PENGEMBANGAN KURIKULUM TEORI DAN PRAKTEK KATA PENGANTAR

Kurikulum memegang kedudukan kunci dalam pendidikan, sebab berkaitan dengan penentuan arah, isi dan proses pendidikan, yang pada akhirnya menentukan macam dan kualifikasi lulusan suatu lembaga pendidikan. Kurikulum menyangkut rencana dan pelaksanaan pendidikan baik dalam lingkup kelas, sekolah, daerah, wilayah maupun nasional. Semua orang berkepentingan dengan kurikulum, sebab kita sebagai orang tua, sebagai warga masyarakat, sebagai pemimpin formal ataupun informal selalu mengharapkan tumbuh dan

berkembangnya anak, pemuda, dan generasi muda yang lebih baik, lebih cerdas, lebih berkemampuan. Kurikulum mempunyai andil yang cukup besar dalam melahirkan harapan tersebut. Buku ini disusun dengan tujuan membantu para guru, dosen, instruktur, widyaiswara, para pengembang, pengelola, penentu kebijaksanaan, dan siapa saja yang terlibat dan berminat dalam pengembangan kurikulum; untuk menambah wawasan tentang apa, mengapa, dan bagaimana pengembangan kurik ulum. Meskipun dalam buku ini diusahakan menyajikan materi yang bervariasi dengan cara penyajian yang moderat, tetapi mungkin saja sajian ini belum bisa memenuhi kebutuhan semua pihak. Untuk itu penulis meminta maaf dan menantikan saransaran bagi penyempurnaannya. Isi buku ini merupakan penyempurnaan dari buku sebelumnya yang berjudul Prinsip dan Landasan Pengembangan Kurikulum, yang ditulis dengan bantuan Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Depdikbud, untuk kepentingan Program Pascasarjana. Penulis ingin

menyampaikan ucapan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada Pimpinan P2LPTK, serta para pimpinan teras Depdikbud, yang telah mendorong penulisan serta memberi izin menerbitkan kembali buku ini oleh lembaga di luar P2LPTK.

Bandung, 1997 Nana Syaodih Sukmadinata

DAFTAR ISI

Kata Pengantar BAB 1 Konsep Kurikulum A. Kedudukan kurikulum dalam pendidikan B. Konsep kurikulum C. Kurikulum dan teori-teori pendidikan BAB 2 Teori Kurikulum 1 A. Apakah teori itu? B. Teori pendidikan C. Teori kurikulum BAB 3 Landasan Filosofis dan Psikologis Pengembangan Kurikulum A. Landasan filosofis B. Landasan psikologis BAB 4 Landasan Sosial-Budaya, Perkembangan Ilmu dan Teknologi dalam Pengembangan Kurikulum A. Pendidikan dan masyarakat B. Perkembangan masyarakat C. Perkembangan ilmu pengetahuan D. Perkembangan teknologi E. Pengaruh perkembangan ilmu dan teknologi BAB 5 Macam-Macam Model Konsep Kurikulum A. Kurikulum subjek akademis B. Kurikulum humanistik C. Kurikulum rekonstruksi sosial D. Teknologi dan kurikulum BAB 6 Anatomi dan Desain Kurikulum A. Komponen-komponen kurikulum B. Desain kurikulum

BAB 7 Proses Pengajaran A. Keseimbangan antara isi dan proses B. Isi dan kurikulum C. Proses belajar D. Kesiapan belajar E. Minat dan motif belajar BAB 8 Pengembangan Kurikulum A. Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum B. Pengembangan kurikulum C. Faktor-faktor yang mempengaruhi D. Artikulasi dan hambatan E. Model-model pengembangan kurikulum BAB 9 Evaluasi Kurikulum A. Evaluasi dan kurikulum B. Konsep kurikulum C. Implementasi dan evaluasi kurikulum D. Peranan evaluasi kurikulum E. Ujian sebagai evaluasi sosial F. Model-model evaluasi kurikulum BAB 10 Guru dan Pengembangan Kurikulum A. Guru sebagai pendidik profesional B. Guru sebagai pembimbing belajar C. Peranan guru dalam pengembangan kurikulum D. Pendidikan guru

Daftar Rujukan

BAB 1 KONSEP KURIKULUM

A. Kedudukan Kurikulum dalam Pendidikan Pendidikan berintikan interaksi antara pendidik dengan peserta didik dalam upaya membantu peserta didik menguasai tujuan-tujuan pendidikan. Interaksi pendidikan dapat berlangsung dalam lingkungan keluarga, sekolah, ataupun rnasyarakat. Dalam lingkungan keluarga, interaksi pendidikan terjadi antara orang tua sebagai pendidik dan anak sebagai peserta didik. Interaksi ini berjalan tanpa rencana tertulis,Orang tua sering tidak mempunyai rencana yang jelas dan rinci ke mana anaknya akan diarahkan, dengan cara apa mereka akan dididik, dan apa isi pendidikannya. Orang tua umumnya mempunyai harapan tertentu pada anaknya, mudah-mudahan is menjadi orang soleh, sehat, pandai, dan sebagainya, tetapi bagaimana rincian sifat-sifat tersebut bagi mereka tidak jelas. Juga mereka tidak tahu apa yang harus diberikan dan bagaimana memberi annya k agar anak-anaknya memiliki sifat-sifat tersebut. Interaksi pendidikan antara orang tua dengan anaknya juga sexing tidak disadari. Dalam kehidupan keluarga interaksi pendidikan dapat terjadi setiap saat, setiap kali orang tua bertemu, berdialog, bergaul, dan bekerja sama dengan anakanaknya. Pada saat demikian banyak perilaku dan perlakuan spontan yang diberikan kepada anak, sehingga kemungkinan terjadi kesalahan-kesalahan mendidik besar sekali. Orang tua menjadi pendidik juga tanpa dipersiapkan secara formal. Mereka menjadi pendidik karena statusnya sebagai ayah atau ibu, meskipun mungkin saja sebenarnya mereka belum siap untuk melaksanakan tugas tersebut. Karena sifat-sifatnya yang tidak formal, tidak memiliki rancangan yang konkret dan ada kalanya juga tidak disadari, maka pendidikan dalam lingkungan keluarga disebut pendidikan informal. Pendidikan tersebut tidak memiliki kurikulum formal dan tertulis. Pendidikan dalam lingkungan sekolah lebih‡bersifat formal. Guru sebagai pendidik di sekolah telah dipersiapkan secara formal dalam lembaga pendidikan guru. la telah mempelajari ilmu, keterampilan, dan seni sebagai guru. Ia juga telah

dibina untuk memiliki kepribadian sebagai pendidik. Lebih dari itu mereka juga telah diangkat dan diberi kepercayaan oleh masyarakat untuk menjadi guru, bukan sekadar dengan surat keputusan dari pejabat yang berwenang, tetapi juga dengan pengakuan dan penghargaan dari masyarakat. Guru melaksanakan tugasnya sebagai pendidik dengan rencana dan persiapan yang matang. Mereka mengajar dengan tujuan yang jelas, bahan-bahan yang telah disusun secara sistematis dan rinci, dengan cara dan alat-alat yang telah dipilih dan dirancang secara cermat. Di sekolah guru melakukan interaksi pendidikan secara berencana dan sadar. Dalam lingkungan sekolah telah ada kurikulum formal, yang bersifat tertulis. Guru-guru melaksanakan tugas mendidik secara formal, karena itu pendidikan yang berlangsung di sekolah sering disebut pendidikan formal. Dalam lingkungan masyarakat pun terjadi berbagai bentuk interaksi pendidikan, dari yang sangat formal yang mirip dengan pendidikan di sekolah dalam bentuk kursus-kursus, sampai dengan yang kurang formal seperti ceramah, sarasehan, dan pergaulan kerja. Gurunya juga bervariasi dari yang memiliki latar belakang pendidikan khusus sebagai guru, sampai dengan yang melaksanakan tugas sebagai pendidik karena pengalaman. Kurikulumnya juga bervariasi, dari yang memiliki kurikulum formal dan tertulis sampai dengan rencana pelajaran yang hanya ada pada pikiran penceramah atau moderator sarasehan, atau gagasan keteladanan yang ada pada pemimpin. Interaksi pendidikan yang be rlangsung di masyarakat, yang memiliki rancangan dan dilaksanakan secara formal sebenarnya dapat dimasukkan dalam kategori pendidikan formal. Interaksi yang rancangan dan pelaksanaannya kurang formal dapat kita sebut sebagai pendidikan kurang formal (less formal). Karena adanya variasi itu, Para ahli pendidikan masyarakat lebih senang menggunakan istilah pendidikan luar sekolah bagi interaksi pendidikan yang berlangsung di masyarakat ini. Dari hal-hal yang diuraikan itu, dapat ditarik beberapa kesimpulan berkenaan dengan pendidikan formal. Pertama, pendidikan formal memiliki rancangan pendidikan atau kurikulum tertulis yang tersusun secara sistematis, jelas, dan rinci. Kedua, dilaksanakan secara formal, terencana, ada yang mengawasi dan menilai. Ketiga, diberikan oleh pendidik atau guru yang memiliki ilmu dan keterampilan khusus dalam bidang pendidikan. Keempat, interaksi

Ketiga. Dapat kita bayangkan. pendidikan for. lebih banyak mengacu pada pendidikan atau pengajaran di sekolah. dengan fasilitas dan alat serta aturan-aturan permainan tertentu pula. Kedua. pendidikan di sekolah dapat memberikan pengetahuan yang lebih tinggi. interaksi pendidikan antara guru dan siswa berlangsung. Untuk menyampaikan bahan pelajaran. yaitu tujuan. hal itu berarti bahwa kurikulum merupakan bagian yang tak terpisahkan dari pendidikan atau pengajaran. Karena yang memiliki rancangan atau kurikulum formal dan tertulis adalah pendidikan di sekolah.pendidikan berlangsung dalam lingkungan tertentu. bahan ajar. Untuk menilai hasil dan proses pendidikan. Telah diuraikan sebelumnya. apakah berkenaan dengan penguasaan pengetahuan. Pertaina. Interaksi ini . lebih luas dan mendalam. pendidikan di sekolah dilaksanakan secara berencana. kemampuan sosial. Kalau kurikulum merupakan syarat mutlak. pengembangan pribadi. Pendidikan formal memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan pendidikan informal dalam lingkungan keluarga. metode-alat. dan lebih disadari. Dengan kata lain. sistematis. ataupun mengembangkan kemampuankemampuan tersebut diperlukan metode penyampaian serta alat-alat bantu tertentu. Sejarah pendirian sekolah diawali karena ketidakmampuan keluarga memberikan pengetahuan dan keterampilan yang lebih tinggi dan mendalam. juga diperlukap caracara dan alat-alat penilaian tertentu pula.mal di sekolah memiliki lingkup isi pendidikan yang lebih luas. bagaimana bentuk pelaksanaan suatu pendidikan atau pengajaran di sekolah yang tidak memiliki kurikulum. dan penilaian merupakan komponenkomponen utama kurikulum. karena memiliki rancangan atau kurikulum secara formal dan tertulis. ataupun kemampuan bekerja. Dengau berpedoman pada kurikulum. Keempat hal tersebut. Setiap praktik pendidikan diarahkan pada pencapaian tujuan -tujuan tertentu. maka dalam uraian-uraian selanjutnya yang dimaksud dengan pendidikan atau pengajaran itu. bahwa adanya rancangan atau kurikulum formal dan tertulis merupakan ciri utama pendidikan di sekolah. kurikulum merupakan syarat mutlak bagi pendidikan di sekolah. bukan hanya berkenaan dengan pembinaan segi-segi moral tetapi juga ilmu pengetahuan dan keterampilan.

ekonomi. kurikulum juga merupakan suatu bidang studi. Anggapan ini telah ada sejak zaman Yunani Kuno. alam. Menurut Mauritz Johnson (1967. B. sosial budaya.. yang ditekuni oleh para ahli atau spesialis kurikulum. 7). hlm. yang mencakup antara lain lingkungan fisik. serta proses pendidikan. Kurikulum juga merupakan suatu rencana pendidikan. Pertautan antara satu komponen dan komlumen pendidikan lainnya dapat dilihat pada bagan berikut. Zais. tetapi selalu terjadi dalam lingkungan tertentu. memberikan pedoman dan pegangan tentang jenis. Di samping kedua fungsi itu. Menurut pandangan lama.1 Komponen-komponen utama pendidikan Kurikulum mempunyai kedudukan sentral dalam seluruh proses pendidikan. lingkup. BAGAN 1. a racecourse of subject matters to be mastered" (Robert S.. 1976. dan religi. yaitu kurikulum sebagai ". . politik. dan urutan isi. juga bervariasi sesuai dengan aliran atau teori pendidikan yang dianutnya.struction". hlm. yang menjadi sumber konsep konsep atau memberikan landasan-landasan teoretis bagi pengembangan kurikulum berbagai institusi pendidikan. 130) kurikulum "prescribes (or at least anticipates) the result of in. kurikulum merupakan kumpulan matamata pelajaran yang harus disampaikan guru atau dipelajari oleh siswa. Konsep Kurikulum Konsep kurikulum berkembang sejalan dengan perkembangan teori dan praktik pendidikan.iidak berlangsung dalam ruang hampa. dalam lingkungan atau hubungan tertentu pandangan ini masih dipakai sampai sekarang.. Kurikulum mengarahkan segala bentuk aktivitas pendidikan demi tercapainya tujuan-tujuan pendidikan.

. tetapi juga menunjukkan adanya perubahan lingkup. Menurut Caswel dan Campbell dalam buku mereka yang terkenal Curriculum Development (1935). di rumah ataupun di masyarakat. 130) mengajukan keberatan terhadap konsep kurikulum yang sangat luas seperti yang dikemukakan oleh Ronald Doll. seperti perencanaan isi. hlm. Kurikulum hanya menggambarkan atau mengantisipasi hasil dari pengajaran. Interaksi seperti itu bukan kurikulum.. Definisi Doll tidak hanya menunjukkan adanya perubahan penekanan dari isi kepada proses. tetapi pengajaran. Definisi tersebut juga mencakup berbagai upaya guru dalam mendorong terjadinya pengalaman tersebut serta berbagai fasilitas yang mendukungnya. berkenaan langsung dengan pelajaran ataupun tidak. kalau ditanya tentang kurikulum akan memberikan jawaban sekitar bidang studi atau mata-mata pelajaran. sedangkan kurikulum hanya berkenaan dengan hasil-hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh siswa. Mauritz Johnson (1967. Semua yang berkenaan dengan perencanaan dan pelaksanaan.Banyak orang tua bahkan juga guru-guru. Johnson membedakan dengan tegas antara kurikulum dengan pengajaran. kegiatan belajarmengajar. to be composed of all the experiences children have under the guidance of teachers. Menurut Johnson. evaluasi. kurikulum . Doll (1974. termasuk pengajaran... Apa yang di maksud dengan pengalaman siswa yang diarahkan atau menjadi tanggung jawab sekolah mengandung makna yang cukup luas. Pengalaman tersebut berlangsung di sekolah. Perubahan penekanan pada pengalaman ini lebih jelas ditegaskan oleh Ronald C. Pendapat-pendapat yang muncul selanjutnya telah beralih dari menekankan pada isi menjadi lebih memberikan tekanan pada pengalaman belajar. 22): The commonly accepted definition of the curriculum has changed from content of courses of study and list of subjects and courses to all the experiences which are offered to learners under the auspices or direction of the school. Lebih khusus mungkin kurikulum diartikan hanya sebagai isi pelajaran. bersama guru tanpa guru. pengalaman hanya akan muncul apabila terjadi interaksi antara siswa dengan lingkungannya. hlm. dari konsep yang sangat sempit kepada yang lebih luas.

belajar (learning) merupakan kegiatan atau upaya yang dilakukan siswa. Menurut dia. dan kurikulum. Rencana tertulis merupakan dokumen kurikulum (curriculum document or inert curriculum). Kurikulum . Hilda Taba (1962) mempunyai pendapat yang berbeda dengan pendapatpendapat itu. pembelajaran. 130). live or operative curriculum). tetapi pada keluasan cakupannya. Kurikulum juga sering dibedakan antara kurikulum sebagai rencana (curriculum plan) dengan kurikulum yang fungional (functioning curricu. a structured series of intended learning outcomes (Johnson. Sebagai respons terhadap kegiatan mengajar yang diberikan oleh guru..(curriculum) merupakan suatu rencana yang memberi pedoman atau pegangan dalam proses kegiatan belajarmengajar. Zais menjelaskan bahwa kebaikan suatu kurikulum tidak dapat dinilai dari dokumen tertulisnya saja. Terlepas dari pro dan kontra terhadap pendapat Mauritz Johnson. beberapa ahli memanciang kurikulum sebagai rencana pendidikan atau pengajaran. melainkan sesuatu yang fungsional yang beroperasi dalam kelas. melainkan harus dinilai dalam proses pelaksanaan fungsinya di dalam kelas. 6) "A curriculum is a written document which may contain many ingredients. Salah seorang di antara mereka adalah Mac Donald (1965. yang memberi pedoman dan mengatur lingkungan dan kegiatan yang berlangsung di dalam kelas. Menurut Beauchamp (1968. but basically it is a plan for the education of pupils during their enrollment in given school". Mengajar (teaching) merupakan kegiatan atau perlakuan profesional yang diberikan oleh guru. him. Perbedaan antara kurikulum dan pengajaran menurut dia bukan terletak pada implementasinya. 1967. him.Menurut Johnson kurikulum adalah . Selanjutnya. Beauchamp lebih memberikan tekanan bahwa kurikulum adalah suatu rencana pendidikan atau pengajaran. Pelaksanaan rencana itu sudah masuk pengajaran.. belajar. hlm. Kurikulum bukan hanya merupakan rencana tertulis bagi pengajaran. yaitu mengajar. Kurikulum.lum). Keluruhan pertautan kegiatan yang memungkinkan dan berkenaan (lengan terjadinya interaksi belajar-mengajar disebut pembelajaran (instruction). sistem persekolahan terbentuk atas empat subsistem. sedangkan kurikulum yang dioperasikan di kelas merupakan kurikulum fungsional (functioning.

Beauchamp mendefinisikan teori kurikulum sebagai . bergantung pada tafsiran guru. and (2) the procedures of inquiry and practice that it follows (the syntactical structure)". kejuruan. tetapi cukup luas dan umum sehingga memungkinkan mencakup semua bahan yang dapat dipilih oleh guru sesuai dengan kebutuhan dan minat siswa serta kemampuan guru. 3). .a set of related statements that gives meaning to a schools's curriculum by pointing up the relationships among its elements and by directing its development. pendidikan menengah atau pendidikan tinggi.2 Kontinum kurikulum dan pengajaran Menurut Taba. Kurikulum memberikan pegangan bagi pelaksanaan pengajaran di kelas.. dalam kurikulum (tertulis). and its evaluation. Menurut Taba keduanya membentuk satu kontinum. sedangkan yang lebih sempit lebih khusus menjadi tugas pengajaran.berkenaan dengan cakupan tujuan isi dan metode yang lebih luas atau lebih umum. Menurut Robert S. Kumpulan teori-teori kurikulum membentuk suatu ilmu atau bidang studi kurikulum. Teori-teori tersebut merupakan hasil pengkajian. Zais (1976. BAGAN 1. sekhusus mungkin agar mudah dipahami guru. yaitu teori kurikulum. Beauchamp (1976. tetapi merupakan tugas dan tanggung jawab guru untuk menjabarkannya. isi harus digambarkan serinci. him. penelitian. 58-59) kurikulum sebagai bidang studi membentuk suatu teori.. Suatu kurikulum. dan lainlain merupakan perwujudan atau penerapan teori-teori kurikulum. kurikulum terletak pada ujung tujuan umum atau tujuan jangka panjang. kurikulum sekolah umum. sedangkan pengajaran pada ujung lainnya yaitu yang lebih khusus atau tujuan dekat. its use. batas antara keduanya sangat relatif. apakah itu kurikulum pendidikan dasar. him. Sebagai contoh. dan pengembangan para ahli kurikulum. kurikulum sebagai bidang studi mencakup: (1) the range of subject matters with which it is concerned (the substantive structure). Menurut George A.

(4) actual writing of a curriculum. Sebagai suatu sistem. Kurikulum sebagai suatu sistem menyangkut penentuan segala kebijakan tentang kurikulum. (6) evaluation the curriculum. (3) organization for and leachniques used in curriculum plannning.ekolah. Selain sebagai bidang studi menurut Beauchamp.(1) the choice of arena for curriculum decision making. penentuan kurikulum. baik sebagai dokumen tertulis maupun aplikasinya dan menjaga agar kurikulum tetap dinamis. 60) menggambarkan: . yang secara garis berkenaan dengan pengembangan. kurikulum juga sebagai rencana pengajaran dan sebagai suatu sistem (sistem kurikulum) yang merupakan bagian dari sistem persekolahan. Suatu kurikulum disusun dengan mengacu pada satu atau beberapa teori kurikulum. (5) implementing the curriculum. dan suatu teori kurikulum diturunkan atau dijabarkan dari teori pendidikan tertentu.Bidang cakupan teori atau bidang studi kurikulum meliputi: konsep kurikulum. lebih lanjut Beauchamp (1975. 111m. Kurikulum dan Teori-Teori Pendidikan Kurikulum mempunyai hubungan yang sangat erat dengan teori pendidikan. penerapan. evaluasi... ovaluasi. alat-alat pengajaran dan jadwal waktu pengajaran. Kurikulum dapat dipandang sebagai rencana konkret . dan evaluasi kurikulum. desain kurikulum. (2) the selection and involvement of person in curriculum planning. implementasi dan evaluasi kurikulum. kurikulum m. penerapan. dan penyempurnaannya. susunan personalia dan prosedur pengemhangan kurikulum. pengembangan kurikulum. Apa yang dikemukakan oleh Beauchamp bukan hanya menunjukkan tnnlsi tetapi juga struktur dari suatu sistem kurikulum. kurikulum berisi tujuan yang ingin dicapai. kegiatan pengajaran. bahan yang akan disajikan. dan penyempurnaannya. Mengenai fungsi sistem kurikulum ini. Fungsi utama sistem kurikulum adalah dalam pengembangan. Sebagai suatu rencana pengajaran.erupakan bagian atau subsistem dari keseluruhan kerangka organisasi sekolah atau sistem µ. pelaksanaan. C. and (7) providing for feedback and modification of the curriculum.

konsep. sebab sentuanya telah tersedia. berupa disiplindisiplin ilmu yang telah ditemukan dan dikembangkan oleh para ahli tempo dulu. atau nilai-nilai telah ditemukan oleh para pemikir terdahulu. pendidikan interaksional. Guru atau para pendidik tidak perlu susah-susah mencari dan menciptakan pengetahuan. guru atau pendidik adalah ahli dalam bidang ilmu dan juga contoh atau model nyata dan pribadi yang ideal. Pendidikan klasik Pendidikan klasik atau classical education dapat dipandang sebagai konsep pendidikan tertua. Pendidikan berfungsi memelihara. Mendidikkan nilainilai tidak sama dengan mengajarkan pengetahuan yang berbentuk penyampaian informasi. 1. dan meneruskan semua warisan budaya tersebut kepada generasi berikutnya. tetapi juga melatih keterampilan dan menanamkan nilai. yaitu pendidikan klasik. Minimal ada empat teori pendidikan yang banyak dibicarakan para ahli pendidikan dan dipandang mendasari pelaksanaan pendidikan. Sebelum dapat menyampaikan materi ilmu pengetahuan tersebut secara sempurna. yaitu pengetahuan. Isi pendidikan atau materi ilmu tersebut diambil dari khazanah ilmu pengetahuan. tinggal menguasai dan mengajarkannya kepada anak. ide-ide. Tugas guru dan para pengembang kurikulum adalah memilih dan menyajikan materi ilmu tersebut disesuaikan dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik. Materi ilmu pengetahuan yang diambil dari disiplindisiplin ilmu tersebut telah tersusun secara logis dan sistematis. dikemukakan beberapa teori pendidikan dan model-model konsep kurikulum dari masing-masing teori tersebut. Menurut konsep pendidikan klasik. Teori pendidikan ini lebih menekankan peranan isi pendidikan daripada proses atau bagaimana mengajarkannya.penerapan dari suatu teori pendidikan. Konsep pendidikan ini bertolak dari asumsi seluruh warisan budaya. tetapi perlu dimanifestasikan dalam perilaku seharihari. pendidikan pribadi. Tugas para pendidik atau guru bukan hanya mengajarkan materi pengetahuan. para pendidik atau talon pendidik terlebih dahulu harus mempelajarinya dengan sungguh-sungguh. mengawetkan. . Siswa merupakan penerima pengajaran yang baik. dan nilai-nilai baru. dan teknologi pendidikan. Untuk lebih memahami hubungan kurikulum dengan pendidikan.

sedangkan model belajarnya adalah asimilasi. keduanya memiliki pandangan yang berbeda. Konsep-konsep filosofis lebih banyak mewarnai pendidikan ini. dan diarahkan pada perkembangan kemampuan berpikir. Mengenai persamaan dan perbedaan pendidikan perenial dengan esensial. Pengetahuan dan nilai-nilai yang akan diajarkan diambil dari materi disiplin ilmu yang telah disusun dan dikembangkan oleh para ahli. Mereka lebih pragmatis. Dianna Lapp. Meskipun demikian dalam pendidikan klasik siswa bekerja keras menguasai apa-apa yang diajarkan dan ditugaskan oleh guru. Walaupun didasari dengan konsep-konsep yang sama. perenialisme dan esensialisme. Isi pendidikan lebih banyak bersifat pendidikan umum (general education atau liberal art) dengan model mengajar yang bersifat ekspositori. dkk.tetapi sebagai penerima informasi sesungguhnya mereka pasif. Dalam penyusunan kurikulum. Pendidikan menurut pandangan mereka adalah bebas nilai (value free) dan bebas dari kebudayaan (culture free) artinya tidak terikat atau diwarnai oleh nilai-nilai dan karakteristik masyarakat sekitar. konsep-konsep dan nilai-nilai yang telah ada. matamata pelajaran dipilih dan ditentukan oleh sekelompok orang ahli. Esensialisme berkembang di Amerika Serikat dalam masyarakat industri. Parenialisme maupun esensialisme mempunyai pandangan yang sama tentang masyarakat. Pendidikan lebih menekankan perkembangan segi-segi intelektual daripada segi emosional dan psikomotor. Isi pengajaran lebih diarahkan kepada pembentukan keteram pilan dan pengembangan kemampuan vocational. dan sifat-sifat mental. disusun secara sistematis dan logis. Parenialisme berkembang di Eropa dalam masyarakat aristokralisagraris. menjelaskan: . pendidikan diarahkan dalam mempersiapkan generasi muda untuk terjun ke dunia kerja. pembentukan pribadi. bahwa masyarakat bersifat statis. Pendidikan ini lebih mengutamakan sains daripada humanitas. Ada dua model konsep pendidikan klasik. Konsep ini lebih berorientasi pada masa sekarang dan yang akan datang. Pendidikan berfungsi memelihara dan mewariskan pengetahuan. Mereka lebih berorientasi ke masa lampau dan kurang hivmen tingkan tuntutantuntutan masyarakat yang berkembang saat sekarang pendidikan lebih menekankan pada humanitas.

Looking to the present rather than the past. apalagi siswa. berbuat. terutama sukses secara ekonomis. kehidupan produktif. (Lapp. essentialism is nonreflective. sejak dilahirkan. seperti halnya seorang . Dialah yang aktif dan bertanggung jawab dalam segala aspek pengajaran. sistematis. Dianna. Konsep pendidikan ini bertolak dari anggapan dasar bahwa. dan evaluasi. Para esensialis bersifat praktis. hlm. yang diambil dari disiplin-disiplin ilmu. it is primarily practical and pragmatic.Like perennial education. Dalam pengajaran. metode. berfungsi menciptakan lingkungan yang menunjang dan terhindar dari hama-hama. nonphilosophical. (3) memperoleh penghasilan lehih banyak. Siswa mempunyai peran yang pasif. Pendidikan pribadi Pendidikan pribadi (personalized education) lebih mengutamakan peranan siswa. (2) dapat bekerja sama lebih baik dengan orang dari berbagai tingkatan/lapisan masyarakat. Mereka menghargai seni. menurut para esensialis. seeking to maintain and pass on to the new generation the convictions of the older generation. sebagai penerima informasi dan tugas-tugas dari guru. keindahan. Tujuan utama pendidikan. dan berstruktur. Pendidikan adalah ibarat persemaian. memecahkan masalah.. disusun oleh para ahli tanpa mengikutsertakan guru-guru. et. anak telah memiliki potensi-potensi. dan humanitas sepanjang hal itu mendukung kehidupan sehari-hari. mengutamakan kerja dan kompetisi di tramping kerja sama. dengan berpusatkan pada segi intelektual. Isi disusun secara logis. baik potensi untuk berpikir. essentialism is conservative. and to science rather than to the humanities. Kurikulum pendidikan klasik lebih menekankan isi pendidikan. Guru mempunyai peranan yang sangat besar dan lebih dominan. maupun untuk belajar dan berkembang sendiri. But unlike perennialism. ia menentukan isi. Tugas guru. It is far more prone to activity-to doing-than to wasting time on extensive philosophical speculation. 2. Mereka berpikiran praktis bahwa pendidikan adalah suatu Han untuk mencapai sukses dalam kehidupan. al. sedikit sekali memperhatikan segi segi sosial atau psikologis peserta didik. 32). 1975. adalah (1) memperoleh pekerjaan yang lebih baik.

Rousseau menolak pendidikan yang mengutamakan intelektual. Pendidikan romantik berpangkal dari pemikiran-pemikiran Jean Jacques Rousseau. Menurut Rousseau. merdeka. Berkat refleksinya itu is memahami dan dapat menggunakannya bagi kehidupan. kebenaran. didengarkan. fasilitator. Ia merefleksi terhadap masalah masalah yang muncul dalam kehidupanhya. dan gentle. yaitu pendidikan progresif dan pendidikan romantik. la juga berperan sebagai bidan yang membantu siswa melahirkan ide -idenya. dan sinar matahari yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan tanaman (peserta didik). Ia ingin mengembalikan pendidikan kepada pendidikan alam. semua ciptaan Tuhan termasuk anak adalah bai k dan menjadi kurang baik atau sering rusak di tangan manusia. Ia lebih berfungsi sebagai psikolog yang mengerti segala kebutuhan dan masalah peserta didik. sebab secara alamiah manusia baik. pupuk. dan pelayan bagi siswa. Isi pengajaran berasal dari pengalaman sisvva sendiri yang sesuai dengan minat dan kebutuhannya. siswa merupakan satu kesatuan yang utuh. dan ketulusan. dialah yang menduduki tempat utama dalam pendidikan. Guru membantu perkembangan siswa sesuai dengan kemampuan dan kecepatannya masing-masing. . Pendidikan bertolak dari kebutuhan dan minat peserta didik. Setiap orang mempunyai nurani yang berisi kejujuran. bukan lagi sebagai penyampai informasi atau sebagai model dan ahli dalam disiplin ilmu. pendorong (motivator). Peserta didik menjadi subjek pendidikan. Pendidik menempati posisi kedua. Teori ini juga memiliki dua aliran. udara. Guru adalah pembimbing. Aliran ini menjadi lebih terkenal di Amerika berkat percobaan-percobaan yang dilakukan John Dewey dengan sekolah-sekolah laboratoriumnya. John Dewey menerapkan prinsip belajar sambil berbuat (learning by doing). Dalam pendidikan progresif. air. Tokoh pendahulu pendidikan progresif adalah Francis Parker yang membawa aliran ini dari Eropa ke Amerika. Pendidikan adalah proses individual yang berisi rentetan pengembangan kemampuan-kemampuan anak. Inilah yang hams ditemukan. Guru lebih merupakan ahli dalam metodologi daripada dalam bahan ajar. dan diikuti.petani adalah mengusahakan tanah yang gembur. perkembangan emosi dan sosial sama pentingnya dengan perkembangan intelektual. berkat interaksi dengan berbagai aspek dalam lingkungan maka terjadi rentetan pengembangan kemampuan-kemampuan anak.

hal yang mungkin mengganggu perkembangan siswa. mewujudkan dorongan-dorongannya. 154). sebab teknologi pendidikan bertolak dari dan merupakan penerapan prinsip-prinsip ilmu dan teknologi dalam pendidikan. Isi dan proses pembelajarannya selalu berubah sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa. memberikan kebebasan agar anak belajar dan berkembang sendiri. Teknologi telah masuk ke semua segi kehidupan. Ia berusaha mencegah hal. so deliberately foster.guru dengan melibatkan siswa. Guru juga berperan sebagai sumber lingkungan belajar. Perkembangan teknologi pendidikari dipengaruhi clan sangat diwarnai oleh perkembangan ilmu dan teknologi. Mereka lebih berorientasi ke masa sekarang dan yang akan datang. tidak seperti pendidikan klasik yang lebih melihat ke masa lalu. Our technologies to day are so powerful. yang selalu siap memberikan bantuan kepada siswa. Pengalaman merupakan isi sekaligus guru alamiah bagi anak. Hal itu memang sangat masuk akal.bangkan bersama siswa. so prevalent. Materi ajar dipilih sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa. and so prominent in the awareness of people. Anak tidak diajari. Guru menyediakan lingkungan belajar. et. Tidak ada suatu kurikulum standar.. dan mewujudkan rasa ingin tahunya. 1975.Rousseau memandang pendidikan sebagai a lifelong personal growth process rather than an information and skill gathering process that exists only during the school years (Diane Lapp. 3. that they not only . termasuk dalam pendidikan. sebab yang diutamakan dalam teknologi pendidikan adalah pembentukan dan penguasaan kompetensi bukan pengawetan dan pemeliharaan budaya lama. Pengembangan kurikulum dilakukan oleh guru. tetapi didorong untuk belajar. yang ada adalah kurikulum minimal yang dalam implementasinya dikem. Keduanya juga mempunyai perbedaan. dan tumbuh sesuai dengan polanya. Ia dibiarkan untuk mengalami sendiri. al. TeknOlogi pendidikan Teknologi pendidikan mempunyai persamaan dengan pendidikan klasik tentang peranan pendidikan dalam menyampaikan informasi. Kurikulum pendidikan pribadi lebih menekankan pada proses pengembangan kemampuan siswa. hlm.

if we wish to relate to him for better to educate him. dan behavior modification merupakan model-model pengajaran baru. melengkapi model yang telah ada yaitu pengajaran berprogram. konsep pendidikan ini mengutamakan segi-segi empiris. Efisiensi merupakan salah satu ciri utama teknologi pendidikan. pendidikan adalah ilmu dan bukan seni. sama dari tahun ke tahun. Dengan pengembangan desain program. Menurut mereka. dunia empiris. and in our very conceptions of the meaning of existence (Holtzman. perilakunya dapat dibentuk dengan teknologi perilaku. dan pengajaran modul. pendidikan adalah cabang dari teknologi ilmiah. mesin pengajaran. 237). seperti yang dinyatakan Skinner. hlm. Karena sifat ilmiahnya. pengalaman tersebut selalu berubah. manusia pada dasarnya tidak berbeda dengan binatang. Kehidupan dan perkembangan itu selalu baru. Menurut pandangan klasik. Mereka kurang menghargai hal-hal yang bersifat kualitatif dan spiritual. pendidikan menjadi sangat efisien. Dalam pengembangan desain program. Bagi mereka. seperti computer assisted instruction (CAI). . Menurut teori ini. hari ini lebih baik dari kemarin dan besok lebih baik daripada hari Mi. informasi objektif yang dapat diamati dan diukur serta dihitung secara statistik. Gambaran manusia tentang dunia dan makna kehidupan merupakan sintesis dari pengalaman-pengalaman dasarnya. berbeda dengan pandangan teknologi pendidikan. attitudes. individually prescribed instruction (IPI). goals. What we need is a technology of behavior (Skinner. pengalaman ini bersifat menetap. competency based instruction. ia mereaksi terhadap perangsang-perangsang dari lingkungannya. 1970. how to control his environment in such away as to reshape his behavior. values. dunia ini adalah dunia material. 1972). mereka juga melibatkan penggunaan perangkat keras. Meskipun lebih kompleks.tutions. we need only learn scientifically. Man totally determined by his environment. alat-alat pandangdengar (audio-visual) dan media elektronika.bring about changes in the physical world which tecnologies have always done but also in our insti. Pengembangan model-model pengajaran yang bersifat individual serta menekankan penguasaan kemampuan. Therefore. and expectations.

tetapi apabila tidak. atau komputer) dan para siswa belajar secara individual. 4. Keterampilan-keterampilan barunya segera digunakan dalam masyarakat. bila ia hidup sendiri di sebuah pulau terpencil. mungkin ia dapat bertahan hidup. yang tersusun dalam satuan -satuan bahan ajar dalam bentuk satuan pelajaran. Materi disiplin ilmu dipelajari termasuk dalam kurikulum. manusia selalu membutuhkan manusia lain. Siswa berusaha untuk menguasai sejumlah besar bahan dan pola-pola kegiatan secara efisien tanpa refleksi. selalu hidup bersama. dan mampu inemenuhi kebutuhan hidup dan memecahkan berbagai masalah yang (iihadapi. mungkin tidak liapat hidup atau tidak dapat mencapai . mereka dapat hidup. Apab digunakan ila media elektronika. film. Penyusunan kurikulum dilakukan para ahli dan atau guru-guru yang mempunyai kemampuan mengembangkan kurikulum.kemampuan praktis. Pendidikan interaksional Konsep pendidikan ini bertolak dari pemikiran manusia sebagai makhluk sosial. berinteraksi. modul. video ataupun komputer. Dalam kurikulum. berkembang. Dalam kehidupannya. dan bekerja sama. lebih banyak melakukan tugas-tugas pengelolaan daripada penyampaian dan pendalaman bahan. Isi pendidikan berupa data-data objektif dan keterampilanketerampilan yang mengarah kepada kemampuan vocational. isi pendidikan dipilih oleh tim ahli bidang-bidang khusus. ierbehas dari tugas pengembangan segi-segi nonintelektual.Dalam konsep teknologi pendidikan. paket program audio. Karena kehidupan bersama dan kerja sama ini. apabila hal itu mendukung penguasaan kemampuan-kemampuan tersebut. Dalam satuan-satuan bahan ajar tersebut tercakup pula kegiatan pembelajaran dan bentuk-bentuk serta alat penilaiannya. paket belajar. apa yang akan dihadapi seseorang. Bila lingkungannya mendukung. Perangkat kurikulum cukup lengkap mulai dari struktur dan sebaran mata pelajaran sampai dengan rincian bahan ajar yang dipelajari oleh siswa. Dapat dibayangkan. Isi disusun dalam bentuk desain program atau desain pengajaran dan disampaikan dengan menggunakan bantuan media elektronika (kaset audio. Guru berfungsi sebagai direktur belajar. video. materi disiplin ilmu tersebut disusun terjalin dalam kemampuan. Kurikulum pendidikan teknologi menekankan kompetensi atau kemampuan.

tingkat mencari makna baik makna sosial (socially conscious) maupun makna pribadi (self conscious). sal ing mengajar dan belajar. tetapi lebih jauh yaitu pada tingkat mengapa. Setiap siswa. Pendidikan lideraksional menekankan interaksi dua pihak. antara pemikiran siswa dengan kehidupannya. Dalam pendidikan interaksional. Dalam pendidikan klasik dan teknologi interaksi terjadi sepiliak dari guru kepada siswa. Pendidikan sebagai salah satu bentuk kehidupan juga berintikan kerja ama dan interaksi. begitu juga guru. Setelah mengetahui makna dari fakta-fakta dan nilai-nilai sosial budaya. kritik dari sudut kepentingannya bagi kesejahteraan umat manusia. setiap siswa dan guru saling mendengarkan. Isi atau bahan ajar ini berkenaan dengan lingkungan sosial-budaya yang mereka hadapi saat ini.kemajuan seperti yang dialami oleh I wang-orang yang hidup bersama dengan orang lain. Dalam proses seperti itu dialog berlangsung. mempunyai rentetan pengalaman dan persepsi sendiri. Interaksi ini bukan hanya pada tingkat apa dan bagaimana. mereka mengadakan evaluasi. Interaksi ini terjadi melalui berbagai bentuk dialog. dan guru juga pada suatu saat berperan sebagai siswa yang turut belajar bersama para siswanya. Siswa tidak hanya berperan sebagai siswa. persepsi-persepsi yang berbeda tersebut digunakan untuk menyoroti masalah bersama yang muncul dalam kehidupannya. interaksi ini juga terjadi antara siswa dengan bahan ajar dan dengan lingkungan. memberikan pendapat. selalu terjadi hubungan timbal balik antara keduanya. dari guru kepada siswa dan lari siswa kepada guru. Interaksi juga terjadi antara siswa dengan bahan ajar. Pemahaman yang muncul dari situasi demikian melebihi jumlah seluruh sumbangan para peserta. tetapi juga sebagai guru. di lain pihak kekuatan dan . memberikan interpretasi yang bersifat menyeluruh serta memahaminya dalam konteks kehidupannya. Lebih luas. belajar lebih dari sekadar mempelajari fakta-fakta. Siswa sebagai individu selalu berinteraksi dengan lingkungannya. Pandangan-pandangannya mempengaruhi bentuk dan pola lingkungan. Siswa mengadakan pemahaman eksperimental dar fakta-fakta i tersebut. Dalam proses belajar. sedangkan dalam pendidikan romantik don progresif terjadi sebaliknya dari siswa kepada guru.

memperbaiki modus dari kehidupan. dan memberikan kesiapan untuk melakukan berbagai pekerjaan. Isi pendidikan terdiri atas problem problem nyata yang aktual yang dihadapi dalam kehidupan di masyarakat. Lebih jauh. Kurikulum pendidikan interaksional menekankan baik pada isi maupun proses pendidikan sekaligus. teman. Mereka diajak untuk menghayati nilai-nilai sosial-budaya yang ada di masyarakat. Proses pendidikannya berbentuk kegiatan-kegiatan belajar kelompok yang mengutamakan kerja sama. Interaksi juga terjadi antara pemikiran siswa dengan kehidupannya. menentukan stratifikasi sosial. Kegiatan penilaian dilakukan untuk hasil maupun proses belajar. Belajar adalah kerja sama dan saling kebergantungan dengan orang lain. siswa dan guru. tetapi mempunyai peranan penting dalam sistem masyarakat. Melalui interaksi tersebut muncul pengetahuan. kemudian mereka mengembangkan persepsinya sendiri terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat. pendapat. Guru berperan dalam menciptakan situasi dialog dengan dasar saling mempercayai dan saling membantu. Guru-guru melakukan kegiatan penilaian sepanjang kegiatan belajar. menilai pendapat orang lain. Pendidikan berperan dalam mengembangkan identitas pribadi. Sekolah menyiapkan anak dengan berbagai keterampilan sosial juga keterampilan bekerja. dan sebagainya. sekolah juga berperan dalam membina sikap positif terhadap dunia kerja. Lingkungan merupakan bagian dari kehidupan siswa.keterbatasan lingkungan mempengaruhi individu siswa. baik antarsiswa. Bahan ajar diambil dari lingkungan sosial-budaya yang dihadapi para siswa sekarang. Proses belajar dalam model interaksional terjadi melalui dialog dengan orang lain apakah dengan guru. sikap. dan keterampilan-keterampilan baru. Suatu kebenaran tidak akan diyakininya apabila tidak dicobakan dan dihayati dalam kehidupannya sehari-hari. maupun antara siswa dan guru dengan sumbersumber belajar yang lain. dan belajar menyatakan pendapat dan sikapnya sendiri. . disiplin kerja. menerima. Sekolah berbeda dengan pendidikan. Sekolah merupakan pintu untuk memasuki masyarakat. atau yang‡lainnya. memberikan penilaian yang kritis. Siswa belajar memperhatikan.

misi. dan ovaluasi. dan pengembangan kurikulum. Selanjutnya. yaitu.landasan-landasan apa yang mendasari penyusunan kurikulum. yang berisi tujuan. Curriculum: Perspective.. Buku Acuan Schubert.D. dengan mengemukakan hal-hal yang bersifat praktis. Bagian kedua membahas paradigma. penulis menyajikan suatu tulisan yang komprehensif mendasar.Secara sistematik diuraikan masalah apa dalam kurikulum. al. seluruh isi buku ini terbagi atas tiga bagian. khsusunya kurikulum. sejarah maupun perkembangannya. pengetahuan. Buku ini merupakan buku teks pada bidang kurikulum baik untuk tingkat S1 maupun S2 sebab isinya menyangkut hal-hal yang sangat prinsip. dan nilai-nilai apa yang harus disajikan dalam kurikulum. Isi buku ini hampir sama dengan buku-buku lain dalam tema yang sama. James A. Paradigm and Possibility. organisasi. Curriculum Planning and Development. buku ini baik sekali bagi para pengajar kurikulum dan guru guru yang melaksanakan kurikulum. sampai sejauh mana dan untuk apa hal itu diberikan. dalam arti bertolak dari teori yang kuat. . New York: Macmillan Publishing Co. Hampir semua hal yang berkenaan dengan permasalahan kurikulum tercakup dalam buku mi. Oleh karena itu. serta pelaksanaan. Beane.. 1986. Dilatarbelakangi oleh minat pribadi yang sangat mendalam terhadap pendidikan. Secara sistematis dan logis. proses. Dilengkapi dengan pengalamannya yang begitu banyak dalam bidang pendidikan. Bagian ketiga membahas problema-problema kurikulum. Inc. William H. Boston: Allyn and Bacon. Bagian pertama menguraikan perspektif kurikulum. Juga diuraikan masalah mengapa. bagaimana proses penyampaian kurikulum serta proses pengelolaan kurikulum. penulis memandang bahwa kurikulum merupakan bidang yang sangat penting. 1986. Salah satu kelebihannya terletak pada isinya yang sangat komprehensif. keterampilan. dan diakhiri dengan proses evaluasi kurikulum. baik dari segi konsep atau teori. Kurikulum menentukan jenis dan kualitas pengetahuan dan pengalaman yang memungkinkan orang atau seseorang mencapai kehidupan dan penghidupan yang baik. profesionalisasi. et.

Dalam buku ini disajikan suatu model konseptual kurikulum dan rencana pengajaran. Pada bagian pertama tulisan ini. Tulisan ini membahas praktik pelaksanaan kurikulum di lapangan dengan tujuan membantu para teoretisi. dan technicalprofesional. John I. substantive. evaluasi. dan juga guru-guru. serta penjabaran dalam desain instruksional. Judul buku ini adalah intensionality in Education. Selanjutnya diuraikan juga rencana pengajaran. New York: McGraw Hill Book. peneliti. serta pengelolaannya. New York: Center for Curriculum Research and Services. Pada bagian berikutnya diuraikan penjabaran konsep-konsep tersebut menurut tingkat perkembangan kurikulum. Dipisahkan dengan tegas oleh penulis antara kurikulum dan pengajaran. 1979. sedangkan pengajaran berkenaan dengan bagaimana cara mengajarkannya. Pada bagian akhir dibahas peranan ahli kurikulum dan pengembangan kurikulum dalam perspektif persilangan budaya-budaya/bangsa-bangsa. Kurikulum berkenaan dengan apa yang akan diajarkan. suatu judul yang bertemakan pendidikan. Dengan konsep scperti itu penulis mengemukakan suatu model kurikulum yang disebutnya sebagai model P-I-E. 1977. (Ed). Goodlad. Sekolah Menengah Pertama. dan dijelaskan pula bagaimana pengembangannya. The Study of Curriculum Practice. Curriculum Inquiry. dikemukakan konsep-konsep kurikulum dan komponen-komponen pelaksanaan kurikulum dalam masyarakat industri. pakar kurikulum. Co. . struktur kurikulum. serta sumbersumber kurikulum. Intensionality in Education. tingkat masyarakat. Mauritz. dan Sekolah Menengah Atas. dan pelaksana kurikulum memperluas pemahaman mereka tentang pelaksanaan kurikulum di lapangan. Isi buku didasarkan atas hasil penelitian/pengalaman praktik selama lebih dari 20 tahun di Sekolah Dasar. Dalam pengembangan tersebut diuraikan secara rinci bagaimana merumuskan tujuan.Johnson. isi. para perencana pengajaran. serta evaluasinya. dan isinya lebih banyak menyangkut kurikulum. Albany. politicalsocial. serta bidang-bidang kurikulum yang meliputi tiga fenomena. tingkat institusi. Isi buku ini sangat berharga bagi para pakar pendidikan.

bahwa teori merupakan suatu set atau sistem pernyataan (a set of statement) yang menjelaskan serangkaian hal. so as to allow us most effectivelly to bring to bear our reverfoice of habits. lebih banyak datang dari pengalaman praktik di sekolah.tant. Ketiga. Apakah Teori Itu? Mengenai apakah teori itu. reflacing new ones as the situa. Hal ini disebabkan oleh upaya pengembangan dan penyempurnaan pendidikan. Di antara sekian banyak pendapat yang berbeda. Ketidaksepakatannya terletak pada karakteiistik pernyataan tersebut.ing . and even more impor. and unifying established laws. 295). mengapa. to modify habits or discard them together. masa berlaku suatu kurikulum tidak bisa lama. dan bagaimana teori. ada tiga kelompok karakteristik utama sistem pernyataan suatu teori. criticizing. Pada bab ini akan diuraikan apa. khususnya pentingnya ilasar-dasar teoretis dalam pengembangan suatu kurikulum. khususnya kurikulum. telah ada beberapa kesepakatan di antara para ahli. And the reconstructed logic.tion demands. A. pernyataan tersebut berisi kaidah-kaidah umum (universal preposition). Pertama. melainkan suatu teknologi. seperti yang dikemukakan Kaplan (1964. him. Kedua. modify. tetapi juga ada beberapa perbedaan pendapat. Perubahan atau penambahan isi kurikulum sering diadakan karena adanya kebutuhan-kebutuhan praktis. dibandingkan dengan dari penerapan teori-teori yang sudah mapan. Kesepakatan yang telah diterima secara umum. theory will appear as the device for interpreting. accordingly. pernyataan dalam suatu teori bersifat memadukan (unifying statement). A theory is a way of making sense of a disturbing situation. Karena selalu menekankan pada hal-hal praktis itulah. pernyataan bersifat meramalkan (predictive statement). Karakteristik memadukan (unifying statement) banyak disetujui oleh para perumus teori.BAB 2 TEORI KURIKULUM Dewasa ini berkembang suatu anggapan bahwa pendidikan bukan lagi merupakan suatu ilmu.

. assumptions and general prepositions covering a given subject matter from which a comprehensive and consistent set of specific and testable hypotheses can be deducted logically.. 11) menekankan hal yang sama yaitu sifat unifying. It consist of a) a set of units (facts. bukan hanya menggambarkan apa adanya tetapi mampu meramalkan apa yang terjadi atas suatu hal. hlm. and guiding the enter. Rumusan demikian dapat dilihat dalam definisi teori Travers (1960. him. karakteristik pernyataan (set of statement) tersebut meliputi definisi. hlm. variables). asumsi. him. It involves synthesis and is directed to the formulation of propositions about universals.. a theory is a symbolic instruction designed to bring generalizable fact (or laws) into systematic connection. teori ini juga menyangkut hukum-hukum. hipotesis.. . Menurut Rose. A general theory is built upon the facts discovered by means of the use of theorems and other conceptual models from empirical data and which have been expressed in the form of laws.78). 10): ". dan deduksi-deduksi logismatematis. Karakteristik ketiga yang dipandang sebagai ciri utama suatu teori adalah sifat prediktif (meramalkan). Hall dan Lindsay (1970. dan kaidah-kaidah umum. Dalam rumusan yang lebih kompleks. or other type of generalizations. Pendapat yang hampir sama juga dikemukakan oleh Snow (1973. a theory consists of generalizations intended to explain phenomena and that the generalizations must be predictive". A theory may be defined as an integrated body of definitions. kita temukan dalam definisi teori Rose (1953. Karakteristik lain berupa kaidah-kaidah yang bersifat universal. concepts.them to fit data unanticipated in their formation. In its simplest form. seperti mereka nyatakan bahwa ". correlations.prise of discovering new and more powerful generalizations. a theory is set of conventions that should contain a cluster of relevant assumption systematically related to each other and a set of empirical definitions". Teori harus mampu menjangkau ke depan. 52). and b) a system of relationships among the units. Definisi teori Abel umpamanya menunjukkan hal seperti itu.

Dengan bermacam-macam rumusan teori itu diharapkan sampai pada suatu kesimpulan. walaupun bersifat tentatif bahwa suatu teori lahir dari suatu proses. yang mengandung tiga karakteristik utama suatu teori (unifying. definitions. teori lain menjelaskan hal yang lebih luas.Suatu rumusan yang lebih menyeluruh. Kejadian ini bisa sangat luas atau sangat sempit. Bagian pertama. Suatu teori hanya menjelaskan hal yang terbatas. yang berbeda dengan yang lainnya.1 Suatu set kejadian yang terkandung dalam suatu teori . hukum. dan postulat. with the purpose of explaining and predicting phenomena". hlm. dan predictive) kita temukan dalam definisi Kerlinger (1973. and prepositions that present a systematic view of phenomena by specifying relations among variables. universal prepositions. BAGAN 2. Teori menjelaskan suatu kejadian. Visualisasi hubungan antara bagian-bagian tersebut dapat dilihat pada bagan berikut. 9). A theory is a set of interelated constructs (concepts). kejadian yang diketahui. Bagman ketiga adalah bagian dari set universal atau bagian dari keseluruhan yang belum diketahui. Suatu kejadian yang dijelaskan oleh suatu teori menunjukkan suatu set yang universal. Set universal ini terbentuk oleh tiga bagian. proposisi. Bagian kedua yang dinyatakan sebagai asumsi. atau prinsip. yang dinyatakan sebagai fakta.

Gordon dan teman-temannya (1967) membagi istilahistilah yang digunakan dalam suatu teori atas tiga kelas: primitive terms. pernyataan pun ada pengkategoriannya. Hal lain yang juga sangat penting dalam pekerjaan ilmuwan adalah pernyataan. Contoh istilah minat. Key terms adalah istilah-istilah yang dapat didefinisikan secara operasional seperti pemecahan masalah. Sebagai contoh. General language terms merupakan istilah-istilah yang digunakan dalam ilmu pengetahuan atau bahasa secara umum. tetapi dalam hubungannya dengan key terms. key terms. definisi. hipotesis. Suatu teori terdiri atas serangkaian pernyataan. basic concepts. kebutuhan dalam pengajaran. asumsi. Hal yang sangat penting dalam pekerjaan seorang ilmuwan adalah penggunaan istilah-istilah. di dalam pernyataan tersebut ada istilah-istilah. teorem. generalisasi. Secara hukum istilah-istilah tersebut sering diartikan sebagai berikut. istilah kurikulum dalam pendidikan. Fakta adalah suatu fenomena yang diketahui melalui pengamatan. Sering terdapat tumpang tindih atau pertukaran pengertian dari istilah-istilah tersebut. Primitive terms tak dapat didefinisikan secara operasional. konsep titik (point) dalam geometri. juga penggunaannya sering amat terbatas hanya dalam teori atau konsep tertentu.Tugas seorang teoretisi adalah merumuskan istilah-istilah dan pernyataan yang akan menjelaskan isi bagian-bagian dan hubungan di antara bagian-bagian tersebut. postulat. proposisi. yang merupakan istilah yang punya makna khusus dalam set kejadian yang akan dijelaskan suatu teori. dalil. Ia dituntut untuk menggunakan istilah dengan makna yang tepat dan konsisten. and theoretical terms. Beauchamp (1975. istilah molekul dalam kimia. Theo. The basic concept merupakan istilah-istilah yang sangat dasar dan penting dalam menjelaskan suatu set kejadian. Yang ketiga adalah theoretical constructs. Definisi . oleh karenanya perlu didefinisikan secara operasional. Pernyataan dapat menunjuk kepada faktafakta. 15) membedakan adanya tiga kelompok istilah. tetapi tidak dapat diketahui melalui pengamatan langsung. hlm. dan hukum. Istilah-istilah tersebut tidak perlu didefinisikan secara operasional karena telah dikenal secara umum. dan theoretical contructs". yaitu "general language terms. Contohnya. Seperti halnya istilah.retical terms dapat didefinisikan secara operasional.

postulat. yaitu: . hlm. Proposisi merupakan suatu pernyataan formal yang memperkuat atau menolak keberadaan sesuatu hal tentang suatu subjek. it also unifies phenomena". Aksioma atau postulat adalah suatu proposisi yang diterima sebagai suatu kebenaran. Fungsi yang lebih besar dari suatu leori adalah melahirkan teori baru. para ahli terus mencari dan menemukan hukum-hukum baru dan hubungan-hubungan baru di antara hukum-hukum tersebut. hal itu disimpulkan dari hasil pengamatan atas sejumlah hubungan peristiwa. 1./ searcher to analyze data to make shorthand summarization or synopsis of data an relations.. Hukum adalah suatu proposisi yang sudah bersifat tetap. "A theory nol only explains and predict. generalisasi. dan membuat prediksi. yang memberikan kondisi yang tidak berubah. Khusus dalam penelitian Gawin (1963) mengemukakan fungsi teori sebagai: . dan hukum-hukum merupakan bentuk-bentuk khusus proposisi. Hipotesis terbentuk oleh satu proposisi atau lebih untuk menjelaskan suatu set kejadian. dan (3) memprediksi. untuk menemukan hukum-hukum baru dan hubungan baru dalam suatu teori baru. Hipotesis. Para ahli teori mencari hubungan baru dangan menggabungkan beberapa "set kejadian" menjadi suatu "set kejadian yang baru yang lebih universal". aksioma. hlm. the theory help teioire. Dalam usaha mendeskripsikan.merupakan perumusan arti dalam bentuk pernyataan formal. menjelaskan.. Apakah fungsi teori? Minimal ada tiga fungsi teori yang sudah disepakati para ilmuwan yaitu. Untuk tiga fungsi tersebut. Generalisasi adalah suatu proposisi yang memperkuat atau menegaskan kedudukan suatu anggota atau beberapa anggota kolas. Brodbeck (1963. Mouly (1970. 70-71) mengemukakan ciri-ciri suatu teori yang baik. 70) menambahkan fungsi lain. Melalui proses demikian mungkin terjadi di dalam suatu "set kejadian". Hal itu mendorong pencarian dan pengkajian selanjutnya. (1) mendeskripsikan. semua hukum dan interealasinya dapat dinyatakan dan teori itu telah berkembang menjadi hukum yang lebih tinggi. and to suggest new thing to try out. (2) menjelaskan. Teorem adalah suatu proposisi yang berasal dari pemikiran atau diturunkan dari aksioma. teorem.

melalui beberapa langkah. teori juga berkembang melalui prediksi dan juga penelitian. Karena yang dicakup dengan teori sering menyangkut hal-hal yang sifatnya abstrak dan kompleks. Induksi merupakan proses penarikan kesimpulan yang lebih bersifat umum dari fakta-fakta atau hal-hal yang bersifat khusus. Kedua.mogen. Deduksi merupakan penurunan kaidah-kaidah khusus dari kaidah yang lebih umum. klasifikasi yaitu pengelompokan informasi-informasi yang revan dengan kategori-kategori yang sejenis. 3. Ada prediksi yang dibuktikan dengan suatu penelitian. terutama berkenaan dengan kejelasan atau ketepatan penggunaan istilah yang telah didefinisikan. Keempat adalah informasi. tetapi tidak menjelaskan interelasi antarkelompok atau interaksi fakta dengan generalisasi dalam suatu kelompok.1. mengadakan induksi dan deduksi. Induksi dan deduksi merupakan dua proses penting di dalam mengembangkan pernyataan. Theories must be stated in simple terms. hipotesis. prediksi.pernyataan teoretis setelah pendefinisian dan pengklasifikasian. Scientific theories must be based on empirical facts and relationships. Kelima pembentukan model-model. Pertama. dan generalisasi dari hasil-hasil observasi. maka untuk . Inferensi ini mungkin ditarik melalui perumusan asumsi. tetapi ada juga prediksi yang tetap sebagai prediksi. Sesuai dengan fungsi dari teori yaitu memberikan prediksi. Pembentukkan suatu teori yang kompleks mungkin berpangkal dari inferensi-inferensi yaitu penyimpulan dari apa yang diamati. Klasifikasi juga merupakan wugelompokan fakta dan generalisasi ke dalam kelompok-kelompok yang . Bagaimana proses pembentukan suatu teori atau bagaimana proses herteori berlangsung. dan penelitian. pendefinisian istilah merupakan hal yang sangat penting berteori. A theoretical system must permit deduction which be tested empirically. A theory must be compatible both with observation and with previously validated theories. 4. that theory is best which explains the most in the simplest form. 2. Ketiga.

hlm. Yang menjadi subteori dari teori pendidikan adalah teori-teori dalam kurikulum. B. Hal itu diperkuat oleh kenyataan bahwa cukup sulit untuk dapat merumuskan teori pendidikan. Model ini menggambarkan kejadian-kejadian serta interaksi antara kejadian. penelitian empiris dalam praktik pendidikan. penggambarannya masih tertangguhkan. teori pendidikan akan atau dapat berkembang. Dengan latar belakang seperti itu. Susunan hierarki teori pendidikan dengan subteori dan teori yang memayunginya dapat dilihat pada Bagan 2. 34).2. psikologi. Subteori ini cenderung memperluas lingkup dari suatu teori dan juga memberikan penyempurnaan. bimbingan-konseling. Telah diuraikan sebelumnya bahwa ada dua kecenderungan perkembangan ilmu pendidikan. Sebagai ilmu terapan. perkembangan yang bermilai teoretis yang merupakan pengkajian masalah-masalah pendidikan dari sudut . beberapa ahli menyatakan bahwa ilmu pendidikan merupakan ilmu yang "belum jelas". pembentukan subteori. atau lebih menekankan pada pengajaran seperti teori Gagne. seperti teori pendidikan Langeveld. Keenam. perkembangan teori pendidikan berasal dari pemikiranpemikiran filosofis-teoretis. dan sebagainya. dan sebagainya. Pertama. dan humanitas. pengajaran. Teori Pendidikan Pendidikan merupakan suatu ilmu terapan (applied science). sosiologi. Suatu teori yang telah mapan dan komprehensif mendorong untuk terbentuknya sub-subteori.memberikan gambaran yang lebih konkret dan sederhana dibuat model-model. Skinner. Masih memerlukan waktu yang cukup lama untuk menampilkan dengan jelas teori pendidikan ini. Menurut Beauchamp (1975. Teori-teori pendidikan yang ada lebih menggambarkan pandangan filosofis. yaitu terapan dari ilmu atau disiplin lain terutama filsafat. evaluasi. dan administrasi pendidikan. Boyles (1959) menyatakan bahwa teori pendidikan di Amerika Serikat berada dalam a state of suspended animation. Kohnstam. tetapi perkembangannya pertama-tama dimulai pada sub-subteorinya.

tidak selalu terjadi hal yang demikian. melengkapi. tidak ada praktik yang baik tanpa teori yang mapan. The world of practicality is built around clusters of specific events. 35). tetapi keduanya ingat berkaitan erat. hampir tidak ada yang melaksanakanIlya secara penuh. teori IT Rousseau yang menekankan pendidikan alam dengan peranan anak sebagai subjek yang penuh potensi. . dan memperkaya. Sebaliknya para pendidik di lapangan melaksanakan praktik pendidikan yang lebih didasarkan atas kebutuhan kebutuhan prakt is. 1975.2 Susunan hierarki teori pendidikan dan kurikulum pandang ilmu lain. Sebagai contoh. Anima teori dengan praktik memang terdapat perbedaan. Dalam kenyataan. him. seperti filsafat. psikologi. Mengenai perbedaan antara teori dengan praktik. Hanya sedikit hasil-hasil pengkajian leoretis yang diterapkan para pelaksana pendidikan. dan lain-lain. sebab seharusnya praktik dilandasi oleh teori. kecuali beberapa prinsip utamanya.BAGAN 2. Seharusnya tidak terjadi hal yang demikian. The world of theory derives from generalization law a axiomes and theorems explaining specific events and the relationships among them (Beauchamp. sekalipun tidak banyak dilandasi oleh teori-teori yang kuat. Kedua. Keduanya dapat ding membantu. perkembangan ilmu pendidikan dari praktik pendidikan. itu pun dengan keberapa modifikasi. beauchamp menjelaskan: Theory by its nature is impractical.

pragmatisme dari Mc. atau dengan kata lain perbuatan mendidik selalu menyangkut nilai. idealisme dari Butler. Teori deskriptif terdiri atas serangkaian proposisi yang berinterelasi secara logis.informasi baru. etika. Dari proposisi-proposisi tersebut diturunkan secara deduktif informasi. tentang nilai. Murray. Sebagai ilmu dari segala ilmu. Pratte menegaskan hubungan antara filsafat dengan teori pendidikan di dalam uraiannya tentang teori pendidikan modern yaitu pendidikan progresif (eksperimentalisme). seperti dalam filsafat pendidikan realisme dari Borudy. ten tang hakikat pengetahuan. tentang manusia.Walaupun terdapat perbedaan. Beberapa aliran filsafat pendidikan menggambarkan kedudukannya. Pengembangan teori deskriptif berhubungan dengan pendekatan ilmiah (scientific approach). juga sebagai teori pendidikan. Teori menjadi pedoman bagi praktik dan praktik memberi umpan balik bagi pengembangan teori. Kebanyakan teori pendidikan yang ada. Teori pendidikan selalu menyangkut tentang teori nilai. Antara keduanya tidak dapat dipisah-pisahkan. filsafat mempunyai hubungan yang erat dengan ilmu pendidikan dan teori pendidikan. Filsafat khususnya filsafat pendidikan memberikan pedoman bagi perumusan aspek-aspek pendidikan. John Dewey seorang ahli filsafat pendidikan progresif. umpamanya menyatakan bahwa filsafat merupakan teori umum dari pendidikan. Dalam semua aliran filsafat ini. . sedangkan pengembangan teori preskriptif berhubungan dengan pendekatan atau teknik-teknik filosofis (techniques of philosophy). Teori deskriptif terdiri atas serangkaian rencana kegiatan atau proposisi mengenai sesuatu kerangka masalah. kalau tidak berlandaskan psikologi maka bersumber pada filsafat. Mendidik atau pendidikan berkenaan dengan perbuatanperbuatan yang tidak lepas dari nilai. rekonstruksionalisme. esensialisme. juga dari proposisiproposisi tersebut hubungan antara beberapa hal dirumuskan. Ada dua kategori teori yaitu teori deskriptif dan preskriptif. keduanya tidak dapat dipisahkan. dan sumber-sumber nilai. yang keduanya merupakan bahasan dari bidang filsafat. Filsafat mempunyai hubungan yang sangat erat dengan teori pendidikan. dan eksistensialisme. dikemukakan pandangan filosofisnya tentang peranan sekolah (pendidikan). perenialisme.

The present and projected kinds of knowledge and personality traits required for citizenship. Teori tradisional menekankan fungsi pendidikan sebagai pemelihara dan penerus warisan budaya. Teori hasil belajar sesuai dengan namanya mengutamakan hasil. sedangkan teori proses belajar mengutamakan proses belajar. Dalam simposium di Universitas John Hopkins tahun 1961. Brouner mengidentifikasi enam teori pendidikan yang berkembang di merika Serikat pada tahun 1960-an. c. Teori pendidikan bukan saja berkembang melalui pemikiran p. a. A unified theory must be judicious about the latest development in learning theory and teaching technology. 1960. vocation. A unified theory has to provide for general and special education. Teori pendidikan yang demikian sangat diperlukan mengingat hal-hal sebagai berikut.3. hlm. dan teori proses belajar. yaitu teori tradisional. teori progresif. b. 24). Black dalam bukunya A Four fold Classification of Educational Theories (1966) mengemukakan empat teori pendidikan. Harry S.Hugh C. for differences in ability and bent (Broudy.3 Enam teori pendidikan (menurut Brouner) . teori progresif memandang pendidikan sebagai penggali potensi anak-anak. juga dikembangkan melalui ponglojfisn pengkajian ilmiah (teori deskriptif). dibahas hvherapa makalah yang menguraikan apakah pendidikan merupakan BAGAN 2. Keenam teori tersebut dapat dilihat pada Bagan 2. dalam teori ini anak menempati kedudukan sentral dalam pendidikan. and self development. Broudy menyatakan perlunya suatu teori pendidikan yang utuh yang membentuk satu kesatuan. teori hasil belajar.mikiran filosofis atau teori preskriptif.

3. Studi tentang fungsi dari model-model yang ada. Pendidikan adalah suatu bidang studi (suatu disiplin) dalam bidangnya. la menolak pandangan bahwa pendidikan hanyalah aplikasi dari disiplin-disiplin lain. Studi lebih mendalam tentang variasi model. dikembangkan. Studi tentang pendidikan merupakan suatu kajian tentang bagaimana cara atau model-model inkuiri disusun. Menurut Beth.suatu disiplin ilmu atau bukan? Beberapa makalah mengakui pendidikan sebagai disiplin ilmu. serta syarat-syarat yang diperlukan bagi pelaksanaan model tersebut. Lebih jauh berisi kajian tentang modelmodel yang cocok pada suatu tempat.. Prinsip-prinsip dan prosedur analisis dari model-model pendidikan. Mereka yang menyangkal. Pendidikan hanyalah suatu profesi. makalah lainnya menyangkalnya. dan disusun kembali. digunakan. sebagai bahan dan alat untuk mempelajari dan mengembangkannya. Sejarah tentang teori dan model-model pendidikan 2. bagaimana penerapannya dalam berbagai tingkat sekolah dan berbagai jenis mata pelajaran. studi tentang pendidikan mencakup hal-hal sebagai berikut: 1. March Beth dalam buku Education as a Discipline (1965) menegaskan bahwa pendidikan adalah suatu disiplin. saat. yang ditandai sejumlah pelayanan yang diberikannya. memandang pendidikan merupakan aplikasi dari berbagai disiplin. 4. .

asumsi-asunro hipotesis. Beauchamp (175. C. Pengembangan teori pendidikan menjadi semakin besar dan pesat dengan berkembangnya sub-subteori pendidikan. hlm. suatu konstruksi fungsional. karena allanya petunjuk perkembangan. pengembangan. serta fasilitas yang ada. evaluasi kurikulum. Kalau konsep-konsep itu diterapkan dalam kurikulum. hukum. atau teorem-teorem. makna tersebut Irryndi karena adanya penegasan hubungan antara unsur-unsur kurikulum. penyuluhan. dan lain-lain. yang disusun sedemikian rupa sehingga memberikan makna yang fungsional terhadap serangkaian kejadian. dan tingkat keluasan_ dan kedalaman teori dan penelitian di sekitar kejadian-kejadian tersebut.5. perencanaan. jumlah pengetahuan empiris yang ada. Dalam bidang studi tersebut. Isi rumusan-rumusan tersebut ditentukan oleh lingkup dari rentetan kejadian yang dicakup. 43) menyatakan bahwa Irrespective of label. kemampuan para pelaksana. penggunaan. kurikulum. Teori Kurikulum Telah diuraikan sebelumnya bahwa teori merupakan suatu perangkat pernyataan yang bertalian satu sama lain. pendidikan tetap merupakan suatu bidang studi. evaluasi. maka dapatlah dirumuskan tentang teori kurikulum. yaitu sebagai suatu perangkat pernyataan yang rnemberikan makna terhadap kurikulum sekolah. yaitu bimbingan clan konseling. evidence mounts that education is sufficiently mature to become an organized field of study. dan administrasi pendidikan. teori-teori pendidikan dikembangkan. Perangkat pernyataan tersebut dirumuskan dalam bentuk definisi deskriptif atau fungsional. Pelaksanaan model sesuai dengan kondisi waktu. pengajaran. penggunaan dan evaluasi kurikulum. . generalisasi. Terlepas dari apakah pendidikan merupakan suatu disiplin ilmu atau bukan. Bahan kajian dari teori kurikulum adalah hal-hal yang berkaitan dengan renentuan keputusan.

atau sebagai suatu perangkat tujuan yang ingin dicapai. bahkan sistem masyarakat. adalah kurikulum sebagai suatu sistem. jadwal.purnakannya. Mereka yang mendalami bidang kurikulum mempelajari konsep-konsep dasar tentang kurikulum. suatu kabupaten. dan sebagai bidang studi. kurikulum sebagai suatu bidang studi yaitu bidang studi kurikulum. dan menyem. dan fungsi dari sistem kurikulum adalah bagaimana memelihara kurikulum agar tetap dinamis.1. Sistem kurikulum merupakan bagian dari sistem persekolahan. Suatu kurikulum juga dapat menunjuk kepada suatu dokumen yang berisi rumusan tentang tujuan. propinsi. Seperti halnya para ahli ilmu sosial lainnya. dan prosedur kerja bagaimana cara me nyusun suatu kurikulum. Konsep ketiga. suatu sekolah. mengevaluasi. dipandang orang sebagai suatu rencana kegiatan belajar bagi murid-murid di sekolah. (4) mengembangkan subsubteori kurikulum. sebagai sistem. kurikulum sebagai substansi. kegiatan belajar-mengajar. ataupun seluruh negara. Ini merupakan bidang kajian para ahli kurikulum dan ahli pendidikan dan pengajaran. Suatu kurikulum juga dapat mencakup lingkup tertentu. bahan ajar. Suatu kurikulum juga dapat digambarkan sebagai dokumen tertulis sebagai hasil persetujuan bersama antara para penyusun kurikulum dan pemegang kebijaksanaan pendidikan dengan masyarakat. dan evaluasi. suatu kurikulum. Konsep pertama. Ada tiga konsep tentang kurikulum. Melalui studi kepustakaan dan berbagai kegiatan penelitian dan percobaan. Tujuan kurikulum sebagai bidang studi adalah mengembangkan ilmu tentang kurikulum dan sistem kurikulum. yaitu sistem kurikulum. mereka menemukan hal-hal baru yang dapat memperkaya dan memperkuat bidang studi kurikulum. Hasil dari suatu sistem kurikulum adalah tersusunnya suatu kurikulum. sistem pendidikan. kurikulum sebagai suatu substansi. Konsep kurikulum Konsep terpenting yang perlu mendapatkan penjelasan dalam teori kurikulum adalah konsep kurikulum. mengembangkan dan . melaksanakan. Konsep kedua. Suatu sistem kurikulum mencakup struktur personalia. para ahli teori kurikulum juga dituntut untuk: (1) mengembangkan definisi-definisi deskriptif dan preskriptif dari istilah-istilah teknis. (3) melakukan penelitian inferensial dan prediktif. (2) mengadakan klasifikasi tentang pengetahuan yang telah ada dalam pengetahuan-pengetahuan baru.

Setiap tingkatan dan lingkungan kehidupan menuntut penguasaan pengetahuan. Ada dua hal yang sama dari teori kurikulum. Dia jugalah yang menggunakan pendekatan ilmiah dalam mengidentifikasi kecakapan pekerjaan dan kehidupan orang dewasa sebagai dasar pengembangan kurikulum. bergantung pada tingkatannya maupun jenis lingkungan. Char ters lebih menekankan pada pendidikan vokasional. sebagai sistem. Perkernbangan teori kurikulum Perkembangan teori kurikulum tidak dapat dilepaskan dari sejarah perkembangannya. maupun bidang studi kurikulum dapat bertahan dan dikembangkan. terbentuk oleh sejumah kecakapan pekerjaan. Kehidupan manusia meskipun berbeda-beda pada dasarnya sama. ia perintis pengembangan praktik kurikulum. Perkembangan kurikulum telah dimulai pada tahun 1890 dengan tulisan Charles dan McMurry. Werrett W. Keempat tuntutan tersebut menjadi kewajiban seorang ahli teori kurikulum. yaitu kehidupan manusia. Menurut Bobbit. keduanya setuju atas penggunaan teknik ilmiah dalam memecahkan masalah-masalah kurikulum. tetapi secara definitif berawal pada hasil karya Franklin Babbit tahun 1918. Hal-hal itu merupakan tujuan kurikulum. Bobbit sering dipandang sebagai ahli kurikulum yang pertama. Kecakapan-kecakapan yang harus dikuasai untuk dapat terjun dalam kehidupan sangat bermacam-macam. inti teori kurikulum itu sederhana. Bobbit adalah orang pertama yang mengadakan analisis kecakapan atau pekerjaan sebagai cara penentuan keputusan dalam penyusunan kurikulum. Seluruh tujuan beserta pengalamanpengalaman tersebut itulah yang menjadi bahan kajian teori kurikulum. kebiasaan. Charlters (1923) setuju dengan konsep Bobbit tentang analisis kecakapan/pekerjaan sebagai dasar penyusunan kurikulum. Untuk mencapai hal-hal itu ada serentetan pengalaman yang harus dikuasai anak. Pendidikan berupaya mempersiapkan kecakapan-kecakapan tersebut dengan teliti dan sempurna. sikap. Pertama.melaksanakan model-model kurikulum. Melalui pencapaian keempat hal tersebut baik sebagai subtansi. 2. keterampilan. teori Bobbit dan Charters. apresiasi tertentu. Dalam hal ini mereka dipengaruhi oleh gerakan .

(2) menentukan hubungan antara Malin tersebut dengan struktur yang mendukungnya. Pendidikan menekankan kepada aktivitas siswa. Pada tahun 1947 di Univeristas Chicago berlangsung diskusi besar ri lama tentang teori kurikulum. Thorndike. pengetatitian. perlu analisis tentang tugas-tugas dan tuntutan dalam kurikulum disusun keterampilan.. Sebagai hasil diskusi tersebut 4. Charles Judd. Dalam pengembangan kurikulumnya. Caswell menekankan pada partisipasi guru-guru. dan sebagainya.11111muskan tiga tugas utama teori kurikulum: (1) mengidentifikasi Nin~. dan lain-lain. memilih isi. Ism dalam menentukan kurikulum. ia mengembangkan konsep kurikulum yang berpusat pada masyarakat atau pekerjaan (society centered) maka Caswell mengembangkan kurikulum yang bersifat interaktif. dalam merumuskan pengertian dalam merumuskan tujuan. nilai. Alabama. Untuk mencapai hal tersebut. menentukan struktur dari penyusunan kurikulum.ilmiah dalam pendidikan yang dipelopori oleh El. karena pengaruh pendidikan progresif. (3) Monoirt atau meramalkan pendekatan-pendekatan pada masa yang akan dittoing untuk memecahkan masalah tersebut. Anak menjadi pusat perhatian Isi kurikulum harus didasarkan atas minat dan kebutuhan alswa. Perkembangan teori kurikulum selanjutnya dibawakan oleh Hollis I swell. Bertolak pada hal-hal tersebut mereka itionyusun kurikulum secara lengkap dalam bentuk yang sistematis. siswa belajar nu lalui pengalaman.rIah masalah penting yang muncul dalam pengembangan kurikulum tirui konsep-konsep yang mendasarinya. menentukan kegiatan belajar. berkembang gerakan pendidikan yang berpusat pada anak (child centered). menilai hasil. Kedua. Virginia). kurikulum. sikap. Teori kuri ulum k berubah dari yang menekankan pada organisasi isi yang diarahkan pada kehidupan sebagai orang dewasa (Bobbit dan Charters) kepada kl‡hidupan psikologis anak pada saat ini. Ida. Mulai tahun 1920. keduanya bertolak pada asumsi bahwa sekolah berfungsi mempersiapkan anak bagi kehidupan sebagai drang dewasa. Penyusunan kurikulum harus melibatkan siswa. Dalam peranannya sebagai ketua divisi pengembang kurikulum beberapa negara bagian di Amerika Serikat (Tennessee. . dan lain-lain yang diperlukan untuk dapat berpartisipasi dalam kehidupan orang dewasa.

Menurut Smith. Ada empat sistem dalam persekolahan yaitu kurikulum. Bagaimana mengorganisasikan pengalaman pendidikan tersebut secara efektif? 4. ada tiga sumbangan utama filsafat terhadap teori kurikulum. teori kurikulum secara konseptual berhubungan erat dengan pengembangan teori dalam ilmu-ilmu lain. Othanel Smith menguraikan peranan filsafat dalam pengembangan teori kurikulum yang bersifat ilmiah. Beauchamp menganalisis pendekatan ilmiah tentang tugas-tugas pengembangan teori dalam kurikulum. dan belajar.Ralph W. mengajar (teaching). Beauchamp dan Othanel Smith. yaitu dalam (1) merumuskan dan mempertimbangkan tujuan pendidikan. Tylor (1949) mengemukakan empat pertanyaan pokok yang menjadi inti kajian kurikulum: 1. pengajaran (instruction). Penggunaan model sistem juga dapat . penggunaan penelitianpenelitian prediktif untuk menambah konsep. sebagai prinsip-prinsip yang menjadi pegangan dalam menjelaskan fenomena kurikulum. James B. Pengalaman pendidikan yang bagaimanakah yang harus disediakan untuk mencapai tujuan tersebut? 3. Tujuan pendidikan yang manakah yang ingin dicapai oleh sekolah? 2. (2) memilih dan menyusun bahan. analisis dan klasifikasi pengetahuan. Dalam makalah kedua. Dalam konferensi nasional perhimpunan pengembang dan pengawas kurikulum tahun 1963 dibahas dua makalah penting dari George A. generalisasi atau kaidahkaidah. Hal-hal yang penting dalam pengembangan teori kurikulum adalah penggunaan istilah-istilah teknis yang tepat dan konsisten. dan (3) perumusan bahasa khusus kurikulum. Bagaimana kita menentukan bahwa tujuan tersebut telah tercapai? Empat pertanyaan pokok tentang kurikulum dari Tylor ini banyak dipakai oleh para pengembangan kurikulum berikutnya. Menurut Beauchamp. Melihat kurikulum sebagai suatu sistem dalam sistem yang lebih besar yaitu persekolahan dapat memperjelas pemikiran tentang konsep kurikulum. MacDonald (1964) melihat teori kurikulum dari model sistem. Interaksi dari empat sistem ini dapat digambarkan dengan suatu diagram Venn.

dan Burnett (1964) menjelaskan masalah persekolahan dalam suatu skema yang menggambarkan komponen-komponen dari keseluruhan proses mempengaruhi anak.4. sosiologi.4 Skema persekolahan dari Broudy. Topik dan subtopik dari pertanyaan ini menunjukkan fenomena-fenomena kurikulum Pertanyaan-pertanyaan itu menyangkut: (1) pertanyaan umum tentang fenomena kurikulum. Fungsi kurikulum dilukiskan sebagai proses bagaimana memelihara dan mengembangkan strukturnya. CURRICULUM Content Facts Concept Desriptive Principles Categories of instruction Symbolic studies Basic Sciences Developmental studies Testhetics studies Students Learnings: Cognitive maps Evaluational maps Modes of Teaching Situational Modes Operational Modes . evaluasi dan penelitian. Ia mengidentifikasi adanya enam komponen kurikulum sebagai bidang studi. dan Bunett. Thomas L. desain kurikulum. Smith. dan antropologi untuk menjelaskan konsep kurikulum. dan pengembangan teori. yaitu: landasan kurikulum.membantu para ahli teori kurikulum rnenentukan jenis dan lingkup konseptualisasi yang diperlukan dalam teori kurikulum. Ada sejumlah pertanyaan yang diajukan dalam analisis struktural-fungsional ini. Beauchamp merangkumkan perkembangan teori kurikulum antara tahun 1960 sampai dengan 1965. Smith. Skema persekolahan dari Broudy dan kawan kawannya dapat dilihat pada Bagan 2. (2) sistem kurikulum. (4) struktur sistem kurikulum. (3) unit analisk (Ian unsur unsurnya. Broudy. rekayasa kurikulum. (5) Fungsi sistem kurikulum. isi kurikulum. BAGAN 2. (6) proses kurikulum (7) prosedur analisis structural fungsional. Faix (1966) menggunakan analisis struktural-fungsional yang berasal dari biologi.

(2) teori kurikulum-formal (formal-curriculum theory). kurikulum merupakan bagian dari pengajaran. yaitu: (1) teori kurikulum (curriculum theory). Maccia (1965) dari hasil analisisnya menyimpulkan adanya empat teori kurikulum. Teori kurikulum formal memusatkan perhatiannya pada struktur isi kurikulum. Menurut Maccia. (3) teori kurikulum valuasional (valuational curriculum theory). teori kurikulum merupakan subteori pengajaran. dan (4) teori kurikulum praksiologi (praxiological curriculum theory).Attitudes and values systems Associative meanings and images Intellectual Operations Excecutive Operations Assessment system: Examinations Tests: Essay-Objective Teacher Judgements Self evaluation Self inventory" Alizabeth S. Mauritz Johnson (1967) membedakan antara kurikulum dengan proses pengembangan kurikulum. tetapi ia telah berhasil menunjukkan sejumlah dimensi kurikulum yang cukup berharga untuk menjelaskan teori kurikulum. kita tidak setuju dengan seluruh pendapat Maccia. Teori kurikulum praksiologi merupakan suatu pengkajian tentang proses untuk mencapai tujuantujuan kurikulum. Walaupun mungkin. Kurikulum merupakan hasil dari sistem . Teori kurikulum (curriculum Theory atau event theory) merupakan teori yang menguraikan pemilihan dan pemisahan kejadian/peristiwa kurikulum atau yang berhubungan dengan kurikulum dan yang bukan. Teori kurikulum yaluasional mengkaji masalah-masalah pengajaran apa yang berguna/ berharga bagi keadaan sekarang.

pengembangan kurikulum. rekayasa kurikulum. Jadi. yaitu aktor. pengalaman belajar anak menjadi bagian dari pengajaran. melainkan definisi konsep. Studi kurikulum menurut Frymier meliputi tiga langkah: perencanaan. 3. Selection is an essential aspect of curriculum formulation. Curriculum is the criterion for instructional evaluation. dan implikasi teori kurikulum. Ada beberapa masalah atau isu substansial dalam pembahasan tentang teori kurikulum. kurikulum merupakan seperangkat tujuan belajar yang terstruktur. Artifak adalah isi dan rancangan kurikulum. Definisi di sini bukan sekadar definisi istilah. Frymier (1967) mengemukakan tiga unsur dasar kurikulum. Johnson menganalisis enam unsur kurikulum. tetapi sistem pengembangan bukan kurikulum. dan evaluasi. dan pelaksanaan. pelaksanaan. Semua rumusan teori kurikulum diawali dengan definisi. apakah kurikulum merupakan suatu konsep dalam sistem persekolahan? Apakah kurikulum mencakup mengajar dan pengajaran? Sampai sejauh mana kegiatan belajar siswa menjadi bagian kurikulum? Apakah ruang lingkup kurikulum sebagai bidang studi? Beberapa pertanyaan yang lebih khusus. Berdasarkan rumusan kurikulum tersebut. kurikulum berkenaan dengan tujuan dan bukan dengan kegiatan. serta struktur. Structure is an essential charactistic of curriculum. yaitu: 1. Menurut Johnson. Aktor adalah orang-orang yang terlibat dalam pelaksanaan kurikulum. Pelaksanaan adalah proses interaksi antara aktor yang melibatkan artifak. Curriculum evaluation involeves validation of both selection and structure. A curriculum is a structured series of intended learning out comes. peranan nilai dalam pengembangan kurikulum. Beberapa pertanyaan umum tentang karakteristik kurikulum sebagai bidang studi yang perlu didefinisikan umpamanya. 2. 4. desain kurikulum. umpamanya apakah kurikulum harus memiliki serangkaian tujuan khusus? Apakah kurikulum perlu memiliki sejumlah materi untuk mencapai . Curriculum guide instruction 5. yang lebih berkenaan dengan karakteristik desain kurikulum. artifak. 6. isi dan ruang lingkup. sumber-sumber kebijaksanaan kurikulum. yaitu definisi kurikulum. Jack R.

Hal lain yang menjadi sumber penyusunan kurikulum adalah nilai nilai. pelaksanaan. perkembangan serta minat siswa. dan lain-lain. dan evaluasi kurikulum? 1. kurikulum terutama isi kurikulum diambil dari kehidupan orang dewasa. ia harus mempelajari budaya. Karena sekolah mempersiapkan anak bagi kehidupan orang dewasa.. Ada tiga pendekatan terhadap anak sebagai sumber kurikulum. itilai-nilai adat-istiadat. Beauchamp menegaskan bahwa nilai dapat merupakan sumber penentuan . kita mengetahui beberapa hal yang menjadi sumber atau landasan inti penyusunan kurikulum.sernua unsur kebudayaan.hutuhan-kebutuhan siswa. bendabenda. yaitu kebutuhan siswa. ada pengembangan kurikulum bertolak dari .einua disiplin ilmu yang telah ditemukan dan dikembangkan para pakar.tujuan-tujuan tersebut? Apakah kurikulum perlu mengadakan rumusan yang lebih spesifik tentang rencana dan bahan pengajaran? Apakah perlu ada spesifika4i tentang makna perencanaan. serta hal hal yang diminati siswa. Untuk dapat hidup dalam Iingkungan budaya. Pengembangan kurikulum pertama bertolak dari kehidupan dan pekerjaan orang dewasa. Dalam pendidikan *Wm pengajaran. Sumber lain penyusunan kurikulum adalah anak. Beberapa pengembang kurikulum mendasarkan penentuan kurikulum kepada pengalaman-pengalaman penyusunan kurikulum yang lalu. Dalam pengembangan selanjutnya. sumber ini menjadi luas meliputi . dan turut menciptakan budaya. perilaku. maka budaya menjadi sumber utama isi kurikulum. Anak menjadi sumber kegiatan pengajaran. Pendidikan atau pengajaran I iiikan memberikan sesuatu pada anak. hidup dalam Iingkungan budaya. Sumber Pengembangan Kurikulum Dari kajian sejarah kurikulum. tingkat-tingkat perkembangan siswa. yang belajar adalah anak. melainkan menumbuhkan potensipolensi yang telah ada pada anak. ia menjadi sumber kurikulum. Budaya ini mencakup . Pengalaman pengembangan kurikulum yang lalu menjadi sumber penyusunan kurikulum kemudian. Manusia adalah makhluk yang berbudaya. Jadi. Para pengembang kurikulum mendasarkan kurikulumnya atas hasil analisis pekerjaan dan kehidupan orang dewasa.

Dalam desain kurikulum akan tergambar unsur-unsur dari kurikulum. Desain dan Rekayasa Kurikulum Telah diutarakan sebelumnya bahwa ada dua subteori dari teori kurikulum. Menurut Beauchamp. Di Amerika Serikat pemegang kekuasaan sosial-politik yang menentukan kebijaksanaan dalam kurikulum adalah board of education lokal yang mewakili negara bagian. (2) model pengorganisasian dan bagian-bagian kurikulum terutama organisasi dan proses pengajaran. prinsipprinsip pengorganisasian. Nilai-nilai apakah yang harus diberikan dalam pelaksanaan kurikulum? Nilai-nilai apa yang digunakan sebagai kriteria penentuan kurikulum dan pelaksanaan kurikulum. dengan materi tersebut tujuantujuan kurikulum dapat dicapai. unsur-unsur serta organisasi dari dokumen tertulis kurikulum. Dalam desain kurikulum. isi. yaitu (1) substansi. serta proses belajar yang akan diikuti siswa pada berbagai tahap perkembangan pendidikan. pemegang kekuasaan sosial. (3) isi atau materi ajar. yaitu desain kurikulum (curriculum design) dan rekayasa kurikulum (curriculum engineering).politik dalam penentuan kurikulum adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang dalam pelaksanaannya dilimpahkan kepada Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah serta Dirjen Pendidikan Tinggi bekerja sama dengan Balitbangdikbud. yaitu: (1) kurikulum merupakan dokumen tertulis. Pada pendidikan dasar dan menengah. kekuasaan penyusunan kurikulum sepenuhnya ada pada pusat. ada dua dimensi penting. Terakhir yang menjadi sumber penentuan kurikulum adalah kekuasaan sosial-politik. kurikulum mempunyai tiga karakteristik. berdasarkan garis-garis besar tujuan tersebut desain kurikulum disusun. . serta hal-hal yang diperlukan dalam pelaksanaannya. sedangkan pada perguruan tinggi rektor diberi kekuasaan untuk menentukan kebijaksanaan-kebijaksanaan dalam penyusunan kurikulum. 2. hubungan antara satu unsur dengan unsur lainnya. Desain kurikulum merupakan suatu pengorganisasian tujuan. (2) berisi garis-garis besar rumusan tujuan. Di Indonesia.keputusan yang dinamis. Pertanyaan pertama yang muncul dalam kurikulum yang berdasarkan nilai adalah: Apakah yang harus diajarkan di sekolah? Ini merupakan pertanyaan tentang nilai.

upaya-upaya yang perlu dilakukan para pengelola kurikuluin agar kurikulum dayat berfungsi sebaik-baiknya. Pertama. yaitu: 1. Dengan menerima pelimpahan wewenang dari Menteri atau Dirjen. . serta bagaimana mengadakan penyemprunaan-penyempurnaan berdasarkan masukan dari pengalaman. Beauchamp (hlm. Rekayasa kurikulum berkenaan dengan bagaimana proses memfungsi an k kurikulum di sekolah. Juga mereka memberi tugas dan tanggung jawab menyusun dan mengembangkan berbagai bentuk pedoman dan petunjuk pelaksanaan kurikulum. Setiap teori kurikulum perlu menjelaskan karakteristik dari desain kurikulumnya.Ada dua hal yang perlu ditambahkan dalam desain kurikulum. para pejabat pusat tersebut merancang. (4) tugas-tugas dan prosedur implementasi kurikulum. Kedua kurikulum itu dievaluasi. yaitu 1) arena atau lingkup tempat dilaksanakannya berbagai proses rekayasa kurikulum. dan mengadakan penyempurnaan kurikulum. 2. Setiap teori kurikulum harus dimulai dengan perumusan (definisi) tentang rangkaian kejadian yang dicakupnya. sedangkan pada tingkat pusat adalah Kepala Pusat Pengembangan Kurikulum BaLitbang Dikbud dan para Kasubdit/Kepala Bagian Kurikulum di Direktorat. baik bentuk desainnya maupun sistem pelaksanaannya. mengembangkan. Para pengelola di daerah dan sekolah berperan melaksanakan dan mengawasi pelaksanaan kurikulum Seluruh sistem rekayasa kurikulum menurut Beauchamp mencakup lima hal. Setiap teori kurikulum harus mempunyai kejelasan tentang nilai-nilai dan sumber-sumber pangkal tolaknya. dan (5) tugas-tugas dan prosedur evaluasi kurikulum. ketentuan-ketentuan tentang bagaimana penggunaan kurikulum. (2) keterlibatan orang-orang dalam proses kurikulum. 3. Pengelola kurikulum di sekolah terdiri atas para pengawas/periilik dan kepala sekolah. Dari semua uraian tentang hal-hal yang berkaitan dengan teori kurikulum. (3) tugas-tugas dan prosedur perencanaan kurikulum. 82) mengemukakan lima prinsip dalam pengembangan teori kurikulum.

pembentukan teori. dengan berpegang atas hasil-hasil penelitian. Wilmettee. perpaduan antara pengetahuan-humanisme-agama. Buku Acuan Beauchamp. terutama . George A. Perubahan kurikulum dipengaruhi oleh perkembangan masyarakat yang dilatarbelakangi oleh perkembangan ilmu dan teknologi. 5. Buku ini merupakan edisi ketiga. Curriculum Change in the Nineteenth and Twentieth Centuries. teori kurikulum. Bagian terakhir mengemukakan teori kurikulum hasil pengembangan/pemikiran penulis sendiri. Teori pendidikan mempengaruhi penentuan isi maupun proses pengajaran. D. Setiap teori kurikulum harus menggambarkan proses-proses penentuan kurikulumnya serta interaksi di antara proses tersebut. Gordon. Sesuai dengan judulnya. begitupun para praktisi juga dapat mengambil manfaatnya. Illinois: The KAGG Press. clan perubahan ideologi dari elitisme pada . Peter and Lawton. serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Denis. ahli pendidikan. Bagian pertama membahas teori kurikulum yang merupakan subteori dari pendidikan: teori kurikulum sebagai masalah pendidikan. Bagian selanjutnya menguraikan suatu analisis tentang isu -isu teoretis. Seluruh isi buku ini terbagi atas tiga bagian. revolusi industri. dan perencana pengajaran. Yang dibahas dalam buku ini adalah perubahan-perubahan besar yang terjadi dalam kurikuldm selama abad ke-19 dan ke-20. 1975. Perubahan kurikulum dilatarbelakangi oleh perubahan atau perkembangan teori pendidikan yang mendasarinya. Edisi ini merupakan hasil penyempurnaan atas dua edisi sebelumnya. Setiap teori kurikulum hendaknya menyiapkan diri bagi proses penyempurnaannya. Curriculum Theory. problema dan alternatif pemecahan problema dalam pengembangan kurikulum.difokuskan pada kurikulum sebagai bidang studi dari teori kurikulum. London: Hodder and Stoughton. 1978. Karena Jebih banyak menguraikan kurikulum secara teoritis maka sumbangan buku ini terutama dirasakan oleh para ahli kurikulum. yang dibahas dalam buku ini adalah suatu teori kurikulum. teori dalam pendidikan.4.

Olson. Apa yang dikemukakan dalam karangan ini adalah suatu teori tentang perkembangan intelektual anak. David R.demokrasi. Struktur persekolahan yang ada memperkuat hal tersebut.. Eksperimen menunjukkan bahwa pengaruh media gambar dan bahasa sangat besar terhadap tingginya perkembangan keterampilan konseptual. Juga yang berperanan besar terhadap perubahan kurikulum adalah pemerintah dan kelompok. Academic Press Publishing Co. Buku ini menyajikan suatu hasil studi kritis terhadap pengaruh munculnya nilai-nilai sebagai akibat perkembangan teknologi. Akibat terlalu berjiwa teknologis maka mempersempit arti pendidikan dan membatasi perkembangan lingkungan pendidikan yang kreatif. a!. dan juga bagi guru-guru atau calon guru. et. Cognitive Development. Pendidikan harus memperluas emansipasi manusia. Buku ini membahas tiga masalah teoretis utama. etestis. sehingga terbentuk sikap dan anggapan yang kurang menghargai kebebasan dan perkembangan manusia. agar memungkinkan pertumbuhan segi kognitif. bukan membatasinya. New York. ahli kurikulum. Karena pengaruh perkembangan teknologi pendidikan tidak lebih dari suatu latihan untuk mempersiapkan pekerja. 1970. I ebih jauh dibuktikan besarnya pengaruh kebudayaan terhadap porkembangan . Robert. dan pengaruh pengajaran terhadap pembentukkan dan perkembangan konsep. prosesnya menekankan efisiensi dan kontrol. hubungan antara informasi perseptual dengan tingkah laku nyata. Buku ini sangat berharga bagi para ahli pendidikan. London: Teachers College Press. maupun moral dengan sempurna. yaitu peranan bahasa dalam perkembangan intelektual. Human Interest in Curriculum. baik di dalam merencanakan rnaupun melaksanakan pendidikan dan pengajaran. Pendidikan harus memiliki keterbukaan. New York. Ketiga hal itu didukung oleh hasil penelitian dari delapan eksperimen tentang perkembangan konsep diagonal anak usia 3 sampai dengan 6 tahun. yang memungkinkan berpikir dan berbuat yang leluasa. Columbia University. Hal itu tercapai melalui interaksi komunikatif. Penulis menentang technocratic mindedness dan menganjurkan critical atau philosophical mindedness. 1984. Bullough Jr.

. para ahli kurikulum dan pengajaran serta ahli bimbingan dan penyuluhan sebagai pegangan atau kihan perbandingan dalam melakukan tugas-tugasnya.intelektual anak. Apa yang dibahas dalam buku ini sangat herguna bagi para peneliti di bidang pendidikan.

perkembangan seluruh aspek kepribadian manusia. Hal itu disebabkan pendidikan berpengaruh langsung terhadap perkembangan manusia. Pendidikan "menentukan" model manusia yang akan dihasilkannya. pertanian. apa isi pendidikan dan bagaimana proses interaksi pendidikan tersebut. dan sebagainya berperan menciptakan sarana dan prasarana bagi kepentingan manusia. landasan sosial budaya. Di dalam interaksi tersebut terlibat isi yang diinteraksikan serta proses bagaimana interaksi tersebut berlangsung. A. landasan psikologis. yaitu landasan filosofis. yang akan "ambruk" adalah manusianya. penyusunan kurikulum tidak dapat dikerjakan sembarangan. yang didasarkan atas hasil-hasil pemikiran dan penelitian yang mendalam. Landasan Filosofis Pendidikan berintikan interaksi antarmanusia. Pada bab ini akan dibahas landasan filosofis dan landasan psikologis.BAB 3 LANDASAN FILOSOFIS DAN PSIKOLOGIS PENGEMBANGAN KURIKULUM Pendidikan mempunyai peranan sangat penting dalam keseluruhan aspek kehidupan manusia. siapa pendidik dan terdidik. Kurikulum sebagai rancangan pendidikan mempunyai kedudukan yang cukup sentral dalam seluruh kegiatan pendidikan. Apakah yang menjadi tujuan pendidikan. Penyusunan kurikulum membutuhkan landasan-landasan yang kuat. tetapi kalau landasan pendidikan. arsitektur. Kalau bidang-bidang lain seperti ekonomi. Ada beberapa landasan utama dalam pengembangan suatu kurikulum. Kalau landasan pembuatan sebuah gedung tidak kokoh yang akan ambruk adalah gedung tersebut. . Mengingat pentingnya peranan kurikulum di dalam pendidikan dan dalam perkembangan kehidupan manusia. pendidikan berkaitan langsung dengan pembentukan manusia. menentukan proses pelaksanaan dan basil pendidikan. serta perkembangan ilmu dan teknologi. terutama antara pendidik dan terdidik untuk mencapai tujuan pendidikan. khususnya kurikulum yang lemah. sedangkan landasan sosial-budaya dan perkembangan ilmu dan teknologi akan dibahas pada bab selanjutnya.

landasan dasar bagi ilmu. yaitu berpikir secara sistematis. daerah cakupannya terbatas. Orang belajar berfilsafat agar ia menjadi orang yang mengerti dan berbuat secara bijak. Filsafat mencakup keseluruhan pengetahuan manusia. Secara akademik. berusaha melihat segala sesuatu spcara objektif. ia harus tahu atau berpengetahuan. Suatu cabang ilmu pengetahuan mengkaji satu bidang pengetahuan manusia. Untuk dapat mengerti kebijakan dan berbuat secara bijak. logis. Filsafat berupaya merangkum atau mengintegrasikan bagian-bagian ke dalam satu'kesatuan yang menyeluruh dan bermakna. atau berpikir sampai ke akar-akarnya (radic berarti akar). Berfilsafat diartikan pula berpikir secara radikal. filsafat berarti upaya untuk menggambarkan dan menyatakan suatu pandangan yang sistematis dan komprehensif tentang alam semesta dan kedudukan manusia di dalamnya. Berfilsafat berarti menangkap sinopsis peristiwa-peristiwa yang simpang siur dalam penga. Filsafat memberikan landasan. Pemikiran demikian dalam filsafat sering disebut sebagai pemikiran radikal. berusaha menguraikan keTeluruhan dalam bagian. faktor-faktor subjektif dalam filsafat sangat berpengaruh. Ilmu menggunakan pendekatan analitik.laman manusia.merupakan pertanyaan-pertanyaan yang membutuhkan jawaban yang mendasar. Keduanya dapat memberikan bahan-bahan bagi manusia untuk membantu memecahkan berbagai masalah dalam kehidupannya. .bagian yang kecil dan lebih kecil. Filsafat melihat segala sesuatu dari sudut bagaimana seharusnya (Das So/len). Terdapat perbedaan pendekatan antara ilmu dengan filsafat dalam mengkaji atau memahami alam semesta mi. Ilmu berkenaan dengan fakta-fakta sebagaimana adanya (Das Sem). Filsafat dan ilmu mempunyai hubungan yang saling mengisi dan melengkapi (komplementer). dan mendalam. berpikir sampai ke akar. menghilangkan hal-hal yang bersifat subjektif. berusaha melihat segala yang ada irti sebagai satu kesatuan yang menyeluruh dan mencoba mengetahui kedudukan manusia di dalamnya. yang esensial yaitu jawaban-jawaban filosofis. Secara harfiah filosofis (filsafat) berarti "cinta akan kebijakan" (love of wisdom). Pengetahuan tersebut diperoleh melalui proses berpikir. Sering dikatakan bahwa filsafat merupakan ibu dari segala ilmu.

. yaitu pandangan dari John Dewey.didikan. filsafat pendidikan ini hanya merupakan aplikasi dari pemikiran-pemikiran filosofis untuk memecahkan masalah-masalah pendidikan. yaitti metafisika yang membahas segala yang ada dalam alam ini. but this contact is not essential. Dalam tulisan ini akan dikemukakan salah satu pandangan tentang filsafat pendidikan. Filsafat membahas segala permasalahan yang dihadapi oleh manusia termasuk masalah-masalah pendidikan ini yang disebut filsafat pen. Seperti halnya dalam filsafat umum. 4) philosophy and the theory of education is one (Butler. epistemilogi. Menurut Donald Butler. Walaupun dilihat sepintas. Setiap pandangan mempunyai landasan metafisika. 1) Philosphy is primary and basic to an educational philosophy. filsafat dan filsafat pendidikan adalah sama.Ada tiga cabang besar filsafat. tetapi John Dewey umpamanya mempunyai pandangan yang hampir sama dengan Butler. epistemologi yang membahas kebenaran dan aksiologi yang membahas nilai. Aliran-aliran filsafat yang kita kenal bertolak dari pandangan yang berbeda dalam ketiga hal itu. Pendapat para filsuf umumnya memandang filsafat umum sebagai dasar dari filsafat pendidikan. dan aksiologi tentang masalah pendidikan yang berbeda. Bagi Dewey. dalam filsafat pendidikan pun dikenal banyak pandangan atau aliran. sebagaimana juga pendidikan menurut Dewey sama dengan kehidupan. Hal itu tidak berarti bahwa pandangan tersebut paling sesuai untuk masyarakat kita atau paling disetujui oleh penulis. Keduanya sangat berkaitan erat. tetapi antara keduanya yaitu antara filsafat dan filsafat pendidikan terdapat hubungan yang sangat erat. malah menurut Butler menjadi satu. 2) philosophy is the flower not root of education. 3) educational philosophy is an independent discipline which might benefit from contact with general philosophy. filsafat memberikan arah dan metodologi terhadap praktik pendidikan. 1957: 12). sedangkan praktik pendidikan memberikan bahan-bahan bagi pertimbangan-pertimbangan filosofis.

Pengalaman selain merupakan sumber dari pengetahuan. selalu dalam hubungannya dengan pengalaman.. hlm. All values are thus subjective and either intrinsic or instrumental . Pengalaman itu mencakup kegiatan manusia. Dalam filsafat Dewey kebenaran itu terletak dalam perbuatan atau truth is in the making. sesuatu dibutuhkan karena manusia membutuhkannya. Dasar-dasar filsafat Dewey Ciri utama filsafat Dewey adalah konsepsinya tentang dunia yang selalu berubah. Ciri lain filsafat Dewey adalah anti dualistik. subjektif. antara ide dengan fakta. 1964. and feeling. antara hipotesis dengan hasil.1. Instrumentalisme Dewey menganggap bahwa rohani itu adalah interelasi yang kreatif antara organisme dengan lingkungannya. Values being finally intrinsic. Nilai-nilai adalah relatif.. Dewey menolak sesuatu yang bersifat spekulatif. Dewey sangat menghargai peranan pengalaman. yang mengartikannya sebagai pengalaman melalui pengindraan. Prinsip ini membavva konsekuensi yang cukup jauh. Experience is the only basis for knowledge and wisdom (Dewey. Pandangannya tentang dunia adalah monistik dan tidak lebih dari sebuah hipotesis. Proses berpikir merupakan satu dengan pemecahan yang bersifat tentatif. yaitu adanya persesuaian antara hipotesis dengan kenyataan.. being immeasurable. atau on going-ness. no scale of values. Karena pengalaman selalu berubah maka nilai pun berubah. Filsafat Dewey lebih berkenaan dengan epistemologi dan tekanannya kepada proses berpikir. Nilai-nilai itu tidak dapat diukur dan tidak ada hierarki nilai. merupakan dasar bagi pengetahuan dan kebijakan. 101). bagi Dewey tidak ada yang menetap dan abadi semuanya berubah. To be felt as . baik yang berbentuk aktif maupu pasif. juga sumber nilai. dengan waktu dan tempat. Pengertian pengalaman Dewey berbeda dengan kaum empiris lainnya. and of any two things felt as intrinsically valuable it is than another. it is held. Sesuatu itu bernilai karena diberi nilai oleh manusia. Proses berpikir merupakan proses pengecekan dengan kejadiankejadian nyata. mengalir. Mengetahui tanpa mengalami adalah omong kosong. dan hanya dirasakan oleh manusia.

worthwhile in itself is thus the ultimate orientation of value. (Dewey dalam Joe Park, (Ed). 1958, hlm. 185). Tujuan perkembangan manusia adalah self realization. Pengertian self hagi Dewey adalah sesuatu yang konkret bersifat empiris tidak dapat dipisahkan dari pengalaman dan lingkungan. Self realization hanya dapat diperoleh melalui pengalaman dan interaksi dengan yang lain.

2. Teori pendidikan Dewey Apakah pendidikan menurut John Dewey? Pendidikan berarti perkem bangan, perkembangan sejak lahir hingga menjelang kematian. Jadi, pendidikan itu juga berarti sebagai kehidupan. Bagi Dewey, Education is Ntowlh, development, life. Ini berarti bahwa proses pendidikan itu tidak niempunyai tujuan di luar dirinya, tetapi terdapat dalam pendidikan itu Itendiri. Proses pendidikan juga bersifat kontinu, merupakan reorganisasi, teknnstruksi, dan pengubahan pengalaman hidup. Jadi, pendidikan itu mei npakan organisasi pengalaman hidup, pembentukan kembali hidup, dan juga perubahan pengalaman hidup sendiri merupakan organisasi pengalaman hidup, pembentukan kembali pengalaman hidup, dan juga perubahan pengalaman hidup sendiri. Pendidikan merupakan reorganisasi dan rekonstruksi yang konstan dari pengalaman. Pada setiap saat ada tujuan, perbuatan pendidikan selalu ditujukan untuk mencapai tujuan. Setiap fase perkembangan kehidupan, masa kanak-kanak, masa pemuda, dan dewasa, semuanya merupakan fase pendidikan, semua yang dipelajari pada fase-fase tersebut mempunyai arti sebagai pengalaman;Pendidikan itu tidak berakhir, kecuali kalau seseorang sudah mati. Pengalaman sebagai suatu proses yang aktif membutuhkan waktu, waktu yang kemudian menyempurnakan waktu sebelumnya. Seluruh proses pendidikan itu membentuk pengertian-pengertian tentang benda, hubungan-hubungan, dan segala sesuatu tentang kehidupannya. Konstruksi pengalaman ini tidak hanya bersifat pribadi (individual), tetapi juga bersifat sosial. Pendidikan merupakan suatu lembaga yang konstruktif untuk memperbaiki masyarakat. Realisasi pendidikan dalam bentuk perkembangan bukan hanya perkembangan anak dan pemuda-pemuda, melainkan juga perkembangan masyarakat.

Tujuan pendidikan diarahkan untuk mencapai suatu kehidupan yang demokratis. Demokratis bukan dalam arti politik, melainkan sebagai cara hidup bersama sebagai way of life, pengalaman bersama dan komunikasi bersama. Tujuan pendidikan merupakan usaha agar individu melanjutkan pendidikannya. Tujuan pendidikan terletak pada proses pendidikan itu sendiri, yakni kemampuan dan keharusan individu meneruskan perkembangannya. John Dewey menegaskan bahwa pendidikan itu tidak mernpunyai tujuan, hanya orang tua, guru, dan masyarakat yang mempunyai tujuan. And it is well to remind ourselves that education as such has no aims. Only persons, parents, and teacher etc., have aims, not an abstarct idea like education. (John Dewey, 1964, hlm. 177). Untuk mengetahui bagaimanakah proses belajarterjadi pada anak, baiklah kita lihat bagaimana syarat-syarat untuk pertumbuhan. Pendidikan sama dengan pertumbuhan. Syarat pertumbuhan adalah adanya kebelumdewasaan (immaturity), yang berarti kemampuan untuk berkembang. Immaturity tidak berarti negatif, tetapi positif, kemampuan, kecakapan, dan kekuatan untuk tumbuh. lni menunjukkan bahwa anak adalah hidup, ia memiliki semangat untuk berbuat. Pertumbuhan bukan sesuatu yang harus kita berikan, pertumbuhan adalah sesuatu yang harus mereka lakukan sendiri. Ada dua sifat dari immaturity yakni kebergantungan dan plastisitas. Kebergantungan berarti kemampuan untuk menyatakan hubungan sosial, dan ini akan menyebabkan individu itu matang dalam hubungan sosial. Sebagai hasilnya, akan tumbuh kemampuan interpendensi atau saling kebergantungan antara anggota masyarakat yang satu dengan yang lain. Plastisitas mengandung pengertian kemampuan untuk berubah. Plastisitas juga berarti habitat yaitu kecakapan menggunakan keadaan lingkungan sebagai alat untuk mencapai tujuan, bersifat aktif mengubah lingkungan. Kapankah proses belajar itu dimulai dan kapankah berakhir? Sesuai dengan pandangan John Dewey, bahwa pendidikan itu adalah pertumbuhan itu sendiri. Karena itu, pendidikan tersebut dimulai sejak lahir dan berakhir pada saat kematian. Demikian juga proses belajar tidak dapat dilepaskan dari proses pendidikan. Pendidikan adalah pengalaman, yaitu suatu proses yang berlangsung

terus-menerus. Bagaimana hubungan antara proses belajar, pengalaman, dan berpikir? Pengalaman itu bersifat aktif dan pasif. Pengalaman yang bersifat aktif herarti berusaha, mencoba, dan mengubah, sedangkan pengalaman pasif herarti menerima dan mengikuti saja. Kalau kita mengalami sesuatu maka kita berbuat, sedangkan kalau mengikuti sesuatu kita memperoleh akibat atau hasil. Belajar dari pengalaman berarti menghubungkan kemunduran dengan kemajuan dalam perbuatan kita, yakni kita merasakan kesenangan atau penderitaan sebagai suatu akibat atau hasil. "To learn from experience is hi make a backward and forward connection between what we have do to things and what we enjoy or suffer from thing in consequence (Dewey, dalam Jo Park, 1958: 94). Belajar dari pengalaman adalah bagaimana menghubungkan pengalaman kita dengan pengalaman masa lalu dan yang akan datang. lielajar dari pengalaman berarti mempergunakan daya pikir reflektif (reflecI we thinking), dalam pengalaman kita. Pengalaman yang efektif adalah pengalaman reflektif. Ada lima langkah berpikir reflektif menurut John Dewey, yaitu: 1. merasakan adanya keraguan, kebingungan yang menimbulkan masalah, 2. mengadakan interpretasi tentatif (merumuskan hipotesis), 3. mengadakan penelitian atau pengumpulan data yang cermat, 4. memperoleh hasil dari pengujian hipotesis tentatif, 5. hasil pembuktian sebagai sesuatu yang dijadikan dasar untuk berbuat.

Langkah-langkah berpikir reflektif ini dipergunakan sebagai metode belajar dalam pendekatan pendidikan proyek dari John Dewey, yang sampai dengan tahun 50-an sangat populer. Belajar seperti halnya pendidikan adalah proses pertumbuhan, belajar, dan berpikir adalah satu. Dalam penyusunan bahan ajaran menurut Dewey hendaknya

memperhatikan syarat-syarat sebagai berikut: 1) Bahan ajaran hendaknya konkret, dipilih yang betul-betul berguna dan dibutuhkan, dipersiapkan secara sistematis dan mendetil, 2) Pengetahuan yang telah diperoleh sebagai hasil belajar, hendaknya ditempatkan, dalam kedudukan yang berarti, yang memungkinkan dilaksanakannya kegiatan baru, dan kegiatan yang lebih menyeluruh.

Bahan pelajaran bagi anak tidak bisa semata-rnata diambil dari buku pelajaran, yang diklasifikasikan dalam mata-mata pelajaran yang terpisah. Bahan pelajaran harus berisikan kemungkinan-kemungkinan, harus mendorong anak untuk bergiat dan berbuat. Bahan pelajaran harus memberikan rangsangan pada anak-anak untuk bereksperimen. Demikian- lah dengan bahan pelajaran ini, kita mengharapkan anak-anak yang aktif, anak-anak yang bekerja, anak-anak yang bereksperimen. Bahan pelajaran tidak diberikan dalam disiplin-disiplin ilmu yang ketat, tetapi merupakan kegiatan yang berkenaan dengan sesuatu masalah (problem). Peranan guru bukan hanya berhubungan dengan mata pelajaran, melainkan dia harus menempatkan dirinya dalam seluruh interaksinya dengan kebutuhan, kemampuan, dan kegiatan siswa. Guru juga harus dapat memilih bahan-bahan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan lingkungan. Metode mengajar merupakan, penyusunan bahan pelajaran yang memungkinkan diterima oleh para siswa dengan lebih efektif. Sesuatu metode tidak pernah terlepas dari bahan pelajaran, kita dapat membedakan cara berbuat, tetapi cara ini hanya ada sebagai cara berhubungan dengan bahan atau materi tertentu. Metode mengajar harus fleksibel dan menimbulkan inisiatif kepada para siswa. Sekolah merupakan suatu lingkungan khusus, bagian dari lingkungan manusia, yang mempunyai peranan dan fungsi khusus. Fungsi-fungsi khusus dari sekolah adalah: 1. Menyediakan lingkungan yang disederhanakan. Tidak mungkin kita memasukkan seluruh peradaban manusia yang sangat kompleks itu ke sekolah. Demikian pula, para siswa tidak mungkin dapat memahami seluruh masyarakat yang sangat kompleks itu. Itulah sebabnya sekolah merupakan masyarakat atau lingkungan hidup manusia yang disederhanakan. 2. Membentuk masyarakat yang akan datang yang lebih baik. Para siswa tidak belajar dari masa lampau, tetapi belajar dari masa sekarang untuk memperbaiki masa yang akan datang.

3. Mencari keseimbangan dari bermacam-macam unsur yang ada di dalam lingkungan. Sekolah mernberi kesempatan kepada setiap individu/siswa untuk memperluas lingkungan hidupnya. Sekolah sebagai lingkungan yang khusus hendaknya memberikan pengarahan sosial, dengan cara mendorong kegiatan-kegiatan yang bersifat intrinsik, dalam suatu arah yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, melalui imitasi, persaingan sehat, kerja sama, dan memperkuat kontrol. Dalam sekolah progresif, yaitu sekolah-sekolah yang menerapkan sistem Pendidikan Progresif dari John Dewey, sumber dari kontrol sosial terletak pada sifat kegiatannya yang berisikan kerja sama sosial. Di dalam kerja sama sosial ini, setiap siswa mempunyai kesempatan untuk memberikan sumbangan dan untuk memikul tanggung jawab. Sekolah dan kelas diciptakan sebagai suatu organisasi sosial. Di dalam organisasi sosial itu setiap siswa mempunyai kesempatan untuk memberikan sumbangan, melakukan kegiatan-kegiatan, berpartisipasi, semuanya itu merupakan control social. Di dalam kontrol sosial ini tidak ada peraturan umum, sebab kontrol sosial tidak datang dari luar, tetapi timbul dari kegiatannya sendiri. Tugas guru adalah memberikan bimbingan dan mengusahakan kerja sama secara individual. Para siswa dibagi dalam kelompok-kelompok, dan bekerja dalam kelompok, bahkan guru termasuk sebagai anggota kelompok. Tentu saja sebagai orang dewasa, is mempunyai tanggung jawab yang khusus, yaitu memelihara interaksi dan komunikasi, mendorong kelompok untuk melakukan kegiatan-kegiatan seperti dalam kehidupan masyarakat. Guru bukan atasan, penguasa, apalagi diktator, melainkan sebagai pemimpin dalam kegiatan kelompok.

B. Landasan Psikologis Dalam proses pendidikan terjadi interaksi antar-individu manusia, yaitu antara peserta didik dengan pendidik dan juga antara peserta didik dengan orang orang yang lainnya. Manusia berbeda dengan makhluk lainnya, karena kondisi psikologisnya. Manusia berbeda dengan benda atau tonaman, karena benda atau tanaman tidak mempunyai aspek psikologis. Manusia juga lain dari binatang, karena kondisi psikologis manusia jauh tinggi tarafnya dan lebih kompleks

maupun pemecahan masalah. lebih banyak menii liki kecakapan. penerapan. pembiasaan. interaksi antara anak dan guru pada jenjang sekolah dasar berbeda dengan jenjang sekolah lanjutan pertarna dan sekolah lanjutan atas. Tugas utama yang sesungguhnya dari para pendidik adalah membantu perkembangan peserta didik secara optimal. baik berlangsung melalui proses peniruan. pengetahuan. dan psikomotor. Perkembangan atau kemajuan-kemajuan yang dialami anak sebagian besar terjadi karena usaha belajar. Kondisi ini pun berbeda pula bergantung pada konteks. Iterkat kemampuan-kemampuan psikologis yang lebih tinggi dan kompleks inilah sesungguhnya manusia menjadi lebih maju. latar belakang sosial-budaya. Kondisi psikologis setiapµindividu berbeda. Peserta didik adalah individu yang sedang berada dalam proses perkembangan. baik. perkembangan seluruh aspek kehidupannya. anak tetap berkembang. tetapi dengan pendidikan di sekolah tahap perkembangannya menjadi lebih tinggi dan lebih luas. Apa yang dididikkan dan bagaimana cara mendidiknya. anak selalu berada dalam proses perkembangan. Sejak kelahiran sampai menjelang kematian. Interaksi pendidikan di rumah berbeda dengan di sekolah. Apa yang dimaksud dengan kondisi psikologis itu? Kondisi psikologis merupakan karakteristik psiko-fisik seseorang sebagai individu. serta pola-pola perkembangan individu menjadi kajian Psikologi Perkembangan. perlu disesuaikan dengan pola-poly perkembangan anak. perilaku kognitif. peranan. pemahaman.individu yang lainnya. yang din yatakan dalani berbagai bentuk perilaku dalani interaksi den gan lingkungannya. karena perbedaan tahap perkembangannya. Interaksi yang tercipta dalam situasi pendidikan harus sesuai dengan kondisi psikologis para peserta didik rnaupun kondisi pendidiknya. yang tampak maupun yang tidak tampak. juga karena perbedaan faktorfaktor yang dibawa dari kelahirannya. Perilakuperilaku tersebut merupakan manifestasi dari ciri-ciri kehidupannya. afektif. dan status individu di antara individu. Karakteristik perilaku individu pada tahap-tahap perkembangan. dan keterampilan dibandingkan dengan binatang. dan menciptakan berbagai .dibandingkan dengan binatang. pengingatan. Tanpa pendidikan di sekolah. Pendidik atau guru melakukan berbagai upaya.

yaitu Psikologi Perkembangan dan Psikologi Belajar. Psikologi perkembangan Psikologi Perkembangan membahas perkembangan individu sejak masa konsepsi. yaitu masa pertemuan spermatozoid dengan sel telur sampai dengan dewasa. Tuntutan akan . dari saat lahir sampai dengan dewasa. Metode cross sectional pernah -dilakukan oleh Arnold Gessel. minimal ada dua bidang psikologi yang mendasari pengembangan kurikulum. pengalaman yang tidak menyenangkan pada masa balita ini dapat mengganggu perkembangan pada masa-masa berikutnya. Ia mempelajari perkembangan anak dilihat dari tuntutan akan tugas-tugas yang harus dihadapi dan dilakukan dalam masyarakat. pola-pola perkembangan dan kemampuan. Menurut mereka. memilih dan menyusun bahan ajar. Cara belajar-mengajar mana yang dapat memberikan hasil secara optimal serta bagaimana proses pelaksanaannya membutuhkan studi yang sistematik dan mendalam. serta perilaku mereka dilakukan oleh Sigmund Freud beserta para pengikutnya. Studi yang demikian merupakan bidang pengkajian dari Psikologi Belajar. Metode dalam psikologi perkembangan Pengetahuan tentang perkembangan individu diperoleh melalui studi yang bersifat longitudinal. cross sectional. Studi longitudinal menghimpun informasi tentang perkembangan individu melalui pengamatan dan pengkajian perkembangan sepanjang masa perkembangan.masa sebelumnya. mencatat ciri-ciri fisik dan mental. anak clan berbagai tingkatan usia. seperti yang pernah dilakukan oleh Williard C.kegiatan dengan dukungan berbagai alat bantu pengajaran agar anak-anak belajar. Ia mempelajari beribu-ribu. psikoanalitik.. Metode sosiologik digunakan oleh Robert Havighurst. Jadi. atau studi kasus. Olson. 1. a. baik di dalam merumuskan tujuan. sosiologik. Keduanya sangat diperlukan. memilih dan menerapkan metode pembelajaran serta teknik -teknik penilaian. Studi ini banyak diaralikan mempelajari perkembangan anak pada masa. terutama pada masa kanak-kanak (balita).

tugas-tugas kehidupan masyarakat ini oleh Havighurst disebut sebagai tugas-tugas perkembangan (developmental tasks). Ada seperangkat tugas-tugas perkembangan yang harus dikuasai individu dalam setiap tahap perkembangan. Metode lain yang sering digunakan untuk mengkaji perkembangan anak adalah studi kasus. Dengan mempelajari kasus-kasus tertentu, para ahli psikologi perkembangan menarik beberapa kesimpulan tentang pola-pola perkembangan anak. Studi demikian pernah dilakukan oleh Jean Piaget tentang perkembangan kognitif anak. Individu apakah itu, anak ataupun orang dewasa merupakan kesatuan jasmani dan rohani yang tidak dapat dipisah -pisahkan dan menunjukkan karakteristik-karakteristik tertentu yang khas. Individu manusia adalah mesuatu yang sangat kompleks tetapi unik. Ia memiliki banyak aspek Neperti aspek jasmani, intelektual, sosial, emosional, moral, tetapi keseluruhannya membentuk satu kesatuan yang khas. Walaupun individu merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahpisahkan, untuk mempermudah penelitian, biasanya pembahasan dilakukan per aspek perkembangan. Hal itu berarti aspek tertentulah yang mendapatkan sorotan utama, yang menjadi fokus pengkajian, tetapi tidak berarti aspek-aspek lainnya diabaikan. Perkembangan anak adalah perkembangan seluruh aspek

kepribadiannya, tetapi tempo dan irama perkembangan masing-masing anak pada setiap aspek tidak selalu sama. Seorang anak mungkin lebih cepat

perkembangannya pada tahap tertentu, tetapi lambat pada tahap lainnya, atau perkembangan aspek tertentu lebih cepat dibandingkan dengan aspek lainrtya. Para ahli Psikologi Perkem- bangan tidak selalu mempunyai pendapat yang sama tentang perkembangan, baik secara menyeluruh maupun per aspek

perkembangan. Hal itu didasari oleh perbedaan asumsi yang menjadi titik tolaknya, atau perbedaan pendekatan yang mereka pakai, populasi yang digunakan, atau aspek perkembangan yang menjadi fokus. Adanya perbedaan perbedaan tersebut sering menimbulkan kebingungan pada para guru, tetapi justru akan memperluas dan memperkaya pengetahuan para pemakai teori teori perkembangan anak.

b. Teori perkembangan Dikenal ada tiga teori atau pendekatan tentang perkembangan individu, yaitu pendekatan pentahapan (stage approach), pendekatan diferensial (differential approach), dan pendekatan ipsatif (ipsative approach). Menurut pendekatan pentahapan, perkembangan individu berjalan melalui tahaptahap perkembangan. Setiap tahap perkembangan mempunyai karakteristik tertentu yang berbeda dengan tahap yang lainnya. Pendekatan diferensial melihat bahwa individu memiliki persamaan dan perbedaan. Atas dasar persamaan dan perbedaan tersebut individu dikategorikan atas kelompok-kelompok yang berbeda. Kita mengenal ada kelompok individu berdasarkan jenis kelamin, ras, agama, status sosial-ekonomi, dan sebagainya. Pengelompokan individu adakalanya juga didasarkan atas kesamaan karakteristiknya. Berkenaan dengan hal itu dikenal pengelompokan yang bersifat bipolar, seperti: Introvert-- ekstravert Dominan-- submisif agresif --pasif aktivitas tinggi-- aktivitas rendah kholerik ±melanholik

Kedua pendekatan tersebut berusaha untuk menarik atau membuat generalisasi yang berlaku untuk semua individu. Apakah dalam kenyataannya demikian? Dalam kenyataan seringkali ditemukan adanya sifatsifat individual, yang hanya dimiliki oleh seorang individu dan tidak dimiliki oleh yang lainnya. Pendekatan yang berusaha melihat karakteristik individu-individu inilah yang dikelompokkan sebagai pendekatan isaptif. Dari tiga pendekatan itu yang banyak dianut oleh para ahli Psikologi Perkembangan adalah pendekatan pentahapan. Pendekatan ini lebih disenangi karena lebih jelas menggambarkan proses ataupun.urutan perkembangan dan kemajuan individu. Di samping ketiga pendekatan itu, ada beberapa ahli yang mengombinasikan suatu pendekatan dengan pendekatan yang lain. Kombinasi ini sering dipandang dapat memperlengkap deskripsi tentang perkembangan individu.

Dalam pendekatan pentahapan, dikenal dua variasi. Pertama, pendekatan yang bersifat menyeluruh rnencakup segala segi perkembangan, seperti perkembangan fisik dan gerakan motorik, sosial, intelektual, moral, emosional, religi, dan sebagainya. Kedua, pendekatan yang bersifat khusus mendeskripsikan salah satu segi atau aspek perkembangan saja. Dalam pentahapan yang bersifat menyeluruh dikenal tahap-tahap perkembangan dari Jean Jacques Rousseau, G. Stanley Hall, Havighurst dan lain-lain. Rousseau membagi seluruh masa perkembangan anak a tas empat tahap perkembangan. Masa bayi (infancy), usia 0-2 tahun merupakan tahap perkembangan fisik, menurut Rousseau sebagai binatang yang sehat. Masa anak (childhood), usia 2-12 tahun, masa perkembangan sebagai manusia primitif. Masa remaja awal (pubescence), usia 12-15 tahun, masa bertualang yang ditandai dengan perkembangan intelektual dan kemampuan nalar yang pesat. Masa remaja (adolescene), usia 15-25 tahun masa hidup sebagai manusia yang beradab, masa pertumbuhan seksual, sosial, moral, dan kata hati. Stanley Hall adalah salah seorang ahli Psikologi Perkembangan penganut teori evolusi. Hall menerapkan teori rekapitulasi, salah satu konsep dalam teori evolusi, pada perkembangan anak. Menurut teori rekapitulasi, perkembangan individu merupakan rekapitulasi dari perkembangan spesiesnya (ontogeny recapitulates philogeny). Hall membagi keseluruhan masa perkembangan anak atas empat tahap. Masa kanakkanak (infancy), usia 0-4 tahun, merupakan masa kehidupan sebagai 1,matang melata dan berjalan. Masa anak (childhood), usia 4-8 tahun, masa pemburu. Masa Puer (youth), usia 8-12 tahun, masa manusia belum beradab. Masa remaja (adolescence), usia 12/13 tahun sampai dewasa, iiierupakan masa manusia beradab. Robert J. Havighurst menyusun fase-fase perkembangan atas dasar problema-problema yang harus dipecahkannya dalam setiap fase. Tuntutan akan kemampuan memecahkan problema dalam setiap fase perkembangan ini oleh Havighurst disebutnya sebagai tugas-tugas perkembangan (devel- opmental tasks). Havighurst membagi seluruh masa perkembangan anak atas lima fase, yaitu masa bayi (infancy) dari 0-1/2 tahun, masa anak awal (early childhood) 2/35/7 tahun, masa anak (late chilhood) dari 5 / 7-masa pubesen, masa adolesen awal

(early adolescence) dari pubesen ke pubertas, dan masa adolesen (late adolescence) dari masa pubertas sampai dewasa. Untuk setiap fase, perkembangan Havighurst menghimpun sejumlah tugas-tugas perkembangan yang harus dikuasai anak. Dikuasai atau tidak dikuasainya tugas-tugas perkembangan pada suatu fase berpengaruh bagi penguasaan tugas pada fase-fase berikutnya. Ada sepuluh kelompok tugas perkembangan yang harus dikuasai anak pada setiap fase yang membentuk pola, yaitu pola: 1. kebergantungan-keberdirisendirian, 2. memberi-menerima kasih sayang, 3. hubungan sosial, 4. perkembangan kata hati, 5. peran bio-sosio dan psikologis, 6. penyesuaian dengan perubahan badan, 7. penguasaan perubahan badan dan motorik, 8. belajar memahami dan mengontrol lingkungan fisik, 9. pengembangan kemampuan konseptual dan sistem simbol, 10. kemampuan melihat hubungan dengan alam semesta. Dalam pendekatan pentahapan yang bersifat khusus, kita mengenal pentahapanpentahapan dari Piaget, Kohlberg, Erikson, dan sebagainya. Jean Piaget mengemukakan tahap-tahap perkembangan dari kemam- puan kognitif anak. Dalam perkembangan kognitif menurut Piaget, yang terpenting adalah penguasaan dan kategori konsep-konsep. Melalui penguasaan konsepkonsep itu, anak mengenal lingkungan dan memecahkan berbagai problema yang dihadapi dalam kehidupannya. Ada empat tahap perkembangan kognitif anak menurut konsep Piaget, yaitu: 1. tahap Sensorimotor, usia 0-2 tahun; 2. tahap Praopersional, usia 2-4 tahun; 3. tahap Konkret Operasional, usia 7-11 tahun; 4. tahap Formal Operasional, usia 11-15 tahun. Tahap Sensorimotor disebut juga masa descriminating and labeling. Pada masa ini kemampuan anak terbatas pada gerak-gerak refleks, bahasa awal, waktu

sekarang, dan ruang yang dekat saja. Masa praoperasional atau prakonseptual disebut juga masa intuitif dengan kemampuan menerima perangsang yang terbatas. Anak mulai berkembang kemampuan bahasanya, pemikirannya masih statis dan belum dapat berpikir abstrak, persepsi waktu dan tempat masih terbatas. Masa konkret operasional disebut juga masa performing operation. Pada tahap ini anak sudah mampu menyelesaikan tugas-tugas menggabungkan, memisahkan, menyusun, menderetkan, melipat, dan membagi. Masa formal operasional disebut juga masa proportional thinking, pada masa ini anak sudah mampu berpikir tingkat tinggi. Mereka sudah mampu berpikir secara deduktif, induktif, menganalisis, menyintesis, mampu berpikir abstrak dan berpikir reflektif, serta memecahkan berbagai masalah. Lawrence Kohlberg mengembangkan suatu teori tentang perkembangan moral kognitif dengan mengacu kepada teori Piaget. Berdasarkan atas hasil-hasil penelitiannya yang cukup lama, Kohlberg menemukan ada tiga tahap perkembangan moral kognitif. Masing-masing tahap terdiri atas dua tingkatan sehingga seluruhnya meliputi enam tingkatan, yaitu: Tahap I Preconventional moral reasoning Tingkat 1. Obedience and punishment orientations Tingkat 2. Naively egoistic orientation Tahap II Conventional moral reasoning Tingkat 3. Good boy orientation Tingkat 4. Authority and social order maintenance orientation Tahap III Postconventional moral reasoning Tingkat 5. Contractual legalistic orientation Tingkat 6. Conscience or principle orientation Pada tahap prakonvensional, pertimbangan moral seseorang mengacu ke luar, kepada objek-objek dan peristiwa yang konkret dan bersifat fisik. Mereka belum mampu memberi pertimbangan moral atas standar sosial. Tingkat keputusan dan hukuman (obedience and punishment orientation) diwarnai oleh kecenderungan berbuat baik atau tidak berbuat salah karena takut akan hukuman. Acuan perbuatan adalah kekuasaan dan kekuatan. Mereka patuh karena takut dihukum, segala perbuatannya dikontrol oleh kekuatan-kekuasaan yang datang

unsur-unsur subjektif dari aturan sosial. Erick Homburger Erikson merupakan salah seorang tokoh psiko. bukan satu-satunya yang benar. Pada tahap ini pertimbangan moral didasarkan atas pandangan yang bersifat relatif. Tahap ini meliputi dua tingkat. ekonomi. prinsipprinsip yang mendasar. tanpa mehhat atribut-atribut yang disandangnya. atau jahat dilihat dari penilaian orang lain. Pada tingkat pertimbangan kata hati.dari luar. apakah karena gelar. pertimbangan moral pascakonvensi. Ada delapan tahap perkembangan psikososial menurut Erikson. sosial. Suatu perbuatan dipandang baik apabila sesuai dengan harapan orang banyak atau masyarakat. Pada tingkat legalistik kontraktual. Tahap ketiga. atau sejalan dengan tuntutan dan kebiasaan masyarakat.analisis pengikut Sigmund Freud. Ia memusatkan studinya terhadap perkembangan psikososial. Pranata dan aturan-aturan sosial bukan sesuatu yang absolut. Seseorang menghargai orang lain betul-betul sebagai manusia. Seseorang berbuat baik karena dia yakin bahwa perbuatan tersebut baik. yaitu tingkat pertimbangan legalistik kontraktual. dan . dinilai sebagai perbuatan baik. suatu perbuatan dipandang baik bila perbuatan lersebut sesuai dengan ketentuan atau peraturan yang ada dalam masyarakat. Tingkat anak/orang baik. pertimbangan perbuatan baik atau jahat didasarkan atas persetujuan tidak tertulis antara pribadi dan masyarakat. Tahap kedua adalah pertimbangan moral konvensional. status ilmu. Kalau seseorang berbuat untuk kepentingan orang lain atau orang banyak. pangkat. baik tidak baik didasarkan atas nilai-nilai yang bersifat universal. Tingkat kebaikan sebagai alat (naively egoitistic orientation) suatu perbuatan dipandang baik apabila menguntungkan atau memberi kesenangan kepada dirinya atau orang-orang yang dekat dengan dirinya. Tingkat keempat memelihara ketertiban dan peraturan masyarakat. tetapi juga ada kebenaran-kebenaran lain. perilaku baik. dan tingkat pertimbangan kata hati. yaitu tingkat sebagai anak baik dan tingkat memelihara ketertiban dan peraturan masyarakat. Pada tahap ini perilaku dinilai atas harapan orang lain atau orang banyak. Seseorang tidak mencuri karena perbuatan mencuri akan merugikan orang lain. Tahap pascakonvensi mempunyai dua Inigkatan. dan sebagainya.

Menurut Gagne (1965. afektif. Banyak sekali definisi tentang belajar. and which is not simply ascribable to the process of growth. belajar dapat diartikan sebagai perubahan tingkah laku yang terjadi melalui pengalaman. 166) PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL 2. seperti dapat dilihat pada Bagan 3. hlm. "Learning is a change in human disposition or capability. 1959. maupun psikomotor dan terjadi karena proses pengalaman dapat dikategorikan sebagai perilaku belajar. which can be retained.1 BAGAN 3. Perkembangan psikososial (Diadaptasi dari Erikson. hlm. Hilgard dan Bower menambahkan bahwa peruhahan itu terjadi . 5) perubahan tersebut berkenaan dengan disposisi atau kapabilitas individu. Secara sederhana.tahap-tahap tersebut paralel dengan tahap perkembangan psikososial dari Freud. Psikologi belajar Psikologi belajar merupakan suatu studi tentang bagaimana individu belajar. Segala perubahan tingkah laku balk yang berbentuk kognitif. Peruhahan-perubahan perilaku yang terjadi karena instink atau karena kematangan serta pengaruh hal-hal yang bersifat kimiawi tidak termasuk belajar.

sebagai reaksi terhadap situasi yang diliadapinya. Teori ini hampir sama dengan teori pertama bahwa anak memiliki potensi-potensi. clan sebagainya. keutuhan. behaviorisme. Menurut Morris L. drug etc.g. menanggap. Teori disiplin mental humanistik lebih menekankan keseluruhan. atau aspek tertentu. Masih banyak definisi tentang belajar dan definisi-definisi tersebut bersumber pada teori-teori belajar tententu. memecahkan masalah. Bigge dan Maurice P. . naturalisme. 226-227) ada tiga keluarga atau rumpun teori belajar. Potentsi-potensi perlu d ilatih agar berkembang. Ada beberapa teori yang termasuk rumpun disiplin mental yaitu: disiplin mental theistik. dan apersepsi.karena individu berinteraksi dengan lingkungannya. 1966. Perbedaannya dengan teori disiplin mental IIu teori tersebut menekankan bagian-bagian. fatigue. disiplin mental humanistik. hlm. anak telah memiliki potensi-potensi tertentu.) (Iiilgard dan Bower. Teori disiplin mental humanistik bersumber pada psikologi humanisme klasik dari Plato dan Aristoteles. Hunt (1980. Menurut mereka belajar adalah : The process by which an activity originates or is changed throught reacting to an encountered situation. berpikir. yaitu teori disiplin mental. Kalau dayadaya tersebut terlatih maka dengan mudah dapat digunakan untuk menghadapi atau memecahkan berbagai masalah. 2). hlm. Menurut teori ini individu atau anak mempunyai sejumlah daya mental seperti daya untuk mengamati. or temporary states of the organism (e. provided that the characteristics of the change in activity cannot be explaned on the basis of native response tendecies. dan Cognitive Gestalt Field. Belajar merupakan upaya untuk mengembangkan potensi-potensi tersebut. latihan bagian. Kalau seseorang menguasai hal-hal yang bersifat umum okan mudah ditransfer atau diaplikasikan kepada halhal lain yang bersifat khusus. maturation. Pendidikannya menekankan pendidikan umum (Neneml education). Teori disiplin mental theistik berasal dari Psikologi Daya. Belajar merupakan proses melatih daya-daya tersebut. mengingat. Menurut rumpun teori disiplin mental dari kelahirannya atau secara herediter.

atau masyarakat. sekolah. Lingkunganlah. ia dapat belajar sendiri dan mencapai perkembangan secara optimal. apakah lingkungan keluarga. Demikian seterusnya semakin tinggi perkembangan anak. diamati. Kelompok teori ini tidak mengakui sesuatu yang bersifat mental. Sama dengan kedua teori sebelumnya bahwa anak mempunyai sejumlah potensi atau kemampuan. Agar anak dapat berkembang dan mengaktualisasikan segala potensi yang dimilikinya pendidik atau guru perlu menciptakan situasi yang permisif yang jelas. disebut juga Herbartisme. Perkembangan anak menyangkut nyata yang dapat dilihat. Anak mempunyai kemampuan untuk mempelajari sesuatu. tetapi juga memiliki kemauan dan kemampuan untuk belajar dan berkembang sendiri. Teori ini berpangkal dari Psikologi Naturalisme Romantik dengan tokoh utamanya Jean Jacques Rousseau. bersumber pada Psikologi Strukturalisme dengan tokoh utamanya Herbart. Menurut aliran ini belajar adalah membentuk massa apersepsi. Melalui situasi demikian. Kelebihan dari teori ini adalah mereka berasumsi bahwa individu bukan saja mempunyai potensi atau kemampuan untuk berbuat atau melakukan berbagai tugas. semakin tinggi pula massa apersepsinya. alam. lingkungan manusia. Kelompok teori ini berangkat dari asumsi bahwa anak atau individu tidak memiliki/ membawa potensi apa-apa dari kelahirannya. Kelompok ini mencakup tiga teori yaitu S-R Bond. dan Reinforcement. religi yang membentuknya.Teori naturalisme atau natural unfoldment atau self actualization. Teori belajar yang keempat adalah teori apersepsi. Hasil dari suatu perbuatan belajar disimpan dan membentuk suatu massa apersepsi. Conditioning. Perkembangan anak ditentukan oleh faktor-faktor yang berasal dari lingkungan. budaya. Teori S-R Bond (Stimulus-Responce) bersumber dari Psikologi Koneksionisme atau teori asosiasi dan merupakan teori pertama dari rumpun Behaviorisme. kehidupan ini tunduk kepada hukum stimulus-respons atau aksi-reaksi. dan massa apersepsi ini digunakan untuk mempelajari atau menguasai pengetahuan selanjutnya. Menurut konsep mereka. Setangkai bunga dapat merupakan suatu stimulus dan direspons oleh mata dengan cara meliriknya. Kesan indah yang diterima individu dapat . Rumpun atau kelompok teori belajar yang kedua adalah Behaviorisme yang biasa juga disebut S-R Stimulus-Respons.

yaitu Law of readness. Ada tiga hukum belajar yang sangat terkenal dari Thorndike. kondisi diberikan pada stimulus. hubungan stimulus dan respons akan terjadi apabila ada akibat yang menyenangkan. kalpataru. Teori kedua dari rumpun behaviorisme adalah conditioning atau stimulusresponce with conditioning. insentif. hubungan antara stimulus dan respons akan terbentuk apabila sering dilatih atau diulang -ulang. reinforcement. terkenal dengan percobaan conditioning pada anjing. pujian dan hadiah merupakan reinforcement. Tokoh utama teori ini adalah Watson. Teori ini berkembang dari teori psikologi.merupakan stimulus yang mengakibatkan terespons memetik bunga tersebut. Belajar adalah upaya untuk membentuk hubungan stimulus respons sebanyakbanyaknya. demikian juga dengan waktu makan pagi. Selanjutnya. piala. terdiri atas rentetan hubungan stimulus respons. Menurut hukum kesiapan. piagam penghargaan. medali. Di dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali contoh reinforcement kita temukan seperti pemberian pujian. maka pada reinforcement kondisi diberikan pada respons. Tokoh utama teori ini adalah Edward L. supaya pada kegiatan belajarnya akan Iebih giat dan sungguh-sungguh. Karena anak belajar sungguh-sungguh (stimulus) selain is menguasai apa yang dipelajarinya (respons) maka guru memberi angka tinggi. Sebelum anakanak masuk kelas dibunyikan bel. hubungan antara stimulus dan respons akan terbentuk atau mudah terbentuk apabila telah ada kesiapan pada sistem syaraf individu. Demikian halnya dengan belajar. Hull. Di samping reinforcement positif seperti itu dikenal pula . Belajar atau pembentukan hubungan antara stimulus dan respons perlu dibantu dengan kondisi tertentu. dan bintang mahaputra. Teori ketiga adalah reinforcement dengan tokoh utamanya C. hadiah. Bunyi bel menjadi kondisi bagi anak sebagai tanda memulai pelajaran di sekolah. Thorndike. merupakan perkembangan lebih lanjut dari teori S-R Bond dan conditioning. serta lencana sampai dengan parasamya. 1980. siang. dan makan malam. demikian terjadi setiap hari dan setiap saat pertukaran jam pelajaran.L. hukum latihan atau pengulangan. Kalau pada teori conditioning. pujian. hlm. 273). mungkin juga hadiah. law of exercise or repetition dan law of effect (Bigge dan Thurst. Menurut hukum akibat (law of effect). bonus. adipura. Angka tinggi.

1980. Teori belajar pertama dari rumpun ini adalah teori insight. dengan tokoh utamanya Kurt Lewin. termasuk struktur tubuhnya sendiri. proses. ada motif yang ilit‡iidorong pencapaian tujuan dan ada hambatan-hambatan yang harus diatasi. Teori belajar cognitive field bersumber pada psikologi lapangan (field psikology). Rumpun ketiga adalah Cognitive Gestalt Field. To state it differently. 293). dan sebagainya. Teori belajar Goal Insight berkembang dari psikologi configurationlism. ataupun ide dalam berbagai situasi. Individu selalu berada dalam suatu lapangan psikologis yang oleh Lewin disebut life space. Aliran ini bersumber dari Psikologi Gestalt Held. (Bigge dan Hunt. Contoh reinforcement negatif adalah: peringatan. penundaan kenaikan pangkat. imajinatif. oleh karena itu sering dikatakan . insight is the sensed way through or solution of a problematic situation. yang berisi kecakapan menggunakan suatu objek. Gestalt Field melihat bahwa belajar itu merupakan perbuatan yang bertujuan. ancaman.. hlm. litikuman.. We might say that an insight is a kind of intelligent feel we get about a situation that permits us to continue to strive actively to serve our purposes. Pemahaman tingkat tinggi memungkinkan seseorang bertindak inteligen. Pemahaman terjadi . fakta. Menurut mereka.ipabila individu menemukan cara baru dalam menggunakan unsur-unsur . Menurut mereka belajar adalah proses mengembangkan insight atau pemahaman baru atau mengubah pemahaman lama. teguran. Belajar merupakan usaha untuk mengembangkan pemahaman tingkat tinggi.1ri atau perasaan tentan g pola-pola atau hubungan. berwawasan luas. mampu memecahkan berbagai masalah.. individu selalu berinteraksi dengan lingkungan. Pemahaman yang bermutu tinggi (tingkat tinggi) adalah pemahaman yang telah teruji. Dalam lapangan ini selalu ada tujuan yang ingin dicapai. riksploratif. sanksi. Perbuatan individu selalu terarah kepada pencapaian sesuatu tujuan.reinforcement negatif untuk mencegah atau menghilangkan suatu perbuatan yang kurang baik atau tidak disetujui masyarakat. diarahkan kepada pembentukan hubungan dengan lingkungan. pemotongan gaji. dan kreatif.1ng ada dalam lingkungan. Perbuatan individu selalu bertujuan. Pemahaman atau insight merupakan citra 11.

dijelaskan pengajaran berprogram. Bagi penganut cognitive field. . cara bertanya dan menjawab serta cara-cara meningkatkan ingatan Pada bagian akhir buku ini. Apabila ia telah berhasil mencapai sesuatu tujuan maka timbul tujuan lain yang ingin dicapai dan berada dalam life space baru. belajar merupakan suatu proses interaksi. macam -macam belajar dan peranan siswa dalam belajar. relevansi apa yang dipelajari dengan kebutuhaii siswa. Buku Acuan Have. Setiap orang berusaha mencapai tingkat perkembangan dan pemahaman yang terbaik. (1972). Dalam membimbing proses belajar. C. Istilah congnitive berasal dari bahasa Latin "cognoscre" yang berarti 'mengetahui (to know)'. bagaimana ia menggunakan pengetahuan dan pengenalannya serta berbuat terhadap lingkungannya. di dalam lapangan psikologisnya masing-masing. Tingkah laku seseorang pada suatu saat merupakan fungsi dari semua faktor yang ada yang saling bergantung pada yang lain. Aspek ini dalam teori belajar cognitive field berkenaan dengan bagaimana individu memahami dirinya dan lingkungannya. hasil belajar. fungsi inteligensi dan bahasa dalam perkembangan belajal Selanjutnya diuraikan pula hal-hal yang harus diperhatikan dalam belajar seperti motivasi belajar. New York: Harper & Row Pub. Micahel J. sebab dirinya dan orang lain serta lingkungannya merupakan suatu kesatuan.A. guru harus mengerti akan dirinya dan orang lain. Understanding School Learning. peranali teknologi dalam belajar serta berbagai upaya guru untuk meningkatkol. Pada bagian berikutnya dijelaskan struktur dan transfer dalam belajar clan perkembangan.perbuatan individu adalah purposive. Pada bagian pertama buku ini diuraikan tentang konsep dan kebutuhan untuk memahami proses belajar. Lapangan psikologis terbentuk oleh interelasi yang simultan dari orang-orang dan lingkungan psikologisnya di dalam suatu situasi. dalam proses interaksi tersebut ia mendapatkan pemahaman baru atau menemukan struktur kognitif lama. Buku ini menguraikan dasar-dasar pemahaman tentang belajar dan bagaimana memperbaiki proses belajar.

a Strategy for Testing Applications of Theory. Ada 4 model yang dapat melancarkan kegiatan belajar. New York: Academic Press. melalui penggunaan simbol yang konkret dapat iliabstraksi. yang meliputi analisis isi. (1980). Buku ini berusaha untuk menyatukan ketiganya. transfer thin perluasan konsep. Menurut penulis. penyusunan pengajaran dan tes. enactive. Toys merupakan bagian dari kebudayaan µang tetap berada pada taraf play. Problem dalam pengetahuan inanusia selalu ingin tahu. Play merupakan fenomena kehidupan yang sering ditafsirkan sebagai 1. analisis prilaku.etiadaan daripada keberadaan. Klausmeyer . lingian selanjutnya menguraikan penyusunan model pengajaran yang atas perbedaan individual. Yang dibahas dalam tulisan ini adalah suatu pendekatan dari exploration theory. . Herbert J. analisis pengajaran. iconic. Learning and Teaching Concept. New Perspectives in Educational Psychology.A. sosiologi. serta motivasi dalam perkembangan belajar konsep. serta bagaimana menyusun suatu model pengajaran yang disesuaikan dengan livrkembangan dan perbedaan individual siswa. London: John Wiley & Sons. Tiga hal tersebut harus disatukan dan kombinasikan menjadi satu. proses kegiatan mental dalam belajar konsep. (1976). R. Teori pendidikan menurut pengarang tersumbat dalam tiga disiplin ilmu: filsafat. skill. Play berkembang menjadi skill dan toys I. Pada bagian akhir diuraikan cara-cara pelaksanaan dan pengelolaannya. dan semiotic.vrkembang menjadi tools. ada heberapa komponen dari suatu teori yaitu: play.Hodgkin. dan psikologi. tetapi teori bersifat statis. Bom Curious. toys. yaitu: interpersonal. New York. dan simbol. meliputi iiuktur kognitif. tools. Buku ini membahas teori belajar dan perkembangan kognitif. yang bertolak dari pandangan bahwa siswa atau anak adalah aktif dan suka bertanya. Pada bagian pertama hiiku ini diuraikan teori belajar dan perkembangan konsep. Pendekatan ini menolak pandangan pendidikan bahwa anak pasif dan statis.

tetapi manusia yang lebih bermutu. Pertama. tetapi memberikan bekal pengetahuan. isi. Hal itu disebabkan karena pendidikan diarahkan pada pengembangan pribadi anak agar sesuai dengan nilai nilai yang ada dan diharapkan masyarakat. PERKEMBANGAN ILMU DAN TEKNOLOGI DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM Kurikulum dapat dipandang sebagai suatu rancangan pendidikan. menjadi landasan dan sekaligus acuan bagi pendidikan. pendidikan diarahkan pada kehidupan dalam masyarakat. Karena tujuan pendidikan mengandung nilai. Pendidikan bukan hanya untuk pendidikan. dan mampu membangun masyarakatnya. kekayaan. Pendidikan dan Masyarakat Ada tiga sifat penting pendidikan.BAB 4 LANDASAN SOSIAL-BUDAYA. dengan segala karakteristik dan kekayaan budayanya. Dengan pendidikan. Proses pendidikannya juga harus bersifat membina dan mengembangkan nilai. Generasi muda perlu mengenal dan memahami apa yang ada dalam masyarakat. tetapi rnenyiapkan anak untuk kehidupan dalam masyarakat. bekerja dan mencapai perkembangan lebih lanjut di masyarakat. baik sebagai warga maupun sebagai . pendidikan mengandung nilai dan memberikan pertimbangan nilai. keterampilan serta nilai-nilai untuk hidup. kurikulum menentukan pelaksanaan dan hasil pendidikan. maka isi pendidikan harus memuat nilai. Kita ketahui bahwa pendidikan mempersiapkan generasi muda untuk terjun ke lingkungan masyarakat. dan diarahkan bagi kehidupan dalam masyarakat pula. Sebagai suatu rancangan. maupun proses pendidikan harus disesuaikan dengan kondisi. Pendidikan bukan hanya untuk pendidikan. A. memiliki kecakapan untuk dapat berpartisipasi dalam masyarakat. Kedua. mengerti. kita tidak mengharapkan muncul manusiamanusia yang lain dan asing terhadap masyarakatnya. karakteristik. Kehidupan masyarakat. Oleh karena itu. dan perkembangan masyarakat tersebut. tujuan. mendapatkan pendidikan baik formal maupun informal dalam lingkungan masyarakat. Anak-anak berasal dari masyarakat.

disesuaikan dengan situasi dan kondisi masyarakat setempat. Ketiga. antara anggota dan lembaga. lingkungan alam. Pendidikan dalam suatu lingkungan masyarakat tertentu berbeda dengan lingkungan masyarakat lain. berbuat dan hidup dengan baik dalam berbagai situasi dan lingkungan masyarakat. Tujuan umum pendidikan sering dirumuskan untuk menyiapkan generasi muda menjadi orang dewasa anggota masyarakat yang mandiri dan produktif. tetapi pelaksanaan pendidikan bersifat lokal. Tuntutan individual merupakan harapan orang dewasa agar generasi muda dapat mengembangkan pribadinya sendiri. karena adanya perbedaan sistem sosialbudaya. Tatanan nilai merupakan seperangkat ketentuan. Salah satu aspek yang cukup penting dalam sistem sosial-budaya adalah tatanan nilai-nilai. moral yang mengatur cara berkehidupan dan berperilaku para warga masyarakat. karena masyarakatnya berkembang. personalia. sistem sosial budaya. peraturan. dan lain-lain. di daerah pesisir berbeda dengan di pegunungan. Nilai-nilai tersebut bersumber dari agama. serta antara lembaga dan lembaga. Kehidupan masyarakat berpengaruh terhadap proses pendidikan. Konsep pendidikan bersifat universal. Tuntutan sosial adalah harapan orang dewasa agar anak mampu bertingkah laku. di pusat perindustrian berbeda dengan di daerah pertanian. Sistem sosial-budaya di daerah perkotaan berbeda dengan di pedesaan. Sistem sosial-budaya ini mengatur pola kehidupan dan pola hubungan antar-anggota masyarakat. Hal itu merefleksikan konsep adanya tuntutan individual (pribadi) dan sosial dari orang dewasa kepada generasi muda. Setiap lingkungan masyarakat masing-masing memiliki sistem sosialbudaya yang berbeda. Pelaksanaan pendidikan m embutuhkan dukungan dari lingkungan masyarakat. Sistem sosial-budaya pada suatu daerah juga berbeda dari suatu periode waktu dengan waktu yang lainnya. kehidupan politik. Proses pendidikan merupakan bagian dari proses kehidupan masyarakat. serta sarana dan prasarana yang ada. pelaksanaan pendidikan dipengaruhi dan didukung oleh lingkungan masyarakat tempat pendidikan itu berlangsung. . keamanan. karena pendidikan sangat melekat dengan kehidupan masyarakat. budaya. penyediaan fasilitas. hukum. politik. mengembangkan segala potensi dan kemampuan yang dimilikinya.karyawan.

pendidikan merupakan suatu proses kebudayaan. Sejalan dengan perkembangan masyarakat maka nilai-nilai yang ada dalam masyarakat juga selalu berkembang. kepercayaan. dan mungkin pada suatu saat perkembangan begitu drastis. adat-istiadat. Kehidupan masyarakat tidak dapat terlepas dari tempat masyarakat itu berada. kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks. sehingga tidak jarang menimbulkan perbedaan bahkan konflik nilai. melalui pendidikan manusia mengenal peradaban masa lalu. di daerah gurun pasir berbeda dengan di daerah padang rumput atau rawa. Lingkungan alam dan keadaan geografis mempengaruhi perilaku dan pola hidup para anggota masyarakat. cara berpikir. Demikian juga masyarakat di daerah kepulauan berbeda dengan di daerah daratan. turut serta dalam peradaban masa sekarang dan membuat peradaban masa yang akan datang. yang meliputi pengetahuan. jenis kelamin. Proses pembudayaan tidak dapat berlangsung secara sendirian. . hukum. pekerjaan. serta kemampuan dan kebiasaan yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat. menentukan jenis interaksi dan tingkat partisipasinya dalam proses pembudayaan. interaksi dengan lingkungan. Masalah tempat menyangkut lingkungan alam dan keadaan geografis. kemasyarakatan. Menurut Israel Scheffler (1958). Kondisi alam dan geografis mempengaruhi cara hidup. kesenian. Status dan peranan manusia dalam kelompok. cara mempertahankan diri. Perbedaan ataupun konflik nilai tersebut dilatarbelakangi oleh perbedaan tatanan yang berakar pada perbedaan pola-pola kebudayaan Menurut Tylor (1871). moral. Masyarakat yang hidup di daerah tropis berbeda pola hidupnya dengan di daerah subtropis atau daerah dingin. cara bekerja. cara bermasyarakat. Dalam arti yang lebih mendasar. sekolah. Pendidikan merupakan bagian dari kebudayaan. apakah kelompok usia.maupun dari segi-segi kehidupan lainnya. melainkan harus dalam interaksi dengan orang lain. dan lain-lain. dan lain-lain. Konflik nilai bisa juga diakibatkan adanya perbedaan sudut pandang karena adanya variasi sumber-sumber nilai tersebut. Setiap generasi manusia menempatkan dirinya dalam urutan sejarah kebudayaan.

tetapi pada masyarakat lainnya agak lambat bahkan lambat sekali. perubahan-perubahan terjadi dengan cepat. mempengaruhi pengetahuan. Melalui proses alkulturalisasi. dan akurat. mobilitas manusia dan barang sangat tinggi. Mungkin pada masyarakat tertentu perkembangannya sangat cepat. Dalam kondisi masyarakat demikian. Di samping pembauran. pengetahuan. penelitian. kecakapan. akan memiliki sistem dan fasilitas yang lebih mapan dibandingkan dengan masyarakat yang kemajuannya rendah. . pertentangan atau konflik-konflik ini berangsurangsur berkurang. ekonomi. pertentangan atau konflik antarsektor sosial-budaya adakalanya juga terjadi. telekomunikasi dan elektronika. membuka daerah-daerah yang terisolasi.Kehidupan masyarakat juga dipengaruhi oleh tingkat kemajuan yang telah dicapainya. masyarakat kita dewasa ini berkembang sangat cepat menuju masyarakat terbuka. maupun hobi. ideologi. komunikasi. kebiasaan bahkan pola-pola hidup mereka. kemampuan masyarakat makin sering terjadi. Pertemuan antarsuku bangsa. Mobilitas yang tinggi mempercepat pertemuan antarsuku dan antarbangsa. lancar. dan akurat memudahkan perolehan informasi. Masyarakat yang telah mencapai tingkat kemajuan yang tinggi dalam segi ilmu. Sistem dan fasilitas yang tersedia akan mempengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat. aspirasi. lancar. B. antarbangsa. sosial-budaya. sosial-budaya. pemerintahan. dan antarras dengan berbagai kebudayaan. teknologi. minat. Perubahan yang cepat hampir terjadi dalam semua aspek kehidupan. meningkatkan pemerataan pembangunan. masyarakat informasi dan global. Komunikasi sangat cepat. bangsa. rekreasi. nilainilai etik dan estetik. tradisi. Karena adanya pengaruh dari perkembangan teknologi. komunikasi cepat. nilai-nilai. politik. Perkembangan Masyarakat Salah satu ciri dari masyarakat adalah selalu berkembang. semangat. Perubahanperubahan masyarakat ini akan mempengaruhi perkembangan setiap individu warga masyarakat. Maka it'rjadilah proses pembauran budaya. dan segi-segi kehidupan yang lainnya. atau ras. sikap. dan lain-lain malah terjadi pembauran suku. yang sangat berharga baik bagi kepentingan bisnis. ekonomi. terutama teknologi industri transportasi.

hidup yang lebih santai. terutama di perkotaan sering terjadi loncatan. Penerapan teknologi di bidang industri relatif lebih maju dibandingkan di bidang pertanian. diganti dengan pola kerja keras mengejar target meningkatkan produksi. Dalam pola kehidupan masyarakat industri. sifat-sifat yang dimiliki masyarakatnya jauh berbeda. sifat gotong royong mulai menipis. menghadapi mesin dan peralatan lain yang berbeda. bisa bekerja sepanjang masa. panas. rasa kerja sama yang tinggi. berubah dari kehidupan yang berpola agraris ke pola kehidupan industri. Hal itu mengakibatkan adanya keragaman tugas dan pekerjaan. taktik. Oleh karena itu. Dalam pola kehidupan industri perubahan sangat cepat terjadi. tetapi karena dunia industri berorientasi pada pasar. Sifat kompetitif. cara kerja yang teratur. malah bisa bekerja siang dan malam. baik dengan sesama karyawan maupun dengan waktu atau prestasi sebelumnya. strategi. Penggunaan peralatan berteknologi tinggi tidak menuntut banyak orang. hidup santai telah ditinggalkan. tetapi sedikit orang dengan kemampuan tinggi. Tugas-tugas dalam suatu spesialisasi sering tidak dipahami oleh spesialisasi lain. dan menuntut profesionalisme yang lebih tinggi pula. kebijakan baru yang melahirkan produk dan layanan baru selalu muncul. . Oleh karena itu. atau dingin). Pola kehidupan agraris memiliki kesamaan. Bekerja di bidang industri tidak lagi bergantung pada musim (hujan atau kemarau. perubahan yang lamban. Perubahan ini bukan saja karena adanya peralatan baru atau jenis pekerjaan yang baru. yang menuntut konsentrasi perhatian dan kegiatan. Dalam bekerja di sektor industri telah ada pembagian tugas masingmasing. Diversifikasi pekerjaan dan tugas-tugas dalam satu pekerjaan melahirkan spesialisasi yang menuntut profesio. diganti dengan kerja sama sesuai dengan alur kerja. Masyarakat secara berangsur-angsur.nalisme dalam setiap spesialisasi tersebut. dan sebagainya. Perubahan pola pekerjaan Karena pengaruh perkembangan teknologi maka terjadi perubahan yang cukup drastis dalam pola pekerjaan. Pola padat karya yang dikerjakan secara gotong royong dalam kehidupan agraris telah beralih pada padat teknologi yang dikerjakan secara profesional. lebih mewarnai kehidupan dalam masyarakat industri. Dengan demikian.1.

potensi-potensi yang dimilikinya dapat diwujudkan dan disalurkan. bagaimanapun akan menelantarkan pelaksanaan tugas-tugasnya dalam rumah tangga. Wanita memiliki peluang yang sama dengan pria. Wanita yang bekerja juga dapat menambah penghasilan keluarga. mengurus anak dan keluarga seperti pada pola kehidupan lama. dan berkreasi dibandingkan apabila hanya bekerja di rumah tangga. dan perhatian dalam pekerjaan atau karier. tenaga. sejumlah masalah dan kesulitan juga muncul. Wanita betapapun tinggi tingkat pendidikan dan jabatan yang dipegangnya. Wawasan dan pengetahuan mereka menjadi lebih luas. Di samping sejumlah kebaikan dari para wanita yang bekerja. berkarya. mendidik anak. tidak bisa dilepaskan dari kodratnya sebagai wanita. sebagai istri dan ibu. Masalah pertama berkenaan dengan kehidupan sosial-pribadi wanita. Keadaan ini membawa beberapa implikasi.2. Dengan bekerja di luar rumah. wanita tidak lagi hanya bekerja di rumah. wanita lebih bebas bergerak. Sampai batas tertentu masih tetap harus melayani suami. baik bagi kehidupan sosial-pribadi para wanita. sehingga kesejahteraan ekonomi keluarga menjadi lebih baik. Kehadiran wanita dalam lingkungan kerja juga dapat menimbulkan suasana lain dibandingkan apabila semua karyawannya pria. kehidupan keluarga. Wanita yang bekerja apabila telah menikah mempunyai tugas ganda. Tugas yang banyak menyita waktu. dan mungkin terjadi . bekerja hampir pada seluruh sektor pekerjaan. bahkan kedua. maupun dalam situasi kerja. Perubahan peranan wanita Dewasa ini jumlah wanita yang berpendidikan relatif seimbang dengan dengan pria.duanya. pendidikan anak terbengkalai. Masalah kedua berkenaan dengan kehidupan keluarga. menyelesaikan tugas-tugas pekerjaan dan tugas-tugas keluarga. Hal itu bisa mengakibatkan keluarga tidak harmonis. dan mengatur rumah tangga. sebagai akibat ernansipasi yang membuka kesempatan kepada kaum wanita untuk memperoleh pendidikan. membutuhkan pemikiran dan tenaga yang dengan sedikit ketidakmampuan membagi tugas dapat membengkalaikan salah satu tugas. Diperkuat dengan perubahan pandangan tentang kedudukan wanita. Memang banyak pekerjaan-pekerjaan tertentu yang lebih berhasil bila dikerjakan oleh wanita. Penyelesaian kedua tugas tersebut bukan masalah ringan. kesejahteraan rumah tangga terabaikan.

mungkin tuntutan pekerjaan tersebut dapat dipenuhi secara optimal. Rumah hanya berfungsi sebagai tempat parkir . mulai dari pelecehan sampai dengan skandal. Dalam lingkungan kerja yang ada wanita dan pria. Situasi ini dapat menimbulkan konflik berkepanjangan. dan unjuk kerja yang optimal. keluarga.00.perpecahan keluarga (brooken home). bahkan oleh kedua-duanya. Dalam keluarga. Perubahan kehidupan keluarga Perkembangan kehidupan keluarga sejalan dengan perkembangan masyarakat. pemikiran. atau pecah secara lungsi tidak bercerai tetapi masing-masing pihak tidak melaksanakan lungsi yang semestinya. Pola kerja masyarakat modern (industri) menuntut waktu kerja yang tidak teratur. Walaupun ketentuan sampai pukul 16. apalagi bila latar belakang pendidikan dan kemampuan terasa sama. penampilan.1tau lebih parah sebagai tempat bertengkar. bisa saja terjadi hal-hal yang tidak diharapkan. Kalau karyawati itu belum berkeluarga atau melepaskan din i dari tugas-tugas rumah tangga. 3. Anak-anak yang belum bersekolah tinggal di rumah bersama pembantu. Pekerjaan atau karier bukan tempat beristirahat. pecah secara struktur yaitu cerai antara suami dan istri. Mereka lebih banyak . Bekerja bukan lagi dari Senin sampai Jumat dan pulang tiap hari. berprestasi. Hal seperti itu mungkin hanya dialami oleh para bapak/suami.00 sampai pukul 14. Situasi demikian menuntut sikap. melainkan dari Senin sampai Minggu dan pulang seminggu sekali. baik bagi wanita yang bersangkutan. kenyataannya jam kerja kadang-kadang sampai pukul 22. Masalah ketiga berkenaan dengan situasi pekerjaan. Masalah tersebut akan bertambah lagi apabila terjadi situasi-situasi yang tidak sehat atau menyimpang. Dalam masyarakat modern. Hal ini tentu menimbulkan masalah. Bila tidak maka hambatan karier yang akan terjadi. bahkan beberapa minggu tidak pulang.00. dan berkompetisi. maupun unit kerja. Perpecahan keluarga ada dua macam. melebihi waktu biasa. tetapi tempat berkarya. berkreasi. tidak semua pria menerima kedudukan di bawah wanita. anak juga mempunyai masalah sendiri. tetapi mungkin juga dialami oleh para ibu/istri. orang tidak lagi bekerja dari pukul 7. Bagaimanapun dalam situasi kerja akan terjadi konkurensi.00 bahkan lebih.

Socrates. Kesibukan kerja/karier dalam batas-batas wajar memungkinkan anggota keluarga melaksanakan tugasnya dengan baik. beberapa masalah juga dihadapi dalam kehidupan keluarga. Penghasilan tinggi akan meningkatkan kemampuan ekonomi dan kesejahteraan keluarga. tetapi sebagian besar digunakan di rumah atau di luar rumah dengan teman-temannya. Plato. komunikasi pedagogis antara orang tua dan anak bisa sangat terbatas. Euclid. Kesibukan di luar batas kewajaran bisa mengorbankan pelaksanaan fungsi-fungsi keluarga. 1995 : 2). Qodir. berbagai masalah keluarga bisa timbul.\ Banyaknya waktu yang digunakan untuk bekerja akan seimbang dengan penghasilan yang diperoleh. C. Fasilitas keluarga lebih lengkap dan lebih baik. bahkan bisa menabung dan berlibur ke luar kota secara berkala. Aristoteles. Bapak tidak lagi melaksanakan tugas sebagai kepala keluarga. semua kebutuhan hidup terpenuhi. demikian juga ibu dan anak. Kesempatan anak remaja di rumah lebih sedikit. seperti Thales. bahkan mungkin hilang. Perkembangan ilmu pengetahuan pada masa ini banyak didasari oleh penemuan dan basil pemikiran para filsuf purba. bisa terjadi rumah hanya berfungsi sebagai tempat parkin Dalam situasi demikian. seperti dikemukakan Briffault dalam Making of Humanity (dalam C.hidup dan bergaul dengan pembantu daripada dengan orang tuanya. Hubungan harmonis antara suami dan istri. Di samping memperoleh nilai lebih dari pola kerja pada masyarakat modern. sampai kepada A1-Khawarizmi yang hidup pada abad ke-9. Phythagoras. Anak yang bersekolah sebagian waktunya digunakan di sekolah. Masa setelah abad pertengahan sering disebut zaman modern. Perkembangan ilmu pengetahuan modern tidak dapat dilepaskan dari peranan ilmuwan Muslim. Perkembangan Ilmu Pengetahuan Sejak abad pertengahan ilmu pengetahuan berkembang dengan pesat. umumnya berada di luar rumah untuk menyelesaikan tugas sekolah atau bergaul dengan teman. . Apalagi bila suami dan istri bekerja. Aristarhus yang hidup sebelum Masehi. Karena sangat sibuknya setiap anggota keluarga.A. Demokritos. Leucipos. penghasilan mereka jauh lebih banyak. Archimides.

Selama beberapa abad. Dalam bidang geografi dikenal nama Al-Kindi sampai dengan Musa Al-Khawarizmi dan Al-Beruni sebagai penemu geodesi. sampai dengan abad ke-13. Dalam ilmu kimia. Ilmu pengetahuan modern merupakan sumbangan paling penting bagi peradaban Islam. namun ketekunan melakukan pengamatan dan penyelidikan eksperimental yang saksama dan lama bukanlah watak mereka « apa yang kita sebut ilmu pengetahuan muncul sebagai akibat metode eksperimen baru. didirikan oleh Al-Tusi tahun 1259. Bidang astronomi juga banyak dikembangan ilmuwan muslim di berbagai negara. Teleskop ditemukan oleh Ibn Yunus jauh sebelum Galileo. A1Khawarizmi dan Omar Khayyam (Aljabar). mengembangkan lebih jauh prinsip heliocentrisme. Salah satu pusat penelitian astronomi terkenal. Perang antara negara Arab dan Eropa pada awal abad ke-14 banyak menimbulkan percampuran dan pertukaran kebudayaan dan ilmu pengetahuan antara Barat dan Timur. Jabin Ibn Hayan. generalisasi. Ibn Sina dan Al-Rani adalah dua tokoh yang sangat terkenal. Dalam bidang anatomi. Dalam matematika dikenal Jamshid Al-Kashmi (ahli matematika). Setelah perang antara negara-negara Islam dengan negara-negara Eropa. Ilmu pengetahuan alam dikembangkan oleh Al-Beruni. pengembangan ilmu pengetahuan didominasi oleh ilmuwan muslim. perkembangan yang sangat pesat terjadi pada ilmu pengetahuan terapan dan teknologi. Mulai akhir abad ke-13 ada kemunduran dalam mengembangkan ilmu pengetahuan di negara-negara Islam.. Pada abad ke-20. yang diperkenalkan ke Eropa oleh orang Arab . Observatorium Maragah.. Al-Bagdadi adalah ahli botani terkenal. Ibn Bajjah. seorang ahli astronomi..Orang Yunani mengadakan sistematisasi. AlKindi. nama Al-Baydawi tidak dapat dilupakan. terutama ilmu pengetahuan murni yang begitu pesat. Semua planet dan bumi berputar mengelilingi . Imam Jaffar dan Al-Razi adalah para ilmuwan pengembang pertama ilmu Kimia. terjadi pergeseran perkembangan ilmu pengetahuan dari Timur Tengah ke Eropa. dan menyusun teori. Sejak awal abad ke-14 sampai dengan akhir abad ke-19 terdapat perkembangan ilmu pengetahuan. Copernicus 1473-1543 M. Berikut ini adalah beberapa perkembangan besar ilmu pengetahuan pada zaman mi. Dalam bidang kedokteran.

Fermat mengembangkan teori Aljabar mengenai bilangan-bilangan. serta pendukung lainnya. Tycho Brache dalam me. Mereka banyak dipengaruhi gagasan Copernicus dan melanjutkan gagasan itu. ia melakukan percobaan dengan cara kuantitatif. . Selain ahli astronomi. dan fisika. Galileo menemukan planet. Usaha Tycho Brache itu diteruskan oleh Keppler. serta tata bulan planet Jupiter. hukum pergerakan. Johannes Keppler (1571-1630). yang mendasari ilmu kimia. teori lintasan tersebut menjadi bagian ilmu peperangan. ahli matematika. Newton banyak menyumbangkan ilmunya bagi perkembangan ilmu pengetahuan yang hingga sekarang banyak digunakan. dan Galileo (1546-1642) adalah para ahli astronomi. kini terkenal dengan perhitungan diferensial integral (kalkulus). Lavoisier (1743-1794) adalah ahli fisika. dan bintangbintang berputar mengelilingi manusia sebagai tanda kasih Tuhan. Temuannya tentang lintasan lengkung diterapkan dalam menentukan lintasan peluru. Dari dua sarjana tersebut banyak temuan baru tentang orbit planet. Galileo juga mendalami fisika. Galileo juga banyak mengadakan pengamatan langsung. perhitungan kalkulus (diferensial integral). Homocentrisme merupakan padangan yang me. Semua itu disediakan untuk manusia. perpustakaan. Percobaan-percobaan Lavoisier mendasari perkembangan kimia analitik dan kimia organik.nganggap bahwa matahari. serta teori cahaya atau optika. Fermat (1601-1665) dan Pascal (16234662) adalah ahli matematika dan fisika. Lavoisier berbeda dengan para ahli lainnya.matahari. Newton (1643-1727) adalah seorang pujangga besar. juga membalikkan prinsip hornocentrisme dari ajaran agama. Teori Copernicus ini mendapatkan banyak tantangan dari golongan gereja. Fermat dan Pascal mengembangkan dasar-dasar statistika (teori kemungkinan). astronomi.besar. Ia banyak mempelajari tentang pergerakan. Tycho Brache (1546-1601). Ia juga berhasil membuat teropong bintang yang lebih sempurna. Teori Copernicus ini bukan hanya menyangkal teori geocentrisme. Dengan demikian. bulan.ngamati jalannya bintang-bin tang menggunakan teropong yang besar. Sumbangan terbesarnya adalah teori gravitasi. la juga membangun observatorium yang dilengkapi alat.

1) merumuskan lebih jelas dan lengkap tentang teknologi. Iskandar Alisyahbana (1980.. Perkembangan Teknologi Dari para ahli. yaitu ilmu fisika nuklir. Thomson menemukan elektron. dan Thomson 1897 menemukan radium. Dalton (1766-1844) menemukan dasar ilmu kimia yang ditekankan pada teori atom. atau membuat lebih ampuh anggota tubuh. Pernyataan tersebut dapat diartikan bahwa pengembangan suatu ilmu pengetahuan tidak hanya ditujukan kepada perkembangan ilmu pengetahuan itu sendiri.Perkembangan ilmu pengetahuan terus berlangsung. 11) Technology is the art of utilizing scientific knowledge. teknologi sudah ada atau manusia sudah menggunakan teknologi. yang menggugurkan teori atom sebagai bagian terkecil yang tak dapat dibagi lagi. dan otak manusia. Mengapa manusia menggunakan teknologi. sedangkan menurut Charles Susskind (1973: 1) . teori relativitas. seperti dinyatakan Kast dan Rosenweig (1962. logam yang dapat berubah menjadi logam lain. how we do things is technology. . melainkan juga diharapkan dapai mem herikan sumbangan kepada bidang-bidang kehidupan atau ilmu yang lainnya. Einstein (1905-1911) menemukan teori kenisbian. Dengan penemuanpenemuan tersebut berkembanglah ilmu baru dalam bidang kimia-fisika. Henry Becquerel (1852-1908). D. Curie (1859-1906). pancaindera. hlm. Sebenarnya sejak dahulu. kita sering mendengar pernyataan bahwa ilmu bukan hanya untuk ilmu. Sumbangan yang berupa penggunaan atau penerapan suatu bidang ilmu pengetahuan terhadap bidangbidang lain disebut teknologi. sesungguhnya mereka sudah menggunakan teknologi yaitu teknologi sederhana. Kalau manusia zaman dulu memecahkan kemiri dengan batu atau memetik buah dengan galah. apakah menghasilkan suatu teori/ hukum baru atau menggugurkan teori/hukum yang ada. Teknologi ialah cara melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan bantuan alat dan akal (hardware dan software) sehingga seakan akan memperpanjang. dan energi. hlm. Perkembangan selanjutnya menghasilkan teoriteori baru dalam kenisbian. memperkuat.. elektron.

perak. Penemuan-penemuan di bidang ilmu pengetahuan mempercepat pertumbuhan teknologi industri. manusia membudidayakan bermacam macam tanaman dan binatang yang sebelumnya tumbuh liar di alam bebas. lebih sejahtera. Perkembangan teknologi lain yang sangat penting dan banyak membawa perkembangan pada teknologi lain adalah teknologi industri. dan lebih sehat. Karena manusia hidup menetap. bisa menghangatkan badan. maka terbentuklah masyarakat dengan berbagai aturan dan sistem kehidupan sosial. Teknologi penting lain yang ditemukan selanjutnya adalah teknologi pertanian. kemudian berkembang menjadi kongsi ditujukan untuk memenuhi lingkungan yang makin meluas sampai bersekala ekspor. Dengan teknologi api. pengembangan suatu teknologi sering berdampak negatif. Dengan teknologi ini. Dengan akalnya itu ia ingin hidup lebih baik. Dengan teknologi ini manusia mendapatkan penerangan pada malam hari. Ienemuan teknologi api mendasari pengembangan teknologi lain pada masa-masa berikutnya. dapat diolah menjadi batangan kemudian diolah lebih lanjut menjadi berbagai alat kebutuhan manusia. besi. umpamanya teknologi penerangan. teknologi komunikasi dan informatika. Teknologi ini memberikan kesejahteraan kepada manusia karena hasil pertanian lebih banyak dan mudah didapat.karena manusia berakal. Penemuan teknologi pertama yang cukup penting adalah teknologi api. Perkembangan yang begitu cepat pada beberapa dekade terakhir adalah perkembangan teknologi transportasi. Mulanya teknologi ini berkembang secara individual dalam lingkungan kecil dan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan sendiri. dan lain-lain. lebih aman. serta . lebih lezat. lembaga. mas. kemudian berkembang tambah banyak. bijih timah. teknologi pembuangan asap. makanan menjadi lebih lunak. Ilerkat api. karena itu perlu Iemuan teknologi lain untuk mengatasinya. mangan. dan yang paling penting dan banyak mendasari pengembangan teknologi lebih lanjut adalah teknologi logam. dan sebagainya. lebih mudah. dan mengolah berbagai bahan makanan. teknologi pemadam kebakaran. mengurangi polusi. seperti teknologi untuk mengatasi kebakaran. mereka berkumpul. Teknologi budidaya ini mampu mengubah pola hidup berpindah-pindah menjadi menetap.

Program penerbangan angkasa luar Amerika Serikat yang dimulai dengan Mercury 1962. Voyager II yang akan menyusul Voyager I akan meneruskan penerbangan ke Saturnus dan ken-Indian keluar dari tata surya kita. Alat transportasi yang banyak mendapat perhatian dari negara-negara maju adalah pesawat angkasa luar. Peluncuran Sputnik I tahun 1958 oleh Uni Soviet (sebelum bubar . Perkembangan teknologi terbesar dalam pertengahan abad ke-20 berkenaan dengan penjelajahan angkasa luar. dan merupakan awal babak baru dalam bidang angkasa luar. melainkan untuk kepentingan penelitian dan penemuan-penemuan teknologi lebih lanjut. laut. baik transportasi darat. Berbagai jenis alat transportasi yang bermutu tinggi dengan perlengkapan mutakhir telah tersedia. dengan program Arian-nya yang dimotori oleh Perancis. tetapi juga bisa menempatkan berbagai satelit untuk memantau apa yang terjadi di bumi dan memperlancar komunikasi antardaerah di bumi. . termasuk Indonesia yang berhasil mengorbitkan Palapa C2 pada tahun 1996 pada posisi yang direncanakan. dan antarbangsa.red) menarik banyak masyarakat dunia. menuju planet lain. antarkelompok. Perkembangan alat transportasi bukan hanya ditujukan untuk mobilitas orang dan barang. Amerika Serikat mengembangkan program Challenger kemudian Discovery dengan pesawat clang-aliknya walupun pernah mengalami kegagalan. bukan saja membuktikan bahwa manusia bisa ke luar dari orbit bumi. Pada tahuntahun terakhir. Eropa Barat juga tak mau kalah dalam pengembangan teknologi angkasa luar. Arian berhasil menempatkan sejumlah satelit negara-negara Eropa dan beberapa negara lain. maupun udara. Jarak geografis tidak menjadi hambatan lagi untuk hubungan antarorang. Perkembangan teknologi industri transportasi berkembang pesat. memungkinkan orang dan barang bisa berpindah dari suatu tempat ke tempat lain dengan mudah dan cepat. Pengembangan teknologi angkasa luar ini. Voyager mengangkasa sejauh 680 juta kilometer dari bumi dan berhasil mendapatkan data gambar dan bentuk lain dari planet Yupiter. Gemini 19631965. Uni Soviet dengan program Soyus-nya selalu berlomba dengan Amerika Serikat dalam menjelajahi angkasa luar. Apollo yang dimulai tahun 1964 berhasil mendaratkan para astronot di bulan.teknologi media cetak. Setelah berhasil dengan Apollo. Amerika Serikat melaksanakan program Voyager.

dieapainya luar biasa. Orang bisa memperoleh hampir semua informasi dari setiap negara tanpa dibatasi waktu. born hidrogen. Perkembangan teknologi di bidang kemiliteran bukan hanya menghasilkan teknologi senjatasenjata biasa. dan iklim. Oleh karena itu. masalah arus laut. Teknologi ini berkembang sangat pesat berkat temuan-temuan di bidang eletronika. sudah dapat diketahui oleh orang-orang di bagian dunia lainnya. Dengan kemajuan teknologi angkasa luar ini. kemajuan bidang telekomunikasi pun mengalami kemajuan yang begitu pesat. peluru kendali antarbenua. jam siar ini hilang. kita hanya bisa memperoleh informasi yang disiarkan. Umpamanya pengamatan dan penelitian daerahdaerah yang mengandung minyak atau bahan-bahan mineral. Teknologi lain yang perkembangannya sangat cepat pada beberapa dekade terakhir adalah teknologi komunikasi dan informatika. Perkembangan radio dan televisi telah membuka bagian-bagian dunia yang terbelakang menjadi daerah terbuka karena arus informasi. dalam waktu beberapa menit. juga digunakan untuk meneliti dan membuat beberapa peralatan bagi kepentingan bumi. Temuan-temuan di bidang fisika. Dengan komunikasi massa. Apa yang terjadi di suatu daerah atau negara. menghasilkan sistem komunisikasi gaya baru. born nuklir. yang dikombinasikan dengan kemajuan di bidang komputer. juga teknologi senjata mutakhir. Kemajuan di bidang telepon. kimia. dan matematika mengembangkan teknologi ruang angkasa dan kemiliteran. melainkan dengan pesawatpesawat yang berawak manusia. Melalui penggunaan berbagai satelit.tetapi basil hasil van). dewasa ini dunia disebut dunia global. dan lain-lain. diadakan berbagai pengamatan dan penelitiaan tentang bumi. telekomunikasi. misil. manusia berhasil meneliti planet. sebab dengan perantaraan komunikasi massa dan komunikasi batas-batas pemisah antarnegara dan antar . Penerbangan angkasa luar bukan hanya ditujukan untuk meneliti planet-planet luar. Selain kemajuan di bidang komuniksi massa. internet.planet yang paling jauh bukan dengan renungan atau spekulasi atau peneropongan. cuaca. merupakan perkembangan teknologi yang banyak menimbulkan ancaman dan kekhawatiran manusia. faksimil. Satelit merupakan sarana komunikasi massa. artinya sangat bergantung pada jam siar. dan internet. Tetapi dengan internet.

Teknologi media cetak. tetapi juga yang immaterial. 1.J. ke Gedung Putih. Menurut B. Habibie (1983). akan banyak waktu terbuang dan kita akan semakin jauh tertinggal. Santoso S.J. dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi secara teratur (B. Penemuan alat-alat cetak modern. dan hubungan antarorang. telah menghasilkan barang cetakan. Habibie. majalah. tetapi mencakup juga penyesuaian. ke Library of Congres Amerika Serikat. Melalui internet. tanpa permisi. Untuk dokumentasi. walaupun jangkauan dan kecepatan sebarannya tidak seluas dan secepat komunikasi massa dan telekomunikasi. kaidah. seperti keadaan aslinya di negara yang mengembangkannya. tahan sampai ratusan tahun.dokumentasi yang menggunakan tempat terlalu besar. Apabila cara itu ditempuh. mempunyai keunggulan sendiri. bahkan ke Pentagon. penerapan.daerah menjadi hilang. 2) membedakan teknologi tersebut menjadi teknologi jenis hardware. modifikasi. Transformasi teknologi merupakan suatu proses pengalihan. Cara yang lebih tepat dan memungkinkan untuk mengejar ketinggalan adalah dengan transformasi teknologi. hlm. Sesungguhnya teknologi tidak hanya menyangkut halhal material. seperti buku. Transformasi teknologi Pengembangan ilmu dan teknologi tidak berarti harus mencari dan menemukan sendiri serta harus mulai dari awal. yang bermutu tinggi. Barangbarang cetakan ini bisa didokumentasikan untuk waktu yang lama. software. ada lima prinsip yang menjadi pegangan dalam transformasi teknologi (industri): 1) perlu diselenggarakan pendidikan dan . 1983). kalau bahannya cukup baik. Dalam bahasan tentang perkembangan teknologi pada awal bagian ini. dan surat kabar. dengan kemampuan cetak yang sangat cepat. Hamijoyo (1975. banyak dikemukakan contoh-contoh perkembangan teknologi yang berbentuk material. sekarang ada teknologi microfilm dan microfiche untuk mengecilkannya. Proses pengalihan tidak berarti mengambil dan menerapkan teknologi. sistem kerja. dan pengembangannya lebih lanjut. setiap saat orang bisa masuk. dan pola hubungan. konsep. pendekatan.

sumber daya manusia. adalah tahap pengembangan teknologi itu sendiri. 2) perlu dikembangkan konsep yang jelas dan realistic tentang masyarakat yang akan dibangun serta teknologi-teknologi yang diperlukan untuk mewujudkannya. begitupun teknologi baru. 4) bangsa yang ingin mengembangkan diri secara teknologis harus berusaha sendiri memecahkan setiap masalahnya. Tahap ini penting bagi negara-negara berkembang yang menghadapi kendala keuangan. penggunaan teknologi yang ada digunakan untuk proses nilai tambah produksi barang di pasaran. Ada tiga tahap penting transformasi teknologi menurut B. Proses ini disebut proses nilai tambah. Tahap kedua. dan dikembangkan lebih lanjut jika benar-benar diterapkan. Transformasi teknologi tidak bisa dilakukan secara serempak dan langsung pada tahap akhir. elemen penciptaan. hingga saat tercapainya kemampuan bersaing secara internasional. Habibie (1983). Dalam tahap ini teknologi-teknologi yang ada dikembangkan lebih lanjut. diterapkan. serta sarana dan prasarana. Tahap pertama. 3) teknologi hanya dapat dialihkan. disesuaikan dengan kebutuhan. diciptakannya teknologi untuk komponen produk-produk teknologi terbaik dalam bidang masing-masing. Tahap keempat. tahap integrasi teknologi digunakan untuk desain dan produksi barang baru. Tahap ini merupakan tahap dilaksanakannya inovasi-inovasi. . dan kemampuan. Oleh karena itu. kondisi. 5) pada tahaptahap awal transformasi. Teknologi produksi dan manajemen digunakan untuk mengubah bahan baku atau barang setengah jadi menjadi barang-barang yang bernilai jual lebih tinggi.J. Pada tahap ini dikembangkan desain dan cetak biru sehingga ada elemen baru. setiap negara harus melindungi perkembangan kemampuan nasionalnya. adalah tahap pelaksanaan penelitian dasar secara besar besaran. banyak negara berkembang melakukan penelitian dasar melalui perjanjian kerja sama dengan negara-negara maju di bidang ilmu dan teknologi. Tahap ketiga.pelatihan di dalam dan luar negeri untuk menyiapkan para pelaku transformasi.

dan udara. Dewasa ini pemanfaatan satelit tersebut semakin luas. melainkan juga pada kepentingan politik (integritas bangsa). 5) industri energi.J. Pusat pengembangan terbesar adalah Pusat Pengembangan Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspitek) di Tanggerang. 2) industri maritim dan perkapalan. Menurut B. 3) industri alat-alat transportasi darat. Indonesia juga telah memiliki pusat-pusat pengembangan ilmu dan teknologi. Perkembangan teknologi tinggi yang cukup pesat terjadi pada masa pembangunan. social budaya. asal manusia menggunakan alat dan akalnya untuk menyelesaikan setiap masalah yang dihadapi. 7) industri alat. Perkembangan teknologi yang lebih terencana dan terarah tampaknya dimulai setelah B.J.alat dan mesin-mesin pertanian. Perkembangan teknologi di Indonesia Perkembangan teknologi terjadi di mana-mana. laut. Pusat pengembangan ini memiliki bidang dan fasilitas yang sangat lengkap. namun jumlahnya masih terbatas. pemanfaatan satelit ini terbatas pada bidang komunikasi massa dan jangkauannya terbatas pada beberapa wilayah saja. sejak dilaksanakannya Pelita I. Di bawah pimpinan Habibie pengembangan teknologi benar-benar bertolak dari kondisi dan karakteristik wilayah dan kebutuhan pembangunan Indonesia. dan 8) industri pertahanan dan keamanan. 4) industri elektronika dan telekomunikasi. yang sekarang sudah mencapai generasi C2. Jawa Barat. Pada mulanya. ada delapan wahana transformasi yang menjadi prioritas pengembangan teknologi terutama teknologi industri. Habibie menjabat sebagai menteri sekaligus pemikiran pemimpin pengembangan teknologi di Indonesia. Dalam beberapa hal mungkin dikembangkan teknologi madya. tetapi yang dikembangkannya adalah teknologi sederhana. Habibie (1983). dengan jangkauan bukan hanya negara-negara ASEAN dan negara-negara di sekitar Indonesia. Pengemkmgan teknologi diarahkan bukan hanya pada kepentingan kemajuan ekonomi. yaitu: 1) industri pesavvat terbang. 6) industri rekayasa. misalnya untuk kepentingan telekomunikasi dan jaringan internet.2. Sejak lama teknologi di Indonesia berkembang. Perkembangan teknologi ini diawali dengan diluncurkannya Sistem Komunikasi Satelit Domestik Palapa Al. Ada sejumlah laboratorium yang dimiliki Puspitek. serta aspek-aspek lain. antara lain: laboratorium uji .

laboratorium teknologi proses. yaitu Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang kepemimpinannya dirangkap oleh Menteri Riset dan Teknologi. Jauh sebelum didirikan Puspitek dan BPPT. Pada bagi. Indonesia juga memiliki pusat penelitian astronomi di Lembang. fungsi penelitian dan pengembangan pada perguruan tinggi telah berjalan. dan getaran. Untuk pengkajian dan penerapan teknologi. dan estetika. Universitas Gajah Mada.in ini pembahasan dibatasi pada pengaruh perkembangan ilmu pengetalimm din teknologi terhadap kehidupan masyarakat dan pendidikan. lebih dikenal dengan nama Peneropong Bintang. Pengaruh Perkembangan Ilmu dan Teknologi Pengaruh perkembangan ilmu dan teknologi cukup luas. Institut Pertanian Bogor untuk bidang pertanian. keagamaan. Lembaga lain yang juga mengadakan pengkajian tentang ilmu pengetahuan adalah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). meliputi semua aspek kehidupan. laboratorium termodinamika elan propulsi. laboratorium kalibrasi dan instrumentasi. etika. yaitu dharma penelitian. Indonesia memiliki dua pusat reaktor atom. ekonomi. dan Universitas Airlangga untuk bidang ekonomi. gas dinamika. politik. Bandung. yaitu Pusat Reaktor Atom Bandung dan Pusat Reaktor Atom Kartini di Yogyakarta. . laboratorium aerodinamika. Beberapa perguruan tinggi yang cukup maju dalam penelitian dan pengembangan adalah Universitas Indonesia untuk bidang kedokteran dan ekonomi. Walaupun tahap pengembangannya belum sama. E. budaya. laboratorium energi. Di bidang tenaga atom. laboratorium kimia. Perguruan tinggi juga berperan dalam pengkajian dan pengembangan ilmu dan teknologi sebagai realisasi dari salah satu tridharmanya. bahkan keamanan dan ilmu pengetahuan itu sendiri. Indonesia mempunyai badan khusus. laboratorium metalurgi. dan peternakan.konstruksi. Ada beberapa perguruan tinggi yang terkemuka dan ada pula perguruan tinggi yang masih miskin dengan penelitian dan pengembangan yang berarti. serta reaktor penelitian serba guna dengan beberapa laboratorium penunjangnya. sosial. laboratorium fisika. Universitas Padjadjaran. Institut Teknologi Bandung untuk bidang rekayasa dan teknologi. kehutanan.

maka radio transistor telah dapat dimiliki oleh rakyat kecil yang tinggal di daerah terpencil sekalipun. Sebagian besar ibu kota propinsi telah mempunyai stasiun siaran TV sendiri. Komunikasi cukup berkembang pesat di Indonesia dan berpengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat. mekanisasi industri dan pertanian. Dewasa ini di Indonesia terdapat sejumlah media komunikasi massa yang perkembangannya sudah cukup maju dan dapat menjangkau hampir seluruh pelosok tanah air. kemajuan dart sebagainya yang telah dicapai oleh suatu golongan masyarakat atau daerah tertentu dapat diketahui oleh masyarakat atau daerah lain. terhadap kehidupan masyarakat. Bidang-bidang tersebut adalah komunikasi. gagasangagasan. tradisi. Urutan kedua yang juga cukup luas jangkauannya adalah televisi. radio. di samping masih kurangnya kemampuan membaca serta adanya kendala geografis karena banyak pulau-pulau terpencil. Dengan demikian komunikasi massa dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat. Setelah diluncurkannya SKSD Palapa. Tempat ketiga dan keempat diduduki oleh surat kabar dan majalah. nilai-nilai yang terserap oleh masyarakat. Surat kabar dan majalah belum dapat terserap oleh seluruh lapisan masyarakat di seluruh pelosok tanah air. bahkan sampai batas tertentu dapat mengubah sikap masyarakat. kegiatan. budaya. Media komunikasi massa tersebut adalah surat kabar. Komunikasi massa terutama melalui radio dan teleyisi mempunyai peranan dan pengaruh yang sangat besar terhadap masyarakat. serta persenjataan. program dan kegiatan pem. Melalui situasi hiburan tersebut secara tidak disadari banyak informasi. Melalui media tersebut.Ada beberapa bidang ilmu dan teknologi yang mempunyai pengaruh yang baik secara langsung maupun tidak langsung. Hal itu karena kedua media tersebut bukan hanya berfungsi memberikan informasi tetapi juga memberikan hiburan. media massa dapat . Hal itu disebabkan karena kemampuan ekonomi serta motif membaca yang masih kurang. mungkin juga konsep-konsep. Dengan adanya teknologi transistor yang diproduksi secara massal dengan harga yang relatif murah. Di antara keempat media komunikasi massa tersebut yang paling luas jangkauannya adalah radio. seluruh kota di Nusantara dapat dijangkau oleh televisi. Sudah tentu di samping nilai-nilai yang positif. dan televisi. transportasi. majalah.bangunan.

film-film banyak yang mempertunjukkan kejahatan. dan sebagainya. masuknya kebiasaan. Ada beberapa hambatan yang dihadapi dalam penerapan teknologi di bidang pertanian antara lain: terutama di Pulau Jawa tidak banyak lahan pertanian yang luas. perampokan. cara-cara hidup. antara pulau maupun antara negara. antara kota. Perkembangan transportasi juga dapat memberi beberapa efek sampingan di antaranya: daerah-daerah pedesaan lebih konsumtif terhadap barang-barang hasil industri. menyebabkan terbukanya perhubungan dengan daerah-daerah yang asalnya terpencil. Kelancaran arus perdagangan berarti barang-barang hasil bumi dari desa dapat dengan segera dikirimkan dan dijual ke kota. Hal itu. Perkembangan teknologi transportasi meningkatkan mutu dan kecepa tan lalu lintas orang dan barang. Pembukaan perhubungan tersebut dapat memperlancar arus perdagangan dan meningkatkan mobilitas penduduk. juga akan memberikan sumbangan dalam pembentukan persatuan nasional. memperbesar terjadinya urbanisasi. mempermudah perhubungan baik lokal. Mobilitas penduduk atau masyarakat bukan hanya dari desa ke kota tetapi juga dari kota atau daerah yang satu ke kota atau daerah yang lain atau dari pulau yang satu ke pulau yang lain. menghilangkan kesukuan. norma-norma kota yang belum tentu sesuai dengan kehidupan di desa (menggeser kebiasaan desa yang baik). Tentang efek negatif acara TV beberapa ahli dan hasil penelitian menyatakan: banyak orang yang membuang waktunya antara 4-6 jam tiap hari untuk mengikuti semua acara TV. iklan TV dapat menimbulkan penyakit the gimmees terutama pada anak (penyakit merengek ingin dibelikan). pemilikan lahan pertanian yang sempit yang kurang menguntungkan bila diolah secara mekanis. Perkembangan teknologi di bidang pertanian belum sepesat bidang industri. dan sebaliknya penduduk desa juga dapat dengan mudah mendapatkan barang-barang hasil industri. Mobilitas penduduk memungkinkan terjadinya akulturasi. terutama penduduk desa dengan cara-cara dan kehidupan orang-orang kota. namun dampaknya terhadap peningkatan produksi dan kesejahteraan para petani telah dirasakan. naiknya harga-harga produksi desa di desanya. kedaerahan ataupun sikap eksklusivisme. pembunuhan. keadaan alam yang banyak .pula menimbulkan efek negatif.

8) mengemukakan pandangannya sebagai berikut: Dalam Pelita I kita telah melihat. yaitu barang-barang cukup banyak tersedia. Dalam proses sudah berlangsung. Filino Harapah (1975. kemampuan permodalan dan pengelolaan. industri besar. kualitas barang cukup baik. Dalam pengembangan teknologi industri ini. tetapi juga teknologi tepat guna.bergunung-gunung atau berawa-rawa. menengah bahkan industri kecil.terjadinya suatu eksperimentasi yang m cukup berani. usaha tenun bukan mesin dan perusahaan minuman yang mempergunakan teknologi tradisional sederhana. Sebagai konsumen. harga kemungkinan juga sedikit lebih rendah bila dibandingkan dengan produksi pabrik kecil. yang mungkin dapat diterapkan pada industri-industri menengah dan kecil. pemerintah telah berusaha mengembangkan teknologi tepat guna di bidang pertanian. seolah-olah terdesak. baik industry maupun hilir. Mengenai ketersisihan industri-industri kecil yang menggunakan teknologi tradisional oleh industri-industri besar yang mengginiakan teknologi modern. kebijaksanaan yang diambil pemerintah tidak hanya diarahkan pada pengembangan teknologi maju. untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut. hlm. Meskipun demikian. Penggunaan teknologi maju dalam industri mempunyai beberapa pengaruh terhadap kehidupan masyarakat. Beberapa pertanian besar seperti rice estate di Palembang dan lain-lain yang merupakan joint venture sudah menggunakan teknologi maju yang serba mekanik. Walaupun dalam beberapa kasus tidak dapat dihindari terjadinya ketersisihan industri kecil oleh industri besar. Teknologi modern tersebut masih sangat bergantung kepada unsurunsur non-Indonesia. Bukti-bukti yang memperkuat pengamatan ini adalah terdesaknya pabrik-pabrik rokok gulung (linting). pemasaran hasil pertanian dan sebagainya. masyarakat mempunyai beberapa keuntungan dari industri besar tersebut. kelihatan bahwa teknologi tradisional bukannya kian meningkat. di mana teknologi modern yang belum kita miliki berada berdampingan dengan teknologi tradisional yang masih terbelakang. akibat saingan pabrik yang lebih modern dan unggul teknologinya. Penggunaan teknologi maju yang paling banyak adalah di bidang industri. Masyarakat sebagai sumber tenaga kerja banyak menderita kesulitan dengan adanya industri-industri . malahan sebaliknya.

ataupun penulis berita atau cerita yang sengaja menulis suatu tema cerita atau tulisan dengan tujuan merusak masyarakat. namun yang diterima oleh pemirsa tidak selalu .teknologi maju tersebut. atau sandiwara TV. juga menda pat pen garuh yang cukup besar dari ilmu dan teknologi. Meskipun penulis membuat ceritera tentang kejahatan atau kekejaman. Pendidikan tidak terbatas pada pendidikan formal saja. Suatu pekerjaan yang sebelum menggunakan teknologi maju mungkin membutuhkan 15-20 orang pegawai/buruh maka setelah menggunakan teknologi maju dapat dikerjakan oleh 1 atau 2 orang saja. jelas bahwa untuk mengurangi jumlah ini secara cukup berarti akan hampir tidak mungkin dicapai dengan jalan mengadakan industrialisasi perekonomian menurut pola di Barat. Sebab media massa juga merupakan juga media pendidikan. M. Dengan demikian dapat memperbesar angka pengangguran. Baik tayangantayangan yang berbentuk informasi ataupun tayangan yang bersifat hiburan juga mempunyai nilai-nilai pendidikan. Pendidikan. Pada bagian sebelum ini telah diungkapkan bahwa kemajuan di bidang komunikasi massa sangat berpengaruh terhadap pendidikan. Dengan demikian semua acara tersebut sebenarnya mempunyai maksud dan pesan yang positif. yang jahat pasti dihukum dan sebagainya. melalui media massa dapat berlangsung proses pendidikan. Mengenai pengangguran atau kesempatan kerja tersebut. memperoleh kesempatan kerja penuh. Ziemek mengemukakan pendapat sebagai berikut: Melihat angka-angka terakhir mengenai kesempatan kerja di Indonesia yang menunjukkan bahwa 30% dari jumlah 44 juta angkatan kerja yang benarbenar. pendidikan merupakan salah satu aspek sosial. sebab. memperoleh keterampilan dan membentuk sikapsikap tertentu. namun tujuannya justru menyadarkan masyarakat bahwa perbuatan seperti itu tidak baik. Kami kira tidak ada seorang penulis skenario film. sebab pendidikan meliputi segala usaha sendiri atau usaha pihak luar untuk meningkatkan pengetahuan dan kecakapan. Pendidikan sangat erat hubungan dengan kehidupan sosial. melainkan juga pendidikan nonformal. Bagi orang-orang yang secara kebetulan dapat bekerja dengan teknologi maju tersebut dapat menikmati keberuntungannya. sinetron. Dengan kata lain. tetapi sejumlah besar anggota masyarakat yang lain menderita karena tidak mendapat pekerjaan.

Segi negatif yang lain dari media TV untuk pendidikan anak selain yang telah diungkapkan terdahulu adalah kecenderungan anak untuk mengadakan peniruan dan identifikasi. penonton. tiap berita atau tulisan dalam surat kabar atau majalah dapat menambah pengetahuan pendengar. Bagaimanapun media massa mempunyai fungsi pendidikan. diperintah dan diuji tetapi melalui media massa belajar terjadi secara tidak sadar. Sebagai penyebabnya mungkin saja karena adeganadegan yang kurang terpuji tersebut lebih mendominasi dibandingkan degnan adegan-adegan yang mengandung maksud dan pesan luhur. dan perasaan seseorang. apalagi idolanya itu adalah tokoh dalam film-film Barat yang mungkin tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia. Padahal mungkin saja tidak semua tingkah laku tokoh tersebut baik. Mar'at seorang psikolog dari Unpad mengemukakan pendapatnya sebagai berikut: "TV mampu mengubah sikap. Dan yang penting adalah fungsi TV-nya sendiri yang disesuaikan dengan kemampuan masyarakat. dan pada masa tertentu terutama pada awal masa pubertas ada masa anak untuk beridentifikasi dengan tokoh-tokoh pujaan tertentu. Dari pihak pemirsa kebanyakan lebih memperhatikan adeganadegan yang ramai daripada mencari makna pesan luhur yang dibawa dengan keramaian tersebut. sebab dalam kelas. belajar berlangsung secara disadari. Kita mengetahui bahwa anak suka tneniru. tanpa paksaan atau perintah orang lain dan tidak ada tekanan untuk ulangan atau ujian. Mudah kita pahami bahwa yang menjadi idola anak adalah tokoh-tokoh terkenal atau jagoan-jagoan tertentu. pandangan. cara berpikir. Tiap acara TV atau radio. Sering terjadi kalau anak sudah menntio seorang tokoh.seperti maksud dan pesan tersebut (tidak komunikatif). apa saja yang dilakukan oleh tokoh tersebut selalu baik. sebagai media komunikasi visual dalam meningkatkan pengetahuan. Perkembangan teknologi di bidang industri mempunyai hubungan timbal balik dengan pendidikan. dan cara menyelesaikan masalah". Dalam hal ini media massa mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan dengan belajar dalam kelas. atau pembacanya. memberikan kecakapan atau keterampilan serta membina sikap tertentu. Industri dengan teknologi maju memproduksi berbagai macam alat-alat dan bahan yang secara langsung atau tidak langsung dibutuhkan .

alat-alat berhitung. cassete tape recorder. dan keterampilan sumber daya manusianya. Perkembangan teknologi industri menuntut peningkatan penguasaan pengetahuan. Peningkatan pendidikan sangat membutuhkan bantuan hasil-hasil teknologi industri tidak hanya yang bersifat hardware. Sekolah kejuruan yang baru menuntut penyediaan guru-guru dalam kejuruan tersebut. Untuk menyelenggarakan suatu sekolah kejuruan tertentu dituntut banyak hal.dalam pendidikan. alat tulis menulis. Sudah tentu penggunaan alat-alat hasil industri maju dalam bidang pendidikan. Penggunaan alat-alat belajar yang modern dalam pendidikan akan mempengaruhi proses belajar. dan sebagainya. Ada segi lain mengenai hubungan antara pendidikan dengan perkembangan teknologi dalam industri. radio. Masyarakat yang pada mulanya hanya konsumtif . Kegiatan pendidikan membutuhkan dukungan dari penggunaan alat-alat hasil industri seperti komputer. Aktivitas belajar anak akan bergantung pada metode belajar-mengajar yang digunakan. metode mengajar yang baru. Hal itu berarti membuka pekerjaan baru dan juga menuntut keahlian baru yang harus dipersiapkan dalam pendidikan. berbagai bentuk alat peraga. gambar-gambar. televisi. berubah menjadi masyarakat yang terbuka dan cukup berkomunikasi dengan daerah-daerah lain. tetapi juga membutuhkan bantuan penggunaan hasil pengembangan teknologi yang bersifat software. menuntut peralatan pendidikan atau latihan yang baru yang mungkin tidak sama dengan peralatan bagi pendidikan atau kejuruan yang telah ada. buku-buku. menuntut pengetahuan dan kecakapan gurugurunya. Telah dibicarakan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membawa beberapa perubahan dalam kehidupan masyarakat. sistem penilaian yang baru. Sekolah kejuruan yang baru juga mungkin menuntut sistem atau program yang baru. dan sebagainya. peta. kemampuan. Beberapa masyarakat terpencil. alatalat permainan. Dengan menggunakan alatalat belajar yang modern anak akan lebih aktif belajar. anak akan lebih aktif dibandingkan dengan kalau hanya menggunakan kapur dan papan tulis saja. Hal itu berkenaan dengan segi software sebagai hasil pengembangan teknologi. Dengan perkataan lain perkembangan teknologi dalam industri dapat memberikan tuntutan pembaharuan dalam pendidikan. video tape. yang tertutup dengan adanya transportasi dan komunikasi yang luas.

tetapi juga mempersiapkan generasi muda agar mampu hidup pada masa kini dan yang akan datang. Hal-hal di atas menuntut perubahan pada sistem dan isi pendidikan. Pengaruh langsung perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah memberikan isi/materi atau bahan yang akan disampaikan dalam pendidikan. perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi meyebabkan perkembangan pula pada dunia pendidikan. budaya. dipelajari konsep-konsep. prinsip-prinsip. maupun material. sikap hidup baru. dan keterampilan barn yang dikembangkan dalam pendidikan. . menyebabkan perkembangan masyarakat. maupun tidak langsung menuntut perkembangan pendidikan. Sekolah atau lembaga-lembaga pendidikan lainnya. untuk memahami dan memecahkan berbagai persoalan dalam kehidupan di rumah dan di masyarakat. pendidikan bukan hanya mewariskan nilai-nilai dan hasil kebudayaan lama. Di sekolah. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi secara langsung. cara-cara dan pendekatanpendekatan baru. Hal-hal tersebut juga menuntut selalu adanya perkembangan dari pendidikan. dalam pekerjaan serta dalam hubungan-hubungan yang lebih luas. perguruan tinggi atau lembaga pendidikan lainnya. aspirasi baru. juga yang bersifat langsung. merupakan tempat pemindahan teknologi yang bersifat software dan hubungan antarmanusia. Perkembangan ilmu dan teknologi bukan hanya yang bentuk hardware tetapi juga software dan hubungan antarmanusia. Dengan demikian. kaidah-kaidah. dan perkembangan masyarakat menimbulkan problema-problema baru yang menuntut pemecahan dengan pengetahuan.terhadap hasil-hasil pertanian telah berubah menjadi masyarakat yang lebih konsumtif terhadap produksi industri. spiritual. kemampuan. Pengaruh tak langsung adalah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. intelektual. baik nilai sosial. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga menimbulkan kebutuhan barn. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga telah menimbulkan banyak perubahan dalam nilai-nilai. Pengaruh perkembangan ilmu dan teknologi terhadap pendidikan selain yang bersifat tidak langsung seperti yang telah dikemukakan terdahulu.

pendekatan sistem dan sekilas sejarah teknologi pendidikan. Secara sistematis dalam buku ini dibahas. Innovations in Secondary Education. menguraikan aspek-aspek utama teknologi pendidikan dan peranannya dalam tisaha meningkatkan efisiensi dan efektivitas pendid4 Ali Pada liawan 1)1. (1984). kelompok ataupun individual. . New York: Holt. kurikulum. Perubahan sosial merupakan suatu keharusan dan sekolah tidak dapat absen dalam proses perubahan tersebut. Inovasi itu bermacam-macam. yaitu yang berpusat pada guru atau institusi dan yang berpusat pada siswa. serta kecenderungan perkembangan teknologi pendidikan pada tahun 2000. Inc. sarana. Sekolah disadari atau tidak. mempunyai andil di dalam perubahan sosial. Henry. faktor-faktor yang mendorong inovasi bagi perkembangan pendidikan. Yang menjadi inti pembahasan dalam buku ini adalah inovasi dalam pendidikan di sekolah yang diarahkan pada peningkatan efektivitas pendidikan. (1970). London: Kogan Page Ltd. Unruh. juga dikemukakan macam-macam metode mengajar.1. and Alexander. Agar tanggap dan dapat selalu mengikuti perubahan perubahan sosial. Rinerhart and Winston.taina blikil ini ditiraikan tentang pengerarahan pendidikan. dan New York: Nichols Publishing Co. media dan sumber-sumber pengajaran. maka sekolah pun harus mengadakan inovasi. sebab dalam tugasnya mereka harus selalu mengadakan inovasi. Buku ini sangat bermanfaat bagi para perencana pendidikan. Selanjutnya kegiatan inovasi berkenaan dengan komponen siswa. Buku ini merupakan buku dasar tentang teknologi pendidikan. Pada bagian terakhir diuraikan proses inovasi dan perkembangannya serta berbagai pendekatan dalam inovasi pendidikan. Peranan dan perumusan tujuan sebagai pusat dan titik tolak dalam penyusunan desain pengajaran yang didasarkan atas pendekatan sistem. Buku Acuan Percipal. Bagian selanjutnya menjelaskan dua pendekatan pendidikan. organisasi. Handbook of Educational Technology. Glenys G. staf pengajar. ahli kurikulum serta pelaksana pendidikan terutama kepala sekolah dan guru.F. William M. baik yang bersifat kolas. media serta bangunan. Pada bagian akhir diuraikan evaluasi hasil belajar. Fred & Ellington.

Pengajaran harus disusun berdasarkan pada apa yang akan dikerjakan dan pada apa yang akan dihasilkan pada siswa. A Systematic Approach. maupun guru dan para instruktur. is adalah perencana pengajaran dan koordinator sumber-sumber belajar. Vernon S. Anak menjadi fokus pendidikan. Inc. et al. tetapi merupakan bagian integral dari pengajaran. All Our Children Learning. dan harus dipusatkan pada kebutuhan dan aktivitas siswa. Buku ini menguraikan masalah pengajaran dan media dengan pendekatan sistem. semua kegiatan pendidikan harus bertolak dari perkembangan anak. Englewood Cliffs. Inc. bahwa pengajaran harus menyatukan ilmu dengan seni mengajar.Gerlach. Guru memegang peranan yang besar dalam pengajaran. tetapi saling mempengaruhi. memberikan pegangan baik dalam pengembangan kurikulum. penyusunan desain pengajaran maupun dalam pemilihan media pengajaran. New York: Mc Graw Hill Book Co. dan guru-guru serta para mahasiswa calon guru. Konsep-konsep yang dipaparkan dalam buku ini cukup modern. Rumah dan sekolah sebagai lembaga pendidikan mempunyai peranan sendirisendiri. dan pengajaran. media pengajaran. baik orang tua. mau jadi apa siswa. Media merupakan aspek penting dalam pengajaran. New Jersey: Prentice Hall. Bloom. sebab menempatkan anak pada tempat yang sentral. siswa. bahwa media bukan sekadar alat bantu. Atas dasar itu pengajaran harus mempunyai tujuan yang spesifik. (1980). guru. Buku ini sangat berharga bagi para ahli kurikulum. Selanjutnya dijelaskan dalam buku ini. Teaching and Media. disusun dengan desain pengajaran yang baik. Isinya telah tersusun sedemikian rupa sehingga membentuk satu kesatuan pemikiran yang utuh. Makalah-makalah tersebut merupakan makalah terbaik atau terpilih yang sengaja dipilih penulis dan disediakan bagi para pendidik. (1981). Dalam buku ini dijelaskan bagaimana pengaruh pendekatan-pendekatan dalam pendidikan terhadap pandangan para ahli pendidikan terhadap sekolah. Buku ini sebenarnya merupakan kumpulan makalah yang disampaikan dalam berbagai pertemuan ilmiah. akan memperlancar jalannya pengajaran. Dalam buku tersebut sangat ditekankan. dan diadakan pemilihan media yang tepat. . belajar. Benyamin S.

masing-masing telah mengembangkan ilmu secara sistematis. maupun proses pendidikan. disebut kurikulum rekonstruksi sosial. Sampai sekarang. Mengapa demikian? Kurikulum ini sangat praktis. teknologi pendidikan disebut kurikulum teknologis dan dari pendidikan interaksionis. pendidikan pribadi disebut kurikulum humanistik. Kurikulum ini lebih mengutamakan isi pendidikan.. Kurikulum subjek akademis bersumber dari pendidikan klasik (perenialisme dan esensialisme) yang berorientasi pada masa lalu. Semua Woo pengetahuan dan nilai-nilai telah ditemukan oleh para pemikir masa lalu. Model konsep kurikulum dari teori pendidikan klasik disebut kurikulum subjek akademis. Empat aliran atau teori pendidikan tersebut memiliki model konsep kurikulum dan praktik pendidikan yang berbeda. Kurikulum Subjek Akademis Model konsep kurikulum ini adalah model yang tertua. sejak sekolah yang pertama berdiri.a lalu tersebut. Orang yang berhasil dalam belajar adalah orang yang menguasai seluruh atau sebagian besar isi pendidikan yang diberikan atau disiapkan oleh guru. teknologi. %valaupun telah berkembang tipe-tipe lain. Sesuai dengan bidang disiplinnya para ahli. logis. Mereka tinggal memilih bahan .susah menyusun dan mengembangkan bahan sendiri. Fungsi pendidikan memelihara dan mewariskan hasil hasil budaya ilia. peserta didik. Para pengembang kurikulum tidak perlu susah. pribadi. dan interaksionis. kurikulumnya mirip dengan tipe ini. isi. dan solid. A. Empat aliran itu bertolak dari asumsi yang berbeda dan mempunyai pandangan yang berbeda pula lentang kedudukan dan peranan pendidik. Isi pendidikan diambil dari setiap disiplin ilmu. umumnya sekolah tidak dapat welepaskan tipe ini. mudah digabungkan dengan tipe lainnya. liciajar adalah berusaha menguasai ilmu sebanyak-banyaknya. imidah disusun.BAB 5 MACAM-MACAM MODEL KONSEP KURIKULUM Pada Bab 1 telah ungkapkan empat aliran pendidikan yaitu pendidikan klasik.

dapat merangsang ingatan apabila siswa diminta untuk menghubungkannya dengan masalah lain. ia menegaskan bahwa kurikulum suatu mata pelajaran harus didasarkan atas pemahaman yang mendasar yang dapat diperoleh dari prinsip-prinsip yang mendasarinya dan yang memberi struktur kepada suatu disiplin ilmu. Seorang siswa yang belajar fisika. Hal seperti itu akan mempermudah proses belajar fisika bagi siswa. Kurikulum subjek akademis tidak berarti hanya menekankan pada materi yang disampaikan. Jerome Bruner dalam The Process of Education menyarankan bahwa desain kurikulum hendaknya didasarkan atas struktur disiplin ilmu. tetapi ia juga menjadi model bagi para siswanya. Apa yang disampaikan dan cara penyampaiannya harus menjadi bagian dari pribadi guru. seperti bahasa dan sastra. harus melakukan kegiatan belajar sebagaimana seorang ahli fisika melakukannya. Nama-nama mata pelajaran yang menjadi isi kurikulum hampir sama dengan nama disiplin ilmu. ilmu kealaman. geografi. matematika. Guru adalah yang "digugu dan "ditiru (diikuti dan dicontoh). sesuai dengan tujuan pendidikan dan tahap perkembangan siswa yang akan mempelajarinya. suatu pengetahuan dapat digunakan dalam konteks lain daripada sekadar yang dipelajarinya. Beberapa kegiatan belajar memungkinkan untuk mengadakan generalisasi. Penekanan pada segi intelektual ini dianut oleh hampir seluruh proyek pengembangan kurikulum pada tahun 1960-an di sekolah-sekolah negara bagian Amerika Serikat. sejarah. Selanjutnya. umpamanya. Mereka harus menguasai semua pengetahuan yang ada dalam kurikulum.materi ilmu yang telah dikembangkan para ahli disiplin ilmu. kemudian mereorganisasinya secara sistematis. Proses belajar yang dipilih sangat bergantung pada segi apa yang dipentingkan dalam materi pelajaran tersebut. Karena kurikulum sangat mengutamakan pengetahuan maka pendidikannya lebih bersifat intelektual. dan sebagainya. Ia harus menjadi ahli dalam bidang-bidang studi yang diajarkannya. Lebih jauh guru dituntut bukan hanya menguasai materi pendidikan. Guru sebagai penyampai bahan ajar memegang peranan penting. Para pengembang kurikulum pada masa adalah para ahli mata . dalam perkembangannya secara berangsur memperhatikan proses belajar yang dilakukan siswa.

prinsip-prinsip. melanjutkan penih struktur pengetahuan. anak-anak akan mempelajari aspek-aspek universal dari kebudayaan manusia. Kurikulum ini ditujukan untuk mengadakan penyempurnaan tentang pengajaran ilmu sosial dan humanitas. dan pengujian hipotesis. kegiatan diskaveri dan sebagainya. terdiri atas buku-buku. Murid-murid belajar ba. permainan.gaimana memperoleh dan menguji fakta-fakta dan bukan sekadar mengingat-ingatnya. Melalui serangkaian kegiatan ilmiah seperti observasi. Pada tah un 1970-an pendekatan struktur pengetahuan dalam pengembangan kurikulum ini mengalami kemunduran. penyusunan. dengan pengarahan dan bimbingan Bruner. Pendekatan pertama. Para pengembang kurikulum mengharapkan anak-anak dapat menggali faktor-faktor penting yang akan menjadikan manusia sebagai manusia. Salah satu contoh kurikulum yang berdasarkan atas struktur pengetahuan adalah Man: A Course of Study (MACOS) Macos adalah kurikulum untuk sekolah dasar.pelajaran yang menyusun bahan ajar di sekitar unsur-unsur struktural mendasar dari disiplin ilmunya. dan cara-cara bagaimana berinkuiri. Sasaran utama kurikulum model MACOS adalah perkembangan kemampuan intelektual. Pelajaran tersusun atas . Sekurang-kurangnya ada tiga pendekatan dalam perkembangan Kurikulum Subjek Akademis. adalah studi yang bersifat integratif. film. diharapkan anak dapat mengambil banyak manfaat. menyangkiii problema. Dengan membandingkan manusia dari suatu masyarakat dengan masyarakat lainnya. poster. anak mengetahui keadaan biologis manusia. konsep-konsep inti. pemahaman disiplin ilmu-ilmu sosial. Pendekatan kedua. Pendekatan ini merupakan respons terhaclap perkembangan masyarakat yang menuntut modelmodel pengetahuan yang lebih komprehensif-terpadu. percobaan. sebab para ahli lebih tertarik pada pemecahan masalah kemanusiaan. yaitu membangkitkan penghargaan dan keyakinan akan kemampuan sendiri dan memberikan serangkaian cara kerja yang memungkinkan anak walaupun dengan cara sederhana mampu menganalisis kehidupan sosial. dan perlengkapan kelas lainnya. Melalui perbandingan dengan binatang. rekaman.

Tujuan kurikulum subjek akademis adalah pemberian pengetahuan yang solid serta melatih para siswa menggunakan ide-ide dan proses "penelitian". 2. fenomena alam. Dengan berpengetahuan dalam berbagai disiplin ilmu. menulis. Kegiatan belajar ditekankan pada pengalaman konkret yang bertolak dari minat dan kebutuhan murid serta disesuaikan dengan keadaan setempat. Mereka mengembangkan suatu model kurikulum yang terintegrasi (integrated curriculum). dan memecahkan masalah -masalah matematis. Kegiatan belajar melibatkan isi dan proses dari satu atau beberapa ilmu sosial atau perilaku yang mempunyai hubungan dengan tema yang dipilih/ dikerjakan. ilmu sosial. Menyatukan berbagai cara/metode belajar. 1. dalam satuan-satuan pelajaran tersebut batas-batas ilmu menjadi hilang. Ciri-ciri kurikulum subjek akademis Kurikulum subjek akademis mempunyai beberapa ciri berkenaan dengan tujuan. metode. adalah pendekatan yang dilaksanakan pada sekolah sekolah fundamentalis. para siswa diharapkan memiliki konsep-konsep dan cara-cara yang dapat terus dikembangkan dalam masyarakat yang lebih luas. Ada beberapa ciri model kurikulum yang dikembangkan.satuan-satuan pelajaran. Pengorganisasian tema-tema pengajaran didasarkan atas fenomena-fenomena alam. Menyatukan kegiatan belajar dari beberapa disiplin ilmu. 1. Mereka tetap mengajar berdasarkan matamata pelajaran dengan menekankan membaca. atau masalah sosial yang membutuhkan pemecahan secara ilmiah. Menentukan tema-tema yang membentuk satu kesatuan (unifying theme). dan evaluasi. Sekolah harus memberikan kesempatan kepada para siswa untuk merealisasikan kemampuan mereka menguasai warisan budaya dan jika mungkin memperkayanya. dan lainlain dipelajari tanpa dihubungkan dengan kebutuhan praktis pemecahan masalah dalam kehidupan. yang dapat terdiri atas ide atau konsep besar yang dapat mencakup semua ilmu atau suatu proses kerja ilmu. organisasi isi. . proses kerja ilmiah dan problema-problema yang ada. Para siswa harus belajar menggunakan pemikiran dan dapat mengontrol dorongan-dorongannya. Pelajaran-pelajaran lain seperti ilmu kealaman. 3. Pendekatan ketiga.

bahwa kemampuan berpikir dan mengamati digunakan dalam ilmu kealaman. Tentang kegiatan evaluasi. Ada beberapa pola organisasi isi (materi pelajaran) kurikulum subjek akademis. Dalam bidang studi humaniora lebih banyak digunakan bentuk uraian (essay test) daripada tes objektif. Ide-ide diberikan guru kemudian dielaborasi (dilaksanakan) siswa sampai mereka kuasai. 2. Dalam materi disiplin ilmu yang diperoleh. maka dalam pola yang integrated warna disiplin ilmu tersebut sudah tidak kelihatan lagi. 4. dan integrasi secara menyeluruh. dicari berbagai masalah penting. dan untuk memahami budaya masa lalu dan mengerti keadaan masa kini. Correlated curriculum adalah pola organisasi materi atau konsep yang dipelajari dalam suatu pelajaran dikorelasikan dengan pelajaran lainnya. yang mencakup materi dari berbagai pelajaran disiplin ilmu. 3. kurikulum subjek akademis menggunakan bentuk evaluasi yang bervariasi disesuaikan dengan tujuan dan sifat mata pelajaran. Bidang studi tersebut membutuhkan jawaban yang merefleksikan logika. Kalau dalam unified masih tampak warna iliciplin ilmunya. bentuk dan perasaan digunakan dalam seni dan koherensi dalam sejarah. Mereka mempelajari buku-buku standar untuk memperkaya pengetahuan. kegiatan atau segi kehidupan tertentu.Metode yang paling banyak digunakan dalam kurikulum subjek akademis adalah metode ekspositori dan inkuiri. Melalui proses tersebut para siswa akan menemukan. koherensi. logika digunakan dalam matematika. Unified atau Concentrated curriculum adalah pola organisasi bahan pelajaran tersusun dalam tema-tema pelajaran tertentu. Pola-pola organisasi yang terpenting di antaranya: 1. di . dengan ilustrasi yang jelas untuk selanjutnya dikaji. Integrated curriculum. Bidang studi seni yang sifatnya ekspresi membutuhkan penilaian subjektif yang jujur. kemudian dirumuskan dan dicari cara pemecahannya. Problem Solving curriculum adalah pola organisasi isi yang berisi topik pemecahan masalah sosial yang dihadapi dalam kehidupan dengan menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dari berbagai mata pelajaran atau disiplin ilmu. Bahan ajar diintegrasikan dalam suatu persoalan. Konsep utama disusun secara sistematis.

Lain halnya dengan matematika. yang dapat memberikan informasi yang dibutuhkan. yaitu: 1. Mengusahakan adanya penguasaan yang menyeluruh (comprehensive. Dalam ilmu kealaman penghargaan tertinggi bukan hanya diberikan kepada jawaban yang benar tetapi juga pada proses berpikir yang digunakan siswa. Evaluasi yang dilakukan dalam waktu singkat tidak akan memberikan gambaran yang benar tentang perkemhangan dan penguasaan siswa. apabila disiplin ilmunya cukup banyak. memilih dan menentukan aspek-aspek dari dari disiplin ilmu yang sangat diperlukan dalam kehidupan masyarakat. Anak-anak akan tahu banyak tetapi pengetahuannya hanya sedikit. maka tahap penguasaannya akan mendangkal.ness) dengan menekankan pada bagaimana cara menguji kebenaran atau mendapatkan pengetahuan. Para ahli disiplin ilmu sering memiliki sifat ainbivalen terhadap evaluasi. Apabila hanya mempelajari sedikit disiplin ilmu maka penguasaan para siswa akan sangat Ierbatas. Satu pihak melihatnya sebagai suatu kegiatan yang sangat berharga. Pemilihan disiplin ilmu Masalah besar yang dihadapi oleh para pengembang kurikulum subjek akademis adalah bagaimana memilih materi pelajaran dari sekian banyak disiplin ilmu yang ada. 2.samping standar keindahan dan cita rasa. nilai tertinggi diberikan bila siswa menguasai landasan aksioma serta cara penghitungannya benar. sukar menerapkannya dalam kehidupan masyarakat secara luas. . Mengutamakan kebutuhan masyarakat (social utility). Apabila ingin memiliki penguasaan yang cukup mendalam maka jumlah disiplin ilmunya harus sedikit. Ada beberapa saran untuk mengatasi masa lah tersebut.dikit (tidak mendalam). Kekhawatiran mereka dapat sedikit dikurangi dengan dikembangkannya model evaluasi formatif dan sumatif. 2. Pada pihak lain mereka mengkhawatirkan kegiatan evaluasi dapat mempengaruhi hubungan antara guru dan siswa.

B. Untuk mengatasi kelemahan-kelemahan di atas dalam perkembangan selanjutnya dilakukan beberapa penyempurnaan. Konsep dasar Kurikulum humanistik dikembangkan oleh para ahli pendidikan humanistik. Kurikulum Humanistik 1. Pertama. Aliran ini lebih memberikan tempat utama kepada siswa. Para ahli kurikulum subjek akademis juga memandang materi yang akan diajarkan bersifat universal. Kedua adanya upaya-upaya untuk menyesuaikan pelajaran dengan perbedaan individu dan kebutuhan setempat. Ketiga. yaitu pengetahuan-pengetahuan yang menjadi dasar (prerequisite) bagi penguasaan disiplin-disiplin ilmu yang lainnya. punya kemampuan. la adalah subjek yang menjadi pusat kegiatan pendidikan. Para pendidik humanis juga berpegang pada konsep Gestalt. lebih mengutamakan penyusunan bahan secara logis dan sistematis daripada menyelaraskan urutan bahan dengan kemampuan berpikir anak.3. Penyesuaian mata pelajaran dengan perkembangan anak Para pengembang kurikulum subjek akademis. mereka mengabaikan karakteristik siswa dan kebutuhan masyarakat setempat. bahwa individu atau anak merupakan satu .J. 3. pemanfaatan fasilitas dan sumber yang ada pada masyarakat. mereka mulai mendorong penggunaan intuisi dan tebakan-tebakan. dan generalisasi. untuk mengimbangi penekanannya pada proses berpikir. yaitu apa yang akan diajarkan. dan kekuatan untuk berkembang. prinsip-prinsip. Mereka percaya bahwa siswa mempunyai potensi. Kurikulum ini berdasarkan konsep aliran pendidikan pribadi (personalized education) yaitu John Dewey (Progressive Education) dan J. Mereka umumnya kurang memperhatikan bagaimana siswa belajar dan lebih mengutamakan susunan isi. Rousseau (Romantic Education). Menekankan pengetahuan dasar. Proses belajar yang ditempuh oleh siswa sama pentingnya dengan penguasaan konsep. Mereka bertolak dari asumsi bahwa anak atau siswa adalah yang pertama dan utama dalam pendidikan.

Pendidikan konfluen menekankan keutuhan pribadi. Tujuan pengajaran adalah memperluas kesadaran diri sendiri dan mengurangi kerenggangan dan keterasingan dari lingkungan. Mereka memandang pendidikan sebagai upaya untuk membantu anak menemukan dan mengembangkan sendiri segala potensi yang dimilikinya. Mc Neil. nilai. terhadap kesatuan yang menyeluruh dari lingkungan. untuk tumbuhnya tanaman yang penuh dengan berbagai potensi. Ada beberapa aliran yang termasuk dalam pendidikan humanistik yaitu pendidikan: Konfluen. akrab. rileks. Pendidikan humanistik menekankan peranan siswa. Kritikisme radikal bersumber dari aliran naturalisme atau romantisme Rousseau. dan Mistikisme modern. Pendidikan merupakan upaya untuk menciptakan situasi yang memungkinkan anak berkembang optimal. yang ada adalah dorongan dan rangsangan untuk berkembang . Pendidikan mereka lebih menekankan bagaimana mengajar siswa (mendorong siswa). sikap. Pendidikan diarahkan kepada membina manusia yang utuh bukan saja segi fisik dan intelektual tetapi juga segi sosial dan afektif (emosi. terhindar dari berbagai hama. Kritikisme Radika I. 1). dan lain-lain). perasaan. 1977. maupun tindakan). air dan udara yang ‡ukup.kesatuan yang menyeluruh. individu harus merespons secara utuh (baik segi pikiran. Berkat situasi tersebut anak mengembangkan segala potensi yang dimilikinya. Dalam pendidikan tidak ada pemaksaan. dan bagaimana merasakan atau bersikap terhadap sesuatu. perasaan. Menurut Mc Neil "The nezv humanists are self actualizers who see curriculum as a liberating process that can meet the need for growth and personal integrity (John D. Pendidikan merupakan suatu upaya untuk menciptakan situasi yang permisif. Pandangan mereka berkembang sebagai reaksi terhadap pendidikan yang lebih menekankan segi intelektual dengan peran utama dipegang oleh guru. Pendidik adalah ibarat petani yang berusaha menciptakan tanah yang gembur. Tugas guru adalah menciptakan situasi yang permisif dan mendorong siswa untuk mencari dan mengembangkan pemecahan sendiri. hlrn.

Partisipasi. Kurikulurn konfluen Kurikulum konfluen dikembangkan oleh para ahli pendidikan konfluen. dan pertimbanganpertimbangan nilai yang telah dipilihnya. bertanggung jawab bersama. Isi pendidikan relevan dengan kebutuhan. nilai) dengan segi-segi kognitif (kemampuan intelektual). mina t dan kehidupan murid karena diambil dari dunia murid oleh murid sendiri. Murid-murid hendaknya diajak untuk menyatakan pilihan dan mempertanggungjawabkan sikap-sikap. melalui sensitivity training. 3. dan nilai yang harus dimiliki murid-murid. Beberapa ciri kurikulum konfluen Kurikulum konfluen mempunyai beberapa ciri utama yaitu: a. perasaan-perasaan.Mistikisme modern adalah aliran yang menekankan latihan dan pengembangan kepekaan perasaan. 2. Relevansi. dan integrasi dari pemikiran. dan lain-lain. Kurikulum ini menekankan partisipasi murid dalam belajar. pertukaran kemampuan. berperasaan dan memberi pertimbangan nilai. b. Menurut mereka kurikulum tidak menyiapkan pendidikan tentang sikap. perasaan dan juga tindakan. Pendidikan konfluen kurang menekankan pengetahuan yang mengandung segi afektif). Ini menunjukkan ciri yang nonotoriter dari pendidikan konfluen. melalui berbagai bentuk aktivitas kelompok. yoga. Melalui partisipasi dalam berbagai kegiatan kelompok terjadi interaksi. Kurikulum hendaknya mempersiapkan berbagai alternatif yang dapat dipilih murid-murid dalam proses bersikap. kehalusan budi pekerti. Integrasi. c. yang ingin menyatukan segi-segi afektif (sikap. Melalui partisipasi dalam kegiatan bersama. Kegiatan belajar adalah belajar bersama. . murid-murid dapat mengadakan perundingan. interpenetrasi. Hal demikian sudah tentu akan lebih berarti bagi murid baik secara intelektual maupun emosioanal. perasaan. dan sebagainya. persetujuan. perasaan. meditasi.

Pendidikan adalah pengembangan pribadi. karena dengan cara itu ia lebih sadar akan eksistensinya dan kemungkinannya untuk berkembang. . yang matang.unit pelajaran yang telah diujicobakan. alat-alat pelajaran. Apa yang menjadi isi kurikulum diukur oleh apakah hal itu bermanfaat bagi kita sekarang? Apakah hal itu akan memperbaiki kehidupan kita sekarang. topic. Kurikulum konfluen menyatukan pengetahuan objektif dan subjektif. Pendidikan konfluen sangat mengutamakan kesatuan dari keseluruhan. kesadaran.d. Dasar dari kurikulum konfluen adalah Psikologi Gestalt yang menekankan keutuhan.topik yang akan dipelajari. Pribadi anak. Metode-metode belajar konfluen Para pengembang kurikulum konfluen telah menyusun kurikulum untuk berbagai bidang pengajaran. Kurikulum tersebut mencakup tujuan. keseluruhan. Pengajaran lebih menekankan kepada tanggung jawab pribadi daripada kompetisi. Halhal di atas sangat esensial dalam perkembangan individu yang sehat. Pengajaran konfluen juga telah tersusun dalam bentuk rencana-rencana pelajaran. Prinsip pengajarannya menerapkan prinsip terapi Gestalt. Pendidikan ini bertujuan mengembangkan pribadi yang utuh.red) apabila bermanfaat bagi keseluruhan. 4. pengaktualisasian segala potensi pribadi anak secara utuh. berhubungan dengan kehidupan siswa dan bermanfaat baik bagi individu maupun masyarakat. yang serasi baik di dalam dirinya maupun dengan lingkungan secara menyeluruh. Pendidikan ini memberi tempat utama pada pribadi anak. Tidak ada jawaban yang salah atau benar dalam pengajaran konfluen. e. yang menekankan keterbukaan. kesatuan. Kebanyakan bahan tersebut diajarkan dengan teknik afektif. unit. Hal itu sesuai dengan konsep Gestalt bahwa sesuatu itu dikatakan berarti (penting . Teori yang mendukung pandangan ini adalah Eksistensialisme yang memusatkan perhatiannya pada apa yang terjadi sekarang di tempat ini. Tujuan. dan tanggung jawab pribadi. dan buku teks. Melalui latihan kesadaran/kepekaan perkembangan yang sehat akan tercapai. keunikan.

Menurut Abraham Maslow (1968. Dalam memilih kegiatan belajar beberapa cara dapat ditempuh. memperoleh umpan balik dan menemukan dirinya. Puncak pengalaman adalah pengalaman-pengalaman yang membangkitkan rasa sayang.George Issac Brown telah memberikan sekitar 40 macam teknik pengajaran konfluen. para penyusun kurikulum konfluen tidak menuntut para guru melaksanakan pengajaran seperti yang mereka kerjakan. Kurikulum humanistik dapat membantu mereka memperlancar proses aktualisasi diri ini. di antaranya: dyads yang merupakan latihan komunikasi afektif antara dua orang. rituals yaitu suatu kegiatan untuk menciptakan kebiasaan. 685. berbuat. tema atau issue-iswre diharapkan muncul secara spontan dari prosedur serta perlengkapan pengajaran yang ada. Kedua. Pertama.ngunkan melalui pendidikan. materi disajikan dalam bentuk yang belum selesai (open ended). Aku atau diri ini perlu dibuka. Cara yang kedua ini menuntut keterbukaan dari peristiwa tetapi juga guru perlu mengusahakan kerahasiaan. fantasy body trips merupakan pemahaman tentang badan dan diri individu.686) kita dapat belajar lebih banyak tentang diri kita melalui pengujian respons-respons menuju puncak pengalaman (peak experiences). cemas. Mereka mengharapkan setiap guru mengembangkan kreasi sendiri. kegiatan atau ritual baru. Untuk setiap tema atau topik hendaknya dipilih prosedur atau bentuk-bentuk kegiatan atau teknik yang sesuai. atau diba. Pengajaran humanistik memfokuskan proses aktualisasi din i (self actualization). Setiap orang mempunyai self (aku = din) yang tidak selalu disadari. bereksperimen. Dalam menciptakan kreasi ini. Kurikulum perlu merencanakan program untuk membantu para siswa menemukan dan menampakan dirinya. Berbeda dengan pengembang kurikulum yang lain. . berekspresi. duka. tersembunyi atau tertutup. Melalui berbagai kegiatan pengajaran model humanistik para siswa dapat menyatakan din. Menurut Maslow puncak pengalaman ini merupakan awal dan juga akhir dari pendidikan. mengidentifikasi tema-tema atau topik-topik yang mengandung self judgment. him. senang dsb. yang terpenting mereka memahami tujuan dan kegunaan kegiatan yang mereka ciptakan. benci.

Kurikulum ini kurang menekankan sekuens. Kurikulurn harus mampu memberikan penga. kurikulum befungsi menyediakan pengalaman (pengetahuanred) berharga untuk membantu memperlancar perkembangan pribadi mu. dan otonomi kepribadian. organisasi isi. Seorang dapat bekerja dengan baik bila memiliki karakter yang baik pula. estetika. Guru tidak memaksakan sesuatu yang tidak disengani murid. 5. budaya. dan evaluasi. . integritas.kan integrasi. Karakteristik kurikulum humanistik Kurikulum humanistik mempunyai beberapa karakteristik. Seseorang yang telah mampu mengakutalisasikan diri adalah orang yang telah mencapai keseimbangan (harmoni) perkembangan seluruh aspek pribadinya baik aspek kognitif. Kurikulum humanistik menuntut hubungan emosional yang baik antara guru dan murid. dan belajar. metode. kurikulum humanistik menekan. Guru harus memberikan dorongan kepada murid atas dasar saling percaya. Bagi Phenix kesadaran merupakan kunci perkembangan diri dalam membina hubungan dan penycsuaian diri dengan orang lain. Bagi mereka tujuan pendidikan adalah proses perkembangan pribadi yang dinamis yang diarahkan pada pertumbuhan.laman yang menyeluruh. karena dengan sekuens mu. him. Semua itu merupakan bagian dari cita-cita perkembangan manusia yang teraktualisasi (self actualizing person). Phenix (1971. Menurut para humanis. Kurikulum humanistik juga menekankan keseluruhan. kelompok.rid-murid kurang mempunyai kesempatan untuk memperluas dan memperdalam aspek-aspek perkembangannya. orang lain. dan lain-lain. 271-283) kurikulum harus dapat mengembangkan kesadaran dan mendorong kreativitas murid-murid.Menurut Philip H. Peran mengajar bukan saja dilakukan oleh guru tetapi juga oleh murid. maupun moral. Ia harus mampu memberikan materi yang menarik dan mampu menciptakan situasi yang memperlancar proses belajar. berkenaan dengan tujuan. juga mampu menjadi sumber. yaitu kesatuan perilaku bukan saja yang bersifat intelektual tetapi juga emosional dan tindakan.rid. sikap yang sehat terhadap diri sendiri. bukan pengalaman yang terpenggal-penggal. Sesuai dengan prinsip yang dianut. Guru selain harus mampu menciptakan hubungan yang hangat dengan murid.

Penyempurnaan. b. maka dalam kurikulum humanistik tidak ada kriteria. bahan ajar serta kegiatan belajar yang akan membantu siswa dalam merumuskan apa yang ingin mereka pelajari. Kegiatan yang mereka lakukan hendaknya bermanfaat bagi siswa. dilakukan oleh Shiflett (1975. Kurikulum Rekonstruksi Sosial Kurikulum rekonstruksi sosial berbeda dengan model-model kurikulum lainnya. minat atau perhatian tertentu. Kurikulum ini lebih memusatkan perhatian pada problema. Kegiatan yang diutamakan adalah yang akan membangkitkan rasa ingin tahu dari pemahaman. siswa dengan orang-orang di lingkungan. Pelaksanaan kegiatan. melainkan kegiatan bersama. para siswa diberi pengalaman yang menyenangkan baik yang berupa gerakan-gerakan maupun penghayatan. penyempurnaan hasil serta upaya tindak lanjutnya. Memperkenalkan bahan-bahan yang akan dibahas dalam setiap kegiatan. Kalau kurikulum yang hiasa terutama subjek akademis mempunyai kriteria pencapaian. Kerja sama atau interaksi bukan hanya terjadi antara sisvva dengan guru. c. d. kerja sama. a. Di dalamnya tercakup topik-topik. C. Kegiatan belajar yang baik adalah yang memberikan pengalaman yang akan membantu para siswa memperluas kesadaran akan dirinya dan orang lain dan dapat mengembangkan potensi-potensi yang dimilikinya. kurikulum humanistik berbeda dengan yang biasa.nya. Sasaran mereka adalah perkembangan anak supaya menjadi manusia yang lebih terbuka. Menurut mereka pendidikan bukan upaya sendiri. tetapi juga antara siswa dengan siswa. hlm.139) dengan langkah-langkah sebagai berikut. 121. pembahasan hasil-hasil yang telah dicapai. l'onilaiannya bersifat subjektif baik dari guru maupun para siswa. Menyusun kegiatan yang dapat memunculkan sikap. Kurikulum ini bersumber pada aliran pendidikan interaksional. Dalam evaluasi.problema yang dihadapinya dalam masyarakat. interaksi. dan dengan sumber belajar . Model lebih mengutamakan proses daripada hasil.Penyusunan sekuens dalam pengajaran yang sifatnya afektif. lebih berdiri sendiri.

lainnya. hambatan -hambatan atau gangguangangguan yang dihadapi manusia. Mereka mendorong agar para siswa mempunyai pengetahuan yang cukup tentang masalah-masalah sosial yang mendesak (crucial) dan kerja sama atau bergotong royong untuk memecahkannya. menakut-nakuti dan kompromi semu. Setelah diharapkan dapat menciptakan masya. Untuk melaksanakan hal itu sekolah mempunyai posisi yang cukup penting.konsep baru yang diperolehnya dapat mengidentifikasi dan memcahkan masalah-masalah sosial. Tujuan utama kurikulum rekonstruksi sosial adalah menghadapkan para siswa pada tantangan. 1. Harold Rug mulai melihat dan menyadarkan kawan kawannya bahvva selama ini terjadi kesenjangan antara kurikulum dengan masyarakat. Melalui interaksi dan kerja sama ini siswa berusaha memecahkan problema-problema yang dihadapinya dalam masyarakat menuju pembentukan masyarakat yang lebih baik. Para rekonstruksionis sosial tidak mau terlalu menekankan kebebasan individu. Tantangan-tantangan tersebut merupakan . Dalam masyarakat demokratis. Perubahan sosial tersebut harus dicapai melalui prosedur demokrasi. ancaman. tetapi juga dapat membantu bagaimana berpartisipasi sebaik-baiknya dalam kegiatan sosial. a. pada awal tahun 1950-an menyampaikan gagasannya tentang rekonstruksi sosial. Brameld juga ingin memberikan keyakinan tentang pentingnya perubahan sosial. Desain kurikulum rekonstruksi sosial Ada beberapa ciri dari desain kurikulum ini. seluruh warga masyarakat harus turut serta dalam perkembangan dana pembaharuan masyarakat. Para rekonstruksionis sosial menentang intimidasi. Sekolah bukan saja dapat membantu individu memperkembangkan kemampuan sosialnya. Mereka ingin meyakinkan murid-murid bagaimana masyarakat membuat warganya seperti yang ada sekarang dan bagaimana masyarakat metnenuhi kebutuhan pribadi warganya melalui konsensus sosial. Pandangan rekonstruksi sosial di dalam kurikulum dimulai sekitar tahun 1920-an. Asumsi. Theodore Brameld.rakat baru yang lebih stabil. Ia menginginkan para siswa dengan pengetahuan dan konsep.

sosiologi psikologi. Dan tema utama dijabarkan sejumlah topik yang dibahas dalam diskusidiskusi kelompok. bahkan pengetahuan alam. Pola desain kurikulum rekonstruksi sosial . estetika. kunjungan dan lain. Di tengah-tengahnya sebagai poros dipilih sesuatu masalah yang menjadi tema utama dan dibahas secara pleno. BAGAN 5. c. Masalah-masalah masyarakat bersifat universal dan hal ini dapat dikaji dalam kurikulum. Topik-topik dengan berbagai kegiatan kelompok ini merupakan jar-jar. pola organisasi kurikulum disusun seperti sebuah roda. latihan-latihan. b. bukan saja dari buku-buku dan kegiatan laboratorium tetapi juga dari kehidupan nyata dalanl masyarakat. yang perlu didekati dari bidang-bidang lain seperti ekonomi. Kegiatan belajar dipusatkan pada masalah-masalah sosial yang mendesak. Semua kegiatan jar-jari tersebut dirangkum menjadi satu kesatuan sebagai bingkai atau velk. Masalah-masalah sosial yang mendesak. Masalah-masalah tersebut dirumuskan dalam pertanyaan. dan matematika. Pola-pola organ isasi. Pertanyaan pertanyaan tersebut mengundang pengungkapan lebih mendalam.lain.bidang garapan studi sosial. Pada tingkat sekolah menengah. seperti: Dapatkah kehidupan seperti sekarang ini memberikan kekuatan untuk menghadapi ancaman ancaman yang akan mengganggu integritas kemanusiaan? Dapatkah tata ekonomi dan politik yang ada dibangun kembali agar setiap orang dapat memanfaatkan sumbersumber daya alam dan cumber daya manusia seadil mungkin.

(4) mengkaji praktik politik dalam Ind. Kegiatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut adalah ( I) mengadakan survai secara kritis terhadap masyarakat (2) mengadakan studi tentang hubungan antara keadaan ekonomi lokal dan ekonomi nasional serta dunia.1. Kerja sama baik antara individu dalam kegiatan kelompok. b) Metode. belajar merupakan kegiatan bersama. (5) memantapkan rencana perubahan praktik politik. Anakanak sejak sekolah dasar pun diharuskan turut serta dalam survai kemasyarakatan serta kegiatan kegiatan sosial lainnya. Guru-guru berusaha membantu para siswa menemukan minat dan kebutuhannya. apakah telah mempengaruhi kepentingan sebagian besar orang. Komponen-komponen kurikulum Kurikulum rekonstruksi sosial memiliki komponen-komponen yang sama dengan model kurikulum lain tetapi isi dan bentuk-bentuknya berbeda. (3) mengadakan studi tentang latar belakang nkloris dan kecenderungankecenderungan perkembangan ekonomi. Kerja sama ini juga terjadi antara para siswa dengan manusia sumber dari masyarakat. umpamanya untuk tahun pertama tujuannya membangun kembali dunia ekonomipolitik.mT.Innyo dengan faktor ekonomi. . Sesuai dengan minat masingmasing siswa. Dengan hal itu diharapkan para siswa dapat menciptakan model-model kasar dari situasi yang akan datang. Illihungannya dengan ekonomi lokal. Dalam kegiatan belajar tidak ada kompetisi yang ada adalah kooperasi atau kerja sama. Dalam pengajaran rekonstruksi social para pengembang kurikulum berusaha mencari keselarasan antara tujuan.tujuan nasional dengan tujuan siswa. Tujuan program pendidikan setiap tahun berubah. Bagi rekonstruksi sosial. Untuk kelaskelas tinggi selain mereka dihadapkan kepada situasi nyata juga mereka diperkenalkan dengan situasi-situasi ideal. baik dalam kegiatan pleno maupun kelompok-kelompok berusaha memecahkan masalah sosial yang dihadapinya. (6) mengevaluasi semua rencana dengan criteria. saling pengertian dan konsensus. maupun antarkelompok dalam kegiatan pleno sangat mewarnai metode rekonstruksi sosial. Dalam program pendidikan ekonomi-politik. a) Tujuan dan isi kurikulum. ada kebergantungan antara seorang dengan yang lainnya.

c) Evaluasi. 2. meningkatkan kemampuan memecahkan masalah-masalah yang dihadapi. Sesuai dengan potensi yang ada dalam masyarakat. Untuk memerangi kebodohan dan keterbelakangan mereka menggalakkan gerakan budaya akal budi (conscientization). Pelaksanaan pengajaran rekonstruksi sosial Pengajaran rekonstruksi sosial banyak dilaksanakan di daerah-daerah yang tergolong belum maju dan tingkat ekonominya juga belum tinggi. . Mereka banyak membantu pengembangan daerah-daerah di Amerika Latin. Dengan gerakan conscientization mereka membantu masyarakat memahami fakta-fakta dan masalah-masalah yang dihadapinya dalam konteks kondisi masyarakat mereka. dengan bantuan biaya dari pemerintah sekolah berusaha mengembangkan poterisi tersebut. Conscientization merupakan suatu proses pendidikan atau pengajaran di mana siswa tidak diperlakukan sebagai penerima tetapi sebagai pelajar yang aktif. menyusun. sekolah mempelajari potensi-potensi tersebut. Mereka berusaha membuka diri. Keterlibatan mereka terutama dalam memilih. Pengaruh tersebut terutama menyangkut perkembangan masyarakat dan peningkatan taraf kehidupan masyarakat. di daerah industri mengembangkan bidang-bidang industri. Pelaksanaan pengajaran ini diarahkan untuk meningkatkan kondisi kehidupan mereka. Evaluasi tidak hanya menilai apa yang telah dikuasai siswa. memperluas kesadaran tentang realitas sosial budaya dan dengan segala kemampuannya berupaya mengubah dan meningkatkannya. Sekolah berusaha memberikan penerangan dan melatih kemampuan untuk melihat dan mengatasi hambatan-hambatan yang dihadapi. Salah satu badan yang banyak mengembangkan baik teori maupun praktik pengajaran rekonstruksi sosial adalah Paulo Freize. juga keampuhan menilai pencapaian tujuan-tujuan pembangunan masyarakat yang sifatnya kualitatif. dan menilai bahan yang akan diujikan. Dalam kegiatan evaluasi para siswa juga libatkan. Di daerah pertanian umpamanya sekolah mengembangkan bidang pertanian dan peternakan. Soal-soal yang akan diujikan dinilai lebih dulu baik ketepatan maupun keluasan isinya. tetapi juga menilai pengaruh kegiatan sekolah terhadap masyarakat.

mewakili teman-temannya para Futurolog menggunakan perencanaan masa yang akan datang (future planning) sebagai dasar penyusunan kurikulum. Dalam pemecahan problema sosial dan membuat kebijaksanaan sosial diperlukan musyawarah tiengan warga masyarakat. Para ahli kurikulum yang berorientasi ke masa depan menyarankan agar isi kurikulum difokuskan pada: penggalian sumber-sumber alam dan htikan alam. masalah air. dan budaya. Kecenderungan utama adalah perkembangan teknologi dengan berbagai dampaknya terhadap kondisi dan perkembangan masyarakat. populasi. Bertolak dari kenyataan-kenyataan tersebut mereka membina diri dan membangun masyarakat. Shane menegaskan peranan individu dalam menemukan masa depannya sendiri. dari bukan perencanaan untuk masa yang akan datang. . politik. Ia menggalakkan perencanaan masa akan datang. kesejahteraan masyarakat. Shane menyarankan para pengembang kurikulum. Dalam perkembangan sosial yang perlu mendapatkan perhatian utama adalah perkembangan manusia. sosial. agar mempelajari kecenderungan (trends) perkembangan. baik bagai individu maupun dalam interaksinya dengan yang lain. mereka tidak dapat melepaskan din dari perkembangan tetapi harus menyesuaikannya. akibat pertambahan penduduk. Shane seorang profesor dari Universitas Indiana Amerika Serikat. Juga penekanannya tentang peranan ilmu dalam memecahkan masalah -masalah sosial. ketidakseragaman pemanfaatan sumber-sumber dan lain-lain. Pandangan rekonstruksi sosial berkembang karena keyakinannya pada kemampuan manusia untuk membangun dunia yang lebih baik. Harold G. Penyebabnya adalah interpretasi para ahli tentang perkembangan dan masalah-masalah sosial berbeda. Kecenderungan lain adalah perkembangan ekonomi. Untuk iiiengidentifikasi dan menganalisis kecenderungan-kecenderungan tersebut diperlukan bantuan dari para ahli disiplin ilmu. Beberapa kritikus pendidikan menilai pandangan ini sukar diterapkan langsung dalam kurikulum (pendidikan).Keterbatasan dan potensi yang mereka miliki. Kemampuan warga untuk ikut serta dalam pemecahan masalah juga bervariasi.

Program pengajaran ini bisa semata-mata program sistem. yaitu menekankan isi kurikulum. Penerapan teknologi perangkat keras dalam pendidikan dikenal sebagai teknologi alat (tools technology). film slide. tetapi yang digunakan adalah teknologi sederhana seperti penggunaan papan tulis dan kapur. komputer. yaitu bentuk perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware). tetapi diarahkan bukan pada pemeliharaan dan pengawetan ilmu tersebut tetapi pada penguasaan kompetensi. Sejak dahulu teknologi telah diterapkan dalam pendidikan. Sejalan dengan perkembangan ilmu dan teknologi. Suatu kompetensi yang besar diuraikan menjadi kompetensi yang lebih sempit/khusus dan akhirnya menjadi perilaku-perilaku yang dapat diamati atau diukur. sedangkan penerapan teknologi perangkat lunak disebut juga teknologi sistem (system technology). Kurikulumnya berisi rencana-rencana penggunaan berbagai alat dan media. mesin pengajaran. Dalam arti teknologi sistem. termasuk bidang pendidikan. di bidang pendidikan berkembang pula teknologi pendidikan. CD-rom dan internet. Dewasa ini sesuai dengan tahap perkembangannya yang digunakan adalah teknologi maju. dan lain-lain.D. Aliran ini ada persamaannya dengan pendidikan klasik. seperti audio dan video casssette. teknologi pendidikan menekankan kepada penyusunan program pengajaran atau rencana pelajaran dengan menggunakan pendekatan sistem. overhead projector. Perkembangan teknologi mempengaruhi setiap bidang dan aspek kehidupan. pengajaran modul. lebih menekankan kepada penggunaan alat-alat teknologis untuk menunjang efisiensi dan efektivitas pendidikan. Teknologi dan Kurikulum Abad dua puluh ditandai dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat. mesin pengajaran. sabak dan grip. dan motion film. Teknologi pendidikan dalam arti teknologi alat. dan lain-lain. Penerapan teknologi dalam bidang pendidikan khususnya kurikulum adalah dalam dua bentuk. bisa . juga model-model pengajaran yang banyak melibatkan penggunaan alat. pena dan tinta. pengajaran berprogram. Pengajaran dengan bantuan komputer. Contoh-contoh model pengajaran tersebut adalah: pengajaran dengan bantuan film dan video.

Tujuan-tujuan pengajaran telah ditentukan sebelumnya. Pada saat tertentu ada tugas-tugas yang harus dikerjakan secara kelompok. Pada bentuk kedua. Tujuan. yaitu bila digunakan alat dan media akan lebih baik. yang dirumuskan dalam bentuk perilaku. Bahan ajar telah disusun dalam kaset audio. Alat dan media digunakan sesuai dengan kondisi tetapi tidak terlalu dipentingkan. dan bisa juga program sistem yang dipadukan dengan alat dan media pengajaran. tetapi bila tidak menggunakan alat pun pengajaran masih tetap berjalan. tiap siswa menghadapi serentetan tugas yang harus dikerjakannya. tetapi bahan ajar dan proses pembelajaran disusun secai sistem. b. Pada bentuk pertama. Beberapa ciri kurikulum teknologis Kurikulum yang dikembangkan dari konsep teknologi pendidikan. Pembelajaran tidak bisa berjalan tanpa melibatkan penggunaan alat-alat dan program tersebut. Tujuan-tujuan yang bersifat umum yaitu kompetensi dirinci menjadi tujuan-tujuan khusus. 1. yang disebut objektif atau tujuan instruksional. bersifat "on-off'. Pada bentuk kedua. pengajaran disusun secara system dan ditunjang dengan penggunaan alat dan media pembelajaran. memiliki beberapa ciri khusus. Setiap . video atau film.program sistem yang ditunjang dengan alat dan media. Penggunaan alat dan media belum terintegrasi dengan program pembelajaran. Alat dan media digunakan sesuai dengan kondisi tetapi tidal terlalu dipentingkan. Metode. pengajaran disusun secara system. dan maju sesuai dengan kecepatan masing-masing. pengajaran tidak membutuhkan alat dan med id yang canggih. Objektif ini menggambarkan perilaku. atau diprogramkan dalam komputer. Pengajaran bersifat individual. Tujuan diarahkan pada penguasaan kompetensi. Metode yang merupakan kegiatan pembelajaran sering dipandang sebagai proses mereaksi terhadap perangsang-perangsang yang diberikan dan apabila terjadi respons yang diharapkan maka respons tersebut diperkuat. Pada bentuk ketiga program pengajaran telah disusun secara terpadu antara bahan dan kegiatan pembelajaran dengan alat dan media. perbuatan atau kecakapan-keterampilan yang dapat diamati atau diukur. yaitu: a.

Bahan ajar atau kompetensi yang luas/besar dirinci menjadi bagian-bagian atau subkompetensi yang lebih kecil. yang rnenggambarkan objektif. Para siswa dapat segera mengetahui apa yang telah mereka kuasai dan apa yang masih harus dipelajari lebih serius. 2) Pelaksanaan pengajaran. Evaluasi yang mereka gunakan umumnya berbentuk tes objektif. Dalam kegiatan belajarnya mereka dapat menguasai keterampilan-keterampilan dasar ataupun perilaku-perilaku yang dinyatakan dalam tujuan program.siswa harus menguasai secara tuntas tujuan-tujuan program pengajaran. tetapi telah diramu sedemikian rupa sehingga mendukung penguasaan sesuatu kompetensi. 1) Penegasan tujuan. Organisasi Indian ajar. sebab dalam model kurikulum ini umpan balik selalu diberikan. Pelaksanaan pengajaran mengikuti langkah-langkah sebagai berikut. . Kegiatan evaluasi dilakukan pada setiap saat. Bahan ajar atau isi kurikulum banyak diambil dari disiplin ilmu. Para siswa belajar secara individual melalui media buku-buku ataupun media elektronik. suatu unit ataupun semester. 3) Pengetahuan tentang hasil. Sebagai tanda menguasai bahan mereka harus menguasai seara tuntas tujuan-tujuan dari suatu program. d. Sesuai dengan landasan pemikiran mereka. Juga dapat menjadi umpan balik bagi guru dan pengembang kurikulum untuk penyempurnaan kurikulum. pada akhir suatu pelajaran. Evaluasi. Kemajuan siswa dapat segera diketahui oleh siswa sendiri. Para siswa diberi penjelasan tentang pentingnya bahan yang harus dipelajari. bahwa model pengajarannya menekankan sifat ilmiah. bentuk ini tes dipandang yang paling cocok. c. Fungsi evaluasi ini bermacammacam. umpan balik bagi siswa pada akhir suatu program atau semester (evaluasi sumatif). Mereka belajar dengan cara memberikan respons secara cepat terhadap persoalan-persoalan yang diberikan. Urutan dari objektifobjektif ini pada dasarnya menjadi inti organisasi bahan. sebagai umpan balik bagi siswa dalam penyempurnaan penguasaan suatu satuan pelajaran (evaluasi formatif).

yaitu: 1) Prosedur pengembangan kurikulum dinilai dan disempurnakan oleh . Apalagi kalau digunakan program-program yang lebih berstruktur seperti pengajaran berprogram. Pengembangan kurikulum Dalam pengembangan kurikulum model lama. Dengan model pengajaran ini tingkat penguasaan siswa dalam standar konvensional jauh lebih tinggi dibandingkan dengan model-model lain. menurut para ahli teknologi pendidikan. bila sikapnya positif maka siswa akan berhasil. Meskipun memiliki kelebihan-kelebihan. yang dilengkapi dengan sistem umpan balik dan bimbingan yang teratur dari dapat mempercepat dan meningkatkan penguasaan siswa. kurikulum teknologis tidak terlepas dari beberapa keterbatasan atau kelemahan. direvisi beberapa kali sampai standar yang diharapkan dapat dicapai. penyusunan kurikulum. sintetis. konsep-konsep. evaluasi) juga bahan-bahan ajar yang bersifat afektif. Masalah kebosanan juga berpengaruh terhadap proses belajar. Metode mengajar mereka cenderung seragam. Model ini terbatas kemampuannya untuk mengajarkan bahan ajar yang kompleks atau membutuhkan penguasaan tingkat tinggi (analisis. tetapi bila sikapnya negatif. tingkat penguasaannya pun relatif rendah. Pengembangan kurikulum teknologis berpegang pada beberapa kriteria. Keberhasilan belajar siswa juga sangat dipengaruhi oleh sikap mereka. penyusunan buku-buku serta perangkat kurikulum lainnya lebih bersifat seni dan didasarkan atas kepentingan politik daripada landasan-landasan ilmiah dan teknologis.Program pengajaran teknologis sangat menekankan efisiensi dan efektivitas. 2. Pengembangan kurikulum diarahkan pada pencapaian nilai-nilai umum. Program dikembangkan melalui beberapa kegiatan uji coba dengan sampel-sampel dari suatu populasi yang sesuai. masalah dan keterampilan yang akan menjadi isi kurikulum disusun dengan fokus pada nilainilai tadi. Beberapa percobaan menunjukkan kemampuan siswa untuk mentransfer hasil belajar cukup rendah. pengajaran modul atau pengajaran dengan bantuan video dan komputer. Pengajaran teknologis sukar untuk dapat melayani bakat-bakat siswa belajar dengan metode-metode khusus.

Model ini di Indonesia dikenal dengan nama Satuan Pelajaran dalam lingkungan Pendidikan Dasar dan Menengah atau Satuan Acara Perkuliahan pada Perguruan Tinggi. Pengembangan kurikulum ini membutuhkan kerjasama dengan para penyusun program dan penerbit media elektronik dan media cetak. sekuens-sekuens pengajaran perlu diujicobakan dalam bentuk prototipe-prototipe. terutama guru-guru untuk mengembangkan sendiri program pengajarannya. Keempat . Dengan pendekatan ini biaya dapat lebih ditekan. terutama bagi sekolah atau daerah-daerah yang kemampuan finansialnya masih rendah. Pemecahan masih dapat dilakukan dengan menerapkan model kurikulum teknologis yang lebih menekankan pada teknologi sistem dan kurang menekankan pada teknologi alat. Ketiga prototipe. dan organisasi. perlu mempertimbangkan beberapa hal. Kedua spesifikasi. serta keterampilan-keterampilan untuk mencapai tujuan. Pertama. Hal ini menyangkut pasaran. baik dilihat dari segi kegunaannya maupun ketepatan penggunaannya. standar perilaku belajar. 2) Hasil pengembangan terutama yang berbentuk model adalah yang bisa diuji coba ulang. formulasi perlu dirumuskan terlebih dahulu apakah pengembangan alat atau media tersebut benarbenar diperlukan. di samping memberi kesempatan kepada pelaksana pengajaran. Pengembangan kurikulum teknologis terutama yang menekankan teknologi alat. Di pihak lain harus dicegah jangan sampai pengembangan kurikulum ini menjadi objek bisnis. diperlukan adanya spesifikasi dari alat atau media yang akan dikembangkan. sebag ai bagman dari. dan hendaknya memberikan hasil yang sama. Pengembangan pengajaran yang betul-betul berstruktur dan bersatu dengan alat dan media membutuhkan biaya yang tidak sedikit.pengembang kurikulum yang lain. Spesifikasi juga meliputi spesifikasi situasi lingkungan tempat belajar. Sistem Instruksional atau Desain Instruksional. demikian juga format-format media. Inilah hambatan utama pengembangan kurikulum ini. Pengembangan dan penggunaan alat dan media pengajaran bukan hanya sebagai alat bantu tetapi bersatu dengan program pengajaran dan ditujukan pada penguasaan kompetensi tertentu. Inti dari pengembangan kurikulum teknologis adalah penekanan pada kompetensi.

pemegang kebijaksanaan pendidikan. Sistem pendidikan. Data tentang kebaikan dan kekurangan-kekurangan sangat diperlukan bagi penyempurnaan. Buku ini sangat berfaidah bagi para pendidik. E. yang disebut Confluent Education. umumnya ditentukan oleh pihak lain. Belmont California: A Phi Delta Kappa Book. tetapi perkembangan yang menyeluruh dari pribadi anak dapat tercapai. tetapi juga dilengkapi dengan ilustrasi dalam praktik. dasar-dasar teori Gestalt. Dengan Confluent Education bukan saja kelas menjadi lebih hidup. (1975). alat pelajaran dan lain-lain. Dengan pendekatan ini mereka ingin memperbaiki pelaksanaan yang mereka sebut sebagai kelas yang mati. merupakan reaksi dan sekaligus ingin memperbaiki sistem pendidikan yang ada. Bernice B. Pengajaran bersifat . kurikulum. buku. ahli kurikulum dan pengajaran. (1974). hasil dari pengembangan dicoba diterapkan di dalam sistem pengajaran yang berlaku. suatu komisi dan sebagainya. Buku ini menguraikan pendidikan dan pengajaran yang didasarkan atas teori Gestalt. George Isaac (ed). Gilchrist. konsep-konsep Confluent Education. Dalam buku ini para penulis tidak hanya menguraikan segi-segi teoretis. contoh-contoh rencana serta pelaksanaan pelajarannya. Buku Acuan Brown. Apa yang dikupas dalam buku ini. Sistem pendidikan yang ada umumnya kurang memperhatikan kebutuhan siswa dan kurang melibatkan partisipasi guru dan siswa. Proses pelaksanaan. serta para guru di sekolah. hasil dan kesulitan-kesulitan yang dihadapi dicatat sebagai umpan balik bagi penyempurnaan selanjutnya. sebab dalam pendekatan ini faktor afektif mendapatkan tempat yang sama dengan faktor kognitif. sehingga perkembangannya lebih optimal. Kelima mencoba hasil. Suasana kelas dapat dihidupkan melalui pelaksanaan Confluent Education. Robert S. Curriculum Development: A Humanized System Approach. & Roberts. Pokok-pokok yang diuraikan dalam buku ini meliputi. New York: The Viking Press. unit-unit pengajaran diujicobakan pada sejumlah sampel siswa untuk mengetahui keberhasilan dan kelemahannya. The Live Classroom. tanpa melibatkan siswa dan guru.percobaan pertama.

bagaimana mempersiapkan dan melaksanakan pengajaran yang efektif dan terakhir bagaimana mengembangkan sistem sekolah yang bersifat humanistik. . hakikat manusia. Melihat kelemahankelemahan di atas para penulis melalui buku ini ingin memperbaikinya. bagaimana mengorganisasi pendidikan sehingga tercipta kegia tan belajar yang efektif. Buku ini sangat berguna bagi perencana dan pelaksana kurikulum dan pengajaran. Perbaikan tersebut bertolak dari pendekatan humanisme. Segi afektif berjalan sejajar dengan segi kognitif dan psikomotor. nilai dan tujuan perkembangan manusia. suatu pandangan pendidikan yang menekankan kebutuhan perkembangan pribadi siswa seutuhnya.mekanis dan satu komponen terlepas dari komponen lainnya. Dalam buku ini secara sistematis dikemukakan.

kondisi. Kurikulum juga diartikan sebagai dokumen tertulis dari suatu rencana atau program pendidikan (written curriculum). Kedua kesesuaian antarkomponen-komponen kurikulum. yaitu sebagai program pengajaran pada suatu jenjang pendidikan. kemungkinan dilaksanakan di kelas. serta evaluasi. Keempat komponen tersebut berkaitan erat satu sama lain. Apakah dalam lingkup yang luas ataupun sempit. isi dan tujuan kurikulum.BAB 6 ANATOMI DAN DESAIN KURIKULUM Pada bab-bab sebelum ini telah dikemukakan bahwa terdapat variasi dalam mendepinisikan kurikulum. Ada yang memandangnya secara sempit. yaitu isi sesuai dengan tujuan. Unsur atau komponenkomponen dari anatomi tubuh kurikulum yang utama adalah: tujuan. Ada yang mengartikannya secara luas. dan dapat pula menyangkut lingkup yang sangat sempit. Kurikulum dapat mencakup lingkup yang sangat luas. demikian juga evaluasi sesuai dengan proses. seperti program pengajaran suatu mata pelajaran untuk beberapa jam pelajaran. proses sesuai dengan isi dan tujuan. isi atau materi. kurikulum membentuk desain yang menggambarkan pola organisasi dari komponen-komponen kurikulum dengan perlengkapan penunjangnya. yaitu kurikulum sebagai kumpulan mata pelajaran atau bahan ajar. Tidak semua yang ada dalam kurikulum tertulis. yang memiliki susunan anatomi tertentu. kebutuhan. dan perkembangan masyarakat. proses atau sistem penyampaian dan media. A. Komponen-Komponen Kurikulum Kurikulum dapat diumpamakan sebagai suatu organisme manusia ataupun binatang. Pertama kesesuaian antara kurikulum dengan tuntutan. Kesesuaian ini meliputi dua hal. . Suatu kurikulum harus memiliki kesesuaian atau relevansi. dan juga sebagai pelaksanaan dari rencana di atas (actual curriculum). meliputi semua pengalaman yang diperoleh siswa karena pengarahan-bimbingan dan tanggung jawab sekolah.

yaitu tujuan umum dan khusus. Dalam mempersiapkan pelajaran. Tujuan institusional. memerlukan waktu yang lebih lama dan lebih sukar diukur. tujuan ideal pendidikan bangsa Indonesia. guru menjabarkan tujuan mengajarnya dalam bentuk tujuan-tujuan khusus atau objectives yang yang bersifat operasional. sempit. menengah. karena lebih jelas dan mudah pencapaiannya.Telah dikemukakan bahwa. Pertama perkembangan tuntutan. akan mengarahkan semua kegiatan pengajaran dan mewarnai komponen-komponen kurikulum lainnya. jangka panjang. Tujuan instruksional yang merupakan target yang harus dicapai oleh sesuatu mata pelajaran. tujuan memegang peranan penting. terutama falsafah negara. dan menekankan pada perilaku siswa. Tujuan pendidikan nasional yang berjangka panjang merupakan suatu tujuan pendidikan umum. Tujuan demikian akan menggambarkan "what will the student he able to do as a result of the teaching that he was unable to do before" (Rowntree. menjadi sasaransasaran khusus yang lebih konkret. merupakan sasaran pendidikan sesuatu lembaga pendidikan. tujuan-tujuan khusus lebih diutamakan. didasari oleh pemikiran-pemikiran dan terarah pada pencapaian nilai-nilai filosofis. Dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah 1975/1976 dikenal kategori tujuan sebagai berikut. sebab hal itu akan dapat memberikan gambaran yang lebih konkret. pencapaiannya . Kedua. Tujuan-tujuan khusus dijabarkan dari sasaran-sasaran pendidikan yang bersifat umum yang biasanya abstrak dan luas. Tujuan pendidikan nasional merupakan tujuan jangka panjang. adalah tujuan yang ingin dicapai oleh sesuatu program studi. dan jangka pendek. 1974: 5). Dalam kegiatan belajar-mengajar di-dalam kelas. yang merupakan tujuan pokok bahasan. dan terbatas. Yang terakhir ini. Kita mengenal beberapa kategori tujuan pendidikan. masih dirinci lagi menjadi tujuan instruksional umum dan khusus atau disebut juga objektif. sedang perumusan tujuan umum lebih bersifat abstrak. sedangkan tujuan isntruksional yang berjangka waktu cukup pendek merupakan tujuan yang bersifat khusus. dalam kurikulum atau pengajaran. Tujuan kurikuler. kebutuhan dan kondisi masyarakat. Mengajar dalam kelas lebih menekankan tujuan khusus. Tujuan kurikulum dirumuskan berdasarkan dua hal.

Bloom. yaitu domain kognitif. gerakan-gerakan keterampilan dan komunikasi yang berkesinambungan. verbal information. dan evaluasi. dan psikomotor. Perumusan tujuan mengajar yang berbentuk tujuan khusus (objective). (1975) membagi domain kognitif atas enam tingkatan dari yang paling rendah. cognitive strategies. menilai. gerakan-gerakan dasar. Domain psikomotor menyangkut penguasaan dan pengembangan keterampilanketerampilan motorik. Untuk domain psikomotor Anita Harrow (1971) membaginya atas enam jenjang. sintesis. kecakapan mengamati. pemahaman. membantu memudahkan guru-guru memilih dan menyusun bahan ajar. diberikan referensi dan sumber yang memadai. Untuk domain afektif Krathwohl dan kawan-kawan (1974) membaginya atas lima tingkatan yang juga berjenjang. hlm. afektif. memberikan beberapa keuntungan: a. dan karakterisasi nilai-nilai. Tujuan khusus memudahkan dalam mengkomunikasikan maksud kegiatan mengajar-belajar kepada siswa. Tujuan khusus memudahkan guru menentukan kegiatan belajar dan media mengajar. Tujuan-tujuan khusus mengajar juga memiliki tingkat kesukaran yang berbeda-beda. minat.Tujuan-tujuan mengajar dibedakan atas beberapa kategori. yaitu: gerakan refleks. b. 23-24). merespons. sesuai dengan perilaku yang menjadi sasarannya. Tujuan khusus. . motor skills and attitudes (1974. dan nilai-nilai. yaitu: pengetahuan. kecakapan jasmaniah. Domain kognitif berkenaan dengan penguasaan kemampuan-kemampuan intelektual atau berpikir. yaitu: menerima. sikap. analisis. c. Berdasarkan penelitian Mager dan Clark (1963) siswa yang mengetahui tujuan-tujuan khusus suatu pokok bahasan. Bloom mengemukakan tiga kategori tujuan mengajar sesuai dengan domain-domain perilaku individu. yaitu intellectual skills. Domain afektif berkenaan dengan penguasaan dan pengembangan perasaan. aplikasi. Gage dan Briggs mengemukakan lima kategori tujuan. dapat belajar sendiri dalam waktu setengah dari waktu belajar dalam kelas biasa. mengorganisasi nilai.

Kelemahan di atas akan menyebabkan penyusunan tujuan-tujuan khusus bersifat mekanistis. yaitu: a. Menggambarkan apa yang diharapkan dapat dilakukan oleh siswa. Banathy (1968). Menggambarkan kondisi atau lingkungan yang menunjang tingkah laku siswa. Untuk mengatasi kedua kesukaran di atas diperlukan keahlian. Kekurangan keahlian. Bagaimana perumusan sesuatu tujuan khusus atau objective yang baik? Beberapa ahli seperti Mager (1962). 2) kecepatan. 2) kondisi atau lingkungan psikologis. Dengan tujuan khusus guru lebih mudah menentukan bentuk tes. De Cecco (1977) dan Davies (1981) sepakat bahwa. Ahli-ahli di atas juga memberikan beberapa spesifikasi dari tujuan-tujuan mengajar khusus. Gagne (1974). dalam bentuk: 1) ketepatan atau ketelitian respons. 2) Sukar menyusun tujuantujuan khusus pada tingkat tinggi. yang mudah diukur. Di samping keuntungan-keuntungan di atas pengembangan tujuantujuan mengajar yang bersifat khusus menghadapi beberapa kesukaran. den gan: 1) menggunakan kata-kata kerja yang menunjukkan tingkah laku yang dapat diamati. dengan jumlah tujuan yang sangat banyak. Tujuan khusus memudahkan guru mengadakan penilaian. 3) memberikan pengkhususan tentang sumber-sumber yang dapat digunakan siswa dan orang-orang yang dapat diajak bekerjasama. b. lebih mudah merumuskan butir tes dan lebih mudah menentukan kriteria pen capaiannya. 2) menunjukkan stimulus yang membangkitkan tingkah laku siswa. c. Menunjukkan mutu tingkah laku yang diharapkan dilakukan oleh siswa.d. Rowntree (1974). panjangnya dan frekeunsi respons. tujuan khusus merupakan suatu perilaku yang diperlihatkan siswa pada akhir suatu kegiatan belajar. berupa: 1) kondisi atau lingkungan fisik. . latihan dan pengalaman yang mencukupi dari guru-guru. yaitu: 1) Sukar menyusun tujuan-tujuan khusus untuk domain afektif. latihan dan pengalaman akan membawa guru -guru pada perumusan tujuan-tujuan yang bertaraf rendah.

Menurut Rowntree (1974: 75) "sekuens kausal cocok untuk menyusun bahan ajar dalam bidang meteorologi dan geomorfologi". Hap topik atau subtopik mengandung ide-ide pokok yang relevan dengan tujuan yang telah ditetapkan. Peristiwaperistiwa sejarah. Bahan ajar Siswa belajar dalam bentuk interaksi dengan lingkungannya. untuk mendorong siswa melakukan interaksi yang produktif dan memberikan pengalaman belajar yang dibutuhkan. Masih berhubungan erat dengan sekuens kronologis adalah sekuens kausal. Untuk menyusun bahan ajar yang mengandung urutan waktu. penemuanpenemuan ilmiah dan sebagainya dapat disusun berdasarkan sekuens kronologis. yang mencakup komponen komponen: tujuan khusus. dan evaluasi hasil mengajar dibahas secara tersendiri. 3) Sekuens struktural. Dalam fisika tidak mungkin mengajarkan alat-alat optik. Topik-topik atau sub-subtopik tersebut terusun sekuens tertentu yang membentuk suatu sekuens bahan ajar. Siswa dihadapkan pada peristiwa-peristiwa atau situasi yang menjadi sebab atau pendahulu dari sesuatu peristiwa atau situasi lain. strategi mengajar. maka dalam bagian ini yang akan diuraikan hanya sekuens bahan ajar.2. Kegiatan dan lingkungan demikian dirancang dalam suatu rencana mengajar. Ada beberapa cara untuk menyusun sekuens bahan ajar. perkembangan historis suatu institusi. Bagian-bagian bahan ajar suatu bidang studi telah mempunyai struktur tetentu. lingkungan orang-orang. sekuens bahan ajaran. yaitu: 1) Sekuens kronologis. Penyusunan sekuens bahan ajar bidang studi tersebut perlu disesuaikan dengan strukturnya. tanpa terlebih dahulu mengajarkan pemantulan . Sekuens bahan ajar Untuk mencapai tiap tujuan mengajar yang telah ditentukan diperlukan hahan ajar. media dan sumber belajar. serta evaluasi hasil mengajar. dapat digunakan sekuens kronologis. Bahan ajar tersusun atas topik-totpik dan sub-subtopik tertentu. 2) Sekuens kausal. a. alat-alat dan ide-ide. Karena perumusan tujuan khusus strategi. Dengan mempelajari sesuatu yang menjadi sebab atau pendahulu para siswa akan menemukan akibatnya. Tugas utama seorang guru adalah menciptakan lingkungan tersebut.

meliputi 5 langkah. Topik atau pokok bahan ajar tersebut adalah sesuatu yang populer dan sederhana. dan pemantulan dan pembiasan cahaya tidak mungkin diajarkan tanpa terlebih dahulu mengajarkan masalah cahaya. dari benda-benda kepada teori. 6) Rangkaian ke belakang. Model ini dikembangkan oleh Gagne (1965). yaitu: (a) Pembatasan masalah (b) Penyusunan hipotesis. kemudian dicari suatu hierarki urutan bahan ajar untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. berturut-turut . dikembangkan oleh Thomas Gilbert (1962). Bahan ajar juga dapat disusun berdasarkan urutan logis. (d) Pengetesan hipotesis. Hierarki tersebut menggambarkan urutan perilaku apa yang mula-mula harus dikuasai siswa. proses pemecahan masalah yang besifat ilmiah. tetapi menurut sekuens psikologis sebaliknya dari keseluruhan kepada bagian. 7) Sekuens berdasarkan hierarki belajar. kemudian guru menyajikan data tentang sesuatu masalah dari langkah (a) sampai (d). (c) Pengumpulan data. Menurut sekuens logis bahan ajar disusun dari yang nyata kepada yang abstrak. dengan prosedur sebagai berikut: tujuan-tujuan khusus utama pembelajaran dianalisis. dari yang sederhana kepada yang kompleks. dan alat-alat optik tersusun secara struktural.dan pembiasan cahaya. Masalah cahaya. dan siswa diminta untuk membuat interpretasi hasilnya (e). dari fungsi kepada struktur. dari yang kompleks kepada yang sederhana. Contoh. Pada kesempatan lain guru menyajikan data tentang masalah lain d langkah (a) sampai (c) dan ari siswa diminta untuk mengadakan pengetesan hipotesis (d) dan seterusnya. Rowntree (1974: 77) melihat perbedaan antara sekuens logis dengan psikologis. tetapi kemudian diperluas dan diperdalam dengan bahan yang lebih kompleks. (backward chaining). 4) Sekuens logis dan psikologis. 5) Sekuens spiral. Dari topik atau pokok tersebut bahan diperluas dan diperdalam. dari masalah bagaimana kepada masalah mengapa. Bahan ajar dipusatkan pada topik atau pokok bahan tertentu. Menurut sekuens logis bahan ajar dimulai dari bagian menuju pada keseluruhan. pemantulan-pembiasan. Dalam mengajarnya mulai dengan langkah (e). Dalam sekuens ini mengajar dimulai dengan langkah terakhir dan mundur ke belakang. (e) Interpretasi basil tes. dikembangkan oleh Bruner (1960).

Reception dan exposition sesungguhnya mempunyai makna yang sama.sampai dengan perilaku terakhir. Strategi mengajar Penyusunan sekuens bahan ajar berhubungan erat dengan strategi atau metode mengajar. verbal association. a. mereorganisasikan bahan serta membuat kesimpulankosimpulan. hanya berbeda dalam pelakunya. Reception/Exposition Learning . multiple discrimination. serta menemukan hal-hal yang bermanfaat bagi dirinya. .Meaningful Lerning. (Gagne. motor-chain learning. Reception learning dilihat dari sisi siswa sedangkan exposition dilihat dari sisi guru. Dalam exposition atau reception learning keseluruhan bahan ajar disampaikan kepada siswa dalam bentuk akhir atau bentuk jadi. concept learning.Discovery Learning dan Rote Learning. menerapkan. 1970: 63-64). baik secara lisan maupun secara tertulis.Discovery Learning dan Groups . Melalui kegiatan-kegiatan tersebut siswa akan menguasainya. Gagne mengemukakan 8 tipe belajar yang tersusun secara hierarkis mulai dari yang paling sederhana: signal learning. Pada waktu guru menyusun sekuens suatu bahan ajar. Ausubel and Robinson (1969 : 43-45) membaginya atas strategi Reception Learning. 3. mengkategorikan.Discovery Learning. Ada beberapa strategi yang dapat digunakan dalam mengajar. membandingkan. menganalisis. dan problem-solving learning. stimulus-respons learning. mengintegrasikan. Siswa tidak dituntut untuk mengolah. Dalam discovery learning bahan ajar tidak disajikan dalam hentuk akhir.Individual Learning. siswa dituntut untuk melakukan berbagai kegiatan flienghimpun informasi. atau melakukan aktivitas lain kecuali menguasainya. Rowntree (1974: 93-97) membagi strategi mengajar itu atas Exposition . Untuk bidang studi tertentu dan pokokpokok bahasan tertentu hierarki juga dapat mengikuti hierarki tipe-tipe belajar dari Gagne. is juga harus memikirkan strategi mengajar mana yang sesuai untuk menyajikan bahan ajar dengan urutan seperti itu. principle learning.

karena kemampuan dan kecepatan belajar siswa tidak sama.b. siswa-siswa yang kurang dan lambat. Discovery learning dalam bentuk kelas pelaksanaannya agak sukar dan mempunyai beberapa masalah. . hukum dan teori-teori yang telah dikuasai siswa sebelumnya. c) meaningful-discovery learning. Dalam meaningful learning penyampaian bahan mengutamakan maknanya bagi siswa. Di pihak lain anak-anak lambat akan menderita kurang motif belajar. Group Learning . Masalah pertama. dalil. Siswa menguasai bahan ajar dengan menghafalkannya. c. data. Rote learning . b) rotereception learning. Struktur kognitif terdiri atas fakta-fakta. konsep. Pelaksanaan discovery learning menuntut aktivitas belajar yang bersifat individual atau dalam kelompok-kelompok kecil.Meaningful Learning. yang lain mungkin hanya akan menanti atau menonton. akan mengikuti saja kegiatan dan menerima temuan-temuan anak-anak cepat. Kerja sama hanya akan dilakukan oleh anak-anak yang aktif. yang tersusun membentuk suatu struktur dalam pikiran anak. Menurut Ausubel and Robinson (1970: 5253) sesuatu bahan ajar bermakna bila dihubungkan dengan struktur kognitif yang ada pada siswa. Lebih lanjut Ausubel and Robinson menekankan bahwa reception-discovery learning dan rote-meaningful learning dapat dikombinasikan satu sama lain sehingga membentuk 4 kombinasi strategi belajar-mengajar. Dalam rote learning bahan ajar disampaikan kepada siswa tanpa memperhatikan arti atau maknanya bagi siswa.Individual Learning. Dengan demikian akan terjadi perbedaan yang semakin jauh antara anak pandai dengan yang kurang. Masalah lain adalah kemungkinan untuk bekerja sama. dan kemungkinan menjadi pengganggu kelas. dalam kelas besar tidak mungkin semua anak dapat bekerja sama. yaitu: a) meaningful-reception learning. dan d) rote-discovery learning. maka kegiatan discovery hanya akan dilakukan oleh siswa-siswa yang pandai dan cepat. proposisi. acuh tak acuh.

Intensitas interaksi insani dalam berbagai metode mengajar tidak selalu sama. benda. Terutama kehadiran guru mempengaruhi perilaku siswa atau siswasiswanya. dibuat di atas kertas. sosiodrama. ukuran. a. Perumusan di atas menggambarkan pengertian media yang cukup luas. Interaksi insani. roman muka. bergerak atau tidak. c. film. video cassette. dan rekaman suara. kecepatan. permainan. .4. gerakgerik. realita. sikap. Dalam komunikasi tersebut kehadiran sesuatu pihak secara sadar atau tidak sadar mempengaruhi perilaku yang lainnya. Media ini menunjukkan penyajian berbagai bentuk variasi gambar dan diagram nyata ataupun simbol. serta berbagai bentuk alat penyaji perangsang belajar. objek studi siswa. Komunikasi yang bersifat verbal memegang peranan penting. Intensitas interaksi insani dalam metode ceramah lebih rendah dibandingkan dengan metode diskusi. dan lain-lain lebih memegang peranan penting sebagai contohcontoh nyata. peristiwa. binatang. Realia. sedangkan dalam realita orang-orang tersebut hanya menjadi objek pengamatan. simbol tertulis. dan komputer. kaset. makhluk. yaitu Interaksi insani. dan sebagainya yang diamati siswa. Interaksi insani dapat bcrlangsung melalui komunikasi verbal atau nonverbal. televisi. mencakup berbagai bentuk perangsang belajar yang sering disebut sebagai audio visual aid. Untuk pengembangan segi-segi afektif. berupa alat-alat elektronika seperti mesin pengajaran. disket. Realita merupakan bentuk perangsang nyata seperti orang-orang. terutama dalam perkembangan segi kognitif siswa. audio cassette. Media mengajar Media mengajar merupakan segala macam bentuk perangsang dan alat yang disediakan guru untuk mendorong siswa belajar. pictorial. Pictorial. benda-benda. penampilan fisik. simulasi. dan media lainnya. film. Rowntree (1974: 104-113) mengelompokkan media mengajar menjadi lima macam dan disebut Modes. dan lain-lain. Dalam interaksi insani siswa berkomunikasi dengan orang-orang. Media ini merupakan komunikasi langsung antara dua orang atau lebih. b. bentuk-bentuk komunikasi nonverbal seperti: perilaku. Media pictorial mempunyai banyak keuntungan karena hampir semua bentuk.

Simbol tertulis merupakan media penyajian informasi yang paling umum. Rekaman suara dapat disajikan secara tersendiri atau digabung dengan media pictorial. e. Ada beberapa macam bentuk media simbol tertulis seperti buku teks. dan sebagainya. d. dan majalah-majalah. Simbol tertulis. mengemukakan 12 macam media mengajar atau audio visual aid. Dale (1969). Penulisan simbol-simbol tertulis biasanya dilengkapi dengan media pictorial seperti gambar-gambar. tetapi tetap efektif. yang disebutnya Cone of Experience. Penggunaan rekaman suara tanpa gambar dalam pengajaran bahasa cukup efektif. bagan. Rekaman suara. Kerucut pengalaman dari Edgar Dale . Juga penyajiannya dapat bervariasi dari bentuk yang paling sederhana seperti sketsa dan bagan sampai dengan yang cukup sempurna seperti film bergerak yang berwarna dan bersuara. buku paket. Berbagai bentuk informasi dapat disampaikan kepada anak dalam bentuk rekaman suara.dan peristiwa dapat disajikan dalam media ini. paket program belajar. modul. grafik. atau bentuk-bentuk animasi yang disajikan dalam video atau komputer. yaitu: BAGAN 6. atau kerucut pengalaman.

Menurut lingkup luas bahan dan jangka waktu belajar dibedakan antara evaluasi formatif dan evaluasi sumatif. Evaluasi pengajaran Komponen utama selanjutnya setelah rumusan tujuan.5. Dalam evaluasi ini disusun butir-butir soal untuk mengukur pencapaian tiap tujuan khusus yang telah ditentukan. strategi. penentuan sekuens bahan ajar. a. dan media mengajar adalah evaluasi dan penyempurnaan. Evaluasi hasil belajar-mengajar Untuk menilai keberhasilan penguasaan siswa atau tujuan-tujuan khusus yang telah ditentukan. diadakan suatu evaluasi. Evaluasi ini disebut juga evaluasi hasil belajar-mengajar. demikian juga dalam pencapaian tujuan-tujuan belajar dan proses pelaksanaan mengajar. Hasil evaluasi formatif ini terutama digunakan untuk . Umpan balik tersebut digunakan untuk mengadakan berbagai usaha penyempurnaan baik bagi penentuan dan perumusan tujuan mengajar. Evaluasi formatif ditujukan untuk menilai penguasaan siswa terhadap tujuan-tujuan belajar dalam jangka waktu yang relatif pendek. Tiap kegiatan akan memberikan umpan balik. strategi mengajar. Tujuan utama dari evaluasi formatif sebenarnya lebih besar ditujukan untuk menilai proses pengajaran. Evaluasi ditujukan untuk menilai pencapaian tujuan-tujuan yang telah ditentukan serta menilai proses pelaksanaan mengajar secara keseluruhan. Dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah evaluasi formatif digunakan untuk menilai penguasaan siswa setelah selesai mempelajari satu pokok bahasan. Untuk tiap tujuan khusus minimal disusun satu butir soal. bahan ajar. dan media mengajar.

Kelompok ini dapat berupa kelompok kelas. and (3) improving learning and instruction. criterion referenced digunakan pada evaluasi formatif. (2) to aid in motivating learning. juga merupakan evaluasi atau tes diagnostik. Untuk mengukur tingkat penguasaan siswa terhadap tujuan-tujuan yang telah ditentukan atau bahan yang telah diajarkan ada dua macam norma yang digunakan. Thorndike. dan (3) to increase retention and transfer or learning. satu semester. Dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah. pupils. sekolah. Dalam norm referenced. . Dalam implementasi kurikulum atau pelaksanaan pengajaran. Dengan demikian norma yang digunakan adalah norma kelompok. ataupun nasional. kelulusan ujian) serta menilai efektivitas program secara menyeluruh. Dalam cirterion referenced penguasaan siswa yang diukur dengan sesuatu tes hasil belajar dibandingkan dengan sesuatu kriteria tertentu umpamanya 80% dari tujuan atau bahan yang diberikan. 1976: 654). yang lebih bersifat relatif. daerah. Dengan demikian dalam cirterion referenced ada suatu kriteria standar. Ini sesuai dengan pendapat Grondlund (1976: 499) bahwa eva luasi sumatif berguna bagi: (1) assigning grades. Evaluasi sumatif mempunyai fungsi yang lebih luas daripada evaluasi formatif.memperbaiki proses belajar-mengajar dan membantu mengatasi kesulitankesulitan belajar siswa. (2) reporting learning progress to parents. sedangkan norm referenced digunakan pada evaluasi sumatif. tidak ada suatu kriteria sebagai standar. Evaluasi sumatif ditujukan untuk menilai penguasaan siswa terhadap tujuan-tujuan yang lebih luas. Gronlund. selain berfungsi menilai proses. 1979: 170177. sebagai hasil usaha belajar dalam jangka waktu yang cukup lama. satu tahun atau selama jenjang pendidikan. Dengan demikian evaluasi formatif. Gronlund (1976: 489) mengemukakan fungsi tes formatif sebagai berikut: (1) to plan corrective action for overcoming learning deficiences. evaluasi sumatif dimaksudkan untuk menilai kemajuan belajar siswa (kenaikan kelas. penguasaan siswa dibandingkan dengan tingkat penguasaan kawan-kawannya satu kelompok. yaitu norm referenced dan criterion referenced (Chauhan. and school personnel. 1976: 18-19.

dilihat dari peranannya dan tingkat kelemahannya (Rowntree. merupakan umpan balik bagi penyempurnaan-penyempurnaan lebih lanjut. spesialis pendidikan. keluarga.b. fasilitas dan biaya. guru. afektif dan psikomotor. dan komponen populasi. tim evaluasi Kanwil atau Pusat. Evaluasi dapat dilakukan oleh guru atau oleh pihak -pihak lain yang berwenang atau diberi tugas. Suatu komponen mendapatkan prioritas lebih dulu atau mendapatkan penyempurnaan lebih banyak. organisasi. metode. yang meliputi evaluasi komponen tujuan mengajar. yang mencakup: siszva. studi dokumenter. seperti observasi. Stufflebeam dan kawan-kawan (1977: 243) mengutip Model Evaluasi dari EPIC. strategi dan media pengajaran. baik evaluasi hasil belajar. Karena sifatnya menyeluruh dan terus menerus tersebut maka evaluasi pelaksanaan sistem mengajar dapat dipandang sebagai suatu monitoring. evaluasi dan umpan balik diadakan secara terus menerus. Untuk mengevaluasi komponenkomponen dan proses pelaksanaan mengajar bukan hanya digunakan tes tetapi juga digunakan bentuk-bentuk nontes. 1974: 150-151). pada dasarnya semua komponen mengajar mempunyai kemungkinan untuk disempurna kan. 6. Evaluasi pelaksanaan mengajar Komponen yang dievaluasi dalam pengajaran bukan hanya hasil belajarmengajar tetapi keseluruhan pelaksanaan pengajaran. angket dan checklist. Sesuai dengan prinsip sistem. seperti Kepala Sekolah dan Pengawas. walupun tidak semua komponen mendapat evaluasi yang sama kedalaman dan keluasannya. bahwa dalam program mengajar komponen-komponen yang dievaluasi meliputi: komponen tingkah laku yang mencakup aspek-aspek (subkomponen): kognitif. maupun evaluasi pelaksanaan mengajar secara keseluruhan. Penyempurnaan pengajaran Hasil-hasil evaluasi. dan masyarakat. Penyempurnaan juga mungkin dilakukan secara langsung begitu didapatkan . serta komponen evaluasi mengajar sendiri. analisis hasil pekerjaan. komponen mengajar mencakup subkomponen: isi. dan bagimana penyempurnaan tersebut dilaksanakan' Sesuai dengan komponen-komponen yang dievaluasi. administrator. bahan pengajaran (yang menyangkut sekuens bahan ajar). Komponen apa yang disempurnakan.

Semua hal tersebut bergantung pada kesimpulan-kesimpulan hasil evaluasi. Problems centered design. atau mulai dengan yang dasar diteruskan dengan yang lanjutan. B. . Walaupun bertolak dari hal yang sama. Penyusunan desain kurikulum dapat dilihat dari dua dimensi. Susunan lingkup ini sering diintegrasikan dengan proses belajar dan mengajarnya. Dalam subject centered design dikenal ada: the subject design. Dimensi horisontal berkenaan dengan penyusunan dari lingkup isi kurikulum. Bahan tersusun mulai dari yang mudah. yaitu dimensi horisontal dan vertikal. yaitu: 1. kemudian menuju pada yang lebih sulit. Penyempurnaan mungkin dilaksanakan sendiri oleh guru. Dimensi vertikal menyangkut penyusunan sekuens bahan berdasarkan urutan tingkat kesukaran. Berdasarkan pada apa yang menjadi fokus pengajaran. sekurangkurangnya dikenal tiga pola desain kurikulum. suatu desain kurikulum yang berpusat pada bahan ajar. suatu desain kurikulum yang mengutamakan peranan siswa. Penyempurnaan juga mungkin bersifat menyeluruh atau hanya menyangkut bagian-bagian tertentu. atau ditangguhkan sampai jangka waktu tertentu bergantung pada urgensinya dan kemungkinannya mengadakan penyempurnaan. the disciplines design dan the broad fields design. Desain Kurikulum Desain kurikulum menyangkut pola pengorganisasian unsur-unsur atau komponen kurikulum. Subject centered design. Learner centered design. desain kurikulum yang berpusat pada masalahmasalah yang dihadapi dalam masyarakat. tetapi dalam hal-hal tertentu mungkin dibutuhkan bantuan atau saran-saran orang lain baik sesama personalia sekolah atau ahli pendidikan dari luar sekolah. 2. dalam suatu pola desain terdapat beberapa variasi desain kurikulum.sesuatu informasi umpan balik. Pada problems centered design dikenal pula the areas of living design dan the core design. 3.

3) pengajaran lebih menekankan pengetahuan dan kehidupan masa lalu. 2) para pengajarnya tidak perlu dipersiapkan khusus. adalah: 1) karena pengetahuan diberikan secara terpisah-pisah. dan berupaya untuk mewariskannya kepada generasi berikutnya. dan bermakna serta memberikan peran yang lebih a ktif kepada siswa. Orang-orang Yunani dan kemudian Romawi mengembangkan Trivium dan Quadrivium. 2) karena mengutamakan bahan ajar maka peran peserta didik sangat pasif. sebab dalam kenyataan pengetahuan itu merupakan satu kesatuan. paling tua dan paling banyak digunakan. Materi pelajaran disajikan secara terpisahpisah dalam bentuk mata-mata pelajaran. kurikulum dipusatkan pada isi atau materi yang akan diajarkan. a. logika. Karena mengutamakan isi atau bahan ajar atau subject matter tersebut. Kurikulum tersusun atas sejumlah mata-mata pelajaran. Subject centered design Subject centred design curriculum merupakan bentuk desain yang paling populer. dan retorika. Atas dasar tersebut. asal menguasai ilmu atau bahan yang akan diajarkan sering dipandang sudah dapat menyampaikannya. nilai-nilai dan warisan budaya masa lalu. sedangkan . dilaksanakan. para pengkritik menyarankan perbaikan ke arah yang lebih terintegrasi. Beberapa kritik yang juga merupakan kekurangan model desain ini. hal itu bertentangan dengan kenyataan. praktis. Beberapa kelebihan dari model desain kurikulum ini adalah: 1) mudah disusun. maka desain kurikulum ini disebut juga subject academic curriculum. Model design curriculum ini mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan.1. Karena terpisahpisahnya itu maka kurikulum ini disebut juga separated subject curriculum. Dalam subject centered design. dan disempurnakan. The Subject Design The subject design curriculum merupakan bentuk desain yang paling murni dari subject centered design. Model desain ini telah ada sejak lama. dievaluasi. dengan demikian pengajaran lebih bersifat verbalistis dan kurang praktis. Subject centered desain berkembang dari konsep pendidikan klasik yang menekankan pengetahuan. Trivium meliputi gramatika. dan mata-mata pelajaran tersebut diajarkan secara terpisah-pisah.

astronomi. dan nilai-nilai yang telah ditemukan oleh ahliahli sebelumnya. satu terlepas dari yang lainnya. berkenaan dengan mata pencaharian (pendidikan vokasional). apakah mereka menyenangi atau tidak. membutuhkannya atau tidak. terlepas dari kejadian-kejadian yang hangat. Pada saat itu mulai berkembang mata-mata pelajaran fisika. Pada abad 19 pendidikan tidak lagi diarahkan pada pendidikan umum (Liberal Art). Pendidikan hanya diperuntukkan bagi anak-anak golongan bangsawan yang tidak usah bekerja mencari nafkah. bentuk desain kurikulum ini mempunyai beberapa kelebihan. keterampilan. Lebih rinci kelemahan-kelemahan bentuk kurikulum ini adalah: 1) Kurikulum memberikan pengetahuan terpisah-pisah. kebutuhan dan pengalaman para peserta didik. Meskipun ada kelemahan-kelemahan di atas. Para siswa dituntut untuk menguasai semua pengetahuan yang diberikan. maka siswa menguasainya pun terpisah-pisah pula. bahan dikuasai secara verbalistis. 4) Isi kurikulum disusun berdasarkan sistematika ilmu sering menimbulkan kesukaran di dalam mempelajari dan menggunakannya. kimia. Karena kelebihan-kelebihan tersebut bentuk kurikulum ini lebih banyak dipakai. matematika. ekonomi. bahasa yang masih bersifat teoretis. kesejahteraan keluarga. . yang sedang berlangsung saat sekarang. geometri. tata buku. tetapi pada pendidikan yang lebih yang bersifat praktis. Tidak jarang siswa menguasai bahan hanya pada tahap hafalan. dan musik. biologi. Isi pelajaran diambil dari pengetahuan. 3) Kurikulum ini kurang memperhatikan minat.Quadrivium. dan lain-lain. Pada saat itu pendidikan tidak diarahkan pada mencari nafkah. 5) Kurikulum lebih mengutamakan isi dan kurang memperhatikan cara penyampaian. Cara penyampaian utama adalah ekspositori yang menyebabkan peranan siswa pasif. tetapi pada pembentukan pribadi dan status sosial (Liberal Art). Karena pelajaran-pelajaran tersebut diberikannya secara terpisah-pisah. juga berkembang mata-mata pelajaran praktis seperti pertanian. 2) Isi kurikulum diambil dari masa lalu.

2. Bentuk ini sudah dikenal lama.1. Menurut pandangan ini sekolah adalah mikrokosmos dari dunia intelek. semuanya disebut subject. Bentuk ini sangat ampuh sebagai alat untuk melestarikan dan mewariskan warisan budaya masa lalu. Isi kurikulum yang diberikan di sekolah adalah disiplin-disiplin ilmu. Pada disciplines design kriteria tersebut telah tegas. maka penyusunannya cukup mudah. Dengan adanya kelemahan-kelemahan di atas pengembang kurikulum subject design tidak tinggal diam. psikologi dengan teknik atau cara mengemudi. Karena materi pelajaran diambil dari ilmu yang sudah tersusun secara sitematis logis. sehingga lebih mudah untuk dilaksanakan. Pada subject design belum ada kriteria yang tegas tentang apa yang disebut subject (ilmu). Para pengembang kurikulum dari . Belum ada perbedaan antara matematika. Bentuk ini memudahkan para peserta didik untuk mengikuti pendidikan di Perguruan Tinggi. Batang tubuh keilmuan menentukan apakah suatu bahan pelajaran itu disiplin ilmu atau bukan. 3. Begitu juga pengembangan bentuk-bentuk lain di luar subject centered. mereka berusaha untuk memperbaikinya. karena metode utamanya adalah metode ekspositori yang dikenal tingkat efisiennya cukup tinggi. Walaupun bertolak dari hal yang sama tetapi antara keduanya terdapat perbedaan. b. 4. batu pertama dari hal itu adalah isi dari kurikulum. The Disciplines Design Bentuk ini merupakan pengembangan dari subject design. yang membedakan apakah suatu pengetahuan itu ilmu atau subject dan bukan adalah batang tubuh keilmuannya. areas of living design dan core design. seperti activity atau experience design. the broad field design merupakan pengembangan dari bentuk ini. 5. baik oleh guru-guru maupun orang tua. sebab pada Perguruan Tinggi umumnya digunakan bentuk ini. Untuk menegaskan hal itu mereka menggunakan istilah disiplin. Dalam rumpun subject centerd. Bentuk ini dapat dilaksanakan secara efisien. keduanya masih menekankan kepada isi atau materi kurikulum.

Proses belajarnya tidak lagi menggunakan pendekatan ekspositori yang menyebabkan peserta didik lebih banyak pasif. Pertama. The Broad Fields Design Baik subject design maupun disciplines design masih menunjukkan adanya pemisahan antar-mata pelajaran. Bentuk ini memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan subject design. ide-ide dan prinsip-prinsip penting. Kedua. tetapi menggunakan pendekatan inkuiri dan diskaveri. Kedua. meskipun sudah lebih luas dibandingkan dengan subject design tetapi secara akademis dan intelektual masih cukup sempit. kurikulum ini bukan hanya memiliki organisasi yang sistematik dan efektif tetapi juga dapat memelihara integritas intelektual pengetahuan manusia. Hanya dengan menguasai hal-hal itu. memahami konsep-konsep. belum bertolak dari minat dan kebutuhan atau pengalaman peserta didik. Dalam model . hubungan dan proses-proses intelektual yang berkembang pada siswa. belum dapat memberikan pengetahuan yang terintegrasi. Perbedaan lain adalah dalarn tingkat penguasaan. Salah satu usaha untuk menghilangkan pemisahan tersebut adalah mengembangkan the broad filed design. Disciplines design sudah mengintegrasikan unsur-unsur progresifisme dari Dewey. belum mampu mengintegrasikan sekolah dengan masyarakat atau kehidupan. susunan kurikulum belum efisien baik untuk kegiatan belajar maupun untuk penggunaannya. Meskipun telah menunjukkan beberapa kelebihan bentuk. dan sebagainya. Para peserta didik didorong untuk memahami logika atau struktur dasar suatu disiplin. psikologi. sosiologi. biologi. kata mereka. juga didorong untuk memahami cara mencari dan menemukannya (modes of inquiry and discovery). desain ini masih memiliki beberapa kelamahan. Ketiga. peserta didik tidak hanya menguasai serentetan fakta. Keempat. Pertama. Kelima. peserta didik akan memahami masalah dan mampu melihat hubungan berbagai fenomena baru.aliran ini berpegang teguh pada disiplin-disiplin ilmu seperti: fisika. c. prinsip hasil hafalan tetapi menguasai konsep. disciplines design tidak seperti subject design yang menekankan penguasaan fakta-fakta dan informasi tetapi pada pemahaman (understanding).

ini mereka menyatukan beberapa mata pelajaran yang berdekatan atau berhubungan menjadi satu bidang studi seperti Sejarah, Geografi, dan Ekonomi digabung menjadi Ilmu Pengetahuan Sosial, Aljabar, Ilmu Ukur, dan Berhitung menjadi Matematika, dan sebagainya. Tujuan pengembangan kurikulum broad field adalah menyiapkan para siswa yang dewasa ini hidup dalam dunia informasi yang sifatnya spesialistis, dengan pemahaman yang bersifat menyeluruh. Bentuk kurikulum ini banyak digunakan di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama, di sekolah menengah atas penggunaannya agak terbatas apalagi di perguruan tinggi sedikit sekali. Ada dua kelebihan penggunaan kurikulum ini. Pertama, karena dasarnya bahan yang terpisah-pisah, walaupun sudah terjadi penyatuan beberapa mata kuliah masih memungkinkan penyusunan warisan-warisan budaya secara sistematis dan teratur. Kedua, karena mengintegrasikan beberapa mata kuliah memungkinkan peserta didik melihat hubungan antara berbagai hal. Di samping kelebihan tersebut, ada beberapa kelemahan model kurikulum ini. Pertama kemampuan guru, untuk tingkat sekolah dasar guru mampu menguasai bidang yang luas, tetapi untuk tingkat yang lebih tinggi, apalagi di perguruan tinggi sukar sekali. Kedua, karena bidang yang dipelajari itu luas, maka tidak dapat diberikan secara mendetil, yang diajarkan hanya permukaannya saja. Ketiga, pengintegrasian bahan ajar terbatas sekali, tidak menggambarkan kenyataan, tidak memberikan pengalaman yang sesungguhnya bagi siswa, dengan demikian kurang membangkitkan minat belajar. Keempat, meskipun kadarnya lebih rendah dibandingkan dengan subject design, tetapi model ini tetap menekankan tujuan penguasaan bahan dan informasi. Kurang menekankan proses pencapaian tujuan ya.lg sifatnya afektif dan kognitif tingkat tinggi.

2. Learner-centered design Sebagai reaksi sekaligus penyempurnaan terhadap beberapa kelemahan subject centered design berkembang learner centered design. Desain ini berbeda dengan subject centered, yang bertolak dari cita-cita untuk melestarikan dan mewariskan budaya, dan karena itu mereka mengutamakan peranan isi dari kurikulum.

Learner centered, memberi tempat utama kepada peserta didik. Di dalam pendidikan atau pengajaran yang belajar dan berkembang adalah peserta didik sendiri. Guru atau pendidik hanya berperan menciptakan situasi belajar-mengajar, mendorong dan memberikan bimbingan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Peserta didik bukanlah tiada daya, dia adalah suatu organisme yang punya potensi untuk berbuat, berperilaku, belajar dan juga berkembang sendiri. Learner centered design bersumber dari konsep Rousseau tentang pendidikan alam, menekankan perkembangan peserta didik. Pengorganisasian kurikulum didasarkan atas minat, kebutuhan dan tujuan peserta didik. Ada dua ciri utama yang membedakan desain model learner centred dengan subject centered. Pertama, learner centered design mengembangkan kurikulum dengan bertolak dari peserta didik dan bukan dari isi. Kedua, learner centered bersifat not-preplanned (kurikulum tidak diorganisasikan sebelumnya) tetapi dikembangkan bersama antara guru dengan siswa dalam penyelesaian tugas-tugas pendidikan. Organisasi kurikulum didasarkan atas masalah -masalah atau topik-topik yang menarik perhatian dan dibutuhkan peserta didik dan sekuensnya disesuaikan dengan tingkat perkembangan mereka. Ada beberapa variasi model ini yaitu the activity atau experience design, humanistic design, the open, free design, dan lain-lain. Pada tulisan ini akan dikemukakan sebagian saja. a. The Activity atau Experience Design Model desain ini berawal pada abad 18, atas hasil karya dari Rousseau dan Pestalozzi, yang berkembang pesat pada tahun 1920/1930-an pada masa kejayaan Pendidikan Progresif. Berikut beberapa ciri utama activity atau experience design. Pertama, struktur kurikulum ditentukan oleh kebutuhan dan minat peserta didik. Dalam mengimplementasikan ciri ini guru hendaknya: a) Menemukan minat dan kebutuhan peserta didik, b) Membantu para siswa memilih mana yang paling penting dan urgen. Hal ini cukup sulit, sebab harus dapat dibedakan mana minat dan kebutuhan yang sesungguhnya dan mana yang hanya angan-angan. Untuk itu guru perlu menguasai benar perkembangan dan karakteristik peserta didik.

Kedua, karena struktur kurikulum didasarkan atas minat dan kebutuhan peserta didik, maka kurikulum tidak dapat disusun jadi sebelumnya, tetapi disusun bersama oleh guru dengan para siswa. Demikian juga tujuan yang akan dicapai, sumber-sumber belajar, kegiatan belajar dan prosedur evaluasi, dirumuskan bersama siswa. Istilah yang mereka gunakan adalah teacher-student planning. Seperti dikemukakan oleh Smith, Stanley and Shores (1977: 274-1725) bahwa tugas guru adalah: ... discovering students interest, guiding students in selection of interest, helping groups and individuals to plan and carryout learning activi ties, and assisting learners to appraise their experience. In short, the teacher must prepare in advance to help learners decide what to to do, how to do it, and how to evaluate the results. Ketiga, desain kurikulum tersebut menekankan prosedur pemecahan masalah. Di dalam proses menemukan minatnya peserta didik menghadapi hambatan atau kesulitan-kesulitan tertentu yang harus diatasi. Kesulitankesulitan tersebut menunjukkan problema nyata yang dihadapi peserta didik. Dalam menghadapi dan mengatasi masalah-masalah tersebut, peserta didik melakukan proses belajar yang nyata, sungguh-sungguh bermakna, hidup dan relevan dengan kehidupannya. Berbeda dengan subject design yang menekankan isi, activity design lebih mengutamakan proses (keterampilan memecahkan masalah). Ada beberapa kelebihan dari desain kurikulum ini. Pertama, karena kegiatan pendidikan didasarkan atas kebutuhan dan minat peserta didik, maka motivasi belajar bersifat intrinsik dan tidak perlu dirangsang dari luar. Fakta-fakta, konsep, keterampilan dan proses pemecahan dipelajari peserta didik karena hal itu mereka perlukan. jadi belajar benar-benar relevan dan bermakna. Kedua, pengajaran memperhatikan perbedaan individual. Mereka turut dalam kegiatan belajar kelompok karena membutuhkannya, demikian juga kalau mereka melakukan kegiatan individual. Ketiga, kegiatan-kegiatan pemecahan masalah memberikan bekal kecakapan dan pengetahuan untuk menghadapi kehidupan di luar sekolah. Beberapa kritik yang menunjukkan kelemahan dilontarkan terhadap model desain kurikulum

Pertama, penekanan pada minat dan kebutuhan peserta didik belum tentu cocok dan memadai untuk menghadapi kenyataan dalam kehidupan. Kehidupan dunia modern sangat kompleks, peserta didik belum tentu mampu melihat dan merasakan kebutuhan-kebutuhan esensial. Kedua, kalau kurikulum hanya menekankan minat dan kebutuhan peserta didik, dasar apa yang digunakan untuk menyusun struktur kurikulum. Kurikulum tidak mempunyai pola dan struktur. Kedua kritik ini tidak semuanya benar, sebab beberapa tokoh activity design telah mengembangkan struktur ini. Dewey dalam sekolah laboratoriumnya menyusun struktur di sekitar kebutuhan manusia, kebutuhan sosial, kebutuhan untuk membangun, kebutuhan untuk meneliti dan bereksperimen dan kebutuhan untuk berekspresi dan keindahan. Ketiga, activity design curriculum sangat lemah dalam kontinuitas dan sekuens bahan. Dasar minat peserta didik tidak memberikan landasan yang kuat untuk menyusun sekuens, sebab minat mudah sekali berubah karena pengaruh perkembangan, kematangan dan faktor-faktor lingkungan. Beberapa usaha telah dilakukan untuk mengatasi kelemahan ketiga ini: 1) usaha untuk menemukan sekuens perkembangan kemampuan mental peserta didik, seperti perkembangan kemampuan kognitif dari Piaget, 2) penelitian tentang pusat-pusat minat pada berbagai tingkat usia. Penemuan tentang pusat-pusat minat yang lebih terinci dijadikan dasar penyusunan sekuens kurikulum. Keempat, kritik terhadap model desain kurikulum ini dikatakan tidak dapat dilakukan oleh guru biasa. Kurikulum ini menuntut guru ahli general education plus ahli psikologi perkembangan dan human relation. Model desain ini sulit menemukan buku-buku sumber, karena buku yang ada disusun berdasarkan subject atau discipline design. Kesulitan lain adalah apabila peserta didik akan melanjutkan studi ke perguruan tinggi, sebab di perguruan tinggi digunakan model subject atau discipline design.

3. Problem centered design Problem centered design berpangkal pada filsafat yang mengutamakan peranan manusia (man centered). Berbeda dengan learner centered yang mengutamakan manusia atau peserta didik secara individual, problem centered

design menekankan manusia dalam kesatuan kelompok yaitu kesejahteraan masyarakat. Konsep pendidikan para pengembang model kurikulum ini berangkat dari asumsi bahwa manusia sebagai makhluk sosial selalu hidup bersama. Dalam kehidupan bersama ini manusia menghadapi masalah-masalah bersama yang harus dipecahkan bersama pula. Mereka berinteraksi, berkooperasi dalam memecahkan masalah-masalah sosial yang mereka hadapi untuk mcningkatkan kehidupan mereka. Konsep-konsep ini menjadi landasan pula dalam pendidikan dan pengembangan kurikulum. Berbeda dengan learner centered, kurikulum mereka disusun sebelumnya (preplanned). Isi kurikulum berupa masalahmasalah sosial yang dihadapai peserta didik sekarang dan yang akan datang. Sekuens bahan disusun berdasarkan kebutuhan, kepentingan dan kemampuan peserta didik. Problem centered design menekankan pada isi maupun perkembangan peserta didik. Minimal ada dua variasi model desain kurikulum ini, yaitu The Areas of living design, dan The Core design.

a. The Areas of Living Design Perhatian terhadap bidang-bidang kehidupan sebagai dasar penyusunan kurikulum telah dimulai oleh Herbert Spencer pada abad 19, dalam tulisan yang berjudul What knowledge is of most Worth? Areas of living design seperti learner centered design menekankan prosedur belajar melalui pemecahan masalah. Dalam prosedur belajar ini tujuan yang bersifat proses (process objectives) dan yang bersifat isi (content objectives) diintegrasikan. Penguasaan informasi-informasi yang lebih bersifat pasif tetap dirangsang. Ciri lain dari model desain ini adalah menggunakan pengalaman dan situasi-situasi nyata dari peserta didik sebagai pembuka dan mempelajari bidang-bidang kehidupan. Strategi yang sama juga digunakan dalam subject centered design, tetapi pelaksanaannya mengalami kesulitan, sebab dalam desain tersebut hubungan mata pelajaran dengan bidang dan pengalaman hidup peserta didik sangat kecil. Sebaliknya dalam the areas of living hubungannya besar sekali. Tiap pengalaman peserta didik sangat erat hubungannya dengan bidang-bidang kehidupan sehingga

Pertama. dan dapat menginternalisasi artinya.dapat dikatakan suatu desain kurikulum bidang-bidang kehidupan yang dirumuskan dengan baik akan merangkumkan pengalaman-pengalaman sosial peserta didik. Keempat. yaitu untuk memecahkan masalah-masalah dalam kehidupan. Dengan demikian. tidak perlu dirangsang dari luar. Prinsip-prinsip belajar aktif dapat diterapkan dalam model desain ini. menyajikan bahan ajar dalam bentuk yang relevan. the areas of living design merupakan the subject matter design tetapi dalam bentuk yang terintegrasi. penentuan lingkup dan sekuens dari bidang-bidang kehidupan yang sangat esensial (penting) sangat sukar. Lebih dari itu kurikulum ini membawa peserta didik dalam hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat. secara langsung dipraktikkan dalam kehidupan. Kedua. karena kurikulum diorganisasikan di sekitar problema-problema peserta didik dalam kehidupan sosial. Beberapa kritik dilontarkan dan menunjukkan kelemahan model desain ini. Kelima. Desain ini mempunyai beberapa kebaikan dibandingkan dengan bentuk desaindesain lainnya. Keempat desain tersebut menyajikan bahan ajar dalam bentuk yang fungsional. peserta didik tidak tovIlhat alternatif lain. ada kecenderungan untuk mengindoktrinasi peserta didik dengan kondisi yang ada. Pertama. maka lemahnya atau kurangnya integritas dan kontinuitas organisasi isi kurikulum. timbul organisasi isi kurikulum yang berbeda-beda. sebagai akibat dari kesulitan pertama. desain tersebut sama sekali mengabaikan warisan budaya. karena kurikulum hanya memusatkan perhatian pada pemecahan masalah sosial pada saat sekarang. Pemisahan antara subject dihilangkan oleh problema-problema kehidupan sosial. desain ini sekaligus menarik minat peserta didik dan mendekatkannya pada pemenuhan kebutuhan hidupnya dalam masyarakat. motivasi belajar datang dari dalam din peserta didik. baik mengenai masa lalu maupun masa yang akan 'Wang. sama hainva dengan . Kedua. Melalui kurikulum ini para peserta didik akan mcmperoleh pengetahuan. maka desain ini mendorong penggunaan prosedur belajar pemecahan masalah. Kelima. sebab diarahkan pada pemecahan masalah peserta didik. desain tersebut akan mempertahankan status quo. Ketiga. padahal apa yang telah ditemukan pada masa lalu penting untuk memahami dan memecahkan masalah masalah masa kini. Ketiga.

The core curriculum diberikan guru-guru yang memiliki penguasaan dan berwawasan luas. Ada beberapa variasi desain core curriculum yaitu: (1) the separate subject core. Mayoritas memandang core curriculum sebagai suatu model pendidikan atau program pendidikan yang memberikan pendidikan umum. mereka memilih mata-mata pelajaran/bahan ajar tertentu sebagai inti (core). (3) the fused core. maka kelompok mata pelajaran ini ditujukan pada pembentukan pribadi yang sehat. Pelajaran lainnya dikembangkan di sekitar core tersebut. Pada beberapa kurikulum yang berlaku di Indonesia dewasa ini. Di samping memberikan pengetahuan. dan warga masyarakat yang mampu membina kerja sama yang baik pula. Dalam mengintegrasikan bahan ajar. baik. bukan spesialis. dan diarahkan pada pengembangan kemampuankemampuan pribadi dan sosial. Menurut konsep ini inti-inti bahan ajar dipusatkan pada kebutuhan individual dan sosial. guru-guru tersebut juga memberikan bimbingan terhadap perkembangan sosial pribadi peserta didik. (4) the activity/experience core. baik guru maupun buku dan media lain tidak banyak yang disiapkan untuk model tersebut sehingga di dalam pelaksanaannya akan mengalami beberapa kesulitan. core curriculum disebut kelompok mata kuliah atau pelajaran dasar umum. nilainilai dan keterampilan sosial. The separate subjects core. Salah satu usaha untuk mengatasi keterpisahan antar-mata pelajaran.kritik terhadap learner centered design. b. Terdapat banyak variasi pandangan tentang the core design. Kalau kelompok mata kuliah/pelajaran spesialisasi diarahkan pada pengusaan keahlian/kejuruan tertentu. (5) the areas of living core. berkembang teori tentang core design yang didasarkan atas pandangan Progresif. yang sifatnya terpisah-pisah. . Karena pengaruh Pendidikan Progresif. (2) the correlated core. The Core Design The core desgin kurikulum timbul sebagai reaksi utama kepada separate subjects design. matang. beberapa mata pelajaran yang dipandang mendasari atau menjadi inti mata pelajaran lainnya dijadikan core. dan (6) the social problems core.

tetapi organisasinya berstruktur dan dirancang sebelumnya. dan sebagainya. Sejarah. Model desain ini berkembang dari pendidikan progresif dengan learner centerd design-nya. Kurikulum ini juga berpangkal dari separate subject. Seperti halnya pada learner centered.The correlated core. sedang the social problems core mencoba memberikan penilaian yang sifatnya kritis dari sudut sistem nilai sosial dan pribadi yang berbeda. Beberapa contoh masalah sosial yang menjadi tema model core design ini adalah kemiskinan. The activity/experience core. Desain model ini berpangkal juga pada pendidikan progresif. the acitivity /experience core dipusatkan pada minat-minat dan kebutuhan peserta didik. Berbentuk pendidikan umum yang isinya diambil dari masalah-masalah yang muncul di masyarakat. inflasi. Antropologi. sedangkan the social problems core didasarkan atas problemaproblema yang mendasar dan bersifat kontroversial. pengintegrasiannya bukan hanya antara dua atau tiga pelajaran tetapi lebih banyak. The areas of living core. mengikuti pola seperti yang digambarkan dengan urutan pertanyaan-pertanyaan berikut: . Ekonomi dipadukan menjadi Studi Kemasyarakatan. Halhal di atas adalah sesuatu yang mendesak untuk dipecahkan dan berisi suatu kontroversial bersifat pro dan kontra. Sosiologi. Model desain ini pun berkembang dari the separate subjects design. perang senjata nuklir. Bentuk desain ini dipandang sebagai core design yang paling murni dan paling cocok untuk program pendidikan umum. rasialisme. Dalam beberapa hal model ini sama dengan the areas of living core. Penyusunan kurikulum the social problems core. Dalam studi ini dikembangkan tema-tema masalah umum yang dapat ditinjau dari berbagai sudut pandang. The fused core. kelaparan. The social problems core. Geografi. Model desain ini pun merupakan produk dari pendidikan progresif. Perbedaannya terletak pada the areas of living core didasarkan atas kegiatan-kegiatan manusia yang unviversal tetapi tidak berisi hal yang kontroversial. The areas of living core cenderung memelihara dan mempertahankan kondisi yang ada. dengan jalan mengintegrasikan beberapa mata pelajaran yang erat hubungannya.

pengamatan (empirisme). usaha apa yang dapat dilakukan untuk mengatasinya. Jika gambaran pada pertanyaan 3 berbeda dengan pertanyaan 2. baik secara kelompok maupun individual. Menurut konsep encapsulation manusia memiliki kemampuan untuk mengamati dan memahami seluruh yang ada di dunia ini. yang memiliki pengetahuan dan kemampuan yang lebih lengkap. Ia bercita-cita ingin mendidik anak menjadi manusia "ideal" yaitu manusia sejati (authentic) tidak palsu atau pura pura. pengalaman dan penguasaan sebelumnya. Kurikulum the social problems core tidak bersifat kaku. Desain kurikulum dari Becker lebih menekankan pada isi . percaya kepada diri sendiri (self reliant) dan menyatu dengan masyarakatnya. agar tetap mutakhir dan relevan dengan perkembangan masyarakat. tingkat kesukaran. seperti: kematangan. Apa akibatnya bila kita torus mempertahankan kondisi yang ada ini? 3. Menu rut Joseph Royce. The Unencapsulation design diarahkan pada pengembangan manusia yang lebih baik. dan kepercayaan (otoritarianisme). Bagaimana gambaran masyarakat yang ada dewasa ini? 2.1. pencetus konsep ini. Model desain ini merupakan reaksi terhadap encapsulation. perasaan (intuisisme). The Unencapsulation design. tetapi kenya taannya karena berbagai hambatan. Beckers's Humanistic Design. yaitu melalui: pemikiran (rasionalisme). hanya sebagian kecil yang mereka kuasai. Terhadap model-model desain di atas dapat ditambahkan dua model lain yang juga menekankan pendidikan umum yaitu the unencapsulation design dan Becker's Humanistic design. terbuka untuk penyempurnaan pada setiap saat. minat. Becker ingin mengembangkan suatu model pendidikan yang dapat menghilangkan "keterasingan" (alination yang mempunyai makna yang sama dengan encapsulation). Desain ini juga sama dengan uncaptulsation menekankan pendidikan umum. Bagaimana gambaran keadaan masyarakat yang ideal? 4. Sekuens kurikulum disusun dengan memperhatikan prinsip-prinsip psikologis. tepat dan seimbang. pengetahuan dan kemampuan yang demikian akan tercapai melalui penggunaan empat cara penguasaan.

Buku ini membahas dasar-dasar teori dan praktik teknologi instruksional. Knirk.J. A Systematic Approach to Education. New York: Holt. serta beberapa bentuk atau model sistem pengajaran individual. dan 3) Dimensi teologis. New York: Nichols Publishing. struktur dan sistem pengajaran individual. baik yang bersifat individual maupun kelompok. serta beberapa contoh desain pengajaran dalam bidang-bidang studi tertentu. Kent L. dan sebagainya serta evaluasi pengajaran. permainan. sedangkan dimensi teologis membahas keharusan manusia beragama dan bahaya-bahaya sekulerisme. Instructional Technology. struktur tingkah laku atau keterampilan. merencanakan.daripada proses. modelmodel rencana pengajaran seperti simulasi. Sesuai dengan anak judulnya. Dalam rencana pelajaran individual diuraikan: bagaimana menganalisis konsep-konsep yang akan diajarkan. Konsep tersebut meliputi pengajaran dan belajar. Rinehart and Winston. mengembangkan. Producing Instructional Systems: Lesson Planning for Individualized and Group Learning Activities. teknologi proses. langkah-langkah penyusunan desain pengajaran. (1984). C. pendekatan sistem. Dimensi individu membahas keadaan dan keberadaan manusia. A. serta mengelola pengajaran. & Gustafson. Isi kurikulumnya dipusatkan pada tiga bidang. Dalam buku ini konsep-konsep dasar serta pengembangan dalam sistem instruksional diuraikan dengan dengan jelas. 2) Dimensi sosial dan historis. teknologi belajar. Buku Acuan Romiszowski. Dalam desain pengajaran yang bersifat mikro diuraikan: pemilihan dan penyusunan taktik-taktik pengajaran. dimensi sosial dan historis membahas kehidupan kemasyarakatan dan sejarah perkembangan manusia. teori belajar. mengevaluasi. buku ini mengupas rencana pelajaran. Desain pengajaran yang bersifat makro meliputi: analisis pengetahuan dan keterampilan. Frederick G. Dalam rencana pengajaran kelompok dijelaskan desain pengajaran yang bersifat makro dan mikro. (1986). serta . Hal tersebut sangat diperlukan dalam menganalisis. struktur pengetahuan dan analisisnya. yaitu 1) Dimensi individu.

New Jersey: Educational Technology Publications. sebab selain memberikan landasan teori yang kuat juga membukakan kunci sekaligus horison baru bagi penelitian tentang aspek-aspek psikologis media komunikasi. San Fransisco: Jossey-Bass Publishers.selama 10 tahun. Menurut penulis gerakan dari Behavior Objectives selama 20 tahun. Dalam pengelolaan pengajaran diuraikan pengembangan sarana dan prasarana belajar. kurikulum dan pengajaran. Pengajaran harus selalu bertemakan tujuantujuan tersebut. Teacher's Handbook for A Functional BehaviorBased Curriculum. Dengan buku ini diungkapkan bahwa media merupakan bagian yang tak . Salomon. Menurut penulis. telah menyadarkan guru-guru dan dosen tentang pentingnya tujuan dan desain pengajaran. khususnya media pendidikan. (1979). Englewood Cliff. teori dan strategi belajar-mengajar. Dalam konsep teknologi instruksional diuraikan langkah-langkah umum pengembangan desain instruksional. Gavriel. Apa yang dibahas dalam buku ini merupakan landasan teoretis dari penggunaan media dalam pendidikan. Buku ini menyajikan uraian secara mendasar tentang kurikulum yang didasarkan atas behavioral objectives. Drumheller. Sidney J. keseluruhan behavior objectives dan disiplin ilmu. Pada bagian pertama buku tersebut diuraikan dasar-dasar kurikulum yang didasarkan pada perilaku: peranan sekolah secara ideal dan nyata. diperdalam dengan pengkajian. seminar yang mendalam bersama sejumlah besar ahli. pemilihan dan penggunaan strategi belajar. evaluasi program serta penyebaran inovasi pengajaran. Tulisan ini disusun berdasarkan hasil penelitian . dan pada bagian akhir diuraikan pelaksanaan kurikulum yang didasarkan atas behavioral objectives. Interaction of Media. yang meliputi: tujuan instruksional. sejak awal pengajaran guru dan siswa harus mengetahui keseluruhan perilaku yang ingin dicapai siswa. Pada bagian berikutnya dikemukakan pemetaan dari kurikulum menurut behavioral objectives. Buku ini sangat berharga bagi para ahli psikologi pendidikan. (1972).pengembangan dari masing-masing proses. diskusi. Selama ini media dianggap hanya sebagai alat bantu pengajaran. Cognition and Learning.

terpisahkan dari proses berpikir. Dilatarbelakangi oleh dasar pendidikan penulis yang pernah mendalami teater. dan salah satu bentuk penyajian dan penyampaian sistem simbol adalah dalam media. . Proses berpikir menyangkut sistem simbol. media yang lebih banyak mendapatkan sorotan adalah media visual dalam konteks kebudayaan.

mengingat kedua komponen tersebut berperanan sebagai kunci. kemampuan. Pendidikan dan pengajaran selaln berlangsung dalam keterbatasan-keterbatasan. walaupun bukan berarti tanpa menghadapi kesulitan-kesulitan. Keseimbangan Antara Isi dan Proses Baik dalam uraian tentang model-model konsep kurikulum. Di dalam pelaksanaan kurikulum kita mengharapkan para siswa menguasai sebanyak-banyaknya bahan yang terbaik dan diperoleh dengan cara yang terbaik pula. tetapi juga karena banyaknya faktor yang turut mempengaruhi pelaksanaan kurikulum atau pengajaran Keberhasilan pengajaran atau pelaksanaan suatu kurikulum sangat dipengaruhi kondisi dan aktivitas siswa. fasilitas. Pendapat demikian tidak seluruhnya benar tetapi mengandung kebenaran. masalah isi dan proses pengajaran selalu menjadi tema dan titik tolak. serta para pelaksana kurikulum lainnya. Keduanya mempunyai kelebihan dan kekurangan. yang satu mengurangi kualitas yang lainnya. tempat maupun biaya. Mengingat kelebihan dan kekurangan masing-masing maka keseimbangan ataupun keserasian antara keduanya merupakan pemecahan yang paling praktis. oleh kondisi lingkungan fisik. tidak mengherankan apabila ada yang berpendapat bahwa kurikulum itu tidak lain dari suatu program pendidikan yang berisi jalinan antara isi dengan proses penyampaiannya. sosial budaya dan psikologis sekitar. Dengan demikian. oleh kondisi dan kelengkapan sarana dan prasarana baik di sekolah maupun dalam keluarga. guru. Meskipun ideal hal tersebut sangat sulit kita capai. Telah kita ketahui dalam uraian-uraian yang terdahulu bahwa ada konsepkonsep kurikulum yang lebih mengutamakan isi dan ada pula yang mengutamakan proses. Kedua komponen kurikulum tersebut dapat saling menghambat. waktu. namun bukan sesuatu yang mustahil Kesulitannya bukan saja disebabkan adanya ciri yang cenderung kontradiktif antara keduanya.BAB 7 PROSES PENGAJARAN A. Yang harus selalu diupayakan . Hal itu disebabkan kedudukan kedua komponen kurikulum tersebut sangat penting. maupun dalam macam-macam desain kurikulum.

ahli-ahli pendidikan selain guru. bukan saja didasarkan atas perkembangan ilmu pengetahuan. tetapi dilatarbelakangi oleh keadaan dan perkembangan pendidikan. tetapi harus merupakan kesatuan pengetahuan terpilih dan dibutuhkan. Isi Kurikulum Pertanyaan yang selalu muncul pada para perencana pendidikan dan pengembang kurikulum adalah. terutama pengembangan kurikulum pada sekolah dasar dan menengah. telah dilakukan dengan mengikutsertakan para sarjana. Jerome S. Beberapa program pengembangan pendidikan. Para sarjana dan cendekiawan tidak pernah turut serta . Meskipun demikian pertanyaan tentang karakteristik bahan yang akan diajarkan masih selalu timbul. dari berbagai bidang ilmu pengetahuan. yaitu dengan mengemukakan konsep struktur bahan pengajaran. Ahli pendidikan. Mereka telah berusaha menyusun isi kurikulum atau pengajaran. dan apa tujuannya? Pertanyaan ini menyangkut isi kurikulum atau isi pengajaran. Isi kurikulum atau pengajaran bukan hanya terdiri atas sekumpulan pengetahuan atau kumpulan informasi. Hasil-hasil perkembangan ilmu dan penelitian hanya menjadi santapan para sarjana dan cendekiawan. Anak-anak sekolah menengah. Salah satu faktor yang mendorong diperlukannya pengembangan kurikulum adalah karena perkembangan universitas di Amerika Serikat pada pertengahan pertama abad 20 sangat menekankan pada pengembangan ilmu dan penelitian. Pengembangan konsep ini tidaklah terjadi begitu saja. dosen. kurikulum khususnya. khususnya pendidikan dasar dan menengah di Amerika Serikat. Bruner dari Amerika Serikat mencoba memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut. adalah mengoptimalkan hasil sesuai dengan kondisi yang ada. bahan apakah yang harus diajarkan kepada siswa. B. di samping mengoptimalkan isi dan prosesnya sendiri. tetapi juga disesuaikan dengan karakteristik perkembangan anak dan konsep-konsep modern tentang hakikat pengalaman belajar.oleh para penyusun. apalagi anak sekolah dasar bahkan para mahasiswa tingkat persiapan tidak pernah memperoleh pengetahuan tersebut. baik bagi pengetahuan itu sendiri maupun bagi siswa dan lingkungannya. pengembang dan pelaksana pendidikan umumnya.

Penguasaan struktur dalam . dengan keindahan (ornamental). dahulu berkenaan dengan disiplin-disiplin formal bagaimana menguasai kemampuan analisis. baik sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakat. Pengertian berguna mengandung dua pengertian. Studi tentang transfer belajar. Dewasa ini konsep proses belajar berangsur-angsur pindah dari pemahaman umum pada penguasaan keterampilan khusus. Sekolah diharapkan dapat mengajarkan semua yang berguna dan semua yang indah. Dewasa ini para ahli psikologi di Amerika Serikat. Belajar struktur adalah belajar secara keseluruhan (utuh). dan kurang memperhatikan masalah struktur intelek dari kegiatan dalam kelas. Sayangnya perhatian para ahli tersebut masih lebih banyak tercurah pada studi tentang bakat dan kecakapan. Dalam tujuan pendidikan di Amerika Serikat. yaitu antara kegunaan (useful). serta aspek-aspek sosial dan psikologis dalam pendidikan. Dengan demikian. ada dualisme yang membutuhkan keseimbangan. merupakan penguasaan hal-hal yang berhubungan erat dengan masalah kehidupan. sintesis. Apa yang dimaksud dengan penguasaan struktur? Penguasaan struktur merupakan pemahaman suatu bahan pelajaran secara menyeluruh dan penuh arti. dan sebagainya melalui berbagai bentuk latihan. Akibatnya selama pertengahan pertama abad 20. sangat kurang penekanan pada penguasaan struktur atau penguasaan pengetahuan secara menyeluruh. banyak yang mulai beralih membahas masalah-masalah belajar di sekolah. Keterampilan sangat berhubungan erat dengan profesi seseorang.dalam pengembangan kurikulum sekolah dasar dan sekolah menengah. penilaian. Menyusun program pendidikan yang seimbang antara pendidikan umum dengan pendidikan keterampilan sering cukup sukar. para sarjana dan cendekiawan yang turut serta dalam penyusunan kurikulum dan perencanaan program sekolah. dan kedua pemahaman umum (general understanding). sekarang transfer lebih banyak berkenaan dengan latihan keterampilan khusus. pertama dalam bentuk penguasaan keterampilan (skill). menyiapkan buku teks serta berbagai media pendidikan. yakni hal-hal yang saling berhubungan terintegrasi menjadi satu kesatuan. Pemahaman umum. program sekolah kurang berbobot dan jauh ketinggalan dari perkembangan ilmu pengetahuan tiekarang hal itu telah dapat diatasi. Keterampilan merupakan kecakapan-kecakapan khusus yang dikuasai seseorang.

juga dapat dihubungkan dengan pemenuhan kebutuhan pribadi dan masyarakat (kesejahteraan individu dan masyarakat). tetapi juga pada anak-anak biasa bahkan anak-anak yang kurang mampu. sebelum seseorang sampai pada pertanyaan-pertanyaan yang lebih khusus. Pada masa lalu. . dan bagaimana hal tersebut menjadi pusat kegiatan belajar. Bagaimana mengajarkan struktur mendasar secara efektif. Pendidikan yang menekankan struktur bukan saja dapat berhasil dengan baik pada anak-anak yang cerdas. Keempat. sekolah banyak membuang vvaktu untuk mengajarkan hal-hal yang terlalu sulit bagi anak. masalah mengajarkan struktur perlu mendapatkan perhatian utama. serta bagaimana menciptakan kondisi belajar yang mendukung hal tersebut. Berpikir intuitif merupakan teknik intelektual untuk mencapai formulasi tentatif tanpa mengadakan analisis langkah demi langkah. Hal yang sangat penting dalam menyusun dan mengembangkan kurikulum adalah bagaimana memberikan pengertian kepada siswa tentang struktur yang mendasar terhadap tiap mata pelajaran. memungkinkan anak dengan cepat menyusun banyak kalimat didasarkan atas model struktur yang dipelajari. peranan struktur bahan. Ada empat hal pokok penting dalam proses pendidikan. Jawaban terhadap pertanyaan pertama dapat dihubungkan dengan sifat masyarakat yaitu tuntutan dan kebutuhannya. dorongan untuk belajar (learning motives) serta bagaimana membangkitkan motif tersebut. umpamanya. baru mengajukan pertanyaan yang lebih khusus. Ini tidak berarti urutan dan isi bahan pelajaran bagi mereka sama. Pertatna. umpamanya. proses belajar menekankan pada berpikir intuitif. karena kurang memperhatikan kesiapan belajar. mengutamakan pendidikan intelek. walaupun tidak mengetahui aturannya. Pendidikan yang menekankan struktur. apakah tujuan pendidikan suatu sekolah. tetapi tidak berarti pendidikan segi lain diabaikan.penyusunan kalimat. Kedua. Ketiga. Dalam penyusunan kurikulum. Contoh pertanyaan umum. Setelah merumuskan jawaban pertanyaan tersebut. apakah manfaat mata-mata pelajaran yang diberikan. Ada beberapa pertanyaan umum. masalah kesiapan (readiness) dalam belajar. sebab keberhasilan pelaksanaan suatu kurikulum sangat dipengaruhi oleh hal tersebut.

Kedua. Keberlanjutan proses belajar tersebut sangat bergantung pada tingkat penguasaan struktur bahan yang akan diajarkan. merupakan proses perluasan dan pendalaman yang terus menerus dari ide-ide dasar dan ide-ide umum. transfer belajar dalam bentuk prinsip-prinsip dan sikapsikap. tetapi juga dengan perkembangan sikap berinkuiri. Kemudian. Pertama. Hal itu merupakan transfer belajar dalam berbagai bentuk keterampilan. Ada dua macam belajar untuk menghadapi masa yang akan datang. is harus mempunyai gambaran yang jelas tentang hakikat fenomena yang dihadapinya. bagaimana menentukan tingkat-tingkat bahan yang akan diajarkan itu sesuai dengan kemampuan dan tingkat perkembangan para siswa. terhadap murid biasa.Tujuan belajar lebih dari sekadar untuk mendapatkan kepuasan atau menguasai pengetahuan. perkembangan kemampuan memperkirakan (predictive ability) dan pemecahan masalah oleh anak sendiri. Tipe belajar yang kedua bukan merupakan belajar keterampilan tetapi belajar ide-ide yang bersifat umum. yang perlu mendapatkan perhatian yang sungguh-sungguh adalah bagaimana para siswa menguasai ide-ide dasar dari berbagai bidang studi. Jenis transfer yang kedua merupakan inti proses pendidikan. atau pekerjaanpekerjaan khusus. bagaimana menyusun kurikulum yang dapat diajarkan oleh guru biasa. Agar dapat memenuhi kedua hal tersebut.ipat diaplikasikan secara luas pada masalah-masalah baru. dan ini merupakan hal yang sangat penting. Kedua. Agar seorang siswa mampu mengenal apakah suatu ide dapat diaplikasikan atau tidak terhadap situasi baru. . Hal itu meyangkut dua masalah yaitu bagaimana memilih bahan yang akan diajarkan serta alat-alat pelajaran yang dapat memberikan tekanan utama pada pengembangan ide -ide dan sikap. Sebab yang terpenting dalam belajar ide-ide adalah yang dipelajarinya harus 1. yang dapat digunakan untuk mengenal dan memecahkan berbagai masalah kehidupan. aplikasi belajar dalam tugastugas khusus. bukan saja berkenaan dengan pengetahuan umum. yang dapat merefleksikan prinsip-prinsip dasar dari berbagai bentuk inkuiri. Pertama. Untuk itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Belajar menyiapkan peserta didik untuk menghadapi masa yang akan datang. dibutuhkan partisipasi dari ahli-ahli yang terbaik dalam bidangnya dalam penyusunan kurikulum sekolah.

daan di antara ide-ide. Untuk mencapai hal tersebut yang terpenting adalah menyediakan bahan. Metode inkuiri banyak digunakan dalam mengajarkan EPA dan Matematika.tang suatu masalah tetapi juga akan menumbuhkan kepercayaan kepada diri sendiri. Menurut beberapa hasil penelitian. Metode utama mengajarkan konsep belajar seperti di atas adalah dengan menggunakan metode inkuiri. tentunya agar yang dipelajarinya itu berguna bagi proses berpikirnya. Para ahli berpendapat bahwa hal itu tidak mungkin dapat dicapai hanya dengan memperhatikan penyusunan sekuens bahan ajar saja. ingatan manusia tentang hal-hal yang detail yang ditempatkan dalam suatu hubungan pola struktur. inkuiri cukup memberikan hasil yang baik bila digunakan dalam mengajarkan ilmu -ilmu sosial. Bagaimana pengetahuan-pengetahuan dasar dijalin dengan minat don kemampuan anak. Kedua. Pengetahuan dasar yang dihubungkan dengan fenomena-fenomena tersebut harus disajikan dengan benar. Siswa yang belajar fisika juga perlu memiliki sikap tersebut. Minimal ada empat hal yang merupakan manfaat belajar atau mengajarkan struktur dasar: Pertama. tujuan dan dasar-dasar pembentukan ASEAN akan d'engan mudah memahami berbagai bentuk kerja sama dan kegiatan ASEAN. hal itu bukan saja menghasilkan pemahaman ten. perbc. Anak yang sudah memahami latar belakang. Agar . persamaan. bila is belajar fisika. tetapi sesungguhnya metodi. berhubungan dengan kemampuan ingatan manusia..Seorang ahli fisika memiliki sikap tertentu terhadap alam semesta serta menguasai cara memahami sistem alam semesta. Hal itu bukan hanya berlaku bagi IPA dan Matematika tetapi juga bagi ilmu-ilmu sosial. pemahaman tentang hal-hal yang bersifat fundamental memungkinkan penguasaan bahan ajar secara lebih komprehensif. Menemukan hubungan. menarik minat dan memberikan manfaat. memberikan kesem patan dan mendorong anak untuk mencari dan menemukan aturan yang sebelumnya tidak diketahui. mudah sekali dilupakan. Hal itu membutuhkan pemahaman yang dalam serta kejujuran yang sungguh-sungguh untuk menyajikan fenomena-fenomena baik dalam penyusunan kurikulum maupun dalam penyajian di kelas. tetapi juga harus memperhatikan metode untuk mengajarkan hal tersebut.

Dengan belajar struktur dasar suatu kehilangan tidak akan berbentuk kehilangan total. Ketiga. bahwa prinsip dan konsep merupakan dasar bagi transfer merupakan hal yang sudah lama dikenal. sebab keduanya merupakan dua sisi dari sebuah mata uang. pemahaman prinsip-prinsip dan ide-ide fundamental merupakan syarat utama untuk mengadakan transfer. Proses Belajar Kegiatan mengajar tidak dapat dilepaskan dari belajar. Contoh regenerative dalam IPA dan Matematika adalah rumus-rumus. C. Perwakilan yang sederhana tersebut disebut regenerative. dan sebagainya. Suatu teori yang baik bukan hanya merupakan alat untuk memahami fenomena yang dihadapinya sekarang. 1. Pemahaman tentang hal yang umum memungkinkan menguasai banyak hal yang sifatnya khusus. Ide. penekanan pada struktur dan prinsip-prinsip mengajar yang fundamental dapat mempersempit jarak antara pengetahuan elementer dengan pengetahuan yang lebih lanjut. yaitu apakah proses belajar lebih baik menekankan pada berpikir intuitif atau berpikir analitik? . kaidah. bagan. Dalam ilmu sosial juga dikenal rumus. hampir seluruhnya dikembangkan atau bertolak dari teori belajar. Apabila kita mengkaji teoriteori mengajar yang ada.sesuatu bahan ajar dapat mudah dan lama dikuasai perlu disimpan atau disajikan dalam bentuk yang sederhana yang mewakili hal yang lebih kompleks. sebab penguasaan hal umum memungkinkan penguasaan model pemahaman. Suatu rumus yang sederhana merupakan prasarana dan representasi dari hal yang cukup kompleks. hal-hal yang tersisa dapat membantu menyusun kembali apa-apa yang sudah hilang atau terlupakan. prinsip tertentu. Belajar intuitif Ada suatu pertanyaan mendasar berkenaan dengan proses belajar. tetapi juga untuk mengingatnya besok. Selain hal-hal tersebut regerative juga dapat berupa peta. model. Mengajar merupakan suatu upaya yang dilakukan guru agar siswa belajar. Keempat. Belajar struktur dasar dapat menjamin berbagai bentuk lupa atau kehilangan penguasaan.

tiba-tiba ia menemukan pemecahan walaupun belum didasarkan atas pembuktian formal. Pengetahuan yang secara sistematis dikuasainya dapat menunjang berpikir intuitif. Belum banyak diketahui apakah penekanan tersebut menghambat perkembangan pemahaman intuitif atau tidak. atau variabel-variabel yang mempengaruhinya. Inarticulate genius diperlihatkan oleh anak yang menguasai secara mendalam konsep-konsep bahan ajar. Model pemikiran ini menggunakan proses pemikiran secara deduktif dengan bantuan model konsep matematika atau logika. tekanan lebih banyak diberikan pada kemampuan untuk memformulasikan secara eksplisit. Pad a articulate ideocy anak pandai menyatakan dengan kata-kata tetapi tak punya kemampuan untuk menggunakan konsep-konsep tersebut. menggunakan prinsip penelitian. Berpikir intuitif tidak memiliki langkah-langkah yang dapat dirumuskan secara pasti dan teliti. tetapi kurang mampu menyatakan secara verbal. pertama seseorang telah cukup lama menghadapi suatu persoalan. Kita dapat membedakan antara inarticulate genius dengan articulate idiocy. Pemikir sampai pada suatu jawaban mungkin benar mungkin juga tidak. lebih merupakan suatu manuver yang didasarkan atas persepsi implisit dari keseluruhan masalah. dan pada kemampuan anak memreproduksikan penguasaan secara verbal dan numerikal. dengan sedikit pernyataan tentang proses . Langkah-langkah tersebut bersifat eksplisit dan biasanya dapat disampaikan kepada orang lain. Seseorang pemikir intuitif yang baik dilahirkan dengan kekhususan tertentu. tetapi efektivitas intuitifnya dilandasi oleh pengetahuan yang kuat tentang bidang yang berhubungan dengan kekhususan tersebut. Berpikir analitik meliputi suatu rentetan langkah-langkah. kedua. eksperimen dan analisis statistik. seorang dapat dengan cepat memberikan jawaban dugaan terhadap sesuatu persoalan dengan benar.Pengamatan menunjukkan bahwa dalam berbagai kegiatan belajar penilaian di sekolah. Dua contoh pemahaman intuitif. Apakah berpikir intuitif? Orang lebih mudah membahas atau melakukan pemikiran analitik yang lebih bersifat konkret daripada berpikir intuitif yang lebih abstrak. Hasil-hasil pemikiran ini berupa informasi atau suatu operasi.

Dalam berpikir intuitif. Kedua model pemikiran ini dapat saling komplemen. apakah induktif atau deduktif. Pemecahan intuitif mungkin dapat lebih cepat dibandingkan dengan pemecahan analitik. mengkombinasikan beberapa konsep sebelum diketahui faedahnya. Kemungkinan dapat teijadi pada suatu saat pemikir intuitif dapat menemukan masalah yang sama sekali tak dapat ditemukan oleh pemikir analitik. Intuisi sering diartikan sebagai immediate apprehension atau cognition. analitis dan pembuktian-pembuktian. Hasil pemecahan intuitif dapat dicek oleh hasil pemecahan analitik. mungkin juga ia tidak menyadari aspek-aspek dari situasi masalah yang ia hadapi/kerjakan. Di sekolah terutama dalam bidang science dan matematika dewasa ini sangat dipentingkan proses-proses berpikir analitik. Bahan pelajaran yang berisi banyak perkiraan. Melalui berpikir intuitif seseorang memungkinkan sampai pada jawaban atau pemecahan yang sama sekali tak dapat dipecahkan atau lambat sekali bila menggunakan pemecahan melalui proses analitik. Para perencana kurikulum perlu berusaha menemukan bagaimana mengembangkan pemikiran intuitif pada murid-murid seawal mungkin. yang memungkinkan ia melangkah atau meloncat atau memotong jalan pendek untuk sampai pada suatu jawaban atau pemecahan. Menangkap pengertian dan struktur masalah atau situasi tanpa menggunakan alat atau cara analitis. Situasi belajar intuitif di sekolah akan sangat ditentukan oleh sifat bahan pelajaran. Immediate apprehension merupakan pengenalan atau penguasaan langsung tanpa mengikuti langkah-langkah formal. Seharusnya sebelum murid-murid diperkenalkan dengan metode analitik terlebih dahulu ditanamkan pemahaman intuitif. hipotesis dirumuskan dengan cepat. Biasanya proses pemikiran intuitif ini berkenaan dengan domain kognitif. Hasil berpikir intuitif dapat dicek dengan kesimpulan dari hasil analitik.pencapaiannya. Immediate apprehension merupakan lawan dari mediate apprehension. Mediate apprehension menunjukkan penguasaan dan pengenalan tak langsung melalui penggunaan metode formal. memberikan kemungkinan pemahaman . terutama dengan struktur pengetahuan. Ia sering jarang dapat menjelaskan bagaimana memperoleh jawaban.

Hal itu juga tidak berarti bahwa prediksi intuitif selalu lebih berhasil daripada prediksi analitis. Seorang spesialis dalam bidang kedokteran (dokter) dalam pertemuan pertamanya dengan pasiennya mengemukakan beberapa pertanyaan. Prosedur heuristik dengan . mengadakan pemeriksaan singkat lalu memberikan diagnosis. Guru yang biasa menerka jawaban suatu persoalan. Algoritma merupakan prosedur pemecahan suatu masalah yang mengikuti urutan yang teliti. adalah predisposisi. dapat banyak membantu kegiatan berpikir intuitif bagi murid-muridnya. Untuk selanjutnya.dan pengalaman yang luas. Untuk pengalaman pertama diagnosis intuitif yang dilakukan dokter tersebut mungkin kurang sempurna dibandingkan dengan diagnosis yang bersifat analisis langkah-langkah formal yang dilakukan oleh seorang dokter muda. lalu mengeceknya dengan cara analitis kritis akan lebih mengembangkan kemampuan berpikir intuitifnya daripada guru yang memecahkan persoalan dengan cara analitis. juga imitasi atau identifikasi dengan seorang pengintuitif. yang berkenaan dengan dimiliki atau tidak dimilikinya kemampuan intuitif dalam suatu bidang tertentu serta kekuatan intuitif pada bidang tersebut. dapat juga berkembang melalui identifikasi yang cukup kompleks. Kemungkinan kemampuan intuitif seorang siswa berkembang melalui imitasi sederhana dengan gurunya. penguasaan atau pemahaman dalam bidang tertentu serta pengalaman. Bagaimana pengaruh atau peranan prosedur heuristik terhadap proses berpikir intuitif? Prosedur heuristik merupakan lawan dari prosedur algoritma. mungkin juga tidak. Dari uraian di atas tampak di samping variabel predisposisi yang mempengaruhi berpikir intuitif. mengundang spontanitas. diagnosis yang bersifat intuitif (clinical prediction) dapat Iebih berhasil dibandingkan dengan diagnosis analitis (actuarial prediciton). Faktor-faktor apa yang mempengaruhi berpikir intuitif? Faktor pertama. Prosedur heuristik merupakan prosedur pemecahan masalah yang tidak mengikuti urutan langkah demi langkah pemecahan lebih bersifat menyeluruh dan fleksibel. selangkah demi selangkah. Seseorang yang mempunyai pemahaman yang cukup luas dalam bidang tertentu akan mudah memberikan pemecahan intuitif dibandingkan dengan orang yang kurang menguasai. Apakah perkembangan intuisi seorang siswa menyerupai gurunya yang berpikir itu? Mungkin ya.

Apakah dengan berpikir intuitif anak dilatih untuk sekadar mengiratigira? Padahal di sekolah sering mengira-ngira dianggap suatu kemalasan. tetapi juga tidak boleh menutupi kesalahan.menggunakan analogi. Dengan berpikir intuitif memang anak diminta untuk mengira-ngira. Pada dimensi yang pertama dibedakan tipe belajar yang bersifat mencari (discovery learning) dan yang bersifat menerima (reception learning). atau pemrosesan Iebih lanjut. Belajar bermakna Ausubel dan Robinson (1969) membedakan dua dimensi dari proses belajar. sedang pada belajar bermakna sisw a mempelajari sesuatu bahan ajar dengan berusaha memahami makna atau artinya. visualisasi pemecahan yang dilakukan secara berulang-ulang akan singat menunjang proses berpikir intuitif. pengecekan kesalahan dengan pembuktian melalui proses berpikir analitis dapat memperbaiki dan mengembangkan kemampuan berpikir intuitif seseorang. dengan proses pemikiran analitis. 2. Berpikir intuitif didasari oleh keyakinan pada diri sendiri dan keberanian dari siswa. Pemikir intuitif harus jujur. Keempat tipe belajar tesebut sebenarnya hanya merupakan kencederungankecenderungan. simetri. bentuk yang belum selesai. Seorang yang berpikir intuitif tidak boleh takut berbuat salah. maka si pelajar harus berusaha mencari dan menyelesaikannya sendiri. Pada belajar mencari atau belajar diskoveri karena bahan ajar disajikan dalam. yaitu dimensi cara menguasai pengetahuan dan cara menghubungkan pengetahuan baru dengan struktur ide yang telah ada. Pada dimensi kedua. dibedakan antara belajar yang bersifat menghafal (rote learning) dan belajar bermakna (meaningful! learning). Cenderung ke arah mencari atau menerima ke arah menghafal atau mendapatkan makna. Keseluruhan tipe belajar tersebut juga bisa . tetapi suatu perkiraan yang selalu dicek dengan pembuktian. Si pelajar tinggal menerima saja tanpa mengadakan usaha-usaha pengolahan. pengujian kondisi. Dalam belajar menghafal siswa berusaha menguasai bahan tanpa mengetahui maknanya. Dalam belajar menerima keseluruhan bahan pelajaran disajikan kepada si pelajar dalam bentuk yang sudah sempurna.

berkombinasi satu sama lain, membentuk tipe belajar menerima-bermakna, mencari bermakna, menghafal menerima, dan menghafal mencari.

a. Konsep-Konsep Dasar Ada dua hal penting dalam konsep belajar bermakna, yaitu struktur kognitif dan materi pengetahuan baru. Struktur kognitif merupakan segala pengetahuan yang telah dimiliki siswa sebagai hasil dari kegiatan belajar yang lalu. Dalam belajar bermakna pengetahuan baru harus mempunyai hubungan atau dihubungkan dengan struktur kognitifnya. Hubungan tersebut akan terjadi karena adanya kesamaan isi (substantiveness) dan secara beraturan (non-arbitrer). Kedua sifat hubungan tersebut menunjukkan adanya kebermaknaan logis materi yang akan dipelajari. Jadi kebermaknaan logis ini merupakan sifat dari materi yang akan dipelajari, tetapi tidak berarti menjamin bahwa itu bermakna bagi siswa. Agar hal itu bermakna bagi siswa, ada dua tambahan persyaratan. Pertama, suatu materi memiliki kebermaknaan logis berarti bahwa materi tersebut dapat dihubungkan dengan konsep-konsep yang telah ada pada siswa. Agar materi baru dapat difahami siswa, maka is sendiri harus memiliki materi yang sesuai dengan hal itu. Bila siswa dalam struktur kognitifnya telah memiliki materi, ide-ide yang sesuai, yang memungkinkan materi baru dapat dihubungkan padanya secara subtantif dan non-arbitrer, maka materi tersebut telah memiliki kebermaknaan potensial (potential meaningfulness).Kedua, suatu materi memiliki kebermaknaan potensial, sebab siswa dapat memberikan makna, tetapi hal itu bergantung pada kemauan siswa untuk memberi makna atau tidak. Apabila si siswa mempunyai kesiapan untuk memberi makna maka terjadilah belajar bermakna (meaningful learning). Kalau disimpulkan belajar bermakna ini menuntut tiga persyaratan: 1. Materi yang dipelajari harus dapat dihubungkan dengan struktur kognitif secara beraturan karena adanya kesamaan isi. 2. Siswa harus memiliki konsep yang sesuai dengan materi yang akan dipelajarinya. 3. Siswa harus mempunyai kemauan atau motif untuk menghubungkan konsep tersebut dengan struktur kognitifnya.

Makna merupakan hasil suatu proses belajar bermakna. Hal itu juga akan menjadi isi kognitif atau isi dari penyadaran yang muncul bila materi yang punya makna potensial dihubungkan dengan struktur kognitif. Belajar bermakna dan belajar manghafal bukan dua hal yang benar-benar bersifat dikotomis, tetapi hanya menunjukkan apakah sesuatu kegiatan belajar lebih mengarah pada bermakna atau kurang bermakna. Suatu kegiatan belajar yang kurang bermakna akan muncul apabila: 1. Materi yang dipelajari kurang memilik kebermaknaan logis. 2. Siswa kurang memiliki konsep-konsep yang sesuai dalam struktur kognitifnya. 3. Siswa kurang memiliki kesiapan untuk melakukan kegiatan belajar bermakna. Belajar bermakna akan menghasilkan konsep-konsep, ide-ide barn yang punya makna, penuh arti, jelas, nyata perbedaannya dengan yang lain. Konsep yang demikian tidak akan mudah digoyahkan dibandingkan dengan konsepkonsep yang dibentuk melalui hubungan atau asosiasi arbitrer. Dengan belajar bermakna, siswa akan menguasai dan mengingat konsep-konsep inti. Dalam belajar menghafal sering konsep inti dan konsep bukan inti berbaur dan saling menghambat, tetapi dalam belajar makna keduanya bisa dibedakan dengan jelas. Mengapa seseorang melakukan kegiatan belajar dengan menghafal Minimal ada tiga sebab utama: 1) Mereka belajar dari pengelaman yang kurang menyenangkan yang secara material memberikan jawaban yang benar, tetapi kurang memberikan hubungan yang bermakna. Adanya tuntutan memberikan jawaban yang bersifat fakta-fakta sering mendorong siswa untuk belajar dengan cara mengingat dan menghafal. 2) Siswa mengalami kecemasan yang cukup besar. Hal ini kemungkinan besar disebabkan karena ia gagal dalam menguasai pelajaran, atau karena kurang yakin akan kemampuan belajar bermakna. Untuk mengatasi kecemasan tersebut ia belajar dengan cara menghafal. 3) Siswa berada dalam suatu tekanan untuk selalu memperhatikan keberhasilan dan kelancaran belajar, atau menyembunyikan kekurangan-kekurangannya.

b. Macam-Macam Belajar Bermakna Makna merupakan isi dari struktur kognitif, yang terjadi karena materi yang memiliki kebermaknaan potensial disatukan dengan struktur kognitif. Proses penyatuan tersebut berbeda-beda dan dapat diletakkan dalam suatu hierarki dari yang bersifat represensional sampai dengan belajar tingkat tinggi, perbuatan belajar kreatif. Belajar represensional merupakan suatu proses belajar untuk mendapatkan arti atau makna dari simbol-simbol. Kalau orang tua mengatakan kucing sambil menunjuk seekor kucing, maka pada struktur kognitif anak akan terbentuk rangsangan internal yang akan memberi makna pada kata kucing sebagai binatang kucing. Kata kucing menjadi simbol yang mewakili binatang kucing. Melalui proses representasi tersebut anak akan mengenal banyak nama dan tiap benda punya nama sendiri. Belajar represensional juga berlaku bagi nama-nama bukan benda. Kata depan terjadi melalui hubungan antara dua objek seperti kucing di atas meja, air di dalam gelas dsb. Belajar konsep dapat mempunyai makna logis dan makna psikologis. Makna logis terbentuk melalui fenomena adanya benda-benda yang

dikelompokkan karena memiliki ciri-ciri yang sama. Berbagai macam kucing dan harimau karena cirinya yang sama, dikelompokkan sebagai kucing. Dalam makna logis ada ciri-ciri utama yang menunjukkan sekumpulan sifat-sifat yang dimiliki oleh setiap anggota suatu kelas konsep. Ciri-ciri utama tersebut berbeda antara suatu kelas konsep dengan kelas yang lain. Makna psikologis suatu konsep terbentuk dalam dua tahap. Pada tahap pertama konsep terbentuk melalui pengalaman nyata. Secara induktif anak menemukan ciri-ciri utama benda-benda tertentu. Melalui permainan dengan bermacam-macam warna dan bentuk kubus anak akan memiliki konsep tentang kubus, walaupun tidak tahu namanya. Pada tahap berikutnya bila anak telah bersekolah ia belajar makna konsep secara formal dari nama dan kata-kata. Kedua tahap proses pembentukan makna konsep tersebut terjadi hampir dalam semua kegiatan anak belajar konsep. Pembentukan konsep selanjutnya terjadi melalui proses asimilasi yaitu definisi-definisi. Belajar proposisi. Proposisi atau kaidah merupakan suatu kalimat yang menunjukkan hubungan antara dua hal. Proposisi ini ada yang bersifat umum,

"binatang buas makan daging" yang berisi banyak konsep dan ada pula yang bersifat khusus, harimau makan kelinci yang hanya berisi satu konsep. Dalam belajar proposisi yang bermakna, kalimat yang dipelajari dihubungkan dengan konsep yang ada dalam struktur kognitif. Ada tiga macam cara menghubungkan: 1) Hubungan antar-bagian. Bahan baru yang dipelajari siswa merupakan bagian dari konsep-konsep yang telah ada. Dalam belajar hubungan antar-bagian ini ada dua macam bagian, yaitu bagian yang bersifat derivative dan correlative. Pada bagian derivative siswa melukiskan atau meneruskan hal yang dicakup dalam sutu proposisi. Contoh: "kucing memanjat pohon", bagian derivativenya "kucing tetangga memanjat pohon saya". Dalam bagian correlative, belajar berfungsi memperluas, mengelaborisasi, memodifikasi proposisiproposisi yang telah ada. Contoh anak telah mengenal jajaran genjang, dengan correlative preposition anak akan mengenal belah ketupat. 2) Hubungan superordinat. Bahan yang dipelajari merupakan superordinat dari konsep-konsep yang telah ada dalam struktur kognitifnya. Anak telah mengenal besar sudut segi tiga siku-siku 180 derajat, segi tiga sama sisi 180 derajat, dan sebagainya, maka dalam kegiatan belajar sampai pada proposisi bahwa jumlah sudut setiap segi tiga besarnya 180 derajat. 3) Hubungan kombinasi. Bahan yang dipelajari bukan merupakan bagian bukan juga superordinat dari yang telah ada, akan tetapi merupakan kombinasi dari banyak hubungan. Contohnya adalah belajar model. Belajar diskaveri atau mencari. Bahan yang dipelajari tidak disajikan secara tuntas tetapi membutuhkan beberapa kegia tan mental untuk menuntaskan dan menyatakannya dengan struktur kognitif. Belajar diskoveri terbagi atas dua macam kegiatan belajar, yaitu belajar pemecahan masalah dan belajar kreatif. Belajar pemecahan masalah, memiliki proses psikologis yang le bih kompleks dibandingkan dengan belajar proposisi. Dalam belajar pemecahan masalah, anak dihadapkan pada masalah -masalah yang memerlukan pemecahan. Guru mengajukan beberapa pertanyaan yang mengarahkan siswa agar

menemukan pemecahan atau jawabannya sendiri.

Belajar kreatif. Kreativitas merupakan suatu kemampuan untuk menghasilkan sesuatu yang baru, baik baru bagi dirinya maupun orang lain. Belajar kreatif adalah siswa proses belajar merencanakan, melaksanakan, dan

membuktikan sendiri‡percobaan-percobaan. Mereka berusaha mencari hubungan antara konsep-konsep yang baru dan konsep-konsep yang telah ada pada struktur kognitifnya.

3. Hubungan macam-macam belajar dengan taksonomi Bloom Macam-macam belajar yang telah diuraikan sebelum ini, menunjukkan adanya beberapa kategori tingkah laku belajar, yaitu belajar bermakna, menghafal menerima, dan diskaveri. Belajar bermakna pun berbeda-beda pula dari yang bersifat represensional sampai dengan belajar kreatif. Karena adanya

pengkategorian tersebut maka dapat dicari hubungannya dengan kategori belajar atau taksonomi dari. Bloom. Karena pengetahuan atau knowledge Bloom lebih banyak berhubungan dengan ingatan maka dapat dikelompokkan sebagai belajar menghafal (rote learning). Mulai dari pemahaman sampai dengan evaluasi dapat dikategorikan sebagai belajar bermakna. Belajar konsep dan preposisi dapat disamakan dengan pemahaman, pemecahan masalah dengan analitis dan kreativitas dengan sintesis yang sukar dimasukkan dalam kategori tersebut adalah aplikasi dan evaluasi. Dari pembandingan dengan taksonomi Bloom juga dapat ditarik kesimpulan bahwa macam-macam belajar bermakna ini, lebih menyangkut ranah kognitif. Ranah afektif dan psikomotor tidak tercakup dengan macam-macam kategori belajar ini.

4. Mengingat dan lupa Belajar merupakan proses menguasai makna dari sesuatu bahan pelajaran yang secara potensial bermakna. Mengingat merupakan suatu proses memelihara penguasaan sesuatu makna baru. Lupa merupakan kemunduran atau kehilangan penguasaan suatu makna yang telah dikuasai.

Konsep-konsep baru yang kurang umum. maupun yang menghambat lupa. Dalam struktur kognitif suatu konsep baru. Sesuatu yang terlupakan sama sekali. Penguasaan dan penyimpanan. Proses ini terjadi dalam dua langkah: (1) penguasaan dan penyimpanan. ada yang kuat sekali. . mempersempit konsep yang telah ada. tidak hanya berhubungan dengan suatu konsep tetapi dengan beberapa konsep yang telah ada. memperluas.Suatu konsep baru dipelajari oleh individu. Keadaan tersebut dapat terjadinya pengurangan makna. Apabila dirangkumkan maka ada tiga faktor yang mempengaruhi penguasaan kembali konsep dari ingatan: 1) Kekuatan hubungan antara konsep yang telah ada dengan konsep baru. 2) Efektivitas usaha untuk menguasai kembali konsep yang terlupakan. lemah sekali di samping yang tidak berhubungan sama sekali. diingat untuk beberapa saat dan sebagian ada yang terlupakan. Mengingat dan lupa. Ke kuatan hubungan dengan masing-masing konsep tidak selalu sama. mungkin masih terletak di atas tingkat recognition. Karena proses asimilasi dan reduksi tersebut berjalan spontan dan berangsur-angsur maka konsep-konsep tersebut terlupakan. Interaksi antara konsep baru dengan konsep-konsep yang telah ada menimbulkan suatu makna. tetapi dalam bebe rapa hal mungkin juga tidak mengubah konsep lama. kalau dipelajari kembali akan terjadi recognition. baik yang memperkuat penguasaan kembali. Tingkat yang tertinggi berada pada tingkat yang berhubungan dengan mengingat kembali (recall). Suatu konsep dipelajari dengan cara yang bermakna dan disatukan dengan konsep-konsep yang telah ada dalam struktur kognitif. Bila suatu konsep di bawah tingkat recall maka anak tidak dapat mengingatnya kembali. Makna baru tersebut mungkin mengubah. (2) mengingat dan lupa. melalui periode waktu bersatu atau berasimilasi dengan konsep-konsep yang telah ada. Suatu konsep yang berada di bawah tingkat recall. karena terjadi pengurangan hubungan (reduksi). Ada dua tingkat kritis untuk mengingat kembali konsep yang terlupakan. 3) Macam penguasaan apakah pada tingkat recall atau recognition.

hal itu dilatarbelakangi oleh beberapa hal: a. menyebabkan terjadinya perbedaan isi antara bahan baru dengan konsep pokok. karena terjadi hubungan secara arbitrer. Pada belajar yang bersifat menghafal. kekacauan. Hambatan proaktif merupakan hambatan dalam mengingat sesuatu karena adanya pengaruh dari bahan yang telah dipelajari lebih dahulu. keraguan arti sesuatu konsep sejak awal proses belajar. Hambatan retroaktif merupakan hambatan dalam mengingat yang lama karena bahan baru. (2) kesiapan si pelajar sendiri untuk melakukan belajar bermakna. Sering terjadi perbedaan antara isi bahan yang diajarkan dengan diingat. 6. Hubungan suatu konsep yang dipelajari dengan bermakna dengan struktur kognitif menyebabkan konsep tersebut lebih lama dikuasai dalam ingatan. Kekurangstabilan dan kekurangjelasan konsepkonsep pokok tersebut. terputusputus dan terisolasi. Ketidakjelasan. karena kekurangtepatan makna konsep pokok dalam struktur kognitif. Kelebihan belajar bermakna Suatu bahan dipelajari secara bermakna atau dihafal bergantung pada (1) sifat bahan apakah secara potensial bermakna atau tidak bermakna. Keadaan demikian memungkinkan sejumlah besar bahan dapat disatukan dalam struktur kognitif dengan penguasaan yang lebih efektif. Dalam belajar mengingat ada dua hambatan (inhibition) yang mungkin terjadi yaitu hambatan proaktif dan retroaktif. Dalam belajar yang bersifat menghafal hubungannya tidak mendalam. Dengan demikian belajar bermakna lebih efisien dibandingkan dengan belajar menghafal. Ketimpangan isi yang diajarkan dan yang diingat. Inhibisi proaktif dan retroaktif Salah satu penyebab utama dari lupa pada belajar bermakna adalah pengurangan makna dari suatu konsep dalam struktur kognitif.5. Hal itu disebabkan adanya hubungan yang substantif dan non-arbitrer dengan konsep-konsep yang ada dalam struktur kognitif. . Hasil belajar bermakna lebih lama dikuasai daripada belajar menghafal. masalah lupa disebabkan oleh hilangnya atau lemahnya asosiasi antara dua hal.

Sebab lain. D. Nilai positifnya adalah menyeleksi ideide baru mana yang lebih stabil. Ada tiga masalah penting berkenaan dengan penyesuaian bahan ajar dengan perkembangan anak: . Dalam menerima suatu konsep baru terjadi "leveling" dan "sharpening".b. Karena merasa sudah tercakup sering terlupakan. dan tidak mengingat semua perangsang yang masuk. Jika suatu bahan baru salah penafsirannya karena adanya kelainan dalam struktur kognitif. kesalahan tersebut akan menetap malah akan diperkuat pada masamasa asimilasi. c. Mengingat bermakna yaitu memasukkan konsep-konsep penting dalam struktur kognitif sangat penting bagi kegiatan belajar Iebih lanjut dan kegiatankegiatan pemecahan masalah sebab konsep-konsep tersebut merupakan pijakan dan bahan yang akan diolah dalam proses belajar selanjutnya. sedang sharpening adalah penajaman suatu konsep atau perangsang menjadi lebih sempurna lebih baik. kurang kuat. terjadi karena bahan-bahan baru yang kurang penting tersebut dalam penyatuannya dengan yang telah ada kurang stabil. kurang jelas sehingga mudah sekali terlupakan. Pada saat memberikan penafsiran pertama terhadap bahan baru yang bersifat selektif. Kesalahan dan penyimpangan dapat terjadi bila suatu makna yang telah tersimpan dirumuskan kembali secara verbal. Hal itu disebabkan bahan-bahan yang tidak penting sudah tercakup dalam hal-hal yang penting. Penguasaan konsepkonsep penting sering mengabaikan konsep-konsep atau detail-detail yang kurang penting. terjadi kesalahan dan penghilangan atau pengurangan ciri-ciri. lebih penting dan lebih memperkuat konsep-konsep yang telah ada. Masalah lupa memiliki nilai positif dan juga nilai negatif. Pada fase mengingat kembali bahan-bahan tersebut cenderung terjadi pengurangan terhadap konsep-konsep yang telah ada dalam struktur kognitif. Kesiapan Belajar Tiap bahan pelajaran dapat diajarkan kepada anak secara efektif bila sesuai dengan tingkat perkembangan anak tersebut. Leveling adalah penyusutan bentuk yang tidak lazim dalam bentuk yang lebih lazim.

tidak ada batas perbedaan antara motif dan peranan dirinya dengan kegiatan lingkungannya. Matahari bergerak karena didorong oleh Tuhan. Hal itu karena anak lebih dipengaruhi oleh intuisi daripada oleh kegiatan simbolik. Tingkat kedua. Kekurangan tersebut sering menghambat penguasaan ide dasar bidang studi tertentu terutama matematika dan fisika. Anak tidak dapat membedakan antara tujuan dengan cara atau alat untuk mencapainya. adalah mempresentasikan struktur bahan pelajaran sesuai dengan cara anak memandang atau mengartikan bahan pelajaran tersebut. dan representasi pertama diperkuat dan diperbaiki pada tingkat selanjutnya. masa antara 7 sampai 11 tahun. masa lahir sampai 2 tahun merupakan masa perkembangan kemampuan bergerak dan merespons terhadap rangsangan. Kemampuan simbolik utama yang harus dipelajari anak. Tingkat ketiga. Menurut Piaget. bahwa tiap tingkat perkembangan mempunyai karakteristik tertentu tentang cara anak melihat lingkungannya dan cara memberi arti bagi dirinya sendiri. Bila suatu benda berubah anak belum dapat menangkap ide bahwa benda tersebut dapat dikembalikan pada keadaan asalnya. Kekurangan utama pada tingkat ini adalah anak belum memiliki ko nsep perbedaan atau perlawanan (reversibility). disebut juga tingkat "concrete . ada empat tingkat perkembangan anak: Tingkat pertama adalah tingkat Sensory motor. Suatu dugaan umum bahwa ide atau konsep dapat direpresentasikan dengan sebenar-benarnya dan sebaik-baiknya sesuai dengan tingkat pemikiran anak pada tingkat usia tertentu. adalah bagaimana merepresentasikan dunia luar melalui pembentukan simbol-simbol anak.1. lebih banyak dipengaruhi perbuatan trial and error daripada hasil pemikiran. Melalui berbagai kegiatan anak bermanipulasi dengan lingkungan. Pengajaran merupakan suatu translation. Tingkat ini mulai dari perkembangan awal berbahasa sampai anak marnpu belajar bermanipulasi dengan simbol-simbol. Perkernbangan intelek Hasil penelitian berkenaan dengan perkembangan intelek anak menunjukkan. masa 2 sampai 7 tahun disebut tingkat Preoperasional. dan bintang-bintang tidur seperti dia. Tugas perkembangan anak pada masa ini terutama membentuk hubungan antara pengalaman dengan kegiatan. merupakan masa anak sekolah. Mengajarkan suatu bahan pelajaran kepada anak.

karena dalam operasi dibutuhkan adanya "complete compensation". trial and error digunakan untuk menjadi pembantu atau bahan pembanding pemikiran. Operasi konkret dibimbing oleh "logika kelas" dan "logika" hubungan yang merupakan alat penstrukturan kenyataan yang dihadapinya dan pernah dialaminya pada saat yang lalu. Dengan operasi konkret anak mengembangkan struktur internalnya. kemudian ditransformasikan sehingga dapat disusun dan digunakan secara selektif dalam memecahkan masalah. Operasi merupakan pengumpulan data tentang dunia sekitarnya. masa antara 11 sampai dengan 14 tahun. Internalisasi berarti bahwa anak memecahkan masalah bukan dengan cara trial and error tetapi dengan pemikiran. Pengurangan dikompensasi oleh penjumlahan. atau terbatas pada apa yang telah dikenalnya. perkalian oleh pembagian. tetapi ma belum mampu menghadapi kemungkinan-kemungkinan yang sama sekali asing baginya. Operasi bersifat internalisasi dan reversible. Tingkat keempat. Seorang anak mampu memikirkan kemungkinan variabel-variabel. Kegiatan intelektual anak didasarkan atas kemampuan beroperasi pada tingkat hipotetis dan bukan lagi pada tingkat pengalaman. maka bahan ajar harus disesuaikan dengan "bahasa" struktur internal tersebut. Tingkat ini merupakan tingkat operasional yang berbeda dengan tingkat pertama yang semata-mata hanya aktif. Anak belum mampu secara sistematik melampaui informasi yang diberikan. Struktur internal merupakan hal yang sangat esensial. karena dengan struktur internal anak mampu beroperasi. Pada diri anak ada sistem simbolik internal yang merepresentasikan dunia luar. untuk mendeskripsikan apa yang terjadi. Operasi intelektual telah berkembang sampai pada tingkat semacam operasi logis ahli logika. sarjana atau para pemikir lainnya. merupakan tingkat "formal operation". Suatu operasi dapat dikompensasi dengan operasi sebaliknya. Ini tidak berarti anak yang beroperasi secara konkret tidak mampu mengantisipasi hal-hal yang tidak ada. Reversibility diperlukan.operational". Agar anak menguasai apa yang diajarkan. Pada tingkat ini anak mampu memberikan pernyataan formal atau pernyataan axiomatik pada ide-ide yang . dan bahkan mampu mendeduksi hubungan potensial yang dapat dicek dengan percobaan atau pengamatan.

Pertama. . yaitu proses memanipulasi pengetahuan agar sesuai dengan tugas yang baru. bila guru mengajarkannya dengan cara menyajikan penjelasan-penjelasan formal yang didasarkan atas logika. bahwa anak lebih spontan.konkret. lebih energik dibandingkan dengan orang dewasa. Belajar anak dalam segala hal lebih cepat dibandingkan dengan orang tua. kurang disesuaikan dengan cara berpikir anak serta kurang mengaplikasikannya. proses mendapatkan atau memperoleh informasi baru untuk melengkapi atau menggantikan informasi yang telah dimiliki atau menyempurnakan pengetahuan yang telah ada. Transformasi meliputi cara-cara mengolah informasi untuk sampai pada kesimpulan yang lebih tinggi. Perkembangan intelek anak bukanlah suatu rangkaian perkembangan yang bersifat tertutup. 2. Dalam pengajaran matematika sering anak bukan belajar "aturan matematis". Menurut David Page seorang ahli dan guru yang sangat berpengalaman dalam mengajar matematika. Kedua. Kegiatan belajar Belajar sesuatu bidang pelajaran. Ketiga. lebih kreatif. Pada tingkat operasi konkret anak mampu menangkap secara intuitif dan konkret. dapat dioperasikan dengan baik. sebelum langkah pemecahan masalah. merespons terhadap pengaruh lingkungannya terutama lingkungan sekolah. tetapi terbuka. dalam pengajaran dari Taman Kanak-Kanak sampai Perguruan Tinggi dalam perkembangan intelek menunjukkan kecenderungan yang sama. Apakah kesimpulan yang telah dilakukan dengan saksama. proses evaluasi untuk mengecek apakah manipulasi sudah memadai untuk dapat menjalankan tugas rnencapai sasaran. minimal meliputi tiga proses. tetapi belajar menggunakan alatalat atau resep-resep matematis tanpa memahaminya. Yang sangat penting dalam mengajarkan konsep-konsep dasar adalah anak dibantu untuk berkembang dari berpikir konkret pada menggunakan cara berpikir yang lebih konseptual. sejumlah ide-ide dasar ilmu pengetahuan. transformasi. Perkembangan intelek anak perlu ditunjang oleh kesempatan-kesempatan yang berguna agar berkembang lebih pesat. Hal itu akan sia-sia saja.

Orang yang lebih ideal. episode-episode bahan pelajaran. tetapi merupakan spiral terbuka. Kedua macam tujuan tersebut sama pentingnya dan diperlukan dalam pelaksanaan program. kita manipulasi dengan beberapa cara. Minat dan Motif Belajar Dalam perencanaan kurikulum sering dibedakan antara tujuan jangka panjang dan tujuan jangka pendek. pemberian gelar juara. biasanya kita susun bahan pelajaran tersebut dalam rentetan episode (satuan pelajaran). Kurikulum bukan sesuatu yang staffs tertutup. Bila sudah cukup berpengetahuan apakah menjadi orang dewasa yang lebih baik? Bila javvabannya cenderung ke arah tidak atau tidak jelas (ambigius). karena tujuan jangka pendek tidak memberikan arah sama sekali. yang dapat dicapai dengan penggunaan bahan yang singkat serta metode yang sederhana. . 3. penting. Kurikulum memiliki struktur bahan ajar. Cara-cara yang biasa dilakukan adalah: memperpanjang atau memperpendek isi episode. Tujuan jangka panjang merupakan tujuan akhir pendidikan (the end of education). bahan ajar telah disusun dalam urutan yang logis dan cukup mendorong perkembangan dan keadaan memungkinkan untuk memperkenalkannya seawal mungkin. lebih mengutamakan tujuan jangka panjang. Dalam menyajikan bahan pelajaran sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan murid. mempersiapkan pertanyaan yang dapat memberikan motivasi intrinsik atau ekstrinsik. E. berisi banyak konsep. juga dapat pendek. Episode belajar dapat panjang. apakah anak akan menjadi orang dewasa dan berpengetahuan. Seorang yang berpendirian lebih praktis lebih mengutamakan tujuan jangka pendek. hal itu menunjukkan belum adanya keteraturan dalam mated. sebab merupakan sasaran akhir. Kurikulum selalu membutuhkan baik anak didik maupun masyarakat sekitarnya. yang disusun atau dibentuk di sekitar prinsip-prinsip. Dalam tiap episode terdapat ketiga proses di atas.Dalam mempersiapkan bahan pelajaran. masalah-masalah dan nilai-nilai dalam masyarakat. kurikulum. Spiral Kurikulum Jika prinsip-prinsip perkembangan anak telah diperhatikan. dan sebagainya. memberikan ganjaran dalam bentuk pujian. atau hanya beberapa konsep saja.

Pembangkitan motif belajar pada anak. Pembangkitan minat belajar pada anak. apa yang harus diajarkan. ada yang bersifat sementara (jangka pendek). audio visual aid. yang banyak membangkitkan minat belajar anak sampai dengan kegiatan yang bersifat excessive yakni setiap anak secara pasif menanti giliran penugasan. dan lain-lain dapat menimbulkan . bagaimana menyiapkan bahan pengajaran yang dapat merangsang minat belajar anak cerdas. Kegiatan belajar juga bergerak dari yang aktif. yang banyak memberikan kebosanan dan apatisme. lebih mudah dicapai dan akan selalu ditemukan tujuan yang baru menuju sasaran akhir. sistem ujian. Persoalannya. Masalahnya. Untuk mencapai cita-cita pendidikan unggul dibutuhkan kurikulum yang sesuai. untuk mencapai hal tersebut. sistem kenaikan kelas. Terdapat perbedaan usaha untuk membangkitkan minat yang bersifat sementara dengan yang lebih bersifat menetap. film. Mengenai pemusatan perhatian dan minat belajar terletak dalam suatu kontinum yang bergerak dari sikap apatis atau sama sekali tidak menaruh minat sampai dengan yang sangat berminat. bagaimana mengajarkannya serta bagaimana membangkitkan minat belajar murid. Minat atau perhatian belajar ini sangat berhubungan dengan kegiatan belajar. serta mengutamakan kontinuitas dan pendalaman belajar. menggunakan alat-alat bantu pengajaran yang cukup serta diciptakan berbagai usaha pemberian motivasi. Pencapaian keunggulan bukan hanya bagi anak-anak yang cerdas tetapi juga ditujukan bagi anak-anak biasa. dan lainlain dapat membangkitkan minat yang bersifat sementara. dan ada juga yang lebih bersifat menetap (jangka panjang). sukar dilaksanakan apabila proses belajar lebih menekankan pada satuan-satuan kurikulum. Untuk yang lebih berjangka lama. Pendidikan di Amerika Serikat dewasa ini sangat menekankan pada keunggulan (excellence). audio visual aid. Penggunaan film. tetapi juga tidak mematikan minat atau tetap mendorong minat belajar anak-anak yang tidak cerdas. Konsep pendidikan atau pengajaran hanya dipersiapkan bagi anak ratarata agar sesuai bagi setiap kelompok anak.tetapi tujuan jangka pendek juga penting sebab dengan tujuan tersebut lebih konkret. adalah kurang tepat. yang berbentuk suatu proyek yang berisi kegiatan kompetitif. pendidikan guru yang efektif.

kepasifan. langkah pertama yang harus diusahakan adalah membangkitkan otonomi yang aktif. yang merupakan lawan dari kepenontonan yang pasif. Sistem meritocracy selain mempunyai beberapa kebaikan. Posisi dalam sekolah selanjutnya ditentukan oleh record di sekolah sebelumnya. antara yang bersifat sementara. Meritocracy merupakan sistem pengajaran yang menekankan pada kompetisi atau persaingan. Salah satu sistem untuk membangkitkan motif belajar para siswa. . dan disampaikan dalam bentuk anak lebih aktif. menciptakan kegiatan belajar yang dapat membangkitkan dorongan untuk menemukan (discovery). menerjemahkan apa yang akan diajarkan dalam bentuk pikiran yang sesuai dengan tingkat perkembangan anak. ditentukan oleh sukses sebelumnya. Sistem meritocracy dapat membangkitkan motif yang sangat besar bagi anakanak yang pandai. Dalam sistem meritocracy anak yang pandai dapat berkembang pesat. tetapi dapat mematahkan semangat anakanak yang kurang. tetapi sebaliknya anak yang kurang pandai akan jauh tertinggal. Motif belajar pada anak umumnya campuran. Beberapa hal dapat diusahakan untuk membangkitkan motif belajar pada anak yaitu pemilihan bahan pengajaran yang berarti bagi anak. Untuk membangkitkan minat yang lebih bersifat menetap (jangka panjang). seperti halnya kebudayaan komunikasi massa dapat menimbulkan kepasifan dan sikap monoton. Sesuatu bahan pengajaran yang berarti bagi anak yang disajikan dalam bentuk yang sesuai dengan tingkat kemampuan berpikir anak. Kesempatan pendidikan selanjutnya bahkan juga kesempatan pekerjaan selanjutnya. antara otonomi aktif dengan menonton. Dalam sistem meritocracy siswa mempunyai kesempatan untuk maju terus sesuai dengan prestasi belajar yang dicapainya. anak banyak terlibat dalam proses belajar dapat membangkitkan motif belajar yang lebih berjangka panjang. Sikap belajar menonton yang pasif (the spectator's possitivy) merupakan hal yang membahayakan dalam perkembangan anak. juga mempunyai beberapa efek negatif terutama berkenaan dengan suasana belajar. Film dan audio visual aid merupakan alat yang berorientasi pada hiburan. yang sekarang sedang dikembangkan adalah yang disebut meritocracy. jauh meninggalkan teman-temannya.

Untuk melaksanakan pengajaran yang baik. Penyuluhan khusus sering dibutuhkan bukan saja oleh anak-anak yang lambat tetapi juga anak cepat.Efek yang kurang baik dalam suasana belajar dapat dikontrol dengan perencanaan yang matang. John. drama serta pendidikan humanitas lainnya sangat membantu untuk mencapai keseimbangan. Dalam sekolah yang menekankan sistem kompetitif. tulisan ini mengajak dan mendorong para pelaksana pendidikan terutama guru. mereka perlu memahami pemikiran guru. F. Agar para pelaksana dan juga perencana pendidikan mempunyai pemahaman yang mendalam tentang situasi pendidikan. Dengan buku ini para perencana dan pelaksana pendidikan diajak. inquiring. (1985). Ontario: OISE Press/The Ontariao Institut for Study in Education. kepala sekolah. ahli kurikulum. mereka harus menguasai pula peranan profesional dari guru serta prosedur pelaksanaan pengajaran. berbuat dan mengadakan studi sendiri. pelajaran yang berkenaan dengan humanisme kurang sekali. Salah satu kelemahan sistem meritocracy adalah terlalu menekankan pada science dan teknologi. pengawas. Inquiring Into the Teaching Process. Buku Acuan Hosyom. Sesuai dengan judul bukunya. berinkuiri dalam profesinya. kegiatan guru dalam kelas. . terutama guru dapat melaksanakan pengajaran dan memonitor perkembangannya. serta administrator pendidikan untuk lebih memahami apa yang secara nyata berlangsung dalam kelas. Remedial dan penyuluhan bukan satu-satunya jawaban untuk mengatasi masalah belajar yang bersifat kompetitif. Hal itu dapat diatasi dengan menggunakan sistem pendidikan yang pluralistis. Dengan dasar pemahaman di atas para pelaksana pendidikan. kegiatan siswa serta pemikiran siswa. musik. Pendidikan seni. dibutuhkan usahausaha remedial terutama untuk anak-anak lambat belajar. Sebagai dasar pemahaman situasi pendidikan mereka harus mempunyai pengetahuan ten.tang pendidikan yang baik. didorong untuk berpikir. Toronto.

Fenstermacher. and Soltis. dan ganjaran. Pada bagian akhir buku ini diuraikan juga bagaimana merencanakan dan melaksanakan pengajaran yang efektif. Pengajaran yang efektif tidak lahir begitu saja tetapi harus dipelajari. New York. konteks sosial dan teknis pengajaran. New York. et.. Keseluruhan isi buku ini memberikan pegangan tentang bagaimana melaksanakan suatu pengajaran secara efektif. Dalam buku ini diuraikan secara rinci berbagai peran guru sebagai pengajar. Approaches to Teaching. Lance E. Secara garis besar ada tiga pendekatan. hukuman. sama dengan guru yang baik tidak dilahirkan tetapi dibuat. sebab hal itu akan sangat mempengaruhi perilaku siswa. penyesuaian pengajaran dengan segisegi kepribadian siswa. tetapi sering penuh dengan frustrasi dan kegembiraan. Publication. suatu adaptasi alamiah antara seorang dengan yang lain. Pendidikan guru memegang peranan penting untuk mengembangkan fleksibilitas dalam interaksi.. London: Longman. Springfield. London: Teachers College. Bertolak dari kenyataan itu. Jonas F. agar is dapat mengembangkan kreativitasnya sendiri. Effecitve Teaching: Preparation and Implementation. Dalam buku ini digambarkan bahwa pengajaran adalah suatu perbuatan yang gentleman. Selanjutnya dalam buku tersebut diuraikan. sebagai pelaku yang efektif. Gary D. Guru juga sebagai ahli strategi pengajaran. et al. yaitu pendekatan: executive. modelmodel mengajar dan beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mengembangkan pengajaran yang menekankan fleksibilitas.al.Joice. buku ini menguraikan beberapa pendekatan dalam mengajar. Guru sebagai perencana pengajaran. Pengajaran merupakan suatu kehidupan yang berisi hubungan simbiosis antara guru dengan siswa. therapist dan . (1981). dipersiapkan dan dilatih. Bruce R. Fleksibilitas merupakan karakteristik dasar yang harus dimiliki guru. Columbia University. Flexibility in Teaching. Bedwell. (1984). Konsep yang ingin disampaikan dalam buku ini ialah suatu keyakinan bahwa esensi dari pengajaran adalah fleksibilitas. Illinois: Charles and Thomas. sebagai komunikator informasi. (1986). sebagai manajer tingkah laku siswa dan evaluator perkembangan siswa. membantu kreativitas siswa dan mengkreatifkan sekolahnya. Pendekatan mengajar merupakan hal yang sangat penting dalam pengajaran.

Dalam pendekatan eksekutif. otonomi. rasional dan bermoral.liberationist. dilengkapi dengan beberapa kasus dan cara pemecahannya. Pendekatan liberationist memandang guru sebagai liberator. pengembang pribadi yang utuh. Dalam buku itu juga diuraikan bagaimana menerapkan ketiga pendekatan tersebut. Menurut pendekatan therapist guru adalah orang yang empathetik yang berfungsi membantu perkembangan individu secara pribadi mencapai tingkat self actualization yang tinggi dengan penuh pengertian dan penerimaan. . pembebas pribadi siswa. guru sebagai eksekutor sebagai ekspert yang memberikan pelajaran-pelajaran tertentu dengan teknik-teknik tertentu dengan sangat terampil.

pengetahuan. Oleh karena itu. Pewujudan konsep. pejabat pendidikan. pengetahuan. Rancangan ini disusun dengan maksud memberi pedoman kepada para pelaksana pendidikan. keluarga. dan aspek-aspek kurikulum tersebut seluruhnya terletak pada guru. Suatu kurikulum diharapkan memberikan landasan. Kurikulum menyiapkan siswa untuk bisa hidup dan bekerja dalam masyarakat. dan. metode. kebutuhan. Kelas merupakan tempat untuk melaksanakan dan menguji kurikulum. isi. Pertama.BAB 8 PENGEMBANGAN KURIKULUM A. pendidik. Dalam kurikulum terintegrasi filsafat. dan kemampuan guru diuji dalam bentuk perbuatan. pengusaha serta unsurunsur masyarakat lainnya. nilai. yang akan mewujudkan bentuk kurikulum yang nyata dan hidup. isi. prinsipreigansi. 1. pelaksana. maupun masyarakat. dalam proses pembimbingan perkembangan siswa. Apa yang tertuang dalam kurikulum hendaknya mempersiapkan siswa untuk tugas . Ada dua macam relevansi yang harus dimiliki kurikulum. dan proses belajar yang tercakup dalam kurikulum hendaknya relevan dengan tuntutan. prinsip. Kurikulum disusun oleh para ahli pendidikan/ahli kurikulum. yaitu relevan ke luar dan relevansi di dalam kurikulum itu sendiri. nilai-nilai. dan pengembang kurikulum sesungguhnya. alat. Prinsip-prinsip umum Ada beberapa prinsip umum dalam pengembangan kurikulum. penilai. dan perkembangan masyarakat. mencapai tujuan yang dicita-citakan oleh siswa sendiri. Dialah sebenarnya perencana. Di sana semua konsep. prinsip. Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum Kurikulum merupakan rancangan pendidikan yang merangkum semua pengalaman belajar yang disediakan bagi siswa di sekolah. Relevansi ke luar maksudnya tujuan. gurulah pemegang kunci pelaksanaan dan keberhasilan kurikulum. dan perbuatan pendidikan. ahli bidang ilmu. menjadi pedoman bagi pengembangan kemampuan siswa secara optimal sesuai dengan tuntutan dan tantangan perkembangan masyarakat.

kurikulum hendaknya memilih sifat lentur atau fleksibel. Relevansi internal ini menunjukkan suatu keterpaduan kurikulum. Suatu kurikulum yang baik adalah kurikulum yang berisi hal-hal yang solid. dan penilaian. Prinsip ketiga adalah kontinuitas yaitu kesinambungan. Kurikulum juga harus memiliki relevansi di dalam yaitu ada kesesuaian atau konsistensi antara komponen-komponen kurikulum. Pengembangan kurikulum perlu dilakukan serempak bersama-sama. alat. di sini dan ditempat lain. pengalamanpengalaman belajar yang disediakan kurikulum juga hendaknya berkesinambungan antara satu tingkat kelas. biaya. Prinsip ini juga disebut prinsip efisiensi. maka kurikulum tersebut tidak praktis dan sukar dilaksanakan. SMTA. Prinsip kedua adalah fleksibilitas. bagi anak yang memiliki latar belakang dan kemampuan yang berbeda. dengan kelas lainnya. dan Perguruan Tinggi. proses penyampaian. dan latar belakang anak. Kurikulum bukan hanya menyiapkan anak untuk kehidupannya sekarang tetapi juga yang akan datang. tetapi daram pelaksanaannya memung inkan terjadinya penyesuaian-penyesuaian berdasarkan kondisi daera aktu maupun kemampuan. Kurikulum dan pendidikan selalu dilaksanakan dalam keterbatasan-keterbatasan. Kurikulum mempersiapkan anak untuk kehidupan sekarang dan yang akan datang. maupun personalia. perlu selalu ada komunikasi dan kerja sama antara para pengembang kurikulum sekolah dasar dengan SMTP. Keberhasilan pelaksanaan kurikulum ini baik secara kuantitas maupun kualitas. yaitu antara tujuan. tidak terputus-putus atau berhenti-henti. mudah dilaksanakan. menggunakan alat alat sederhana dan biayanya juga murah. Pengembangan suatu kurikulum tidak dapat dilepaskan dan merupakan . Walatipun kurikulum tersebut hams murah. Prinsip keempat adalah praktis. Perkembangan dan proses belajar anak berlangsung secara berkesinambungan. Betapapun bagus dan idealnya suatu kurikulum kalau menuntut keahlian-keahlian dan peralatan yang sangat khusus dan mahal pula biayanya. Prinsip kelima adalah efektivitas. Oleh karena itu. sederhana. juga antara jenjang pendidikan dengan pekerjaan. antara satu jenjang pendidikan dengan jenjang lainnya. dan murah tetapi keberhasilannya tetap harus diperhatikan. baik keterbatasan waktu. Kurikulum bukan hanya harus ideal tetapi juga praktis. isi.tersebut.

Kurikulum pada dasarnya berintikan empat aspek utama yaitu: tujuantujuan pendidikan.penjabaran dari perencanaan pendidikan. Visualisasi kerangka berpikir tersebut dapat dilihat pada bagan berikut: BAGAN 8. dan penilaian. pengalaman belajar. Keberhasilan kurikulum akan mempengaruhi keberhasilan pendidikan. Perencanaan di bidang pendidikan juga merupakan bagian yang dijabarkan dari kebijaksanaan-kebijaksanaan pemerintah di bidang pendidikan. Interelasi antara keempat aspek tersebut serta antara aspek-aspek tersebut dengan kebijaksanaan pendidikan perlu selalu mendapat perhatian dalam pengembangan kurikulum. Hubungan kurikulum dengan pembangunan pendidikan . isi pendidikan.

Survai mengenai persepsi orang tua/masyarakat tentang kebutuhan memka yang dikirimkan melalui angket atau wawancara dengan mereka. Prinsip berkenaan dengan tujuan pendidikan Tujuan menjadi pusat kegiatan dan arah semua kegiatan pendidikan. isi. 3. Prinsip berkenaan dengan pemilihan isi pendidikan Memilih isi pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan yang telah ditentukan para perencana kurikulum perlu mempertimbangkan beberapa hal. Perlu penjabaran tujuan pendidikan/pengajaran ke dalam bentuk perbuatan hasil belajar yang khusus dan sederhana. Ketiga ranah belajar. 5. observasi. Unit-unit kurikulum harus disusun dalam urutan yang logis dan sistematis. 3. jangka menengah. Perumusan tujuan pendidikan bersumber pada: 1. dan . wawancara. dan penilaian. 2. 1. Prinsip-prinsip ini berkenaan dengan penyusunan tujuan. dan keterampilan diberikan secara simultan dalam urutan situasi belajar. dihimpun melalui angket. Perumusan komponen-komponen kurikulum hendaknya mengacu pada tujuan pendidikan. 2. Makin umum suatu perbuatan hasil belajar dirumuskan semakin sulit menciptakan pengalaman belajar. yaitu pengetahuan. dan strategi pembangunan termasuk di dalamnya pendidikan. yang dapat ditemukan dalam dokumen-dokumen lembaga negara mengenai tujuan. Pengalaman negara-negara lain dalam masalah yang sama. Tujuan pendidikan mencakup tujuan yang bersifat umum atau berjangka panjang. sikap. dan dari berbagai media massa. Isi bahan pelajaran harus keterampilan. Survai tentang manpower. Ketentuan dan kebijaksanaan pemerintah. Prinsip-prinsip khusus Ada beberapa prinsip yang lebih khusus dalam pengembangan kurikulum. Untuk hal tersebut diperlukan meliputi segi pengetahuan. pengalaman belajar. Penelitian. 6.2. 4. dan jangka pendek (tujuan khusus). Survai tentang pandangan para ahli dalam bidang-bidang tertentu. sikap.

siapa yang membuat.buku pedoman guru yang memberikan penjelasan tentang organisasi bahan dan alat pengajaran secara lebih mendetail. Kalau ada alat yang harus dibuat. Alat/media pengajaran apa yang diperlukan. Apakah metode/teknik tersebut lebih mengaktifkan siswa. Prinsip berkenaan dengan pemilihan proses belajar mengajar Pemilihan proses belajar mengajar yang digunakan hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut: 1. Apakah metode/teknik tersebut memberikan urutan kegiatan yang bertingkat-tingkat? 4. pembiayaannya. Apakah metode/ teknik tersebut dapat menciptakan kegiatan untuk mencapai tujuan kognitif. 1. Apakah metode/teknik belajar-mengajar yang digunakan cocok untuk mengajarkan bahan pelajaran? 2. juga mendorong penggunaan sumber yang ada di rumah dan di masyarakat? 8. atau mengaktifkan guru atau kedua-duanya? 6. Apakah metode/teknik tersebut mendorong berkembangnya kemampuan baru? 7. Untuk belajar keterampilan sangat dibutuhkan kegiatan belajar yang menekankan "learning by doing" di samping "learning by seeing and knowing". Apakah semuanya sudah tersedia? Bila alat tersebut tidak ada apa penggantinya? 2. Prinsip berkenaan dengan pemilihan media dan alat pengajaran Proses belajar-mengajar yang baik perlu didukung oleh penggunaan media dan alat-alat bantu pengajaran yang tepat. waktu pembuatan? . afektif dan psikomotor? 5. hendaknya memperhatikan: bagaimana pembuatannya. Apakah metode/teknik tersebut menimbulkan jalinan kegiatan belajar di sekolah dan di rumah. Apakah metode/teknik tersebut memberikan kegiatan yang bervariasi sehingga dapat melayani perbedaan individual siswa? 3.

. dan tingkat kemampuan kelompok yang akan ditest? Berapa lama waktu dibutuhkan untuk pelaksanaan test? Apakah test tersebut berbentuk uraian atau objektif? Berapa banyak butir test perlu disusun? Apakah tes tersebut diadministrasikan oleh guru atau oleh murid? 3. dalam ranahranah kognitif. Uraikan ke dalam bentuk tingkahtingkah laku murid yang dapat diamati. ahli kurikulum. apakah dalam bentuk modul. afektif. Hubungkan dengan bahan pelajaran. ahli pendidikan. dan psikomotor. Bagaimana pengorganisasian alat dalam bahan pelajaran. dan lain-lain? 4.3. Tuliskan butir-butir test. Prinsip berkenaan dengan pemilihan kegiatan penilaian Penilaian merupakan bagian integral dari pengajaran: 1. Dalam penyusunan alat penilaian (test) hendaknya diikuti langkahlangkah sebagai berikut: Rumuskan tujuan-tujuan pendidikan yang umum. Dalam pengolahan suatu hasil penilaian hendaknya diperhatikan halhal sebagai berikut: Norma apa yang digunakan di dalam pengolahan hasil test? Apakah digunakan formula guessing? Bagaimana pengubahan skor ke dalam skor masak? Skor standar apa yang digunakan? Untuk apakah hasil-hasil test digunakan? B. Hasil yang terbaik akan diperoleh dengan menggunakan multi media. Pengembang Kurikulum Dalam mengembangkan suatu kurikulum banyak pihak yang turut berpartisipasi. paket belajar. usia. Bagaimana kelas. yaitu: administrator pendidikan. Bagaimana pengintegrasiannya dalam keseluruhan kegiatan belajar? 5. Dalam merencanakan suatu penilaian hendaknya diperhatikan beberapa hal. 2.

Peranan para administrator di tingkat pusat (direktur dan kepala pusat) dalam pengembangan kurikulum adalah menyusun dasar-dasar hukum. pusat pengembangan kurikulum. memberikan dorongan dan bimbingan kepada guru-guru. 1. Kerangka dasar dan program inti tersebut akan menentukan minimum course yang dituntut. kepala kantor kabupaten dan kecamatan serta kepala sekolah. Kepala sekolah juga mempunyai peranan kunci dalam menciptakan kondisi untuk pengembangan kurikulum di sekolahnya. la merupakan figur kunci di sekolah. kepala kantor wilayah. serta mendorong pelaksanaan kurikulum oleh guru -guru di kelas. Para kepala sekolah mempunyai wewenang dalam membuat operasionalisasi sistem pendidikan pada masing-masing sekolah. guru. . kepemimpinan kepala sekolah sangat mempengaruhi suasana sekolah dan pengembangan kurikulum. Atas dasar kerangka dasar dan program inti tersebut para administrator daerah (kepala kantor wilayah) dan administrator lokal (kabupaten. Walaupun guru dapat mengembangkan kurikulum sendiri. Administrator tingkat pusat bekerja sama dengan para ahli pendidikan dan ahli bidang studi di Perguruan Tinggi serta meminta persetujuannya terutama dalam penyusunan kurikulum sekolah. Para kepala sekolah ini sesungguhnya yang secara terus menerus terlibat dalam pengembangan dan implementasi kurikulum.ahli bidang ilmu pengetahuan. Dari pihak-pihak tersebut yang secara terusmenerus turut terlibat dalam pengembangan kurikulum adalah: administrator. Peranan para administrator pendidikan Para administrator pendidikan ini terdiri atas: direktur bidang pendidikan. Peranan kepala sekolah lebih banyak berkenaan dengan implementasi kurikulum di sekolahnya. dan orang tua. kecamatan dan kepala sekolah) mengembangkan kurikulum sekolah bagi daerahnya yang sesuai dengan kebutuhan daerah. mengkomunikasikan sistem pendidikan kepada masyarakat. guru-guru. dan orang tua murid serta tokoh-tokoh masyarakat. Administrator lokal harus bekerja sama dengan kepala sekolah dan guru dalam mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. tetapi dalam pelaksanaannya sering harus didorong dan dibantu oleh para administrator. menyusun kerangka dasar serta program inti kurikulum.

para ahli pendidikan dan kurikulum memberikan alternatif konsep pendidikan dan model kurikulum yang dipandang paling sesuai dengan keadaan dan tuntutan di atas. serta berbagai perangkat dan pedoman penjabaran serta pedoman implementasi dari model-model tersebut. Partisipasi para ahli pendidikan dan ahli kurikulum terutama sangat dibutuhkan dalam pengembangan kurikulum pada tingkat pusat. model pengelolaan. Sumbangan mereka dalam memilih materi bidang ilmu. model desain. Apabila pengembangan kurikulum sudah banyak dilakukati pada tingkat daerah atau lokal. tetapi menyangkut penentuan arah dan orientasi pendidikan. yang mutakhir dan sesuai dengan perkembangan kebutuhan masyarakat sangat diperlukan. Peranan para ahli Pengembangan kurikulum bukan saja didasarkan atas perubahan tuntutan kehidupan dalam masyarakat. dan masukan-masukan dari pelaksaman pendidikan dan kurikulum yang sedang berjalan. Pengembangan kurikulum bukan hanya sekadar memilih dan menyusun bahan pelajaran dan metode mengajar. maka pertisipasi mereka pada tingkai daerah. ahli kurikulum. perkembangan tuntutan masyarakat. baik model konsep. tetapi juga perlu dilandasi oleh perkembangan konsep-konsep dalam ilmu. pemilihan sistem dan model kurikulum. maupun model evaluasinya.2. Mengacu pada kebijaksanaan-kebijaksanaan yang ditetapkan pemerintah. Mereka juga sangat diharapkan partisipasinya dalam menyusun materi ajaran dalam sekuens yang sesuai dengan struktur keilmuan tetapi sangat memudahkan para siswa untuk mempelajarinya. lokal bahkan sekolah juga sangat diperlukan. model pembelajaran. maupun ahli bidang studi/disiplin ilmu. Pengembangan kurikulum juga membutuhkan partisipasi para ahli bidang studi/bidang ilmu yang juga mempunyai wawasan tentang pendidikan serta perkembangan tuntutan masyarakat. baik kebijaksanaan pembangunan secara umum maupun pembangunan pendidikan. telah digariskan pada tingkat pusat belum tentu dapat dengan mudali dipahami oleh para pengembang dan pelaksana kurikulum di daerah. baik ahli pendidikan. . pengembangan kurikulum membutuhkan bantuan pemikiran para ahli. sebab apa yany. model media. Oleh karena itu.

sebab ia harus selalu belajar struktur sosial masyarakat. untuk memahami hambatanhambatan dalam implementasi kurikulum dan juga dapat membantu mencari cara untuk mengoptimalkan kegiatan guru. pendorong kegiatan belajar. dan pengembang kurikulum bagi kelasnya. nilai-nilai utama masyarakat. guru mampu menciptakan situasi belajar yang aktif yang menggairahkan yang penuh kesungguhan dan mampu mendorong kreativitas anak. pembimbing baik di sekolah maupun di masyarakat dalam hubungannya dengan pelaksanaan pendidikan seumur hidup. keterampilan dan kemampuan seninya dalam mengajar. Berkat keahlian. pencoba. pola-pola tingkah laku dalam masyarakat. manajer sistem pengajaran. Dialah yang mengolah. Guru juga berperan sebagai pelajar dalam masyarakatnya. pelaksana. Hal-hal di atas diperlukan untuk mempersiapkan guru dalam berbagai situasi dan kegiatan pendidikan. pengembang alat-alat belajar.3. meramu kembali kurikulum dari pusat untuk disajikan di kelasnya. Sekalipun ia tidak mencetuskan sendiri konsep-konsep tentang kurikulum. Guru juga bukan hanya berperan sebagai guru di dalam kelas. Peranan guru bukan hanya menilai perilaku dan prestasi belajar murid murid dalam kelas. Sebagai pelaksana kurikulum maka guru pulalah yang menciptakan kegiatan belajar mengajar bagi murid-muridnya. Karena guru juga merupakan barisan pengembang kurikulum yang terdepan maka guru pulalah yang selalu melakukan evaluasi dan penyempurnaan terhadap kurikulum. tetapi juga menilai implementasi kurikulum dalam lingkup yang lebih luas. Peranan guru Guru memegang peranan yang cukup penting baik di dalam perencanaan maupun pelaksanaan kurikulum. penyusunan organisasi. Dia adalah perencana. guru merupakan penerjemah kurikulum yang datang dari atas. . Hasil-hasil penilaian demikian akan sangat membantu pengembangan kurikulum. ia juga seorang komunikator.

Orang tua juga secara berkala menerima laporan kemajuan anak-anaknya dari sekolah berupa rapor dan sebagainya. Dalam pelaksanaan kurikulum diperlukan kerja sama yang sangat erat antara guru atau sekolah dengan para orang tua murid. Rapor juga merupakan suatu alat komunikasi tentang program atau kegiatan pendidikan yang dilaksanakan di sekolah. 1. usaha yang sungguh-sungguh. Kegiatan-kegiatan tersebut akan memberikan umpan balik bagi penyempumaan kurikulum. Sebagian kegiatan belajar yang dituntut kurikulum dilaksanakan di rumah. Dalam penyusunan kurikulum mungkin tidak semua orang tua dapat ikut serta. seminar. Orang tua juga dapat hind berpartisipasi dalam kegiatan di sekolah melalui berbagai kegaitan seperti diskusi. Perguruan tinggi Kurikulum minimal mendapat dua pengaruh dari Perguruan Tinggi. partisipasi dalam kegiatan sekolah orang tua dapat turut serta dalam pengembangan kurikulum terutama dalam bentuk pelaksanaan kegiatan belajar yang sewajarnya. penyelesaian tugas-tugas serta partisipasi dalam setiap kegiatan di sekolah. dari pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan di perguruan tinggi umum. Peranan orang tua murid Orang tua juga mempunyai peranan dalam pengembangan kurikulum. Pertama. dan orang tua sewajarnya mengikuti atau mengamati kegiatan belajar anaknya di rumah. Peranan orang tua lebih besar dalam pelaksanaan kurikulum. lokakarya. Peranan mereka dapat berkenaan dengan dua hal: pertama dalam penyusunan kurikulum dan kedua dalam pelaksanaan kurikulum. C. minat yang penuh. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengembangan Kurikulum Sekolah mendapatkan pengaruh dari kekuatan-kekuatan yang ada dalain masyarakat. Melalui pengamatan dalam kegiatan belajar di rumah. pameran sekolah. terutama dari perguruan tinggi dan masyarakat. laporan sekolah. hanya terbatas kepada beberapa orang saja yang cukup waktu dan mempunyai latar belakang yang memadai.4. dari pengembangan ilmu pendidikan dan keguruan serta penyiapan guru-guru di Perguruan Tinggi Keguruan (Lembaga . pertemuan orang tua-guru. Kedua. dan sebagainya.

Sebagai bagian dan agen dari masyarakat. yaitu program D2. terutama melalui penguasaan ilmu dan kemampuan keguruan dari guru-guru yang dihasilkannya. Kurikulum Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan juga mempengaruhi pengembangan kurikulum. Telah diuraikan terdahulu bahwa pengetahuan dan teknologi banyak memberikan sumbangan bagi isi kurikulum serta proses pembelajaran. pedagang atau pegawai. 2. Penguasaan ilmu. Guru-guru yang mengajar pada berbagai jenjang dan jenis sekolah yang ada dewasa ini. D3 dan Sl. Sekolah harus melayani aspirasi-aspirasi yang ada di masyarakat.Pendidikan Tenaga Kependidikan). Perkembangan dunia usaha yang ada di masyarakat mempengaruhi pengembangan kurikulum sebt sekolah bukan hanya mempersiapkan anak untuk hidup. dan sebagainya. FKIP. Pada Sekolah Dasar masih banyak guru berlatar belakang pendidikan SPG dan SGO. petani. Jenis pengetahuan yang dikembangkan di Perguruan Tinggi akan mempengaruhi isi pelajaran yang akan dikembangkan dalam kurikulum. Masyarakat Sekolah merupakan bagian dari masyarakat dan mempersiapkan anak untuk kehidupan di masyarakat. tetapi secara berangsurangsur mereka akan mengikuti program penyetaraan D2. masyarakat kota atau desa. Jenis pekerjaan dan perusahaan yang ada di masyarakat menuntut persiapannya di sekolah. STKIP) melalui berbagai program. Masyarakat yang ada di sekitar sekolah mungkin merupakan masyarakat homogen atau heterogen. Perkembangan teknologi selain menjadi isi kurikulum juga mendukung pengembangan alat bantu dan media pendidikan. sekolah sangat dipengaruhi oleh lingkungan masyarakat di mana sekolah tersebut berada. tetapi juga untuk bekerja dan berusaha. Salah satu kekuatan yang ada dalam masyarakat adalah dunia usaha. umumnya disiapkan oleh LPTK (IKIP. . Isi kurikulum hendaknya mencerminkan kondisi dan dapat memenuhi tuntutan dan kebutuhan masyarakat di sekitarnya. baik ilmu pendidikan maupun bidang studi serta kemampuan mengajar dari guru-guru akan sangat mempengaruhi pengembangan dan implementasi kurikulum di sekolah.

Untuk merealisasikan artikulasi kurikulum. ekonomi. kelompok vokasional. keagamaan. Sistem nilai yang akan dipelihara dan diteruskan tersebut harus terintegrasikan dalam kurikulum. menghilangkan duplikasi. Masyarakat memiliki kelompok-kelompok etnis.3.iiis. kelompok sosial. sosial. (2) guru hendaknya berpegang pada prinsip demokrasi.. (4) guru menghargai nilai-nilai kelompok lain. Bila artikulasi dilaksanakan dengan baik akan terwujud kesinambungan pengalaman belajar sejak TK sampai Perguruan Tinggi. membuang hal-hal yang tidak diperlukan. etika. guru guru dari setiap jenjang pendidikan. Sekolah sebagai lembaga masyarakat juga bertanggung jawab dalam pemeliharaan dan penerusan nilainilai. dan sebagainya A. kelompok intelek. (3) guru berusaha menjadikan dirinya sebagai teladan yang patut ditiru. kepala sekolah. Masyarakat umumnya heterogen dan multifaset. Sistem nilai Dalam kehidupan masyarakat terdapat sistem nilai. mengusahakan perluasan dan kesinambungan kurikulum. juga antara satu bidang studi dengan bidang studi lainnya secara horizontal.pek-aspek tersebut sering juga mengandung nilai-nilai yang berbeda. (5) memahami dan menerima keragaman kebudayaan sendiri. fisik. etis. politik. budaya maupun nilai politis. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan guru dalam mengajarkan nilai: (1) guru hendaknya mengetahui dan memperhatikan semua nilai yang ada dalam masyarakat. estetika. Dalam masyarakat Ingo terdapat aspek-aspek sosial. dan moral. orang tua murid dan tokoh-tokoh masyarakat. spiritual dan sebagainya yang tiap kelompok sering memiliki nilai yang berbeda. bahwa dalam masyarakat nilai itu tidak hanya satu. baik nilai moral. Artikulasi dan Hambatan Pengembangan Kurikulum Artikulasi dalam pendidikan berarti "kesatupaduan dan koordinasi segala pengalaman belajar". D. chr. merevisi metode serta isi pengajaran. Masalah utama yang dihadapi para pengembang kurikulum menghadapi nilai ini adalah. Tanpa artikulasi akan terdapat keragaman baik dalam isi. Untuk menyusun artikulasi kurikulum diperlukan kerja sama dari berbagai pihak: para administrator. perlu meneliti kurikulum secara menyeluruh. metode maupun perhatian terhadap perkembangan anak. TK sampai rektor universitas. .

apalagi yang berbentuk kegiatan eksperimen baik metode. Keberhasilan pendidikan. Hal itu disebabkan beberapa hal. Untuk pengembangan kurikulum. baik antara sesama guru maupun dengan kepala sekolah dan administrator. Untuk pengembangan kurikulum dibutuhkan dukungan masyarakat baik dalam pembiayaan maupun dalam memberikan umpan balik terhadap sistem pendidikan atau kurikulum yang sedang berjalan. tetapi juga perlu disesuaikan dengan sistem pendidikan dan sistem pengelolaan pendidikan yang dianut serta model konsep pendidikan mana yang . Untuk menjamin kesinambungan pengalaman belajar beberapa sekolah menggunakan sistem pendidikan tidak berkelas. Pertama kurang waktu. Hambatan lain datang dari masyarakat. ketepatan kurikulum yang digunakan membutuhkan bantuan. Salah satu hal yang sering dipandang menghambat artikulasi adalah pembagian menurut tingkat belajarnya.Dalam mengusahakan artikulasi kurikulum tersebut murid pun perlu dimintakan pendapatnya tentang hubungan pelajaran yang satu dengan yang lainnya. Masyarakat adalah sumber input dari sekolah. Ketiga karena kemampuan dan pengetahuan guru sendiri. Hambatan pertama terletak pada guru. Model-Model Pengembangan Kurikulum Banyak model yang dapat digunakan dalam pengembangan kurikulum. Guru kurang berpartisipasi dalam pengembangan kurikulum. Hambatan lain yang dihadapi oleh pengembang kurikulum adalah masalah biaya. serta input fakta dan pemikiran dari masyarakat. Hambatan-hambatan pengembangan kurikulum Dalam pengembangan kurikulum terdapat beberapa hambatan. E. isi atau sistem secara keseluruhan membutuhkan biaya yang sering tidak sedikit. Kedua kekurangsesuaian pendapat. Pemilihan suatu model pengembangan kurikulum bukan saja didasarkan atas kelebihan dan kebaikan-kebaikannya serta kemungkinan pencapaian hasil yang optimal. hubungan antara satu tingkat dengan tingkat berikutnya. Hal itu menyebabkan tersusunnya organisasi mata pelajaran yang kaku.

the demonstration model. 1. The administrative model Model pengembangan kurikulum ini merupakan model paling lama dan paling banyak dikenal. Dengan wewenang administrasinya. Sekurang-kurangnya dikenal delapan model pengembangan kurikulum. administrator pendidikan menyusun tim atau komisi kerja pengembangan kurikulum. Diberi nama model administratif atau line staff karena inisiatif dan gagasan pegembangan datang dari para administrator pendidikan dan menggunakan prosedur administrasi. para ahli pendidikan. Para anggota tim atau komisi ini terdiri atas para ahli pendidikan/kurikulum. dan strategi utama dalam pengembangan kurikulum. yaitu: the administrative (line staff) model. Model pengembangan kurikulum dalam sistem pendidikan dan pengelolaan yang sifatnya sentralisasi berbeda dengan yang desentralisasi. Tim kerja pengembangan kurikulum bertugas menyusun kurikulum yang sesungguhnya yang lebih operasional. memilih strategi pengajaran dan evaluasi. Anggota-anggota komisi atau tim ini terdiri atas. Roger's interpersonal relations model. Beauchamp's system. Model pengembangan dalam kurikulum yang sifatnya subjek akademis berbeda dengan kurikulum humanistik. dijabarkan dari konsep-konsep dan kebijaksanaan dasar yang telah digariskan oleh tim pengarah. landasan-landasan. pejabat di bawahnya. dan para tokoh dari dunia kerja dan perusahaan. Tugas tim atau komisi ini adalah merumuskan konsep-konsep dasar. ahli disiplin ilmu. the grass roots model. ahli disiplin ilmu dari perguruan tinggi. memilih dan menyusun sekuens bahan pelajaran.digunakan. ahli kurikulum. Setelah hal-hal yang mendasar ini terumuskan dan mendapatkan pengkajian yang saksama. Tugas tim kerja ini merumuskan tujuan-tujuan yang lebih operasional dari tujuantujuan yang lebih umum. kebijaksanaan. the systematic action research model dan emerging technical model. teknologis dan rekonstruksi sosial. Taba's inverted model. direktur atau kepala kantor wilayah pendidikan dan kebudayaan) membentuk suatu komisi atau tim pengarah pengembangan kurikulum. serta menyusun pedomanpedoman pelaksanaan kurikulum tersebut bagi guru-guru. administrator pendidikan (apakah dirjen. guru-guru bidang studi yang senior. .

pengamatan dan pengawasan serta bimbingan dalam pelaksanaannya. dan dinilai telah cukup baik. terutama guru-guru. untuk menilai baik validitas komponen-komponennya. Penilaian menyeluruh dapat dilakukan oleh tim khusus dari tingkat pusat atau daerah. sebab menuntut kesiapan dari pelaksanaannya. hasilnya dikaji ulang oleh tim pengarah serta para ahli lain yang berwenang atau pejabat yang kompeten. Pengembangan kurikulum dari atas. Model pengembangan kurikulum yang pertama. Hasil penilaian tersebut merupakan umpan balik. digunakan dalam sistem pengelolaan pendidikan/kurikulum yang bersifat sentralisasi. The grass roots model Model pengembangan ini merupakan lawan dari model pertama. tidak selalu segera berjalan. Mereka perlu mendapatkan petunjuk-petunjuk dan penjelasan atau mungkin juga peningkatan pengetahuan dan keterampilan. Dalam model pengembangan yang bersifat grass roots seorang guru. selama tahun-tahun permulaan diperlukan pula adanya kegiatan monitoring. Inisiatif dan upaya pengembangan kurikulum. administrator pemberi tugas menetapkan berlakunya kurikulum tersebut serta memerintahkan sekolahsekolah untuk melaksanakan kurikulum tersebut. sedangkan model grass roots akan berkembang dalam sistem pendidikan yang bersifat desentralisasi. Setelah berjalan beberapa saat perlu juga dilakukan suatu evaluasi. sekelompok guru atau keseluruhan guru di suatu sekolah mengadakan upaya pengembangan kurikulum. Karena sifatnya yang datang dari atas. Dalam pelaksanaan kurikulum tersebut. baik bagi instansi pendidikan di tingkat pusat. sedang penilaian persekolah dapat dilakukan oleh tim khusus sekolah yang bersangkutan. satu atau . model pengembangan kurikulum demikian disebut juga model "top down" atau "line staff'. prosedur pelaksanaan maupun keberhasilannya. yaitu guru-guru atau sekolah. daerah. 2.Setelah semua tugas dari tim kerja pengembang kurikulum tersebut selesai. maupun sekolah. Kebutuhan akan adanya penataran sering tidak dapat dihindarkan. Setelah mendapatkan beberapa penyempurnaan. bukan datang dari atas tetapi dari bawah. Pengembangan atau penyempurnaan ini dapat berkenaan dengan suatu komponen kurikulum.

biaya maupun bahan-bahan kepustakaan. dan juga penyempurna dari pengajaran di kelasnya. 4. defining. Stanley dan Shores (1957: 429). . Hal itu didasarkan atas pertimbangan bahwa guru adalah perencana. The competence of teachers will be improved only as the teachers become involved personally in the problems of curriculum revision. Stanley. Hal itu sesuai dengan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum yang dikemukakan oleh Smith. Pengembangan kurikulum yang bersifat desentralisasi dengan model grass rootsnya. Beauchamp mengemukakan lima hal di dalam pengembangan suatu kurikulum. mungkin hanya berlaku untuk bidang studi tertentu atau sekolah tertentu. their involvement will be most nearly assured. and Shores 1957: 429). The curriculum will improve only as the professional competence of teachers improves. Pengembangan kurikulum yang bersifat grass roots. dikembangkan oleh Beauchamp seorang ahli kurikulum. atau keseluruhan bidang studi pada sekolah atau daerah lain. in selecting. 1. and solving the problems to be encountered. If teachers share in shaping the goals to be attained. oleh karena itu dialah yang paling kompeten menyusun kurikulum bagi kelasnya.beberapa bidang studi ataupun seluruh bidang studi dan seluruh komponen kurikulum. 2. Dialah yang paling tahu kebutuhan kelasnya. Apabila kondisinya telah memungkinkan. and plans (Smith. Beauchamp's system Model pengembangan kurikulum ini. fasilitas. baik dilihat dari kemampuan guru-guru. goals. and in judging and evaluating the rusults. tetapi mungkin pula dapat digunakan untuk bidang studi sejenis pada sekolah lain. memungkinkan terjadinya kompetisi di dalam meningkatkan mutu dan sistem pendidikan. pelaksana. 3. they will be able to understand one another better and to reach a consensus on basic principles. 3. akan lebih baik. pengembangan kurikulum model grass roots. yang pada gilirannya akan melahirkan manusiamanusia yang lebih mandiri dan kreatif. As people meet in face-to-face groups.

apakah peranan mereka?. yang biasanya pengaruh mereka kurang langsung terhadap pegembangan kurikulum. yaitu: (1) para ahli pendidikan/kurikulum yang ada pada pusat pengembangan kurikulum dan para ahli bidang ilmu dari luar. Sebaliknya untuk tingkat kabupaten. yaitu. menetapkan personalia. menetapkan arena atau lingkup wilayah yang akan dicakup oleh kurikulum tersebut. yaitu siapa-siapa yang turut serta terlibat dalam pengembangan kurikulum. propinsi ataupun seluruh negara. Walaupun daerah yang menjadi wewenang kepala kanwil pendidikan dan kebudayaan mencakup suatu wilayah propinsi. kabupaten. (2) para ahli pendidikan dari perguruan tinggi atau sekolah dan guru-guru terpilih. kecamatan. serta oleh tujuan pengembangan kurikulum. serta kegiatan evaluasi. tetapi arena pengembangan kurikulum lianya mencakup satu daerah kabupaten saja sebagai pilot proyek. Penetapan personalia ini sudah tentu disesuaikan dengan tingkat dan luas wilayah arena. apakah suatu sekolah. Mengenai keterlibatan kelompok-kelompok personalia ini.Pertama. dan pengusaha serta industriawan. politikus. kecamatan atau sekolah keterlibatan guru-guru semakin besar. (4) profesional lain dan tokoh-tokoh masyarakat. memilih isi dan pengalaman belajar. dibanding dengan tokohtokoh lain seperti. dan dalam menentukan keseluruhan desain kurikulum. Untuk tingkat propinsi atau nasional tidak terlalu banyak melibatkan guru. (2) Bila ya. Kedua. Ada empat kategori orang yang turut berpartisipasi dalam pengembangan kurikulum. Pentahapan arena ini ditentukan oleh wewenang yang dimiliki oleh pengambil kebijaksanaan dalam pengembangan kurikulum. para penulis dan penerbit buku. (3) Apakah mungkin ditemukan alat dan cara yang paling efektif untuk melaksanakan peran tersebut? Ketiga. (3) para profesional dalam sistem pendidikan. Beauchamp mencoba melibatkan para ahli dan tokoh-tokoh pendidikan seluas mungkin. Beauchamp mengemukakan tiga pertanyaan: (1) Haruskah kelompok ahli/pejabat/profesi tersebut dilibatkan dalam pengembangan kurikulum?. Beauchamp membagi keseluruhan kegiatan ini dalam lima langkah. (1) . para pejabat pemerintah. organisasi dan prosedur pengembangan kurikulum. Langkah ini berkenaan dengan prosedur yang harus ditempuh dalam merumuskan tujuan umum dan tujuan yang lebih khusus.

pengembangan kurikulum sering mendapat tantangan dari pihak-pihak tertentu. hanya mencakup suatu atau beberapa sekolah. serta prinsip-prinsip melaksanakannya. Keempat. (2) evaluasi desain kurikulum. datang dari bawah. Stanley. di samping kesiapan manajerial dari pimpinan sekolah atau administrator setempat. baik kesiapan guruguru. (3) evaluasi hasil belajar siswa. Model ini diprakarsai oleh sekelompok guru atau sekelompok guru bekerja sama dengan ahli yang bermaksud mengadakan perbaikan kurikulum.Membentuk tim pengembang kurikulum. dan Shores ada dua variasi model demonstrasi ini. fasilitas. Pertama. Langkah ini minimal mencakup empat hal. (3) Studi penjajagan tentang kemungkinan penyusunan kurikulum baru. Kegiatan penelitian dan pengembangan ini biasanya diprakarsai dan diorganisasi oleh instansi . (4) merumuskan kriteria-kriteria bagi penentuan kurikulum baru. implementasi kurikulum. (2) mengadakan penilaian atau penelitian terhadap kurikulum yang ada yang sedang digunakan. siswa. 4. sebab membutuhkan kesiapan yang menyeluruh. Data yang diperoleh dari hasil kegiatan evaluasi ini digunakan bagi penyempurnaan sistem dan desain kurikulum. bahan maupun biaya. suatu komponen kurikulum atau mencakup keseluruhan komponen kurikulum. Langkah yang kelima dan merupakan terakhir adalah evaluasi kurikulum. Menurut Smith. Karena sifatnya ingin mengubah atau mengganti kurikulum yang ada. (5) penyusunan dan penulisan kurikulum baru. Model ini umumnya berskala kecil. sekelompok guru dari satu sekolah atau beberapa sekolah ditunjuk untuk melaksanakan suatu percobaan tentang pengembangan kurikulum. The demonstration model Model demonstrasi pada dasarnya bersifat grass roots. Hasil penelitian dan pegembangan ini diharapkan dapat digunakan bagi lingkungan yang lebih luas. Proyek ini bertujuan mengadakan penelitian dan pengembangan tentang salah satu atau beberapa segi/komponen kurikulum. (4) evaluasi dari keseluruhan sistem kurikulum. Langkah ini merupakan langkah mengimplementasikan atau melaksanakan kurikulum yang bukan sesuatu yang sederhana. yaitu: (1) evaluasi tentang pelaksanaan kurikulum oleh guru-guru.

pendidikan yang berwewenang seperti. Keempat. perubahan atau penyempurnaan kurikulum dalam skala kecil atau aspek tertentu yang khusus. kurang bersifat formal. dengan urutan: 1) Penentuan prinsip-prinsip dan kebijaksanaan dasar. pusat pengembangan kurikulum. Mereka mencoba menggunakan halhal lain yang berbeda dengan yang berlaku. adalah bagi guru guru yang tidak turut berpartisipasi mereka akan menerimanya dengan enggan -enggan. 4) Melaksanakan kurikulum di dalam kelas. Kedua. Beberapa orang guru yang merasa kurang puas dengan kurikulum yang ada. 3) Menyusun unit-unit kurikulum sejalan dengan desain yang menyeluruh. Taba's inverted model Menurut cara yang bersifat tradisional pengembangan kurikulum dilakukan secara deduktif. model ini sifatnya yang grass roots menempatkan guru sebagai pengambil inisiatif dan nara sumber yang dapat menjadi pendorong bagi para administrator untuk mengembangkan program baru. karena kurikulum disusun dan dilaksanakan dalam situasi tertentu yang nyata. direktorat pendidikan. Dengan kegiatan ini mereka mengharapkan ditemukan kurikulum atau aspek tertentu dari kurikulum yang lebih baik. dalam keadaan terburuk mungkin akan terjadi apatisme. sedikit sekali untuk ditolak oleh administrator. Kelemahan model ini. pengembangan kurikulum dalam skala kecil dengan model demonstrasi ilapat menend hambatan yang sering dialami yaitu dokumentasinya hagus tetari pclaknotiaatinva tidak ada. Bentuk yang kedua. 5. untuk kemudian digunakan di daerah yang lebih luas. dibandingkan dengan perubahan dan penyempurnaan yang menyeluruh. maka akan dihasilkan suatu kurikulum atau aspek tertentu dari kurikulum yang lebih praktis. dan sebagainya. mencoba mengadakan penelitian dan pengembangan sendiri. 2) Merumuskan desain kurikulum yang bersifat menyeluruh didasarkan atas komitmen-komitmen tertentu. kantor wilayah pendidikan dan kebudayaan. Ada beberapa kebaikan dari pengembangan kurikulum dengan model demonstrasi ini. Ketiga. Pertama. .

3) Memilih isi. Menurutnya pengembangan kurikulum yang lebih mendorong inovasi dan kreativitas guru-guru adalah yang bersifat induktif. 1) Mendiagnosis kebutuhan. dan pelaksanaan eksperimen di dalam kelas menghasilkan data-data yang untuk menguji landasan teori yang digunakan. 8) Melihat sekuens dan keseimbangan (Taba. yang merupakan inversi atau arah terbalik dari model tradisional. Ada lima langkah pengembangan kurikulum model Taba ini. Perencanaan didasarkan atas teori yang kuat. Apabila dalam kegiatan penyempurnaan dan konsolidasi telah diperoleh sifatnya . Langkah ketiga. 2) Merumuskan tujuan-tujuan khusus. Langkah kedua. data tersebut digunakan untuk mengadakan perbaikan dan penyempurnaan. mengadakan revisi dan konsolidasi. Langkah keempat. mengadakan unit-unit eksperimen bersama guru-guru. Pertama. 6) Mengorganisasi pengalaman belajar. 1962: 347-379). sebab tidak merangsang timbulnya inovasi-inovasi. Dari langkah pengujian diperoleh beberapa data. tetapi masih harus diuji di kelas-kelas atau tempat lain untuk megetahui validitas dan kepraktisannya. 4) Mengorganisasi isi. Untuk menguji keberlakuannya pada daerah yang lebih luas perlu adanya kegiatan konsolidasi. 5) Memilih pengalaman belajar. Ada delapan langkah dalam kegia tan unit eksperimen ini. Selain perbaikan dan penyempurnaan diadakan juga kegiatan konsolidasi. 7) Mengevaluasi. menguji unit eksperimen. Hal itu dilakukan. sebab meskipun suatu unit eksperimen telah cukup valid dan praktis pada sesuatu sekolah belum tentu demikian juga pada sekolah yang lainnya.Taba berpendapat model deduktif ini kurang cocok. pengembangan keseluruhan kerangka kurikulum. Di dalam unit eksperimen ini diadakan studi yang saksama tentang hubungan antara teori dengan praktik. Meskipun unit eksperimen ini telah diuji dalam pelaksanaan di kelas eksperimen. serta menghimpun data bagi penyempurnaan. yaitu penarikan kesimpulan tentang hal-hal yang lebih bersifat umum yang berlaku dalam lingkungan yang lebih luas.

Memang ia banyak mengemukakan konsepnya tentang perkembangan dan perubahan individu. Guru serta pendidik lainnya bukan pemberi informasi apalagi penentu perkembangan anak. Selama satu minggu para pejabat pendidikan/administrator melakukan kegiatan kelompok dalam suasana yang relaks.yang lebih menyeluruh atau berlaku lebih luas. Langkah kelima. Pendidikan juga tidak lain merupakan upaya untuk membantu memperlancar dan mempercepat perubahan tersebut. Di dalam penentuan target ini satusatunya kriteria yang menjadi pegangan adalah adanya kesediaan dari pejabat pendidikan untuk turut serta dalam kegiatan kelompok yang intensif. alat dan bahan juga biaya. . developing. hal itu masih harus dikaji oleh para ahli kurikulum dan para profesional kurikulum lainnya. changing). Menurut Rogers manusia berada dalam proses perubahan (becoming. Menurut When Crosby (1970: 388) perubahan kurikulum adalah perubahan individu. Di dalam langkah ini masalah dan kesulitan-kesulitan pelaksanaan tetapi dihadapi. Melalui kegiatan kelompok ini mereka akan mengalami perubahanperubahan sebagai berikut. mereka hany alah pendorong dan pemelancar perkembangan anak. implementasi dan diseminasi. Pertama. Roger's interpersonal relations model Meskipun Rogers bukan seorang ahli pendidikan (ia ahli psikologi atau psikoterapi) tetapi konsep-konsepnya tentang psikoterapi khususnya bagaimana membimbing individu juga dapat diterapkan dalam bidang pendidikan dan pengembangan kuriulum. yatiu menerapkan kurikulum baru ini pada daerah atau sekolah-sekolah yang lebih luas. tetapi karena ada hambatan-hambatan tertentu ia membutuhkan orang lain untuk membantu memperlancar atau mempercepat perubahan tersebut. Kegiatan itu dilakukan untuk megnetahui apakah konsep-konsep dasar atau landasan-landasan teori yang dipakai sudah masuk dan sesuai. Ada empat langkah pengembangan kurikulum model Rogers. 6. pemilihan target dari sistem pendidikan. tidak formal. baik berkenaan dengan kesiapan guru-guru. fasilitas. sesungguhnya ia mempunyai kekuatan dan potensi untuk berkembang sendiri.

tetapi dapat juga kurang dari satu minggu. Keikutsertaan guru dalam kelompok tersebut sebaiknya bersifat suka rela. He works through these feelings toward a realistic solutin. He is more able to listen to students. He openly confronts personal emotional frictions between him self and colleagues. 5. Dan kegiatan ini para siswa akan mendapatkan: 1. Langkah kedua dalam pengembangan kurikulum model Rogers adalah partisipasi guru dalam pengalaman kelompok yang intensif. Sama seperti yang dilakukan para pejabat pendidikan. Selama lima hari penuh siswa ikut serta dalam kegiatan kelompok. dengan fasilitator para guru atau administrator atau fasilitator dari luar.1. He is less protective of his own beliefs and can listen more accurately 2. He feels freer to express both positive and negative feelings in class. 1. Langkah ketiga. He works out problems with students rather than responding in a disciplinary and punitive manner. . 1967:724). and sub-ordinates because he is more open and less self-protective. He has less need to protect bureaucratic rules. torublesome ideas from students. 6. rather than insisting on conformity. 2. 5. 3. lama kegiatan kalau bisa satu minggu lebih baik. 2. 7. dengan beberapa tambahan. guru juga turut serta dalam kegiatan kelompok. He finds it easier and less threatening to accept innovative ideas. He develops an equalitarian and democratic classroom climate (Rogers. 4. 3. 1967:722). peers. He communicates more clearly and realistically to superiors. Efek yang akan diterima guru-guru sejalan dengan para administrator. He is more person oriented and democratic. He pays as much attention to his relationships with student as he does to course content. 4. He accepts innovative. He is more able to accept both positive and negative feeback and use it constructively (Rogers. pengembangan pengalaman kelompok yang intensif untuk satu kelas atau unit pelajaran.

The systematic action-research model Model kurikulum ini didasarkan pada asumsi bahwa perkembangan kurikulum merupakan perubahan sosial. yang ada hanyalah rangkaian kegiatan kelompok. Hal itu mencakup suatu proses yang melibatkan kepribadian orang tua. 7. 4. He finds that the learning process enables him to deal with his lily (Rogers. Kegiatan ini dapat dikoordinasi oleh BP3 masing-masing sekolah. mempunyai . Rogers juga menyarankan. Itulah ciri khas Carl Rogers sebagai seorang Eksistensialis Humanis. Lama kegiatan kelompok dapat tiga jam tiap sore hari selama seminggu atau 24 jam secara terus menerus. tokoh masyarakat. He awe anal tear of authority diminish as he finds teachers and . siswa guru. Sepertinya tidak ada suatu perencanaan kurikulum tertulis. Berkat berbagai bentuk aktivitas dalam interaksi ini individu akan berubah. 6. kalau mungkin ada pengalaman kegiatan kelompok yang bersifat campuran. dan lain-lain. 1967:725). partisipasi orang tua dalam kegiatan kelompok. dengan anak. pengusaha. para orang tua. data. Kegiatan merupakan kulminasi dari semua kegiatan kelompok di atas. dan sebagainya. He has more energy for learning because he has less fear of constant evaluation and punishment. Langkah keempat. pola hubungan pribadi dan kelompok dari sekolah dan masyarakat. He discovers that he is responsible for his own learning 5. sekolah dan organisasi masyarakat. Sesuai dengan asumsi tersebut model ini menekankan pada tiga hal itu: hubungan insani. serta wibawa dari pengetahuan profesional. Model pengembangan kurikulum dari Rogers ini berbeda dengan modelmodel lainnya.1(liiiiii istr. struktur sistem sekolah. Bagi Rogers yang penting adalah aktivitas dan interaksi. encounter group dan Training Group (T Group). Metode pendidikan yang diutamakan Rogers adalah sensitivity training. litho fallibly human beings. guru. siswa.3. Kurikulum dikembangkan dalam konteks harapan warga masyarakat. is tidak mementingkan formalitas. Kegiatan ini bertujuan memperkaya orang-orang dalam hubungannya dengan sesama orang tua.um‡. rancangan tertulis. dan dengan guru.

dan mengidentifikasi faktor-faktor. Langkah pertama. Langkah. Langkah pertama dari model ini adalah menentukan spesifikasi perangkat hasil belajar yang harus dikuasai siswa. The system analysis model. Tumbuh kecenderungan-kecenderungan baru yang didasarkan atas hal itu. juga mempengaruhi perkembangan modelmodel kurikulum. kekua tan dan kondisi yang mempengaruhi masalah tersebut. 8. Langkah kedua adalah menyusun instrumen untuk menilai ketercapaian hasil-hasil belajar tersebut. Kedua. mengidentifikasi tahap- . mengadakan kajian secara saksama tentang masalah masalah kurikulum. di antaranya: (1) The Behavioral Analysis Model. Siswa mempelajari perilaku-perilaku tersebut secara berangsur-angsur mulai dari yang sederhana menuju yang lebih kompleks. bagaimana anak belajar. (2) sebagai bahan pemahaman tentang masalah yang dihadapi. (4) sebagai bahan untuk menentukan tindakan lebih lanjut. berupa pengumpulan data yang bersifat menyeluruh.pandangan tentang bagaimana pendidikan. (3) sebagai bahan untuk menilai kembali dan mengadakan modifikasi. Penyusunan kurikulum hams memasukkan pandangan dan harapan-harapan masyarakat. menekankan penguasaan perilaku atau kemampuan. (3) The computer based model. The System Analysis Model berasal dari gerakan efisiensi bisnis. Emerging technical models Perkembangan bidang teknologi dan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai efisiensi efektivitas dalam bisnis. Dari hasil kajian tersebut dapat disusun rencana y ang menyeluruh tentang cara-cara mengatasi masalah lersebut. Suatu perilaku/kemampuan yang kompleks diuraikan menjadi perilaku-perilaku yang sederhana yang tersusun secara hierarkis. Kegiatan pengumpulan data ini mempunyai beberapa fungsi: menyiapkan data bagi evaluasi tindakan. implementasi dari keputusan yang diambil dalam tindakan pertama. The Behavioral Analysis Model. Tindakan ini segera diikuti oleh kegiatan pengumpulan data dan faktafakta. ketiga. dan salah satu cara untuk mencapai hal itu adalah dengan prosedur action research. dan bagaimana peranan kurikulum dalam pendidikan dan pengajaran. serta tindakan pertama yang hams diambil.

Kenneth I I. sosiometri. Buku ini merupakan kumpulan tulisan dari sekitar 50 orang ahli kurikulum.tahap ketercapaian hasil serta perkiraan biaya yang diperlukan. menganalisis dan mengaplikasikannya dalam berbagai proses pengajaran. Boston: Allyn and Bacon. kelompok besar (seminar. Hass. (1982). The Computer-Based Model. metode yang bersifat afektif (role playing. 3) Pengembangan dan evaluasi hipotesis atau pemecahan yang mungkin. Kepada para siswa dan guru-guru diminta untuk melengkapi pertanyaan tentang unit-unit kurikulum tersebut. The Professional Teacher's I landboolt. F. 4) Generalisasi yang didasarkan atas kemungkinan pemecahan. Inc. (1980). permainan. Boston: Allyn and Bacon. suatu model pengembangan kurikulum dengan memanfaatkan komputer. sosiodrama. Kelima langkah tersebut dapat digunakan dalam berbagai situasi: individual atau kelompok kecil. diskusi. Glen. Karena . debat. Ada lima langkah cara mengajar inkuiri yang didasarkan atas konsep ini: 1) Pengembangan konsep dasar yang merupakan landasan bagi pengajaran. 2) Menyatakan konsep dalam bentuk pertanyaan yang bersifat terbuka untuk memancing sejumlah kemungkinan pemecahan. Curriculum Planning. tiap unit kurikulum telah memiliki rumusan tentang hasil-hasil yang diharapkan. Setelah diadakan pengolahan disesuaikan dengan kemampuan dan hasil-hasil belajar yang dicapai siswa disimpan dalam komputer. metode kasus). Tulisan ini menyajikan suatu kerangka kerja dasar yang bersilai konseptual tentang penggunaan metode mengajar yang didasarkan atas pendekatan inkuiri. ceramah). Pengembangannya dimulai dengan mengidentifikasi seluruh unit-unit kurikulum. A New Approach. Kerangka kerja ini dapat digunakan oleh para instruktur. Buku Acuan Hoover. guru dan calon guru untuk memahami. Meskipun demikian pokok-pokok yang dibahas telah tersusun secara sistematis-logis sehingga membentuk satu kesatuan karya yang utuh. simulasi. Langkah keempat. membandingkan biaya dan keuntungan dari beberapa program pendidikan.

faktor-faktor sosial. dan kriteria kurikulum. Buku ini dapat menjadi pegangan bagi para pengajar.ditulis oleh begitu banyak orang. pendidikan tinggi dan orang dewasa. sekolah dasar. Selanjutnya juga diuraikan kurikulum pada berbagai jenjang dan jenis pendidikan. dimulai dengan dasar-dasar dan kriteria kurikulum yang menyangkut konsep. . sehingga membentuk satu handbook yang lengkap. maupun para mahasiswa yang sedang mendalami kurikulum. perencana dan pengembang kurikulum. pengetahuan. buku ini boleh dikatakan komprehensif. perkembangan individu. sekolah menengah. tersusun secara sistematis. Keseluruhan isi buku ini. walaupun di sana sini ada saja tumpang tindih. belajar.

Objek evaluasi kurikulum adalah sesuatu yang berubah-ubah sesuai dengan konsep kurikulum yang digunakan. Evaluasi kurikulum berkenaan dengan fenomena-fenomena yang terus berubah. Evaluasi dan kurikulum merupakan dua disiplin yang berdiri sendiri. Pihak yang memandang ada hubungan. hal itu disebabkan beberapa faktor: 1. Perubahan dalam kurikulum berpengaruh pada evaluasi kurikulum. dan prosesnya berlangsung secara evoltisioner. maupun pada pengambilan keputusan dalam kurikulum.angsur diganti dengan pandangan baru yang lebih . tetapi ada pihak lain yang menyatakan keduanya mempunyai hubungan yang sangat erat. Evaluasi kurikulum sukar dirumuskan secara tegas. Hubungan antara evaluasi dengan kurikulum bersifat organis.BAB 9 EVALUASI KURIKULUM A. memilih bahan pelajaran. Hasil-hasil evaluasi kurikulum dapat digunakan oleh para pemegang kebijaksanaan pendidikan dan para pengembang kurikulum dalam memilih dan menetapkan kebijaksanaan pengembangan sistem pendidikan dan pengembangan model kurikulum yang digunakan. Hasil-hasil evaluasi kurikulum juga dapat digunakan oleh guru-guru. 3. sebaliknya perubahan evaluasi akan memberi warna pada pelaksanaan kurikulum. Evaluasi dan Kurikulum Evaluasi kurikulum memegang peranan penting baik dalam penentuan kebijaksanaan pendidikan pada umumnya. pandangan lama yang tidak sesuai lagi dengan tuntutan zaman. Evaluasi kurikulum merupakan suatu usaha yang dilakukan oleh manusia yang sifatnya juga berubah. cara penilaian serta fasilitas pendidikan lainnya. memilih metode dan alat-alat bantu pelajaran. Ada pihak yang berpendapat antara keduanya tidak ada hubungan. 2. kepala sekolah dan para pelaksana pendidikan lainnya. hubungan tersebut merupakan hubungan sebab-akibat. dalam memahami dan membantu perkembangan siswa. secara berangsur.

tetapi juga desain dan implementasi kurikulum. sedangkan pada tingkat yang sangat formal berbentuk pengukuran berbagai bentuk kemajuan ke arah tujuan yang telah ditentukan. tetapi kemudian berkembang kepada yang bersifat preskriptif. Konsep-konsep evaluasi kurikulum yang bersifat preskriptif. Inggris menyatakan bahwa: Tiap program pengembangan kurikulum mempunyai style dan karakteristik tertentu. Becher. Juga terjadi sebaliknya. mulai dari yang bersifat sangat informal sampai dengan yang sangat formal. sarana. Konsep R. Pada tingkat yang lebih formal evaluasi kurikulum meliputi pengumpulan dan pencatatan data. berisikan pedoman-pedoman praktis bagi pengembangan kurikulum. pada mulanya bersifat deskriptif yaitu menekankan pada What is it?. kemampuan dan unjuk kerja guru.A. Sebagai contoh. yang menekankan pada What ought to be. demikian juga dengan teori evaluasi kurikulumnya. mempunyai tempat dalam konsep kurikulum yang bersifat preskriptif pula. dugaan atau pendapat tentang perubahan-perubahan yang telah dicapai oleh program sekolah. dan evaluasi dari program tersebut akan memperlihatkan style dan karakteristik yang sama pula. Becher tentang pengembangan kurikulum dan evaluasi kurikulum. seorang ahli pendidikan dari Universitas Sussex. kompleks dan terus-menerus untuk mengetahui proses dan basil pelaksanaan sistem pendidikan dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan. Evaluasi juga meliputi rentangan yang cukup luas. Seorang evaluator akan menyusun program evaluasi kurikulum sesuai dengan style dan karakteristik kurikulum yang dikembangkannya. Evaluasi merupakan kegiatan yang luas. kemampuan dan kemajuan siswa. Pada tingkat yang sangat informal evaluasi kurikulum berbentuk perkiraan. yaitu meliputi: . dan lain-lain. hasil program evaluasi kurikulum akan mempengaruhi pelaksanaan praktik kurikulum. fasilitas dan sumber-sumber belajar. teori dari Ralph Tylor dan Benyamin Bloom. Program evaluasi kurikulum bukan hanya mengevaluasi hasil belajar siswa dan proses pembelajarannya.R. Hilda Taba menjelaskan hal-hal yang dievaluasi dalam kurikulum.A. Komponen-komponen kurikulum yang dievaluasi juga sangat luas.

Objective. bersifat menyeluruh dan terus-menerus. One dimension is that of quantity. continuity. Apakah evaluasi tersebut ditujukan untuk menilai keseluruhan sistem kurikulum atau hanya komponen-komponen tertentu dalam sistem kurikulum tersebut. diagnostic worth and validity and integration (Doll. Luas atau sernpitnya suatu program evaluasi kurikulum sebenarnya ditentukan oleh tujuannya. punya tujuan atau sasaran yang jelas. comprehensiveness. Tes standar tersebut ada . mengemukakan syaratsyarat suatu program evaluasi kurikulum. Evaluasi kurikulum sering juga dibatasi secara sempit. the relative importance of various subject. Instrumen yang digunakan untuk mengevaluasi dimensi kuantitatif berbeda dengan instrumen untuk mengevaluasi aspek-aspek perkembangan dan prestasi yang dicapai anak. berfungsi diagnostik dan terintegrasi. 1962: 310). Salah satu dimensi yang sering mendapat sorotan adalah dimensi kuantitas dan kualitas. 1976: 362-363). orientation to goals. the capacities of the students. yaitu hanya ditekankan pada hasil-hasil yang dicapai oleh murid. Apa yang dikemukakan di atas merupakan konsep evaluasi kurikulum yang sangat luas yang mencakup seluruh komponen dan kegiatan pendidikan. Apakah mengevaluasi keseluruhan sistem atau komponen-komponen tertentu saja. Doll (1976). it scope. Suatu evaluasi kurikulum harus memiliki nilai dan penilaian. agar hasil evaluasi tersebut tetap bermakna. 1966: 303). 1976: 364). the degree to which objectives are implemented. Dimensi yang bersifat kuantitatif dapat diukur dengan menggunakan berbagai bentuk alat ukur atau tes standar. much of the program is to be evaluated? The other dimension is that of quality-what goals are being highlighted in this evaluation and how does achievement of the goals as sure quality (Doll. Evaluasi kurikulum juga bervariasi bergantung pada dimensi-dimensi yang menjadi fokus evaluasi. diperlukan persyaratan-persyaratan tertentu. yaitu acknowledge presence of values and valuing. the equipment and materials and so son (Taba. Curriculum evaluation may be defined as the estimation of the growth and progess of students toward objectives or values of the curriculum (Wright. the quality of personnel in charger of it.

karena perubahan dasar filosofis tentang struktur pengetahuan. interest inventories. Banyak teori tentang kurikulum berupa teori menekankan pada rencana. Pertama. dan lain-lain. merupakan yang paling lama dan banyak dipakai. Secara sederhana teori kurikulum dapat diklasifikasikan atas teori-teori yang lebih menekankan pada isi kurikulum. dan pada konser konsep yang diambil dari ilmu perilaku manusia ini menunjukkan betapa luasnya teori. tetapi sangat mempengaruhi pengembangan kurikulum. 1966: 306). special aptitude test. pada dasar-dasar filosofis. . Ketiga.yang diperuntukkan mengukur kemampuan yang bersifat potensial (kecerdasan. Pengaruhnya terhadap pengembangan kurikulum umpamanya. bakat) dan ada pula yang diperuntukkan mengukur kemampuan nyata atau achievement. and annecdotal records. temperament and adjustment inventories. pada situasi pendidikan serta pada organisasi kurikulum. B. Penekanan kepada isi kurikulum. dan lain-lain. penguatan kembali nilai-nilai moral dan budaya akan meminta perhatian yang lebih besar pada kumpulan ilmu pengetahuan masa lalu. sedangkan titik tolak pada pandangan filosofis akan lebih menekankan pada disiplin-disiplin keilmuan. Faktor-faktor tersebut tidak timbul dari atau tidak ada hubungannya dengan sistem institusi persekolahan. Strategi pengembangan yang menekankan isi. Tes standar yang mengukur kecerdasan dan bakat umpamanya: intelligence test. Konsep Kurikulum Kurikulum merupakan daerah studi intelek yang cukup luas. diagnostic test. Kedua.teori tentang kurikulum. prognostic aptitude test. orientasi kepada pekerjaan akan lebih banyak melihat ke masa depan. interviews. yang lain pada inovasi. survey test. Instrumen yang sering digunakan untuk mengevaluasi dimensi kualitatif umpamanya: questionnaire. tetapi juga terus mendapat penyempurnaan atau pembaharuan Sebab-sebab yang mendorong pembaharuan ini bermacam-macam. scholastic aptitude test. karena didorong oleh tuntutan untuk menguatkan kembali nilai-nilai moral dan budaya dari masyarakat. karena adanya tuntutan bahwa kurikulum harus lebih berorientasi pada pekerjaan. dan tes standar yang mengukur achievement seperti subject areas test. (Writht. nominating techniques.

Pengetahuan sebagai isi kurikulum mempunyai nilai intrinsik. Tujuannya adalah menghasilkan kurikulum yang benar-benar merefleksikan dunia kehidupan dari lingkungan anak. dibandingkan dengan . seperti kurikulum pedesaan. Kurikulum yang menekankan situasi pendidikan akan sangat beraneka. Penekanan pada situasi pendidikan. penekanan pada isi kurikulum akan membawa beberapa akibat. dibandingkan dengan kurikulum yang menekankan isi.Apapun titik tolaknya. pegunungan dan sebagainya. Secara teoretis kurikulum yang menekankan isi dapat diukur. mempunyai tujuan yang apabila telah ditransfer pada anak dapat dikuasai oleh anak. kurikulum daerah pesisir. kurikulum kelompok masyarakat nelayan. sangat memperhatikan dan disesuaikan dengan lingkungannya) Tipe ini akan menghasilkan kurikulum berdasarkan situasi-situasi lingkungan. Kurikulum yang menekankan situasi pendidikan akan sangat beraneka. Ini merupakan engineering approach. Melalui proses diseminasi mereka dapat menggunakan teknik produksi massa untuk mendapatkan pendidikan massal. Tujuannya adalah menghasilkan kurikulum yang benar-benar merefleksikan dunia kehidupan dari lingkungan anak. sesuatu yang baru atau diperbah arui. Penekanan pada situasi pendidikan. Tipe kurikulum ini lebih menekankan pada masalah di mana (where). Pengembangan kurikulum yang menekankan isi bersifat material centered. Salah satu atribut organisasi kurikulum yang didasarkan pada pengetahuan (knowledge based curriculum). Anak dianggap bahan kasar yang tidak berdaya. sesuatu yang akan diwariskan. bersifat khusus. bersama dengan teman-temannya yang lain dicetak melalui blue print masyarakat. Kurikulum ini bertujuan mencari kesesuaian antara kurikulum dengan situasi di mana pendidikan berlangsung. kurikulum daerah pesisir. Tipe kurikulum ini lebih menekankan pada masalah di mana (where). seperti kurikulum pedesaan. memungkinkan pengembangan dalam jumlah besar. kurikulum kelompok masyarakat nelayan. sangat memperhatikan dan disesuaikan dengan lingkungannya) Tipe ini akan menghasilkan kurikulum berdasarkan situasi-situasi lingkungan. Kurikulum ini memandang murid sebagai penerima resep yang pasif. pegunungan dan sebagainya. bersifat khusus.

Kurikulum ini bertujuan mencari kesesuaian antara kurikulum dengan situasi di mana pendidikan berlangsung. dan didorong untuk berinovasi. menyatakan kreativitasnya. sehingga cukup sulit merancang alat penilaian yang dapat mencakup skala yang agak luas. masa pengembangannya juga relatif lebih singkat daripada desiminasinya. keduanya sangat mempengaruhi perkembangan kurikulum tipe ini. Pengetahuan dianggap bersifat relatif terhadap situasi-situasi yang khusus sesuai dengan kondisi setempat. Dalam belajar aktif tersebuI penguasaan bahasa serta proses mental dari si pelajar sangat memegang . Perencanaan dan pelaksanaan pengajaran sangat beraneka. Secara teoretis. pengajaran dengan bantuan komputer) dengan konsep pengajaran (perkembangan) dari Bruner dan Jean Piaget. tetapi aktivitas ini merupakan aktivitas yang sudah dirancang secara ketat. Penekanan pada organisasi.organisasi. pengajaran modul. Kurikulum disusun sesuai dengan keadaan tanah.kurikulum yang menekankan isi. alam setempat. lebih menunjukkan fleksibilitas dalam interpretasi dan pelaksanaannya. Siswa mempunyai kesempatan. Kesulitan lain adalah juga dalam menentukan standar kriteria. adalah memberikan perhatian yang sangat besar kepada si pelajar atau siswa. peranan guru dalam mengembangkan dan rnenerapkan kreasinya sangat besar. Dalam konsep belajar dari Bruner juga peranan aktif dari siswa sangat ditekankan. umpamanya antara konsep sistem instruksional (pengajaran berprogram. Kalau kurikulum yang menekankan pada isi merupakan engineering approach maka kurikulum yang menekankan situasi lebih mendekati gardening approach. Perbedaan yang sangat jelas antara kurikulum yang menekankan organisasi dengan yang menekankan isi dan situasi. Sifat lain tipe ini adalah kurang atau tidak menekankan pada spesifikasi isi dan . Tipe kurikulum ini sangat menekankan pada proses belajar-mengajarjMeskipun dengan berbagai perbedaan dan di sana sini ada pertentangan. tetapi aktivitas ini bukan yang telah diprogramkan secara ketat. mengevaluasi kurikulum yang menekankan pada situasi sangat sulit. Kurikulum ini ruang lingkupnya sempit. Dalam pembelajaran model sistem instruksional aktivitas murid sangat ditekankan. Siswa tidak mungkin melakukan halhal atau kegiatan di luar yang telah diprogramkan. perhatian sangat ditumpahkan pada mempersiapkan kebun atau sawah.

tesnya akan lebih ban yak mengukur tujuan-tujuan tingkat tinggi pada klasifikasi Bloom (analisis. memberikan perhatian besar pada analisis pengetahuan baru yang ada.peranan utama. tetapi seperti telah diutarakan di muka. harus berpartisipasi secara aktil dalam lingkungan belajar. maka kurikulum yang menekankan pada organisasi. tujuannya dapat dicapai dengan cara yang berbedabeda. konsep situasi menuntut penilaian secara rinci tentang lingkungan belajar. Anak menurut Bruner merupakan hasil yang sangal kompleks dari sejarah. berbeda dengan yang menekankan situasi. isi kurikulum tidak spesifik. berlaku dalam lingkungan yang cukup luas. C. sintesis. dan evaluasi). Kurikulum yang menekankan pada organisasi menolak pendapat bahwa penguasaan pengetahuan merupakan alat untuk mencapai tujuan. dan konsep organisasi memberi perhatian . Inti kurikulum bukan terletak pada bahanbahan yang dipelajari anak tetapi pada teacher's guide. dalam pengembangan serta dalam desiminasinya. Tipe kurikulum ini secara relatif bersifat lepas dari situasi lingkungan atau situation free. menguasai bahasa dan menguasai kemamption kemampuan kognitif. Lebih jauh. Apakah dalam bentuk sistem instruksional ataupun dalam sistem pengajaran (perkembangan) dari Bruner. Kurikulum yang menekankan masalah belajar-mengajar (menekankan organisasi) sebenarnya lebih dekat kepada pendekatan kurikulum yang bersifat umum (generalized curriculum). Tes yang disusun akan banyak menyangkut proses belajar yang bersifat umum. kurikulum yang menekankan pada organisasi. biologi dan social. kalau penyusunan tes hasil belajar didasarkan pada tujuan. Secara teoretis penyusunan tes yang spesifik dapat dibuat. Implementasi dan Evaluasi Kurikulum Di muka telah diutarakan bahwa. perbedaan penekanan dalam kurikulum mengakibatkan perbedaan dalam pola rancangan. memusatkan perhatiannya pada sekuens-sekuens belajar serta organisasi bahan pelajaran yang disusun melalui elaborasi isi dan prosedur pengukuran. Konsep kurikulum yang menekankan isi. Kurikulum yang menekankan organisasi juga sesungguhnya sukar untuk diukur.

Kurikulum yang menekankan organisasi. tetapi masingmasing dapat menyesuaikan diri serta mencari keserasian antara arahan yang dibersifat pusat dengan tuntutan kebutuhan dan sifat-sifat lokal. para administrator. meskipun umpamanya kurikulum itu kurang thaik. Salah satu kesimpulan dari hasil evaluasi mereka adalah hasil hasil yang dicapai oleh guru-guru yang terlatih (yang mengerti maksud serta latar belakang . strategi penyebarannya sangat mengutamakan latihan guru. Sebaliknya penyebaran kurikulum yang menekankan situasi sangat mementingkan penyiapan unsur-unsur yang terkait (catalyc ingredient). individual. yang paling kritis adalah mengenai komunikasi antara tim proyek dengan guru-guru. CARE (Centre for Applied Research in Education) di Universitas East Anglia Norwegia. aktif dalam mengadakan pelatihan guru. mereka dapat memaksakannya melalui jalur birokrasi. Tipe kurikulum ini mengikuti model penyebaran (difusi) dari pusat ke daerah). disediakan bagi anak usia 14 sampai 16 tahun dan yang kecerdasannya di bawah rata-rata. Meskipun demikian perhatian harus cukup banyak dipusatkan pada struktur konsep yang tidak tampak (covert) daripada analisis tujuan yang tampak (overt). Banyak kesulitan yang dialami dalam proyek ini. dan para siswa. Salah satu proyeknya yang pertama adalah Nuffield/Schools Council Humanities Curriculum Project tahun 1967. Proyek ini disiapkan untuk meningkatkan usia anak yang meninggalkan sekolah. Penyebaran ini lebih merupakan pembaharuan dari dalam dan bukan karena paksaan atau keharusan dari luar. Pengembangan kurikulum yang menekankan isi. Kurikulum yang menekankan isi sangat mengutamakan peranan desiminasi. membutuhkan waktu mempersiapkan situasi belajar dan menyatukannya dengan tujuan pengajaran yang cukup lama. Dengan demikian penyebaran kurikulum ini memiliki network yang terpisah. Kurikulum yang menekankan situasi. waktu untuk mempersiapkannya lebih pendek. Proyek ini juga memiliki suatu tim evaluasi. dan khan. Pengembangan kurikulumnya bersifat lokal. sedangkan kurikulum yang menekankan organisasi waktu persiapannya hampir sama dengan kurikulum yang menekankan isi. Perbedaanperbedaan dalam rancangan tersebut mempengaruhi langkah selanjutnya.besar pada struktur dan sekuens belajar.

dalam evaluasinya juga diteliti pengaruh umum dari proyek. dengan kriteria yang khusus pula.proyek) tidak dapat dicapai oleh guru-guru yang tidak terlatih. tetapi meminta waktu terlalu banyak dari para evaluator. dengan cara mengumpulkan bahan-bahan secara studi kasus dari sekolah-sekolah proyek. tetapi terdapat banyak tujuan. yang utamanya adalah aktivitas dan kemampuan siswa. Pada kurikulum yang menekankan organisasi. karena isi dan hasil kurikulum bukan hal yang utama. Model evaluasi kurikulum berkaitan erat dengan konsep kurikulum yang digunakan. Dalam proyek itu dicari perbandingan materi antara proyek yang menggunakan guru yang terlatih dengan yang tidak terlatih. Dengan menggunakan konsep Ralph Tylor atau Benyamin Bloom mungkin dapat dibuat suatu modifikasi dengan menyusun tujuan yang bersifat universal yang dapat digunakan pada semua situasi. karena konteksnya bukan terhadap guru atau satu tujuan. Ini menunjukkan bahwa latihan guru memegang peranan penting dalam penyebaran program. Teori kurikulum dan teori evaluasi. dan sukar menyusun alat evaluasinya. Salah satu pemecahan bagi masalah ini adalah dengan pendekatan yang bersifat eklektik seperti dalam proyek Kurikulum Humaniti dari CARE. Dalam perkembangan selanjutnya ternyata. tetapi tujuan yang bersifat umum seperti itu akin kabur. Model evaluasi yang bersifat komparatif atau menekankan pada objektif sangat sesuai bagi kurikulum yang bersifat rasional dan menekankan isi. bahan-bahan dari hasil studi kasus memberikan hasil yang lebih berharga bagi evaluasi kurikulum. Model evaluasi kaitannya dengan teori kurikulum. Perbedaan konsep dan strategi pengembangan dan penyebaran kurikulum. Dalam kurikulum yang menekankan situasi sukar disusun evaluasi yang bersifat komparatif. Evaluasi kurikulum yang bebas tujuan (Goal free evaluation) dalam kebanyakan kurikulum bukan . Pendekatan yang bersifat goal free (lebih menekankan penguasaan aktual dan bukan ideal) lebih memungkinkan. Meskipun pendekatan perbandingan banyak memberikan hasil yang berharga. tugas evaluasi lebih sulit lagi. seperti model pengembangan dan penyebaran dihasilkan oleh kurikulum yang menekankan isi. juga menimbulkan perbedaan dalam rancangan evaluasi. tetapi harus dihindari penjenjangan tujuan sampai pada perumusan tujuan yang sangat khusus.

Model evaluasi yang bersifat komparatif berkaitan erat dengan tingkahtingkah laku individu. dan konsensus nilai. juga di negara-negara lain.merupakan salah satu alternatif evaluasi tetapi merupakan satu-satunya prosedur evaluasi yang paling memungkinkan. Peranan evaluasi kebijaksanaan dalam kurikulum khususnya pendidikan umumnya minimal berkenaan dengan tiga hal. sejarah. Hal ini mengandung dua pengertian. Hasil dari suatu evaluasi berisi suatu nilai yang akan digunakan untuk tindakan selanjutnya. evaluasi berisi suatu perangkat kriteria praktis berdasarkan kriteria-kriteria tersebut suatu hasil dapat dinilai. . evaluasi yang menekankan tujuan berkaitan erat dengan kurikulum yang menekankan pada bahan ajaran atau isi kurikulum.1)111 banyak dipengaruhi oleh kebiasaan penelitian yang bersifat psikometris daripada oleh kebiasaan lama yang berupa penelitian social. D. merupakan institusi sosial dari gerakan penyempurnaan kurikulum. (2) lebih berskala nasional daripada lokal. model (pendekatan) antropologis dalam evaluasi ditujukan untuk mengevaluasi tingkah-tingkah laku dalam suatu lembaga sosial. berdasarkan skala tersebut suatu objek evaluasi dapat dinilai. pertama evaluasi berisi suatu skala nilai moral. Kedua. evaluasi. Peranan Evaluasi Kurikulum Evaluasi kurikulum dapat dilihat sebagai proses sosial dan sebagai institusi sosial. Macam-macarn model evaluasi yang digunakan bertumpu pada aspekaspek tertentu yang diutamakan dalam proses pelaksanaan kurikulum. (3) dibiayai oleh vim/ dari luar yang berjangka pendek daripada oleh anggapan tetap. evaluasi dan penentuan keputusan. Proyek-proyek evaluasi yang dikembangkan di lnggris umpamanya. Konsep utama dalam evaluasi adalah masalah nilai. struktur serta interest sendiri. Beberapa karakteristik dari proyek-proyek kurikulum yang telah dikembangkan di Inggris. Dengan demikian sesungguhnya terdapat hubungan yang sangat erat antara evaluasi dengan kurikulum sebab teori kurikulum juga merupakan teori dari evaluasi kurikulum. yaitu : evaluasi sebagai moral judgement. umpamanya (1) lebih berkenaan dengan inovasi daripada dengan kurikulum yang ada. Evaluasi kurikulum sebagai institusi sosial mempunyai asal-usul. (4) 1(. Evaluasi sebagai moral judgement.

obtaining and providing useful information for delinating. minimal meliputi dua kegiatan. Stake (1976). obtaining and providing useful information for judging decision alternatif. salah satu tugas dari para evaluator pendidikan mempelajari kerangka nilai-nilai tersebut. dasar pertimbangan yang digunakan adalah suatu perangkat nilai-nilai. pertama mengumpulkan informasi dan kedua menentukan suatu keputusan. Hal itu tidak benar. memberikan perumusan tentang tugas evaluator. Dalam evaluasi kurikulum salah satu hal yang sering menjadi inti perdebatan antara para ahli adalah pemisahan antara pengumpulan dan penyusunan informasi dengan penentuan keputusan. Michael Scriven (1969) dari Universitas Indiana. or bad. sebab baik pada pemilihan masalah yang akan diteliti. tetapi juga memperlihatkan adanya perbedaan karakteristik. pemilihan teknik penentuan sampel serta penyajian hasil penelitian selalu melibatkan atau menyangkut masalah nilai-nilai. dari Universitas Illinois merumuskan evaluation is an observed value compared to some standard. maka pertalian antara informasi pendidikan yang diperoleh dengan keputusan yang diambil tidak selalu sama. Its (the evaluator's) task is to try very hard to condense all that mass of data into one word: good. Kegiatan yang pertama mungkin juga mengandung segisegi nilai (terutama dalam memilih sumber informasi dan jenis informasi yang akan dikumpulkan). Nilai-nilai .Evaluasi bukan merupakan suatu proses tunggal. mengalami perkembangan pula. Perbedaan pendapat mengenai hal ini akan direfleksikan dalam perbedaan-perbedaan perumusan tentang evaluasi. Dalam kegiatan yang kedua. Daniel Stufflebeam (1971) merumuskan evaluation is the process of delinating. Atas dasar kerangka nilainilai tersebut maka keputusan pendidikan diambil. Kutipan-kutipan di atas bukan saja melukiskan perbedaan tekanan pada pengumpulan informasi atau pada penentuan keputusan. mereka yang lebih menekankan pengumpulan informasi memandang terlepas atau tidak melibatkan nilai-nilai. tetapi belum menunjukkan suatu evaluasi. pengumpulan data. yaitu menentukan keputusan menunjukkan suatu evaluasi. Oleh karena itu. Perkeinbangan ini terutama berkenaan dengan perkembangan atau perubahan nilai-nilai. Karena masalah-masalah dan konsep-konsep dalam pendidikan selalu mengalami pengembangan.

Pemisahan antara pengumpulan informasi dengan penentuan keputusan merupakan salah satu karakteristik institusional. Besar atau kecilnya peranan keputusan yang diambil oleh seseorang sesuai dengan lingkup tanggung jawabnya serta lingkup masalah yang dihadapinya pada suatu saat. apakah hasil evaluasi . hal ini dipengaruhi oleh kebiasaan pemisahan pekerjaan administrator dan peneliti. sesuai dengan posisinya. dan sebagainya. Beberapa hasil evaluasi menjadi bahan pertimbangan bagi murid untuk mengambil keputusan apakah ia harus lebih rajin belajar atau tidak. yaitu: guru. Pada prinsipnya tiap individu di atas membuat keputusan sesuai dengan posisinya. para inspektur. inspektur. ia mengambil keputusan bagi kepentingan seorang atau beberapa orang mu. Masalah yang timbul adalah. Jadi. Demikian juga lingkup keputusan yang diambil oleh kepala sekolah. para sponsor. Lain halnya dengan keputusan yang diambil oleh seorang guru. Salah satu kesulitan yang dihadapi dalam penggunaan hasil evaluasi bagi pengambilan keputusan adalah. Siapa pengambil keputusan dalam pendidikan atau khususnya dalam pelaksanaan kurikulum. Siapa di antara mereka yang memegang peranan paling besar dalam penentuan keputusan. Guru mengambil berbagai keputusan sesuai dengan posisinya sebagai guru. hasil evaluasi yang diterima oleh berbagai pihak pengambil keputusan adalah sama. dan sebagainya. atau dari subjek yang dinilai. Dengan perkataan lain penentuan keputusan yang diambil oleh murid. murid. pengembang kurikulum. dan sebagainya berbeda-beda. Dalam pendidikan perbedaan formal tersebut tidak ada. dapat timbul ketegangan atau konflik. Evaluasi dan penentuan keputusan. apakah ia harus memilih jurusan IPA atau IPS. tiap pengambil keputusan dalam proses evaluasi memegang posisi nilai yang berbeda. Pengambil keputusan dalam pelaksanaan pendidikan atau kurikulum banyak.rid. Murid mengambil keputusan sesuai dengan posisinya sebagai murid. sebagian besar berkenaan dengan kepentingan dirinya. atau dapat pula mengambil keputusan bagi seluruh murid.tersebut baik dilihat dari evaluasi. Apabila terdapat perbedaan nilai antara mereka. pengumpul data adalah pengambil keputusan juga. pengembang kurikulum. kepala sekolah. orang tua.

tetapi beberapa pengalaman menunjukkan bahwa hal itu tidak mungkin. ahli politik. Suatu informasi mungkin lebih bermanfaat bagi pihak tertentu. administrator. Juga di antara partisipan harus ada persetujuan tentang tujuan-tujuan mana yang paling penting. guru. pengukuran prestasi belajar yang bersifat behavioral. dan sebagainya. pengembang kurikulum. Evaluasi dan konsensus nilai.tersebut dapat bermanfaat bagi semua pihak. arsitek. Mereka mempunyai sudut pandangan. tetapi kritik atau kesulitan tersebut yang paling utama adalah dalam merumuskan tujuan-tujuan khusus yang dapat diterima oleh seluruh partisipan evaluasi kurikulum serta perencanaan kurikulum. ahli ekonomi. penggunaan analisis statistik dari pre test dan post test dan lain-lain. penerbit. . yang dipusatkan pada tujuan-tujuan khusus. Secara historis konsensus nilai dalam evaluasi kurikulum berasal dari tradisi tes mental serta eksperimen. Model di atas mendapatkan beberapa kritik. murid. Pernah dimimpikan bahwa para partisipan tersebut merupakan suatu kelompok yang homogen sebagai pengambil keputusan atas hasil penelitian. Dalam berbagai situasi pendidikan serta kegiatan pelaksanaan evaluasi kurikulum sejumlah nilai-nilai dibawakan oleh orang-orang yang turut terlibat (berpartisipasi) dalam kegiatan penilaian atau evaluasi. Konsensus tersebut berupa kerangka kerja penelitian. tetapi kurang bermanfaat bagi pihak yang lain. Bagaimana caranya agar di antara mereka terdapat kesatuan penilaian. dan seterusnya. Model penelitian di atas merupakan suatu social engineering atau system approach dalam pendidikan. Dalam model penelitian tersebut keseluruhan kegiatan dapat digambarkan dalam suatu flow chart yang merumuskan secara operasional input (pre test) caracara kegiatan (treatment) serta output (post test). kepentingan nilai-nilai serta pengalaman tersendiri. Para partisipan dalam evaluasi pendidikan dapat terdiri atas: orang tua. Sudah tentu jawabannya belum tentu. Kesatuan penilaian hanya dapat dicapai melalui suatu konsensus. Dalam bagian yang terdahulu sudah dikemukakan bahwa penelitian pendidikan dan evaluasi kurikulum sebagai perilaku sosial berisi nilai-nilai.

Selain harus terdapat konsensus tentang tujuan-tujuan yang akan dicapai. selama bertahun-tahun ditentukan oleh kemampuan mengingat faktafakta. maka jenis-jenis kemampuan tertentu dipandang menunjukkan status lebih tinggi dibandingkan dengan kemampuan lainnya. Sikap kebudayaan yang majemuk mempunyai dasar relativis. Keberhasilan dalam ujian pengetahuan dan kemampuan skolastik. Model system approach atau model social engineering bersifat goal based evaluation. memandang bahwa tiap pandangan sama baiknya. Evaluasi model ini dapat ditemukan pada para peneliti yang memandang pekerjaannya semata-mata hanya sebagai pengumpulan data. E. Tanpa adanya persetujuan tentang hal-hal tersebut maka sukar untuk dapat menyusun flow chart yang definitif. Penguasaan pengetahuan dan kemampuan skolastik umpamanya sering dipandang memiliki status lebih tinggi daripada penguasaan kemampuan yang lainnya. sebab alat-alat evaluasi yang drgunakan bertolak dari dasar posisi nilai yang berbeda. pengukuran yang berbentuk umum (publik) tersebut merupakan salah satu model evaluasi dalam pendidikan. maka berkembang model evaluasi yang lain yang lebih bersifat goal free evaluation. Pendekatan evaluasi yang bersifat goal free bertolak dari sikap kebudayaan yang majemuk (cultural pluralism). Westminster Shorter . Dalam evaluasi kurikulum sudah tentu pandangan ini mempunyai kesulitan yang cukup besar. tetapi juga oleh keadaan masyarakat di mana buku -buku sumber (teks) pengetahuan secara relatif tidak berubah selama dua abad. Ujian sebagai Evaluasi Sosial Sejak diperkenalkannya sistem ujian atau tes untuk umum di Amerika Serikat dan negara-negara lain. yang memandang bahwa otak yang lebih baik mampu menguasai fakta lebih banyak. karena bertitik tolak dari tujuan-tujuan yang khusus. Menguji adalah mengevaluasi kemampuan individu. Dengan adanya ujianujian tersebut. Karena model ini mempunyai beberapa keberatan. Dengan demikian evaluasi juga bersifat relatif. dalam penggunaan model di atas juga harus ada konsensus tentang siapa di antara para partisipan tersebut yang turut terlibat secara langsung. Kecenderungan ini bukan saja didasari oleh teori psikologi lama.

Karena adanya berbagai kemajuan dalam masyarakat. lebih banyak digunakan untuk mengukur atau menguji kemampuan individu-individu (siswa). Hasilnya digunakan untuk menyeleksi anak-anak yang akan masuk ke sekolah menengah yang tidak mampu membayar uang sekolah. Sistem ujian seperti yang dilaksanakan di atas. mendasarkan argumentasinya pada anggapan dasar bahwa evaluasi merupakan kegiatan politik. . tetapi juga telah merupakan peraturan dari sekolah. Dalam dua dekade pertama dari abad 20 sejumlah ahli psikologi dikumpulkan dalam satu komisi untuk menyusun tes kecerdasan. Kemudian tes tersebut juga digunakan sebagai alat bagi penentuan kenaikan kelas serta sebagai saringan masuk. Untuk menilai gambaran sekolah secara keseluruhan. guru. Ujian bukan saja menunjukkan nilai pengetahuan atau kemampuan secara sosial. Para evaluator menyadari bahwa aneka macam kerangka kerja evaluasi mempunyai implikasi terhadap penentuan keputusan pendidikan. dan demokratik. otokratik. yaitu menilai tentang keadaan murid. Apakah sistem ini dipandang baik atau jelek bergantung pada pandangan yang menggunakannya. bahwa hanya sebagian dari penduduk yang mempunyai kemampuan untuk menguasai pengetahuan pada suatu jenis sekolah atau pada jenjang sekolah tertentu. Pelaksanaan ujian-ujian tersebut sejalan dengan anggapan masyarakat pada waktu itu.Catechism umpamanya digunakan sebagai buku teks di sekolah-sekolah di Scotlandia dari abad 17 sampai 19. Barry Mc Donald (1975). fasilitas sekolah. Kalau untuk mengukur kemampuan siswa digunakan istilah examination atau assessment maka untuk penilaian keseluruhan situasi sekolah atau kurikulum lebih tepat digunakan istilah evaluation. penyusunan rancangan dan pemeliharaan sekolah diperlukan sistem pengumpulan data serta penilaian yang lain. kurikulum. yaitu evaluasi birokratik. pembiayaan sekolah. is membedakan adanya tiga tipe evaluasi dalam pendidikan dan kurikulum. keseragaman sekolah. Sistem ujian yang mempunyai nilai historis ini juga digunakan untuk mengontrol efisiensi dan efektivitas pelaksanaan sekolah. maka dalam perkembangan selanjutnya jenis kemampuan yaitu kemampuan menyimpulkan dipandang mempunyai nilai yang lebih tinggi.

dan evaluator bertindak sebagai perantara dalam pertukaran informasi di antara kelompokkelompok yang berbeda. merupakan layanan pemberian informasi terhadap masyarakat. dan ketercapaian sasaran (confidentiality. musyawarah. Evaluasi demokratik. merupakan suatu layanan yang bersifat unconditional terhadap lembaga-lembaga pemerintahan yang memiliki wewenang kontrol terbesar dalam alokasi sumber-sumber pendidikan. Konsep utama evaluator demokratis adalah kerahasiaan. penggunaan (utility). Evaluator tidak mempunyai kekuasaan sendiri. kedudukan . Evaluasi otokratik. Kriteria keberhasilannya adalah pihak yang dilayaninya seluas-luasnya. ketentuan-ketentuan hukum dan moral dari birokrasi. atau kontrol sendiri terhadap penggunaan informasi yang diperoleh.Evaluasi birokratik. Sumber kekuataan evaluator adalah penelitian kemasyarakatan. Konsep utama evaluator otokratik adalah evaluasi yang bersifat prinsipil dan objektif (principles and objectivity). dan is mempunyai wewenang penuh dalam bidangnya. Teknik pengumpulan dan penyajian data yang digunakan harus dapat dipahami oleh penerima informasi yang bukan ahli. Evaluasi ini menganut nilai pluralisme serta mengusahakan memenuhi berbagai minat masyarakat dalam memberikan informasi. Evaluator menerima kebijaksanaan dari pemegang jabatan. Bila rekomendasi evaluator ditolak maka kebijaksanaannya tidak bisa dilaksanakan. karena kenyataannya evaluasi sebagian besar dibiayai oleh pemerintah pusat atau negara bagian. dan efisiensi (efficiency). negosiasi. Sebagai contoh Mc Donald memandang bahwa pelaksanaan evaluasi di Amerika Serikat dewasa ini bersifat birokratik. Tugas para evaluator adalah membantu pelaksanaan kebijaksanaan. dengan menggunakan berbagai informasi yang diperoleh akan membantu mereka mencapai tujuan dari kebijaksanaan yang telah digariskan. Tugasnya adalah memberikan informasi terhadap kelompok-kelompok masyara kat. tentang program-program pendidikan. and accessibility). merupakan layanan evaluasi terhadap lembagalembaga pemerintah yang mempunyai wewenang kontrol cukup besar dalam mengalokasikan sumber-sumber pendidikan. Peranan evaluator tidak dicampuri oleh pihak yang dilayaninya. Prinsip utama evaluasi birokratik adalah pelayanan (service).

suatu elemen dalam proses sosial dihubungkan dengan perkembangan pendidikan. Model-Model Evaluasi Kurikulum Evaluasi kurikulum merupakan suatu tema yang luas.evaluator berbeda-beda di bawah lembaga-lembaga federal. meliputi banyak kegiatan. 1. . yaitu evaluasi kurikulum sebagai fenomena sejarah. Evaluasi kurikulum juga merupakan suatu fenomena yang multifaset. serta tes hasil belajar yang mengukur perilaku skolastik. memiliki banyak segi. Percobaan serupa dapat juga digunakan untuk mengetahui pengaruh tanah. Dari percobaan tersebut dapat diketahui benih mana yang paling produktif. Lembaga-lembaga pendidikan setempat berada di bawah lembaga-lembaga pusat yang memberikan biaya. sedang kurikulum serta berbagai fasilitas serta sistem sekolah dapat disamakan dengan tanah dan pemeliharaannya. anak dapat disamakan dengan benih. Para ahli botani pertanian mengadakan percobaan untuk mengetahui produktivitas bermacam-macam benih. yaitu tes inteligensi yang ditujukan untuk mengukur kemampuan bawaan. dimulai tahun 1930 dengan menggunakan metode yang biasa digunakan dalam penelitian botani pertanian. Evaluasi model penelitian Model evaluasi kurikulum yang menggunakan model penelitian didasarkan atas teori dan metode tes psikologis serta eksperimen lapangan. Beberapa macam benih ditanam pada petak -petak tanah yang memiliki kesuburan dan lain-lain yang sama. Bagian ini membahas perkembangan evaluasi kurikulum. pupuk dan sebagainya terhadap produktivitas suatu macam benih. F. Tes psikologis atau tes psikometrik pada umumnya mempunyai dua bentuk. Untuk mengetahui tingkat kesuburan benih (anak) serta hasil yang dicapai pada akhir program percobaan dapat digunakan tes (pre test dan post test). bahkan dapat merupakan suatu lapangan studi yang berdiri sendiri. Eksperimen lapangan dalam pendidikan. meliputi sejumlah prosedur. Model eksperimen dalam botani pertanian dapat digunakan dalam pendidikan.

Kedua. Ketiga. perlu dirumuskan secara tepat dan rinci. Besarnya sampel. 2. yaitu kesulitan menciptakan kondisi kelas yang sama untuk kelompok-kelompok yang diuji. Pertama. Evaluasi ini sering disebut evaluasi formatif. sedikit sekali sekolah yang bersedia dijadikan sekolah eksperimen. pengaruh guru. Evaluasi model objektif Evaluasi model objektif (model tujuan) berasal dari Amerika Serikat. Kelompok mana yang lebih baik atau lebih berhasil? Apakah keberhasilan metode tersebut dapat ditransfer ke metode yang lain? Rancangan penelitian lapangan ini membutuhkan persiapan yang sangat teliti dan rinci. ada keterbatasan mengenai manipulasi eksperimen yang dapat dilakukan. adalah mengadakan yang pembandingan kelompok umpamanya menggunakan dua metode belajar yang berbeda. Kedua. Informasi-informasi yang diperoleh dari hasil penilaiannya digunakan untuk penyempurnaan inovasi yang sedang berjalan. kurikulum . treatment.guru tersebut sukar dikontrol. tes hasil belajar dan sebagainya. Salah satu pendekatan dalam evaluasi yang enggunakan antara dua eksperimen macam lapangan anak. Kelompok pertama belajar membaca dengan metode global dan kelompok lain menggunakan metode unsur. hipotesis. tetapi dalam penelitian pendidikan tidak mungkin dapat melakukan treatment sebanyak itu. Evaluasi dilakukan pada akhir pengembangan kurikulum.Comparative approach dalam evaluasi. Keempat. Pertama dalam model objektif. Para evaluator juga mempunyai peranan menghimpun pendapat-pendapat orang luar tentang inovasi kurikulum yang dilaksanakan. sukar untuk mencampurkan guru-guru untuk mengajar pada kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. masalah teknis dan logis. evaluasi merupakan bagian yang sangat penting dari proses pengembangan kurikulum. kesulitan administratif. kegiatan penilaian ini sering disebut evaluasi sumatif. Perbedaan model objektif dengan model komparatif adalah dalam dua hal. Ada beberapa kesulitan yang dihadapi dalam eksperimen tersebut. Dalam botani pertanian dengan rancangan yang sangat sempurna dapat memanipulasi eksperimen sampai 25 treatment. Dalam hal-hal tertentu sering evaluator bekerja sebagai bagian dari tim pengembang. variabel yang terkontrol.

tetapi dalam model objektli hal itu tidak menjadi soal. kedua kelompok tersebut hams ekuivalen. 3. application. Mengukur kesesuaian antara perilaku siswa dengan hasil yang diinginkan. analysis. Tujuan dari comparative approach adalah menilai apakah kegiatan yang dilakukan kelompok eksperimen lebih baik daripada kelompok kontrolpleh karena itu. synthesis dan evaluation. sebagai asal mula pendekatan sistem (system approach). Mereka membagi proses mental yang berhubungan dengan belajar tersebut dalam 6 kategori. suatu program yang dikembangkan oleh Learning Research and Development Centre Universitas Pittsburg.tidak dibandingkan dengan kurikulum lain tetapi diukur dengan seperangkat objektif (tujuan khusus). 4. dan mencapai puncaknya dalam sistem belajar berprogram dan sistem instruksional. Mereka membagibagi lagi tujuan-tujuan tersebut pada sub-tujuan yang lebih khusus. Bloom dengan kawan-kawannya menyusun klasifikasi sistem tujuan yang meliputi daerah-daerah belajar (cognitive domain). Perumusan tujuan-tujuan dari Bloom dan kawan-kawan belum sampai pada perumusan tujuan yang bersifat behavioral. Para pengembang kurikulum yang menggunakan sistem instruksional (model objektif) menggunakan standar pencapaian tujuan-tujuan tersebut. yaitu knowledge. 1. Dalam IPI anak mengikuti kurikulum yang memiliki 7 unsur: . Pada tahun 1950-an Benyamin S. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh tim pengembang model objektif. comprehension. untuk itu diperlukan perumusan lebih lanjut yang sangat khusus dan bersifat behavioral. Ada kesepakatan tentang tujuan-tujuan kurikulum. Menyusun materi kurikulum yang sesuai dengan tujuan tersebut. Keberhasilan pclaksanaan kurikulum diukur oleh penguasaan siswa akan tujuan-tujuan tersebut. Merumuskan tujuan-tujuan tersebut dalam perbuatan siswa. Dasar-dasar teori Tylor dan Bloom menjadi prinsip sentral dalam berbagai rancangan kurikulum. Sistem pengajaran yang terkenal adalah IPI (Individually Prescribed Instruction). 2. Pendekatan inilah yang digunakan oleh Ralph Tylor (1930) dalam menyusun tes dengan titik tolak pada perumusan tujuan tes.

Prosedur pengelolaan kelas. unit atau tingkat tertentu dari tujuan khusus. 6. 5. Untuk mengikuti program pendidikan. Kemajuan siswa dimonitor oleh guru dengan memberikan tes yang mengukur tingkat penguasaan tujuan-tujuan khusils melalui pre test dan post test. Kegiatan murid dalam kelas. siswa hams mengambil dulu tes penempatan. Program paket berisi program statistik yang secterhana yang tidak membutuhkan pengetahuan komputer untuk mengenakannya. Metodemetode tersebut masuk ke bidang kurikulum setelah komputer dan program paket berkembang yaitu tahun 1960. Strategi ini memungkinkan pembandingan lebih dari satu kurikulum dan secara serempak keberhasilan flap kurikulum diukur berdasarkan kriteria khusus dari masingmasing kurikulum? Seperti halnya pada eksperimen lapangan serta usaha-usaha awal dari Tylor dan Bloom. untuk menentukan di mana mereka harus mulai belajar. 3. 2. tingkattingkat dan unit-unit. Bila ini sudah dikuasai berarti penguasaan siswa sudah sesuai dengan kriteria. 3. Model campuran multivariasi Evaluasi model perbandingan (comparative approach) dan model Tylor dan Bloom melahirkan evaluasi model campuran multivariasi. Suatu prosedur program testing. metode ini pun terlepas dari proyek evaluasi. Kegiatan guru dalam kelas.1. dan 7. Siswa dianggap mengusai suatu unit Oa memperoleh skor minimal 80. . Tes untuk mengukur prestasi belajar anak merupakan bagian integral dan kurikulum. Materi dan alat-alat pengajaran. 4. Pedoman perosedur penulisan. Semua masalah pengolahan statistik dapat dikerjakan dengan komputer. yaitu strategi evaluasi yang menyatukan unsur-unsur dari kedua pendekatan tersebut. Tiap butir tes berkenaan dengan keterampilan. Dengan berkembangnya penggunaan komputer memungkinkan studi lapangan tidak dihambat oleh kesalahan dan kelambatan. Tujuan-tujuan pengajaran yang disusun dalam daerah-daerah.

dan ini lebih memungkinkan daripada 10 kelas dengan 100 pengukuran. Tipe analisis dapat juga digunakan untuk mengukur pengaruh bersama dari beberapa variabel yang berbeda) Beberapa kesulitan dihadapi dalam model campuran multivariasi ini. seperti model EPIC. CEMREL. 5. Bila semua informasi yang diharapkan telah terkumpul. podel tujuan lebih sesuai digunakan dalam pengembangan kurikulum yang menggunakan pendekatan tujuan (Goal based curriculum). kemampuan komputer hanya sampai 40 variabel. Di samping model-model evaluasi kurikulum di atas. Model perbandingan lebih sesuai untuk mengevaluasi pengembangan kurikulum yang menekankan isi (Content based curriculum). meskipun model multivariasi telah mengurangi masalah kontrol berkenaan dengan eksperimen lapangan tetapi tetap menghadapi masalah-masalah pembandingan. . Bila tidak ada pencampuran sekolah tekanannya pada partisipasi yang optimal.Langkah-langkah model multivariasi tersebut adalah sebagai berikut: 1. dan model CDPP. kesulitan terlalu banyaknya varaibel yang perhi dihitung pada suatu saat. zodel campuran dapat digunakan untuk mengevaluasi baik kurikulum yang menekankan isi. 2. Jadi model multivariasi ini lebih sesuai bagi evaluasi kurikulum skald besar. Model-model evaluasi kurikulum tersebut berkembang dari dan digunakan untuk mengevaluasi model atau pendekatan kurikulum tertentu. sedangkan dengan model ini dapat dikumpulkan sampai 300 variabel Kesulitan ketiza. Mencari sekolah yang berminat untuk dievaluasi/diteliti. tujuan maupun situasi (Situation based curriculum). dikenal pula beberapa model evaluasi kuiikulum ynag lebih bersifat umum. dapat disiapkan tes tambahan. Kesulitan pertama adalah diharapkan memberikan tes statistik yang signifikan) Maka untuk itu diperlukan 100 kelas dengan 10 pengukuran. Pelaksanaan program. 4. 3. Sementara tim menyusun tujuan yang meliputi semua tujuan dari pengajaran umpamanya dengan metode global dan metode unsur. maka mulailah pekerjaan komputer.

Buku ini memberikan tekanan dan ilustrasi tentang peranan evalausi kurikulum dalam penentuan kebijaksanaan dan . hasil evaluasi kelembagaan. Meskipun berbentuk kumpulan tulisan. tetapi telah tersusun sedemikian rupa sehingga membentuk satu pemikiran yang utuh tentang evaluasi kurikulum. yang meliputi organization. Evaluating the Curriculum in the Eighties. Malcolm (ed). facilities and cost. teacher. Buku ini merupakan kumpulan tulisan beberapa ahli pendidikan yang berpengalaman dan memiliki spesialisasi dalam evaluasi kurikulum. Bidang pertama adalah behavior atau perilaku yang menjadi sasaran pendidikan yang meliputi perilaku cognitive. dan bidang ketiga adalah kelembagaan yang meliputi student. (1984). Bidang kedua adalah "instruction" atau pengajaran.bangan baru di Inggris pada dekade 80-an. 1976: 374). Bahan yang diuraikan mencakup perkembangan-perkem. affective dan psychomotor. riset lapangan. educational spesialist. Evaluasi model EPIC G. di samping hasil-hasil pemikiran yang telah lama ada. content. method. adminsitrator.Model EPIC atau Evaluation Programs for Innovative Curriculums menggambarkan keseluruhan program evaluasi dalam sebuah kubus. BAGAN 9. Buku Acuan Skillback. Kubus tersebut mempunyai tiga bidang. London: Houder and Stoughton. testing nasional. family and community (Doll.

dan ahli adrninistrasi pendidikan. Meskipun demikian isinya sebagian besar menyangkut evaluasi tentang kurikulum serta pemanfaatan hasil evaluasi bagi penyempurnaan kurikulum. komprehensif sederhana dan praktis tetapi juga mendalam. ahli pendidikan. Inc. Itasca.E. Buku ini berjudul Evaluasi Pendidikan dan Penentuan Keputusan. Educational Evaluation. Penyempumaan kurikulum khususnya pendidikan umumnya. Keseluruhan isi buku ini sangat berharga bagi para ahli dan pengembang kurikulum. ahli evaluasi kurikulum. harus didasarkan atas hasil-hasil evaluasi. berisi suatu uraian yang menyeluruh tentang evaluasi pendidikan. Tulisan ini cukup substansial bagi pengkajian masalah evaluasi kurikulum dan sartgat berharga bagi para ahli pengembangan dan evaluasi kurikulum. secara konseptual. Daniel L et al. (1971). .ing. Peacock Publishers. Stufflebeam. and Decision Mak.pengembangan kurikulum secara komprehensif dan mutakhir. Buku ini memberikan landasan bagi pelaksanaan evaluasi tersebut. Illinois: F.

oleh karena itu guru sebagai pelaku utama pendidikan merupakan pendidik profesional. jika hilang salah satu komponen. dan tujuan pendidikan merupakan komponen utama pendidikan. 8. Sebagai pendidik profesional. Guru sebagai Pendidik Profesional Pendidikan berintikan interaksi antara pendidik (guru) dan peserta didik (siswa) untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan. yaitu: 1. Memiliki keahlian/keterampilan tertentu. Pendidik. Memiliki kode etik.BAB 10 GURU DAN PENGEMBANGAN KURIKULUM A. yang diselenggarakan oleh PPS IKIP Bandung tahun 1990. tetapi tidak dapat digantilcan. 3. dirumuskan 10 ciri suatu profesi. 4. Diperoleh dengan pendidikan dalam masa tertentu yang cukup lama. Keahlian/keterampilan diperoleh dengan menggunakan teori dan metode ilmiah. 5. 6. 9. Mendidik adalah pekerjaan profesional. Memiliki tanggung jawab profesional dan otonomi. . guru bukan saja dituntut melaksanakan tugasnya secara pagesional. Aplikasi dan sosialisasi nilai-nilai profesional. Ada pengakuan dari masyarakat dan imbalan atas layanan profesinya. Memiliki fungsi dan signifikansi social 2. Dalam situasi tertentu tugas guru dapat diwakilkan atau dibantu oleh unsur lain seperti oleh media teknologi. Ketiganya membentuk suatu triangle. hilang pulalah hakikat pendidikan. tetapi juga harus memiliki pengetahuan dan kemampuan profesional. peserta didik. Dalam diskusi pengembangan model pendidikan profesional tenaga kependidikan. 10. Didasarkan atas disiplin ilmu yang jelas. 7. Kebebasan untuk memberikan judgment dalam memecahkan masalah dalam lingkup kerjanya.

not as a rating scale. Diagnosing learning problems. 3. Enriching community activities. Unifying the group. Initiating. walaupun telah ada batas yang jelas antara pendidikan formal dengan pendidikan informal. 4. Raths (1964).tions of teaching: 1. . Louis E.Mungkin belum seluruh ciri profesi di atas telah dimiliki secara kokoh (sempurna) oleh para pendidik kita. 10.tugas pendidikan. problems. mengemukakan sejumlah kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang guru. Making curriculum materials. Organizing and arranging classroom. 9. tetapi orang-orang yang tidak memiliki profesi dalam bidang pendidikan juga melaksanakan tugas -tugas pendidikan formal. masih ada anggapan masyarakat bahwa setiap orang bisa menjadi pendidik. but as a broad frame work for teachers to discover more about themselves in relation to the func. 11. The points are proposed. juga tidak bisa dihindari banyaknya tenaga nonprofesional pendidikan yang melaksanakan tugas. mengingat banyaknya jenis dan jenjang pendidikan yang harus disediakan bagi berbagai kategori peserta didik. reporting. Memang hal itu sukar dihindari. Participating in professional and civic life. Clarifying attitudes. Sebab sebagai suatu profesi terbuka. Explaining. recording. informing. Participating in school activities. 5. 12. atau antara pendidikan profesional dengan nonprofesional. 2. directing. Pada sisi lain. beliefs.profesional dan mengganggap dirinya telah memiliki profesi tersebut. atau setiap orang bisa mendidik. 8. 6. administering. 7. showing how. Evaluating. Giving security.

4. Pengenalan dan penyelenggaraan administrasi sekolah. Pengelolaan program belajar-mengajar. Lebih lanjut Depdikbud (1980) merinci ketiga kelompok kernampuan tersebut menjadi 10 kemampuan dasar. 7.muannya. Penguasaan landasan dan wawasan kependidikan dan keguruan. 3. Penampilan sikap yang positif terhadap keseluruhan tugasnya sebagai guru. yaitu: 1. 5. c. . Pemahaman prinsip-prinsip dan pemanfaatan hasil penelitian pendidikan untuk kepentingan peningkatan mutu pengajaran. Kemampuan profesional. Penilaian prestasi siswa. Penguasaan landasan-landasan kependidikan. Penguasaan proses kependidikan. dan penampilan nilai-nilai yang seyogianya dimiliki guru. 2.kannya atas tiga dimensi umum kemampuan. yang mencakup: a. penghayatan. Pemahaman. Pengelolaan interaksi belajar-mengajar. 2. Kemampuan sosial. Penampilan upaya unruk menjadikan dirinya sebagai anutan dan teladan bagi para siswanya. yaitu: 1. 6. mencakup bahan yang akan diajarkan dan dasar keilmuan dari bahan pelajaran tersebut. Penguasaan materi pelajaran. 9. yaitu kemampuan menyesuaikan diri dengan tuntutan kerja dan lingkungan sekitar. Pengenalan fungsi dan program bimbingan dan penyuluhan. b. Penggunaan media dan sumber pembelajaran. 10. Penguasaan bahan pelajaran beserta konsep-konsep dasar keil. Pengelolaan kelas. c.Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1980) telah merumuskan kemampuan-kemampuan yang harus dimiliki guru dan mengelompok. Kemampuan personal yang mencakup: a. keguruan dan pembelajaran siswa. dan terhadap keseluruhan situasi pendidikan. 3. 8. b.

Untuk dapat berpartisipasi dalam situasi. hanya akan optimal apabila didasari oleh adanya idealisme. bekerja secara mekanistis dan formalitas. dan kemanusiaan. bahkan setiap orang. tetapi dengan kegiatan yang lebih luas. baik yang berasal dari disiplin ilmu. yaitu partisipasi dalam kegiatan di sekolah. Dengan dasar rasa cinta itu guru akan berbuat yang terbaik bagi peserta didik. padahal cukup penting. Di antara kemampuan sosial dan personal yang paling mendasar yang harus dikuasai guru adalah idealisme. dalam masyarakat biasa dan masyarakat profesional. Perbuatan mendidik harus dilandasi oleh sikap dan keyakinan sebagai pengabdian pada nusa. yaitu cita-cita luhur yang ingin dicapai dengan pendidikan. Dua kemampuan terakhir dari Rath. juga penguasaan kemampuan sosial. tidak berkenaan dengan teknis pengajaran. idealisme dalam pendidikan. Idealisme dalam perbuatan mendidik akan menumbuhkan rasa cinta pada guru terhadap profesinya. dan penguasaan bidang studi. bagi pendidikan. maka guru-guru hanya akan bekerja ala kadarnya. untuk mencerdaskan bangsa. dan sebagainya. Penguasaan dan penggunaan dua belas kemampuan dari Rath atau sepuluh kemampuan dari Depdikbud. Sepuluh kemampuan dasar yang dirumuskan Depdikbud sebenarnya baru merupakan rincian kelompok kemampuan pertama (kemampuan profesional).situasi tersebut. Penguasaan kemampuan proses hams terjalin secara utuh dengan penguasaan isi. seperti kepemimpinan. Ada satu hal yang tidak dinyatakan secara eksplisit Rath yaitu penguasaan rnateri atau bahan pelajaran. terhadap para siswanya. Kalau perbuatan mendidik hanya didorong oleh kebutuhan memperoleh nafkah. atau generasi penerus yang lebih andal. Idealisme seharusnya dimiliki oleh setiap profesi. dan komunikasi dengan orang lain. hubungan sosial. untuk melahirkan generasi pembangunan.Kedua belas kemampuan yang dikemukakan oleh Rath berkenaan dengan pelaksanaan pengajaran dan pengembangan kemampuan dalam me ngajar. sedangkan kelompok kemampuan yang kedua dan ketiga (kemampuan sosial dan personal). ldealisme dan rasa cinta mendasari dan menjiwai semua perilaku mendidik. dan sebagainya. bangsa. karyawan. terhadap pekerjaan pendidikan. belum dirinci lebih jauh. selain harus menguasai kemampuan teknis pendidikan. maupun dari kehidupan masyarakat. menghidupkan .

Dalam keseluruhan proses belajarmengajar atau pada suatu waktu tertentu mungkin salah satu peranan lebih menonjol dari yang lainnya. Official atau written curriculum merupakan kurikulum resmi yang tertulis. pendorong dan pembimbing. Actual curriculum merupakan kurikulum nyata yang dilaksanakan of eh guru-guru. Dalam Konsep interaksional guru berperan sebagai mitra belajar. B.1 . yang merupakan acuan bagi pelaksanaan pengajaran dalam kelas. Pada keempat konsep pendidikan yang telah diuraikan di muka terdapat perbedaan peranan atau kedudukan guru. Keempat ragam peranan tersebut sesungguhnya dapat ditempatkan dalam satu kontinum. Pada umumnya pelaksanaan pendidikan bersifat eklektik. Kurikulum nyata merupakan implementasi dari official curriculum di dalam kelas. Yang tampak adalah variasi peranan guru dalam pelaksanaan pendidikan dan pengajaran. Dengan demikian. tetapi dapat dipadukan atau minimal dihubungkan satu dengan yang lainnya. Beberapa ahli menyatakan bahwa betapapun bagusnya suatu kurikulum (official). guru lebih berperan sebagai pengarah. seperti pada Bagan 10. guru memegang peranan penting baik dalam penyusunan maupun pelaksanaan kurikulum. sedangkan dalam konsep pendidikan pribadi. sedangkan dalam konsep teknologi pendidikan. Model. Dalam praktik pendidikan di sekolah. Guru sebagai Pembimbing Belajar Telah dijelaskan bahwa dalam kurikulum dapat dibedakan antara official atau written curriculum dengan actual curriculum.kemampuan-kemampuan profesional yang dimiliki. mungkin mencampurkan dua. guru adalah pelatih kemampuan.model konsep pendidikan tersebut dalam praktik tidak lagi dipandang sebagai model pendidikan yang masing-masing eksklusif. guru berperan sebagai penerus dan penyampai ilmu. hasilnya sangat bergantung pada apa yang dilakukan oleh guru di dalam kelas (actual). kemampuan-kemampuan profesional yang dirniliki hanya akan tampak seperti lampu yang kekurangan minyak. Tanpa idealisme dan rasa cinta. tiga bahkan mungkin keempat-empatnya. Dalam konsep pendidikan klasik. jarang sekali digunakan satu konsep pendidikan secara utuh.

karena memang hal itu sangat diperlukan dan sarananya ada. bukan hanya dalam pendidikan dan pengajaran tetapi juga dalam bidang -bidang lain. Pada saat dan situasi tertentu peran menyampaikan materi pengetahuan memang tepat dan sangat diperlukan. dan mela ksanakan suatu kegiatan atau memecahkan suatu masalah adalah tepat. Jadi. Perubahan ini terjadi karena guru memberikan perlakuan-perlakuan. Pada saat dan situasi lain pengarahan dan dorongan terhadap siswa dalam merencanakan. pendorong. Tepat tidaknya. yaitu siswa. Dalam praktik yang lebih penting adalah mempertimbangkan. pendorong. Pandangan sederhana dan polair seperti itu memang banyak ditemukan.1 Ragam peranan guru dalam proses belajar-mengajar PENYAMPAIAN PENGETAHUAN PELATIH KEMAMPUAN MITRA BELAJAR PENGARAH PEMBIMBING Para pelaksana pendidikan termasuk guru sering tidak melihat keempat peranan tersebut terletak dalam kontinum. pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. pembimbing dipandang model baru. tidak ada yang berlaku umum. sedangkan yang memberikan peranan sebagai pengarah. dan sebagainya. dan pada ujung lain peran guru sebagai pengarah. fasilitator. Sejalan dengan konsep pendidikan tersebut peran-peran apa yang tepat dimainkan oleh guru. Meskipun demikian ada satu hal yang menjadi acuan bagi guru. dalam memilih kegiatan yang akan dilakukan serta peranan yang akan dimainkannya.BAGAN 10. konsep pendidikan mana yang paling tepat untuk mencapai tujuan tertentu bagi kelompok peserta didik tertentu. tetapi pada saat lain latihan pengembangan kemampuan dengan menggunakan media pembelajaran mutakhir tepat. sesungguhnya realisasi dari peranan guru tersebut sangat situasional. Mereka melihatnya sebagai dua ekstrem. dalam waktu dan kondisi tertentu pula. Sebenarnya semua konsep pendidikan itu baik atau memiliki kebaikankebaikan tertentu. pembimbing. di samping kendala-kendala tertentu pula. karena kondisinya mendukung. Pada satu ujung guru berperan sebagai penyampai ilmu dan pelatih dalam arti drilling. efektif tidaknya perlakuan . Tujuan utama kegiatan guru dalam mengajar ialah mempengaruhi perubahan pola tingkah laku para siswanya. Praktik pendidikan yang memberikan peranan kepada guru hanya sebagai penyampai ilmu atau pelatih dianggap model lama.

dan menciptakan suasana kelas yang bebas. Karena itu guru harus memahami siswa yang dibimbingnya dan sebaliknya siswa harus mengakui kewibawaan pembimbingnya. tetapi dengan tugas yang berbeda. Minat dan pemahaman. dan membantu. Guru tak mungkin menjawab semua pertanyaan siswa. antara gu dan ru orang tua siswa. Guru perlu menyenangi siswanya. timbal balik antara guru dan siswa akan memperkaya kurikulum dan kegiatan belajar-mengajar pada kelas bersangkutan. Hubungan guru dengan siswa menjadi syarat mutlak. bukan hanya dalam hubungan sebagai pembimbing dan yang dibimbing tetapi juga sebagai mitra belajar. Hasil dan kemajuan belajar yang dicapai siswa ditentukan juga oleh bentuk hubungan antara guru dan siswa. dengan cara itu. Hubungan guru dengan administrator haruslah bersikap terbuka. Antara siswa dan guru perlu terjalin k erja sama yang baik dalam belajar. melakukan penalaran. Jadi. dan menghormati gurunya. guru dapat mempengaruhi perubahan tingkah laku siswa. bersikap menerima. antara guru dan siswa harus tercipta hubungan sebagai mitra belajar. untuk mendorong siswa memecahkan sendiri masalah-masalah yang mereka hadapi. Kesempatan belajar yang diciptakan guru adalah agar merangsang siswa belajar. Kesukaan dan sikap positif siswa kepada guru. Sebaliknya siswa juga harus menerima. berkreasi dan berani mencoba sendiri sesuatu usaha instruksional yang lebih baru yang dipandangnya lebih relevan dengan kegiatannya selaku guru. mengerti. diperlukan hubungan timbal balik antara guru dan siswa. guru harus memberikan kesempatan. akan meningkatkan hasil belajar mereka. berpikir. Antara keduanya juga tercipta hubungan sebagai mitra yang baik. Administrator mengadakan bimbingan dan supervisi dengan . jadi memungkinkan siswa untuk belajar sendiri. Hubungan antara guru dengan siswa harus didukung oleh hubungan yang sejalan antara guru dengan administrator dan guru dengan orang tua siswa. Untuk mencapai kedua tujuan di atas.yang diberikan guru akan menentukan usaha belajar yang dilakukan oleh siswa. Tujuan lainnya adalah mendorong dan meningkatkan kemampuan sebagai hasil belajar. Di samping itu. Upaya guru memberikan perlakuan tersebut erat kaitannya dengan tingkat harapan dan perubahan yang diinginkannya. menyenangi. sehingga memungkinkan guru mencari jalan. antara guru dan administrator.

"pendekatan multi metode-multi media". karakteristik dan problem-problem sendiri. Salah satu prinsip pengajaran yang efektif. Di sekolah. mendiagnosis kemampuan dan perkembangan siswa. Bagaimana bentuk hubungan dan pelaksanaan hubungan-hubungan itu tentu saja perlu dibicarakan dalam kerangka yang lebih luas. Pertama. Dalam mengoptimalkan perkembangan siswa. Kedua. dan siswa menguasai apa yang diberikan atau memperoleh perkembangan secara optimal. Konsep modul dan sistem belajar sendirinya masih dipakai pada SMP dan Universitas Terbuka. adalah nnenggunakan pendekatan atau metode dan media yang bervariasi. tetapi karena alasan-alasan tertentu. keunggulan dan kekurangannya. kemampuan. disesuaikan dengan kondisi siswa. PPSP dibubarkan dan metode tersebut tidak digunakan lagi. Guru harus mengenal dan memahami siswa dengan baik. tetapi dengan tugas yang berbeda. memahami tahap perkembangan yang telah dicapainya. hambatan yang dihadapi serta faktor-faktor dominan yang mempengaruhinya.kemampuannya. Perkembangan yang optimal hanya mungkin dapat dicapai apabila kegiatan yang dilakukan siswa dan bantuan yang diberikan guru. Setiap peserta didik sebagai individu mempunyai kemampuan. Dengan . Semua kegiatan dan fasilitas yang dipilih serta peranan yang dilakukan guru harus tertuju pada kepentingan siswa. yang berbeda dengan individu lainnya. Orang tua bukan saja harus percaya kepada guru.sekolah biasa umumnya digunakan pendekatan yang bersifat klasikal. ada tiga langkah yang harus ditempuh. diarahkan pada memenuhi kebutuhan siswa. Dalam pendekatan klasikal sebenarnya tidak tertutup kemungkinan untuk memperhatikan perbedaan individual.maksud merangsang kegiatan belajar para siswa. harus pendekatan pembelajaran yang bersifat individual. keduanya memiliki tanggung jawab yang sama dalam mengembangkan pribadi anak. Demikian pula hubungan antara guru dengan orang tua. Pendekatan demikian pernah dilaksanakan pada delapan PPSP dengan menggunakan sistem modul. disesuaikan dengan kondisi tersebut. kecepatan belajar. memilih cara pembelajaran yang sesuai dengan kondisi siswa. akan tetapi harus memberikan dukungan dan partisipasi sebesar mungkin untuk kepentingan pendidikan anak-anak mereka di sekolah. Pembelajaran yang betul-betul disesuaikan dengan perbedaan individual.

Peranan Guru dalam Pengembangan Kurikulum Dilihat dari segi pengelolaannya.menggunakan metode dan media yang bervariasi. Tujuan utama pengembangan kurikulum yang uniform ini adalah untuk menciptakan persatuan dan kesatuan bangsa. kegiatan pembimbingan. Pembimbingan ini diberikan pada saat kegiatan pembelajaran. di samping pembelajaran menjadi lebih menarik.dan penggunaan metode dan media yang bervariasi tidak dengan sendirinya. Juga variasi antara kegiatan yang bersifat menerima. pengembangan kurikulum dapat dibedakan antara yang bersifat sentralisasi. dan Sekolah Menengah Kejuruan pada prinsipnya seragam. C. antara me. desentralisasi. dan sentral. daerah. Sekolah Menengah Umum. serta memberikan standar . dan penilaian. perbedaan-perbedaan individual dapat terlayani. menyajikan.ing dan pengayaan. Pengembartgan kurikulum tersebut sudah tentu memiliki tujuan dan latar belakang tertentu yang sangat mendesak dan mendasar. Pelaksanaan metode pembelajaran tersebut perlu disertai dengan usaha-usaha pemberian dorongan. atau jenjang/jenis sekolah. Dalam pengembangan kurikulum yang bersifat sentralisasi. atau di luar kegiatan pembelajaran. antara yang hanya menggunakan kapur-papan tulis dengan menggunakan media.dia sederhana dengan media yang lebih kompleks. mengolah. pengarahan dan bimbingan dari guru. Pemilihan . Pembimbingan juga dapat berupa usaha-usaha pemberian remedial teach. Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama.desentral. Ketiga. kurikulum disusun oleh sesuatu tim khusus di tingkat pusat. antara belajar secara klasikal dengan belajar kelompok dan penugasan yang bersifat individual. karena sering terjadi pergantian kegiatan. Variasi antara yang menckankan pengetahuan dengan keterampilan dan nilai-nilai. Dalam pembelajaran guru dapat mengadakan variasi. Di Indonesia dewasa ini terutama pada jenjang pendidikan dasar dan menengah digunakan model Mi. Kurikulum bersifat uniform untuk seluruh negara. pengawasan. akan mengoptimalkan perkembangan siswa. bantuan. antara metode yang lebih mengaktifkan guru dengan yang mengaktifkan siswa. Kurikulum untuk Sekolah Dasar.

Ketiga. karena memililci personalia. ada daerah tertutup ada yang terbuka. terbentuk atas pulau-pulau yang satu sama lain letaknya berjauhan dan terpisahkan oleh laut. Seko yang lah lain kondisinya sangat memprihatinkan. dan manajemen yang mapan. ada yang sudah maju sekali dan ada yang sangat terbelakang. ada daerah kaya dan daerah miskin dan sebagainya. yang ingin mengutamakan golongan atau kelompoknya dan menggunakan sekolah sebagai alat untuk mencapai tujuan tersebut. alam dan sosial budayanya. Model pengembangan kurikulum yang bersifat sentralisasi mempunyai beberapa kelebihan di samping juga kelemahan. sukar sekali. dimonitor dan dievaluasi. waktu.bangan intelek. juga model ini mudah dikelola. adanya golongan atau kelompok tertentu dalam masyarakat. perkembangan dan kemampuan sekolah juga berbeda. fasilitas yang memadai. wilayah negara Indonesia luas sekali. Pertama. Kedua. Ada sekolah yang sudah mapan mampu berdiri sendiri dan melakukan pengembangan sendiri. dan tercapainya standar minimal penguasaan/perkembangan anak. Kelebihannya selain mendukung terciptanya persatuan dan kesatuan bangsa. Penyeragaman dapat menghambat kreativitas. penilaian sering dilakukan secara seragam pula. Dalam kurikulum yang seragam. Penyeragaman yang sangat jauh dari kondisi dan sifat sesuatu wilayah akan menghambat kepesatan perkembangan wilayah tersebut. Model pengembangan ini memiliki beberapa kelemahan. Hal-hal di atas tampaknya sesuai dengan kondisi dan tahap perkembangan negara kita dewasa ini. prosedur dan alat penilaian serta standar . karena segalanya masih berada pada tingkat darurat. serta lebih hemat dilihat dari segi biaya. menyeragamkan kondisi yang berbeda-beda keadaan dan tahap perkem. dapat memperlambat kemajuan sekolah yang sudah mapan dan menyeret perkembangan sekolah yang masih terbelakang. Pertama. dan fasilitas. Kedua.beda. Hal itu dilatarbelakangi oleh beberapa kondisi.penguasaan yang sama bagi seluruh wilayah. Jumlah yang demikian ini tampaknya jauh lebih banyak dibandingkan dengan sekolah yang telah mapan. kondisi dan karakteristik tiap daerah berbeda-beda. Keem pat. Yang dimaksudkan dengan seragam dalam penilaian yaitu kesamaan di dalam segi yang dinilai. ketidakadilan dalam menilai hasil.

Bagi sekolahsekolah yang kebetulan hasilnya sangat baik dapat menimbulkan sikap kecongkakan. ketidakjujuran dalam penilaian. pelaksanaan dan evaluasi. atau meliputi seluruh wilayah. Kurikulum juga dapat dilihat dalam lingkup makro dan juga mikro. Hasil pendidikan dan pengajaran sangat dipengaruhi oleh faktorfaktor di atas. dan sebagainya. sosial budaya. atau kurikulum tertulis. Peranan guru baik dalam model sentralisasi maupun desentralisasi dapat dilihat dalam tiga tahap. Dalam situasi yang tidak sehat bukan tidak mungkin terjadi pembocoran soal. kelebihan dan kekurangannya kita akan mencoba melihat peranan guru di dalamnya. Evaluasi kurikulum merupakan kegiatan menilai pelaksanaan dan hasil-hasil penggunaan suatu kurikulum. Kedua dimensi pengembngan kurikulum tersebut dapat dilihat pada Bagan 10. atau seluruh siswa pada jenjang pendidikan tertentu. atau rancangan bagi pelaksanaan pengajaran di kelas. Kurikulum makro yaitu kurikulum yang menyeluruh meliputi semua komponen. sedangkan bagi sekolah yang hasilnya sangat jelek akan mengakibatkan rasa rendah din.2 Tahap dan Lingkup Pengembangan Kurikulum . Pengabaian faktor-faktor yang mempengaruhi proses pendidikan merupakan suatu ketidakadilan. Kurikulum mikro merupakan jabaran atau rincian dari kurikulum makro.penilaian. tingkat intelek. yaitu tahap perancangan. penggunaan standar yang sama untuk semua sekolah di seluruh wilayah akan memberikan gambaran hasil yang beragam dan menunjukkan adanya perbedaan yang sangat ekstrem. Ketiga. Di muka telah dibahas bahwa dalam wilayah Indonesia yang luas ini terdapat keragaman kondisi alam. di samping adanya cemoohan dari berbagai pihak.2 Bagan 10. Terlepas dari pro dan kontra. Pelaksanaan kurikulum atau disebut juga implementasi kurikulum. kemampuan dan fasilitas sekolah. meliputi kegiatan menerapkan semua rancangan yang tercantum dalam kurikulum tertulis. Pengembangan kurikulum pada tahap perancangan berkenaan dengan seluruh kegiatan menghasilkan dokumen kurikulum.

memiliki metode dan media mengajar yang bervariasi. Program tahunan. Peranan guru dalam pengembangan kurikulum yang bersifat sentralisasi Dalam kurikulum yang bersifat sentralisasi. memilih dan menyusun bahan pelajaran yang sesuai dengan kebutuhan. beberapa minggu ataupun beberapa hari saja. catur wulanan. yang terdiri atas para ahli. sedangkan kurikulum untuk beberapa minggu atau hari.lum dalam bidangnya untuk jangka waktu satu tahun. tetapi guru masih mempunyai tugas untuk mengadakan penyempurnaan dan penyesuaian-penyesuaian. Guru hendaknya mampu memilih dan menciptakan situasi-situasi belajar yang menggairahkan siswa. hanya keluasan dan kedalamannya berbeda-beda.kulum mikro dijabarkan dari kurikulum makro. Suatu kurikulum yang tersusun sistematis dan rinci akan sangat memudahkan guru dalam implementasinya. kesungguhan. Guru hendaknya mampu memilih. Penyusunan kuri. Menjadi tugas gurulah menyusun dan merumuskan tujuan yang tepat. satu catur wulan. semesteran. satu semester. Guru juga berkewajiban untuk menjelaskan kepada para siswanya tentang apa yang akan dicapai dengan pengajarannya. catur wulanan. kecakapan. dan ketekunan guru. menciptakan situasi . Walaupun kurikulum sudah tersusun dengan berstruktur. semesteran. satu semester atau satu catur wulan disebut juga program tahunan. bahan pelajaran. metode dan media pembelajaran. menyusun dan melaksanakan evaluasi. baik untuk mengevaluasi perkembangan atau hasil belajar siswa untuk menilai efisiensi pelaksanannya itu sendiri. bahan pelajaran dan banyak mengaktifkan siswa. disebut satuan pelajaran. Implementasi kurikulum hampir seluruhnya bergantung pada kreativitas. mampu memilih dan melaksanakan metode mengajar yang sesuai dengan kemampuan siswa. Kurikulum makro disusun oleh tim atau komisi khusus. Ia juga hendaknya melakukan berbagai upaya untuk membangkitkan motivasi belajar.1. guru tidak mernpunyai peranan dalam perancangan. Guru menyusun kuriku. dan evaluasi. minat dan tahap perkembangan anak. serta menyusun program dan alat evaluasi yang tepat. Kurikulurn untuk saw tahun. mereka lebih berperan dalam kurikulum mikro. dan evaluasi kurikulum yang bersifat makro. ataupun satuan pelajaran memiliki kornponen-komponen yang sama yaitu tujuan.

(3) disusun oleh guru-guru sendiri dengan demikian sangat memudahkan dalam pelaksanaannya. serta membantu mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi siswa. mencari dan menciptakan kurikulum yang sebaik-baiknya. untuk situasi yang membutuhkan keseragaman demi persatuan dan kesatuan nasional. memberikan pengarahan dan bimbingan. tetapi kurikulum ini cukup realistis. adalah: (1) tidak adanya keseragaman. di antaranya (1) kurikulum sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat setempat. (2) kurikulum sesuai dengan tingkat dan kemarnpuan sekolah. baik kemampuan profesional. sehingga sukar untuk diperbandingkan keadaan dan kemajuan suatu sekolah/wilayah dengan sekolah/wilayah lainnya. dengan demikian akan terjadi semacam kompetisi dalam pengembangan kurikulum. . Kurikulum ini diperuntukkan bagi suatu sekolah atau lingkungan wilayah tertentu. (5) belum semua sekolah/daerah mempunyai kesiapan untuk menyusun dan mengembangkan kurikulum sendiri. perkembangan daerah serta kemampuan sekolah atau sekolah-sekolah tersebut. guru) untuk mengembangkan din. Bentuk kurikulum seperti ini mempunyai beberapa kelebihan di ‡samping juga kekurangan. Guru memberikan tugas-tugas individual atau kelompok yang akan memperkaya dan memperdalam penguasaan siswa. Dengan demikian kurikulum terutama isinya sangat beragam. bentuk ini kurang tepat. (2) tidak adanya standar penilaian yang sama. finansial maupun manajerial. Pengembangan kurikulum semacam ini didasarkan atas karakteristik.kompetitif dan kooperatif. (3) adanya kesulitan bila terjadi perpindahan siswa ke sekolah/ wilayah lain. Dalam kondisi ideal guru juga berperan sebagai pembimbing. Peranan guru dalam pengembangan kurikulum yang bersifat desentralisasi Kurikulum desentralisasi disusun oleh sekolah ataupun kelompok sekolah tertentu dalam suatu wilayah atau daerah. berusaha memahami secara saksama potensi dan kelemahan siswa. Kelebihan-kelebihannya. (4) sukar untuk mengadakan pengelolaan dan penilaian secara nasional. tiap sekolah atau wilayah mempunyai kurikulum sendiri. kebutuhan. Beberapa kelemahan bentuk kurikulum ini. (4) ada rnotivasi kepada sekolah (kepala sekolah. 2.

tetapi peren. pemikir. atau satuan pelajaran. Dalarn kurikulum yang dikelola secara desentralisasi dan sampai batasbatas tertentu juga yang sentralisasi-desen-tralisasi. Guru bukan hanya berperan sebagai pengguna.kelompok mata kuliah atau program inti yang seragam. .kan. bukan hanya dalam penjabaran kurikulum induk ke dalam program tahunan/semester/ catur wulan.cana. atau akademi mempunyai otonomi untuk menyusun dan mengembangkan kurikulum sendiri. Sebagai contoh. penyusun. pada IKIP atau FKIP ada kelompok-kelornpok mata kuliah dasar umum.desentralisasi. tetapi juga di dalarn menyusun kurikulum yang menyeluruh untuk sekolahnya. Dalam kegiatan seperti itu. dengan adanya usaha-usaha ke arab penyeragaman. yaitu bentuk sentraldesentral. dasar keguruan. Beberapa waktu yang lampau di Perguruan Tinggi di Indonesia digunakan model pengembangan kurikulum yang sifatnya desentralisasi. Untuk beberapa perguruan tinggi sejenis dikembangakan kerangka kurikulum dan kelompok. Bentuk kurikulum yang berlaku pada IKIP. dengan demikian pelaksanaan kurikulum di dalam kolas akan lebih tepat dan lancar. pengernbang dan juga pelaksana dan evaluator kurikulum. mereka akan memahami dan benar-benar menguasai kurikulumnya. Perbedaan antara suatu IKIP dengan IKIP lainnya adalah pada kelompok mata kuliah kejuruan atau spesialisasi.Untuk mengatasi kelemahan kedua bentuk kurikulum tersebut. Guru-guru turut memberi andil dalam merumuskan setiap komponen dan unsur dari kurikulum. dan proses belajar mengajar yang seluruhnya seragam. Karena guru-guru sejak awal penyusunan kurikulum telah diikutserta. Tiap universitas. Guru-guru turut berpartisipasi. peranan guru dalam pengembangan kurikulum lebih besar dibandingkan dengan yang dikelola secara sentralisasi. satu berbeda dengan yang lainnya. mereka mempunyai perasaan turut memiliki kurikulum dan terdorong untuk mengembangkan pengetahuan dan kemampuan dirirtya dalam pengembangan kurikulum. ditentukan atau disusun bersama di tingkat nasional. FKIP ini mungkin dapat diklasifikasikan sebagai kurikulum sentralisasi. Dewasa ini kadar desentralisasinya agak berkurang. bentuk campuran antara keduanya dapat digunakan. institut.

Salah satu penyebab utama yang menuntut pengembangan kuantitas pendidikan adalah angka kelahiran. Tanpa kelas. Masalah pertama kuantitas pendidikan. juga menuntut penambahan jumlah tenaga guru. tetapi tanpa guru proses pendidikan hampir tak mungkin dapat berjalan. Sebab lain yang mendorong pertambahan calon siswa ke sekolah. Hal itu menyebabkan makin membesarnya jumlah calon murid ke sekolah dasar. Telah disinggung sebelumnya bahwa pertarnbahan jumlah siswa tersebut selain menuntut penambahan ruang kelas. Dengan penambahan jumlah siswa tersebut dibutuhkan penambahan tenaga guru . gedung peralatan dan sebagainya proses pendidikan masih dapat berjalan walaupun dalam keadaan darurat. yaitu masalah kuantitas dan kualitas pendidikan. Dalam pendidikan di Indonesia kita menghadapi dua masalah besar. Membesarnya jumlah murid SD dengan sendirinya mengakibatkan membesarnya juga jumlah siswa SLP. guru. dan tenaga kependidikan lainnya. Guru memegang peranan kunci bagi berlangsungnya kegiatan pendidikan. clan perguruan tinggi. Pendidikan Guru 1. gedung. pada daerah-daerah tertentu terjadi pengurangan jumlah murid. peralatan sekolah dan peralatan belajar. Masalah pendidikan guru Masalah pendidikan guru tidak dapat dilepaskan dari masalah pendidikan secara keseluruhan. kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan telah sernakin besar dan kemampuan ekonomi orang tua juga telah semakin baik. hal itu kemungkinan besar disebabkan keberhasilan program keluarga berencana.D. SLA. terutama dengan diterapkannya wajib belajar sembilan tahun. gedung dan peralatan sekolah. Hal itu berkenaan dengan penyediaan ruang kelas. Meskipun persentasenya sudah semakin mengecil tetapi angka pertambahan kelahiran total masih cukup besar.sekolah adalah kebijaksanaan pemerintah yang memberikan kesempatan yang luas dalam pendidikan. Di samping itu. Akibatnya sekolah-sekolah setiap tahun dihadapkan pada masalah melimpahnya calon murid yang semakin membengkak. berkenaan dengan penyediaan fasilitas belajar bagi semua anak usia sekolah. Kecuali di sekolah dasar.

seperti: tes tertulis. yaitu pendidikan umum. baik melalui pendidikan prajabatan (pre-service education). Pertama. maupun pendidikan dalam jabatan (in-service training). Standardisasi pendidikan guru Ada beberapa prinsip yang perlu dijadikan pegangan dalam pengembangan pendidikan guru. salah satu program yang sampai sekarang masih berjalan adalah program bantuan pengembangan profesi. Banyak faktor yang mungkin melatarbelakangi hal tersebut. Masyarakat dan para ahli pendidikan banyak yang mensinyalir bahwa mutu pendidikan dewasa ini belum seperti yang diharapkan. lisan. SLP. Selain masih kurangnya sarana dan fasilitas belajar yang tersedia. Keempat. sedangkan pelatihan dalam jabatan. program pendidikan guru hendakriya memiliki tiga komponen yang terintegrasi. serta karakteristik pribadi yang dim i liki yang sesuai dengan sifat jurusan /program yang dipilih. kecakapan. Salah satu pendekatan yang telah dilaksanakan dalam pendidikan prajabatan adalah pendekatan kompetensi. dan keahlian dalam kurikulum dan pengajaran. pengamatan praktik secara langsung dan melalui video. syarat untuk masuk ke lembaga pendidikan guru (tingkat universitas) harus standar. adalah karena faktor guru. Kedua. SLA maupun perguruan tinggi. tetapi prosedurnya cukup fleksibel sehingga dapat menjaring calon-calon yang potensial dan cocok. program pendidikan guru perlu diakreditasi dengan standar yang memungkikan calon guru bisa bekerja . 2. dan kedua mungkin karena kemampuan profesional guru yang memang masih kurang. Banyak cara yang telah ditempuh dalam meningkatkan kompetensi guru. Hanya yang memperlihatkan hasil-hasil yang baiklah yang dapat diluluskan. Hal itu pun mungkin disebabkan dua hal. pertama guru belum atau tidak bekerja dengan sungguh-sungguh. Masalah kedua yang dihadapi dunia pendidikan di Indonesia adalah menyangkut kualitas. Penerimaan didasarkan atas pertimbangan potensi. Ketiga.yang cukup besar pula setiap tahunnya baik untuk tingkat SD. yang lain perlu pembinaan lagi. serta penilaian atas hasil kerja mereka. minimal satu bidang spesialisasi. perkembangan calon guru dinilai selama program berlangsung dengan teknik penilaian yang bervariasi.

2.ram. 4. Implernentasi program sejalan dengan tujuan dan rencana prog. 4. Dengan mengacu pada National Education Association (NEA) Amerika Serikat. Program disusun secara sistematis dan berisi perpaduan antara pendidikan umum. baik dalam pengembangan. Program menyediakan kesempatan yang cukup bagi calon guru untuk mempraktikkan apa yang mereka pelajari. standar pendidikan guru meliputi lima komponen pendidikan. Tujuan program adalah menyiapkan calon guru agar mampu mengajar secara efektif. 3. Program disusun dan dikembangkan oleh ekspert dalam ilmu pendidikan (pedagogy). Prosedur penerimaan siswa. Pendidikan guru perlu memiliki suatu standar. . berisi pemberian kesempatan untuk pengembangan sikap. perlu ada lembaga yang memberikan legalitas terhadap kelayakan program pendidikan guru. dalam bidang studi (spesilisasi) bersama para praktisi pendidikan. para guru dan pelaksana pendidikan. penguasaan pengetahuan. bidang studi dan profesi kurikulum. dan isi program serta keang. Dosen lembaga pendidikan guru memiliki pengetahuan praktis tentang lapangan (sekolah dan pelaksanaan pengajaran). personalia. Lembaga ini dikelola oleh para ahli pendidikan guru. yang akan menjadi acuan. Perencanaan program 1. Implementasi program 1. yaitu: perencanaan. Rencana program bersifat menyeluruh. Kelima. 2. dan keterampilan yang esensial bagi pelaksanaan pengajaran yang efektif. b. pelaksanaan maupun evaluasi program pendidikan guru. standar yang digunakan serta memberikan sertifikasi terhadap guru. Perencanaan program didasarkan atas pengetahuan tentang apa yang akan dikerjakan guru di sekolah.dengan baik. pembinaan serta pelulusannya sesuai dengan tujuan program. 5. 3.gotaan dalam profesi guru. irnplementasi. a.

2. Program memadukan metode mengajar dengan bahan pelajaran. Program menyediakan pengajaran bidang studi secara mendalam. Program menyediakan pengajaran untuk pendidikan umum 3. Proses pengajaran 1) Program menyediakan pengajaran bagi pengembangan fisik dan intelek siswa dari berbagai latar belakang. Program menyediakan pengajaran tentang berpikir kritis. dan sosial ekonomi. 2. dipersiapkan khusus melalui latihan yang intensif dalam bidangnya. ras. Bahan pelajaran 1. agama. Program menyediakan pengajaran tentang bagaimana siswa belajar. Program menyediakan kesempatan bagi calon guru untuk memperoleh dan menerapkan pengetahuan dan keterampilan secara efektif terhadap siswa dari berbagai latar belakang budaya.5. 4. 5. d. bahasa. Dosen. 7. 6. Isi program 1. Program menyediakan latihan bagi penguasaan keterampilan dasar yang belum dimiliki calon guru pada waktu masuk. pemecahan masalah dan kreativitas. guru pamong dan staf lainnya dievaluasi dengan kriteria standar. dan penentuan kebijaksanaan personalia didasarkan atas hasil evaluasi tsb. Personalia program 1. Dosen lembaga pendidikan guru dan guru-guru di lapangan memperlihatkan sikap dan perilaku seperti yang diharapkan dalam program. 2. c. . baik yang berkenaan dengan bahan yang a kan diajarkan maupun bahan yang berhubungan erat. 3. Program menyediakan pengajaran tentang pertumbuhan dan perkembangan anak. Dosen dan guru-guru yang membimbing calon guru.

atau penerapannya secara berangsur-angsur. bukan cetak dan alat-alat teknologi. 2) Program menyediakan pengajaran tentang hubungan antara organisasi profesi dengan lembaga-lembaga pemerintah yang mengelola pendidikan. 12) Program menyediakan pengajaran tentang hak dan tanggung jawab guru dart siswa. 10) Program menyediakan pengajaran tentang peranan. walaupun untuk butir. Keanggotaan profesi 1) Program menyediakan pengajaran tentang bagaimana suatu profesi diorganisasi. Hampir seluruh butir standar dapat diterapkan. 6) Program meliputi pengajaran tentang pengelolaan kelas. Perencanaan dan implementasi program pendidikan guru di Indonesia dapat dikembangkan dengan menggunakan standar NEA sebagai acuan.butir tertentu membutuhkan beberapa penyesuaian. 9) Program menyediakan pengajaran tentang penilaian proses dan hasil belajar. terutama yang berhubungan dengan peranan profesional guru. pentingnnya dan sumbangan sekolah terhadap pembangunan bangsa. e. 11) Program menyediakan pengajaran tentang kebijaksanaan pemerintah dan pengelolaan pendidikan. fungsi berbagai organisasi profesi dan tanggung jawab anggota suatu organisasi profesi. . 5) Program menyediakan pengajaran bagaimana bekerja dan membantu anak anak yang berkelainan. 3) Program menyediakan pengajaran tentang peranan guru dalam penentuart keputusan. 8) Program menyediakan pengajaran tentang keterampilan berkomunikasi secara luas. 4) Program menyediakan pengajaran bagimana menggunakan bahan cetak. 7) Program menyediakan pengajaran tentang pengembangan keterampilan hubungan interpersonal dan proses kelompok.2) Program menyediakan pengajaran tentang strategi pemgajaran.

Kedua. Apa yang harus diupayakan agar para pelaksana pendidikan guru merasa enjoy. menjadi barisan terdepan dalam pembinaan profesi guru. Sudah siap dan akan siapkah par dosen dan gurua guru di lapangan untuk menjadi ekspert dan model guru yang didambakan? Apa yang harus dilakukan terlebih dahulu agar mereka betul-betul siap? Guru profesional bukan hanya tahu banyak. Hal yang sama juga berlaku agar para guru di sekolah merasa enjoy dengan pekerjaannya. Beberapa butir dalam standar menekankan hal itu. Apakah imbalan finansial yang akan menumbuhkan enjoyness? atau pimpinart yang bijaksana dengan kepemimpinannya yang terbuka? atau . Pertarna. Ketiga. Untuk itu diperlukan tempat praktik yang representatif yang memung. apabila para pelaku pekerjaan itu merasa enjoy dengan pekerjaan tersebut. ten. betul-betul bisa mengajar diperlukan pengalaman praktik yang memadai. juga bisa menghambat pencapaian program yang bermutu.Idnkan para siswa calon guru.tang program dan standar program pendidikan guru. Adanya perbedaan pandangan yang jauh. Mereka harus menjadi ekspert dan sekaligus contoh model bagi para siswa pendidikan guru. membutuhkan beberapa hal. harus: Keempat. pengembangan program pendidikan guru yang bermutu standar membutuhkan kepedulian.Peningkatan mutu pendidikan guru melalui penerapan standar. dengan fasilitas dan peralatan praktik yang memadai. tetapi juga bisa banyak. perlu adanya kesiapan terutama dari para pengelola dan pelaksana program. perlu adanya kesamaan pandangan dari berbagai pihak yang berkepentingan dan terlibat dalam pengembangan pendidikan guru. Upaya apa yang harus dilakukan agar tercipta kondisi tersebut? Suatu pekerjaan akan dilakukan dengan sungguh-sungguh dan penuh semangat. Dosen lembaga pendidikan guru dan guru pamong. agar guru-guru yang dihasilkan dari lembaga pendidikan guru. Pengembangan program pendidikan guru yang bermutu standar membutuhkan dalam menilai kompetensi. Ini me nyangkut tersedianya tempat praktik yang representatif. selain akan menghambat kelancaran pengembangan program. belajar berlatih dan berbuat banyak. motivasi dan dedikasi yang tinggi dari para pelaksananya.

dan minilai situasi atau perilaku. Unsur-unsur itu berkenaan dengan program pendidikan. adalah model pendidikan guru berdasarkan kompetensi (PGBK) atau competence based teacher education (CBTE). Pendidikan guru berdasarkan kompetensi Salah satu model pendidikan guru yang mungkin bisa mencapai standar. Kriteria yang digunakan untuk mengukur kompetensi:  Didasarkan dan disesuaikan dengan kompetensi-kompetensi yang spesifik.  Dapat dikenal secara umum. b.sistem kenaikan pangkat yang terbuka yang memungkinkan guru-guru (termasuk guru sekolah dasar) bisa mencapai golongan IVe? atau faktor-faktor lainnya? 3. 1) Berkenaan dengan program pendidikan Elam merumuskan unsurunsur sebagai berikut: a. Penilaian kompetensi siswa:   Menggunakan perbuatan siswa sebagai sumber pertama.  Dirumuskan secara eksplisit dan menunjuk pada tingkat penguasaan tertentu. Stanley Elam (1971) merumuskan beberapa unsur yang esensial dalam PGBK. pelaksanaan program serta hal-hal yang bersifat umum. menginterpretasikan. karena dipandangnya lebih luas. keterampilan dan perilaku) yang diperlihatkan siswa:   Berasal dari konsep yang tampak dari perenan guru. . Beberapa ahli lebih setuju memakai kata performance (perbuatan atau perilaku) daripada competence. juga mengguriakan pengetahuan siswa yang berkaitan dengan rencana untuk menganalisis.  Harus objektif. c. Dalam tulisan ini keduanya dipandang sama.  Kriteria tersebut harus dipublikasikan. Dirumuskan secara jelas sehingga dapat diukur dalam perilaku siswa sebagai perwujudan kemampuannya. Kompetensi (pengetahuan.

pasca-penilaian. Dalam PGBK waktu bukan sesuatu yang konstan tetapi hanya sebagai variabel. c. 3. b. Pengajaran bersifat individual dan personal. dan bukan ditentukan oleh waktu atau mata pelajaran yang telah ditempuh.kemampuan tertentu. pra-penilaian. Pelaksanaan pengajaran bersifat modular. personal dan independen. Siswa dinyatakan telah selesai dalam sutau program. Program pengajaran ditujukan untuk mendorong perkembangan siswa serta menilai penguasaan siswa tentang kornpetensi kompetensi tertentu.d. dan perbaikan) ditujukan membantu siswa menguasai kemampuan. Berkenaan dengan pelaksanaan program menurut Elam PGBK memiliki karakteristik sebagai berikut: a. Setiap basil yang is memperoleh merupakan umpan balik yang menentukan kegiatan selanjutnya. apabila telah mengusai semua kemampuan yang dituntut. . kegiatan pembelajaran. Semua komponen pengajaran tersusun secara sistematis terarah pada pencapai tujuan tertentu. 2. dengan unsur-unsur (tujuan. maka pengajaran sangat bersifat personal dan individual. Pengalaman belajar siswa dituntun oleh umpan balik yang diterima dari teman. f. d. Pengajaran modular memungkinkan pengajaran bersifat individual. menurut Elam ada beberapa karakteristik dasar yang menyangkut hal-hal lain yang lebih umum. Perkembangan siswa dalam menempuh program pendidikan ditentukan oleh kompetensi yang telah dikuasai. Di samping dua komponen PGBK di atas. prasyarat. dari guru atau dari dirinya sendiri. e. Penekanan program pengajaran adalah pada keluaran (hasil) dan bukan pada masukan. e. maju sesuai dengan iramanya sendiri. Program pengajaran tersusun dalam suatu sistem. Modul merupakan seperangkat kegiatan belajar. karena tiap siswa punya latar belakang dan tujuan yang berbeda.

Bahan-bahan memungkinkan dan pengalaman disiapkan dalam bentuk yang dan banyak mendapatkan konsep. Pembinaan profesional bukan hanya pada pendidikan pra-jabatan tetapi diteruskan dalam pengembangan karier. Guru dan siswa bersama-sama merencanakan pengajaran. Untuk memberikan umpan batik dalam rangka perbaikan dan mengadakan regeneratif maka siswa juga mengadakan penclitian. . keterampilan pengetahuan. 5. Siswa membuat keputusan tentang pengajarannya. Dalam keputusan is ambit secara rasional. e. 4. Dalam perbuatannya guru merefleksikan profesionalisme. Guru adalah orang yang berpendidikan luas dengan latar belakang bidang pengajaran yang mendalam. Dalam pelaksanaan pengajaran siswa banyak mendapat kesempatan berlatih membuat penentuan keputusan. c. g. Program pengajaran berpusat pada lapangan. Bahan-bahan disusun dalam bentuk materi protokol dan dibantu atau diintegrasikan dengan materi latihan. Siswa bukan saja harus menguasai teknik-teknik pengajaran. d.penelitian. 2. serta menilai hasil dan pelaksanaannya. b.a. 3. Perbuatan guru memanifestasikan penguasaan behavioral science yang luas.lem pengajaran. harus mampu mendiagnosis. f. Karena PGBK menekankan pada perbuatan maka kegiatan pengajarannya sebanyak-banyaknya dilaksanakan di lapangan dalam situasi yang nyata. ia pula yang mencobanya. Guru menguasai teknik-teknik komunikasi serta strategi mengajar dengan baik. mengintegrasikan dan memecahkan problem-prob. Pendidikan guru yang didasarkan atas kompetensi mengajar dan PGBK mempunyai beberapa proposisi: 1. tetapi juga harus menguasai teknik-teknik pengajaran.

FKIP. Sensitif terhadap kebutuhan dan perasaan sendiri dan juga terandap kebutuhan dan perasaan orang lain. 10. 2. emosi. kita mempunyai dua kelompok lembaga pendidikan guru. Sebelumnya pada jenjang pendidikan menengah juga ada SPG dan SGO yang menyiapkan calon-calon guru sekolah dasar. jasmani dan intelek siswa. 3. 6. 4. Merumuskan tujuan-tujuan instruksional yang didasarkan atas kebutuhan siswa. yaitu: IKIP. dan PGA pada jenjang pendidikan menengah. 15. Menggunakan sumber-sumber yang sesuai untuk mencapai tujuan pengajaran. 8. STKIP sebagai lembaga pendidikan guru Di Indonesia dewasa ini. 14. Memperlihatkan pola-pola komunikasi yang efektif dalam kelas. Merencanakan dan melaksanakan penilaian untuk menilai hasil belajar siswa dan efektivitas pengajaran. intelektual siswa. Menyesuaikan pengajaran dengan latar belakang budaya siswa. 13. dan STKIP yang merupakan lembaga pendidikan guru pada jenjang perguruan tinggi. FKIP. Bekerja efektif dalam kelompok profesional. 4. jasmaniah. Memperlihatkan keterampilan mengajar dan model-model pengajaran untuk mencapai tujuan tertentu bagi siswa tertentu. 11. Memonitor proses dan hasil belajar dan mengadakan perbaikan pengajaran. Mendiagnosis kebutuhan emosional. Dewasa ini penyiapan . sosial. 12. Menganalisis efektivitas keprofesionalannya dan terus berusaha memperluas efektivitas tersebut. Membuat rencana pelajaran untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.Menurut Robert Houston dan Howard L. Melaksanakan pengajaran sesuai dengan rencana tersebut 5. Jones ada lima belas kompetensi yang harus dimiliki guru yaitu: 1. IKIP. Menggunakan keterampilan manajerial dan organisasi dalam mendorong perkembangan sosial. 9. 7. Menguasai bidang studi yang akan diajarkannya.

berstatus fakultas berada di universitas (di bawah Rektor). LPTK (IKIP. belum ada FKIP dan STKIP yang menyelenggarakan jenjang program S2 dan S3. Dewasa ini yang menyelenggarakan jenjang program S2 dan S3 hanya beberapa IKIP. rentang studi 4-6 semester. FKIP.gelar pada keahlian profesional. jurusan. tujuan dan misinya sama. jenjang Pascasarjana (52) rentang studi 12-18 semester dan jenjang Doktor (S3) rentang 16-22 semes. program gelar clan non-gelar. dan STKIP. STKIP setara dengan FKIP mempunyai beberapa Jurusan dan Program Studi. perbedaannya hanya pada keorganisasiannya saja. rentang studi 8-14 semester di atas SMTA. Di. Program gelar memberikan tekanan pada pembentukan keahlian akadernik.ter di atas SMTA. Meskipun ada tiga lembaga formal lembaga pendidikan guru berjenjang pendidikan tinggi. mempunyai jumlah fakultas. FKIP. Menurut Kepmen 211 tahun 1982. Sekolah Lanjutan Pertama dan Sekolah Lanjutan Atas serta LPTK sendiri. dan STKIP) mempunyai misi menyiapkan tenagatenaga profesional di bidang kependidikan. Program non-gelar disebut juga program Diploma. sedang non. Dalam bagian ini yang akan dibahas terbatas hanya pada IKIP. Selama ini .ploma II paket kurikulum 4 semester. dalam berbagai bidang keahlian/program studi. FKIP. dan program studi. FKIP merupakan lembaga pendidikan guru. dan STKIP sebagai lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) yang menyiapkan guru dan tenaga kependidikan lainnya pada jenjang Sekolah Dasar. yaitu IKIP.guru-guru sekolah dasar dikerjakan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) yang merupakan Program D2 pada IKIP. Diploma 3 paket kurikulum 6 semester. berada langsung di bawah Mendikbud. terdiri atas Diploma I dengan paket kurikulum 2 semester. FKIP. mempunyai sejumlah Jurusan dan Program Studi. tetapi dasar. IKIP sebagai lembaga pendidikan guru berstatus institut merupakan lembaga otonom. tetapi kedudukannya otonom seperti IKIP (di bawah Menteri). ada tiga jenjang program gelar. dan rentang studi 2-4 semester. rentang studi 6-10 semester clan Diploma 4 paket kurikulum 8 semester. yaitu Sarjana (Si) dengan rentang studi 8-14 semester. dan STKIP.

Program ini ditujukan untuk memberikan wewenang kependidikan khususnya wewenang mengajar. bahasa dan sastra. dan pendidikan luar biasa. masing. yaitu guru dan non-guru. STLP maupun SLTA. Peningkatan profesionalisme para dosen dilakukan melalui program S2 dan S3. baik bidang studi maupun kependidikan. Selain kedua program di atas. administrasi pendidikan. ada program guru kelas ada guru bidang studi khususnya pendidikan jasmani. teknologi pendidikan. Untuk tenaga guru SLTP. kelompok pendidikan ilmu sosial. Prinsip penting . pendidikan luar sekolah. Walaupun LPTK umumnya tidak menerapkan konsep PGBK secara utuh. Secara garis besar ada dua jenis keahlian yang dibina pada LPTK. Penyiapan tenaga kependidikan pada LPTK umumnya menggunakan model pendidikan simultan (concurrent model) yaitu materi bidang studi diberikan bersama-sama dengan materi kependidikan.program Diploma yang dilaksanakan di LPTK adalah Diploma II dan III. dan dewasa ini program Diploma III juga sudah mulai tidak dibuka lagi. Akta II setelah memiliki 60 SKS. Penyiapan guru Sekolah Dasar dilaksanakan dalam program D2 PGSD. serta olah raga dan kesehatan. harus mengambilnya secara terpisah. tetapi bagi luar LPTK yang ingin menjadi guru. baik untuk jenjang Sekolah Dasar. Ada lima jenjang program Akta. Bagi para mahasiswa LPTK program ini sudah terintegrasi dengan program gelar maupun non-gelar. bidang bimbingan dan konseling. tetapi beberapa prinsip dan unsur PGBK tetapi menjadi pegangan. teknik dan kejuruan. Akta III setelah memiliki 90 SKS. matematika dan ilmu pengetahuan alam. kecuali untuk program akta bagi talon guru dari luar LPTK menggunakan model pendidikan berurutan (consecutive model). kependidikan ditempuh setelah menguasai bidang studi. Akta I setelah memiliki 20 SKS.masing beban studinya 20 SKS. Pada beberapa IKIP mulai dirintis pengembangan PGTK untuk guru Taman KanakKanak. dan SLTA (SMU dan SMK) disiapkan dalam program D3 dan Si berbagai bidang studi. Untuk tenaga non-guru disiapkan dalam program Si. hanya berbeda jumlah SKS yang telah dimiliki pada bidang studi non-kependidikan. ada lagi satu program yang diterapkan pada LPTK. Akta IV setelah memiliki 124 SKS dan Akta V setelah memiliki 160 SKS pada bidang studi non-kependidikan. yaitu program Akta.

E. sebagai muridnya yang sering sekaligus juga jadi kliennya. khususnya guru harus diperkuat dengan pengalaman lapangan yang cukup intensif dan kaya. maupun antara kemampuan/penguasaan bidang ilmu/bidang studi dengan bidang kependidikan. Prinsip lainnya adalah tekanan kepada pengalaman lapangan. tetapi juga kemampuan psikologis dan afektif. Teaching is Tough. karena mengajar merupakan suatu pekerjaan yang bukan saja menuntut kemampuan intelektual dan fisik. Pertama. baik antara kemampuan sebagai tenaga ahli-profesional dengan sebagai warga negara. New Jersey: Prentice Hall Inc. Pengembangan kemampuan yang seimbang ini dirancang dalam program pendidikan/kurikulum dengan komponen-komponen dasar umum. Rinciannya adalah dasar umum 14 SKS. proses belajar-mengajar dan bidang studi. Englewood Cliff. Penyusunan buku ini dimaksudkan untuk membantu guru-guru dalam memecahkan masalah pendidikan yang sering mereka hadapi.PGBK yang tetap diperhatikan dalam program pendidikan LPTK ad alah tekanannya pada pengembangan kemampuan. Bobot SKS memang lebih besar pada bidang studi hampir tiga perempat dari kependidikan. Tulisan ini diberi judul Teaching is Tough. Donald R. Buku Acuan Cruickshank. et a!. dasar kependidikan 12 SKS. menjalin kerja sama dan membina hubungan baik serta menanamkan disiplin pada siswa. control. masalah afiliation. dan bidang studi 100-116 sks. yaitu membina dan mengawasi . (1980). Konsep kemampuan ini telah dimodifikasi yaitu dipadukan dengan konsep disiplin ilmu (bidang studi) dalam pengembangan topik-topik inti. Guru bukan saja harus bekerja sama dengan siswa. dasar kependidikan. Program pendidikan guru yang dikembangkan pada LPTK diarahkan pada pengembangan kemampuan yang seimbang. Pengembangan kemampuan profesional pada bidang kependidikan. Kedua. tetapi juga harus bekerja sama dengan staf sekolah yang lain. Ada lima problem utama menurut penulis yang dihadapi guru dalam tugasnya. proses belajar-mengajar 18 SKS. °rang tua serta warga masyarakat lainnya.

Guru dan kepala sekolah harus dapat memilih dan menggunakan cara yang paling tepat. Penulis menegaskan bahwa. (1984). Model-model tersebut adalah: Supportive model dari Gordon dengan Teacher Effectiveness Training Analysisnya. terutama masalah siswa dalam kelas. tetapi banyak cara. yaitu menjalin hubungan baik dengan orang tua serta memahami kondisi keluarga mereka. Behaviorism/Punishment model dari Engleman dan Dobson. Emmer.tion. and Glickman. Charles H. Banyak masalah yang dihadapi guru dalam kelas. Reality model dari William Glasser. Valuing model dari Raths dan Simon dengan Value Clarification Technique-nya. tidak ada satu cara yang terbaik untuk memecahkan masalah dalam kelas. Pada bagian akhir tulisannya dijelaskan peranan guru dalam memahami masalah siswa dengan berbagai macam latar belakangnya serta cara mereka bertindak sebagai decision maker dalam kelas. Classroom Management for Secondary Teachers. Buku ini sangat penting terutama bagi guru dan kepala sekolah. (1980). Boston: Allyn & Bacon Inc. berusaha membantu siswa agar berhasil baik dalam perkembangan akademis maupun sosialnya. parent relation and home condi. karena mereka adalah manajer kelas dan sekolah. Ketiga. Dalam buku ini dikemukakan sejumlah strategi atau model pemecahan yang dapat dipilih oleh guru. Buku ini membahas bagaimana menciptakan kelas yang terkelola dengan baik. Behavior Modification model. membagi dan mengelola waktu baik bagi kebutuhan pribadi guru maupun bagi penyelesaian dan perkembangan tugas-tugas profesinya. Edmund T. Social Discipline model dari Rudolf Dreikurs.siswa agar berperilaku seperti yang diharapkan. Kelima adalah time. Masalah keempat adalah. et al. Secara garis besar pengelolaan kelas ini meliputi tiga . Buku ini men guraikan beberapa strategi untuk memecahkan berbagai masalah. New Jersey: Prentice Hall Inc. student success. Wolfgang. hal itu terjadi karena guru memahami benar situasi kelas dan perilaku para siswa serta berusaha keras untuk menciptakannya. Englewood cliffs. Carl D. Kelas yang baik tidak terjadi dengan sendirinya. Solving Discipline Problems.

Dengan ilustrasi yang menarik dilukiskan dalam buku ini kegiatan sehari-hari para calon guru yang sedang berpraktik di sekolah. dilakukan sebelum tahun ajaran. pelaksanaan pengelolaan.langkah: perencanaan. bagaimana memecahkan masalah siswa. Bagaimana kurikulum. Perkembangan calon guru dari serba ragu menjadi penuh keyakinan dan penuh tanggung jawab. konselor serta para mahasiswa yang sedang mempersiapkan din i untuk menjadi guru. kepala sekolah. pengelolaan ruang kelas dan alat-alat belajar. dengan guru lain. serta gambaran nyata yang akan dihadapi para calon guru di dalam kelas. bagaimana mencari keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan individu dengan kelas. mengevaluasi organisasi dan manajemen kelas. berdiri sendiri. (1979). kepala sekolah. memberikan ganjaran dan hukuman. keduanya dilakukan sepanjang tahun ajaran. bagaimana menyusun persiapan mengajar. The Studnet Teacher's Handbook. buku ini memberikan gambaran dan sekaligus pedoman kepada calon-calon guru serta para mahasiswa yang sedang belajar di Fakultas Pendidikan/Keguruan tentang apa yang diharapkan dari seorang calon guru. et al. Digambarkan dengan jelas bagaimana hubungan antara guru dengan siswa. mengelola kelompok-kelompok khusus. New York: Barners & Nobles Books. mengelola kegiatan siswa. Ketiga langkah pengelolaan tersebut dalam buku ini meliputi. Schwebel. mengorganisasi dan melaksanakan kegiatan pengayaan. Buku ini menguraikan hal-hal yang sangat praktis. Sesuai dengan judulnya. serta pemeliharaan prosedur pengelolaan. oleh karena itu buku ini sangat berharga bagi guru-guru. memelihara perilaku siswa. pengawas dan orang tua siswa. Andrew I. memilih peraturan dan prosedur pengelolaan. .

C. Jakarta: Balai Pustaka.A. Psychological Founda tion of Education. . (1993). Co. Davies. Semiawan & T. (1975). Massachussetts: Alyn and Bacon. Pendekatan Pembelajaran: Acuan Konseptual Pengelolaan KBM di Sekolah. J. Curriculum Inquiry.F. George I. P.A. Jakarta: Konsorsium Ilmu Pendidikan. The Achievement of Education. (Ed). Chambers. 1984. James W. Curriculum Theory. Conny R. Trends in Instructional Technology. (1992). Bigge. (1984). Raka Joni. Brown. Oxford. Anwar Jasin. Beanne. Teknologi dan Perkembangan.M. (Ed). F.DAFTAR RUJUKAN Alisyahbana. (1981). John H. Jakarta: Yayasan Idayu. (1995). Brandes. Newton. Jr. Inc.J. Jakarta: LP3ES. Brown. Bangkok: Unesco. Toward A Coherent Curriculum. D & Ginnis. & Alessi. Alexandria. The Student Centred School. Wilmette. (1980). C. (1981). (Ed). (1987). Ivor K. & Hunt. Great Britain: Simon and Schuster Education. Cornnelly. New York: McGraw Hill Books. Training Educational Personnel for Integrated Curriculum. Illinois: The KAGG Press. Instructional Techniques. Morris L. Beauchamp. J. Pendidikan di Indonesia: Penilaian dan Pedoman Perencanaan. Beanne. New York: Harper & Row Pub. Maurice P. (1992). S. Ditjen Dikti Depdikbud. Beeby. Iskandar (1980). Curriculum Planning and Development. George A. (1975). (1983). Regional Office for Education in Asia and Pacific.E. Virginia: ASCD. Pembaharuan Kurikulum Sekolah Dasar Sejak Proklamasi Kemerdekaan. Syracuse: ERIC Clearinghouse on Information. UK: Blackwell Publisher. The Live Classroom. Apeid. New York: The Viking Press. (1986). New York: Harper & Row Pub. & Toepfer.

(1966). J. Hass. California: Brooks/Cole Publishing. Decision Making and Process. New York: Harper & Row Publisher. (1980). California: Lear Siegler Inc. Jakarta: Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi. W. Columbus. B. New York: John Wiley & Sons. (Ed). A Humanized System Approach. Tomorrow's Schools. The Condition of Learning. Habibie. Gardner. (1991). Peter S. (1990). Radical Curriculum Theory Reconsidered. Ernest R. Queensland: Distance Education Centre. Gardiner. Inc. Kurikulum SD. & Lindzey. New York: Appleton Century Crofts. Ohio: Ohio Departemen of Education. Holmes Group. William. Robert M. Gagne. Hillgard. Lloyd W. Glen. Peraturan Pelaksanaan Sistem Pendidikan Nasional.Depdikbud. Theories of Personality. Jakarta: Armas Duta Jaya. SMP. Lambert. . (1980). Hall.Control Theory in the Classroom. Doll. (1970). Belmont. Glen. Dunkin. (1980). SMA. The International Encyclopedia of Teaching and Teacher Education. New York: Pergamon Press. (1993). & Gordon H. (Ed). Inc. (1983). Hodgkinson. Boston: Allyn & Bacon. Michael. 1994. Theories of Learning. (Ed). (1977). Ronald C. USA: The Holmes Group. Monterey. Bower.Curriculum Development. Boston: Allyn and Bacon. The Psychology of Teaching. Calvin S. Curriculum Improvement. Dull. 1984. Glasser. New York and London: Teacher College. Selecting and Use of Teaching Technology. Hass. Bill. (1970). Oxford. Rinehart & Winston. Columbia University. New York: Holt. Beberapa Pemikiran tentang Strategi Transformasi Industri suatu Negara Sedang Berkembang. (1974).J. (1987). Hlebowitsh. (1965). Curriculum in the Classroom. East Lansing. Kejuruan 1975. (Ed). (1990). Jakarta: Depdikbud Depdikbud. Readings in Curriculum.

(1980). Foresman and Co. . Intentionality in Education. Lory. Boston: Little Brown & Co. (1970). Kebudayaan. Philip W. John. (1974). Curriculum Theory: Theory Into Practice. Writing Behavioral Objectives.P. Handbook of Research on Curriculum. (1982). William J. Co. Marilyn & Quaranta. (1970). Gail. Teaching and Learning: Philosophical. (1992). Kaplan. (1962). OSU. New York: American Book Co. Minnesota: Burgess Pub. & Rosenweig James E. San Fransisco: Chandler Publishing Co. Educational Models for Instruction. Science Technology and Man agement. 1987. (1985). New York: McGraw Hill Book Co. Collision. Jakarta: Gramedia. (1977). Mauritz. Dianne. Ontario: Oise Press. Al Paul.Hosyom. Mentalitet dan Pembangunan . Behavioral Objectives and Instruction. Johnson. W. (Ed). Robert J. McNeil John D. Indianapoli. (1977) Curriculum A Comprehensive Introduction. London: Scott. New York: Macmillan Pub. New York and London: Longman. Allyn & Bacon. James B. Psychological. The Science of Educational Research. Technology. Lapp. Co.1 1982. Kryspin. Fremont E. The Conduct of Inquiry. Mouly. Inc. Minneapolis. Washington DC: The Association for Supervision and Curriculum Development. at al. George. XXI No. J. Kourilsky. Abraham. Inquiring Into the Teaching Process. Toronto. (Ed). Inc. Kast. (1965). (1979). Curriculum : Perspectives and Practices. et al. Rulihs Merrill Educational Publishing. (1964). (1975). Democracy. Jackson. McCutcheon. J. Effective Teaching. Journal Vol. (1985). Kibler. et al. Mac Donald. Curricular Application. & Seller. New York: Macmillan Publishing Co. Miller. Koentjaraningrat. Klose. New York: Center for Curriculum Research and Services.

Donald S. (Ed). Taba. Stroudsberg : downden. Depdikbud. Stephem. Macmillan Publishing Co. Publishers.H. & Rockwell D. Ohio: Charles E Merril Pub. . (1973). Seckinger. Novak. Instructional Media and Technology. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. (1972). Curriculum: Perspective.A. New York: John Wiley & Sons. Curriculum Development. Baltimore and London: The John Hopkins University Press. in Travers. (1970). Ruggiero.M. Co. C. Ithaca: Come! University Press. (1976). Understanding Technology. Belmont. Tanner. (1962). Pokok-Pokok Pikiran Mengenai Pendidikan Guru. Washington DC. Walter T. New York: Harcourt. Schubert. (1986). (1976). Thomas M. Columbus. Chicago: Rand MacNally College Pub.NEA. P. (1975). (Ed). Snow. Chicago: Rand Mac Nally & Co. New York: Alfred A Knopf. (1986). Theory Construction for Research on Teaching. Skinner. Ditjen Dikti. Raka Joni. Paradigm and Possibility. Ilmu Pengetahuan dan Metodenya.F. New York: Harper & Row. T. B.R. Inc. Inc. V. Co. New York: Macmillan Pub. Comparing Theories of Child Development. R. Joseph D. Curriculum for the Modern Elementary School. Qodir. Problem Approach to Foundation of Education. (1982). Thomas. Inc. Sleeman. Second Handbook of Research on Teaching. (1979). (1978). Susskind. Excellence in Our Schools Teacher Education: An Action Plan. N.J.M. (1995). Murray. Charles. Richard E. Beyond Freedom and Dignity. Directive Teaching. (1980). (1992). Hutchinson & Sons. Petty. (Ed). Jakarta: Konsorsium Ilmu Pendidikan. A Theory of Education. Teaching Thinking Across the Curriculum. Laurel. Hilda. (1988). Daniel & Tanner. Curriculum Development: Theory and Practices. Brace and World. W. California: Wadsworth Pub. Inc.

A. et al. Alwvi.R. A. (1984). (1980). Berkeley. California: McCutchan Publishing.n.D. Robert S. New York: Harper & Row Publisher. (1980). Sistem Pendidikan Nasional yang Kondusif bagi Pembangunan Masyarakat Industri Modern Berdasarkan Pancasila. (1991). Pedoman Pelaksanaan Pala Pembangunan Sistem pendidikan Tenaga Kependidikan di Indonesia. (1976). Curriculum Principles and Foundations. Jakarta: Panitia Kongres Ilmu Pengetahuan Nasional V. Welch. Educational Psychology for Teachers. (1984). Curriculum Development. Zais. . New Jersey: Prentice Hall.Tilaar. Englewood Cliffs. Woolfolk. New York: Promenthus Books. Jakarta: Depdikbud. Gelombang Ketiga. D. H. & Unruh. Tisna Amidjaja. (1978). (Ed). Jakarta: Panca Simpati.A. Anita E. I. Co. G.G. Humanistic Psychology. Unruh. Toffler.

DR. penulis buku ini.TENTANG PENULIS PROF.rtgaiarkan mata kuliah yang sama selama beberapa tahun pada Universitas Siliwangi Tasikmalaya.lumbus. STIA. Psikologi Umum dan Sosial bersama Djasman Adimihardja. Psikologi Belajar (1991). Pada program Si penulis juga mengajar mata-mata kuliah Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Konseling pada IKIP Bandung dan Universitas Islam Bandung. dan STKS Bandung. Universitas Ibnu Khaldun dan Universitas Pakuan Bogor. Rochman Natawidjaja (1979). Sampai saat ini penulis masih menjadi pengajar luar biasa pada SESKOAD dan SESPIMPOL.A. Saat ini penulis mengajar mata kuliah Pengembangan Kurikulum dan Metode Penelitian pada PPS IKIP Bandung. sarjana pada tahun 1966 Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan dan Program Doktor pada tahun 1983 Jurusan Pengembangan Kurikulum FPS. TeknikTeknik Pemahaman Individu. M. . NANA SYAODIH SUKMADINATA. (1978). Penulis menyelesaikan program Sarjana Muda tahun 1963 pada Jurusan Pedagogik. Teori dan Teknik Bimbingan Kelompok (1975). IKIP Bandung dengan tambahan kredit dari Universitas California di Santa Barbara 1977/1978. Universitas Pasundan. Mendiagnosis dan Membantu Kesulitan Belajar Siswa (1978). Thomas (1978). adalah dosen tetap pada IKIP Bandung. (1982).M. Co. Pen yuluhan Individual (1976). The Role of Remediation in the Indonesian System bersama R. Prinsip dan Landasan Pengembangan Kurikulum (1988). dan sebelumnya nak. Penulis juga mengikuti program Refresher tahun 1986/1987 pada Universitas Ohio. Beberapa buku yang pernah ditulis: Pengan tar Psikologi (1967). Teknik Penilaian dan Bimbingan Pen yuluhan bersama Drs. Strategi Bela jar-Mengajar (1984).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful