PENGEMBANGAN KURIKULUM TEORI DAN PRAKTEK KATA PENGANTAR

Kurikulum memegang kedudukan kunci dalam pendidikan, sebab berkaitan dengan penentuan arah, isi dan proses pendidikan, yang pada akhirnya menentukan macam dan kualifikasi lulusan suatu lembaga pendidikan. Kurikulum menyangkut rencana dan pelaksanaan pendidikan baik dalam lingkup kelas, sekolah, daerah, wilayah maupun nasional. Semua orang berkepentingan dengan kurikulum, sebab kita sebagai orang tua, sebagai warga masyarakat, sebagai pemimpin formal ataupun informal selalu mengharapkan tumbuh dan

berkembangnya anak, pemuda, dan generasi muda yang lebih baik, lebih cerdas, lebih berkemampuan. Kurikulum mempunyai andil yang cukup besar dalam melahirkan harapan tersebut. Buku ini disusun dengan tujuan membantu para guru, dosen, instruktur, widyaiswara, para pengembang, pengelola, penentu kebijaksanaan, dan siapa saja yang terlibat dan berminat dalam pengembangan kurikulum; untuk menambah wawasan tentang apa, mengapa, dan bagaimana pengembangan kurik ulum. Meskipun dalam buku ini diusahakan menyajikan materi yang bervariasi dengan cara penyajian yang moderat, tetapi mungkin saja sajian ini belum bisa memenuhi kebutuhan semua pihak. Untuk itu penulis meminta maaf dan menantikan saransaran bagi penyempurnaannya. Isi buku ini merupakan penyempurnaan dari buku sebelumnya yang berjudul Prinsip dan Landasan Pengembangan Kurikulum, yang ditulis dengan bantuan Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Depdikbud, untuk kepentingan Program Pascasarjana. Penulis ingin

menyampaikan ucapan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada Pimpinan P2LPTK, serta para pimpinan teras Depdikbud, yang telah mendorong penulisan serta memberi izin menerbitkan kembali buku ini oleh lembaga di luar P2LPTK.

Bandung, 1997 Nana Syaodih Sukmadinata

DAFTAR ISI

Kata Pengantar BAB 1 Konsep Kurikulum A. Kedudukan kurikulum dalam pendidikan B. Konsep kurikulum C. Kurikulum dan teori-teori pendidikan BAB 2 Teori Kurikulum 1 A. Apakah teori itu? B. Teori pendidikan C. Teori kurikulum BAB 3 Landasan Filosofis dan Psikologis Pengembangan Kurikulum A. Landasan filosofis B. Landasan psikologis BAB 4 Landasan Sosial-Budaya, Perkembangan Ilmu dan Teknologi dalam Pengembangan Kurikulum A. Pendidikan dan masyarakat B. Perkembangan masyarakat C. Perkembangan ilmu pengetahuan D. Perkembangan teknologi E. Pengaruh perkembangan ilmu dan teknologi BAB 5 Macam-Macam Model Konsep Kurikulum A. Kurikulum subjek akademis B. Kurikulum humanistik C. Kurikulum rekonstruksi sosial D. Teknologi dan kurikulum BAB 6 Anatomi dan Desain Kurikulum A. Komponen-komponen kurikulum B. Desain kurikulum

BAB 7 Proses Pengajaran A. Keseimbangan antara isi dan proses B. Isi dan kurikulum C. Proses belajar D. Kesiapan belajar E. Minat dan motif belajar BAB 8 Pengembangan Kurikulum A. Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum B. Pengembangan kurikulum C. Faktor-faktor yang mempengaruhi D. Artikulasi dan hambatan E. Model-model pengembangan kurikulum BAB 9 Evaluasi Kurikulum A. Evaluasi dan kurikulum B. Konsep kurikulum C. Implementasi dan evaluasi kurikulum D. Peranan evaluasi kurikulum E. Ujian sebagai evaluasi sosial F. Model-model evaluasi kurikulum BAB 10 Guru dan Pengembangan Kurikulum A. Guru sebagai pendidik profesional B. Guru sebagai pembimbing belajar C. Peranan guru dalam pengembangan kurikulum D. Pendidikan guru

Daftar Rujukan

BAB 1 KONSEP KURIKULUM

A. Kedudukan Kurikulum dalam Pendidikan Pendidikan berintikan interaksi antara pendidik dengan peserta didik dalam upaya membantu peserta didik menguasai tujuan-tujuan pendidikan. Interaksi pendidikan dapat berlangsung dalam lingkungan keluarga, sekolah, ataupun rnasyarakat. Dalam lingkungan keluarga, interaksi pendidikan terjadi antara orang tua sebagai pendidik dan anak sebagai peserta didik. Interaksi ini berjalan tanpa rencana tertulis,Orang tua sering tidak mempunyai rencana yang jelas dan rinci ke mana anaknya akan diarahkan, dengan cara apa mereka akan dididik, dan apa isi pendidikannya. Orang tua umumnya mempunyai harapan tertentu pada anaknya, mudah-mudahan is menjadi orang soleh, sehat, pandai, dan sebagainya, tetapi bagaimana rincian sifat-sifat tersebut bagi mereka tidak jelas. Juga mereka tidak tahu apa yang harus diberikan dan bagaimana memberi annya k agar anak-anaknya memiliki sifat-sifat tersebut. Interaksi pendidikan antara orang tua dengan anaknya juga sexing tidak disadari. Dalam kehidupan keluarga interaksi pendidikan dapat terjadi setiap saat, setiap kali orang tua bertemu, berdialog, bergaul, dan bekerja sama dengan anakanaknya. Pada saat demikian banyak perilaku dan perlakuan spontan yang diberikan kepada anak, sehingga kemungkinan terjadi kesalahan-kesalahan mendidik besar sekali. Orang tua menjadi pendidik juga tanpa dipersiapkan secara formal. Mereka menjadi pendidik karena statusnya sebagai ayah atau ibu, meskipun mungkin saja sebenarnya mereka belum siap untuk melaksanakan tugas tersebut. Karena sifat-sifatnya yang tidak formal, tidak memiliki rancangan yang konkret dan ada kalanya juga tidak disadari, maka pendidikan dalam lingkungan keluarga disebut pendidikan informal. Pendidikan tersebut tidak memiliki kurikulum formal dan tertulis. Pendidikan dalam lingkungan sekolah lebih‡bersifat formal. Guru sebagai pendidik di sekolah telah dipersiapkan secara formal dalam lembaga pendidikan guru. la telah mempelajari ilmu, keterampilan, dan seni sebagai guru. Ia juga telah

dibina untuk memiliki kepribadian sebagai pendidik. Lebih dari itu mereka juga telah diangkat dan diberi kepercayaan oleh masyarakat untuk menjadi guru, bukan sekadar dengan surat keputusan dari pejabat yang berwenang, tetapi juga dengan pengakuan dan penghargaan dari masyarakat. Guru melaksanakan tugasnya sebagai pendidik dengan rencana dan persiapan yang matang. Mereka mengajar dengan tujuan yang jelas, bahan-bahan yang telah disusun secara sistematis dan rinci, dengan cara dan alat-alat yang telah dipilih dan dirancang secara cermat. Di sekolah guru melakukan interaksi pendidikan secara berencana dan sadar. Dalam lingkungan sekolah telah ada kurikulum formal, yang bersifat tertulis. Guru-guru melaksanakan tugas mendidik secara formal, karena itu pendidikan yang berlangsung di sekolah sering disebut pendidikan formal. Dalam lingkungan masyarakat pun terjadi berbagai bentuk interaksi pendidikan, dari yang sangat formal yang mirip dengan pendidikan di sekolah dalam bentuk kursus-kursus, sampai dengan yang kurang formal seperti ceramah, sarasehan, dan pergaulan kerja. Gurunya juga bervariasi dari yang memiliki latar belakang pendidikan khusus sebagai guru, sampai dengan yang melaksanakan tugas sebagai pendidik karena pengalaman. Kurikulumnya juga bervariasi, dari yang memiliki kurikulum formal dan tertulis sampai dengan rencana pelajaran yang hanya ada pada pikiran penceramah atau moderator sarasehan, atau gagasan keteladanan yang ada pada pemimpin. Interaksi pendidikan yang be rlangsung di masyarakat, yang memiliki rancangan dan dilaksanakan secara formal sebenarnya dapat dimasukkan dalam kategori pendidikan formal. Interaksi yang rancangan dan pelaksanaannya kurang formal dapat kita sebut sebagai pendidikan kurang formal (less formal). Karena adanya variasi itu, Para ahli pendidikan masyarakat lebih senang menggunakan istilah pendidikan luar sekolah bagi interaksi pendidikan yang berlangsung di masyarakat ini. Dari hal-hal yang diuraikan itu, dapat ditarik beberapa kesimpulan berkenaan dengan pendidikan formal. Pertama, pendidikan formal memiliki rancangan pendidikan atau kurikulum tertulis yang tersusun secara sistematis, jelas, dan rinci. Kedua, dilaksanakan secara formal, terencana, ada yang mengawasi dan menilai. Ketiga, diberikan oleh pendidik atau guru yang memiliki ilmu dan keterampilan khusus dalam bidang pendidikan. Keempat, interaksi

Pertaina. Untuk menyampaikan bahan pelajaran. Sejarah pendirian sekolah diawali karena ketidakmampuan keluarga memberikan pengetahuan dan keterampilan yang lebih tinggi dan mendalam. Untuk menilai hasil dan proses pendidikan. bahwa adanya rancangan atau kurikulum formal dan tertulis merupakan ciri utama pendidikan di sekolah. ataupun kemampuan bekerja. pendidikan for. pengembangan pribadi. yaitu tujuan.pendidikan berlangsung dalam lingkungan tertentu. sistematis.mal di sekolah memiliki lingkup isi pendidikan yang lebih luas. Kalau kurikulum merupakan syarat mutlak. Keempat hal tersebut. Ketiga. pendidikan di sekolah dilaksanakan secara berencana. Kedua. Interaksi ini . dan lebih disadari. kurikulum merupakan syarat mutlak bagi pendidikan di sekolah. Dengan kata lain. dengan fasilitas dan alat serta aturan-aturan permainan tertentu pula. Dapat kita bayangkan. hal itu berarti bahwa kurikulum merupakan bagian yang tak terpisahkan dari pendidikan atau pengajaran. bahan ajar. interaksi pendidikan antara guru dan siswa berlangsung. pendidikan di sekolah dapat memberikan pengetahuan yang lebih tinggi. karena memiliki rancangan atau kurikulum secara formal dan tertulis. Setiap praktik pendidikan diarahkan pada pencapaian tujuan -tujuan tertentu. bukan hanya berkenaan dengan pembinaan segi-segi moral tetapi juga ilmu pengetahuan dan keterampilan. metode-alat. maka dalam uraian-uraian selanjutnya yang dimaksud dengan pendidikan atau pengajaran itu. Telah diuraikan sebelumnya. lebih luas dan mendalam. juga diperlukap caracara dan alat-alat penilaian tertentu pula. Karena yang memiliki rancangan atau kurikulum formal dan tertulis adalah pendidikan di sekolah. Dengau berpedoman pada kurikulum. apakah berkenaan dengan penguasaan pengetahuan. ataupun mengembangkan kemampuankemampuan tersebut diperlukan metode penyampaian serta alat-alat bantu tertentu. dan penilaian merupakan komponenkomponen utama kurikulum. Pendidikan formal memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan pendidikan informal dalam lingkungan keluarga. kemampuan sosial. lebih banyak mengacu pada pendidikan atau pengajaran di sekolah. bagaimana bentuk pelaksanaan suatu pendidikan atau pengajaran di sekolah yang tidak memiliki kurikulum.

. politik. a racecourse of subject matters to be mastered" (Robert S. yaitu kurikulum sebagai ". tetapi selalu terjadi dalam lingkungan tertentu. lingkup. 7). B. hlm. ekonomi. serta proses pendidikan. Kurikulum juga merupakan suatu rencana pendidikan.struction". dan religi. Pertautan antara satu komponen dan komlumen pendidikan lainnya dapat dilihat pada bagan berikut. 1976.iidak berlangsung dalam ruang hampa. . Zais. Kurikulum mengarahkan segala bentuk aktivitas pendidikan demi tercapainya tujuan-tujuan pendidikan. Di samping kedua fungsi itu. Konsep Kurikulum Konsep kurikulum berkembang sejalan dengan perkembangan teori dan praktik pendidikan.. dan urutan isi. dalam lingkungan atau hubungan tertentu pandangan ini masih dipakai sampai sekarang. yang ditekuni oleh para ahli atau spesialis kurikulum. alam. yang mencakup antara lain lingkungan fisik. BAGAN 1. Menurut pandangan lama. kurikulum juga merupakan suatu bidang studi. hlm. 130) kurikulum "prescribes (or at least anticipates) the result of in.. juga bervariasi sesuai dengan aliran atau teori pendidikan yang dianutnya. Anggapan ini telah ada sejak zaman Yunani Kuno. memberikan pedoman dan pegangan tentang jenis. yang menjadi sumber konsep konsep atau memberikan landasan-landasan teoretis bagi pengembangan kurikulum berbagai institusi pendidikan. Menurut Mauritz Johnson (1967. kurikulum merupakan kumpulan matamata pelajaran yang harus disampaikan guru atau dipelajari oleh siswa.1 Komponen-komponen utama pendidikan Kurikulum mempunyai kedudukan sentral dalam seluruh proses pendidikan. sosial budaya.

evaluasi. Definisi tersebut juga mencakup berbagai upaya guru dalam mendorong terjadinya pengalaman tersebut serta berbagai fasilitas yang mendukungnya. Pendapat-pendapat yang muncul selanjutnya telah beralih dari menekankan pada isi menjadi lebih memberikan tekanan pada pengalaman belajar. Doll (1974. Semua yang berkenaan dengan perencanaan dan pelaksanaan. Pengalaman tersebut berlangsung di sekolah. kegiatan belajarmengajar. tetapi pengajaran. hlm. hlm. dari konsep yang sangat sempit kepada yang lebih luas. pengalaman hanya akan muncul apabila terjadi interaksi antara siswa dengan lingkungannya.Banyak orang tua bahkan juga guru-guru. to be composed of all the experiences children have under the guidance of teachers. . Kurikulum hanya menggambarkan atau mengantisipasi hasil dari pengajaran.. Apa yang di maksud dengan pengalaman siswa yang diarahkan atau menjadi tanggung jawab sekolah mengandung makna yang cukup luas. sedangkan kurikulum hanya berkenaan dengan hasil-hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh siswa. Lebih khusus mungkin kurikulum diartikan hanya sebagai isi pelajaran. kalau ditanya tentang kurikulum akan memberikan jawaban sekitar bidang studi atau mata-mata pelajaran. di rumah ataupun di masyarakat. Interaksi seperti itu bukan kurikulum. 22): The commonly accepted definition of the curriculum has changed from content of courses of study and list of subjects and courses to all the experiences which are offered to learners under the auspices or direction of the school. bersama guru tanpa guru. seperti perencanaan isi. Johnson membedakan dengan tegas antara kurikulum dengan pengajaran. 130) mengajukan keberatan terhadap konsep kurikulum yang sangat luas seperti yang dikemukakan oleh Ronald Doll. kurikulum . Mauritz Johnson (1967. Menurut Caswel dan Campbell dalam buku mereka yang terkenal Curriculum Development (1935). Definisi Doll tidak hanya menunjukkan adanya perubahan penekanan dari isi kepada proses. Menurut Johnson.. termasuk pengajaran.. tetapi juga menunjukkan adanya perubahan lingkup. berkenaan langsung dengan pelajaran ataupun tidak. Perubahan penekanan pada pengalaman ini lebih jelas ditegaskan oleh Ronald C.

Kurikulum bukan hanya merupakan rencana tertulis bagi pengajaran. Kurikulum. 130). Mengajar (teaching) merupakan kegiatan atau perlakuan profesional yang diberikan oleh guru. sistem persekolahan terbentuk atas empat subsistem. melainkan sesuatu yang fungsional yang beroperasi dalam kelas. Pelaksanaan rencana itu sudah masuk pengajaran. a structured series of intended learning outcomes (Johnson. yaitu mengajar. Perbedaan antara kurikulum dan pengajaran menurut dia bukan terletak pada implementasinya. Salah seorang di antara mereka adalah Mac Donald (1965. yang memberi pedoman dan mengatur lingkungan dan kegiatan yang berlangsung di dalam kelas..(curriculum) merupakan suatu rencana yang memberi pedoman atau pegangan dalam proses kegiatan belajarmengajar.Menurut Johnson kurikulum adalah . Kurikulum . Sebagai respons terhadap kegiatan mengajar yang diberikan oleh guru. Zais menjelaskan bahwa kebaikan suatu kurikulum tidak dapat dinilai dari dokumen tertulisnya saja. hlm. 6) "A curriculum is a written document which may contain many ingredients. him. sedangkan kurikulum yang dioperasikan di kelas merupakan kurikulum fungsional (functioning. melainkan harus dinilai dalam proses pelaksanaan fungsinya di dalam kelas. Beauchamp lebih memberikan tekanan bahwa kurikulum adalah suatu rencana pendidikan atau pengajaran. belajar (learning) merupakan kegiatan atau upaya yang dilakukan siswa. pembelajaran. him. dan kurikulum. belajar. but basically it is a plan for the education of pupils during their enrollment in given school".. Hilda Taba (1962) mempunyai pendapat yang berbeda dengan pendapatpendapat itu. Menurut Beauchamp (1968. Kurikulum juga sering dibedakan antara kurikulum sebagai rencana (curriculum plan) dengan kurikulum yang fungional (functioning curricu. Selanjutnya. Rencana tertulis merupakan dokumen kurikulum (curriculum document or inert curriculum). Keluruhan pertautan kegiatan yang memungkinkan dan berkenaan (lengan terjadinya interaksi belajar-mengajar disebut pembelajaran (instruction). Terlepas dari pro dan kontra terhadap pendapat Mauritz Johnson. Menurut dia.lum). live or operative curriculum). tetapi pada keluasan cakupannya. 1967. beberapa ahli memanciang kurikulum sebagai rencana pendidikan atau pengajaran.

tetapi merupakan tugas dan tanggung jawab guru untuk menjabarkannya. Menurut Robert S. Beauchamp (1976. Menurut George A.. Menurut Taba keduanya membentuk satu kontinum. .berkenaan dengan cakupan tujuan isi dan metode yang lebih luas atau lebih umum. sedangkan yang lebih sempit lebih khusus menjadi tugas pengajaran. and its evaluation. him. Suatu kurikulum. Sebagai contoh. dalam kurikulum (tertulis).2 Kontinum kurikulum dan pengajaran Menurut Taba. Zais (1976. kurikulum sebagai bidang studi mencakup: (1) the range of subject matters with which it is concerned (the substantive structure). yaitu teori kurikulum. bergantung pada tafsiran guru. batas antara keduanya sangat relatif. sedangkan pengajaran pada ujung lainnya yaitu yang lebih khusus atau tujuan dekat. Kumpulan teori-teori kurikulum membentuk suatu ilmu atau bidang studi kurikulum. Teori-teori tersebut merupakan hasil pengkajian. and (2) the procedures of inquiry and practice that it follows (the syntactical structure)". kurikulum terletak pada ujung tujuan umum atau tujuan jangka panjang. BAGAN 1. 58-59) kurikulum sebagai bidang studi membentuk suatu teori. kejuruan. him. Kurikulum memberikan pegangan bagi pelaksanaan pengajaran di kelas. kurikulum sekolah umum. penelitian. 3).. dan lainlain merupakan perwujudan atau penerapan teori-teori kurikulum. its use. isi harus digambarkan serinci. dan pengembangan para ahli kurikulum. sekhusus mungkin agar mudah dipahami guru.a set of related statements that gives meaning to a schools's curriculum by pointing up the relationships among its elements and by directing its development. tetapi cukup luas dan umum sehingga memungkinkan mencakup semua bahan yang dapat dipilih oleh guru sesuai dengan kebutuhan dan minat siswa serta kemampuan guru. Beauchamp mendefinisikan teori kurikulum sebagai . apakah itu kurikulum pendidikan dasar. pendidikan menengah atau pendidikan tinggi.

(6) evaluation the curriculum. (3) organization for and leachniques used in curriculum plannning. Suatu kurikulum disusun dengan mengacu pada satu atau beberapa teori kurikulum. implementasi dan evaluasi kurikulum. 111m. 60) menggambarkan: . kurikulum juga sebagai rencana pengajaran dan sebagai suatu sistem (sistem kurikulum) yang merupakan bagian dari sistem persekolahan. bahan yang akan disajikan. C. Sebagai suatu rencana pengajaran. Kurikulum dapat dipandang sebagai rencana konkret . Kurikulum dan Teori-Teori Pendidikan Kurikulum mempunyai hubungan yang sangat erat dengan teori pendidikan. (2) the selection and involvement of person in curriculum planning. Sebagai suatu sistem. pelaksanaan. (5) implementing the curriculum.ekolah. dan penyempurnaannya. dan evaluasi kurikulum.Bidang cakupan teori atau bidang studi kurikulum meliputi: konsep kurikulum. dan penyempurnaannya. susunan personalia dan prosedur pengemhangan kurikulum. desain kurikulum.. kurikulum m.. penerapan. kurikulum berisi tujuan yang ingin dicapai. alat-alat pengajaran dan jadwal waktu pengajaran. penerapan. baik sebagai dokumen tertulis maupun aplikasinya dan menjaga agar kurikulum tetap dinamis. kegiatan pengajaran. lebih lanjut Beauchamp (1975. (4) actual writing of a curriculum. Mengenai fungsi sistem kurikulum ini. Selain sebagai bidang studi menurut Beauchamp. dan suatu teori kurikulum diturunkan atau dijabarkan dari teori pendidikan tertentu. Apa yang dikemukakan oleh Beauchamp bukan hanya menunjukkan tnnlsi tetapi juga struktur dari suatu sistem kurikulum. pengembangan kurikulum. yang secara garis berkenaan dengan pengembangan. Fungsi utama sistem kurikulum adalah dalam pengembangan. evaluasi. penentuan kurikulum. ovaluasi.(1) the choice of arena for curriculum decision making.erupakan bagian atau subsistem dari keseluruhan kerangka organisasi sekolah atau sistem µ. Kurikulum sebagai suatu sistem menyangkut penentuan segala kebijakan tentang kurikulum. and (7) providing for feedback and modification of the curriculum.

yaitu pengetahuan. atau nilai-nilai telah ditemukan oleh para pemikir terdahulu. dan meneruskan semua warisan budaya tersebut kepada generasi berikutnya. Pendidikan klasik Pendidikan klasik atau classical education dapat dipandang sebagai konsep pendidikan tertua. Teori pendidikan ini lebih menekankan peranan isi pendidikan daripada proses atau bagaimana mengajarkannya. 1. sebab sentuanya telah tersedia. Sebelum dapat menyampaikan materi ilmu pengetahuan tersebut secara sempurna. berupa disiplindisiplin ilmu yang telah ditemukan dan dikembangkan oleh para ahli tempo dulu. Guru atau para pendidik tidak perlu susah-susah mencari dan menciptakan pengetahuan. Tugas para pendidik atau guru bukan hanya mengajarkan materi pengetahuan. dikemukakan beberapa teori pendidikan dan model-model konsep kurikulum dari masing-masing teori tersebut. Untuk lebih memahami hubungan kurikulum dengan pendidikan. pendidikan pribadi. ide-ide. dan teknologi pendidikan. Konsep pendidikan ini bertolak dari asumsi seluruh warisan budaya. Tugas guru dan para pengembang kurikulum adalah memilih dan menyajikan materi ilmu tersebut disesuaikan dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik. Mendidikkan nilainilai tidak sama dengan mengajarkan pengetahuan yang berbentuk penyampaian informasi. Materi ilmu pengetahuan yang diambil dari disiplindisiplin ilmu tersebut telah tersusun secara logis dan sistematis. para pendidik atau talon pendidik terlebih dahulu harus mempelajarinya dengan sungguh-sungguh. tetapi juga melatih keterampilan dan menanamkan nilai. konsep. . pendidikan interaksional. mengawetkan. Isi pendidikan atau materi ilmu tersebut diambil dari khazanah ilmu pengetahuan. guru atau pendidik adalah ahli dalam bidang ilmu dan juga contoh atau model nyata dan pribadi yang ideal. Siswa merupakan penerima pengajaran yang baik. yaitu pendidikan klasik. Minimal ada empat teori pendidikan yang banyak dibicarakan para ahli pendidikan dan dipandang mendasari pelaksanaan pendidikan. Pendidikan berfungsi memelihara.penerapan dari suatu teori pendidikan. tetapi perlu dimanifestasikan dalam perilaku seharihari. Menurut konsep pendidikan klasik. tinggal menguasai dan mengajarkannya kepada anak. dan nilai-nilai baru.

Meskipun demikian dalam pendidikan klasik siswa bekerja keras menguasai apa-apa yang diajarkan dan ditugaskan oleh guru. konsep-konsep dan nilai-nilai yang telah ada. Konsep-konsep filosofis lebih banyak mewarnai pendidikan ini. Konsep ini lebih berorientasi pada masa sekarang dan yang akan datang. Walaupun didasari dengan konsep-konsep yang sama. Isi pengajaran lebih diarahkan kepada pembentukan keteram pilan dan pengembangan kemampuan vocational. Pendidikan ini lebih mengutamakan sains daripada humanitas. keduanya memiliki pandangan yang berbeda. pendidikan diarahkan dalam mempersiapkan generasi muda untuk terjun ke dunia kerja. Esensialisme berkembang di Amerika Serikat dalam masyarakat industri. bahwa masyarakat bersifat statis. Mereka lebih pragmatis. Ada dua model konsep pendidikan klasik. Pendidikan berfungsi memelihara dan mewariskan pengetahuan. perenialisme dan esensialisme. Parenialisme maupun esensialisme mempunyai pandangan yang sama tentang masyarakat. disusun secara sistematis dan logis. Dalam penyusunan kurikulum. menjelaskan: . Isi pendidikan lebih banyak bersifat pendidikan umum (general education atau liberal art) dengan model mengajar yang bersifat ekspositori. dkk. Mereka lebih berorientasi ke masa lampau dan kurang hivmen tingkan tuntutantuntutan masyarakat yang berkembang saat sekarang pendidikan lebih menekankan pada humanitas. Pendidikan menurut pandangan mereka adalah bebas nilai (value free) dan bebas dari kebudayaan (culture free) artinya tidak terikat atau diwarnai oleh nilai-nilai dan karakteristik masyarakat sekitar. pembentukan pribadi. dan diarahkan pada perkembangan kemampuan berpikir. Pengetahuan dan nilai-nilai yang akan diajarkan diambil dari materi disiplin ilmu yang telah disusun dan dikembangkan oleh para ahli. Pendidikan lebih menekankan perkembangan segi-segi intelektual daripada segi emosional dan psikomotor. dan sifat-sifat mental.tetapi sebagai penerima informasi sesungguhnya mereka pasif. Parenialisme berkembang di Eropa dalam masyarakat aristokralisagraris. matamata pelajaran dipilih dan ditentukan oleh sekelompok orang ahli. Mengenai persamaan dan perbedaan pendidikan perenial dengan esensial. sedangkan model belajarnya adalah asimilasi. Dianna Lapp.

1975. Mereka menghargai seni. kehidupan produktif. sejak dilahirkan. hlm. Dianna. Tujuan utama pendidikan. 2. Pendidikan adalah ibarat persemaian. Kurikulum pendidikan klasik lebih menekankan isi pendidikan. Siswa mempunyai peran yang pasif. But unlike perennialism. nonphilosophical. berfungsi menciptakan lingkungan yang menunjang dan terhindar dari hama-hama. baik potensi untuk berpikir. yang diambil dari disiplin-disiplin ilmu. and to science rather than to the humanities. anak telah memiliki potensi-potensi. dan evaluasi. et. It is far more prone to activity-to doing-than to wasting time on extensive philosophical speculation. (3) memperoleh penghasilan lehih banyak. seperti halnya seorang . memecahkan masalah. sistematis. sedikit sekali memperhatikan segi segi sosial atau psikologis peserta didik. dan humanitas sepanjang hal itu mendukung kehidupan sehari-hari. 32). Tugas guru. metode. essentialism is nonreflective. al. adalah (1) memperoleh pekerjaan yang lebih baik. dan berstruktur. seeking to maintain and pass on to the new generation the convictions of the older generation. Guru mempunyai peranan yang sangat besar dan lebih dominan. maupun untuk belajar dan berkembang sendiri. keindahan. (Lapp. (2) dapat bekerja sama lebih baik dengan orang dari berbagai tingkatan/lapisan masyarakat. Dialah yang aktif dan bertanggung jawab dalam segala aspek pengajaran. apalagi siswa. Isi disusun secara logis.. mengutamakan kerja dan kompetisi di tramping kerja sama. ia menentukan isi. Mereka berpikiran praktis bahwa pendidikan adalah suatu Han untuk mencapai sukses dalam kehidupan. sebagai penerima informasi dan tugas-tugas dari guru. berbuat. Dalam pengajaran. terutama sukses secara ekonomis. Konsep pendidikan ini bertolak dari anggapan dasar bahwa. Pendidikan pribadi Pendidikan pribadi (personalized education) lebih mengutamakan peranan siswa.Like perennial education. Looking to the present rather than the past. dengan berpusatkan pada segi intelektual. it is primarily practical and pragmatic. Para esensialis bersifat praktis. disusun oleh para ahli tanpa mengikutsertakan guru-guru. essentialism is conservative. menurut para esensialis.

Guru membantu perkembangan siswa sesuai dengan kemampuan dan kecepatannya masing-masing. la juga berperan sebagai bidan yang membantu siswa melahirkan ide -idenya. fasilitator. pupuk. semua ciptaan Tuhan termasuk anak adalah bai k dan menjadi kurang baik atau sering rusak di tangan manusia. Tokoh pendahulu pendidikan progresif adalah Francis Parker yang membawa aliran ini dari Eropa ke Amerika. yaitu pendidikan progresif dan pendidikan romantik. Inilah yang hams ditemukan. bukan lagi sebagai penyampai informasi atau sebagai model dan ahli dalam disiplin ilmu. Teori ini juga memiliki dua aliran. dan ketulusan. udara. perkembangan emosi dan sosial sama pentingnya dengan perkembangan intelektual. dan sinar matahari yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan tanaman (peserta didik). Pendidikan romantik berpangkal dari pemikiran-pemikiran Jean Jacques Rousseau. dan gentle. merdeka. Pendidikan bertolak dari kebutuhan dan minat peserta didik. Pendidik menempati posisi kedua. kebenaran. Dalam pendidikan progresif. Setiap orang mempunyai nurani yang berisi kejujuran. Peserta didik menjadi subjek pendidikan. pendorong (motivator). Ia ingin mengembalikan pendidikan kepada pendidikan alam. Aliran ini menjadi lebih terkenal di Amerika berkat percobaan-percobaan yang dilakukan John Dewey dengan sekolah-sekolah laboratoriumnya. Berkat refleksinya itu is memahami dan dapat menggunakannya bagi kehidupan. air. Ia merefleksi terhadap masalah masalah yang muncul dalam kehidupanhya. siswa merupakan satu kesatuan yang utuh. Pendidikan adalah proses individual yang berisi rentetan pengembangan kemampuan-kemampuan anak. John Dewey menerapkan prinsip belajar sambil berbuat (learning by doing). Ia lebih berfungsi sebagai psikolog yang mengerti segala kebutuhan dan masalah peserta didik. Rousseau menolak pendidikan yang mengutamakan intelektual. dan pelayan bagi siswa. sebab secara alamiah manusia baik. berkat interaksi dengan berbagai aspek dalam lingkungan maka terjadi rentetan pengembangan kemampuan-kemampuan anak. Guru adalah pembimbing. Menurut Rousseau. . dialah yang menduduki tempat utama dalam pendidikan. didengarkan. Isi pengajaran berasal dari pengalaman sisvva sendiri yang sesuai dengan minat dan kebutuhannya. dan diikuti. Guru lebih merupakan ahli dalam metodologi daripada dalam bahan ajar.petani adalah mengusahakan tanah yang gembur.

Tidak ada suatu kurikulum standar. 154).. so deliberately foster.Rousseau memandang pendidikan sebagai a lifelong personal growth process rather than an information and skill gathering process that exists only during the school years (Diane Lapp. 3. Materi ajar dipilih sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa. Our technologies to day are so powerful. tetapi didorong untuk belajar. Guru juga berperan sebagai sumber lingkungan belajar. 1975. tidak seperti pendidikan klasik yang lebih melihat ke masa lalu. TeknOlogi pendidikan Teknologi pendidikan mempunyai persamaan dengan pendidikan klasik tentang peranan pendidikan dalam menyampaikan informasi. dan mewujudkan rasa ingin tahunya. Mereka lebih berorientasi ke masa sekarang dan yang akan datang. Pengembangan kurikulum dilakukan oleh guru. Keduanya juga mempunyai perbedaan. Ia berusaha mencegah hal.bangkan bersama siswa. et. Isi dan proses pembelajarannya selalu berubah sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa. sebab teknologi pendidikan bertolak dari dan merupakan penerapan prinsip-prinsip ilmu dan teknologi dalam pendidikan. and so prominent in the awareness of people. that they not only .hal yang mungkin mengganggu perkembangan siswa. so prevalent. al. Guru menyediakan lingkungan belajar. mewujudkan dorongan-dorongannya. Hal itu memang sangat masuk akal. yang ada adalah kurikulum minimal yang dalam implementasinya dikem. yang selalu siap memberikan bantuan kepada siswa. Kurikulum pendidikan pribadi lebih menekankan pada proses pengembangan kemampuan siswa.guru dengan melibatkan siswa. termasuk dalam pendidikan. dan tumbuh sesuai dengan polanya. hlm. Anak tidak diajari. sebab yang diutamakan dalam teknologi pendidikan adalah pembentukan dan penguasaan kompetensi bukan pengawetan dan pemeliharaan budaya lama. Teknologi telah masuk ke semua segi kehidupan. memberikan kebebasan agar anak belajar dan berkembang sendiri. Pengalaman merupakan isi sekaligus guru alamiah bagi anak. Perkembangan teknologi pendidikari dipengaruhi clan sangat diwarnai oleh perkembangan ilmu dan teknologi. Ia dibiarkan untuk mengalami sendiri.

perilakunya dapat dibentuk dengan teknologi perilaku. Dengan pengembangan desain program. hari ini lebih baik dari kemarin dan besok lebih baik daripada hari Mi. mereka juga melibatkan penggunaan perangkat keras. dan behavior modification merupakan model-model pengajaran baru. pengalaman ini bersifat menetap. Meskipun lebih kompleks. Karena sifat ilmiahnya. Gambaran manusia tentang dunia dan makna kehidupan merupakan sintesis dari pengalaman-pengalaman dasarnya. Mereka kurang menghargai hal-hal yang bersifat kualitatif dan spiritual. competency based instruction. alat-alat pandangdengar (audio-visual) dan media elektronika. hlm. Bagi mereka. pendidikan menjadi sangat efisien. pengalaman tersebut selalu berubah. we need only learn scientifically. Pengembangan model-model pengajaran yang bersifat individual serta menekankan penguasaan kemampuan. melengkapi model yang telah ada yaitu pengajaran berprogram. Menurut pandangan klasik. mesin pengajaran.bring about changes in the physical world which tecnologies have always done but also in our insti. konsep pendidikan ini mengutamakan segi-segi empiris. . manusia pada dasarnya tidak berbeda dengan binatang. attitudes. 1972). seperti yang dinyatakan Skinner. pendidikan adalah cabang dari teknologi ilmiah. dunia ini adalah dunia material.tutions. how to control his environment in such away as to reshape his behavior. Man totally determined by his environment. Therefore. ia mereaksi terhadap perangsang-perangsang dari lingkungannya. berbeda dengan pandangan teknologi pendidikan. seperti computer assisted instruction (CAI). Dalam pengembangan desain program. What we need is a technology of behavior (Skinner. 237). goals. sama dari tahun ke tahun. Kehidupan dan perkembangan itu selalu baru. informasi objektif yang dapat diamati dan diukur serta dihitung secara statistik. Efisiensi merupakan salah satu ciri utama teknologi pendidikan. if we wish to relate to him for better to educate him. 1970. dunia empiris. dan pengajaran modul. and expectations. pendidikan adalah ilmu dan bukan seni. Menurut mereka. Menurut teori ini. values. individually prescribed instruction (IPI). and in our very conceptions of the meaning of existence (Holtzman.

Dalam satuan-satuan bahan ajar tersebut tercakup pula kegiatan pembelajaran dan bentuk-bentuk serta alat penilaiannya. mereka dapat hidup. ierbehas dari tugas pengembangan segi-segi nonintelektual. Dapat dibayangkan. Guru berfungsi sebagai direktur belajar. film. Isi disusun dalam bentuk desain program atau desain pengajaran dan disampaikan dengan menggunakan bantuan media elektronika (kaset audio. paket program audio. lebih banyak melakukan tugas-tugas pengelolaan daripada penyampaian dan pendalaman bahan. mungkin tidak liapat hidup atau tidak dapat mencapai . Siswa berusaha untuk menguasai sejumlah besar bahan dan pola-pola kegiatan secara efisien tanpa refleksi. manusia selalu membutuhkan manusia lain. Materi disiplin ilmu dipelajari termasuk dalam kurikulum. video ataupun komputer. mungkin ia dapat bertahan hidup. bila ia hidup sendiri di sebuah pulau terpencil. Bila lingkungannya mendukung. Kurikulum pendidikan teknologi menekankan kompetensi atau kemampuan. Isi pendidikan berupa data-data objektif dan keterampilanketerampilan yang mengarah kepada kemampuan vocational. atau komputer) dan para siswa belajar secara individual. apa yang akan dihadapi seseorang. Dalam kurikulum. modul. isi pendidikan dipilih oleh tim ahli bidang-bidang khusus. selalu hidup bersama. paket belajar. yang tersusun dalam satuan -satuan bahan ajar dalam bentuk satuan pelajaran. Keterampilan-keterampilan barunya segera digunakan dalam masyarakat.Dalam konsep teknologi pendidikan. Apab digunakan ila media elektronika. materi disiplin ilmu tersebut disusun terjalin dalam kemampuan. dan bekerja sama. berinteraksi. Karena kehidupan bersama dan kerja sama ini. 4. apabila hal itu mendukung penguasaan kemampuan-kemampuan tersebut. Dalam kehidupannya. dan mampu inemenuhi kebutuhan hidup dan memecahkan berbagai masalah yang (iihadapi. Perangkat kurikulum cukup lengkap mulai dari struktur dan sebaran mata pelajaran sampai dengan rincian bahan ajar yang dipelajari oleh siswa.kemampuan praktis. video. tetapi apabila tidak. Penyusunan kurikulum dilakukan para ahli dan atau guru-guru yang mempunyai kemampuan mengembangkan kurikulum. berkembang. Pendidikan interaksional Konsep pendidikan ini bertolak dari pemikiran manusia sebagai makhluk sosial.

Dalam proses belajar. di lain pihak kekuatan dan . Pandangan-pandangannya mempengaruhi bentuk dan pola lingkungan. Dalam pendidikan klasik dan teknologi interaksi terjadi sepiliak dari guru kepada siswa. Dalam proses seperti itu dialog berlangsung. belajar lebih dari sekadar mempelajari fakta-fakta. begitu juga guru. tetapi lebih jauh yaitu pada tingkat mengapa. Pendidikan lideraksional menekankan interaksi dua pihak. antara pemikiran siswa dengan kehidupannya. Siswa mengadakan pemahaman eksperimental dar fakta-fakta i tersebut. mempunyai rentetan pengalaman dan persepsi sendiri. Dalam pendidikan interaksional. Siswa sebagai individu selalu berinteraksi dengan lingkungannya. interaksi ini juga terjadi antara siswa dengan bahan ajar dan dengan lingkungan. Interaksi ini bukan hanya pada tingkat apa dan bagaimana. memberikan pendapat. memberikan interpretasi yang bersifat menyeluruh serta memahaminya dalam konteks kehidupannya. Isi atau bahan ajar ini berkenaan dengan lingkungan sosial-budaya yang mereka hadapi saat ini. tetapi juga sebagai guru. Setiap siswa. Interaksi juga terjadi antara siswa dengan bahan ajar. dari guru kepada siswa dan lari siswa kepada guru. Setelah mengetahui makna dari fakta-fakta dan nilai-nilai sosial budaya. Lebih luas. Siswa tidak hanya berperan sebagai siswa. Interaksi ini terjadi melalui berbagai bentuk dialog.kemajuan seperti yang dialami oleh I wang-orang yang hidup bersama dengan orang lain. Pemahaman yang muncul dari situasi demikian melebihi jumlah seluruh sumbangan para peserta. tingkat mencari makna baik makna sosial (socially conscious) maupun makna pribadi (self conscious). persepsi-persepsi yang berbeda tersebut digunakan untuk menyoroti masalah bersama yang muncul dalam kehidupannya. sedangkan dalam pendidikan romantik don progresif terjadi sebaliknya dari siswa kepada guru. selalu terjadi hubungan timbal balik antara keduanya. setiap siswa dan guru saling mendengarkan. sal ing mengajar dan belajar. Pendidikan sebagai salah satu bentuk kehidupan juga berintikan kerja ama dan interaksi. mereka mengadakan evaluasi. dan guru juga pada suatu saat berperan sebagai siswa yang turut belajar bersama para siswanya. kritik dari sudut kepentingannya bagi kesejahteraan umat manusia.

memberikan penilaian yang kritis. Sekolah merupakan pintu untuk memasuki masyarakat. Kegiatan penilaian dilakukan untuk hasil maupun proses belajar. Sekolah menyiapkan anak dengan berbagai keterampilan sosial juga keterampilan bekerja. Guru-guru melakukan kegiatan penilaian sepanjang kegiatan belajar. . pendapat. menilai pendapat orang lain. disiplin kerja. sikap. Lingkungan merupakan bagian dari kehidupan siswa. maupun antara siswa dan guru dengan sumbersumber belajar yang lain. Siswa belajar memperhatikan. Sekolah berbeda dengan pendidikan. menentukan stratifikasi sosial. atau yang‡lainnya. dan sebagainya. memperbaiki modus dari kehidupan. dan memberikan kesiapan untuk melakukan berbagai pekerjaan. Proses pendidikannya berbentuk kegiatan-kegiatan belajar kelompok yang mengutamakan kerja sama. menerima. Lebih jauh. baik antarsiswa. kemudian mereka mengembangkan persepsinya sendiri terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat. Proses belajar dalam model interaksional terjadi melalui dialog dengan orang lain apakah dengan guru. Mereka diajak untuk menghayati nilai-nilai sosial-budaya yang ada di masyarakat. Suatu kebenaran tidak akan diyakininya apabila tidak dicobakan dan dihayati dalam kehidupannya sehari-hari.keterbatasan lingkungan mempengaruhi individu siswa. Isi pendidikan terdiri atas problem problem nyata yang aktual yang dihadapi dalam kehidupan di masyarakat. Pendidikan berperan dalam mengembangkan identitas pribadi. Belajar adalah kerja sama dan saling kebergantungan dengan orang lain. Bahan ajar diambil dari lingkungan sosial-budaya yang dihadapi para siswa sekarang. tetapi mempunyai peranan penting dalam sistem masyarakat. siswa dan guru. sekolah juga berperan dalam membina sikap positif terhadap dunia kerja. Kurikulum pendidikan interaksional menekankan baik pada isi maupun proses pendidikan sekaligus. Interaksi juga terjadi antara pemikiran siswa dengan kehidupannya. dan belajar menyatakan pendapat dan sikapnya sendiri. Guru berperan dalam menciptakan situasi dialog dengan dasar saling mempercayai dan saling membantu. dan keterampilan-keterampilan baru. teman. Melalui interaksi tersebut muncul pengetahuan.

al. Buku Acuan Schubert. Hampir semua hal yang berkenaan dengan permasalahan kurikulum tercakup dalam buku mi.. Kurikulum menentukan jenis dan kualitas pengetahuan dan pengalaman yang memungkinkan orang atau seseorang mencapai kehidupan dan penghidupan yang baik. Isi buku ini hampir sama dengan buku-buku lain dalam tema yang sama. New York: Macmillan Publishing Co. baik dari segi konsep atau teori. Oleh karena itu. dan nilai-nilai apa yang harus disajikan dalam kurikulum. dan ovaluasi. Paradigm and Possibility. et. serta pelaksanaan. misi. sejarah maupun perkembangannya. dengan mengemukakan hal-hal yang bersifat praktis. dalam arti bertolak dari teori yang kuat. Curriculum: Perspective. Secara sistematis dan logis. Bagian ketiga membahas problema-problema kurikulum. Selanjutnya. yang berisi tujuan. sampai sejauh mana dan untuk apa hal itu diberikan.. Bagian pertama menguraikan perspektif kurikulum. Beane. Bagian kedua membahas paradigma. Juga diuraikan masalah mengapa. William H. bagaimana proses penyampaian kurikulum serta proses pengelolaan kurikulum.Secara sistematik diuraikan masalah apa dalam kurikulum. Dilengkapi dengan pengalamannya yang begitu banyak dalam bidang pendidikan.landasan-landasan apa yang mendasari penyusunan kurikulum. Inc. Salah satu kelebihannya terletak pada isinya yang sangat komprehensif. keterampilan. dan diakhiri dengan proses evaluasi kurikulum. proses. Dilatarbelakangi oleh minat pribadi yang sangat mendalam terhadap pendidikan. seluruh isi buku ini terbagi atas tiga bagian. .D. 1986. Curriculum Planning and Development. organisasi. dan pengembangan kurikulum. pengetahuan. yaitu. buku ini baik sekali bagi para pengajar kurikulum dan guru guru yang melaksanakan kurikulum. penulis memandang bahwa kurikulum merupakan bidang yang sangat penting. Boston: Allyn and Bacon. khsusunya kurikulum. penulis menyajikan suatu tulisan yang komprehensif mendasar. profesionalisasi. Buku ini merupakan buku teks pada bidang kurikulum baik untuk tingkat S1 maupun S2 sebab isinya menyangkut hal-hal yang sangat prinsip. 1986. James A.

dikemukakan konsep-konsep kurikulum dan komponen-komponen pelaksanaan kurikulum dalam masyarakat industri. dan juga guru-guru. Co. serta pengelolaannya. tingkat masyarakat. Pada bagian akhir dibahas peranan ahli kurikulum dan pengembangan kurikulum dalam perspektif persilangan budaya-budaya/bangsa-bangsa. serta evaluasinya. tingkat institusi. Kurikulum berkenaan dengan apa yang akan diajarkan. . Pada bagian pertama tulisan ini. Mauritz. peneliti. suatu judul yang bertemakan pendidikan. Dipisahkan dengan tegas oleh penulis antara kurikulum dan pengajaran. Pada bagian berikutnya diuraikan penjabaran konsep-konsep tersebut menurut tingkat perkembangan kurikulum. serta bidang-bidang kurikulum yang meliputi tiga fenomena. Isi buku ini sangat berharga bagi para pakar pendidikan. Albany. 1977. serta sumbersumber kurikulum. John I. Curriculum Inquiry. dan technicalprofesional. pakar kurikulum. dan pelaksana kurikulum memperluas pemahaman mereka tentang pelaksanaan kurikulum di lapangan. Sekolah Menengah Pertama. dan dijelaskan pula bagaimana pengembangannya. dan isinya lebih banyak menyangkut kurikulum. Dalam pengembangan tersebut diuraikan secara rinci bagaimana merumuskan tujuan.Johnson. New York: Center for Curriculum Research and Services. Goodlad. evaluasi. The Study of Curriculum Practice. Dengan konsep scperti itu penulis mengemukakan suatu model kurikulum yang disebutnya sebagai model P-I-E. Tulisan ini membahas praktik pelaksanaan kurikulum di lapangan dengan tujuan membantu para teoretisi. politicalsocial. Isi buku didasarkan atas hasil penelitian/pengalaman praktik selama lebih dari 20 tahun di Sekolah Dasar. Selanjutnya diuraikan juga rencana pengajaran. Judul buku ini adalah intensionality in Education. dan Sekolah Menengah Atas. 1979. serta penjabaran dalam desain instruksional. (Ed). substantive. New York: McGraw Hill Book. sedangkan pengajaran berkenaan dengan bagaimana cara mengajarkannya. struktur kurikulum. Intensionality in Education. Dalam buku ini disajikan suatu model konseptual kurikulum dan rencana pengajaran. para perencana pengajaran. isi.

tant. accordingly. dan bagaimana teori. reflacing new ones as the situa. lebih banyak datang dari pengalaman praktik di sekolah. so as to allow us most effectivelly to bring to bear our reverfoice of habits. A.tion demands.BAB 2 TEORI KURIKULUM Dewasa ini berkembang suatu anggapan bahwa pendidikan bukan lagi merupakan suatu ilmu. Kedua. and even more impor. bahwa teori merupakan suatu set atau sistem pernyataan (a set of statement) yang menjelaskan serangkaian hal. dibandingkan dengan dari penerapan teori-teori yang sudah mapan. Perubahan atau penambahan isi kurikulum sering diadakan karena adanya kebutuhan-kebutuhan praktis. Ketiga. khususnya kurikulum. Kesepakatan yang telah diterima secara umum. Karena selalu menekankan pada hal-hal praktis itulah. Pada bab ini akan diuraikan apa. pernyataan bersifat meramalkan (predictive statement). Pertama. ada tiga kelompok karakteristik utama sistem pernyataan suatu teori. to modify habits or discard them together. modify. masa berlaku suatu kurikulum tidak bisa lama. pernyataan tersebut berisi kaidah-kaidah umum (universal preposition).ing . Apakah Teori Itu? Mengenai apakah teori itu. telah ada beberapa kesepakatan di antara para ahli. melainkan suatu teknologi. tetapi juga ada beberapa perbedaan pendapat. and unifying established laws. 295). pernyataan dalam suatu teori bersifat memadukan (unifying statement). Ketidaksepakatannya terletak pada karakteiistik pernyataan tersebut. seperti yang dikemukakan Kaplan (1964. criticizing. And the reconstructed logic. him. theory will appear as the device for interpreting. A theory is a way of making sense of a disturbing situation. Hal ini disebabkan oleh upaya pengembangan dan penyempurnaan pendidikan. mengapa. khususnya pentingnya ilasar-dasar teoretis dalam pengembangan suatu kurikulum. Di antara sekian banyak pendapat yang berbeda. Karakteristik memadukan (unifying statement) banyak disetujui oleh para perumus teori.

Definisi teori Abel umpamanya menunjukkan hal seperti itu. correlations. variables). Hall dan Lindsay (1970. him. a theory is set of conventions that should contain a cluster of relevant assumption systematically related to each other and a set of empirical definitions". hlm.. him. teori ini juga menyangkut hukum-hukum. . A general theory is built upon the facts discovered by means of the use of theorems and other conceptual models from empirical data and which have been expressed in the form of laws. 10): ". dan deduksi-deduksi logismatematis. hipotesis. Karakteristik lain berupa kaidah-kaidah yang bersifat universal. It consist of a) a set of units (facts. It involves synthesis and is directed to the formulation of propositions about universals. and guiding the enter. Dalam rumusan yang lebih kompleks. asumsi. In its simplest form.. assumptions and general prepositions covering a given subject matter from which a comprehensive and consistent set of specific and testable hypotheses can be deducted logically. karakteristik pernyataan (set of statement) tersebut meliputi definisi. 11) menekankan hal yang sama yaitu sifat unifying. and b) a system of relationships among the units. A theory may be defined as an integrated body of definitions. bukan hanya menggambarkan apa adanya tetapi mampu meramalkan apa yang terjadi atas suatu hal. Menurut Rose.prise of discovering new and more powerful generalizations. a theory consists of generalizations intended to explain phenomena and that the generalizations must be predictive". Pendapat yang hampir sama juga dikemukakan oleh Snow (1973. or other type of generalizations. Teori harus mampu menjangkau ke depan. dan kaidah-kaidah umum. kita temukan dalam definisi teori Rose (1953. 52). concepts.. Karakteristik ketiga yang dipandang sebagai ciri utama suatu teori adalah sifat prediktif (meramalkan).. Rumusan demikian dapat dilihat dalam definisi teori Travers (1960.78).them to fit data unanticipated in their formation. hlm. seperti mereka nyatakan bahwa ". a theory is a symbolic instruction designed to bring generalizable fact (or laws) into systematic connection.

Suatu kejadian yang dijelaskan oleh suatu teori menunjukkan suatu set yang universal. atau prinsip. with the purpose of explaining and predicting phenomena". BAGAN 2. teori lain menjelaskan hal yang lebih luas. yang berbeda dengan yang lainnya. Suatu teori hanya menjelaskan hal yang terbatas. Bagman ketiga adalah bagian dari set universal atau bagian dari keseluruhan yang belum diketahui. kejadian yang diketahui. Bagian kedua yang dinyatakan sebagai asumsi. Teori menjelaskan suatu kejadian. and prepositions that present a systematic view of phenomena by specifying relations among variables. 9). hlm. dan predictive) kita temukan dalam definisi Kerlinger (1973. Dengan bermacam-macam rumusan teori itu diharapkan sampai pada suatu kesimpulan. Kejadian ini bisa sangat luas atau sangat sempit. dan postulat. universal prepositions. definitions. Bagian pertama. proposisi. walaupun bersifat tentatif bahwa suatu teori lahir dari suatu proses. A theory is a set of interelated constructs (concepts). Visualisasi hubungan antara bagian-bagian tersebut dapat dilihat pada bagan berikut. yang dinyatakan sebagai fakta.1 Suatu set kejadian yang terkandung dalam suatu teori . yang mengandung tiga karakteristik utama suatu teori (unifying. hukum.Suatu rumusan yang lebih menyeluruh. Set universal ini terbentuk oleh tiga bagian.

The basic concept merupakan istilah-istilah yang sangat dasar dan penting dalam menjelaskan suatu set kejadian. Pernyataan dapat menunjuk kepada faktafakta. konsep titik (point) dalam geometri. definisi. juga penggunaannya sering amat terbatas hanya dalam teori atau konsep tertentu. Primitive terms tak dapat didefinisikan secara operasional. Secara hukum istilah-istilah tersebut sering diartikan sebagai berikut. Gordon dan teman-temannya (1967) membagi istilahistilah yang digunakan dalam suatu teori atas tiga kelas: primitive terms. yang merupakan istilah yang punya makna khusus dalam set kejadian yang akan dijelaskan suatu teori. dalil. postulat. Istilah-istilah tersebut tidak perlu didefinisikan secara operasional karena telah dikenal secara umum. Ia dituntut untuk menggunakan istilah dengan makna yang tepat dan konsisten. basic concepts. istilah molekul dalam kimia. oleh karenanya perlu didefinisikan secara operasional. proposisi. hlm. kebutuhan dalam pengajaran. pernyataan pun ada pengkategoriannya. tetapi tidak dapat diketahui melalui pengamatan langsung. asumsi.Tugas seorang teoretisi adalah merumuskan istilah-istilah dan pernyataan yang akan menjelaskan isi bagian-bagian dan hubungan di antara bagian-bagian tersebut. key terms. Contoh istilah minat. Fakta adalah suatu fenomena yang diketahui melalui pengamatan. and theoretical terms.retical terms dapat didefinisikan secara operasional. Definisi . teorem. Contohnya. General language terms merupakan istilah-istilah yang digunakan dalam ilmu pengetahuan atau bahasa secara umum. tetapi dalam hubungannya dengan key terms. di dalam pernyataan tersebut ada istilah-istilah. dan hukum. 15) membedakan adanya tiga kelompok istilah. Suatu teori terdiri atas serangkaian pernyataan. Beauchamp (1975. Yang ketiga adalah theoretical constructs. Sebagai contoh. dan theoretical contructs". generalisasi. Sering terdapat tumpang tindih atau pertukaran pengertian dari istilah-istilah tersebut. Theo. yaitu "general language terms. istilah kurikulum dalam pendidikan. Key terms adalah istilah-istilah yang dapat didefinisikan secara operasional seperti pemecahan masalah. hipotesis. Hal lain yang juga sangat penting dalam pekerjaan ilmuwan adalah pernyataan. Hal yang sangat penting dalam pekerjaan seorang ilmuwan adalah penggunaan istilah-istilah. Seperti halnya istilah.

dan (3) memprediksi. (2) menjelaskan. "A theory nol only explains and predict. dan membuat prediksi. Khusus dalam penelitian Gawin (1963) mengemukakan fungsi teori sebagai: . Melalui proses demikian mungkin terjadi di dalam suatu "set kejadian". 1. teorem. Fungsi yang lebih besar dari suatu leori adalah melahirkan teori baru./ searcher to analyze data to make shorthand summarization or synopsis of data an relations.. para ahli terus mencari dan menemukan hukum-hukum baru dan hubungan-hubungan baru di antara hukum-hukum tersebut. and to suggest new thing to try out. Para ahli teori mencari hubungan baru dangan menggabungkan beberapa "set kejadian" menjadi suatu "set kejadian yang baru yang lebih universal". Generalisasi adalah suatu proposisi yang memperkuat atau menegaskan kedudukan suatu anggota atau beberapa anggota kolas. aksioma. Aksioma atau postulat adalah suatu proposisi yang diterima sebagai suatu kebenaran. generalisasi. yang memberikan kondisi yang tidak berubah. (1) mendeskripsikan. Proposisi merupakan suatu pernyataan formal yang memperkuat atau menolak keberadaan sesuatu hal tentang suatu subjek. 70-71) mengemukakan ciri-ciri suatu teori yang baik. Mouly (1970. hlm. 70) menambahkan fungsi lain. hal itu disimpulkan dari hasil pengamatan atas sejumlah hubungan peristiwa. yaitu: . untuk menemukan hukum-hukum baru dan hubungan baru dalam suatu teori baru. Hipotesis. it also unifies phenomena". dan hukum-hukum merupakan bentuk-bentuk khusus proposisi. Hukum adalah suatu proposisi yang sudah bersifat tetap. Teorem adalah suatu proposisi yang berasal dari pemikiran atau diturunkan dari aksioma. Dalam usaha mendeskripsikan. hlm. Hipotesis terbentuk oleh satu proposisi atau lebih untuk menjelaskan suatu set kejadian. Hal itu mendorong pencarian dan pengkajian selanjutnya. postulat. Brodbeck (1963.merupakan perumusan arti dalam bentuk pernyataan formal. the theory help teioire. semua hukum dan interealasinya dapat dinyatakan dan teori itu telah berkembang menjadi hukum yang lebih tinggi.. Untuk tiga fungsi tersebut. Apakah fungsi teori? Minimal ada tiga fungsi teori yang sudah disepakati para ilmuwan yaitu. menjelaskan.

Pembentukkan suatu teori yang kompleks mungkin berpangkal dari inferensi-inferensi yaitu penyimpulan dari apa yang diamati. Pertama. 3. Ada prediksi yang dibuktikan dengan suatu penelitian. klasifikasi yaitu pengelompokan informasi-informasi yang revan dengan kategori-kategori yang sejenis. melalui beberapa langkah. mengadakan induksi dan deduksi. tetapi ada juga prediksi yang tetap sebagai prediksi. Bagaimana proses pembentukan suatu teori atau bagaimana proses herteori berlangsung. Kelima pembentukan model-model. Sesuai dengan fungsi dari teori yaitu memberikan prediksi. Induksi dan deduksi merupakan dua proses penting di dalam mengembangkan pernyataan. terutama berkenaan dengan kejelasan atau ketepatan penggunaan istilah yang telah didefinisikan. Induksi merupakan proses penarikan kesimpulan yang lebih bersifat umum dari fakta-fakta atau hal-hal yang bersifat khusus.mogen. Ketiga. Kedua. Inferensi ini mungkin ditarik melalui perumusan asumsi. maka untuk . teori juga berkembang melalui prediksi dan juga penelitian. Deduksi merupakan penurunan kaidah-kaidah khusus dari kaidah yang lebih umum. 4. dan generalisasi dari hasil-hasil observasi. hipotesis. Karena yang dicakup dengan teori sering menyangkut hal-hal yang sifatnya abstrak dan kompleks. Klasifikasi juga merupakan wugelompokan fakta dan generalisasi ke dalam kelompok-kelompok yang . A theoretical system must permit deduction which be tested empirically. A theory must be compatible both with observation and with previously validated theories. 2. dan penelitian. that theory is best which explains the most in the simplest form. prediksi. Scientific theories must be based on empirical facts and relationships. Theories must be stated in simple terms. tetapi tidak menjelaskan interelasi antarkelompok atau interaksi fakta dengan generalisasi dalam suatu kelompok.1.pernyataan teoretis setelah pendefinisian dan pengklasifikasian. Keempat adalah informasi. pendefinisian istilah merupakan hal yang sangat penting berteori.

memberikan gambaran yang lebih konkret dan sederhana dibuat model-model. psikologi. dan humanitas. Masih memerlukan waktu yang cukup lama untuk menampilkan dengan jelas teori pendidikan ini. penelitian empiris dalam praktik pendidikan. Subteori ini cenderung memperluas lingkup dari suatu teori dan juga memberikan penyempurnaan. Telah diuraikan sebelumnya bahwa ada dua kecenderungan perkembangan ilmu pendidikan. evaluasi. Menurut Beauchamp (1975. pengajaran. Sebagai ilmu terapan. Skinner. bimbingan-konseling. 34). Teori-teori pendidikan yang ada lebih menggambarkan pandangan filosofis. atau lebih menekankan pada pengajaran seperti teori Gagne. perkembangan yang bermilai teoretis yang merupakan pengkajian masalah-masalah pendidikan dari sudut . yaitu terapan dari ilmu atau disiplin lain terutama filsafat. B. perkembangan teori pendidikan berasal dari pemikiranpemikiran filosofis-teoretis. penggambarannya masih tertangguhkan. pembentukan subteori. seperti teori pendidikan Langeveld. dan sebagainya. dan sebagainya. tetapi perkembangannya pertama-tama dimulai pada sub-subteorinya. sosiologi. Suatu teori yang telah mapan dan komprehensif mendorong untuk terbentuknya sub-subteori. Model ini menggambarkan kejadian-kejadian serta interaksi antara kejadian. beberapa ahli menyatakan bahwa ilmu pendidikan merupakan ilmu yang "belum jelas". Kohnstam. Hal itu diperkuat oleh kenyataan bahwa cukup sulit untuk dapat merumuskan teori pendidikan. Keenam. dan administrasi pendidikan. Dengan latar belakang seperti itu. Yang menjadi subteori dari teori pendidikan adalah teori-teori dalam kurikulum. Boyles (1959) menyatakan bahwa teori pendidikan di Amerika Serikat berada dalam a state of suspended animation. teori pendidikan akan atau dapat berkembang. Teori Pendidikan Pendidikan merupakan suatu ilmu terapan (applied science). Susunan hierarki teori pendidikan dengan subteori dan teori yang memayunginya dapat dilihat pada Bagan 2. Pertama. hlm.2.

tidak selalu terjadi hal yang demikian. itu pun dengan keberapa modifikasi. kecuali beberapa prinsip utamanya. hampir tidak ada yang melaksanakanIlya secara penuh. 35). Anima teori dengan praktik memang terdapat perbedaan. Seharusnya tidak terjadi hal yang demikian. The world of theory derives from generalization law a axiomes and theorems explaining specific events and the relationships among them (Beauchamp. . Sebagai contoh. Hanya sedikit hasil-hasil pengkajian leoretis yang diterapkan para pelaksana pendidikan. psikologi. The world of practicality is built around clusters of specific events. sekalipun tidak banyak dilandasi oleh teori-teori yang kuat. beauchamp menjelaskan: Theory by its nature is impractical. Mengenai perbedaan antara teori dengan praktik. Dalam kenyataan. him. 1975. dan lain-lain. perkembangan ilmu pendidikan dari praktik pendidikan. Sebaliknya para pendidik di lapangan melaksanakan praktik pendidikan yang lebih didasarkan atas kebutuhan kebutuhan prakt is. tetapi keduanya ingat berkaitan erat. sebab seharusnya praktik dilandasi oleh teori.BAGAN 2. Kedua. melengkapi. tidak ada praktik yang baik tanpa teori yang mapan. teori IT Rousseau yang menekankan pendidikan alam dengan peranan anak sebagai subjek yang penuh potensi. Keduanya dapat ding membantu. seperti filsafat. dan memperkaya.2 Susunan hierarki teori pendidikan dan kurikulum pandang ilmu lain.

tentang nilai. Filsafat khususnya filsafat pendidikan memberikan pedoman bagi perumusan aspek-aspek pendidikan. Antara keduanya tidak dapat dipisah-pisahkan. Pengembangan teori deskriptif berhubungan dengan pendekatan ilmiah (scientific approach). esensialisme. keduanya tidak dapat dipisahkan. Murray. dan sumber-sumber nilai.Walaupun terdapat perbedaan. juga dari proposisiproposisi tersebut hubungan antara beberapa hal dirumuskan. John Dewey seorang ahli filsafat pendidikan progresif. etika. Pratte menegaskan hubungan antara filsafat dengan teori pendidikan di dalam uraiannya tentang teori pendidikan modern yaitu pendidikan progresif (eksperimentalisme). idealisme dari Butler. perenialisme. Dalam semua aliran filsafat ini. dikemukakan pandangan filosofisnya tentang peranan sekolah (pendidikan). atau dengan kata lain perbuatan mendidik selalu menyangkut nilai. Dari proposisi-proposisi tersebut diturunkan secara deduktif informasi. dan eksistensialisme. . yang keduanya merupakan bahasan dari bidang filsafat. juga sebagai teori pendidikan. Teori menjadi pedoman bagi praktik dan praktik memberi umpan balik bagi pengembangan teori. Teori pendidikan selalu menyangkut tentang teori nilai. Teori deskriptif terdiri atas serangkaian proposisi yang berinterelasi secara logis. Filsafat mempunyai hubungan yang sangat erat dengan teori pendidikan. Beberapa aliran filsafat pendidikan menggambarkan kedudukannya. pragmatisme dari Mc. Ada dua kategori teori yaitu teori deskriptif dan preskriptif. ten tang hakikat pengetahuan. filsafat mempunyai hubungan yang erat dengan ilmu pendidikan dan teori pendidikan. kalau tidak berlandaskan psikologi maka bersumber pada filsafat. Teori deskriptif terdiri atas serangkaian rencana kegiatan atau proposisi mengenai sesuatu kerangka masalah. sedangkan pengembangan teori preskriptif berhubungan dengan pendekatan atau teknik-teknik filosofis (techniques of philosophy).informasi baru. rekonstruksionalisme. umpamanya menyatakan bahwa filsafat merupakan teori umum dari pendidikan. Sebagai ilmu dari segala ilmu. Mendidik atau pendidikan berkenaan dengan perbuatanperbuatan yang tidak lepas dari nilai. Kebanyakan teori pendidikan yang ada. seperti dalam filsafat pendidikan realisme dari Borudy. tentang manusia.

A unified theory has to provide for general and special education.3. Teori pendidikan yang demikian sangat diperlukan mengingat hal-hal sebagai berikut. dan teori proses belajar. teori hasil belajar. hlm. a. 1960. teori progresif. Teori pendidikan bukan saja berkembang melalui pemikiran p. and self development. Brouner mengidentifikasi enam teori pendidikan yang berkembang di merika Serikat pada tahun 1960-an. sedangkan teori proses belajar mengutamakan proses belajar. Keenam teori tersebut dapat dilihat pada Bagan 2. vocation. Teori tradisional menekankan fungsi pendidikan sebagai pemelihara dan penerus warisan budaya. Harry S.mikiran filosofis atau teori preskriptif. 24). teori progresif memandang pendidikan sebagai penggali potensi anak-anak. for differences in ability and bent (Broudy. A unified theory must be judicious about the latest development in learning theory and teaching technology. c. dalam teori ini anak menempati kedudukan sentral dalam pendidikan.Hugh C. The present and projected kinds of knowledge and personality traits required for citizenship. Teori hasil belajar sesuai dengan namanya mengutamakan hasil.3 Enam teori pendidikan (menurut Brouner) . juga dikembangkan melalui ponglojfisn pengkajian ilmiah (teori deskriptif). b. Broudy menyatakan perlunya suatu teori pendidikan yang utuh yang membentuk satu kesatuan. dibahas hvherapa makalah yang menguraikan apakah pendidikan merupakan BAGAN 2. Black dalam bukunya A Four fold Classification of Educational Theories (1966) mengemukakan empat teori pendidikan. Dalam simposium di Universitas John Hopkins tahun 1961. yaitu teori tradisional.

Pendidikan hanyalah suatu profesi.suatu disiplin ilmu atau bukan? Beberapa makalah mengakui pendidikan sebagai disiplin ilmu. memandang pendidikan merupakan aplikasi dari berbagai disiplin. dikembangkan. yang ditandai sejumlah pelayanan yang diberikannya. sebagai bahan dan alat untuk mempelajari dan mengembangkannya. la menolak pandangan bahwa pendidikan hanyalah aplikasi dari disiplin-disiplin lain.. Sejarah tentang teori dan model-model pendidikan 2. 4. studi tentang pendidikan mencakup hal-hal sebagai berikut: 1. digunakan. Pendidikan adalah suatu bidang studi (suatu disiplin) dalam bidangnya. makalah lainnya menyangkalnya. Menurut Beth. serta syarat-syarat yang diperlukan bagi pelaksanaan model tersebut. Mereka yang menyangkal. bagaimana penerapannya dalam berbagai tingkat sekolah dan berbagai jenis mata pelajaran. Studi tentang fungsi dari model-model yang ada. Studi lebih mendalam tentang variasi model. saat. Studi tentang pendidikan merupakan suatu kajian tentang bagaimana cara atau model-model inkuiri disusun. 3. Lebih jauh berisi kajian tentang modelmodel yang cocok pada suatu tempat. Prinsip-prinsip dan prosedur analisis dari model-model pendidikan. March Beth dalam buku Education as a Discipline (1965) menegaskan bahwa pendidikan adalah suatu disiplin. . dan disusun kembali.

5. atau teorem-teorem. Kalau konsep-konsep itu diterapkan dalam kurikulum. yang disusun sedemikian rupa sehingga memberikan makna yang fungsional terhadap serangkaian kejadian. karena allanya petunjuk perkembangan. hukum. yaitu bimbingan clan konseling. makna tersebut Irryndi karena adanya penegasan hubungan antara unsur-unsur kurikulum. perencanaan. asumsi-asunro hipotesis. kemampuan para pelaksana. pendidikan tetap merupakan suatu bidang studi. yaitu sebagai suatu perangkat pernyataan yang rnemberikan makna terhadap kurikulum sekolah. Pelaksanaan model sesuai dengan kondisi waktu. teori-teori pendidikan dikembangkan. evaluasi. C. maka dapatlah dirumuskan tentang teori kurikulum. hlm. dan tingkat keluasan_ dan kedalaman teori dan penelitian di sekitar kejadian-kejadian tersebut. Isi rumusan-rumusan tersebut ditentukan oleh lingkup dari rentetan kejadian yang dicakup. generalisasi. 43) menyatakan bahwa Irrespective of label. dan lain-lain. Pengembangan teori pendidikan menjadi semakin besar dan pesat dengan berkembangnya sub-subteori pendidikan. . pengembangan. Dalam bidang studi tersebut. pengajaran. penggunaan. kurikulum. suatu konstruksi fungsional. serta fasilitas yang ada. dan administrasi pendidikan. Perangkat pernyataan tersebut dirumuskan dalam bentuk definisi deskriptif atau fungsional. jumlah pengetahuan empiris yang ada. evidence mounts that education is sufficiently mature to become an organized field of study. Bahan kajian dari teori kurikulum adalah hal-hal yang berkaitan dengan renentuan keputusan. penggunaan dan evaluasi kurikulum. evaluasi kurikulum. Teori Kurikulum Telah diuraikan sebelumnya bahwa teori merupakan suatu perangkat pernyataan yang bertalian satu sama lain. Beauchamp (175. Terlepas dari apakah pendidikan merupakan suatu disiplin ilmu atau bukan. penyuluhan.

dan fungsi dari sistem kurikulum adalah bagaimana memelihara kurikulum agar tetap dinamis. ataupun seluruh negara. melaksanakan. kurikulum sebagai substansi. sebagai sistem. dan sebagai bidang studi. dan evaluasi. propinsi. Sistem kurikulum merupakan bagian dari sistem persekolahan. suatu kabupaten. Melalui studi kepustakaan dan berbagai kegiatan penelitian dan percobaan.purnakannya. para ahli teori kurikulum juga dituntut untuk: (1) mengembangkan definisi-definisi deskriptif dan preskriptif dari istilah-istilah teknis.1. (2) mengadakan klasifikasi tentang pengetahuan yang telah ada dalam pengetahuan-pengetahuan baru. atau sebagai suatu perangkat tujuan yang ingin dicapai. kegiatan belajar-mengajar. Seperti halnya para ahli ilmu sosial lainnya. yaitu sistem kurikulum. Konsep kurikulum Konsep terpenting yang perlu mendapatkan penjelasan dalam teori kurikulum adalah konsep kurikulum. adalah kurikulum sebagai suatu sistem. Suatu kurikulum juga dapat digambarkan sebagai dokumen tertulis sebagai hasil persetujuan bersama antara para penyusun kurikulum dan pemegang kebijaksanaan pendidikan dengan masyarakat. Suatu kurikulum juga dapat menunjuk kepada suatu dokumen yang berisi rumusan tentang tujuan. Mereka yang mendalami bidang kurikulum mempelajari konsep-konsep dasar tentang kurikulum. jadwal. Suatu kurikulum juga dapat mencakup lingkup tertentu. kurikulum sebagai suatu bidang studi yaitu bidang studi kurikulum. mereka menemukan hal-hal baru yang dapat memperkaya dan memperkuat bidang studi kurikulum. dan menyem. suatu sekolah. (3) melakukan penelitian inferensial dan prediktif. dipandang orang sebagai suatu rencana kegiatan belajar bagi murid-murid di sekolah. Hasil dari suatu sistem kurikulum adalah tersusunnya suatu kurikulum. bahan ajar. suatu kurikulum. Ada tiga konsep tentang kurikulum. sistem pendidikan. dan prosedur kerja bagaimana cara me nyusun suatu kurikulum. Konsep ketiga. Suatu sistem kurikulum mencakup struktur personalia. (4) mengembangkan subsubteori kurikulum. Konsep kedua. Tujuan kurikulum sebagai bidang studi adalah mengembangkan ilmu tentang kurikulum dan sistem kurikulum. mengembangkan dan . kurikulum sebagai suatu substansi. bahkan sistem masyarakat. mengevaluasi. Konsep pertama. Ini merupakan bidang kajian para ahli kurikulum dan ahli pendidikan dan pengajaran.

teori Bobbit dan Charters. Kecakapan-kecakapan yang harus dikuasai untuk dapat terjun dalam kehidupan sangat bermacam-macam. inti teori kurikulum itu sederhana. Perkembangan kurikulum telah dimulai pada tahun 1890 dengan tulisan Charles dan McMurry.melaksanakan model-model kurikulum. keterampilan. Kehidupan manusia meskipun berbeda-beda pada dasarnya sama. Charlters (1923) setuju dengan konsep Bobbit tentang analisis kecakapan/pekerjaan sebagai dasar penyusunan kurikulum. Untuk mencapai hal-hal itu ada serentetan pengalaman yang harus dikuasai anak. Bobbit adalah orang pertama yang mengadakan analisis kecakapan atau pekerjaan sebagai cara penentuan keputusan dalam penyusunan kurikulum. 2. Menurut Bobbit. terbentuk oleh sejumah kecakapan pekerjaan. Perkernbangan teori kurikulum Perkembangan teori kurikulum tidak dapat dilepaskan dari sejarah perkembangannya. Bobbit sering dipandang sebagai ahli kurikulum yang pertama. Keempat tuntutan tersebut menjadi kewajiban seorang ahli teori kurikulum. Setiap tingkatan dan lingkungan kehidupan menuntut penguasaan pengetahuan. bergantung pada tingkatannya maupun jenis lingkungan. Dalam hal ini mereka dipengaruhi oleh gerakan . apresiasi tertentu. Pertama. ia perintis pengembangan praktik kurikulum. tetapi secara definitif berawal pada hasil karya Franklin Babbit tahun 1918. keduanya setuju atas penggunaan teknik ilmiah dalam memecahkan masalah-masalah kurikulum. maupun bidang studi kurikulum dapat bertahan dan dikembangkan. Seluruh tujuan beserta pengalamanpengalaman tersebut itulah yang menjadi bahan kajian teori kurikulum. Ada dua hal yang sama dari teori kurikulum. Dia jugalah yang menggunakan pendekatan ilmiah dalam mengidentifikasi kecakapan pekerjaan dan kehidupan orang dewasa sebagai dasar pengembangan kurikulum. Char ters lebih menekankan pada pendidikan vokasional. sebagai sistem. yaitu kehidupan manusia. Hal-hal itu merupakan tujuan kurikulum. Pendidikan berupaya mempersiapkan kecakapan-kecakapan tersebut dengan teliti dan sempurna. kebiasaan. Melalui pencapaian keempat hal tersebut baik sebagai subtansi. Werrett W. sikap.

ia mengembangkan konsep kurikulum yang berpusat pada masyarakat atau pekerjaan (society centered) maka Caswell mengembangkan kurikulum yang bersifat interaktif. Virginia). keduanya bertolak pada asumsi bahwa sekolah berfungsi mempersiapkan anak bagi kehidupan sebagai drang dewasa. menilai hasil. Ism dalam menentukan kurikulum. Dalam peranannya sebagai ketua divisi pengembang kurikulum beberapa negara bagian di Amerika Serikat (Tennessee. dan lain-lain. Sebagai hasil diskusi tersebut 4. Dalam pengembangan kurikulumnya. Kedua. menentukan kegiatan belajar. Caswell menekankan pada partisipasi guru-guru. nilai. (3) Monoirt atau meramalkan pendekatan-pendekatan pada masa yang akan dittoing untuk memecahkan masalah tersebut.11111muskan tiga tugas utama teori kurikulum: (1) mengidentifikasi Nin~. Pada tahun 1947 di Univeristas Chicago berlangsung diskusi besar ri lama tentang teori kurikulum. dalam merumuskan pengertian dalam merumuskan tujuan. dan sebagainya. Charles Judd. Bertolak pada hal-hal tersebut mereka itionyusun kurikulum secara lengkap dalam bentuk yang sistematis.ilmiah dalam pendidikan yang dipelopori oleh El. sikap. Alabama. siswa belajar nu lalui pengalaman. karena pengaruh pendidikan progresif. Teori kuri ulum k berubah dari yang menekankan pada organisasi isi yang diarahkan pada kehidupan sebagai orang dewasa (Bobbit dan Charters) kepada kl‡hidupan psikologis anak pada saat ini. pengetatitian. perlu analisis tentang tugas-tugas dan tuntutan dalam kurikulum disusun keterampilan. Ida.. memilih isi. . Perkembangan teori kurikulum selanjutnya dibawakan oleh Hollis I swell. Thorndike. kurikulum. berkembang gerakan pendidikan yang berpusat pada anak (child centered). Pendidikan menekankan kepada aktivitas siswa. (2) menentukan hubungan antara Malin tersebut dengan struktur yang mendukungnya. Mulai tahun 1920.rIah masalah penting yang muncul dalam pengembangan kurikulum tirui konsep-konsep yang mendasarinya. Anak menjadi pusat perhatian Isi kurikulum harus didasarkan atas minat dan kebutuhan alswa. menentukan struktur dari penyusunan kurikulum. dan lain-lain yang diperlukan untuk dapat berpartisipasi dalam kehidupan orang dewasa. Penyusunan kurikulum harus melibatkan siswa. Untuk mencapai hal tersebut.

generalisasi atau kaidahkaidah. Beauchamp dan Othanel Smith. Bagaimana mengorganisasikan pengalaman pendidikan tersebut secara efektif? 4. ada tiga sumbangan utama filsafat terhadap teori kurikulum. James B.Ralph W. MacDonald (1964) melihat teori kurikulum dari model sistem. Dalam konferensi nasional perhimpunan pengembang dan pengawas kurikulum tahun 1963 dibahas dua makalah penting dari George A. Othanel Smith menguraikan peranan filsafat dalam pengembangan teori kurikulum yang bersifat ilmiah. penggunaan penelitianpenelitian prediktif untuk menambah konsep. sebagai prinsip-prinsip yang menjadi pegangan dalam menjelaskan fenomena kurikulum. teori kurikulum secara konseptual berhubungan erat dengan pengembangan teori dalam ilmu-ilmu lain. Menurut Beauchamp. analisis dan klasifikasi pengetahuan. yaitu dalam (1) merumuskan dan mempertimbangkan tujuan pendidikan. Interaksi dari empat sistem ini dapat digambarkan dengan suatu diagram Venn. Dalam makalah kedua. Beauchamp menganalisis pendekatan ilmiah tentang tugas-tugas pengembangan teori dalam kurikulum. Penggunaan model sistem juga dapat . mengajar (teaching). Menurut Smith. Pengalaman pendidikan yang bagaimanakah yang harus disediakan untuk mencapai tujuan tersebut? 3. Tujuan pendidikan yang manakah yang ingin dicapai oleh sekolah? 2. pengajaran (instruction). dan belajar. Ada empat sistem dalam persekolahan yaitu kurikulum. dan (3) perumusan bahasa khusus kurikulum. Tylor (1949) mengemukakan empat pertanyaan pokok yang menjadi inti kajian kurikulum: 1. (2) memilih dan menyusun bahan. Bagaimana kita menentukan bahwa tujuan tersebut telah tercapai? Empat pertanyaan pokok tentang kurikulum dari Tylor ini banyak dipakai oleh para pengembangan kurikulum berikutnya. Hal-hal yang penting dalam pengembangan teori kurikulum adalah penggunaan istilah-istilah teknis yang tepat dan konsisten. Melihat kurikulum sebagai suatu sistem dalam sistem yang lebih besar yaitu persekolahan dapat memperjelas pemikiran tentang konsep kurikulum.

Ia mengidentifikasi adanya enam komponen kurikulum sebagai bidang studi. BAGAN 2. (3) unit analisk (Ian unsur unsurnya.4 Skema persekolahan dari Broudy. dan pengembangan teori.4. sosiologi. desain kurikulum. Faix (1966) menggunakan analisis struktural-fungsional yang berasal dari biologi. dan antropologi untuk menjelaskan konsep kurikulum. dan Burnett (1964) menjelaskan masalah persekolahan dalam suatu skema yang menggambarkan komponen-komponen dari keseluruhan proses mempengaruhi anak. (5) Fungsi sistem kurikulum. Topik dan subtopik dari pertanyaan ini menunjukkan fenomena-fenomena kurikulum Pertanyaan-pertanyaan itu menyangkut: (1) pertanyaan umum tentang fenomena kurikulum. Beauchamp merangkumkan perkembangan teori kurikulum antara tahun 1960 sampai dengan 1965.membantu para ahli teori kurikulum rnenentukan jenis dan lingkup konseptualisasi yang diperlukan dalam teori kurikulum. (6) proses kurikulum (7) prosedur analisis structural fungsional. CURRICULUM Content Facts Concept Desriptive Principles Categories of instruction Symbolic studies Basic Sciences Developmental studies Testhetics studies Students Learnings: Cognitive maps Evaluational maps Modes of Teaching Situational Modes Operational Modes . Skema persekolahan dari Broudy dan kawan kawannya dapat dilihat pada Bagan 2. dan Bunett. Smith. yaitu: landasan kurikulum. (4) struktur sistem kurikulum. Smith. isi kurikulum. evaluasi dan penelitian. rekayasa kurikulum. Fungsi kurikulum dilukiskan sebagai proses bagaimana memelihara dan mengembangkan strukturnya. Thomas L. Broudy. (2) sistem kurikulum. Ada sejumlah pertanyaan yang diajukan dalam analisis struktural-fungsional ini.

Maccia (1965) dari hasil analisisnya menyimpulkan adanya empat teori kurikulum. kurikulum merupakan bagian dari pengajaran. dan (4) teori kurikulum praksiologi (praxiological curriculum theory). Walaupun mungkin. (2) teori kurikulum-formal (formal-curriculum theory). teori kurikulum merupakan subteori pengajaran. Kurikulum merupakan hasil dari sistem . Teori kurikulum praksiologi merupakan suatu pengkajian tentang proses untuk mencapai tujuantujuan kurikulum. Menurut Maccia. Teori kurikulum yaluasional mengkaji masalah-masalah pengajaran apa yang berguna/ berharga bagi keadaan sekarang. Teori kurikulum formal memusatkan perhatiannya pada struktur isi kurikulum.Attitudes and values systems Associative meanings and images Intellectual Operations Excecutive Operations Assessment system: Examinations Tests: Essay-Objective Teacher Judgements Self evaluation Self inventory" Alizabeth S. tetapi ia telah berhasil menunjukkan sejumlah dimensi kurikulum yang cukup berharga untuk menjelaskan teori kurikulum. Teori kurikulum (curriculum Theory atau event theory) merupakan teori yang menguraikan pemilihan dan pemisahan kejadian/peristiwa kurikulum atau yang berhubungan dengan kurikulum dan yang bukan. (3) teori kurikulum valuasional (valuational curriculum theory). kita tidak setuju dengan seluruh pendapat Maccia. yaitu: (1) teori kurikulum (curriculum theory). Mauritz Johnson (1967) membedakan antara kurikulum dengan proses pengembangan kurikulum.

Pelaksanaan adalah proses interaksi antara aktor yang melibatkan artifak. Curriculum is the criterion for instructional evaluation. pelaksanaan. yaitu definisi kurikulum. Beberapa pertanyaan umum tentang karakteristik kurikulum sebagai bidang studi yang perlu didefinisikan umpamanya. kurikulum merupakan seperangkat tujuan belajar yang terstruktur. yaitu aktor. Curriculum guide instruction 5. peranan nilai dalam pengembangan kurikulum. pengalaman belajar anak menjadi bagian dari pengajaran. sumber-sumber kebijaksanaan kurikulum. isi dan ruang lingkup. umpamanya apakah kurikulum harus memiliki serangkaian tujuan khusus? Apakah kurikulum perlu memiliki sejumlah materi untuk mencapai . Aktor adalah orang-orang yang terlibat dalam pelaksanaan kurikulum. 3. Artifak adalah isi dan rancangan kurikulum. yaitu: 1. kurikulum berkenaan dengan tujuan dan bukan dengan kegiatan. desain kurikulum. melainkan definisi konsep. tetapi sistem pengembangan bukan kurikulum. yang lebih berkenaan dengan karakteristik desain kurikulum. rekayasa kurikulum. Menurut Johnson. A curriculum is a structured series of intended learning out comes. serta struktur. Semua rumusan teori kurikulum diawali dengan definisi. dan pelaksanaan. dan evaluasi. 6. Ada beberapa masalah atau isu substansial dalam pembahasan tentang teori kurikulum. Studi kurikulum menurut Frymier meliputi tiga langkah: perencanaan. artifak.pengembangan kurikulum. Jack R. dan implikasi teori kurikulum. Johnson menganalisis enam unsur kurikulum. Selection is an essential aspect of curriculum formulation. 2. Frymier (1967) mengemukakan tiga unsur dasar kurikulum. apakah kurikulum merupakan suatu konsep dalam sistem persekolahan? Apakah kurikulum mencakup mengajar dan pengajaran? Sampai sejauh mana kegiatan belajar siswa menjadi bagian kurikulum? Apakah ruang lingkup kurikulum sebagai bidang studi? Beberapa pertanyaan yang lebih khusus. Structure is an essential charactistic of curriculum. Definisi di sini bukan sekadar definisi istilah. 4. Curriculum evaluation involeves validation of both selection and structure. Berdasarkan rumusan kurikulum tersebut. Jadi.

dan evaluasi kurikulum? 1. yaitu kebutuhan siswa. maka budaya menjadi sumber utama isi kurikulum. Manusia adalah makhluk yang berbudaya. ada pengembangan kurikulum bertolak dari . kita mengetahui beberapa hal yang menjadi sumber atau landasan inti penyusunan kurikulum. Sumber lain penyusunan kurikulum adalah anak. pelaksanaan. Untuk dapat hidup dalam Iingkungan budaya.. Beberapa pengembang kurikulum mendasarkan penentuan kurikulum kepada pengalaman-pengalaman penyusunan kurikulum yang lalu. ia harus mempelajari budaya. Para pengembang kurikulum mendasarkan kurikulumnya atas hasil analisis pekerjaan dan kehidupan orang dewasa. Dalam pendidikan *Wm pengajaran. bendabenda.hutuhan-kebutuhan siswa. yang belajar adalah anak. Beauchamp menegaskan bahwa nilai dapat merupakan sumber penentuan . sumber ini menjadi luas meliputi . dan lain-lain. Hal lain yang menjadi sumber penyusunan kurikulum adalah nilai nilai. Karena sekolah mempersiapkan anak bagi kehidupan orang dewasa. tingkat-tingkat perkembangan siswa.einua disiplin ilmu yang telah ditemukan dan dikembangkan para pakar. Sumber Pengembangan Kurikulum Dari kajian sejarah kurikulum. Ada tiga pendekatan terhadap anak sebagai sumber kurikulum. Pendidikan atau pengajaran I iiikan memberikan sesuatu pada anak.sernua unsur kebudayaan. perilaku. Pengembangan kurikulum pertama bertolak dari kehidupan dan pekerjaan orang dewasa. Budaya ini mencakup . hidup dalam Iingkungan budaya.tujuan-tujuan tersebut? Apakah kurikulum perlu mengadakan rumusan yang lebih spesifik tentang rencana dan bahan pengajaran? Apakah perlu ada spesifika4i tentang makna perencanaan. itilai-nilai adat-istiadat. Pengalaman pengembangan kurikulum yang lalu menjadi sumber penyusunan kurikulum kemudian. ia menjadi sumber kurikulum. Jadi. melainkan menumbuhkan potensipolensi yang telah ada pada anak. serta hal hal yang diminati siswa. perkembangan serta minat siswa. dan turut menciptakan budaya. Dalam pengembangan selanjutnya. kurikulum terutama isi kurikulum diambil dari kehidupan orang dewasa. Anak menjadi sumber kegiatan pengajaran.

Desain dan Rekayasa Kurikulum Telah diutarakan sebelumnya bahwa ada dua subteori dari teori kurikulum. yaitu (1) substansi. berdasarkan garis-garis besar tujuan tersebut desain kurikulum disusun. (2) berisi garis-garis besar rumusan tujuan. sedangkan pada perguruan tinggi rektor diberi kekuasaan untuk menentukan kebijaksanaan-kebijaksanaan dalam penyusunan kurikulum. prinsipprinsip pengorganisasian.politik dalam penentuan kurikulum adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang dalam pelaksanaannya dilimpahkan kepada Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah serta Dirjen Pendidikan Tinggi bekerja sama dengan Balitbangdikbud. yaitu desain kurikulum (curriculum design) dan rekayasa kurikulum (curriculum engineering). Di Amerika Serikat pemegang kekuasaan sosial-politik yang menentukan kebijaksanaan dalam kurikulum adalah board of education lokal yang mewakili negara bagian. Di Indonesia. kurikulum mempunyai tiga karakteristik. dengan materi tersebut tujuantujuan kurikulum dapat dicapai. Nilai-nilai apakah yang harus diberikan dalam pelaksanaan kurikulum? Nilai-nilai apa yang digunakan sebagai kriteria penentuan kurikulum dan pelaksanaan kurikulum. kekuasaan penyusunan kurikulum sepenuhnya ada pada pusat. (3) isi atau materi ajar. Menurut Beauchamp. yaitu: (1) kurikulum merupakan dokumen tertulis. serta hal-hal yang diperlukan dalam pelaksanaannya. pemegang kekuasaan sosial. Pertanyaan pertama yang muncul dalam kurikulum yang berdasarkan nilai adalah: Apakah yang harus diajarkan di sekolah? Ini merupakan pertanyaan tentang nilai. ada dua dimensi penting. serta proses belajar yang akan diikuti siswa pada berbagai tahap perkembangan pendidikan. hubungan antara satu unsur dengan unsur lainnya. Terakhir yang menjadi sumber penentuan kurikulum adalah kekuasaan sosial-politik. Pada pendidikan dasar dan menengah. (2) model pengorganisasian dan bagian-bagian kurikulum terutama organisasi dan proses pengajaran. unsur-unsur serta organisasi dari dokumen tertulis kurikulum. isi. .keputusan yang dinamis. Desain kurikulum merupakan suatu pengorganisasian tujuan. Dalam desain kurikulum akan tergambar unsur-unsur dari kurikulum. 2. Dalam desain kurikulum.

Dari semua uraian tentang hal-hal yang berkaitan dengan teori kurikulum. dan mengadakan penyempurnaan kurikulum. Setiap teori kurikulum harus mempunyai kejelasan tentang nilai-nilai dan sumber-sumber pangkal tolaknya. ketentuan-ketentuan tentang bagaimana penggunaan kurikulum. serta bagaimana mengadakan penyemprunaan-penyempurnaan berdasarkan masukan dari pengalaman. 2. dan (5) tugas-tugas dan prosedur evaluasi kurikulum. Beauchamp (hlm. 82) mengemukakan lima prinsip dalam pengembangan teori kurikulum. Dengan menerima pelimpahan wewenang dari Menteri atau Dirjen. . para pejabat pusat tersebut merancang. Setiap teori kurikulum harus dimulai dengan perumusan (definisi) tentang rangkaian kejadian yang dicakupnya. Setiap teori kurikulum perlu menjelaskan karakteristik dari desain kurikulumnya. Rekayasa kurikulum berkenaan dengan bagaimana proses memfungsi an k kurikulum di sekolah. Juga mereka memberi tugas dan tanggung jawab menyusun dan mengembangkan berbagai bentuk pedoman dan petunjuk pelaksanaan kurikulum. (3) tugas-tugas dan prosedur perencanaan kurikulum. yaitu 1) arena atau lingkup tempat dilaksanakannya berbagai proses rekayasa kurikulum. Kedua kurikulum itu dievaluasi. Pertama. mengembangkan. (4) tugas-tugas dan prosedur implementasi kurikulum. sedangkan pada tingkat pusat adalah Kepala Pusat Pengembangan Kurikulum BaLitbang Dikbud dan para Kasubdit/Kepala Bagian Kurikulum di Direktorat. 3. Para pengelola di daerah dan sekolah berperan melaksanakan dan mengawasi pelaksanaan kurikulum Seluruh sistem rekayasa kurikulum menurut Beauchamp mencakup lima hal.Ada dua hal yang perlu ditambahkan dalam desain kurikulum. Pengelola kurikulum di sekolah terdiri atas para pengawas/periilik dan kepala sekolah. yaitu: 1. upaya-upaya yang perlu dilakukan para pengelola kurikuluin agar kurikulum dayat berfungsi sebaik-baiknya. (2) keterlibatan orang-orang dalam proses kurikulum. baik bentuk desainnya maupun sistem pelaksanaannya.

Illinois: The KAGG Press. Perubahan kurikulum dilatarbelakangi oleh perubahan atau perkembangan teori pendidikan yang mendasarinya. yang dibahas dalam buku ini adalah suatu teori kurikulum. 5. dan perencana pengajaran. Buku Acuan Beauchamp. problema dan alternatif pemecahan problema dalam pengembangan kurikulum. revolusi industri. Gordon. Wilmettee. dengan berpegang atas hasil-hasil penelitian. Peter and Lawton. Curriculum Change in the Nineteenth and Twentieth Centuries. London: Hodder and Stoughton. perpaduan antara pengetahuan-humanisme-agama. serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Seluruh isi buku ini terbagi atas tiga bagian. 1975. 1978.difokuskan pada kurikulum sebagai bidang studi dari teori kurikulum. Curriculum Theory. pembentukan teori. Bagian selanjutnya menguraikan suatu analisis tentang isu -isu teoretis. Sesuai dengan judulnya. Bagian pertama membahas teori kurikulum yang merupakan subteori dari pendidikan: teori kurikulum sebagai masalah pendidikan. terutama .4. Edisi ini merupakan hasil penyempurnaan atas dua edisi sebelumnya. Setiap teori kurikulum harus menggambarkan proses-proses penentuan kurikulumnya serta interaksi di antara proses tersebut. Bagian terakhir mengemukakan teori kurikulum hasil pengembangan/pemikiran penulis sendiri. begitupun para praktisi juga dapat mengambil manfaatnya. clan perubahan ideologi dari elitisme pada . Buku ini merupakan edisi ketiga. ahli pendidikan. teori kurikulum. teori dalam pendidikan. D. Yang dibahas dalam buku ini adalah perubahan-perubahan besar yang terjadi dalam kurikuldm selama abad ke-19 dan ke-20. Karena Jebih banyak menguraikan kurikulum secara teoritis maka sumbangan buku ini terutama dirasakan oleh para ahli kurikulum. Teori pendidikan mempengaruhi penentuan isi maupun proses pengajaran. Perubahan kurikulum dipengaruhi oleh perkembangan masyarakat yang dilatarbelakangi oleh perkembangan ilmu dan teknologi. George A. Setiap teori kurikulum hendaknya menyiapkan diri bagi proses penyempurnaannya. Denis.

I ebih jauh dibuktikan besarnya pengaruh kebudayaan terhadap porkembangan . Columbia University. bukan membatasinya. Buku ini menyajikan suatu hasil studi kritis terhadap pengaruh munculnya nilai-nilai sebagai akibat perkembangan teknologi. Penulis menentang technocratic mindedness dan menganjurkan critical atau philosophical mindedness. Eksperimen menunjukkan bahwa pengaruh media gambar dan bahasa sangat besar terhadap tingginya perkembangan keterampilan konseptual. New York. Pendidikan harus memiliki keterbukaan. 1970. Human Interest in Curriculum.. yang memungkinkan berpikir dan berbuat yang leluasa. Robert. agar memungkinkan pertumbuhan segi kognitif. Ketiga hal itu didukung oleh hasil penelitian dari delapan eksperimen tentang perkembangan konsep diagonal anak usia 3 sampai dengan 6 tahun. Akibat terlalu berjiwa teknologis maka mempersempit arti pendidikan dan membatasi perkembangan lingkungan pendidikan yang kreatif. hubungan antara informasi perseptual dengan tingkah laku nyata. et. London: Teachers College Press. New York. Buku ini sangat berharga bagi para ahli pendidikan. a!. Olson. dan pengaruh pengajaran terhadap pembentukkan dan perkembangan konsep. etestis.demokrasi. Bullough Jr. Karena pengaruh perkembangan teknologi pendidikan tidak lebih dari suatu latihan untuk mempersiapkan pekerja. Juga yang berperanan besar terhadap perubahan kurikulum adalah pemerintah dan kelompok. baik di dalam merencanakan rnaupun melaksanakan pendidikan dan pengajaran. Pendidikan harus memperluas emansipasi manusia. Struktur persekolahan yang ada memperkuat hal tersebut. Cognitive Development. yaitu peranan bahasa dalam perkembangan intelektual. Academic Press Publishing Co. Buku ini membahas tiga masalah teoretis utama. Apa yang dikemukakan dalam karangan ini adalah suatu teori tentang perkembangan intelektual anak. David R. Hal itu tercapai melalui interaksi komunikatif. 1984. sehingga terbentuk sikap dan anggapan yang kurang menghargai kebebasan dan perkembangan manusia. prosesnya menekankan efisiensi dan kontrol. ahli kurikulum. dan juga bagi guru-guru atau calon guru. maupun moral dengan sempurna.

. para ahli kurikulum dan pengajaran serta ahli bimbingan dan penyuluhan sebagai pegangan atau kihan perbandingan dalam melakukan tugas-tugasnya.intelektual anak. Apa yang dibahas dalam buku ini sangat herguna bagi para peneliti di bidang pendidikan.

yang akan "ambruk" adalah manusianya. Pada bab ini akan dibahas landasan filosofis dan landasan psikologis. khususnya kurikulum yang lemah. Ada beberapa landasan utama dalam pengembangan suatu kurikulum.BAB 3 LANDASAN FILOSOFIS DAN PSIKOLOGIS PENGEMBANGAN KURIKULUM Pendidikan mempunyai peranan sangat penting dalam keseluruhan aspek kehidupan manusia. terutama antara pendidik dan terdidik untuk mencapai tujuan pendidikan. Di dalam interaksi tersebut terlibat isi yang diinteraksikan serta proses bagaimana interaksi tersebut berlangsung. apa isi pendidikan dan bagaimana proses interaksi pendidikan tersebut. Pendidikan "menentukan" model manusia yang akan dihasilkannya. Landasan Filosofis Pendidikan berintikan interaksi antarmanusia. Kalau bidang-bidang lain seperti ekonomi. landasan psikologis. penyusunan kurikulum tidak dapat dikerjakan sembarangan. A. pendidikan berkaitan langsung dengan pembentukan manusia. siapa pendidik dan terdidik. Kurikulum sebagai rancangan pendidikan mempunyai kedudukan yang cukup sentral dalam seluruh kegiatan pendidikan. tetapi kalau landasan pendidikan. sedangkan landasan sosial-budaya dan perkembangan ilmu dan teknologi akan dibahas pada bab selanjutnya. menentukan proses pelaksanaan dan basil pendidikan. Penyusunan kurikulum membutuhkan landasan-landasan yang kuat. serta perkembangan ilmu dan teknologi. yang didasarkan atas hasil-hasil pemikiran dan penelitian yang mendalam. landasan sosial budaya. dan sebagainya berperan menciptakan sarana dan prasarana bagi kepentingan manusia. arsitektur. Hal itu disebabkan pendidikan berpengaruh langsung terhadap perkembangan manusia. pertanian. . Kalau landasan pembuatan sebuah gedung tidak kokoh yang akan ambruk adalah gedung tersebut. perkembangan seluruh aspek kepribadian manusia. yaitu landasan filosofis. Mengingat pentingnya peranan kurikulum di dalam pendidikan dan dalam perkembangan kehidupan manusia. Apakah yang menjadi tujuan pendidikan.

Filsafat dan ilmu mempunyai hubungan yang saling mengisi dan melengkapi (komplementer).merupakan pertanyaan-pertanyaan yang membutuhkan jawaban yang mendasar.laman manusia. menghilangkan hal-hal yang bersifat subjektif. yang esensial yaitu jawaban-jawaban filosofis. Suatu cabang ilmu pengetahuan mengkaji satu bidang pengetahuan manusia. Filsafat melihat segala sesuatu dari sudut bagaimana seharusnya (Das So/len). daerah cakupannya terbatas. Terdapat perbedaan pendekatan antara ilmu dengan filsafat dalam mengkaji atau memahami alam semesta mi. filsafat berarti upaya untuk menggambarkan dan menyatakan suatu pandangan yang sistematis dan komprehensif tentang alam semesta dan kedudukan manusia di dalamnya. Filsafat berupaya merangkum atau mengintegrasikan bagian-bagian ke dalam satu'kesatuan yang menyeluruh dan bermakna. Sering dikatakan bahwa filsafat merupakan ibu dari segala ilmu. ia harus tahu atau berpengetahuan. Secara akademik. Berfilsafat berarti menangkap sinopsis peristiwa-peristiwa yang simpang siur dalam penga. . dan mendalam. Filsafat memberikan landasan. Ilmu menggunakan pendekatan analitik. Keduanya dapat memberikan bahan-bahan bagi manusia untuk membantu memecahkan berbagai masalah dalam kehidupannya. berusaha melihat segala sesuatu spcara objektif. Berfilsafat diartikan pula berpikir secara radikal. berusaha melihat segala yang ada irti sebagai satu kesatuan yang menyeluruh dan mencoba mengetahui kedudukan manusia di dalamnya. yaitu berpikir secara sistematis. atau berpikir sampai ke akar-akarnya (radic berarti akar). Pengetahuan tersebut diperoleh melalui proses berpikir. Filsafat mencakup keseluruhan pengetahuan manusia.bagian yang kecil dan lebih kecil. berusaha menguraikan keTeluruhan dalam bagian. berpikir sampai ke akar. Untuk dapat mengerti kebijakan dan berbuat secara bijak. Secara harfiah filosofis (filsafat) berarti "cinta akan kebijakan" (love of wisdom). faktor-faktor subjektif dalam filsafat sangat berpengaruh. Ilmu berkenaan dengan fakta-fakta sebagaimana adanya (Das Sem). Orang belajar berfilsafat agar ia menjadi orang yang mengerti dan berbuat secara bijak.landasan dasar bagi ilmu. logis. Pemikiran demikian dalam filsafat sering disebut sebagai pemikiran radikal.

tetapi John Dewey umpamanya mempunyai pandangan yang hampir sama dengan Butler. sebagaimana juga pendidikan menurut Dewey sama dengan kehidupan. Setiap pandangan mempunyai landasan metafisika. Bagi Dewey. sedangkan praktik pendidikan memberikan bahan-bahan bagi pertimbangan-pertimbangan filosofis. Seperti halnya dalam filsafat umum. dan aksiologi tentang masalah pendidikan yang berbeda. filsafat pendidikan ini hanya merupakan aplikasi dari pemikiran-pemikiran filosofis untuk memecahkan masalah-masalah pendidikan. Pendapat para filsuf umumnya memandang filsafat umum sebagai dasar dari filsafat pendidikan. 3) educational philosophy is an independent discipline which might benefit from contact with general philosophy. 2) philosophy is the flower not root of education. 4) philosophy and the theory of education is one (Butler. epistemilogi. 1) Philosphy is primary and basic to an educational philosophy. Dalam tulisan ini akan dikemukakan salah satu pandangan tentang filsafat pendidikan. yaitti metafisika yang membahas segala yang ada dalam alam ini. but this contact is not essential. epistemologi yang membahas kebenaran dan aksiologi yang membahas nilai. 1957: 12).Ada tiga cabang besar filsafat. Menurut Donald Butler. dalam filsafat pendidikan pun dikenal banyak pandangan atau aliran. tetapi antara keduanya yaitu antara filsafat dan filsafat pendidikan terdapat hubungan yang sangat erat. malah menurut Butler menjadi satu. Hal itu tidak berarti bahwa pandangan tersebut paling sesuai untuk masyarakat kita atau paling disetujui oleh penulis. . filsafat memberikan arah dan metodologi terhadap praktik pendidikan. filsafat dan filsafat pendidikan adalah sama. yaitu pandangan dari John Dewey. Keduanya sangat berkaitan erat. Filsafat membahas segala permasalahan yang dihadapi oleh manusia termasuk masalah-masalah pendidikan ini yang disebut filsafat pen.didikan. Walaupun dilihat sepintas. Aliran-aliran filsafat yang kita kenal bertolak dari pandangan yang berbeda dalam ketiga hal itu.

Pandangannya tentang dunia adalah monistik dan tidak lebih dari sebuah hipotesis. Dewey menolak sesuatu yang bersifat spekulatif. antara hipotesis dengan hasil. dengan waktu dan tempat. Proses berpikir merupakan proses pengecekan dengan kejadiankejadian nyata. atau on going-ness. Dalam filsafat Dewey kebenaran itu terletak dalam perbuatan atau truth is in the making. sesuatu dibutuhkan karena manusia membutuhkannya. Pengertian pengalaman Dewey berbeda dengan kaum empiris lainnya. Dasar-dasar filsafat Dewey Ciri utama filsafat Dewey adalah konsepsinya tentang dunia yang selalu berubah. antara ide dengan fakta. All values are thus subjective and either intrinsic or instrumental . it is held. yaitu adanya persesuaian antara hipotesis dengan kenyataan. and feeling. Experience is the only basis for knowledge and wisdom (Dewey. Karena pengalaman selalu berubah maka nilai pun berubah. hlm. Filsafat Dewey lebih berkenaan dengan epistemologi dan tekanannya kepada proses berpikir. merupakan dasar bagi pengetahuan dan kebijakan. 101). Nilai-nilai adalah relatif. and of any two things felt as intrinsically valuable it is than another. bagi Dewey tidak ada yang menetap dan abadi semuanya berubah. Dewey sangat menghargai peranan pengalaman. being immeasurable. Values being finally intrinsic. selalu dalam hubungannya dengan pengalaman. yang mengartikannya sebagai pengalaman melalui pengindraan. Instrumentalisme Dewey menganggap bahwa rohani itu adalah interelasi yang kreatif antara organisme dengan lingkungannya. 1964. Proses berpikir merupakan satu dengan pemecahan yang bersifat tentatif. subjektif.. Pengalaman itu mencakup kegiatan manusia. Nilai-nilai itu tidak dapat diukur dan tidak ada hierarki nilai. Pengalaman selain merupakan sumber dari pengetahuan.. juga sumber nilai. Mengetahui tanpa mengalami adalah omong kosong. Prinsip ini membavva konsekuensi yang cukup jauh. dan hanya dirasakan oleh manusia. Sesuatu itu bernilai karena diberi nilai oleh manusia. To be felt as .1. baik yang berbentuk aktif maupu pasif. Ciri lain filsafat Dewey adalah anti dualistik. mengalir.. no scale of values.

worthwhile in itself is thus the ultimate orientation of value. (Dewey dalam Joe Park, (Ed). 1958, hlm. 185). Tujuan perkembangan manusia adalah self realization. Pengertian self hagi Dewey adalah sesuatu yang konkret bersifat empiris tidak dapat dipisahkan dari pengalaman dan lingkungan. Self realization hanya dapat diperoleh melalui pengalaman dan interaksi dengan yang lain.

2. Teori pendidikan Dewey Apakah pendidikan menurut John Dewey? Pendidikan berarti perkem bangan, perkembangan sejak lahir hingga menjelang kematian. Jadi, pendidikan itu juga berarti sebagai kehidupan. Bagi Dewey, Education is Ntowlh, development, life. Ini berarti bahwa proses pendidikan itu tidak niempunyai tujuan di luar dirinya, tetapi terdapat dalam pendidikan itu Itendiri. Proses pendidikan juga bersifat kontinu, merupakan reorganisasi, teknnstruksi, dan pengubahan pengalaman hidup. Jadi, pendidikan itu mei npakan organisasi pengalaman hidup, pembentukan kembali hidup, dan juga perubahan pengalaman hidup sendiri merupakan organisasi pengalaman hidup, pembentukan kembali pengalaman hidup, dan juga perubahan pengalaman hidup sendiri. Pendidikan merupakan reorganisasi dan rekonstruksi yang konstan dari pengalaman. Pada setiap saat ada tujuan, perbuatan pendidikan selalu ditujukan untuk mencapai tujuan. Setiap fase perkembangan kehidupan, masa kanak-kanak, masa pemuda, dan dewasa, semuanya merupakan fase pendidikan, semua yang dipelajari pada fase-fase tersebut mempunyai arti sebagai pengalaman;Pendidikan itu tidak berakhir, kecuali kalau seseorang sudah mati. Pengalaman sebagai suatu proses yang aktif membutuhkan waktu, waktu yang kemudian menyempurnakan waktu sebelumnya. Seluruh proses pendidikan itu membentuk pengertian-pengertian tentang benda, hubungan-hubungan, dan segala sesuatu tentang kehidupannya. Konstruksi pengalaman ini tidak hanya bersifat pribadi (individual), tetapi juga bersifat sosial. Pendidikan merupakan suatu lembaga yang konstruktif untuk memperbaiki masyarakat. Realisasi pendidikan dalam bentuk perkembangan bukan hanya perkembangan anak dan pemuda-pemuda, melainkan juga perkembangan masyarakat.

Tujuan pendidikan diarahkan untuk mencapai suatu kehidupan yang demokratis. Demokratis bukan dalam arti politik, melainkan sebagai cara hidup bersama sebagai way of life, pengalaman bersama dan komunikasi bersama. Tujuan pendidikan merupakan usaha agar individu melanjutkan pendidikannya. Tujuan pendidikan terletak pada proses pendidikan itu sendiri, yakni kemampuan dan keharusan individu meneruskan perkembangannya. John Dewey menegaskan bahwa pendidikan itu tidak mernpunyai tujuan, hanya orang tua, guru, dan masyarakat yang mempunyai tujuan. And it is well to remind ourselves that education as such has no aims. Only persons, parents, and teacher etc., have aims, not an abstarct idea like education. (John Dewey, 1964, hlm. 177). Untuk mengetahui bagaimanakah proses belajarterjadi pada anak, baiklah kita lihat bagaimana syarat-syarat untuk pertumbuhan. Pendidikan sama dengan pertumbuhan. Syarat pertumbuhan adalah adanya kebelumdewasaan (immaturity), yang berarti kemampuan untuk berkembang. Immaturity tidak berarti negatif, tetapi positif, kemampuan, kecakapan, dan kekuatan untuk tumbuh. lni menunjukkan bahwa anak adalah hidup, ia memiliki semangat untuk berbuat. Pertumbuhan bukan sesuatu yang harus kita berikan, pertumbuhan adalah sesuatu yang harus mereka lakukan sendiri. Ada dua sifat dari immaturity yakni kebergantungan dan plastisitas. Kebergantungan berarti kemampuan untuk menyatakan hubungan sosial, dan ini akan menyebabkan individu itu matang dalam hubungan sosial. Sebagai hasilnya, akan tumbuh kemampuan interpendensi atau saling kebergantungan antara anggota masyarakat yang satu dengan yang lain. Plastisitas mengandung pengertian kemampuan untuk berubah. Plastisitas juga berarti habitat yaitu kecakapan menggunakan keadaan lingkungan sebagai alat untuk mencapai tujuan, bersifat aktif mengubah lingkungan. Kapankah proses belajar itu dimulai dan kapankah berakhir? Sesuai dengan pandangan John Dewey, bahwa pendidikan itu adalah pertumbuhan itu sendiri. Karena itu, pendidikan tersebut dimulai sejak lahir dan berakhir pada saat kematian. Demikian juga proses belajar tidak dapat dilepaskan dari proses pendidikan. Pendidikan adalah pengalaman, yaitu suatu proses yang berlangsung

terus-menerus. Bagaimana hubungan antara proses belajar, pengalaman, dan berpikir? Pengalaman itu bersifat aktif dan pasif. Pengalaman yang bersifat aktif herarti berusaha, mencoba, dan mengubah, sedangkan pengalaman pasif herarti menerima dan mengikuti saja. Kalau kita mengalami sesuatu maka kita berbuat, sedangkan kalau mengikuti sesuatu kita memperoleh akibat atau hasil. Belajar dari pengalaman berarti menghubungkan kemunduran dengan kemajuan dalam perbuatan kita, yakni kita merasakan kesenangan atau penderitaan sebagai suatu akibat atau hasil. "To learn from experience is hi make a backward and forward connection between what we have do to things and what we enjoy or suffer from thing in consequence (Dewey, dalam Jo Park, 1958: 94). Belajar dari pengalaman adalah bagaimana menghubungkan pengalaman kita dengan pengalaman masa lalu dan yang akan datang. lielajar dari pengalaman berarti mempergunakan daya pikir reflektif (reflecI we thinking), dalam pengalaman kita. Pengalaman yang efektif adalah pengalaman reflektif. Ada lima langkah berpikir reflektif menurut John Dewey, yaitu: 1. merasakan adanya keraguan, kebingungan yang menimbulkan masalah, 2. mengadakan interpretasi tentatif (merumuskan hipotesis), 3. mengadakan penelitian atau pengumpulan data yang cermat, 4. memperoleh hasil dari pengujian hipotesis tentatif, 5. hasil pembuktian sebagai sesuatu yang dijadikan dasar untuk berbuat.

Langkah-langkah berpikir reflektif ini dipergunakan sebagai metode belajar dalam pendekatan pendidikan proyek dari John Dewey, yang sampai dengan tahun 50-an sangat populer. Belajar seperti halnya pendidikan adalah proses pertumbuhan, belajar, dan berpikir adalah satu. Dalam penyusunan bahan ajaran menurut Dewey hendaknya

memperhatikan syarat-syarat sebagai berikut: 1) Bahan ajaran hendaknya konkret, dipilih yang betul-betul berguna dan dibutuhkan, dipersiapkan secara sistematis dan mendetil, 2) Pengetahuan yang telah diperoleh sebagai hasil belajar, hendaknya ditempatkan, dalam kedudukan yang berarti, yang memungkinkan dilaksanakannya kegiatan baru, dan kegiatan yang lebih menyeluruh.

Bahan pelajaran bagi anak tidak bisa semata-rnata diambil dari buku pelajaran, yang diklasifikasikan dalam mata-mata pelajaran yang terpisah. Bahan pelajaran harus berisikan kemungkinan-kemungkinan, harus mendorong anak untuk bergiat dan berbuat. Bahan pelajaran harus memberikan rangsangan pada anak-anak untuk bereksperimen. Demikian- lah dengan bahan pelajaran ini, kita mengharapkan anak-anak yang aktif, anak-anak yang bekerja, anak-anak yang bereksperimen. Bahan pelajaran tidak diberikan dalam disiplin-disiplin ilmu yang ketat, tetapi merupakan kegiatan yang berkenaan dengan sesuatu masalah (problem). Peranan guru bukan hanya berhubungan dengan mata pelajaran, melainkan dia harus menempatkan dirinya dalam seluruh interaksinya dengan kebutuhan, kemampuan, dan kegiatan siswa. Guru juga harus dapat memilih bahan-bahan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan lingkungan. Metode mengajar merupakan, penyusunan bahan pelajaran yang memungkinkan diterima oleh para siswa dengan lebih efektif. Sesuatu metode tidak pernah terlepas dari bahan pelajaran, kita dapat membedakan cara berbuat, tetapi cara ini hanya ada sebagai cara berhubungan dengan bahan atau materi tertentu. Metode mengajar harus fleksibel dan menimbulkan inisiatif kepada para siswa. Sekolah merupakan suatu lingkungan khusus, bagian dari lingkungan manusia, yang mempunyai peranan dan fungsi khusus. Fungsi-fungsi khusus dari sekolah adalah: 1. Menyediakan lingkungan yang disederhanakan. Tidak mungkin kita memasukkan seluruh peradaban manusia yang sangat kompleks itu ke sekolah. Demikian pula, para siswa tidak mungkin dapat memahami seluruh masyarakat yang sangat kompleks itu. Itulah sebabnya sekolah merupakan masyarakat atau lingkungan hidup manusia yang disederhanakan. 2. Membentuk masyarakat yang akan datang yang lebih baik. Para siswa tidak belajar dari masa lampau, tetapi belajar dari masa sekarang untuk memperbaiki masa yang akan datang.

3. Mencari keseimbangan dari bermacam-macam unsur yang ada di dalam lingkungan. Sekolah mernberi kesempatan kepada setiap individu/siswa untuk memperluas lingkungan hidupnya. Sekolah sebagai lingkungan yang khusus hendaknya memberikan pengarahan sosial, dengan cara mendorong kegiatan-kegiatan yang bersifat intrinsik, dalam suatu arah yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, melalui imitasi, persaingan sehat, kerja sama, dan memperkuat kontrol. Dalam sekolah progresif, yaitu sekolah-sekolah yang menerapkan sistem Pendidikan Progresif dari John Dewey, sumber dari kontrol sosial terletak pada sifat kegiatannya yang berisikan kerja sama sosial. Di dalam kerja sama sosial ini, setiap siswa mempunyai kesempatan untuk memberikan sumbangan dan untuk memikul tanggung jawab. Sekolah dan kelas diciptakan sebagai suatu organisasi sosial. Di dalam organisasi sosial itu setiap siswa mempunyai kesempatan untuk memberikan sumbangan, melakukan kegiatan-kegiatan, berpartisipasi, semuanya itu merupakan control social. Di dalam kontrol sosial ini tidak ada peraturan umum, sebab kontrol sosial tidak datang dari luar, tetapi timbul dari kegiatannya sendiri. Tugas guru adalah memberikan bimbingan dan mengusahakan kerja sama secara individual. Para siswa dibagi dalam kelompok-kelompok, dan bekerja dalam kelompok, bahkan guru termasuk sebagai anggota kelompok. Tentu saja sebagai orang dewasa, is mempunyai tanggung jawab yang khusus, yaitu memelihara interaksi dan komunikasi, mendorong kelompok untuk melakukan kegiatan-kegiatan seperti dalam kehidupan masyarakat. Guru bukan atasan, penguasa, apalagi diktator, melainkan sebagai pemimpin dalam kegiatan kelompok.

B. Landasan Psikologis Dalam proses pendidikan terjadi interaksi antar-individu manusia, yaitu antara peserta didik dengan pendidik dan juga antara peserta didik dengan orang orang yang lainnya. Manusia berbeda dengan makhluk lainnya, karena kondisi psikologisnya. Manusia berbeda dengan benda atau tonaman, karena benda atau tanaman tidak mempunyai aspek psikologis. Manusia juga lain dari binatang, karena kondisi psikologis manusia jauh tinggi tarafnya dan lebih kompleks

Peserta didik adalah individu yang sedang berada dalam proses perkembangan. baik. yang tampak maupun yang tidak tampak. Apa yang dididikkan dan bagaimana cara mendidiknya. Perilakuperilaku tersebut merupakan manifestasi dari ciri-ciri kehidupannya. perilaku kognitif. Kondisi psikologis setiapµindividu berbeda. perlu disesuaikan dengan pola-poly perkembangan anak. Iterkat kemampuan-kemampuan psikologis yang lebih tinggi dan kompleks inilah sesungguhnya manusia menjadi lebih maju. Pendidik atau guru melakukan berbagai upaya. latar belakang sosial-budaya. Interaksi yang tercipta dalam situasi pendidikan harus sesuai dengan kondisi psikologis para peserta didik rnaupun kondisi pendidiknya. dan menciptakan berbagai . pengetahuan. dan status individu di antara individu.individu yang lainnya. Tanpa pendidikan di sekolah. anak tetap berkembang. juga karena perbedaan faktorfaktor yang dibawa dari kelahirannya. lebih banyak menii liki kecakapan. Kondisi ini pun berbeda pula bergantung pada konteks. serta pola-pola perkembangan individu menjadi kajian Psikologi Perkembangan.dibandingkan dengan binatang. Karakteristik perilaku individu pada tahap-tahap perkembangan. karena perbedaan tahap perkembangannya. pemahaman. Interaksi pendidikan di rumah berbeda dengan di sekolah. pembiasaan. interaksi antara anak dan guru pada jenjang sekolah dasar berbeda dengan jenjang sekolah lanjutan pertarna dan sekolah lanjutan atas. afektif. penerapan. perkembangan seluruh aspek kehidupannya. dan psikomotor. Apa yang dimaksud dengan kondisi psikologis itu? Kondisi psikologis merupakan karakteristik psiko-fisik seseorang sebagai individu. pengingatan. baik berlangsung melalui proses peniruan. Sejak kelahiran sampai menjelang kematian. yang din yatakan dalani berbagai bentuk perilaku dalani interaksi den gan lingkungannya. Perkembangan atau kemajuan-kemajuan yang dialami anak sebagian besar terjadi karena usaha belajar. peranan. anak selalu berada dalam proses perkembangan. tetapi dengan pendidikan di sekolah tahap perkembangannya menjadi lebih tinggi dan lebih luas. maupun pemecahan masalah. Tugas utama yang sesungguhnya dari para pendidik adalah membantu perkembangan peserta didik secara optimal. dan keterampilan dibandingkan dengan binatang.

psikoanalitik. a. mencatat ciri-ciri fisik dan mental. Keduanya sangat diperlukan. memilih dan menerapkan metode pembelajaran serta teknik -teknik penilaian. sosiologik. Studi longitudinal menghimpun informasi tentang perkembangan individu melalui pengamatan dan pengkajian perkembangan sepanjang masa perkembangan. yaitu Psikologi Perkembangan dan Psikologi Belajar. Cara belajar-mengajar mana yang dapat memberikan hasil secara optimal serta bagaimana proses pelaksanaannya membutuhkan studi yang sistematik dan mendalam. serta perilaku mereka dilakukan oleh Sigmund Freud beserta para pengikutnya. Ia mempelajari perkembangan anak dilihat dari tuntutan akan tugas-tugas yang harus dihadapi dan dilakukan dalam masyarakat. Metode dalam psikologi perkembangan Pengetahuan tentang perkembangan individu diperoleh melalui studi yang bersifat longitudinal. Ia mempelajari beribu-ribu. Metode cross sectional pernah -dilakukan oleh Arnold Gessel. pengalaman yang tidak menyenangkan pada masa balita ini dapat mengganggu perkembangan pada masa-masa berikutnya. cross sectional. seperti yang pernah dilakukan oleh Williard C. minimal ada dua bidang psikologi yang mendasari pengembangan kurikulum. Metode sosiologik digunakan oleh Robert Havighurst.kegiatan dengan dukungan berbagai alat bantu pengajaran agar anak-anak belajar. Psikologi perkembangan Psikologi Perkembangan membahas perkembangan individu sejak masa konsepsi.masa sebelumnya.. yaitu masa pertemuan spermatozoid dengan sel telur sampai dengan dewasa. dari saat lahir sampai dengan dewasa. baik di dalam merumuskan tujuan. Menurut mereka. Olson. terutama pada masa kanak-kanak (balita). 1. anak clan berbagai tingkatan usia. memilih dan menyusun bahan ajar. Studi ini banyak diaralikan mempelajari perkembangan anak pada masa. Jadi. Tuntutan akan . pola-pola perkembangan dan kemampuan. atau studi kasus. Studi yang demikian merupakan bidang pengkajian dari Psikologi Belajar.

tugas-tugas kehidupan masyarakat ini oleh Havighurst disebut sebagai tugas-tugas perkembangan (developmental tasks). Ada seperangkat tugas-tugas perkembangan yang harus dikuasai individu dalam setiap tahap perkembangan. Metode lain yang sering digunakan untuk mengkaji perkembangan anak adalah studi kasus. Dengan mempelajari kasus-kasus tertentu, para ahli psikologi perkembangan menarik beberapa kesimpulan tentang pola-pola perkembangan anak. Studi demikian pernah dilakukan oleh Jean Piaget tentang perkembangan kognitif anak. Individu apakah itu, anak ataupun orang dewasa merupakan kesatuan jasmani dan rohani yang tidak dapat dipisah -pisahkan dan menunjukkan karakteristik-karakteristik tertentu yang khas. Individu manusia adalah mesuatu yang sangat kompleks tetapi unik. Ia memiliki banyak aspek Neperti aspek jasmani, intelektual, sosial, emosional, moral, tetapi keseluruhannya membentuk satu kesatuan yang khas. Walaupun individu merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahpisahkan, untuk mempermudah penelitian, biasanya pembahasan dilakukan per aspek perkembangan. Hal itu berarti aspek tertentulah yang mendapatkan sorotan utama, yang menjadi fokus pengkajian, tetapi tidak berarti aspek-aspek lainnya diabaikan. Perkembangan anak adalah perkembangan seluruh aspek

kepribadiannya, tetapi tempo dan irama perkembangan masing-masing anak pada setiap aspek tidak selalu sama. Seorang anak mungkin lebih cepat

perkembangannya pada tahap tertentu, tetapi lambat pada tahap lainnya, atau perkembangan aspek tertentu lebih cepat dibandingkan dengan aspek lainrtya. Para ahli Psikologi Perkem- bangan tidak selalu mempunyai pendapat yang sama tentang perkembangan, baik secara menyeluruh maupun per aspek

perkembangan. Hal itu didasari oleh perbedaan asumsi yang menjadi titik tolaknya, atau perbedaan pendekatan yang mereka pakai, populasi yang digunakan, atau aspek perkembangan yang menjadi fokus. Adanya perbedaan perbedaan tersebut sering menimbulkan kebingungan pada para guru, tetapi justru akan memperluas dan memperkaya pengetahuan para pemakai teori teori perkembangan anak.

b. Teori perkembangan Dikenal ada tiga teori atau pendekatan tentang perkembangan individu, yaitu pendekatan pentahapan (stage approach), pendekatan diferensial (differential approach), dan pendekatan ipsatif (ipsative approach). Menurut pendekatan pentahapan, perkembangan individu berjalan melalui tahaptahap perkembangan. Setiap tahap perkembangan mempunyai karakteristik tertentu yang berbeda dengan tahap yang lainnya. Pendekatan diferensial melihat bahwa individu memiliki persamaan dan perbedaan. Atas dasar persamaan dan perbedaan tersebut individu dikategorikan atas kelompok-kelompok yang berbeda. Kita mengenal ada kelompok individu berdasarkan jenis kelamin, ras, agama, status sosial-ekonomi, dan sebagainya. Pengelompokan individu adakalanya juga didasarkan atas kesamaan karakteristiknya. Berkenaan dengan hal itu dikenal pengelompokan yang bersifat bipolar, seperti: Introvert-- ekstravert Dominan-- submisif agresif --pasif aktivitas tinggi-- aktivitas rendah kholerik ±melanholik

Kedua pendekatan tersebut berusaha untuk menarik atau membuat generalisasi yang berlaku untuk semua individu. Apakah dalam kenyataannya demikian? Dalam kenyataan seringkali ditemukan adanya sifatsifat individual, yang hanya dimiliki oleh seorang individu dan tidak dimiliki oleh yang lainnya. Pendekatan yang berusaha melihat karakteristik individu-individu inilah yang dikelompokkan sebagai pendekatan isaptif. Dari tiga pendekatan itu yang banyak dianut oleh para ahli Psikologi Perkembangan adalah pendekatan pentahapan. Pendekatan ini lebih disenangi karena lebih jelas menggambarkan proses ataupun.urutan perkembangan dan kemajuan individu. Di samping ketiga pendekatan itu, ada beberapa ahli yang mengombinasikan suatu pendekatan dengan pendekatan yang lain. Kombinasi ini sering dipandang dapat memperlengkap deskripsi tentang perkembangan individu.

Dalam pendekatan pentahapan, dikenal dua variasi. Pertama, pendekatan yang bersifat menyeluruh rnencakup segala segi perkembangan, seperti perkembangan fisik dan gerakan motorik, sosial, intelektual, moral, emosional, religi, dan sebagainya. Kedua, pendekatan yang bersifat khusus mendeskripsikan salah satu segi atau aspek perkembangan saja. Dalam pentahapan yang bersifat menyeluruh dikenal tahap-tahap perkembangan dari Jean Jacques Rousseau, G. Stanley Hall, Havighurst dan lain-lain. Rousseau membagi seluruh masa perkembangan anak a tas empat tahap perkembangan. Masa bayi (infancy), usia 0-2 tahun merupakan tahap perkembangan fisik, menurut Rousseau sebagai binatang yang sehat. Masa anak (childhood), usia 2-12 tahun, masa perkembangan sebagai manusia primitif. Masa remaja awal (pubescence), usia 12-15 tahun, masa bertualang yang ditandai dengan perkembangan intelektual dan kemampuan nalar yang pesat. Masa remaja (adolescene), usia 15-25 tahun masa hidup sebagai manusia yang beradab, masa pertumbuhan seksual, sosial, moral, dan kata hati. Stanley Hall adalah salah seorang ahli Psikologi Perkembangan penganut teori evolusi. Hall menerapkan teori rekapitulasi, salah satu konsep dalam teori evolusi, pada perkembangan anak. Menurut teori rekapitulasi, perkembangan individu merupakan rekapitulasi dari perkembangan spesiesnya (ontogeny recapitulates philogeny). Hall membagi keseluruhan masa perkembangan anak atas empat tahap. Masa kanakkanak (infancy), usia 0-4 tahun, merupakan masa kehidupan sebagai 1,matang melata dan berjalan. Masa anak (childhood), usia 4-8 tahun, masa pemburu. Masa Puer (youth), usia 8-12 tahun, masa manusia belum beradab. Masa remaja (adolescence), usia 12/13 tahun sampai dewasa, iiierupakan masa manusia beradab. Robert J. Havighurst menyusun fase-fase perkembangan atas dasar problema-problema yang harus dipecahkannya dalam setiap fase. Tuntutan akan kemampuan memecahkan problema dalam setiap fase perkembangan ini oleh Havighurst disebutnya sebagai tugas-tugas perkembangan (devel- opmental tasks). Havighurst membagi seluruh masa perkembangan anak atas lima fase, yaitu masa bayi (infancy) dari 0-1/2 tahun, masa anak awal (early childhood) 2/35/7 tahun, masa anak (late chilhood) dari 5 / 7-masa pubesen, masa adolesen awal

(early adolescence) dari pubesen ke pubertas, dan masa adolesen (late adolescence) dari masa pubertas sampai dewasa. Untuk setiap fase, perkembangan Havighurst menghimpun sejumlah tugas-tugas perkembangan yang harus dikuasai anak. Dikuasai atau tidak dikuasainya tugas-tugas perkembangan pada suatu fase berpengaruh bagi penguasaan tugas pada fase-fase berikutnya. Ada sepuluh kelompok tugas perkembangan yang harus dikuasai anak pada setiap fase yang membentuk pola, yaitu pola: 1. kebergantungan-keberdirisendirian, 2. memberi-menerima kasih sayang, 3. hubungan sosial, 4. perkembangan kata hati, 5. peran bio-sosio dan psikologis, 6. penyesuaian dengan perubahan badan, 7. penguasaan perubahan badan dan motorik, 8. belajar memahami dan mengontrol lingkungan fisik, 9. pengembangan kemampuan konseptual dan sistem simbol, 10. kemampuan melihat hubungan dengan alam semesta. Dalam pendekatan pentahapan yang bersifat khusus, kita mengenal pentahapanpentahapan dari Piaget, Kohlberg, Erikson, dan sebagainya. Jean Piaget mengemukakan tahap-tahap perkembangan dari kemam- puan kognitif anak. Dalam perkembangan kognitif menurut Piaget, yang terpenting adalah penguasaan dan kategori konsep-konsep. Melalui penguasaan konsepkonsep itu, anak mengenal lingkungan dan memecahkan berbagai problema yang dihadapi dalam kehidupannya. Ada empat tahap perkembangan kognitif anak menurut konsep Piaget, yaitu: 1. tahap Sensorimotor, usia 0-2 tahun; 2. tahap Praopersional, usia 2-4 tahun; 3. tahap Konkret Operasional, usia 7-11 tahun; 4. tahap Formal Operasional, usia 11-15 tahun. Tahap Sensorimotor disebut juga masa descriminating and labeling. Pada masa ini kemampuan anak terbatas pada gerak-gerak refleks, bahasa awal, waktu

sekarang, dan ruang yang dekat saja. Masa praoperasional atau prakonseptual disebut juga masa intuitif dengan kemampuan menerima perangsang yang terbatas. Anak mulai berkembang kemampuan bahasanya, pemikirannya masih statis dan belum dapat berpikir abstrak, persepsi waktu dan tempat masih terbatas. Masa konkret operasional disebut juga masa performing operation. Pada tahap ini anak sudah mampu menyelesaikan tugas-tugas menggabungkan, memisahkan, menyusun, menderetkan, melipat, dan membagi. Masa formal operasional disebut juga masa proportional thinking, pada masa ini anak sudah mampu berpikir tingkat tinggi. Mereka sudah mampu berpikir secara deduktif, induktif, menganalisis, menyintesis, mampu berpikir abstrak dan berpikir reflektif, serta memecahkan berbagai masalah. Lawrence Kohlberg mengembangkan suatu teori tentang perkembangan moral kognitif dengan mengacu kepada teori Piaget. Berdasarkan atas hasil-hasil penelitiannya yang cukup lama, Kohlberg menemukan ada tiga tahap perkembangan moral kognitif. Masing-masing tahap terdiri atas dua tingkatan sehingga seluruhnya meliputi enam tingkatan, yaitu: Tahap I Preconventional moral reasoning Tingkat 1. Obedience and punishment orientations Tingkat 2. Naively egoistic orientation Tahap II Conventional moral reasoning Tingkat 3. Good boy orientation Tingkat 4. Authority and social order maintenance orientation Tahap III Postconventional moral reasoning Tingkat 5. Contractual legalistic orientation Tingkat 6. Conscience or principle orientation Pada tahap prakonvensional, pertimbangan moral seseorang mengacu ke luar, kepada objek-objek dan peristiwa yang konkret dan bersifat fisik. Mereka belum mampu memberi pertimbangan moral atas standar sosial. Tingkat keputusan dan hukuman (obedience and punishment orientation) diwarnai oleh kecenderungan berbuat baik atau tidak berbuat salah karena takut akan hukuman. Acuan perbuatan adalah kekuasaan dan kekuatan. Mereka patuh karena takut dihukum, segala perbuatannya dikontrol oleh kekuatan-kekuasaan yang datang

Seseorang menghargai orang lain betul-betul sebagai manusia. dan tingkat pertimbangan kata hati. Erick Homburger Erikson merupakan salah seorang tokoh psiko. baik tidak baik didasarkan atas nilai-nilai yang bersifat universal. perilaku baik.analisis pengikut Sigmund Freud. unsur-unsur subjektif dari aturan sosial. Pada tingkat legalistik kontraktual. Tahap ketiga. Kalau seseorang berbuat untuk kepentingan orang lain atau orang banyak. atau sejalan dengan tuntutan dan kebiasaan masyarakat. Ada delapan tahap perkembangan psikososial menurut Erikson. prinsipprinsip yang mendasar. bukan satu-satunya yang benar. yaitu tingkat pertimbangan legalistik kontraktual. yaitu tingkat sebagai anak baik dan tingkat memelihara ketertiban dan peraturan masyarakat. Tingkat anak/orang baik. Seseorang tidak mencuri karena perbuatan mencuri akan merugikan orang lain. Tahap kedua adalah pertimbangan moral konvensional. pertimbangan moral pascakonvensi. tanpa mehhat atribut-atribut yang disandangnya. apakah karena gelar. tetapi juga ada kebenaran-kebenaran lain. sosial. Seseorang berbuat baik karena dia yakin bahwa perbuatan tersebut baik. ekonomi. pangkat. Tahap pascakonvensi mempunyai dua Inigkatan. Tingkat keempat memelihara ketertiban dan peraturan masyarakat. suatu perbuatan dipandang baik bila perbuatan lersebut sesuai dengan ketentuan atau peraturan yang ada dalam masyarakat. Tingkat kebaikan sebagai alat (naively egoitistic orientation) suatu perbuatan dipandang baik apabila menguntungkan atau memberi kesenangan kepada dirinya atau orang-orang yang dekat dengan dirinya. pertimbangan perbuatan baik atau jahat didasarkan atas persetujuan tidak tertulis antara pribadi dan masyarakat. Pada tahap ini perilaku dinilai atas harapan orang lain atau orang banyak. Pranata dan aturan-aturan sosial bukan sesuatu yang absolut. dan . dinilai sebagai perbuatan baik. Pada tingkat pertimbangan kata hati. status ilmu. Pada tahap ini pertimbangan moral didasarkan atas pandangan yang bersifat relatif. atau jahat dilihat dari penilaian orang lain. Tahap ini meliputi dua tingkat.dari luar. dan sebagainya. Suatu perbuatan dipandang baik apabila sesuai dengan harapan orang banyak atau masyarakat. Ia memusatkan studinya terhadap perkembangan psikososial.

maupun psikomotor dan terjadi karena proses pengalaman dapat dikategorikan sebagai perilaku belajar.tahap-tahap tersebut paralel dengan tahap perkembangan psikososial dari Freud. Secara sederhana. 166) PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL 2. hlm. 1959. Banyak sekali definisi tentang belajar. and which is not simply ascribable to the process of growth. hlm. Peruhahan-perubahan perilaku yang terjadi karena instink atau karena kematangan serta pengaruh hal-hal yang bersifat kimiawi tidak termasuk belajar. "Learning is a change in human disposition or capability. Segala perubahan tingkah laku balk yang berbentuk kognitif.1 BAGAN 3. afektif. Psikologi belajar Psikologi belajar merupakan suatu studi tentang bagaimana individu belajar. Perkembangan psikososial (Diadaptasi dari Erikson. seperti dapat dilihat pada Bagan 3. 5) perubahan tersebut berkenaan dengan disposisi atau kapabilitas individu. belajar dapat diartikan sebagai perubahan tingkah laku yang terjadi melalui pengalaman. Menurut Gagne (1965. which can be retained. Hilgard dan Bower menambahkan bahwa peruhahan itu terjadi .

Belajar merupakan upaya untuk mengembangkan potensi-potensi tersebut. Bigge dan Maurice P. Teori ini hampir sama dengan teori pertama bahwa anak memiliki potensi-potensi. Kalau dayadaya tersebut terlatih maka dengan mudah dapat digunakan untuk menghadapi atau memecahkan berbagai masalah. dan Cognitive Gestalt Field. naturalisme. Masih banyak definisi tentang belajar dan definisi-definisi tersebut bersumber pada teori-teori belajar tententu. atau aspek tertentu. memecahkan masalah.karena individu berinteraksi dengan lingkungannya. Ada beberapa teori yang termasuk rumpun disiplin mental yaitu: disiplin mental theistik. Teori disiplin mental humanistik lebih menekankan keseluruhan. latihan bagian. 1966. mengingat. Teori disiplin mental theistik berasal dari Psikologi Daya. dan apersepsi. fatigue. Hunt (1980. berpikir. anak telah memiliki potensi-potensi tertentu. 2). clan sebagainya.) (Iiilgard dan Bower. behaviorisme. yaitu teori disiplin mental. Menurut rumpun teori disiplin mental dari kelahirannya atau secara herediter. 226-227) ada tiga keluarga atau rumpun teori belajar. . Menurut teori ini individu atau anak mempunyai sejumlah daya mental seperti daya untuk mengamati. Perbedaannya dengan teori disiplin mental IIu teori tersebut menekankan bagian-bagian. maturation. Menurut mereka belajar adalah : The process by which an activity originates or is changed throught reacting to an encountered situation. menanggap. disiplin mental humanistik. Menurut Morris L. keutuhan. Kalau seseorang menguasai hal-hal yang bersifat umum okan mudah ditransfer atau diaplikasikan kepada halhal lain yang bersifat khusus. or temporary states of the organism (e. Pendidikannya menekankan pendidikan umum (Neneml education). Potentsi-potensi perlu d ilatih agar berkembang. Belajar merupakan proses melatih daya-daya tersebut. hlm.g. hlm. drug etc. Teori disiplin mental humanistik bersumber pada psikologi humanisme klasik dari Plato dan Aristoteles. provided that the characteristics of the change in activity cannot be explaned on the basis of native response tendecies. sebagai reaksi terhadap situasi yang diliadapinya.

ia dapat belajar sendiri dan mencapai perkembangan secara optimal. alam. Kelompok teori ini tidak mengakui sesuatu yang bersifat mental. Rumpun atau kelompok teori belajar yang kedua adalah Behaviorisme yang biasa juga disebut S-R Stimulus-Respons. kehidupan ini tunduk kepada hukum stimulus-respons atau aksi-reaksi. Menurut aliran ini belajar adalah membentuk massa apersepsi.Teori naturalisme atau natural unfoldment atau self actualization. Perkembangan anak ditentukan oleh faktor-faktor yang berasal dari lingkungan. Lingkunganlah. disebut juga Herbartisme. Setangkai bunga dapat merupakan suatu stimulus dan direspons oleh mata dengan cara meliriknya. diamati. Conditioning. budaya. Hasil dari suatu perbuatan belajar disimpan dan membentuk suatu massa apersepsi. dan Reinforcement. apakah lingkungan keluarga. Kelebihan dari teori ini adalah mereka berasumsi bahwa individu bukan saja mempunyai potensi atau kemampuan untuk berbuat atau melakukan berbagai tugas. Perkembangan anak menyangkut nyata yang dapat dilihat. Kelompok ini mencakup tiga teori yaitu S-R Bond. Demikian seterusnya semakin tinggi perkembangan anak. Kelompok teori ini berangkat dari asumsi bahwa anak atau individu tidak memiliki/ membawa potensi apa-apa dari kelahirannya. Kesan indah yang diterima individu dapat . sekolah. tetapi juga memiliki kemauan dan kemampuan untuk belajar dan berkembang sendiri. Teori ini berpangkal dari Psikologi Naturalisme Romantik dengan tokoh utamanya Jean Jacques Rousseau. atau masyarakat. Teori belajar yang keempat adalah teori apersepsi. Melalui situasi demikian. religi yang membentuknya. Teori S-R Bond (Stimulus-Responce) bersumber dari Psikologi Koneksionisme atau teori asosiasi dan merupakan teori pertama dari rumpun Behaviorisme. semakin tinggi pula massa apersepsinya. Menurut konsep mereka. bersumber pada Psikologi Strukturalisme dengan tokoh utamanya Herbart. Anak mempunyai kemampuan untuk mempelajari sesuatu. lingkungan manusia. dan massa apersepsi ini digunakan untuk mempelajari atau menguasai pengetahuan selanjutnya. Agar anak dapat berkembang dan mengaktualisasikan segala potensi yang dimilikinya pendidik atau guru perlu menciptakan situasi yang permisif yang jelas. Sama dengan kedua teori sebelumnya bahwa anak mempunyai sejumlah potensi atau kemampuan.

hlm. adipura. reinforcement. hubungan stimulus dan respons akan terjadi apabila ada akibat yang menyenangkan. mungkin juga hadiah. demikian juga dengan waktu makan pagi. law of exercise or repetition dan law of effect (Bigge dan Thurst. Angka tinggi. piala. Kalau pada teori conditioning. Belajar atau pembentukan hubungan antara stimulus dan respons perlu dibantu dengan kondisi tertentu. Karena anak belajar sungguh-sungguh (stimulus) selain is menguasai apa yang dipelajarinya (respons) maka guru memberi angka tinggi. Hull. hubungan antara stimulus dan respons akan terbentuk apabila sering dilatih atau diulang -ulang. Teori ketiga adalah reinforcement dengan tokoh utamanya C. Teori kedua dari rumpun behaviorisme adalah conditioning atau stimulusresponce with conditioning. terkenal dengan percobaan conditioning pada anjing.L. 1980. serta lencana sampai dengan parasamya. maka pada reinforcement kondisi diberikan pada respons. hubungan antara stimulus dan respons akan terbentuk atau mudah terbentuk apabila telah ada kesiapan pada sistem syaraf individu. medali. Bunyi bel menjadi kondisi bagi anak sebagai tanda memulai pelajaran di sekolah. Di samping reinforcement positif seperti itu dikenal pula .merupakan stimulus yang mengakibatkan terespons memetik bunga tersebut. yaitu Law of readness. kalpataru. supaya pada kegiatan belajarnya akan Iebih giat dan sungguh-sungguh. Demikian halnya dengan belajar. Menurut hukum akibat (law of effect). Ada tiga hukum belajar yang sangat terkenal dari Thorndike. hukum latihan atau pengulangan. merupakan perkembangan lebih lanjut dari teori S-R Bond dan conditioning. Belajar adalah upaya untuk membentuk hubungan stimulus respons sebanyakbanyaknya. Thorndike. pujian dan hadiah merupakan reinforcement. terdiri atas rentetan hubungan stimulus respons. dan makan malam. pujian. siang. insentif. kondisi diberikan pada stimulus. Tokoh utama teori ini adalah Edward L. Sebelum anakanak masuk kelas dibunyikan bel. 273). dan bintang mahaputra. hadiah. demikian terjadi setiap hari dan setiap saat pertukaran jam pelajaran. Teori ini berkembang dari teori psikologi. Di dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali contoh reinforcement kita temukan seperti pemberian pujian. Tokoh utama teori ini adalah Watson. bonus. Selanjutnya. Menurut hukum kesiapan. piagam penghargaan.

reinforcement negatif untuk mencegah atau menghilangkan suatu perbuatan yang kurang baik atau tidak disetujui masyarakat. sanksi. insight is the sensed way through or solution of a problematic situation. To state it differently. ataupun ide dalam berbagai situasi. hlm. yang berisi kecakapan menggunakan suatu objek. Teori belajar cognitive field bersumber pada psikologi lapangan (field psikology). Aliran ini bersumber dari Psikologi Gestalt Held.. Dalam lapangan ini selalu ada tujuan yang ingin dicapai. Perbuatan individu selalu terarah kepada pencapaian sesuatu tujuan. Menurut mereka belajar adalah proses mengembangkan insight atau pemahaman baru atau mengubah pemahaman lama. Rumpun ketiga adalah Cognitive Gestalt Field.. berwawasan luas. Pemahaman tingkat tinggi memungkinkan seseorang bertindak inteligen.. fakta. Pemahaman atau insight merupakan citra 11. riksploratif. individu selalu berinteraksi dengan lingkungan. dan kreatif. Menurut mereka. Pemahaman yang bermutu tinggi (tingkat tinggi) adalah pemahaman yang telah teruji. ancaman. 1980. Pemahaman terjadi .1ri atau perasaan tentan g pola-pola atau hubungan.1ng ada dalam lingkungan. Individu selalu berada dalam suatu lapangan psikologis yang oleh Lewin disebut life space. mampu memecahkan berbagai masalah. Belajar merupakan usaha untuk mengembangkan pemahaman tingkat tinggi. Teori belajar pertama dari rumpun ini adalah teori insight.ipabila individu menemukan cara baru dalam menggunakan unsur-unsur . pemotongan gaji. ada motif yang ilit‡iidorong pencapaian tujuan dan ada hambatan-hambatan yang harus diatasi. oleh karena itu sering dikatakan . dan sebagainya. imajinatif. teguran. litikuman. termasuk struktur tubuhnya sendiri. penundaan kenaikan pangkat. 293). dengan tokoh utamanya Kurt Lewin. Teori belajar Goal Insight berkembang dari psikologi configurationlism. Contoh reinforcement negatif adalah: peringatan. proses. We might say that an insight is a kind of intelligent feel we get about a situation that permits us to continue to strive actively to serve our purposes. (Bigge dan Hunt. diarahkan kepada pembentukan hubungan dengan lingkungan. Perbuatan individu selalu bertujuan. Gestalt Field melihat bahwa belajar itu merupakan perbuatan yang bertujuan.

A. dijelaskan pengajaran berprogram. sebab dirinya dan orang lain serta lingkungannya merupakan suatu kesatuan. peranali teknologi dalam belajar serta berbagai upaya guru untuk meningkatkol. hasil belajar. (1972). New York: Harper & Row Pub. macam -macam belajar dan peranan siswa dalam belajar. Setiap orang berusaha mencapai tingkat perkembangan dan pemahaman yang terbaik. cara bertanya dan menjawab serta cara-cara meningkatkan ingatan Pada bagian akhir buku ini. C. Micahel J. dalam proses interaksi tersebut ia mendapatkan pemahaman baru atau menemukan struktur kognitif lama. Istilah congnitive berasal dari bahasa Latin "cognoscre" yang berarti 'mengetahui (to know)'. Bagi penganut cognitive field. Lapangan psikologis terbentuk oleh interelasi yang simultan dari orang-orang dan lingkungan psikologisnya di dalam suatu situasi. Buku Acuan Have. Buku ini menguraikan dasar-dasar pemahaman tentang belajar dan bagaimana memperbaiki proses belajar. Pada bagian pertama buku ini diuraikan tentang konsep dan kebutuhan untuk memahami proses belajar. Dalam membimbing proses belajar. Aspek ini dalam teori belajar cognitive field berkenaan dengan bagaimana individu memahami dirinya dan lingkungannya. fungsi inteligensi dan bahasa dalam perkembangan belajal Selanjutnya diuraikan pula hal-hal yang harus diperhatikan dalam belajar seperti motivasi belajar.perbuatan individu adalah purposive. Apabila ia telah berhasil mencapai sesuatu tujuan maka timbul tujuan lain yang ingin dicapai dan berada dalam life space baru. . Understanding School Learning. relevansi apa yang dipelajari dengan kebutuhaii siswa. bagaimana ia menggunakan pengetahuan dan pengenalannya serta berbuat terhadap lingkungannya. belajar merupakan suatu proses interaksi. di dalam lapangan psikologisnya masing-masing. Tingkah laku seseorang pada suatu saat merupakan fungsi dari semua faktor yang ada yang saling bergantung pada yang lain. guru harus mengerti akan dirinya dan orang lain. Pada bagian berikutnya dijelaskan struktur dan transfer dalam belajar clan perkembangan.

Tiga hal tersebut harus disatukan dan kombinasikan menjadi satu. Yang dibahas dalam tulisan ini adalah suatu pendekatan dari exploration theory. lingian selanjutnya menguraikan penyusunan model pengajaran yang atas perbedaan individual. Bom Curious. toys. yang meliputi analisis isi. Pada bagian pertama hiiku ini diuraikan teori belajar dan perkembangan konsep. Toys merupakan bagian dari kebudayaan µang tetap berada pada taraf play. sosiologi. Pada bagian akhir diuraikan cara-cara pelaksanaan dan pengelolaannya. enactive. R. . serta motivasi dalam perkembangan belajar konsep.A. London: John Wiley & Sons. Klausmeyer . meliputi iiuktur kognitif. Pendekatan ini menolak pandangan pendidikan bahwa anak pasif dan statis. tools. Buku ini berusaha untuk menyatukan ketiganya. transfer thin perluasan konsep. dan psikologi. Herbert J. tetapi teori bersifat statis. iconic. Learning and Teaching Concept. penyusunan pengajaran dan tes. analisis pengajaran. Play merupakan fenomena kehidupan yang sering ditafsirkan sebagai 1. New Perspectives in Educational Psychology. Menurut penulis. yang bertolak dari pandangan bahwa siswa atau anak adalah aktif dan suka bertanya. yaitu: interpersonal. Play berkembang menjadi skill dan toys I. New York.etiadaan daripada keberadaan.vrkembang menjadi tools. dan semiotic. skill. ada heberapa komponen dari suatu teori yaitu: play. Buku ini membahas teori belajar dan perkembangan kognitif. New York: Academic Press. (1976). proses kegiatan mental dalam belajar konsep. Problem dalam pengetahuan inanusia selalu ingin tahu. (1980). melalui penggunaan simbol yang konkret dapat iliabstraksi. Ada 4 model yang dapat melancarkan kegiatan belajar. analisis prilaku. a Strategy for Testing Applications of Theory. dan simbol.Hodgkin. Teori pendidikan menurut pengarang tersumbat dalam tiga disiplin ilmu: filsafat. serta bagaimana menyusun suatu model pengajaran yang disesuaikan dengan livrkembangan dan perbedaan individual siswa.

dan mampu membangun masyarakatnya. A. baik sebagai warga maupun sebagai . Kita ketahui bahwa pendidikan mempersiapkan generasi muda untuk terjun ke lingkungan masyarakat. dengan segala karakteristik dan kekayaan budayanya. memiliki kecakapan untuk dapat berpartisipasi dalam masyarakat. Dengan pendidikan. Pendidikan bukan hanya untuk pendidikan. bekerja dan mencapai perkembangan lebih lanjut di masyarakat. Sebagai suatu rancangan.BAB 4 LANDASAN SOSIAL-BUDAYA. tetapi memberikan bekal pengetahuan. mendapatkan pendidikan baik formal maupun informal dalam lingkungan masyarakat. kita tidak mengharapkan muncul manusiamanusia yang lain dan asing terhadap masyarakatnya. maupun proses pendidikan harus disesuaikan dengan kondisi. Kehidupan masyarakat. maka isi pendidikan harus memuat nilai. Pertama. Proses pendidikannya juga harus bersifat membina dan mengembangkan nilai. Pendidikan dan Masyarakat Ada tiga sifat penting pendidikan. isi. tujuan. Karena tujuan pendidikan mengandung nilai. Kedua. PERKEMBANGAN ILMU DAN TEKNOLOGI DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM Kurikulum dapat dipandang sebagai suatu rancangan pendidikan. Oleh karena itu. Anak-anak berasal dari masyarakat. tetapi manusia yang lebih bermutu. pendidikan diarahkan pada kehidupan dalam masyarakat. dan diarahkan bagi kehidupan dalam masyarakat pula. tetapi rnenyiapkan anak untuk kehidupan dalam masyarakat. kurikulum menentukan pelaksanaan dan hasil pendidikan. karakteristik. Hal itu disebabkan karena pendidikan diarahkan pada pengembangan pribadi anak agar sesuai dengan nilai nilai yang ada dan diharapkan masyarakat. pendidikan mengandung nilai dan memberikan pertimbangan nilai. mengerti. keterampilan serta nilai-nilai untuk hidup. menjadi landasan dan sekaligus acuan bagi pendidikan. Generasi muda perlu mengenal dan memahami apa yang ada dalam masyarakat. kekayaan. dan perkembangan masyarakat tersebut. Pendidikan bukan hanya untuk pendidikan.

antara anggota dan lembaga. berbuat dan hidup dengan baik dalam berbagai situasi dan lingkungan masyarakat. karena pendidikan sangat melekat dengan kehidupan masyarakat. Pelaksanaan pendidikan m embutuhkan dukungan dari lingkungan masyarakat. penyediaan fasilitas. mengembangkan segala potensi dan kemampuan yang dimilikinya. politik. Pendidikan dalam suatu lingkungan masyarakat tertentu berbeda dengan lingkungan masyarakat lain. budaya. disesuaikan dengan situasi dan kondisi masyarakat setempat. serta sarana dan prasarana yang ada. tetapi pelaksanaan pendidikan bersifat lokal. Tujuan umum pendidikan sering dirumuskan untuk menyiapkan generasi muda menjadi orang dewasa anggota masyarakat yang mandiri dan produktif. Hal itu merefleksikan konsep adanya tuntutan individual (pribadi) dan sosial dari orang dewasa kepada generasi muda. personalia. karena adanya perbedaan sistem sosialbudaya. Setiap lingkungan masyarakat masing-masing memiliki sistem sosialbudaya yang berbeda. pelaksanaan pendidikan dipengaruhi dan didukung oleh lingkungan masyarakat tempat pendidikan itu berlangsung. Konsep pendidikan bersifat universal. moral yang mengatur cara berkehidupan dan berperilaku para warga masyarakat. hukum. . sistem sosial budaya. Tuntutan individual merupakan harapan orang dewasa agar generasi muda dapat mengembangkan pribadinya sendiri. dan lain-lain. Sistem sosial-budaya di daerah perkotaan berbeda dengan di pedesaan. di pusat perindustrian berbeda dengan di daerah pertanian. keamanan. Proses pendidikan merupakan bagian dari proses kehidupan masyarakat. peraturan. Tuntutan sosial adalah harapan orang dewasa agar anak mampu bertingkah laku. Salah satu aspek yang cukup penting dalam sistem sosial-budaya adalah tatanan nilai-nilai. di daerah pesisir berbeda dengan di pegunungan. karena masyarakatnya berkembang. lingkungan alam. kehidupan politik. Sistem sosial-budaya pada suatu daerah juga berbeda dari suatu periode waktu dengan waktu yang lainnya. Nilai-nilai tersebut bersumber dari agama. Tatanan nilai merupakan seperangkat ketentuan. Kehidupan masyarakat berpengaruh terhadap proses pendidikan. Sistem sosial-budaya ini mengatur pola kehidupan dan pola hubungan antar-anggota masyarakat. Ketiga.karyawan. serta antara lembaga dan lembaga.

Dalam arti yang lebih mendasar. Proses pembudayaan tidak dapat berlangsung secara sendirian. hukum. . Lingkungan alam dan keadaan geografis mempengaruhi perilaku dan pola hidup para anggota masyarakat. Masalah tempat menyangkut lingkungan alam dan keadaan geografis. dan lain-lain. Sejalan dengan perkembangan masyarakat maka nilai-nilai yang ada dalam masyarakat juga selalu berkembang. sehingga tidak jarang menimbulkan perbedaan bahkan konflik nilai. Kondisi alam dan geografis mempengaruhi cara hidup. cara mempertahankan diri. kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks. melainkan harus dalam interaksi dengan orang lain. Kehidupan masyarakat tidak dapat terlepas dari tempat masyarakat itu berada. jenis kelamin. Status dan peranan manusia dalam kelompok. kemasyarakatan. di daerah gurun pasir berbeda dengan di daerah padang rumput atau rawa. dan lain-lain. serta kemampuan dan kebiasaan yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat. dan mungkin pada suatu saat perkembangan begitu drastis. sekolah. Setiap generasi manusia menempatkan dirinya dalam urutan sejarah kebudayaan. moral. Demikian juga masyarakat di daerah kepulauan berbeda dengan di daerah daratan. pekerjaan. Perbedaan ataupun konflik nilai tersebut dilatarbelakangi oleh perbedaan tatanan yang berakar pada perbedaan pola-pola kebudayaan Menurut Tylor (1871). cara bermasyarakat. melalui pendidikan manusia mengenal peradaban masa lalu. kepercayaan. turut serta dalam peradaban masa sekarang dan membuat peradaban masa yang akan datang. cara bekerja. menentukan jenis interaksi dan tingkat partisipasinya dalam proses pembudayaan. Konflik nilai bisa juga diakibatkan adanya perbedaan sudut pandang karena adanya variasi sumber-sumber nilai tersebut. pendidikan merupakan suatu proses kebudayaan. cara berpikir.maupun dari segi-segi kehidupan lainnya. Pendidikan merupakan bagian dari kebudayaan. kesenian. apakah kelompok usia. yang meliputi pengetahuan. interaksi dengan lingkungan. Masyarakat yang hidup di daerah tropis berbeda pola hidupnya dengan di daerah subtropis atau daerah dingin. Menurut Israel Scheffler (1958). adat-istiadat.

Perubahanperubahan masyarakat ini akan mempengaruhi perkembangan setiap individu warga masyarakat. sosial-budaya. B. pertentangan atau konflik-konflik ini berangsurangsur berkurang. Di samping pembauran. Mobilitas yang tinggi mempercepat pertemuan antarsuku dan antarbangsa. pengetahuan. nilainilai etik dan estetik. masyarakat kita dewasa ini berkembang sangat cepat menuju masyarakat terbuka. aspirasi. Dalam kondisi masyarakat demikian. dan akurat.Kehidupan masyarakat juga dipengaruhi oleh tingkat kemajuan yang telah dicapainya. ideologi. nilai-nilai. semangat. Perkembangan Masyarakat Salah satu ciri dari masyarakat adalah selalu berkembang. antarbangsa. . pemerintahan. Melalui proses alkulturalisasi. Pertemuan antarsuku bangsa. ekonomi. teknologi. lancar. bangsa. perubahan-perubahan terjadi dengan cepat. atau ras. Sistem dan fasilitas yang tersedia akan mempengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat. pertentangan atau konflik antarsektor sosial-budaya adakalanya juga terjadi. akan memiliki sistem dan fasilitas yang lebih mapan dibandingkan dengan masyarakat yang kemajuannya rendah. Perubahan yang cepat hampir terjadi dalam semua aspek kehidupan. dan lain-lain malah terjadi pembauran suku. dan antarras dengan berbagai kebudayaan. minat. Karena adanya pengaruh dari perkembangan teknologi. masyarakat informasi dan global. telekomunikasi dan elektronika. membuka daerah-daerah yang terisolasi. mobilitas manusia dan barang sangat tinggi. Masyarakat yang telah mencapai tingkat kemajuan yang tinggi dalam segi ilmu. ekonomi. Komunikasi sangat cepat. dan segi-segi kehidupan yang lainnya. meningkatkan pemerataan pembangunan. tetapi pada masyarakat lainnya agak lambat bahkan lambat sekali. sikap. penelitian. lancar. politik. sosial-budaya. terutama teknologi industri transportasi. komunikasi. rekreasi. komunikasi cepat. kebiasaan bahkan pola-pola hidup mereka. mempengaruhi pengetahuan. maupun hobi. dan akurat memudahkan perolehan informasi. Maka it'rjadilah proses pembauran budaya. yang sangat berharga baik bagi kepentingan bisnis. kemampuan masyarakat makin sering terjadi. tradisi. kecakapan. Mungkin pada masyarakat tertentu perkembangannya sangat cepat.

sifat-sifat yang dimiliki masyarakatnya jauh berbeda. menghadapi mesin dan peralatan lain yang berbeda. Masyarakat secara berangsur-angsur. dan menuntut profesionalisme yang lebih tinggi pula. strategi. Tugas-tugas dalam suatu spesialisasi sering tidak dipahami oleh spesialisasi lain. rasa kerja sama yang tinggi. Pola padat karya yang dikerjakan secara gotong royong dalam kehidupan agraris telah beralih pada padat teknologi yang dikerjakan secara profesional. Oleh karena itu. perubahan yang lamban.1. Perubahan ini bukan saja karena adanya peralatan baru atau jenis pekerjaan yang baru. Pola kehidupan agraris memiliki kesamaan. atau dingin). Diversifikasi pekerjaan dan tugas-tugas dalam satu pekerjaan melahirkan spesialisasi yang menuntut profesio. Dalam bekerja di sektor industri telah ada pembagian tugas masingmasing. Penggunaan peralatan berteknologi tinggi tidak menuntut banyak orang. Dalam pola kehidupan masyarakat industri. Oleh karena itu. Sifat kompetitif. Dengan demikian. tetapi sedikit orang dengan kemampuan tinggi. bisa bekerja sepanjang masa. . Bekerja di bidang industri tidak lagi bergantung pada musim (hujan atau kemarau. yang menuntut konsentrasi perhatian dan kegiatan. malah bisa bekerja siang dan malam. Perubahan pola pekerjaan Karena pengaruh perkembangan teknologi maka terjadi perubahan yang cukup drastis dalam pola pekerjaan. diganti dengan kerja sama sesuai dengan alur kerja. tetapi karena dunia industri berorientasi pada pasar. baik dengan sesama karyawan maupun dengan waktu atau prestasi sebelumnya. kebijakan baru yang melahirkan produk dan layanan baru selalu muncul. terutama di perkotaan sering terjadi loncatan. Hal itu mengakibatkan adanya keragaman tugas dan pekerjaan. diganti dengan pola kerja keras mengejar target meningkatkan produksi. cara kerja yang teratur. berubah dari kehidupan yang berpola agraris ke pola kehidupan industri. dan sebagainya. panas. hidup santai telah ditinggalkan. lebih mewarnai kehidupan dalam masyarakat industri.nalisme dalam setiap spesialisasi tersebut. taktik. sifat gotong royong mulai menipis. Penerapan teknologi di bidang industri relatif lebih maju dibandingkan di bidang pertanian. hidup yang lebih santai. Dalam pola kehidupan industri perubahan sangat cepat terjadi.

Hal itu bisa mengakibatkan keluarga tidak harmonis. maupun dalam situasi kerja. menyelesaikan tugas-tugas pekerjaan dan tugas-tugas keluarga. dan perhatian dalam pekerjaan atau karier. Masalah kedua berkenaan dengan kehidupan keluarga. kehidupan keluarga. Wanita betapapun tinggi tingkat pendidikan dan jabatan yang dipegangnya. wanita tidak lagi hanya bekerja di rumah.duanya. Wanita memiliki peluang yang sama dengan pria. pendidikan anak terbengkalai. baik bagi kehidupan sosial-pribadi para wanita. sejumlah masalah dan kesulitan juga muncul. membutuhkan pemikiran dan tenaga yang dengan sedikit ketidakmampuan membagi tugas dapat membengkalaikan salah satu tugas. Wanita yang bekerja juga dapat menambah penghasilan keluarga. sebagai akibat ernansipasi yang membuka kesempatan kepada kaum wanita untuk memperoleh pendidikan. Perubahan peranan wanita Dewasa ini jumlah wanita yang berpendidikan relatif seimbang dengan dengan pria. Dengan bekerja di luar rumah. Tugas yang banyak menyita waktu. bagaimanapun akan menelantarkan pelaksanaan tugas-tugasnya dalam rumah tangga. berkarya.2. kesejahteraan rumah tangga terabaikan. Di samping sejumlah kebaikan dari para wanita yang bekerja. bahkan kedua. bekerja hampir pada seluruh sektor pekerjaan. wanita lebih bebas bergerak. mengurus anak dan keluarga seperti pada pola kehidupan lama. Wanita yang bekerja apabila telah menikah mempunyai tugas ganda. mendidik anak. tidak bisa dilepaskan dari kodratnya sebagai wanita. Penyelesaian kedua tugas tersebut bukan masalah ringan. Sampai batas tertentu masih tetap harus melayani suami. Memang banyak pekerjaan-pekerjaan tertentu yang lebih berhasil bila dikerjakan oleh wanita. sebagai istri dan ibu. potensi-potensi yang dimilikinya dapat diwujudkan dan disalurkan. dan berkreasi dibandingkan apabila hanya bekerja di rumah tangga. Keadaan ini membawa beberapa implikasi. dan mengatur rumah tangga. sehingga kesejahteraan ekonomi keluarga menjadi lebih baik. tenaga. dan mungkin terjadi . Wawasan dan pengetahuan mereka menjadi lebih luas. Kehadiran wanita dalam lingkungan kerja juga dapat menimbulkan suasana lain dibandingkan apabila semua karyawannya pria. Masalah pertama berkenaan dengan kehidupan sosial-pribadi wanita. Diperkuat dengan perubahan pandangan tentang kedudukan wanita.

3. Masalah ketiga berkenaan dengan situasi pekerjaan.00. pecah secara struktur yaitu cerai antara suami dan istri. Bila tidak maka hambatan karier yang akan terjadi. Hal seperti itu mungkin hanya dialami oleh para bapak/suami. Situasi ini dapat menimbulkan konflik berkepanjangan. pemikiran. Dalam masyarakat modern. Mereka lebih banyak . bahkan oleh kedua-duanya. dan unjuk kerja yang optimal. orang tidak lagi bekerja dari pukul 7. maupun unit kerja. bisa saja terjadi hal-hal yang tidak diharapkan. melebihi waktu biasa. Perubahan kehidupan keluarga Perkembangan kehidupan keluarga sejalan dengan perkembangan masyarakat. Pola kerja masyarakat modern (industri) menuntut waktu kerja yang tidak teratur. berkreasi. tetapi tempat berkarya. Walaupun ketentuan sampai pukul 16. mulai dari pelecehan sampai dengan skandal. penampilan. berprestasi. Bagaimanapun dalam situasi kerja akan terjadi konkurensi. Dalam keluarga.00 sampai pukul 14. Masalah tersebut akan bertambah lagi apabila terjadi situasi-situasi yang tidak sehat atau menyimpang. melainkan dari Senin sampai Minggu dan pulang seminggu sekali. Perpecahan keluarga ada dua macam. Hal ini tentu menimbulkan masalah. anak juga mempunyai masalah sendiri. Bekerja bukan lagi dari Senin sampai Jumat dan pulang tiap hari. tidak semua pria menerima kedudukan di bawah wanita. keluarga.00 bahkan lebih. Anak-anak yang belum bersekolah tinggal di rumah bersama pembantu. baik bagi wanita yang bersangkutan.00. tetapi mungkin juga dialami oleh para ibu/istri. Pekerjaan atau karier bukan tempat beristirahat. bahkan beberapa minggu tidak pulang. Rumah hanya berfungsi sebagai tempat parkir . apalagi bila latar belakang pendidikan dan kemampuan terasa sama. mungkin tuntutan pekerjaan tersebut dapat dipenuhi secara optimal. Situasi demikian menuntut sikap. kenyataannya jam kerja kadang-kadang sampai pukul 22. Kalau karyawati itu belum berkeluarga atau melepaskan din i dari tugas-tugas rumah tangga. dan berkompetisi. Dalam lingkungan kerja yang ada wanita dan pria.1tau lebih parah sebagai tempat bertengkar. atau pecah secara lungsi tidak bercerai tetapi masing-masing pihak tidak melaksanakan lungsi yang semestinya.perpecahan keluarga (brooken home).

Hubungan harmonis antara suami dan istri. Kesibukan di luar batas kewajaran bisa mengorbankan pelaksanaan fungsi-fungsi keluarga. C. Kesempatan anak remaja di rumah lebih sedikit. Euclid. umumnya berada di luar rumah untuk menyelesaikan tugas sekolah atau bergaul dengan teman. Plato. Socrates.hidup dan bergaul dengan pembantu daripada dengan orang tuanya. sampai kepada A1-Khawarizmi yang hidup pada abad ke-9. Kesibukan kerja/karier dalam batas-batas wajar memungkinkan anggota keluarga melaksanakan tugasnya dengan baik. Penghasilan tinggi akan meningkatkan kemampuan ekonomi dan kesejahteraan keluarga. Bapak tidak lagi melaksanakan tugas sebagai kepala keluarga. Perkembangan Ilmu Pengetahuan Sejak abad pertengahan ilmu pengetahuan berkembang dengan pesat. seperti dikemukakan Briffault dalam Making of Humanity (dalam C. komunikasi pedagogis antara orang tua dan anak bisa sangat terbatas.A. Demokritos. Perkembangan ilmu pengetahuan pada masa ini banyak didasari oleh penemuan dan basil pemikiran para filsuf purba. 1995 : 2). semua kebutuhan hidup terpenuhi. seperti Thales. Aristarhus yang hidup sebelum Masehi. bisa terjadi rumah hanya berfungsi sebagai tempat parkin Dalam situasi demikian. penghasilan mereka jauh lebih banyak. Di samping memperoleh nilai lebih dari pola kerja pada masyarakat modern. berbagai masalah keluarga bisa timbul. Anak yang bersekolah sebagian waktunya digunakan di sekolah. Fasilitas keluarga lebih lengkap dan lebih baik. . Perkembangan ilmu pengetahuan modern tidak dapat dilepaskan dari peranan ilmuwan Muslim. Masa setelah abad pertengahan sering disebut zaman modern.\ Banyaknya waktu yang digunakan untuk bekerja akan seimbang dengan penghasilan yang diperoleh. Qodir. Archimides. Apalagi bila suami dan istri bekerja. Aristoteles. demikian juga ibu dan anak. Leucipos. beberapa masalah juga dihadapi dalam kehidupan keluarga. tetapi sebagian besar digunakan di rumah atau di luar rumah dengan teman-temannya. Karena sangat sibuknya setiap anggota keluarga. bahkan bisa menabung dan berlibur ke luar kota secara berkala. Phythagoras. bahkan mungkin hilang.

Perang antara negara Arab dan Eropa pada awal abad ke-14 banyak menimbulkan percampuran dan pertukaran kebudayaan dan ilmu pengetahuan antara Barat dan Timur. terutama ilmu pengetahuan murni yang begitu pesat. AlKindi. Teleskop ditemukan oleh Ibn Yunus jauh sebelum Galileo. Pada abad ke-20. Salah satu pusat penelitian astronomi terkenal. didirikan oleh Al-Tusi tahun 1259. Dalam matematika dikenal Jamshid Al-Kashmi (ahli matematika).. dan menyusun teori. perkembangan yang sangat pesat terjadi pada ilmu pengetahuan terapan dan teknologi. Al-Bagdadi adalah ahli botani terkenal. Dalam bidang kedokteran.. Semua planet dan bumi berputar mengelilingi . Copernicus 1473-1543 M. sampai dengan abad ke-13. Imam Jaffar dan Al-Razi adalah para ilmuwan pengembang pertama ilmu Kimia.. namun ketekunan melakukan pengamatan dan penyelidikan eksperimental yang saksama dan lama bukanlah watak mereka « apa yang kita sebut ilmu pengetahuan muncul sebagai akibat metode eksperimen baru. Ibn Sina dan Al-Rani adalah dua tokoh yang sangat terkenal. Jabin Ibn Hayan. Dalam ilmu kimia. Ibn Bajjah. Setelah perang antara negara-negara Islam dengan negara-negara Eropa. yang diperkenalkan ke Eropa oleh orang Arab . seorang ahli astronomi. Dalam bidang geografi dikenal nama Al-Kindi sampai dengan Musa Al-Khawarizmi dan Al-Beruni sebagai penemu geodesi. Ilmu pengetahuan alam dikembangkan oleh Al-Beruni. generalisasi. Sejak awal abad ke-14 sampai dengan akhir abad ke-19 terdapat perkembangan ilmu pengetahuan. A1Khawarizmi dan Omar Khayyam (Aljabar). mengembangkan lebih jauh prinsip heliocentrisme. terjadi pergeseran perkembangan ilmu pengetahuan dari Timur Tengah ke Eropa. nama Al-Baydawi tidak dapat dilupakan. Observatorium Maragah. Ilmu pengetahuan modern merupakan sumbangan paling penting bagi peradaban Islam. pengembangan ilmu pengetahuan didominasi oleh ilmuwan muslim.Orang Yunani mengadakan sistematisasi. Mulai akhir abad ke-13 ada kemunduran dalam mengembangkan ilmu pengetahuan di negara-negara Islam. Berikut ini adalah beberapa perkembangan besar ilmu pengetahuan pada zaman mi. Dalam bidang anatomi. Selama beberapa abad. Bidang astronomi juga banyak dikembangan ilmuwan muslim di berbagai negara.

ia melakukan percobaan dengan cara kuantitatif. dan fisika.besar. la juga membangun observatorium yang dilengkapi alat. dan bintangbintang berputar mengelilingi manusia sebagai tanda kasih Tuhan. serta teori cahaya atau optika.ngamati jalannya bintang-bin tang menggunakan teropong yang besar. Lavoisier (1743-1794) adalah ahli fisika. perhitungan kalkulus (diferensial integral). Semua itu disediakan untuk manusia.matahari. perpustakaan. yang mendasari ilmu kimia. Ia juga berhasil membuat teropong bintang yang lebih sempurna. . astronomi. Galileo juga mendalami fisika. Percobaan-percobaan Lavoisier mendasari perkembangan kimia analitik dan kimia organik. serta tata bulan planet Jupiter. Galileo juga banyak mengadakan pengamatan langsung. Fermat dan Pascal mengembangkan dasar-dasar statistika (teori kemungkinan). Usaha Tycho Brache itu diteruskan oleh Keppler.nganggap bahwa matahari. Mereka banyak dipengaruhi gagasan Copernicus dan melanjutkan gagasan itu. Tycho Brache (1546-1601). Lavoisier berbeda dengan para ahli lainnya. Temuannya tentang lintasan lengkung diterapkan dalam menentukan lintasan peluru. Fermat (1601-1665) dan Pascal (16234662) adalah ahli matematika dan fisika. serta pendukung lainnya. ahli matematika. hukum pergerakan. Dengan demikian. Teori Copernicus ini mendapatkan banyak tantangan dari golongan gereja. Newton banyak menyumbangkan ilmunya bagi perkembangan ilmu pengetahuan yang hingga sekarang banyak digunakan. kini terkenal dengan perhitungan diferensial integral (kalkulus). Tycho Brache dalam me. juga membalikkan prinsip hornocentrisme dari ajaran agama. Selain ahli astronomi. bulan. Johannes Keppler (1571-1630). Fermat mengembangkan teori Aljabar mengenai bilangan-bilangan. Galileo menemukan planet. dan Galileo (1546-1642) adalah para ahli astronomi. Homocentrisme merupakan padangan yang me. Newton (1643-1727) adalah seorang pujangga besar. Teori Copernicus ini bukan hanya menyangkal teori geocentrisme. Ia banyak mempelajari tentang pergerakan. Sumbangan terbesarnya adalah teori gravitasi. Dari dua sarjana tersebut banyak temuan baru tentang orbit planet. teori lintasan tersebut menjadi bagian ilmu peperangan.

how we do things is technology. teknologi sudah ada atau manusia sudah menggunakan teknologi. sedangkan menurut Charles Susskind (1973: 1) . hlm. Kalau manusia zaman dulu memecahkan kemiri dengan batu atau memetik buah dengan galah. yaitu ilmu fisika nuklir. hlm. Einstein (1905-1911) menemukan teori kenisbian. Sumbangan yang berupa penggunaan atau penerapan suatu bidang ilmu pengetahuan terhadap bidangbidang lain disebut teknologi. Dengan penemuanpenemuan tersebut berkembanglah ilmu baru dalam bidang kimia-fisika. dan otak manusia.. Perkembangan selanjutnya menghasilkan teoriteori baru dalam kenisbian. Curie (1859-1906)..Perkembangan ilmu pengetahuan terus berlangsung. Sebenarnya sejak dahulu. dan Thomson 1897 menemukan radium. Pernyataan tersebut dapat diartikan bahwa pengembangan suatu ilmu pengetahuan tidak hanya ditujukan kepada perkembangan ilmu pengetahuan itu sendiri. 1) merumuskan lebih jelas dan lengkap tentang teknologi. atau membuat lebih ampuh anggota tubuh. elektron. Henry Becquerel (1852-1908). memperkuat. seperti dinyatakan Kast dan Rosenweig (1962. dan energi. melainkan juga diharapkan dapai mem herikan sumbangan kepada bidang-bidang kehidupan atau ilmu yang lainnya. Thomson menemukan elektron. logam yang dapat berubah menjadi logam lain. Iskandar Alisyahbana (1980. apakah menghasilkan suatu teori/ hukum baru atau menggugurkan teori/hukum yang ada. pancaindera. 11) Technology is the art of utilizing scientific knowledge. Perkembangan Teknologi Dari para ahli. D. Dalton (1766-1844) menemukan dasar ilmu kimia yang ditekankan pada teori atom. kita sering mendengar pernyataan bahwa ilmu bukan hanya untuk ilmu. teori relativitas. sesungguhnya mereka sudah menggunakan teknologi yaitu teknologi sederhana. Mengapa manusia menggunakan teknologi. yang menggugurkan teori atom sebagai bagian terkecil yang tak dapat dibagi lagi. . Teknologi ialah cara melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan bantuan alat dan akal (hardware dan software) sehingga seakan akan memperpanjang.

besi. Teknologi ini memberikan kesejahteraan kepada manusia karena hasil pertanian lebih banyak dan mudah didapat. lebih lezat. bijih timah. Dengan akalnya itu ia ingin hidup lebih baik. Dengan teknologi ini. Dengan teknologi ini manusia mendapatkan penerangan pada malam hari. Teknologi budidaya ini mampu mengubah pola hidup berpindah-pindah menjadi menetap. dan sebagainya. karena itu perlu Iemuan teknologi lain untuk mengatasinya. Karena manusia hidup menetap. lembaga. lebih sejahtera. Ilerkat api. umpamanya teknologi penerangan. lebih aman. kemudian berkembang menjadi kongsi ditujukan untuk memenuhi lingkungan yang makin meluas sampai bersekala ekspor. Perkembangan yang begitu cepat pada beberapa dekade terakhir adalah perkembangan teknologi transportasi. teknologi pemadam kebakaran. mengurangi polusi. Ienemuan teknologi api mendasari pengembangan teknologi lain pada masa-masa berikutnya. dan mengolah berbagai bahan makanan. Dengan teknologi api. kemudian berkembang tambah banyak. serta . dan lebih sehat. mereka berkumpul. dapat diolah menjadi batangan kemudian diolah lebih lanjut menjadi berbagai alat kebutuhan manusia. teknologi pembuangan asap. Penemuan teknologi pertama yang cukup penting adalah teknologi api. seperti teknologi untuk mengatasi kebakaran. teknologi komunikasi dan informatika. dan lain-lain. mas. Penemuan-penemuan di bidang ilmu pengetahuan mempercepat pertumbuhan teknologi industri. Mulanya teknologi ini berkembang secara individual dalam lingkungan kecil dan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan sendiri. dan yang paling penting dan banyak mendasari pengembangan teknologi lebih lanjut adalah teknologi logam. maka terbentuklah masyarakat dengan berbagai aturan dan sistem kehidupan sosial. Perkembangan teknologi lain yang sangat penting dan banyak membawa perkembangan pada teknologi lain adalah teknologi industri. perak.karena manusia berakal. makanan menjadi lebih lunak. Teknologi penting lain yang ditemukan selanjutnya adalah teknologi pertanian. mangan. pengembangan suatu teknologi sering berdampak negatif. lebih mudah. manusia membudidayakan bermacam macam tanaman dan binatang yang sebelumnya tumbuh liar di alam bebas. bisa menghangatkan badan.

Pada tahuntahun terakhir. Program penerbangan angkasa luar Amerika Serikat yang dimulai dengan Mercury 1962. Perkembangan teknologi industri transportasi berkembang pesat. dan merupakan awal babak baru dalam bidang angkasa luar. Eropa Barat juga tak mau kalah dalam pengembangan teknologi angkasa luar. melainkan untuk kepentingan penelitian dan penemuan-penemuan teknologi lebih lanjut. Pengembangan teknologi angkasa luar ini. memungkinkan orang dan barang bisa berpindah dari suatu tempat ke tempat lain dengan mudah dan cepat. Voyager mengangkasa sejauh 680 juta kilometer dari bumi dan berhasil mendapatkan data gambar dan bentuk lain dari planet Yupiter. tetapi juga bisa menempatkan berbagai satelit untuk memantau apa yang terjadi di bumi dan memperlancar komunikasi antardaerah di bumi. Peluncuran Sputnik I tahun 1958 oleh Uni Soviet (sebelum bubar . Berbagai jenis alat transportasi yang bermutu tinggi dengan perlengkapan mutakhir telah tersedia. Gemini 19631965. Perkembangan alat transportasi bukan hanya ditujukan untuk mobilitas orang dan barang. Alat transportasi yang banyak mendapat perhatian dari negara-negara maju adalah pesawat angkasa luar. Apollo yang dimulai tahun 1964 berhasil mendaratkan para astronot di bulan. Amerika Serikat melaksanakan program Voyager. termasuk Indonesia yang berhasil mengorbitkan Palapa C2 pada tahun 1996 pada posisi yang direncanakan. . baik transportasi darat. maupun udara. menuju planet lain. Perkembangan teknologi terbesar dalam pertengahan abad ke-20 berkenaan dengan penjelajahan angkasa luar. antarkelompok. bukan saja membuktikan bahwa manusia bisa ke luar dari orbit bumi. Amerika Serikat mengembangkan program Challenger kemudian Discovery dengan pesawat clang-aliknya walupun pernah mengalami kegagalan.red) menarik banyak masyarakat dunia. Jarak geografis tidak menjadi hambatan lagi untuk hubungan antarorang. Setelah berhasil dengan Apollo. dengan program Arian-nya yang dimotori oleh Perancis. Uni Soviet dengan program Soyus-nya selalu berlomba dengan Amerika Serikat dalam menjelajahi angkasa luar.teknologi media cetak. laut. Voyager II yang akan menyusul Voyager I akan meneruskan penerbangan ke Saturnus dan ken-Indian keluar dari tata surya kita. Arian berhasil menempatkan sejumlah satelit negara-negara Eropa dan beberapa negara lain. dan antarbangsa.

sebab dengan perantaraan komunikasi massa dan komunikasi batas-batas pemisah antarnegara dan antar . kemajuan bidang telekomunikasi pun mengalami kemajuan yang begitu pesat. Oleh karena itu. kita hanya bisa memperoleh informasi yang disiarkan. peluru kendali antarbenua. born nuklir.tetapi basil hasil van). menghasilkan sistem komunisikasi gaya baru. dewasa ini dunia disebut dunia global. Perkembangan teknologi di bidang kemiliteran bukan hanya menghasilkan teknologi senjatasenjata biasa. melainkan dengan pesawatpesawat yang berawak manusia. dan matematika mengembangkan teknologi ruang angkasa dan kemiliteran. telekomunikasi. juga teknologi senjata mutakhir. born hidrogen. dalam waktu beberapa menit. Dengan kemajuan teknologi angkasa luar ini. yang dikombinasikan dengan kemajuan di bidang komputer. sudah dapat diketahui oleh orang-orang di bagian dunia lainnya. kimia. Tetapi dengan internet. dan internet. dieapainya luar biasa. juga digunakan untuk meneliti dan membuat beberapa peralatan bagi kepentingan bumi. dan lain-lain. Perkembangan radio dan televisi telah membuka bagian-bagian dunia yang terbelakang menjadi daerah terbuka karena arus informasi. Dengan komunikasi massa. Teknologi lain yang perkembangannya sangat cepat pada beberapa dekade terakhir adalah teknologi komunikasi dan informatika. cuaca. Teknologi ini berkembang sangat pesat berkat temuan-temuan di bidang eletronika. diadakan berbagai pengamatan dan penelitiaan tentang bumi. Orang bisa memperoleh hampir semua informasi dari setiap negara tanpa dibatasi waktu. manusia berhasil meneliti planet.planet yang paling jauh bukan dengan renungan atau spekulasi atau peneropongan. Kemajuan di bidang telepon. Apa yang terjadi di suatu daerah atau negara. Selain kemajuan di bidang komuniksi massa. merupakan perkembangan teknologi yang banyak menimbulkan ancaman dan kekhawatiran manusia. Penerbangan angkasa luar bukan hanya ditujukan untuk meneliti planet-planet luar. masalah arus laut. jam siar ini hilang. Temuan-temuan di bidang fisika. internet. Umpamanya pengamatan dan penelitian daerahdaerah yang mengandung minyak atau bahan-bahan mineral. dan iklim. faksimil. Satelit merupakan sarana komunikasi massa. Melalui penggunaan berbagai satelit. artinya sangat bergantung pada jam siar. misil.

seperti keadaan aslinya di negara yang mengembangkannya. dan hubungan antarorang. hlm. konsep. dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi secara teratur (B. dan surat kabar. tetapi mencakup juga penyesuaian. pendekatan. Untuk dokumentasi. modifikasi. Proses pengalihan tidak berarti mengambil dan menerapkan teknologi. majalah. walaupun jangkauan dan kecepatan sebarannya tidak seluas dan secepat komunikasi massa dan telekomunikasi. ada lima prinsip yang menjadi pegangan dalam transformasi teknologi (industri): 1) perlu diselenggarakan pendidikan dan . Barangbarang cetakan ini bisa didokumentasikan untuk waktu yang lama. Menurut B. 1. tanpa permisi. Apabila cara itu ditempuh. Cara yang lebih tepat dan memungkinkan untuk mengejar ketinggalan adalah dengan transformasi teknologi. dan pengembangannya lebih lanjut. seperti buku. Santoso S. dan pola hubungan. Hamijoyo (1975. setiap saat orang bisa masuk. Habibie (1983). Transformasi teknologi merupakan suatu proses pengalihan. mempunyai keunggulan sendiri. bahkan ke Pentagon. telah menghasilkan barang cetakan. 1983). Penemuan alat-alat cetak modern. Habibie.daerah menjadi hilang. Teknologi media cetak. dengan kemampuan cetak yang sangat cepat. akan banyak waktu terbuang dan kita akan semakin jauh tertinggal. sistem kerja. Dalam bahasan tentang perkembangan teknologi pada awal bagian ini. penerapan. ke Library of Congres Amerika Serikat. Sesungguhnya teknologi tidak hanya menyangkut halhal material. tetapi juga yang immaterial. tahan sampai ratusan tahun. kaidah. banyak dikemukakan contoh-contoh perkembangan teknologi yang berbentuk material. 2) membedakan teknologi tersebut menjadi teknologi jenis hardware. software.J. Melalui internet.J. Transformasi teknologi Pengembangan ilmu dan teknologi tidak berarti harus mencari dan menemukan sendiri serta harus mulai dari awal. yang bermutu tinggi.dokumentasi yang menggunakan tempat terlalu besar. kalau bahannya cukup baik. sekarang ada teknologi microfilm dan microfiche untuk mengecilkannya. ke Gedung Putih.

begitupun teknologi baru. Tahap kedua. hingga saat tercapainya kemampuan bersaing secara internasional.J. kondisi. setiap negara harus melindungi perkembangan kemampuan nasionalnya. banyak negara berkembang melakukan penelitian dasar melalui perjanjian kerja sama dengan negara-negara maju di bidang ilmu dan teknologi. 3) teknologi hanya dapat dialihkan. diciptakannya teknologi untuk komponen produk-produk teknologi terbaik dalam bidang masing-masing. Tahap keempat. serta sarana dan prasarana. Transformasi teknologi tidak bisa dilakukan secara serempak dan langsung pada tahap akhir. Ada tiga tahap penting transformasi teknologi menurut B. 4) bangsa yang ingin mengembangkan diri secara teknologis harus berusaha sendiri memecahkan setiap masalahnya. Habibie (1983). Proses ini disebut proses nilai tambah. dan kemampuan. adalah tahap pelaksanaan penelitian dasar secara besar besaran. dan dikembangkan lebih lanjut jika benar-benar diterapkan. Teknologi produksi dan manajemen digunakan untuk mengubah bahan baku atau barang setengah jadi menjadi barang-barang yang bernilai jual lebih tinggi. Tahap ketiga. disesuaikan dengan kebutuhan. 2) perlu dikembangkan konsep yang jelas dan realistic tentang masyarakat yang akan dibangun serta teknologi-teknologi yang diperlukan untuk mewujudkannya. adalah tahap pengembangan teknologi itu sendiri. Oleh karena itu. elemen penciptaan. Tahap ini merupakan tahap dilaksanakannya inovasi-inovasi. tahap integrasi teknologi digunakan untuk desain dan produksi barang baru. Tahap pertama. 5) pada tahaptahap awal transformasi. sumber daya manusia. Pada tahap ini dikembangkan desain dan cetak biru sehingga ada elemen baru. . Tahap ini penting bagi negara-negara berkembang yang menghadapi kendala keuangan.pelatihan di dalam dan luar negeri untuk menyiapkan para pelaku transformasi. penggunaan teknologi yang ada digunakan untuk proses nilai tambah produksi barang di pasaran. diterapkan. Dalam tahap ini teknologi-teknologi yang ada dikembangkan lebih lanjut.

misalnya untuk kepentingan telekomunikasi dan jaringan internet. asal manusia menggunakan alat dan akalnya untuk menyelesaikan setiap masalah yang dihadapi. Dalam beberapa hal mungkin dikembangkan teknologi madya. social budaya.2. Perkembangan teknologi ini diawali dengan diluncurkannya Sistem Komunikasi Satelit Domestik Palapa Al. antara lain: laboratorium uji . dan udara. dan 8) industri pertahanan dan keamanan. Pusat pengembangan ini memiliki bidang dan fasilitas yang sangat lengkap. 4) industri elektronika dan telekomunikasi. laut. Ada sejumlah laboratorium yang dimiliki Puspitek.J. 2) industri maritim dan perkapalan. Habibie menjabat sebagai menteri sekaligus pemikiran pemimpin pengembangan teknologi di Indonesia. Perkembangan teknologi di Indonesia Perkembangan teknologi terjadi di mana-mana. tetapi yang dikembangkannya adalah teknologi sederhana. 6) industri rekayasa. melainkan juga pada kepentingan politik (integritas bangsa). namun jumlahnya masih terbatas. yang sekarang sudah mencapai generasi C2. ada delapan wahana transformasi yang menjadi prioritas pengembangan teknologi terutama teknologi industri.alat dan mesin-mesin pertanian. Perkembangan teknologi tinggi yang cukup pesat terjadi pada masa pembangunan. 7) industri alat. Indonesia juga telah memiliki pusat-pusat pengembangan ilmu dan teknologi. Pusat pengembangan terbesar adalah Pusat Pengembangan Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspitek) di Tanggerang. Jawa Barat. pemanfaatan satelit ini terbatas pada bidang komunikasi massa dan jangkauannya terbatas pada beberapa wilayah saja. Sejak lama teknologi di Indonesia berkembang. Di bawah pimpinan Habibie pengembangan teknologi benar-benar bertolak dari kondisi dan karakteristik wilayah dan kebutuhan pembangunan Indonesia. dengan jangkauan bukan hanya negara-negara ASEAN dan negara-negara di sekitar Indonesia. sejak dilaksanakannya Pelita I. Habibie (1983). 3) industri alat-alat transportasi darat. yaitu: 1) industri pesavvat terbang. Perkembangan teknologi yang lebih terencana dan terarah tampaknya dimulai setelah B. 5) industri energi.J. Dewasa ini pemanfaatan satelit tersebut semakin luas. Pada mulanya. serta aspek-aspek lain. Pengemkmgan teknologi diarahkan bukan hanya pada kepentingan kemajuan ekonomi. Menurut B.

dan estetika. keagamaan. laboratorium teknologi proses. . laboratorium kimia. Universitas Padjadjaran. laboratorium termodinamika elan propulsi. Indonesia mempunyai badan khusus. meliputi semua aspek kehidupan. ekonomi. Perguruan tinggi juga berperan dalam pengkajian dan pengembangan ilmu dan teknologi sebagai realisasi dari salah satu tridharmanya. yaitu Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang kepemimpinannya dirangkap oleh Menteri Riset dan Teknologi. laboratorium kalibrasi dan instrumentasi. budaya. Institut Pertanian Bogor untuk bidang pertanian. sosial. yaitu dharma penelitian. politik. etika. serta reaktor penelitian serba guna dengan beberapa laboratorium penunjangnya. Walaupun tahap pengembangannya belum sama. fungsi penelitian dan pengembangan pada perguruan tinggi telah berjalan. E. Institut Teknologi Bandung untuk bidang rekayasa dan teknologi. Jauh sebelum didirikan Puspitek dan BPPT. Indonesia juga memiliki pusat penelitian astronomi di Lembang. Ada beberapa perguruan tinggi yang terkemuka dan ada pula perguruan tinggi yang masih miskin dengan penelitian dan pengembangan yang berarti. bahkan keamanan dan ilmu pengetahuan itu sendiri. dan peternakan. Untuk pengkajian dan penerapan teknologi. Indonesia memiliki dua pusat reaktor atom. laboratorium aerodinamika. laboratorium energi. laboratorium metalurgi. dan Universitas Airlangga untuk bidang ekonomi. gas dinamika. Universitas Gajah Mada. Pada bagi. Di bidang tenaga atom. Lembaga lain yang juga mengadakan pengkajian tentang ilmu pengetahuan adalah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).konstruksi. yaitu Pusat Reaktor Atom Bandung dan Pusat Reaktor Atom Kartini di Yogyakarta. lebih dikenal dengan nama Peneropong Bintang. Bandung. laboratorium fisika. dan getaran. Pengaruh Perkembangan Ilmu dan Teknologi Pengaruh perkembangan ilmu dan teknologi cukup luas. kehutanan.in ini pembahasan dibatasi pada pengaruh perkembangan ilmu pengetalimm din teknologi terhadap kehidupan masyarakat dan pendidikan. Beberapa perguruan tinggi yang cukup maju dalam penelitian dan pengembangan adalah Universitas Indonesia untuk bidang kedokteran dan ekonomi.

Hal itu karena kedua media tersebut bukan hanya berfungsi memberikan informasi tetapi juga memberikan hiburan. nilai-nilai yang terserap oleh masyarakat. Setelah diluncurkannya SKSD Palapa. Melalui media tersebut. Dengan adanya teknologi transistor yang diproduksi secara massal dengan harga yang relatif murah. seluruh kota di Nusantara dapat dijangkau oleh televisi. di samping masih kurangnya kemampuan membaca serta adanya kendala geografis karena banyak pulau-pulau terpencil. mungkin juga konsep-konsep. kegiatan. Sudah tentu di samping nilai-nilai yang positif. serta persenjataan. majalah. Bidang-bidang tersebut adalah komunikasi. Urutan kedua yang juga cukup luas jangkauannya adalah televisi. Komunikasi massa terutama melalui radio dan teleyisi mempunyai peranan dan pengaruh yang sangat besar terhadap masyarakat. radio. budaya. Hal itu disebabkan karena kemampuan ekonomi serta motif membaca yang masih kurang. Dewasa ini di Indonesia terdapat sejumlah media komunikasi massa yang perkembangannya sudah cukup maju dan dapat menjangkau hampir seluruh pelosok tanah air. Dengan demikian komunikasi massa dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat. maka radio transistor telah dapat dimiliki oleh rakyat kecil yang tinggal di daerah terpencil sekalipun. Komunikasi cukup berkembang pesat di Indonesia dan berpengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat. Tempat ketiga dan keempat diduduki oleh surat kabar dan majalah. Melalui situasi hiburan tersebut secara tidak disadari banyak informasi.Ada beberapa bidang ilmu dan teknologi yang mempunyai pengaruh yang baik secara langsung maupun tidak langsung. Di antara keempat media komunikasi massa tersebut yang paling luas jangkauannya adalah radio. dan televisi. gagasangagasan. kemajuan dart sebagainya yang telah dicapai oleh suatu golongan masyarakat atau daerah tertentu dapat diketahui oleh masyarakat atau daerah lain.bangunan. tradisi. Media komunikasi massa tersebut adalah surat kabar. program dan kegiatan pem. bahkan sampai batas tertentu dapat mengubah sikap masyarakat. mekanisasi industri dan pertanian. Sebagian besar ibu kota propinsi telah mempunyai stasiun siaran TV sendiri. Surat kabar dan majalah belum dapat terserap oleh seluruh lapisan masyarakat di seluruh pelosok tanah air. transportasi. terhadap kehidupan masyarakat. media massa dapat .

antara pulau maupun antara negara. memperbesar terjadinya urbanisasi. keadaan alam yang banyak . Ada beberapa hambatan yang dihadapi dalam penerapan teknologi di bidang pertanian antara lain: terutama di Pulau Jawa tidak banyak lahan pertanian yang luas. menghilangkan kesukuan. dan sebaliknya penduduk desa juga dapat dengan mudah mendapatkan barang-barang hasil industri. Perkembangan teknologi transportasi meningkatkan mutu dan kecepa tan lalu lintas orang dan barang. perampokan. pembunuhan. Perkembangan transportasi juga dapat memberi beberapa efek sampingan di antaranya: daerah-daerah pedesaan lebih konsumtif terhadap barang-barang hasil industri. dan sebagainya. Perkembangan teknologi di bidang pertanian belum sepesat bidang industri. masuknya kebiasaan. film-film banyak yang mempertunjukkan kejahatan. Mobilitas penduduk memungkinkan terjadinya akulturasi. Tentang efek negatif acara TV beberapa ahli dan hasil penelitian menyatakan: banyak orang yang membuang waktunya antara 4-6 jam tiap hari untuk mengikuti semua acara TV. Hal itu. kedaerahan ataupun sikap eksklusivisme. namun dampaknya terhadap peningkatan produksi dan kesejahteraan para petani telah dirasakan. menyebabkan terbukanya perhubungan dengan daerah-daerah yang asalnya terpencil. terutama penduduk desa dengan cara-cara dan kehidupan orang-orang kota. mempermudah perhubungan baik lokal. iklan TV dapat menimbulkan penyakit the gimmees terutama pada anak (penyakit merengek ingin dibelikan). antara kota.pula menimbulkan efek negatif. Kelancaran arus perdagangan berarti barang-barang hasil bumi dari desa dapat dengan segera dikirimkan dan dijual ke kota. pemilikan lahan pertanian yang sempit yang kurang menguntungkan bila diolah secara mekanis. naiknya harga-harga produksi desa di desanya. norma-norma kota yang belum tentu sesuai dengan kehidupan di desa (menggeser kebiasaan desa yang baik). Mobilitas penduduk atau masyarakat bukan hanya dari desa ke kota tetapi juga dari kota atau daerah yang satu ke kota atau daerah yang lain atau dari pulau yang satu ke pulau yang lain. cara-cara hidup. juga akan memberikan sumbangan dalam pembentukan persatuan nasional. Pembukaan perhubungan tersebut dapat memperlancar arus perdagangan dan meningkatkan mobilitas penduduk.

kemampuan permodalan dan pengelolaan. Sebagai konsumen. menengah bahkan industri kecil. malahan sebaliknya. 8) mengemukakan pandangannya sebagai berikut: Dalam Pelita I kita telah melihat. yang mungkin dapat diterapkan pada industri-industri menengah dan kecil. Mengenai ketersisihan industri-industri kecil yang menggunakan teknologi tradisional oleh industri-industri besar yang mengginiakan teknologi modern. di mana teknologi modern yang belum kita miliki berada berdampingan dengan teknologi tradisional yang masih terbelakang. Penggunaan teknologi maju dalam industri mempunyai beberapa pengaruh terhadap kehidupan masyarakat. masyarakat mempunyai beberapa keuntungan dari industri besar tersebut. hlm. Masyarakat sebagai sumber tenaga kerja banyak menderita kesulitan dengan adanya industri-industri . usaha tenun bukan mesin dan perusahaan minuman yang mempergunakan teknologi tradisional sederhana. Meskipun demikian. Filino Harapah (1975. industri besar. seolah-olah terdesak. untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut.bergunung-gunung atau berawa-rawa. kebijaksanaan yang diambil pemerintah tidak hanya diarahkan pada pengembangan teknologi maju. Dalam proses sudah berlangsung. baik industry maupun hilir. Dalam pengembangan teknologi industri ini. Walaupun dalam beberapa kasus tidak dapat dihindari terjadinya ketersisihan industri kecil oleh industri besar. Penggunaan teknologi maju yang paling banyak adalah di bidang industri. akibat saingan pabrik yang lebih modern dan unggul teknologinya. yaitu barang-barang cukup banyak tersedia.terjadinya suatu eksperimentasi yang m cukup berani. harga kemungkinan juga sedikit lebih rendah bila dibandingkan dengan produksi pabrik kecil. Beberapa pertanian besar seperti rice estate di Palembang dan lain-lain yang merupakan joint venture sudah menggunakan teknologi maju yang serba mekanik. kualitas barang cukup baik. Bukti-bukti yang memperkuat pengamatan ini adalah terdesaknya pabrik-pabrik rokok gulung (linting). tetapi juga teknologi tepat guna. pemasaran hasil pertanian dan sebagainya. kelihatan bahwa teknologi tradisional bukannya kian meningkat. Teknologi modern tersebut masih sangat bergantung kepada unsurunsur non-Indonesia. pemerintah telah berusaha mengembangkan teknologi tepat guna di bidang pertanian.

jelas bahwa untuk mengurangi jumlah ini secara cukup berarti akan hampir tidak mungkin dicapai dengan jalan mengadakan industrialisasi perekonomian menurut pola di Barat. Pendidikan tidak terbatas pada pendidikan formal saja. ataupun penulis berita atau cerita yang sengaja menulis suatu tema cerita atau tulisan dengan tujuan merusak masyarakat. memperoleh kesempatan kerja penuh. Mengenai pengangguran atau kesempatan kerja tersebut. namun tujuannya justru menyadarkan masyarakat bahwa perbuatan seperti itu tidak baik. Bagi orang-orang yang secara kebetulan dapat bekerja dengan teknologi maju tersebut dapat menikmati keberuntungannya. melalui media massa dapat berlangsung proses pendidikan. tetapi sejumlah besar anggota masyarakat yang lain menderita karena tidak mendapat pekerjaan. Meskipun penulis membuat ceritera tentang kejahatan atau kekejaman. Sebab media massa juga merupakan juga media pendidikan. Kami kira tidak ada seorang penulis skenario film. Suatu pekerjaan yang sebelum menggunakan teknologi maju mungkin membutuhkan 15-20 orang pegawai/buruh maka setelah menggunakan teknologi maju dapat dikerjakan oleh 1 atau 2 orang saja. sebab pendidikan meliputi segala usaha sendiri atau usaha pihak luar untuk meningkatkan pengetahuan dan kecakapan. M. Dengan demikian dapat memperbesar angka pengangguran.teknologi maju tersebut. Dengan kata lain. namun yang diterima oleh pemirsa tidak selalu . Baik tayangantayangan yang berbentuk informasi ataupun tayangan yang bersifat hiburan juga mempunyai nilai-nilai pendidikan. juga menda pat pen garuh yang cukup besar dari ilmu dan teknologi. Pada bagian sebelum ini telah diungkapkan bahwa kemajuan di bidang komunikasi massa sangat berpengaruh terhadap pendidikan. pendidikan merupakan salah satu aspek sosial. Dengan demikian semua acara tersebut sebenarnya mempunyai maksud dan pesan yang positif. sinetron. Ziemek mengemukakan pendapat sebagai berikut: Melihat angka-angka terakhir mengenai kesempatan kerja di Indonesia yang menunjukkan bahwa 30% dari jumlah 44 juta angkatan kerja yang benarbenar. Pendidikan sangat erat hubungan dengan kehidupan sosial. memperoleh keterampilan dan membentuk sikapsikap tertentu. yang jahat pasti dihukum dan sebagainya. Pendidikan. melainkan juga pendidikan nonformal. atau sandiwara TV. sebab.

Mudah kita pahami bahwa yang menjadi idola anak adalah tokoh-tokoh terkenal atau jagoan-jagoan tertentu. Kita mengetahui bahwa anak suka tneniru. Segi negatif yang lain dari media TV untuk pendidikan anak selain yang telah diungkapkan terdahulu adalah kecenderungan anak untuk mengadakan peniruan dan identifikasi. dan perasaan seseorang. tiap berita atau tulisan dalam surat kabar atau majalah dapat menambah pengetahuan pendengar. tanpa paksaan atau perintah orang lain dan tidak ada tekanan untuk ulangan atau ujian. atau pembacanya. Padahal mungkin saja tidak semua tingkah laku tokoh tersebut baik. sebagai media komunikasi visual dalam meningkatkan pengetahuan.seperti maksud dan pesan tersebut (tidak komunikatif). penonton. Perkembangan teknologi di bidang industri mempunyai hubungan timbal balik dengan pendidikan. apa saja yang dilakukan oleh tokoh tersebut selalu baik. belajar berlangsung secara disadari. Bagaimanapun media massa mempunyai fungsi pendidikan. dan cara menyelesaikan masalah". Tiap acara TV atau radio. apalagi idolanya itu adalah tokoh dalam film-film Barat yang mungkin tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia. Sebagai penyebabnya mungkin saja karena adeganadegan yang kurang terpuji tersebut lebih mendominasi dibandingkan degnan adegan-adegan yang mengandung maksud dan pesan luhur. dan pada masa tertentu terutama pada awal masa pubertas ada masa anak untuk beridentifikasi dengan tokoh-tokoh pujaan tertentu. Dalam hal ini media massa mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan dengan belajar dalam kelas. Industri dengan teknologi maju memproduksi berbagai macam alat-alat dan bahan yang secara langsung atau tidak langsung dibutuhkan . Mar'at seorang psikolog dari Unpad mengemukakan pendapatnya sebagai berikut: "TV mampu mengubah sikap. cara berpikir. sebab dalam kelas. Sering terjadi kalau anak sudah menntio seorang tokoh. pandangan. Dan yang penting adalah fungsi TV-nya sendiri yang disesuaikan dengan kemampuan masyarakat. Dari pihak pemirsa kebanyakan lebih memperhatikan adeganadegan yang ramai daripada mencari makna pesan luhur yang dibawa dengan keramaian tersebut. diperintah dan diuji tetapi melalui media massa belajar terjadi secara tidak sadar. memberikan kecakapan atau keterampilan serta membina sikap tertentu.

anak akan lebih aktif dibandingkan dengan kalau hanya menggunakan kapur dan papan tulis saja. video tape. buku-buku. yang tertutup dengan adanya transportasi dan komunikasi yang luas. Dengan menggunakan alatalat belajar yang modern anak akan lebih aktif belajar. alat-alat berhitung. berubah menjadi masyarakat yang terbuka dan cukup berkomunikasi dengan daerah-daerah lain. Peningkatan pendidikan sangat membutuhkan bantuan hasil-hasil teknologi industri tidak hanya yang bersifat hardware. Penggunaan alat-alat belajar yang modern dalam pendidikan akan mempengaruhi proses belajar. tetapi juga membutuhkan bantuan penggunaan hasil pengembangan teknologi yang bersifat software. metode mengajar yang baru. dan sebagainya. Telah dibicarakan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membawa beberapa perubahan dalam kehidupan masyarakat. Hal itu berkenaan dengan segi software sebagai hasil pengembangan teknologi. Aktivitas belajar anak akan bergantung pada metode belajar-mengajar yang digunakan. televisi. alat tulis menulis. Dengan perkataan lain perkembangan teknologi dalam industri dapat memberikan tuntutan pembaharuan dalam pendidikan. alatalat permainan. Masyarakat yang pada mulanya hanya konsumtif . radio. dan keterampilan sumber daya manusianya. Ada segi lain mengenai hubungan antara pendidikan dengan perkembangan teknologi dalam industri. Beberapa masyarakat terpencil. menuntut pengetahuan dan kecakapan gurugurunya. sistem penilaian yang baru. menuntut peralatan pendidikan atau latihan yang baru yang mungkin tidak sama dengan peralatan bagi pendidikan atau kejuruan yang telah ada. Hal itu berarti membuka pekerjaan baru dan juga menuntut keahlian baru yang harus dipersiapkan dalam pendidikan. Perkembangan teknologi industri menuntut peningkatan penguasaan pengetahuan. peta. Sudah tentu penggunaan alat-alat hasil industri maju dalam bidang pendidikan.dalam pendidikan. gambar-gambar. Sekolah kejuruan yang baru juga mungkin menuntut sistem atau program yang baru. cassete tape recorder. Untuk menyelenggarakan suatu sekolah kejuruan tertentu dituntut banyak hal. berbagai bentuk alat peraga. Sekolah kejuruan yang baru menuntut penyediaan guru-guru dalam kejuruan tersebut. Kegiatan pendidikan membutuhkan dukungan dari penggunaan alat-alat hasil industri seperti komputer. dan sebagainya. kemampuan.

kemampuan. Pengaruh tak langsung adalah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal-hal di atas menuntut perubahan pada sistem dan isi pendidikan. Di sekolah. intelektual. dan keterampilan barn yang dikembangkan dalam pendidikan. merupakan tempat pemindahan teknologi yang bersifat software dan hubungan antarmanusia. budaya. kaidah-kaidah. cara-cara dan pendekatanpendekatan baru. spiritual. menyebabkan perkembangan masyarakat. maupun tidak langsung menuntut perkembangan pendidikan. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi secara langsung.terhadap hasil-hasil pertanian telah berubah menjadi masyarakat yang lebih konsumtif terhadap produksi industri. Sekolah atau lembaga-lembaga pendidikan lainnya. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga menimbulkan kebutuhan barn. dalam pekerjaan serta dalam hubungan-hubungan yang lebih luas. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga telah menimbulkan banyak perubahan dalam nilai-nilai. pendidikan bukan hanya mewariskan nilai-nilai dan hasil kebudayaan lama. dipelajari konsep-konsep. prinsip-prinsip. perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi meyebabkan perkembangan pula pada dunia pendidikan. Pengaruh perkembangan ilmu dan teknologi terhadap pendidikan selain yang bersifat tidak langsung seperti yang telah dikemukakan terdahulu. Pengaruh langsung perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah memberikan isi/materi atau bahan yang akan disampaikan dalam pendidikan. tetapi juga mempersiapkan generasi muda agar mampu hidup pada masa kini dan yang akan datang. . juga yang bersifat langsung. dan perkembangan masyarakat menimbulkan problema-problema baru yang menuntut pemecahan dengan pengetahuan. aspirasi baru. Perkembangan ilmu dan teknologi bukan hanya yang bentuk hardware tetapi juga software dan hubungan antarmanusia. Dengan demikian. maupun material. Hal-hal tersebut juga menuntut selalu adanya perkembangan dari pendidikan. untuk memahami dan memecahkan berbagai persoalan dalam kehidupan di rumah dan di masyarakat. sikap hidup baru. perguruan tinggi atau lembaga pendidikan lainnya. baik nilai sosial.

staf pengajar. organisasi. Pada bagian terakhir diuraikan proses inovasi dan perkembangannya serta berbagai pendekatan dalam inovasi pendidikan. media serta bangunan. baik yang bersifat kolas. Pada bagian akhir diuraikan evaluasi hasil belajar. Secara sistematis dalam buku ini dibahas.taina blikil ini ditiraikan tentang pengerarahan pendidikan. pendekatan sistem dan sekilas sejarah teknologi pendidikan. and Alexander. yaitu yang berpusat pada guru atau institusi dan yang berpusat pada siswa. Buku Acuan Percipal. Innovations in Secondary Education.F. Unruh. Henry. (1970). Buku ini sangat bermanfaat bagi para perencana pendidikan. serta kecenderungan perkembangan teknologi pendidikan pada tahun 2000. ahli kurikulum serta pelaksana pendidikan terutama kepala sekolah dan guru. media dan sumber-sumber pengajaran. maka sekolah pun harus mengadakan inovasi. Glenys G. Peranan dan perumusan tujuan sebagai pusat dan titik tolak dalam penyusunan desain pengajaran yang didasarkan atas pendekatan sistem. Rinerhart and Winston. sebab dalam tugasnya mereka harus selalu mengadakan inovasi. Sekolah disadari atau tidak. London: Kogan Page Ltd. Perubahan sosial merupakan suatu keharusan dan sekolah tidak dapat absen dalam proses perubahan tersebut. William M. Agar tanggap dan dapat selalu mengikuti perubahan perubahan sosial. faktor-faktor yang mendorong inovasi bagi perkembangan pendidikan. dan New York: Nichols Publishing Co. juga dikemukakan macam-macam metode mengajar. Selanjutnya kegiatan inovasi berkenaan dengan komponen siswa. (1984). kelompok ataupun individual.1. Buku ini merupakan buku dasar tentang teknologi pendidikan. kurikulum. Inovasi itu bermacam-macam. sarana. Fred & Ellington. Yang menjadi inti pembahasan dalam buku ini adalah inovasi dalam pendidikan di sekolah yang diarahkan pada peningkatan efektivitas pendidikan. Inc. menguraikan aspek-aspek utama teknologi pendidikan dan peranannya dalam tisaha meningkatkan efisiensi dan efektivitas pendid4 Ali Pada liawan 1)1. New York: Holt. . Handbook of Educational Technology. Bagian selanjutnya menjelaskan dua pendekatan pendidikan. mempunyai andil di dalam perubahan sosial.

tetapi merupakan bagian integral dari pengajaran. Makalah-makalah tersebut merupakan makalah terbaik atau terpilih yang sengaja dipilih penulis dan disediakan bagi para pendidik. media pengajaran. A Systematic Approach. bahwa media bukan sekadar alat bantu. New York: Mc Graw Hill Book Co. Konsep-konsep yang dipaparkan dalam buku ini cukup modern. Rumah dan sekolah sebagai lembaga pendidikan mempunyai peranan sendirisendiri. dan pengajaran. Guru memegang peranan yang besar dalam pengajaran. Media merupakan aspek penting dalam pengajaran. dan harus dipusatkan pada kebutuhan dan aktivitas siswa. maupun guru dan para instruktur. akan memperlancar jalannya pengajaran. Anak menjadi fokus pendidikan. siswa. Bloom. Inc. (1981). Englewood Cliffs. Atas dasar itu pengajaran harus mempunyai tujuan yang spesifik. memberikan pegangan baik dalam pengembangan kurikulum. tetapi saling mempengaruhi. Buku ini menguraikan masalah pengajaran dan media dengan pendekatan sistem. bahwa pengajaran harus menyatukan ilmu dengan seni mengajar. penyusunan desain pengajaran maupun dalam pemilihan media pengajaran. Teaching and Media. mau jadi apa siswa. is adalah perencana pengajaran dan koordinator sumber-sumber belajar. Dalam buku tersebut sangat ditekankan. Buku ini sangat berharga bagi para ahli kurikulum. . Vernon S. dan guru-guru serta para mahasiswa calon guru. All Our Children Learning. baik orang tua. Isinya telah tersusun sedemikian rupa sehingga membentuk satu kesatuan pemikiran yang utuh. Buku ini sebenarnya merupakan kumpulan makalah yang disampaikan dalam berbagai pertemuan ilmiah. belajar. Inc. dan diadakan pemilihan media yang tepat. Benyamin S. Pengajaran harus disusun berdasarkan pada apa yang akan dikerjakan dan pada apa yang akan dihasilkan pada siswa. semua kegiatan pendidikan harus bertolak dari perkembangan anak. New Jersey: Prentice Hall. et al. sebab menempatkan anak pada tempat yang sentral. Dalam buku ini dijelaskan bagaimana pengaruh pendekatan-pendekatan dalam pendidikan terhadap pandangan para ahli pendidikan terhadap sekolah.Gerlach. (1980). Selanjutnya dijelaskan dalam buku ini. disusun dengan desain pengajaran yang baik. guru.

teknologi.susah menyusun dan mengembangkan bahan sendiri. pendidikan pribadi disebut kurikulum humanistik.. A. dan interaksionis. mudah digabungkan dengan tipe lainnya. pribadi. masing-masing telah mengembangkan ilmu secara sistematis. sejak sekolah yang pertama berdiri. Kurikulum subjek akademis bersumber dari pendidikan klasik (perenialisme dan esensialisme) yang berorientasi pada masa lalu. dan solid. liciajar adalah berusaha menguasai ilmu sebanyak-banyaknya. teknologi pendidikan disebut kurikulum teknologis dan dari pendidikan interaksionis. Semua Woo pengetahuan dan nilai-nilai telah ditemukan oleh para pemikir masa lalu. kurikulumnya mirip dengan tipe ini. Empat aliran atau teori pendidikan tersebut memiliki model konsep kurikulum dan praktik pendidikan yang berbeda. Sesuai dengan bidang disiplinnya para ahli. peserta didik.a lalu tersebut. disebut kurikulum rekonstruksi sosial. Fungsi pendidikan memelihara dan mewariskan hasil hasil budaya ilia. Isi pendidikan diambil dari setiap disiplin ilmu. Mengapa demikian? Kurikulum ini sangat praktis. Kurikulum ini lebih mengutamakan isi pendidikan. imidah disusun. Kurikulum Subjek Akademis Model konsep kurikulum ini adalah model yang tertua. isi. Orang yang berhasil dalam belajar adalah orang yang menguasai seluruh atau sebagian besar isi pendidikan yang diberikan atau disiapkan oleh guru. Model konsep kurikulum dari teori pendidikan klasik disebut kurikulum subjek akademis. Sampai sekarang. umumnya sekolah tidak dapat welepaskan tipe ini. Empat aliran itu bertolak dari asumsi yang berbeda dan mempunyai pandangan yang berbeda pula lentang kedudukan dan peranan pendidik. Para pengembang kurikulum tidak perlu susah. %valaupun telah berkembang tipe-tipe lain. maupun proses pendidikan. logis.BAB 5 MACAM-MACAM MODEL KONSEP KURIKULUM Pada Bab 1 telah ungkapkan empat aliran pendidikan yaitu pendidikan klasik. Mereka tinggal memilih bahan .

Seorang siswa yang belajar fisika. Lebih jauh guru dituntut bukan hanya menguasai materi pendidikan. seperti bahasa dan sastra. Proses belajar yang dipilih sangat bergantung pada segi apa yang dipentingkan dalam materi pelajaran tersebut. Selanjutnya. geografi. dapat merangsang ingatan apabila siswa diminta untuk menghubungkannya dengan masalah lain. dalam perkembangannya secara berangsur memperhatikan proses belajar yang dilakukan siswa. umpamanya. Guru sebagai penyampai bahan ajar memegang peranan penting. Nama-nama mata pelajaran yang menjadi isi kurikulum hampir sama dengan nama disiplin ilmu. sesuai dengan tujuan pendidikan dan tahap perkembangan siswa yang akan mempelajarinya. Karena kurikulum sangat mengutamakan pengetahuan maka pendidikannya lebih bersifat intelektual. Kurikulum subjek akademis tidak berarti hanya menekankan pada materi yang disampaikan. ia menegaskan bahwa kurikulum suatu mata pelajaran harus didasarkan atas pemahaman yang mendasar yang dapat diperoleh dari prinsip-prinsip yang mendasarinya dan yang memberi struktur kepada suatu disiplin ilmu. tetapi ia juga menjadi model bagi para siswanya. Ia harus menjadi ahli dalam bidang-bidang studi yang diajarkannya. harus melakukan kegiatan belajar sebagaimana seorang ahli fisika melakukannya. Hal seperti itu akan mempermudah proses belajar fisika bagi siswa. Para pengembang kurikulum pada masa adalah para ahli mata . dan sebagainya. sejarah. kemudian mereorganisasinya secara sistematis. Penekanan pada segi intelektual ini dianut oleh hampir seluruh proyek pengembangan kurikulum pada tahun 1960-an di sekolah-sekolah negara bagian Amerika Serikat. Jerome Bruner dalam The Process of Education menyarankan bahwa desain kurikulum hendaknya didasarkan atas struktur disiplin ilmu. Apa yang disampaikan dan cara penyampaiannya harus menjadi bagian dari pribadi guru. Mereka harus menguasai semua pengetahuan yang ada dalam kurikulum.materi ilmu yang telah dikembangkan para ahli disiplin ilmu. matematika. ilmu kealaman. Guru adalah yang "digugu dan "ditiru (diikuti dan dicontoh). suatu pengetahuan dapat digunakan dalam konteks lain daripada sekadar yang dipelajarinya. Beberapa kegiatan belajar memungkinkan untuk mengadakan generalisasi.

rekaman. menyangkiii problema. penyusunan.pelajaran yang menyusun bahan ajar di sekitar unsur-unsur struktural mendasar dari disiplin ilmunya. anak mengetahui keadaan biologis manusia. dan pengujian hipotesis. percobaan. Pendekatan pertama. Salah satu contoh kurikulum yang berdasarkan atas struktur pengetahuan adalah Man: A Course of Study (MACOS) Macos adalah kurikulum untuk sekolah dasar. melanjutkan penih struktur pengetahuan. Kurikulum ini ditujukan untuk mengadakan penyempurnaan tentang pengajaran ilmu sosial dan humanitas. film. diharapkan anak dapat mengambil banyak manfaat. yaitu membangkitkan penghargaan dan keyakinan akan kemampuan sendiri dan memberikan serangkaian cara kerja yang memungkinkan anak walaupun dengan cara sederhana mampu menganalisis kehidupan sosial. Sekurang-kurangnya ada tiga pendekatan dalam perkembangan Kurikulum Subjek Akademis. Pada tah un 1970-an pendekatan struktur pengetahuan dalam pengembangan kurikulum ini mengalami kemunduran. dan perlengkapan kelas lainnya. Dengan membandingkan manusia dari suatu masyarakat dengan masyarakat lainnya. Melalui serangkaian kegiatan ilmiah seperti observasi.gaimana memperoleh dan menguji fakta-fakta dan bukan sekadar mengingat-ingatnya. Pendekatan kedua. anak-anak akan mempelajari aspek-aspek universal dari kebudayaan manusia. terdiri atas buku-buku. Murid-murid belajar ba. dan cara-cara bagaimana berinkuiri. kegiatan diskaveri dan sebagainya. sebab para ahli lebih tertarik pada pemecahan masalah kemanusiaan. konsep-konsep inti. Pendekatan ini merupakan respons terhaclap perkembangan masyarakat yang menuntut modelmodel pengetahuan yang lebih komprehensif-terpadu. poster. Pelajaran tersusun atas . pemahaman disiplin ilmu-ilmu sosial. Melalui perbandingan dengan binatang. Sasaran utama kurikulum model MACOS adalah perkembangan kemampuan intelektual. permainan. prinsip-prinsip. Para pengembang kurikulum mengharapkan anak-anak dapat menggali faktor-faktor penting yang akan menjadikan manusia sebagai manusia. adalah studi yang bersifat integratif. dengan pengarahan dan bimbingan Bruner.

Menentukan tema-tema yang membentuk satu kesatuan (unifying theme). . Pendekatan ketiga. dan memecahkan masalah -masalah matematis. dalam satuan-satuan pelajaran tersebut batas-batas ilmu menjadi hilang. Ada beberapa ciri model kurikulum yang dikembangkan. 2. Menyatukan berbagai cara/metode belajar.satuan-satuan pelajaran. Kegiatan belajar ditekankan pada pengalaman konkret yang bertolak dari minat dan kebutuhan murid serta disesuaikan dengan keadaan setempat. organisasi isi. Para siswa harus belajar menggunakan pemikiran dan dapat mengontrol dorongan-dorongannya. menulis. ilmu sosial. 3. Pelajaran-pelajaran lain seperti ilmu kealaman. adalah pendekatan yang dilaksanakan pada sekolah sekolah fundamentalis. Dengan berpengetahuan dalam berbagai disiplin ilmu. Sekolah harus memberikan kesempatan kepada para siswa untuk merealisasikan kemampuan mereka menguasai warisan budaya dan jika mungkin memperkayanya. yang dapat terdiri atas ide atau konsep besar yang dapat mencakup semua ilmu atau suatu proses kerja ilmu. dan lainlain dipelajari tanpa dihubungkan dengan kebutuhan praktis pemecahan masalah dalam kehidupan. Tujuan kurikulum subjek akademis adalah pemberian pengetahuan yang solid serta melatih para siswa menggunakan ide-ide dan proses "penelitian". fenomena alam. metode. Pengorganisasian tema-tema pengajaran didasarkan atas fenomena-fenomena alam. 1. Kegiatan belajar melibatkan isi dan proses dari satu atau beberapa ilmu sosial atau perilaku yang mempunyai hubungan dengan tema yang dipilih/ dikerjakan. proses kerja ilmiah dan problema-problema yang ada. 1. dan evaluasi. Menyatukan kegiatan belajar dari beberapa disiplin ilmu. Mereka tetap mengajar berdasarkan matamata pelajaran dengan menekankan membaca. Ciri-ciri kurikulum subjek akademis Kurikulum subjek akademis mempunyai beberapa ciri berkenaan dengan tujuan. atau masalah sosial yang membutuhkan pemecahan secara ilmiah. para siswa diharapkan memiliki konsep-konsep dan cara-cara yang dapat terus dikembangkan dalam masyarakat yang lebih luas. Mereka mengembangkan suatu model kurikulum yang terintegrasi (integrated curriculum).

Melalui proses tersebut para siswa akan menemukan. Ada beberapa pola organisasi isi (materi pelajaran) kurikulum subjek akademis. kemudian dirumuskan dan dicari cara pemecahannya. Correlated curriculum adalah pola organisasi materi atau konsep yang dipelajari dalam suatu pelajaran dikorelasikan dengan pelajaran lainnya. Bidang studi tersebut membutuhkan jawaban yang merefleksikan logika. koherensi. dengan ilustrasi yang jelas untuk selanjutnya dikaji. Kalau dalam unified masih tampak warna iliciplin ilmunya. dicari berbagai masalah penting. di . Unified atau Concentrated curriculum adalah pola organisasi bahan pelajaran tersusun dalam tema-tema pelajaran tertentu. Mereka mempelajari buku-buku standar untuk memperkaya pengetahuan. kurikulum subjek akademis menggunakan bentuk evaluasi yang bervariasi disesuaikan dengan tujuan dan sifat mata pelajaran. logika digunakan dalam matematika. dan untuk memahami budaya masa lalu dan mengerti keadaan masa kini. Pola-pola organisasi yang terpenting di antaranya: 1. Bidang studi seni yang sifatnya ekspresi membutuhkan penilaian subjektif yang jujur.Metode yang paling banyak digunakan dalam kurikulum subjek akademis adalah metode ekspositori dan inkuiri. Tentang kegiatan evaluasi. Problem Solving curriculum adalah pola organisasi isi yang berisi topik pemecahan masalah sosial yang dihadapi dalam kehidupan dengan menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dari berbagai mata pelajaran atau disiplin ilmu. maka dalam pola yang integrated warna disiplin ilmu tersebut sudah tidak kelihatan lagi. Dalam materi disiplin ilmu yang diperoleh. Ide-ide diberikan guru kemudian dielaborasi (dilaksanakan) siswa sampai mereka kuasai. Dalam bidang studi humaniora lebih banyak digunakan bentuk uraian (essay test) daripada tes objektif. bentuk dan perasaan digunakan dalam seni dan koherensi dalam sejarah. Bahan ajar diintegrasikan dalam suatu persoalan. yang mencakup materi dari berbagai pelajaran disiplin ilmu. bahwa kemampuan berpikir dan mengamati digunakan dalam ilmu kealaman. Konsep utama disusun secara sistematis. 4. 3. Integrated curriculum. kegiatan atau segi kehidupan tertentu. 2. dan integrasi secara menyeluruh.

Satu pihak melihatnya sebagai suatu kegiatan yang sangat berharga.ness) dengan menekankan pada bagaimana cara menguji kebenaran atau mendapatkan pengetahuan. apabila disiplin ilmunya cukup banyak. Apabila hanya mempelajari sedikit disiplin ilmu maka penguasaan para siswa akan sangat Ierbatas. memilih dan menentukan aspek-aspek dari dari disiplin ilmu yang sangat diperlukan dalam kehidupan masyarakat. Mengusahakan adanya penguasaan yang menyeluruh (comprehensive. 2. Pada pihak lain mereka mengkhawatirkan kegiatan evaluasi dapat mempengaruhi hubungan antara guru dan siswa. Ada beberapa saran untuk mengatasi masa lah tersebut. yang dapat memberikan informasi yang dibutuhkan. Pemilihan disiplin ilmu Masalah besar yang dihadapi oleh para pengembang kurikulum subjek akademis adalah bagaimana memilih materi pelajaran dari sekian banyak disiplin ilmu yang ada.samping standar keindahan dan cita rasa. Para ahli disiplin ilmu sering memiliki sifat ainbivalen terhadap evaluasi. yaitu: 1. maka tahap penguasaannya akan mendangkal. Kekhawatiran mereka dapat sedikit dikurangi dengan dikembangkannya model evaluasi formatif dan sumatif.dikit (tidak mendalam). nilai tertinggi diberikan bila siswa menguasai landasan aksioma serta cara penghitungannya benar. Apabila ingin memiliki penguasaan yang cukup mendalam maka jumlah disiplin ilmunya harus sedikit. sukar menerapkannya dalam kehidupan masyarakat secara luas. Mengutamakan kebutuhan masyarakat (social utility). Evaluasi yang dilakukan dalam waktu singkat tidak akan memberikan gambaran yang benar tentang perkemhangan dan penguasaan siswa. Anak-anak akan tahu banyak tetapi pengetahuannya hanya sedikit. Lain halnya dengan matematika. . Dalam ilmu kealaman penghargaan tertinggi bukan hanya diberikan kepada jawaban yang benar tetapi juga pada proses berpikir yang digunakan siswa. 2.

mereka mengabaikan karakteristik siswa dan kebutuhan masyarakat setempat. 3. la adalah subjek yang menjadi pusat kegiatan pendidikan. Kedua adanya upaya-upaya untuk menyesuaikan pelajaran dengan perbedaan individu dan kebutuhan setempat. Menekankan pengetahuan dasar. Proses belajar yang ditempuh oleh siswa sama pentingnya dengan penguasaan konsep. punya kemampuan. Rousseau (Romantic Education). Mereka percaya bahwa siswa mempunyai potensi. yaitu pengetahuan-pengetahuan yang menjadi dasar (prerequisite) bagi penguasaan disiplin-disiplin ilmu yang lainnya. Mereka umumnya kurang memperhatikan bagaimana siswa belajar dan lebih mengutamakan susunan isi. pemanfaatan fasilitas dan sumber yang ada pada masyarakat.3. yaitu apa yang akan diajarkan. dan generalisasi. dan kekuatan untuk berkembang. Untuk mengatasi kelemahan-kelemahan di atas dalam perkembangan selanjutnya dilakukan beberapa penyempurnaan. Pertama. mereka mulai mendorong penggunaan intuisi dan tebakan-tebakan. Penyesuaian mata pelajaran dengan perkembangan anak Para pengembang kurikulum subjek akademis. Kurikulum Humanistik 1. Kurikulum ini berdasarkan konsep aliran pendidikan pribadi (personalized education) yaitu John Dewey (Progressive Education) dan J. Mereka bertolak dari asumsi bahwa anak atau siswa adalah yang pertama dan utama dalam pendidikan. B.J. Para pendidik humanis juga berpegang pada konsep Gestalt. bahwa individu atau anak merupakan satu . Ketiga. prinsip-prinsip. lebih mengutamakan penyusunan bahan secara logis dan sistematis daripada menyelaraskan urutan bahan dengan kemampuan berpikir anak. Para ahli kurikulum subjek akademis juga memandang materi yang akan diajarkan bersifat universal. untuk mengimbangi penekanannya pada proses berpikir. Konsep dasar Kurikulum humanistik dikembangkan oleh para ahli pendidikan humanistik. Aliran ini lebih memberikan tempat utama kepada siswa.

hlrn. Tugas guru adalah menciptakan situasi yang permisif dan mendorong siswa untuk mencari dan mengembangkan pemecahan sendiri. terhadap kesatuan yang menyeluruh dari lingkungan. Pendidikan diarahkan kepada membina manusia yang utuh bukan saja segi fisik dan intelektual tetapi juga segi sosial dan afektif (emosi. Kritikisme Radika I.kesatuan yang menyeluruh. Tujuan pengajaran adalah memperluas kesadaran diri sendiri dan mengurangi kerenggangan dan keterasingan dari lingkungan. dan lain-lain). Pandangan mereka berkembang sebagai reaksi terhadap pendidikan yang lebih menekankan segi intelektual dengan peran utama dipegang oleh guru. akrab. 1). Ada beberapa aliran yang termasuk dalam pendidikan humanistik yaitu pendidikan: Konfluen. Pendidikan konfluen menekankan keutuhan pribadi. Pendidikan merupakan upaya untuk menciptakan situasi yang memungkinkan anak berkembang optimal. Mereka memandang pendidikan sebagai upaya untuk membantu anak menemukan dan mengembangkan sendiri segala potensi yang dimilikinya. Kritikisme radikal bersumber dari aliran naturalisme atau romantisme Rousseau. maupun tindakan). 1977. Pendidik adalah ibarat petani yang berusaha menciptakan tanah yang gembur. Pendidikan merupakan suatu upaya untuk menciptakan situasi yang permisif. dan Mistikisme modern. air dan udara yang ‡ukup. nilai. sikap. Mc Neil. Pendidikan humanistik menekankan peranan siswa. Menurut Mc Neil "The nezv humanists are self actualizers who see curriculum as a liberating process that can meet the need for growth and personal integrity (John D. perasaan. untuk tumbuhnya tanaman yang penuh dengan berbagai potensi. terhindar dari berbagai hama. Pendidikan mereka lebih menekankan bagaimana mengajar siswa (mendorong siswa). dan bagaimana merasakan atau bersikap terhadap sesuatu. perasaan. yang ada adalah dorongan dan rangsangan untuk berkembang . rileks. Dalam pendidikan tidak ada pemaksaan. individu harus merespons secara utuh (baik segi pikiran. Berkat situasi tersebut anak mengembangkan segala potensi yang dimilikinya.

dan integrasi dari pemikiran. Menurut mereka kurikulum tidak menyiapkan pendidikan tentang sikap. murid-murid dapat mengadakan perundingan. Partisipasi. Ini menunjukkan ciri yang nonotoriter dari pendidikan konfluen. Kurikulurn konfluen Kurikulum konfluen dikembangkan oleh para ahli pendidikan konfluen. Pendidikan konfluen kurang menekankan pengetahuan yang mengandung segi afektif). bertanggung jawab bersama. . Hal demikian sudah tentu akan lebih berarti bagi murid baik secara intelektual maupun emosioanal. perasaan-perasaan.Mistikisme modern adalah aliran yang menekankan latihan dan pengembangan kepekaan perasaan. b. 2. Melalui partisipasi dalam kegiatan bersama. berperasaan dan memberi pertimbangan nilai. Murid-murid hendaknya diajak untuk menyatakan pilihan dan mempertanggungjawabkan sikap-sikap. Integrasi. Beberapa ciri kurikulum konfluen Kurikulum konfluen mempunyai beberapa ciri utama yaitu: a. melalui sensitivity training. melalui berbagai bentuk aktivitas kelompok. Relevansi. perasaan. Isi pendidikan relevan dengan kebutuhan. Kurikulum ini menekankan partisipasi murid dalam belajar. Kurikulum hendaknya mempersiapkan berbagai alternatif yang dapat dipilih murid-murid dalam proses bersikap. perasaan. dan pertimbanganpertimbangan nilai yang telah dipilihnya. yoga. meditasi. 3. Melalui partisipasi dalam berbagai kegiatan kelompok terjadi interaksi. yang ingin menyatukan segi-segi afektif (sikap. nilai) dengan segi-segi kognitif (kemampuan intelektual). c. pertukaran kemampuan. Kegiatan belajar adalah belajar bersama. dan lain-lain. interpenetrasi. persetujuan. mina t dan kehidupan murid karena diambil dari dunia murid oleh murid sendiri. perasaan dan juga tindakan. dan sebagainya. kehalusan budi pekerti. dan nilai yang harus dimiliki murid-murid.

Apa yang menjadi isi kurikulum diukur oleh apakah hal itu bermanfaat bagi kita sekarang? Apakah hal itu akan memperbaiki kehidupan kita sekarang. yang serasi baik di dalam dirinya maupun dengan lingkungan secara menyeluruh. Metode-metode belajar konfluen Para pengembang kurikulum konfluen telah menyusun kurikulum untuk berbagai bidang pengajaran. berhubungan dengan kehidupan siswa dan bermanfaat baik bagi individu maupun masyarakat.d. Kurikulum konfluen menyatukan pengetahuan objektif dan subjektif. .topik yang akan dipelajari. Kebanyakan bahan tersebut diajarkan dengan teknik afektif. topic. Pendidikan konfluen sangat mengutamakan kesatuan dari keseluruhan. yang matang. Tujuan. kesadaran. kesatuan. karena dengan cara itu ia lebih sadar akan eksistensinya dan kemungkinannya untuk berkembang. Teori yang mendukung pandangan ini adalah Eksistensialisme yang memusatkan perhatiannya pada apa yang terjadi sekarang di tempat ini.unit pelajaran yang telah diujicobakan. Pendidikan ini memberi tempat utama pada pribadi anak. Hal itu sesuai dengan konsep Gestalt bahwa sesuatu itu dikatakan berarti (penting . Melalui latihan kesadaran/kepekaan perkembangan yang sehat akan tercapai. Tidak ada jawaban yang salah atau benar dalam pengajaran konfluen. e. Dasar dari kurikulum konfluen adalah Psikologi Gestalt yang menekankan keutuhan. keunikan. Prinsip pengajarannya menerapkan prinsip terapi Gestalt. keseluruhan. alat-alat pelajaran. pengaktualisasian segala potensi pribadi anak secara utuh. Pengajaran konfluen juga telah tersusun dalam bentuk rencana-rencana pelajaran. Pendidikan ini bertujuan mengembangkan pribadi yang utuh. Halhal di atas sangat esensial dalam perkembangan individu yang sehat. unit.red) apabila bermanfaat bagi keseluruhan. 4. dan buku teks. Pengajaran lebih menekankan kepada tanggung jawab pribadi daripada kompetisi. Pendidikan adalah pengembangan pribadi. dan tanggung jawab pribadi. Kurikulum tersebut mencakup tujuan. yang menekankan keterbukaan. Pribadi anak.

berbuat. di antaranya: dyads yang merupakan latihan komunikasi afektif antara dua orang. Aku atau diri ini perlu dibuka. kegiatan atau ritual baru. Kurikulum humanistik dapat membantu mereka memperlancar proses aktualisasi diri ini. fantasy body trips merupakan pemahaman tentang badan dan diri individu. rituals yaitu suatu kegiatan untuk menciptakan kebiasaan. duka. para penyusun kurikulum konfluen tidak menuntut para guru melaksanakan pengajaran seperti yang mereka kerjakan. senang dsb. materi disajikan dalam bentuk yang belum selesai (open ended). mengidentifikasi tema-tema atau topik-topik yang mengandung self judgment. atau diba. Puncak pengalaman adalah pengalaman-pengalaman yang membangkitkan rasa sayang. yang terpenting mereka memahami tujuan dan kegunaan kegiatan yang mereka ciptakan. Setiap orang mempunyai self (aku = din) yang tidak selalu disadari. Cara yang kedua ini menuntut keterbukaan dari peristiwa tetapi juga guru perlu mengusahakan kerahasiaan. Kurikulum perlu merencanakan program untuk membantu para siswa menemukan dan menampakan dirinya. . Berbeda dengan pengembang kurikulum yang lain. Menurut Maslow puncak pengalaman ini merupakan awal dan juga akhir dari pendidikan. Menurut Abraham Maslow (1968. Kedua. tersembunyi atau tertutup. memperoleh umpan balik dan menemukan dirinya. berekspresi. tema atau issue-iswre diharapkan muncul secara spontan dari prosedur serta perlengkapan pengajaran yang ada. him. Dalam memilih kegiatan belajar beberapa cara dapat ditempuh. Dalam menciptakan kreasi ini. Pengajaran humanistik memfokuskan proses aktualisasi din i (self actualization). cemas. Untuk setiap tema atau topik hendaknya dipilih prosedur atau bentuk-bentuk kegiatan atau teknik yang sesuai. Mereka mengharapkan setiap guru mengembangkan kreasi sendiri. 685.686) kita dapat belajar lebih banyak tentang diri kita melalui pengujian respons-respons menuju puncak pengalaman (peak experiences).ngunkan melalui pendidikan.George Issac Brown telah memberikan sekitar 40 macam teknik pengajaran konfluen. Pertama. benci. bereksperimen. Melalui berbagai kegiatan pengajaran model humanistik para siswa dapat menyatakan din.

kan integrasi. 5. orang lain.Menurut Philip H.laman yang menyeluruh. Phenix (1971. him. Bagi Phenix kesadaran merupakan kunci perkembangan diri dalam membina hubungan dan penycsuaian diri dengan orang lain. Guru selain harus mampu menciptakan hubungan yang hangat dengan murid. juga mampu menjadi sumber. kurikulum humanistik menekan. Kurikulurn harus mampu memberikan penga. organisasi isi. maupun moral. kurikulum befungsi menyediakan pengalaman (pengetahuanred) berharga untuk membantu memperlancar perkembangan pribadi mu. Seorang dapat bekerja dengan baik bila memiliki karakter yang baik pula. Karakteristik kurikulum humanistik Kurikulum humanistik mempunyai beberapa karakteristik. dan lain-lain. Guru harus memberikan dorongan kepada murid atas dasar saling percaya. Kurikulum humanistik juga menekankan keseluruhan. 271-283) kurikulum harus dapat mengembangkan kesadaran dan mendorong kreativitas murid-murid. berkenaan dengan tujuan.rid. kelompok. Ia harus mampu memberikan materi yang menarik dan mampu menciptakan situasi yang memperlancar proses belajar.rid-murid kurang mempunyai kesempatan untuk memperluas dan memperdalam aspek-aspek perkembangannya. dan evaluasi. bukan pengalaman yang terpenggal-penggal. integritas. metode. sikap yang sehat terhadap diri sendiri. Peran mengajar bukan saja dilakukan oleh guru tetapi juga oleh murid. estetika. Menurut para humanis. dan otonomi kepribadian. Sesuai dengan prinsip yang dianut. dan belajar. Guru tidak memaksakan sesuatu yang tidak disengani murid. yaitu kesatuan perilaku bukan saja yang bersifat intelektual tetapi juga emosional dan tindakan. budaya. . Kurikulum humanistik menuntut hubungan emosional yang baik antara guru dan murid. karena dengan sekuens mu. Kurikulum ini kurang menekankan sekuens. Bagi mereka tujuan pendidikan adalah proses perkembangan pribadi yang dinamis yang diarahkan pada pertumbuhan. Semua itu merupakan bagian dari cita-cita perkembangan manusia yang teraktualisasi (self actualizing person). Seseorang yang telah mampu mengakutalisasikan diri adalah orang yang telah mencapai keseimbangan (harmoni) perkembangan seluruh aspek pribadinya baik aspek kognitif.

melainkan kegiatan bersama. Kurikulum Rekonstruksi Sosial Kurikulum rekonstruksi sosial berbeda dengan model-model kurikulum lainnya. Kalau kurikulum yang hiasa terutama subjek akademis mempunyai kriteria pencapaian. minat atau perhatian tertentu. a. lebih berdiri sendiri. d. Menyusun kegiatan yang dapat memunculkan sikap. Kegiatan yang mereka lakukan hendaknya bermanfaat bagi siswa. bahan ajar serta kegiatan belajar yang akan membantu siswa dalam merumuskan apa yang ingin mereka pelajari. c. Penyempurnaan. C. siswa dengan orang-orang di lingkungan. maka dalam kurikulum humanistik tidak ada kriteria. Pelaksanaan kegiatan. Kerja sama atau interaksi bukan hanya terjadi antara sisvva dengan guru. Dalam evaluasi. b.problema yang dihadapinya dalam masyarakat. Menurut mereka pendidikan bukan upaya sendiri. Kegiatan yang diutamakan adalah yang akan membangkitkan rasa ingin tahu dari pemahaman. pembahasan hasil-hasil yang telah dicapai.139) dengan langkah-langkah sebagai berikut.Penyusunan sekuens dalam pengajaran yang sifatnya afektif. Kurikulum ini lebih memusatkan perhatian pada problema. dan dengan sumber belajar . Kurikulum ini bersumber pada aliran pendidikan interaksional. Sasaran mereka adalah perkembangan anak supaya menjadi manusia yang lebih terbuka. Di dalamnya tercakup topik-topik. kerja sama. l'onilaiannya bersifat subjektif baik dari guru maupun para siswa. para siswa diberi pengalaman yang menyenangkan baik yang berupa gerakan-gerakan maupun penghayatan. 121. penyempurnaan hasil serta upaya tindak lanjutnya. Memperkenalkan bahan-bahan yang akan dibahas dalam setiap kegiatan. Model lebih mengutamakan proses daripada hasil. dilakukan oleh Shiflett (1975. Kegiatan belajar yang baik adalah yang memberikan pengalaman yang akan membantu para siswa memperluas kesadaran akan dirinya dan orang lain dan dapat mengembangkan potensi-potensi yang dimilikinya.nya. hlm. tetapi juga antara siswa dengan siswa. interaksi. kurikulum humanistik berbeda dengan yang biasa.

Para rekonstruksionis sosial tidak mau terlalu menekankan kebebasan individu. Dalam masyarakat demokratis. Desain kurikulum rekonstruksi sosial Ada beberapa ciri dari desain kurikulum ini.lainnya. Melalui interaksi dan kerja sama ini siswa berusaha memecahkan problema-problema yang dihadapinya dalam masyarakat menuju pembentukan masyarakat yang lebih baik. pada awal tahun 1950-an menyampaikan gagasannya tentang rekonstruksi sosial. ancaman.rakat baru yang lebih stabil. Tujuan utama kurikulum rekonstruksi sosial adalah menghadapkan para siswa pada tantangan. Asumsi. Tantangan-tantangan tersebut merupakan . Para rekonstruksionis sosial menentang intimidasi. 1. a. menakut-nakuti dan kompromi semu. Perubahan sosial tersebut harus dicapai melalui prosedur demokrasi. Setelah diharapkan dapat menciptakan masya. Sekolah bukan saja dapat membantu individu memperkembangkan kemampuan sosialnya. seluruh warga masyarakat harus turut serta dalam perkembangan dana pembaharuan masyarakat. Brameld juga ingin memberikan keyakinan tentang pentingnya perubahan sosial. Untuk melaksanakan hal itu sekolah mempunyai posisi yang cukup penting. Ia menginginkan para siswa dengan pengetahuan dan konsep. Theodore Brameld. tetapi juga dapat membantu bagaimana berpartisipasi sebaik-baiknya dalam kegiatan sosial.konsep baru yang diperolehnya dapat mengidentifikasi dan memcahkan masalah-masalah sosial. hambatan -hambatan atau gangguangangguan yang dihadapi manusia. Mereka mendorong agar para siswa mempunyai pengetahuan yang cukup tentang masalah-masalah sosial yang mendesak (crucial) dan kerja sama atau bergotong royong untuk memecahkannya. Harold Rug mulai melihat dan menyadarkan kawan kawannya bahvva selama ini terjadi kesenjangan antara kurikulum dengan masyarakat. Pandangan rekonstruksi sosial di dalam kurikulum dimulai sekitar tahun 1920-an. Mereka ingin meyakinkan murid-murid bagaimana masyarakat membuat warganya seperti yang ada sekarang dan bagaimana masyarakat metnenuhi kebutuhan pribadi warganya melalui konsensus sosial.

Masalah-masalah sosial yang mendesak. Pada tingkat sekolah menengah. estetika. Dan tema utama dijabarkan sejumlah topik yang dibahas dalam diskusidiskusi kelompok. kunjungan dan lain. bukan saja dari buku-buku dan kegiatan laboratorium tetapi juga dari kehidupan nyata dalanl masyarakat. Topik-topik dengan berbagai kegiatan kelompok ini merupakan jar-jar. sosiologi psikologi. Masalah-masalah tersebut dirumuskan dalam pertanyaan.bidang garapan studi sosial.lain. latihan-latihan. seperti: Dapatkah kehidupan seperti sekarang ini memberikan kekuatan untuk menghadapi ancaman ancaman yang akan mengganggu integritas kemanusiaan? Dapatkah tata ekonomi dan politik yang ada dibangun kembali agar setiap orang dapat memanfaatkan sumbersumber daya alam dan cumber daya manusia seadil mungkin. Pola-pola organ isasi. Semua kegiatan jar-jari tersebut dirangkum menjadi satu kesatuan sebagai bingkai atau velk. pola organisasi kurikulum disusun seperti sebuah roda. b. yang perlu didekati dari bidang-bidang lain seperti ekonomi. BAGAN 5. Pertanyaan pertanyaan tersebut mengundang pengungkapan lebih mendalam. dan matematika. Masalah-masalah masyarakat bersifat universal dan hal ini dapat dikaji dalam kurikulum. Kegiatan belajar dipusatkan pada masalah-masalah sosial yang mendesak. bahkan pengetahuan alam. Di tengah-tengahnya sebagai poros dipilih sesuatu masalah yang menjadi tema utama dan dibahas secara pleno. Pola desain kurikulum rekonstruksi sosial . c.

Kerja sama ini juga terjadi antara para siswa dengan manusia sumber dari masyarakat. Illihungannya dengan ekonomi lokal. (4) mengkaji praktik politik dalam Ind. b) Metode. ada kebergantungan antara seorang dengan yang lainnya.Innyo dengan faktor ekonomi. Dalam kegiatan belajar tidak ada kompetisi yang ada adalah kooperasi atau kerja sama.1. Kegiatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut adalah ( I) mengadakan survai secara kritis terhadap masyarakat (2) mengadakan studi tentang hubungan antara keadaan ekonomi lokal dan ekonomi nasional serta dunia. Anakanak sejak sekolah dasar pun diharuskan turut serta dalam survai kemasyarakatan serta kegiatan kegiatan sosial lainnya. saling pengertian dan konsensus. umpamanya untuk tahun pertama tujuannya membangun kembali dunia ekonomipolitik. a) Tujuan dan isi kurikulum. Sesuai dengan minat masingmasing siswa. (5) memantapkan rencana perubahan praktik politik. Dalam program pendidikan ekonomi-politik. Kerja sama baik antara individu dalam kegiatan kelompok. . (6) mengevaluasi semua rencana dengan criteria. Dengan hal itu diharapkan para siswa dapat menciptakan model-model kasar dari situasi yang akan datang. Tujuan program pendidikan setiap tahun berubah. belajar merupakan kegiatan bersama.tujuan nasional dengan tujuan siswa. Komponen-komponen kurikulum Kurikulum rekonstruksi sosial memiliki komponen-komponen yang sama dengan model kurikulum lain tetapi isi dan bentuk-bentuknya berbeda. Dalam pengajaran rekonstruksi social para pengembang kurikulum berusaha mencari keselarasan antara tujuan. Untuk kelaskelas tinggi selain mereka dihadapkan kepada situasi nyata juga mereka diperkenalkan dengan situasi-situasi ideal. apakah telah mempengaruhi kepentingan sebagian besar orang. Bagi rekonstruksi sosial.mT. Guru-guru berusaha membantu para siswa menemukan minat dan kebutuhannya. (3) mengadakan studi tentang latar belakang nkloris dan kecenderungankecenderungan perkembangan ekonomi. baik dalam kegiatan pleno maupun kelompok-kelompok berusaha memecahkan masalah sosial yang dihadapinya. maupun antarkelompok dalam kegiatan pleno sangat mewarnai metode rekonstruksi sosial.

Evaluasi tidak hanya menilai apa yang telah dikuasai siswa. Dengan gerakan conscientization mereka membantu masyarakat memahami fakta-fakta dan masalah-masalah yang dihadapinya dalam konteks kondisi masyarakat mereka. juga keampuhan menilai pencapaian tujuan-tujuan pembangunan masyarakat yang sifatnya kualitatif.c) Evaluasi. Sesuai dengan potensi yang ada dalam masyarakat. dengan bantuan biaya dari pemerintah sekolah berusaha mengembangkan poterisi tersebut. Conscientization merupakan suatu proses pendidikan atau pengajaran di mana siswa tidak diperlakukan sebagai penerima tetapi sebagai pelajar yang aktif. Salah satu badan yang banyak mengembangkan baik teori maupun praktik pengajaran rekonstruksi sosial adalah Paulo Freize. Keterlibatan mereka terutama dalam memilih. Mereka berusaha membuka diri. Sekolah berusaha memberikan penerangan dan melatih kemampuan untuk melihat dan mengatasi hambatan-hambatan yang dihadapi. menyusun. Soal-soal yang akan diujikan dinilai lebih dulu baik ketepatan maupun keluasan isinya. . 2. Di daerah pertanian umpamanya sekolah mengembangkan bidang pertanian dan peternakan. Pelaksanaan pengajaran ini diarahkan untuk meningkatkan kondisi kehidupan mereka. Pengaruh tersebut terutama menyangkut perkembangan masyarakat dan peningkatan taraf kehidupan masyarakat. Dalam kegiatan evaluasi para siswa juga libatkan. Pelaksanaan pengajaran rekonstruksi sosial Pengajaran rekonstruksi sosial banyak dilaksanakan di daerah-daerah yang tergolong belum maju dan tingkat ekonominya juga belum tinggi. Untuk memerangi kebodohan dan keterbelakangan mereka menggalakkan gerakan budaya akal budi (conscientization). tetapi juga menilai pengaruh kegiatan sekolah terhadap masyarakat. memperluas kesadaran tentang realitas sosial budaya dan dengan segala kemampuannya berupaya mengubah dan meningkatkannya. Mereka banyak membantu pengembangan daerah-daerah di Amerika Latin. sekolah mempelajari potensi-potensi tersebut. di daerah industri mengembangkan bidang-bidang industri. dan menilai bahan yang akan diujikan. meningkatkan kemampuan memecahkan masalah-masalah yang dihadapi.

Harold G. politik. Ia menggalakkan perencanaan masa akan datang. mereka tidak dapat melepaskan din dari perkembangan tetapi harus menyesuaikannya. ketidakseragaman pemanfaatan sumber-sumber dan lain-lain. Shane menyarankan para pengembang kurikulum. agar mempelajari kecenderungan (trends) perkembangan. Dalam pemecahan problema sosial dan membuat kebijaksanaan sosial diperlukan musyawarah tiengan warga masyarakat. Para ahli kurikulum yang berorientasi ke masa depan menyarankan agar isi kurikulum difokuskan pada: penggalian sumber-sumber alam dan htikan alam. Pandangan rekonstruksi sosial berkembang karena keyakinannya pada kemampuan manusia untuk membangun dunia yang lebih baik. Bertolak dari kenyataan-kenyataan tersebut mereka membina diri dan membangun masyarakat. masalah air. Beberapa kritikus pendidikan menilai pandangan ini sukar diterapkan langsung dalam kurikulum (pendidikan). Kecenderungan utama adalah perkembangan teknologi dengan berbagai dampaknya terhadap kondisi dan perkembangan masyarakat. dan budaya. kesejahteraan masyarakat. akibat pertambahan penduduk. Untuk iiiengidentifikasi dan menganalisis kecenderungan-kecenderungan tersebut diperlukan bantuan dari para ahli disiplin ilmu. sosial. Penyebabnya adalah interpretasi para ahli tentang perkembangan dan masalah-masalah sosial berbeda. Kemampuan warga untuk ikut serta dalam pemecahan masalah juga bervariasi. Dalam perkembangan sosial yang perlu mendapatkan perhatian utama adalah perkembangan manusia. dari bukan perencanaan untuk masa yang akan datang.Keterbatasan dan potensi yang mereka miliki. Kecenderungan lain adalah perkembangan ekonomi. populasi. mewakili teman-temannya para Futurolog menggunakan perencanaan masa yang akan datang (future planning) sebagai dasar penyusunan kurikulum. baik bagai individu maupun dalam interaksinya dengan yang lain. Shane seorang profesor dari Universitas Indiana Amerika Serikat. . Shane menegaskan peranan individu dalam menemukan masa depannya sendiri. Juga penekanannya tentang peranan ilmu dalam memecahkan masalah -masalah sosial.

sabak dan grip. Teknologi dan Kurikulum Abad dua puluh ditandai dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat. Kurikulumnya berisi rencana-rencana penggunaan berbagai alat dan media. termasuk bidang pendidikan. bisa . seperti audio dan video casssette. Sejalan dengan perkembangan ilmu dan teknologi. teknologi pendidikan menekankan kepada penyusunan program pengajaran atau rencana pelajaran dengan menggunakan pendekatan sistem. Dalam arti teknologi sistem. Contoh-contoh model pengajaran tersebut adalah: pengajaran dengan bantuan film dan video. Sejak dahulu teknologi telah diterapkan dalam pendidikan. Penerapan teknologi dalam bidang pendidikan khususnya kurikulum adalah dalam dua bentuk. sedangkan penerapan teknologi perangkat lunak disebut juga teknologi sistem (system technology). yaitu menekankan isi kurikulum. pengajaran modul. Dewasa ini sesuai dengan tahap perkembangannya yang digunakan adalah teknologi maju. juga model-model pengajaran yang banyak melibatkan penggunaan alat. Suatu kompetensi yang besar diuraikan menjadi kompetensi yang lebih sempit/khusus dan akhirnya menjadi perilaku-perilaku yang dapat diamati atau diukur. lebih menekankan kepada penggunaan alat-alat teknologis untuk menunjang efisiensi dan efektivitas pendidikan. komputer. pengajaran berprogram.D. tetapi diarahkan bukan pada pemeliharaan dan pengawetan ilmu tersebut tetapi pada penguasaan kompetensi. dan lain-lain. yaitu bentuk perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware). tetapi yang digunakan adalah teknologi sederhana seperti penggunaan papan tulis dan kapur. Penerapan teknologi perangkat keras dalam pendidikan dikenal sebagai teknologi alat (tools technology). di bidang pendidikan berkembang pula teknologi pendidikan. mesin pengajaran. CD-rom dan internet. mesin pengajaran. Teknologi pendidikan dalam arti teknologi alat. Pengajaran dengan bantuan komputer. dan motion film. film slide. Perkembangan teknologi mempengaruhi setiap bidang dan aspek kehidupan. pena dan tinta. dan lain-lain. overhead projector. Program pengajaran ini bisa semata-mata program sistem. Aliran ini ada persamaannya dengan pendidikan klasik.

Pada saat tertentu ada tugas-tugas yang harus dikerjakan secara kelompok. Alat dan media digunakan sesuai dengan kondisi tetapi tidal terlalu dipentingkan. Tujuan-tujuan pengajaran telah ditentukan sebelumnya. Alat dan media digunakan sesuai dengan kondisi tetapi tidak terlalu dipentingkan. yaitu bila digunakan alat dan media akan lebih baik. video atau film. Pada bentuk pertama. 1. Pada bentuk kedua. Objektif ini menggambarkan perilaku.program sistem yang ditunjang dengan alat dan media. Pada bentuk ketiga program pengajaran telah disusun secara terpadu antara bahan dan kegiatan pembelajaran dengan alat dan media. dan maju sesuai dengan kecepatan masing-masing. perbuatan atau kecakapan-keterampilan yang dapat diamati atau diukur. dan bisa juga program sistem yang dipadukan dengan alat dan media pengajaran. Pengajaran bersifat individual. Setiap . tetapi bahan ajar dan proses pembelajaran disusun secai sistem. Bahan ajar telah disusun dalam kaset audio. pengajaran disusun secara system dan ditunjang dengan penggunaan alat dan media pembelajaran. Metode. memiliki beberapa ciri khusus. yaitu: a. Tujuan diarahkan pada penguasaan kompetensi. tiap siswa menghadapi serentetan tugas yang harus dikerjakannya. pengajaran tidak membutuhkan alat dan med id yang canggih. bersifat "on-off'. Penggunaan alat dan media belum terintegrasi dengan program pembelajaran. yang disebut objektif atau tujuan instruksional. pengajaran disusun secara system. Pada bentuk kedua. atau diprogramkan dalam komputer. Tujuan. Beberapa ciri kurikulum teknologis Kurikulum yang dikembangkan dari konsep teknologi pendidikan. Pembelajaran tidak bisa berjalan tanpa melibatkan penggunaan alat-alat dan program tersebut. tetapi bila tidak menggunakan alat pun pengajaran masih tetap berjalan. b. Tujuan-tujuan yang bersifat umum yaitu kompetensi dirinci menjadi tujuan-tujuan khusus. Metode yang merupakan kegiatan pembelajaran sering dipandang sebagai proses mereaksi terhadap perangsang-perangsang yang diberikan dan apabila terjadi respons yang diharapkan maka respons tersebut diperkuat. yang dirumuskan dalam bentuk perilaku.

c. Kegiatan evaluasi dilakukan pada setiap saat. Bahan ajar atau kompetensi yang luas/besar dirinci menjadi bagian-bagian atau subkompetensi yang lebih kecil. 3) Pengetahuan tentang hasil. sebab dalam model kurikulum ini umpan balik selalu diberikan. yang rnenggambarkan objektif. Urutan dari objektifobjektif ini pada dasarnya menjadi inti organisasi bahan. umpan balik bagi siswa pada akhir suatu program atau semester (evaluasi sumatif). Pelaksanaan pengajaran mengikuti langkah-langkah sebagai berikut. Sebagai tanda menguasai bahan mereka harus menguasai seara tuntas tujuan-tujuan dari suatu program. suatu unit ataupun semester. Para siswa belajar secara individual melalui media buku-buku ataupun media elektronik. Fungsi evaluasi ini bermacammacam. Para siswa dapat segera mengetahui apa yang telah mereka kuasai dan apa yang masih harus dipelajari lebih serius. d. Dalam kegiatan belajarnya mereka dapat menguasai keterampilan-keterampilan dasar ataupun perilaku-perilaku yang dinyatakan dalam tujuan program. Bahan ajar atau isi kurikulum banyak diambil dari disiplin ilmu. sebagai umpan balik bagi siswa dalam penyempurnaan penguasaan suatu satuan pelajaran (evaluasi formatif). Evaluasi yang mereka gunakan umumnya berbentuk tes objektif. Mereka belajar dengan cara memberikan respons secara cepat terhadap persoalan-persoalan yang diberikan. Organisasi Indian ajar. Sesuai dengan landasan pemikiran mereka. Juga dapat menjadi umpan balik bagi guru dan pengembang kurikulum untuk penyempurnaan kurikulum. 1) Penegasan tujuan. bahwa model pengajarannya menekankan sifat ilmiah. Kemajuan siswa dapat segera diketahui oleh siswa sendiri. pada akhir suatu pelajaran. Evaluasi. bentuk ini tes dipandang yang paling cocok. Para siswa diberi penjelasan tentang pentingnya bahan yang harus dipelajari. 2) Pelaksanaan pengajaran. .siswa harus menguasai secara tuntas tujuan-tujuan program pengajaran. tetapi telah diramu sedemikian rupa sehingga mendukung penguasaan sesuatu kompetensi.

evaluasi) juga bahan-bahan ajar yang bersifat afektif. Beberapa percobaan menunjukkan kemampuan siswa untuk mentransfer hasil belajar cukup rendah. Masalah kebosanan juga berpengaruh terhadap proses belajar. Dengan model pengajaran ini tingkat penguasaan siswa dalam standar konvensional jauh lebih tinggi dibandingkan dengan model-model lain. sintetis. Pengembangan kurikulum teknologis berpegang pada beberapa kriteria. pengajaran modul atau pengajaran dengan bantuan video dan komputer. yang dilengkapi dengan sistem umpan balik dan bimbingan yang teratur dari dapat mempercepat dan meningkatkan penguasaan siswa. 2. penyusunan kurikulum. Pengajaran teknologis sukar untuk dapat melayani bakat-bakat siswa belajar dengan metode-metode khusus. Pengembangan kurikulum Dalam pengembangan kurikulum model lama. Model ini terbatas kemampuannya untuk mengajarkan bahan ajar yang kompleks atau membutuhkan penguasaan tingkat tinggi (analisis. Pengembangan kurikulum diarahkan pada pencapaian nilai-nilai umum. Program dikembangkan melalui beberapa kegiatan uji coba dengan sampel-sampel dari suatu populasi yang sesuai. konsep-konsep. bila sikapnya positif maka siswa akan berhasil. penyusunan buku-buku serta perangkat kurikulum lainnya lebih bersifat seni dan didasarkan atas kepentingan politik daripada landasan-landasan ilmiah dan teknologis. Metode mengajar mereka cenderung seragam. tingkat penguasaannya pun relatif rendah. masalah dan keterampilan yang akan menjadi isi kurikulum disusun dengan fokus pada nilainilai tadi.Program pengajaran teknologis sangat menekankan efisiensi dan efektivitas. Apalagi kalau digunakan program-program yang lebih berstruktur seperti pengajaran berprogram. menurut para ahli teknologi pendidikan. Keberhasilan belajar siswa juga sangat dipengaruhi oleh sikap mereka. kurikulum teknologis tidak terlepas dari beberapa keterbatasan atau kelemahan. yaitu: 1) Prosedur pengembangan kurikulum dinilai dan disempurnakan oleh . Meskipun memiliki kelebihan-kelebihan. tetapi bila sikapnya negatif. direvisi beberapa kali sampai standar yang diharapkan dapat dicapai.

dan hendaknya memberikan hasil yang sama. Inilah hambatan utama pengembangan kurikulum ini. Pemecahan masih dapat dilakukan dengan menerapkan model kurikulum teknologis yang lebih menekankan pada teknologi sistem dan kurang menekankan pada teknologi alat. Pengembangan dan penggunaan alat dan media pengajaran bukan hanya sebagai alat bantu tetapi bersatu dengan program pengajaran dan ditujukan pada penguasaan kompetensi tertentu. standar perilaku belajar. Pertama. demikian juga format-format media. 2) Hasil pengembangan terutama yang berbentuk model adalah yang bisa diuji coba ulang. Model ini di Indonesia dikenal dengan nama Satuan Pelajaran dalam lingkungan Pendidikan Dasar dan Menengah atau Satuan Acara Perkuliahan pada Perguruan Tinggi. Di pihak lain harus dicegah jangan sampai pengembangan kurikulum ini menjadi objek bisnis. Pengembangan pengajaran yang betul-betul berstruktur dan bersatu dengan alat dan media membutuhkan biaya yang tidak sedikit. serta keterampilan-keterampilan untuk mencapai tujuan. dan organisasi. Pengembangan kurikulum ini membutuhkan kerjasama dengan para penyusun program dan penerbit media elektronik dan media cetak. formulasi perlu dirumuskan terlebih dahulu apakah pengembangan alat atau media tersebut benarbenar diperlukan. diperlukan adanya spesifikasi dari alat atau media yang akan dikembangkan. sekuens-sekuens pengajaran perlu diujicobakan dalam bentuk prototipe-prototipe. Dengan pendekatan ini biaya dapat lebih ditekan. terutama guru-guru untuk mengembangkan sendiri program pengajarannya. di samping memberi kesempatan kepada pelaksana pengajaran. sebag ai bagman dari. perlu mempertimbangkan beberapa hal. terutama bagi sekolah atau daerah-daerah yang kemampuan finansialnya masih rendah. Hal ini menyangkut pasaran. baik dilihat dari segi kegunaannya maupun ketepatan penggunaannya. Spesifikasi juga meliputi spesifikasi situasi lingkungan tempat belajar. Ketiga prototipe. Inti dari pengembangan kurikulum teknologis adalah penekanan pada kompetensi. Keempat .pengembang kurikulum yang lain. Sistem Instruksional atau Desain Instruksional. Kedua spesifikasi. Pengembangan kurikulum teknologis terutama yang menekankan teknologi alat.

hasil dari pengembangan dicoba diterapkan di dalam sistem pengajaran yang berlaku. Suasana kelas dapat dihidupkan melalui pelaksanaan Confluent Education. Sistem pendidikan yang ada umumnya kurang memperhatikan kebutuhan siswa dan kurang melibatkan partisipasi guru dan siswa. merupakan reaksi dan sekaligus ingin memperbaiki sistem pendidikan yang ada. hasil dan kesulitan-kesulitan yang dihadapi dicatat sebagai umpan balik bagi penyempurnaan selanjutnya. (1974). Dalam buku ini para penulis tidak hanya menguraikan segi-segi teoretis. Buku ini sangat berfaidah bagi para pendidik. Belmont California: A Phi Delta Kappa Book. Buku Acuan Brown. Dengan Confluent Education bukan saja kelas menjadi lebih hidup. Proses pelaksanaan. Data tentang kebaikan dan kekurangan-kekurangan sangat diperlukan bagi penyempurnaan. Dengan pendekatan ini mereka ingin memperbaiki pelaksanaan yang mereka sebut sebagai kelas yang mati. George Isaac (ed). Bernice B. New York: The Viking Press. kurikulum. buku. The Live Classroom. tetapi juga dilengkapi dengan ilustrasi dalam praktik. Apa yang dikupas dalam buku ini. unit-unit pengajaran diujicobakan pada sejumlah sampel siswa untuk mengetahui keberhasilan dan kelemahannya. tanpa melibatkan siswa dan guru. contoh-contoh rencana serta pelaksanaan pelajarannya. E. Curriculum Development: A Humanized System Approach. dasar-dasar teori Gestalt. ahli kurikulum dan pengajaran. (1975). Pengajaran bersifat . sebab dalam pendekatan ini faktor afektif mendapatkan tempat yang sama dengan faktor kognitif. suatu komisi dan sebagainya. Robert S. Sistem pendidikan. alat pelajaran dan lain-lain. Gilchrist. umumnya ditentukan oleh pihak lain. pemegang kebijaksanaan pendidikan. Pokok-pokok yang diuraikan dalam buku ini meliputi. serta para guru di sekolah. tetapi perkembangan yang menyeluruh dari pribadi anak dapat tercapai.percobaan pertama. & Roberts. konsep-konsep Confluent Education. sehingga perkembangannya lebih optimal. Buku ini menguraikan pendidikan dan pengajaran yang didasarkan atas teori Gestalt. yang disebut Confluent Education. Kelima mencoba hasil.

Perbaikan tersebut bertolak dari pendekatan humanisme. hakikat manusia. suatu pandangan pendidikan yang menekankan kebutuhan perkembangan pribadi siswa seutuhnya. nilai dan tujuan perkembangan manusia. Melihat kelemahankelemahan di atas para penulis melalui buku ini ingin memperbaikinya.mekanis dan satu komponen terlepas dari komponen lainnya. . Dalam buku ini secara sistematis dikemukakan. bagaimana mengorganisasi pendidikan sehingga tercipta kegia tan belajar yang efektif. bagaimana mempersiapkan dan melaksanakan pengajaran yang efektif dan terakhir bagaimana mengembangkan sistem sekolah yang bersifat humanistik. Segi afektif berjalan sejajar dengan segi kognitif dan psikomotor. Buku ini sangat berguna bagi perencana dan pelaksana kurikulum dan pengajaran.

kurikulum membentuk desain yang menggambarkan pola organisasi dari komponen-komponen kurikulum dengan perlengkapan penunjangnya. kebutuhan. Suatu kurikulum harus memiliki kesesuaian atau relevansi. dan dapat pula menyangkut lingkup yang sangat sempit. proses atau sistem penyampaian dan media. serta evaluasi. Kesesuaian ini meliputi dua hal. yaitu isi sesuai dengan tujuan. Ada yang mengartikannya secara luas. demikian juga evaluasi sesuai dengan proses. . dan perkembangan masyarakat. isi dan tujuan kurikulum. dan juga sebagai pelaksanaan dari rencana di atas (actual curriculum). kondisi.BAB 6 ANATOMI DAN DESAIN KURIKULUM Pada bab-bab sebelum ini telah dikemukakan bahwa terdapat variasi dalam mendepinisikan kurikulum. yaitu kurikulum sebagai kumpulan mata pelajaran atau bahan ajar. Kurikulum dapat mencakup lingkup yang sangat luas. proses sesuai dengan isi dan tujuan. Komponen-Komponen Kurikulum Kurikulum dapat diumpamakan sebagai suatu organisme manusia ataupun binatang. isi atau materi. Keempat komponen tersebut berkaitan erat satu sama lain. Tidak semua yang ada dalam kurikulum tertulis. meliputi semua pengalaman yang diperoleh siswa karena pengarahan-bimbingan dan tanggung jawab sekolah. Kedua kesesuaian antarkomponen-komponen kurikulum. A. Pertama kesesuaian antara kurikulum dengan tuntutan. seperti program pengajaran suatu mata pelajaran untuk beberapa jam pelajaran. kemungkinan dilaksanakan di kelas. Unsur atau komponenkomponen dari anatomi tubuh kurikulum yang utama adalah: tujuan. Kurikulum juga diartikan sebagai dokumen tertulis dari suatu rencana atau program pendidikan (written curriculum). Ada yang memandangnya secara sempit. yaitu sebagai program pengajaran pada suatu jenjang pendidikan. yang memiliki susunan anatomi tertentu. Apakah dalam lingkup yang luas ataupun sempit.

menengah. pencapaiannya . masih dirinci lagi menjadi tujuan instruksional umum dan khusus atau disebut juga objektif. Pertama perkembangan tuntutan. terutama falsafah negara. Yang terakhir ini. Dalam kegiatan belajar-mengajar di-dalam kelas. sedangkan tujuan isntruksional yang berjangka waktu cukup pendek merupakan tujuan yang bersifat khusus. Tujuan kurikuler. yang merupakan tujuan pokok bahasan. sempit. tujuan memegang peranan penting. Tujuan pendidikan nasional merupakan tujuan jangka panjang. didasari oleh pemikiran-pemikiran dan terarah pada pencapaian nilai-nilai filosofis. sedang perumusan tujuan umum lebih bersifat abstrak. Dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah 1975/1976 dikenal kategori tujuan sebagai berikut. dan menekankan pada perilaku siswa. Kedua. dan terbatas. merupakan sasaran pendidikan sesuatu lembaga pendidikan.Telah dikemukakan bahwa. dalam kurikulum atau pengajaran. adalah tujuan yang ingin dicapai oleh sesuatu program studi. tujuan ideal pendidikan bangsa Indonesia. memerlukan waktu yang lebih lama dan lebih sukar diukur. jangka panjang. menjadi sasaransasaran khusus yang lebih konkret. Dalam mempersiapkan pelajaran. Mengajar dalam kelas lebih menekankan tujuan khusus. karena lebih jelas dan mudah pencapaiannya. sebab hal itu akan dapat memberikan gambaran yang lebih konkret. Tujuan kurikulum dirumuskan berdasarkan dua hal. Kita mengenal beberapa kategori tujuan pendidikan. Tujuan-tujuan khusus dijabarkan dari sasaran-sasaran pendidikan yang bersifat umum yang biasanya abstrak dan luas. Tujuan instruksional yang merupakan target yang harus dicapai oleh sesuatu mata pelajaran. kebutuhan dan kondisi masyarakat. 1974: 5). tujuan-tujuan khusus lebih diutamakan. Tujuan institusional. yaitu tujuan umum dan khusus. akan mengarahkan semua kegiatan pengajaran dan mewarnai komponen-komponen kurikulum lainnya. Tujuan demikian akan menggambarkan "what will the student he able to do as a result of the teaching that he was unable to do before" (Rowntree. dan jangka pendek. Tujuan pendidikan nasional yang berjangka panjang merupakan suatu tujuan pendidikan umum. guru menjabarkan tujuan mengajarnya dalam bentuk tujuan-tujuan khusus atau objectives yang yang bersifat operasional.

menilai. pemahaman. sintesis. kecakapan mengamati. dan karakterisasi nilai-nilai. dapat belajar sendiri dalam waktu setengah dari waktu belajar dalam kelas biasa. . Domain afektif berkenaan dengan penguasaan dan pengembangan perasaan. motor skills and attitudes (1974.Tujuan-tujuan mengajar dibedakan atas beberapa kategori. verbal information. Tujuan-tujuan khusus mengajar juga memiliki tingkat kesukaran yang berbeda-beda. Berdasarkan penelitian Mager dan Clark (1963) siswa yang mengetahui tujuan-tujuan khusus suatu pokok bahasan. b. (1975) membagi domain kognitif atas enam tingkatan dari yang paling rendah. aplikasi. Domain psikomotor menyangkut penguasaan dan pengembangan keterampilanketerampilan motorik. Bloom mengemukakan tiga kategori tujuan mengajar sesuai dengan domain-domain perilaku individu. sikap. hlm. Untuk domain afektif Krathwohl dan kawan-kawan (1974) membaginya atas lima tingkatan yang juga berjenjang. gerakan-gerakan dasar. Tujuan khusus. Perumusan tujuan mengajar yang berbentuk tujuan khusus (objective). c. mengorganisasi nilai. merespons. Bloom. kecakapan jasmaniah. yaitu intellectual skills. dan nilai-nilai. 23-24). Untuk domain psikomotor Anita Harrow (1971) membaginya atas enam jenjang. memberikan beberapa keuntungan: a. cognitive strategies. sesuai dengan perilaku yang menjadi sasarannya. minat. dan psikomotor. yaitu domain kognitif. afektif. membantu memudahkan guru-guru memilih dan menyusun bahan ajar. yaitu: menerima. Tujuan khusus memudahkan guru menentukan kegiatan belajar dan media mengajar. Gage dan Briggs mengemukakan lima kategori tujuan. dan evaluasi. analisis. gerakan-gerakan keterampilan dan komunikasi yang berkesinambungan. diberikan referensi dan sumber yang memadai. Tujuan khusus memudahkan dalam mengkomunikasikan maksud kegiatan mengajar-belajar kepada siswa. yaitu: gerakan refleks. Domain kognitif berkenaan dengan penguasaan kemampuan-kemampuan intelektual atau berpikir. yaitu: pengetahuan.

Di samping keuntungan-keuntungan di atas pengembangan tujuantujuan mengajar yang bersifat khusus menghadapi beberapa kesukaran. panjangnya dan frekeunsi respons. latihan dan pengalaman akan membawa guru -guru pada perumusan tujuan-tujuan yang bertaraf rendah. 2) menunjukkan stimulus yang membangkitkan tingkah laku siswa.d. Gagne (1974). 2) kondisi atau lingkungan psikologis. yaitu: a. De Cecco (1977) dan Davies (1981) sepakat bahwa. dalam bentuk: 1) ketepatan atau ketelitian respons. Menunjukkan mutu tingkah laku yang diharapkan dilakukan oleh siswa. Bagaimana perumusan sesuatu tujuan khusus atau objective yang baik? Beberapa ahli seperti Mager (1962). Kelemahan di atas akan menyebabkan penyusunan tujuan-tujuan khusus bersifat mekanistis. Dengan tujuan khusus guru lebih mudah menentukan bentuk tes. 3) memberikan pengkhususan tentang sumber-sumber yang dapat digunakan siswa dan orang-orang yang dapat diajak bekerjasama. 2) kecepatan. Tujuan khusus memudahkan guru mengadakan penilaian. Untuk mengatasi kedua kesukaran di atas diperlukan keahlian. Rowntree (1974). latihan dan pengalaman yang mencukupi dari guru-guru. b. yang mudah diukur. Menggambarkan apa yang diharapkan dapat dilakukan oleh siswa. Ahli-ahli di atas juga memberikan beberapa spesifikasi dari tujuan-tujuan mengajar khusus. tujuan khusus merupakan suatu perilaku yang diperlihatkan siswa pada akhir suatu kegiatan belajar. dengan jumlah tujuan yang sangat banyak. Menggambarkan kondisi atau lingkungan yang menunjang tingkah laku siswa. . c. berupa: 1) kondisi atau lingkungan fisik. yaitu: 1) Sukar menyusun tujuan-tujuan khusus untuk domain afektif. Banathy (1968). 2) Sukar menyusun tujuantujuan khusus pada tingkat tinggi. den gan: 1) menggunakan kata-kata kerja yang menunjukkan tingkah laku yang dapat diamati. Kekurangan keahlian. lebih mudah merumuskan butir tes dan lebih mudah menentukan kriteria pen capaiannya.

Untuk menyusun bahan ajar yang mengandung urutan waktu. yaitu: 1) Sekuens kronologis. dan evaluasi hasil mengajar dibahas secara tersendiri. 2) Sekuens kausal. Topik-topik atau sub-subtopik tersebut terusun sekuens tertentu yang membentuk suatu sekuens bahan ajar. Hap topik atau subtopik mengandung ide-ide pokok yang relevan dengan tujuan yang telah ditetapkan. Bahan ajar Siswa belajar dalam bentuk interaksi dengan lingkungannya. serta evaluasi hasil mengajar. Tugas utama seorang guru adalah menciptakan lingkungan tersebut. Siswa dihadapkan pada peristiwa-peristiwa atau situasi yang menjadi sebab atau pendahulu dari sesuatu peristiwa atau situasi lain. Penyusunan sekuens bahan ajar bidang studi tersebut perlu disesuaikan dengan strukturnya. alat-alat dan ide-ide. Ada beberapa cara untuk menyusun sekuens bahan ajar. yang mencakup komponen komponen: tujuan khusus. Dalam fisika tidak mungkin mengajarkan alat-alat optik. untuk mendorong siswa melakukan interaksi yang produktif dan memberikan pengalaman belajar yang dibutuhkan. strategi mengajar. 3) Sekuens struktural. Peristiwaperistiwa sejarah. Bahan ajar tersusun atas topik-totpik dan sub-subtopik tertentu. a. tanpa terlebih dahulu mengajarkan pemantulan . Kegiatan dan lingkungan demikian dirancang dalam suatu rencana mengajar. Bagian-bagian bahan ajar suatu bidang studi telah mempunyai struktur tetentu. Karena perumusan tujuan khusus strategi. perkembangan historis suatu institusi. Dengan mempelajari sesuatu yang menjadi sebab atau pendahulu para siswa akan menemukan akibatnya. Sekuens bahan ajar Untuk mencapai tiap tujuan mengajar yang telah ditentukan diperlukan hahan ajar. media dan sumber belajar. penemuanpenemuan ilmiah dan sebagainya dapat disusun berdasarkan sekuens kronologis. Menurut Rowntree (1974: 75) "sekuens kausal cocok untuk menyusun bahan ajar dalam bidang meteorologi dan geomorfologi". sekuens bahan ajaran. lingkungan orang-orang. Masih berhubungan erat dengan sekuens kronologis adalah sekuens kausal. maka dalam bagian ini yang akan diuraikan hanya sekuens bahan ajar. dapat digunakan sekuens kronologis.2.

(c) Pengumpulan data. berturut-turut . dengan prosedur sebagai berikut: tujuan-tujuan khusus utama pembelajaran dianalisis. Masalah cahaya. Pada kesempatan lain guru menyajikan data tentang masalah lain d langkah (a) sampai (c) dan ari siswa diminta untuk mengadakan pengetesan hipotesis (d) dan seterusnya. tetapi menurut sekuens psikologis sebaliknya dari keseluruhan kepada bagian. kemudian dicari suatu hierarki urutan bahan ajar untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Dalam sekuens ini mengajar dimulai dengan langkah terakhir dan mundur ke belakang. dikembangkan oleh Thomas Gilbert (1962). Menurut sekuens logis bahan ajar dimulai dari bagian menuju pada keseluruhan. kemudian guru menyajikan data tentang sesuatu masalah dari langkah (a) sampai (d). 5) Sekuens spiral. yaitu: (a) Pembatasan masalah (b) Penyusunan hipotesis. 4) Sekuens logis dan psikologis. Menurut sekuens logis bahan ajar disusun dari yang nyata kepada yang abstrak. Hierarki tersebut menggambarkan urutan perilaku apa yang mula-mula harus dikuasai siswa. pemantulan-pembiasan. dari yang kompleks kepada yang sederhana. dan pemantulan dan pembiasan cahaya tidak mungkin diajarkan tanpa terlebih dahulu mengajarkan masalah cahaya. Bahan ajar dipusatkan pada topik atau pokok bahan tertentu. dari masalah bagaimana kepada masalah mengapa. Bahan ajar juga dapat disusun berdasarkan urutan logis. Contoh. proses pemecahan masalah yang besifat ilmiah. 7) Sekuens berdasarkan hierarki belajar. dari fungsi kepada struktur. Dari topik atau pokok tersebut bahan diperluas dan diperdalam. dan siswa diminta untuk membuat interpretasi hasilnya (e). Rowntree (1974: 77) melihat perbedaan antara sekuens logis dengan psikologis. (d) Pengetesan hipotesis. dikembangkan oleh Bruner (1960).dan pembiasan cahaya. dari benda-benda kepada teori. (e) Interpretasi basil tes. dari yang sederhana kepada yang kompleks. Topik atau pokok bahan ajar tersebut adalah sesuatu yang populer dan sederhana. (backward chaining). meliputi 5 langkah. Dalam mengajarnya mulai dengan langkah (e). 6) Rangkaian ke belakang. tetapi kemudian diperluas dan diperdalam dengan bahan yang lebih kompleks. Model ini dikembangkan oleh Gagne (1965). dan alat-alat optik tersusun secara struktural.

menganalisis. Siswa tidak dituntut untuk mengolah. Reception learning dilihat dari sisi siswa sedangkan exposition dilihat dari sisi guru. verbal association. stimulus-respons learning. Rowntree (1974: 93-97) membagi strategi mengajar itu atas Exposition . motor-chain learning. concept learning. . menerapkan. multiple discrimination. Reception dan exposition sesungguhnya mempunyai makna yang sama. 1970: 63-64). (Gagne. Strategi mengajar Penyusunan sekuens bahan ajar berhubungan erat dengan strategi atau metode mengajar. hanya berbeda dalam pelakunya. is juga harus memikirkan strategi mengajar mana yang sesuai untuk menyajikan bahan ajar dengan urutan seperti itu.sampai dengan perilaku terakhir. mengkategorikan. dan problem-solving learning. siswa dituntut untuk melakukan berbagai kegiatan flienghimpun informasi. Ausubel and Robinson (1969 : 43-45) membaginya atas strategi Reception Learning.Discovery Learning dan Rote Learning. membandingkan.Individual Learning. Dalam exposition atau reception learning keseluruhan bahan ajar disampaikan kepada siswa dalam bentuk akhir atau bentuk jadi. atau melakukan aktivitas lain kecuali menguasainya. Melalui kegiatan-kegiatan tersebut siswa akan menguasainya. mengintegrasikan. 3.Discovery Learning. mereorganisasikan bahan serta membuat kesimpulankosimpulan. a. serta menemukan hal-hal yang bermanfaat bagi dirinya. baik secara lisan maupun secara tertulis.Discovery Learning dan Groups . Ada beberapa strategi yang dapat digunakan dalam mengajar. Dalam discovery learning bahan ajar tidak disajikan dalam hentuk akhir. Pada waktu guru menyusun sekuens suatu bahan ajar. Reception/Exposition Learning . principle learning.Meaningful Lerning. Untuk bidang studi tertentu dan pokokpokok bahasan tertentu hierarki juga dapat mengikuti hierarki tipe-tipe belajar dari Gagne. Gagne mengemukakan 8 tipe belajar yang tersusun secara hierarkis mulai dari yang paling sederhana: signal learning.

yaitu: a) meaningful-reception learning. Dalam rote learning bahan ajar disampaikan kepada siswa tanpa memperhatikan arti atau maknanya bagi siswa. maka kegiatan discovery hanya akan dilakukan oleh siswa-siswa yang pandai dan cepat. dalam kelas besar tidak mungkin semua anak dapat bekerja sama.Individual Learning. konsep. Dalam meaningful learning penyampaian bahan mengutamakan maknanya bagi siswa. Group Learning . . Pelaksanaan discovery learning menuntut aktivitas belajar yang bersifat individual atau dalam kelompok-kelompok kecil. Siswa menguasai bahan ajar dengan menghafalkannya. Lebih lanjut Ausubel and Robinson menekankan bahwa reception-discovery learning dan rote-meaningful learning dapat dikombinasikan satu sama lain sehingga membentuk 4 kombinasi strategi belajar-mengajar. siswa-siswa yang kurang dan lambat. Struktur kognitif terdiri atas fakta-fakta. yang tersusun membentuk suatu struktur dalam pikiran anak. b) rotereception learning. c. Rote learning . hukum dan teori-teori yang telah dikuasai siswa sebelumnya. Masalah pertama. dan kemungkinan menjadi pengganggu kelas. Dengan demikian akan terjadi perbedaan yang semakin jauh antara anak pandai dengan yang kurang. Menurut Ausubel and Robinson (1970: 5253) sesuatu bahan ajar bermakna bila dihubungkan dengan struktur kognitif yang ada pada siswa. Discovery learning dalam bentuk kelas pelaksanaannya agak sukar dan mempunyai beberapa masalah. Di pihak lain anak-anak lambat akan menderita kurang motif belajar. dalil. c) meaningful-discovery learning.Meaningful Learning. acuh tak acuh. karena kemampuan dan kecepatan belajar siswa tidak sama. Masalah lain adalah kemungkinan untuk bekerja sama. proposisi. data.b. akan mengikuti saja kegiatan dan menerima temuan-temuan anak-anak cepat. dan d) rote-discovery learning. Kerja sama hanya akan dilakukan oleh anak-anak yang aktif. yang lain mungkin hanya akan menanti atau menonton.

sedangkan dalam realita orang-orang tersebut hanya menjadi objek pengamatan. berupa alat-alat elektronika seperti mesin pengajaran. objek studi siswa. Media ini merupakan komunikasi langsung antara dua orang atau lebih. Dalam interaksi insani siswa berkomunikasi dengan orang-orang. c. bergerak atau tidak. Untuk pengembangan segi-segi afektif. Perumusan di atas menggambarkan pengertian media yang cukup luas. disket. bentuk-bentuk komunikasi nonverbal seperti: perilaku. dan komputer. simbol tertulis. Interaksi insani dapat bcrlangsung melalui komunikasi verbal atau nonverbal. film. Intensitas interaksi insani dalam berbagai metode mengajar tidak selalu sama. Dalam komunikasi tersebut kehadiran sesuatu pihak secara sadar atau tidak sadar mempengaruhi perilaku yang lainnya. peristiwa. Pictorial. Media mengajar Media mengajar merupakan segala macam bentuk perangsang dan alat yang disediakan guru untuk mendorong siswa belajar. film. terutama dalam perkembangan segi kognitif siswa. dan media lainnya. Rowntree (1974: 104-113) mengelompokkan media mengajar menjadi lima macam dan disebut Modes. penampilan fisik. pictorial. makhluk. Intensitas interaksi insani dalam metode ceramah lebih rendah dibandingkan dengan metode diskusi. audio cassette. mencakup berbagai bentuk perangsang belajar yang sering disebut sebagai audio visual aid. dibuat di atas kertas. roman muka. Realita merupakan bentuk perangsang nyata seperti orang-orang. televisi. kecepatan. benda. Realia. simulasi. . yaitu Interaksi insani. Terutama kehadiran guru mempengaruhi perilaku siswa atau siswasiswanya. dan sebagainya yang diamati siswa. kaset. Media ini menunjukkan penyajian berbagai bentuk variasi gambar dan diagram nyata ataupun simbol. permainan. benda-benda. dan lain-lain lebih memegang peranan penting sebagai contohcontoh nyata. dan rekaman suara. a. serta berbagai bentuk alat penyaji perangsang belajar. b. video cassette. realita. gerakgerik. dan lain-lain.4. sosiodrama. ukuran. Komunikasi yang bersifat verbal memegang peranan penting. Interaksi insani. sikap. Media pictorial mempunyai banyak keuntungan karena hampir semua bentuk. binatang.

Simbol tertulis. dan sebagainya. Ada beberapa macam bentuk media simbol tertulis seperti buku teks. d. Berbagai bentuk informasi dapat disampaikan kepada anak dalam bentuk rekaman suara. Penggunaan rekaman suara tanpa gambar dalam pengajaran bahasa cukup efektif. modul. atau kerucut pengalaman. Rekaman suara. mengemukakan 12 macam media mengajar atau audio visual aid. Juga penyajiannya dapat bervariasi dari bentuk yang paling sederhana seperti sketsa dan bagan sampai dengan yang cukup sempurna seperti film bergerak yang berwarna dan bersuara. buku paket. tetapi tetap efektif. yang disebutnya Cone of Experience. Simbol tertulis merupakan media penyajian informasi yang paling umum. Rekaman suara dapat disajikan secara tersendiri atau digabung dengan media pictorial. atau bentuk-bentuk animasi yang disajikan dalam video atau komputer. dan majalah-majalah. bagan. grafik. e. Dale (1969). yaitu: BAGAN 6. paket program belajar.dan peristiwa dapat disajikan dalam media ini. Penulisan simbol-simbol tertulis biasanya dilengkapi dengan media pictorial seperti gambar-gambar. Kerucut pengalaman dari Edgar Dale .

demikian juga dalam pencapaian tujuan-tujuan belajar dan proses pelaksanaan mengajar. penentuan sekuens bahan ajar. Menurut lingkup luas bahan dan jangka waktu belajar dibedakan antara evaluasi formatif dan evaluasi sumatif. a. strategi mengajar. Tujuan utama dari evaluasi formatif sebenarnya lebih besar ditujukan untuk menilai proses pengajaran. Umpan balik tersebut digunakan untuk mengadakan berbagai usaha penyempurnaan baik bagi penentuan dan perumusan tujuan mengajar. dan media mengajar adalah evaluasi dan penyempurnaan. Tiap kegiatan akan memberikan umpan balik. Dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah evaluasi formatif digunakan untuk menilai penguasaan siswa setelah selesai mempelajari satu pokok bahasan. diadakan suatu evaluasi. strategi. bahan ajar. Evaluasi ini disebut juga evaluasi hasil belajar-mengajar. Untuk tiap tujuan khusus minimal disusun satu butir soal. Evaluasi pengajaran Komponen utama selanjutnya setelah rumusan tujuan. Evaluasi ditujukan untuk menilai pencapaian tujuan-tujuan yang telah ditentukan serta menilai proses pelaksanaan mengajar secara keseluruhan. Dalam evaluasi ini disusun butir-butir soal untuk mengukur pencapaian tiap tujuan khusus yang telah ditentukan. Evaluasi hasil belajar-mengajar Untuk menilai keberhasilan penguasaan siswa atau tujuan-tujuan khusus yang telah ditentukan. Evaluasi formatif ditujukan untuk menilai penguasaan siswa terhadap tujuan-tujuan belajar dalam jangka waktu yang relatif pendek.5. Hasil evaluasi formatif ini terutama digunakan untuk . dan media mengajar.

Dalam implementasi kurikulum atau pelaksanaan pengajaran. Ini sesuai dengan pendapat Grondlund (1976: 499) bahwa eva luasi sumatif berguna bagi: (1) assigning grades. satu semester.memperbaiki proses belajar-mengajar dan membantu mengatasi kesulitankesulitan belajar siswa. and (3) improving learning and instruction. criterion referenced digunakan pada evaluasi formatif. yang lebih bersifat relatif. Dengan demikian norma yang digunakan adalah norma kelompok. Untuk mengukur tingkat penguasaan siswa terhadap tujuan-tujuan yang telah ditentukan atau bahan yang telah diajarkan ada dua macam norma yang digunakan. (2) reporting learning progress to parents. tidak ada suatu kriteria sebagai standar. daerah. sekolah. 1976: 654). evaluasi sumatif dimaksudkan untuk menilai kemajuan belajar siswa (kenaikan kelas. ataupun nasional. . Thorndike. Dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah. selain berfungsi menilai proses. penguasaan siswa dibandingkan dengan tingkat penguasaan kawan-kawannya satu kelompok. yaitu norm referenced dan criterion referenced (Chauhan. Evaluasi sumatif mempunyai fungsi yang lebih luas daripada evaluasi formatif. Dalam norm referenced. juga merupakan evaluasi atau tes diagnostik. sedangkan norm referenced digunakan pada evaluasi sumatif. satu tahun atau selama jenjang pendidikan. (2) to aid in motivating learning. Gronlund (1976: 489) mengemukakan fungsi tes formatif sebagai berikut: (1) to plan corrective action for overcoming learning deficiences. 1979: 170177. Dalam cirterion referenced penguasaan siswa yang diukur dengan sesuatu tes hasil belajar dibandingkan dengan sesuatu kriteria tertentu umpamanya 80% dari tujuan atau bahan yang diberikan. Kelompok ini dapat berupa kelompok kelas. kelulusan ujian) serta menilai efektivitas program secara menyeluruh. Evaluasi sumatif ditujukan untuk menilai penguasaan siswa terhadap tujuan-tujuan yang lebih luas. Gronlund. 1976: 18-19. Dengan demikian evaluasi formatif. dan (3) to increase retention and transfer or learning. Dengan demikian dalam cirterion referenced ada suatu kriteria standar. pupils. sebagai hasil usaha belajar dalam jangka waktu yang cukup lama. and school personnel.

keluarga. baik evaluasi hasil belajar. bahan pengajaran (yang menyangkut sekuens bahan ajar). dan bagimana penyempurnaan tersebut dilaksanakan' Sesuai dengan komponen-komponen yang dievaluasi. bahwa dalam program mengajar komponen-komponen yang dievaluasi meliputi: komponen tingkah laku yang mencakup aspek-aspek (subkomponen): kognitif. metode. Evaluasi pelaksanaan mengajar Komponen yang dievaluasi dalam pengajaran bukan hanya hasil belajarmengajar tetapi keseluruhan pelaksanaan pengajaran. guru. strategi dan media pengajaran. seperti Kepala Sekolah dan Pengawas. yang meliputi evaluasi komponen tujuan mengajar. yang mencakup: siszva. pada dasarnya semua komponen mengajar mempunyai kemungkinan untuk disempurna kan. evaluasi dan umpan balik diadakan secara terus menerus. Karena sifatnya menyeluruh dan terus menerus tersebut maka evaluasi pelaksanaan sistem mengajar dapat dipandang sebagai suatu monitoring. serta komponen evaluasi mengajar sendiri. tim evaluasi Kanwil atau Pusat. Sesuai dengan prinsip sistem. spesialis pendidikan. seperti observasi. angket dan checklist. 6. organisasi. dilihat dari peranannya dan tingkat kelemahannya (Rowntree. maupun evaluasi pelaksanaan mengajar secara keseluruhan. analisis hasil pekerjaan. Penyempurnaan pengajaran Hasil-hasil evaluasi. studi dokumenter. Evaluasi dapat dilakukan oleh guru atau oleh pihak -pihak lain yang berwenang atau diberi tugas. Stufflebeam dan kawan-kawan (1977: 243) mengutip Model Evaluasi dari EPIC. walupun tidak semua komponen mendapat evaluasi yang sama kedalaman dan keluasannya. Penyempurnaan juga mungkin dilakukan secara langsung begitu didapatkan . Komponen apa yang disempurnakan. afektif dan psikomotor. merupakan umpan balik bagi penyempurnaan-penyempurnaan lebih lanjut. 1974: 150-151). dan komponen populasi. dan masyarakat. Untuk mengevaluasi komponenkomponen dan proses pelaksanaan mengajar bukan hanya digunakan tes tetapi juga digunakan bentuk-bentuk nontes. komponen mengajar mencakup subkomponen: isi.b. Suatu komponen mendapatkan prioritas lebih dulu atau mendapatkan penyempurnaan lebih banyak. fasilitas dan biaya. administrator.

Penyusunan desain kurikulum dapat dilihat dari dua dimensi. Susunan lingkup ini sering diintegrasikan dengan proses belajar dan mengajarnya. Penyempurnaan mungkin dilaksanakan sendiri oleh guru. Semua hal tersebut bergantung pada kesimpulan-kesimpulan hasil evaluasi. Dimensi horisontal berkenaan dengan penyusunan dari lingkup isi kurikulum. Berdasarkan pada apa yang menjadi fokus pengajaran. yaitu: 1. Bahan tersusun mulai dari yang mudah. the disciplines design dan the broad fields design. atau ditangguhkan sampai jangka waktu tertentu bergantung pada urgensinya dan kemungkinannya mengadakan penyempurnaan. suatu desain kurikulum yang mengutamakan peranan siswa. kemudian menuju pada yang lebih sulit. Learner centered design. desain kurikulum yang berpusat pada masalahmasalah yang dihadapi dalam masyarakat. Pada problems centered design dikenal pula the areas of living design dan the core design. Dimensi vertikal menyangkut penyusunan sekuens bahan berdasarkan urutan tingkat kesukaran. dalam suatu pola desain terdapat beberapa variasi desain kurikulum. tetapi dalam hal-hal tertentu mungkin dibutuhkan bantuan atau saran-saran orang lain baik sesama personalia sekolah atau ahli pendidikan dari luar sekolah.sesuatu informasi umpan balik. Desain Kurikulum Desain kurikulum menyangkut pola pengorganisasian unsur-unsur atau komponen kurikulum. 3. Dalam subject centered design dikenal ada: the subject design. B. Subject centered design. Walaupun bertolak dari hal yang sama. Problems centered design. suatu desain kurikulum yang berpusat pada bahan ajar. atau mulai dengan yang dasar diteruskan dengan yang lanjutan. Penyempurnaan juga mungkin bersifat menyeluruh atau hanya menyangkut bagian-bagian tertentu. 2. yaitu dimensi horisontal dan vertikal. sekurangkurangnya dikenal tiga pola desain kurikulum. .

dan berupaya untuk mewariskannya kepada generasi berikutnya. Karena mengutamakan isi atau bahan ajar atau subject matter tersebut. sebab dalam kenyataan pengetahuan itu merupakan satu kesatuan. 2) karena mengutamakan bahan ajar maka peran peserta didik sangat pasif. dan bermakna serta memberikan peran yang lebih a ktif kepada siswa. adalah: 1) karena pengetahuan diberikan secara terpisah-pisah. dievaluasi. dan mata-mata pelajaran tersebut diajarkan secara terpisah-pisah. hal itu bertentangan dengan kenyataan. Atas dasar tersebut. maka desain kurikulum ini disebut juga subject academic curriculum. a. praktis. Dalam subject centered design. dilaksanakan. Subject centered design Subject centred design curriculum merupakan bentuk desain yang paling populer. dengan demikian pengajaran lebih bersifat verbalistis dan kurang praktis. Model design curriculum ini mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan. Orang-orang Yunani dan kemudian Romawi mengembangkan Trivium dan Quadrivium. Model desain ini telah ada sejak lama. Materi pelajaran disajikan secara terpisahpisah dalam bentuk mata-mata pelajaran. Beberapa kritik yang juga merupakan kekurangan model desain ini. The Subject Design The subject design curriculum merupakan bentuk desain yang paling murni dari subject centered design. 3) pengajaran lebih menekankan pengetahuan dan kehidupan masa lalu. dan retorika. Beberapa kelebihan dari model desain kurikulum ini adalah: 1) mudah disusun. Trivium meliputi gramatika. nilai-nilai dan warisan budaya masa lalu. Kurikulum tersusun atas sejumlah mata-mata pelajaran.1. Karena terpisahpisahnya itu maka kurikulum ini disebut juga separated subject curriculum. para pengkritik menyarankan perbaikan ke arah yang lebih terintegrasi. sedangkan . kurikulum dipusatkan pada isi atau materi yang akan diajarkan. logika. Subject centered desain berkembang dari konsep pendidikan klasik yang menekankan pengetahuan. paling tua dan paling banyak digunakan. 2) para pengajarnya tidak perlu dipersiapkan khusus. asal menguasai ilmu atau bahan yang akan diajarkan sering dipandang sudah dapat menyampaikannya. dan disempurnakan.

dan musik. geometri. juga berkembang mata-mata pelajaran praktis seperti pertanian. membutuhkannya atau tidak. 3) Kurikulum ini kurang memperhatikan minat. dan nilai-nilai yang telah ditemukan oleh ahliahli sebelumnya. berkenaan dengan mata pencaharian (pendidikan vokasional). Pada saat itu mulai berkembang mata-mata pelajaran fisika. . Para siswa dituntut untuk menguasai semua pengetahuan yang diberikan. Tidak jarang siswa menguasai bahan hanya pada tahap hafalan. astronomi. Pendidikan hanya diperuntukkan bagi anak-anak golongan bangsawan yang tidak usah bekerja mencari nafkah. matematika. kesejahteraan keluarga. Meskipun ada kelemahan-kelemahan di atas. Karena pelajaran-pelajaran tersebut diberikannya secara terpisah-pisah. 4) Isi kurikulum disusun berdasarkan sistematika ilmu sering menimbulkan kesukaran di dalam mempelajari dan menggunakannya. keterampilan.Quadrivium. biologi. terlepas dari kejadian-kejadian yang hangat. tetapi pada pembentukan pribadi dan status sosial (Liberal Art). Lebih rinci kelemahan-kelemahan bentuk kurikulum ini adalah: 1) Kurikulum memberikan pengetahuan terpisah-pisah. Pada saat itu pendidikan tidak diarahkan pada mencari nafkah. apakah mereka menyenangi atau tidak. Cara penyampaian utama adalah ekspositori yang menyebabkan peranan siswa pasif. Karena kelebihan-kelebihan tersebut bentuk kurikulum ini lebih banyak dipakai. Isi pelajaran diambil dari pengetahuan. bahasa yang masih bersifat teoretis. bentuk desain kurikulum ini mempunyai beberapa kelebihan. 5) Kurikulum lebih mengutamakan isi dan kurang memperhatikan cara penyampaian. maka siswa menguasainya pun terpisah-pisah pula. bahan dikuasai secara verbalistis. ekonomi. dan lain-lain. yang sedang berlangsung saat sekarang. Pada abad 19 pendidikan tidak lagi diarahkan pada pendidikan umum (Liberal Art). tata buku. kimia. tetapi pada pendidikan yang lebih yang bersifat praktis. 2) Isi kurikulum diambil dari masa lalu. satu terlepas dari yang lainnya. kebutuhan dan pengalaman para peserta didik.

psikologi dengan teknik atau cara mengemudi. 2. b. batu pertama dari hal itu adalah isi dari kurikulum. 3. 5. yang membedakan apakah suatu pengetahuan itu ilmu atau subject dan bukan adalah batang tubuh keilmuannya. baik oleh guru-guru maupun orang tua. Walaupun bertolak dari hal yang sama tetapi antara keduanya terdapat perbedaan. maka penyusunannya cukup mudah. sebab pada Perguruan Tinggi umumnya digunakan bentuk ini. Isi kurikulum yang diberikan di sekolah adalah disiplin-disiplin ilmu. keduanya masih menekankan kepada isi atau materi kurikulum. areas of living design dan core design. karena metode utamanya adalah metode ekspositori yang dikenal tingkat efisiennya cukup tinggi. Untuk menegaskan hal itu mereka menggunakan istilah disiplin. Bentuk ini dapat dilaksanakan secara efisien. Menurut pandangan ini sekolah adalah mikrokosmos dari dunia intelek. Batang tubuh keilmuan menentukan apakah suatu bahan pelajaran itu disiplin ilmu atau bukan. Pada subject design belum ada kriteria yang tegas tentang apa yang disebut subject (ilmu). Dengan adanya kelemahan-kelemahan di atas pengembang kurikulum subject design tidak tinggal diam. Dalam rumpun subject centerd. Bentuk ini memudahkan para peserta didik untuk mengikuti pendidikan di Perguruan Tinggi. Belum ada perbedaan antara matematika. sehingga lebih mudah untuk dilaksanakan. Bentuk ini sangat ampuh sebagai alat untuk melestarikan dan mewariskan warisan budaya masa lalu. Karena materi pelajaran diambil dari ilmu yang sudah tersusun secara sitematis logis. seperti activity atau experience design. The Disciplines Design Bentuk ini merupakan pengembangan dari subject design. Pada disciplines design kriteria tersebut telah tegas. Begitu juga pengembangan bentuk-bentuk lain di luar subject centered. 4. Bentuk ini sudah dikenal lama.1. Para pengembang kurikulum dari . semuanya disebut subject. mereka berusaha untuk memperbaikinya. the broad field design merupakan pengembangan dari bentuk ini.

peserta didik tidak hanya menguasai serentetan fakta. Meskipun telah menunjukkan beberapa kelebihan bentuk. dan sebagainya. Bentuk ini memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan subject design. Ketiga. Para peserta didik didorong untuk memahami logika atau struktur dasar suatu disiplin. Kedua. Pertama. memahami konsep-konsep. Dalam model . c. disciplines design tidak seperti subject design yang menekankan penguasaan fakta-fakta dan informasi tetapi pada pemahaman (understanding). susunan kurikulum belum efisien baik untuk kegiatan belajar maupun untuk penggunaannya. hubungan dan proses-proses intelektual yang berkembang pada siswa. Kelima. psikologi. biologi. ide-ide dan prinsip-prinsip penting. Hanya dengan menguasai hal-hal itu. kurikulum ini bukan hanya memiliki organisasi yang sistematik dan efektif tetapi juga dapat memelihara integritas intelektual pengetahuan manusia. desain ini masih memiliki beberapa kelamahan. tetapi menggunakan pendekatan inkuiri dan diskaveri. prinsip hasil hafalan tetapi menguasai konsep. belum mampu mengintegrasikan sekolah dengan masyarakat atau kehidupan. meskipun sudah lebih luas dibandingkan dengan subject design tetapi secara akademis dan intelektual masih cukup sempit. Kedua. kata mereka. The Broad Fields Design Baik subject design maupun disciplines design masih menunjukkan adanya pemisahan antar-mata pelajaran. belum dapat memberikan pengetahuan yang terintegrasi. belum bertolak dari minat dan kebutuhan atau pengalaman peserta didik. Keempat. Pertama.aliran ini berpegang teguh pada disiplin-disiplin ilmu seperti: fisika. Salah satu usaha untuk menghilangkan pemisahan tersebut adalah mengembangkan the broad filed design. peserta didik akan memahami masalah dan mampu melihat hubungan berbagai fenomena baru. Perbedaan lain adalah dalarn tingkat penguasaan. Disciplines design sudah mengintegrasikan unsur-unsur progresifisme dari Dewey. juga didorong untuk memahami cara mencari dan menemukannya (modes of inquiry and discovery). sosiologi. Proses belajarnya tidak lagi menggunakan pendekatan ekspositori yang menyebabkan peserta didik lebih banyak pasif.

ini mereka menyatukan beberapa mata pelajaran yang berdekatan atau berhubungan menjadi satu bidang studi seperti Sejarah, Geografi, dan Ekonomi digabung menjadi Ilmu Pengetahuan Sosial, Aljabar, Ilmu Ukur, dan Berhitung menjadi Matematika, dan sebagainya. Tujuan pengembangan kurikulum broad field adalah menyiapkan para siswa yang dewasa ini hidup dalam dunia informasi yang sifatnya spesialistis, dengan pemahaman yang bersifat menyeluruh. Bentuk kurikulum ini banyak digunakan di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama, di sekolah menengah atas penggunaannya agak terbatas apalagi di perguruan tinggi sedikit sekali. Ada dua kelebihan penggunaan kurikulum ini. Pertama, karena dasarnya bahan yang terpisah-pisah, walaupun sudah terjadi penyatuan beberapa mata kuliah masih memungkinkan penyusunan warisan-warisan budaya secara sistematis dan teratur. Kedua, karena mengintegrasikan beberapa mata kuliah memungkinkan peserta didik melihat hubungan antara berbagai hal. Di samping kelebihan tersebut, ada beberapa kelemahan model kurikulum ini. Pertama kemampuan guru, untuk tingkat sekolah dasar guru mampu menguasai bidang yang luas, tetapi untuk tingkat yang lebih tinggi, apalagi di perguruan tinggi sukar sekali. Kedua, karena bidang yang dipelajari itu luas, maka tidak dapat diberikan secara mendetil, yang diajarkan hanya permukaannya saja. Ketiga, pengintegrasian bahan ajar terbatas sekali, tidak menggambarkan kenyataan, tidak memberikan pengalaman yang sesungguhnya bagi siswa, dengan demikian kurang membangkitkan minat belajar. Keempat, meskipun kadarnya lebih rendah dibandingkan dengan subject design, tetapi model ini tetap menekankan tujuan penguasaan bahan dan informasi. Kurang menekankan proses pencapaian tujuan ya.lg sifatnya afektif dan kognitif tingkat tinggi.

2. Learner-centered design Sebagai reaksi sekaligus penyempurnaan terhadap beberapa kelemahan subject centered design berkembang learner centered design. Desain ini berbeda dengan subject centered, yang bertolak dari cita-cita untuk melestarikan dan mewariskan budaya, dan karena itu mereka mengutamakan peranan isi dari kurikulum.

Learner centered, memberi tempat utama kepada peserta didik. Di dalam pendidikan atau pengajaran yang belajar dan berkembang adalah peserta didik sendiri. Guru atau pendidik hanya berperan menciptakan situasi belajar-mengajar, mendorong dan memberikan bimbingan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Peserta didik bukanlah tiada daya, dia adalah suatu organisme yang punya potensi untuk berbuat, berperilaku, belajar dan juga berkembang sendiri. Learner centered design bersumber dari konsep Rousseau tentang pendidikan alam, menekankan perkembangan peserta didik. Pengorganisasian kurikulum didasarkan atas minat, kebutuhan dan tujuan peserta didik. Ada dua ciri utama yang membedakan desain model learner centred dengan subject centered. Pertama, learner centered design mengembangkan kurikulum dengan bertolak dari peserta didik dan bukan dari isi. Kedua, learner centered bersifat not-preplanned (kurikulum tidak diorganisasikan sebelumnya) tetapi dikembangkan bersama antara guru dengan siswa dalam penyelesaian tugas-tugas pendidikan. Organisasi kurikulum didasarkan atas masalah -masalah atau topik-topik yang menarik perhatian dan dibutuhkan peserta didik dan sekuensnya disesuaikan dengan tingkat perkembangan mereka. Ada beberapa variasi model ini yaitu the activity atau experience design, humanistic design, the open, free design, dan lain-lain. Pada tulisan ini akan dikemukakan sebagian saja. a. The Activity atau Experience Design Model desain ini berawal pada abad 18, atas hasil karya dari Rousseau dan Pestalozzi, yang berkembang pesat pada tahun 1920/1930-an pada masa kejayaan Pendidikan Progresif. Berikut beberapa ciri utama activity atau experience design. Pertama, struktur kurikulum ditentukan oleh kebutuhan dan minat peserta didik. Dalam mengimplementasikan ciri ini guru hendaknya: a) Menemukan minat dan kebutuhan peserta didik, b) Membantu para siswa memilih mana yang paling penting dan urgen. Hal ini cukup sulit, sebab harus dapat dibedakan mana minat dan kebutuhan yang sesungguhnya dan mana yang hanya angan-angan. Untuk itu guru perlu menguasai benar perkembangan dan karakteristik peserta didik.

Kedua, karena struktur kurikulum didasarkan atas minat dan kebutuhan peserta didik, maka kurikulum tidak dapat disusun jadi sebelumnya, tetapi disusun bersama oleh guru dengan para siswa. Demikian juga tujuan yang akan dicapai, sumber-sumber belajar, kegiatan belajar dan prosedur evaluasi, dirumuskan bersama siswa. Istilah yang mereka gunakan adalah teacher-student planning. Seperti dikemukakan oleh Smith, Stanley and Shores (1977: 274-1725) bahwa tugas guru adalah: ... discovering students interest, guiding students in selection of interest, helping groups and individuals to plan and carryout learning activi ties, and assisting learners to appraise their experience. In short, the teacher must prepare in advance to help learners decide what to to do, how to do it, and how to evaluate the results. Ketiga, desain kurikulum tersebut menekankan prosedur pemecahan masalah. Di dalam proses menemukan minatnya peserta didik menghadapi hambatan atau kesulitan-kesulitan tertentu yang harus diatasi. Kesulitankesulitan tersebut menunjukkan problema nyata yang dihadapi peserta didik. Dalam menghadapi dan mengatasi masalah-masalah tersebut, peserta didik melakukan proses belajar yang nyata, sungguh-sungguh bermakna, hidup dan relevan dengan kehidupannya. Berbeda dengan subject design yang menekankan isi, activity design lebih mengutamakan proses (keterampilan memecahkan masalah). Ada beberapa kelebihan dari desain kurikulum ini. Pertama, karena kegiatan pendidikan didasarkan atas kebutuhan dan minat peserta didik, maka motivasi belajar bersifat intrinsik dan tidak perlu dirangsang dari luar. Fakta-fakta, konsep, keterampilan dan proses pemecahan dipelajari peserta didik karena hal itu mereka perlukan. jadi belajar benar-benar relevan dan bermakna. Kedua, pengajaran memperhatikan perbedaan individual. Mereka turut dalam kegiatan belajar kelompok karena membutuhkannya, demikian juga kalau mereka melakukan kegiatan individual. Ketiga, kegiatan-kegiatan pemecahan masalah memberikan bekal kecakapan dan pengetahuan untuk menghadapi kehidupan di luar sekolah. Beberapa kritik yang menunjukkan kelemahan dilontarkan terhadap model desain kurikulum

Pertama, penekanan pada minat dan kebutuhan peserta didik belum tentu cocok dan memadai untuk menghadapi kenyataan dalam kehidupan. Kehidupan dunia modern sangat kompleks, peserta didik belum tentu mampu melihat dan merasakan kebutuhan-kebutuhan esensial. Kedua, kalau kurikulum hanya menekankan minat dan kebutuhan peserta didik, dasar apa yang digunakan untuk menyusun struktur kurikulum. Kurikulum tidak mempunyai pola dan struktur. Kedua kritik ini tidak semuanya benar, sebab beberapa tokoh activity design telah mengembangkan struktur ini. Dewey dalam sekolah laboratoriumnya menyusun struktur di sekitar kebutuhan manusia, kebutuhan sosial, kebutuhan untuk membangun, kebutuhan untuk meneliti dan bereksperimen dan kebutuhan untuk berekspresi dan keindahan. Ketiga, activity design curriculum sangat lemah dalam kontinuitas dan sekuens bahan. Dasar minat peserta didik tidak memberikan landasan yang kuat untuk menyusun sekuens, sebab minat mudah sekali berubah karena pengaruh perkembangan, kematangan dan faktor-faktor lingkungan. Beberapa usaha telah dilakukan untuk mengatasi kelemahan ketiga ini: 1) usaha untuk menemukan sekuens perkembangan kemampuan mental peserta didik, seperti perkembangan kemampuan kognitif dari Piaget, 2) penelitian tentang pusat-pusat minat pada berbagai tingkat usia. Penemuan tentang pusat-pusat minat yang lebih terinci dijadikan dasar penyusunan sekuens kurikulum. Keempat, kritik terhadap model desain kurikulum ini dikatakan tidak dapat dilakukan oleh guru biasa. Kurikulum ini menuntut guru ahli general education plus ahli psikologi perkembangan dan human relation. Model desain ini sulit menemukan buku-buku sumber, karena buku yang ada disusun berdasarkan subject atau discipline design. Kesulitan lain adalah apabila peserta didik akan melanjutkan studi ke perguruan tinggi, sebab di perguruan tinggi digunakan model subject atau discipline design.

3. Problem centered design Problem centered design berpangkal pada filsafat yang mengutamakan peranan manusia (man centered). Berbeda dengan learner centered yang mengutamakan manusia atau peserta didik secara individual, problem centered

design menekankan manusia dalam kesatuan kelompok yaitu kesejahteraan masyarakat. Konsep pendidikan para pengembang model kurikulum ini berangkat dari asumsi bahwa manusia sebagai makhluk sosial selalu hidup bersama. Dalam kehidupan bersama ini manusia menghadapi masalah-masalah bersama yang harus dipecahkan bersama pula. Mereka berinteraksi, berkooperasi dalam memecahkan masalah-masalah sosial yang mereka hadapi untuk mcningkatkan kehidupan mereka. Konsep-konsep ini menjadi landasan pula dalam pendidikan dan pengembangan kurikulum. Berbeda dengan learner centered, kurikulum mereka disusun sebelumnya (preplanned). Isi kurikulum berupa masalahmasalah sosial yang dihadapai peserta didik sekarang dan yang akan datang. Sekuens bahan disusun berdasarkan kebutuhan, kepentingan dan kemampuan peserta didik. Problem centered design menekankan pada isi maupun perkembangan peserta didik. Minimal ada dua variasi model desain kurikulum ini, yaitu The Areas of living design, dan The Core design.

a. The Areas of Living Design Perhatian terhadap bidang-bidang kehidupan sebagai dasar penyusunan kurikulum telah dimulai oleh Herbert Spencer pada abad 19, dalam tulisan yang berjudul What knowledge is of most Worth? Areas of living design seperti learner centered design menekankan prosedur belajar melalui pemecahan masalah. Dalam prosedur belajar ini tujuan yang bersifat proses (process objectives) dan yang bersifat isi (content objectives) diintegrasikan. Penguasaan informasi-informasi yang lebih bersifat pasif tetap dirangsang. Ciri lain dari model desain ini adalah menggunakan pengalaman dan situasi-situasi nyata dari peserta didik sebagai pembuka dan mempelajari bidang-bidang kehidupan. Strategi yang sama juga digunakan dalam subject centered design, tetapi pelaksanaannya mengalami kesulitan, sebab dalam desain tersebut hubungan mata pelajaran dengan bidang dan pengalaman hidup peserta didik sangat kecil. Sebaliknya dalam the areas of living hubungannya besar sekali. Tiap pengalaman peserta didik sangat erat hubungannya dengan bidang-bidang kehidupan sehingga

timbul organisasi isi kurikulum yang berbeda-beda. maka desain ini mendorong penggunaan prosedur belajar pemecahan masalah. the areas of living design merupakan the subject matter design tetapi dalam bentuk yang terintegrasi. penentuan lingkup dan sekuens dari bidang-bidang kehidupan yang sangat esensial (penting) sangat sukar. Pemisahan antara subject dihilangkan oleh problema-problema kehidupan sosial. karena kurikulum hanya memusatkan perhatian pada pemecahan masalah sosial pada saat sekarang. ada kecenderungan untuk mengindoktrinasi peserta didik dengan kondisi yang ada. Kedua. Beberapa kritik dilontarkan dan menunjukkan kelemahan model desain ini.dapat dikatakan suatu desain kurikulum bidang-bidang kehidupan yang dirumuskan dengan baik akan merangkumkan pengalaman-pengalaman sosial peserta didik. motivasi belajar datang dari dalam din peserta didik. peserta didik tidak tovIlhat alternatif lain. yaitu untuk memecahkan masalah-masalah dalam kehidupan. desain tersebut akan mempertahankan status quo. dan dapat menginternalisasi artinya. Ketiga. Kedua. sebagai akibat dari kesulitan pertama. desain ini sekaligus menarik minat peserta didik dan mendekatkannya pada pemenuhan kebutuhan hidupnya dalam masyarakat. karena kurikulum diorganisasikan di sekitar problema-problema peserta didik dalam kehidupan sosial. Melalui kurikulum ini para peserta didik akan mcmperoleh pengetahuan. padahal apa yang telah ditemukan pada masa lalu penting untuk memahami dan memecahkan masalah masalah masa kini. baik mengenai masa lalu maupun masa yang akan 'Wang. Pertama. Keempat desain tersebut menyajikan bahan ajar dalam bentuk yang fungsional. tidak perlu dirangsang dari luar. menyajikan bahan ajar dalam bentuk yang relevan. Desain ini mempunyai beberapa kebaikan dibandingkan dengan bentuk desaindesain lainnya. Ketiga. secara langsung dipraktikkan dalam kehidupan. Lebih dari itu kurikulum ini membawa peserta didik dalam hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat. Prinsip-prinsip belajar aktif dapat diterapkan dalam model desain ini. sama hainva dengan . Keempat. sebab diarahkan pada pemecahan masalah peserta didik. desain tersebut sama sekali mengabaikan warisan budaya. Kelima. Dengan demikian. Kelima. maka lemahnya atau kurangnya integritas dan kontinuitas organisasi isi kurikulum. Pertama.

(5) the areas of living core. Pada beberapa kurikulum yang berlaku di Indonesia dewasa ini. The Core Design The core desgin kurikulum timbul sebagai reaksi utama kepada separate subjects design. b. guru-guru tersebut juga memberikan bimbingan terhadap perkembangan sosial pribadi peserta didik. The core curriculum diberikan guru-guru yang memiliki penguasaan dan berwawasan luas. (3) the fused core. (2) the correlated core. Kalau kelompok mata kuliah/pelajaran spesialisasi diarahkan pada pengusaan keahlian/kejuruan tertentu. maka kelompok mata pelajaran ini ditujukan pada pembentukan pribadi yang sehat. yang sifatnya terpisah-pisah. Di samping memberikan pengetahuan. matang. baik guru maupun buku dan media lain tidak banyak yang disiapkan untuk model tersebut sehingga di dalam pelaksanaannya akan mengalami beberapa kesulitan. Karena pengaruh Pendidikan Progresif. bukan spesialis. . beberapa mata pelajaran yang dipandang mendasari atau menjadi inti mata pelajaran lainnya dijadikan core. dan diarahkan pada pengembangan kemampuankemampuan pribadi dan sosial. (4) the activity/experience core. Mayoritas memandang core curriculum sebagai suatu model pendidikan atau program pendidikan yang memberikan pendidikan umum. The separate subjects core.kritik terhadap learner centered design. nilainilai dan keterampilan sosial. mereka memilih mata-mata pelajaran/bahan ajar tertentu sebagai inti (core). Pelajaran lainnya dikembangkan di sekitar core tersebut. berkembang teori tentang core design yang didasarkan atas pandangan Progresif. Menurut konsep ini inti-inti bahan ajar dipusatkan pada kebutuhan individual dan sosial. Dalam mengintegrasikan bahan ajar. dan (6) the social problems core. Salah satu usaha untuk mengatasi keterpisahan antar-mata pelajaran. dan warga masyarakat yang mampu membina kerja sama yang baik pula. core curriculum disebut kelompok mata kuliah atau pelajaran dasar umum. baik. Ada beberapa variasi desain core curriculum yaitu: (1) the separate subject core. Terdapat banyak variasi pandangan tentang the core design.

kelaparan. sedang the social problems core mencoba memberikan penilaian yang sifatnya kritis dari sudut sistem nilai sosial dan pribadi yang berbeda. Antropologi. Ekonomi dipadukan menjadi Studi Kemasyarakatan. Sejarah. The fused core. Dalam beberapa hal model ini sama dengan the areas of living core. Halhal di atas adalah sesuatu yang mendesak untuk dipecahkan dan berisi suatu kontroversial bersifat pro dan kontra. The areas of living core. The areas of living core cenderung memelihara dan mempertahankan kondisi yang ada. Berbentuk pendidikan umum yang isinya diambil dari masalah-masalah yang muncul di masyarakat. The activity/experience core. Bentuk desain ini dipandang sebagai core design yang paling murni dan paling cocok untuk program pendidikan umum. Sosiologi. inflasi. mengikuti pola seperti yang digambarkan dengan urutan pertanyaan-pertanyaan berikut: .The correlated core. Geografi. dan sebagainya. Kurikulum ini juga berpangkal dari separate subject. Beberapa contoh masalah sosial yang menjadi tema model core design ini adalah kemiskinan. rasialisme. Perbedaannya terletak pada the areas of living core didasarkan atas kegiatan-kegiatan manusia yang unviversal tetapi tidak berisi hal yang kontroversial. tetapi organisasinya berstruktur dan dirancang sebelumnya. Seperti halnya pada learner centered. Penyusunan kurikulum the social problems core. Desain model ini berpangkal juga pada pendidikan progresif. pengintegrasiannya bukan hanya antara dua atau tiga pelajaran tetapi lebih banyak. dengan jalan mengintegrasikan beberapa mata pelajaran yang erat hubungannya. perang senjata nuklir. sedangkan the social problems core didasarkan atas problemaproblema yang mendasar dan bersifat kontroversial. Model desain ini pun merupakan produk dari pendidikan progresif. the acitivity /experience core dipusatkan pada minat-minat dan kebutuhan peserta didik. Dalam studi ini dikembangkan tema-tema masalah umum yang dapat ditinjau dari berbagai sudut pandang. Model desain ini berkembang dari pendidikan progresif dengan learner centerd design-nya. Model desain ini pun berkembang dari the separate subjects design. The social problems core.

Jika gambaran pada pertanyaan 3 berbeda dengan pertanyaan 2. Apa akibatnya bila kita torus mempertahankan kondisi yang ada ini? 3.1. Model desain ini merupakan reaksi terhadap encapsulation. Kurikulum the social problems core tidak bersifat kaku. yang memiliki pengetahuan dan kemampuan yang lebih lengkap. Bagaimana gambaran masyarakat yang ada dewasa ini? 2. pengetahuan dan kemampuan yang demikian akan tercapai melalui penggunaan empat cara penguasaan. baik secara kelompok maupun individual. tetapi kenya taannya karena berbagai hambatan. usaha apa yang dapat dilakukan untuk mengatasinya. tingkat kesukaran. hanya sebagian kecil yang mereka kuasai. minat. tepat dan seimbang. pengamatan (empirisme). yaitu melalui: pemikiran (rasionalisme). The Unencapsulation design. The Unencapsulation design diarahkan pada pengembangan manusia yang lebih baik. Bagaimana gambaran keadaan masyarakat yang ideal? 4. pengalaman dan penguasaan sebelumnya. pencetus konsep ini. Desain ini juga sama dengan uncaptulsation menekankan pendidikan umum. Desain kurikulum dari Becker lebih menekankan pada isi . seperti: kematangan. Menurut konsep encapsulation manusia memiliki kemampuan untuk mengamati dan memahami seluruh yang ada di dunia ini. perasaan (intuisisme). percaya kepada diri sendiri (self reliant) dan menyatu dengan masyarakatnya. agar tetap mutakhir dan relevan dengan perkembangan masyarakat. Menu rut Joseph Royce. Becker ingin mengembangkan suatu model pendidikan yang dapat menghilangkan "keterasingan" (alination yang mempunyai makna yang sama dengan encapsulation). Terhadap model-model desain di atas dapat ditambahkan dua model lain yang juga menekankan pendidikan umum yaitu the unencapsulation design dan Becker's Humanistic design. Beckers's Humanistic Design. terbuka untuk penyempurnaan pada setiap saat. Ia bercita-cita ingin mendidik anak menjadi manusia "ideal" yaitu manusia sejati (authentic) tidak palsu atau pura pura. dan kepercayaan (otoritarianisme). Sekuens kurikulum disusun dengan memperhatikan prinsip-prinsip psikologis.

modelmodel rencana pengajaran seperti simulasi. buku ini mengupas rencana pelajaran. Dalam rencana pengajaran kelompok dijelaskan desain pengajaran yang bersifat makro dan mikro. Producing Instructional Systems: Lesson Planning for Individualized and Group Learning Activities. dan 3) Dimensi teologis. Dalam buku ini konsep-konsep dasar serta pengembangan dalam sistem instruksional diuraikan dengan dengan jelas. struktur pengetahuan dan analisisnya. yaitu 1) Dimensi individu. struktur tingkah laku atau keterampilan. Hal tersebut sangat diperlukan dalam menganalisis. permainan. New York: Nichols Publishing. langkah-langkah penyusunan desain pengajaran. Buku ini membahas dasar-dasar teori dan praktik teknologi instruksional. dan sebagainya serta evaluasi pengajaran. sedangkan dimensi teologis membahas keharusan manusia beragama dan bahaya-bahaya sekulerisme. serta beberapa bentuk atau model sistem pengajaran individual. teknologi proses.daripada proses. pendekatan sistem. Buku Acuan Romiszowski. Desain pengajaran yang bersifat makro meliputi: analisis pengetahuan dan keterampilan. Knirk. dimensi sosial dan historis membahas kehidupan kemasyarakatan dan sejarah perkembangan manusia.J. (1984). Frederick G. Instructional Technology. Sesuai dengan anak judulnya. Dalam rencana pelajaran individual diuraikan: bagaimana menganalisis konsep-konsep yang akan diajarkan. Konsep tersebut meliputi pengajaran dan belajar. Isi kurikulumnya dipusatkan pada tiga bidang. A. Kent L. serta . 2) Dimensi sosial dan historis. Dimensi individu membahas keadaan dan keberadaan manusia. C. A Systematic Approach to Education. teknologi belajar. serta beberapa contoh desain pengajaran dalam bidang-bidang studi tertentu. & Gustafson. struktur dan sistem pengajaran individual. Rinehart and Winston. merencanakan. (1986). mengembangkan. mengevaluasi. New York: Holt. teori belajar. baik yang bersifat individual maupun kelompok. Dalam desain pengajaran yang bersifat mikro diuraikan: pemilihan dan penyusunan taktik-taktik pengajaran. serta mengelola pengajaran.

Dalam pengelolaan pengajaran diuraikan pengembangan sarana dan prasarana belajar. dan pada bagian akhir diuraikan pelaksanaan kurikulum yang didasarkan atas behavioral objectives. Interaction of Media. seminar yang mendalam bersama sejumlah besar ahli. pemilihan dan penggunaan strategi belajar. Cognition and Learning. telah menyadarkan guru-guru dan dosen tentang pentingnya tujuan dan desain pengajaran. evaluasi program serta penyebaran inovasi pengajaran. sejak awal pengajaran guru dan siswa harus mengetahui keseluruhan perilaku yang ingin dicapai siswa. Dalam konsep teknologi instruksional diuraikan langkah-langkah umum pengembangan desain instruksional. Gavriel. Dengan buku ini diungkapkan bahwa media merupakan bagian yang tak . khususnya media pendidikan. teori dan strategi belajar-mengajar. Buku ini sangat berharga bagi para ahli psikologi pendidikan. Sidney J. Teacher's Handbook for A Functional BehaviorBased Curriculum. Pada bagian berikutnya dikemukakan pemetaan dari kurikulum menurut behavioral objectives. Selama ini media dianggap hanya sebagai alat bantu pengajaran. diperdalam dengan pengkajian. Pada bagian pertama buku tersebut diuraikan dasar-dasar kurikulum yang didasarkan pada perilaku: peranan sekolah secara ideal dan nyata. yang meliputi: tujuan instruksional. Apa yang dibahas dalam buku ini merupakan landasan teoretis dari penggunaan media dalam pendidikan. kurikulum dan pengajaran. Salomon. Pengajaran harus selalu bertemakan tujuantujuan tersebut. keseluruhan behavior objectives dan disiplin ilmu. Menurut penulis gerakan dari Behavior Objectives selama 20 tahun. Englewood Cliff. Drumheller. diskusi. San Fransisco: Jossey-Bass Publishers. New Jersey: Educational Technology Publications. Buku ini menyajikan uraian secara mendasar tentang kurikulum yang didasarkan atas behavioral objectives. (1972).pengembangan dari masing-masing proses. Menurut penulis.selama 10 tahun. Tulisan ini disusun berdasarkan hasil penelitian . (1979). sebab selain memberikan landasan teori yang kuat juga membukakan kunci sekaligus horison baru bagi penelitian tentang aspek-aspek psikologis media komunikasi.

dan salah satu bentuk penyajian dan penyampaian sistem simbol adalah dalam media.terpisahkan dari proses berpikir. Dilatarbelakangi oleh dasar pendidikan penulis yang pernah mendalami teater. Proses berpikir menyangkut sistem simbol. . media yang lebih banyak mendapatkan sorotan adalah media visual dalam konteks kebudayaan.

Pendapat demikian tidak seluruhnya benar tetapi mengandung kebenaran. Keduanya mempunyai kelebihan dan kekurangan. waktu. Meskipun ideal hal tersebut sangat sulit kita capai. Kedua komponen kurikulum tersebut dapat saling menghambat. oleh kondisi lingkungan fisik. yang satu mengurangi kualitas yang lainnya. Telah kita ketahui dalam uraian-uraian yang terdahulu bahwa ada konsepkonsep kurikulum yang lebih mengutamakan isi dan ada pula yang mengutamakan proses. fasilitas. oleh kondisi dan kelengkapan sarana dan prasarana baik di sekolah maupun dalam keluarga. Hal itu disebabkan kedudukan kedua komponen kurikulum tersebut sangat penting. maupun dalam macam-macam desain kurikulum. Di dalam pelaksanaan kurikulum kita mengharapkan para siswa menguasai sebanyak-banyaknya bahan yang terbaik dan diperoleh dengan cara yang terbaik pula. Mengingat kelebihan dan kekurangan masing-masing maka keseimbangan ataupun keserasian antara keduanya merupakan pemecahan yang paling praktis. kemampuan.BAB 7 PROSES PENGAJARAN A. namun bukan sesuatu yang mustahil Kesulitannya bukan saja disebabkan adanya ciri yang cenderung kontradiktif antara keduanya. masalah isi dan proses pengajaran selalu menjadi tema dan titik tolak. tempat maupun biaya. guru. mengingat kedua komponen tersebut berperanan sebagai kunci. tetapi juga karena banyaknya faktor yang turut mempengaruhi pelaksanaan kurikulum atau pengajaran Keberhasilan pengajaran atau pelaksanaan suatu kurikulum sangat dipengaruhi kondisi dan aktivitas siswa. serta para pelaksana kurikulum lainnya. Pendidikan dan pengajaran selaln berlangsung dalam keterbatasan-keterbatasan. Keseimbangan Antara Isi dan Proses Baik dalam uraian tentang model-model konsep kurikulum. Yang harus selalu diupayakan . Dengan demikian. walaupun bukan berarti tanpa menghadapi kesulitan-kesulitan. sosial budaya dan psikologis sekitar. tidak mengherankan apabila ada yang berpendapat bahwa kurikulum itu tidak lain dari suatu program pendidikan yang berisi jalinan antara isi dengan proses penyampaiannya.

dosen. bukan saja didasarkan atas perkembangan ilmu pengetahuan. Meskipun demikian pertanyaan tentang karakteristik bahan yang akan diajarkan masih selalu timbul. baik bagi pengetahuan itu sendiri maupun bagi siswa dan lingkungannya.oleh para penyusun. yaitu dengan mengemukakan konsep struktur bahan pengajaran. Pengembangan konsep ini tidaklah terjadi begitu saja. di samping mengoptimalkan isi dan prosesnya sendiri. tetapi dilatarbelakangi oleh keadaan dan perkembangan pendidikan. Para sarjana dan cendekiawan tidak pernah turut serta . Mereka telah berusaha menyusun isi kurikulum atau pengajaran. Beberapa program pengembangan pendidikan. khususnya pendidikan dasar dan menengah di Amerika Serikat. bahan apakah yang harus diajarkan kepada siswa. telah dilakukan dengan mengikutsertakan para sarjana. Hasil-hasil perkembangan ilmu dan penelitian hanya menjadi santapan para sarjana dan cendekiawan. Ahli pendidikan. B. Bruner dari Amerika Serikat mencoba memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut. kurikulum khususnya. apalagi anak sekolah dasar bahkan para mahasiswa tingkat persiapan tidak pernah memperoleh pengetahuan tersebut. dan apa tujuannya? Pertanyaan ini menyangkut isi kurikulum atau isi pengajaran. terutama pengembangan kurikulum pada sekolah dasar dan menengah. tetapi harus merupakan kesatuan pengetahuan terpilih dan dibutuhkan. Jerome S. adalah mengoptimalkan hasil sesuai dengan kondisi yang ada. tetapi juga disesuaikan dengan karakteristik perkembangan anak dan konsep-konsep modern tentang hakikat pengalaman belajar. Isi kurikulum atau pengajaran bukan hanya terdiri atas sekumpulan pengetahuan atau kumpulan informasi. dari berbagai bidang ilmu pengetahuan. pengembang dan pelaksana pendidikan umumnya. Anak-anak sekolah menengah. ahli-ahli pendidikan selain guru. Salah satu faktor yang mendorong diperlukannya pengembangan kurikulum adalah karena perkembangan universitas di Amerika Serikat pada pertengahan pertama abad 20 sangat menekankan pada pengembangan ilmu dan penelitian. Isi Kurikulum Pertanyaan yang selalu muncul pada para perencana pendidikan dan pengembang kurikulum adalah.

Pengertian berguna mengandung dua pengertian. merupakan penguasaan hal-hal yang berhubungan erat dengan masalah kehidupan. yaitu antara kegunaan (useful). Sekolah diharapkan dapat mengajarkan semua yang berguna dan semua yang indah. Apa yang dimaksud dengan penguasaan struktur? Penguasaan struktur merupakan pemahaman suatu bahan pelajaran secara menyeluruh dan penuh arti. para sarjana dan cendekiawan yang turut serta dalam penyusunan kurikulum dan perencanaan program sekolah. Dewasa ini para ahli psikologi di Amerika Serikat. Dalam tujuan pendidikan di Amerika Serikat. sekarang transfer lebih banyak berkenaan dengan latihan keterampilan khusus. Keterampilan sangat berhubungan erat dengan profesi seseorang. Pemahaman umum. serta aspek-aspek sosial dan psikologis dalam pendidikan. Belajar struktur adalah belajar secara keseluruhan (utuh). sintesis. Akibatnya selama pertengahan pertama abad 20. Dengan demikian. program sekolah kurang berbobot dan jauh ketinggalan dari perkembangan ilmu pengetahuan tiekarang hal itu telah dapat diatasi. dan sebagainya melalui berbagai bentuk latihan. Menyusun program pendidikan yang seimbang antara pendidikan umum dengan pendidikan keterampilan sering cukup sukar. ada dualisme yang membutuhkan keseimbangan. dengan keindahan (ornamental). Dewasa ini konsep proses belajar berangsur-angsur pindah dari pemahaman umum pada penguasaan keterampilan khusus. pertama dalam bentuk penguasaan keterampilan (skill). Keterampilan merupakan kecakapan-kecakapan khusus yang dikuasai seseorang. sangat kurang penekanan pada penguasaan struktur atau penguasaan pengetahuan secara menyeluruh. dahulu berkenaan dengan disiplin-disiplin formal bagaimana menguasai kemampuan analisis. baik sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakat. dan kurang memperhatikan masalah struktur intelek dari kegiatan dalam kelas. yakni hal-hal yang saling berhubungan terintegrasi menjadi satu kesatuan. penilaian. menyiapkan buku teks serta berbagai media pendidikan. dan kedua pemahaman umum (general understanding).dalam pengembangan kurikulum sekolah dasar dan sekolah menengah. Penguasaan struktur dalam . banyak yang mulai beralih membahas masalah-masalah belajar di sekolah. Studi tentang transfer belajar. Sayangnya perhatian para ahli tersebut masih lebih banyak tercurah pada studi tentang bakat dan kecakapan.

mengutamakan pendidikan intelek. Kedua. serta bagaimana menciptakan kondisi belajar yang mendukung hal tersebut. Pertatna. proses belajar menekankan pada berpikir intuitif. juga dapat dihubungkan dengan pemenuhan kebutuhan pribadi dan masyarakat (kesejahteraan individu dan masyarakat). Ini tidak berarti urutan dan isi bahan pelajaran bagi mereka sama. Dalam penyusunan kurikulum. Contoh pertanyaan umum. memungkinkan anak dengan cepat menyusun banyak kalimat didasarkan atas model struktur yang dipelajari. apakah manfaat mata-mata pelajaran yang diberikan. Setelah merumuskan jawaban pertanyaan tersebut. peranan struktur bahan. . dan bagaimana hal tersebut menjadi pusat kegiatan belajar. Keempat. sebab keberhasilan pelaksanaan suatu kurikulum sangat dipengaruhi oleh hal tersebut. Bagaimana mengajarkan struktur mendasar secara efektif. Jawaban terhadap pertanyaan pertama dapat dihubungkan dengan sifat masyarakat yaitu tuntutan dan kebutuhannya. Pada masa lalu. dorongan untuk belajar (learning motives) serta bagaimana membangkitkan motif tersebut. tetapi tidak berarti pendidikan segi lain diabaikan. tetapi juga pada anak-anak biasa bahkan anak-anak yang kurang mampu. walaupun tidak mengetahui aturannya. baru mengajukan pertanyaan yang lebih khusus. masalah kesiapan (readiness) dalam belajar. umpamanya. Ketiga. karena kurang memperhatikan kesiapan belajar. masalah mengajarkan struktur perlu mendapatkan perhatian utama. Hal yang sangat penting dalam menyusun dan mengembangkan kurikulum adalah bagaimana memberikan pengertian kepada siswa tentang struktur yang mendasar terhadap tiap mata pelajaran. apakah tujuan pendidikan suatu sekolah. sebelum seseorang sampai pada pertanyaan-pertanyaan yang lebih khusus. umpamanya. Ada empat hal pokok penting dalam proses pendidikan. Berpikir intuitif merupakan teknik intelektual untuk mencapai formulasi tentatif tanpa mengadakan analisis langkah demi langkah.penyusunan kalimat. Ada beberapa pertanyaan umum. Pendidikan yang menekankan struktur. Pendidikan yang menekankan struktur bukan saja dapat berhasil dengan baik pada anak-anak yang cerdas. sekolah banyak membuang vvaktu untuk mengajarkan hal-hal yang terlalu sulit bagi anak.

atau pekerjaanpekerjaan khusus.Tujuan belajar lebih dari sekadar untuk mendapatkan kepuasan atau menguasai pengetahuan. Jenis transfer yang kedua merupakan inti proses pendidikan. Pertama. tetapi juga dengan perkembangan sikap berinkuiri. . Keberlanjutan proses belajar tersebut sangat bergantung pada tingkat penguasaan struktur bahan yang akan diajarkan. Agar seorang siswa mampu mengenal apakah suatu ide dapat diaplikasikan atau tidak terhadap situasi baru. dibutuhkan partisipasi dari ahli-ahli yang terbaik dalam bidangnya dalam penyusunan kurikulum sekolah. Ada dua macam belajar untuk menghadapi masa yang akan datang. bagaimana menentukan tingkat-tingkat bahan yang akan diajarkan itu sesuai dengan kemampuan dan tingkat perkembangan para siswa. Sebab yang terpenting dalam belajar ide-ide adalah yang dipelajarinya harus 1. bagaimana menyusun kurikulum yang dapat diajarkan oleh guru biasa. yang dapat digunakan untuk mengenal dan memecahkan berbagai masalah kehidupan. aplikasi belajar dalam tugastugas khusus. yang dapat merefleksikan prinsip-prinsip dasar dari berbagai bentuk inkuiri. Kemudian. dan ini merupakan hal yang sangat penting. transfer belajar dalam bentuk prinsip-prinsip dan sikapsikap. Hal itu meyangkut dua masalah yaitu bagaimana memilih bahan yang akan diajarkan serta alat-alat pelajaran yang dapat memberikan tekanan utama pada pengembangan ide -ide dan sikap. Tipe belajar yang kedua bukan merupakan belajar keterampilan tetapi belajar ide-ide yang bersifat umum. is harus mempunyai gambaran yang jelas tentang hakikat fenomena yang dihadapinya.ipat diaplikasikan secara luas pada masalah-masalah baru. terhadap murid biasa. yang perlu mendapatkan perhatian yang sungguh-sungguh adalah bagaimana para siswa menguasai ide-ide dasar dari berbagai bidang studi. merupakan proses perluasan dan pendalaman yang terus menerus dari ide-ide dasar dan ide-ide umum. Pertama. Untuk itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. perkembangan kemampuan memperkirakan (predictive ability) dan pemecahan masalah oleh anak sendiri. Hal itu merupakan transfer belajar dalam berbagai bentuk keterampilan. Agar dapat memenuhi kedua hal tersebut. Kedua. Kedua. Belajar menyiapkan peserta didik untuk menghadapi masa yang akan datang. bukan saja berkenaan dengan pengetahuan umum.

memberikan kesem patan dan mendorong anak untuk mencari dan menemukan aturan yang sebelumnya tidak diketahui. tetapi juga harus memperhatikan metode untuk mengajarkan hal tersebut. Para ahli berpendapat bahwa hal itu tidak mungkin dapat dicapai hanya dengan memperhatikan penyusunan sekuens bahan ajar saja. Metode utama mengajarkan konsep belajar seperti di atas adalah dengan menggunakan metode inkuiri. tentunya agar yang dipelajarinya itu berguna bagi proses berpikirnya. perbc. Untuk mencapai hal tersebut yang terpenting adalah menyediakan bahan. Kedua. pemahaman tentang hal-hal yang bersifat fundamental memungkinkan penguasaan bahan ajar secara lebih komprehensif. Bagaimana pengetahuan-pengetahuan dasar dijalin dengan minat don kemampuan anak. menarik minat dan memberikan manfaat. hal itu bukan saja menghasilkan pemahaman ten. Minimal ada empat hal yang merupakan manfaat belajar atau mengajarkan struktur dasar: Pertama. Menemukan hubungan. mudah sekali dilupakan. Pengetahuan dasar yang dihubungkan dengan fenomena-fenomena tersebut harus disajikan dengan benar. Metode inkuiri banyak digunakan dalam mengajarkan EPA dan Matematika. Agar .Seorang ahli fisika memiliki sikap tertentu terhadap alam semesta serta menguasai cara memahami sistem alam semesta. Hal itu membutuhkan pemahaman yang dalam serta kejujuran yang sungguh-sungguh untuk menyajikan fenomena-fenomena baik dalam penyusunan kurikulum maupun dalam penyajian di kelas. tujuan dan dasar-dasar pembentukan ASEAN akan d'engan mudah memahami berbagai bentuk kerja sama dan kegiatan ASEAN. tetapi sesungguhnya metodi.daan di antara ide-ide. Hal itu bukan hanya berlaku bagi IPA dan Matematika tetapi juga bagi ilmu-ilmu sosial. bila is belajar fisika.. Siswa yang belajar fisika juga perlu memiliki sikap tersebut. Anak yang sudah memahami latar belakang.tang suatu masalah tetapi juga akan menumbuhkan kepercayaan kepada diri sendiri. ingatan manusia tentang hal-hal yang detail yang ditempatkan dalam suatu hubungan pola struktur. berhubungan dengan kemampuan ingatan manusia. inkuiri cukup memberikan hasil yang baik bila digunakan dalam mengajarkan ilmu -ilmu sosial. Menurut beberapa hasil penelitian. persamaan.

tetapi juga untuk mengingatnya besok. Proses Belajar Kegiatan mengajar tidak dapat dilepaskan dari belajar. Suatu rumus yang sederhana merupakan prasarana dan representasi dari hal yang cukup kompleks. penekanan pada struktur dan prinsip-prinsip mengajar yang fundamental dapat mempersempit jarak antara pengetahuan elementer dengan pengetahuan yang lebih lanjut. Suatu teori yang baik bukan hanya merupakan alat untuk memahami fenomena yang dihadapinya sekarang. Belajar struktur dasar dapat menjamin berbagai bentuk lupa atau kehilangan penguasaan. Belajar intuitif Ada suatu pertanyaan mendasar berkenaan dengan proses belajar. kaidah. C. Contoh regenerative dalam IPA dan Matematika adalah rumus-rumus. bahwa prinsip dan konsep merupakan dasar bagi transfer merupakan hal yang sudah lama dikenal. Keempat. Dalam ilmu sosial juga dikenal rumus. bagan. Mengajar merupakan suatu upaya yang dilakukan guru agar siswa belajar. hampir seluruhnya dikembangkan atau bertolak dari teori belajar. yaitu apakah proses belajar lebih baik menekankan pada berpikir intuitif atau berpikir analitik? . Apabila kita mengkaji teoriteori mengajar yang ada. sebab keduanya merupakan dua sisi dari sebuah mata uang. prinsip tertentu. pemahaman prinsip-prinsip dan ide-ide fundamental merupakan syarat utama untuk mengadakan transfer. Perwakilan yang sederhana tersebut disebut regenerative. Pemahaman tentang hal yang umum memungkinkan menguasai banyak hal yang sifatnya khusus. dan sebagainya. Ketiga. hal-hal yang tersisa dapat membantu menyusun kembali apa-apa yang sudah hilang atau terlupakan. Dengan belajar struktur dasar suatu kehilangan tidak akan berbentuk kehilangan total. 1. Ide. sebab penguasaan hal umum memungkinkan penguasaan model pemahaman. model. Selain hal-hal tersebut regerative juga dapat berupa peta.sesuatu bahan ajar dapat mudah dan lama dikuasai perlu disimpan atau disajikan dalam bentuk yang sederhana yang mewakili hal yang lebih kompleks.

Pengamatan menunjukkan bahwa dalam berbagai kegiatan belajar penilaian di sekolah. dengan sedikit pernyataan tentang proses . tetapi kurang mampu menyatakan secara verbal. tetapi efektivitas intuitifnya dilandasi oleh pengetahuan yang kuat tentang bidang yang berhubungan dengan kekhususan tersebut. Pad a articulate ideocy anak pandai menyatakan dengan kata-kata tetapi tak punya kemampuan untuk menggunakan konsep-konsep tersebut. Berpikir analitik meliputi suatu rentetan langkah-langkah. Hasil-hasil pemikiran ini berupa informasi atau suatu operasi. Inarticulate genius diperlihatkan oleh anak yang menguasai secara mendalam konsep-konsep bahan ajar. Apakah berpikir intuitif? Orang lebih mudah membahas atau melakukan pemikiran analitik yang lebih bersifat konkret daripada berpikir intuitif yang lebih abstrak. dan pada kemampuan anak memreproduksikan penguasaan secara verbal dan numerikal. Berpikir intuitif tidak memiliki langkah-langkah yang dapat dirumuskan secara pasti dan teliti. seorang dapat dengan cepat memberikan jawaban dugaan terhadap sesuatu persoalan dengan benar. Langkah-langkah tersebut bersifat eksplisit dan biasanya dapat disampaikan kepada orang lain. Model pemikiran ini menggunakan proses pemikiran secara deduktif dengan bantuan model konsep matematika atau logika. tiba-tiba ia menemukan pemecahan walaupun belum didasarkan atas pembuktian formal. Pengetahuan yang secara sistematis dikuasainya dapat menunjang berpikir intuitif. Belum banyak diketahui apakah penekanan tersebut menghambat perkembangan pemahaman intuitif atau tidak. Seseorang pemikir intuitif yang baik dilahirkan dengan kekhususan tertentu. tekanan lebih banyak diberikan pada kemampuan untuk memformulasikan secara eksplisit. Pemikir sampai pada suatu jawaban mungkin benar mungkin juga tidak. lebih merupakan suatu manuver yang didasarkan atas persepsi implisit dari keseluruhan masalah. pertama seseorang telah cukup lama menghadapi suatu persoalan. kedua. menggunakan prinsip penelitian. Dua contoh pemahaman intuitif. eksperimen dan analisis statistik. atau variabel-variabel yang mempengaruhinya. Kita dapat membedakan antara inarticulate genius dengan articulate idiocy.

Intuisi sering diartikan sebagai immediate apprehension atau cognition. Situasi belajar intuitif di sekolah akan sangat ditentukan oleh sifat bahan pelajaran. memberikan kemungkinan pemahaman . apakah induktif atau deduktif. analitis dan pembuktian-pembuktian. Ia sering jarang dapat menjelaskan bagaimana memperoleh jawaban. Immediate apprehension merupakan pengenalan atau penguasaan langsung tanpa mengikuti langkah-langkah formal. Mediate apprehension menunjukkan penguasaan dan pengenalan tak langsung melalui penggunaan metode formal. yang memungkinkan ia melangkah atau meloncat atau memotong jalan pendek untuk sampai pada suatu jawaban atau pemecahan. Bahan pelajaran yang berisi banyak perkiraan. Hasil pemecahan intuitif dapat dicek oleh hasil pemecahan analitik. Seharusnya sebelum murid-murid diperkenalkan dengan metode analitik terlebih dahulu ditanamkan pemahaman intuitif. Pemecahan intuitif mungkin dapat lebih cepat dibandingkan dengan pemecahan analitik. Menangkap pengertian dan struktur masalah atau situasi tanpa menggunakan alat atau cara analitis. mungkin juga ia tidak menyadari aspek-aspek dari situasi masalah yang ia hadapi/kerjakan. Immediate apprehension merupakan lawan dari mediate apprehension. terutama dengan struktur pengetahuan. Biasanya proses pemikiran intuitif ini berkenaan dengan domain kognitif.pencapaiannya. mengkombinasikan beberapa konsep sebelum diketahui faedahnya. Dalam berpikir intuitif. hipotesis dirumuskan dengan cepat. Hasil berpikir intuitif dapat dicek dengan kesimpulan dari hasil analitik. Melalui berpikir intuitif seseorang memungkinkan sampai pada jawaban atau pemecahan yang sama sekali tak dapat dipecahkan atau lambat sekali bila menggunakan pemecahan melalui proses analitik. Di sekolah terutama dalam bidang science dan matematika dewasa ini sangat dipentingkan proses-proses berpikir analitik. Kedua model pemikiran ini dapat saling komplemen. Para perencana kurikulum perlu berusaha menemukan bagaimana mengembangkan pemikiran intuitif pada murid-murid seawal mungkin. Kemungkinan dapat teijadi pada suatu saat pemikir intuitif dapat menemukan masalah yang sama sekali tak dapat ditemukan oleh pemikir analitik.

juga imitasi atau identifikasi dengan seorang pengintuitif. Seseorang yang mempunyai pemahaman yang cukup luas dalam bidang tertentu akan mudah memberikan pemecahan intuitif dibandingkan dengan orang yang kurang menguasai. Hal itu juga tidak berarti bahwa prediksi intuitif selalu lebih berhasil daripada prediksi analitis. Apakah perkembangan intuisi seorang siswa menyerupai gurunya yang berpikir itu? Mungkin ya. selangkah demi selangkah. Algoritma merupakan prosedur pemecahan suatu masalah yang mengikuti urutan yang teliti. Kemungkinan kemampuan intuitif seorang siswa berkembang melalui imitasi sederhana dengan gurunya. Prosedur heuristik merupakan prosedur pemecahan masalah yang tidak mengikuti urutan langkah demi langkah pemecahan lebih bersifat menyeluruh dan fleksibel. adalah predisposisi. mungkin juga tidak. mengundang spontanitas. Dari uraian di atas tampak di samping variabel predisposisi yang mempengaruhi berpikir intuitif. dapat juga berkembang melalui identifikasi yang cukup kompleks. lalu mengeceknya dengan cara analitis kritis akan lebih mengembangkan kemampuan berpikir intuitifnya daripada guru yang memecahkan persoalan dengan cara analitis. Bagaimana pengaruh atau peranan prosedur heuristik terhadap proses berpikir intuitif? Prosedur heuristik merupakan lawan dari prosedur algoritma. Untuk pengalaman pertama diagnosis intuitif yang dilakukan dokter tersebut mungkin kurang sempurna dibandingkan dengan diagnosis yang bersifat analisis langkah-langkah formal yang dilakukan oleh seorang dokter muda. Untuk selanjutnya. Guru yang biasa menerka jawaban suatu persoalan. Seorang spesialis dalam bidang kedokteran (dokter) dalam pertemuan pertamanya dengan pasiennya mengemukakan beberapa pertanyaan. diagnosis yang bersifat intuitif (clinical prediction) dapat Iebih berhasil dibandingkan dengan diagnosis analitis (actuarial prediciton).dan pengalaman yang luas. penguasaan atau pemahaman dalam bidang tertentu serta pengalaman. mengadakan pemeriksaan singkat lalu memberikan diagnosis. dapat banyak membantu kegiatan berpikir intuitif bagi murid-muridnya. Faktor-faktor apa yang mempengaruhi berpikir intuitif? Faktor pertama. Prosedur heuristik dengan . yang berkenaan dengan dimiliki atau tidak dimilikinya kemampuan intuitif dalam suatu bidang tertentu serta kekuatan intuitif pada bidang tersebut.

maka si pelajar harus berusaha mencari dan menyelesaikannya sendiri. Keseluruhan tipe belajar tersebut juga bisa . pengujian kondisi. dengan proses pemikiran analitis. pengecekan kesalahan dengan pembuktian melalui proses berpikir analitis dapat memperbaiki dan mengembangkan kemampuan berpikir intuitif seseorang. Dalam belajar menerima keseluruhan bahan pelajaran disajikan kepada si pelajar dalam bentuk yang sudah sempurna. yaitu dimensi cara menguasai pengetahuan dan cara menghubungkan pengetahuan baru dengan struktur ide yang telah ada. Apakah dengan berpikir intuitif anak dilatih untuk sekadar mengiratigira? Padahal di sekolah sering mengira-ngira dianggap suatu kemalasan. bentuk yang belum selesai. Berpikir intuitif didasari oleh keyakinan pada diri sendiri dan keberanian dari siswa. Dengan berpikir intuitif memang anak diminta untuk mengira-ngira. Pemikir intuitif harus jujur. Cenderung ke arah mencari atau menerima ke arah menghafal atau mendapatkan makna. tetapi suatu perkiraan yang selalu dicek dengan pembuktian. dibedakan antara belajar yang bersifat menghafal (rote learning) dan belajar bermakna (meaningful! learning). simetri. Keempat tipe belajar tesebut sebenarnya hanya merupakan kencederungankecenderungan. Pada dimensi kedua. Dalam belajar menghafal siswa berusaha menguasai bahan tanpa mengetahui maknanya. Belajar bermakna Ausubel dan Robinson (1969) membedakan dua dimensi dari proses belajar. Si pelajar tinggal menerima saja tanpa mengadakan usaha-usaha pengolahan. atau pemrosesan Iebih lanjut.menggunakan analogi. sedang pada belajar bermakna sisw a mempelajari sesuatu bahan ajar dengan berusaha memahami makna atau artinya. visualisasi pemecahan yang dilakukan secara berulang-ulang akan singat menunjang proses berpikir intuitif. Seorang yang berpikir intuitif tidak boleh takut berbuat salah. Pada dimensi yang pertama dibedakan tipe belajar yang bersifat mencari (discovery learning) dan yang bersifat menerima (reception learning). tetapi juga tidak boleh menutupi kesalahan. Pada belajar mencari atau belajar diskoveri karena bahan ajar disajikan dalam. 2.

berkombinasi satu sama lain, membentuk tipe belajar menerima-bermakna, mencari bermakna, menghafal menerima, dan menghafal mencari.

a. Konsep-Konsep Dasar Ada dua hal penting dalam konsep belajar bermakna, yaitu struktur kognitif dan materi pengetahuan baru. Struktur kognitif merupakan segala pengetahuan yang telah dimiliki siswa sebagai hasil dari kegiatan belajar yang lalu. Dalam belajar bermakna pengetahuan baru harus mempunyai hubungan atau dihubungkan dengan struktur kognitifnya. Hubungan tersebut akan terjadi karena adanya kesamaan isi (substantiveness) dan secara beraturan (non-arbitrer). Kedua sifat hubungan tersebut menunjukkan adanya kebermaknaan logis materi yang akan dipelajari. Jadi kebermaknaan logis ini merupakan sifat dari materi yang akan dipelajari, tetapi tidak berarti menjamin bahwa itu bermakna bagi siswa. Agar hal itu bermakna bagi siswa, ada dua tambahan persyaratan. Pertama, suatu materi memiliki kebermaknaan logis berarti bahwa materi tersebut dapat dihubungkan dengan konsep-konsep yang telah ada pada siswa. Agar materi baru dapat difahami siswa, maka is sendiri harus memiliki materi yang sesuai dengan hal itu. Bila siswa dalam struktur kognitifnya telah memiliki materi, ide-ide yang sesuai, yang memungkinkan materi baru dapat dihubungkan padanya secara subtantif dan non-arbitrer, maka materi tersebut telah memiliki kebermaknaan potensial (potential meaningfulness).Kedua, suatu materi memiliki kebermaknaan potensial, sebab siswa dapat memberikan makna, tetapi hal itu bergantung pada kemauan siswa untuk memberi makna atau tidak. Apabila si siswa mempunyai kesiapan untuk memberi makna maka terjadilah belajar bermakna (meaningful learning). Kalau disimpulkan belajar bermakna ini menuntut tiga persyaratan: 1. Materi yang dipelajari harus dapat dihubungkan dengan struktur kognitif secara beraturan karena adanya kesamaan isi. 2. Siswa harus memiliki konsep yang sesuai dengan materi yang akan dipelajarinya. 3. Siswa harus mempunyai kemauan atau motif untuk menghubungkan konsep tersebut dengan struktur kognitifnya.

Makna merupakan hasil suatu proses belajar bermakna. Hal itu juga akan menjadi isi kognitif atau isi dari penyadaran yang muncul bila materi yang punya makna potensial dihubungkan dengan struktur kognitif. Belajar bermakna dan belajar manghafal bukan dua hal yang benar-benar bersifat dikotomis, tetapi hanya menunjukkan apakah sesuatu kegiatan belajar lebih mengarah pada bermakna atau kurang bermakna. Suatu kegiatan belajar yang kurang bermakna akan muncul apabila: 1. Materi yang dipelajari kurang memilik kebermaknaan logis. 2. Siswa kurang memiliki konsep-konsep yang sesuai dalam struktur kognitifnya. 3. Siswa kurang memiliki kesiapan untuk melakukan kegiatan belajar bermakna. Belajar bermakna akan menghasilkan konsep-konsep, ide-ide barn yang punya makna, penuh arti, jelas, nyata perbedaannya dengan yang lain. Konsep yang demikian tidak akan mudah digoyahkan dibandingkan dengan konsepkonsep yang dibentuk melalui hubungan atau asosiasi arbitrer. Dengan belajar bermakna, siswa akan menguasai dan mengingat konsep-konsep inti. Dalam belajar menghafal sering konsep inti dan konsep bukan inti berbaur dan saling menghambat, tetapi dalam belajar makna keduanya bisa dibedakan dengan jelas. Mengapa seseorang melakukan kegiatan belajar dengan menghafal Minimal ada tiga sebab utama: 1) Mereka belajar dari pengelaman yang kurang menyenangkan yang secara material memberikan jawaban yang benar, tetapi kurang memberikan hubungan yang bermakna. Adanya tuntutan memberikan jawaban yang bersifat fakta-fakta sering mendorong siswa untuk belajar dengan cara mengingat dan menghafal. 2) Siswa mengalami kecemasan yang cukup besar. Hal ini kemungkinan besar disebabkan karena ia gagal dalam menguasai pelajaran, atau karena kurang yakin akan kemampuan belajar bermakna. Untuk mengatasi kecemasan tersebut ia belajar dengan cara menghafal. 3) Siswa berada dalam suatu tekanan untuk selalu memperhatikan keberhasilan dan kelancaran belajar, atau menyembunyikan kekurangan-kekurangannya.

b. Macam-Macam Belajar Bermakna Makna merupakan isi dari struktur kognitif, yang terjadi karena materi yang memiliki kebermaknaan potensial disatukan dengan struktur kognitif. Proses penyatuan tersebut berbeda-beda dan dapat diletakkan dalam suatu hierarki dari yang bersifat represensional sampai dengan belajar tingkat tinggi, perbuatan belajar kreatif. Belajar represensional merupakan suatu proses belajar untuk mendapatkan arti atau makna dari simbol-simbol. Kalau orang tua mengatakan kucing sambil menunjuk seekor kucing, maka pada struktur kognitif anak akan terbentuk rangsangan internal yang akan memberi makna pada kata kucing sebagai binatang kucing. Kata kucing menjadi simbol yang mewakili binatang kucing. Melalui proses representasi tersebut anak akan mengenal banyak nama dan tiap benda punya nama sendiri. Belajar represensional juga berlaku bagi nama-nama bukan benda. Kata depan terjadi melalui hubungan antara dua objek seperti kucing di atas meja, air di dalam gelas dsb. Belajar konsep dapat mempunyai makna logis dan makna psikologis. Makna logis terbentuk melalui fenomena adanya benda-benda yang

dikelompokkan karena memiliki ciri-ciri yang sama. Berbagai macam kucing dan harimau karena cirinya yang sama, dikelompokkan sebagai kucing. Dalam makna logis ada ciri-ciri utama yang menunjukkan sekumpulan sifat-sifat yang dimiliki oleh setiap anggota suatu kelas konsep. Ciri-ciri utama tersebut berbeda antara suatu kelas konsep dengan kelas yang lain. Makna psikologis suatu konsep terbentuk dalam dua tahap. Pada tahap pertama konsep terbentuk melalui pengalaman nyata. Secara induktif anak menemukan ciri-ciri utama benda-benda tertentu. Melalui permainan dengan bermacam-macam warna dan bentuk kubus anak akan memiliki konsep tentang kubus, walaupun tidak tahu namanya. Pada tahap berikutnya bila anak telah bersekolah ia belajar makna konsep secara formal dari nama dan kata-kata. Kedua tahap proses pembentukan makna konsep tersebut terjadi hampir dalam semua kegiatan anak belajar konsep. Pembentukan konsep selanjutnya terjadi melalui proses asimilasi yaitu definisi-definisi. Belajar proposisi. Proposisi atau kaidah merupakan suatu kalimat yang menunjukkan hubungan antara dua hal. Proposisi ini ada yang bersifat umum,

"binatang buas makan daging" yang berisi banyak konsep dan ada pula yang bersifat khusus, harimau makan kelinci yang hanya berisi satu konsep. Dalam belajar proposisi yang bermakna, kalimat yang dipelajari dihubungkan dengan konsep yang ada dalam struktur kognitif. Ada tiga macam cara menghubungkan: 1) Hubungan antar-bagian. Bahan baru yang dipelajari siswa merupakan bagian dari konsep-konsep yang telah ada. Dalam belajar hubungan antar-bagian ini ada dua macam bagian, yaitu bagian yang bersifat derivative dan correlative. Pada bagian derivative siswa melukiskan atau meneruskan hal yang dicakup dalam sutu proposisi. Contoh: "kucing memanjat pohon", bagian derivativenya "kucing tetangga memanjat pohon saya". Dalam bagian correlative, belajar berfungsi memperluas, mengelaborisasi, memodifikasi proposisiproposisi yang telah ada. Contoh anak telah mengenal jajaran genjang, dengan correlative preposition anak akan mengenal belah ketupat. 2) Hubungan superordinat. Bahan yang dipelajari merupakan superordinat dari konsep-konsep yang telah ada dalam struktur kognitifnya. Anak telah mengenal besar sudut segi tiga siku-siku 180 derajat, segi tiga sama sisi 180 derajat, dan sebagainya, maka dalam kegiatan belajar sampai pada proposisi bahwa jumlah sudut setiap segi tiga besarnya 180 derajat. 3) Hubungan kombinasi. Bahan yang dipelajari bukan merupakan bagian bukan juga superordinat dari yang telah ada, akan tetapi merupakan kombinasi dari banyak hubungan. Contohnya adalah belajar model. Belajar diskaveri atau mencari. Bahan yang dipelajari tidak disajikan secara tuntas tetapi membutuhkan beberapa kegia tan mental untuk menuntaskan dan menyatakannya dengan struktur kognitif. Belajar diskoveri terbagi atas dua macam kegiatan belajar, yaitu belajar pemecahan masalah dan belajar kreatif. Belajar pemecahan masalah, memiliki proses psikologis yang le bih kompleks dibandingkan dengan belajar proposisi. Dalam belajar pemecahan masalah, anak dihadapkan pada masalah -masalah yang memerlukan pemecahan. Guru mengajukan beberapa pertanyaan yang mengarahkan siswa agar

menemukan pemecahan atau jawabannya sendiri.

Belajar kreatif. Kreativitas merupakan suatu kemampuan untuk menghasilkan sesuatu yang baru, baik baru bagi dirinya maupun orang lain. Belajar kreatif adalah siswa proses belajar merencanakan, melaksanakan, dan

membuktikan sendiri‡percobaan-percobaan. Mereka berusaha mencari hubungan antara konsep-konsep yang baru dan konsep-konsep yang telah ada pada struktur kognitifnya.

3. Hubungan macam-macam belajar dengan taksonomi Bloom Macam-macam belajar yang telah diuraikan sebelum ini, menunjukkan adanya beberapa kategori tingkah laku belajar, yaitu belajar bermakna, menghafal menerima, dan diskaveri. Belajar bermakna pun berbeda-beda pula dari yang bersifat represensional sampai dengan belajar kreatif. Karena adanya

pengkategorian tersebut maka dapat dicari hubungannya dengan kategori belajar atau taksonomi dari. Bloom. Karena pengetahuan atau knowledge Bloom lebih banyak berhubungan dengan ingatan maka dapat dikelompokkan sebagai belajar menghafal (rote learning). Mulai dari pemahaman sampai dengan evaluasi dapat dikategorikan sebagai belajar bermakna. Belajar konsep dan preposisi dapat disamakan dengan pemahaman, pemecahan masalah dengan analitis dan kreativitas dengan sintesis yang sukar dimasukkan dalam kategori tersebut adalah aplikasi dan evaluasi. Dari pembandingan dengan taksonomi Bloom juga dapat ditarik kesimpulan bahwa macam-macam belajar bermakna ini, lebih menyangkut ranah kognitif. Ranah afektif dan psikomotor tidak tercakup dengan macam-macam kategori belajar ini.

4. Mengingat dan lupa Belajar merupakan proses menguasai makna dari sesuatu bahan pelajaran yang secara potensial bermakna. Mengingat merupakan suatu proses memelihara penguasaan sesuatu makna baru. Lupa merupakan kemunduran atau kehilangan penguasaan suatu makna yang telah dikuasai.

Suatu konsep baru dipelajari oleh individu. diingat untuk beberapa saat dan sebagian ada yang terlupakan. karena terjadi pengurangan hubungan (reduksi). kalau dipelajari kembali akan terjadi recognition. Konsep-konsep baru yang kurang umum. Interaksi antara konsep baru dengan konsep-konsep yang telah ada menimbulkan suatu makna. Suatu konsep dipelajari dengan cara yang bermakna dan disatukan dengan konsep-konsep yang telah ada dalam struktur kognitif. Ke kuatan hubungan dengan masing-masing konsep tidak selalu sama. Mengingat dan lupa. Apabila dirangkumkan maka ada tiga faktor yang mempengaruhi penguasaan kembali konsep dari ingatan: 1) Kekuatan hubungan antara konsep yang telah ada dengan konsep baru. ada yang kuat sekali. baik yang memperkuat penguasaan kembali. 3) Macam penguasaan apakah pada tingkat recall atau recognition. Dalam struktur kognitif suatu konsep baru. mungkin masih terletak di atas tingkat recognition. (2) mengingat dan lupa. mempersempit konsep yang telah ada. tidak hanya berhubungan dengan suatu konsep tetapi dengan beberapa konsep yang telah ada. Makna baru tersebut mungkin mengubah. Suatu konsep yang berada di bawah tingkat recall. Sesuatu yang terlupakan sama sekali. Penguasaan dan penyimpanan. 2) Efektivitas usaha untuk menguasai kembali konsep yang terlupakan. maupun yang menghambat lupa. Keadaan tersebut dapat terjadinya pengurangan makna. Tingkat yang tertinggi berada pada tingkat yang berhubungan dengan mengingat kembali (recall). Bila suatu konsep di bawah tingkat recall maka anak tidak dapat mengingatnya kembali. melalui periode waktu bersatu atau berasimilasi dengan konsep-konsep yang telah ada. lemah sekali di samping yang tidak berhubungan sama sekali. tetapi dalam bebe rapa hal mungkin juga tidak mengubah konsep lama. Karena proses asimilasi dan reduksi tersebut berjalan spontan dan berangsur-angsur maka konsep-konsep tersebut terlupakan. Ada dua tingkat kritis untuk mengingat kembali konsep yang terlupakan. Proses ini terjadi dalam dua langkah: (1) penguasaan dan penyimpanan. . memperluas.

Hasil belajar bermakna lebih lama dikuasai daripada belajar menghafal. karena terjadi hubungan secara arbitrer. hal itu dilatarbelakangi oleh beberapa hal: a. (2) kesiapan si pelajar sendiri untuk melakukan belajar bermakna. Hubungan suatu konsep yang dipelajari dengan bermakna dengan struktur kognitif menyebabkan konsep tersebut lebih lama dikuasai dalam ingatan. . Dalam belajar yang bersifat menghafal hubungannya tidak mendalam. Hal itu disebabkan adanya hubungan yang substantif dan non-arbitrer dengan konsep-konsep yang ada dalam struktur kognitif. Ketimpangan isi yang diajarkan dan yang diingat. Sering terjadi perbedaan antara isi bahan yang diajarkan dengan diingat. karena kekurangtepatan makna konsep pokok dalam struktur kognitif. Hambatan retroaktif merupakan hambatan dalam mengingat yang lama karena bahan baru. keraguan arti sesuatu konsep sejak awal proses belajar.5. masalah lupa disebabkan oleh hilangnya atau lemahnya asosiasi antara dua hal. menyebabkan terjadinya perbedaan isi antara bahan baru dengan konsep pokok. Kekurangstabilan dan kekurangjelasan konsepkonsep pokok tersebut. Dalam belajar mengingat ada dua hambatan (inhibition) yang mungkin terjadi yaitu hambatan proaktif dan retroaktif. Inhibisi proaktif dan retroaktif Salah satu penyebab utama dari lupa pada belajar bermakna adalah pengurangan makna dari suatu konsep dalam struktur kognitif. Hambatan proaktif merupakan hambatan dalam mengingat sesuatu karena adanya pengaruh dari bahan yang telah dipelajari lebih dahulu. Pada belajar yang bersifat menghafal. kekacauan. terputusputus dan terisolasi. Keadaan demikian memungkinkan sejumlah besar bahan dapat disatukan dalam struktur kognitif dengan penguasaan yang lebih efektif. 6. Dengan demikian belajar bermakna lebih efisien dibandingkan dengan belajar menghafal. Kelebihan belajar bermakna Suatu bahan dipelajari secara bermakna atau dihafal bergantung pada (1) sifat bahan apakah secara potensial bermakna atau tidak bermakna. Ketidakjelasan.

terjadi karena bahan-bahan baru yang kurang penting tersebut dalam penyatuannya dengan yang telah ada kurang stabil. Pada saat memberikan penafsiran pertama terhadap bahan baru yang bersifat selektif. lebih penting dan lebih memperkuat konsep-konsep yang telah ada.b. kurang kuat. Ada tiga masalah penting berkenaan dengan penyesuaian bahan ajar dengan perkembangan anak: . kurang jelas sehingga mudah sekali terlupakan. Dalam menerima suatu konsep baru terjadi "leveling" dan "sharpening". Karena merasa sudah tercakup sering terlupakan. Leveling adalah penyusutan bentuk yang tidak lazim dalam bentuk yang lebih lazim. Hal itu disebabkan bahan-bahan yang tidak penting sudah tercakup dalam hal-hal yang penting. terjadi kesalahan dan penghilangan atau pengurangan ciri-ciri. Nilai positifnya adalah menyeleksi ideide baru mana yang lebih stabil. dan tidak mengingat semua perangsang yang masuk. c. Sebab lain. Pada fase mengingat kembali bahan-bahan tersebut cenderung terjadi pengurangan terhadap konsep-konsep yang telah ada dalam struktur kognitif. sedang sharpening adalah penajaman suatu konsep atau perangsang menjadi lebih sempurna lebih baik. Jika suatu bahan baru salah penafsirannya karena adanya kelainan dalam struktur kognitif. D. Mengingat bermakna yaitu memasukkan konsep-konsep penting dalam struktur kognitif sangat penting bagi kegiatan belajar Iebih lanjut dan kegiatankegiatan pemecahan masalah sebab konsep-konsep tersebut merupakan pijakan dan bahan yang akan diolah dalam proses belajar selanjutnya. Kesiapan Belajar Tiap bahan pelajaran dapat diajarkan kepada anak secara efektif bila sesuai dengan tingkat perkembangan anak tersebut. Kesalahan dan penyimpangan dapat terjadi bila suatu makna yang telah tersimpan dirumuskan kembali secara verbal. Masalah lupa memiliki nilai positif dan juga nilai negatif. Penguasaan konsepkonsep penting sering mengabaikan konsep-konsep atau detail-detail yang kurang penting. kesalahan tersebut akan menetap malah akan diperkuat pada masamasa asimilasi.

1. Tugas perkembangan anak pada masa ini terutama membentuk hubungan antara pengalaman dengan kegiatan. Hal itu karena anak lebih dipengaruhi oleh intuisi daripada oleh kegiatan simbolik. Tingkat kedua. tidak ada batas perbedaan antara motif dan peranan dirinya dengan kegiatan lingkungannya. Kemampuan simbolik utama yang harus dipelajari anak. Pengajaran merupakan suatu translation. lebih banyak dipengaruhi perbuatan trial and error daripada hasil pemikiran. Perkernbangan intelek Hasil penelitian berkenaan dengan perkembangan intelek anak menunjukkan. masa 2 sampai 7 tahun disebut tingkat Preoperasional. Menurut Piaget. Tingkat ini mulai dari perkembangan awal berbahasa sampai anak marnpu belajar bermanipulasi dengan simbol-simbol. masa antara 7 sampai 11 tahun. dan bintang-bintang tidur seperti dia. Anak tidak dapat membedakan antara tujuan dengan cara atau alat untuk mencapainya. Mengajarkan suatu bahan pelajaran kepada anak. Kekurangan tersebut sering menghambat penguasaan ide dasar bidang studi tertentu terutama matematika dan fisika. adalah bagaimana merepresentasikan dunia luar melalui pembentukan simbol-simbol anak. bahwa tiap tingkat perkembangan mempunyai karakteristik tertentu tentang cara anak melihat lingkungannya dan cara memberi arti bagi dirinya sendiri. Melalui berbagai kegiatan anak bermanipulasi dengan lingkungan. Kekurangan utama pada tingkat ini adalah anak belum memiliki ko nsep perbedaan atau perlawanan (reversibility). ada empat tingkat perkembangan anak: Tingkat pertama adalah tingkat Sensory motor. Suatu dugaan umum bahwa ide atau konsep dapat direpresentasikan dengan sebenar-benarnya dan sebaik-baiknya sesuai dengan tingkat pemikiran anak pada tingkat usia tertentu. masa lahir sampai 2 tahun merupakan masa perkembangan kemampuan bergerak dan merespons terhadap rangsangan. merupakan masa anak sekolah. disebut juga tingkat "concrete . Matahari bergerak karena didorong oleh Tuhan. adalah mempresentasikan struktur bahan pelajaran sesuai dengan cara anak memandang atau mengartikan bahan pelajaran tersebut. Bila suatu benda berubah anak belum dapat menangkap ide bahwa benda tersebut dapat dikembalikan pada keadaan asalnya. dan representasi pertama diperkuat dan diperbaiki pada tingkat selanjutnya. Tingkat ketiga.

kemudian ditransformasikan sehingga dapat disusun dan digunakan secara selektif dalam memecahkan masalah.operational". Tingkat ini merupakan tingkat operasional yang berbeda dengan tingkat pertama yang semata-mata hanya aktif. Operasi bersifat internalisasi dan reversible. sarjana atau para pemikir lainnya. Tingkat keempat. merupakan tingkat "formal operation". untuk mendeskripsikan apa yang terjadi. Reversibility diperlukan. Pada diri anak ada sistem simbolik internal yang merepresentasikan dunia luar. Operasi intelektual telah berkembang sampai pada tingkat semacam operasi logis ahli logika. maka bahan ajar harus disesuaikan dengan "bahasa" struktur internal tersebut. Pengurangan dikompensasi oleh penjumlahan. masa antara 11 sampai dengan 14 tahun. Anak belum mampu secara sistematik melampaui informasi yang diberikan. Suatu operasi dapat dikompensasi dengan operasi sebaliknya. Kegiatan intelektual anak didasarkan atas kemampuan beroperasi pada tingkat hipotetis dan bukan lagi pada tingkat pengalaman. trial and error digunakan untuk menjadi pembantu atau bahan pembanding pemikiran. atau terbatas pada apa yang telah dikenalnya. Ini tidak berarti anak yang beroperasi secara konkret tidak mampu mengantisipasi hal-hal yang tidak ada. karena dalam operasi dibutuhkan adanya "complete compensation". dan bahkan mampu mendeduksi hubungan potensial yang dapat dicek dengan percobaan atau pengamatan. karena dengan struktur internal anak mampu beroperasi. Internalisasi berarti bahwa anak memecahkan masalah bukan dengan cara trial and error tetapi dengan pemikiran. Struktur internal merupakan hal yang sangat esensial. Agar anak menguasai apa yang diajarkan. tetapi ma belum mampu menghadapi kemungkinan-kemungkinan yang sama sekali asing baginya. Operasi konkret dibimbing oleh "logika kelas" dan "logika" hubungan yang merupakan alat penstrukturan kenyataan yang dihadapinya dan pernah dialaminya pada saat yang lalu. perkalian oleh pembagian. Operasi merupakan pengumpulan data tentang dunia sekitarnya. Pada tingkat ini anak mampu memberikan pernyataan formal atau pernyataan axiomatik pada ide-ide yang . Seorang anak mampu memikirkan kemungkinan variabel-variabel. Dengan operasi konkret anak mengembangkan struktur internalnya.

sebelum langkah pemecahan masalah. proses mendapatkan atau memperoleh informasi baru untuk melengkapi atau menggantikan informasi yang telah dimiliki atau menyempurnakan pengetahuan yang telah ada. tetapi terbuka. Perkembangan intelek anak perlu ditunjang oleh kesempatan-kesempatan yang berguna agar berkembang lebih pesat. minimal meliputi tiga proses. bahwa anak lebih spontan. Pada tingkat operasi konkret anak mampu menangkap secara intuitif dan konkret. transformasi. Menurut David Page seorang ahli dan guru yang sangat berpengalaman dalam mengajar matematika. proses evaluasi untuk mengecek apakah manipulasi sudah memadai untuk dapat menjalankan tugas rnencapai sasaran. dapat dioperasikan dengan baik. Apakah kesimpulan yang telah dilakukan dengan saksama. Pertama. lebih energik dibandingkan dengan orang dewasa. Transformasi meliputi cara-cara mengolah informasi untuk sampai pada kesimpulan yang lebih tinggi. Belajar anak dalam segala hal lebih cepat dibandingkan dengan orang tua. 2. Kedua.konkret. sejumlah ide-ide dasar ilmu pengetahuan. Kegiatan belajar Belajar sesuatu bidang pelajaran. bila guru mengajarkannya dengan cara menyajikan penjelasan-penjelasan formal yang didasarkan atas logika. tetapi belajar menggunakan alatalat atau resep-resep matematis tanpa memahaminya. Hal itu akan sia-sia saja. Perkembangan intelek anak bukanlah suatu rangkaian perkembangan yang bersifat tertutup. Dalam pengajaran matematika sering anak bukan belajar "aturan matematis". lebih kreatif. . Yang sangat penting dalam mengajarkan konsep-konsep dasar adalah anak dibantu untuk berkembang dari berpikir konkret pada menggunakan cara berpikir yang lebih konseptual. kurang disesuaikan dengan cara berpikir anak serta kurang mengaplikasikannya. merespons terhadap pengaruh lingkungannya terutama lingkungan sekolah. yaitu proses memanipulasi pengetahuan agar sesuai dengan tugas yang baru. Ketiga. dalam pengajaran dari Taman Kanak-Kanak sampai Perguruan Tinggi dalam perkembangan intelek menunjukkan kecenderungan yang sama.

Kedua macam tujuan tersebut sama pentingnya dan diperlukan dalam pelaksanaan program. Spiral Kurikulum Jika prinsip-prinsip perkembangan anak telah diperhatikan. E. Dalam tiap episode terdapat ketiga proses di atas. Episode belajar dapat panjang. yang disusun atau dibentuk di sekitar prinsip-prinsip. kita manipulasi dengan beberapa cara. Cara-cara yang biasa dilakukan adalah: memperpanjang atau memperpendek isi episode. bahan ajar telah disusun dalam urutan yang logis dan cukup mendorong perkembangan dan keadaan memungkinkan untuk memperkenalkannya seawal mungkin. tetapi merupakan spiral terbuka. penting. Minat dan Motif Belajar Dalam perencanaan kurikulum sering dibedakan antara tujuan jangka panjang dan tujuan jangka pendek. atau hanya beberapa konsep saja. Kurikulum memiliki struktur bahan ajar. Kurikulum selalu membutuhkan baik anak didik maupun masyarakat sekitarnya. memberikan ganjaran dalam bentuk pujian. sebab merupakan sasaran akhir. Orang yang lebih ideal. Bila sudah cukup berpengetahuan apakah menjadi orang dewasa yang lebih baik? Bila javvabannya cenderung ke arah tidak atau tidak jelas (ambigius). Kurikulum bukan sesuatu yang staffs tertutup. apakah anak akan menjadi orang dewasa dan berpengetahuan. 3. pemberian gelar juara. yang dapat dicapai dengan penggunaan bahan yang singkat serta metode yang sederhana. juga dapat pendek. karena tujuan jangka pendek tidak memberikan arah sama sekali. lebih mengutamakan tujuan jangka panjang. Seorang yang berpendirian lebih praktis lebih mengutamakan tujuan jangka pendek. episode-episode bahan pelajaran. dan sebagainya. mempersiapkan pertanyaan yang dapat memberikan motivasi intrinsik atau ekstrinsik. biasanya kita susun bahan pelajaran tersebut dalam rentetan episode (satuan pelajaran).Dalam mempersiapkan bahan pelajaran. . Dalam menyajikan bahan pelajaran sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan murid. kurikulum. Tujuan jangka panjang merupakan tujuan akhir pendidikan (the end of education). hal itu menunjukkan belum adanya keteraturan dalam mated. berisi banyak konsep. masalah-masalah dan nilai-nilai dalam masyarakat.

menggunakan alat-alat bantu pengajaran yang cukup serta diciptakan berbagai usaha pemberian motivasi. yang banyak membangkitkan minat belajar anak sampai dengan kegiatan yang bersifat excessive yakni setiap anak secara pasif menanti giliran penugasan. Masalahnya.tetapi tujuan jangka pendek juga penting sebab dengan tujuan tersebut lebih konkret. Terdapat perbedaan usaha untuk membangkitkan minat yang bersifat sementara dengan yang lebih bersifat menetap. audio visual aid. serta mengutamakan kontinuitas dan pendalaman belajar. Pendidikan di Amerika Serikat dewasa ini sangat menekankan pada keunggulan (excellence). Pencapaian keunggulan bukan hanya bagi anak-anak yang cerdas tetapi juga ditujukan bagi anak-anak biasa. bagaimana menyiapkan bahan pengajaran yang dapat merangsang minat belajar anak cerdas. sukar dilaksanakan apabila proses belajar lebih menekankan pada satuan-satuan kurikulum. audio visual aid. dan lainlain dapat membangkitkan minat yang bersifat sementara. Pembangkitan minat belajar pada anak. tetapi juga tidak mematikan minat atau tetap mendorong minat belajar anak-anak yang tidak cerdas. sistem kenaikan kelas. Konsep pendidikan atau pengajaran hanya dipersiapkan bagi anak ratarata agar sesuai bagi setiap kelompok anak. bagaimana mengajarkannya serta bagaimana membangkitkan minat belajar murid. Untuk yang lebih berjangka lama. Penggunaan film. Pembangkitan motif belajar pada anak. pendidikan guru yang efektif. ada yang bersifat sementara (jangka pendek). yang berbentuk suatu proyek yang berisi kegiatan kompetitif. untuk mencapai hal tersebut. dan lain-lain dapat menimbulkan . apa yang harus diajarkan. yang banyak memberikan kebosanan dan apatisme. sistem ujian. adalah kurang tepat. film. Kegiatan belajar juga bergerak dari yang aktif. Mengenai pemusatan perhatian dan minat belajar terletak dalam suatu kontinum yang bergerak dari sikap apatis atau sama sekali tidak menaruh minat sampai dengan yang sangat berminat. lebih mudah dicapai dan akan selalu ditemukan tujuan yang baru menuju sasaran akhir. dan ada juga yang lebih bersifat menetap (jangka panjang). Minat atau perhatian belajar ini sangat berhubungan dengan kegiatan belajar. Persoalannya. Untuk mencapai cita-cita pendidikan unggul dibutuhkan kurikulum yang sesuai.

yang merupakan lawan dari kepenontonan yang pasif. . anak banyak terlibat dalam proses belajar dapat membangkitkan motif belajar yang lebih berjangka panjang. langkah pertama yang harus diusahakan adalah membangkitkan otonomi yang aktif. dan disampaikan dalam bentuk anak lebih aktif. menciptakan kegiatan belajar yang dapat membangkitkan dorongan untuk menemukan (discovery). Sesuatu bahan pengajaran yang berarti bagi anak yang disajikan dalam bentuk yang sesuai dengan tingkat kemampuan berpikir anak. Dalam sistem meritocracy anak yang pandai dapat berkembang pesat. Sistem meritocracy dapat membangkitkan motif yang sangat besar bagi anakanak yang pandai. Untuk membangkitkan minat yang lebih bersifat menetap (jangka panjang). antara otonomi aktif dengan menonton. Meritocracy merupakan sistem pengajaran yang menekankan pada kompetisi atau persaingan. tetapi sebaliknya anak yang kurang pandai akan jauh tertinggal. Posisi dalam sekolah selanjutnya ditentukan oleh record di sekolah sebelumnya. jauh meninggalkan teman-temannya. yang sekarang sedang dikembangkan adalah yang disebut meritocracy. juga mempunyai beberapa efek negatif terutama berkenaan dengan suasana belajar. tetapi dapat mematahkan semangat anakanak yang kurang. Dalam sistem meritocracy siswa mempunyai kesempatan untuk maju terus sesuai dengan prestasi belajar yang dicapainya. Sikap belajar menonton yang pasif (the spectator's possitivy) merupakan hal yang membahayakan dalam perkembangan anak. Sistem meritocracy selain mempunyai beberapa kebaikan. menerjemahkan apa yang akan diajarkan dalam bentuk pikiran yang sesuai dengan tingkat perkembangan anak.kepasifan. antara yang bersifat sementara. Salah satu sistem untuk membangkitkan motif belajar para siswa. ditentukan oleh sukses sebelumnya. Motif belajar pada anak umumnya campuran. seperti halnya kebudayaan komunikasi massa dapat menimbulkan kepasifan dan sikap monoton. Kesempatan pendidikan selanjutnya bahkan juga kesempatan pekerjaan selanjutnya. Beberapa hal dapat diusahakan untuk membangkitkan motif belajar pada anak yaitu pemilihan bahan pengajaran yang berarti bagi anak. Film dan audio visual aid merupakan alat yang berorientasi pada hiburan.

drama serta pendidikan humanitas lainnya sangat membantu untuk mencapai keseimbangan. berbuat dan mengadakan studi sendiri. didorong untuk berpikir. berinkuiri dalam profesinya. Dalam sekolah yang menekankan sistem kompetitif. Buku Acuan Hosyom. Hal itu dapat diatasi dengan menggunakan sistem pendidikan yang pluralistis.tang pendidikan yang baik. Agar para pelaksana dan juga perencana pendidikan mempunyai pemahaman yang mendalam tentang situasi pendidikan. Remedial dan penyuluhan bukan satu-satunya jawaban untuk mengatasi masalah belajar yang bersifat kompetitif. . Untuk melaksanakan pengajaran yang baik. Pendidikan seni. Salah satu kelemahan sistem meritocracy adalah terlalu menekankan pada science dan teknologi. Inquiring Into the Teaching Process. musik.Efek yang kurang baik dalam suasana belajar dapat dikontrol dengan perencanaan yang matang. ahli kurikulum. F. pengawas. Ontario: OISE Press/The Ontariao Institut for Study in Education. Dengan dasar pemahaman di atas para pelaksana pendidikan. tulisan ini mengajak dan mendorong para pelaksana pendidikan terutama guru. Penyuluhan khusus sering dibutuhkan bukan saja oleh anak-anak yang lambat tetapi juga anak cepat. Sesuai dengan judul bukunya. kegiatan siswa serta pemikiran siswa. terutama guru dapat melaksanakan pengajaran dan memonitor perkembangannya. Dengan buku ini para perencana dan pelaksana pendidikan diajak. Sebagai dasar pemahaman situasi pendidikan mereka harus mempunyai pengetahuan ten. kepala sekolah. pelajaran yang berkenaan dengan humanisme kurang sekali. mereka harus menguasai pula peranan profesional dari guru serta prosedur pelaksanaan pengajaran. dibutuhkan usahausaha remedial terutama untuk anak-anak lambat belajar. inquiring. mereka perlu memahami pemikiran guru. John. (1985). serta administrator pendidikan untuk lebih memahami apa yang secara nyata berlangsung dalam kelas. kegiatan guru dalam kelas. Toronto.

dipersiapkan dan dilatih. et al. Keseluruhan isi buku ini memberikan pegangan tentang bagaimana melaksanakan suatu pengajaran secara efektif. Pada bagian akhir buku ini diuraikan juga bagaimana merencanakan dan melaksanakan pengajaran yang efektif.. Approaches to Teaching. Bedwell. Konsep yang ingin disampaikan dalam buku ini ialah suatu keyakinan bahwa esensi dari pengajaran adalah fleksibilitas. Guru juga sebagai ahli strategi pengajaran. buku ini menguraikan beberapa pendekatan dalam mengajar. tetapi sering penuh dengan frustrasi dan kegembiraan. modelmodel mengajar dan beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mengembangkan pengajaran yang menekankan fleksibilitas. sebagai komunikator informasi. Pendidikan guru memegang peranan penting untuk mengembangkan fleksibilitas dalam interaksi. New York. yaitu pendekatan: executive. hukuman. Pengajaran yang efektif tidak lahir begitu saja tetapi harus dipelajari. sebab hal itu akan sangat mempengaruhi perilaku siswa. dan ganjaran. et.al. London: Teachers College. London: Longman. Publication.. and Soltis. sebagai manajer tingkah laku siswa dan evaluator perkembangan siswa. Flexibility in Teaching. therapist dan . sama dengan guru yang baik tidak dilahirkan tetapi dibuat. Gary D. Pengajaran merupakan suatu kehidupan yang berisi hubungan simbiosis antara guru dengan siswa. Secara garis besar ada tiga pendekatan. (1981). (1984). penyesuaian pengajaran dengan segisegi kepribadian siswa. agar is dapat mengembangkan kreativitasnya sendiri. Springfield. Illinois: Charles and Thomas. New York. Columbia University. Jonas F. sebagai pelaku yang efektif. Bruce R. (1986). Effecitve Teaching: Preparation and Implementation. Bertolak dari kenyataan itu. Fleksibilitas merupakan karakteristik dasar yang harus dimiliki guru. Dalam buku ini digambarkan bahwa pengajaran adalah suatu perbuatan yang gentleman. Pendekatan mengajar merupakan hal yang sangat penting dalam pengajaran. Lance E.Joice. konteks sosial dan teknis pengajaran. Dalam buku ini diuraikan secara rinci berbagai peran guru sebagai pengajar. Guru sebagai perencana pengajaran. Selanjutnya dalam buku tersebut diuraikan. Fenstermacher. suatu adaptasi alamiah antara seorang dengan yang lain. membantu kreativitas siswa dan mengkreatifkan sekolahnya.

otonomi. Dalam buku itu juga diuraikan bagaimana menerapkan ketiga pendekatan tersebut. . guru sebagai eksekutor sebagai ekspert yang memberikan pelajaran-pelajaran tertentu dengan teknik-teknik tertentu dengan sangat terampil. pengembang pribadi yang utuh. Pendekatan liberationist memandang guru sebagai liberator. Menurut pendekatan therapist guru adalah orang yang empathetik yang berfungsi membantu perkembangan individu secara pribadi mencapai tingkat self actualization yang tinggi dengan penuh pengertian dan penerimaan.liberationist. pembebas pribadi siswa. Dalam pendekatan eksekutif. dilengkapi dengan beberapa kasus dan cara pemecahannya. rasional dan bermoral.

yaitu relevan ke luar dan relevansi di dalam kurikulum itu sendiri. pengusaha serta unsurunsur masyarakat lainnya. Pewujudan konsep. kebutuhan. dalam proses pembimbingan perkembangan siswa. dan perbuatan pendidikan. dan. 1. Oleh karena itu. nilai-nilai. prinsip. metode. prinsip. maupun masyarakat. Di sana semua konsep. Dialah sebenarnya perencana. mencapai tujuan yang dicita-citakan oleh siswa sendiri.BAB 8 PENGEMBANGAN KURIKULUM A. gurulah pemegang kunci pelaksanaan dan keberhasilan kurikulum. Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum Kurikulum merupakan rancangan pendidikan yang merangkum semua pengalaman belajar yang disediakan bagi siswa di sekolah. pelaksana. penilai. Pertama. dan aspek-aspek kurikulum tersebut seluruhnya terletak pada guru. prinsipreigansi. keluarga. dan kemampuan guru diuji dalam bentuk perbuatan. alat. Dalam kurikulum terintegrasi filsafat. ahli bidang ilmu. Kurikulum menyiapkan siswa untuk bisa hidup dan bekerja dalam masyarakat. pendidik. pejabat pendidikan. Ada dua macam relevansi yang harus dimiliki kurikulum. Prinsip-prinsip umum Ada beberapa prinsip umum dalam pengembangan kurikulum. menjadi pedoman bagi pengembangan kemampuan siswa secara optimal sesuai dengan tuntutan dan tantangan perkembangan masyarakat. dan proses belajar yang tercakup dalam kurikulum hendaknya relevan dengan tuntutan. Rancangan ini disusun dengan maksud memberi pedoman kepada para pelaksana pendidikan. isi. Kelas merupakan tempat untuk melaksanakan dan menguji kurikulum. Suatu kurikulum diharapkan memberikan landasan. Relevansi ke luar maksudnya tujuan. dan pengembang kurikulum sesungguhnya. Kurikulum disusun oleh para ahli pendidikan/ahli kurikulum. dan perkembangan masyarakat. nilai. pengetahuan. isi. yang akan mewujudkan bentuk kurikulum yang nyata dan hidup. Apa yang tertuang dalam kurikulum hendaknya mempersiapkan siswa untuk tugas . pengetahuan.

Keberhasilan pelaksanaan kurikulum ini baik secara kuantitas maupun kualitas. baik keterbatasan waktu. maupun personalia. kurikulum hendaknya memilih sifat lentur atau fleksibel. tidak terputus-putus atau berhenti-henti. dengan kelas lainnya. isi. perlu selalu ada komunikasi dan kerja sama antara para pengembang kurikulum sekolah dasar dengan SMTP. SMTA.tersebut. di sini dan ditempat lain. Oleh karena itu. proses penyampaian. juga antara jenjang pendidikan dengan pekerjaan. Prinsip ini juga disebut prinsip efisiensi. Kurikulum dan pendidikan selalu dilaksanakan dalam keterbatasan-keterbatasan. Kurikulum bukan hanya menyiapkan anak untuk kehidupannya sekarang tetapi juga yang akan datang. Prinsip keempat adalah praktis. Kurikulum bukan hanya harus ideal tetapi juga praktis. Relevansi internal ini menunjukkan suatu keterpaduan kurikulum. dan murah tetapi keberhasilannya tetap harus diperhatikan. Kurikulum mempersiapkan anak untuk kehidupan sekarang dan yang akan datang. Betapapun bagus dan idealnya suatu kurikulum kalau menuntut keahlian-keahlian dan peralatan yang sangat khusus dan mahal pula biayanya. alat. Walatipun kurikulum tersebut hams murah. mudah dilaksanakan. maka kurikulum tersebut tidak praktis dan sukar dilaksanakan. Prinsip ketiga adalah kontinuitas yaitu kesinambungan. Kurikulum juga harus memiliki relevansi di dalam yaitu ada kesesuaian atau konsistensi antara komponen-komponen kurikulum. Suatu kurikulum yang baik adalah kurikulum yang berisi hal-hal yang solid. Prinsip kedua adalah fleksibilitas. dan Perguruan Tinggi. pengalamanpengalaman belajar yang disediakan kurikulum juga hendaknya berkesinambungan antara satu tingkat kelas. Pengembangan kurikulum perlu dilakukan serempak bersama-sama. antara satu jenjang pendidikan dengan jenjang lainnya. dan latar belakang anak. yaitu antara tujuan. menggunakan alat alat sederhana dan biayanya juga murah. bagi anak yang memiliki latar belakang dan kemampuan yang berbeda. biaya. Perkembangan dan proses belajar anak berlangsung secara berkesinambungan. dan penilaian. Pengembangan suatu kurikulum tidak dapat dilepaskan dan merupakan . sederhana. Prinsip kelima adalah efektivitas. tetapi daram pelaksanaannya memung inkan terjadinya penyesuaian-penyesuaian berdasarkan kondisi daera aktu maupun kemampuan.

dan penilaian. Hubungan kurikulum dengan pembangunan pendidikan . pengalaman belajar.penjabaran dari perencanaan pendidikan. isi pendidikan. Visualisasi kerangka berpikir tersebut dapat dilihat pada bagan berikut: BAGAN 8. Perencanaan di bidang pendidikan juga merupakan bagian yang dijabarkan dari kebijaksanaan-kebijaksanaan pemerintah di bidang pendidikan. Kurikulum pada dasarnya berintikan empat aspek utama yaitu: tujuantujuan pendidikan. Keberhasilan kurikulum akan mempengaruhi keberhasilan pendidikan. Interelasi antara keempat aspek tersebut serta antara aspek-aspek tersebut dengan kebijaksanaan pendidikan perlu selalu mendapat perhatian dalam pengembangan kurikulum.

jangka menengah. pengalaman belajar. Prinsip-prinsip ini berkenaan dengan penyusunan tujuan. dan . Ketiga ranah belajar.2. Isi bahan pelajaran harus keterampilan. sikap. Unit-unit kurikulum harus disusun dalam urutan yang logis dan sistematis. 2. 2. yaitu pengetahuan. Survai tentang pandangan para ahli dalam bidang-bidang tertentu. Perumusan tujuan pendidikan bersumber pada: 1. isi. sikap. dan keterampilan diberikan secara simultan dalam urutan situasi belajar. dan strategi pembangunan termasuk di dalamnya pendidikan. 5. yang dapat ditemukan dalam dokumen-dokumen lembaga negara mengenai tujuan. dan jangka pendek (tujuan khusus). dan penilaian. Survai mengenai persepsi orang tua/masyarakat tentang kebutuhan memka yang dikirimkan melalui angket atau wawancara dengan mereka. dihimpun melalui angket. observasi. Tujuan pendidikan mencakup tujuan yang bersifat umum atau berjangka panjang. Prinsip berkenaan dengan tujuan pendidikan Tujuan menjadi pusat kegiatan dan arah semua kegiatan pendidikan. Makin umum suatu perbuatan hasil belajar dirumuskan semakin sulit menciptakan pengalaman belajar. Perumusan komponen-komponen kurikulum hendaknya mengacu pada tujuan pendidikan. 4. wawancara. 6. Survai tentang manpower. Penelitian. Ketentuan dan kebijaksanaan pemerintah. 3. Prinsip berkenaan dengan pemilihan isi pendidikan Memilih isi pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan yang telah ditentukan para perencana kurikulum perlu mempertimbangkan beberapa hal. 1. Prinsip-prinsip khusus Ada beberapa prinsip yang lebih khusus dalam pengembangan kurikulum. 3. Perlu penjabaran tujuan pendidikan/pengajaran ke dalam bentuk perbuatan hasil belajar yang khusus dan sederhana. Pengalaman negara-negara lain dalam masalah yang sama. dan dari berbagai media massa. Untuk hal tersebut diperlukan meliputi segi pengetahuan.

hendaknya memperhatikan: bagaimana pembuatannya. Apakah metode/teknik tersebut mendorong berkembangnya kemampuan baru? 7. Prinsip berkenaan dengan pemilihan proses belajar mengajar Pemilihan proses belajar mengajar yang digunakan hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut: 1. Apakah semuanya sudah tersedia? Bila alat tersebut tidak ada apa penggantinya? 2. Untuk belajar keterampilan sangat dibutuhkan kegiatan belajar yang menekankan "learning by doing" di samping "learning by seeing and knowing". Kalau ada alat yang harus dibuat. Apakah metode/teknik tersebut memberikan kegiatan yang bervariasi sehingga dapat melayani perbedaan individual siswa? 3. juga mendorong penggunaan sumber yang ada di rumah dan di masyarakat? 8. atau mengaktifkan guru atau kedua-duanya? 6. afektif dan psikomotor? 5. Apakah metode/teknik tersebut lebih mengaktifkan siswa. Prinsip berkenaan dengan pemilihan media dan alat pengajaran Proses belajar-mengajar yang baik perlu didukung oleh penggunaan media dan alat-alat bantu pengajaran yang tepat. Apakah metode/teknik tersebut menimbulkan jalinan kegiatan belajar di sekolah dan di rumah. 1. Apakah metode/teknik belajar-mengajar yang digunakan cocok untuk mengajarkan bahan pelajaran? 2. siapa yang membuat. pembiayaannya.buku pedoman guru yang memberikan penjelasan tentang organisasi bahan dan alat pengajaran secara lebih mendetail. Apakah metode/teknik tersebut memberikan urutan kegiatan yang bertingkat-tingkat? 4. waktu pembuatan? . Apakah metode/ teknik tersebut dapat menciptakan kegiatan untuk mencapai tujuan kognitif. Alat/media pengajaran apa yang diperlukan.

Bagaimana pengorganisasian alat dalam bahan pelajaran.3. Tuliskan butir-butir test. Prinsip berkenaan dengan pemilihan kegiatan penilaian Penilaian merupakan bagian integral dari pengajaran: 1. Dalam merencanakan suatu penilaian hendaknya diperhatikan beberapa hal. Hubungkan dengan bahan pelajaran. dan lain-lain? 4. paket belajar. Dalam penyusunan alat penilaian (test) hendaknya diikuti langkahlangkah sebagai berikut: Rumuskan tujuan-tujuan pendidikan yang umum. apakah dalam bentuk modul. Bagaimana kelas. ahli pendidikan. 2. yaitu: administrator pendidikan. Dalam pengolahan suatu hasil penilaian hendaknya diperhatikan halhal sebagai berikut: Norma apa yang digunakan di dalam pengolahan hasil test? Apakah digunakan formula guessing? Bagaimana pengubahan skor ke dalam skor masak? Skor standar apa yang digunakan? Untuk apakah hasil-hasil test digunakan? B. . Uraikan ke dalam bentuk tingkahtingkah laku murid yang dapat diamati. dan tingkat kemampuan kelompok yang akan ditest? Berapa lama waktu dibutuhkan untuk pelaksanaan test? Apakah test tersebut berbentuk uraian atau objektif? Berapa banyak butir test perlu disusun? Apakah tes tersebut diadministrasikan oleh guru atau oleh murid? 3. usia. ahli kurikulum. Bagaimana pengintegrasiannya dalam keseluruhan kegiatan belajar? 5. dalam ranahranah kognitif. dan psikomotor. Hasil yang terbaik akan diperoleh dengan menggunakan multi media. afektif. Pengembang Kurikulum Dalam mengembangkan suatu kurikulum banyak pihak yang turut berpartisipasi.

. dan orang tua. memberikan dorongan dan bimbingan kepada guru-guru. Administrator lokal harus bekerja sama dengan kepala sekolah dan guru dalam mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Atas dasar kerangka dasar dan program inti tersebut para administrator daerah (kepala kantor wilayah) dan administrator lokal (kabupaten. 1. Walaupun guru dapat mengembangkan kurikulum sendiri. Kerangka dasar dan program inti tersebut akan menentukan minimum course yang dituntut. kecamatan dan kepala sekolah) mengembangkan kurikulum sekolah bagi daerahnya yang sesuai dengan kebutuhan daerah.ahli bidang ilmu pengetahuan. kepala kantor wilayah. guru-guru. Administrator tingkat pusat bekerja sama dengan para ahli pendidikan dan ahli bidang studi di Perguruan Tinggi serta meminta persetujuannya terutama dalam penyusunan kurikulum sekolah. kepala kantor kabupaten dan kecamatan serta kepala sekolah. Para kepala sekolah mempunyai wewenang dalam membuat operasionalisasi sistem pendidikan pada masing-masing sekolah. menyusun kerangka dasar serta program inti kurikulum. la merupakan figur kunci di sekolah. mengkomunikasikan sistem pendidikan kepada masyarakat. Peranan para administrator di tingkat pusat (direktur dan kepala pusat) dalam pengembangan kurikulum adalah menyusun dasar-dasar hukum. Kepala sekolah juga mempunyai peranan kunci dalam menciptakan kondisi untuk pengembangan kurikulum di sekolahnya. dan orang tua murid serta tokoh-tokoh masyarakat. tetapi dalam pelaksanaannya sering harus didorong dan dibantu oleh para administrator. kepemimpinan kepala sekolah sangat mempengaruhi suasana sekolah dan pengembangan kurikulum. guru. pusat pengembangan kurikulum. Para kepala sekolah ini sesungguhnya yang secara terus menerus terlibat dalam pengembangan dan implementasi kurikulum. Dari pihak-pihak tersebut yang secara terusmenerus turut terlibat dalam pengembangan kurikulum adalah: administrator. serta mendorong pelaksanaan kurikulum oleh guru -guru di kelas. Peranan para administrator pendidikan Para administrator pendidikan ini terdiri atas: direktur bidang pendidikan. Peranan kepala sekolah lebih banyak berkenaan dengan implementasi kurikulum di sekolahnya.

lokal bahkan sekolah juga sangat diperlukan. pengembangan kurikulum membutuhkan bantuan pemikiran para ahli. telah digariskan pada tingkat pusat belum tentu dapat dengan mudali dipahami oleh para pengembang dan pelaksana kurikulum di daerah. sebab apa yany. maka pertisipasi mereka pada tingkai daerah. model media. pemilihan sistem dan model kurikulum. ahli kurikulum. Partisipasi para ahli pendidikan dan ahli kurikulum terutama sangat dibutuhkan dalam pengembangan kurikulum pada tingkat pusat. Pengembangan kurikulum juga membutuhkan partisipasi para ahli bidang studi/bidang ilmu yang juga mempunyai wawasan tentang pendidikan serta perkembangan tuntutan masyarakat. Mereka juga sangat diharapkan partisipasinya dalam menyusun materi ajaran dalam sekuens yang sesuai dengan struktur keilmuan tetapi sangat memudahkan para siswa untuk mempelajarinya. Mengacu pada kebijaksanaan-kebijaksanaan yang ditetapkan pemerintah. Peranan para ahli Pengembangan kurikulum bukan saja didasarkan atas perubahan tuntutan kehidupan dalam masyarakat. model pembelajaran. Pengembangan kurikulum bukan hanya sekadar memilih dan menyusun bahan pelajaran dan metode mengajar. dan masukan-masukan dari pelaksaman pendidikan dan kurikulum yang sedang berjalan. perkembangan tuntutan masyarakat. maupun ahli bidang studi/disiplin ilmu. yang mutakhir dan sesuai dengan perkembangan kebutuhan masyarakat sangat diperlukan. Apabila pengembangan kurikulum sudah banyak dilakukati pada tingkat daerah atau lokal. model pengelolaan. tetapi menyangkut penentuan arah dan orientasi pendidikan. maupun model evaluasinya.2. tetapi juga perlu dilandasi oleh perkembangan konsep-konsep dalam ilmu. Oleh karena itu. baik model konsep. . model desain. baik kebijaksanaan pembangunan secara umum maupun pembangunan pendidikan. para ahli pendidikan dan kurikulum memberikan alternatif konsep pendidikan dan model kurikulum yang dipandang paling sesuai dengan keadaan dan tuntutan di atas. baik ahli pendidikan. Sumbangan mereka dalam memilih materi bidang ilmu. serta berbagai perangkat dan pedoman penjabaran serta pedoman implementasi dari model-model tersebut.

. Guru juga berperan sebagai pelajar dalam masyarakatnya. Peranan guru Guru memegang peranan yang cukup penting baik di dalam perencanaan maupun pelaksanaan kurikulum. Guru juga bukan hanya berperan sebagai guru di dalam kelas. dan pengembang kurikulum bagi kelasnya. Dialah yang mengolah. nilai-nilai utama masyarakat. ia juga seorang komunikator. pelaksana. sebab ia harus selalu belajar struktur sosial masyarakat. manajer sistem pengajaran. Hal-hal di atas diperlukan untuk mempersiapkan guru dalam berbagai situasi dan kegiatan pendidikan.3. pembimbing baik di sekolah maupun di masyarakat dalam hubungannya dengan pelaksanaan pendidikan seumur hidup. Dia adalah perencana. Sebagai pelaksana kurikulum maka guru pulalah yang menciptakan kegiatan belajar mengajar bagi murid-muridnya. Hasil-hasil penilaian demikian akan sangat membantu pengembangan kurikulum. guru mampu menciptakan situasi belajar yang aktif yang menggairahkan yang penuh kesungguhan dan mampu mendorong kreativitas anak. Karena guru juga merupakan barisan pengembang kurikulum yang terdepan maka guru pulalah yang selalu melakukan evaluasi dan penyempurnaan terhadap kurikulum. meramu kembali kurikulum dari pusat untuk disajikan di kelasnya. guru merupakan penerjemah kurikulum yang datang dari atas. pengembang alat-alat belajar. pola-pola tingkah laku dalam masyarakat. penyusunan organisasi. untuk memahami hambatanhambatan dalam implementasi kurikulum dan juga dapat membantu mencari cara untuk mengoptimalkan kegiatan guru. pendorong kegiatan belajar. pencoba. Berkat keahlian. Peranan guru bukan hanya menilai perilaku dan prestasi belajar murid murid dalam kelas. keterampilan dan kemampuan seninya dalam mengajar. tetapi juga menilai implementasi kurikulum dalam lingkup yang lebih luas. Sekalipun ia tidak mencetuskan sendiri konsep-konsep tentang kurikulum.

hanya terbatas kepada beberapa orang saja yang cukup waktu dan mempunyai latar belakang yang memadai. dan orang tua sewajarnya mengikuti atau mengamati kegiatan belajar anaknya di rumah. Kegiatan-kegiatan tersebut akan memberikan umpan balik bagi penyempumaan kurikulum. seminar. dan sebagainya. terutama dari perguruan tinggi dan masyarakat. Orang tua juga dapat hind berpartisipasi dalam kegiatan di sekolah melalui berbagai kegaitan seperti diskusi. Kedua. 1. Pertama. partisipasi dalam kegiatan sekolah orang tua dapat turut serta dalam pengembangan kurikulum terutama dalam bentuk pelaksanaan kegiatan belajar yang sewajarnya. Orang tua juga secara berkala menerima laporan kemajuan anak-anaknya dari sekolah berupa rapor dan sebagainya. Dalam penyusunan kurikulum mungkin tidak semua orang tua dapat ikut serta. Sebagian kegiatan belajar yang dituntut kurikulum dilaksanakan di rumah. dari pengembangan ilmu pendidikan dan keguruan serta penyiapan guru-guru di Perguruan Tinggi Keguruan (Lembaga . pameran sekolah. penyelesaian tugas-tugas serta partisipasi dalam setiap kegiatan di sekolah. usaha yang sungguh-sungguh. Peranan orang tua lebih besar dalam pelaksanaan kurikulum. Perguruan tinggi Kurikulum minimal mendapat dua pengaruh dari Perguruan Tinggi. Peranan mereka dapat berkenaan dengan dua hal: pertama dalam penyusunan kurikulum dan kedua dalam pelaksanaan kurikulum. Peranan orang tua murid Orang tua juga mempunyai peranan dalam pengembangan kurikulum. dari pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan di perguruan tinggi umum. lokakarya.4. C. minat yang penuh. Melalui pengamatan dalam kegiatan belajar di rumah. laporan sekolah. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengembangan Kurikulum Sekolah mendapatkan pengaruh dari kekuatan-kekuatan yang ada dalain masyarakat. pertemuan orang tua-guru. Rapor juga merupakan suatu alat komunikasi tentang program atau kegiatan pendidikan yang dilaksanakan di sekolah. Dalam pelaksanaan kurikulum diperlukan kerja sama yang sangat erat antara guru atau sekolah dengan para orang tua murid.

Perkembangan dunia usaha yang ada di masyarakat mempengaruhi pengembangan kurikulum sebt sekolah bukan hanya mempersiapkan anak untuk hidup. masyarakat kota atau desa. terutama melalui penguasaan ilmu dan kemampuan keguruan dari guru-guru yang dihasilkannya. yaitu program D2. Salah satu kekuatan yang ada dalam masyarakat adalah dunia usaha. STKIP) melalui berbagai program. baik ilmu pendidikan maupun bidang studi serta kemampuan mengajar dari guru-guru akan sangat mempengaruhi pengembangan dan implementasi kurikulum di sekolah. Guru-guru yang mengajar pada berbagai jenjang dan jenis sekolah yang ada dewasa ini.Pendidikan Tenaga Kependidikan). pedagang atau pegawai. Isi kurikulum hendaknya mencerminkan kondisi dan dapat memenuhi tuntutan dan kebutuhan masyarakat di sekitarnya. umumnya disiapkan oleh LPTK (IKIP. FKIP. tetapi juga untuk bekerja dan berusaha. Telah diuraikan terdahulu bahwa pengetahuan dan teknologi banyak memberikan sumbangan bagi isi kurikulum serta proses pembelajaran. 2. Sekolah harus melayani aspirasi-aspirasi yang ada di masyarakat. Kurikulum Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan juga mempengaruhi pengembangan kurikulum. Masyarakat yang ada di sekitar sekolah mungkin merupakan masyarakat homogen atau heterogen. Sebagai bagian dan agen dari masyarakat. Jenis pengetahuan yang dikembangkan di Perguruan Tinggi akan mempengaruhi isi pelajaran yang akan dikembangkan dalam kurikulum. D3 dan Sl. Penguasaan ilmu. Masyarakat Sekolah merupakan bagian dari masyarakat dan mempersiapkan anak untuk kehidupan di masyarakat. Pada Sekolah Dasar masih banyak guru berlatar belakang pendidikan SPG dan SGO. Jenis pekerjaan dan perusahaan yang ada di masyarakat menuntut persiapannya di sekolah. petani. dan sebagainya. sekolah sangat dipengaruhi oleh lingkungan masyarakat di mana sekolah tersebut berada. Perkembangan teknologi selain menjadi isi kurikulum juga mendukung pengembangan alat bantu dan media pendidikan. . tetapi secara berangsurangsur mereka akan mengikuti program penyetaraan D2.

Masyarakat umumnya heterogen dan multifaset. kelompok intelek. dan sebagainya A. TK sampai rektor universitas. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan guru dalam mengajarkan nilai: (1) guru hendaknya mengetahui dan memperhatikan semua nilai yang ada dalam masyarakat. . (4) guru menghargai nilai-nilai kelompok lain. (5) memahami dan menerima keragaman kebudayaan sendiri. Masyarakat memiliki kelompok-kelompok etnis.3. guru guru dari setiap jenjang pendidikan. politik. Bila artikulasi dilaksanakan dengan baik akan terwujud kesinambungan pengalaman belajar sejak TK sampai Perguruan Tinggi. Dalam masyarakat Ingo terdapat aspek-aspek sosial. dan moral. metode maupun perhatian terhadap perkembangan anak. Tanpa artikulasi akan terdapat keragaman baik dalam isi. Sistem nilai Dalam kehidupan masyarakat terdapat sistem nilai. Untuk menyusun artikulasi kurikulum diperlukan kerja sama dari berbagai pihak: para administrator. juga antara satu bidang studi dengan bidang studi lainnya secara horizontal. merevisi metode serta isi pengajaran. keagamaan. estetika.pek-aspek tersebut sering juga mengandung nilai-nilai yang berbeda. budaya maupun nilai politis. Masalah utama yang dihadapi para pengembang kurikulum menghadapi nilai ini adalah. kepala sekolah. kelompok vokasional. membuang hal-hal yang tidak diperlukan. bahwa dalam masyarakat nilai itu tidak hanya satu. Sistem nilai yang akan dipelihara dan diteruskan tersebut harus terintegrasikan dalam kurikulum. Artikulasi dan Hambatan Pengembangan Kurikulum Artikulasi dalam pendidikan berarti "kesatupaduan dan koordinasi segala pengalaman belajar". chr. (2) guru hendaknya berpegang pada prinsip demokrasi. etis. orang tua murid dan tokoh-tokoh masyarakat. Untuk merealisasikan artikulasi kurikulum. fisik. Sekolah sebagai lembaga masyarakat juga bertanggung jawab dalam pemeliharaan dan penerusan nilainilai. etika. kelompok sosial. spiritual dan sebagainya yang tiap kelompok sering memiliki nilai yang berbeda. mengusahakan perluasan dan kesinambungan kurikulum. D. sosial.iiis. (3) guru berusaha menjadikan dirinya sebagai teladan yang patut ditiru. menghilangkan duplikasi.. ekonomi. perlu meneliti kurikulum secara menyeluruh. baik nilai moral.

ketepatan kurikulum yang digunakan membutuhkan bantuan. Guru kurang berpartisipasi dalam pengembangan kurikulum. Untuk menjamin kesinambungan pengalaman belajar beberapa sekolah menggunakan sistem pendidikan tidak berkelas. isi atau sistem secara keseluruhan membutuhkan biaya yang sering tidak sedikit. Pertama kurang waktu. Ketiga karena kemampuan dan pengetahuan guru sendiri. Hambatan lain yang dihadapi oleh pengembang kurikulum adalah masalah biaya. Pemilihan suatu model pengembangan kurikulum bukan saja didasarkan atas kelebihan dan kebaikan-kebaikannya serta kemungkinan pencapaian hasil yang optimal. baik antara sesama guru maupun dengan kepala sekolah dan administrator. serta input fakta dan pemikiran dari masyarakat. Hal itu menyebabkan tersusunnya organisasi mata pelajaran yang kaku. Hambatan-hambatan pengembangan kurikulum Dalam pengembangan kurikulum terdapat beberapa hambatan. Keberhasilan pendidikan. Masyarakat adalah sumber input dari sekolah. Model-Model Pengembangan Kurikulum Banyak model yang dapat digunakan dalam pengembangan kurikulum. E. Hambatan lain datang dari masyarakat. Untuk pengembangan kurikulum. tetapi juga perlu disesuaikan dengan sistem pendidikan dan sistem pengelolaan pendidikan yang dianut serta model konsep pendidikan mana yang . Salah satu hal yang sering dipandang menghambat artikulasi adalah pembagian menurut tingkat belajarnya. hubungan antara satu tingkat dengan tingkat berikutnya.Dalam mengusahakan artikulasi kurikulum tersebut murid pun perlu dimintakan pendapatnya tentang hubungan pelajaran yang satu dengan yang lainnya. Kedua kekurangsesuaian pendapat. apalagi yang berbentuk kegiatan eksperimen baik metode. Untuk pengembangan kurikulum dibutuhkan dukungan masyarakat baik dalam pembiayaan maupun dalam memberikan umpan balik terhadap sistem pendidikan atau kurikulum yang sedang berjalan. Hambatan pertama terletak pada guru. Hal itu disebabkan beberapa hal.

Sekurang-kurangnya dikenal delapan model pengembangan kurikulum. Beauchamp's system. serta menyusun pedomanpedoman pelaksanaan kurikulum tersebut bagi guru-guru. dan para tokoh dari dunia kerja dan perusahaan. guru-guru bidang studi yang senior. landasan-landasan. Tugas tim kerja ini merumuskan tujuan-tujuan yang lebih operasional dari tujuantujuan yang lebih umum. ahli disiplin ilmu dari perguruan tinggi. kebijaksanaan. ahli kurikulum. Taba's inverted model. The administrative model Model pengembangan kurikulum ini merupakan model paling lama dan paling banyak dikenal. Setelah hal-hal yang mendasar ini terumuskan dan mendapatkan pengkajian yang saksama. pejabat di bawahnya. the grass roots model. the demonstration model. yaitu: the administrative (line staff) model. Para anggota tim atau komisi ini terdiri atas para ahli pendidikan/kurikulum. teknologis dan rekonstruksi sosial. direktur atau kepala kantor wilayah pendidikan dan kebudayaan) membentuk suatu komisi atau tim pengarah pengembangan kurikulum. . Tugas tim atau komisi ini adalah merumuskan konsep-konsep dasar. Tim kerja pengembangan kurikulum bertugas menyusun kurikulum yang sesungguhnya yang lebih operasional. 1. para ahli pendidikan. Model pengembangan dalam kurikulum yang sifatnya subjek akademis berbeda dengan kurikulum humanistik. Model pengembangan kurikulum dalam sistem pendidikan dan pengelolaan yang sifatnya sentralisasi berbeda dengan yang desentralisasi. memilih strategi pengajaran dan evaluasi. the systematic action research model dan emerging technical model. Roger's interpersonal relations model. Diberi nama model administratif atau line staff karena inisiatif dan gagasan pegembangan datang dari para administrator pendidikan dan menggunakan prosedur administrasi.digunakan. memilih dan menyusun sekuens bahan pelajaran. ahli disiplin ilmu. dan strategi utama dalam pengembangan kurikulum. Dengan wewenang administrasinya. administrator pendidikan menyusun tim atau komisi kerja pengembangan kurikulum. Anggota-anggota komisi atau tim ini terdiri atas. dijabarkan dari konsep-konsep dan kebijaksanaan dasar yang telah digariskan oleh tim pengarah. administrator pendidikan (apakah dirjen.

sedangkan model grass roots akan berkembang dalam sistem pendidikan yang bersifat desentralisasi. 2. satu atau . maupun sekolah. Setelah berjalan beberapa saat perlu juga dilakukan suatu evaluasi. Dalam pelaksanaan kurikulum tersebut. yaitu guru-guru atau sekolah. untuk menilai baik validitas komponen-komponennya. administrator pemberi tugas menetapkan berlakunya kurikulum tersebut serta memerintahkan sekolahsekolah untuk melaksanakan kurikulum tersebut. Setelah mendapatkan beberapa penyempurnaan. baik bagi instansi pendidikan di tingkat pusat.Setelah semua tugas dari tim kerja pengembang kurikulum tersebut selesai. The grass roots model Model pengembangan ini merupakan lawan dari model pertama. bukan datang dari atas tetapi dari bawah. Dalam model pengembangan yang bersifat grass roots seorang guru. Penilaian menyeluruh dapat dilakukan oleh tim khusus dari tingkat pusat atau daerah. Karena sifatnya yang datang dari atas. sekelompok guru atau keseluruhan guru di suatu sekolah mengadakan upaya pengembangan kurikulum. dan dinilai telah cukup baik. tidak selalu segera berjalan. pengamatan dan pengawasan serta bimbingan dalam pelaksanaannya. daerah. sebab menuntut kesiapan dari pelaksanaannya. Kebutuhan akan adanya penataran sering tidak dapat dihindarkan. Mereka perlu mendapatkan petunjuk-petunjuk dan penjelasan atau mungkin juga peningkatan pengetahuan dan keterampilan. Hasil penilaian tersebut merupakan umpan balik. terutama guru-guru. hasilnya dikaji ulang oleh tim pengarah serta para ahli lain yang berwenang atau pejabat yang kompeten. Inisiatif dan upaya pengembangan kurikulum. Pengembangan kurikulum dari atas. selama tahun-tahun permulaan diperlukan pula adanya kegiatan monitoring. sedang penilaian persekolah dapat dilakukan oleh tim khusus sekolah yang bersangkutan. model pengembangan kurikulum demikian disebut juga model "top down" atau "line staff'. digunakan dalam sistem pengelolaan pendidikan/kurikulum yang bersifat sentralisasi. Pengembangan atau penyempurnaan ini dapat berkenaan dengan suatu komponen kurikulum. Model pengembangan kurikulum yang pertama. prosedur pelaksanaan maupun keberhasilannya.

tetapi mungkin pula dapat digunakan untuk bidang studi sejenis pada sekolah lain. baik dilihat dari kemampuan guru-guru. and Shores 1957: 429). Beauchamp's system Model pengembangan kurikulum ini. Apabila kondisinya telah memungkinkan. The curriculum will improve only as the professional competence of teachers improves. oleh karena itu dialah yang paling kompeten menyusun kurikulum bagi kelasnya. they will be able to understand one another better and to reach a consensus on basic principles. yang pada gilirannya akan melahirkan manusiamanusia yang lebih mandiri dan kreatif. 2. 3. Stanley dan Shores (1957: 429). defining.beberapa bidang studi ataupun seluruh bidang studi dan seluruh komponen kurikulum. The competence of teachers will be improved only as the teachers become involved personally in the problems of curriculum revision. and plans (Smith. memungkinkan terjadinya kompetisi di dalam meningkatkan mutu dan sistem pendidikan. goals. . Dialah yang paling tahu kebutuhan kelasnya. dikembangkan oleh Beauchamp seorang ahli kurikulum. biaya maupun bahan-bahan kepustakaan. Stanley. fasilitas. and solving the problems to be encountered. dan juga penyempurna dari pengajaran di kelasnya. in selecting. As people meet in face-to-face groups. 3. pengembangan kurikulum model grass roots. mungkin hanya berlaku untuk bidang studi tertentu atau sekolah tertentu. Pengembangan kurikulum yang bersifat grass roots. pelaksana. 1. Hal itu sesuai dengan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum yang dikemukakan oleh Smith. atau keseluruhan bidang studi pada sekolah atau daerah lain. Pengembangan kurikulum yang bersifat desentralisasi dengan model grass rootsnya. Hal itu didasarkan atas pertimbangan bahwa guru adalah perencana. akan lebih baik. If teachers share in shaping the goals to be attained. their involvement will be most nearly assured. Beauchamp mengemukakan lima hal di dalam pengembangan suatu kurikulum. and in judging and evaluating the rusults. 4.

yaitu: (1) para ahli pendidikan/kurikulum yang ada pada pusat pengembangan kurikulum dan para ahli bidang ilmu dari luar. kabupaten. serta oleh tujuan pengembangan kurikulum. Beauchamp membagi keseluruhan kegiatan ini dalam lima langkah. Kedua. (2) Bila ya. yaitu. (1) .Pertama. Sebaliknya untuk tingkat kabupaten. menetapkan personalia. Pentahapan arena ini ditentukan oleh wewenang yang dimiliki oleh pengambil kebijaksanaan dalam pengembangan kurikulum. Beauchamp mencoba melibatkan para ahli dan tokoh-tokoh pendidikan seluas mungkin. (4) profesional lain dan tokoh-tokoh masyarakat. menetapkan arena atau lingkup wilayah yang akan dicakup oleh kurikulum tersebut. tetapi arena pengembangan kurikulum lianya mencakup satu daerah kabupaten saja sebagai pilot proyek. Walaupun daerah yang menjadi wewenang kepala kanwil pendidikan dan kebudayaan mencakup suatu wilayah propinsi. yang biasanya pengaruh mereka kurang langsung terhadap pegembangan kurikulum. Beauchamp mengemukakan tiga pertanyaan: (1) Haruskah kelompok ahli/pejabat/profesi tersebut dilibatkan dalam pengembangan kurikulum?. dan dalam menentukan keseluruhan desain kurikulum. apakah suatu sekolah. (3) para profesional dalam sistem pendidikan. Mengenai keterlibatan kelompok-kelompok personalia ini. dibanding dengan tokohtokoh lain seperti. Penetapan personalia ini sudah tentu disesuaikan dengan tingkat dan luas wilayah arena. kecamatan atau sekolah keterlibatan guru-guru semakin besar. Langkah ini berkenaan dengan prosedur yang harus ditempuh dalam merumuskan tujuan umum dan tujuan yang lebih khusus. (3) Apakah mungkin ditemukan alat dan cara yang paling efektif untuk melaksanakan peran tersebut? Ketiga. memilih isi dan pengalaman belajar. kecamatan. para penulis dan penerbit buku. yaitu siapa-siapa yang turut serta terlibat dalam pengembangan kurikulum. Untuk tingkat propinsi atau nasional tidak terlalu banyak melibatkan guru. apakah peranan mereka?. para pejabat pemerintah. Ada empat kategori orang yang turut berpartisipasi dalam pengembangan kurikulum. (2) para ahli pendidikan dari perguruan tinggi atau sekolah dan guru-guru terpilih. organisasi dan prosedur pengembangan kurikulum. politikus. dan pengusaha serta industriawan. propinsi ataupun seluruh negara. serta kegiatan evaluasi.

Proyek ini bertujuan mengadakan penelitian dan pengembangan tentang salah satu atau beberapa segi/komponen kurikulum. yaitu: (1) evaluasi tentang pelaksanaan kurikulum oleh guru-guru. Langkah ini minimal mencakup empat hal. baik kesiapan guruguru. (4) evaluasi dari keseluruhan sistem kurikulum. fasilitas. sebab membutuhkan kesiapan yang menyeluruh. hanya mencakup suatu atau beberapa sekolah. (4) merumuskan kriteria-kriteria bagi penentuan kurikulum baru. Model ini diprakarsai oleh sekelompok guru atau sekelompok guru bekerja sama dengan ahli yang bermaksud mengadakan perbaikan kurikulum. (5) penyusunan dan penulisan kurikulum baru. 4. sekelompok guru dari satu sekolah atau beberapa sekolah ditunjuk untuk melaksanakan suatu percobaan tentang pengembangan kurikulum. dan Shores ada dua variasi model demonstrasi ini. Model ini umumnya berskala kecil. implementasi kurikulum. Data yang diperoleh dari hasil kegiatan evaluasi ini digunakan bagi penyempurnaan sistem dan desain kurikulum. Kegiatan penelitian dan pengembangan ini biasanya diprakarsai dan diorganisasi oleh instansi . siswa. The demonstration model Model demonstrasi pada dasarnya bersifat grass roots. (3) Studi penjajagan tentang kemungkinan penyusunan kurikulum baru.Membentuk tim pengembang kurikulum. Langkah ini merupakan langkah mengimplementasikan atau melaksanakan kurikulum yang bukan sesuatu yang sederhana. Langkah yang kelima dan merupakan terakhir adalah evaluasi kurikulum. Menurut Smith. Stanley. Keempat. pengembangan kurikulum sering mendapat tantangan dari pihak-pihak tertentu. (2) mengadakan penilaian atau penelitian terhadap kurikulum yang ada yang sedang digunakan. bahan maupun biaya. (2) evaluasi desain kurikulum. Karena sifatnya ingin mengubah atau mengganti kurikulum yang ada. datang dari bawah. suatu komponen kurikulum atau mencakup keseluruhan komponen kurikulum. di samping kesiapan manajerial dari pimpinan sekolah atau administrator setempat. serta prinsip-prinsip melaksanakannya. Pertama. Hasil penelitian dan pegembangan ini diharapkan dapat digunakan bagi lingkungan yang lebih luas. (3) evaluasi hasil belajar siswa.

Taba's inverted model Menurut cara yang bersifat tradisional pengembangan kurikulum dilakukan secara deduktif. 4) Melaksanakan kurikulum di dalam kelas. perubahan atau penyempurnaan kurikulum dalam skala kecil atau aspek tertentu yang khusus. Pertama. dalam keadaan terburuk mungkin akan terjadi apatisme. Mereka mencoba menggunakan halhal lain yang berbeda dengan yang berlaku. maka akan dihasilkan suatu kurikulum atau aspek tertentu dari kurikulum yang lebih praktis. Kedua. dan sebagainya. pengembangan kurikulum dalam skala kecil dengan model demonstrasi ilapat menend hambatan yang sering dialami yaitu dokumentasinya hagus tetari pclaknotiaatinva tidak ada. kantor wilayah pendidikan dan kebudayaan. kurang bersifat formal. Dengan kegiatan ini mereka mengharapkan ditemukan kurikulum atau aspek tertentu dari kurikulum yang lebih baik. adalah bagi guru guru yang tidak turut berpartisipasi mereka akan menerimanya dengan enggan -enggan. karena kurikulum disusun dan dilaksanakan dalam situasi tertentu yang nyata. 5. mencoba mengadakan penelitian dan pengembangan sendiri. . Ada beberapa kebaikan dari pengembangan kurikulum dengan model demonstrasi ini. 2) Merumuskan desain kurikulum yang bersifat menyeluruh didasarkan atas komitmen-komitmen tertentu. model ini sifatnya yang grass roots menempatkan guru sebagai pengambil inisiatif dan nara sumber yang dapat menjadi pendorong bagi para administrator untuk mengembangkan program baru. Ketiga.pendidikan yang berwewenang seperti. Bentuk yang kedua. untuk kemudian digunakan di daerah yang lebih luas. Beberapa orang guru yang merasa kurang puas dengan kurikulum yang ada. direktorat pendidikan. pusat pengembangan kurikulum. 3) Menyusun unit-unit kurikulum sejalan dengan desain yang menyeluruh. dibandingkan dengan perubahan dan penyempurnaan yang menyeluruh. sedikit sekali untuk ditolak oleh administrator. Kelemahan model ini. Keempat. dengan urutan: 1) Penentuan prinsip-prinsip dan kebijaksanaan dasar.

Ada delapan langkah dalam kegia tan unit eksperimen ini. dan pelaksanaan eksperimen di dalam kelas menghasilkan data-data yang untuk menguji landasan teori yang digunakan. Apabila dalam kegiatan penyempurnaan dan konsolidasi telah diperoleh sifatnya . 2) Merumuskan tujuan-tujuan khusus. Langkah keempat. tetapi masih harus diuji di kelas-kelas atau tempat lain untuk megetahui validitas dan kepraktisannya. Langkah ketiga.Taba berpendapat model deduktif ini kurang cocok. 4) Mengorganisasi isi. 8) Melihat sekuens dan keseimbangan (Taba. mengadakan unit-unit eksperimen bersama guru-guru. yang merupakan inversi atau arah terbalik dari model tradisional. Langkah kedua. Dari langkah pengujian diperoleh beberapa data. sebab meskipun suatu unit eksperimen telah cukup valid dan praktis pada sesuatu sekolah belum tentu demikian juga pada sekolah yang lainnya. Untuk menguji keberlakuannya pada daerah yang lebih luas perlu adanya kegiatan konsolidasi. Menurutnya pengembangan kurikulum yang lebih mendorong inovasi dan kreativitas guru-guru adalah yang bersifat induktif. Perencanaan didasarkan atas teori yang kuat. 1) Mendiagnosis kebutuhan. Hal itu dilakukan. menguji unit eksperimen. 6) Mengorganisasi pengalaman belajar. Pertama. Ada lima langkah pengembangan kurikulum model Taba ini. mengadakan revisi dan konsolidasi. yaitu penarikan kesimpulan tentang hal-hal yang lebih bersifat umum yang berlaku dalam lingkungan yang lebih luas. 7) Mengevaluasi. serta menghimpun data bagi penyempurnaan. Di dalam unit eksperimen ini diadakan studi yang saksama tentang hubungan antara teori dengan praktik. 1962: 347-379). sebab tidak merangsang timbulnya inovasi-inovasi. Selain perbaikan dan penyempurnaan diadakan juga kegiatan konsolidasi. data tersebut digunakan untuk mengadakan perbaikan dan penyempurnaan. pengembangan keseluruhan kerangka kurikulum. 3) Memilih isi. 5) Memilih pengalaman belajar. Meskipun unit eksperimen ini telah diuji dalam pelaksanaan di kelas eksperimen.

developing. tidak formal. 6. Selama satu minggu para pejabat pendidikan/administrator melakukan kegiatan kelompok dalam suasana yang relaks. Di dalam penentuan target ini satusatunya kriteria yang menjadi pegangan adalah adanya kesediaan dari pejabat pendidikan untuk turut serta dalam kegiatan kelompok yang intensif. fasilitas. Guru serta pendidik lainnya bukan pemberi informasi apalagi penentu perkembangan anak. yatiu menerapkan kurikulum baru ini pada daerah atau sekolah-sekolah yang lebih luas. Menurut When Crosby (1970: 388) perubahan kurikulum adalah perubahan individu. Menurut Rogers manusia berada dalam proses perubahan (becoming. sesungguhnya ia mempunyai kekuatan dan potensi untuk berkembang sendiri. baik berkenaan dengan kesiapan guru-guru. mereka hany alah pendorong dan pemelancar perkembangan anak. alat dan bahan juga biaya. Di dalam langkah ini masalah dan kesulitan-kesulitan pelaksanaan tetapi dihadapi. Pendidikan juga tidak lain merupakan upaya untuk membantu memperlancar dan mempercepat perubahan tersebut. implementasi dan diseminasi. Roger's interpersonal relations model Meskipun Rogers bukan seorang ahli pendidikan (ia ahli psikologi atau psikoterapi) tetapi konsep-konsepnya tentang psikoterapi khususnya bagaimana membimbing individu juga dapat diterapkan dalam bidang pendidikan dan pengembangan kuriulum. Memang ia banyak mengemukakan konsepnya tentang perkembangan dan perubahan individu. Langkah kelima. changing). . pemilihan target dari sistem pendidikan. tetapi karena ada hambatan-hambatan tertentu ia membutuhkan orang lain untuk membantu memperlancar atau mempercepat perubahan tersebut. Melalui kegiatan kelompok ini mereka akan mengalami perubahanperubahan sebagai berikut.yang lebih menyeluruh atau berlaku lebih luas. Ada empat langkah pengembangan kurikulum model Rogers. Kegiatan itu dilakukan untuk megnetahui apakah konsep-konsep dasar atau landasan-landasan teori yang dipakai sudah masuk dan sesuai. Pertama. hal itu masih harus dikaji oleh para ahli kurikulum dan para profesional kurikulum lainnya.

1967:724). 2. He accepts innovative. .1. Langkah kedua dalam pengembangan kurikulum model Rogers adalah partisipasi guru dalam pengalaman kelompok yang intensif. tetapi dapat juga kurang dari satu minggu. guru juga turut serta dalam kegiatan kelompok. Dan kegiatan ini para siswa akan mendapatkan: 1. He is more able to listen to students. 5. He works out problems with students rather than responding in a disciplinary and punitive manner. Langkah ketiga. dengan beberapa tambahan. rather than insisting on conformity. 5. 7. He openly confronts personal emotional frictions between him self and colleagues. He pays as much attention to his relationships with student as he does to course content. 1. dengan fasilitator para guru atau administrator atau fasilitator dari luar. He works through these feelings toward a realistic solutin. 3. peers. He communicates more clearly and realistically to superiors. and sub-ordinates because he is more open and less self-protective. 4. He is more person oriented and democratic. 1967:722). Efek yang akan diterima guru-guru sejalan dengan para administrator. He has less need to protect bureaucratic rules. lama kegiatan kalau bisa satu minggu lebih baik. He finds it easier and less threatening to accept innovative ideas. He feels freer to express both positive and negative feelings in class. Keikutsertaan guru dalam kelompok tersebut sebaiknya bersifat suka rela. 3. Sama seperti yang dilakukan para pejabat pendidikan. He is more able to accept both positive and negative feeback and use it constructively (Rogers. pengembangan pengalaman kelompok yang intensif untuk satu kelas atau unit pelajaran. He develops an equalitarian and democratic classroom climate (Rogers. He is less protective of his own beliefs and can listen more accurately 2. 2. Selama lima hari penuh siswa ikut serta dalam kegiatan kelompok. torublesome ideas from students. 6. 4.

Metode pendidikan yang diutamakan Rogers adalah sensitivity training. Model pengembangan kurikulum dari Rogers ini berbeda dengan modelmodel lainnya. serta wibawa dari pengetahuan profesional. encounter group dan Training Group (T Group). Kegiatan ini bertujuan memperkaya orang-orang dalam hubungannya dengan sesama orang tua. Sesuai dengan asumsi tersebut model ini menekankan pada tiga hal itu: hubungan insani. Kegiatan ini dapat dikoordinasi oleh BP3 masing-masing sekolah. Berkat berbagai bentuk aktivitas dalam interaksi ini individu akan berubah. rancangan tertulis. dengan anak.1(liiiiii istr. 7. struktur sistem sekolah. Hal itu mencakup suatu proses yang melibatkan kepribadian orang tua. Lama kegiatan kelompok dapat tiga jam tiap sore hari selama seminggu atau 24 jam secara terus menerus. He finds that the learning process enables him to deal with his lily (Rogers. The systematic action-research model Model kurikulum ini didasarkan pada asumsi bahwa perkembangan kurikulum merupakan perubahan sosial. para orang tua.um‡. Bagi Rogers yang penting adalah aktivitas dan interaksi. pengusaha. 1967:725). Kegiatan merupakan kulminasi dari semua kegiatan kelompok di atas. data. Langkah keempat. He awe anal tear of authority diminish as he finds teachers and . dan dengan guru. 6. is tidak mementingkan formalitas. partisipasi orang tua dalam kegiatan kelompok. kalau mungkin ada pengalaman kegiatan kelompok yang bersifat campuran. Rogers juga menyarankan. 4. dan lain-lain. yang ada hanyalah rangkaian kegiatan kelompok. siswa. litho fallibly human beings.3. Sepertinya tidak ada suatu perencanaan kurikulum tertulis. tokoh masyarakat. He has more energy for learning because he has less fear of constant evaluation and punishment. pola hubungan pribadi dan kelompok dari sekolah dan masyarakat. He discovers that he is responsible for his own learning 5. siswa guru. dan sebagainya. guru. mempunyai . Kurikulum dikembangkan dalam konteks harapan warga masyarakat. sekolah dan organisasi masyarakat. Itulah ciri khas Carl Rogers sebagai seorang Eksistensialis Humanis.

8. (3) The computer based model. Kedua. Dari hasil kajian tersebut dapat disusun rencana y ang menyeluruh tentang cara-cara mengatasi masalah lersebut. dan bagaimana peranan kurikulum dalam pendidikan dan pengajaran. implementasi dari keputusan yang diambil dalam tindakan pertama. Tindakan ini segera diikuti oleh kegiatan pengumpulan data dan faktafakta. Kegiatan pengumpulan data ini mempunyai beberapa fungsi: menyiapkan data bagi evaluasi tindakan. (3) sebagai bahan untuk menilai kembali dan mengadakan modifikasi. Siswa mempelajari perilaku-perilaku tersebut secara berangsur-angsur mulai dari yang sederhana menuju yang lebih kompleks. Langkah kedua adalah menyusun instrumen untuk menilai ketercapaian hasil-hasil belajar tersebut. berupa pengumpulan data yang bersifat menyeluruh. (2) sebagai bahan pemahaman tentang masalah yang dihadapi. kekua tan dan kondisi yang mempengaruhi masalah tersebut. Suatu perilaku/kemampuan yang kompleks diuraikan menjadi perilaku-perilaku yang sederhana yang tersusun secara hierarkis. Emerging technical models Perkembangan bidang teknologi dan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai efisiensi efektivitas dalam bisnis. ketiga. Penyusunan kurikulum hams memasukkan pandangan dan harapan-harapan masyarakat.pandangan tentang bagaimana pendidikan. Langkah pertama dari model ini adalah menentukan spesifikasi perangkat hasil belajar yang harus dikuasai siswa. menekankan penguasaan perilaku atau kemampuan. (4) sebagai bahan untuk menentukan tindakan lebih lanjut. bagaimana anak belajar. dan mengidentifikasi faktor-faktor. The System Analysis Model berasal dari gerakan efisiensi bisnis. mengadakan kajian secara saksama tentang masalah masalah kurikulum. mengidentifikasi tahap- . serta tindakan pertama yang hams diambil. Langkah pertama. di antaranya: (1) The Behavioral Analysis Model. dan salah satu cara untuk mencapai hal itu adalah dengan prosedur action research. The system analysis model. Langkah. Tumbuh kecenderungan-kecenderungan baru yang didasarkan atas hal itu. juga mempengaruhi perkembangan modelmodel kurikulum. The Behavioral Analysis Model.

tiap unit kurikulum telah memiliki rumusan tentang hasil-hasil yang diharapkan. F. Boston: Allyn and Bacon. (1982).tahap ketercapaian hasil serta perkiraan biaya yang diperlukan. Meskipun demikian pokok-pokok yang dibahas telah tersusun secara sistematis-logis sehingga membentuk satu kesatuan karya yang utuh. sosiometri. Kepada para siswa dan guru-guru diminta untuk melengkapi pertanyaan tentang unit-unit kurikulum tersebut. Langkah keempat. The Computer-Based Model. suatu model pengembangan kurikulum dengan memanfaatkan komputer. Kenneth I I. metode yang bersifat afektif (role playing. 2) Menyatakan konsep dalam bentuk pertanyaan yang bersifat terbuka untuk memancing sejumlah kemungkinan pemecahan. 3) Pengembangan dan evaluasi hipotesis atau pemecahan yang mungkin. kelompok besar (seminar. guru dan calon guru untuk memahami. diskusi. Glen. Kerangka kerja ini dapat digunakan oleh para instruktur. Karena . Tulisan ini menyajikan suatu kerangka kerja dasar yang bersilai konseptual tentang penggunaan metode mengajar yang didasarkan atas pendekatan inkuiri. Buku ini merupakan kumpulan tulisan dari sekitar 50 orang ahli kurikulum. Setelah diadakan pengolahan disesuaikan dengan kemampuan dan hasil-hasil belajar yang dicapai siswa disimpan dalam komputer. A New Approach. 4) Generalisasi yang didasarkan atas kemungkinan pemecahan. The Professional Teacher's I landboolt. Hass. simulasi. Inc. Kelima langkah tersebut dapat digunakan dalam berbagai situasi: individual atau kelompok kecil. (1980). membandingkan biaya dan keuntungan dari beberapa program pendidikan. Curriculum Planning. sosiodrama. ceramah). Ada lima langkah cara mengajar inkuiri yang didasarkan atas konsep ini: 1) Pengembangan konsep dasar yang merupakan landasan bagi pengajaran. Buku Acuan Hoover. Pengembangannya dimulai dengan mengidentifikasi seluruh unit-unit kurikulum. debat. metode kasus). permainan. menganalisis dan mengaplikasikannya dalam berbagai proses pengajaran. Boston: Allyn and Bacon.

sekolah menengah.ditulis oleh begitu banyak orang. sekolah dasar. buku ini boleh dikatakan komprehensif. pendidikan tinggi dan orang dewasa. faktor-faktor sosial. dan kriteria kurikulum. dimulai dengan dasar-dasar dan kriteria kurikulum yang menyangkut konsep. . perkembangan individu. Keseluruhan isi buku ini. perencana dan pengembang kurikulum. tersusun secara sistematis. Buku ini dapat menjadi pegangan bagi para pengajar. belajar. walaupun di sana sini ada saja tumpang tindih. maupun para mahasiswa yang sedang mendalami kurikulum. Selanjutnya juga diuraikan kurikulum pada berbagai jenjang dan jenis pendidikan. pengetahuan. sehingga membentuk satu handbook yang lengkap.

3. sebaliknya perubahan evaluasi akan memberi warna pada pelaksanaan kurikulum. Evaluasi dan kurikulum merupakan dua disiplin yang berdiri sendiri. cara penilaian serta fasilitas pendidikan lainnya. dan prosesnya berlangsung secara evoltisioner. Hubungan antara evaluasi dengan kurikulum bersifat organis. 2. Objek evaluasi kurikulum adalah sesuatu yang berubah-ubah sesuai dengan konsep kurikulum yang digunakan. kepala sekolah dan para pelaksana pendidikan lainnya. Pihak yang memandang ada hubungan. Perubahan dalam kurikulum berpengaruh pada evaluasi kurikulum. Evaluasi kurikulum sukar dirumuskan secara tegas.angsur diganti dengan pandangan baru yang lebih . memilih metode dan alat-alat bantu pelajaran. Evaluasi kurikulum merupakan suatu usaha yang dilakukan oleh manusia yang sifatnya juga berubah. memilih bahan pelajaran. tetapi ada pihak lain yang menyatakan keduanya mempunyai hubungan yang sangat erat. hal itu disebabkan beberapa faktor: 1. maupun pada pengambilan keputusan dalam kurikulum. pandangan lama yang tidak sesuai lagi dengan tuntutan zaman. Evaluasi kurikulum berkenaan dengan fenomena-fenomena yang terus berubah. hubungan tersebut merupakan hubungan sebab-akibat. dalam memahami dan membantu perkembangan siswa. Evaluasi dan Kurikulum Evaluasi kurikulum memegang peranan penting baik dalam penentuan kebijaksanaan pendidikan pada umumnya. secara berangsur. Ada pihak yang berpendapat antara keduanya tidak ada hubungan. Hasil-hasil evaluasi kurikulum juga dapat digunakan oleh guru-guru.BAB 9 EVALUASI KURIKULUM A. Hasil-hasil evaluasi kurikulum dapat digunakan oleh para pemegang kebijaksanaan pendidikan dan para pengembang kurikulum dalam memilih dan menetapkan kebijaksanaan pengembangan sistem pendidikan dan pengembangan model kurikulum yang digunakan.

Juga terjadi sebaliknya. pada mulanya bersifat deskriptif yaitu menekankan pada What is it?. kemampuan dan unjuk kerja guru. Becher tentang pengembangan kurikulum dan evaluasi kurikulum. mempunyai tempat dalam konsep kurikulum yang bersifat preskriptif pula. kemampuan dan kemajuan siswa. sedangkan pada tingkat yang sangat formal berbentuk pengukuran berbagai bentuk kemajuan ke arah tujuan yang telah ditentukan. Inggris menyatakan bahwa: Tiap program pengembangan kurikulum mempunyai style dan karakteristik tertentu. hasil program evaluasi kurikulum akan mempengaruhi pelaksanaan praktik kurikulum.A. tetapi kemudian berkembang kepada yang bersifat preskriptif. Pada tingkat yang lebih formal evaluasi kurikulum meliputi pengumpulan dan pencatatan data. Program evaluasi kurikulum bukan hanya mengevaluasi hasil belajar siswa dan proses pembelajarannya. mulai dari yang bersifat sangat informal sampai dengan yang sangat formal. yang menekankan pada What ought to be. dugaan atau pendapat tentang perubahan-perubahan yang telah dicapai oleh program sekolah. Evaluasi juga meliputi rentangan yang cukup luas. Komponen-komponen kurikulum yang dievaluasi juga sangat luas. dan evaluasi dari program tersebut akan memperlihatkan style dan karakteristik yang sama pula. tetapi juga desain dan implementasi kurikulum. dan lain-lain. berisikan pedoman-pedoman praktis bagi pengembangan kurikulum. Pada tingkat yang sangat informal evaluasi kurikulum berbentuk perkiraan. kompleks dan terus-menerus untuk mengetahui proses dan basil pelaksanaan sistem pendidikan dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan. Konsep R.R. fasilitas dan sumber-sumber belajar. teori dari Ralph Tylor dan Benyamin Bloom. sarana. seorang ahli pendidikan dari Universitas Sussex. Becher. Evaluasi merupakan kegiatan yang luas. yaitu meliputi: . demikian juga dengan teori evaluasi kurikulumnya. Hilda Taba menjelaskan hal-hal yang dievaluasi dalam kurikulum. Konsep-konsep evaluasi kurikulum yang bersifat preskriptif. Seorang evaluator akan menyusun program evaluasi kurikulum sesuai dengan style dan karakteristik kurikulum yang dikembangkannya.A. Sebagai contoh.

Suatu evaluasi kurikulum harus memiliki nilai dan penilaian.Objective. 1966: 303). Apakah evaluasi tersebut ditujukan untuk menilai keseluruhan sistem kurikulum atau hanya komponen-komponen tertentu dalam sistem kurikulum tersebut. agar hasil evaluasi tersebut tetap bermakna. the relative importance of various subject. mengemukakan syaratsyarat suatu program evaluasi kurikulum. 1976: 362-363). Tes standar tersebut ada . punya tujuan atau sasaran yang jelas. berfungsi diagnostik dan terintegrasi. Luas atau sernpitnya suatu program evaluasi kurikulum sebenarnya ditentukan oleh tujuannya. Instrumen yang digunakan untuk mengevaluasi dimensi kuantitatif berbeda dengan instrumen untuk mengevaluasi aspek-aspek perkembangan dan prestasi yang dicapai anak. One dimension is that of quantity. the quality of personnel in charger of it. Doll (1976). continuity. much of the program is to be evaluated? The other dimension is that of quality-what goals are being highlighted in this evaluation and how does achievement of the goals as sure quality (Doll. 1962: 310). Curriculum evaluation may be defined as the estimation of the growth and progess of students toward objectives or values of the curriculum (Wright. Salah satu dimensi yang sering mendapat sorotan adalah dimensi kuantitas dan kualitas. Apakah mengevaluasi keseluruhan sistem atau komponen-komponen tertentu saja. Evaluasi kurikulum juga bervariasi bergantung pada dimensi-dimensi yang menjadi fokus evaluasi. diperlukan persyaratan-persyaratan tertentu. the capacities of the students. the equipment and materials and so son (Taba. bersifat menyeluruh dan terus-menerus. Dimensi yang bersifat kuantitatif dapat diukur dengan menggunakan berbagai bentuk alat ukur atau tes standar. comprehensiveness. it scope. orientation to goals. diagnostic worth and validity and integration (Doll. yaitu hanya ditekankan pada hasil-hasil yang dicapai oleh murid. 1976: 364). the degree to which objectives are implemented. Evaluasi kurikulum sering juga dibatasi secara sempit. yaitu acknowledge presence of values and valuing. Apa yang dikemukakan di atas merupakan konsep evaluasi kurikulum yang sangat luas yang mencakup seluruh komponen dan kegiatan pendidikan.

temperament and adjustment inventories. interviews. Kedua. karena adanya tuntutan bahwa kurikulum harus lebih berorientasi pada pekerjaan. prognostic aptitude test. Ketiga. yang lain pada inovasi. and annecdotal records. Secara sederhana teori kurikulum dapat diklasifikasikan atas teori-teori yang lebih menekankan pada isi kurikulum. tetapi juga terus mendapat penyempurnaan atau pembaharuan Sebab-sebab yang mendorong pembaharuan ini bermacam-macam. Tes standar yang mengukur kecerdasan dan bakat umpamanya: intelligence test. nominating techniques. . scholastic aptitude test. merupakan yang paling lama dan banyak dipakai. bakat) dan ada pula yang diperuntukkan mengukur kemampuan nyata atau achievement. Instrumen yang sering digunakan untuk mengevaluasi dimensi kualitatif umpamanya: questionnaire. orientasi kepada pekerjaan akan lebih banyak melihat ke masa depan. Banyak teori tentang kurikulum berupa teori menekankan pada rencana. dan tes standar yang mengukur achievement seperti subject areas test. 1966: 306). tetapi sangat mempengaruhi pengembangan kurikulum. B. sedangkan titik tolak pada pandangan filosofis akan lebih menekankan pada disiplin-disiplin keilmuan. Strategi pengembangan yang menekankan isi. karena didorong oleh tuntutan untuk menguatkan kembali nilai-nilai moral dan budaya dari masyarakat. penguatan kembali nilai-nilai moral dan budaya akan meminta perhatian yang lebih besar pada kumpulan ilmu pengetahuan masa lalu. Konsep Kurikulum Kurikulum merupakan daerah studi intelek yang cukup luas. Penekanan kepada isi kurikulum.teori tentang kurikulum. Pertama. dan lain-lain. pada situasi pendidikan serta pada organisasi kurikulum. (Writht. special aptitude test. survey test. dan lain-lain. Faktor-faktor tersebut tidak timbul dari atau tidak ada hubungannya dengan sistem institusi persekolahan. interest inventories.yang diperuntukkan mengukur kemampuan yang bersifat potensial (kecerdasan. Pengaruhnya terhadap pengembangan kurikulum umpamanya. dan pada konser konsep yang diambil dari ilmu perilaku manusia ini menunjukkan betapa luasnya teori. karena perubahan dasar filosofis tentang struktur pengetahuan. diagnostic test. pada dasar-dasar filosofis.

kurikulum daerah pesisir. Secara teoretis kurikulum yang menekankan isi dapat diukur. sesuatu yang akan diwariskan. Tujuannya adalah menghasilkan kurikulum yang benar-benar merefleksikan dunia kehidupan dari lingkungan anak.Apapun titik tolaknya. bersifat khusus. Tipe kurikulum ini lebih menekankan pada masalah di mana (where). Anak dianggap bahan kasar yang tidak berdaya. Tipe kurikulum ini lebih menekankan pada masalah di mana (where). Kurikulum ini memandang murid sebagai penerima resep yang pasif. dibandingkan dengan kurikulum yang menekankan isi. pegunungan dan sebagainya. sangat memperhatikan dan disesuaikan dengan lingkungannya) Tipe ini akan menghasilkan kurikulum berdasarkan situasi-situasi lingkungan. Pengembangan kurikulum yang menekankan isi bersifat material centered. seperti kurikulum pedesaan. bersama dengan teman-temannya yang lain dicetak melalui blue print masyarakat. seperti kurikulum pedesaan. memungkinkan pengembangan dalam jumlah besar. sesuatu yang baru atau diperbah arui. pegunungan dan sebagainya. sangat memperhatikan dan disesuaikan dengan lingkungannya) Tipe ini akan menghasilkan kurikulum berdasarkan situasi-situasi lingkungan. bersifat khusus. Kurikulum yang menekankan situasi pendidikan akan sangat beraneka. Kurikulum yang menekankan situasi pendidikan akan sangat beraneka. Penekanan pada situasi pendidikan. mempunyai tujuan yang apabila telah ditransfer pada anak dapat dikuasai oleh anak. kurikulum daerah pesisir. penekanan pada isi kurikulum akan membawa beberapa akibat. Pengetahuan sebagai isi kurikulum mempunyai nilai intrinsik. Penekanan pada situasi pendidikan. Kurikulum ini bertujuan mencari kesesuaian antara kurikulum dengan situasi di mana pendidikan berlangsung. Ini merupakan engineering approach. Tujuannya adalah menghasilkan kurikulum yang benar-benar merefleksikan dunia kehidupan dari lingkungan anak. kurikulum kelompok masyarakat nelayan. dibandingkan dengan . Melalui proses diseminasi mereka dapat menggunakan teknik produksi massa untuk mendapatkan pendidikan massal. Salah satu atribut organisasi kurikulum yang didasarkan pada pengetahuan (knowledge based curriculum). kurikulum kelompok masyarakat nelayan.

Dalam belajar aktif tersebuI penguasaan bahasa serta proses mental dari si pelajar sangat memegang .organisasi. perhatian sangat ditumpahkan pada mempersiapkan kebun atau sawah. peranan guru dalam mengembangkan dan rnenerapkan kreasinya sangat besar. pengajaran dengan bantuan komputer) dengan konsep pengajaran (perkembangan) dari Bruner dan Jean Piaget. umpamanya antara konsep sistem instruksional (pengajaran berprogram. dan didorong untuk berinovasi. Kurikulum ini ruang lingkupnya sempit. alam setempat. adalah memberikan perhatian yang sangat besar kepada si pelajar atau siswa. Sifat lain tipe ini adalah kurang atau tidak menekankan pada spesifikasi isi dan . keduanya sangat mempengaruhi perkembangan kurikulum tipe ini. pengajaran modul. masa pengembangannya juga relatif lebih singkat daripada desiminasinya. Dalam pembelajaran model sistem instruksional aktivitas murid sangat ditekankan. Pengetahuan dianggap bersifat relatif terhadap situasi-situasi yang khusus sesuai dengan kondisi setempat. sehingga cukup sulit merancang alat penilaian yang dapat mencakup skala yang agak luas. Dalam konsep belajar dari Bruner juga peranan aktif dari siswa sangat ditekankan. tetapi aktivitas ini bukan yang telah diprogramkan secara ketat. menyatakan kreativitasnya. Kurikulum disusun sesuai dengan keadaan tanah. Siswa tidak mungkin melakukan halhal atau kegiatan di luar yang telah diprogramkan. Kurikulum ini bertujuan mencari kesesuaian antara kurikulum dengan situasi di mana pendidikan berlangsung.kurikulum yang menekankan isi. Siswa mempunyai kesempatan. Penekanan pada organisasi. lebih menunjukkan fleksibilitas dalam interpretasi dan pelaksanaannya. Perencanaan dan pelaksanaan pengajaran sangat beraneka. Tipe kurikulum ini sangat menekankan pada proses belajar-mengajarjMeskipun dengan berbagai perbedaan dan di sana sini ada pertentangan. tetapi aktivitas ini merupakan aktivitas yang sudah dirancang secara ketat. Perbedaan yang sangat jelas antara kurikulum yang menekankan organisasi dengan yang menekankan isi dan situasi. Kesulitan lain adalah juga dalam menentukan standar kriteria. Kalau kurikulum yang menekankan pada isi merupakan engineering approach maka kurikulum yang menekankan situasi lebih mendekati gardening approach. Secara teoretis. mengevaluasi kurikulum yang menekankan pada situasi sangat sulit.

isi kurikulum tidak spesifik. berlaku dalam lingkungan yang cukup luas. Tipe kurikulum ini secara relatif bersifat lepas dari situasi lingkungan atau situation free. Kurikulum yang menekankan organisasi juga sesungguhnya sukar untuk diukur. kalau penyusunan tes hasil belajar didasarkan pada tujuan. Kurikulum yang menekankan pada organisasi menolak pendapat bahwa penguasaan pengetahuan merupakan alat untuk mencapai tujuan. tetapi seperti telah diutarakan di muka. perbedaan penekanan dalam kurikulum mengakibatkan perbedaan dalam pola rancangan. kurikulum yang menekankan pada organisasi.peranan utama. harus berpartisipasi secara aktil dalam lingkungan belajar. tesnya akan lebih ban yak mengukur tujuan-tujuan tingkat tinggi pada klasifikasi Bloom (analisis. Secara teoretis penyusunan tes yang spesifik dapat dibuat. Implementasi dan Evaluasi Kurikulum Di muka telah diutarakan bahwa. memusatkan perhatiannya pada sekuens-sekuens belajar serta organisasi bahan pelajaran yang disusun melalui elaborasi isi dan prosedur pengukuran. menguasai bahasa dan menguasai kemamption kemampuan kognitif. Kurikulum yang menekankan masalah belajar-mengajar (menekankan organisasi) sebenarnya lebih dekat kepada pendekatan kurikulum yang bersifat umum (generalized curriculum). dan konsep organisasi memberi perhatian . konsep situasi menuntut penilaian secara rinci tentang lingkungan belajar. Inti kurikulum bukan terletak pada bahanbahan yang dipelajari anak tetapi pada teacher's guide. dalam pengembangan serta dalam desiminasinya. biologi dan social. tujuannya dapat dicapai dengan cara yang berbedabeda. Konsep kurikulum yang menekankan isi. sintesis. C. Tes yang disusun akan banyak menyangkut proses belajar yang bersifat umum. berbeda dengan yang menekankan situasi. Apakah dalam bentuk sistem instruksional ataupun dalam sistem pengajaran (perkembangan) dari Bruner. dan evaluasi). Anak menurut Bruner merupakan hasil yang sangal kompleks dari sejarah. maka kurikulum yang menekankan pada organisasi. memberikan perhatian besar pada analisis pengetahuan baru yang ada. Lebih jauh.

Kurikulum yang menekankan organisasi. Proyek ini juga memiliki suatu tim evaluasi. para administrator. Dengan demikian penyebaran kurikulum ini memiliki network yang terpisah. Penyebaran ini lebih merupakan pembaharuan dari dalam dan bukan karena paksaan atau keharusan dari luar. disediakan bagi anak usia 14 sampai 16 tahun dan yang kecerdasannya di bawah rata-rata. yang paling kritis adalah mengenai komunikasi antara tim proyek dengan guru-guru. individual. Proyek ini disiapkan untuk meningkatkan usia anak yang meninggalkan sekolah. Pengembangan kurikulum yang menekankan isi. sedangkan kurikulum yang menekankan organisasi waktu persiapannya hampir sama dengan kurikulum yang menekankan isi.besar pada struktur dan sekuens belajar. dan para siswa. CARE (Centre for Applied Research in Education) di Universitas East Anglia Norwegia. aktif dalam mengadakan pelatihan guru. mereka dapat memaksakannya melalui jalur birokrasi. Perbedaanperbedaan dalam rancangan tersebut mempengaruhi langkah selanjutnya. Salah satu proyeknya yang pertama adalah Nuffield/Schools Council Humanities Curriculum Project tahun 1967. Kurikulum yang menekankan isi sangat mengutamakan peranan desiminasi. Salah satu kesimpulan dari hasil evaluasi mereka adalah hasil hasil yang dicapai oleh guru-guru yang terlatih (yang mengerti maksud serta latar belakang . strategi penyebarannya sangat mengutamakan latihan guru. dan khan. Sebaliknya penyebaran kurikulum yang menekankan situasi sangat mementingkan penyiapan unsur-unsur yang terkait (catalyc ingredient). meskipun umpamanya kurikulum itu kurang thaik. Meskipun demikian perhatian harus cukup banyak dipusatkan pada struktur konsep yang tidak tampak (covert) daripada analisis tujuan yang tampak (overt). membutuhkan waktu mempersiapkan situasi belajar dan menyatukannya dengan tujuan pengajaran yang cukup lama. tetapi masingmasing dapat menyesuaikan diri serta mencari keserasian antara arahan yang dibersifat pusat dengan tuntutan kebutuhan dan sifat-sifat lokal. Tipe kurikulum ini mengikuti model penyebaran (difusi) dari pusat ke daerah). Pengembangan kurikulumnya bersifat lokal. Banyak kesulitan yang dialami dalam proyek ini. Kurikulum yang menekankan situasi. waktu untuk mempersiapkannya lebih pendek.

tetapi terdapat banyak tujuan. Pada kurikulum yang menekankan organisasi. Ini menunjukkan bahwa latihan guru memegang peranan penting dalam penyebaran program. tetapi tujuan yang bersifat umum seperti itu akin kabur. juga menimbulkan perbedaan dalam rancangan evaluasi. dengan kriteria yang khusus pula. tetapi meminta waktu terlalu banyak dari para evaluator. Dalam perkembangan selanjutnya ternyata. karena isi dan hasil kurikulum bukan hal yang utama. Model evaluasi kaitannya dengan teori kurikulum. Dengan menggunakan konsep Ralph Tylor atau Benyamin Bloom mungkin dapat dibuat suatu modifikasi dengan menyusun tujuan yang bersifat universal yang dapat digunakan pada semua situasi. Salah satu pemecahan bagi masalah ini adalah dengan pendekatan yang bersifat eklektik seperti dalam proyek Kurikulum Humaniti dari CARE. dalam evaluasinya juga diteliti pengaruh umum dari proyek.proyek) tidak dapat dicapai oleh guru-guru yang tidak terlatih. Meskipun pendekatan perbandingan banyak memberikan hasil yang berharga. seperti model pengembangan dan penyebaran dihasilkan oleh kurikulum yang menekankan isi. dengan cara mengumpulkan bahan-bahan secara studi kasus dari sekolah-sekolah proyek. tugas evaluasi lebih sulit lagi. Perbedaan konsep dan strategi pengembangan dan penyebaran kurikulum. Dalam kurikulum yang menekankan situasi sukar disusun evaluasi yang bersifat komparatif. Teori kurikulum dan teori evaluasi. dan sukar menyusun alat evaluasinya. Model evaluasi kurikulum berkaitan erat dengan konsep kurikulum yang digunakan. karena konteksnya bukan terhadap guru atau satu tujuan. bahan-bahan dari hasil studi kasus memberikan hasil yang lebih berharga bagi evaluasi kurikulum. tetapi harus dihindari penjenjangan tujuan sampai pada perumusan tujuan yang sangat khusus. Model evaluasi yang bersifat komparatif atau menekankan pada objektif sangat sesuai bagi kurikulum yang bersifat rasional dan menekankan isi. Pendekatan yang bersifat goal free (lebih menekankan penguasaan aktual dan bukan ideal) lebih memungkinkan. yang utamanya adalah aktivitas dan kemampuan siswa. Evaluasi kurikulum yang bebas tujuan (Goal free evaluation) dalam kebanyakan kurikulum bukan . Dalam proyek itu dicari perbandingan materi antara proyek yang menggunakan guru yang terlatih dengan yang tidak terlatih.

struktur serta interest sendiri. Macam-macarn model evaluasi yang digunakan bertumpu pada aspekaspek tertentu yang diutamakan dalam proses pelaksanaan kurikulum. Hasil dari suatu evaluasi berisi suatu nilai yang akan digunakan untuk tindakan selanjutnya. Konsep utama dalam evaluasi adalah masalah nilai. Peranan Evaluasi Kurikulum Evaluasi kurikulum dapat dilihat sebagai proses sosial dan sebagai institusi sosial. Model evaluasi yang bersifat komparatif berkaitan erat dengan tingkahtingkah laku individu.1)111 banyak dipengaruhi oleh kebiasaan penelitian yang bersifat psikometris daripada oleh kebiasaan lama yang berupa penelitian social. Evaluasi sebagai moral judgement. (2) lebih berskala nasional daripada lokal. sejarah. Proyek-proyek evaluasi yang dikembangkan di lnggris umpamanya. Beberapa karakteristik dari proyek-proyek kurikulum yang telah dikembangkan di Inggris. Kedua. Hal ini mengandung dua pengertian. Dengan demikian sesungguhnya terdapat hubungan yang sangat erat antara evaluasi dengan kurikulum sebab teori kurikulum juga merupakan teori dari evaluasi kurikulum. (4) 1(. (3) dibiayai oleh vim/ dari luar yang berjangka pendek daripada oleh anggapan tetap. umpamanya (1) lebih berkenaan dengan inovasi daripada dengan kurikulum yang ada. evaluasi dan penentuan keputusan. . Evaluasi kurikulum sebagai institusi sosial mempunyai asal-usul. pertama evaluasi berisi suatu skala nilai moral. evaluasi berisi suatu perangkat kriteria praktis berdasarkan kriteria-kriteria tersebut suatu hasil dapat dinilai. Peranan evaluasi kebijaksanaan dalam kurikulum khususnya pendidikan umumnya minimal berkenaan dengan tiga hal. berdasarkan skala tersebut suatu objek evaluasi dapat dinilai. D. juga di negara-negara lain. yaitu : evaluasi sebagai moral judgement. evaluasi. model (pendekatan) antropologis dalam evaluasi ditujukan untuk mengevaluasi tingkah-tingkah laku dalam suatu lembaga sosial. dan konsensus nilai.merupakan salah satu alternatif evaluasi tetapi merupakan satu-satunya prosedur evaluasi yang paling memungkinkan. merupakan institusi sosial dari gerakan penyempurnaan kurikulum. evaluasi yang menekankan tujuan berkaitan erat dengan kurikulum yang menekankan pada bahan ajaran atau isi kurikulum.

Oleh karena itu. minimal meliputi dua kegiatan. Kegiatan yang pertama mungkin juga mengandung segisegi nilai (terutama dalam memilih sumber informasi dan jenis informasi yang akan dikumpulkan). or bad. dari Universitas Illinois merumuskan evaluation is an observed value compared to some standard. Kutipan-kutipan di atas bukan saja melukiskan perbedaan tekanan pada pengumpulan informasi atau pada penentuan keputusan. Perkeinbangan ini terutama berkenaan dengan perkembangan atau perubahan nilai-nilai. mengalami perkembangan pula. Stake (1976). memberikan perumusan tentang tugas evaluator. Karena masalah-masalah dan konsep-konsep dalam pendidikan selalu mengalami pengembangan.Evaluasi bukan merupakan suatu proses tunggal. Dalam kegiatan yang kedua. pengumpulan data. Daniel Stufflebeam (1971) merumuskan evaluation is the process of delinating. salah satu tugas dari para evaluator pendidikan mempelajari kerangka nilai-nilai tersebut. tetapi juga memperlihatkan adanya perbedaan karakteristik. Nilai-nilai . dasar pertimbangan yang digunakan adalah suatu perangkat nilai-nilai. pertama mengumpulkan informasi dan kedua menentukan suatu keputusan. obtaining and providing useful information for judging decision alternatif. tetapi belum menunjukkan suatu evaluasi. pemilihan teknik penentuan sampel serta penyajian hasil penelitian selalu melibatkan atau menyangkut masalah nilai-nilai. Dalam evaluasi kurikulum salah satu hal yang sering menjadi inti perdebatan antara para ahli adalah pemisahan antara pengumpulan dan penyusunan informasi dengan penentuan keputusan. Michael Scriven (1969) dari Universitas Indiana. Its (the evaluator's) task is to try very hard to condense all that mass of data into one word: good. Hal itu tidak benar. obtaining and providing useful information for delinating. Perbedaan pendapat mengenai hal ini akan direfleksikan dalam perbedaan-perbedaan perumusan tentang evaluasi. yaitu menentukan keputusan menunjukkan suatu evaluasi. Atas dasar kerangka nilainilai tersebut maka keputusan pendidikan diambil. mereka yang lebih menekankan pengumpulan informasi memandang terlepas atau tidak melibatkan nilai-nilai. sebab baik pada pemilihan masalah yang akan diteliti. maka pertalian antara informasi pendidikan yang diperoleh dengan keputusan yang diambil tidak selalu sama.

Pemisahan antara pengumpulan informasi dengan penentuan keputusan merupakan salah satu karakteristik institusional. sesuai dengan posisinya. pengembang kurikulum. apakah ia harus memilih jurusan IPA atau IPS. Besar atau kecilnya peranan keputusan yang diambil oleh seseorang sesuai dengan lingkup tanggung jawabnya serta lingkup masalah yang dihadapinya pada suatu saat. sebagian besar berkenaan dengan kepentingan dirinya. Masalah yang timbul adalah. dan sebagainya. Lain halnya dengan keputusan yang diambil oleh seorang guru. inspektur. pengembang kurikulum. Salah satu kesulitan yang dihadapi dalam penggunaan hasil evaluasi bagi pengambilan keputusan adalah. Jadi. atau dari subjek yang dinilai. Dengan perkataan lain penentuan keputusan yang diambil oleh murid. Evaluasi dan penentuan keputusan.rid. para inspektur.tersebut baik dilihat dari evaluasi. hal ini dipengaruhi oleh kebiasaan pemisahan pekerjaan administrator dan peneliti. tiap pengambil keputusan dalam proses evaluasi memegang posisi nilai yang berbeda. atau dapat pula mengambil keputusan bagi seluruh murid. Siapa pengambil keputusan dalam pendidikan atau khususnya dalam pelaksanaan kurikulum. Pengambil keputusan dalam pelaksanaan pendidikan atau kurikulum banyak. ia mengambil keputusan bagi kepentingan seorang atau beberapa orang mu. Pada prinsipnya tiap individu di atas membuat keputusan sesuai dengan posisinya. Apabila terdapat perbedaan nilai antara mereka. hasil evaluasi yang diterima oleh berbagai pihak pengambil keputusan adalah sama. Demikian juga lingkup keputusan yang diambil oleh kepala sekolah. yaitu: guru. Guru mengambil berbagai keputusan sesuai dengan posisinya sebagai guru. dan sebagainya. orang tua. murid. dapat timbul ketegangan atau konflik. apakah hasil evaluasi . Murid mengambil keputusan sesuai dengan posisinya sebagai murid. dan sebagainya berbeda-beda. Dalam pendidikan perbedaan formal tersebut tidak ada. kepala sekolah. Siapa di antara mereka yang memegang peranan paling besar dalam penentuan keputusan. pengumpul data adalah pengambil keputusan juga. para sponsor. Beberapa hasil evaluasi menjadi bahan pertimbangan bagi murid untuk mengambil keputusan apakah ia harus lebih rajin belajar atau tidak.

penggunaan analisis statistik dari pre test dan post test dan lain-lain. Secara historis konsensus nilai dalam evaluasi kurikulum berasal dari tradisi tes mental serta eksperimen. Dalam model penelitian tersebut keseluruhan kegiatan dapat digambarkan dalam suatu flow chart yang merumuskan secara operasional input (pre test) caracara kegiatan (treatment) serta output (post test). Kesatuan penilaian hanya dapat dicapai melalui suatu konsensus. arsitek. dan seterusnya. Dalam bagian yang terdahulu sudah dikemukakan bahwa penelitian pendidikan dan evaluasi kurikulum sebagai perilaku sosial berisi nilai-nilai. Bagaimana caranya agar di antara mereka terdapat kesatuan penilaian. pengukuran prestasi belajar yang bersifat behavioral. penerbit. Sudah tentu jawabannya belum tentu. yang dipusatkan pada tujuan-tujuan khusus. Suatu informasi mungkin lebih bermanfaat bagi pihak tertentu. Dalam berbagai situasi pendidikan serta kegiatan pelaksanaan evaluasi kurikulum sejumlah nilai-nilai dibawakan oleh orang-orang yang turut terlibat (berpartisipasi) dalam kegiatan penilaian atau evaluasi. Konsensus tersebut berupa kerangka kerja penelitian. Model di atas mendapatkan beberapa kritik. Juga di antara partisipan harus ada persetujuan tentang tujuan-tujuan mana yang paling penting. Model penelitian di atas merupakan suatu social engineering atau system approach dalam pendidikan. tetapi kritik atau kesulitan tersebut yang paling utama adalah dalam merumuskan tujuan-tujuan khusus yang dapat diterima oleh seluruh partisipan evaluasi kurikulum serta perencanaan kurikulum. Pernah dimimpikan bahwa para partisipan tersebut merupakan suatu kelompok yang homogen sebagai pengambil keputusan atas hasil penelitian. ahli ekonomi.tersebut dapat bermanfaat bagi semua pihak. ahli politik. tetapi beberapa pengalaman menunjukkan bahwa hal itu tidak mungkin. . Evaluasi dan konsensus nilai. kepentingan nilai-nilai serta pengalaman tersendiri. murid. pengembang kurikulum. dan sebagainya. Mereka mempunyai sudut pandangan. administrator. Para partisipan dalam evaluasi pendidikan dapat terdiri atas: orang tua. guru. tetapi kurang bermanfaat bagi pihak yang lain.

Kecenderungan ini bukan saja didasari oleh teori psikologi lama. Dalam evaluasi kurikulum sudah tentu pandangan ini mempunyai kesulitan yang cukup besar. E. Menguji adalah mengevaluasi kemampuan individu. Ujian sebagai Evaluasi Sosial Sejak diperkenalkannya sistem ujian atau tes untuk umum di Amerika Serikat dan negara-negara lain. selama bertahun-tahun ditentukan oleh kemampuan mengingat faktafakta. karena bertitik tolak dari tujuan-tujuan yang khusus. Model system approach atau model social engineering bersifat goal based evaluation. yang memandang bahwa otak yang lebih baik mampu menguasai fakta lebih banyak. Pendekatan evaluasi yang bersifat goal free bertolak dari sikap kebudayaan yang majemuk (cultural pluralism). Dengan demikian evaluasi juga bersifat relatif. pengukuran yang berbentuk umum (publik) tersebut merupakan salah satu model evaluasi dalam pendidikan.Selain harus terdapat konsensus tentang tujuan-tujuan yang akan dicapai. Keberhasilan dalam ujian pengetahuan dan kemampuan skolastik. Westminster Shorter . Dengan adanya ujianujian tersebut. tetapi juga oleh keadaan masyarakat di mana buku -buku sumber (teks) pengetahuan secara relatif tidak berubah selama dua abad. Tanpa adanya persetujuan tentang hal-hal tersebut maka sukar untuk dapat menyusun flow chart yang definitif. maka berkembang model evaluasi yang lain yang lebih bersifat goal free evaluation. memandang bahwa tiap pandangan sama baiknya. sebab alat-alat evaluasi yang drgunakan bertolak dari dasar posisi nilai yang berbeda. Penguasaan pengetahuan dan kemampuan skolastik umpamanya sering dipandang memiliki status lebih tinggi daripada penguasaan kemampuan yang lainnya. dalam penggunaan model di atas juga harus ada konsensus tentang siapa di antara para partisipan tersebut yang turut terlibat secara langsung. Sikap kebudayaan yang majemuk mempunyai dasar relativis. Karena model ini mempunyai beberapa keberatan. maka jenis-jenis kemampuan tertentu dipandang menunjukkan status lebih tinggi dibandingkan dengan kemampuan lainnya. Evaluasi model ini dapat ditemukan pada para peneliti yang memandang pekerjaannya semata-mata hanya sebagai pengumpulan data.

keseragaman sekolah. guru. mendasarkan argumentasinya pada anggapan dasar bahwa evaluasi merupakan kegiatan politik. Dalam dua dekade pertama dari abad 20 sejumlah ahli psikologi dikumpulkan dalam satu komisi untuk menyusun tes kecerdasan. Sistem ujian yang mempunyai nilai historis ini juga digunakan untuk mengontrol efisiensi dan efektivitas pelaksanaan sekolah.Catechism umpamanya digunakan sebagai buku teks di sekolah-sekolah di Scotlandia dari abad 17 sampai 19. dan demokratik. yaitu evaluasi birokratik. yaitu menilai tentang keadaan murid. bahwa hanya sebagian dari penduduk yang mempunyai kemampuan untuk menguasai pengetahuan pada suatu jenis sekolah atau pada jenjang sekolah tertentu. Sistem ujian seperti yang dilaksanakan di atas. Pelaksanaan ujian-ujian tersebut sejalan dengan anggapan masyarakat pada waktu itu. Para evaluator menyadari bahwa aneka macam kerangka kerja evaluasi mempunyai implikasi terhadap penentuan keputusan pendidikan. Barry Mc Donald (1975). tetapi juga telah merupakan peraturan dari sekolah. pembiayaan sekolah. lebih banyak digunakan untuk mengukur atau menguji kemampuan individu-individu (siswa). fasilitas sekolah. is membedakan adanya tiga tipe evaluasi dalam pendidikan dan kurikulum. Kalau untuk mengukur kemampuan siswa digunakan istilah examination atau assessment maka untuk penilaian keseluruhan situasi sekolah atau kurikulum lebih tepat digunakan istilah evaluation. Apakah sistem ini dipandang baik atau jelek bergantung pada pandangan yang menggunakannya. Hasilnya digunakan untuk menyeleksi anak-anak yang akan masuk ke sekolah menengah yang tidak mampu membayar uang sekolah. kurikulum. Kemudian tes tersebut juga digunakan sebagai alat bagi penentuan kenaikan kelas serta sebagai saringan masuk. maka dalam perkembangan selanjutnya jenis kemampuan yaitu kemampuan menyimpulkan dipandang mempunyai nilai yang lebih tinggi. Untuk menilai gambaran sekolah secara keseluruhan. Karena adanya berbagai kemajuan dalam masyarakat. . penyusunan rancangan dan pemeliharaan sekolah diperlukan sistem pengumpulan data serta penilaian yang lain. otokratik. Ujian bukan saja menunjukkan nilai pengetahuan atau kemampuan secara sosial.

merupakan suatu layanan yang bersifat unconditional terhadap lembaga-lembaga pemerintahan yang memiliki wewenang kontrol terbesar dalam alokasi sumber-sumber pendidikan. tentang program-program pendidikan. negosiasi. dan evaluator bertindak sebagai perantara dalam pertukaran informasi di antara kelompokkelompok yang berbeda. dengan menggunakan berbagai informasi yang diperoleh akan membantu mereka mencapai tujuan dari kebijaksanaan yang telah digariskan. Tugas para evaluator adalah membantu pelaksanaan kebijaksanaan. kedudukan . Konsep utama evaluator otokratik adalah evaluasi yang bersifat prinsipil dan objektif (principles and objectivity). Evaluator tidak mempunyai kekuasaan sendiri. Evaluasi ini menganut nilai pluralisme serta mengusahakan memenuhi berbagai minat masyarakat dalam memberikan informasi. penggunaan (utility). Evaluator menerima kebijaksanaan dari pemegang jabatan. Evaluasi demokratik. Tugasnya adalah memberikan informasi terhadap kelompok-kelompok masyara kat. Sumber kekuataan evaluator adalah penelitian kemasyarakatan. ketentuan-ketentuan hukum dan moral dari birokrasi. Sebagai contoh Mc Donald memandang bahwa pelaksanaan evaluasi di Amerika Serikat dewasa ini bersifat birokratik. dan is mempunyai wewenang penuh dalam bidangnya. musyawarah. Peranan evaluator tidak dicampuri oleh pihak yang dilayaninya. dan ketercapaian sasaran (confidentiality. Teknik pengumpulan dan penyajian data yang digunakan harus dapat dipahami oleh penerima informasi yang bukan ahli. and accessibility). Kriteria keberhasilannya adalah pihak yang dilayaninya seluas-luasnya. dan efisiensi (efficiency). atau kontrol sendiri terhadap penggunaan informasi yang diperoleh.Evaluasi birokratik. karena kenyataannya evaluasi sebagian besar dibiayai oleh pemerintah pusat atau negara bagian. merupakan layanan pemberian informasi terhadap masyarakat. Prinsip utama evaluasi birokratik adalah pelayanan (service). merupakan layanan evaluasi terhadap lembagalembaga pemerintah yang mempunyai wewenang kontrol cukup besar dalam mengalokasikan sumber-sumber pendidikan. Evaluasi otokratik. Bila rekomendasi evaluator ditolak maka kebijaksanaannya tidak bisa dilaksanakan. Konsep utama evaluator demokratis adalah kerahasiaan.

evaluator berbeda-beda di bawah lembaga-lembaga federal. Para ahli botani pertanian mengadakan percobaan untuk mengetahui produktivitas bermacam-macam benih. F. meliputi sejumlah prosedur. memiliki banyak segi. Model eksperimen dalam botani pertanian dapat digunakan dalam pendidikan. suatu elemen dalam proses sosial dihubungkan dengan perkembangan pendidikan. Untuk mengetahui tingkat kesuburan benih (anak) serta hasil yang dicapai pada akhir program percobaan dapat digunakan tes (pre test dan post test). yaitu evaluasi kurikulum sebagai fenomena sejarah. Tes psikologis atau tes psikometrik pada umumnya mempunyai dua bentuk. Model-Model Evaluasi Kurikulum Evaluasi kurikulum merupakan suatu tema yang luas. Dari percobaan tersebut dapat diketahui benih mana yang paling produktif. bahkan dapat merupakan suatu lapangan studi yang berdiri sendiri. Eksperimen lapangan dalam pendidikan. yaitu tes inteligensi yang ditujukan untuk mengukur kemampuan bawaan. Evaluasi kurikulum juga merupakan suatu fenomena yang multifaset. Percobaan serupa dapat juga digunakan untuk mengetahui pengaruh tanah. anak dapat disamakan dengan benih. . Lembaga-lembaga pendidikan setempat berada di bawah lembaga-lembaga pusat yang memberikan biaya. dimulai tahun 1930 dengan menggunakan metode yang biasa digunakan dalam penelitian botani pertanian. Bagian ini membahas perkembangan evaluasi kurikulum. meliputi banyak kegiatan. pupuk dan sebagainya terhadap produktivitas suatu macam benih. Evaluasi model penelitian Model evaluasi kurikulum yang menggunakan model penelitian didasarkan atas teori dan metode tes psikologis serta eksperimen lapangan. sedang kurikulum serta berbagai fasilitas serta sistem sekolah dapat disamakan dengan tanah dan pemeliharaannya. serta tes hasil belajar yang mengukur perilaku skolastik. 1. Beberapa macam benih ditanam pada petak -petak tanah yang memiliki kesuburan dan lain-lain yang sama.

sukar untuk mencampurkan guru-guru untuk mengajar pada kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol.Comparative approach dalam evaluasi. sedikit sekali sekolah yang bersedia dijadikan sekolah eksperimen. evaluasi merupakan bagian yang sangat penting dari proses pengembangan kurikulum.guru tersebut sukar dikontrol. masalah teknis dan logis. kegiatan penilaian ini sering disebut evaluasi sumatif. Kedua. Besarnya sampel. tetapi dalam penelitian pendidikan tidak mungkin dapat melakukan treatment sebanyak itu. perlu dirumuskan secara tepat dan rinci. 2. Pertama. Kelompok mana yang lebih baik atau lebih berhasil? Apakah keberhasilan metode tersebut dapat ditransfer ke metode yang lain? Rancangan penelitian lapangan ini membutuhkan persiapan yang sangat teliti dan rinci. Kelompok pertama belajar membaca dengan metode global dan kelompok lain menggunakan metode unsur. Evaluasi model objektif Evaluasi model objektif (model tujuan) berasal dari Amerika Serikat. variabel yang terkontrol. Evaluasi dilakukan pada akhir pengembangan kurikulum. Ada beberapa kesulitan yang dihadapi dalam eksperimen tersebut. treatment. Pertama dalam model objektif. Dalam hal-hal tertentu sering evaluator bekerja sebagai bagian dari tim pengembang. Evaluasi ini sering disebut evaluasi formatif. Informasi-informasi yang diperoleh dari hasil penilaiannya digunakan untuk penyempurnaan inovasi yang sedang berjalan. Kedua. tes hasil belajar dan sebagainya. Ketiga. kesulitan administratif. Salah satu pendekatan dalam evaluasi yang enggunakan antara dua eksperimen macam lapangan anak. kurikulum . ada keterbatasan mengenai manipulasi eksperimen yang dapat dilakukan. yaitu kesulitan menciptakan kondisi kelas yang sama untuk kelompok-kelompok yang diuji. Para evaluator juga mempunyai peranan menghimpun pendapat-pendapat orang luar tentang inovasi kurikulum yang dilaksanakan. pengaruh guru. adalah mengadakan yang pembandingan kelompok umpamanya menggunakan dua metode belajar yang berbeda. Keempat. Perbedaan model objektif dengan model komparatif adalah dalam dua hal. hipotesis. Dalam botani pertanian dengan rancangan yang sangat sempurna dapat memanipulasi eksperimen sampai 25 treatment.

analysis.tidak dibandingkan dengan kurikulum lain tetapi diukur dengan seperangkat objektif (tujuan khusus). Merumuskan tujuan-tujuan tersebut dalam perbuatan siswa. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh tim pengembang model objektif. Pendekatan inilah yang digunakan oleh Ralph Tylor (1930) dalam menyusun tes dengan titik tolak pada perumusan tujuan tes. Mengukur kesesuaian antara perilaku siswa dengan hasil yang diinginkan. Bloom dengan kawan-kawannya menyusun klasifikasi sistem tujuan yang meliputi daerah-daerah belajar (cognitive domain). Sistem pengajaran yang terkenal adalah IPI (Individually Prescribed Instruction). Keberhasilan pclaksanaan kurikulum diukur oleh penguasaan siswa akan tujuan-tujuan tersebut. Ada kesepakatan tentang tujuan-tujuan kurikulum. sebagai asal mula pendekatan sistem (system approach). kedua kelompok tersebut hams ekuivalen. comprehension. 4. Tujuan dari comparative approach adalah menilai apakah kegiatan yang dilakukan kelompok eksperimen lebih baik daripada kelompok kontrolpleh karena itu. Perumusan tujuan-tujuan dari Bloom dan kawan-kawan belum sampai pada perumusan tujuan yang bersifat behavioral. 2. untuk itu diperlukan perumusan lebih lanjut yang sangat khusus dan bersifat behavioral. 1. dan mencapai puncaknya dalam sistem belajar berprogram dan sistem instruksional. suatu program yang dikembangkan oleh Learning Research and Development Centre Universitas Pittsburg. Para pengembang kurikulum yang menggunakan sistem instruksional (model objektif) menggunakan standar pencapaian tujuan-tujuan tersebut. Mereka membagi proses mental yang berhubungan dengan belajar tersebut dalam 6 kategori. Mereka membagibagi lagi tujuan-tujuan tersebut pada sub-tujuan yang lebih khusus. Dasar-dasar teori Tylor dan Bloom menjadi prinsip sentral dalam berbagai rancangan kurikulum. Dalam IPI anak mengikuti kurikulum yang memiliki 7 unsur: . Menyusun materi kurikulum yang sesuai dengan tujuan tersebut. tetapi dalam model objektli hal itu tidak menjadi soal. Pada tahun 1950-an Benyamin S. synthesis dan evaluation. application. yaitu knowledge. 3.

Kegiatan murid dalam kelas. 5. dan 7. Tujuan-tujuan pengajaran yang disusun dalam daerah-daerah.1. Program paket berisi program statistik yang secterhana yang tidak membutuhkan pengetahuan komputer untuk mengenakannya. Siswa dianggap mengusai suatu unit Oa memperoleh skor minimal 80. Prosedur pengelolaan kelas. 3. . yaitu strategi evaluasi yang menyatukan unsur-unsur dari kedua pendekatan tersebut. 4. tingkattingkat dan unit-unit. Pedoman perosedur penulisan. Materi dan alat-alat pengajaran. Bila ini sudah dikuasai berarti penguasaan siswa sudah sesuai dengan kriteria. metode ini pun terlepas dari proyek evaluasi. Metodemetode tersebut masuk ke bidang kurikulum setelah komputer dan program paket berkembang yaitu tahun 1960. Model campuran multivariasi Evaluasi model perbandingan (comparative approach) dan model Tylor dan Bloom melahirkan evaluasi model campuran multivariasi. 3. unit atau tingkat tertentu dari tujuan khusus. Strategi ini memungkinkan pembandingan lebih dari satu kurikulum dan secara serempak keberhasilan flap kurikulum diukur berdasarkan kriteria khusus dari masingmasing kurikulum? Seperti halnya pada eksperimen lapangan serta usaha-usaha awal dari Tylor dan Bloom. Tes untuk mengukur prestasi belajar anak merupakan bagian integral dan kurikulum. Suatu prosedur program testing. Dengan berkembangnya penggunaan komputer memungkinkan studi lapangan tidak dihambat oleh kesalahan dan kelambatan. Kemajuan siswa dimonitor oleh guru dengan memberikan tes yang mengukur tingkat penguasaan tujuan-tujuan khusils melalui pre test dan post test. Tiap butir tes berkenaan dengan keterampilan. untuk menentukan di mana mereka harus mulai belajar. Semua masalah pengolahan statistik dapat dikerjakan dengan komputer. 2. Untuk mengikuti program pendidikan. 6. siswa hams mengambil dulu tes penempatan. Kegiatan guru dalam kelas.

Sementara tim menyusun tujuan yang meliputi semua tujuan dari pengajaran umpamanya dengan metode global dan metode unsur. dan model CDPP. dapat disiapkan tes tambahan. Bila semua informasi yang diharapkan telah terkumpul. Mencari sekolah yang berminat untuk dievaluasi/diteliti. Jadi model multivariasi ini lebih sesuai bagi evaluasi kurikulum skald besar. 3. maka mulailah pekerjaan komputer. kesulitan terlalu banyaknya varaibel yang perhi dihitung pada suatu saat. podel tujuan lebih sesuai digunakan dalam pengembangan kurikulum yang menggunakan pendekatan tujuan (Goal based curriculum). tujuan maupun situasi (Situation based curriculum). Pelaksanaan program. zodel campuran dapat digunakan untuk mengevaluasi baik kurikulum yang menekankan isi. . Tipe analisis dapat juga digunakan untuk mengukur pengaruh bersama dari beberapa variabel yang berbeda) Beberapa kesulitan dihadapi dalam model campuran multivariasi ini. seperti model EPIC. dikenal pula beberapa model evaluasi kuiikulum ynag lebih bersifat umum. sedangkan dengan model ini dapat dikumpulkan sampai 300 variabel Kesulitan ketiza. Model-model evaluasi kurikulum tersebut berkembang dari dan digunakan untuk mengevaluasi model atau pendekatan kurikulum tertentu. dan ini lebih memungkinkan daripada 10 kelas dengan 100 pengukuran. 5. kemampuan komputer hanya sampai 40 variabel. CEMREL. Kesulitan pertama adalah diharapkan memberikan tes statistik yang signifikan) Maka untuk itu diperlukan 100 kelas dengan 10 pengukuran.Langkah-langkah model multivariasi tersebut adalah sebagai berikut: 1. 4. Bila tidak ada pencampuran sekolah tekanannya pada partisipasi yang optimal. Di samping model-model evaluasi kurikulum di atas. Model perbandingan lebih sesuai untuk mengevaluasi pengembangan kurikulum yang menekankan isi (Content based curriculum). 2. meskipun model multivariasi telah mengurangi masalah kontrol berkenaan dengan eksperimen lapangan tetapi tetap menghadapi masalah-masalah pembandingan.

Model EPIC atau Evaluation Programs for Innovative Curriculums menggambarkan keseluruhan program evaluasi dalam sebuah kubus. Buku ini memberikan tekanan dan ilustrasi tentang peranan evalausi kurikulum dalam penentuan kebijaksanaan dan . tetapi telah tersusun sedemikian rupa sehingga membentuk satu pemikiran yang utuh tentang evaluasi kurikulum. Meskipun berbentuk kumpulan tulisan. yang meliputi organization. Bahan yang diuraikan mencakup perkembangan-perkem. Evaluasi model EPIC G. educational spesialist. Buku ini merupakan kumpulan tulisan beberapa ahli pendidikan yang berpengalaman dan memiliki spesialisasi dalam evaluasi kurikulum. Buku Acuan Skillback. di samping hasil-hasil pemikiran yang telah lama ada. hasil evaluasi kelembagaan. Malcolm (ed). affective dan psychomotor. teacher.bangan baru di Inggris pada dekade 80-an. Kubus tersebut mempunyai tiga bidang. method. riset lapangan. content. (1984). BAGAN 9. dan bidang ketiga adalah kelembagaan yang meliputi student. adminsitrator. testing nasional. Evaluating the Curriculum in the Eighties. Bidang pertama adalah behavior atau perilaku yang menjadi sasaran pendidikan yang meliputi perilaku cognitive. family and community (Doll. London: Houder and Stoughton. Bidang kedua adalah "instruction" atau pengajaran. 1976: 374). facilities and cost.

komprehensif sederhana dan praktis tetapi juga mendalam. harus didasarkan atas hasil-hasil evaluasi. Illinois: F. Meskipun demikian isinya sebagian besar menyangkut evaluasi tentang kurikulum serta pemanfaatan hasil evaluasi bagi penyempurnaan kurikulum. (1971). Penyempumaan kurikulum khususnya pendidikan umumnya. Buku ini berjudul Evaluasi Pendidikan dan Penentuan Keputusan.pengembangan kurikulum secara komprehensif dan mutakhir.ing. Daniel L et al. Tulisan ini cukup substansial bagi pengkajian masalah evaluasi kurikulum dan sartgat berharga bagi para ahli pengembangan dan evaluasi kurikulum.E. Keseluruhan isi buku ini sangat berharga bagi para ahli dan pengembang kurikulum. Itasca. ahli pendidikan. Stufflebeam. dan ahli adrninistrasi pendidikan. and Decision Mak. Peacock Publishers. . Inc. Educational Evaluation. berisi suatu uraian yang menyeluruh tentang evaluasi pendidikan. Buku ini memberikan landasan bagi pelaksanaan evaluasi tersebut. ahli evaluasi kurikulum. secara konseptual.

tetapi juga harus memiliki pengetahuan dan kemampuan profesional. . 8. Dalam diskusi pengembangan model pendidikan profesional tenaga kependidikan. Memiliki kode etik. 5. Mendidik adalah pekerjaan profesional. Memiliki keahlian/keterampilan tertentu. Aplikasi dan sosialisasi nilai-nilai profesional. hilang pulalah hakikat pendidikan. dan tujuan pendidikan merupakan komponen utama pendidikan. Pendidik. 3. oleh karena itu guru sebagai pelaku utama pendidikan merupakan pendidik profesional. jika hilang salah satu komponen. Guru sebagai Pendidik Profesional Pendidikan berintikan interaksi antara pendidik (guru) dan peserta didik (siswa) untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan. Kebebasan untuk memberikan judgment dalam memecahkan masalah dalam lingkup kerjanya. Diperoleh dengan pendidikan dalam masa tertentu yang cukup lama. 10. Memiliki tanggung jawab profesional dan otonomi. 9. Didasarkan atas disiplin ilmu yang jelas. Memiliki fungsi dan signifikansi social 2. yang diselenggarakan oleh PPS IKIP Bandung tahun 1990. 6. Ketiganya membentuk suatu triangle. guru bukan saja dituntut melaksanakan tugasnya secara pagesional. Keahlian/keterampilan diperoleh dengan menggunakan teori dan metode ilmiah. Sebagai pendidik profesional. Dalam situasi tertentu tugas guru dapat diwakilkan atau dibantu oleh unsur lain seperti oleh media teknologi. yaitu: 1. 4. dirumuskan 10 ciri suatu profesi. peserta didik.BAB 10 GURU DAN PENGEMBANGAN KURIKULUM A. Ada pengakuan dari masyarakat dan imbalan atas layanan profesinya. tetapi tidak dapat digantilcan. 7.

11. tetapi orang-orang yang tidak memiliki profesi dalam bidang pendidikan juga melaksanakan tugas -tugas pendidikan formal. The points are proposed.tions of teaching: 1. 8. but as a broad frame work for teachers to discover more about themselves in relation to the func. atau setiap orang bisa mendidik. masih ada anggapan masyarakat bahwa setiap orang bisa menjadi pendidik. Giving security. 5.Mungkin belum seluruh ciri profesi di atas telah dimiliki secara kokoh (sempurna) oleh para pendidik kita. Clarifying attitudes. Evaluating. Raths (1964). Organizing and arranging classroom. mengemukakan sejumlah kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang guru. 6. directing. atau antara pendidikan profesional dengan nonprofesional. . Diagnosing learning problems. Enriching community activities. juga tidak bisa dihindari banyaknya tenaga nonprofesional pendidikan yang melaksanakan tugas.tugas pendidikan. Initiating. 4. Participating in professional and civic life. Participating in school activities. problems. Pada sisi lain. 3. Louis E. Making curriculum materials. beliefs.profesional dan mengganggap dirinya telah memiliki profesi tersebut. walaupun telah ada batas yang jelas antara pendidikan formal dengan pendidikan informal. Memang hal itu sukar dihindari. recording. not as a rating scale. Unifying the group. administering. 7. 2. Sebab sebagai suatu profesi terbuka. 12. reporting. Explaining. informing. mengingat banyaknya jenis dan jenjang pendidikan yang harus disediakan bagi berbagai kategori peserta didik. 10. 9. showing how.

2. penghayatan. Penampilan sikap yang positif terhadap keseluruhan tugasnya sebagai guru. Lebih lanjut Depdikbud (1980) merinci ketiga kelompok kernampuan tersebut menjadi 10 kemampuan dasar. 8. dan penampilan nilai-nilai yang seyogianya dimiliki guru. Penguasaan materi pelajaran. Penampilan upaya unruk menjadikan dirinya sebagai anutan dan teladan bagi para siswanya. 4. 2.muannya. 5. dan terhadap keseluruhan situasi pendidikan.kannya atas tiga dimensi umum kemampuan. Penguasaan bahan pelajaran beserta konsep-konsep dasar keil. yaitu: 1. Pengelolaan kelas. Penilaian prestasi siswa. Pengelolaan program belajar-mengajar. Penguasaan landasan-landasan kependidikan. mencakup bahan yang akan diajarkan dan dasar keilmuan dari bahan pelajaran tersebut. 10. b. Penguasaan proses kependidikan. c. 3. yaitu kemampuan menyesuaikan diri dengan tuntutan kerja dan lingkungan sekitar. 9.Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1980) telah merumuskan kemampuan-kemampuan yang harus dimiliki guru dan mengelompok. Kemampuan sosial. . keguruan dan pembelajaran siswa. Penggunaan media dan sumber pembelajaran. 3. 7. Pengenalan fungsi dan program bimbingan dan penyuluhan. Pengenalan dan penyelenggaraan administrasi sekolah. Kemampuan personal yang mencakup: a. 6. Pemahaman. c. Penguasaan landasan dan wawasan kependidikan dan keguruan. b. yang mencakup: a. Pengelolaan interaksi belajar-mengajar. Kemampuan profesional. yaitu: 1. Pemahaman prinsip-prinsip dan pemanfaatan hasil penelitian pendidikan untuk kepentingan peningkatan mutu pengajaran.

Di antara kemampuan sosial dan personal yang paling mendasar yang harus dikuasai guru adalah idealisme. dalam masyarakat biasa dan masyarakat profesional. dan sebagainya. Sepuluh kemampuan dasar yang dirumuskan Depdikbud sebenarnya baru merupakan rincian kelompok kemampuan pertama (kemampuan profesional). Idealisme dalam perbuatan mendidik akan menumbuhkan rasa cinta pada guru terhadap profesinya. tidak berkenaan dengan teknis pengajaran. juga penguasaan kemampuan sosial. idealisme dalam pendidikan. maupun dari kehidupan masyarakat. atau generasi penerus yang lebih andal. menghidupkan . bangsa. untuk mencerdaskan bangsa. maka guru-guru hanya akan bekerja ala kadarnya. sedangkan kelompok kemampuan yang kedua dan ketiga (kemampuan sosial dan personal). hubungan sosial. Perbuatan mendidik harus dilandasi oleh sikap dan keyakinan sebagai pengabdian pada nusa. selain harus menguasai kemampuan teknis pendidikan. terhadap para siswanya. tetapi dengan kegiatan yang lebih luas.Kedua belas kemampuan yang dikemukakan oleh Rath berkenaan dengan pelaksanaan pengajaran dan pengembangan kemampuan dalam me ngajar.situasi tersebut. seperti kepemimpinan. Kalau perbuatan mendidik hanya didorong oleh kebutuhan memperoleh nafkah. Idealisme seharusnya dimiliki oleh setiap profesi. yaitu cita-cita luhur yang ingin dicapai dengan pendidikan. dan kemanusiaan. Dua kemampuan terakhir dari Rath. Untuk dapat berpartisipasi dalam situasi. Penguasaan kemampuan proses hams terjalin secara utuh dengan penguasaan isi. terhadap pekerjaan pendidikan. ldealisme dan rasa cinta mendasari dan menjiwai semua perilaku mendidik. Ada satu hal yang tidak dinyatakan secara eksplisit Rath yaitu penguasaan rnateri atau bahan pelajaran. Penguasaan dan penggunaan dua belas kemampuan dari Rath atau sepuluh kemampuan dari Depdikbud. hanya akan optimal apabila didasari oleh adanya idealisme. dan penguasaan bidang studi. dan sebagainya. dan komunikasi dengan orang lain. belum dirinci lebih jauh. karyawan. Dengan dasar rasa cinta itu guru akan berbuat yang terbaik bagi peserta didik. yaitu partisipasi dalam kegiatan di sekolah. bagi pendidikan. untuk melahirkan generasi pembangunan. padahal cukup penting. bahkan setiap orang. baik yang berasal dari disiplin ilmu. bekerja secara mekanistis dan formalitas.

Tanpa idealisme dan rasa cinta. guru adalah pelatih kemampuan. mungkin mencampurkan dua. tiga bahkan mungkin keempat-empatnya. tetapi dapat dipadukan atau minimal dihubungkan satu dengan yang lainnya. pendorong dan pembimbing. seperti pada Bagan 10. Beberapa ahli menyatakan bahwa betapapun bagusnya suatu kurikulum (official). sedangkan dalam konsep teknologi pendidikan. yang merupakan acuan bagi pelaksanaan pengajaran dalam kelas. Pada keempat konsep pendidikan yang telah diuraikan di muka terdapat perbedaan peranan atau kedudukan guru. Dalam praktik pendidikan di sekolah. B. Pada umumnya pelaksanaan pendidikan bersifat eklektik.kemampuan-kemampuan profesional yang dimiliki. Actual curriculum merupakan kurikulum nyata yang dilaksanakan of eh guru-guru. Keempat ragam peranan tersebut sesungguhnya dapat ditempatkan dalam satu kontinum. guru lebih berperan sebagai pengarah. guru memegang peranan penting baik dalam penyusunan maupun pelaksanaan kurikulum. Kurikulum nyata merupakan implementasi dari official curriculum di dalam kelas. guru berperan sebagai penerus dan penyampai ilmu.1 . Guru sebagai Pembimbing Belajar Telah dijelaskan bahwa dalam kurikulum dapat dibedakan antara official atau written curriculum dengan actual curriculum. Dalam konsep pendidikan klasik. jarang sekali digunakan satu konsep pendidikan secara utuh. kemampuan-kemampuan profesional yang dirniliki hanya akan tampak seperti lampu yang kekurangan minyak. Yang tampak adalah variasi peranan guru dalam pelaksanaan pendidikan dan pengajaran. Model. hasilnya sangat bergantung pada apa yang dilakukan oleh guru di dalam kelas (actual). Official atau written curriculum merupakan kurikulum resmi yang tertulis. Dengan demikian.model konsep pendidikan tersebut dalam praktik tidak lagi dipandang sebagai model pendidikan yang masing-masing eksklusif. Dalam keseluruhan proses belajarmengajar atau pada suatu waktu tertentu mungkin salah satu peranan lebih menonjol dari yang lainnya. Dalam Konsep interaksional guru berperan sebagai mitra belajar. sedangkan dalam konsep pendidikan pribadi.

yaitu siswa. dalam memilih kegiatan yang akan dilakukan serta peranan yang akan dimainkannya. efektif tidaknya perlakuan . pendorong. pembimbing. Sebenarnya semua konsep pendidikan itu baik atau memiliki kebaikankebaikan tertentu. bukan hanya dalam pendidikan dan pengajaran tetapi juga dalam bidang -bidang lain. karena kondisinya mendukung. tidak ada yang berlaku umum. Tujuan utama kegiatan guru dalam mengajar ialah mempengaruhi perubahan pola tingkah laku para siswanya. sesungguhnya realisasi dari peranan guru tersebut sangat situasional. Dalam praktik yang lebih penting adalah mempertimbangkan. konsep pendidikan mana yang paling tepat untuk mencapai tujuan tertentu bagi kelompok peserta didik tertentu. pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Tepat tidaknya. dan mela ksanakan suatu kegiatan atau memecahkan suatu masalah adalah tepat. Pada saat dan situasi lain pengarahan dan dorongan terhadap siswa dalam merencanakan. pembimbing dipandang model baru. Perubahan ini terjadi karena guru memberikan perlakuan-perlakuan. di samping kendala-kendala tertentu pula. Pada satu ujung guru berperan sebagai penyampai ilmu dan pelatih dalam arti drilling. tetapi pada saat lain latihan pengembangan kemampuan dengan menggunakan media pembelajaran mutakhir tepat.BAGAN 10. dalam waktu dan kondisi tertentu pula. Sejalan dengan konsep pendidikan tersebut peran-peran apa yang tepat dimainkan oleh guru. karena memang hal itu sangat diperlukan dan sarananya ada. Meskipun demikian ada satu hal yang menjadi acuan bagi guru.1 Ragam peranan guru dalam proses belajar-mengajar PENYAMPAIAN PENGETAHUAN PELATIH KEMAMPUAN MITRA BELAJAR PENGARAH PEMBIMBING Para pelaksana pendidikan termasuk guru sering tidak melihat keempat peranan tersebut terletak dalam kontinum. Mereka melihatnya sebagai dua ekstrem. dan sebagainya. dan pada ujung lain peran guru sebagai pengarah. pendorong. Pandangan sederhana dan polair seperti itu memang banyak ditemukan. Pada saat dan situasi tertentu peran menyampaikan materi pengetahuan memang tepat dan sangat diperlukan. sedangkan yang memberikan peranan sebagai pengarah. fasilitator. Jadi. Praktik pendidikan yang memberikan peranan kepada guru hanya sebagai penyampai ilmu atau pelatih dianggap model lama.

akan meningkatkan hasil belajar mereka. Upaya guru memberikan perlakuan tersebut erat kaitannya dengan tingkat harapan dan perubahan yang diinginkannya. Kesukaan dan sikap positif siswa kepada guru. dan menciptakan suasana kelas yang bebas. melakukan penalaran. Guru tak mungkin menjawab semua pertanyaan siswa. antara guru dan administrator. Tujuan lainnya adalah mendorong dan meningkatkan kemampuan sebagai hasil belajar. Di samping itu. berkreasi dan berani mencoba sendiri sesuatu usaha instruksional yang lebih baru yang dipandangnya lebih relevan dengan kegiatannya selaku guru. bersikap menerima. jadi memungkinkan siswa untuk belajar sendiri. Administrator mengadakan bimbingan dan supervisi dengan . guru harus memberikan kesempatan. Hasil dan kemajuan belajar yang dicapai siswa ditentukan juga oleh bentuk hubungan antara guru dan siswa. Karena itu guru harus memahami siswa yang dibimbingnya dan sebaliknya siswa harus mengakui kewibawaan pembimbingnya. sehingga memungkinkan guru mencari jalan. dan menghormati gurunya. guru dapat mempengaruhi perubahan tingkah laku siswa. Kesempatan belajar yang diciptakan guru adalah agar merangsang siswa belajar. bukan hanya dalam hubungan sebagai pembimbing dan yang dibimbing tetapi juga sebagai mitra belajar. tetapi dengan tugas yang berbeda. dengan cara itu. Hubungan guru dengan siswa menjadi syarat mutlak. Hubungan antara guru dengan siswa harus didukung oleh hubungan yang sejalan antara guru dengan administrator dan guru dengan orang tua siswa. antara guru dan siswa harus tercipta hubungan sebagai mitra belajar. Hubungan guru dengan administrator haruslah bersikap terbuka. Untuk mencapai kedua tujuan di atas. diperlukan hubungan timbal balik antara guru dan siswa. antara gu dan ru orang tua siswa. menyenangi. Antara keduanya juga tercipta hubungan sebagai mitra yang baik. berpikir. Antara siswa dan guru perlu terjalin k erja sama yang baik dalam belajar. Guru perlu menyenangi siswanya. untuk mendorong siswa memecahkan sendiri masalah-masalah yang mereka hadapi.yang diberikan guru akan menentukan usaha belajar yang dilakukan oleh siswa. timbal balik antara guru dan siswa akan memperkaya kurikulum dan kegiatan belajar-mengajar pada kelas bersangkutan. Sebaliknya siswa juga harus menerima. dan membantu. mengerti. Minat dan pemahaman. Jadi.

harus pendekatan pembelajaran yang bersifat individual. hambatan yang dihadapi serta faktor-faktor dominan yang mempengaruhinya. "pendekatan multi metode-multi media". yang berbeda dengan individu lainnya.sekolah biasa umumnya digunakan pendekatan yang bersifat klasikal. kemampuan. ada tiga langkah yang harus ditempuh. Guru harus mengenal dan memahami siswa dengan baik. Orang tua bukan saja harus percaya kepada guru. kecepatan belajar. tetapi dengan tugas yang berbeda. tetapi karena alasan-alasan tertentu. Dalam pendekatan klasikal sebenarnya tidak tertutup kemungkinan untuk memperhatikan perbedaan individual. Perkembangan yang optimal hanya mungkin dapat dicapai apabila kegiatan yang dilakukan siswa dan bantuan yang diberikan guru. Setiap peserta didik sebagai individu mempunyai kemampuan. keduanya memiliki tanggung jawab yang sama dalam mengembangkan pribadi anak. Semua kegiatan dan fasilitas yang dipilih serta peranan yang dilakukan guru harus tertuju pada kepentingan siswa. Kedua. akan tetapi harus memberikan dukungan dan partisipasi sebesar mungkin untuk kepentingan pendidikan anak-anak mereka di sekolah. disesuaikan dengan kondisi siswa. keunggulan dan kekurangannya. karakteristik dan problem-problem sendiri. Konsep modul dan sistem belajar sendirinya masih dipakai pada SMP dan Universitas Terbuka. memilih cara pembelajaran yang sesuai dengan kondisi siswa. dan siswa menguasai apa yang diberikan atau memperoleh perkembangan secara optimal.maksud merangsang kegiatan belajar para siswa. memahami tahap perkembangan yang telah dicapainya. Pendekatan demikian pernah dilaksanakan pada delapan PPSP dengan menggunakan sistem modul. mendiagnosis kemampuan dan perkembangan siswa. Salah satu prinsip pengajaran yang efektif. adalah nnenggunakan pendekatan atau metode dan media yang bervariasi. diarahkan pada memenuhi kebutuhan siswa. Demikian pula hubungan antara guru dengan orang tua. disesuaikan dengan kondisi tersebut. Pertama. Dalam mengoptimalkan perkembangan siswa. PPSP dibubarkan dan metode tersebut tidak digunakan lagi. Bagaimana bentuk hubungan dan pelaksanaan hubungan-hubungan itu tentu saja perlu dibicarakan dalam kerangka yang lebih luas. Pembelajaran yang betul-betul disesuaikan dengan perbedaan individual. Dengan .kemampuannya. Di sekolah.

Kurikulum untuk Sekolah Dasar. Di Indonesia dewasa ini terutama pada jenjang pendidikan dasar dan menengah digunakan model Mi.dia sederhana dengan media yang lebih kompleks. Pemilihan . Ketiga. dan Sekolah Menengah Kejuruan pada prinsipnya seragam. Pelaksanaan metode pembelajaran tersebut perlu disertai dengan usaha-usaha pemberian dorongan.dan penggunaan metode dan media yang bervariasi tidak dengan sendirinya. Dalam pengembangan kurikulum yang bersifat sentralisasi. Pembimbingan juga dapat berupa usaha-usaha pemberian remedial teach. antara me.desentral. antara yang hanya menggunakan kapur-papan tulis dengan menggunakan media. karena sering terjadi pergantian kegiatan. kegiatan pembimbingan. Sekolah Menengah Umum. atau jenjang/jenis sekolah. pengawasan. dan sentral. pengembangan kurikulum dapat dibedakan antara yang bersifat sentralisasi. antara belajar secara klasikal dengan belajar kelompok dan penugasan yang bersifat individual. kurikulum disusun oleh sesuatu tim khusus di tingkat pusat. Pembimbingan ini diberikan pada saat kegiatan pembelajaran. Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama. atau di luar kegiatan pembelajaran. serta memberikan standar . Variasi antara yang menckankan pengetahuan dengan keterampilan dan nilai-nilai. akan mengoptimalkan perkembangan siswa. Kurikulum bersifat uniform untuk seluruh negara. Dalam pembelajaran guru dapat mengadakan variasi.ing dan pengayaan. dan penilaian. Juga variasi antara kegiatan yang bersifat menerima. desentralisasi. mengolah. Tujuan utama pengembangan kurikulum yang uniform ini adalah untuk menciptakan persatuan dan kesatuan bangsa. C. Peranan Guru dalam Pengembangan Kurikulum Dilihat dari segi pengelolaannya. daerah. bantuan. pengarahan dan bimbingan dari guru. antara metode yang lebih mengaktifkan guru dengan yang mengaktifkan siswa. di samping pembelajaran menjadi lebih menarik.menggunakan metode dan media yang bervariasi. perbedaan-perbedaan individual dapat terlayani. Pengembartgan kurikulum tersebut sudah tentu memiliki tujuan dan latar belakang tertentu yang sangat mendesak dan mendasar. menyajikan.

perkembangan dan kemampuan sekolah juga berbeda. Pertama. prosedur dan alat penilaian serta standar . serta lebih hemat dilihat dari segi biaya.penguasaan yang sama bagi seluruh wilayah. dan tercapainya standar minimal penguasaan/perkembangan anak. ketidakadilan dalam menilai hasil. Dalam kurikulum yang seragam. fasilitas yang memadai.beda. Hal-hal di atas tampaknya sesuai dengan kondisi dan tahap perkembangan negara kita dewasa ini. Kelebihannya selain mendukung terciptanya persatuan dan kesatuan bangsa. ada daerah kaya dan daerah miskin dan sebagainya. Penyeragaman dapat menghambat kreativitas. dan manajemen yang mapan. wilayah negara Indonesia luas sekali. Model pengembangan ini memiliki beberapa kelemahan. Keem pat. Yang dimaksudkan dengan seragam dalam penilaian yaitu kesamaan di dalam segi yang dinilai. kondisi dan karakteristik tiap daerah berbeda-beda. ada yang sudah maju sekali dan ada yang sangat terbelakang. juga model ini mudah dikelola. dapat memperlambat kemajuan sekolah yang sudah mapan dan menyeret perkembangan sekolah yang masih terbelakang. adanya golongan atau kelompok tertentu dalam masyarakat. Pertama. Ada sekolah yang sudah mapan mampu berdiri sendiri dan melakukan pengembangan sendiri. yang ingin mengutamakan golongan atau kelompoknya dan menggunakan sekolah sebagai alat untuk mencapai tujuan tersebut. terbentuk atas pulau-pulau yang satu sama lain letaknya berjauhan dan terpisahkan oleh laut. alam dan sosial budayanya. Jumlah yang demikian ini tampaknya jauh lebih banyak dibandingkan dengan sekolah yang telah mapan. Penyeragaman yang sangat jauh dari kondisi dan sifat sesuatu wilayah akan menghambat kepesatan perkembangan wilayah tersebut.bangan intelek. Ketiga. dimonitor dan dievaluasi. penilaian sering dilakukan secara seragam pula. Hal itu dilatarbelakangi oleh beberapa kondisi. menyeragamkan kondisi yang berbeda-beda keadaan dan tahap perkem. karena segalanya masih berada pada tingkat darurat. sukar sekali. waktu. Seko yang lah lain kondisinya sangat memprihatinkan. Kedua. dan fasilitas. Kedua. karena memililci personalia. ada daerah tertutup ada yang terbuka. Model pengembangan kurikulum yang bersifat sentralisasi mempunyai beberapa kelebihan di samping juga kelemahan.

atau rancangan bagi pelaksanaan pengajaran di kelas. Peranan guru baik dalam model sentralisasi maupun desentralisasi dapat dilihat dalam tiga tahap. Dalam situasi yang tidak sehat bukan tidak mungkin terjadi pembocoran soal. di samping adanya cemoohan dari berbagai pihak. ketidakjujuran dalam penilaian. atau meliputi seluruh wilayah. meliputi kegiatan menerapkan semua rancangan yang tercantum dalam kurikulum tertulis. dan sebagainya. Kedua dimensi pengembngan kurikulum tersebut dapat dilihat pada Bagan 10. Pengabaian faktor-faktor yang mempengaruhi proses pendidikan merupakan suatu ketidakadilan. atau kurikulum tertulis. yaitu tahap perancangan. Ketiga. Kurikulum mikro merupakan jabaran atau rincian dari kurikulum makro. sedangkan bagi sekolah yang hasilnya sangat jelek akan mengakibatkan rasa rendah din. Di muka telah dibahas bahwa dalam wilayah Indonesia yang luas ini terdapat keragaman kondisi alam.2 Tahap dan Lingkup Pengembangan Kurikulum . Kurikulum juga dapat dilihat dalam lingkup makro dan juga mikro. Evaluasi kurikulum merupakan kegiatan menilai pelaksanaan dan hasil-hasil penggunaan suatu kurikulum. Pengembangan kurikulum pada tahap perancangan berkenaan dengan seluruh kegiatan menghasilkan dokumen kurikulum. pelaksanaan dan evaluasi. Kurikulum makro yaitu kurikulum yang menyeluruh meliputi semua komponen. sosial budaya. kemampuan dan fasilitas sekolah.2 Bagan 10. atau seluruh siswa pada jenjang pendidikan tertentu. tingkat intelek. Terlepas dari pro dan kontra. Pelaksanaan kurikulum atau disebut juga implementasi kurikulum. Bagi sekolahsekolah yang kebetulan hasilnya sangat baik dapat menimbulkan sikap kecongkakan.penilaian. penggunaan standar yang sama untuk semua sekolah di seluruh wilayah akan memberikan gambaran hasil yang beragam dan menunjukkan adanya perbedaan yang sangat ekstrem. Hasil pendidikan dan pengajaran sangat dipengaruhi oleh faktorfaktor di atas. kelebihan dan kekurangannya kita akan mencoba melihat peranan guru di dalamnya.

minat dan tahap perkembangan anak. semesteran. hanya keluasan dan kedalamannya berbeda-beda. menciptakan situasi . bahan pelajaran. beberapa minggu ataupun beberapa hari saja. mampu memilih dan melaksanakan metode mengajar yang sesuai dengan kemampuan siswa. semesteran. catur wulanan. baik untuk mengevaluasi perkembangan atau hasil belajar siswa untuk menilai efisiensi pelaksanannya itu sendiri. metode dan media pembelajaran. Ia juga hendaknya melakukan berbagai upaya untuk membangkitkan motivasi belajar. Peranan guru dalam pengembangan kurikulum yang bersifat sentralisasi Dalam kurikulum yang bersifat sentralisasi. Menjadi tugas gurulah menyusun dan merumuskan tujuan yang tepat. tetapi guru masih mempunyai tugas untuk mengadakan penyempurnaan dan penyesuaian-penyesuaian. sedangkan kurikulum untuk beberapa minggu atau hari. Guru hendaknya mampu memilih dan menciptakan situasi-situasi belajar yang menggairahkan siswa. Guru menyusun kuriku. guru tidak mernpunyai peranan dalam perancangan. catur wulanan. serta menyusun program dan alat evaluasi yang tepat. menyusun dan melaksanakan evaluasi. yang terdiri atas para ahli. Suatu kurikulum yang tersusun sistematis dan rinci akan sangat memudahkan guru dalam implementasinya. satu semester atau satu catur wulan disebut juga program tahunan. kecakapan. Implementasi kurikulum hampir seluruhnya bergantung pada kreativitas. Kurikulum makro disusun oleh tim atau komisi khusus. Program tahunan. satu semester. Guru hendaknya mampu memilih. kesungguhan. Penyusunan kuri. dan evaluasi kurikulum yang bersifat makro.kulum mikro dijabarkan dari kurikulum makro. satu catur wulan.lum dalam bidangnya untuk jangka waktu satu tahun. disebut satuan pelajaran.1. Walaupun kurikulum sudah tersusun dengan berstruktur. dan evaluasi. dan ketekunan guru. memiliki metode dan media mengajar yang bervariasi. Kurikulurn untuk saw tahun. Guru juga berkewajiban untuk menjelaskan kepada para siswanya tentang apa yang akan dicapai dengan pengajarannya. bahan pelajaran dan banyak mengaktifkan siswa. memilih dan menyusun bahan pelajaran yang sesuai dengan kebutuhan. ataupun satuan pelajaran memiliki kornponen-komponen yang sama yaitu tujuan. mereka lebih berperan dalam kurikulum mikro.

bentuk ini kurang tepat. untuk situasi yang membutuhkan keseragaman demi persatuan dan kesatuan nasional. baik kemampuan profesional. . sehingga sukar untuk diperbandingkan keadaan dan kemajuan suatu sekolah/wilayah dengan sekolah/wilayah lainnya. memberikan pengarahan dan bimbingan. Bentuk kurikulum seperti ini mempunyai beberapa kelebihan di ‡samping juga kekurangan. (3) adanya kesulitan bila terjadi perpindahan siswa ke sekolah/ wilayah lain. Beberapa kelemahan bentuk kurikulum ini. (4) ada rnotivasi kepada sekolah (kepala sekolah. adalah: (1) tidak adanya keseragaman. berusaha memahami secara saksama potensi dan kelemahan siswa. (3) disusun oleh guru-guru sendiri dengan demikian sangat memudahkan dalam pelaksanaannya. serta membantu mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi siswa. di antaranya (1) kurikulum sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat setempat.kompetitif dan kooperatif. (2) kurikulum sesuai dengan tingkat dan kemarnpuan sekolah. Dalam kondisi ideal guru juga berperan sebagai pembimbing. guru) untuk mengembangkan din. kebutuhan. Pengembangan kurikulum semacam ini didasarkan atas karakteristik. finansial maupun manajerial. dengan demikian akan terjadi semacam kompetisi dalam pengembangan kurikulum. perkembangan daerah serta kemampuan sekolah atau sekolah-sekolah tersebut. Kurikulum ini diperuntukkan bagi suatu sekolah atau lingkungan wilayah tertentu. 2. Guru memberikan tugas-tugas individual atau kelompok yang akan memperkaya dan memperdalam penguasaan siswa. tetapi kurikulum ini cukup realistis. (4) sukar untuk mengadakan pengelolaan dan penilaian secara nasional. Kelebihan-kelebihannya. (2) tidak adanya standar penilaian yang sama. Dengan demikian kurikulum terutama isinya sangat beragam. mencari dan menciptakan kurikulum yang sebaik-baiknya. Peranan guru dalam pengembangan kurikulum yang bersifat desentralisasi Kurikulum desentralisasi disusun oleh sekolah ataupun kelompok sekolah tertentu dalam suatu wilayah atau daerah. tiap sekolah atau wilayah mempunyai kurikulum sendiri. (5) belum semua sekolah/daerah mempunyai kesiapan untuk menyusun dan mengembangkan kurikulum sendiri.

Dalam kegiatan seperti itu.Untuk mengatasi kelemahan kedua bentuk kurikulum tersebut. Guru-guru turut berpartisipasi. ditentukan atau disusun bersama di tingkat nasional. Guru bukan hanya berperan sebagai pengguna. institut. Sebagai contoh. peranan guru dalam pengembangan kurikulum lebih besar dibandingkan dengan yang dikelola secara sentralisasi. bentuk campuran antara keduanya dapat digunakan.kelompok mata kuliah atau program inti yang seragam. Untuk beberapa perguruan tinggi sejenis dikembangakan kerangka kurikulum dan kelompok. atau satuan pelajaran. atau akademi mempunyai otonomi untuk menyusun dan mengembangkan kurikulum sendiri.desentralisasi. dengan adanya usaha-usaha ke arab penyeragaman. . mereka akan memahami dan benar-benar menguasai kurikulumnya. tetapi peren. pada IKIP atau FKIP ada kelompok-kelornpok mata kuliah dasar umum. Karena guru-guru sejak awal penyusunan kurikulum telah diikutserta. dengan demikian pelaksanaan kurikulum di dalam kolas akan lebih tepat dan lancar. FKIP ini mungkin dapat diklasifikasikan sebagai kurikulum sentralisasi. Perbedaan antara suatu IKIP dengan IKIP lainnya adalah pada kelompok mata kuliah kejuruan atau spesialisasi. mereka mempunyai perasaan turut memiliki kurikulum dan terdorong untuk mengembangkan pengetahuan dan kemampuan dirirtya dalam pengembangan kurikulum. Beberapa waktu yang lampau di Perguruan Tinggi di Indonesia digunakan model pengembangan kurikulum yang sifatnya desentralisasi. dasar keguruan. dan proses belajar mengajar yang seluruhnya seragam. bukan hanya dalam penjabaran kurikulum induk ke dalam program tahunan/semester/ catur wulan. Dewasa ini kadar desentralisasinya agak berkurang. Guru-guru turut memberi andil dalam merumuskan setiap komponen dan unsur dari kurikulum. Bentuk kurikulum yang berlaku pada IKIP. tetapi juga di dalarn menyusun kurikulum yang menyeluruh untuk sekolahnya. pemikir. Tiap universitas.cana. yaitu bentuk sentraldesentral. penyusun. Dalarn kurikulum yang dikelola secara desentralisasi dan sampai batasbatas tertentu juga yang sentralisasi-desen-tralisasi. satu berbeda dengan yang lainnya.kan. pengernbang dan juga pelaksana dan evaluator kurikulum.

juga menuntut penambahan jumlah tenaga guru. Salah satu penyebab utama yang menuntut pengembangan kuantitas pendidikan adalah angka kelahiran. guru. Dalam pendidikan di Indonesia kita menghadapi dua masalah besar. Guru memegang peranan kunci bagi berlangsungnya kegiatan pendidikan. Meskipun persentasenya sudah semakin mengecil tetapi angka pertambahan kelahiran total masih cukup besar. Tanpa kelas. SLA. Akibatnya sekolah-sekolah setiap tahun dihadapkan pada masalah melimpahnya calon murid yang semakin membengkak. Pendidikan Guru 1. Telah disinggung sebelumnya bahwa pertarnbahan jumlah siswa tersebut selain menuntut penambahan ruang kelas. dan tenaga kependidikan lainnya. pada daerah-daerah tertentu terjadi pengurangan jumlah murid. kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan telah sernakin besar dan kemampuan ekonomi orang tua juga telah semakin baik. terutama dengan diterapkannya wajib belajar sembilan tahun. Sebab lain yang mendorong pertambahan calon siswa ke sekolah. Kecuali di sekolah dasar. Hal itu berkenaan dengan penyediaan ruang kelas. gedung peralatan dan sebagainya proses pendidikan masih dapat berjalan walaupun dalam keadaan darurat. tetapi tanpa guru proses pendidikan hampir tak mungkin dapat berjalan. Hal itu menyebabkan makin membesarnya jumlah calon murid ke sekolah dasar. yaitu masalah kuantitas dan kualitas pendidikan. peralatan sekolah dan peralatan belajar. Membesarnya jumlah murid SD dengan sendirinya mengakibatkan membesarnya juga jumlah siswa SLP. hal itu kemungkinan besar disebabkan keberhasilan program keluarga berencana. berkenaan dengan penyediaan fasilitas belajar bagi semua anak usia sekolah. clan perguruan tinggi. gedung dan peralatan sekolah.D. Masalah pertama kuantitas pendidikan. gedung.sekolah adalah kebijaksanaan pemerintah yang memberikan kesempatan yang luas dalam pendidikan. Dengan penambahan jumlah siswa tersebut dibutuhkan penambahan tenaga guru . Di samping itu. Masalah pendidikan guru Masalah pendidikan guru tidak dapat dilepaskan dari masalah pendidikan secara keseluruhan.

salah satu program yang sampai sekarang masih berjalan adalah program bantuan pengembangan profesi. yaitu pendidikan umum. adalah karena faktor guru. perkembangan calon guru dinilai selama program berlangsung dengan teknik penilaian yang bervariasi. Penerimaan didasarkan atas pertimbangan potensi. serta penilaian atas hasil kerja mereka. 2. pengamatan praktik secara langsung dan melalui video.yang cukup besar pula setiap tahunnya baik untuk tingkat SD. seperti: tes tertulis. dan keahlian dalam kurikulum dan pengajaran. SLA maupun perguruan tinggi. Masyarakat dan para ahli pendidikan banyak yang mensinyalir bahwa mutu pendidikan dewasa ini belum seperti yang diharapkan. Ketiga. dan kedua mungkin karena kemampuan profesional guru yang memang masih kurang. Hal itu pun mungkin disebabkan dua hal. program pendidikan guru hendakriya memiliki tiga komponen yang terintegrasi. Salah satu pendekatan yang telah dilaksanakan dalam pendidikan prajabatan adalah pendekatan kompetensi. Banyak cara yang telah ditempuh dalam meningkatkan kompetensi guru. maupun pendidikan dalam jabatan (in-service training). lisan. sedangkan pelatihan dalam jabatan. tetapi prosedurnya cukup fleksibel sehingga dapat menjaring calon-calon yang potensial dan cocok. syarat untuk masuk ke lembaga pendidikan guru (tingkat universitas) harus standar. Keempat. yang lain perlu pembinaan lagi. baik melalui pendidikan prajabatan (pre-service education). Hanya yang memperlihatkan hasil-hasil yang baiklah yang dapat diluluskan. kecakapan. minimal satu bidang spesialisasi. Selain masih kurangnya sarana dan fasilitas belajar yang tersedia. Masalah kedua yang dihadapi dunia pendidikan di Indonesia adalah menyangkut kualitas. SLP. program pendidikan guru perlu diakreditasi dengan standar yang memungkikan calon guru bisa bekerja . serta karakteristik pribadi yang dim i liki yang sesuai dengan sifat jurusan /program yang dipilih. Standardisasi pendidikan guru Ada beberapa prinsip yang perlu dijadikan pegangan dalam pengembangan pendidikan guru. Banyak faktor yang mungkin melatarbelakangi hal tersebut. Kedua. pertama guru belum atau tidak bekerja dengan sungguh-sungguh. Pertama.

Implementasi program 1. 3. 5. penguasaan pengetahuan. Dengan mengacu pada National Education Association (NEA) Amerika Serikat. baik dalam pengembangan. para guru dan pelaksana pendidikan.dengan baik. Program disusun dan dikembangkan oleh ekspert dalam ilmu pendidikan (pedagogy). Perencanaan program didasarkan atas pengetahuan tentang apa yang akan dikerjakan guru di sekolah. Tujuan program adalah menyiapkan calon guru agar mampu mengajar secara efektif. Kelima. perlu ada lembaga yang memberikan legalitas terhadap kelayakan program pendidikan guru. personalia. standar yang digunakan serta memberikan sertifikasi terhadap guru. dan isi program serta keang. yaitu: perencanaan. Perencanaan program 1. b. Implernentasi program sejalan dengan tujuan dan rencana prog. 4. Lembaga ini dikelola oleh para ahli pendidikan guru. bidang studi dan profesi kurikulum. 4. Dosen lembaga pendidikan guru memiliki pengetahuan praktis tentang lapangan (sekolah dan pelaksanaan pengajaran). . Pendidikan guru perlu memiliki suatu standar. pembinaan serta pelulusannya sesuai dengan tujuan program. 3. a. berisi pemberian kesempatan untuk pengembangan sikap. 2. Program menyediakan kesempatan yang cukup bagi calon guru untuk mempraktikkan apa yang mereka pelajari. pelaksanaan maupun evaluasi program pendidikan guru. Rencana program bersifat menyeluruh. yang akan menjadi acuan.gotaan dalam profesi guru. standar pendidikan guru meliputi lima komponen pendidikan.ram. dan keterampilan yang esensial bagi pelaksanaan pengajaran yang efektif. Prosedur penerimaan siswa. 2. dalam bidang studi (spesilisasi) bersama para praktisi pendidikan. irnplementasi. Program disusun secara sistematis dan berisi perpaduan antara pendidikan umum.

pemecahan masalah dan kreativitas. Dosen lembaga pendidikan guru dan guru-guru di lapangan memperlihatkan sikap dan perilaku seperti yang diharapkan dalam program. Program menyediakan pengajaran tentang berpikir kritis. 7. Program menyediakan kesempatan bagi calon guru untuk memperoleh dan menerapkan pengetahuan dan keterampilan secara efektif terhadap siswa dari berbagai latar belakang budaya. baik yang berkenaan dengan bahan yang a kan diajarkan maupun bahan yang berhubungan erat. Program menyediakan pengajaran tentang pertumbuhan dan perkembangan anak. Program memadukan metode mengajar dengan bahan pelajaran. Dosen dan guru-guru yang membimbing calon guru. 2. ras. c. Isi program 1. Program menyediakan pengajaran tentang bagaimana siswa belajar. Program menyediakan latihan bagi penguasaan keterampilan dasar yang belum dimiliki calon guru pada waktu masuk. . Personalia program 1. dipersiapkan khusus melalui latihan yang intensif dalam bidangnya. 6. Bahan pelajaran 1. dan penentuan kebijaksanaan personalia didasarkan atas hasil evaluasi tsb. Proses pengajaran 1) Program menyediakan pengajaran bagi pengembangan fisik dan intelek siswa dari berbagai latar belakang. Program menyediakan pengajaran untuk pendidikan umum 3. agama. 5. bahasa. Dosen. 2. dan sosial ekonomi. 2. 3.5. 4. Program menyediakan pengajaran bidang studi secara mendalam. guru pamong dan staf lainnya dievaluasi dengan kriteria standar. d.

12) Program menyediakan pengajaran tentang hak dan tanggung jawab guru dart siswa. walaupun untuk butir. Keanggotaan profesi 1) Program menyediakan pengajaran tentang bagaimana suatu profesi diorganisasi. Hampir seluruh butir standar dapat diterapkan. 9) Program menyediakan pengajaran tentang penilaian proses dan hasil belajar.butir tertentu membutuhkan beberapa penyesuaian. fungsi berbagai organisasi profesi dan tanggung jawab anggota suatu organisasi profesi. terutama yang berhubungan dengan peranan profesional guru. 11) Program menyediakan pengajaran tentang kebijaksanaan pemerintah dan pengelolaan pendidikan.2) Program menyediakan pengajaran tentang strategi pemgajaran. pentingnnya dan sumbangan sekolah terhadap pembangunan bangsa. 7) Program menyediakan pengajaran tentang pengembangan keterampilan hubungan interpersonal dan proses kelompok. Perencanaan dan implementasi program pendidikan guru di Indonesia dapat dikembangkan dengan menggunakan standar NEA sebagai acuan. 5) Program menyediakan pengajaran bagaimana bekerja dan membantu anak anak yang berkelainan. 3) Program menyediakan pengajaran tentang peranan guru dalam penentuart keputusan. bukan cetak dan alat-alat teknologi. . 2) Program menyediakan pengajaran tentang hubungan antara organisasi profesi dengan lembaga-lembaga pemerintah yang mengelola pendidikan. atau penerapannya secara berangsur-angsur. 8) Program menyediakan pengajaran tentang keterampilan berkomunikasi secara luas. e. 6) Program meliputi pengajaran tentang pengelolaan kelas. 10) Program menyediakan pengajaran tentang peranan. 4) Program menyediakan pengajaran bagimana menggunakan bahan cetak.

Kedua. Dosen lembaga pendidikan guru dan guru pamong. harus: Keempat. Upaya apa yang harus dilakukan agar tercipta kondisi tersebut? Suatu pekerjaan akan dilakukan dengan sungguh-sungguh dan penuh semangat. tetapi juga bisa banyak. Beberapa butir dalam standar menekankan hal itu. Untuk itu diperlukan tempat praktik yang representatif yang memung. Sudah siap dan akan siapkah par dosen dan gurua guru di lapangan untuk menjadi ekspert dan model guru yang didambakan? Apa yang harus dilakukan terlebih dahulu agar mereka betul-betul siap? Guru profesional bukan hanya tahu banyak. Hal yang sama juga berlaku agar para guru di sekolah merasa enjoy dengan pekerjaannya. Apa yang harus diupayakan agar para pelaksana pendidikan guru merasa enjoy. juga bisa menghambat pencapaian program yang bermutu. Mereka harus menjadi ekspert dan sekaligus contoh model bagi para siswa pendidikan guru. menjadi barisan terdepan dalam pembinaan profesi guru. betul-betul bisa mengajar diperlukan pengalaman praktik yang memadai. ten. perlu adanya kesiapan terutama dari para pengelola dan pelaksana program. motivasi dan dedikasi yang tinggi dari para pelaksananya. pengembangan program pendidikan guru yang bermutu standar membutuhkan kepedulian. dengan fasilitas dan peralatan praktik yang memadai. Ini me nyangkut tersedianya tempat praktik yang representatif.tang program dan standar program pendidikan guru. Pertarna. perlu adanya kesamaan pandangan dari berbagai pihak yang berkepentingan dan terlibat dalam pengembangan pendidikan guru. Apakah imbalan finansial yang akan menumbuhkan enjoyness? atau pimpinart yang bijaksana dengan kepemimpinannya yang terbuka? atau . agar guru-guru yang dihasilkan dari lembaga pendidikan guru.Peningkatan mutu pendidikan guru melalui penerapan standar. Ketiga. Adanya perbedaan pandangan yang jauh.Idnkan para siswa calon guru. Pengembangan program pendidikan guru yang bermutu standar membutuhkan dalam menilai kompetensi. apabila para pelaku pekerjaan itu merasa enjoy dengan pekerjaan tersebut. belajar berlatih dan berbuat banyak. selain akan menghambat kelancaran pengembangan program. membutuhkan beberapa hal.

Beberapa ahli lebih setuju memakai kata performance (perbuatan atau perilaku) daripada competence. Penilaian kompetensi siswa:   Menggunakan perbuatan siswa sebagai sumber pertama. 1) Berkenaan dengan program pendidikan Elam merumuskan unsurunsur sebagai berikut: a. dan minilai situasi atau perilaku.  Dirumuskan secara eksplisit dan menunjuk pada tingkat penguasaan tertentu.  Kriteria tersebut harus dipublikasikan. adalah model pendidikan guru berdasarkan kompetensi (PGBK) atau competence based teacher education (CBTE). Unsur-unsur itu berkenaan dengan program pendidikan. c. karena dipandangnya lebih luas. . Dalam tulisan ini keduanya dipandang sama. Kompetensi (pengetahuan. juga mengguriakan pengetahuan siswa yang berkaitan dengan rencana untuk menganalisis. Kriteria yang digunakan untuk mengukur kompetensi:  Didasarkan dan disesuaikan dengan kompetensi-kompetensi yang spesifik. b. menginterpretasikan. Pendidikan guru berdasarkan kompetensi Salah satu model pendidikan guru yang mungkin bisa mencapai standar.  Harus objektif. pelaksanaan program serta hal-hal yang bersifat umum. keterampilan dan perilaku) yang diperlihatkan siswa:   Berasal dari konsep yang tampak dari perenan guru.  Dapat dikenal secara umum. Dirumuskan secara jelas sehingga dapat diukur dalam perilaku siswa sebagai perwujudan kemampuannya. Stanley Elam (1971) merumuskan beberapa unsur yang esensial dalam PGBK.sistem kenaikan pangkat yang terbuka yang memungkinkan guru-guru (termasuk guru sekolah dasar) bisa mencapai golongan IVe? atau faktor-faktor lainnya? 3.

c. kegiatan pembelajaran. dengan unsur-unsur (tujuan. . prasyarat. maka pengajaran sangat bersifat personal dan individual. Pengajaran bersifat individual dan personal. b. d. Siswa dinyatakan telah selesai dalam sutau program. Berkenaan dengan pelaksanaan program menurut Elam PGBK memiliki karakteristik sebagai berikut: a. f. e. dari guru atau dari dirinya sendiri. Program pengajaran tersusun dalam suatu sistem. Pengalaman belajar siswa dituntun oleh umpan balik yang diterima dari teman. e. Pelaksanaan pengajaran bersifat modular.d. dan bukan ditentukan oleh waktu atau mata pelajaran yang telah ditempuh. Semua komponen pengajaran tersusun secara sistematis terarah pada pencapai tujuan tertentu. apabila telah mengusai semua kemampuan yang dituntut. dan perbaikan) ditujukan membantu siswa menguasai kemampuan.kemampuan tertentu. pra-penilaian. Dalam PGBK waktu bukan sesuatu yang konstan tetapi hanya sebagai variabel. Program pengajaran ditujukan untuk mendorong perkembangan siswa serta menilai penguasaan siswa tentang kornpetensi kompetensi tertentu. menurut Elam ada beberapa karakteristik dasar yang menyangkut hal-hal lain yang lebih umum. Penekanan program pengajaran adalah pada keluaran (hasil) dan bukan pada masukan. Pengajaran modular memungkinkan pengajaran bersifat individual. karena tiap siswa punya latar belakang dan tujuan yang berbeda. Setiap basil yang is memperoleh merupakan umpan balik yang menentukan kegiatan selanjutnya. Modul merupakan seperangkat kegiatan belajar. 3. Di samping dua komponen PGBK di atas. pasca-penilaian. maju sesuai dengan iramanya sendiri. Perkembangan siswa dalam menempuh program pendidikan ditentukan oleh kompetensi yang telah dikuasai. personal dan independen. 2.

5.a. Dalam pelaksanaan pengajaran siswa banyak mendapat kesempatan berlatih membuat penentuan keputusan. d. Siswa bukan saja harus menguasai teknik-teknik pengajaran. f. serta menilai hasil dan pelaksanaannya. Bahan-bahan memungkinkan dan pengalaman disiapkan dalam bentuk yang dan banyak mendapatkan konsep. keterampilan pengetahuan. mengintegrasikan dan memecahkan problem-prob. Dalam keputusan is ambit secara rasional. Untuk memberikan umpan batik dalam rangka perbaikan dan mengadakan regeneratif maka siswa juga mengadakan penclitian. 3. g. tetapi juga harus menguasai teknik-teknik pengajaran. Pembinaan profesional bukan hanya pada pendidikan pra-jabatan tetapi diteruskan dalam pengembangan karier.lem pengajaran. Pendidikan guru yang didasarkan atas kompetensi mengajar dan PGBK mempunyai beberapa proposisi: 1. harus mampu mendiagnosis.penelitian. ia pula yang mencobanya. b. Siswa membuat keputusan tentang pengajarannya. Program pengajaran berpusat pada lapangan. 4. Guru dan siswa bersama-sama merencanakan pengajaran. 2. Perbuatan guru memanifestasikan penguasaan behavioral science yang luas. e. Dalam perbuatannya guru merefleksikan profesionalisme. Guru menguasai teknik-teknik komunikasi serta strategi mengajar dengan baik. . Bahan-bahan disusun dalam bentuk materi protokol dan dibantu atau diintegrasikan dengan materi latihan. c. Guru adalah orang yang berpendidikan luas dengan latar belakang bidang pengajaran yang mendalam. Karena PGBK menekankan pada perbuatan maka kegiatan pengajarannya sebanyak-banyaknya dilaksanakan di lapangan dalam situasi yang nyata.

Menganalisis efektivitas keprofesionalannya dan terus berusaha memperluas efektivitas tersebut. Merencanakan dan melaksanakan penilaian untuk menilai hasil belajar siswa dan efektivitas pengajaran. Mendiagnosis kebutuhan emosional. 14. Memperlihatkan keterampilan mengajar dan model-model pengajaran untuk mencapai tujuan tertentu bagi siswa tertentu. 4. Merumuskan tujuan-tujuan instruksional yang didasarkan atas kebutuhan siswa. Memonitor proses dan hasil belajar dan mengadakan perbaikan pengajaran. jasmani dan intelek siswa. STKIP sebagai lembaga pendidikan guru Di Indonesia dewasa ini. 13. Membuat rencana pelajaran untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. FKIP. 3. Menguasai bidang studi yang akan diajarkannya. 11. dan PGA pada jenjang pendidikan menengah. 15. Bekerja efektif dalam kelompok profesional. dan STKIP yang merupakan lembaga pendidikan guru pada jenjang perguruan tinggi. Sensitif terhadap kebutuhan dan perasaan sendiri dan juga terandap kebutuhan dan perasaan orang lain. 8.Menurut Robert Houston dan Howard L. 12. emosi. Menyesuaikan pengajaran dengan latar belakang budaya siswa. 4. yaitu: IKIP. 10. sosial. Menggunakan keterampilan manajerial dan organisasi dalam mendorong perkembangan sosial. Memperlihatkan pola-pola komunikasi yang efektif dalam kelas. 6. 9. intelektual siswa. Dewasa ini penyiapan . 2. FKIP. Melaksanakan pengajaran sesuai dengan rencana tersebut 5. jasmaniah. 7. Jones ada lima belas kompetensi yang harus dimiliki guru yaitu: 1. Menggunakan sumber-sumber yang sesuai untuk mencapai tujuan pengajaran. kita mempunyai dua kelompok lembaga pendidikan guru. IKIP. Sebelumnya pada jenjang pendidikan menengah juga ada SPG dan SGO yang menyiapkan calon-calon guru sekolah dasar.

terdiri atas Diploma I dengan paket kurikulum 2 semester. dan STKIP) mempunyai misi menyiapkan tenagatenaga profesional di bidang kependidikan. FKIP. FKIP.guru-guru sekolah dasar dikerjakan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) yang merupakan Program D2 pada IKIP. rentang studi 8-14 semester di atas SMTA. STKIP setara dengan FKIP mempunyai beberapa Jurusan dan Program Studi. Dalam bagian ini yang akan dibahas terbatas hanya pada IKIP. dan STKIP sebagai lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) yang menyiapkan guru dan tenaga kependidikan lainnya pada jenjang Sekolah Dasar. rentang studi 4-6 semester. mempunyai sejumlah Jurusan dan Program Studi. Di. Program non-gelar disebut juga program Diploma. Diploma 3 paket kurikulum 6 semester. Sekolah Lanjutan Pertama dan Sekolah Lanjutan Atas serta LPTK sendiri. perbedaannya hanya pada keorganisasiannya saja. tetapi kedudukannya otonom seperti IKIP (di bawah Menteri). IKIP sebagai lembaga pendidikan guru berstatus institut merupakan lembaga otonom. Program gelar memberikan tekanan pada pembentukan keahlian akadernik. rentang studi 6-10 semester clan Diploma 4 paket kurikulum 8 semester. mempunyai jumlah fakultas. dan rentang studi 2-4 semester. tetapi dasar. FKIP. Menurut Kepmen 211 tahun 1982. dan STKIP. belum ada FKIP dan STKIP yang menyelenggarakan jenjang program S2 dan S3. ada tiga jenjang program gelar. dan program studi. Meskipun ada tiga lembaga formal lembaga pendidikan guru berjenjang pendidikan tinggi. tujuan dan misinya sama. FKIP. berada langsung di bawah Mendikbud. program gelar clan non-gelar. sedang non.gelar pada keahlian profesional. jurusan. berstatus fakultas berada di universitas (di bawah Rektor).ter di atas SMTA. LPTK (IKIP. dan STKIP. yaitu Sarjana (Si) dengan rentang studi 8-14 semester. Selama ini . dalam berbagai bidang keahlian/program studi. jenjang Pascasarjana (52) rentang studi 12-18 semester dan jenjang Doktor (S3) rentang 16-22 semes. FKIP merupakan lembaga pendidikan guru. Dewasa ini yang menyelenggarakan jenjang program S2 dan S3 hanya beberapa IKIP. yaitu IKIP.ploma II paket kurikulum 4 semester.

Program ini ditujukan untuk memberikan wewenang kependidikan khususnya wewenang mengajar. Untuk tenaga non-guru disiapkan dalam program Si. Bagi para mahasiswa LPTK program ini sudah terintegrasi dengan program gelar maupun non-gelar. yaitu program Akta. harus mengambilnya secara terpisah. Akta IV setelah memiliki 124 SKS dan Akta V setelah memiliki 160 SKS pada bidang studi non-kependidikan. Walaupun LPTK umumnya tidak menerapkan konsep PGBK secara utuh. dan SLTA (SMU dan SMK) disiapkan dalam program D3 dan Si berbagai bidang studi. Untuk tenaga guru SLTP. STLP maupun SLTA. yaitu guru dan non-guru. teknologi pendidikan. dan dewasa ini program Diploma III juga sudah mulai tidak dibuka lagi. hanya berbeda jumlah SKS yang telah dimiliki pada bidang studi non-kependidikan.masing beban studinya 20 SKS. ada program guru kelas ada guru bidang studi khususnya pendidikan jasmani. bidang bimbingan dan konseling. Akta I setelah memiliki 20 SKS. Ada lima jenjang program Akta. Akta III setelah memiliki 90 SKS. Akta II setelah memiliki 60 SKS. Pada beberapa IKIP mulai dirintis pengembangan PGTK untuk guru Taman KanakKanak. kecuali untuk program akta bagi talon guru dari luar LPTK menggunakan model pendidikan berurutan (consecutive model). Secara garis besar ada dua jenis keahlian yang dibina pada LPTK. matematika dan ilmu pengetahuan alam. tetapi bagi luar LPTK yang ingin menjadi guru. Peningkatan profesionalisme para dosen dilakukan melalui program S2 dan S3. serta olah raga dan kesehatan. Penyiapan tenaga kependidikan pada LPTK umumnya menggunakan model pendidikan simultan (concurrent model) yaitu materi bidang studi diberikan bersama-sama dengan materi kependidikan. kelompok pendidikan ilmu sosial. kependidikan ditempuh setelah menguasai bidang studi. ada lagi satu program yang diterapkan pada LPTK. tetapi beberapa prinsip dan unsur PGBK tetapi menjadi pegangan. Prinsip penting .program Diploma yang dilaksanakan di LPTK adalah Diploma II dan III. baik bidang studi maupun kependidikan. Penyiapan guru Sekolah Dasar dilaksanakan dalam program D2 PGSD. masing. administrasi pendidikan. baik untuk jenjang Sekolah Dasar. teknik dan kejuruan. Selain kedua program di atas. dan pendidikan luar biasa. bahasa dan sastra. pendidikan luar sekolah.

Guru bukan saja harus bekerja sama dengan siswa. Buku Acuan Cruickshank. Prinsip lainnya adalah tekanan kepada pengalaman lapangan. tetapi juga kemampuan psikologis dan afektif. dasar kependidikan 12 SKS. masalah afiliation. New Jersey: Prentice Hall Inc. Kedua. control. (1980). maupun antara kemampuan/penguasaan bidang ilmu/bidang studi dengan bidang kependidikan. Pengembangan kemampuan yang seimbang ini dirancang dalam program pendidikan/kurikulum dengan komponen-komponen dasar umum. Teaching is Tough. karena mengajar merupakan suatu pekerjaan yang bukan saja menuntut kemampuan intelektual dan fisik. menjalin kerja sama dan membina hubungan baik serta menanamkan disiplin pada siswa. Ada lima problem utama menurut penulis yang dihadapi guru dalam tugasnya. E. dasar kependidikan.PGBK yang tetap diperhatikan dalam program pendidikan LPTK ad alah tekanannya pada pengembangan kemampuan. Konsep kemampuan ini telah dimodifikasi yaitu dipadukan dengan konsep disiplin ilmu (bidang studi) dalam pengembangan topik-topik inti. sebagai muridnya yang sering sekaligus juga jadi kliennya. et a!. Pertama. khususnya guru harus diperkuat dengan pengalaman lapangan yang cukup intensif dan kaya. Program pendidikan guru yang dikembangkan pada LPTK diarahkan pada pengembangan kemampuan yang seimbang. Tulisan ini diberi judul Teaching is Tough. baik antara kemampuan sebagai tenaga ahli-profesional dengan sebagai warga negara. Penyusunan buku ini dimaksudkan untuk membantu guru-guru dalam memecahkan masalah pendidikan yang sering mereka hadapi. Rinciannya adalah dasar umum 14 SKS. tetapi juga harus bekerja sama dengan staf sekolah yang lain. °rang tua serta warga masyarakat lainnya. Bobot SKS memang lebih besar pada bidang studi hampir tiga perempat dari kependidikan. yaitu membina dan mengawasi . Donald R. dan bidang studi 100-116 sks. Pengembangan kemampuan profesional pada bidang kependidikan. Englewood Cliff. proses belajar-mengajar 18 SKS. proses belajar-mengajar dan bidang studi.

hal itu terjadi karena guru memahami benar situasi kelas dan perilaku para siswa serta berusaha keras untuk menciptakannya. et al. parent relation and home condi. tidak ada satu cara yang terbaik untuk memecahkan masalah dalam kelas. Valuing model dari Raths dan Simon dengan Value Clarification Technique-nya. Buku ini men guraikan beberapa strategi untuk memecahkan berbagai masalah. Kelas yang baik tidak terjadi dengan sendirinya. Carl D. Model-model tersebut adalah: Supportive model dari Gordon dengan Teacher Effectiveness Training Analysisnya. tetapi banyak cara. Secara garis besar pengelolaan kelas ini meliputi tiga . Dalam buku ini dikemukakan sejumlah strategi atau model pemecahan yang dapat dipilih oleh guru. Penulis menegaskan bahwa. Guru dan kepala sekolah harus dapat memilih dan menggunakan cara yang paling tepat. Behavior Modification model. terutama masalah siswa dalam kelas.tion. Boston: Allyn & Bacon Inc. yaitu menjalin hubungan baik dengan orang tua serta memahami kondisi keluarga mereka. Englewood cliffs. berusaha membantu siswa agar berhasil baik dalam perkembangan akademis maupun sosialnya.siswa agar berperilaku seperti yang diharapkan. (1984). Buku ini sangat penting terutama bagi guru dan kepala sekolah. (1980). membagi dan mengelola waktu baik bagi kebutuhan pribadi guru maupun bagi penyelesaian dan perkembangan tugas-tugas profesinya. Masalah keempat adalah. Wolfgang. Kelima adalah time. Buku ini membahas bagaimana menciptakan kelas yang terkelola dengan baik. Solving Discipline Problems. New Jersey: Prentice Hall Inc. Social Discipline model dari Rudolf Dreikurs. Emmer. student success. Charles H. Edmund T. Reality model dari William Glasser. Pada bagian akhir tulisannya dijelaskan peranan guru dalam memahami masalah siswa dengan berbagai macam latar belakangnya serta cara mereka bertindak sebagai decision maker dalam kelas. and Glickman. Banyak masalah yang dihadapi guru dalam kelas. Behaviorism/Punishment model dari Engleman dan Dobson. karena mereka adalah manajer kelas dan sekolah. Classroom Management for Secondary Teachers. Ketiga.

serta pemeliharaan prosedur pengelolaan. Dengan ilustrasi yang menarik dilukiskan dalam buku ini kegiatan sehari-hari para calon guru yang sedang berpraktik di sekolah. pengelolaan ruang kelas dan alat-alat belajar. kepala sekolah. memberikan ganjaran dan hukuman. serta gambaran nyata yang akan dihadapi para calon guru di dalam kelas. memelihara perilaku siswa. dengan guru lain. pengawas dan orang tua siswa. Buku ini menguraikan hal-hal yang sangat praktis. konselor serta para mahasiswa yang sedang mempersiapkan din i untuk menjadi guru. Sesuai dengan judulnya. Bagaimana kurikulum. Ketiga langkah pengelolaan tersebut dalam buku ini meliputi. dilakukan sebelum tahun ajaran. Schwebel. bagaimana mencari keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan individu dengan kelas. keduanya dilakukan sepanjang tahun ajaran. buku ini memberikan gambaran dan sekaligus pedoman kepada calon-calon guru serta para mahasiswa yang sedang belajar di Fakultas Pendidikan/Keguruan tentang apa yang diharapkan dari seorang calon guru. mengorganisasi dan melaksanakan kegiatan pengayaan. Andrew I. New York: Barners & Nobles Books.langkah: perencanaan. mengelola kelompok-kelompok khusus. The Studnet Teacher's Handbook. oleh karena itu buku ini sangat berharga bagi guru-guru. pelaksanaan pengelolaan. kepala sekolah. . mengevaluasi organisasi dan manajemen kelas. Digambarkan dengan jelas bagaimana hubungan antara guru dengan siswa. berdiri sendiri. Perkembangan calon guru dari serba ragu menjadi penuh keyakinan dan penuh tanggung jawab. et al. mengelola kegiatan siswa. bagaimana menyusun persiapan mengajar. (1979). bagaimana memecahkan masalah siswa. memilih peraturan dan prosedur pengelolaan.

New York: The Viking Press. (1995). Beauchamp. Brown. Jakarta: Balai Pustaka. Jakarta: Konsorsium Ilmu Pendidikan. (1992). The Live Classroom. S.J. Conny R. New York: Harper & Row Pub. The Achievement of Education. Alexandria. Iskandar (1980). Beanne. Bangkok: Unesco. (1987). Teknologi dan Perkembangan. J. C. Newton.A.E. & Hunt. Raka Joni. (1984). Ditjen Dikti Depdikbud. (1986). New York: McGraw Hill Books. Illinois: The KAGG Press. Maurice P. Wilmette. Great Britain: Simon and Schuster Education. Syracuse: ERIC Clearinghouse on Information. Oxford. Cornnelly. Chambers. Instructional Techniques. (1993). Inc. (1975). (Ed). Jr. Davies. Virginia: ASCD. Beeby. (1981).F. P. (1980). (1975). Ivor K. Apeid. New York: Harper & Row Pub. (1983). John H. Pembaharuan Kurikulum Sekolah Dasar Sejak Proklamasi Kemerdekaan. Bigge. & Alessi. 1984. (1992). Curriculum Theory.DAFTAR RUJUKAN Alisyahbana. George A.A. Anwar Jasin. (Ed). Jakarta: LP3ES. Curriculum Inquiry. (Ed). (1981). Psychological Founda tion of Education. George I. Semiawan & T. Morris L. F. Regional Office for Education in Asia and Pacific. Massachussetts: Alyn and Bacon. J. Brown. Pendekatan Pembelajaran: Acuan Konseptual Pengelolaan KBM di Sekolah. UK: Blackwell Publisher.M. D & Ginnis. Curriculum Planning and Development. & Toepfer. . Pendidikan di Indonesia: Penilaian dan Pedoman Perencanaan. C. Co. Beanne. James W. Toward A Coherent Curriculum. The Student Centred School. Jakarta: Yayasan Idayu. Brandes. Training Educational Personnel for Integrated Curriculum. Trends in Instructional Technology.

Bill. Dull. Inc. Selecting and Use of Teaching Technology. (Ed). Readings in Curriculum. (1993). Radical Curriculum Theory Reconsidered. J. Hillgard. Hlebowitsh. 1984.J. (Ed). Queensland: Distance Education Centre. B. Belmont. (1970). Curriculum in the Classroom. East Lansing. 1994. Peter S. Oxford. Glen. (1980). Kurikulum SD. Robert M. Ronald C. Inc. New York: Pergamon Press. (1974). Gagne. USA: The Holmes Group. SMP. New York: Appleton Century Crofts. William. (1965). (1987). Theories of Personality. A Humanized System Approach. (1980). (Ed). Hass. (Ed). Jakarta: Depdikbud Depdikbud. W. The Condition of Learning. . Jakarta: Armas Duta Jaya. (1970). (1990). & Gordon H. Columbus. Decision Making and Process. Curriculum Improvement. SMA. Lambert. Rinehart & Winston.Depdikbud. Boston: Allyn and Bacon. (1991). New York: John Wiley & Sons. Bower. Tomorrow's Schools. Michael. Theories of Learning. Habibie. Ernest R. (1966). New York: Harper & Row Publisher. Dunkin. Kejuruan 1975. Hall. Jakarta: Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi.Curriculum Development. (1983). Gardiner. Lloyd W. The Psychology of Teaching. Hass. (1977). Boston: Allyn & Bacon.Control Theory in the Classroom. (1980). Holmes Group. Gardner. California: Brooks/Cole Publishing. California: Lear Siegler Inc. Ohio: Ohio Departemen of Education. Glen. (1990). Beberapa Pemikiran tentang Strategi Transformasi Industri suatu Negara Sedang Berkembang. Peraturan Pelaksanaan Sistem Pendidikan Nasional. Hodgkinson. Doll. New York and London: Teacher College. Columbia University. Glasser. New York: Holt. & Lindzey. Monterey. The International Encyclopedia of Teaching and Teacher Education. Calvin S.

Curricular Application. Koentjaraningrat. Technology. Indianapoli. Minnesota: Burgess Pub. McCutcheon. Writing Behavioral Objectives. Washington DC: The Association for Supervision and Curriculum Development. Journal Vol. Science Technology and Man agement. (1977). Curriculum : Perspectives and Practices. Curriculum Theory: Theory Into Practice. OSU. (1970). (Ed). (1977) Curriculum A Comprehensive Introduction. (1964). Kryspin. Boston: Little Brown & Co. London: Scott. John. Robert J. Behavioral Objectives and Instruction. . & Rosenweig James E. Minneapolis.P. (1985). Collision. New York: Macmillan Publishing Co. Lapp. Jakarta: Gramedia. New York and London: Longman. et al. Fremont E. Johnson. W. et al. Co. (1979). Kaplan. Abraham. Dianne. XXI No. Miller. (1974). Rulihs Merrill Educational Publishing. Marilyn & Quaranta. James B. Kebudayaan. Allyn & Bacon. (1985).Hosyom. New York: Macmillan Pub. Intentionality in Education. Jackson. New York: Center for Curriculum Research and Services. 1987. George. Foresman and Co. J. McNeil John D. San Fransisco: Chandler Publishing Co. Kast. Co. Inc. Kibler. Inc. New York: American Book Co. Teaching and Learning: Philosophical. (1980). at al. Kourilsky. (1965). (1970). (1992). Gail. (Ed). (1962). The Science of Educational Research. J. & Seller. Klose. Philip W. New York: McGraw Hill Book Co. Effective Teaching. The Conduct of Inquiry. William J. Mac Donald. Toronto. (1982). Educational Models for Instruction. Mentalitet dan Pembangunan . Mouly. Handbook of Research on Curriculum. Al Paul. Mauritz. (1975). Inquiring Into the Teaching Process. Psychological.1 1982. Ontario: Oise Press. Democracy. Lory.

Novak. Snow. (1980). Daniel & Tanner. Second Handbook of Research on Teaching. Ditjen Dikti. New York: Harcourt. (1970). Macmillan Publishing Co. V. Columbus. Charles. Hilda. Inc. Curriculum Development.H. Stroudsberg : downden. Ruggiero. N. (1995). Walter T. New York: Macmillan Pub. (1976). Curriculum: Perspective. Publishers. (1972). Curriculum for the Modern Elementary School.J. Directive Teaching. Raka Joni.M. Richard E. C. R. Donald S. Pokok-Pokok Pikiran Mengenai Pendidikan Guru. (1986). Curriculum Development: Theory and Practices. (1979). Murray. (1992).NEA. Thomas. Ithaca: Come! University Press. Co. Jakarta: Konsorsium Ilmu Pendidikan. Ilmu Pengetahuan dan Metodenya. Qodir. Schubert. Stephem. Instructional Media and Technology. Inc. Inc.M. (1986). (1982). Inc. New York: Alfred A Knopf. (1973). Baltimore and London: The John Hopkins University Press. Tanner. (1988). in Travers. Excellence in Our Schools Teacher Education: An Action Plan. Seckinger. Hutchinson & Sons.A. (1975). New York: Harper & Row. . (1978). Washington DC. W. A Theory of Education. (Ed). (1976). (Ed). (1962). Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. Co. Comparing Theories of Child Development. Understanding Technology. Depdikbud. Sleeman.F. Beyond Freedom and Dignity. Chicago: Rand MacNally College Pub. California: Wadsworth Pub. Chicago: Rand Mac Nally & Co. Joseph D. New York: John Wiley & Sons. Laurel. P. Teaching Thinking Across the Curriculum.R. Ohio: Charles E Merril Pub. Taba. Skinner. Susskind. Paradigm and Possibility. B. Problem Approach to Foundation of Education. Petty. (Ed). & Rockwell D. Brace and World. Theory Construction for Research on Teaching. Belmont. T. Thomas M.

& Unruh. Curriculum Development. Woolfolk. Toffler. Englewood Cliffs. (1976). Humanistic Psychology. H. Robert S. Jakarta: Panca Simpati. Tisna Amidjaja. (1980). Jakarta: Depdikbud. (1980). G. Anita E. New Jersey: Prentice Hall. (1978). (Ed). I. (1991). (1984). Zais. Sistem Pendidikan Nasional yang Kondusif bagi Pembangunan Masyarakat Industri Modern Berdasarkan Pancasila.Tilaar. Curriculum Principles and Foundations. Pedoman Pelaksanaan Pala Pembangunan Sistem pendidikan Tenaga Kependidikan di Indonesia. Gelombang Ketiga. A. (1984). Co. Jakarta: Panitia Kongres Ilmu Pengetahuan Nasional V. et al.n.A. Welch. Alwvi. Educational Psychology for Teachers. California: McCutchan Publishing. Unruh.G. . New York: Promenthus Books.D.R. New York: Harper & Row Publisher.A. Berkeley. D.

dan sebelumnya nak. Psikologi Umum dan Sosial bersama Djasman Adimihardja. adalah dosen tetap pada IKIP Bandung. Saat ini penulis mengajar mata kuliah Pengembangan Kurikulum dan Metode Penelitian pada PPS IKIP Bandung.lumbus. Universitas Ibnu Khaldun dan Universitas Pakuan Bogor. IKIP Bandung dengan tambahan kredit dari Universitas California di Santa Barbara 1977/1978. Co. dan STKS Bandung. Penulis menyelesaikan program Sarjana Muda tahun 1963 pada Jurusan Pedagogik. Thomas (1978). M.TENTANG PENULIS PROF. Teknik Penilaian dan Bimbingan Pen yuluhan bersama Drs.rtgaiarkan mata kuliah yang sama selama beberapa tahun pada Universitas Siliwangi Tasikmalaya. The Role of Remediation in the Indonesian System bersama R. NANA SYAODIH SUKMADINATA. STIA. Strategi Bela jar-Mengajar (1984). (1982). Beberapa buku yang pernah ditulis: Pengan tar Psikologi (1967). Penulis juga mengikuti program Refresher tahun 1986/1987 pada Universitas Ohio. Mendiagnosis dan Membantu Kesulitan Belajar Siswa (1978). Psikologi Belajar (1991). Teori dan Teknik Bimbingan Kelompok (1975). Sampai saat ini penulis masih menjadi pengajar luar biasa pada SESKOAD dan SESPIMPOL. TeknikTeknik Pemahaman Individu. .M. Prinsip dan Landasan Pengembangan Kurikulum (1988). sarjana pada tahun 1966 Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan dan Program Doktor pada tahun 1983 Jurusan Pengembangan Kurikulum FPS. Pen yuluhan Individual (1976). Universitas Pasundan. (1978).A. penulis buku ini. Rochman Natawidjaja (1979). Pada program Si penulis juga mengajar mata-mata kuliah Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Konseling pada IKIP Bandung dan Universitas Islam Bandung. DR.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful