliki susunan anatomi tertentu. dan dapat pula menyangkut lingkup yang sangat sempit. Unsur atau komponenkomponen dari anatomi tubuh kurikulum yang utama adalah: tujuan. kebutuhan. Apakah dalam lingkup yang luas ataupun sempit. yaitu isi sesuai dengan tujuan. yaitu sebagai program pengajaran pada suatu jenjang pendidikan. proses atau sistem penyampaian dan media. dan perkembangan masyarakat. isi atau materi. serta evaluasi. kondisi. Kurikulum dapat mencakup lingkup yang sangat luas. Tidak semua yang ada dalam kurikulum tertulis. proses sesuai dengan isi dan tujuan. Kurikulum juga diartikan sebagai dokumen tertulis dari suatu rencana atau program pendidikan (written curriculum). kemungkinan dilaksanakan di kelas. Keempat komponen tersebut berkaitan erat satu sama lain. Kedua kesesuaian antarkomponen-komponen kurikulum. isi dan tujuan kurikulum. demikian juga evaluasi sesuai dengan proses.

tujuan-tujuan khusus lebih diutamakan. sedangkan tujuan isntruksional yang berjangka waktu cukup pendek merupakan tujuan yang bersifat khusus. masih dirinci lagi menjadi tujuan instruksional umum dan khusus atau disebut juga objektif. menengah. tujuan memegang peranan penting. pencapaiannya . didasari oleh pemikiran-pemikiran dan terarah pada pencapaian nilai-nilai filosofis. Dalam kegiatan belajar-mengajar di-dalam kelas. Kita mengenal beberapa kategori tujuan pendidikan. adalah tujuan yang ingin dicapai oleh sesuatu program studi. Dalam mempersiapkan pelajaran. memerlukan waktu yang lebih lama dan lebih sukar diukur. yaitu tujuan umum dan khusus. Tujuan pendidikan nasional yang berjangka panjang merupakan suatu tujuan pendidikan umum. sebab hal itu akan dapat memberikan gambaran yang lebih konkret. dan jangka pendek. tujuan ideal pendidikan bangsa Indonesia. jangka panjang.Telah dikemukakan bahwa. Mengajar dalam kelas lebih menekankan tujuan khusus. Tujuan demikian akan menggambarkan "what will the student he able to do as a result of the teaching that he was unable to do before" (Rowntree. akan mengarahkan semua kegiatan pengajaran dan mewarnai komponen-komponen kurikulum lainnya. Kedua. Yang terakhir ini. Tujuan-tujuan khusus dijabarkan dari sasaran-sasaran pendidikan yang bersifat umum yang biasanya abstrak dan luas. Dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah 1975/1976 dikenal kategori tujuan sebagai berikut. karena lebih jelas dan mudah pencapaiannya. Tujuan kurikulum dirumuskan berdasarkan dua hal. sedang perumusan tujuan umum lebih bersifat abstrak. Tujuan institusional. Tujuan instruksional yang merupakan target yang harus dicapai oleh sesuatu mata pelajaran. menjadi sasaransasaran khusus yang lebih konkret. Tujuan kurikuler. terutama falsafah negara. merupakan sasaran pendidikan sesuatu lembaga pendidikan. Pertama perkembangan tuntutan. dan terbatas. yang merupakan tujuan pokok bahasan. guru menjabarkan tujuan mengajarnya dalam bentuk tujuan-tujuan khusus atau objectives yang yang bersifat operasional. Tujuan pendidikan nasional merupakan tujuan jangka panjang. dalam kurikulum atau pengajaran. 1974: 5). sempit. dan menekankan pada perilaku siswa. kebutuhan dan kondisi masyarakat.

Bloom. menilai. cognitive strategies. hlm. yaitu: pengetahuan. membantu memudahkan guru-guru memilih dan menyusun bahan ajar. Tujuan khusus. verbal information. Domain afektif berkenaan dengan penguasaan dan pengembangan perasaan. yaitu intellectual skills. Perumusan tujuan mengajar yang berbentuk tujuan khusus (objective). Untuk domain afektif Krathwohl dan kawan-kawan (1974) membaginya atas lima tingkatan yang juga berjenjang. mengorganisasi nilai. analisis. Untuk domain psikomotor Anita Harrow (1971) membaginya atas enam jenjang. dan karakterisasi nilai-nilai. kecakapan mengamati. minat. afektif. (1975) membagi domain kognitif atas enam tingkatan dari yang paling rendah. c. aplikasi.Tujuan-tujuan mengajar dibedakan atas beberapa kategori. . Gage dan Briggs mengemukakan lima kategori tujuan. 23-24). dan nilai-nilai. b. gerakan-gerakan dasar. memberikan beberapa keuntungan: a. Tujuan khusus memudahkan guru menentukan kegiatan belajar dan media mengajar. sikap. yaitu: gerakan refleks. gerakan-gerakan keterampilan dan komunikasi yang berkesinambungan. Domain kognitif berkenaan dengan penguasaan kemampuan-kemampuan intelektual atau berpikir. kecakapan jasmaniah. Tujuan khusus memudahkan dalam mengkomunikasikan maksud kegiatan mengajar-belajar kepada siswa. sesuai dengan perilaku yang menjadi sasarannya. Bloom mengemukakan tiga kategori tujuan mengajar sesuai dengan domain-domain perilaku individu. motor skills and attitudes (1974. diberikan referensi dan sumber yang memadai. sintesis. yaitu: menerima. merespons. dan psikomotor. dapat belajar sendiri dalam waktu setengah dari waktu belajar dalam kelas biasa. Domain psikomotor menyangkut penguasaan dan pengembangan keterampilanketerampilan motorik. pemahaman. yaitu domain kognitif. Berdasarkan penelitian Mager dan Clark (1963) siswa yang mengetahui tujuan-tujuan khusus suatu pokok bahasan. dan evaluasi. Tujuan-tujuan khusus mengajar juga memiliki tingkat kesukaran yang berbeda-beda.

panjangnya dan frekeunsi respons. Ahli-ahli di atas juga memberikan beberapa spesifikasi dari tujuan-tujuan mengajar khusus. Bagaimana perumusan sesuatu tujuan khusus atau objective yang baik? Beberapa ahli seperti Mager (1962). den gan: 1) menggunakan kata-kata kerja yang menunjukkan tingkah laku yang dapat diamati. 2) Sukar menyusun tujuantujuan khusus pada tingkat tinggi. latihan dan pengalaman akan membawa guru -guru pada perumusan tujuan-tujuan yang bertaraf rendah. yaitu: a. Menunjukkan mutu tingkah laku yang diharapkan dilakukan oleh siswa. Dengan tujuan khusus guru lebih mudah menentukan bentuk tes. Menggambarkan apa yang diharapkan dapat dilakukan oleh siswa. Banathy (1968). lebih mudah merumuskan butir tes dan lebih mudah menentukan kriteria pen capaiannya. c. 3) memberikan pengkhususan tentang sumber-sumber yang dapat digunakan siswa dan orang-orang yang dapat diajak bekerjasama. Kelemahan di atas akan menyebabkan penyusunan tujuan-tujuan khusus bersifat mekanistis. 2) menunjukkan stimulus yang membangkitkan tingkah laku siswa. b. yaitu: 1) Sukar menyusun tujuan-tujuan khusus untuk domain afektif. dalam bentuk: 1) ketepatan atau ketelitian respons. Kekurangan keahlian. Untuk mengatasi kedua kesukaran di atas diperlukan keahlian. Gagne (1974). yang mudah diukur. Rowntree (1974). berupa: 1) kondisi atau lingkungan fisik. Di samping keuntungan-keuntungan di atas pengembangan tujuantujuan mengajar yang bersifat khusus menghadapi beberapa kesukaran. latihan dan pengalaman yang mencukupi dari guru-guru. De Cecco (1977) dan Davies (1981) sepakat bahwa. 2) kondisi atau lingkungan psikologis. tujuan khusus merupakan suatu perilaku yang diperlihatkan siswa pada akhir suatu kegiatan belajar. Menggambarkan kondisi atau lingkungan yang menunjang tingkah laku siswa. . dengan jumlah tujuan yang sangat banyak.d. Tujuan khusus memudahkan guru mengadakan penilaian. 2) kecepatan.

alat-alat dan ide-ide. 2) Sekuens kausal. a. tanpa terlebih dahulu mengajarkan pemantulan . Bagian-bagian bahan ajar suatu bidang studi telah mempunyai struktur tetentu. yang mencakup komponen komponen: tujuan khusus. Kegiatan dan lingkungan demikian dirancang dalam suatu rencana mengajar. perkembangan historis suatu institusi. serta evaluasi hasil mengajar. lingkungan orang-orang. dapat digunakan sekuens kronologis. Bahan ajar Siswa belajar dalam bentuk interaksi dengan lingkungannya. Peristiwaperistiwa sejarah. Karena perumusan tujuan khusus strategi. Penyusunan sekuens bahan ajar bidang studi tersebut perlu disesuaikan dengan strukturnya. Untuk menyusun bahan ajar yang mengandung urutan waktu. Ada beberapa cara untuk menyusun sekuens bahan ajar. sekuens bahan ajaran. Siswa dihadapkan pada peristiwa-peristiwa atau situasi yang menjadi sebab atau pendahulu dari sesuatu peristiwa atau situasi lain. Sekuens bahan ajar Untuk mencapai tiap tujuan mengajar yang telah ditentukan diperlukan hahan ajar. media dan sumber belajar. dan evaluasi hasil mengajar dibahas secara tersendiri. strategi mengajar.2. Hap topik atau subtopik mengandung ide-ide pokok yang relevan dengan tujuan yang telah ditetapkan. yaitu: 1) Sekuens kronologis. untuk mendorong siswa melakukan interaksi yang produktif dan memberikan pengalaman belajar yang dibutuhkan. Masih berhubungan erat dengan sekuens kronologis adalah sekuens kausal. 3) Sekuens struktural. Dalam fisika tidak mungkin mengajarkan alat-alat optik. maka dalam bagian ini yang akan diuraikan hanya sekuens bahan ajar. Topik-topik atau sub-subtopik tersebut terusun sekuens tertentu yang membentuk suatu sekuens bahan ajar. Menurut Rowntree (1974: 75) "sekuens kausal cocok untuk menyusun bahan ajar dalam bidang meteorologi dan geomorfologi". Dengan mempelajari sesuatu yang menjadi sebab atau pendahulu para siswa akan menemukan akibatnya. Tugas utama seorang guru adalah menciptakan lingkungan tersebut. penemuanpenemuan ilmiah dan sebagainya dapat disusun berdasarkan sekuens kronologis. Bahan ajar tersusun atas topik-totpik dan sub-subtopik tertentu.

dan pemantulan dan pembiasan cahaya tidak mungkin diajarkan tanpa terlebih dahulu mengajarkan masalah cahaya. dari yang kompleks kepada yang sederhana. dari fungsi kepada struktur. Contoh. Masalah cahaya. dan siswa diminta untuk membuat interpretasi hasilnya (e). tetapi kemudian diperluas dan diperdalam dengan bahan yang lebih kompleks. Rowntree (1974: 77) melihat perbedaan antara sekuens logis dengan psikologis. Pada kesempatan lain guru menyajikan data tentang masalah lain d langkah (a) sampai (c) dan ari siswa diminta untuk mengadakan pengetesan hipotesis (d) dan seterusnya. dikembangkan oleh Bruner (1960). Menurut sekuens logis bahan ajar dimulai dari bagian menuju pada keseluruhan. Topik atau pokok bahan ajar tersebut adalah sesuatu yang populer dan sederhana.dan pembiasan cahaya. dari benda-benda kepada teori. dari masalah bagaimana kepada masalah mengapa. dari yang sederhana kepada yang kompleks. 7) Sekuens berdasarkan hierarki belajar. Dalam mengajarnya mulai dengan langkah (e). (e) Interpretasi basil tes. 5) Sekuens spiral. Bahan ajar dipusatkan pada topik atau pokok bahan tertentu. kemudian guru menyajikan data tentang sesuatu masalah dari langkah (a) sampai (d). yaitu: (a) Pembatasan masalah (b) Penyusunan hipotesis. proses pemecahan masalah yang besifat ilmiah. Dalam sekuens ini mengajar dimulai dengan langkah terakhir dan mundur ke belakang. dikembangkan oleh Thomas Gilbert (1962). Bahan ajar juga dapat disusun berdasarkan urutan logis. 6) Rangkaian ke belakang. (backward chaining). Hierarki tersebut menggambarkan urutan perilaku apa yang mula-mula harus dikuasai siswa. meliputi 5 langkah. Dari topik atau pokok tersebut bahan diperluas dan diperdalam. dengan prosedur sebagai berikut: tujuan-tujuan khusus utama pembelajaran dianalisis. Model ini dikembangkan oleh Gagne (1965). tetapi menurut sekuens psikologis sebaliknya dari keseluruhan kepada bagian. kemudian dicari suatu hierarki urutan bahan ajar untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Menurut sekuens logis bahan ajar disusun dari yang nyata kepada yang abstrak. (d) Pengetesan hipotesis. berturut-turut . pemantulan-pembiasan. 4) Sekuens logis dan psikologis. dan alat-alat optik tersusun secara struktural. (c) Pengumpulan data.

Strategi mengajar Penyusunan sekuens bahan ajar berhubungan erat dengan strategi atau metode mengajar. membandingkan. a. serta menemukan hal-hal yang bermanfaat bagi dirinya. Dalam discovery learning bahan ajar tidak disajikan dalam hentuk akhir.Discovery Learning.sampai dengan perilaku terakhir. is juga harus memikirkan strategi mengajar mana yang sesuai untuk menyajikan bahan ajar dengan urutan seperti itu.Individual Learning. Reception/Exposition Learning . atau melakukan aktivitas lain kecuali menguasainya. mengintegrasikan. concept learning. stimulus-respons learning. .Meaningful Lerning.Discovery Learning dan Rote Learning. multiple discrimination.Discovery Learning dan Groups . Rowntree (1974: 93-97) membagi strategi mengajar itu atas Exposition . hanya berbeda dalam pelakunya. 1970: 63-64). mengkategorikan. baik secara lisan maupun secara tertulis. motor-chain learning. verbal association. Untuk bidang studi tertentu dan pokokpokok bahasan tertentu hierarki juga dapat mengikuti hierarki tipe-tipe belajar dari Gagne. principle learning. Ausubel and Robinson (1969 : 43-45) membaginya atas strategi Reception Learning. siswa dituntut untuk melakukan berbagai kegiatan flienghimpun informasi. Reception learning dilihat dari sisi siswa sedangkan exposition dilihat dari sisi guru. Reception dan exposition sesungguhnya mempunyai makna yang sama. Pada waktu guru menyusun sekuens suatu bahan ajar. menganalisis. dan problem-solving learning. mereorganisasikan bahan serta membuat kesimpulankosimpulan. Siswa tidak dituntut untuk mengolah. menerapkan. Melalui kegiatan-kegiatan tersebut siswa akan menguasainya. Ada beberapa strategi yang dapat digunakan dalam mengajar. (Gagne. Dalam exposition atau reception learning keseluruhan bahan ajar disampaikan kepada siswa dalam bentuk akhir atau bentuk jadi. Gagne mengemukakan 8 tipe belajar yang tersusun secara hierarkis mulai dari yang paling sederhana: signal learning. 3.

c) meaningful-discovery learning. siswa-siswa yang kurang dan lambat. Masalah lain adalah kemungkinan untuk bekerja sama. akan mengikuti saja kegiatan dan menerima temuan-temuan anak-anak cepat. Di pihak lain anak-anak lambat akan menderita kurang motif belajar. maka kegiatan discovery hanya akan dilakukan oleh siswa-siswa yang pandai dan cepat. konsep.Meaningful Learning. proposisi. Rote learning . karena kemampuan dan kecepatan belajar siswa tidak sama. data. yang lain mungkin hanya akan menanti atau menonton. Pelaksanaan discovery learning menuntut aktivitas belajar yang bersifat individual atau dalam kelompok-kelompok kecil. yang tersusun membentuk suatu struktur dalam pikiran anak. Kerja sama hanya akan dilakukan oleh anak-anak yang aktif. Dalam meaningful learning penyampaian bahan mengutamakan maknanya bagi siswa. Group Learning . dan kemungkinan menjadi pengganggu kelas.b. . dan d) rote-discovery learning. Masalah pertama. Menurut Ausubel and Robinson (1970: 5253) sesuatu bahan ajar bermakna bila dihubungkan dengan struktur kognitif yang ada pada siswa. Struktur kognitif terdiri atas fakta-fakta. Dalam rote learning bahan ajar disampaikan kepada siswa tanpa memperhatikan arti atau maknanya bagi siswa. Siswa menguasai bahan ajar dengan menghafalkannya. c. b) rotereception learning. Discovery learning dalam bentuk kelas pelaksanaannya agak sukar dan mempunyai beberapa masalah.Individual Learning. Lebih lanjut Ausubel and Robinson menekankan bahwa reception-discovery learning dan rote-meaningful learning dapat dikombinasikan satu sama lain sehingga membentuk 4 kombinasi strategi belajar-mengajar. dalam kelas besar tidak mungkin semua anak dapat bekerja sama. hukum dan teori-teori yang telah dikuasai siswa sebelumnya. acuh tak acuh. yaitu: a) meaningful-reception learning. Dengan demikian akan terjadi perbedaan yang semakin jauh antara anak pandai dengan yang kurang. dalil.

Media ini merupakan komunikasi langsung antara dua orang atau lebih. Untuk pengembangan segi-segi afektif. terutama dalam perkembangan segi kognitif siswa. dan lain-lain. Realia. televisi. Pictorial. disket. Komunikasi yang bersifat verbal memegang peranan penting. roman muka. kaset. penampilan fisik.4. Interaksi insani. realita. dan lain-lain lebih memegang peranan penting sebagai contohcontoh nyata. dan media lainnya. Dalam komunikasi tersebut kehadiran sesuatu pihak secara sadar atau tidak sadar mempengaruhi perilaku yang lainnya. Intensitas interaksi insani dalam metode ceramah lebih rendah dibandingkan dengan metode diskusi. Terutama kehadiran guru mempengaruhi perilaku siswa atau siswasiswanya. dibuat di atas kertas. mencakup berbagai bentuk perangsang belajar yang sering disebut sebagai audio visual aid. b. benda-benda. simbol tertulis. film. sedangkan dalam realita orang-orang tersebut hanya menjadi objek pengamatan. ukuran. sikap. yaitu Interaksi insani. sosiodrama. bentuk-bentuk komunikasi nonverbal seperti: perilaku. Perumusan di atas menggambarkan pengertian media yang cukup luas. pictorial. Dalam interaksi insani siswa berkomunikasi dengan orang-orang. c. video cassette. peristiwa. makhluk. benda. gerakgerik. dan komputer. . a. Media ini menunjukkan penyajian berbagai bentuk variasi gambar dan diagram nyata ataupun simbol. serta berbagai bentuk alat penyaji perangsang belajar. berupa alat-alat elektronika seperti mesin pengajaran. Rowntree (1974: 104-113) mengelompokkan media mengajar menjadi lima macam dan disebut Modes. film. Interaksi insani dapat bcrlangsung melalui komunikasi verbal atau nonverbal. simulasi. permainan. bergerak atau tidak. Media mengajar Media mengajar merupakan segala macam bentuk perangsang dan alat yang disediakan guru untuk mendorong siswa belajar. objek studi siswa. audio cassette. Intensitas interaksi insani dalam berbagai metode mengajar tidak selalu sama. Media pictorial mempunyai banyak keuntungan karena hampir semua bentuk. binatang. kecepatan. dan sebagainya yang diamati siswa. dan rekaman suara. Realita merupakan bentuk perangsang nyata seperti orang-orang.

Dale (1969). Kerucut pengalaman dari Edgar Dale . Penggunaan rekaman suara tanpa gambar dalam pengajaran bahasa cukup efektif. dan majalah-majalah. tetapi tetap efektif. Berbagai bentuk informasi dapat disampaikan kepada anak dalam bentuk rekaman suara. Simbol tertulis. Rekaman suara dapat disajikan secara tersendiri atau digabung dengan media pictorial. Rekaman suara. Ada beberapa macam bentuk media simbol tertulis seperti buku teks. atau kerucut pengalaman. modul. yaitu: BAGAN 6. e. paket program belajar. grafik. bagan.dan peristiwa dapat disajikan dalam media ini. mengemukakan 12 macam media mengajar atau audio visual aid. Simbol tertulis merupakan media penyajian informasi yang paling umum. atau bentuk-bentuk animasi yang disajikan dalam video atau komputer. d. Penulisan simbol-simbol tertulis biasanya dilengkapi dengan media pictorial seperti gambar-gambar. yang disebutnya Cone of Experience. buku paket. Juga penyajiannya dapat bervariasi dari bentuk yang paling sederhana seperti sketsa dan bagan sampai dengan yang cukup sempurna seperti film bergerak yang berwarna dan bersuara. dan sebagainya.

strategi. a.5. bahan ajar. Evaluasi hasil belajar-mengajar Untuk menilai keberhasilan penguasaan siswa atau tujuan-tujuan khusus yang telah ditentukan. demikian juga dalam pencapaian tujuan-tujuan belajar dan proses pelaksanaan mengajar. Dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah evaluasi formatif digunakan untuk menilai penguasaan siswa setelah selesai mempelajari satu pokok bahasan. Umpan balik tersebut digunakan untuk mengadakan berbagai usaha penyempurnaan baik bagi penentuan dan perumusan tujuan mengajar. strategi mengajar. Evaluasi ditujukan untuk menilai pencapaian tujuan-tujuan yang telah ditentukan serta menilai proses pelaksanaan mengajar secara keseluruhan. Tiap kegiatan akan memberikan umpan balik. Menurut lingkup luas bahan dan jangka waktu belajar dibedakan antara evaluasi formatif dan evaluasi sumatif. dan media mengajar adalah evaluasi dan penyempurnaan. Untuk tiap tujuan khusus minimal disusun satu butir soal. Tujuan utama dari evaluasi formatif sebenarnya lebih besar ditujukan untuk menilai proses pengajaran. Dalam evaluasi ini disusun butir-butir soal untuk mengukur pencapaian tiap tujuan khusus yang telah ditentukan. penentuan sekuens bahan ajar. Evaluasi ini disebut juga evaluasi hasil belajar-mengajar. diadakan suatu evaluasi. Evaluasi pengajaran Komponen utama selanjutnya setelah rumusan tujuan. Evaluasi formatif ditujukan untuk menilai penguasaan siswa terhadap tujuan-tujuan belajar dalam jangka waktu yang relatif pendek. dan media mengajar. Hasil evaluasi formatif ini terutama digunakan untuk .

Evaluasi sumatif mempunyai fungsi yang lebih luas daripada evaluasi formatif. (2) to aid in motivating learning. Kelompok ini dapat berupa kelompok kelas. Dengan demikian norma yang digunakan adalah norma kelompok. evaluasi sumatif dimaksudkan untuk menilai kemajuan belajar siswa (kenaikan kelas. 1976: 654). Dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah. Untuk mengukur tingkat penguasaan siswa terhadap tujuan-tujuan yang telah ditentukan atau bahan yang telah diajarkan ada dua macam norma yang digunakan. and (3) improving learning and instruction. (2) reporting learning progress to parents. Ini sesuai dengan pendapat Grondlund (1976: 499) bahwa eva luasi sumatif berguna bagi: (1) assigning grades. tidak ada suatu kriteria sebagai standar. Dalam norm referenced. sebagai hasil usaha belajar dalam jangka waktu yang cukup lama. sekolah. ataupun nasional. selain berfungsi menilai proses. Dalam cirterion referenced penguasaan siswa yang diukur dengan sesuatu tes hasil belajar dibandingkan dengan sesuatu kriteria tertentu umpamanya 80% dari tujuan atau bahan yang diberikan. Gronlund (1976: 489) mengemukakan fungsi tes formatif sebagai berikut: (1) to plan corrective action for overcoming learning deficiences. 1979: 170177. satu tahun atau selama jenjang pendidikan. yang lebih bersifat relatif. penguasaan siswa dibandingkan dengan tingkat penguasaan kawan-kawannya satu kelompok. dan (3) to increase retention and transfer or learning. kelulusan ujian) serta menilai efektivitas program secara menyeluruh. Dalam implementasi kurikulum atau pelaksanaan pengajaran. Gronlund. 1976: 18-19. yaitu norm referenced dan criterion referenced (Chauhan. . Dengan demikian evaluasi formatif. Evaluasi sumatif ditujukan untuk menilai penguasaan siswa terhadap tujuan-tujuan yang lebih luas. criterion referenced digunakan pada evaluasi formatif. pupils.memperbaiki proses belajar-mengajar dan membantu mengatasi kesulitankesulitan belajar siswa. satu semester. Dengan demikian dalam cirterion referenced ada suatu kriteria standar. sedangkan norm referenced digunakan pada evaluasi sumatif. and school personnel. daerah. Thorndike. juga merupakan evaluasi atau tes diagnostik.

yang meliputi evaluasi komponen tujuan mengajar. walupun tidak semua komponen mendapat evaluasi yang sama kedalaman dan keluasannya. organisasi. dan masyarakat. Penyempurnaan juga mungkin dilakukan secara langsung begitu didapatkan . tim evaluasi Kanwil atau Pusat. 1974: 150-151). strategi dan media pengajaran. merupakan umpan balik bagi penyempurnaan-penyempurnaan lebih lanjut. maupun evaluasi pelaksanaan mengajar secara keseluruhan. dan komponen populasi. Untuk mengevaluasi komponenkomponen dan proses pelaksanaan mengajar bukan hanya digunakan tes tetapi juga digunakan bentuk-bentuk nontes. metode. guru. bahwa dalam program mengajar komponen-komponen yang dievaluasi meliputi: komponen tingkah laku yang mencakup aspek-aspek (subkomponen): kognitif. Karena sifatnya menyeluruh dan terus menerus tersebut maka evaluasi pelaksanaan sistem mengajar dapat dipandang sebagai suatu monitoring. pada dasarnya semua komponen mengajar mempunyai kemungkinan untuk disempurna kan. dilihat dari peranannya dan tingkat kelemahannya (Rowntree. Sesuai dengan prinsip sistem. Suatu komponen mendapatkan prioritas lebih dulu atau mendapatkan penyempurnaan lebih banyak. dan bagimana penyempurnaan tersebut dilaksanakan' Sesuai dengan komponen-komponen yang dievaluasi. angket dan checklist.b. afektif dan psikomotor. spesialis pendidikan. keluarga. Stufflebeam dan kawan-kawan (1977: 243) mengutip Model Evaluasi dari EPIC. Evaluasi dapat dilakukan oleh guru atau oleh pihak -pihak lain yang berwenang atau diberi tugas. analisis hasil pekerjaan. serta komponen evaluasi mengajar sendiri. seperti observasi. studi dokumenter. komponen mengajar mencakup subkomponen: isi. administrator. fasilitas dan biaya. Penyempurnaan pengajaran Hasil-hasil evaluasi. bahan pengajaran (yang menyangkut sekuens bahan ajar). evaluasi dan umpan balik diadakan secara terus menerus. Evaluasi pelaksanaan mengajar Komponen yang dievaluasi dalam pengajaran bukan hanya hasil belajarmengajar tetapi keseluruhan pelaksanaan pengajaran. seperti Kepala Sekolah dan Pengawas. yang mencakup: siszva. Komponen apa yang disempurnakan. 6. baik evaluasi hasil belajar.

atau mulai dengan yang dasar diteruskan dengan yang lanjutan. 2. yaitu: 1. desain kurikulum yang berpusat pada masalahmasalah yang dihadapi dalam masyarakat. kemudian menuju pada yang lebih sulit. yaitu dimensi horisontal dan vertikal. sekurangkurangnya dikenal tiga pola desain kurikulum. Semua hal tersebut bergantung pada kesimpulan-kesimpulan hasil evaluasi. dalam suatu pola desain terdapat beberapa variasi desain kurikulum. Dimensi horisontal berkenaan dengan penyusunan dari lingkup isi kurikulum. Susunan lingkup ini sering diintegrasikan dengan proses belajar dan mengajarnya. Desain Kurikulum Desain kurikulum menyangkut pola pengorganisasian unsur-unsur atau komponen kurikulum.sesuatu informasi umpan balik. Bahan tersusun mulai dari yang mudah. Dimensi vertikal menyangkut penyusunan sekuens bahan berdasarkan urutan tingkat kesukaran. Walaupun bertolak dari hal yang sama. Subject centered design. Pada problems centered design dikenal pula the areas of living design dan the core design. Penyusunan desain kurikulum dapat dilihat dari dua dimensi. suatu desain kurikulum yang berpusat pada bahan ajar. Penyempurnaan juga mungkin bersifat menyeluruh atau hanya menyangkut bagian-bagian tertentu. Learner centered design. Dalam subject centered design dikenal ada: the subject design. atau ditangguhkan sampai jangka waktu tertentu bergantung pada urgensinya dan kemungkinannya mengadakan penyempurnaan. Problems centered design. tetapi dalam hal-hal tertentu mungkin dibutuhkan bantuan atau saran-saran orang lain baik sesama personalia sekolah atau ahli pendidikan dari luar sekolah. B. 3. the disciplines design dan the broad fields design. Berdasarkan pada apa yang menjadi fokus pengajaran. . Penyempurnaan mungkin dilaksanakan sendiri oleh guru. suatu desain kurikulum yang mengutamakan peranan siswa.

dan disempurnakan. Trivium meliputi gramatika. Subject centered desain berkembang dari konsep pendidikan klasik yang menekankan pengetahuan. dan retorika. kurikulum dipusatkan pada isi atau materi yang akan diajarkan. paling tua dan paling banyak digunakan. Subject centered design Subject centred design curriculum merupakan bentuk desain yang paling populer. logika. maka desain kurikulum ini disebut juga subject academic curriculum. asal menguasai ilmu atau bahan yang akan diajarkan sering dipandang sudah dapat menyampaikannya. Orang-orang Yunani dan kemudian Romawi mengembangkan Trivium dan Quadrivium. Beberapa kelebihan dari model desain kurikulum ini adalah: 1) mudah disusun. a. dilaksanakan. praktis. adalah: 1) karena pengetahuan diberikan secara terpisah-pisah. dengan demikian pengajaran lebih bersifat verbalistis dan kurang praktis. The Subject Design The subject design curriculum merupakan bentuk desain yang paling murni dari subject centered design. Model design curriculum ini mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan. Beberapa kritik yang juga merupakan kekurangan model desain ini. sedangkan . Materi pelajaran disajikan secara terpisahpisah dalam bentuk mata-mata pelajaran. sebab dalam kenyataan pengetahuan itu merupakan satu kesatuan. 2) para pengajarnya tidak perlu dipersiapkan khusus.1. nilai-nilai dan warisan budaya masa lalu. Karena terpisahpisahnya itu maka kurikulum ini disebut juga separated subject curriculum. dan mata-mata pelajaran tersebut diajarkan secara terpisah-pisah. Kurikulum tersusun atas sejumlah mata-mata pelajaran. dan bermakna serta memberikan peran yang lebih a ktif kepada siswa. 3) pengajaran lebih menekankan pengetahuan dan kehidupan masa lalu. 2) karena mengutamakan bahan ajar maka peran peserta didik sangat pasif. Atas dasar tersebut. hal itu bertentangan dengan kenyataan. Dalam subject centered design. dievaluasi. dan berupaya untuk mewariskannya kepada generasi berikutnya. Karena mengutamakan isi atau bahan ajar atau subject matter tersebut. Model desain ini telah ada sejak lama. para pengkritik menyarankan perbaikan ke arah yang lebih terintegrasi.

bentuk desain kurikulum ini mempunyai beberapa kelebihan. kebutuhan dan pengalaman para peserta didik. kimia. Cara penyampaian utama adalah ekspositori yang menyebabkan peranan siswa pasif. dan musik. tetapi pada pendidikan yang lebih yang bersifat praktis. 5) Kurikulum lebih mengutamakan isi dan kurang memperhatikan cara penyampaian. Pada saat itu pendidikan tidak diarahkan pada mencari nafkah. biologi. tetapi pada pembentukan pribadi dan status sosial (Liberal Art). terlepas dari kejadian-kejadian yang hangat. membutuhkannya atau tidak. Meskipun ada kelemahan-kelemahan di atas. 2) Isi kurikulum diambil dari masa lalu. astronomi. maka siswa menguasainya pun terpisah-pisah pula. Pada abad 19 pendidikan tidak lagi diarahkan pada pendidikan umum (Liberal Art). berkenaan dengan mata pencaharian (pendidikan vokasional). 3) Kurikulum ini kurang memperhatikan minat. bahasa yang masih bersifat teoretis. keterampilan. geometri.Quadrivium. satu terlepas dari yang lainnya. yang sedang berlangsung saat sekarang. dan nilai-nilai yang telah ditemukan oleh ahliahli sebelumnya. Karena pelajaran-pelajaran tersebut diberikannya secara terpisah-pisah. Pada saat itu mulai berkembang mata-mata pelajaran fisika. kesejahteraan keluarga. dan lain-lain. 4) Isi kurikulum disusun berdasarkan sistematika ilmu sering menimbulkan kesukaran di dalam mempelajari dan menggunakannya. Karena kelebihan-kelebihan tersebut bentuk kurikulum ini lebih banyak dipakai. bahan dikuasai secara verbalistis. Lebih rinci kelemahan-kelemahan bentuk kurikulum ini adalah: 1) Kurikulum memberikan pengetahuan terpisah-pisah. Pendidikan hanya diperuntukkan bagi anak-anak golongan bangsawan yang tidak usah bekerja mencari nafkah. apakah mereka menyenangi atau tidak. tata buku. Para siswa dituntut untuk menguasai semua pengetahuan yang diberikan. Isi pelajaran diambil dari pengetahuan. . juga berkembang mata-mata pelajaran praktis seperti pertanian. ekonomi. matematika. Tidak jarang siswa menguasai bahan hanya pada tahap hafalan.

yang membedakan apakah suatu pengetahuan itu ilmu atau subject dan bukan adalah batang tubuh keilmuannya. Dalam rumpun subject centerd. Menurut pandangan ini sekolah adalah mikrokosmos dari dunia intelek. batu pertama dari hal itu adalah isi dari kurikulum. baik oleh guru-guru maupun orang tua. Bentuk ini sudah dikenal lama. Begitu juga pengembangan bentuk-bentuk lain di luar subject centered. sebab pada Perguruan Tinggi umumnya digunakan bentuk ini. b. sehingga lebih mudah untuk dilaksanakan. Pada subject design belum ada kriteria yang tegas tentang apa yang disebut subject (ilmu). Walaupun bertolak dari hal yang sama tetapi antara keduanya terdapat perbedaan. Batang tubuh keilmuan menentukan apakah suatu bahan pelajaran itu disiplin ilmu atau bukan. Isi kurikulum yang diberikan di sekolah adalah disiplin-disiplin ilmu. 4. 2. the broad field design merupakan pengembangan dari bentuk ini. Karena materi pelajaran diambil dari ilmu yang sudah tersusun secara sitematis logis. maka penyusunannya cukup mudah. karena metode utamanya adalah metode ekspositori yang dikenal tingkat efisiennya cukup tinggi. keduanya masih menekankan kepada isi atau materi kurikulum. 5. areas of living design dan core design. Bentuk ini dapat dilaksanakan secara efisien. The Disciplines Design Bentuk ini merupakan pengembangan dari subject design. psikologi dengan teknik atau cara mengemudi.1. seperti activity atau experience design. Para pengembang kurikulum dari . Dengan adanya kelemahan-kelemahan di atas pengembang kurikulum subject design tidak tinggal diam. semuanya disebut subject. Belum ada perbedaan antara matematika. Untuk menegaskan hal itu mereka menggunakan istilah disiplin. 3. mereka berusaha untuk memperbaikinya. Pada disciplines design kriteria tersebut telah tegas. Bentuk ini memudahkan para peserta didik untuk mengikuti pendidikan di Perguruan Tinggi. Bentuk ini sangat ampuh sebagai alat untuk melestarikan dan mewariskan warisan budaya masa lalu.

Dalam model . kata mereka. tetapi menggunakan pendekatan inkuiri dan diskaveri. dan sebagainya. Kedua. Kelima. Para peserta didik didorong untuk memahami logika atau struktur dasar suatu disiplin. meskipun sudah lebih luas dibandingkan dengan subject design tetapi secara akademis dan intelektual masih cukup sempit. Disciplines design sudah mengintegrasikan unsur-unsur progresifisme dari Dewey. peserta didik akan memahami masalah dan mampu melihat hubungan berbagai fenomena baru. susunan kurikulum belum efisien baik untuk kegiatan belajar maupun untuk penggunaannya. Pertama. Perbedaan lain adalah dalarn tingkat penguasaan. juga didorong untuk memahami cara mencari dan menemukannya (modes of inquiry and discovery). Hanya dengan menguasai hal-hal itu. Bentuk ini memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan subject design. prinsip hasil hafalan tetapi menguasai konsep. Proses belajarnya tidak lagi menggunakan pendekatan ekspositori yang menyebabkan peserta didik lebih banyak pasif. belum mampu mengintegrasikan sekolah dengan masyarakat atau kehidupan. sosiologi. desain ini masih memiliki beberapa kelamahan. belum bertolak dari minat dan kebutuhan atau pengalaman peserta didik. Ketiga. hubungan dan proses-proses intelektual yang berkembang pada siswa. psikologi. biologi. Keempat. memahami konsep-konsep. Salah satu usaha untuk menghilangkan pemisahan tersebut adalah mengembangkan the broad filed design. Kedua.aliran ini berpegang teguh pada disiplin-disiplin ilmu seperti: fisika. Pertama. The Broad Fields Design Baik subject design maupun disciplines design masih menunjukkan adanya pemisahan antar-mata pelajaran. kurikulum ini bukan hanya memiliki organisasi yang sistematik dan efektif tetapi juga dapat memelihara integritas intelektual pengetahuan manusia. Meskipun telah menunjukkan beberapa kelebihan bentuk. disciplines design tidak seperti subject design yang menekankan penguasaan fakta-fakta dan informasi tetapi pada pemahaman (understanding). belum dapat memberikan pengetahuan yang terintegrasi. peserta didik tidak hanya menguasai serentetan fakta. c. ide-ide dan prinsip-prinsip penting.

ini mereka menyatukan beberapa mata pelajaran yang berdekatan atau berhubungan menjadi satu bidang studi seperti Sejarah, Geografi, dan Ekonomi digabung menjadi Ilmu Pengetahuan Sosial, Aljabar, Ilmu Ukur, dan Berhitung menjadi Matematika, dan sebagainya. Tujuan pengembangan kurikulum broad field adalah menyiapkan para siswa yang dewasa ini hidup dalam dunia informasi yang sifatnya spesialistis, dengan pemahaman yang bersifat menyeluruh. Bentuk kurikulum ini banyak digunakan di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama, di sekolah menengah atas penggunaannya agak terbatas apalagi di perguruan tinggi sedikit sekali. Ada dua kelebihan penggunaan kurikulum ini. Pertama, karena dasarnya bahan yang terpisah-pisah, walaupun sudah terjadi penyatuan beberapa mata kuliah masih memungkinkan penyusunan warisan-warisan budaya secara sistematis dan teratur. Kedua, karena mengintegrasikan beberapa mata kuliah memungkinkan peserta didik melihat hubungan antara berbagai hal. Di samping kelebihan tersebut, ada beberapa kelemahan model kurikulum ini. Pertama kemampuan guru, untuk tingkat sekolah dasar guru mampu menguasai bidang yang luas, tetapi untuk tingkat yang lebih tinggi, apalagi di perguruan tinggi sukar sekali. Kedua, karena bidang yang dipelajari itu luas, maka tidak dapat diberikan secara mendetil, yang diajarkan hanya permukaannya saja. Ketiga, pengintegrasian bahan ajar terbatas sekali, tidak menggambarkan kenyataan, tidak memberikan pengalaman yang sesungguhnya bagi siswa, dengan demikian kurang membangkitkan minat belajar. Keempat, meskipun kadarnya lebih rendah dibandingkan dengan subject design, tetapi model ini tetap menekankan tujuan penguasaan bahan dan informasi. Kurang menekankan proses pencapaian tujuan ya.lg sifatnya afektif dan kognitif tingkat tinggi.

2. Learner-centered design Sebagai reaksi sekaligus penyempurnaan terhadap beberapa kelemahan subject centered design berkembang learner centered design. Desain ini berbeda dengan subject centered, yang bertolak dari cita-cita untuk melestarikan dan mewariskan budaya, dan karena itu mereka mengutamakan peranan isi dari kurikulum.

Learner centered, memberi tempat utama kepada peserta didik. Di dalam pendidikan atau pengajaran yang belajar dan berkembang adalah peserta didik sendiri. Guru atau pendidik hanya berperan menciptakan situasi belajar-mengajar, mendorong dan memberikan bimbingan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Peserta didik bukanlah tiada daya, dia adalah suatu organisme yang punya potensi untuk berbuat, berperilaku, belajar dan juga berkembang sendiri. Learner centered design bersumber dari konsep Rousseau tentang pendidikan alam, menekankan perkembangan peserta didik. Pengorganisasian kurikulum didasarkan atas minat, kebutuhan dan tujuan peserta didik. Ada dua ciri utama yang membedakan desain model learner centred dengan subject centered. Pertama, learner centered design mengembangkan kurikulum dengan bertolak dari peserta didik dan bukan dari isi. Kedua, learner centered bersifat not-preplanned (kurikulum tidak diorganisasikan sebelumnya) tetapi dikembangkan bersama antara guru dengan siswa dalam penyelesaian tugas-tugas pendidikan. Organisasi kurikulum didasarkan atas masalah -masalah atau topik-topik yang menarik perhatian dan dibutuhkan peserta didik dan sekuensnya disesuaikan dengan tingkat perkembangan mereka. Ada beberapa variasi model ini yaitu the activity atau experience design, humanistic design, the open, free design, dan lain-lain. Pada tulisan ini akan dikemukakan sebagian saja. a. The Activity atau Experience Design Model desain ini berawal pada abad 18, atas hasil karya dari Rousseau dan Pestalozzi, yang berkembang pesat pada tahun 1920/1930-an pada masa kejayaan Pendidikan Progresif. Berikut beberapa ciri utama activity atau experience design. Pertama, struktur kurikulum ditentukan oleh kebutuhan dan minat peserta didik. Dalam mengimplementasikan ciri ini guru hendaknya: a) Menemukan minat dan kebutuhan peserta didik, b) Membantu para siswa memilih mana yang paling penting dan urgen. Hal ini cukup sulit, sebab harus dapat dibedakan mana minat dan kebutuhan yang sesungguhnya dan mana yang hanya angan-angan. Untuk itu guru perlu menguasai benar perkembangan dan karakteristik peserta didik.

Kedua, karena struktur kurikulum didasarkan atas minat dan kebutuhan peserta didik, maka kurikulum tidak dapat disusun jadi sebelumnya, tetapi disusun bersama oleh guru dengan para siswa. Demikian juga tujuan yang akan dicapai, sumber-sumber belajar, kegiatan belajar dan prosedur evaluasi, dirumuskan bersama siswa. Istilah yang mereka gunakan adalah teacher-student planning. Seperti dikemukakan oleh Smith, Stanley and Shores (1977: 274-1725) bahwa tugas guru adalah: ... discovering students interest, guiding students in selection of interest, helping groups and individuals to plan and carryout learning activi ties, and assisting learners to appraise their experience. In short, the teacher must prepare in advance to help learners decide what to to do, how to do it, and how to evaluate the results. Ketiga, desain kurikulum tersebut menekankan prosedur pemecahan masalah. Di dalam proses menemukan minatnya peserta didik menghadapi hambatan atau kesulitan-kesulitan tertentu yang harus diatasi. Kesulitankesulitan tersebut menunjukkan problema nyata yang dihadapi peserta didik. Dalam menghadapi dan mengatasi masalah-masalah tersebut, peserta didik melakukan proses belajar yang nyata, sungguh-sungguh bermakna, hidup dan relevan dengan kehidupannya. Berbeda dengan subject design yang menekankan isi, activity design lebih mengutamakan proses (keterampilan memecahkan masalah). Ada beberapa kelebihan dari desain kurikulum ini. Pertama, karena kegiatan pendidikan didasarkan atas kebutuhan dan minat peserta didik, maka motivasi belajar bersifat intrinsik dan tidak perlu dirangsang dari luar. Fakta-fakta, konsep, keterampilan dan proses pemecahan dipelajari peserta didik karena hal itu mereka perlukan. jadi belajar benar-benar relevan dan bermakna. Kedua, pengajaran memperhatikan perbedaan individual. Mereka turut dalam kegiatan belajar kelompok karena membutuhkannya, demikian juga kalau mereka melakukan kegiatan individual. Ketiga, kegiatan-kegiatan pemecahan masalah memberikan bekal kecakapan dan pengetahuan untuk menghadapi kehidupan di luar sekolah. Beberapa kritik yang menunjukkan kelemahan dilontarkan terhadap model desain kurikulum

Pertama, penekanan pada minat dan kebutuhan peserta didik belum tentu cocok dan memadai untuk menghadapi kenyataan dalam kehidupan. Kehidupan dunia modern sangat kompleks, peserta didik belum tentu mampu melihat dan merasakan kebutuhan-kebutuhan esensial. Kedua, kalau kurikulum hanya menekankan minat dan kebutuhan peserta didik, dasar apa yang digunakan untuk menyusun struktur kurikulum. Kurikulum tidak mempunyai pola dan struktur. Kedua kritik ini tidak semuanya benar, sebab beberapa tokoh activity design telah mengembangkan struktur ini. Dewey dalam sekolah laboratoriumnya menyusun struktur di sekitar kebutuhan manusia, kebutuhan sosial, kebutuhan untuk membangun, kebutuhan untuk meneliti dan bereksperimen dan kebutuhan untuk berekspresi dan keindahan. Ketiga, activity design curriculum sangat lemah dalam kontinuitas dan sekuens bahan. Dasar minat peserta didik tidak memberikan landasan yang kuat untuk menyusun sekuens, sebab minat mudah sekali berubah karena pengaruh perkembangan, kematangan dan faktor-faktor lingkungan. Beberapa usaha telah dilakukan untuk mengatasi kelemahan ketiga ini: 1) usaha untuk menemukan sekuens perkembangan kemampuan mental peserta didik, seperti perkembangan kemampuan kognitif dari Piaget, 2) penelitian tentang pusat-pusat minat pada berbagai tingkat usia. Penemuan tentang pusat-pusat minat yang lebih terinci dijadikan dasar penyusunan sekuens kurikulum. Keempat, kritik terhadap model desain kurikulum ini dikatakan tidak dapat dilakukan oleh guru biasa. Kurikulum ini menuntut guru ahli general education plus ahli psikologi perkembangan dan human relation. Model desain ini sulit menemukan buku-buku sumber, karena buku yang ada disusun berdasarkan subject atau discipline design. Kesulitan lain adalah apabila peserta didik akan melanjutkan studi ke perguruan tinggi, sebab di perguruan tinggi digunakan model subject atau discipline design.

3. Problem centered design Problem centered design berpangkal pada filsafat yang mengutamakan peranan manusia (man centered). Berbeda dengan learner centered yang mengutamakan manusia atau peserta didik secara individual, problem centered

design menekankan manusia dalam kesatuan kelompok yaitu kesejahteraan masyarakat. Konsep pendidikan para pengembang model kurikulum ini berangkat dari asumsi bahwa manusia sebagai makhluk sosial selalu hidup bersama. Dalam kehidupan bersama ini manusia menghadapi masalah-masalah bersama yang harus dipecahkan bersama pula. Mereka berinteraksi, berkooperasi dalam memecahkan masalah-masalah sosial yang mereka hadapi untuk mcningkatkan kehidupan mereka. Konsep-konsep ini menjadi landasan pula dalam pendidikan dan pengembangan kurikulum. Berbeda dengan learner centered, kurikulum mereka disusun sebelumnya (preplanned). Isi kurikulum berupa masalahmasalah sosial yang dihadapai peserta didik sekarang dan yang akan datang. Sekuens bahan disusun berdasarkan kebutuhan, kepentingan dan kemampuan peserta didik. Problem centered design menekankan pada isi maupun perkembangan peserta didik. Minimal ada dua variasi model desain kurikulum ini, yaitu The Areas of living design, dan The Core design.

a. The Areas of Living Design Perhatian terhadap bidang-bidang kehidupan sebagai dasar penyusunan kurikulum telah dimulai oleh Herbert Spencer pada abad 19, dalam tulisan yang berjudul What knowledge is of most Worth? Areas of living design seperti learner centered design menekankan prosedur belajar melalui pemecahan masalah. Dalam prosedur belajar ini tujuan yang bersifat proses (process objectives) dan yang bersifat isi (content objectives) diintegrasikan. Penguasaan informasi-informasi yang lebih bersifat pasif tetap dirangsang. Ciri lain dari model desain ini adalah menggunakan pengalaman dan situasi-situasi nyata dari peserta didik sebagai pembuka dan mempelajari bidang-bidang kehidupan. Strategi yang sama juga digunakan dalam subject centered design, tetapi pelaksanaannya mengalami kesulitan, sebab dalam desain tersebut hubungan mata pelajaran dengan bidang dan pengalaman hidup peserta didik sangat kecil. Sebaliknya dalam the areas of living hubungannya besar sekali. Tiap pengalaman peserta didik sangat erat hubungannya dengan bidang-bidang kehidupan sehingga

sebab diarahkan pada pemecahan masalah peserta didik. karena kurikulum diorganisasikan di sekitar problema-problema peserta didik dalam kehidupan sosial. penentuan lingkup dan sekuens dari bidang-bidang kehidupan yang sangat esensial (penting) sangat sukar. Kedua. Keempat. Pertama. desain ini sekaligus menarik minat peserta didik dan mendekatkannya pada pemenuhan kebutuhan hidupnya dalam masyarakat. Prinsip-prinsip belajar aktif dapat diterapkan dalam model desain ini. maka lemahnya atau kurangnya integritas dan kontinuitas organisasi isi kurikulum. sebagai akibat dari kesulitan pertama. yaitu untuk memecahkan masalah-masalah dalam kehidupan. timbul organisasi isi kurikulum yang berbeda-beda. Lebih dari itu kurikulum ini membawa peserta didik dalam hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat. secara langsung dipraktikkan dalam kehidupan. desain tersebut akan mempertahankan status quo. Beberapa kritik dilontarkan dan menunjukkan kelemahan model desain ini. motivasi belajar datang dari dalam din peserta didik. Kelima. padahal apa yang telah ditemukan pada masa lalu penting untuk memahami dan memecahkan masalah masalah masa kini. Kelima. dan dapat menginternalisasi artinya. sama hainva dengan . desain tersebut sama sekali mengabaikan warisan budaya. Desain ini mempunyai beberapa kebaikan dibandingkan dengan bentuk desaindesain lainnya. Dengan demikian. ada kecenderungan untuk mengindoktrinasi peserta didik dengan kondisi yang ada. tidak perlu dirangsang dari luar. maka desain ini mendorong penggunaan prosedur belajar pemecahan masalah. karena kurikulum hanya memusatkan perhatian pada pemecahan masalah sosial pada saat sekarang. Ketiga.dapat dikatakan suatu desain kurikulum bidang-bidang kehidupan yang dirumuskan dengan baik akan merangkumkan pengalaman-pengalaman sosial peserta didik. peserta didik tidak tovIlhat alternatif lain. Pemisahan antara subject dihilangkan oleh problema-problema kehidupan sosial. Melalui kurikulum ini para peserta didik akan mcmperoleh pengetahuan. baik mengenai masa lalu maupun masa yang akan 'Wang. Pertama. the areas of living design merupakan the subject matter design tetapi dalam bentuk yang terintegrasi. menyajikan bahan ajar dalam bentuk yang relevan. Kedua. Keempat desain tersebut menyajikan bahan ajar dalam bentuk yang fungsional. Ketiga.

Menurut konsep ini inti-inti bahan ajar dipusatkan pada kebutuhan individual dan sosial. The separate subjects core. dan diarahkan pada pengembangan kemampuankemampuan pribadi dan sosial. (4) the activity/experience core. Ada beberapa variasi desain core curriculum yaitu: (1) the separate subject core. matang. Salah satu usaha untuk mengatasi keterpisahan antar-mata pelajaran. b.kritik terhadap learner centered design. Kalau kelompok mata kuliah/pelajaran spesialisasi diarahkan pada pengusaan keahlian/kejuruan tertentu. . dan warga masyarakat yang mampu membina kerja sama yang baik pula. Pelajaran lainnya dikembangkan di sekitar core tersebut. yang sifatnya terpisah-pisah. beberapa mata pelajaran yang dipandang mendasari atau menjadi inti mata pelajaran lainnya dijadikan core. nilainilai dan keterampilan sosial. mereka memilih mata-mata pelajaran/bahan ajar tertentu sebagai inti (core). The Core Design The core desgin kurikulum timbul sebagai reaksi utama kepada separate subjects design. core curriculum disebut kelompok mata kuliah atau pelajaran dasar umum. (5) the areas of living core. Di samping memberikan pengetahuan. (2) the correlated core. dan (6) the social problems core. maka kelompok mata pelajaran ini ditujukan pada pembentukan pribadi yang sehat. Karena pengaruh Pendidikan Progresif. Pada beberapa kurikulum yang berlaku di Indonesia dewasa ini. Dalam mengintegrasikan bahan ajar. Mayoritas memandang core curriculum sebagai suatu model pendidikan atau program pendidikan yang memberikan pendidikan umum. Terdapat banyak variasi pandangan tentang the core design. bukan spesialis. The core curriculum diberikan guru-guru yang memiliki penguasaan dan berwawasan luas. baik. baik guru maupun buku dan media lain tidak banyak yang disiapkan untuk model tersebut sehingga di dalam pelaksanaannya akan mengalami beberapa kesulitan. (3) the fused core. guru-guru tersebut juga memberikan bimbingan terhadap perkembangan sosial pribadi peserta didik. berkembang teori tentang core design yang didasarkan atas pandangan Progresif.

The areas of living core cenderung memelihara dan mempertahankan kondisi yang ada. Geografi. Penyusunan kurikulum the social problems core. Model desain ini pun merupakan produk dari pendidikan progresif. tetapi organisasinya berstruktur dan dirancang sebelumnya. Perbedaannya terletak pada the areas of living core didasarkan atas kegiatan-kegiatan manusia yang unviversal tetapi tidak berisi hal yang kontroversial. Kurikulum ini juga berpangkal dari separate subject. The fused core. Berbentuk pendidikan umum yang isinya diambil dari masalah-masalah yang muncul di masyarakat. the acitivity /experience core dipusatkan pada minat-minat dan kebutuhan peserta didik. mengikuti pola seperti yang digambarkan dengan urutan pertanyaan-pertanyaan berikut: . kelaparan. Ekonomi dipadukan menjadi Studi Kemasyarakatan. Model desain ini berkembang dari pendidikan progresif dengan learner centerd design-nya. The social problems core. Sosiologi. sedangkan the social problems core didasarkan atas problemaproblema yang mendasar dan bersifat kontroversial. Dalam beberapa hal model ini sama dengan the areas of living core. The activity/experience core. Model desain ini pun berkembang dari the separate subjects design. Bentuk desain ini dipandang sebagai core design yang paling murni dan paling cocok untuk program pendidikan umum. pengintegrasiannya bukan hanya antara dua atau tiga pelajaran tetapi lebih banyak. sedang the social problems core mencoba memberikan penilaian yang sifatnya kritis dari sudut sistem nilai sosial dan pribadi yang berbeda. perang senjata nuklir. Dalam studi ini dikembangkan tema-tema masalah umum yang dapat ditinjau dari berbagai sudut pandang. inflasi. Antropologi. rasialisme. Desain model ini berpangkal juga pada pendidikan progresif. dan sebagainya. Beberapa contoh masalah sosial yang menjadi tema model core design ini adalah kemiskinan. Seperti halnya pada learner centered. dengan jalan mengintegrasikan beberapa mata pelajaran yang erat hubungannya. Sejarah. The areas of living core.The correlated core. Halhal di atas adalah sesuatu yang mendesak untuk dipecahkan dan berisi suatu kontroversial bersifat pro dan kontra.

yaitu melalui: pemikiran (rasionalisme). The Unencapsulation design diarahkan pada pengembangan manusia yang lebih baik. agar tetap mutakhir dan relevan dengan perkembangan masyarakat. Menu rut Joseph Royce. Ia bercita-cita ingin mendidik anak menjadi manusia "ideal" yaitu manusia sejati (authentic) tidak palsu atau pura pura. The Unencapsulation design. Desain kurikulum dari Becker lebih menekankan pada isi . percaya kepada diri sendiri (self reliant) dan menyatu dengan masyarakatnya. minat. dan kepercayaan (otoritarianisme). Bagaimana gambaran masyarakat yang ada dewasa ini? 2. Jika gambaran pada pertanyaan 3 berbeda dengan pertanyaan 2. Menurut konsep encapsulation manusia memiliki kemampuan untuk mengamati dan memahami seluruh yang ada di dunia ini. yang memiliki pengetahuan dan kemampuan yang lebih lengkap. pengamatan (empirisme). baik secara kelompok maupun individual. Desain ini juga sama dengan uncaptulsation menekankan pendidikan umum. Kurikulum the social problems core tidak bersifat kaku. tingkat kesukaran. hanya sebagian kecil yang mereka kuasai. pengetahuan dan kemampuan yang demikian akan tercapai melalui penggunaan empat cara penguasaan. perasaan (intuisisme). pencetus konsep ini. Beckers's Humanistic Design. Becker ingin mengembangkan suatu model pendidikan yang dapat menghilangkan "keterasingan" (alination yang mempunyai makna yang sama dengan encapsulation). tetapi kenya taannya karena berbagai hambatan. Apa akibatnya bila kita torus mempertahankan kondisi yang ada ini? 3. Terhadap model-model desain di atas dapat ditambahkan dua model lain yang juga menekankan pendidikan umum yaitu the unencapsulation design dan Becker's Humanistic design. Model desain ini merupakan reaksi terhadap encapsulation.1. pengalaman dan penguasaan sebelumnya. terbuka untuk penyempurnaan pada setiap saat. usaha apa yang dapat dilakukan untuk mengatasinya. tepat dan seimbang. Sekuens kurikulum disusun dengan memperhatikan prinsip-prinsip psikologis. seperti: kematangan. Bagaimana gambaran keadaan masyarakat yang ideal? 4.

mengevaluasi. mengembangkan. C. 2) Dimensi sosial dan historis. New York: Holt. baik yang bersifat individual maupun kelompok. Isi kurikulumnya dipusatkan pada tiga bidang. struktur pengetahuan dan analisisnya. A Systematic Approach to Education. Buku ini membahas dasar-dasar teori dan praktik teknologi instruksional. Instructional Technology. Rinehart and Winston. teknologi proses. yaitu 1) Dimensi individu. Dimensi individu membahas keadaan dan keberadaan manusia. Dalam rencana pelajaran individual diuraikan: bagaimana menganalisis konsep-konsep yang akan diajarkan.J. Sesuai dengan anak judulnya. dan sebagainya serta evaluasi pengajaran. modelmodel rencana pengajaran seperti simulasi. (1984). struktur tingkah laku atau keterampilan. serta beberapa bentuk atau model sistem pengajaran individual. merencanakan. Hal tersebut sangat diperlukan dalam menganalisis. Dalam rencana pengajaran kelompok dijelaskan desain pengajaran yang bersifat makro dan mikro. New York: Nichols Publishing. dimensi sosial dan historis membahas kehidupan kemasyarakatan dan sejarah perkembangan manusia. Knirk. Desain pengajaran yang bersifat makro meliputi: analisis pengetahuan dan keterampilan. Kent L. sedangkan dimensi teologis membahas keharusan manusia beragama dan bahaya-bahaya sekulerisme. A. struktur dan sistem pengajaran individual. serta . serta beberapa contoh desain pengajaran dalam bidang-bidang studi tertentu. Producing Instructional Systems: Lesson Planning for Individualized and Group Learning Activities. teori belajar. (1986).daripada proses. teknologi belajar. Dalam desain pengajaran yang bersifat mikro diuraikan: pemilihan dan penyusunan taktik-taktik pengajaran. Dalam buku ini konsep-konsep dasar serta pengembangan dalam sistem instruksional diuraikan dengan dengan jelas. serta mengelola pengajaran. Konsep tersebut meliputi pengajaran dan belajar. buku ini mengupas rencana pelajaran. & Gustafson. Frederick G. pendekatan sistem. dan 3) Dimensi teologis. langkah-langkah penyusunan desain pengajaran. Buku Acuan Romiszowski. permainan.

pemilihan dan penggunaan strategi belajar. evaluasi program serta penyebaran inovasi pengajaran. Salomon. teori dan strategi belajar-mengajar. Tulisan ini disusun berdasarkan hasil penelitian . Pada bagian berikutnya dikemukakan pemetaan dari kurikulum menurut behavioral objectives. Buku ini menyajikan uraian secara mendasar tentang kurikulum yang didasarkan atas behavioral objectives. San Fransisco: Jossey-Bass Publishers. Menurut penulis. diperdalam dengan pengkajian.selama 10 tahun.pengembangan dari masing-masing proses. Buku ini sangat berharga bagi para ahli psikologi pendidikan. Pada bagian pertama buku tersebut diuraikan dasar-dasar kurikulum yang didasarkan pada perilaku: peranan sekolah secara ideal dan nyata. Interaction of Media. seminar yang mendalam bersama sejumlah besar ahli. Menurut penulis gerakan dari Behavior Objectives selama 20 tahun. diskusi. New Jersey: Educational Technology Publications. sebab selain memberikan landasan teori yang kuat juga membukakan kunci sekaligus horison baru bagi penelitian tentang aspek-aspek psikologis media komunikasi. Dalam pengelolaan pengajaran diuraikan pengembangan sarana dan prasarana belajar. Englewood Cliff. Gavriel. Pengajaran harus selalu bertemakan tujuantujuan tersebut. Dalam konsep teknologi instruksional diuraikan langkah-langkah umum pengembangan desain instruksional. Dengan buku ini diungkapkan bahwa media merupakan bagian yang tak . Teacher's Handbook for A Functional BehaviorBased Curriculum. Apa yang dibahas dalam buku ini merupakan landasan teoretis dari penggunaan media dalam pendidikan. khususnya media pendidikan. dan pada bagian akhir diuraikan pelaksanaan kurikulum yang didasarkan atas behavioral objectives. Cognition and Learning. sejak awal pengajaran guru dan siswa harus mengetahui keseluruhan perilaku yang ingin dicapai siswa. (1979). (1972). kurikulum dan pengajaran. yang meliputi: tujuan instruksional. Selama ini media dianggap hanya sebagai alat bantu pengajaran. keseluruhan behavior objectives dan disiplin ilmu. telah menyadarkan guru-guru dan dosen tentang pentingnya tujuan dan desain pengajaran. Sidney J. Drumheller.

Dilatarbelakangi oleh dasar pendidikan penulis yang pernah mendalami teater.terpisahkan dari proses berpikir. media yang lebih banyak mendapatkan sorotan adalah media visual dalam konteks kebudayaan. dan salah satu bentuk penyajian dan penyampaian sistem simbol adalah dalam media. Proses berpikir menyangkut sistem simbol. .

Keseimbangan Antara Isi dan Proses Baik dalam uraian tentang model-model konsep kurikulum. tidak mengherankan apabila ada yang berpendapat bahwa kurikulum itu tidak lain dari suatu program pendidikan yang berisi jalinan antara isi dengan proses penyampaiannya. Keduanya mempunyai kelebihan dan kekurangan. Di dalam pelaksanaan kurikulum kita mengharapkan para siswa menguasai sebanyak-banyaknya bahan yang terbaik dan diperoleh dengan cara yang terbaik pula.BAB 7 PROSES PENGAJARAN A. namun bukan sesuatu yang mustahil Kesulitannya bukan saja disebabkan adanya ciri yang cenderung kontradiktif antara keduanya. oleh kondisi dan kelengkapan sarana dan prasarana baik di sekolah maupun dalam keluarga. walaupun bukan berarti tanpa menghadapi kesulitan-kesulitan. fasilitas. Pendapat demikian tidak seluruhnya benar tetapi mengandung kebenaran. Hal itu disebabkan kedudukan kedua komponen kurikulum tersebut sangat penting. Kedua komponen kurikulum tersebut dapat saling menghambat. maupun dalam macam-macam desain kurikulum. tetapi juga karena banyaknya faktor yang turut mempengaruhi pelaksanaan kurikulum atau pengajaran Keberhasilan pengajaran atau pelaksanaan suatu kurikulum sangat dipengaruhi kondisi dan aktivitas siswa. Telah kita ketahui dalam uraian-uraian yang terdahulu bahwa ada konsepkonsep kurikulum yang lebih mengutamakan isi dan ada pula yang mengutamakan proses. Meskipun ideal hal tersebut sangat sulit kita capai. mengingat kedua komponen tersebut berperanan sebagai kunci. masalah isi dan proses pengajaran selalu menjadi tema dan titik tolak. oleh kondisi lingkungan fisik. sosial budaya dan psikologis sekitar. Pendidikan dan pengajaran selaln berlangsung dalam keterbatasan-keterbatasan. kemampuan. Mengingat kelebihan dan kekurangan masing-masing maka keseimbangan ataupun keserasian antara keduanya merupakan pemecahan yang paling praktis. Dengan demikian. tempat maupun biaya. waktu. yang satu mengurangi kualitas yang lainnya. guru. Yang harus selalu diupayakan . serta para pelaksana kurikulum lainnya.

pengembang dan pelaksana pendidikan umumnya. yaitu dengan mengemukakan konsep struktur bahan pengajaran. Mereka telah berusaha menyusun isi kurikulum atau pengajaran. Meskipun demikian pertanyaan tentang karakteristik bahan yang akan diajarkan masih selalu timbul. Beberapa program pengembangan pendidikan.oleh para penyusun. Salah satu faktor yang mendorong diperlukannya pengembangan kurikulum adalah karena perkembangan universitas di Amerika Serikat pada pertengahan pertama abad 20 sangat menekankan pada pengembangan ilmu dan penelitian. terutama pengembangan kurikulum pada sekolah dasar dan menengah. Para sarjana dan cendekiawan tidak pernah turut serta . bukan saja didasarkan atas perkembangan ilmu pengetahuan. khususnya pendidikan dasar dan menengah di Amerika Serikat. B. Anak-anak sekolah menengah. ahli-ahli pendidikan selain guru. tetapi harus merupakan kesatuan pengetahuan terpilih dan dibutuhkan. Ahli pendidikan. dan apa tujuannya? Pertanyaan ini menyangkut isi kurikulum atau isi pengajaran. tetapi juga disesuaikan dengan karakteristik perkembangan anak dan konsep-konsep modern tentang hakikat pengalaman belajar. Jerome S. tetapi dilatarbelakangi oleh keadaan dan perkembangan pendidikan. Bruner dari Amerika Serikat mencoba memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut. Isi Kurikulum Pertanyaan yang selalu muncul pada para perencana pendidikan dan pengembang kurikulum adalah. Hasil-hasil perkembangan ilmu dan penelitian hanya menjadi santapan para sarjana dan cendekiawan. bahan apakah yang harus diajarkan kepada siswa. Pengembangan konsep ini tidaklah terjadi begitu saja. di samping mengoptimalkan isi dan prosesnya sendiri. baik bagi pengetahuan itu sendiri maupun bagi siswa dan lingkungannya. dosen. telah dilakukan dengan mengikutsertakan para sarjana. adalah mengoptimalkan hasil sesuai dengan kondisi yang ada. dari berbagai bidang ilmu pengetahuan. kurikulum khususnya. apalagi anak sekolah dasar bahkan para mahasiswa tingkat persiapan tidak pernah memperoleh pengetahuan tersebut. Isi kurikulum atau pengajaran bukan hanya terdiri atas sekumpulan pengetahuan atau kumpulan informasi.

Studi tentang transfer belajar. Sayangnya perhatian para ahli tersebut masih lebih banyak tercurah pada studi tentang bakat dan kecakapan. Dewasa ini para ahli psikologi di Amerika Serikat. dan kedua pemahaman umum (general understanding). program sekolah kurang berbobot dan jauh ketinggalan dari perkembangan ilmu pengetahuan tiekarang hal itu telah dapat diatasi. sintesis. Dalam tujuan pendidikan di Amerika Serikat. penilaian. Apa yang dimaksud dengan penguasaan struktur? Penguasaan struktur merupakan pemahaman suatu bahan pelajaran secara menyeluruh dan penuh arti. banyak yang mulai beralih membahas masalah-masalah belajar di sekolah. serta aspek-aspek sosial dan psikologis dalam pendidikan. dan kurang memperhatikan masalah struktur intelek dari kegiatan dalam kelas. Keterampilan sangat berhubungan erat dengan profesi seseorang. baik sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakat. Menyusun program pendidikan yang seimbang antara pendidikan umum dengan pendidikan keterampilan sering cukup sukar.dalam pengembangan kurikulum sekolah dasar dan sekolah menengah. Akibatnya selama pertengahan pertama abad 20. Sekolah diharapkan dapat mengajarkan semua yang berguna dan semua yang indah. sekarang transfer lebih banyak berkenaan dengan latihan keterampilan khusus. para sarjana dan cendekiawan yang turut serta dalam penyusunan kurikulum dan perencanaan program sekolah. yakni hal-hal yang saling berhubungan terintegrasi menjadi satu kesatuan. Penguasaan struktur dalam . dengan keindahan (ornamental). Keterampilan merupakan kecakapan-kecakapan khusus yang dikuasai seseorang. menyiapkan buku teks serta berbagai media pendidikan. Belajar struktur adalah belajar secara keseluruhan (utuh). Dewasa ini konsep proses belajar berangsur-angsur pindah dari pemahaman umum pada penguasaan keterampilan khusus. Pemahaman umum. pertama dalam bentuk penguasaan keterampilan (skill). ada dualisme yang membutuhkan keseimbangan. dahulu berkenaan dengan disiplin-disiplin formal bagaimana menguasai kemampuan analisis. yaitu antara kegunaan (useful). merupakan penguasaan hal-hal yang berhubungan erat dengan masalah kehidupan. dan sebagainya melalui berbagai bentuk latihan. Dengan demikian. sangat kurang penekanan pada penguasaan struktur atau penguasaan pengetahuan secara menyeluruh. Pengertian berguna mengandung dua pengertian.

proses belajar menekankan pada berpikir intuitif. Berpikir intuitif merupakan teknik intelektual untuk mencapai formulasi tentatif tanpa mengadakan analisis langkah demi langkah. dorongan untuk belajar (learning motives) serta bagaimana membangkitkan motif tersebut. Bagaimana mengajarkan struktur mendasar secara efektif. mengutamakan pendidikan intelek. Setelah merumuskan jawaban pertanyaan tersebut. umpamanya. karena kurang memperhatikan kesiapan belajar. sekolah banyak membuang vvaktu untuk mengajarkan hal-hal yang terlalu sulit bagi anak. Pertatna. memungkinkan anak dengan cepat menyusun banyak kalimat didasarkan atas model struktur yang dipelajari. Ada beberapa pertanyaan umum. dan bagaimana hal tersebut menjadi pusat kegiatan belajar. sebelum seseorang sampai pada pertanyaan-pertanyaan yang lebih khusus. tetapi juga pada anak-anak biasa bahkan anak-anak yang kurang mampu. apakah tujuan pendidikan suatu sekolah. juga dapat dihubungkan dengan pemenuhan kebutuhan pribadi dan masyarakat (kesejahteraan individu dan masyarakat).penyusunan kalimat. Keempat. apakah manfaat mata-mata pelajaran yang diberikan. Pendidikan yang menekankan struktur. Ini tidak berarti urutan dan isi bahan pelajaran bagi mereka sama. Jawaban terhadap pertanyaan pertama dapat dihubungkan dengan sifat masyarakat yaitu tuntutan dan kebutuhannya. . Pendidikan yang menekankan struktur bukan saja dapat berhasil dengan baik pada anak-anak yang cerdas. masalah kesiapan (readiness) dalam belajar. Kedua. walaupun tidak mengetahui aturannya. sebab keberhasilan pelaksanaan suatu kurikulum sangat dipengaruhi oleh hal tersebut. tetapi tidak berarti pendidikan segi lain diabaikan. Pada masa lalu. Hal yang sangat penting dalam menyusun dan mengembangkan kurikulum adalah bagaimana memberikan pengertian kepada siswa tentang struktur yang mendasar terhadap tiap mata pelajaran. peranan struktur bahan. umpamanya. Contoh pertanyaan umum. Ketiga. baru mengajukan pertanyaan yang lebih khusus. Ada empat hal pokok penting dalam proses pendidikan. Dalam penyusunan kurikulum. masalah mengajarkan struktur perlu mendapatkan perhatian utama. serta bagaimana menciptakan kondisi belajar yang mendukung hal tersebut.

terhadap murid biasa. yang perlu mendapatkan perhatian yang sungguh-sungguh adalah bagaimana para siswa menguasai ide-ide dasar dari berbagai bidang studi. bagaimana menyusun kurikulum yang dapat diajarkan oleh guru biasa. transfer belajar dalam bentuk prinsip-prinsip dan sikapsikap. bagaimana menentukan tingkat-tingkat bahan yang akan diajarkan itu sesuai dengan kemampuan dan tingkat perkembangan para siswa. Sebab yang terpenting dalam belajar ide-ide adalah yang dipelajarinya harus 1. Tipe belajar yang kedua bukan merupakan belajar keterampilan tetapi belajar ide-ide yang bersifat umum. merupakan proses perluasan dan pendalaman yang terus menerus dari ide-ide dasar dan ide-ide umum. is harus mempunyai gambaran yang jelas tentang hakikat fenomena yang dihadapinya. atau pekerjaanpekerjaan khusus. Hal itu merupakan transfer belajar dalam berbagai bentuk keterampilan.ipat diaplikasikan secara luas pada masalah-masalah baru. Kemudian. Ada dua macam belajar untuk menghadapi masa yang akan datang. Hal itu meyangkut dua masalah yaitu bagaimana memilih bahan yang akan diajarkan serta alat-alat pelajaran yang dapat memberikan tekanan utama pada pengembangan ide -ide dan sikap. aplikasi belajar dalam tugastugas khusus. . Jenis transfer yang kedua merupakan inti proses pendidikan.Tujuan belajar lebih dari sekadar untuk mendapatkan kepuasan atau menguasai pengetahuan. dibutuhkan partisipasi dari ahli-ahli yang terbaik dalam bidangnya dalam penyusunan kurikulum sekolah. Pertama. Belajar menyiapkan peserta didik untuk menghadapi masa yang akan datang. Kedua. Agar dapat memenuhi kedua hal tersebut. Kedua. Keberlanjutan proses belajar tersebut sangat bergantung pada tingkat penguasaan struktur bahan yang akan diajarkan. yang dapat merefleksikan prinsip-prinsip dasar dari berbagai bentuk inkuiri. bukan saja berkenaan dengan pengetahuan umum. tetapi juga dengan perkembangan sikap berinkuiri. dan ini merupakan hal yang sangat penting. Agar seorang siswa mampu mengenal apakah suatu ide dapat diaplikasikan atau tidak terhadap situasi baru. yang dapat digunakan untuk mengenal dan memecahkan berbagai masalah kehidupan. perkembangan kemampuan memperkirakan (predictive ability) dan pemecahan masalah oleh anak sendiri. Untuk itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama.

tujuan dan dasar-dasar pembentukan ASEAN akan d'engan mudah memahami berbagai bentuk kerja sama dan kegiatan ASEAN.. pemahaman tentang hal-hal yang bersifat fundamental memungkinkan penguasaan bahan ajar secara lebih komprehensif. Siswa yang belajar fisika juga perlu memiliki sikap tersebut. memberikan kesem patan dan mendorong anak untuk mencari dan menemukan aturan yang sebelumnya tidak diketahui. ingatan manusia tentang hal-hal yang detail yang ditempatkan dalam suatu hubungan pola struktur. Minimal ada empat hal yang merupakan manfaat belajar atau mengajarkan struktur dasar: Pertama. bila is belajar fisika. Hal itu membutuhkan pemahaman yang dalam serta kejujuran yang sungguh-sungguh untuk menyajikan fenomena-fenomena baik dalam penyusunan kurikulum maupun dalam penyajian di kelas. inkuiri cukup memberikan hasil yang baik bila digunakan dalam mengajarkan ilmu -ilmu sosial. menarik minat dan memberikan manfaat. Menemukan hubungan. Hal itu bukan hanya berlaku bagi IPA dan Matematika tetapi juga bagi ilmu-ilmu sosial. Menurut beberapa hasil penelitian.Seorang ahli fisika memiliki sikap tertentu terhadap alam semesta serta menguasai cara memahami sistem alam semesta. Metode utama mengajarkan konsep belajar seperti di atas adalah dengan menggunakan metode inkuiri. mudah sekali dilupakan. Pengetahuan dasar yang dihubungkan dengan fenomena-fenomena tersebut harus disajikan dengan benar. Agar . tentunya agar yang dipelajarinya itu berguna bagi proses berpikirnya. Kedua. tetapi sesungguhnya metodi.daan di antara ide-ide. Para ahli berpendapat bahwa hal itu tidak mungkin dapat dicapai hanya dengan memperhatikan penyusunan sekuens bahan ajar saja. Metode inkuiri banyak digunakan dalam mengajarkan EPA dan Matematika. tetapi juga harus memperhatikan metode untuk mengajarkan hal tersebut. Untuk mencapai hal tersebut yang terpenting adalah menyediakan bahan. perbc. Anak yang sudah memahami latar belakang. hal itu bukan saja menghasilkan pemahaman ten. Bagaimana pengetahuan-pengetahuan dasar dijalin dengan minat don kemampuan anak. persamaan. berhubungan dengan kemampuan ingatan manusia.tang suatu masalah tetapi juga akan menumbuhkan kepercayaan kepada diri sendiri.

Belajar intuitif Ada suatu pertanyaan mendasar berkenaan dengan proses belajar. bahwa prinsip dan konsep merupakan dasar bagi transfer merupakan hal yang sudah lama dikenal.sesuatu bahan ajar dapat mudah dan lama dikuasai perlu disimpan atau disajikan dalam bentuk yang sederhana yang mewakili hal yang lebih kompleks. Keempat. Dengan belajar struktur dasar suatu kehilangan tidak akan berbentuk kehilangan total. Belajar struktur dasar dapat menjamin berbagai bentuk lupa atau kehilangan penguasaan. hal-hal yang tersisa dapat membantu menyusun kembali apa-apa yang sudah hilang atau terlupakan. Contoh regenerative dalam IPA dan Matematika adalah rumus-rumus. Suatu rumus yang sederhana merupakan prasarana dan representasi dari hal yang cukup kompleks. Ide. Pemahaman tentang hal yang umum memungkinkan menguasai banyak hal yang sifatnya khusus. bagan. hampir seluruhnya dikembangkan atau bertolak dari teori belajar. yaitu apakah proses belajar lebih baik menekankan pada berpikir intuitif atau berpikir analitik? . penekanan pada struktur dan prinsip-prinsip mengajar yang fundamental dapat mempersempit jarak antara pengetahuan elementer dengan pengetahuan yang lebih lanjut. Perwakilan yang sederhana tersebut disebut regenerative. sebab penguasaan hal umum memungkinkan penguasaan model pemahaman. Apabila kita mengkaji teoriteori mengajar yang ada. prinsip tertentu. C. sebab keduanya merupakan dua sisi dari sebuah mata uang. Mengajar merupakan suatu upaya yang dilakukan guru agar siswa belajar. Suatu teori yang baik bukan hanya merupakan alat untuk memahami fenomena yang dihadapinya sekarang. model. Proses Belajar Kegiatan mengajar tidak dapat dilepaskan dari belajar. Selain hal-hal tersebut regerative juga dapat berupa peta. tetapi juga untuk mengingatnya besok. Dalam ilmu sosial juga dikenal rumus. Ketiga. pemahaman prinsip-prinsip dan ide-ide fundamental merupakan syarat utama untuk mengadakan transfer. 1. dan sebagainya. kaidah.

lebih merupakan suatu manuver yang didasarkan atas persepsi implisit dari keseluruhan masalah. Pengetahuan yang secara sistematis dikuasainya dapat menunjang berpikir intuitif. Pad a articulate ideocy anak pandai menyatakan dengan kata-kata tetapi tak punya kemampuan untuk menggunakan konsep-konsep tersebut. tekanan lebih banyak diberikan pada kemampuan untuk memformulasikan secara eksplisit. tetapi kurang mampu menyatakan secara verbal. Kita dapat membedakan antara inarticulate genius dengan articulate idiocy. Dua contoh pemahaman intuitif. Berpikir analitik meliputi suatu rentetan langkah-langkah. dengan sedikit pernyataan tentang proses . tetapi efektivitas intuitifnya dilandasi oleh pengetahuan yang kuat tentang bidang yang berhubungan dengan kekhususan tersebut. atau variabel-variabel yang mempengaruhinya. Inarticulate genius diperlihatkan oleh anak yang menguasai secara mendalam konsep-konsep bahan ajar. menggunakan prinsip penelitian. kedua. Apakah berpikir intuitif? Orang lebih mudah membahas atau melakukan pemikiran analitik yang lebih bersifat konkret daripada berpikir intuitif yang lebih abstrak. pertama seseorang telah cukup lama menghadapi suatu persoalan. Berpikir intuitif tidak memiliki langkah-langkah yang dapat dirumuskan secara pasti dan teliti. Seseorang pemikir intuitif yang baik dilahirkan dengan kekhususan tertentu. Model pemikiran ini menggunakan proses pemikiran secara deduktif dengan bantuan model konsep matematika atau logika. eksperimen dan analisis statistik. Langkah-langkah tersebut bersifat eksplisit dan biasanya dapat disampaikan kepada orang lain. Pemikir sampai pada suatu jawaban mungkin benar mungkin juga tidak. tiba-tiba ia menemukan pemecahan walaupun belum didasarkan atas pembuktian formal. dan pada kemampuan anak memreproduksikan penguasaan secara verbal dan numerikal. Hasil-hasil pemikiran ini berupa informasi atau suatu operasi.Pengamatan menunjukkan bahwa dalam berbagai kegiatan belajar penilaian di sekolah. Belum banyak diketahui apakah penekanan tersebut menghambat perkembangan pemahaman intuitif atau tidak. seorang dapat dengan cepat memberikan jawaban dugaan terhadap sesuatu persoalan dengan benar.

pencapaiannya. Situasi belajar intuitif di sekolah akan sangat ditentukan oleh sifat bahan pelajaran. terutama dengan struktur pengetahuan. Kemungkinan dapat teijadi pada suatu saat pemikir intuitif dapat menemukan masalah yang sama sekali tak dapat ditemukan oleh pemikir analitik. Para perencana kurikulum perlu berusaha menemukan bagaimana mengembangkan pemikiran intuitif pada murid-murid seawal mungkin. hipotesis dirumuskan dengan cepat. Immediate apprehension merupakan pengenalan atau penguasaan langsung tanpa mengikuti langkah-langkah formal. Hasil berpikir intuitif dapat dicek dengan kesimpulan dari hasil analitik. Immediate apprehension merupakan lawan dari mediate apprehension. yang memungkinkan ia melangkah atau meloncat atau memotong jalan pendek untuk sampai pada suatu jawaban atau pemecahan. Hasil pemecahan intuitif dapat dicek oleh hasil pemecahan analitik. Seharusnya sebelum murid-murid diperkenalkan dengan metode analitik terlebih dahulu ditanamkan pemahaman intuitif. memberikan kemungkinan pemahaman . Bahan pelajaran yang berisi banyak perkiraan. mungkin juga ia tidak menyadari aspek-aspek dari situasi masalah yang ia hadapi/kerjakan. Ia sering jarang dapat menjelaskan bagaimana memperoleh jawaban. analitis dan pembuktian-pembuktian. Mediate apprehension menunjukkan penguasaan dan pengenalan tak langsung melalui penggunaan metode formal. mengkombinasikan beberapa konsep sebelum diketahui faedahnya. apakah induktif atau deduktif. Dalam berpikir intuitif. Biasanya proses pemikiran intuitif ini berkenaan dengan domain kognitif. Menangkap pengertian dan struktur masalah atau situasi tanpa menggunakan alat atau cara analitis. Pemecahan intuitif mungkin dapat lebih cepat dibandingkan dengan pemecahan analitik. Di sekolah terutama dalam bidang science dan matematika dewasa ini sangat dipentingkan proses-proses berpikir analitik. Kedua model pemikiran ini dapat saling komplemen. Intuisi sering diartikan sebagai immediate apprehension atau cognition. Melalui berpikir intuitif seseorang memungkinkan sampai pada jawaban atau pemecahan yang sama sekali tak dapat dipecahkan atau lambat sekali bila menggunakan pemecahan melalui proses analitik.

mengadakan pemeriksaan singkat lalu memberikan diagnosis.dan pengalaman yang luas. mengundang spontanitas. juga imitasi atau identifikasi dengan seorang pengintuitif. Untuk pengalaman pertama diagnosis intuitif yang dilakukan dokter tersebut mungkin kurang sempurna dibandingkan dengan diagnosis yang bersifat analisis langkah-langkah formal yang dilakukan oleh seorang dokter muda. Untuk selanjutnya. dapat banyak membantu kegiatan berpikir intuitif bagi murid-muridnya. selangkah demi selangkah. penguasaan atau pemahaman dalam bidang tertentu serta pengalaman. mungkin juga tidak. diagnosis yang bersifat intuitif (clinical prediction) dapat Iebih berhasil dibandingkan dengan diagnosis analitis (actuarial prediciton). Seorang spesialis dalam bidang kedokteran (dokter) dalam pertemuan pertamanya dengan pasiennya mengemukakan beberapa pertanyaan. Bagaimana pengaruh atau peranan prosedur heuristik terhadap proses berpikir intuitif? Prosedur heuristik merupakan lawan dari prosedur algoritma. Prosedur heuristik merupakan prosedur pemecahan masalah yang tidak mengikuti urutan langkah demi langkah pemecahan lebih bersifat menyeluruh dan fleksibel. Seseorang yang mempunyai pemahaman yang cukup luas dalam bidang tertentu akan mudah memberikan pemecahan intuitif dibandingkan dengan orang yang kurang menguasai. yang berkenaan dengan dimiliki atau tidak dimilikinya kemampuan intuitif dalam suatu bidang tertentu serta kekuatan intuitif pada bidang tersebut. Apakah perkembangan intuisi seorang siswa menyerupai gurunya yang berpikir itu? Mungkin ya. Guru yang biasa menerka jawaban suatu persoalan. Hal itu juga tidak berarti bahwa prediksi intuitif selalu lebih berhasil daripada prediksi analitis. Kemungkinan kemampuan intuitif seorang siswa berkembang melalui imitasi sederhana dengan gurunya. Faktor-faktor apa yang mempengaruhi berpikir intuitif? Faktor pertama. lalu mengeceknya dengan cara analitis kritis akan lebih mengembangkan kemampuan berpikir intuitifnya daripada guru yang memecahkan persoalan dengan cara analitis. adalah predisposisi. Prosedur heuristik dengan . dapat juga berkembang melalui identifikasi yang cukup kompleks. Algoritma merupakan prosedur pemecahan suatu masalah yang mengikuti urutan yang teliti. Dari uraian di atas tampak di samping variabel predisposisi yang mempengaruhi berpikir intuitif.

Dalam belajar menghafal siswa berusaha menguasai bahan tanpa mengetahui maknanya. Pemikir intuitif harus jujur. pengecekan kesalahan dengan pembuktian melalui proses berpikir analitis dapat memperbaiki dan mengembangkan kemampuan berpikir intuitif seseorang. dengan proses pemikiran analitis. dibedakan antara belajar yang bersifat menghafal (rote learning) dan belajar bermakna (meaningful! learning). Berpikir intuitif didasari oleh keyakinan pada diri sendiri dan keberanian dari siswa. Dengan berpikir intuitif memang anak diminta untuk mengira-ngira. pengujian kondisi. simetri. Cenderung ke arah mencari atau menerima ke arah menghafal atau mendapatkan makna. Dalam belajar menerima keseluruhan bahan pelajaran disajikan kepada si pelajar dalam bentuk yang sudah sempurna. Pada belajar mencari atau belajar diskoveri karena bahan ajar disajikan dalam. Si pelajar tinggal menerima saja tanpa mengadakan usaha-usaha pengolahan. maka si pelajar harus berusaha mencari dan menyelesaikannya sendiri. tetapi juga tidak boleh menutupi kesalahan. yaitu dimensi cara menguasai pengetahuan dan cara menghubungkan pengetahuan baru dengan struktur ide yang telah ada. Apakah dengan berpikir intuitif anak dilatih untuk sekadar mengiratigira? Padahal di sekolah sering mengira-ngira dianggap suatu kemalasan. Belajar bermakna Ausubel dan Robinson (1969) membedakan dua dimensi dari proses belajar. sedang pada belajar bermakna sisw a mempelajari sesuatu bahan ajar dengan berusaha memahami makna atau artinya. atau pemrosesan Iebih lanjut. Pada dimensi yang pertama dibedakan tipe belajar yang bersifat mencari (discovery learning) dan yang bersifat menerima (reception learning). Keseluruhan tipe belajar tersebut juga bisa . bentuk yang belum selesai.menggunakan analogi. 2. tetapi suatu perkiraan yang selalu dicek dengan pembuktian. Keempat tipe belajar tesebut sebenarnya hanya merupakan kencederungankecenderungan. Seorang yang berpikir intuitif tidak boleh takut berbuat salah. Pada dimensi kedua. visualisasi pemecahan yang dilakukan secara berulang-ulang akan singat menunjang proses berpikir intuitif.

berkombinasi satu sama lain, membentuk tipe belajar menerima-bermakna, mencari bermakna, menghafal menerima, dan menghafal mencari.

a. Konsep-Konsep Dasar Ada dua hal penting dalam konsep belajar bermakna, yaitu struktur kognitif dan materi pengetahuan baru. Struktur kognitif merupakan segala pengetahuan yang telah dimiliki siswa sebagai hasil dari kegiatan belajar yang lalu. Dalam belajar bermakna pengetahuan baru harus mempunyai hubungan atau dihubungkan dengan struktur kognitifnya. Hubungan tersebut akan terjadi karena adanya kesamaan isi (substantiveness) dan secara beraturan (non-arbitrer). Kedua sifat hubungan tersebut menunjukkan adanya kebermaknaan logis materi yang akan dipelajari. Jadi kebermaknaan logis ini merupakan sifat dari materi yang akan dipelajari, tetapi tidak berarti menjamin bahwa itu bermakna bagi siswa. Agar hal itu bermakna bagi siswa, ada dua tambahan persyaratan. Pertama, suatu materi memiliki kebermaknaan logis berarti bahwa materi tersebut dapat dihubungkan dengan konsep-konsep yang telah ada pada siswa. Agar materi baru dapat difahami siswa, maka is sendiri harus memiliki materi yang sesuai dengan hal itu. Bila siswa dalam struktur kognitifnya telah memiliki materi, ide-ide yang sesuai, yang memungkinkan materi baru dapat dihubungkan padanya secara subtantif dan non-arbitrer, maka materi tersebut telah memiliki kebermaknaan potensial (potential meaningfulness).Kedua, suatu materi memiliki kebermaknaan potensial, sebab siswa dapat memberikan makna, tetapi hal itu bergantung pada kemauan siswa untuk memberi makna atau tidak. Apabila si siswa mempunyai kesiapan untuk memberi makna maka terjadilah belajar bermakna (meaningful learning). Kalau disimpulkan belajar bermakna ini menuntut tiga persyaratan: 1. Materi yang dipelajari harus dapat dihubungkan dengan struktur kognitif secara beraturan karena adanya kesamaan isi. 2. Siswa harus memiliki konsep yang sesuai dengan materi yang akan dipelajarinya. 3. Siswa harus mempunyai kemauan atau motif untuk menghubungkan konsep tersebut dengan struktur kognitifnya.

Makna merupakan hasil suatu proses belajar bermakna. Hal itu juga akan menjadi isi kognitif atau isi dari penyadaran yang muncul bila materi yang punya makna potensial dihubungkan dengan struktur kognitif. Belajar bermakna dan belajar manghafal bukan dua hal yang benar-benar bersifat dikotomis, tetapi hanya menunjukkan apakah sesuatu kegiatan belajar lebih mengarah pada bermakna atau kurang bermakna. Suatu kegiatan belajar yang kurang bermakna akan muncul apabila: 1. Materi yang dipelajari kurang memilik kebermaknaan logis. 2. Siswa kurang memiliki konsep-konsep yang sesuai dalam struktur kognitifnya. 3. Siswa kurang memiliki kesiapan untuk melakukan kegiatan belajar bermakna. Belajar bermakna akan menghasilkan konsep-konsep, ide-ide barn yang punya makna, penuh arti, jelas, nyata perbedaannya dengan yang lain. Konsep yang demikian tidak akan mudah digoyahkan dibandingkan dengan konsepkonsep yang dibentuk melalui hubungan atau asosiasi arbitrer. Dengan belajar bermakna, siswa akan menguasai dan mengingat konsep-konsep inti. Dalam belajar menghafal sering konsep inti dan konsep bukan inti berbaur dan saling menghambat, tetapi dalam belajar makna keduanya bisa dibedakan dengan jelas. Mengapa seseorang melakukan kegiatan belajar dengan menghafal Minimal ada tiga sebab utama: 1) Mereka belajar dari pengelaman yang kurang menyenangkan yang secara material memberikan jawaban yang benar, tetapi kurang memberikan hubungan yang bermakna. Adanya tuntutan memberikan jawaban yang bersifat fakta-fakta sering mendorong siswa untuk belajar dengan cara mengingat dan menghafal. 2) Siswa mengalami kecemasan yang cukup besar. Hal ini kemungkinan besar disebabkan karena ia gagal dalam menguasai pelajaran, atau karena kurang yakin akan kemampuan belajar bermakna. Untuk mengatasi kecemasan tersebut ia belajar dengan cara menghafal. 3) Siswa berada dalam suatu tekanan untuk selalu memperhatikan keberhasilan dan kelancaran belajar, atau menyembunyikan kekurangan-kekurangannya.

b. Macam-Macam Belajar Bermakna Makna merupakan isi dari struktur kognitif, yang terjadi karena materi yang memiliki kebermaknaan potensial disatukan dengan struktur kognitif. Proses penyatuan tersebut berbeda-beda dan dapat diletakkan dalam suatu hierarki dari yang bersifat represensional sampai dengan belajar tingkat tinggi, perbuatan belajar kreatif. Belajar represensional merupakan suatu proses belajar untuk mendapatkan arti atau makna dari simbol-simbol. Kalau orang tua mengatakan kucing sambil menunjuk seekor kucing, maka pada struktur kognitif anak akan terbentuk rangsangan internal yang akan memberi makna pada kata kucing sebagai binatang kucing. Kata kucing menjadi simbol yang mewakili binatang kucing. Melalui proses representasi tersebut anak akan mengenal banyak nama dan tiap benda punya nama sendiri. Belajar represensional juga berlaku bagi nama-nama bukan benda. Kata depan terjadi melalui hubungan antara dua objek seperti kucing di atas meja, air di dalam gelas dsb. Belajar konsep dapat mempunyai makna logis dan makna psikologis. Makna logis terbentuk melalui fenomena adanya benda-benda yang

dikelompokkan karena memiliki ciri-ciri yang sama. Berbagai macam kucing dan harimau karena cirinya yang sama, dikelompokkan sebagai kucing. Dalam makna logis ada ciri-ciri utama yang menunjukkan sekumpulan sifat-sifat yang dimiliki oleh setiap anggota suatu kelas konsep. Ciri-ciri utama tersebut berbeda antara suatu kelas konsep dengan kelas yang lain. Makna psikologis suatu konsep terbentuk dalam dua tahap. Pada tahap pertama konsep terbentuk melalui pengalaman nyata. Secara induktif anak menemukan ciri-ciri utama benda-benda tertentu. Melalui permainan dengan bermacam-macam warna dan bentuk kubus anak akan memiliki konsep tentang kubus, walaupun tidak tahu namanya. Pada tahap berikutnya bila anak telah bersekolah ia belajar makna konsep secara formal dari nama dan kata-kata. Kedua tahap proses pembentukan makna konsep tersebut terjadi hampir dalam semua kegiatan anak belajar konsep. Pembentukan konsep selanjutnya terjadi melalui proses asimilasi yaitu definisi-definisi. Belajar proposisi. Proposisi atau kaidah merupakan suatu kalimat yang menunjukkan hubungan antara dua hal. Proposisi ini ada yang bersifat umum,

"binatang buas makan daging" yang berisi banyak konsep dan ada pula yang bersifat khusus, harimau makan kelinci yang hanya berisi satu konsep. Dalam belajar proposisi yang bermakna, kalimat yang dipelajari dihubungkan dengan konsep yang ada dalam struktur kognitif. Ada tiga macam cara menghubungkan: 1) Hubungan antar-bagian. Bahan baru yang dipelajari siswa merupakan bagian dari konsep-konsep yang telah ada. Dalam belajar hubungan antar-bagian ini ada dua macam bagian, yaitu bagian yang bersifat derivative dan correlative. Pada bagian derivative siswa melukiskan atau meneruskan hal yang dicakup dalam sutu proposisi. Contoh: "kucing memanjat pohon", bagian derivativenya "kucing tetangga memanjat pohon saya". Dalam bagian correlative, belajar berfungsi memperluas, mengelaborisasi, memodifikasi proposisiproposisi yang telah ada. Contoh anak telah mengenal jajaran genjang, dengan correlative preposition anak akan mengenal belah ketupat. 2) Hubungan superordinat. Bahan yang dipelajari merupakan superordinat dari konsep-konsep yang telah ada dalam struktur kognitifnya. Anak telah mengenal besar sudut segi tiga siku-siku 180 derajat, segi tiga sama sisi 180 derajat, dan sebagainya, maka dalam kegiatan belajar sampai pada proposisi bahwa jumlah sudut setiap segi tiga besarnya 180 derajat. 3) Hubungan kombinasi. Bahan yang dipelajari bukan merupakan bagian bukan juga superordinat dari yang telah ada, akan tetapi merupakan kombinasi dari banyak hubungan. Contohnya adalah belajar model. Belajar diskaveri atau mencari. Bahan yang dipelajari tidak disajikan secara tuntas tetapi membutuhkan beberapa kegia tan mental untuk menuntaskan dan menyatakannya dengan struktur kognitif. Belajar diskoveri terbagi atas dua macam kegiatan belajar, yaitu belajar pemecahan masalah dan belajar kreatif. Belajar pemecahan masalah, memiliki proses psikologis yang le bih kompleks dibandingkan dengan belajar proposisi. Dalam belajar pemecahan masalah, anak dihadapkan pada masalah -masalah yang memerlukan pemecahan. Guru mengajukan beberapa pertanyaan yang mengarahkan siswa agar

menemukan pemecahan atau jawabannya sendiri.

Belajar kreatif. Kreativitas merupakan suatu kemampuan untuk menghasilkan sesuatu yang baru, baik baru bagi dirinya maupun orang lain. Belajar kreatif adalah siswa proses belajar merencanakan, melaksanakan, dan

membuktikan sendiri‡percobaan-percobaan. Mereka berusaha mencari hubungan antara konsep-konsep yang baru dan konsep-konsep yang telah ada pada struktur kognitifnya.

3. Hubungan macam-macam belajar dengan taksonomi Bloom Macam-macam belajar yang telah diuraikan sebelum ini, menunjukkan adanya beberapa kategori tingkah laku belajar, yaitu belajar bermakna, menghafal menerima, dan diskaveri. Belajar bermakna pun berbeda-beda pula dari yang bersifat represensional sampai dengan belajar kreatif. Karena adanya

pengkategorian tersebut maka dapat dicari hubungannya dengan kategori belajar atau taksonomi dari. Bloom. Karena pengetahuan atau knowledge Bloom lebih banyak berhubungan dengan ingatan maka dapat dikelompokkan sebagai belajar menghafal (rote learning). Mulai dari pemahaman sampai dengan evaluasi dapat dikategorikan sebagai belajar bermakna. Belajar konsep dan preposisi dapat disamakan dengan pemahaman, pemecahan masalah dengan analitis dan kreativitas dengan sintesis yang sukar dimasukkan dalam kategori tersebut adalah aplikasi dan evaluasi. Dari pembandingan dengan taksonomi Bloom juga dapat ditarik kesimpulan bahwa macam-macam belajar bermakna ini, lebih menyangkut ranah kognitif. Ranah afektif dan psikomotor tidak tercakup dengan macam-macam kategori belajar ini.

4. Mengingat dan lupa Belajar merupakan proses menguasai makna dari sesuatu bahan pelajaran yang secara potensial bermakna. Mengingat merupakan suatu proses memelihara penguasaan sesuatu makna baru. Lupa merupakan kemunduran atau kehilangan penguasaan suatu makna yang telah dikuasai.

mungkin masih terletak di atas tingkat recognition. memperluas. Proses ini terjadi dalam dua langkah: (1) penguasaan dan penyimpanan. Bila suatu konsep di bawah tingkat recall maka anak tidak dapat mengingatnya kembali. . (2) mengingat dan lupa. karena terjadi pengurangan hubungan (reduksi). Keadaan tersebut dapat terjadinya pengurangan makna. Penguasaan dan penyimpanan. Suatu konsep dipelajari dengan cara yang bermakna dan disatukan dengan konsep-konsep yang telah ada dalam struktur kognitif. 3) Macam penguasaan apakah pada tingkat recall atau recognition. Karena proses asimilasi dan reduksi tersebut berjalan spontan dan berangsur-angsur maka konsep-konsep tersebut terlupakan. Ada dua tingkat kritis untuk mengingat kembali konsep yang terlupakan. kalau dipelajari kembali akan terjadi recognition. lemah sekali di samping yang tidak berhubungan sama sekali. Ke kuatan hubungan dengan masing-masing konsep tidak selalu sama. melalui periode waktu bersatu atau berasimilasi dengan konsep-konsep yang telah ada. baik yang memperkuat penguasaan kembali. 2) Efektivitas usaha untuk menguasai kembali konsep yang terlupakan. Mengingat dan lupa. Sesuatu yang terlupakan sama sekali.Suatu konsep baru dipelajari oleh individu. tidak hanya berhubungan dengan suatu konsep tetapi dengan beberapa konsep yang telah ada. Konsep-konsep baru yang kurang umum. mempersempit konsep yang telah ada. maupun yang menghambat lupa. Apabila dirangkumkan maka ada tiga faktor yang mempengaruhi penguasaan kembali konsep dari ingatan: 1) Kekuatan hubungan antara konsep yang telah ada dengan konsep baru. Makna baru tersebut mungkin mengubah. Tingkat yang tertinggi berada pada tingkat yang berhubungan dengan mengingat kembali (recall). ada yang kuat sekali. Dalam struktur kognitif suatu konsep baru. Interaksi antara konsep baru dengan konsep-konsep yang telah ada menimbulkan suatu makna. tetapi dalam bebe rapa hal mungkin juga tidak mengubah konsep lama. Suatu konsep yang berada di bawah tingkat recall. diingat untuk beberapa saat dan sebagian ada yang terlupakan.

5. (2) kesiapan si pelajar sendiri untuk melakukan belajar bermakna. Hambatan retroaktif merupakan hambatan dalam mengingat yang lama karena bahan baru. Hasil belajar bermakna lebih lama dikuasai daripada belajar menghafal. Hubungan suatu konsep yang dipelajari dengan bermakna dengan struktur kognitif menyebabkan konsep tersebut lebih lama dikuasai dalam ingatan. Hambatan proaktif merupakan hambatan dalam mengingat sesuatu karena adanya pengaruh dari bahan yang telah dipelajari lebih dahulu. Pada belajar yang bersifat menghafal. karena terjadi hubungan secara arbitrer. menyebabkan terjadinya perbedaan isi antara bahan baru dengan konsep pokok. Kelebihan belajar bermakna Suatu bahan dipelajari secara bermakna atau dihafal bergantung pada (1) sifat bahan apakah secara potensial bermakna atau tidak bermakna. terputusputus dan terisolasi. . Dalam belajar yang bersifat menghafal hubungannya tidak mendalam. Dengan demikian belajar bermakna lebih efisien dibandingkan dengan belajar menghafal. Ketimpangan isi yang diajarkan dan yang diingat. Ketidakjelasan. Hal itu disebabkan adanya hubungan yang substantif dan non-arbitrer dengan konsep-konsep yang ada dalam struktur kognitif. kekacauan. keraguan arti sesuatu konsep sejak awal proses belajar. 6. Sering terjadi perbedaan antara isi bahan yang diajarkan dengan diingat. Dalam belajar mengingat ada dua hambatan (inhibition) yang mungkin terjadi yaitu hambatan proaktif dan retroaktif. Inhibisi proaktif dan retroaktif Salah satu penyebab utama dari lupa pada belajar bermakna adalah pengurangan makna dari suatu konsep dalam struktur kognitif. Kekurangstabilan dan kekurangjelasan konsepkonsep pokok tersebut. Keadaan demikian memungkinkan sejumlah besar bahan dapat disatukan dalam struktur kognitif dengan penguasaan yang lebih efektif. hal itu dilatarbelakangi oleh beberapa hal: a. masalah lupa disebabkan oleh hilangnya atau lemahnya asosiasi antara dua hal. karena kekurangtepatan makna konsep pokok dalam struktur kognitif.

Pada fase mengingat kembali bahan-bahan tersebut cenderung terjadi pengurangan terhadap konsep-konsep yang telah ada dalam struktur kognitif. Pada saat memberikan penafsiran pertama terhadap bahan baru yang bersifat selektif. Leveling adalah penyusutan bentuk yang tidak lazim dalam bentuk yang lebih lazim. Jika suatu bahan baru salah penafsirannya karena adanya kelainan dalam struktur kognitif. sedang sharpening adalah penajaman suatu konsep atau perangsang menjadi lebih sempurna lebih baik. Kesalahan dan penyimpangan dapat terjadi bila suatu makna yang telah tersimpan dirumuskan kembali secara verbal. kesalahan tersebut akan menetap malah akan diperkuat pada masamasa asimilasi. terjadi kesalahan dan penghilangan atau pengurangan ciri-ciri. Sebab lain. terjadi karena bahan-bahan baru yang kurang penting tersebut dalam penyatuannya dengan yang telah ada kurang stabil. Penguasaan konsepkonsep penting sering mengabaikan konsep-konsep atau detail-detail yang kurang penting. Nilai positifnya adalah menyeleksi ideide baru mana yang lebih stabil. Karena merasa sudah tercakup sering terlupakan. Masalah lupa memiliki nilai positif dan juga nilai negatif. Kesiapan Belajar Tiap bahan pelajaran dapat diajarkan kepada anak secara efektif bila sesuai dengan tingkat perkembangan anak tersebut. D. lebih penting dan lebih memperkuat konsep-konsep yang telah ada. Mengingat bermakna yaitu memasukkan konsep-konsep penting dalam struktur kognitif sangat penting bagi kegiatan belajar Iebih lanjut dan kegiatankegiatan pemecahan masalah sebab konsep-konsep tersebut merupakan pijakan dan bahan yang akan diolah dalam proses belajar selanjutnya. Dalam menerima suatu konsep baru terjadi "leveling" dan "sharpening". Hal itu disebabkan bahan-bahan yang tidak penting sudah tercakup dalam hal-hal yang penting. c. dan tidak mengingat semua perangsang yang masuk. kurang jelas sehingga mudah sekali terlupakan.b. Ada tiga masalah penting berkenaan dengan penyesuaian bahan ajar dengan perkembangan anak: . kurang kuat.

Perkernbangan intelek Hasil penelitian berkenaan dengan perkembangan intelek anak menunjukkan. masa antara 7 sampai 11 tahun. Tingkat ini mulai dari perkembangan awal berbahasa sampai anak marnpu belajar bermanipulasi dengan simbol-simbol. Tingkat ketiga. adalah bagaimana merepresentasikan dunia luar melalui pembentukan simbol-simbol anak. masa 2 sampai 7 tahun disebut tingkat Preoperasional. lebih banyak dipengaruhi perbuatan trial and error daripada hasil pemikiran. Tingkat kedua. dan bintang-bintang tidur seperti dia. Pengajaran merupakan suatu translation. merupakan masa anak sekolah. Kemampuan simbolik utama yang harus dipelajari anak. Bila suatu benda berubah anak belum dapat menangkap ide bahwa benda tersebut dapat dikembalikan pada keadaan asalnya. Mengajarkan suatu bahan pelajaran kepada anak. Kekurangan utama pada tingkat ini adalah anak belum memiliki ko nsep perbedaan atau perlawanan (reversibility). Anak tidak dapat membedakan antara tujuan dengan cara atau alat untuk mencapainya. dan representasi pertama diperkuat dan diperbaiki pada tingkat selanjutnya. disebut juga tingkat "concrete . Suatu dugaan umum bahwa ide atau konsep dapat direpresentasikan dengan sebenar-benarnya dan sebaik-baiknya sesuai dengan tingkat pemikiran anak pada tingkat usia tertentu. tidak ada batas perbedaan antara motif dan peranan dirinya dengan kegiatan lingkungannya. masa lahir sampai 2 tahun merupakan masa perkembangan kemampuan bergerak dan merespons terhadap rangsangan. Tugas perkembangan anak pada masa ini terutama membentuk hubungan antara pengalaman dengan kegiatan. Kekurangan tersebut sering menghambat penguasaan ide dasar bidang studi tertentu terutama matematika dan fisika. Melalui berbagai kegiatan anak bermanipulasi dengan lingkungan. Matahari bergerak karena didorong oleh Tuhan. Hal itu karena anak lebih dipengaruhi oleh intuisi daripada oleh kegiatan simbolik. ada empat tingkat perkembangan anak: Tingkat pertama adalah tingkat Sensory motor.1. Menurut Piaget. bahwa tiap tingkat perkembangan mempunyai karakteristik tertentu tentang cara anak melihat lingkungannya dan cara memberi arti bagi dirinya sendiri. adalah mempresentasikan struktur bahan pelajaran sesuai dengan cara anak memandang atau mengartikan bahan pelajaran tersebut.

Kegiatan intelektual anak didasarkan atas kemampuan beroperasi pada tingkat hipotetis dan bukan lagi pada tingkat pengalaman. masa antara 11 sampai dengan 14 tahun. atau terbatas pada apa yang telah dikenalnya. sarjana atau para pemikir lainnya. karena dalam operasi dibutuhkan adanya "complete compensation". merupakan tingkat "formal operation". Pada diri anak ada sistem simbolik internal yang merepresentasikan dunia luar. Reversibility diperlukan. tetapi ma belum mampu menghadapi kemungkinan-kemungkinan yang sama sekali asing baginya. Pada tingkat ini anak mampu memberikan pernyataan formal atau pernyataan axiomatik pada ide-ide yang . Operasi intelektual telah berkembang sampai pada tingkat semacam operasi logis ahli logika. Operasi bersifat internalisasi dan reversible. Struktur internal merupakan hal yang sangat esensial. perkalian oleh pembagian. maka bahan ajar harus disesuaikan dengan "bahasa" struktur internal tersebut. Ini tidak berarti anak yang beroperasi secara konkret tidak mampu mengantisipasi hal-hal yang tidak ada. karena dengan struktur internal anak mampu beroperasi. trial and error digunakan untuk menjadi pembantu atau bahan pembanding pemikiran. Tingkat keempat. Dengan operasi konkret anak mengembangkan struktur internalnya. untuk mendeskripsikan apa yang terjadi. Operasi merupakan pengumpulan data tentang dunia sekitarnya.operational". Pengurangan dikompensasi oleh penjumlahan. Seorang anak mampu memikirkan kemungkinan variabel-variabel. Agar anak menguasai apa yang diajarkan. Operasi konkret dibimbing oleh "logika kelas" dan "logika" hubungan yang merupakan alat penstrukturan kenyataan yang dihadapinya dan pernah dialaminya pada saat yang lalu. dan bahkan mampu mendeduksi hubungan potensial yang dapat dicek dengan percobaan atau pengamatan. Suatu operasi dapat dikompensasi dengan operasi sebaliknya. Internalisasi berarti bahwa anak memecahkan masalah bukan dengan cara trial and error tetapi dengan pemikiran. Anak belum mampu secara sistematik melampaui informasi yang diberikan. Tingkat ini merupakan tingkat operasional yang berbeda dengan tingkat pertama yang semata-mata hanya aktif. kemudian ditransformasikan sehingga dapat disusun dan digunakan secara selektif dalam memecahkan masalah.

Belajar anak dalam segala hal lebih cepat dibandingkan dengan orang tua. proses mendapatkan atau memperoleh informasi baru untuk melengkapi atau menggantikan informasi yang telah dimiliki atau menyempurnakan pengetahuan yang telah ada. Apakah kesimpulan yang telah dilakukan dengan saksama. Pertama. minimal meliputi tiga proses. Kedua. Hal itu akan sia-sia saja. sebelum langkah pemecahan masalah. dapat dioperasikan dengan baik. tetapi terbuka. proses evaluasi untuk mengecek apakah manipulasi sudah memadai untuk dapat menjalankan tugas rnencapai sasaran. dalam pengajaran dari Taman Kanak-Kanak sampai Perguruan Tinggi dalam perkembangan intelek menunjukkan kecenderungan yang sama. bahwa anak lebih spontan. Ketiga. Transformasi meliputi cara-cara mengolah informasi untuk sampai pada kesimpulan yang lebih tinggi. Pada tingkat operasi konkret anak mampu menangkap secara intuitif dan konkret. Yang sangat penting dalam mengajarkan konsep-konsep dasar adalah anak dibantu untuk berkembang dari berpikir konkret pada menggunakan cara berpikir yang lebih konseptual. kurang disesuaikan dengan cara berpikir anak serta kurang mengaplikasikannya. yaitu proses memanipulasi pengetahuan agar sesuai dengan tugas yang baru. Kegiatan belajar Belajar sesuatu bidang pelajaran. Perkembangan intelek anak perlu ditunjang oleh kesempatan-kesempatan yang berguna agar berkembang lebih pesat. 2. bila guru mengajarkannya dengan cara menyajikan penjelasan-penjelasan formal yang didasarkan atas logika. Perkembangan intelek anak bukanlah suatu rangkaian perkembangan yang bersifat tertutup. sejumlah ide-ide dasar ilmu pengetahuan. Dalam pengajaran matematika sering anak bukan belajar "aturan matematis". . lebih kreatif. merespons terhadap pengaruh lingkungannya terutama lingkungan sekolah. Menurut David Page seorang ahli dan guru yang sangat berpengalaman dalam mengajar matematika. lebih energik dibandingkan dengan orang dewasa. transformasi. tetapi belajar menggunakan alatalat atau resep-resep matematis tanpa memahaminya.konkret.

lebih mengutamakan tujuan jangka panjang. tetapi merupakan spiral terbuka. Kurikulum bukan sesuatu yang staffs tertutup. memberikan ganjaran dalam bentuk pujian. masalah-masalah dan nilai-nilai dalam masyarakat. atau hanya beberapa konsep saja. Cara-cara yang biasa dilakukan adalah: memperpanjang atau memperpendek isi episode. 3. hal itu menunjukkan belum adanya keteraturan dalam mated. juga dapat pendek. Dalam tiap episode terdapat ketiga proses di atas. apakah anak akan menjadi orang dewasa dan berpengetahuan. bahan ajar telah disusun dalam urutan yang logis dan cukup mendorong perkembangan dan keadaan memungkinkan untuk memperkenalkannya seawal mungkin. Bila sudah cukup berpengetahuan apakah menjadi orang dewasa yang lebih baik? Bila javvabannya cenderung ke arah tidak atau tidak jelas (ambigius). pemberian gelar juara. Minat dan Motif Belajar Dalam perencanaan kurikulum sering dibedakan antara tujuan jangka panjang dan tujuan jangka pendek. Episode belajar dapat panjang. . Tujuan jangka panjang merupakan tujuan akhir pendidikan (the end of education). berisi banyak konsep. biasanya kita susun bahan pelajaran tersebut dalam rentetan episode (satuan pelajaran). Spiral Kurikulum Jika prinsip-prinsip perkembangan anak telah diperhatikan. Orang yang lebih ideal. karena tujuan jangka pendek tidak memberikan arah sama sekali. mempersiapkan pertanyaan yang dapat memberikan motivasi intrinsik atau ekstrinsik. Kurikulum selalu membutuhkan baik anak didik maupun masyarakat sekitarnya. yang disusun atau dibentuk di sekitar prinsip-prinsip. Kurikulum memiliki struktur bahan ajar. penting. kita manipulasi dengan beberapa cara. sebab merupakan sasaran akhir. Seorang yang berpendirian lebih praktis lebih mengutamakan tujuan jangka pendek. kurikulum. Dalam menyajikan bahan pelajaran sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan murid. dan sebagainya. Kedua macam tujuan tersebut sama pentingnya dan diperlukan dalam pelaksanaan program. episode-episode bahan pelajaran. yang dapat dicapai dengan penggunaan bahan yang singkat serta metode yang sederhana.Dalam mempersiapkan bahan pelajaran. E.

dan lainlain dapat membangkitkan minat yang bersifat sementara. Mengenai pemusatan perhatian dan minat belajar terletak dalam suatu kontinum yang bergerak dari sikap apatis atau sama sekali tidak menaruh minat sampai dengan yang sangat berminat. Persoalannya. serta mengutamakan kontinuitas dan pendalaman belajar. apa yang harus diajarkan.tetapi tujuan jangka pendek juga penting sebab dengan tujuan tersebut lebih konkret. Terdapat perbedaan usaha untuk membangkitkan minat yang bersifat sementara dengan yang lebih bersifat menetap. sistem kenaikan kelas. Masalahnya. Pencapaian keunggulan bukan hanya bagi anak-anak yang cerdas tetapi juga ditujukan bagi anak-anak biasa. Penggunaan film. menggunakan alat-alat bantu pengajaran yang cukup serta diciptakan berbagai usaha pemberian motivasi. lebih mudah dicapai dan akan selalu ditemukan tujuan yang baru menuju sasaran akhir. yang banyak membangkitkan minat belajar anak sampai dengan kegiatan yang bersifat excessive yakni setiap anak secara pasif menanti giliran penugasan. tetapi juga tidak mematikan minat atau tetap mendorong minat belajar anak-anak yang tidak cerdas. adalah kurang tepat. Minat atau perhatian belajar ini sangat berhubungan dengan kegiatan belajar. dan ada juga yang lebih bersifat menetap (jangka panjang). Kegiatan belajar juga bergerak dari yang aktif. bagaimana mengajarkannya serta bagaimana membangkitkan minat belajar murid. Untuk mencapai cita-cita pendidikan unggul dibutuhkan kurikulum yang sesuai. ada yang bersifat sementara (jangka pendek). yang banyak memberikan kebosanan dan apatisme. pendidikan guru yang efektif. film. Konsep pendidikan atau pengajaran hanya dipersiapkan bagi anak ratarata agar sesuai bagi setiap kelompok anak. Pendidikan di Amerika Serikat dewasa ini sangat menekankan pada keunggulan (excellence). bagaimana menyiapkan bahan pengajaran yang dapat merangsang minat belajar anak cerdas. audio visual aid. sistem ujian. audio visual aid. Pembangkitan motif belajar pada anak. Untuk yang lebih berjangka lama. dan lain-lain dapat menimbulkan . Pembangkitan minat belajar pada anak. yang berbentuk suatu proyek yang berisi kegiatan kompetitif. untuk mencapai hal tersebut. sukar dilaksanakan apabila proses belajar lebih menekankan pada satuan-satuan kurikulum.

menciptakan kegiatan belajar yang dapat membangkitkan dorongan untuk menemukan (discovery). Sistem meritocracy selain mempunyai beberapa kebaikan. langkah pertama yang harus diusahakan adalah membangkitkan otonomi yang aktif.kepasifan. Sesuatu bahan pengajaran yang berarti bagi anak yang disajikan dalam bentuk yang sesuai dengan tingkat kemampuan berpikir anak. menerjemahkan apa yang akan diajarkan dalam bentuk pikiran yang sesuai dengan tingkat perkembangan anak. anak banyak terlibat dalam proses belajar dapat membangkitkan motif belajar yang lebih berjangka panjang. antara otonomi aktif dengan menonton. ditentukan oleh sukses sebelumnya. Salah satu sistem untuk membangkitkan motif belajar para siswa. Posisi dalam sekolah selanjutnya ditentukan oleh record di sekolah sebelumnya. Sikap belajar menonton yang pasif (the spectator's possitivy) merupakan hal yang membahayakan dalam perkembangan anak. Film dan audio visual aid merupakan alat yang berorientasi pada hiburan. Untuk membangkitkan minat yang lebih bersifat menetap (jangka panjang). Kesempatan pendidikan selanjutnya bahkan juga kesempatan pekerjaan selanjutnya. juga mempunyai beberapa efek negatif terutama berkenaan dengan suasana belajar. Dalam sistem meritocracy siswa mempunyai kesempatan untuk maju terus sesuai dengan prestasi belajar yang dicapainya. antara yang bersifat sementara. . jauh meninggalkan teman-temannya. seperti halnya kebudayaan komunikasi massa dapat menimbulkan kepasifan dan sikap monoton. tetapi sebaliknya anak yang kurang pandai akan jauh tertinggal. Motif belajar pada anak umumnya campuran. Beberapa hal dapat diusahakan untuk membangkitkan motif belajar pada anak yaitu pemilihan bahan pengajaran yang berarti bagi anak. tetapi dapat mematahkan semangat anakanak yang kurang. dan disampaikan dalam bentuk anak lebih aktif. yang sekarang sedang dikembangkan adalah yang disebut meritocracy. Sistem meritocracy dapat membangkitkan motif yang sangat besar bagi anakanak yang pandai. Meritocracy merupakan sistem pengajaran yang menekankan pada kompetisi atau persaingan. yang merupakan lawan dari kepenontonan yang pasif. Dalam sistem meritocracy anak yang pandai dapat berkembang pesat.

tang pendidikan yang baik. Untuk melaksanakan pengajaran yang baik. mereka perlu memahami pemikiran guru. Penyuluhan khusus sering dibutuhkan bukan saja oleh anak-anak yang lambat tetapi juga anak cepat. Agar para pelaksana dan juga perencana pendidikan mempunyai pemahaman yang mendalam tentang situasi pendidikan. Sesuai dengan judul bukunya. ahli kurikulum. F. Dengan dasar pemahaman di atas para pelaksana pendidikan. pengawas. Ontario: OISE Press/The Ontariao Institut for Study in Education. John. Remedial dan penyuluhan bukan satu-satunya jawaban untuk mengatasi masalah belajar yang bersifat kompetitif. Pendidikan seni. . musik. (1985). mereka harus menguasai pula peranan profesional dari guru serta prosedur pelaksanaan pengajaran. berbuat dan mengadakan studi sendiri. berinkuiri dalam profesinya. didorong untuk berpikir. inquiring.Efek yang kurang baik dalam suasana belajar dapat dikontrol dengan perencanaan yang matang. Dalam sekolah yang menekankan sistem kompetitif. Buku Acuan Hosyom. Hal itu dapat diatasi dengan menggunakan sistem pendidikan yang pluralistis. Inquiring Into the Teaching Process. terutama guru dapat melaksanakan pengajaran dan memonitor perkembangannya. Salah satu kelemahan sistem meritocracy adalah terlalu menekankan pada science dan teknologi. serta administrator pendidikan untuk lebih memahami apa yang secara nyata berlangsung dalam kelas. tulisan ini mengajak dan mendorong para pelaksana pendidikan terutama guru. Sebagai dasar pemahaman situasi pendidikan mereka harus mempunyai pengetahuan ten. kepala sekolah. drama serta pendidikan humanitas lainnya sangat membantu untuk mencapai keseimbangan. Dengan buku ini para perencana dan pelaksana pendidikan diajak. kegiatan siswa serta pemikiran siswa. Toronto. pelajaran yang berkenaan dengan humanisme kurang sekali. kegiatan guru dalam kelas. dibutuhkan usahausaha remedial terutama untuk anak-anak lambat belajar.

tetapi sering penuh dengan frustrasi dan kegembiraan. Fenstermacher. Lance E. Pengajaran merupakan suatu kehidupan yang berisi hubungan simbiosis antara guru dengan siswa. Selanjutnya dalam buku tersebut diuraikan. dipersiapkan dan dilatih. Publication. Jonas F. suatu adaptasi alamiah antara seorang dengan yang lain. membantu kreativitas siswa dan mengkreatifkan sekolahnya. Bedwell. Illinois: Charles and Thomas. sama dengan guru yang baik tidak dilahirkan tetapi dibuat. Springfield. New York. Guru juga sebagai ahli strategi pengajaran. (1986). therapist dan . (1984). sebagai komunikator informasi.al. Secara garis besar ada tiga pendekatan. Dalam buku ini diuraikan secara rinci berbagai peran guru sebagai pengajar. Pendidikan guru memegang peranan penting untuk mengembangkan fleksibilitas dalam interaksi. London: Longman. Konsep yang ingin disampaikan dalam buku ini ialah suatu keyakinan bahwa esensi dari pengajaran adalah fleksibilitas. Gary D. and Soltis. New York. Guru sebagai perencana pengajaran. dan ganjaran. sebagai manajer tingkah laku siswa dan evaluator perkembangan siswa. London: Teachers College. Flexibility in Teaching. Bruce R. sebab hal itu akan sangat mempengaruhi perilaku siswa. (1981). penyesuaian pengajaran dengan segisegi kepribadian siswa. konteks sosial dan teknis pengajaran.Joice. Pada bagian akhir buku ini diuraikan juga bagaimana merencanakan dan melaksanakan pengajaran yang efektif. Columbia University. Approaches to Teaching. agar is dapat mengembangkan kreativitasnya sendiri. et. Dalam buku ini digambarkan bahwa pengajaran adalah suatu perbuatan yang gentleman. buku ini menguraikan beberapa pendekatan dalam mengajar. Pengajaran yang efektif tidak lahir begitu saja tetapi harus dipelajari. Fleksibilitas merupakan karakteristik dasar yang harus dimiliki guru. sebagai pelaku yang efektif. yaitu pendekatan: executive... modelmodel mengajar dan beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mengembangkan pengajaran yang menekankan fleksibilitas. Effecitve Teaching: Preparation and Implementation. hukuman. Pendekatan mengajar merupakan hal yang sangat penting dalam pengajaran. Bertolak dari kenyataan itu. et al. Keseluruhan isi buku ini memberikan pegangan tentang bagaimana melaksanakan suatu pengajaran secara efektif.

Dalam pendekatan eksekutif. pengembang pribadi yang utuh. Menurut pendekatan therapist guru adalah orang yang empathetik yang berfungsi membantu perkembangan individu secara pribadi mencapai tingkat self actualization yang tinggi dengan penuh pengertian dan penerimaan. dilengkapi dengan beberapa kasus dan cara pemecahannya. rasional dan bermoral. pembebas pribadi siswa. . Pendekatan liberationist memandang guru sebagai liberator. guru sebagai eksekutor sebagai ekspert yang memberikan pelajaran-pelajaran tertentu dengan teknik-teknik tertentu dengan sangat terampil.liberationist. otonomi. Dalam buku itu juga diuraikan bagaimana menerapkan ketiga pendekatan tersebut.

BAB 8 PENGEMBANGAN KURIKULUM A. alat. Dalam kurikulum terintegrasi filsafat. menjadi pedoman bagi pengembangan kemampuan siswa secara optimal sesuai dengan tuntutan dan tantangan perkembangan masyarakat. prinsipreigansi. Prinsip-prinsip umum Ada beberapa prinsip umum dalam pengembangan kurikulum. maupun masyarakat. dan. metode. gurulah pemegang kunci pelaksanaan dan keberhasilan kurikulum. Apa yang tertuang dalam kurikulum hendaknya mempersiapkan siswa untuk tugas . Kurikulum menyiapkan siswa untuk bisa hidup dan bekerja dalam masyarakat. kebutuhan. Ada dua macam relevansi yang harus dimiliki kurikulum. 1. prinsip. Relevansi ke luar maksudnya tujuan. Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum Kurikulum merupakan rancangan pendidikan yang merangkum semua pengalaman belajar yang disediakan bagi siswa di sekolah. pendidik. Suatu kurikulum diharapkan memberikan landasan. dan proses belajar yang tercakup dalam kurikulum hendaknya relevan dengan tuntutan. Rancangan ini disusun dengan maksud memberi pedoman kepada para pelaksana pendidikan. ahli bidang ilmu. dan pengembang kurikulum sesungguhnya. dan perbuatan pendidikan. keluarga. dan perkembangan masyarakat. isi. dan aspek-aspek kurikulum tersebut seluruhnya terletak pada guru. isi. pengetahuan. prinsip. nilai-nilai. Pertama. penilai. pengetahuan. yaitu relevan ke luar dan relevansi di dalam kurikulum itu sendiri. Dialah sebenarnya perencana. Di sana semua konsep. dalam proses pembimbingan perkembangan siswa. Oleh karena itu. mencapai tujuan yang dicita-citakan oleh siswa sendiri. pejabat pendidikan. yang akan mewujudkan bentuk kurikulum yang nyata dan hidup. dan kemampuan guru diuji dalam bentuk perbuatan. pengusaha serta unsurunsur masyarakat lainnya. Kelas merupakan tempat untuk melaksanakan dan menguji kurikulum. Pewujudan konsep. nilai. pelaksana. Kurikulum disusun oleh para ahli pendidikan/ahli kurikulum.

Walatipun kurikulum tersebut hams murah. dan penilaian. Kurikulum juga harus memiliki relevansi di dalam yaitu ada kesesuaian atau konsistensi antara komponen-komponen kurikulum. pengalamanpengalaman belajar yang disediakan kurikulum juga hendaknya berkesinambungan antara satu tingkat kelas. menggunakan alat alat sederhana dan biayanya juga murah. Prinsip ini juga disebut prinsip efisiensi. Kurikulum bukan hanya harus ideal tetapi juga praktis. Prinsip kedua adalah fleksibilitas. dan Perguruan Tinggi. Kurikulum dan pendidikan selalu dilaksanakan dalam keterbatasan-keterbatasan. Prinsip keempat adalah praktis. biaya. tidak terputus-putus atau berhenti-henti. Prinsip kelima adalah efektivitas. Kurikulum bukan hanya menyiapkan anak untuk kehidupannya sekarang tetapi juga yang akan datang. alat. Pengembangan kurikulum perlu dilakukan serempak bersama-sama. di sini dan ditempat lain. Perkembangan dan proses belajar anak berlangsung secara berkesinambungan. antara satu jenjang pendidikan dengan jenjang lainnya. Betapapun bagus dan idealnya suatu kurikulum kalau menuntut keahlian-keahlian dan peralatan yang sangat khusus dan mahal pula biayanya. Prinsip ketiga adalah kontinuitas yaitu kesinambungan. perlu selalu ada komunikasi dan kerja sama antara para pengembang kurikulum sekolah dasar dengan SMTP. juga antara jenjang pendidikan dengan pekerjaan.tersebut. dan murah tetapi keberhasilannya tetap harus diperhatikan. Relevansi internal ini menunjukkan suatu keterpaduan kurikulum. maka kurikulum tersebut tidak praktis dan sukar dilaksanakan. Oleh karena itu. dan latar belakang anak. Keberhasilan pelaksanaan kurikulum ini baik secara kuantitas maupun kualitas. mudah dilaksanakan. maupun personalia. kurikulum hendaknya memilih sifat lentur atau fleksibel. sederhana. bagi anak yang memiliki latar belakang dan kemampuan yang berbeda. baik keterbatasan waktu. dengan kelas lainnya. proses penyampaian. Suatu kurikulum yang baik adalah kurikulum yang berisi hal-hal yang solid. SMTA. Pengembangan suatu kurikulum tidak dapat dilepaskan dan merupakan . isi. Kurikulum mempersiapkan anak untuk kehidupan sekarang dan yang akan datang. yaitu antara tujuan. tetapi daram pelaksanaannya memung inkan terjadinya penyesuaian-penyesuaian berdasarkan kondisi daera aktu maupun kemampuan.

pengalaman belajar. Perencanaan di bidang pendidikan juga merupakan bagian yang dijabarkan dari kebijaksanaan-kebijaksanaan pemerintah di bidang pendidikan. dan penilaian. Interelasi antara keempat aspek tersebut serta antara aspek-aspek tersebut dengan kebijaksanaan pendidikan perlu selalu mendapat perhatian dalam pengembangan kurikulum. Hubungan kurikulum dengan pembangunan pendidikan . Kurikulum pada dasarnya berintikan empat aspek utama yaitu: tujuantujuan pendidikan. Visualisasi kerangka berpikir tersebut dapat dilihat pada bagan berikut: BAGAN 8. isi pendidikan. Keberhasilan kurikulum akan mempengaruhi keberhasilan pendidikan.penjabaran dari perencanaan pendidikan.

sikap. dan strategi pembangunan termasuk di dalamnya pendidikan. dan keterampilan diberikan secara simultan dalam urutan situasi belajar. Penelitian. Tujuan pendidikan mencakup tujuan yang bersifat umum atau berjangka panjang. observasi. dan dari berbagai media massa. Survai mengenai persepsi orang tua/masyarakat tentang kebutuhan memka yang dikirimkan melalui angket atau wawancara dengan mereka. yang dapat ditemukan dalam dokumen-dokumen lembaga negara mengenai tujuan. jangka menengah. Prinsip berkenaan dengan pemilihan isi pendidikan Memilih isi pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan yang telah ditentukan para perencana kurikulum perlu mempertimbangkan beberapa hal. 2. 3. Unit-unit kurikulum harus disusun dalam urutan yang logis dan sistematis. Prinsip berkenaan dengan tujuan pendidikan Tujuan menjadi pusat kegiatan dan arah semua kegiatan pendidikan. dan . Isi bahan pelajaran harus keterampilan. Untuk hal tersebut diperlukan meliputi segi pengetahuan. Makin umum suatu perbuatan hasil belajar dirumuskan semakin sulit menciptakan pengalaman belajar. Survai tentang pandangan para ahli dalam bidang-bidang tertentu. 1. sikap. Pengalaman negara-negara lain dalam masalah yang sama. 2. 6. yaitu pengetahuan. 5. Prinsip-prinsip khusus Ada beberapa prinsip yang lebih khusus dalam pengembangan kurikulum. Perlu penjabaran tujuan pendidikan/pengajaran ke dalam bentuk perbuatan hasil belajar yang khusus dan sederhana. Perumusan komponen-komponen kurikulum hendaknya mengacu pada tujuan pendidikan. Ketiga ranah belajar.2. Survai tentang manpower. Ketentuan dan kebijaksanaan pemerintah. 3. dan jangka pendek (tujuan khusus). 4. dan penilaian. wawancara. isi. Prinsip-prinsip ini berkenaan dengan penyusunan tujuan. dihimpun melalui angket. Perumusan tujuan pendidikan bersumber pada: 1. pengalaman belajar.

Apakah metode/ teknik tersebut dapat menciptakan kegiatan untuk mencapai tujuan kognitif. Apakah metode/teknik tersebut lebih mengaktifkan siswa. hendaknya memperhatikan: bagaimana pembuatannya. Apakah metode/teknik belajar-mengajar yang digunakan cocok untuk mengajarkan bahan pelajaran? 2.buku pedoman guru yang memberikan penjelasan tentang organisasi bahan dan alat pengajaran secara lebih mendetail. Apakah semuanya sudah tersedia? Bila alat tersebut tidak ada apa penggantinya? 2. siapa yang membuat. Apakah metode/teknik tersebut memberikan urutan kegiatan yang bertingkat-tingkat? 4. Prinsip berkenaan dengan pemilihan media dan alat pengajaran Proses belajar-mengajar yang baik perlu didukung oleh penggunaan media dan alat-alat bantu pengajaran yang tepat. pembiayaannya. juga mendorong penggunaan sumber yang ada di rumah dan di masyarakat? 8. waktu pembuatan? . Apakah metode/teknik tersebut menimbulkan jalinan kegiatan belajar di sekolah dan di rumah. Apakah metode/teknik tersebut mendorong berkembangnya kemampuan baru? 7. atau mengaktifkan guru atau kedua-duanya? 6. Prinsip berkenaan dengan pemilihan proses belajar mengajar Pemilihan proses belajar mengajar yang digunakan hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut: 1. Apakah metode/teknik tersebut memberikan kegiatan yang bervariasi sehingga dapat melayani perbedaan individual siswa? 3. Alat/media pengajaran apa yang diperlukan. Untuk belajar keterampilan sangat dibutuhkan kegiatan belajar yang menekankan "learning by doing" di samping "learning by seeing and knowing". 1. Kalau ada alat yang harus dibuat. afektif dan psikomotor? 5.

Hubungkan dengan bahan pelajaran. ahli pendidikan. Hasil yang terbaik akan diperoleh dengan menggunakan multi media. Uraikan ke dalam bentuk tingkahtingkah laku murid yang dapat diamati. Dalam merencanakan suatu penilaian hendaknya diperhatikan beberapa hal. ahli kurikulum. Prinsip berkenaan dengan pemilihan kegiatan penilaian Penilaian merupakan bagian integral dari pengajaran: 1. Bagaimana pengorganisasian alat dalam bahan pelajaran. dan psikomotor. apakah dalam bentuk modul. . paket belajar.3. dan lain-lain? 4. dan tingkat kemampuan kelompok yang akan ditest? Berapa lama waktu dibutuhkan untuk pelaksanaan test? Apakah test tersebut berbentuk uraian atau objektif? Berapa banyak butir test perlu disusun? Apakah tes tersebut diadministrasikan oleh guru atau oleh murid? 3. Bagaimana kelas. afektif. Dalam pengolahan suatu hasil penilaian hendaknya diperhatikan halhal sebagai berikut: Norma apa yang digunakan di dalam pengolahan hasil test? Apakah digunakan formula guessing? Bagaimana pengubahan skor ke dalam skor masak? Skor standar apa yang digunakan? Untuk apakah hasil-hasil test digunakan? B. yaitu: administrator pendidikan. usia. Dalam penyusunan alat penilaian (test) hendaknya diikuti langkahlangkah sebagai berikut: Rumuskan tujuan-tujuan pendidikan yang umum. 2. Tuliskan butir-butir test. Bagaimana pengintegrasiannya dalam keseluruhan kegiatan belajar? 5. Pengembang Kurikulum Dalam mengembangkan suatu kurikulum banyak pihak yang turut berpartisipasi. dalam ranahranah kognitif.

kepala kantor kabupaten dan kecamatan serta kepala sekolah. . Peranan para administrator di tingkat pusat (direktur dan kepala pusat) dalam pengembangan kurikulum adalah menyusun dasar-dasar hukum. Atas dasar kerangka dasar dan program inti tersebut para administrator daerah (kepala kantor wilayah) dan administrator lokal (kabupaten. dan orang tua. tetapi dalam pelaksanaannya sering harus didorong dan dibantu oleh para administrator. Peranan para administrator pendidikan Para administrator pendidikan ini terdiri atas: direktur bidang pendidikan. Peranan kepala sekolah lebih banyak berkenaan dengan implementasi kurikulum di sekolahnya. mengkomunikasikan sistem pendidikan kepada masyarakat. Para kepala sekolah ini sesungguhnya yang secara terus menerus terlibat dalam pengembangan dan implementasi kurikulum. Kepala sekolah juga mempunyai peranan kunci dalam menciptakan kondisi untuk pengembangan kurikulum di sekolahnya. kecamatan dan kepala sekolah) mengembangkan kurikulum sekolah bagi daerahnya yang sesuai dengan kebutuhan daerah. Administrator lokal harus bekerja sama dengan kepala sekolah dan guru dalam mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Administrator tingkat pusat bekerja sama dengan para ahli pendidikan dan ahli bidang studi di Perguruan Tinggi serta meminta persetujuannya terutama dalam penyusunan kurikulum sekolah. Para kepala sekolah mempunyai wewenang dalam membuat operasionalisasi sistem pendidikan pada masing-masing sekolah. kepemimpinan kepala sekolah sangat mempengaruhi suasana sekolah dan pengembangan kurikulum. guru. Dari pihak-pihak tersebut yang secara terusmenerus turut terlibat dalam pengembangan kurikulum adalah: administrator.ahli bidang ilmu pengetahuan. memberikan dorongan dan bimbingan kepada guru-guru. serta mendorong pelaksanaan kurikulum oleh guru -guru di kelas. la merupakan figur kunci di sekolah. kepala kantor wilayah. 1. dan orang tua murid serta tokoh-tokoh masyarakat. Walaupun guru dapat mengembangkan kurikulum sendiri. guru-guru. menyusun kerangka dasar serta program inti kurikulum. pusat pengembangan kurikulum. Kerangka dasar dan program inti tersebut akan menentukan minimum course yang dituntut.

2. Sumbangan mereka dalam memilih materi bidang ilmu. serta berbagai perangkat dan pedoman penjabaran serta pedoman implementasi dari model-model tersebut. Mereka juga sangat diharapkan partisipasinya dalam menyusun materi ajaran dalam sekuens yang sesuai dengan struktur keilmuan tetapi sangat memudahkan para siswa untuk mempelajarinya. Peranan para ahli Pengembangan kurikulum bukan saja didasarkan atas perubahan tuntutan kehidupan dalam masyarakat. model media. baik kebijaksanaan pembangunan secara umum maupun pembangunan pendidikan. lokal bahkan sekolah juga sangat diperlukan. pengembangan kurikulum membutuhkan bantuan pemikiran para ahli. maupun ahli bidang studi/disiplin ilmu. Oleh karena itu. Pengembangan kurikulum bukan hanya sekadar memilih dan menyusun bahan pelajaran dan metode mengajar. maupun model evaluasinya. model pembelajaran. dan masukan-masukan dari pelaksaman pendidikan dan kurikulum yang sedang berjalan. model pengelolaan. perkembangan tuntutan masyarakat. Pengembangan kurikulum juga membutuhkan partisipasi para ahli bidang studi/bidang ilmu yang juga mempunyai wawasan tentang pendidikan serta perkembangan tuntutan masyarakat. model desain. para ahli pendidikan dan kurikulum memberikan alternatif konsep pendidikan dan model kurikulum yang dipandang paling sesuai dengan keadaan dan tuntutan di atas. Apabila pengembangan kurikulum sudah banyak dilakukati pada tingkat daerah atau lokal. ahli kurikulum. . sebab apa yany. maka pertisipasi mereka pada tingkai daerah. Partisipasi para ahli pendidikan dan ahli kurikulum terutama sangat dibutuhkan dalam pengembangan kurikulum pada tingkat pusat. baik ahli pendidikan. tetapi juga perlu dilandasi oleh perkembangan konsep-konsep dalam ilmu. Mengacu pada kebijaksanaan-kebijaksanaan yang ditetapkan pemerintah. tetapi menyangkut penentuan arah dan orientasi pendidikan. yang mutakhir dan sesuai dengan perkembangan kebutuhan masyarakat sangat diperlukan. pemilihan sistem dan model kurikulum. telah digariskan pada tingkat pusat belum tentu dapat dengan mudali dipahami oleh para pengembang dan pelaksana kurikulum di daerah. baik model konsep.

sebab ia harus selalu belajar struktur sosial masyarakat.3. manajer sistem pengajaran. Hal-hal di atas diperlukan untuk mempersiapkan guru dalam berbagai situasi dan kegiatan pendidikan. nilai-nilai utama masyarakat. keterampilan dan kemampuan seninya dalam mengajar. pembimbing baik di sekolah maupun di masyarakat dalam hubungannya dengan pelaksanaan pendidikan seumur hidup. pola-pola tingkah laku dalam masyarakat. penyusunan organisasi. pendorong kegiatan belajar. guru mampu menciptakan situasi belajar yang aktif yang menggairahkan yang penuh kesungguhan dan mampu mendorong kreativitas anak. meramu kembali kurikulum dari pusat untuk disajikan di kelasnya. dan pengembang kurikulum bagi kelasnya. Peranan guru Guru memegang peranan yang cukup penting baik di dalam perencanaan maupun pelaksanaan kurikulum. Sebagai pelaksana kurikulum maka guru pulalah yang menciptakan kegiatan belajar mengajar bagi murid-muridnya. Peranan guru bukan hanya menilai perilaku dan prestasi belajar murid murid dalam kelas. Dialah yang mengolah. guru merupakan penerjemah kurikulum yang datang dari atas. Karena guru juga merupakan barisan pengembang kurikulum yang terdepan maka guru pulalah yang selalu melakukan evaluasi dan penyempurnaan terhadap kurikulum. pencoba. pengembang alat-alat belajar. Berkat keahlian. pelaksana. . tetapi juga menilai implementasi kurikulum dalam lingkup yang lebih luas. Guru juga bukan hanya berperan sebagai guru di dalam kelas. Hasil-hasil penilaian demikian akan sangat membantu pengembangan kurikulum. untuk memahami hambatanhambatan dalam implementasi kurikulum dan juga dapat membantu mencari cara untuk mengoptimalkan kegiatan guru. ia juga seorang komunikator. Guru juga berperan sebagai pelajar dalam masyarakatnya. Dia adalah perencana. Sekalipun ia tidak mencetuskan sendiri konsep-konsep tentang kurikulum.

Rapor juga merupakan suatu alat komunikasi tentang program atau kegiatan pendidikan yang dilaksanakan di sekolah. pertemuan orang tua-guru. Orang tua juga dapat hind berpartisipasi dalam kegiatan di sekolah melalui berbagai kegaitan seperti diskusi. Dalam pelaksanaan kurikulum diperlukan kerja sama yang sangat erat antara guru atau sekolah dengan para orang tua murid. Peranan orang tua murid Orang tua juga mempunyai peranan dalam pengembangan kurikulum. hanya terbatas kepada beberapa orang saja yang cukup waktu dan mempunyai latar belakang yang memadai. Peranan mereka dapat berkenaan dengan dua hal: pertama dalam penyusunan kurikulum dan kedua dalam pelaksanaan kurikulum. Kedua. partisipasi dalam kegiatan sekolah orang tua dapat turut serta dalam pengembangan kurikulum terutama dalam bentuk pelaksanaan kegiatan belajar yang sewajarnya. Orang tua juga secara berkala menerima laporan kemajuan anak-anaknya dari sekolah berupa rapor dan sebagainya. 1. terutama dari perguruan tinggi dan masyarakat. Kegiatan-kegiatan tersebut akan memberikan umpan balik bagi penyempumaan kurikulum. dan orang tua sewajarnya mengikuti atau mengamati kegiatan belajar anaknya di rumah. penyelesaian tugas-tugas serta partisipasi dalam setiap kegiatan di sekolah. minat yang penuh. C. Dalam penyusunan kurikulum mungkin tidak semua orang tua dapat ikut serta. Pertama. dan sebagainya. Peranan orang tua lebih besar dalam pelaksanaan kurikulum. pameran sekolah. Perguruan tinggi Kurikulum minimal mendapat dua pengaruh dari Perguruan Tinggi. laporan sekolah. dari pengembangan ilmu pendidikan dan keguruan serta penyiapan guru-guru di Perguruan Tinggi Keguruan (Lembaga . dari pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan di perguruan tinggi umum. lokakarya. Sebagian kegiatan belajar yang dituntut kurikulum dilaksanakan di rumah. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengembangan Kurikulum Sekolah mendapatkan pengaruh dari kekuatan-kekuatan yang ada dalain masyarakat. seminar. usaha yang sungguh-sungguh. Melalui pengamatan dalam kegiatan belajar di rumah.4.

Perkembangan dunia usaha yang ada di masyarakat mempengaruhi pengembangan kurikulum sebt sekolah bukan hanya mempersiapkan anak untuk hidup. petani. sekolah sangat dipengaruhi oleh lingkungan masyarakat di mana sekolah tersebut berada. Jenis pengetahuan yang dikembangkan di Perguruan Tinggi akan mempengaruhi isi pelajaran yang akan dikembangkan dalam kurikulum. masyarakat kota atau desa. 2. Masyarakat yang ada di sekitar sekolah mungkin merupakan masyarakat homogen atau heterogen. STKIP) melalui berbagai program. Guru-guru yang mengajar pada berbagai jenjang dan jenis sekolah yang ada dewasa ini. baik ilmu pendidikan maupun bidang studi serta kemampuan mengajar dari guru-guru akan sangat mempengaruhi pengembangan dan implementasi kurikulum di sekolah. Sekolah harus melayani aspirasi-aspirasi yang ada di masyarakat. tetapi juga untuk bekerja dan berusaha. tetapi secara berangsurangsur mereka akan mengikuti program penyetaraan D2.Pendidikan Tenaga Kependidikan). Sebagai bagian dan agen dari masyarakat. Kurikulum Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan juga mempengaruhi pengembangan kurikulum. Perkembangan teknologi selain menjadi isi kurikulum juga mendukung pengembangan alat bantu dan media pendidikan. Jenis pekerjaan dan perusahaan yang ada di masyarakat menuntut persiapannya di sekolah. Pada Sekolah Dasar masih banyak guru berlatar belakang pendidikan SPG dan SGO. terutama melalui penguasaan ilmu dan kemampuan keguruan dari guru-guru yang dihasilkannya. Salah satu kekuatan yang ada dalam masyarakat adalah dunia usaha. FKIP. pedagang atau pegawai. Penguasaan ilmu. D3 dan Sl. Isi kurikulum hendaknya mencerminkan kondisi dan dapat memenuhi tuntutan dan kebutuhan masyarakat di sekitarnya. . Masyarakat Sekolah merupakan bagian dari masyarakat dan mempersiapkan anak untuk kehidupan di masyarakat. dan sebagainya. umumnya disiapkan oleh LPTK (IKIP. yaitu program D2. Telah diuraikan terdahulu bahwa pengetahuan dan teknologi banyak memberikan sumbangan bagi isi kurikulum serta proses pembelajaran.

3. etika. budaya maupun nilai politis. mengusahakan perluasan dan kesinambungan kurikulum. estetika. D. kepala sekolah.. . guru guru dari setiap jenjang pendidikan.pek-aspek tersebut sering juga mengandung nilai-nilai yang berbeda. orang tua murid dan tokoh-tokoh masyarakat. Tanpa artikulasi akan terdapat keragaman baik dalam isi. Sekolah sebagai lembaga masyarakat juga bertanggung jawab dalam pemeliharaan dan penerusan nilainilai. Sistem nilai Dalam kehidupan masyarakat terdapat sistem nilai. kelompok vokasional.iiis. politik. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan guru dalam mengajarkan nilai: (1) guru hendaknya mengetahui dan memperhatikan semua nilai yang ada dalam masyarakat. fisik. membuang hal-hal yang tidak diperlukan. Untuk merealisasikan artikulasi kurikulum. (2) guru hendaknya berpegang pada prinsip demokrasi. chr. (4) guru menghargai nilai-nilai kelompok lain. Untuk menyusun artikulasi kurikulum diperlukan kerja sama dari berbagai pihak: para administrator. Artikulasi dan Hambatan Pengembangan Kurikulum Artikulasi dalam pendidikan berarti "kesatupaduan dan koordinasi segala pengalaman belajar". (3) guru berusaha menjadikan dirinya sebagai teladan yang patut ditiru. juga antara satu bidang studi dengan bidang studi lainnya secara horizontal. dan sebagainya A. merevisi metode serta isi pengajaran. perlu meneliti kurikulum secara menyeluruh. Masyarakat umumnya heterogen dan multifaset. dan moral. Dalam masyarakat Ingo terdapat aspek-aspek sosial. bahwa dalam masyarakat nilai itu tidak hanya satu. keagamaan. menghilangkan duplikasi. sosial. kelompok intelek. kelompok sosial. metode maupun perhatian terhadap perkembangan anak. ekonomi. TK sampai rektor universitas. spiritual dan sebagainya yang tiap kelompok sering memiliki nilai yang berbeda. (5) memahami dan menerima keragaman kebudayaan sendiri. Masyarakat memiliki kelompok-kelompok etnis. etis. baik nilai moral. Sistem nilai yang akan dipelihara dan diteruskan tersebut harus terintegrasikan dalam kurikulum. Masalah utama yang dihadapi para pengembang kurikulum menghadapi nilai ini adalah. Bila artikulasi dilaksanakan dengan baik akan terwujud kesinambungan pengalaman belajar sejak TK sampai Perguruan Tinggi.

Guru kurang berpartisipasi dalam pengembangan kurikulum. tetapi juga perlu disesuaikan dengan sistem pendidikan dan sistem pengelolaan pendidikan yang dianut serta model konsep pendidikan mana yang . Pertama kurang waktu. Masyarakat adalah sumber input dari sekolah. Kedua kekurangsesuaian pendapat. Hambatan-hambatan pengembangan kurikulum Dalam pengembangan kurikulum terdapat beberapa hambatan. E. Pemilihan suatu model pengembangan kurikulum bukan saja didasarkan atas kelebihan dan kebaikan-kebaikannya serta kemungkinan pencapaian hasil yang optimal. hubungan antara satu tingkat dengan tingkat berikutnya. Untuk menjamin kesinambungan pengalaman belajar beberapa sekolah menggunakan sistem pendidikan tidak berkelas. Ketiga karena kemampuan dan pengetahuan guru sendiri. Hal itu menyebabkan tersusunnya organisasi mata pelajaran yang kaku. Keberhasilan pendidikan. baik antara sesama guru maupun dengan kepala sekolah dan administrator. serta input fakta dan pemikiran dari masyarakat. Salah satu hal yang sering dipandang menghambat artikulasi adalah pembagian menurut tingkat belajarnya. isi atau sistem secara keseluruhan membutuhkan biaya yang sering tidak sedikit. Untuk pengembangan kurikulum dibutuhkan dukungan masyarakat baik dalam pembiayaan maupun dalam memberikan umpan balik terhadap sistem pendidikan atau kurikulum yang sedang berjalan. apalagi yang berbentuk kegiatan eksperimen baik metode.Dalam mengusahakan artikulasi kurikulum tersebut murid pun perlu dimintakan pendapatnya tentang hubungan pelajaran yang satu dengan yang lainnya. Hambatan pertama terletak pada guru. Hal itu disebabkan beberapa hal. Untuk pengembangan kurikulum. ketepatan kurikulum yang digunakan membutuhkan bantuan. Model-Model Pengembangan Kurikulum Banyak model yang dapat digunakan dalam pengembangan kurikulum. Hambatan lain datang dari masyarakat. Hambatan lain yang dihadapi oleh pengembang kurikulum adalah masalah biaya.

Anggota-anggota komisi atau tim ini terdiri atas. Beauchamp's system. Dengan wewenang administrasinya. ahli disiplin ilmu dari perguruan tinggi. Model pengembangan dalam kurikulum yang sifatnya subjek akademis berbeda dengan kurikulum humanistik. dijabarkan dari konsep-konsep dan kebijaksanaan dasar yang telah digariskan oleh tim pengarah. para ahli pendidikan. dan strategi utama dalam pengembangan kurikulum. landasan-landasan. Tim kerja pengembangan kurikulum bertugas menyusun kurikulum yang sesungguhnya yang lebih operasional. . Setelah hal-hal yang mendasar ini terumuskan dan mendapatkan pengkajian yang saksama. kebijaksanaan. guru-guru bidang studi yang senior. the demonstration model. 1. the systematic action research model dan emerging technical model. The administrative model Model pengembangan kurikulum ini merupakan model paling lama dan paling banyak dikenal. Model pengembangan kurikulum dalam sistem pendidikan dan pengelolaan yang sifatnya sentralisasi berbeda dengan yang desentralisasi. yaitu: the administrative (line staff) model. Tugas tim kerja ini merumuskan tujuan-tujuan yang lebih operasional dari tujuantujuan yang lebih umum. ahli disiplin ilmu. dan para tokoh dari dunia kerja dan perusahaan.digunakan. Sekurang-kurangnya dikenal delapan model pengembangan kurikulum. Para anggota tim atau komisi ini terdiri atas para ahli pendidikan/kurikulum. Roger's interpersonal relations model. administrator pendidikan menyusun tim atau komisi kerja pengembangan kurikulum. Diberi nama model administratif atau line staff karena inisiatif dan gagasan pegembangan datang dari para administrator pendidikan dan menggunakan prosedur administrasi. the grass roots model. serta menyusun pedomanpedoman pelaksanaan kurikulum tersebut bagi guru-guru. teknologis dan rekonstruksi sosial. Taba's inverted model. pejabat di bawahnya. administrator pendidikan (apakah dirjen. memilih dan menyusun sekuens bahan pelajaran. ahli kurikulum. memilih strategi pengajaran dan evaluasi. direktur atau kepala kantor wilayah pendidikan dan kebudayaan) membentuk suatu komisi atau tim pengarah pengembangan kurikulum. Tugas tim atau komisi ini adalah merumuskan konsep-konsep dasar.

Pengembangan kurikulum dari atas. Mereka perlu mendapatkan petunjuk-petunjuk dan penjelasan atau mungkin juga peningkatan pengetahuan dan keterampilan. Kebutuhan akan adanya penataran sering tidak dapat dihindarkan. bukan datang dari atas tetapi dari bawah. sedangkan model grass roots akan berkembang dalam sistem pendidikan yang bersifat desentralisasi. daerah. administrator pemberi tugas menetapkan berlakunya kurikulum tersebut serta memerintahkan sekolahsekolah untuk melaksanakan kurikulum tersebut. Setelah mendapatkan beberapa penyempurnaan. prosedur pelaksanaan maupun keberhasilannya. sekelompok guru atau keseluruhan guru di suatu sekolah mengadakan upaya pengembangan kurikulum. Model pengembangan kurikulum yang pertama. untuk menilai baik validitas komponen-komponennya. Penilaian menyeluruh dapat dilakukan oleh tim khusus dari tingkat pusat atau daerah. selama tahun-tahun permulaan diperlukan pula adanya kegiatan monitoring. pengamatan dan pengawasan serta bimbingan dalam pelaksanaannya. model pengembangan kurikulum demikian disebut juga model "top down" atau "line staff'. maupun sekolah.Setelah semua tugas dari tim kerja pengembang kurikulum tersebut selesai. tidak selalu segera berjalan. Dalam model pengembangan yang bersifat grass roots seorang guru. The grass roots model Model pengembangan ini merupakan lawan dari model pertama. sedang penilaian persekolah dapat dilakukan oleh tim khusus sekolah yang bersangkutan. baik bagi instansi pendidikan di tingkat pusat. digunakan dalam sistem pengelolaan pendidikan/kurikulum yang bersifat sentralisasi. Hasil penilaian tersebut merupakan umpan balik. sebab menuntut kesiapan dari pelaksanaannya. yaitu guru-guru atau sekolah. dan dinilai telah cukup baik. Karena sifatnya yang datang dari atas. 2. hasilnya dikaji ulang oleh tim pengarah serta para ahli lain yang berwenang atau pejabat yang kompeten. satu atau . Setelah berjalan beberapa saat perlu juga dilakukan suatu evaluasi. Pengembangan atau penyempurnaan ini dapat berkenaan dengan suatu komponen kurikulum. Inisiatif dan upaya pengembangan kurikulum. Dalam pelaksanaan kurikulum tersebut. terutama guru-guru.

Hal itu didasarkan atas pertimbangan bahwa guru adalah perencana. Dialah yang paling tahu kebutuhan kelasnya. Pengembangan kurikulum yang bersifat grass roots. pengembangan kurikulum model grass roots. and in judging and evaluating the rusults. pelaksana. atau keseluruhan bidang studi pada sekolah atau daerah lain. 4. oleh karena itu dialah yang paling kompeten menyusun kurikulum bagi kelasnya. Pengembangan kurikulum yang bersifat desentralisasi dengan model grass rootsnya. fasilitas. Stanley. and solving the problems to be encountered. The competence of teachers will be improved only as the teachers become involved personally in the problems of curriculum revision. The curriculum will improve only as the professional competence of teachers improves. mungkin hanya berlaku untuk bidang studi tertentu atau sekolah tertentu. biaya maupun bahan-bahan kepustakaan. dikembangkan oleh Beauchamp seorang ahli kurikulum. defining. and plans (Smith. Hal itu sesuai dengan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum yang dikemukakan oleh Smith.beberapa bidang studi ataupun seluruh bidang studi dan seluruh komponen kurikulum. and Shores 1957: 429). dan juga penyempurna dari pengajaran di kelasnya. 2. As people meet in face-to-face groups. 3. If teachers share in shaping the goals to be attained. 3. Beauchamp's system Model pengembangan kurikulum ini. baik dilihat dari kemampuan guru-guru. akan lebih baik. goals. their involvement will be most nearly assured. Apabila kondisinya telah memungkinkan. in selecting. yang pada gilirannya akan melahirkan manusiamanusia yang lebih mandiri dan kreatif. . 1. they will be able to understand one another better and to reach a consensus on basic principles. tetapi mungkin pula dapat digunakan untuk bidang studi sejenis pada sekolah lain. Beauchamp mengemukakan lima hal di dalam pengembangan suatu kurikulum. Stanley dan Shores (1957: 429). memungkinkan terjadinya kompetisi di dalam meningkatkan mutu dan sistem pendidikan.

(2) Bila ya. dan dalam menentukan keseluruhan desain kurikulum. politikus. Kedua. Beauchamp membagi keseluruhan kegiatan ini dalam lima langkah.Pertama. (2) para ahli pendidikan dari perguruan tinggi atau sekolah dan guru-guru terpilih. (3) Apakah mungkin ditemukan alat dan cara yang paling efektif untuk melaksanakan peran tersebut? Ketiga. serta oleh tujuan pengembangan kurikulum. dan pengusaha serta industriawan. para pejabat pemerintah. Beauchamp mencoba melibatkan para ahli dan tokoh-tokoh pendidikan seluas mungkin. Beauchamp mengemukakan tiga pertanyaan: (1) Haruskah kelompok ahli/pejabat/profesi tersebut dilibatkan dalam pengembangan kurikulum?. apakah peranan mereka?. kecamatan. propinsi ataupun seluruh negara. Sebaliknya untuk tingkat kabupaten. menetapkan personalia. Walaupun daerah yang menjadi wewenang kepala kanwil pendidikan dan kebudayaan mencakup suatu wilayah propinsi. (3) para profesional dalam sistem pendidikan. yaitu siapa-siapa yang turut serta terlibat dalam pengembangan kurikulum. apakah suatu sekolah. Mengenai keterlibatan kelompok-kelompok personalia ini. organisasi dan prosedur pengembangan kurikulum. yang biasanya pengaruh mereka kurang langsung terhadap pegembangan kurikulum. dibanding dengan tokohtokoh lain seperti. (1) . para penulis dan penerbit buku. serta kegiatan evaluasi. yaitu: (1) para ahli pendidikan/kurikulum yang ada pada pusat pengembangan kurikulum dan para ahli bidang ilmu dari luar. Ada empat kategori orang yang turut berpartisipasi dalam pengembangan kurikulum. menetapkan arena atau lingkup wilayah yang akan dicakup oleh kurikulum tersebut. memilih isi dan pengalaman belajar. (4) profesional lain dan tokoh-tokoh masyarakat. kabupaten. tetapi arena pengembangan kurikulum lianya mencakup satu daerah kabupaten saja sebagai pilot proyek. Penetapan personalia ini sudah tentu disesuaikan dengan tingkat dan luas wilayah arena. kecamatan atau sekolah keterlibatan guru-guru semakin besar. Untuk tingkat propinsi atau nasional tidak terlalu banyak melibatkan guru. yaitu. Pentahapan arena ini ditentukan oleh wewenang yang dimiliki oleh pengambil kebijaksanaan dalam pengembangan kurikulum. Langkah ini berkenaan dengan prosedur yang harus ditempuh dalam merumuskan tujuan umum dan tujuan yang lebih khusus.

(4) evaluasi dari keseluruhan sistem kurikulum. Langkah ini merupakan langkah mengimplementasikan atau melaksanakan kurikulum yang bukan sesuatu yang sederhana. Model ini umumnya berskala kecil. siswa. hanya mencakup suatu atau beberapa sekolah. (2) mengadakan penilaian atau penelitian terhadap kurikulum yang ada yang sedang digunakan. datang dari bawah. bahan maupun biaya. Pertama. pengembangan kurikulum sering mendapat tantangan dari pihak-pihak tertentu. sekelompok guru dari satu sekolah atau beberapa sekolah ditunjuk untuk melaksanakan suatu percobaan tentang pengembangan kurikulum. Proyek ini bertujuan mengadakan penelitian dan pengembangan tentang salah satu atau beberapa segi/komponen kurikulum. (5) penyusunan dan penulisan kurikulum baru. suatu komponen kurikulum atau mencakup keseluruhan komponen kurikulum. dan Shores ada dua variasi model demonstrasi ini. serta prinsip-prinsip melaksanakannya. Langkah yang kelima dan merupakan terakhir adalah evaluasi kurikulum. implementasi kurikulum. (3) Studi penjajagan tentang kemungkinan penyusunan kurikulum baru. Keempat. Model ini diprakarsai oleh sekelompok guru atau sekelompok guru bekerja sama dengan ahli yang bermaksud mengadakan perbaikan kurikulum. Kegiatan penelitian dan pengembangan ini biasanya diprakarsai dan diorganisasi oleh instansi . Menurut Smith. (3) evaluasi hasil belajar siswa. Data yang diperoleh dari hasil kegiatan evaluasi ini digunakan bagi penyempurnaan sistem dan desain kurikulum. 4. Langkah ini minimal mencakup empat hal. (2) evaluasi desain kurikulum. Hasil penelitian dan pegembangan ini diharapkan dapat digunakan bagi lingkungan yang lebih luas. The demonstration model Model demonstrasi pada dasarnya bersifat grass roots. di samping kesiapan manajerial dari pimpinan sekolah atau administrator setempat. Karena sifatnya ingin mengubah atau mengganti kurikulum yang ada. fasilitas. (4) merumuskan kriteria-kriteria bagi penentuan kurikulum baru. baik kesiapan guruguru.Membentuk tim pengembang kurikulum. Stanley. sebab membutuhkan kesiapan yang menyeluruh. yaitu: (1) evaluasi tentang pelaksanaan kurikulum oleh guru-guru.

Dengan kegiatan ini mereka mengharapkan ditemukan kurikulum atau aspek tertentu dari kurikulum yang lebih baik. sedikit sekali untuk ditolak oleh administrator. adalah bagi guru guru yang tidak turut berpartisipasi mereka akan menerimanya dengan enggan -enggan. Pertama. untuk kemudian digunakan di daerah yang lebih luas. karena kurikulum disusun dan dilaksanakan dalam situasi tertentu yang nyata. Taba's inverted model Menurut cara yang bersifat tradisional pengembangan kurikulum dilakukan secara deduktif. Bentuk yang kedua. model ini sifatnya yang grass roots menempatkan guru sebagai pengambil inisiatif dan nara sumber yang dapat menjadi pendorong bagi para administrator untuk mengembangkan program baru. Ketiga. Beberapa orang guru yang merasa kurang puas dengan kurikulum yang ada. 4) Melaksanakan kurikulum di dalam kelas. dan sebagainya. kurang bersifat formal. Keempat. Kedua. 3) Menyusun unit-unit kurikulum sejalan dengan desain yang menyeluruh. Mereka mencoba menggunakan halhal lain yang berbeda dengan yang berlaku.pendidikan yang berwewenang seperti. pusat pengembangan kurikulum. pengembangan kurikulum dalam skala kecil dengan model demonstrasi ilapat menend hambatan yang sering dialami yaitu dokumentasinya hagus tetari pclaknotiaatinva tidak ada. Kelemahan model ini. 5. perubahan atau penyempurnaan kurikulum dalam skala kecil atau aspek tertentu yang khusus. . dengan urutan: 1) Penentuan prinsip-prinsip dan kebijaksanaan dasar. 2) Merumuskan desain kurikulum yang bersifat menyeluruh didasarkan atas komitmen-komitmen tertentu. maka akan dihasilkan suatu kurikulum atau aspek tertentu dari kurikulum yang lebih praktis. kantor wilayah pendidikan dan kebudayaan. mencoba mengadakan penelitian dan pengembangan sendiri. dibandingkan dengan perubahan dan penyempurnaan yang menyeluruh. dalam keadaan terburuk mungkin akan terjadi apatisme. Ada beberapa kebaikan dari pengembangan kurikulum dengan model demonstrasi ini. direktorat pendidikan.

7) Mengevaluasi. Di dalam unit eksperimen ini diadakan studi yang saksama tentang hubungan antara teori dengan praktik. dan pelaksanaan eksperimen di dalam kelas menghasilkan data-data yang untuk menguji landasan teori yang digunakan. 4) Mengorganisasi isi. 6) Mengorganisasi pengalaman belajar. tetapi masih harus diuji di kelas-kelas atau tempat lain untuk megetahui validitas dan kepraktisannya. mengadakan revisi dan konsolidasi. Pertama. data tersebut digunakan untuk mengadakan perbaikan dan penyempurnaan. Untuk menguji keberlakuannya pada daerah yang lebih luas perlu adanya kegiatan konsolidasi. Langkah keempat. pengembangan keseluruhan kerangka kurikulum. yaitu penarikan kesimpulan tentang hal-hal yang lebih bersifat umum yang berlaku dalam lingkungan yang lebih luas. Ada delapan langkah dalam kegia tan unit eksperimen ini. 8) Melihat sekuens dan keseimbangan (Taba. sebab tidak merangsang timbulnya inovasi-inovasi. 5) Memilih pengalaman belajar. Perencanaan didasarkan atas teori yang kuat. mengadakan unit-unit eksperimen bersama guru-guru. serta menghimpun data bagi penyempurnaan. 3) Memilih isi. yang merupakan inversi atau arah terbalik dari model tradisional. 1) Mendiagnosis kebutuhan. Hal itu dilakukan. Meskipun unit eksperimen ini telah diuji dalam pelaksanaan di kelas eksperimen. Menurutnya pengembangan kurikulum yang lebih mendorong inovasi dan kreativitas guru-guru adalah yang bersifat induktif.Taba berpendapat model deduktif ini kurang cocok. sebab meskipun suatu unit eksperimen telah cukup valid dan praktis pada sesuatu sekolah belum tentu demikian juga pada sekolah yang lainnya. 2) Merumuskan tujuan-tujuan khusus. Ada lima langkah pengembangan kurikulum model Taba ini. Langkah ketiga. Apabila dalam kegiatan penyempurnaan dan konsolidasi telah diperoleh sifatnya . Dari langkah pengujian diperoleh beberapa data. Selain perbaikan dan penyempurnaan diadakan juga kegiatan konsolidasi. 1962: 347-379). menguji unit eksperimen. Langkah kedua.

. sesungguhnya ia mempunyai kekuatan dan potensi untuk berkembang sendiri. implementasi dan diseminasi. alat dan bahan juga biaya. tidak formal. changing). Di dalam langkah ini masalah dan kesulitan-kesulitan pelaksanaan tetapi dihadapi. Pertama. Kegiatan itu dilakukan untuk megnetahui apakah konsep-konsep dasar atau landasan-landasan teori yang dipakai sudah masuk dan sesuai. Menurut When Crosby (1970: 388) perubahan kurikulum adalah perubahan individu. Guru serta pendidik lainnya bukan pemberi informasi apalagi penentu perkembangan anak. Roger's interpersonal relations model Meskipun Rogers bukan seorang ahli pendidikan (ia ahli psikologi atau psikoterapi) tetapi konsep-konsepnya tentang psikoterapi khususnya bagaimana membimbing individu juga dapat diterapkan dalam bidang pendidikan dan pengembangan kuriulum. pemilihan target dari sistem pendidikan. Selama satu minggu para pejabat pendidikan/administrator melakukan kegiatan kelompok dalam suasana yang relaks. tetapi karena ada hambatan-hambatan tertentu ia membutuhkan orang lain untuk membantu memperlancar atau mempercepat perubahan tersebut. baik berkenaan dengan kesiapan guru-guru. Langkah kelima. Pendidikan juga tidak lain merupakan upaya untuk membantu memperlancar dan mempercepat perubahan tersebut. Menurut Rogers manusia berada dalam proses perubahan (becoming. fasilitas. yatiu menerapkan kurikulum baru ini pada daerah atau sekolah-sekolah yang lebih luas. Ada empat langkah pengembangan kurikulum model Rogers. Melalui kegiatan kelompok ini mereka akan mengalami perubahanperubahan sebagai berikut. developing.yang lebih menyeluruh atau berlaku lebih luas. mereka hany alah pendorong dan pemelancar perkembangan anak. 6. Memang ia banyak mengemukakan konsepnya tentang perkembangan dan perubahan individu. Di dalam penentuan target ini satusatunya kriteria yang menjadi pegangan adalah adanya kesediaan dari pejabat pendidikan untuk turut serta dalam kegiatan kelompok yang intensif. hal itu masih harus dikaji oleh para ahli kurikulum dan para profesional kurikulum lainnya.

He is more able to accept both positive and negative feeback and use it constructively (Rogers. peers. He finds it easier and less threatening to accept innovative ideas. 2. 3. dengan fasilitator para guru atau administrator atau fasilitator dari luar. Efek yang akan diterima guru-guru sejalan dengan para administrator. and sub-ordinates because he is more open and less self-protective. Selama lima hari penuh siswa ikut serta dalam kegiatan kelompok. dengan beberapa tambahan. 6. Langkah kedua dalam pengembangan kurikulum model Rogers adalah partisipasi guru dalam pengalaman kelompok yang intensif. 1. Sama seperti yang dilakukan para pejabat pendidikan. lama kegiatan kalau bisa satu minggu lebih baik. 7. Dan kegiatan ini para siswa akan mendapatkan: 1. He is less protective of his own beliefs and can listen more accurately 2. 3. rather than insisting on conformity. He develops an equalitarian and democratic classroom climate (Rogers. He is more able to listen to students. 4. He pays as much attention to his relationships with student as he does to course content. He accepts innovative. 4. . He works out problems with students rather than responding in a disciplinary and punitive manner. 1967:722). pengembangan pengalaman kelompok yang intensif untuk satu kelas atau unit pelajaran. Keikutsertaan guru dalam kelompok tersebut sebaiknya bersifat suka rela. guru juga turut serta dalam kegiatan kelompok. 5. He feels freer to express both positive and negative feelings in class. He communicates more clearly and realistically to superiors. He is more person oriented and democratic. He openly confronts personal emotional frictions between him self and colleagues. torublesome ideas from students. tetapi dapat juga kurang dari satu minggu. 2.1. He has less need to protect bureaucratic rules. Langkah ketiga. 1967:724). He works through these feelings toward a realistic solutin. 5.

7. Bagi Rogers yang penting adalah aktivitas dan interaksi. The systematic action-research model Model kurikulum ini didasarkan pada asumsi bahwa perkembangan kurikulum merupakan perubahan sosial. Kegiatan ini bertujuan memperkaya orang-orang dalam hubungannya dengan sesama orang tua. rancangan tertulis. Berkat berbagai bentuk aktivitas dalam interaksi ini individu akan berubah. siswa guru. Kegiatan merupakan kulminasi dari semua kegiatan kelompok di atas. Model pengembangan kurikulum dari Rogers ini berbeda dengan modelmodel lainnya. Kegiatan ini dapat dikoordinasi oleh BP3 masing-masing sekolah. data. Langkah keempat. mempunyai . dan dengan guru. 4. Sepertinya tidak ada suatu perencanaan kurikulum tertulis. Metode pendidikan yang diutamakan Rogers adalah sensitivity training. Itulah ciri khas Carl Rogers sebagai seorang Eksistensialis Humanis. sekolah dan organisasi masyarakat. kalau mungkin ada pengalaman kegiatan kelompok yang bersifat campuran.um‡. partisipasi orang tua dalam kegiatan kelompok. Kurikulum dikembangkan dalam konteks harapan warga masyarakat. is tidak mementingkan formalitas. Sesuai dengan asumsi tersebut model ini menekankan pada tiga hal itu: hubungan insani. struktur sistem sekolah. serta wibawa dari pengetahuan profesional. pengusaha. He finds that the learning process enables him to deal with his lily (Rogers. He discovers that he is responsible for his own learning 5. dengan anak. siswa. litho fallibly human beings. 1967:725). dan sebagainya. He has more energy for learning because he has less fear of constant evaluation and punishment. dan lain-lain. pola hubungan pribadi dan kelompok dari sekolah dan masyarakat. 6. Lama kegiatan kelompok dapat tiga jam tiap sore hari selama seminggu atau 24 jam secara terus menerus. encounter group dan Training Group (T Group). tokoh masyarakat. yang ada hanyalah rangkaian kegiatan kelompok. para orang tua.3.1(liiiiii istr. Hal itu mencakup suatu proses yang melibatkan kepribadian orang tua. He awe anal tear of authority diminish as he finds teachers and . Rogers juga menyarankan. guru.

menekankan penguasaan perilaku atau kemampuan. ketiga. mengadakan kajian secara saksama tentang masalah masalah kurikulum. berupa pengumpulan data yang bersifat menyeluruh. Tindakan ini segera diikuti oleh kegiatan pengumpulan data dan faktafakta. Langkah kedua adalah menyusun instrumen untuk menilai ketercapaian hasil-hasil belajar tersebut. di antaranya: (1) The Behavioral Analysis Model. Kedua. Langkah pertama dari model ini adalah menentukan spesifikasi perangkat hasil belajar yang harus dikuasai siswa. dan salah satu cara untuk mencapai hal itu adalah dengan prosedur action research. Tumbuh kecenderungan-kecenderungan baru yang didasarkan atas hal itu. juga mempengaruhi perkembangan modelmodel kurikulum. dan bagaimana peranan kurikulum dalam pendidikan dan pengajaran. The Behavioral Analysis Model. Emerging technical models Perkembangan bidang teknologi dan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai efisiensi efektivitas dalam bisnis. serta tindakan pertama yang hams diambil. (3) The computer based model. 8. (3) sebagai bahan untuk menilai kembali dan mengadakan modifikasi. Kegiatan pengumpulan data ini mempunyai beberapa fungsi: menyiapkan data bagi evaluasi tindakan.pandangan tentang bagaimana pendidikan. dan mengidentifikasi faktor-faktor. The System Analysis Model berasal dari gerakan efisiensi bisnis. kekua tan dan kondisi yang mempengaruhi masalah tersebut. Dari hasil kajian tersebut dapat disusun rencana y ang menyeluruh tentang cara-cara mengatasi masalah lersebut. implementasi dari keputusan yang diambil dalam tindakan pertama. Langkah pertama. Suatu perilaku/kemampuan yang kompleks diuraikan menjadi perilaku-perilaku yang sederhana yang tersusun secara hierarkis. Langkah. (2) sebagai bahan pemahaman tentang masalah yang dihadapi. Penyusunan kurikulum hams memasukkan pandangan dan harapan-harapan masyarakat. bagaimana anak belajar. Siswa mempelajari perilaku-perilaku tersebut secara berangsur-angsur mulai dari yang sederhana menuju yang lebih kompleks. The system analysis model. (4) sebagai bahan untuk menentukan tindakan lebih lanjut. mengidentifikasi tahap- .

membandingkan biaya dan keuntungan dari beberapa program pendidikan. The Computer-Based Model. 2) Menyatakan konsep dalam bentuk pertanyaan yang bersifat terbuka untuk memancing sejumlah kemungkinan pemecahan. Boston: Allyn and Bacon. guru dan calon guru untuk memahami. A New Approach. debat. sosiometri. (1982). Kenneth I I. Buku ini merupakan kumpulan tulisan dari sekitar 50 orang ahli kurikulum. Kepada para siswa dan guru-guru diminta untuk melengkapi pertanyaan tentang unit-unit kurikulum tersebut. Meskipun demikian pokok-pokok yang dibahas telah tersusun secara sistematis-logis sehingga membentuk satu kesatuan karya yang utuh. Inc. ceramah). Glen. 3) Pengembangan dan evaluasi hipotesis atau pemecahan yang mungkin. Kerangka kerja ini dapat digunakan oleh para instruktur. Pengembangannya dimulai dengan mengidentifikasi seluruh unit-unit kurikulum. Langkah keempat. menganalisis dan mengaplikasikannya dalam berbagai proses pengajaran.tahap ketercapaian hasil serta perkiraan biaya yang diperlukan. tiap unit kurikulum telah memiliki rumusan tentang hasil-hasil yang diharapkan. permainan. sosiodrama. metode kasus). Boston: Allyn and Bacon. Setelah diadakan pengolahan disesuaikan dengan kemampuan dan hasil-hasil belajar yang dicapai siswa disimpan dalam komputer. Karena . Kelima langkah tersebut dapat digunakan dalam berbagai situasi: individual atau kelompok kecil. simulasi. Curriculum Planning. Buku Acuan Hoover. (1980). kelompok besar (seminar. Ada lima langkah cara mengajar inkuiri yang didasarkan atas konsep ini: 1) Pengembangan konsep dasar yang merupakan landasan bagi pengajaran. metode yang bersifat afektif (role playing. F. 4) Generalisasi yang didasarkan atas kemungkinan pemecahan. Tulisan ini menyajikan suatu kerangka kerja dasar yang bersilai konseptual tentang penggunaan metode mengajar yang didasarkan atas pendekatan inkuiri. The Professional Teacher's I landboolt. Hass. suatu model pengembangan kurikulum dengan memanfaatkan komputer. diskusi.

perencana dan pengembang kurikulum. . dimulai dengan dasar-dasar dan kriteria kurikulum yang menyangkut konsep. Keseluruhan isi buku ini. maupun para mahasiswa yang sedang mendalami kurikulum. pendidikan tinggi dan orang dewasa. sehingga membentuk satu handbook yang lengkap. faktor-faktor sosial. Buku ini dapat menjadi pegangan bagi para pengajar. Selanjutnya juga diuraikan kurikulum pada berbagai jenjang dan jenis pendidikan.ditulis oleh begitu banyak orang. belajar. pengetahuan. dan kriteria kurikulum. sekolah menengah. perkembangan individu. tersusun secara sistematis. sekolah dasar. walaupun di sana sini ada saja tumpang tindih. buku ini boleh dikatakan komprehensif.

memilih metode dan alat-alat bantu pelajaran. hal itu disebabkan beberapa faktor: 1. secara berangsur. Evaluasi kurikulum sukar dirumuskan secara tegas.angsur diganti dengan pandangan baru yang lebih . tetapi ada pihak lain yang menyatakan keduanya mempunyai hubungan yang sangat erat. kepala sekolah dan para pelaksana pendidikan lainnya. memilih bahan pelajaran. Objek evaluasi kurikulum adalah sesuatu yang berubah-ubah sesuai dengan konsep kurikulum yang digunakan. pandangan lama yang tidak sesuai lagi dengan tuntutan zaman. Evaluasi dan Kurikulum Evaluasi kurikulum memegang peranan penting baik dalam penentuan kebijaksanaan pendidikan pada umumnya. sebaliknya perubahan evaluasi akan memberi warna pada pelaksanaan kurikulum. dan prosesnya berlangsung secara evoltisioner. Perubahan dalam kurikulum berpengaruh pada evaluasi kurikulum. Pihak yang memandang ada hubungan.BAB 9 EVALUASI KURIKULUM A. Hubungan antara evaluasi dengan kurikulum bersifat organis. hubungan tersebut merupakan hubungan sebab-akibat. Ada pihak yang berpendapat antara keduanya tidak ada hubungan. cara penilaian serta fasilitas pendidikan lainnya. Evaluasi kurikulum berkenaan dengan fenomena-fenomena yang terus berubah. Evaluasi kurikulum merupakan suatu usaha yang dilakukan oleh manusia yang sifatnya juga berubah. dalam memahami dan membantu perkembangan siswa. Evaluasi dan kurikulum merupakan dua disiplin yang berdiri sendiri. 2. maupun pada pengambilan keputusan dalam kurikulum. Hasil-hasil evaluasi kurikulum juga dapat digunakan oleh guru-guru. 3. Hasil-hasil evaluasi kurikulum dapat digunakan oleh para pemegang kebijaksanaan pendidikan dan para pengembang kurikulum dalam memilih dan menetapkan kebijaksanaan pengembangan sistem pendidikan dan pengembangan model kurikulum yang digunakan.

A. yang menekankan pada What ought to be. berisikan pedoman-pedoman praktis bagi pengembangan kurikulum. yaitu meliputi: . tetapi juga desain dan implementasi kurikulum. Konsep R. Becher tentang pengembangan kurikulum dan evaluasi kurikulum. dan evaluasi dari program tersebut akan memperlihatkan style dan karakteristik yang sama pula. Sebagai contoh. Hilda Taba menjelaskan hal-hal yang dievaluasi dalam kurikulum. dugaan atau pendapat tentang perubahan-perubahan yang telah dicapai oleh program sekolah. Pada tingkat yang lebih formal evaluasi kurikulum meliputi pengumpulan dan pencatatan data. Inggris menyatakan bahwa: Tiap program pengembangan kurikulum mempunyai style dan karakteristik tertentu. hasil program evaluasi kurikulum akan mempengaruhi pelaksanaan praktik kurikulum. Evaluasi merupakan kegiatan yang luas. teori dari Ralph Tylor dan Benyamin Bloom. dan lain-lain. fasilitas dan sumber-sumber belajar. tetapi kemudian berkembang kepada yang bersifat preskriptif. sedangkan pada tingkat yang sangat formal berbentuk pengukuran berbagai bentuk kemajuan ke arah tujuan yang telah ditentukan. Program evaluasi kurikulum bukan hanya mengevaluasi hasil belajar siswa dan proses pembelajarannya. pada mulanya bersifat deskriptif yaitu menekankan pada What is it?. kompleks dan terus-menerus untuk mengetahui proses dan basil pelaksanaan sistem pendidikan dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan. seorang ahli pendidikan dari Universitas Sussex. demikian juga dengan teori evaluasi kurikulumnya.A. Becher. kemampuan dan unjuk kerja guru. kemampuan dan kemajuan siswa. Juga terjadi sebaliknya. Seorang evaluator akan menyusun program evaluasi kurikulum sesuai dengan style dan karakteristik kurikulum yang dikembangkannya.R. Konsep-konsep evaluasi kurikulum yang bersifat preskriptif. Evaluasi juga meliputi rentangan yang cukup luas. Komponen-komponen kurikulum yang dievaluasi juga sangat luas. mulai dari yang bersifat sangat informal sampai dengan yang sangat formal. sarana. Pada tingkat yang sangat informal evaluasi kurikulum berbentuk perkiraan. mempunyai tempat dalam konsep kurikulum yang bersifat preskriptif pula.

comprehensiveness. orientation to goals. Curriculum evaluation may be defined as the estimation of the growth and progess of students toward objectives or values of the curriculum (Wright. it scope. Apakah evaluasi tersebut ditujukan untuk menilai keseluruhan sistem kurikulum atau hanya komponen-komponen tertentu dalam sistem kurikulum tersebut. mengemukakan syaratsyarat suatu program evaluasi kurikulum. 1962: 310). 1976: 364). Suatu evaluasi kurikulum harus memiliki nilai dan penilaian. berfungsi diagnostik dan terintegrasi. One dimension is that of quantity. the capacities of the students. Tes standar tersebut ada . Doll (1976). diperlukan persyaratan-persyaratan tertentu. the degree to which objectives are implemented. Evaluasi kurikulum juga bervariasi bergantung pada dimensi-dimensi yang menjadi fokus evaluasi.Objective. 1966: 303). Apakah mengevaluasi keseluruhan sistem atau komponen-komponen tertentu saja. 1976: 362-363). diagnostic worth and validity and integration (Doll. much of the program is to be evaluated? The other dimension is that of quality-what goals are being highlighted in this evaluation and how does achievement of the goals as sure quality (Doll. bersifat menyeluruh dan terus-menerus. punya tujuan atau sasaran yang jelas. Apa yang dikemukakan di atas merupakan konsep evaluasi kurikulum yang sangat luas yang mencakup seluruh komponen dan kegiatan pendidikan. Dimensi yang bersifat kuantitatif dapat diukur dengan menggunakan berbagai bentuk alat ukur atau tes standar. the relative importance of various subject. yaitu acknowledge presence of values and valuing. the quality of personnel in charger of it. Salah satu dimensi yang sering mendapat sorotan adalah dimensi kuantitas dan kualitas. yaitu hanya ditekankan pada hasil-hasil yang dicapai oleh murid. agar hasil evaluasi tersebut tetap bermakna. Instrumen yang digunakan untuk mengevaluasi dimensi kuantitatif berbeda dengan instrumen untuk mengevaluasi aspek-aspek perkembangan dan prestasi yang dicapai anak. Luas atau sernpitnya suatu program evaluasi kurikulum sebenarnya ditentukan oleh tujuannya. Evaluasi kurikulum sering juga dibatasi secara sempit. the equipment and materials and so son (Taba. continuity.

yang lain pada inovasi. Penekanan kepada isi kurikulum. sedangkan titik tolak pada pandangan filosofis akan lebih menekankan pada disiplin-disiplin keilmuan. karena adanya tuntutan bahwa kurikulum harus lebih berorientasi pada pekerjaan. Kedua. Ketiga. pada situasi pendidikan serta pada organisasi kurikulum. temperament and adjustment inventories. Tes standar yang mengukur kecerdasan dan bakat umpamanya: intelligence test. pada dasar-dasar filosofis. Banyak teori tentang kurikulum berupa teori menekankan pada rencana. nominating techniques. tetapi juga terus mendapat penyempurnaan atau pembaharuan Sebab-sebab yang mendorong pembaharuan ini bermacam-macam. Secara sederhana teori kurikulum dapat diklasifikasikan atas teori-teori yang lebih menekankan pada isi kurikulum. B.yang diperuntukkan mengukur kemampuan yang bersifat potensial (kecerdasan. (Writht. interest inventories. survey test. scholastic aptitude test. interviews. and annecdotal records. prognostic aptitude test. dan lain-lain. Pengaruhnya terhadap pengembangan kurikulum umpamanya. tetapi sangat mempengaruhi pengembangan kurikulum. karena perubahan dasar filosofis tentang struktur pengetahuan. special aptitude test. penguatan kembali nilai-nilai moral dan budaya akan meminta perhatian yang lebih besar pada kumpulan ilmu pengetahuan masa lalu. dan tes standar yang mengukur achievement seperti subject areas test. bakat) dan ada pula yang diperuntukkan mengukur kemampuan nyata atau achievement. Instrumen yang sering digunakan untuk mengevaluasi dimensi kualitatif umpamanya: questionnaire. Strategi pengembangan yang menekankan isi. diagnostic test. . dan pada konser konsep yang diambil dari ilmu perilaku manusia ini menunjukkan betapa luasnya teori. Konsep Kurikulum Kurikulum merupakan daerah studi intelek yang cukup luas. Pertama. karena didorong oleh tuntutan untuk menguatkan kembali nilai-nilai moral dan budaya dari masyarakat. orientasi kepada pekerjaan akan lebih banyak melihat ke masa depan. merupakan yang paling lama dan banyak dipakai. dan lain-lain.teori tentang kurikulum. 1966: 306). Faktor-faktor tersebut tidak timbul dari atau tidak ada hubungannya dengan sistem institusi persekolahan.

Penekanan pada situasi pendidikan. sesuatu yang baru atau diperbah arui. sesuatu yang akan diwariskan. memungkinkan pengembangan dalam jumlah besar. dibandingkan dengan kurikulum yang menekankan isi. Melalui proses diseminasi mereka dapat menggunakan teknik produksi massa untuk mendapatkan pendidikan massal. bersama dengan teman-temannya yang lain dicetak melalui blue print masyarakat. kurikulum kelompok masyarakat nelayan. bersifat khusus. Tujuannya adalah menghasilkan kurikulum yang benar-benar merefleksikan dunia kehidupan dari lingkungan anak. seperti kurikulum pedesaan. Salah satu atribut organisasi kurikulum yang didasarkan pada pengetahuan (knowledge based curriculum). Tipe kurikulum ini lebih menekankan pada masalah di mana (where). bersifat khusus. Tujuannya adalah menghasilkan kurikulum yang benar-benar merefleksikan dunia kehidupan dari lingkungan anak. Anak dianggap bahan kasar yang tidak berdaya. penekanan pada isi kurikulum akan membawa beberapa akibat. kurikulum daerah pesisir. pegunungan dan sebagainya. Kurikulum ini bertujuan mencari kesesuaian antara kurikulum dengan situasi di mana pendidikan berlangsung. dibandingkan dengan . Secara teoretis kurikulum yang menekankan isi dapat diukur. Kurikulum yang menekankan situasi pendidikan akan sangat beraneka. kurikulum kelompok masyarakat nelayan. Kurikulum ini memandang murid sebagai penerima resep yang pasif. sangat memperhatikan dan disesuaikan dengan lingkungannya) Tipe ini akan menghasilkan kurikulum berdasarkan situasi-situasi lingkungan. Pengetahuan sebagai isi kurikulum mempunyai nilai intrinsik.Apapun titik tolaknya. seperti kurikulum pedesaan. Penekanan pada situasi pendidikan. Kurikulum yang menekankan situasi pendidikan akan sangat beraneka. sangat memperhatikan dan disesuaikan dengan lingkungannya) Tipe ini akan menghasilkan kurikulum berdasarkan situasi-situasi lingkungan. Ini merupakan engineering approach. Pengembangan kurikulum yang menekankan isi bersifat material centered. Tipe kurikulum ini lebih menekankan pada masalah di mana (where). pegunungan dan sebagainya. mempunyai tujuan yang apabila telah ditransfer pada anak dapat dikuasai oleh anak. kurikulum daerah pesisir.

tetapi aktivitas ini merupakan aktivitas yang sudah dirancang secara ketat. menyatakan kreativitasnya. Dalam konsep belajar dari Bruner juga peranan aktif dari siswa sangat ditekankan. dan didorong untuk berinovasi. adalah memberikan perhatian yang sangat besar kepada si pelajar atau siswa. tetapi aktivitas ini bukan yang telah diprogramkan secara ketat. perhatian sangat ditumpahkan pada mempersiapkan kebun atau sawah. sehingga cukup sulit merancang alat penilaian yang dapat mencakup skala yang agak luas. Secara teoretis. Kalau kurikulum yang menekankan pada isi merupakan engineering approach maka kurikulum yang menekankan situasi lebih mendekati gardening approach. masa pengembangannya juga relatif lebih singkat daripada desiminasinya. Perbedaan yang sangat jelas antara kurikulum yang menekankan organisasi dengan yang menekankan isi dan situasi. Sifat lain tipe ini adalah kurang atau tidak menekankan pada spesifikasi isi dan . Siswa tidak mungkin melakukan halhal atau kegiatan di luar yang telah diprogramkan. Penekanan pada organisasi. Perencanaan dan pelaksanaan pengajaran sangat beraneka.organisasi. Dalam belajar aktif tersebuI penguasaan bahasa serta proses mental dari si pelajar sangat memegang . lebih menunjukkan fleksibilitas dalam interpretasi dan pelaksanaannya. Tipe kurikulum ini sangat menekankan pada proses belajar-mengajarjMeskipun dengan berbagai perbedaan dan di sana sini ada pertentangan. peranan guru dalam mengembangkan dan rnenerapkan kreasinya sangat besar. Dalam pembelajaran model sistem instruksional aktivitas murid sangat ditekankan. Kurikulum disusun sesuai dengan keadaan tanah. Kurikulum ini bertujuan mencari kesesuaian antara kurikulum dengan situasi di mana pendidikan berlangsung. Kesulitan lain adalah juga dalam menentukan standar kriteria. pengajaran modul. pengajaran dengan bantuan komputer) dengan konsep pengajaran (perkembangan) dari Bruner dan Jean Piaget. umpamanya antara konsep sistem instruksional (pengajaran berprogram. Pengetahuan dianggap bersifat relatif terhadap situasi-situasi yang khusus sesuai dengan kondisi setempat.kurikulum yang menekankan isi. alam setempat. keduanya sangat mempengaruhi perkembangan kurikulum tipe ini. mengevaluasi kurikulum yang menekankan pada situasi sangat sulit. Kurikulum ini ruang lingkupnya sempit. Siswa mempunyai kesempatan.

Secara teoretis penyusunan tes yang spesifik dapat dibuat. Implementasi dan Evaluasi Kurikulum Di muka telah diutarakan bahwa. Apakah dalam bentuk sistem instruksional ataupun dalam sistem pengajaran (perkembangan) dari Bruner. tesnya akan lebih ban yak mengukur tujuan-tujuan tingkat tinggi pada klasifikasi Bloom (analisis. Tipe kurikulum ini secara relatif bersifat lepas dari situasi lingkungan atau situation free. Inti kurikulum bukan terletak pada bahanbahan yang dipelajari anak tetapi pada teacher's guide. berbeda dengan yang menekankan situasi. menguasai bahasa dan menguasai kemamption kemampuan kognitif. Kurikulum yang menekankan organisasi juga sesungguhnya sukar untuk diukur. kurikulum yang menekankan pada organisasi. harus berpartisipasi secara aktil dalam lingkungan belajar. Kurikulum yang menekankan masalah belajar-mengajar (menekankan organisasi) sebenarnya lebih dekat kepada pendekatan kurikulum yang bersifat umum (generalized curriculum). dan evaluasi). Konsep kurikulum yang menekankan isi. kalau penyusunan tes hasil belajar didasarkan pada tujuan. dan konsep organisasi memberi perhatian . berlaku dalam lingkungan yang cukup luas. dalam pengembangan serta dalam desiminasinya. konsep situasi menuntut penilaian secara rinci tentang lingkungan belajar. C. biologi dan social. memberikan perhatian besar pada analisis pengetahuan baru yang ada. isi kurikulum tidak spesifik. Lebih jauh. sintesis. tetapi seperti telah diutarakan di muka. perbedaan penekanan dalam kurikulum mengakibatkan perbedaan dalam pola rancangan. memusatkan perhatiannya pada sekuens-sekuens belajar serta organisasi bahan pelajaran yang disusun melalui elaborasi isi dan prosedur pengukuran. Tes yang disusun akan banyak menyangkut proses belajar yang bersifat umum. maka kurikulum yang menekankan pada organisasi. Anak menurut Bruner merupakan hasil yang sangal kompleks dari sejarah. tujuannya dapat dicapai dengan cara yang berbedabeda. Kurikulum yang menekankan pada organisasi menolak pendapat bahwa penguasaan pengetahuan merupakan alat untuk mencapai tujuan.peranan utama.

Proyek ini juga memiliki suatu tim evaluasi. yang paling kritis adalah mengenai komunikasi antara tim proyek dengan guru-guru. sedangkan kurikulum yang menekankan organisasi waktu persiapannya hampir sama dengan kurikulum yang menekankan isi.besar pada struktur dan sekuens belajar. strategi penyebarannya sangat mengutamakan latihan guru. tetapi masingmasing dapat menyesuaikan diri serta mencari keserasian antara arahan yang dibersifat pusat dengan tuntutan kebutuhan dan sifat-sifat lokal. Tipe kurikulum ini mengikuti model penyebaran (difusi) dari pusat ke daerah). Salah satu kesimpulan dari hasil evaluasi mereka adalah hasil hasil yang dicapai oleh guru-guru yang terlatih (yang mengerti maksud serta latar belakang . membutuhkan waktu mempersiapkan situasi belajar dan menyatukannya dengan tujuan pengajaran yang cukup lama. Kurikulum yang menekankan isi sangat mengutamakan peranan desiminasi. Pengembangan kurikulumnya bersifat lokal. Banyak kesulitan yang dialami dalam proyek ini. dan para siswa. Perbedaanperbedaan dalam rancangan tersebut mempengaruhi langkah selanjutnya. aktif dalam mengadakan pelatihan guru. disediakan bagi anak usia 14 sampai 16 tahun dan yang kecerdasannya di bawah rata-rata. Proyek ini disiapkan untuk meningkatkan usia anak yang meninggalkan sekolah. Kurikulum yang menekankan situasi. Sebaliknya penyebaran kurikulum yang menekankan situasi sangat mementingkan penyiapan unsur-unsur yang terkait (catalyc ingredient). mereka dapat memaksakannya melalui jalur birokrasi. Salah satu proyeknya yang pertama adalah Nuffield/Schools Council Humanities Curriculum Project tahun 1967. Kurikulum yang menekankan organisasi. Meskipun demikian perhatian harus cukup banyak dipusatkan pada struktur konsep yang tidak tampak (covert) daripada analisis tujuan yang tampak (overt). Pengembangan kurikulum yang menekankan isi. individual. waktu untuk mempersiapkannya lebih pendek. Dengan demikian penyebaran kurikulum ini memiliki network yang terpisah. para administrator. meskipun umpamanya kurikulum itu kurang thaik. Penyebaran ini lebih merupakan pembaharuan dari dalam dan bukan karena paksaan atau keharusan dari luar. dan khan. CARE (Centre for Applied Research in Education) di Universitas East Anglia Norwegia.

Teori kurikulum dan teori evaluasi. Dalam kurikulum yang menekankan situasi sukar disusun evaluasi yang bersifat komparatif. tetapi harus dihindari penjenjangan tujuan sampai pada perumusan tujuan yang sangat khusus.proyek) tidak dapat dicapai oleh guru-guru yang tidak terlatih. dengan kriteria yang khusus pula. Model evaluasi yang bersifat komparatif atau menekankan pada objektif sangat sesuai bagi kurikulum yang bersifat rasional dan menekankan isi. tetapi terdapat banyak tujuan. Dalam proyek itu dicari perbandingan materi antara proyek yang menggunakan guru yang terlatih dengan yang tidak terlatih. Pendekatan yang bersifat goal free (lebih menekankan penguasaan aktual dan bukan ideal) lebih memungkinkan. seperti model pengembangan dan penyebaran dihasilkan oleh kurikulum yang menekankan isi. Model evaluasi kaitannya dengan teori kurikulum. tetapi tujuan yang bersifat umum seperti itu akin kabur. dan sukar menyusun alat evaluasinya. Dalam perkembangan selanjutnya ternyata. Ini menunjukkan bahwa latihan guru memegang peranan penting dalam penyebaran program. Salah satu pemecahan bagi masalah ini adalah dengan pendekatan yang bersifat eklektik seperti dalam proyek Kurikulum Humaniti dari CARE. karena konteksnya bukan terhadap guru atau satu tujuan. karena isi dan hasil kurikulum bukan hal yang utama. Pada kurikulum yang menekankan organisasi. juga menimbulkan perbedaan dalam rancangan evaluasi. bahan-bahan dari hasil studi kasus memberikan hasil yang lebih berharga bagi evaluasi kurikulum. tetapi meminta waktu terlalu banyak dari para evaluator. dalam evaluasinya juga diteliti pengaruh umum dari proyek. Model evaluasi kurikulum berkaitan erat dengan konsep kurikulum yang digunakan. Meskipun pendekatan perbandingan banyak memberikan hasil yang berharga. Perbedaan konsep dan strategi pengembangan dan penyebaran kurikulum. tugas evaluasi lebih sulit lagi. dengan cara mengumpulkan bahan-bahan secara studi kasus dari sekolah-sekolah proyek. Evaluasi kurikulum yang bebas tujuan (Goal free evaluation) dalam kebanyakan kurikulum bukan . yang utamanya adalah aktivitas dan kemampuan siswa. Dengan menggunakan konsep Ralph Tylor atau Benyamin Bloom mungkin dapat dibuat suatu modifikasi dengan menyusun tujuan yang bersifat universal yang dapat digunakan pada semua situasi.

Macam-macarn model evaluasi yang digunakan bertumpu pada aspekaspek tertentu yang diutamakan dalam proses pelaksanaan kurikulum. (3) dibiayai oleh vim/ dari luar yang berjangka pendek daripada oleh anggapan tetap. . struktur serta interest sendiri. Peranan evaluasi kebijaksanaan dalam kurikulum khususnya pendidikan umumnya minimal berkenaan dengan tiga hal. (2) lebih berskala nasional daripada lokal. umpamanya (1) lebih berkenaan dengan inovasi daripada dengan kurikulum yang ada. Beberapa karakteristik dari proyek-proyek kurikulum yang telah dikembangkan di Inggris. evaluasi berisi suatu perangkat kriteria praktis berdasarkan kriteria-kriteria tersebut suatu hasil dapat dinilai. Dengan demikian sesungguhnya terdapat hubungan yang sangat erat antara evaluasi dengan kurikulum sebab teori kurikulum juga merupakan teori dari evaluasi kurikulum. dan konsensus nilai.merupakan salah satu alternatif evaluasi tetapi merupakan satu-satunya prosedur evaluasi yang paling memungkinkan. Hal ini mengandung dua pengertian. Proyek-proyek evaluasi yang dikembangkan di lnggris umpamanya. juga di negara-negara lain. D. yaitu : evaluasi sebagai moral judgement. Evaluasi kurikulum sebagai institusi sosial mempunyai asal-usul. sejarah. (4) 1(. Peranan Evaluasi Kurikulum Evaluasi kurikulum dapat dilihat sebagai proses sosial dan sebagai institusi sosial. Evaluasi sebagai moral judgement. Model evaluasi yang bersifat komparatif berkaitan erat dengan tingkahtingkah laku individu. model (pendekatan) antropologis dalam evaluasi ditujukan untuk mengevaluasi tingkah-tingkah laku dalam suatu lembaga sosial. berdasarkan skala tersebut suatu objek evaluasi dapat dinilai. evaluasi dan penentuan keputusan. merupakan institusi sosial dari gerakan penyempurnaan kurikulum. Kedua. Konsep utama dalam evaluasi adalah masalah nilai. pertama evaluasi berisi suatu skala nilai moral. Hasil dari suatu evaluasi berisi suatu nilai yang akan digunakan untuk tindakan selanjutnya. evaluasi. evaluasi yang menekankan tujuan berkaitan erat dengan kurikulum yang menekankan pada bahan ajaran atau isi kurikulum.1)111 banyak dipengaruhi oleh kebiasaan penelitian yang bersifat psikometris daripada oleh kebiasaan lama yang berupa penelitian social.

Atas dasar kerangka nilainilai tersebut maka keputusan pendidikan diambil. or bad. memberikan perumusan tentang tugas evaluator. Perkeinbangan ini terutama berkenaan dengan perkembangan atau perubahan nilai-nilai. Kegiatan yang pertama mungkin juga mengandung segisegi nilai (terutama dalam memilih sumber informasi dan jenis informasi yang akan dikumpulkan). Oleh karena itu. dari Universitas Illinois merumuskan evaluation is an observed value compared to some standard. Michael Scriven (1969) dari Universitas Indiana. maka pertalian antara informasi pendidikan yang diperoleh dengan keputusan yang diambil tidak selalu sama. tetapi juga memperlihatkan adanya perbedaan karakteristik. mereka yang lebih menekankan pengumpulan informasi memandang terlepas atau tidak melibatkan nilai-nilai. Dalam kegiatan yang kedua. minimal meliputi dua kegiatan. obtaining and providing useful information for judging decision alternatif. Stake (1976). pengumpulan data. pertama mengumpulkan informasi dan kedua menentukan suatu keputusan. sebab baik pada pemilihan masalah yang akan diteliti. Its (the evaluator's) task is to try very hard to condense all that mass of data into one word: good. tetapi belum menunjukkan suatu evaluasi. salah satu tugas dari para evaluator pendidikan mempelajari kerangka nilai-nilai tersebut. obtaining and providing useful information for delinating. Kutipan-kutipan di atas bukan saja melukiskan perbedaan tekanan pada pengumpulan informasi atau pada penentuan keputusan. Daniel Stufflebeam (1971) merumuskan evaluation is the process of delinating. Perbedaan pendapat mengenai hal ini akan direfleksikan dalam perbedaan-perbedaan perumusan tentang evaluasi. Nilai-nilai . yaitu menentukan keputusan menunjukkan suatu evaluasi. Dalam evaluasi kurikulum salah satu hal yang sering menjadi inti perdebatan antara para ahli adalah pemisahan antara pengumpulan dan penyusunan informasi dengan penentuan keputusan. Hal itu tidak benar.Evaluasi bukan merupakan suatu proses tunggal. dasar pertimbangan yang digunakan adalah suatu perangkat nilai-nilai. mengalami perkembangan pula. Karena masalah-masalah dan konsep-konsep dalam pendidikan selalu mengalami pengembangan. pemilihan teknik penentuan sampel serta penyajian hasil penelitian selalu melibatkan atau menyangkut masalah nilai-nilai.

Pada prinsipnya tiap individu di atas membuat keputusan sesuai dengan posisinya. dan sebagainya. para sponsor. Masalah yang timbul adalah.rid. atau dari subjek yang dinilai. dan sebagainya berbeda-beda. Guru mengambil berbagai keputusan sesuai dengan posisinya sebagai guru. Lain halnya dengan keputusan yang diambil oleh seorang guru. Dengan perkataan lain penentuan keputusan yang diambil oleh murid. murid. dan sebagainya. Jadi. sesuai dengan posisinya. Apabila terdapat perbedaan nilai antara mereka. Evaluasi dan penentuan keputusan. Salah satu kesulitan yang dihadapi dalam penggunaan hasil evaluasi bagi pengambilan keputusan adalah. Siapa di antara mereka yang memegang peranan paling besar dalam penentuan keputusan. Besar atau kecilnya peranan keputusan yang diambil oleh seseorang sesuai dengan lingkup tanggung jawabnya serta lingkup masalah yang dihadapinya pada suatu saat. Siapa pengambil keputusan dalam pendidikan atau khususnya dalam pelaksanaan kurikulum. atau dapat pula mengambil keputusan bagi seluruh murid. Pemisahan antara pengumpulan informasi dengan penentuan keputusan merupakan salah satu karakteristik institusional. Beberapa hasil evaluasi menjadi bahan pertimbangan bagi murid untuk mengambil keputusan apakah ia harus lebih rajin belajar atau tidak. Pengambil keputusan dalam pelaksanaan pendidikan atau kurikulum banyak. para inspektur. Murid mengambil keputusan sesuai dengan posisinya sebagai murid. hal ini dipengaruhi oleh kebiasaan pemisahan pekerjaan administrator dan peneliti. apakah hasil evaluasi . pengembang kurikulum. yaitu: guru. tiap pengambil keputusan dalam proses evaluasi memegang posisi nilai yang berbeda. sebagian besar berkenaan dengan kepentingan dirinya. apakah ia harus memilih jurusan IPA atau IPS. Demikian juga lingkup keputusan yang diambil oleh kepala sekolah. pengumpul data adalah pengambil keputusan juga. inspektur. hasil evaluasi yang diterima oleh berbagai pihak pengambil keputusan adalah sama. ia mengambil keputusan bagi kepentingan seorang atau beberapa orang mu. pengembang kurikulum. dapat timbul ketegangan atau konflik. Dalam pendidikan perbedaan formal tersebut tidak ada. kepala sekolah.tersebut baik dilihat dari evaluasi. orang tua.

pengembang kurikulum. Mereka mempunyai sudut pandangan. Model penelitian di atas merupakan suatu social engineering atau system approach dalam pendidikan. Dalam model penelitian tersebut keseluruhan kegiatan dapat digambarkan dalam suatu flow chart yang merumuskan secara operasional input (pre test) caracara kegiatan (treatment) serta output (post test). kepentingan nilai-nilai serta pengalaman tersendiri. murid. dan sebagainya. Konsensus tersebut berupa kerangka kerja penelitian. penggunaan analisis statistik dari pre test dan post test dan lain-lain. Secara historis konsensus nilai dalam evaluasi kurikulum berasal dari tradisi tes mental serta eksperimen. arsitek. yang dipusatkan pada tujuan-tujuan khusus. ahli ekonomi. Evaluasi dan konsensus nilai. pengukuran prestasi belajar yang bersifat behavioral. Dalam berbagai situasi pendidikan serta kegiatan pelaksanaan evaluasi kurikulum sejumlah nilai-nilai dibawakan oleh orang-orang yang turut terlibat (berpartisipasi) dalam kegiatan penilaian atau evaluasi. penerbit. tetapi beberapa pengalaman menunjukkan bahwa hal itu tidak mungkin. Bagaimana caranya agar di antara mereka terdapat kesatuan penilaian. ahli politik. Model di atas mendapatkan beberapa kritik. Juga di antara partisipan harus ada persetujuan tentang tujuan-tujuan mana yang paling penting. guru. dan seterusnya. Sudah tentu jawabannya belum tentu. Suatu informasi mungkin lebih bermanfaat bagi pihak tertentu. Dalam bagian yang terdahulu sudah dikemukakan bahwa penelitian pendidikan dan evaluasi kurikulum sebagai perilaku sosial berisi nilai-nilai. administrator. tetapi kritik atau kesulitan tersebut yang paling utama adalah dalam merumuskan tujuan-tujuan khusus yang dapat diterima oleh seluruh partisipan evaluasi kurikulum serta perencanaan kurikulum. Kesatuan penilaian hanya dapat dicapai melalui suatu konsensus. Pernah dimimpikan bahwa para partisipan tersebut merupakan suatu kelompok yang homogen sebagai pengambil keputusan atas hasil penelitian.tersebut dapat bermanfaat bagi semua pihak. Para partisipan dalam evaluasi pendidikan dapat terdiri atas: orang tua. . tetapi kurang bermanfaat bagi pihak yang lain.

Karena model ini mempunyai beberapa keberatan.Selain harus terdapat konsensus tentang tujuan-tujuan yang akan dicapai. maka jenis-jenis kemampuan tertentu dipandang menunjukkan status lebih tinggi dibandingkan dengan kemampuan lainnya. karena bertitik tolak dari tujuan-tujuan yang khusus. Dengan demikian evaluasi juga bersifat relatif. selama bertahun-tahun ditentukan oleh kemampuan mengingat faktafakta. Dengan adanya ujianujian tersebut. yang memandang bahwa otak yang lebih baik mampu menguasai fakta lebih banyak. maka berkembang model evaluasi yang lain yang lebih bersifat goal free evaluation. Evaluasi model ini dapat ditemukan pada para peneliti yang memandang pekerjaannya semata-mata hanya sebagai pengumpulan data. tetapi juga oleh keadaan masyarakat di mana buku -buku sumber (teks) pengetahuan secara relatif tidak berubah selama dua abad. Penguasaan pengetahuan dan kemampuan skolastik umpamanya sering dipandang memiliki status lebih tinggi daripada penguasaan kemampuan yang lainnya. sebab alat-alat evaluasi yang drgunakan bertolak dari dasar posisi nilai yang berbeda. Keberhasilan dalam ujian pengetahuan dan kemampuan skolastik. Sikap kebudayaan yang majemuk mempunyai dasar relativis. E. dalam penggunaan model di atas juga harus ada konsensus tentang siapa di antara para partisipan tersebut yang turut terlibat secara langsung. Pendekatan evaluasi yang bersifat goal free bertolak dari sikap kebudayaan yang majemuk (cultural pluralism). Menguji adalah mengevaluasi kemampuan individu. pengukuran yang berbentuk umum (publik) tersebut merupakan salah satu model evaluasi dalam pendidikan. Dalam evaluasi kurikulum sudah tentu pandangan ini mempunyai kesulitan yang cukup besar. Model system approach atau model social engineering bersifat goal based evaluation. Westminster Shorter . Ujian sebagai Evaluasi Sosial Sejak diperkenalkannya sistem ujian atau tes untuk umum di Amerika Serikat dan negara-negara lain. Kecenderungan ini bukan saja didasari oleh teori psikologi lama. memandang bahwa tiap pandangan sama baiknya. Tanpa adanya persetujuan tentang hal-hal tersebut maka sukar untuk dapat menyusun flow chart yang definitif.

Sistem ujian seperti yang dilaksanakan di atas. maka dalam perkembangan selanjutnya jenis kemampuan yaitu kemampuan menyimpulkan dipandang mempunyai nilai yang lebih tinggi. penyusunan rancangan dan pemeliharaan sekolah diperlukan sistem pengumpulan data serta penilaian yang lain. Para evaluator menyadari bahwa aneka macam kerangka kerja evaluasi mempunyai implikasi terhadap penentuan keputusan pendidikan. otokratik. Ujian bukan saja menunjukkan nilai pengetahuan atau kemampuan secara sosial.Catechism umpamanya digunakan sebagai buku teks di sekolah-sekolah di Scotlandia dari abad 17 sampai 19. keseragaman sekolah. yaitu evaluasi birokratik. Barry Mc Donald (1975). fasilitas sekolah. yaitu menilai tentang keadaan murid. Untuk menilai gambaran sekolah secara keseluruhan. kurikulum. is membedakan adanya tiga tipe evaluasi dalam pendidikan dan kurikulum. tetapi juga telah merupakan peraturan dari sekolah. Dalam dua dekade pertama dari abad 20 sejumlah ahli psikologi dikumpulkan dalam satu komisi untuk menyusun tes kecerdasan. dan demokratik. lebih banyak digunakan untuk mengukur atau menguji kemampuan individu-individu (siswa). Sistem ujian yang mempunyai nilai historis ini juga digunakan untuk mengontrol efisiensi dan efektivitas pelaksanaan sekolah. mendasarkan argumentasinya pada anggapan dasar bahwa evaluasi merupakan kegiatan politik. Apakah sistem ini dipandang baik atau jelek bergantung pada pandangan yang menggunakannya. pembiayaan sekolah. guru. . Hasilnya digunakan untuk menyeleksi anak-anak yang akan masuk ke sekolah menengah yang tidak mampu membayar uang sekolah. Kemudian tes tersebut juga digunakan sebagai alat bagi penentuan kenaikan kelas serta sebagai saringan masuk. Pelaksanaan ujian-ujian tersebut sejalan dengan anggapan masyarakat pada waktu itu. bahwa hanya sebagian dari penduduk yang mempunyai kemampuan untuk menguasai pengetahuan pada suatu jenis sekolah atau pada jenjang sekolah tertentu. Karena adanya berbagai kemajuan dalam masyarakat. Kalau untuk mengukur kemampuan siswa digunakan istilah examination atau assessment maka untuk penilaian keseluruhan situasi sekolah atau kurikulum lebih tepat digunakan istilah evaluation.

penggunaan (utility). Konsep utama evaluator otokratik adalah evaluasi yang bersifat prinsipil dan objektif (principles and objectivity). dan efisiensi (efficiency). Tugasnya adalah memberikan informasi terhadap kelompok-kelompok masyara kat. Teknik pengumpulan dan penyajian data yang digunakan harus dapat dipahami oleh penerima informasi yang bukan ahli. merupakan layanan evaluasi terhadap lembagalembaga pemerintah yang mempunyai wewenang kontrol cukup besar dalam mengalokasikan sumber-sumber pendidikan. Evaluasi otokratik. Evaluasi ini menganut nilai pluralisme serta mengusahakan memenuhi berbagai minat masyarakat dalam memberikan informasi. musyawarah. negosiasi. Bila rekomendasi evaluator ditolak maka kebijaksanaannya tidak bisa dilaksanakan. tentang program-program pendidikan. atau kontrol sendiri terhadap penggunaan informasi yang diperoleh. dan is mempunyai wewenang penuh dalam bidangnya. kedudukan . merupakan suatu layanan yang bersifat unconditional terhadap lembaga-lembaga pemerintahan yang memiliki wewenang kontrol terbesar dalam alokasi sumber-sumber pendidikan. Konsep utama evaluator demokratis adalah kerahasiaan. Evaluasi demokratik. Sumber kekuataan evaluator adalah penelitian kemasyarakatan. dengan menggunakan berbagai informasi yang diperoleh akan membantu mereka mencapai tujuan dari kebijaksanaan yang telah digariskan. merupakan layanan pemberian informasi terhadap masyarakat. Kriteria keberhasilannya adalah pihak yang dilayaninya seluas-luasnya. karena kenyataannya evaluasi sebagian besar dibiayai oleh pemerintah pusat atau negara bagian. and accessibility). dan ketercapaian sasaran (confidentiality. Evaluator menerima kebijaksanaan dari pemegang jabatan. dan evaluator bertindak sebagai perantara dalam pertukaran informasi di antara kelompokkelompok yang berbeda. Tugas para evaluator adalah membantu pelaksanaan kebijaksanaan. ketentuan-ketentuan hukum dan moral dari birokrasi. Peranan evaluator tidak dicampuri oleh pihak yang dilayaninya. Sebagai contoh Mc Donald memandang bahwa pelaksanaan evaluasi di Amerika Serikat dewasa ini bersifat birokratik. Prinsip utama evaluasi birokratik adalah pelayanan (service). Evaluator tidak mempunyai kekuasaan sendiri.Evaluasi birokratik.

Lembaga-lembaga pendidikan setempat berada di bawah lembaga-lembaga pusat yang memberikan biaya. Percobaan serupa dapat juga digunakan untuk mengetahui pengaruh tanah. sedang kurikulum serta berbagai fasilitas serta sistem sekolah dapat disamakan dengan tanah dan pemeliharaannya. Para ahli botani pertanian mengadakan percobaan untuk mengetahui produktivitas bermacam-macam benih. anak dapat disamakan dengan benih. yaitu evaluasi kurikulum sebagai fenomena sejarah. Evaluasi model penelitian Model evaluasi kurikulum yang menggunakan model penelitian didasarkan atas teori dan metode tes psikologis serta eksperimen lapangan. Model-Model Evaluasi Kurikulum Evaluasi kurikulum merupakan suatu tema yang luas. 1. Bagian ini membahas perkembangan evaluasi kurikulum. pupuk dan sebagainya terhadap produktivitas suatu macam benih. Evaluasi kurikulum juga merupakan suatu fenomena yang multifaset. meliputi banyak kegiatan. Untuk mengetahui tingkat kesuburan benih (anak) serta hasil yang dicapai pada akhir program percobaan dapat digunakan tes (pre test dan post test). Tes psikologis atau tes psikometrik pada umumnya mempunyai dua bentuk. suatu elemen dalam proses sosial dihubungkan dengan perkembangan pendidikan. meliputi sejumlah prosedur. Beberapa macam benih ditanam pada petak -petak tanah yang memiliki kesuburan dan lain-lain yang sama. memiliki banyak segi. serta tes hasil belajar yang mengukur perilaku skolastik. dimulai tahun 1930 dengan menggunakan metode yang biasa digunakan dalam penelitian botani pertanian. yaitu tes inteligensi yang ditujukan untuk mengukur kemampuan bawaan. . Eksperimen lapangan dalam pendidikan. bahkan dapat merupakan suatu lapangan studi yang berdiri sendiri. Model eksperimen dalam botani pertanian dapat digunakan dalam pendidikan. F. Dari percobaan tersebut dapat diketahui benih mana yang paling produktif.evaluator berbeda-beda di bawah lembaga-lembaga federal.

Pertama. Kelompok mana yang lebih baik atau lebih berhasil? Apakah keberhasilan metode tersebut dapat ditransfer ke metode yang lain? Rancangan penelitian lapangan ini membutuhkan persiapan yang sangat teliti dan rinci. tetapi dalam penelitian pendidikan tidak mungkin dapat melakukan treatment sebanyak itu. Keempat. Ada beberapa kesulitan yang dihadapi dalam eksperimen tersebut. Besarnya sampel. Kedua. Kelompok pertama belajar membaca dengan metode global dan kelompok lain menggunakan metode unsur. sedikit sekali sekolah yang bersedia dijadikan sekolah eksperimen. variabel yang terkontrol. ada keterbatasan mengenai manipulasi eksperimen yang dapat dilakukan. treatment. Evaluasi dilakukan pada akhir pengembangan kurikulum.guru tersebut sukar dikontrol. masalah teknis dan logis. Ketiga. Perbedaan model objektif dengan model komparatif adalah dalam dua hal. hipotesis. Evaluasi model objektif Evaluasi model objektif (model tujuan) berasal dari Amerika Serikat. Salah satu pendekatan dalam evaluasi yang enggunakan antara dua eksperimen macam lapangan anak. tes hasil belajar dan sebagainya. sukar untuk mencampurkan guru-guru untuk mengajar pada kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. kesulitan administratif. evaluasi merupakan bagian yang sangat penting dari proses pengembangan kurikulum. Evaluasi ini sering disebut evaluasi formatif. yaitu kesulitan menciptakan kondisi kelas yang sama untuk kelompok-kelompok yang diuji. pengaruh guru. 2. perlu dirumuskan secara tepat dan rinci. kegiatan penilaian ini sering disebut evaluasi sumatif. Para evaluator juga mempunyai peranan menghimpun pendapat-pendapat orang luar tentang inovasi kurikulum yang dilaksanakan. kurikulum . Kedua. Informasi-informasi yang diperoleh dari hasil penilaiannya digunakan untuk penyempurnaan inovasi yang sedang berjalan. Dalam botani pertanian dengan rancangan yang sangat sempurna dapat memanipulasi eksperimen sampai 25 treatment. Dalam hal-hal tertentu sering evaluator bekerja sebagai bagian dari tim pengembang. adalah mengadakan yang pembandingan kelompok umpamanya menggunakan dua metode belajar yang berbeda. Pertama dalam model objektif.Comparative approach dalam evaluasi.

Mereka membagibagi lagi tujuan-tujuan tersebut pada sub-tujuan yang lebih khusus. Bloom dengan kawan-kawannya menyusun klasifikasi sistem tujuan yang meliputi daerah-daerah belajar (cognitive domain).tidak dibandingkan dengan kurikulum lain tetapi diukur dengan seperangkat objektif (tujuan khusus). synthesis dan evaluation. Para pengembang kurikulum yang menggunakan sistem instruksional (model objektif) menggunakan standar pencapaian tujuan-tujuan tersebut. Menyusun materi kurikulum yang sesuai dengan tujuan tersebut. 2. comprehension. yaitu knowledge. application. kedua kelompok tersebut hams ekuivalen. sebagai asal mula pendekatan sistem (system approach). 1. Dasar-dasar teori Tylor dan Bloom menjadi prinsip sentral dalam berbagai rancangan kurikulum. Perumusan tujuan-tujuan dari Bloom dan kawan-kawan belum sampai pada perumusan tujuan yang bersifat behavioral. untuk itu diperlukan perumusan lebih lanjut yang sangat khusus dan bersifat behavioral. Dalam IPI anak mengikuti kurikulum yang memiliki 7 unsur: . Pendekatan inilah yang digunakan oleh Ralph Tylor (1930) dalam menyusun tes dengan titik tolak pada perumusan tujuan tes. Merumuskan tujuan-tujuan tersebut dalam perbuatan siswa. Sistem pengajaran yang terkenal adalah IPI (Individually Prescribed Instruction). Pada tahun 1950-an Benyamin S. dan mencapai puncaknya dalam sistem belajar berprogram dan sistem instruksional. Tujuan dari comparative approach adalah menilai apakah kegiatan yang dilakukan kelompok eksperimen lebih baik daripada kelompok kontrolpleh karena itu. Ada kesepakatan tentang tujuan-tujuan kurikulum. Mengukur kesesuaian antara perilaku siswa dengan hasil yang diinginkan. tetapi dalam model objektli hal itu tidak menjadi soal. Mereka membagi proses mental yang berhubungan dengan belajar tersebut dalam 6 kategori. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh tim pengembang model objektif. Keberhasilan pclaksanaan kurikulum diukur oleh penguasaan siswa akan tujuan-tujuan tersebut. analysis. suatu program yang dikembangkan oleh Learning Research and Development Centre Universitas Pittsburg. 4. 3.

Semua masalah pengolahan statistik dapat dikerjakan dengan komputer. yaitu strategi evaluasi yang menyatukan unsur-unsur dari kedua pendekatan tersebut. Untuk mengikuti program pendidikan. Kemajuan siswa dimonitor oleh guru dengan memberikan tes yang mengukur tingkat penguasaan tujuan-tujuan khusils melalui pre test dan post test. Tujuan-tujuan pengajaran yang disusun dalam daerah-daerah. dan 7. tingkattingkat dan unit-unit. . Bila ini sudah dikuasai berarti penguasaan siswa sudah sesuai dengan kriteria. Dengan berkembangnya penggunaan komputer memungkinkan studi lapangan tidak dihambat oleh kesalahan dan kelambatan. 3. Prosedur pengelolaan kelas. 2. metode ini pun terlepas dari proyek evaluasi.1. unit atau tingkat tertentu dari tujuan khusus. Kegiatan guru dalam kelas. Kegiatan murid dalam kelas. 5. untuk menentukan di mana mereka harus mulai belajar. Suatu prosedur program testing. Materi dan alat-alat pengajaran. Pedoman perosedur penulisan. Tiap butir tes berkenaan dengan keterampilan. Program paket berisi program statistik yang secterhana yang tidak membutuhkan pengetahuan komputer untuk mengenakannya. Strategi ini memungkinkan pembandingan lebih dari satu kurikulum dan secara serempak keberhasilan flap kurikulum diukur berdasarkan kriteria khusus dari masingmasing kurikulum? Seperti halnya pada eksperimen lapangan serta usaha-usaha awal dari Tylor dan Bloom. 6. Tes untuk mengukur prestasi belajar anak merupakan bagian integral dan kurikulum. 3. Model campuran multivariasi Evaluasi model perbandingan (comparative approach) dan model Tylor dan Bloom melahirkan evaluasi model campuran multivariasi. siswa hams mengambil dulu tes penempatan. Siswa dianggap mengusai suatu unit Oa memperoleh skor minimal 80. 4. Metodemetode tersebut masuk ke bidang kurikulum setelah komputer dan program paket berkembang yaitu tahun 1960.

CEMREL. . maka mulailah pekerjaan komputer. dikenal pula beberapa model evaluasi kuiikulum ynag lebih bersifat umum. meskipun model multivariasi telah mengurangi masalah kontrol berkenaan dengan eksperimen lapangan tetapi tetap menghadapi masalah-masalah pembandingan. dan ini lebih memungkinkan daripada 10 kelas dengan 100 pengukuran. Bila semua informasi yang diharapkan telah terkumpul. 4. kesulitan terlalu banyaknya varaibel yang perhi dihitung pada suatu saat. Model perbandingan lebih sesuai untuk mengevaluasi pengembangan kurikulum yang menekankan isi (Content based curriculum). Kesulitan pertama adalah diharapkan memberikan tes statistik yang signifikan) Maka untuk itu diperlukan 100 kelas dengan 10 pengukuran. Pelaksanaan program. sedangkan dengan model ini dapat dikumpulkan sampai 300 variabel Kesulitan ketiza. 2. dapat disiapkan tes tambahan. tujuan maupun situasi (Situation based curriculum). 5. zodel campuran dapat digunakan untuk mengevaluasi baik kurikulum yang menekankan isi. podel tujuan lebih sesuai digunakan dalam pengembangan kurikulum yang menggunakan pendekatan tujuan (Goal based curriculum). Mencari sekolah yang berminat untuk dievaluasi/diteliti. Jadi model multivariasi ini lebih sesuai bagi evaluasi kurikulum skald besar. Tipe analisis dapat juga digunakan untuk mengukur pengaruh bersama dari beberapa variabel yang berbeda) Beberapa kesulitan dihadapi dalam model campuran multivariasi ini. Sementara tim menyusun tujuan yang meliputi semua tujuan dari pengajaran umpamanya dengan metode global dan metode unsur. Bila tidak ada pencampuran sekolah tekanannya pada partisipasi yang optimal. seperti model EPIC. Model-model evaluasi kurikulum tersebut berkembang dari dan digunakan untuk mengevaluasi model atau pendekatan kurikulum tertentu. 3. kemampuan komputer hanya sampai 40 variabel. dan model CDPP.Langkah-langkah model multivariasi tersebut adalah sebagai berikut: 1. Di samping model-model evaluasi kurikulum di atas.

Model EPIC atau Evaluation Programs for Innovative Curriculums menggambarkan keseluruhan program evaluasi dalam sebuah kubus. teacher. Malcolm (ed). family and community (Doll. adminsitrator. dan bidang ketiga adalah kelembagaan yang meliputi student. Evaluasi model EPIC G.bangan baru di Inggris pada dekade 80-an. Evaluating the Curriculum in the Eighties. affective dan psychomotor. method. Buku ini merupakan kumpulan tulisan beberapa ahli pendidikan yang berpengalaman dan memiliki spesialisasi dalam evaluasi kurikulum. testing nasional. Bidang kedua adalah "instruction" atau pengajaran. educational spesialist. yang meliputi organization. Bidang pertama adalah behavior atau perilaku yang menjadi sasaran pendidikan yang meliputi perilaku cognitive. (1984). content. tetapi telah tersusun sedemikian rupa sehingga membentuk satu pemikiran yang utuh tentang evaluasi kurikulum. Meskipun berbentuk kumpulan tulisan. hasil evaluasi kelembagaan. BAGAN 9. riset lapangan. London: Houder and Stoughton. Bahan yang diuraikan mencakup perkembangan-perkem. Buku Acuan Skillback. Kubus tersebut mempunyai tiga bidang. 1976: 374). facilities and cost. di samping hasil-hasil pemikiran yang telah lama ada. Buku ini memberikan tekanan dan ilustrasi tentang peranan evalausi kurikulum dalam penentuan kebijaksanaan dan .

Illinois: F. dan ahli adrninistrasi pendidikan. ahli evaluasi kurikulum.ing. Daniel L et al. Educational Evaluation. ahli pendidikan. komprehensif sederhana dan praktis tetapi juga mendalam.pengembangan kurikulum secara komprehensif dan mutakhir. Buku ini memberikan landasan bagi pelaksanaan evaluasi tersebut. Penyempumaan kurikulum khususnya pendidikan umumnya. berisi suatu uraian yang menyeluruh tentang evaluasi pendidikan. and Decision Mak. harus didasarkan atas hasil-hasil evaluasi. Itasca. Meskipun demikian isinya sebagian besar menyangkut evaluasi tentang kurikulum serta pemanfaatan hasil evaluasi bagi penyempurnaan kurikulum. Keseluruhan isi buku ini sangat berharga bagi para ahli dan pengembang kurikulum. Tulisan ini cukup substansial bagi pengkajian masalah evaluasi kurikulum dan sartgat berharga bagi para ahli pengembangan dan evaluasi kurikulum.E. Buku ini berjudul Evaluasi Pendidikan dan Penentuan Keputusan. Stufflebeam. Inc. Peacock Publishers. . (1971). secara konseptual.

yang diselenggarakan oleh PPS IKIP Bandung tahun 1990. Dalam situasi tertentu tugas guru dapat diwakilkan atau dibantu oleh unsur lain seperti oleh media teknologi. Dalam diskusi pengembangan model pendidikan profesional tenaga kependidikan. 5. tetapi juga harus memiliki pengetahuan dan kemampuan profesional. tetapi tidak dapat digantilcan. Ketiganya membentuk suatu triangle. 4. Ada pengakuan dari masyarakat dan imbalan atas layanan profesinya. Memiliki fungsi dan signifikansi social 2. 8. dirumuskan 10 ciri suatu profesi. Memiliki keahlian/keterampilan tertentu. Memiliki tanggung jawab profesional dan otonomi. Keahlian/keterampilan diperoleh dengan menggunakan teori dan metode ilmiah. 9. Didasarkan atas disiplin ilmu yang jelas. dan tujuan pendidikan merupakan komponen utama pendidikan. Mendidik adalah pekerjaan profesional. guru bukan saja dituntut melaksanakan tugasnya secara pagesional. 10. Guru sebagai Pendidik Profesional Pendidikan berintikan interaksi antara pendidik (guru) dan peserta didik (siswa) untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan. hilang pulalah hakikat pendidikan. Memiliki kode etik. 3. Diperoleh dengan pendidikan dalam masa tertentu yang cukup lama. Pendidik.BAB 10 GURU DAN PENGEMBANGAN KURIKULUM A. 7. yaitu: 1. oleh karena itu guru sebagai pelaku utama pendidikan merupakan pendidik profesional. Sebagai pendidik profesional. Aplikasi dan sosialisasi nilai-nilai profesional. . Kebebasan untuk memberikan judgment dalam memecahkan masalah dalam lingkup kerjanya. 6. jika hilang salah satu komponen. peserta didik.

8. Organizing and arranging classroom. tetapi orang-orang yang tidak memiliki profesi dalam bidang pendidikan juga melaksanakan tugas -tugas pendidikan formal. showing how. 3. 9. Pada sisi lain.tugas pendidikan. . Giving security. juga tidak bisa dihindari banyaknya tenaga nonprofesional pendidikan yang melaksanakan tugas. beliefs. 7. Diagnosing learning problems. not as a rating scale. Sebab sebagai suatu profesi terbuka. Explaining. Initiating. Clarifying attitudes. Evaluating. Raths (1964). The points are proposed. Participating in school activities. recording. 4.profesional dan mengganggap dirinya telah memiliki profesi tersebut. but as a broad frame work for teachers to discover more about themselves in relation to the func. atau antara pendidikan profesional dengan nonprofesional. Making curriculum materials. Enriching community activities. Louis E.Mungkin belum seluruh ciri profesi di atas telah dimiliki secara kokoh (sempurna) oleh para pendidik kita. Participating in professional and civic life. 2. mengingat banyaknya jenis dan jenjang pendidikan yang harus disediakan bagi berbagai kategori peserta didik. administering. Unifying the group. 11. walaupun telah ada batas yang jelas antara pendidikan formal dengan pendidikan informal. directing. 5. masih ada anggapan masyarakat bahwa setiap orang bisa menjadi pendidik.tions of teaching: 1. informing. 12. Memang hal itu sukar dihindari. atau setiap orang bisa mendidik. 6. problems. mengemukakan sejumlah kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang guru. reporting. 10.

Pengenalan dan penyelenggaraan administrasi sekolah. 8. dan penampilan nilai-nilai yang seyogianya dimiliki guru. Penguasaan landasan dan wawasan kependidikan dan keguruan. yaitu: 1. yaitu kemampuan menyesuaikan diri dengan tuntutan kerja dan lingkungan sekitar.kannya atas tiga dimensi umum kemampuan. 4. Kemampuan profesional. penghayatan. mencakup bahan yang akan diajarkan dan dasar keilmuan dari bahan pelajaran tersebut. Pengelolaan program belajar-mengajar. Penguasaan materi pelajaran. Pemahaman. 3. 2. Pengelolaan kelas. Pemahaman prinsip-prinsip dan pemanfaatan hasil penelitian pendidikan untuk kepentingan peningkatan mutu pengajaran. c. 5. 6. 2. Pengelolaan interaksi belajar-mengajar. Penampilan sikap yang positif terhadap keseluruhan tugasnya sebagai guru. c. yaitu: 1. Penguasaan proses kependidikan. dan terhadap keseluruhan situasi pendidikan. 10.muannya. 3. Penggunaan media dan sumber pembelajaran. Penampilan upaya unruk menjadikan dirinya sebagai anutan dan teladan bagi para siswanya. Penguasaan landasan-landasan kependidikan. Pengenalan fungsi dan program bimbingan dan penyuluhan. Penguasaan bahan pelajaran beserta konsep-konsep dasar keil. 9. Penilaian prestasi siswa. Kemampuan personal yang mencakup: a. b. keguruan dan pembelajaran siswa. .Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1980) telah merumuskan kemampuan-kemampuan yang harus dimiliki guru dan mengelompok. 7. Lebih lanjut Depdikbud (1980) merinci ketiga kelompok kernampuan tersebut menjadi 10 kemampuan dasar. Kemampuan sosial. b. yang mencakup: a.

atau generasi penerus yang lebih andal. bahkan setiap orang. Ada satu hal yang tidak dinyatakan secara eksplisit Rath yaitu penguasaan rnateri atau bahan pelajaran. padahal cukup penting. baik yang berasal dari disiplin ilmu. selain harus menguasai kemampuan teknis pendidikan. maupun dari kehidupan masyarakat. terhadap pekerjaan pendidikan. hubungan sosial. tidak berkenaan dengan teknis pengajaran. untuk mencerdaskan bangsa. terhadap para siswanya. tetapi dengan kegiatan yang lebih luas. belum dirinci lebih jauh. juga penguasaan kemampuan sosial. Dua kemampuan terakhir dari Rath. Perbuatan mendidik harus dilandasi oleh sikap dan keyakinan sebagai pengabdian pada nusa. Kalau perbuatan mendidik hanya didorong oleh kebutuhan memperoleh nafkah. Penguasaan kemampuan proses hams terjalin secara utuh dengan penguasaan isi. seperti kepemimpinan. sedangkan kelompok kemampuan yang kedua dan ketiga (kemampuan sosial dan personal). bangsa. Penguasaan dan penggunaan dua belas kemampuan dari Rath atau sepuluh kemampuan dari Depdikbud. idealisme dalam pendidikan. untuk melahirkan generasi pembangunan. bagi pendidikan. yaitu partisipasi dalam kegiatan di sekolah. yaitu cita-cita luhur yang ingin dicapai dengan pendidikan.situasi tersebut. dan sebagainya. Sepuluh kemampuan dasar yang dirumuskan Depdikbud sebenarnya baru merupakan rincian kelompok kemampuan pertama (kemampuan profesional). dan penguasaan bidang studi. karyawan. Idealisme dalam perbuatan mendidik akan menumbuhkan rasa cinta pada guru terhadap profesinya. menghidupkan . dan kemanusiaan. ldealisme dan rasa cinta mendasari dan menjiwai semua perilaku mendidik. dan sebagainya. Untuk dapat berpartisipasi dalam situasi. Dengan dasar rasa cinta itu guru akan berbuat yang terbaik bagi peserta didik. bekerja secara mekanistis dan formalitas. maka guru-guru hanya akan bekerja ala kadarnya. hanya akan optimal apabila didasari oleh adanya idealisme. Di antara kemampuan sosial dan personal yang paling mendasar yang harus dikuasai guru adalah idealisme. Idealisme seharusnya dimiliki oleh setiap profesi. dalam masyarakat biasa dan masyarakat profesional.Kedua belas kemampuan yang dikemukakan oleh Rath berkenaan dengan pelaksanaan pengajaran dan pengembangan kemampuan dalam me ngajar. dan komunikasi dengan orang lain.

Pada keempat konsep pendidikan yang telah diuraikan di muka terdapat perbedaan peranan atau kedudukan guru. Model. Actual curriculum merupakan kurikulum nyata yang dilaksanakan of eh guru-guru.1 . jarang sekali digunakan satu konsep pendidikan secara utuh. kemampuan-kemampuan profesional yang dirniliki hanya akan tampak seperti lampu yang kekurangan minyak. tetapi dapat dipadukan atau minimal dihubungkan satu dengan yang lainnya. Pada umumnya pelaksanaan pendidikan bersifat eklektik. Dalam Konsep interaksional guru berperan sebagai mitra belajar. seperti pada Bagan 10. guru berperan sebagai penerus dan penyampai ilmu. sedangkan dalam konsep teknologi pendidikan. guru lebih berperan sebagai pengarah. Kurikulum nyata merupakan implementasi dari official curriculum di dalam kelas.model konsep pendidikan tersebut dalam praktik tidak lagi dipandang sebagai model pendidikan yang masing-masing eksklusif. Keempat ragam peranan tersebut sesungguhnya dapat ditempatkan dalam satu kontinum. sedangkan dalam konsep pendidikan pribadi. mungkin mencampurkan dua. Guru sebagai Pembimbing Belajar Telah dijelaskan bahwa dalam kurikulum dapat dibedakan antara official atau written curriculum dengan actual curriculum. Dalam konsep pendidikan klasik. yang merupakan acuan bagi pelaksanaan pengajaran dalam kelas. tiga bahkan mungkin keempat-empatnya. pendorong dan pembimbing. guru memegang peranan penting baik dalam penyusunan maupun pelaksanaan kurikulum. hasilnya sangat bergantung pada apa yang dilakukan oleh guru di dalam kelas (actual). Tanpa idealisme dan rasa cinta. Dalam keseluruhan proses belajarmengajar atau pada suatu waktu tertentu mungkin salah satu peranan lebih menonjol dari yang lainnya. Yang tampak adalah variasi peranan guru dalam pelaksanaan pendidikan dan pengajaran. Beberapa ahli menyatakan bahwa betapapun bagusnya suatu kurikulum (official).kemampuan-kemampuan profesional yang dimiliki. B. Dengan demikian. Official atau written curriculum merupakan kurikulum resmi yang tertulis. Dalam praktik pendidikan di sekolah. guru adalah pelatih kemampuan.

tidak ada yang berlaku umum. dan sebagainya. Perubahan ini terjadi karena guru memberikan perlakuan-perlakuan. Praktik pendidikan yang memberikan peranan kepada guru hanya sebagai penyampai ilmu atau pelatih dianggap model lama. karena memang hal itu sangat diperlukan dan sarananya ada. bukan hanya dalam pendidikan dan pengajaran tetapi juga dalam bidang -bidang lain. yaitu siswa. Pada saat dan situasi tertentu peran menyampaikan materi pengetahuan memang tepat dan sangat diperlukan. pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Dalam praktik yang lebih penting adalah mempertimbangkan. Jadi. Tujuan utama kegiatan guru dalam mengajar ialah mempengaruhi perubahan pola tingkah laku para siswanya. pembimbing dipandang model baru. Pandangan sederhana dan polair seperti itu memang banyak ditemukan. dan mela ksanakan suatu kegiatan atau memecahkan suatu masalah adalah tepat. Mereka melihatnya sebagai dua ekstrem. dalam waktu dan kondisi tertentu pula. tetapi pada saat lain latihan pengembangan kemampuan dengan menggunakan media pembelajaran mutakhir tepat. dalam memilih kegiatan yang akan dilakukan serta peranan yang akan dimainkannya. pembimbing. Sebenarnya semua konsep pendidikan itu baik atau memiliki kebaikankebaikan tertentu. Pada satu ujung guru berperan sebagai penyampai ilmu dan pelatih dalam arti drilling. Sejalan dengan konsep pendidikan tersebut peran-peran apa yang tepat dimainkan oleh guru. fasilitator. konsep pendidikan mana yang paling tepat untuk mencapai tujuan tertentu bagi kelompok peserta didik tertentu.1 Ragam peranan guru dalam proses belajar-mengajar PENYAMPAIAN PENGETAHUAN PELATIH KEMAMPUAN MITRA BELAJAR PENGARAH PEMBIMBING Para pelaksana pendidikan termasuk guru sering tidak melihat keempat peranan tersebut terletak dalam kontinum. Pada saat dan situasi lain pengarahan dan dorongan terhadap siswa dalam merencanakan. pendorong. Tepat tidaknya.BAGAN 10. sedangkan yang memberikan peranan sebagai pengarah. di samping kendala-kendala tertentu pula. sesungguhnya realisasi dari peranan guru tersebut sangat situasional. karena kondisinya mendukung. dan pada ujung lain peran guru sebagai pengarah. Meskipun demikian ada satu hal yang menjadi acuan bagi guru. efektif tidaknya perlakuan . pendorong.

bersikap menerima. Sebaliknya siswa juga harus menerima. guru harus memberikan kesempatan. Upaya guru memberikan perlakuan tersebut erat kaitannya dengan tingkat harapan dan perubahan yang diinginkannya. Guru tak mungkin menjawab semua pertanyaan siswa. Untuk mencapai kedua tujuan di atas. tetapi dengan tugas yang berbeda. antara guru dan administrator. bukan hanya dalam hubungan sebagai pembimbing dan yang dibimbing tetapi juga sebagai mitra belajar. Hubungan guru dengan siswa menjadi syarat mutlak. mengerti. dan membantu. berkreasi dan berani mencoba sendiri sesuatu usaha instruksional yang lebih baru yang dipandangnya lebih relevan dengan kegiatannya selaku guru. Antara keduanya juga tercipta hubungan sebagai mitra yang baik. Antara siswa dan guru perlu terjalin k erja sama yang baik dalam belajar. Jadi. Karena itu guru harus memahami siswa yang dibimbingnya dan sebaliknya siswa harus mengakui kewibawaan pembimbingnya. antara guru dan siswa harus tercipta hubungan sebagai mitra belajar. Hubungan antara guru dengan siswa harus didukung oleh hubungan yang sejalan antara guru dengan administrator dan guru dengan orang tua siswa. timbal balik antara guru dan siswa akan memperkaya kurikulum dan kegiatan belajar-mengajar pada kelas bersangkutan. Hubungan guru dengan administrator haruslah bersikap terbuka. Hasil dan kemajuan belajar yang dicapai siswa ditentukan juga oleh bentuk hubungan antara guru dan siswa. Administrator mengadakan bimbingan dan supervisi dengan . dan menghormati gurunya. Guru perlu menyenangi siswanya. berpikir. Kesempatan belajar yang diciptakan guru adalah agar merangsang siswa belajar. jadi memungkinkan siswa untuk belajar sendiri. Tujuan lainnya adalah mendorong dan meningkatkan kemampuan sebagai hasil belajar. akan meningkatkan hasil belajar mereka. menyenangi. dengan cara itu. sehingga memungkinkan guru mencari jalan. untuk mendorong siswa memecahkan sendiri masalah-masalah yang mereka hadapi. Kesukaan dan sikap positif siswa kepada guru. antara gu dan ru orang tua siswa. guru dapat mempengaruhi perubahan tingkah laku siswa. diperlukan hubungan timbal balik antara guru dan siswa. Di samping itu. dan menciptakan suasana kelas yang bebas. melakukan penalaran.yang diberikan guru akan menentukan usaha belajar yang dilakukan oleh siswa. Minat dan pemahaman.

Di sekolah. Dalam pendekatan klasikal sebenarnya tidak tertutup kemungkinan untuk memperhatikan perbedaan individual. Pertama. yang berbeda dengan individu lainnya. memilih cara pembelajaran yang sesuai dengan kondisi siswa. akan tetapi harus memberikan dukungan dan partisipasi sebesar mungkin untuk kepentingan pendidikan anak-anak mereka di sekolah.kemampuannya. diarahkan pada memenuhi kebutuhan siswa. Setiap peserta didik sebagai individu mempunyai kemampuan. Pendekatan demikian pernah dilaksanakan pada delapan PPSP dengan menggunakan sistem modul. Perkembangan yang optimal hanya mungkin dapat dicapai apabila kegiatan yang dilakukan siswa dan bantuan yang diberikan guru. Orang tua bukan saja harus percaya kepada guru. karakteristik dan problem-problem sendiri. disesuaikan dengan kondisi tersebut. mendiagnosis kemampuan dan perkembangan siswa. harus pendekatan pembelajaran yang bersifat individual. Salah satu prinsip pengajaran yang efektif. Demikian pula hubungan antara guru dengan orang tua. Bagaimana bentuk hubungan dan pelaksanaan hubungan-hubungan itu tentu saja perlu dibicarakan dalam kerangka yang lebih luas. Kedua. memahami tahap perkembangan yang telah dicapainya.sekolah biasa umumnya digunakan pendekatan yang bersifat klasikal. adalah nnenggunakan pendekatan atau metode dan media yang bervariasi. ada tiga langkah yang harus ditempuh. hambatan yang dihadapi serta faktor-faktor dominan yang mempengaruhinya. Konsep modul dan sistem belajar sendirinya masih dipakai pada SMP dan Universitas Terbuka. tetapi karena alasan-alasan tertentu. Dalam mengoptimalkan perkembangan siswa. Dengan . "pendekatan multi metode-multi media". disesuaikan dengan kondisi siswa. PPSP dibubarkan dan metode tersebut tidak digunakan lagi. tetapi dengan tugas yang berbeda. Pembelajaran yang betul-betul disesuaikan dengan perbedaan individual. keunggulan dan kekurangannya. kemampuan. keduanya memiliki tanggung jawab yang sama dalam mengembangkan pribadi anak. Semua kegiatan dan fasilitas yang dipilih serta peranan yang dilakukan guru harus tertuju pada kepentingan siswa. Guru harus mengenal dan memahami siswa dengan baik.maksud merangsang kegiatan belajar para siswa. kecepatan belajar. dan siswa menguasai apa yang diberikan atau memperoleh perkembangan secara optimal.

daerah. pengarahan dan bimbingan dari guru. antara yang hanya menggunakan kapur-papan tulis dengan menggunakan media. C. desentralisasi. kegiatan pembimbingan.dan penggunaan metode dan media yang bervariasi tidak dengan sendirinya. Sekolah Menengah Umum. serta memberikan standar . atau jenjang/jenis sekolah.menggunakan metode dan media yang bervariasi. Kurikulum bersifat uniform untuk seluruh negara. Ketiga. bantuan. mengolah. kurikulum disusun oleh sesuatu tim khusus di tingkat pusat. Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama. di samping pembelajaran menjadi lebih menarik. atau di luar kegiatan pembelajaran.desentral. pengawasan. pengembangan kurikulum dapat dibedakan antara yang bersifat sentralisasi. antara me. Pembimbingan ini diberikan pada saat kegiatan pembelajaran. Tujuan utama pengembangan kurikulum yang uniform ini adalah untuk menciptakan persatuan dan kesatuan bangsa. Dalam pengembangan kurikulum yang bersifat sentralisasi.ing dan pengayaan. Pemilihan . Pengembartgan kurikulum tersebut sudah tentu memiliki tujuan dan latar belakang tertentu yang sangat mendesak dan mendasar. Dalam pembelajaran guru dapat mengadakan variasi. dan sentral. karena sering terjadi pergantian kegiatan. Peranan Guru dalam Pengembangan Kurikulum Dilihat dari segi pengelolaannya. dan Sekolah Menengah Kejuruan pada prinsipnya seragam. dan penilaian. akan mengoptimalkan perkembangan siswa. antara metode yang lebih mengaktifkan guru dengan yang mengaktifkan siswa. Di Indonesia dewasa ini terutama pada jenjang pendidikan dasar dan menengah digunakan model Mi. Pelaksanaan metode pembelajaran tersebut perlu disertai dengan usaha-usaha pemberian dorongan. perbedaan-perbedaan individual dapat terlayani. Variasi antara yang menckankan pengetahuan dengan keterampilan dan nilai-nilai. antara belajar secara klasikal dengan belajar kelompok dan penugasan yang bersifat individual. Pembimbingan juga dapat berupa usaha-usaha pemberian remedial teach. Juga variasi antara kegiatan yang bersifat menerima.dia sederhana dengan media yang lebih kompleks. Kurikulum untuk Sekolah Dasar. menyajikan.

perkembangan dan kemampuan sekolah juga berbeda. serta lebih hemat dilihat dari segi biaya. alam dan sosial budayanya. dapat memperlambat kemajuan sekolah yang sudah mapan dan menyeret perkembangan sekolah yang masih terbelakang. penilaian sering dilakukan secara seragam pula. Kedua.beda. waktu. yang ingin mengutamakan golongan atau kelompoknya dan menggunakan sekolah sebagai alat untuk mencapai tujuan tersebut. Pertama. Kedua. Yang dimaksudkan dengan seragam dalam penilaian yaitu kesamaan di dalam segi yang dinilai. ketidakadilan dalam menilai hasil. dimonitor dan dievaluasi. prosedur dan alat penilaian serta standar . menyeragamkan kondisi yang berbeda-beda keadaan dan tahap perkem. karena segalanya masih berada pada tingkat darurat. ada daerah tertutup ada yang terbuka. Penyeragaman dapat menghambat kreativitas.bangan intelek. Ada sekolah yang sudah mapan mampu berdiri sendiri dan melakukan pengembangan sendiri. dan fasilitas. Model pengembangan ini memiliki beberapa kelemahan. Hal-hal di atas tampaknya sesuai dengan kondisi dan tahap perkembangan negara kita dewasa ini. Penyeragaman yang sangat jauh dari kondisi dan sifat sesuatu wilayah akan menghambat kepesatan perkembangan wilayah tersebut. adanya golongan atau kelompok tertentu dalam masyarakat. ada yang sudah maju sekali dan ada yang sangat terbelakang. Ketiga. dan manajemen yang mapan. Hal itu dilatarbelakangi oleh beberapa kondisi. juga model ini mudah dikelola. Keem pat. kondisi dan karakteristik tiap daerah berbeda-beda. Dalam kurikulum yang seragam. fasilitas yang memadai. Pertama. Kelebihannya selain mendukung terciptanya persatuan dan kesatuan bangsa. Model pengembangan kurikulum yang bersifat sentralisasi mempunyai beberapa kelebihan di samping juga kelemahan.penguasaan yang sama bagi seluruh wilayah. sukar sekali. dan tercapainya standar minimal penguasaan/perkembangan anak. Seko yang lah lain kondisinya sangat memprihatinkan. wilayah negara Indonesia luas sekali. karena memililci personalia. ada daerah kaya dan daerah miskin dan sebagainya. terbentuk atas pulau-pulau yang satu sama lain letaknya berjauhan dan terpisahkan oleh laut. Jumlah yang demikian ini tampaknya jauh lebih banyak dibandingkan dengan sekolah yang telah mapan.

atau meliputi seluruh wilayah. ketidakjujuran dalam penilaian. atau kurikulum tertulis. atau rancangan bagi pelaksanaan pengajaran di kelas. meliputi kegiatan menerapkan semua rancangan yang tercantum dalam kurikulum tertulis. Kurikulum mikro merupakan jabaran atau rincian dari kurikulum makro. Di muka telah dibahas bahwa dalam wilayah Indonesia yang luas ini terdapat keragaman kondisi alam. Kurikulum juga dapat dilihat dalam lingkup makro dan juga mikro. Peranan guru baik dalam model sentralisasi maupun desentralisasi dapat dilihat dalam tiga tahap. Pengabaian faktor-faktor yang mempengaruhi proses pendidikan merupakan suatu ketidakadilan. sedangkan bagi sekolah yang hasilnya sangat jelek akan mengakibatkan rasa rendah din. Dalam situasi yang tidak sehat bukan tidak mungkin terjadi pembocoran soal. kemampuan dan fasilitas sekolah. Kurikulum makro yaitu kurikulum yang menyeluruh meliputi semua komponen. pelaksanaan dan evaluasi. penggunaan standar yang sama untuk semua sekolah di seluruh wilayah akan memberikan gambaran hasil yang beragam dan menunjukkan adanya perbedaan yang sangat ekstrem.2 Bagan 10. Hasil pendidikan dan pengajaran sangat dipengaruhi oleh faktorfaktor di atas. tingkat intelek. Kedua dimensi pengembngan kurikulum tersebut dapat dilihat pada Bagan 10. di samping adanya cemoohan dari berbagai pihak. Evaluasi kurikulum merupakan kegiatan menilai pelaksanaan dan hasil-hasil penggunaan suatu kurikulum. Bagi sekolahsekolah yang kebetulan hasilnya sangat baik dapat menimbulkan sikap kecongkakan. Ketiga. dan sebagainya.2 Tahap dan Lingkup Pengembangan Kurikulum . atau seluruh siswa pada jenjang pendidikan tertentu. yaitu tahap perancangan. Terlepas dari pro dan kontra. sosial budaya.penilaian. Pelaksanaan kurikulum atau disebut juga implementasi kurikulum. kelebihan dan kekurangannya kita akan mencoba melihat peranan guru di dalamnya. Pengembangan kurikulum pada tahap perancangan berkenaan dengan seluruh kegiatan menghasilkan dokumen kurikulum.

minat dan tahap perkembangan anak. dan evaluasi kurikulum yang bersifat makro. Guru juga berkewajiban untuk menjelaskan kepada para siswanya tentang apa yang akan dicapai dengan pengajarannya. sedangkan kurikulum untuk beberapa minggu atau hari. mereka lebih berperan dalam kurikulum mikro. menciptakan situasi . dan evaluasi. semesteran. Guru hendaknya mampu memilih. metode dan media pembelajaran. menyusun dan melaksanakan evaluasi. bahan pelajaran dan banyak mengaktifkan siswa. Peranan guru dalam pengembangan kurikulum yang bersifat sentralisasi Dalam kurikulum yang bersifat sentralisasi. satu catur wulan. Menjadi tugas gurulah menyusun dan merumuskan tujuan yang tepat.lum dalam bidangnya untuk jangka waktu satu tahun. Guru menyusun kuriku. bahan pelajaran. beberapa minggu ataupun beberapa hari saja. Suatu kurikulum yang tersusun sistematis dan rinci akan sangat memudahkan guru dalam implementasinya. tetapi guru masih mempunyai tugas untuk mengadakan penyempurnaan dan penyesuaian-penyesuaian. Guru hendaknya mampu memilih dan menciptakan situasi-situasi belajar yang menggairahkan siswa. Ia juga hendaknya melakukan berbagai upaya untuk membangkitkan motivasi belajar.kulum mikro dijabarkan dari kurikulum makro. catur wulanan. Kurikulum makro disusun oleh tim atau komisi khusus.1. hanya keluasan dan kedalamannya berbeda-beda. yang terdiri atas para ahli. satu semester atau satu catur wulan disebut juga program tahunan. memilih dan menyusun bahan pelajaran yang sesuai dengan kebutuhan. disebut satuan pelajaran. mampu memilih dan melaksanakan metode mengajar yang sesuai dengan kemampuan siswa. Implementasi kurikulum hampir seluruhnya bergantung pada kreativitas. memiliki metode dan media mengajar yang bervariasi. kecakapan. dan ketekunan guru. Kurikulurn untuk saw tahun. ataupun satuan pelajaran memiliki kornponen-komponen yang sama yaitu tujuan. semesteran. satu semester. guru tidak mernpunyai peranan dalam perancangan. kesungguhan. baik untuk mengevaluasi perkembangan atau hasil belajar siswa untuk menilai efisiensi pelaksanannya itu sendiri. Penyusunan kuri. Walaupun kurikulum sudah tersusun dengan berstruktur. catur wulanan. Program tahunan. serta menyusun program dan alat evaluasi yang tepat.

Peranan guru dalam pengembangan kurikulum yang bersifat desentralisasi Kurikulum desentralisasi disusun oleh sekolah ataupun kelompok sekolah tertentu dalam suatu wilayah atau daerah. perkembangan daerah serta kemampuan sekolah atau sekolah-sekolah tersebut. Pengembangan kurikulum semacam ini didasarkan atas karakteristik. Bentuk kurikulum seperti ini mempunyai beberapa kelebihan di ‡samping juga kekurangan. tiap sekolah atau wilayah mempunyai kurikulum sendiri. serta membantu mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi siswa. tetapi kurikulum ini cukup realistis. Guru memberikan tugas-tugas individual atau kelompok yang akan memperkaya dan memperdalam penguasaan siswa. Dalam kondisi ideal guru juga berperan sebagai pembimbing. 2. (2) kurikulum sesuai dengan tingkat dan kemarnpuan sekolah. guru) untuk mengembangkan din. Beberapa kelemahan bentuk kurikulum ini. (4) ada rnotivasi kepada sekolah (kepala sekolah. adalah: (1) tidak adanya keseragaman. untuk situasi yang membutuhkan keseragaman demi persatuan dan kesatuan nasional. finansial maupun manajerial. (3) disusun oleh guru-guru sendiri dengan demikian sangat memudahkan dalam pelaksanaannya. (3) adanya kesulitan bila terjadi perpindahan siswa ke sekolah/ wilayah lain. sehingga sukar untuk diperbandingkan keadaan dan kemajuan suatu sekolah/wilayah dengan sekolah/wilayah lainnya. dengan demikian akan terjadi semacam kompetisi dalam pengembangan kurikulum. bentuk ini kurang tepat. (5) belum semua sekolah/daerah mempunyai kesiapan untuk menyusun dan mengembangkan kurikulum sendiri. (2) tidak adanya standar penilaian yang sama. . memberikan pengarahan dan bimbingan. mencari dan menciptakan kurikulum yang sebaik-baiknya. kebutuhan. Kelebihan-kelebihannya. baik kemampuan profesional.kompetitif dan kooperatif. berusaha memahami secara saksama potensi dan kelemahan siswa. di antaranya (1) kurikulum sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat setempat. Kurikulum ini diperuntukkan bagi suatu sekolah atau lingkungan wilayah tertentu. (4) sukar untuk mengadakan pengelolaan dan penilaian secara nasional. Dengan demikian kurikulum terutama isinya sangat beragam.

kan. Untuk beberapa perguruan tinggi sejenis dikembangakan kerangka kurikulum dan kelompok. ditentukan atau disusun bersama di tingkat nasional. Tiap universitas. Guru bukan hanya berperan sebagai pengguna. FKIP ini mungkin dapat diklasifikasikan sebagai kurikulum sentralisasi. Guru-guru turut berpartisipasi. Dalarn kurikulum yang dikelola secara desentralisasi dan sampai batasbatas tertentu juga yang sentralisasi-desen-tralisasi. Karena guru-guru sejak awal penyusunan kurikulum telah diikutserta. Perbedaan antara suatu IKIP dengan IKIP lainnya adalah pada kelompok mata kuliah kejuruan atau spesialisasi. tetapi peren. pada IKIP atau FKIP ada kelompok-kelornpok mata kuliah dasar umum. pemikir. . peranan guru dalam pengembangan kurikulum lebih besar dibandingkan dengan yang dikelola secara sentralisasi. penyusun. Dalam kegiatan seperti itu. pengernbang dan juga pelaksana dan evaluator kurikulum. dasar keguruan. Beberapa waktu yang lampau di Perguruan Tinggi di Indonesia digunakan model pengembangan kurikulum yang sifatnya desentralisasi. dan proses belajar mengajar yang seluruhnya seragam.kelompok mata kuliah atau program inti yang seragam.desentralisasi. dengan adanya usaha-usaha ke arab penyeragaman.Untuk mengatasi kelemahan kedua bentuk kurikulum tersebut. yaitu bentuk sentraldesentral. atau akademi mempunyai otonomi untuk menyusun dan mengembangkan kurikulum sendiri.cana. Guru-guru turut memberi andil dalam merumuskan setiap komponen dan unsur dari kurikulum. Bentuk kurikulum yang berlaku pada IKIP. mereka akan memahami dan benar-benar menguasai kurikulumnya. atau satuan pelajaran. satu berbeda dengan yang lainnya. institut. dengan demikian pelaksanaan kurikulum di dalam kolas akan lebih tepat dan lancar. bukan hanya dalam penjabaran kurikulum induk ke dalam program tahunan/semester/ catur wulan. bentuk campuran antara keduanya dapat digunakan. tetapi juga di dalarn menyusun kurikulum yang menyeluruh untuk sekolahnya. mereka mempunyai perasaan turut memiliki kurikulum dan terdorong untuk mengembangkan pengetahuan dan kemampuan dirirtya dalam pengembangan kurikulum. Sebagai contoh. Dewasa ini kadar desentralisasinya agak berkurang.

Tanpa kelas. Guru memegang peranan kunci bagi berlangsungnya kegiatan pendidikan. gedung peralatan dan sebagainya proses pendidikan masih dapat berjalan walaupun dalam keadaan darurat. Membesarnya jumlah murid SD dengan sendirinya mengakibatkan membesarnya juga jumlah siswa SLP. gedung. hal itu kemungkinan besar disebabkan keberhasilan program keluarga berencana. Telah disinggung sebelumnya bahwa pertarnbahan jumlah siswa tersebut selain menuntut penambahan ruang kelas.D. Salah satu penyebab utama yang menuntut pengembangan kuantitas pendidikan adalah angka kelahiran. Kecuali di sekolah dasar. kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan telah sernakin besar dan kemampuan ekonomi orang tua juga telah semakin baik. Hal itu menyebabkan makin membesarnya jumlah calon murid ke sekolah dasar. berkenaan dengan penyediaan fasilitas belajar bagi semua anak usia sekolah. Meskipun persentasenya sudah semakin mengecil tetapi angka pertambahan kelahiran total masih cukup besar. Masalah pertama kuantitas pendidikan. Dalam pendidikan di Indonesia kita menghadapi dua masalah besar. pada daerah-daerah tertentu terjadi pengurangan jumlah murid. Hal itu berkenaan dengan penyediaan ruang kelas. peralatan sekolah dan peralatan belajar. Di samping itu. tetapi tanpa guru proses pendidikan hampir tak mungkin dapat berjalan. Pendidikan Guru 1. juga menuntut penambahan jumlah tenaga guru. SLA. yaitu masalah kuantitas dan kualitas pendidikan. dan tenaga kependidikan lainnya. terutama dengan diterapkannya wajib belajar sembilan tahun. Sebab lain yang mendorong pertambahan calon siswa ke sekolah. gedung dan peralatan sekolah. Akibatnya sekolah-sekolah setiap tahun dihadapkan pada masalah melimpahnya calon murid yang semakin membengkak. clan perguruan tinggi.sekolah adalah kebijaksanaan pemerintah yang memberikan kesempatan yang luas dalam pendidikan. guru. Masalah pendidikan guru Masalah pendidikan guru tidak dapat dilepaskan dari masalah pendidikan secara keseluruhan. Dengan penambahan jumlah siswa tersebut dibutuhkan penambahan tenaga guru .

Masyarakat dan para ahli pendidikan banyak yang mensinyalir bahwa mutu pendidikan dewasa ini belum seperti yang diharapkan. sedangkan pelatihan dalam jabatan. 2. tetapi prosedurnya cukup fleksibel sehingga dapat menjaring calon-calon yang potensial dan cocok. Pertama. Masalah kedua yang dihadapi dunia pendidikan di Indonesia adalah menyangkut kualitas. perkembangan calon guru dinilai selama program berlangsung dengan teknik penilaian yang bervariasi. Banyak faktor yang mungkin melatarbelakangi hal tersebut. seperti: tes tertulis. kecakapan. Keempat. adalah karena faktor guru. lisan. SLA maupun perguruan tinggi. SLP. program pendidikan guru hendakriya memiliki tiga komponen yang terintegrasi. Selain masih kurangnya sarana dan fasilitas belajar yang tersedia. minimal satu bidang spesialisasi. Standardisasi pendidikan guru Ada beberapa prinsip yang perlu dijadikan pegangan dalam pengembangan pendidikan guru. Penerimaan didasarkan atas pertimbangan potensi. syarat untuk masuk ke lembaga pendidikan guru (tingkat universitas) harus standar. Kedua. serta karakteristik pribadi yang dim i liki yang sesuai dengan sifat jurusan /program yang dipilih. yaitu pendidikan umum. dan keahlian dalam kurikulum dan pengajaran. maupun pendidikan dalam jabatan (in-service training). yang lain perlu pembinaan lagi. pertama guru belum atau tidak bekerja dengan sungguh-sungguh. Hal itu pun mungkin disebabkan dua hal. serta penilaian atas hasil kerja mereka. Ketiga. baik melalui pendidikan prajabatan (pre-service education). program pendidikan guru perlu diakreditasi dengan standar yang memungkikan calon guru bisa bekerja . Hanya yang memperlihatkan hasil-hasil yang baiklah yang dapat diluluskan. salah satu program yang sampai sekarang masih berjalan adalah program bantuan pengembangan profesi. dan kedua mungkin karena kemampuan profesional guru yang memang masih kurang. Salah satu pendekatan yang telah dilaksanakan dalam pendidikan prajabatan adalah pendekatan kompetensi.yang cukup besar pula setiap tahunnya baik untuk tingkat SD. pengamatan praktik secara langsung dan melalui video. Banyak cara yang telah ditempuh dalam meningkatkan kompetensi guru.

2. Implernentasi program sejalan dengan tujuan dan rencana prog. berisi pemberian kesempatan untuk pengembangan sikap. standar pendidikan guru meliputi lima komponen pendidikan. Rencana program bersifat menyeluruh. Lembaga ini dikelola oleh para ahli pendidikan guru.ram. baik dalam pengembangan. pelaksanaan maupun evaluasi program pendidikan guru. yang akan menjadi acuan. Tujuan program adalah menyiapkan calon guru agar mampu mengajar secara efektif. 2. b. penguasaan pengetahuan. 5. Program menyediakan kesempatan yang cukup bagi calon guru untuk mempraktikkan apa yang mereka pelajari. Dosen lembaga pendidikan guru memiliki pengetahuan praktis tentang lapangan (sekolah dan pelaksanaan pengajaran). pembinaan serta pelulusannya sesuai dengan tujuan program. bidang studi dan profesi kurikulum. dalam bidang studi (spesilisasi) bersama para praktisi pendidikan. Perencanaan program 1. Program disusun dan dikembangkan oleh ekspert dalam ilmu pendidikan (pedagogy).dengan baik. perlu ada lembaga yang memberikan legalitas terhadap kelayakan program pendidikan guru. para guru dan pelaksana pendidikan. Kelima. 4. Prosedur penerimaan siswa. standar yang digunakan serta memberikan sertifikasi terhadap guru. 3. Program disusun secara sistematis dan berisi perpaduan antara pendidikan umum. a. yaitu: perencanaan. dan keterampilan yang esensial bagi pelaksanaan pengajaran yang efektif. 3. dan isi program serta keang. 4. . irnplementasi. Dengan mengacu pada National Education Association (NEA) Amerika Serikat. personalia.gotaan dalam profesi guru. Pendidikan guru perlu memiliki suatu standar. Implementasi program 1. Perencanaan program didasarkan atas pengetahuan tentang apa yang akan dikerjakan guru di sekolah.

Proses pengajaran 1) Program menyediakan pengajaran bagi pengembangan fisik dan intelek siswa dari berbagai latar belakang. 7. guru pamong dan staf lainnya dievaluasi dengan kriteria standar. baik yang berkenaan dengan bahan yang a kan diajarkan maupun bahan yang berhubungan erat. 4. 6. Program menyediakan pengajaran untuk pendidikan umum 3. . 2. ras.5. Dosen lembaga pendidikan guru dan guru-guru di lapangan memperlihatkan sikap dan perilaku seperti yang diharapkan dalam program. 3. Program menyediakan pengajaran bidang studi secara mendalam. Program memadukan metode mengajar dengan bahan pelajaran. c. 5. Personalia program 1. dipersiapkan khusus melalui latihan yang intensif dalam bidangnya. Dosen dan guru-guru yang membimbing calon guru. 2. Program menyediakan pengajaran tentang berpikir kritis. 2. Bahan pelajaran 1. Program menyediakan pengajaran tentang bagaimana siswa belajar. d. Program menyediakan latihan bagi penguasaan keterampilan dasar yang belum dimiliki calon guru pada waktu masuk. dan sosial ekonomi. Program menyediakan kesempatan bagi calon guru untuk memperoleh dan menerapkan pengetahuan dan keterampilan secara efektif terhadap siswa dari berbagai latar belakang budaya. Isi program 1. agama. pemecahan masalah dan kreativitas. bahasa. Dosen. Program menyediakan pengajaran tentang pertumbuhan dan perkembangan anak. dan penentuan kebijaksanaan personalia didasarkan atas hasil evaluasi tsb.

10) Program menyediakan pengajaran tentang peranan.butir tertentu membutuhkan beberapa penyesuaian. bukan cetak dan alat-alat teknologi. 5) Program menyediakan pengajaran bagaimana bekerja dan membantu anak anak yang berkelainan. 7) Program menyediakan pengajaran tentang pengembangan keterampilan hubungan interpersonal dan proses kelompok. Keanggotaan profesi 1) Program menyediakan pengajaran tentang bagaimana suatu profesi diorganisasi. 8) Program menyediakan pengajaran tentang keterampilan berkomunikasi secara luas. Perencanaan dan implementasi program pendidikan guru di Indonesia dapat dikembangkan dengan menggunakan standar NEA sebagai acuan. atau penerapannya secara berangsur-angsur. fungsi berbagai organisasi profesi dan tanggung jawab anggota suatu organisasi profesi. Hampir seluruh butir standar dapat diterapkan. 9) Program menyediakan pengajaran tentang penilaian proses dan hasil belajar. 11) Program menyediakan pengajaran tentang kebijaksanaan pemerintah dan pengelolaan pendidikan. 12) Program menyediakan pengajaran tentang hak dan tanggung jawab guru dart siswa. .2) Program menyediakan pengajaran tentang strategi pemgajaran. terutama yang berhubungan dengan peranan profesional guru. walaupun untuk butir. e. 3) Program menyediakan pengajaran tentang peranan guru dalam penentuart keputusan. 6) Program meliputi pengajaran tentang pengelolaan kelas. 2) Program menyediakan pengajaran tentang hubungan antara organisasi profesi dengan lembaga-lembaga pemerintah yang mengelola pendidikan. 4) Program menyediakan pengajaran bagimana menggunakan bahan cetak. pentingnnya dan sumbangan sekolah terhadap pembangunan bangsa.

Pengembangan program pendidikan guru yang bermutu standar membutuhkan dalam menilai kompetensi. perlu adanya kesiapan terutama dari para pengelola dan pelaksana program. Upaya apa yang harus dilakukan agar tercipta kondisi tersebut? Suatu pekerjaan akan dilakukan dengan sungguh-sungguh dan penuh semangat.tang program dan standar program pendidikan guru. Beberapa butir dalam standar menekankan hal itu. Hal yang sama juga berlaku agar para guru di sekolah merasa enjoy dengan pekerjaannya. apabila para pelaku pekerjaan itu merasa enjoy dengan pekerjaan tersebut. membutuhkan beberapa hal. belajar berlatih dan berbuat banyak. perlu adanya kesamaan pandangan dari berbagai pihak yang berkepentingan dan terlibat dalam pengembangan pendidikan guru. agar guru-guru yang dihasilkan dari lembaga pendidikan guru. selain akan menghambat kelancaran pengembangan program. ten. dengan fasilitas dan peralatan praktik yang memadai. Ini me nyangkut tersedianya tempat praktik yang representatif. Untuk itu diperlukan tempat praktik yang representatif yang memung. Pertarna. Apakah imbalan finansial yang akan menumbuhkan enjoyness? atau pimpinart yang bijaksana dengan kepemimpinannya yang terbuka? atau . Ketiga. tetapi juga bisa banyak. motivasi dan dedikasi yang tinggi dari para pelaksananya.Peningkatan mutu pendidikan guru melalui penerapan standar. juga bisa menghambat pencapaian program yang bermutu. Mereka harus menjadi ekspert dan sekaligus contoh model bagi para siswa pendidikan guru. Apa yang harus diupayakan agar para pelaksana pendidikan guru merasa enjoy. menjadi barisan terdepan dalam pembinaan profesi guru.Idnkan para siswa calon guru. pengembangan program pendidikan guru yang bermutu standar membutuhkan kepedulian. betul-betul bisa mengajar diperlukan pengalaman praktik yang memadai. Adanya perbedaan pandangan yang jauh. Dosen lembaga pendidikan guru dan guru pamong. Sudah siap dan akan siapkah par dosen dan gurua guru di lapangan untuk menjadi ekspert dan model guru yang didambakan? Apa yang harus dilakukan terlebih dahulu agar mereka betul-betul siap? Guru profesional bukan hanya tahu banyak. Kedua. harus: Keempat.

dan minilai situasi atau perilaku. Dalam tulisan ini keduanya dipandang sama. Stanley Elam (1971) merumuskan beberapa unsur yang esensial dalam PGBK.  Harus objektif. karena dipandangnya lebih luas. keterampilan dan perilaku) yang diperlihatkan siswa:   Berasal dari konsep yang tampak dari perenan guru. menginterpretasikan. c.sistem kenaikan pangkat yang terbuka yang memungkinkan guru-guru (termasuk guru sekolah dasar) bisa mencapai golongan IVe? atau faktor-faktor lainnya? 3.  Kriteria tersebut harus dipublikasikan. 1) Berkenaan dengan program pendidikan Elam merumuskan unsurunsur sebagai berikut: a. Beberapa ahli lebih setuju memakai kata performance (perbuatan atau perilaku) daripada competence. . b. Pendidikan guru berdasarkan kompetensi Salah satu model pendidikan guru yang mungkin bisa mencapai standar. Kriteria yang digunakan untuk mengukur kompetensi:  Didasarkan dan disesuaikan dengan kompetensi-kompetensi yang spesifik. Penilaian kompetensi siswa:   Menggunakan perbuatan siswa sebagai sumber pertama. Dirumuskan secara jelas sehingga dapat diukur dalam perilaku siswa sebagai perwujudan kemampuannya.  Dapat dikenal secara umum. pelaksanaan program serta hal-hal yang bersifat umum. Kompetensi (pengetahuan. adalah model pendidikan guru berdasarkan kompetensi (PGBK) atau competence based teacher education (CBTE). juga mengguriakan pengetahuan siswa yang berkaitan dengan rencana untuk menganalisis. Unsur-unsur itu berkenaan dengan program pendidikan.  Dirumuskan secara eksplisit dan menunjuk pada tingkat penguasaan tertentu.

kegiatan pembelajaran. d. Berkenaan dengan pelaksanaan program menurut Elam PGBK memiliki karakteristik sebagai berikut: a. Program pengajaran ditujukan untuk mendorong perkembangan siswa serta menilai penguasaan siswa tentang kornpetensi kompetensi tertentu. Penekanan program pengajaran adalah pada keluaran (hasil) dan bukan pada masukan. menurut Elam ada beberapa karakteristik dasar yang menyangkut hal-hal lain yang lebih umum. dan perbaikan) ditujukan membantu siswa menguasai kemampuan. karena tiap siswa punya latar belakang dan tujuan yang berbeda.d. maka pengajaran sangat bersifat personal dan individual. dengan unsur-unsur (tujuan. Modul merupakan seperangkat kegiatan belajar. Siswa dinyatakan telah selesai dalam sutau program. Pengajaran bersifat individual dan personal. Perkembangan siswa dalam menempuh program pendidikan ditentukan oleh kompetensi yang telah dikuasai. Pelaksanaan pengajaran bersifat modular. prasyarat. 2. pasca-penilaian. Semua komponen pengajaran tersusun secara sistematis terarah pada pencapai tujuan tertentu. e. dari guru atau dari dirinya sendiri. maju sesuai dengan iramanya sendiri. Program pengajaran tersusun dalam suatu sistem. dan bukan ditentukan oleh waktu atau mata pelajaran yang telah ditempuh. . 3.kemampuan tertentu. c. apabila telah mengusai semua kemampuan yang dituntut. Pengalaman belajar siswa dituntun oleh umpan balik yang diterima dari teman. Pengajaran modular memungkinkan pengajaran bersifat individual. Setiap basil yang is memperoleh merupakan umpan balik yang menentukan kegiatan selanjutnya. e. b. Dalam PGBK waktu bukan sesuatu yang konstan tetapi hanya sebagai variabel. f. Di samping dua komponen PGBK di atas. personal dan independen. pra-penilaian.

Karena PGBK menekankan pada perbuatan maka kegiatan pengajarannya sebanyak-banyaknya dilaksanakan di lapangan dalam situasi yang nyata. Pendidikan guru yang didasarkan atas kompetensi mengajar dan PGBK mempunyai beberapa proposisi: 1. 3. Siswa membuat keputusan tentang pengajarannya. mengintegrasikan dan memecahkan problem-prob. Untuk memberikan umpan batik dalam rangka perbaikan dan mengadakan regeneratif maka siswa juga mengadakan penclitian. Bahan-bahan memungkinkan dan pengalaman disiapkan dalam bentuk yang dan banyak mendapatkan konsep. Perbuatan guru memanifestasikan penguasaan behavioral science yang luas. b. Guru adalah orang yang berpendidikan luas dengan latar belakang bidang pengajaran yang mendalam. ia pula yang mencobanya. tetapi juga harus menguasai teknik-teknik pengajaran.penelitian. Dalam perbuatannya guru merefleksikan profesionalisme. serta menilai hasil dan pelaksanaannya. Guru dan siswa bersama-sama merencanakan pengajaran. e. 4. harus mampu mendiagnosis. 2. 5. d. Bahan-bahan disusun dalam bentuk materi protokol dan dibantu atau diintegrasikan dengan materi latihan. Guru menguasai teknik-teknik komunikasi serta strategi mengajar dengan baik. Dalam pelaksanaan pengajaran siswa banyak mendapat kesempatan berlatih membuat penentuan keputusan. .lem pengajaran. Siswa bukan saja harus menguasai teknik-teknik pengajaran. c. f. keterampilan pengetahuan. Program pengajaran berpusat pada lapangan. Pembinaan profesional bukan hanya pada pendidikan pra-jabatan tetapi diteruskan dalam pengembangan karier. Dalam keputusan is ambit secara rasional.a. g.

Sensitif terhadap kebutuhan dan perasaan sendiri dan juga terandap kebutuhan dan perasaan orang lain. 7. Membuat rencana pelajaran untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. 11. STKIP sebagai lembaga pendidikan guru Di Indonesia dewasa ini. emosi. Sebelumnya pada jenjang pendidikan menengah juga ada SPG dan SGO yang menyiapkan calon-calon guru sekolah dasar. Melaksanakan pengajaran sesuai dengan rencana tersebut 5. dan STKIP yang merupakan lembaga pendidikan guru pada jenjang perguruan tinggi. Memperlihatkan pola-pola komunikasi yang efektif dalam kelas. Merencanakan dan melaksanakan penilaian untuk menilai hasil belajar siswa dan efektivitas pengajaran. 6. sosial. 4. Menggunakan sumber-sumber yang sesuai untuk mencapai tujuan pengajaran. FKIP. Memonitor proses dan hasil belajar dan mengadakan perbaikan pengajaran. yaitu: IKIP. Mendiagnosis kebutuhan emosional. FKIP.Menurut Robert Houston dan Howard L. Jones ada lima belas kompetensi yang harus dimiliki guru yaitu: 1. kita mempunyai dua kelompok lembaga pendidikan guru. IKIP. 2. Menganalisis efektivitas keprofesionalannya dan terus berusaha memperluas efektivitas tersebut. Menggunakan keterampilan manajerial dan organisasi dalam mendorong perkembangan sosial. 14. Menguasai bidang studi yang akan diajarkannya. 4. Memperlihatkan keterampilan mengajar dan model-model pengajaran untuk mencapai tujuan tertentu bagi siswa tertentu. Menyesuaikan pengajaran dengan latar belakang budaya siswa. intelektual siswa. 8. 9. Bekerja efektif dalam kelompok profesional. 15. Merumuskan tujuan-tujuan instruksional yang didasarkan atas kebutuhan siswa. 12. jasmani dan intelek siswa. 3. Dewasa ini penyiapan . 10. 13. dan PGA pada jenjang pendidikan menengah. jasmaniah.

Program non-gelar disebut juga program Diploma. tetapi kedudukannya otonom seperti IKIP (di bawah Menteri). tujuan dan misinya sama. dalam berbagai bidang keahlian/program studi. FKIP. rentang studi 6-10 semester clan Diploma 4 paket kurikulum 8 semester. dan STKIP) mempunyai misi menyiapkan tenagatenaga profesional di bidang kependidikan. berada langsung di bawah Mendikbud. terdiri atas Diploma I dengan paket kurikulum 2 semester. dan STKIP. rentang studi 4-6 semester. Dewasa ini yang menyelenggarakan jenjang program S2 dan S3 hanya beberapa IKIP. Sekolah Lanjutan Pertama dan Sekolah Lanjutan Atas serta LPTK sendiri. IKIP sebagai lembaga pendidikan guru berstatus institut merupakan lembaga otonom. ada tiga jenjang program gelar.ter di atas SMTA. Selama ini . STKIP setara dengan FKIP mempunyai beberapa Jurusan dan Program Studi.ploma II paket kurikulum 4 semester. yaitu IKIP. Diploma 3 paket kurikulum 6 semester. Menurut Kepmen 211 tahun 1982. berstatus fakultas berada di universitas (di bawah Rektor).gelar pada keahlian profesional. program gelar clan non-gelar. rentang studi 8-14 semester di atas SMTA. mempunyai sejumlah Jurusan dan Program Studi. jenjang Pascasarjana (52) rentang studi 12-18 semester dan jenjang Doktor (S3) rentang 16-22 semes. FKIP. tetapi dasar.guru-guru sekolah dasar dikerjakan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) yang merupakan Program D2 pada IKIP. dan program studi. FKIP. FKIP. Di. Meskipun ada tiga lembaga formal lembaga pendidikan guru berjenjang pendidikan tinggi. dan STKIP. dan STKIP sebagai lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) yang menyiapkan guru dan tenaga kependidikan lainnya pada jenjang Sekolah Dasar. LPTK (IKIP. perbedaannya hanya pada keorganisasiannya saja. Dalam bagian ini yang akan dibahas terbatas hanya pada IKIP. Program gelar memberikan tekanan pada pembentukan keahlian akadernik. FKIP merupakan lembaga pendidikan guru. mempunyai jumlah fakultas. belum ada FKIP dan STKIP yang menyelenggarakan jenjang program S2 dan S3. yaitu Sarjana (Si) dengan rentang studi 8-14 semester. jurusan. dan rentang studi 2-4 semester. sedang non.

Akta II setelah memiliki 60 SKS. administrasi pendidikan. teknik dan kejuruan. dan pendidikan luar biasa. Program ini ditujukan untuk memberikan wewenang kependidikan khususnya wewenang mengajar. bidang bimbingan dan konseling. Walaupun LPTK umumnya tidak menerapkan konsep PGBK secara utuh. kelompok pendidikan ilmu sosial. kecuali untuk program akta bagi talon guru dari luar LPTK menggunakan model pendidikan berurutan (consecutive model). dan dewasa ini program Diploma III juga sudah mulai tidak dibuka lagi. serta olah raga dan kesehatan. Akta IV setelah memiliki 124 SKS dan Akta V setelah memiliki 160 SKS pada bidang studi non-kependidikan. yaitu program Akta. Akta III setelah memiliki 90 SKS. ada program guru kelas ada guru bidang studi khususnya pendidikan jasmani. matematika dan ilmu pengetahuan alam. kependidikan ditempuh setelah menguasai bidang studi. Bagi para mahasiswa LPTK program ini sudah terintegrasi dengan program gelar maupun non-gelar. Akta I setelah memiliki 20 SKS. yaitu guru dan non-guru. dan SLTA (SMU dan SMK) disiapkan dalam program D3 dan Si berbagai bidang studi. teknologi pendidikan. tetapi bagi luar LPTK yang ingin menjadi guru. Untuk tenaga guru SLTP. Penyiapan guru Sekolah Dasar dilaksanakan dalam program D2 PGSD. Selain kedua program di atas. tetapi beberapa prinsip dan unsur PGBK tetapi menjadi pegangan. baik bidang studi maupun kependidikan. pendidikan luar sekolah. Prinsip penting . Secara garis besar ada dua jenis keahlian yang dibina pada LPTK. Peningkatan profesionalisme para dosen dilakukan melalui program S2 dan S3. harus mengambilnya secara terpisah. Untuk tenaga non-guru disiapkan dalam program Si. STLP maupun SLTA. hanya berbeda jumlah SKS yang telah dimiliki pada bidang studi non-kependidikan. Penyiapan tenaga kependidikan pada LPTK umumnya menggunakan model pendidikan simultan (concurrent model) yaitu materi bidang studi diberikan bersama-sama dengan materi kependidikan.masing beban studinya 20 SKS. Pada beberapa IKIP mulai dirintis pengembangan PGTK untuk guru Taman KanakKanak. baik untuk jenjang Sekolah Dasar. Ada lima jenjang program Akta. ada lagi satu program yang diterapkan pada LPTK. bahasa dan sastra. masing.program Diploma yang dilaksanakan di LPTK adalah Diploma II dan III.

°rang tua serta warga masyarakat lainnya. Pengembangan kemampuan yang seimbang ini dirancang dalam program pendidikan/kurikulum dengan komponen-komponen dasar umum. dan bidang studi 100-116 sks. control. Tulisan ini diberi judul Teaching is Tough. Prinsip lainnya adalah tekanan kepada pengalaman lapangan. Kedua. maupun antara kemampuan/penguasaan bidang ilmu/bidang studi dengan bidang kependidikan. masalah afiliation. dasar kependidikan 12 SKS. yaitu membina dan mengawasi . Teaching is Tough. karena mengajar merupakan suatu pekerjaan yang bukan saja menuntut kemampuan intelektual dan fisik. Englewood Cliff. proses belajar-mengajar dan bidang studi. khususnya guru harus diperkuat dengan pengalaman lapangan yang cukup intensif dan kaya. New Jersey: Prentice Hall Inc. Donald R. Ada lima problem utama menurut penulis yang dihadapi guru dalam tugasnya. Rinciannya adalah dasar umum 14 SKS. Penyusunan buku ini dimaksudkan untuk membantu guru-guru dalam memecahkan masalah pendidikan yang sering mereka hadapi. tetapi juga harus bekerja sama dengan staf sekolah yang lain. dasar kependidikan. Pertama. Guru bukan saja harus bekerja sama dengan siswa. Program pendidikan guru yang dikembangkan pada LPTK diarahkan pada pengembangan kemampuan yang seimbang. Bobot SKS memang lebih besar pada bidang studi hampir tiga perempat dari kependidikan. (1980). Konsep kemampuan ini telah dimodifikasi yaitu dipadukan dengan konsep disiplin ilmu (bidang studi) dalam pengembangan topik-topik inti. sebagai muridnya yang sering sekaligus juga jadi kliennya. menjalin kerja sama dan membina hubungan baik serta menanamkan disiplin pada siswa. Buku Acuan Cruickshank. baik antara kemampuan sebagai tenaga ahli-profesional dengan sebagai warga negara. proses belajar-mengajar 18 SKS. et a!. E. Pengembangan kemampuan profesional pada bidang kependidikan.PGBK yang tetap diperhatikan dalam program pendidikan LPTK ad alah tekanannya pada pengembangan kemampuan. tetapi juga kemampuan psikologis dan afektif.

Reality model dari William Glasser. Social Discipline model dari Rudolf Dreikurs. Pada bagian akhir tulisannya dijelaskan peranan guru dalam memahami masalah siswa dengan berbagai macam latar belakangnya serta cara mereka bertindak sebagai decision maker dalam kelas. hal itu terjadi karena guru memahami benar situasi kelas dan perilaku para siswa serta berusaha keras untuk menciptakannya. Emmer. Ketiga. Dalam buku ini dikemukakan sejumlah strategi atau model pemecahan yang dapat dipilih oleh guru. Guru dan kepala sekolah harus dapat memilih dan menggunakan cara yang paling tepat. tidak ada satu cara yang terbaik untuk memecahkan masalah dalam kelas. Buku ini sangat penting terutama bagi guru dan kepala sekolah.tion. membagi dan mengelola waktu baik bagi kebutuhan pribadi guru maupun bagi penyelesaian dan perkembangan tugas-tugas profesinya. tetapi banyak cara. Solving Discipline Problems. berusaha membantu siswa agar berhasil baik dalam perkembangan akademis maupun sosialnya. karena mereka adalah manajer kelas dan sekolah. Penulis menegaskan bahwa. Model-model tersebut adalah: Supportive model dari Gordon dengan Teacher Effectiveness Training Analysisnya. Secara garis besar pengelolaan kelas ini meliputi tiga . Wolfgang. et al. parent relation and home condi. Kelas yang baik tidak terjadi dengan sendirinya. Banyak masalah yang dihadapi guru dalam kelas. student success. (1984). Behaviorism/Punishment model dari Engleman dan Dobson. Boston: Allyn & Bacon Inc. Buku ini membahas bagaimana menciptakan kelas yang terkelola dengan baik. Edmund T. Masalah keempat adalah. Charles H. Kelima adalah time. and Glickman. Buku ini men guraikan beberapa strategi untuk memecahkan berbagai masalah. (1980). Valuing model dari Raths dan Simon dengan Value Clarification Technique-nya. New Jersey: Prentice Hall Inc. Classroom Management for Secondary Teachers. yaitu menjalin hubungan baik dengan orang tua serta memahami kondisi keluarga mereka.siswa agar berperilaku seperti yang diharapkan. Englewood cliffs. Behavior Modification model. terutama masalah siswa dalam kelas. Carl D.

serta pemeliharaan prosedur pengelolaan. memberikan ganjaran dan hukuman. kepala sekolah. konselor serta para mahasiswa yang sedang mempersiapkan din i untuk menjadi guru. kepala sekolah. Ketiga langkah pengelolaan tersebut dalam buku ini meliputi. New York: Barners & Nobles Books. memilih peraturan dan prosedur pengelolaan. bagaimana menyusun persiapan mengajar. berdiri sendiri. oleh karena itu buku ini sangat berharga bagi guru-guru. mengorganisasi dan melaksanakan kegiatan pengayaan. serta gambaran nyata yang akan dihadapi para calon guru di dalam kelas. dengan guru lain. Buku ini menguraikan hal-hal yang sangat praktis. bagaimana mencari keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan individu dengan kelas. pengelolaan ruang kelas dan alat-alat belajar. pelaksanaan pengelolaan. memelihara perilaku siswa. Andrew I. bagaimana memecahkan masalah siswa. . dilakukan sebelum tahun ajaran. Bagaimana kurikulum. buku ini memberikan gambaran dan sekaligus pedoman kepada calon-calon guru serta para mahasiswa yang sedang belajar di Fakultas Pendidikan/Keguruan tentang apa yang diharapkan dari seorang calon guru. Schwebel. Dengan ilustrasi yang menarik dilukiskan dalam buku ini kegiatan sehari-hari para calon guru yang sedang berpraktik di sekolah. mengelola kelompok-kelompok khusus. keduanya dilakukan sepanjang tahun ajaran. Digambarkan dengan jelas bagaimana hubungan antara guru dengan siswa. mengevaluasi organisasi dan manajemen kelas. mengelola kegiatan siswa. pengawas dan orang tua siswa. Sesuai dengan judulnya. et al. (1979). Perkembangan calon guru dari serba ragu menjadi penuh keyakinan dan penuh tanggung jawab.langkah: perencanaan. The Studnet Teacher's Handbook.

New York: Harper & Row Pub. (1992). UK: Blackwell Publisher. Regional Office for Education in Asia and Pacific. Morris L. (1987). (Ed). Beanne. & Alessi. Apeid. & Toepfer. & Hunt. (1993). Cornnelly. Jakarta: LP3ES. Illinois: The KAGG Press. Brown. C. (1992). Curriculum Inquiry. Teknologi dan Perkembangan.M. New York: Harper & Row Pub. (1984). Toward A Coherent Curriculum. . Chambers. Bangkok: Unesco. (1981). New York: McGraw Hill Books. (1975). Wilmette.J. Virginia: ASCD. George A. Anwar Jasin. Great Britain: Simon and Schuster Education. Pendekatan Pembelajaran: Acuan Konseptual Pengelolaan KBM di Sekolah. The Achievement of Education. Brandes. Beeby. Curriculum Theory. The Student Centred School. Pendidikan di Indonesia: Penilaian dan Pedoman Perencanaan. New York: The Viking Press. (1995). (1980). Conny R. Psychological Founda tion of Education. Jakarta: Konsorsium Ilmu Pendidikan. D & Ginnis.A. Oxford. (1986).F. S. George I. Syracuse: ERIC Clearinghouse on Information. (1975).A. Inc. C. Newton. Jr. Trends in Instructional Technology.E. Massachussetts: Alyn and Bacon. Iskandar (1980). Bigge. Training Educational Personnel for Integrated Curriculum. Alexandria. Ditjen Dikti Depdikbud. John H.DAFTAR RUJUKAN Alisyahbana. P. Semiawan & T. Curriculum Planning and Development. Co. James W. Maurice P. 1984. J. J. Ivor K. Davies. Jakarta: Balai Pustaka. The Live Classroom. (1983). F. Instructional Techniques. Jakarta: Yayasan Idayu. Beauchamp. (Ed). Brown. Pembaharuan Kurikulum Sekolah Dasar Sejak Proklamasi Kemerdekaan. Raka Joni. (1981). (Ed). Beanne.

Rinehart & Winston. (Ed). Kurikulum SD. (Ed). (1966). B. The Psychology of Teaching. Glen. Gagne. New York: Holt. Michael. Tomorrow's Schools. Ohio: Ohio Departemen of Education. Decision Making and Process. Readings in Curriculum. Boston: Allyn and Bacon. Oxford. Selecting and Use of Teaching Technology. & Gordon H. (1983). New York: Harper & Row Publisher. (1980).J. Habibie. Radical Curriculum Theory Reconsidered. Hillgard. Hall. Ernest R. Curriculum in the Classroom. Columbus. 1994. (1970). Hass. Theories of Learning. (1990). Bower. Columbia University. Glen. (1970). W. East Lansing. Gardner. Glasser. Doll. Jakarta: Armas Duta Jaya. Peraturan Pelaksanaan Sistem Pendidikan Nasional. (1987). (1993). 1984.Depdikbud. SMP. Monterey. New York: John Wiley & Sons.Curriculum Development. California: Brooks/Cole Publishing. . (1965). (1980). A Humanized System Approach. Robert M. (1990). New York and London: Teacher College. & Lindzey. Dunkin. Curriculum Improvement. (Ed). Gardiner. Jakarta: Depdikbud Depdikbud. SMA. Theories of Personality. Bill. Ronald C. William. (Ed). (1977). Belmont. Hass. The International Encyclopedia of Teaching and Teacher Education. New York: Appleton Century Crofts.Control Theory in the Classroom. The Condition of Learning. (1980). California: Lear Siegler Inc. Inc. Calvin S. Beberapa Pemikiran tentang Strategi Transformasi Industri suatu Negara Sedang Berkembang. Inc. Holmes Group. Hlebowitsh. Dull. Boston: Allyn & Bacon. Jakarta: Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi. J. Lloyd W. Hodgkinson. (1974). (1991). USA: The Holmes Group. Peter S. Kejuruan 1975. Queensland: Distance Education Centre. New York: Pergamon Press. Lambert.

The Science of Educational Research. Journal Vol. William J. Allyn & Bacon. Koentjaraningrat.1 1982. Kebudayaan. San Fransisco: Chandler Publishing Co. Indianapoli. Effective Teaching. Co. & Seller. Science Technology and Man agement. Kryspin. (1980). George. Curricular Application. James B. Curriculum : Perspectives and Practices. (1992). Abraham. Dianne. Kaplan. Jakarta: Gramedia. Educational Models for Instruction. New York: American Book Co. New York: Center for Curriculum Research and Services. Minneapolis. OSU. (1964). Behavioral Objectives and Instruction. McNeil John D. & Rosenweig James E. (1974). Handbook of Research on Curriculum. et al. Kast. Teaching and Learning: Philosophical. (1982). McCutcheon. 1987. Psychological. . Jackson.Hosyom. Washington DC: The Association for Supervision and Curriculum Development. Marilyn & Quaranta. Inquiring Into the Teaching Process. Robert J. Klose. Fremont E.P. Al Paul. (1979). The Conduct of Inquiry. Intentionality in Education. Johnson. Ontario: Oise Press. (1970). London: Scott. (Ed). Toronto. (1985). (1970). Co. Inc. New York: Macmillan Pub. Curriculum Theory: Theory Into Practice. John. New York: McGraw Hill Book Co. et al. Minnesota: Burgess Pub. Philip W. Inc. (1975). Mauritz. Technology. Lapp. Rulihs Merrill Educational Publishing. XXI No. Kibler. (1977). Foresman and Co. Democracy. Collision. Lory. Mentalitet dan Pembangunan . Miller. (1977) Curriculum A Comprehensive Introduction. (1962). Mac Donald. (1985). Gail. Writing Behavioral Objectives. (1965). New York: Macmillan Publishing Co. at al. Kourilsky. Boston: Little Brown & Co. W. J. J. Mouly. (Ed). New York and London: Longman.

Chicago: Rand Mac Nally & Co. Curriculum for the Modern Elementary School. Hilda. Petty. Teaching Thinking Across the Curriculum. Inc. Raka Joni. Beyond Freedom and Dignity. Thomas.F. Laurel. Donald S. Brace and World. Walter T. R. (1976). Seckinger. Instructional Media and Technology. California: Wadsworth Pub. Pokok-Pokok Pikiran Mengenai Pendidikan Guru. Second Handbook of Research on Teaching. New York: Harper & Row. in Travers. New York: Alfred A Knopf. Ditjen Dikti. Comparing Theories of Child Development.A. (1979). Schubert. Curriculum: Perspective. W. New York: John Wiley & Sons. Susskind. Curriculum Development. Murray. (Ed). Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. Sleeman. Charles. Depdikbud. Daniel & Tanner. Washington DC. V. Understanding Technology. (1995). (1976). Problem Approach to Foundation of Education. Ruggiero. P. Skinner. Directive Teaching. (1975). Novak. Baltimore and London: The John Hopkins University Press.H. . Belmont. Tanner. Co. Chicago: Rand MacNally College Pub.J. Taba. Jakarta: Konsorsium Ilmu Pendidikan. (1988). Joseph D. Excellence in Our Schools Teacher Education: An Action Plan. (1970).M. (1972). C. Qodir. Hutchinson & Sons. (1992). A Theory of Education. Inc. Richard E. & Rockwell D. Ilmu Pengetahuan dan Metodenya. Curriculum Development: Theory and Practices. Columbus. Theory Construction for Research on Teaching. (Ed). Thomas M. Inc. (Ed). (1986).M. (1986). T. New York: Macmillan Pub. (1978). Inc.R. Snow. B. Stephem. (1980). N. Publishers.NEA. New York: Harcourt. Paradigm and Possibility. Co. (1962). Macmillan Publishing Co. Stroudsberg : downden. Ohio: Charles E Merril Pub. (1973). (1982). Ithaca: Come! University Press.

Curriculum Development. Toffler. I. (1980). H.Tilaar. et al. Berkeley.n. (1980). Woolfolk. (Ed). Anita E. Gelombang Ketiga. (1991). California: McCutchan Publishing.R. Welch.D. Alwvi. (1984). Curriculum Principles and Foundations. G. Tisna Amidjaja. A. Jakarta: Depdikbud. New Jersey: Prentice Hall. Unruh. Jakarta: Panitia Kongres Ilmu Pengetahuan Nasional V. New York: Harper & Row Publisher. (1976).A. D. & Unruh. . Jakarta: Panca Simpati. Humanistic Psychology. Sistem Pendidikan Nasional yang Kondusif bagi Pembangunan Masyarakat Industri Modern Berdasarkan Pancasila. Zais. Pedoman Pelaksanaan Pala Pembangunan Sistem pendidikan Tenaga Kependidikan di Indonesia. Englewood Cliffs. (1978).G. Educational Psychology for Teachers. Co. (1984).A. Robert S. New York: Promenthus Books.

(1978). Co.rtgaiarkan mata kuliah yang sama selama beberapa tahun pada Universitas Siliwangi Tasikmalaya. IKIP Bandung dengan tambahan kredit dari Universitas California di Santa Barbara 1977/1978. sarjana pada tahun 1966 Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan dan Program Doktor pada tahun 1983 Jurusan Pengembangan Kurikulum FPS. STIA. Thomas (1978). Universitas Ibnu Khaldun dan Universitas Pakuan Bogor. dan STKS Bandung. NANA SYAODIH SUKMADINATA.A. penulis buku ini.TENTANG PENULIS PROF. Saat ini penulis mengajar mata kuliah Pengembangan Kurikulum dan Metode Penelitian pada PPS IKIP Bandung. Prinsip dan Landasan Pengembangan Kurikulum (1988). .M. Teknik Penilaian dan Bimbingan Pen yuluhan bersama Drs.lumbus. adalah dosen tetap pada IKIP Bandung. Mendiagnosis dan Membantu Kesulitan Belajar Siswa (1978). DR. Psikologi Umum dan Sosial bersama Djasman Adimihardja. Psikologi Belajar (1991). Universitas Pasundan. Teori dan Teknik Bimbingan Kelompok (1975). M. (1982). Beberapa buku yang pernah ditulis: Pengan tar Psikologi (1967). Pen yuluhan Individual (1976). dan sebelumnya nak. Rochman Natawidjaja (1979). Sampai saat ini penulis masih menjadi pengajar luar biasa pada SESKOAD dan SESPIMPOL. Penulis juga mengikuti program Refresher tahun 1986/1987 pada Universitas Ohio. The Role of Remediation in the Indonesian System bersama R. Strategi Bela jar-Mengajar (1984). TeknikTeknik Pemahaman Individu. Pada program Si penulis juga mengajar mata-mata kuliah Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Konseling pada IKIP Bandung dan Universitas Islam Bandung. Penulis menyelesaikan program Sarjana Muda tahun 1963 pada Jurusan Pedagogik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful