scanan PENGEMBANGAN KURIKULUM

PENGEMBANGAN KURIKULUM TEORI DAN PRAKTEK KATA PENGANTAR

Kurikulum memegang kedudukan kunci dalam pendidikan, sebab berkaitan dengan penentuan arah, isi dan proses pendidikan, yang pada akhirnya menentukan macam dan kualifikasi lulusan suatu lembaga pendidikan. Kurikulum menyangkut rencana dan pelaksanaan pendidikan baik dalam lingkup kelas, sekolah, daerah, wilayah maupun nasional. Semua orang berkepentingan dengan kurikulum, sebab kita sebagai orang tua, sebagai warga masyarakat, sebagai pemimpin formal ataupun informal selalu mengharapkan tumbuh dan

berkembangnya anak, pemuda, dan generasi muda yang lebih baik, lebih cerdas, lebih berkemampuan. Kurikulum mempunyai andil yang cukup besar dalam melahirkan harapan tersebut. Buku ini disusun dengan tujuan membantu para guru, dosen, instruktur, widyaiswara, para pengembang, pengelola, penentu kebijaksanaan, dan siapa saja yang terlibat dan berminat dalam pengembangan kurikulum; untuk menambah wawasan tentang apa, mengapa, dan bagaimana pengembangan kurik ulum. Meskipun dalam buku ini diusahakan menyajikan materi yang bervariasi dengan cara penyajian yang moderat, tetapi mungkin saja sajian ini belum bisa memenuhi kebutuhan semua pihak. Untuk itu penulis meminta maaf dan menantikan saransaran bagi penyempurnaannya. Isi buku ini merupakan penyempurnaan dari buku sebelumnya yang berjudul Prinsip dan Landasan Pengembangan Kurikulum, yang ditulis dengan bantuan Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Depdikbud, untuk kepentingan Program Pascasarjana. Penulis ingin

menyampaikan ucapan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada Pimpinan P2LPTK, serta para pimpinan teras Depdikbud, yang telah mendorong penulisan serta memberi izin menerbitkan kembali buku ini oleh lembaga di luar P2LPTK.

Bandung, 1997 Nana Syaodih Sukmadinata

DAFTAR ISI

Kata Pengantar BAB 1 Konsep Kurikulum A. Kedudukan kurikulum dalam pendidikan B. Konsep kurikulum C. Kurikulum dan teori-teori pendidikan BAB 2 Teori Kurikulum 1 A. Apakah teori itu? B. Teori pendidikan C. Teori kurikulum BAB 3 Landasan Filosofis dan Psikologis Pengembangan Kurikulum A. Landasan filosofis B. Landasan psikologis BAB 4 Landasan Sosial-Budaya, Perkembangan Ilmu dan Teknologi dalam Pengembangan Kurikulum A. Pendidikan dan masyarakat B. Perkembangan masyarakat C. Perkembangan ilmu pengetahuan D. Perkembangan teknologi E. Pengaruh perkembangan ilmu dan teknologi BAB 5 Macam-Macam Model Konsep Kurikulum A. Kurikulum subjek akademis B. Kurikulum humanistik C. Kurikulum rekonstruksi sosial D. Teknologi dan kurikulum BAB 6 Anatomi dan Desain Kurikulum A. Komponen-komponen kurikulum B. Desain kurikulum

BAB 7 Proses Pengajaran A. Keseimbangan antara isi dan proses B. Isi dan kurikulum C. Proses belajar D. Kesiapan belajar E. Minat dan motif belajar BAB 8 Pengembangan Kurikulum A. Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum B. Pengembangan kurikulum C. Faktor-faktor yang mempengaruhi D. Artikulasi dan hambatan E. Model-model pengembangan kurikulum BAB 9 Evaluasi Kurikulum A. Evaluasi dan kurikulum B. Konsep kurikulum C. Implementasi dan evaluasi kurikulum D. Peranan evaluasi kurikulum E. Ujian sebagai evaluasi sosial F. Model-model evaluasi kurikulum BAB 10 Guru dan Pengembangan Kurikulum A. Guru sebagai pendidik profesional B. Guru sebagai pembimbing belajar C. Peranan guru dalam pengembangan kurikulum D. Pendidikan guru

Daftar Rujukan

BAB 1 KONSEP KURIKULUM

A. Kedudukan Kurikulum dalam Pendidikan Pendidikan berintikan interaksi antara pendidik dengan peserta didik dalam upaya membantu peserta didik menguasai tujuan-tujuan pendidikan. Interaksi pendidikan dapat berlangsung dalam lingkungan keluarga, sekolah, ataupun rnasyarakat. Dalam lingkungan keluarga, interaksi pendidikan terjadi antara orang tua sebagai pendidik dan anak sebagai peserta didik. Interaksi ini berjalan tanpa rencana tertulis,Orang tua sering tidak mempunyai rencana yang jelas dan rinci ke mana anaknya akan diarahkan, dengan cara apa mereka akan dididik, dan apa isi pendidikannya. Orang tua umumnya mempunyai harapan tertentu pada anaknya, mudah-mudahan is menjadi orang soleh, sehat, pandai, dan sebagainya, tetapi bagaimana rincian sifat-sifat tersebut bagi mereka tidak jelas. Juga mereka tidak tahu apa yang harus diberikan dan bagaimana memberi annya k agar anak-anaknya memiliki sifat-sifat tersebut. Interaksi pendidikan antara orang tua dengan anaknya juga sexing tidak disadari. Dalam kehidupan keluarga interaksi pendidikan dapat terjadi setiap saat, setiap kali orang tua bertemu, berdialog, bergaul, dan bekerja sama dengan anakanaknya. Pada saat demikian banyak perilaku dan perlakuan spontan yang diberikan kepada anak, sehingga kemungkinan terjadi kesalahan-kesalahan mendidik besar sekali. Orang tua menjadi pendidik juga tanpa dipersiapkan secara formal. Mereka menjadi pendidik karena statusnya sebagai ayah atau ibu, meskipun mungkin saja sebenarnya mereka belum siap untuk melaksanakan tugas tersebut. Karena sifat-sifatnya yang tidak formal, tidak memiliki rancangan yang konkret dan ada kalanya juga tidak disadari, maka pendidikan dalam lingkungan keluarga disebut pendidikan informal. Pendidikan tersebut tidak memiliki kurikulum formal dan tertulis. Pendidikan dalam lingkungan sekolah lebih‡bersifat formal. Guru sebagai pendidik di sekolah telah dipersiapkan secara formal dalam lembaga pendidikan guru. la telah mempelajari ilmu, keterampilan, dan seni sebagai guru. Ia juga telah

dibina untuk memiliki kepribadian sebagai pendidik. Lebih dari itu mereka juga telah diangkat dan diberi kepercayaan oleh masyarakat untuk menjadi guru, bukan sekadar dengan surat keputusan dari pejabat yang berwenang, tetapi juga dengan pengakuan dan penghargaan dari masyarakat. Guru melaksanakan tugasnya sebagai pendidik dengan rencana dan persiapan yang matang. Mereka mengajar dengan tujuan yang jelas, bahan-bahan yang telah disusun secara sistematis dan rinci, dengan cara dan alat-alat yang telah dipilih dan dirancang secara cermat. Di sekolah guru melakukan interaksi pendidikan secara berencana dan sadar. Dalam lingkungan sekolah telah ada kurikulum formal, yang bersifat tertulis. Guru-guru melaksanakan tugas mendidik secara formal, karena itu pendidikan yang berlangsung di sekolah sering disebut pendidikan formal. Dalam lingkungan masyarakat pun terjadi berbagai bentuk interaksi pendidikan, dari yang sangat formal yang mirip dengan pendidikan di sekolah dalam bentuk kursus-kursus, sampai dengan yang kurang formal seperti ceramah, sarasehan, dan pergaulan kerja. Gurunya juga bervariasi dari yang memiliki latar belakang pendidikan khusus sebagai guru, sampai dengan yang melaksanakan tugas sebagai pendidik karena pengalaman. Kurikulumnya juga bervariasi, dari yang memiliki kurikulum formal dan tertulis sampai dengan rencana pelajaran yang hanya ada pada pikiran penceramah atau moderator sarasehan, atau gagasan keteladanan yang ada pada pemimpin. Interaksi pendidikan yang be rlangsung di masyarakat, yang memiliki rancangan dan dilaksanakan secara formal sebenarnya dapat dimasukkan dalam kategori pendidikan formal. Interaksi yang rancangan dan pelaksanaannya kurang formal dapat kita sebut sebagai pendidikan kurang formal (less formal). Karena adanya variasi itu, Para ahli pendidikan masyarakat lebih senang menggunakan istilah pendidikan luar sekolah bagi interaksi pendidikan yang berlangsung di masyarakat ini. Dari hal-hal yang diuraikan itu, dapat ditarik beberapa kesimpulan berkenaan dengan pendidikan formal. Pertama, pendidikan formal memiliki rancangan pendidikan atau kurikulum tertulis yang tersusun secara sistematis, jelas, dan rinci. Kedua, dilaksanakan secara formal, terencana, ada yang mengawasi dan menilai. Ketiga, diberikan oleh pendidik atau guru yang memiliki ilmu dan keterampilan khusus dalam bidang pendidikan. Keempat, interaksi

Setiap praktik pendidikan diarahkan pada pencapaian tujuan -tujuan tertentu. lebih banyak mengacu pada pendidikan atau pengajaran di sekolah. yaitu tujuan. Ketiga. maka dalam uraian-uraian selanjutnya yang dimaksud dengan pendidikan atau pengajaran itu. juga diperlukap caracara dan alat-alat penilaian tertentu pula. apakah berkenaan dengan penguasaan pengetahuan. karena memiliki rancangan atau kurikulum secara formal dan tertulis. Pertaina. dan penilaian merupakan komponenkomponen utama kurikulum. bahwa adanya rancangan atau kurikulum formal dan tertulis merupakan ciri utama pendidikan di sekolah. Dengau berpedoman pada kurikulum. ataupun mengembangkan kemampuankemampuan tersebut diperlukan metode penyampaian serta alat-alat bantu tertentu. pengembangan pribadi. Karena yang memiliki rancangan atau kurikulum formal dan tertulis adalah pendidikan di sekolah. kemampuan sosial. sistematis. bukan hanya berkenaan dengan pembinaan segi-segi moral tetapi juga ilmu pengetahuan dan keterampilan.pendidikan berlangsung dalam lingkungan tertentu. Sejarah pendirian sekolah diawali karena ketidakmampuan keluarga memberikan pengetahuan dan keterampilan yang lebih tinggi dan mendalam.mal di sekolah memiliki lingkup isi pendidikan yang lebih luas. Interaksi ini . Untuk menyampaikan bahan pelajaran. kurikulum merupakan syarat mutlak bagi pendidikan di sekolah. dan lebih disadari. Dapat kita bayangkan. Kedua. bahan ajar. Dengan kata lain. Keempat hal tersebut. pendidikan for. metode-alat. Pendidikan formal memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan pendidikan informal dalam lingkungan keluarga. pendidikan di sekolah dapat memberikan pengetahuan yang lebih tinggi. hal itu berarti bahwa kurikulum merupakan bagian yang tak terpisahkan dari pendidikan atau pengajaran. Untuk menilai hasil dan proses pendidikan. interaksi pendidikan antara guru dan siswa berlangsung. Kalau kurikulum merupakan syarat mutlak. dengan fasilitas dan alat serta aturan-aturan permainan tertentu pula. ataupun kemampuan bekerja. bagaimana bentuk pelaksanaan suatu pendidikan atau pengajaran di sekolah yang tidak memiliki kurikulum. lebih luas dan mendalam. pendidikan di sekolah dilaksanakan secara berencana. Telah diuraikan sebelumnya.

alam. yaitu kurikulum sebagai ". Kurikulum mengarahkan segala bentuk aktivitas pendidikan demi tercapainya tujuan-tujuan pendidikan. a racecourse of subject matters to be mastered" (Robert S.. serta proses pendidikan. dan religi. Kurikulum juga merupakan suatu rencana pendidikan. yang menjadi sumber konsep konsep atau memberikan landasan-landasan teoretis bagi pengembangan kurikulum berbagai institusi pendidikan. juga bervariasi sesuai dengan aliran atau teori pendidikan yang dianutnya. Konsep Kurikulum Konsep kurikulum berkembang sejalan dengan perkembangan teori dan praktik pendidikan.1 Komponen-komponen utama pendidikan Kurikulum mempunyai kedudukan sentral dalam seluruh proses pendidikan. Anggapan ini telah ada sejak zaman Yunani Kuno. tetapi selalu terjadi dalam lingkungan tertentu. .. memberikan pedoman dan pegangan tentang jenis. kurikulum merupakan kumpulan matamata pelajaran yang harus disampaikan guru atau dipelajari oleh siswa.struction". 1976. lingkup. yang ditekuni oleh para ahli atau spesialis kurikulum. B. Zais. 130) kurikulum "prescribes (or at least anticipates) the result of in. hlm. dalam lingkungan atau hubungan tertentu pandangan ini masih dipakai sampai sekarang. Pertautan antara satu komponen dan komlumen pendidikan lainnya dapat dilihat pada bagan berikut.. hlm. dan urutan isi. politik. ekonomi. BAGAN 1. kurikulum juga merupakan suatu bidang studi. Di samping kedua fungsi itu. Menurut pandangan lama.iidak berlangsung dalam ruang hampa. 7). Menurut Mauritz Johnson (1967. sosial budaya. yang mencakup antara lain lingkungan fisik.

di rumah ataupun di masyarakat. kegiatan belajarmengajar. Kurikulum hanya menggambarkan atau mengantisipasi hasil dari pengajaran. hlm. dari konsep yang sangat sempit kepada yang lebih luas. 22): The commonly accepted definition of the curriculum has changed from content of courses of study and list of subjects and courses to all the experiences which are offered to learners under the auspices or direction of the school. sedangkan kurikulum hanya berkenaan dengan hasil-hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh siswa. Definisi Doll tidak hanya menunjukkan adanya perubahan penekanan dari isi kepada proses. tetapi pengajaran. seperti perencanaan isi. Semua yang berkenaan dengan perencanaan dan pelaksanaan. Pendapat-pendapat yang muncul selanjutnya telah beralih dari menekankan pada isi menjadi lebih memberikan tekanan pada pengalaman belajar. kalau ditanya tentang kurikulum akan memberikan jawaban sekitar bidang studi atau mata-mata pelajaran. Menurut Johnson. tetapi juga menunjukkan adanya perubahan lingkup. Pengalaman tersebut berlangsung di sekolah.. berkenaan langsung dengan pelajaran ataupun tidak. Johnson membedakan dengan tegas antara kurikulum dengan pengajaran. pengalaman hanya akan muncul apabila terjadi interaksi antara siswa dengan lingkungannya. Lebih khusus mungkin kurikulum diartikan hanya sebagai isi pelajaran. Apa yang di maksud dengan pengalaman siswa yang diarahkan atau menjadi tanggung jawab sekolah mengandung makna yang cukup luas. Doll (1974.. hlm. Perubahan penekanan pada pengalaman ini lebih jelas ditegaskan oleh Ronald C. 130) mengajukan keberatan terhadap konsep kurikulum yang sangat luas seperti yang dikemukakan oleh Ronald Doll. Definisi tersebut juga mencakup berbagai upaya guru dalam mendorong terjadinya pengalaman tersebut serta berbagai fasilitas yang mendukungnya. Mauritz Johnson (1967. to be composed of all the experiences children have under the guidance of teachers. kurikulum . bersama guru tanpa guru. evaluasi. Interaksi seperti itu bukan kurikulum.Banyak orang tua bahkan juga guru-guru.. Menurut Caswel dan Campbell dalam buku mereka yang terkenal Curriculum Development (1935). . termasuk pengajaran.

yang memberi pedoman dan mengatur lingkungan dan kegiatan yang berlangsung di dalam kelas. a structured series of intended learning outcomes (Johnson. sistem persekolahan terbentuk atas empat subsistem. Kurikulum bukan hanya merupakan rencana tertulis bagi pengajaran. live or operative curriculum).(curriculum) merupakan suatu rencana yang memberi pedoman atau pegangan dalam proses kegiatan belajarmengajar. 130). Beauchamp lebih memberikan tekanan bahwa kurikulum adalah suatu rencana pendidikan atau pengajaran.. Menurut Beauchamp (1968.Menurut Johnson kurikulum adalah . belajar (learning) merupakan kegiatan atau upaya yang dilakukan siswa. beberapa ahli memanciang kurikulum sebagai rencana pendidikan atau pengajaran. pembelajaran. melainkan harus dinilai dalam proses pelaksanaan fungsinya di dalam kelas. Salah seorang di antara mereka adalah Mac Donald (1965. tetapi pada keluasan cakupannya. yaitu mengajar. Mengajar (teaching) merupakan kegiatan atau perlakuan profesional yang diberikan oleh guru. Rencana tertulis merupakan dokumen kurikulum (curriculum document or inert curriculum). Perbedaan antara kurikulum dan pengajaran menurut dia bukan terletak pada implementasinya. melainkan sesuatu yang fungsional yang beroperasi dalam kelas. Menurut dia. Keluruhan pertautan kegiatan yang memungkinkan dan berkenaan (lengan terjadinya interaksi belajar-mengajar disebut pembelajaran (instruction). Terlepas dari pro dan kontra terhadap pendapat Mauritz Johnson. belajar. sedangkan kurikulum yang dioperasikan di kelas merupakan kurikulum fungsional (functioning. 1967. hlm. Pelaksanaan rencana itu sudah masuk pengajaran.. Hilda Taba (1962) mempunyai pendapat yang berbeda dengan pendapatpendapat itu. dan kurikulum.lum). 6) "A curriculum is a written document which may contain many ingredients. Kurikulum juga sering dibedakan antara kurikulum sebagai rencana (curriculum plan) dengan kurikulum yang fungional (functioning curricu. Zais menjelaskan bahwa kebaikan suatu kurikulum tidak dapat dinilai dari dokumen tertulisnya saja. Sebagai respons terhadap kegiatan mengajar yang diberikan oleh guru. Kurikulum. Kurikulum . him. but basically it is a plan for the education of pupils during their enrollment in given school". him. Selanjutnya.

its use. Sebagai contoh.. kejuruan. sedangkan pengajaran pada ujung lainnya yaitu yang lebih khusus atau tujuan dekat.. dan lainlain merupakan perwujudan atau penerapan teori-teori kurikulum. Kurikulum memberikan pegangan bagi pelaksanaan pengajaran di kelas. . dalam kurikulum (tertulis). bergantung pada tafsiran guru. Beauchamp mendefinisikan teori kurikulum sebagai . dan pengembangan para ahli kurikulum. kurikulum terletak pada ujung tujuan umum atau tujuan jangka panjang. isi harus digambarkan serinci. sedangkan yang lebih sempit lebih khusus menjadi tugas pengajaran. Zais (1976. Kumpulan teori-teori kurikulum membentuk suatu ilmu atau bidang studi kurikulum. sekhusus mungkin agar mudah dipahami guru. pendidikan menengah atau pendidikan tinggi. tetapi merupakan tugas dan tanggung jawab guru untuk menjabarkannya. Suatu kurikulum. penelitian. batas antara keduanya sangat relatif.berkenaan dengan cakupan tujuan isi dan metode yang lebih luas atau lebih umum.2 Kontinum kurikulum dan pengajaran Menurut Taba. kurikulum sekolah umum. and its evaluation. kurikulum sebagai bidang studi mencakup: (1) the range of subject matters with which it is concerned (the substantive structure). 58-59) kurikulum sebagai bidang studi membentuk suatu teori. and (2) the procedures of inquiry and practice that it follows (the syntactical structure)". yaitu teori kurikulum. him. Menurut Taba keduanya membentuk satu kontinum. Menurut Robert S.a set of related statements that gives meaning to a schools's curriculum by pointing up the relationships among its elements and by directing its development. Teori-teori tersebut merupakan hasil pengkajian. Beauchamp (1976. 3). BAGAN 1. Menurut George A. him. tetapi cukup luas dan umum sehingga memungkinkan mencakup semua bahan yang dapat dipilih oleh guru sesuai dengan kebutuhan dan minat siswa serta kemampuan guru. apakah itu kurikulum pendidikan dasar.

kegiatan pengajaran. bahan yang akan disajikan. lebih lanjut Beauchamp (1975. kurikulum berisi tujuan yang ingin dicapai. (4) actual writing of a curriculum. Suatu kurikulum disusun dengan mengacu pada satu atau beberapa teori kurikulum. 60) menggambarkan: . implementasi dan evaluasi kurikulum. Sebagai suatu sistem. (3) organization for and leachniques used in curriculum plannning. dan suatu teori kurikulum diturunkan atau dijabarkan dari teori pendidikan tertentu. and (7) providing for feedback and modification of the curriculum.erupakan bagian atau subsistem dari keseluruhan kerangka organisasi sekolah atau sistem µ. pelaksanaan. baik sebagai dokumen tertulis maupun aplikasinya dan menjaga agar kurikulum tetap dinamis. desain kurikulum. susunan personalia dan prosedur pengemhangan kurikulum. kurikulum m. (5) implementing the curriculum.Bidang cakupan teori atau bidang studi kurikulum meliputi: konsep kurikulum. (2) the selection and involvement of person in curriculum planning.(1) the choice of arena for curriculum decision making. Sebagai suatu rencana pengajaran. pengembangan kurikulum. kurikulum juga sebagai rencana pengajaran dan sebagai suatu sistem (sistem kurikulum) yang merupakan bagian dari sistem persekolahan. 111m. penerapan. Fungsi utama sistem kurikulum adalah dalam pengembangan. penentuan kurikulum. evaluasi.. C. (6) evaluation the curriculum. Mengenai fungsi sistem kurikulum ini. Selain sebagai bidang studi menurut Beauchamp. dan penyempurnaannya. Apa yang dikemukakan oleh Beauchamp bukan hanya menunjukkan tnnlsi tetapi juga struktur dari suatu sistem kurikulum. alat-alat pengajaran dan jadwal waktu pengajaran. Kurikulum dan Teori-Teori Pendidikan Kurikulum mempunyai hubungan yang sangat erat dengan teori pendidikan. penerapan. dan penyempurnaannya. yang secara garis berkenaan dengan pengembangan.ekolah. Kurikulum dapat dipandang sebagai rencana konkret . Kurikulum sebagai suatu sistem menyangkut penentuan segala kebijakan tentang kurikulum.. dan evaluasi kurikulum. ovaluasi.

Isi pendidikan atau materi ilmu tersebut diambil dari khazanah ilmu pengetahuan. pendidikan pribadi. tetapi juga melatih keterampilan dan menanamkan nilai. yaitu pendidikan klasik. Konsep pendidikan ini bertolak dari asumsi seluruh warisan budaya. Pendidikan klasik Pendidikan klasik atau classical education dapat dipandang sebagai konsep pendidikan tertua. atau nilai-nilai telah ditemukan oleh para pemikir terdahulu. tinggal menguasai dan mengajarkannya kepada anak. Guru atau para pendidik tidak perlu susah-susah mencari dan menciptakan pengetahuan. tetapi perlu dimanifestasikan dalam perilaku seharihari. berupa disiplindisiplin ilmu yang telah ditemukan dan dikembangkan oleh para ahli tempo dulu. pendidikan interaksional. Teori pendidikan ini lebih menekankan peranan isi pendidikan daripada proses atau bagaimana mengajarkannya. sebab sentuanya telah tersedia. dan meneruskan semua warisan budaya tersebut kepada generasi berikutnya. yaitu pengetahuan. . Minimal ada empat teori pendidikan yang banyak dibicarakan para ahli pendidikan dan dipandang mendasari pelaksanaan pendidikan. Tugas guru dan para pengembang kurikulum adalah memilih dan menyajikan materi ilmu tersebut disesuaikan dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik. dan nilai-nilai baru. Sebelum dapat menyampaikan materi ilmu pengetahuan tersebut secara sempurna. Menurut konsep pendidikan klasik. para pendidik atau talon pendidik terlebih dahulu harus mempelajarinya dengan sungguh-sungguh. guru atau pendidik adalah ahli dalam bidang ilmu dan juga contoh atau model nyata dan pribadi yang ideal. dikemukakan beberapa teori pendidikan dan model-model konsep kurikulum dari masing-masing teori tersebut. Materi ilmu pengetahuan yang diambil dari disiplindisiplin ilmu tersebut telah tersusun secara logis dan sistematis.penerapan dari suatu teori pendidikan. Mendidikkan nilainilai tidak sama dengan mengajarkan pengetahuan yang berbentuk penyampaian informasi. Pendidikan berfungsi memelihara. Tugas para pendidik atau guru bukan hanya mengajarkan materi pengetahuan. mengawetkan. dan teknologi pendidikan. Untuk lebih memahami hubungan kurikulum dengan pendidikan. konsep. 1. ide-ide. Siswa merupakan penerima pengajaran yang baik.

Konsep ini lebih berorientasi pada masa sekarang dan yang akan datang. dan diarahkan pada perkembangan kemampuan berpikir. matamata pelajaran dipilih dan ditentukan oleh sekelompok orang ahli. Pendidikan lebih menekankan perkembangan segi-segi intelektual daripada segi emosional dan psikomotor. Mengenai persamaan dan perbedaan pendidikan perenial dengan esensial. Pendidikan berfungsi memelihara dan mewariskan pengetahuan. menjelaskan: . bahwa masyarakat bersifat statis. Konsep-konsep filosofis lebih banyak mewarnai pendidikan ini. sedangkan model belajarnya adalah asimilasi. dkk. Pendidikan menurut pandangan mereka adalah bebas nilai (value free) dan bebas dari kebudayaan (culture free) artinya tidak terikat atau diwarnai oleh nilai-nilai dan karakteristik masyarakat sekitar. Walaupun didasari dengan konsep-konsep yang sama. Pengetahuan dan nilai-nilai yang akan diajarkan diambil dari materi disiplin ilmu yang telah disusun dan dikembangkan oleh para ahli. Pendidikan ini lebih mengutamakan sains daripada humanitas. pendidikan diarahkan dalam mempersiapkan generasi muda untuk terjun ke dunia kerja. Ada dua model konsep pendidikan klasik. disusun secara sistematis dan logis. Parenialisme berkembang di Eropa dalam masyarakat aristokralisagraris. Mereka lebih berorientasi ke masa lampau dan kurang hivmen tingkan tuntutantuntutan masyarakat yang berkembang saat sekarang pendidikan lebih menekankan pada humanitas. konsep-konsep dan nilai-nilai yang telah ada. keduanya memiliki pandangan yang berbeda. Dianna Lapp. Dalam penyusunan kurikulum. perenialisme dan esensialisme. Mereka lebih pragmatis.tetapi sebagai penerima informasi sesungguhnya mereka pasif. Parenialisme maupun esensialisme mempunyai pandangan yang sama tentang masyarakat. Isi pendidikan lebih banyak bersifat pendidikan umum (general education atau liberal art) dengan model mengajar yang bersifat ekspositori. pembentukan pribadi. Esensialisme berkembang di Amerika Serikat dalam masyarakat industri. Isi pengajaran lebih diarahkan kepada pembentukan keteram pilan dan pengembangan kemampuan vocational. Meskipun demikian dalam pendidikan klasik siswa bekerja keras menguasai apa-apa yang diajarkan dan ditugaskan oleh guru. dan sifat-sifat mental.

Like perennial education. ia menentukan isi. al. disusun oleh para ahli tanpa mengikutsertakan guru-guru. Pendidikan pribadi Pendidikan pribadi (personalized education) lebih mengutamakan peranan siswa. apalagi siswa. It is far more prone to activity-to doing-than to wasting time on extensive philosophical speculation. Isi disusun secara logis. memecahkan masalah. sedikit sekali memperhatikan segi segi sosial atau psikologis peserta didik. baik potensi untuk berpikir. Mereka berpikiran praktis bahwa pendidikan adalah suatu Han untuk mencapai sukses dalam kehidupan. maupun untuk belajar dan berkembang sendiri. (3) memperoleh penghasilan lehih banyak. dan humanitas sepanjang hal itu mendukung kehidupan sehari-hari. Para esensialis bersifat praktis. yang diambil dari disiplin-disiplin ilmu. berfungsi menciptakan lingkungan yang menunjang dan terhindar dari hama-hama. Tugas guru. Dialah yang aktif dan bertanggung jawab dalam segala aspek pengajaran. (Lapp. anak telah memiliki potensi-potensi. sejak dilahirkan. (2) dapat bekerja sama lebih baik dengan orang dari berbagai tingkatan/lapisan masyarakat. berbuat. Pendidikan adalah ibarat persemaian. seperti halnya seorang . dan berstruktur. metode. Guru mempunyai peranan yang sangat besar dan lebih dominan. Tujuan utama pendidikan. it is primarily practical and pragmatic. Kurikulum pendidikan klasik lebih menekankan isi pendidikan. keindahan. et. dan evaluasi. menurut para esensialis. seeking to maintain and pass on to the new generation the convictions of the older generation. 32). 1975.. hlm. Mereka menghargai seni. essentialism is nonreflective. Dalam pengajaran. and to science rather than to the humanities. kehidupan produktif. Konsep pendidikan ini bertolak dari anggapan dasar bahwa. terutama sukses secara ekonomis. Siswa mempunyai peran yang pasif. essentialism is conservative. 2. nonphilosophical. sebagai penerima informasi dan tugas-tugas dari guru. dengan berpusatkan pada segi intelektual. Looking to the present rather than the past. sistematis. But unlike perennialism. adalah (1) memperoleh pekerjaan yang lebih baik. mengutamakan kerja dan kompetisi di tramping kerja sama. Dianna.

. dan diikuti. bukan lagi sebagai penyampai informasi atau sebagai model dan ahli dalam disiplin ilmu. kebenaran. air. fasilitator. Berkat refleksinya itu is memahami dan dapat menggunakannya bagi kehidupan. dan sinar matahari yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan tanaman (peserta didik). Tokoh pendahulu pendidikan progresif adalah Francis Parker yang membawa aliran ini dari Eropa ke Amerika. Setiap orang mempunyai nurani yang berisi kejujuran. udara. Teori ini juga memiliki dua aliran. Pendidikan adalah proses individual yang berisi rentetan pengembangan kemampuan-kemampuan anak.petani adalah mengusahakan tanah yang gembur. Pendidik menempati posisi kedua. siswa merupakan satu kesatuan yang utuh. Pendidikan bertolak dari kebutuhan dan minat peserta didik. Dalam pendidikan progresif. Rousseau menolak pendidikan yang mengutamakan intelektual. dan ketulusan. dialah yang menduduki tempat utama dalam pendidikan. Pendidikan romantik berpangkal dari pemikiran-pemikiran Jean Jacques Rousseau. Aliran ini menjadi lebih terkenal di Amerika berkat percobaan-percobaan yang dilakukan John Dewey dengan sekolah-sekolah laboratoriumnya. Inilah yang hams ditemukan. Menurut Rousseau. dan pelayan bagi siswa. Ia lebih berfungsi sebagai psikolog yang mengerti segala kebutuhan dan masalah peserta didik. didengarkan. Guru membantu perkembangan siswa sesuai dengan kemampuan dan kecepatannya masing-masing. perkembangan emosi dan sosial sama pentingnya dengan perkembangan intelektual. Ia merefleksi terhadap masalah masalah yang muncul dalam kehidupanhya. sebab secara alamiah manusia baik. la juga berperan sebagai bidan yang membantu siswa melahirkan ide -idenya. Ia ingin mengembalikan pendidikan kepada pendidikan alam. Peserta didik menjadi subjek pendidikan. berkat interaksi dengan berbagai aspek dalam lingkungan maka terjadi rentetan pengembangan kemampuan-kemampuan anak. John Dewey menerapkan prinsip belajar sambil berbuat (learning by doing). yaitu pendidikan progresif dan pendidikan romantik. pupuk. pendorong (motivator). merdeka. semua ciptaan Tuhan termasuk anak adalah bai k dan menjadi kurang baik atau sering rusak di tangan manusia. Guru adalah pembimbing. Guru lebih merupakan ahli dalam metodologi daripada dalam bahan ajar. dan gentle. Isi pengajaran berasal dari pengalaman sisvva sendiri yang sesuai dengan minat dan kebutuhannya.

Rousseau memandang pendidikan sebagai a lifelong personal growth process rather than an information and skill gathering process that exists only during the school years (Diane Lapp. memberikan kebebasan agar anak belajar dan berkembang sendiri. termasuk dalam pendidikan. Perkembangan teknologi pendidikari dipengaruhi clan sangat diwarnai oleh perkembangan ilmu dan teknologi. et. 154). mewujudkan dorongan-dorongannya. Hal itu memang sangat masuk akal. yang selalu siap memberikan bantuan kepada siswa. Pengembangan kurikulum dilakukan oleh guru. al.. Ia dibiarkan untuk mengalami sendiri. Mereka lebih berorientasi ke masa sekarang dan yang akan datang. Kurikulum pendidikan pribadi lebih menekankan pada proses pengembangan kemampuan siswa. Ia berusaha mencegah hal. Our technologies to day are so powerful. Guru menyediakan lingkungan belajar. that they not only . 3. hlm.guru dengan melibatkan siswa. and so prominent in the awareness of people.hal yang mungkin mengganggu perkembangan siswa.bangkan bersama siswa. Keduanya juga mempunyai perbedaan. Pengalaman merupakan isi sekaligus guru alamiah bagi anak. so prevalent. TeknOlogi pendidikan Teknologi pendidikan mempunyai persamaan dengan pendidikan klasik tentang peranan pendidikan dalam menyampaikan informasi. dan mewujudkan rasa ingin tahunya. Guru juga berperan sebagai sumber lingkungan belajar. Materi ajar dipilih sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa. so deliberately foster. yang ada adalah kurikulum minimal yang dalam implementasinya dikem. sebab yang diutamakan dalam teknologi pendidikan adalah pembentukan dan penguasaan kompetensi bukan pengawetan dan pemeliharaan budaya lama. Teknologi telah masuk ke semua segi kehidupan. sebab teknologi pendidikan bertolak dari dan merupakan penerapan prinsip-prinsip ilmu dan teknologi dalam pendidikan. Isi dan proses pembelajarannya selalu berubah sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa. tidak seperti pendidikan klasik yang lebih melihat ke masa lalu. tetapi didorong untuk belajar. Anak tidak diajari. Tidak ada suatu kurikulum standar. dan tumbuh sesuai dengan polanya. 1975.

Dalam pengembangan desain program. Karena sifat ilmiahnya. Menurut pandangan klasik. competency based instruction. Pengembangan model-model pengajaran yang bersifat individual serta menekankan penguasaan kemampuan. Menurut teori ini. Mereka kurang menghargai hal-hal yang bersifat kualitatif dan spiritual. goals. pengalaman ini bersifat menetap. Efisiensi merupakan salah satu ciri utama teknologi pendidikan. alat-alat pandangdengar (audio-visual) dan media elektronika. konsep pendidikan ini mengutamakan segi-segi empiris. we need only learn scientifically. informasi objektif yang dapat diamati dan diukur serta dihitung secara statistik. Man totally determined by his environment. seperti computer assisted instruction (CAI). values. Menurut mereka. dunia ini adalah dunia material. mesin pengajaran. mereka juga melibatkan penggunaan perangkat keras. berbeda dengan pandangan teknologi pendidikan. and in our very conceptions of the meaning of existence (Holtzman. how to control his environment in such away as to reshape his behavior. pendidikan adalah ilmu dan bukan seni. 1970. dunia empiris. sama dari tahun ke tahun. 237).tutions. What we need is a technology of behavior (Skinner. perilakunya dapat dibentuk dengan teknologi perilaku. Meskipun lebih kompleks. melengkapi model yang telah ada yaitu pengajaran berprogram. Therefore. if we wish to relate to him for better to educate him. hlm. attitudes. pendidikan adalah cabang dari teknologi ilmiah. Dengan pengembangan desain program. and expectations. Bagi mereka. . individually prescribed instruction (IPI). hari ini lebih baik dari kemarin dan besok lebih baik daripada hari Mi. Kehidupan dan perkembangan itu selalu baru. dan behavior modification merupakan model-model pengajaran baru. Gambaran manusia tentang dunia dan makna kehidupan merupakan sintesis dari pengalaman-pengalaman dasarnya. pendidikan menjadi sangat efisien. manusia pada dasarnya tidak berbeda dengan binatang. 1972). pengalaman tersebut selalu berubah. dan pengajaran modul. seperti yang dinyatakan Skinner.bring about changes in the physical world which tecnologies have always done but also in our insti. ia mereaksi terhadap perangsang-perangsang dari lingkungannya.

dan bekerja sama. film. Dalam kurikulum. berinteraksi. Karena kehidupan bersama dan kerja sama ini. paket belajar. lebih banyak melakukan tugas-tugas pengelolaan daripada penyampaian dan pendalaman bahan. Dalam satuan-satuan bahan ajar tersebut tercakup pula kegiatan pembelajaran dan bentuk-bentuk serta alat penilaiannya. atau komputer) dan para siswa belajar secara individual. Apab digunakan ila media elektronika. berkembang. materi disiplin ilmu tersebut disusun terjalin dalam kemampuan. isi pendidikan dipilih oleh tim ahli bidang-bidang khusus. tetapi apabila tidak. Pendidikan interaksional Konsep pendidikan ini bertolak dari pemikiran manusia sebagai makhluk sosial. Siswa berusaha untuk menguasai sejumlah besar bahan dan pola-pola kegiatan secara efisien tanpa refleksi. video ataupun komputer. mungkin ia dapat bertahan hidup. Bila lingkungannya mendukung. dan mampu inemenuhi kebutuhan hidup dan memecahkan berbagai masalah yang (iihadapi. Isi disusun dalam bentuk desain program atau desain pengajaran dan disampaikan dengan menggunakan bantuan media elektronika (kaset audio. modul. Keterampilan-keterampilan barunya segera digunakan dalam masyarakat. Dapat dibayangkan. Penyusunan kurikulum dilakukan para ahli dan atau guru-guru yang mempunyai kemampuan mengembangkan kurikulum. Guru berfungsi sebagai direktur belajar. mereka dapat hidup. apa yang akan dihadapi seseorang. Dalam kehidupannya. manusia selalu membutuhkan manusia lain. 4. video. apabila hal itu mendukung penguasaan kemampuan-kemampuan tersebut. ierbehas dari tugas pengembangan segi-segi nonintelektual. bila ia hidup sendiri di sebuah pulau terpencil.kemampuan praktis. selalu hidup bersama. Materi disiplin ilmu dipelajari termasuk dalam kurikulum. Kurikulum pendidikan teknologi menekankan kompetensi atau kemampuan. paket program audio. Isi pendidikan berupa data-data objektif dan keterampilanketerampilan yang mengarah kepada kemampuan vocational. yang tersusun dalam satuan -satuan bahan ajar dalam bentuk satuan pelajaran. Perangkat kurikulum cukup lengkap mulai dari struktur dan sebaran mata pelajaran sampai dengan rincian bahan ajar yang dipelajari oleh siswa. mungkin tidak liapat hidup atau tidak dapat mencapai .Dalam konsep teknologi pendidikan.

selalu terjadi hubungan timbal balik antara keduanya. Siswa mengadakan pemahaman eksperimental dar fakta-fakta i tersebut. dari guru kepada siswa dan lari siswa kepada guru. Pandangan-pandangannya mempengaruhi bentuk dan pola lingkungan. interaksi ini juga terjadi antara siswa dengan bahan ajar dan dengan lingkungan. sedangkan dalam pendidikan romantik don progresif terjadi sebaliknya dari siswa kepada guru. Siswa tidak hanya berperan sebagai siswa. memberikan interpretasi yang bersifat menyeluruh serta memahaminya dalam konteks kehidupannya. kritik dari sudut kepentingannya bagi kesejahteraan umat manusia. Pendidikan lideraksional menekankan interaksi dua pihak. Lebih luas. tetapi lebih jauh yaitu pada tingkat mengapa. antara pemikiran siswa dengan kehidupannya. setiap siswa dan guru saling mendengarkan. persepsi-persepsi yang berbeda tersebut digunakan untuk menyoroti masalah bersama yang muncul dalam kehidupannya. begitu juga guru. di lain pihak kekuatan dan . Pemahaman yang muncul dari situasi demikian melebihi jumlah seluruh sumbangan para peserta. mereka mengadakan evaluasi.kemajuan seperti yang dialami oleh I wang-orang yang hidup bersama dengan orang lain. Dalam pendidikan interaksional. memberikan pendapat. Interaksi ini bukan hanya pada tingkat apa dan bagaimana. belajar lebih dari sekadar mempelajari fakta-fakta. mempunyai rentetan pengalaman dan persepsi sendiri. Dalam proses belajar. sal ing mengajar dan belajar. Setelah mengetahui makna dari fakta-fakta dan nilai-nilai sosial budaya. Isi atau bahan ajar ini berkenaan dengan lingkungan sosial-budaya yang mereka hadapi saat ini. Dalam pendidikan klasik dan teknologi interaksi terjadi sepiliak dari guru kepada siswa. Siswa sebagai individu selalu berinteraksi dengan lingkungannya. Interaksi ini terjadi melalui berbagai bentuk dialog. dan guru juga pada suatu saat berperan sebagai siswa yang turut belajar bersama para siswanya. tetapi juga sebagai guru. Pendidikan sebagai salah satu bentuk kehidupan juga berintikan kerja ama dan interaksi. tingkat mencari makna baik makna sosial (socially conscious) maupun makna pribadi (self conscious). Interaksi juga terjadi antara siswa dengan bahan ajar. Setiap siswa. Dalam proses seperti itu dialog berlangsung.

pendapat. Guru-guru melakukan kegiatan penilaian sepanjang kegiatan belajar. Proses belajar dalam model interaksional terjadi melalui dialog dengan orang lain apakah dengan guru. Sekolah menyiapkan anak dengan berbagai keterampilan sosial juga keterampilan bekerja. menilai pendapat orang lain. Isi pendidikan terdiri atas problem problem nyata yang aktual yang dihadapi dalam kehidupan di masyarakat. memperbaiki modus dari kehidupan. Belajar adalah kerja sama dan saling kebergantungan dengan orang lain. memberikan penilaian yang kritis. Kegiatan penilaian dilakukan untuk hasil maupun proses belajar. Bahan ajar diambil dari lingkungan sosial-budaya yang dihadapi para siswa sekarang. tetapi mempunyai peranan penting dalam sistem masyarakat. sikap. Sekolah merupakan pintu untuk memasuki masyarakat. Proses pendidikannya berbentuk kegiatan-kegiatan belajar kelompok yang mengutamakan kerja sama. dan keterampilan-keterampilan baru. Sekolah berbeda dengan pendidikan. Mereka diajak untuk menghayati nilai-nilai sosial-budaya yang ada di masyarakat. kemudian mereka mengembangkan persepsinya sendiri terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat. atau yang‡lainnya. dan belajar menyatakan pendapat dan sikapnya sendiri. sekolah juga berperan dalam membina sikap positif terhadap dunia kerja. . Guru berperan dalam menciptakan situasi dialog dengan dasar saling mempercayai dan saling membantu. dan sebagainya. Suatu kebenaran tidak akan diyakininya apabila tidak dicobakan dan dihayati dalam kehidupannya sehari-hari. Lebih jauh. Siswa belajar memperhatikan. Pendidikan berperan dalam mengembangkan identitas pribadi. maupun antara siswa dan guru dengan sumbersumber belajar yang lain. baik antarsiswa. Lingkungan merupakan bagian dari kehidupan siswa. Kurikulum pendidikan interaksional menekankan baik pada isi maupun proses pendidikan sekaligus. menerima. Interaksi juga terjadi antara pemikiran siswa dengan kehidupannya. siswa dan guru. Melalui interaksi tersebut muncul pengetahuan. disiplin kerja.keterbatasan lingkungan mempengaruhi individu siswa. dan memberikan kesiapan untuk melakukan berbagai pekerjaan. teman. menentukan stratifikasi sosial.

Buku Acuan Schubert. Secara sistematis dan logis. dan pengembangan kurikulum. Dilengkapi dengan pengalamannya yang begitu banyak dalam bidang pendidikan. Beane. Hampir semua hal yang berkenaan dengan permasalahan kurikulum tercakup dalam buku mi. bagaimana proses penyampaian kurikulum serta proses pengelolaan kurikulum. baik dari segi konsep atau teori.D. Buku ini merupakan buku teks pada bidang kurikulum baik untuk tingkat S1 maupun S2 sebab isinya menyangkut hal-hal yang sangat prinsip. Paradigm and Possibility. Boston: Allyn and Bacon. Curriculum: Perspective. buku ini baik sekali bagi para pengajar kurikulum dan guru guru yang melaksanakan kurikulum. organisasi. dalam arti bertolak dari teori yang kuat. Curriculum Planning and Development. dan nilai-nilai apa yang harus disajikan dalam kurikulum. James A. khsusunya kurikulum.Secara sistematik diuraikan masalah apa dalam kurikulum. Bagian ketiga membahas problema-problema kurikulum. Selanjutnya. dan ovaluasi. pengetahuan. yaitu. penulis menyajikan suatu tulisan yang komprehensif mendasar. Dilatarbelakangi oleh minat pribadi yang sangat mendalam terhadap pendidikan. New York: Macmillan Publishing Co. serta pelaksanaan. dengan mengemukakan hal-hal yang bersifat praktis. Inc. Bagian pertama menguraikan perspektif kurikulum. Bagian kedua membahas paradigma. profesionalisasi. . et. dan diakhiri dengan proses evaluasi kurikulum. William H. sejarah maupun perkembangannya. Kurikulum menentukan jenis dan kualitas pengetahuan dan pengalaman yang memungkinkan orang atau seseorang mencapai kehidupan dan penghidupan yang baik.landasan-landasan apa yang mendasari penyusunan kurikulum. proses. sampai sejauh mana dan untuk apa hal itu diberikan. Salah satu kelebihannya terletak pada isinya yang sangat komprehensif. 1986.. seluruh isi buku ini terbagi atas tiga bagian. 1986. penulis memandang bahwa kurikulum merupakan bidang yang sangat penting. al. yang berisi tujuan. Juga diuraikan masalah mengapa.. Isi buku ini hampir sama dengan buku-buku lain dalam tema yang sama. keterampilan. Oleh karena itu. misi.

Mauritz. isi. struktur kurikulum. tingkat masyarakat. dan Sekolah Menengah Atas. Goodlad. dikemukakan konsep-konsep kurikulum dan komponen-komponen pelaksanaan kurikulum dalam masyarakat industri. Intensionality in Education. Dengan konsep scperti itu penulis mengemukakan suatu model kurikulum yang disebutnya sebagai model P-I-E. serta penjabaran dalam desain instruksional. sedangkan pengajaran berkenaan dengan bagaimana cara mengajarkannya. tingkat institusi. substantive. dan pelaksana kurikulum memperluas pemahaman mereka tentang pelaksanaan kurikulum di lapangan. dan technicalprofesional. Pada bagian berikutnya diuraikan penjabaran konsep-konsep tersebut menurut tingkat perkembangan kurikulum. (Ed). . Co. New York: McGraw Hill Book. serta evaluasinya. Pada bagian akhir dibahas peranan ahli kurikulum dan pengembangan kurikulum dalam perspektif persilangan budaya-budaya/bangsa-bangsa. peneliti. Dalam buku ini disajikan suatu model konseptual kurikulum dan rencana pengajaran. Curriculum Inquiry. Judul buku ini adalah intensionality in Education. Sekolah Menengah Pertama.Johnson. Kurikulum berkenaan dengan apa yang akan diajarkan. Dalam pengembangan tersebut diuraikan secara rinci bagaimana merumuskan tujuan. 1977. Albany. serta bidang-bidang kurikulum yang meliputi tiga fenomena. pakar kurikulum. dan juga guru-guru. Isi buku ini sangat berharga bagi para pakar pendidikan. 1979. dan dijelaskan pula bagaimana pengembangannya. politicalsocial. John I. Isi buku didasarkan atas hasil penelitian/pengalaman praktik selama lebih dari 20 tahun di Sekolah Dasar. serta sumbersumber kurikulum. dan isinya lebih banyak menyangkut kurikulum. The Study of Curriculum Practice. Pada bagian pertama tulisan ini. serta pengelolaannya. New York: Center for Curriculum Research and Services. Dipisahkan dengan tegas oleh penulis antara kurikulum dan pengajaran. evaluasi. Selanjutnya diuraikan juga rencana pengajaran. suatu judul yang bertemakan pendidikan. para perencana pengajaran. Tulisan ini membahas praktik pelaksanaan kurikulum di lapangan dengan tujuan membantu para teoretisi.

tetapi juga ada beberapa perbedaan pendapat. Pada bab ini akan diuraikan apa.BAB 2 TEORI KURIKULUM Dewasa ini berkembang suatu anggapan bahwa pendidikan bukan lagi merupakan suatu ilmu. Hal ini disebabkan oleh upaya pengembangan dan penyempurnaan pendidikan. pernyataan bersifat meramalkan (predictive statement). seperti yang dikemukakan Kaplan (1964. and unifying established laws. pernyataan dalam suatu teori bersifat memadukan (unifying statement). reflacing new ones as the situa. A. Pertama. And the reconstructed logic. Ketidaksepakatannya terletak pada karakteiistik pernyataan tersebut. dan bagaimana teori. Kesepakatan yang telah diterima secara umum. masa berlaku suatu kurikulum tidak bisa lama. Ketiga. khususnya kurikulum. and even more impor. criticizing. Karakteristik memadukan (unifying statement) banyak disetujui oleh para perumus teori. telah ada beberapa kesepakatan di antara para ahli. modify. khususnya pentingnya ilasar-dasar teoretis dalam pengembangan suatu kurikulum.tant.tion demands. Karena selalu menekankan pada hal-hal praktis itulah. Di antara sekian banyak pendapat yang berbeda. pernyataan tersebut berisi kaidah-kaidah umum (universal preposition). so as to allow us most effectivelly to bring to bear our reverfoice of habits. Kedua.ing . ada tiga kelompok karakteristik utama sistem pernyataan suatu teori. melainkan suatu teknologi. Perubahan atau penambahan isi kurikulum sering diadakan karena adanya kebutuhan-kebutuhan praktis. to modify habits or discard them together. theory will appear as the device for interpreting. 295). Apakah Teori Itu? Mengenai apakah teori itu. dibandingkan dengan dari penerapan teori-teori yang sudah mapan. mengapa. lebih banyak datang dari pengalaman praktik di sekolah. A theory is a way of making sense of a disturbing situation. bahwa teori merupakan suatu set atau sistem pernyataan (a set of statement) yang menjelaskan serangkaian hal. him. accordingly.

Menurut Rose. It involves synthesis and is directed to the formulation of propositions about universals. 52). concepts.. him. A theory may be defined as an integrated body of definitions. kita temukan dalam definisi teori Rose (1953. In its simplest form.. dan deduksi-deduksi logismatematis. Karakteristik ketiga yang dipandang sebagai ciri utama suatu teori adalah sifat prediktif (meramalkan). Teori harus mampu menjangkau ke depan. Definisi teori Abel umpamanya menunjukkan hal seperti itu. Hall dan Lindsay (1970. asumsi. 10): ".. a theory consists of generalizations intended to explain phenomena and that the generalizations must be predictive". 11) menekankan hal yang sama yaitu sifat unifying. assumptions and general prepositions covering a given subject matter from which a comprehensive and consistent set of specific and testable hypotheses can be deducted logically. a theory is a symbolic instruction designed to bring generalizable fact (or laws) into systematic connection.prise of discovering new and more powerful generalizations. or other type of generalizations. . a theory is set of conventions that should contain a cluster of relevant assumption systematically related to each other and a set of empirical definitions". variables). hlm. A general theory is built upon the facts discovered by means of the use of theorems and other conceptual models from empirical data and which have been expressed in the form of laws. karakteristik pernyataan (set of statement) tersebut meliputi definisi. Rumusan demikian dapat dilihat dalam definisi teori Travers (1960. him.. hlm. and b) a system of relationships among the units. Pendapat yang hampir sama juga dikemukakan oleh Snow (1973. bukan hanya menggambarkan apa adanya tetapi mampu meramalkan apa yang terjadi atas suatu hal. Karakteristik lain berupa kaidah-kaidah yang bersifat universal. correlations.78).them to fit data unanticipated in their formation. hipotesis. Dalam rumusan yang lebih kompleks. seperti mereka nyatakan bahwa ". and guiding the enter. It consist of a) a set of units (facts. dan kaidah-kaidah umum. teori ini juga menyangkut hukum-hukum.

Suatu rumusan yang lebih menyeluruh. kejadian yang diketahui. with the purpose of explaining and predicting phenomena". universal prepositions. dan predictive) kita temukan dalam definisi Kerlinger (1973. teori lain menjelaskan hal yang lebih luas. walaupun bersifat tentatif bahwa suatu teori lahir dari suatu proses. hlm.1 Suatu set kejadian yang terkandung dalam suatu teori . dan postulat. and prepositions that present a systematic view of phenomena by specifying relations among variables. Visualisasi hubungan antara bagian-bagian tersebut dapat dilihat pada bagan berikut. yang berbeda dengan yang lainnya. Set universal ini terbentuk oleh tiga bagian. Kejadian ini bisa sangat luas atau sangat sempit. Bagian kedua yang dinyatakan sebagai asumsi. hukum. yang mengandung tiga karakteristik utama suatu teori (unifying. 9). proposisi. definitions. Bagian pertama. Suatu kejadian yang dijelaskan oleh suatu teori menunjukkan suatu set yang universal. Suatu teori hanya menjelaskan hal yang terbatas. Bagman ketiga adalah bagian dari set universal atau bagian dari keseluruhan yang belum diketahui. atau prinsip. Dengan bermacam-macam rumusan teori itu diharapkan sampai pada suatu kesimpulan. A theory is a set of interelated constructs (concepts). Teori menjelaskan suatu kejadian. yang dinyatakan sebagai fakta. BAGAN 2.

istilah molekul dalam kimia. and theoretical terms. Yang ketiga adalah theoretical constructs. Pernyataan dapat menunjuk kepada faktafakta. Hal lain yang juga sangat penting dalam pekerjaan ilmuwan adalah pernyataan. juga penggunaannya sering amat terbatas hanya dalam teori atau konsep tertentu. General language terms merupakan istilah-istilah yang digunakan dalam ilmu pengetahuan atau bahasa secara umum. Key terms adalah istilah-istilah yang dapat didefinisikan secara operasional seperti pemecahan masalah. 15) membedakan adanya tiga kelompok istilah. Seperti halnya istilah. Secara hukum istilah-istilah tersebut sering diartikan sebagai berikut. yaitu "general language terms. Ia dituntut untuk menggunakan istilah dengan makna yang tepat dan konsisten. hipotesis. basic concepts. dan theoretical contructs". tetapi tidak dapat diketahui melalui pengamatan langsung. kebutuhan dalam pengajaran. proposisi. The basic concept merupakan istilah-istilah yang sangat dasar dan penting dalam menjelaskan suatu set kejadian. hlm. Theo. dan hukum. definisi. tetapi dalam hubungannya dengan key terms. Sering terdapat tumpang tindih atau pertukaran pengertian dari istilah-istilah tersebut. Suatu teori terdiri atas serangkaian pernyataan. konsep titik (point) dalam geometri. Contoh istilah minat. oleh karenanya perlu didefinisikan secara operasional. Beauchamp (1975. asumsi. dalil. Istilah-istilah tersebut tidak perlu didefinisikan secara operasional karena telah dikenal secara umum. Hal yang sangat penting dalam pekerjaan seorang ilmuwan adalah penggunaan istilah-istilah. teorem. istilah kurikulum dalam pendidikan. Gordon dan teman-temannya (1967) membagi istilahistilah yang digunakan dalam suatu teori atas tiga kelas: primitive terms.Tugas seorang teoretisi adalah merumuskan istilah-istilah dan pernyataan yang akan menjelaskan isi bagian-bagian dan hubungan di antara bagian-bagian tersebut. Definisi .retical terms dapat didefinisikan secara operasional. Fakta adalah suatu fenomena yang diketahui melalui pengamatan. Contohnya. postulat. yang merupakan istilah yang punya makna khusus dalam set kejadian yang akan dijelaskan suatu teori. key terms. Primitive terms tak dapat didefinisikan secara operasional. pernyataan pun ada pengkategoriannya. Sebagai contoh. di dalam pernyataan tersebut ada istilah-istilah. generalisasi.

postulat. hal itu disimpulkan dari hasil pengamatan atas sejumlah hubungan peristiwa. hlm. Khusus dalam penelitian Gawin (1963) mengemukakan fungsi teori sebagai: .. yang memberikan kondisi yang tidak berubah. Brodbeck (1963./ searcher to analyze data to make shorthand summarization or synopsis of data an relations. Melalui proses demikian mungkin terjadi di dalam suatu "set kejadian". "A theory nol only explains and predict. teorem. Hal itu mendorong pencarian dan pengkajian selanjutnya. 70) menambahkan fungsi lain. it also unifies phenomena". Teorem adalah suatu proposisi yang berasal dari pemikiran atau diturunkan dari aksioma. dan membuat prediksi. the theory help teioire. semua hukum dan interealasinya dapat dinyatakan dan teori itu telah berkembang menjadi hukum yang lebih tinggi. Aksioma atau postulat adalah suatu proposisi yang diterima sebagai suatu kebenaran. dan hukum-hukum merupakan bentuk-bentuk khusus proposisi. Hipotesis terbentuk oleh satu proposisi atau lebih untuk menjelaskan suatu set kejadian. generalisasi. Hukum adalah suatu proposisi yang sudah bersifat tetap. yaitu: . para ahli terus mencari dan menemukan hukum-hukum baru dan hubungan-hubungan baru di antara hukum-hukum tersebut. Para ahli teori mencari hubungan baru dangan menggabungkan beberapa "set kejadian" menjadi suatu "set kejadian yang baru yang lebih universal". Apakah fungsi teori? Minimal ada tiga fungsi teori yang sudah disepakati para ilmuwan yaitu.merupakan perumusan arti dalam bentuk pernyataan formal. Untuk tiga fungsi tersebut. aksioma. hlm. Proposisi merupakan suatu pernyataan formal yang memperkuat atau menolak keberadaan sesuatu hal tentang suatu subjek. (1) mendeskripsikan. Generalisasi adalah suatu proposisi yang memperkuat atau menegaskan kedudukan suatu anggota atau beberapa anggota kolas. untuk menemukan hukum-hukum baru dan hubungan baru dalam suatu teori baru. Mouly (1970. Dalam usaha mendeskripsikan. Hipotesis. menjelaskan.. 70-71) mengemukakan ciri-ciri suatu teori yang baik. dan (3) memprediksi. Fungsi yang lebih besar dari suatu leori adalah melahirkan teori baru. (2) menjelaskan. 1. and to suggest new thing to try out.

that theory is best which explains the most in the simplest form. 3. Keempat adalah informasi. melalui beberapa langkah. tetapi ada juga prediksi yang tetap sebagai prediksi. Kelima pembentukan model-model.pernyataan teoretis setelah pendefinisian dan pengklasifikasian. mengadakan induksi dan deduksi. Karena yang dicakup dengan teori sering menyangkut hal-hal yang sifatnya abstrak dan kompleks. Klasifikasi juga merupakan wugelompokan fakta dan generalisasi ke dalam kelompok-kelompok yang . Kedua. 4. Deduksi merupakan penurunan kaidah-kaidah khusus dari kaidah yang lebih umum. dan generalisasi dari hasil-hasil observasi. 2. Bagaimana proses pembentukan suatu teori atau bagaimana proses herteori berlangsung. teori juga berkembang melalui prediksi dan juga penelitian. Theories must be stated in simple terms. Ada prediksi yang dibuktikan dengan suatu penelitian. Pembentukkan suatu teori yang kompleks mungkin berpangkal dari inferensi-inferensi yaitu penyimpulan dari apa yang diamati. terutama berkenaan dengan kejelasan atau ketepatan penggunaan istilah yang telah didefinisikan. maka untuk . Inferensi ini mungkin ditarik melalui perumusan asumsi. hipotesis. Induksi dan deduksi merupakan dua proses penting di dalam mengembangkan pernyataan.mogen. A theoretical system must permit deduction which be tested empirically. klasifikasi yaitu pengelompokan informasi-informasi yang revan dengan kategori-kategori yang sejenis. A theory must be compatible both with observation and with previously validated theories. tetapi tidak menjelaskan interelasi antarkelompok atau interaksi fakta dengan generalisasi dalam suatu kelompok. Induksi merupakan proses penarikan kesimpulan yang lebih bersifat umum dari fakta-fakta atau hal-hal yang bersifat khusus. Sesuai dengan fungsi dari teori yaitu memberikan prediksi. Scientific theories must be based on empirical facts and relationships. Ketiga. pendefinisian istilah merupakan hal yang sangat penting berteori. dan penelitian. prediksi. Pertama.1.

Sebagai ilmu terapan. B. Suatu teori yang telah mapan dan komprehensif mendorong untuk terbentuknya sub-subteori. bimbingan-konseling. Susunan hierarki teori pendidikan dengan subteori dan teori yang memayunginya dapat dilihat pada Bagan 2. pembentukan subteori. Telah diuraikan sebelumnya bahwa ada dua kecenderungan perkembangan ilmu pendidikan. dan humanitas. Teori Pendidikan Pendidikan merupakan suatu ilmu terapan (applied science). penggambarannya masih tertangguhkan. seperti teori pendidikan Langeveld. dan sebagainya. Subteori ini cenderung memperluas lingkup dari suatu teori dan juga memberikan penyempurnaan. beberapa ahli menyatakan bahwa ilmu pendidikan merupakan ilmu yang "belum jelas". pengajaran. Model ini menggambarkan kejadian-kejadian serta interaksi antara kejadian.2. Keenam. penelitian empiris dalam praktik pendidikan. Kohnstam. hlm. Pertama.memberikan gambaran yang lebih konkret dan sederhana dibuat model-model. tetapi perkembangannya pertama-tama dimulai pada sub-subteorinya. Skinner. Teori-teori pendidikan yang ada lebih menggambarkan pandangan filosofis. perkembangan teori pendidikan berasal dari pemikiranpemikiran filosofis-teoretis. Yang menjadi subteori dari teori pendidikan adalah teori-teori dalam kurikulum. Masih memerlukan waktu yang cukup lama untuk menampilkan dengan jelas teori pendidikan ini. Hal itu diperkuat oleh kenyataan bahwa cukup sulit untuk dapat merumuskan teori pendidikan. evaluasi. psikologi. 34). Boyles (1959) menyatakan bahwa teori pendidikan di Amerika Serikat berada dalam a state of suspended animation. yaitu terapan dari ilmu atau disiplin lain terutama filsafat. perkembangan yang bermilai teoretis yang merupakan pengkajian masalah-masalah pendidikan dari sudut . Dengan latar belakang seperti itu. dan sebagainya. dan administrasi pendidikan. sosiologi. Menurut Beauchamp (1975. teori pendidikan akan atau dapat berkembang. atau lebih menekankan pada pengajaran seperti teori Gagne.

Keduanya dapat ding membantu. Mengenai perbedaan antara teori dengan praktik. seperti filsafat. tidak selalu terjadi hal yang demikian. dan lain-lain. 1975. dan memperkaya. melengkapi. The world of practicality is built around clusters of specific events. sekalipun tidak banyak dilandasi oleh teori-teori yang kuat.2 Susunan hierarki teori pendidikan dan kurikulum pandang ilmu lain. Anima teori dengan praktik memang terdapat perbedaan. Kedua. Hanya sedikit hasil-hasil pengkajian leoretis yang diterapkan para pelaksana pendidikan. tidak ada praktik yang baik tanpa teori yang mapan.BAGAN 2. Sebagai contoh. sebab seharusnya praktik dilandasi oleh teori. him. Seharusnya tidak terjadi hal yang demikian. hampir tidak ada yang melaksanakanIlya secara penuh. . kecuali beberapa prinsip utamanya. beauchamp menjelaskan: Theory by its nature is impractical. psikologi. tetapi keduanya ingat berkaitan erat. The world of theory derives from generalization law a axiomes and theorems explaining specific events and the relationships among them (Beauchamp. Dalam kenyataan. 35). itu pun dengan keberapa modifikasi. teori IT Rousseau yang menekankan pendidikan alam dengan peranan anak sebagai subjek yang penuh potensi. perkembangan ilmu pendidikan dari praktik pendidikan. Sebaliknya para pendidik di lapangan melaksanakan praktik pendidikan yang lebih didasarkan atas kebutuhan kebutuhan prakt is.

esensialisme. filsafat mempunyai hubungan yang erat dengan ilmu pendidikan dan teori pendidikan. juga sebagai teori pendidikan. Mendidik atau pendidikan berkenaan dengan perbuatanperbuatan yang tidak lepas dari nilai. John Dewey seorang ahli filsafat pendidikan progresif. dikemukakan pandangan filosofisnya tentang peranan sekolah (pendidikan).Walaupun terdapat perbedaan. Beberapa aliran filsafat pendidikan menggambarkan kedudukannya. dan sumber-sumber nilai. Teori pendidikan selalu menyangkut tentang teori nilai. perenialisme. Sebagai ilmu dari segala ilmu. juga dari proposisiproposisi tersebut hubungan antara beberapa hal dirumuskan. Filsafat mempunyai hubungan yang sangat erat dengan teori pendidikan. Kebanyakan teori pendidikan yang ada. tentang nilai. Teori deskriptif terdiri atas serangkaian rencana kegiatan atau proposisi mengenai sesuatu kerangka masalah. Dari proposisi-proposisi tersebut diturunkan secara deduktif informasi. kalau tidak berlandaskan psikologi maka bersumber pada filsafat. Ada dua kategori teori yaitu teori deskriptif dan preskriptif. Teori deskriptif terdiri atas serangkaian proposisi yang berinterelasi secara logis. pragmatisme dari Mc. Filsafat khususnya filsafat pendidikan memberikan pedoman bagi perumusan aspek-aspek pendidikan. etika. keduanya tidak dapat dipisahkan. seperti dalam filsafat pendidikan realisme dari Borudy. dan eksistensialisme. umpamanya menyatakan bahwa filsafat merupakan teori umum dari pendidikan.informasi baru. ten tang hakikat pengetahuan. Antara keduanya tidak dapat dipisah-pisahkan. yang keduanya merupakan bahasan dari bidang filsafat. . Murray. Teori menjadi pedoman bagi praktik dan praktik memberi umpan balik bagi pengembangan teori. tentang manusia. sedangkan pengembangan teori preskriptif berhubungan dengan pendekatan atau teknik-teknik filosofis (techniques of philosophy). rekonstruksionalisme. idealisme dari Butler. Pengembangan teori deskriptif berhubungan dengan pendekatan ilmiah (scientific approach). atau dengan kata lain perbuatan mendidik selalu menyangkut nilai. Dalam semua aliran filsafat ini. Pratte menegaskan hubungan antara filsafat dengan teori pendidikan di dalam uraiannya tentang teori pendidikan modern yaitu pendidikan progresif (eksperimentalisme).

Keenam teori tersebut dapat dilihat pada Bagan 2. Harry S. Brouner mengidentifikasi enam teori pendidikan yang berkembang di merika Serikat pada tahun 1960-an. 1960. Broudy menyatakan perlunya suatu teori pendidikan yang utuh yang membentuk satu kesatuan. hlm.mikiran filosofis atau teori preskriptif.Hugh C. A unified theory must be judicious about the latest development in learning theory and teaching technology. juga dikembangkan melalui ponglojfisn pengkajian ilmiah (teori deskriptif). sedangkan teori proses belajar mengutamakan proses belajar. Teori pendidikan bukan saja berkembang melalui pemikiran p. dan teori proses belajar. for differences in ability and bent (Broudy. c. Teori pendidikan yang demikian sangat diperlukan mengingat hal-hal sebagai berikut. a. teori progresif. dibahas hvherapa makalah yang menguraikan apakah pendidikan merupakan BAGAN 2. and self development. Black dalam bukunya A Four fold Classification of Educational Theories (1966) mengemukakan empat teori pendidikan. 24). vocation. A unified theory has to provide for general and special education. Teori hasil belajar sesuai dengan namanya mengutamakan hasil. The present and projected kinds of knowledge and personality traits required for citizenship. b. dalam teori ini anak menempati kedudukan sentral dalam pendidikan.3 Enam teori pendidikan (menurut Brouner) . yaitu teori tradisional.3. teori progresif memandang pendidikan sebagai penggali potensi anak-anak. teori hasil belajar. Dalam simposium di Universitas John Hopkins tahun 1961. Teori tradisional menekankan fungsi pendidikan sebagai pemelihara dan penerus warisan budaya.

sebagai bahan dan alat untuk mempelajari dan mengembangkannya.. la menolak pandangan bahwa pendidikan hanyalah aplikasi dari disiplin-disiplin lain. dikembangkan. Pendidikan hanyalah suatu profesi. Prinsip-prinsip dan prosedur analisis dari model-model pendidikan. bagaimana penerapannya dalam berbagai tingkat sekolah dan berbagai jenis mata pelajaran. Studi tentang fungsi dari model-model yang ada. studi tentang pendidikan mencakup hal-hal sebagai berikut: 1. saat. memandang pendidikan merupakan aplikasi dari berbagai disiplin. Pendidikan adalah suatu bidang studi (suatu disiplin) dalam bidangnya. Studi lebih mendalam tentang variasi model. . Menurut Beth. Sejarah tentang teori dan model-model pendidikan 2. March Beth dalam buku Education as a Discipline (1965) menegaskan bahwa pendidikan adalah suatu disiplin. makalah lainnya menyangkalnya. 3. Lebih jauh berisi kajian tentang modelmodel yang cocok pada suatu tempat.suatu disiplin ilmu atau bukan? Beberapa makalah mengakui pendidikan sebagai disiplin ilmu. digunakan. 4. serta syarat-syarat yang diperlukan bagi pelaksanaan model tersebut. Mereka yang menyangkal. yang ditandai sejumlah pelayanan yang diberikannya. dan disusun kembali. Studi tentang pendidikan merupakan suatu kajian tentang bagaimana cara atau model-model inkuiri disusun.

teori-teori pendidikan dikembangkan. generalisasi.5. penggunaan. Pelaksanaan model sesuai dengan kondisi waktu. Bahan kajian dari teori kurikulum adalah hal-hal yang berkaitan dengan renentuan keputusan. pengajaran. penggunaan dan evaluasi kurikulum. makna tersebut Irryndi karena adanya penegasan hubungan antara unsur-unsur kurikulum. Dalam bidang studi tersebut. dan lain-lain. yaitu sebagai suatu perangkat pernyataan yang rnemberikan makna terhadap kurikulum sekolah. maka dapatlah dirumuskan tentang teori kurikulum. Beauchamp (175. asumsi-asunro hipotesis. Isi rumusan-rumusan tersebut ditentukan oleh lingkup dari rentetan kejadian yang dicakup. serta fasilitas yang ada. kurikulum. pendidikan tetap merupakan suatu bidang studi. atau teorem-teorem. jumlah pengetahuan empiris yang ada. C. dan administrasi pendidikan. Kalau konsep-konsep itu diterapkan dalam kurikulum. evaluasi kurikulum. pengembangan. 43) menyatakan bahwa Irrespective of label. dan tingkat keluasan_ dan kedalaman teori dan penelitian di sekitar kejadian-kejadian tersebut. kemampuan para pelaksana. penyuluhan. perencanaan. yang disusun sedemikian rupa sehingga memberikan makna yang fungsional terhadap serangkaian kejadian. Perangkat pernyataan tersebut dirumuskan dalam bentuk definisi deskriptif atau fungsional. karena allanya petunjuk perkembangan. suatu konstruksi fungsional. . Terlepas dari apakah pendidikan merupakan suatu disiplin ilmu atau bukan. evidence mounts that education is sufficiently mature to become an organized field of study. yaitu bimbingan clan konseling. evaluasi. hukum. Pengembangan teori pendidikan menjadi semakin besar dan pesat dengan berkembangnya sub-subteori pendidikan. hlm. Teori Kurikulum Telah diuraikan sebelumnya bahwa teori merupakan suatu perangkat pernyataan yang bertalian satu sama lain.

kegiatan belajar-mengajar. suatu kurikulum. Sistem kurikulum merupakan bagian dari sistem persekolahan. suatu kabupaten. propinsi. adalah kurikulum sebagai suatu sistem. Suatu kurikulum juga dapat digambarkan sebagai dokumen tertulis sebagai hasil persetujuan bersama antara para penyusun kurikulum dan pemegang kebijaksanaan pendidikan dengan masyarakat. mengevaluasi. Konsep ketiga. (3) melakukan penelitian inferensial dan prediktif. kurikulum sebagai substansi. dan evaluasi. melaksanakan. Konsep kurikulum Konsep terpenting yang perlu mendapatkan penjelasan dalam teori kurikulum adalah konsep kurikulum. kurikulum sebagai suatu substansi. dan prosedur kerja bagaimana cara me nyusun suatu kurikulum. yaitu sistem kurikulum. suatu sekolah. bahan ajar. bahkan sistem masyarakat. (4) mengembangkan subsubteori kurikulum. dan menyem. Tujuan kurikulum sebagai bidang studi adalah mengembangkan ilmu tentang kurikulum dan sistem kurikulum. sistem pendidikan. Mereka yang mendalami bidang kurikulum mempelajari konsep-konsep dasar tentang kurikulum. Seperti halnya para ahli ilmu sosial lainnya. (2) mengadakan klasifikasi tentang pengetahuan yang telah ada dalam pengetahuan-pengetahuan baru. Suatu sistem kurikulum mencakup struktur personalia. jadwal. mereka menemukan hal-hal baru yang dapat memperkaya dan memperkuat bidang studi kurikulum. atau sebagai suatu perangkat tujuan yang ingin dicapai.purnakannya. mengembangkan dan . Melalui studi kepustakaan dan berbagai kegiatan penelitian dan percobaan. Hasil dari suatu sistem kurikulum adalah tersusunnya suatu kurikulum. Suatu kurikulum juga dapat mencakup lingkup tertentu. kurikulum sebagai suatu bidang studi yaitu bidang studi kurikulum. Konsep pertama. para ahli teori kurikulum juga dituntut untuk: (1) mengembangkan definisi-definisi deskriptif dan preskriptif dari istilah-istilah teknis.1. Ini merupakan bidang kajian para ahli kurikulum dan ahli pendidikan dan pengajaran. Ada tiga konsep tentang kurikulum. Konsep kedua. ataupun seluruh negara. dan fungsi dari sistem kurikulum adalah bagaimana memelihara kurikulum agar tetap dinamis. dan sebagai bidang studi. sebagai sistem. Suatu kurikulum juga dapat menunjuk kepada suatu dokumen yang berisi rumusan tentang tujuan. dipandang orang sebagai suatu rencana kegiatan belajar bagi murid-murid di sekolah.

sikap. kebiasaan. Pendidikan berupaya mempersiapkan kecakapan-kecakapan tersebut dengan teliti dan sempurna. sebagai sistem. maupun bidang studi kurikulum dapat bertahan dan dikembangkan. Kehidupan manusia meskipun berbeda-beda pada dasarnya sama. keterampilan.melaksanakan model-model kurikulum. Setiap tingkatan dan lingkungan kehidupan menuntut penguasaan pengetahuan. Charlters (1923) setuju dengan konsep Bobbit tentang analisis kecakapan/pekerjaan sebagai dasar penyusunan kurikulum. 2. Perkernbangan teori kurikulum Perkembangan teori kurikulum tidak dapat dilepaskan dari sejarah perkembangannya. Ada dua hal yang sama dari teori kurikulum. Kecakapan-kecakapan yang harus dikuasai untuk dapat terjun dalam kehidupan sangat bermacam-macam. Hal-hal itu merupakan tujuan kurikulum. Keempat tuntutan tersebut menjadi kewajiban seorang ahli teori kurikulum. Pertama. Seluruh tujuan beserta pengalamanpengalaman tersebut itulah yang menjadi bahan kajian teori kurikulum. Perkembangan kurikulum telah dimulai pada tahun 1890 dengan tulisan Charles dan McMurry. Menurut Bobbit. terbentuk oleh sejumah kecakapan pekerjaan. Melalui pencapaian keempat hal tersebut baik sebagai subtansi. apresiasi tertentu. Char ters lebih menekankan pada pendidikan vokasional. bergantung pada tingkatannya maupun jenis lingkungan. teori Bobbit dan Charters. Bobbit adalah orang pertama yang mengadakan analisis kecakapan atau pekerjaan sebagai cara penentuan keputusan dalam penyusunan kurikulum. Dalam hal ini mereka dipengaruhi oleh gerakan . tetapi secara definitif berawal pada hasil karya Franklin Babbit tahun 1918. Dia jugalah yang menggunakan pendekatan ilmiah dalam mengidentifikasi kecakapan pekerjaan dan kehidupan orang dewasa sebagai dasar pengembangan kurikulum. keduanya setuju atas penggunaan teknik ilmiah dalam memecahkan masalah-masalah kurikulum. Bobbit sering dipandang sebagai ahli kurikulum yang pertama. inti teori kurikulum itu sederhana. Werrett W. yaitu kehidupan manusia. Untuk mencapai hal-hal itu ada serentetan pengalaman yang harus dikuasai anak. ia perintis pengembangan praktik kurikulum.

dan lain-lain. pengetatitian. Charles Judd. Anak menjadi pusat perhatian Isi kurikulum harus didasarkan atas minat dan kebutuhan alswa. Bertolak pada hal-hal tersebut mereka itionyusun kurikulum secara lengkap dalam bentuk yang sistematis. . Mulai tahun 1920. siswa belajar nu lalui pengalaman.11111muskan tiga tugas utama teori kurikulum: (1) mengidentifikasi Nin~. sikap. menentukan struktur dari penyusunan kurikulum. Sebagai hasil diskusi tersebut 4. menilai hasil. (3) Monoirt atau meramalkan pendekatan-pendekatan pada masa yang akan dittoing untuk memecahkan masalah tersebut. nilai. Penyusunan kurikulum harus melibatkan siswa. Dalam pengembangan kurikulumnya. perlu analisis tentang tugas-tugas dan tuntutan dalam kurikulum disusun keterampilan. karena pengaruh pendidikan progresif. Ism dalam menentukan kurikulum. (2) menentukan hubungan antara Malin tersebut dengan struktur yang mendukungnya. Caswell menekankan pada partisipasi guru-guru. memilih isi. Virginia).rIah masalah penting yang muncul dalam pengembangan kurikulum tirui konsep-konsep yang mendasarinya. Thorndike. Pendidikan menekankan kepada aktivitas siswa. Teori kuri ulum k berubah dari yang menekankan pada organisasi isi yang diarahkan pada kehidupan sebagai orang dewasa (Bobbit dan Charters) kepada kl‡hidupan psikologis anak pada saat ini. dan sebagainya. Kedua. keduanya bertolak pada asumsi bahwa sekolah berfungsi mempersiapkan anak bagi kehidupan sebagai drang dewasa. Ida. Dalam peranannya sebagai ketua divisi pengembang kurikulum beberapa negara bagian di Amerika Serikat (Tennessee. Alabama. kurikulum. dalam merumuskan pengertian dalam merumuskan tujuan.. Perkembangan teori kurikulum selanjutnya dibawakan oleh Hollis I swell. Untuk mencapai hal tersebut. dan lain-lain yang diperlukan untuk dapat berpartisipasi dalam kehidupan orang dewasa. berkembang gerakan pendidikan yang berpusat pada anak (child centered). ia mengembangkan konsep kurikulum yang berpusat pada masyarakat atau pekerjaan (society centered) maka Caswell mengembangkan kurikulum yang bersifat interaktif.ilmiah dalam pendidikan yang dipelopori oleh El. menentukan kegiatan belajar. Pada tahun 1947 di Univeristas Chicago berlangsung diskusi besar ri lama tentang teori kurikulum.

Othanel Smith menguraikan peranan filsafat dalam pengembangan teori kurikulum yang bersifat ilmiah. teori kurikulum secara konseptual berhubungan erat dengan pengembangan teori dalam ilmu-ilmu lain. pengajaran (instruction). Hal-hal yang penting dalam pengembangan teori kurikulum adalah penggunaan istilah-istilah teknis yang tepat dan konsisten. Bagaimana mengorganisasikan pengalaman pendidikan tersebut secara efektif? 4. analisis dan klasifikasi pengetahuan. Menurut Smith. Ada empat sistem dalam persekolahan yaitu kurikulum. Interaksi dari empat sistem ini dapat digambarkan dengan suatu diagram Venn. sebagai prinsip-prinsip yang menjadi pegangan dalam menjelaskan fenomena kurikulum. dan belajar. Menurut Beauchamp. Dalam konferensi nasional perhimpunan pengembang dan pengawas kurikulum tahun 1963 dibahas dua makalah penting dari George A. Tujuan pendidikan yang manakah yang ingin dicapai oleh sekolah? 2. mengajar (teaching). penggunaan penelitianpenelitian prediktif untuk menambah konsep. dan (3) perumusan bahasa khusus kurikulum. Beauchamp dan Othanel Smith. (2) memilih dan menyusun bahan. Bagaimana kita menentukan bahwa tujuan tersebut telah tercapai? Empat pertanyaan pokok tentang kurikulum dari Tylor ini banyak dipakai oleh para pengembangan kurikulum berikutnya. ada tiga sumbangan utama filsafat terhadap teori kurikulum. generalisasi atau kaidahkaidah. James B. Penggunaan model sistem juga dapat . yaitu dalam (1) merumuskan dan mempertimbangkan tujuan pendidikan. Pengalaman pendidikan yang bagaimanakah yang harus disediakan untuk mencapai tujuan tersebut? 3. Melihat kurikulum sebagai suatu sistem dalam sistem yang lebih besar yaitu persekolahan dapat memperjelas pemikiran tentang konsep kurikulum. Beauchamp menganalisis pendekatan ilmiah tentang tugas-tugas pengembangan teori dalam kurikulum.Ralph W. Dalam makalah kedua. MacDonald (1964) melihat teori kurikulum dari model sistem. Tylor (1949) mengemukakan empat pertanyaan pokok yang menjadi inti kajian kurikulum: 1.

membantu para ahli teori kurikulum rnenentukan jenis dan lingkup konseptualisasi yang diperlukan dalam teori kurikulum.4 Skema persekolahan dari Broudy. (3) unit analisk (Ian unsur unsurnya. Topik dan subtopik dari pertanyaan ini menunjukkan fenomena-fenomena kurikulum Pertanyaan-pertanyaan itu menyangkut: (1) pertanyaan umum tentang fenomena kurikulum. Smith. evaluasi dan penelitian. Thomas L. Faix (1966) menggunakan analisis struktural-fungsional yang berasal dari biologi. (2) sistem kurikulum. sosiologi. desain kurikulum. Beauchamp merangkumkan perkembangan teori kurikulum antara tahun 1960 sampai dengan 1965. Skema persekolahan dari Broudy dan kawan kawannya dapat dilihat pada Bagan 2. dan pengembangan teori. yaitu: landasan kurikulum. (4) struktur sistem kurikulum. dan antropologi untuk menjelaskan konsep kurikulum.4. Fungsi kurikulum dilukiskan sebagai proses bagaimana memelihara dan mengembangkan strukturnya. rekayasa kurikulum. dan Bunett. (5) Fungsi sistem kurikulum. CURRICULUM Content Facts Concept Desriptive Principles Categories of instruction Symbolic studies Basic Sciences Developmental studies Testhetics studies Students Learnings: Cognitive maps Evaluational maps Modes of Teaching Situational Modes Operational Modes . (6) proses kurikulum (7) prosedur analisis structural fungsional. BAGAN 2. Ia mengidentifikasi adanya enam komponen kurikulum sebagai bidang studi. Ada sejumlah pertanyaan yang diajukan dalam analisis struktural-fungsional ini. dan Burnett (1964) menjelaskan masalah persekolahan dalam suatu skema yang menggambarkan komponen-komponen dari keseluruhan proses mempengaruhi anak. isi kurikulum. Smith. Broudy.

Teori kurikulum yaluasional mengkaji masalah-masalah pengajaran apa yang berguna/ berharga bagi keadaan sekarang. Mauritz Johnson (1967) membedakan antara kurikulum dengan proses pengembangan kurikulum. tetapi ia telah berhasil menunjukkan sejumlah dimensi kurikulum yang cukup berharga untuk menjelaskan teori kurikulum. Maccia (1965) dari hasil analisisnya menyimpulkan adanya empat teori kurikulum. teori kurikulum merupakan subteori pengajaran. yaitu: (1) teori kurikulum (curriculum theory). Kurikulum merupakan hasil dari sistem . kurikulum merupakan bagian dari pengajaran. dan (4) teori kurikulum praksiologi (praxiological curriculum theory). Teori kurikulum formal memusatkan perhatiannya pada struktur isi kurikulum. (2) teori kurikulum-formal (formal-curriculum theory). kita tidak setuju dengan seluruh pendapat Maccia. Teori kurikulum (curriculum Theory atau event theory) merupakan teori yang menguraikan pemilihan dan pemisahan kejadian/peristiwa kurikulum atau yang berhubungan dengan kurikulum dan yang bukan. Menurut Maccia.Attitudes and values systems Associative meanings and images Intellectual Operations Excecutive Operations Assessment system: Examinations Tests: Essay-Objective Teacher Judgements Self evaluation Self inventory" Alizabeth S. Teori kurikulum praksiologi merupakan suatu pengkajian tentang proses untuk mencapai tujuantujuan kurikulum. Walaupun mungkin. (3) teori kurikulum valuasional (valuational curriculum theory).

Definisi di sini bukan sekadar definisi istilah. Studi kurikulum menurut Frymier meliputi tiga langkah: perencanaan. sumber-sumber kebijaksanaan kurikulum. apakah kurikulum merupakan suatu konsep dalam sistem persekolahan? Apakah kurikulum mencakup mengajar dan pengajaran? Sampai sejauh mana kegiatan belajar siswa menjadi bagian kurikulum? Apakah ruang lingkup kurikulum sebagai bidang studi? Beberapa pertanyaan yang lebih khusus. umpamanya apakah kurikulum harus memiliki serangkaian tujuan khusus? Apakah kurikulum perlu memiliki sejumlah materi untuk mencapai . Beberapa pertanyaan umum tentang karakteristik kurikulum sebagai bidang studi yang perlu didefinisikan umpamanya. Aktor adalah orang-orang yang terlibat dalam pelaksanaan kurikulum. yaitu definisi kurikulum. tetapi sistem pengembangan bukan kurikulum. Semua rumusan teori kurikulum diawali dengan definisi. Selection is an essential aspect of curriculum formulation. Berdasarkan rumusan kurikulum tersebut. Pelaksanaan adalah proses interaksi antara aktor yang melibatkan artifak. 4. Jadi. kurikulum merupakan seperangkat tujuan belajar yang terstruktur. 6. pelaksanaan. yaitu aktor. isi dan ruang lingkup. Structure is an essential charactistic of curriculum. Johnson menganalisis enam unsur kurikulum. yaitu: 1. Frymier (1967) mengemukakan tiga unsur dasar kurikulum. dan pelaksanaan. peranan nilai dalam pengembangan kurikulum. melainkan definisi konsep. Curriculum evaluation involeves validation of both selection and structure. pengalaman belajar anak menjadi bagian dari pengajaran.pengembangan kurikulum. Menurut Johnson. 3. artifak. Jack R. Curriculum is the criterion for instructional evaluation. serta struktur. dan implikasi teori kurikulum. A curriculum is a structured series of intended learning out comes. kurikulum berkenaan dengan tujuan dan bukan dengan kegiatan. desain kurikulum. Ada beberapa masalah atau isu substansial dalam pembahasan tentang teori kurikulum. yang lebih berkenaan dengan karakteristik desain kurikulum. rekayasa kurikulum. Artifak adalah isi dan rancangan kurikulum. 2. dan evaluasi. Curriculum guide instruction 5.

Beauchamp menegaskan bahwa nilai dapat merupakan sumber penentuan . dan turut menciptakan budaya. ada pengembangan kurikulum bertolak dari . yang belajar adalah anak. hidup dalam Iingkungan budaya. Karena sekolah mempersiapkan anak bagi kehidupan orang dewasa. perkembangan serta minat siswa. dan lain-lain. kita mengetahui beberapa hal yang menjadi sumber atau landasan inti penyusunan kurikulum. Hal lain yang menjadi sumber penyusunan kurikulum adalah nilai nilai. Untuk dapat hidup dalam Iingkungan budaya. bendabenda. Para pengembang kurikulum mendasarkan kurikulumnya atas hasil analisis pekerjaan dan kehidupan orang dewasa. Ada tiga pendekatan terhadap anak sebagai sumber kurikulum. dan evaluasi kurikulum? 1. Pendidikan atau pengajaran I iiikan memberikan sesuatu pada anak.sernua unsur kebudayaan. ia harus mempelajari budaya. pelaksanaan. perilaku. Beberapa pengembang kurikulum mendasarkan penentuan kurikulum kepada pengalaman-pengalaman penyusunan kurikulum yang lalu. Dalam pendidikan *Wm pengajaran. serta hal hal yang diminati siswa.hutuhan-kebutuhan siswa. Manusia adalah makhluk yang berbudaya. ia menjadi sumber kurikulum. melainkan menumbuhkan potensipolensi yang telah ada pada anak. Dalam pengembangan selanjutnya. itilai-nilai adat-istiadat.tujuan-tujuan tersebut? Apakah kurikulum perlu mengadakan rumusan yang lebih spesifik tentang rencana dan bahan pengajaran? Apakah perlu ada spesifika4i tentang makna perencanaan. Sumber Pengembangan Kurikulum Dari kajian sejarah kurikulum. Pengembangan kurikulum pertama bertolak dari kehidupan dan pekerjaan orang dewasa. maka budaya menjadi sumber utama isi kurikulum. sumber ini menjadi luas meliputi .einua disiplin ilmu yang telah ditemukan dan dikembangkan para pakar. tingkat-tingkat perkembangan siswa. yaitu kebutuhan siswa. kurikulum terutama isi kurikulum diambil dari kehidupan orang dewasa. Jadi. Anak menjadi sumber kegiatan pengajaran. Sumber lain penyusunan kurikulum adalah anak. Budaya ini mencakup . Pengalaman pengembangan kurikulum yang lalu menjadi sumber penyusunan kurikulum kemudian..

yaitu desain kurikulum (curriculum design) dan rekayasa kurikulum (curriculum engineering). . 2. Pada pendidikan dasar dan menengah. ada dua dimensi penting. berdasarkan garis-garis besar tujuan tersebut desain kurikulum disusun. Dalam desain kurikulum akan tergambar unsur-unsur dari kurikulum. yaitu: (1) kurikulum merupakan dokumen tertulis. serta proses belajar yang akan diikuti siswa pada berbagai tahap perkembangan pendidikan. prinsipprinsip pengorganisasian. serta hal-hal yang diperlukan dalam pelaksanaannya. Menurut Beauchamp. hubungan antara satu unsur dengan unsur lainnya. isi. Terakhir yang menjadi sumber penentuan kurikulum adalah kekuasaan sosial-politik. yaitu (1) substansi. (2) berisi garis-garis besar rumusan tujuan. (2) model pengorganisasian dan bagian-bagian kurikulum terutama organisasi dan proses pengajaran. sedangkan pada perguruan tinggi rektor diberi kekuasaan untuk menentukan kebijaksanaan-kebijaksanaan dalam penyusunan kurikulum. Desain kurikulum merupakan suatu pengorganisasian tujuan. kurikulum mempunyai tiga karakteristik. Pertanyaan pertama yang muncul dalam kurikulum yang berdasarkan nilai adalah: Apakah yang harus diajarkan di sekolah? Ini merupakan pertanyaan tentang nilai. Desain dan Rekayasa Kurikulum Telah diutarakan sebelumnya bahwa ada dua subteori dari teori kurikulum.politik dalam penentuan kurikulum adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang dalam pelaksanaannya dilimpahkan kepada Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah serta Dirjen Pendidikan Tinggi bekerja sama dengan Balitbangdikbud. unsur-unsur serta organisasi dari dokumen tertulis kurikulum. dengan materi tersebut tujuantujuan kurikulum dapat dicapai. Dalam desain kurikulum. Di Amerika Serikat pemegang kekuasaan sosial-politik yang menentukan kebijaksanaan dalam kurikulum adalah board of education lokal yang mewakili negara bagian. Di Indonesia. kekuasaan penyusunan kurikulum sepenuhnya ada pada pusat. (3) isi atau materi ajar.keputusan yang dinamis. pemegang kekuasaan sosial. Nilai-nilai apakah yang harus diberikan dalam pelaksanaan kurikulum? Nilai-nilai apa yang digunakan sebagai kriteria penentuan kurikulum dan pelaksanaan kurikulum.

ketentuan-ketentuan tentang bagaimana penggunaan kurikulum. 2. serta bagaimana mengadakan penyemprunaan-penyempurnaan berdasarkan masukan dari pengalaman. 3. . Juga mereka memberi tugas dan tanggung jawab menyusun dan mengembangkan berbagai bentuk pedoman dan petunjuk pelaksanaan kurikulum. Setiap teori kurikulum harus dimulai dengan perumusan (definisi) tentang rangkaian kejadian yang dicakupnya. Para pengelola di daerah dan sekolah berperan melaksanakan dan mengawasi pelaksanaan kurikulum Seluruh sistem rekayasa kurikulum menurut Beauchamp mencakup lima hal. Setiap teori kurikulum perlu menjelaskan karakteristik dari desain kurikulumnya. dan (5) tugas-tugas dan prosedur evaluasi kurikulum. Pengelola kurikulum di sekolah terdiri atas para pengawas/periilik dan kepala sekolah. para pejabat pusat tersebut merancang. Pertama. 82) mengemukakan lima prinsip dalam pengembangan teori kurikulum. (4) tugas-tugas dan prosedur implementasi kurikulum. mengembangkan. upaya-upaya yang perlu dilakukan para pengelola kurikuluin agar kurikulum dayat berfungsi sebaik-baiknya. baik bentuk desainnya maupun sistem pelaksanaannya. sedangkan pada tingkat pusat adalah Kepala Pusat Pengembangan Kurikulum BaLitbang Dikbud dan para Kasubdit/Kepala Bagian Kurikulum di Direktorat. yaitu: 1. Dari semua uraian tentang hal-hal yang berkaitan dengan teori kurikulum. Rekayasa kurikulum berkenaan dengan bagaimana proses memfungsi an k kurikulum di sekolah.Ada dua hal yang perlu ditambahkan dalam desain kurikulum. (2) keterlibatan orang-orang dalam proses kurikulum. Setiap teori kurikulum harus mempunyai kejelasan tentang nilai-nilai dan sumber-sumber pangkal tolaknya. (3) tugas-tugas dan prosedur perencanaan kurikulum. yaitu 1) arena atau lingkup tempat dilaksanakannya berbagai proses rekayasa kurikulum. dan mengadakan penyempurnaan kurikulum. Dengan menerima pelimpahan wewenang dari Menteri atau Dirjen. Beauchamp (hlm. Kedua kurikulum itu dievaluasi.

Peter and Lawton. Setiap teori kurikulum harus menggambarkan proses-proses penentuan kurikulumnya serta interaksi di antara proses tersebut. Bagian selanjutnya menguraikan suatu analisis tentang isu -isu teoretis. 1978. Denis. D. Setiap teori kurikulum hendaknya menyiapkan diri bagi proses penyempurnaannya. 5. Curriculum Change in the Nineteenth and Twentieth Centuries. Yang dibahas dalam buku ini adalah perubahan-perubahan besar yang terjadi dalam kurikuldm selama abad ke-19 dan ke-20. Buku Acuan Beauchamp. Wilmettee.4. yang dibahas dalam buku ini adalah suatu teori kurikulum. Teori pendidikan mempengaruhi penentuan isi maupun proses pengajaran. Edisi ini merupakan hasil penyempurnaan atas dua edisi sebelumnya. ahli pendidikan. begitupun para praktisi juga dapat mengambil manfaatnya. revolusi industri. clan perubahan ideologi dari elitisme pada . problema dan alternatif pemecahan problema dalam pengembangan kurikulum. teori kurikulum. Perubahan kurikulum dilatarbelakangi oleh perubahan atau perkembangan teori pendidikan yang mendasarinya. George A. perpaduan antara pengetahuan-humanisme-agama. teori dalam pendidikan. Bagian terakhir mengemukakan teori kurikulum hasil pengembangan/pemikiran penulis sendiri. Sesuai dengan judulnya. Bagian pertama membahas teori kurikulum yang merupakan subteori dari pendidikan: teori kurikulum sebagai masalah pendidikan. terutama . dengan berpegang atas hasil-hasil penelitian. Curriculum Theory. dan perencana pengajaran. 1975. Karena Jebih banyak menguraikan kurikulum secara teoritis maka sumbangan buku ini terutama dirasakan oleh para ahli kurikulum. Buku ini merupakan edisi ketiga. serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. London: Hodder and Stoughton. Perubahan kurikulum dipengaruhi oleh perkembangan masyarakat yang dilatarbelakangi oleh perkembangan ilmu dan teknologi. Illinois: The KAGG Press.difokuskan pada kurikulum sebagai bidang studi dari teori kurikulum. Gordon. Seluruh isi buku ini terbagi atas tiga bagian. pembentukan teori.

Ketiga hal itu didukung oleh hasil penelitian dari delapan eksperimen tentang perkembangan konsep diagonal anak usia 3 sampai dengan 6 tahun. a!. et. Columbia University. yang memungkinkan berpikir dan berbuat yang leluasa. Juga yang berperanan besar terhadap perubahan kurikulum adalah pemerintah dan kelompok. Bullough Jr. 1984. dan pengaruh pengajaran terhadap pembentukkan dan perkembangan konsep. prosesnya menekankan efisiensi dan kontrol. Struktur persekolahan yang ada memperkuat hal tersebut. Pendidikan harus memperluas emansipasi manusia.demokrasi. Robert. bukan membatasinya. David R. London: Teachers College Press. Pendidikan harus memiliki keterbukaan. sehingga terbentuk sikap dan anggapan yang kurang menghargai kebebasan dan perkembangan manusia. Buku ini sangat berharga bagi para ahli pendidikan. 1970. Buku ini menyajikan suatu hasil studi kritis terhadap pengaruh munculnya nilai-nilai sebagai akibat perkembangan teknologi.. ahli kurikulum. Hal itu tercapai melalui interaksi komunikatif. Buku ini membahas tiga masalah teoretis utama. Penulis menentang technocratic mindedness dan menganjurkan critical atau philosophical mindedness. Apa yang dikemukakan dalam karangan ini adalah suatu teori tentang perkembangan intelektual anak. Human Interest in Curriculum. Olson. yaitu peranan bahasa dalam perkembangan intelektual. baik di dalam merencanakan rnaupun melaksanakan pendidikan dan pengajaran. Karena pengaruh perkembangan teknologi pendidikan tidak lebih dari suatu latihan untuk mempersiapkan pekerja. Cognitive Development. Eksperimen menunjukkan bahwa pengaruh media gambar dan bahasa sangat besar terhadap tingginya perkembangan keterampilan konseptual. Academic Press Publishing Co. maupun moral dengan sempurna. New York. agar memungkinkan pertumbuhan segi kognitif. Akibat terlalu berjiwa teknologis maka mempersempit arti pendidikan dan membatasi perkembangan lingkungan pendidikan yang kreatif. New York. dan juga bagi guru-guru atau calon guru. etestis. I ebih jauh dibuktikan besarnya pengaruh kebudayaan terhadap porkembangan . hubungan antara informasi perseptual dengan tingkah laku nyata.

. Apa yang dibahas dalam buku ini sangat herguna bagi para peneliti di bidang pendidikan.intelektual anak. para ahli kurikulum dan pengajaran serta ahli bimbingan dan penyuluhan sebagai pegangan atau kihan perbandingan dalam melakukan tugas-tugasnya.

Landasan Filosofis Pendidikan berintikan interaksi antarmanusia. Kalau landasan pembuatan sebuah gedung tidak kokoh yang akan ambruk adalah gedung tersebut. siapa pendidik dan terdidik. dan sebagainya berperan menciptakan sarana dan prasarana bagi kepentingan manusia. pendidikan berkaitan langsung dengan pembentukan manusia. Pada bab ini akan dibahas landasan filosofis dan landasan psikologis. perkembangan seluruh aspek kepribadian manusia. apa isi pendidikan dan bagaimana proses interaksi pendidikan tersebut. arsitektur. terutama antara pendidik dan terdidik untuk mencapai tujuan pendidikan. Hal itu disebabkan pendidikan berpengaruh langsung terhadap perkembangan manusia. pertanian. A. Kurikulum sebagai rancangan pendidikan mempunyai kedudukan yang cukup sentral dalam seluruh kegiatan pendidikan. Mengingat pentingnya peranan kurikulum di dalam pendidikan dan dalam perkembangan kehidupan manusia. khususnya kurikulum yang lemah.BAB 3 LANDASAN FILOSOFIS DAN PSIKOLOGIS PENGEMBANGAN KURIKULUM Pendidikan mempunyai peranan sangat penting dalam keseluruhan aspek kehidupan manusia. . landasan psikologis. yang akan "ambruk" adalah manusianya. penyusunan kurikulum tidak dapat dikerjakan sembarangan. Penyusunan kurikulum membutuhkan landasan-landasan yang kuat. yaitu landasan filosofis. Pendidikan "menentukan" model manusia yang akan dihasilkannya. tetapi kalau landasan pendidikan. Di dalam interaksi tersebut terlibat isi yang diinteraksikan serta proses bagaimana interaksi tersebut berlangsung. yang didasarkan atas hasil-hasil pemikiran dan penelitian yang mendalam. serta perkembangan ilmu dan teknologi. Ada beberapa landasan utama dalam pengembangan suatu kurikulum. landasan sosial budaya. Kalau bidang-bidang lain seperti ekonomi. menentukan proses pelaksanaan dan basil pendidikan. Apakah yang menjadi tujuan pendidikan. sedangkan landasan sosial-budaya dan perkembangan ilmu dan teknologi akan dibahas pada bab selanjutnya.

merupakan pertanyaan-pertanyaan yang membutuhkan jawaban yang mendasar.landasan dasar bagi ilmu. Secara akademik. Filsafat melihat segala sesuatu dari sudut bagaimana seharusnya (Das So/len). logis. yang esensial yaitu jawaban-jawaban filosofis. Sering dikatakan bahwa filsafat merupakan ibu dari segala ilmu. Filsafat mencakup keseluruhan pengetahuan manusia. Secara harfiah filosofis (filsafat) berarti "cinta akan kebijakan" (love of wisdom). Pemikiran demikian dalam filsafat sering disebut sebagai pemikiran radikal. Terdapat perbedaan pendekatan antara ilmu dengan filsafat dalam mengkaji atau memahami alam semesta mi. Berfilsafat diartikan pula berpikir secara radikal. Suatu cabang ilmu pengetahuan mengkaji satu bidang pengetahuan manusia. Filsafat memberikan landasan. berusaha melihat segala yang ada irti sebagai satu kesatuan yang menyeluruh dan mencoba mengetahui kedudukan manusia di dalamnya. Ilmu berkenaan dengan fakta-fakta sebagaimana adanya (Das Sem). Filsafat berupaya merangkum atau mengintegrasikan bagian-bagian ke dalam satu'kesatuan yang menyeluruh dan bermakna. . Pengetahuan tersebut diperoleh melalui proses berpikir.laman manusia. ia harus tahu atau berpengetahuan. atau berpikir sampai ke akar-akarnya (radic berarti akar). filsafat berarti upaya untuk menggambarkan dan menyatakan suatu pandangan yang sistematis dan komprehensif tentang alam semesta dan kedudukan manusia di dalamnya. Orang belajar berfilsafat agar ia menjadi orang yang mengerti dan berbuat secara bijak. yaitu berpikir secara sistematis. berpikir sampai ke akar. daerah cakupannya terbatas. menghilangkan hal-hal yang bersifat subjektif. faktor-faktor subjektif dalam filsafat sangat berpengaruh. berusaha melihat segala sesuatu spcara objektif. Untuk dapat mengerti kebijakan dan berbuat secara bijak. Berfilsafat berarti menangkap sinopsis peristiwa-peristiwa yang simpang siur dalam penga. berusaha menguraikan keTeluruhan dalam bagian. Ilmu menggunakan pendekatan analitik.bagian yang kecil dan lebih kecil. Keduanya dapat memberikan bahan-bahan bagi manusia untuk membantu memecahkan berbagai masalah dalam kehidupannya. Filsafat dan ilmu mempunyai hubungan yang saling mengisi dan melengkapi (komplementer). dan mendalam.

dan aksiologi tentang masalah pendidikan yang berbeda. tetapi John Dewey umpamanya mempunyai pandangan yang hampir sama dengan Butler. dalam filsafat pendidikan pun dikenal banyak pandangan atau aliran. malah menurut Butler menjadi satu. Keduanya sangat berkaitan erat. tetapi antara keduanya yaitu antara filsafat dan filsafat pendidikan terdapat hubungan yang sangat erat. epistemologi yang membahas kebenaran dan aksiologi yang membahas nilai. Dalam tulisan ini akan dikemukakan salah satu pandangan tentang filsafat pendidikan. 1957: 12). Setiap pandangan mempunyai landasan metafisika. Filsafat membahas segala permasalahan yang dihadapi oleh manusia termasuk masalah-masalah pendidikan ini yang disebut filsafat pen. 1) Philosphy is primary and basic to an educational philosophy.didikan. Menurut Donald Butler. yaitti metafisika yang membahas segala yang ada dalam alam ini. sebagaimana juga pendidikan menurut Dewey sama dengan kehidupan. epistemilogi. Walaupun dilihat sepintas. 4) philosophy and the theory of education is one (Butler. filsafat pendidikan ini hanya merupakan aplikasi dari pemikiran-pemikiran filosofis untuk memecahkan masalah-masalah pendidikan. Pendapat para filsuf umumnya memandang filsafat umum sebagai dasar dari filsafat pendidikan.Ada tiga cabang besar filsafat. Bagi Dewey. sedangkan praktik pendidikan memberikan bahan-bahan bagi pertimbangan-pertimbangan filosofis. . filsafat dan filsafat pendidikan adalah sama. yaitu pandangan dari John Dewey. but this contact is not essential. Seperti halnya dalam filsafat umum. 3) educational philosophy is an independent discipline which might benefit from contact with general philosophy. filsafat memberikan arah dan metodologi terhadap praktik pendidikan. 2) philosophy is the flower not root of education. Aliran-aliran filsafat yang kita kenal bertolak dari pandangan yang berbeda dalam ketiga hal itu. Hal itu tidak berarti bahwa pandangan tersebut paling sesuai untuk masyarakat kita atau paling disetujui oleh penulis.

being immeasurable. dengan waktu dan tempat. Dewey menolak sesuatu yang bersifat spekulatif. juga sumber nilai. yaitu adanya persesuaian antara hipotesis dengan kenyataan. antara hipotesis dengan hasil. sesuatu dibutuhkan karena manusia membutuhkannya. Prinsip ini membavva konsekuensi yang cukup jauh. All values are thus subjective and either intrinsic or instrumental . Instrumentalisme Dewey menganggap bahwa rohani itu adalah interelasi yang kreatif antara organisme dengan lingkungannya. subjektif.. it is held. and feeling. dan hanya dirasakan oleh manusia. Pengalaman selain merupakan sumber dari pengetahuan. Pengertian pengalaman Dewey berbeda dengan kaum empiris lainnya. Mengetahui tanpa mengalami adalah omong kosong. Filsafat Dewey lebih berkenaan dengan epistemologi dan tekanannya kepada proses berpikir. Nilai-nilai adalah relatif. Experience is the only basis for knowledge and wisdom (Dewey.. To be felt as . merupakan dasar bagi pengetahuan dan kebijakan. Nilai-nilai itu tidak dapat diukur dan tidak ada hierarki nilai. baik yang berbentuk aktif maupu pasif. Proses berpikir merupakan satu dengan pemecahan yang bersifat tentatif.. antara ide dengan fakta. bagi Dewey tidak ada yang menetap dan abadi semuanya berubah. Values being finally intrinsic. no scale of values. 101). Dalam filsafat Dewey kebenaran itu terletak dalam perbuatan atau truth is in the making. Ciri lain filsafat Dewey adalah anti dualistik. Pengalaman itu mencakup kegiatan manusia. Dasar-dasar filsafat Dewey Ciri utama filsafat Dewey adalah konsepsinya tentang dunia yang selalu berubah. yang mengartikannya sebagai pengalaman melalui pengindraan. 1964. Proses berpikir merupakan proses pengecekan dengan kejadiankejadian nyata. Sesuatu itu bernilai karena diberi nilai oleh manusia. Dewey sangat menghargai peranan pengalaman. and of any two things felt as intrinsically valuable it is than another. selalu dalam hubungannya dengan pengalaman. atau on going-ness. mengalir. Karena pengalaman selalu berubah maka nilai pun berubah. Pandangannya tentang dunia adalah monistik dan tidak lebih dari sebuah hipotesis. hlm.1.

worthwhile in itself is thus the ultimate orientation of value. (Dewey dalam Joe Park, (Ed). 1958, hlm. 185). Tujuan perkembangan manusia adalah self realization. Pengertian self hagi Dewey adalah sesuatu yang konkret bersifat empiris tidak dapat dipisahkan dari pengalaman dan lingkungan. Self realization hanya dapat diperoleh melalui pengalaman dan interaksi dengan yang lain.

2. Teori pendidikan Dewey Apakah pendidikan menurut John Dewey? Pendidikan berarti perkem bangan, perkembangan sejak lahir hingga menjelang kematian. Jadi, pendidikan itu juga berarti sebagai kehidupan. Bagi Dewey, Education is Ntowlh, development, life. Ini berarti bahwa proses pendidikan itu tidak niempunyai tujuan di luar dirinya, tetapi terdapat dalam pendidikan itu Itendiri. Proses pendidikan juga bersifat kontinu, merupakan reorganisasi, teknnstruksi, dan pengubahan pengalaman hidup. Jadi, pendidikan itu mei npakan organisasi pengalaman hidup, pembentukan kembali hidup, dan juga perubahan pengalaman hidup sendiri merupakan organisasi pengalaman hidup, pembentukan kembali pengalaman hidup, dan juga perubahan pengalaman hidup sendiri. Pendidikan merupakan reorganisasi dan rekonstruksi yang konstan dari pengalaman. Pada setiap saat ada tujuan, perbuatan pendidikan selalu ditujukan untuk mencapai tujuan. Setiap fase perkembangan kehidupan, masa kanak-kanak, masa pemuda, dan dewasa, semuanya merupakan fase pendidikan, semua yang dipelajari pada fase-fase tersebut mempunyai arti sebagai pengalaman;Pendidikan itu tidak berakhir, kecuali kalau seseorang sudah mati. Pengalaman sebagai suatu proses yang aktif membutuhkan waktu, waktu yang kemudian menyempurnakan waktu sebelumnya. Seluruh proses pendidikan itu membentuk pengertian-pengertian tentang benda, hubungan-hubungan, dan segala sesuatu tentang kehidupannya. Konstruksi pengalaman ini tidak hanya bersifat pribadi (individual), tetapi juga bersifat sosial. Pendidikan merupakan suatu lembaga yang konstruktif untuk memperbaiki masyarakat. Realisasi pendidikan dalam bentuk perkembangan bukan hanya perkembangan anak dan pemuda-pemuda, melainkan juga perkembangan masyarakat.

Tujuan pendidikan diarahkan untuk mencapai suatu kehidupan yang demokratis. Demokratis bukan dalam arti politik, melainkan sebagai cara hidup bersama sebagai way of life, pengalaman bersama dan komunikasi bersama. Tujuan pendidikan merupakan usaha agar individu melanjutkan pendidikannya. Tujuan pendidikan terletak pada proses pendidikan itu sendiri, yakni kemampuan dan keharusan individu meneruskan perkembangannya. John Dewey menegaskan bahwa pendidikan itu tidak mernpunyai tujuan, hanya orang tua, guru, dan masyarakat yang mempunyai tujuan. And it is well to remind ourselves that education as such has no aims. Only persons, parents, and teacher etc., have aims, not an abstarct idea like education. (John Dewey, 1964, hlm. 177). Untuk mengetahui bagaimanakah proses belajarterjadi pada anak, baiklah kita lihat bagaimana syarat-syarat untuk pertumbuhan. Pendidikan sama dengan pertumbuhan. Syarat pertumbuhan adalah adanya kebelumdewasaan (immaturity), yang berarti kemampuan untuk berkembang. Immaturity tidak berarti negatif, tetapi positif, kemampuan, kecakapan, dan kekuatan untuk tumbuh. lni menunjukkan bahwa anak adalah hidup, ia memiliki semangat untuk berbuat. Pertumbuhan bukan sesuatu yang harus kita berikan, pertumbuhan adalah sesuatu yang harus mereka lakukan sendiri. Ada dua sifat dari immaturity yakni kebergantungan dan plastisitas. Kebergantungan berarti kemampuan untuk menyatakan hubungan sosial, dan ini akan menyebabkan individu itu matang dalam hubungan sosial. Sebagai hasilnya, akan tumbuh kemampuan interpendensi atau saling kebergantungan antara anggota masyarakat yang satu dengan yang lain. Plastisitas mengandung pengertian kemampuan untuk berubah. Plastisitas juga berarti habitat yaitu kecakapan menggunakan keadaan lingkungan sebagai alat untuk mencapai tujuan, bersifat aktif mengubah lingkungan. Kapankah proses belajar itu dimulai dan kapankah berakhir? Sesuai dengan pandangan John Dewey, bahwa pendidikan itu adalah pertumbuhan itu sendiri. Karena itu, pendidikan tersebut dimulai sejak lahir dan berakhir pada saat kematian. Demikian juga proses belajar tidak dapat dilepaskan dari proses pendidikan. Pendidikan adalah pengalaman, yaitu suatu proses yang berlangsung

terus-menerus. Bagaimana hubungan antara proses belajar, pengalaman, dan berpikir? Pengalaman itu bersifat aktif dan pasif. Pengalaman yang bersifat aktif herarti berusaha, mencoba, dan mengubah, sedangkan pengalaman pasif herarti menerima dan mengikuti saja. Kalau kita mengalami sesuatu maka kita berbuat, sedangkan kalau mengikuti sesuatu kita memperoleh akibat atau hasil. Belajar dari pengalaman berarti menghubungkan kemunduran dengan kemajuan dalam perbuatan kita, yakni kita merasakan kesenangan atau penderitaan sebagai suatu akibat atau hasil. "To learn from experience is hi make a backward and forward connection between what we have do to things and what we enjoy or suffer from thing in consequence (Dewey, dalam Jo Park, 1958: 94). Belajar dari pengalaman adalah bagaimana menghubungkan pengalaman kita dengan pengalaman masa lalu dan yang akan datang. lielajar dari pengalaman berarti mempergunakan daya pikir reflektif (reflecI we thinking), dalam pengalaman kita. Pengalaman yang efektif adalah pengalaman reflektif. Ada lima langkah berpikir reflektif menurut John Dewey, yaitu: 1. merasakan adanya keraguan, kebingungan yang menimbulkan masalah, 2. mengadakan interpretasi tentatif (merumuskan hipotesis), 3. mengadakan penelitian atau pengumpulan data yang cermat, 4. memperoleh hasil dari pengujian hipotesis tentatif, 5. hasil pembuktian sebagai sesuatu yang dijadikan dasar untuk berbuat.

Langkah-langkah berpikir reflektif ini dipergunakan sebagai metode belajar dalam pendekatan pendidikan proyek dari John Dewey, yang sampai dengan tahun 50-an sangat populer. Belajar seperti halnya pendidikan adalah proses pertumbuhan, belajar, dan berpikir adalah satu. Dalam penyusunan bahan ajaran menurut Dewey hendaknya

memperhatikan syarat-syarat sebagai berikut: 1) Bahan ajaran hendaknya konkret, dipilih yang betul-betul berguna dan dibutuhkan, dipersiapkan secara sistematis dan mendetil, 2) Pengetahuan yang telah diperoleh sebagai hasil belajar, hendaknya ditempatkan, dalam kedudukan yang berarti, yang memungkinkan dilaksanakannya kegiatan baru, dan kegiatan yang lebih menyeluruh.

Bahan pelajaran bagi anak tidak bisa semata-rnata diambil dari buku pelajaran, yang diklasifikasikan dalam mata-mata pelajaran yang terpisah. Bahan pelajaran harus berisikan kemungkinan-kemungkinan, harus mendorong anak untuk bergiat dan berbuat. Bahan pelajaran harus memberikan rangsangan pada anak-anak untuk bereksperimen. Demikian- lah dengan bahan pelajaran ini, kita mengharapkan anak-anak yang aktif, anak-anak yang bekerja, anak-anak yang bereksperimen. Bahan pelajaran tidak diberikan dalam disiplin-disiplin ilmu yang ketat, tetapi merupakan kegiatan yang berkenaan dengan sesuatu masalah (problem). Peranan guru bukan hanya berhubungan dengan mata pelajaran, melainkan dia harus menempatkan dirinya dalam seluruh interaksinya dengan kebutuhan, kemampuan, dan kegiatan siswa. Guru juga harus dapat memilih bahan-bahan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan lingkungan. Metode mengajar merupakan, penyusunan bahan pelajaran yang memungkinkan diterima oleh para siswa dengan lebih efektif. Sesuatu metode tidak pernah terlepas dari bahan pelajaran, kita dapat membedakan cara berbuat, tetapi cara ini hanya ada sebagai cara berhubungan dengan bahan atau materi tertentu. Metode mengajar harus fleksibel dan menimbulkan inisiatif kepada para siswa. Sekolah merupakan suatu lingkungan khusus, bagian dari lingkungan manusia, yang mempunyai peranan dan fungsi khusus. Fungsi-fungsi khusus dari sekolah adalah: 1. Menyediakan lingkungan yang disederhanakan. Tidak mungkin kita memasukkan seluruh peradaban manusia yang sangat kompleks itu ke sekolah. Demikian pula, para siswa tidak mungkin dapat memahami seluruh masyarakat yang sangat kompleks itu. Itulah sebabnya sekolah merupakan masyarakat atau lingkungan hidup manusia yang disederhanakan. 2. Membentuk masyarakat yang akan datang yang lebih baik. Para siswa tidak belajar dari masa lampau, tetapi belajar dari masa sekarang untuk memperbaiki masa yang akan datang.

3. Mencari keseimbangan dari bermacam-macam unsur yang ada di dalam lingkungan. Sekolah mernberi kesempatan kepada setiap individu/siswa untuk memperluas lingkungan hidupnya. Sekolah sebagai lingkungan yang khusus hendaknya memberikan pengarahan sosial, dengan cara mendorong kegiatan-kegiatan yang bersifat intrinsik, dalam suatu arah yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, melalui imitasi, persaingan sehat, kerja sama, dan memperkuat kontrol. Dalam sekolah progresif, yaitu sekolah-sekolah yang menerapkan sistem Pendidikan Progresif dari John Dewey, sumber dari kontrol sosial terletak pada sifat kegiatannya yang berisikan kerja sama sosial. Di dalam kerja sama sosial ini, setiap siswa mempunyai kesempatan untuk memberikan sumbangan dan untuk memikul tanggung jawab. Sekolah dan kelas diciptakan sebagai suatu organisasi sosial. Di dalam organisasi sosial itu setiap siswa mempunyai kesempatan untuk memberikan sumbangan, melakukan kegiatan-kegiatan, berpartisipasi, semuanya itu merupakan control social. Di dalam kontrol sosial ini tidak ada peraturan umum, sebab kontrol sosial tidak datang dari luar, tetapi timbul dari kegiatannya sendiri. Tugas guru adalah memberikan bimbingan dan mengusahakan kerja sama secara individual. Para siswa dibagi dalam kelompok-kelompok, dan bekerja dalam kelompok, bahkan guru termasuk sebagai anggota kelompok. Tentu saja sebagai orang dewasa, is mempunyai tanggung jawab yang khusus, yaitu memelihara interaksi dan komunikasi, mendorong kelompok untuk melakukan kegiatan-kegiatan seperti dalam kehidupan masyarakat. Guru bukan atasan, penguasa, apalagi diktator, melainkan sebagai pemimpin dalam kegiatan kelompok.

B. Landasan Psikologis Dalam proses pendidikan terjadi interaksi antar-individu manusia, yaitu antara peserta didik dengan pendidik dan juga antara peserta didik dengan orang orang yang lainnya. Manusia berbeda dengan makhluk lainnya, karena kondisi psikologisnya. Manusia berbeda dengan benda atau tonaman, karena benda atau tanaman tidak mempunyai aspek psikologis. Manusia juga lain dari binatang, karena kondisi psikologis manusia jauh tinggi tarafnya dan lebih kompleks

juga karena perbedaan faktorfaktor yang dibawa dari kelahirannya. pembiasaan. afektif. serta pola-pola perkembangan individu menjadi kajian Psikologi Perkembangan. Interaksi yang tercipta dalam situasi pendidikan harus sesuai dengan kondisi psikologis para peserta didik rnaupun kondisi pendidiknya. tetapi dengan pendidikan di sekolah tahap perkembangannya menjadi lebih tinggi dan lebih luas. maupun pemecahan masalah. perilaku kognitif. penerapan. Karakteristik perilaku individu pada tahap-tahap perkembangan. Tugas utama yang sesungguhnya dari para pendidik adalah membantu perkembangan peserta didik secara optimal. baik. perlu disesuaikan dengan pola-poly perkembangan anak. Peserta didik adalah individu yang sedang berada dalam proses perkembangan. Perkembangan atau kemajuan-kemajuan yang dialami anak sebagian besar terjadi karena usaha belajar. Tanpa pendidikan di sekolah. pengetahuan. latar belakang sosial-budaya. Apa yang dimaksud dengan kondisi psikologis itu? Kondisi psikologis merupakan karakteristik psiko-fisik seseorang sebagai individu. pengingatan. Interaksi pendidikan di rumah berbeda dengan di sekolah. karena perbedaan tahap perkembangannya. lebih banyak menii liki kecakapan.individu yang lainnya. baik berlangsung melalui proses peniruan. peranan. interaksi antara anak dan guru pada jenjang sekolah dasar berbeda dengan jenjang sekolah lanjutan pertarna dan sekolah lanjutan atas. yang tampak maupun yang tidak tampak. Perilakuperilaku tersebut merupakan manifestasi dari ciri-ciri kehidupannya. perkembangan seluruh aspek kehidupannya. dan psikomotor. Apa yang dididikkan dan bagaimana cara mendidiknya. Kondisi psikologis setiapµindividu berbeda. yang din yatakan dalani berbagai bentuk perilaku dalani interaksi den gan lingkungannya. anak selalu berada dalam proses perkembangan. Sejak kelahiran sampai menjelang kematian. dan keterampilan dibandingkan dengan binatang. Pendidik atau guru melakukan berbagai upaya. anak tetap berkembang. dan status individu di antara individu. Iterkat kemampuan-kemampuan psikologis yang lebih tinggi dan kompleks inilah sesungguhnya manusia menjadi lebih maju. pemahaman. dan menciptakan berbagai . Kondisi ini pun berbeda pula bergantung pada konteks.dibandingkan dengan binatang.

Metode dalam psikologi perkembangan Pengetahuan tentang perkembangan individu diperoleh melalui studi yang bersifat longitudinal. cross sectional.masa sebelumnya. dari saat lahir sampai dengan dewasa. mencatat ciri-ciri fisik dan mental. yaitu masa pertemuan spermatozoid dengan sel telur sampai dengan dewasa. anak clan berbagai tingkatan usia. Studi yang demikian merupakan bidang pengkajian dari Psikologi Belajar. Menurut mereka. atau studi kasus. minimal ada dua bidang psikologi yang mendasari pengembangan kurikulum. Keduanya sangat diperlukan.kegiatan dengan dukungan berbagai alat bantu pengajaran agar anak-anak belajar. baik di dalam merumuskan tujuan. Jadi. Ia mempelajari beribu-ribu. Studi ini banyak diaralikan mempelajari perkembangan anak pada masa. Cara belajar-mengajar mana yang dapat memberikan hasil secara optimal serta bagaimana proses pelaksanaannya membutuhkan studi yang sistematik dan mendalam. Metode sosiologik digunakan oleh Robert Havighurst. 1. seperti yang pernah dilakukan oleh Williard C. pengalaman yang tidak menyenangkan pada masa balita ini dapat mengganggu perkembangan pada masa-masa berikutnya.. psikoanalitik. Psikologi perkembangan Psikologi Perkembangan membahas perkembangan individu sejak masa konsepsi. a. sosiologik. Olson. yaitu Psikologi Perkembangan dan Psikologi Belajar. serta perilaku mereka dilakukan oleh Sigmund Freud beserta para pengikutnya. Studi longitudinal menghimpun informasi tentang perkembangan individu melalui pengamatan dan pengkajian perkembangan sepanjang masa perkembangan. terutama pada masa kanak-kanak (balita). memilih dan menyusun bahan ajar. memilih dan menerapkan metode pembelajaran serta teknik -teknik penilaian. Tuntutan akan . pola-pola perkembangan dan kemampuan. Metode cross sectional pernah -dilakukan oleh Arnold Gessel. Ia mempelajari perkembangan anak dilihat dari tuntutan akan tugas-tugas yang harus dihadapi dan dilakukan dalam masyarakat.

tugas-tugas kehidupan masyarakat ini oleh Havighurst disebut sebagai tugas-tugas perkembangan (developmental tasks). Ada seperangkat tugas-tugas perkembangan yang harus dikuasai individu dalam setiap tahap perkembangan. Metode lain yang sering digunakan untuk mengkaji perkembangan anak adalah studi kasus. Dengan mempelajari kasus-kasus tertentu, para ahli psikologi perkembangan menarik beberapa kesimpulan tentang pola-pola perkembangan anak. Studi demikian pernah dilakukan oleh Jean Piaget tentang perkembangan kognitif anak. Individu apakah itu, anak ataupun orang dewasa merupakan kesatuan jasmani dan rohani yang tidak dapat dipisah -pisahkan dan menunjukkan karakteristik-karakteristik tertentu yang khas. Individu manusia adalah mesuatu yang sangat kompleks tetapi unik. Ia memiliki banyak aspek Neperti aspek jasmani, intelektual, sosial, emosional, moral, tetapi keseluruhannya membentuk satu kesatuan yang khas. Walaupun individu merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahpisahkan, untuk mempermudah penelitian, biasanya pembahasan dilakukan per aspek perkembangan. Hal itu berarti aspek tertentulah yang mendapatkan sorotan utama, yang menjadi fokus pengkajian, tetapi tidak berarti aspek-aspek lainnya diabaikan. Perkembangan anak adalah perkembangan seluruh aspek

kepribadiannya, tetapi tempo dan irama perkembangan masing-masing anak pada setiap aspek tidak selalu sama. Seorang anak mungkin lebih cepat

perkembangannya pada tahap tertentu, tetapi lambat pada tahap lainnya, atau perkembangan aspek tertentu lebih cepat dibandingkan dengan aspek lainrtya. Para ahli Psikologi Perkem- bangan tidak selalu mempunyai pendapat yang sama tentang perkembangan, baik secara menyeluruh maupun per aspek

perkembangan. Hal itu didasari oleh perbedaan asumsi yang menjadi titik tolaknya, atau perbedaan pendekatan yang mereka pakai, populasi yang digunakan, atau aspek perkembangan yang menjadi fokus. Adanya perbedaan perbedaan tersebut sering menimbulkan kebingungan pada para guru, tetapi justru akan memperluas dan memperkaya pengetahuan para pemakai teori teori perkembangan anak.

b. Teori perkembangan Dikenal ada tiga teori atau pendekatan tentang perkembangan individu, yaitu pendekatan pentahapan (stage approach), pendekatan diferensial (differential approach), dan pendekatan ipsatif (ipsative approach). Menurut pendekatan pentahapan, perkembangan individu berjalan melalui tahaptahap perkembangan. Setiap tahap perkembangan mempunyai karakteristik tertentu yang berbeda dengan tahap yang lainnya. Pendekatan diferensial melihat bahwa individu memiliki persamaan dan perbedaan. Atas dasar persamaan dan perbedaan tersebut individu dikategorikan atas kelompok-kelompok yang berbeda. Kita mengenal ada kelompok individu berdasarkan jenis kelamin, ras, agama, status sosial-ekonomi, dan sebagainya. Pengelompokan individu adakalanya juga didasarkan atas kesamaan karakteristiknya. Berkenaan dengan hal itu dikenal pengelompokan yang bersifat bipolar, seperti: Introvert-- ekstravert Dominan-- submisif agresif --pasif aktivitas tinggi-- aktivitas rendah kholerik ±melanholik

Kedua pendekatan tersebut berusaha untuk menarik atau membuat generalisasi yang berlaku untuk semua individu. Apakah dalam kenyataannya demikian? Dalam kenyataan seringkali ditemukan adanya sifatsifat individual, yang hanya dimiliki oleh seorang individu dan tidak dimiliki oleh yang lainnya. Pendekatan yang berusaha melihat karakteristik individu-individu inilah yang dikelompokkan sebagai pendekatan isaptif. Dari tiga pendekatan itu yang banyak dianut oleh para ahli Psikologi Perkembangan adalah pendekatan pentahapan. Pendekatan ini lebih disenangi karena lebih jelas menggambarkan proses ataupun.urutan perkembangan dan kemajuan individu. Di samping ketiga pendekatan itu, ada beberapa ahli yang mengombinasikan suatu pendekatan dengan pendekatan yang lain. Kombinasi ini sering dipandang dapat memperlengkap deskripsi tentang perkembangan individu.

Dalam pendekatan pentahapan, dikenal dua variasi. Pertama, pendekatan yang bersifat menyeluruh rnencakup segala segi perkembangan, seperti perkembangan fisik dan gerakan motorik, sosial, intelektual, moral, emosional, religi, dan sebagainya. Kedua, pendekatan yang bersifat khusus mendeskripsikan salah satu segi atau aspek perkembangan saja. Dalam pentahapan yang bersifat menyeluruh dikenal tahap-tahap perkembangan dari Jean Jacques Rousseau, G. Stanley Hall, Havighurst dan lain-lain. Rousseau membagi seluruh masa perkembangan anak a tas empat tahap perkembangan. Masa bayi (infancy), usia 0-2 tahun merupakan tahap perkembangan fisik, menurut Rousseau sebagai binatang yang sehat. Masa anak (childhood), usia 2-12 tahun, masa perkembangan sebagai manusia primitif. Masa remaja awal (pubescence), usia 12-15 tahun, masa bertualang yang ditandai dengan perkembangan intelektual dan kemampuan nalar yang pesat. Masa remaja (adolescene), usia 15-25 tahun masa hidup sebagai manusia yang beradab, masa pertumbuhan seksual, sosial, moral, dan kata hati. Stanley Hall adalah salah seorang ahli Psikologi Perkembangan penganut teori evolusi. Hall menerapkan teori rekapitulasi, salah satu konsep dalam teori evolusi, pada perkembangan anak. Menurut teori rekapitulasi, perkembangan individu merupakan rekapitulasi dari perkembangan spesiesnya (ontogeny recapitulates philogeny). Hall membagi keseluruhan masa perkembangan anak atas empat tahap. Masa kanakkanak (infancy), usia 0-4 tahun, merupakan masa kehidupan sebagai 1,matang melata dan berjalan. Masa anak (childhood), usia 4-8 tahun, masa pemburu. Masa Puer (youth), usia 8-12 tahun, masa manusia belum beradab. Masa remaja (adolescence), usia 12/13 tahun sampai dewasa, iiierupakan masa manusia beradab. Robert J. Havighurst menyusun fase-fase perkembangan atas dasar problema-problema yang harus dipecahkannya dalam setiap fase. Tuntutan akan kemampuan memecahkan problema dalam setiap fase perkembangan ini oleh Havighurst disebutnya sebagai tugas-tugas perkembangan (devel- opmental tasks). Havighurst membagi seluruh masa perkembangan anak atas lima fase, yaitu masa bayi (infancy) dari 0-1/2 tahun, masa anak awal (early childhood) 2/35/7 tahun, masa anak (late chilhood) dari 5 / 7-masa pubesen, masa adolesen awal

(early adolescence) dari pubesen ke pubertas, dan masa adolesen (late adolescence) dari masa pubertas sampai dewasa. Untuk setiap fase, perkembangan Havighurst menghimpun sejumlah tugas-tugas perkembangan yang harus dikuasai anak. Dikuasai atau tidak dikuasainya tugas-tugas perkembangan pada suatu fase berpengaruh bagi penguasaan tugas pada fase-fase berikutnya. Ada sepuluh kelompok tugas perkembangan yang harus dikuasai anak pada setiap fase yang membentuk pola, yaitu pola: 1. kebergantungan-keberdirisendirian, 2. memberi-menerima kasih sayang, 3. hubungan sosial, 4. perkembangan kata hati, 5. peran bio-sosio dan psikologis, 6. penyesuaian dengan perubahan badan, 7. penguasaan perubahan badan dan motorik, 8. belajar memahami dan mengontrol lingkungan fisik, 9. pengembangan kemampuan konseptual dan sistem simbol, 10. kemampuan melihat hubungan dengan alam semesta. Dalam pendekatan pentahapan yang bersifat khusus, kita mengenal pentahapanpentahapan dari Piaget, Kohlberg, Erikson, dan sebagainya. Jean Piaget mengemukakan tahap-tahap perkembangan dari kemam- puan kognitif anak. Dalam perkembangan kognitif menurut Piaget, yang terpenting adalah penguasaan dan kategori konsep-konsep. Melalui penguasaan konsepkonsep itu, anak mengenal lingkungan dan memecahkan berbagai problema yang dihadapi dalam kehidupannya. Ada empat tahap perkembangan kognitif anak menurut konsep Piaget, yaitu: 1. tahap Sensorimotor, usia 0-2 tahun; 2. tahap Praopersional, usia 2-4 tahun; 3. tahap Konkret Operasional, usia 7-11 tahun; 4. tahap Formal Operasional, usia 11-15 tahun. Tahap Sensorimotor disebut juga masa descriminating and labeling. Pada masa ini kemampuan anak terbatas pada gerak-gerak refleks, bahasa awal, waktu

sekarang, dan ruang yang dekat saja. Masa praoperasional atau prakonseptual disebut juga masa intuitif dengan kemampuan menerima perangsang yang terbatas. Anak mulai berkembang kemampuan bahasanya, pemikirannya masih statis dan belum dapat berpikir abstrak, persepsi waktu dan tempat masih terbatas. Masa konkret operasional disebut juga masa performing operation. Pada tahap ini anak sudah mampu menyelesaikan tugas-tugas menggabungkan, memisahkan, menyusun, menderetkan, melipat, dan membagi. Masa formal operasional disebut juga masa proportional thinking, pada masa ini anak sudah mampu berpikir tingkat tinggi. Mereka sudah mampu berpikir secara deduktif, induktif, menganalisis, menyintesis, mampu berpikir abstrak dan berpikir reflektif, serta memecahkan berbagai masalah. Lawrence Kohlberg mengembangkan suatu teori tentang perkembangan moral kognitif dengan mengacu kepada teori Piaget. Berdasarkan atas hasil-hasil penelitiannya yang cukup lama, Kohlberg menemukan ada tiga tahap perkembangan moral kognitif. Masing-masing tahap terdiri atas dua tingkatan sehingga seluruhnya meliputi enam tingkatan, yaitu: Tahap I Preconventional moral reasoning Tingkat 1. Obedience and punishment orientations Tingkat 2. Naively egoistic orientation Tahap II Conventional moral reasoning Tingkat 3. Good boy orientation Tingkat 4. Authority and social order maintenance orientation Tahap III Postconventional moral reasoning Tingkat 5. Contractual legalistic orientation Tingkat 6. Conscience or principle orientation Pada tahap prakonvensional, pertimbangan moral seseorang mengacu ke luar, kepada objek-objek dan peristiwa yang konkret dan bersifat fisik. Mereka belum mampu memberi pertimbangan moral atas standar sosial. Tingkat keputusan dan hukuman (obedience and punishment orientation) diwarnai oleh kecenderungan berbuat baik atau tidak berbuat salah karena takut akan hukuman. Acuan perbuatan adalah kekuasaan dan kekuatan. Mereka patuh karena takut dihukum, segala perbuatannya dikontrol oleh kekuatan-kekuasaan yang datang

perilaku baik. sosial.dari luar. atau sejalan dengan tuntutan dan kebiasaan masyarakat.analisis pengikut Sigmund Freud. suatu perbuatan dipandang baik bila perbuatan lersebut sesuai dengan ketentuan atau peraturan yang ada dalam masyarakat. Suatu perbuatan dipandang baik apabila sesuai dengan harapan orang banyak atau masyarakat. Pranata dan aturan-aturan sosial bukan sesuatu yang absolut. pertimbangan moral pascakonvensi. dan sebagainya. Pada tingkat legalistik kontraktual. yaitu tingkat pertimbangan legalistik kontraktual. Kalau seseorang berbuat untuk kepentingan orang lain atau orang banyak. Pada tahap ini perilaku dinilai atas harapan orang lain atau orang banyak. Tahap ketiga. unsur-unsur subjektif dari aturan sosial. baik tidak baik didasarkan atas nilai-nilai yang bersifat universal. Seseorang berbuat baik karena dia yakin bahwa perbuatan tersebut baik. Seseorang tidak mencuri karena perbuatan mencuri akan merugikan orang lain. dan tingkat pertimbangan kata hati. Tahap pascakonvensi mempunyai dua Inigkatan. Ia memusatkan studinya terhadap perkembangan psikososial. Tingkat kebaikan sebagai alat (naively egoitistic orientation) suatu perbuatan dipandang baik apabila menguntungkan atau memberi kesenangan kepada dirinya atau orang-orang yang dekat dengan dirinya. Tingkat anak/orang baik. prinsipprinsip yang mendasar. atau jahat dilihat dari penilaian orang lain. pertimbangan perbuatan baik atau jahat didasarkan atas persetujuan tidak tertulis antara pribadi dan masyarakat. bukan satu-satunya yang benar. ekonomi. apakah karena gelar. dan . Ada delapan tahap perkembangan psikososial menurut Erikson. Erick Homburger Erikson merupakan salah seorang tokoh psiko. Tahap kedua adalah pertimbangan moral konvensional. status ilmu. Pada tingkat pertimbangan kata hati. Seseorang menghargai orang lain betul-betul sebagai manusia. dinilai sebagai perbuatan baik. tetapi juga ada kebenaran-kebenaran lain. tanpa mehhat atribut-atribut yang disandangnya. Pada tahap ini pertimbangan moral didasarkan atas pandangan yang bersifat relatif. yaitu tingkat sebagai anak baik dan tingkat memelihara ketertiban dan peraturan masyarakat. Tingkat keempat memelihara ketertiban dan peraturan masyarakat. pangkat. Tahap ini meliputi dua tingkat.

Banyak sekali definisi tentang belajar. 1959.1 BAGAN 3. Secara sederhana. afektif. hlm. maupun psikomotor dan terjadi karena proses pengalaman dapat dikategorikan sebagai perilaku belajar. Segala perubahan tingkah laku balk yang berbentuk kognitif. seperti dapat dilihat pada Bagan 3. Menurut Gagne (1965. Perkembangan psikososial (Diadaptasi dari Erikson. and which is not simply ascribable to the process of growth.tahap-tahap tersebut paralel dengan tahap perkembangan psikososial dari Freud. "Learning is a change in human disposition or capability. Psikologi belajar Psikologi belajar merupakan suatu studi tentang bagaimana individu belajar. Peruhahan-perubahan perilaku yang terjadi karena instink atau karena kematangan serta pengaruh hal-hal yang bersifat kimiawi tidak termasuk belajar. belajar dapat diartikan sebagai perubahan tingkah laku yang terjadi melalui pengalaman. hlm. which can be retained. 166) PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL 2. Hilgard dan Bower menambahkan bahwa peruhahan itu terjadi . 5) perubahan tersebut berkenaan dengan disposisi atau kapabilitas individu.

Kalau seseorang menguasai hal-hal yang bersifat umum okan mudah ditransfer atau diaplikasikan kepada halhal lain yang bersifat khusus. drug etc. Masih banyak definisi tentang belajar dan definisi-definisi tersebut bersumber pada teori-teori belajar tententu. yaitu teori disiplin mental. fatigue. Pendidikannya menekankan pendidikan umum (Neneml education). atau aspek tertentu. mengingat. naturalisme. memecahkan masalah.) (Iiilgard dan Bower. Belajar merupakan upaya untuk mengembangkan potensi-potensi tersebut. Menurut rumpun teori disiplin mental dari kelahirannya atau secara herediter. anak telah memiliki potensi-potensi tertentu. Menurut teori ini individu atau anak mempunyai sejumlah daya mental seperti daya untuk mengamati. Menurut mereka belajar adalah : The process by which an activity originates or is changed throught reacting to an encountered situation. berpikir. clan sebagainya. or temporary states of the organism (e. disiplin mental humanistik. menanggap. hlm. Teori disiplin mental humanistik bersumber pada psikologi humanisme klasik dari Plato dan Aristoteles. . Potentsi-potensi perlu d ilatih agar berkembang. dan apersepsi. Teori disiplin mental humanistik lebih menekankan keseluruhan. 226-227) ada tiga keluarga atau rumpun teori belajar. provided that the characteristics of the change in activity cannot be explaned on the basis of native response tendecies. 2). Perbedaannya dengan teori disiplin mental IIu teori tersebut menekankan bagian-bagian. Teori disiplin mental theistik berasal dari Psikologi Daya. Menurut Morris L. keutuhan. maturation. sebagai reaksi terhadap situasi yang diliadapinya. Ada beberapa teori yang termasuk rumpun disiplin mental yaitu: disiplin mental theistik. hlm. Bigge dan Maurice P. Teori ini hampir sama dengan teori pertama bahwa anak memiliki potensi-potensi. Belajar merupakan proses melatih daya-daya tersebut. Hunt (1980. behaviorisme.g. latihan bagian. dan Cognitive Gestalt Field. Kalau dayadaya tersebut terlatih maka dengan mudah dapat digunakan untuk menghadapi atau memecahkan berbagai masalah. 1966.karena individu berinteraksi dengan lingkungannya.

Conditioning. Demikian seterusnya semakin tinggi perkembangan anak. bersumber pada Psikologi Strukturalisme dengan tokoh utamanya Herbart. Teori belajar yang keempat adalah teori apersepsi. Kesan indah yang diterima individu dapat . apakah lingkungan keluarga. dan Reinforcement. Melalui situasi demikian. Perkembangan anak ditentukan oleh faktor-faktor yang berasal dari lingkungan. Sama dengan kedua teori sebelumnya bahwa anak mempunyai sejumlah potensi atau kemampuan. Kelompok teori ini berangkat dari asumsi bahwa anak atau individu tidak memiliki/ membawa potensi apa-apa dari kelahirannya. Setangkai bunga dapat merupakan suatu stimulus dan direspons oleh mata dengan cara meliriknya. Teori S-R Bond (Stimulus-Responce) bersumber dari Psikologi Koneksionisme atau teori asosiasi dan merupakan teori pertama dari rumpun Behaviorisme. disebut juga Herbartisme. kehidupan ini tunduk kepada hukum stimulus-respons atau aksi-reaksi. diamati. Agar anak dapat berkembang dan mengaktualisasikan segala potensi yang dimilikinya pendidik atau guru perlu menciptakan situasi yang permisif yang jelas. lingkungan manusia. Lingkunganlah. Kelompok ini mencakup tiga teori yaitu S-R Bond. tetapi juga memiliki kemauan dan kemampuan untuk belajar dan berkembang sendiri. Perkembangan anak menyangkut nyata yang dapat dilihat. dan massa apersepsi ini digunakan untuk mempelajari atau menguasai pengetahuan selanjutnya. Kelompok teori ini tidak mengakui sesuatu yang bersifat mental. budaya. religi yang membentuknya. Kelebihan dari teori ini adalah mereka berasumsi bahwa individu bukan saja mempunyai potensi atau kemampuan untuk berbuat atau melakukan berbagai tugas. Rumpun atau kelompok teori belajar yang kedua adalah Behaviorisme yang biasa juga disebut S-R Stimulus-Respons.Teori naturalisme atau natural unfoldment atau self actualization. Menurut aliran ini belajar adalah membentuk massa apersepsi. Teori ini berpangkal dari Psikologi Naturalisme Romantik dengan tokoh utamanya Jean Jacques Rousseau. semakin tinggi pula massa apersepsinya. Anak mempunyai kemampuan untuk mempelajari sesuatu. alam. Menurut konsep mereka. atau masyarakat. sekolah. ia dapat belajar sendiri dan mencapai perkembangan secara optimal. Hasil dari suatu perbuatan belajar disimpan dan membentuk suatu massa apersepsi.

kondisi diberikan pada stimulus. hubungan stimulus dan respons akan terjadi apabila ada akibat yang menyenangkan. Di dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali contoh reinforcement kita temukan seperti pemberian pujian. Teori ini berkembang dari teori psikologi. Belajar adalah upaya untuk membentuk hubungan stimulus respons sebanyakbanyaknya. terdiri atas rentetan hubungan stimulus respons. Hull. Menurut hukum akibat (law of effect). serta lencana sampai dengan parasamya. terkenal dengan percobaan conditioning pada anjing. Teori ketiga adalah reinforcement dengan tokoh utamanya C. 1980. mungkin juga hadiah. Karena anak belajar sungguh-sungguh (stimulus) selain is menguasai apa yang dipelajarinya (respons) maka guru memberi angka tinggi. Tokoh utama teori ini adalah Edward L. piagam penghargaan. Tokoh utama teori ini adalah Watson. 273). maka pada reinforcement kondisi diberikan pada respons. hubungan antara stimulus dan respons akan terbentuk apabila sering dilatih atau diulang -ulang. kalpataru. reinforcement. hubungan antara stimulus dan respons akan terbentuk atau mudah terbentuk apabila telah ada kesiapan pada sistem syaraf individu. hukum latihan atau pengulangan. pujian. supaya pada kegiatan belajarnya akan Iebih giat dan sungguh-sungguh. Belajar atau pembentukan hubungan antara stimulus dan respons perlu dibantu dengan kondisi tertentu. Menurut hukum kesiapan. Kalau pada teori conditioning. merupakan perkembangan lebih lanjut dari teori S-R Bond dan conditioning. dan makan malam. dan bintang mahaputra. bonus. medali. demikian juga dengan waktu makan pagi. yaitu Law of readness. demikian terjadi setiap hari dan setiap saat pertukaran jam pelajaran. siang.merupakan stimulus yang mengakibatkan terespons memetik bunga tersebut. Sebelum anakanak masuk kelas dibunyikan bel. Ada tiga hukum belajar yang sangat terkenal dari Thorndike.L. Angka tinggi. Bunyi bel menjadi kondisi bagi anak sebagai tanda memulai pelajaran di sekolah. Demikian halnya dengan belajar. insentif. piala. hlm. hadiah. Thorndike. law of exercise or repetition dan law of effect (Bigge dan Thurst. adipura. Di samping reinforcement positif seperti itu dikenal pula . Teori kedua dari rumpun behaviorisme adalah conditioning atau stimulusresponce with conditioning. pujian dan hadiah merupakan reinforcement. Selanjutnya.

Teori belajar Goal Insight berkembang dari psikologi configurationlism. litikuman. Dalam lapangan ini selalu ada tujuan yang ingin dicapai. 1980. ancaman. Perbuatan individu selalu bertujuan. Pemahaman tingkat tinggi memungkinkan seseorang bertindak inteligen.reinforcement negatif untuk mencegah atau menghilangkan suatu perbuatan yang kurang baik atau tidak disetujui masyarakat. oleh karena itu sering dikatakan . individu selalu berinteraksi dengan lingkungan. dan kreatif. Teori belajar cognitive field bersumber pada psikologi lapangan (field psikology). Rumpun ketiga adalah Cognitive Gestalt Field.. teguran. fakta. ada motif yang ilit‡iidorong pencapaian tujuan dan ada hambatan-hambatan yang harus diatasi. Menurut mereka. Teori belajar pertama dari rumpun ini adalah teori insight. riksploratif. Contoh reinforcement negatif adalah: peringatan. ataupun ide dalam berbagai situasi. imajinatif. pemotongan gaji. Pemahaman terjadi . Gestalt Field melihat bahwa belajar itu merupakan perbuatan yang bertujuan. Perbuatan individu selalu terarah kepada pencapaian sesuatu tujuan.. mampu memecahkan berbagai masalah.1ri atau perasaan tentan g pola-pola atau hubungan.1ng ada dalam lingkungan. proses. yang berisi kecakapan menggunakan suatu objek. To state it differently. Belajar merupakan usaha untuk mengembangkan pemahaman tingkat tinggi. berwawasan luas. termasuk struktur tubuhnya sendiri. Pemahaman atau insight merupakan citra 11. dan sebagainya. 293). sanksi. dengan tokoh utamanya Kurt Lewin. Aliran ini bersumber dari Psikologi Gestalt Held.ipabila individu menemukan cara baru dalam menggunakan unsur-unsur . Pemahaman yang bermutu tinggi (tingkat tinggi) adalah pemahaman yang telah teruji.. We might say that an insight is a kind of intelligent feel we get about a situation that permits us to continue to strive actively to serve our purposes. Menurut mereka belajar adalah proses mengembangkan insight atau pemahaman baru atau mengubah pemahaman lama. Individu selalu berada dalam suatu lapangan psikologis yang oleh Lewin disebut life space. penundaan kenaikan pangkat. insight is the sensed way through or solution of a problematic situation. diarahkan kepada pembentukan hubungan dengan lingkungan. (Bigge dan Hunt. hlm.

C.A. fungsi inteligensi dan bahasa dalam perkembangan belajal Selanjutnya diuraikan pula hal-hal yang harus diperhatikan dalam belajar seperti motivasi belajar. relevansi apa yang dipelajari dengan kebutuhaii siswa. Apabila ia telah berhasil mencapai sesuatu tujuan maka timbul tujuan lain yang ingin dicapai dan berada dalam life space baru. Setiap orang berusaha mencapai tingkat perkembangan dan pemahaman yang terbaik. Understanding School Learning. hasil belajar. belajar merupakan suatu proses interaksi. Pada bagian pertama buku ini diuraikan tentang konsep dan kebutuhan untuk memahami proses belajar. Istilah congnitive berasal dari bahasa Latin "cognoscre" yang berarti 'mengetahui (to know)'.perbuatan individu adalah purposive. Tingkah laku seseorang pada suatu saat merupakan fungsi dari semua faktor yang ada yang saling bergantung pada yang lain. dijelaskan pengajaran berprogram. (1972). macam -macam belajar dan peranan siswa dalam belajar. Pada bagian berikutnya dijelaskan struktur dan transfer dalam belajar clan perkembangan. Lapangan psikologis terbentuk oleh interelasi yang simultan dari orang-orang dan lingkungan psikologisnya di dalam suatu situasi. peranali teknologi dalam belajar serta berbagai upaya guru untuk meningkatkol. sebab dirinya dan orang lain serta lingkungannya merupakan suatu kesatuan. Bagi penganut cognitive field. Dalam membimbing proses belajar. Buku Acuan Have. Aspek ini dalam teori belajar cognitive field berkenaan dengan bagaimana individu memahami dirinya dan lingkungannya. . dalam proses interaksi tersebut ia mendapatkan pemahaman baru atau menemukan struktur kognitif lama. di dalam lapangan psikologisnya masing-masing. Micahel J. Buku ini menguraikan dasar-dasar pemahaman tentang belajar dan bagaimana memperbaiki proses belajar. guru harus mengerti akan dirinya dan orang lain. bagaimana ia menggunakan pengetahuan dan pengenalannya serta berbuat terhadap lingkungannya. New York: Harper & Row Pub. cara bertanya dan menjawab serta cara-cara meningkatkan ingatan Pada bagian akhir buku ini.

New Perspectives in Educational Psychology. Yang dibahas dalam tulisan ini adalah suatu pendekatan dari exploration theory. iconic. enactive. Play berkembang menjadi skill dan toys I. Toys merupakan bagian dari kebudayaan µang tetap berada pada taraf play. skill. R. Tiga hal tersebut harus disatukan dan kombinasikan menjadi satu. ada heberapa komponen dari suatu teori yaitu: play. sosiologi.vrkembang menjadi tools. meliputi iiuktur kognitif.Hodgkin. Teori pendidikan menurut pengarang tersumbat dalam tiga disiplin ilmu: filsafat.A. New York: Academic Press. Herbert J. proses kegiatan mental dalam belajar konsep. Problem dalam pengetahuan inanusia selalu ingin tahu. analisis prilaku. analisis pengajaran. Pendekatan ini menolak pandangan pendidikan bahwa anak pasif dan statis. (1976). yang meliputi analisis isi. serta motivasi dalam perkembangan belajar konsep. Buku ini berusaha untuk menyatukan ketiganya. Play merupakan fenomena kehidupan yang sering ditafsirkan sebagai 1. Pada bagian akhir diuraikan cara-cara pelaksanaan dan pengelolaannya. (1980).etiadaan daripada keberadaan. New York. dan simbol. Buku ini membahas teori belajar dan perkembangan kognitif. dan semiotic. melalui penggunaan simbol yang konkret dapat iliabstraksi. lingian selanjutnya menguraikan penyusunan model pengajaran yang atas perbedaan individual. Menurut penulis. tetapi teori bersifat statis. Ada 4 model yang dapat melancarkan kegiatan belajar. Klausmeyer . dan psikologi. London: John Wiley & Sons. Learning and Teaching Concept. toys. serta bagaimana menyusun suatu model pengajaran yang disesuaikan dengan livrkembangan dan perbedaan individual siswa. . yaitu: interpersonal. Pada bagian pertama hiiku ini diuraikan teori belajar dan perkembangan konsep. tools. a Strategy for Testing Applications of Theory. Bom Curious. penyusunan pengajaran dan tes. yang bertolak dari pandangan bahwa siswa atau anak adalah aktif dan suka bertanya. transfer thin perluasan konsep.

dan perkembangan masyarakat tersebut. pendidikan diarahkan pada kehidupan dalam masyarakat. Proses pendidikannya juga harus bersifat membina dan mengembangkan nilai. Dengan pendidikan. mengerti. pendidikan mengandung nilai dan memberikan pertimbangan nilai. keterampilan serta nilai-nilai untuk hidup. maupun proses pendidikan harus disesuaikan dengan kondisi. Hal itu disebabkan karena pendidikan diarahkan pada pengembangan pribadi anak agar sesuai dengan nilai nilai yang ada dan diharapkan masyarakat. memiliki kecakapan untuk dapat berpartisipasi dalam masyarakat. Pendidikan bukan hanya untuk pendidikan. maka isi pendidikan harus memuat nilai. Generasi muda perlu mengenal dan memahami apa yang ada dalam masyarakat. dan diarahkan bagi kehidupan dalam masyarakat pula. kekayaan. baik sebagai warga maupun sebagai . tujuan. Pendidikan dan Masyarakat Ada tiga sifat penting pendidikan. isi. Oleh karena itu. mendapatkan pendidikan baik formal maupun informal dalam lingkungan masyarakat. Karena tujuan pendidikan mengandung nilai. Pendidikan bukan hanya untuk pendidikan. dan mampu membangun masyarakatnya. Kehidupan masyarakat. A. kurikulum menentukan pelaksanaan dan hasil pendidikan. tetapi rnenyiapkan anak untuk kehidupan dalam masyarakat. tetapi manusia yang lebih bermutu. PERKEMBANGAN ILMU DAN TEKNOLOGI DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM Kurikulum dapat dipandang sebagai suatu rancangan pendidikan. tetapi memberikan bekal pengetahuan. Sebagai suatu rancangan. karakteristik.BAB 4 LANDASAN SOSIAL-BUDAYA. bekerja dan mencapai perkembangan lebih lanjut di masyarakat. kita tidak mengharapkan muncul manusiamanusia yang lain dan asing terhadap masyarakatnya. menjadi landasan dan sekaligus acuan bagi pendidikan. dengan segala karakteristik dan kekayaan budayanya. Pertama. Kedua. Anak-anak berasal dari masyarakat. Kita ketahui bahwa pendidikan mempersiapkan generasi muda untuk terjun ke lingkungan masyarakat.

karena adanya perbedaan sistem sosialbudaya. . Hal itu merefleksikan konsep adanya tuntutan individual (pribadi) dan sosial dari orang dewasa kepada generasi muda. Pendidikan dalam suatu lingkungan masyarakat tertentu berbeda dengan lingkungan masyarakat lain. Tuntutan sosial adalah harapan orang dewasa agar anak mampu bertingkah laku. karena pendidikan sangat melekat dengan kehidupan masyarakat. disesuaikan dengan situasi dan kondisi masyarakat setempat. keamanan. di daerah pesisir berbeda dengan di pegunungan. politik. moral yang mengatur cara berkehidupan dan berperilaku para warga masyarakat. penyediaan fasilitas. Tuntutan individual merupakan harapan orang dewasa agar generasi muda dapat mengembangkan pribadinya sendiri. tetapi pelaksanaan pendidikan bersifat lokal. Sistem sosial-budaya pada suatu daerah juga berbeda dari suatu periode waktu dengan waktu yang lainnya. Konsep pendidikan bersifat universal. Salah satu aspek yang cukup penting dalam sistem sosial-budaya adalah tatanan nilai-nilai. karena masyarakatnya berkembang. Kehidupan masyarakat berpengaruh terhadap proses pendidikan. kehidupan politik. Nilai-nilai tersebut bersumber dari agama. Setiap lingkungan masyarakat masing-masing memiliki sistem sosialbudaya yang berbeda. budaya. berbuat dan hidup dengan baik dalam berbagai situasi dan lingkungan masyarakat. personalia. Pelaksanaan pendidikan m embutuhkan dukungan dari lingkungan masyarakat. serta antara lembaga dan lembaga. peraturan. sistem sosial budaya. di pusat perindustrian berbeda dengan di daerah pertanian. Sistem sosial-budaya di daerah perkotaan berbeda dengan di pedesaan. Tujuan umum pendidikan sering dirumuskan untuk menyiapkan generasi muda menjadi orang dewasa anggota masyarakat yang mandiri dan produktif. pelaksanaan pendidikan dipengaruhi dan didukung oleh lingkungan masyarakat tempat pendidikan itu berlangsung. hukum. dan lain-lain. Ketiga. Proses pendidikan merupakan bagian dari proses kehidupan masyarakat. lingkungan alam.karyawan. Sistem sosial-budaya ini mengatur pola kehidupan dan pola hubungan antar-anggota masyarakat. serta sarana dan prasarana yang ada. Tatanan nilai merupakan seperangkat ketentuan. mengembangkan segala potensi dan kemampuan yang dimilikinya. antara anggota dan lembaga.

Proses pembudayaan tidak dapat berlangsung secara sendirian. cara bermasyarakat. Kehidupan masyarakat tidak dapat terlepas dari tempat masyarakat itu berada. melainkan harus dalam interaksi dengan orang lain. moral. Pendidikan merupakan bagian dari kebudayaan. jenis kelamin. menentukan jenis interaksi dan tingkat partisipasinya dalam proses pembudayaan. kepercayaan. Masalah tempat menyangkut lingkungan alam dan keadaan geografis.maupun dari segi-segi kehidupan lainnya. Masyarakat yang hidup di daerah tropis berbeda pola hidupnya dengan di daerah subtropis atau daerah dingin. Lingkungan alam dan keadaan geografis mempengaruhi perilaku dan pola hidup para anggota masyarakat. pendidikan merupakan suatu proses kebudayaan. interaksi dengan lingkungan. Dalam arti yang lebih mendasar. dan mungkin pada suatu saat perkembangan begitu drastis. sekolah. sehingga tidak jarang menimbulkan perbedaan bahkan konflik nilai. Setiap generasi manusia menempatkan dirinya dalam urutan sejarah kebudayaan. Menurut Israel Scheffler (1958). serta kemampuan dan kebiasaan yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat. adat-istiadat. turut serta dalam peradaban masa sekarang dan membuat peradaban masa yang akan datang. dan lain-lain. cara mempertahankan diri. apakah kelompok usia. cara berpikir. melalui pendidikan manusia mengenal peradaban masa lalu. . dan lain-lain. yang meliputi pengetahuan. pekerjaan. hukum. cara bekerja. di daerah gurun pasir berbeda dengan di daerah padang rumput atau rawa. Perbedaan ataupun konflik nilai tersebut dilatarbelakangi oleh perbedaan tatanan yang berakar pada perbedaan pola-pola kebudayaan Menurut Tylor (1871). Sejalan dengan perkembangan masyarakat maka nilai-nilai yang ada dalam masyarakat juga selalu berkembang. Demikian juga masyarakat di daerah kepulauan berbeda dengan di daerah daratan. kemasyarakatan. kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks. kesenian. Konflik nilai bisa juga diakibatkan adanya perbedaan sudut pandang karena adanya variasi sumber-sumber nilai tersebut. Status dan peranan manusia dalam kelompok. Kondisi alam dan geografis mempengaruhi cara hidup.

bangsa. yang sangat berharga baik bagi kepentingan bisnis. ideologi. terutama teknologi industri transportasi. penelitian. Melalui proses alkulturalisasi. sosial-budaya. dan lain-lain malah terjadi pembauran suku. Mobilitas yang tinggi mempercepat pertemuan antarsuku dan antarbangsa. lancar. kemampuan masyarakat makin sering terjadi. ekonomi. mempengaruhi pengetahuan. dan akurat memudahkan perolehan informasi. Pertemuan antarsuku bangsa. . aspirasi. rekreasi. akan memiliki sistem dan fasilitas yang lebih mapan dibandingkan dengan masyarakat yang kemajuannya rendah. nilainilai etik dan estetik. B. pertentangan atau konflik antarsektor sosial-budaya adakalanya juga terjadi. Dalam kondisi masyarakat demikian. Karena adanya pengaruh dari perkembangan teknologi. komunikasi. kebiasaan bahkan pola-pola hidup mereka. politik. perubahan-perubahan terjadi dengan cepat. Perkembangan Masyarakat Salah satu ciri dari masyarakat adalah selalu berkembang. lancar. membuka daerah-daerah yang terisolasi. pemerintahan. teknologi. Sistem dan fasilitas yang tersedia akan mempengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat. Mungkin pada masyarakat tertentu perkembangannya sangat cepat. atau ras. Di samping pembauran. masyarakat informasi dan global. dan antarras dengan berbagai kebudayaan. tradisi. antarbangsa. telekomunikasi dan elektronika. pengetahuan. Perubahanperubahan masyarakat ini akan mempengaruhi perkembangan setiap individu warga masyarakat. kecakapan. Masyarakat yang telah mencapai tingkat kemajuan yang tinggi dalam segi ilmu. meningkatkan pemerataan pembangunan. dan segi-segi kehidupan yang lainnya. komunikasi cepat. tetapi pada masyarakat lainnya agak lambat bahkan lambat sekali. sikap. Maka it'rjadilah proses pembauran budaya. maupun hobi. mobilitas manusia dan barang sangat tinggi. minat. Komunikasi sangat cepat. Perubahan yang cepat hampir terjadi dalam semua aspek kehidupan. sosial-budaya.Kehidupan masyarakat juga dipengaruhi oleh tingkat kemajuan yang telah dicapainya. pertentangan atau konflik-konflik ini berangsurangsur berkurang. masyarakat kita dewasa ini berkembang sangat cepat menuju masyarakat terbuka. semangat. ekonomi. nilai-nilai. dan akurat.

Pola kehidupan agraris memiliki kesamaan. Masyarakat secara berangsur-angsur. hidup santai telah ditinggalkan. menghadapi mesin dan peralatan lain yang berbeda. Tugas-tugas dalam suatu spesialisasi sering tidak dipahami oleh spesialisasi lain. lebih mewarnai kehidupan dalam masyarakat industri. tetapi karena dunia industri berorientasi pada pasar. Oleh karena itu. Dalam pola kehidupan masyarakat industri. baik dengan sesama karyawan maupun dengan waktu atau prestasi sebelumnya. Perubahan ini bukan saja karena adanya peralatan baru atau jenis pekerjaan yang baru. kebijakan baru yang melahirkan produk dan layanan baru selalu muncul. Bekerja di bidang industri tidak lagi bergantung pada musim (hujan atau kemarau. Penggunaan peralatan berteknologi tinggi tidak menuntut banyak orang. Hal itu mengakibatkan adanya keragaman tugas dan pekerjaan. malah bisa bekerja siang dan malam. dan sebagainya. Diversifikasi pekerjaan dan tugas-tugas dalam satu pekerjaan melahirkan spesialisasi yang menuntut profesio. Dengan demikian. Sifat kompetitif. Pola padat karya yang dikerjakan secara gotong royong dalam kehidupan agraris telah beralih pada padat teknologi yang dikerjakan secara profesional. strategi. panas. rasa kerja sama yang tinggi. hidup yang lebih santai. berubah dari kehidupan yang berpola agraris ke pola kehidupan industri. diganti dengan pola kerja keras mengejar target meningkatkan produksi. Perubahan pola pekerjaan Karena pengaruh perkembangan teknologi maka terjadi perubahan yang cukup drastis dalam pola pekerjaan.nalisme dalam setiap spesialisasi tersebut. sifat gotong royong mulai menipis. terutama di perkotaan sering terjadi loncatan. Dalam pola kehidupan industri perubahan sangat cepat terjadi. tetapi sedikit orang dengan kemampuan tinggi. cara kerja yang teratur. taktik. bisa bekerja sepanjang masa. diganti dengan kerja sama sesuai dengan alur kerja.1. Penerapan teknologi di bidang industri relatif lebih maju dibandingkan di bidang pertanian. Oleh karena itu. Dalam bekerja di sektor industri telah ada pembagian tugas masingmasing. perubahan yang lamban. sifat-sifat yang dimiliki masyarakatnya jauh berbeda. atau dingin). yang menuntut konsentrasi perhatian dan kegiatan. . dan menuntut profesionalisme yang lebih tinggi pula.

sejumlah masalah dan kesulitan juga muncul. Wanita yang bekerja juga dapat menambah penghasilan keluarga. Di samping sejumlah kebaikan dari para wanita yang bekerja.2. bekerja hampir pada seluruh sektor pekerjaan. bagaimanapun akan menelantarkan pelaksanaan tugas-tugasnya dalam rumah tangga. tidak bisa dilepaskan dari kodratnya sebagai wanita. kehidupan keluarga. membutuhkan pemikiran dan tenaga yang dengan sedikit ketidakmampuan membagi tugas dapat membengkalaikan salah satu tugas. mendidik anak. sebagai istri dan ibu. Masalah kedua berkenaan dengan kehidupan keluarga. wanita tidak lagi hanya bekerja di rumah. Masalah pertama berkenaan dengan kehidupan sosial-pribadi wanita. tenaga. Kehadiran wanita dalam lingkungan kerja juga dapat menimbulkan suasana lain dibandingkan apabila semua karyawannya pria.duanya. Penyelesaian kedua tugas tersebut bukan masalah ringan. Tugas yang banyak menyita waktu. Perubahan peranan wanita Dewasa ini jumlah wanita yang berpendidikan relatif seimbang dengan dengan pria. Hal itu bisa mengakibatkan keluarga tidak harmonis. Diperkuat dengan perubahan pandangan tentang kedudukan wanita. Wanita yang bekerja apabila telah menikah mempunyai tugas ganda. Memang banyak pekerjaan-pekerjaan tertentu yang lebih berhasil bila dikerjakan oleh wanita. dan mengatur rumah tangga. Wawasan dan pengetahuan mereka menjadi lebih luas. potensi-potensi yang dimilikinya dapat diwujudkan dan disalurkan. dan perhatian dalam pekerjaan atau karier. Wanita memiliki peluang yang sama dengan pria. Wanita betapapun tinggi tingkat pendidikan dan jabatan yang dipegangnya. Dengan bekerja di luar rumah. dan berkreasi dibandingkan apabila hanya bekerja di rumah tangga. Sampai batas tertentu masih tetap harus melayani suami. kesejahteraan rumah tangga terabaikan. mengurus anak dan keluarga seperti pada pola kehidupan lama. berkarya. sehingga kesejahteraan ekonomi keluarga menjadi lebih baik. dan mungkin terjadi . sebagai akibat ernansipasi yang membuka kesempatan kepada kaum wanita untuk memperoleh pendidikan. Keadaan ini membawa beberapa implikasi. baik bagi kehidupan sosial-pribadi para wanita. pendidikan anak terbengkalai. wanita lebih bebas bergerak. bahkan kedua. maupun dalam situasi kerja. menyelesaikan tugas-tugas pekerjaan dan tugas-tugas keluarga.

baik bagi wanita yang bersangkutan. Dalam keluarga. anak juga mempunyai masalah sendiri. penampilan. berkreasi. Anak-anak yang belum bersekolah tinggal di rumah bersama pembantu. kenyataannya jam kerja kadang-kadang sampai pukul 22. mungkin tuntutan pekerjaan tersebut dapat dipenuhi secara optimal. Perpecahan keluarga ada dua macam. pemikiran. dan berkompetisi. tetapi tempat berkarya.perpecahan keluarga (brooken home). Perubahan kehidupan keluarga Perkembangan kehidupan keluarga sejalan dengan perkembangan masyarakat. orang tidak lagi bekerja dari pukul 7. Kalau karyawati itu belum berkeluarga atau melepaskan din i dari tugas-tugas rumah tangga. Bagaimanapun dalam situasi kerja akan terjadi konkurensi. bahkan oleh kedua-duanya. Dalam lingkungan kerja yang ada wanita dan pria.00. 3. dan unjuk kerja yang optimal. bahkan beberapa minggu tidak pulang. maupun unit kerja. bisa saja terjadi hal-hal yang tidak diharapkan. Situasi demikian menuntut sikap. melebihi waktu biasa. Pekerjaan atau karier bukan tempat beristirahat. keluarga. mulai dari pelecehan sampai dengan skandal. tidak semua pria menerima kedudukan di bawah wanita. Mereka lebih banyak . tetapi mungkin juga dialami oleh para ibu/istri.00 sampai pukul 14. Masalah ketiga berkenaan dengan situasi pekerjaan. Masalah tersebut akan bertambah lagi apabila terjadi situasi-situasi yang tidak sehat atau menyimpang. melainkan dari Senin sampai Minggu dan pulang seminggu sekali.00 bahkan lebih. Pola kerja masyarakat modern (industri) menuntut waktu kerja yang tidak teratur. apalagi bila latar belakang pendidikan dan kemampuan terasa sama.00. atau pecah secara lungsi tidak bercerai tetapi masing-masing pihak tidak melaksanakan lungsi yang semestinya. Bekerja bukan lagi dari Senin sampai Jumat dan pulang tiap hari. Hal ini tentu menimbulkan masalah. Situasi ini dapat menimbulkan konflik berkepanjangan. berprestasi. Walaupun ketentuan sampai pukul 16. Rumah hanya berfungsi sebagai tempat parkir . Bila tidak maka hambatan karier yang akan terjadi. Dalam masyarakat modern. Hal seperti itu mungkin hanya dialami oleh para bapak/suami. pecah secara struktur yaitu cerai antara suami dan istri.1tau lebih parah sebagai tempat bertengkar.

A. Fasilitas keluarga lebih lengkap dan lebih baik. demikian juga ibu dan anak. Aristarhus yang hidup sebelum Masehi. Euclid. seperti dikemukakan Briffault dalam Making of Humanity (dalam C. Anak yang bersekolah sebagian waktunya digunakan di sekolah. 1995 : 2). Plato. Socrates. Hubungan harmonis antara suami dan istri. Penghasilan tinggi akan meningkatkan kemampuan ekonomi dan kesejahteraan keluarga. sampai kepada A1-Khawarizmi yang hidup pada abad ke-9. seperti Thales. beberapa masalah juga dihadapi dalam kehidupan keluarga. bahkan bisa menabung dan berlibur ke luar kota secara berkala. Bapak tidak lagi melaksanakan tugas sebagai kepala keluarga. Perkembangan Ilmu Pengetahuan Sejak abad pertengahan ilmu pengetahuan berkembang dengan pesat. Apalagi bila suami dan istri bekerja. Kesempatan anak remaja di rumah lebih sedikit.\ Banyaknya waktu yang digunakan untuk bekerja akan seimbang dengan penghasilan yang diperoleh. Kesibukan di luar batas kewajaran bisa mengorbankan pelaksanaan fungsi-fungsi keluarga. Archimides. bahkan mungkin hilang. penghasilan mereka jauh lebih banyak. Masa setelah abad pertengahan sering disebut zaman modern. Leucipos. bisa terjadi rumah hanya berfungsi sebagai tempat parkin Dalam situasi demikian. Demokritos. . komunikasi pedagogis antara orang tua dan anak bisa sangat terbatas. C. Kesibukan kerja/karier dalam batas-batas wajar memungkinkan anggota keluarga melaksanakan tugasnya dengan baik.hidup dan bergaul dengan pembantu daripada dengan orang tuanya. umumnya berada di luar rumah untuk menyelesaikan tugas sekolah atau bergaul dengan teman. Qodir. semua kebutuhan hidup terpenuhi. Perkembangan ilmu pengetahuan pada masa ini banyak didasari oleh penemuan dan basil pemikiran para filsuf purba. Aristoteles. Karena sangat sibuknya setiap anggota keluarga. tetapi sebagian besar digunakan di rumah atau di luar rumah dengan teman-temannya. berbagai masalah keluarga bisa timbul. Phythagoras. Di samping memperoleh nilai lebih dari pola kerja pada masyarakat modern. Perkembangan ilmu pengetahuan modern tidak dapat dilepaskan dari peranan ilmuwan Muslim.

Ilmu pengetahuan modern merupakan sumbangan paling penting bagi peradaban Islam. mengembangkan lebih jauh prinsip heliocentrisme. Copernicus 1473-1543 M. Semua planet dan bumi berputar mengelilingi . Salah satu pusat penelitian astronomi terkenal. didirikan oleh Al-Tusi tahun 1259.Orang Yunani mengadakan sistematisasi. namun ketekunan melakukan pengamatan dan penyelidikan eksperimental yang saksama dan lama bukanlah watak mereka « apa yang kita sebut ilmu pengetahuan muncul sebagai akibat metode eksperimen baru.. Bidang astronomi juga banyak dikembangan ilmuwan muslim di berbagai negara. Dalam bidang anatomi. Dalam bidang geografi dikenal nama Al-Kindi sampai dengan Musa Al-Khawarizmi dan Al-Beruni sebagai penemu geodesi. Berikut ini adalah beberapa perkembangan besar ilmu pengetahuan pada zaman mi. AlKindi. Ilmu pengetahuan alam dikembangkan oleh Al-Beruni. sampai dengan abad ke-13. pengembangan ilmu pengetahuan didominasi oleh ilmuwan muslim. yang diperkenalkan ke Eropa oleh orang Arab . terutama ilmu pengetahuan murni yang begitu pesat. Dalam ilmu kimia. Pada abad ke-20.. Perang antara negara Arab dan Eropa pada awal abad ke-14 banyak menimbulkan percampuran dan pertukaran kebudayaan dan ilmu pengetahuan antara Barat dan Timur. nama Al-Baydawi tidak dapat dilupakan. Al-Bagdadi adalah ahli botani terkenal. A1Khawarizmi dan Omar Khayyam (Aljabar). Imam Jaffar dan Al-Razi adalah para ilmuwan pengembang pertama ilmu Kimia. Dalam bidang kedokteran. generalisasi. Mulai akhir abad ke-13 ada kemunduran dalam mengembangkan ilmu pengetahuan di negara-negara Islam. Ibn Bajjah. seorang ahli astronomi.. Ibn Sina dan Al-Rani adalah dua tokoh yang sangat terkenal. Dalam matematika dikenal Jamshid Al-Kashmi (ahli matematika). Sejak awal abad ke-14 sampai dengan akhir abad ke-19 terdapat perkembangan ilmu pengetahuan. dan menyusun teori. Selama beberapa abad. Teleskop ditemukan oleh Ibn Yunus jauh sebelum Galileo. Setelah perang antara negara-negara Islam dengan negara-negara Eropa. perkembangan yang sangat pesat terjadi pada ilmu pengetahuan terapan dan teknologi. Observatorium Maragah. terjadi pergeseran perkembangan ilmu pengetahuan dari Timur Tengah ke Eropa. Jabin Ibn Hayan.

Usaha Tycho Brache itu diteruskan oleh Keppler. Lavoisier berbeda dengan para ahli lainnya. Tycho Brache (1546-1601). Fermat mengembangkan teori Aljabar mengenai bilangan-bilangan. Ia banyak mempelajari tentang pergerakan. Selain ahli astronomi.nganggap bahwa matahari. Johannes Keppler (1571-1630). . Temuannya tentang lintasan lengkung diterapkan dalam menentukan lintasan peluru. Lavoisier (1743-1794) adalah ahli fisika. Percobaan-percobaan Lavoisier mendasari perkembangan kimia analitik dan kimia organik. Ia juga berhasil membuat teropong bintang yang lebih sempurna. kini terkenal dengan perhitungan diferensial integral (kalkulus). Teori Copernicus ini mendapatkan banyak tantangan dari golongan gereja. Semua itu disediakan untuk manusia. Galileo menemukan planet. Tycho Brache dalam me. bulan. serta teori cahaya atau optika.matahari. Dari dua sarjana tersebut banyak temuan baru tentang orbit planet. Newton (1643-1727) adalah seorang pujangga besar. Newton banyak menyumbangkan ilmunya bagi perkembangan ilmu pengetahuan yang hingga sekarang banyak digunakan. yang mendasari ilmu kimia. dan bintangbintang berputar mengelilingi manusia sebagai tanda kasih Tuhan. Homocentrisme merupakan padangan yang me. Dengan demikian. teori lintasan tersebut menjadi bagian ilmu peperangan. Teori Copernicus ini bukan hanya menyangkal teori geocentrisme. Sumbangan terbesarnya adalah teori gravitasi. dan Galileo (1546-1642) adalah para ahli astronomi. Galileo juga banyak mengadakan pengamatan langsung. serta pendukung lainnya. perhitungan kalkulus (diferensial integral). ia melakukan percobaan dengan cara kuantitatif. ahli matematika. astronomi. juga membalikkan prinsip hornocentrisme dari ajaran agama. Mereka banyak dipengaruhi gagasan Copernicus dan melanjutkan gagasan itu. dan fisika.ngamati jalannya bintang-bin tang menggunakan teropong yang besar. Fermat (1601-1665) dan Pascal (16234662) adalah ahli matematika dan fisika.besar. serta tata bulan planet Jupiter. Fermat dan Pascal mengembangkan dasar-dasar statistika (teori kemungkinan). perpustakaan. hukum pergerakan. la juga membangun observatorium yang dilengkapi alat. Galileo juga mendalami fisika.

Sebenarnya sejak dahulu.. Sumbangan yang berupa penggunaan atau penerapan suatu bidang ilmu pengetahuan terhadap bidangbidang lain disebut teknologi. Dalton (1766-1844) menemukan dasar ilmu kimia yang ditekankan pada teori atom. dan otak manusia. Perkembangan Teknologi Dari para ahli. kita sering mendengar pernyataan bahwa ilmu bukan hanya untuk ilmu. 1) merumuskan lebih jelas dan lengkap tentang teknologi. Henry Becquerel (1852-1908). dan energi. . memperkuat. 11) Technology is the art of utilizing scientific knowledge. seperti dinyatakan Kast dan Rosenweig (1962. Kalau manusia zaman dulu memecahkan kemiri dengan batu atau memetik buah dengan galah. pancaindera. teori relativitas. yaitu ilmu fisika nuklir. elektron. sedangkan menurut Charles Susskind (1973: 1) .. teknologi sudah ada atau manusia sudah menggunakan teknologi. Einstein (1905-1911) menemukan teori kenisbian. hlm. Thomson menemukan elektron.Perkembangan ilmu pengetahuan terus berlangsung. atau membuat lebih ampuh anggota tubuh. yang menggugurkan teori atom sebagai bagian terkecil yang tak dapat dibagi lagi. logam yang dapat berubah menjadi logam lain. apakah menghasilkan suatu teori/ hukum baru atau menggugurkan teori/hukum yang ada. Dengan penemuanpenemuan tersebut berkembanglah ilmu baru dalam bidang kimia-fisika. how we do things is technology. Iskandar Alisyahbana (1980. D. melainkan juga diharapkan dapai mem herikan sumbangan kepada bidang-bidang kehidupan atau ilmu yang lainnya. hlm. Teknologi ialah cara melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan bantuan alat dan akal (hardware dan software) sehingga seakan akan memperpanjang. sesungguhnya mereka sudah menggunakan teknologi yaitu teknologi sederhana. dan Thomson 1897 menemukan radium. Curie (1859-1906). Mengapa manusia menggunakan teknologi. Perkembangan selanjutnya menghasilkan teoriteori baru dalam kenisbian. Pernyataan tersebut dapat diartikan bahwa pengembangan suatu ilmu pengetahuan tidak hanya ditujukan kepada perkembangan ilmu pengetahuan itu sendiri.

Dengan teknologi ini. Penemuan teknologi pertama yang cukup penting adalah teknologi api. manusia membudidayakan bermacam macam tanaman dan binatang yang sebelumnya tumbuh liar di alam bebas. pengembangan suatu teknologi sering berdampak negatif. lembaga. bijih timah. mangan. Perkembangan yang begitu cepat pada beberapa dekade terakhir adalah perkembangan teknologi transportasi. teknologi pembuangan asap. dan lain-lain. teknologi pemadam kebakaran. serta . Dengan akalnya itu ia ingin hidup lebih baik. maka terbentuklah masyarakat dengan berbagai aturan dan sistem kehidupan sosial. dan lebih sehat. mas. bisa menghangatkan badan.karena manusia berakal. perak. Dengan teknologi ini manusia mendapatkan penerangan pada malam hari. besi. lebih lezat. Mulanya teknologi ini berkembang secara individual dalam lingkungan kecil dan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan sendiri. dan mengolah berbagai bahan makanan. lebih aman. Teknologi budidaya ini mampu mengubah pola hidup berpindah-pindah menjadi menetap. seperti teknologi untuk mengatasi kebakaran. Teknologi penting lain yang ditemukan selanjutnya adalah teknologi pertanian. Karena manusia hidup menetap. kemudian berkembang tambah banyak. makanan menjadi lebih lunak. lebih sejahtera. lebih mudah. teknologi komunikasi dan informatika. kemudian berkembang menjadi kongsi ditujukan untuk memenuhi lingkungan yang makin meluas sampai bersekala ekspor. dan yang paling penting dan banyak mendasari pengembangan teknologi lebih lanjut adalah teknologi logam. umpamanya teknologi penerangan. Perkembangan teknologi lain yang sangat penting dan banyak membawa perkembangan pada teknologi lain adalah teknologi industri. Ienemuan teknologi api mendasari pengembangan teknologi lain pada masa-masa berikutnya. Teknologi ini memberikan kesejahteraan kepada manusia karena hasil pertanian lebih banyak dan mudah didapat. dan sebagainya. mengurangi polusi. mereka berkumpul. Ilerkat api. Penemuan-penemuan di bidang ilmu pengetahuan mempercepat pertumbuhan teknologi industri. dapat diolah menjadi batangan kemudian diolah lebih lanjut menjadi berbagai alat kebutuhan manusia. Dengan teknologi api. karena itu perlu Iemuan teknologi lain untuk mengatasinya.

Apollo yang dimulai tahun 1964 berhasil mendaratkan para astronot di bulan. Pada tahuntahun terakhir. Voyager mengangkasa sejauh 680 juta kilometer dari bumi dan berhasil mendapatkan data gambar dan bentuk lain dari planet Yupiter. Uni Soviet dengan program Soyus-nya selalu berlomba dengan Amerika Serikat dalam menjelajahi angkasa luar. tetapi juga bisa menempatkan berbagai satelit untuk memantau apa yang terjadi di bumi dan memperlancar komunikasi antardaerah di bumi. dan antarbangsa. Perkembangan alat transportasi bukan hanya ditujukan untuk mobilitas orang dan barang. Program penerbangan angkasa luar Amerika Serikat yang dimulai dengan Mercury 1962. memungkinkan orang dan barang bisa berpindah dari suatu tempat ke tempat lain dengan mudah dan cepat. Amerika Serikat mengembangkan program Challenger kemudian Discovery dengan pesawat clang-aliknya walupun pernah mengalami kegagalan. dan merupakan awal babak baru dalam bidang angkasa luar. Perkembangan teknologi industri transportasi berkembang pesat. Amerika Serikat melaksanakan program Voyager. antarkelompok. maupun udara. bukan saja membuktikan bahwa manusia bisa ke luar dari orbit bumi. Peluncuran Sputnik I tahun 1958 oleh Uni Soviet (sebelum bubar . Voyager II yang akan menyusul Voyager I akan meneruskan penerbangan ke Saturnus dan ken-Indian keluar dari tata surya kita.red) menarik banyak masyarakat dunia. Arian berhasil menempatkan sejumlah satelit negara-negara Eropa dan beberapa negara lain. menuju planet lain. Pengembangan teknologi angkasa luar ini. Jarak geografis tidak menjadi hambatan lagi untuk hubungan antarorang. .teknologi media cetak. termasuk Indonesia yang berhasil mengorbitkan Palapa C2 pada tahun 1996 pada posisi yang direncanakan. Gemini 19631965. melainkan untuk kepentingan penelitian dan penemuan-penemuan teknologi lebih lanjut. Setelah berhasil dengan Apollo. laut. dengan program Arian-nya yang dimotori oleh Perancis. Eropa Barat juga tak mau kalah dalam pengembangan teknologi angkasa luar. Berbagai jenis alat transportasi yang bermutu tinggi dengan perlengkapan mutakhir telah tersedia. baik transportasi darat. Alat transportasi yang banyak mendapat perhatian dari negara-negara maju adalah pesawat angkasa luar. Perkembangan teknologi terbesar dalam pertengahan abad ke-20 berkenaan dengan penjelajahan angkasa luar.

juga digunakan untuk meneliti dan membuat beberapa peralatan bagi kepentingan bumi. Melalui penggunaan berbagai satelit. Tetapi dengan internet. Selain kemajuan di bidang komuniksi massa. menghasilkan sistem komunisikasi gaya baru. kemajuan bidang telekomunikasi pun mengalami kemajuan yang begitu pesat. internet. Satelit merupakan sarana komunikasi massa. Dengan kemajuan teknologi angkasa luar ini. juga teknologi senjata mutakhir. Oleh karena itu. sudah dapat diketahui oleh orang-orang di bagian dunia lainnya. masalah arus laut. artinya sangat bergantung pada jam siar. kimia. merupakan perkembangan teknologi yang banyak menimbulkan ancaman dan kekhawatiran manusia. misil. dieapainya luar biasa. jam siar ini hilang. dan matematika mengembangkan teknologi ruang angkasa dan kemiliteran. Teknologi lain yang perkembangannya sangat cepat pada beberapa dekade terakhir adalah teknologi komunikasi dan informatika. Orang bisa memperoleh hampir semua informasi dari setiap negara tanpa dibatasi waktu. Temuan-temuan di bidang fisika. Perkembangan radio dan televisi telah membuka bagian-bagian dunia yang terbelakang menjadi daerah terbuka karena arus informasi. dan lain-lain. dalam waktu beberapa menit. dan internet. Umpamanya pengamatan dan penelitian daerahdaerah yang mengandung minyak atau bahan-bahan mineral.planet yang paling jauh bukan dengan renungan atau spekulasi atau peneropongan. dewasa ini dunia disebut dunia global. telekomunikasi. cuaca. peluru kendali antarbenua. Penerbangan angkasa luar bukan hanya ditujukan untuk meneliti planet-planet luar. diadakan berbagai pengamatan dan penelitiaan tentang bumi. born hidrogen. manusia berhasil meneliti planet.tetapi basil hasil van). melainkan dengan pesawatpesawat yang berawak manusia. Teknologi ini berkembang sangat pesat berkat temuan-temuan di bidang eletronika. dan iklim. kita hanya bisa memperoleh informasi yang disiarkan. Perkembangan teknologi di bidang kemiliteran bukan hanya menghasilkan teknologi senjatasenjata biasa. Kemajuan di bidang telepon. yang dikombinasikan dengan kemajuan di bidang komputer. sebab dengan perantaraan komunikasi massa dan komunikasi batas-batas pemisah antarnegara dan antar . Apa yang terjadi di suatu daerah atau negara. born nuklir. faksimil. Dengan komunikasi massa.

seperti keadaan aslinya di negara yang mengembangkannya. 2) membedakan teknologi tersebut menjadi teknologi jenis hardware. Hamijoyo (1975. dan pengembangannya lebih lanjut. sekarang ada teknologi microfilm dan microfiche untuk mengecilkannya. kaidah.J. dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi secara teratur (B. Transformasi teknologi Pengembangan ilmu dan teknologi tidak berarti harus mencari dan menemukan sendiri serta harus mulai dari awal. Proses pengalihan tidak berarti mengambil dan menerapkan teknologi. ke Gedung Putih. pendekatan. Cara yang lebih tepat dan memungkinkan untuk mengejar ketinggalan adalah dengan transformasi teknologi. dan surat kabar.daerah menjadi hilang. banyak dikemukakan contoh-contoh perkembangan teknologi yang berbentuk material. tetapi juga yang immaterial. modifikasi. dan hubungan antarorang. bahkan ke Pentagon. Apabila cara itu ditempuh. seperti buku. software.dokumentasi yang menggunakan tempat terlalu besar. Menurut B. Untuk dokumentasi. setiap saat orang bisa masuk. Transformasi teknologi merupakan suatu proses pengalihan. sistem kerja. tetapi mencakup juga penyesuaian. Barangbarang cetakan ini bisa didokumentasikan untuk waktu yang lama. 1. hlm. yang bermutu tinggi. Sesungguhnya teknologi tidak hanya menyangkut halhal material. dan pola hubungan. majalah. tahan sampai ratusan tahun. penerapan. mempunyai keunggulan sendiri. Santoso S. Dalam bahasan tentang perkembangan teknologi pada awal bagian ini. dengan kemampuan cetak yang sangat cepat. Habibie (1983). walaupun jangkauan dan kecepatan sebarannya tidak seluas dan secepat komunikasi massa dan telekomunikasi. 1983). ke Library of Congres Amerika Serikat.J. kalau bahannya cukup baik. Teknologi media cetak. telah menghasilkan barang cetakan. konsep. akan banyak waktu terbuang dan kita akan semakin jauh tertinggal. ada lima prinsip yang menjadi pegangan dalam transformasi teknologi (industri): 1) perlu diselenggarakan pendidikan dan . Penemuan alat-alat cetak modern. tanpa permisi. Melalui internet. Habibie.

pelatihan di dalam dan luar negeri untuk menyiapkan para pelaku transformasi. adalah tahap pelaksanaan penelitian dasar secara besar besaran. serta sarana dan prasarana. Pada tahap ini dikembangkan desain dan cetak biru sehingga ada elemen baru. kondisi. disesuaikan dengan kebutuhan. diterapkan. setiap negara harus melindungi perkembangan kemampuan nasionalnya. Ada tiga tahap penting transformasi teknologi menurut B. 2) perlu dikembangkan konsep yang jelas dan realistic tentang masyarakat yang akan dibangun serta teknologi-teknologi yang diperlukan untuk mewujudkannya. banyak negara berkembang melakukan penelitian dasar melalui perjanjian kerja sama dengan negara-negara maju di bidang ilmu dan teknologi. Transformasi teknologi tidak bisa dilakukan secara serempak dan langsung pada tahap akhir. Habibie (1983). Tahap keempat. 4) bangsa yang ingin mengembangkan diri secara teknologis harus berusaha sendiri memecahkan setiap masalahnya. penggunaan teknologi yang ada digunakan untuk proses nilai tambah produksi barang di pasaran. Tahap pertama. Tahap ketiga. . 3) teknologi hanya dapat dialihkan. diciptakannya teknologi untuk komponen produk-produk teknologi terbaik dalam bidang masing-masing. Proses ini disebut proses nilai tambah. elemen penciptaan. tahap integrasi teknologi digunakan untuk desain dan produksi barang baru. Tahap ini merupakan tahap dilaksanakannya inovasi-inovasi. Oleh karena itu. hingga saat tercapainya kemampuan bersaing secara internasional. sumber daya manusia. dan kemampuan. begitupun teknologi baru. Teknologi produksi dan manajemen digunakan untuk mengubah bahan baku atau barang setengah jadi menjadi barang-barang yang bernilai jual lebih tinggi. Dalam tahap ini teknologi-teknologi yang ada dikembangkan lebih lanjut. Tahap kedua. 5) pada tahaptahap awal transformasi.J. Tahap ini penting bagi negara-negara berkembang yang menghadapi kendala keuangan. adalah tahap pengembangan teknologi itu sendiri. dan dikembangkan lebih lanjut jika benar-benar diterapkan.

namun jumlahnya masih terbatas. melainkan juga pada kepentingan politik (integritas bangsa). 2) industri maritim dan perkapalan. antara lain: laboratorium uji .2. Dewasa ini pemanfaatan satelit tersebut semakin luas. Jawa Barat. yaitu: 1) industri pesavvat terbang. Perkembangan teknologi di Indonesia Perkembangan teknologi terjadi di mana-mana. tetapi yang dikembangkannya adalah teknologi sederhana.alat dan mesin-mesin pertanian. Perkembangan teknologi yang lebih terencana dan terarah tampaknya dimulai setelah B. Habibie (1983). misalnya untuk kepentingan telekomunikasi dan jaringan internet. Habibie menjabat sebagai menteri sekaligus pemikiran pemimpin pengembangan teknologi di Indonesia. Di bawah pimpinan Habibie pengembangan teknologi benar-benar bertolak dari kondisi dan karakteristik wilayah dan kebutuhan pembangunan Indonesia. dan 8) industri pertahanan dan keamanan. social budaya. 7) industri alat. 6) industri rekayasa. laut. 5) industri energi. 3) industri alat-alat transportasi darat. Ada sejumlah laboratorium yang dimiliki Puspitek. Menurut B.J. Pengemkmgan teknologi diarahkan bukan hanya pada kepentingan kemajuan ekonomi. ada delapan wahana transformasi yang menjadi prioritas pengembangan teknologi terutama teknologi industri. Perkembangan teknologi ini diawali dengan diluncurkannya Sistem Komunikasi Satelit Domestik Palapa Al. sejak dilaksanakannya Pelita I. Pusat pengembangan ini memiliki bidang dan fasilitas yang sangat lengkap. Pusat pengembangan terbesar adalah Pusat Pengembangan Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspitek) di Tanggerang. Pada mulanya. dan udara. Indonesia juga telah memiliki pusat-pusat pengembangan ilmu dan teknologi. pemanfaatan satelit ini terbatas pada bidang komunikasi massa dan jangkauannya terbatas pada beberapa wilayah saja. Perkembangan teknologi tinggi yang cukup pesat terjadi pada masa pembangunan. Dalam beberapa hal mungkin dikembangkan teknologi madya. serta aspek-aspek lain. Sejak lama teknologi di Indonesia berkembang.J. asal manusia menggunakan alat dan akalnya untuk menyelesaikan setiap masalah yang dihadapi. dengan jangkauan bukan hanya negara-negara ASEAN dan negara-negara di sekitar Indonesia. 4) industri elektronika dan telekomunikasi. yang sekarang sudah mencapai generasi C2.

laboratorium termodinamika elan propulsi. Bandung. Perguruan tinggi juga berperan dalam pengkajian dan pengembangan ilmu dan teknologi sebagai realisasi dari salah satu tridharmanya. laboratorium fisika. kehutanan. E. Indonesia juga memiliki pusat penelitian astronomi di Lembang. serta reaktor penelitian serba guna dengan beberapa laboratorium penunjangnya. Institut Pertanian Bogor untuk bidang pertanian. lebih dikenal dengan nama Peneropong Bintang. Pada bagi. Universitas Gajah Mada. laboratorium aerodinamika. laboratorium energi. Pengaruh Perkembangan Ilmu dan Teknologi Pengaruh perkembangan ilmu dan teknologi cukup luas. yaitu Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang kepemimpinannya dirangkap oleh Menteri Riset dan Teknologi. laboratorium kimia. dan getaran. dan estetika. meliputi semua aspek kehidupan. Jauh sebelum didirikan Puspitek dan BPPT. budaya. ekonomi. etika. Ada beberapa perguruan tinggi yang terkemuka dan ada pula perguruan tinggi yang masih miskin dengan penelitian dan pengembangan yang berarti.konstruksi. Universitas Padjadjaran. politik. Institut Teknologi Bandung untuk bidang rekayasa dan teknologi. bahkan keamanan dan ilmu pengetahuan itu sendiri. . keagamaan. Indonesia mempunyai badan khusus. sosial. Lembaga lain yang juga mengadakan pengkajian tentang ilmu pengetahuan adalah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). laboratorium teknologi proses. laboratorium kalibrasi dan instrumentasi. Di bidang tenaga atom. Indonesia memiliki dua pusat reaktor atom. dan peternakan. Untuk pengkajian dan penerapan teknologi. fungsi penelitian dan pengembangan pada perguruan tinggi telah berjalan. yaitu dharma penelitian. Walaupun tahap pengembangannya belum sama.in ini pembahasan dibatasi pada pengaruh perkembangan ilmu pengetalimm din teknologi terhadap kehidupan masyarakat dan pendidikan. laboratorium metalurgi. gas dinamika. Beberapa perguruan tinggi yang cukup maju dalam penelitian dan pengembangan adalah Universitas Indonesia untuk bidang kedokteran dan ekonomi. dan Universitas Airlangga untuk bidang ekonomi. yaitu Pusat Reaktor Atom Bandung dan Pusat Reaktor Atom Kartini di Yogyakarta.

Hal itu disebabkan karena kemampuan ekonomi serta motif membaca yang masih kurang.Ada beberapa bidang ilmu dan teknologi yang mempunyai pengaruh yang baik secara langsung maupun tidak langsung. transportasi. tradisi. Sudah tentu di samping nilai-nilai yang positif. serta persenjataan. bahkan sampai batas tertentu dapat mengubah sikap masyarakat. media massa dapat . Komunikasi massa terutama melalui radio dan teleyisi mempunyai peranan dan pengaruh yang sangat besar terhadap masyarakat. seluruh kota di Nusantara dapat dijangkau oleh televisi. Tempat ketiga dan keempat diduduki oleh surat kabar dan majalah. program dan kegiatan pem. Dengan demikian komunikasi massa dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat.bangunan. terhadap kehidupan masyarakat. radio. Komunikasi cukup berkembang pesat di Indonesia dan berpengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat. kegiatan. Sebagian besar ibu kota propinsi telah mempunyai stasiun siaran TV sendiri. dan televisi. gagasangagasan. di samping masih kurangnya kemampuan membaca serta adanya kendala geografis karena banyak pulau-pulau terpencil. mekanisasi industri dan pertanian. budaya. Setelah diluncurkannya SKSD Palapa. maka radio transistor telah dapat dimiliki oleh rakyat kecil yang tinggal di daerah terpencil sekalipun. majalah. Melalui media tersebut. Di antara keempat media komunikasi massa tersebut yang paling luas jangkauannya adalah radio. Hal itu karena kedua media tersebut bukan hanya berfungsi memberikan informasi tetapi juga memberikan hiburan. Media komunikasi massa tersebut adalah surat kabar. nilai-nilai yang terserap oleh masyarakat. mungkin juga konsep-konsep. Urutan kedua yang juga cukup luas jangkauannya adalah televisi. Dengan adanya teknologi transistor yang diproduksi secara massal dengan harga yang relatif murah. kemajuan dart sebagainya yang telah dicapai oleh suatu golongan masyarakat atau daerah tertentu dapat diketahui oleh masyarakat atau daerah lain. Bidang-bidang tersebut adalah komunikasi. Surat kabar dan majalah belum dapat terserap oleh seluruh lapisan masyarakat di seluruh pelosok tanah air. Melalui situasi hiburan tersebut secara tidak disadari banyak informasi. Dewasa ini di Indonesia terdapat sejumlah media komunikasi massa yang perkembangannya sudah cukup maju dan dapat menjangkau hampir seluruh pelosok tanah air.

Tentang efek negatif acara TV beberapa ahli dan hasil penelitian menyatakan: banyak orang yang membuang waktunya antara 4-6 jam tiap hari untuk mengikuti semua acara TV. memperbesar terjadinya urbanisasi. pemilikan lahan pertanian yang sempit yang kurang menguntungkan bila diolah secara mekanis. dan sebaliknya penduduk desa juga dapat dengan mudah mendapatkan barang-barang hasil industri. film-film banyak yang mempertunjukkan kejahatan. Perkembangan teknologi transportasi meningkatkan mutu dan kecepa tan lalu lintas orang dan barang. antara kota.pula menimbulkan efek negatif. Kelancaran arus perdagangan berarti barang-barang hasil bumi dari desa dapat dengan segera dikirimkan dan dijual ke kota. perampokan. Perkembangan transportasi juga dapat memberi beberapa efek sampingan di antaranya: daerah-daerah pedesaan lebih konsumtif terhadap barang-barang hasil industri. mempermudah perhubungan baik lokal. Mobilitas penduduk atau masyarakat bukan hanya dari desa ke kota tetapi juga dari kota atau daerah yang satu ke kota atau daerah yang lain atau dari pulau yang satu ke pulau yang lain. iklan TV dapat menimbulkan penyakit the gimmees terutama pada anak (penyakit merengek ingin dibelikan). dan sebagainya. Perkembangan teknologi di bidang pertanian belum sepesat bidang industri. kedaerahan ataupun sikap eksklusivisme. keadaan alam yang banyak . Ada beberapa hambatan yang dihadapi dalam penerapan teknologi di bidang pertanian antara lain: terutama di Pulau Jawa tidak banyak lahan pertanian yang luas. Hal itu. menyebabkan terbukanya perhubungan dengan daerah-daerah yang asalnya terpencil. pembunuhan. juga akan memberikan sumbangan dalam pembentukan persatuan nasional. norma-norma kota yang belum tentu sesuai dengan kehidupan di desa (menggeser kebiasaan desa yang baik). Mobilitas penduduk memungkinkan terjadinya akulturasi. namun dampaknya terhadap peningkatan produksi dan kesejahteraan para petani telah dirasakan. cara-cara hidup. Pembukaan perhubungan tersebut dapat memperlancar arus perdagangan dan meningkatkan mobilitas penduduk. masuknya kebiasaan. antara pulau maupun antara negara. menghilangkan kesukuan. terutama penduduk desa dengan cara-cara dan kehidupan orang-orang kota. naiknya harga-harga produksi desa di desanya.

seolah-olah terdesak. Filino Harapah (1975. industri besar. Sebagai konsumen. baik industry maupun hilir. kemampuan permodalan dan pengelolaan. untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut. menengah bahkan industri kecil. Penggunaan teknologi maju dalam industri mempunyai beberapa pengaruh terhadap kehidupan masyarakat. Masyarakat sebagai sumber tenaga kerja banyak menderita kesulitan dengan adanya industri-industri . Walaupun dalam beberapa kasus tidak dapat dihindari terjadinya ketersisihan industri kecil oleh industri besar.terjadinya suatu eksperimentasi yang m cukup berani. Beberapa pertanian besar seperti rice estate di Palembang dan lain-lain yang merupakan joint venture sudah menggunakan teknologi maju yang serba mekanik. hlm. Meskipun demikian.bergunung-gunung atau berawa-rawa. Teknologi modern tersebut masih sangat bergantung kepada unsurunsur non-Indonesia. akibat saingan pabrik yang lebih modern dan unggul teknologinya. malahan sebaliknya. Dalam pengembangan teknologi industri ini. Mengenai ketersisihan industri-industri kecil yang menggunakan teknologi tradisional oleh industri-industri besar yang mengginiakan teknologi modern. di mana teknologi modern yang belum kita miliki berada berdampingan dengan teknologi tradisional yang masih terbelakang. pemerintah telah berusaha mengembangkan teknologi tepat guna di bidang pertanian. kebijaksanaan yang diambil pemerintah tidak hanya diarahkan pada pengembangan teknologi maju. masyarakat mempunyai beberapa keuntungan dari industri besar tersebut. Dalam proses sudah berlangsung. harga kemungkinan juga sedikit lebih rendah bila dibandingkan dengan produksi pabrik kecil. tetapi juga teknologi tepat guna. yang mungkin dapat diterapkan pada industri-industri menengah dan kecil. kualitas barang cukup baik. Bukti-bukti yang memperkuat pengamatan ini adalah terdesaknya pabrik-pabrik rokok gulung (linting). usaha tenun bukan mesin dan perusahaan minuman yang mempergunakan teknologi tradisional sederhana. yaitu barang-barang cukup banyak tersedia. Penggunaan teknologi maju yang paling banyak adalah di bidang industri. kelihatan bahwa teknologi tradisional bukannya kian meningkat. 8) mengemukakan pandangannya sebagai berikut: Dalam Pelita I kita telah melihat. pemasaran hasil pertanian dan sebagainya.

juga menda pat pen garuh yang cukup besar dari ilmu dan teknologi. Bagi orang-orang yang secara kebetulan dapat bekerja dengan teknologi maju tersebut dapat menikmati keberuntungannya. Dengan demikian semua acara tersebut sebenarnya mempunyai maksud dan pesan yang positif. Ziemek mengemukakan pendapat sebagai berikut: Melihat angka-angka terakhir mengenai kesempatan kerja di Indonesia yang menunjukkan bahwa 30% dari jumlah 44 juta angkatan kerja yang benarbenar. pendidikan merupakan salah satu aspek sosial.teknologi maju tersebut. memperoleh keterampilan dan membentuk sikapsikap tertentu. Pendidikan tidak terbatas pada pendidikan formal saja. tetapi sejumlah besar anggota masyarakat yang lain menderita karena tidak mendapat pekerjaan. Pendidikan. Pendidikan sangat erat hubungan dengan kehidupan sosial. yang jahat pasti dihukum dan sebagainya. namun tujuannya justru menyadarkan masyarakat bahwa perbuatan seperti itu tidak baik. Suatu pekerjaan yang sebelum menggunakan teknologi maju mungkin membutuhkan 15-20 orang pegawai/buruh maka setelah menggunakan teknologi maju dapat dikerjakan oleh 1 atau 2 orang saja. memperoleh kesempatan kerja penuh. ataupun penulis berita atau cerita yang sengaja menulis suatu tema cerita atau tulisan dengan tujuan merusak masyarakat. melainkan juga pendidikan nonformal. namun yang diterima oleh pemirsa tidak selalu . atau sandiwara TV. Dengan kata lain. sebab. Baik tayangantayangan yang berbentuk informasi ataupun tayangan yang bersifat hiburan juga mempunyai nilai-nilai pendidikan. sinetron. Meskipun penulis membuat ceritera tentang kejahatan atau kekejaman. jelas bahwa untuk mengurangi jumlah ini secara cukup berarti akan hampir tidak mungkin dicapai dengan jalan mengadakan industrialisasi perekonomian menurut pola di Barat. Sebab media massa juga merupakan juga media pendidikan. sebab pendidikan meliputi segala usaha sendiri atau usaha pihak luar untuk meningkatkan pengetahuan dan kecakapan. melalui media massa dapat berlangsung proses pendidikan. Dengan demikian dapat memperbesar angka pengangguran. Mengenai pengangguran atau kesempatan kerja tersebut. Pada bagian sebelum ini telah diungkapkan bahwa kemajuan di bidang komunikasi massa sangat berpengaruh terhadap pendidikan. M. Kami kira tidak ada seorang penulis skenario film.

dan pada masa tertentu terutama pada awal masa pubertas ada masa anak untuk beridentifikasi dengan tokoh-tokoh pujaan tertentu. dan perasaan seseorang. Dan yang penting adalah fungsi TV-nya sendiri yang disesuaikan dengan kemampuan masyarakat. sebab dalam kelas. tanpa paksaan atau perintah orang lain dan tidak ada tekanan untuk ulangan atau ujian. pandangan. apa saja yang dilakukan oleh tokoh tersebut selalu baik. Sebagai penyebabnya mungkin saja karena adeganadegan yang kurang terpuji tersebut lebih mendominasi dibandingkan degnan adegan-adegan yang mengandung maksud dan pesan luhur. penonton. Tiap acara TV atau radio. dan cara menyelesaikan masalah". Dalam hal ini media massa mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan dengan belajar dalam kelas. sebagai media komunikasi visual dalam meningkatkan pengetahuan. Mar'at seorang psikolog dari Unpad mengemukakan pendapatnya sebagai berikut: "TV mampu mengubah sikap. Bagaimanapun media massa mempunyai fungsi pendidikan. Padahal mungkin saja tidak semua tingkah laku tokoh tersebut baik. Industri dengan teknologi maju memproduksi berbagai macam alat-alat dan bahan yang secara langsung atau tidak langsung dibutuhkan . apalagi idolanya itu adalah tokoh dalam film-film Barat yang mungkin tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia. memberikan kecakapan atau keterampilan serta membina sikap tertentu. belajar berlangsung secara disadari. Sering terjadi kalau anak sudah menntio seorang tokoh. atau pembacanya. Segi negatif yang lain dari media TV untuk pendidikan anak selain yang telah diungkapkan terdahulu adalah kecenderungan anak untuk mengadakan peniruan dan identifikasi.seperti maksud dan pesan tersebut (tidak komunikatif). tiap berita atau tulisan dalam surat kabar atau majalah dapat menambah pengetahuan pendengar. diperintah dan diuji tetapi melalui media massa belajar terjadi secara tidak sadar. Mudah kita pahami bahwa yang menjadi idola anak adalah tokoh-tokoh terkenal atau jagoan-jagoan tertentu. Kita mengetahui bahwa anak suka tneniru. Perkembangan teknologi di bidang industri mempunyai hubungan timbal balik dengan pendidikan. cara berpikir. Dari pihak pemirsa kebanyakan lebih memperhatikan adeganadegan yang ramai daripada mencari makna pesan luhur yang dibawa dengan keramaian tersebut.

alat-alat berhitung. berubah menjadi masyarakat yang terbuka dan cukup berkomunikasi dengan daerah-daerah lain. Telah dibicarakan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membawa beberapa perubahan dalam kehidupan masyarakat. alatalat permainan. berbagai bentuk alat peraga. Sudah tentu penggunaan alat-alat hasil industri maju dalam bidang pendidikan. Untuk menyelenggarakan suatu sekolah kejuruan tertentu dituntut banyak hal. Sekolah kejuruan yang baru menuntut penyediaan guru-guru dalam kejuruan tersebut. cassete tape recorder. gambar-gambar. Peningkatan pendidikan sangat membutuhkan bantuan hasil-hasil teknologi industri tidak hanya yang bersifat hardware. anak akan lebih aktif dibandingkan dengan kalau hanya menggunakan kapur dan papan tulis saja. yang tertutup dengan adanya transportasi dan komunikasi yang luas. Aktivitas belajar anak akan bergantung pada metode belajar-mengajar yang digunakan. dan sebagainya. Kegiatan pendidikan membutuhkan dukungan dari penggunaan alat-alat hasil industri seperti komputer. tetapi juga membutuhkan bantuan penggunaan hasil pengembangan teknologi yang bersifat software. Ada segi lain mengenai hubungan antara pendidikan dengan perkembangan teknologi dalam industri. Hal itu berarti membuka pekerjaan baru dan juga menuntut keahlian baru yang harus dipersiapkan dalam pendidikan. metode mengajar yang baru. menuntut pengetahuan dan kecakapan gurugurunya. video tape. televisi. dan sebagainya. kemampuan. sistem penilaian yang baru. menuntut peralatan pendidikan atau latihan yang baru yang mungkin tidak sama dengan peralatan bagi pendidikan atau kejuruan yang telah ada. Perkembangan teknologi industri menuntut peningkatan penguasaan pengetahuan. radio. Penggunaan alat-alat belajar yang modern dalam pendidikan akan mempengaruhi proses belajar. Beberapa masyarakat terpencil. Dengan perkataan lain perkembangan teknologi dalam industri dapat memberikan tuntutan pembaharuan dalam pendidikan. peta. dan keterampilan sumber daya manusianya. buku-buku. Hal itu berkenaan dengan segi software sebagai hasil pengembangan teknologi. alat tulis menulis. Masyarakat yang pada mulanya hanya konsumtif .dalam pendidikan. Sekolah kejuruan yang baru juga mungkin menuntut sistem atau program yang baru. Dengan menggunakan alatalat belajar yang modern anak akan lebih aktif belajar.

Di sekolah. dan perkembangan masyarakat menimbulkan problema-problema baru yang menuntut pemecahan dengan pengetahuan.terhadap hasil-hasil pertanian telah berubah menjadi masyarakat yang lebih konsumtif terhadap produksi industri. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga menimbulkan kebutuhan barn. perguruan tinggi atau lembaga pendidikan lainnya. . Hal-hal tersebut juga menuntut selalu adanya perkembangan dari pendidikan. maupun material. pendidikan bukan hanya mewariskan nilai-nilai dan hasil kebudayaan lama. juga yang bersifat langsung. dan keterampilan barn yang dikembangkan dalam pendidikan. cara-cara dan pendekatanpendekatan baru. intelektual. Pengaruh perkembangan ilmu dan teknologi terhadap pendidikan selain yang bersifat tidak langsung seperti yang telah dikemukakan terdahulu. prinsip-prinsip. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi secara langsung. Hal-hal di atas menuntut perubahan pada sistem dan isi pendidikan. budaya. kemampuan. menyebabkan perkembangan masyarakat. tetapi juga mempersiapkan generasi muda agar mampu hidup pada masa kini dan yang akan datang. dipelajari konsep-konsep. baik nilai sosial. Sekolah atau lembaga-lembaga pendidikan lainnya. Pengaruh tak langsung adalah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. untuk memahami dan memecahkan berbagai persoalan dalam kehidupan di rumah dan di masyarakat. spiritual. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga telah menimbulkan banyak perubahan dalam nilai-nilai. sikap hidup baru. Perkembangan ilmu dan teknologi bukan hanya yang bentuk hardware tetapi juga software dan hubungan antarmanusia. kaidah-kaidah. Dengan demikian. maupun tidak langsung menuntut perkembangan pendidikan. merupakan tempat pemindahan teknologi yang bersifat software dan hubungan antarmanusia. aspirasi baru. dalam pekerjaan serta dalam hubungan-hubungan yang lebih luas. perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi meyebabkan perkembangan pula pada dunia pendidikan. Pengaruh langsung perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah memberikan isi/materi atau bahan yang akan disampaikan dalam pendidikan.

sebab dalam tugasnya mereka harus selalu mengadakan inovasi. organisasi. kurikulum. Glenys G. Yang menjadi inti pembahasan dalam buku ini adalah inovasi dalam pendidikan di sekolah yang diarahkan pada peningkatan efektivitas pendidikan. Pada bagian akhir diuraikan evaluasi hasil belajar. Pada bagian terakhir diuraikan proses inovasi dan perkembangannya serta berbagai pendekatan dalam inovasi pendidikan. Peranan dan perumusan tujuan sebagai pusat dan titik tolak dalam penyusunan desain pengajaran yang didasarkan atas pendekatan sistem. Handbook of Educational Technology.taina blikil ini ditiraikan tentang pengerarahan pendidikan. Inc. (1970). juga dikemukakan macam-macam metode mengajar. Buku ini sangat bermanfaat bagi para perencana pendidikan. . Buku ini merupakan buku dasar tentang teknologi pendidikan. kelompok ataupun individual. New York: Holt. baik yang bersifat kolas. Inovasi itu bermacam-macam. and Alexander.F. Fred & Ellington. media serta bangunan. Selanjutnya kegiatan inovasi berkenaan dengan komponen siswa. William M. sarana. ahli kurikulum serta pelaksana pendidikan terutama kepala sekolah dan guru. Agar tanggap dan dapat selalu mengikuti perubahan perubahan sosial. menguraikan aspek-aspek utama teknologi pendidikan dan peranannya dalam tisaha meningkatkan efisiensi dan efektivitas pendid4 Ali Pada liawan 1)1. (1984). mempunyai andil di dalam perubahan sosial. dan New York: Nichols Publishing Co. Perubahan sosial merupakan suatu keharusan dan sekolah tidak dapat absen dalam proses perubahan tersebut. media dan sumber-sumber pengajaran. pendekatan sistem dan sekilas sejarah teknologi pendidikan. serta kecenderungan perkembangan teknologi pendidikan pada tahun 2000. Unruh. Sekolah disadari atau tidak.1. maka sekolah pun harus mengadakan inovasi. Buku Acuan Percipal. Secara sistematis dalam buku ini dibahas. Rinerhart and Winston. Innovations in Secondary Education. Bagian selanjutnya menjelaskan dua pendekatan pendidikan. London: Kogan Page Ltd. Henry. faktor-faktor yang mendorong inovasi bagi perkembangan pendidikan. staf pengajar. yaitu yang berpusat pada guru atau institusi dan yang berpusat pada siswa.

Bloom. Isinya telah tersusun sedemikian rupa sehingga membentuk satu kesatuan pemikiran yang utuh. Inc. Inc. baik orang tua. disusun dengan desain pengajaran yang baik. New York: Mc Graw Hill Book Co. maupun guru dan para instruktur. New Jersey: Prentice Hall. Anak menjadi fokus pendidikan. Atas dasar itu pengajaran harus mempunyai tujuan yang spesifik. belajar. tetapi merupakan bagian integral dari pengajaran. Englewood Cliffs. et al. mau jadi apa siswa. siswa. Buku ini menguraikan masalah pengajaran dan media dengan pendekatan sistem. Benyamin S. tetapi saling mempengaruhi. media pengajaran. akan memperlancar jalannya pengajaran. Teaching and Media. (1980). dan harus dipusatkan pada kebutuhan dan aktivitas siswa. Guru memegang peranan yang besar dalam pengajaran. Makalah-makalah tersebut merupakan makalah terbaik atau terpilih yang sengaja dipilih penulis dan disediakan bagi para pendidik. Pengajaran harus disusun berdasarkan pada apa yang akan dikerjakan dan pada apa yang akan dihasilkan pada siswa. Vernon S. bahwa media bukan sekadar alat bantu. (1981). dan guru-guru serta para mahasiswa calon guru. bahwa pengajaran harus menyatukan ilmu dengan seni mengajar. Dalam buku ini dijelaskan bagaimana pengaruh pendekatan-pendekatan dalam pendidikan terhadap pandangan para ahli pendidikan terhadap sekolah. memberikan pegangan baik dalam pengembangan kurikulum. Rumah dan sekolah sebagai lembaga pendidikan mempunyai peranan sendirisendiri. Buku ini sangat berharga bagi para ahli kurikulum. Selanjutnya dijelaskan dalam buku ini. penyusunan desain pengajaran maupun dalam pemilihan media pengajaran. . A Systematic Approach. Dalam buku tersebut sangat ditekankan. Media merupakan aspek penting dalam pengajaran. Buku ini sebenarnya merupakan kumpulan makalah yang disampaikan dalam berbagai pertemuan ilmiah. semua kegiatan pendidikan harus bertolak dari perkembangan anak. Konsep-konsep yang dipaparkan dalam buku ini cukup modern.Gerlach. is adalah perencana pengajaran dan koordinator sumber-sumber belajar. sebab menempatkan anak pada tempat yang sentral. guru. dan diadakan pemilihan media yang tepat. All Our Children Learning. dan pengajaran.

teknologi. Fungsi pendidikan memelihara dan mewariskan hasil hasil budaya ilia. Kurikulum subjek akademis bersumber dari pendidikan klasik (perenialisme dan esensialisme) yang berorientasi pada masa lalu. Isi pendidikan diambil dari setiap disiplin ilmu. peserta didik.susah menyusun dan mengembangkan bahan sendiri. masing-masing telah mengembangkan ilmu secara sistematis. Empat aliran itu bertolak dari asumsi yang berbeda dan mempunyai pandangan yang berbeda pula lentang kedudukan dan peranan pendidik. Sesuai dengan bidang disiplinnya para ahli. Kurikulum ini lebih mengutamakan isi pendidikan. isi. sejak sekolah yang pertama berdiri. umumnya sekolah tidak dapat welepaskan tipe ini. Mereka tinggal memilih bahan . dan solid. pendidikan pribadi disebut kurikulum humanistik. Sampai sekarang. imidah disusun. Para pengembang kurikulum tidak perlu susah.a lalu tersebut. Orang yang berhasil dalam belajar adalah orang yang menguasai seluruh atau sebagian besar isi pendidikan yang diberikan atau disiapkan oleh guru. pribadi. mudah digabungkan dengan tipe lainnya.BAB 5 MACAM-MACAM MODEL KONSEP KURIKULUM Pada Bab 1 telah ungkapkan empat aliran pendidikan yaitu pendidikan klasik. logis. kurikulumnya mirip dengan tipe ini. Model konsep kurikulum dari teori pendidikan klasik disebut kurikulum subjek akademis. Kurikulum Subjek Akademis Model konsep kurikulum ini adalah model yang tertua. maupun proses pendidikan. disebut kurikulum rekonstruksi sosial. %valaupun telah berkembang tipe-tipe lain. Mengapa demikian? Kurikulum ini sangat praktis. A. Empat aliran atau teori pendidikan tersebut memiliki model konsep kurikulum dan praktik pendidikan yang berbeda. dan interaksionis.. Semua Woo pengetahuan dan nilai-nilai telah ditemukan oleh para pemikir masa lalu. teknologi pendidikan disebut kurikulum teknologis dan dari pendidikan interaksionis. liciajar adalah berusaha menguasai ilmu sebanyak-banyaknya.

ilmu kealaman. Proses belajar yang dipilih sangat bergantung pada segi apa yang dipentingkan dalam materi pelajaran tersebut. Guru adalah yang "digugu dan "ditiru (diikuti dan dicontoh). Kurikulum subjek akademis tidak berarti hanya menekankan pada materi yang disampaikan. Beberapa kegiatan belajar memungkinkan untuk mengadakan generalisasi.materi ilmu yang telah dikembangkan para ahli disiplin ilmu. tetapi ia juga menjadi model bagi para siswanya. Mereka harus menguasai semua pengetahuan yang ada dalam kurikulum. kemudian mereorganisasinya secara sistematis. sejarah. Guru sebagai penyampai bahan ajar memegang peranan penting. Apa yang disampaikan dan cara penyampaiannya harus menjadi bagian dari pribadi guru. dalam perkembangannya secara berangsur memperhatikan proses belajar yang dilakukan siswa. Lebih jauh guru dituntut bukan hanya menguasai materi pendidikan. Seorang siswa yang belajar fisika. dan sebagainya. seperti bahasa dan sastra. dapat merangsang ingatan apabila siswa diminta untuk menghubungkannya dengan masalah lain. Selanjutnya. geografi. ia menegaskan bahwa kurikulum suatu mata pelajaran harus didasarkan atas pemahaman yang mendasar yang dapat diperoleh dari prinsip-prinsip yang mendasarinya dan yang memberi struktur kepada suatu disiplin ilmu. Jerome Bruner dalam The Process of Education menyarankan bahwa desain kurikulum hendaknya didasarkan atas struktur disiplin ilmu. Hal seperti itu akan mempermudah proses belajar fisika bagi siswa. suatu pengetahuan dapat digunakan dalam konteks lain daripada sekadar yang dipelajarinya. Penekanan pada segi intelektual ini dianut oleh hampir seluruh proyek pengembangan kurikulum pada tahun 1960-an di sekolah-sekolah negara bagian Amerika Serikat. Para pengembang kurikulum pada masa adalah para ahli mata . Nama-nama mata pelajaran yang menjadi isi kurikulum hampir sama dengan nama disiplin ilmu. umpamanya. matematika. Ia harus menjadi ahli dalam bidang-bidang studi yang diajarkannya. Karena kurikulum sangat mengutamakan pengetahuan maka pendidikannya lebih bersifat intelektual. sesuai dengan tujuan pendidikan dan tahap perkembangan siswa yang akan mempelajarinya. harus melakukan kegiatan belajar sebagaimana seorang ahli fisika melakukannya.

dan cara-cara bagaimana berinkuiri. prinsip-prinsip. adalah studi yang bersifat integratif. Murid-murid belajar ba. Melalui perbandingan dengan binatang. anak-anak akan mempelajari aspek-aspek universal dari kebudayaan manusia. Sekurang-kurangnya ada tiga pendekatan dalam perkembangan Kurikulum Subjek Akademis.pelajaran yang menyusun bahan ajar di sekitar unsur-unsur struktural mendasar dari disiplin ilmunya. poster. Pada tah un 1970-an pendekatan struktur pengetahuan dalam pengembangan kurikulum ini mengalami kemunduran. Sasaran utama kurikulum model MACOS adalah perkembangan kemampuan intelektual. konsep-konsep inti. rekaman. Pendekatan ini merupakan respons terhaclap perkembangan masyarakat yang menuntut modelmodel pengetahuan yang lebih komprehensif-terpadu. kegiatan diskaveri dan sebagainya. Para pengembang kurikulum mengharapkan anak-anak dapat menggali faktor-faktor penting yang akan menjadikan manusia sebagai manusia. menyangkiii problema. penyusunan. diharapkan anak dapat mengambil banyak manfaat. terdiri atas buku-buku. anak mengetahui keadaan biologis manusia. yaitu membangkitkan penghargaan dan keyakinan akan kemampuan sendiri dan memberikan serangkaian cara kerja yang memungkinkan anak walaupun dengan cara sederhana mampu menganalisis kehidupan sosial. pemahaman disiplin ilmu-ilmu sosial. Pendekatan pertama. Pelajaran tersusun atas . percobaan. permainan. melanjutkan penih struktur pengetahuan. Salah satu contoh kurikulum yang berdasarkan atas struktur pengetahuan adalah Man: A Course of Study (MACOS) Macos adalah kurikulum untuk sekolah dasar. dengan pengarahan dan bimbingan Bruner. sebab para ahli lebih tertarik pada pemecahan masalah kemanusiaan. dan pengujian hipotesis.gaimana memperoleh dan menguji fakta-fakta dan bukan sekadar mengingat-ingatnya. dan perlengkapan kelas lainnya. Melalui serangkaian kegiatan ilmiah seperti observasi. Dengan membandingkan manusia dari suatu masyarakat dengan masyarakat lainnya. Kurikulum ini ditujukan untuk mengadakan penyempurnaan tentang pengajaran ilmu sosial dan humanitas. Pendekatan kedua. film.

Sekolah harus memberikan kesempatan kepada para siswa untuk merealisasikan kemampuan mereka menguasai warisan budaya dan jika mungkin memperkayanya. Kegiatan belajar melibatkan isi dan proses dari satu atau beberapa ilmu sosial atau perilaku yang mempunyai hubungan dengan tema yang dipilih/ dikerjakan. dan lainlain dipelajari tanpa dihubungkan dengan kebutuhan praktis pemecahan masalah dalam kehidupan. Menentukan tema-tema yang membentuk satu kesatuan (unifying theme). Menyatukan berbagai cara/metode belajar. Ada beberapa ciri model kurikulum yang dikembangkan. Mereka mengembangkan suatu model kurikulum yang terintegrasi (integrated curriculum). proses kerja ilmiah dan problema-problema yang ada. ilmu sosial. organisasi isi. 3. Para siswa harus belajar menggunakan pemikiran dan dapat mengontrol dorongan-dorongannya. dan memecahkan masalah -masalah matematis. Pendekatan ketiga. 2. 1. Mereka tetap mengajar berdasarkan matamata pelajaran dengan menekankan membaca. fenomena alam. Pengorganisasian tema-tema pengajaran didasarkan atas fenomena-fenomena alam. Tujuan kurikulum subjek akademis adalah pemberian pengetahuan yang solid serta melatih para siswa menggunakan ide-ide dan proses "penelitian". menulis. metode. adalah pendekatan yang dilaksanakan pada sekolah sekolah fundamentalis.satuan-satuan pelajaran. Kegiatan belajar ditekankan pada pengalaman konkret yang bertolak dari minat dan kebutuhan murid serta disesuaikan dengan keadaan setempat. atau masalah sosial yang membutuhkan pemecahan secara ilmiah. 1. Ciri-ciri kurikulum subjek akademis Kurikulum subjek akademis mempunyai beberapa ciri berkenaan dengan tujuan. . yang dapat terdiri atas ide atau konsep besar yang dapat mencakup semua ilmu atau suatu proses kerja ilmu. Pelajaran-pelajaran lain seperti ilmu kealaman. dan evaluasi. Dengan berpengetahuan dalam berbagai disiplin ilmu. dalam satuan-satuan pelajaran tersebut batas-batas ilmu menjadi hilang. para siswa diharapkan memiliki konsep-konsep dan cara-cara yang dapat terus dikembangkan dalam masyarakat yang lebih luas. Menyatukan kegiatan belajar dari beberapa disiplin ilmu.

3. logika digunakan dalam matematika. kurikulum subjek akademis menggunakan bentuk evaluasi yang bervariasi disesuaikan dengan tujuan dan sifat mata pelajaran. Bahan ajar diintegrasikan dalam suatu persoalan. di . Ada beberapa pola organisasi isi (materi pelajaran) kurikulum subjek akademis. Konsep utama disusun secara sistematis. Correlated curriculum adalah pola organisasi materi atau konsep yang dipelajari dalam suatu pelajaran dikorelasikan dengan pelajaran lainnya. Mereka mempelajari buku-buku standar untuk memperkaya pengetahuan. Problem Solving curriculum adalah pola organisasi isi yang berisi topik pemecahan masalah sosial yang dihadapi dalam kehidupan dengan menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dari berbagai mata pelajaran atau disiplin ilmu. Melalui proses tersebut para siswa akan menemukan. dan integrasi secara menyeluruh. dicari berbagai masalah penting. dan untuk memahami budaya masa lalu dan mengerti keadaan masa kini. Bidang studi seni yang sifatnya ekspresi membutuhkan penilaian subjektif yang jujur. yang mencakup materi dari berbagai pelajaran disiplin ilmu. Kalau dalam unified masih tampak warna iliciplin ilmunya. Bidang studi tersebut membutuhkan jawaban yang merefleksikan logika. dengan ilustrasi yang jelas untuk selanjutnya dikaji. Pola-pola organisasi yang terpenting di antaranya: 1. 2. kegiatan atau segi kehidupan tertentu. Unified atau Concentrated curriculum adalah pola organisasi bahan pelajaran tersusun dalam tema-tema pelajaran tertentu. Tentang kegiatan evaluasi. maka dalam pola yang integrated warna disiplin ilmu tersebut sudah tidak kelihatan lagi. 4. bentuk dan perasaan digunakan dalam seni dan koherensi dalam sejarah. koherensi.Metode yang paling banyak digunakan dalam kurikulum subjek akademis adalah metode ekspositori dan inkuiri. kemudian dirumuskan dan dicari cara pemecahannya. Dalam materi disiplin ilmu yang diperoleh. bahwa kemampuan berpikir dan mengamati digunakan dalam ilmu kealaman. Ide-ide diberikan guru kemudian dielaborasi (dilaksanakan) siswa sampai mereka kuasai. Integrated curriculum. Dalam bidang studi humaniora lebih banyak digunakan bentuk uraian (essay test) daripada tes objektif.

yang dapat memberikan informasi yang dibutuhkan. memilih dan menentukan aspek-aspek dari dari disiplin ilmu yang sangat diperlukan dalam kehidupan masyarakat. Anak-anak akan tahu banyak tetapi pengetahuannya hanya sedikit. yaitu: 1. Para ahli disiplin ilmu sering memiliki sifat ainbivalen terhadap evaluasi. Pada pihak lain mereka mengkhawatirkan kegiatan evaluasi dapat mempengaruhi hubungan antara guru dan siswa.ness) dengan menekankan pada bagaimana cara menguji kebenaran atau mendapatkan pengetahuan. nilai tertinggi diberikan bila siswa menguasai landasan aksioma serta cara penghitungannya benar. apabila disiplin ilmunya cukup banyak. 2. . Satu pihak melihatnya sebagai suatu kegiatan yang sangat berharga. Kekhawatiran mereka dapat sedikit dikurangi dengan dikembangkannya model evaluasi formatif dan sumatif. Mengutamakan kebutuhan masyarakat (social utility).dikit (tidak mendalam). Mengusahakan adanya penguasaan yang menyeluruh (comprehensive. Apabila ingin memiliki penguasaan yang cukup mendalam maka jumlah disiplin ilmunya harus sedikit. Apabila hanya mempelajari sedikit disiplin ilmu maka penguasaan para siswa akan sangat Ierbatas. Pemilihan disiplin ilmu Masalah besar yang dihadapi oleh para pengembang kurikulum subjek akademis adalah bagaimana memilih materi pelajaran dari sekian banyak disiplin ilmu yang ada. Lain halnya dengan matematika. Ada beberapa saran untuk mengatasi masa lah tersebut.samping standar keindahan dan cita rasa. Dalam ilmu kealaman penghargaan tertinggi bukan hanya diberikan kepada jawaban yang benar tetapi juga pada proses berpikir yang digunakan siswa. Evaluasi yang dilakukan dalam waktu singkat tidak akan memberikan gambaran yang benar tentang perkemhangan dan penguasaan siswa. sukar menerapkannya dalam kehidupan masyarakat secara luas. maka tahap penguasaannya akan mendangkal. 2.

mereka mengabaikan karakteristik siswa dan kebutuhan masyarakat setempat. Mereka umumnya kurang memperhatikan bagaimana siswa belajar dan lebih mengutamakan susunan isi. Rousseau (Romantic Education). Pertama. lebih mengutamakan penyusunan bahan secara logis dan sistematis daripada menyelaraskan urutan bahan dengan kemampuan berpikir anak. dan generalisasi. pemanfaatan fasilitas dan sumber yang ada pada masyarakat. prinsip-prinsip. Para ahli kurikulum subjek akademis juga memandang materi yang akan diajarkan bersifat universal. yaitu apa yang akan diajarkan. Kurikulum ini berdasarkan konsep aliran pendidikan pribadi (personalized education) yaitu John Dewey (Progressive Education) dan J. Kedua adanya upaya-upaya untuk menyesuaikan pelajaran dengan perbedaan individu dan kebutuhan setempat. la adalah subjek yang menjadi pusat kegiatan pendidikan. 3. untuk mengimbangi penekanannya pada proses berpikir. B. Para pendidik humanis juga berpegang pada konsep Gestalt.3. Menekankan pengetahuan dasar. Kurikulum Humanistik 1. Mereka percaya bahwa siswa mempunyai potensi. Aliran ini lebih memberikan tempat utama kepada siswa. bahwa individu atau anak merupakan satu .J. Mereka bertolak dari asumsi bahwa anak atau siswa adalah yang pertama dan utama dalam pendidikan. punya kemampuan. Untuk mengatasi kelemahan-kelemahan di atas dalam perkembangan selanjutnya dilakukan beberapa penyempurnaan. dan kekuatan untuk berkembang. Konsep dasar Kurikulum humanistik dikembangkan oleh para ahli pendidikan humanistik. Penyesuaian mata pelajaran dengan perkembangan anak Para pengembang kurikulum subjek akademis. yaitu pengetahuan-pengetahuan yang menjadi dasar (prerequisite) bagi penguasaan disiplin-disiplin ilmu yang lainnya. mereka mulai mendorong penggunaan intuisi dan tebakan-tebakan. Ketiga. Proses belajar yang ditempuh oleh siswa sama pentingnya dengan penguasaan konsep.

terhindar dari berbagai hama. dan lain-lain). Pendidikan mereka lebih menekankan bagaimana mengajar siswa (mendorong siswa). maupun tindakan). Menurut Mc Neil "The nezv humanists are self actualizers who see curriculum as a liberating process that can meet the need for growth and personal integrity (John D. Pendidik adalah ibarat petani yang berusaha menciptakan tanah yang gembur. individu harus merespons secara utuh (baik segi pikiran. Kritikisme Radika I. nilai. untuk tumbuhnya tanaman yang penuh dengan berbagai potensi. sikap. Pandangan mereka berkembang sebagai reaksi terhadap pendidikan yang lebih menekankan segi intelektual dengan peran utama dipegang oleh guru. rileks. Ada beberapa aliran yang termasuk dalam pendidikan humanistik yaitu pendidikan: Konfluen. Pendidikan humanistik menekankan peranan siswa. air dan udara yang ‡ukup. 1). Mereka memandang pendidikan sebagai upaya untuk membantu anak menemukan dan mengembangkan sendiri segala potensi yang dimilikinya. Kritikisme radikal bersumber dari aliran naturalisme atau romantisme Rousseau. hlrn. Pendidikan diarahkan kepada membina manusia yang utuh bukan saja segi fisik dan intelektual tetapi juga segi sosial dan afektif (emosi. Tugas guru adalah menciptakan situasi yang permisif dan mendorong siswa untuk mencari dan mengembangkan pemecahan sendiri. Pendidikan konfluen menekankan keutuhan pribadi. Pendidikan merupakan upaya untuk menciptakan situasi yang memungkinkan anak berkembang optimal. Berkat situasi tersebut anak mengembangkan segala potensi yang dimilikinya. Pendidikan merupakan suatu upaya untuk menciptakan situasi yang permisif. yang ada adalah dorongan dan rangsangan untuk berkembang . dan bagaimana merasakan atau bersikap terhadap sesuatu. dan Mistikisme modern. akrab. 1977. Dalam pendidikan tidak ada pemaksaan. terhadap kesatuan yang menyeluruh dari lingkungan. perasaan. Mc Neil. perasaan. Tujuan pengajaran adalah memperluas kesadaran diri sendiri dan mengurangi kerenggangan dan keterasingan dari lingkungan.kesatuan yang menyeluruh.

meditasi. kehalusan budi pekerti. dan lain-lain. Melalui partisipasi dalam berbagai kegiatan kelompok terjadi interaksi. berperasaan dan memberi pertimbangan nilai. Ini menunjukkan ciri yang nonotoriter dari pendidikan konfluen. Menurut mereka kurikulum tidak menyiapkan pendidikan tentang sikap. nilai) dengan segi-segi kognitif (kemampuan intelektual). Integrasi. perasaan dan juga tindakan. Murid-murid hendaknya diajak untuk menyatakan pilihan dan mempertanggungjawabkan sikap-sikap. 2. dan nilai yang harus dimiliki murid-murid. 3. c. Beberapa ciri kurikulum konfluen Kurikulum konfluen mempunyai beberapa ciri utama yaitu: a. Kurikulum ini menekankan partisipasi murid dalam belajar. bertanggung jawab bersama. Isi pendidikan relevan dengan kebutuhan. dan pertimbanganpertimbangan nilai yang telah dipilihnya. melalui sensitivity training. persetujuan. yoga. Hal demikian sudah tentu akan lebih berarti bagi murid baik secara intelektual maupun emosioanal. interpenetrasi. dan sebagainya. Melalui partisipasi dalam kegiatan bersama. mina t dan kehidupan murid karena diambil dari dunia murid oleh murid sendiri. Kurikulurn konfluen Kurikulum konfluen dikembangkan oleh para ahli pendidikan konfluen.Mistikisme modern adalah aliran yang menekankan latihan dan pengembangan kepekaan perasaan. Kegiatan belajar adalah belajar bersama. Kurikulum hendaknya mempersiapkan berbagai alternatif yang dapat dipilih murid-murid dalam proses bersikap. perasaan. dan integrasi dari pemikiran. yang ingin menyatukan segi-segi afektif (sikap. perasaan-perasaan. Partisipasi. perasaan. melalui berbagai bentuk aktivitas kelompok. . Pendidikan konfluen kurang menekankan pengetahuan yang mengandung segi afektif). b. Relevansi. pertukaran kemampuan. murid-murid dapat mengadakan perundingan.

dan tanggung jawab pribadi. Kurikulum tersebut mencakup tujuan. Hal itu sesuai dengan konsep Gestalt bahwa sesuatu itu dikatakan berarti (penting . Kebanyakan bahan tersebut diajarkan dengan teknik afektif. . berhubungan dengan kehidupan siswa dan bermanfaat baik bagi individu maupun masyarakat. Tujuan. Pendidikan konfluen sangat mengutamakan kesatuan dari keseluruhan.unit pelajaran yang telah diujicobakan. kesadaran. dan buku teks. yang menekankan keterbukaan. Metode-metode belajar konfluen Para pengembang kurikulum konfluen telah menyusun kurikulum untuk berbagai bidang pengajaran. yang serasi baik di dalam dirinya maupun dengan lingkungan secara menyeluruh. Kurikulum konfluen menyatukan pengetahuan objektif dan subjektif. unit. keseluruhan. Dasar dari kurikulum konfluen adalah Psikologi Gestalt yang menekankan keutuhan. e. yang matang. Pengajaran konfluen juga telah tersusun dalam bentuk rencana-rencana pelajaran. karena dengan cara itu ia lebih sadar akan eksistensinya dan kemungkinannya untuk berkembang. kesatuan. Pendidikan adalah pengembangan pribadi.red) apabila bermanfaat bagi keseluruhan. Tidak ada jawaban yang salah atau benar dalam pengajaran konfluen. Pendidikan ini memberi tempat utama pada pribadi anak. topic. Melalui latihan kesadaran/kepekaan perkembangan yang sehat akan tercapai. Pengajaran lebih menekankan kepada tanggung jawab pribadi daripada kompetisi. pengaktualisasian segala potensi pribadi anak secara utuh. Pendidikan ini bertujuan mengembangkan pribadi yang utuh. Prinsip pengajarannya menerapkan prinsip terapi Gestalt. Pribadi anak. Teori yang mendukung pandangan ini adalah Eksistensialisme yang memusatkan perhatiannya pada apa yang terjadi sekarang di tempat ini. alat-alat pelajaran.topik yang akan dipelajari. keunikan.d. Halhal di atas sangat esensial dalam perkembangan individu yang sehat. 4. Apa yang menjadi isi kurikulum diukur oleh apakah hal itu bermanfaat bagi kita sekarang? Apakah hal itu akan memperbaiki kehidupan kita sekarang.

kegiatan atau ritual baru. . Melalui berbagai kegiatan pengajaran model humanistik para siswa dapat menyatakan din. para penyusun kurikulum konfluen tidak menuntut para guru melaksanakan pengajaran seperti yang mereka kerjakan. Kedua. bereksperimen. cemas.ngunkan melalui pendidikan. materi disajikan dalam bentuk yang belum selesai (open ended). Kurikulum perlu merencanakan program untuk membantu para siswa menemukan dan menampakan dirinya. benci. Pertama. berekspresi. fantasy body trips merupakan pemahaman tentang badan dan diri individu. di antaranya: dyads yang merupakan latihan komunikasi afektif antara dua orang. Puncak pengalaman adalah pengalaman-pengalaman yang membangkitkan rasa sayang. Dalam menciptakan kreasi ini. Menurut Maslow puncak pengalaman ini merupakan awal dan juga akhir dari pendidikan. Dalam memilih kegiatan belajar beberapa cara dapat ditempuh. him. memperoleh umpan balik dan menemukan dirinya. Kurikulum humanistik dapat membantu mereka memperlancar proses aktualisasi diri ini. duka. Untuk setiap tema atau topik hendaknya dipilih prosedur atau bentuk-bentuk kegiatan atau teknik yang sesuai. rituals yaitu suatu kegiatan untuk menciptakan kebiasaan. tersembunyi atau tertutup. atau diba. Mereka mengharapkan setiap guru mengembangkan kreasi sendiri. Pengajaran humanistik memfokuskan proses aktualisasi din i (self actualization).George Issac Brown telah memberikan sekitar 40 macam teknik pengajaran konfluen. Setiap orang mempunyai self (aku = din) yang tidak selalu disadari. mengidentifikasi tema-tema atau topik-topik yang mengandung self judgment. tema atau issue-iswre diharapkan muncul secara spontan dari prosedur serta perlengkapan pengajaran yang ada. yang terpenting mereka memahami tujuan dan kegunaan kegiatan yang mereka ciptakan. senang dsb. Aku atau diri ini perlu dibuka. 685. berbuat. Berbeda dengan pengembang kurikulum yang lain.686) kita dapat belajar lebih banyak tentang diri kita melalui pengujian respons-respons menuju puncak pengalaman (peak experiences). Cara yang kedua ini menuntut keterbukaan dari peristiwa tetapi juga guru perlu mengusahakan kerahasiaan. Menurut Abraham Maslow (1968.

271-283) kurikulum harus dapat mengembangkan kesadaran dan mendorong kreativitas murid-murid. Guru selain harus mampu menciptakan hubungan yang hangat dengan murid. 5. integritas. yaitu kesatuan perilaku bukan saja yang bersifat intelektual tetapi juga emosional dan tindakan. . berkenaan dengan tujuan. organisasi isi. Seseorang yang telah mampu mengakutalisasikan diri adalah orang yang telah mencapai keseimbangan (harmoni) perkembangan seluruh aspek pribadinya baik aspek kognitif.rid-murid kurang mempunyai kesempatan untuk memperluas dan memperdalam aspek-aspek perkembangannya.laman yang menyeluruh. juga mampu menjadi sumber. Semua itu merupakan bagian dari cita-cita perkembangan manusia yang teraktualisasi (self actualizing person). Bagi Phenix kesadaran merupakan kunci perkembangan diri dalam membina hubungan dan penycsuaian diri dengan orang lain. Kurikulum humanistik juga menekankan keseluruhan. orang lain. Karakteristik kurikulum humanistik Kurikulum humanistik mempunyai beberapa karakteristik. Menurut para humanis. Kurikulum humanistik menuntut hubungan emosional yang baik antara guru dan murid. Sesuai dengan prinsip yang dianut. sikap yang sehat terhadap diri sendiri. estetika. dan otonomi kepribadian. Guru harus memberikan dorongan kepada murid atas dasar saling percaya. dan lain-lain. maupun moral. kelompok. kurikulum humanistik menekan. Phenix (1971. bukan pengalaman yang terpenggal-penggal. Bagi mereka tujuan pendidikan adalah proses perkembangan pribadi yang dinamis yang diarahkan pada pertumbuhan.rid. Ia harus mampu memberikan materi yang menarik dan mampu menciptakan situasi yang memperlancar proses belajar. Kurikulurn harus mampu memberikan penga. Kurikulum ini kurang menekankan sekuens.Menurut Philip H. Peran mengajar bukan saja dilakukan oleh guru tetapi juga oleh murid. Seorang dapat bekerja dengan baik bila memiliki karakter yang baik pula. kurikulum befungsi menyediakan pengalaman (pengetahuanred) berharga untuk membantu memperlancar perkembangan pribadi mu. metode. dan belajar. dan evaluasi.kan integrasi. karena dengan sekuens mu. him. Guru tidak memaksakan sesuatu yang tidak disengani murid. budaya.

kerja sama.nya. Kurikulum Rekonstruksi Sosial Kurikulum rekonstruksi sosial berbeda dengan model-model kurikulum lainnya. Kerja sama atau interaksi bukan hanya terjadi antara sisvva dengan guru. Kegiatan yang mereka lakukan hendaknya bermanfaat bagi siswa.Penyusunan sekuens dalam pengajaran yang sifatnya afektif. dilakukan oleh Shiflett (1975. minat atau perhatian tertentu. pembahasan hasil-hasil yang telah dicapai.problema yang dihadapinya dalam masyarakat. maka dalam kurikulum humanistik tidak ada kriteria. dan dengan sumber belajar . Menurut mereka pendidikan bukan upaya sendiri. lebih berdiri sendiri.139) dengan langkah-langkah sebagai berikut. kurikulum humanistik berbeda dengan yang biasa. penyempurnaan hasil serta upaya tindak lanjutnya. c. melainkan kegiatan bersama. Model lebih mengutamakan proses daripada hasil. tetapi juga antara siswa dengan siswa. Memperkenalkan bahan-bahan yang akan dibahas dalam setiap kegiatan. Kegiatan yang diutamakan adalah yang akan membangkitkan rasa ingin tahu dari pemahaman. bahan ajar serta kegiatan belajar yang akan membantu siswa dalam merumuskan apa yang ingin mereka pelajari. Kurikulum ini lebih memusatkan perhatian pada problema. Menyusun kegiatan yang dapat memunculkan sikap. d. Dalam evaluasi. Kegiatan belajar yang baik adalah yang memberikan pengalaman yang akan membantu para siswa memperluas kesadaran akan dirinya dan orang lain dan dapat mengembangkan potensi-potensi yang dimilikinya. Kurikulum ini bersumber pada aliran pendidikan interaksional. siswa dengan orang-orang di lingkungan. 121. a. Pelaksanaan kegiatan. Kalau kurikulum yang hiasa terutama subjek akademis mempunyai kriteria pencapaian. interaksi. b. Di dalamnya tercakup topik-topik. para siswa diberi pengalaman yang menyenangkan baik yang berupa gerakan-gerakan maupun penghayatan. Penyempurnaan. hlm. C. Sasaran mereka adalah perkembangan anak supaya menjadi manusia yang lebih terbuka. l'onilaiannya bersifat subjektif baik dari guru maupun para siswa.

Melalui interaksi dan kerja sama ini siswa berusaha memecahkan problema-problema yang dihadapinya dalam masyarakat menuju pembentukan masyarakat yang lebih baik.rakat baru yang lebih stabil. Ia menginginkan para siswa dengan pengetahuan dan konsep. Sekolah bukan saja dapat membantu individu memperkembangkan kemampuan sosialnya. Tantangan-tantangan tersebut merupakan . menakut-nakuti dan kompromi semu. pada awal tahun 1950-an menyampaikan gagasannya tentang rekonstruksi sosial. Tujuan utama kurikulum rekonstruksi sosial adalah menghadapkan para siswa pada tantangan.lainnya. seluruh warga masyarakat harus turut serta dalam perkembangan dana pembaharuan masyarakat. tetapi juga dapat membantu bagaimana berpartisipasi sebaik-baiknya dalam kegiatan sosial. Mereka ingin meyakinkan murid-murid bagaimana masyarakat membuat warganya seperti yang ada sekarang dan bagaimana masyarakat metnenuhi kebutuhan pribadi warganya melalui konsensus sosial. Brameld juga ingin memberikan keyakinan tentang pentingnya perubahan sosial. Pandangan rekonstruksi sosial di dalam kurikulum dimulai sekitar tahun 1920-an. Dalam masyarakat demokratis. Desain kurikulum rekonstruksi sosial Ada beberapa ciri dari desain kurikulum ini. Perubahan sosial tersebut harus dicapai melalui prosedur demokrasi.konsep baru yang diperolehnya dapat mengidentifikasi dan memcahkan masalah-masalah sosial. ancaman. Theodore Brameld. Para rekonstruksionis sosial menentang intimidasi. Mereka mendorong agar para siswa mempunyai pengetahuan yang cukup tentang masalah-masalah sosial yang mendesak (crucial) dan kerja sama atau bergotong royong untuk memecahkannya. Setelah diharapkan dapat menciptakan masya. Asumsi. hambatan -hambatan atau gangguangangguan yang dihadapi manusia. Para rekonstruksionis sosial tidak mau terlalu menekankan kebebasan individu. Untuk melaksanakan hal itu sekolah mempunyai posisi yang cukup penting. a. 1. Harold Rug mulai melihat dan menyadarkan kawan kawannya bahvva selama ini terjadi kesenjangan antara kurikulum dengan masyarakat.

kunjungan dan lain. b. Pola-pola organ isasi. seperti: Dapatkah kehidupan seperti sekarang ini memberikan kekuatan untuk menghadapi ancaman ancaman yang akan mengganggu integritas kemanusiaan? Dapatkah tata ekonomi dan politik yang ada dibangun kembali agar setiap orang dapat memanfaatkan sumbersumber daya alam dan cumber daya manusia seadil mungkin. Kegiatan belajar dipusatkan pada masalah-masalah sosial yang mendesak. Topik-topik dengan berbagai kegiatan kelompok ini merupakan jar-jar. sosiologi psikologi. Masalah-masalah tersebut dirumuskan dalam pertanyaan. Pada tingkat sekolah menengah. Pertanyaan pertanyaan tersebut mengundang pengungkapan lebih mendalam.bidang garapan studi sosial. bukan saja dari buku-buku dan kegiatan laboratorium tetapi juga dari kehidupan nyata dalanl masyarakat. Masalah-masalah sosial yang mendesak. Dan tema utama dijabarkan sejumlah topik yang dibahas dalam diskusidiskusi kelompok. bahkan pengetahuan alam. Semua kegiatan jar-jari tersebut dirangkum menjadi satu kesatuan sebagai bingkai atau velk. dan matematika. Di tengah-tengahnya sebagai poros dipilih sesuatu masalah yang menjadi tema utama dan dibahas secara pleno. Masalah-masalah masyarakat bersifat universal dan hal ini dapat dikaji dalam kurikulum. Pola desain kurikulum rekonstruksi sosial . yang perlu didekati dari bidang-bidang lain seperti ekonomi. c. estetika. pola organisasi kurikulum disusun seperti sebuah roda. BAGAN 5. latihan-latihan.lain.

Dalam pengajaran rekonstruksi social para pengembang kurikulum berusaha mencari keselarasan antara tujuan.tujuan nasional dengan tujuan siswa. apakah telah mempengaruhi kepentingan sebagian besar orang. saling pengertian dan konsensus. Dalam kegiatan belajar tidak ada kompetisi yang ada adalah kooperasi atau kerja sama. a) Tujuan dan isi kurikulum. . (3) mengadakan studi tentang latar belakang nkloris dan kecenderungankecenderungan perkembangan ekonomi.1. Untuk kelaskelas tinggi selain mereka dihadapkan kepada situasi nyata juga mereka diperkenalkan dengan situasi-situasi ideal. Dalam program pendidikan ekonomi-politik. Komponen-komponen kurikulum Kurikulum rekonstruksi sosial memiliki komponen-komponen yang sama dengan model kurikulum lain tetapi isi dan bentuk-bentuknya berbeda. Anakanak sejak sekolah dasar pun diharuskan turut serta dalam survai kemasyarakatan serta kegiatan kegiatan sosial lainnya. Tujuan program pendidikan setiap tahun berubah. Dengan hal itu diharapkan para siswa dapat menciptakan model-model kasar dari situasi yang akan datang. Illihungannya dengan ekonomi lokal. baik dalam kegiatan pleno maupun kelompok-kelompok berusaha memecahkan masalah sosial yang dihadapinya. Kerja sama ini juga terjadi antara para siswa dengan manusia sumber dari masyarakat. b) Metode. umpamanya untuk tahun pertama tujuannya membangun kembali dunia ekonomipolitik. Kegiatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut adalah ( I) mengadakan survai secara kritis terhadap masyarakat (2) mengadakan studi tentang hubungan antara keadaan ekonomi lokal dan ekonomi nasional serta dunia. maupun antarkelompok dalam kegiatan pleno sangat mewarnai metode rekonstruksi sosial.Innyo dengan faktor ekonomi. Guru-guru berusaha membantu para siswa menemukan minat dan kebutuhannya. Kerja sama baik antara individu dalam kegiatan kelompok. (5) memantapkan rencana perubahan praktik politik. Sesuai dengan minat masingmasing siswa. belajar merupakan kegiatan bersama. Bagi rekonstruksi sosial. ada kebergantungan antara seorang dengan yang lainnya. (4) mengkaji praktik politik dalam Ind. (6) mengevaluasi semua rencana dengan criteria.mT.

Mereka banyak membantu pengembangan daerah-daerah di Amerika Latin. Dalam kegiatan evaluasi para siswa juga libatkan. dan menilai bahan yang akan diujikan. Conscientization merupakan suatu proses pendidikan atau pengajaran di mana siswa tidak diperlakukan sebagai penerima tetapi sebagai pelajar yang aktif. memperluas kesadaran tentang realitas sosial budaya dan dengan segala kemampuannya berupaya mengubah dan meningkatkannya. di daerah industri mengembangkan bidang-bidang industri. Pelaksanaan pengajaran rekonstruksi sosial Pengajaran rekonstruksi sosial banyak dilaksanakan di daerah-daerah yang tergolong belum maju dan tingkat ekonominya juga belum tinggi. Mereka berusaha membuka diri. 2. Salah satu badan yang banyak mengembangkan baik teori maupun praktik pengajaran rekonstruksi sosial adalah Paulo Freize. menyusun. Evaluasi tidak hanya menilai apa yang telah dikuasai siswa. sekolah mempelajari potensi-potensi tersebut. juga keampuhan menilai pencapaian tujuan-tujuan pembangunan masyarakat yang sifatnya kualitatif. Sekolah berusaha memberikan penerangan dan melatih kemampuan untuk melihat dan mengatasi hambatan-hambatan yang dihadapi.c) Evaluasi. tetapi juga menilai pengaruh kegiatan sekolah terhadap masyarakat. Untuk memerangi kebodohan dan keterbelakangan mereka menggalakkan gerakan budaya akal budi (conscientization). Soal-soal yang akan diujikan dinilai lebih dulu baik ketepatan maupun keluasan isinya. Pelaksanaan pengajaran ini diarahkan untuk meningkatkan kondisi kehidupan mereka. Dengan gerakan conscientization mereka membantu masyarakat memahami fakta-fakta dan masalah-masalah yang dihadapinya dalam konteks kondisi masyarakat mereka. Pengaruh tersebut terutama menyangkut perkembangan masyarakat dan peningkatan taraf kehidupan masyarakat. meningkatkan kemampuan memecahkan masalah-masalah yang dihadapi. dengan bantuan biaya dari pemerintah sekolah berusaha mengembangkan poterisi tersebut. Sesuai dengan potensi yang ada dalam masyarakat. Di daerah pertanian umpamanya sekolah mengembangkan bidang pertanian dan peternakan. Keterlibatan mereka terutama dalam memilih. .

masalah air. Shane seorang profesor dari Universitas Indiana Amerika Serikat. Pandangan rekonstruksi sosial berkembang karena keyakinannya pada kemampuan manusia untuk membangun dunia yang lebih baik. . akibat pertambahan penduduk. Para ahli kurikulum yang berorientasi ke masa depan menyarankan agar isi kurikulum difokuskan pada: penggalian sumber-sumber alam dan htikan alam. Kemampuan warga untuk ikut serta dalam pemecahan masalah juga bervariasi. baik bagai individu maupun dalam interaksinya dengan yang lain. Penyebabnya adalah interpretasi para ahli tentang perkembangan dan masalah-masalah sosial berbeda. kesejahteraan masyarakat. Dalam perkembangan sosial yang perlu mendapatkan perhatian utama adalah perkembangan manusia.Keterbatasan dan potensi yang mereka miliki. Untuk iiiengidentifikasi dan menganalisis kecenderungan-kecenderungan tersebut diperlukan bantuan dari para ahli disiplin ilmu. agar mempelajari kecenderungan (trends) perkembangan. Beberapa kritikus pendidikan menilai pandangan ini sukar diterapkan langsung dalam kurikulum (pendidikan). Kecenderungan lain adalah perkembangan ekonomi. sosial. Shane menegaskan peranan individu dalam menemukan masa depannya sendiri. mewakili teman-temannya para Futurolog menggunakan perencanaan masa yang akan datang (future planning) sebagai dasar penyusunan kurikulum. ketidakseragaman pemanfaatan sumber-sumber dan lain-lain. Shane menyarankan para pengembang kurikulum. politik. populasi. dan budaya. Bertolak dari kenyataan-kenyataan tersebut mereka membina diri dan membangun masyarakat. Ia menggalakkan perencanaan masa akan datang. mereka tidak dapat melepaskan din dari perkembangan tetapi harus menyesuaikannya. Dalam pemecahan problema sosial dan membuat kebijaksanaan sosial diperlukan musyawarah tiengan warga masyarakat. Juga penekanannya tentang peranan ilmu dalam memecahkan masalah -masalah sosial. Kecenderungan utama adalah perkembangan teknologi dengan berbagai dampaknya terhadap kondisi dan perkembangan masyarakat. Harold G. dari bukan perencanaan untuk masa yang akan datang.

yaitu menekankan isi kurikulum. Kurikulumnya berisi rencana-rencana penggunaan berbagai alat dan media. tetapi diarahkan bukan pada pemeliharaan dan pengawetan ilmu tersebut tetapi pada penguasaan kompetensi. dan lain-lain. dan motion film. Suatu kompetensi yang besar diuraikan menjadi kompetensi yang lebih sempit/khusus dan akhirnya menjadi perilaku-perilaku yang dapat diamati atau diukur.D. seperti audio dan video casssette. bisa . termasuk bidang pendidikan. di bidang pendidikan berkembang pula teknologi pendidikan. tetapi yang digunakan adalah teknologi sederhana seperti penggunaan papan tulis dan kapur. Sejalan dengan perkembangan ilmu dan teknologi. Sejak dahulu teknologi telah diterapkan dalam pendidikan. sedangkan penerapan teknologi perangkat lunak disebut juga teknologi sistem (system technology). dan lain-lain. komputer. teknologi pendidikan menekankan kepada penyusunan program pengajaran atau rencana pelajaran dengan menggunakan pendekatan sistem. juga model-model pengajaran yang banyak melibatkan penggunaan alat. Dewasa ini sesuai dengan tahap perkembangannya yang digunakan adalah teknologi maju. film slide. CD-rom dan internet. Program pengajaran ini bisa semata-mata program sistem. Teknologi dan Kurikulum Abad dua puluh ditandai dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat. Aliran ini ada persamaannya dengan pendidikan klasik. mesin pengajaran. Pengajaran dengan bantuan komputer. Dalam arti teknologi sistem. pengajaran modul. pena dan tinta. Perkembangan teknologi mempengaruhi setiap bidang dan aspek kehidupan. Penerapan teknologi perangkat keras dalam pendidikan dikenal sebagai teknologi alat (tools technology). Contoh-contoh model pengajaran tersebut adalah: pengajaran dengan bantuan film dan video. lebih menekankan kepada penggunaan alat-alat teknologis untuk menunjang efisiensi dan efektivitas pendidikan. sabak dan grip. Penerapan teknologi dalam bidang pendidikan khususnya kurikulum adalah dalam dua bentuk. mesin pengajaran. pengajaran berprogram. Teknologi pendidikan dalam arti teknologi alat. overhead projector. yaitu bentuk perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware).

Objektif ini menggambarkan perilaku. Bahan ajar telah disusun dalam kaset audio. Pada bentuk kedua. yaitu: a. bersifat "on-off'. Pada bentuk pertama. Metode yang merupakan kegiatan pembelajaran sering dipandang sebagai proses mereaksi terhadap perangsang-perangsang yang diberikan dan apabila terjadi respons yang diharapkan maka respons tersebut diperkuat. dan bisa juga program sistem yang dipadukan dengan alat dan media pengajaran.program sistem yang ditunjang dengan alat dan media. Metode. Setiap . Pada saat tertentu ada tugas-tugas yang harus dikerjakan secara kelompok. pengajaran disusun secara system. Tujuan-tujuan pengajaran telah ditentukan sebelumnya. perbuatan atau kecakapan-keterampilan yang dapat diamati atau diukur. tetapi bila tidak menggunakan alat pun pengajaran masih tetap berjalan. Pada bentuk kedua. Tujuan diarahkan pada penguasaan kompetensi. yang dirumuskan dalam bentuk perilaku. 1. Penggunaan alat dan media belum terintegrasi dengan program pembelajaran. video atau film. tiap siswa menghadapi serentetan tugas yang harus dikerjakannya. Alat dan media digunakan sesuai dengan kondisi tetapi tidak terlalu dipentingkan. Pembelajaran tidak bisa berjalan tanpa melibatkan penggunaan alat-alat dan program tersebut. yang disebut objektif atau tujuan instruksional. Tujuan-tujuan yang bersifat umum yaitu kompetensi dirinci menjadi tujuan-tujuan khusus. atau diprogramkan dalam komputer. pengajaran disusun secara system dan ditunjang dengan penggunaan alat dan media pembelajaran. Tujuan. pengajaran tidak membutuhkan alat dan med id yang canggih. Beberapa ciri kurikulum teknologis Kurikulum yang dikembangkan dari konsep teknologi pendidikan. memiliki beberapa ciri khusus. Alat dan media digunakan sesuai dengan kondisi tetapi tidal terlalu dipentingkan. dan maju sesuai dengan kecepatan masing-masing. b. Pengajaran bersifat individual. yaitu bila digunakan alat dan media akan lebih baik. Pada bentuk ketiga program pengajaran telah disusun secara terpadu antara bahan dan kegiatan pembelajaran dengan alat dan media. tetapi bahan ajar dan proses pembelajaran disusun secai sistem.

Para siswa diberi penjelasan tentang pentingnya bahan yang harus dipelajari. sebab dalam model kurikulum ini umpan balik selalu diberikan. Evaluasi yang mereka gunakan umumnya berbentuk tes objektif. Para siswa dapat segera mengetahui apa yang telah mereka kuasai dan apa yang masih harus dipelajari lebih serius. Pelaksanaan pengajaran mengikuti langkah-langkah sebagai berikut. Sesuai dengan landasan pemikiran mereka. Dalam kegiatan belajarnya mereka dapat menguasai keterampilan-keterampilan dasar ataupun perilaku-perilaku yang dinyatakan dalam tujuan program. pada akhir suatu pelajaran. sebagai umpan balik bagi siswa dalam penyempurnaan penguasaan suatu satuan pelajaran (evaluasi formatif). umpan balik bagi siswa pada akhir suatu program atau semester (evaluasi sumatif).siswa harus menguasai secara tuntas tujuan-tujuan program pengajaran. d. Organisasi Indian ajar. . Evaluasi. Bahan ajar atau isi kurikulum banyak diambil dari disiplin ilmu. bentuk ini tes dipandang yang paling cocok. Mereka belajar dengan cara memberikan respons secara cepat terhadap persoalan-persoalan yang diberikan. 2) Pelaksanaan pengajaran. 3) Pengetahuan tentang hasil. suatu unit ataupun semester. c. Fungsi evaluasi ini bermacammacam. Urutan dari objektifobjektif ini pada dasarnya menjadi inti organisasi bahan. 1) Penegasan tujuan. Para siswa belajar secara individual melalui media buku-buku ataupun media elektronik. Bahan ajar atau kompetensi yang luas/besar dirinci menjadi bagian-bagian atau subkompetensi yang lebih kecil. tetapi telah diramu sedemikian rupa sehingga mendukung penguasaan sesuatu kompetensi. Kegiatan evaluasi dilakukan pada setiap saat. yang rnenggambarkan objektif. bahwa model pengajarannya menekankan sifat ilmiah. Sebagai tanda menguasai bahan mereka harus menguasai seara tuntas tujuan-tujuan dari suatu program. Juga dapat menjadi umpan balik bagi guru dan pengembang kurikulum untuk penyempurnaan kurikulum. Kemajuan siswa dapat segera diketahui oleh siswa sendiri.

Beberapa percobaan menunjukkan kemampuan siswa untuk mentransfer hasil belajar cukup rendah. Pengajaran teknologis sukar untuk dapat melayani bakat-bakat siswa belajar dengan metode-metode khusus. tingkat penguasaannya pun relatif rendah. menurut para ahli teknologi pendidikan. 2. Meskipun memiliki kelebihan-kelebihan. sintetis. penyusunan buku-buku serta perangkat kurikulum lainnya lebih bersifat seni dan didasarkan atas kepentingan politik daripada landasan-landasan ilmiah dan teknologis. Pengembangan kurikulum Dalam pengembangan kurikulum model lama. Program dikembangkan melalui beberapa kegiatan uji coba dengan sampel-sampel dari suatu populasi yang sesuai. Dengan model pengajaran ini tingkat penguasaan siswa dalam standar konvensional jauh lebih tinggi dibandingkan dengan model-model lain. Masalah kebosanan juga berpengaruh terhadap proses belajar. Model ini terbatas kemampuannya untuk mengajarkan bahan ajar yang kompleks atau membutuhkan penguasaan tingkat tinggi (analisis. Metode mengajar mereka cenderung seragam. yang dilengkapi dengan sistem umpan balik dan bimbingan yang teratur dari dapat mempercepat dan meningkatkan penguasaan siswa. Apalagi kalau digunakan program-program yang lebih berstruktur seperti pengajaran berprogram. Keberhasilan belajar siswa juga sangat dipengaruhi oleh sikap mereka. Pengembangan kurikulum teknologis berpegang pada beberapa kriteria. Pengembangan kurikulum diarahkan pada pencapaian nilai-nilai umum. kurikulum teknologis tidak terlepas dari beberapa keterbatasan atau kelemahan. masalah dan keterampilan yang akan menjadi isi kurikulum disusun dengan fokus pada nilainilai tadi. konsep-konsep. tetapi bila sikapnya negatif.Program pengajaran teknologis sangat menekankan efisiensi dan efektivitas. pengajaran modul atau pengajaran dengan bantuan video dan komputer. bila sikapnya positif maka siswa akan berhasil. penyusunan kurikulum. yaitu: 1) Prosedur pengembangan kurikulum dinilai dan disempurnakan oleh . evaluasi) juga bahan-bahan ajar yang bersifat afektif. direvisi beberapa kali sampai standar yang diharapkan dapat dicapai.

sebag ai bagman dari. Pengembangan pengajaran yang betul-betul berstruktur dan bersatu dengan alat dan media membutuhkan biaya yang tidak sedikit. baik dilihat dari segi kegunaannya maupun ketepatan penggunaannya. Dengan pendekatan ini biaya dapat lebih ditekan. terutama bagi sekolah atau daerah-daerah yang kemampuan finansialnya masih rendah. formulasi perlu dirumuskan terlebih dahulu apakah pengembangan alat atau media tersebut benarbenar diperlukan. Pemecahan masih dapat dilakukan dengan menerapkan model kurikulum teknologis yang lebih menekankan pada teknologi sistem dan kurang menekankan pada teknologi alat. Di pihak lain harus dicegah jangan sampai pengembangan kurikulum ini menjadi objek bisnis.pengembang kurikulum yang lain. sekuens-sekuens pengajaran perlu diujicobakan dalam bentuk prototipe-prototipe. Ketiga prototipe. dan hendaknya memberikan hasil yang sama. Spesifikasi juga meliputi spesifikasi situasi lingkungan tempat belajar. Pengembangan kurikulum ini membutuhkan kerjasama dengan para penyusun program dan penerbit media elektronik dan media cetak. Pengembangan kurikulum teknologis terutama yang menekankan teknologi alat. perlu mempertimbangkan beberapa hal. Keempat . Pertama. demikian juga format-format media. serta keterampilan-keterampilan untuk mencapai tujuan. terutama guru-guru untuk mengembangkan sendiri program pengajarannya. Pengembangan dan penggunaan alat dan media pengajaran bukan hanya sebagai alat bantu tetapi bersatu dengan program pengajaran dan ditujukan pada penguasaan kompetensi tertentu. dan organisasi. Inti dari pengembangan kurikulum teknologis adalah penekanan pada kompetensi. Sistem Instruksional atau Desain Instruksional. standar perilaku belajar. Hal ini menyangkut pasaran. 2) Hasil pengembangan terutama yang berbentuk model adalah yang bisa diuji coba ulang. Model ini di Indonesia dikenal dengan nama Satuan Pelajaran dalam lingkungan Pendidikan Dasar dan Menengah atau Satuan Acara Perkuliahan pada Perguruan Tinggi. Kedua spesifikasi. di samping memberi kesempatan kepada pelaksana pengajaran. Inilah hambatan utama pengembangan kurikulum ini. diperlukan adanya spesifikasi dari alat atau media yang akan dikembangkan.

& Roberts. Sistem pendidikan yang ada umumnya kurang memperhatikan kebutuhan siswa dan kurang melibatkan partisipasi guru dan siswa. umumnya ditentukan oleh pihak lain. hasil dari pengembangan dicoba diterapkan di dalam sistem pengajaran yang berlaku. ahli kurikulum dan pengajaran. Dengan pendekatan ini mereka ingin memperbaiki pelaksanaan yang mereka sebut sebagai kelas yang mati. Suasana kelas dapat dihidupkan melalui pelaksanaan Confluent Education. pemegang kebijaksanaan pendidikan. Robert S. Kelima mencoba hasil. alat pelajaran dan lain-lain. Gilchrist. Buku Acuan Brown. George Isaac (ed). serta para guru di sekolah. merupakan reaksi dan sekaligus ingin memperbaiki sistem pendidikan yang ada. Data tentang kebaikan dan kekurangan-kekurangan sangat diperlukan bagi penyempurnaan. Dengan Confluent Education bukan saja kelas menjadi lebih hidup. konsep-konsep Confluent Education. tetapi perkembangan yang menyeluruh dari pribadi anak dapat tercapai. (1975). (1974). dasar-dasar teori Gestalt. E. tanpa melibatkan siswa dan guru. hasil dan kesulitan-kesulitan yang dihadapi dicatat sebagai umpan balik bagi penyempurnaan selanjutnya. Buku ini sangat berfaidah bagi para pendidik. Belmont California: A Phi Delta Kappa Book. The Live Classroom. Bernice B. Apa yang dikupas dalam buku ini. kurikulum. New York: The Viking Press. tetapi juga dilengkapi dengan ilustrasi dalam praktik. buku. Pengajaran bersifat . Curriculum Development: A Humanized System Approach. yang disebut Confluent Education. suatu komisi dan sebagainya. sehingga perkembangannya lebih optimal. sebab dalam pendekatan ini faktor afektif mendapatkan tempat yang sama dengan faktor kognitif. unit-unit pengajaran diujicobakan pada sejumlah sampel siswa untuk mengetahui keberhasilan dan kelemahannya. Sistem pendidikan. Proses pelaksanaan. Dalam buku ini para penulis tidak hanya menguraikan segi-segi teoretis. contoh-contoh rencana serta pelaksanaan pelajarannya. Buku ini menguraikan pendidikan dan pengajaran yang didasarkan atas teori Gestalt.percobaan pertama. Pokok-pokok yang diuraikan dalam buku ini meliputi.

hakikat manusia. . Melihat kelemahankelemahan di atas para penulis melalui buku ini ingin memperbaikinya. Perbaikan tersebut bertolak dari pendekatan humanisme. suatu pandangan pendidikan yang menekankan kebutuhan perkembangan pribadi siswa seutuhnya. bagaimana mengorganisasi pendidikan sehingga tercipta kegia tan belajar yang efektif. Dalam buku ini secara sistematis dikemukakan. bagaimana mempersiapkan dan melaksanakan pengajaran yang efektif dan terakhir bagaimana mengembangkan sistem sekolah yang bersifat humanistik. Segi afektif berjalan sejajar dengan segi kognitif dan psikomotor. nilai dan tujuan perkembangan manusia. Buku ini sangat berguna bagi perencana dan pelaksana kurikulum dan pengajaran.mekanis dan satu komponen terlepas dari komponen lainnya.

Ada yang mengartikannya secara luas. kurikulum membentuk desain yang menggambarkan pola organisasi dari komponen-komponen kurikulum dengan perlengkapan penunjangnya. isi dan tujuan kurikulum. dan dapat pula menyangkut lingkup yang sangat sempit. Komponen-Komponen Kurikulum Kurikulum dapat diumpamakan sebagai suatu organisme manusia ataupun binatang. seperti program pengajaran suatu mata pelajaran untuk beberapa jam pelajaran. demikian juga evaluasi sesuai dengan proses. isi atau materi. dan juga sebagai pelaksanaan dari rencana di atas (actual curriculum). Kedua kesesuaian antarkomponen-komponen kurikulum. Ada yang memandangnya secara sempit. Pertama kesesuaian antara kurikulum dengan tuntutan. yaitu sebagai program pengajaran pada suatu jenjang pendidikan. serta evaluasi. Kurikulum juga diartikan sebagai dokumen tertulis dari suatu rencana atau program pendidikan (written curriculum). yaitu isi sesuai dengan tujuan. Suatu kurikulum harus memiliki kesesuaian atau relevansi. Tidak semua yang ada dalam kurikulum tertulis. Keempat komponen tersebut berkaitan erat satu sama lain. proses atau sistem penyampaian dan media. kemungkinan dilaksanakan di kelas. Unsur atau komponenkomponen dari anatomi tubuh kurikulum yang utama adalah: tujuan. A. kebutuhan. yang memiliki susunan anatomi tertentu. proses sesuai dengan isi dan tujuan. meliputi semua pengalaman yang diperoleh siswa karena pengarahan-bimbingan dan tanggung jawab sekolah. dan perkembangan masyarakat. kondisi. Kurikulum dapat mencakup lingkup yang sangat luas. yaitu kurikulum sebagai kumpulan mata pelajaran atau bahan ajar. . Kesesuaian ini meliputi dua hal.BAB 6 ANATOMI DAN DESAIN KURIKULUM Pada bab-bab sebelum ini telah dikemukakan bahwa terdapat variasi dalam mendepinisikan kurikulum. Apakah dalam lingkup yang luas ataupun sempit.

Tujuan demikian akan menggambarkan "what will the student he able to do as a result of the teaching that he was unable to do before" (Rowntree. Kedua. Pertama perkembangan tuntutan. Tujuan kurikulum dirumuskan berdasarkan dua hal. Tujuan pendidikan nasional merupakan tujuan jangka panjang. pencapaiannya . dan menekankan pada perilaku siswa. adalah tujuan yang ingin dicapai oleh sesuatu program studi. tujuan memegang peranan penting. didasari oleh pemikiran-pemikiran dan terarah pada pencapaian nilai-nilai filosofis. Tujuan kurikuler. jangka panjang. Tujuan institusional. Tujuan instruksional yang merupakan target yang harus dicapai oleh sesuatu mata pelajaran. sedang perumusan tujuan umum lebih bersifat abstrak. Dalam mempersiapkan pelajaran. dan terbatas. memerlukan waktu yang lebih lama dan lebih sukar diukur. kebutuhan dan kondisi masyarakat. masih dirinci lagi menjadi tujuan instruksional umum dan khusus atau disebut juga objektif. terutama falsafah negara.Telah dikemukakan bahwa. menengah. Kita mengenal beberapa kategori tujuan pendidikan. Mengajar dalam kelas lebih menekankan tujuan khusus. sedangkan tujuan isntruksional yang berjangka waktu cukup pendek merupakan tujuan yang bersifat khusus. 1974: 5). karena lebih jelas dan mudah pencapaiannya. akan mengarahkan semua kegiatan pengajaran dan mewarnai komponen-komponen kurikulum lainnya. yang merupakan tujuan pokok bahasan. sempit. merupakan sasaran pendidikan sesuatu lembaga pendidikan. Dalam kegiatan belajar-mengajar di-dalam kelas. sebab hal itu akan dapat memberikan gambaran yang lebih konkret. guru menjabarkan tujuan mengajarnya dalam bentuk tujuan-tujuan khusus atau objectives yang yang bersifat operasional. tujuan-tujuan khusus lebih diutamakan. menjadi sasaransasaran khusus yang lebih konkret. Dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah 1975/1976 dikenal kategori tujuan sebagai berikut. tujuan ideal pendidikan bangsa Indonesia. yaitu tujuan umum dan khusus. dalam kurikulum atau pengajaran. Tujuan-tujuan khusus dijabarkan dari sasaran-sasaran pendidikan yang bersifat umum yang biasanya abstrak dan luas. Tujuan pendidikan nasional yang berjangka panjang merupakan suatu tujuan pendidikan umum. dan jangka pendek. Yang terakhir ini.

diberikan referensi dan sumber yang memadai. memberikan beberapa keuntungan: a. sikap. (1975) membagi domain kognitif atas enam tingkatan dari yang paling rendah. Perumusan tujuan mengajar yang berbentuk tujuan khusus (objective). sesuai dengan perilaku yang menjadi sasarannya. Tujuan khusus. Gage dan Briggs mengemukakan lima kategori tujuan. b. analisis. hlm. membantu memudahkan guru-guru memilih dan menyusun bahan ajar. Domain afektif berkenaan dengan penguasaan dan pengembangan perasaan. Domain psikomotor menyangkut penguasaan dan pengembangan keterampilanketerampilan motorik. dapat belajar sendiri dalam waktu setengah dari waktu belajar dalam kelas biasa. pemahaman. yaitu domain kognitif. afektif. 23-24). Bloom. Berdasarkan penelitian Mager dan Clark (1963) siswa yang mengetahui tujuan-tujuan khusus suatu pokok bahasan. Bloom mengemukakan tiga kategori tujuan mengajar sesuai dengan domain-domain perilaku individu. dan karakterisasi nilai-nilai. Tujuan khusus memudahkan dalam mengkomunikasikan maksud kegiatan mengajar-belajar kepada siswa. motor skills and attitudes (1974. merespons. Tujuan-tujuan khusus mengajar juga memiliki tingkat kesukaran yang berbeda-beda. menilai. Domain kognitif berkenaan dengan penguasaan kemampuan-kemampuan intelektual atau berpikir. cognitive strategies. . dan nilai-nilai. dan evaluasi. sintesis. Tujuan khusus memudahkan guru menentukan kegiatan belajar dan media mengajar. kecakapan mengamati. Untuk domain afektif Krathwohl dan kawan-kawan (1974) membaginya atas lima tingkatan yang juga berjenjang. gerakan-gerakan keterampilan dan komunikasi yang berkesinambungan. aplikasi. yaitu intellectual skills. yaitu: gerakan refleks. yaitu: pengetahuan. mengorganisasi nilai. Untuk domain psikomotor Anita Harrow (1971) membaginya atas enam jenjang. verbal information. yaitu: menerima. c.Tujuan-tujuan mengajar dibedakan atas beberapa kategori. minat. dan psikomotor. gerakan-gerakan dasar. kecakapan jasmaniah.

berupa: 1) kondisi atau lingkungan fisik. Menggambarkan apa yang diharapkan dapat dilakukan oleh siswa. tujuan khusus merupakan suatu perilaku yang diperlihatkan siswa pada akhir suatu kegiatan belajar. Banathy (1968). yaitu: 1) Sukar menyusun tujuan-tujuan khusus untuk domain afektif. Dengan tujuan khusus guru lebih mudah menentukan bentuk tes. dengan jumlah tujuan yang sangat banyak. De Cecco (1977) dan Davies (1981) sepakat bahwa. lebih mudah merumuskan butir tes dan lebih mudah menentukan kriteria pen capaiannya. Untuk mengatasi kedua kesukaran di atas diperlukan keahlian. Kekurangan keahlian. panjangnya dan frekeunsi respons. . 2) Sukar menyusun tujuantujuan khusus pada tingkat tinggi. Di samping keuntungan-keuntungan di atas pengembangan tujuantujuan mengajar yang bersifat khusus menghadapi beberapa kesukaran. dalam bentuk: 1) ketepatan atau ketelitian respons. Menggambarkan kondisi atau lingkungan yang menunjang tingkah laku siswa. den gan: 1) menggunakan kata-kata kerja yang menunjukkan tingkah laku yang dapat diamati. Kelemahan di atas akan menyebabkan penyusunan tujuan-tujuan khusus bersifat mekanistis. yang mudah diukur. 2) menunjukkan stimulus yang membangkitkan tingkah laku siswa. 2) kondisi atau lingkungan psikologis. Ahli-ahli di atas juga memberikan beberapa spesifikasi dari tujuan-tujuan mengajar khusus. Bagaimana perumusan sesuatu tujuan khusus atau objective yang baik? Beberapa ahli seperti Mager (1962). Menunjukkan mutu tingkah laku yang diharapkan dilakukan oleh siswa. Gagne (1974). 2) kecepatan. b. 3) memberikan pengkhususan tentang sumber-sumber yang dapat digunakan siswa dan orang-orang yang dapat diajak bekerjasama. yaitu: a. latihan dan pengalaman yang mencukupi dari guru-guru.d. Rowntree (1974). Tujuan khusus memudahkan guru mengadakan penilaian. c. latihan dan pengalaman akan membawa guru -guru pada perumusan tujuan-tujuan yang bertaraf rendah.

strategi mengajar. perkembangan historis suatu institusi. maka dalam bagian ini yang akan diuraikan hanya sekuens bahan ajar. tanpa terlebih dahulu mengajarkan pemantulan . Sekuens bahan ajar Untuk mencapai tiap tujuan mengajar yang telah ditentukan diperlukan hahan ajar. Siswa dihadapkan pada peristiwa-peristiwa atau situasi yang menjadi sebab atau pendahulu dari sesuatu peristiwa atau situasi lain. yang mencakup komponen komponen: tujuan khusus. dan evaluasi hasil mengajar dibahas secara tersendiri. Ada beberapa cara untuk menyusun sekuens bahan ajar. Tugas utama seorang guru adalah menciptakan lingkungan tersebut. Peristiwaperistiwa sejarah. Karena perumusan tujuan khusus strategi. Topik-topik atau sub-subtopik tersebut terusun sekuens tertentu yang membentuk suatu sekuens bahan ajar. Dengan mempelajari sesuatu yang menjadi sebab atau pendahulu para siswa akan menemukan akibatnya. Masih berhubungan erat dengan sekuens kronologis adalah sekuens kausal. penemuanpenemuan ilmiah dan sebagainya dapat disusun berdasarkan sekuens kronologis. media dan sumber belajar. lingkungan orang-orang. a. Bahan ajar tersusun atas topik-totpik dan sub-subtopik tertentu. untuk mendorong siswa melakukan interaksi yang produktif dan memberikan pengalaman belajar yang dibutuhkan. Penyusunan sekuens bahan ajar bidang studi tersebut perlu disesuaikan dengan strukturnya. Menurut Rowntree (1974: 75) "sekuens kausal cocok untuk menyusun bahan ajar dalam bidang meteorologi dan geomorfologi". Untuk menyusun bahan ajar yang mengandung urutan waktu. dapat digunakan sekuens kronologis. Dalam fisika tidak mungkin mengajarkan alat-alat optik. serta evaluasi hasil mengajar. Hap topik atau subtopik mengandung ide-ide pokok yang relevan dengan tujuan yang telah ditetapkan. Bahan ajar Siswa belajar dalam bentuk interaksi dengan lingkungannya. Kegiatan dan lingkungan demikian dirancang dalam suatu rencana mengajar. sekuens bahan ajaran. alat-alat dan ide-ide.2. 2) Sekuens kausal. yaitu: 1) Sekuens kronologis. 3) Sekuens struktural. Bagian-bagian bahan ajar suatu bidang studi telah mempunyai struktur tetentu.

Model ini dikembangkan oleh Gagne (1965). Dalam sekuens ini mengajar dimulai dengan langkah terakhir dan mundur ke belakang. 4) Sekuens logis dan psikologis. Contoh. dari benda-benda kepada teori. Dalam mengajarnya mulai dengan langkah (e). dari masalah bagaimana kepada masalah mengapa. kemudian guru menyajikan data tentang sesuatu masalah dari langkah (a) sampai (d). 5) Sekuens spiral. Menurut sekuens logis bahan ajar disusun dari yang nyata kepada yang abstrak. Menurut sekuens logis bahan ajar dimulai dari bagian menuju pada keseluruhan. (d) Pengetesan hipotesis. Masalah cahaya. 6) Rangkaian ke belakang. dari fungsi kepada struktur. tetapi menurut sekuens psikologis sebaliknya dari keseluruhan kepada bagian. dikembangkan oleh Bruner (1960). Bahan ajar dipusatkan pada topik atau pokok bahan tertentu. (backward chaining). meliputi 5 langkah. Pada kesempatan lain guru menyajikan data tentang masalah lain d langkah (a) sampai (c) dan ari siswa diminta untuk mengadakan pengetesan hipotesis (d) dan seterusnya. Topik atau pokok bahan ajar tersebut adalah sesuatu yang populer dan sederhana. 7) Sekuens berdasarkan hierarki belajar. (c) Pengumpulan data. Dari topik atau pokok tersebut bahan diperluas dan diperdalam. Bahan ajar juga dapat disusun berdasarkan urutan logis. kemudian dicari suatu hierarki urutan bahan ajar untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. dari yang kompleks kepada yang sederhana. berturut-turut . dikembangkan oleh Thomas Gilbert (1962). dan alat-alat optik tersusun secara struktural. proses pemecahan masalah yang besifat ilmiah. Rowntree (1974: 77) melihat perbedaan antara sekuens logis dengan psikologis. pemantulan-pembiasan. dengan prosedur sebagai berikut: tujuan-tujuan khusus utama pembelajaran dianalisis. tetapi kemudian diperluas dan diperdalam dengan bahan yang lebih kompleks. dari yang sederhana kepada yang kompleks. yaitu: (a) Pembatasan masalah (b) Penyusunan hipotesis. dan siswa diminta untuk membuat interpretasi hasilnya (e). dan pemantulan dan pembiasan cahaya tidak mungkin diajarkan tanpa terlebih dahulu mengajarkan masalah cahaya.dan pembiasan cahaya. Hierarki tersebut menggambarkan urutan perilaku apa yang mula-mula harus dikuasai siswa. (e) Interpretasi basil tes.

Gagne mengemukakan 8 tipe belajar yang tersusun secara hierarkis mulai dari yang paling sederhana: signal learning. Reception/Exposition Learning . Melalui kegiatan-kegiatan tersebut siswa akan menguasainya. principle learning. Pada waktu guru menyusun sekuens suatu bahan ajar. a. Dalam discovery learning bahan ajar tidak disajikan dalam hentuk akhir. mengintegrasikan. hanya berbeda dalam pelakunya. verbal association. multiple discrimination. Untuk bidang studi tertentu dan pokokpokok bahasan tertentu hierarki juga dapat mengikuti hierarki tipe-tipe belajar dari Gagne. stimulus-respons learning.Discovery Learning dan Groups . 3. Rowntree (1974: 93-97) membagi strategi mengajar itu atas Exposition . Siswa tidak dituntut untuk mengolah.sampai dengan perilaku terakhir. Strategi mengajar Penyusunan sekuens bahan ajar berhubungan erat dengan strategi atau metode mengajar. Reception dan exposition sesungguhnya mempunyai makna yang sama. Ada beberapa strategi yang dapat digunakan dalam mengajar. concept learning. Ausubel and Robinson (1969 : 43-45) membaginya atas strategi Reception Learning. is juga harus memikirkan strategi mengajar mana yang sesuai untuk menyajikan bahan ajar dengan urutan seperti itu. menerapkan. mengkategorikan. menganalisis. (Gagne. 1970: 63-64). siswa dituntut untuk melakukan berbagai kegiatan flienghimpun informasi. Reception learning dilihat dari sisi siswa sedangkan exposition dilihat dari sisi guru.Meaningful Lerning. dan problem-solving learning.Discovery Learning. atau melakukan aktivitas lain kecuali menguasainya.Discovery Learning dan Rote Learning. mereorganisasikan bahan serta membuat kesimpulankosimpulan.Individual Learning. motor-chain learning. Dalam exposition atau reception learning keseluruhan bahan ajar disampaikan kepada siswa dalam bentuk akhir atau bentuk jadi. serta menemukan hal-hal yang bermanfaat bagi dirinya. . baik secara lisan maupun secara tertulis. membandingkan.

proposisi. Lebih lanjut Ausubel and Robinson menekankan bahwa reception-discovery learning dan rote-meaningful learning dapat dikombinasikan satu sama lain sehingga membentuk 4 kombinasi strategi belajar-mengajar. yang tersusun membentuk suatu struktur dalam pikiran anak. yang lain mungkin hanya akan menanti atau menonton. Struktur kognitif terdiri atas fakta-fakta. b) rotereception learning.Individual Learning. konsep.b. c. .Meaningful Learning. Masalah pertama. Kerja sama hanya akan dilakukan oleh anak-anak yang aktif. Rote learning . Dalam rote learning bahan ajar disampaikan kepada siswa tanpa memperhatikan arti atau maknanya bagi siswa. Pelaksanaan discovery learning menuntut aktivitas belajar yang bersifat individual atau dalam kelompok-kelompok kecil. Masalah lain adalah kemungkinan untuk bekerja sama. Dengan demikian akan terjadi perbedaan yang semakin jauh antara anak pandai dengan yang kurang. Di pihak lain anak-anak lambat akan menderita kurang motif belajar. yaitu: a) meaningful-reception learning. dan d) rote-discovery learning. dan kemungkinan menjadi pengganggu kelas. dalam kelas besar tidak mungkin semua anak dapat bekerja sama. hukum dan teori-teori yang telah dikuasai siswa sebelumnya. data. acuh tak acuh. Siswa menguasai bahan ajar dengan menghafalkannya. karena kemampuan dan kecepatan belajar siswa tidak sama. Dalam meaningful learning penyampaian bahan mengutamakan maknanya bagi siswa. dalil. Menurut Ausubel and Robinson (1970: 5253) sesuatu bahan ajar bermakna bila dihubungkan dengan struktur kognitif yang ada pada siswa. c) meaningful-discovery learning. Discovery learning dalam bentuk kelas pelaksanaannya agak sukar dan mempunyai beberapa masalah. siswa-siswa yang kurang dan lambat. akan mengikuti saja kegiatan dan menerima temuan-temuan anak-anak cepat. maka kegiatan discovery hanya akan dilakukan oleh siswa-siswa yang pandai dan cepat. Group Learning .

benda. dan lain-lain. film. Media mengajar Media mengajar merupakan segala macam bentuk perangsang dan alat yang disediakan guru untuk mendorong siswa belajar. bentuk-bentuk komunikasi nonverbal seperti: perilaku. dan rekaman suara. sikap. Komunikasi yang bersifat verbal memegang peranan penting. Realia. disket. makhluk. simulasi. dan sebagainya yang diamati siswa. berupa alat-alat elektronika seperti mesin pengajaran. simbol tertulis. bergerak atau tidak. video cassette. b. a. dan komputer. terutama dalam perkembangan segi kognitif siswa. kecepatan. c. objek studi siswa. Dalam komunikasi tersebut kehadiran sesuatu pihak secara sadar atau tidak sadar mempengaruhi perilaku yang lainnya. Untuk pengembangan segi-segi afektif. sosiodrama. sedangkan dalam realita orang-orang tersebut hanya menjadi objek pengamatan. realita. Terutama kehadiran guru mempengaruhi perilaku siswa atau siswasiswanya. televisi. Intensitas interaksi insani dalam berbagai metode mengajar tidak selalu sama. Media ini menunjukkan penyajian berbagai bentuk variasi gambar dan diagram nyata ataupun simbol. gerakgerik. dan media lainnya. benda-benda. peristiwa. permainan. binatang. pictorial. Media pictorial mempunyai banyak keuntungan karena hampir semua bentuk. kaset. dan lain-lain lebih memegang peranan penting sebagai contohcontoh nyata. roman muka. . Pictorial. mencakup berbagai bentuk perangsang belajar yang sering disebut sebagai audio visual aid. yaitu Interaksi insani. Realita merupakan bentuk perangsang nyata seperti orang-orang. Rowntree (1974: 104-113) mengelompokkan media mengajar menjadi lima macam dan disebut Modes. Perumusan di atas menggambarkan pengertian media yang cukup luas.4. serta berbagai bentuk alat penyaji perangsang belajar. Interaksi insani. Intensitas interaksi insani dalam metode ceramah lebih rendah dibandingkan dengan metode diskusi. Dalam interaksi insani siswa berkomunikasi dengan orang-orang. film. audio cassette. dibuat di atas kertas. penampilan fisik. Interaksi insani dapat bcrlangsung melalui komunikasi verbal atau nonverbal. ukuran. Media ini merupakan komunikasi langsung antara dua orang atau lebih.

Simbol tertulis merupakan media penyajian informasi yang paling umum. buku paket. grafik. d. tetapi tetap efektif. bagan. atau bentuk-bentuk animasi yang disajikan dalam video atau komputer. paket program belajar. Rekaman suara. dan sebagainya. atau kerucut pengalaman. Ada beberapa macam bentuk media simbol tertulis seperti buku teks.dan peristiwa dapat disajikan dalam media ini. Simbol tertulis. Berbagai bentuk informasi dapat disampaikan kepada anak dalam bentuk rekaman suara. Penulisan simbol-simbol tertulis biasanya dilengkapi dengan media pictorial seperti gambar-gambar. Dale (1969). yang disebutnya Cone of Experience. yaitu: BAGAN 6. Juga penyajiannya dapat bervariasi dari bentuk yang paling sederhana seperti sketsa dan bagan sampai dengan yang cukup sempurna seperti film bergerak yang berwarna dan bersuara. modul. Kerucut pengalaman dari Edgar Dale . dan majalah-majalah. Rekaman suara dapat disajikan secara tersendiri atau digabung dengan media pictorial. Penggunaan rekaman suara tanpa gambar dalam pengajaran bahasa cukup efektif. mengemukakan 12 macam media mengajar atau audio visual aid. e.

Evaluasi formatif ditujukan untuk menilai penguasaan siswa terhadap tujuan-tujuan belajar dalam jangka waktu yang relatif pendek. strategi. demikian juga dalam pencapaian tujuan-tujuan belajar dan proses pelaksanaan mengajar. Tujuan utama dari evaluasi formatif sebenarnya lebih besar ditujukan untuk menilai proses pengajaran. penentuan sekuens bahan ajar. dan media mengajar. Evaluasi pengajaran Komponen utama selanjutnya setelah rumusan tujuan. Menurut lingkup luas bahan dan jangka waktu belajar dibedakan antara evaluasi formatif dan evaluasi sumatif. Evaluasi hasil belajar-mengajar Untuk menilai keberhasilan penguasaan siswa atau tujuan-tujuan khusus yang telah ditentukan. bahan ajar. Umpan balik tersebut digunakan untuk mengadakan berbagai usaha penyempurnaan baik bagi penentuan dan perumusan tujuan mengajar. Dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah evaluasi formatif digunakan untuk menilai penguasaan siswa setelah selesai mempelajari satu pokok bahasan. a. diadakan suatu evaluasi. dan media mengajar adalah evaluasi dan penyempurnaan. strategi mengajar. Dalam evaluasi ini disusun butir-butir soal untuk mengukur pencapaian tiap tujuan khusus yang telah ditentukan. Untuk tiap tujuan khusus minimal disusun satu butir soal. Evaluasi ditujukan untuk menilai pencapaian tujuan-tujuan yang telah ditentukan serta menilai proses pelaksanaan mengajar secara keseluruhan.5. Evaluasi ini disebut juga evaluasi hasil belajar-mengajar. Tiap kegiatan akan memberikan umpan balik. Hasil evaluasi formatif ini terutama digunakan untuk .

(2) reporting learning progress to parents. Ini sesuai dengan pendapat Grondlund (1976: 499) bahwa eva luasi sumatif berguna bagi: (1) assigning grades. selain berfungsi menilai proses. daerah. Dalam cirterion referenced penguasaan siswa yang diukur dengan sesuatu tes hasil belajar dibandingkan dengan sesuatu kriteria tertentu umpamanya 80% dari tujuan atau bahan yang diberikan. Dalam norm referenced. Untuk mengukur tingkat penguasaan siswa terhadap tujuan-tujuan yang telah ditentukan atau bahan yang telah diajarkan ada dua macam norma yang digunakan. 1976: 654). Dengan demikian dalam cirterion referenced ada suatu kriteria standar. kelulusan ujian) serta menilai efektivitas program secara menyeluruh. Gronlund. Thorndike. dan (3) to increase retention and transfer or learning. Dalam implementasi kurikulum atau pelaksanaan pengajaran. juga merupakan evaluasi atau tes diagnostik. Kelompok ini dapat berupa kelompok kelas. 1979: 170177. satu semester. sebagai hasil usaha belajar dalam jangka waktu yang cukup lama. 1976: 18-19. Dengan demikian norma yang digunakan adalah norma kelompok. . sekolah. penguasaan siswa dibandingkan dengan tingkat penguasaan kawan-kawannya satu kelompok. tidak ada suatu kriteria sebagai standar. satu tahun atau selama jenjang pendidikan. yaitu norm referenced dan criterion referenced (Chauhan. ataupun nasional. Evaluasi sumatif ditujukan untuk menilai penguasaan siswa terhadap tujuan-tujuan yang lebih luas. criterion referenced digunakan pada evaluasi formatif. evaluasi sumatif dimaksudkan untuk menilai kemajuan belajar siswa (kenaikan kelas. sedangkan norm referenced digunakan pada evaluasi sumatif. and (3) improving learning and instruction. Evaluasi sumatif mempunyai fungsi yang lebih luas daripada evaluasi formatif. pupils. and school personnel. Dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah. Gronlund (1976: 489) mengemukakan fungsi tes formatif sebagai berikut: (1) to plan corrective action for overcoming learning deficiences. Dengan demikian evaluasi formatif. yang lebih bersifat relatif.memperbaiki proses belajar-mengajar dan membantu mengatasi kesulitankesulitan belajar siswa. (2) to aid in motivating learning.

strategi dan media pengajaran. 1974: 150-151). Komponen apa yang disempurnakan. keluarga. evaluasi dan umpan balik diadakan secara terus menerus. serta komponen evaluasi mengajar sendiri. Stufflebeam dan kawan-kawan (1977: 243) mengutip Model Evaluasi dari EPIC. 6. administrator. Untuk mengevaluasi komponenkomponen dan proses pelaksanaan mengajar bukan hanya digunakan tes tetapi juga digunakan bentuk-bentuk nontes. bahan pengajaran (yang menyangkut sekuens bahan ajar). komponen mengajar mencakup subkomponen: isi. bahwa dalam program mengajar komponen-komponen yang dievaluasi meliputi: komponen tingkah laku yang mencakup aspek-aspek (subkomponen): kognitif. studi dokumenter. tim evaluasi Kanwil atau Pusat. Suatu komponen mendapatkan prioritas lebih dulu atau mendapatkan penyempurnaan lebih banyak. guru. metode. baik evaluasi hasil belajar. dilihat dari peranannya dan tingkat kelemahannya (Rowntree. merupakan umpan balik bagi penyempurnaan-penyempurnaan lebih lanjut. pada dasarnya semua komponen mengajar mempunyai kemungkinan untuk disempurna kan. organisasi. dan masyarakat. yang mencakup: siszva.b. maupun evaluasi pelaksanaan mengajar secara keseluruhan. Karena sifatnya menyeluruh dan terus menerus tersebut maka evaluasi pelaksanaan sistem mengajar dapat dipandang sebagai suatu monitoring. spesialis pendidikan. dan bagimana penyempurnaan tersebut dilaksanakan' Sesuai dengan komponen-komponen yang dievaluasi. afektif dan psikomotor. walupun tidak semua komponen mendapat evaluasi yang sama kedalaman dan keluasannya. seperti observasi. Penyempurnaan juga mungkin dilakukan secara langsung begitu didapatkan . Sesuai dengan prinsip sistem. analisis hasil pekerjaan. Evaluasi pelaksanaan mengajar Komponen yang dievaluasi dalam pengajaran bukan hanya hasil belajarmengajar tetapi keseluruhan pelaksanaan pengajaran. dan komponen populasi. fasilitas dan biaya. Penyempurnaan pengajaran Hasil-hasil evaluasi. Evaluasi dapat dilakukan oleh guru atau oleh pihak -pihak lain yang berwenang atau diberi tugas. angket dan checklist. yang meliputi evaluasi komponen tujuan mengajar. seperti Kepala Sekolah dan Pengawas.

Problems centered design. Desain Kurikulum Desain kurikulum menyangkut pola pengorganisasian unsur-unsur atau komponen kurikulum. Penyempurnaan juga mungkin bersifat menyeluruh atau hanya menyangkut bagian-bagian tertentu. Penyempurnaan mungkin dilaksanakan sendiri oleh guru. Walaupun bertolak dari hal yang sama. suatu desain kurikulum yang berpusat pada bahan ajar. Bahan tersusun mulai dari yang mudah. Learner centered design. kemudian menuju pada yang lebih sulit. atau ditangguhkan sampai jangka waktu tertentu bergantung pada urgensinya dan kemungkinannya mengadakan penyempurnaan. suatu desain kurikulum yang mengutamakan peranan siswa. Pada problems centered design dikenal pula the areas of living design dan the core design. Semua hal tersebut bergantung pada kesimpulan-kesimpulan hasil evaluasi. Berdasarkan pada apa yang menjadi fokus pengajaran. yaitu: 1. Dimensi vertikal menyangkut penyusunan sekuens bahan berdasarkan urutan tingkat kesukaran. Dimensi horisontal berkenaan dengan penyusunan dari lingkup isi kurikulum. sekurangkurangnya dikenal tiga pola desain kurikulum. the disciplines design dan the broad fields design. Dalam subject centered design dikenal ada: the subject design. atau mulai dengan yang dasar diteruskan dengan yang lanjutan. Subject centered design. B. desain kurikulum yang berpusat pada masalahmasalah yang dihadapi dalam masyarakat. Penyusunan desain kurikulum dapat dilihat dari dua dimensi. dalam suatu pola desain terdapat beberapa variasi desain kurikulum. 3. 2. yaitu dimensi horisontal dan vertikal. Susunan lingkup ini sering diintegrasikan dengan proses belajar dan mengajarnya.sesuatu informasi umpan balik. . tetapi dalam hal-hal tertentu mungkin dibutuhkan bantuan atau saran-saran orang lain baik sesama personalia sekolah atau ahli pendidikan dari luar sekolah.

asal menguasai ilmu atau bahan yang akan diajarkan sering dipandang sudah dapat menyampaikannya. dan retorika. Subject centered design Subject centred design curriculum merupakan bentuk desain yang paling populer. Karena terpisahpisahnya itu maka kurikulum ini disebut juga separated subject curriculum. dengan demikian pengajaran lebih bersifat verbalistis dan kurang praktis. Materi pelajaran disajikan secara terpisahpisah dalam bentuk mata-mata pelajaran. Orang-orang Yunani dan kemudian Romawi mengembangkan Trivium dan Quadrivium. dan disempurnakan. dan bermakna serta memberikan peran yang lebih a ktif kepada siswa. Atas dasar tersebut. dilaksanakan. Kurikulum tersusun atas sejumlah mata-mata pelajaran. dievaluasi. kurikulum dipusatkan pada isi atau materi yang akan diajarkan. Trivium meliputi gramatika. The Subject Design The subject design curriculum merupakan bentuk desain yang paling murni dari subject centered design. Beberapa kelebihan dari model desain kurikulum ini adalah: 1) mudah disusun. dan berupaya untuk mewariskannya kepada generasi berikutnya. Karena mengutamakan isi atau bahan ajar atau subject matter tersebut. maka desain kurikulum ini disebut juga subject academic curriculum. adalah: 1) karena pengetahuan diberikan secara terpisah-pisah. praktis. Model design curriculum ini mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan. 3) pengajaran lebih menekankan pengetahuan dan kehidupan masa lalu. sebab dalam kenyataan pengetahuan itu merupakan satu kesatuan. Dalam subject centered design.1. logika. a. nilai-nilai dan warisan budaya masa lalu. hal itu bertentangan dengan kenyataan. 2) para pengajarnya tidak perlu dipersiapkan khusus. dan mata-mata pelajaran tersebut diajarkan secara terpisah-pisah. paling tua dan paling banyak digunakan. 2) karena mengutamakan bahan ajar maka peran peserta didik sangat pasif. sedangkan . para pengkritik menyarankan perbaikan ke arah yang lebih terintegrasi. Beberapa kritik yang juga merupakan kekurangan model desain ini. Subject centered desain berkembang dari konsep pendidikan klasik yang menekankan pengetahuan. Model desain ini telah ada sejak lama.

terlepas dari kejadian-kejadian yang hangat. astronomi. yang sedang berlangsung saat sekarang. Tidak jarang siswa menguasai bahan hanya pada tahap hafalan. dan nilai-nilai yang telah ditemukan oleh ahliahli sebelumnya. juga berkembang mata-mata pelajaran praktis seperti pertanian. berkenaan dengan mata pencaharian (pendidikan vokasional). kimia. membutuhkannya atau tidak. Karena pelajaran-pelajaran tersebut diberikannya secara terpisah-pisah. Meskipun ada kelemahan-kelemahan di atas. Para siswa dituntut untuk menguasai semua pengetahuan yang diberikan. bahan dikuasai secara verbalistis. Pada saat itu mulai berkembang mata-mata pelajaran fisika. dan lain-lain. bentuk desain kurikulum ini mempunyai beberapa kelebihan. Pendidikan hanya diperuntukkan bagi anak-anak golongan bangsawan yang tidak usah bekerja mencari nafkah. kebutuhan dan pengalaman para peserta didik. Karena kelebihan-kelebihan tersebut bentuk kurikulum ini lebih banyak dipakai. matematika.Quadrivium. Pada abad 19 pendidikan tidak lagi diarahkan pada pendidikan umum (Liberal Art). tetapi pada pendidikan yang lebih yang bersifat praktis. tata buku. . apakah mereka menyenangi atau tidak. ekonomi. Pada saat itu pendidikan tidak diarahkan pada mencari nafkah. satu terlepas dari yang lainnya. 3) Kurikulum ini kurang memperhatikan minat. tetapi pada pembentukan pribadi dan status sosial (Liberal Art). Cara penyampaian utama adalah ekspositori yang menyebabkan peranan siswa pasif. Isi pelajaran diambil dari pengetahuan. geometri. 5) Kurikulum lebih mengutamakan isi dan kurang memperhatikan cara penyampaian. biologi. dan musik. Lebih rinci kelemahan-kelemahan bentuk kurikulum ini adalah: 1) Kurikulum memberikan pengetahuan terpisah-pisah. keterampilan. bahasa yang masih bersifat teoretis. maka siswa menguasainya pun terpisah-pisah pula. 2) Isi kurikulum diambil dari masa lalu. 4) Isi kurikulum disusun berdasarkan sistematika ilmu sering menimbulkan kesukaran di dalam mempelajari dan menggunakannya. kesejahteraan keluarga.

2. b. the broad field design merupakan pengembangan dari bentuk ini. Dalam rumpun subject centerd. Bentuk ini memudahkan para peserta didik untuk mengikuti pendidikan di Perguruan Tinggi. Walaupun bertolak dari hal yang sama tetapi antara keduanya terdapat perbedaan. Bentuk ini dapat dilaksanakan secara efisien. yang membedakan apakah suatu pengetahuan itu ilmu atau subject dan bukan adalah batang tubuh keilmuannya. Bentuk ini sudah dikenal lama. Menurut pandangan ini sekolah adalah mikrokosmos dari dunia intelek. Pada subject design belum ada kriteria yang tegas tentang apa yang disebut subject (ilmu). maka penyusunannya cukup mudah. Batang tubuh keilmuan menentukan apakah suatu bahan pelajaran itu disiplin ilmu atau bukan. areas of living design dan core design. 3. Para pengembang kurikulum dari . 4. karena metode utamanya adalah metode ekspositori yang dikenal tingkat efisiennya cukup tinggi. sehingga lebih mudah untuk dilaksanakan. 5. Isi kurikulum yang diberikan di sekolah adalah disiplin-disiplin ilmu. keduanya masih menekankan kepada isi atau materi kurikulum. Bentuk ini sangat ampuh sebagai alat untuk melestarikan dan mewariskan warisan budaya masa lalu. psikologi dengan teknik atau cara mengemudi. semuanya disebut subject. mereka berusaha untuk memperbaikinya. Dengan adanya kelemahan-kelemahan di atas pengembang kurikulum subject design tidak tinggal diam.1. baik oleh guru-guru maupun orang tua. Karena materi pelajaran diambil dari ilmu yang sudah tersusun secara sitematis logis. Pada disciplines design kriteria tersebut telah tegas. Begitu juga pengembangan bentuk-bentuk lain di luar subject centered. batu pertama dari hal itu adalah isi dari kurikulum. Belum ada perbedaan antara matematika. sebab pada Perguruan Tinggi umumnya digunakan bentuk ini. seperti activity atau experience design. Untuk menegaskan hal itu mereka menggunakan istilah disiplin. The Disciplines Design Bentuk ini merupakan pengembangan dari subject design.

susunan kurikulum belum efisien baik untuk kegiatan belajar maupun untuk penggunaannya. c. Meskipun telah menunjukkan beberapa kelebihan bentuk. kurikulum ini bukan hanya memiliki organisasi yang sistematik dan efektif tetapi juga dapat memelihara integritas intelektual pengetahuan manusia. Kelima. memahami konsep-konsep. Pertama. prinsip hasil hafalan tetapi menguasai konsep. meskipun sudah lebih luas dibandingkan dengan subject design tetapi secara akademis dan intelektual masih cukup sempit. Proses belajarnya tidak lagi menggunakan pendekatan ekspositori yang menyebabkan peserta didik lebih banyak pasif. Bentuk ini memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan subject design. ide-ide dan prinsip-prinsip penting. belum bertolak dari minat dan kebutuhan atau pengalaman peserta didik. hubungan dan proses-proses intelektual yang berkembang pada siswa. belum mampu mengintegrasikan sekolah dengan masyarakat atau kehidupan. Pertama. dan sebagainya. The Broad Fields Design Baik subject design maupun disciplines design masih menunjukkan adanya pemisahan antar-mata pelajaran. tetapi menggunakan pendekatan inkuiri dan diskaveri. Hanya dengan menguasai hal-hal itu. juga didorong untuk memahami cara mencari dan menemukannya (modes of inquiry and discovery). desain ini masih memiliki beberapa kelamahan. Kedua. peserta didik tidak hanya menguasai serentetan fakta. belum dapat memberikan pengetahuan yang terintegrasi. disciplines design tidak seperti subject design yang menekankan penguasaan fakta-fakta dan informasi tetapi pada pemahaman (understanding). psikologi. Ketiga. biologi. sosiologi. Keempat.aliran ini berpegang teguh pada disiplin-disiplin ilmu seperti: fisika. Perbedaan lain adalah dalarn tingkat penguasaan. Para peserta didik didorong untuk memahami logika atau struktur dasar suatu disiplin. peserta didik akan memahami masalah dan mampu melihat hubungan berbagai fenomena baru. Kedua. Salah satu usaha untuk menghilangkan pemisahan tersebut adalah mengembangkan the broad filed design. Dalam model . kata mereka. Disciplines design sudah mengintegrasikan unsur-unsur progresifisme dari Dewey.

ini mereka menyatukan beberapa mata pelajaran yang berdekatan atau berhubungan menjadi satu bidang studi seperti Sejarah, Geografi, dan Ekonomi digabung menjadi Ilmu Pengetahuan Sosial, Aljabar, Ilmu Ukur, dan Berhitung menjadi Matematika, dan sebagainya. Tujuan pengembangan kurikulum broad field adalah menyiapkan para siswa yang dewasa ini hidup dalam dunia informasi yang sifatnya spesialistis, dengan pemahaman yang bersifat menyeluruh. Bentuk kurikulum ini banyak digunakan di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama, di sekolah menengah atas penggunaannya agak terbatas apalagi di perguruan tinggi sedikit sekali. Ada dua kelebihan penggunaan kurikulum ini. Pertama, karena dasarnya bahan yang terpisah-pisah, walaupun sudah terjadi penyatuan beberapa mata kuliah masih memungkinkan penyusunan warisan-warisan budaya secara sistematis dan teratur. Kedua, karena mengintegrasikan beberapa mata kuliah memungkinkan peserta didik melihat hubungan antara berbagai hal. Di samping kelebihan tersebut, ada beberapa kelemahan model kurikulum ini. Pertama kemampuan guru, untuk tingkat sekolah dasar guru mampu menguasai bidang yang luas, tetapi untuk tingkat yang lebih tinggi, apalagi di perguruan tinggi sukar sekali. Kedua, karena bidang yang dipelajari itu luas, maka tidak dapat diberikan secara mendetil, yang diajarkan hanya permukaannya saja. Ketiga, pengintegrasian bahan ajar terbatas sekali, tidak menggambarkan kenyataan, tidak memberikan pengalaman yang sesungguhnya bagi siswa, dengan demikian kurang membangkitkan minat belajar. Keempat, meskipun kadarnya lebih rendah dibandingkan dengan subject design, tetapi model ini tetap menekankan tujuan penguasaan bahan dan informasi. Kurang menekankan proses pencapaian tujuan ya.lg sifatnya afektif dan kognitif tingkat tinggi.

2. Learner-centered design Sebagai reaksi sekaligus penyempurnaan terhadap beberapa kelemahan subject centered design berkembang learner centered design. Desain ini berbeda dengan subject centered, yang bertolak dari cita-cita untuk melestarikan dan mewariskan budaya, dan karena itu mereka mengutamakan peranan isi dari kurikulum.

Learner centered, memberi tempat utama kepada peserta didik. Di dalam pendidikan atau pengajaran yang belajar dan berkembang adalah peserta didik sendiri. Guru atau pendidik hanya berperan menciptakan situasi belajar-mengajar, mendorong dan memberikan bimbingan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Peserta didik bukanlah tiada daya, dia adalah suatu organisme yang punya potensi untuk berbuat, berperilaku, belajar dan juga berkembang sendiri. Learner centered design bersumber dari konsep Rousseau tentang pendidikan alam, menekankan perkembangan peserta didik. Pengorganisasian kurikulum didasarkan atas minat, kebutuhan dan tujuan peserta didik. Ada dua ciri utama yang membedakan desain model learner centred dengan subject centered. Pertama, learner centered design mengembangkan kurikulum dengan bertolak dari peserta didik dan bukan dari isi. Kedua, learner centered bersifat not-preplanned (kurikulum tidak diorganisasikan sebelumnya) tetapi dikembangkan bersama antara guru dengan siswa dalam penyelesaian tugas-tugas pendidikan. Organisasi kurikulum didasarkan atas masalah -masalah atau topik-topik yang menarik perhatian dan dibutuhkan peserta didik dan sekuensnya disesuaikan dengan tingkat perkembangan mereka. Ada beberapa variasi model ini yaitu the activity atau experience design, humanistic design, the open, free design, dan lain-lain. Pada tulisan ini akan dikemukakan sebagian saja. a. The Activity atau Experience Design Model desain ini berawal pada abad 18, atas hasil karya dari Rousseau dan Pestalozzi, yang berkembang pesat pada tahun 1920/1930-an pada masa kejayaan Pendidikan Progresif. Berikut beberapa ciri utama activity atau experience design. Pertama, struktur kurikulum ditentukan oleh kebutuhan dan minat peserta didik. Dalam mengimplementasikan ciri ini guru hendaknya: a) Menemukan minat dan kebutuhan peserta didik, b) Membantu para siswa memilih mana yang paling penting dan urgen. Hal ini cukup sulit, sebab harus dapat dibedakan mana minat dan kebutuhan yang sesungguhnya dan mana yang hanya angan-angan. Untuk itu guru perlu menguasai benar perkembangan dan karakteristik peserta didik.

Kedua, karena struktur kurikulum didasarkan atas minat dan kebutuhan peserta didik, maka kurikulum tidak dapat disusun jadi sebelumnya, tetapi disusun bersama oleh guru dengan para siswa. Demikian juga tujuan yang akan dicapai, sumber-sumber belajar, kegiatan belajar dan prosedur evaluasi, dirumuskan bersama siswa. Istilah yang mereka gunakan adalah teacher-student planning. Seperti dikemukakan oleh Smith, Stanley and Shores (1977: 274-1725) bahwa tugas guru adalah: ... discovering students interest, guiding students in selection of interest, helping groups and individuals to plan and carryout learning activi ties, and assisting learners to appraise their experience. In short, the teacher must prepare in advance to help learners decide what to to do, how to do it, and how to evaluate the results. Ketiga, desain kurikulum tersebut menekankan prosedur pemecahan masalah. Di dalam proses menemukan minatnya peserta didik menghadapi hambatan atau kesulitan-kesulitan tertentu yang harus diatasi. Kesulitankesulitan tersebut menunjukkan problema nyata yang dihadapi peserta didik. Dalam menghadapi dan mengatasi masalah-masalah tersebut, peserta didik melakukan proses belajar yang nyata, sungguh-sungguh bermakna, hidup dan relevan dengan kehidupannya. Berbeda dengan subject design yang menekankan isi, activity design lebih mengutamakan proses (keterampilan memecahkan masalah). Ada beberapa kelebihan dari desain kurikulum ini. Pertama, karena kegiatan pendidikan didasarkan atas kebutuhan dan minat peserta didik, maka motivasi belajar bersifat intrinsik dan tidak perlu dirangsang dari luar. Fakta-fakta, konsep, keterampilan dan proses pemecahan dipelajari peserta didik karena hal itu mereka perlukan. jadi belajar benar-benar relevan dan bermakna. Kedua, pengajaran memperhatikan perbedaan individual. Mereka turut dalam kegiatan belajar kelompok karena membutuhkannya, demikian juga kalau mereka melakukan kegiatan individual. Ketiga, kegiatan-kegiatan pemecahan masalah memberikan bekal kecakapan dan pengetahuan untuk menghadapi kehidupan di luar sekolah. Beberapa kritik yang menunjukkan kelemahan dilontarkan terhadap model desain kurikulum

Pertama, penekanan pada minat dan kebutuhan peserta didik belum tentu cocok dan memadai untuk menghadapi kenyataan dalam kehidupan. Kehidupan dunia modern sangat kompleks, peserta didik belum tentu mampu melihat dan merasakan kebutuhan-kebutuhan esensial. Kedua, kalau kurikulum hanya menekankan minat dan kebutuhan peserta didik, dasar apa yang digunakan untuk menyusun struktur kurikulum. Kurikulum tidak mempunyai pola dan struktur. Kedua kritik ini tidak semuanya benar, sebab beberapa tokoh activity design telah mengembangkan struktur ini. Dewey dalam sekolah laboratoriumnya menyusun struktur di sekitar kebutuhan manusia, kebutuhan sosial, kebutuhan untuk membangun, kebutuhan untuk meneliti dan bereksperimen dan kebutuhan untuk berekspresi dan keindahan. Ketiga, activity design curriculum sangat lemah dalam kontinuitas dan sekuens bahan. Dasar minat peserta didik tidak memberikan landasan yang kuat untuk menyusun sekuens, sebab minat mudah sekali berubah karena pengaruh perkembangan, kematangan dan faktor-faktor lingkungan. Beberapa usaha telah dilakukan untuk mengatasi kelemahan ketiga ini: 1) usaha untuk menemukan sekuens perkembangan kemampuan mental peserta didik, seperti perkembangan kemampuan kognitif dari Piaget, 2) penelitian tentang pusat-pusat minat pada berbagai tingkat usia. Penemuan tentang pusat-pusat minat yang lebih terinci dijadikan dasar penyusunan sekuens kurikulum. Keempat, kritik terhadap model desain kurikulum ini dikatakan tidak dapat dilakukan oleh guru biasa. Kurikulum ini menuntut guru ahli general education plus ahli psikologi perkembangan dan human relation. Model desain ini sulit menemukan buku-buku sumber, karena buku yang ada disusun berdasarkan subject atau discipline design. Kesulitan lain adalah apabila peserta didik akan melanjutkan studi ke perguruan tinggi, sebab di perguruan tinggi digunakan model subject atau discipline design.

3. Problem centered design Problem centered design berpangkal pada filsafat yang mengutamakan peranan manusia (man centered). Berbeda dengan learner centered yang mengutamakan manusia atau peserta didik secara individual, problem centered

design menekankan manusia dalam kesatuan kelompok yaitu kesejahteraan masyarakat. Konsep pendidikan para pengembang model kurikulum ini berangkat dari asumsi bahwa manusia sebagai makhluk sosial selalu hidup bersama. Dalam kehidupan bersama ini manusia menghadapi masalah-masalah bersama yang harus dipecahkan bersama pula. Mereka berinteraksi, berkooperasi dalam memecahkan masalah-masalah sosial yang mereka hadapi untuk mcningkatkan kehidupan mereka. Konsep-konsep ini menjadi landasan pula dalam pendidikan dan pengembangan kurikulum. Berbeda dengan learner centered, kurikulum mereka disusun sebelumnya (preplanned). Isi kurikulum berupa masalahmasalah sosial yang dihadapai peserta didik sekarang dan yang akan datang. Sekuens bahan disusun berdasarkan kebutuhan, kepentingan dan kemampuan peserta didik. Problem centered design menekankan pada isi maupun perkembangan peserta didik. Minimal ada dua variasi model desain kurikulum ini, yaitu The Areas of living design, dan The Core design.

a. The Areas of Living Design Perhatian terhadap bidang-bidang kehidupan sebagai dasar penyusunan kurikulum telah dimulai oleh Herbert Spencer pada abad 19, dalam tulisan yang berjudul What knowledge is of most Worth? Areas of living design seperti learner centered design menekankan prosedur belajar melalui pemecahan masalah. Dalam prosedur belajar ini tujuan yang bersifat proses (process objectives) dan yang bersifat isi (content objectives) diintegrasikan. Penguasaan informasi-informasi yang lebih bersifat pasif tetap dirangsang. Ciri lain dari model desain ini adalah menggunakan pengalaman dan situasi-situasi nyata dari peserta didik sebagai pembuka dan mempelajari bidang-bidang kehidupan. Strategi yang sama juga digunakan dalam subject centered design, tetapi pelaksanaannya mengalami kesulitan, sebab dalam desain tersebut hubungan mata pelajaran dengan bidang dan pengalaman hidup peserta didik sangat kecil. Sebaliknya dalam the areas of living hubungannya besar sekali. Tiap pengalaman peserta didik sangat erat hubungannya dengan bidang-bidang kehidupan sehingga

timbul organisasi isi kurikulum yang berbeda-beda. secara langsung dipraktikkan dalam kehidupan. Desain ini mempunyai beberapa kebaikan dibandingkan dengan bentuk desaindesain lainnya. Dengan demikian. Keempat desain tersebut menyajikan bahan ajar dalam bentuk yang fungsional. padahal apa yang telah ditemukan pada masa lalu penting untuk memahami dan memecahkan masalah masalah masa kini. Kedua. desain ini sekaligus menarik minat peserta didik dan mendekatkannya pada pemenuhan kebutuhan hidupnya dalam masyarakat. Keempat.dapat dikatakan suatu desain kurikulum bidang-bidang kehidupan yang dirumuskan dengan baik akan merangkumkan pengalaman-pengalaman sosial peserta didik. baik mengenai masa lalu maupun masa yang akan 'Wang. menyajikan bahan ajar dalam bentuk yang relevan. karena kurikulum diorganisasikan di sekitar problema-problema peserta didik dalam kehidupan sosial. sama hainva dengan . Prinsip-prinsip belajar aktif dapat diterapkan dalam model desain ini. ada kecenderungan untuk mengindoktrinasi peserta didik dengan kondisi yang ada. sebab diarahkan pada pemecahan masalah peserta didik. tidak perlu dirangsang dari luar. Beberapa kritik dilontarkan dan menunjukkan kelemahan model desain ini. Ketiga. karena kurikulum hanya memusatkan perhatian pada pemecahan masalah sosial pada saat sekarang. Pertama. motivasi belajar datang dari dalam din peserta didik. desain tersebut sama sekali mengabaikan warisan budaya. maka lemahnya atau kurangnya integritas dan kontinuitas organisasi isi kurikulum. peserta didik tidak tovIlhat alternatif lain. sebagai akibat dari kesulitan pertama. dan dapat menginternalisasi artinya. Pemisahan antara subject dihilangkan oleh problema-problema kehidupan sosial. penentuan lingkup dan sekuens dari bidang-bidang kehidupan yang sangat esensial (penting) sangat sukar. desain tersebut akan mempertahankan status quo. Lebih dari itu kurikulum ini membawa peserta didik dalam hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat. Ketiga. Melalui kurikulum ini para peserta didik akan mcmperoleh pengetahuan. Kelima. Kelima. Pertama. maka desain ini mendorong penggunaan prosedur belajar pemecahan masalah. yaitu untuk memecahkan masalah-masalah dalam kehidupan. Kedua. the areas of living design merupakan the subject matter design tetapi dalam bentuk yang terintegrasi.

guru-guru tersebut juga memberikan bimbingan terhadap perkembangan sosial pribadi peserta didik. berkembang teori tentang core design yang didasarkan atas pandangan Progresif. Dalam mengintegrasikan bahan ajar. Salah satu usaha untuk mengatasi keterpisahan antar-mata pelajaran. (5) the areas of living core. Menurut konsep ini inti-inti bahan ajar dipusatkan pada kebutuhan individual dan sosial. Mayoritas memandang core curriculum sebagai suatu model pendidikan atau program pendidikan yang memberikan pendidikan umum. nilainilai dan keterampilan sosial. yang sifatnya terpisah-pisah. Ada beberapa variasi desain core curriculum yaitu: (1) the separate subject core. dan warga masyarakat yang mampu membina kerja sama yang baik pula. (4) the activity/experience core. core curriculum disebut kelompok mata kuliah atau pelajaran dasar umum. Kalau kelompok mata kuliah/pelajaran spesialisasi diarahkan pada pengusaan keahlian/kejuruan tertentu. . bukan spesialis. maka kelompok mata pelajaran ini ditujukan pada pembentukan pribadi yang sehat. matang. (3) the fused core. Di samping memberikan pengetahuan. baik guru maupun buku dan media lain tidak banyak yang disiapkan untuk model tersebut sehingga di dalam pelaksanaannya akan mengalami beberapa kesulitan. baik.kritik terhadap learner centered design. dan (6) the social problems core. Terdapat banyak variasi pandangan tentang the core design. mereka memilih mata-mata pelajaran/bahan ajar tertentu sebagai inti (core). The core curriculum diberikan guru-guru yang memiliki penguasaan dan berwawasan luas. b. The Core Design The core desgin kurikulum timbul sebagai reaksi utama kepada separate subjects design. Karena pengaruh Pendidikan Progresif. beberapa mata pelajaran yang dipandang mendasari atau menjadi inti mata pelajaran lainnya dijadikan core. dan diarahkan pada pengembangan kemampuankemampuan pribadi dan sosial. The separate subjects core. Pelajaran lainnya dikembangkan di sekitar core tersebut. Pada beberapa kurikulum yang berlaku di Indonesia dewasa ini. (2) the correlated core.

mengikuti pola seperti yang digambarkan dengan urutan pertanyaan-pertanyaan berikut: . Berbentuk pendidikan umum yang isinya diambil dari masalah-masalah yang muncul di masyarakat. sedangkan the social problems core didasarkan atas problemaproblema yang mendasar dan bersifat kontroversial. Sosiologi. kelaparan. The areas of living core cenderung memelihara dan mempertahankan kondisi yang ada. Ekonomi dipadukan menjadi Studi Kemasyarakatan. Seperti halnya pada learner centered. Perbedaannya terletak pada the areas of living core didasarkan atas kegiatan-kegiatan manusia yang unviversal tetapi tidak berisi hal yang kontroversial. The areas of living core. rasialisme. sedang the social problems core mencoba memberikan penilaian yang sifatnya kritis dari sudut sistem nilai sosial dan pribadi yang berbeda. The activity/experience core. Bentuk desain ini dipandang sebagai core design yang paling murni dan paling cocok untuk program pendidikan umum. Antropologi. Kurikulum ini juga berpangkal dari separate subject. Desain model ini berpangkal juga pada pendidikan progresif. Beberapa contoh masalah sosial yang menjadi tema model core design ini adalah kemiskinan. dan sebagainya. Halhal di atas adalah sesuatu yang mendesak untuk dipecahkan dan berisi suatu kontroversial bersifat pro dan kontra. Penyusunan kurikulum the social problems core. Dalam beberapa hal model ini sama dengan the areas of living core. dengan jalan mengintegrasikan beberapa mata pelajaran yang erat hubungannya. pengintegrasiannya bukan hanya antara dua atau tiga pelajaran tetapi lebih banyak. Sejarah. inflasi. Model desain ini berkembang dari pendidikan progresif dengan learner centerd design-nya. Geografi. The fused core. perang senjata nuklir. Model desain ini pun berkembang dari the separate subjects design. tetapi organisasinya berstruktur dan dirancang sebelumnya. Model desain ini pun merupakan produk dari pendidikan progresif. the acitivity /experience core dipusatkan pada minat-minat dan kebutuhan peserta didik. The social problems core.The correlated core. Dalam studi ini dikembangkan tema-tema masalah umum yang dapat ditinjau dari berbagai sudut pandang.

Becker ingin mengembangkan suatu model pendidikan yang dapat menghilangkan "keterasingan" (alination yang mempunyai makna yang sama dengan encapsulation). percaya kepada diri sendiri (self reliant) dan menyatu dengan masyarakatnya. hanya sebagian kecil yang mereka kuasai. Bagaimana gambaran keadaan masyarakat yang ideal? 4. pencetus konsep ini. tetapi kenya taannya karena berbagai hambatan. dan kepercayaan (otoritarianisme). seperti: kematangan. terbuka untuk penyempurnaan pada setiap saat. pengamatan (empirisme). yaitu melalui: pemikiran (rasionalisme). Bagaimana gambaran masyarakat yang ada dewasa ini? 2. baik secara kelompok maupun individual. pengetahuan dan kemampuan yang demikian akan tercapai melalui penggunaan empat cara penguasaan. Menurut konsep encapsulation manusia memiliki kemampuan untuk mengamati dan memahami seluruh yang ada di dunia ini. yang memiliki pengetahuan dan kemampuan yang lebih lengkap.1. Terhadap model-model desain di atas dapat ditambahkan dua model lain yang juga menekankan pendidikan umum yaitu the unencapsulation design dan Becker's Humanistic design. tingkat kesukaran. tepat dan seimbang. Apa akibatnya bila kita torus mempertahankan kondisi yang ada ini? 3. Jika gambaran pada pertanyaan 3 berbeda dengan pertanyaan 2. pengalaman dan penguasaan sebelumnya. Ia bercita-cita ingin mendidik anak menjadi manusia "ideal" yaitu manusia sejati (authentic) tidak palsu atau pura pura. Sekuens kurikulum disusun dengan memperhatikan prinsip-prinsip psikologis. usaha apa yang dapat dilakukan untuk mengatasinya. Menu rut Joseph Royce. perasaan (intuisisme). Model desain ini merupakan reaksi terhadap encapsulation. Desain kurikulum dari Becker lebih menekankan pada isi . Desain ini juga sama dengan uncaptulsation menekankan pendidikan umum. agar tetap mutakhir dan relevan dengan perkembangan masyarakat. minat. Kurikulum the social problems core tidak bersifat kaku. The Unencapsulation design. The Unencapsulation design diarahkan pada pengembangan manusia yang lebih baik. Beckers's Humanistic Design.

& Gustafson. New York: Nichols Publishing. pendekatan sistem. Dimensi individu membahas keadaan dan keberadaan manusia. serta beberapa bentuk atau model sistem pengajaran individual. mengembangkan. serta mengelola pengajaran. buku ini mengupas rencana pelajaran. struktur tingkah laku atau keterampilan. Dalam rencana pelajaran individual diuraikan: bagaimana menganalisis konsep-konsep yang akan diajarkan. permainan. Dalam rencana pengajaran kelompok dijelaskan desain pengajaran yang bersifat makro dan mikro. Producing Instructional Systems: Lesson Planning for Individualized and Group Learning Activities.daripada proses. Knirk. serta beberapa contoh desain pengajaran dalam bidang-bidang studi tertentu. yaitu 1) Dimensi individu. struktur dan sistem pengajaran individual. dan 3) Dimensi teologis. Dalam desain pengajaran yang bersifat mikro diuraikan: pemilihan dan penyusunan taktik-taktik pengajaran. serta . teknologi proses. Dalam buku ini konsep-konsep dasar serta pengembangan dalam sistem instruksional diuraikan dengan dengan jelas. baik yang bersifat individual maupun kelompok. sedangkan dimensi teologis membahas keharusan manusia beragama dan bahaya-bahaya sekulerisme. New York: Holt. mengevaluasi. Isi kurikulumnya dipusatkan pada tiga bidang. (1986). (1984). modelmodel rencana pengajaran seperti simulasi. 2) Dimensi sosial dan historis. C. dan sebagainya serta evaluasi pengajaran. A Systematic Approach to Education.J. Frederick G. merencanakan. Hal tersebut sangat diperlukan dalam menganalisis. Desain pengajaran yang bersifat makro meliputi: analisis pengetahuan dan keterampilan. Sesuai dengan anak judulnya. Konsep tersebut meliputi pengajaran dan belajar. dimensi sosial dan historis membahas kehidupan kemasyarakatan dan sejarah perkembangan manusia. A. Instructional Technology. teori belajar. Buku ini membahas dasar-dasar teori dan praktik teknologi instruksional. Rinehart and Winston. Buku Acuan Romiszowski. struktur pengetahuan dan analisisnya. Kent L. langkah-langkah penyusunan desain pengajaran. teknologi belajar.

Dalam konsep teknologi instruksional diuraikan langkah-langkah umum pengembangan desain instruksional. diperdalam dengan pengkajian. Gavriel. kurikulum dan pengajaran.selama 10 tahun. Cognition and Learning. khususnya media pendidikan. diskusi. Pada bagian berikutnya dikemukakan pemetaan dari kurikulum menurut behavioral objectives. teori dan strategi belajar-mengajar. Tulisan ini disusun berdasarkan hasil penelitian . Apa yang dibahas dalam buku ini merupakan landasan teoretis dari penggunaan media dalam pendidikan. Pada bagian pertama buku tersebut diuraikan dasar-dasar kurikulum yang didasarkan pada perilaku: peranan sekolah secara ideal dan nyata. Salomon. Buku ini sangat berharga bagi para ahli psikologi pendidikan. telah menyadarkan guru-guru dan dosen tentang pentingnya tujuan dan desain pengajaran. Teacher's Handbook for A Functional BehaviorBased Curriculum. pemilihan dan penggunaan strategi belajar. sebab selain memberikan landasan teori yang kuat juga membukakan kunci sekaligus horison baru bagi penelitian tentang aspek-aspek psikologis media komunikasi. (1972). Englewood Cliff. keseluruhan behavior objectives dan disiplin ilmu. Selama ini media dianggap hanya sebagai alat bantu pengajaran. Menurut penulis gerakan dari Behavior Objectives selama 20 tahun. Menurut penulis.pengembangan dari masing-masing proses. (1979). Interaction of Media. yang meliputi: tujuan instruksional. Dengan buku ini diungkapkan bahwa media merupakan bagian yang tak . Sidney J. evaluasi program serta penyebaran inovasi pengajaran. sejak awal pengajaran guru dan siswa harus mengetahui keseluruhan perilaku yang ingin dicapai siswa. San Fransisco: Jossey-Bass Publishers. Drumheller. Buku ini menyajikan uraian secara mendasar tentang kurikulum yang didasarkan atas behavioral objectives. dan pada bagian akhir diuraikan pelaksanaan kurikulum yang didasarkan atas behavioral objectives. Pengajaran harus selalu bertemakan tujuantujuan tersebut. New Jersey: Educational Technology Publications. Dalam pengelolaan pengajaran diuraikan pengembangan sarana dan prasarana belajar. seminar yang mendalam bersama sejumlah besar ahli.

Dilatarbelakangi oleh dasar pendidikan penulis yang pernah mendalami teater.terpisahkan dari proses berpikir. . Proses berpikir menyangkut sistem simbol. media yang lebih banyak mendapatkan sorotan adalah media visual dalam konteks kebudayaan. dan salah satu bentuk penyajian dan penyampaian sistem simbol adalah dalam media.

fasilitas. Mengingat kelebihan dan kekurangan masing-masing maka keseimbangan ataupun keserasian antara keduanya merupakan pemecahan yang paling praktis. walaupun bukan berarti tanpa menghadapi kesulitan-kesulitan. oleh kondisi lingkungan fisik. Yang harus selalu diupayakan . Meskipun ideal hal tersebut sangat sulit kita capai. Keduanya mempunyai kelebihan dan kekurangan. Pendapat demikian tidak seluruhnya benar tetapi mengandung kebenaran. sosial budaya dan psikologis sekitar. guru. Di dalam pelaksanaan kurikulum kita mengharapkan para siswa menguasai sebanyak-banyaknya bahan yang terbaik dan diperoleh dengan cara yang terbaik pula. Pendidikan dan pengajaran selaln berlangsung dalam keterbatasan-keterbatasan. Keseimbangan Antara Isi dan Proses Baik dalam uraian tentang model-model konsep kurikulum. waktu. namun bukan sesuatu yang mustahil Kesulitannya bukan saja disebabkan adanya ciri yang cenderung kontradiktif antara keduanya. kemampuan. Kedua komponen kurikulum tersebut dapat saling menghambat. yang satu mengurangi kualitas yang lainnya. mengingat kedua komponen tersebut berperanan sebagai kunci.BAB 7 PROSES PENGAJARAN A. Telah kita ketahui dalam uraian-uraian yang terdahulu bahwa ada konsepkonsep kurikulum yang lebih mengutamakan isi dan ada pula yang mengutamakan proses. Hal itu disebabkan kedudukan kedua komponen kurikulum tersebut sangat penting. oleh kondisi dan kelengkapan sarana dan prasarana baik di sekolah maupun dalam keluarga. masalah isi dan proses pengajaran selalu menjadi tema dan titik tolak. Dengan demikian. tetapi juga karena banyaknya faktor yang turut mempengaruhi pelaksanaan kurikulum atau pengajaran Keberhasilan pengajaran atau pelaksanaan suatu kurikulum sangat dipengaruhi kondisi dan aktivitas siswa. maupun dalam macam-macam desain kurikulum. serta para pelaksana kurikulum lainnya. tempat maupun biaya. tidak mengherankan apabila ada yang berpendapat bahwa kurikulum itu tidak lain dari suatu program pendidikan yang berisi jalinan antara isi dengan proses penyampaiannya.

dosen. yaitu dengan mengemukakan konsep struktur bahan pengajaran. Isi kurikulum atau pengajaran bukan hanya terdiri atas sekumpulan pengetahuan atau kumpulan informasi. Meskipun demikian pertanyaan tentang karakteristik bahan yang akan diajarkan masih selalu timbul. kurikulum khususnya. Mereka telah berusaha menyusun isi kurikulum atau pengajaran. pengembang dan pelaksana pendidikan umumnya. Hasil-hasil perkembangan ilmu dan penelitian hanya menjadi santapan para sarjana dan cendekiawan. tetapi dilatarbelakangi oleh keadaan dan perkembangan pendidikan. B. Anak-anak sekolah menengah. di samping mengoptimalkan isi dan prosesnya sendiri. Jerome S.oleh para penyusun. bahan apakah yang harus diajarkan kepada siswa. khususnya pendidikan dasar dan menengah di Amerika Serikat. apalagi anak sekolah dasar bahkan para mahasiswa tingkat persiapan tidak pernah memperoleh pengetahuan tersebut. dan apa tujuannya? Pertanyaan ini menyangkut isi kurikulum atau isi pengajaran. Ahli pendidikan. ahli-ahli pendidikan selain guru. baik bagi pengetahuan itu sendiri maupun bagi siswa dan lingkungannya. Para sarjana dan cendekiawan tidak pernah turut serta . tetapi juga disesuaikan dengan karakteristik perkembangan anak dan konsep-konsep modern tentang hakikat pengalaman belajar. tetapi harus merupakan kesatuan pengetahuan terpilih dan dibutuhkan. Pengembangan konsep ini tidaklah terjadi begitu saja. dari berbagai bidang ilmu pengetahuan. adalah mengoptimalkan hasil sesuai dengan kondisi yang ada. Bruner dari Amerika Serikat mencoba memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut. telah dilakukan dengan mengikutsertakan para sarjana. Salah satu faktor yang mendorong diperlukannya pengembangan kurikulum adalah karena perkembangan universitas di Amerika Serikat pada pertengahan pertama abad 20 sangat menekankan pada pengembangan ilmu dan penelitian. bukan saja didasarkan atas perkembangan ilmu pengetahuan. Isi Kurikulum Pertanyaan yang selalu muncul pada para perencana pendidikan dan pengembang kurikulum adalah. Beberapa program pengembangan pendidikan. terutama pengembangan kurikulum pada sekolah dasar dan menengah.

sintesis. menyiapkan buku teks serta berbagai media pendidikan. yaitu antara kegunaan (useful). para sarjana dan cendekiawan yang turut serta dalam penyusunan kurikulum dan perencanaan program sekolah. Sayangnya perhatian para ahli tersebut masih lebih banyak tercurah pada studi tentang bakat dan kecakapan. serta aspek-aspek sosial dan psikologis dalam pendidikan. yakni hal-hal yang saling berhubungan terintegrasi menjadi satu kesatuan.dalam pengembangan kurikulum sekolah dasar dan sekolah menengah. Dewasa ini para ahli psikologi di Amerika Serikat. dan sebagainya melalui berbagai bentuk latihan. sekarang transfer lebih banyak berkenaan dengan latihan keterampilan khusus. Keterampilan sangat berhubungan erat dengan profesi seseorang. Sekolah diharapkan dapat mengajarkan semua yang berguna dan semua yang indah. program sekolah kurang berbobot dan jauh ketinggalan dari perkembangan ilmu pengetahuan tiekarang hal itu telah dapat diatasi. Pengertian berguna mengandung dua pengertian. baik sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakat. penilaian. Belajar struktur adalah belajar secara keseluruhan (utuh). merupakan penguasaan hal-hal yang berhubungan erat dengan masalah kehidupan. Dengan demikian. sangat kurang penekanan pada penguasaan struktur atau penguasaan pengetahuan secara menyeluruh. Akibatnya selama pertengahan pertama abad 20. Keterampilan merupakan kecakapan-kecakapan khusus yang dikuasai seseorang. Menyusun program pendidikan yang seimbang antara pendidikan umum dengan pendidikan keterampilan sering cukup sukar. Pemahaman umum. Studi tentang transfer belajar. pertama dalam bentuk penguasaan keterampilan (skill). ada dualisme yang membutuhkan keseimbangan. dengan keindahan (ornamental). Dewasa ini konsep proses belajar berangsur-angsur pindah dari pemahaman umum pada penguasaan keterampilan khusus. Apa yang dimaksud dengan penguasaan struktur? Penguasaan struktur merupakan pemahaman suatu bahan pelajaran secara menyeluruh dan penuh arti. dan kurang memperhatikan masalah struktur intelek dari kegiatan dalam kelas. dan kedua pemahaman umum (general understanding). Penguasaan struktur dalam . Dalam tujuan pendidikan di Amerika Serikat. banyak yang mulai beralih membahas masalah-masalah belajar di sekolah. dahulu berkenaan dengan disiplin-disiplin formal bagaimana menguasai kemampuan analisis.

serta bagaimana menciptakan kondisi belajar yang mendukung hal tersebut. tetapi tidak berarti pendidikan segi lain diabaikan. dorongan untuk belajar (learning motives) serta bagaimana membangkitkan motif tersebut. masalah mengajarkan struktur perlu mendapatkan perhatian utama. umpamanya. Bagaimana mengajarkan struktur mendasar secara efektif. Hal yang sangat penting dalam menyusun dan mengembangkan kurikulum adalah bagaimana memberikan pengertian kepada siswa tentang struktur yang mendasar terhadap tiap mata pelajaran. mengutamakan pendidikan intelek. baru mengajukan pertanyaan yang lebih khusus. tetapi juga pada anak-anak biasa bahkan anak-anak yang kurang mampu. dan bagaimana hal tersebut menjadi pusat kegiatan belajar. apakah tujuan pendidikan suatu sekolah. walaupun tidak mengetahui aturannya. Kedua. Contoh pertanyaan umum. Ada beberapa pertanyaan umum. . Pertatna. umpamanya. sekolah banyak membuang vvaktu untuk mengajarkan hal-hal yang terlalu sulit bagi anak. Pendidikan yang menekankan struktur bukan saja dapat berhasil dengan baik pada anak-anak yang cerdas. Jawaban terhadap pertanyaan pertama dapat dihubungkan dengan sifat masyarakat yaitu tuntutan dan kebutuhannya. Dalam penyusunan kurikulum. Ini tidak berarti urutan dan isi bahan pelajaran bagi mereka sama. masalah kesiapan (readiness) dalam belajar. memungkinkan anak dengan cepat menyusun banyak kalimat didasarkan atas model struktur yang dipelajari. sebab keberhasilan pelaksanaan suatu kurikulum sangat dipengaruhi oleh hal tersebut. sebelum seseorang sampai pada pertanyaan-pertanyaan yang lebih khusus.penyusunan kalimat. apakah manfaat mata-mata pelajaran yang diberikan. proses belajar menekankan pada berpikir intuitif. Setelah merumuskan jawaban pertanyaan tersebut. Ketiga. Pada masa lalu. juga dapat dihubungkan dengan pemenuhan kebutuhan pribadi dan masyarakat (kesejahteraan individu dan masyarakat). peranan struktur bahan. Ada empat hal pokok penting dalam proses pendidikan. karena kurang memperhatikan kesiapan belajar. Berpikir intuitif merupakan teknik intelektual untuk mencapai formulasi tentatif tanpa mengadakan analisis langkah demi langkah. Pendidikan yang menekankan struktur. Keempat.

yang dapat merefleksikan prinsip-prinsip dasar dari berbagai bentuk inkuiri. is harus mempunyai gambaran yang jelas tentang hakikat fenomena yang dihadapinya. bagaimana menentukan tingkat-tingkat bahan yang akan diajarkan itu sesuai dengan kemampuan dan tingkat perkembangan para siswa. Tipe belajar yang kedua bukan merupakan belajar keterampilan tetapi belajar ide-ide yang bersifat umum. dan ini merupakan hal yang sangat penting. bukan saja berkenaan dengan pengetahuan umum. perkembangan kemampuan memperkirakan (predictive ability) dan pemecahan masalah oleh anak sendiri. Agar dapat memenuhi kedua hal tersebut. . bagaimana menyusun kurikulum yang dapat diajarkan oleh guru biasa. Kedua. Agar seorang siswa mampu mengenal apakah suatu ide dapat diaplikasikan atau tidak terhadap situasi baru. Untuk itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.Tujuan belajar lebih dari sekadar untuk mendapatkan kepuasan atau menguasai pengetahuan. atau pekerjaanpekerjaan khusus. Pertama. Hal itu meyangkut dua masalah yaitu bagaimana memilih bahan yang akan diajarkan serta alat-alat pelajaran yang dapat memberikan tekanan utama pada pengembangan ide -ide dan sikap. Kemudian. merupakan proses perluasan dan pendalaman yang terus menerus dari ide-ide dasar dan ide-ide umum.ipat diaplikasikan secara luas pada masalah-masalah baru. Jenis transfer yang kedua merupakan inti proses pendidikan. Keberlanjutan proses belajar tersebut sangat bergantung pada tingkat penguasaan struktur bahan yang akan diajarkan. Ada dua macam belajar untuk menghadapi masa yang akan datang. Belajar menyiapkan peserta didik untuk menghadapi masa yang akan datang. tetapi juga dengan perkembangan sikap berinkuiri. Kedua. Pertama. Hal itu merupakan transfer belajar dalam berbagai bentuk keterampilan. yang perlu mendapatkan perhatian yang sungguh-sungguh adalah bagaimana para siswa menguasai ide-ide dasar dari berbagai bidang studi. dibutuhkan partisipasi dari ahli-ahli yang terbaik dalam bidangnya dalam penyusunan kurikulum sekolah. terhadap murid biasa. transfer belajar dalam bentuk prinsip-prinsip dan sikapsikap. Sebab yang terpenting dalam belajar ide-ide adalah yang dipelajarinya harus 1. yang dapat digunakan untuk mengenal dan memecahkan berbagai masalah kehidupan. aplikasi belajar dalam tugastugas khusus.

berhubungan dengan kemampuan ingatan manusia. memberikan kesem patan dan mendorong anak untuk mencari dan menemukan aturan yang sebelumnya tidak diketahui. tentunya agar yang dipelajarinya itu berguna bagi proses berpikirnya. tetapi sesungguhnya metodi. persamaan. Kedua. Hal itu bukan hanya berlaku bagi IPA dan Matematika tetapi juga bagi ilmu-ilmu sosial.Seorang ahli fisika memiliki sikap tertentu terhadap alam semesta serta menguasai cara memahami sistem alam semesta.tang suatu masalah tetapi juga akan menumbuhkan kepercayaan kepada diri sendiri. Minimal ada empat hal yang merupakan manfaat belajar atau mengajarkan struktur dasar: Pertama. Pengetahuan dasar yang dihubungkan dengan fenomena-fenomena tersebut harus disajikan dengan benar. Metode inkuiri banyak digunakan dalam mengajarkan EPA dan Matematika. Siswa yang belajar fisika juga perlu memiliki sikap tersebut.. Para ahli berpendapat bahwa hal itu tidak mungkin dapat dicapai hanya dengan memperhatikan penyusunan sekuens bahan ajar saja. Metode utama mengajarkan konsep belajar seperti di atas adalah dengan menggunakan metode inkuiri. inkuiri cukup memberikan hasil yang baik bila digunakan dalam mengajarkan ilmu -ilmu sosial. Agar . Menurut beberapa hasil penelitian. mudah sekali dilupakan. Anak yang sudah memahami latar belakang. bila is belajar fisika. ingatan manusia tentang hal-hal yang detail yang ditempatkan dalam suatu hubungan pola struktur. hal itu bukan saja menghasilkan pemahaman ten. Untuk mencapai hal tersebut yang terpenting adalah menyediakan bahan. Menemukan hubungan.daan di antara ide-ide. perbc. tujuan dan dasar-dasar pembentukan ASEAN akan d'engan mudah memahami berbagai bentuk kerja sama dan kegiatan ASEAN. tetapi juga harus memperhatikan metode untuk mengajarkan hal tersebut. menarik minat dan memberikan manfaat. Hal itu membutuhkan pemahaman yang dalam serta kejujuran yang sungguh-sungguh untuk menyajikan fenomena-fenomena baik dalam penyusunan kurikulum maupun dalam penyajian di kelas. Bagaimana pengetahuan-pengetahuan dasar dijalin dengan minat don kemampuan anak. pemahaman tentang hal-hal yang bersifat fundamental memungkinkan penguasaan bahan ajar secara lebih komprehensif.

Belajar intuitif Ada suatu pertanyaan mendasar berkenaan dengan proses belajar. hampir seluruhnya dikembangkan atau bertolak dari teori belajar. Suatu rumus yang sederhana merupakan prasarana dan representasi dari hal yang cukup kompleks. Dengan belajar struktur dasar suatu kehilangan tidak akan berbentuk kehilangan total. sebab keduanya merupakan dua sisi dari sebuah mata uang. yaitu apakah proses belajar lebih baik menekankan pada berpikir intuitif atau berpikir analitik? . Selain hal-hal tersebut regerative juga dapat berupa peta. sebab penguasaan hal umum memungkinkan penguasaan model pemahaman. Pemahaman tentang hal yang umum memungkinkan menguasai banyak hal yang sifatnya khusus. dan sebagainya. pemahaman prinsip-prinsip dan ide-ide fundamental merupakan syarat utama untuk mengadakan transfer. Ide. model. bahwa prinsip dan konsep merupakan dasar bagi transfer merupakan hal yang sudah lama dikenal. Mengajar merupakan suatu upaya yang dilakukan guru agar siswa belajar. Keempat. prinsip tertentu. penekanan pada struktur dan prinsip-prinsip mengajar yang fundamental dapat mempersempit jarak antara pengetahuan elementer dengan pengetahuan yang lebih lanjut. Belajar struktur dasar dapat menjamin berbagai bentuk lupa atau kehilangan penguasaan. tetapi juga untuk mengingatnya besok. 1. bagan. Dalam ilmu sosial juga dikenal rumus. Ketiga. Contoh regenerative dalam IPA dan Matematika adalah rumus-rumus. Proses Belajar Kegiatan mengajar tidak dapat dilepaskan dari belajar. Suatu teori yang baik bukan hanya merupakan alat untuk memahami fenomena yang dihadapinya sekarang. C. kaidah.sesuatu bahan ajar dapat mudah dan lama dikuasai perlu disimpan atau disajikan dalam bentuk yang sederhana yang mewakili hal yang lebih kompleks. hal-hal yang tersisa dapat membantu menyusun kembali apa-apa yang sudah hilang atau terlupakan. Apabila kita mengkaji teoriteori mengajar yang ada. Perwakilan yang sederhana tersebut disebut regenerative.

Dua contoh pemahaman intuitif. pertama seseorang telah cukup lama menghadapi suatu persoalan. Belum banyak diketahui apakah penekanan tersebut menghambat perkembangan pemahaman intuitif atau tidak. Pad a articulate ideocy anak pandai menyatakan dengan kata-kata tetapi tak punya kemampuan untuk menggunakan konsep-konsep tersebut. dan pada kemampuan anak memreproduksikan penguasaan secara verbal dan numerikal. Berpikir intuitif tidak memiliki langkah-langkah yang dapat dirumuskan secara pasti dan teliti. Hasil-hasil pemikiran ini berupa informasi atau suatu operasi. Berpikir analitik meliputi suatu rentetan langkah-langkah. tekanan lebih banyak diberikan pada kemampuan untuk memformulasikan secara eksplisit. menggunakan prinsip penelitian. kedua. tetapi kurang mampu menyatakan secara verbal. Pengetahuan yang secara sistematis dikuasainya dapat menunjang berpikir intuitif. dengan sedikit pernyataan tentang proses . atau variabel-variabel yang mempengaruhinya. Pemikir sampai pada suatu jawaban mungkin benar mungkin juga tidak. Model pemikiran ini menggunakan proses pemikiran secara deduktif dengan bantuan model konsep matematika atau logika. Kita dapat membedakan antara inarticulate genius dengan articulate idiocy. Apakah berpikir intuitif? Orang lebih mudah membahas atau melakukan pemikiran analitik yang lebih bersifat konkret daripada berpikir intuitif yang lebih abstrak. Seseorang pemikir intuitif yang baik dilahirkan dengan kekhususan tertentu. eksperimen dan analisis statistik. tiba-tiba ia menemukan pemecahan walaupun belum didasarkan atas pembuktian formal. lebih merupakan suatu manuver yang didasarkan atas persepsi implisit dari keseluruhan masalah. Inarticulate genius diperlihatkan oleh anak yang menguasai secara mendalam konsep-konsep bahan ajar. seorang dapat dengan cepat memberikan jawaban dugaan terhadap sesuatu persoalan dengan benar. tetapi efektivitas intuitifnya dilandasi oleh pengetahuan yang kuat tentang bidang yang berhubungan dengan kekhususan tersebut.Pengamatan menunjukkan bahwa dalam berbagai kegiatan belajar penilaian di sekolah. Langkah-langkah tersebut bersifat eksplisit dan biasanya dapat disampaikan kepada orang lain.

Pemecahan intuitif mungkin dapat lebih cepat dibandingkan dengan pemecahan analitik. Biasanya proses pemikiran intuitif ini berkenaan dengan domain kognitif. mengkombinasikan beberapa konsep sebelum diketahui faedahnya. apakah induktif atau deduktif. Immediate apprehension merupakan pengenalan atau penguasaan langsung tanpa mengikuti langkah-langkah formal. Intuisi sering diartikan sebagai immediate apprehension atau cognition. Situasi belajar intuitif di sekolah akan sangat ditentukan oleh sifat bahan pelajaran. Mediate apprehension menunjukkan penguasaan dan pengenalan tak langsung melalui penggunaan metode formal. Para perencana kurikulum perlu berusaha menemukan bagaimana mengembangkan pemikiran intuitif pada murid-murid seawal mungkin. Immediate apprehension merupakan lawan dari mediate apprehension. Di sekolah terutama dalam bidang science dan matematika dewasa ini sangat dipentingkan proses-proses berpikir analitik. Menangkap pengertian dan struktur masalah atau situasi tanpa menggunakan alat atau cara analitis. analitis dan pembuktian-pembuktian. Bahan pelajaran yang berisi banyak perkiraan. Kedua model pemikiran ini dapat saling komplemen. Hasil pemecahan intuitif dapat dicek oleh hasil pemecahan analitik. Dalam berpikir intuitif. yang memungkinkan ia melangkah atau meloncat atau memotong jalan pendek untuk sampai pada suatu jawaban atau pemecahan. Ia sering jarang dapat menjelaskan bagaimana memperoleh jawaban. Hasil berpikir intuitif dapat dicek dengan kesimpulan dari hasil analitik. terutama dengan struktur pengetahuan. Kemungkinan dapat teijadi pada suatu saat pemikir intuitif dapat menemukan masalah yang sama sekali tak dapat ditemukan oleh pemikir analitik. memberikan kemungkinan pemahaman . Seharusnya sebelum murid-murid diperkenalkan dengan metode analitik terlebih dahulu ditanamkan pemahaman intuitif. mungkin juga ia tidak menyadari aspek-aspek dari situasi masalah yang ia hadapi/kerjakan. Melalui berpikir intuitif seseorang memungkinkan sampai pada jawaban atau pemecahan yang sama sekali tak dapat dipecahkan atau lambat sekali bila menggunakan pemecahan melalui proses analitik. hipotesis dirumuskan dengan cepat.pencapaiannya.

Prosedur heuristik dengan . diagnosis yang bersifat intuitif (clinical prediction) dapat Iebih berhasil dibandingkan dengan diagnosis analitis (actuarial prediciton). Faktor-faktor apa yang mempengaruhi berpikir intuitif? Faktor pertama. Prosedur heuristik merupakan prosedur pemecahan masalah yang tidak mengikuti urutan langkah demi langkah pemecahan lebih bersifat menyeluruh dan fleksibel. Untuk selanjutnya. adalah predisposisi. selangkah demi selangkah. Dari uraian di atas tampak di samping variabel predisposisi yang mempengaruhi berpikir intuitif. mungkin juga tidak. Seseorang yang mempunyai pemahaman yang cukup luas dalam bidang tertentu akan mudah memberikan pemecahan intuitif dibandingkan dengan orang yang kurang menguasai. dapat juga berkembang melalui identifikasi yang cukup kompleks. mengadakan pemeriksaan singkat lalu memberikan diagnosis. yang berkenaan dengan dimiliki atau tidak dimilikinya kemampuan intuitif dalam suatu bidang tertentu serta kekuatan intuitif pada bidang tersebut. Seorang spesialis dalam bidang kedokteran (dokter) dalam pertemuan pertamanya dengan pasiennya mengemukakan beberapa pertanyaan. Untuk pengalaman pertama diagnosis intuitif yang dilakukan dokter tersebut mungkin kurang sempurna dibandingkan dengan diagnosis yang bersifat analisis langkah-langkah formal yang dilakukan oleh seorang dokter muda. juga imitasi atau identifikasi dengan seorang pengintuitif.dan pengalaman yang luas. Guru yang biasa menerka jawaban suatu persoalan. penguasaan atau pemahaman dalam bidang tertentu serta pengalaman. mengundang spontanitas. Kemungkinan kemampuan intuitif seorang siswa berkembang melalui imitasi sederhana dengan gurunya. Bagaimana pengaruh atau peranan prosedur heuristik terhadap proses berpikir intuitif? Prosedur heuristik merupakan lawan dari prosedur algoritma. Hal itu juga tidak berarti bahwa prediksi intuitif selalu lebih berhasil daripada prediksi analitis. Apakah perkembangan intuisi seorang siswa menyerupai gurunya yang berpikir itu? Mungkin ya. Algoritma merupakan prosedur pemecahan suatu masalah yang mengikuti urutan yang teliti. dapat banyak membantu kegiatan berpikir intuitif bagi murid-muridnya. lalu mengeceknya dengan cara analitis kritis akan lebih mengembangkan kemampuan berpikir intuitifnya daripada guru yang memecahkan persoalan dengan cara analitis.

simetri. dengan proses pemikiran analitis. Dalam belajar menerima keseluruhan bahan pelajaran disajikan kepada si pelajar dalam bentuk yang sudah sempurna. dibedakan antara belajar yang bersifat menghafal (rote learning) dan belajar bermakna (meaningful! learning). Si pelajar tinggal menerima saja tanpa mengadakan usaha-usaha pengolahan. tetapi suatu perkiraan yang selalu dicek dengan pembuktian. Pada belajar mencari atau belajar diskoveri karena bahan ajar disajikan dalam. Pada dimensi kedua. bentuk yang belum selesai. Cenderung ke arah mencari atau menerima ke arah menghafal atau mendapatkan makna.menggunakan analogi. maka si pelajar harus berusaha mencari dan menyelesaikannya sendiri. yaitu dimensi cara menguasai pengetahuan dan cara menghubungkan pengetahuan baru dengan struktur ide yang telah ada. Belajar bermakna Ausubel dan Robinson (1969) membedakan dua dimensi dari proses belajar. Apakah dengan berpikir intuitif anak dilatih untuk sekadar mengiratigira? Padahal di sekolah sering mengira-ngira dianggap suatu kemalasan. pengujian kondisi. Pada dimensi yang pertama dibedakan tipe belajar yang bersifat mencari (discovery learning) dan yang bersifat menerima (reception learning). visualisasi pemecahan yang dilakukan secara berulang-ulang akan singat menunjang proses berpikir intuitif. Seorang yang berpikir intuitif tidak boleh takut berbuat salah. pengecekan kesalahan dengan pembuktian melalui proses berpikir analitis dapat memperbaiki dan mengembangkan kemampuan berpikir intuitif seseorang. 2. Keseluruhan tipe belajar tersebut juga bisa . Keempat tipe belajar tesebut sebenarnya hanya merupakan kencederungankecenderungan. Pemikir intuitif harus jujur. Dalam belajar menghafal siswa berusaha menguasai bahan tanpa mengetahui maknanya. sedang pada belajar bermakna sisw a mempelajari sesuatu bahan ajar dengan berusaha memahami makna atau artinya. Berpikir intuitif didasari oleh keyakinan pada diri sendiri dan keberanian dari siswa. tetapi juga tidak boleh menutupi kesalahan. atau pemrosesan Iebih lanjut. Dengan berpikir intuitif memang anak diminta untuk mengira-ngira.

berkombinasi satu sama lain, membentuk tipe belajar menerima-bermakna, mencari bermakna, menghafal menerima, dan menghafal mencari.

a. Konsep-Konsep Dasar Ada dua hal penting dalam konsep belajar bermakna, yaitu struktur kognitif dan materi pengetahuan baru. Struktur kognitif merupakan segala pengetahuan yang telah dimiliki siswa sebagai hasil dari kegiatan belajar yang lalu. Dalam belajar bermakna pengetahuan baru harus mempunyai hubungan atau dihubungkan dengan struktur kognitifnya. Hubungan tersebut akan terjadi karena adanya kesamaan isi (substantiveness) dan secara beraturan (non-arbitrer). Kedua sifat hubungan tersebut menunjukkan adanya kebermaknaan logis materi yang akan dipelajari. Jadi kebermaknaan logis ini merupakan sifat dari materi yang akan dipelajari, tetapi tidak berarti menjamin bahwa itu bermakna bagi siswa. Agar hal itu bermakna bagi siswa, ada dua tambahan persyaratan. Pertama, suatu materi memiliki kebermaknaan logis berarti bahwa materi tersebut dapat dihubungkan dengan konsep-konsep yang telah ada pada siswa. Agar materi baru dapat difahami siswa, maka is sendiri harus memiliki materi yang sesuai dengan hal itu. Bila siswa dalam struktur kognitifnya telah memiliki materi, ide-ide yang sesuai, yang memungkinkan materi baru dapat dihubungkan padanya secara subtantif dan non-arbitrer, maka materi tersebut telah memiliki kebermaknaan potensial (potential meaningfulness).Kedua, suatu materi memiliki kebermaknaan potensial, sebab siswa dapat memberikan makna, tetapi hal itu bergantung pada kemauan siswa untuk memberi makna atau tidak. Apabila si siswa mempunyai kesiapan untuk memberi makna maka terjadilah belajar bermakna (meaningful learning). Kalau disimpulkan belajar bermakna ini menuntut tiga persyaratan: 1. Materi yang dipelajari harus dapat dihubungkan dengan struktur kognitif secara beraturan karena adanya kesamaan isi. 2. Siswa harus memiliki konsep yang sesuai dengan materi yang akan dipelajarinya. 3. Siswa harus mempunyai kemauan atau motif untuk menghubungkan konsep tersebut dengan struktur kognitifnya.

Makna merupakan hasil suatu proses belajar bermakna. Hal itu juga akan menjadi isi kognitif atau isi dari penyadaran yang muncul bila materi yang punya makna potensial dihubungkan dengan struktur kognitif. Belajar bermakna dan belajar manghafal bukan dua hal yang benar-benar bersifat dikotomis, tetapi hanya menunjukkan apakah sesuatu kegiatan belajar lebih mengarah pada bermakna atau kurang bermakna. Suatu kegiatan belajar yang kurang bermakna akan muncul apabila: 1. Materi yang dipelajari kurang memilik kebermaknaan logis. 2. Siswa kurang memiliki konsep-konsep yang sesuai dalam struktur kognitifnya. 3. Siswa kurang memiliki kesiapan untuk melakukan kegiatan belajar bermakna. Belajar bermakna akan menghasilkan konsep-konsep, ide-ide barn yang punya makna, penuh arti, jelas, nyata perbedaannya dengan yang lain. Konsep yang demikian tidak akan mudah digoyahkan dibandingkan dengan konsepkonsep yang dibentuk melalui hubungan atau asosiasi arbitrer. Dengan belajar bermakna, siswa akan menguasai dan mengingat konsep-konsep inti. Dalam belajar menghafal sering konsep inti dan konsep bukan inti berbaur dan saling menghambat, tetapi dalam belajar makna keduanya bisa dibedakan dengan jelas. Mengapa seseorang melakukan kegiatan belajar dengan menghafal Minimal ada tiga sebab utama: 1) Mereka belajar dari pengelaman yang kurang menyenangkan yang secara material memberikan jawaban yang benar, tetapi kurang memberikan hubungan yang bermakna. Adanya tuntutan memberikan jawaban yang bersifat fakta-fakta sering mendorong siswa untuk belajar dengan cara mengingat dan menghafal. 2) Siswa mengalami kecemasan yang cukup besar. Hal ini kemungkinan besar disebabkan karena ia gagal dalam menguasai pelajaran, atau karena kurang yakin akan kemampuan belajar bermakna. Untuk mengatasi kecemasan tersebut ia belajar dengan cara menghafal. 3) Siswa berada dalam suatu tekanan untuk selalu memperhatikan keberhasilan dan kelancaran belajar, atau menyembunyikan kekurangan-kekurangannya.

b. Macam-Macam Belajar Bermakna Makna merupakan isi dari struktur kognitif, yang terjadi karena materi yang memiliki kebermaknaan potensial disatukan dengan struktur kognitif. Proses penyatuan tersebut berbeda-beda dan dapat diletakkan dalam suatu hierarki dari yang bersifat represensional sampai dengan belajar tingkat tinggi, perbuatan belajar kreatif. Belajar represensional merupakan suatu proses belajar untuk mendapatkan arti atau makna dari simbol-simbol. Kalau orang tua mengatakan kucing sambil menunjuk seekor kucing, maka pada struktur kognitif anak akan terbentuk rangsangan internal yang akan memberi makna pada kata kucing sebagai binatang kucing. Kata kucing menjadi simbol yang mewakili binatang kucing. Melalui proses representasi tersebut anak akan mengenal banyak nama dan tiap benda punya nama sendiri. Belajar represensional juga berlaku bagi nama-nama bukan benda. Kata depan terjadi melalui hubungan antara dua objek seperti kucing di atas meja, air di dalam gelas dsb. Belajar konsep dapat mempunyai makna logis dan makna psikologis. Makna logis terbentuk melalui fenomena adanya benda-benda yang

dikelompokkan karena memiliki ciri-ciri yang sama. Berbagai macam kucing dan harimau karena cirinya yang sama, dikelompokkan sebagai kucing. Dalam makna logis ada ciri-ciri utama yang menunjukkan sekumpulan sifat-sifat yang dimiliki oleh setiap anggota suatu kelas konsep. Ciri-ciri utama tersebut berbeda antara suatu kelas konsep dengan kelas yang lain. Makna psikologis suatu konsep terbentuk dalam dua tahap. Pada tahap pertama konsep terbentuk melalui pengalaman nyata. Secara induktif anak menemukan ciri-ciri utama benda-benda tertentu. Melalui permainan dengan bermacam-macam warna dan bentuk kubus anak akan memiliki konsep tentang kubus, walaupun tidak tahu namanya. Pada tahap berikutnya bila anak telah bersekolah ia belajar makna konsep secara formal dari nama dan kata-kata. Kedua tahap proses pembentukan makna konsep tersebut terjadi hampir dalam semua kegiatan anak belajar konsep. Pembentukan konsep selanjutnya terjadi melalui proses asimilasi yaitu definisi-definisi. Belajar proposisi. Proposisi atau kaidah merupakan suatu kalimat yang menunjukkan hubungan antara dua hal. Proposisi ini ada yang bersifat umum,

"binatang buas makan daging" yang berisi banyak konsep dan ada pula yang bersifat khusus, harimau makan kelinci yang hanya berisi satu konsep. Dalam belajar proposisi yang bermakna, kalimat yang dipelajari dihubungkan dengan konsep yang ada dalam struktur kognitif. Ada tiga macam cara menghubungkan: 1) Hubungan antar-bagian. Bahan baru yang dipelajari siswa merupakan bagian dari konsep-konsep yang telah ada. Dalam belajar hubungan antar-bagian ini ada dua macam bagian, yaitu bagian yang bersifat derivative dan correlative. Pada bagian derivative siswa melukiskan atau meneruskan hal yang dicakup dalam sutu proposisi. Contoh: "kucing memanjat pohon", bagian derivativenya "kucing tetangga memanjat pohon saya". Dalam bagian correlative, belajar berfungsi memperluas, mengelaborisasi, memodifikasi proposisiproposisi yang telah ada. Contoh anak telah mengenal jajaran genjang, dengan correlative preposition anak akan mengenal belah ketupat. 2) Hubungan superordinat. Bahan yang dipelajari merupakan superordinat dari konsep-konsep yang telah ada dalam struktur kognitifnya. Anak telah mengenal besar sudut segi tiga siku-siku 180 derajat, segi tiga sama sisi 180 derajat, dan sebagainya, maka dalam kegiatan belajar sampai pada proposisi bahwa jumlah sudut setiap segi tiga besarnya 180 derajat. 3) Hubungan kombinasi. Bahan yang dipelajari bukan merupakan bagian bukan juga superordinat dari yang telah ada, akan tetapi merupakan kombinasi dari banyak hubungan. Contohnya adalah belajar model. Belajar diskaveri atau mencari. Bahan yang dipelajari tidak disajikan secara tuntas tetapi membutuhkan beberapa kegia tan mental untuk menuntaskan dan menyatakannya dengan struktur kognitif. Belajar diskoveri terbagi atas dua macam kegiatan belajar, yaitu belajar pemecahan masalah dan belajar kreatif. Belajar pemecahan masalah, memiliki proses psikologis yang le bih kompleks dibandingkan dengan belajar proposisi. Dalam belajar pemecahan masalah, anak dihadapkan pada masalah -masalah yang memerlukan pemecahan. Guru mengajukan beberapa pertanyaan yang mengarahkan siswa agar

menemukan pemecahan atau jawabannya sendiri.

Belajar kreatif. Kreativitas merupakan suatu kemampuan untuk menghasilkan sesuatu yang baru, baik baru bagi dirinya maupun orang lain. Belajar kreatif adalah siswa proses belajar merencanakan, melaksanakan, dan

membuktikan sendiri‡percobaan-percobaan. Mereka berusaha mencari hubungan antara konsep-konsep yang baru dan konsep-konsep yang telah ada pada struktur kognitifnya.

3. Hubungan macam-macam belajar dengan taksonomi Bloom Macam-macam belajar yang telah diuraikan sebelum ini, menunjukkan adanya beberapa kategori tingkah laku belajar, yaitu belajar bermakna, menghafal menerima, dan diskaveri. Belajar bermakna pun berbeda-beda pula dari yang bersifat represensional sampai dengan belajar kreatif. Karena adanya

pengkategorian tersebut maka dapat dicari hubungannya dengan kategori belajar atau taksonomi dari. Bloom. Karena pengetahuan atau knowledge Bloom lebih banyak berhubungan dengan ingatan maka dapat dikelompokkan sebagai belajar menghafal (rote learning). Mulai dari pemahaman sampai dengan evaluasi dapat dikategorikan sebagai belajar bermakna. Belajar konsep dan preposisi dapat disamakan dengan pemahaman, pemecahan masalah dengan analitis dan kreativitas dengan sintesis yang sukar dimasukkan dalam kategori tersebut adalah aplikasi dan evaluasi. Dari pembandingan dengan taksonomi Bloom juga dapat ditarik kesimpulan bahwa macam-macam belajar bermakna ini, lebih menyangkut ranah kognitif. Ranah afektif dan psikomotor tidak tercakup dengan macam-macam kategori belajar ini.

4. Mengingat dan lupa Belajar merupakan proses menguasai makna dari sesuatu bahan pelajaran yang secara potensial bermakna. Mengingat merupakan suatu proses memelihara penguasaan sesuatu makna baru. Lupa merupakan kemunduran atau kehilangan penguasaan suatu makna yang telah dikuasai.

tetapi dalam bebe rapa hal mungkin juga tidak mengubah konsep lama. Ada dua tingkat kritis untuk mengingat kembali konsep yang terlupakan. maupun yang menghambat lupa. mempersempit konsep yang telah ada. Suatu konsep dipelajari dengan cara yang bermakna dan disatukan dengan konsep-konsep yang telah ada dalam struktur kognitif. (2) mengingat dan lupa. Proses ini terjadi dalam dua langkah: (1) penguasaan dan penyimpanan. 2) Efektivitas usaha untuk menguasai kembali konsep yang terlupakan. Ke kuatan hubungan dengan masing-masing konsep tidak selalu sama.Suatu konsep baru dipelajari oleh individu. 3) Macam penguasaan apakah pada tingkat recall atau recognition. kalau dipelajari kembali akan terjadi recognition. tidak hanya berhubungan dengan suatu konsep tetapi dengan beberapa konsep yang telah ada. memperluas. Konsep-konsep baru yang kurang umum. Interaksi antara konsep baru dengan konsep-konsep yang telah ada menimbulkan suatu makna. Dalam struktur kognitif suatu konsep baru. . Suatu konsep yang berada di bawah tingkat recall. Penguasaan dan penyimpanan. mungkin masih terletak di atas tingkat recognition. diingat untuk beberapa saat dan sebagian ada yang terlupakan. Sesuatu yang terlupakan sama sekali. Apabila dirangkumkan maka ada tiga faktor yang mempengaruhi penguasaan kembali konsep dari ingatan: 1) Kekuatan hubungan antara konsep yang telah ada dengan konsep baru. ada yang kuat sekali. Keadaan tersebut dapat terjadinya pengurangan makna. Bila suatu konsep di bawah tingkat recall maka anak tidak dapat mengingatnya kembali. karena terjadi pengurangan hubungan (reduksi). melalui periode waktu bersatu atau berasimilasi dengan konsep-konsep yang telah ada. lemah sekali di samping yang tidak berhubungan sama sekali. Mengingat dan lupa. Makna baru tersebut mungkin mengubah. baik yang memperkuat penguasaan kembali. Tingkat yang tertinggi berada pada tingkat yang berhubungan dengan mengingat kembali (recall). Karena proses asimilasi dan reduksi tersebut berjalan spontan dan berangsur-angsur maka konsep-konsep tersebut terlupakan.

. keraguan arti sesuatu konsep sejak awal proses belajar. hal itu dilatarbelakangi oleh beberapa hal: a. Pada belajar yang bersifat menghafal. Ketimpangan isi yang diajarkan dan yang diingat. Keadaan demikian memungkinkan sejumlah besar bahan dapat disatukan dalam struktur kognitif dengan penguasaan yang lebih efektif. Kelebihan belajar bermakna Suatu bahan dipelajari secara bermakna atau dihafal bergantung pada (1) sifat bahan apakah secara potensial bermakna atau tidak bermakna. masalah lupa disebabkan oleh hilangnya atau lemahnya asosiasi antara dua hal. Dalam belajar yang bersifat menghafal hubungannya tidak mendalam. Dalam belajar mengingat ada dua hambatan (inhibition) yang mungkin terjadi yaitu hambatan proaktif dan retroaktif. kekacauan. Kekurangstabilan dan kekurangjelasan konsepkonsep pokok tersebut. Dengan demikian belajar bermakna lebih efisien dibandingkan dengan belajar menghafal. Inhibisi proaktif dan retroaktif Salah satu penyebab utama dari lupa pada belajar bermakna adalah pengurangan makna dari suatu konsep dalam struktur kognitif. karena kekurangtepatan makna konsep pokok dalam struktur kognitif. karena terjadi hubungan secara arbitrer. menyebabkan terjadinya perbedaan isi antara bahan baru dengan konsep pokok. terputusputus dan terisolasi. Hasil belajar bermakna lebih lama dikuasai daripada belajar menghafal.5. 6. Hubungan suatu konsep yang dipelajari dengan bermakna dengan struktur kognitif menyebabkan konsep tersebut lebih lama dikuasai dalam ingatan. Sering terjadi perbedaan antara isi bahan yang diajarkan dengan diingat. Hal itu disebabkan adanya hubungan yang substantif dan non-arbitrer dengan konsep-konsep yang ada dalam struktur kognitif. Hambatan proaktif merupakan hambatan dalam mengingat sesuatu karena adanya pengaruh dari bahan yang telah dipelajari lebih dahulu. Ketidakjelasan. (2) kesiapan si pelajar sendiri untuk melakukan belajar bermakna. Hambatan retroaktif merupakan hambatan dalam mengingat yang lama karena bahan baru.

sedang sharpening adalah penajaman suatu konsep atau perangsang menjadi lebih sempurna lebih baik. Pada fase mengingat kembali bahan-bahan tersebut cenderung terjadi pengurangan terhadap konsep-konsep yang telah ada dalam struktur kognitif. terjadi karena bahan-bahan baru yang kurang penting tersebut dalam penyatuannya dengan yang telah ada kurang stabil. c. Karena merasa sudah tercakup sering terlupakan. Hal itu disebabkan bahan-bahan yang tidak penting sudah tercakup dalam hal-hal yang penting.b. kurang jelas sehingga mudah sekali terlupakan. Pada saat memberikan penafsiran pertama terhadap bahan baru yang bersifat selektif. Kesalahan dan penyimpangan dapat terjadi bila suatu makna yang telah tersimpan dirumuskan kembali secara verbal. Mengingat bermakna yaitu memasukkan konsep-konsep penting dalam struktur kognitif sangat penting bagi kegiatan belajar Iebih lanjut dan kegiatankegiatan pemecahan masalah sebab konsep-konsep tersebut merupakan pijakan dan bahan yang akan diolah dalam proses belajar selanjutnya. Sebab lain. Jika suatu bahan baru salah penafsirannya karena adanya kelainan dalam struktur kognitif. Dalam menerima suatu konsep baru terjadi "leveling" dan "sharpening". terjadi kesalahan dan penghilangan atau pengurangan ciri-ciri. Nilai positifnya adalah menyeleksi ideide baru mana yang lebih stabil. Leveling adalah penyusutan bentuk yang tidak lazim dalam bentuk yang lebih lazim. D. kesalahan tersebut akan menetap malah akan diperkuat pada masamasa asimilasi. Kesiapan Belajar Tiap bahan pelajaran dapat diajarkan kepada anak secara efektif bila sesuai dengan tingkat perkembangan anak tersebut. lebih penting dan lebih memperkuat konsep-konsep yang telah ada. Ada tiga masalah penting berkenaan dengan penyesuaian bahan ajar dengan perkembangan anak: . dan tidak mengingat semua perangsang yang masuk. kurang kuat. Penguasaan konsepkonsep penting sering mengabaikan konsep-konsep atau detail-detail yang kurang penting. Masalah lupa memiliki nilai positif dan juga nilai negatif.

Melalui berbagai kegiatan anak bermanipulasi dengan lingkungan. adalah bagaimana merepresentasikan dunia luar melalui pembentukan simbol-simbol anak. dan representasi pertama diperkuat dan diperbaiki pada tingkat selanjutnya. dan bintang-bintang tidur seperti dia. Tugas perkembangan anak pada masa ini terutama membentuk hubungan antara pengalaman dengan kegiatan. Anak tidak dapat membedakan antara tujuan dengan cara atau alat untuk mencapainya. Bila suatu benda berubah anak belum dapat menangkap ide bahwa benda tersebut dapat dikembalikan pada keadaan asalnya. Perkernbangan intelek Hasil penelitian berkenaan dengan perkembangan intelek anak menunjukkan. ada empat tingkat perkembangan anak: Tingkat pertama adalah tingkat Sensory motor. Tingkat ini mulai dari perkembangan awal berbahasa sampai anak marnpu belajar bermanipulasi dengan simbol-simbol. lebih banyak dipengaruhi perbuatan trial and error daripada hasil pemikiran. Tingkat ketiga. masa lahir sampai 2 tahun merupakan masa perkembangan kemampuan bergerak dan merespons terhadap rangsangan. Pengajaran merupakan suatu translation. Kekurangan tersebut sering menghambat penguasaan ide dasar bidang studi tertentu terutama matematika dan fisika.1. Kemampuan simbolik utama yang harus dipelajari anak. Tingkat kedua. Suatu dugaan umum bahwa ide atau konsep dapat direpresentasikan dengan sebenar-benarnya dan sebaik-baiknya sesuai dengan tingkat pemikiran anak pada tingkat usia tertentu. Menurut Piaget. tidak ada batas perbedaan antara motif dan peranan dirinya dengan kegiatan lingkungannya. merupakan masa anak sekolah. disebut juga tingkat "concrete . Matahari bergerak karena didorong oleh Tuhan. Kekurangan utama pada tingkat ini adalah anak belum memiliki ko nsep perbedaan atau perlawanan (reversibility). Hal itu karena anak lebih dipengaruhi oleh intuisi daripada oleh kegiatan simbolik. masa antara 7 sampai 11 tahun. Mengajarkan suatu bahan pelajaran kepada anak. bahwa tiap tingkat perkembangan mempunyai karakteristik tertentu tentang cara anak melihat lingkungannya dan cara memberi arti bagi dirinya sendiri. adalah mempresentasikan struktur bahan pelajaran sesuai dengan cara anak memandang atau mengartikan bahan pelajaran tersebut. masa 2 sampai 7 tahun disebut tingkat Preoperasional.

trial and error digunakan untuk menjadi pembantu atau bahan pembanding pemikiran. Operasi merupakan pengumpulan data tentang dunia sekitarnya. Pada tingkat ini anak mampu memberikan pernyataan formal atau pernyataan axiomatik pada ide-ide yang . tetapi ma belum mampu menghadapi kemungkinan-kemungkinan yang sama sekali asing baginya. Ini tidak berarti anak yang beroperasi secara konkret tidak mampu mengantisipasi hal-hal yang tidak ada. perkalian oleh pembagian. merupakan tingkat "formal operation". Internalisasi berarti bahwa anak memecahkan masalah bukan dengan cara trial and error tetapi dengan pemikiran. Anak belum mampu secara sistematik melampaui informasi yang diberikan. dan bahkan mampu mendeduksi hubungan potensial yang dapat dicek dengan percobaan atau pengamatan. atau terbatas pada apa yang telah dikenalnya. karena dengan struktur internal anak mampu beroperasi. Seorang anak mampu memikirkan kemungkinan variabel-variabel. Pengurangan dikompensasi oleh penjumlahan.operational". Pada diri anak ada sistem simbolik internal yang merepresentasikan dunia luar. Suatu operasi dapat dikompensasi dengan operasi sebaliknya. Operasi intelektual telah berkembang sampai pada tingkat semacam operasi logis ahli logika. Operasi konkret dibimbing oleh "logika kelas" dan "logika" hubungan yang merupakan alat penstrukturan kenyataan yang dihadapinya dan pernah dialaminya pada saat yang lalu. Tingkat ini merupakan tingkat operasional yang berbeda dengan tingkat pertama yang semata-mata hanya aktif. sarjana atau para pemikir lainnya. masa antara 11 sampai dengan 14 tahun. Tingkat keempat. Kegiatan intelektual anak didasarkan atas kemampuan beroperasi pada tingkat hipotetis dan bukan lagi pada tingkat pengalaman. Dengan operasi konkret anak mengembangkan struktur internalnya. Operasi bersifat internalisasi dan reversible. untuk mendeskripsikan apa yang terjadi. Struktur internal merupakan hal yang sangat esensial. Reversibility diperlukan. karena dalam operasi dibutuhkan adanya "complete compensation". maka bahan ajar harus disesuaikan dengan "bahasa" struktur internal tersebut. kemudian ditransformasikan sehingga dapat disusun dan digunakan secara selektif dalam memecahkan masalah. Agar anak menguasai apa yang diajarkan.

dapat dioperasikan dengan baik. merespons terhadap pengaruh lingkungannya terutama lingkungan sekolah. 2. sejumlah ide-ide dasar ilmu pengetahuan. lebih energik dibandingkan dengan orang dewasa. bila guru mengajarkannya dengan cara menyajikan penjelasan-penjelasan formal yang didasarkan atas logika. transformasi. dalam pengajaran dari Taman Kanak-Kanak sampai Perguruan Tinggi dalam perkembangan intelek menunjukkan kecenderungan yang sama. Pada tingkat operasi konkret anak mampu menangkap secara intuitif dan konkret. Ketiga. lebih kreatif. Transformasi meliputi cara-cara mengolah informasi untuk sampai pada kesimpulan yang lebih tinggi. Perkembangan intelek anak perlu ditunjang oleh kesempatan-kesempatan yang berguna agar berkembang lebih pesat.konkret. bahwa anak lebih spontan. kurang disesuaikan dengan cara berpikir anak serta kurang mengaplikasikannya. tetapi terbuka. Belajar anak dalam segala hal lebih cepat dibandingkan dengan orang tua. Perkembangan intelek anak bukanlah suatu rangkaian perkembangan yang bersifat tertutup. Dalam pengajaran matematika sering anak bukan belajar "aturan matematis". Apakah kesimpulan yang telah dilakukan dengan saksama. minimal meliputi tiga proses. Kegiatan belajar Belajar sesuatu bidang pelajaran. . sebelum langkah pemecahan masalah. Yang sangat penting dalam mengajarkan konsep-konsep dasar adalah anak dibantu untuk berkembang dari berpikir konkret pada menggunakan cara berpikir yang lebih konseptual. Pertama. Menurut David Page seorang ahli dan guru yang sangat berpengalaman dalam mengajar matematika. yaitu proses memanipulasi pengetahuan agar sesuai dengan tugas yang baru. proses evaluasi untuk mengecek apakah manipulasi sudah memadai untuk dapat menjalankan tugas rnencapai sasaran. Kedua. proses mendapatkan atau memperoleh informasi baru untuk melengkapi atau menggantikan informasi yang telah dimiliki atau menyempurnakan pengetahuan yang telah ada. tetapi belajar menggunakan alatalat atau resep-resep matematis tanpa memahaminya. Hal itu akan sia-sia saja.

Seorang yang berpendirian lebih praktis lebih mengutamakan tujuan jangka pendek. Minat dan Motif Belajar Dalam perencanaan kurikulum sering dibedakan antara tujuan jangka panjang dan tujuan jangka pendek. atau hanya beberapa konsep saja. yang dapat dicapai dengan penggunaan bahan yang singkat serta metode yang sederhana.Dalam mempersiapkan bahan pelajaran. Orang yang lebih ideal. tetapi merupakan spiral terbuka. Spiral Kurikulum Jika prinsip-prinsip perkembangan anak telah diperhatikan. berisi banyak konsep. Dalam menyajikan bahan pelajaran sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan murid. memberikan ganjaran dalam bentuk pujian. sebab merupakan sasaran akhir. apakah anak akan menjadi orang dewasa dan berpengetahuan. 3. penting. hal itu menunjukkan belum adanya keteraturan dalam mated. Cara-cara yang biasa dilakukan adalah: memperpanjang atau memperpendek isi episode. Tujuan jangka panjang merupakan tujuan akhir pendidikan (the end of education). Dalam tiap episode terdapat ketiga proses di atas. mempersiapkan pertanyaan yang dapat memberikan motivasi intrinsik atau ekstrinsik. juga dapat pendek. Kurikulum selalu membutuhkan baik anak didik maupun masyarakat sekitarnya. bahan ajar telah disusun dalam urutan yang logis dan cukup mendorong perkembangan dan keadaan memungkinkan untuk memperkenalkannya seawal mungkin. biasanya kita susun bahan pelajaran tersebut dalam rentetan episode (satuan pelajaran). lebih mengutamakan tujuan jangka panjang. E. karena tujuan jangka pendek tidak memberikan arah sama sekali. Episode belajar dapat panjang. Kurikulum memiliki struktur bahan ajar. yang disusun atau dibentuk di sekitar prinsip-prinsip. . masalah-masalah dan nilai-nilai dalam masyarakat. dan sebagainya. Kurikulum bukan sesuatu yang staffs tertutup. kita manipulasi dengan beberapa cara. Bila sudah cukup berpengetahuan apakah menjadi orang dewasa yang lebih baik? Bila javvabannya cenderung ke arah tidak atau tidak jelas (ambigius). kurikulum. episode-episode bahan pelajaran. Kedua macam tujuan tersebut sama pentingnya dan diperlukan dalam pelaksanaan program. pemberian gelar juara.

Persoalannya. dan lain-lain dapat menimbulkan . adalah kurang tepat. Masalahnya.tetapi tujuan jangka pendek juga penting sebab dengan tujuan tersebut lebih konkret. tetapi juga tidak mematikan minat atau tetap mendorong minat belajar anak-anak yang tidak cerdas. Konsep pendidikan atau pengajaran hanya dipersiapkan bagi anak ratarata agar sesuai bagi setiap kelompok anak. Pembangkitan minat belajar pada anak. sistem ujian. Kegiatan belajar juga bergerak dari yang aktif. menggunakan alat-alat bantu pengajaran yang cukup serta diciptakan berbagai usaha pemberian motivasi. bagaimana menyiapkan bahan pengajaran yang dapat merangsang minat belajar anak cerdas. lebih mudah dicapai dan akan selalu ditemukan tujuan yang baru menuju sasaran akhir. untuk mencapai hal tersebut. film. bagaimana mengajarkannya serta bagaimana membangkitkan minat belajar murid. dan lainlain dapat membangkitkan minat yang bersifat sementara. Pembangkitan motif belajar pada anak. yang banyak membangkitkan minat belajar anak sampai dengan kegiatan yang bersifat excessive yakni setiap anak secara pasif menanti giliran penugasan. ada yang bersifat sementara (jangka pendek). Mengenai pemusatan perhatian dan minat belajar terletak dalam suatu kontinum yang bergerak dari sikap apatis atau sama sekali tidak menaruh minat sampai dengan yang sangat berminat. Minat atau perhatian belajar ini sangat berhubungan dengan kegiatan belajar. Penggunaan film. Untuk mencapai cita-cita pendidikan unggul dibutuhkan kurikulum yang sesuai. sistem kenaikan kelas. pendidikan guru yang efektif. Terdapat perbedaan usaha untuk membangkitkan minat yang bersifat sementara dengan yang lebih bersifat menetap. audio visual aid. dan ada juga yang lebih bersifat menetap (jangka panjang). yang banyak memberikan kebosanan dan apatisme. yang berbentuk suatu proyek yang berisi kegiatan kompetitif. Pendidikan di Amerika Serikat dewasa ini sangat menekankan pada keunggulan (excellence). sukar dilaksanakan apabila proses belajar lebih menekankan pada satuan-satuan kurikulum. serta mengutamakan kontinuitas dan pendalaman belajar. Untuk yang lebih berjangka lama. audio visual aid. apa yang harus diajarkan. Pencapaian keunggulan bukan hanya bagi anak-anak yang cerdas tetapi juga ditujukan bagi anak-anak biasa.

kepasifan. yang sekarang sedang dikembangkan adalah yang disebut meritocracy. Beberapa hal dapat diusahakan untuk membangkitkan motif belajar pada anak yaitu pemilihan bahan pengajaran yang berarti bagi anak. . antara yang bersifat sementara. tetapi sebaliknya anak yang kurang pandai akan jauh tertinggal. seperti halnya kebudayaan komunikasi massa dapat menimbulkan kepasifan dan sikap monoton. antara otonomi aktif dengan menonton. dan disampaikan dalam bentuk anak lebih aktif. Untuk membangkitkan minat yang lebih bersifat menetap (jangka panjang). Sikap belajar menonton yang pasif (the spectator's possitivy) merupakan hal yang membahayakan dalam perkembangan anak. Film dan audio visual aid merupakan alat yang berorientasi pada hiburan. jauh meninggalkan teman-temannya. langkah pertama yang harus diusahakan adalah membangkitkan otonomi yang aktif. anak banyak terlibat dalam proses belajar dapat membangkitkan motif belajar yang lebih berjangka panjang. yang merupakan lawan dari kepenontonan yang pasif. Kesempatan pendidikan selanjutnya bahkan juga kesempatan pekerjaan selanjutnya. Posisi dalam sekolah selanjutnya ditentukan oleh record di sekolah sebelumnya. Motif belajar pada anak umumnya campuran. Dalam sistem meritocracy siswa mempunyai kesempatan untuk maju terus sesuai dengan prestasi belajar yang dicapainya. Sistem meritocracy selain mempunyai beberapa kebaikan. Sesuatu bahan pengajaran yang berarti bagi anak yang disajikan dalam bentuk yang sesuai dengan tingkat kemampuan berpikir anak. Sistem meritocracy dapat membangkitkan motif yang sangat besar bagi anakanak yang pandai. Meritocracy merupakan sistem pengajaran yang menekankan pada kompetisi atau persaingan. ditentukan oleh sukses sebelumnya. juga mempunyai beberapa efek negatif terutama berkenaan dengan suasana belajar. menciptakan kegiatan belajar yang dapat membangkitkan dorongan untuk menemukan (discovery). Dalam sistem meritocracy anak yang pandai dapat berkembang pesat. Salah satu sistem untuk membangkitkan motif belajar para siswa. menerjemahkan apa yang akan diajarkan dalam bentuk pikiran yang sesuai dengan tingkat perkembangan anak. tetapi dapat mematahkan semangat anakanak yang kurang.

tulisan ini mengajak dan mendorong para pelaksana pendidikan terutama guru. musik. drama serta pendidikan humanitas lainnya sangat membantu untuk mencapai keseimbangan. Inquiring Into the Teaching Process. Dengan dasar pemahaman di atas para pelaksana pendidikan. Ontario: OISE Press/The Ontariao Institut for Study in Education. Pendidikan seni. inquiring. Buku Acuan Hosyom. berinkuiri dalam profesinya. mereka perlu memahami pemikiran guru. Agar para pelaksana dan juga perencana pendidikan mempunyai pemahaman yang mendalam tentang situasi pendidikan. pelajaran yang berkenaan dengan humanisme kurang sekali. kepala sekolah. . Dalam sekolah yang menekankan sistem kompetitif. ahli kurikulum. Dengan buku ini para perencana dan pelaksana pendidikan diajak. Sesuai dengan judul bukunya. Salah satu kelemahan sistem meritocracy adalah terlalu menekankan pada science dan teknologi. Toronto. Untuk melaksanakan pengajaran yang baik. mereka harus menguasai pula peranan profesional dari guru serta prosedur pelaksanaan pengajaran. Remedial dan penyuluhan bukan satu-satunya jawaban untuk mengatasi masalah belajar yang bersifat kompetitif. kegiatan siswa serta pemikiran siswa. didorong untuk berpikir. Sebagai dasar pemahaman situasi pendidikan mereka harus mempunyai pengetahuan ten. kegiatan guru dalam kelas.tang pendidikan yang baik. terutama guru dapat melaksanakan pengajaran dan memonitor perkembangannya. berbuat dan mengadakan studi sendiri.Efek yang kurang baik dalam suasana belajar dapat dikontrol dengan perencanaan yang matang. F. pengawas. (1985). Penyuluhan khusus sering dibutuhkan bukan saja oleh anak-anak yang lambat tetapi juga anak cepat. John. dibutuhkan usahausaha remedial terutama untuk anak-anak lambat belajar. Hal itu dapat diatasi dengan menggunakan sistem pendidikan yang pluralistis. serta administrator pendidikan untuk lebih memahami apa yang secara nyata berlangsung dalam kelas.

Jonas F. tetapi sering penuh dengan frustrasi dan kegembiraan. dan ganjaran. (1984). et. (1986). (1981). Columbia University. London: Longman. agar is dapat mengembangkan kreativitasnya sendiri. sebagai manajer tingkah laku siswa dan evaluator perkembangan siswa. Springfield. modelmodel mengajar dan beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mengembangkan pengajaran yang menekankan fleksibilitas. Bertolak dari kenyataan itu. Bruce R. Guru juga sebagai ahli strategi pengajaran.. Publication. konteks sosial dan teknis pengajaran. Konsep yang ingin disampaikan dalam buku ini ialah suatu keyakinan bahwa esensi dari pengajaran adalah fleksibilitas. Secara garis besar ada tiga pendekatan. Pengajaran merupakan suatu kehidupan yang berisi hubungan simbiosis antara guru dengan siswa.Joice. hukuman. New York. dipersiapkan dan dilatih. Keseluruhan isi buku ini memberikan pegangan tentang bagaimana melaksanakan suatu pengajaran secara efektif. Fenstermacher. sebagai pelaku yang efektif. Lance E. Effecitve Teaching: Preparation and Implementation. Pendidikan guru memegang peranan penting untuk mengembangkan fleksibilitas dalam interaksi. London: Teachers College. sama dengan guru yang baik tidak dilahirkan tetapi dibuat. New York. Approaches to Teaching. suatu adaptasi alamiah antara seorang dengan yang lain. Bedwell.. Pada bagian akhir buku ini diuraikan juga bagaimana merencanakan dan melaksanakan pengajaran yang efektif. et al. Pengajaran yang efektif tidak lahir begitu saja tetapi harus dipelajari. Fleksibilitas merupakan karakteristik dasar yang harus dimiliki guru. Gary D. Dalam buku ini digambarkan bahwa pengajaran adalah suatu perbuatan yang gentleman. therapist dan . Pendekatan mengajar merupakan hal yang sangat penting dalam pengajaran. Guru sebagai perencana pengajaran. and Soltis. Illinois: Charles and Thomas. penyesuaian pengajaran dengan segisegi kepribadian siswa. Selanjutnya dalam buku tersebut diuraikan.al. sebab hal itu akan sangat mempengaruhi perilaku siswa. yaitu pendekatan: executive. membantu kreativitas siswa dan mengkreatifkan sekolahnya. Dalam buku ini diuraikan secara rinci berbagai peran guru sebagai pengajar. sebagai komunikator informasi. buku ini menguraikan beberapa pendekatan dalam mengajar. Flexibility in Teaching.

pengembang pribadi yang utuh. rasional dan bermoral. Menurut pendekatan therapist guru adalah orang yang empathetik yang berfungsi membantu perkembangan individu secara pribadi mencapai tingkat self actualization yang tinggi dengan penuh pengertian dan penerimaan. pembebas pribadi siswa. . Dalam pendekatan eksekutif. otonomi. guru sebagai eksekutor sebagai ekspert yang memberikan pelajaran-pelajaran tertentu dengan teknik-teknik tertentu dengan sangat terampil.liberationist. dilengkapi dengan beberapa kasus dan cara pemecahannya. Pendekatan liberationist memandang guru sebagai liberator. Dalam buku itu juga diuraikan bagaimana menerapkan ketiga pendekatan tersebut.

ahli bidang ilmu. Pertama. dan aspek-aspek kurikulum tersebut seluruhnya terletak pada guru. isi. Relevansi ke luar maksudnya tujuan. prinsip. 1. pengetahuan. pengetahuan. Di sana semua konsep. pejabat pendidikan. Pewujudan konsep. Dialah sebenarnya perencana. kebutuhan. Ada dua macam relevansi yang harus dimiliki kurikulum. pelaksana. prinsipreigansi. Kurikulum disusun oleh para ahli pendidikan/ahli kurikulum. mencapai tujuan yang dicita-citakan oleh siswa sendiri. dan proses belajar yang tercakup dalam kurikulum hendaknya relevan dengan tuntutan. Apa yang tertuang dalam kurikulum hendaknya mempersiapkan siswa untuk tugas . dan perbuatan pendidikan.BAB 8 PENGEMBANGAN KURIKULUM A. pendidik. Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum Kurikulum merupakan rancangan pendidikan yang merangkum semua pengalaman belajar yang disediakan bagi siswa di sekolah. Rancangan ini disusun dengan maksud memberi pedoman kepada para pelaksana pendidikan. menjadi pedoman bagi pengembangan kemampuan siswa secara optimal sesuai dengan tuntutan dan tantangan perkembangan masyarakat. yang akan mewujudkan bentuk kurikulum yang nyata dan hidup. dan kemampuan guru diuji dalam bentuk perbuatan. Dalam kurikulum terintegrasi filsafat. dalam proses pembimbingan perkembangan siswa. dan pengembang kurikulum sesungguhnya. prinsip. metode. maupun masyarakat. Suatu kurikulum diharapkan memberikan landasan. Prinsip-prinsip umum Ada beberapa prinsip umum dalam pengembangan kurikulum. dan perkembangan masyarakat. dan. alat. Kelas merupakan tempat untuk melaksanakan dan menguji kurikulum. pengusaha serta unsurunsur masyarakat lainnya. isi. penilai. nilai-nilai. yaitu relevan ke luar dan relevansi di dalam kurikulum itu sendiri. gurulah pemegang kunci pelaksanaan dan keberhasilan kurikulum. keluarga. Oleh karena itu. nilai. Kurikulum menyiapkan siswa untuk bisa hidup dan bekerja dalam masyarakat.

tidak terputus-putus atau berhenti-henti. alat. Prinsip keempat adalah praktis. juga antara jenjang pendidikan dengan pekerjaan. mudah dilaksanakan. maupun personalia.tersebut. pengalamanpengalaman belajar yang disediakan kurikulum juga hendaknya berkesinambungan antara satu tingkat kelas. Kurikulum bukan hanya harus ideal tetapi juga praktis. Kurikulum mempersiapkan anak untuk kehidupan sekarang dan yang akan datang. perlu selalu ada komunikasi dan kerja sama antara para pengembang kurikulum sekolah dasar dengan SMTP. Prinsip kelima adalah efektivitas. isi. dan Perguruan Tinggi. Relevansi internal ini menunjukkan suatu keterpaduan kurikulum. Oleh karena itu. proses penyampaian. Walatipun kurikulum tersebut hams murah. menggunakan alat alat sederhana dan biayanya juga murah. dan latar belakang anak. di sini dan ditempat lain. Betapapun bagus dan idealnya suatu kurikulum kalau menuntut keahlian-keahlian dan peralatan yang sangat khusus dan mahal pula biayanya. Kurikulum bukan hanya menyiapkan anak untuk kehidupannya sekarang tetapi juga yang akan datang. Prinsip ketiga adalah kontinuitas yaitu kesinambungan. dan penilaian. Prinsip kedua adalah fleksibilitas. yaitu antara tujuan. maka kurikulum tersebut tidak praktis dan sukar dilaksanakan. Kurikulum dan pendidikan selalu dilaksanakan dalam keterbatasan-keterbatasan. biaya. Pengembangan suatu kurikulum tidak dapat dilepaskan dan merupakan . tetapi daram pelaksanaannya memung inkan terjadinya penyesuaian-penyesuaian berdasarkan kondisi daera aktu maupun kemampuan. Kurikulum juga harus memiliki relevansi di dalam yaitu ada kesesuaian atau konsistensi antara komponen-komponen kurikulum. Perkembangan dan proses belajar anak berlangsung secara berkesinambungan. bagi anak yang memiliki latar belakang dan kemampuan yang berbeda. SMTA. Pengembangan kurikulum perlu dilakukan serempak bersama-sama. dan murah tetapi keberhasilannya tetap harus diperhatikan. dengan kelas lainnya. sederhana. antara satu jenjang pendidikan dengan jenjang lainnya. Prinsip ini juga disebut prinsip efisiensi. Suatu kurikulum yang baik adalah kurikulum yang berisi hal-hal yang solid. baik keterbatasan waktu. Keberhasilan pelaksanaan kurikulum ini baik secara kuantitas maupun kualitas. kurikulum hendaknya memilih sifat lentur atau fleksibel.

Interelasi antara keempat aspek tersebut serta antara aspek-aspek tersebut dengan kebijaksanaan pendidikan perlu selalu mendapat perhatian dalam pengembangan kurikulum. dan penilaian. isi pendidikan. Hubungan kurikulum dengan pembangunan pendidikan . Keberhasilan kurikulum akan mempengaruhi keberhasilan pendidikan. Kurikulum pada dasarnya berintikan empat aspek utama yaitu: tujuantujuan pendidikan. Visualisasi kerangka berpikir tersebut dapat dilihat pada bagan berikut: BAGAN 8. Perencanaan di bidang pendidikan juga merupakan bagian yang dijabarkan dari kebijaksanaan-kebijaksanaan pemerintah di bidang pendidikan.penjabaran dari perencanaan pendidikan. pengalaman belajar.

4. Prinsip-prinsip khusus Ada beberapa prinsip yang lebih khusus dalam pengembangan kurikulum. Pengalaman negara-negara lain dalam masalah yang sama. dan keterampilan diberikan secara simultan dalam urutan situasi belajar. yaitu pengetahuan. Ketiga ranah belajar. Unit-unit kurikulum harus disusun dalam urutan yang logis dan sistematis. Survai mengenai persepsi orang tua/masyarakat tentang kebutuhan memka yang dikirimkan melalui angket atau wawancara dengan mereka. dan strategi pembangunan termasuk di dalamnya pendidikan. pengalaman belajar. Survai tentang manpower. Isi bahan pelajaran harus keterampilan. Prinsip berkenaan dengan pemilihan isi pendidikan Memilih isi pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan yang telah ditentukan para perencana kurikulum perlu mempertimbangkan beberapa hal. Survai tentang pandangan para ahli dalam bidang-bidang tertentu. Prinsip berkenaan dengan tujuan pendidikan Tujuan menjadi pusat kegiatan dan arah semua kegiatan pendidikan. 6. 5. dihimpun melalui angket. wawancara. Prinsip-prinsip ini berkenaan dengan penyusunan tujuan. Tujuan pendidikan mencakup tujuan yang bersifat umum atau berjangka panjang. Perumusan komponen-komponen kurikulum hendaknya mengacu pada tujuan pendidikan. observasi. 2. Perumusan tujuan pendidikan bersumber pada: 1. Ketentuan dan kebijaksanaan pemerintah. 3. Perlu penjabaran tujuan pendidikan/pengajaran ke dalam bentuk perbuatan hasil belajar yang khusus dan sederhana. dan jangka pendek (tujuan khusus). jangka menengah. dan . sikap. Makin umum suatu perbuatan hasil belajar dirumuskan semakin sulit menciptakan pengalaman belajar. dan penilaian. Untuk hal tersebut diperlukan meliputi segi pengetahuan.2. 1. sikap. isi. Penelitian. dan dari berbagai media massa. 2. 3. yang dapat ditemukan dalam dokumen-dokumen lembaga negara mengenai tujuan.

Prinsip berkenaan dengan pemilihan proses belajar mengajar Pemilihan proses belajar mengajar yang digunakan hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut: 1. waktu pembuatan? . 1. atau mengaktifkan guru atau kedua-duanya? 6. pembiayaannya. Apakah metode/teknik tersebut mendorong berkembangnya kemampuan baru? 7. Apakah metode/teknik belajar-mengajar yang digunakan cocok untuk mengajarkan bahan pelajaran? 2. Apakah metode/ teknik tersebut dapat menciptakan kegiatan untuk mencapai tujuan kognitif. juga mendorong penggunaan sumber yang ada di rumah dan di masyarakat? 8. Apakah metode/teknik tersebut memberikan urutan kegiatan yang bertingkat-tingkat? 4. Apakah metode/teknik tersebut menimbulkan jalinan kegiatan belajar di sekolah dan di rumah. Kalau ada alat yang harus dibuat. Prinsip berkenaan dengan pemilihan media dan alat pengajaran Proses belajar-mengajar yang baik perlu didukung oleh penggunaan media dan alat-alat bantu pengajaran yang tepat. Apakah metode/teknik tersebut memberikan kegiatan yang bervariasi sehingga dapat melayani perbedaan individual siswa? 3.buku pedoman guru yang memberikan penjelasan tentang organisasi bahan dan alat pengajaran secara lebih mendetail. Alat/media pengajaran apa yang diperlukan. Untuk belajar keterampilan sangat dibutuhkan kegiatan belajar yang menekankan "learning by doing" di samping "learning by seeing and knowing". hendaknya memperhatikan: bagaimana pembuatannya. Apakah metode/teknik tersebut lebih mengaktifkan siswa. afektif dan psikomotor? 5. siapa yang membuat. Apakah semuanya sudah tersedia? Bila alat tersebut tidak ada apa penggantinya? 2.

Dalam pengolahan suatu hasil penilaian hendaknya diperhatikan halhal sebagai berikut: Norma apa yang digunakan di dalam pengolahan hasil test? Apakah digunakan formula guessing? Bagaimana pengubahan skor ke dalam skor masak? Skor standar apa yang digunakan? Untuk apakah hasil-hasil test digunakan? B. ahli kurikulum. afektif. yaitu: administrator pendidikan. Dalam merencanakan suatu penilaian hendaknya diperhatikan beberapa hal. usia. Pengembang Kurikulum Dalam mengembangkan suatu kurikulum banyak pihak yang turut berpartisipasi. Dalam penyusunan alat penilaian (test) hendaknya diikuti langkahlangkah sebagai berikut: Rumuskan tujuan-tujuan pendidikan yang umum. Bagaimana kelas. dalam ranahranah kognitif. dan psikomotor. Tuliskan butir-butir test. dan lain-lain? 4. 2. Bagaimana pengintegrasiannya dalam keseluruhan kegiatan belajar? 5. Uraikan ke dalam bentuk tingkahtingkah laku murid yang dapat diamati.3. Hubungkan dengan bahan pelajaran. ahli pendidikan. . Hasil yang terbaik akan diperoleh dengan menggunakan multi media. Bagaimana pengorganisasian alat dalam bahan pelajaran. Prinsip berkenaan dengan pemilihan kegiatan penilaian Penilaian merupakan bagian integral dari pengajaran: 1. apakah dalam bentuk modul. paket belajar. dan tingkat kemampuan kelompok yang akan ditest? Berapa lama waktu dibutuhkan untuk pelaksanaan test? Apakah test tersebut berbentuk uraian atau objektif? Berapa banyak butir test perlu disusun? Apakah tes tersebut diadministrasikan oleh guru atau oleh murid? 3.

Administrator lokal harus bekerja sama dengan kepala sekolah dan guru dalam mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Atas dasar kerangka dasar dan program inti tersebut para administrator daerah (kepala kantor wilayah) dan administrator lokal (kabupaten. dan orang tua murid serta tokoh-tokoh masyarakat. Peranan para administrator di tingkat pusat (direktur dan kepala pusat) dalam pengembangan kurikulum adalah menyusun dasar-dasar hukum. Kepala sekolah juga mempunyai peranan kunci dalam menciptakan kondisi untuk pengembangan kurikulum di sekolahnya. kepala kantor wilayah. kecamatan dan kepala sekolah) mengembangkan kurikulum sekolah bagi daerahnya yang sesuai dengan kebutuhan daerah. Walaupun guru dapat mengembangkan kurikulum sendiri. pusat pengembangan kurikulum. serta mendorong pelaksanaan kurikulum oleh guru -guru di kelas. . Peranan kepala sekolah lebih banyak berkenaan dengan implementasi kurikulum di sekolahnya. guru-guru.ahli bidang ilmu pengetahuan. 1. kepemimpinan kepala sekolah sangat mempengaruhi suasana sekolah dan pengembangan kurikulum. Dari pihak-pihak tersebut yang secara terusmenerus turut terlibat dalam pengembangan kurikulum adalah: administrator. Para kepala sekolah mempunyai wewenang dalam membuat operasionalisasi sistem pendidikan pada masing-masing sekolah. Peranan para administrator pendidikan Para administrator pendidikan ini terdiri atas: direktur bidang pendidikan. dan orang tua. la merupakan figur kunci di sekolah. memberikan dorongan dan bimbingan kepada guru-guru. menyusun kerangka dasar serta program inti kurikulum. Kerangka dasar dan program inti tersebut akan menentukan minimum course yang dituntut. guru. Administrator tingkat pusat bekerja sama dengan para ahli pendidikan dan ahli bidang studi di Perguruan Tinggi serta meminta persetujuannya terutama dalam penyusunan kurikulum sekolah. mengkomunikasikan sistem pendidikan kepada masyarakat. kepala kantor kabupaten dan kecamatan serta kepala sekolah. Para kepala sekolah ini sesungguhnya yang secara terus menerus terlibat dalam pengembangan dan implementasi kurikulum. tetapi dalam pelaksanaannya sering harus didorong dan dibantu oleh para administrator.

sebab apa yany. Sumbangan mereka dalam memilih materi bidang ilmu. . perkembangan tuntutan masyarakat. model pembelajaran. serta berbagai perangkat dan pedoman penjabaran serta pedoman implementasi dari model-model tersebut. model pengelolaan. Mengacu pada kebijaksanaan-kebijaksanaan yang ditetapkan pemerintah. maupun model evaluasinya. tetapi juga perlu dilandasi oleh perkembangan konsep-konsep dalam ilmu. tetapi menyangkut penentuan arah dan orientasi pendidikan. baik model konsep. lokal bahkan sekolah juga sangat diperlukan. Pengembangan kurikulum bukan hanya sekadar memilih dan menyusun bahan pelajaran dan metode mengajar. baik kebijaksanaan pembangunan secara umum maupun pembangunan pendidikan. baik ahli pendidikan. pemilihan sistem dan model kurikulum. yang mutakhir dan sesuai dengan perkembangan kebutuhan masyarakat sangat diperlukan. dan masukan-masukan dari pelaksaman pendidikan dan kurikulum yang sedang berjalan. maka pertisipasi mereka pada tingkai daerah. pengembangan kurikulum membutuhkan bantuan pemikiran para ahli. para ahli pendidikan dan kurikulum memberikan alternatif konsep pendidikan dan model kurikulum yang dipandang paling sesuai dengan keadaan dan tuntutan di atas. model media. telah digariskan pada tingkat pusat belum tentu dapat dengan mudali dipahami oleh para pengembang dan pelaksana kurikulum di daerah.2. Apabila pengembangan kurikulum sudah banyak dilakukati pada tingkat daerah atau lokal. maupun ahli bidang studi/disiplin ilmu. Partisipasi para ahli pendidikan dan ahli kurikulum terutama sangat dibutuhkan dalam pengembangan kurikulum pada tingkat pusat. ahli kurikulum. Oleh karena itu. Pengembangan kurikulum juga membutuhkan partisipasi para ahli bidang studi/bidang ilmu yang juga mempunyai wawasan tentang pendidikan serta perkembangan tuntutan masyarakat. Peranan para ahli Pengembangan kurikulum bukan saja didasarkan atas perubahan tuntutan kehidupan dalam masyarakat. Mereka juga sangat diharapkan partisipasinya dalam menyusun materi ajaran dalam sekuens yang sesuai dengan struktur keilmuan tetapi sangat memudahkan para siswa untuk mempelajarinya. model desain.

keterampilan dan kemampuan seninya dalam mengajar. dan pengembang kurikulum bagi kelasnya. pendorong kegiatan belajar. guru merupakan penerjemah kurikulum yang datang dari atas. pencoba. Sekalipun ia tidak mencetuskan sendiri konsep-konsep tentang kurikulum. Dia adalah perencana. pelaksana. Peranan guru bukan hanya menilai perilaku dan prestasi belajar murid murid dalam kelas. Hal-hal di atas diperlukan untuk mempersiapkan guru dalam berbagai situasi dan kegiatan pendidikan. Guru juga bukan hanya berperan sebagai guru di dalam kelas. pola-pola tingkah laku dalam masyarakat. manajer sistem pengajaran. sebab ia harus selalu belajar struktur sosial masyarakat. Peranan guru Guru memegang peranan yang cukup penting baik di dalam perencanaan maupun pelaksanaan kurikulum. tetapi juga menilai implementasi kurikulum dalam lingkup yang lebih luas. ia juga seorang komunikator. Dialah yang mengolah. Sebagai pelaksana kurikulum maka guru pulalah yang menciptakan kegiatan belajar mengajar bagi murid-muridnya. Berkat keahlian. guru mampu menciptakan situasi belajar yang aktif yang menggairahkan yang penuh kesungguhan dan mampu mendorong kreativitas anak. penyusunan organisasi. Guru juga berperan sebagai pelajar dalam masyarakatnya. . meramu kembali kurikulum dari pusat untuk disajikan di kelasnya. Karena guru juga merupakan barisan pengembang kurikulum yang terdepan maka guru pulalah yang selalu melakukan evaluasi dan penyempurnaan terhadap kurikulum. nilai-nilai utama masyarakat. untuk memahami hambatanhambatan dalam implementasi kurikulum dan juga dapat membantu mencari cara untuk mengoptimalkan kegiatan guru. pengembang alat-alat belajar. Hasil-hasil penilaian demikian akan sangat membantu pengembangan kurikulum. pembimbing baik di sekolah maupun di masyarakat dalam hubungannya dengan pelaksanaan pendidikan seumur hidup.3.

Peranan mereka dapat berkenaan dengan dua hal: pertama dalam penyusunan kurikulum dan kedua dalam pelaksanaan kurikulum. Dalam pelaksanaan kurikulum diperlukan kerja sama yang sangat erat antara guru atau sekolah dengan para orang tua murid. Orang tua juga dapat hind berpartisipasi dalam kegiatan di sekolah melalui berbagai kegaitan seperti diskusi.4. minat yang penuh. Perguruan tinggi Kurikulum minimal mendapat dua pengaruh dari Perguruan Tinggi. C. Orang tua juga secara berkala menerima laporan kemajuan anak-anaknya dari sekolah berupa rapor dan sebagainya. dan sebagainya. terutama dari perguruan tinggi dan masyarakat. lokakarya. pertemuan orang tua-guru. hanya terbatas kepada beberapa orang saja yang cukup waktu dan mempunyai latar belakang yang memadai. dan orang tua sewajarnya mengikuti atau mengamati kegiatan belajar anaknya di rumah. laporan sekolah. Rapor juga merupakan suatu alat komunikasi tentang program atau kegiatan pendidikan yang dilaksanakan di sekolah. dari pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan di perguruan tinggi umum. Peranan orang tua lebih besar dalam pelaksanaan kurikulum. Dalam penyusunan kurikulum mungkin tidak semua orang tua dapat ikut serta. usaha yang sungguh-sungguh. Melalui pengamatan dalam kegiatan belajar di rumah. partisipasi dalam kegiatan sekolah orang tua dapat turut serta dalam pengembangan kurikulum terutama dalam bentuk pelaksanaan kegiatan belajar yang sewajarnya. Kedua. Kegiatan-kegiatan tersebut akan memberikan umpan balik bagi penyempumaan kurikulum. penyelesaian tugas-tugas serta partisipasi dalam setiap kegiatan di sekolah. Pertama. pameran sekolah. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengembangan Kurikulum Sekolah mendapatkan pengaruh dari kekuatan-kekuatan yang ada dalain masyarakat. seminar. Peranan orang tua murid Orang tua juga mempunyai peranan dalam pengembangan kurikulum. Sebagian kegiatan belajar yang dituntut kurikulum dilaksanakan di rumah. dari pengembangan ilmu pendidikan dan keguruan serta penyiapan guru-guru di Perguruan Tinggi Keguruan (Lembaga . 1.

Isi kurikulum hendaknya mencerminkan kondisi dan dapat memenuhi tuntutan dan kebutuhan masyarakat di sekitarnya. Jenis pengetahuan yang dikembangkan di Perguruan Tinggi akan mempengaruhi isi pelajaran yang akan dikembangkan dalam kurikulum. yaitu program D2. terutama melalui penguasaan ilmu dan kemampuan keguruan dari guru-guru yang dihasilkannya. 2. Perkembangan dunia usaha yang ada di masyarakat mempengaruhi pengembangan kurikulum sebt sekolah bukan hanya mempersiapkan anak untuk hidup. masyarakat kota atau desa. sekolah sangat dipengaruhi oleh lingkungan masyarakat di mana sekolah tersebut berada.Pendidikan Tenaga Kependidikan). Sekolah harus melayani aspirasi-aspirasi yang ada di masyarakat. Salah satu kekuatan yang ada dalam masyarakat adalah dunia usaha. Pada Sekolah Dasar masih banyak guru berlatar belakang pendidikan SPG dan SGO. D3 dan Sl. Masyarakat Sekolah merupakan bagian dari masyarakat dan mempersiapkan anak untuk kehidupan di masyarakat. FKIP. petani. umumnya disiapkan oleh LPTK (IKIP. Guru-guru yang mengajar pada berbagai jenjang dan jenis sekolah yang ada dewasa ini. dan sebagainya. Telah diuraikan terdahulu bahwa pengetahuan dan teknologi banyak memberikan sumbangan bagi isi kurikulum serta proses pembelajaran. Kurikulum Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan juga mempengaruhi pengembangan kurikulum. Sebagai bagian dan agen dari masyarakat. pedagang atau pegawai. tetapi secara berangsurangsur mereka akan mengikuti program penyetaraan D2. STKIP) melalui berbagai program. baik ilmu pendidikan maupun bidang studi serta kemampuan mengajar dari guru-guru akan sangat mempengaruhi pengembangan dan implementasi kurikulum di sekolah. Penguasaan ilmu. . tetapi juga untuk bekerja dan berusaha. Masyarakat yang ada di sekitar sekolah mungkin merupakan masyarakat homogen atau heterogen. Perkembangan teknologi selain menjadi isi kurikulum juga mendukung pengembangan alat bantu dan media pendidikan. Jenis pekerjaan dan perusahaan yang ada di masyarakat menuntut persiapannya di sekolah.

dan moral. metode maupun perhatian terhadap perkembangan anak. chr. Sekolah sebagai lembaga masyarakat juga bertanggung jawab dalam pemeliharaan dan penerusan nilainilai. (4) guru menghargai nilai-nilai kelompok lain. merevisi metode serta isi pengajaran. (3) guru berusaha menjadikan dirinya sebagai teladan yang patut ditiru. Dalam masyarakat Ingo terdapat aspek-aspek sosial. Artikulasi dan Hambatan Pengembangan Kurikulum Artikulasi dalam pendidikan berarti "kesatupaduan dan koordinasi segala pengalaman belajar". (2) guru hendaknya berpegang pada prinsip demokrasi.pek-aspek tersebut sering juga mengandung nilai-nilai yang berbeda. Sistem nilai yang akan dipelihara dan diteruskan tersebut harus terintegrasikan dalam kurikulum. Tanpa artikulasi akan terdapat keragaman baik dalam isi. . Masalah utama yang dihadapi para pengembang kurikulum menghadapi nilai ini adalah. Sistem nilai Dalam kehidupan masyarakat terdapat sistem nilai. guru guru dari setiap jenjang pendidikan. sosial. kelompok sosial. estetika. orang tua murid dan tokoh-tokoh masyarakat. kelompok intelek. politik. etika. Untuk merealisasikan artikulasi kurikulum. D. juga antara satu bidang studi dengan bidang studi lainnya secara horizontal. Masyarakat umumnya heterogen dan multifaset. mengusahakan perluasan dan kesinambungan kurikulum. kepala sekolah. membuang hal-hal yang tidak diperlukan. spiritual dan sebagainya yang tiap kelompok sering memiliki nilai yang berbeda. (5) memahami dan menerima keragaman kebudayaan sendiri. bahwa dalam masyarakat nilai itu tidak hanya satu. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan guru dalam mengajarkan nilai: (1) guru hendaknya mengetahui dan memperhatikan semua nilai yang ada dalam masyarakat. keagamaan. budaya maupun nilai politis. etis.3. Bila artikulasi dilaksanakan dengan baik akan terwujud kesinambungan pengalaman belajar sejak TK sampai Perguruan Tinggi. Masyarakat memiliki kelompok-kelompok etnis. Untuk menyusun artikulasi kurikulum diperlukan kerja sama dari berbagai pihak: para administrator. TK sampai rektor universitas.. baik nilai moral. ekonomi. perlu meneliti kurikulum secara menyeluruh.iiis. dan sebagainya A. fisik. menghilangkan duplikasi. kelompok vokasional.

Ketiga karena kemampuan dan pengetahuan guru sendiri. Hal itu menyebabkan tersusunnya organisasi mata pelajaran yang kaku. apalagi yang berbentuk kegiatan eksperimen baik metode. Hambatan lain yang dihadapi oleh pengembang kurikulum adalah masalah biaya. Hambatan pertama terletak pada guru. Pemilihan suatu model pengembangan kurikulum bukan saja didasarkan atas kelebihan dan kebaikan-kebaikannya serta kemungkinan pencapaian hasil yang optimal. E. Masyarakat adalah sumber input dari sekolah. Untuk pengembangan kurikulum dibutuhkan dukungan masyarakat baik dalam pembiayaan maupun dalam memberikan umpan balik terhadap sistem pendidikan atau kurikulum yang sedang berjalan. Keberhasilan pendidikan. Untuk menjamin kesinambungan pengalaman belajar beberapa sekolah menggunakan sistem pendidikan tidak berkelas. Pertama kurang waktu. baik antara sesama guru maupun dengan kepala sekolah dan administrator. Salah satu hal yang sering dipandang menghambat artikulasi adalah pembagian menurut tingkat belajarnya. hubungan antara satu tingkat dengan tingkat berikutnya. ketepatan kurikulum yang digunakan membutuhkan bantuan.Dalam mengusahakan artikulasi kurikulum tersebut murid pun perlu dimintakan pendapatnya tentang hubungan pelajaran yang satu dengan yang lainnya. serta input fakta dan pemikiran dari masyarakat. isi atau sistem secara keseluruhan membutuhkan biaya yang sering tidak sedikit. Untuk pengembangan kurikulum. Hambatan-hambatan pengembangan kurikulum Dalam pengembangan kurikulum terdapat beberapa hambatan. tetapi juga perlu disesuaikan dengan sistem pendidikan dan sistem pengelolaan pendidikan yang dianut serta model konsep pendidikan mana yang . Guru kurang berpartisipasi dalam pengembangan kurikulum. Model-Model Pengembangan Kurikulum Banyak model yang dapat digunakan dalam pengembangan kurikulum. Kedua kekurangsesuaian pendapat. Hambatan lain datang dari masyarakat. Hal itu disebabkan beberapa hal.

Roger's interpersonal relations model. the grass roots model. dijabarkan dari konsep-konsep dan kebijaksanaan dasar yang telah digariskan oleh tim pengarah. Para anggota tim atau komisi ini terdiri atas para ahli pendidikan/kurikulum. Tugas tim kerja ini merumuskan tujuan-tujuan yang lebih operasional dari tujuantujuan yang lebih umum. administrator pendidikan menyusun tim atau komisi kerja pengembangan kurikulum. 1. guru-guru bidang studi yang senior. Anggota-anggota komisi atau tim ini terdiri atas. The administrative model Model pengembangan kurikulum ini merupakan model paling lama dan paling banyak dikenal. teknologis dan rekonstruksi sosial. yaitu: the administrative (line staff) model. Setelah hal-hal yang mendasar ini terumuskan dan mendapatkan pengkajian yang saksama.digunakan. Diberi nama model administratif atau line staff karena inisiatif dan gagasan pegembangan datang dari para administrator pendidikan dan menggunakan prosedur administrasi. serta menyusun pedomanpedoman pelaksanaan kurikulum tersebut bagi guru-guru. Dengan wewenang administrasinya. ahli disiplin ilmu. ahli disiplin ilmu dari perguruan tinggi. memilih dan menyusun sekuens bahan pelajaran. Sekurang-kurangnya dikenal delapan model pengembangan kurikulum. Tim kerja pengembangan kurikulum bertugas menyusun kurikulum yang sesungguhnya yang lebih operasional. Model pengembangan dalam kurikulum yang sifatnya subjek akademis berbeda dengan kurikulum humanistik. dan strategi utama dalam pengembangan kurikulum. memilih strategi pengajaran dan evaluasi. the systematic action research model dan emerging technical model. the demonstration model. para ahli pendidikan. pejabat di bawahnya. kebijaksanaan. administrator pendidikan (apakah dirjen. landasan-landasan. Tugas tim atau komisi ini adalah merumuskan konsep-konsep dasar. . Beauchamp's system. ahli kurikulum. Taba's inverted model. direktur atau kepala kantor wilayah pendidikan dan kebudayaan) membentuk suatu komisi atau tim pengarah pengembangan kurikulum. dan para tokoh dari dunia kerja dan perusahaan. Model pengembangan kurikulum dalam sistem pendidikan dan pengelolaan yang sifatnya sentralisasi berbeda dengan yang desentralisasi.

Setelah berjalan beberapa saat perlu juga dilakukan suatu evaluasi. Setelah mendapatkan beberapa penyempurnaan. pengamatan dan pengawasan serta bimbingan dalam pelaksanaannya. Pengembangan kurikulum dari atas. Model pengembangan kurikulum yang pertama.Setelah semua tugas dari tim kerja pengembang kurikulum tersebut selesai. Inisiatif dan upaya pengembangan kurikulum. sebab menuntut kesiapan dari pelaksanaannya. sedangkan model grass roots akan berkembang dalam sistem pendidikan yang bersifat desentralisasi. prosedur pelaksanaan maupun keberhasilannya. Pengembangan atau penyempurnaan ini dapat berkenaan dengan suatu komponen kurikulum. terutama guru-guru. daerah. selama tahun-tahun permulaan diperlukan pula adanya kegiatan monitoring. untuk menilai baik validitas komponen-komponennya. Karena sifatnya yang datang dari atas. 2. digunakan dalam sistem pengelolaan pendidikan/kurikulum yang bersifat sentralisasi. Dalam model pengembangan yang bersifat grass roots seorang guru. Dalam pelaksanaan kurikulum tersebut. Mereka perlu mendapatkan petunjuk-petunjuk dan penjelasan atau mungkin juga peningkatan pengetahuan dan keterampilan. tidak selalu segera berjalan. model pengembangan kurikulum demikian disebut juga model "top down" atau "line staff'. administrator pemberi tugas menetapkan berlakunya kurikulum tersebut serta memerintahkan sekolahsekolah untuk melaksanakan kurikulum tersebut. sekelompok guru atau keseluruhan guru di suatu sekolah mengadakan upaya pengembangan kurikulum. bukan datang dari atas tetapi dari bawah. The grass roots model Model pengembangan ini merupakan lawan dari model pertama. maupun sekolah. baik bagi instansi pendidikan di tingkat pusat. satu atau . Hasil penilaian tersebut merupakan umpan balik. yaitu guru-guru atau sekolah. sedang penilaian persekolah dapat dilakukan oleh tim khusus sekolah yang bersangkutan. Kebutuhan akan adanya penataran sering tidak dapat dihindarkan. dan dinilai telah cukup baik. Penilaian menyeluruh dapat dilakukan oleh tim khusus dari tingkat pusat atau daerah. hasilnya dikaji ulang oleh tim pengarah serta para ahli lain yang berwenang atau pejabat yang kompeten.

and Shores 1957: 429). mungkin hanya berlaku untuk bidang studi tertentu atau sekolah tertentu. pengembangan kurikulum model grass roots. and in judging and evaluating the rusults. and plans (Smith. dan juga penyempurna dari pengajaran di kelasnya. The competence of teachers will be improved only as the teachers become involved personally in the problems of curriculum revision. in selecting. atau keseluruhan bidang studi pada sekolah atau daerah lain. tetapi mungkin pula dapat digunakan untuk bidang studi sejenis pada sekolah lain. 3. baik dilihat dari kemampuan guru-guru. yang pada gilirannya akan melahirkan manusiamanusia yang lebih mandiri dan kreatif. 1. The curriculum will improve only as the professional competence of teachers improves. Hal itu didasarkan atas pertimbangan bahwa guru adalah perencana. As people meet in face-to-face groups. Apabila kondisinya telah memungkinkan. 3.beberapa bidang studi ataupun seluruh bidang studi dan seluruh komponen kurikulum. 2. Pengembangan kurikulum yang bersifat desentralisasi dengan model grass rootsnya. they will be able to understand one another better and to reach a consensus on basic principles. defining. . fasilitas. memungkinkan terjadinya kompetisi di dalam meningkatkan mutu dan sistem pendidikan. 4. Stanley. Stanley dan Shores (1957: 429). pelaksana. dikembangkan oleh Beauchamp seorang ahli kurikulum. Beauchamp mengemukakan lima hal di dalam pengembangan suatu kurikulum. biaya maupun bahan-bahan kepustakaan. Beauchamp's system Model pengembangan kurikulum ini. their involvement will be most nearly assured. goals. Hal itu sesuai dengan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum yang dikemukakan oleh Smith. oleh karena itu dialah yang paling kompeten menyusun kurikulum bagi kelasnya. If teachers share in shaping the goals to be attained. and solving the problems to be encountered. Dialah yang paling tahu kebutuhan kelasnya. Pengembangan kurikulum yang bersifat grass roots. akan lebih baik.

propinsi ataupun seluruh negara. tetapi arena pengembangan kurikulum lianya mencakup satu daerah kabupaten saja sebagai pilot proyek. Langkah ini berkenaan dengan prosedur yang harus ditempuh dalam merumuskan tujuan umum dan tujuan yang lebih khusus. Kedua. para penulis dan penerbit buku. Beauchamp mencoba melibatkan para ahli dan tokoh-tokoh pendidikan seluas mungkin. yang biasanya pengaruh mereka kurang langsung terhadap pegembangan kurikulum. para pejabat pemerintah.Pertama. serta kegiatan evaluasi. Untuk tingkat propinsi atau nasional tidak terlalu banyak melibatkan guru. dibanding dengan tokohtokoh lain seperti. kecamatan. (4) profesional lain dan tokoh-tokoh masyarakat. kabupaten. yaitu siapa-siapa yang turut serta terlibat dalam pengembangan kurikulum. kecamatan atau sekolah keterlibatan guru-guru semakin besar. serta oleh tujuan pengembangan kurikulum. yaitu: (1) para ahli pendidikan/kurikulum yang ada pada pusat pengembangan kurikulum dan para ahli bidang ilmu dari luar. apakah peranan mereka?. yaitu. Walaupun daerah yang menjadi wewenang kepala kanwil pendidikan dan kebudayaan mencakup suatu wilayah propinsi. Beauchamp membagi keseluruhan kegiatan ini dalam lima langkah. dan dalam menentukan keseluruhan desain kurikulum. Mengenai keterlibatan kelompok-kelompok personalia ini. menetapkan personalia. organisasi dan prosedur pengembangan kurikulum. dan pengusaha serta industriawan. Penetapan personalia ini sudah tentu disesuaikan dengan tingkat dan luas wilayah arena. Ada empat kategori orang yang turut berpartisipasi dalam pengembangan kurikulum. (3) para profesional dalam sistem pendidikan. Beauchamp mengemukakan tiga pertanyaan: (1) Haruskah kelompok ahli/pejabat/profesi tersebut dilibatkan dalam pengembangan kurikulum?. (2) Bila ya. menetapkan arena atau lingkup wilayah yang akan dicakup oleh kurikulum tersebut. Sebaliknya untuk tingkat kabupaten. (1) . apakah suatu sekolah. Pentahapan arena ini ditentukan oleh wewenang yang dimiliki oleh pengambil kebijaksanaan dalam pengembangan kurikulum. (3) Apakah mungkin ditemukan alat dan cara yang paling efektif untuk melaksanakan peran tersebut? Ketiga. politikus. (2) para ahli pendidikan dari perguruan tinggi atau sekolah dan guru-guru terpilih. memilih isi dan pengalaman belajar.

yaitu: (1) evaluasi tentang pelaksanaan kurikulum oleh guru-guru. 4. Data yang diperoleh dari hasil kegiatan evaluasi ini digunakan bagi penyempurnaan sistem dan desain kurikulum. The demonstration model Model demonstrasi pada dasarnya bersifat grass roots. (2) mengadakan penilaian atau penelitian terhadap kurikulum yang ada yang sedang digunakan. Keempat. serta prinsip-prinsip melaksanakannya. Pertama. implementasi kurikulum. Karena sifatnya ingin mengubah atau mengganti kurikulum yang ada. Langkah ini merupakan langkah mengimplementasikan atau melaksanakan kurikulum yang bukan sesuatu yang sederhana. (2) evaluasi desain kurikulum. Langkah ini minimal mencakup empat hal. suatu komponen kurikulum atau mencakup keseluruhan komponen kurikulum. (3) evaluasi hasil belajar siswa. dan Shores ada dua variasi model demonstrasi ini. Model ini umumnya berskala kecil. pengembangan kurikulum sering mendapat tantangan dari pihak-pihak tertentu. sebab membutuhkan kesiapan yang menyeluruh. Stanley. Kegiatan penelitian dan pengembangan ini biasanya diprakarsai dan diorganisasi oleh instansi . hanya mencakup suatu atau beberapa sekolah. (4) merumuskan kriteria-kriteria bagi penentuan kurikulum baru. baik kesiapan guruguru. (3) Studi penjajagan tentang kemungkinan penyusunan kurikulum baru. (4) evaluasi dari keseluruhan sistem kurikulum. datang dari bawah. di samping kesiapan manajerial dari pimpinan sekolah atau administrator setempat. Langkah yang kelima dan merupakan terakhir adalah evaluasi kurikulum. (5) penyusunan dan penulisan kurikulum baru. Hasil penelitian dan pegembangan ini diharapkan dapat digunakan bagi lingkungan yang lebih luas. fasilitas. sekelompok guru dari satu sekolah atau beberapa sekolah ditunjuk untuk melaksanakan suatu percobaan tentang pengembangan kurikulum.Membentuk tim pengembang kurikulum. bahan maupun biaya. siswa. Menurut Smith. Model ini diprakarsai oleh sekelompok guru atau sekelompok guru bekerja sama dengan ahli yang bermaksud mengadakan perbaikan kurikulum. Proyek ini bertujuan mengadakan penelitian dan pengembangan tentang salah satu atau beberapa segi/komponen kurikulum.

pengembangan kurikulum dalam skala kecil dengan model demonstrasi ilapat menend hambatan yang sering dialami yaitu dokumentasinya hagus tetari pclaknotiaatinva tidak ada. Ada beberapa kebaikan dari pengembangan kurikulum dengan model demonstrasi ini. Bentuk yang kedua. 3) Menyusun unit-unit kurikulum sejalan dengan desain yang menyeluruh. model ini sifatnya yang grass roots menempatkan guru sebagai pengambil inisiatif dan nara sumber yang dapat menjadi pendorong bagi para administrator untuk mengembangkan program baru. Beberapa orang guru yang merasa kurang puas dengan kurikulum yang ada. dengan urutan: 1) Penentuan prinsip-prinsip dan kebijaksanaan dasar. 4) Melaksanakan kurikulum di dalam kelas. dalam keadaan terburuk mungkin akan terjadi apatisme. kantor wilayah pendidikan dan kebudayaan. dan sebagainya. Ketiga. maka akan dihasilkan suatu kurikulum atau aspek tertentu dari kurikulum yang lebih praktis. Kedua. 2) Merumuskan desain kurikulum yang bersifat menyeluruh didasarkan atas komitmen-komitmen tertentu. karena kurikulum disusun dan dilaksanakan dalam situasi tertentu yang nyata. Taba's inverted model Menurut cara yang bersifat tradisional pengembangan kurikulum dilakukan secara deduktif. Keempat. Dengan kegiatan ini mereka mengharapkan ditemukan kurikulum atau aspek tertentu dari kurikulum yang lebih baik. Pertama. Kelemahan model ini. . direktorat pendidikan.pendidikan yang berwewenang seperti. dibandingkan dengan perubahan dan penyempurnaan yang menyeluruh. sedikit sekali untuk ditolak oleh administrator. 5. adalah bagi guru guru yang tidak turut berpartisipasi mereka akan menerimanya dengan enggan -enggan. Mereka mencoba menggunakan halhal lain yang berbeda dengan yang berlaku. untuk kemudian digunakan di daerah yang lebih luas. kurang bersifat formal. mencoba mengadakan penelitian dan pengembangan sendiri. pusat pengembangan kurikulum. perubahan atau penyempurnaan kurikulum dalam skala kecil atau aspek tertentu yang khusus.

Apabila dalam kegiatan penyempurnaan dan konsolidasi telah diperoleh sifatnya . 7) Mengevaluasi. mengadakan revisi dan konsolidasi. Pertama. pengembangan keseluruhan kerangka kurikulum. 8) Melihat sekuens dan keseimbangan (Taba. serta menghimpun data bagi penyempurnaan.Taba berpendapat model deduktif ini kurang cocok. mengadakan unit-unit eksperimen bersama guru-guru. sebab tidak merangsang timbulnya inovasi-inovasi. Ada lima langkah pengembangan kurikulum model Taba ini. menguji unit eksperimen. Langkah ketiga. Langkah keempat. dan pelaksanaan eksperimen di dalam kelas menghasilkan data-data yang untuk menguji landasan teori yang digunakan. Meskipun unit eksperimen ini telah diuji dalam pelaksanaan di kelas eksperimen. 4) Mengorganisasi isi. Dari langkah pengujian diperoleh beberapa data. 1962: 347-379). Langkah kedua. 5) Memilih pengalaman belajar. yang merupakan inversi atau arah terbalik dari model tradisional. 3) Memilih isi. Menurutnya pengembangan kurikulum yang lebih mendorong inovasi dan kreativitas guru-guru adalah yang bersifat induktif. Perencanaan didasarkan atas teori yang kuat. 2) Merumuskan tujuan-tujuan khusus. Ada delapan langkah dalam kegia tan unit eksperimen ini. yaitu penarikan kesimpulan tentang hal-hal yang lebih bersifat umum yang berlaku dalam lingkungan yang lebih luas. Untuk menguji keberlakuannya pada daerah yang lebih luas perlu adanya kegiatan konsolidasi. Selain perbaikan dan penyempurnaan diadakan juga kegiatan konsolidasi. 6) Mengorganisasi pengalaman belajar. data tersebut digunakan untuk mengadakan perbaikan dan penyempurnaan. tetapi masih harus diuji di kelas-kelas atau tempat lain untuk megetahui validitas dan kepraktisannya. 1) Mendiagnosis kebutuhan. sebab meskipun suatu unit eksperimen telah cukup valid dan praktis pada sesuatu sekolah belum tentu demikian juga pada sekolah yang lainnya. Di dalam unit eksperimen ini diadakan studi yang saksama tentang hubungan antara teori dengan praktik. Hal itu dilakukan.

developing. fasilitas. . yatiu menerapkan kurikulum baru ini pada daerah atau sekolah-sekolah yang lebih luas.yang lebih menyeluruh atau berlaku lebih luas. Pertama. Ada empat langkah pengembangan kurikulum model Rogers. tidak formal. mereka hany alah pendorong dan pemelancar perkembangan anak. changing). baik berkenaan dengan kesiapan guru-guru. Memang ia banyak mengemukakan konsepnya tentang perkembangan dan perubahan individu. hal itu masih harus dikaji oleh para ahli kurikulum dan para profesional kurikulum lainnya. Di dalam penentuan target ini satusatunya kriteria yang menjadi pegangan adalah adanya kesediaan dari pejabat pendidikan untuk turut serta dalam kegiatan kelompok yang intensif. 6. Roger's interpersonal relations model Meskipun Rogers bukan seorang ahli pendidikan (ia ahli psikologi atau psikoterapi) tetapi konsep-konsepnya tentang psikoterapi khususnya bagaimana membimbing individu juga dapat diterapkan dalam bidang pendidikan dan pengembangan kuriulum. tetapi karena ada hambatan-hambatan tertentu ia membutuhkan orang lain untuk membantu memperlancar atau mempercepat perubahan tersebut. Kegiatan itu dilakukan untuk megnetahui apakah konsep-konsep dasar atau landasan-landasan teori yang dipakai sudah masuk dan sesuai. sesungguhnya ia mempunyai kekuatan dan potensi untuk berkembang sendiri. implementasi dan diseminasi. Melalui kegiatan kelompok ini mereka akan mengalami perubahanperubahan sebagai berikut. Langkah kelima. pemilihan target dari sistem pendidikan. Selama satu minggu para pejabat pendidikan/administrator melakukan kegiatan kelompok dalam suasana yang relaks. Menurut When Crosby (1970: 388) perubahan kurikulum adalah perubahan individu. Guru serta pendidik lainnya bukan pemberi informasi apalagi penentu perkembangan anak. Pendidikan juga tidak lain merupakan upaya untuk membantu memperlancar dan mempercepat perubahan tersebut. Menurut Rogers manusia berada dalam proses perubahan (becoming. Di dalam langkah ini masalah dan kesulitan-kesulitan pelaksanaan tetapi dihadapi. alat dan bahan juga biaya.

tetapi dapat juga kurang dari satu minggu. torublesome ideas from students. 4. Selama lima hari penuh siswa ikut serta dalam kegiatan kelompok. 5. 6. He feels freer to express both positive and negative feelings in class. rather than insisting on conformity. peers. Sama seperti yang dilakukan para pejabat pendidikan. He works through these feelings toward a realistic solutin. He finds it easier and less threatening to accept innovative ideas. 7. Efek yang akan diterima guru-guru sejalan dengan para administrator. He is more able to listen to students. He has less need to protect bureaucratic rules. 2. He pays as much attention to his relationships with student as he does to course content.1. Langkah ketiga. dengan beberapa tambahan. and sub-ordinates because he is more open and less self-protective. Langkah kedua dalam pengembangan kurikulum model Rogers adalah partisipasi guru dalam pengalaman kelompok yang intensif. He develops an equalitarian and democratic classroom climate (Rogers. He openly confronts personal emotional frictions between him self and colleagues. He is more able to accept both positive and negative feeback and use it constructively (Rogers. 1967:722). He communicates more clearly and realistically to superiors. 1967:724). He is less protective of his own beliefs and can listen more accurately 2. dengan fasilitator para guru atau administrator atau fasilitator dari luar. 4. 5. 1. pengembangan pengalaman kelompok yang intensif untuk satu kelas atau unit pelajaran. Keikutsertaan guru dalam kelompok tersebut sebaiknya bersifat suka rela. guru juga turut serta dalam kegiatan kelompok. He works out problems with students rather than responding in a disciplinary and punitive manner. . 3. 3. Dan kegiatan ini para siswa akan mendapatkan: 1. lama kegiatan kalau bisa satu minggu lebih baik. He is more person oriented and democratic. 2. He accepts innovative.

pengusaha. encounter group dan Training Group (T Group). Itulah ciri khas Carl Rogers sebagai seorang Eksistensialis Humanis. serta wibawa dari pengetahuan profesional. struktur sistem sekolah. Kegiatan ini bertujuan memperkaya orang-orang dalam hubungannya dengan sesama orang tua. yang ada hanyalah rangkaian kegiatan kelompok. dan sebagainya. 6. He finds that the learning process enables him to deal with his lily (Rogers. Hal itu mencakup suatu proses yang melibatkan kepribadian orang tua. The systematic action-research model Model kurikulum ini didasarkan pada asumsi bahwa perkembangan kurikulum merupakan perubahan sosial. Kegiatan merupakan kulminasi dari semua kegiatan kelompok di atas. Berkat berbagai bentuk aktivitas dalam interaksi ini individu akan berubah. Langkah keempat. He discovers that he is responsible for his own learning 5. Kegiatan ini dapat dikoordinasi oleh BP3 masing-masing sekolah. Metode pendidikan yang diutamakan Rogers adalah sensitivity training. kalau mungkin ada pengalaman kegiatan kelompok yang bersifat campuran. Lama kegiatan kelompok dapat tiga jam tiap sore hari selama seminggu atau 24 jam secara terus menerus. tokoh masyarakat. 1967:725). rancangan tertulis. siswa. Sesuai dengan asumsi tersebut model ini menekankan pada tiga hal itu: hubungan insani. dan lain-lain. partisipasi orang tua dalam kegiatan kelompok.3.1(liiiiii istr. litho fallibly human beings. para orang tua. Sepertinya tidak ada suatu perencanaan kurikulum tertulis. Rogers juga menyarankan. Model pengembangan kurikulum dari Rogers ini berbeda dengan modelmodel lainnya. dan dengan guru. guru. sekolah dan organisasi masyarakat. pola hubungan pribadi dan kelompok dari sekolah dan masyarakat. data. mempunyai . He awe anal tear of authority diminish as he finds teachers and .um‡. is tidak mementingkan formalitas. He has more energy for learning because he has less fear of constant evaluation and punishment. Bagi Rogers yang penting adalah aktivitas dan interaksi. siswa guru. 4. Kurikulum dikembangkan dalam konteks harapan warga masyarakat. dengan anak. 7.

berupa pengumpulan data yang bersifat menyeluruh. implementasi dari keputusan yang diambil dalam tindakan pertama. dan salah satu cara untuk mencapai hal itu adalah dengan prosedur action research. (3) sebagai bahan untuk menilai kembali dan mengadakan modifikasi. (2) sebagai bahan pemahaman tentang masalah yang dihadapi. Suatu perilaku/kemampuan yang kompleks diuraikan menjadi perilaku-perilaku yang sederhana yang tersusun secara hierarkis. 8. Tindakan ini segera diikuti oleh kegiatan pengumpulan data dan faktafakta. Penyusunan kurikulum hams memasukkan pandangan dan harapan-harapan masyarakat. Langkah. dan mengidentifikasi faktor-faktor. Siswa mempelajari perilaku-perilaku tersebut secara berangsur-angsur mulai dari yang sederhana menuju yang lebih kompleks. The Behavioral Analysis Model. Langkah pertama dari model ini adalah menentukan spesifikasi perangkat hasil belajar yang harus dikuasai siswa. bagaimana anak belajar. Dari hasil kajian tersebut dapat disusun rencana y ang menyeluruh tentang cara-cara mengatasi masalah lersebut. dan bagaimana peranan kurikulum dalam pendidikan dan pengajaran. Tumbuh kecenderungan-kecenderungan baru yang didasarkan atas hal itu. Emerging technical models Perkembangan bidang teknologi dan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai efisiensi efektivitas dalam bisnis. (4) sebagai bahan untuk menentukan tindakan lebih lanjut. kekua tan dan kondisi yang mempengaruhi masalah tersebut. juga mempengaruhi perkembangan modelmodel kurikulum. The System Analysis Model berasal dari gerakan efisiensi bisnis. mengidentifikasi tahap- . (3) The computer based model. mengadakan kajian secara saksama tentang masalah masalah kurikulum. Kedua. Langkah pertama. Langkah kedua adalah menyusun instrumen untuk menilai ketercapaian hasil-hasil belajar tersebut. ketiga. di antaranya: (1) The Behavioral Analysis Model. The system analysis model. serta tindakan pertama yang hams diambil. menekankan penguasaan perilaku atau kemampuan.pandangan tentang bagaimana pendidikan. Kegiatan pengumpulan data ini mempunyai beberapa fungsi: menyiapkan data bagi evaluasi tindakan.

Setelah diadakan pengolahan disesuaikan dengan kemampuan dan hasil-hasil belajar yang dicapai siswa disimpan dalam komputer. Kelima langkah tersebut dapat digunakan dalam berbagai situasi: individual atau kelompok kecil. diskusi. The Professional Teacher's I landboolt. Inc. Tulisan ini menyajikan suatu kerangka kerja dasar yang bersilai konseptual tentang penggunaan metode mengajar yang didasarkan atas pendekatan inkuiri. Boston: Allyn and Bacon. simulasi. ceramah).tahap ketercapaian hasil serta perkiraan biaya yang diperlukan. (1982). suatu model pengembangan kurikulum dengan memanfaatkan komputer. The Computer-Based Model. kelompok besar (seminar. sosiodrama. A New Approach. 3) Pengembangan dan evaluasi hipotesis atau pemecahan yang mungkin. membandingkan biaya dan keuntungan dari beberapa program pendidikan. Karena . guru dan calon guru untuk memahami. Hass. Curriculum Planning. Boston: Allyn and Bacon. Langkah keempat. Kerangka kerja ini dapat digunakan oleh para instruktur. metode kasus). metode yang bersifat afektif (role playing. F. Buku Acuan Hoover. debat. 2) Menyatakan konsep dalam bentuk pertanyaan yang bersifat terbuka untuk memancing sejumlah kemungkinan pemecahan. tiap unit kurikulum telah memiliki rumusan tentang hasil-hasil yang diharapkan. Kenneth I I. menganalisis dan mengaplikasikannya dalam berbagai proses pengajaran. sosiometri. Buku ini merupakan kumpulan tulisan dari sekitar 50 orang ahli kurikulum. Pengembangannya dimulai dengan mengidentifikasi seluruh unit-unit kurikulum. 4) Generalisasi yang didasarkan atas kemungkinan pemecahan. Glen. Ada lima langkah cara mengajar inkuiri yang didasarkan atas konsep ini: 1) Pengembangan konsep dasar yang merupakan landasan bagi pengajaran. Kepada para siswa dan guru-guru diminta untuk melengkapi pertanyaan tentang unit-unit kurikulum tersebut. (1980). permainan. Meskipun demikian pokok-pokok yang dibahas telah tersusun secara sistematis-logis sehingga membentuk satu kesatuan karya yang utuh.

maupun para mahasiswa yang sedang mendalami kurikulum. dimulai dengan dasar-dasar dan kriteria kurikulum yang menyangkut konsep. sekolah menengah. Keseluruhan isi buku ini. walaupun di sana sini ada saja tumpang tindih. pengetahuan. sekolah dasar. sehingga membentuk satu handbook yang lengkap. buku ini boleh dikatakan komprehensif. tersusun secara sistematis. Selanjutnya juga diuraikan kurikulum pada berbagai jenjang dan jenis pendidikan. Buku ini dapat menjadi pegangan bagi para pengajar. perencana dan pengembang kurikulum. . pendidikan tinggi dan orang dewasa. dan kriteria kurikulum. faktor-faktor sosial. perkembangan individu. belajar.ditulis oleh begitu banyak orang.

Perubahan dalam kurikulum berpengaruh pada evaluasi kurikulum. Hubungan antara evaluasi dengan kurikulum bersifat organis. hubungan tersebut merupakan hubungan sebab-akibat. hal itu disebabkan beberapa faktor: 1. dalam memahami dan membantu perkembangan siswa. Ada pihak yang berpendapat antara keduanya tidak ada hubungan. kepala sekolah dan para pelaksana pendidikan lainnya.BAB 9 EVALUASI KURIKULUM A. pandangan lama yang tidak sesuai lagi dengan tuntutan zaman. maupun pada pengambilan keputusan dalam kurikulum. Evaluasi kurikulum berkenaan dengan fenomena-fenomena yang terus berubah. Pihak yang memandang ada hubungan. sebaliknya perubahan evaluasi akan memberi warna pada pelaksanaan kurikulum. Objek evaluasi kurikulum adalah sesuatu yang berubah-ubah sesuai dengan konsep kurikulum yang digunakan. memilih metode dan alat-alat bantu pelajaran. Hasil-hasil evaluasi kurikulum dapat digunakan oleh para pemegang kebijaksanaan pendidikan dan para pengembang kurikulum dalam memilih dan menetapkan kebijaksanaan pengembangan sistem pendidikan dan pengembangan model kurikulum yang digunakan. Evaluasi kurikulum merupakan suatu usaha yang dilakukan oleh manusia yang sifatnya juga berubah. memilih bahan pelajaran. Evaluasi kurikulum sukar dirumuskan secara tegas. 2. cara penilaian serta fasilitas pendidikan lainnya. Hasil-hasil evaluasi kurikulum juga dapat digunakan oleh guru-guru. Evaluasi dan Kurikulum Evaluasi kurikulum memegang peranan penting baik dalam penentuan kebijaksanaan pendidikan pada umumnya. tetapi ada pihak lain yang menyatakan keduanya mempunyai hubungan yang sangat erat. Evaluasi dan kurikulum merupakan dua disiplin yang berdiri sendiri.angsur diganti dengan pandangan baru yang lebih . 3. secara berangsur. dan prosesnya berlangsung secara evoltisioner.

Becher tentang pengembangan kurikulum dan evaluasi kurikulum. yang menekankan pada What ought to be. Sebagai contoh. Inggris menyatakan bahwa: Tiap program pengembangan kurikulum mempunyai style dan karakteristik tertentu. Evaluasi juga meliputi rentangan yang cukup luas. kemampuan dan kemajuan siswa. teori dari Ralph Tylor dan Benyamin Bloom. Komponen-komponen kurikulum yang dievaluasi juga sangat luas. Hilda Taba menjelaskan hal-hal yang dievaluasi dalam kurikulum. Konsep R. yaitu meliputi: . hasil program evaluasi kurikulum akan mempengaruhi pelaksanaan praktik kurikulum. tetapi juga desain dan implementasi kurikulum. Program evaluasi kurikulum bukan hanya mengevaluasi hasil belajar siswa dan proses pembelajarannya. mulai dari yang bersifat sangat informal sampai dengan yang sangat formal. tetapi kemudian berkembang kepada yang bersifat preskriptif. kemampuan dan unjuk kerja guru.A. Evaluasi merupakan kegiatan yang luas. kompleks dan terus-menerus untuk mengetahui proses dan basil pelaksanaan sistem pendidikan dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan. seorang ahli pendidikan dari Universitas Sussex.R. Pada tingkat yang lebih formal evaluasi kurikulum meliputi pengumpulan dan pencatatan data. sedangkan pada tingkat yang sangat formal berbentuk pengukuran berbagai bentuk kemajuan ke arah tujuan yang telah ditentukan. sarana. Becher. fasilitas dan sumber-sumber belajar. Konsep-konsep evaluasi kurikulum yang bersifat preskriptif. Seorang evaluator akan menyusun program evaluasi kurikulum sesuai dengan style dan karakteristik kurikulum yang dikembangkannya.A. demikian juga dengan teori evaluasi kurikulumnya. pada mulanya bersifat deskriptif yaitu menekankan pada What is it?. dan evaluasi dari program tersebut akan memperlihatkan style dan karakteristik yang sama pula. Juga terjadi sebaliknya. berisikan pedoman-pedoman praktis bagi pengembangan kurikulum. Pada tingkat yang sangat informal evaluasi kurikulum berbentuk perkiraan. mempunyai tempat dalam konsep kurikulum yang bersifat preskriptif pula. dan lain-lain. dugaan atau pendapat tentang perubahan-perubahan yang telah dicapai oleh program sekolah.

Tes standar tersebut ada . diagnostic worth and validity and integration (Doll. the relative importance of various subject. yaitu acknowledge presence of values and valuing. Apa yang dikemukakan di atas merupakan konsep evaluasi kurikulum yang sangat luas yang mencakup seluruh komponen dan kegiatan pendidikan. 1976: 362-363). continuity. bersifat menyeluruh dan terus-menerus. diperlukan persyaratan-persyaratan tertentu. berfungsi diagnostik dan terintegrasi. Instrumen yang digunakan untuk mengevaluasi dimensi kuantitatif berbeda dengan instrumen untuk mengevaluasi aspek-aspek perkembangan dan prestasi yang dicapai anak. 1962: 310).Objective. Luas atau sernpitnya suatu program evaluasi kurikulum sebenarnya ditentukan oleh tujuannya. yaitu hanya ditekankan pada hasil-hasil yang dicapai oleh murid. Suatu evaluasi kurikulum harus memiliki nilai dan penilaian. 1976: 364). mengemukakan syaratsyarat suatu program evaluasi kurikulum. much of the program is to be evaluated? The other dimension is that of quality-what goals are being highlighted in this evaluation and how does achievement of the goals as sure quality (Doll. One dimension is that of quantity. Apakah evaluasi tersebut ditujukan untuk menilai keseluruhan sistem kurikulum atau hanya komponen-komponen tertentu dalam sistem kurikulum tersebut. the capacities of the students. comprehensiveness. the quality of personnel in charger of it. Evaluasi kurikulum juga bervariasi bergantung pada dimensi-dimensi yang menjadi fokus evaluasi. Apakah mengevaluasi keseluruhan sistem atau komponen-komponen tertentu saja. Dimensi yang bersifat kuantitatif dapat diukur dengan menggunakan berbagai bentuk alat ukur atau tes standar. Doll (1976). agar hasil evaluasi tersebut tetap bermakna. it scope. Salah satu dimensi yang sering mendapat sorotan adalah dimensi kuantitas dan kualitas. Curriculum evaluation may be defined as the estimation of the growth and progess of students toward objectives or values of the curriculum (Wright. 1966: 303). orientation to goals. the degree to which objectives are implemented. punya tujuan atau sasaran yang jelas. Evaluasi kurikulum sering juga dibatasi secara sempit. the equipment and materials and so son (Taba.

Penekanan kepada isi kurikulum. diagnostic test.teori tentang kurikulum. dan pada konser konsep yang diambil dari ilmu perilaku manusia ini menunjukkan betapa luasnya teori. Ketiga. Secara sederhana teori kurikulum dapat diklasifikasikan atas teori-teori yang lebih menekankan pada isi kurikulum. Pertama. scholastic aptitude test. temperament and adjustment inventories. Strategi pengembangan yang menekankan isi. . karena didorong oleh tuntutan untuk menguatkan kembali nilai-nilai moral dan budaya dari masyarakat. tetapi sangat mempengaruhi pengembangan kurikulum. sedangkan titik tolak pada pandangan filosofis akan lebih menekankan pada disiplin-disiplin keilmuan. Kedua. nominating techniques. karena perubahan dasar filosofis tentang struktur pengetahuan. tetapi juga terus mendapat penyempurnaan atau pembaharuan Sebab-sebab yang mendorong pembaharuan ini bermacam-macam. dan lain-lain. penguatan kembali nilai-nilai moral dan budaya akan meminta perhatian yang lebih besar pada kumpulan ilmu pengetahuan masa lalu. 1966: 306). dan lain-lain. pada dasar-dasar filosofis. Tes standar yang mengukur kecerdasan dan bakat umpamanya: intelligence test. dan tes standar yang mengukur achievement seperti subject areas test. Instrumen yang sering digunakan untuk mengevaluasi dimensi kualitatif umpamanya: questionnaire. pada situasi pendidikan serta pada organisasi kurikulum.yang diperuntukkan mengukur kemampuan yang bersifat potensial (kecerdasan. Konsep Kurikulum Kurikulum merupakan daerah studi intelek yang cukup luas. karena adanya tuntutan bahwa kurikulum harus lebih berorientasi pada pekerjaan. Banyak teori tentang kurikulum berupa teori menekankan pada rencana. B. (Writht. interviews. bakat) dan ada pula yang diperuntukkan mengukur kemampuan nyata atau achievement. Faktor-faktor tersebut tidak timbul dari atau tidak ada hubungannya dengan sistem institusi persekolahan. orientasi kepada pekerjaan akan lebih banyak melihat ke masa depan. Pengaruhnya terhadap pengembangan kurikulum umpamanya. prognostic aptitude test. and annecdotal records. yang lain pada inovasi. merupakan yang paling lama dan banyak dipakai. special aptitude test. interest inventories. survey test.

Salah satu atribut organisasi kurikulum yang didasarkan pada pengetahuan (knowledge based curriculum). kurikulum daerah pesisir. Tujuannya adalah menghasilkan kurikulum yang benar-benar merefleksikan dunia kehidupan dari lingkungan anak. Tipe kurikulum ini lebih menekankan pada masalah di mana (where). Tipe kurikulum ini lebih menekankan pada masalah di mana (where). Secara teoretis kurikulum yang menekankan isi dapat diukur. Kurikulum yang menekankan situasi pendidikan akan sangat beraneka. bersifat khusus. Kurikulum ini bertujuan mencari kesesuaian antara kurikulum dengan situasi di mana pendidikan berlangsung. kurikulum kelompok masyarakat nelayan. Pengembangan kurikulum yang menekankan isi bersifat material centered. Pengetahuan sebagai isi kurikulum mempunyai nilai intrinsik. seperti kurikulum pedesaan. Kurikulum ini memandang murid sebagai penerima resep yang pasif. Kurikulum yang menekankan situasi pendidikan akan sangat beraneka. sangat memperhatikan dan disesuaikan dengan lingkungannya) Tipe ini akan menghasilkan kurikulum berdasarkan situasi-situasi lingkungan. bersama dengan teman-temannya yang lain dicetak melalui blue print masyarakat. Ini merupakan engineering approach. pegunungan dan sebagainya. Tujuannya adalah menghasilkan kurikulum yang benar-benar merefleksikan dunia kehidupan dari lingkungan anak. dibandingkan dengan kurikulum yang menekankan isi. Melalui proses diseminasi mereka dapat menggunakan teknik produksi massa untuk mendapatkan pendidikan massal. sesuatu yang akan diwariskan.Apapun titik tolaknya. dibandingkan dengan . Penekanan pada situasi pendidikan. Anak dianggap bahan kasar yang tidak berdaya. kurikulum daerah pesisir. Penekanan pada situasi pendidikan. sesuatu yang baru atau diperbah arui. kurikulum kelompok masyarakat nelayan. penekanan pada isi kurikulum akan membawa beberapa akibat. memungkinkan pengembangan dalam jumlah besar. sangat memperhatikan dan disesuaikan dengan lingkungannya) Tipe ini akan menghasilkan kurikulum berdasarkan situasi-situasi lingkungan. pegunungan dan sebagainya. mempunyai tujuan yang apabila telah ditransfer pada anak dapat dikuasai oleh anak. seperti kurikulum pedesaan. bersifat khusus.

pengajaran dengan bantuan komputer) dengan konsep pengajaran (perkembangan) dari Bruner dan Jean Piaget. umpamanya antara konsep sistem instruksional (pengajaran berprogram. keduanya sangat mempengaruhi perkembangan kurikulum tipe ini. Dalam pembelajaran model sistem instruksional aktivitas murid sangat ditekankan. tetapi aktivitas ini merupakan aktivitas yang sudah dirancang secara ketat.organisasi. mengevaluasi kurikulum yang menekankan pada situasi sangat sulit. masa pengembangannya juga relatif lebih singkat daripada desiminasinya. peranan guru dalam mengembangkan dan rnenerapkan kreasinya sangat besar. Siswa mempunyai kesempatan.kurikulum yang menekankan isi. perhatian sangat ditumpahkan pada mempersiapkan kebun atau sawah. Pengetahuan dianggap bersifat relatif terhadap situasi-situasi yang khusus sesuai dengan kondisi setempat. Tipe kurikulum ini sangat menekankan pada proses belajar-mengajarjMeskipun dengan berbagai perbedaan dan di sana sini ada pertentangan. dan didorong untuk berinovasi. sehingga cukup sulit merancang alat penilaian yang dapat mencakup skala yang agak luas. tetapi aktivitas ini bukan yang telah diprogramkan secara ketat. lebih menunjukkan fleksibilitas dalam interpretasi dan pelaksanaannya. Perbedaan yang sangat jelas antara kurikulum yang menekankan organisasi dengan yang menekankan isi dan situasi. Dalam belajar aktif tersebuI penguasaan bahasa serta proses mental dari si pelajar sangat memegang . adalah memberikan perhatian yang sangat besar kepada si pelajar atau siswa. Sifat lain tipe ini adalah kurang atau tidak menekankan pada spesifikasi isi dan . Perencanaan dan pelaksanaan pengajaran sangat beraneka. Dalam konsep belajar dari Bruner juga peranan aktif dari siswa sangat ditekankan. menyatakan kreativitasnya. Siswa tidak mungkin melakukan halhal atau kegiatan di luar yang telah diprogramkan. Kurikulum disusun sesuai dengan keadaan tanah. pengajaran modul. Secara teoretis. alam setempat. Kurikulum ini ruang lingkupnya sempit. Kesulitan lain adalah juga dalam menentukan standar kriteria. Kalau kurikulum yang menekankan pada isi merupakan engineering approach maka kurikulum yang menekankan situasi lebih mendekati gardening approach. Kurikulum ini bertujuan mencari kesesuaian antara kurikulum dengan situasi di mana pendidikan berlangsung. Penekanan pada organisasi.

perbedaan penekanan dalam kurikulum mengakibatkan perbedaan dalam pola rancangan. Implementasi dan Evaluasi Kurikulum Di muka telah diutarakan bahwa. memusatkan perhatiannya pada sekuens-sekuens belajar serta organisasi bahan pelajaran yang disusun melalui elaborasi isi dan prosedur pengukuran. berbeda dengan yang menekankan situasi. Tes yang disusun akan banyak menyangkut proses belajar yang bersifat umum. Tipe kurikulum ini secara relatif bersifat lepas dari situasi lingkungan atau situation free. C. biologi dan social. tujuannya dapat dicapai dengan cara yang berbedabeda. memberikan perhatian besar pada analisis pengetahuan baru yang ada. isi kurikulum tidak spesifik. Apakah dalam bentuk sistem instruksional ataupun dalam sistem pengajaran (perkembangan) dari Bruner. berlaku dalam lingkungan yang cukup luas. Konsep kurikulum yang menekankan isi. Secara teoretis penyusunan tes yang spesifik dapat dibuat. dalam pengembangan serta dalam desiminasinya. konsep situasi menuntut penilaian secara rinci tentang lingkungan belajar. Inti kurikulum bukan terletak pada bahanbahan yang dipelajari anak tetapi pada teacher's guide. dan konsep organisasi memberi perhatian . Anak menurut Bruner merupakan hasil yang sangal kompleks dari sejarah. dan evaluasi). maka kurikulum yang menekankan pada organisasi. menguasai bahasa dan menguasai kemamption kemampuan kognitif. harus berpartisipasi secara aktil dalam lingkungan belajar. Kurikulum yang menekankan masalah belajar-mengajar (menekankan organisasi) sebenarnya lebih dekat kepada pendekatan kurikulum yang bersifat umum (generalized curriculum). kalau penyusunan tes hasil belajar didasarkan pada tujuan. Kurikulum yang menekankan organisasi juga sesungguhnya sukar untuk diukur. kurikulum yang menekankan pada organisasi. tetapi seperti telah diutarakan di muka. sintesis. tesnya akan lebih ban yak mengukur tujuan-tujuan tingkat tinggi pada klasifikasi Bloom (analisis. Lebih jauh. Kurikulum yang menekankan pada organisasi menolak pendapat bahwa penguasaan pengetahuan merupakan alat untuk mencapai tujuan.peranan utama.

Penyebaran ini lebih merupakan pembaharuan dari dalam dan bukan karena paksaan atau keharusan dari luar. Kurikulum yang menekankan situasi. Dengan demikian penyebaran kurikulum ini memiliki network yang terpisah. Proyek ini disiapkan untuk meningkatkan usia anak yang meninggalkan sekolah. Sebaliknya penyebaran kurikulum yang menekankan situasi sangat mementingkan penyiapan unsur-unsur yang terkait (catalyc ingredient).besar pada struktur dan sekuens belajar. tetapi masingmasing dapat menyesuaikan diri serta mencari keserasian antara arahan yang dibersifat pusat dengan tuntutan kebutuhan dan sifat-sifat lokal. Meskipun demikian perhatian harus cukup banyak dipusatkan pada struktur konsep yang tidak tampak (covert) daripada analisis tujuan yang tampak (overt). CARE (Centre for Applied Research in Education) di Universitas East Anglia Norwegia. Kurikulum yang menekankan organisasi. waktu untuk mempersiapkannya lebih pendek. Pengembangan kurikulum yang menekankan isi. Salah satu kesimpulan dari hasil evaluasi mereka adalah hasil hasil yang dicapai oleh guru-guru yang terlatih (yang mengerti maksud serta latar belakang . Proyek ini juga memiliki suatu tim evaluasi. sedangkan kurikulum yang menekankan organisasi waktu persiapannya hampir sama dengan kurikulum yang menekankan isi. strategi penyebarannya sangat mengutamakan latihan guru. para administrator. disediakan bagi anak usia 14 sampai 16 tahun dan yang kecerdasannya di bawah rata-rata. Salah satu proyeknya yang pertama adalah Nuffield/Schools Council Humanities Curriculum Project tahun 1967. Pengembangan kurikulumnya bersifat lokal. membutuhkan waktu mempersiapkan situasi belajar dan menyatukannya dengan tujuan pengajaran yang cukup lama. Banyak kesulitan yang dialami dalam proyek ini. Tipe kurikulum ini mengikuti model penyebaran (difusi) dari pusat ke daerah). dan khan. yang paling kritis adalah mengenai komunikasi antara tim proyek dengan guru-guru. mereka dapat memaksakannya melalui jalur birokrasi. aktif dalam mengadakan pelatihan guru. meskipun umpamanya kurikulum itu kurang thaik. dan para siswa. Kurikulum yang menekankan isi sangat mengutamakan peranan desiminasi. Perbedaanperbedaan dalam rancangan tersebut mempengaruhi langkah selanjutnya. individual.

tetapi harus dihindari penjenjangan tujuan sampai pada perumusan tujuan yang sangat khusus. Dalam proyek itu dicari perbandingan materi antara proyek yang menggunakan guru yang terlatih dengan yang tidak terlatih. Salah satu pemecahan bagi masalah ini adalah dengan pendekatan yang bersifat eklektik seperti dalam proyek Kurikulum Humaniti dari CARE. Teori kurikulum dan teori evaluasi. Dalam perkembangan selanjutnya ternyata.proyek) tidak dapat dicapai oleh guru-guru yang tidak terlatih. dengan kriteria yang khusus pula. Meskipun pendekatan perbandingan banyak memberikan hasil yang berharga. tugas evaluasi lebih sulit lagi. karena konteksnya bukan terhadap guru atau satu tujuan. karena isi dan hasil kurikulum bukan hal yang utama. dengan cara mengumpulkan bahan-bahan secara studi kasus dari sekolah-sekolah proyek. seperti model pengembangan dan penyebaran dihasilkan oleh kurikulum yang menekankan isi. tetapi tujuan yang bersifat umum seperti itu akin kabur. dalam evaluasinya juga diteliti pengaruh umum dari proyek. tetapi terdapat banyak tujuan. yang utamanya adalah aktivitas dan kemampuan siswa. bahan-bahan dari hasil studi kasus memberikan hasil yang lebih berharga bagi evaluasi kurikulum. tetapi meminta waktu terlalu banyak dari para evaluator. Evaluasi kurikulum yang bebas tujuan (Goal free evaluation) dalam kebanyakan kurikulum bukan . Pendekatan yang bersifat goal free (lebih menekankan penguasaan aktual dan bukan ideal) lebih memungkinkan. Perbedaan konsep dan strategi pengembangan dan penyebaran kurikulum. juga menimbulkan perbedaan dalam rancangan evaluasi. Dengan menggunakan konsep Ralph Tylor atau Benyamin Bloom mungkin dapat dibuat suatu modifikasi dengan menyusun tujuan yang bersifat universal yang dapat digunakan pada semua situasi. Ini menunjukkan bahwa latihan guru memegang peranan penting dalam penyebaran program. Model evaluasi kurikulum berkaitan erat dengan konsep kurikulum yang digunakan. Model evaluasi kaitannya dengan teori kurikulum. dan sukar menyusun alat evaluasinya. Model evaluasi yang bersifat komparatif atau menekankan pada objektif sangat sesuai bagi kurikulum yang bersifat rasional dan menekankan isi. Dalam kurikulum yang menekankan situasi sukar disusun evaluasi yang bersifat komparatif. Pada kurikulum yang menekankan organisasi.

evaluasi. pertama evaluasi berisi suatu skala nilai moral. Peranan evaluasi kebijaksanaan dalam kurikulum khususnya pendidikan umumnya minimal berkenaan dengan tiga hal.1)111 banyak dipengaruhi oleh kebiasaan penelitian yang bersifat psikometris daripada oleh kebiasaan lama yang berupa penelitian social. evaluasi yang menekankan tujuan berkaitan erat dengan kurikulum yang menekankan pada bahan ajaran atau isi kurikulum. umpamanya (1) lebih berkenaan dengan inovasi daripada dengan kurikulum yang ada. Beberapa karakteristik dari proyek-proyek kurikulum yang telah dikembangkan di Inggris. model (pendekatan) antropologis dalam evaluasi ditujukan untuk mengevaluasi tingkah-tingkah laku dalam suatu lembaga sosial. Peranan Evaluasi Kurikulum Evaluasi kurikulum dapat dilihat sebagai proses sosial dan sebagai institusi sosial. Dengan demikian sesungguhnya terdapat hubungan yang sangat erat antara evaluasi dengan kurikulum sebab teori kurikulum juga merupakan teori dari evaluasi kurikulum. Proyek-proyek evaluasi yang dikembangkan di lnggris umpamanya. Hal ini mengandung dua pengertian. merupakan institusi sosial dari gerakan penyempurnaan kurikulum. . (4) 1(.merupakan salah satu alternatif evaluasi tetapi merupakan satu-satunya prosedur evaluasi yang paling memungkinkan. evaluasi dan penentuan keputusan. Kedua. Evaluasi sebagai moral judgement. evaluasi berisi suatu perangkat kriteria praktis berdasarkan kriteria-kriteria tersebut suatu hasil dapat dinilai. Model evaluasi yang bersifat komparatif berkaitan erat dengan tingkahtingkah laku individu. Macam-macarn model evaluasi yang digunakan bertumpu pada aspekaspek tertentu yang diutamakan dalam proses pelaksanaan kurikulum. Konsep utama dalam evaluasi adalah masalah nilai. berdasarkan skala tersebut suatu objek evaluasi dapat dinilai. Hasil dari suatu evaluasi berisi suatu nilai yang akan digunakan untuk tindakan selanjutnya. (2) lebih berskala nasional daripada lokal. sejarah. yaitu : evaluasi sebagai moral judgement. struktur serta interest sendiri. Evaluasi kurikulum sebagai institusi sosial mempunyai asal-usul. D. dan konsensus nilai. (3) dibiayai oleh vim/ dari luar yang berjangka pendek daripada oleh anggapan tetap. juga di negara-negara lain.

mereka yang lebih menekankan pengumpulan informasi memandang terlepas atau tidak melibatkan nilai-nilai. Michael Scriven (1969) dari Universitas Indiana. or bad. Dalam evaluasi kurikulum salah satu hal yang sering menjadi inti perdebatan antara para ahli adalah pemisahan antara pengumpulan dan penyusunan informasi dengan penentuan keputusan. minimal meliputi dua kegiatan. Perbedaan pendapat mengenai hal ini akan direfleksikan dalam perbedaan-perbedaan perumusan tentang evaluasi. tetapi juga memperlihatkan adanya perbedaan karakteristik. Kutipan-kutipan di atas bukan saja melukiskan perbedaan tekanan pada pengumpulan informasi atau pada penentuan keputusan. Its (the evaluator's) task is to try very hard to condense all that mass of data into one word: good. pemilihan teknik penentuan sampel serta penyajian hasil penelitian selalu melibatkan atau menyangkut masalah nilai-nilai. maka pertalian antara informasi pendidikan yang diperoleh dengan keputusan yang diambil tidak selalu sama. obtaining and providing useful information for delinating. Dalam kegiatan yang kedua. Nilai-nilai . mengalami perkembangan pula. sebab baik pada pemilihan masalah yang akan diteliti. memberikan perumusan tentang tugas evaluator. Perkeinbangan ini terutama berkenaan dengan perkembangan atau perubahan nilai-nilai. Atas dasar kerangka nilainilai tersebut maka keputusan pendidikan diambil. tetapi belum menunjukkan suatu evaluasi. pertama mengumpulkan informasi dan kedua menentukan suatu keputusan. Hal itu tidak benar. Daniel Stufflebeam (1971) merumuskan evaluation is the process of delinating. obtaining and providing useful information for judging decision alternatif.Evaluasi bukan merupakan suatu proses tunggal. salah satu tugas dari para evaluator pendidikan mempelajari kerangka nilai-nilai tersebut. pengumpulan data. Karena masalah-masalah dan konsep-konsep dalam pendidikan selalu mengalami pengembangan. Kegiatan yang pertama mungkin juga mengandung segisegi nilai (terutama dalam memilih sumber informasi dan jenis informasi yang akan dikumpulkan). Stake (1976). Oleh karena itu. dari Universitas Illinois merumuskan evaluation is an observed value compared to some standard. yaitu menentukan keputusan menunjukkan suatu evaluasi. dasar pertimbangan yang digunakan adalah suatu perangkat nilai-nilai.

Siapa pengambil keputusan dalam pendidikan atau khususnya dalam pelaksanaan kurikulum. atau dari subjek yang dinilai. pengembang kurikulum. tiap pengambil keputusan dalam proses evaluasi memegang posisi nilai yang berbeda. Pada prinsipnya tiap individu di atas membuat keputusan sesuai dengan posisinya. kepala sekolah. sesuai dengan posisinya. dan sebagainya. dan sebagainya. dan sebagainya berbeda-beda. hal ini dipengaruhi oleh kebiasaan pemisahan pekerjaan administrator dan peneliti. Masalah yang timbul adalah. Murid mengambil keputusan sesuai dengan posisinya sebagai murid. Beberapa hasil evaluasi menjadi bahan pertimbangan bagi murid untuk mengambil keputusan apakah ia harus lebih rajin belajar atau tidak. apakah ia harus memilih jurusan IPA atau IPS. yaitu: guru. orang tua. Jadi. ia mengambil keputusan bagi kepentingan seorang atau beberapa orang mu. Apabila terdapat perbedaan nilai antara mereka. pengumpul data adalah pengambil keputusan juga. Guru mengambil berbagai keputusan sesuai dengan posisinya sebagai guru. Lain halnya dengan keputusan yang diambil oleh seorang guru.rid. Evaluasi dan penentuan keputusan. Dalam pendidikan perbedaan formal tersebut tidak ada. sebagian besar berkenaan dengan kepentingan dirinya. Demikian juga lingkup keputusan yang diambil oleh kepala sekolah. Pemisahan antara pengumpulan informasi dengan penentuan keputusan merupakan salah satu karakteristik institusional. pengembang kurikulum. Salah satu kesulitan yang dihadapi dalam penggunaan hasil evaluasi bagi pengambilan keputusan adalah. dapat timbul ketegangan atau konflik.tersebut baik dilihat dari evaluasi. Siapa di antara mereka yang memegang peranan paling besar dalam penentuan keputusan. hasil evaluasi yang diterima oleh berbagai pihak pengambil keputusan adalah sama. para sponsor. Besar atau kecilnya peranan keputusan yang diambil oleh seseorang sesuai dengan lingkup tanggung jawabnya serta lingkup masalah yang dihadapinya pada suatu saat. Dengan perkataan lain penentuan keputusan yang diambil oleh murid. apakah hasil evaluasi . inspektur. murid. Pengambil keputusan dalam pelaksanaan pendidikan atau kurikulum banyak. atau dapat pula mengambil keputusan bagi seluruh murid. para inspektur.

Bagaimana caranya agar di antara mereka terdapat kesatuan penilaian. administrator. guru. Para partisipan dalam evaluasi pendidikan dapat terdiri atas: orang tua. Dalam model penelitian tersebut keseluruhan kegiatan dapat digambarkan dalam suatu flow chart yang merumuskan secara operasional input (pre test) caracara kegiatan (treatment) serta output (post test). tetapi beberapa pengalaman menunjukkan bahwa hal itu tidak mungkin. dan sebagainya. pengembang kurikulum. Pernah dimimpikan bahwa para partisipan tersebut merupakan suatu kelompok yang homogen sebagai pengambil keputusan atas hasil penelitian. Dalam berbagai situasi pendidikan serta kegiatan pelaksanaan evaluasi kurikulum sejumlah nilai-nilai dibawakan oleh orang-orang yang turut terlibat (berpartisipasi) dalam kegiatan penilaian atau evaluasi. tetapi kritik atau kesulitan tersebut yang paling utama adalah dalam merumuskan tujuan-tujuan khusus yang dapat diterima oleh seluruh partisipan evaluasi kurikulum serta perencanaan kurikulum. Evaluasi dan konsensus nilai. Secara historis konsensus nilai dalam evaluasi kurikulum berasal dari tradisi tes mental serta eksperimen. . Konsensus tersebut berupa kerangka kerja penelitian. Sudah tentu jawabannya belum tentu.tersebut dapat bermanfaat bagi semua pihak. murid. penerbit. tetapi kurang bermanfaat bagi pihak yang lain. dan seterusnya. ahli politik. Model penelitian di atas merupakan suatu social engineering atau system approach dalam pendidikan. Dalam bagian yang terdahulu sudah dikemukakan bahwa penelitian pendidikan dan evaluasi kurikulum sebagai perilaku sosial berisi nilai-nilai. penggunaan analisis statistik dari pre test dan post test dan lain-lain. pengukuran prestasi belajar yang bersifat behavioral. kepentingan nilai-nilai serta pengalaman tersendiri. yang dipusatkan pada tujuan-tujuan khusus. Kesatuan penilaian hanya dapat dicapai melalui suatu konsensus. arsitek. ahli ekonomi. Juga di antara partisipan harus ada persetujuan tentang tujuan-tujuan mana yang paling penting. Suatu informasi mungkin lebih bermanfaat bagi pihak tertentu. Mereka mempunyai sudut pandangan. Model di atas mendapatkan beberapa kritik.

E. Keberhasilan dalam ujian pengetahuan dan kemampuan skolastik. tetapi juga oleh keadaan masyarakat di mana buku -buku sumber (teks) pengetahuan secara relatif tidak berubah selama dua abad. yang memandang bahwa otak yang lebih baik mampu menguasai fakta lebih banyak. dalam penggunaan model di atas juga harus ada konsensus tentang siapa di antara para partisipan tersebut yang turut terlibat secara langsung. maka jenis-jenis kemampuan tertentu dipandang menunjukkan status lebih tinggi dibandingkan dengan kemampuan lainnya. Ujian sebagai Evaluasi Sosial Sejak diperkenalkannya sistem ujian atau tes untuk umum di Amerika Serikat dan negara-negara lain. Pendekatan evaluasi yang bersifat goal free bertolak dari sikap kebudayaan yang majemuk (cultural pluralism). Menguji adalah mengevaluasi kemampuan individu.Selain harus terdapat konsensus tentang tujuan-tujuan yang akan dicapai. Penguasaan pengetahuan dan kemampuan skolastik umpamanya sering dipandang memiliki status lebih tinggi daripada penguasaan kemampuan yang lainnya. memandang bahwa tiap pandangan sama baiknya. Karena model ini mempunyai beberapa keberatan. Tanpa adanya persetujuan tentang hal-hal tersebut maka sukar untuk dapat menyusun flow chart yang definitif. karena bertitik tolak dari tujuan-tujuan yang khusus. Model system approach atau model social engineering bersifat goal based evaluation. Westminster Shorter . Dengan adanya ujianujian tersebut. Dalam evaluasi kurikulum sudah tentu pandangan ini mempunyai kesulitan yang cukup besar. selama bertahun-tahun ditentukan oleh kemampuan mengingat faktafakta. Sikap kebudayaan yang majemuk mempunyai dasar relativis. pengukuran yang berbentuk umum (publik) tersebut merupakan salah satu model evaluasi dalam pendidikan. maka berkembang model evaluasi yang lain yang lebih bersifat goal free evaluation. Evaluasi model ini dapat ditemukan pada para peneliti yang memandang pekerjaannya semata-mata hanya sebagai pengumpulan data. Dengan demikian evaluasi juga bersifat relatif. Kecenderungan ini bukan saja didasari oleh teori psikologi lama. sebab alat-alat evaluasi yang drgunakan bertolak dari dasar posisi nilai yang berbeda.

Apakah sistem ini dipandang baik atau jelek bergantung pada pandangan yang menggunakannya. Barry Mc Donald (1975). Kalau untuk mengukur kemampuan siswa digunakan istilah examination atau assessment maka untuk penilaian keseluruhan situasi sekolah atau kurikulum lebih tepat digunakan istilah evaluation. Ujian bukan saja menunjukkan nilai pengetahuan atau kemampuan secara sosial. Dalam dua dekade pertama dari abad 20 sejumlah ahli psikologi dikumpulkan dalam satu komisi untuk menyusun tes kecerdasan.Catechism umpamanya digunakan sebagai buku teks di sekolah-sekolah di Scotlandia dari abad 17 sampai 19. pembiayaan sekolah. Sistem ujian yang mempunyai nilai historis ini juga digunakan untuk mengontrol efisiensi dan efektivitas pelaksanaan sekolah. dan demokratik. penyusunan rancangan dan pemeliharaan sekolah diperlukan sistem pengumpulan data serta penilaian yang lain. yaitu menilai tentang keadaan murid. Hasilnya digunakan untuk menyeleksi anak-anak yang akan masuk ke sekolah menengah yang tidak mampu membayar uang sekolah. otokratik. tetapi juga telah merupakan peraturan dari sekolah. Karena adanya berbagai kemajuan dalam masyarakat. . yaitu evaluasi birokratik. Para evaluator menyadari bahwa aneka macam kerangka kerja evaluasi mempunyai implikasi terhadap penentuan keputusan pendidikan. Pelaksanaan ujian-ujian tersebut sejalan dengan anggapan masyarakat pada waktu itu. lebih banyak digunakan untuk mengukur atau menguji kemampuan individu-individu (siswa). maka dalam perkembangan selanjutnya jenis kemampuan yaitu kemampuan menyimpulkan dipandang mempunyai nilai yang lebih tinggi. mendasarkan argumentasinya pada anggapan dasar bahwa evaluasi merupakan kegiatan politik. fasilitas sekolah. Sistem ujian seperti yang dilaksanakan di atas. kurikulum. Untuk menilai gambaran sekolah secara keseluruhan. bahwa hanya sebagian dari penduduk yang mempunyai kemampuan untuk menguasai pengetahuan pada suatu jenis sekolah atau pada jenjang sekolah tertentu. is membedakan adanya tiga tipe evaluasi dalam pendidikan dan kurikulum. Kemudian tes tersebut juga digunakan sebagai alat bagi penentuan kenaikan kelas serta sebagai saringan masuk. guru. keseragaman sekolah.

atau kontrol sendiri terhadap penggunaan informasi yang diperoleh. dan efisiensi (efficiency). Tugas para evaluator adalah membantu pelaksanaan kebijaksanaan. Bila rekomendasi evaluator ditolak maka kebijaksanaannya tidak bisa dilaksanakan. dan ketercapaian sasaran (confidentiality. Evaluator menerima kebijaksanaan dari pemegang jabatan. merupakan suatu layanan yang bersifat unconditional terhadap lembaga-lembaga pemerintahan yang memiliki wewenang kontrol terbesar dalam alokasi sumber-sumber pendidikan. dan is mempunyai wewenang penuh dalam bidangnya. Evaluator tidak mempunyai kekuasaan sendiri. Konsep utama evaluator otokratik adalah evaluasi yang bersifat prinsipil dan objektif (principles and objectivity). negosiasi. Prinsip utama evaluasi birokratik adalah pelayanan (service). penggunaan (utility).Evaluasi birokratik. Evaluasi demokratik. Peranan evaluator tidak dicampuri oleh pihak yang dilayaninya. Sebagai contoh Mc Donald memandang bahwa pelaksanaan evaluasi di Amerika Serikat dewasa ini bersifat birokratik. Teknik pengumpulan dan penyajian data yang digunakan harus dapat dipahami oleh penerima informasi yang bukan ahli. Kriteria keberhasilannya adalah pihak yang dilayaninya seluas-luasnya. Evaluasi ini menganut nilai pluralisme serta mengusahakan memenuhi berbagai minat masyarakat dalam memberikan informasi. tentang program-program pendidikan. dan evaluator bertindak sebagai perantara dalam pertukaran informasi di antara kelompokkelompok yang berbeda. dengan menggunakan berbagai informasi yang diperoleh akan membantu mereka mencapai tujuan dari kebijaksanaan yang telah digariskan. kedudukan . Konsep utama evaluator demokratis adalah kerahasiaan. ketentuan-ketentuan hukum dan moral dari birokrasi. Sumber kekuataan evaluator adalah penelitian kemasyarakatan. merupakan layanan evaluasi terhadap lembagalembaga pemerintah yang mempunyai wewenang kontrol cukup besar dalam mengalokasikan sumber-sumber pendidikan. and accessibility). Evaluasi otokratik. merupakan layanan pemberian informasi terhadap masyarakat. Tugasnya adalah memberikan informasi terhadap kelompok-kelompok masyara kat. musyawarah. karena kenyataannya evaluasi sebagian besar dibiayai oleh pemerintah pusat atau negara bagian.

meliputi sejumlah prosedur. Tes psikologis atau tes psikometrik pada umumnya mempunyai dua bentuk. pupuk dan sebagainya terhadap produktivitas suatu macam benih. suatu elemen dalam proses sosial dihubungkan dengan perkembangan pendidikan. Evaluasi model penelitian Model evaluasi kurikulum yang menggunakan model penelitian didasarkan atas teori dan metode tes psikologis serta eksperimen lapangan. meliputi banyak kegiatan. memiliki banyak segi. 1. Eksperimen lapangan dalam pendidikan. anak dapat disamakan dengan benih. Lembaga-lembaga pendidikan setempat berada di bawah lembaga-lembaga pusat yang memberikan biaya. . Dari percobaan tersebut dapat diketahui benih mana yang paling produktif. Bagian ini membahas perkembangan evaluasi kurikulum. Para ahli botani pertanian mengadakan percobaan untuk mengetahui produktivitas bermacam-macam benih. dimulai tahun 1930 dengan menggunakan metode yang biasa digunakan dalam penelitian botani pertanian. Evaluasi kurikulum juga merupakan suatu fenomena yang multifaset. F. Model-Model Evaluasi Kurikulum Evaluasi kurikulum merupakan suatu tema yang luas. Model eksperimen dalam botani pertanian dapat digunakan dalam pendidikan. yaitu evaluasi kurikulum sebagai fenomena sejarah. Percobaan serupa dapat juga digunakan untuk mengetahui pengaruh tanah.evaluator berbeda-beda di bawah lembaga-lembaga federal. bahkan dapat merupakan suatu lapangan studi yang berdiri sendiri. Untuk mengetahui tingkat kesuburan benih (anak) serta hasil yang dicapai pada akhir program percobaan dapat digunakan tes (pre test dan post test). yaitu tes inteligensi yang ditujukan untuk mengukur kemampuan bawaan. Beberapa macam benih ditanam pada petak -petak tanah yang memiliki kesuburan dan lain-lain yang sama. serta tes hasil belajar yang mengukur perilaku skolastik. sedang kurikulum serta berbagai fasilitas serta sistem sekolah dapat disamakan dengan tanah dan pemeliharaannya.

adalah mengadakan yang pembandingan kelompok umpamanya menggunakan dua metode belajar yang berbeda. hipotesis. Ketiga. kesulitan administratif. Kelompok mana yang lebih baik atau lebih berhasil? Apakah keberhasilan metode tersebut dapat ditransfer ke metode yang lain? Rancangan penelitian lapangan ini membutuhkan persiapan yang sangat teliti dan rinci. Evaluasi ini sering disebut evaluasi formatif. Salah satu pendekatan dalam evaluasi yang enggunakan antara dua eksperimen macam lapangan anak. pengaruh guru. ada keterbatasan mengenai manipulasi eksperimen yang dapat dilakukan. Para evaluator juga mempunyai peranan menghimpun pendapat-pendapat orang luar tentang inovasi kurikulum yang dilaksanakan. Evaluasi model objektif Evaluasi model objektif (model tujuan) berasal dari Amerika Serikat. tes hasil belajar dan sebagainya. Keempat. 2. Evaluasi dilakukan pada akhir pengembangan kurikulum. Kedua. sukar untuk mencampurkan guru-guru untuk mengajar pada kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. Perbedaan model objektif dengan model komparatif adalah dalam dua hal.Comparative approach dalam evaluasi. Besarnya sampel. evaluasi merupakan bagian yang sangat penting dari proses pengembangan kurikulum. Dalam botani pertanian dengan rancangan yang sangat sempurna dapat memanipulasi eksperimen sampai 25 treatment. Dalam hal-hal tertentu sering evaluator bekerja sebagai bagian dari tim pengembang. yaitu kesulitan menciptakan kondisi kelas yang sama untuk kelompok-kelompok yang diuji. kurikulum . kegiatan penilaian ini sering disebut evaluasi sumatif. perlu dirumuskan secara tepat dan rinci. treatment. Ada beberapa kesulitan yang dihadapi dalam eksperimen tersebut. Pertama dalam model objektif. Informasi-informasi yang diperoleh dari hasil penilaiannya digunakan untuk penyempurnaan inovasi yang sedang berjalan. tetapi dalam penelitian pendidikan tidak mungkin dapat melakukan treatment sebanyak itu.guru tersebut sukar dikontrol. Kelompok pertama belajar membaca dengan metode global dan kelompok lain menggunakan metode unsur. masalah teknis dan logis. Pertama. sedikit sekali sekolah yang bersedia dijadikan sekolah eksperimen. Kedua. variabel yang terkontrol.

Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh tim pengembang model objektif. 2.tidak dibandingkan dengan kurikulum lain tetapi diukur dengan seperangkat objektif (tujuan khusus). Keberhasilan pclaksanaan kurikulum diukur oleh penguasaan siswa akan tujuan-tujuan tersebut. analysis. tetapi dalam model objektli hal itu tidak menjadi soal. Mereka membagibagi lagi tujuan-tujuan tersebut pada sub-tujuan yang lebih khusus. Mengukur kesesuaian antara perilaku siswa dengan hasil yang diinginkan. Pendekatan inilah yang digunakan oleh Ralph Tylor (1930) dalam menyusun tes dengan titik tolak pada perumusan tujuan tes. 4. dan mencapai puncaknya dalam sistem belajar berprogram dan sistem instruksional. Tujuan dari comparative approach adalah menilai apakah kegiatan yang dilakukan kelompok eksperimen lebih baik daripada kelompok kontrolpleh karena itu. 3. Para pengembang kurikulum yang menggunakan sistem instruksional (model objektif) menggunakan standar pencapaian tujuan-tujuan tersebut. Sistem pengajaran yang terkenal adalah IPI (Individually Prescribed Instruction). sebagai asal mula pendekatan sistem (system approach). 1. application. Mereka membagi proses mental yang berhubungan dengan belajar tersebut dalam 6 kategori. Menyusun materi kurikulum yang sesuai dengan tujuan tersebut. Pada tahun 1950-an Benyamin S. Dalam IPI anak mengikuti kurikulum yang memiliki 7 unsur: . comprehension. Bloom dengan kawan-kawannya menyusun klasifikasi sistem tujuan yang meliputi daerah-daerah belajar (cognitive domain). suatu program yang dikembangkan oleh Learning Research and Development Centre Universitas Pittsburg. Merumuskan tujuan-tujuan tersebut dalam perbuatan siswa. kedua kelompok tersebut hams ekuivalen. Perumusan tujuan-tujuan dari Bloom dan kawan-kawan belum sampai pada perumusan tujuan yang bersifat behavioral. untuk itu diperlukan perumusan lebih lanjut yang sangat khusus dan bersifat behavioral. yaitu knowledge. Dasar-dasar teori Tylor dan Bloom menjadi prinsip sentral dalam berbagai rancangan kurikulum. Ada kesepakatan tentang tujuan-tujuan kurikulum. synthesis dan evaluation.

Tiap butir tes berkenaan dengan keterampilan. Suatu prosedur program testing. . yaitu strategi evaluasi yang menyatukan unsur-unsur dari kedua pendekatan tersebut. 6. 3. Kegiatan murid dalam kelas. Materi dan alat-alat pengajaran. Prosedur pengelolaan kelas. Siswa dianggap mengusai suatu unit Oa memperoleh skor minimal 80. 3. metode ini pun terlepas dari proyek evaluasi. tingkattingkat dan unit-unit. unit atau tingkat tertentu dari tujuan khusus. Model campuran multivariasi Evaluasi model perbandingan (comparative approach) dan model Tylor dan Bloom melahirkan evaluasi model campuran multivariasi. siswa hams mengambil dulu tes penempatan. dan 7. Untuk mengikuti program pendidikan. Pedoman perosedur penulisan. Tes untuk mengukur prestasi belajar anak merupakan bagian integral dan kurikulum. Program paket berisi program statistik yang secterhana yang tidak membutuhkan pengetahuan komputer untuk mengenakannya. Semua masalah pengolahan statistik dapat dikerjakan dengan komputer. Tujuan-tujuan pengajaran yang disusun dalam daerah-daerah. Bila ini sudah dikuasai berarti penguasaan siswa sudah sesuai dengan kriteria. Kegiatan guru dalam kelas. 4. Dengan berkembangnya penggunaan komputer memungkinkan studi lapangan tidak dihambat oleh kesalahan dan kelambatan. Metodemetode tersebut masuk ke bidang kurikulum setelah komputer dan program paket berkembang yaitu tahun 1960.1. 5. Strategi ini memungkinkan pembandingan lebih dari satu kurikulum dan secara serempak keberhasilan flap kurikulum diukur berdasarkan kriteria khusus dari masingmasing kurikulum? Seperti halnya pada eksperimen lapangan serta usaha-usaha awal dari Tylor dan Bloom. untuk menentukan di mana mereka harus mulai belajar. 2. Kemajuan siswa dimonitor oleh guru dengan memberikan tes yang mengukur tingkat penguasaan tujuan-tujuan khusils melalui pre test dan post test.

sedangkan dengan model ini dapat dikumpulkan sampai 300 variabel Kesulitan ketiza. dan ini lebih memungkinkan daripada 10 kelas dengan 100 pengukuran. Bila tidak ada pencampuran sekolah tekanannya pada partisipasi yang optimal.Langkah-langkah model multivariasi tersebut adalah sebagai berikut: 1. Bila semua informasi yang diharapkan telah terkumpul. 5. Mencari sekolah yang berminat untuk dievaluasi/diteliti. kemampuan komputer hanya sampai 40 variabel. Model-model evaluasi kurikulum tersebut berkembang dari dan digunakan untuk mengevaluasi model atau pendekatan kurikulum tertentu. dikenal pula beberapa model evaluasi kuiikulum ynag lebih bersifat umum. tujuan maupun situasi (Situation based curriculum). CEMREL. seperti model EPIC. Di samping model-model evaluasi kurikulum di atas. dan model CDPP. zodel campuran dapat digunakan untuk mengevaluasi baik kurikulum yang menekankan isi. podel tujuan lebih sesuai digunakan dalam pengembangan kurikulum yang menggunakan pendekatan tujuan (Goal based curriculum). meskipun model multivariasi telah mengurangi masalah kontrol berkenaan dengan eksperimen lapangan tetapi tetap menghadapi masalah-masalah pembandingan. 4. Jadi model multivariasi ini lebih sesuai bagi evaluasi kurikulum skald besar. kesulitan terlalu banyaknya varaibel yang perhi dihitung pada suatu saat. 2. . Kesulitan pertama adalah diharapkan memberikan tes statistik yang signifikan) Maka untuk itu diperlukan 100 kelas dengan 10 pengukuran. dapat disiapkan tes tambahan. maka mulailah pekerjaan komputer. Model perbandingan lebih sesuai untuk mengevaluasi pengembangan kurikulum yang menekankan isi (Content based curriculum). Sementara tim menyusun tujuan yang meliputi semua tujuan dari pengajaran umpamanya dengan metode global dan metode unsur. Tipe analisis dapat juga digunakan untuk mengukur pengaruh bersama dari beberapa variabel yang berbeda) Beberapa kesulitan dihadapi dalam model campuran multivariasi ini. 3. Pelaksanaan program.

Kubus tersebut mempunyai tiga bidang. Bidang kedua adalah "instruction" atau pengajaran. Bahan yang diuraikan mencakup perkembangan-perkem. yang meliputi organization. teacher. adminsitrator. Buku ini memberikan tekanan dan ilustrasi tentang peranan evalausi kurikulum dalam penentuan kebijaksanaan dan . riset lapangan.Model EPIC atau Evaluation Programs for Innovative Curriculums menggambarkan keseluruhan program evaluasi dalam sebuah kubus. family and community (Doll. 1976: 374). facilities and cost. method. Buku ini merupakan kumpulan tulisan beberapa ahli pendidikan yang berpengalaman dan memiliki spesialisasi dalam evaluasi kurikulum. BAGAN 9.bangan baru di Inggris pada dekade 80-an. Buku Acuan Skillback. Malcolm (ed). hasil evaluasi kelembagaan. Bidang pertama adalah behavior atau perilaku yang menjadi sasaran pendidikan yang meliputi perilaku cognitive. content. dan bidang ketiga adalah kelembagaan yang meliputi student. (1984). Evaluating the Curriculum in the Eighties. London: Houder and Stoughton. educational spesialist. tetapi telah tersusun sedemikian rupa sehingga membentuk satu pemikiran yang utuh tentang evaluasi kurikulum. Evaluasi model EPIC G. di samping hasil-hasil pemikiran yang telah lama ada. Meskipun berbentuk kumpulan tulisan. affective dan psychomotor. testing nasional.

Peacock Publishers. Inc. Penyempumaan kurikulum khususnya pendidikan umumnya. Buku ini berjudul Evaluasi Pendidikan dan Penentuan Keputusan. dan ahli adrninistrasi pendidikan. Tulisan ini cukup substansial bagi pengkajian masalah evaluasi kurikulum dan sartgat berharga bagi para ahli pengembangan dan evaluasi kurikulum. harus didasarkan atas hasil-hasil evaluasi. (1971). Meskipun demikian isinya sebagian besar menyangkut evaluasi tentang kurikulum serta pemanfaatan hasil evaluasi bagi penyempurnaan kurikulum.pengembangan kurikulum secara komprehensif dan mutakhir. Stufflebeam.ing. ahli evaluasi kurikulum. Illinois: F. . Daniel L et al. secara konseptual. ahli pendidikan. berisi suatu uraian yang menyeluruh tentang evaluasi pendidikan. Itasca. komprehensif sederhana dan praktis tetapi juga mendalam. Keseluruhan isi buku ini sangat berharga bagi para ahli dan pengembang kurikulum. Buku ini memberikan landasan bagi pelaksanaan evaluasi tersebut. Educational Evaluation. and Decision Mak.E.

Guru sebagai Pendidik Profesional Pendidikan berintikan interaksi antara pendidik (guru) dan peserta didik (siswa) untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan. Dalam diskusi pengembangan model pendidikan profesional tenaga kependidikan. tetapi tidak dapat digantilcan. Mendidik adalah pekerjaan profesional. Ketiganya membentuk suatu triangle. Aplikasi dan sosialisasi nilai-nilai profesional. 5. Dalam situasi tertentu tugas guru dapat diwakilkan atau dibantu oleh unsur lain seperti oleh media teknologi. Diperoleh dengan pendidikan dalam masa tertentu yang cukup lama. Ada pengakuan dari masyarakat dan imbalan atas layanan profesinya. Sebagai pendidik profesional. Pendidik. tetapi juga harus memiliki pengetahuan dan kemampuan profesional. 7. peserta didik. Memiliki fungsi dan signifikansi social 2. 6. 10. hilang pulalah hakikat pendidikan. 4. jika hilang salah satu komponen. 9. yang diselenggarakan oleh PPS IKIP Bandung tahun 1990. Memiliki tanggung jawab profesional dan otonomi. Didasarkan atas disiplin ilmu yang jelas. Memiliki keahlian/keterampilan tertentu. oleh karena itu guru sebagai pelaku utama pendidikan merupakan pendidik profesional. . Memiliki kode etik. Kebebasan untuk memberikan judgment dalam memecahkan masalah dalam lingkup kerjanya. yaitu: 1. dan tujuan pendidikan merupakan komponen utama pendidikan. guru bukan saja dituntut melaksanakan tugasnya secara pagesional. Keahlian/keterampilan diperoleh dengan menggunakan teori dan metode ilmiah. dirumuskan 10 ciri suatu profesi. 3.BAB 10 GURU DAN PENGEMBANGAN KURIKULUM A. 8.

profesional dan mengganggap dirinya telah memiliki profesi tersebut. 11. 6. Louis E. Enriching community activities. Sebab sebagai suatu profesi terbuka. informing. Initiating.tugas pendidikan. Evaluating. masih ada anggapan masyarakat bahwa setiap orang bisa menjadi pendidik. walaupun telah ada batas yang jelas antara pendidikan formal dengan pendidikan informal. Organizing and arranging classroom. Pada sisi lain. 9. The points are proposed. tetapi orang-orang yang tidak memiliki profesi dalam bidang pendidikan juga melaksanakan tugas -tugas pendidikan formal.tions of teaching: 1. Memang hal itu sukar dihindari. 7. 8. 5. Clarifying attitudes. Participating in school activities. showing how. problems. atau setiap orang bisa mendidik. Raths (1964). . 2. administering. 10. directing.Mungkin belum seluruh ciri profesi di atas telah dimiliki secara kokoh (sempurna) oleh para pendidik kita. Giving security. recording. Explaining. but as a broad frame work for teachers to discover more about themselves in relation to the func. Participating in professional and civic life. Diagnosing learning problems. juga tidak bisa dihindari banyaknya tenaga nonprofesional pendidikan yang melaksanakan tugas. Unifying the group. mengemukakan sejumlah kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang guru. 4. reporting. atau antara pendidikan profesional dengan nonprofesional. not as a rating scale. Making curriculum materials. 12. beliefs. mengingat banyaknya jenis dan jenjang pendidikan yang harus disediakan bagi berbagai kategori peserta didik. 3.

8. yaitu: 1. yang mencakup: a. Lebih lanjut Depdikbud (1980) merinci ketiga kelompok kernampuan tersebut menjadi 10 kemampuan dasar. b. 3. 6. Penguasaan landasan-landasan kependidikan. Pengenalan dan penyelenggaraan administrasi sekolah. Penilaian prestasi siswa. Kemampuan personal yang mencakup: a. . 7. Penguasaan bahan pelajaran beserta konsep-konsep dasar keil. c. Pengelolaan interaksi belajar-mengajar. 9. dan terhadap keseluruhan situasi pendidikan. 3. c. 5. Penguasaan materi pelajaran. Penggunaan media dan sumber pembelajaran. Penguasaan landasan dan wawasan kependidikan dan keguruan. Penguasaan proses kependidikan. Pemahaman prinsip-prinsip dan pemanfaatan hasil penelitian pendidikan untuk kepentingan peningkatan mutu pengajaran. penghayatan. yaitu kemampuan menyesuaikan diri dengan tuntutan kerja dan lingkungan sekitar. Kemampuan sosial. mencakup bahan yang akan diajarkan dan dasar keilmuan dari bahan pelajaran tersebut. 2. Kemampuan profesional. keguruan dan pembelajaran siswa.Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1980) telah merumuskan kemampuan-kemampuan yang harus dimiliki guru dan mengelompok.kannya atas tiga dimensi umum kemampuan.muannya. 4. Penampilan upaya unruk menjadikan dirinya sebagai anutan dan teladan bagi para siswanya. yaitu: 1. Penampilan sikap yang positif terhadap keseluruhan tugasnya sebagai guru. Pengelolaan kelas. 10. Pengenalan fungsi dan program bimbingan dan penyuluhan. Pengelolaan program belajar-mengajar. Pemahaman. dan penampilan nilai-nilai yang seyogianya dimiliki guru. b. 2.

karyawan.situasi tersebut. bangsa. Idealisme seharusnya dimiliki oleh setiap profesi. dan kemanusiaan. Dengan dasar rasa cinta itu guru akan berbuat yang terbaik bagi peserta didik. Kalau perbuatan mendidik hanya didorong oleh kebutuhan memperoleh nafkah. seperti kepemimpinan. Perbuatan mendidik harus dilandasi oleh sikap dan keyakinan sebagai pengabdian pada nusa. bagi pendidikan. hanya akan optimal apabila didasari oleh adanya idealisme. untuk mencerdaskan bangsa. Untuk dapat berpartisipasi dalam situasi. juga penguasaan kemampuan sosial. selain harus menguasai kemampuan teknis pendidikan. dan penguasaan bidang studi. dalam masyarakat biasa dan masyarakat profesional. sedangkan kelompok kemampuan yang kedua dan ketiga (kemampuan sosial dan personal). tidak berkenaan dengan teknis pengajaran. Penguasaan dan penggunaan dua belas kemampuan dari Rath atau sepuluh kemampuan dari Depdikbud. maupun dari kehidupan masyarakat. Penguasaan kemampuan proses hams terjalin secara utuh dengan penguasaan isi. bahkan setiap orang. dan komunikasi dengan orang lain. dan sebagainya. Sepuluh kemampuan dasar yang dirumuskan Depdikbud sebenarnya baru merupakan rincian kelompok kemampuan pertama (kemampuan profesional). Dua kemampuan terakhir dari Rath. baik yang berasal dari disiplin ilmu. Ada satu hal yang tidak dinyatakan secara eksplisit Rath yaitu penguasaan rnateri atau bahan pelajaran. padahal cukup penting. untuk melahirkan generasi pembangunan. idealisme dalam pendidikan. terhadap para siswanya. maka guru-guru hanya akan bekerja ala kadarnya. Di antara kemampuan sosial dan personal yang paling mendasar yang harus dikuasai guru adalah idealisme. atau generasi penerus yang lebih andal. hubungan sosial. menghidupkan . yaitu cita-cita luhur yang ingin dicapai dengan pendidikan. yaitu partisipasi dalam kegiatan di sekolah. bekerja secara mekanistis dan formalitas. dan sebagainya. belum dirinci lebih jauh. Idealisme dalam perbuatan mendidik akan menumbuhkan rasa cinta pada guru terhadap profesinya. tetapi dengan kegiatan yang lebih luas. terhadap pekerjaan pendidikan. ldealisme dan rasa cinta mendasari dan menjiwai semua perilaku mendidik.Kedua belas kemampuan yang dikemukakan oleh Rath berkenaan dengan pelaksanaan pengajaran dan pengembangan kemampuan dalam me ngajar.

Dalam Konsep interaksional guru berperan sebagai mitra belajar. Model. pendorong dan pembimbing. guru memegang peranan penting baik dalam penyusunan maupun pelaksanaan kurikulum. tetapi dapat dipadukan atau minimal dihubungkan satu dengan yang lainnya. Pada keempat konsep pendidikan yang telah diuraikan di muka terdapat perbedaan peranan atau kedudukan guru. guru berperan sebagai penerus dan penyampai ilmu. Dalam praktik pendidikan di sekolah. kemampuan-kemampuan profesional yang dirniliki hanya akan tampak seperti lampu yang kekurangan minyak. Dalam konsep pendidikan klasik. B. guru lebih berperan sebagai pengarah. hasilnya sangat bergantung pada apa yang dilakukan oleh guru di dalam kelas (actual). Dalam keseluruhan proses belajarmengajar atau pada suatu waktu tertentu mungkin salah satu peranan lebih menonjol dari yang lainnya.kemampuan-kemampuan profesional yang dimiliki. Keempat ragam peranan tersebut sesungguhnya dapat ditempatkan dalam satu kontinum.1 . Tanpa idealisme dan rasa cinta. Dengan demikian. tiga bahkan mungkin keempat-empatnya. seperti pada Bagan 10.model konsep pendidikan tersebut dalam praktik tidak lagi dipandang sebagai model pendidikan yang masing-masing eksklusif. Guru sebagai Pembimbing Belajar Telah dijelaskan bahwa dalam kurikulum dapat dibedakan antara official atau written curriculum dengan actual curriculum. Official atau written curriculum merupakan kurikulum resmi yang tertulis. yang merupakan acuan bagi pelaksanaan pengajaran dalam kelas. Beberapa ahli menyatakan bahwa betapapun bagusnya suatu kurikulum (official). guru adalah pelatih kemampuan. sedangkan dalam konsep teknologi pendidikan. mungkin mencampurkan dua. Pada umumnya pelaksanaan pendidikan bersifat eklektik. Yang tampak adalah variasi peranan guru dalam pelaksanaan pendidikan dan pengajaran. Actual curriculum merupakan kurikulum nyata yang dilaksanakan of eh guru-guru. jarang sekali digunakan satu konsep pendidikan secara utuh. sedangkan dalam konsep pendidikan pribadi. Kurikulum nyata merupakan implementasi dari official curriculum di dalam kelas.

Dalam praktik yang lebih penting adalah mempertimbangkan. pembimbing. Sebenarnya semua konsep pendidikan itu baik atau memiliki kebaikankebaikan tertentu. efektif tidaknya perlakuan . karena memang hal itu sangat diperlukan dan sarananya ada. pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Pandangan sederhana dan polair seperti itu memang banyak ditemukan. karena kondisinya mendukung. Tepat tidaknya. Jadi. tidak ada yang berlaku umum. Sejalan dengan konsep pendidikan tersebut peran-peran apa yang tepat dimainkan oleh guru. pendorong. bukan hanya dalam pendidikan dan pengajaran tetapi juga dalam bidang -bidang lain. Pada satu ujung guru berperan sebagai penyampai ilmu dan pelatih dalam arti drilling. dalam waktu dan kondisi tertentu pula. di samping kendala-kendala tertentu pula. Praktik pendidikan yang memberikan peranan kepada guru hanya sebagai penyampai ilmu atau pelatih dianggap model lama.1 Ragam peranan guru dalam proses belajar-mengajar PENYAMPAIAN PENGETAHUAN PELATIH KEMAMPUAN MITRA BELAJAR PENGARAH PEMBIMBING Para pelaksana pendidikan termasuk guru sering tidak melihat keempat peranan tersebut terletak dalam kontinum. sesungguhnya realisasi dari peranan guru tersebut sangat situasional. dalam memilih kegiatan yang akan dilakukan serta peranan yang akan dimainkannya. Mereka melihatnya sebagai dua ekstrem. Pada saat dan situasi tertentu peran menyampaikan materi pengetahuan memang tepat dan sangat diperlukan. yaitu siswa. fasilitator. sedangkan yang memberikan peranan sebagai pengarah. dan sebagainya. Meskipun demikian ada satu hal yang menjadi acuan bagi guru. dan pada ujung lain peran guru sebagai pengarah. Pada saat dan situasi lain pengarahan dan dorongan terhadap siswa dalam merencanakan. tetapi pada saat lain latihan pengembangan kemampuan dengan menggunakan media pembelajaran mutakhir tepat. Tujuan utama kegiatan guru dalam mengajar ialah mempengaruhi perubahan pola tingkah laku para siswanya. konsep pendidikan mana yang paling tepat untuk mencapai tujuan tertentu bagi kelompok peserta didik tertentu. pembimbing dipandang model baru. Perubahan ini terjadi karena guru memberikan perlakuan-perlakuan.BAGAN 10. pendorong. dan mela ksanakan suatu kegiatan atau memecahkan suatu masalah adalah tepat.

Hasil dan kemajuan belajar yang dicapai siswa ditentukan juga oleh bentuk hubungan antara guru dan siswa. antara gu dan ru orang tua siswa. jadi memungkinkan siswa untuk belajar sendiri. dan menciptakan suasana kelas yang bebas. Upaya guru memberikan perlakuan tersebut erat kaitannya dengan tingkat harapan dan perubahan yang diinginkannya. Hubungan guru dengan administrator haruslah bersikap terbuka. tetapi dengan tugas yang berbeda. Untuk mencapai kedua tujuan di atas. Jadi. Antara siswa dan guru perlu terjalin k erja sama yang baik dalam belajar. Tujuan lainnya adalah mendorong dan meningkatkan kemampuan sebagai hasil belajar. Hubungan antara guru dengan siswa harus didukung oleh hubungan yang sejalan antara guru dengan administrator dan guru dengan orang tua siswa.yang diberikan guru akan menentukan usaha belajar yang dilakukan oleh siswa. timbal balik antara guru dan siswa akan memperkaya kurikulum dan kegiatan belajar-mengajar pada kelas bersangkutan. Guru perlu menyenangi siswanya. dan menghormati gurunya. bukan hanya dalam hubungan sebagai pembimbing dan yang dibimbing tetapi juga sebagai mitra belajar. Kesukaan dan sikap positif siswa kepada guru. menyenangi. dan membantu. Administrator mengadakan bimbingan dan supervisi dengan . bersikap menerima. antara guru dan siswa harus tercipta hubungan sebagai mitra belajar. Hubungan guru dengan siswa menjadi syarat mutlak. melakukan penalaran. berkreasi dan berani mencoba sendiri sesuatu usaha instruksional yang lebih baru yang dipandangnya lebih relevan dengan kegiatannya selaku guru. Kesempatan belajar yang diciptakan guru adalah agar merangsang siswa belajar. guru dapat mempengaruhi perubahan tingkah laku siswa. Karena itu guru harus memahami siswa yang dibimbingnya dan sebaliknya siswa harus mengakui kewibawaan pembimbingnya. berpikir. mengerti. Antara keduanya juga tercipta hubungan sebagai mitra yang baik. Guru tak mungkin menjawab semua pertanyaan siswa. dengan cara itu. antara guru dan administrator. Sebaliknya siswa juga harus menerima. Minat dan pemahaman. diperlukan hubungan timbal balik antara guru dan siswa. akan meningkatkan hasil belajar mereka. untuk mendorong siswa memecahkan sendiri masalah-masalah yang mereka hadapi. sehingga memungkinkan guru mencari jalan. guru harus memberikan kesempatan. Di samping itu.

Semua kegiatan dan fasilitas yang dipilih serta peranan yang dilakukan guru harus tertuju pada kepentingan siswa. tetapi dengan tugas yang berbeda. yang berbeda dengan individu lainnya. Di sekolah. PPSP dibubarkan dan metode tersebut tidak digunakan lagi. Setiap peserta didik sebagai individu mempunyai kemampuan. Salah satu prinsip pengajaran yang efektif. "pendekatan multi metode-multi media". keunggulan dan kekurangannya. diarahkan pada memenuhi kebutuhan siswa. tetapi karena alasan-alasan tertentu. Kedua. memilih cara pembelajaran yang sesuai dengan kondisi siswa.maksud merangsang kegiatan belajar para siswa. Dengan . disesuaikan dengan kondisi siswa. Demikian pula hubungan antara guru dengan orang tua. ada tiga langkah yang harus ditempuh. adalah nnenggunakan pendekatan atau metode dan media yang bervariasi. disesuaikan dengan kondisi tersebut. kemampuan. kecepatan belajar. Orang tua bukan saja harus percaya kepada guru.kemampuannya. memahami tahap perkembangan yang telah dicapainya. dan siswa menguasai apa yang diberikan atau memperoleh perkembangan secara optimal. Pembelajaran yang betul-betul disesuaikan dengan perbedaan individual. mendiagnosis kemampuan dan perkembangan siswa. Perkembangan yang optimal hanya mungkin dapat dicapai apabila kegiatan yang dilakukan siswa dan bantuan yang diberikan guru.sekolah biasa umumnya digunakan pendekatan yang bersifat klasikal. harus pendekatan pembelajaran yang bersifat individual. Guru harus mengenal dan memahami siswa dengan baik. Dalam pendekatan klasikal sebenarnya tidak tertutup kemungkinan untuk memperhatikan perbedaan individual. hambatan yang dihadapi serta faktor-faktor dominan yang mempengaruhinya. karakteristik dan problem-problem sendiri. Bagaimana bentuk hubungan dan pelaksanaan hubungan-hubungan itu tentu saja perlu dibicarakan dalam kerangka yang lebih luas. Konsep modul dan sistem belajar sendirinya masih dipakai pada SMP dan Universitas Terbuka. Pertama. keduanya memiliki tanggung jawab yang sama dalam mengembangkan pribadi anak. Dalam mengoptimalkan perkembangan siswa. akan tetapi harus memberikan dukungan dan partisipasi sebesar mungkin untuk kepentingan pendidikan anak-anak mereka di sekolah. Pendekatan demikian pernah dilaksanakan pada delapan PPSP dengan menggunakan sistem modul.

Pengembartgan kurikulum tersebut sudah tentu memiliki tujuan dan latar belakang tertentu yang sangat mendesak dan mendasar. Kurikulum untuk Sekolah Dasar. Sekolah Menengah Umum. dan Sekolah Menengah Kejuruan pada prinsipnya seragam.ing dan pengayaan. Pelaksanaan metode pembelajaran tersebut perlu disertai dengan usaha-usaha pemberian dorongan. antara me. C. antara belajar secara klasikal dengan belajar kelompok dan penugasan yang bersifat individual. Juga variasi antara kegiatan yang bersifat menerima. Peranan Guru dalam Pengembangan Kurikulum Dilihat dari segi pengelolaannya. atau jenjang/jenis sekolah. dan sentral. Pemilihan . Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama. Di Indonesia dewasa ini terutama pada jenjang pendidikan dasar dan menengah digunakan model Mi. Variasi antara yang menckankan pengetahuan dengan keterampilan dan nilai-nilai. serta memberikan standar . perbedaan-perbedaan individual dapat terlayani. pengarahan dan bimbingan dari guru. di samping pembelajaran menjadi lebih menarik.dia sederhana dengan media yang lebih kompleks. daerah. kurikulum disusun oleh sesuatu tim khusus di tingkat pusat. Pembimbingan ini diberikan pada saat kegiatan pembelajaran. pengawasan.dan penggunaan metode dan media yang bervariasi tidak dengan sendirinya. pengembangan kurikulum dapat dibedakan antara yang bersifat sentralisasi. Dalam pembelajaran guru dapat mengadakan variasi. desentralisasi. mengolah. atau di luar kegiatan pembelajaran. Ketiga. Tujuan utama pengembangan kurikulum yang uniform ini adalah untuk menciptakan persatuan dan kesatuan bangsa. Dalam pengembangan kurikulum yang bersifat sentralisasi. akan mengoptimalkan perkembangan siswa.menggunakan metode dan media yang bervariasi. karena sering terjadi pergantian kegiatan. antara yang hanya menggunakan kapur-papan tulis dengan menggunakan media. kegiatan pembimbingan. dan penilaian.desentral. Pembimbingan juga dapat berupa usaha-usaha pemberian remedial teach. menyajikan. Kurikulum bersifat uniform untuk seluruh negara. bantuan. antara metode yang lebih mengaktifkan guru dengan yang mengaktifkan siswa.

Kelebihannya selain mendukung terciptanya persatuan dan kesatuan bangsa. Kedua. karena memililci personalia. Hal itu dilatarbelakangi oleh beberapa kondisi. prosedur dan alat penilaian serta standar . Pertama.beda. dan tercapainya standar minimal penguasaan/perkembangan anak. yang ingin mengutamakan golongan atau kelompoknya dan menggunakan sekolah sebagai alat untuk mencapai tujuan tersebut. Penyeragaman yang sangat jauh dari kondisi dan sifat sesuatu wilayah akan menghambat kepesatan perkembangan wilayah tersebut. kondisi dan karakteristik tiap daerah berbeda-beda. karena segalanya masih berada pada tingkat darurat. menyeragamkan kondisi yang berbeda-beda keadaan dan tahap perkem. Kedua. ada yang sudah maju sekali dan ada yang sangat terbelakang. Model pengembangan kurikulum yang bersifat sentralisasi mempunyai beberapa kelebihan di samping juga kelemahan. dimonitor dan dievaluasi. fasilitas yang memadai. Pertama. dapat memperlambat kemajuan sekolah yang sudah mapan dan menyeret perkembangan sekolah yang masih terbelakang. ada daerah tertutup ada yang terbuka. Dalam kurikulum yang seragam. Jumlah yang demikian ini tampaknya jauh lebih banyak dibandingkan dengan sekolah yang telah mapan. sukar sekali. adanya golongan atau kelompok tertentu dalam masyarakat. penilaian sering dilakukan secara seragam pula. wilayah negara Indonesia luas sekali. ada daerah kaya dan daerah miskin dan sebagainya. juga model ini mudah dikelola. dan fasilitas. Model pengembangan ini memiliki beberapa kelemahan. Yang dimaksudkan dengan seragam dalam penilaian yaitu kesamaan di dalam segi yang dinilai. Hal-hal di atas tampaknya sesuai dengan kondisi dan tahap perkembangan negara kita dewasa ini. dan manajemen yang mapan.penguasaan yang sama bagi seluruh wilayah. waktu. alam dan sosial budayanya. Ketiga. Penyeragaman dapat menghambat kreativitas. Ada sekolah yang sudah mapan mampu berdiri sendiri dan melakukan pengembangan sendiri. Keem pat. ketidakadilan dalam menilai hasil. terbentuk atas pulau-pulau yang satu sama lain letaknya berjauhan dan terpisahkan oleh laut.bangan intelek. serta lebih hemat dilihat dari segi biaya. perkembangan dan kemampuan sekolah juga berbeda. Seko yang lah lain kondisinya sangat memprihatinkan.

ketidakjujuran dalam penilaian. Hasil pendidikan dan pengajaran sangat dipengaruhi oleh faktorfaktor di atas. pelaksanaan dan evaluasi. Bagi sekolahsekolah yang kebetulan hasilnya sangat baik dapat menimbulkan sikap kecongkakan. atau meliputi seluruh wilayah. atau seluruh siswa pada jenjang pendidikan tertentu. Peranan guru baik dalam model sentralisasi maupun desentralisasi dapat dilihat dalam tiga tahap. atau kurikulum tertulis. tingkat intelek. meliputi kegiatan menerapkan semua rancangan yang tercantum dalam kurikulum tertulis. di samping adanya cemoohan dari berbagai pihak. atau rancangan bagi pelaksanaan pengajaran di kelas. Pengabaian faktor-faktor yang mempengaruhi proses pendidikan merupakan suatu ketidakadilan. Di muka telah dibahas bahwa dalam wilayah Indonesia yang luas ini terdapat keragaman kondisi alam. Evaluasi kurikulum merupakan kegiatan menilai pelaksanaan dan hasil-hasil penggunaan suatu kurikulum. sedangkan bagi sekolah yang hasilnya sangat jelek akan mengakibatkan rasa rendah din. Kurikulum mikro merupakan jabaran atau rincian dari kurikulum makro. yaitu tahap perancangan. sosial budaya. Terlepas dari pro dan kontra. dan sebagainya.2 Bagan 10. Pengembangan kurikulum pada tahap perancangan berkenaan dengan seluruh kegiatan menghasilkan dokumen kurikulum. Dalam situasi yang tidak sehat bukan tidak mungkin terjadi pembocoran soal. Kedua dimensi pengembngan kurikulum tersebut dapat dilihat pada Bagan 10. Ketiga. kemampuan dan fasilitas sekolah. Kurikulum makro yaitu kurikulum yang menyeluruh meliputi semua komponen. penggunaan standar yang sama untuk semua sekolah di seluruh wilayah akan memberikan gambaran hasil yang beragam dan menunjukkan adanya perbedaan yang sangat ekstrem.penilaian.2 Tahap dan Lingkup Pengembangan Kurikulum . Kurikulum juga dapat dilihat dalam lingkup makro dan juga mikro. kelebihan dan kekurangannya kita akan mencoba melihat peranan guru di dalamnya. Pelaksanaan kurikulum atau disebut juga implementasi kurikulum.

satu catur wulan. Guru hendaknya mampu memilih. satu semester. Guru hendaknya mampu memilih dan menciptakan situasi-situasi belajar yang menggairahkan siswa. catur wulanan. Kurikulurn untuk saw tahun. catur wulanan. bahan pelajaran. yang terdiri atas para ahli. Kurikulum makro disusun oleh tim atau komisi khusus. sedangkan kurikulum untuk beberapa minggu atau hari.lum dalam bidangnya untuk jangka waktu satu tahun. guru tidak mernpunyai peranan dalam perancangan. Guru juga berkewajiban untuk menjelaskan kepada para siswanya tentang apa yang akan dicapai dengan pengajarannya. menciptakan situasi . dan ketekunan guru. Peranan guru dalam pengembangan kurikulum yang bersifat sentralisasi Dalam kurikulum yang bersifat sentralisasi. mereka lebih berperan dalam kurikulum mikro. Guru menyusun kuriku.1. baik untuk mengevaluasi perkembangan atau hasil belajar siswa untuk menilai efisiensi pelaksanannya itu sendiri. tetapi guru masih mempunyai tugas untuk mengadakan penyempurnaan dan penyesuaian-penyesuaian. ataupun satuan pelajaran memiliki kornponen-komponen yang sama yaitu tujuan. memilih dan menyusun bahan pelajaran yang sesuai dengan kebutuhan. metode dan media pembelajaran. Suatu kurikulum yang tersusun sistematis dan rinci akan sangat memudahkan guru dalam implementasinya. hanya keluasan dan kedalamannya berbeda-beda. kecakapan. Penyusunan kuri. minat dan tahap perkembangan anak. dan evaluasi kurikulum yang bersifat makro. kesungguhan. Implementasi kurikulum hampir seluruhnya bergantung pada kreativitas.kulum mikro dijabarkan dari kurikulum makro. Menjadi tugas gurulah menyusun dan merumuskan tujuan yang tepat. menyusun dan melaksanakan evaluasi. Ia juga hendaknya melakukan berbagai upaya untuk membangkitkan motivasi belajar. memiliki metode dan media mengajar yang bervariasi. mampu memilih dan melaksanakan metode mengajar yang sesuai dengan kemampuan siswa. beberapa minggu ataupun beberapa hari saja. Program tahunan. semesteran. dan evaluasi. Walaupun kurikulum sudah tersusun dengan berstruktur. satu semester atau satu catur wulan disebut juga program tahunan. disebut satuan pelajaran. bahan pelajaran dan banyak mengaktifkan siswa. serta menyusun program dan alat evaluasi yang tepat. semesteran.

Peranan guru dalam pengembangan kurikulum yang bersifat desentralisasi Kurikulum desentralisasi disusun oleh sekolah ataupun kelompok sekolah tertentu dalam suatu wilayah atau daerah. serta membantu mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi siswa. Kelebihan-kelebihannya.kompetitif dan kooperatif. finansial maupun manajerial. (4) ada rnotivasi kepada sekolah (kepala sekolah. bentuk ini kurang tepat. (3) disusun oleh guru-guru sendiri dengan demikian sangat memudahkan dalam pelaksanaannya. (3) adanya kesulitan bila terjadi perpindahan siswa ke sekolah/ wilayah lain. (2) tidak adanya standar penilaian yang sama. Kurikulum ini diperuntukkan bagi suatu sekolah atau lingkungan wilayah tertentu. Dengan demikian kurikulum terutama isinya sangat beragam. memberikan pengarahan dan bimbingan. Beberapa kelemahan bentuk kurikulum ini. sehingga sukar untuk diperbandingkan keadaan dan kemajuan suatu sekolah/wilayah dengan sekolah/wilayah lainnya. 2. adalah: (1) tidak adanya keseragaman. (5) belum semua sekolah/daerah mempunyai kesiapan untuk menyusun dan mengembangkan kurikulum sendiri. di antaranya (1) kurikulum sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat setempat. Bentuk kurikulum seperti ini mempunyai beberapa kelebihan di ‡samping juga kekurangan. baik kemampuan profesional. Pengembangan kurikulum semacam ini didasarkan atas karakteristik. (4) sukar untuk mengadakan pengelolaan dan penilaian secara nasional. untuk situasi yang membutuhkan keseragaman demi persatuan dan kesatuan nasional. perkembangan daerah serta kemampuan sekolah atau sekolah-sekolah tersebut. Guru memberikan tugas-tugas individual atau kelompok yang akan memperkaya dan memperdalam penguasaan siswa. tetapi kurikulum ini cukup realistis. (2) kurikulum sesuai dengan tingkat dan kemarnpuan sekolah. kebutuhan. mencari dan menciptakan kurikulum yang sebaik-baiknya. Dalam kondisi ideal guru juga berperan sebagai pembimbing. . tiap sekolah atau wilayah mempunyai kurikulum sendiri. dengan demikian akan terjadi semacam kompetisi dalam pengembangan kurikulum. guru) untuk mengembangkan din. berusaha memahami secara saksama potensi dan kelemahan siswa.

Perbedaan antara suatu IKIP dengan IKIP lainnya adalah pada kelompok mata kuliah kejuruan atau spesialisasi. Guru bukan hanya berperan sebagai pengguna. Sebagai contoh. dasar keguruan. tetapi juga di dalarn menyusun kurikulum yang menyeluruh untuk sekolahnya. pada IKIP atau FKIP ada kelompok-kelornpok mata kuliah dasar umum. Beberapa waktu yang lampau di Perguruan Tinggi di Indonesia digunakan model pengembangan kurikulum yang sifatnya desentralisasi. atau akademi mempunyai otonomi untuk menyusun dan mengembangkan kurikulum sendiri. bentuk campuran antara keduanya dapat digunakan. mereka akan memahami dan benar-benar menguasai kurikulumnya. dengan adanya usaha-usaha ke arab penyeragaman. FKIP ini mungkin dapat diklasifikasikan sebagai kurikulum sentralisasi.desentralisasi. dan proses belajar mengajar yang seluruhnya seragam.cana.Untuk mengatasi kelemahan kedua bentuk kurikulum tersebut. ditentukan atau disusun bersama di tingkat nasional. satu berbeda dengan yang lainnya.kan. tetapi peren. mereka mempunyai perasaan turut memiliki kurikulum dan terdorong untuk mengembangkan pengetahuan dan kemampuan dirirtya dalam pengembangan kurikulum. atau satuan pelajaran. Dalam kegiatan seperti itu. penyusun. dengan demikian pelaksanaan kurikulum di dalam kolas akan lebih tepat dan lancar. Tiap universitas. Guru-guru turut berpartisipasi. Dewasa ini kadar desentralisasinya agak berkurang. yaitu bentuk sentraldesentral. institut. Karena guru-guru sejak awal penyusunan kurikulum telah diikutserta. pemikir. bukan hanya dalam penjabaran kurikulum induk ke dalam program tahunan/semester/ catur wulan. Bentuk kurikulum yang berlaku pada IKIP. . Guru-guru turut memberi andil dalam merumuskan setiap komponen dan unsur dari kurikulum. Dalarn kurikulum yang dikelola secara desentralisasi dan sampai batasbatas tertentu juga yang sentralisasi-desen-tralisasi. pengernbang dan juga pelaksana dan evaluator kurikulum.kelompok mata kuliah atau program inti yang seragam. Untuk beberapa perguruan tinggi sejenis dikembangakan kerangka kurikulum dan kelompok. peranan guru dalam pengembangan kurikulum lebih besar dibandingkan dengan yang dikelola secara sentralisasi.

pada daerah-daerah tertentu terjadi pengurangan jumlah murid.sekolah adalah kebijaksanaan pemerintah yang memberikan kesempatan yang luas dalam pendidikan. Dalam pendidikan di Indonesia kita menghadapi dua masalah besar.D. berkenaan dengan penyediaan fasilitas belajar bagi semua anak usia sekolah. tetapi tanpa guru proses pendidikan hampir tak mungkin dapat berjalan. Guru memegang peranan kunci bagi berlangsungnya kegiatan pendidikan. Di samping itu. gedung dan peralatan sekolah. peralatan sekolah dan peralatan belajar. Pendidikan Guru 1. kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan telah sernakin besar dan kemampuan ekonomi orang tua juga telah semakin baik. dan tenaga kependidikan lainnya. Salah satu penyebab utama yang menuntut pengembangan kuantitas pendidikan adalah angka kelahiran. Dengan penambahan jumlah siswa tersebut dibutuhkan penambahan tenaga guru . gedung. terutama dengan diterapkannya wajib belajar sembilan tahun. Telah disinggung sebelumnya bahwa pertarnbahan jumlah siswa tersebut selain menuntut penambahan ruang kelas. hal itu kemungkinan besar disebabkan keberhasilan program keluarga berencana. Sebab lain yang mendorong pertambahan calon siswa ke sekolah. Akibatnya sekolah-sekolah setiap tahun dihadapkan pada masalah melimpahnya calon murid yang semakin membengkak. Meskipun persentasenya sudah semakin mengecil tetapi angka pertambahan kelahiran total masih cukup besar. Hal itu berkenaan dengan penyediaan ruang kelas. Tanpa kelas. Membesarnya jumlah murid SD dengan sendirinya mengakibatkan membesarnya juga jumlah siswa SLP. gedung peralatan dan sebagainya proses pendidikan masih dapat berjalan walaupun dalam keadaan darurat. Masalah pendidikan guru Masalah pendidikan guru tidak dapat dilepaskan dari masalah pendidikan secara keseluruhan. guru. yaitu masalah kuantitas dan kualitas pendidikan. clan perguruan tinggi. juga menuntut penambahan jumlah tenaga guru. Hal itu menyebabkan makin membesarnya jumlah calon murid ke sekolah dasar. SLA. Kecuali di sekolah dasar. Masalah pertama kuantitas pendidikan.

seperti: tes tertulis. baik melalui pendidikan prajabatan (pre-service education). maupun pendidikan dalam jabatan (in-service training). Masalah kedua yang dihadapi dunia pendidikan di Indonesia adalah menyangkut kualitas. kecakapan. pertama guru belum atau tidak bekerja dengan sungguh-sungguh. Penerimaan didasarkan atas pertimbangan potensi. dan keahlian dalam kurikulum dan pengajaran. lisan. Banyak cara yang telah ditempuh dalam meningkatkan kompetensi guru. minimal satu bidang spesialisasi. Pertama. Ketiga. perkembangan calon guru dinilai selama program berlangsung dengan teknik penilaian yang bervariasi.yang cukup besar pula setiap tahunnya baik untuk tingkat SD. adalah karena faktor guru. Selain masih kurangnya sarana dan fasilitas belajar yang tersedia. yaitu pendidikan umum. Kedua. Hanya yang memperlihatkan hasil-hasil yang baiklah yang dapat diluluskan. Salah satu pendekatan yang telah dilaksanakan dalam pendidikan prajabatan adalah pendekatan kompetensi. Standardisasi pendidikan guru Ada beberapa prinsip yang perlu dijadikan pegangan dalam pengembangan pendidikan guru. Hal itu pun mungkin disebabkan dua hal. Banyak faktor yang mungkin melatarbelakangi hal tersebut. Masyarakat dan para ahli pendidikan banyak yang mensinyalir bahwa mutu pendidikan dewasa ini belum seperti yang diharapkan. dan kedua mungkin karena kemampuan profesional guru yang memang masih kurang. syarat untuk masuk ke lembaga pendidikan guru (tingkat universitas) harus standar. SLP. yang lain perlu pembinaan lagi. salah satu program yang sampai sekarang masih berjalan adalah program bantuan pengembangan profesi. sedangkan pelatihan dalam jabatan. program pendidikan guru hendakriya memiliki tiga komponen yang terintegrasi. tetapi prosedurnya cukup fleksibel sehingga dapat menjaring calon-calon yang potensial dan cocok. program pendidikan guru perlu diakreditasi dengan standar yang memungkikan calon guru bisa bekerja . serta karakteristik pribadi yang dim i liki yang sesuai dengan sifat jurusan /program yang dipilih. 2. SLA maupun perguruan tinggi. serta penilaian atas hasil kerja mereka. pengamatan praktik secara langsung dan melalui video. Keempat.

bidang studi dan profesi kurikulum. Program menyediakan kesempatan yang cukup bagi calon guru untuk mempraktikkan apa yang mereka pelajari. Perencanaan program 1. Tujuan program adalah menyiapkan calon guru agar mampu mengajar secara efektif. Dosen lembaga pendidikan guru memiliki pengetahuan praktis tentang lapangan (sekolah dan pelaksanaan pengajaran). baik dalam pengembangan. standar yang digunakan serta memberikan sertifikasi terhadap guru. Dengan mengacu pada National Education Association (NEA) Amerika Serikat. Perencanaan program didasarkan atas pengetahuan tentang apa yang akan dikerjakan guru di sekolah. yaitu: perencanaan. a. Kelima. irnplementasi.ram. 2. 3. perlu ada lembaga yang memberikan legalitas terhadap kelayakan program pendidikan guru. 4. Lembaga ini dikelola oleh para ahli pendidikan guru. penguasaan pengetahuan. yang akan menjadi acuan. Rencana program bersifat menyeluruh. 2. Implementasi program 1. Program disusun dan dikembangkan oleh ekspert dalam ilmu pendidikan (pedagogy). standar pendidikan guru meliputi lima komponen pendidikan.dengan baik. Program disusun secara sistematis dan berisi perpaduan antara pendidikan umum. para guru dan pelaksana pendidikan. berisi pemberian kesempatan untuk pengembangan sikap. Prosedur penerimaan siswa. dan keterampilan yang esensial bagi pelaksanaan pengajaran yang efektif. 3. . Pendidikan guru perlu memiliki suatu standar. pelaksanaan maupun evaluasi program pendidikan guru. b. 5. personalia.gotaan dalam profesi guru. dalam bidang studi (spesilisasi) bersama para praktisi pendidikan. 4. Implernentasi program sejalan dengan tujuan dan rencana prog. pembinaan serta pelulusannya sesuai dengan tujuan program. dan isi program serta keang.

Program menyediakan pengajaran bidang studi secara mendalam. guru pamong dan staf lainnya dievaluasi dengan kriteria standar. 7. bahasa. Isi program 1. Dosen dan guru-guru yang membimbing calon guru. Personalia program 1. Dosen. 2. Program menyediakan kesempatan bagi calon guru untuk memperoleh dan menerapkan pengetahuan dan keterampilan secara efektif terhadap siswa dari berbagai latar belakang budaya. 2. 3. baik yang berkenaan dengan bahan yang a kan diajarkan maupun bahan yang berhubungan erat. agama. c. Program menyediakan pengajaran tentang berpikir kritis. 2. Dosen lembaga pendidikan guru dan guru-guru di lapangan memperlihatkan sikap dan perilaku seperti yang diharapkan dalam program. Program menyediakan pengajaran tentang bagaimana siswa belajar. 6. 5. Program menyediakan latihan bagi penguasaan keterampilan dasar yang belum dimiliki calon guru pada waktu masuk. dan penentuan kebijaksanaan personalia didasarkan atas hasil evaluasi tsb. pemecahan masalah dan kreativitas. ras. Proses pengajaran 1) Program menyediakan pengajaran bagi pengembangan fisik dan intelek siswa dari berbagai latar belakang. Program menyediakan pengajaran tentang pertumbuhan dan perkembangan anak. Program memadukan metode mengajar dengan bahan pelajaran. Program menyediakan pengajaran untuk pendidikan umum 3. dan sosial ekonomi. . Bahan pelajaran 1. d. 4. dipersiapkan khusus melalui latihan yang intensif dalam bidangnya.5.

10) Program menyediakan pengajaran tentang peranan.butir tertentu membutuhkan beberapa penyesuaian. walaupun untuk butir. 12) Program menyediakan pengajaran tentang hak dan tanggung jawab guru dart siswa. 8) Program menyediakan pengajaran tentang keterampilan berkomunikasi secara luas. pentingnnya dan sumbangan sekolah terhadap pembangunan bangsa. 4) Program menyediakan pengajaran bagimana menggunakan bahan cetak. 9) Program menyediakan pengajaran tentang penilaian proses dan hasil belajar. atau penerapannya secara berangsur-angsur. 6) Program meliputi pengajaran tentang pengelolaan kelas.2) Program menyediakan pengajaran tentang strategi pemgajaran. Hampir seluruh butir standar dapat diterapkan. 7) Program menyediakan pengajaran tentang pengembangan keterampilan hubungan interpersonal dan proses kelompok. 3) Program menyediakan pengajaran tentang peranan guru dalam penentuart keputusan. 5) Program menyediakan pengajaran bagaimana bekerja dan membantu anak anak yang berkelainan. e. bukan cetak dan alat-alat teknologi. fungsi berbagai organisasi profesi dan tanggung jawab anggota suatu organisasi profesi. Perencanaan dan implementasi program pendidikan guru di Indonesia dapat dikembangkan dengan menggunakan standar NEA sebagai acuan. 11) Program menyediakan pengajaran tentang kebijaksanaan pemerintah dan pengelolaan pendidikan. terutama yang berhubungan dengan peranan profesional guru. Keanggotaan profesi 1) Program menyediakan pengajaran tentang bagaimana suatu profesi diorganisasi. 2) Program menyediakan pengajaran tentang hubungan antara organisasi profesi dengan lembaga-lembaga pemerintah yang mengelola pendidikan. .

menjadi barisan terdepan dalam pembinaan profesi guru. Apa yang harus diupayakan agar para pelaksana pendidikan guru merasa enjoy. dengan fasilitas dan peralatan praktik yang memadai. ten. perlu adanya kesamaan pandangan dari berbagai pihak yang berkepentingan dan terlibat dalam pengembangan pendidikan guru. selain akan menghambat kelancaran pengembangan program. Beberapa butir dalam standar menekankan hal itu. pengembangan program pendidikan guru yang bermutu standar membutuhkan kepedulian. Apakah imbalan finansial yang akan menumbuhkan enjoyness? atau pimpinart yang bijaksana dengan kepemimpinannya yang terbuka? atau . belajar berlatih dan berbuat banyak. Ketiga. perlu adanya kesiapan terutama dari para pengelola dan pelaksana program. Mereka harus menjadi ekspert dan sekaligus contoh model bagi para siswa pendidikan guru. membutuhkan beberapa hal. Ini me nyangkut tersedianya tempat praktik yang representatif. Dosen lembaga pendidikan guru dan guru pamong. agar guru-guru yang dihasilkan dari lembaga pendidikan guru.Peningkatan mutu pendidikan guru melalui penerapan standar. Upaya apa yang harus dilakukan agar tercipta kondisi tersebut? Suatu pekerjaan akan dilakukan dengan sungguh-sungguh dan penuh semangat. apabila para pelaku pekerjaan itu merasa enjoy dengan pekerjaan tersebut. Pengembangan program pendidikan guru yang bermutu standar membutuhkan dalam menilai kompetensi. juga bisa menghambat pencapaian program yang bermutu.tang program dan standar program pendidikan guru. betul-betul bisa mengajar diperlukan pengalaman praktik yang memadai. Sudah siap dan akan siapkah par dosen dan gurua guru di lapangan untuk menjadi ekspert dan model guru yang didambakan? Apa yang harus dilakukan terlebih dahulu agar mereka betul-betul siap? Guru profesional bukan hanya tahu banyak. motivasi dan dedikasi yang tinggi dari para pelaksananya. Untuk itu diperlukan tempat praktik yang representatif yang memung. Pertarna.Idnkan para siswa calon guru. Hal yang sama juga berlaku agar para guru di sekolah merasa enjoy dengan pekerjaannya. Adanya perbedaan pandangan yang jauh. harus: Keempat. Kedua. tetapi juga bisa banyak.

menginterpretasikan. .  Dapat dikenal secara umum.  Kriteria tersebut harus dipublikasikan. Kriteria yang digunakan untuk mengukur kompetensi:  Didasarkan dan disesuaikan dengan kompetensi-kompetensi yang spesifik. 1) Berkenaan dengan program pendidikan Elam merumuskan unsurunsur sebagai berikut: a. karena dipandangnya lebih luas. Unsur-unsur itu berkenaan dengan program pendidikan. Penilaian kompetensi siswa:   Menggunakan perbuatan siswa sebagai sumber pertama. Kompetensi (pengetahuan. c.  Dirumuskan secara eksplisit dan menunjuk pada tingkat penguasaan tertentu. Stanley Elam (1971) merumuskan beberapa unsur yang esensial dalam PGBK. b. Dalam tulisan ini keduanya dipandang sama. keterampilan dan perilaku) yang diperlihatkan siswa:   Berasal dari konsep yang tampak dari perenan guru. Dirumuskan secara jelas sehingga dapat diukur dalam perilaku siswa sebagai perwujudan kemampuannya. dan minilai situasi atau perilaku. pelaksanaan program serta hal-hal yang bersifat umum. Pendidikan guru berdasarkan kompetensi Salah satu model pendidikan guru yang mungkin bisa mencapai standar.sistem kenaikan pangkat yang terbuka yang memungkinkan guru-guru (termasuk guru sekolah dasar) bisa mencapai golongan IVe? atau faktor-faktor lainnya? 3. juga mengguriakan pengetahuan siswa yang berkaitan dengan rencana untuk menganalisis.  Harus objektif. Beberapa ahli lebih setuju memakai kata performance (perbuatan atau perilaku) daripada competence. adalah model pendidikan guru berdasarkan kompetensi (PGBK) atau competence based teacher education (CBTE).

Pelaksanaan pengajaran bersifat modular. pasca-penilaian. Pengajaran bersifat individual dan personal. dari guru atau dari dirinya sendiri. d. dan perbaikan) ditujukan membantu siswa menguasai kemampuan. Siswa dinyatakan telah selesai dalam sutau program. karena tiap siswa punya latar belakang dan tujuan yang berbeda. 3. Program pengajaran tersusun dalam suatu sistem. . dan bukan ditentukan oleh waktu atau mata pelajaran yang telah ditempuh. Penekanan program pengajaran adalah pada keluaran (hasil) dan bukan pada masukan. Modul merupakan seperangkat kegiatan belajar. kegiatan pembelajaran. b. Dalam PGBK waktu bukan sesuatu yang konstan tetapi hanya sebagai variabel. c. e. personal dan independen. Pengajaran modular memungkinkan pengajaran bersifat individual. dengan unsur-unsur (tujuan. f. maka pengajaran sangat bersifat personal dan individual. Di samping dua komponen PGBK di atas.kemampuan tertentu. 2. Program pengajaran ditujukan untuk mendorong perkembangan siswa serta menilai penguasaan siswa tentang kornpetensi kompetensi tertentu. Setiap basil yang is memperoleh merupakan umpan balik yang menentukan kegiatan selanjutnya. maju sesuai dengan iramanya sendiri. Pengalaman belajar siswa dituntun oleh umpan balik yang diterima dari teman. menurut Elam ada beberapa karakteristik dasar yang menyangkut hal-hal lain yang lebih umum. Semua komponen pengajaran tersusun secara sistematis terarah pada pencapai tujuan tertentu. e. pra-penilaian. prasyarat. apabila telah mengusai semua kemampuan yang dituntut. Perkembangan siswa dalam menempuh program pendidikan ditentukan oleh kompetensi yang telah dikuasai. Berkenaan dengan pelaksanaan program menurut Elam PGBK memiliki karakteristik sebagai berikut: a.d.

lem pengajaran. 2. mengintegrasikan dan memecahkan problem-prob. Bahan-bahan disusun dalam bentuk materi protokol dan dibantu atau diintegrasikan dengan materi latihan. 4. harus mampu mendiagnosis. Dalam perbuatannya guru merefleksikan profesionalisme. tetapi juga harus menguasai teknik-teknik pengajaran. Program pengajaran berpusat pada lapangan. e. Siswa membuat keputusan tentang pengajarannya. Dalam pelaksanaan pengajaran siswa banyak mendapat kesempatan berlatih membuat penentuan keputusan. Siswa bukan saja harus menguasai teknik-teknik pengajaran. Pendidikan guru yang didasarkan atas kompetensi mengajar dan PGBK mempunyai beberapa proposisi: 1. b. Guru adalah orang yang berpendidikan luas dengan latar belakang bidang pengajaran yang mendalam. Guru menguasai teknik-teknik komunikasi serta strategi mengajar dengan baik. Perbuatan guru memanifestasikan penguasaan behavioral science yang luas. . Pembinaan profesional bukan hanya pada pendidikan pra-jabatan tetapi diteruskan dalam pengembangan karier. 3. c. keterampilan pengetahuan. Untuk memberikan umpan batik dalam rangka perbaikan dan mengadakan regeneratif maka siswa juga mengadakan penclitian.penelitian. Dalam keputusan is ambit secara rasional. Karena PGBK menekankan pada perbuatan maka kegiatan pengajarannya sebanyak-banyaknya dilaksanakan di lapangan dalam situasi yang nyata. d. Guru dan siswa bersama-sama merencanakan pengajaran. Bahan-bahan memungkinkan dan pengalaman disiapkan dalam bentuk yang dan banyak mendapatkan konsep. serta menilai hasil dan pelaksanaannya.a. ia pula yang mencobanya. f. g. 5.

8. Melaksanakan pengajaran sesuai dengan rencana tersebut 5. Merumuskan tujuan-tujuan instruksional yang didasarkan atas kebutuhan siswa. Memonitor proses dan hasil belajar dan mengadakan perbaikan pengajaran. Memperlihatkan pola-pola komunikasi yang efektif dalam kelas. FKIP. kita mempunyai dua kelompok lembaga pendidikan guru. jasmaniah. dan PGA pada jenjang pendidikan menengah. Menyesuaikan pengajaran dengan latar belakang budaya siswa. STKIP sebagai lembaga pendidikan guru Di Indonesia dewasa ini. 3. Menggunakan keterampilan manajerial dan organisasi dalam mendorong perkembangan sosial. jasmani dan intelek siswa. intelektual siswa. Menguasai bidang studi yang akan diajarkannya. FKIP. 13. 9. IKIP. emosi. 14. 6. yaitu: IKIP. Sensitif terhadap kebutuhan dan perasaan sendiri dan juga terandap kebutuhan dan perasaan orang lain. 12. sosial.Menurut Robert Houston dan Howard L. Merencanakan dan melaksanakan penilaian untuk menilai hasil belajar siswa dan efektivitas pengajaran. 7. Memperlihatkan keterampilan mengajar dan model-model pengajaran untuk mencapai tujuan tertentu bagi siswa tertentu. 2. Jones ada lima belas kompetensi yang harus dimiliki guru yaitu: 1. Sebelumnya pada jenjang pendidikan menengah juga ada SPG dan SGO yang menyiapkan calon-calon guru sekolah dasar. 15. Membuat rencana pelajaran untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. dan STKIP yang merupakan lembaga pendidikan guru pada jenjang perguruan tinggi. Menganalisis efektivitas keprofesionalannya dan terus berusaha memperluas efektivitas tersebut. Dewasa ini penyiapan . 4. 10. Mendiagnosis kebutuhan emosional. Menggunakan sumber-sumber yang sesuai untuk mencapai tujuan pengajaran. 4. 11. Bekerja efektif dalam kelompok profesional.

yaitu IKIP. yaitu Sarjana (Si) dengan rentang studi 8-14 semester.ter di atas SMTA. LPTK (IKIP. rentang studi 4-6 semester. program gelar clan non-gelar. mempunyai jumlah fakultas. dan rentang studi 2-4 semester. dalam berbagai bidang keahlian/program studi.ploma II paket kurikulum 4 semester. dan STKIP. rentang studi 6-10 semester clan Diploma 4 paket kurikulum 8 semester.gelar pada keahlian profesional. Dalam bagian ini yang akan dibahas terbatas hanya pada IKIP. dan program studi. jenjang Pascasarjana (52) rentang studi 12-18 semester dan jenjang Doktor (S3) rentang 16-22 semes. STKIP setara dengan FKIP mempunyai beberapa Jurusan dan Program Studi. berada langsung di bawah Mendikbud. IKIP sebagai lembaga pendidikan guru berstatus institut merupakan lembaga otonom. dan STKIP) mempunyai misi menyiapkan tenagatenaga profesional di bidang kependidikan. Menurut Kepmen 211 tahun 1982. ada tiga jenjang program gelar. FKIP merupakan lembaga pendidikan guru.guru-guru sekolah dasar dikerjakan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) yang merupakan Program D2 pada IKIP. FKIP. dan STKIP sebagai lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) yang menyiapkan guru dan tenaga kependidikan lainnya pada jenjang Sekolah Dasar. tetapi dasar. rentang studi 8-14 semester di atas SMTA. terdiri atas Diploma I dengan paket kurikulum 2 semester. FKIP. FKIP. mempunyai sejumlah Jurusan dan Program Studi. berstatus fakultas berada di universitas (di bawah Rektor). Program gelar memberikan tekanan pada pembentukan keahlian akadernik. Selama ini . Di. Dewasa ini yang menyelenggarakan jenjang program S2 dan S3 hanya beberapa IKIP. tujuan dan misinya sama. dan STKIP. jurusan. Meskipun ada tiga lembaga formal lembaga pendidikan guru berjenjang pendidikan tinggi. Sekolah Lanjutan Pertama dan Sekolah Lanjutan Atas serta LPTK sendiri. belum ada FKIP dan STKIP yang menyelenggarakan jenjang program S2 dan S3. sedang non. tetapi kedudukannya otonom seperti IKIP (di bawah Menteri). Diploma 3 paket kurikulum 6 semester. Program non-gelar disebut juga program Diploma. FKIP. perbedaannya hanya pada keorganisasiannya saja.

Bagi para mahasiswa LPTK program ini sudah terintegrasi dengan program gelar maupun non-gelar. kecuali untuk program akta bagi talon guru dari luar LPTK menggunakan model pendidikan berurutan (consecutive model). dan dewasa ini program Diploma III juga sudah mulai tidak dibuka lagi. harus mengambilnya secara terpisah. Pada beberapa IKIP mulai dirintis pengembangan PGTK untuk guru Taman KanakKanak. STLP maupun SLTA. Untuk tenaga guru SLTP. bidang bimbingan dan konseling. Peningkatan profesionalisme para dosen dilakukan melalui program S2 dan S3. ada lagi satu program yang diterapkan pada LPTK. pendidikan luar sekolah. baik bidang studi maupun kependidikan. Akta III setelah memiliki 90 SKS. yaitu guru dan non-guru. Akta IV setelah memiliki 124 SKS dan Akta V setelah memiliki 160 SKS pada bidang studi non-kependidikan. kependidikan ditempuh setelah menguasai bidang studi. Secara garis besar ada dua jenis keahlian yang dibina pada LPTK. ada program guru kelas ada guru bidang studi khususnya pendidikan jasmani. teknologi pendidikan. hanya berbeda jumlah SKS yang telah dimiliki pada bidang studi non-kependidikan. Selain kedua program di atas. bahasa dan sastra. teknik dan kejuruan. administrasi pendidikan. Akta I setelah memiliki 20 SKS. Ada lima jenjang program Akta.masing beban studinya 20 SKS. serta olah raga dan kesehatan. tetapi beberapa prinsip dan unsur PGBK tetapi menjadi pegangan. dan pendidikan luar biasa.program Diploma yang dilaksanakan di LPTK adalah Diploma II dan III. Akta II setelah memiliki 60 SKS. Program ini ditujukan untuk memberikan wewenang kependidikan khususnya wewenang mengajar. yaitu program Akta. Penyiapan guru Sekolah Dasar dilaksanakan dalam program D2 PGSD. masing. Prinsip penting . tetapi bagi luar LPTK yang ingin menjadi guru. matematika dan ilmu pengetahuan alam. Penyiapan tenaga kependidikan pada LPTK umumnya menggunakan model pendidikan simultan (concurrent model) yaitu materi bidang studi diberikan bersama-sama dengan materi kependidikan. Walaupun LPTK umumnya tidak menerapkan konsep PGBK secara utuh. baik untuk jenjang Sekolah Dasar. kelompok pendidikan ilmu sosial. dan SLTA (SMU dan SMK) disiapkan dalam program D3 dan Si berbagai bidang studi. Untuk tenaga non-guru disiapkan dalam program Si.

control. Pertama. proses belajar-mengajar 18 SKS. masalah afiliation. baik antara kemampuan sebagai tenaga ahli-profesional dengan sebagai warga negara. Buku Acuan Cruickshank. Tulisan ini diberi judul Teaching is Tough. New Jersey: Prentice Hall Inc.PGBK yang tetap diperhatikan dalam program pendidikan LPTK ad alah tekanannya pada pengembangan kemampuan. E. °rang tua serta warga masyarakat lainnya. (1980). Kedua. dasar kependidikan 12 SKS. dasar kependidikan. Ada lima problem utama menurut penulis yang dihadapi guru dalam tugasnya. sebagai muridnya yang sering sekaligus juga jadi kliennya. Rinciannya adalah dasar umum 14 SKS. Donald R. tetapi juga harus bekerja sama dengan staf sekolah yang lain. karena mengajar merupakan suatu pekerjaan yang bukan saja menuntut kemampuan intelektual dan fisik. Konsep kemampuan ini telah dimodifikasi yaitu dipadukan dengan konsep disiplin ilmu (bidang studi) dalam pengembangan topik-topik inti. menjalin kerja sama dan membina hubungan baik serta menanamkan disiplin pada siswa. khususnya guru harus diperkuat dengan pengalaman lapangan yang cukup intensif dan kaya. dan bidang studi 100-116 sks. tetapi juga kemampuan psikologis dan afektif. Bobot SKS memang lebih besar pada bidang studi hampir tiga perempat dari kependidikan. Pengembangan kemampuan yang seimbang ini dirancang dalam program pendidikan/kurikulum dengan komponen-komponen dasar umum. maupun antara kemampuan/penguasaan bidang ilmu/bidang studi dengan bidang kependidikan. Teaching is Tough. yaitu membina dan mengawasi . Penyusunan buku ini dimaksudkan untuk membantu guru-guru dalam memecahkan masalah pendidikan yang sering mereka hadapi. Guru bukan saja harus bekerja sama dengan siswa. proses belajar-mengajar dan bidang studi. Pengembangan kemampuan profesional pada bidang kependidikan. et a!. Englewood Cliff. Program pendidikan guru yang dikembangkan pada LPTK diarahkan pada pengembangan kemampuan yang seimbang. Prinsip lainnya adalah tekanan kepada pengalaman lapangan.

Penulis menegaskan bahwa. Pada bagian akhir tulisannya dijelaskan peranan guru dalam memahami masalah siswa dengan berbagai macam latar belakangnya serta cara mereka bertindak sebagai decision maker dalam kelas. New Jersey: Prentice Hall Inc. Solving Discipline Problems. Edmund T. Charles H. berusaha membantu siswa agar berhasil baik dalam perkembangan akademis maupun sosialnya. membagi dan mengelola waktu baik bagi kebutuhan pribadi guru maupun bagi penyelesaian dan perkembangan tugas-tugas profesinya. Classroom Management for Secondary Teachers. et al. Dalam buku ini dikemukakan sejumlah strategi atau model pemecahan yang dapat dipilih oleh guru. Kelima adalah time. (1980). tidak ada satu cara yang terbaik untuk memecahkan masalah dalam kelas. Model-model tersebut adalah: Supportive model dari Gordon dengan Teacher Effectiveness Training Analysisnya. parent relation and home condi. Carl D. and Glickman. karena mereka adalah manajer kelas dan sekolah. tetapi banyak cara.tion. Masalah keempat adalah. student success. Emmer. Banyak masalah yang dihadapi guru dalam kelas. Kelas yang baik tidak terjadi dengan sendirinya. Behavior Modification model. Valuing model dari Raths dan Simon dengan Value Clarification Technique-nya. Social Discipline model dari Rudolf Dreikurs. Buku ini men guraikan beberapa strategi untuk memecahkan berbagai masalah. Englewood cliffs. Reality model dari William Glasser. hal itu terjadi karena guru memahami benar situasi kelas dan perilaku para siswa serta berusaha keras untuk menciptakannya. (1984). Buku ini membahas bagaimana menciptakan kelas yang terkelola dengan baik. Wolfgang. terutama masalah siswa dalam kelas. Ketiga. yaitu menjalin hubungan baik dengan orang tua serta memahami kondisi keluarga mereka. Guru dan kepala sekolah harus dapat memilih dan menggunakan cara yang paling tepat.siswa agar berperilaku seperti yang diharapkan. Behaviorism/Punishment model dari Engleman dan Dobson. Boston: Allyn & Bacon Inc. Buku ini sangat penting terutama bagi guru dan kepala sekolah. Secara garis besar pengelolaan kelas ini meliputi tiga .

oleh karena itu buku ini sangat berharga bagi guru-guru. bagaimana menyusun persiapan mengajar. Buku ini menguraikan hal-hal yang sangat praktis. et al. kepala sekolah. buku ini memberikan gambaran dan sekaligus pedoman kepada calon-calon guru serta para mahasiswa yang sedang belajar di Fakultas Pendidikan/Keguruan tentang apa yang diharapkan dari seorang calon guru. Bagaimana kurikulum. keduanya dilakukan sepanjang tahun ajaran. pengelolaan ruang kelas dan alat-alat belajar. The Studnet Teacher's Handbook. memelihara perilaku siswa. dilakukan sebelum tahun ajaran. berdiri sendiri. bagaimana mencari keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan individu dengan kelas. pelaksanaan pengelolaan. (1979). memilih peraturan dan prosedur pengelolaan. Dengan ilustrasi yang menarik dilukiskan dalam buku ini kegiatan sehari-hari para calon guru yang sedang berpraktik di sekolah. Schwebel. kepala sekolah. New York: Barners & Nobles Books. Ketiga langkah pengelolaan tersebut dalam buku ini meliputi. pengawas dan orang tua siswa. Perkembangan calon guru dari serba ragu menjadi penuh keyakinan dan penuh tanggung jawab. mengelola kelompok-kelompok khusus. Sesuai dengan judulnya. . serta pemeliharaan prosedur pengelolaan. konselor serta para mahasiswa yang sedang mempersiapkan din i untuk menjadi guru. bagaimana memecahkan masalah siswa. mengelola kegiatan siswa. mengevaluasi organisasi dan manajemen kelas. memberikan ganjaran dan hukuman.langkah: perencanaan. Andrew I. Digambarkan dengan jelas bagaimana hubungan antara guru dengan siswa. mengorganisasi dan melaksanakan kegiatan pengayaan. serta gambaran nyata yang akan dihadapi para calon guru di dalam kelas. dengan guru lain.

(1984). Jakarta: Yayasan Idayu.E. Co. Anwar Jasin. Curriculum Theory. Massachussetts: Alyn and Bacon. . (1975). Toward A Coherent Curriculum. Regional Office for Education in Asia and Pacific. Semiawan & T. Syracuse: ERIC Clearinghouse on Information. UK: Blackwell Publisher. George A. Davies. J. (1992). Newton.F. (Ed). Trends in Instructional Technology. (1993). Great Britain: Simon and Schuster Education. Ivor K. Inc. The Student Centred School. Psychological Founda tion of Education. Pendekatan Pembelajaran: Acuan Konseptual Pengelolaan KBM di Sekolah. Curriculum Planning and Development. New York: The Viking Press. Teknologi dan Perkembangan. The Live Classroom. Jakarta: Balai Pustaka. New York: Harper & Row Pub. & Toepfer. Wilmette. Jr. & Hunt.J. Beauchamp. Oxford. James W. (Ed). Beeby. Brandes. S. (1987). J. Apeid. Iskandar (1980). (1981). New York: Harper & Row Pub. Beanne. 1984. Bangkok: Unesco. Bigge. Conny R. John H. (1986). P. Pembaharuan Kurikulum Sekolah Dasar Sejak Proklamasi Kemerdekaan.A. (1992). Jakarta: LP3ES. & Alessi. Alexandria. (1980). Illinois: The KAGG Press. Curriculum Inquiry. Virginia: ASCD. (1981). Raka Joni. Beanne. (1983). The Achievement of Education. Brown. (1975). F. Chambers. Morris L. (Ed). Maurice P. George I. C. New York: McGraw Hill Books. D & Ginnis.M. Ditjen Dikti Depdikbud. Training Educational Personnel for Integrated Curriculum. C. Pendidikan di Indonesia: Penilaian dan Pedoman Perencanaan. (1995). Brown. Cornnelly. Instructional Techniques.A.DAFTAR RUJUKAN Alisyahbana. Jakarta: Konsorsium Ilmu Pendidikan.

New York: John Wiley & Sons. Glen. Kurikulum SD. The Condition of Learning. Decision Making and Process. Holmes Group. Hass. Bower. & Gordon H. Inc. Bill. Hillgard. Peraturan Pelaksanaan Sistem Pendidikan Nasional. & Lindzey. 1994. (1974). (1993). New York: Appleton Century Crofts. (1977). Boston: Allyn and Bacon. . (1990). Columbia University.J. 1984. Columbus. William. Hall. A Humanized System Approach. Gardiner. Ernest R. B. Queensland: Distance Education Centre. (1966). Glen. J. Curriculum in the Classroom. Ohio: Ohio Departemen of Education. Dull. Monterey. (1987). SMA. Hodgkinson. New York and London: Teacher College. New York: Pergamon Press. Radical Curriculum Theory Reconsidered. (Ed). East Lansing. (1965). Selecting and Use of Teaching Technology. Tomorrow's Schools. Dunkin. Belmont. Lloyd W. (1970). Theories of Learning. (Ed). Lambert. Kejuruan 1975. Glasser.Control Theory in the Classroom. (1970). SMP. (Ed). Doll. (1983). New York: Harper & Row Publisher. Readings in Curriculum. Oxford. Jakarta: Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi. Beberapa Pemikiran tentang Strategi Transformasi Industri suatu Negara Sedang Berkembang. (1980).Curriculum Development. Hlebowitsh. Inc. Gardner. Robert M. California: Lear Siegler Inc. Peter S. USA: The Holmes Group. (1980). The Psychology of Teaching. Gagne. (1980). Ronald C. Michael. Curriculum Improvement. Hass. (1991). Theories of Personality. Jakarta: Depdikbud Depdikbud. Habibie.Depdikbud. New York: Holt. W. (1990). The International Encyclopedia of Teaching and Teacher Education. California: Brooks/Cole Publishing. Calvin S. Boston: Allyn & Bacon. Jakarta: Armas Duta Jaya. (Ed). Rinehart & Winston.

Toronto. Intentionality in Education. Lapp. Psychological. Mac Donald. Mentalitet dan Pembangunan . XXI No. J. Fremont E. 1987. Minnesota: Burgess Pub. Klose. Co.Hosyom. (1970). Kryspin. Teaching and Learning: Philosophical. Curriculum Theory: Theory Into Practice. & Seller. Technology. Jackson. Inc. Kast. Al Paul. (1975). (1962). John. George. & Rosenweig James E. Educational Models for Instruction. Co. (1980). New York and London: Longman. Curricular Application. Mouly. et al. Dianne. (1965). (1982). New York: Macmillan Publishing Co. Indianapoli. Abraham. Writing Behavioral Objectives. The Conduct of Inquiry. (Ed). Kibler. Democracy. J. Marilyn & Quaranta. Robert J. OSU. at al. W. Inc. Kaplan. Miller. William J. The Science of Educational Research. Science Technology and Man agement. Effective Teaching. Koentjaraningrat. New York: Macmillan Pub. Ontario: Oise Press. James B. Behavioral Objectives and Instruction. Collision. New York: McGraw Hill Book Co. McCutcheon. Minneapolis. (Ed). Mauritz. Inquiring Into the Teaching Process. McNeil John D. Philip W. Curriculum : Perspectives and Practices. (1979). San Fransisco: Chandler Publishing Co.P. Allyn & Bacon. London: Scott. Washington DC: The Association for Supervision and Curriculum Development. Jakarta: Gramedia. Journal Vol. (1985). (1977). Handbook of Research on Curriculum. Lory. New York: Center for Curriculum Research and Services. (1985). (1964). (1970). (1974). . New York: American Book Co. Johnson. Gail. Rulihs Merrill Educational Publishing. Kebudayaan. et al. Boston: Little Brown & Co. Foresman and Co. Kourilsky.1 1982. (1992). (1977) Curriculum A Comprehensive Introduction.

T. Pokok-Pokok Pikiran Mengenai Pendidikan Guru. Tanner. (1978). Co. B. (1980). Problem Approach to Foundation of Education. Comparing Theories of Child Development. (1976). Instructional Media and Technology. Chicago: Rand MacNally College Pub. Novak. (1992). Snow. Charles.M. Qodir. Publishers. Depdikbud. V. A Theory of Education. New York: Macmillan Pub. P.M. Schubert. Skinner. Washington DC. Joseph D. Curriculum: Perspective. Susskind. New York: Harcourt. Second Handbook of Research on Teaching.H. Daniel & Tanner. (1982). Paradigm and Possibility.NEA. (1995). (1976). (1962). Inc. Ilmu Pengetahuan dan Metodenya. Curriculum Development: Theory and Practices. Chicago: Rand Mac Nally & Co. Richard E. New York: Harper & Row. Inc. Ruggiero. Raka Joni. Understanding Technology. Macmillan Publishing Co. Thomas M. (1986). Murray. Ohio: Charles E Merril Pub. New York: Alfred A Knopf. Hilda. . Jakarta: Konsorsium Ilmu Pendidikan. Directive Teaching. Laurel. Taba. Inc.R. (Ed). Petty. W. Brace and World. R. (1979). (1972). Belmont. Stephem. (1970). New York: John Wiley & Sons. Curriculum for the Modern Elementary School. Beyond Freedom and Dignity. N.J. Stroudsberg : downden. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. (1975). (1986). Ditjen Dikti. Columbus. Walter T.A. (1973). Co.F. (Ed). in Travers. Seckinger. Donald S. Inc. Hutchinson & Sons. Curriculum Development. Sleeman. (Ed). Excellence in Our Schools Teacher Education: An Action Plan. Thomas. Teaching Thinking Across the Curriculum. Theory Construction for Research on Teaching. (1988). & Rockwell D. Ithaca: Come! University Press. California: Wadsworth Pub. C. Baltimore and London: The John Hopkins University Press.

Jakarta: Panitia Kongres Ilmu Pengetahuan Nasional V. (1978). Curriculum Development. Toffler. (1991).D. New York: Harper & Row Publisher. et al. Curriculum Principles and Foundations. Berkeley. (1980). New York: Promenthus Books. Educational Psychology for Teachers. Zais. Jakarta: Depdikbud. Alwvi. Englewood Cliffs. H. Humanistic Psychology. Pedoman Pelaksanaan Pala Pembangunan Sistem pendidikan Tenaga Kependidikan di Indonesia. Co.R. Robert S. Welch. D. Gelombang Ketiga.G. .n. (1984).Tilaar. California: McCutchan Publishing. Jakarta: Panca Simpati. A. G. & Unruh. (1980). (1984).A. Tisna Amidjaja. I. Woolfolk. New Jersey: Prentice Hall. Sistem Pendidikan Nasional yang Kondusif bagi Pembangunan Masyarakat Industri Modern Berdasarkan Pancasila. Unruh. (Ed). Anita E. (1976).A.

Beberapa buku yang pernah ditulis: Pengan tar Psikologi (1967). penulis buku ini. Rochman Natawidjaja (1979). The Role of Remediation in the Indonesian System bersama R. Sampai saat ini penulis masih menjadi pengajar luar biasa pada SESKOAD dan SESPIMPOL. Universitas Ibnu Khaldun dan Universitas Pakuan Bogor.A. IKIP Bandung dengan tambahan kredit dari Universitas California di Santa Barbara 1977/1978. Strategi Bela jar-Mengajar (1984). Pen yuluhan Individual (1976).rtgaiarkan mata kuliah yang sama selama beberapa tahun pada Universitas Siliwangi Tasikmalaya. . adalah dosen tetap pada IKIP Bandung. Mendiagnosis dan Membantu Kesulitan Belajar Siswa (1978). (1978). dan STKS Bandung. STIA. Psikologi Umum dan Sosial bersama Djasman Adimihardja. Teknik Penilaian dan Bimbingan Pen yuluhan bersama Drs. Co. Penulis menyelesaikan program Sarjana Muda tahun 1963 pada Jurusan Pedagogik.lumbus. DR. Penulis juga mengikuti program Refresher tahun 1986/1987 pada Universitas Ohio.M.TENTANG PENULIS PROF. NANA SYAODIH SUKMADINATA. Universitas Pasundan. TeknikTeknik Pemahaman Individu. Saat ini penulis mengajar mata kuliah Pengembangan Kurikulum dan Metode Penelitian pada PPS IKIP Bandung. dan sebelumnya nak. (1982). Prinsip dan Landasan Pengembangan Kurikulum (1988). Psikologi Belajar (1991). sarjana pada tahun 1966 Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan dan Program Doktor pada tahun 1983 Jurusan Pengembangan Kurikulum FPS. Pada program Si penulis juga mengajar mata-mata kuliah Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Konseling pada IKIP Bandung dan Universitas Islam Bandung. Thomas (1978). M. Teori dan Teknik Bimbingan Kelompok (1975).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful