P. 1
scanan PENGEMBANGAN KURIKULUM

scanan PENGEMBANGAN KURIKULUM

5.0

|Views: 27,732|Likes:
Published by d-fbuser-36724247

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: d-fbuser-36724247 on Apr 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/18/2015

pdf

text

original

Sections

  • PENGEMBANGAN KURIKULUM
  • TEORI DAN PRAKTEK
  • KATA PENGANTAR
  • DAFTAR ISI
  • BAB 1
  • KONSEP KURIKULUM
  • A. Kedudukan Kurikulum dalam Pendidikan
  • B. Konsep Kurikulum
  • C. Kurikulum dan Teori-Teori Pendidikan
  • D. Buku Acuan
  • BAB 2
  • TEORI KURIKULUM
  • A. Apakah Teori Itu?
  • B. Teori Pendidikan
  • C. Teori Kurikulum
  • BAB 3
  • LANDASAN FILOSOFIS DAN PSIKOLOGIS
  • A. Landasan Filosofis
  • B. Landasan Psikologis
  • C. Buku Acuan
  • BAB 4
  • LANDASAN SOSIAL-BUDAYA, PERKEMBANGAN ILMU DAN
  • TEKNOLOGI DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM
  • A. Pendidikan dan Masyarakat
  • B. Perkembangan Masyarakat
  • C. Perkembangan Ilmu Pengetahuan
  • D. Perkembangan Teknologi
  • E. Pengaruh Perkembangan Ilmu dan Teknologi
  • F. Buku Acuan
  • BAB 5
  • MACAM-MACAM MODEL KONSEP KURIKULUM
  • A. Kurikulum Subjek Akademis
  • 3. Penyesuaian mata pelajaran dengan perkembangan anak
  • B. Kurikulum Humanistik
  • C. Kurikulum Rekonstruksi Sosial
  • D. Teknologi dan Kurikulum
  • E. Buku Acuan
  • BAB 6
  • ANATOMI DAN DESAIN KURIKULUM
  • A. Komponen-Komponen Kurikulum
  • B. Desain Kurikulum
  • BAB 7
  • PROSES PENGAJARAN
  • A. Keseimbangan Antara Isi dan Proses
  • B. Isi Kurikulum
  • C. Proses Belajar
  • D. Kesiapan Belajar
  • E. Minat dan Motif Belajar
  • BAB 8
  • A. Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum
  • B. Pengembang Kurikulum
  • C. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengembangan Kurikulum
  • D. Artikulasi dan Hambatan Pengembangan Kurikulum
  • E. Model-Model Pengembangan Kurikulum
  • BAB 9
  • EVALUASI KURIKULUM
  • A. Evaluasi dan Kurikulum
  • B. Konsep Kurikulum
  • C. Implementasi dan Evaluasi Kurikulum
  • D. Peranan Evaluasi Kurikulum
  • E. Ujian sebagai Evaluasi Sosial
  • F. Model-Model Evaluasi Kurikulum
  • G. Buku Acuan
  • BAB 10
  • GURU DAN PENGEMBANGAN KURIKULUM
  • A. Guru sebagai Pendidik Profesional
  • B. Guru sebagai Pembimbing Belajar
  • C. Peranan Guru dalam Pengembangan Kurikulum
  • 1. Peranan guru dalam pengembangan kurikulum yang bersifat sentralisasi
  • D. Pendidikan Guru
  • DAFTAR RUJUKAN
  • TENTANG PENULIS
  • PROF. DR. NANA SYAODIH SUKMADINATA, penulis buku ini,

PENGEMBANGAN KURIKULUM TEORI DAN PRAKTEK KATA PENGANTAR

Kurikulum memegang kedudukan kunci dalam pendidikan, sebab berkaitan dengan penentuan arah, isi dan proses pendidikan, yang pada akhirnya menentukan macam dan kualifikasi lulusan suatu lembaga pendidikan. Kurikulum menyangkut rencana dan pelaksanaan pendidikan baik dalam lingkup kelas, sekolah, daerah, wilayah maupun nasional. Semua orang berkepentingan dengan kurikulum, sebab kita sebagai orang tua, sebagai warga masyarakat, sebagai pemimpin formal ataupun informal selalu mengharapkan tumbuh dan

berkembangnya anak, pemuda, dan generasi muda yang lebih baik, lebih cerdas, lebih berkemampuan. Kurikulum mempunyai andil yang cukup besar dalam melahirkan harapan tersebut. Buku ini disusun dengan tujuan membantu para guru, dosen, instruktur, widyaiswara, para pengembang, pengelola, penentu kebijaksanaan, dan siapa saja yang terlibat dan berminat dalam pengembangan kurikulum; untuk menambah wawasan tentang apa, mengapa, dan bagaimana pengembangan kurik ulum. Meskipun dalam buku ini diusahakan menyajikan materi yang bervariasi dengan cara penyajian yang moderat, tetapi mungkin saja sajian ini belum bisa memenuhi kebutuhan semua pihak. Untuk itu penulis meminta maaf dan menantikan saransaran bagi penyempurnaannya. Isi buku ini merupakan penyempurnaan dari buku sebelumnya yang berjudul Prinsip dan Landasan Pengembangan Kurikulum, yang ditulis dengan bantuan Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Depdikbud, untuk kepentingan Program Pascasarjana. Penulis ingin

menyampaikan ucapan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada Pimpinan P2LPTK, serta para pimpinan teras Depdikbud, yang telah mendorong penulisan serta memberi izin menerbitkan kembali buku ini oleh lembaga di luar P2LPTK.

Bandung, 1997 Nana Syaodih Sukmadinata

DAFTAR ISI

Kata Pengantar BAB 1 Konsep Kurikulum A. Kedudukan kurikulum dalam pendidikan B. Konsep kurikulum C. Kurikulum dan teori-teori pendidikan BAB 2 Teori Kurikulum 1 A. Apakah teori itu? B. Teori pendidikan C. Teori kurikulum BAB 3 Landasan Filosofis dan Psikologis Pengembangan Kurikulum A. Landasan filosofis B. Landasan psikologis BAB 4 Landasan Sosial-Budaya, Perkembangan Ilmu dan Teknologi dalam Pengembangan Kurikulum A. Pendidikan dan masyarakat B. Perkembangan masyarakat C. Perkembangan ilmu pengetahuan D. Perkembangan teknologi E. Pengaruh perkembangan ilmu dan teknologi BAB 5 Macam-Macam Model Konsep Kurikulum A. Kurikulum subjek akademis B. Kurikulum humanistik C. Kurikulum rekonstruksi sosial D. Teknologi dan kurikulum BAB 6 Anatomi dan Desain Kurikulum A. Komponen-komponen kurikulum B. Desain kurikulum

BAB 7 Proses Pengajaran A. Keseimbangan antara isi dan proses B. Isi dan kurikulum C. Proses belajar D. Kesiapan belajar E. Minat dan motif belajar BAB 8 Pengembangan Kurikulum A. Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum B. Pengembangan kurikulum C. Faktor-faktor yang mempengaruhi D. Artikulasi dan hambatan E. Model-model pengembangan kurikulum BAB 9 Evaluasi Kurikulum A. Evaluasi dan kurikulum B. Konsep kurikulum C. Implementasi dan evaluasi kurikulum D. Peranan evaluasi kurikulum E. Ujian sebagai evaluasi sosial F. Model-model evaluasi kurikulum BAB 10 Guru dan Pengembangan Kurikulum A. Guru sebagai pendidik profesional B. Guru sebagai pembimbing belajar C. Peranan guru dalam pengembangan kurikulum D. Pendidikan guru

Daftar Rujukan

BAB 1 KONSEP KURIKULUM

A. Kedudukan Kurikulum dalam Pendidikan Pendidikan berintikan interaksi antara pendidik dengan peserta didik dalam upaya membantu peserta didik menguasai tujuan-tujuan pendidikan. Interaksi pendidikan dapat berlangsung dalam lingkungan keluarga, sekolah, ataupun rnasyarakat. Dalam lingkungan keluarga, interaksi pendidikan terjadi antara orang tua sebagai pendidik dan anak sebagai peserta didik. Interaksi ini berjalan tanpa rencana tertulis,Orang tua sering tidak mempunyai rencana yang jelas dan rinci ke mana anaknya akan diarahkan, dengan cara apa mereka akan dididik, dan apa isi pendidikannya. Orang tua umumnya mempunyai harapan tertentu pada anaknya, mudah-mudahan is menjadi orang soleh, sehat, pandai, dan sebagainya, tetapi bagaimana rincian sifat-sifat tersebut bagi mereka tidak jelas. Juga mereka tidak tahu apa yang harus diberikan dan bagaimana memberi annya k agar anak-anaknya memiliki sifat-sifat tersebut. Interaksi pendidikan antara orang tua dengan anaknya juga sexing tidak disadari. Dalam kehidupan keluarga interaksi pendidikan dapat terjadi setiap saat, setiap kali orang tua bertemu, berdialog, bergaul, dan bekerja sama dengan anakanaknya. Pada saat demikian banyak perilaku dan perlakuan spontan yang diberikan kepada anak, sehingga kemungkinan terjadi kesalahan-kesalahan mendidik besar sekali. Orang tua menjadi pendidik juga tanpa dipersiapkan secara formal. Mereka menjadi pendidik karena statusnya sebagai ayah atau ibu, meskipun mungkin saja sebenarnya mereka belum siap untuk melaksanakan tugas tersebut. Karena sifat-sifatnya yang tidak formal, tidak memiliki rancangan yang konkret dan ada kalanya juga tidak disadari, maka pendidikan dalam lingkungan keluarga disebut pendidikan informal. Pendidikan tersebut tidak memiliki kurikulum formal dan tertulis. Pendidikan dalam lingkungan sekolah lebih‡bersifat formal. Guru sebagai pendidik di sekolah telah dipersiapkan secara formal dalam lembaga pendidikan guru. la telah mempelajari ilmu, keterampilan, dan seni sebagai guru. Ia juga telah

dibina untuk memiliki kepribadian sebagai pendidik. Lebih dari itu mereka juga telah diangkat dan diberi kepercayaan oleh masyarakat untuk menjadi guru, bukan sekadar dengan surat keputusan dari pejabat yang berwenang, tetapi juga dengan pengakuan dan penghargaan dari masyarakat. Guru melaksanakan tugasnya sebagai pendidik dengan rencana dan persiapan yang matang. Mereka mengajar dengan tujuan yang jelas, bahan-bahan yang telah disusun secara sistematis dan rinci, dengan cara dan alat-alat yang telah dipilih dan dirancang secara cermat. Di sekolah guru melakukan interaksi pendidikan secara berencana dan sadar. Dalam lingkungan sekolah telah ada kurikulum formal, yang bersifat tertulis. Guru-guru melaksanakan tugas mendidik secara formal, karena itu pendidikan yang berlangsung di sekolah sering disebut pendidikan formal. Dalam lingkungan masyarakat pun terjadi berbagai bentuk interaksi pendidikan, dari yang sangat formal yang mirip dengan pendidikan di sekolah dalam bentuk kursus-kursus, sampai dengan yang kurang formal seperti ceramah, sarasehan, dan pergaulan kerja. Gurunya juga bervariasi dari yang memiliki latar belakang pendidikan khusus sebagai guru, sampai dengan yang melaksanakan tugas sebagai pendidik karena pengalaman. Kurikulumnya juga bervariasi, dari yang memiliki kurikulum formal dan tertulis sampai dengan rencana pelajaran yang hanya ada pada pikiran penceramah atau moderator sarasehan, atau gagasan keteladanan yang ada pada pemimpin. Interaksi pendidikan yang be rlangsung di masyarakat, yang memiliki rancangan dan dilaksanakan secara formal sebenarnya dapat dimasukkan dalam kategori pendidikan formal. Interaksi yang rancangan dan pelaksanaannya kurang formal dapat kita sebut sebagai pendidikan kurang formal (less formal). Karena adanya variasi itu, Para ahli pendidikan masyarakat lebih senang menggunakan istilah pendidikan luar sekolah bagi interaksi pendidikan yang berlangsung di masyarakat ini. Dari hal-hal yang diuraikan itu, dapat ditarik beberapa kesimpulan berkenaan dengan pendidikan formal. Pertama, pendidikan formal memiliki rancangan pendidikan atau kurikulum tertulis yang tersusun secara sistematis, jelas, dan rinci. Kedua, dilaksanakan secara formal, terencana, ada yang mengawasi dan menilai. Ketiga, diberikan oleh pendidik atau guru yang memiliki ilmu dan keterampilan khusus dalam bidang pendidikan. Keempat, interaksi

Keempat hal tersebut. Kalau kurikulum merupakan syarat mutlak. lebih luas dan mendalam. kemampuan sosial. Kedua. dan lebih disadari. pendidikan for. Dapat kita bayangkan. Pendidikan formal memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan pendidikan informal dalam lingkungan keluarga. ataupun mengembangkan kemampuankemampuan tersebut diperlukan metode penyampaian serta alat-alat bantu tertentu. Telah diuraikan sebelumnya. dengan fasilitas dan alat serta aturan-aturan permainan tertentu pula. Setiap praktik pendidikan diarahkan pada pencapaian tujuan -tujuan tertentu. Interaksi ini . Untuk menyampaikan bahan pelajaran. Dengan kata lain. Untuk menilai hasil dan proses pendidikan. apakah berkenaan dengan penguasaan pengetahuan. metode-alat. juga diperlukap caracara dan alat-alat penilaian tertentu pula. lebih banyak mengacu pada pendidikan atau pengajaran di sekolah. hal itu berarti bahwa kurikulum merupakan bagian yang tak terpisahkan dari pendidikan atau pengajaran. pengembangan pribadi. kurikulum merupakan syarat mutlak bagi pendidikan di sekolah. pendidikan di sekolah dapat memberikan pengetahuan yang lebih tinggi. Karena yang memiliki rancangan atau kurikulum formal dan tertulis adalah pendidikan di sekolah. bukan hanya berkenaan dengan pembinaan segi-segi moral tetapi juga ilmu pengetahuan dan keterampilan.pendidikan berlangsung dalam lingkungan tertentu. Dengau berpedoman pada kurikulum. Pertaina. bagaimana bentuk pelaksanaan suatu pendidikan atau pengajaran di sekolah yang tidak memiliki kurikulum.mal di sekolah memiliki lingkup isi pendidikan yang lebih luas. ataupun kemampuan bekerja. pendidikan di sekolah dilaksanakan secara berencana. Ketiga. dan penilaian merupakan komponenkomponen utama kurikulum. bahan ajar. bahwa adanya rancangan atau kurikulum formal dan tertulis merupakan ciri utama pendidikan di sekolah. Sejarah pendirian sekolah diawali karena ketidakmampuan keluarga memberikan pengetahuan dan keterampilan yang lebih tinggi dan mendalam. karena memiliki rancangan atau kurikulum secara formal dan tertulis. sistematis. interaksi pendidikan antara guru dan siswa berlangsung. maka dalam uraian-uraian selanjutnya yang dimaksud dengan pendidikan atau pengajaran itu. yaitu tujuan.

. yang mencakup antara lain lingkungan fisik. Menurut pandangan lama. Zais. hlm.struction". Kurikulum mengarahkan segala bentuk aktivitas pendidikan demi tercapainya tujuan-tujuan pendidikan.. politik. kurikulum merupakan kumpulan matamata pelajaran yang harus disampaikan guru atau dipelajari oleh siswa. lingkup. 7). . kurikulum juga merupakan suatu bidang studi. Pertautan antara satu komponen dan komlumen pendidikan lainnya dapat dilihat pada bagan berikut. Menurut Mauritz Johnson (1967. Kurikulum juga merupakan suatu rencana pendidikan. Konsep Kurikulum Konsep kurikulum berkembang sejalan dengan perkembangan teori dan praktik pendidikan.1 Komponen-komponen utama pendidikan Kurikulum mempunyai kedudukan sentral dalam seluruh proses pendidikan. yaitu kurikulum sebagai ". memberikan pedoman dan pegangan tentang jenis. BAGAN 1. serta proses pendidikan. a racecourse of subject matters to be mastered" (Robert S. 130) kurikulum "prescribes (or at least anticipates) the result of in. 1976. Anggapan ini telah ada sejak zaman Yunani Kuno. tetapi selalu terjadi dalam lingkungan tertentu.iidak berlangsung dalam ruang hampa. dan urutan isi. hlm. alam.. dan religi. ekonomi. B. Di samping kedua fungsi itu. dalam lingkungan atau hubungan tertentu pandangan ini masih dipakai sampai sekarang. yang ditekuni oleh para ahli atau spesialis kurikulum. sosial budaya. juga bervariasi sesuai dengan aliran atau teori pendidikan yang dianutnya. yang menjadi sumber konsep konsep atau memberikan landasan-landasan teoretis bagi pengembangan kurikulum berbagai institusi pendidikan.

tetapi pengajaran. Semua yang berkenaan dengan perencanaan dan pelaksanaan. hlm. Menurut Caswel dan Campbell dalam buku mereka yang terkenal Curriculum Development (1935). dari konsep yang sangat sempit kepada yang lebih luas.. bersama guru tanpa guru. Definisi Doll tidak hanya menunjukkan adanya perubahan penekanan dari isi kepada proses. Kurikulum hanya menggambarkan atau mengantisipasi hasil dari pengajaran. kurikulum . Apa yang di maksud dengan pengalaman siswa yang diarahkan atau menjadi tanggung jawab sekolah mengandung makna yang cukup luas. tetapi juga menunjukkan adanya perubahan lingkup. Pendapat-pendapat yang muncul selanjutnya telah beralih dari menekankan pada isi menjadi lebih memberikan tekanan pada pengalaman belajar. Interaksi seperti itu bukan kurikulum. to be composed of all the experiences children have under the guidance of teachers. Definisi tersebut juga mencakup berbagai upaya guru dalam mendorong terjadinya pengalaman tersebut serta berbagai fasilitas yang mendukungnya. . Pengalaman tersebut berlangsung di sekolah. termasuk pengajaran. Doll (1974. 130) mengajukan keberatan terhadap konsep kurikulum yang sangat luas seperti yang dikemukakan oleh Ronald Doll. Johnson membedakan dengan tegas antara kurikulum dengan pengajaran. berkenaan langsung dengan pelajaran ataupun tidak. Menurut Johnson. pengalaman hanya akan muncul apabila terjadi interaksi antara siswa dengan lingkungannya. di rumah ataupun di masyarakat. sedangkan kurikulum hanya berkenaan dengan hasil-hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh siswa. kegiatan belajarmengajar. evaluasi. 22): The commonly accepted definition of the curriculum has changed from content of courses of study and list of subjects and courses to all the experiences which are offered to learners under the auspices or direction of the school. Perubahan penekanan pada pengalaman ini lebih jelas ditegaskan oleh Ronald C.. hlm.. Mauritz Johnson (1967. kalau ditanya tentang kurikulum akan memberikan jawaban sekitar bidang studi atau mata-mata pelajaran. Lebih khusus mungkin kurikulum diartikan hanya sebagai isi pelajaran. seperti perencanaan isi.Banyak orang tua bahkan juga guru-guru.

him. Rencana tertulis merupakan dokumen kurikulum (curriculum document or inert curriculum). Kurikulum . yang memberi pedoman dan mengatur lingkungan dan kegiatan yang berlangsung di dalam kelas. melainkan harus dinilai dalam proses pelaksanaan fungsinya di dalam kelas. 130). but basically it is a plan for the education of pupils during their enrollment in given school". Menurut Beauchamp (1968. melainkan sesuatu yang fungsional yang beroperasi dalam kelas. Salah seorang di antara mereka adalah Mac Donald (1965. Terlepas dari pro dan kontra terhadap pendapat Mauritz Johnson. sistem persekolahan terbentuk atas empat subsistem. Beauchamp lebih memberikan tekanan bahwa kurikulum adalah suatu rencana pendidikan atau pengajaran. Kurikulum bukan hanya merupakan rencana tertulis bagi pengajaran. tetapi pada keluasan cakupannya. sedangkan kurikulum yang dioperasikan di kelas merupakan kurikulum fungsional (functioning. Pelaksanaan rencana itu sudah masuk pengajaran. 1967. yaitu mengajar. Selanjutnya.Menurut Johnson kurikulum adalah . live or operative curriculum). 6) "A curriculum is a written document which may contain many ingredients. Kurikulum. Hilda Taba (1962) mempunyai pendapat yang berbeda dengan pendapatpendapat itu.lum). Kurikulum juga sering dibedakan antara kurikulum sebagai rencana (curriculum plan) dengan kurikulum yang fungional (functioning curricu. belajar. Keluruhan pertautan kegiatan yang memungkinkan dan berkenaan (lengan terjadinya interaksi belajar-mengajar disebut pembelajaran (instruction). him. beberapa ahli memanciang kurikulum sebagai rencana pendidikan atau pengajaran. belajar (learning) merupakan kegiatan atau upaya yang dilakukan siswa. Perbedaan antara kurikulum dan pengajaran menurut dia bukan terletak pada implementasinya. a structured series of intended learning outcomes (Johnson.(curriculum) merupakan suatu rencana yang memberi pedoman atau pegangan dalam proses kegiatan belajarmengajar. hlm. Mengajar (teaching) merupakan kegiatan atau perlakuan profesional yang diberikan oleh guru. dan kurikulum.. Sebagai respons terhadap kegiatan mengajar yang diberikan oleh guru. Menurut dia. pembelajaran.. Zais menjelaskan bahwa kebaikan suatu kurikulum tidak dapat dinilai dari dokumen tertulisnya saja.

3).berkenaan dengan cakupan tujuan isi dan metode yang lebih luas atau lebih umum. sedangkan pengajaran pada ujung lainnya yaitu yang lebih khusus atau tujuan dekat. pendidikan menengah atau pendidikan tinggi. him. and its evaluation.2 Kontinum kurikulum dan pengajaran Menurut Taba. tetapi cukup luas dan umum sehingga memungkinkan mencakup semua bahan yang dapat dipilih oleh guru sesuai dengan kebutuhan dan minat siswa serta kemampuan guru.a set of related statements that gives meaning to a schools's curriculum by pointing up the relationships among its elements and by directing its development. Zais (1976. 58-59) kurikulum sebagai bidang studi membentuk suatu teori.. apakah itu kurikulum pendidikan dasar. Beauchamp (1976. sedangkan yang lebih sempit lebih khusus menjadi tugas pengajaran. yaitu teori kurikulum. Suatu kurikulum. kejuruan. and (2) the procedures of inquiry and practice that it follows (the syntactical structure)". its use. Menurut George A. Sebagai contoh.. sekhusus mungkin agar mudah dipahami guru. Teori-teori tersebut merupakan hasil pengkajian. . dan lainlain merupakan perwujudan atau penerapan teori-teori kurikulum. Kurikulum memberikan pegangan bagi pelaksanaan pengajaran di kelas. BAGAN 1. kurikulum sebagai bidang studi mencakup: (1) the range of subject matters with which it is concerned (the substantive structure). dalam kurikulum (tertulis). Menurut Taba keduanya membentuk satu kontinum. Kumpulan teori-teori kurikulum membentuk suatu ilmu atau bidang studi kurikulum. bergantung pada tafsiran guru. Menurut Robert S. tetapi merupakan tugas dan tanggung jawab guru untuk menjabarkannya. batas antara keduanya sangat relatif. kurikulum terletak pada ujung tujuan umum atau tujuan jangka panjang. kurikulum sekolah umum. dan pengembangan para ahli kurikulum. penelitian. Beauchamp mendefinisikan teori kurikulum sebagai . isi harus digambarkan serinci. him.

Kurikulum sebagai suatu sistem menyangkut penentuan segala kebijakan tentang kurikulum.erupakan bagian atau subsistem dari keseluruhan kerangka organisasi sekolah atau sistem µ. dan penyempurnaannya. dan penyempurnaannya. lebih lanjut Beauchamp (1975. pengembangan kurikulum.. baik sebagai dokumen tertulis maupun aplikasinya dan menjaga agar kurikulum tetap dinamis. (5) implementing the curriculum. and (7) providing for feedback and modification of the curriculum. 60) menggambarkan: .(1) the choice of arena for curriculum decision making. (3) organization for and leachniques used in curriculum plannning.ekolah. (4) actual writing of a curriculum. Mengenai fungsi sistem kurikulum ini. Selain sebagai bidang studi menurut Beauchamp. susunan personalia dan prosedur pengemhangan kurikulum. Suatu kurikulum disusun dengan mengacu pada satu atau beberapa teori kurikulum. 111m. bahan yang akan disajikan. dan evaluasi kurikulum. C. Sebagai suatu sistem. pelaksanaan. yang secara garis berkenaan dengan pengembangan. kurikulum juga sebagai rencana pengajaran dan sebagai suatu sistem (sistem kurikulum) yang merupakan bagian dari sistem persekolahan. evaluasi. kurikulum m. Kurikulum dapat dipandang sebagai rencana konkret . Fungsi utama sistem kurikulum adalah dalam pengembangan. desain kurikulum. implementasi dan evaluasi kurikulum.. Sebagai suatu rencana pengajaran. alat-alat pengajaran dan jadwal waktu pengajaran. penerapan. dan suatu teori kurikulum diturunkan atau dijabarkan dari teori pendidikan tertentu. kurikulum berisi tujuan yang ingin dicapai. (6) evaluation the curriculum. kegiatan pengajaran. Apa yang dikemukakan oleh Beauchamp bukan hanya menunjukkan tnnlsi tetapi juga struktur dari suatu sistem kurikulum.Bidang cakupan teori atau bidang studi kurikulum meliputi: konsep kurikulum. penerapan. (2) the selection and involvement of person in curriculum planning. Kurikulum dan Teori-Teori Pendidikan Kurikulum mempunyai hubungan yang sangat erat dengan teori pendidikan. ovaluasi. penentuan kurikulum.

1. atau nilai-nilai telah ditemukan oleh para pemikir terdahulu. Konsep pendidikan ini bertolak dari asumsi seluruh warisan budaya. Minimal ada empat teori pendidikan yang banyak dibicarakan para ahli pendidikan dan dipandang mendasari pelaksanaan pendidikan. Untuk lebih memahami hubungan kurikulum dengan pendidikan. dikemukakan beberapa teori pendidikan dan model-model konsep kurikulum dari masing-masing teori tersebut. Tugas guru dan para pengembang kurikulum adalah memilih dan menyajikan materi ilmu tersebut disesuaikan dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik. tinggal menguasai dan mengajarkannya kepada anak. Mendidikkan nilainilai tidak sama dengan mengajarkan pengetahuan yang berbentuk penyampaian informasi. Teori pendidikan ini lebih menekankan peranan isi pendidikan daripada proses atau bagaimana mengajarkannya. Siswa merupakan penerima pengajaran yang baik. pendidikan pribadi. . berupa disiplindisiplin ilmu yang telah ditemukan dan dikembangkan oleh para ahli tempo dulu.penerapan dari suatu teori pendidikan. Pendidikan berfungsi memelihara. konsep. Tugas para pendidik atau guru bukan hanya mengajarkan materi pengetahuan. tetapi juga melatih keterampilan dan menanamkan nilai. guru atau pendidik adalah ahli dalam bidang ilmu dan juga contoh atau model nyata dan pribadi yang ideal. ide-ide. mengawetkan. Guru atau para pendidik tidak perlu susah-susah mencari dan menciptakan pengetahuan. pendidikan interaksional. yaitu pendidikan klasik. tetapi perlu dimanifestasikan dalam perilaku seharihari. Sebelum dapat menyampaikan materi ilmu pengetahuan tersebut secara sempurna. Pendidikan klasik Pendidikan klasik atau classical education dapat dipandang sebagai konsep pendidikan tertua. dan teknologi pendidikan. sebab sentuanya telah tersedia. dan meneruskan semua warisan budaya tersebut kepada generasi berikutnya. dan nilai-nilai baru. Materi ilmu pengetahuan yang diambil dari disiplindisiplin ilmu tersebut telah tersusun secara logis dan sistematis. para pendidik atau talon pendidik terlebih dahulu harus mempelajarinya dengan sungguh-sungguh. Isi pendidikan atau materi ilmu tersebut diambil dari khazanah ilmu pengetahuan. Menurut konsep pendidikan klasik. yaitu pengetahuan.

Isi pengajaran lebih diarahkan kepada pembentukan keteram pilan dan pengembangan kemampuan vocational. konsep-konsep dan nilai-nilai yang telah ada. disusun secara sistematis dan logis. Mengenai persamaan dan perbedaan pendidikan perenial dengan esensial. Pendidikan ini lebih mengutamakan sains daripada humanitas. Parenialisme berkembang di Eropa dalam masyarakat aristokralisagraris. Meskipun demikian dalam pendidikan klasik siswa bekerja keras menguasai apa-apa yang diajarkan dan ditugaskan oleh guru. Konsep ini lebih berorientasi pada masa sekarang dan yang akan datang. keduanya memiliki pandangan yang berbeda. Pendidikan menurut pandangan mereka adalah bebas nilai (value free) dan bebas dari kebudayaan (culture free) artinya tidak terikat atau diwarnai oleh nilai-nilai dan karakteristik masyarakat sekitar. Dalam penyusunan kurikulum. Mereka lebih pragmatis. Parenialisme maupun esensialisme mempunyai pandangan yang sama tentang masyarakat. Konsep-konsep filosofis lebih banyak mewarnai pendidikan ini. Esensialisme berkembang di Amerika Serikat dalam masyarakat industri. matamata pelajaran dipilih dan ditentukan oleh sekelompok orang ahli. Walaupun didasari dengan konsep-konsep yang sama. Mereka lebih berorientasi ke masa lampau dan kurang hivmen tingkan tuntutantuntutan masyarakat yang berkembang saat sekarang pendidikan lebih menekankan pada humanitas. perenialisme dan esensialisme. Pendidikan berfungsi memelihara dan mewariskan pengetahuan. dan sifat-sifat mental. Isi pendidikan lebih banyak bersifat pendidikan umum (general education atau liberal art) dengan model mengajar yang bersifat ekspositori. menjelaskan: .tetapi sebagai penerima informasi sesungguhnya mereka pasif. Pengetahuan dan nilai-nilai yang akan diajarkan diambil dari materi disiplin ilmu yang telah disusun dan dikembangkan oleh para ahli. Dianna Lapp. dan diarahkan pada perkembangan kemampuan berpikir. sedangkan model belajarnya adalah asimilasi. pendidikan diarahkan dalam mempersiapkan generasi muda untuk terjun ke dunia kerja. bahwa masyarakat bersifat statis. dkk. Pendidikan lebih menekankan perkembangan segi-segi intelektual daripada segi emosional dan psikomotor. pembentukan pribadi. Ada dua model konsep pendidikan klasik.

Siswa mempunyai peran yang pasif. sistematis. dengan berpusatkan pada segi intelektual. metode. et. dan berstruktur. seperti halnya seorang . 32). Isi disusun secara logis. (2) dapat bekerja sama lebih baik dengan orang dari berbagai tingkatan/lapisan masyarakat. 1975. al. Konsep pendidikan ini bertolak dari anggapan dasar bahwa. Pendidikan adalah ibarat persemaian. Kurikulum pendidikan klasik lebih menekankan isi pendidikan. nonphilosophical. memecahkan masalah. and to science rather than to the humanities. keindahan. It is far more prone to activity-to doing-than to wasting time on extensive philosophical speculation. Tujuan utama pendidikan. kehidupan produktif. sejak dilahirkan. dan evaluasi. sedikit sekali memperhatikan segi segi sosial atau psikologis peserta didik. yang diambil dari disiplin-disiplin ilmu. (Lapp. 2. anak telah memiliki potensi-potensi. Pendidikan pribadi Pendidikan pribadi (personalized education) lebih mengutamakan peranan siswa. it is primarily practical and pragmatic. berbuat. terutama sukses secara ekonomis. ia menentukan isi. Dianna. hlm. essentialism is nonreflective. Dalam pengajaran. essentialism is conservative. Guru mempunyai peranan yang sangat besar dan lebih dominan. maupun untuk belajar dan berkembang sendiri. apalagi siswa..Like perennial education. Mereka menghargai seni. mengutamakan kerja dan kompetisi di tramping kerja sama. dan humanitas sepanjang hal itu mendukung kehidupan sehari-hari. Looking to the present rather than the past. But unlike perennialism. (3) memperoleh penghasilan lehih banyak. disusun oleh para ahli tanpa mengikutsertakan guru-guru. adalah (1) memperoleh pekerjaan yang lebih baik. menurut para esensialis. baik potensi untuk berpikir. Para esensialis bersifat praktis. Tugas guru. seeking to maintain and pass on to the new generation the convictions of the older generation. Mereka berpikiran praktis bahwa pendidikan adalah suatu Han untuk mencapai sukses dalam kehidupan. berfungsi menciptakan lingkungan yang menunjang dan terhindar dari hama-hama. Dialah yang aktif dan bertanggung jawab dalam segala aspek pengajaran. sebagai penerima informasi dan tugas-tugas dari guru.

kebenaran. dialah yang menduduki tempat utama dalam pendidikan. Setiap orang mempunyai nurani yang berisi kejujuran. yaitu pendidikan progresif dan pendidikan romantik. Pendidikan adalah proses individual yang berisi rentetan pengembangan kemampuan-kemampuan anak. merdeka. Pendidik menempati posisi kedua. Menurut Rousseau. Teori ini juga memiliki dua aliran. Ia lebih berfungsi sebagai psikolog yang mengerti segala kebutuhan dan masalah peserta didik.petani adalah mengusahakan tanah yang gembur. Inilah yang hams ditemukan. Tokoh pendahulu pendidikan progresif adalah Francis Parker yang membawa aliran ini dari Eropa ke Amerika. Pendidikan bertolak dari kebutuhan dan minat peserta didik. fasilitator. dan gentle. Ia ingin mengembalikan pendidikan kepada pendidikan alam. la juga berperan sebagai bidan yang membantu siswa melahirkan ide -idenya. Aliran ini menjadi lebih terkenal di Amerika berkat percobaan-percobaan yang dilakukan John Dewey dengan sekolah-sekolah laboratoriumnya. Peserta didik menjadi subjek pendidikan. . John Dewey menerapkan prinsip belajar sambil berbuat (learning by doing). Pendidikan romantik berpangkal dari pemikiran-pemikiran Jean Jacques Rousseau. siswa merupakan satu kesatuan yang utuh. Dalam pendidikan progresif. dan ketulusan. dan sinar matahari yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan tanaman (peserta didik). sebab secara alamiah manusia baik. perkembangan emosi dan sosial sama pentingnya dengan perkembangan intelektual. dan pelayan bagi siswa. semua ciptaan Tuhan termasuk anak adalah bai k dan menjadi kurang baik atau sering rusak di tangan manusia. Isi pengajaran berasal dari pengalaman sisvva sendiri yang sesuai dengan minat dan kebutuhannya. dan diikuti. Guru membantu perkembangan siswa sesuai dengan kemampuan dan kecepatannya masing-masing. didengarkan. Guru adalah pembimbing. Ia merefleksi terhadap masalah masalah yang muncul dalam kehidupanhya. udara. bukan lagi sebagai penyampai informasi atau sebagai model dan ahli dalam disiplin ilmu. Berkat refleksinya itu is memahami dan dapat menggunakannya bagi kehidupan. Rousseau menolak pendidikan yang mengutamakan intelektual. berkat interaksi dengan berbagai aspek dalam lingkungan maka terjadi rentetan pengembangan kemampuan-kemampuan anak. Guru lebih merupakan ahli dalam metodologi daripada dalam bahan ajar. pendorong (motivator). pupuk. air.

so prevalent.Rousseau memandang pendidikan sebagai a lifelong personal growth process rather than an information and skill gathering process that exists only during the school years (Diane Lapp. 154). Guru juga berperan sebagai sumber lingkungan belajar. that they not only . Hal itu memang sangat masuk akal. Materi ajar dipilih sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa. yang selalu siap memberikan bantuan kepada siswa. Ia dibiarkan untuk mengalami sendiri. tidak seperti pendidikan klasik yang lebih melihat ke masa lalu. Our technologies to day are so powerful. sebab teknologi pendidikan bertolak dari dan merupakan penerapan prinsip-prinsip ilmu dan teknologi dalam pendidikan. yang ada adalah kurikulum minimal yang dalam implementasinya dikem. so deliberately foster. tetapi didorong untuk belajar. dan mewujudkan rasa ingin tahunya. Guru menyediakan lingkungan belajar. and so prominent in the awareness of people. Pengembangan kurikulum dilakukan oleh guru. 1975. sebab yang diutamakan dalam teknologi pendidikan adalah pembentukan dan penguasaan kompetensi bukan pengawetan dan pemeliharaan budaya lama..bangkan bersama siswa. Kurikulum pendidikan pribadi lebih menekankan pada proses pengembangan kemampuan siswa. TeknOlogi pendidikan Teknologi pendidikan mempunyai persamaan dengan pendidikan klasik tentang peranan pendidikan dalam menyampaikan informasi. et.hal yang mungkin mengganggu perkembangan siswa. Pengalaman merupakan isi sekaligus guru alamiah bagi anak. hlm. Ia berusaha mencegah hal. Perkembangan teknologi pendidikari dipengaruhi clan sangat diwarnai oleh perkembangan ilmu dan teknologi. al. Teknologi telah masuk ke semua segi kehidupan. 3. termasuk dalam pendidikan. Isi dan proses pembelajarannya selalu berubah sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa. mewujudkan dorongan-dorongannya. Tidak ada suatu kurikulum standar. memberikan kebebasan agar anak belajar dan berkembang sendiri. Keduanya juga mempunyai perbedaan. Mereka lebih berorientasi ke masa sekarang dan yang akan datang. dan tumbuh sesuai dengan polanya.guru dengan melibatkan siswa. Anak tidak diajari.

hlm. melengkapi model yang telah ada yaitu pengajaran berprogram. Menurut mereka. hari ini lebih baik dari kemarin dan besok lebih baik daripada hari Mi. Mereka kurang menghargai hal-hal yang bersifat kualitatif dan spiritual. 1970. Meskipun lebih kompleks. Karena sifat ilmiahnya. dan pengajaran modul. seperti computer assisted instruction (CAI). dunia ini adalah dunia material. and in our very conceptions of the meaning of existence (Holtzman. pengalaman tersebut selalu berubah. Pengembangan model-model pengajaran yang bersifat individual serta menekankan penguasaan kemampuan. goals. berbeda dengan pandangan teknologi pendidikan. how to control his environment in such away as to reshape his behavior. Bagi mereka. dan behavior modification merupakan model-model pengajaran baru. dunia empiris. Efisiensi merupakan salah satu ciri utama teknologi pendidikan. mesin pengajaran. we need only learn scientifically. values. Menurut pandangan klasik. pendidikan menjadi sangat efisien. Dengan pengembangan desain program. informasi objektif yang dapat diamati dan diukur serta dihitung secara statistik. Therefore. What we need is a technology of behavior (Skinner. pendidikan adalah ilmu dan bukan seni. perilakunya dapat dibentuk dengan teknologi perilaku. alat-alat pandangdengar (audio-visual) dan media elektronika. . Menurut teori ini. attitudes.tutions. Gambaran manusia tentang dunia dan makna kehidupan merupakan sintesis dari pengalaman-pengalaman dasarnya.bring about changes in the physical world which tecnologies have always done but also in our insti. manusia pada dasarnya tidak berbeda dengan binatang. and expectations. Kehidupan dan perkembangan itu selalu baru. seperti yang dinyatakan Skinner. konsep pendidikan ini mengutamakan segi-segi empiris. pengalaman ini bersifat menetap. individually prescribed instruction (IPI). sama dari tahun ke tahun. mereka juga melibatkan penggunaan perangkat keras. competency based instruction. ia mereaksi terhadap perangsang-perangsang dari lingkungannya. Dalam pengembangan desain program. if we wish to relate to him for better to educate him. Man totally determined by his environment. 1972). pendidikan adalah cabang dari teknologi ilmiah. 237).

Materi disiplin ilmu dipelajari termasuk dalam kurikulum. berinteraksi. modul. mungkin tidak liapat hidup atau tidak dapat mencapai . Keterampilan-keterampilan barunya segera digunakan dalam masyarakat. mungkin ia dapat bertahan hidup. Kurikulum pendidikan teknologi menekankan kompetensi atau kemampuan. mereka dapat hidup. materi disiplin ilmu tersebut disusun terjalin dalam kemampuan. lebih banyak melakukan tugas-tugas pengelolaan daripada penyampaian dan pendalaman bahan. selalu hidup bersama. yang tersusun dalam satuan -satuan bahan ajar dalam bentuk satuan pelajaran. atau komputer) dan para siswa belajar secara individual. Dalam kurikulum.Dalam konsep teknologi pendidikan. manusia selalu membutuhkan manusia lain. Siswa berusaha untuk menguasai sejumlah besar bahan dan pola-pola kegiatan secara efisien tanpa refleksi. isi pendidikan dipilih oleh tim ahli bidang-bidang khusus. Dapat dibayangkan. Karena kehidupan bersama dan kerja sama ini. video. Perangkat kurikulum cukup lengkap mulai dari struktur dan sebaran mata pelajaran sampai dengan rincian bahan ajar yang dipelajari oleh siswa. Apab digunakan ila media elektronika. Isi disusun dalam bentuk desain program atau desain pengajaran dan disampaikan dengan menggunakan bantuan media elektronika (kaset audio. berkembang.kemampuan praktis. video ataupun komputer. Dalam satuan-satuan bahan ajar tersebut tercakup pula kegiatan pembelajaran dan bentuk-bentuk serta alat penilaiannya. tetapi apabila tidak. Dalam kehidupannya. dan bekerja sama. paket belajar. ierbehas dari tugas pengembangan segi-segi nonintelektual. Penyusunan kurikulum dilakukan para ahli dan atau guru-guru yang mempunyai kemampuan mengembangkan kurikulum. Guru berfungsi sebagai direktur belajar. apabila hal itu mendukung penguasaan kemampuan-kemampuan tersebut. apa yang akan dihadapi seseorang. Bila lingkungannya mendukung. film. 4. bila ia hidup sendiri di sebuah pulau terpencil. dan mampu inemenuhi kebutuhan hidup dan memecahkan berbagai masalah yang (iihadapi. Pendidikan interaksional Konsep pendidikan ini bertolak dari pemikiran manusia sebagai makhluk sosial. paket program audio. Isi pendidikan berupa data-data objektif dan keterampilanketerampilan yang mengarah kepada kemampuan vocational.

Pemahaman yang muncul dari situasi demikian melebihi jumlah seluruh sumbangan para peserta. Dalam proses seperti itu dialog berlangsung. Interaksi ini bukan hanya pada tingkat apa dan bagaimana.kemajuan seperti yang dialami oleh I wang-orang yang hidup bersama dengan orang lain. tetapi lebih jauh yaitu pada tingkat mengapa. Isi atau bahan ajar ini berkenaan dengan lingkungan sosial-budaya yang mereka hadapi saat ini. dan guru juga pada suatu saat berperan sebagai siswa yang turut belajar bersama para siswanya. sedangkan dalam pendidikan romantik don progresif terjadi sebaliknya dari siswa kepada guru. Dalam pendidikan klasik dan teknologi interaksi terjadi sepiliak dari guru kepada siswa. di lain pihak kekuatan dan . belajar lebih dari sekadar mempelajari fakta-fakta. tetapi juga sebagai guru. antara pemikiran siswa dengan kehidupannya. tingkat mencari makna baik makna sosial (socially conscious) maupun makna pribadi (self conscious). dari guru kepada siswa dan lari siswa kepada guru. Lebih luas. persepsi-persepsi yang berbeda tersebut digunakan untuk menyoroti masalah bersama yang muncul dalam kehidupannya. interaksi ini juga terjadi antara siswa dengan bahan ajar dan dengan lingkungan. Interaksi juga terjadi antara siswa dengan bahan ajar. Pandangan-pandangannya mempengaruhi bentuk dan pola lingkungan. memberikan pendapat. Dalam pendidikan interaksional. sal ing mengajar dan belajar. Siswa sebagai individu selalu berinteraksi dengan lingkungannya. Dalam proses belajar. Siswa mengadakan pemahaman eksperimental dar fakta-fakta i tersebut. Setiap siswa. Pendidikan sebagai salah satu bentuk kehidupan juga berintikan kerja ama dan interaksi. begitu juga guru. Interaksi ini terjadi melalui berbagai bentuk dialog. mereka mengadakan evaluasi. Siswa tidak hanya berperan sebagai siswa. setiap siswa dan guru saling mendengarkan. memberikan interpretasi yang bersifat menyeluruh serta memahaminya dalam konteks kehidupannya. Pendidikan lideraksional menekankan interaksi dua pihak. kritik dari sudut kepentingannya bagi kesejahteraan umat manusia. mempunyai rentetan pengalaman dan persepsi sendiri. Setelah mengetahui makna dari fakta-fakta dan nilai-nilai sosial budaya. selalu terjadi hubungan timbal balik antara keduanya.

Proses belajar dalam model interaksional terjadi melalui dialog dengan orang lain apakah dengan guru. menentukan stratifikasi sosial. menerima. Mereka diajak untuk menghayati nilai-nilai sosial-budaya yang ada di masyarakat. kemudian mereka mengembangkan persepsinya sendiri terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat. Kegiatan penilaian dilakukan untuk hasil maupun proses belajar. dan keterampilan-keterampilan baru. memberikan penilaian yang kritis. Lingkungan merupakan bagian dari kehidupan siswa. dan belajar menyatakan pendapat dan sikapnya sendiri. Isi pendidikan terdiri atas problem problem nyata yang aktual yang dihadapi dalam kehidupan di masyarakat. Sekolah merupakan pintu untuk memasuki masyarakat. Suatu kebenaran tidak akan diyakininya apabila tidak dicobakan dan dihayati dalam kehidupannya sehari-hari. dan memberikan kesiapan untuk melakukan berbagai pekerjaan. sikap. sekolah juga berperan dalam membina sikap positif terhadap dunia kerja. Guru-guru melakukan kegiatan penilaian sepanjang kegiatan belajar. disiplin kerja. Sekolah berbeda dengan pendidikan. Pendidikan berperan dalam mengembangkan identitas pribadi. Bahan ajar diambil dari lingkungan sosial-budaya yang dihadapi para siswa sekarang. Proses pendidikannya berbentuk kegiatan-kegiatan belajar kelompok yang mengutamakan kerja sama. teman. maupun antara siswa dan guru dengan sumbersumber belajar yang lain. siswa dan guru. Interaksi juga terjadi antara pemikiran siswa dengan kehidupannya. Guru berperan dalam menciptakan situasi dialog dengan dasar saling mempercayai dan saling membantu. Lebih jauh. Melalui interaksi tersebut muncul pengetahuan. atau yang‡lainnya. memperbaiki modus dari kehidupan. Belajar adalah kerja sama dan saling kebergantungan dengan orang lain.keterbatasan lingkungan mempengaruhi individu siswa. Sekolah menyiapkan anak dengan berbagai keterampilan sosial juga keterampilan bekerja. menilai pendapat orang lain. tetapi mempunyai peranan penting dalam sistem masyarakat. . Kurikulum pendidikan interaksional menekankan baik pada isi maupun proses pendidikan sekaligus. baik antarsiswa. Siswa belajar memperhatikan. pendapat. dan sebagainya.

penulis memandang bahwa kurikulum merupakan bidang yang sangat penting. profesionalisasi. seluruh isi buku ini terbagi atas tiga bagian. buku ini baik sekali bagi para pengajar kurikulum dan guru guru yang melaksanakan kurikulum. bagaimana proses penyampaian kurikulum serta proses pengelolaan kurikulum. Dilengkapi dengan pengalamannya yang begitu banyak dalam bidang pendidikan. dan nilai-nilai apa yang harus disajikan dalam kurikulum. Beane. serta pelaksanaan. yaitu.. Curriculum Planning and Development. Selanjutnya. keterampilan. misi. James A. Oleh karena itu.. sejarah maupun perkembangannya. Buku Acuan Schubert. Secara sistematis dan logis. dan diakhiri dengan proses evaluasi kurikulum. Boston: Allyn and Bacon. Isi buku ini hampir sama dengan buku-buku lain dalam tema yang sama. penulis menyajikan suatu tulisan yang komprehensif mendasar. sampai sejauh mana dan untuk apa hal itu diberikan. Salah satu kelebihannya terletak pada isinya yang sangat komprehensif. Curriculum: Perspective. Hampir semua hal yang berkenaan dengan permasalahan kurikulum tercakup dalam buku mi. Bagian kedua membahas paradigma. pengetahuan. dan ovaluasi. al. Juga diuraikan masalah mengapa. Buku ini merupakan buku teks pada bidang kurikulum baik untuk tingkat S1 maupun S2 sebab isinya menyangkut hal-hal yang sangat prinsip. yang berisi tujuan.Secara sistematik diuraikan masalah apa dalam kurikulum. William H. dengan mengemukakan hal-hal yang bersifat praktis. . Dilatarbelakangi oleh minat pribadi yang sangat mendalam terhadap pendidikan. et. 1986. Paradigm and Possibility. khsusunya kurikulum. proses.D. dan pengembangan kurikulum. baik dari segi konsep atau teori. Kurikulum menentukan jenis dan kualitas pengetahuan dan pengalaman yang memungkinkan orang atau seseorang mencapai kehidupan dan penghidupan yang baik. Inc. dalam arti bertolak dari teori yang kuat. organisasi. Bagian ketiga membahas problema-problema kurikulum.landasan-landasan apa yang mendasari penyusunan kurikulum. Bagian pertama menguraikan perspektif kurikulum. New York: Macmillan Publishing Co. 1986.

Isi buku didasarkan atas hasil penelitian/pengalaman praktik selama lebih dari 20 tahun di Sekolah Dasar. 1977.Johnson. politicalsocial. serta pengelolaannya. Co. 1979. tingkat institusi. substantive. Pada bagian pertama tulisan ini. serta sumbersumber kurikulum. dan technicalprofesional. dan juga guru-guru. Mauritz. para perencana pengajaran. serta evaluasinya. suatu judul yang bertemakan pendidikan. Albany. John I. Judul buku ini adalah intensionality in Education. Goodlad. New York: McGraw Hill Book. The Study of Curriculum Practice. Isi buku ini sangat berharga bagi para pakar pendidikan. tingkat masyarakat. Pada bagian berikutnya diuraikan penjabaran konsep-konsep tersebut menurut tingkat perkembangan kurikulum. Selanjutnya diuraikan juga rencana pengajaran. dan dijelaskan pula bagaimana pengembangannya. serta bidang-bidang kurikulum yang meliputi tiga fenomena. Tulisan ini membahas praktik pelaksanaan kurikulum di lapangan dengan tujuan membantu para teoretisi. pakar kurikulum. Kurikulum berkenaan dengan apa yang akan diajarkan. Pada bagian akhir dibahas peranan ahli kurikulum dan pengembangan kurikulum dalam perspektif persilangan budaya-budaya/bangsa-bangsa. Dalam buku ini disajikan suatu model konseptual kurikulum dan rencana pengajaran. serta penjabaran dalam desain instruksional. sedangkan pengajaran berkenaan dengan bagaimana cara mengajarkannya. Sekolah Menengah Pertama. New York: Center for Curriculum Research and Services. Dalam pengembangan tersebut diuraikan secara rinci bagaimana merumuskan tujuan. struktur kurikulum. Intensionality in Education. dikemukakan konsep-konsep kurikulum dan komponen-komponen pelaksanaan kurikulum dalam masyarakat industri. Dengan konsep scperti itu penulis mengemukakan suatu model kurikulum yang disebutnya sebagai model P-I-E. dan pelaksana kurikulum memperluas pemahaman mereka tentang pelaksanaan kurikulum di lapangan. . Dipisahkan dengan tegas oleh penulis antara kurikulum dan pengajaran. dan Sekolah Menengah Atas. dan isinya lebih banyak menyangkut kurikulum. isi. Curriculum Inquiry. evaluasi. peneliti. (Ed).

khususnya kurikulum.tion demands.BAB 2 TEORI KURIKULUM Dewasa ini berkembang suatu anggapan bahwa pendidikan bukan lagi merupakan suatu ilmu. mengapa. bahwa teori merupakan suatu set atau sistem pernyataan (a set of statement) yang menjelaskan serangkaian hal. pernyataan tersebut berisi kaidah-kaidah umum (universal preposition). seperti yang dikemukakan Kaplan (1964. And the reconstructed logic. criticizing. Hal ini disebabkan oleh upaya pengembangan dan penyempurnaan pendidikan. tetapi juga ada beberapa perbedaan pendapat. and unifying established laws. Apakah Teori Itu? Mengenai apakah teori itu. Pertama. 295). pernyataan dalam suatu teori bersifat memadukan (unifying statement). lebih banyak datang dari pengalaman praktik di sekolah.tant. Kesepakatan yang telah diterima secara umum. accordingly. and even more impor. pernyataan bersifat meramalkan (predictive statement). Ketidaksepakatannya terletak pada karakteiistik pernyataan tersebut. him. Ketiga. reflacing new ones as the situa.ing . modify. masa berlaku suatu kurikulum tidak bisa lama. Perubahan atau penambahan isi kurikulum sering diadakan karena adanya kebutuhan-kebutuhan praktis. telah ada beberapa kesepakatan di antara para ahli. khususnya pentingnya ilasar-dasar teoretis dalam pengembangan suatu kurikulum. Karakteristik memadukan (unifying statement) banyak disetujui oleh para perumus teori. dan bagaimana teori. A theory is a way of making sense of a disturbing situation. A. Di antara sekian banyak pendapat yang berbeda. Karena selalu menekankan pada hal-hal praktis itulah. Pada bab ini akan diuraikan apa. Kedua. to modify habits or discard them together. so as to allow us most effectivelly to bring to bear our reverfoice of habits. ada tiga kelompok karakteristik utama sistem pernyataan suatu teori. dibandingkan dengan dari penerapan teori-teori yang sudah mapan. theory will appear as the device for interpreting. melainkan suatu teknologi.

It consist of a) a set of units (facts. Teori harus mampu menjangkau ke depan. bukan hanya menggambarkan apa adanya tetapi mampu meramalkan apa yang terjadi atas suatu hal. A general theory is built upon the facts discovered by means of the use of theorems and other conceptual models from empirical data and which have been expressed in the form of laws. . It involves synthesis and is directed to the formulation of propositions about universals.prise of discovering new and more powerful generalizations. Rumusan demikian dapat dilihat dalam definisi teori Travers (1960. Pendapat yang hampir sama juga dikemukakan oleh Snow (1973. Karakteristik lain berupa kaidah-kaidah yang bersifat universal. a theory is set of conventions that should contain a cluster of relevant assumption systematically related to each other and a set of empirical definitions".. 10): ". a theory consists of generalizations intended to explain phenomena and that the generalizations must be predictive". hlm. 52). In its simplest form. dan kaidah-kaidah umum.. kita temukan dalam definisi teori Rose (1953. correlations. hlm.. Menurut Rose. dan deduksi-deduksi logismatematis. 11) menekankan hal yang sama yaitu sifat unifying. concepts. him. variables). or other type of generalizations. Karakteristik ketiga yang dipandang sebagai ciri utama suatu teori adalah sifat prediktif (meramalkan). A theory may be defined as an integrated body of definitions. Hall dan Lindsay (1970. and b) a system of relationships among the units. seperti mereka nyatakan bahwa ". Dalam rumusan yang lebih kompleks. karakteristik pernyataan (set of statement) tersebut meliputi definisi.78). a theory is a symbolic instruction designed to bring generalizable fact (or laws) into systematic connection. teori ini juga menyangkut hukum-hukum. hipotesis. Definisi teori Abel umpamanya menunjukkan hal seperti itu. asumsi. assumptions and general prepositions covering a given subject matter from which a comprehensive and consistent set of specific and testable hypotheses can be deducted logically. him. and guiding the enter.them to fit data unanticipated in their formation..

hlm. Suatu teori hanya menjelaskan hal yang terbatas. yang dinyatakan sebagai fakta. teori lain menjelaskan hal yang lebih luas. Bagian pertama. Set universal ini terbentuk oleh tiga bagian. Teori menjelaskan suatu kejadian. Kejadian ini bisa sangat luas atau sangat sempit.Suatu rumusan yang lebih menyeluruh. definitions. proposisi. 9). universal prepositions. and prepositions that present a systematic view of phenomena by specifying relations among variables. kejadian yang diketahui. dan postulat. atau prinsip. Suatu kejadian yang dijelaskan oleh suatu teori menunjukkan suatu set yang universal. A theory is a set of interelated constructs (concepts). yang mengandung tiga karakteristik utama suatu teori (unifying. Dengan bermacam-macam rumusan teori itu diharapkan sampai pada suatu kesimpulan. with the purpose of explaining and predicting phenomena". Bagman ketiga adalah bagian dari set universal atau bagian dari keseluruhan yang belum diketahui. yang berbeda dengan yang lainnya. Bagian kedua yang dinyatakan sebagai asumsi. Visualisasi hubungan antara bagian-bagian tersebut dapat dilihat pada bagan berikut. dan predictive) kita temukan dalam definisi Kerlinger (1973. BAGAN 2. hukum.1 Suatu set kejadian yang terkandung dalam suatu teori . walaupun bersifat tentatif bahwa suatu teori lahir dari suatu proses.

dan hukum. istilah kurikulum dalam pendidikan. yaitu "general language terms. Yang ketiga adalah theoretical constructs. konsep titik (point) dalam geometri. Istilah-istilah tersebut tidak perlu didefinisikan secara operasional karena telah dikenal secara umum. Seperti halnya istilah. Gordon dan teman-temannya (1967) membagi istilahistilah yang digunakan dalam suatu teori atas tiga kelas: primitive terms. Fakta adalah suatu fenomena yang diketahui melalui pengamatan. definisi. and theoretical terms. Ia dituntut untuk menggunakan istilah dengan makna yang tepat dan konsisten. Primitive terms tak dapat didefinisikan secara operasional. Sering terdapat tumpang tindih atau pertukaran pengertian dari istilah-istilah tersebut. hlm. Hal lain yang juga sangat penting dalam pekerjaan ilmuwan adalah pernyataan. Secara hukum istilah-istilah tersebut sering diartikan sebagai berikut. tetapi tidak dapat diketahui melalui pengamatan langsung. juga penggunaannya sering amat terbatas hanya dalam teori atau konsep tertentu. key terms. Key terms adalah istilah-istilah yang dapat didefinisikan secara operasional seperti pemecahan masalah. Hal yang sangat penting dalam pekerjaan seorang ilmuwan adalah penggunaan istilah-istilah. generalisasi. The basic concept merupakan istilah-istilah yang sangat dasar dan penting dalam menjelaskan suatu set kejadian. istilah molekul dalam kimia. 15) membedakan adanya tiga kelompok istilah.retical terms dapat didefinisikan secara operasional. Definisi . hipotesis. Suatu teori terdiri atas serangkaian pernyataan. Sebagai contoh. dalil. dan theoretical contructs". yang merupakan istilah yang punya makna khusus dalam set kejadian yang akan dijelaskan suatu teori.Tugas seorang teoretisi adalah merumuskan istilah-istilah dan pernyataan yang akan menjelaskan isi bagian-bagian dan hubungan di antara bagian-bagian tersebut. pernyataan pun ada pengkategoriannya. General language terms merupakan istilah-istilah yang digunakan dalam ilmu pengetahuan atau bahasa secara umum. Beauchamp (1975. teorem. oleh karenanya perlu didefinisikan secara operasional. kebutuhan dalam pengajaran. postulat. basic concepts. Theo. Contoh istilah minat. di dalam pernyataan tersebut ada istilah-istilah. asumsi. tetapi dalam hubungannya dengan key terms. Pernyataan dapat menunjuk kepada faktafakta. Contohnya. proposisi.

/ searcher to analyze data to make shorthand summarization or synopsis of data an relations. dan membuat prediksi. Fungsi yang lebih besar dari suatu leori adalah melahirkan teori baru. Hukum adalah suatu proposisi yang sudah bersifat tetap. Untuk tiga fungsi tersebut. 70) menambahkan fungsi lain. Aksioma atau postulat adalah suatu proposisi yang diterima sebagai suatu kebenaran.. yang memberikan kondisi yang tidak berubah. dan (3) memprediksi. aksioma.. 1. 70-71) mengemukakan ciri-ciri suatu teori yang baik. Para ahli teori mencari hubungan baru dangan menggabungkan beberapa "set kejadian" menjadi suatu "set kejadian yang baru yang lebih universal". hal itu disimpulkan dari hasil pengamatan atas sejumlah hubungan peristiwa. "A theory nol only explains and predict. Hipotesis. para ahli terus mencari dan menemukan hukum-hukum baru dan hubungan-hubungan baru di antara hukum-hukum tersebut. Hipotesis terbentuk oleh satu proposisi atau lebih untuk menjelaskan suatu set kejadian. hlm. untuk menemukan hukum-hukum baru dan hubungan baru dalam suatu teori baru. dan hukum-hukum merupakan bentuk-bentuk khusus proposisi. Melalui proses demikian mungkin terjadi di dalam suatu "set kejadian". postulat. Apakah fungsi teori? Minimal ada tiga fungsi teori yang sudah disepakati para ilmuwan yaitu. Brodbeck (1963. Teorem adalah suatu proposisi yang berasal dari pemikiran atau diturunkan dari aksioma. generalisasi. semua hukum dan interealasinya dapat dinyatakan dan teori itu telah berkembang menjadi hukum yang lebih tinggi. (2) menjelaskan. Khusus dalam penelitian Gawin (1963) mengemukakan fungsi teori sebagai: . Proposisi merupakan suatu pernyataan formal yang memperkuat atau menolak keberadaan sesuatu hal tentang suatu subjek. menjelaskan. yaitu: . hlm. Hal itu mendorong pencarian dan pengkajian selanjutnya. the theory help teioire. (1) mendeskripsikan. Generalisasi adalah suatu proposisi yang memperkuat atau menegaskan kedudukan suatu anggota atau beberapa anggota kolas. it also unifies phenomena". Mouly (1970. Dalam usaha mendeskripsikan. and to suggest new thing to try out.merupakan perumusan arti dalam bentuk pernyataan formal. teorem.

Kelima pembentukan model-model. Pembentukkan suatu teori yang kompleks mungkin berpangkal dari inferensi-inferensi yaitu penyimpulan dari apa yang diamati. Kedua. 3.1. 2. Karena yang dicakup dengan teori sering menyangkut hal-hal yang sifatnya abstrak dan kompleks. Klasifikasi juga merupakan wugelompokan fakta dan generalisasi ke dalam kelompok-kelompok yang .mogen. dan generalisasi dari hasil-hasil observasi. Ketiga. Pertama. maka untuk . teori juga berkembang melalui prediksi dan juga penelitian. Inferensi ini mungkin ditarik melalui perumusan asumsi. 4. Scientific theories must be based on empirical facts and relationships. pendefinisian istilah merupakan hal yang sangat penting berteori. Induksi merupakan proses penarikan kesimpulan yang lebih bersifat umum dari fakta-fakta atau hal-hal yang bersifat khusus. Bagaimana proses pembentukan suatu teori atau bagaimana proses herteori berlangsung. tetapi ada juga prediksi yang tetap sebagai prediksi. melalui beberapa langkah. prediksi. klasifikasi yaitu pengelompokan informasi-informasi yang revan dengan kategori-kategori yang sejenis. Induksi dan deduksi merupakan dua proses penting di dalam mengembangkan pernyataan. dan penelitian.pernyataan teoretis setelah pendefinisian dan pengklasifikasian. Deduksi merupakan penurunan kaidah-kaidah khusus dari kaidah yang lebih umum. mengadakan induksi dan deduksi. that theory is best which explains the most in the simplest form. Sesuai dengan fungsi dari teori yaitu memberikan prediksi. A theory must be compatible both with observation and with previously validated theories. terutama berkenaan dengan kejelasan atau ketepatan penggunaan istilah yang telah didefinisikan. Keempat adalah informasi. A theoretical system must permit deduction which be tested empirically. tetapi tidak menjelaskan interelasi antarkelompok atau interaksi fakta dengan generalisasi dalam suatu kelompok. hipotesis. Ada prediksi yang dibuktikan dengan suatu penelitian. Theories must be stated in simple terms.

atau lebih menekankan pada pengajaran seperti teori Gagne. 34). dan sebagainya. Model ini menggambarkan kejadian-kejadian serta interaksi antara kejadian. yaitu terapan dari ilmu atau disiplin lain terutama filsafat. dan humanitas. Skinner. pengajaran. seperti teori pendidikan Langeveld. beberapa ahli menyatakan bahwa ilmu pendidikan merupakan ilmu yang "belum jelas". psikologi. evaluasi. Dengan latar belakang seperti itu. perkembangan teori pendidikan berasal dari pemikiranpemikiran filosofis-teoretis. Masih memerlukan waktu yang cukup lama untuk menampilkan dengan jelas teori pendidikan ini. penggambarannya masih tertangguhkan. B. Subteori ini cenderung memperluas lingkup dari suatu teori dan juga memberikan penyempurnaan. hlm. Keenam. Hal itu diperkuat oleh kenyataan bahwa cukup sulit untuk dapat merumuskan teori pendidikan. dan sebagainya. Kohnstam. penelitian empiris dalam praktik pendidikan. Suatu teori yang telah mapan dan komprehensif mendorong untuk terbentuknya sub-subteori. Teori-teori pendidikan yang ada lebih menggambarkan pandangan filosofis. pembentukan subteori.2. tetapi perkembangannya pertama-tama dimulai pada sub-subteorinya. Telah diuraikan sebelumnya bahwa ada dua kecenderungan perkembangan ilmu pendidikan. dan administrasi pendidikan. teori pendidikan akan atau dapat berkembang. Teori Pendidikan Pendidikan merupakan suatu ilmu terapan (applied science). bimbingan-konseling. Boyles (1959) menyatakan bahwa teori pendidikan di Amerika Serikat berada dalam a state of suspended animation. Sebagai ilmu terapan.memberikan gambaran yang lebih konkret dan sederhana dibuat model-model. Susunan hierarki teori pendidikan dengan subteori dan teori yang memayunginya dapat dilihat pada Bagan 2. Pertama. perkembangan yang bermilai teoretis yang merupakan pengkajian masalah-masalah pendidikan dari sudut . Yang menjadi subteori dari teori pendidikan adalah teori-teori dalam kurikulum. Menurut Beauchamp (1975. sosiologi.

sekalipun tidak banyak dilandasi oleh teori-teori yang kuat. tidak ada praktik yang baik tanpa teori yang mapan. 1975.2 Susunan hierarki teori pendidikan dan kurikulum pandang ilmu lain. itu pun dengan keberapa modifikasi. perkembangan ilmu pendidikan dari praktik pendidikan. The world of practicality is built around clusters of specific events. psikologi. Anima teori dengan praktik memang terdapat perbedaan. dan memperkaya. Sebagai contoh. tetapi keduanya ingat berkaitan erat. Keduanya dapat ding membantu. Sebaliknya para pendidik di lapangan melaksanakan praktik pendidikan yang lebih didasarkan atas kebutuhan kebutuhan prakt is. Kedua. The world of theory derives from generalization law a axiomes and theorems explaining specific events and the relationships among them (Beauchamp. Dalam kenyataan. tidak selalu terjadi hal yang demikian.BAGAN 2. Hanya sedikit hasil-hasil pengkajian leoretis yang diterapkan para pelaksana pendidikan. kecuali beberapa prinsip utamanya. Seharusnya tidak terjadi hal yang demikian. beauchamp menjelaskan: Theory by its nature is impractical. 35). him. . seperti filsafat. melengkapi. sebab seharusnya praktik dilandasi oleh teori. teori IT Rousseau yang menekankan pendidikan alam dengan peranan anak sebagai subjek yang penuh potensi. hampir tidak ada yang melaksanakanIlya secara penuh. dan lain-lain. Mengenai perbedaan antara teori dengan praktik.

Ada dua kategori teori yaitu teori deskriptif dan preskriptif. Dalam semua aliran filsafat ini. Antara keduanya tidak dapat dipisah-pisahkan. pragmatisme dari Mc. Teori deskriptif terdiri atas serangkaian proposisi yang berinterelasi secara logis. Sebagai ilmu dari segala ilmu. Teori menjadi pedoman bagi praktik dan praktik memberi umpan balik bagi pengembangan teori. umpamanya menyatakan bahwa filsafat merupakan teori umum dari pendidikan. Mendidik atau pendidikan berkenaan dengan perbuatanperbuatan yang tidak lepas dari nilai. ten tang hakikat pengetahuan. Teori pendidikan selalu menyangkut tentang teori nilai. John Dewey seorang ahli filsafat pendidikan progresif. kalau tidak berlandaskan psikologi maka bersumber pada filsafat. sedangkan pengembangan teori preskriptif berhubungan dengan pendekatan atau teknik-teknik filosofis (techniques of philosophy). Filsafat mempunyai hubungan yang sangat erat dengan teori pendidikan. dan eksistensialisme. Murray. Dari proposisi-proposisi tersebut diturunkan secara deduktif informasi. perenialisme. Filsafat khususnya filsafat pendidikan memberikan pedoman bagi perumusan aspek-aspek pendidikan. idealisme dari Butler. Pengembangan teori deskriptif berhubungan dengan pendekatan ilmiah (scientific approach). dikemukakan pandangan filosofisnya tentang peranan sekolah (pendidikan). dan sumber-sumber nilai.Walaupun terdapat perbedaan. seperti dalam filsafat pendidikan realisme dari Borudy. Teori deskriptif terdiri atas serangkaian rencana kegiatan atau proposisi mengenai sesuatu kerangka masalah. juga sebagai teori pendidikan. . rekonstruksionalisme. tentang nilai. yang keduanya merupakan bahasan dari bidang filsafat. juga dari proposisiproposisi tersebut hubungan antara beberapa hal dirumuskan. esensialisme. atau dengan kata lain perbuatan mendidik selalu menyangkut nilai. filsafat mempunyai hubungan yang erat dengan ilmu pendidikan dan teori pendidikan. etika. Beberapa aliran filsafat pendidikan menggambarkan kedudukannya. Pratte menegaskan hubungan antara filsafat dengan teori pendidikan di dalam uraiannya tentang teori pendidikan modern yaitu pendidikan progresif (eksperimentalisme). Kebanyakan teori pendidikan yang ada.informasi baru. keduanya tidak dapat dipisahkan. tentang manusia.

Brouner mengidentifikasi enam teori pendidikan yang berkembang di merika Serikat pada tahun 1960-an. b. juga dikembangkan melalui ponglojfisn pengkajian ilmiah (teori deskriptif). Teori tradisional menekankan fungsi pendidikan sebagai pemelihara dan penerus warisan budaya. a. dibahas hvherapa makalah yang menguraikan apakah pendidikan merupakan BAGAN 2. Teori hasil belajar sesuai dengan namanya mengutamakan hasil. 1960. for differences in ability and bent (Broudy. Dalam simposium di Universitas John Hopkins tahun 1961. 24). Teori pendidikan bukan saja berkembang melalui pemikiran p. Teori pendidikan yang demikian sangat diperlukan mengingat hal-hal sebagai berikut. vocation. yaitu teori tradisional. Harry S. dalam teori ini anak menempati kedudukan sentral dalam pendidikan. Black dalam bukunya A Four fold Classification of Educational Theories (1966) mengemukakan empat teori pendidikan. hlm. The present and projected kinds of knowledge and personality traits required for citizenship. dan teori proses belajar. teori hasil belajar. teori progresif.3. Keenam teori tersebut dapat dilihat pada Bagan 2. A unified theory must be judicious about the latest development in learning theory and teaching technology. Broudy menyatakan perlunya suatu teori pendidikan yang utuh yang membentuk satu kesatuan. A unified theory has to provide for general and special education. sedangkan teori proses belajar mengutamakan proses belajar. teori progresif memandang pendidikan sebagai penggali potensi anak-anak. c. and self development.Hugh C.mikiran filosofis atau teori preskriptif.3 Enam teori pendidikan (menurut Brouner) .

3. Studi tentang pendidikan merupakan suatu kajian tentang bagaimana cara atau model-model inkuiri disusun.. Mereka yang menyangkal. Lebih jauh berisi kajian tentang modelmodel yang cocok pada suatu tempat. dikembangkan. dan disusun kembali. memandang pendidikan merupakan aplikasi dari berbagai disiplin. bagaimana penerapannya dalam berbagai tingkat sekolah dan berbagai jenis mata pelajaran. Menurut Beth. Pendidikan hanyalah suatu profesi. March Beth dalam buku Education as a Discipline (1965) menegaskan bahwa pendidikan adalah suatu disiplin. studi tentang pendidikan mencakup hal-hal sebagai berikut: 1. makalah lainnya menyangkalnya. saat. . Prinsip-prinsip dan prosedur analisis dari model-model pendidikan. Studi lebih mendalam tentang variasi model. sebagai bahan dan alat untuk mempelajari dan mengembangkannya. Sejarah tentang teori dan model-model pendidikan 2.suatu disiplin ilmu atau bukan? Beberapa makalah mengakui pendidikan sebagai disiplin ilmu. serta syarat-syarat yang diperlukan bagi pelaksanaan model tersebut. yang ditandai sejumlah pelayanan yang diberikannya. 4. Pendidikan adalah suatu bidang studi (suatu disiplin) dalam bidangnya. la menolak pandangan bahwa pendidikan hanyalah aplikasi dari disiplin-disiplin lain. Studi tentang fungsi dari model-model yang ada. digunakan.

Isi rumusan-rumusan tersebut ditentukan oleh lingkup dari rentetan kejadian yang dicakup. Dalam bidang studi tersebut. dan tingkat keluasan_ dan kedalaman teori dan penelitian di sekitar kejadian-kejadian tersebut. dan administrasi pendidikan. Terlepas dari apakah pendidikan merupakan suatu disiplin ilmu atau bukan. . suatu konstruksi fungsional. evaluasi kurikulum. maka dapatlah dirumuskan tentang teori kurikulum. atau teorem-teorem. Kalau konsep-konsep itu diterapkan dalam kurikulum.5. evidence mounts that education is sufficiently mature to become an organized field of study. evaluasi. pendidikan tetap merupakan suatu bidang studi. yaitu sebagai suatu perangkat pernyataan yang rnemberikan makna terhadap kurikulum sekolah. hukum. dan lain-lain. pengembangan. Bahan kajian dari teori kurikulum adalah hal-hal yang berkaitan dengan renentuan keputusan. penyuluhan. yang disusun sedemikian rupa sehingga memberikan makna yang fungsional terhadap serangkaian kejadian. asumsi-asunro hipotesis. Perangkat pernyataan tersebut dirumuskan dalam bentuk definisi deskriptif atau fungsional. yaitu bimbingan clan konseling. pengajaran. penggunaan. generalisasi. Pelaksanaan model sesuai dengan kondisi waktu. Pengembangan teori pendidikan menjadi semakin besar dan pesat dengan berkembangnya sub-subteori pendidikan. kemampuan para pelaksana. hlm. 43) menyatakan bahwa Irrespective of label. karena allanya petunjuk perkembangan. kurikulum. penggunaan dan evaluasi kurikulum. serta fasilitas yang ada. Teori Kurikulum Telah diuraikan sebelumnya bahwa teori merupakan suatu perangkat pernyataan yang bertalian satu sama lain. jumlah pengetahuan empiris yang ada. perencanaan. makna tersebut Irryndi karena adanya penegasan hubungan antara unsur-unsur kurikulum. teori-teori pendidikan dikembangkan. C. Beauchamp (175.

mereka menemukan hal-hal baru yang dapat memperkaya dan memperkuat bidang studi kurikulum. yaitu sistem kurikulum. (4) mengembangkan subsubteori kurikulum. atau sebagai suatu perangkat tujuan yang ingin dicapai. sebagai sistem. propinsi. adalah kurikulum sebagai suatu sistem. suatu kabupaten. Suatu kurikulum juga dapat mencakup lingkup tertentu. Mereka yang mendalami bidang kurikulum mempelajari konsep-konsep dasar tentang kurikulum. Konsep ketiga. melaksanakan. Tujuan kurikulum sebagai bidang studi adalah mengembangkan ilmu tentang kurikulum dan sistem kurikulum.purnakannya. dan sebagai bidang studi. dan fungsi dari sistem kurikulum adalah bagaimana memelihara kurikulum agar tetap dinamis. mengembangkan dan . Konsep pertama. Ada tiga konsep tentang kurikulum. Konsep kedua. Sistem kurikulum merupakan bagian dari sistem persekolahan. suatu kurikulum. dan evaluasi. Suatu sistem kurikulum mencakup struktur personalia. Ini merupakan bidang kajian para ahli kurikulum dan ahli pendidikan dan pengajaran. Hasil dari suatu sistem kurikulum adalah tersusunnya suatu kurikulum.1. dipandang orang sebagai suatu rencana kegiatan belajar bagi murid-murid di sekolah. dan prosedur kerja bagaimana cara me nyusun suatu kurikulum. dan menyem. para ahli teori kurikulum juga dituntut untuk: (1) mengembangkan definisi-definisi deskriptif dan preskriptif dari istilah-istilah teknis. kurikulum sebagai suatu substansi. suatu sekolah. Seperti halnya para ahli ilmu sosial lainnya. (3) melakukan penelitian inferensial dan prediktif. Suatu kurikulum juga dapat digambarkan sebagai dokumen tertulis sebagai hasil persetujuan bersama antara para penyusun kurikulum dan pemegang kebijaksanaan pendidikan dengan masyarakat. Suatu kurikulum juga dapat menunjuk kepada suatu dokumen yang berisi rumusan tentang tujuan. kegiatan belajar-mengajar. ataupun seluruh negara. mengevaluasi. kurikulum sebagai suatu bidang studi yaitu bidang studi kurikulum. jadwal. kurikulum sebagai substansi. (2) mengadakan klasifikasi tentang pengetahuan yang telah ada dalam pengetahuan-pengetahuan baru. bahan ajar. sistem pendidikan. bahkan sistem masyarakat. Melalui studi kepustakaan dan berbagai kegiatan penelitian dan percobaan. Konsep kurikulum Konsep terpenting yang perlu mendapatkan penjelasan dalam teori kurikulum adalah konsep kurikulum.

yaitu kehidupan manusia. tetapi secara definitif berawal pada hasil karya Franklin Babbit tahun 1918. 2. teori Bobbit dan Charters. apresiasi tertentu. Kehidupan manusia meskipun berbeda-beda pada dasarnya sama. sebagai sistem. Ada dua hal yang sama dari teori kurikulum. Perkembangan kurikulum telah dimulai pada tahun 1890 dengan tulisan Charles dan McMurry. ia perintis pengembangan praktik kurikulum. terbentuk oleh sejumah kecakapan pekerjaan. Untuk mencapai hal-hal itu ada serentetan pengalaman yang harus dikuasai anak. Setiap tingkatan dan lingkungan kehidupan menuntut penguasaan pengetahuan. Seluruh tujuan beserta pengalamanpengalaman tersebut itulah yang menjadi bahan kajian teori kurikulum. keterampilan. keduanya setuju atas penggunaan teknik ilmiah dalam memecahkan masalah-masalah kurikulum. Hal-hal itu merupakan tujuan kurikulum. Menurut Bobbit. Bobbit sering dipandang sebagai ahli kurikulum yang pertama. bergantung pada tingkatannya maupun jenis lingkungan. kebiasaan. sikap. Werrett W. Dia jugalah yang menggunakan pendekatan ilmiah dalam mengidentifikasi kecakapan pekerjaan dan kehidupan orang dewasa sebagai dasar pengembangan kurikulum. Perkernbangan teori kurikulum Perkembangan teori kurikulum tidak dapat dilepaskan dari sejarah perkembangannya. maupun bidang studi kurikulum dapat bertahan dan dikembangkan. Charlters (1923) setuju dengan konsep Bobbit tentang analisis kecakapan/pekerjaan sebagai dasar penyusunan kurikulum. Melalui pencapaian keempat hal tersebut baik sebagai subtansi. Pendidikan berupaya mempersiapkan kecakapan-kecakapan tersebut dengan teliti dan sempurna. Kecakapan-kecakapan yang harus dikuasai untuk dapat terjun dalam kehidupan sangat bermacam-macam. Keempat tuntutan tersebut menjadi kewajiban seorang ahli teori kurikulum. Dalam hal ini mereka dipengaruhi oleh gerakan . Char ters lebih menekankan pada pendidikan vokasional. Pertama.melaksanakan model-model kurikulum. inti teori kurikulum itu sederhana. Bobbit adalah orang pertama yang mengadakan analisis kecakapan atau pekerjaan sebagai cara penentuan keputusan dalam penyusunan kurikulum.

Ism dalam menentukan kurikulum. Bertolak pada hal-hal tersebut mereka itionyusun kurikulum secara lengkap dalam bentuk yang sistematis. (3) Monoirt atau meramalkan pendekatan-pendekatan pada masa yang akan dittoing untuk memecahkan masalah tersebut. siswa belajar nu lalui pengalaman. Dalam pengembangan kurikulumnya. Teori kuri ulum k berubah dari yang menekankan pada organisasi isi yang diarahkan pada kehidupan sebagai orang dewasa (Bobbit dan Charters) kepada kl‡hidupan psikologis anak pada saat ini. (2) menentukan hubungan antara Malin tersebut dengan struktur yang mendukungnya. Untuk mencapai hal tersebut. Alabama.rIah masalah penting yang muncul dalam pengembangan kurikulum tirui konsep-konsep yang mendasarinya. Thorndike. Dalam peranannya sebagai ketua divisi pengembang kurikulum beberapa negara bagian di Amerika Serikat (Tennessee. dan lain-lain yang diperlukan untuk dapat berpartisipasi dalam kehidupan orang dewasa.11111muskan tiga tugas utama teori kurikulum: (1) mengidentifikasi Nin~. Caswell menekankan pada partisipasi guru-guru. Ida. karena pengaruh pendidikan progresif. pengetatitian. dan sebagainya. keduanya bertolak pada asumsi bahwa sekolah berfungsi mempersiapkan anak bagi kehidupan sebagai drang dewasa. Pendidikan menekankan kepada aktivitas siswa. Kedua. Mulai tahun 1920. nilai..ilmiah dalam pendidikan yang dipelopori oleh El. menentukan kegiatan belajar. perlu analisis tentang tugas-tugas dan tuntutan dalam kurikulum disusun keterampilan. sikap. Anak menjadi pusat perhatian Isi kurikulum harus didasarkan atas minat dan kebutuhan alswa. menentukan struktur dari penyusunan kurikulum. menilai hasil. Charles Judd. memilih isi. Perkembangan teori kurikulum selanjutnya dibawakan oleh Hollis I swell. berkembang gerakan pendidikan yang berpusat pada anak (child centered). Pada tahun 1947 di Univeristas Chicago berlangsung diskusi besar ri lama tentang teori kurikulum. . Penyusunan kurikulum harus melibatkan siswa. Virginia). dan lain-lain. dalam merumuskan pengertian dalam merumuskan tujuan. kurikulum. ia mengembangkan konsep kurikulum yang berpusat pada masyarakat atau pekerjaan (society centered) maka Caswell mengembangkan kurikulum yang bersifat interaktif. Sebagai hasil diskusi tersebut 4.

(2) memilih dan menyusun bahan. James B. analisis dan klasifikasi pengetahuan. generalisasi atau kaidahkaidah. Tujuan pendidikan yang manakah yang ingin dicapai oleh sekolah? 2. Bagaimana kita menentukan bahwa tujuan tersebut telah tercapai? Empat pertanyaan pokok tentang kurikulum dari Tylor ini banyak dipakai oleh para pengembangan kurikulum berikutnya. Beauchamp dan Othanel Smith. dan belajar. Interaksi dari empat sistem ini dapat digambarkan dengan suatu diagram Venn.Ralph W. Melihat kurikulum sebagai suatu sistem dalam sistem yang lebih besar yaitu persekolahan dapat memperjelas pemikiran tentang konsep kurikulum. Tylor (1949) mengemukakan empat pertanyaan pokok yang menjadi inti kajian kurikulum: 1. dan (3) perumusan bahasa khusus kurikulum. pengajaran (instruction). Penggunaan model sistem juga dapat . mengajar (teaching). sebagai prinsip-prinsip yang menjadi pegangan dalam menjelaskan fenomena kurikulum. Pengalaman pendidikan yang bagaimanakah yang harus disediakan untuk mencapai tujuan tersebut? 3. ada tiga sumbangan utama filsafat terhadap teori kurikulum. teori kurikulum secara konseptual berhubungan erat dengan pengembangan teori dalam ilmu-ilmu lain. Dalam konferensi nasional perhimpunan pengembang dan pengawas kurikulum tahun 1963 dibahas dua makalah penting dari George A. penggunaan penelitianpenelitian prediktif untuk menambah konsep. Hal-hal yang penting dalam pengembangan teori kurikulum adalah penggunaan istilah-istilah teknis yang tepat dan konsisten. yaitu dalam (1) merumuskan dan mempertimbangkan tujuan pendidikan. MacDonald (1964) melihat teori kurikulum dari model sistem. Menurut Smith. Ada empat sistem dalam persekolahan yaitu kurikulum. Menurut Beauchamp. Othanel Smith menguraikan peranan filsafat dalam pengembangan teori kurikulum yang bersifat ilmiah. Beauchamp menganalisis pendekatan ilmiah tentang tugas-tugas pengembangan teori dalam kurikulum. Dalam makalah kedua. Bagaimana mengorganisasikan pengalaman pendidikan tersebut secara efektif? 4.

BAGAN 2. (4) struktur sistem kurikulum. (6) proses kurikulum (7) prosedur analisis structural fungsional. desain kurikulum.4 Skema persekolahan dari Broudy. Faix (1966) menggunakan analisis struktural-fungsional yang berasal dari biologi. Skema persekolahan dari Broudy dan kawan kawannya dapat dilihat pada Bagan 2. Smith. dan antropologi untuk menjelaskan konsep kurikulum. rekayasa kurikulum. Fungsi kurikulum dilukiskan sebagai proses bagaimana memelihara dan mengembangkan strukturnya. dan Bunett. Thomas L. isi kurikulum. (3) unit analisk (Ian unsur unsurnya. yaitu: landasan kurikulum. dan pengembangan teori. CURRICULUM Content Facts Concept Desriptive Principles Categories of instruction Symbolic studies Basic Sciences Developmental studies Testhetics studies Students Learnings: Cognitive maps Evaluational maps Modes of Teaching Situational Modes Operational Modes .4. (5) Fungsi sistem kurikulum. Topik dan subtopik dari pertanyaan ini menunjukkan fenomena-fenomena kurikulum Pertanyaan-pertanyaan itu menyangkut: (1) pertanyaan umum tentang fenomena kurikulum. evaluasi dan penelitian. Ada sejumlah pertanyaan yang diajukan dalam analisis struktural-fungsional ini.membantu para ahli teori kurikulum rnenentukan jenis dan lingkup konseptualisasi yang diperlukan dalam teori kurikulum. Smith. sosiologi. Ia mengidentifikasi adanya enam komponen kurikulum sebagai bidang studi. Broudy. dan Burnett (1964) menjelaskan masalah persekolahan dalam suatu skema yang menggambarkan komponen-komponen dari keseluruhan proses mempengaruhi anak. Beauchamp merangkumkan perkembangan teori kurikulum antara tahun 1960 sampai dengan 1965. (2) sistem kurikulum.

Teori kurikulum praksiologi merupakan suatu pengkajian tentang proses untuk mencapai tujuantujuan kurikulum. Kurikulum merupakan hasil dari sistem . teori kurikulum merupakan subteori pengajaran. yaitu: (1) teori kurikulum (curriculum theory). Maccia (1965) dari hasil analisisnya menyimpulkan adanya empat teori kurikulum. Teori kurikulum (curriculum Theory atau event theory) merupakan teori yang menguraikan pemilihan dan pemisahan kejadian/peristiwa kurikulum atau yang berhubungan dengan kurikulum dan yang bukan. tetapi ia telah berhasil menunjukkan sejumlah dimensi kurikulum yang cukup berharga untuk menjelaskan teori kurikulum. Teori kurikulum yaluasional mengkaji masalah-masalah pengajaran apa yang berguna/ berharga bagi keadaan sekarang. Walaupun mungkin. kurikulum merupakan bagian dari pengajaran. (2) teori kurikulum-formal (formal-curriculum theory). Teori kurikulum formal memusatkan perhatiannya pada struktur isi kurikulum.Attitudes and values systems Associative meanings and images Intellectual Operations Excecutive Operations Assessment system: Examinations Tests: Essay-Objective Teacher Judgements Self evaluation Self inventory" Alizabeth S. kita tidak setuju dengan seluruh pendapat Maccia. Menurut Maccia. (3) teori kurikulum valuasional (valuational curriculum theory). dan (4) teori kurikulum praksiologi (praxiological curriculum theory). Mauritz Johnson (1967) membedakan antara kurikulum dengan proses pengembangan kurikulum.

artifak. Studi kurikulum menurut Frymier meliputi tiga langkah: perencanaan. serta struktur. Semua rumusan teori kurikulum diawali dengan definisi. desain kurikulum. kurikulum berkenaan dengan tujuan dan bukan dengan kegiatan. Beberapa pertanyaan umum tentang karakteristik kurikulum sebagai bidang studi yang perlu didefinisikan umpamanya. isi dan ruang lingkup. Definisi di sini bukan sekadar definisi istilah. Aktor adalah orang-orang yang terlibat dalam pelaksanaan kurikulum. Menurut Johnson. Johnson menganalisis enam unsur kurikulum. pelaksanaan. kurikulum merupakan seperangkat tujuan belajar yang terstruktur. 6. 2. rekayasa kurikulum. Selection is an essential aspect of curriculum formulation. Jack R. Frymier (1967) mengemukakan tiga unsur dasar kurikulum. Curriculum evaluation involeves validation of both selection and structure. Berdasarkan rumusan kurikulum tersebut. yaitu definisi kurikulum. dan pelaksanaan. Artifak adalah isi dan rancangan kurikulum. Ada beberapa masalah atau isu substansial dalam pembahasan tentang teori kurikulum. Jadi. peranan nilai dalam pengembangan kurikulum.pengembangan kurikulum. tetapi sistem pengembangan bukan kurikulum. Curriculum is the criterion for instructional evaluation. 4. umpamanya apakah kurikulum harus memiliki serangkaian tujuan khusus? Apakah kurikulum perlu memiliki sejumlah materi untuk mencapai . A curriculum is a structured series of intended learning out comes. Pelaksanaan adalah proses interaksi antara aktor yang melibatkan artifak. yaitu: 1. apakah kurikulum merupakan suatu konsep dalam sistem persekolahan? Apakah kurikulum mencakup mengajar dan pengajaran? Sampai sejauh mana kegiatan belajar siswa menjadi bagian kurikulum? Apakah ruang lingkup kurikulum sebagai bidang studi? Beberapa pertanyaan yang lebih khusus. 3. sumber-sumber kebijaksanaan kurikulum. dan evaluasi. Structure is an essential charactistic of curriculum. yaitu aktor. Curriculum guide instruction 5. yang lebih berkenaan dengan karakteristik desain kurikulum. pengalaman belajar anak menjadi bagian dari pengajaran. melainkan definisi konsep. dan implikasi teori kurikulum.

perkembangan serta minat siswa. hidup dalam Iingkungan budaya. bendabenda. Beauchamp menegaskan bahwa nilai dapat merupakan sumber penentuan .hutuhan-kebutuhan siswa.tujuan-tujuan tersebut? Apakah kurikulum perlu mengadakan rumusan yang lebih spesifik tentang rencana dan bahan pengajaran? Apakah perlu ada spesifika4i tentang makna perencanaan. yaitu kebutuhan siswa. dan turut menciptakan budaya. sumber ini menjadi luas meliputi . serta hal hal yang diminati siswa. Hal lain yang menjadi sumber penyusunan kurikulum adalah nilai nilai. Budaya ini mencakup . Dalam pengembangan selanjutnya. dan evaluasi kurikulum? 1. Pengembangan kurikulum pertama bertolak dari kehidupan dan pekerjaan orang dewasa. Untuk dapat hidup dalam Iingkungan budaya. maka budaya menjadi sumber utama isi kurikulum. ia harus mempelajari budaya. Ada tiga pendekatan terhadap anak sebagai sumber kurikulum. Pengalaman pengembangan kurikulum yang lalu menjadi sumber penyusunan kurikulum kemudian. Sumber lain penyusunan kurikulum adalah anak. Manusia adalah makhluk yang berbudaya. melainkan menumbuhkan potensipolensi yang telah ada pada anak. ada pengembangan kurikulum bertolak dari . kurikulum terutama isi kurikulum diambil dari kehidupan orang dewasa. pelaksanaan. perilaku. Karena sekolah mempersiapkan anak bagi kehidupan orang dewasa.einua disiplin ilmu yang telah ditemukan dan dikembangkan para pakar. yang belajar adalah anak. Jadi.sernua unsur kebudayaan. Dalam pendidikan *Wm pengajaran. ia menjadi sumber kurikulum.. Pendidikan atau pengajaran I iiikan memberikan sesuatu pada anak. Anak menjadi sumber kegiatan pengajaran. dan lain-lain. itilai-nilai adat-istiadat. Sumber Pengembangan Kurikulum Dari kajian sejarah kurikulum. Para pengembang kurikulum mendasarkan kurikulumnya atas hasil analisis pekerjaan dan kehidupan orang dewasa. Beberapa pengembang kurikulum mendasarkan penentuan kurikulum kepada pengalaman-pengalaman penyusunan kurikulum yang lalu. tingkat-tingkat perkembangan siswa. kita mengetahui beberapa hal yang menjadi sumber atau landasan inti penyusunan kurikulum.

Di Indonesia. yaitu: (1) kurikulum merupakan dokumen tertulis. 2. ada dua dimensi penting. Desain dan Rekayasa Kurikulum Telah diutarakan sebelumnya bahwa ada dua subteori dari teori kurikulum. yaitu desain kurikulum (curriculum design) dan rekayasa kurikulum (curriculum engineering). prinsipprinsip pengorganisasian.politik dalam penentuan kurikulum adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang dalam pelaksanaannya dilimpahkan kepada Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah serta Dirjen Pendidikan Tinggi bekerja sama dengan Balitbangdikbud. Nilai-nilai apakah yang harus diberikan dalam pelaksanaan kurikulum? Nilai-nilai apa yang digunakan sebagai kriteria penentuan kurikulum dan pelaksanaan kurikulum. Desain kurikulum merupakan suatu pengorganisasian tujuan. hubungan antara satu unsur dengan unsur lainnya. kekuasaan penyusunan kurikulum sepenuhnya ada pada pusat. isi. serta hal-hal yang diperlukan dalam pelaksanaannya. Di Amerika Serikat pemegang kekuasaan sosial-politik yang menentukan kebijaksanaan dalam kurikulum adalah board of education lokal yang mewakili negara bagian. (3) isi atau materi ajar. yaitu (1) substansi. sedangkan pada perguruan tinggi rektor diberi kekuasaan untuk menentukan kebijaksanaan-kebijaksanaan dalam penyusunan kurikulum. Terakhir yang menjadi sumber penentuan kurikulum adalah kekuasaan sosial-politik. Dalam desain kurikulum akan tergambar unsur-unsur dari kurikulum. Menurut Beauchamp. . Dalam desain kurikulum. Pada pendidikan dasar dan menengah. berdasarkan garis-garis besar tujuan tersebut desain kurikulum disusun.keputusan yang dinamis. (2) model pengorganisasian dan bagian-bagian kurikulum terutama organisasi dan proses pengajaran. Pertanyaan pertama yang muncul dalam kurikulum yang berdasarkan nilai adalah: Apakah yang harus diajarkan di sekolah? Ini merupakan pertanyaan tentang nilai. dengan materi tersebut tujuantujuan kurikulum dapat dicapai. unsur-unsur serta organisasi dari dokumen tertulis kurikulum. pemegang kekuasaan sosial. serta proses belajar yang akan diikuti siswa pada berbagai tahap perkembangan pendidikan. kurikulum mempunyai tiga karakteristik. (2) berisi garis-garis besar rumusan tujuan.

baik bentuk desainnya maupun sistem pelaksanaannya. mengembangkan. . ketentuan-ketentuan tentang bagaimana penggunaan kurikulum.Ada dua hal yang perlu ditambahkan dalam desain kurikulum. Pertama. (2) keterlibatan orang-orang dalam proses kurikulum. Rekayasa kurikulum berkenaan dengan bagaimana proses memfungsi an k kurikulum di sekolah. dan (5) tugas-tugas dan prosedur evaluasi kurikulum. Setiap teori kurikulum harus mempunyai kejelasan tentang nilai-nilai dan sumber-sumber pangkal tolaknya. 82) mengemukakan lima prinsip dalam pengembangan teori kurikulum. 2. Setiap teori kurikulum perlu menjelaskan karakteristik dari desain kurikulumnya. serta bagaimana mengadakan penyemprunaan-penyempurnaan berdasarkan masukan dari pengalaman. Para pengelola di daerah dan sekolah berperan melaksanakan dan mengawasi pelaksanaan kurikulum Seluruh sistem rekayasa kurikulum menurut Beauchamp mencakup lima hal. upaya-upaya yang perlu dilakukan para pengelola kurikuluin agar kurikulum dayat berfungsi sebaik-baiknya. Setiap teori kurikulum harus dimulai dengan perumusan (definisi) tentang rangkaian kejadian yang dicakupnya. Dari semua uraian tentang hal-hal yang berkaitan dengan teori kurikulum. Beauchamp (hlm. yaitu 1) arena atau lingkup tempat dilaksanakannya berbagai proses rekayasa kurikulum. Pengelola kurikulum di sekolah terdiri atas para pengawas/periilik dan kepala sekolah. yaitu: 1. Kedua kurikulum itu dievaluasi. dan mengadakan penyempurnaan kurikulum. (4) tugas-tugas dan prosedur implementasi kurikulum. Dengan menerima pelimpahan wewenang dari Menteri atau Dirjen. Juga mereka memberi tugas dan tanggung jawab menyusun dan mengembangkan berbagai bentuk pedoman dan petunjuk pelaksanaan kurikulum. 3. para pejabat pusat tersebut merancang. sedangkan pada tingkat pusat adalah Kepala Pusat Pengembangan Kurikulum BaLitbang Dikbud dan para Kasubdit/Kepala Bagian Kurikulum di Direktorat. (3) tugas-tugas dan prosedur perencanaan kurikulum.

Bagian terakhir mengemukakan teori kurikulum hasil pengembangan/pemikiran penulis sendiri. Denis. serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. terutama . Bagian selanjutnya menguraikan suatu analisis tentang isu -isu teoretis. 1978. Setiap teori kurikulum hendaknya menyiapkan diri bagi proses penyempurnaannya. Buku Acuan Beauchamp. dan perencana pengajaran. Setiap teori kurikulum harus menggambarkan proses-proses penentuan kurikulumnya serta interaksi di antara proses tersebut.difokuskan pada kurikulum sebagai bidang studi dari teori kurikulum. dengan berpegang atas hasil-hasil penelitian. perpaduan antara pengetahuan-humanisme-agama. Illinois: The KAGG Press. Karena Jebih banyak menguraikan kurikulum secara teoritis maka sumbangan buku ini terutama dirasakan oleh para ahli kurikulum. 5. Bagian pertama membahas teori kurikulum yang merupakan subteori dari pendidikan: teori kurikulum sebagai masalah pendidikan. Perubahan kurikulum dipengaruhi oleh perkembangan masyarakat yang dilatarbelakangi oleh perkembangan ilmu dan teknologi. teori dalam pendidikan. clan perubahan ideologi dari elitisme pada . teori kurikulum. problema dan alternatif pemecahan problema dalam pengembangan kurikulum. ahli pendidikan. Sesuai dengan judulnya. D. Teori pendidikan mempengaruhi penentuan isi maupun proses pengajaran.4. Edisi ini merupakan hasil penyempurnaan atas dua edisi sebelumnya. Wilmettee. begitupun para praktisi juga dapat mengambil manfaatnya. London: Hodder and Stoughton. yang dibahas dalam buku ini adalah suatu teori kurikulum. Peter and Lawton. Gordon. Buku ini merupakan edisi ketiga. pembentukan teori. Yang dibahas dalam buku ini adalah perubahan-perubahan besar yang terjadi dalam kurikuldm selama abad ke-19 dan ke-20. Curriculum Theory. Curriculum Change in the Nineteenth and Twentieth Centuries. revolusi industri. Seluruh isi buku ini terbagi atas tiga bagian. Perubahan kurikulum dilatarbelakangi oleh perubahan atau perkembangan teori pendidikan yang mendasarinya. 1975. George A.

demokrasi.. London: Teachers College Press. Pendidikan harus memperluas emansipasi manusia. Academic Press Publishing Co. yang memungkinkan berpikir dan berbuat yang leluasa. yaitu peranan bahasa dalam perkembangan intelektual. David R. Cognitive Development. New York. Hal itu tercapai melalui interaksi komunikatif. agar memungkinkan pertumbuhan segi kognitif. etestis. Human Interest in Curriculum. ahli kurikulum. Apa yang dikemukakan dalam karangan ini adalah suatu teori tentang perkembangan intelektual anak. Robert. sehingga terbentuk sikap dan anggapan yang kurang menghargai kebebasan dan perkembangan manusia. Olson. 1970. Akibat terlalu berjiwa teknologis maka mempersempit arti pendidikan dan membatasi perkembangan lingkungan pendidikan yang kreatif. hubungan antara informasi perseptual dengan tingkah laku nyata. Bullough Jr. Buku ini menyajikan suatu hasil studi kritis terhadap pengaruh munculnya nilai-nilai sebagai akibat perkembangan teknologi. New York. prosesnya menekankan efisiensi dan kontrol. bukan membatasinya. Columbia University. Buku ini sangat berharga bagi para ahli pendidikan. Buku ini membahas tiga masalah teoretis utama. I ebih jauh dibuktikan besarnya pengaruh kebudayaan terhadap porkembangan . Ketiga hal itu didukung oleh hasil penelitian dari delapan eksperimen tentang perkembangan konsep diagonal anak usia 3 sampai dengan 6 tahun. dan juga bagi guru-guru atau calon guru. a!. Juga yang berperanan besar terhadap perubahan kurikulum adalah pemerintah dan kelompok. Pendidikan harus memiliki keterbukaan. maupun moral dengan sempurna. Penulis menentang technocratic mindedness dan menganjurkan critical atau philosophical mindedness. 1984. baik di dalam merencanakan rnaupun melaksanakan pendidikan dan pengajaran. Karena pengaruh perkembangan teknologi pendidikan tidak lebih dari suatu latihan untuk mempersiapkan pekerja. Struktur persekolahan yang ada memperkuat hal tersebut. Eksperimen menunjukkan bahwa pengaruh media gambar dan bahasa sangat besar terhadap tingginya perkembangan keterampilan konseptual. dan pengaruh pengajaran terhadap pembentukkan dan perkembangan konsep. et.

para ahli kurikulum dan pengajaran serta ahli bimbingan dan penyuluhan sebagai pegangan atau kihan perbandingan dalam melakukan tugas-tugasnya. .intelektual anak. Apa yang dibahas dalam buku ini sangat herguna bagi para peneliti di bidang pendidikan.

Mengingat pentingnya peranan kurikulum di dalam pendidikan dan dalam perkembangan kehidupan manusia. Pendidikan "menentukan" model manusia yang akan dihasilkannya. landasan sosial budaya. pendidikan berkaitan langsung dengan pembentukan manusia. pertanian. sedangkan landasan sosial-budaya dan perkembangan ilmu dan teknologi akan dibahas pada bab selanjutnya. . Pada bab ini akan dibahas landasan filosofis dan landasan psikologis. Hal itu disebabkan pendidikan berpengaruh langsung terhadap perkembangan manusia. Landasan Filosofis Pendidikan berintikan interaksi antarmanusia. Kalau bidang-bidang lain seperti ekonomi. yaitu landasan filosofis. terutama antara pendidik dan terdidik untuk mencapai tujuan pendidikan. Penyusunan kurikulum membutuhkan landasan-landasan yang kuat. dan sebagainya berperan menciptakan sarana dan prasarana bagi kepentingan manusia. tetapi kalau landasan pendidikan. perkembangan seluruh aspek kepribadian manusia. khususnya kurikulum yang lemah. A. siapa pendidik dan terdidik.BAB 3 LANDASAN FILOSOFIS DAN PSIKOLOGIS PENGEMBANGAN KURIKULUM Pendidikan mempunyai peranan sangat penting dalam keseluruhan aspek kehidupan manusia. arsitektur. Apakah yang menjadi tujuan pendidikan. serta perkembangan ilmu dan teknologi. Ada beberapa landasan utama dalam pengembangan suatu kurikulum. menentukan proses pelaksanaan dan basil pendidikan. landasan psikologis. Kalau landasan pembuatan sebuah gedung tidak kokoh yang akan ambruk adalah gedung tersebut. yang didasarkan atas hasil-hasil pemikiran dan penelitian yang mendalam. yang akan "ambruk" adalah manusianya. apa isi pendidikan dan bagaimana proses interaksi pendidikan tersebut. Di dalam interaksi tersebut terlibat isi yang diinteraksikan serta proses bagaimana interaksi tersebut berlangsung. penyusunan kurikulum tidak dapat dikerjakan sembarangan. Kurikulum sebagai rancangan pendidikan mempunyai kedudukan yang cukup sentral dalam seluruh kegiatan pendidikan.

faktor-faktor subjektif dalam filsafat sangat berpengaruh. berusaha melihat segala yang ada irti sebagai satu kesatuan yang menyeluruh dan mencoba mengetahui kedudukan manusia di dalamnya. Filsafat memberikan landasan. Ilmu berkenaan dengan fakta-fakta sebagaimana adanya (Das Sem). Terdapat perbedaan pendekatan antara ilmu dengan filsafat dalam mengkaji atau memahami alam semesta mi.landasan dasar bagi ilmu. Berfilsafat berarti menangkap sinopsis peristiwa-peristiwa yang simpang siur dalam penga. Filsafat melihat segala sesuatu dari sudut bagaimana seharusnya (Das So/len).laman manusia. Secara harfiah filosofis (filsafat) berarti "cinta akan kebijakan" (love of wisdom). Keduanya dapat memberikan bahan-bahan bagi manusia untuk membantu memecahkan berbagai masalah dalam kehidupannya. Pemikiran demikian dalam filsafat sering disebut sebagai pemikiran radikal. Pengetahuan tersebut diperoleh melalui proses berpikir. Secara akademik. Untuk dapat mengerti kebijakan dan berbuat secara bijak. atau berpikir sampai ke akar-akarnya (radic berarti akar). daerah cakupannya terbatas. logis.merupakan pertanyaan-pertanyaan yang membutuhkan jawaban yang mendasar.bagian yang kecil dan lebih kecil. Sering dikatakan bahwa filsafat merupakan ibu dari segala ilmu. Orang belajar berfilsafat agar ia menjadi orang yang mengerti dan berbuat secara bijak. Berfilsafat diartikan pula berpikir secara radikal. berusaha menguraikan keTeluruhan dalam bagian. berusaha melihat segala sesuatu spcara objektif. dan mendalam. . ia harus tahu atau berpengetahuan. Suatu cabang ilmu pengetahuan mengkaji satu bidang pengetahuan manusia. Filsafat mencakup keseluruhan pengetahuan manusia. yang esensial yaitu jawaban-jawaban filosofis. filsafat berarti upaya untuk menggambarkan dan menyatakan suatu pandangan yang sistematis dan komprehensif tentang alam semesta dan kedudukan manusia di dalamnya. berpikir sampai ke akar. Filsafat berupaya merangkum atau mengintegrasikan bagian-bagian ke dalam satu'kesatuan yang menyeluruh dan bermakna. Ilmu menggunakan pendekatan analitik. yaitu berpikir secara sistematis. menghilangkan hal-hal yang bersifat subjektif. Filsafat dan ilmu mempunyai hubungan yang saling mengisi dan melengkapi (komplementer).

tetapi John Dewey umpamanya mempunyai pandangan yang hampir sama dengan Butler. 4) philosophy and the theory of education is one (Butler. Bagi Dewey. dalam filsafat pendidikan pun dikenal banyak pandangan atau aliran. Aliran-aliran filsafat yang kita kenal bertolak dari pandangan yang berbeda dalam ketiga hal itu. sebagaimana juga pendidikan menurut Dewey sama dengan kehidupan. Hal itu tidak berarti bahwa pandangan tersebut paling sesuai untuk masyarakat kita atau paling disetujui oleh penulis. Menurut Donald Butler. 1) Philosphy is primary and basic to an educational philosophy.didikan. Keduanya sangat berkaitan erat. filsafat dan filsafat pendidikan adalah sama. dan aksiologi tentang masalah pendidikan yang berbeda. filsafat memberikan arah dan metodologi terhadap praktik pendidikan. .Ada tiga cabang besar filsafat. Dalam tulisan ini akan dikemukakan salah satu pandangan tentang filsafat pendidikan. but this contact is not essential. 2) philosophy is the flower not root of education. Filsafat membahas segala permasalahan yang dihadapi oleh manusia termasuk masalah-masalah pendidikan ini yang disebut filsafat pen. epistemologi yang membahas kebenaran dan aksiologi yang membahas nilai. Walaupun dilihat sepintas. Setiap pandangan mempunyai landasan metafisika. tetapi antara keduanya yaitu antara filsafat dan filsafat pendidikan terdapat hubungan yang sangat erat. Pendapat para filsuf umumnya memandang filsafat umum sebagai dasar dari filsafat pendidikan. filsafat pendidikan ini hanya merupakan aplikasi dari pemikiran-pemikiran filosofis untuk memecahkan masalah-masalah pendidikan. yaitu pandangan dari John Dewey. 1957: 12). epistemilogi. malah menurut Butler menjadi satu. Seperti halnya dalam filsafat umum. 3) educational philosophy is an independent discipline which might benefit from contact with general philosophy. yaitti metafisika yang membahas segala yang ada dalam alam ini. sedangkan praktik pendidikan memberikan bahan-bahan bagi pertimbangan-pertimbangan filosofis.

Pengalaman selain merupakan sumber dari pengetahuan. Proses berpikir merupakan proses pengecekan dengan kejadiankejadian nyata. Dalam filsafat Dewey kebenaran itu terletak dalam perbuatan atau truth is in the making. Dewey menolak sesuatu yang bersifat spekulatif. atau on going-ness. Pengalaman itu mencakup kegiatan manusia. being immeasurable. 101). and feeling. yaitu adanya persesuaian antara hipotesis dengan kenyataan. selalu dalam hubungannya dengan pengalaman. Pandangannya tentang dunia adalah monistik dan tidak lebih dari sebuah hipotesis. and of any two things felt as intrinsically valuable it is than another. dengan waktu dan tempat. Dewey sangat menghargai peranan pengalaman. Filsafat Dewey lebih berkenaan dengan epistemologi dan tekanannya kepada proses berpikir. Ciri lain filsafat Dewey adalah anti dualistik. Mengetahui tanpa mengalami adalah omong kosong. Instrumentalisme Dewey menganggap bahwa rohani itu adalah interelasi yang kreatif antara organisme dengan lingkungannya. subjektif. antara ide dengan fakta. To be felt as .. sesuatu dibutuhkan karena manusia membutuhkannya. merupakan dasar bagi pengetahuan dan kebijakan. Nilai-nilai itu tidak dapat diukur dan tidak ada hierarki nilai. baik yang berbentuk aktif maupu pasif.. Karena pengalaman selalu berubah maka nilai pun berubah. Dasar-dasar filsafat Dewey Ciri utama filsafat Dewey adalah konsepsinya tentang dunia yang selalu berubah. juga sumber nilai. Pengertian pengalaman Dewey berbeda dengan kaum empiris lainnya. 1964. bagi Dewey tidak ada yang menetap dan abadi semuanya berubah. yang mengartikannya sebagai pengalaman melalui pengindraan.. Proses berpikir merupakan satu dengan pemecahan yang bersifat tentatif. it is held. Values being finally intrinsic.1. Prinsip ini membavva konsekuensi yang cukup jauh. dan hanya dirasakan oleh manusia. Nilai-nilai adalah relatif. Experience is the only basis for knowledge and wisdom (Dewey. antara hipotesis dengan hasil. hlm. mengalir. no scale of values. All values are thus subjective and either intrinsic or instrumental . Sesuatu itu bernilai karena diberi nilai oleh manusia.

worthwhile in itself is thus the ultimate orientation of value. (Dewey dalam Joe Park, (Ed). 1958, hlm. 185). Tujuan perkembangan manusia adalah self realization. Pengertian self hagi Dewey adalah sesuatu yang konkret bersifat empiris tidak dapat dipisahkan dari pengalaman dan lingkungan. Self realization hanya dapat diperoleh melalui pengalaman dan interaksi dengan yang lain.

2. Teori pendidikan Dewey Apakah pendidikan menurut John Dewey? Pendidikan berarti perkem bangan, perkembangan sejak lahir hingga menjelang kematian. Jadi, pendidikan itu juga berarti sebagai kehidupan. Bagi Dewey, Education is Ntowlh, development, life. Ini berarti bahwa proses pendidikan itu tidak niempunyai tujuan di luar dirinya, tetapi terdapat dalam pendidikan itu Itendiri. Proses pendidikan juga bersifat kontinu, merupakan reorganisasi, teknnstruksi, dan pengubahan pengalaman hidup. Jadi, pendidikan itu mei npakan organisasi pengalaman hidup, pembentukan kembali hidup, dan juga perubahan pengalaman hidup sendiri merupakan organisasi pengalaman hidup, pembentukan kembali pengalaman hidup, dan juga perubahan pengalaman hidup sendiri. Pendidikan merupakan reorganisasi dan rekonstruksi yang konstan dari pengalaman. Pada setiap saat ada tujuan, perbuatan pendidikan selalu ditujukan untuk mencapai tujuan. Setiap fase perkembangan kehidupan, masa kanak-kanak, masa pemuda, dan dewasa, semuanya merupakan fase pendidikan, semua yang dipelajari pada fase-fase tersebut mempunyai arti sebagai pengalaman;Pendidikan itu tidak berakhir, kecuali kalau seseorang sudah mati. Pengalaman sebagai suatu proses yang aktif membutuhkan waktu, waktu yang kemudian menyempurnakan waktu sebelumnya. Seluruh proses pendidikan itu membentuk pengertian-pengertian tentang benda, hubungan-hubungan, dan segala sesuatu tentang kehidupannya. Konstruksi pengalaman ini tidak hanya bersifat pribadi (individual), tetapi juga bersifat sosial. Pendidikan merupakan suatu lembaga yang konstruktif untuk memperbaiki masyarakat. Realisasi pendidikan dalam bentuk perkembangan bukan hanya perkembangan anak dan pemuda-pemuda, melainkan juga perkembangan masyarakat.

Tujuan pendidikan diarahkan untuk mencapai suatu kehidupan yang demokratis. Demokratis bukan dalam arti politik, melainkan sebagai cara hidup bersama sebagai way of life, pengalaman bersama dan komunikasi bersama. Tujuan pendidikan merupakan usaha agar individu melanjutkan pendidikannya. Tujuan pendidikan terletak pada proses pendidikan itu sendiri, yakni kemampuan dan keharusan individu meneruskan perkembangannya. John Dewey menegaskan bahwa pendidikan itu tidak mernpunyai tujuan, hanya orang tua, guru, dan masyarakat yang mempunyai tujuan. And it is well to remind ourselves that education as such has no aims. Only persons, parents, and teacher etc., have aims, not an abstarct idea like education. (John Dewey, 1964, hlm. 177). Untuk mengetahui bagaimanakah proses belajarterjadi pada anak, baiklah kita lihat bagaimana syarat-syarat untuk pertumbuhan. Pendidikan sama dengan pertumbuhan. Syarat pertumbuhan adalah adanya kebelumdewasaan (immaturity), yang berarti kemampuan untuk berkembang. Immaturity tidak berarti negatif, tetapi positif, kemampuan, kecakapan, dan kekuatan untuk tumbuh. lni menunjukkan bahwa anak adalah hidup, ia memiliki semangat untuk berbuat. Pertumbuhan bukan sesuatu yang harus kita berikan, pertumbuhan adalah sesuatu yang harus mereka lakukan sendiri. Ada dua sifat dari immaturity yakni kebergantungan dan plastisitas. Kebergantungan berarti kemampuan untuk menyatakan hubungan sosial, dan ini akan menyebabkan individu itu matang dalam hubungan sosial. Sebagai hasilnya, akan tumbuh kemampuan interpendensi atau saling kebergantungan antara anggota masyarakat yang satu dengan yang lain. Plastisitas mengandung pengertian kemampuan untuk berubah. Plastisitas juga berarti habitat yaitu kecakapan menggunakan keadaan lingkungan sebagai alat untuk mencapai tujuan, bersifat aktif mengubah lingkungan. Kapankah proses belajar itu dimulai dan kapankah berakhir? Sesuai dengan pandangan John Dewey, bahwa pendidikan itu adalah pertumbuhan itu sendiri. Karena itu, pendidikan tersebut dimulai sejak lahir dan berakhir pada saat kematian. Demikian juga proses belajar tidak dapat dilepaskan dari proses pendidikan. Pendidikan adalah pengalaman, yaitu suatu proses yang berlangsung

terus-menerus. Bagaimana hubungan antara proses belajar, pengalaman, dan berpikir? Pengalaman itu bersifat aktif dan pasif. Pengalaman yang bersifat aktif herarti berusaha, mencoba, dan mengubah, sedangkan pengalaman pasif herarti menerima dan mengikuti saja. Kalau kita mengalami sesuatu maka kita berbuat, sedangkan kalau mengikuti sesuatu kita memperoleh akibat atau hasil. Belajar dari pengalaman berarti menghubungkan kemunduran dengan kemajuan dalam perbuatan kita, yakni kita merasakan kesenangan atau penderitaan sebagai suatu akibat atau hasil. "To learn from experience is hi make a backward and forward connection between what we have do to things and what we enjoy or suffer from thing in consequence (Dewey, dalam Jo Park, 1958: 94). Belajar dari pengalaman adalah bagaimana menghubungkan pengalaman kita dengan pengalaman masa lalu dan yang akan datang. lielajar dari pengalaman berarti mempergunakan daya pikir reflektif (reflecI we thinking), dalam pengalaman kita. Pengalaman yang efektif adalah pengalaman reflektif. Ada lima langkah berpikir reflektif menurut John Dewey, yaitu: 1. merasakan adanya keraguan, kebingungan yang menimbulkan masalah, 2. mengadakan interpretasi tentatif (merumuskan hipotesis), 3. mengadakan penelitian atau pengumpulan data yang cermat, 4. memperoleh hasil dari pengujian hipotesis tentatif, 5. hasil pembuktian sebagai sesuatu yang dijadikan dasar untuk berbuat.

Langkah-langkah berpikir reflektif ini dipergunakan sebagai metode belajar dalam pendekatan pendidikan proyek dari John Dewey, yang sampai dengan tahun 50-an sangat populer. Belajar seperti halnya pendidikan adalah proses pertumbuhan, belajar, dan berpikir adalah satu. Dalam penyusunan bahan ajaran menurut Dewey hendaknya

memperhatikan syarat-syarat sebagai berikut: 1) Bahan ajaran hendaknya konkret, dipilih yang betul-betul berguna dan dibutuhkan, dipersiapkan secara sistematis dan mendetil, 2) Pengetahuan yang telah diperoleh sebagai hasil belajar, hendaknya ditempatkan, dalam kedudukan yang berarti, yang memungkinkan dilaksanakannya kegiatan baru, dan kegiatan yang lebih menyeluruh.

Bahan pelajaran bagi anak tidak bisa semata-rnata diambil dari buku pelajaran, yang diklasifikasikan dalam mata-mata pelajaran yang terpisah. Bahan pelajaran harus berisikan kemungkinan-kemungkinan, harus mendorong anak untuk bergiat dan berbuat. Bahan pelajaran harus memberikan rangsangan pada anak-anak untuk bereksperimen. Demikian- lah dengan bahan pelajaran ini, kita mengharapkan anak-anak yang aktif, anak-anak yang bekerja, anak-anak yang bereksperimen. Bahan pelajaran tidak diberikan dalam disiplin-disiplin ilmu yang ketat, tetapi merupakan kegiatan yang berkenaan dengan sesuatu masalah (problem). Peranan guru bukan hanya berhubungan dengan mata pelajaran, melainkan dia harus menempatkan dirinya dalam seluruh interaksinya dengan kebutuhan, kemampuan, dan kegiatan siswa. Guru juga harus dapat memilih bahan-bahan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan lingkungan. Metode mengajar merupakan, penyusunan bahan pelajaran yang memungkinkan diterima oleh para siswa dengan lebih efektif. Sesuatu metode tidak pernah terlepas dari bahan pelajaran, kita dapat membedakan cara berbuat, tetapi cara ini hanya ada sebagai cara berhubungan dengan bahan atau materi tertentu. Metode mengajar harus fleksibel dan menimbulkan inisiatif kepada para siswa. Sekolah merupakan suatu lingkungan khusus, bagian dari lingkungan manusia, yang mempunyai peranan dan fungsi khusus. Fungsi-fungsi khusus dari sekolah adalah: 1. Menyediakan lingkungan yang disederhanakan. Tidak mungkin kita memasukkan seluruh peradaban manusia yang sangat kompleks itu ke sekolah. Demikian pula, para siswa tidak mungkin dapat memahami seluruh masyarakat yang sangat kompleks itu. Itulah sebabnya sekolah merupakan masyarakat atau lingkungan hidup manusia yang disederhanakan. 2. Membentuk masyarakat yang akan datang yang lebih baik. Para siswa tidak belajar dari masa lampau, tetapi belajar dari masa sekarang untuk memperbaiki masa yang akan datang.

3. Mencari keseimbangan dari bermacam-macam unsur yang ada di dalam lingkungan. Sekolah mernberi kesempatan kepada setiap individu/siswa untuk memperluas lingkungan hidupnya. Sekolah sebagai lingkungan yang khusus hendaknya memberikan pengarahan sosial, dengan cara mendorong kegiatan-kegiatan yang bersifat intrinsik, dalam suatu arah yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, melalui imitasi, persaingan sehat, kerja sama, dan memperkuat kontrol. Dalam sekolah progresif, yaitu sekolah-sekolah yang menerapkan sistem Pendidikan Progresif dari John Dewey, sumber dari kontrol sosial terletak pada sifat kegiatannya yang berisikan kerja sama sosial. Di dalam kerja sama sosial ini, setiap siswa mempunyai kesempatan untuk memberikan sumbangan dan untuk memikul tanggung jawab. Sekolah dan kelas diciptakan sebagai suatu organisasi sosial. Di dalam organisasi sosial itu setiap siswa mempunyai kesempatan untuk memberikan sumbangan, melakukan kegiatan-kegiatan, berpartisipasi, semuanya itu merupakan control social. Di dalam kontrol sosial ini tidak ada peraturan umum, sebab kontrol sosial tidak datang dari luar, tetapi timbul dari kegiatannya sendiri. Tugas guru adalah memberikan bimbingan dan mengusahakan kerja sama secara individual. Para siswa dibagi dalam kelompok-kelompok, dan bekerja dalam kelompok, bahkan guru termasuk sebagai anggota kelompok. Tentu saja sebagai orang dewasa, is mempunyai tanggung jawab yang khusus, yaitu memelihara interaksi dan komunikasi, mendorong kelompok untuk melakukan kegiatan-kegiatan seperti dalam kehidupan masyarakat. Guru bukan atasan, penguasa, apalagi diktator, melainkan sebagai pemimpin dalam kegiatan kelompok.

B. Landasan Psikologis Dalam proses pendidikan terjadi interaksi antar-individu manusia, yaitu antara peserta didik dengan pendidik dan juga antara peserta didik dengan orang orang yang lainnya. Manusia berbeda dengan makhluk lainnya, karena kondisi psikologisnya. Manusia berbeda dengan benda atau tonaman, karena benda atau tanaman tidak mempunyai aspek psikologis. Manusia juga lain dari binatang, karena kondisi psikologis manusia jauh tinggi tarafnya dan lebih kompleks

dan keterampilan dibandingkan dengan binatang. interaksi antara anak dan guru pada jenjang sekolah dasar berbeda dengan jenjang sekolah lanjutan pertarna dan sekolah lanjutan atas. Tanpa pendidikan di sekolah. perilaku kognitif. Interaksi yang tercipta dalam situasi pendidikan harus sesuai dengan kondisi psikologis para peserta didik rnaupun kondisi pendidiknya. karena perbedaan tahap perkembangannya. peranan. afektif. Kondisi ini pun berbeda pula bergantung pada konteks. anak tetap berkembang. lebih banyak menii liki kecakapan. baik berlangsung melalui proses peniruan. perlu disesuaikan dengan pola-poly perkembangan anak. tetapi dengan pendidikan di sekolah tahap perkembangannya menjadi lebih tinggi dan lebih luas. pemahaman. Apa yang dididikkan dan bagaimana cara mendidiknya. baik. dan psikomotor. Iterkat kemampuan-kemampuan psikologis yang lebih tinggi dan kompleks inilah sesungguhnya manusia menjadi lebih maju. latar belakang sosial-budaya.individu yang lainnya. Apa yang dimaksud dengan kondisi psikologis itu? Kondisi psikologis merupakan karakteristik psiko-fisik seseorang sebagai individu. dan status individu di antara individu. Karakteristik perilaku individu pada tahap-tahap perkembangan.dibandingkan dengan binatang. juga karena perbedaan faktorfaktor yang dibawa dari kelahirannya. pembiasaan. Tugas utama yang sesungguhnya dari para pendidik adalah membantu perkembangan peserta didik secara optimal. Perkembangan atau kemajuan-kemajuan yang dialami anak sebagian besar terjadi karena usaha belajar. maupun pemecahan masalah. perkembangan seluruh aspek kehidupannya. anak selalu berada dalam proses perkembangan. yang din yatakan dalani berbagai bentuk perilaku dalani interaksi den gan lingkungannya. dan menciptakan berbagai . Sejak kelahiran sampai menjelang kematian. penerapan. Pendidik atau guru melakukan berbagai upaya. Peserta didik adalah individu yang sedang berada dalam proses perkembangan. Kondisi psikologis setiapµindividu berbeda. pengetahuan. serta pola-pola perkembangan individu menjadi kajian Psikologi Perkembangan. yang tampak maupun yang tidak tampak. Interaksi pendidikan di rumah berbeda dengan di sekolah. Perilakuperilaku tersebut merupakan manifestasi dari ciri-ciri kehidupannya. pengingatan.

Olson. Studi longitudinal menghimpun informasi tentang perkembangan individu melalui pengamatan dan pengkajian perkembangan sepanjang masa perkembangan. Metode dalam psikologi perkembangan Pengetahuan tentang perkembangan individu diperoleh melalui studi yang bersifat longitudinal. Studi ini banyak diaralikan mempelajari perkembangan anak pada masa. terutama pada masa kanak-kanak (balita). Metode cross sectional pernah -dilakukan oleh Arnold Gessel. baik di dalam merumuskan tujuan.masa sebelumnya. 1. psikoanalitik.kegiatan dengan dukungan berbagai alat bantu pengajaran agar anak-anak belajar. Ia mempelajari beribu-ribu. cross sectional. yaitu Psikologi Perkembangan dan Psikologi Belajar. atau studi kasus. pengalaman yang tidak menyenangkan pada masa balita ini dapat mengganggu perkembangan pada masa-masa berikutnya.. Ia mempelajari perkembangan anak dilihat dari tuntutan akan tugas-tugas yang harus dihadapi dan dilakukan dalam masyarakat. Cara belajar-mengajar mana yang dapat memberikan hasil secara optimal serta bagaimana proses pelaksanaannya membutuhkan studi yang sistematik dan mendalam. Psikologi perkembangan Psikologi Perkembangan membahas perkembangan individu sejak masa konsepsi. serta perilaku mereka dilakukan oleh Sigmund Freud beserta para pengikutnya. mencatat ciri-ciri fisik dan mental. Jadi. Tuntutan akan . Keduanya sangat diperlukan. seperti yang pernah dilakukan oleh Williard C. dari saat lahir sampai dengan dewasa. a. yaitu masa pertemuan spermatozoid dengan sel telur sampai dengan dewasa. anak clan berbagai tingkatan usia. sosiologik. minimal ada dua bidang psikologi yang mendasari pengembangan kurikulum. memilih dan menerapkan metode pembelajaran serta teknik -teknik penilaian. Metode sosiologik digunakan oleh Robert Havighurst. Menurut mereka. memilih dan menyusun bahan ajar. pola-pola perkembangan dan kemampuan. Studi yang demikian merupakan bidang pengkajian dari Psikologi Belajar.

tugas-tugas kehidupan masyarakat ini oleh Havighurst disebut sebagai tugas-tugas perkembangan (developmental tasks). Ada seperangkat tugas-tugas perkembangan yang harus dikuasai individu dalam setiap tahap perkembangan. Metode lain yang sering digunakan untuk mengkaji perkembangan anak adalah studi kasus. Dengan mempelajari kasus-kasus tertentu, para ahli psikologi perkembangan menarik beberapa kesimpulan tentang pola-pola perkembangan anak. Studi demikian pernah dilakukan oleh Jean Piaget tentang perkembangan kognitif anak. Individu apakah itu, anak ataupun orang dewasa merupakan kesatuan jasmani dan rohani yang tidak dapat dipisah -pisahkan dan menunjukkan karakteristik-karakteristik tertentu yang khas. Individu manusia adalah mesuatu yang sangat kompleks tetapi unik. Ia memiliki banyak aspek Neperti aspek jasmani, intelektual, sosial, emosional, moral, tetapi keseluruhannya membentuk satu kesatuan yang khas. Walaupun individu merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahpisahkan, untuk mempermudah penelitian, biasanya pembahasan dilakukan per aspek perkembangan. Hal itu berarti aspek tertentulah yang mendapatkan sorotan utama, yang menjadi fokus pengkajian, tetapi tidak berarti aspek-aspek lainnya diabaikan. Perkembangan anak adalah perkembangan seluruh aspek

kepribadiannya, tetapi tempo dan irama perkembangan masing-masing anak pada setiap aspek tidak selalu sama. Seorang anak mungkin lebih cepat

perkembangannya pada tahap tertentu, tetapi lambat pada tahap lainnya, atau perkembangan aspek tertentu lebih cepat dibandingkan dengan aspek lainrtya. Para ahli Psikologi Perkem- bangan tidak selalu mempunyai pendapat yang sama tentang perkembangan, baik secara menyeluruh maupun per aspek

perkembangan. Hal itu didasari oleh perbedaan asumsi yang menjadi titik tolaknya, atau perbedaan pendekatan yang mereka pakai, populasi yang digunakan, atau aspek perkembangan yang menjadi fokus. Adanya perbedaan perbedaan tersebut sering menimbulkan kebingungan pada para guru, tetapi justru akan memperluas dan memperkaya pengetahuan para pemakai teori teori perkembangan anak.

b. Teori perkembangan Dikenal ada tiga teori atau pendekatan tentang perkembangan individu, yaitu pendekatan pentahapan (stage approach), pendekatan diferensial (differential approach), dan pendekatan ipsatif (ipsative approach). Menurut pendekatan pentahapan, perkembangan individu berjalan melalui tahaptahap perkembangan. Setiap tahap perkembangan mempunyai karakteristik tertentu yang berbeda dengan tahap yang lainnya. Pendekatan diferensial melihat bahwa individu memiliki persamaan dan perbedaan. Atas dasar persamaan dan perbedaan tersebut individu dikategorikan atas kelompok-kelompok yang berbeda. Kita mengenal ada kelompok individu berdasarkan jenis kelamin, ras, agama, status sosial-ekonomi, dan sebagainya. Pengelompokan individu adakalanya juga didasarkan atas kesamaan karakteristiknya. Berkenaan dengan hal itu dikenal pengelompokan yang bersifat bipolar, seperti: Introvert-- ekstravert Dominan-- submisif agresif --pasif aktivitas tinggi-- aktivitas rendah kholerik ±melanholik

Kedua pendekatan tersebut berusaha untuk menarik atau membuat generalisasi yang berlaku untuk semua individu. Apakah dalam kenyataannya demikian? Dalam kenyataan seringkali ditemukan adanya sifatsifat individual, yang hanya dimiliki oleh seorang individu dan tidak dimiliki oleh yang lainnya. Pendekatan yang berusaha melihat karakteristik individu-individu inilah yang dikelompokkan sebagai pendekatan isaptif. Dari tiga pendekatan itu yang banyak dianut oleh para ahli Psikologi Perkembangan adalah pendekatan pentahapan. Pendekatan ini lebih disenangi karena lebih jelas menggambarkan proses ataupun.urutan perkembangan dan kemajuan individu. Di samping ketiga pendekatan itu, ada beberapa ahli yang mengombinasikan suatu pendekatan dengan pendekatan yang lain. Kombinasi ini sering dipandang dapat memperlengkap deskripsi tentang perkembangan individu.

Dalam pendekatan pentahapan, dikenal dua variasi. Pertama, pendekatan yang bersifat menyeluruh rnencakup segala segi perkembangan, seperti perkembangan fisik dan gerakan motorik, sosial, intelektual, moral, emosional, religi, dan sebagainya. Kedua, pendekatan yang bersifat khusus mendeskripsikan salah satu segi atau aspek perkembangan saja. Dalam pentahapan yang bersifat menyeluruh dikenal tahap-tahap perkembangan dari Jean Jacques Rousseau, G. Stanley Hall, Havighurst dan lain-lain. Rousseau membagi seluruh masa perkembangan anak a tas empat tahap perkembangan. Masa bayi (infancy), usia 0-2 tahun merupakan tahap perkembangan fisik, menurut Rousseau sebagai binatang yang sehat. Masa anak (childhood), usia 2-12 tahun, masa perkembangan sebagai manusia primitif. Masa remaja awal (pubescence), usia 12-15 tahun, masa bertualang yang ditandai dengan perkembangan intelektual dan kemampuan nalar yang pesat. Masa remaja (adolescene), usia 15-25 tahun masa hidup sebagai manusia yang beradab, masa pertumbuhan seksual, sosial, moral, dan kata hati. Stanley Hall adalah salah seorang ahli Psikologi Perkembangan penganut teori evolusi. Hall menerapkan teori rekapitulasi, salah satu konsep dalam teori evolusi, pada perkembangan anak. Menurut teori rekapitulasi, perkembangan individu merupakan rekapitulasi dari perkembangan spesiesnya (ontogeny recapitulates philogeny). Hall membagi keseluruhan masa perkembangan anak atas empat tahap. Masa kanakkanak (infancy), usia 0-4 tahun, merupakan masa kehidupan sebagai 1,matang melata dan berjalan. Masa anak (childhood), usia 4-8 tahun, masa pemburu. Masa Puer (youth), usia 8-12 tahun, masa manusia belum beradab. Masa remaja (adolescence), usia 12/13 tahun sampai dewasa, iiierupakan masa manusia beradab. Robert J. Havighurst menyusun fase-fase perkembangan atas dasar problema-problema yang harus dipecahkannya dalam setiap fase. Tuntutan akan kemampuan memecahkan problema dalam setiap fase perkembangan ini oleh Havighurst disebutnya sebagai tugas-tugas perkembangan (devel- opmental tasks). Havighurst membagi seluruh masa perkembangan anak atas lima fase, yaitu masa bayi (infancy) dari 0-1/2 tahun, masa anak awal (early childhood) 2/35/7 tahun, masa anak (late chilhood) dari 5 / 7-masa pubesen, masa adolesen awal

(early adolescence) dari pubesen ke pubertas, dan masa adolesen (late adolescence) dari masa pubertas sampai dewasa. Untuk setiap fase, perkembangan Havighurst menghimpun sejumlah tugas-tugas perkembangan yang harus dikuasai anak. Dikuasai atau tidak dikuasainya tugas-tugas perkembangan pada suatu fase berpengaruh bagi penguasaan tugas pada fase-fase berikutnya. Ada sepuluh kelompok tugas perkembangan yang harus dikuasai anak pada setiap fase yang membentuk pola, yaitu pola: 1. kebergantungan-keberdirisendirian, 2. memberi-menerima kasih sayang, 3. hubungan sosial, 4. perkembangan kata hati, 5. peran bio-sosio dan psikologis, 6. penyesuaian dengan perubahan badan, 7. penguasaan perubahan badan dan motorik, 8. belajar memahami dan mengontrol lingkungan fisik, 9. pengembangan kemampuan konseptual dan sistem simbol, 10. kemampuan melihat hubungan dengan alam semesta. Dalam pendekatan pentahapan yang bersifat khusus, kita mengenal pentahapanpentahapan dari Piaget, Kohlberg, Erikson, dan sebagainya. Jean Piaget mengemukakan tahap-tahap perkembangan dari kemam- puan kognitif anak. Dalam perkembangan kognitif menurut Piaget, yang terpenting adalah penguasaan dan kategori konsep-konsep. Melalui penguasaan konsepkonsep itu, anak mengenal lingkungan dan memecahkan berbagai problema yang dihadapi dalam kehidupannya. Ada empat tahap perkembangan kognitif anak menurut konsep Piaget, yaitu: 1. tahap Sensorimotor, usia 0-2 tahun; 2. tahap Praopersional, usia 2-4 tahun; 3. tahap Konkret Operasional, usia 7-11 tahun; 4. tahap Formal Operasional, usia 11-15 tahun. Tahap Sensorimotor disebut juga masa descriminating and labeling. Pada masa ini kemampuan anak terbatas pada gerak-gerak refleks, bahasa awal, waktu

sekarang, dan ruang yang dekat saja. Masa praoperasional atau prakonseptual disebut juga masa intuitif dengan kemampuan menerima perangsang yang terbatas. Anak mulai berkembang kemampuan bahasanya, pemikirannya masih statis dan belum dapat berpikir abstrak, persepsi waktu dan tempat masih terbatas. Masa konkret operasional disebut juga masa performing operation. Pada tahap ini anak sudah mampu menyelesaikan tugas-tugas menggabungkan, memisahkan, menyusun, menderetkan, melipat, dan membagi. Masa formal operasional disebut juga masa proportional thinking, pada masa ini anak sudah mampu berpikir tingkat tinggi. Mereka sudah mampu berpikir secara deduktif, induktif, menganalisis, menyintesis, mampu berpikir abstrak dan berpikir reflektif, serta memecahkan berbagai masalah. Lawrence Kohlberg mengembangkan suatu teori tentang perkembangan moral kognitif dengan mengacu kepada teori Piaget. Berdasarkan atas hasil-hasil penelitiannya yang cukup lama, Kohlberg menemukan ada tiga tahap perkembangan moral kognitif. Masing-masing tahap terdiri atas dua tingkatan sehingga seluruhnya meliputi enam tingkatan, yaitu: Tahap I Preconventional moral reasoning Tingkat 1. Obedience and punishment orientations Tingkat 2. Naively egoistic orientation Tahap II Conventional moral reasoning Tingkat 3. Good boy orientation Tingkat 4. Authority and social order maintenance orientation Tahap III Postconventional moral reasoning Tingkat 5. Contractual legalistic orientation Tingkat 6. Conscience or principle orientation Pada tahap prakonvensional, pertimbangan moral seseorang mengacu ke luar, kepada objek-objek dan peristiwa yang konkret dan bersifat fisik. Mereka belum mampu memberi pertimbangan moral atas standar sosial. Tingkat keputusan dan hukuman (obedience and punishment orientation) diwarnai oleh kecenderungan berbuat baik atau tidak berbuat salah karena takut akan hukuman. Acuan perbuatan adalah kekuasaan dan kekuatan. Mereka patuh karena takut dihukum, segala perbuatannya dikontrol oleh kekuatan-kekuasaan yang datang

Seseorang berbuat baik karena dia yakin bahwa perbuatan tersebut baik. tanpa mehhat atribut-atribut yang disandangnya. Tingkat kebaikan sebagai alat (naively egoitistic orientation) suatu perbuatan dipandang baik apabila menguntungkan atau memberi kesenangan kepada dirinya atau orang-orang yang dekat dengan dirinya. suatu perbuatan dipandang baik bila perbuatan lersebut sesuai dengan ketentuan atau peraturan yang ada dalam masyarakat. yaitu tingkat sebagai anak baik dan tingkat memelihara ketertiban dan peraturan masyarakat. Suatu perbuatan dipandang baik apabila sesuai dengan harapan orang banyak atau masyarakat. dan . Ia memusatkan studinya terhadap perkembangan psikososial. Pranata dan aturan-aturan sosial bukan sesuatu yang absolut. Pada tingkat legalistik kontraktual. atau jahat dilihat dari penilaian orang lain. status ilmu. perilaku baik. Pada tingkat pertimbangan kata hati. Seseorang menghargai orang lain betul-betul sebagai manusia. sosial. ekonomi. prinsipprinsip yang mendasar. Seseorang tidak mencuri karena perbuatan mencuri akan merugikan orang lain. Tingkat keempat memelihara ketertiban dan peraturan masyarakat. pertimbangan perbuatan baik atau jahat didasarkan atas persetujuan tidak tertulis antara pribadi dan masyarakat. Tahap kedua adalah pertimbangan moral konvensional. Kalau seseorang berbuat untuk kepentingan orang lain atau orang banyak. Erick Homburger Erikson merupakan salah seorang tokoh psiko. Tahap ketiga. Ada delapan tahap perkembangan psikososial menurut Erikson. dinilai sebagai perbuatan baik. dan sebagainya. unsur-unsur subjektif dari aturan sosial. apakah karena gelar. pangkat.dari luar. bukan satu-satunya yang benar. Pada tahap ini pertimbangan moral didasarkan atas pandangan yang bersifat relatif. Tingkat anak/orang baik.analisis pengikut Sigmund Freud. dan tingkat pertimbangan kata hati. atau sejalan dengan tuntutan dan kebiasaan masyarakat. tetapi juga ada kebenaran-kebenaran lain. pertimbangan moral pascakonvensi. Tahap ini meliputi dua tingkat. baik tidak baik didasarkan atas nilai-nilai yang bersifat universal. Tahap pascakonvensi mempunyai dua Inigkatan. Pada tahap ini perilaku dinilai atas harapan orang lain atau orang banyak. yaitu tingkat pertimbangan legalistik kontraktual.

166) PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL 2. Psikologi belajar Psikologi belajar merupakan suatu studi tentang bagaimana individu belajar. Segala perubahan tingkah laku balk yang berbentuk kognitif. afektif. Perkembangan psikososial (Diadaptasi dari Erikson. Banyak sekali definisi tentang belajar. Secara sederhana. and which is not simply ascribable to the process of growth. Menurut Gagne (1965. "Learning is a change in human disposition or capability.1 BAGAN 3. Hilgard dan Bower menambahkan bahwa peruhahan itu terjadi . Peruhahan-perubahan perilaku yang terjadi karena instink atau karena kematangan serta pengaruh hal-hal yang bersifat kimiawi tidak termasuk belajar.tahap-tahap tersebut paralel dengan tahap perkembangan psikososial dari Freud. 1959. belajar dapat diartikan sebagai perubahan tingkah laku yang terjadi melalui pengalaman. 5) perubahan tersebut berkenaan dengan disposisi atau kapabilitas individu. which can be retained. maupun psikomotor dan terjadi karena proses pengalaman dapat dikategorikan sebagai perilaku belajar. hlm. hlm. seperti dapat dilihat pada Bagan 3.

karena individu berinteraksi dengan lingkungannya. Masih banyak definisi tentang belajar dan definisi-definisi tersebut bersumber pada teori-teori belajar tententu. 1966. behaviorisme. Kalau dayadaya tersebut terlatih maka dengan mudah dapat digunakan untuk menghadapi atau memecahkan berbagai masalah. Bigge dan Maurice P. . yaitu teori disiplin mental. Menurut teori ini individu atau anak mempunyai sejumlah daya mental seperti daya untuk mengamati. 2). latihan bagian. Belajar merupakan upaya untuk mengembangkan potensi-potensi tersebut. Kalau seseorang menguasai hal-hal yang bersifat umum okan mudah ditransfer atau diaplikasikan kepada halhal lain yang bersifat khusus. menanggap. sebagai reaksi terhadap situasi yang diliadapinya. dan Cognitive Gestalt Field. Ada beberapa teori yang termasuk rumpun disiplin mental yaitu: disiplin mental theistik. Belajar merupakan proses melatih daya-daya tersebut. hlm. Menurut rumpun teori disiplin mental dari kelahirannya atau secara herediter. dan apersepsi.) (Iiilgard dan Bower. hlm.g. Menurut Morris L. Teori disiplin mental humanistik bersumber pada psikologi humanisme klasik dari Plato dan Aristoteles. Potentsi-potensi perlu d ilatih agar berkembang. clan sebagainya. fatigue. memecahkan masalah. Perbedaannya dengan teori disiplin mental IIu teori tersebut menekankan bagian-bagian. or temporary states of the organism (e. maturation. Pendidikannya menekankan pendidikan umum (Neneml education). 226-227) ada tiga keluarga atau rumpun teori belajar. atau aspek tertentu. Teori disiplin mental humanistik lebih menekankan keseluruhan. disiplin mental humanistik. keutuhan. Teori disiplin mental theistik berasal dari Psikologi Daya. Teori ini hampir sama dengan teori pertama bahwa anak memiliki potensi-potensi. anak telah memiliki potensi-potensi tertentu. naturalisme. Hunt (1980. provided that the characteristics of the change in activity cannot be explaned on the basis of native response tendecies. berpikir. drug etc. Menurut mereka belajar adalah : The process by which an activity originates or is changed throught reacting to an encountered situation. mengingat.

Perkembangan anak ditentukan oleh faktor-faktor yang berasal dari lingkungan. semakin tinggi pula massa apersepsinya. Melalui situasi demikian. kehidupan ini tunduk kepada hukum stimulus-respons atau aksi-reaksi. Anak mempunyai kemampuan untuk mempelajari sesuatu. Hasil dari suatu perbuatan belajar disimpan dan membentuk suatu massa apersepsi. Kelompok teori ini berangkat dari asumsi bahwa anak atau individu tidak memiliki/ membawa potensi apa-apa dari kelahirannya. dan Reinforcement. Setangkai bunga dapat merupakan suatu stimulus dan direspons oleh mata dengan cara meliriknya. ia dapat belajar sendiri dan mencapai perkembangan secara optimal. sekolah.Teori naturalisme atau natural unfoldment atau self actualization. alam. Kelompok teori ini tidak mengakui sesuatu yang bersifat mental. Kelompok ini mencakup tiga teori yaitu S-R Bond. Demikian seterusnya semakin tinggi perkembangan anak. bersumber pada Psikologi Strukturalisme dengan tokoh utamanya Herbart. budaya. Conditioning. Teori S-R Bond (Stimulus-Responce) bersumber dari Psikologi Koneksionisme atau teori asosiasi dan merupakan teori pertama dari rumpun Behaviorisme. Kesan indah yang diterima individu dapat . Menurut aliran ini belajar adalah membentuk massa apersepsi. diamati. atau masyarakat. Lingkunganlah. Kelebihan dari teori ini adalah mereka berasumsi bahwa individu bukan saja mempunyai potensi atau kemampuan untuk berbuat atau melakukan berbagai tugas. Menurut konsep mereka. Teori ini berpangkal dari Psikologi Naturalisme Romantik dengan tokoh utamanya Jean Jacques Rousseau. Rumpun atau kelompok teori belajar yang kedua adalah Behaviorisme yang biasa juga disebut S-R Stimulus-Respons. Teori belajar yang keempat adalah teori apersepsi. lingkungan manusia. Perkembangan anak menyangkut nyata yang dapat dilihat. Sama dengan kedua teori sebelumnya bahwa anak mempunyai sejumlah potensi atau kemampuan. Agar anak dapat berkembang dan mengaktualisasikan segala potensi yang dimilikinya pendidik atau guru perlu menciptakan situasi yang permisif yang jelas. dan massa apersepsi ini digunakan untuk mempelajari atau menguasai pengetahuan selanjutnya. tetapi juga memiliki kemauan dan kemampuan untuk belajar dan berkembang sendiri. religi yang membentuknya. apakah lingkungan keluarga. disebut juga Herbartisme.

Ada tiga hukum belajar yang sangat terkenal dari Thorndike. Tokoh utama teori ini adalah Watson. dan bintang mahaputra. serta lencana sampai dengan parasamya. mungkin juga hadiah. bonus. Di samping reinforcement positif seperti itu dikenal pula . siang. adipura. 1980. Belajar adalah upaya untuk membentuk hubungan stimulus respons sebanyakbanyaknya. kalpataru.L. terdiri atas rentetan hubungan stimulus respons. yaitu Law of readness. dan makan malam. pujian. hubungan stimulus dan respons akan terjadi apabila ada akibat yang menyenangkan. Menurut hukum kesiapan. demikian juga dengan waktu makan pagi. medali. hukum latihan atau pengulangan. Tokoh utama teori ini adalah Edward L. Teori ketiga adalah reinforcement dengan tokoh utamanya C. Teori ini berkembang dari teori psikologi. kondisi diberikan pada stimulus. insentif. Kalau pada teori conditioning. Demikian halnya dengan belajar.merupakan stimulus yang mengakibatkan terespons memetik bunga tersebut. law of exercise or repetition dan law of effect (Bigge dan Thurst. piagam penghargaan. 273). hlm. Thorndike. Angka tinggi. hubungan antara stimulus dan respons akan terbentuk atau mudah terbentuk apabila telah ada kesiapan pada sistem syaraf individu. merupakan perkembangan lebih lanjut dari teori S-R Bond dan conditioning. piala. Menurut hukum akibat (law of effect). supaya pada kegiatan belajarnya akan Iebih giat dan sungguh-sungguh. Hull. Di dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali contoh reinforcement kita temukan seperti pemberian pujian. demikian terjadi setiap hari dan setiap saat pertukaran jam pelajaran. Selanjutnya. hubungan antara stimulus dan respons akan terbentuk apabila sering dilatih atau diulang -ulang. Karena anak belajar sungguh-sungguh (stimulus) selain is menguasai apa yang dipelajarinya (respons) maka guru memberi angka tinggi. reinforcement. Belajar atau pembentukan hubungan antara stimulus dan respons perlu dibantu dengan kondisi tertentu. hadiah. terkenal dengan percobaan conditioning pada anjing. pujian dan hadiah merupakan reinforcement. Teori kedua dari rumpun behaviorisme adalah conditioning atau stimulusresponce with conditioning. Bunyi bel menjadi kondisi bagi anak sebagai tanda memulai pelajaran di sekolah. Sebelum anakanak masuk kelas dibunyikan bel. maka pada reinforcement kondisi diberikan pada respons.

ancaman. penundaan kenaikan pangkat. Dalam lapangan ini selalu ada tujuan yang ingin dicapai. Pemahaman yang bermutu tinggi (tingkat tinggi) adalah pemahaman yang telah teruji. ataupun ide dalam berbagai situasi. 1980. diarahkan kepada pembentukan hubungan dengan lingkungan. riksploratif. Perbuatan individu selalu terarah kepada pencapaian sesuatu tujuan. Individu selalu berada dalam suatu lapangan psikologis yang oleh Lewin disebut life space.reinforcement negatif untuk mencegah atau menghilangkan suatu perbuatan yang kurang baik atau tidak disetujui masyarakat. teguran. hlm. litikuman. Teori belajar pertama dari rumpun ini adalah teori insight. fakta. dan sebagainya. Rumpun ketiga adalah Cognitive Gestalt Field. insight is the sensed way through or solution of a problematic situation. oleh karena itu sering dikatakan . 293).. Teori belajar Goal Insight berkembang dari psikologi configurationlism. To state it differently.ipabila individu menemukan cara baru dalam menggunakan unsur-unsur . proses. (Bigge dan Hunt. mampu memecahkan berbagai masalah. Pemahaman tingkat tinggi memungkinkan seseorang bertindak inteligen.. dengan tokoh utamanya Kurt Lewin. Menurut mereka belajar adalah proses mengembangkan insight atau pemahaman baru atau mengubah pemahaman lama. dan kreatif. imajinatif. Teori belajar cognitive field bersumber pada psikologi lapangan (field psikology). Belajar merupakan usaha untuk mengembangkan pemahaman tingkat tinggi. We might say that an insight is a kind of intelligent feel we get about a situation that permits us to continue to strive actively to serve our purposes. yang berisi kecakapan menggunakan suatu objek. Contoh reinforcement negatif adalah: peringatan. individu selalu berinteraksi dengan lingkungan. Perbuatan individu selalu bertujuan. Gestalt Field melihat bahwa belajar itu merupakan perbuatan yang bertujuan.1ri atau perasaan tentan g pola-pola atau hubungan. pemotongan gaji. Aliran ini bersumber dari Psikologi Gestalt Held. Pemahaman terjadi . sanksi. berwawasan luas. Pemahaman atau insight merupakan citra 11. Menurut mereka. termasuk struktur tubuhnya sendiri.1ng ada dalam lingkungan. ada motif yang ilit‡iidorong pencapaian tujuan dan ada hambatan-hambatan yang harus diatasi..

peranali teknologi dalam belajar serta berbagai upaya guru untuk meningkatkol. Pada bagian berikutnya dijelaskan struktur dan transfer dalam belajar clan perkembangan. Understanding School Learning. New York: Harper & Row Pub. Micahel J. guru harus mengerti akan dirinya dan orang lain. C. Apabila ia telah berhasil mencapai sesuatu tujuan maka timbul tujuan lain yang ingin dicapai dan berada dalam life space baru. di dalam lapangan psikologisnya masing-masing. bagaimana ia menggunakan pengetahuan dan pengenalannya serta berbuat terhadap lingkungannya. dijelaskan pengajaran berprogram. relevansi apa yang dipelajari dengan kebutuhaii siswa. macam -macam belajar dan peranan siswa dalam belajar. Tingkah laku seseorang pada suatu saat merupakan fungsi dari semua faktor yang ada yang saling bergantung pada yang lain. Pada bagian pertama buku ini diuraikan tentang konsep dan kebutuhan untuk memahami proses belajar. Buku Acuan Have. Lapangan psikologis terbentuk oleh interelasi yang simultan dari orang-orang dan lingkungan psikologisnya di dalam suatu situasi. Aspek ini dalam teori belajar cognitive field berkenaan dengan bagaimana individu memahami dirinya dan lingkungannya. Setiap orang berusaha mencapai tingkat perkembangan dan pemahaman yang terbaik. Buku ini menguraikan dasar-dasar pemahaman tentang belajar dan bagaimana memperbaiki proses belajar. cara bertanya dan menjawab serta cara-cara meningkatkan ingatan Pada bagian akhir buku ini.A. Dalam membimbing proses belajar. (1972).perbuatan individu adalah purposive. Bagi penganut cognitive field. hasil belajar. . sebab dirinya dan orang lain serta lingkungannya merupakan suatu kesatuan. Istilah congnitive berasal dari bahasa Latin "cognoscre" yang berarti 'mengetahui (to know)'. belajar merupakan suatu proses interaksi. dalam proses interaksi tersebut ia mendapatkan pemahaman baru atau menemukan struktur kognitif lama. fungsi inteligensi dan bahasa dalam perkembangan belajal Selanjutnya diuraikan pula hal-hal yang harus diperhatikan dalam belajar seperti motivasi belajar.

tools.vrkembang menjadi tools. Pada bagian pertama hiiku ini diuraikan teori belajar dan perkembangan konsep. Pendekatan ini menolak pandangan pendidikan bahwa anak pasif dan statis. Problem dalam pengetahuan inanusia selalu ingin tahu. ada heberapa komponen dari suatu teori yaitu: play. analisis pengajaran. sosiologi. . Toys merupakan bagian dari kebudayaan µang tetap berada pada taraf play. Buku ini berusaha untuk menyatukan ketiganya. dan psikologi. analisis prilaku. Bom Curious.Hodgkin. New York: Academic Press. R. Play berkembang menjadi skill dan toys I. New Perspectives in Educational Psychology.etiadaan daripada keberadaan. dan simbol. (1980). skill. proses kegiatan mental dalam belajar konsep. serta bagaimana menyusun suatu model pengajaran yang disesuaikan dengan livrkembangan dan perbedaan individual siswa.A. serta motivasi dalam perkembangan belajar konsep. Menurut penulis. Pada bagian akhir diuraikan cara-cara pelaksanaan dan pengelolaannya. transfer thin perluasan konsep. (1976). London: John Wiley & Sons. Play merupakan fenomena kehidupan yang sering ditafsirkan sebagai 1. melalui penggunaan simbol yang konkret dapat iliabstraksi. lingian selanjutnya menguraikan penyusunan model pengajaran yang atas perbedaan individual. enactive. tetapi teori bersifat statis. iconic. Learning and Teaching Concept. toys. Klausmeyer . yaitu: interpersonal. Herbert J. New York. Yang dibahas dalam tulisan ini adalah suatu pendekatan dari exploration theory. yang bertolak dari pandangan bahwa siswa atau anak adalah aktif dan suka bertanya. Buku ini membahas teori belajar dan perkembangan kognitif. penyusunan pengajaran dan tes. Tiga hal tersebut harus disatukan dan kombinasikan menjadi satu. Teori pendidikan menurut pengarang tersumbat dalam tiga disiplin ilmu: filsafat. meliputi iiuktur kognitif. yang meliputi analisis isi. a Strategy for Testing Applications of Theory. dan semiotic. Ada 4 model yang dapat melancarkan kegiatan belajar.

Generasi muda perlu mengenal dan memahami apa yang ada dalam masyarakat. memiliki kecakapan untuk dapat berpartisipasi dalam masyarakat. maupun proses pendidikan harus disesuaikan dengan kondisi. Karena tujuan pendidikan mengandung nilai. maka isi pendidikan harus memuat nilai. kekayaan. A.BAB 4 LANDASAN SOSIAL-BUDAYA. tetapi memberikan bekal pengetahuan. Anak-anak berasal dari masyarakat. Dengan pendidikan. menjadi landasan dan sekaligus acuan bagi pendidikan. tujuan. Sebagai suatu rancangan. kita tidak mengharapkan muncul manusiamanusia yang lain dan asing terhadap masyarakatnya. pendidikan diarahkan pada kehidupan dalam masyarakat. dan perkembangan masyarakat tersebut. mendapatkan pendidikan baik formal maupun informal dalam lingkungan masyarakat. Hal itu disebabkan karena pendidikan diarahkan pada pengembangan pribadi anak agar sesuai dengan nilai nilai yang ada dan diharapkan masyarakat. bekerja dan mencapai perkembangan lebih lanjut di masyarakat. keterampilan serta nilai-nilai untuk hidup. Kehidupan masyarakat. isi. baik sebagai warga maupun sebagai . PERKEMBANGAN ILMU DAN TEKNOLOGI DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM Kurikulum dapat dipandang sebagai suatu rancangan pendidikan. mengerti. karakteristik. tetapi rnenyiapkan anak untuk kehidupan dalam masyarakat. Pendidikan dan Masyarakat Ada tiga sifat penting pendidikan. pendidikan mengandung nilai dan memberikan pertimbangan nilai. Oleh karena itu. dengan segala karakteristik dan kekayaan budayanya. Pendidikan bukan hanya untuk pendidikan. Kita ketahui bahwa pendidikan mempersiapkan generasi muda untuk terjun ke lingkungan masyarakat. Pendidikan bukan hanya untuk pendidikan. tetapi manusia yang lebih bermutu. Pertama. dan diarahkan bagi kehidupan dalam masyarakat pula. Kedua. Proses pendidikannya juga harus bersifat membina dan mengembangkan nilai. dan mampu membangun masyarakatnya. kurikulum menentukan pelaksanaan dan hasil pendidikan.

dan lain-lain. berbuat dan hidup dengan baik dalam berbagai situasi dan lingkungan masyarakat. serta antara lembaga dan lembaga. karena pendidikan sangat melekat dengan kehidupan masyarakat. Setiap lingkungan masyarakat masing-masing memiliki sistem sosialbudaya yang berbeda. Kehidupan masyarakat berpengaruh terhadap proses pendidikan. Pelaksanaan pendidikan m embutuhkan dukungan dari lingkungan masyarakat. Sistem sosial-budaya di daerah perkotaan berbeda dengan di pedesaan. Nilai-nilai tersebut bersumber dari agama. pelaksanaan pendidikan dipengaruhi dan didukung oleh lingkungan masyarakat tempat pendidikan itu berlangsung. Tuntutan individual merupakan harapan orang dewasa agar generasi muda dapat mengembangkan pribadinya sendiri. lingkungan alam. hukum. Tatanan nilai merupakan seperangkat ketentuan. moral yang mengatur cara berkehidupan dan berperilaku para warga masyarakat. Tuntutan sosial adalah harapan orang dewasa agar anak mampu bertingkah laku. keamanan. politik. di pusat perindustrian berbeda dengan di daerah pertanian. Sistem sosial-budaya ini mengatur pola kehidupan dan pola hubungan antar-anggota masyarakat. tetapi pelaksanaan pendidikan bersifat lokal. Ketiga. Hal itu merefleksikan konsep adanya tuntutan individual (pribadi) dan sosial dari orang dewasa kepada generasi muda. disesuaikan dengan situasi dan kondisi masyarakat setempat. personalia. kehidupan politik. di daerah pesisir berbeda dengan di pegunungan. Tujuan umum pendidikan sering dirumuskan untuk menyiapkan generasi muda menjadi orang dewasa anggota masyarakat yang mandiri dan produktif. mengembangkan segala potensi dan kemampuan yang dimilikinya. Konsep pendidikan bersifat universal. karena masyarakatnya berkembang. peraturan. . penyediaan fasilitas. Pendidikan dalam suatu lingkungan masyarakat tertentu berbeda dengan lingkungan masyarakat lain. serta sarana dan prasarana yang ada. karena adanya perbedaan sistem sosialbudaya. Sistem sosial-budaya pada suatu daerah juga berbeda dari suatu periode waktu dengan waktu yang lainnya. antara anggota dan lembaga. Salah satu aspek yang cukup penting dalam sistem sosial-budaya adalah tatanan nilai-nilai. sistem sosial budaya.karyawan. budaya. Proses pendidikan merupakan bagian dari proses kehidupan masyarakat.

Demikian juga masyarakat di daerah kepulauan berbeda dengan di daerah daratan. melalui pendidikan manusia mengenal peradaban masa lalu. kemasyarakatan. Pendidikan merupakan bagian dari kebudayaan. Status dan peranan manusia dalam kelompok. dan lain-lain. pendidikan merupakan suatu proses kebudayaan. menentukan jenis interaksi dan tingkat partisipasinya dalam proses pembudayaan. Perbedaan ataupun konflik nilai tersebut dilatarbelakangi oleh perbedaan tatanan yang berakar pada perbedaan pola-pola kebudayaan Menurut Tylor (1871). Konflik nilai bisa juga diakibatkan adanya perbedaan sudut pandang karena adanya variasi sumber-sumber nilai tersebut. Proses pembudayaan tidak dapat berlangsung secara sendirian. di daerah gurun pasir berbeda dengan di daerah padang rumput atau rawa.maupun dari segi-segi kehidupan lainnya. melainkan harus dalam interaksi dengan orang lain. sehingga tidak jarang menimbulkan perbedaan bahkan konflik nilai. cara bermasyarakat. Setiap generasi manusia menempatkan dirinya dalam urutan sejarah kebudayaan. serta kemampuan dan kebiasaan yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat. Sejalan dengan perkembangan masyarakat maka nilai-nilai yang ada dalam masyarakat juga selalu berkembang. jenis kelamin. dan mungkin pada suatu saat perkembangan begitu drastis. Kondisi alam dan geografis mempengaruhi cara hidup. cara berpikir. turut serta dalam peradaban masa sekarang dan membuat peradaban masa yang akan datang. Lingkungan alam dan keadaan geografis mempengaruhi perilaku dan pola hidup para anggota masyarakat. yang meliputi pengetahuan. cara bekerja. Dalam arti yang lebih mendasar. kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks. Masyarakat yang hidup di daerah tropis berbeda pola hidupnya dengan di daerah subtropis atau daerah dingin. Masalah tempat menyangkut lingkungan alam dan keadaan geografis. Kehidupan masyarakat tidak dapat terlepas dari tempat masyarakat itu berada. cara mempertahankan diri. moral. adat-istiadat. sekolah. kesenian. Menurut Israel Scheffler (1958). pekerjaan. interaksi dengan lingkungan. hukum. apakah kelompok usia. . dan lain-lain. kepercayaan.

sosial-budaya. Dalam kondisi masyarakat demikian. pertentangan atau konflik antarsektor sosial-budaya adakalanya juga terjadi. Di samping pembauran. Pertemuan antarsuku bangsa. politik. lancar. mobilitas manusia dan barang sangat tinggi. masyarakat informasi dan global. bangsa. Perkembangan Masyarakat Salah satu ciri dari masyarakat adalah selalu berkembang. antarbangsa. penelitian. . yang sangat berharga baik bagi kepentingan bisnis. dan antarras dengan berbagai kebudayaan. Sistem dan fasilitas yang tersedia akan mempengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat. nilai-nilai. dan akurat memudahkan perolehan informasi. pengetahuan. ideologi. minat. tradisi. B. dan lain-lain malah terjadi pembauran suku. Mobilitas yang tinggi mempercepat pertemuan antarsuku dan antarbangsa. perubahan-perubahan terjadi dengan cepat. terutama teknologi industri transportasi. komunikasi cepat. aspirasi. komunikasi. pemerintahan. teknologi. masyarakat kita dewasa ini berkembang sangat cepat menuju masyarakat terbuka. ekonomi. kebiasaan bahkan pola-pola hidup mereka. nilainilai etik dan estetik. mempengaruhi pengetahuan. semangat. Perubahan yang cepat hampir terjadi dalam semua aspek kehidupan. Maka it'rjadilah proses pembauran budaya. dan segi-segi kehidupan yang lainnya. atau ras. sikap. Melalui proses alkulturalisasi. maupun hobi. akan memiliki sistem dan fasilitas yang lebih mapan dibandingkan dengan masyarakat yang kemajuannya rendah. meningkatkan pemerataan pembangunan. Komunikasi sangat cepat. lancar. membuka daerah-daerah yang terisolasi. ekonomi. Perubahanperubahan masyarakat ini akan mempengaruhi perkembangan setiap individu warga masyarakat. Mungkin pada masyarakat tertentu perkembangannya sangat cepat. kemampuan masyarakat makin sering terjadi. rekreasi. telekomunikasi dan elektronika. sosial-budaya. dan akurat.Kehidupan masyarakat juga dipengaruhi oleh tingkat kemajuan yang telah dicapainya. tetapi pada masyarakat lainnya agak lambat bahkan lambat sekali. Masyarakat yang telah mencapai tingkat kemajuan yang tinggi dalam segi ilmu. pertentangan atau konflik-konflik ini berangsurangsur berkurang. kecakapan. Karena adanya pengaruh dari perkembangan teknologi.

1. strategi. Hal itu mengakibatkan adanya keragaman tugas dan pekerjaan. dan sebagainya. Penggunaan peralatan berteknologi tinggi tidak menuntut banyak orang. Masyarakat secara berangsur-angsur. terutama di perkotaan sering terjadi loncatan. bisa bekerja sepanjang masa. Oleh karena itu. Penerapan teknologi di bidang industri relatif lebih maju dibandingkan di bidang pertanian.nalisme dalam setiap spesialisasi tersebut. atau dingin). Tugas-tugas dalam suatu spesialisasi sering tidak dipahami oleh spesialisasi lain. Perubahan ini bukan saja karena adanya peralatan baru atau jenis pekerjaan yang baru. kebijakan baru yang melahirkan produk dan layanan baru selalu muncul. cara kerja yang teratur. Pola padat karya yang dikerjakan secara gotong royong dalam kehidupan agraris telah beralih pada padat teknologi yang dikerjakan secara profesional. Perubahan pola pekerjaan Karena pengaruh perkembangan teknologi maka terjadi perubahan yang cukup drastis dalam pola pekerjaan. berubah dari kehidupan yang berpola agraris ke pola kehidupan industri. diganti dengan kerja sama sesuai dengan alur kerja. Dalam pola kehidupan masyarakat industri. rasa kerja sama yang tinggi. Sifat kompetitif. hidup santai telah ditinggalkan. sifat-sifat yang dimiliki masyarakatnya jauh berbeda. menghadapi mesin dan peralatan lain yang berbeda. yang menuntut konsentrasi perhatian dan kegiatan. Oleh karena itu. hidup yang lebih santai. Diversifikasi pekerjaan dan tugas-tugas dalam satu pekerjaan melahirkan spesialisasi yang menuntut profesio. sifat gotong royong mulai menipis. tetapi karena dunia industri berorientasi pada pasar. malah bisa bekerja siang dan malam. panas. Dalam pola kehidupan industri perubahan sangat cepat terjadi. Dengan demikian. diganti dengan pola kerja keras mengejar target meningkatkan produksi. perubahan yang lamban. taktik. tetapi sedikit orang dengan kemampuan tinggi. Pola kehidupan agraris memiliki kesamaan. Bekerja di bidang industri tidak lagi bergantung pada musim (hujan atau kemarau. lebih mewarnai kehidupan dalam masyarakat industri. baik dengan sesama karyawan maupun dengan waktu atau prestasi sebelumnya. dan menuntut profesionalisme yang lebih tinggi pula. Dalam bekerja di sektor industri telah ada pembagian tugas masingmasing. .

menyelesaikan tugas-tugas pekerjaan dan tugas-tugas keluarga. pendidikan anak terbengkalai. baik bagi kehidupan sosial-pribadi para wanita. Di samping sejumlah kebaikan dari para wanita yang bekerja. Sampai batas tertentu masih tetap harus melayani suami. Kehadiran wanita dalam lingkungan kerja juga dapat menimbulkan suasana lain dibandingkan apabila semua karyawannya pria. potensi-potensi yang dimilikinya dapat diwujudkan dan disalurkan. mengurus anak dan keluarga seperti pada pola kehidupan lama.2. bekerja hampir pada seluruh sektor pekerjaan. Masalah pertama berkenaan dengan kehidupan sosial-pribadi wanita. Masalah kedua berkenaan dengan kehidupan keluarga. sehingga kesejahteraan ekonomi keluarga menjadi lebih baik. Dengan bekerja di luar rumah. sebagai akibat ernansipasi yang membuka kesempatan kepada kaum wanita untuk memperoleh pendidikan. Wanita memiliki peluang yang sama dengan pria. dan perhatian dalam pekerjaan atau karier. sejumlah masalah dan kesulitan juga muncul. Diperkuat dengan perubahan pandangan tentang kedudukan wanita. dan mengatur rumah tangga. maupun dalam situasi kerja. Wanita betapapun tinggi tingkat pendidikan dan jabatan yang dipegangnya. dan berkreasi dibandingkan apabila hanya bekerja di rumah tangga. tenaga. bahkan kedua. bagaimanapun akan menelantarkan pelaksanaan tugas-tugasnya dalam rumah tangga. wanita tidak lagi hanya bekerja di rumah. Wanita yang bekerja juga dapat menambah penghasilan keluarga. dan mungkin terjadi . Hal itu bisa mengakibatkan keluarga tidak harmonis. sebagai istri dan ibu. Perubahan peranan wanita Dewasa ini jumlah wanita yang berpendidikan relatif seimbang dengan dengan pria. Memang banyak pekerjaan-pekerjaan tertentu yang lebih berhasil bila dikerjakan oleh wanita. Keadaan ini membawa beberapa implikasi.duanya. kehidupan keluarga. Tugas yang banyak menyita waktu. Wawasan dan pengetahuan mereka menjadi lebih luas. Wanita yang bekerja apabila telah menikah mempunyai tugas ganda. wanita lebih bebas bergerak. kesejahteraan rumah tangga terabaikan. mendidik anak. berkarya. tidak bisa dilepaskan dari kodratnya sebagai wanita. membutuhkan pemikiran dan tenaga yang dengan sedikit ketidakmampuan membagi tugas dapat membengkalaikan salah satu tugas. Penyelesaian kedua tugas tersebut bukan masalah ringan.

bisa saja terjadi hal-hal yang tidak diharapkan. Situasi ini dapat menimbulkan konflik berkepanjangan. Anak-anak yang belum bersekolah tinggal di rumah bersama pembantu. bahkan beberapa minggu tidak pulang. Masalah ketiga berkenaan dengan situasi pekerjaan. Situasi demikian menuntut sikap. Kalau karyawati itu belum berkeluarga atau melepaskan din i dari tugas-tugas rumah tangga. Hal seperti itu mungkin hanya dialami oleh para bapak/suami.1tau lebih parah sebagai tempat bertengkar. Pola kerja masyarakat modern (industri) menuntut waktu kerja yang tidak teratur. bahkan oleh kedua-duanya. Dalam masyarakat modern.00. maupun unit kerja. Rumah hanya berfungsi sebagai tempat parkir . baik bagi wanita yang bersangkutan. anak juga mempunyai masalah sendiri.00 sampai pukul 14. pemikiran. apalagi bila latar belakang pendidikan dan kemampuan terasa sama. atau pecah secara lungsi tidak bercerai tetapi masing-masing pihak tidak melaksanakan lungsi yang semestinya. Mereka lebih banyak . Dalam keluarga. Walaupun ketentuan sampai pukul 16. Bekerja bukan lagi dari Senin sampai Jumat dan pulang tiap hari. mulai dari pelecehan sampai dengan skandal.00. Perpecahan keluarga ada dua macam. Pekerjaan atau karier bukan tempat beristirahat. Perubahan kehidupan keluarga Perkembangan kehidupan keluarga sejalan dengan perkembangan masyarakat. tidak semua pria menerima kedudukan di bawah wanita. pecah secara struktur yaitu cerai antara suami dan istri. Bila tidak maka hambatan karier yang akan terjadi. mungkin tuntutan pekerjaan tersebut dapat dipenuhi secara optimal. 3. penampilan. berkreasi. kenyataannya jam kerja kadang-kadang sampai pukul 22. orang tidak lagi bekerja dari pukul 7. Hal ini tentu menimbulkan masalah. melainkan dari Senin sampai Minggu dan pulang seminggu sekali. dan unjuk kerja yang optimal.00 bahkan lebih. berprestasi. tetapi mungkin juga dialami oleh para ibu/istri. melebihi waktu biasa. tetapi tempat berkarya. keluarga.perpecahan keluarga (brooken home). Bagaimanapun dalam situasi kerja akan terjadi konkurensi. dan berkompetisi. Dalam lingkungan kerja yang ada wanita dan pria. Masalah tersebut akan bertambah lagi apabila terjadi situasi-situasi yang tidak sehat atau menyimpang.

seperti Thales. berbagai masalah keluarga bisa timbul. Aristarhus yang hidup sebelum Masehi. Qodir. tetapi sebagian besar digunakan di rumah atau di luar rumah dengan teman-temannya. Bapak tidak lagi melaksanakan tugas sebagai kepala keluarga. Hubungan harmonis antara suami dan istri. Di samping memperoleh nilai lebih dari pola kerja pada masyarakat modern. Demokritos. demikian juga ibu dan anak. semua kebutuhan hidup terpenuhi. Anak yang bersekolah sebagian waktunya digunakan di sekolah. Perkembangan Ilmu Pengetahuan Sejak abad pertengahan ilmu pengetahuan berkembang dengan pesat. Penghasilan tinggi akan meningkatkan kemampuan ekonomi dan kesejahteraan keluarga.hidup dan bergaul dengan pembantu daripada dengan orang tuanya. bahkan bisa menabung dan berlibur ke luar kota secara berkala. komunikasi pedagogis antara orang tua dan anak bisa sangat terbatas. . Kesibukan di luar batas kewajaran bisa mengorbankan pelaksanaan fungsi-fungsi keluarga. Aristoteles. seperti dikemukakan Briffault dalam Making of Humanity (dalam C. 1995 : 2). bahkan mungkin hilang. Phythagoras. bisa terjadi rumah hanya berfungsi sebagai tempat parkin Dalam situasi demikian. Fasilitas keluarga lebih lengkap dan lebih baik. Plato. Kesempatan anak remaja di rumah lebih sedikit. Masa setelah abad pertengahan sering disebut zaman modern. penghasilan mereka jauh lebih banyak. Archimides. Perkembangan ilmu pengetahuan modern tidak dapat dilepaskan dari peranan ilmuwan Muslim. Socrates. sampai kepada A1-Khawarizmi yang hidup pada abad ke-9. Apalagi bila suami dan istri bekerja.A. beberapa masalah juga dihadapi dalam kehidupan keluarga. Leucipos. umumnya berada di luar rumah untuk menyelesaikan tugas sekolah atau bergaul dengan teman. C.\ Banyaknya waktu yang digunakan untuk bekerja akan seimbang dengan penghasilan yang diperoleh. Perkembangan ilmu pengetahuan pada masa ini banyak didasari oleh penemuan dan basil pemikiran para filsuf purba. Karena sangat sibuknya setiap anggota keluarga. Euclid. Kesibukan kerja/karier dalam batas-batas wajar memungkinkan anggota keluarga melaksanakan tugasnya dengan baik.

Dalam bidang kedokteran. Pada abad ke-20. Teleskop ditemukan oleh Ibn Yunus jauh sebelum Galileo. Ilmu pengetahuan alam dikembangkan oleh Al-Beruni. pengembangan ilmu pengetahuan didominasi oleh ilmuwan muslim. Jabin Ibn Hayan. A1Khawarizmi dan Omar Khayyam (Aljabar). didirikan oleh Al-Tusi tahun 1259. mengembangkan lebih jauh prinsip heliocentrisme. terutama ilmu pengetahuan murni yang begitu pesat. Ilmu pengetahuan modern merupakan sumbangan paling penting bagi peradaban Islam.Orang Yunani mengadakan sistematisasi. Copernicus 1473-1543 M. Al-Bagdadi adalah ahli botani terkenal. Semua planet dan bumi berputar mengelilingi . Salah satu pusat penelitian astronomi terkenal. Berikut ini adalah beberapa perkembangan besar ilmu pengetahuan pada zaman mi. Ibn Sina dan Al-Rani adalah dua tokoh yang sangat terkenal. yang diperkenalkan ke Eropa oleh orang Arab . perkembangan yang sangat pesat terjadi pada ilmu pengetahuan terapan dan teknologi. Selama beberapa abad. nama Al-Baydawi tidak dapat dilupakan. Sejak awal abad ke-14 sampai dengan akhir abad ke-19 terdapat perkembangan ilmu pengetahuan. namun ketekunan melakukan pengamatan dan penyelidikan eksperimental yang saksama dan lama bukanlah watak mereka « apa yang kita sebut ilmu pengetahuan muncul sebagai akibat metode eksperimen baru. generalisasi. dan menyusun teori. Dalam bidang geografi dikenal nama Al-Kindi sampai dengan Musa Al-Khawarizmi dan Al-Beruni sebagai penemu geodesi. sampai dengan abad ke-13. Setelah perang antara negara-negara Islam dengan negara-negara Eropa. Imam Jaffar dan Al-Razi adalah para ilmuwan pengembang pertama ilmu Kimia. Bidang astronomi juga banyak dikembangan ilmuwan muslim di berbagai negara.. Dalam ilmu kimia.. Observatorium Maragah. Ibn Bajjah.. Dalam bidang anatomi. seorang ahli astronomi. Mulai akhir abad ke-13 ada kemunduran dalam mengembangkan ilmu pengetahuan di negara-negara Islam. AlKindi. terjadi pergeseran perkembangan ilmu pengetahuan dari Timur Tengah ke Eropa. Perang antara negara Arab dan Eropa pada awal abad ke-14 banyak menimbulkan percampuran dan pertukaran kebudayaan dan ilmu pengetahuan antara Barat dan Timur. Dalam matematika dikenal Jamshid Al-Kashmi (ahli matematika).

dan fisika. .ngamati jalannya bintang-bin tang menggunakan teropong yang besar. serta tata bulan planet Jupiter. kini terkenal dengan perhitungan diferensial integral (kalkulus). Tycho Brache dalam me.besar. dan bintangbintang berputar mengelilingi manusia sebagai tanda kasih Tuhan. Fermat (1601-1665) dan Pascal (16234662) adalah ahli matematika dan fisika. Galileo juga mendalami fisika. Selain ahli astronomi. Ia juga berhasil membuat teropong bintang yang lebih sempurna. Fermat mengembangkan teori Aljabar mengenai bilangan-bilangan. Homocentrisme merupakan padangan yang me.matahari.nganggap bahwa matahari. serta teori cahaya atau optika. Sumbangan terbesarnya adalah teori gravitasi. la juga membangun observatorium yang dilengkapi alat. teori lintasan tersebut menjadi bagian ilmu peperangan. yang mendasari ilmu kimia. Galileo juga banyak mengadakan pengamatan langsung. Tycho Brache (1546-1601). Mereka banyak dipengaruhi gagasan Copernicus dan melanjutkan gagasan itu. perhitungan kalkulus (diferensial integral). ahli matematika. ia melakukan percobaan dengan cara kuantitatif. Dari dua sarjana tersebut banyak temuan baru tentang orbit planet. Teori Copernicus ini mendapatkan banyak tantangan dari golongan gereja. Teori Copernicus ini bukan hanya menyangkal teori geocentrisme. Newton (1643-1727) adalah seorang pujangga besar. Percobaan-percobaan Lavoisier mendasari perkembangan kimia analitik dan kimia organik. astronomi. Lavoisier (1743-1794) adalah ahli fisika. Newton banyak menyumbangkan ilmunya bagi perkembangan ilmu pengetahuan yang hingga sekarang banyak digunakan. serta pendukung lainnya. perpustakaan. dan Galileo (1546-1642) adalah para ahli astronomi. Fermat dan Pascal mengembangkan dasar-dasar statistika (teori kemungkinan). Johannes Keppler (1571-1630). Semua itu disediakan untuk manusia. Usaha Tycho Brache itu diteruskan oleh Keppler. Ia banyak mempelajari tentang pergerakan. bulan. juga membalikkan prinsip hornocentrisme dari ajaran agama. hukum pergerakan. Galileo menemukan planet. Lavoisier berbeda dengan para ahli lainnya. Dengan demikian. Temuannya tentang lintasan lengkung diterapkan dalam menentukan lintasan peluru.

Teknologi ialah cara melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan bantuan alat dan akal (hardware dan software) sehingga seakan akan memperpanjang. melainkan juga diharapkan dapai mem herikan sumbangan kepada bidang-bidang kehidupan atau ilmu yang lainnya. dan otak manusia. Henry Becquerel (1852-1908). teknologi sudah ada atau manusia sudah menggunakan teknologi. kita sering mendengar pernyataan bahwa ilmu bukan hanya untuk ilmu. Mengapa manusia menggunakan teknologi. apakah menghasilkan suatu teori/ hukum baru atau menggugurkan teori/hukum yang ada. Iskandar Alisyahbana (1980. how we do things is technology. Pernyataan tersebut dapat diartikan bahwa pengembangan suatu ilmu pengetahuan tidak hanya ditujukan kepada perkembangan ilmu pengetahuan itu sendiri. Sebenarnya sejak dahulu. yaitu ilmu fisika nuklir. yang menggugurkan teori atom sebagai bagian terkecil yang tak dapat dibagi lagi. seperti dinyatakan Kast dan Rosenweig (1962. D. Einstein (1905-1911) menemukan teori kenisbian.. teori relativitas. Perkembangan Teknologi Dari para ahli. atau membuat lebih ampuh anggota tubuh. elektron. pancaindera. Curie (1859-1906). Thomson menemukan elektron. Perkembangan selanjutnya menghasilkan teoriteori baru dalam kenisbian. dan Thomson 1897 menemukan radium. dan energi.Perkembangan ilmu pengetahuan terus berlangsung. Kalau manusia zaman dulu memecahkan kemiri dengan batu atau memetik buah dengan galah. 1) merumuskan lebih jelas dan lengkap tentang teknologi. logam yang dapat berubah menjadi logam lain.. hlm. sesungguhnya mereka sudah menggunakan teknologi yaitu teknologi sederhana. . hlm. 11) Technology is the art of utilizing scientific knowledge. Sumbangan yang berupa penggunaan atau penerapan suatu bidang ilmu pengetahuan terhadap bidangbidang lain disebut teknologi. Dalton (1766-1844) menemukan dasar ilmu kimia yang ditekankan pada teori atom. Dengan penemuanpenemuan tersebut berkembanglah ilmu baru dalam bidang kimia-fisika. memperkuat. sedangkan menurut Charles Susskind (1973: 1) .

Karena manusia hidup menetap. Teknologi penting lain yang ditemukan selanjutnya adalah teknologi pertanian. kemudian berkembang tambah banyak. bisa menghangatkan badan. dan lain-lain. besi. Teknologi budidaya ini mampu mengubah pola hidup berpindah-pindah menjadi menetap. maka terbentuklah masyarakat dengan berbagai aturan dan sistem kehidupan sosial. mengurangi polusi. Dengan teknologi ini. teknologi pembuangan asap. Penemuan-penemuan di bidang ilmu pengetahuan mempercepat pertumbuhan teknologi industri. lebih aman. perak. dan yang paling penting dan banyak mendasari pengembangan teknologi lebih lanjut adalah teknologi logam. Perkembangan yang begitu cepat pada beberapa dekade terakhir adalah perkembangan teknologi transportasi. mereka berkumpul.karena manusia berakal. bijih timah. Mulanya teknologi ini berkembang secara individual dalam lingkungan kecil dan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan sendiri. pengembangan suatu teknologi sering berdampak negatif. karena itu perlu Iemuan teknologi lain untuk mengatasinya. Perkembangan teknologi lain yang sangat penting dan banyak membawa perkembangan pada teknologi lain adalah teknologi industri. mas. dapat diolah menjadi batangan kemudian diolah lebih lanjut menjadi berbagai alat kebutuhan manusia. serta . makanan menjadi lebih lunak. dan sebagainya. lebih lezat. Dengan teknologi api. Ilerkat api. seperti teknologi untuk mengatasi kebakaran. Ienemuan teknologi api mendasari pengembangan teknologi lain pada masa-masa berikutnya. manusia membudidayakan bermacam macam tanaman dan binatang yang sebelumnya tumbuh liar di alam bebas. kemudian berkembang menjadi kongsi ditujukan untuk memenuhi lingkungan yang makin meluas sampai bersekala ekspor. teknologi komunikasi dan informatika. Dengan teknologi ini manusia mendapatkan penerangan pada malam hari. Teknologi ini memberikan kesejahteraan kepada manusia karena hasil pertanian lebih banyak dan mudah didapat. teknologi pemadam kebakaran. lebih sejahtera. umpamanya teknologi penerangan. lembaga. dan mengolah berbagai bahan makanan. Dengan akalnya itu ia ingin hidup lebih baik. Penemuan teknologi pertama yang cukup penting adalah teknologi api. lebih mudah. dan lebih sehat. mangan.

. Uni Soviet dengan program Soyus-nya selalu berlomba dengan Amerika Serikat dalam menjelajahi angkasa luar. Berbagai jenis alat transportasi yang bermutu tinggi dengan perlengkapan mutakhir telah tersedia. laut. Amerika Serikat mengembangkan program Challenger kemudian Discovery dengan pesawat clang-aliknya walupun pernah mengalami kegagalan. bukan saja membuktikan bahwa manusia bisa ke luar dari orbit bumi. Apollo yang dimulai tahun 1964 berhasil mendaratkan para astronot di bulan. baik transportasi darat. dengan program Arian-nya yang dimotori oleh Perancis. Amerika Serikat melaksanakan program Voyager. Arian berhasil menempatkan sejumlah satelit negara-negara Eropa dan beberapa negara lain. Voyager II yang akan menyusul Voyager I akan meneruskan penerbangan ke Saturnus dan ken-Indian keluar dari tata surya kita. Eropa Barat juga tak mau kalah dalam pengembangan teknologi angkasa luar. dan merupakan awal babak baru dalam bidang angkasa luar. Voyager mengangkasa sejauh 680 juta kilometer dari bumi dan berhasil mendapatkan data gambar dan bentuk lain dari planet Yupiter. Setelah berhasil dengan Apollo.teknologi media cetak. antarkelompok. menuju planet lain. Jarak geografis tidak menjadi hambatan lagi untuk hubungan antarorang. memungkinkan orang dan barang bisa berpindah dari suatu tempat ke tempat lain dengan mudah dan cepat. Pengembangan teknologi angkasa luar ini. Peluncuran Sputnik I tahun 1958 oleh Uni Soviet (sebelum bubar . Alat transportasi yang banyak mendapat perhatian dari negara-negara maju adalah pesawat angkasa luar. Perkembangan teknologi terbesar dalam pertengahan abad ke-20 berkenaan dengan penjelajahan angkasa luar. maupun udara. Perkembangan alat transportasi bukan hanya ditujukan untuk mobilitas orang dan barang. melainkan untuk kepentingan penelitian dan penemuan-penemuan teknologi lebih lanjut. termasuk Indonesia yang berhasil mengorbitkan Palapa C2 pada tahun 1996 pada posisi yang direncanakan. dan antarbangsa. Pada tahuntahun terakhir. Gemini 19631965. tetapi juga bisa menempatkan berbagai satelit untuk memantau apa yang terjadi di bumi dan memperlancar komunikasi antardaerah di bumi. Program penerbangan angkasa luar Amerika Serikat yang dimulai dengan Mercury 1962. Perkembangan teknologi industri transportasi berkembang pesat.red) menarik banyak masyarakat dunia.

peluru kendali antarbenua. Teknologi ini berkembang sangat pesat berkat temuan-temuan di bidang eletronika. kemajuan bidang telekomunikasi pun mengalami kemajuan yang begitu pesat. born hidrogen. dan iklim. cuaca. dan internet. Kemajuan di bidang telepon. sudah dapat diketahui oleh orang-orang di bagian dunia lainnya. masalah arus laut. diadakan berbagai pengamatan dan penelitiaan tentang bumi. melainkan dengan pesawatpesawat yang berawak manusia. dieapainya luar biasa. Umpamanya pengamatan dan penelitian daerahdaerah yang mengandung minyak atau bahan-bahan mineral. Perkembangan radio dan televisi telah membuka bagian-bagian dunia yang terbelakang menjadi daerah terbuka karena arus informasi. Dengan komunikasi massa. Satelit merupakan sarana komunikasi massa. Selain kemajuan di bidang komuniksi massa. Teknologi lain yang perkembangannya sangat cepat pada beberapa dekade terakhir adalah teknologi komunikasi dan informatika. juga teknologi senjata mutakhir. Orang bisa memperoleh hampir semua informasi dari setiap negara tanpa dibatasi waktu. dewasa ini dunia disebut dunia global. yang dikombinasikan dengan kemajuan di bidang komputer. juga digunakan untuk meneliti dan membuat beberapa peralatan bagi kepentingan bumi. dan lain-lain. born nuklir. Tetapi dengan internet. kita hanya bisa memperoleh informasi yang disiarkan. internet. Perkembangan teknologi di bidang kemiliteran bukan hanya menghasilkan teknologi senjatasenjata biasa. misil. telekomunikasi. Penerbangan angkasa luar bukan hanya ditujukan untuk meneliti planet-planet luar. artinya sangat bergantung pada jam siar. Dengan kemajuan teknologi angkasa luar ini. Temuan-temuan di bidang fisika. dalam waktu beberapa menit. jam siar ini hilang.planet yang paling jauh bukan dengan renungan atau spekulasi atau peneropongan. Oleh karena itu. faksimil. menghasilkan sistem komunisikasi gaya baru. merupakan perkembangan teknologi yang banyak menimbulkan ancaman dan kekhawatiran manusia. Melalui penggunaan berbagai satelit. Apa yang terjadi di suatu daerah atau negara. sebab dengan perantaraan komunikasi massa dan komunikasi batas-batas pemisah antarnegara dan antar . dan matematika mengembangkan teknologi ruang angkasa dan kemiliteran. kimia. manusia berhasil meneliti planet.tetapi basil hasil van).

seperti keadaan aslinya di negara yang mengembangkannya. yang bermutu tinggi. dengan kemampuan cetak yang sangat cepat. telah menghasilkan barang cetakan. dan pengembangannya lebih lanjut. Habibie (1983). setiap saat orang bisa masuk.J. mempunyai keunggulan sendiri. seperti buku. tanpa permisi. software. Santoso S. sekarang ada teknologi microfilm dan microfiche untuk mengecilkannya. Hamijoyo (1975. Habibie. Penemuan alat-alat cetak modern. Melalui internet. modifikasi. Apabila cara itu ditempuh. 2) membedakan teknologi tersebut menjadi teknologi jenis hardware. penerapan. tetapi mencakup juga penyesuaian. Sesungguhnya teknologi tidak hanya menyangkut halhal material. 1. dan pola hubungan. tahan sampai ratusan tahun. ada lima prinsip yang menjadi pegangan dalam transformasi teknologi (industri): 1) perlu diselenggarakan pendidikan dan . banyak dikemukakan contoh-contoh perkembangan teknologi yang berbentuk material. kaidah. pendekatan. bahkan ke Pentagon. Transformasi teknologi Pengembangan ilmu dan teknologi tidak berarti harus mencari dan menemukan sendiri serta harus mulai dari awal. ke Gedung Putih. ke Library of Congres Amerika Serikat.daerah menjadi hilang. akan banyak waktu terbuang dan kita akan semakin jauh tertinggal. sistem kerja. kalau bahannya cukup baik.dokumentasi yang menggunakan tempat terlalu besar. Untuk dokumentasi. Dalam bahasan tentang perkembangan teknologi pada awal bagian ini. majalah. Cara yang lebih tepat dan memungkinkan untuk mengejar ketinggalan adalah dengan transformasi teknologi. Menurut B.J. dan hubungan antarorang. 1983). Transformasi teknologi merupakan suatu proses pengalihan. Teknologi media cetak. Barangbarang cetakan ini bisa didokumentasikan untuk waktu yang lama. Proses pengalihan tidak berarti mengambil dan menerapkan teknologi. konsep. dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi secara teratur (B. hlm. dan surat kabar. tetapi juga yang immaterial. walaupun jangkauan dan kecepatan sebarannya tidak seluas dan secepat komunikasi massa dan telekomunikasi.

diterapkan. disesuaikan dengan kebutuhan. sumber daya manusia. Tahap kedua. hingga saat tercapainya kemampuan bersaing secara internasional. Dalam tahap ini teknologi-teknologi yang ada dikembangkan lebih lanjut. Tahap ini penting bagi negara-negara berkembang yang menghadapi kendala keuangan. 4) bangsa yang ingin mengembangkan diri secara teknologis harus berusaha sendiri memecahkan setiap masalahnya.pelatihan di dalam dan luar negeri untuk menyiapkan para pelaku transformasi. dan dikembangkan lebih lanjut jika benar-benar diterapkan. diciptakannya teknologi untuk komponen produk-produk teknologi terbaik dalam bidang masing-masing. 3) teknologi hanya dapat dialihkan. Transformasi teknologi tidak bisa dilakukan secara serempak dan langsung pada tahap akhir. Proses ini disebut proses nilai tambah. adalah tahap pengembangan teknologi itu sendiri. 5) pada tahaptahap awal transformasi. Oleh karena itu. dan kemampuan. Teknologi produksi dan manajemen digunakan untuk mengubah bahan baku atau barang setengah jadi menjadi barang-barang yang bernilai jual lebih tinggi. Tahap pertama. banyak negara berkembang melakukan penelitian dasar melalui perjanjian kerja sama dengan negara-negara maju di bidang ilmu dan teknologi. Tahap keempat. setiap negara harus melindungi perkembangan kemampuan nasionalnya. serta sarana dan prasarana. adalah tahap pelaksanaan penelitian dasar secara besar besaran. Ada tiga tahap penting transformasi teknologi menurut B. elemen penciptaan. 2) perlu dikembangkan konsep yang jelas dan realistic tentang masyarakat yang akan dibangun serta teknologi-teknologi yang diperlukan untuk mewujudkannya. Habibie (1983). begitupun teknologi baru. kondisi. Tahap ini merupakan tahap dilaksanakannya inovasi-inovasi. Pada tahap ini dikembangkan desain dan cetak biru sehingga ada elemen baru. . penggunaan teknologi yang ada digunakan untuk proses nilai tambah produksi barang di pasaran. Tahap ketiga. tahap integrasi teknologi digunakan untuk desain dan produksi barang baru.J.

sejak dilaksanakannya Pelita I. melainkan juga pada kepentingan politik (integritas bangsa).J. 6) industri rekayasa. Perkembangan teknologi tinggi yang cukup pesat terjadi pada masa pembangunan. Indonesia juga telah memiliki pusat-pusat pengembangan ilmu dan teknologi. ada delapan wahana transformasi yang menjadi prioritas pengembangan teknologi terutama teknologi industri. dengan jangkauan bukan hanya negara-negara ASEAN dan negara-negara di sekitar Indonesia. Habibie (1983). Perkembangan teknologi ini diawali dengan diluncurkannya Sistem Komunikasi Satelit Domestik Palapa Al. tetapi yang dikembangkannya adalah teknologi sederhana.2. Sejak lama teknologi di Indonesia berkembang. Perkembangan teknologi di Indonesia Perkembangan teknologi terjadi di mana-mana. asal manusia menggunakan alat dan akalnya untuk menyelesaikan setiap masalah yang dihadapi. 3) industri alat-alat transportasi darat. laut. yang sekarang sudah mencapai generasi C2. dan 8) industri pertahanan dan keamanan. serta aspek-aspek lain. Perkembangan teknologi yang lebih terencana dan terarah tampaknya dimulai setelah B. Pengemkmgan teknologi diarahkan bukan hanya pada kepentingan kemajuan ekonomi. 4) industri elektronika dan telekomunikasi. Menurut B. 5) industri energi. Pusat pengembangan terbesar adalah Pusat Pengembangan Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspitek) di Tanggerang.alat dan mesin-mesin pertanian. yaitu: 1) industri pesavvat terbang. antara lain: laboratorium uji . Jawa Barat. 2) industri maritim dan perkapalan. Pada mulanya. Pusat pengembangan ini memiliki bidang dan fasilitas yang sangat lengkap. 7) industri alat.J. Ada sejumlah laboratorium yang dimiliki Puspitek. dan udara. Di bawah pimpinan Habibie pengembangan teknologi benar-benar bertolak dari kondisi dan karakteristik wilayah dan kebutuhan pembangunan Indonesia. Dalam beberapa hal mungkin dikembangkan teknologi madya. social budaya. Habibie menjabat sebagai menteri sekaligus pemikiran pemimpin pengembangan teknologi di Indonesia. pemanfaatan satelit ini terbatas pada bidang komunikasi massa dan jangkauannya terbatas pada beberapa wilayah saja. misalnya untuk kepentingan telekomunikasi dan jaringan internet. Dewasa ini pemanfaatan satelit tersebut semakin luas. namun jumlahnya masih terbatas.

dan Universitas Airlangga untuk bidang ekonomi. dan peternakan. Pada bagi. ekonomi. laboratorium energi.konstruksi. meliputi semua aspek kehidupan. Lembaga lain yang juga mengadakan pengkajian tentang ilmu pengetahuan adalah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Ada beberapa perguruan tinggi yang terkemuka dan ada pula perguruan tinggi yang masih miskin dengan penelitian dan pengembangan yang berarti. Indonesia juga memiliki pusat penelitian astronomi di Lembang. Universitas Padjadjaran. Walaupun tahap pengembangannya belum sama. gas dinamika. Bandung. . laboratorium aerodinamika.in ini pembahasan dibatasi pada pengaruh perkembangan ilmu pengetalimm din teknologi terhadap kehidupan masyarakat dan pendidikan. Jauh sebelum didirikan Puspitek dan BPPT. laboratorium fisika. laboratorium teknologi proses. laboratorium kalibrasi dan instrumentasi. yaitu Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang kepemimpinannya dirangkap oleh Menteri Riset dan Teknologi. laboratorium metalurgi. lebih dikenal dengan nama Peneropong Bintang. Indonesia mempunyai badan khusus. dan getaran. yaitu Pusat Reaktor Atom Bandung dan Pusat Reaktor Atom Kartini di Yogyakarta. Di bidang tenaga atom. kehutanan. Institut Teknologi Bandung untuk bidang rekayasa dan teknologi. etika. Beberapa perguruan tinggi yang cukup maju dalam penelitian dan pengembangan adalah Universitas Indonesia untuk bidang kedokteran dan ekonomi. Perguruan tinggi juga berperan dalam pengkajian dan pengembangan ilmu dan teknologi sebagai realisasi dari salah satu tridharmanya. bahkan keamanan dan ilmu pengetahuan itu sendiri. laboratorium termodinamika elan propulsi. fungsi penelitian dan pengembangan pada perguruan tinggi telah berjalan. dan estetika. Pengaruh Perkembangan Ilmu dan Teknologi Pengaruh perkembangan ilmu dan teknologi cukup luas. budaya. Untuk pengkajian dan penerapan teknologi. Indonesia memiliki dua pusat reaktor atom. laboratorium kimia. sosial. E. Institut Pertanian Bogor untuk bidang pertanian. serta reaktor penelitian serba guna dengan beberapa laboratorium penunjangnya. yaitu dharma penelitian. Universitas Gajah Mada. politik. keagamaan.

serta persenjataan. nilai-nilai yang terserap oleh masyarakat. terhadap kehidupan masyarakat. kemajuan dart sebagainya yang telah dicapai oleh suatu golongan masyarakat atau daerah tertentu dapat diketahui oleh masyarakat atau daerah lain. program dan kegiatan pem. Komunikasi cukup berkembang pesat di Indonesia dan berpengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat. Hal itu karena kedua media tersebut bukan hanya berfungsi memberikan informasi tetapi juga memberikan hiburan. gagasangagasan. Sebagian besar ibu kota propinsi telah mempunyai stasiun siaran TV sendiri. mekanisasi industri dan pertanian. Hal itu disebabkan karena kemampuan ekonomi serta motif membaca yang masih kurang. Di antara keempat media komunikasi massa tersebut yang paling luas jangkauannya adalah radio. mungkin juga konsep-konsep. Dengan demikian komunikasi massa dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat. bahkan sampai batas tertentu dapat mengubah sikap masyarakat. Surat kabar dan majalah belum dapat terserap oleh seluruh lapisan masyarakat di seluruh pelosok tanah air. Melalui situasi hiburan tersebut secara tidak disadari banyak informasi. Tempat ketiga dan keempat diduduki oleh surat kabar dan majalah. majalah. Sudah tentu di samping nilai-nilai yang positif. dan televisi. kegiatan.Ada beberapa bidang ilmu dan teknologi yang mempunyai pengaruh yang baik secara langsung maupun tidak langsung. Media komunikasi massa tersebut adalah surat kabar. radio. Dengan adanya teknologi transistor yang diproduksi secara massal dengan harga yang relatif murah.bangunan. Urutan kedua yang juga cukup luas jangkauannya adalah televisi. Melalui media tersebut. transportasi. maka radio transistor telah dapat dimiliki oleh rakyat kecil yang tinggal di daerah terpencil sekalipun. budaya. Setelah diluncurkannya SKSD Palapa. Dewasa ini di Indonesia terdapat sejumlah media komunikasi massa yang perkembangannya sudah cukup maju dan dapat menjangkau hampir seluruh pelosok tanah air. tradisi. seluruh kota di Nusantara dapat dijangkau oleh televisi. media massa dapat . Komunikasi massa terutama melalui radio dan teleyisi mempunyai peranan dan pengaruh yang sangat besar terhadap masyarakat. Bidang-bidang tersebut adalah komunikasi. di samping masih kurangnya kemampuan membaca serta adanya kendala geografis karena banyak pulau-pulau terpencil.

Hal itu. perampokan. juga akan memberikan sumbangan dalam pembentukan persatuan nasional. kedaerahan ataupun sikap eksklusivisme. antara pulau maupun antara negara. Perkembangan transportasi juga dapat memberi beberapa efek sampingan di antaranya: daerah-daerah pedesaan lebih konsumtif terhadap barang-barang hasil industri. keadaan alam yang banyak . mempermudah perhubungan baik lokal. namun dampaknya terhadap peningkatan produksi dan kesejahteraan para petani telah dirasakan. dan sebagainya. iklan TV dapat menimbulkan penyakit the gimmees terutama pada anak (penyakit merengek ingin dibelikan). Mobilitas penduduk atau masyarakat bukan hanya dari desa ke kota tetapi juga dari kota atau daerah yang satu ke kota atau daerah yang lain atau dari pulau yang satu ke pulau yang lain.pula menimbulkan efek negatif. norma-norma kota yang belum tentu sesuai dengan kehidupan di desa (menggeser kebiasaan desa yang baik). pemilikan lahan pertanian yang sempit yang kurang menguntungkan bila diolah secara mekanis. terutama penduduk desa dengan cara-cara dan kehidupan orang-orang kota. naiknya harga-harga produksi desa di desanya. film-film banyak yang mempertunjukkan kejahatan. dan sebaliknya penduduk desa juga dapat dengan mudah mendapatkan barang-barang hasil industri. menyebabkan terbukanya perhubungan dengan daerah-daerah yang asalnya terpencil. antara kota. Ada beberapa hambatan yang dihadapi dalam penerapan teknologi di bidang pertanian antara lain: terutama di Pulau Jawa tidak banyak lahan pertanian yang luas. Kelancaran arus perdagangan berarti barang-barang hasil bumi dari desa dapat dengan segera dikirimkan dan dijual ke kota. Mobilitas penduduk memungkinkan terjadinya akulturasi. Tentang efek negatif acara TV beberapa ahli dan hasil penelitian menyatakan: banyak orang yang membuang waktunya antara 4-6 jam tiap hari untuk mengikuti semua acara TV. menghilangkan kesukuan. cara-cara hidup. Perkembangan teknologi di bidang pertanian belum sepesat bidang industri. memperbesar terjadinya urbanisasi. Perkembangan teknologi transportasi meningkatkan mutu dan kecepa tan lalu lintas orang dan barang. Pembukaan perhubungan tersebut dapat memperlancar arus perdagangan dan meningkatkan mobilitas penduduk. masuknya kebiasaan. pembunuhan.

pemasaran hasil pertanian dan sebagainya. Sebagai konsumen. Mengenai ketersisihan industri-industri kecil yang menggunakan teknologi tradisional oleh industri-industri besar yang mengginiakan teknologi modern. Meskipun demikian. baik industry maupun hilir. Penggunaan teknologi maju yang paling banyak adalah di bidang industri. kemampuan permodalan dan pengelolaan. hlm. Bukti-bukti yang memperkuat pengamatan ini adalah terdesaknya pabrik-pabrik rokok gulung (linting). kualitas barang cukup baik. 8) mengemukakan pandangannya sebagai berikut: Dalam Pelita I kita telah melihat. harga kemungkinan juga sedikit lebih rendah bila dibandingkan dengan produksi pabrik kecil. akibat saingan pabrik yang lebih modern dan unggul teknologinya. usaha tenun bukan mesin dan perusahaan minuman yang mempergunakan teknologi tradisional sederhana. tetapi juga teknologi tepat guna. malahan sebaliknya. yang mungkin dapat diterapkan pada industri-industri menengah dan kecil. Filino Harapah (1975. Dalam pengembangan teknologi industri ini. kelihatan bahwa teknologi tradisional bukannya kian meningkat. Beberapa pertanian besar seperti rice estate di Palembang dan lain-lain yang merupakan joint venture sudah menggunakan teknologi maju yang serba mekanik. masyarakat mempunyai beberapa keuntungan dari industri besar tersebut. Dalam proses sudah berlangsung. di mana teknologi modern yang belum kita miliki berada berdampingan dengan teknologi tradisional yang masih terbelakang. untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut. Masyarakat sebagai sumber tenaga kerja banyak menderita kesulitan dengan adanya industri-industri . yaitu barang-barang cukup banyak tersedia. Teknologi modern tersebut masih sangat bergantung kepada unsurunsur non-Indonesia.bergunung-gunung atau berawa-rawa. kebijaksanaan yang diambil pemerintah tidak hanya diarahkan pada pengembangan teknologi maju.terjadinya suatu eksperimentasi yang m cukup berani. menengah bahkan industri kecil. Walaupun dalam beberapa kasus tidak dapat dihindari terjadinya ketersisihan industri kecil oleh industri besar. industri besar. seolah-olah terdesak. Penggunaan teknologi maju dalam industri mempunyai beberapa pengaruh terhadap kehidupan masyarakat. pemerintah telah berusaha mengembangkan teknologi tepat guna di bidang pertanian.

Kami kira tidak ada seorang penulis skenario film. jelas bahwa untuk mengurangi jumlah ini secara cukup berarti akan hampir tidak mungkin dicapai dengan jalan mengadakan industrialisasi perekonomian menurut pola di Barat. Dengan kata lain. Suatu pekerjaan yang sebelum menggunakan teknologi maju mungkin membutuhkan 15-20 orang pegawai/buruh maka setelah menggunakan teknologi maju dapat dikerjakan oleh 1 atau 2 orang saja. memperoleh keterampilan dan membentuk sikapsikap tertentu. atau sandiwara TV. Baik tayangantayangan yang berbentuk informasi ataupun tayangan yang bersifat hiburan juga mempunyai nilai-nilai pendidikan. Ziemek mengemukakan pendapat sebagai berikut: Melihat angka-angka terakhir mengenai kesempatan kerja di Indonesia yang menunjukkan bahwa 30% dari jumlah 44 juta angkatan kerja yang benarbenar. namun yang diterima oleh pemirsa tidak selalu . Pendidikan tidak terbatas pada pendidikan formal saja. Pada bagian sebelum ini telah diungkapkan bahwa kemajuan di bidang komunikasi massa sangat berpengaruh terhadap pendidikan. M. Dengan demikian dapat memperbesar angka pengangguran. sinetron. pendidikan merupakan salah satu aspek sosial.teknologi maju tersebut. Pendidikan sangat erat hubungan dengan kehidupan sosial. Sebab media massa juga merupakan juga media pendidikan. sebab pendidikan meliputi segala usaha sendiri atau usaha pihak luar untuk meningkatkan pengetahuan dan kecakapan. Meskipun penulis membuat ceritera tentang kejahatan atau kekejaman. juga menda pat pen garuh yang cukup besar dari ilmu dan teknologi. Dengan demikian semua acara tersebut sebenarnya mempunyai maksud dan pesan yang positif. ataupun penulis berita atau cerita yang sengaja menulis suatu tema cerita atau tulisan dengan tujuan merusak masyarakat. Mengenai pengangguran atau kesempatan kerja tersebut. namun tujuannya justru menyadarkan masyarakat bahwa perbuatan seperti itu tidak baik. sebab. Bagi orang-orang yang secara kebetulan dapat bekerja dengan teknologi maju tersebut dapat menikmati keberuntungannya. yang jahat pasti dihukum dan sebagainya. Pendidikan. melainkan juga pendidikan nonformal. melalui media massa dapat berlangsung proses pendidikan. tetapi sejumlah besar anggota masyarakat yang lain menderita karena tidak mendapat pekerjaan. memperoleh kesempatan kerja penuh.

dan pada masa tertentu terutama pada awal masa pubertas ada masa anak untuk beridentifikasi dengan tokoh-tokoh pujaan tertentu. Kita mengetahui bahwa anak suka tneniru. Padahal mungkin saja tidak semua tingkah laku tokoh tersebut baik. sebab dalam kelas. dan perasaan seseorang. Tiap acara TV atau radio. apalagi idolanya itu adalah tokoh dalam film-film Barat yang mungkin tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia. penonton. belajar berlangsung secara disadari. dan cara menyelesaikan masalah". tiap berita atau tulisan dalam surat kabar atau majalah dapat menambah pengetahuan pendengar. atau pembacanya. Dan yang penting adalah fungsi TV-nya sendiri yang disesuaikan dengan kemampuan masyarakat. Dalam hal ini media massa mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan dengan belajar dalam kelas. Industri dengan teknologi maju memproduksi berbagai macam alat-alat dan bahan yang secara langsung atau tidak langsung dibutuhkan . Sebagai penyebabnya mungkin saja karena adeganadegan yang kurang terpuji tersebut lebih mendominasi dibandingkan degnan adegan-adegan yang mengandung maksud dan pesan luhur. Dari pihak pemirsa kebanyakan lebih memperhatikan adeganadegan yang ramai daripada mencari makna pesan luhur yang dibawa dengan keramaian tersebut. sebagai media komunikasi visual dalam meningkatkan pengetahuan.seperti maksud dan pesan tersebut (tidak komunikatif). memberikan kecakapan atau keterampilan serta membina sikap tertentu. cara berpikir. diperintah dan diuji tetapi melalui media massa belajar terjadi secara tidak sadar. pandangan. Bagaimanapun media massa mempunyai fungsi pendidikan. Mudah kita pahami bahwa yang menjadi idola anak adalah tokoh-tokoh terkenal atau jagoan-jagoan tertentu. Sering terjadi kalau anak sudah menntio seorang tokoh. apa saja yang dilakukan oleh tokoh tersebut selalu baik. Mar'at seorang psikolog dari Unpad mengemukakan pendapatnya sebagai berikut: "TV mampu mengubah sikap. tanpa paksaan atau perintah orang lain dan tidak ada tekanan untuk ulangan atau ujian. Perkembangan teknologi di bidang industri mempunyai hubungan timbal balik dengan pendidikan. Segi negatif yang lain dari media TV untuk pendidikan anak selain yang telah diungkapkan terdahulu adalah kecenderungan anak untuk mengadakan peniruan dan identifikasi.

menuntut pengetahuan dan kecakapan gurugurunya. dan keterampilan sumber daya manusianya. anak akan lebih aktif dibandingkan dengan kalau hanya menggunakan kapur dan papan tulis saja. sistem penilaian yang baru. menuntut peralatan pendidikan atau latihan yang baru yang mungkin tidak sama dengan peralatan bagi pendidikan atau kejuruan yang telah ada. tetapi juga membutuhkan bantuan penggunaan hasil pengembangan teknologi yang bersifat software.dalam pendidikan. berbagai bentuk alat peraga. gambar-gambar. radio. dan sebagainya. Hal itu berarti membuka pekerjaan baru dan juga menuntut keahlian baru yang harus dipersiapkan dalam pendidikan. kemampuan. Telah dibicarakan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membawa beberapa perubahan dalam kehidupan masyarakat. Perkembangan teknologi industri menuntut peningkatan penguasaan pengetahuan. Aktivitas belajar anak akan bergantung pada metode belajar-mengajar yang digunakan. peta. alatalat permainan. Sekolah kejuruan yang baru juga mungkin menuntut sistem atau program yang baru. Untuk menyelenggarakan suatu sekolah kejuruan tertentu dituntut banyak hal. yang tertutup dengan adanya transportasi dan komunikasi yang luas. Beberapa masyarakat terpencil. Sudah tentu penggunaan alat-alat hasil industri maju dalam bidang pendidikan. alat tulis menulis. dan sebagainya. Dengan perkataan lain perkembangan teknologi dalam industri dapat memberikan tuntutan pembaharuan dalam pendidikan. metode mengajar yang baru. Ada segi lain mengenai hubungan antara pendidikan dengan perkembangan teknologi dalam industri. Hal itu berkenaan dengan segi software sebagai hasil pengembangan teknologi. televisi. buku-buku. Peningkatan pendidikan sangat membutuhkan bantuan hasil-hasil teknologi industri tidak hanya yang bersifat hardware. alat-alat berhitung. Sekolah kejuruan yang baru menuntut penyediaan guru-guru dalam kejuruan tersebut. cassete tape recorder. berubah menjadi masyarakat yang terbuka dan cukup berkomunikasi dengan daerah-daerah lain. video tape. Dengan menggunakan alatalat belajar yang modern anak akan lebih aktif belajar. Masyarakat yang pada mulanya hanya konsumtif . Penggunaan alat-alat belajar yang modern dalam pendidikan akan mempengaruhi proses belajar. Kegiatan pendidikan membutuhkan dukungan dari penggunaan alat-alat hasil industri seperti komputer.

budaya. aspirasi baru. pendidikan bukan hanya mewariskan nilai-nilai dan hasil kebudayaan lama. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga menimbulkan kebutuhan barn. Hal-hal di atas menuntut perubahan pada sistem dan isi pendidikan. juga yang bersifat langsung. Sekolah atau lembaga-lembaga pendidikan lainnya. cara-cara dan pendekatanpendekatan baru. Pengaruh perkembangan ilmu dan teknologi terhadap pendidikan selain yang bersifat tidak langsung seperti yang telah dikemukakan terdahulu. spiritual. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi secara langsung. untuk memahami dan memecahkan berbagai persoalan dalam kehidupan di rumah dan di masyarakat. prinsip-prinsip. kaidah-kaidah. perguruan tinggi atau lembaga pendidikan lainnya. tetapi juga mempersiapkan generasi muda agar mampu hidup pada masa kini dan yang akan datang. menyebabkan perkembangan masyarakat. baik nilai sosial. intelektual. maupun tidak langsung menuntut perkembangan pendidikan. Pengaruh tak langsung adalah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. dan perkembangan masyarakat menimbulkan problema-problema baru yang menuntut pemecahan dengan pengetahuan. Hal-hal tersebut juga menuntut selalu adanya perkembangan dari pendidikan. maupun material. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga telah menimbulkan banyak perubahan dalam nilai-nilai. sikap hidup baru. kemampuan.terhadap hasil-hasil pertanian telah berubah menjadi masyarakat yang lebih konsumtif terhadap produksi industri. Di sekolah. Pengaruh langsung perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah memberikan isi/materi atau bahan yang akan disampaikan dalam pendidikan. Dengan demikian. dan keterampilan barn yang dikembangkan dalam pendidikan. Perkembangan ilmu dan teknologi bukan hanya yang bentuk hardware tetapi juga software dan hubungan antarmanusia. dalam pekerjaan serta dalam hubungan-hubungan yang lebih luas. . dipelajari konsep-konsep. merupakan tempat pemindahan teknologi yang bersifat software dan hubungan antarmanusia. perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi meyebabkan perkembangan pula pada dunia pendidikan.

Sekolah disadari atau tidak. Henry. Rinerhart and Winston. Yang menjadi inti pembahasan dalam buku ini adalah inovasi dalam pendidikan di sekolah yang diarahkan pada peningkatan efektivitas pendidikan.1. (1970). Fred & Ellington. menguraikan aspek-aspek utama teknologi pendidikan dan peranannya dalam tisaha meningkatkan efisiensi dan efektivitas pendid4 Ali Pada liawan 1)1. media dan sumber-sumber pengajaran. kurikulum. mempunyai andil di dalam perubahan sosial. sarana. Secara sistematis dalam buku ini dibahas.F. baik yang bersifat kolas. Peranan dan perumusan tujuan sebagai pusat dan titik tolak dalam penyusunan desain pengajaran yang didasarkan atas pendekatan sistem. ahli kurikulum serta pelaksana pendidikan terutama kepala sekolah dan guru. yaitu yang berpusat pada guru atau institusi dan yang berpusat pada siswa. Inc. Handbook of Educational Technology. juga dikemukakan macam-macam metode mengajar. faktor-faktor yang mendorong inovasi bagi perkembangan pendidikan. (1984). Innovations in Secondary Education. and Alexander. serta kecenderungan perkembangan teknologi pendidikan pada tahun 2000. maka sekolah pun harus mengadakan inovasi. kelompok ataupun individual. Inovasi itu bermacam-macam. London: Kogan Page Ltd. Perubahan sosial merupakan suatu keharusan dan sekolah tidak dapat absen dalam proses perubahan tersebut. organisasi. pendekatan sistem dan sekilas sejarah teknologi pendidikan. staf pengajar. Glenys G. Unruh. media serta bangunan. Buku Acuan Percipal. Selanjutnya kegiatan inovasi berkenaan dengan komponen siswa. Buku ini merupakan buku dasar tentang teknologi pendidikan. Bagian selanjutnya menjelaskan dua pendekatan pendidikan. . Buku ini sangat bermanfaat bagi para perencana pendidikan. Pada bagian akhir diuraikan evaluasi hasil belajar. Pada bagian terakhir diuraikan proses inovasi dan perkembangannya serta berbagai pendekatan dalam inovasi pendidikan. sebab dalam tugasnya mereka harus selalu mengadakan inovasi. William M. New York: Holt. Agar tanggap dan dapat selalu mengikuti perubahan perubahan sosial. dan New York: Nichols Publishing Co.taina blikil ini ditiraikan tentang pengerarahan pendidikan.

baik orang tua. Dalam buku ini dijelaskan bagaimana pengaruh pendekatan-pendekatan dalam pendidikan terhadap pandangan para ahli pendidikan terhadap sekolah. memberikan pegangan baik dalam pengembangan kurikulum. siswa. Buku ini sangat berharga bagi para ahli kurikulum. (1981). Bloom. Media merupakan aspek penting dalam pengajaran. Inc. et al. tetapi saling mempengaruhi. Makalah-makalah tersebut merupakan makalah terbaik atau terpilih yang sengaja dipilih penulis dan disediakan bagi para pendidik. belajar. bahwa media bukan sekadar alat bantu. akan memperlancar jalannya pengajaran. semua kegiatan pendidikan harus bertolak dari perkembangan anak. Buku ini menguraikan masalah pengajaran dan media dengan pendekatan sistem. Benyamin S. All Our Children Learning. New Jersey: Prentice Hall. Teaching and Media. media pengajaran. maupun guru dan para instruktur. Buku ini sebenarnya merupakan kumpulan makalah yang disampaikan dalam berbagai pertemuan ilmiah. is adalah perencana pengajaran dan koordinator sumber-sumber belajar. Isinya telah tersusun sedemikian rupa sehingga membentuk satu kesatuan pemikiran yang utuh. New York: Mc Graw Hill Book Co. dan diadakan pemilihan media yang tepat. A Systematic Approach. guru. sebab menempatkan anak pada tempat yang sentral. mau jadi apa siswa. dan guru-guru serta para mahasiswa calon guru. Atas dasar itu pengajaran harus mempunyai tujuan yang spesifik. penyusunan desain pengajaran maupun dalam pemilihan media pengajaran. disusun dengan desain pengajaran yang baik. dan pengajaran. Englewood Cliffs. Rumah dan sekolah sebagai lembaga pendidikan mempunyai peranan sendirisendiri. . bahwa pengajaran harus menyatukan ilmu dengan seni mengajar. dan harus dipusatkan pada kebutuhan dan aktivitas siswa. Pengajaran harus disusun berdasarkan pada apa yang akan dikerjakan dan pada apa yang akan dihasilkan pada siswa. Selanjutnya dijelaskan dalam buku ini. Anak menjadi fokus pendidikan. Guru memegang peranan yang besar dalam pengajaran. (1980). Dalam buku tersebut sangat ditekankan. Vernon S. tetapi merupakan bagian integral dari pengajaran. Konsep-konsep yang dipaparkan dalam buku ini cukup modern.Gerlach. Inc.

Sampai sekarang. sejak sekolah yang pertama berdiri. kurikulumnya mirip dengan tipe ini. masing-masing telah mengembangkan ilmu secara sistematis. Kurikulum subjek akademis bersumber dari pendidikan klasik (perenialisme dan esensialisme) yang berorientasi pada masa lalu. disebut kurikulum rekonstruksi sosial. Model konsep kurikulum dari teori pendidikan klasik disebut kurikulum subjek akademis.. %valaupun telah berkembang tipe-tipe lain. Para pengembang kurikulum tidak perlu susah. Empat aliran atau teori pendidikan tersebut memiliki model konsep kurikulum dan praktik pendidikan yang berbeda. Isi pendidikan diambil dari setiap disiplin ilmu. imidah disusun. peserta didik. isi. Kurikulum Subjek Akademis Model konsep kurikulum ini adalah model yang tertua.a lalu tersebut. logis. pendidikan pribadi disebut kurikulum humanistik. umumnya sekolah tidak dapat welepaskan tipe ini. pribadi. Sesuai dengan bidang disiplinnya para ahli. Empat aliran itu bertolak dari asumsi yang berbeda dan mempunyai pandangan yang berbeda pula lentang kedudukan dan peranan pendidik.BAB 5 MACAM-MACAM MODEL KONSEP KURIKULUM Pada Bab 1 telah ungkapkan empat aliran pendidikan yaitu pendidikan klasik. A. dan interaksionis.susah menyusun dan mengembangkan bahan sendiri. teknologi. Mengapa demikian? Kurikulum ini sangat praktis. Fungsi pendidikan memelihara dan mewariskan hasil hasil budaya ilia. teknologi pendidikan disebut kurikulum teknologis dan dari pendidikan interaksionis. maupun proses pendidikan. dan solid. mudah digabungkan dengan tipe lainnya. Orang yang berhasil dalam belajar adalah orang yang menguasai seluruh atau sebagian besar isi pendidikan yang diberikan atau disiapkan oleh guru. Mereka tinggal memilih bahan . liciajar adalah berusaha menguasai ilmu sebanyak-banyaknya. Kurikulum ini lebih mengutamakan isi pendidikan. Semua Woo pengetahuan dan nilai-nilai telah ditemukan oleh para pemikir masa lalu.

Beberapa kegiatan belajar memungkinkan untuk mengadakan generalisasi. Seorang siswa yang belajar fisika. matematika. Proses belajar yang dipilih sangat bergantung pada segi apa yang dipentingkan dalam materi pelajaran tersebut. dalam perkembangannya secara berangsur memperhatikan proses belajar yang dilakukan siswa. sesuai dengan tujuan pendidikan dan tahap perkembangan siswa yang akan mempelajarinya. Para pengembang kurikulum pada masa adalah para ahli mata . tetapi ia juga menjadi model bagi para siswanya. kemudian mereorganisasinya secara sistematis. Jerome Bruner dalam The Process of Education menyarankan bahwa desain kurikulum hendaknya didasarkan atas struktur disiplin ilmu. Hal seperti itu akan mempermudah proses belajar fisika bagi siswa. dapat merangsang ingatan apabila siswa diminta untuk menghubungkannya dengan masalah lain. harus melakukan kegiatan belajar sebagaimana seorang ahli fisika melakukannya. sejarah. Lebih jauh guru dituntut bukan hanya menguasai materi pendidikan. Nama-nama mata pelajaran yang menjadi isi kurikulum hampir sama dengan nama disiplin ilmu. Karena kurikulum sangat mengutamakan pengetahuan maka pendidikannya lebih bersifat intelektual.materi ilmu yang telah dikembangkan para ahli disiplin ilmu. dan sebagainya. ilmu kealaman. Apa yang disampaikan dan cara penyampaiannya harus menjadi bagian dari pribadi guru. Kurikulum subjek akademis tidak berarti hanya menekankan pada materi yang disampaikan. Penekanan pada segi intelektual ini dianut oleh hampir seluruh proyek pengembangan kurikulum pada tahun 1960-an di sekolah-sekolah negara bagian Amerika Serikat. suatu pengetahuan dapat digunakan dalam konteks lain daripada sekadar yang dipelajarinya. geografi. Selanjutnya. Mereka harus menguasai semua pengetahuan yang ada dalam kurikulum. Guru adalah yang "digugu dan "ditiru (diikuti dan dicontoh). ia menegaskan bahwa kurikulum suatu mata pelajaran harus didasarkan atas pemahaman yang mendasar yang dapat diperoleh dari prinsip-prinsip yang mendasarinya dan yang memberi struktur kepada suatu disiplin ilmu. Ia harus menjadi ahli dalam bidang-bidang studi yang diajarkannya. Guru sebagai penyampai bahan ajar memegang peranan penting. seperti bahasa dan sastra. umpamanya.

dan cara-cara bagaimana berinkuiri. penyusunan. Pendekatan pertama. Pendekatan kedua. dan perlengkapan kelas lainnya. adalah studi yang bersifat integratif. Sasaran utama kurikulum model MACOS adalah perkembangan kemampuan intelektual. Melalui perbandingan dengan binatang. anak mengetahui keadaan biologis manusia. Dengan membandingkan manusia dari suatu masyarakat dengan masyarakat lainnya. melanjutkan penih struktur pengetahuan. pemahaman disiplin ilmu-ilmu sosial. Kurikulum ini ditujukan untuk mengadakan penyempurnaan tentang pengajaran ilmu sosial dan humanitas. film. Para pengembang kurikulum mengharapkan anak-anak dapat menggali faktor-faktor penting yang akan menjadikan manusia sebagai manusia. kegiatan diskaveri dan sebagainya. percobaan. Murid-murid belajar ba. anak-anak akan mempelajari aspek-aspek universal dari kebudayaan manusia. poster.gaimana memperoleh dan menguji fakta-fakta dan bukan sekadar mengingat-ingatnya. konsep-konsep inti. Salah satu contoh kurikulum yang berdasarkan atas struktur pengetahuan adalah Man: A Course of Study (MACOS) Macos adalah kurikulum untuk sekolah dasar. Pelajaran tersusun atas . prinsip-prinsip. dengan pengarahan dan bimbingan Bruner. Melalui serangkaian kegiatan ilmiah seperti observasi. permainan. Sekurang-kurangnya ada tiga pendekatan dalam perkembangan Kurikulum Subjek Akademis. yaitu membangkitkan penghargaan dan keyakinan akan kemampuan sendiri dan memberikan serangkaian cara kerja yang memungkinkan anak walaupun dengan cara sederhana mampu menganalisis kehidupan sosial. Pendekatan ini merupakan respons terhaclap perkembangan masyarakat yang menuntut modelmodel pengetahuan yang lebih komprehensif-terpadu. menyangkiii problema. terdiri atas buku-buku. dan pengujian hipotesis.pelajaran yang menyusun bahan ajar di sekitar unsur-unsur struktural mendasar dari disiplin ilmunya. sebab para ahli lebih tertarik pada pemecahan masalah kemanusiaan. rekaman. Pada tah un 1970-an pendekatan struktur pengetahuan dalam pengembangan kurikulum ini mengalami kemunduran. diharapkan anak dapat mengambil banyak manfaat.

Sekolah harus memberikan kesempatan kepada para siswa untuk merealisasikan kemampuan mereka menguasai warisan budaya dan jika mungkin memperkayanya. . Menyatukan berbagai cara/metode belajar. Dengan berpengetahuan dalam berbagai disiplin ilmu. Ciri-ciri kurikulum subjek akademis Kurikulum subjek akademis mempunyai beberapa ciri berkenaan dengan tujuan. Tujuan kurikulum subjek akademis adalah pemberian pengetahuan yang solid serta melatih para siswa menggunakan ide-ide dan proses "penelitian". menulis. proses kerja ilmiah dan problema-problema yang ada. 2. fenomena alam. 1. metode. atau masalah sosial yang membutuhkan pemecahan secara ilmiah. para siswa diharapkan memiliki konsep-konsep dan cara-cara yang dapat terus dikembangkan dalam masyarakat yang lebih luas. dan memecahkan masalah -masalah matematis. Pendekatan ketiga. Pengorganisasian tema-tema pengajaran didasarkan atas fenomena-fenomena alam. Ada beberapa ciri model kurikulum yang dikembangkan. dan evaluasi. 1. organisasi isi. dan lainlain dipelajari tanpa dihubungkan dengan kebutuhan praktis pemecahan masalah dalam kehidupan. adalah pendekatan yang dilaksanakan pada sekolah sekolah fundamentalis. 3. dalam satuan-satuan pelajaran tersebut batas-batas ilmu menjadi hilang. ilmu sosial. Menyatukan kegiatan belajar dari beberapa disiplin ilmu. Kegiatan belajar ditekankan pada pengalaman konkret yang bertolak dari minat dan kebutuhan murid serta disesuaikan dengan keadaan setempat. Mereka tetap mengajar berdasarkan matamata pelajaran dengan menekankan membaca. Menentukan tema-tema yang membentuk satu kesatuan (unifying theme). Kegiatan belajar melibatkan isi dan proses dari satu atau beberapa ilmu sosial atau perilaku yang mempunyai hubungan dengan tema yang dipilih/ dikerjakan. Para siswa harus belajar menggunakan pemikiran dan dapat mengontrol dorongan-dorongannya. yang dapat terdiri atas ide atau konsep besar yang dapat mencakup semua ilmu atau suatu proses kerja ilmu. Pelajaran-pelajaran lain seperti ilmu kealaman.satuan-satuan pelajaran. Mereka mengembangkan suatu model kurikulum yang terintegrasi (integrated curriculum).

bahwa kemampuan berpikir dan mengamati digunakan dalam ilmu kealaman. Ada beberapa pola organisasi isi (materi pelajaran) kurikulum subjek akademis. kegiatan atau segi kehidupan tertentu. Dalam materi disiplin ilmu yang diperoleh. 4. logika digunakan dalam matematika. Kalau dalam unified masih tampak warna iliciplin ilmunya. yang mencakup materi dari berbagai pelajaran disiplin ilmu. Dalam bidang studi humaniora lebih banyak digunakan bentuk uraian (essay test) daripada tes objektif. Correlated curriculum adalah pola organisasi materi atau konsep yang dipelajari dalam suatu pelajaran dikorelasikan dengan pelajaran lainnya. Bidang studi seni yang sifatnya ekspresi membutuhkan penilaian subjektif yang jujur. bentuk dan perasaan digunakan dalam seni dan koherensi dalam sejarah. 2. di . koherensi. Mereka mempelajari buku-buku standar untuk memperkaya pengetahuan. Unified atau Concentrated curriculum adalah pola organisasi bahan pelajaran tersusun dalam tema-tema pelajaran tertentu. kemudian dirumuskan dan dicari cara pemecahannya. Integrated curriculum. Melalui proses tersebut para siswa akan menemukan. Bidang studi tersebut membutuhkan jawaban yang merefleksikan logika. Problem Solving curriculum adalah pola organisasi isi yang berisi topik pemecahan masalah sosial yang dihadapi dalam kehidupan dengan menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dari berbagai mata pelajaran atau disiplin ilmu. dan untuk memahami budaya masa lalu dan mengerti keadaan masa kini. Tentang kegiatan evaluasi. maka dalam pola yang integrated warna disiplin ilmu tersebut sudah tidak kelihatan lagi. dengan ilustrasi yang jelas untuk selanjutnya dikaji. Bahan ajar diintegrasikan dalam suatu persoalan. Konsep utama disusun secara sistematis. 3. Ide-ide diberikan guru kemudian dielaborasi (dilaksanakan) siswa sampai mereka kuasai. dan integrasi secara menyeluruh.Metode yang paling banyak digunakan dalam kurikulum subjek akademis adalah metode ekspositori dan inkuiri. Pola-pola organisasi yang terpenting di antaranya: 1. dicari berbagai masalah penting. kurikulum subjek akademis menggunakan bentuk evaluasi yang bervariasi disesuaikan dengan tujuan dan sifat mata pelajaran.

Mengutamakan kebutuhan masyarakat (social utility). . Kekhawatiran mereka dapat sedikit dikurangi dengan dikembangkannya model evaluasi formatif dan sumatif. memilih dan menentukan aspek-aspek dari dari disiplin ilmu yang sangat diperlukan dalam kehidupan masyarakat. 2. Apabila ingin memiliki penguasaan yang cukup mendalam maka jumlah disiplin ilmunya harus sedikit. nilai tertinggi diberikan bila siswa menguasai landasan aksioma serta cara penghitungannya benar. sukar menerapkannya dalam kehidupan masyarakat secara luas. Pada pihak lain mereka mengkhawatirkan kegiatan evaluasi dapat mempengaruhi hubungan antara guru dan siswa.ness) dengan menekankan pada bagaimana cara menguji kebenaran atau mendapatkan pengetahuan. Dalam ilmu kealaman penghargaan tertinggi bukan hanya diberikan kepada jawaban yang benar tetapi juga pada proses berpikir yang digunakan siswa. Apabila hanya mempelajari sedikit disiplin ilmu maka penguasaan para siswa akan sangat Ierbatas. Ada beberapa saran untuk mengatasi masa lah tersebut.samping standar keindahan dan cita rasa. Pemilihan disiplin ilmu Masalah besar yang dihadapi oleh para pengembang kurikulum subjek akademis adalah bagaimana memilih materi pelajaran dari sekian banyak disiplin ilmu yang ada. 2.dikit (tidak mendalam). Mengusahakan adanya penguasaan yang menyeluruh (comprehensive. apabila disiplin ilmunya cukup banyak. Para ahli disiplin ilmu sering memiliki sifat ainbivalen terhadap evaluasi. yang dapat memberikan informasi yang dibutuhkan. Evaluasi yang dilakukan dalam waktu singkat tidak akan memberikan gambaran yang benar tentang perkemhangan dan penguasaan siswa. Anak-anak akan tahu banyak tetapi pengetahuannya hanya sedikit. maka tahap penguasaannya akan mendangkal. Lain halnya dengan matematika. Satu pihak melihatnya sebagai suatu kegiatan yang sangat berharga. yaitu: 1.

punya kemampuan. untuk mengimbangi penekanannya pada proses berpikir. Rousseau (Romantic Education). Ketiga. Para ahli kurikulum subjek akademis juga memandang materi yang akan diajarkan bersifat universal. lebih mengutamakan penyusunan bahan secara logis dan sistematis daripada menyelaraskan urutan bahan dengan kemampuan berpikir anak. Menekankan pengetahuan dasar. Kurikulum Humanistik 1.3. Penyesuaian mata pelajaran dengan perkembangan anak Para pengembang kurikulum subjek akademis. Aliran ini lebih memberikan tempat utama kepada siswa.J. Untuk mengatasi kelemahan-kelemahan di atas dalam perkembangan selanjutnya dilakukan beberapa penyempurnaan. dan generalisasi. Konsep dasar Kurikulum humanistik dikembangkan oleh para ahli pendidikan humanistik. prinsip-prinsip. mereka mengabaikan karakteristik siswa dan kebutuhan masyarakat setempat. bahwa individu atau anak merupakan satu . yaitu pengetahuan-pengetahuan yang menjadi dasar (prerequisite) bagi penguasaan disiplin-disiplin ilmu yang lainnya. dan kekuatan untuk berkembang. yaitu apa yang akan diajarkan. mereka mulai mendorong penggunaan intuisi dan tebakan-tebakan. B. pemanfaatan fasilitas dan sumber yang ada pada masyarakat. la adalah subjek yang menjadi pusat kegiatan pendidikan. Kurikulum ini berdasarkan konsep aliran pendidikan pribadi (personalized education) yaitu John Dewey (Progressive Education) dan J. Mereka umumnya kurang memperhatikan bagaimana siswa belajar dan lebih mengutamakan susunan isi. 3. Para pendidik humanis juga berpegang pada konsep Gestalt. Pertama. Mereka bertolak dari asumsi bahwa anak atau siswa adalah yang pertama dan utama dalam pendidikan. Kedua adanya upaya-upaya untuk menyesuaikan pelajaran dengan perbedaan individu dan kebutuhan setempat. Mereka percaya bahwa siswa mempunyai potensi. Proses belajar yang ditempuh oleh siswa sama pentingnya dengan penguasaan konsep.

perasaan. yang ada adalah dorongan dan rangsangan untuk berkembang . terhadap kesatuan yang menyeluruh dari lingkungan. Kritikisme Radika I. sikap. Pendidikan humanistik menekankan peranan siswa. dan lain-lain). Tujuan pengajaran adalah memperluas kesadaran diri sendiri dan mengurangi kerenggangan dan keterasingan dari lingkungan. Dalam pendidikan tidak ada pemaksaan.kesatuan yang menyeluruh. rileks. Pendidikan merupakan suatu upaya untuk menciptakan situasi yang permisif. dan Mistikisme modern. dan bagaimana merasakan atau bersikap terhadap sesuatu. Pendidikan konfluen menekankan keutuhan pribadi. Ada beberapa aliran yang termasuk dalam pendidikan humanistik yaitu pendidikan: Konfluen. Pendidikan mereka lebih menekankan bagaimana mengajar siswa (mendorong siswa). Berkat situasi tersebut anak mengembangkan segala potensi yang dimilikinya. Menurut Mc Neil "The nezv humanists are self actualizers who see curriculum as a liberating process that can meet the need for growth and personal integrity (John D. Pandangan mereka berkembang sebagai reaksi terhadap pendidikan yang lebih menekankan segi intelektual dengan peran utama dipegang oleh guru. 1). Pendidikan merupakan upaya untuk menciptakan situasi yang memungkinkan anak berkembang optimal. Kritikisme radikal bersumber dari aliran naturalisme atau romantisme Rousseau. Mereka memandang pendidikan sebagai upaya untuk membantu anak menemukan dan mengembangkan sendiri segala potensi yang dimilikinya. nilai. untuk tumbuhnya tanaman yang penuh dengan berbagai potensi. 1977. individu harus merespons secara utuh (baik segi pikiran. Pendidik adalah ibarat petani yang berusaha menciptakan tanah yang gembur. akrab. perasaan. hlrn. air dan udara yang ‡ukup. terhindar dari berbagai hama. Tugas guru adalah menciptakan situasi yang permisif dan mendorong siswa untuk mencari dan mengembangkan pemecahan sendiri. Mc Neil. maupun tindakan). Pendidikan diarahkan kepada membina manusia yang utuh bukan saja segi fisik dan intelektual tetapi juga segi sosial dan afektif (emosi.

Integrasi. melalui sensitivity training. Kurikulum hendaknya mempersiapkan berbagai alternatif yang dapat dipilih murid-murid dalam proses bersikap. perasaan-perasaan. berperasaan dan memberi pertimbangan nilai. 2. dan pertimbanganpertimbangan nilai yang telah dipilihnya. dan nilai yang harus dimiliki murid-murid. meditasi. Isi pendidikan relevan dengan kebutuhan. c. perasaan. dan lain-lain. persetujuan. . Kegiatan belajar adalah belajar bersama. Relevansi. melalui berbagai bentuk aktivitas kelompok. Beberapa ciri kurikulum konfluen Kurikulum konfluen mempunyai beberapa ciri utama yaitu: a. yoga. Murid-murid hendaknya diajak untuk menyatakan pilihan dan mempertanggungjawabkan sikap-sikap. dan sebagainya. yang ingin menyatukan segi-segi afektif (sikap. kehalusan budi pekerti. Kurikulurn konfluen Kurikulum konfluen dikembangkan oleh para ahli pendidikan konfluen. Kurikulum ini menekankan partisipasi murid dalam belajar. perasaan dan juga tindakan. b. perasaan. nilai) dengan segi-segi kognitif (kemampuan intelektual). 3. Partisipasi. Ini menunjukkan ciri yang nonotoriter dari pendidikan konfluen. Melalui partisipasi dalam kegiatan bersama. interpenetrasi.Mistikisme modern adalah aliran yang menekankan latihan dan pengembangan kepekaan perasaan. Pendidikan konfluen kurang menekankan pengetahuan yang mengandung segi afektif). bertanggung jawab bersama. Melalui partisipasi dalam berbagai kegiatan kelompok terjadi interaksi. dan integrasi dari pemikiran. murid-murid dapat mengadakan perundingan. Hal demikian sudah tentu akan lebih berarti bagi murid baik secara intelektual maupun emosioanal. pertukaran kemampuan. Menurut mereka kurikulum tidak menyiapkan pendidikan tentang sikap. mina t dan kehidupan murid karena diambil dari dunia murid oleh murid sendiri.

kesadaran. Teori yang mendukung pandangan ini adalah Eksistensialisme yang memusatkan perhatiannya pada apa yang terjadi sekarang di tempat ini. karena dengan cara itu ia lebih sadar akan eksistensinya dan kemungkinannya untuk berkembang. . Metode-metode belajar konfluen Para pengembang kurikulum konfluen telah menyusun kurikulum untuk berbagai bidang pengajaran. Kurikulum tersebut mencakup tujuan. topic. dan buku teks. dan tanggung jawab pribadi. Kebanyakan bahan tersebut diajarkan dengan teknik afektif.topik yang akan dipelajari. Dasar dari kurikulum konfluen adalah Psikologi Gestalt yang menekankan keutuhan. Pendidikan ini memberi tempat utama pada pribadi anak. unit. Halhal di atas sangat esensial dalam perkembangan individu yang sehat.d. Pengajaran lebih menekankan kepada tanggung jawab pribadi daripada kompetisi. Pendidikan ini bertujuan mengembangkan pribadi yang utuh.unit pelajaran yang telah diujicobakan. pengaktualisasian segala potensi pribadi anak secara utuh. Pendidikan konfluen sangat mengutamakan kesatuan dari keseluruhan. Kurikulum konfluen menyatukan pengetahuan objektif dan subjektif. Tujuan. 4. yang serasi baik di dalam dirinya maupun dengan lingkungan secara menyeluruh. alat-alat pelajaran.red) apabila bermanfaat bagi keseluruhan. Tidak ada jawaban yang salah atau benar dalam pengajaran konfluen. Hal itu sesuai dengan konsep Gestalt bahwa sesuatu itu dikatakan berarti (penting . Prinsip pengajarannya menerapkan prinsip terapi Gestalt. Apa yang menjadi isi kurikulum diukur oleh apakah hal itu bermanfaat bagi kita sekarang? Apakah hal itu akan memperbaiki kehidupan kita sekarang. berhubungan dengan kehidupan siswa dan bermanfaat baik bagi individu maupun masyarakat. keseluruhan. e. yang matang. Pengajaran konfluen juga telah tersusun dalam bentuk rencana-rencana pelajaran. Melalui latihan kesadaran/kepekaan perkembangan yang sehat akan tercapai. Pendidikan adalah pengembangan pribadi. kesatuan. keunikan. Pribadi anak. yang menekankan keterbukaan.

memperoleh umpan balik dan menemukan dirinya. para penyusun kurikulum konfluen tidak menuntut para guru melaksanakan pengajaran seperti yang mereka kerjakan.George Issac Brown telah memberikan sekitar 40 macam teknik pengajaran konfluen. Dalam menciptakan kreasi ini.ngunkan melalui pendidikan. tema atau issue-iswre diharapkan muncul secara spontan dari prosedur serta perlengkapan pengajaran yang ada. Puncak pengalaman adalah pengalaman-pengalaman yang membangkitkan rasa sayang. . di antaranya: dyads yang merupakan latihan komunikasi afektif antara dua orang. bereksperimen. Cara yang kedua ini menuntut keterbukaan dari peristiwa tetapi juga guru perlu mengusahakan kerahasiaan. benci. atau diba. Setiap orang mempunyai self (aku = din) yang tidak selalu disadari. materi disajikan dalam bentuk yang belum selesai (open ended). him. duka. mengidentifikasi tema-tema atau topik-topik yang mengandung self judgment. Mereka mengharapkan setiap guru mengembangkan kreasi sendiri. Kedua. Melalui berbagai kegiatan pengajaran model humanistik para siswa dapat menyatakan din. yang terpenting mereka memahami tujuan dan kegunaan kegiatan yang mereka ciptakan. Dalam memilih kegiatan belajar beberapa cara dapat ditempuh. senang dsb. Berbeda dengan pengembang kurikulum yang lain. Menurut Maslow puncak pengalaman ini merupakan awal dan juga akhir dari pendidikan.686) kita dapat belajar lebih banyak tentang diri kita melalui pengujian respons-respons menuju puncak pengalaman (peak experiences). berbuat. Kurikulum humanistik dapat membantu mereka memperlancar proses aktualisasi diri ini. Pengajaran humanistik memfokuskan proses aktualisasi din i (self actualization). Aku atau diri ini perlu dibuka. rituals yaitu suatu kegiatan untuk menciptakan kebiasaan. tersembunyi atau tertutup. berekspresi. cemas. fantasy body trips merupakan pemahaman tentang badan dan diri individu. 685. Kurikulum perlu merencanakan program untuk membantu para siswa menemukan dan menampakan dirinya. Untuk setiap tema atau topik hendaknya dipilih prosedur atau bentuk-bentuk kegiatan atau teknik yang sesuai. Pertama. Menurut Abraham Maslow (1968. kegiatan atau ritual baru.

Phenix (1971. estetika. integritas. Sesuai dengan prinsip yang dianut. Guru tidak memaksakan sesuatu yang tidak disengani murid. Semua itu merupakan bagian dari cita-cita perkembangan manusia yang teraktualisasi (self actualizing person).Menurut Philip H. maupun moral. dan otonomi kepribadian. Guru selain harus mampu menciptakan hubungan yang hangat dengan murid. kurikulum befungsi menyediakan pengalaman (pengetahuanred) berharga untuk membantu memperlancar perkembangan pribadi mu. kelompok. Kurikulum ini kurang menekankan sekuens. juga mampu menjadi sumber. orang lain. berkenaan dengan tujuan.rid. Peran mengajar bukan saja dilakukan oleh guru tetapi juga oleh murid. dan lain-lain. Kurikulurn harus mampu memberikan penga. 271-283) kurikulum harus dapat mengembangkan kesadaran dan mendorong kreativitas murid-murid. 5. kurikulum humanistik menekan. bukan pengalaman yang terpenggal-penggal. Guru harus memberikan dorongan kepada murid atas dasar saling percaya. karena dengan sekuens mu. budaya. organisasi isi. Bagi mereka tujuan pendidikan adalah proses perkembangan pribadi yang dinamis yang diarahkan pada pertumbuhan. him. Seseorang yang telah mampu mengakutalisasikan diri adalah orang yang telah mencapai keseimbangan (harmoni) perkembangan seluruh aspek pribadinya baik aspek kognitif. sikap yang sehat terhadap diri sendiri. Bagi Phenix kesadaran merupakan kunci perkembangan diri dalam membina hubungan dan penycsuaian diri dengan orang lain. yaitu kesatuan perilaku bukan saja yang bersifat intelektual tetapi juga emosional dan tindakan. Seorang dapat bekerja dengan baik bila memiliki karakter yang baik pula. Ia harus mampu memberikan materi yang menarik dan mampu menciptakan situasi yang memperlancar proses belajar. metode. dan belajar.kan integrasi.rid-murid kurang mempunyai kesempatan untuk memperluas dan memperdalam aspek-aspek perkembangannya. Kurikulum humanistik menuntut hubungan emosional yang baik antara guru dan murid. Karakteristik kurikulum humanistik Kurikulum humanistik mempunyai beberapa karakteristik. . Kurikulum humanistik juga menekankan keseluruhan. dan evaluasi. Menurut para humanis.laman yang menyeluruh.

problema yang dihadapinya dalam masyarakat. dan dengan sumber belajar . maka dalam kurikulum humanistik tidak ada kriteria. kerja sama.nya. dilakukan oleh Shiflett (1975. Kerja sama atau interaksi bukan hanya terjadi antara sisvva dengan guru. Pelaksanaan kegiatan. lebih berdiri sendiri. 121. d. penyempurnaan hasil serta upaya tindak lanjutnya.Penyusunan sekuens dalam pengajaran yang sifatnya afektif. melainkan kegiatan bersama. Kegiatan yang diutamakan adalah yang akan membangkitkan rasa ingin tahu dari pemahaman. Menyusun kegiatan yang dapat memunculkan sikap.139) dengan langkah-langkah sebagai berikut. Dalam evaluasi. Memperkenalkan bahan-bahan yang akan dibahas dalam setiap kegiatan. c. siswa dengan orang-orang di lingkungan. a. minat atau perhatian tertentu. C. kurikulum humanistik berbeda dengan yang biasa. interaksi. Kurikulum ini lebih memusatkan perhatian pada problema. Di dalamnya tercakup topik-topik. b. para siswa diberi pengalaman yang menyenangkan baik yang berupa gerakan-gerakan maupun penghayatan. Kalau kurikulum yang hiasa terutama subjek akademis mempunyai kriteria pencapaian. Sasaran mereka adalah perkembangan anak supaya menjadi manusia yang lebih terbuka. Kurikulum Rekonstruksi Sosial Kurikulum rekonstruksi sosial berbeda dengan model-model kurikulum lainnya. bahan ajar serta kegiatan belajar yang akan membantu siswa dalam merumuskan apa yang ingin mereka pelajari. l'onilaiannya bersifat subjektif baik dari guru maupun para siswa. tetapi juga antara siswa dengan siswa. Kurikulum ini bersumber pada aliran pendidikan interaksional. Penyempurnaan. Model lebih mengutamakan proses daripada hasil. Menurut mereka pendidikan bukan upaya sendiri. hlm. Kegiatan belajar yang baik adalah yang memberikan pengalaman yang akan membantu para siswa memperluas kesadaran akan dirinya dan orang lain dan dapat mengembangkan potensi-potensi yang dimilikinya. Kegiatan yang mereka lakukan hendaknya bermanfaat bagi siswa. pembahasan hasil-hasil yang telah dicapai.

Untuk melaksanakan hal itu sekolah mempunyai posisi yang cukup penting. Theodore Brameld.lainnya. Mereka mendorong agar para siswa mempunyai pengetahuan yang cukup tentang masalah-masalah sosial yang mendesak (crucial) dan kerja sama atau bergotong royong untuk memecahkannya. Melalui interaksi dan kerja sama ini siswa berusaha memecahkan problema-problema yang dihadapinya dalam masyarakat menuju pembentukan masyarakat yang lebih baik. pada awal tahun 1950-an menyampaikan gagasannya tentang rekonstruksi sosial. ancaman. Mereka ingin meyakinkan murid-murid bagaimana masyarakat membuat warganya seperti yang ada sekarang dan bagaimana masyarakat metnenuhi kebutuhan pribadi warganya melalui konsensus sosial. Tantangan-tantangan tersebut merupakan . Perubahan sosial tersebut harus dicapai melalui prosedur demokrasi. 1. Harold Rug mulai melihat dan menyadarkan kawan kawannya bahvva selama ini terjadi kesenjangan antara kurikulum dengan masyarakat. Desain kurikulum rekonstruksi sosial Ada beberapa ciri dari desain kurikulum ini. Pandangan rekonstruksi sosial di dalam kurikulum dimulai sekitar tahun 1920-an. Ia menginginkan para siswa dengan pengetahuan dan konsep.rakat baru yang lebih stabil. seluruh warga masyarakat harus turut serta dalam perkembangan dana pembaharuan masyarakat. Brameld juga ingin memberikan keyakinan tentang pentingnya perubahan sosial. a. hambatan -hambatan atau gangguangangguan yang dihadapi manusia. Para rekonstruksionis sosial menentang intimidasi.konsep baru yang diperolehnya dapat mengidentifikasi dan memcahkan masalah-masalah sosial. Asumsi. tetapi juga dapat membantu bagaimana berpartisipasi sebaik-baiknya dalam kegiatan sosial. menakut-nakuti dan kompromi semu. Para rekonstruksionis sosial tidak mau terlalu menekankan kebebasan individu. Sekolah bukan saja dapat membantu individu memperkembangkan kemampuan sosialnya. Setelah diharapkan dapat menciptakan masya. Tujuan utama kurikulum rekonstruksi sosial adalah menghadapkan para siswa pada tantangan. Dalam masyarakat demokratis.

bidang garapan studi sosial. bukan saja dari buku-buku dan kegiatan laboratorium tetapi juga dari kehidupan nyata dalanl masyarakat. sosiologi psikologi. latihan-latihan. Pada tingkat sekolah menengah. Masalah-masalah tersebut dirumuskan dalam pertanyaan. Pertanyaan pertanyaan tersebut mengundang pengungkapan lebih mendalam. Topik-topik dengan berbagai kegiatan kelompok ini merupakan jar-jar. yang perlu didekati dari bidang-bidang lain seperti ekonomi. c. Kegiatan belajar dipusatkan pada masalah-masalah sosial yang mendesak. BAGAN 5. kunjungan dan lain. b. Pola desain kurikulum rekonstruksi sosial . Masalah-masalah sosial yang mendesak. bahkan pengetahuan alam. dan matematika. Dan tema utama dijabarkan sejumlah topik yang dibahas dalam diskusidiskusi kelompok. estetika. pola organisasi kurikulum disusun seperti sebuah roda. Di tengah-tengahnya sebagai poros dipilih sesuatu masalah yang menjadi tema utama dan dibahas secara pleno. seperti: Dapatkah kehidupan seperti sekarang ini memberikan kekuatan untuk menghadapi ancaman ancaman yang akan mengganggu integritas kemanusiaan? Dapatkah tata ekonomi dan politik yang ada dibangun kembali agar setiap orang dapat memanfaatkan sumbersumber daya alam dan cumber daya manusia seadil mungkin. Masalah-masalah masyarakat bersifat universal dan hal ini dapat dikaji dalam kurikulum.lain. Semua kegiatan jar-jari tersebut dirangkum menjadi satu kesatuan sebagai bingkai atau velk. Pola-pola organ isasi.

belajar merupakan kegiatan bersama. Tujuan program pendidikan setiap tahun berubah. Dalam program pendidikan ekonomi-politik. ada kebergantungan antara seorang dengan yang lainnya. apakah telah mempengaruhi kepentingan sebagian besar orang. Kerja sama ini juga terjadi antara para siswa dengan manusia sumber dari masyarakat. Dengan hal itu diharapkan para siswa dapat menciptakan model-model kasar dari situasi yang akan datang. Untuk kelaskelas tinggi selain mereka dihadapkan kepada situasi nyata juga mereka diperkenalkan dengan situasi-situasi ideal. baik dalam kegiatan pleno maupun kelompok-kelompok berusaha memecahkan masalah sosial yang dihadapinya. a) Tujuan dan isi kurikulum. umpamanya untuk tahun pertama tujuannya membangun kembali dunia ekonomipolitik. (5) memantapkan rencana perubahan praktik politik. Guru-guru berusaha membantu para siswa menemukan minat dan kebutuhannya. (6) mengevaluasi semua rencana dengan criteria.mT. Illihungannya dengan ekonomi lokal. Bagi rekonstruksi sosial. Sesuai dengan minat masingmasing siswa. Dalam kegiatan belajar tidak ada kompetisi yang ada adalah kooperasi atau kerja sama.1. Komponen-komponen kurikulum Kurikulum rekonstruksi sosial memiliki komponen-komponen yang sama dengan model kurikulum lain tetapi isi dan bentuk-bentuknya berbeda. maupun antarkelompok dalam kegiatan pleno sangat mewarnai metode rekonstruksi sosial. Anakanak sejak sekolah dasar pun diharuskan turut serta dalam survai kemasyarakatan serta kegiatan kegiatan sosial lainnya.tujuan nasional dengan tujuan siswa. (4) mengkaji praktik politik dalam Ind.Innyo dengan faktor ekonomi. Dalam pengajaran rekonstruksi social para pengembang kurikulum berusaha mencari keselarasan antara tujuan. b) Metode. Kerja sama baik antara individu dalam kegiatan kelompok. saling pengertian dan konsensus. Kegiatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut adalah ( I) mengadakan survai secara kritis terhadap masyarakat (2) mengadakan studi tentang hubungan antara keadaan ekonomi lokal dan ekonomi nasional serta dunia. (3) mengadakan studi tentang latar belakang nkloris dan kecenderungankecenderungan perkembangan ekonomi. .

Conscientization merupakan suatu proses pendidikan atau pengajaran di mana siswa tidak diperlakukan sebagai penerima tetapi sebagai pelajar yang aktif. Salah satu badan yang banyak mengembangkan baik teori maupun praktik pengajaran rekonstruksi sosial adalah Paulo Freize. Sekolah berusaha memberikan penerangan dan melatih kemampuan untuk melihat dan mengatasi hambatan-hambatan yang dihadapi. juga keampuhan menilai pencapaian tujuan-tujuan pembangunan masyarakat yang sifatnya kualitatif. Mereka berusaha membuka diri.c) Evaluasi. 2. Evaluasi tidak hanya menilai apa yang telah dikuasai siswa. Pelaksanaan pengajaran rekonstruksi sosial Pengajaran rekonstruksi sosial banyak dilaksanakan di daerah-daerah yang tergolong belum maju dan tingkat ekonominya juga belum tinggi. sekolah mempelajari potensi-potensi tersebut. dengan bantuan biaya dari pemerintah sekolah berusaha mengembangkan poterisi tersebut. menyusun. Keterlibatan mereka terutama dalam memilih. dan menilai bahan yang akan diujikan. Pengaruh tersebut terutama menyangkut perkembangan masyarakat dan peningkatan taraf kehidupan masyarakat. Mereka banyak membantu pengembangan daerah-daerah di Amerika Latin. memperluas kesadaran tentang realitas sosial budaya dan dengan segala kemampuannya berupaya mengubah dan meningkatkannya. Dalam kegiatan evaluasi para siswa juga libatkan. . Dengan gerakan conscientization mereka membantu masyarakat memahami fakta-fakta dan masalah-masalah yang dihadapinya dalam konteks kondisi masyarakat mereka. Untuk memerangi kebodohan dan keterbelakangan mereka menggalakkan gerakan budaya akal budi (conscientization). tetapi juga menilai pengaruh kegiatan sekolah terhadap masyarakat. meningkatkan kemampuan memecahkan masalah-masalah yang dihadapi. Pelaksanaan pengajaran ini diarahkan untuk meningkatkan kondisi kehidupan mereka. di daerah industri mengembangkan bidang-bidang industri. Sesuai dengan potensi yang ada dalam masyarakat. Di daerah pertanian umpamanya sekolah mengembangkan bidang pertanian dan peternakan. Soal-soal yang akan diujikan dinilai lebih dulu baik ketepatan maupun keluasan isinya.

kesejahteraan masyarakat. Shane menegaskan peranan individu dalam menemukan masa depannya sendiri. Ia menggalakkan perencanaan masa akan datang. akibat pertambahan penduduk. Dalam pemecahan problema sosial dan membuat kebijaksanaan sosial diperlukan musyawarah tiengan warga masyarakat.Keterbatasan dan potensi yang mereka miliki. dan budaya. populasi. mereka tidak dapat melepaskan din dari perkembangan tetapi harus menyesuaikannya. Dalam perkembangan sosial yang perlu mendapatkan perhatian utama adalah perkembangan manusia. Bertolak dari kenyataan-kenyataan tersebut mereka membina diri dan membangun masyarakat. baik bagai individu maupun dalam interaksinya dengan yang lain. Para ahli kurikulum yang berorientasi ke masa depan menyarankan agar isi kurikulum difokuskan pada: penggalian sumber-sumber alam dan htikan alam. Shane menyarankan para pengembang kurikulum. Penyebabnya adalah interpretasi para ahli tentang perkembangan dan masalah-masalah sosial berbeda. Pandangan rekonstruksi sosial berkembang karena keyakinannya pada kemampuan manusia untuk membangun dunia yang lebih baik. Beberapa kritikus pendidikan menilai pandangan ini sukar diterapkan langsung dalam kurikulum (pendidikan). Harold G. Shane seorang profesor dari Universitas Indiana Amerika Serikat. mewakili teman-temannya para Futurolog menggunakan perencanaan masa yang akan datang (future planning) sebagai dasar penyusunan kurikulum. agar mempelajari kecenderungan (trends) perkembangan. Kecenderungan lain adalah perkembangan ekonomi. . politik. ketidakseragaman pemanfaatan sumber-sumber dan lain-lain. Untuk iiiengidentifikasi dan menganalisis kecenderungan-kecenderungan tersebut diperlukan bantuan dari para ahli disiplin ilmu. Juga penekanannya tentang peranan ilmu dalam memecahkan masalah -masalah sosial. masalah air. Kecenderungan utama adalah perkembangan teknologi dengan berbagai dampaknya terhadap kondisi dan perkembangan masyarakat. sosial. Kemampuan warga untuk ikut serta dalam pemecahan masalah juga bervariasi. dari bukan perencanaan untuk masa yang akan datang.

seperti audio dan video casssette. CD-rom dan internet. lebih menekankan kepada penggunaan alat-alat teknologis untuk menunjang efisiensi dan efektivitas pendidikan. mesin pengajaran. Sejalan dengan perkembangan ilmu dan teknologi. juga model-model pengajaran yang banyak melibatkan penggunaan alat. mesin pengajaran. yaitu menekankan isi kurikulum. Penerapan teknologi dalam bidang pendidikan khususnya kurikulum adalah dalam dua bentuk. dan motion film. di bidang pendidikan berkembang pula teknologi pendidikan. Dalam arti teknologi sistem. bisa . sabak dan grip. Sejak dahulu teknologi telah diterapkan dalam pendidikan.D. tetapi diarahkan bukan pada pemeliharaan dan pengawetan ilmu tersebut tetapi pada penguasaan kompetensi. Penerapan teknologi perangkat keras dalam pendidikan dikenal sebagai teknologi alat (tools technology). dan lain-lain. termasuk bidang pendidikan. Pengajaran dengan bantuan komputer. Program pengajaran ini bisa semata-mata program sistem. overhead projector. Perkembangan teknologi mempengaruhi setiap bidang dan aspek kehidupan. Aliran ini ada persamaannya dengan pendidikan klasik. yaitu bentuk perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware). film slide. teknologi pendidikan menekankan kepada penyusunan program pengajaran atau rencana pelajaran dengan menggunakan pendekatan sistem. Kurikulumnya berisi rencana-rencana penggunaan berbagai alat dan media. Suatu kompetensi yang besar diuraikan menjadi kompetensi yang lebih sempit/khusus dan akhirnya menjadi perilaku-perilaku yang dapat diamati atau diukur. Teknologi dan Kurikulum Abad dua puluh ditandai dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat. pena dan tinta. pengajaran berprogram. Dewasa ini sesuai dengan tahap perkembangannya yang digunakan adalah teknologi maju. sedangkan penerapan teknologi perangkat lunak disebut juga teknologi sistem (system technology). Contoh-contoh model pengajaran tersebut adalah: pengajaran dengan bantuan film dan video. tetapi yang digunakan adalah teknologi sederhana seperti penggunaan papan tulis dan kapur. dan lain-lain. pengajaran modul. komputer. Teknologi pendidikan dalam arti teknologi alat.

pengajaran disusun secara system dan ditunjang dengan penggunaan alat dan media pembelajaran. Pada bentuk kedua. tetapi bila tidak menggunakan alat pun pengajaran masih tetap berjalan. Tujuan. Objektif ini menggambarkan perilaku. bersifat "on-off'. video atau film. yang disebut objektif atau tujuan instruksional. Pada saat tertentu ada tugas-tugas yang harus dikerjakan secara kelompok. atau diprogramkan dalam komputer. yaitu: a. memiliki beberapa ciri khusus. Tujuan-tujuan yang bersifat umum yaitu kompetensi dirinci menjadi tujuan-tujuan khusus. dan maju sesuai dengan kecepatan masing-masing. Tujuan diarahkan pada penguasaan kompetensi. yang dirumuskan dalam bentuk perilaku. Setiap . Tujuan-tujuan pengajaran telah ditentukan sebelumnya. Pada bentuk ketiga program pengajaran telah disusun secara terpadu antara bahan dan kegiatan pembelajaran dengan alat dan media. Alat dan media digunakan sesuai dengan kondisi tetapi tidak terlalu dipentingkan. Pembelajaran tidak bisa berjalan tanpa melibatkan penggunaan alat-alat dan program tersebut. yaitu bila digunakan alat dan media akan lebih baik. Pengajaran bersifat individual. Metode yang merupakan kegiatan pembelajaran sering dipandang sebagai proses mereaksi terhadap perangsang-perangsang yang diberikan dan apabila terjadi respons yang diharapkan maka respons tersebut diperkuat. b.program sistem yang ditunjang dengan alat dan media. dan bisa juga program sistem yang dipadukan dengan alat dan media pengajaran. Alat dan media digunakan sesuai dengan kondisi tetapi tidal terlalu dipentingkan. Penggunaan alat dan media belum terintegrasi dengan program pembelajaran. Pada bentuk kedua. perbuatan atau kecakapan-keterampilan yang dapat diamati atau diukur. Pada bentuk pertama. Metode. tiap siswa menghadapi serentetan tugas yang harus dikerjakannya. tetapi bahan ajar dan proses pembelajaran disusun secai sistem. Bahan ajar telah disusun dalam kaset audio. pengajaran tidak membutuhkan alat dan med id yang canggih. Beberapa ciri kurikulum teknologis Kurikulum yang dikembangkan dari konsep teknologi pendidikan. pengajaran disusun secara system. 1.

Juga dapat menjadi umpan balik bagi guru dan pengembang kurikulum untuk penyempurnaan kurikulum. Sesuai dengan landasan pemikiran mereka. 1) Penegasan tujuan. Bahan ajar atau kompetensi yang luas/besar dirinci menjadi bagian-bagian atau subkompetensi yang lebih kecil. Urutan dari objektifobjektif ini pada dasarnya menjadi inti organisasi bahan. Kegiatan evaluasi dilakukan pada setiap saat. pada akhir suatu pelajaran. bahwa model pengajarannya menekankan sifat ilmiah.siswa harus menguasai secara tuntas tujuan-tujuan program pengajaran. c. sebab dalam model kurikulum ini umpan balik selalu diberikan. umpan balik bagi siswa pada akhir suatu program atau semester (evaluasi sumatif). yang rnenggambarkan objektif. sebagai umpan balik bagi siswa dalam penyempurnaan penguasaan suatu satuan pelajaran (evaluasi formatif). . Dalam kegiatan belajarnya mereka dapat menguasai keterampilan-keterampilan dasar ataupun perilaku-perilaku yang dinyatakan dalam tujuan program. Para siswa dapat segera mengetahui apa yang telah mereka kuasai dan apa yang masih harus dipelajari lebih serius. 3) Pengetahuan tentang hasil. Para siswa diberi penjelasan tentang pentingnya bahan yang harus dipelajari. Pelaksanaan pengajaran mengikuti langkah-langkah sebagai berikut. Mereka belajar dengan cara memberikan respons secara cepat terhadap persoalan-persoalan yang diberikan. Evaluasi yang mereka gunakan umumnya berbentuk tes objektif. d. Para siswa belajar secara individual melalui media buku-buku ataupun media elektronik. Evaluasi. 2) Pelaksanaan pengajaran. Bahan ajar atau isi kurikulum banyak diambil dari disiplin ilmu. Kemajuan siswa dapat segera diketahui oleh siswa sendiri. Sebagai tanda menguasai bahan mereka harus menguasai seara tuntas tujuan-tujuan dari suatu program. suatu unit ataupun semester. Fungsi evaluasi ini bermacammacam. tetapi telah diramu sedemikian rupa sehingga mendukung penguasaan sesuatu kompetensi. bentuk ini tes dipandang yang paling cocok. Organisasi Indian ajar.

Metode mengajar mereka cenderung seragam. evaluasi) juga bahan-bahan ajar yang bersifat afektif. sintetis. penyusunan kurikulum. Pengembangan kurikulum diarahkan pada pencapaian nilai-nilai umum. Pengembangan kurikulum Dalam pengembangan kurikulum model lama. Program dikembangkan melalui beberapa kegiatan uji coba dengan sampel-sampel dari suatu populasi yang sesuai. yaitu: 1) Prosedur pengembangan kurikulum dinilai dan disempurnakan oleh . kurikulum teknologis tidak terlepas dari beberapa keterbatasan atau kelemahan. Model ini terbatas kemampuannya untuk mengajarkan bahan ajar yang kompleks atau membutuhkan penguasaan tingkat tinggi (analisis. Pengajaran teknologis sukar untuk dapat melayani bakat-bakat siswa belajar dengan metode-metode khusus. Meskipun memiliki kelebihan-kelebihan.Program pengajaran teknologis sangat menekankan efisiensi dan efektivitas. yang dilengkapi dengan sistem umpan balik dan bimbingan yang teratur dari dapat mempercepat dan meningkatkan penguasaan siswa. Dengan model pengajaran ini tingkat penguasaan siswa dalam standar konvensional jauh lebih tinggi dibandingkan dengan model-model lain. tetapi bila sikapnya negatif. bila sikapnya positif maka siswa akan berhasil. Apalagi kalau digunakan program-program yang lebih berstruktur seperti pengajaran berprogram. penyusunan buku-buku serta perangkat kurikulum lainnya lebih bersifat seni dan didasarkan atas kepentingan politik daripada landasan-landasan ilmiah dan teknologis. menurut para ahli teknologi pendidikan. direvisi beberapa kali sampai standar yang diharapkan dapat dicapai. Masalah kebosanan juga berpengaruh terhadap proses belajar. pengajaran modul atau pengajaran dengan bantuan video dan komputer. 2. Keberhasilan belajar siswa juga sangat dipengaruhi oleh sikap mereka. tingkat penguasaannya pun relatif rendah. Beberapa percobaan menunjukkan kemampuan siswa untuk mentransfer hasil belajar cukup rendah. konsep-konsep. Pengembangan kurikulum teknologis berpegang pada beberapa kriteria. masalah dan keterampilan yang akan menjadi isi kurikulum disusun dengan fokus pada nilainilai tadi.

Keempat . Pengembangan kurikulum ini membutuhkan kerjasama dengan para penyusun program dan penerbit media elektronik dan media cetak. terutama guru-guru untuk mengembangkan sendiri program pengajarannya. Hal ini menyangkut pasaran. dan organisasi. Model ini di Indonesia dikenal dengan nama Satuan Pelajaran dalam lingkungan Pendidikan Dasar dan Menengah atau Satuan Acara Perkuliahan pada Perguruan Tinggi. Spesifikasi juga meliputi spesifikasi situasi lingkungan tempat belajar. Pengembangan dan penggunaan alat dan media pengajaran bukan hanya sebagai alat bantu tetapi bersatu dengan program pengajaran dan ditujukan pada penguasaan kompetensi tertentu. Kedua spesifikasi. Pengembangan pengajaran yang betul-betul berstruktur dan bersatu dengan alat dan media membutuhkan biaya yang tidak sedikit. dan hendaknya memberikan hasil yang sama. Inilah hambatan utama pengembangan kurikulum ini. Dengan pendekatan ini biaya dapat lebih ditekan. Pemecahan masih dapat dilakukan dengan menerapkan model kurikulum teknologis yang lebih menekankan pada teknologi sistem dan kurang menekankan pada teknologi alat. standar perilaku belajar. di samping memberi kesempatan kepada pelaksana pengajaran. 2) Hasil pengembangan terutama yang berbentuk model adalah yang bisa diuji coba ulang. sebag ai bagman dari. terutama bagi sekolah atau daerah-daerah yang kemampuan finansialnya masih rendah. demikian juga format-format media. baik dilihat dari segi kegunaannya maupun ketepatan penggunaannya. diperlukan adanya spesifikasi dari alat atau media yang akan dikembangkan. Sistem Instruksional atau Desain Instruksional.pengembang kurikulum yang lain. serta keterampilan-keterampilan untuk mencapai tujuan. Pertama. Di pihak lain harus dicegah jangan sampai pengembangan kurikulum ini menjadi objek bisnis. sekuens-sekuens pengajaran perlu diujicobakan dalam bentuk prototipe-prototipe. Pengembangan kurikulum teknologis terutama yang menekankan teknologi alat. formulasi perlu dirumuskan terlebih dahulu apakah pengembangan alat atau media tersebut benarbenar diperlukan. Ketiga prototipe. Inti dari pengembangan kurikulum teknologis adalah penekanan pada kompetensi. perlu mempertimbangkan beberapa hal.

The Live Classroom. tetapi juga dilengkapi dengan ilustrasi dalam praktik. alat pelajaran dan lain-lain. Kelima mencoba hasil. Buku ini menguraikan pendidikan dan pengajaran yang didasarkan atas teori Gestalt. Robert S. Sistem pendidikan. sehingga perkembangannya lebih optimal. Sistem pendidikan yang ada umumnya kurang memperhatikan kebutuhan siswa dan kurang melibatkan partisipasi guru dan siswa. contoh-contoh rencana serta pelaksanaan pelajarannya. George Isaac (ed). ahli kurikulum dan pengajaran. Bernice B. Buku ini sangat berfaidah bagi para pendidik. hasil dan kesulitan-kesulitan yang dihadapi dicatat sebagai umpan balik bagi penyempurnaan selanjutnya. Data tentang kebaikan dan kekurangan-kekurangan sangat diperlukan bagi penyempurnaan. dasar-dasar teori Gestalt. Proses pelaksanaan. merupakan reaksi dan sekaligus ingin memperbaiki sistem pendidikan yang ada. Dengan pendekatan ini mereka ingin memperbaiki pelaksanaan yang mereka sebut sebagai kelas yang mati. sebab dalam pendekatan ini faktor afektif mendapatkan tempat yang sama dengan faktor kognitif. Pengajaran bersifat . E. umumnya ditentukan oleh pihak lain.percobaan pertama. Gilchrist. tetapi perkembangan yang menyeluruh dari pribadi anak dapat tercapai. hasil dari pengembangan dicoba diterapkan di dalam sistem pengajaran yang berlaku. Buku Acuan Brown. New York: The Viking Press. buku. (1974). kurikulum. Belmont California: A Phi Delta Kappa Book. & Roberts. Suasana kelas dapat dihidupkan melalui pelaksanaan Confluent Education. Dengan Confluent Education bukan saja kelas menjadi lebih hidup. Apa yang dikupas dalam buku ini. (1975). unit-unit pengajaran diujicobakan pada sejumlah sampel siswa untuk mengetahui keberhasilan dan kelemahannya. pemegang kebijaksanaan pendidikan. yang disebut Confluent Education. tanpa melibatkan siswa dan guru. Pokok-pokok yang diuraikan dalam buku ini meliputi. Curriculum Development: A Humanized System Approach. Dalam buku ini para penulis tidak hanya menguraikan segi-segi teoretis. serta para guru di sekolah. konsep-konsep Confluent Education. suatu komisi dan sebagainya.

mekanis dan satu komponen terlepas dari komponen lainnya. Buku ini sangat berguna bagi perencana dan pelaksana kurikulum dan pengajaran. bagaimana mempersiapkan dan melaksanakan pengajaran yang efektif dan terakhir bagaimana mengembangkan sistem sekolah yang bersifat humanistik. Dalam buku ini secara sistematis dikemukakan. nilai dan tujuan perkembangan manusia. suatu pandangan pendidikan yang menekankan kebutuhan perkembangan pribadi siswa seutuhnya. . bagaimana mengorganisasi pendidikan sehingga tercipta kegia tan belajar yang efektif. Perbaikan tersebut bertolak dari pendekatan humanisme. Melihat kelemahankelemahan di atas para penulis melalui buku ini ingin memperbaikinya. hakikat manusia. Segi afektif berjalan sejajar dengan segi kognitif dan psikomotor.

isi atau materi. kurikulum membentuk desain yang menggambarkan pola organisasi dari komponen-komponen kurikulum dengan perlengkapan penunjangnya. Kesesuaian ini meliputi dua hal. yang memiliki susunan anatomi tertentu. yaitu sebagai program pengajaran pada suatu jenjang pendidikan. kemungkinan dilaksanakan di kelas. meliputi semua pengalaman yang diperoleh siswa karena pengarahan-bimbingan dan tanggung jawab sekolah. proses atau sistem penyampaian dan media. Unsur atau komponenkomponen dari anatomi tubuh kurikulum yang utama adalah: tujuan. proses sesuai dengan isi dan tujuan. Apakah dalam lingkup yang luas ataupun sempit. Ada yang mengartikannya secara luas. Suatu kurikulum harus memiliki kesesuaian atau relevansi. kebutuhan. Ada yang memandangnya secara sempit. Kurikulum juga diartikan sebagai dokumen tertulis dari suatu rencana atau program pendidikan (written curriculum). . dan dapat pula menyangkut lingkup yang sangat sempit. Kedua kesesuaian antarkomponen-komponen kurikulum. demikian juga evaluasi sesuai dengan proses. yaitu kurikulum sebagai kumpulan mata pelajaran atau bahan ajar. Kurikulum dapat mencakup lingkup yang sangat luas. isi dan tujuan kurikulum. Tidak semua yang ada dalam kurikulum tertulis. Keempat komponen tersebut berkaitan erat satu sama lain. serta evaluasi.BAB 6 ANATOMI DAN DESAIN KURIKULUM Pada bab-bab sebelum ini telah dikemukakan bahwa terdapat variasi dalam mendepinisikan kurikulum. seperti program pengajaran suatu mata pelajaran untuk beberapa jam pelajaran. A. dan perkembangan masyarakat. dan juga sebagai pelaksanaan dari rencana di atas (actual curriculum). Pertama kesesuaian antara kurikulum dengan tuntutan. kondisi. Komponen-Komponen Kurikulum Kurikulum dapat diumpamakan sebagai suatu organisme manusia ataupun binatang. yaitu isi sesuai dengan tujuan.

dan terbatas. Dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah 1975/1976 dikenal kategori tujuan sebagai berikut. sempit. yaitu tujuan umum dan khusus. Pertama perkembangan tuntutan. Tujuan kurikulum dirumuskan berdasarkan dua hal. karena lebih jelas dan mudah pencapaiannya. didasari oleh pemikiran-pemikiran dan terarah pada pencapaian nilai-nilai filosofis. masih dirinci lagi menjadi tujuan instruksional umum dan khusus atau disebut juga objektif. guru menjabarkan tujuan mengajarnya dalam bentuk tujuan-tujuan khusus atau objectives yang yang bersifat operasional. sedang perumusan tujuan umum lebih bersifat abstrak. 1974: 5). tujuan memegang peranan penting. tujuan-tujuan khusus lebih diutamakan. jangka panjang. Yang terakhir ini. Mengajar dalam kelas lebih menekankan tujuan khusus. akan mengarahkan semua kegiatan pengajaran dan mewarnai komponen-komponen kurikulum lainnya. Kita mengenal beberapa kategori tujuan pendidikan. merupakan sasaran pendidikan sesuatu lembaga pendidikan. Tujuan institusional. Kedua. menjadi sasaransasaran khusus yang lebih konkret. pencapaiannya . Dalam mempersiapkan pelajaran. Tujuan pendidikan nasional merupakan tujuan jangka panjang. Tujuan instruksional yang merupakan target yang harus dicapai oleh sesuatu mata pelajaran. dan jangka pendek. sebab hal itu akan dapat memberikan gambaran yang lebih konkret. Tujuan pendidikan nasional yang berjangka panjang merupakan suatu tujuan pendidikan umum. Tujuan-tujuan khusus dijabarkan dari sasaran-sasaran pendidikan yang bersifat umum yang biasanya abstrak dan luas. menengah. adalah tujuan yang ingin dicapai oleh sesuatu program studi. sedangkan tujuan isntruksional yang berjangka waktu cukup pendek merupakan tujuan yang bersifat khusus. yang merupakan tujuan pokok bahasan. Dalam kegiatan belajar-mengajar di-dalam kelas. memerlukan waktu yang lebih lama dan lebih sukar diukur. Tujuan demikian akan menggambarkan "what will the student he able to do as a result of the teaching that he was unable to do before" (Rowntree. dalam kurikulum atau pengajaran. Tujuan kurikuler. dan menekankan pada perilaku siswa. kebutuhan dan kondisi masyarakat. tujuan ideal pendidikan bangsa Indonesia. terutama falsafah negara.Telah dikemukakan bahwa.

Tujuan-tujuan khusus mengajar juga memiliki tingkat kesukaran yang berbeda-beda. sikap. motor skills and attitudes (1974. yaitu domain kognitif. Tujuan khusus memudahkan dalam mengkomunikasikan maksud kegiatan mengajar-belajar kepada siswa. dapat belajar sendiri dalam waktu setengah dari waktu belajar dalam kelas biasa. kecakapan jasmaniah. pemahaman. membantu memudahkan guru-guru memilih dan menyusun bahan ajar. yaitu: gerakan refleks. yaitu: menerima. diberikan referensi dan sumber yang memadai. Untuk domain psikomotor Anita Harrow (1971) membaginya atas enam jenjang. dan evaluasi. dan nilai-nilai. hlm. dan psikomotor. Domain afektif berkenaan dengan penguasaan dan pengembangan perasaan. c. mengorganisasi nilai. Berdasarkan penelitian Mager dan Clark (1963) siswa yang mengetahui tujuan-tujuan khusus suatu pokok bahasan. Domain psikomotor menyangkut penguasaan dan pengembangan keterampilanketerampilan motorik. afektif. gerakan-gerakan keterampilan dan komunikasi yang berkesinambungan. cognitive strategies. Bloom mengemukakan tiga kategori tujuan mengajar sesuai dengan domain-domain perilaku individu. Domain kognitif berkenaan dengan penguasaan kemampuan-kemampuan intelektual atau berpikir. merespons. dan karakterisasi nilai-nilai. Perumusan tujuan mengajar yang berbentuk tujuan khusus (objective). yaitu: pengetahuan. Bloom. Gage dan Briggs mengemukakan lima kategori tujuan. memberikan beberapa keuntungan: a. sesuai dengan perilaku yang menjadi sasarannya. sintesis. Tujuan khusus memudahkan guru menentukan kegiatan belajar dan media mengajar. yaitu intellectual skills. (1975) membagi domain kognitif atas enam tingkatan dari yang paling rendah. minat. menilai. kecakapan mengamati. analisis.Tujuan-tujuan mengajar dibedakan atas beberapa kategori. b. 23-24). . Tujuan khusus. gerakan-gerakan dasar. aplikasi. verbal information. Untuk domain afektif Krathwohl dan kawan-kawan (1974) membaginya atas lima tingkatan yang juga berjenjang.

yaitu: a. 3) memberikan pengkhususan tentang sumber-sumber yang dapat digunakan siswa dan orang-orang yang dapat diajak bekerjasama. yaitu: 1) Sukar menyusun tujuan-tujuan khusus untuk domain afektif. dalam bentuk: 1) ketepatan atau ketelitian respons. 2) menunjukkan stimulus yang membangkitkan tingkah laku siswa. latihan dan pengalaman yang mencukupi dari guru-guru. latihan dan pengalaman akan membawa guru -guru pada perumusan tujuan-tujuan yang bertaraf rendah. lebih mudah merumuskan butir tes dan lebih mudah menentukan kriteria pen capaiannya. den gan: 1) menggunakan kata-kata kerja yang menunjukkan tingkah laku yang dapat diamati. 2) kecepatan. berupa: 1) kondisi atau lingkungan fisik. Rowntree (1974). Tujuan khusus memudahkan guru mengadakan penilaian. Kelemahan di atas akan menyebabkan penyusunan tujuan-tujuan khusus bersifat mekanistis. 2) kondisi atau lingkungan psikologis. tujuan khusus merupakan suatu perilaku yang diperlihatkan siswa pada akhir suatu kegiatan belajar. De Cecco (1977) dan Davies (1981) sepakat bahwa. Gagne (1974). Menggambarkan kondisi atau lingkungan yang menunjang tingkah laku siswa. Banathy (1968). panjangnya dan frekeunsi respons.d. c. 2) Sukar menyusun tujuantujuan khusus pada tingkat tinggi. Ahli-ahli di atas juga memberikan beberapa spesifikasi dari tujuan-tujuan mengajar khusus. Kekurangan keahlian. yang mudah diukur. Di samping keuntungan-keuntungan di atas pengembangan tujuantujuan mengajar yang bersifat khusus menghadapi beberapa kesukaran. Menunjukkan mutu tingkah laku yang diharapkan dilakukan oleh siswa. Bagaimana perumusan sesuatu tujuan khusus atau objective yang baik? Beberapa ahli seperti Mager (1962). Menggambarkan apa yang diharapkan dapat dilakukan oleh siswa. Untuk mengatasi kedua kesukaran di atas diperlukan keahlian. dengan jumlah tujuan yang sangat banyak. Dengan tujuan khusus guru lebih mudah menentukan bentuk tes. . b.

Sekuens bahan ajar Untuk mencapai tiap tujuan mengajar yang telah ditentukan diperlukan hahan ajar. 3) Sekuens struktural. yang mencakup komponen komponen: tujuan khusus. lingkungan orang-orang. Masih berhubungan erat dengan sekuens kronologis adalah sekuens kausal. Bagian-bagian bahan ajar suatu bidang studi telah mempunyai struktur tetentu. tanpa terlebih dahulu mengajarkan pemantulan . untuk mendorong siswa melakukan interaksi yang produktif dan memberikan pengalaman belajar yang dibutuhkan. maka dalam bagian ini yang akan diuraikan hanya sekuens bahan ajar. penemuanpenemuan ilmiah dan sebagainya dapat disusun berdasarkan sekuens kronologis. Karena perumusan tujuan khusus strategi. media dan sumber belajar. Peristiwaperistiwa sejarah. Hap topik atau subtopik mengandung ide-ide pokok yang relevan dengan tujuan yang telah ditetapkan. 2) Sekuens kausal. strategi mengajar. alat-alat dan ide-ide. Bahan ajar Siswa belajar dalam bentuk interaksi dengan lingkungannya. dan evaluasi hasil mengajar dibahas secara tersendiri. serta evaluasi hasil mengajar. Ada beberapa cara untuk menyusun sekuens bahan ajar. a. Topik-topik atau sub-subtopik tersebut terusun sekuens tertentu yang membentuk suatu sekuens bahan ajar. Dalam fisika tidak mungkin mengajarkan alat-alat optik. Tugas utama seorang guru adalah menciptakan lingkungan tersebut. yaitu: 1) Sekuens kronologis. Dengan mempelajari sesuatu yang menjadi sebab atau pendahulu para siswa akan menemukan akibatnya. perkembangan historis suatu institusi. Kegiatan dan lingkungan demikian dirancang dalam suatu rencana mengajar. Menurut Rowntree (1974: 75) "sekuens kausal cocok untuk menyusun bahan ajar dalam bidang meteorologi dan geomorfologi". dapat digunakan sekuens kronologis. sekuens bahan ajaran. Siswa dihadapkan pada peristiwa-peristiwa atau situasi yang menjadi sebab atau pendahulu dari sesuatu peristiwa atau situasi lain.2. Untuk menyusun bahan ajar yang mengandung urutan waktu. Penyusunan sekuens bahan ajar bidang studi tersebut perlu disesuaikan dengan strukturnya. Bahan ajar tersusun atas topik-totpik dan sub-subtopik tertentu.

(c) Pengumpulan data. dikembangkan oleh Thomas Gilbert (1962). dan pemantulan dan pembiasan cahaya tidak mungkin diajarkan tanpa terlebih dahulu mengajarkan masalah cahaya. dari benda-benda kepada teori. dari yang sederhana kepada yang kompleks. kemudian guru menyajikan data tentang sesuatu masalah dari langkah (a) sampai (d). 4) Sekuens logis dan psikologis. Dari topik atau pokok tersebut bahan diperluas dan diperdalam. 6) Rangkaian ke belakang. (backward chaining). Rowntree (1974: 77) melihat perbedaan antara sekuens logis dengan psikologis. tetapi kemudian diperluas dan diperdalam dengan bahan yang lebih kompleks. kemudian dicari suatu hierarki urutan bahan ajar untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. proses pemecahan masalah yang besifat ilmiah. dan siswa diminta untuk membuat interpretasi hasilnya (e). dikembangkan oleh Bruner (1960). Menurut sekuens logis bahan ajar disusun dari yang nyata kepada yang abstrak. 5) Sekuens spiral. Dalam sekuens ini mengajar dimulai dengan langkah terakhir dan mundur ke belakang. berturut-turut . Menurut sekuens logis bahan ajar dimulai dari bagian menuju pada keseluruhan. Model ini dikembangkan oleh Gagne (1965). 7) Sekuens berdasarkan hierarki belajar. Hierarki tersebut menggambarkan urutan perilaku apa yang mula-mula harus dikuasai siswa.dan pembiasan cahaya. dan alat-alat optik tersusun secara struktural. pemantulan-pembiasan. dengan prosedur sebagai berikut: tujuan-tujuan khusus utama pembelajaran dianalisis. meliputi 5 langkah. Masalah cahaya. yaitu: (a) Pembatasan masalah (b) Penyusunan hipotesis. (d) Pengetesan hipotesis. Topik atau pokok bahan ajar tersebut adalah sesuatu yang populer dan sederhana. Dalam mengajarnya mulai dengan langkah (e). Bahan ajar dipusatkan pada topik atau pokok bahan tertentu. dari fungsi kepada struktur. Contoh. Pada kesempatan lain guru menyajikan data tentang masalah lain d langkah (a) sampai (c) dan ari siswa diminta untuk mengadakan pengetesan hipotesis (d) dan seterusnya. Bahan ajar juga dapat disusun berdasarkan urutan logis. (e) Interpretasi basil tes. dari masalah bagaimana kepada masalah mengapa. dari yang kompleks kepada yang sederhana. tetapi menurut sekuens psikologis sebaliknya dari keseluruhan kepada bagian.

. atau melakukan aktivitas lain kecuali menguasainya. a. menerapkan. serta menemukan hal-hal yang bermanfaat bagi dirinya. Siswa tidak dituntut untuk mengolah. Untuk bidang studi tertentu dan pokokpokok bahasan tertentu hierarki juga dapat mengikuti hierarki tipe-tipe belajar dari Gagne. siswa dituntut untuk melakukan berbagai kegiatan flienghimpun informasi. mengintegrasikan. mereorganisasikan bahan serta membuat kesimpulankosimpulan. Pada waktu guru menyusun sekuens suatu bahan ajar. menganalisis. Strategi mengajar Penyusunan sekuens bahan ajar berhubungan erat dengan strategi atau metode mengajar. is juga harus memikirkan strategi mengajar mana yang sesuai untuk menyajikan bahan ajar dengan urutan seperti itu. motor-chain learning. Reception/Exposition Learning . (Gagne. mengkategorikan. Melalui kegiatan-kegiatan tersebut siswa akan menguasainya. Ada beberapa strategi yang dapat digunakan dalam mengajar. 3.Individual Learning. dan problem-solving learning. Dalam discovery learning bahan ajar tidak disajikan dalam hentuk akhir. Gagne mengemukakan 8 tipe belajar yang tersusun secara hierarkis mulai dari yang paling sederhana: signal learning. Rowntree (1974: 93-97) membagi strategi mengajar itu atas Exposition . verbal association. principle learning. Reception learning dilihat dari sisi siswa sedangkan exposition dilihat dari sisi guru. Dalam exposition atau reception learning keseluruhan bahan ajar disampaikan kepada siswa dalam bentuk akhir atau bentuk jadi.Meaningful Lerning. membandingkan. stimulus-respons learning. Reception dan exposition sesungguhnya mempunyai makna yang sama. multiple discrimination.Discovery Learning. baik secara lisan maupun secara tertulis. hanya berbeda dalam pelakunya. concept learning.Discovery Learning dan Rote Learning.sampai dengan perilaku terakhir. 1970: 63-64).Discovery Learning dan Groups . Ausubel and Robinson (1969 : 43-45) membaginya atas strategi Reception Learning.

yang lain mungkin hanya akan menanti atau menonton. proposisi. yang tersusun membentuk suatu struktur dalam pikiran anak.Meaningful Learning. acuh tak acuh. . Menurut Ausubel and Robinson (1970: 5253) sesuatu bahan ajar bermakna bila dihubungkan dengan struktur kognitif yang ada pada siswa. Dengan demikian akan terjadi perbedaan yang semakin jauh antara anak pandai dengan yang kurang. Di pihak lain anak-anak lambat akan menderita kurang motif belajar. Pelaksanaan discovery learning menuntut aktivitas belajar yang bersifat individual atau dalam kelompok-kelompok kecil. Group Learning . Siswa menguasai bahan ajar dengan menghafalkannya. b) rotereception learning. Struktur kognitif terdiri atas fakta-fakta. akan mengikuti saja kegiatan dan menerima temuan-temuan anak-anak cepat. dalam kelas besar tidak mungkin semua anak dapat bekerja sama. dalil. Masalah pertama. karena kemampuan dan kecepatan belajar siswa tidak sama. siswa-siswa yang kurang dan lambat. Kerja sama hanya akan dilakukan oleh anak-anak yang aktif. Discovery learning dalam bentuk kelas pelaksanaannya agak sukar dan mempunyai beberapa masalah. c) meaningful-discovery learning. Masalah lain adalah kemungkinan untuk bekerja sama. Lebih lanjut Ausubel and Robinson menekankan bahwa reception-discovery learning dan rote-meaningful learning dapat dikombinasikan satu sama lain sehingga membentuk 4 kombinasi strategi belajar-mengajar. Dalam rote learning bahan ajar disampaikan kepada siswa tanpa memperhatikan arti atau maknanya bagi siswa. maka kegiatan discovery hanya akan dilakukan oleh siswa-siswa yang pandai dan cepat. data. Dalam meaningful learning penyampaian bahan mengutamakan maknanya bagi siswa.Individual Learning. dan kemungkinan menjadi pengganggu kelas. hukum dan teori-teori yang telah dikuasai siswa sebelumnya.b. c. Rote learning . konsep. yaitu: a) meaningful-reception learning. dan d) rote-discovery learning.

permainan. gerakgerik. sedangkan dalam realita orang-orang tersebut hanya menjadi objek pengamatan. Intensitas interaksi insani dalam metode ceramah lebih rendah dibandingkan dengan metode diskusi. penampilan fisik. benda. realita. binatang. terutama dalam perkembangan segi kognitif siswa. serta berbagai bentuk alat penyaji perangsang belajar. disket. kaset. peristiwa. sikap. dan media lainnya. film. objek studi siswa. berupa alat-alat elektronika seperti mesin pengajaran. makhluk. bergerak atau tidak. pictorial. Interaksi insani. Perumusan di atas menggambarkan pengertian media yang cukup luas. dan komputer. Untuk pengembangan segi-segi afektif. a. . c. Media ini menunjukkan penyajian berbagai bentuk variasi gambar dan diagram nyata ataupun simbol. Rowntree (1974: 104-113) mengelompokkan media mengajar menjadi lima macam dan disebut Modes. Komunikasi yang bersifat verbal memegang peranan penting. ukuran. roman muka. dan lain-lain. dibuat di atas kertas. Media ini merupakan komunikasi langsung antara dua orang atau lebih. Pictorial. simulasi. Dalam interaksi insani siswa berkomunikasi dengan orang-orang. Media mengajar Media mengajar merupakan segala macam bentuk perangsang dan alat yang disediakan guru untuk mendorong siswa belajar. Media pictorial mempunyai banyak keuntungan karena hampir semua bentuk. kecepatan. bentuk-bentuk komunikasi nonverbal seperti: perilaku. audio cassette. dan lain-lain lebih memegang peranan penting sebagai contohcontoh nyata. simbol tertulis. yaitu Interaksi insani. b. Realita merupakan bentuk perangsang nyata seperti orang-orang.4. Realia. Intensitas interaksi insani dalam berbagai metode mengajar tidak selalu sama. dan rekaman suara. video cassette. Interaksi insani dapat bcrlangsung melalui komunikasi verbal atau nonverbal. dan sebagainya yang diamati siswa. mencakup berbagai bentuk perangsang belajar yang sering disebut sebagai audio visual aid. televisi. benda-benda. Terutama kehadiran guru mempengaruhi perilaku siswa atau siswasiswanya. film. Dalam komunikasi tersebut kehadiran sesuatu pihak secara sadar atau tidak sadar mempengaruhi perilaku yang lainnya. sosiodrama.

Juga penyajiannya dapat bervariasi dari bentuk yang paling sederhana seperti sketsa dan bagan sampai dengan yang cukup sempurna seperti film bergerak yang berwarna dan bersuara. yang disebutnya Cone of Experience. e. Rekaman suara dapat disajikan secara tersendiri atau digabung dengan media pictorial. Simbol tertulis. bagan. grafik. mengemukakan 12 macam media mengajar atau audio visual aid. yaitu: BAGAN 6. Kerucut pengalaman dari Edgar Dale . tetapi tetap efektif. dan sebagainya. Berbagai bentuk informasi dapat disampaikan kepada anak dalam bentuk rekaman suara. Ada beberapa macam bentuk media simbol tertulis seperti buku teks. Rekaman suara. d. Penggunaan rekaman suara tanpa gambar dalam pengajaran bahasa cukup efektif.dan peristiwa dapat disajikan dalam media ini. Dale (1969). Simbol tertulis merupakan media penyajian informasi yang paling umum. paket program belajar. atau bentuk-bentuk animasi yang disajikan dalam video atau komputer. buku paket. atau kerucut pengalaman. Penulisan simbol-simbol tertulis biasanya dilengkapi dengan media pictorial seperti gambar-gambar. dan majalah-majalah. modul.

bahan ajar. Untuk tiap tujuan khusus minimal disusun satu butir soal. Umpan balik tersebut digunakan untuk mengadakan berbagai usaha penyempurnaan baik bagi penentuan dan perumusan tujuan mengajar. Evaluasi formatif ditujukan untuk menilai penguasaan siswa terhadap tujuan-tujuan belajar dalam jangka waktu yang relatif pendek. Tiap kegiatan akan memberikan umpan balik. Tujuan utama dari evaluasi formatif sebenarnya lebih besar ditujukan untuk menilai proses pengajaran. demikian juga dalam pencapaian tujuan-tujuan belajar dan proses pelaksanaan mengajar.5. Evaluasi ditujukan untuk menilai pencapaian tujuan-tujuan yang telah ditentukan serta menilai proses pelaksanaan mengajar secara keseluruhan. Evaluasi hasil belajar-mengajar Untuk menilai keberhasilan penguasaan siswa atau tujuan-tujuan khusus yang telah ditentukan. Evaluasi ini disebut juga evaluasi hasil belajar-mengajar. dan media mengajar. Hasil evaluasi formatif ini terutama digunakan untuk . strategi mengajar. a. strategi. dan media mengajar adalah evaluasi dan penyempurnaan. Menurut lingkup luas bahan dan jangka waktu belajar dibedakan antara evaluasi formatif dan evaluasi sumatif. diadakan suatu evaluasi. penentuan sekuens bahan ajar. Dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah evaluasi formatif digunakan untuk menilai penguasaan siswa setelah selesai mempelajari satu pokok bahasan. Dalam evaluasi ini disusun butir-butir soal untuk mengukur pencapaian tiap tujuan khusus yang telah ditentukan. Evaluasi pengajaran Komponen utama selanjutnya setelah rumusan tujuan.

Dengan demikian evaluasi formatif. and (3) improving learning and instruction. tidak ada suatu kriteria sebagai standar. satu semester. (2) reporting learning progress to parents. sebagai hasil usaha belajar dalam jangka waktu yang cukup lama. sedangkan norm referenced digunakan pada evaluasi sumatif. (2) to aid in motivating learning. penguasaan siswa dibandingkan dengan tingkat penguasaan kawan-kawannya satu kelompok. Gronlund (1976: 489) mengemukakan fungsi tes formatif sebagai berikut: (1) to plan corrective action for overcoming learning deficiences. Dalam implementasi kurikulum atau pelaksanaan pengajaran. Evaluasi sumatif ditujukan untuk menilai penguasaan siswa terhadap tujuan-tujuan yang lebih luas. kelulusan ujian) serta menilai efektivitas program secara menyeluruh. sekolah. satu tahun atau selama jenjang pendidikan. ataupun nasional. yang lebih bersifat relatif. criterion referenced digunakan pada evaluasi formatif. Kelompok ini dapat berupa kelompok kelas. Gronlund. selain berfungsi menilai proses. Thorndike. yaitu norm referenced dan criterion referenced (Chauhan. . Dalam norm referenced. Dengan demikian dalam cirterion referenced ada suatu kriteria standar. 1976: 18-19. and school personnel.memperbaiki proses belajar-mengajar dan membantu mengatasi kesulitankesulitan belajar siswa. Dalam cirterion referenced penguasaan siswa yang diukur dengan sesuatu tes hasil belajar dibandingkan dengan sesuatu kriteria tertentu umpamanya 80% dari tujuan atau bahan yang diberikan. juga merupakan evaluasi atau tes diagnostik. Evaluasi sumatif mempunyai fungsi yang lebih luas daripada evaluasi formatif. pupils. 1979: 170177. Ini sesuai dengan pendapat Grondlund (1976: 499) bahwa eva luasi sumatif berguna bagi: (1) assigning grades. Dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah. evaluasi sumatif dimaksudkan untuk menilai kemajuan belajar siswa (kenaikan kelas. Untuk mengukur tingkat penguasaan siswa terhadap tujuan-tujuan yang telah ditentukan atau bahan yang telah diajarkan ada dua macam norma yang digunakan. daerah. dan (3) to increase retention and transfer or learning. Dengan demikian norma yang digunakan adalah norma kelompok. 1976: 654).

merupakan umpan balik bagi penyempurnaan-penyempurnaan lebih lanjut. tim evaluasi Kanwil atau Pusat. Untuk mengevaluasi komponenkomponen dan proses pelaksanaan mengajar bukan hanya digunakan tes tetapi juga digunakan bentuk-bentuk nontes. baik evaluasi hasil belajar. afektif dan psikomotor. Sesuai dengan prinsip sistem. yang mencakup: siszva. pada dasarnya semua komponen mengajar mempunyai kemungkinan untuk disempurna kan. Karena sifatnya menyeluruh dan terus menerus tersebut maka evaluasi pelaksanaan sistem mengajar dapat dipandang sebagai suatu monitoring. walupun tidak semua komponen mendapat evaluasi yang sama kedalaman dan keluasannya. guru. studi dokumenter. komponen mengajar mencakup subkomponen: isi. administrator. maupun evaluasi pelaksanaan mengajar secara keseluruhan. seperti observasi. analisis hasil pekerjaan. Penyempurnaan juga mungkin dilakukan secara langsung begitu didapatkan . Evaluasi dapat dilakukan oleh guru atau oleh pihak -pihak lain yang berwenang atau diberi tugas. evaluasi dan umpan balik diadakan secara terus menerus. serta komponen evaluasi mengajar sendiri. seperti Kepala Sekolah dan Pengawas.b. dan masyarakat. bahan pengajaran (yang menyangkut sekuens bahan ajar). Evaluasi pelaksanaan mengajar Komponen yang dievaluasi dalam pengajaran bukan hanya hasil belajarmengajar tetapi keseluruhan pelaksanaan pengajaran. dan bagimana penyempurnaan tersebut dilaksanakan' Sesuai dengan komponen-komponen yang dievaluasi. yang meliputi evaluasi komponen tujuan mengajar. strategi dan media pengajaran. fasilitas dan biaya. Stufflebeam dan kawan-kawan (1977: 243) mengutip Model Evaluasi dari EPIC. bahwa dalam program mengajar komponen-komponen yang dievaluasi meliputi: komponen tingkah laku yang mencakup aspek-aspek (subkomponen): kognitif. keluarga. 1974: 150-151). angket dan checklist. dan komponen populasi. metode. spesialis pendidikan. Suatu komponen mendapatkan prioritas lebih dulu atau mendapatkan penyempurnaan lebih banyak. Penyempurnaan pengajaran Hasil-hasil evaluasi. organisasi. Komponen apa yang disempurnakan. 6. dilihat dari peranannya dan tingkat kelemahannya (Rowntree.

Pada problems centered design dikenal pula the areas of living design dan the core design. 2. Semua hal tersebut bergantung pada kesimpulan-kesimpulan hasil evaluasi. 3. Desain Kurikulum Desain kurikulum menyangkut pola pengorganisasian unsur-unsur atau komponen kurikulum. Dimensi vertikal menyangkut penyusunan sekuens bahan berdasarkan urutan tingkat kesukaran. Walaupun bertolak dari hal yang sama. sekurangkurangnya dikenal tiga pola desain kurikulum. suatu desain kurikulum yang berpusat pada bahan ajar. Dimensi horisontal berkenaan dengan penyusunan dari lingkup isi kurikulum. Problems centered design. Learner centered design. Dalam subject centered design dikenal ada: the subject design. Berdasarkan pada apa yang menjadi fokus pengajaran. Susunan lingkup ini sering diintegrasikan dengan proses belajar dan mengajarnya. Penyempurnaan mungkin dilaksanakan sendiri oleh guru. Bahan tersusun mulai dari yang mudah. Penyempurnaan juga mungkin bersifat menyeluruh atau hanya menyangkut bagian-bagian tertentu. desain kurikulum yang berpusat pada masalahmasalah yang dihadapi dalam masyarakat. suatu desain kurikulum yang mengutamakan peranan siswa. yaitu dimensi horisontal dan vertikal.sesuatu informasi umpan balik. dalam suatu pola desain terdapat beberapa variasi desain kurikulum. . kemudian menuju pada yang lebih sulit. yaitu: 1. Penyusunan desain kurikulum dapat dilihat dari dua dimensi. atau ditangguhkan sampai jangka waktu tertentu bergantung pada urgensinya dan kemungkinannya mengadakan penyempurnaan. Subject centered design. the disciplines design dan the broad fields design. tetapi dalam hal-hal tertentu mungkin dibutuhkan bantuan atau saran-saran orang lain baik sesama personalia sekolah atau ahli pendidikan dari luar sekolah. atau mulai dengan yang dasar diteruskan dengan yang lanjutan. B.

dan bermakna serta memberikan peran yang lebih a ktif kepada siswa. praktis. 2) karena mengutamakan bahan ajar maka peran peserta didik sangat pasif. paling tua dan paling banyak digunakan. Beberapa kelebihan dari model desain kurikulum ini adalah: 1) mudah disusun. Materi pelajaran disajikan secara terpisahpisah dalam bentuk mata-mata pelajaran. dievaluasi. dengan demikian pengajaran lebih bersifat verbalistis dan kurang praktis. Dalam subject centered design. sedangkan . asal menguasai ilmu atau bahan yang akan diajarkan sering dipandang sudah dapat menyampaikannya. dan disempurnakan. Atas dasar tersebut. hal itu bertentangan dengan kenyataan. Karena mengutamakan isi atau bahan ajar atau subject matter tersebut. adalah: 1) karena pengetahuan diberikan secara terpisah-pisah. Subject centered design Subject centred design curriculum merupakan bentuk desain yang paling populer. 3) pengajaran lebih menekankan pengetahuan dan kehidupan masa lalu. dilaksanakan. logika. a. Orang-orang Yunani dan kemudian Romawi mengembangkan Trivium dan Quadrivium. Model design curriculum ini mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan. kurikulum dipusatkan pada isi atau materi yang akan diajarkan. Subject centered desain berkembang dari konsep pendidikan klasik yang menekankan pengetahuan. Kurikulum tersusun atas sejumlah mata-mata pelajaran. Model desain ini telah ada sejak lama. sebab dalam kenyataan pengetahuan itu merupakan satu kesatuan. 2) para pengajarnya tidak perlu dipersiapkan khusus. dan berupaya untuk mewariskannya kepada generasi berikutnya. para pengkritik menyarankan perbaikan ke arah yang lebih terintegrasi. Trivium meliputi gramatika. The Subject Design The subject design curriculum merupakan bentuk desain yang paling murni dari subject centered design. Beberapa kritik yang juga merupakan kekurangan model desain ini. maka desain kurikulum ini disebut juga subject academic curriculum. dan mata-mata pelajaran tersebut diajarkan secara terpisah-pisah. nilai-nilai dan warisan budaya masa lalu. Karena terpisahpisahnya itu maka kurikulum ini disebut juga separated subject curriculum. dan retorika.1.

juga berkembang mata-mata pelajaran praktis seperti pertanian. Pada abad 19 pendidikan tidak lagi diarahkan pada pendidikan umum (Liberal Art). kebutuhan dan pengalaman para peserta didik. ekonomi. astronomi. tata buku. tetapi pada pendidikan yang lebih yang bersifat praktis. Meskipun ada kelemahan-kelemahan di atas. 4) Isi kurikulum disusun berdasarkan sistematika ilmu sering menimbulkan kesukaran di dalam mempelajari dan menggunakannya. keterampilan. kesejahteraan keluarga. Karena kelebihan-kelebihan tersebut bentuk kurikulum ini lebih banyak dipakai. dan musik. membutuhkannya atau tidak. dan nilai-nilai yang telah ditemukan oleh ahliahli sebelumnya. Pendidikan hanya diperuntukkan bagi anak-anak golongan bangsawan yang tidak usah bekerja mencari nafkah. maka siswa menguasainya pun terpisah-pisah pula. kimia. 3) Kurikulum ini kurang memperhatikan minat.Quadrivium. Para siswa dituntut untuk menguasai semua pengetahuan yang diberikan. bahasa yang masih bersifat teoretis. Pada saat itu mulai berkembang mata-mata pelajaran fisika. Cara penyampaian utama adalah ekspositori yang menyebabkan peranan siswa pasif. Lebih rinci kelemahan-kelemahan bentuk kurikulum ini adalah: 1) Kurikulum memberikan pengetahuan terpisah-pisah. Tidak jarang siswa menguasai bahan hanya pada tahap hafalan. Pada saat itu pendidikan tidak diarahkan pada mencari nafkah. terlepas dari kejadian-kejadian yang hangat. biologi. dan lain-lain. satu terlepas dari yang lainnya. bentuk desain kurikulum ini mempunyai beberapa kelebihan. 5) Kurikulum lebih mengutamakan isi dan kurang memperhatikan cara penyampaian. bahan dikuasai secara verbalistis. yang sedang berlangsung saat sekarang. berkenaan dengan mata pencaharian (pendidikan vokasional). . matematika. 2) Isi kurikulum diambil dari masa lalu. geometri. apakah mereka menyenangi atau tidak. Isi pelajaran diambil dari pengetahuan. tetapi pada pembentukan pribadi dan status sosial (Liberal Art). Karena pelajaran-pelajaran tersebut diberikannya secara terpisah-pisah.

b. Dalam rumpun subject centerd. Bentuk ini sangat ampuh sebagai alat untuk melestarikan dan mewariskan warisan budaya masa lalu. keduanya masih menekankan kepada isi atau materi kurikulum. Para pengembang kurikulum dari . Batang tubuh keilmuan menentukan apakah suatu bahan pelajaran itu disiplin ilmu atau bukan. baik oleh guru-guru maupun orang tua. Isi kurikulum yang diberikan di sekolah adalah disiplin-disiplin ilmu. sebab pada Perguruan Tinggi umumnya digunakan bentuk ini. The Disciplines Design Bentuk ini merupakan pengembangan dari subject design. Bentuk ini sudah dikenal lama. the broad field design merupakan pengembangan dari bentuk ini. 4. Pada disciplines design kriteria tersebut telah tegas. Karena materi pelajaran diambil dari ilmu yang sudah tersusun secara sitematis logis. yang membedakan apakah suatu pengetahuan itu ilmu atau subject dan bukan adalah batang tubuh keilmuannya. maka penyusunannya cukup mudah. batu pertama dari hal itu adalah isi dari kurikulum. karena metode utamanya adalah metode ekspositori yang dikenal tingkat efisiennya cukup tinggi. 3. psikologi dengan teknik atau cara mengemudi.1. Bentuk ini memudahkan para peserta didik untuk mengikuti pendidikan di Perguruan Tinggi. sehingga lebih mudah untuk dilaksanakan. Bentuk ini dapat dilaksanakan secara efisien. semuanya disebut subject. areas of living design dan core design. Walaupun bertolak dari hal yang sama tetapi antara keduanya terdapat perbedaan. Menurut pandangan ini sekolah adalah mikrokosmos dari dunia intelek. Untuk menegaskan hal itu mereka menggunakan istilah disiplin. Begitu juga pengembangan bentuk-bentuk lain di luar subject centered. mereka berusaha untuk memperbaikinya. 5. Dengan adanya kelemahan-kelemahan di atas pengembang kurikulum subject design tidak tinggal diam. Pada subject design belum ada kriteria yang tegas tentang apa yang disebut subject (ilmu). seperti activity atau experience design. 2. Belum ada perbedaan antara matematika.

peserta didik akan memahami masalah dan mampu melihat hubungan berbagai fenomena baru. peserta didik tidak hanya menguasai serentetan fakta. biologi. Perbedaan lain adalah dalarn tingkat penguasaan. Proses belajarnya tidak lagi menggunakan pendekatan ekspositori yang menyebabkan peserta didik lebih banyak pasif. Ketiga. meskipun sudah lebih luas dibandingkan dengan subject design tetapi secara akademis dan intelektual masih cukup sempit. Kedua. Pertama. Pertama. Keempat. prinsip hasil hafalan tetapi menguasai konsep. belum mampu mengintegrasikan sekolah dengan masyarakat atau kehidupan. The Broad Fields Design Baik subject design maupun disciplines design masih menunjukkan adanya pemisahan antar-mata pelajaran. Disciplines design sudah mengintegrasikan unsur-unsur progresifisme dari Dewey. psikologi. kurikulum ini bukan hanya memiliki organisasi yang sistematik dan efektif tetapi juga dapat memelihara integritas intelektual pengetahuan manusia. belum dapat memberikan pengetahuan yang terintegrasi. Salah satu usaha untuk menghilangkan pemisahan tersebut adalah mengembangkan the broad filed design. Kedua. Hanya dengan menguasai hal-hal itu. Para peserta didik didorong untuk memahami logika atau struktur dasar suatu disiplin. Meskipun telah menunjukkan beberapa kelebihan bentuk. Dalam model . Bentuk ini memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan subject design. hubungan dan proses-proses intelektual yang berkembang pada siswa. memahami konsep-konsep. juga didorong untuk memahami cara mencari dan menemukannya (modes of inquiry and discovery). c. Kelima. belum bertolak dari minat dan kebutuhan atau pengalaman peserta didik. dan sebagainya. kata mereka. susunan kurikulum belum efisien baik untuk kegiatan belajar maupun untuk penggunaannya. desain ini masih memiliki beberapa kelamahan. sosiologi. tetapi menggunakan pendekatan inkuiri dan diskaveri. disciplines design tidak seperti subject design yang menekankan penguasaan fakta-fakta dan informasi tetapi pada pemahaman (understanding). ide-ide dan prinsip-prinsip penting.aliran ini berpegang teguh pada disiplin-disiplin ilmu seperti: fisika.

ini mereka menyatukan beberapa mata pelajaran yang berdekatan atau berhubungan menjadi satu bidang studi seperti Sejarah, Geografi, dan Ekonomi digabung menjadi Ilmu Pengetahuan Sosial, Aljabar, Ilmu Ukur, dan Berhitung menjadi Matematika, dan sebagainya. Tujuan pengembangan kurikulum broad field adalah menyiapkan para siswa yang dewasa ini hidup dalam dunia informasi yang sifatnya spesialistis, dengan pemahaman yang bersifat menyeluruh. Bentuk kurikulum ini banyak digunakan di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama, di sekolah menengah atas penggunaannya agak terbatas apalagi di perguruan tinggi sedikit sekali. Ada dua kelebihan penggunaan kurikulum ini. Pertama, karena dasarnya bahan yang terpisah-pisah, walaupun sudah terjadi penyatuan beberapa mata kuliah masih memungkinkan penyusunan warisan-warisan budaya secara sistematis dan teratur. Kedua, karena mengintegrasikan beberapa mata kuliah memungkinkan peserta didik melihat hubungan antara berbagai hal. Di samping kelebihan tersebut, ada beberapa kelemahan model kurikulum ini. Pertama kemampuan guru, untuk tingkat sekolah dasar guru mampu menguasai bidang yang luas, tetapi untuk tingkat yang lebih tinggi, apalagi di perguruan tinggi sukar sekali. Kedua, karena bidang yang dipelajari itu luas, maka tidak dapat diberikan secara mendetil, yang diajarkan hanya permukaannya saja. Ketiga, pengintegrasian bahan ajar terbatas sekali, tidak menggambarkan kenyataan, tidak memberikan pengalaman yang sesungguhnya bagi siswa, dengan demikian kurang membangkitkan minat belajar. Keempat, meskipun kadarnya lebih rendah dibandingkan dengan subject design, tetapi model ini tetap menekankan tujuan penguasaan bahan dan informasi. Kurang menekankan proses pencapaian tujuan ya.lg sifatnya afektif dan kognitif tingkat tinggi.

2. Learner-centered design Sebagai reaksi sekaligus penyempurnaan terhadap beberapa kelemahan subject centered design berkembang learner centered design. Desain ini berbeda dengan subject centered, yang bertolak dari cita-cita untuk melestarikan dan mewariskan budaya, dan karena itu mereka mengutamakan peranan isi dari kurikulum.

Learner centered, memberi tempat utama kepada peserta didik. Di dalam pendidikan atau pengajaran yang belajar dan berkembang adalah peserta didik sendiri. Guru atau pendidik hanya berperan menciptakan situasi belajar-mengajar, mendorong dan memberikan bimbingan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Peserta didik bukanlah tiada daya, dia adalah suatu organisme yang punya potensi untuk berbuat, berperilaku, belajar dan juga berkembang sendiri. Learner centered design bersumber dari konsep Rousseau tentang pendidikan alam, menekankan perkembangan peserta didik. Pengorganisasian kurikulum didasarkan atas minat, kebutuhan dan tujuan peserta didik. Ada dua ciri utama yang membedakan desain model learner centred dengan subject centered. Pertama, learner centered design mengembangkan kurikulum dengan bertolak dari peserta didik dan bukan dari isi. Kedua, learner centered bersifat not-preplanned (kurikulum tidak diorganisasikan sebelumnya) tetapi dikembangkan bersama antara guru dengan siswa dalam penyelesaian tugas-tugas pendidikan. Organisasi kurikulum didasarkan atas masalah -masalah atau topik-topik yang menarik perhatian dan dibutuhkan peserta didik dan sekuensnya disesuaikan dengan tingkat perkembangan mereka. Ada beberapa variasi model ini yaitu the activity atau experience design, humanistic design, the open, free design, dan lain-lain. Pada tulisan ini akan dikemukakan sebagian saja. a. The Activity atau Experience Design Model desain ini berawal pada abad 18, atas hasil karya dari Rousseau dan Pestalozzi, yang berkembang pesat pada tahun 1920/1930-an pada masa kejayaan Pendidikan Progresif. Berikut beberapa ciri utama activity atau experience design. Pertama, struktur kurikulum ditentukan oleh kebutuhan dan minat peserta didik. Dalam mengimplementasikan ciri ini guru hendaknya: a) Menemukan minat dan kebutuhan peserta didik, b) Membantu para siswa memilih mana yang paling penting dan urgen. Hal ini cukup sulit, sebab harus dapat dibedakan mana minat dan kebutuhan yang sesungguhnya dan mana yang hanya angan-angan. Untuk itu guru perlu menguasai benar perkembangan dan karakteristik peserta didik.

Kedua, karena struktur kurikulum didasarkan atas minat dan kebutuhan peserta didik, maka kurikulum tidak dapat disusun jadi sebelumnya, tetapi disusun bersama oleh guru dengan para siswa. Demikian juga tujuan yang akan dicapai, sumber-sumber belajar, kegiatan belajar dan prosedur evaluasi, dirumuskan bersama siswa. Istilah yang mereka gunakan adalah teacher-student planning. Seperti dikemukakan oleh Smith, Stanley and Shores (1977: 274-1725) bahwa tugas guru adalah: ... discovering students interest, guiding students in selection of interest, helping groups and individuals to plan and carryout learning activi ties, and assisting learners to appraise their experience. In short, the teacher must prepare in advance to help learners decide what to to do, how to do it, and how to evaluate the results. Ketiga, desain kurikulum tersebut menekankan prosedur pemecahan masalah. Di dalam proses menemukan minatnya peserta didik menghadapi hambatan atau kesulitan-kesulitan tertentu yang harus diatasi. Kesulitankesulitan tersebut menunjukkan problema nyata yang dihadapi peserta didik. Dalam menghadapi dan mengatasi masalah-masalah tersebut, peserta didik melakukan proses belajar yang nyata, sungguh-sungguh bermakna, hidup dan relevan dengan kehidupannya. Berbeda dengan subject design yang menekankan isi, activity design lebih mengutamakan proses (keterampilan memecahkan masalah). Ada beberapa kelebihan dari desain kurikulum ini. Pertama, karena kegiatan pendidikan didasarkan atas kebutuhan dan minat peserta didik, maka motivasi belajar bersifat intrinsik dan tidak perlu dirangsang dari luar. Fakta-fakta, konsep, keterampilan dan proses pemecahan dipelajari peserta didik karena hal itu mereka perlukan. jadi belajar benar-benar relevan dan bermakna. Kedua, pengajaran memperhatikan perbedaan individual. Mereka turut dalam kegiatan belajar kelompok karena membutuhkannya, demikian juga kalau mereka melakukan kegiatan individual. Ketiga, kegiatan-kegiatan pemecahan masalah memberikan bekal kecakapan dan pengetahuan untuk menghadapi kehidupan di luar sekolah. Beberapa kritik yang menunjukkan kelemahan dilontarkan terhadap model desain kurikulum

Pertama, penekanan pada minat dan kebutuhan peserta didik belum tentu cocok dan memadai untuk menghadapi kenyataan dalam kehidupan. Kehidupan dunia modern sangat kompleks, peserta didik belum tentu mampu melihat dan merasakan kebutuhan-kebutuhan esensial. Kedua, kalau kurikulum hanya menekankan minat dan kebutuhan peserta didik, dasar apa yang digunakan untuk menyusun struktur kurikulum. Kurikulum tidak mempunyai pola dan struktur. Kedua kritik ini tidak semuanya benar, sebab beberapa tokoh activity design telah mengembangkan struktur ini. Dewey dalam sekolah laboratoriumnya menyusun struktur di sekitar kebutuhan manusia, kebutuhan sosial, kebutuhan untuk membangun, kebutuhan untuk meneliti dan bereksperimen dan kebutuhan untuk berekspresi dan keindahan. Ketiga, activity design curriculum sangat lemah dalam kontinuitas dan sekuens bahan. Dasar minat peserta didik tidak memberikan landasan yang kuat untuk menyusun sekuens, sebab minat mudah sekali berubah karena pengaruh perkembangan, kematangan dan faktor-faktor lingkungan. Beberapa usaha telah dilakukan untuk mengatasi kelemahan ketiga ini: 1) usaha untuk menemukan sekuens perkembangan kemampuan mental peserta didik, seperti perkembangan kemampuan kognitif dari Piaget, 2) penelitian tentang pusat-pusat minat pada berbagai tingkat usia. Penemuan tentang pusat-pusat minat yang lebih terinci dijadikan dasar penyusunan sekuens kurikulum. Keempat, kritik terhadap model desain kurikulum ini dikatakan tidak dapat dilakukan oleh guru biasa. Kurikulum ini menuntut guru ahli general education plus ahli psikologi perkembangan dan human relation. Model desain ini sulit menemukan buku-buku sumber, karena buku yang ada disusun berdasarkan subject atau discipline design. Kesulitan lain adalah apabila peserta didik akan melanjutkan studi ke perguruan tinggi, sebab di perguruan tinggi digunakan model subject atau discipline design.

3. Problem centered design Problem centered design berpangkal pada filsafat yang mengutamakan peranan manusia (man centered). Berbeda dengan learner centered yang mengutamakan manusia atau peserta didik secara individual, problem centered

design menekankan manusia dalam kesatuan kelompok yaitu kesejahteraan masyarakat. Konsep pendidikan para pengembang model kurikulum ini berangkat dari asumsi bahwa manusia sebagai makhluk sosial selalu hidup bersama. Dalam kehidupan bersama ini manusia menghadapi masalah-masalah bersama yang harus dipecahkan bersama pula. Mereka berinteraksi, berkooperasi dalam memecahkan masalah-masalah sosial yang mereka hadapi untuk mcningkatkan kehidupan mereka. Konsep-konsep ini menjadi landasan pula dalam pendidikan dan pengembangan kurikulum. Berbeda dengan learner centered, kurikulum mereka disusun sebelumnya (preplanned). Isi kurikulum berupa masalahmasalah sosial yang dihadapai peserta didik sekarang dan yang akan datang. Sekuens bahan disusun berdasarkan kebutuhan, kepentingan dan kemampuan peserta didik. Problem centered design menekankan pada isi maupun perkembangan peserta didik. Minimal ada dua variasi model desain kurikulum ini, yaitu The Areas of living design, dan The Core design.

a. The Areas of Living Design Perhatian terhadap bidang-bidang kehidupan sebagai dasar penyusunan kurikulum telah dimulai oleh Herbert Spencer pada abad 19, dalam tulisan yang berjudul What knowledge is of most Worth? Areas of living design seperti learner centered design menekankan prosedur belajar melalui pemecahan masalah. Dalam prosedur belajar ini tujuan yang bersifat proses (process objectives) dan yang bersifat isi (content objectives) diintegrasikan. Penguasaan informasi-informasi yang lebih bersifat pasif tetap dirangsang. Ciri lain dari model desain ini adalah menggunakan pengalaman dan situasi-situasi nyata dari peserta didik sebagai pembuka dan mempelajari bidang-bidang kehidupan. Strategi yang sama juga digunakan dalam subject centered design, tetapi pelaksanaannya mengalami kesulitan, sebab dalam desain tersebut hubungan mata pelajaran dengan bidang dan pengalaman hidup peserta didik sangat kecil. Sebaliknya dalam the areas of living hubungannya besar sekali. Tiap pengalaman peserta didik sangat erat hubungannya dengan bidang-bidang kehidupan sehingga

penentuan lingkup dan sekuens dari bidang-bidang kehidupan yang sangat esensial (penting) sangat sukar. desain tersebut sama sekali mengabaikan warisan budaya. Keempat. the areas of living design merupakan the subject matter design tetapi dalam bentuk yang terintegrasi. Pertama. Kelima. Kedua. Ketiga. Pemisahan antara subject dihilangkan oleh problema-problema kehidupan sosial. Desain ini mempunyai beberapa kebaikan dibandingkan dengan bentuk desaindesain lainnya. sama hainva dengan . Ketiga. desain tersebut akan mempertahankan status quo. tidak perlu dirangsang dari luar. Prinsip-prinsip belajar aktif dapat diterapkan dalam model desain ini.dapat dikatakan suatu desain kurikulum bidang-bidang kehidupan yang dirumuskan dengan baik akan merangkumkan pengalaman-pengalaman sosial peserta didik. motivasi belajar datang dari dalam din peserta didik. baik mengenai masa lalu maupun masa yang akan 'Wang. Dengan demikian. peserta didik tidak tovIlhat alternatif lain. maka desain ini mendorong penggunaan prosedur belajar pemecahan masalah. Kedua. padahal apa yang telah ditemukan pada masa lalu penting untuk memahami dan memecahkan masalah masalah masa kini. maka lemahnya atau kurangnya integritas dan kontinuitas organisasi isi kurikulum. menyajikan bahan ajar dalam bentuk yang relevan. Kelima. Pertama. sebagai akibat dari kesulitan pertama. ada kecenderungan untuk mengindoktrinasi peserta didik dengan kondisi yang ada. Lebih dari itu kurikulum ini membawa peserta didik dalam hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat. karena kurikulum diorganisasikan di sekitar problema-problema peserta didik dalam kehidupan sosial. karena kurikulum hanya memusatkan perhatian pada pemecahan masalah sosial pada saat sekarang. Melalui kurikulum ini para peserta didik akan mcmperoleh pengetahuan. secara langsung dipraktikkan dalam kehidupan. yaitu untuk memecahkan masalah-masalah dalam kehidupan. desain ini sekaligus menarik minat peserta didik dan mendekatkannya pada pemenuhan kebutuhan hidupnya dalam masyarakat. Keempat desain tersebut menyajikan bahan ajar dalam bentuk yang fungsional. dan dapat menginternalisasi artinya. sebab diarahkan pada pemecahan masalah peserta didik. Beberapa kritik dilontarkan dan menunjukkan kelemahan model desain ini. timbul organisasi isi kurikulum yang berbeda-beda.

dan diarahkan pada pengembangan kemampuankemampuan pribadi dan sosial. Menurut konsep ini inti-inti bahan ajar dipusatkan pada kebutuhan individual dan sosial. Mayoritas memandang core curriculum sebagai suatu model pendidikan atau program pendidikan yang memberikan pendidikan umum. Ada beberapa variasi desain core curriculum yaitu: (1) the separate subject core. (3) the fused core. Pelajaran lainnya dikembangkan di sekitar core tersebut. (2) the correlated core. beberapa mata pelajaran yang dipandang mendasari atau menjadi inti mata pelajaran lainnya dijadikan core. baik guru maupun buku dan media lain tidak banyak yang disiapkan untuk model tersebut sehingga di dalam pelaksanaannya akan mengalami beberapa kesulitan. . berkembang teori tentang core design yang didasarkan atas pandangan Progresif. core curriculum disebut kelompok mata kuliah atau pelajaran dasar umum. The core curriculum diberikan guru-guru yang memiliki penguasaan dan berwawasan luas. Kalau kelompok mata kuliah/pelajaran spesialisasi diarahkan pada pengusaan keahlian/kejuruan tertentu. nilainilai dan keterampilan sosial. maka kelompok mata pelajaran ini ditujukan pada pembentukan pribadi yang sehat. Di samping memberikan pengetahuan. Dalam mengintegrasikan bahan ajar. mereka memilih mata-mata pelajaran/bahan ajar tertentu sebagai inti (core). Salah satu usaha untuk mengatasi keterpisahan antar-mata pelajaran.kritik terhadap learner centered design. The separate subjects core. (4) the activity/experience core. Pada beberapa kurikulum yang berlaku di Indonesia dewasa ini. The Core Design The core desgin kurikulum timbul sebagai reaksi utama kepada separate subjects design. matang. guru-guru tersebut juga memberikan bimbingan terhadap perkembangan sosial pribadi peserta didik. bukan spesialis. dan warga masyarakat yang mampu membina kerja sama yang baik pula. dan (6) the social problems core. Terdapat banyak variasi pandangan tentang the core design. yang sifatnya terpisah-pisah. baik. (5) the areas of living core. Karena pengaruh Pendidikan Progresif. b.

rasialisme. Berbentuk pendidikan umum yang isinya diambil dari masalah-masalah yang muncul di masyarakat. Ekonomi dipadukan menjadi Studi Kemasyarakatan. Model desain ini pun merupakan produk dari pendidikan progresif. The activity/experience core. sedang the social problems core mencoba memberikan penilaian yang sifatnya kritis dari sudut sistem nilai sosial dan pribadi yang berbeda. dengan jalan mengintegrasikan beberapa mata pelajaran yang erat hubungannya. perang senjata nuklir. Penyusunan kurikulum the social problems core. The areas of living core cenderung memelihara dan mempertahankan kondisi yang ada. tetapi organisasinya berstruktur dan dirancang sebelumnya. The areas of living core. the acitivity /experience core dipusatkan pada minat-minat dan kebutuhan peserta didik. Geografi. mengikuti pola seperti yang digambarkan dengan urutan pertanyaan-pertanyaan berikut: . Antropologi. Perbedaannya terletak pada the areas of living core didasarkan atas kegiatan-kegiatan manusia yang unviversal tetapi tidak berisi hal yang kontroversial. pengintegrasiannya bukan hanya antara dua atau tiga pelajaran tetapi lebih banyak. Dalam beberapa hal model ini sama dengan the areas of living core. kelaparan. Bentuk desain ini dipandang sebagai core design yang paling murni dan paling cocok untuk program pendidikan umum. Kurikulum ini juga berpangkal dari separate subject. inflasi. The social problems core. Halhal di atas adalah sesuatu yang mendesak untuk dipecahkan dan berisi suatu kontroversial bersifat pro dan kontra. Desain model ini berpangkal juga pada pendidikan progresif. Sosiologi.The correlated core. Model desain ini pun berkembang dari the separate subjects design. Model desain ini berkembang dari pendidikan progresif dengan learner centerd design-nya. sedangkan the social problems core didasarkan atas problemaproblema yang mendasar dan bersifat kontroversial. Beberapa contoh masalah sosial yang menjadi tema model core design ini adalah kemiskinan. Dalam studi ini dikembangkan tema-tema masalah umum yang dapat ditinjau dari berbagai sudut pandang. Sejarah. Seperti halnya pada learner centered. dan sebagainya. The fused core.

yaitu melalui: pemikiran (rasionalisme). tepat dan seimbang. seperti: kematangan. Bagaimana gambaran masyarakat yang ada dewasa ini? 2. agar tetap mutakhir dan relevan dengan perkembangan masyarakat. pencetus konsep ini. Beckers's Humanistic Design. Desain kurikulum dari Becker lebih menekankan pada isi . Menu rut Joseph Royce. percaya kepada diri sendiri (self reliant) dan menyatu dengan masyarakatnya. The Unencapsulation design. usaha apa yang dapat dilakukan untuk mengatasinya. perasaan (intuisisme). minat. Ia bercita-cita ingin mendidik anak menjadi manusia "ideal" yaitu manusia sejati (authentic) tidak palsu atau pura pura. Becker ingin mengembangkan suatu model pendidikan yang dapat menghilangkan "keterasingan" (alination yang mempunyai makna yang sama dengan encapsulation). tingkat kesukaran. pengalaman dan penguasaan sebelumnya. Apa akibatnya bila kita torus mempertahankan kondisi yang ada ini? 3. pengamatan (empirisme). terbuka untuk penyempurnaan pada setiap saat. Bagaimana gambaran keadaan masyarakat yang ideal? 4. Desain ini juga sama dengan uncaptulsation menekankan pendidikan umum. Menurut konsep encapsulation manusia memiliki kemampuan untuk mengamati dan memahami seluruh yang ada di dunia ini. Jika gambaran pada pertanyaan 3 berbeda dengan pertanyaan 2. dan kepercayaan (otoritarianisme). The Unencapsulation design diarahkan pada pengembangan manusia yang lebih baik. Sekuens kurikulum disusun dengan memperhatikan prinsip-prinsip psikologis. hanya sebagian kecil yang mereka kuasai. Kurikulum the social problems core tidak bersifat kaku. tetapi kenya taannya karena berbagai hambatan. Model desain ini merupakan reaksi terhadap encapsulation. baik secara kelompok maupun individual. yang memiliki pengetahuan dan kemampuan yang lebih lengkap.1. Terhadap model-model desain di atas dapat ditambahkan dua model lain yang juga menekankan pendidikan umum yaitu the unencapsulation design dan Becker's Humanistic design. pengetahuan dan kemampuan yang demikian akan tercapai melalui penggunaan empat cara penguasaan.

serta beberapa bentuk atau model sistem pengajaran individual. langkah-langkah penyusunan desain pengajaran. Instructional Technology. Hal tersebut sangat diperlukan dalam menganalisis. Knirk. Dalam buku ini konsep-konsep dasar serta pengembangan dalam sistem instruksional diuraikan dengan dengan jelas. serta mengelola pengajaran. sedangkan dimensi teologis membahas keharusan manusia beragama dan bahaya-bahaya sekulerisme. Producing Instructional Systems: Lesson Planning for Individualized and Group Learning Activities. serta . Buku Acuan Romiszowski. Sesuai dengan anak judulnya.J. struktur pengetahuan dan analisisnya. Desain pengajaran yang bersifat makro meliputi: analisis pengetahuan dan keterampilan. Dimensi individu membahas keadaan dan keberadaan manusia. mengembangkan. teknologi belajar. dan sebagainya serta evaluasi pengajaran. Dalam rencana pelajaran individual diuraikan: bagaimana menganalisis konsep-konsep yang akan diajarkan. (1984). Buku ini membahas dasar-dasar teori dan praktik teknologi instruksional. Frederick G. dan 3) Dimensi teologis. buku ini mengupas rencana pelajaran. struktur tingkah laku atau keterampilan. New York: Nichols Publishing. Konsep tersebut meliputi pengajaran dan belajar. merencanakan. modelmodel rencana pengajaran seperti simulasi. baik yang bersifat individual maupun kelompok. pendekatan sistem. Kent L. Dalam desain pengajaran yang bersifat mikro diuraikan: pemilihan dan penyusunan taktik-taktik pengajaran. Rinehart and Winston. teori belajar. struktur dan sistem pengajaran individual. permainan. teknologi proses. Dalam rencana pengajaran kelompok dijelaskan desain pengajaran yang bersifat makro dan mikro. A. serta beberapa contoh desain pengajaran dalam bidang-bidang studi tertentu. (1986). yaitu 1) Dimensi individu. New York: Holt. A Systematic Approach to Education. Isi kurikulumnya dipusatkan pada tiga bidang. dimensi sosial dan historis membahas kehidupan kemasyarakatan dan sejarah perkembangan manusia. & Gustafson. mengevaluasi. C. 2) Dimensi sosial dan historis.daripada proses.

(1979). New Jersey: Educational Technology Publications. pemilihan dan penggunaan strategi belajar. Dalam pengelolaan pengajaran diuraikan pengembangan sarana dan prasarana belajar. Pada bagian pertama buku tersebut diuraikan dasar-dasar kurikulum yang didasarkan pada perilaku: peranan sekolah secara ideal dan nyata. Dengan buku ini diungkapkan bahwa media merupakan bagian yang tak . Menurut penulis gerakan dari Behavior Objectives selama 20 tahun. Dalam konsep teknologi instruksional diuraikan langkah-langkah umum pengembangan desain instruksional. Salomon. diskusi. Pengajaran harus selalu bertemakan tujuantujuan tersebut. teori dan strategi belajar-mengajar. (1972). Englewood Cliff. Pada bagian berikutnya dikemukakan pemetaan dari kurikulum menurut behavioral objectives. Apa yang dibahas dalam buku ini merupakan landasan teoretis dari penggunaan media dalam pendidikan. telah menyadarkan guru-guru dan dosen tentang pentingnya tujuan dan desain pengajaran. Drumheller. sebab selain memberikan landasan teori yang kuat juga membukakan kunci sekaligus horison baru bagi penelitian tentang aspek-aspek psikologis media komunikasi. Sidney J. khususnya media pendidikan. Cognition and Learning. Tulisan ini disusun berdasarkan hasil penelitian . yang meliputi: tujuan instruksional. Menurut penulis.selama 10 tahun. keseluruhan behavior objectives dan disiplin ilmu. sejak awal pengajaran guru dan siswa harus mengetahui keseluruhan perilaku yang ingin dicapai siswa. Selama ini media dianggap hanya sebagai alat bantu pengajaran. Buku ini menyajikan uraian secara mendasar tentang kurikulum yang didasarkan atas behavioral objectives. Teacher's Handbook for A Functional BehaviorBased Curriculum. Interaction of Media. kurikulum dan pengajaran.pengembangan dari masing-masing proses. San Fransisco: Jossey-Bass Publishers. Gavriel. seminar yang mendalam bersama sejumlah besar ahli. Buku ini sangat berharga bagi para ahli psikologi pendidikan. evaluasi program serta penyebaran inovasi pengajaran. dan pada bagian akhir diuraikan pelaksanaan kurikulum yang didasarkan atas behavioral objectives. diperdalam dengan pengkajian.

media yang lebih banyak mendapatkan sorotan adalah media visual dalam konteks kebudayaan. dan salah satu bentuk penyajian dan penyampaian sistem simbol adalah dalam media. Proses berpikir menyangkut sistem simbol. Dilatarbelakangi oleh dasar pendidikan penulis yang pernah mendalami teater. .terpisahkan dari proses berpikir.

serta para pelaksana kurikulum lainnya.BAB 7 PROSES PENGAJARAN A. maupun dalam macam-macam desain kurikulum. guru. tidak mengherankan apabila ada yang berpendapat bahwa kurikulum itu tidak lain dari suatu program pendidikan yang berisi jalinan antara isi dengan proses penyampaiannya. tempat maupun biaya. Pendapat demikian tidak seluruhnya benar tetapi mengandung kebenaran. fasilitas. oleh kondisi lingkungan fisik. mengingat kedua komponen tersebut berperanan sebagai kunci. Dengan demikian. tetapi juga karena banyaknya faktor yang turut mempengaruhi pelaksanaan kurikulum atau pengajaran Keberhasilan pengajaran atau pelaksanaan suatu kurikulum sangat dipengaruhi kondisi dan aktivitas siswa. waktu. Telah kita ketahui dalam uraian-uraian yang terdahulu bahwa ada konsepkonsep kurikulum yang lebih mengutamakan isi dan ada pula yang mengutamakan proses. Kedua komponen kurikulum tersebut dapat saling menghambat. Yang harus selalu diupayakan . kemampuan. Di dalam pelaksanaan kurikulum kita mengharapkan para siswa menguasai sebanyak-banyaknya bahan yang terbaik dan diperoleh dengan cara yang terbaik pula. Hal itu disebabkan kedudukan kedua komponen kurikulum tersebut sangat penting. Keduanya mempunyai kelebihan dan kekurangan. sosial budaya dan psikologis sekitar. namun bukan sesuatu yang mustahil Kesulitannya bukan saja disebabkan adanya ciri yang cenderung kontradiktif antara keduanya. yang satu mengurangi kualitas yang lainnya. oleh kondisi dan kelengkapan sarana dan prasarana baik di sekolah maupun dalam keluarga. Mengingat kelebihan dan kekurangan masing-masing maka keseimbangan ataupun keserasian antara keduanya merupakan pemecahan yang paling praktis. Pendidikan dan pengajaran selaln berlangsung dalam keterbatasan-keterbatasan. masalah isi dan proses pengajaran selalu menjadi tema dan titik tolak. Meskipun ideal hal tersebut sangat sulit kita capai. walaupun bukan berarti tanpa menghadapi kesulitan-kesulitan. Keseimbangan Antara Isi dan Proses Baik dalam uraian tentang model-model konsep kurikulum.

ahli-ahli pendidikan selain guru. Isi kurikulum atau pengajaran bukan hanya terdiri atas sekumpulan pengetahuan atau kumpulan informasi. khususnya pendidikan dasar dan menengah di Amerika Serikat. Jerome S. baik bagi pengetahuan itu sendiri maupun bagi siswa dan lingkungannya. terutama pengembangan kurikulum pada sekolah dasar dan menengah. B. Para sarjana dan cendekiawan tidak pernah turut serta . Salah satu faktor yang mendorong diperlukannya pengembangan kurikulum adalah karena perkembangan universitas di Amerika Serikat pada pertengahan pertama abad 20 sangat menekankan pada pengembangan ilmu dan penelitian. kurikulum khususnya. Pengembangan konsep ini tidaklah terjadi begitu saja. tetapi harus merupakan kesatuan pengetahuan terpilih dan dibutuhkan.oleh para penyusun. Ahli pendidikan. bukan saja didasarkan atas perkembangan ilmu pengetahuan. tetapi dilatarbelakangi oleh keadaan dan perkembangan pendidikan. Beberapa program pengembangan pendidikan. dari berbagai bidang ilmu pengetahuan. Anak-anak sekolah menengah. dan apa tujuannya? Pertanyaan ini menyangkut isi kurikulum atau isi pengajaran. tetapi juga disesuaikan dengan karakteristik perkembangan anak dan konsep-konsep modern tentang hakikat pengalaman belajar. Hasil-hasil perkembangan ilmu dan penelitian hanya menjadi santapan para sarjana dan cendekiawan. apalagi anak sekolah dasar bahkan para mahasiswa tingkat persiapan tidak pernah memperoleh pengetahuan tersebut. Isi Kurikulum Pertanyaan yang selalu muncul pada para perencana pendidikan dan pengembang kurikulum adalah. pengembang dan pelaksana pendidikan umumnya. telah dilakukan dengan mengikutsertakan para sarjana. Bruner dari Amerika Serikat mencoba memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut. Meskipun demikian pertanyaan tentang karakteristik bahan yang akan diajarkan masih selalu timbul. bahan apakah yang harus diajarkan kepada siswa. di samping mengoptimalkan isi dan prosesnya sendiri. adalah mengoptimalkan hasil sesuai dengan kondisi yang ada. Mereka telah berusaha menyusun isi kurikulum atau pengajaran. dosen. yaitu dengan mengemukakan konsep struktur bahan pengajaran.

Dewasa ini konsep proses belajar berangsur-angsur pindah dari pemahaman umum pada penguasaan keterampilan khusus. Menyusun program pendidikan yang seimbang antara pendidikan umum dengan pendidikan keterampilan sering cukup sukar. dengan keindahan (ornamental). Akibatnya selama pertengahan pertama abad 20. Pengertian berguna mengandung dua pengertian. dan kedua pemahaman umum (general understanding). sangat kurang penekanan pada penguasaan struktur atau penguasaan pengetahuan secara menyeluruh. pertama dalam bentuk penguasaan keterampilan (skill). dan sebagainya melalui berbagai bentuk latihan. sekarang transfer lebih banyak berkenaan dengan latihan keterampilan khusus. Belajar struktur adalah belajar secara keseluruhan (utuh). program sekolah kurang berbobot dan jauh ketinggalan dari perkembangan ilmu pengetahuan tiekarang hal itu telah dapat diatasi. Dengan demikian. baik sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakat. menyiapkan buku teks serta berbagai media pendidikan. ada dualisme yang membutuhkan keseimbangan. para sarjana dan cendekiawan yang turut serta dalam penyusunan kurikulum dan perencanaan program sekolah. yaitu antara kegunaan (useful). merupakan penguasaan hal-hal yang berhubungan erat dengan masalah kehidupan. Keterampilan sangat berhubungan erat dengan profesi seseorang. serta aspek-aspek sosial dan psikologis dalam pendidikan. dahulu berkenaan dengan disiplin-disiplin formal bagaimana menguasai kemampuan analisis. Keterampilan merupakan kecakapan-kecakapan khusus yang dikuasai seseorang. Studi tentang transfer belajar. Sayangnya perhatian para ahli tersebut masih lebih banyak tercurah pada studi tentang bakat dan kecakapan. Dalam tujuan pendidikan di Amerika Serikat. sintesis. yakni hal-hal yang saling berhubungan terintegrasi menjadi satu kesatuan. banyak yang mulai beralih membahas masalah-masalah belajar di sekolah. Penguasaan struktur dalam . Apa yang dimaksud dengan penguasaan struktur? Penguasaan struktur merupakan pemahaman suatu bahan pelajaran secara menyeluruh dan penuh arti. dan kurang memperhatikan masalah struktur intelek dari kegiatan dalam kelas. Sekolah diharapkan dapat mengajarkan semua yang berguna dan semua yang indah. Dewasa ini para ahli psikologi di Amerika Serikat. Pemahaman umum.dalam pengembangan kurikulum sekolah dasar dan sekolah menengah. penilaian.

Pertatna. walaupun tidak mengetahui aturannya. apakah manfaat mata-mata pelajaran yang diberikan. Bagaimana mengajarkan struktur mendasar secara efektif. Berpikir intuitif merupakan teknik intelektual untuk mencapai formulasi tentatif tanpa mengadakan analisis langkah demi langkah. Hal yang sangat penting dalam menyusun dan mengembangkan kurikulum adalah bagaimana memberikan pengertian kepada siswa tentang struktur yang mendasar terhadap tiap mata pelajaran. tetapi juga pada anak-anak biasa bahkan anak-anak yang kurang mampu. Ada beberapa pertanyaan umum. Ketiga. Ini tidak berarti urutan dan isi bahan pelajaran bagi mereka sama. umpamanya. apakah tujuan pendidikan suatu sekolah. mengutamakan pendidikan intelek. Pada masa lalu. memungkinkan anak dengan cepat menyusun banyak kalimat didasarkan atas model struktur yang dipelajari. proses belajar menekankan pada berpikir intuitif. umpamanya. Keempat. baru mengajukan pertanyaan yang lebih khusus. Contoh pertanyaan umum. karena kurang memperhatikan kesiapan belajar. Kedua.penyusunan kalimat. tetapi tidak berarti pendidikan segi lain diabaikan. juga dapat dihubungkan dengan pemenuhan kebutuhan pribadi dan masyarakat (kesejahteraan individu dan masyarakat). Jawaban terhadap pertanyaan pertama dapat dihubungkan dengan sifat masyarakat yaitu tuntutan dan kebutuhannya. Ada empat hal pokok penting dalam proses pendidikan. Pendidikan yang menekankan struktur. sebelum seseorang sampai pada pertanyaan-pertanyaan yang lebih khusus. . Pendidikan yang menekankan struktur bukan saja dapat berhasil dengan baik pada anak-anak yang cerdas. serta bagaimana menciptakan kondisi belajar yang mendukung hal tersebut. dan bagaimana hal tersebut menjadi pusat kegiatan belajar. sekolah banyak membuang vvaktu untuk mengajarkan hal-hal yang terlalu sulit bagi anak. Dalam penyusunan kurikulum. masalah mengajarkan struktur perlu mendapatkan perhatian utama. Setelah merumuskan jawaban pertanyaan tersebut. peranan struktur bahan. dorongan untuk belajar (learning motives) serta bagaimana membangkitkan motif tersebut. sebab keberhasilan pelaksanaan suatu kurikulum sangat dipengaruhi oleh hal tersebut. masalah kesiapan (readiness) dalam belajar.

Jenis transfer yang kedua merupakan inti proses pendidikan. bagaimana menyusun kurikulum yang dapat diajarkan oleh guru biasa. Agar seorang siswa mampu mengenal apakah suatu ide dapat diaplikasikan atau tidak terhadap situasi baru. yang dapat merefleksikan prinsip-prinsip dasar dari berbagai bentuk inkuiri. Keberlanjutan proses belajar tersebut sangat bergantung pada tingkat penguasaan struktur bahan yang akan diajarkan. Tipe belajar yang kedua bukan merupakan belajar keterampilan tetapi belajar ide-ide yang bersifat umum. yang dapat digunakan untuk mengenal dan memecahkan berbagai masalah kehidupan. bagaimana menentukan tingkat-tingkat bahan yang akan diajarkan itu sesuai dengan kemampuan dan tingkat perkembangan para siswa.Tujuan belajar lebih dari sekadar untuk mendapatkan kepuasan atau menguasai pengetahuan. perkembangan kemampuan memperkirakan (predictive ability) dan pemecahan masalah oleh anak sendiri. Kemudian. atau pekerjaanpekerjaan khusus. merupakan proses perluasan dan pendalaman yang terus menerus dari ide-ide dasar dan ide-ide umum. Ada dua macam belajar untuk menghadapi masa yang akan datang.ipat diaplikasikan secara luas pada masalah-masalah baru. is harus mempunyai gambaran yang jelas tentang hakikat fenomena yang dihadapinya. Belajar menyiapkan peserta didik untuk menghadapi masa yang akan datang. dibutuhkan partisipasi dari ahli-ahli yang terbaik dalam bidangnya dalam penyusunan kurikulum sekolah. Kedua. Kedua. Hal itu merupakan transfer belajar dalam berbagai bentuk keterampilan. bukan saja berkenaan dengan pengetahuan umum. Pertama. Hal itu meyangkut dua masalah yaitu bagaimana memilih bahan yang akan diajarkan serta alat-alat pelajaran yang dapat memberikan tekanan utama pada pengembangan ide -ide dan sikap. Agar dapat memenuhi kedua hal tersebut. dan ini merupakan hal yang sangat penting. Sebab yang terpenting dalam belajar ide-ide adalah yang dipelajarinya harus 1. terhadap murid biasa. . Untuk itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. yang perlu mendapatkan perhatian yang sungguh-sungguh adalah bagaimana para siswa menguasai ide-ide dasar dari berbagai bidang studi. Pertama. transfer belajar dalam bentuk prinsip-prinsip dan sikapsikap. tetapi juga dengan perkembangan sikap berinkuiri. aplikasi belajar dalam tugastugas khusus.

. bila is belajar fisika. Bagaimana pengetahuan-pengetahuan dasar dijalin dengan minat don kemampuan anak. Kedua. Pengetahuan dasar yang dihubungkan dengan fenomena-fenomena tersebut harus disajikan dengan benar. Metode inkuiri banyak digunakan dalam mengajarkan EPA dan Matematika. Untuk mencapai hal tersebut yang terpenting adalah menyediakan bahan. mudah sekali dilupakan. tetapi juga harus memperhatikan metode untuk mengajarkan hal tersebut. berhubungan dengan kemampuan ingatan manusia. Minimal ada empat hal yang merupakan manfaat belajar atau mengajarkan struktur dasar: Pertama. pemahaman tentang hal-hal yang bersifat fundamental memungkinkan penguasaan bahan ajar secara lebih komprehensif. tentunya agar yang dipelajarinya itu berguna bagi proses berpikirnya. Siswa yang belajar fisika juga perlu memiliki sikap tersebut. Anak yang sudah memahami latar belakang.tang suatu masalah tetapi juga akan menumbuhkan kepercayaan kepada diri sendiri. ingatan manusia tentang hal-hal yang detail yang ditempatkan dalam suatu hubungan pola struktur. Hal itu bukan hanya berlaku bagi IPA dan Matematika tetapi juga bagi ilmu-ilmu sosial.daan di antara ide-ide. menarik minat dan memberikan manfaat. tujuan dan dasar-dasar pembentukan ASEAN akan d'engan mudah memahami berbagai bentuk kerja sama dan kegiatan ASEAN.Seorang ahli fisika memiliki sikap tertentu terhadap alam semesta serta menguasai cara memahami sistem alam semesta. hal itu bukan saja menghasilkan pemahaman ten. Menemukan hubungan. tetapi sesungguhnya metodi. memberikan kesem patan dan mendorong anak untuk mencari dan menemukan aturan yang sebelumnya tidak diketahui. Para ahli berpendapat bahwa hal itu tidak mungkin dapat dicapai hanya dengan memperhatikan penyusunan sekuens bahan ajar saja. Hal itu membutuhkan pemahaman yang dalam serta kejujuran yang sungguh-sungguh untuk menyajikan fenomena-fenomena baik dalam penyusunan kurikulum maupun dalam penyajian di kelas. persamaan. perbc. Agar . inkuiri cukup memberikan hasil yang baik bila digunakan dalam mengajarkan ilmu -ilmu sosial. Menurut beberapa hasil penelitian. Metode utama mengajarkan konsep belajar seperti di atas adalah dengan menggunakan metode inkuiri.

dan sebagainya. Ketiga. bagan. bahwa prinsip dan konsep merupakan dasar bagi transfer merupakan hal yang sudah lama dikenal. Apabila kita mengkaji teoriteori mengajar yang ada. Pemahaman tentang hal yang umum memungkinkan menguasai banyak hal yang sifatnya khusus. Mengajar merupakan suatu upaya yang dilakukan guru agar siswa belajar. Contoh regenerative dalam IPA dan Matematika adalah rumus-rumus. Belajar intuitif Ada suatu pertanyaan mendasar berkenaan dengan proses belajar. kaidah. tetapi juga untuk mengingatnya besok. penekanan pada struktur dan prinsip-prinsip mengajar yang fundamental dapat mempersempit jarak antara pengetahuan elementer dengan pengetahuan yang lebih lanjut. Ide. pemahaman prinsip-prinsip dan ide-ide fundamental merupakan syarat utama untuk mengadakan transfer.sesuatu bahan ajar dapat mudah dan lama dikuasai perlu disimpan atau disajikan dalam bentuk yang sederhana yang mewakili hal yang lebih kompleks. 1. prinsip tertentu. Selain hal-hal tersebut regerative juga dapat berupa peta. Keempat. Dengan belajar struktur dasar suatu kehilangan tidak akan berbentuk kehilangan total. hampir seluruhnya dikembangkan atau bertolak dari teori belajar. yaitu apakah proses belajar lebih baik menekankan pada berpikir intuitif atau berpikir analitik? . Belajar struktur dasar dapat menjamin berbagai bentuk lupa atau kehilangan penguasaan. model. sebab penguasaan hal umum memungkinkan penguasaan model pemahaman. Perwakilan yang sederhana tersebut disebut regenerative. C. hal-hal yang tersisa dapat membantu menyusun kembali apa-apa yang sudah hilang atau terlupakan. Suatu teori yang baik bukan hanya merupakan alat untuk memahami fenomena yang dihadapinya sekarang. Proses Belajar Kegiatan mengajar tidak dapat dilepaskan dari belajar. Dalam ilmu sosial juga dikenal rumus. Suatu rumus yang sederhana merupakan prasarana dan representasi dari hal yang cukup kompleks. sebab keduanya merupakan dua sisi dari sebuah mata uang.

Pemikir sampai pada suatu jawaban mungkin benar mungkin juga tidak. Berpikir intuitif tidak memiliki langkah-langkah yang dapat dirumuskan secara pasti dan teliti.Pengamatan menunjukkan bahwa dalam berbagai kegiatan belajar penilaian di sekolah. tekanan lebih banyak diberikan pada kemampuan untuk memformulasikan secara eksplisit. tiba-tiba ia menemukan pemecahan walaupun belum didasarkan atas pembuktian formal. Hasil-hasil pemikiran ini berupa informasi atau suatu operasi. tetapi kurang mampu menyatakan secara verbal. kedua. seorang dapat dengan cepat memberikan jawaban dugaan terhadap sesuatu persoalan dengan benar. Apakah berpikir intuitif? Orang lebih mudah membahas atau melakukan pemikiran analitik yang lebih bersifat konkret daripada berpikir intuitif yang lebih abstrak. Seseorang pemikir intuitif yang baik dilahirkan dengan kekhususan tertentu. Pengetahuan yang secara sistematis dikuasainya dapat menunjang berpikir intuitif. atau variabel-variabel yang mempengaruhinya. Belum banyak diketahui apakah penekanan tersebut menghambat perkembangan pemahaman intuitif atau tidak. lebih merupakan suatu manuver yang didasarkan atas persepsi implisit dari keseluruhan masalah. Langkah-langkah tersebut bersifat eksplisit dan biasanya dapat disampaikan kepada orang lain. Model pemikiran ini menggunakan proses pemikiran secara deduktif dengan bantuan model konsep matematika atau logika. eksperimen dan analisis statistik. menggunakan prinsip penelitian. tetapi efektivitas intuitifnya dilandasi oleh pengetahuan yang kuat tentang bidang yang berhubungan dengan kekhususan tersebut. Dua contoh pemahaman intuitif. Inarticulate genius diperlihatkan oleh anak yang menguasai secara mendalam konsep-konsep bahan ajar. pertama seseorang telah cukup lama menghadapi suatu persoalan. Kita dapat membedakan antara inarticulate genius dengan articulate idiocy. Pad a articulate ideocy anak pandai menyatakan dengan kata-kata tetapi tak punya kemampuan untuk menggunakan konsep-konsep tersebut. Berpikir analitik meliputi suatu rentetan langkah-langkah. dengan sedikit pernyataan tentang proses . dan pada kemampuan anak memreproduksikan penguasaan secara verbal dan numerikal.

analitis dan pembuktian-pembuktian. mengkombinasikan beberapa konsep sebelum diketahui faedahnya.pencapaiannya. Biasanya proses pemikiran intuitif ini berkenaan dengan domain kognitif. Para perencana kurikulum perlu berusaha menemukan bagaimana mengembangkan pemikiran intuitif pada murid-murid seawal mungkin. Intuisi sering diartikan sebagai immediate apprehension atau cognition. Hasil pemecahan intuitif dapat dicek oleh hasil pemecahan analitik. Immediate apprehension merupakan pengenalan atau penguasaan langsung tanpa mengikuti langkah-langkah formal. Bahan pelajaran yang berisi banyak perkiraan. hipotesis dirumuskan dengan cepat. Pemecahan intuitif mungkin dapat lebih cepat dibandingkan dengan pemecahan analitik. Melalui berpikir intuitif seseorang memungkinkan sampai pada jawaban atau pemecahan yang sama sekali tak dapat dipecahkan atau lambat sekali bila menggunakan pemecahan melalui proses analitik. Mediate apprehension menunjukkan penguasaan dan pengenalan tak langsung melalui penggunaan metode formal. terutama dengan struktur pengetahuan. Situasi belajar intuitif di sekolah akan sangat ditentukan oleh sifat bahan pelajaran. Menangkap pengertian dan struktur masalah atau situasi tanpa menggunakan alat atau cara analitis. Seharusnya sebelum murid-murid diperkenalkan dengan metode analitik terlebih dahulu ditanamkan pemahaman intuitif. Dalam berpikir intuitif. apakah induktif atau deduktif. memberikan kemungkinan pemahaman . Kemungkinan dapat teijadi pada suatu saat pemikir intuitif dapat menemukan masalah yang sama sekali tak dapat ditemukan oleh pemikir analitik. mungkin juga ia tidak menyadari aspek-aspek dari situasi masalah yang ia hadapi/kerjakan. Immediate apprehension merupakan lawan dari mediate apprehension. Di sekolah terutama dalam bidang science dan matematika dewasa ini sangat dipentingkan proses-proses berpikir analitik. yang memungkinkan ia melangkah atau meloncat atau memotong jalan pendek untuk sampai pada suatu jawaban atau pemecahan. Hasil berpikir intuitif dapat dicek dengan kesimpulan dari hasil analitik. Kedua model pemikiran ini dapat saling komplemen. Ia sering jarang dapat menjelaskan bagaimana memperoleh jawaban.

dapat banyak membantu kegiatan berpikir intuitif bagi murid-muridnya. Guru yang biasa menerka jawaban suatu persoalan. Dari uraian di atas tampak di samping variabel predisposisi yang mempengaruhi berpikir intuitif. Apakah perkembangan intuisi seorang siswa menyerupai gurunya yang berpikir itu? Mungkin ya. Hal itu juga tidak berarti bahwa prediksi intuitif selalu lebih berhasil daripada prediksi analitis. Untuk pengalaman pertama diagnosis intuitif yang dilakukan dokter tersebut mungkin kurang sempurna dibandingkan dengan diagnosis yang bersifat analisis langkah-langkah formal yang dilakukan oleh seorang dokter muda. juga imitasi atau identifikasi dengan seorang pengintuitif. Faktor-faktor apa yang mempengaruhi berpikir intuitif? Faktor pertama. Kemungkinan kemampuan intuitif seorang siswa berkembang melalui imitasi sederhana dengan gurunya. dapat juga berkembang melalui identifikasi yang cukup kompleks. Prosedur heuristik dengan . diagnosis yang bersifat intuitif (clinical prediction) dapat Iebih berhasil dibandingkan dengan diagnosis analitis (actuarial prediciton). mengundang spontanitas. Seorang spesialis dalam bidang kedokteran (dokter) dalam pertemuan pertamanya dengan pasiennya mengemukakan beberapa pertanyaan. yang berkenaan dengan dimiliki atau tidak dimilikinya kemampuan intuitif dalam suatu bidang tertentu serta kekuatan intuitif pada bidang tersebut. Seseorang yang mempunyai pemahaman yang cukup luas dalam bidang tertentu akan mudah memberikan pemecahan intuitif dibandingkan dengan orang yang kurang menguasai. Bagaimana pengaruh atau peranan prosedur heuristik terhadap proses berpikir intuitif? Prosedur heuristik merupakan lawan dari prosedur algoritma. Prosedur heuristik merupakan prosedur pemecahan masalah yang tidak mengikuti urutan langkah demi langkah pemecahan lebih bersifat menyeluruh dan fleksibel. penguasaan atau pemahaman dalam bidang tertentu serta pengalaman. adalah predisposisi. Untuk selanjutnya. mungkin juga tidak. lalu mengeceknya dengan cara analitis kritis akan lebih mengembangkan kemampuan berpikir intuitifnya daripada guru yang memecahkan persoalan dengan cara analitis.dan pengalaman yang luas. selangkah demi selangkah. mengadakan pemeriksaan singkat lalu memberikan diagnosis. Algoritma merupakan prosedur pemecahan suatu masalah yang mengikuti urutan yang teliti.

Keseluruhan tipe belajar tersebut juga bisa . Pada dimensi yang pertama dibedakan tipe belajar yang bersifat mencari (discovery learning) dan yang bersifat menerima (reception learning). tetapi juga tidak boleh menutupi kesalahan. tetapi suatu perkiraan yang selalu dicek dengan pembuktian. pengecekan kesalahan dengan pembuktian melalui proses berpikir analitis dapat memperbaiki dan mengembangkan kemampuan berpikir intuitif seseorang. yaitu dimensi cara menguasai pengetahuan dan cara menghubungkan pengetahuan baru dengan struktur ide yang telah ada. dengan proses pemikiran analitis. dibedakan antara belajar yang bersifat menghafal (rote learning) dan belajar bermakna (meaningful! learning). pengujian kondisi. simetri. 2. Dalam belajar menerima keseluruhan bahan pelajaran disajikan kepada si pelajar dalam bentuk yang sudah sempurna. Keempat tipe belajar tesebut sebenarnya hanya merupakan kencederungankecenderungan. atau pemrosesan Iebih lanjut. Apakah dengan berpikir intuitif anak dilatih untuk sekadar mengiratigira? Padahal di sekolah sering mengira-ngira dianggap suatu kemalasan. Dalam belajar menghafal siswa berusaha menguasai bahan tanpa mengetahui maknanya. Seorang yang berpikir intuitif tidak boleh takut berbuat salah. Pada belajar mencari atau belajar diskoveri karena bahan ajar disajikan dalam. bentuk yang belum selesai. Belajar bermakna Ausubel dan Robinson (1969) membedakan dua dimensi dari proses belajar.menggunakan analogi. Si pelajar tinggal menerima saja tanpa mengadakan usaha-usaha pengolahan. Berpikir intuitif didasari oleh keyakinan pada diri sendiri dan keberanian dari siswa. maka si pelajar harus berusaha mencari dan menyelesaikannya sendiri. Pemikir intuitif harus jujur. visualisasi pemecahan yang dilakukan secara berulang-ulang akan singat menunjang proses berpikir intuitif. Cenderung ke arah mencari atau menerima ke arah menghafal atau mendapatkan makna. Pada dimensi kedua. sedang pada belajar bermakna sisw a mempelajari sesuatu bahan ajar dengan berusaha memahami makna atau artinya. Dengan berpikir intuitif memang anak diminta untuk mengira-ngira.

berkombinasi satu sama lain, membentuk tipe belajar menerima-bermakna, mencari bermakna, menghafal menerima, dan menghafal mencari.

a. Konsep-Konsep Dasar Ada dua hal penting dalam konsep belajar bermakna, yaitu struktur kognitif dan materi pengetahuan baru. Struktur kognitif merupakan segala pengetahuan yang telah dimiliki siswa sebagai hasil dari kegiatan belajar yang lalu. Dalam belajar bermakna pengetahuan baru harus mempunyai hubungan atau dihubungkan dengan struktur kognitifnya. Hubungan tersebut akan terjadi karena adanya kesamaan isi (substantiveness) dan secara beraturan (non-arbitrer). Kedua sifat hubungan tersebut menunjukkan adanya kebermaknaan logis materi yang akan dipelajari. Jadi kebermaknaan logis ini merupakan sifat dari materi yang akan dipelajari, tetapi tidak berarti menjamin bahwa itu bermakna bagi siswa. Agar hal itu bermakna bagi siswa, ada dua tambahan persyaratan. Pertama, suatu materi memiliki kebermaknaan logis berarti bahwa materi tersebut dapat dihubungkan dengan konsep-konsep yang telah ada pada siswa. Agar materi baru dapat difahami siswa, maka is sendiri harus memiliki materi yang sesuai dengan hal itu. Bila siswa dalam struktur kognitifnya telah memiliki materi, ide-ide yang sesuai, yang memungkinkan materi baru dapat dihubungkan padanya secara subtantif dan non-arbitrer, maka materi tersebut telah memiliki kebermaknaan potensial (potential meaningfulness).Kedua, suatu materi memiliki kebermaknaan potensial, sebab siswa dapat memberikan makna, tetapi hal itu bergantung pada kemauan siswa untuk memberi makna atau tidak. Apabila si siswa mempunyai kesiapan untuk memberi makna maka terjadilah belajar bermakna (meaningful learning). Kalau disimpulkan belajar bermakna ini menuntut tiga persyaratan: 1. Materi yang dipelajari harus dapat dihubungkan dengan struktur kognitif secara beraturan karena adanya kesamaan isi. 2. Siswa harus memiliki konsep yang sesuai dengan materi yang akan dipelajarinya. 3. Siswa harus mempunyai kemauan atau motif untuk menghubungkan konsep tersebut dengan struktur kognitifnya.

Makna merupakan hasil suatu proses belajar bermakna. Hal itu juga akan menjadi isi kognitif atau isi dari penyadaran yang muncul bila materi yang punya makna potensial dihubungkan dengan struktur kognitif. Belajar bermakna dan belajar manghafal bukan dua hal yang benar-benar bersifat dikotomis, tetapi hanya menunjukkan apakah sesuatu kegiatan belajar lebih mengarah pada bermakna atau kurang bermakna. Suatu kegiatan belajar yang kurang bermakna akan muncul apabila: 1. Materi yang dipelajari kurang memilik kebermaknaan logis. 2. Siswa kurang memiliki konsep-konsep yang sesuai dalam struktur kognitifnya. 3. Siswa kurang memiliki kesiapan untuk melakukan kegiatan belajar bermakna. Belajar bermakna akan menghasilkan konsep-konsep, ide-ide barn yang punya makna, penuh arti, jelas, nyata perbedaannya dengan yang lain. Konsep yang demikian tidak akan mudah digoyahkan dibandingkan dengan konsepkonsep yang dibentuk melalui hubungan atau asosiasi arbitrer. Dengan belajar bermakna, siswa akan menguasai dan mengingat konsep-konsep inti. Dalam belajar menghafal sering konsep inti dan konsep bukan inti berbaur dan saling menghambat, tetapi dalam belajar makna keduanya bisa dibedakan dengan jelas. Mengapa seseorang melakukan kegiatan belajar dengan menghafal Minimal ada tiga sebab utama: 1) Mereka belajar dari pengelaman yang kurang menyenangkan yang secara material memberikan jawaban yang benar, tetapi kurang memberikan hubungan yang bermakna. Adanya tuntutan memberikan jawaban yang bersifat fakta-fakta sering mendorong siswa untuk belajar dengan cara mengingat dan menghafal. 2) Siswa mengalami kecemasan yang cukup besar. Hal ini kemungkinan besar disebabkan karena ia gagal dalam menguasai pelajaran, atau karena kurang yakin akan kemampuan belajar bermakna. Untuk mengatasi kecemasan tersebut ia belajar dengan cara menghafal. 3) Siswa berada dalam suatu tekanan untuk selalu memperhatikan keberhasilan dan kelancaran belajar, atau menyembunyikan kekurangan-kekurangannya.

b. Macam-Macam Belajar Bermakna Makna merupakan isi dari struktur kognitif, yang terjadi karena materi yang memiliki kebermaknaan potensial disatukan dengan struktur kognitif. Proses penyatuan tersebut berbeda-beda dan dapat diletakkan dalam suatu hierarki dari yang bersifat represensional sampai dengan belajar tingkat tinggi, perbuatan belajar kreatif. Belajar represensional merupakan suatu proses belajar untuk mendapatkan arti atau makna dari simbol-simbol. Kalau orang tua mengatakan kucing sambil menunjuk seekor kucing, maka pada struktur kognitif anak akan terbentuk rangsangan internal yang akan memberi makna pada kata kucing sebagai binatang kucing. Kata kucing menjadi simbol yang mewakili binatang kucing. Melalui proses representasi tersebut anak akan mengenal banyak nama dan tiap benda punya nama sendiri. Belajar represensional juga berlaku bagi nama-nama bukan benda. Kata depan terjadi melalui hubungan antara dua objek seperti kucing di atas meja, air di dalam gelas dsb. Belajar konsep dapat mempunyai makna logis dan makna psikologis. Makna logis terbentuk melalui fenomena adanya benda-benda yang

dikelompokkan karena memiliki ciri-ciri yang sama. Berbagai macam kucing dan harimau karena cirinya yang sama, dikelompokkan sebagai kucing. Dalam makna logis ada ciri-ciri utama yang menunjukkan sekumpulan sifat-sifat yang dimiliki oleh setiap anggota suatu kelas konsep. Ciri-ciri utama tersebut berbeda antara suatu kelas konsep dengan kelas yang lain. Makna psikologis suatu konsep terbentuk dalam dua tahap. Pada tahap pertama konsep terbentuk melalui pengalaman nyata. Secara induktif anak menemukan ciri-ciri utama benda-benda tertentu. Melalui permainan dengan bermacam-macam warna dan bentuk kubus anak akan memiliki konsep tentang kubus, walaupun tidak tahu namanya. Pada tahap berikutnya bila anak telah bersekolah ia belajar makna konsep secara formal dari nama dan kata-kata. Kedua tahap proses pembentukan makna konsep tersebut terjadi hampir dalam semua kegiatan anak belajar konsep. Pembentukan konsep selanjutnya terjadi melalui proses asimilasi yaitu definisi-definisi. Belajar proposisi. Proposisi atau kaidah merupakan suatu kalimat yang menunjukkan hubungan antara dua hal. Proposisi ini ada yang bersifat umum,

"binatang buas makan daging" yang berisi banyak konsep dan ada pula yang bersifat khusus, harimau makan kelinci yang hanya berisi satu konsep. Dalam belajar proposisi yang bermakna, kalimat yang dipelajari dihubungkan dengan konsep yang ada dalam struktur kognitif. Ada tiga macam cara menghubungkan: 1) Hubungan antar-bagian. Bahan baru yang dipelajari siswa merupakan bagian dari konsep-konsep yang telah ada. Dalam belajar hubungan antar-bagian ini ada dua macam bagian, yaitu bagian yang bersifat derivative dan correlative. Pada bagian derivative siswa melukiskan atau meneruskan hal yang dicakup dalam sutu proposisi. Contoh: "kucing memanjat pohon", bagian derivativenya "kucing tetangga memanjat pohon saya". Dalam bagian correlative, belajar berfungsi memperluas, mengelaborisasi, memodifikasi proposisiproposisi yang telah ada. Contoh anak telah mengenal jajaran genjang, dengan correlative preposition anak akan mengenal belah ketupat. 2) Hubungan superordinat. Bahan yang dipelajari merupakan superordinat dari konsep-konsep yang telah ada dalam struktur kognitifnya. Anak telah mengenal besar sudut segi tiga siku-siku 180 derajat, segi tiga sama sisi 180 derajat, dan sebagainya, maka dalam kegiatan belajar sampai pada proposisi bahwa jumlah sudut setiap segi tiga besarnya 180 derajat. 3) Hubungan kombinasi. Bahan yang dipelajari bukan merupakan bagian bukan juga superordinat dari yang telah ada, akan tetapi merupakan kombinasi dari banyak hubungan. Contohnya adalah belajar model. Belajar diskaveri atau mencari. Bahan yang dipelajari tidak disajikan secara tuntas tetapi membutuhkan beberapa kegia tan mental untuk menuntaskan dan menyatakannya dengan struktur kognitif. Belajar diskoveri terbagi atas dua macam kegiatan belajar, yaitu belajar pemecahan masalah dan belajar kreatif. Belajar pemecahan masalah, memiliki proses psikologis yang le bih kompleks dibandingkan dengan belajar proposisi. Dalam belajar pemecahan masalah, anak dihadapkan pada masalah -masalah yang memerlukan pemecahan. Guru mengajukan beberapa pertanyaan yang mengarahkan siswa agar

menemukan pemecahan atau jawabannya sendiri.

Belajar kreatif. Kreativitas merupakan suatu kemampuan untuk menghasilkan sesuatu yang baru, baik baru bagi dirinya maupun orang lain. Belajar kreatif adalah siswa proses belajar merencanakan, melaksanakan, dan

membuktikan sendiri‡percobaan-percobaan. Mereka berusaha mencari hubungan antara konsep-konsep yang baru dan konsep-konsep yang telah ada pada struktur kognitifnya.

3. Hubungan macam-macam belajar dengan taksonomi Bloom Macam-macam belajar yang telah diuraikan sebelum ini, menunjukkan adanya beberapa kategori tingkah laku belajar, yaitu belajar bermakna, menghafal menerima, dan diskaveri. Belajar bermakna pun berbeda-beda pula dari yang bersifat represensional sampai dengan belajar kreatif. Karena adanya

pengkategorian tersebut maka dapat dicari hubungannya dengan kategori belajar atau taksonomi dari. Bloom. Karena pengetahuan atau knowledge Bloom lebih banyak berhubungan dengan ingatan maka dapat dikelompokkan sebagai belajar menghafal (rote learning). Mulai dari pemahaman sampai dengan evaluasi dapat dikategorikan sebagai belajar bermakna. Belajar konsep dan preposisi dapat disamakan dengan pemahaman, pemecahan masalah dengan analitis dan kreativitas dengan sintesis yang sukar dimasukkan dalam kategori tersebut adalah aplikasi dan evaluasi. Dari pembandingan dengan taksonomi Bloom juga dapat ditarik kesimpulan bahwa macam-macam belajar bermakna ini, lebih menyangkut ranah kognitif. Ranah afektif dan psikomotor tidak tercakup dengan macam-macam kategori belajar ini.

4. Mengingat dan lupa Belajar merupakan proses menguasai makna dari sesuatu bahan pelajaran yang secara potensial bermakna. Mengingat merupakan suatu proses memelihara penguasaan sesuatu makna baru. Lupa merupakan kemunduran atau kehilangan penguasaan suatu makna yang telah dikuasai.

(2) mengingat dan lupa. Konsep-konsep baru yang kurang umum. Tingkat yang tertinggi berada pada tingkat yang berhubungan dengan mengingat kembali (recall). Karena proses asimilasi dan reduksi tersebut berjalan spontan dan berangsur-angsur maka konsep-konsep tersebut terlupakan. kalau dipelajari kembali akan terjadi recognition. mungkin masih terletak di atas tingkat recognition. Penguasaan dan penyimpanan. memperluas. melalui periode waktu bersatu atau berasimilasi dengan konsep-konsep yang telah ada.Suatu konsep baru dipelajari oleh individu. maupun yang menghambat lupa. Suatu konsep dipelajari dengan cara yang bermakna dan disatukan dengan konsep-konsep yang telah ada dalam struktur kognitif. Ada dua tingkat kritis untuk mengingat kembali konsep yang terlupakan. tetapi dalam bebe rapa hal mungkin juga tidak mengubah konsep lama. baik yang memperkuat penguasaan kembali. Mengingat dan lupa. Keadaan tersebut dapat terjadinya pengurangan makna. 3) Macam penguasaan apakah pada tingkat recall atau recognition. lemah sekali di samping yang tidak berhubungan sama sekali. Dalam struktur kognitif suatu konsep baru. . Proses ini terjadi dalam dua langkah: (1) penguasaan dan penyimpanan. Ke kuatan hubungan dengan masing-masing konsep tidak selalu sama. Bila suatu konsep di bawah tingkat recall maka anak tidak dapat mengingatnya kembali. ada yang kuat sekali. 2) Efektivitas usaha untuk menguasai kembali konsep yang terlupakan. tidak hanya berhubungan dengan suatu konsep tetapi dengan beberapa konsep yang telah ada. Apabila dirangkumkan maka ada tiga faktor yang mempengaruhi penguasaan kembali konsep dari ingatan: 1) Kekuatan hubungan antara konsep yang telah ada dengan konsep baru. Makna baru tersebut mungkin mengubah. Interaksi antara konsep baru dengan konsep-konsep yang telah ada menimbulkan suatu makna. Sesuatu yang terlupakan sama sekali. diingat untuk beberapa saat dan sebagian ada yang terlupakan. karena terjadi pengurangan hubungan (reduksi). mempersempit konsep yang telah ada. Suatu konsep yang berada di bawah tingkat recall.

5. Sering terjadi perbedaan antara isi bahan yang diajarkan dengan diingat. menyebabkan terjadinya perbedaan isi antara bahan baru dengan konsep pokok. kekacauan. Hal itu disebabkan adanya hubungan yang substantif dan non-arbitrer dengan konsep-konsep yang ada dalam struktur kognitif. Dalam belajar mengingat ada dua hambatan (inhibition) yang mungkin terjadi yaitu hambatan proaktif dan retroaktif. Hubungan suatu konsep yang dipelajari dengan bermakna dengan struktur kognitif menyebabkan konsep tersebut lebih lama dikuasai dalam ingatan. Dengan demikian belajar bermakna lebih efisien dibandingkan dengan belajar menghafal. terputusputus dan terisolasi. 6. hal itu dilatarbelakangi oleh beberapa hal: a. karena terjadi hubungan secara arbitrer. Hasil belajar bermakna lebih lama dikuasai daripada belajar menghafal. masalah lupa disebabkan oleh hilangnya atau lemahnya asosiasi antara dua hal. Ketimpangan isi yang diajarkan dan yang diingat. Dalam belajar yang bersifat menghafal hubungannya tidak mendalam. . Keadaan demikian memungkinkan sejumlah besar bahan dapat disatukan dalam struktur kognitif dengan penguasaan yang lebih efektif. (2) kesiapan si pelajar sendiri untuk melakukan belajar bermakna. Kekurangstabilan dan kekurangjelasan konsepkonsep pokok tersebut. Pada belajar yang bersifat menghafal. Hambatan proaktif merupakan hambatan dalam mengingat sesuatu karena adanya pengaruh dari bahan yang telah dipelajari lebih dahulu. Inhibisi proaktif dan retroaktif Salah satu penyebab utama dari lupa pada belajar bermakna adalah pengurangan makna dari suatu konsep dalam struktur kognitif. Ketidakjelasan. karena kekurangtepatan makna konsep pokok dalam struktur kognitif. keraguan arti sesuatu konsep sejak awal proses belajar. Hambatan retroaktif merupakan hambatan dalam mengingat yang lama karena bahan baru. Kelebihan belajar bermakna Suatu bahan dipelajari secara bermakna atau dihafal bergantung pada (1) sifat bahan apakah secara potensial bermakna atau tidak bermakna.

Kesiapan Belajar Tiap bahan pelajaran dapat diajarkan kepada anak secara efektif bila sesuai dengan tingkat perkembangan anak tersebut. Ada tiga masalah penting berkenaan dengan penyesuaian bahan ajar dengan perkembangan anak: . Karena merasa sudah tercakup sering terlupakan. Masalah lupa memiliki nilai positif dan juga nilai negatif. lebih penting dan lebih memperkuat konsep-konsep yang telah ada. terjadi karena bahan-bahan baru yang kurang penting tersebut dalam penyatuannya dengan yang telah ada kurang stabil. Nilai positifnya adalah menyeleksi ideide baru mana yang lebih stabil. Hal itu disebabkan bahan-bahan yang tidak penting sudah tercakup dalam hal-hal yang penting. Jika suatu bahan baru salah penafsirannya karena adanya kelainan dalam struktur kognitif. Mengingat bermakna yaitu memasukkan konsep-konsep penting dalam struktur kognitif sangat penting bagi kegiatan belajar Iebih lanjut dan kegiatankegiatan pemecahan masalah sebab konsep-konsep tersebut merupakan pijakan dan bahan yang akan diolah dalam proses belajar selanjutnya. kesalahan tersebut akan menetap malah akan diperkuat pada masamasa asimilasi. terjadi kesalahan dan penghilangan atau pengurangan ciri-ciri. Sebab lain. Leveling adalah penyusutan bentuk yang tidak lazim dalam bentuk yang lebih lazim. Penguasaan konsepkonsep penting sering mengabaikan konsep-konsep atau detail-detail yang kurang penting. c.b. kurang kuat. kurang jelas sehingga mudah sekali terlupakan. Pada fase mengingat kembali bahan-bahan tersebut cenderung terjadi pengurangan terhadap konsep-konsep yang telah ada dalam struktur kognitif. Dalam menerima suatu konsep baru terjadi "leveling" dan "sharpening". Pada saat memberikan penafsiran pertama terhadap bahan baru yang bersifat selektif. sedang sharpening adalah penajaman suatu konsep atau perangsang menjadi lebih sempurna lebih baik. dan tidak mengingat semua perangsang yang masuk. Kesalahan dan penyimpangan dapat terjadi bila suatu makna yang telah tersimpan dirumuskan kembali secara verbal. D.

Pengajaran merupakan suatu translation. Kekurangan tersebut sering menghambat penguasaan ide dasar bidang studi tertentu terutama matematika dan fisika. Tingkat ini mulai dari perkembangan awal berbahasa sampai anak marnpu belajar bermanipulasi dengan simbol-simbol. merupakan masa anak sekolah. adalah mempresentasikan struktur bahan pelajaran sesuai dengan cara anak memandang atau mengartikan bahan pelajaran tersebut. Anak tidak dapat membedakan antara tujuan dengan cara atau alat untuk mencapainya. Kemampuan simbolik utama yang harus dipelajari anak. Hal itu karena anak lebih dipengaruhi oleh intuisi daripada oleh kegiatan simbolik. bahwa tiap tingkat perkembangan mempunyai karakteristik tertentu tentang cara anak melihat lingkungannya dan cara memberi arti bagi dirinya sendiri. Perkernbangan intelek Hasil penelitian berkenaan dengan perkembangan intelek anak menunjukkan. lebih banyak dipengaruhi perbuatan trial and error daripada hasil pemikiran. Mengajarkan suatu bahan pelajaran kepada anak. Matahari bergerak karena didorong oleh Tuhan. Tugas perkembangan anak pada masa ini terutama membentuk hubungan antara pengalaman dengan kegiatan. dan representasi pertama diperkuat dan diperbaiki pada tingkat selanjutnya. Tingkat kedua. masa antara 7 sampai 11 tahun. adalah bagaimana merepresentasikan dunia luar melalui pembentukan simbol-simbol anak. Kekurangan utama pada tingkat ini adalah anak belum memiliki ko nsep perbedaan atau perlawanan (reversibility). Suatu dugaan umum bahwa ide atau konsep dapat direpresentasikan dengan sebenar-benarnya dan sebaik-baiknya sesuai dengan tingkat pemikiran anak pada tingkat usia tertentu. Menurut Piaget. Melalui berbagai kegiatan anak bermanipulasi dengan lingkungan. tidak ada batas perbedaan antara motif dan peranan dirinya dengan kegiatan lingkungannya. Bila suatu benda berubah anak belum dapat menangkap ide bahwa benda tersebut dapat dikembalikan pada keadaan asalnya. Tingkat ketiga. dan bintang-bintang tidur seperti dia. masa lahir sampai 2 tahun merupakan masa perkembangan kemampuan bergerak dan merespons terhadap rangsangan. ada empat tingkat perkembangan anak: Tingkat pertama adalah tingkat Sensory motor. masa 2 sampai 7 tahun disebut tingkat Preoperasional.1. disebut juga tingkat "concrete .

Kegiatan intelektual anak didasarkan atas kemampuan beroperasi pada tingkat hipotetis dan bukan lagi pada tingkat pengalaman. Operasi konkret dibimbing oleh "logika kelas" dan "logika" hubungan yang merupakan alat penstrukturan kenyataan yang dihadapinya dan pernah dialaminya pada saat yang lalu. dan bahkan mampu mendeduksi hubungan potensial yang dapat dicek dengan percobaan atau pengamatan. Pada tingkat ini anak mampu memberikan pernyataan formal atau pernyataan axiomatik pada ide-ide yang . Tingkat ini merupakan tingkat operasional yang berbeda dengan tingkat pertama yang semata-mata hanya aktif. masa antara 11 sampai dengan 14 tahun. sarjana atau para pemikir lainnya. perkalian oleh pembagian. Pada diri anak ada sistem simbolik internal yang merepresentasikan dunia luar. Reversibility diperlukan. Operasi bersifat internalisasi dan reversible. trial and error digunakan untuk menjadi pembantu atau bahan pembanding pemikiran. Agar anak menguasai apa yang diajarkan. maka bahan ajar harus disesuaikan dengan "bahasa" struktur internal tersebut. Internalisasi berarti bahwa anak memecahkan masalah bukan dengan cara trial and error tetapi dengan pemikiran. Struktur internal merupakan hal yang sangat esensial. atau terbatas pada apa yang telah dikenalnya. Operasi merupakan pengumpulan data tentang dunia sekitarnya. Dengan operasi konkret anak mengembangkan struktur internalnya. Pengurangan dikompensasi oleh penjumlahan.operational". Ini tidak berarti anak yang beroperasi secara konkret tidak mampu mengantisipasi hal-hal yang tidak ada. Suatu operasi dapat dikompensasi dengan operasi sebaliknya. Tingkat keempat. merupakan tingkat "formal operation". kemudian ditransformasikan sehingga dapat disusun dan digunakan secara selektif dalam memecahkan masalah. tetapi ma belum mampu menghadapi kemungkinan-kemungkinan yang sama sekali asing baginya. karena dengan struktur internal anak mampu beroperasi. Anak belum mampu secara sistematik melampaui informasi yang diberikan. Seorang anak mampu memikirkan kemungkinan variabel-variabel. untuk mendeskripsikan apa yang terjadi. karena dalam operasi dibutuhkan adanya "complete compensation". Operasi intelektual telah berkembang sampai pada tingkat semacam operasi logis ahli logika.

. Ketiga. Apakah kesimpulan yang telah dilakukan dengan saksama. Dalam pengajaran matematika sering anak bukan belajar "aturan matematis". Pada tingkat operasi konkret anak mampu menangkap secara intuitif dan konkret. Pertama. transformasi. Menurut David Page seorang ahli dan guru yang sangat berpengalaman dalam mengajar matematika. Yang sangat penting dalam mengajarkan konsep-konsep dasar adalah anak dibantu untuk berkembang dari berpikir konkret pada menggunakan cara berpikir yang lebih konseptual. dapat dioperasikan dengan baik. lebih kreatif. merespons terhadap pengaruh lingkungannya terutama lingkungan sekolah. tetapi belajar menggunakan alatalat atau resep-resep matematis tanpa memahaminya. bahwa anak lebih spontan. Perkembangan intelek anak bukanlah suatu rangkaian perkembangan yang bersifat tertutup. bila guru mengajarkannya dengan cara menyajikan penjelasan-penjelasan formal yang didasarkan atas logika. Kegiatan belajar Belajar sesuatu bidang pelajaran. 2. sebelum langkah pemecahan masalah. sejumlah ide-ide dasar ilmu pengetahuan. minimal meliputi tiga proses. proses mendapatkan atau memperoleh informasi baru untuk melengkapi atau menggantikan informasi yang telah dimiliki atau menyempurnakan pengetahuan yang telah ada. dalam pengajaran dari Taman Kanak-Kanak sampai Perguruan Tinggi dalam perkembangan intelek menunjukkan kecenderungan yang sama. Transformasi meliputi cara-cara mengolah informasi untuk sampai pada kesimpulan yang lebih tinggi. Belajar anak dalam segala hal lebih cepat dibandingkan dengan orang tua. Perkembangan intelek anak perlu ditunjang oleh kesempatan-kesempatan yang berguna agar berkembang lebih pesat. Kedua. proses evaluasi untuk mengecek apakah manipulasi sudah memadai untuk dapat menjalankan tugas rnencapai sasaran.konkret. kurang disesuaikan dengan cara berpikir anak serta kurang mengaplikasikannya. Hal itu akan sia-sia saja. yaitu proses memanipulasi pengetahuan agar sesuai dengan tugas yang baru. tetapi terbuka. lebih energik dibandingkan dengan orang dewasa.

hal itu menunjukkan belum adanya keteraturan dalam mated. memberikan ganjaran dalam bentuk pujian. lebih mengutamakan tujuan jangka panjang. E. Tujuan jangka panjang merupakan tujuan akhir pendidikan (the end of education). yang dapat dicapai dengan penggunaan bahan yang singkat serta metode yang sederhana. Orang yang lebih ideal. Dalam tiap episode terdapat ketiga proses di atas. tetapi merupakan spiral terbuka. berisi banyak konsep. 3. karena tujuan jangka pendek tidak memberikan arah sama sekali. Kurikulum bukan sesuatu yang staffs tertutup. Kurikulum selalu membutuhkan baik anak didik maupun masyarakat sekitarnya. Bila sudah cukup berpengetahuan apakah menjadi orang dewasa yang lebih baik? Bila javvabannya cenderung ke arah tidak atau tidak jelas (ambigius). Seorang yang berpendirian lebih praktis lebih mengutamakan tujuan jangka pendek. Episode belajar dapat panjang. kurikulum. yang disusun atau dibentuk di sekitar prinsip-prinsip. sebab merupakan sasaran akhir. Cara-cara yang biasa dilakukan adalah: memperpanjang atau memperpendek isi episode. Kurikulum memiliki struktur bahan ajar. masalah-masalah dan nilai-nilai dalam masyarakat. dan sebagainya. apakah anak akan menjadi orang dewasa dan berpengetahuan. Kedua macam tujuan tersebut sama pentingnya dan diperlukan dalam pelaksanaan program. biasanya kita susun bahan pelajaran tersebut dalam rentetan episode (satuan pelajaran). pemberian gelar juara. juga dapat pendek. Minat dan Motif Belajar Dalam perencanaan kurikulum sering dibedakan antara tujuan jangka panjang dan tujuan jangka pendek. episode-episode bahan pelajaran. kita manipulasi dengan beberapa cara. Dalam menyajikan bahan pelajaran sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan murid.Dalam mempersiapkan bahan pelajaran. Spiral Kurikulum Jika prinsip-prinsip perkembangan anak telah diperhatikan. mempersiapkan pertanyaan yang dapat memberikan motivasi intrinsik atau ekstrinsik. bahan ajar telah disusun dalam urutan yang logis dan cukup mendorong perkembangan dan keadaan memungkinkan untuk memperkenalkannya seawal mungkin. atau hanya beberapa konsep saja. penting. .

Pembangkitan minat belajar pada anak. Pendidikan di Amerika Serikat dewasa ini sangat menekankan pada keunggulan (excellence). apa yang harus diajarkan. Mengenai pemusatan perhatian dan minat belajar terletak dalam suatu kontinum yang bergerak dari sikap apatis atau sama sekali tidak menaruh minat sampai dengan yang sangat berminat. pendidikan guru yang efektif. bagaimana mengajarkannya serta bagaimana membangkitkan minat belajar murid. Persoalannya. menggunakan alat-alat bantu pengajaran yang cukup serta diciptakan berbagai usaha pemberian motivasi. tetapi juga tidak mematikan minat atau tetap mendorong minat belajar anak-anak yang tidak cerdas. dan ada juga yang lebih bersifat menetap (jangka panjang). audio visual aid. Untuk yang lebih berjangka lama. Pembangkitan motif belajar pada anak. sistem ujian. ada yang bersifat sementara (jangka pendek). dan lainlain dapat membangkitkan minat yang bersifat sementara. yang banyak memberikan kebosanan dan apatisme. serta mengutamakan kontinuitas dan pendalaman belajar. untuk mencapai hal tersebut.tetapi tujuan jangka pendek juga penting sebab dengan tujuan tersebut lebih konkret. dan lain-lain dapat menimbulkan . sistem kenaikan kelas. adalah kurang tepat. yang berbentuk suatu proyek yang berisi kegiatan kompetitif. Untuk mencapai cita-cita pendidikan unggul dibutuhkan kurikulum yang sesuai. Kegiatan belajar juga bergerak dari yang aktif. Minat atau perhatian belajar ini sangat berhubungan dengan kegiatan belajar. sukar dilaksanakan apabila proses belajar lebih menekankan pada satuan-satuan kurikulum. Pencapaian keunggulan bukan hanya bagi anak-anak yang cerdas tetapi juga ditujukan bagi anak-anak biasa. yang banyak membangkitkan minat belajar anak sampai dengan kegiatan yang bersifat excessive yakni setiap anak secara pasif menanti giliran penugasan. Masalahnya. Terdapat perbedaan usaha untuk membangkitkan minat yang bersifat sementara dengan yang lebih bersifat menetap. lebih mudah dicapai dan akan selalu ditemukan tujuan yang baru menuju sasaran akhir. bagaimana menyiapkan bahan pengajaran yang dapat merangsang minat belajar anak cerdas. Penggunaan film. Konsep pendidikan atau pengajaran hanya dipersiapkan bagi anak ratarata agar sesuai bagi setiap kelompok anak. audio visual aid. film.

yang sekarang sedang dikembangkan adalah yang disebut meritocracy. Salah satu sistem untuk membangkitkan motif belajar para siswa. Film dan audio visual aid merupakan alat yang berorientasi pada hiburan. ditentukan oleh sukses sebelumnya. Sistem meritocracy selain mempunyai beberapa kebaikan.kepasifan. langkah pertama yang harus diusahakan adalah membangkitkan otonomi yang aktif. Dalam sistem meritocracy siswa mempunyai kesempatan untuk maju terus sesuai dengan prestasi belajar yang dicapainya. Motif belajar pada anak umumnya campuran. tetapi dapat mematahkan semangat anakanak yang kurang. antara yang bersifat sementara. Sesuatu bahan pengajaran yang berarti bagi anak yang disajikan dalam bentuk yang sesuai dengan tingkat kemampuan berpikir anak. Meritocracy merupakan sistem pengajaran yang menekankan pada kompetisi atau persaingan. Sistem meritocracy dapat membangkitkan motif yang sangat besar bagi anakanak yang pandai. yang merupakan lawan dari kepenontonan yang pasif. Beberapa hal dapat diusahakan untuk membangkitkan motif belajar pada anak yaitu pemilihan bahan pengajaran yang berarti bagi anak. jauh meninggalkan teman-temannya. menciptakan kegiatan belajar yang dapat membangkitkan dorongan untuk menemukan (discovery). anak banyak terlibat dalam proses belajar dapat membangkitkan motif belajar yang lebih berjangka panjang. Kesempatan pendidikan selanjutnya bahkan juga kesempatan pekerjaan selanjutnya. tetapi sebaliknya anak yang kurang pandai akan jauh tertinggal. juga mempunyai beberapa efek negatif terutama berkenaan dengan suasana belajar. dan disampaikan dalam bentuk anak lebih aktif. Sikap belajar menonton yang pasif (the spectator's possitivy) merupakan hal yang membahayakan dalam perkembangan anak. seperti halnya kebudayaan komunikasi massa dapat menimbulkan kepasifan dan sikap monoton. Dalam sistem meritocracy anak yang pandai dapat berkembang pesat. . Posisi dalam sekolah selanjutnya ditentukan oleh record di sekolah sebelumnya. menerjemahkan apa yang akan diajarkan dalam bentuk pikiran yang sesuai dengan tingkat perkembangan anak. antara otonomi aktif dengan menonton. Untuk membangkitkan minat yang lebih bersifat menetap (jangka panjang).

musik. terutama guru dapat melaksanakan pengajaran dan memonitor perkembangannya. kegiatan siswa serta pemikiran siswa. drama serta pendidikan humanitas lainnya sangat membantu untuk mencapai keseimbangan. Hal itu dapat diatasi dengan menggunakan sistem pendidikan yang pluralistis. tulisan ini mengajak dan mendorong para pelaksana pendidikan terutama guru. Salah satu kelemahan sistem meritocracy adalah terlalu menekankan pada science dan teknologi. Inquiring Into the Teaching Process. pelajaran yang berkenaan dengan humanisme kurang sekali. Pendidikan seni. John.tang pendidikan yang baik. kepala sekolah. Buku Acuan Hosyom. F. Untuk melaksanakan pengajaran yang baik. (1985). Toronto. mereka perlu memahami pemikiran guru. Sebagai dasar pemahaman situasi pendidikan mereka harus mempunyai pengetahuan ten. Agar para pelaksana dan juga perencana pendidikan mempunyai pemahaman yang mendalam tentang situasi pendidikan. Sesuai dengan judul bukunya. inquiring.Efek yang kurang baik dalam suasana belajar dapat dikontrol dengan perencanaan yang matang. didorong untuk berpikir. berinkuiri dalam profesinya. dibutuhkan usahausaha remedial terutama untuk anak-anak lambat belajar. pengawas. Dengan dasar pemahaman di atas para pelaksana pendidikan. Dengan buku ini para perencana dan pelaksana pendidikan diajak. . serta administrator pendidikan untuk lebih memahami apa yang secara nyata berlangsung dalam kelas. kegiatan guru dalam kelas. Ontario: OISE Press/The Ontariao Institut for Study in Education. Dalam sekolah yang menekankan sistem kompetitif. berbuat dan mengadakan studi sendiri. Penyuluhan khusus sering dibutuhkan bukan saja oleh anak-anak yang lambat tetapi juga anak cepat. ahli kurikulum. mereka harus menguasai pula peranan profesional dari guru serta prosedur pelaksanaan pengajaran. Remedial dan penyuluhan bukan satu-satunya jawaban untuk mengatasi masalah belajar yang bersifat kompetitif.

Pengajaran yang efektif tidak lahir begitu saja tetapi harus dipelajari. (1984). suatu adaptasi alamiah antara seorang dengan yang lain. Pada bagian akhir buku ini diuraikan juga bagaimana merencanakan dan melaksanakan pengajaran yang efektif. buku ini menguraikan beberapa pendekatan dalam mengajar. yaitu pendekatan: executive.Joice. Guru juga sebagai ahli strategi pengajaran. tetapi sering penuh dengan frustrasi dan kegembiraan. Guru sebagai perencana pengajaran. New York. Bertolak dari kenyataan itu. Keseluruhan isi buku ini memberikan pegangan tentang bagaimana melaksanakan suatu pengajaran secara efektif. Columbia University. Approaches to Teaching. Effecitve Teaching: Preparation and Implementation. Pengajaran merupakan suatu kehidupan yang berisi hubungan simbiosis antara guru dengan siswa. dan ganjaran. Dalam buku ini digambarkan bahwa pengajaran adalah suatu perbuatan yang gentleman. London: Teachers College. sama dengan guru yang baik tidak dilahirkan tetapi dibuat. et al. sebagai manajer tingkah laku siswa dan evaluator perkembangan siswa. Secara garis besar ada tiga pendekatan. konteks sosial dan teknis pengajaran. Pendekatan mengajar merupakan hal yang sangat penting dalam pengajaran. (1981). and Soltis. sebagai komunikator informasi. Fleksibilitas merupakan karakteristik dasar yang harus dimiliki guru. membantu kreativitas siswa dan mengkreatifkan sekolahnya. Lance E. Gary D. Jonas F. Bruce R.al. modelmodel mengajar dan beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mengembangkan pengajaran yang menekankan fleksibilitas. Konsep yang ingin disampaikan dalam buku ini ialah suatu keyakinan bahwa esensi dari pengajaran adalah fleksibilitas. Pendidikan guru memegang peranan penting untuk mengembangkan fleksibilitas dalam interaksi. London: Longman. Springfield. hukuman. Dalam buku ini diuraikan secara rinci berbagai peran guru sebagai pengajar. Fenstermacher. et. Illinois: Charles and Thomas. therapist dan . (1986). penyesuaian pengajaran dengan segisegi kepribadian siswa.. agar is dapat mengembangkan kreativitasnya sendiri. Selanjutnya dalam buku tersebut diuraikan. Publication.. dipersiapkan dan dilatih. Flexibility in Teaching. New York. sebab hal itu akan sangat mempengaruhi perilaku siswa. sebagai pelaku yang efektif. Bedwell.

dilengkapi dengan beberapa kasus dan cara pemecahannya. otonomi. guru sebagai eksekutor sebagai ekspert yang memberikan pelajaran-pelajaran tertentu dengan teknik-teknik tertentu dengan sangat terampil. rasional dan bermoral. Menurut pendekatan therapist guru adalah orang yang empathetik yang berfungsi membantu perkembangan individu secara pribadi mencapai tingkat self actualization yang tinggi dengan penuh pengertian dan penerimaan. Pendekatan liberationist memandang guru sebagai liberator. Dalam buku itu juga diuraikan bagaimana menerapkan ketiga pendekatan tersebut.liberationist. Dalam pendekatan eksekutif. . pengembang pribadi yang utuh. pembebas pribadi siswa.

Pertama. penilai. gurulah pemegang kunci pelaksanaan dan keberhasilan kurikulum. Dalam kurikulum terintegrasi filsafat. Kurikulum disusun oleh para ahli pendidikan/ahli kurikulum. Apa yang tertuang dalam kurikulum hendaknya mempersiapkan siswa untuk tugas . Prinsip-prinsip umum Ada beberapa prinsip umum dalam pengembangan kurikulum. Dialah sebenarnya perencana. alat. pelaksana. mencapai tujuan yang dicita-citakan oleh siswa sendiri. prinsip. nilai. dan. ahli bidang ilmu. isi. Di sana semua konsep. dan perbuatan pendidikan. Suatu kurikulum diharapkan memberikan landasan. dan pengembang kurikulum sesungguhnya. Kelas merupakan tempat untuk melaksanakan dan menguji kurikulum. kebutuhan. dalam proses pembimbingan perkembangan siswa. isi. Oleh karena itu. prinsipreigansi. keluarga. dan perkembangan masyarakat. metode. maupun masyarakat. yaitu relevan ke luar dan relevansi di dalam kurikulum itu sendiri. pengusaha serta unsurunsur masyarakat lainnya. pengetahuan. Kurikulum menyiapkan siswa untuk bisa hidup dan bekerja dalam masyarakat. prinsip.BAB 8 PENGEMBANGAN KURIKULUM A. dan aspek-aspek kurikulum tersebut seluruhnya terletak pada guru. pejabat pendidikan. Pewujudan konsep. Relevansi ke luar maksudnya tujuan. nilai-nilai. Ada dua macam relevansi yang harus dimiliki kurikulum. Rancangan ini disusun dengan maksud memberi pedoman kepada para pelaksana pendidikan. menjadi pedoman bagi pengembangan kemampuan siswa secara optimal sesuai dengan tuntutan dan tantangan perkembangan masyarakat. 1. pendidik. dan proses belajar yang tercakup dalam kurikulum hendaknya relevan dengan tuntutan. yang akan mewujudkan bentuk kurikulum yang nyata dan hidup. pengetahuan. dan kemampuan guru diuji dalam bentuk perbuatan. Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum Kurikulum merupakan rancangan pendidikan yang merangkum semua pengalaman belajar yang disediakan bagi siswa di sekolah.

perlu selalu ada komunikasi dan kerja sama antara para pengembang kurikulum sekolah dasar dengan SMTP. maupun personalia. dan murah tetapi keberhasilannya tetap harus diperhatikan. pengalamanpengalaman belajar yang disediakan kurikulum juga hendaknya berkesinambungan antara satu tingkat kelas. Keberhasilan pelaksanaan kurikulum ini baik secara kuantitas maupun kualitas. bagi anak yang memiliki latar belakang dan kemampuan yang berbeda.tersebut. isi. dan Perguruan Tinggi. alat. maka kurikulum tersebut tidak praktis dan sukar dilaksanakan. dan penilaian. di sini dan ditempat lain. Suatu kurikulum yang baik adalah kurikulum yang berisi hal-hal yang solid. antara satu jenjang pendidikan dengan jenjang lainnya. Prinsip kelima adalah efektivitas. Kurikulum bukan hanya harus ideal tetapi juga praktis. Perkembangan dan proses belajar anak berlangsung secara berkesinambungan. Betapapun bagus dan idealnya suatu kurikulum kalau menuntut keahlian-keahlian dan peralatan yang sangat khusus dan mahal pula biayanya. mudah dilaksanakan. Kurikulum mempersiapkan anak untuk kehidupan sekarang dan yang akan datang. biaya. Oleh karena itu. dengan kelas lainnya. Prinsip keempat adalah praktis. Kurikulum dan pendidikan selalu dilaksanakan dalam keterbatasan-keterbatasan. Pengembangan kurikulum perlu dilakukan serempak bersama-sama. Pengembangan suatu kurikulum tidak dapat dilepaskan dan merupakan . yaitu antara tujuan. Prinsip ini juga disebut prinsip efisiensi. Walatipun kurikulum tersebut hams murah. dan latar belakang anak. tetapi daram pelaksanaannya memung inkan terjadinya penyesuaian-penyesuaian berdasarkan kondisi daera aktu maupun kemampuan. Relevansi internal ini menunjukkan suatu keterpaduan kurikulum. kurikulum hendaknya memilih sifat lentur atau fleksibel. juga antara jenjang pendidikan dengan pekerjaan. Prinsip kedua adalah fleksibilitas. menggunakan alat alat sederhana dan biayanya juga murah. SMTA. proses penyampaian. Kurikulum bukan hanya menyiapkan anak untuk kehidupannya sekarang tetapi juga yang akan datang. Prinsip ketiga adalah kontinuitas yaitu kesinambungan. sederhana. Kurikulum juga harus memiliki relevansi di dalam yaitu ada kesesuaian atau konsistensi antara komponen-komponen kurikulum. tidak terputus-putus atau berhenti-henti. baik keterbatasan waktu.

Interelasi antara keempat aspek tersebut serta antara aspek-aspek tersebut dengan kebijaksanaan pendidikan perlu selalu mendapat perhatian dalam pengembangan kurikulum.penjabaran dari perencanaan pendidikan. pengalaman belajar. dan penilaian. Keberhasilan kurikulum akan mempengaruhi keberhasilan pendidikan. Visualisasi kerangka berpikir tersebut dapat dilihat pada bagan berikut: BAGAN 8. Perencanaan di bidang pendidikan juga merupakan bagian yang dijabarkan dari kebijaksanaan-kebijaksanaan pemerintah di bidang pendidikan. Hubungan kurikulum dengan pembangunan pendidikan . isi pendidikan. Kurikulum pada dasarnya berintikan empat aspek utama yaitu: tujuantujuan pendidikan.

2. Prinsip berkenaan dengan pemilihan isi pendidikan Memilih isi pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan yang telah ditentukan para perencana kurikulum perlu mempertimbangkan beberapa hal. 3. dan keterampilan diberikan secara simultan dalam urutan situasi belajar. jangka menengah. Penelitian. Prinsip-prinsip ini berkenaan dengan penyusunan tujuan. observasi. Pengalaman negara-negara lain dalam masalah yang sama. sikap. isi. dan . dihimpun melalui angket. dan penilaian. sikap. Perumusan komponen-komponen kurikulum hendaknya mengacu pada tujuan pendidikan. Unit-unit kurikulum harus disusun dalam urutan yang logis dan sistematis. yang dapat ditemukan dalam dokumen-dokumen lembaga negara mengenai tujuan. 3. dan strategi pembangunan termasuk di dalamnya pendidikan. 1. pengalaman belajar. Tujuan pendidikan mencakup tujuan yang bersifat umum atau berjangka panjang. 6. wawancara. Prinsip-prinsip khusus Ada beberapa prinsip yang lebih khusus dalam pengembangan kurikulum. 2. dan jangka pendek (tujuan khusus). Survai mengenai persepsi orang tua/masyarakat tentang kebutuhan memka yang dikirimkan melalui angket atau wawancara dengan mereka. 5. Perumusan tujuan pendidikan bersumber pada: 1. Makin umum suatu perbuatan hasil belajar dirumuskan semakin sulit menciptakan pengalaman belajar. 4. Isi bahan pelajaran harus keterampilan. 2. Ketiga ranah belajar. Perlu penjabaran tujuan pendidikan/pengajaran ke dalam bentuk perbuatan hasil belajar yang khusus dan sederhana. Ketentuan dan kebijaksanaan pemerintah. Untuk hal tersebut diperlukan meliputi segi pengetahuan. Prinsip berkenaan dengan tujuan pendidikan Tujuan menjadi pusat kegiatan dan arah semua kegiatan pendidikan. yaitu pengetahuan. Survai tentang manpower. Survai tentang pandangan para ahli dalam bidang-bidang tertentu. dan dari berbagai media massa.

hendaknya memperhatikan: bagaimana pembuatannya. Apakah metode/teknik tersebut menimbulkan jalinan kegiatan belajar di sekolah dan di rumah. atau mengaktifkan guru atau kedua-duanya? 6. afektif dan psikomotor? 5. Untuk belajar keterampilan sangat dibutuhkan kegiatan belajar yang menekankan "learning by doing" di samping "learning by seeing and knowing". waktu pembuatan? . Alat/media pengajaran apa yang diperlukan. Apakah semuanya sudah tersedia? Bila alat tersebut tidak ada apa penggantinya? 2. siapa yang membuat. Apakah metode/teknik tersebut memberikan urutan kegiatan yang bertingkat-tingkat? 4.buku pedoman guru yang memberikan penjelasan tentang organisasi bahan dan alat pengajaran secara lebih mendetail. Kalau ada alat yang harus dibuat. Prinsip berkenaan dengan pemilihan media dan alat pengajaran Proses belajar-mengajar yang baik perlu didukung oleh penggunaan media dan alat-alat bantu pengajaran yang tepat. juga mendorong penggunaan sumber yang ada di rumah dan di masyarakat? 8. Apakah metode/teknik tersebut mendorong berkembangnya kemampuan baru? 7. Apakah metode/ teknik tersebut dapat menciptakan kegiatan untuk mencapai tujuan kognitif. Apakah metode/teknik tersebut memberikan kegiatan yang bervariasi sehingga dapat melayani perbedaan individual siswa? 3. 1. Apakah metode/teknik tersebut lebih mengaktifkan siswa. Apakah metode/teknik belajar-mengajar yang digunakan cocok untuk mengajarkan bahan pelajaran? 2. Prinsip berkenaan dengan pemilihan proses belajar mengajar Pemilihan proses belajar mengajar yang digunakan hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut: 1. pembiayaannya.

ahli kurikulum. . dalam ranahranah kognitif. Dalam penyusunan alat penilaian (test) hendaknya diikuti langkahlangkah sebagai berikut: Rumuskan tujuan-tujuan pendidikan yang umum. Prinsip berkenaan dengan pemilihan kegiatan penilaian Penilaian merupakan bagian integral dari pengajaran: 1. Tuliskan butir-butir test. Hubungkan dengan bahan pelajaran. dan psikomotor. Bagaimana kelas. dan tingkat kemampuan kelompok yang akan ditest? Berapa lama waktu dibutuhkan untuk pelaksanaan test? Apakah test tersebut berbentuk uraian atau objektif? Berapa banyak butir test perlu disusun? Apakah tes tersebut diadministrasikan oleh guru atau oleh murid? 3. Dalam merencanakan suatu penilaian hendaknya diperhatikan beberapa hal. ahli pendidikan. 2.3. apakah dalam bentuk modul. Pengembang Kurikulum Dalam mengembangkan suatu kurikulum banyak pihak yang turut berpartisipasi. Bagaimana pengorganisasian alat dalam bahan pelajaran. yaitu: administrator pendidikan. Bagaimana pengintegrasiannya dalam keseluruhan kegiatan belajar? 5. Uraikan ke dalam bentuk tingkahtingkah laku murid yang dapat diamati. afektif. Dalam pengolahan suatu hasil penilaian hendaknya diperhatikan halhal sebagai berikut: Norma apa yang digunakan di dalam pengolahan hasil test? Apakah digunakan formula guessing? Bagaimana pengubahan skor ke dalam skor masak? Skor standar apa yang digunakan? Untuk apakah hasil-hasil test digunakan? B. paket belajar. dan lain-lain? 4. usia. Hasil yang terbaik akan diperoleh dengan menggunakan multi media.

la merupakan figur kunci di sekolah. menyusun kerangka dasar serta program inti kurikulum. Para kepala sekolah mempunyai wewenang dalam membuat operasionalisasi sistem pendidikan pada masing-masing sekolah.ahli bidang ilmu pengetahuan. dan orang tua murid serta tokoh-tokoh masyarakat. Atas dasar kerangka dasar dan program inti tersebut para administrator daerah (kepala kantor wilayah) dan administrator lokal (kabupaten. Dari pihak-pihak tersebut yang secara terusmenerus turut terlibat dalam pengembangan kurikulum adalah: administrator. tetapi dalam pelaksanaannya sering harus didorong dan dibantu oleh para administrator. Administrator tingkat pusat bekerja sama dengan para ahli pendidikan dan ahli bidang studi di Perguruan Tinggi serta meminta persetujuannya terutama dalam penyusunan kurikulum sekolah. kepala kantor wilayah. guru. kecamatan dan kepala sekolah) mengembangkan kurikulum sekolah bagi daerahnya yang sesuai dengan kebutuhan daerah. Administrator lokal harus bekerja sama dengan kepala sekolah dan guru dalam mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kepala sekolah juga mempunyai peranan kunci dalam menciptakan kondisi untuk pengembangan kurikulum di sekolahnya. guru-guru. mengkomunikasikan sistem pendidikan kepada masyarakat. 1. Walaupun guru dapat mengembangkan kurikulum sendiri. Kerangka dasar dan program inti tersebut akan menentukan minimum course yang dituntut. Peranan kepala sekolah lebih banyak berkenaan dengan implementasi kurikulum di sekolahnya. Peranan para administrator pendidikan Para administrator pendidikan ini terdiri atas: direktur bidang pendidikan. kepemimpinan kepala sekolah sangat mempengaruhi suasana sekolah dan pengembangan kurikulum. serta mendorong pelaksanaan kurikulum oleh guru -guru di kelas. kepala kantor kabupaten dan kecamatan serta kepala sekolah. Para kepala sekolah ini sesungguhnya yang secara terus menerus terlibat dalam pengembangan dan implementasi kurikulum. Peranan para administrator di tingkat pusat (direktur dan kepala pusat) dalam pengembangan kurikulum adalah menyusun dasar-dasar hukum. dan orang tua. pusat pengembangan kurikulum. . memberikan dorongan dan bimbingan kepada guru-guru.

tetapi juga perlu dilandasi oleh perkembangan konsep-konsep dalam ilmu. . baik ahli pendidikan. para ahli pendidikan dan kurikulum memberikan alternatif konsep pendidikan dan model kurikulum yang dipandang paling sesuai dengan keadaan dan tuntutan di atas. yang mutakhir dan sesuai dengan perkembangan kebutuhan masyarakat sangat diperlukan. telah digariskan pada tingkat pusat belum tentu dapat dengan mudali dipahami oleh para pengembang dan pelaksana kurikulum di daerah. maka pertisipasi mereka pada tingkai daerah. Apabila pengembangan kurikulum sudah banyak dilakukati pada tingkat daerah atau lokal.2. baik kebijaksanaan pembangunan secara umum maupun pembangunan pendidikan. Pengembangan kurikulum bukan hanya sekadar memilih dan menyusun bahan pelajaran dan metode mengajar. Partisipasi para ahli pendidikan dan ahli kurikulum terutama sangat dibutuhkan dalam pengembangan kurikulum pada tingkat pusat. model pengelolaan. dan masukan-masukan dari pelaksaman pendidikan dan kurikulum yang sedang berjalan. tetapi menyangkut penentuan arah dan orientasi pendidikan. model desain. serta berbagai perangkat dan pedoman penjabaran serta pedoman implementasi dari model-model tersebut. Peranan para ahli Pengembangan kurikulum bukan saja didasarkan atas perubahan tuntutan kehidupan dalam masyarakat. ahli kurikulum. pemilihan sistem dan model kurikulum. model media. perkembangan tuntutan masyarakat. Pengembangan kurikulum juga membutuhkan partisipasi para ahli bidang studi/bidang ilmu yang juga mempunyai wawasan tentang pendidikan serta perkembangan tuntutan masyarakat. sebab apa yany. maupun model evaluasinya. model pembelajaran. lokal bahkan sekolah juga sangat diperlukan. Mengacu pada kebijaksanaan-kebijaksanaan yang ditetapkan pemerintah. Mereka juga sangat diharapkan partisipasinya dalam menyusun materi ajaran dalam sekuens yang sesuai dengan struktur keilmuan tetapi sangat memudahkan para siswa untuk mempelajarinya. maupun ahli bidang studi/disiplin ilmu. Sumbangan mereka dalam memilih materi bidang ilmu. Oleh karena itu. pengembangan kurikulum membutuhkan bantuan pemikiran para ahli. baik model konsep.

Peranan guru bukan hanya menilai perilaku dan prestasi belajar murid murid dalam kelas. Dia adalah perencana. . pengembang alat-alat belajar. pencoba. Karena guru juga merupakan barisan pengembang kurikulum yang terdepan maka guru pulalah yang selalu melakukan evaluasi dan penyempurnaan terhadap kurikulum.3. Sebagai pelaksana kurikulum maka guru pulalah yang menciptakan kegiatan belajar mengajar bagi murid-muridnya. guru mampu menciptakan situasi belajar yang aktif yang menggairahkan yang penuh kesungguhan dan mampu mendorong kreativitas anak. sebab ia harus selalu belajar struktur sosial masyarakat. pelaksana. Hal-hal di atas diperlukan untuk mempersiapkan guru dalam berbagai situasi dan kegiatan pendidikan. penyusunan organisasi. tetapi juga menilai implementasi kurikulum dalam lingkup yang lebih luas. manajer sistem pengajaran. Guru juga bukan hanya berperan sebagai guru di dalam kelas. pendorong kegiatan belajar. Dialah yang mengolah. Berkat keahlian. Guru juga berperan sebagai pelajar dalam masyarakatnya. Hasil-hasil penilaian demikian akan sangat membantu pengembangan kurikulum. pola-pola tingkah laku dalam masyarakat. dan pengembang kurikulum bagi kelasnya. nilai-nilai utama masyarakat. ia juga seorang komunikator. Peranan guru Guru memegang peranan yang cukup penting baik di dalam perencanaan maupun pelaksanaan kurikulum. Sekalipun ia tidak mencetuskan sendiri konsep-konsep tentang kurikulum. guru merupakan penerjemah kurikulum yang datang dari atas. untuk memahami hambatanhambatan dalam implementasi kurikulum dan juga dapat membantu mencari cara untuk mengoptimalkan kegiatan guru. meramu kembali kurikulum dari pusat untuk disajikan di kelasnya. keterampilan dan kemampuan seninya dalam mengajar. pembimbing baik di sekolah maupun di masyarakat dalam hubungannya dengan pelaksanaan pendidikan seumur hidup.

Kegiatan-kegiatan tersebut akan memberikan umpan balik bagi penyempumaan kurikulum. Peranan mereka dapat berkenaan dengan dua hal: pertama dalam penyusunan kurikulum dan kedua dalam pelaksanaan kurikulum. Rapor juga merupakan suatu alat komunikasi tentang program atau kegiatan pendidikan yang dilaksanakan di sekolah. laporan sekolah. usaha yang sungguh-sungguh. Orang tua juga secara berkala menerima laporan kemajuan anak-anaknya dari sekolah berupa rapor dan sebagainya. Perguruan tinggi Kurikulum minimal mendapat dua pengaruh dari Perguruan Tinggi. minat yang penuh. Dalam pelaksanaan kurikulum diperlukan kerja sama yang sangat erat antara guru atau sekolah dengan para orang tua murid. seminar. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengembangan Kurikulum Sekolah mendapatkan pengaruh dari kekuatan-kekuatan yang ada dalain masyarakat. terutama dari perguruan tinggi dan masyarakat. Pertama. Dalam penyusunan kurikulum mungkin tidak semua orang tua dapat ikut serta. Kedua. pameran sekolah. dan sebagainya. Peranan orang tua murid Orang tua juga mempunyai peranan dalam pengembangan kurikulum. Melalui pengamatan dalam kegiatan belajar di rumah. dan orang tua sewajarnya mengikuti atau mengamati kegiatan belajar anaknya di rumah. hanya terbatas kepada beberapa orang saja yang cukup waktu dan mempunyai latar belakang yang memadai. pertemuan orang tua-guru. Sebagian kegiatan belajar yang dituntut kurikulum dilaksanakan di rumah. C. partisipasi dalam kegiatan sekolah orang tua dapat turut serta dalam pengembangan kurikulum terutama dalam bentuk pelaksanaan kegiatan belajar yang sewajarnya. lokakarya.4. 1. dari pengembangan ilmu pendidikan dan keguruan serta penyiapan guru-guru di Perguruan Tinggi Keguruan (Lembaga . Orang tua juga dapat hind berpartisipasi dalam kegiatan di sekolah melalui berbagai kegaitan seperti diskusi. dari pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan di perguruan tinggi umum. penyelesaian tugas-tugas serta partisipasi dalam setiap kegiatan di sekolah. Peranan orang tua lebih besar dalam pelaksanaan kurikulum.

D3 dan Sl. Salah satu kekuatan yang ada dalam masyarakat adalah dunia usaha. masyarakat kota atau desa. petani. umumnya disiapkan oleh LPTK (IKIP. tetapi juga untuk bekerja dan berusaha. Sebagai bagian dan agen dari masyarakat. dan sebagainya. Kurikulum Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan juga mempengaruhi pengembangan kurikulum. Guru-guru yang mengajar pada berbagai jenjang dan jenis sekolah yang ada dewasa ini. Penguasaan ilmu. Perkembangan teknologi selain menjadi isi kurikulum juga mendukung pengembangan alat bantu dan media pendidikan. FKIP. pedagang atau pegawai. 2. Perkembangan dunia usaha yang ada di masyarakat mempengaruhi pengembangan kurikulum sebt sekolah bukan hanya mempersiapkan anak untuk hidup. Jenis pekerjaan dan perusahaan yang ada di masyarakat menuntut persiapannya di sekolah. Telah diuraikan terdahulu bahwa pengetahuan dan teknologi banyak memberikan sumbangan bagi isi kurikulum serta proses pembelajaran. . Masyarakat Sekolah merupakan bagian dari masyarakat dan mempersiapkan anak untuk kehidupan di masyarakat. terutama melalui penguasaan ilmu dan kemampuan keguruan dari guru-guru yang dihasilkannya. STKIP) melalui berbagai program. yaitu program D2. Pada Sekolah Dasar masih banyak guru berlatar belakang pendidikan SPG dan SGO. baik ilmu pendidikan maupun bidang studi serta kemampuan mengajar dari guru-guru akan sangat mempengaruhi pengembangan dan implementasi kurikulum di sekolah.Pendidikan Tenaga Kependidikan). sekolah sangat dipengaruhi oleh lingkungan masyarakat di mana sekolah tersebut berada. Sekolah harus melayani aspirasi-aspirasi yang ada di masyarakat. Masyarakat yang ada di sekitar sekolah mungkin merupakan masyarakat homogen atau heterogen. tetapi secara berangsurangsur mereka akan mengikuti program penyetaraan D2. Isi kurikulum hendaknya mencerminkan kondisi dan dapat memenuhi tuntutan dan kebutuhan masyarakat di sekitarnya. Jenis pengetahuan yang dikembangkan di Perguruan Tinggi akan mempengaruhi isi pelajaran yang akan dikembangkan dalam kurikulum.

3.pek-aspek tersebut sering juga mengandung nilai-nilai yang berbeda. TK sampai rektor universitas. sosial. budaya maupun nilai politis. dan moral. Artikulasi dan Hambatan Pengembangan Kurikulum Artikulasi dalam pendidikan berarti "kesatupaduan dan koordinasi segala pengalaman belajar". (5) memahami dan menerima keragaman kebudayaan sendiri. chr. Dalam masyarakat Ingo terdapat aspek-aspek sosial. Masyarakat umumnya heterogen dan multifaset. bahwa dalam masyarakat nilai itu tidak hanya satu. kelompok sosial. (3) guru berusaha menjadikan dirinya sebagai teladan yang patut ditiru. membuang hal-hal yang tidak diperlukan. politik. kelompok intelek. guru guru dari setiap jenjang pendidikan. Sistem nilai yang akan dipelihara dan diteruskan tersebut harus terintegrasikan dalam kurikulum. Tanpa artikulasi akan terdapat keragaman baik dalam isi. estetika. Sistem nilai Dalam kehidupan masyarakat terdapat sistem nilai. Bila artikulasi dilaksanakan dengan baik akan terwujud kesinambungan pengalaman belajar sejak TK sampai Perguruan Tinggi. Untuk menyusun artikulasi kurikulum diperlukan kerja sama dari berbagai pihak: para administrator. (2) guru hendaknya berpegang pada prinsip demokrasi. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan guru dalam mengajarkan nilai: (1) guru hendaknya mengetahui dan memperhatikan semua nilai yang ada dalam masyarakat. (4) guru menghargai nilai-nilai kelompok lain. juga antara satu bidang studi dengan bidang studi lainnya secara horizontal. spiritual dan sebagainya yang tiap kelompok sering memiliki nilai yang berbeda. D. mengusahakan perluasan dan kesinambungan kurikulum. . Untuk merealisasikan artikulasi kurikulum. Masyarakat memiliki kelompok-kelompok etnis. merevisi metode serta isi pengajaran.. orang tua murid dan tokoh-tokoh masyarakat. kepala sekolah. ekonomi. kelompok vokasional. metode maupun perhatian terhadap perkembangan anak. keagamaan. etis.iiis. fisik. etika. dan sebagainya A. baik nilai moral. menghilangkan duplikasi. Masalah utama yang dihadapi para pengembang kurikulum menghadapi nilai ini adalah. perlu meneliti kurikulum secara menyeluruh. Sekolah sebagai lembaga masyarakat juga bertanggung jawab dalam pemeliharaan dan penerusan nilainilai.

Untuk pengembangan kurikulum. Keberhasilan pendidikan. Model-Model Pengembangan Kurikulum Banyak model yang dapat digunakan dalam pengembangan kurikulum. Pemilihan suatu model pengembangan kurikulum bukan saja didasarkan atas kelebihan dan kebaikan-kebaikannya serta kemungkinan pencapaian hasil yang optimal. E. Guru kurang berpartisipasi dalam pengembangan kurikulum. Untuk pengembangan kurikulum dibutuhkan dukungan masyarakat baik dalam pembiayaan maupun dalam memberikan umpan balik terhadap sistem pendidikan atau kurikulum yang sedang berjalan. ketepatan kurikulum yang digunakan membutuhkan bantuan. Hambatan pertama terletak pada guru. Hambatan lain datang dari masyarakat. Untuk menjamin kesinambungan pengalaman belajar beberapa sekolah menggunakan sistem pendidikan tidak berkelas. Hal itu menyebabkan tersusunnya organisasi mata pelajaran yang kaku.Dalam mengusahakan artikulasi kurikulum tersebut murid pun perlu dimintakan pendapatnya tentang hubungan pelajaran yang satu dengan yang lainnya. Kedua kekurangsesuaian pendapat. Hambatan lain yang dihadapi oleh pengembang kurikulum adalah masalah biaya. Salah satu hal yang sering dipandang menghambat artikulasi adalah pembagian menurut tingkat belajarnya. hubungan antara satu tingkat dengan tingkat berikutnya. Hal itu disebabkan beberapa hal. serta input fakta dan pemikiran dari masyarakat. Pertama kurang waktu. apalagi yang berbentuk kegiatan eksperimen baik metode. Hambatan-hambatan pengembangan kurikulum Dalam pengembangan kurikulum terdapat beberapa hambatan. Ketiga karena kemampuan dan pengetahuan guru sendiri. isi atau sistem secara keseluruhan membutuhkan biaya yang sering tidak sedikit. Masyarakat adalah sumber input dari sekolah. tetapi juga perlu disesuaikan dengan sistem pendidikan dan sistem pengelolaan pendidikan yang dianut serta model konsep pendidikan mana yang . baik antara sesama guru maupun dengan kepala sekolah dan administrator.

the systematic action research model dan emerging technical model. Diberi nama model administratif atau line staff karena inisiatif dan gagasan pegembangan datang dari para administrator pendidikan dan menggunakan prosedur administrasi. ahli disiplin ilmu. Tim kerja pengembangan kurikulum bertugas menyusun kurikulum yang sesungguhnya yang lebih operasional. Para anggota tim atau komisi ini terdiri atas para ahli pendidikan/kurikulum. administrator pendidikan (apakah dirjen. Anggota-anggota komisi atau tim ini terdiri atas. the demonstration model. para ahli pendidikan. Model pengembangan kurikulum dalam sistem pendidikan dan pengelolaan yang sifatnya sentralisasi berbeda dengan yang desentralisasi. 1. Taba's inverted model. ahli kurikulum. the grass roots model. ahli disiplin ilmu dari perguruan tinggi. yaitu: the administrative (line staff) model. pejabat di bawahnya. Dengan wewenang administrasinya. . administrator pendidikan menyusun tim atau komisi kerja pengembangan kurikulum. memilih strategi pengajaran dan evaluasi. direktur atau kepala kantor wilayah pendidikan dan kebudayaan) membentuk suatu komisi atau tim pengarah pengembangan kurikulum. dan para tokoh dari dunia kerja dan perusahaan. guru-guru bidang studi yang senior. Roger's interpersonal relations model. Tugas tim atau komisi ini adalah merumuskan konsep-konsep dasar. teknologis dan rekonstruksi sosial. serta menyusun pedomanpedoman pelaksanaan kurikulum tersebut bagi guru-guru. Sekurang-kurangnya dikenal delapan model pengembangan kurikulum. Setelah hal-hal yang mendasar ini terumuskan dan mendapatkan pengkajian yang saksama. kebijaksanaan. The administrative model Model pengembangan kurikulum ini merupakan model paling lama dan paling banyak dikenal. Tugas tim kerja ini merumuskan tujuan-tujuan yang lebih operasional dari tujuantujuan yang lebih umum. Model pengembangan dalam kurikulum yang sifatnya subjek akademis berbeda dengan kurikulum humanistik. dijabarkan dari konsep-konsep dan kebijaksanaan dasar yang telah digariskan oleh tim pengarah. Beauchamp's system. memilih dan menyusun sekuens bahan pelajaran. dan strategi utama dalam pengembangan kurikulum. landasan-landasan.digunakan.

terutama guru-guru. Pengembangan atau penyempurnaan ini dapat berkenaan dengan suatu komponen kurikulum. Penilaian menyeluruh dapat dilakukan oleh tim khusus dari tingkat pusat atau daerah. Dalam model pengembangan yang bersifat grass roots seorang guru. selama tahun-tahun permulaan diperlukan pula adanya kegiatan monitoring. satu atau . prosedur pelaksanaan maupun keberhasilannya. dan dinilai telah cukup baik. bukan datang dari atas tetapi dari bawah. Dalam pelaksanaan kurikulum tersebut. Hasil penilaian tersebut merupakan umpan balik. yaitu guru-guru atau sekolah. Model pengembangan kurikulum yang pertama. Mereka perlu mendapatkan petunjuk-petunjuk dan penjelasan atau mungkin juga peningkatan pengetahuan dan keterampilan. Karena sifatnya yang datang dari atas. Setelah berjalan beberapa saat perlu juga dilakukan suatu evaluasi. baik bagi instansi pendidikan di tingkat pusat. sebab menuntut kesiapan dari pelaksanaannya. hasilnya dikaji ulang oleh tim pengarah serta para ahli lain yang berwenang atau pejabat yang kompeten. pengamatan dan pengawasan serta bimbingan dalam pelaksanaannya. daerah. digunakan dalam sistem pengelolaan pendidikan/kurikulum yang bersifat sentralisasi. Pengembangan kurikulum dari atas. model pengembangan kurikulum demikian disebut juga model "top down" atau "line staff'. The grass roots model Model pengembangan ini merupakan lawan dari model pertama. 2.Setelah semua tugas dari tim kerja pengembang kurikulum tersebut selesai. maupun sekolah. sedangkan model grass roots akan berkembang dalam sistem pendidikan yang bersifat desentralisasi. Kebutuhan akan adanya penataran sering tidak dapat dihindarkan. sedang penilaian persekolah dapat dilakukan oleh tim khusus sekolah yang bersangkutan. administrator pemberi tugas menetapkan berlakunya kurikulum tersebut serta memerintahkan sekolahsekolah untuk melaksanakan kurikulum tersebut. untuk menilai baik validitas komponen-komponennya. Inisiatif dan upaya pengembangan kurikulum. Setelah mendapatkan beberapa penyempurnaan. sekelompok guru atau keseluruhan guru di suatu sekolah mengadakan upaya pengembangan kurikulum. tidak selalu segera berjalan.

2. Hal itu sesuai dengan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum yang dikemukakan oleh Smith. Pengembangan kurikulum yang bersifat desentralisasi dengan model grass rootsnya. 4. mungkin hanya berlaku untuk bidang studi tertentu atau sekolah tertentu. pelaksana. . and solving the problems to be encountered. 3. Apabila kondisinya telah memungkinkan. baik dilihat dari kemampuan guru-guru. 1. and Shores 1957: 429). yang pada gilirannya akan melahirkan manusiamanusia yang lebih mandiri dan kreatif. biaya maupun bahan-bahan kepustakaan. oleh karena itu dialah yang paling kompeten menyusun kurikulum bagi kelasnya. in selecting. Beauchamp's system Model pengembangan kurikulum ini. memungkinkan terjadinya kompetisi di dalam meningkatkan mutu dan sistem pendidikan. Beauchamp mengemukakan lima hal di dalam pengembangan suatu kurikulum. The curriculum will improve only as the professional competence of teachers improves. and in judging and evaluating the rusults. pengembangan kurikulum model grass roots. dikembangkan oleh Beauchamp seorang ahli kurikulum. tetapi mungkin pula dapat digunakan untuk bidang studi sejenis pada sekolah lain. their involvement will be most nearly assured. The competence of teachers will be improved only as the teachers become involved personally in the problems of curriculum revision. Stanley. If teachers share in shaping the goals to be attained. As people meet in face-to-face groups.beberapa bidang studi ataupun seluruh bidang studi dan seluruh komponen kurikulum. 3. goals. atau keseluruhan bidang studi pada sekolah atau daerah lain. they will be able to understand one another better and to reach a consensus on basic principles. and plans (Smith. fasilitas. Pengembangan kurikulum yang bersifat grass roots. Stanley dan Shores (1957: 429). dan juga penyempurna dari pengajaran di kelasnya. Dialah yang paling tahu kebutuhan kelasnya. defining. Hal itu didasarkan atas pertimbangan bahwa guru adalah perencana. akan lebih baik.

yaitu. Penetapan personalia ini sudah tentu disesuaikan dengan tingkat dan luas wilayah arena. memilih isi dan pengalaman belajar. serta kegiatan evaluasi. kabupaten. yang biasanya pengaruh mereka kurang langsung terhadap pegembangan kurikulum. Sebaliknya untuk tingkat kabupaten. para penulis dan penerbit buku. (3) Apakah mungkin ditemukan alat dan cara yang paling efektif untuk melaksanakan peran tersebut? Ketiga. politikus.Pertama. (3) para profesional dalam sistem pendidikan. Untuk tingkat propinsi atau nasional tidak terlalu banyak melibatkan guru. tetapi arena pengembangan kurikulum lianya mencakup satu daerah kabupaten saja sebagai pilot proyek. Beauchamp mencoba melibatkan para ahli dan tokoh-tokoh pendidikan seluas mungkin. kecamatan. apakah peranan mereka?. organisasi dan prosedur pengembangan kurikulum. dan dalam menentukan keseluruhan desain kurikulum. menetapkan personalia. dan pengusaha serta industriawan. (2) para ahli pendidikan dari perguruan tinggi atau sekolah dan guru-guru terpilih. apakah suatu sekolah. (2) Bila ya. (4) profesional lain dan tokoh-tokoh masyarakat. Beauchamp membagi keseluruhan kegiatan ini dalam lima langkah. Langkah ini berkenaan dengan prosedur yang harus ditempuh dalam merumuskan tujuan umum dan tujuan yang lebih khusus. yaitu siapa-siapa yang turut serta terlibat dalam pengembangan kurikulum. Pentahapan arena ini ditentukan oleh wewenang yang dimiliki oleh pengambil kebijaksanaan dalam pengembangan kurikulum. Kedua. Mengenai keterlibatan kelompok-kelompok personalia ini. (1) . para pejabat pemerintah. kecamatan atau sekolah keterlibatan guru-guru semakin besar. Walaupun daerah yang menjadi wewenang kepala kanwil pendidikan dan kebudayaan mencakup suatu wilayah propinsi. menetapkan arena atau lingkup wilayah yang akan dicakup oleh kurikulum tersebut. yaitu: (1) para ahli pendidikan/kurikulum yang ada pada pusat pengembangan kurikulum dan para ahli bidang ilmu dari luar. propinsi ataupun seluruh negara. Ada empat kategori orang yang turut berpartisipasi dalam pengembangan kurikulum. Beauchamp mengemukakan tiga pertanyaan: (1) Haruskah kelompok ahli/pejabat/profesi tersebut dilibatkan dalam pengembangan kurikulum?. serta oleh tujuan pengembangan kurikulum. dibanding dengan tokohtokoh lain seperti.

serta prinsip-prinsip melaksanakannya. Kegiatan penelitian dan pengembangan ini biasanya diprakarsai dan diorganisasi oleh instansi . Model ini umumnya berskala kecil. Menurut Smith. Langkah yang kelima dan merupakan terakhir adalah evaluasi kurikulum. Proyek ini bertujuan mengadakan penelitian dan pengembangan tentang salah satu atau beberapa segi/komponen kurikulum. pengembangan kurikulum sering mendapat tantangan dari pihak-pihak tertentu. The demonstration model Model demonstrasi pada dasarnya bersifat grass roots. Langkah ini minimal mencakup empat hal. (4) evaluasi dari keseluruhan sistem kurikulum. Hasil penelitian dan pegembangan ini diharapkan dapat digunakan bagi lingkungan yang lebih luas. Pertama. Keempat. (2) evaluasi desain kurikulum. baik kesiapan guruguru. suatu komponen kurikulum atau mencakup keseluruhan komponen kurikulum. (5) penyusunan dan penulisan kurikulum baru. Data yang diperoleh dari hasil kegiatan evaluasi ini digunakan bagi penyempurnaan sistem dan desain kurikulum. (3) Studi penjajagan tentang kemungkinan penyusunan kurikulum baru. 4. (2) mengadakan penilaian atau penelitian terhadap kurikulum yang ada yang sedang digunakan. Model ini diprakarsai oleh sekelompok guru atau sekelompok guru bekerja sama dengan ahli yang bermaksud mengadakan perbaikan kurikulum. yaitu: (1) evaluasi tentang pelaksanaan kurikulum oleh guru-guru. sekelompok guru dari satu sekolah atau beberapa sekolah ditunjuk untuk melaksanakan suatu percobaan tentang pengembangan kurikulum.Membentuk tim pengembang kurikulum. sebab membutuhkan kesiapan yang menyeluruh. siswa. di samping kesiapan manajerial dari pimpinan sekolah atau administrator setempat. Langkah ini merupakan langkah mengimplementasikan atau melaksanakan kurikulum yang bukan sesuatu yang sederhana. fasilitas. datang dari bawah. dan Shores ada dua variasi model demonstrasi ini. Stanley. implementasi kurikulum. (3) evaluasi hasil belajar siswa. bahan maupun biaya. (4) merumuskan kriteria-kriteria bagi penentuan kurikulum baru. Karena sifatnya ingin mengubah atau mengganti kurikulum yang ada. hanya mencakup suatu atau beberapa sekolah.

kantor wilayah pendidikan dan kebudayaan. dan sebagainya. direktorat pendidikan. sedikit sekali untuk ditolak oleh administrator. model ini sifatnya yang grass roots menempatkan guru sebagai pengambil inisiatif dan nara sumber yang dapat menjadi pendorong bagi para administrator untuk mengembangkan program baru. Pertama. maka akan dihasilkan suatu kurikulum atau aspek tertentu dari kurikulum yang lebih praktis. Beberapa orang guru yang merasa kurang puas dengan kurikulum yang ada. dibandingkan dengan perubahan dan penyempurnaan yang menyeluruh. 2) Merumuskan desain kurikulum yang bersifat menyeluruh didasarkan atas komitmen-komitmen tertentu. adalah bagi guru guru yang tidak turut berpartisipasi mereka akan menerimanya dengan enggan -enggan. mencoba mengadakan penelitian dan pengembangan sendiri. Ketiga. Dengan kegiatan ini mereka mengharapkan ditemukan kurikulum atau aspek tertentu dari kurikulum yang lebih baik. pusat pengembangan kurikulum. Keempat. Mereka mencoba menggunakan halhal lain yang berbeda dengan yang berlaku. Ada beberapa kebaikan dari pengembangan kurikulum dengan model demonstrasi ini. 5. Bentuk yang kedua. Kedua.pendidikan yang berwewenang seperti. dengan urutan: 1) Penentuan prinsip-prinsip dan kebijaksanaan dasar. 4) Melaksanakan kurikulum di dalam kelas. 3) Menyusun unit-unit kurikulum sejalan dengan desain yang menyeluruh. untuk kemudian digunakan di daerah yang lebih luas. pengembangan kurikulum dalam skala kecil dengan model demonstrasi ilapat menend hambatan yang sering dialami yaitu dokumentasinya hagus tetari pclaknotiaatinva tidak ada. . Taba's inverted model Menurut cara yang bersifat tradisional pengembangan kurikulum dilakukan secara deduktif. dalam keadaan terburuk mungkin akan terjadi apatisme. kurang bersifat formal. karena kurikulum disusun dan dilaksanakan dalam situasi tertentu yang nyata. Kelemahan model ini. perubahan atau penyempurnaan kurikulum dalam skala kecil atau aspek tertentu yang khusus.

Taba berpendapat model deduktif ini kurang cocok. mengadakan unit-unit eksperimen bersama guru-guru. Apabila dalam kegiatan penyempurnaan dan konsolidasi telah diperoleh sifatnya . Langkah keempat. 3) Memilih isi. Perencanaan didasarkan atas teori yang kuat. Hal itu dilakukan. menguji unit eksperimen. 4) Mengorganisasi isi. yaitu penarikan kesimpulan tentang hal-hal yang lebih bersifat umum yang berlaku dalam lingkungan yang lebih luas. Menurutnya pengembangan kurikulum yang lebih mendorong inovasi dan kreativitas guru-guru adalah yang bersifat induktif. Dari langkah pengujian diperoleh beberapa data. Selain perbaikan dan penyempurnaan diadakan juga kegiatan konsolidasi. 1962: 347-379). data tersebut digunakan untuk mengadakan perbaikan dan penyempurnaan. 7) Mengevaluasi. Ada delapan langkah dalam kegia tan unit eksperimen ini. sebab tidak merangsang timbulnya inovasi-inovasi. 6) Mengorganisasi pengalaman belajar. yang merupakan inversi atau arah terbalik dari model tradisional. sebab meskipun suatu unit eksperimen telah cukup valid dan praktis pada sesuatu sekolah belum tentu demikian juga pada sekolah yang lainnya. Langkah ketiga. 8) Melihat sekuens dan keseimbangan (Taba. Langkah kedua. Meskipun unit eksperimen ini telah diuji dalam pelaksanaan di kelas eksperimen. 1) Mendiagnosis kebutuhan. 5) Memilih pengalaman belajar. tetapi masih harus diuji di kelas-kelas atau tempat lain untuk megetahui validitas dan kepraktisannya. mengadakan revisi dan konsolidasi. Di dalam unit eksperimen ini diadakan studi yang saksama tentang hubungan antara teori dengan praktik. pengembangan keseluruhan kerangka kurikulum. dan pelaksanaan eksperimen di dalam kelas menghasilkan data-data yang untuk menguji landasan teori yang digunakan. Pertama. 2) Merumuskan tujuan-tujuan khusus. serta menghimpun data bagi penyempurnaan. Ada lima langkah pengembangan kurikulum model Taba ini. Untuk menguji keberlakuannya pada daerah yang lebih luas perlu adanya kegiatan konsolidasi.

Di dalam penentuan target ini satusatunya kriteria yang menjadi pegangan adalah adanya kesediaan dari pejabat pendidikan untuk turut serta dalam kegiatan kelompok yang intensif. pemilihan target dari sistem pendidikan. tidak formal. Memang ia banyak mengemukakan konsepnya tentang perkembangan dan perubahan individu. sesungguhnya ia mempunyai kekuatan dan potensi untuk berkembang sendiri. baik berkenaan dengan kesiapan guru-guru. Guru serta pendidik lainnya bukan pemberi informasi apalagi penentu perkembangan anak. yatiu menerapkan kurikulum baru ini pada daerah atau sekolah-sekolah yang lebih luas. hal itu masih harus dikaji oleh para ahli kurikulum dan para profesional kurikulum lainnya. Pendidikan juga tidak lain merupakan upaya untuk membantu memperlancar dan mempercepat perubahan tersebut. Menurut When Crosby (1970: 388) perubahan kurikulum adalah perubahan individu. fasilitas. Langkah kelima. . Menurut Rogers manusia berada dalam proses perubahan (becoming. mereka hany alah pendorong dan pemelancar perkembangan anak. Ada empat langkah pengembangan kurikulum model Rogers. alat dan bahan juga biaya. Melalui kegiatan kelompok ini mereka akan mengalami perubahanperubahan sebagai berikut. tetapi karena ada hambatan-hambatan tertentu ia membutuhkan orang lain untuk membantu memperlancar atau mempercepat perubahan tersebut. Roger's interpersonal relations model Meskipun Rogers bukan seorang ahli pendidikan (ia ahli psikologi atau psikoterapi) tetapi konsep-konsepnya tentang psikoterapi khususnya bagaimana membimbing individu juga dapat diterapkan dalam bidang pendidikan dan pengembangan kuriulum. Pertama. 6. Kegiatan itu dilakukan untuk megnetahui apakah konsep-konsep dasar atau landasan-landasan teori yang dipakai sudah masuk dan sesuai. changing).yang lebih menyeluruh atau berlaku lebih luas. Di dalam langkah ini masalah dan kesulitan-kesulitan pelaksanaan tetapi dihadapi. developing. Selama satu minggu para pejabat pendidikan/administrator melakukan kegiatan kelompok dalam suasana yang relaks. implementasi dan diseminasi.

Efek yang akan diterima guru-guru sejalan dengan para administrator. He openly confronts personal emotional frictions between him self and colleagues. rather than insisting on conformity. Keikutsertaan guru dalam kelompok tersebut sebaiknya bersifat suka rela. He has less need to protect bureaucratic rules. and sub-ordinates because he is more open and less self-protective. He communicates more clearly and realistically to superiors. Dan kegiatan ini para siswa akan mendapatkan: 1. 7. torublesome ideas from students. 4. dengan fasilitator para guru atau administrator atau fasilitator dari luar. He finds it easier and less threatening to accept innovative ideas. 1. He is more person oriented and democratic. 4. . 5. 6. 5. lama kegiatan kalau bisa satu minggu lebih baik. He is less protective of his own beliefs and can listen more accurately 2. He works out problems with students rather than responding in a disciplinary and punitive manner. Langkah ketiga. pengembangan pengalaman kelompok yang intensif untuk satu kelas atau unit pelajaran. Sama seperti yang dilakukan para pejabat pendidikan. He is more able to accept both positive and negative feeback and use it constructively (Rogers. 3. peers.1. 3. 2. 1967:722). He is more able to listen to students. He pays as much attention to his relationships with student as he does to course content. He works through these feelings toward a realistic solutin. tetapi dapat juga kurang dari satu minggu. 1967:724). He feels freer to express both positive and negative feelings in class. 2. He develops an equalitarian and democratic classroom climate (Rogers. Langkah kedua dalam pengembangan kurikulum model Rogers adalah partisipasi guru dalam pengalaman kelompok yang intensif. Selama lima hari penuh siswa ikut serta dalam kegiatan kelompok. He accepts innovative. guru juga turut serta dalam kegiatan kelompok. dengan beberapa tambahan.

litho fallibly human beings. yang ada hanyalah rangkaian kegiatan kelompok. dengan anak. He awe anal tear of authority diminish as he finds teachers and . kalau mungkin ada pengalaman kegiatan kelompok yang bersifat campuran. sekolah dan organisasi masyarakat. Berkat berbagai bentuk aktivitas dalam interaksi ini individu akan berubah. Metode pendidikan yang diutamakan Rogers adalah sensitivity training. 4. The systematic action-research model Model kurikulum ini didasarkan pada asumsi bahwa perkembangan kurikulum merupakan perubahan sosial. data. rancangan tertulis. Rogers juga menyarankan. Itulah ciri khas Carl Rogers sebagai seorang Eksistensialis Humanis. serta wibawa dari pengetahuan profesional. struktur sistem sekolah. dan lain-lain. Kegiatan ini dapat dikoordinasi oleh BP3 masing-masing sekolah. dan dengan guru. 6. 1967:725). Kegiatan ini bertujuan memperkaya orang-orang dalam hubungannya dengan sesama orang tua. Sesuai dengan asumsi tersebut model ini menekankan pada tiga hal itu: hubungan insani. 7. Hal itu mencakup suatu proses yang melibatkan kepribadian orang tua. dan sebagainya. Sepertinya tidak ada suatu perencanaan kurikulum tertulis. pola hubungan pribadi dan kelompok dari sekolah dan masyarakat. Model pengembangan kurikulum dari Rogers ini berbeda dengan modelmodel lainnya. siswa guru.3. para orang tua. He finds that the learning process enables him to deal with his lily (Rogers. is tidak mementingkan formalitas.um‡. tokoh masyarakat. partisipasi orang tua dalam kegiatan kelompok. pengusaha. Bagi Rogers yang penting adalah aktivitas dan interaksi. encounter group dan Training Group (T Group). Kegiatan merupakan kulminasi dari semua kegiatan kelompok di atas. Kurikulum dikembangkan dalam konteks harapan warga masyarakat. mempunyai . Lama kegiatan kelompok dapat tiga jam tiap sore hari selama seminggu atau 24 jam secara terus menerus. He has more energy for learning because he has less fear of constant evaluation and punishment.1(liiiiii istr. guru. He discovers that he is responsible for his own learning 5. siswa. Langkah keempat.

(3) sebagai bahan untuk menilai kembali dan mengadakan modifikasi. Tindakan ini segera diikuti oleh kegiatan pengumpulan data dan faktafakta. menekankan penguasaan perilaku atau kemampuan. Emerging technical models Perkembangan bidang teknologi dan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai efisiensi efektivitas dalam bisnis. dan salah satu cara untuk mencapai hal itu adalah dengan prosedur action research. Kegiatan pengumpulan data ini mempunyai beberapa fungsi: menyiapkan data bagi evaluasi tindakan. Kedua. Dari hasil kajian tersebut dapat disusun rencana y ang menyeluruh tentang cara-cara mengatasi masalah lersebut. Siswa mempelajari perilaku-perilaku tersebut secara berangsur-angsur mulai dari yang sederhana menuju yang lebih kompleks. implementasi dari keputusan yang diambil dalam tindakan pertama. kekua tan dan kondisi yang mempengaruhi masalah tersebut. Langkah pertama dari model ini adalah menentukan spesifikasi perangkat hasil belajar yang harus dikuasai siswa. berupa pengumpulan data yang bersifat menyeluruh. dan mengidentifikasi faktor-faktor. (2) sebagai bahan pemahaman tentang masalah yang dihadapi. dan bagaimana peranan kurikulum dalam pendidikan dan pengajaran. serta tindakan pertama yang hams diambil. Penyusunan kurikulum hams memasukkan pandangan dan harapan-harapan masyarakat. ketiga. di antaranya: (1) The Behavioral Analysis Model. 8. juga mempengaruhi perkembangan modelmodel kurikulum. The system analysis model. (4) sebagai bahan untuk menentukan tindakan lebih lanjut. Langkah kedua adalah menyusun instrumen untuk menilai ketercapaian hasil-hasil belajar tersebut.pandangan tentang bagaimana pendidikan. mengidentifikasi tahap- . mengadakan kajian secara saksama tentang masalah masalah kurikulum. Langkah pertama. The System Analysis Model berasal dari gerakan efisiensi bisnis. The Behavioral Analysis Model. Langkah. Tumbuh kecenderungan-kecenderungan baru yang didasarkan atas hal itu. Suatu perilaku/kemampuan yang kompleks diuraikan menjadi perilaku-perilaku yang sederhana yang tersusun secara hierarkis. bagaimana anak belajar. (3) The computer based model.

Pengembangannya dimulai dengan mengidentifikasi seluruh unit-unit kurikulum. A New Approach. Boston: Allyn and Bacon. sosiometri. (1980). kelompok besar (seminar. Buku Acuan Hoover. Karena . Curriculum Planning. Kerangka kerja ini dapat digunakan oleh para instruktur. ceramah). Kelima langkah tersebut dapat digunakan dalam berbagai situasi: individual atau kelompok kecil. The Professional Teacher's I landboolt. Kenneth I I. metode kasus). diskusi. 2) Menyatakan konsep dalam bentuk pertanyaan yang bersifat terbuka untuk memancing sejumlah kemungkinan pemecahan. Ada lima langkah cara mengajar inkuiri yang didasarkan atas konsep ini: 1) Pengembangan konsep dasar yang merupakan landasan bagi pengajaran. permainan. guru dan calon guru untuk memahami. suatu model pengembangan kurikulum dengan memanfaatkan komputer. F. Tulisan ini menyajikan suatu kerangka kerja dasar yang bersilai konseptual tentang penggunaan metode mengajar yang didasarkan atas pendekatan inkuiri. metode yang bersifat afektif (role playing. menganalisis dan mengaplikasikannya dalam berbagai proses pengajaran. tiap unit kurikulum telah memiliki rumusan tentang hasil-hasil yang diharapkan. Boston: Allyn and Bacon. 4) Generalisasi yang didasarkan atas kemungkinan pemecahan. Meskipun demikian pokok-pokok yang dibahas telah tersusun secara sistematis-logis sehingga membentuk satu kesatuan karya yang utuh. Kepada para siswa dan guru-guru diminta untuk melengkapi pertanyaan tentang unit-unit kurikulum tersebut. membandingkan biaya dan keuntungan dari beberapa program pendidikan.tahap ketercapaian hasil serta perkiraan biaya yang diperlukan. (1982). simulasi. 3) Pengembangan dan evaluasi hipotesis atau pemecahan yang mungkin. Inc. Langkah keempat. Buku ini merupakan kumpulan tulisan dari sekitar 50 orang ahli kurikulum. The Computer-Based Model. sosiodrama. debat. Glen. Hass. Setelah diadakan pengolahan disesuaikan dengan kemampuan dan hasil-hasil belajar yang dicapai siswa disimpan dalam komputer.

belajar. faktor-faktor sosial. maupun para mahasiswa yang sedang mendalami kurikulum.ditulis oleh begitu banyak orang. Buku ini dapat menjadi pegangan bagi para pengajar. sehingga membentuk satu handbook yang lengkap. dimulai dengan dasar-dasar dan kriteria kurikulum yang menyangkut konsep. walaupun di sana sini ada saja tumpang tindih. sekolah menengah. perencana dan pengembang kurikulum. tersusun secara sistematis. pendidikan tinggi dan orang dewasa. pengetahuan. Selanjutnya juga diuraikan kurikulum pada berbagai jenjang dan jenis pendidikan. perkembangan individu. buku ini boleh dikatakan komprehensif. sekolah dasar. . dan kriteria kurikulum. Keseluruhan isi buku ini.

Hasil-hasil evaluasi kurikulum juga dapat digunakan oleh guru-guru. Objek evaluasi kurikulum adalah sesuatu yang berubah-ubah sesuai dengan konsep kurikulum yang digunakan. Evaluasi kurikulum sukar dirumuskan secara tegas. 3. tetapi ada pihak lain yang menyatakan keduanya mempunyai hubungan yang sangat erat. hubungan tersebut merupakan hubungan sebab-akibat. cara penilaian serta fasilitas pendidikan lainnya. memilih metode dan alat-alat bantu pelajaran. dan prosesnya berlangsung secara evoltisioner.BAB 9 EVALUASI KURIKULUM A. Ada pihak yang berpendapat antara keduanya tidak ada hubungan. secara berangsur. maupun pada pengambilan keputusan dalam kurikulum. Evaluasi kurikulum berkenaan dengan fenomena-fenomena yang terus berubah. memilih bahan pelajaran. Perubahan dalam kurikulum berpengaruh pada evaluasi kurikulum. Pihak yang memandang ada hubungan. dalam memahami dan membantu perkembangan siswa. 2.angsur diganti dengan pandangan baru yang lebih . Evaluasi kurikulum merupakan suatu usaha yang dilakukan oleh manusia yang sifatnya juga berubah. Hubungan antara evaluasi dengan kurikulum bersifat organis. kepala sekolah dan para pelaksana pendidikan lainnya. Hasil-hasil evaluasi kurikulum dapat digunakan oleh para pemegang kebijaksanaan pendidikan dan para pengembang kurikulum dalam memilih dan menetapkan kebijaksanaan pengembangan sistem pendidikan dan pengembangan model kurikulum yang digunakan. Evaluasi dan kurikulum merupakan dua disiplin yang berdiri sendiri. pandangan lama yang tidak sesuai lagi dengan tuntutan zaman. sebaliknya perubahan evaluasi akan memberi warna pada pelaksanaan kurikulum. hal itu disebabkan beberapa faktor: 1. Evaluasi dan Kurikulum Evaluasi kurikulum memegang peranan penting baik dalam penentuan kebijaksanaan pendidikan pada umumnya.

Juga terjadi sebaliknya. fasilitas dan sumber-sumber belajar. Becher. dan evaluasi dari program tersebut akan memperlihatkan style dan karakteristik yang sama pula. kemampuan dan unjuk kerja guru. pada mulanya bersifat deskriptif yaitu menekankan pada What is it?. Inggris menyatakan bahwa: Tiap program pengembangan kurikulum mempunyai style dan karakteristik tertentu. dugaan atau pendapat tentang perubahan-perubahan yang telah dicapai oleh program sekolah. dan lain-lain. yang menekankan pada What ought to be. Program evaluasi kurikulum bukan hanya mengevaluasi hasil belajar siswa dan proses pembelajarannya. Komponen-komponen kurikulum yang dievaluasi juga sangat luas. Becher tentang pengembangan kurikulum dan evaluasi kurikulum. Pada tingkat yang lebih formal evaluasi kurikulum meliputi pengumpulan dan pencatatan data. Konsep-konsep evaluasi kurikulum yang bersifat preskriptif. kemampuan dan kemajuan siswa. sedangkan pada tingkat yang sangat formal berbentuk pengukuran berbagai bentuk kemajuan ke arah tujuan yang telah ditentukan. mempunyai tempat dalam konsep kurikulum yang bersifat preskriptif pula. seorang ahli pendidikan dari Universitas Sussex. yaitu meliputi: .A. demikian juga dengan teori evaluasi kurikulumnya. sarana. tetapi kemudian berkembang kepada yang bersifat preskriptif.A. Evaluasi merupakan kegiatan yang luas. kompleks dan terus-menerus untuk mengetahui proses dan basil pelaksanaan sistem pendidikan dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan. Sebagai contoh. Hilda Taba menjelaskan hal-hal yang dievaluasi dalam kurikulum. tetapi juga desain dan implementasi kurikulum. mulai dari yang bersifat sangat informal sampai dengan yang sangat formal.R. Konsep R. Evaluasi juga meliputi rentangan yang cukup luas. Seorang evaluator akan menyusun program evaluasi kurikulum sesuai dengan style dan karakteristik kurikulum yang dikembangkannya. Pada tingkat yang sangat informal evaluasi kurikulum berbentuk perkiraan. teori dari Ralph Tylor dan Benyamin Bloom. berisikan pedoman-pedoman praktis bagi pengembangan kurikulum. hasil program evaluasi kurikulum akan mempengaruhi pelaksanaan praktik kurikulum.

agar hasil evaluasi tersebut tetap bermakna. 1976: 362-363). Apakah evaluasi tersebut ditujukan untuk menilai keseluruhan sistem kurikulum atau hanya komponen-komponen tertentu dalam sistem kurikulum tersebut. the equipment and materials and so son (Taba. Curriculum evaluation may be defined as the estimation of the growth and progess of students toward objectives or values of the curriculum (Wright. comprehensiveness. punya tujuan atau sasaran yang jelas. Evaluasi kurikulum sering juga dibatasi secara sempit. 1966: 303). Suatu evaluasi kurikulum harus memiliki nilai dan penilaian. Apakah mengevaluasi keseluruhan sistem atau komponen-komponen tertentu saja. the relative importance of various subject. the quality of personnel in charger of it. One dimension is that of quantity. yaitu acknowledge presence of values and valuing. Instrumen yang digunakan untuk mengevaluasi dimensi kuantitatif berbeda dengan instrumen untuk mengevaluasi aspek-aspek perkembangan dan prestasi yang dicapai anak. yaitu hanya ditekankan pada hasil-hasil yang dicapai oleh murid. Tes standar tersebut ada . much of the program is to be evaluated? The other dimension is that of quality-what goals are being highlighted in this evaluation and how does achievement of the goals as sure quality (Doll. Doll (1976). orientation to goals.Objective. Evaluasi kurikulum juga bervariasi bergantung pada dimensi-dimensi yang menjadi fokus evaluasi. diagnostic worth and validity and integration (Doll. Salah satu dimensi yang sering mendapat sorotan adalah dimensi kuantitas dan kualitas. Apa yang dikemukakan di atas merupakan konsep evaluasi kurikulum yang sangat luas yang mencakup seluruh komponen dan kegiatan pendidikan. diperlukan persyaratan-persyaratan tertentu. mengemukakan syaratsyarat suatu program evaluasi kurikulum. 1976: 364). 1962: 310). Luas atau sernpitnya suatu program evaluasi kurikulum sebenarnya ditentukan oleh tujuannya. bersifat menyeluruh dan terus-menerus. Dimensi yang bersifat kuantitatif dapat diukur dengan menggunakan berbagai bentuk alat ukur atau tes standar. the degree to which objectives are implemented. it scope. continuity. the capacities of the students. berfungsi diagnostik dan terintegrasi.

sedangkan titik tolak pada pandangan filosofis akan lebih menekankan pada disiplin-disiplin keilmuan. karena adanya tuntutan bahwa kurikulum harus lebih berorientasi pada pekerjaan. Konsep Kurikulum Kurikulum merupakan daerah studi intelek yang cukup luas. dan tes standar yang mengukur achievement seperti subject areas test. Strategi pengembangan yang menekankan isi. nominating techniques. Instrumen yang sering digunakan untuk mengevaluasi dimensi kualitatif umpamanya: questionnaire. pada dasar-dasar filosofis. . Tes standar yang mengukur kecerdasan dan bakat umpamanya: intelligence test. Penekanan kepada isi kurikulum.teori tentang kurikulum. interest inventories. Secara sederhana teori kurikulum dapat diklasifikasikan atas teori-teori yang lebih menekankan pada isi kurikulum.yang diperuntukkan mengukur kemampuan yang bersifat potensial (kecerdasan. merupakan yang paling lama dan banyak dipakai. Faktor-faktor tersebut tidak timbul dari atau tidak ada hubungannya dengan sistem institusi persekolahan. Kedua. interviews. Ketiga. B. penguatan kembali nilai-nilai moral dan budaya akan meminta perhatian yang lebih besar pada kumpulan ilmu pengetahuan masa lalu. survey test. (Writht. dan pada konser konsep yang diambil dari ilmu perilaku manusia ini menunjukkan betapa luasnya teori. orientasi kepada pekerjaan akan lebih banyak melihat ke masa depan. karena didorong oleh tuntutan untuk menguatkan kembali nilai-nilai moral dan budaya dari masyarakat. tetapi sangat mempengaruhi pengembangan kurikulum. diagnostic test. karena perubahan dasar filosofis tentang struktur pengetahuan. prognostic aptitude test. pada situasi pendidikan serta pada organisasi kurikulum. scholastic aptitude test. temperament and adjustment inventories. and annecdotal records. bakat) dan ada pula yang diperuntukkan mengukur kemampuan nyata atau achievement. 1966: 306). Banyak teori tentang kurikulum berupa teori menekankan pada rencana. dan lain-lain. yang lain pada inovasi. Pengaruhnya terhadap pengembangan kurikulum umpamanya. special aptitude test. dan lain-lain. Pertama. tetapi juga terus mendapat penyempurnaan atau pembaharuan Sebab-sebab yang mendorong pembaharuan ini bermacam-macam.

sangat memperhatikan dan disesuaikan dengan lingkungannya) Tipe ini akan menghasilkan kurikulum berdasarkan situasi-situasi lingkungan. Melalui proses diseminasi mereka dapat menggunakan teknik produksi massa untuk mendapatkan pendidikan massal. Kurikulum yang menekankan situasi pendidikan akan sangat beraneka. pegunungan dan sebagainya. Penekanan pada situasi pendidikan. mempunyai tujuan yang apabila telah ditransfer pada anak dapat dikuasai oleh anak. seperti kurikulum pedesaan.Apapun titik tolaknya. Kurikulum yang menekankan situasi pendidikan akan sangat beraneka. Pengetahuan sebagai isi kurikulum mempunyai nilai intrinsik. sangat memperhatikan dan disesuaikan dengan lingkungannya) Tipe ini akan menghasilkan kurikulum berdasarkan situasi-situasi lingkungan. Secara teoretis kurikulum yang menekankan isi dapat diukur. Pengembangan kurikulum yang menekankan isi bersifat material centered. Tujuannya adalah menghasilkan kurikulum yang benar-benar merefleksikan dunia kehidupan dari lingkungan anak. seperti kurikulum pedesaan. sesuatu yang baru atau diperbah arui. Anak dianggap bahan kasar yang tidak berdaya. kurikulum kelompok masyarakat nelayan. Kurikulum ini memandang murid sebagai penerima resep yang pasif. kurikulum daerah pesisir. dibandingkan dengan kurikulum yang menekankan isi. Penekanan pada situasi pendidikan. Kurikulum ini bertujuan mencari kesesuaian antara kurikulum dengan situasi di mana pendidikan berlangsung. kurikulum daerah pesisir. Salah satu atribut organisasi kurikulum yang didasarkan pada pengetahuan (knowledge based curriculum). bersama dengan teman-temannya yang lain dicetak melalui blue print masyarakat. penekanan pada isi kurikulum akan membawa beberapa akibat. bersifat khusus. Tipe kurikulum ini lebih menekankan pada masalah di mana (where). Tipe kurikulum ini lebih menekankan pada masalah di mana (where). memungkinkan pengembangan dalam jumlah besar. kurikulum kelompok masyarakat nelayan. dibandingkan dengan . Tujuannya adalah menghasilkan kurikulum yang benar-benar merefleksikan dunia kehidupan dari lingkungan anak. pegunungan dan sebagainya. Ini merupakan engineering approach. bersifat khusus. sesuatu yang akan diwariskan.

Penekanan pada organisasi. Dalam konsep belajar dari Bruner juga peranan aktif dari siswa sangat ditekankan. Siswa mempunyai kesempatan. sehingga cukup sulit merancang alat penilaian yang dapat mencakup skala yang agak luas. Kalau kurikulum yang menekankan pada isi merupakan engineering approach maka kurikulum yang menekankan situasi lebih mendekati gardening approach. Kurikulum ini bertujuan mencari kesesuaian antara kurikulum dengan situasi di mana pendidikan berlangsung. Dalam belajar aktif tersebuI penguasaan bahasa serta proses mental dari si pelajar sangat memegang . dan didorong untuk berinovasi. tetapi aktivitas ini merupakan aktivitas yang sudah dirancang secara ketat. masa pengembangannya juga relatif lebih singkat daripada desiminasinya. Sifat lain tipe ini adalah kurang atau tidak menekankan pada spesifikasi isi dan . Perbedaan yang sangat jelas antara kurikulum yang menekankan organisasi dengan yang menekankan isi dan situasi. tetapi aktivitas ini bukan yang telah diprogramkan secara ketat. Secara teoretis. keduanya sangat mempengaruhi perkembangan kurikulum tipe ini. Siswa tidak mungkin melakukan halhal atau kegiatan di luar yang telah diprogramkan. Kurikulum disusun sesuai dengan keadaan tanah. Kurikulum ini ruang lingkupnya sempit. pengajaran modul.organisasi. lebih menunjukkan fleksibilitas dalam interpretasi dan pelaksanaannya. mengevaluasi kurikulum yang menekankan pada situasi sangat sulit. Tipe kurikulum ini sangat menekankan pada proses belajar-mengajarjMeskipun dengan berbagai perbedaan dan di sana sini ada pertentangan. pengajaran dengan bantuan komputer) dengan konsep pengajaran (perkembangan) dari Bruner dan Jean Piaget. Kesulitan lain adalah juga dalam menentukan standar kriteria. menyatakan kreativitasnya. adalah memberikan perhatian yang sangat besar kepada si pelajar atau siswa. peranan guru dalam mengembangkan dan rnenerapkan kreasinya sangat besar. Perencanaan dan pelaksanaan pengajaran sangat beraneka. alam setempat. umpamanya antara konsep sistem instruksional (pengajaran berprogram.kurikulum yang menekankan isi. Pengetahuan dianggap bersifat relatif terhadap situasi-situasi yang khusus sesuai dengan kondisi setempat. Dalam pembelajaran model sistem instruksional aktivitas murid sangat ditekankan. perhatian sangat ditumpahkan pada mempersiapkan kebun atau sawah.

Anak menurut Bruner merupakan hasil yang sangal kompleks dari sejarah. isi kurikulum tidak spesifik. Implementasi dan Evaluasi Kurikulum Di muka telah diutarakan bahwa. Apakah dalam bentuk sistem instruksional ataupun dalam sistem pengajaran (perkembangan) dari Bruner. tujuannya dapat dicapai dengan cara yang berbedabeda. berbeda dengan yang menekankan situasi. Kurikulum yang menekankan organisasi juga sesungguhnya sukar untuk diukur. konsep situasi menuntut penilaian secara rinci tentang lingkungan belajar. dan konsep organisasi memberi perhatian . dalam pengembangan serta dalam desiminasinya. Tipe kurikulum ini secara relatif bersifat lepas dari situasi lingkungan atau situation free. menguasai bahasa dan menguasai kemamption kemampuan kognitif. harus berpartisipasi secara aktil dalam lingkungan belajar. perbedaan penekanan dalam kurikulum mengakibatkan perbedaan dalam pola rancangan. C. tetapi seperti telah diutarakan di muka. sintesis. biologi dan social. berlaku dalam lingkungan yang cukup luas. kalau penyusunan tes hasil belajar didasarkan pada tujuan. kurikulum yang menekankan pada organisasi. tesnya akan lebih ban yak mengukur tujuan-tujuan tingkat tinggi pada klasifikasi Bloom (analisis. Inti kurikulum bukan terletak pada bahanbahan yang dipelajari anak tetapi pada teacher's guide. memusatkan perhatiannya pada sekuens-sekuens belajar serta organisasi bahan pelajaran yang disusun melalui elaborasi isi dan prosedur pengukuran. Lebih jauh. maka kurikulum yang menekankan pada organisasi. memberikan perhatian besar pada analisis pengetahuan baru yang ada. Tes yang disusun akan banyak menyangkut proses belajar yang bersifat umum. Secara teoretis penyusunan tes yang spesifik dapat dibuat. Kurikulum yang menekankan pada organisasi menolak pendapat bahwa penguasaan pengetahuan merupakan alat untuk mencapai tujuan.peranan utama. Kurikulum yang menekankan masalah belajar-mengajar (menekankan organisasi) sebenarnya lebih dekat kepada pendekatan kurikulum yang bersifat umum (generalized curriculum). Konsep kurikulum yang menekankan isi. dan evaluasi).

CARE (Centre for Applied Research in Education) di Universitas East Anglia Norwegia.besar pada struktur dan sekuens belajar. waktu untuk mempersiapkannya lebih pendek. aktif dalam mengadakan pelatihan guru. yang paling kritis adalah mengenai komunikasi antara tim proyek dengan guru-guru. Dengan demikian penyebaran kurikulum ini memiliki network yang terpisah. Proyek ini disiapkan untuk meningkatkan usia anak yang meninggalkan sekolah. Kurikulum yang menekankan isi sangat mengutamakan peranan desiminasi. Sebaliknya penyebaran kurikulum yang menekankan situasi sangat mementingkan penyiapan unsur-unsur yang terkait (catalyc ingredient). Pengembangan kurikulum yang menekankan isi. Salah satu proyeknya yang pertama adalah Nuffield/Schools Council Humanities Curriculum Project tahun 1967. mereka dapat memaksakannya melalui jalur birokrasi. meskipun umpamanya kurikulum itu kurang thaik. Kurikulum yang menekankan organisasi. strategi penyebarannya sangat mengutamakan latihan guru. Kurikulum yang menekankan situasi. Meskipun demikian perhatian harus cukup banyak dipusatkan pada struktur konsep yang tidak tampak (covert) daripada analisis tujuan yang tampak (overt). Tipe kurikulum ini mengikuti model penyebaran (difusi) dari pusat ke daerah). Salah satu kesimpulan dari hasil evaluasi mereka adalah hasil hasil yang dicapai oleh guru-guru yang terlatih (yang mengerti maksud serta latar belakang . disediakan bagi anak usia 14 sampai 16 tahun dan yang kecerdasannya di bawah rata-rata. dan para siswa. dan khan. Penyebaran ini lebih merupakan pembaharuan dari dalam dan bukan karena paksaan atau keharusan dari luar. individual. Pengembangan kurikulumnya bersifat lokal. Perbedaanperbedaan dalam rancangan tersebut mempengaruhi langkah selanjutnya. Proyek ini juga memiliki suatu tim evaluasi. Banyak kesulitan yang dialami dalam proyek ini. tetapi masingmasing dapat menyesuaikan diri serta mencari keserasian antara arahan yang dibersifat pusat dengan tuntutan kebutuhan dan sifat-sifat lokal. sedangkan kurikulum yang menekankan organisasi waktu persiapannya hampir sama dengan kurikulum yang menekankan isi. para administrator. membutuhkan waktu mempersiapkan situasi belajar dan menyatukannya dengan tujuan pengajaran yang cukup lama.

dengan cara mengumpulkan bahan-bahan secara studi kasus dari sekolah-sekolah proyek. Evaluasi kurikulum yang bebas tujuan (Goal free evaluation) dalam kebanyakan kurikulum bukan . Pada kurikulum yang menekankan organisasi. Teori kurikulum dan teori evaluasi. karena isi dan hasil kurikulum bukan hal yang utama. tetapi meminta waktu terlalu banyak dari para evaluator. tetapi harus dihindari penjenjangan tujuan sampai pada perumusan tujuan yang sangat khusus. Dengan menggunakan konsep Ralph Tylor atau Benyamin Bloom mungkin dapat dibuat suatu modifikasi dengan menyusun tujuan yang bersifat universal yang dapat digunakan pada semua situasi. Dalam proyek itu dicari perbandingan materi antara proyek yang menggunakan guru yang terlatih dengan yang tidak terlatih. bahan-bahan dari hasil studi kasus memberikan hasil yang lebih berharga bagi evaluasi kurikulum. seperti model pengembangan dan penyebaran dihasilkan oleh kurikulum yang menekankan isi.proyek) tidak dapat dicapai oleh guru-guru yang tidak terlatih. dan sukar menyusun alat evaluasinya. Model evaluasi kurikulum berkaitan erat dengan konsep kurikulum yang digunakan. dalam evaluasinya juga diteliti pengaruh umum dari proyek. Model evaluasi kaitannya dengan teori kurikulum. tetapi terdapat banyak tujuan. tugas evaluasi lebih sulit lagi. Salah satu pemecahan bagi masalah ini adalah dengan pendekatan yang bersifat eklektik seperti dalam proyek Kurikulum Humaniti dari CARE. karena konteksnya bukan terhadap guru atau satu tujuan. tetapi tujuan yang bersifat umum seperti itu akin kabur. Ini menunjukkan bahwa latihan guru memegang peranan penting dalam penyebaran program. Meskipun pendekatan perbandingan banyak memberikan hasil yang berharga. Model evaluasi yang bersifat komparatif atau menekankan pada objektif sangat sesuai bagi kurikulum yang bersifat rasional dan menekankan isi. Perbedaan konsep dan strategi pengembangan dan penyebaran kurikulum. Pendekatan yang bersifat goal free (lebih menekankan penguasaan aktual dan bukan ideal) lebih memungkinkan. yang utamanya adalah aktivitas dan kemampuan siswa. juga menimbulkan perbedaan dalam rancangan evaluasi. dengan kriteria yang khusus pula. Dalam perkembangan selanjutnya ternyata. Dalam kurikulum yang menekankan situasi sukar disusun evaluasi yang bersifat komparatif.

. (2) lebih berskala nasional daripada lokal. juga di negara-negara lain. Evaluasi kurikulum sebagai institusi sosial mempunyai asal-usul.1)111 banyak dipengaruhi oleh kebiasaan penelitian yang bersifat psikometris daripada oleh kebiasaan lama yang berupa penelitian social. Hasil dari suatu evaluasi berisi suatu nilai yang akan digunakan untuk tindakan selanjutnya. berdasarkan skala tersebut suatu objek evaluasi dapat dinilai. (4) 1(. umpamanya (1) lebih berkenaan dengan inovasi daripada dengan kurikulum yang ada. Dengan demikian sesungguhnya terdapat hubungan yang sangat erat antara evaluasi dengan kurikulum sebab teori kurikulum juga merupakan teori dari evaluasi kurikulum. model (pendekatan) antropologis dalam evaluasi ditujukan untuk mengevaluasi tingkah-tingkah laku dalam suatu lembaga sosial. Beberapa karakteristik dari proyek-proyek kurikulum yang telah dikembangkan di Inggris. Peranan Evaluasi Kurikulum Evaluasi kurikulum dapat dilihat sebagai proses sosial dan sebagai institusi sosial. merupakan institusi sosial dari gerakan penyempurnaan kurikulum. Hal ini mengandung dua pengertian.merupakan salah satu alternatif evaluasi tetapi merupakan satu-satunya prosedur evaluasi yang paling memungkinkan. pertama evaluasi berisi suatu skala nilai moral. evaluasi dan penentuan keputusan. evaluasi yang menekankan tujuan berkaitan erat dengan kurikulum yang menekankan pada bahan ajaran atau isi kurikulum. D. Evaluasi sebagai moral judgement. Peranan evaluasi kebijaksanaan dalam kurikulum khususnya pendidikan umumnya minimal berkenaan dengan tiga hal. Proyek-proyek evaluasi yang dikembangkan di lnggris umpamanya. yaitu : evaluasi sebagai moral judgement. Macam-macarn model evaluasi yang digunakan bertumpu pada aspekaspek tertentu yang diutamakan dalam proses pelaksanaan kurikulum. (3) dibiayai oleh vim/ dari luar yang berjangka pendek daripada oleh anggapan tetap. struktur serta interest sendiri. Model evaluasi yang bersifat komparatif berkaitan erat dengan tingkahtingkah laku individu. evaluasi berisi suatu perangkat kriteria praktis berdasarkan kriteria-kriteria tersebut suatu hasil dapat dinilai. Konsep utama dalam evaluasi adalah masalah nilai. sejarah. Kedua. evaluasi. dan konsensus nilai.

salah satu tugas dari para evaluator pendidikan mempelajari kerangka nilai-nilai tersebut. pertama mengumpulkan informasi dan kedua menentukan suatu keputusan. pengumpulan data. Kegiatan yang pertama mungkin juga mengandung segisegi nilai (terutama dalam memilih sumber informasi dan jenis informasi yang akan dikumpulkan). Perkeinbangan ini terutama berkenaan dengan perkembangan atau perubahan nilai-nilai. Stake (1976). Hal itu tidak benar. Dalam kegiatan yang kedua. obtaining and providing useful information for delinating. Perbedaan pendapat mengenai hal ini akan direfleksikan dalam perbedaan-perbedaan perumusan tentang evaluasi. minimal meliputi dua kegiatan. Atas dasar kerangka nilainilai tersebut maka keputusan pendidikan diambil. Nilai-nilai . Daniel Stufflebeam (1971) merumuskan evaluation is the process of delinating. tetapi belum menunjukkan suatu evaluasi. Oleh karena itu. Its (the evaluator's) task is to try very hard to condense all that mass of data into one word: good. maka pertalian antara informasi pendidikan yang diperoleh dengan keputusan yang diambil tidak selalu sama. or bad. mengalami perkembangan pula. yaitu menentukan keputusan menunjukkan suatu evaluasi. Karena masalah-masalah dan konsep-konsep dalam pendidikan selalu mengalami pengembangan.Evaluasi bukan merupakan suatu proses tunggal. memberikan perumusan tentang tugas evaluator. mereka yang lebih menekankan pengumpulan informasi memandang terlepas atau tidak melibatkan nilai-nilai. Michael Scriven (1969) dari Universitas Indiana. sebab baik pada pemilihan masalah yang akan diteliti. dari Universitas Illinois merumuskan evaluation is an observed value compared to some standard. Dalam evaluasi kurikulum salah satu hal yang sering menjadi inti perdebatan antara para ahli adalah pemisahan antara pengumpulan dan penyusunan informasi dengan penentuan keputusan. obtaining and providing useful information for judging decision alternatif. pemilihan teknik penentuan sampel serta penyajian hasil penelitian selalu melibatkan atau menyangkut masalah nilai-nilai. tetapi juga memperlihatkan adanya perbedaan karakteristik. Kutipan-kutipan di atas bukan saja melukiskan perbedaan tekanan pada pengumpulan informasi atau pada penentuan keputusan. dasar pertimbangan yang digunakan adalah suatu perangkat nilai-nilai.

Guru mengambil berbagai keputusan sesuai dengan posisinya sebagai guru. para sponsor.tersebut baik dilihat dari evaluasi. yaitu: guru. dan sebagainya. apakah ia harus memilih jurusan IPA atau IPS. apakah hasil evaluasi . Siapa di antara mereka yang memegang peranan paling besar dalam penentuan keputusan. Demikian juga lingkup keputusan yang diambil oleh kepala sekolah. Pada prinsipnya tiap individu di atas membuat keputusan sesuai dengan posisinya. hal ini dipengaruhi oleh kebiasaan pemisahan pekerjaan administrator dan peneliti. tiap pengambil keputusan dalam proses evaluasi memegang posisi nilai yang berbeda. Pemisahan antara pengumpulan informasi dengan penentuan keputusan merupakan salah satu karakteristik institusional. sesuai dengan posisinya. Dalam pendidikan perbedaan formal tersebut tidak ada. Salah satu kesulitan yang dihadapi dalam penggunaan hasil evaluasi bagi pengambilan keputusan adalah. Pengambil keputusan dalam pelaksanaan pendidikan atau kurikulum banyak. Evaluasi dan penentuan keputusan. Beberapa hasil evaluasi menjadi bahan pertimbangan bagi murid untuk mengambil keputusan apakah ia harus lebih rajin belajar atau tidak. dan sebagainya berbeda-beda. Apabila terdapat perbedaan nilai antara mereka. dapat timbul ketegangan atau konflik. Masalah yang timbul adalah. sebagian besar berkenaan dengan kepentingan dirinya. ia mengambil keputusan bagi kepentingan seorang atau beberapa orang mu. atau dapat pula mengambil keputusan bagi seluruh murid. orang tua. para inspektur. Siapa pengambil keputusan dalam pendidikan atau khususnya dalam pelaksanaan kurikulum. Besar atau kecilnya peranan keputusan yang diambil oleh seseorang sesuai dengan lingkup tanggung jawabnya serta lingkup masalah yang dihadapinya pada suatu saat. Jadi. pengembang kurikulum. kepala sekolah. pengumpul data adalah pengambil keputusan juga. Lain halnya dengan keputusan yang diambil oleh seorang guru. Murid mengambil keputusan sesuai dengan posisinya sebagai murid.rid. murid. Dengan perkataan lain penentuan keputusan yang diambil oleh murid. hasil evaluasi yang diterima oleh berbagai pihak pengambil keputusan adalah sama. atau dari subjek yang dinilai. dan sebagainya. inspektur. pengembang kurikulum.

tetapi beberapa pengalaman menunjukkan bahwa hal itu tidak mungkin. Mereka mempunyai sudut pandangan. Konsensus tersebut berupa kerangka kerja penelitian. Bagaimana caranya agar di antara mereka terdapat kesatuan penilaian. tetapi kritik atau kesulitan tersebut yang paling utama adalah dalam merumuskan tujuan-tujuan khusus yang dapat diterima oleh seluruh partisipan evaluasi kurikulum serta perencanaan kurikulum. . Evaluasi dan konsensus nilai. guru. murid. penggunaan analisis statistik dari pre test dan post test dan lain-lain. pengembang kurikulum. Dalam model penelitian tersebut keseluruhan kegiatan dapat digambarkan dalam suatu flow chart yang merumuskan secara operasional input (pre test) caracara kegiatan (treatment) serta output (post test). penerbit. yang dipusatkan pada tujuan-tujuan khusus.tersebut dapat bermanfaat bagi semua pihak. Juga di antara partisipan harus ada persetujuan tentang tujuan-tujuan mana yang paling penting. Kesatuan penilaian hanya dapat dicapai melalui suatu konsensus. pengukuran prestasi belajar yang bersifat behavioral. administrator. Pernah dimimpikan bahwa para partisipan tersebut merupakan suatu kelompok yang homogen sebagai pengambil keputusan atas hasil penelitian. tetapi kurang bermanfaat bagi pihak yang lain. ahli ekonomi. Dalam berbagai situasi pendidikan serta kegiatan pelaksanaan evaluasi kurikulum sejumlah nilai-nilai dibawakan oleh orang-orang yang turut terlibat (berpartisipasi) dalam kegiatan penilaian atau evaluasi. Secara historis konsensus nilai dalam evaluasi kurikulum berasal dari tradisi tes mental serta eksperimen. ahli politik. Suatu informasi mungkin lebih bermanfaat bagi pihak tertentu. dan seterusnya. Para partisipan dalam evaluasi pendidikan dapat terdiri atas: orang tua. arsitek. Sudah tentu jawabannya belum tentu. dan sebagainya. kepentingan nilai-nilai serta pengalaman tersendiri. Dalam bagian yang terdahulu sudah dikemukakan bahwa penelitian pendidikan dan evaluasi kurikulum sebagai perilaku sosial berisi nilai-nilai. Model di atas mendapatkan beberapa kritik. Model penelitian di atas merupakan suatu social engineering atau system approach dalam pendidikan.

maka berkembang model evaluasi yang lain yang lebih bersifat goal free evaluation. selama bertahun-tahun ditentukan oleh kemampuan mengingat faktafakta. Ujian sebagai Evaluasi Sosial Sejak diperkenalkannya sistem ujian atau tes untuk umum di Amerika Serikat dan negara-negara lain. Sikap kebudayaan yang majemuk mempunyai dasar relativis. pengukuran yang berbentuk umum (publik) tersebut merupakan salah satu model evaluasi dalam pendidikan. Dalam evaluasi kurikulum sudah tentu pandangan ini mempunyai kesulitan yang cukup besar. Dengan adanya ujianujian tersebut. tetapi juga oleh keadaan masyarakat di mana buku -buku sumber (teks) pengetahuan secara relatif tidak berubah selama dua abad. yang memandang bahwa otak yang lebih baik mampu menguasai fakta lebih banyak. karena bertitik tolak dari tujuan-tujuan yang khusus. maka jenis-jenis kemampuan tertentu dipandang menunjukkan status lebih tinggi dibandingkan dengan kemampuan lainnya. memandang bahwa tiap pandangan sama baiknya. Tanpa adanya persetujuan tentang hal-hal tersebut maka sukar untuk dapat menyusun flow chart yang definitif. Dengan demikian evaluasi juga bersifat relatif. Pendekatan evaluasi yang bersifat goal free bertolak dari sikap kebudayaan yang majemuk (cultural pluralism).Selain harus terdapat konsensus tentang tujuan-tujuan yang akan dicapai. Kecenderungan ini bukan saja didasari oleh teori psikologi lama. Menguji adalah mengevaluasi kemampuan individu. Karena model ini mempunyai beberapa keberatan. Model system approach atau model social engineering bersifat goal based evaluation. dalam penggunaan model di atas juga harus ada konsensus tentang siapa di antara para partisipan tersebut yang turut terlibat secara langsung. Evaluasi model ini dapat ditemukan pada para peneliti yang memandang pekerjaannya semata-mata hanya sebagai pengumpulan data. Penguasaan pengetahuan dan kemampuan skolastik umpamanya sering dipandang memiliki status lebih tinggi daripada penguasaan kemampuan yang lainnya. E. Westminster Shorter . sebab alat-alat evaluasi yang drgunakan bertolak dari dasar posisi nilai yang berbeda. Keberhasilan dalam ujian pengetahuan dan kemampuan skolastik.

Sistem ujian yang mempunyai nilai historis ini juga digunakan untuk mengontrol efisiensi dan efektivitas pelaksanaan sekolah. Sistem ujian seperti yang dilaksanakan di atas. maka dalam perkembangan selanjutnya jenis kemampuan yaitu kemampuan menyimpulkan dipandang mempunyai nilai yang lebih tinggi. Kemudian tes tersebut juga digunakan sebagai alat bagi penentuan kenaikan kelas serta sebagai saringan masuk. penyusunan rancangan dan pemeliharaan sekolah diperlukan sistem pengumpulan data serta penilaian yang lain. Para evaluator menyadari bahwa aneka macam kerangka kerja evaluasi mempunyai implikasi terhadap penentuan keputusan pendidikan. Hasilnya digunakan untuk menyeleksi anak-anak yang akan masuk ke sekolah menengah yang tidak mampu membayar uang sekolah. Dalam dua dekade pertama dari abad 20 sejumlah ahli psikologi dikumpulkan dalam satu komisi untuk menyusun tes kecerdasan. bahwa hanya sebagian dari penduduk yang mempunyai kemampuan untuk menguasai pengetahuan pada suatu jenis sekolah atau pada jenjang sekolah tertentu. . Untuk menilai gambaran sekolah secara keseluruhan. dan demokratik. otokratik. Karena adanya berbagai kemajuan dalam masyarakat. yaitu evaluasi birokratik. keseragaman sekolah. is membedakan adanya tiga tipe evaluasi dalam pendidikan dan kurikulum. Pelaksanaan ujian-ujian tersebut sejalan dengan anggapan masyarakat pada waktu itu. pembiayaan sekolah. Barry Mc Donald (1975). Kalau untuk mengukur kemampuan siswa digunakan istilah examination atau assessment maka untuk penilaian keseluruhan situasi sekolah atau kurikulum lebih tepat digunakan istilah evaluation. Apakah sistem ini dipandang baik atau jelek bergantung pada pandangan yang menggunakannya. lebih banyak digunakan untuk mengukur atau menguji kemampuan individu-individu (siswa). fasilitas sekolah.Catechism umpamanya digunakan sebagai buku teks di sekolah-sekolah di Scotlandia dari abad 17 sampai 19. Ujian bukan saja menunjukkan nilai pengetahuan atau kemampuan secara sosial. guru. tetapi juga telah merupakan peraturan dari sekolah. kurikulum. yaitu menilai tentang keadaan murid. mendasarkan argumentasinya pada anggapan dasar bahwa evaluasi merupakan kegiatan politik.

karena kenyataannya evaluasi sebagian besar dibiayai oleh pemerintah pusat atau negara bagian. tentang program-program pendidikan. Evaluator tidak mempunyai kekuasaan sendiri. Konsep utama evaluator otokratik adalah evaluasi yang bersifat prinsipil dan objektif (principles and objectivity). Evaluator menerima kebijaksanaan dari pemegang jabatan. Prinsip utama evaluasi birokratik adalah pelayanan (service). dan ketercapaian sasaran (confidentiality. Teknik pengumpulan dan penyajian data yang digunakan harus dapat dipahami oleh penerima informasi yang bukan ahli. kedudukan . Evaluasi ini menganut nilai pluralisme serta mengusahakan memenuhi berbagai minat masyarakat dalam memberikan informasi. and accessibility). Konsep utama evaluator demokratis adalah kerahasiaan. Evaluasi demokratik. Sumber kekuataan evaluator adalah penelitian kemasyarakatan. negosiasi. merupakan layanan pemberian informasi terhadap masyarakat. Bila rekomendasi evaluator ditolak maka kebijaksanaannya tidak bisa dilaksanakan. Tugasnya adalah memberikan informasi terhadap kelompok-kelompok masyara kat. Kriteria keberhasilannya adalah pihak yang dilayaninya seluas-luasnya. atau kontrol sendiri terhadap penggunaan informasi yang diperoleh. Sebagai contoh Mc Donald memandang bahwa pelaksanaan evaluasi di Amerika Serikat dewasa ini bersifat birokratik. dan efisiensi (efficiency). merupakan suatu layanan yang bersifat unconditional terhadap lembaga-lembaga pemerintahan yang memiliki wewenang kontrol terbesar dalam alokasi sumber-sumber pendidikan. Peranan evaluator tidak dicampuri oleh pihak yang dilayaninya. dengan menggunakan berbagai informasi yang diperoleh akan membantu mereka mencapai tujuan dari kebijaksanaan yang telah digariskan. dan is mempunyai wewenang penuh dalam bidangnya. dan evaluator bertindak sebagai perantara dalam pertukaran informasi di antara kelompokkelompok yang berbeda. penggunaan (utility). ketentuan-ketentuan hukum dan moral dari birokrasi. Tugas para evaluator adalah membantu pelaksanaan kebijaksanaan. merupakan layanan evaluasi terhadap lembagalembaga pemerintah yang mempunyai wewenang kontrol cukup besar dalam mengalokasikan sumber-sumber pendidikan. musyawarah.Evaluasi birokratik. Evaluasi otokratik.

Evaluasi kurikulum juga merupakan suatu fenomena yang multifaset. sedang kurikulum serta berbagai fasilitas serta sistem sekolah dapat disamakan dengan tanah dan pemeliharaannya. yaitu evaluasi kurikulum sebagai fenomena sejarah. Model-Model Evaluasi Kurikulum Evaluasi kurikulum merupakan suatu tema yang luas. .evaluator berbeda-beda di bawah lembaga-lembaga federal. dimulai tahun 1930 dengan menggunakan metode yang biasa digunakan dalam penelitian botani pertanian. Para ahli botani pertanian mengadakan percobaan untuk mengetahui produktivitas bermacam-macam benih. serta tes hasil belajar yang mengukur perilaku skolastik. Model eksperimen dalam botani pertanian dapat digunakan dalam pendidikan. yaitu tes inteligensi yang ditujukan untuk mengukur kemampuan bawaan. meliputi sejumlah prosedur. 1. F. Tes psikologis atau tes psikometrik pada umumnya mempunyai dua bentuk. Percobaan serupa dapat juga digunakan untuk mengetahui pengaruh tanah. pupuk dan sebagainya terhadap produktivitas suatu macam benih. Dari percobaan tersebut dapat diketahui benih mana yang paling produktif. Untuk mengetahui tingkat kesuburan benih (anak) serta hasil yang dicapai pada akhir program percobaan dapat digunakan tes (pre test dan post test). Beberapa macam benih ditanam pada petak -petak tanah yang memiliki kesuburan dan lain-lain yang sama. Bagian ini membahas perkembangan evaluasi kurikulum. meliputi banyak kegiatan. Eksperimen lapangan dalam pendidikan. Lembaga-lembaga pendidikan setempat berada di bawah lembaga-lembaga pusat yang memberikan biaya. memiliki banyak segi. bahkan dapat merupakan suatu lapangan studi yang berdiri sendiri. suatu elemen dalam proses sosial dihubungkan dengan perkembangan pendidikan. anak dapat disamakan dengan benih. Evaluasi model penelitian Model evaluasi kurikulum yang menggunakan model penelitian didasarkan atas teori dan metode tes psikologis serta eksperimen lapangan.

Evaluasi ini sering disebut evaluasi formatif. Pertama. Evaluasi dilakukan pada akhir pengembangan kurikulum. sukar untuk mencampurkan guru-guru untuk mengajar pada kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. adalah mengadakan yang pembandingan kelompok umpamanya menggunakan dua metode belajar yang berbeda. kegiatan penilaian ini sering disebut evaluasi sumatif.guru tersebut sukar dikontrol. variabel yang terkontrol. Perbedaan model objektif dengan model komparatif adalah dalam dua hal. Keempat. yaitu kesulitan menciptakan kondisi kelas yang sama untuk kelompok-kelompok yang diuji. Ketiga. Salah satu pendekatan dalam evaluasi yang enggunakan antara dua eksperimen macam lapangan anak. Pertama dalam model objektif. Kelompok pertama belajar membaca dengan metode global dan kelompok lain menggunakan metode unsur. Ada beberapa kesulitan yang dihadapi dalam eksperimen tersebut. ada keterbatasan mengenai manipulasi eksperimen yang dapat dilakukan. Besarnya sampel. Kelompok mana yang lebih baik atau lebih berhasil? Apakah keberhasilan metode tersebut dapat ditransfer ke metode yang lain? Rancangan penelitian lapangan ini membutuhkan persiapan yang sangat teliti dan rinci. Informasi-informasi yang diperoleh dari hasil penilaiannya digunakan untuk penyempurnaan inovasi yang sedang berjalan. hipotesis. perlu dirumuskan secara tepat dan rinci. pengaruh guru. Evaluasi model objektif Evaluasi model objektif (model tujuan) berasal dari Amerika Serikat. 2. Dalam botani pertanian dengan rancangan yang sangat sempurna dapat memanipulasi eksperimen sampai 25 treatment. kesulitan administratif. sedikit sekali sekolah yang bersedia dijadikan sekolah eksperimen. evaluasi merupakan bagian yang sangat penting dari proses pengembangan kurikulum. treatment. Kedua. Para evaluator juga mempunyai peranan menghimpun pendapat-pendapat orang luar tentang inovasi kurikulum yang dilaksanakan. tetapi dalam penelitian pendidikan tidak mungkin dapat melakukan treatment sebanyak itu. Kedua. kurikulum . tes hasil belajar dan sebagainya. masalah teknis dan logis. Dalam hal-hal tertentu sering evaluator bekerja sebagai bagian dari tim pengembang.Comparative approach dalam evaluasi.

Pendekatan inilah yang digunakan oleh Ralph Tylor (1930) dalam menyusun tes dengan titik tolak pada perumusan tujuan tes. analysis. Para pengembang kurikulum yang menggunakan sistem instruksional (model objektif) menggunakan standar pencapaian tujuan-tujuan tersebut. Tujuan dari comparative approach adalah menilai apakah kegiatan yang dilakukan kelompok eksperimen lebih baik daripada kelompok kontrolpleh karena itu. Mereka membagibagi lagi tujuan-tujuan tersebut pada sub-tujuan yang lebih khusus. suatu program yang dikembangkan oleh Learning Research and Development Centre Universitas Pittsburg. 2.tidak dibandingkan dengan kurikulum lain tetapi diukur dengan seperangkat objektif (tujuan khusus). 3. Pada tahun 1950-an Benyamin S. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh tim pengembang model objektif. Mereka membagi proses mental yang berhubungan dengan belajar tersebut dalam 6 kategori. kedua kelompok tersebut hams ekuivalen. untuk itu diperlukan perumusan lebih lanjut yang sangat khusus dan bersifat behavioral. 1. Menyusun materi kurikulum yang sesuai dengan tujuan tersebut. Keberhasilan pclaksanaan kurikulum diukur oleh penguasaan siswa akan tujuan-tujuan tersebut. Mengukur kesesuaian antara perilaku siswa dengan hasil yang diinginkan. Ada kesepakatan tentang tujuan-tujuan kurikulum. Merumuskan tujuan-tujuan tersebut dalam perbuatan siswa. synthesis dan evaluation. Dalam IPI anak mengikuti kurikulum yang memiliki 7 unsur: . tetapi dalam model objektli hal itu tidak menjadi soal. sebagai asal mula pendekatan sistem (system approach). 4. Dasar-dasar teori Tylor dan Bloom menjadi prinsip sentral dalam berbagai rancangan kurikulum. comprehension. application. yaitu knowledge. Perumusan tujuan-tujuan dari Bloom dan kawan-kawan belum sampai pada perumusan tujuan yang bersifat behavioral. Sistem pengajaran yang terkenal adalah IPI (Individually Prescribed Instruction). dan mencapai puncaknya dalam sistem belajar berprogram dan sistem instruksional. Bloom dengan kawan-kawannya menyusun klasifikasi sistem tujuan yang meliputi daerah-daerah belajar (cognitive domain).

Bila ini sudah dikuasai berarti penguasaan siswa sudah sesuai dengan kriteria. Metodemetode tersebut masuk ke bidang kurikulum setelah komputer dan program paket berkembang yaitu tahun 1960. tingkattingkat dan unit-unit.1. Tes untuk mengukur prestasi belajar anak merupakan bagian integral dan kurikulum. dan 7. Kegiatan murid dalam kelas. siswa hams mengambil dulu tes penempatan. Dengan berkembangnya penggunaan komputer memungkinkan studi lapangan tidak dihambat oleh kesalahan dan kelambatan. Model campuran multivariasi Evaluasi model perbandingan (comparative approach) dan model Tylor dan Bloom melahirkan evaluasi model campuran multivariasi. 2. Materi dan alat-alat pengajaran. untuk menentukan di mana mereka harus mulai belajar. Kegiatan guru dalam kelas. Siswa dianggap mengusai suatu unit Oa memperoleh skor minimal 80. 6. Kemajuan siswa dimonitor oleh guru dengan memberikan tes yang mengukur tingkat penguasaan tujuan-tujuan khusils melalui pre test dan post test. Tiap butir tes berkenaan dengan keterampilan. Pedoman perosedur penulisan. Semua masalah pengolahan statistik dapat dikerjakan dengan komputer. yaitu strategi evaluasi yang menyatukan unsur-unsur dari kedua pendekatan tersebut. Program paket berisi program statistik yang secterhana yang tidak membutuhkan pengetahuan komputer untuk mengenakannya. 3. Tujuan-tujuan pengajaran yang disusun dalam daerah-daerah. 3. 5. Prosedur pengelolaan kelas. . Strategi ini memungkinkan pembandingan lebih dari satu kurikulum dan secara serempak keberhasilan flap kurikulum diukur berdasarkan kriteria khusus dari masingmasing kurikulum? Seperti halnya pada eksperimen lapangan serta usaha-usaha awal dari Tylor dan Bloom. Untuk mengikuti program pendidikan. metode ini pun terlepas dari proyek evaluasi. Suatu prosedur program testing. unit atau tingkat tertentu dari tujuan khusus. 4.

dan ini lebih memungkinkan daripada 10 kelas dengan 100 pengukuran. Sementara tim menyusun tujuan yang meliputi semua tujuan dari pengajaran umpamanya dengan metode global dan metode unsur. dan model CDPP. Di samping model-model evaluasi kurikulum di atas. maka mulailah pekerjaan komputer. Bila semua informasi yang diharapkan telah terkumpul. Mencari sekolah yang berminat untuk dievaluasi/diteliti. 3. Pelaksanaan program. 4. meskipun model multivariasi telah mengurangi masalah kontrol berkenaan dengan eksperimen lapangan tetapi tetap menghadapi masalah-masalah pembandingan. 2. CEMREL.Langkah-langkah model multivariasi tersebut adalah sebagai berikut: 1. kemampuan komputer hanya sampai 40 variabel. tujuan maupun situasi (Situation based curriculum). seperti model EPIC. Jadi model multivariasi ini lebih sesuai bagi evaluasi kurikulum skald besar. Model perbandingan lebih sesuai untuk mengevaluasi pengembangan kurikulum yang menekankan isi (Content based curriculum). sedangkan dengan model ini dapat dikumpulkan sampai 300 variabel Kesulitan ketiza. Bila tidak ada pencampuran sekolah tekanannya pada partisipasi yang optimal. podel tujuan lebih sesuai digunakan dalam pengembangan kurikulum yang menggunakan pendekatan tujuan (Goal based curriculum). . zodel campuran dapat digunakan untuk mengevaluasi baik kurikulum yang menekankan isi. Model-model evaluasi kurikulum tersebut berkembang dari dan digunakan untuk mengevaluasi model atau pendekatan kurikulum tertentu. Tipe analisis dapat juga digunakan untuk mengukur pengaruh bersama dari beberapa variabel yang berbeda) Beberapa kesulitan dihadapi dalam model campuran multivariasi ini. dikenal pula beberapa model evaluasi kuiikulum ynag lebih bersifat umum. Kesulitan pertama adalah diharapkan memberikan tes statistik yang signifikan) Maka untuk itu diperlukan 100 kelas dengan 10 pengukuran. dapat disiapkan tes tambahan. kesulitan terlalu banyaknya varaibel yang perhi dihitung pada suatu saat. 5.

BAGAN 9. yang meliputi organization. facilities and cost. (1984). London: Houder and Stoughton. Bidang kedua adalah "instruction" atau pengajaran. adminsitrator. Bahan yang diuraikan mencakup perkembangan-perkem. riset lapangan.Model EPIC atau Evaluation Programs for Innovative Curriculums menggambarkan keseluruhan program evaluasi dalam sebuah kubus. Meskipun berbentuk kumpulan tulisan. content. educational spesialist. Evaluating the Curriculum in the Eighties. Evaluasi model EPIC G. Malcolm (ed). Buku Acuan Skillback. Buku ini merupakan kumpulan tulisan beberapa ahli pendidikan yang berpengalaman dan memiliki spesialisasi dalam evaluasi kurikulum. hasil evaluasi kelembagaan. Bidang pertama adalah behavior atau perilaku yang menjadi sasaran pendidikan yang meliputi perilaku cognitive. affective dan psychomotor. tetapi telah tersusun sedemikian rupa sehingga membentuk satu pemikiran yang utuh tentang evaluasi kurikulum. Kubus tersebut mempunyai tiga bidang. teacher. dan bidang ketiga adalah kelembagaan yang meliputi student. di samping hasil-hasil pemikiran yang telah lama ada. Buku ini memberikan tekanan dan ilustrasi tentang peranan evalausi kurikulum dalam penentuan kebijaksanaan dan . 1976: 374). family and community (Doll. testing nasional. method.bangan baru di Inggris pada dekade 80-an.

E. Itasca. ahli evaluasi kurikulum. Buku ini berjudul Evaluasi Pendidikan dan Penentuan Keputusan. and Decision Mak. . Tulisan ini cukup substansial bagi pengkajian masalah evaluasi kurikulum dan sartgat berharga bagi para ahli pengembangan dan evaluasi kurikulum. Penyempumaan kurikulum khususnya pendidikan umumnya. (1971). Illinois: F. Meskipun demikian isinya sebagian besar menyangkut evaluasi tentang kurikulum serta pemanfaatan hasil evaluasi bagi penyempurnaan kurikulum. komprehensif sederhana dan praktis tetapi juga mendalam. Buku ini memberikan landasan bagi pelaksanaan evaluasi tersebut. dan ahli adrninistrasi pendidikan. ahli pendidikan. secara konseptual.ing. berisi suatu uraian yang menyeluruh tentang evaluasi pendidikan.pengembangan kurikulum secara komprehensif dan mutakhir. Peacock Publishers. Inc. Daniel L et al. harus didasarkan atas hasil-hasil evaluasi. Educational Evaluation. Keseluruhan isi buku ini sangat berharga bagi para ahli dan pengembang kurikulum. Stufflebeam.

6.BAB 10 GURU DAN PENGEMBANGAN KURIKULUM A. yaitu: 1. Aplikasi dan sosialisasi nilai-nilai profesional. Guru sebagai Pendidik Profesional Pendidikan berintikan interaksi antara pendidik (guru) dan peserta didik (siswa) untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan. 10. Dalam diskusi pengembangan model pendidikan profesional tenaga kependidikan. 5. dirumuskan 10 ciri suatu profesi. jika hilang salah satu komponen. Pendidik. dan tujuan pendidikan merupakan komponen utama pendidikan. Ada pengakuan dari masyarakat dan imbalan atas layanan profesinya. hilang pulalah hakikat pendidikan. Memiliki keahlian/keterampilan tertentu. 3. yang diselenggarakan oleh PPS IKIP Bandung tahun 1990. Memiliki fungsi dan signifikansi social 2. Ketiganya membentuk suatu triangle. 9. . oleh karena itu guru sebagai pelaku utama pendidikan merupakan pendidik profesional. Sebagai pendidik profesional. 4. 7. Didasarkan atas disiplin ilmu yang jelas. Mendidik adalah pekerjaan profesional. Diperoleh dengan pendidikan dalam masa tertentu yang cukup lama. tetapi tidak dapat digantilcan. Memiliki kode etik. Kebebasan untuk memberikan judgment dalam memecahkan masalah dalam lingkup kerjanya. Memiliki tanggung jawab profesional dan otonomi. Keahlian/keterampilan diperoleh dengan menggunakan teori dan metode ilmiah. 8. guru bukan saja dituntut melaksanakan tugasnya secara pagesional. tetapi juga harus memiliki pengetahuan dan kemampuan profesional. Dalam situasi tertentu tugas guru dapat diwakilkan atau dibantu oleh unsur lain seperti oleh media teknologi. peserta didik.

Initiating. 6. Sebab sebagai suatu profesi terbuka. showing how. reporting. mengemukakan sejumlah kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang guru. Pada sisi lain. Memang hal itu sukar dihindari. 9. 10. Unifying the group. Making curriculum materials. directing. Evaluating. . Diagnosing learning problems. mengingat banyaknya jenis dan jenjang pendidikan yang harus disediakan bagi berbagai kategori peserta didik. walaupun telah ada batas yang jelas antara pendidikan formal dengan pendidikan informal. 5. Organizing and arranging classroom. administering. 3. Participating in school activities. Participating in professional and civic life. masih ada anggapan masyarakat bahwa setiap orang bisa menjadi pendidik. recording.tugas pendidikan. 11. Enriching community activities.tions of teaching: 1. atau setiap orang bisa mendidik. Clarifying attitudes. Explaining. tetapi orang-orang yang tidak memiliki profesi dalam bidang pendidikan juga melaksanakan tugas -tugas pendidikan formal. but as a broad frame work for teachers to discover more about themselves in relation to the func.Mungkin belum seluruh ciri profesi di atas telah dimiliki secara kokoh (sempurna) oleh para pendidik kita. The points are proposed. 7. 8. Raths (1964). problems. informing. atau antara pendidikan profesional dengan nonprofesional. Louis E. not as a rating scale.profesional dan mengganggap dirinya telah memiliki profesi tersebut. 4. 2. beliefs. Giving security. 12. juga tidak bisa dihindari banyaknya tenaga nonprofesional pendidikan yang melaksanakan tugas.

b. Penampilan sikap yang positif terhadap keseluruhan tugasnya sebagai guru. Penguasaan bahan pelajaran beserta konsep-konsep dasar keil. Pemahaman.Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1980) telah merumuskan kemampuan-kemampuan yang harus dimiliki guru dan mengelompok. 6. Penguasaan proses kependidikan. 9. Pengenalan dan penyelenggaraan administrasi sekolah. 3. Pengelolaan program belajar-mengajar. dan terhadap keseluruhan situasi pendidikan. keguruan dan pembelajaran siswa. yaitu: 1. Kemampuan sosial. 3. 10. yang mencakup: a. Penguasaan landasan dan wawasan kependidikan dan keguruan. 8. b. Kemampuan personal yang mencakup: a. 5. Kemampuan profesional.kannya atas tiga dimensi umum kemampuan. c. Pemahaman prinsip-prinsip dan pemanfaatan hasil penelitian pendidikan untuk kepentingan peningkatan mutu pengajaran. mencakup bahan yang akan diajarkan dan dasar keilmuan dari bahan pelajaran tersebut. Penampilan upaya unruk menjadikan dirinya sebagai anutan dan teladan bagi para siswanya. Pengelolaan interaksi belajar-mengajar. yaitu kemampuan menyesuaikan diri dengan tuntutan kerja dan lingkungan sekitar. 2. Penilaian prestasi siswa. . 7. 4. 2. Penggunaan media dan sumber pembelajaran. Penguasaan landasan-landasan kependidikan. Penguasaan materi pelajaran. dan penampilan nilai-nilai yang seyogianya dimiliki guru. Lebih lanjut Depdikbud (1980) merinci ketiga kelompok kernampuan tersebut menjadi 10 kemampuan dasar.muannya. penghayatan. Pengelolaan kelas. c. Pengenalan fungsi dan program bimbingan dan penyuluhan. yaitu: 1.

Di antara kemampuan sosial dan personal yang paling mendasar yang harus dikuasai guru adalah idealisme. bahkan setiap orang. Dengan dasar rasa cinta itu guru akan berbuat yang terbaik bagi peserta didik. Ada satu hal yang tidak dinyatakan secara eksplisit Rath yaitu penguasaan rnateri atau bahan pelajaran. Penguasaan dan penggunaan dua belas kemampuan dari Rath atau sepuluh kemampuan dari Depdikbud. dan sebagainya. untuk mencerdaskan bangsa.situasi tersebut. dan kemanusiaan. juga penguasaan kemampuan sosial. Kalau perbuatan mendidik hanya didorong oleh kebutuhan memperoleh nafkah. Untuk dapat berpartisipasi dalam situasi. karyawan. ldealisme dan rasa cinta mendasari dan menjiwai semua perilaku mendidik. Idealisme seharusnya dimiliki oleh setiap profesi. yaitu partisipasi dalam kegiatan di sekolah. bagi pendidikan. tetapi dengan kegiatan yang lebih luas.Kedua belas kemampuan yang dikemukakan oleh Rath berkenaan dengan pelaksanaan pengajaran dan pengembangan kemampuan dalam me ngajar. dan penguasaan bidang studi. Idealisme dalam perbuatan mendidik akan menumbuhkan rasa cinta pada guru terhadap profesinya. tidak berkenaan dengan teknis pengajaran. baik yang berasal dari disiplin ilmu. selain harus menguasai kemampuan teknis pendidikan. atau generasi penerus yang lebih andal. Perbuatan mendidik harus dilandasi oleh sikap dan keyakinan sebagai pengabdian pada nusa. bekerja secara mekanistis dan formalitas. dan komunikasi dengan orang lain. terhadap para siswanya. dalam masyarakat biasa dan masyarakat profesional. Dua kemampuan terakhir dari Rath. padahal cukup penting. hanya akan optimal apabila didasari oleh adanya idealisme. sedangkan kelompok kemampuan yang kedua dan ketiga (kemampuan sosial dan personal). yaitu cita-cita luhur yang ingin dicapai dengan pendidikan. belum dirinci lebih jauh. idealisme dalam pendidikan. bangsa. dan sebagainya. Penguasaan kemampuan proses hams terjalin secara utuh dengan penguasaan isi. hubungan sosial. terhadap pekerjaan pendidikan. untuk melahirkan generasi pembangunan. menghidupkan . seperti kepemimpinan. maupun dari kehidupan masyarakat. Sepuluh kemampuan dasar yang dirumuskan Depdikbud sebenarnya baru merupakan rincian kelompok kemampuan pertama (kemampuan profesional). maka guru-guru hanya akan bekerja ala kadarnya.

Yang tampak adalah variasi peranan guru dalam pelaksanaan pendidikan dan pengajaran. Dalam praktik pendidikan di sekolah. tetapi dapat dipadukan atau minimal dihubungkan satu dengan yang lainnya. guru adalah pelatih kemampuan. hasilnya sangat bergantung pada apa yang dilakukan oleh guru di dalam kelas (actual). guru lebih berperan sebagai pengarah. Model. Beberapa ahli menyatakan bahwa betapapun bagusnya suatu kurikulum (official). yang merupakan acuan bagi pelaksanaan pengajaran dalam kelas. Dalam konsep pendidikan klasik. guru berperan sebagai penerus dan penyampai ilmu. pendorong dan pembimbing. seperti pada Bagan 10. jarang sekali digunakan satu konsep pendidikan secara utuh. B. Guru sebagai Pembimbing Belajar Telah dijelaskan bahwa dalam kurikulum dapat dibedakan antara official atau written curriculum dengan actual curriculum. kemampuan-kemampuan profesional yang dirniliki hanya akan tampak seperti lampu yang kekurangan minyak. guru memegang peranan penting baik dalam penyusunan maupun pelaksanaan kurikulum. tiga bahkan mungkin keempat-empatnya. Pada umumnya pelaksanaan pendidikan bersifat eklektik. sedangkan dalam konsep pendidikan pribadi. Actual curriculum merupakan kurikulum nyata yang dilaksanakan of eh guru-guru. Keempat ragam peranan tersebut sesungguhnya dapat ditempatkan dalam satu kontinum. Tanpa idealisme dan rasa cinta. Dalam Konsep interaksional guru berperan sebagai mitra belajar. Kurikulum nyata merupakan implementasi dari official curriculum di dalam kelas. Dengan demikian.kemampuan-kemampuan profesional yang dimiliki. Pada keempat konsep pendidikan yang telah diuraikan di muka terdapat perbedaan peranan atau kedudukan guru. Official atau written curriculum merupakan kurikulum resmi yang tertulis. mungkin mencampurkan dua. Dalam keseluruhan proses belajarmengajar atau pada suatu waktu tertentu mungkin salah satu peranan lebih menonjol dari yang lainnya. sedangkan dalam konsep teknologi pendidikan.model konsep pendidikan tersebut dalam praktik tidak lagi dipandang sebagai model pendidikan yang masing-masing eksklusif.1 .

Dalam praktik yang lebih penting adalah mempertimbangkan. pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Tepat tidaknya. Sejalan dengan konsep pendidikan tersebut peran-peran apa yang tepat dimainkan oleh guru. karena memang hal itu sangat diperlukan dan sarananya ada. efektif tidaknya perlakuan . karena kondisinya mendukung.BAGAN 10. dan sebagainya. dalam waktu dan kondisi tertentu pula. Jadi. bukan hanya dalam pendidikan dan pengajaran tetapi juga dalam bidang -bidang lain. sesungguhnya realisasi dari peranan guru tersebut sangat situasional. Pada saat dan situasi tertentu peran menyampaikan materi pengetahuan memang tepat dan sangat diperlukan. Mereka melihatnya sebagai dua ekstrem. Pandangan sederhana dan polair seperti itu memang banyak ditemukan. Tujuan utama kegiatan guru dalam mengajar ialah mempengaruhi perubahan pola tingkah laku para siswanya. tidak ada yang berlaku umum. Sebenarnya semua konsep pendidikan itu baik atau memiliki kebaikankebaikan tertentu. yaitu siswa. sedangkan yang memberikan peranan sebagai pengarah. Pada saat dan situasi lain pengarahan dan dorongan terhadap siswa dalam merencanakan. fasilitator. dan mela ksanakan suatu kegiatan atau memecahkan suatu masalah adalah tepat. pendorong.1 Ragam peranan guru dalam proses belajar-mengajar PENYAMPAIAN PENGETAHUAN PELATIH KEMAMPUAN MITRA BELAJAR PENGARAH PEMBIMBING Para pelaksana pendidikan termasuk guru sering tidak melihat keempat peranan tersebut terletak dalam kontinum. Perubahan ini terjadi karena guru memberikan perlakuan-perlakuan. pembimbing. dalam memilih kegiatan yang akan dilakukan serta peranan yang akan dimainkannya. di samping kendala-kendala tertentu pula. pendorong. Praktik pendidikan yang memberikan peranan kepada guru hanya sebagai penyampai ilmu atau pelatih dianggap model lama. pembimbing dipandang model baru. Meskipun demikian ada satu hal yang menjadi acuan bagi guru. Pada satu ujung guru berperan sebagai penyampai ilmu dan pelatih dalam arti drilling. dan pada ujung lain peran guru sebagai pengarah. tetapi pada saat lain latihan pengembangan kemampuan dengan menggunakan media pembelajaran mutakhir tepat. konsep pendidikan mana yang paling tepat untuk mencapai tujuan tertentu bagi kelompok peserta didik tertentu.

dengan cara itu. antara guru dan administrator. dan membantu. tetapi dengan tugas yang berbeda. Hubungan antara guru dengan siswa harus didukung oleh hubungan yang sejalan antara guru dengan administrator dan guru dengan orang tua siswa. Antara siswa dan guru perlu terjalin k erja sama yang baik dalam belajar. Tujuan lainnya adalah mendorong dan meningkatkan kemampuan sebagai hasil belajar. Upaya guru memberikan perlakuan tersebut erat kaitannya dengan tingkat harapan dan perubahan yang diinginkannya. timbal balik antara guru dan siswa akan memperkaya kurikulum dan kegiatan belajar-mengajar pada kelas bersangkutan. jadi memungkinkan siswa untuk belajar sendiri. Di samping itu. Guru tak mungkin menjawab semua pertanyaan siswa. Kesempatan belajar yang diciptakan guru adalah agar merangsang siswa belajar. berkreasi dan berani mencoba sendiri sesuatu usaha instruksional yang lebih baru yang dipandangnya lebih relevan dengan kegiatannya selaku guru. Hubungan guru dengan administrator haruslah bersikap terbuka. Kesukaan dan sikap positif siswa kepada guru. berpikir. Minat dan pemahaman. untuk mendorong siswa memecahkan sendiri masalah-masalah yang mereka hadapi. melakukan penalaran. Hasil dan kemajuan belajar yang dicapai siswa ditentukan juga oleh bentuk hubungan antara guru dan siswa. diperlukan hubungan timbal balik antara guru dan siswa. Guru perlu menyenangi siswanya. guru harus memberikan kesempatan. Administrator mengadakan bimbingan dan supervisi dengan . Sebaliknya siswa juga harus menerima. dan menciptakan suasana kelas yang bebas. antara gu dan ru orang tua siswa. Karena itu guru harus memahami siswa yang dibimbingnya dan sebaliknya siswa harus mengakui kewibawaan pembimbingnya. antara guru dan siswa harus tercipta hubungan sebagai mitra belajar. guru dapat mempengaruhi perubahan tingkah laku siswa. Antara keduanya juga tercipta hubungan sebagai mitra yang baik. Untuk mencapai kedua tujuan di atas. menyenangi. bersikap menerima. bukan hanya dalam hubungan sebagai pembimbing dan yang dibimbing tetapi juga sebagai mitra belajar. sehingga memungkinkan guru mencari jalan. mengerti. Hubungan guru dengan siswa menjadi syarat mutlak. Jadi. dan menghormati gurunya.yang diberikan guru akan menentukan usaha belajar yang dilakukan oleh siswa. akan meningkatkan hasil belajar mereka.

keunggulan dan kekurangannya. Konsep modul dan sistem belajar sendirinya masih dipakai pada SMP dan Universitas Terbuka. Demikian pula hubungan antara guru dengan orang tua.kemampuannya. hambatan yang dihadapi serta faktor-faktor dominan yang mempengaruhinya. Salah satu prinsip pengajaran yang efektif.maksud merangsang kegiatan belajar para siswa. ada tiga langkah yang harus ditempuh. tetapi karena alasan-alasan tertentu. keduanya memiliki tanggung jawab yang sama dalam mengembangkan pribadi anak. "pendekatan multi metode-multi media". adalah nnenggunakan pendekatan atau metode dan media yang bervariasi. diarahkan pada memenuhi kebutuhan siswa. Perkembangan yang optimal hanya mungkin dapat dicapai apabila kegiatan yang dilakukan siswa dan bantuan yang diberikan guru. Setiap peserta didik sebagai individu mempunyai kemampuan. PPSP dibubarkan dan metode tersebut tidak digunakan lagi. Dalam mengoptimalkan perkembangan siswa. Guru harus mengenal dan memahami siswa dengan baik. Di sekolah. karakteristik dan problem-problem sendiri. yang berbeda dengan individu lainnya. harus pendekatan pembelajaran yang bersifat individual.sekolah biasa umumnya digunakan pendekatan yang bersifat klasikal. Dalam pendekatan klasikal sebenarnya tidak tertutup kemungkinan untuk memperhatikan perbedaan individual. Bagaimana bentuk hubungan dan pelaksanaan hubungan-hubungan itu tentu saja perlu dibicarakan dalam kerangka yang lebih luas. tetapi dengan tugas yang berbeda. Pembelajaran yang betul-betul disesuaikan dengan perbedaan individual. Pertama. Dengan . Kedua. mendiagnosis kemampuan dan perkembangan siswa. akan tetapi harus memberikan dukungan dan partisipasi sebesar mungkin untuk kepentingan pendidikan anak-anak mereka di sekolah. disesuaikan dengan kondisi siswa. kecepatan belajar. disesuaikan dengan kondisi tersebut. dan siswa menguasai apa yang diberikan atau memperoleh perkembangan secara optimal. memilih cara pembelajaran yang sesuai dengan kondisi siswa. Orang tua bukan saja harus percaya kepada guru. Pendekatan demikian pernah dilaksanakan pada delapan PPSP dengan menggunakan sistem modul. kemampuan. memahami tahap perkembangan yang telah dicapainya. Semua kegiatan dan fasilitas yang dipilih serta peranan yang dilakukan guru harus tertuju pada kepentingan siswa.

bantuan. atau di luar kegiatan pembelajaran. serta memberikan standar . antara belajar secara klasikal dengan belajar kelompok dan penugasan yang bersifat individual. Pembimbingan juga dapat berupa usaha-usaha pemberian remedial teach. akan mengoptimalkan perkembangan siswa.dan penggunaan metode dan media yang bervariasi tidak dengan sendirinya. Pengembartgan kurikulum tersebut sudah tentu memiliki tujuan dan latar belakang tertentu yang sangat mendesak dan mendasar. di samping pembelajaran menjadi lebih menarik. dan sentral. antara yang hanya menggunakan kapur-papan tulis dengan menggunakan media. mengolah. antara me. menyajikan. dan Sekolah Menengah Kejuruan pada prinsipnya seragam. Pemilihan . atau jenjang/jenis sekolah.menggunakan metode dan media yang bervariasi. Variasi antara yang menckankan pengetahuan dengan keterampilan dan nilai-nilai. Ketiga.desentral. Pelaksanaan metode pembelajaran tersebut perlu disertai dengan usaha-usaha pemberian dorongan. Dalam pembelajaran guru dapat mengadakan variasi. antara metode yang lebih mengaktifkan guru dengan yang mengaktifkan siswa. pengembangan kurikulum dapat dibedakan antara yang bersifat sentralisasi. pengarahan dan bimbingan dari guru. Kurikulum bersifat uniform untuk seluruh negara. Pembimbingan ini diberikan pada saat kegiatan pembelajaran. Juga variasi antara kegiatan yang bersifat menerima. Tujuan utama pengembangan kurikulum yang uniform ini adalah untuk menciptakan persatuan dan kesatuan bangsa. Dalam pengembangan kurikulum yang bersifat sentralisasi. karena sering terjadi pergantian kegiatan. dan penilaian. kegiatan pembimbingan. Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama. kurikulum disusun oleh sesuatu tim khusus di tingkat pusat. pengawasan. Sekolah Menengah Umum. C. daerah. Kurikulum untuk Sekolah Dasar. Peranan Guru dalam Pengembangan Kurikulum Dilihat dari segi pengelolaannya. desentralisasi.dia sederhana dengan media yang lebih kompleks. Di Indonesia dewasa ini terutama pada jenjang pendidikan dasar dan menengah digunakan model Mi. perbedaan-perbedaan individual dapat terlayani.ing dan pengayaan.

penguasaan yang sama bagi seluruh wilayah. fasilitas yang memadai. serta lebih hemat dilihat dari segi biaya. Penyeragaman yang sangat jauh dari kondisi dan sifat sesuatu wilayah akan menghambat kepesatan perkembangan wilayah tersebut. Kedua. wilayah negara Indonesia luas sekali. alam dan sosial budayanya. Dalam kurikulum yang seragam. dan manajemen yang mapan. prosedur dan alat penilaian serta standar . perkembangan dan kemampuan sekolah juga berbeda. kondisi dan karakteristik tiap daerah berbeda-beda. yang ingin mengutamakan golongan atau kelompoknya dan menggunakan sekolah sebagai alat untuk mencapai tujuan tersebut. karena memililci personalia. Ketiga. sukar sekali. Ada sekolah yang sudah mapan mampu berdiri sendiri dan melakukan pengembangan sendiri. Keem pat. Penyeragaman dapat menghambat kreativitas. dapat memperlambat kemajuan sekolah yang sudah mapan dan menyeret perkembangan sekolah yang masih terbelakang. adanya golongan atau kelompok tertentu dalam masyarakat. dimonitor dan dievaluasi. Kelebihannya selain mendukung terciptanya persatuan dan kesatuan bangsa. terbentuk atas pulau-pulau yang satu sama lain letaknya berjauhan dan terpisahkan oleh laut. Kedua. juga model ini mudah dikelola. Hal-hal di atas tampaknya sesuai dengan kondisi dan tahap perkembangan negara kita dewasa ini. ketidakadilan dalam menilai hasil. ada daerah kaya dan daerah miskin dan sebagainya. karena segalanya masih berada pada tingkat darurat. Jumlah yang demikian ini tampaknya jauh lebih banyak dibandingkan dengan sekolah yang telah mapan. Yang dimaksudkan dengan seragam dalam penilaian yaitu kesamaan di dalam segi yang dinilai. menyeragamkan kondisi yang berbeda-beda keadaan dan tahap perkem. Model pengembangan ini memiliki beberapa kelemahan. ada yang sudah maju sekali dan ada yang sangat terbelakang.bangan intelek. penilaian sering dilakukan secara seragam pula. ada daerah tertutup ada yang terbuka. Model pengembangan kurikulum yang bersifat sentralisasi mempunyai beberapa kelebihan di samping juga kelemahan. dan tercapainya standar minimal penguasaan/perkembangan anak. Hal itu dilatarbelakangi oleh beberapa kondisi. Pertama. dan fasilitas. Pertama.beda. waktu. Seko yang lah lain kondisinya sangat memprihatinkan.

Evaluasi kurikulum merupakan kegiatan menilai pelaksanaan dan hasil-hasil penggunaan suatu kurikulum.2 Bagan 10. tingkat intelek.2 Tahap dan Lingkup Pengembangan Kurikulum . kemampuan dan fasilitas sekolah. atau meliputi seluruh wilayah. yaitu tahap perancangan. dan sebagainya. Pelaksanaan kurikulum atau disebut juga implementasi kurikulum. Terlepas dari pro dan kontra. Kurikulum mikro merupakan jabaran atau rincian dari kurikulum makro. penggunaan standar yang sama untuk semua sekolah di seluruh wilayah akan memberikan gambaran hasil yang beragam dan menunjukkan adanya perbedaan yang sangat ekstrem. Dalam situasi yang tidak sehat bukan tidak mungkin terjadi pembocoran soal. sosial budaya. Pengabaian faktor-faktor yang mempengaruhi proses pendidikan merupakan suatu ketidakadilan.penilaian. atau kurikulum tertulis. Kurikulum juga dapat dilihat dalam lingkup makro dan juga mikro. Hasil pendidikan dan pengajaran sangat dipengaruhi oleh faktorfaktor di atas. di samping adanya cemoohan dari berbagai pihak. Ketiga. sedangkan bagi sekolah yang hasilnya sangat jelek akan mengakibatkan rasa rendah din. Di muka telah dibahas bahwa dalam wilayah Indonesia yang luas ini terdapat keragaman kondisi alam. atau seluruh siswa pada jenjang pendidikan tertentu. Kurikulum makro yaitu kurikulum yang menyeluruh meliputi semua komponen. kelebihan dan kekurangannya kita akan mencoba melihat peranan guru di dalamnya. Kedua dimensi pengembngan kurikulum tersebut dapat dilihat pada Bagan 10. atau rancangan bagi pelaksanaan pengajaran di kelas. pelaksanaan dan evaluasi. meliputi kegiatan menerapkan semua rancangan yang tercantum dalam kurikulum tertulis. ketidakjujuran dalam penilaian. Bagi sekolahsekolah yang kebetulan hasilnya sangat baik dapat menimbulkan sikap kecongkakan. Peranan guru baik dalam model sentralisasi maupun desentralisasi dapat dilihat dalam tiga tahap. Pengembangan kurikulum pada tahap perancangan berkenaan dengan seluruh kegiatan menghasilkan dokumen kurikulum.

Implementasi kurikulum hampir seluruhnya bergantung pada kreativitas. Guru menyusun kuriku. menyusun dan melaksanakan evaluasi. catur wulanan. Penyusunan kuri. mampu memilih dan melaksanakan metode mengajar yang sesuai dengan kemampuan siswa. Peranan guru dalam pengembangan kurikulum yang bersifat sentralisasi Dalam kurikulum yang bersifat sentralisasi.1. beberapa minggu ataupun beberapa hari saja. tetapi guru masih mempunyai tugas untuk mengadakan penyempurnaan dan penyesuaian-penyesuaian. metode dan media pembelajaran. Program tahunan. Menjadi tugas gurulah menyusun dan merumuskan tujuan yang tepat. bahan pelajaran. ataupun satuan pelajaran memiliki kornponen-komponen yang sama yaitu tujuan. memiliki metode dan media mengajar yang bervariasi. yang terdiri atas para ahli. guru tidak mernpunyai peranan dalam perancangan. semesteran. Kurikulurn untuk saw tahun. satu catur wulan. bahan pelajaran dan banyak mengaktifkan siswa. sedangkan kurikulum untuk beberapa minggu atau hari. Guru juga berkewajiban untuk menjelaskan kepada para siswanya tentang apa yang akan dicapai dengan pengajarannya. dan ketekunan guru. semesteran. catur wulanan. satu semester atau satu catur wulan disebut juga program tahunan. Kurikulum makro disusun oleh tim atau komisi khusus. disebut satuan pelajaran. minat dan tahap perkembangan anak. dan evaluasi kurikulum yang bersifat makro. Guru hendaknya mampu memilih. kecakapan.kulum mikro dijabarkan dari kurikulum makro. Walaupun kurikulum sudah tersusun dengan berstruktur. Ia juga hendaknya melakukan berbagai upaya untuk membangkitkan motivasi belajar. satu semester. mereka lebih berperan dalam kurikulum mikro. Guru hendaknya mampu memilih dan menciptakan situasi-situasi belajar yang menggairahkan siswa. dan evaluasi. serta menyusun program dan alat evaluasi yang tepat. hanya keluasan dan kedalamannya berbeda-beda. baik untuk mengevaluasi perkembangan atau hasil belajar siswa untuk menilai efisiensi pelaksanannya itu sendiri. kesungguhan. memilih dan menyusun bahan pelajaran yang sesuai dengan kebutuhan.lum dalam bidangnya untuk jangka waktu satu tahun. Suatu kurikulum yang tersusun sistematis dan rinci akan sangat memudahkan guru dalam implementasinya. menciptakan situasi .

. Beberapa kelemahan bentuk kurikulum ini. dengan demikian akan terjadi semacam kompetisi dalam pengembangan kurikulum. baik kemampuan profesional.kompetitif dan kooperatif. serta membantu mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi siswa. (3) disusun oleh guru-guru sendiri dengan demikian sangat memudahkan dalam pelaksanaannya. 2. (3) adanya kesulitan bila terjadi perpindahan siswa ke sekolah/ wilayah lain. kebutuhan. (4) sukar untuk mengadakan pengelolaan dan penilaian secara nasional. Kelebihan-kelebihannya. di antaranya (1) kurikulum sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat setempat. (5) belum semua sekolah/daerah mempunyai kesiapan untuk menyusun dan mengembangkan kurikulum sendiri. finansial maupun manajerial. mencari dan menciptakan kurikulum yang sebaik-baiknya. perkembangan daerah serta kemampuan sekolah atau sekolah-sekolah tersebut. tetapi kurikulum ini cukup realistis. Kurikulum ini diperuntukkan bagi suatu sekolah atau lingkungan wilayah tertentu. memberikan pengarahan dan bimbingan. Bentuk kurikulum seperti ini mempunyai beberapa kelebihan di ‡samping juga kekurangan. Pengembangan kurikulum semacam ini didasarkan atas karakteristik. (2) tidak adanya standar penilaian yang sama. berusaha memahami secara saksama potensi dan kelemahan siswa. adalah: (1) tidak adanya keseragaman. (2) kurikulum sesuai dengan tingkat dan kemarnpuan sekolah. guru) untuk mengembangkan din. Dalam kondisi ideal guru juga berperan sebagai pembimbing. Peranan guru dalam pengembangan kurikulum yang bersifat desentralisasi Kurikulum desentralisasi disusun oleh sekolah ataupun kelompok sekolah tertentu dalam suatu wilayah atau daerah. sehingga sukar untuk diperbandingkan keadaan dan kemajuan suatu sekolah/wilayah dengan sekolah/wilayah lainnya. (4) ada rnotivasi kepada sekolah (kepala sekolah. untuk situasi yang membutuhkan keseragaman demi persatuan dan kesatuan nasional. tiap sekolah atau wilayah mempunyai kurikulum sendiri. Dengan demikian kurikulum terutama isinya sangat beragam. bentuk ini kurang tepat. Guru memberikan tugas-tugas individual atau kelompok yang akan memperkaya dan memperdalam penguasaan siswa.

yaitu bentuk sentraldesentral. bukan hanya dalam penjabaran kurikulum induk ke dalam program tahunan/semester/ catur wulan. dasar keguruan. mereka mempunyai perasaan turut memiliki kurikulum dan terdorong untuk mengembangkan pengetahuan dan kemampuan dirirtya dalam pengembangan kurikulum. atau satuan pelajaran. ditentukan atau disusun bersama di tingkat nasional. peranan guru dalam pengembangan kurikulum lebih besar dibandingkan dengan yang dikelola secara sentralisasi.kelompok mata kuliah atau program inti yang seragam. Bentuk kurikulum yang berlaku pada IKIP. dengan demikian pelaksanaan kurikulum di dalam kolas akan lebih tepat dan lancar.Untuk mengatasi kelemahan kedua bentuk kurikulum tersebut. mereka akan memahami dan benar-benar menguasai kurikulumnya. Perbedaan antara suatu IKIP dengan IKIP lainnya adalah pada kelompok mata kuliah kejuruan atau spesialisasi. . tetapi peren.cana. tetapi juga di dalarn menyusun kurikulum yang menyeluruh untuk sekolahnya. Dalarn kurikulum yang dikelola secara desentralisasi dan sampai batasbatas tertentu juga yang sentralisasi-desen-tralisasi. dengan adanya usaha-usaha ke arab penyeragaman. Dewasa ini kadar desentralisasinya agak berkurang. Untuk beberapa perguruan tinggi sejenis dikembangakan kerangka kurikulum dan kelompok. Karena guru-guru sejak awal penyusunan kurikulum telah diikutserta. Beberapa waktu yang lampau di Perguruan Tinggi di Indonesia digunakan model pengembangan kurikulum yang sifatnya desentralisasi. Guru bukan hanya berperan sebagai pengguna. pengernbang dan juga pelaksana dan evaluator kurikulum.desentralisasi. penyusun. dan proses belajar mengajar yang seluruhnya seragam. Sebagai contoh. pada IKIP atau FKIP ada kelompok-kelornpok mata kuliah dasar umum. bentuk campuran antara keduanya dapat digunakan.kan. pemikir. Dalam kegiatan seperti itu. Tiap universitas. FKIP ini mungkin dapat diklasifikasikan sebagai kurikulum sentralisasi. satu berbeda dengan yang lainnya. Guru-guru turut berpartisipasi. institut. atau akademi mempunyai otonomi untuk menyusun dan mengembangkan kurikulum sendiri. Guru-guru turut memberi andil dalam merumuskan setiap komponen dan unsur dari kurikulum.

Sebab lain yang mendorong pertambahan calon siswa ke sekolah. berkenaan dengan penyediaan fasilitas belajar bagi semua anak usia sekolah. juga menuntut penambahan jumlah tenaga guru.sekolah adalah kebijaksanaan pemerintah yang memberikan kesempatan yang luas dalam pendidikan. gedung peralatan dan sebagainya proses pendidikan masih dapat berjalan walaupun dalam keadaan darurat. Telah disinggung sebelumnya bahwa pertarnbahan jumlah siswa tersebut selain menuntut penambahan ruang kelas. kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan telah sernakin besar dan kemampuan ekonomi orang tua juga telah semakin baik. Di samping itu.D. peralatan sekolah dan peralatan belajar. terutama dengan diterapkannya wajib belajar sembilan tahun. yaitu masalah kuantitas dan kualitas pendidikan. pada daerah-daerah tertentu terjadi pengurangan jumlah murid. Dengan penambahan jumlah siswa tersebut dibutuhkan penambahan tenaga guru . dan tenaga kependidikan lainnya. Dalam pendidikan di Indonesia kita menghadapi dua masalah besar. Salah satu penyebab utama yang menuntut pengembangan kuantitas pendidikan adalah angka kelahiran. hal itu kemungkinan besar disebabkan keberhasilan program keluarga berencana. Guru memegang peranan kunci bagi berlangsungnya kegiatan pendidikan. Masalah pertama kuantitas pendidikan. Pendidikan Guru 1. clan perguruan tinggi. Tanpa kelas. Kecuali di sekolah dasar. gedung. Membesarnya jumlah murid SD dengan sendirinya mengakibatkan membesarnya juga jumlah siswa SLP. Akibatnya sekolah-sekolah setiap tahun dihadapkan pada masalah melimpahnya calon murid yang semakin membengkak. tetapi tanpa guru proses pendidikan hampir tak mungkin dapat berjalan. Masalah pendidikan guru Masalah pendidikan guru tidak dapat dilepaskan dari masalah pendidikan secara keseluruhan. Hal itu menyebabkan makin membesarnya jumlah calon murid ke sekolah dasar. SLA. gedung dan peralatan sekolah. guru. Meskipun persentasenya sudah semakin mengecil tetapi angka pertambahan kelahiran total masih cukup besar. Hal itu berkenaan dengan penyediaan ruang kelas.

salah satu program yang sampai sekarang masih berjalan adalah program bantuan pengembangan profesi. Pertama. sedangkan pelatihan dalam jabatan. Masalah kedua yang dihadapi dunia pendidikan di Indonesia adalah menyangkut kualitas. 2. program pendidikan guru perlu diakreditasi dengan standar yang memungkikan calon guru bisa bekerja . Banyak cara yang telah ditempuh dalam meningkatkan kompetensi guru. yaitu pendidikan umum. program pendidikan guru hendakriya memiliki tiga komponen yang terintegrasi. Keempat. Hanya yang memperlihatkan hasil-hasil yang baiklah yang dapat diluluskan. Masyarakat dan para ahli pendidikan banyak yang mensinyalir bahwa mutu pendidikan dewasa ini belum seperti yang diharapkan. seperti: tes tertulis. dan kedua mungkin karena kemampuan profesional guru yang memang masih kurang. Kedua. SLP. yang lain perlu pembinaan lagi. Standardisasi pendidikan guru Ada beberapa prinsip yang perlu dijadikan pegangan dalam pengembangan pendidikan guru. Salah satu pendekatan yang telah dilaksanakan dalam pendidikan prajabatan adalah pendekatan kompetensi. Penerimaan didasarkan atas pertimbangan potensi. Selain masih kurangnya sarana dan fasilitas belajar yang tersedia. serta karakteristik pribadi yang dim i liki yang sesuai dengan sifat jurusan /program yang dipilih. maupun pendidikan dalam jabatan (in-service training). SLA maupun perguruan tinggi. pengamatan praktik secara langsung dan melalui video. dan keahlian dalam kurikulum dan pengajaran. syarat untuk masuk ke lembaga pendidikan guru (tingkat universitas) harus standar. serta penilaian atas hasil kerja mereka. lisan. minimal satu bidang spesialisasi. pertama guru belum atau tidak bekerja dengan sungguh-sungguh. perkembangan calon guru dinilai selama program berlangsung dengan teknik penilaian yang bervariasi. Banyak faktor yang mungkin melatarbelakangi hal tersebut. kecakapan. baik melalui pendidikan prajabatan (pre-service education). tetapi prosedurnya cukup fleksibel sehingga dapat menjaring calon-calon yang potensial dan cocok. adalah karena faktor guru. Hal itu pun mungkin disebabkan dua hal.yang cukup besar pula setiap tahunnya baik untuk tingkat SD. Ketiga.

Implementasi program 1. yang akan menjadi acuan. 5. Rencana program bersifat menyeluruh.dengan baik. Dosen lembaga pendidikan guru memiliki pengetahuan praktis tentang lapangan (sekolah dan pelaksanaan pengajaran). yaitu: perencanaan. . a. pelaksanaan maupun evaluasi program pendidikan guru. standar yang digunakan serta memberikan sertifikasi terhadap guru. dan keterampilan yang esensial bagi pelaksanaan pengajaran yang efektif.gotaan dalam profesi guru. dan isi program serta keang. 2. Program disusun dan dikembangkan oleh ekspert dalam ilmu pendidikan (pedagogy). pembinaan serta pelulusannya sesuai dengan tujuan program. perlu ada lembaga yang memberikan legalitas terhadap kelayakan program pendidikan guru. Kelima. Lembaga ini dikelola oleh para ahli pendidikan guru. Program disusun secara sistematis dan berisi perpaduan antara pendidikan umum. personalia. Program menyediakan kesempatan yang cukup bagi calon guru untuk mempraktikkan apa yang mereka pelajari. Perencanaan program 1. standar pendidikan guru meliputi lima komponen pendidikan. b. 3. 3. para guru dan pelaksana pendidikan. penguasaan pengetahuan. Prosedur penerimaan siswa. Pendidikan guru perlu memiliki suatu standar. berisi pemberian kesempatan untuk pengembangan sikap. Dengan mengacu pada National Education Association (NEA) Amerika Serikat. 2. baik dalam pengembangan. Tujuan program adalah menyiapkan calon guru agar mampu mengajar secara efektif. bidang studi dan profesi kurikulum. 4. 4. dalam bidang studi (spesilisasi) bersama para praktisi pendidikan. Perencanaan program didasarkan atas pengetahuan tentang apa yang akan dikerjakan guru di sekolah. irnplementasi. Implernentasi program sejalan dengan tujuan dan rencana prog.ram.

5. Personalia program 1. 4. Program menyediakan pengajaran bidang studi secara mendalam. 6. Dosen. 7. 2. Program menyediakan pengajaran tentang pertumbuhan dan perkembangan anak. baik yang berkenaan dengan bahan yang a kan diajarkan maupun bahan yang berhubungan erat. Program menyediakan pengajaran tentang bagaimana siswa belajar. Isi program 1. dan sosial ekonomi. Program menyediakan pengajaran tentang berpikir kritis. bahasa. Program menyediakan kesempatan bagi calon guru untuk memperoleh dan menerapkan pengetahuan dan keterampilan secara efektif terhadap siswa dari berbagai latar belakang budaya. Program menyediakan latihan bagi penguasaan keterampilan dasar yang belum dimiliki calon guru pada waktu masuk. . Proses pengajaran 1) Program menyediakan pengajaran bagi pengembangan fisik dan intelek siswa dari berbagai latar belakang. 2. ras. guru pamong dan staf lainnya dievaluasi dengan kriteria standar. Bahan pelajaran 1. pemecahan masalah dan kreativitas. 5. c. d. dipersiapkan khusus melalui latihan yang intensif dalam bidangnya. Program menyediakan pengajaran untuk pendidikan umum 3. dan penentuan kebijaksanaan personalia didasarkan atas hasil evaluasi tsb. 3. agama. 2. Program memadukan metode mengajar dengan bahan pelajaran. Dosen dan guru-guru yang membimbing calon guru. Dosen lembaga pendidikan guru dan guru-guru di lapangan memperlihatkan sikap dan perilaku seperti yang diharapkan dalam program.

. atau penerapannya secara berangsur-angsur. 2) Program menyediakan pengajaran tentang hubungan antara organisasi profesi dengan lembaga-lembaga pemerintah yang mengelola pendidikan. Keanggotaan profesi 1) Program menyediakan pengajaran tentang bagaimana suatu profesi diorganisasi.butir tertentu membutuhkan beberapa penyesuaian. fungsi berbagai organisasi profesi dan tanggung jawab anggota suatu organisasi profesi. 5) Program menyediakan pengajaran bagaimana bekerja dan membantu anak anak yang berkelainan. 6) Program meliputi pengajaran tentang pengelolaan kelas. bukan cetak dan alat-alat teknologi. 11) Program menyediakan pengajaran tentang kebijaksanaan pemerintah dan pengelolaan pendidikan. terutama yang berhubungan dengan peranan profesional guru. 7) Program menyediakan pengajaran tentang pengembangan keterampilan hubungan interpersonal dan proses kelompok. e. 12) Program menyediakan pengajaran tentang hak dan tanggung jawab guru dart siswa. Perencanaan dan implementasi program pendidikan guru di Indonesia dapat dikembangkan dengan menggunakan standar NEA sebagai acuan. 9) Program menyediakan pengajaran tentang penilaian proses dan hasil belajar. walaupun untuk butir. 3) Program menyediakan pengajaran tentang peranan guru dalam penentuart keputusan. pentingnnya dan sumbangan sekolah terhadap pembangunan bangsa. 10) Program menyediakan pengajaran tentang peranan. 8) Program menyediakan pengajaran tentang keterampilan berkomunikasi secara luas. Hampir seluruh butir standar dapat diterapkan.2) Program menyediakan pengajaran tentang strategi pemgajaran. 4) Program menyediakan pengajaran bagimana menggunakan bahan cetak.

Beberapa butir dalam standar menekankan hal itu. Adanya perbedaan pandangan yang jauh. pengembangan program pendidikan guru yang bermutu standar membutuhkan kepedulian. tetapi juga bisa banyak. Apakah imbalan finansial yang akan menumbuhkan enjoyness? atau pimpinart yang bijaksana dengan kepemimpinannya yang terbuka? atau . Apa yang harus diupayakan agar para pelaksana pendidikan guru merasa enjoy. harus: Keempat. Hal yang sama juga berlaku agar para guru di sekolah merasa enjoy dengan pekerjaannya. membutuhkan beberapa hal.tang program dan standar program pendidikan guru. Sudah siap dan akan siapkah par dosen dan gurua guru di lapangan untuk menjadi ekspert dan model guru yang didambakan? Apa yang harus dilakukan terlebih dahulu agar mereka betul-betul siap? Guru profesional bukan hanya tahu banyak.Peningkatan mutu pendidikan guru melalui penerapan standar. Ketiga. menjadi barisan terdepan dalam pembinaan profesi guru. betul-betul bisa mengajar diperlukan pengalaman praktik yang memadai. belajar berlatih dan berbuat banyak. selain akan menghambat kelancaran pengembangan program. agar guru-guru yang dihasilkan dari lembaga pendidikan guru. juga bisa menghambat pencapaian program yang bermutu. Pertarna. Untuk itu diperlukan tempat praktik yang representatif yang memung. motivasi dan dedikasi yang tinggi dari para pelaksananya. perlu adanya kesiapan terutama dari para pengelola dan pelaksana program. perlu adanya kesamaan pandangan dari berbagai pihak yang berkepentingan dan terlibat dalam pengembangan pendidikan guru. dengan fasilitas dan peralatan praktik yang memadai.Idnkan para siswa calon guru. Pengembangan program pendidikan guru yang bermutu standar membutuhkan dalam menilai kompetensi. apabila para pelaku pekerjaan itu merasa enjoy dengan pekerjaan tersebut. Kedua. Dosen lembaga pendidikan guru dan guru pamong. Mereka harus menjadi ekspert dan sekaligus contoh model bagi para siswa pendidikan guru. Ini me nyangkut tersedianya tempat praktik yang representatif. ten. Upaya apa yang harus dilakukan agar tercipta kondisi tersebut? Suatu pekerjaan akan dilakukan dengan sungguh-sungguh dan penuh semangat.

Beberapa ahli lebih setuju memakai kata performance (perbuatan atau perilaku) daripada competence.  Harus objektif. Penilaian kompetensi siswa:   Menggunakan perbuatan siswa sebagai sumber pertama. Dirumuskan secara jelas sehingga dapat diukur dalam perilaku siswa sebagai perwujudan kemampuannya.  Dapat dikenal secara umum.  Kriteria tersebut harus dipublikasikan. menginterpretasikan. juga mengguriakan pengetahuan siswa yang berkaitan dengan rencana untuk menganalisis. Dalam tulisan ini keduanya dipandang sama. adalah model pendidikan guru berdasarkan kompetensi (PGBK) atau competence based teacher education (CBTE). Kriteria yang digunakan untuk mengukur kompetensi:  Didasarkan dan disesuaikan dengan kompetensi-kompetensi yang spesifik. dan minilai situasi atau perilaku. pelaksanaan program serta hal-hal yang bersifat umum.sistem kenaikan pangkat yang terbuka yang memungkinkan guru-guru (termasuk guru sekolah dasar) bisa mencapai golongan IVe? atau faktor-faktor lainnya? 3. b. . 1) Berkenaan dengan program pendidikan Elam merumuskan unsurunsur sebagai berikut: a. Unsur-unsur itu berkenaan dengan program pendidikan. keterampilan dan perilaku) yang diperlihatkan siswa:   Berasal dari konsep yang tampak dari perenan guru. c. Stanley Elam (1971) merumuskan beberapa unsur yang esensial dalam PGBK. Pendidikan guru berdasarkan kompetensi Salah satu model pendidikan guru yang mungkin bisa mencapai standar. Kompetensi (pengetahuan. karena dipandangnya lebih luas.  Dirumuskan secara eksplisit dan menunjuk pada tingkat penguasaan tertentu.

dengan unsur-unsur (tujuan. personal dan independen. Semua komponen pengajaran tersusun secara sistematis terarah pada pencapai tujuan tertentu. e. Perkembangan siswa dalam menempuh program pendidikan ditentukan oleh kompetensi yang telah dikuasai. karena tiap siswa punya latar belakang dan tujuan yang berbeda. maka pengajaran sangat bersifat personal dan individual. menurut Elam ada beberapa karakteristik dasar yang menyangkut hal-hal lain yang lebih umum. Dalam PGBK waktu bukan sesuatu yang konstan tetapi hanya sebagai variabel. . maju sesuai dengan iramanya sendiri. 2. kegiatan pembelajaran. Di samping dua komponen PGBK di atas. b. Pengajaran bersifat individual dan personal. Program pengajaran ditujukan untuk mendorong perkembangan siswa serta menilai penguasaan siswa tentang kornpetensi kompetensi tertentu. Pelaksanaan pengajaran bersifat modular. d. Setiap basil yang is memperoleh merupakan umpan balik yang menentukan kegiatan selanjutnya. apabila telah mengusai semua kemampuan yang dituntut. Siswa dinyatakan telah selesai dalam sutau program. pra-penilaian. Penekanan program pengajaran adalah pada keluaran (hasil) dan bukan pada masukan. Pengajaran modular memungkinkan pengajaran bersifat individual. prasyarat. dari guru atau dari dirinya sendiri. e. dan bukan ditentukan oleh waktu atau mata pelajaran yang telah ditempuh. pasca-penilaian. f. Berkenaan dengan pelaksanaan program menurut Elam PGBK memiliki karakteristik sebagai berikut: a. 3.d.kemampuan tertentu. Pengalaman belajar siswa dituntun oleh umpan balik yang diterima dari teman. c. dan perbaikan) ditujukan membantu siswa menguasai kemampuan. Modul merupakan seperangkat kegiatan belajar. Program pengajaran tersusun dalam suatu sistem.

c. Karena PGBK menekankan pada perbuatan maka kegiatan pengajarannya sebanyak-banyaknya dilaksanakan di lapangan dalam situasi yang nyata. f. e. Siswa bukan saja harus menguasai teknik-teknik pengajaran. Perbuatan guru memanifestasikan penguasaan behavioral science yang luas. Guru menguasai teknik-teknik komunikasi serta strategi mengajar dengan baik. Dalam keputusan is ambit secara rasional. d. 4. Bahan-bahan disusun dalam bentuk materi protokol dan dibantu atau diintegrasikan dengan materi latihan. 2.a. tetapi juga harus menguasai teknik-teknik pengajaran. ia pula yang mencobanya. Guru adalah orang yang berpendidikan luas dengan latar belakang bidang pengajaran yang mendalam. 5. Dalam perbuatannya guru merefleksikan profesionalisme. Pembinaan profesional bukan hanya pada pendidikan pra-jabatan tetapi diteruskan dalam pengembangan karier. b. mengintegrasikan dan memecahkan problem-prob. Pendidikan guru yang didasarkan atas kompetensi mengajar dan PGBK mempunyai beberapa proposisi: 1. Guru dan siswa bersama-sama merencanakan pengajaran. Siswa membuat keputusan tentang pengajarannya.penelitian. serta menilai hasil dan pelaksanaannya. Bahan-bahan memungkinkan dan pengalaman disiapkan dalam bentuk yang dan banyak mendapatkan konsep. Dalam pelaksanaan pengajaran siswa banyak mendapat kesempatan berlatih membuat penentuan keputusan. Untuk memberikan umpan batik dalam rangka perbaikan dan mengadakan regeneratif maka siswa juga mengadakan penclitian. harus mampu mendiagnosis. Program pengajaran berpusat pada lapangan. keterampilan pengetahuan. . 3.lem pengajaran. g.

15. Melaksanakan pengajaran sesuai dengan rencana tersebut 5. Mendiagnosis kebutuhan emosional. STKIP sebagai lembaga pendidikan guru Di Indonesia dewasa ini. dan PGA pada jenjang pendidikan menengah. 6. Jones ada lima belas kompetensi yang harus dimiliki guru yaitu: 1. FKIP. Merencanakan dan melaksanakan penilaian untuk menilai hasil belajar siswa dan efektivitas pengajaran. 7. emosi. 2. Dewasa ini penyiapan . Memonitor proses dan hasil belajar dan mengadakan perbaikan pengajaran. Merumuskan tujuan-tujuan instruksional yang didasarkan atas kebutuhan siswa. 12. 4. FKIP. 8. Sebelumnya pada jenjang pendidikan menengah juga ada SPG dan SGO yang menyiapkan calon-calon guru sekolah dasar. intelektual siswa. Menganalisis efektivitas keprofesionalannya dan terus berusaha memperluas efektivitas tersebut. Menguasai bidang studi yang akan diajarkannya. Bekerja efektif dalam kelompok profesional. sosial. 10. 11. 14. kita mempunyai dua kelompok lembaga pendidikan guru. 13. IKIP.Menurut Robert Houston dan Howard L. dan STKIP yang merupakan lembaga pendidikan guru pada jenjang perguruan tinggi. 3. Memperlihatkan pola-pola komunikasi yang efektif dalam kelas. jasmani dan intelek siswa. 9. yaitu: IKIP. Memperlihatkan keterampilan mengajar dan model-model pengajaran untuk mencapai tujuan tertentu bagi siswa tertentu. Membuat rencana pelajaran untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Sensitif terhadap kebutuhan dan perasaan sendiri dan juga terandap kebutuhan dan perasaan orang lain. Menggunakan keterampilan manajerial dan organisasi dalam mendorong perkembangan sosial. Menyesuaikan pengajaran dengan latar belakang budaya siswa. jasmaniah. Menggunakan sumber-sumber yang sesuai untuk mencapai tujuan pengajaran. 4.

Diploma 3 paket kurikulum 6 semester. berada langsung di bawah Mendikbud. LPTK (IKIP. belum ada FKIP dan STKIP yang menyelenggarakan jenjang program S2 dan S3. dan STKIP. dan program studi. mempunyai sejumlah Jurusan dan Program Studi. rentang studi 6-10 semester clan Diploma 4 paket kurikulum 8 semester. FKIP merupakan lembaga pendidikan guru.ter di atas SMTA. dan rentang studi 2-4 semester. IKIP sebagai lembaga pendidikan guru berstatus institut merupakan lembaga otonom. Menurut Kepmen 211 tahun 1982. FKIP. Program gelar memberikan tekanan pada pembentukan keahlian akadernik. tetapi kedudukannya otonom seperti IKIP (di bawah Menteri). ada tiga jenjang program gelar. Di. yaitu IKIP.guru-guru sekolah dasar dikerjakan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) yang merupakan Program D2 pada IKIP. tujuan dan misinya sama. perbedaannya hanya pada keorganisasiannya saja. rentang studi 8-14 semester di atas SMTA. terdiri atas Diploma I dengan paket kurikulum 2 semester. program gelar clan non-gelar. jurusan. berstatus fakultas berada di universitas (di bawah Rektor). yaitu Sarjana (Si) dengan rentang studi 8-14 semester. dan STKIP) mempunyai misi menyiapkan tenagatenaga profesional di bidang kependidikan.ploma II paket kurikulum 4 semester. Dalam bagian ini yang akan dibahas terbatas hanya pada IKIP. Meskipun ada tiga lembaga formal lembaga pendidikan guru berjenjang pendidikan tinggi. FKIP. sedang non. mempunyai jumlah fakultas. Program non-gelar disebut juga program Diploma. jenjang Pascasarjana (52) rentang studi 12-18 semester dan jenjang Doktor (S3) rentang 16-22 semes. dan STKIP sebagai lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) yang menyiapkan guru dan tenaga kependidikan lainnya pada jenjang Sekolah Dasar. Selama ini .gelar pada keahlian profesional. FKIP. dalam berbagai bidang keahlian/program studi. Sekolah Lanjutan Pertama dan Sekolah Lanjutan Atas serta LPTK sendiri. FKIP. dan STKIP. rentang studi 4-6 semester. STKIP setara dengan FKIP mempunyai beberapa Jurusan dan Program Studi. tetapi dasar. Dewasa ini yang menyelenggarakan jenjang program S2 dan S3 hanya beberapa IKIP.

baik bidang studi maupun kependidikan.program Diploma yang dilaksanakan di LPTK adalah Diploma II dan III. yaitu guru dan non-guru. dan pendidikan luar biasa. Akta IV setelah memiliki 124 SKS dan Akta V setelah memiliki 160 SKS pada bidang studi non-kependidikan. ada lagi satu program yang diterapkan pada LPTK. kelompok pendidikan ilmu sosial. Penyiapan tenaga kependidikan pada LPTK umumnya menggunakan model pendidikan simultan (concurrent model) yaitu materi bidang studi diberikan bersama-sama dengan materi kependidikan. serta olah raga dan kesehatan. tetapi bagi luar LPTK yang ingin menjadi guru. Selain kedua program di atas. pendidikan luar sekolah. administrasi pendidikan. dan dewasa ini program Diploma III juga sudah mulai tidak dibuka lagi. Program ini ditujukan untuk memberikan wewenang kependidikan khususnya wewenang mengajar. Ada lima jenjang program Akta. Peningkatan profesionalisme para dosen dilakukan melalui program S2 dan S3. Walaupun LPTK umumnya tidak menerapkan konsep PGBK secara utuh. bidang bimbingan dan konseling. Akta I setelah memiliki 20 SKS. kecuali untuk program akta bagi talon guru dari luar LPTK menggunakan model pendidikan berurutan (consecutive model). baik untuk jenjang Sekolah Dasar. kependidikan ditempuh setelah menguasai bidang studi. matematika dan ilmu pengetahuan alam. Bagi para mahasiswa LPTK program ini sudah terintegrasi dengan program gelar maupun non-gelar. teknik dan kejuruan. Penyiapan guru Sekolah Dasar dilaksanakan dalam program D2 PGSD. Untuk tenaga guru SLTP. bahasa dan sastra. Pada beberapa IKIP mulai dirintis pengembangan PGTK untuk guru Taman KanakKanak. dan SLTA (SMU dan SMK) disiapkan dalam program D3 dan Si berbagai bidang studi. tetapi beberapa prinsip dan unsur PGBK tetapi menjadi pegangan. Akta II setelah memiliki 60 SKS. Untuk tenaga non-guru disiapkan dalam program Si. ada program guru kelas ada guru bidang studi khususnya pendidikan jasmani. teknologi pendidikan. harus mengambilnya secara terpisah. yaitu program Akta. Akta III setelah memiliki 90 SKS. Prinsip penting . STLP maupun SLTA.masing beban studinya 20 SKS. Secara garis besar ada dua jenis keahlian yang dibina pada LPTK. hanya berbeda jumlah SKS yang telah dimiliki pada bidang studi non-kependidikan. masing.

proses belajar-mengajar dan bidang studi. Buku Acuan Cruickshank. (1980). Program pendidikan guru yang dikembangkan pada LPTK diarahkan pada pengembangan kemampuan yang seimbang. yaitu membina dan mengawasi . Pengembangan kemampuan yang seimbang ini dirancang dalam program pendidikan/kurikulum dengan komponen-komponen dasar umum. Englewood Cliff. New Jersey: Prentice Hall Inc. Prinsip lainnya adalah tekanan kepada pengalaman lapangan. dasar kependidikan. masalah afiliation. Bobot SKS memang lebih besar pada bidang studi hampir tiga perempat dari kependidikan. maupun antara kemampuan/penguasaan bidang ilmu/bidang studi dengan bidang kependidikan. Tulisan ini diberi judul Teaching is Tough. Ada lima problem utama menurut penulis yang dihadapi guru dalam tugasnya. Pertama. Rinciannya adalah dasar umum 14 SKS. sebagai muridnya yang sering sekaligus juga jadi kliennya. dasar kependidikan 12 SKS. dan bidang studi 100-116 sks. Guru bukan saja harus bekerja sama dengan siswa. karena mengajar merupakan suatu pekerjaan yang bukan saja menuntut kemampuan intelektual dan fisik. control. menjalin kerja sama dan membina hubungan baik serta menanamkan disiplin pada siswa. E. Konsep kemampuan ini telah dimodifikasi yaitu dipadukan dengan konsep disiplin ilmu (bidang studi) dalam pengembangan topik-topik inti. Pengembangan kemampuan profesional pada bidang kependidikan. tetapi juga kemampuan psikologis dan afektif. Kedua. proses belajar-mengajar 18 SKS. tetapi juga harus bekerja sama dengan staf sekolah yang lain. khususnya guru harus diperkuat dengan pengalaman lapangan yang cukup intensif dan kaya. Donald R. et a!. baik antara kemampuan sebagai tenaga ahli-profesional dengan sebagai warga negara. Penyusunan buku ini dimaksudkan untuk membantu guru-guru dalam memecahkan masalah pendidikan yang sering mereka hadapi. °rang tua serta warga masyarakat lainnya. Teaching is Tough.PGBK yang tetap diperhatikan dalam program pendidikan LPTK ad alah tekanannya pada pengembangan kemampuan.

yaitu menjalin hubungan baik dengan orang tua serta memahami kondisi keluarga mereka. et al. Social Discipline model dari Rudolf Dreikurs. Buku ini membahas bagaimana menciptakan kelas yang terkelola dengan baik. Classroom Management for Secondary Teachers. Behaviorism/Punishment model dari Engleman dan Dobson. Dalam buku ini dikemukakan sejumlah strategi atau model pemecahan yang dapat dipilih oleh guru. Kelas yang baik tidak terjadi dengan sendirinya. Penulis menegaskan bahwa. Ketiga. Pada bagian akhir tulisannya dijelaskan peranan guru dalam memahami masalah siswa dengan berbagai macam latar belakangnya serta cara mereka bertindak sebagai decision maker dalam kelas. student success. berusaha membantu siswa agar berhasil baik dalam perkembangan akademis maupun sosialnya. New Jersey: Prentice Hall Inc. Behavior Modification model. Buku ini sangat penting terutama bagi guru dan kepala sekolah. (1984). Carl D. Emmer. Valuing model dari Raths dan Simon dengan Value Clarification Technique-nya. Edmund T. Buku ini men guraikan beberapa strategi untuk memecahkan berbagai masalah.siswa agar berperilaku seperti yang diharapkan. Charles H. Secara garis besar pengelolaan kelas ini meliputi tiga . karena mereka adalah manajer kelas dan sekolah. Guru dan kepala sekolah harus dapat memilih dan menggunakan cara yang paling tepat.tion. Solving Discipline Problems. hal itu terjadi karena guru memahami benar situasi kelas dan perilaku para siswa serta berusaha keras untuk menciptakannya. Englewood cliffs. terutama masalah siswa dalam kelas. Boston: Allyn & Bacon Inc. membagi dan mengelola waktu baik bagi kebutuhan pribadi guru maupun bagi penyelesaian dan perkembangan tugas-tugas profesinya. parent relation and home condi. Masalah keempat adalah. Banyak masalah yang dihadapi guru dalam kelas. Kelima adalah time. Wolfgang. tetapi banyak cara. (1980). and Glickman. tidak ada satu cara yang terbaik untuk memecahkan masalah dalam kelas. Reality model dari William Glasser. Model-model tersebut adalah: Supportive model dari Gordon dengan Teacher Effectiveness Training Analysisnya.

(1979). memelihara perilaku siswa. serta pemeliharaan prosedur pengelolaan. Perkembangan calon guru dari serba ragu menjadi penuh keyakinan dan penuh tanggung jawab. pengelolaan ruang kelas dan alat-alat belajar. serta gambaran nyata yang akan dihadapi para calon guru di dalam kelas. mengelola kegiatan siswa. mengevaluasi organisasi dan manajemen kelas. bagaimana menyusun persiapan mengajar. pelaksanaan pengelolaan. New York: Barners & Nobles Books. bagaimana memecahkan masalah siswa. kepala sekolah. Bagaimana kurikulum. berdiri sendiri. The Studnet Teacher's Handbook. Andrew I. Schwebel. pengawas dan orang tua siswa. konselor serta para mahasiswa yang sedang mempersiapkan din i untuk menjadi guru. oleh karena itu buku ini sangat berharga bagi guru-guru. Ketiga langkah pengelolaan tersebut dalam buku ini meliputi. Dengan ilustrasi yang menarik dilukiskan dalam buku ini kegiatan sehari-hari para calon guru yang sedang berpraktik di sekolah. . dilakukan sebelum tahun ajaran. kepala sekolah. mengorganisasi dan melaksanakan kegiatan pengayaan. memberikan ganjaran dan hukuman. mengelola kelompok-kelompok khusus. Digambarkan dengan jelas bagaimana hubungan antara guru dengan siswa. dengan guru lain. Sesuai dengan judulnya. buku ini memberikan gambaran dan sekaligus pedoman kepada calon-calon guru serta para mahasiswa yang sedang belajar di Fakultas Pendidikan/Keguruan tentang apa yang diharapkan dari seorang calon guru. et al. bagaimana mencari keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan individu dengan kelas. Buku ini menguraikan hal-hal yang sangat praktis. memilih peraturan dan prosedur pengelolaan. keduanya dilakukan sepanjang tahun ajaran.langkah: perencanaan.

(1993). Pendekatan Pembelajaran: Acuan Konseptual Pengelolaan KBM di Sekolah.J. (1995).A. Syracuse: ERIC Clearinghouse on Information. Brown. (Ed). (1981). Semiawan & T. (1992).F. P. Raka Joni. (Ed). Training Educational Personnel for Integrated Curriculum. (1986). (1980). Massachussetts: Alyn and Bacon. Beanne. Co. Instructional Techniques. (1981). The Student Centred School. Toward A Coherent Curriculum. (1975). Curriculum Theory. S. Ditjen Dikti Depdikbud. John H. & Alessi. Beanne. Jakarta: Yayasan Idayu. Oxford. George I. Inc. Beauchamp. Conny R.A. Bigge. George A. New York: The Viking Press. Trends in Instructional Technology. Beeby. UK: Blackwell Publisher. Brandes. (Ed). Cornnelly. Chambers.M. New York: Harper & Row Pub. & Hunt. Morris L. Alexandria. Curriculum Planning and Development. The Achievement of Education. (1987). Maurice P. Great Britain: Simon and Schuster Education. Anwar Jasin.DAFTAR RUJUKAN Alisyahbana. (1975). Wilmette. C. (1984). Jakarta: LP3ES. New York: McGraw Hill Books. Regional Office for Education in Asia and Pacific. 1984. Pembaharuan Kurikulum Sekolah Dasar Sejak Proklamasi Kemerdekaan. (1992). (1983). New York: Harper & Row Pub. The Live Classroom. . Brown. Curriculum Inquiry. Jakarta: Balai Pustaka. D & Ginnis. Newton. Jr. F. & Toepfer. J. Psychological Founda tion of Education. J. Jakarta: Konsorsium Ilmu Pendidikan. Apeid. James W. Teknologi dan Perkembangan. Bangkok: Unesco. C. Ivor K. Illinois: The KAGG Press. Pendidikan di Indonesia: Penilaian dan Pedoman Perencanaan. Iskandar (1980).E. Virginia: ASCD. Davies.

Columbia University. Columbus. Bill. Inc. Holmes Group. SMP. J. Curriculum Improvement. Lloyd W. Robert M. Ronald C. . New York: Holt. California: Lear Siegler Inc.Control Theory in the Classroom. (1987). (1991). Doll. Monterey. USA: The Holmes Group. Ohio: Ohio Departemen of Education.Curriculum Development. Tomorrow's Schools. SMA. Gardiner. Oxford. Glasser. Boston: Allyn and Bacon. Ernest R. (1965). Decision Making and Process. Jakarta: Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi. (Ed). (1966). Boston: Allyn & Bacon. New York: John Wiley & Sons. Kurikulum SD. (1990). Hlebowitsh. (Ed). Hillgard. New York: Harper & Row Publisher. Jakarta: Depdikbud Depdikbud. The International Encyclopedia of Teaching and Teacher Education. Hodgkinson. Jakarta: Armas Duta Jaya. Rinehart & Winston. (1993). New York: Pergamon Press. Gagne. Glen. Peraturan Pelaksanaan Sistem Pendidikan Nasional. & Gordon H. (Ed). Glen. Theories of Learning. Dull.Depdikbud. & Lindzey. Peter S. Habibie. The Psychology of Teaching. Hass. The Condition of Learning. A Humanized System Approach. Hall. (1977). Gardner. (1970). Inc. Michael. Kejuruan 1975. William. 1994. Lambert. (1990). Beberapa Pemikiran tentang Strategi Transformasi Industri suatu Negara Sedang Berkembang. (1974). California: Brooks/Cole Publishing. East Lansing. 1984. Selecting and Use of Teaching Technology. B. Theories of Personality. Radical Curriculum Theory Reconsidered. Dunkin. (1980). Hass. New York: Appleton Century Crofts. (Ed). (1970). Bower. (1980). Readings in Curriculum. Belmont. (1980). Curriculum in the Classroom.J. New York and London: Teacher College. Queensland: Distance Education Centre. (1983). W. Calvin S.

(1982). Teaching and Learning: Philosophical. Writing Behavioral Objectives. (1977) Curriculum A Comprehensive Introduction. at al. Dianne. Foresman and Co. et al. Mentalitet dan Pembangunan . Rulihs Merrill Educational Publishing. (1965). Miller. (1964). Abraham. Effective Teaching. Jakarta: Gramedia. London: Scott. Philip W. (1975). Kourilsky. Mouly. Inquiring Into the Teaching Process. Boston: Little Brown & Co.Hosyom. Marilyn & Quaranta. OSU. (1962). 1987. (Ed). Collision. J. Robert J. New York: McGraw Hill Book Co. Kryspin. J. Koentjaraningrat. New York: Macmillan Pub. Toronto. Technology. (1980). Curriculum : Perspectives and Practices. McNeil John D. Inc.1 1982. (1970). (1974). Klose. Minnesota: Burgess Pub. (1970). Kebudayaan. James B.P. San Fransisco: Chandler Publishing Co. (Ed). Behavioral Objectives and Instruction. Co. Science Technology and Man agement. Ontario: Oise Press. Minneapolis. Indianapoli. Johnson. Educational Models for Instruction. (1985). The Conduct of Inquiry. Journal Vol. & Rosenweig James E. Washington DC: The Association for Supervision and Curriculum Development. New York: Center for Curriculum Research and Services. Handbook of Research on Curriculum. New York: American Book Co. Lory. New York and London: Longman. Gail. W. Curricular Application. Jackson. John. New York: Macmillan Publishing Co. Curriculum Theory: Theory Into Practice. Mauritz. Intentionality in Education. Kast. Democracy. Fremont E. Kaplan. McCutcheon. (1985). Mac Donald. Kibler. . Co. et al. The Science of Educational Research. Al Paul. (1977). Inc. (1979). George. XXI No. & Seller. Lapp. (1992). Allyn & Bacon. William J. Psychological.

Hutchinson & Sons. Tanner. (1982). Skinner.M. Schubert. (1986). (1976). California: Wadsworth Pub. Chicago: Rand MacNally College Pub. A Theory of Education. (1970). & Rockwell D. Seckinger. Second Handbook of Research on Teaching. Laurel. (Ed). Inc. Directive Teaching. Pokok-Pokok Pikiran Mengenai Pendidikan Guru. Raka Joni. Understanding Technology. Joseph D. Instructional Media and Technology. Teaching Thinking Across the Curriculum. (1962). Stroudsberg : downden. Columbus. (1978). Taba. (1995). Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. (Ed). (1992). (1973).NEA. Paradigm and Possibility. Washington DC. Publishers. N. Ruggiero. Snow. R. C. Chicago: Rand Mac Nally & Co. Macmillan Publishing Co. T. Daniel & Tanner. Co. V. Comparing Theories of Child Development. New York: Harcourt.M.R. New York: Alfred A Knopf. Brace and World.H. (1972). Curriculum for the Modern Elementary School. W. (1979). (1975). Co. Inc. Jakarta: Konsorsium Ilmu Pendidikan. Curriculum Development. Curriculum: Perspective. Thomas. Theory Construction for Research on Teaching. in Travers. Baltimore and London: The John Hopkins University Press. Murray. Richard E. Belmont. New York: Macmillan Pub.A. Qodir. B. Curriculum Development: Theory and Practices. Hilda. (1980). Ithaca: Come! University Press. P. Inc. Depdikbud. Donald S. Susskind. (1976). Ilmu Pengetahuan dan Metodenya. Ohio: Charles E Merril Pub. Stephem.J. Novak. .F. Inc. Ditjen Dikti. Thomas M. New York: John Wiley & Sons. Petty. Sleeman. Charles. Beyond Freedom and Dignity. (1988). Problem Approach to Foundation of Education. (1986). Excellence in Our Schools Teacher Education: An Action Plan. (Ed). New York: Harper & Row. Walter T.

(1980). Tisna Amidjaja. Gelombang Ketiga.n.A. (Ed). Curriculum Development. (1978). Toffler. (1991). Englewood Cliffs. Sistem Pendidikan Nasional yang Kondusif bagi Pembangunan Masyarakat Industri Modern Berdasarkan Pancasila. Curriculum Principles and Foundations. Co. California: McCutchan Publishing. (1976).D. Humanistic Psychology. (1984). et al. Berkeley. I. Welch. .R. New York: Harper & Row Publisher. (1984). H.A. New Jersey: Prentice Hall. Jakarta: Panitia Kongres Ilmu Pengetahuan Nasional V.Tilaar. (1980). Jakarta: Depdikbud. Pedoman Pelaksanaan Pala Pembangunan Sistem pendidikan Tenaga Kependidikan di Indonesia.G. Alwvi. Anita E. & Unruh. New York: Promenthus Books. Educational Psychology for Teachers. D. A. Robert S. Woolfolk. Unruh. G. Jakarta: Panca Simpati. Zais.

M. Mendiagnosis dan Membantu Kesulitan Belajar Siswa (1978). IKIP Bandung dengan tambahan kredit dari Universitas California di Santa Barbara 1977/1978. sarjana pada tahun 1966 Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan dan Program Doktor pada tahun 1983 Jurusan Pengembangan Kurikulum FPS. Beberapa buku yang pernah ditulis: Pengan tar Psikologi (1967). Penulis juga mengikuti program Refresher tahun 1986/1987 pada Universitas Ohio. dan STKS Bandung. (1982). Psikologi Belajar (1991). DR. Co. penulis buku ini.A. Pada program Si penulis juga mengajar mata-mata kuliah Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Konseling pada IKIP Bandung dan Universitas Islam Bandung. Thomas (1978). Pen yuluhan Individual (1976). Psikologi Umum dan Sosial bersama Djasman Adimihardja. Penulis menyelesaikan program Sarjana Muda tahun 1963 pada Jurusan Pedagogik. M. dan sebelumnya nak. NANA SYAODIH SUKMADINATA. STIA. adalah dosen tetap pada IKIP Bandung. Teknik Penilaian dan Bimbingan Pen yuluhan bersama Drs. Teori dan Teknik Bimbingan Kelompok (1975).lumbus. Rochman Natawidjaja (1979). (1978). Universitas Pasundan. Saat ini penulis mengajar mata kuliah Pengembangan Kurikulum dan Metode Penelitian pada PPS IKIP Bandung.rtgaiarkan mata kuliah yang sama selama beberapa tahun pada Universitas Siliwangi Tasikmalaya. Strategi Bela jar-Mengajar (1984). TeknikTeknik Pemahaman Individu. Universitas Ibnu Khaldun dan Universitas Pakuan Bogor. Prinsip dan Landasan Pengembangan Kurikulum (1988). The Role of Remediation in the Indonesian System bersama R.TENTANG PENULIS PROF. Sampai saat ini penulis masih menjadi pengajar luar biasa pada SESKOAD dan SESPIMPOL. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->