PENGEMBANGAN KURIKULUM TEORI DAN PRAKTEK KATA PENGANTAR

Kurikulum memegang kedudukan kunci dalam pendidikan, sebab berkaitan dengan penentuan arah, isi dan proses pendidikan, yang pada akhirnya menentukan macam dan kualifikasi lulusan suatu lembaga pendidikan. Kurikulum menyangkut rencana dan pelaksanaan pendidikan baik dalam lingkup kelas, sekolah, daerah, wilayah maupun nasional. Semua orang berkepentingan dengan kurikulum, sebab kita sebagai orang tua, sebagai warga masyarakat, sebagai pemimpin formal ataupun informal selalu mengharapkan tumbuh dan

berkembangnya anak, pemuda, dan generasi muda yang lebih baik, lebih cerdas, lebih berkemampuan. Kurikulum mempunyai andil yang cukup besar dalam melahirkan harapan tersebut. Buku ini disusun dengan tujuan membantu para guru, dosen, instruktur, widyaiswara, para pengembang, pengelola, penentu kebijaksanaan, dan siapa saja yang terlibat dan berminat dalam pengembangan kurikulum; untuk menambah wawasan tentang apa, mengapa, dan bagaimana pengembangan kurik ulum. Meskipun dalam buku ini diusahakan menyajikan materi yang bervariasi dengan cara penyajian yang moderat, tetapi mungkin saja sajian ini belum bisa memenuhi kebutuhan semua pihak. Untuk itu penulis meminta maaf dan menantikan saransaran bagi penyempurnaannya. Isi buku ini merupakan penyempurnaan dari buku sebelumnya yang berjudul Prinsip dan Landasan Pengembangan Kurikulum, yang ditulis dengan bantuan Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Depdikbud, untuk kepentingan Program Pascasarjana. Penulis ingin

menyampaikan ucapan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada Pimpinan P2LPTK, serta para pimpinan teras Depdikbud, yang telah mendorong penulisan serta memberi izin menerbitkan kembali buku ini oleh lembaga di luar P2LPTK.

Bandung, 1997 Nana Syaodih Sukmadinata

DAFTAR ISI

Kata Pengantar BAB 1 Konsep Kurikulum A. Kedudukan kurikulum dalam pendidikan B. Konsep kurikulum C. Kurikulum dan teori-teori pendidikan BAB 2 Teori Kurikulum 1 A. Apakah teori itu? B. Teori pendidikan C. Teori kurikulum BAB 3 Landasan Filosofis dan Psikologis Pengembangan Kurikulum A. Landasan filosofis B. Landasan psikologis BAB 4 Landasan Sosial-Budaya, Perkembangan Ilmu dan Teknologi dalam Pengembangan Kurikulum A. Pendidikan dan masyarakat B. Perkembangan masyarakat C. Perkembangan ilmu pengetahuan D. Perkembangan teknologi E. Pengaruh perkembangan ilmu dan teknologi BAB 5 Macam-Macam Model Konsep Kurikulum A. Kurikulum subjek akademis B. Kurikulum humanistik C. Kurikulum rekonstruksi sosial D. Teknologi dan kurikulum BAB 6 Anatomi dan Desain Kurikulum A. Komponen-komponen kurikulum B. Desain kurikulum

BAB 7 Proses Pengajaran A. Keseimbangan antara isi dan proses B. Isi dan kurikulum C. Proses belajar D. Kesiapan belajar E. Minat dan motif belajar BAB 8 Pengembangan Kurikulum A. Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum B. Pengembangan kurikulum C. Faktor-faktor yang mempengaruhi D. Artikulasi dan hambatan E. Model-model pengembangan kurikulum BAB 9 Evaluasi Kurikulum A. Evaluasi dan kurikulum B. Konsep kurikulum C. Implementasi dan evaluasi kurikulum D. Peranan evaluasi kurikulum E. Ujian sebagai evaluasi sosial F. Model-model evaluasi kurikulum BAB 10 Guru dan Pengembangan Kurikulum A. Guru sebagai pendidik profesional B. Guru sebagai pembimbing belajar C. Peranan guru dalam pengembangan kurikulum D. Pendidikan guru

Daftar Rujukan

BAB 1 KONSEP KURIKULUM

A. Kedudukan Kurikulum dalam Pendidikan Pendidikan berintikan interaksi antara pendidik dengan peserta didik dalam upaya membantu peserta didik menguasai tujuan-tujuan pendidikan. Interaksi pendidikan dapat berlangsung dalam lingkungan keluarga, sekolah, ataupun rnasyarakat. Dalam lingkungan keluarga, interaksi pendidikan terjadi antara orang tua sebagai pendidik dan anak sebagai peserta didik. Interaksi ini berjalan tanpa rencana tertulis,Orang tua sering tidak mempunyai rencana yang jelas dan rinci ke mana anaknya akan diarahkan, dengan cara apa mereka akan dididik, dan apa isi pendidikannya. Orang tua umumnya mempunyai harapan tertentu pada anaknya, mudah-mudahan is menjadi orang soleh, sehat, pandai, dan sebagainya, tetapi bagaimana rincian sifat-sifat tersebut bagi mereka tidak jelas. Juga mereka tidak tahu apa yang harus diberikan dan bagaimana memberi annya k agar anak-anaknya memiliki sifat-sifat tersebut. Interaksi pendidikan antara orang tua dengan anaknya juga sexing tidak disadari. Dalam kehidupan keluarga interaksi pendidikan dapat terjadi setiap saat, setiap kali orang tua bertemu, berdialog, bergaul, dan bekerja sama dengan anakanaknya. Pada saat demikian banyak perilaku dan perlakuan spontan yang diberikan kepada anak, sehingga kemungkinan terjadi kesalahan-kesalahan mendidik besar sekali. Orang tua menjadi pendidik juga tanpa dipersiapkan secara formal. Mereka menjadi pendidik karena statusnya sebagai ayah atau ibu, meskipun mungkin saja sebenarnya mereka belum siap untuk melaksanakan tugas tersebut. Karena sifat-sifatnya yang tidak formal, tidak memiliki rancangan yang konkret dan ada kalanya juga tidak disadari, maka pendidikan dalam lingkungan keluarga disebut pendidikan informal. Pendidikan tersebut tidak memiliki kurikulum formal dan tertulis. Pendidikan dalam lingkungan sekolah lebih‡bersifat formal. Guru sebagai pendidik di sekolah telah dipersiapkan secara formal dalam lembaga pendidikan guru. la telah mempelajari ilmu, keterampilan, dan seni sebagai guru. Ia juga telah

dibina untuk memiliki kepribadian sebagai pendidik. Lebih dari itu mereka juga telah diangkat dan diberi kepercayaan oleh masyarakat untuk menjadi guru, bukan sekadar dengan surat keputusan dari pejabat yang berwenang, tetapi juga dengan pengakuan dan penghargaan dari masyarakat. Guru melaksanakan tugasnya sebagai pendidik dengan rencana dan persiapan yang matang. Mereka mengajar dengan tujuan yang jelas, bahan-bahan yang telah disusun secara sistematis dan rinci, dengan cara dan alat-alat yang telah dipilih dan dirancang secara cermat. Di sekolah guru melakukan interaksi pendidikan secara berencana dan sadar. Dalam lingkungan sekolah telah ada kurikulum formal, yang bersifat tertulis. Guru-guru melaksanakan tugas mendidik secara formal, karena itu pendidikan yang berlangsung di sekolah sering disebut pendidikan formal. Dalam lingkungan masyarakat pun terjadi berbagai bentuk interaksi pendidikan, dari yang sangat formal yang mirip dengan pendidikan di sekolah dalam bentuk kursus-kursus, sampai dengan yang kurang formal seperti ceramah, sarasehan, dan pergaulan kerja. Gurunya juga bervariasi dari yang memiliki latar belakang pendidikan khusus sebagai guru, sampai dengan yang melaksanakan tugas sebagai pendidik karena pengalaman. Kurikulumnya juga bervariasi, dari yang memiliki kurikulum formal dan tertulis sampai dengan rencana pelajaran yang hanya ada pada pikiran penceramah atau moderator sarasehan, atau gagasan keteladanan yang ada pada pemimpin. Interaksi pendidikan yang be rlangsung di masyarakat, yang memiliki rancangan dan dilaksanakan secara formal sebenarnya dapat dimasukkan dalam kategori pendidikan formal. Interaksi yang rancangan dan pelaksanaannya kurang formal dapat kita sebut sebagai pendidikan kurang formal (less formal). Karena adanya variasi itu, Para ahli pendidikan masyarakat lebih senang menggunakan istilah pendidikan luar sekolah bagi interaksi pendidikan yang berlangsung di masyarakat ini. Dari hal-hal yang diuraikan itu, dapat ditarik beberapa kesimpulan berkenaan dengan pendidikan formal. Pertama, pendidikan formal memiliki rancangan pendidikan atau kurikulum tertulis yang tersusun secara sistematis, jelas, dan rinci. Kedua, dilaksanakan secara formal, terencana, ada yang mengawasi dan menilai. Ketiga, diberikan oleh pendidik atau guru yang memiliki ilmu dan keterampilan khusus dalam bidang pendidikan. Keempat, interaksi

ataupun kemampuan bekerja. karena memiliki rancangan atau kurikulum secara formal dan tertulis. pendidikan di sekolah dapat memberikan pengetahuan yang lebih tinggi. pendidikan for. Untuk menyampaikan bahan pelajaran. hal itu berarti bahwa kurikulum merupakan bagian yang tak terpisahkan dari pendidikan atau pengajaran. sistematis. dan lebih disadari. bahwa adanya rancangan atau kurikulum formal dan tertulis merupakan ciri utama pendidikan di sekolah. Interaksi ini . Setiap praktik pendidikan diarahkan pada pencapaian tujuan -tujuan tertentu.mal di sekolah memiliki lingkup isi pendidikan yang lebih luas. Keempat hal tersebut. interaksi pendidikan antara guru dan siswa berlangsung. maka dalam uraian-uraian selanjutnya yang dimaksud dengan pendidikan atau pengajaran itu. apakah berkenaan dengan penguasaan pengetahuan. Untuk menilai hasil dan proses pendidikan. Dengau berpedoman pada kurikulum. Pendidikan formal memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan pendidikan informal dalam lingkungan keluarga. dengan fasilitas dan alat serta aturan-aturan permainan tertentu pula. juga diperlukap caracara dan alat-alat penilaian tertentu pula. metode-alat. pendidikan di sekolah dilaksanakan secara berencana. bagaimana bentuk pelaksanaan suatu pendidikan atau pengajaran di sekolah yang tidak memiliki kurikulum. Karena yang memiliki rancangan atau kurikulum formal dan tertulis adalah pendidikan di sekolah. Telah diuraikan sebelumnya. Dapat kita bayangkan. pengembangan pribadi. dan penilaian merupakan komponenkomponen utama kurikulum. Kalau kurikulum merupakan syarat mutlak. lebih banyak mengacu pada pendidikan atau pengajaran di sekolah. kemampuan sosial. bukan hanya berkenaan dengan pembinaan segi-segi moral tetapi juga ilmu pengetahuan dan keterampilan. Kedua. Pertaina. kurikulum merupakan syarat mutlak bagi pendidikan di sekolah.pendidikan berlangsung dalam lingkungan tertentu. yaitu tujuan. ataupun mengembangkan kemampuankemampuan tersebut diperlukan metode penyampaian serta alat-alat bantu tertentu. bahan ajar. Sejarah pendirian sekolah diawali karena ketidakmampuan keluarga memberikan pengetahuan dan keterampilan yang lebih tinggi dan mendalam. Dengan kata lain. Ketiga. lebih luas dan mendalam.

lingkup. memberikan pedoman dan pegangan tentang jenis. sosial budaya. 1976. Di samping kedua fungsi itu. dan urutan isi. .. dan religi. alam. tetapi selalu terjadi dalam lingkungan tertentu. yang menjadi sumber konsep konsep atau memberikan landasan-landasan teoretis bagi pengembangan kurikulum berbagai institusi pendidikan.. politik. yang ditekuni oleh para ahli atau spesialis kurikulum. yang mencakup antara lain lingkungan fisik. Anggapan ini telah ada sejak zaman Yunani Kuno. Zais. a racecourse of subject matters to be mastered" (Robert S.1 Komponen-komponen utama pendidikan Kurikulum mempunyai kedudukan sentral dalam seluruh proses pendidikan. Pertautan antara satu komponen dan komlumen pendidikan lainnya dapat dilihat pada bagan berikut. yaitu kurikulum sebagai ". 7). Kurikulum juga merupakan suatu rencana pendidikan. B. kurikulum merupakan kumpulan matamata pelajaran yang harus disampaikan guru atau dipelajari oleh siswa. serta proses pendidikan. Menurut pandangan lama. Menurut Mauritz Johnson (1967. Konsep Kurikulum Konsep kurikulum berkembang sejalan dengan perkembangan teori dan praktik pendidikan.iidak berlangsung dalam ruang hampa.. 130) kurikulum "prescribes (or at least anticipates) the result of in. kurikulum juga merupakan suatu bidang studi. ekonomi. juga bervariasi sesuai dengan aliran atau teori pendidikan yang dianutnya. Kurikulum mengarahkan segala bentuk aktivitas pendidikan demi tercapainya tujuan-tujuan pendidikan. dalam lingkungan atau hubungan tertentu pandangan ini masih dipakai sampai sekarang. hlm.struction". BAGAN 1. hlm.

hlm. Definisi Doll tidak hanya menunjukkan adanya perubahan penekanan dari isi kepada proses. Menurut Johnson. 130) mengajukan keberatan terhadap konsep kurikulum yang sangat luas seperti yang dikemukakan oleh Ronald Doll. Semua yang berkenaan dengan perencanaan dan pelaksanaan. tetapi pengajaran. Doll (1974. hlm. dari konsep yang sangat sempit kepada yang lebih luas.. kalau ditanya tentang kurikulum akan memberikan jawaban sekitar bidang studi atau mata-mata pelajaran. Mauritz Johnson (1967. di rumah ataupun di masyarakat. to be composed of all the experiences children have under the guidance of teachers. Johnson membedakan dengan tegas antara kurikulum dengan pengajaran. Lebih khusus mungkin kurikulum diartikan hanya sebagai isi pelajaran. kurikulum .Banyak orang tua bahkan juga guru-guru. Menurut Caswel dan Campbell dalam buku mereka yang terkenal Curriculum Development (1935). Pendapat-pendapat yang muncul selanjutnya telah beralih dari menekankan pada isi menjadi lebih memberikan tekanan pada pengalaman belajar. termasuk pengajaran. . seperti perencanaan isi.. Perubahan penekanan pada pengalaman ini lebih jelas ditegaskan oleh Ronald C. kegiatan belajarmengajar. Interaksi seperti itu bukan kurikulum. bersama guru tanpa guru. 22): The commonly accepted definition of the curriculum has changed from content of courses of study and list of subjects and courses to all the experiences which are offered to learners under the auspices or direction of the school. Kurikulum hanya menggambarkan atau mengantisipasi hasil dari pengajaran. tetapi juga menunjukkan adanya perubahan lingkup. sedangkan kurikulum hanya berkenaan dengan hasil-hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh siswa. berkenaan langsung dengan pelajaran ataupun tidak. Pengalaman tersebut berlangsung di sekolah. pengalaman hanya akan muncul apabila terjadi interaksi antara siswa dengan lingkungannya. evaluasi. Apa yang di maksud dengan pengalaman siswa yang diarahkan atau menjadi tanggung jawab sekolah mengandung makna yang cukup luas. Definisi tersebut juga mencakup berbagai upaya guru dalam mendorong terjadinya pengalaman tersebut serta berbagai fasilitas yang mendukungnya..

belajar (learning) merupakan kegiatan atau upaya yang dilakukan siswa. Beauchamp lebih memberikan tekanan bahwa kurikulum adalah suatu rencana pendidikan atau pengajaran.Menurut Johnson kurikulum adalah . 6) "A curriculum is a written document which may contain many ingredients. yaitu mengajar. Kurikulum . Pelaksanaan rencana itu sudah masuk pengajaran. him. a structured series of intended learning outcomes (Johnson. Kurikulum bukan hanya merupakan rencana tertulis bagi pengajaran. Menurut Beauchamp (1968. tetapi pada keluasan cakupannya. yang memberi pedoman dan mengatur lingkungan dan kegiatan yang berlangsung di dalam kelas.(curriculum) merupakan suatu rencana yang memberi pedoman atau pegangan dalam proses kegiatan belajarmengajar. 130). Hilda Taba (1962) mempunyai pendapat yang berbeda dengan pendapatpendapat itu. Zais menjelaskan bahwa kebaikan suatu kurikulum tidak dapat dinilai dari dokumen tertulisnya saja. Salah seorang di antara mereka adalah Mac Donald (1965. sedangkan kurikulum yang dioperasikan di kelas merupakan kurikulum fungsional (functioning. Perbedaan antara kurikulum dan pengajaran menurut dia bukan terletak pada implementasinya. Sebagai respons terhadap kegiatan mengajar yang diberikan oleh guru. Terlepas dari pro dan kontra terhadap pendapat Mauritz Johnson. live or operative curriculum). melainkan harus dinilai dalam proses pelaksanaan fungsinya di dalam kelas. dan kurikulum. Kurikulum juga sering dibedakan antara kurikulum sebagai rencana (curriculum plan) dengan kurikulum yang fungional (functioning curricu. 1967. Kurikulum. belajar. but basically it is a plan for the education of pupils during their enrollment in given school". sistem persekolahan terbentuk atas empat subsistem..lum). Keluruhan pertautan kegiatan yang memungkinkan dan berkenaan (lengan terjadinya interaksi belajar-mengajar disebut pembelajaran (instruction). beberapa ahli memanciang kurikulum sebagai rencana pendidikan atau pengajaran.. Selanjutnya. pembelajaran. melainkan sesuatu yang fungsional yang beroperasi dalam kelas. Mengajar (teaching) merupakan kegiatan atau perlakuan profesional yang diberikan oleh guru. him. hlm. Menurut dia. Rencana tertulis merupakan dokumen kurikulum (curriculum document or inert curriculum).

yaitu teori kurikulum. kurikulum sebagai bidang studi mencakup: (1) the range of subject matters with which it is concerned (the substantive structure). 3). its use. batas antara keduanya sangat relatif. pendidikan menengah atau pendidikan tinggi. Sebagai contoh. . kurikulum sekolah umum. Beauchamp (1976.. apakah itu kurikulum pendidikan dasar. Teori-teori tersebut merupakan hasil pengkajian. dan pengembangan para ahli kurikulum. BAGAN 1. kejuruan.berkenaan dengan cakupan tujuan isi dan metode yang lebih luas atau lebih umum. sedangkan pengajaran pada ujung lainnya yaitu yang lebih khusus atau tujuan dekat. Menurut Robert S. and (2) the procedures of inquiry and practice that it follows (the syntactical structure)". kurikulum terletak pada ujung tujuan umum atau tujuan jangka panjang. isi harus digambarkan serinci.a set of related statements that gives meaning to a schools's curriculum by pointing up the relationships among its elements and by directing its development. penelitian. tetapi cukup luas dan umum sehingga memungkinkan mencakup semua bahan yang dapat dipilih oleh guru sesuai dengan kebutuhan dan minat siswa serta kemampuan guru. 58-59) kurikulum sebagai bidang studi membentuk suatu teori. Suatu kurikulum. dan lainlain merupakan perwujudan atau penerapan teori-teori kurikulum. Kumpulan teori-teori kurikulum membentuk suatu ilmu atau bidang studi kurikulum. him. and its evaluation. sekhusus mungkin agar mudah dipahami guru. him.. Beauchamp mendefinisikan teori kurikulum sebagai . Menurut Taba keduanya membentuk satu kontinum. Menurut George A. Kurikulum memberikan pegangan bagi pelaksanaan pengajaran di kelas. bergantung pada tafsiran guru. sedangkan yang lebih sempit lebih khusus menjadi tugas pengajaran. dalam kurikulum (tertulis).2 Kontinum kurikulum dan pengajaran Menurut Taba. Zais (1976. tetapi merupakan tugas dan tanggung jawab guru untuk menjabarkannya.

evaluasi.erupakan bagian atau subsistem dari keseluruhan kerangka organisasi sekolah atau sistem µ. Suatu kurikulum disusun dengan mengacu pada satu atau beberapa teori kurikulum. (6) evaluation the curriculum. bahan yang akan disajikan. (5) implementing the curriculum. baik sebagai dokumen tertulis maupun aplikasinya dan menjaga agar kurikulum tetap dinamis. pengembangan kurikulum. and (7) providing for feedback and modification of the curriculum. dan penyempurnaannya. dan suatu teori kurikulum diturunkan atau dijabarkan dari teori pendidikan tertentu. dan penyempurnaannya. Sebagai suatu rencana pengajaran. (3) organization for and leachniques used in curriculum plannning. Apa yang dikemukakan oleh Beauchamp bukan hanya menunjukkan tnnlsi tetapi juga struktur dari suatu sistem kurikulum. kurikulum juga sebagai rencana pengajaran dan sebagai suatu sistem (sistem kurikulum) yang merupakan bagian dari sistem persekolahan. kurikulum m. Kurikulum sebagai suatu sistem menyangkut penentuan segala kebijakan tentang kurikulum. 111m. kurikulum berisi tujuan yang ingin dicapai. Selain sebagai bidang studi menurut Beauchamp. ovaluasi. (4) actual writing of a curriculum.ekolah. (2) the selection and involvement of person in curriculum planning. dan evaluasi kurikulum. pelaksanaan. alat-alat pengajaran dan jadwal waktu pengajaran. susunan personalia dan prosedur pengemhangan kurikulum. penerapan. yang secara garis berkenaan dengan pengembangan.. lebih lanjut Beauchamp (1975. 60) menggambarkan: . Kurikulum dan Teori-Teori Pendidikan Kurikulum mempunyai hubungan yang sangat erat dengan teori pendidikan. Fungsi utama sistem kurikulum adalah dalam pengembangan. Mengenai fungsi sistem kurikulum ini.Bidang cakupan teori atau bidang studi kurikulum meliputi: konsep kurikulum. C. penerapan. penentuan kurikulum.(1) the choice of arena for curriculum decision making. Sebagai suatu sistem. desain kurikulum. implementasi dan evaluasi kurikulum.. kegiatan pengajaran. Kurikulum dapat dipandang sebagai rencana konkret .

Sebelum dapat menyampaikan materi ilmu pengetahuan tersebut secara sempurna. dan meneruskan semua warisan budaya tersebut kepada generasi berikutnya. Minimal ada empat teori pendidikan yang banyak dibicarakan para ahli pendidikan dan dipandang mendasari pelaksanaan pendidikan. para pendidik atau talon pendidik terlebih dahulu harus mempelajarinya dengan sungguh-sungguh. 1. berupa disiplindisiplin ilmu yang telah ditemukan dan dikembangkan oleh para ahli tempo dulu. ide-ide. Menurut konsep pendidikan klasik. tinggal menguasai dan mengajarkannya kepada anak. Guru atau para pendidik tidak perlu susah-susah mencari dan menciptakan pengetahuan. Tugas guru dan para pengembang kurikulum adalah memilih dan menyajikan materi ilmu tersebut disesuaikan dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik. yaitu pengetahuan. Teori pendidikan ini lebih menekankan peranan isi pendidikan daripada proses atau bagaimana mengajarkannya. Mendidikkan nilainilai tidak sama dengan mengajarkan pengetahuan yang berbentuk penyampaian informasi.penerapan dari suatu teori pendidikan. sebab sentuanya telah tersedia. dikemukakan beberapa teori pendidikan dan model-model konsep kurikulum dari masing-masing teori tersebut. Pendidikan klasik Pendidikan klasik atau classical education dapat dipandang sebagai konsep pendidikan tertua. Untuk lebih memahami hubungan kurikulum dengan pendidikan. yaitu pendidikan klasik. pendidikan pribadi. guru atau pendidik adalah ahli dalam bidang ilmu dan juga contoh atau model nyata dan pribadi yang ideal. Tugas para pendidik atau guru bukan hanya mengajarkan materi pengetahuan. Siswa merupakan penerima pengajaran yang baik. Konsep pendidikan ini bertolak dari asumsi seluruh warisan budaya. Materi ilmu pengetahuan yang diambil dari disiplindisiplin ilmu tersebut telah tersusun secara logis dan sistematis. tetapi perlu dimanifestasikan dalam perilaku seharihari. atau nilai-nilai telah ditemukan oleh para pemikir terdahulu. Isi pendidikan atau materi ilmu tersebut diambil dari khazanah ilmu pengetahuan. dan teknologi pendidikan. Pendidikan berfungsi memelihara. tetapi juga melatih keterampilan dan menanamkan nilai. konsep. . pendidikan interaksional. mengawetkan. dan nilai-nilai baru.

Meskipun demikian dalam pendidikan klasik siswa bekerja keras menguasai apa-apa yang diajarkan dan ditugaskan oleh guru. Mengenai persamaan dan perbedaan pendidikan perenial dengan esensial. Konsep-konsep filosofis lebih banyak mewarnai pendidikan ini. sedangkan model belajarnya adalah asimilasi. pendidikan diarahkan dalam mempersiapkan generasi muda untuk terjun ke dunia kerja. Isi pengajaran lebih diarahkan kepada pembentukan keteram pilan dan pengembangan kemampuan vocational.tetapi sebagai penerima informasi sesungguhnya mereka pasif. Pendidikan ini lebih mengutamakan sains daripada humanitas. bahwa masyarakat bersifat statis. Mereka lebih pragmatis. pembentukan pribadi. matamata pelajaran dipilih dan ditentukan oleh sekelompok orang ahli. Pendidikan lebih menekankan perkembangan segi-segi intelektual daripada segi emosional dan psikomotor. Walaupun didasari dengan konsep-konsep yang sama. menjelaskan: . Isi pendidikan lebih banyak bersifat pendidikan umum (general education atau liberal art) dengan model mengajar yang bersifat ekspositori. keduanya memiliki pandangan yang berbeda. Ada dua model konsep pendidikan klasik. konsep-konsep dan nilai-nilai yang telah ada. Pendidikan menurut pandangan mereka adalah bebas nilai (value free) dan bebas dari kebudayaan (culture free) artinya tidak terikat atau diwarnai oleh nilai-nilai dan karakteristik masyarakat sekitar. Pengetahuan dan nilai-nilai yang akan diajarkan diambil dari materi disiplin ilmu yang telah disusun dan dikembangkan oleh para ahli. dan sifat-sifat mental. disusun secara sistematis dan logis. Esensialisme berkembang di Amerika Serikat dalam masyarakat industri. perenialisme dan esensialisme. dan diarahkan pada perkembangan kemampuan berpikir. Pendidikan berfungsi memelihara dan mewariskan pengetahuan. Mereka lebih berorientasi ke masa lampau dan kurang hivmen tingkan tuntutantuntutan masyarakat yang berkembang saat sekarang pendidikan lebih menekankan pada humanitas. Konsep ini lebih berorientasi pada masa sekarang dan yang akan datang. Parenialisme berkembang di Eropa dalam masyarakat aristokralisagraris. Dalam penyusunan kurikulum. dkk. Dianna Lapp. Parenialisme maupun esensialisme mempunyai pandangan yang sama tentang masyarakat.

sedikit sekali memperhatikan segi segi sosial atau psikologis peserta didik. essentialism is nonreflective. Kurikulum pendidikan klasik lebih menekankan isi pendidikan. 1975. it is primarily practical and pragmatic. berfungsi menciptakan lingkungan yang menunjang dan terhindar dari hama-hama. Guru mempunyai peranan yang sangat besar dan lebih dominan. dengan berpusatkan pada segi intelektual. Dialah yang aktif dan bertanggung jawab dalam segala aspek pengajaran. Siswa mempunyai peran yang pasif. 32). sistematis. et. 2. mengutamakan kerja dan kompetisi di tramping kerja sama. Mereka menghargai seni. (2) dapat bekerja sama lebih baik dengan orang dari berbagai tingkatan/lapisan masyarakat. menurut para esensialis. seeking to maintain and pass on to the new generation the convictions of the older generation. It is far more prone to activity-to doing-than to wasting time on extensive philosophical speculation. kehidupan produktif. al. dan humanitas sepanjang hal itu mendukung kehidupan sehari-hari. berbuat. seperti halnya seorang . terutama sukses secara ekonomis. memecahkan masalah. dan berstruktur.. Looking to the present rather than the past. yang diambil dari disiplin-disiplin ilmu. apalagi siswa. Tujuan utama pendidikan. and to science rather than to the humanities. adalah (1) memperoleh pekerjaan yang lebih baik. Pendidikan pribadi Pendidikan pribadi (personalized education) lebih mengutamakan peranan siswa. (Lapp. Mereka berpikiran praktis bahwa pendidikan adalah suatu Han untuk mencapai sukses dalam kehidupan. dan evaluasi. anak telah memiliki potensi-potensi. essentialism is conservative. keindahan. Konsep pendidikan ini bertolak dari anggapan dasar bahwa. Dalam pengajaran. Dianna. disusun oleh para ahli tanpa mengikutsertakan guru-guru. maupun untuk belajar dan berkembang sendiri. (3) memperoleh penghasilan lehih banyak. sebagai penerima informasi dan tugas-tugas dari guru. hlm. sejak dilahirkan. baik potensi untuk berpikir. Para esensialis bersifat praktis. Isi disusun secara logis. nonphilosophical.Like perennial education. Tugas guru. ia menentukan isi. But unlike perennialism. Pendidikan adalah ibarat persemaian. metode.

dialah yang menduduki tempat utama dalam pendidikan. Tokoh pendahulu pendidikan progresif adalah Francis Parker yang membawa aliran ini dari Eropa ke Amerika. Inilah yang hams ditemukan. Aliran ini menjadi lebih terkenal di Amerika berkat percobaan-percobaan yang dilakukan John Dewey dengan sekolah-sekolah laboratoriumnya. la juga berperan sebagai bidan yang membantu siswa melahirkan ide -idenya. . perkembangan emosi dan sosial sama pentingnya dengan perkembangan intelektual. pendorong (motivator). sebab secara alamiah manusia baik. bukan lagi sebagai penyampai informasi atau sebagai model dan ahli dalam disiplin ilmu. berkat interaksi dengan berbagai aspek dalam lingkungan maka terjadi rentetan pengembangan kemampuan-kemampuan anak. kebenaran. Guru lebih merupakan ahli dalam metodologi daripada dalam bahan ajar. udara. merdeka. Pendidikan adalah proses individual yang berisi rentetan pengembangan kemampuan-kemampuan anak. Ia lebih berfungsi sebagai psikolog yang mengerti segala kebutuhan dan masalah peserta didik. fasilitator. Isi pengajaran berasal dari pengalaman sisvva sendiri yang sesuai dengan minat dan kebutuhannya. pupuk. Guru adalah pembimbing. Ia ingin mengembalikan pendidikan kepada pendidikan alam. dan pelayan bagi siswa. dan gentle. Guru membantu perkembangan siswa sesuai dengan kemampuan dan kecepatannya masing-masing. air. Menurut Rousseau. Ia merefleksi terhadap masalah masalah yang muncul dalam kehidupanhya. Pendidik menempati posisi kedua. Rousseau menolak pendidikan yang mengutamakan intelektual. didengarkan. siswa merupakan satu kesatuan yang utuh. Pendidikan romantik berpangkal dari pemikiran-pemikiran Jean Jacques Rousseau. Pendidikan bertolak dari kebutuhan dan minat peserta didik. semua ciptaan Tuhan termasuk anak adalah bai k dan menjadi kurang baik atau sering rusak di tangan manusia. dan sinar matahari yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan tanaman (peserta didik). Dalam pendidikan progresif. yaitu pendidikan progresif dan pendidikan romantik. dan diikuti. Setiap orang mempunyai nurani yang berisi kejujuran.petani adalah mengusahakan tanah yang gembur. Berkat refleksinya itu is memahami dan dapat menggunakannya bagi kehidupan. Teori ini juga memiliki dua aliran. John Dewey menerapkan prinsip belajar sambil berbuat (learning by doing). dan ketulusan. Peserta didik menjadi subjek pendidikan.

guru dengan melibatkan siswa.. memberikan kebebasan agar anak belajar dan berkembang sendiri. Anak tidak diajari. dan mewujudkan rasa ingin tahunya. Mereka lebih berorientasi ke masa sekarang dan yang akan datang. Guru menyediakan lingkungan belajar. 1975. mewujudkan dorongan-dorongannya. so prevalent.Rousseau memandang pendidikan sebagai a lifelong personal growth process rather than an information and skill gathering process that exists only during the school years (Diane Lapp. yang ada adalah kurikulum minimal yang dalam implementasinya dikem. dan tumbuh sesuai dengan polanya. Perkembangan teknologi pendidikari dipengaruhi clan sangat diwarnai oleh perkembangan ilmu dan teknologi. 154). 3. that they not only . Guru juga berperan sebagai sumber lingkungan belajar. tidak seperti pendidikan klasik yang lebih melihat ke masa lalu. and so prominent in the awareness of people. Teknologi telah masuk ke semua segi kehidupan. al. Ia dibiarkan untuk mengalami sendiri. Keduanya juga mempunyai perbedaan. so deliberately foster. Pengalaman merupakan isi sekaligus guru alamiah bagi anak. Hal itu memang sangat masuk akal. Our technologies to day are so powerful. sebab yang diutamakan dalam teknologi pendidikan adalah pembentukan dan penguasaan kompetensi bukan pengawetan dan pemeliharaan budaya lama. TeknOlogi pendidikan Teknologi pendidikan mempunyai persamaan dengan pendidikan klasik tentang peranan pendidikan dalam menyampaikan informasi. Pengembangan kurikulum dilakukan oleh guru. et. yang selalu siap memberikan bantuan kepada siswa. Isi dan proses pembelajarannya selalu berubah sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa. Tidak ada suatu kurikulum standar. hlm. Ia berusaha mencegah hal.bangkan bersama siswa.hal yang mungkin mengganggu perkembangan siswa. Materi ajar dipilih sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa. Kurikulum pendidikan pribadi lebih menekankan pada proses pengembangan kemampuan siswa. termasuk dalam pendidikan. sebab teknologi pendidikan bertolak dari dan merupakan penerapan prinsip-prinsip ilmu dan teknologi dalam pendidikan. tetapi didorong untuk belajar.

Gambaran manusia tentang dunia dan makna kehidupan merupakan sintesis dari pengalaman-pengalaman dasarnya. konsep pendidikan ini mengutamakan segi-segi empiris. goals. alat-alat pandangdengar (audio-visual) dan media elektronika. dan behavior modification merupakan model-model pengajaran baru. dunia ini adalah dunia material. Meskipun lebih kompleks. berbeda dengan pandangan teknologi pendidikan. how to control his environment in such away as to reshape his behavior. mesin pengajaran. manusia pada dasarnya tidak berbeda dengan binatang. pengalaman tersebut selalu berubah. mereka juga melibatkan penggunaan perangkat keras. Bagi mereka. Therefore. perilakunya dapat dibentuk dengan teknologi perilaku. Mereka kurang menghargai hal-hal yang bersifat kualitatif dan spiritual. individually prescribed instruction (IPI). seperti yang dinyatakan Skinner.bring about changes in the physical world which tecnologies have always done but also in our insti. pendidikan menjadi sangat efisien. Efisiensi merupakan salah satu ciri utama teknologi pendidikan. values. sama dari tahun ke tahun. seperti computer assisted instruction (CAI). dunia empiris. and expectations. dan pengajaran modul. Dengan pengembangan desain program. Man totally determined by his environment. Dalam pengembangan desain program. Karena sifat ilmiahnya. if we wish to relate to him for better to educate him. pengalaman ini bersifat menetap. melengkapi model yang telah ada yaitu pengajaran berprogram. 1972). Menurut mereka. . 237). Menurut pandangan klasik. and in our very conceptions of the meaning of existence (Holtzman. hari ini lebih baik dari kemarin dan besok lebih baik daripada hari Mi. competency based instruction.tutions. 1970. hlm. attitudes. informasi objektif yang dapat diamati dan diukur serta dihitung secara statistik. Kehidupan dan perkembangan itu selalu baru. we need only learn scientifically. Pengembangan model-model pengajaran yang bersifat individual serta menekankan penguasaan kemampuan. ia mereaksi terhadap perangsang-perangsang dari lingkungannya. Menurut teori ini. What we need is a technology of behavior (Skinner. pendidikan adalah ilmu dan bukan seni. pendidikan adalah cabang dari teknologi ilmiah.

mungkin ia dapat bertahan hidup. Isi disusun dalam bentuk desain program atau desain pengajaran dan disampaikan dengan menggunakan bantuan media elektronika (kaset audio. Apab digunakan ila media elektronika. apa yang akan dihadapi seseorang. modul. Keterampilan-keterampilan barunya segera digunakan dalam masyarakat. berinteraksi. Guru berfungsi sebagai direktur belajar. Dalam satuan-satuan bahan ajar tersebut tercakup pula kegiatan pembelajaran dan bentuk-bentuk serta alat penilaiannya. Siswa berusaha untuk menguasai sejumlah besar bahan dan pola-pola kegiatan secara efisien tanpa refleksi. Perangkat kurikulum cukup lengkap mulai dari struktur dan sebaran mata pelajaran sampai dengan rincian bahan ajar yang dipelajari oleh siswa. Penyusunan kurikulum dilakukan para ahli dan atau guru-guru yang mempunyai kemampuan mengembangkan kurikulum. Materi disiplin ilmu dipelajari termasuk dalam kurikulum. video ataupun komputer. video. mereka dapat hidup. Karena kehidupan bersama dan kerja sama ini. isi pendidikan dipilih oleh tim ahli bidang-bidang khusus. dan bekerja sama. 4. tetapi apabila tidak. lebih banyak melakukan tugas-tugas pengelolaan daripada penyampaian dan pendalaman bahan. paket program audio. apabila hal itu mendukung penguasaan kemampuan-kemampuan tersebut. mungkin tidak liapat hidup atau tidak dapat mencapai . bila ia hidup sendiri di sebuah pulau terpencil. yang tersusun dalam satuan -satuan bahan ajar dalam bentuk satuan pelajaran. materi disiplin ilmu tersebut disusun terjalin dalam kemampuan. dan mampu inemenuhi kebutuhan hidup dan memecahkan berbagai masalah yang (iihadapi. manusia selalu membutuhkan manusia lain. atau komputer) dan para siswa belajar secara individual. Dalam kehidupannya. selalu hidup bersama. Pendidikan interaksional Konsep pendidikan ini bertolak dari pemikiran manusia sebagai makhluk sosial. Kurikulum pendidikan teknologi menekankan kompetensi atau kemampuan. Dapat dibayangkan.kemampuan praktis. paket belajar. Isi pendidikan berupa data-data objektif dan keterampilanketerampilan yang mengarah kepada kemampuan vocational. ierbehas dari tugas pengembangan segi-segi nonintelektual. film. Bila lingkungannya mendukung. berkembang.Dalam konsep teknologi pendidikan. Dalam kurikulum.

Pendidikan lideraksional menekankan interaksi dua pihak. Setelah mengetahui makna dari fakta-fakta dan nilai-nilai sosial budaya. dan guru juga pada suatu saat berperan sebagai siswa yang turut belajar bersama para siswanya. mereka mengadakan evaluasi. Interaksi juga terjadi antara siswa dengan bahan ajar. Dalam proses seperti itu dialog berlangsung. tetapi juga sebagai guru. persepsi-persepsi yang berbeda tersebut digunakan untuk menyoroti masalah bersama yang muncul dalam kehidupannya. Isi atau bahan ajar ini berkenaan dengan lingkungan sosial-budaya yang mereka hadapi saat ini. Setiap siswa. Pemahaman yang muncul dari situasi demikian melebihi jumlah seluruh sumbangan para peserta.kemajuan seperti yang dialami oleh I wang-orang yang hidup bersama dengan orang lain. antara pemikiran siswa dengan kehidupannya. tetapi lebih jauh yaitu pada tingkat mengapa. interaksi ini juga terjadi antara siswa dengan bahan ajar dan dengan lingkungan. Dalam proses belajar. sedangkan dalam pendidikan romantik don progresif terjadi sebaliknya dari siswa kepada guru. dari guru kepada siswa dan lari siswa kepada guru. tingkat mencari makna baik makna sosial (socially conscious) maupun makna pribadi (self conscious). belajar lebih dari sekadar mempelajari fakta-fakta. selalu terjadi hubungan timbal balik antara keduanya. setiap siswa dan guru saling mendengarkan. kritik dari sudut kepentingannya bagi kesejahteraan umat manusia. begitu juga guru. Dalam pendidikan klasik dan teknologi interaksi terjadi sepiliak dari guru kepada siswa. Dalam pendidikan interaksional. memberikan interpretasi yang bersifat menyeluruh serta memahaminya dalam konteks kehidupannya. sal ing mengajar dan belajar. Siswa sebagai individu selalu berinteraksi dengan lingkungannya. Interaksi ini terjadi melalui berbagai bentuk dialog. Pandangan-pandangannya mempengaruhi bentuk dan pola lingkungan. memberikan pendapat. Lebih luas. Interaksi ini bukan hanya pada tingkat apa dan bagaimana. Siswa mengadakan pemahaman eksperimental dar fakta-fakta i tersebut. mempunyai rentetan pengalaman dan persepsi sendiri. Pendidikan sebagai salah satu bentuk kehidupan juga berintikan kerja ama dan interaksi. di lain pihak kekuatan dan . Siswa tidak hanya berperan sebagai siswa.

Sekolah berbeda dengan pendidikan. Proses pendidikannya berbentuk kegiatan-kegiatan belajar kelompok yang mengutamakan kerja sama. Interaksi juga terjadi antara pemikiran siswa dengan kehidupannya. menilai pendapat orang lain. Lebih jauh. dan memberikan kesiapan untuk melakukan berbagai pekerjaan. Siswa belajar memperhatikan. pendapat. Pendidikan berperan dalam mengembangkan identitas pribadi. baik antarsiswa. maupun antara siswa dan guru dengan sumbersumber belajar yang lain. menentukan stratifikasi sosial. disiplin kerja.keterbatasan lingkungan mempengaruhi individu siswa. memberikan penilaian yang kritis. siswa dan guru. Proses belajar dalam model interaksional terjadi melalui dialog dengan orang lain apakah dengan guru. kemudian mereka mengembangkan persepsinya sendiri terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat. Guru berperan dalam menciptakan situasi dialog dengan dasar saling mempercayai dan saling membantu. memperbaiki modus dari kehidupan. Bahan ajar diambil dari lingkungan sosial-budaya yang dihadapi para siswa sekarang. Lingkungan merupakan bagian dari kehidupan siswa. Belajar adalah kerja sama dan saling kebergantungan dengan orang lain. Sekolah merupakan pintu untuk memasuki masyarakat. atau yang‡lainnya. Mereka diajak untuk menghayati nilai-nilai sosial-budaya yang ada di masyarakat. dan belajar menyatakan pendapat dan sikapnya sendiri. dan sebagainya. Melalui interaksi tersebut muncul pengetahuan. . sikap. teman. Sekolah menyiapkan anak dengan berbagai keterampilan sosial juga keterampilan bekerja. sekolah juga berperan dalam membina sikap positif terhadap dunia kerja. Suatu kebenaran tidak akan diyakininya apabila tidak dicobakan dan dihayati dalam kehidupannya sehari-hari. Isi pendidikan terdiri atas problem problem nyata yang aktual yang dihadapi dalam kehidupan di masyarakat. Kegiatan penilaian dilakukan untuk hasil maupun proses belajar. dan keterampilan-keterampilan baru. menerima. Kurikulum pendidikan interaksional menekankan baik pada isi maupun proses pendidikan sekaligus. tetapi mempunyai peranan penting dalam sistem masyarakat. Guru-guru melakukan kegiatan penilaian sepanjang kegiatan belajar.

Oleh karena itu. dan diakhiri dengan proses evaluasi kurikulum. seluruh isi buku ini terbagi atas tiga bagian. Secara sistematis dan logis. dalam arti bertolak dari teori yang kuat. organisasi. yaitu. khsusunya kurikulum. Selanjutnya.landasan-landasan apa yang mendasari penyusunan kurikulum. Hampir semua hal yang berkenaan dengan permasalahan kurikulum tercakup dalam buku mi. 1986. penulis menyajikan suatu tulisan yang komprehensif mendasar. Buku ini merupakan buku teks pada bidang kurikulum baik untuk tingkat S1 maupun S2 sebab isinya menyangkut hal-hal yang sangat prinsip. dengan mengemukakan hal-hal yang bersifat praktis. Inc. baik dari segi konsep atau teori. proses. sampai sejauh mana dan untuk apa hal itu diberikan. Juga diuraikan masalah mengapa. Buku Acuan Schubert. bagaimana proses penyampaian kurikulum serta proses pengelolaan kurikulum. Bagian kedua membahas paradigma. dan nilai-nilai apa yang harus disajikan dalam kurikulum. dan pengembangan kurikulum. profesionalisasi. Kurikulum menentukan jenis dan kualitas pengetahuan dan pengalaman yang memungkinkan orang atau seseorang mencapai kehidupan dan penghidupan yang baik. dan ovaluasi. Dilatarbelakangi oleh minat pribadi yang sangat mendalam terhadap pendidikan. Bagian pertama menguraikan perspektif kurikulum. Paradigm and Possibility. al. misi. sejarah maupun perkembangannya.. buku ini baik sekali bagi para pengajar kurikulum dan guru guru yang melaksanakan kurikulum. keterampilan. serta pelaksanaan. et.. . Salah satu kelebihannya terletak pada isinya yang sangat komprehensif. Curriculum Planning and Development. pengetahuan. Boston: Allyn and Bacon. Curriculum: Perspective. Beane. 1986. New York: Macmillan Publishing Co. Isi buku ini hampir sama dengan buku-buku lain dalam tema yang sama. yang berisi tujuan. Dilengkapi dengan pengalamannya yang begitu banyak dalam bidang pendidikan. James A.Secara sistematik diuraikan masalah apa dalam kurikulum. William H. Bagian ketiga membahas problema-problema kurikulum. penulis memandang bahwa kurikulum merupakan bidang yang sangat penting.D.

politicalsocial. dan juga guru-guru. New York: Center for Curriculum Research and Services. struktur kurikulum. 1979. Co. suatu judul yang bertemakan pendidikan. Albany. dan technicalprofesional. dan isinya lebih banyak menyangkut kurikulum. New York: McGraw Hill Book. (Ed). Sekolah Menengah Pertama. peneliti. dan pelaksana kurikulum memperluas pemahaman mereka tentang pelaksanaan kurikulum di lapangan. Intensionality in Education. Dalam pengembangan tersebut diuraikan secara rinci bagaimana merumuskan tujuan. Isi buku didasarkan atas hasil penelitian/pengalaman praktik selama lebih dari 20 tahun di Sekolah Dasar. pakar kurikulum. John I. The Study of Curriculum Practice. tingkat masyarakat. tingkat institusi. Dipisahkan dengan tegas oleh penulis antara kurikulum dan pengajaran. sedangkan pengajaran berkenaan dengan bagaimana cara mengajarkannya. Dengan konsep scperti itu penulis mengemukakan suatu model kurikulum yang disebutnya sebagai model P-I-E. Kurikulum berkenaan dengan apa yang akan diajarkan. serta pengelolaannya. Pada bagian akhir dibahas peranan ahli kurikulum dan pengembangan kurikulum dalam perspektif persilangan budaya-budaya/bangsa-bangsa. serta sumbersumber kurikulum. Isi buku ini sangat berharga bagi para pakar pendidikan. dan dijelaskan pula bagaimana pengembangannya. Pada bagian pertama tulisan ini. substantive. serta penjabaran dalam desain instruksional.Johnson. isi. Tulisan ini membahas praktik pelaksanaan kurikulum di lapangan dengan tujuan membantu para teoretisi. evaluasi. serta bidang-bidang kurikulum yang meliputi tiga fenomena. 1977. dan Sekolah Menengah Atas. Selanjutnya diuraikan juga rencana pengajaran. Judul buku ini adalah intensionality in Education. Curriculum Inquiry. Pada bagian berikutnya diuraikan penjabaran konsep-konsep tersebut menurut tingkat perkembangan kurikulum. Dalam buku ini disajikan suatu model konseptual kurikulum dan rencana pengajaran. dikemukakan konsep-konsep kurikulum dan komponen-komponen pelaksanaan kurikulum dalam masyarakat industri. Mauritz. para perencana pengajaran. serta evaluasinya. Goodlad. .

pernyataan dalam suatu teori bersifat memadukan (unifying statement). him. Pertama. reflacing new ones as the situa.BAB 2 TEORI KURIKULUM Dewasa ini berkembang suatu anggapan bahwa pendidikan bukan lagi merupakan suatu ilmu. bahwa teori merupakan suatu set atau sistem pernyataan (a set of statement) yang menjelaskan serangkaian hal. melainkan suatu teknologi. khususnya kurikulum. Kedua. criticizing. Perubahan atau penambahan isi kurikulum sering diadakan karena adanya kebutuhan-kebutuhan praktis. khususnya pentingnya ilasar-dasar teoretis dalam pengembangan suatu kurikulum. Karena selalu menekankan pada hal-hal praktis itulah. tetapi juga ada beberapa perbedaan pendapat. and even more impor. Di antara sekian banyak pendapat yang berbeda.tion demands. masa berlaku suatu kurikulum tidak bisa lama. to modify habits or discard them together. Hal ini disebabkan oleh upaya pengembangan dan penyempurnaan pendidikan. modify. ada tiga kelompok karakteristik utama sistem pernyataan suatu teori. lebih banyak datang dari pengalaman praktik di sekolah. telah ada beberapa kesepakatan di antara para ahli. dibandingkan dengan dari penerapan teori-teori yang sudah mapan. theory will appear as the device for interpreting. accordingly. pernyataan tersebut berisi kaidah-kaidah umum (universal preposition). Ketidaksepakatannya terletak pada karakteiistik pernyataan tersebut. And the reconstructed logic. Ketiga. Apakah Teori Itu? Mengenai apakah teori itu. so as to allow us most effectivelly to bring to bear our reverfoice of habits.ing . mengapa. dan bagaimana teori. seperti yang dikemukakan Kaplan (1964. Pada bab ini akan diuraikan apa. Karakteristik memadukan (unifying statement) banyak disetujui oleh para perumus teori.tant. and unifying established laws. Kesepakatan yang telah diterima secara umum. 295). A theory is a way of making sense of a disturbing situation. A. pernyataan bersifat meramalkan (predictive statement).

. dan kaidah-kaidah umum.. Definisi teori Abel umpamanya menunjukkan hal seperti itu. a theory consists of generalizations intended to explain phenomena and that the generalizations must be predictive". 10): ". Karakteristik ketiga yang dipandang sebagai ciri utama suatu teori adalah sifat prediktif (meramalkan). bukan hanya menggambarkan apa adanya tetapi mampu meramalkan apa yang terjadi atas suatu hal. It involves synthesis and is directed to the formulation of propositions about universals. A general theory is built upon the facts discovered by means of the use of theorems and other conceptual models from empirical data and which have been expressed in the form of laws.. Karakteristik lain berupa kaidah-kaidah yang bersifat universal. correlations..prise of discovering new and more powerful generalizations. dan deduksi-deduksi logismatematis. him. It consist of a) a set of units (facts. a theory is a symbolic instruction designed to bring generalizable fact (or laws) into systematic connection. 11) menekankan hal yang sama yaitu sifat unifying. Dalam rumusan yang lebih kompleks. and guiding the enter. Menurut Rose. asumsi. hlm. A theory may be defined as an integrated body of definitions. him. hlm. and b) a system of relationships among the units. Rumusan demikian dapat dilihat dalam definisi teori Travers (1960. 52). teori ini juga menyangkut hukum-hukum. hipotesis. . karakteristik pernyataan (set of statement) tersebut meliputi definisi. seperti mereka nyatakan bahwa ". In its simplest form. concepts. Pendapat yang hampir sama juga dikemukakan oleh Snow (1973. Hall dan Lindsay (1970. Teori harus mampu menjangkau ke depan. variables). or other type of generalizations.78). kita temukan dalam definisi teori Rose (1953. assumptions and general prepositions covering a given subject matter from which a comprehensive and consistent set of specific and testable hypotheses can be deducted logically. a theory is set of conventions that should contain a cluster of relevant assumption systematically related to each other and a set of empirical definitions".them to fit data unanticipated in their formation.

kejadian yang diketahui. proposisi. dan postulat. Dengan bermacam-macam rumusan teori itu diharapkan sampai pada suatu kesimpulan. walaupun bersifat tentatif bahwa suatu teori lahir dari suatu proses. universal prepositions. definitions. Bagian kedua yang dinyatakan sebagai asumsi. Visualisasi hubungan antara bagian-bagian tersebut dapat dilihat pada bagan berikut. yang mengandung tiga karakteristik utama suatu teori (unifying. hukum. hlm. with the purpose of explaining and predicting phenomena". BAGAN 2. yang berbeda dengan yang lainnya. Bagman ketiga adalah bagian dari set universal atau bagian dari keseluruhan yang belum diketahui. and prepositions that present a systematic view of phenomena by specifying relations among variables. dan predictive) kita temukan dalam definisi Kerlinger (1973.Suatu rumusan yang lebih menyeluruh. 9). A theory is a set of interelated constructs (concepts). Suatu kejadian yang dijelaskan oleh suatu teori menunjukkan suatu set yang universal. Set universal ini terbentuk oleh tiga bagian. Bagian pertama.1 Suatu set kejadian yang terkandung dalam suatu teori . Suatu teori hanya menjelaskan hal yang terbatas. yang dinyatakan sebagai fakta. Kejadian ini bisa sangat luas atau sangat sempit. Teori menjelaskan suatu kejadian. teori lain menjelaskan hal yang lebih luas. atau prinsip.

Hal yang sangat penting dalam pekerjaan seorang ilmuwan adalah penggunaan istilah-istilah. Pernyataan dapat menunjuk kepada faktafakta. The basic concept merupakan istilah-istilah yang sangat dasar dan penting dalam menjelaskan suatu set kejadian. dalil. General language terms merupakan istilah-istilah yang digunakan dalam ilmu pengetahuan atau bahasa secara umum.Tugas seorang teoretisi adalah merumuskan istilah-istilah dan pernyataan yang akan menjelaskan isi bagian-bagian dan hubungan di antara bagian-bagian tersebut. Suatu teori terdiri atas serangkaian pernyataan. Seperti halnya istilah. konsep titik (point) dalam geometri. Contoh istilah minat. hlm. kebutuhan dalam pengajaran. Yang ketiga adalah theoretical constructs. yang merupakan istilah yang punya makna khusus dalam set kejadian yang akan dijelaskan suatu teori. tetapi tidak dapat diketahui melalui pengamatan langsung. Gordon dan teman-temannya (1967) membagi istilahistilah yang digunakan dalam suatu teori atas tiga kelas: primitive terms. pernyataan pun ada pengkategoriannya. yaitu "general language terms. istilah kurikulum dalam pendidikan. Theo. proposisi. Sering terdapat tumpang tindih atau pertukaran pengertian dari istilah-istilah tersebut.retical terms dapat didefinisikan secara operasional. teorem. postulat. Beauchamp (1975. generalisasi. 15) membedakan adanya tiga kelompok istilah. dan hukum. asumsi. dan theoretical contructs". Fakta adalah suatu fenomena yang diketahui melalui pengamatan. basic concepts. Ia dituntut untuk menggunakan istilah dengan makna yang tepat dan konsisten. di dalam pernyataan tersebut ada istilah-istilah. definisi. Hal lain yang juga sangat penting dalam pekerjaan ilmuwan adalah pernyataan. hipotesis. key terms. Key terms adalah istilah-istilah yang dapat didefinisikan secara operasional seperti pemecahan masalah. and theoretical terms. Primitive terms tak dapat didefinisikan secara operasional. oleh karenanya perlu didefinisikan secara operasional. Contohnya. Istilah-istilah tersebut tidak perlu didefinisikan secara operasional karena telah dikenal secara umum. Sebagai contoh. Secara hukum istilah-istilah tersebut sering diartikan sebagai berikut. istilah molekul dalam kimia. tetapi dalam hubungannya dengan key terms. Definisi . juga penggunaannya sering amat terbatas hanya dalam teori atau konsep tertentu.

Fungsi yang lebih besar dari suatu leori adalah melahirkan teori baru.. dan (3) memprediksi.merupakan perumusan arti dalam bentuk pernyataan formal. Mouly (1970. Hal itu mendorong pencarian dan pengkajian selanjutnya. dan membuat prediksi. Khusus dalam penelitian Gawin (1963) mengemukakan fungsi teori sebagai: . Generalisasi adalah suatu proposisi yang memperkuat atau menegaskan kedudukan suatu anggota atau beberapa anggota kolas. hlm. yaitu: . Melalui proses demikian mungkin terjadi di dalam suatu "set kejadian". menjelaskan. dan hukum-hukum merupakan bentuk-bentuk khusus proposisi./ searcher to analyze data to make shorthand summarization or synopsis of data an relations. Apakah fungsi teori? Minimal ada tiga fungsi teori yang sudah disepakati para ilmuwan yaitu. postulat. Brodbeck (1963. it also unifies phenomena". Hukum adalah suatu proposisi yang sudah bersifat tetap. Hipotesis terbentuk oleh satu proposisi atau lebih untuk menjelaskan suatu set kejadian. Hipotesis. (2) menjelaskan. Aksioma atau postulat adalah suatu proposisi yang diterima sebagai suatu kebenaran. untuk menemukan hukum-hukum baru dan hubungan baru dalam suatu teori baru. and to suggest new thing to try out. 1. hal itu disimpulkan dari hasil pengamatan atas sejumlah hubungan peristiwa. Proposisi merupakan suatu pernyataan formal yang memperkuat atau menolak keberadaan sesuatu hal tentang suatu subjek.. Untuk tiga fungsi tersebut. semua hukum dan interealasinya dapat dinyatakan dan teori itu telah berkembang menjadi hukum yang lebih tinggi. teorem. para ahli terus mencari dan menemukan hukum-hukum baru dan hubungan-hubungan baru di antara hukum-hukum tersebut. 70) menambahkan fungsi lain. (1) mendeskripsikan. Dalam usaha mendeskripsikan. "A theory nol only explains and predict. yang memberikan kondisi yang tidak berubah. hlm. generalisasi. aksioma. the theory help teioire. 70-71) mengemukakan ciri-ciri suatu teori yang baik. Teorem adalah suatu proposisi yang berasal dari pemikiran atau diturunkan dari aksioma. Para ahli teori mencari hubungan baru dangan menggabungkan beberapa "set kejadian" menjadi suatu "set kejadian yang baru yang lebih universal".

mengadakan induksi dan deduksi. Sesuai dengan fungsi dari teori yaitu memberikan prediksi. Theories must be stated in simple terms. pendefinisian istilah merupakan hal yang sangat penting berteori. Kedua. Ketiga. dan penelitian.1. Ada prediksi yang dibuktikan dengan suatu penelitian. prediksi. Induksi merupakan proses penarikan kesimpulan yang lebih bersifat umum dari fakta-fakta atau hal-hal yang bersifat khusus. Pertama. Klasifikasi juga merupakan wugelompokan fakta dan generalisasi ke dalam kelompok-kelompok yang . tetapi ada juga prediksi yang tetap sebagai prediksi. teori juga berkembang melalui prediksi dan juga penelitian. 4. Scientific theories must be based on empirical facts and relationships. Pembentukkan suatu teori yang kompleks mungkin berpangkal dari inferensi-inferensi yaitu penyimpulan dari apa yang diamati. klasifikasi yaitu pengelompokan informasi-informasi yang revan dengan kategori-kategori yang sejenis. maka untuk . dan generalisasi dari hasil-hasil observasi. A theory must be compatible both with observation and with previously validated theories.mogen. tetapi tidak menjelaskan interelasi antarkelompok atau interaksi fakta dengan generalisasi dalam suatu kelompok. hipotesis. 3.pernyataan teoretis setelah pendefinisian dan pengklasifikasian. 2. terutama berkenaan dengan kejelasan atau ketepatan penggunaan istilah yang telah didefinisikan. Induksi dan deduksi merupakan dua proses penting di dalam mengembangkan pernyataan. Kelima pembentukan model-model. Keempat adalah informasi. A theoretical system must permit deduction which be tested empirically. Inferensi ini mungkin ditarik melalui perumusan asumsi. Deduksi merupakan penurunan kaidah-kaidah khusus dari kaidah yang lebih umum. Karena yang dicakup dengan teori sering menyangkut hal-hal yang sifatnya abstrak dan kompleks. melalui beberapa langkah. that theory is best which explains the most in the simplest form. Bagaimana proses pembentukan suatu teori atau bagaimana proses herteori berlangsung.

beberapa ahli menyatakan bahwa ilmu pendidikan merupakan ilmu yang "belum jelas". B. Teori Pendidikan Pendidikan merupakan suatu ilmu terapan (applied science). perkembangan teori pendidikan berasal dari pemikiranpemikiran filosofis-teoretis. atau lebih menekankan pada pengajaran seperti teori Gagne. yaitu terapan dari ilmu atau disiplin lain terutama filsafat. psikologi. hlm. pengajaran. Suatu teori yang telah mapan dan komprehensif mendorong untuk terbentuknya sub-subteori. teori pendidikan akan atau dapat berkembang. dan humanitas. sosiologi. evaluasi. Yang menjadi subteori dari teori pendidikan adalah teori-teori dalam kurikulum. Kohnstam. Subteori ini cenderung memperluas lingkup dari suatu teori dan juga memberikan penyempurnaan. Masih memerlukan waktu yang cukup lama untuk menampilkan dengan jelas teori pendidikan ini. Hal itu diperkuat oleh kenyataan bahwa cukup sulit untuk dapat merumuskan teori pendidikan. Sebagai ilmu terapan. dan administrasi pendidikan. Boyles (1959) menyatakan bahwa teori pendidikan di Amerika Serikat berada dalam a state of suspended animation. Keenam. pembentukan subteori. perkembangan yang bermilai teoretis yang merupakan pengkajian masalah-masalah pendidikan dari sudut .2. 34). Telah diuraikan sebelumnya bahwa ada dua kecenderungan perkembangan ilmu pendidikan. penggambarannya masih tertangguhkan. Pertama.memberikan gambaran yang lebih konkret dan sederhana dibuat model-model. Susunan hierarki teori pendidikan dengan subteori dan teori yang memayunginya dapat dilihat pada Bagan 2. Dengan latar belakang seperti itu. Teori-teori pendidikan yang ada lebih menggambarkan pandangan filosofis. tetapi perkembangannya pertama-tama dimulai pada sub-subteorinya. penelitian empiris dalam praktik pendidikan. dan sebagainya. Menurut Beauchamp (1975. Model ini menggambarkan kejadian-kejadian serta interaksi antara kejadian. seperti teori pendidikan Langeveld. Skinner. bimbingan-konseling. dan sebagainya.

Keduanya dapat ding membantu.BAGAN 2. sebab seharusnya praktik dilandasi oleh teori. Hanya sedikit hasil-hasil pengkajian leoretis yang diterapkan para pelaksana pendidikan. The world of practicality is built around clusters of specific events. Kedua. The world of theory derives from generalization law a axiomes and theorems explaining specific events and the relationships among them (Beauchamp. tidak selalu terjadi hal yang demikian. 35). sekalipun tidak banyak dilandasi oleh teori-teori yang kuat. tetapi keduanya ingat berkaitan erat. beauchamp menjelaskan: Theory by its nature is impractical. melengkapi. Sebaliknya para pendidik di lapangan melaksanakan praktik pendidikan yang lebih didasarkan atas kebutuhan kebutuhan prakt is. seperti filsafat. Mengenai perbedaan antara teori dengan praktik. Sebagai contoh.2 Susunan hierarki teori pendidikan dan kurikulum pandang ilmu lain. him. kecuali beberapa prinsip utamanya. 1975. dan lain-lain. hampir tidak ada yang melaksanakanIlya secara penuh. itu pun dengan keberapa modifikasi. perkembangan ilmu pendidikan dari praktik pendidikan. Seharusnya tidak terjadi hal yang demikian. dan memperkaya. . tidak ada praktik yang baik tanpa teori yang mapan. Dalam kenyataan. Anima teori dengan praktik memang terdapat perbedaan. psikologi. teori IT Rousseau yang menekankan pendidikan alam dengan peranan anak sebagai subjek yang penuh potensi.

tentang nilai. Sebagai ilmu dari segala ilmu. pragmatisme dari Mc. Filsafat mempunyai hubungan yang sangat erat dengan teori pendidikan. dikemukakan pandangan filosofisnya tentang peranan sekolah (pendidikan). esensialisme. etika. perenialisme. Murray. juga sebagai teori pendidikan. ten tang hakikat pengetahuan. umpamanya menyatakan bahwa filsafat merupakan teori umum dari pendidikan. Teori deskriptif terdiri atas serangkaian rencana kegiatan atau proposisi mengenai sesuatu kerangka masalah. tentang manusia. idealisme dari Butler. Antara keduanya tidak dapat dipisah-pisahkan. John Dewey seorang ahli filsafat pendidikan progresif. Teori deskriptif terdiri atas serangkaian proposisi yang berinterelasi secara logis. Teori menjadi pedoman bagi praktik dan praktik memberi umpan balik bagi pengembangan teori. yang keduanya merupakan bahasan dari bidang filsafat. Filsafat khususnya filsafat pendidikan memberikan pedoman bagi perumusan aspek-aspek pendidikan. Ada dua kategori teori yaitu teori deskriptif dan preskriptif.informasi baru. keduanya tidak dapat dipisahkan. filsafat mempunyai hubungan yang erat dengan ilmu pendidikan dan teori pendidikan. Mendidik atau pendidikan berkenaan dengan perbuatanperbuatan yang tidak lepas dari nilai. dan sumber-sumber nilai. Kebanyakan teori pendidikan yang ada. Dalam semua aliran filsafat ini. . sedangkan pengembangan teori preskriptif berhubungan dengan pendekatan atau teknik-teknik filosofis (techniques of philosophy). Pengembangan teori deskriptif berhubungan dengan pendekatan ilmiah (scientific approach). juga dari proposisiproposisi tersebut hubungan antara beberapa hal dirumuskan. atau dengan kata lain perbuatan mendidik selalu menyangkut nilai. Dari proposisi-proposisi tersebut diturunkan secara deduktif informasi.Walaupun terdapat perbedaan. Pratte menegaskan hubungan antara filsafat dengan teori pendidikan di dalam uraiannya tentang teori pendidikan modern yaitu pendidikan progresif (eksperimentalisme). kalau tidak berlandaskan psikologi maka bersumber pada filsafat. rekonstruksionalisme. dan eksistensialisme. Beberapa aliran filsafat pendidikan menggambarkan kedudukannya. Teori pendidikan selalu menyangkut tentang teori nilai. seperti dalam filsafat pendidikan realisme dari Borudy.

teori progresif. vocation. Teori hasil belajar sesuai dengan namanya mengutamakan hasil. Teori pendidikan bukan saja berkembang melalui pemikiran p. Teori pendidikan yang demikian sangat diperlukan mengingat hal-hal sebagai berikut. sedangkan teori proses belajar mengutamakan proses belajar. teori hasil belajar. c. a. juga dikembangkan melalui ponglojfisn pengkajian ilmiah (teori deskriptif). Harry S. A unified theory has to provide for general and special education.mikiran filosofis atau teori preskriptif. Brouner mengidentifikasi enam teori pendidikan yang berkembang di merika Serikat pada tahun 1960-an. 1960. and self development. Keenam teori tersebut dapat dilihat pada Bagan 2.Hugh C. teori progresif memandang pendidikan sebagai penggali potensi anak-anak. Broudy menyatakan perlunya suatu teori pendidikan yang utuh yang membentuk satu kesatuan. b. dibahas hvherapa makalah yang menguraikan apakah pendidikan merupakan BAGAN 2. Dalam simposium di Universitas John Hopkins tahun 1961. for differences in ability and bent (Broudy. dan teori proses belajar. Teori tradisional menekankan fungsi pendidikan sebagai pemelihara dan penerus warisan budaya. 24). hlm.3. yaitu teori tradisional. A unified theory must be judicious about the latest development in learning theory and teaching technology. Black dalam bukunya A Four fold Classification of Educational Theories (1966) mengemukakan empat teori pendidikan. dalam teori ini anak menempati kedudukan sentral dalam pendidikan.3 Enam teori pendidikan (menurut Brouner) . The present and projected kinds of knowledge and personality traits required for citizenship.

studi tentang pendidikan mencakup hal-hal sebagai berikut: 1.. bagaimana penerapannya dalam berbagai tingkat sekolah dan berbagai jenis mata pelajaran. Studi lebih mendalam tentang variasi model. saat. 3. . Sejarah tentang teori dan model-model pendidikan 2. Pendidikan adalah suatu bidang studi (suatu disiplin) dalam bidangnya. yang ditandai sejumlah pelayanan yang diberikannya.suatu disiplin ilmu atau bukan? Beberapa makalah mengakui pendidikan sebagai disiplin ilmu. 4. serta syarat-syarat yang diperlukan bagi pelaksanaan model tersebut. Studi tentang fungsi dari model-model yang ada. Prinsip-prinsip dan prosedur analisis dari model-model pendidikan. Pendidikan hanyalah suatu profesi. Studi tentang pendidikan merupakan suatu kajian tentang bagaimana cara atau model-model inkuiri disusun. sebagai bahan dan alat untuk mempelajari dan mengembangkannya. makalah lainnya menyangkalnya. dikembangkan. Menurut Beth. Mereka yang menyangkal. Lebih jauh berisi kajian tentang modelmodel yang cocok pada suatu tempat. March Beth dalam buku Education as a Discipline (1965) menegaskan bahwa pendidikan adalah suatu disiplin. la menolak pandangan bahwa pendidikan hanyalah aplikasi dari disiplin-disiplin lain. dan disusun kembali. memandang pendidikan merupakan aplikasi dari berbagai disiplin. digunakan.

dan tingkat keluasan_ dan kedalaman teori dan penelitian di sekitar kejadian-kejadian tersebut. Kalau konsep-konsep itu diterapkan dalam kurikulum. karena allanya petunjuk perkembangan. pengembangan.5. Dalam bidang studi tersebut. evidence mounts that education is sufficiently mature to become an organized field of study. atau teorem-teorem. asumsi-asunro hipotesis. Isi rumusan-rumusan tersebut ditentukan oleh lingkup dari rentetan kejadian yang dicakup. Bahan kajian dari teori kurikulum adalah hal-hal yang berkaitan dengan renentuan keputusan. Pelaksanaan model sesuai dengan kondisi waktu. Terlepas dari apakah pendidikan merupakan suatu disiplin ilmu atau bukan. evaluasi kurikulum. teori-teori pendidikan dikembangkan. 43) menyatakan bahwa Irrespective of label. generalisasi. suatu konstruksi fungsional. hlm. yaitu sebagai suatu perangkat pernyataan yang rnemberikan makna terhadap kurikulum sekolah. pendidikan tetap merupakan suatu bidang studi. hukum. yang disusun sedemikian rupa sehingga memberikan makna yang fungsional terhadap serangkaian kejadian. . dan lain-lain. Teori Kurikulum Telah diuraikan sebelumnya bahwa teori merupakan suatu perangkat pernyataan yang bertalian satu sama lain. kemampuan para pelaksana. penyuluhan. Beauchamp (175. makna tersebut Irryndi karena adanya penegasan hubungan antara unsur-unsur kurikulum. evaluasi. Pengembangan teori pendidikan menjadi semakin besar dan pesat dengan berkembangnya sub-subteori pendidikan. C. Perangkat pernyataan tersebut dirumuskan dalam bentuk definisi deskriptif atau fungsional. dan administrasi pendidikan. jumlah pengetahuan empiris yang ada. penggunaan. yaitu bimbingan clan konseling. kurikulum. penggunaan dan evaluasi kurikulum. perencanaan. serta fasilitas yang ada. pengajaran. maka dapatlah dirumuskan tentang teori kurikulum.

dan fungsi dari sistem kurikulum adalah bagaimana memelihara kurikulum agar tetap dinamis. dan evaluasi. kurikulum sebagai substansi. dan menyem. Suatu kurikulum juga dapat digambarkan sebagai dokumen tertulis sebagai hasil persetujuan bersama antara para penyusun kurikulum dan pemegang kebijaksanaan pendidikan dengan masyarakat. atau sebagai suatu perangkat tujuan yang ingin dicapai. Sistem kurikulum merupakan bagian dari sistem persekolahan. Hasil dari suatu sistem kurikulum adalah tersusunnya suatu kurikulum. Suatu kurikulum juga dapat menunjuk kepada suatu dokumen yang berisi rumusan tentang tujuan. para ahli teori kurikulum juga dituntut untuk: (1) mengembangkan definisi-definisi deskriptif dan preskriptif dari istilah-istilah teknis. Suatu sistem kurikulum mencakup struktur personalia. suatu sekolah.1. mereka menemukan hal-hal baru yang dapat memperkaya dan memperkuat bidang studi kurikulum. jadwal. sebagai sistem. Seperti halnya para ahli ilmu sosial lainnya. (4) mengembangkan subsubteori kurikulum. dipandang orang sebagai suatu rencana kegiatan belajar bagi murid-murid di sekolah. suatu kabupaten. Konsep pertama. yaitu sistem kurikulum. Ada tiga konsep tentang kurikulum. Ini merupakan bidang kajian para ahli kurikulum dan ahli pendidikan dan pengajaran. Konsep kurikulum Konsep terpenting yang perlu mendapatkan penjelasan dalam teori kurikulum adalah konsep kurikulum. Melalui studi kepustakaan dan berbagai kegiatan penelitian dan percobaan. Suatu kurikulum juga dapat mencakup lingkup tertentu. dan prosedur kerja bagaimana cara me nyusun suatu kurikulum. bahkan sistem masyarakat. kegiatan belajar-mengajar. kurikulum sebagai suatu bidang studi yaitu bidang studi kurikulum. Mereka yang mendalami bidang kurikulum mempelajari konsep-konsep dasar tentang kurikulum. melaksanakan. Konsep ketiga. ataupun seluruh negara. sistem pendidikan. dan sebagai bidang studi. Tujuan kurikulum sebagai bidang studi adalah mengembangkan ilmu tentang kurikulum dan sistem kurikulum. bahan ajar. adalah kurikulum sebagai suatu sistem. (3) melakukan penelitian inferensial dan prediktif. suatu kurikulum.purnakannya. kurikulum sebagai suatu substansi. mengevaluasi. (2) mengadakan klasifikasi tentang pengetahuan yang telah ada dalam pengetahuan-pengetahuan baru. Konsep kedua. propinsi. mengembangkan dan .

Kecakapan-kecakapan yang harus dikuasai untuk dapat terjun dalam kehidupan sangat bermacam-macam. Melalui pencapaian keempat hal tersebut baik sebagai subtansi. kebiasaan. Perkembangan kurikulum telah dimulai pada tahun 1890 dengan tulisan Charles dan McMurry. Menurut Bobbit. terbentuk oleh sejumah kecakapan pekerjaan. Perkernbangan teori kurikulum Perkembangan teori kurikulum tidak dapat dilepaskan dari sejarah perkembangannya. sebagai sistem. Hal-hal itu merupakan tujuan kurikulum. Pendidikan berupaya mempersiapkan kecakapan-kecakapan tersebut dengan teliti dan sempurna. Charlters (1923) setuju dengan konsep Bobbit tentang analisis kecakapan/pekerjaan sebagai dasar penyusunan kurikulum. Seluruh tujuan beserta pengalamanpengalaman tersebut itulah yang menjadi bahan kajian teori kurikulum. Dia jugalah yang menggunakan pendekatan ilmiah dalam mengidentifikasi kecakapan pekerjaan dan kehidupan orang dewasa sebagai dasar pengembangan kurikulum. yaitu kehidupan manusia. 2. Keempat tuntutan tersebut menjadi kewajiban seorang ahli teori kurikulum. bergantung pada tingkatannya maupun jenis lingkungan. inti teori kurikulum itu sederhana. Untuk mencapai hal-hal itu ada serentetan pengalaman yang harus dikuasai anak. Bobbit adalah orang pertama yang mengadakan analisis kecakapan atau pekerjaan sebagai cara penentuan keputusan dalam penyusunan kurikulum. apresiasi tertentu. keduanya setuju atas penggunaan teknik ilmiah dalam memecahkan masalah-masalah kurikulum. Char ters lebih menekankan pada pendidikan vokasional. keterampilan. Pertama. sikap. Werrett W. Dalam hal ini mereka dipengaruhi oleh gerakan . maupun bidang studi kurikulum dapat bertahan dan dikembangkan. Kehidupan manusia meskipun berbeda-beda pada dasarnya sama.melaksanakan model-model kurikulum. Setiap tingkatan dan lingkungan kehidupan menuntut penguasaan pengetahuan. Ada dua hal yang sama dari teori kurikulum. Bobbit sering dipandang sebagai ahli kurikulum yang pertama. teori Bobbit dan Charters. ia perintis pengembangan praktik kurikulum. tetapi secara definitif berawal pada hasil karya Franklin Babbit tahun 1918.

ilmiah dalam pendidikan yang dipelopori oleh El. Dalam pengembangan kurikulumnya. dan sebagainya.. Pada tahun 1947 di Univeristas Chicago berlangsung diskusi besar ri lama tentang teori kurikulum. Ida. Alabama. karena pengaruh pendidikan progresif. dan lain-lain. (2) menentukan hubungan antara Malin tersebut dengan struktur yang mendukungnya. ia mengembangkan konsep kurikulum yang berpusat pada masyarakat atau pekerjaan (society centered) maka Caswell mengembangkan kurikulum yang bersifat interaktif. perlu analisis tentang tugas-tugas dan tuntutan dalam kurikulum disusun keterampilan. menentukan kegiatan belajar. Mulai tahun 1920. Penyusunan kurikulum harus melibatkan siswa. nilai. memilih isi. Virginia). Caswell menekankan pada partisipasi guru-guru. Perkembangan teori kurikulum selanjutnya dibawakan oleh Hollis I swell. Ism dalam menentukan kurikulum. Bertolak pada hal-hal tersebut mereka itionyusun kurikulum secara lengkap dalam bentuk yang sistematis. menilai hasil. menentukan struktur dari penyusunan kurikulum. Thorndike. siswa belajar nu lalui pengalaman. Dalam peranannya sebagai ketua divisi pengembang kurikulum beberapa negara bagian di Amerika Serikat (Tennessee.rIah masalah penting yang muncul dalam pengembangan kurikulum tirui konsep-konsep yang mendasarinya. kurikulum. Teori kuri ulum k berubah dari yang menekankan pada organisasi isi yang diarahkan pada kehidupan sebagai orang dewasa (Bobbit dan Charters) kepada kl‡hidupan psikologis anak pada saat ini. dan lain-lain yang diperlukan untuk dapat berpartisipasi dalam kehidupan orang dewasa. Sebagai hasil diskusi tersebut 4. Untuk mencapai hal tersebut. sikap. Kedua. dalam merumuskan pengertian dalam merumuskan tujuan. Pendidikan menekankan kepada aktivitas siswa.11111muskan tiga tugas utama teori kurikulum: (1) mengidentifikasi Nin~. (3) Monoirt atau meramalkan pendekatan-pendekatan pada masa yang akan dittoing untuk memecahkan masalah tersebut. berkembang gerakan pendidikan yang berpusat pada anak (child centered). pengetatitian. Anak menjadi pusat perhatian Isi kurikulum harus didasarkan atas minat dan kebutuhan alswa. keduanya bertolak pada asumsi bahwa sekolah berfungsi mempersiapkan anak bagi kehidupan sebagai drang dewasa. Charles Judd. .

Tylor (1949) mengemukakan empat pertanyaan pokok yang menjadi inti kajian kurikulum: 1. MacDonald (1964) melihat teori kurikulum dari model sistem. generalisasi atau kaidahkaidah. Dalam konferensi nasional perhimpunan pengembang dan pengawas kurikulum tahun 1963 dibahas dua makalah penting dari George A. Melihat kurikulum sebagai suatu sistem dalam sistem yang lebih besar yaitu persekolahan dapat memperjelas pemikiran tentang konsep kurikulum. dan belajar. mengajar (teaching). (2) memilih dan menyusun bahan. sebagai prinsip-prinsip yang menjadi pegangan dalam menjelaskan fenomena kurikulum. Bagaimana mengorganisasikan pengalaman pendidikan tersebut secara efektif? 4. Interaksi dari empat sistem ini dapat digambarkan dengan suatu diagram Venn.Ralph W. pengajaran (instruction). Pengalaman pendidikan yang bagaimanakah yang harus disediakan untuk mencapai tujuan tersebut? 3. Menurut Smith. Penggunaan model sistem juga dapat . yaitu dalam (1) merumuskan dan mempertimbangkan tujuan pendidikan. Menurut Beauchamp. James B. Beauchamp menganalisis pendekatan ilmiah tentang tugas-tugas pengembangan teori dalam kurikulum. Othanel Smith menguraikan peranan filsafat dalam pengembangan teori kurikulum yang bersifat ilmiah. teori kurikulum secara konseptual berhubungan erat dengan pengembangan teori dalam ilmu-ilmu lain. analisis dan klasifikasi pengetahuan. ada tiga sumbangan utama filsafat terhadap teori kurikulum. Ada empat sistem dalam persekolahan yaitu kurikulum. Beauchamp dan Othanel Smith. dan (3) perumusan bahasa khusus kurikulum. penggunaan penelitianpenelitian prediktif untuk menambah konsep. Dalam makalah kedua. Bagaimana kita menentukan bahwa tujuan tersebut telah tercapai? Empat pertanyaan pokok tentang kurikulum dari Tylor ini banyak dipakai oleh para pengembangan kurikulum berikutnya. Hal-hal yang penting dalam pengembangan teori kurikulum adalah penggunaan istilah-istilah teknis yang tepat dan konsisten. Tujuan pendidikan yang manakah yang ingin dicapai oleh sekolah? 2.

BAGAN 2. Smith. Fungsi kurikulum dilukiskan sebagai proses bagaimana memelihara dan mengembangkan strukturnya. rekayasa kurikulum. dan Bunett. Faix (1966) menggunakan analisis struktural-fungsional yang berasal dari biologi. (4) struktur sistem kurikulum. Ada sejumlah pertanyaan yang diajukan dalam analisis struktural-fungsional ini. sosiologi. (2) sistem kurikulum. Ia mengidentifikasi adanya enam komponen kurikulum sebagai bidang studi. Smith. Broudy. Topik dan subtopik dari pertanyaan ini menunjukkan fenomena-fenomena kurikulum Pertanyaan-pertanyaan itu menyangkut: (1) pertanyaan umum tentang fenomena kurikulum. desain kurikulum.membantu para ahli teori kurikulum rnenentukan jenis dan lingkup konseptualisasi yang diperlukan dalam teori kurikulum. yaitu: landasan kurikulum. CURRICULUM Content Facts Concept Desriptive Principles Categories of instruction Symbolic studies Basic Sciences Developmental studies Testhetics studies Students Learnings: Cognitive maps Evaluational maps Modes of Teaching Situational Modes Operational Modes . isi kurikulum. (3) unit analisk (Ian unsur unsurnya. evaluasi dan penelitian. dan antropologi untuk menjelaskan konsep kurikulum. dan pengembangan teori. (6) proses kurikulum (7) prosedur analisis structural fungsional. (5) Fungsi sistem kurikulum. Skema persekolahan dari Broudy dan kawan kawannya dapat dilihat pada Bagan 2.4 Skema persekolahan dari Broudy.4. Beauchamp merangkumkan perkembangan teori kurikulum antara tahun 1960 sampai dengan 1965. Thomas L. dan Burnett (1964) menjelaskan masalah persekolahan dalam suatu skema yang menggambarkan komponen-komponen dari keseluruhan proses mempengaruhi anak.

Maccia (1965) dari hasil analisisnya menyimpulkan adanya empat teori kurikulum. Teori kurikulum formal memusatkan perhatiannya pada struktur isi kurikulum. tetapi ia telah berhasil menunjukkan sejumlah dimensi kurikulum yang cukup berharga untuk menjelaskan teori kurikulum. Menurut Maccia. (3) teori kurikulum valuasional (valuational curriculum theory). Mauritz Johnson (1967) membedakan antara kurikulum dengan proses pengembangan kurikulum. teori kurikulum merupakan subteori pengajaran. Walaupun mungkin. dan (4) teori kurikulum praksiologi (praxiological curriculum theory). Teori kurikulum (curriculum Theory atau event theory) merupakan teori yang menguraikan pemilihan dan pemisahan kejadian/peristiwa kurikulum atau yang berhubungan dengan kurikulum dan yang bukan.Attitudes and values systems Associative meanings and images Intellectual Operations Excecutive Operations Assessment system: Examinations Tests: Essay-Objective Teacher Judgements Self evaluation Self inventory" Alizabeth S. Kurikulum merupakan hasil dari sistem . yaitu: (1) teori kurikulum (curriculum theory). Teori kurikulum yaluasional mengkaji masalah-masalah pengajaran apa yang berguna/ berharga bagi keadaan sekarang. (2) teori kurikulum-formal (formal-curriculum theory). kita tidak setuju dengan seluruh pendapat Maccia. kurikulum merupakan bagian dari pengajaran. Teori kurikulum praksiologi merupakan suatu pengkajian tentang proses untuk mencapai tujuantujuan kurikulum.

6. desain kurikulum. artifak. dan evaluasi. Jack R. yang lebih berkenaan dengan karakteristik desain kurikulum. Definisi di sini bukan sekadar definisi istilah. apakah kurikulum merupakan suatu konsep dalam sistem persekolahan? Apakah kurikulum mencakup mengajar dan pengajaran? Sampai sejauh mana kegiatan belajar siswa menjadi bagian kurikulum? Apakah ruang lingkup kurikulum sebagai bidang studi? Beberapa pertanyaan yang lebih khusus. Curriculum evaluation involeves validation of both selection and structure. yaitu aktor. pelaksanaan. 3. Curriculum guide instruction 5. isi dan ruang lingkup. umpamanya apakah kurikulum harus memiliki serangkaian tujuan khusus? Apakah kurikulum perlu memiliki sejumlah materi untuk mencapai . pengalaman belajar anak menjadi bagian dari pengajaran. Aktor adalah orang-orang yang terlibat dalam pelaksanaan kurikulum. dan pelaksanaan. Selection is an essential aspect of curriculum formulation. sumber-sumber kebijaksanaan kurikulum. kurikulum merupakan seperangkat tujuan belajar yang terstruktur. 2. rekayasa kurikulum. melainkan definisi konsep. Berdasarkan rumusan kurikulum tersebut. Studi kurikulum menurut Frymier meliputi tiga langkah: perencanaan. Ada beberapa masalah atau isu substansial dalam pembahasan tentang teori kurikulum. Beberapa pertanyaan umum tentang karakteristik kurikulum sebagai bidang studi yang perlu didefinisikan umpamanya. serta struktur. Curriculum is the criterion for instructional evaluation. tetapi sistem pengembangan bukan kurikulum. Pelaksanaan adalah proses interaksi antara aktor yang melibatkan artifak. Menurut Johnson. Artifak adalah isi dan rancangan kurikulum.pengembangan kurikulum. 4. yaitu: 1. Johnson menganalisis enam unsur kurikulum. Frymier (1967) mengemukakan tiga unsur dasar kurikulum. peranan nilai dalam pengembangan kurikulum. Semua rumusan teori kurikulum diawali dengan definisi. dan implikasi teori kurikulum. Jadi. kurikulum berkenaan dengan tujuan dan bukan dengan kegiatan. A curriculum is a structured series of intended learning out comes. Structure is an essential charactistic of curriculum. yaitu definisi kurikulum.

hidup dalam Iingkungan budaya. tingkat-tingkat perkembangan siswa. Hal lain yang menjadi sumber penyusunan kurikulum adalah nilai nilai.einua disiplin ilmu yang telah ditemukan dan dikembangkan para pakar. Jadi. kurikulum terutama isi kurikulum diambil dari kehidupan orang dewasa. Beauchamp menegaskan bahwa nilai dapat merupakan sumber penentuan . ia menjadi sumber kurikulum. Beberapa pengembang kurikulum mendasarkan penentuan kurikulum kepada pengalaman-pengalaman penyusunan kurikulum yang lalu. sumber ini menjadi luas meliputi . perkembangan serta minat siswa. maka budaya menjadi sumber utama isi kurikulum.hutuhan-kebutuhan siswa. Karena sekolah mempersiapkan anak bagi kehidupan orang dewasa. itilai-nilai adat-istiadat. Dalam pendidikan *Wm pengajaran. bendabenda. Manusia adalah makhluk yang berbudaya. yaitu kebutuhan siswa. Para pengembang kurikulum mendasarkan kurikulumnya atas hasil analisis pekerjaan dan kehidupan orang dewasa.sernua unsur kebudayaan. ia harus mempelajari budaya. melainkan menumbuhkan potensipolensi yang telah ada pada anak. perilaku. kita mengetahui beberapa hal yang menjadi sumber atau landasan inti penyusunan kurikulum. yang belajar adalah anak. serta hal hal yang diminati siswa.. Untuk dapat hidup dalam Iingkungan budaya. Budaya ini mencakup . Ada tiga pendekatan terhadap anak sebagai sumber kurikulum.tujuan-tujuan tersebut? Apakah kurikulum perlu mengadakan rumusan yang lebih spesifik tentang rencana dan bahan pengajaran? Apakah perlu ada spesifika4i tentang makna perencanaan. dan evaluasi kurikulum? 1. Sumber lain penyusunan kurikulum adalah anak. Dalam pengembangan selanjutnya. dan lain-lain. Anak menjadi sumber kegiatan pengajaran. Sumber Pengembangan Kurikulum Dari kajian sejarah kurikulum. pelaksanaan. Pendidikan atau pengajaran I iiikan memberikan sesuatu pada anak. ada pengembangan kurikulum bertolak dari . Pengembangan kurikulum pertama bertolak dari kehidupan dan pekerjaan orang dewasa. Pengalaman pengembangan kurikulum yang lalu menjadi sumber penyusunan kurikulum kemudian. dan turut menciptakan budaya.

Nilai-nilai apakah yang harus diberikan dalam pelaksanaan kurikulum? Nilai-nilai apa yang digunakan sebagai kriteria penentuan kurikulum dan pelaksanaan kurikulum. Dalam desain kurikulum. berdasarkan garis-garis besar tujuan tersebut desain kurikulum disusun. Desain kurikulum merupakan suatu pengorganisasian tujuan. sedangkan pada perguruan tinggi rektor diberi kekuasaan untuk menentukan kebijaksanaan-kebijaksanaan dalam penyusunan kurikulum. Pada pendidikan dasar dan menengah. yaitu (1) substansi. (2) model pengorganisasian dan bagian-bagian kurikulum terutama organisasi dan proses pengajaran.keputusan yang dinamis. . kurikulum mempunyai tiga karakteristik. serta proses belajar yang akan diikuti siswa pada berbagai tahap perkembangan pendidikan. yaitu desain kurikulum (curriculum design) dan rekayasa kurikulum (curriculum engineering). Dalam desain kurikulum akan tergambar unsur-unsur dari kurikulum. 2. Desain dan Rekayasa Kurikulum Telah diutarakan sebelumnya bahwa ada dua subteori dari teori kurikulum. Di Indonesia.politik dalam penentuan kurikulum adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang dalam pelaksanaannya dilimpahkan kepada Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah serta Dirjen Pendidikan Tinggi bekerja sama dengan Balitbangdikbud. prinsipprinsip pengorganisasian. Terakhir yang menjadi sumber penentuan kurikulum adalah kekuasaan sosial-politik. dengan materi tersebut tujuantujuan kurikulum dapat dicapai. hubungan antara satu unsur dengan unsur lainnya. unsur-unsur serta organisasi dari dokumen tertulis kurikulum. kekuasaan penyusunan kurikulum sepenuhnya ada pada pusat. serta hal-hal yang diperlukan dalam pelaksanaannya. yaitu: (1) kurikulum merupakan dokumen tertulis. (3) isi atau materi ajar. Pertanyaan pertama yang muncul dalam kurikulum yang berdasarkan nilai adalah: Apakah yang harus diajarkan di sekolah? Ini merupakan pertanyaan tentang nilai. pemegang kekuasaan sosial. Di Amerika Serikat pemegang kekuasaan sosial-politik yang menentukan kebijaksanaan dalam kurikulum adalah board of education lokal yang mewakili negara bagian. isi. ada dua dimensi penting. (2) berisi garis-garis besar rumusan tujuan. Menurut Beauchamp.

mengembangkan. Setiap teori kurikulum perlu menjelaskan karakteristik dari desain kurikulumnya. baik bentuk desainnya maupun sistem pelaksanaannya. upaya-upaya yang perlu dilakukan para pengelola kurikuluin agar kurikulum dayat berfungsi sebaik-baiknya. Dari semua uraian tentang hal-hal yang berkaitan dengan teori kurikulum. dan mengadakan penyempurnaan kurikulum.Ada dua hal yang perlu ditambahkan dalam desain kurikulum. 82) mengemukakan lima prinsip dalam pengembangan teori kurikulum. 3. sedangkan pada tingkat pusat adalah Kepala Pusat Pengembangan Kurikulum BaLitbang Dikbud dan para Kasubdit/Kepala Bagian Kurikulum di Direktorat. yaitu 1) arena atau lingkup tempat dilaksanakannya berbagai proses rekayasa kurikulum. Setiap teori kurikulum harus dimulai dengan perumusan (definisi) tentang rangkaian kejadian yang dicakupnya. yaitu: 1. Setiap teori kurikulum harus mempunyai kejelasan tentang nilai-nilai dan sumber-sumber pangkal tolaknya. Kedua kurikulum itu dievaluasi. para pejabat pusat tersebut merancang. dan (5) tugas-tugas dan prosedur evaluasi kurikulum. Dengan menerima pelimpahan wewenang dari Menteri atau Dirjen. . Juga mereka memberi tugas dan tanggung jawab menyusun dan mengembangkan berbagai bentuk pedoman dan petunjuk pelaksanaan kurikulum. Pertama. 2. (3) tugas-tugas dan prosedur perencanaan kurikulum. serta bagaimana mengadakan penyemprunaan-penyempurnaan berdasarkan masukan dari pengalaman. (4) tugas-tugas dan prosedur implementasi kurikulum. (2) keterlibatan orang-orang dalam proses kurikulum. Para pengelola di daerah dan sekolah berperan melaksanakan dan mengawasi pelaksanaan kurikulum Seluruh sistem rekayasa kurikulum menurut Beauchamp mencakup lima hal. Pengelola kurikulum di sekolah terdiri atas para pengawas/periilik dan kepala sekolah. ketentuan-ketentuan tentang bagaimana penggunaan kurikulum. Beauchamp (hlm. Rekayasa kurikulum berkenaan dengan bagaimana proses memfungsi an k kurikulum di sekolah.

dan perencana pengajaran. begitupun para praktisi juga dapat mengambil manfaatnya. Illinois: The KAGG Press. Gordon. Bagian terakhir mengemukakan teori kurikulum hasil pengembangan/pemikiran penulis sendiri. Teori pendidikan mempengaruhi penentuan isi maupun proses pengajaran. Setiap teori kurikulum hendaknya menyiapkan diri bagi proses penyempurnaannya. dengan berpegang atas hasil-hasil penelitian. serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Bagian selanjutnya menguraikan suatu analisis tentang isu -isu teoretis.4. Denis. Seluruh isi buku ini terbagi atas tiga bagian. Yang dibahas dalam buku ini adalah perubahan-perubahan besar yang terjadi dalam kurikuldm selama abad ke-19 dan ke-20. clan perubahan ideologi dari elitisme pada . George A.difokuskan pada kurikulum sebagai bidang studi dari teori kurikulum. Wilmettee. 1975. London: Hodder and Stoughton. Karena Jebih banyak menguraikan kurikulum secara teoritis maka sumbangan buku ini terutama dirasakan oleh para ahli kurikulum. yang dibahas dalam buku ini adalah suatu teori kurikulum. pembentukan teori. 1978. Edisi ini merupakan hasil penyempurnaan atas dua edisi sebelumnya. Buku ini merupakan edisi ketiga. teori dalam pendidikan. Sesuai dengan judulnya. Buku Acuan Beauchamp. ahli pendidikan. revolusi industri. Peter and Lawton. Bagian pertama membahas teori kurikulum yang merupakan subteori dari pendidikan: teori kurikulum sebagai masalah pendidikan. Perubahan kurikulum dilatarbelakangi oleh perubahan atau perkembangan teori pendidikan yang mendasarinya. Perubahan kurikulum dipengaruhi oleh perkembangan masyarakat yang dilatarbelakangi oleh perkembangan ilmu dan teknologi. teori kurikulum. Curriculum Theory. D. Setiap teori kurikulum harus menggambarkan proses-proses penentuan kurikulumnya serta interaksi di antara proses tersebut. 5. problema dan alternatif pemecahan problema dalam pengembangan kurikulum. terutama . perpaduan antara pengetahuan-humanisme-agama. Curriculum Change in the Nineteenth and Twentieth Centuries.

Buku ini sangat berharga bagi para ahli pendidikan. ahli kurikulum. dan pengaruh pengajaran terhadap pembentukkan dan perkembangan konsep. Columbia University. Ketiga hal itu didukung oleh hasil penelitian dari delapan eksperimen tentang perkembangan konsep diagonal anak usia 3 sampai dengan 6 tahun. dan juga bagi guru-guru atau calon guru. 1984. Struktur persekolahan yang ada memperkuat hal tersebut. I ebih jauh dibuktikan besarnya pengaruh kebudayaan terhadap porkembangan .demokrasi. a!. sehingga terbentuk sikap dan anggapan yang kurang menghargai kebebasan dan perkembangan manusia. maupun moral dengan sempurna. Cognitive Development. etestis. yang memungkinkan berpikir dan berbuat yang leluasa. prosesnya menekankan efisiensi dan kontrol. 1970. et. Apa yang dikemukakan dalam karangan ini adalah suatu teori tentang perkembangan intelektual anak. agar memungkinkan pertumbuhan segi kognitif. Bullough Jr. Eksperimen menunjukkan bahwa pengaruh media gambar dan bahasa sangat besar terhadap tingginya perkembangan keterampilan konseptual. baik di dalam merencanakan rnaupun melaksanakan pendidikan dan pengajaran. Akibat terlalu berjiwa teknologis maka mempersempit arti pendidikan dan membatasi perkembangan lingkungan pendidikan yang kreatif. London: Teachers College Press. bukan membatasinya. David R. New York. Human Interest in Curriculum. Pendidikan harus memiliki keterbukaan. Olson. Penulis menentang technocratic mindedness dan menganjurkan critical atau philosophical mindedness. Pendidikan harus memperluas emansipasi manusia. New York. Buku ini menyajikan suatu hasil studi kritis terhadap pengaruh munculnya nilai-nilai sebagai akibat perkembangan teknologi. Robert. hubungan antara informasi perseptual dengan tingkah laku nyata.. Karena pengaruh perkembangan teknologi pendidikan tidak lebih dari suatu latihan untuk mempersiapkan pekerja. Academic Press Publishing Co. Hal itu tercapai melalui interaksi komunikatif. yaitu peranan bahasa dalam perkembangan intelektual. Juga yang berperanan besar terhadap perubahan kurikulum adalah pemerintah dan kelompok. Buku ini membahas tiga masalah teoretis utama.

intelektual anak. . para ahli kurikulum dan pengajaran serta ahli bimbingan dan penyuluhan sebagai pegangan atau kihan perbandingan dalam melakukan tugas-tugasnya. Apa yang dibahas dalam buku ini sangat herguna bagi para peneliti di bidang pendidikan.

Pada bab ini akan dibahas landasan filosofis dan landasan psikologis. landasan sosial budaya. serta perkembangan ilmu dan teknologi. Ada beberapa landasan utama dalam pengembangan suatu kurikulum. siapa pendidik dan terdidik. dan sebagainya berperan menciptakan sarana dan prasarana bagi kepentingan manusia. arsitektur. sedangkan landasan sosial-budaya dan perkembangan ilmu dan teknologi akan dibahas pada bab selanjutnya. pendidikan berkaitan langsung dengan pembentukan manusia. landasan psikologis. Kurikulum sebagai rancangan pendidikan mempunyai kedudukan yang cukup sentral dalam seluruh kegiatan pendidikan. . tetapi kalau landasan pendidikan. yang akan "ambruk" adalah manusianya. penyusunan kurikulum tidak dapat dikerjakan sembarangan. Mengingat pentingnya peranan kurikulum di dalam pendidikan dan dalam perkembangan kehidupan manusia. Kalau landasan pembuatan sebuah gedung tidak kokoh yang akan ambruk adalah gedung tersebut.BAB 3 LANDASAN FILOSOFIS DAN PSIKOLOGIS PENGEMBANGAN KURIKULUM Pendidikan mempunyai peranan sangat penting dalam keseluruhan aspek kehidupan manusia. yaitu landasan filosofis. Landasan Filosofis Pendidikan berintikan interaksi antarmanusia. Penyusunan kurikulum membutuhkan landasan-landasan yang kuat. khususnya kurikulum yang lemah. perkembangan seluruh aspek kepribadian manusia. pertanian. Apakah yang menjadi tujuan pendidikan. yang didasarkan atas hasil-hasil pemikiran dan penelitian yang mendalam. Di dalam interaksi tersebut terlibat isi yang diinteraksikan serta proses bagaimana interaksi tersebut berlangsung. Hal itu disebabkan pendidikan berpengaruh langsung terhadap perkembangan manusia. Pendidikan "menentukan" model manusia yang akan dihasilkannya. Kalau bidang-bidang lain seperti ekonomi. A. menentukan proses pelaksanaan dan basil pendidikan. terutama antara pendidik dan terdidik untuk mencapai tujuan pendidikan. apa isi pendidikan dan bagaimana proses interaksi pendidikan tersebut.

Berfilsafat diartikan pula berpikir secara radikal. Filsafat memberikan landasan. Secara harfiah filosofis (filsafat) berarti "cinta akan kebijakan" (love of wisdom). yang esensial yaitu jawaban-jawaban filosofis. Pengetahuan tersebut diperoleh melalui proses berpikir. daerah cakupannya terbatas.landasan dasar bagi ilmu. logis. Filsafat melihat segala sesuatu dari sudut bagaimana seharusnya (Das So/len). Untuk dapat mengerti kebijakan dan berbuat secara bijak. dan mendalam. Keduanya dapat memberikan bahan-bahan bagi manusia untuk membantu memecahkan berbagai masalah dalam kehidupannya.bagian yang kecil dan lebih kecil. Ilmu berkenaan dengan fakta-fakta sebagaimana adanya (Das Sem). Ilmu menggunakan pendekatan analitik. atau berpikir sampai ke akar-akarnya (radic berarti akar). menghilangkan hal-hal yang bersifat subjektif. Sering dikatakan bahwa filsafat merupakan ibu dari segala ilmu. ia harus tahu atau berpengetahuan. Secara akademik.laman manusia. berpikir sampai ke akar. faktor-faktor subjektif dalam filsafat sangat berpengaruh. yaitu berpikir secara sistematis. Filsafat berupaya merangkum atau mengintegrasikan bagian-bagian ke dalam satu'kesatuan yang menyeluruh dan bermakna.merupakan pertanyaan-pertanyaan yang membutuhkan jawaban yang mendasar. berusaha melihat segala sesuatu spcara objektif. Pemikiran demikian dalam filsafat sering disebut sebagai pemikiran radikal. Berfilsafat berarti menangkap sinopsis peristiwa-peristiwa yang simpang siur dalam penga. . filsafat berarti upaya untuk menggambarkan dan menyatakan suatu pandangan yang sistematis dan komprehensif tentang alam semesta dan kedudukan manusia di dalamnya. Filsafat dan ilmu mempunyai hubungan yang saling mengisi dan melengkapi (komplementer). Terdapat perbedaan pendekatan antara ilmu dengan filsafat dalam mengkaji atau memahami alam semesta mi. Suatu cabang ilmu pengetahuan mengkaji satu bidang pengetahuan manusia. Filsafat mencakup keseluruhan pengetahuan manusia. Orang belajar berfilsafat agar ia menjadi orang yang mengerti dan berbuat secara bijak. berusaha menguraikan keTeluruhan dalam bagian. berusaha melihat segala yang ada irti sebagai satu kesatuan yang menyeluruh dan mencoba mengetahui kedudukan manusia di dalamnya.

. Setiap pandangan mempunyai landasan metafisika. filsafat dan filsafat pendidikan adalah sama. tetapi John Dewey umpamanya mempunyai pandangan yang hampir sama dengan Butler. 1) Philosphy is primary and basic to an educational philosophy. yaitu pandangan dari John Dewey. malah menurut Butler menjadi satu.Ada tiga cabang besar filsafat. Dalam tulisan ini akan dikemukakan salah satu pandangan tentang filsafat pendidikan.didikan. 4) philosophy and the theory of education is one (Butler. 1957: 12). filsafat memberikan arah dan metodologi terhadap praktik pendidikan. dan aksiologi tentang masalah pendidikan yang berbeda. 2) philosophy is the flower not root of education. Keduanya sangat berkaitan erat. Hal itu tidak berarti bahwa pandangan tersebut paling sesuai untuk masyarakat kita atau paling disetujui oleh penulis. Aliran-aliran filsafat yang kita kenal bertolak dari pandangan yang berbeda dalam ketiga hal itu. filsafat pendidikan ini hanya merupakan aplikasi dari pemikiran-pemikiran filosofis untuk memecahkan masalah-masalah pendidikan. 3) educational philosophy is an independent discipline which might benefit from contact with general philosophy. Bagi Dewey. dalam filsafat pendidikan pun dikenal banyak pandangan atau aliran. Menurut Donald Butler. tetapi antara keduanya yaitu antara filsafat dan filsafat pendidikan terdapat hubungan yang sangat erat. Pendapat para filsuf umumnya memandang filsafat umum sebagai dasar dari filsafat pendidikan. sebagaimana juga pendidikan menurut Dewey sama dengan kehidupan. Filsafat membahas segala permasalahan yang dihadapi oleh manusia termasuk masalah-masalah pendidikan ini yang disebut filsafat pen. but this contact is not essential. Seperti halnya dalam filsafat umum. Walaupun dilihat sepintas. sedangkan praktik pendidikan memberikan bahan-bahan bagi pertimbangan-pertimbangan filosofis. yaitti metafisika yang membahas segala yang ada dalam alam ini. epistemilogi. epistemologi yang membahas kebenaran dan aksiologi yang membahas nilai.

. Dalam filsafat Dewey kebenaran itu terletak dalam perbuatan atau truth is in the making. Nilai-nilai adalah relatif. Dasar-dasar filsafat Dewey Ciri utama filsafat Dewey adalah konsepsinya tentang dunia yang selalu berubah. Proses berpikir merupakan satu dengan pemecahan yang bersifat tentatif. being immeasurable. Proses berpikir merupakan proses pengecekan dengan kejadiankejadian nyata. and feeling. Values being finally intrinsic. Karena pengalaman selalu berubah maka nilai pun berubah. no scale of values. All values are thus subjective and either intrinsic or instrumental . dengan waktu dan tempat. and of any two things felt as intrinsically valuable it is than another. yaitu adanya persesuaian antara hipotesis dengan kenyataan. sesuatu dibutuhkan karena manusia membutuhkannya. Pandangannya tentang dunia adalah monistik dan tidak lebih dari sebuah hipotesis. bagi Dewey tidak ada yang menetap dan abadi semuanya berubah. merupakan dasar bagi pengetahuan dan kebijakan. Experience is the only basis for knowledge and wisdom (Dewey. Mengetahui tanpa mengalami adalah omong kosong.. selalu dalam hubungannya dengan pengalaman. 1964. Dewey sangat menghargai peranan pengalaman. 101). baik yang berbentuk aktif maupu pasif. Instrumentalisme Dewey menganggap bahwa rohani itu adalah interelasi yang kreatif antara organisme dengan lingkungannya. subjektif. Prinsip ini membavva konsekuensi yang cukup jauh. Sesuatu itu bernilai karena diberi nilai oleh manusia. dan hanya dirasakan oleh manusia. Pengalaman selain merupakan sumber dari pengetahuan.1. Ciri lain filsafat Dewey adalah anti dualistik. atau on going-ness. Filsafat Dewey lebih berkenaan dengan epistemologi dan tekanannya kepada proses berpikir. Dewey menolak sesuatu yang bersifat spekulatif. To be felt as . hlm.. antara hipotesis dengan hasil. Pengalaman itu mencakup kegiatan manusia. it is held. Nilai-nilai itu tidak dapat diukur dan tidak ada hierarki nilai. antara ide dengan fakta. mengalir. Pengertian pengalaman Dewey berbeda dengan kaum empiris lainnya. yang mengartikannya sebagai pengalaman melalui pengindraan. juga sumber nilai.

worthwhile in itself is thus the ultimate orientation of value. (Dewey dalam Joe Park, (Ed). 1958, hlm. 185). Tujuan perkembangan manusia adalah self realization. Pengertian self hagi Dewey adalah sesuatu yang konkret bersifat empiris tidak dapat dipisahkan dari pengalaman dan lingkungan. Self realization hanya dapat diperoleh melalui pengalaman dan interaksi dengan yang lain.

2. Teori pendidikan Dewey Apakah pendidikan menurut John Dewey? Pendidikan berarti perkem bangan, perkembangan sejak lahir hingga menjelang kematian. Jadi, pendidikan itu juga berarti sebagai kehidupan. Bagi Dewey, Education is Ntowlh, development, life. Ini berarti bahwa proses pendidikan itu tidak niempunyai tujuan di luar dirinya, tetapi terdapat dalam pendidikan itu Itendiri. Proses pendidikan juga bersifat kontinu, merupakan reorganisasi, teknnstruksi, dan pengubahan pengalaman hidup. Jadi, pendidikan itu mei npakan organisasi pengalaman hidup, pembentukan kembali hidup, dan juga perubahan pengalaman hidup sendiri merupakan organisasi pengalaman hidup, pembentukan kembali pengalaman hidup, dan juga perubahan pengalaman hidup sendiri. Pendidikan merupakan reorganisasi dan rekonstruksi yang konstan dari pengalaman. Pada setiap saat ada tujuan, perbuatan pendidikan selalu ditujukan untuk mencapai tujuan. Setiap fase perkembangan kehidupan, masa kanak-kanak, masa pemuda, dan dewasa, semuanya merupakan fase pendidikan, semua yang dipelajari pada fase-fase tersebut mempunyai arti sebagai pengalaman;Pendidikan itu tidak berakhir, kecuali kalau seseorang sudah mati. Pengalaman sebagai suatu proses yang aktif membutuhkan waktu, waktu yang kemudian menyempurnakan waktu sebelumnya. Seluruh proses pendidikan itu membentuk pengertian-pengertian tentang benda, hubungan-hubungan, dan segala sesuatu tentang kehidupannya. Konstruksi pengalaman ini tidak hanya bersifat pribadi (individual), tetapi juga bersifat sosial. Pendidikan merupakan suatu lembaga yang konstruktif untuk memperbaiki masyarakat. Realisasi pendidikan dalam bentuk perkembangan bukan hanya perkembangan anak dan pemuda-pemuda, melainkan juga perkembangan masyarakat.

Tujuan pendidikan diarahkan untuk mencapai suatu kehidupan yang demokratis. Demokratis bukan dalam arti politik, melainkan sebagai cara hidup bersama sebagai way of life, pengalaman bersama dan komunikasi bersama. Tujuan pendidikan merupakan usaha agar individu melanjutkan pendidikannya. Tujuan pendidikan terletak pada proses pendidikan itu sendiri, yakni kemampuan dan keharusan individu meneruskan perkembangannya. John Dewey menegaskan bahwa pendidikan itu tidak mernpunyai tujuan, hanya orang tua, guru, dan masyarakat yang mempunyai tujuan. And it is well to remind ourselves that education as such has no aims. Only persons, parents, and teacher etc., have aims, not an abstarct idea like education. (John Dewey, 1964, hlm. 177). Untuk mengetahui bagaimanakah proses belajarterjadi pada anak, baiklah kita lihat bagaimana syarat-syarat untuk pertumbuhan. Pendidikan sama dengan pertumbuhan. Syarat pertumbuhan adalah adanya kebelumdewasaan (immaturity), yang berarti kemampuan untuk berkembang. Immaturity tidak berarti negatif, tetapi positif, kemampuan, kecakapan, dan kekuatan untuk tumbuh. lni menunjukkan bahwa anak adalah hidup, ia memiliki semangat untuk berbuat. Pertumbuhan bukan sesuatu yang harus kita berikan, pertumbuhan adalah sesuatu yang harus mereka lakukan sendiri. Ada dua sifat dari immaturity yakni kebergantungan dan plastisitas. Kebergantungan berarti kemampuan untuk menyatakan hubungan sosial, dan ini akan menyebabkan individu itu matang dalam hubungan sosial. Sebagai hasilnya, akan tumbuh kemampuan interpendensi atau saling kebergantungan antara anggota masyarakat yang satu dengan yang lain. Plastisitas mengandung pengertian kemampuan untuk berubah. Plastisitas juga berarti habitat yaitu kecakapan menggunakan keadaan lingkungan sebagai alat untuk mencapai tujuan, bersifat aktif mengubah lingkungan. Kapankah proses belajar itu dimulai dan kapankah berakhir? Sesuai dengan pandangan John Dewey, bahwa pendidikan itu adalah pertumbuhan itu sendiri. Karena itu, pendidikan tersebut dimulai sejak lahir dan berakhir pada saat kematian. Demikian juga proses belajar tidak dapat dilepaskan dari proses pendidikan. Pendidikan adalah pengalaman, yaitu suatu proses yang berlangsung

terus-menerus. Bagaimana hubungan antara proses belajar, pengalaman, dan berpikir? Pengalaman itu bersifat aktif dan pasif. Pengalaman yang bersifat aktif herarti berusaha, mencoba, dan mengubah, sedangkan pengalaman pasif herarti menerima dan mengikuti saja. Kalau kita mengalami sesuatu maka kita berbuat, sedangkan kalau mengikuti sesuatu kita memperoleh akibat atau hasil. Belajar dari pengalaman berarti menghubungkan kemunduran dengan kemajuan dalam perbuatan kita, yakni kita merasakan kesenangan atau penderitaan sebagai suatu akibat atau hasil. "To learn from experience is hi make a backward and forward connection between what we have do to things and what we enjoy or suffer from thing in consequence (Dewey, dalam Jo Park, 1958: 94). Belajar dari pengalaman adalah bagaimana menghubungkan pengalaman kita dengan pengalaman masa lalu dan yang akan datang. lielajar dari pengalaman berarti mempergunakan daya pikir reflektif (reflecI we thinking), dalam pengalaman kita. Pengalaman yang efektif adalah pengalaman reflektif. Ada lima langkah berpikir reflektif menurut John Dewey, yaitu: 1. merasakan adanya keraguan, kebingungan yang menimbulkan masalah, 2. mengadakan interpretasi tentatif (merumuskan hipotesis), 3. mengadakan penelitian atau pengumpulan data yang cermat, 4. memperoleh hasil dari pengujian hipotesis tentatif, 5. hasil pembuktian sebagai sesuatu yang dijadikan dasar untuk berbuat.

Langkah-langkah berpikir reflektif ini dipergunakan sebagai metode belajar dalam pendekatan pendidikan proyek dari John Dewey, yang sampai dengan tahun 50-an sangat populer. Belajar seperti halnya pendidikan adalah proses pertumbuhan, belajar, dan berpikir adalah satu. Dalam penyusunan bahan ajaran menurut Dewey hendaknya

memperhatikan syarat-syarat sebagai berikut: 1) Bahan ajaran hendaknya konkret, dipilih yang betul-betul berguna dan dibutuhkan, dipersiapkan secara sistematis dan mendetil, 2) Pengetahuan yang telah diperoleh sebagai hasil belajar, hendaknya ditempatkan, dalam kedudukan yang berarti, yang memungkinkan dilaksanakannya kegiatan baru, dan kegiatan yang lebih menyeluruh.

Bahan pelajaran bagi anak tidak bisa semata-rnata diambil dari buku pelajaran, yang diklasifikasikan dalam mata-mata pelajaran yang terpisah. Bahan pelajaran harus berisikan kemungkinan-kemungkinan, harus mendorong anak untuk bergiat dan berbuat. Bahan pelajaran harus memberikan rangsangan pada anak-anak untuk bereksperimen. Demikian- lah dengan bahan pelajaran ini, kita mengharapkan anak-anak yang aktif, anak-anak yang bekerja, anak-anak yang bereksperimen. Bahan pelajaran tidak diberikan dalam disiplin-disiplin ilmu yang ketat, tetapi merupakan kegiatan yang berkenaan dengan sesuatu masalah (problem). Peranan guru bukan hanya berhubungan dengan mata pelajaran, melainkan dia harus menempatkan dirinya dalam seluruh interaksinya dengan kebutuhan, kemampuan, dan kegiatan siswa. Guru juga harus dapat memilih bahan-bahan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan lingkungan. Metode mengajar merupakan, penyusunan bahan pelajaran yang memungkinkan diterima oleh para siswa dengan lebih efektif. Sesuatu metode tidak pernah terlepas dari bahan pelajaran, kita dapat membedakan cara berbuat, tetapi cara ini hanya ada sebagai cara berhubungan dengan bahan atau materi tertentu. Metode mengajar harus fleksibel dan menimbulkan inisiatif kepada para siswa. Sekolah merupakan suatu lingkungan khusus, bagian dari lingkungan manusia, yang mempunyai peranan dan fungsi khusus. Fungsi-fungsi khusus dari sekolah adalah: 1. Menyediakan lingkungan yang disederhanakan. Tidak mungkin kita memasukkan seluruh peradaban manusia yang sangat kompleks itu ke sekolah. Demikian pula, para siswa tidak mungkin dapat memahami seluruh masyarakat yang sangat kompleks itu. Itulah sebabnya sekolah merupakan masyarakat atau lingkungan hidup manusia yang disederhanakan. 2. Membentuk masyarakat yang akan datang yang lebih baik. Para siswa tidak belajar dari masa lampau, tetapi belajar dari masa sekarang untuk memperbaiki masa yang akan datang.

3. Mencari keseimbangan dari bermacam-macam unsur yang ada di dalam lingkungan. Sekolah mernberi kesempatan kepada setiap individu/siswa untuk memperluas lingkungan hidupnya. Sekolah sebagai lingkungan yang khusus hendaknya memberikan pengarahan sosial, dengan cara mendorong kegiatan-kegiatan yang bersifat intrinsik, dalam suatu arah yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, melalui imitasi, persaingan sehat, kerja sama, dan memperkuat kontrol. Dalam sekolah progresif, yaitu sekolah-sekolah yang menerapkan sistem Pendidikan Progresif dari John Dewey, sumber dari kontrol sosial terletak pada sifat kegiatannya yang berisikan kerja sama sosial. Di dalam kerja sama sosial ini, setiap siswa mempunyai kesempatan untuk memberikan sumbangan dan untuk memikul tanggung jawab. Sekolah dan kelas diciptakan sebagai suatu organisasi sosial. Di dalam organisasi sosial itu setiap siswa mempunyai kesempatan untuk memberikan sumbangan, melakukan kegiatan-kegiatan, berpartisipasi, semuanya itu merupakan control social. Di dalam kontrol sosial ini tidak ada peraturan umum, sebab kontrol sosial tidak datang dari luar, tetapi timbul dari kegiatannya sendiri. Tugas guru adalah memberikan bimbingan dan mengusahakan kerja sama secara individual. Para siswa dibagi dalam kelompok-kelompok, dan bekerja dalam kelompok, bahkan guru termasuk sebagai anggota kelompok. Tentu saja sebagai orang dewasa, is mempunyai tanggung jawab yang khusus, yaitu memelihara interaksi dan komunikasi, mendorong kelompok untuk melakukan kegiatan-kegiatan seperti dalam kehidupan masyarakat. Guru bukan atasan, penguasa, apalagi diktator, melainkan sebagai pemimpin dalam kegiatan kelompok.

B. Landasan Psikologis Dalam proses pendidikan terjadi interaksi antar-individu manusia, yaitu antara peserta didik dengan pendidik dan juga antara peserta didik dengan orang orang yang lainnya. Manusia berbeda dengan makhluk lainnya, karena kondisi psikologisnya. Manusia berbeda dengan benda atau tonaman, karena benda atau tanaman tidak mempunyai aspek psikologis. Manusia juga lain dari binatang, karena kondisi psikologis manusia jauh tinggi tarafnya dan lebih kompleks

Apa yang dimaksud dengan kondisi psikologis itu? Kondisi psikologis merupakan karakteristik psiko-fisik seseorang sebagai individu. lebih banyak menii liki kecakapan. afektif. juga karena perbedaan faktorfaktor yang dibawa dari kelahirannya. Perilakuperilaku tersebut merupakan manifestasi dari ciri-ciri kehidupannya.individu yang lainnya. Interaksi yang tercipta dalam situasi pendidikan harus sesuai dengan kondisi psikologis para peserta didik rnaupun kondisi pendidiknya. peranan. Iterkat kemampuan-kemampuan psikologis yang lebih tinggi dan kompleks inilah sesungguhnya manusia menjadi lebih maju. Sejak kelahiran sampai menjelang kematian. Pendidik atau guru melakukan berbagai upaya. Karakteristik perilaku individu pada tahap-tahap perkembangan. anak tetap berkembang. dan status individu di antara individu. maupun pemecahan masalah. pemahaman. perilaku kognitif. baik berlangsung melalui proses peniruan. perlu disesuaikan dengan pola-poly perkembangan anak. perkembangan seluruh aspek kehidupannya. dan menciptakan berbagai . penerapan. dan keterampilan dibandingkan dengan binatang. Interaksi pendidikan di rumah berbeda dengan di sekolah. pengetahuan. Tanpa pendidikan di sekolah. latar belakang sosial-budaya. serta pola-pola perkembangan individu menjadi kajian Psikologi Perkembangan. yang tampak maupun yang tidak tampak. karena perbedaan tahap perkembangannya. baik. Tugas utama yang sesungguhnya dari para pendidik adalah membantu perkembangan peserta didik secara optimal. Kondisi psikologis setiapµindividu berbeda. anak selalu berada dalam proses perkembangan. tetapi dengan pendidikan di sekolah tahap perkembangannya menjadi lebih tinggi dan lebih luas. Apa yang dididikkan dan bagaimana cara mendidiknya.dibandingkan dengan binatang. Kondisi ini pun berbeda pula bergantung pada konteks. pembiasaan. pengingatan. Peserta didik adalah individu yang sedang berada dalam proses perkembangan. Perkembangan atau kemajuan-kemajuan yang dialami anak sebagian besar terjadi karena usaha belajar. interaksi antara anak dan guru pada jenjang sekolah dasar berbeda dengan jenjang sekolah lanjutan pertarna dan sekolah lanjutan atas. yang din yatakan dalani berbagai bentuk perilaku dalani interaksi den gan lingkungannya. dan psikomotor.

yaitu Psikologi Perkembangan dan Psikologi Belajar. Psikologi perkembangan Psikologi Perkembangan membahas perkembangan individu sejak masa konsepsi. mencatat ciri-ciri fisik dan mental. Menurut mereka. Jadi. memilih dan menyusun bahan ajar. Metode cross sectional pernah -dilakukan oleh Arnold Gessel. Olson. Studi longitudinal menghimpun informasi tentang perkembangan individu melalui pengamatan dan pengkajian perkembangan sepanjang masa perkembangan. Tuntutan akan . Ia mempelajari perkembangan anak dilihat dari tuntutan akan tugas-tugas yang harus dihadapi dan dilakukan dalam masyarakat. Metode dalam psikologi perkembangan Pengetahuan tentang perkembangan individu diperoleh melalui studi yang bersifat longitudinal. pengalaman yang tidak menyenangkan pada masa balita ini dapat mengganggu perkembangan pada masa-masa berikutnya. Ia mempelajari beribu-ribu. memilih dan menerapkan metode pembelajaran serta teknik -teknik penilaian. serta perilaku mereka dilakukan oleh Sigmund Freud beserta para pengikutnya. dari saat lahir sampai dengan dewasa..kegiatan dengan dukungan berbagai alat bantu pengajaran agar anak-anak belajar. anak clan berbagai tingkatan usia. pola-pola perkembangan dan kemampuan. Cara belajar-mengajar mana yang dapat memberikan hasil secara optimal serta bagaimana proses pelaksanaannya membutuhkan studi yang sistematik dan mendalam. a. atau studi kasus. Studi yang demikian merupakan bidang pengkajian dari Psikologi Belajar. 1. terutama pada masa kanak-kanak (balita). Studi ini banyak diaralikan mempelajari perkembangan anak pada masa. Keduanya sangat diperlukan. minimal ada dua bidang psikologi yang mendasari pengembangan kurikulum. baik di dalam merumuskan tujuan. Metode sosiologik digunakan oleh Robert Havighurst. seperti yang pernah dilakukan oleh Williard C. cross sectional. psikoanalitik. sosiologik.masa sebelumnya. yaitu masa pertemuan spermatozoid dengan sel telur sampai dengan dewasa.

tugas-tugas kehidupan masyarakat ini oleh Havighurst disebut sebagai tugas-tugas perkembangan (developmental tasks). Ada seperangkat tugas-tugas perkembangan yang harus dikuasai individu dalam setiap tahap perkembangan. Metode lain yang sering digunakan untuk mengkaji perkembangan anak adalah studi kasus. Dengan mempelajari kasus-kasus tertentu, para ahli psikologi perkembangan menarik beberapa kesimpulan tentang pola-pola perkembangan anak. Studi demikian pernah dilakukan oleh Jean Piaget tentang perkembangan kognitif anak. Individu apakah itu, anak ataupun orang dewasa merupakan kesatuan jasmani dan rohani yang tidak dapat dipisah -pisahkan dan menunjukkan karakteristik-karakteristik tertentu yang khas. Individu manusia adalah mesuatu yang sangat kompleks tetapi unik. Ia memiliki banyak aspek Neperti aspek jasmani, intelektual, sosial, emosional, moral, tetapi keseluruhannya membentuk satu kesatuan yang khas. Walaupun individu merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahpisahkan, untuk mempermudah penelitian, biasanya pembahasan dilakukan per aspek perkembangan. Hal itu berarti aspek tertentulah yang mendapatkan sorotan utama, yang menjadi fokus pengkajian, tetapi tidak berarti aspek-aspek lainnya diabaikan. Perkembangan anak adalah perkembangan seluruh aspek

kepribadiannya, tetapi tempo dan irama perkembangan masing-masing anak pada setiap aspek tidak selalu sama. Seorang anak mungkin lebih cepat

perkembangannya pada tahap tertentu, tetapi lambat pada tahap lainnya, atau perkembangan aspek tertentu lebih cepat dibandingkan dengan aspek lainrtya. Para ahli Psikologi Perkem- bangan tidak selalu mempunyai pendapat yang sama tentang perkembangan, baik secara menyeluruh maupun per aspek

perkembangan. Hal itu didasari oleh perbedaan asumsi yang menjadi titik tolaknya, atau perbedaan pendekatan yang mereka pakai, populasi yang digunakan, atau aspek perkembangan yang menjadi fokus. Adanya perbedaan perbedaan tersebut sering menimbulkan kebingungan pada para guru, tetapi justru akan memperluas dan memperkaya pengetahuan para pemakai teori teori perkembangan anak.

b. Teori perkembangan Dikenal ada tiga teori atau pendekatan tentang perkembangan individu, yaitu pendekatan pentahapan (stage approach), pendekatan diferensial (differential approach), dan pendekatan ipsatif (ipsative approach). Menurut pendekatan pentahapan, perkembangan individu berjalan melalui tahaptahap perkembangan. Setiap tahap perkembangan mempunyai karakteristik tertentu yang berbeda dengan tahap yang lainnya. Pendekatan diferensial melihat bahwa individu memiliki persamaan dan perbedaan. Atas dasar persamaan dan perbedaan tersebut individu dikategorikan atas kelompok-kelompok yang berbeda. Kita mengenal ada kelompok individu berdasarkan jenis kelamin, ras, agama, status sosial-ekonomi, dan sebagainya. Pengelompokan individu adakalanya juga didasarkan atas kesamaan karakteristiknya. Berkenaan dengan hal itu dikenal pengelompokan yang bersifat bipolar, seperti: Introvert-- ekstravert Dominan-- submisif agresif --pasif aktivitas tinggi-- aktivitas rendah kholerik ±melanholik

Kedua pendekatan tersebut berusaha untuk menarik atau membuat generalisasi yang berlaku untuk semua individu. Apakah dalam kenyataannya demikian? Dalam kenyataan seringkali ditemukan adanya sifatsifat individual, yang hanya dimiliki oleh seorang individu dan tidak dimiliki oleh yang lainnya. Pendekatan yang berusaha melihat karakteristik individu-individu inilah yang dikelompokkan sebagai pendekatan isaptif. Dari tiga pendekatan itu yang banyak dianut oleh para ahli Psikologi Perkembangan adalah pendekatan pentahapan. Pendekatan ini lebih disenangi karena lebih jelas menggambarkan proses ataupun.urutan perkembangan dan kemajuan individu. Di samping ketiga pendekatan itu, ada beberapa ahli yang mengombinasikan suatu pendekatan dengan pendekatan yang lain. Kombinasi ini sering dipandang dapat memperlengkap deskripsi tentang perkembangan individu.

Dalam pendekatan pentahapan, dikenal dua variasi. Pertama, pendekatan yang bersifat menyeluruh rnencakup segala segi perkembangan, seperti perkembangan fisik dan gerakan motorik, sosial, intelektual, moral, emosional, religi, dan sebagainya. Kedua, pendekatan yang bersifat khusus mendeskripsikan salah satu segi atau aspek perkembangan saja. Dalam pentahapan yang bersifat menyeluruh dikenal tahap-tahap perkembangan dari Jean Jacques Rousseau, G. Stanley Hall, Havighurst dan lain-lain. Rousseau membagi seluruh masa perkembangan anak a tas empat tahap perkembangan. Masa bayi (infancy), usia 0-2 tahun merupakan tahap perkembangan fisik, menurut Rousseau sebagai binatang yang sehat. Masa anak (childhood), usia 2-12 tahun, masa perkembangan sebagai manusia primitif. Masa remaja awal (pubescence), usia 12-15 tahun, masa bertualang yang ditandai dengan perkembangan intelektual dan kemampuan nalar yang pesat. Masa remaja (adolescene), usia 15-25 tahun masa hidup sebagai manusia yang beradab, masa pertumbuhan seksual, sosial, moral, dan kata hati. Stanley Hall adalah salah seorang ahli Psikologi Perkembangan penganut teori evolusi. Hall menerapkan teori rekapitulasi, salah satu konsep dalam teori evolusi, pada perkembangan anak. Menurut teori rekapitulasi, perkembangan individu merupakan rekapitulasi dari perkembangan spesiesnya (ontogeny recapitulates philogeny). Hall membagi keseluruhan masa perkembangan anak atas empat tahap. Masa kanakkanak (infancy), usia 0-4 tahun, merupakan masa kehidupan sebagai 1,matang melata dan berjalan. Masa anak (childhood), usia 4-8 tahun, masa pemburu. Masa Puer (youth), usia 8-12 tahun, masa manusia belum beradab. Masa remaja (adolescence), usia 12/13 tahun sampai dewasa, iiierupakan masa manusia beradab. Robert J. Havighurst menyusun fase-fase perkembangan atas dasar problema-problema yang harus dipecahkannya dalam setiap fase. Tuntutan akan kemampuan memecahkan problema dalam setiap fase perkembangan ini oleh Havighurst disebutnya sebagai tugas-tugas perkembangan (devel- opmental tasks). Havighurst membagi seluruh masa perkembangan anak atas lima fase, yaitu masa bayi (infancy) dari 0-1/2 tahun, masa anak awal (early childhood) 2/35/7 tahun, masa anak (late chilhood) dari 5 / 7-masa pubesen, masa adolesen awal

(early adolescence) dari pubesen ke pubertas, dan masa adolesen (late adolescence) dari masa pubertas sampai dewasa. Untuk setiap fase, perkembangan Havighurst menghimpun sejumlah tugas-tugas perkembangan yang harus dikuasai anak. Dikuasai atau tidak dikuasainya tugas-tugas perkembangan pada suatu fase berpengaruh bagi penguasaan tugas pada fase-fase berikutnya. Ada sepuluh kelompok tugas perkembangan yang harus dikuasai anak pada setiap fase yang membentuk pola, yaitu pola: 1. kebergantungan-keberdirisendirian, 2. memberi-menerima kasih sayang, 3. hubungan sosial, 4. perkembangan kata hati, 5. peran bio-sosio dan psikologis, 6. penyesuaian dengan perubahan badan, 7. penguasaan perubahan badan dan motorik, 8. belajar memahami dan mengontrol lingkungan fisik, 9. pengembangan kemampuan konseptual dan sistem simbol, 10. kemampuan melihat hubungan dengan alam semesta. Dalam pendekatan pentahapan yang bersifat khusus, kita mengenal pentahapanpentahapan dari Piaget, Kohlberg, Erikson, dan sebagainya. Jean Piaget mengemukakan tahap-tahap perkembangan dari kemam- puan kognitif anak. Dalam perkembangan kognitif menurut Piaget, yang terpenting adalah penguasaan dan kategori konsep-konsep. Melalui penguasaan konsepkonsep itu, anak mengenal lingkungan dan memecahkan berbagai problema yang dihadapi dalam kehidupannya. Ada empat tahap perkembangan kognitif anak menurut konsep Piaget, yaitu: 1. tahap Sensorimotor, usia 0-2 tahun; 2. tahap Praopersional, usia 2-4 tahun; 3. tahap Konkret Operasional, usia 7-11 tahun; 4. tahap Formal Operasional, usia 11-15 tahun. Tahap Sensorimotor disebut juga masa descriminating and labeling. Pada masa ini kemampuan anak terbatas pada gerak-gerak refleks, bahasa awal, waktu

sekarang, dan ruang yang dekat saja. Masa praoperasional atau prakonseptual disebut juga masa intuitif dengan kemampuan menerima perangsang yang terbatas. Anak mulai berkembang kemampuan bahasanya, pemikirannya masih statis dan belum dapat berpikir abstrak, persepsi waktu dan tempat masih terbatas. Masa konkret operasional disebut juga masa performing operation. Pada tahap ini anak sudah mampu menyelesaikan tugas-tugas menggabungkan, memisahkan, menyusun, menderetkan, melipat, dan membagi. Masa formal operasional disebut juga masa proportional thinking, pada masa ini anak sudah mampu berpikir tingkat tinggi. Mereka sudah mampu berpikir secara deduktif, induktif, menganalisis, menyintesis, mampu berpikir abstrak dan berpikir reflektif, serta memecahkan berbagai masalah. Lawrence Kohlberg mengembangkan suatu teori tentang perkembangan moral kognitif dengan mengacu kepada teori Piaget. Berdasarkan atas hasil-hasil penelitiannya yang cukup lama, Kohlberg menemukan ada tiga tahap perkembangan moral kognitif. Masing-masing tahap terdiri atas dua tingkatan sehingga seluruhnya meliputi enam tingkatan, yaitu: Tahap I Preconventional moral reasoning Tingkat 1. Obedience and punishment orientations Tingkat 2. Naively egoistic orientation Tahap II Conventional moral reasoning Tingkat 3. Good boy orientation Tingkat 4. Authority and social order maintenance orientation Tahap III Postconventional moral reasoning Tingkat 5. Contractual legalistic orientation Tingkat 6. Conscience or principle orientation Pada tahap prakonvensional, pertimbangan moral seseorang mengacu ke luar, kepada objek-objek dan peristiwa yang konkret dan bersifat fisik. Mereka belum mampu memberi pertimbangan moral atas standar sosial. Tingkat keputusan dan hukuman (obedience and punishment orientation) diwarnai oleh kecenderungan berbuat baik atau tidak berbuat salah karena takut akan hukuman. Acuan perbuatan adalah kekuasaan dan kekuatan. Mereka patuh karena takut dihukum, segala perbuatannya dikontrol oleh kekuatan-kekuasaan yang datang

dan tingkat pertimbangan kata hati. Ada delapan tahap perkembangan psikososial menurut Erikson. dan . atau jahat dilihat dari penilaian orang lain. ekonomi. Tingkat anak/orang baik. yaitu tingkat sebagai anak baik dan tingkat memelihara ketertiban dan peraturan masyarakat. Pranata dan aturan-aturan sosial bukan sesuatu yang absolut. apakah karena gelar. Tingkat kebaikan sebagai alat (naively egoitistic orientation) suatu perbuatan dipandang baik apabila menguntungkan atau memberi kesenangan kepada dirinya atau orang-orang yang dekat dengan dirinya. pangkat. Tahap pascakonvensi mempunyai dua Inigkatan. Kalau seseorang berbuat untuk kepentingan orang lain atau orang banyak. Erick Homburger Erikson merupakan salah seorang tokoh psiko. Tahap ini meliputi dua tingkat. Tahap ketiga. Ia memusatkan studinya terhadap perkembangan psikososial. perilaku baik. baik tidak baik didasarkan atas nilai-nilai yang bersifat universal. Pada tahap ini perilaku dinilai atas harapan orang lain atau orang banyak.dari luar. yaitu tingkat pertimbangan legalistik kontraktual. Seseorang berbuat baik karena dia yakin bahwa perbuatan tersebut baik. pertimbangan perbuatan baik atau jahat didasarkan atas persetujuan tidak tertulis antara pribadi dan masyarakat. bukan satu-satunya yang benar. unsur-unsur subjektif dari aturan sosial. Tahap kedua adalah pertimbangan moral konvensional. Tingkat keempat memelihara ketertiban dan peraturan masyarakat. Seseorang menghargai orang lain betul-betul sebagai manusia. suatu perbuatan dipandang baik bila perbuatan lersebut sesuai dengan ketentuan atau peraturan yang ada dalam masyarakat. atau sejalan dengan tuntutan dan kebiasaan masyarakat. Pada tingkat pertimbangan kata hati. dinilai sebagai perbuatan baik. status ilmu.analisis pengikut Sigmund Freud. prinsipprinsip yang mendasar. Seseorang tidak mencuri karena perbuatan mencuri akan merugikan orang lain. sosial. Pada tahap ini pertimbangan moral didasarkan atas pandangan yang bersifat relatif. Pada tingkat legalistik kontraktual. tanpa mehhat atribut-atribut yang disandangnya. pertimbangan moral pascakonvensi. tetapi juga ada kebenaran-kebenaran lain. Suatu perbuatan dipandang baik apabila sesuai dengan harapan orang banyak atau masyarakat. dan sebagainya.

Peruhahan-perubahan perilaku yang terjadi karena instink atau karena kematangan serta pengaruh hal-hal yang bersifat kimiawi tidak termasuk belajar. 5) perubahan tersebut berkenaan dengan disposisi atau kapabilitas individu. Psikologi belajar Psikologi belajar merupakan suatu studi tentang bagaimana individu belajar. which can be retained. Menurut Gagne (1965. belajar dapat diartikan sebagai perubahan tingkah laku yang terjadi melalui pengalaman. hlm. Perkembangan psikososial (Diadaptasi dari Erikson.tahap-tahap tersebut paralel dengan tahap perkembangan psikososial dari Freud. 1959. 166) PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL 2. afektif. "Learning is a change in human disposition or capability. seperti dapat dilihat pada Bagan 3. Segala perubahan tingkah laku balk yang berbentuk kognitif.1 BAGAN 3. hlm. Secara sederhana. Banyak sekali definisi tentang belajar. maupun psikomotor dan terjadi karena proses pengalaman dapat dikategorikan sebagai perilaku belajar. and which is not simply ascribable to the process of growth. Hilgard dan Bower menambahkan bahwa peruhahan itu terjadi .

berpikir. hlm. or temporary states of the organism (e. Bigge dan Maurice P. latihan bagian. Masih banyak definisi tentang belajar dan definisi-definisi tersebut bersumber pada teori-teori belajar tententu. fatigue. 226-227) ada tiga keluarga atau rumpun teori belajar. Kalau dayadaya tersebut terlatih maka dengan mudah dapat digunakan untuk menghadapi atau memecahkan berbagai masalah. . atau aspek tertentu. Perbedaannya dengan teori disiplin mental IIu teori tersebut menekankan bagian-bagian. 2). Potentsi-potensi perlu d ilatih agar berkembang. Hunt (1980. Pendidikannya menekankan pendidikan umum (Neneml education). menanggap. anak telah memiliki potensi-potensi tertentu. hlm. drug etc. disiplin mental humanistik.karena individu berinteraksi dengan lingkungannya.) (Iiilgard dan Bower. Menurut Morris L. provided that the characteristics of the change in activity cannot be explaned on the basis of native response tendecies. dan Cognitive Gestalt Field. mengingat. sebagai reaksi terhadap situasi yang diliadapinya. Menurut mereka belajar adalah : The process by which an activity originates or is changed throught reacting to an encountered situation. Teori disiplin mental theistik berasal dari Psikologi Daya. Teori disiplin mental humanistik bersumber pada psikologi humanisme klasik dari Plato dan Aristoteles. Teori disiplin mental humanistik lebih menekankan keseluruhan. clan sebagainya. Kalau seseorang menguasai hal-hal yang bersifat umum okan mudah ditransfer atau diaplikasikan kepada halhal lain yang bersifat khusus. yaitu teori disiplin mental. maturation.g. Ada beberapa teori yang termasuk rumpun disiplin mental yaitu: disiplin mental theistik. keutuhan. dan apersepsi. Belajar merupakan upaya untuk mengembangkan potensi-potensi tersebut. naturalisme. memecahkan masalah. 1966. Menurut rumpun teori disiplin mental dari kelahirannya atau secara herediter. Belajar merupakan proses melatih daya-daya tersebut. Menurut teori ini individu atau anak mempunyai sejumlah daya mental seperti daya untuk mengamati. Teori ini hampir sama dengan teori pertama bahwa anak memiliki potensi-potensi. behaviorisme.

atau masyarakat. apakah lingkungan keluarga. Conditioning. Kelebihan dari teori ini adalah mereka berasumsi bahwa individu bukan saja mempunyai potensi atau kemampuan untuk berbuat atau melakukan berbagai tugas. sekolah. Agar anak dapat berkembang dan mengaktualisasikan segala potensi yang dimilikinya pendidik atau guru perlu menciptakan situasi yang permisif yang jelas. Teori ini berpangkal dari Psikologi Naturalisme Romantik dengan tokoh utamanya Jean Jacques Rousseau. Kesan indah yang diterima individu dapat . Perkembangan anak menyangkut nyata yang dapat dilihat. semakin tinggi pula massa apersepsinya. lingkungan manusia. Melalui situasi demikian. Demikian seterusnya semakin tinggi perkembangan anak. Teori belajar yang keempat adalah teori apersepsi. Perkembangan anak ditentukan oleh faktor-faktor yang berasal dari lingkungan. diamati. Kelompok ini mencakup tiga teori yaitu S-R Bond. tetapi juga memiliki kemauan dan kemampuan untuk belajar dan berkembang sendiri. ia dapat belajar sendiri dan mencapai perkembangan secara optimal. Teori S-R Bond (Stimulus-Responce) bersumber dari Psikologi Koneksionisme atau teori asosiasi dan merupakan teori pertama dari rumpun Behaviorisme.Teori naturalisme atau natural unfoldment atau self actualization. dan massa apersepsi ini digunakan untuk mempelajari atau menguasai pengetahuan selanjutnya. Rumpun atau kelompok teori belajar yang kedua adalah Behaviorisme yang biasa juga disebut S-R Stimulus-Respons. Kelompok teori ini berangkat dari asumsi bahwa anak atau individu tidak memiliki/ membawa potensi apa-apa dari kelahirannya. Lingkunganlah. Anak mempunyai kemampuan untuk mempelajari sesuatu. bersumber pada Psikologi Strukturalisme dengan tokoh utamanya Herbart. dan Reinforcement. alam. Kelompok teori ini tidak mengakui sesuatu yang bersifat mental. Setangkai bunga dapat merupakan suatu stimulus dan direspons oleh mata dengan cara meliriknya. Menurut aliran ini belajar adalah membentuk massa apersepsi. Sama dengan kedua teori sebelumnya bahwa anak mempunyai sejumlah potensi atau kemampuan. Hasil dari suatu perbuatan belajar disimpan dan membentuk suatu massa apersepsi. budaya. kehidupan ini tunduk kepada hukum stimulus-respons atau aksi-reaksi. disebut juga Herbartisme. religi yang membentuknya. Menurut konsep mereka.

pujian dan hadiah merupakan reinforcement. Teori ketiga adalah reinforcement dengan tokoh utamanya C. dan bintang mahaputra. dan makan malam. Di samping reinforcement positif seperti itu dikenal pula . 273). Hull. insentif. piagam penghargaan. Selanjutnya.L. Kalau pada teori conditioning. Teori kedua dari rumpun behaviorisme adalah conditioning atau stimulusresponce with conditioning.merupakan stimulus yang mengakibatkan terespons memetik bunga tersebut. hubungan stimulus dan respons akan terjadi apabila ada akibat yang menyenangkan. hlm. law of exercise or repetition dan law of effect (Bigge dan Thurst. Tokoh utama teori ini adalah Edward L. Teori ini berkembang dari teori psikologi. Karena anak belajar sungguh-sungguh (stimulus) selain is menguasai apa yang dipelajarinya (respons) maka guru memberi angka tinggi. demikian juga dengan waktu makan pagi. hadiah. Menurut hukum kesiapan. hubungan antara stimulus dan respons akan terbentuk apabila sering dilatih atau diulang -ulang. adipura. supaya pada kegiatan belajarnya akan Iebih giat dan sungguh-sungguh. Angka tinggi. demikian terjadi setiap hari dan setiap saat pertukaran jam pelajaran. Di dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali contoh reinforcement kita temukan seperti pemberian pujian. Belajar adalah upaya untuk membentuk hubungan stimulus respons sebanyakbanyaknya. pujian. hukum latihan atau pengulangan. Ada tiga hukum belajar yang sangat terkenal dari Thorndike. reinforcement. siang. bonus. kalpataru. Bunyi bel menjadi kondisi bagi anak sebagai tanda memulai pelajaran di sekolah. merupakan perkembangan lebih lanjut dari teori S-R Bond dan conditioning. terdiri atas rentetan hubungan stimulus respons. Belajar atau pembentukan hubungan antara stimulus dan respons perlu dibantu dengan kondisi tertentu. Menurut hukum akibat (law of effect). medali. serta lencana sampai dengan parasamya. Demikian halnya dengan belajar. piala. terkenal dengan percobaan conditioning pada anjing. kondisi diberikan pada stimulus. Thorndike. 1980. maka pada reinforcement kondisi diberikan pada respons. mungkin juga hadiah. Tokoh utama teori ini adalah Watson. hubungan antara stimulus dan respons akan terbentuk atau mudah terbentuk apabila telah ada kesiapan pada sistem syaraf individu. Sebelum anakanak masuk kelas dibunyikan bel. yaitu Law of readness.

Perbuatan individu selalu terarah kepada pencapaian sesuatu tujuan. riksploratif.. Rumpun ketiga adalah Cognitive Gestalt Field.. ada motif yang ilit‡iidorong pencapaian tujuan dan ada hambatan-hambatan yang harus diatasi.1ng ada dalam lingkungan. Pemahaman terjadi . Contoh reinforcement negatif adalah: peringatan. Teori belajar Goal Insight berkembang dari psikologi configurationlism. imajinatif. dan kreatif. insight is the sensed way through or solution of a problematic situation. sanksi. Individu selalu berada dalam suatu lapangan psikologis yang oleh Lewin disebut life space. Belajar merupakan usaha untuk mengembangkan pemahaman tingkat tinggi. mampu memecahkan berbagai masalah. fakta. hlm. penundaan kenaikan pangkat. termasuk struktur tubuhnya sendiri. (Bigge dan Hunt. proses.reinforcement negatif untuk mencegah atau menghilangkan suatu perbuatan yang kurang baik atau tidak disetujui masyarakat. To state it differently. Dalam lapangan ini selalu ada tujuan yang ingin dicapai. Teori belajar pertama dari rumpun ini adalah teori insight. diarahkan kepada pembentukan hubungan dengan lingkungan. litikuman. ataupun ide dalam berbagai situasi.ipabila individu menemukan cara baru dalam menggunakan unsur-unsur . Perbuatan individu selalu bertujuan. pemotongan gaji. berwawasan luas. dan sebagainya. oleh karena itu sering dikatakan . We might say that an insight is a kind of intelligent feel we get about a situation that permits us to continue to strive actively to serve our purposes. Pemahaman tingkat tinggi memungkinkan seseorang bertindak inteligen.1ri atau perasaan tentan g pola-pola atau hubungan. Aliran ini bersumber dari Psikologi Gestalt Held. Menurut mereka belajar adalah proses mengembangkan insight atau pemahaman baru atau mengubah pemahaman lama. 1980. Pemahaman yang bermutu tinggi (tingkat tinggi) adalah pemahaman yang telah teruji. individu selalu berinteraksi dengan lingkungan. dengan tokoh utamanya Kurt Lewin.. 293). Teori belajar cognitive field bersumber pada psikologi lapangan (field psikology). Gestalt Field melihat bahwa belajar itu merupakan perbuatan yang bertujuan. teguran. Menurut mereka. Pemahaman atau insight merupakan citra 11. yang berisi kecakapan menggunakan suatu objek. ancaman.

Bagi penganut cognitive field. . Tingkah laku seseorang pada suatu saat merupakan fungsi dari semua faktor yang ada yang saling bergantung pada yang lain. peranali teknologi dalam belajar serta berbagai upaya guru untuk meningkatkol. Dalam membimbing proses belajar.perbuatan individu adalah purposive. Istilah congnitive berasal dari bahasa Latin "cognoscre" yang berarti 'mengetahui (to know)'. C. (1972). Pada bagian pertama buku ini diuraikan tentang konsep dan kebutuhan untuk memahami proses belajar. Understanding School Learning. Apabila ia telah berhasil mencapai sesuatu tujuan maka timbul tujuan lain yang ingin dicapai dan berada dalam life space baru. Pada bagian berikutnya dijelaskan struktur dan transfer dalam belajar clan perkembangan. belajar merupakan suatu proses interaksi. guru harus mengerti akan dirinya dan orang lain. relevansi apa yang dipelajari dengan kebutuhaii siswa. New York: Harper & Row Pub. di dalam lapangan psikologisnya masing-masing. dijelaskan pengajaran berprogram. hasil belajar. Lapangan psikologis terbentuk oleh interelasi yang simultan dari orang-orang dan lingkungan psikologisnya di dalam suatu situasi. Buku Acuan Have. bagaimana ia menggunakan pengetahuan dan pengenalannya serta berbuat terhadap lingkungannya.A. dalam proses interaksi tersebut ia mendapatkan pemahaman baru atau menemukan struktur kognitif lama. sebab dirinya dan orang lain serta lingkungannya merupakan suatu kesatuan. Buku ini menguraikan dasar-dasar pemahaman tentang belajar dan bagaimana memperbaiki proses belajar. cara bertanya dan menjawab serta cara-cara meningkatkan ingatan Pada bagian akhir buku ini. Micahel J. fungsi inteligensi dan bahasa dalam perkembangan belajal Selanjutnya diuraikan pula hal-hal yang harus diperhatikan dalam belajar seperti motivasi belajar. Aspek ini dalam teori belajar cognitive field berkenaan dengan bagaimana individu memahami dirinya dan lingkungannya. macam -macam belajar dan peranan siswa dalam belajar. Setiap orang berusaha mencapai tingkat perkembangan dan pemahaman yang terbaik.

(1976). Learning and Teaching Concept. Bom Curious.vrkembang menjadi tools. yang bertolak dari pandangan bahwa siswa atau anak adalah aktif dan suka bertanya. transfer thin perluasan konsep. London: John Wiley & Sons. ada heberapa komponen dari suatu teori yaitu: play. Pada bagian akhir diuraikan cara-cara pelaksanaan dan pengelolaannya.A. analisis prilaku. Buku ini membahas teori belajar dan perkembangan kognitif. New York: Academic Press. a Strategy for Testing Applications of Theory. . Buku ini berusaha untuk menyatukan ketiganya. toys.Hodgkin. Play berkembang menjadi skill dan toys I. skill. dan semiotic. serta bagaimana menyusun suatu model pengajaran yang disesuaikan dengan livrkembangan dan perbedaan individual siswa. iconic. Tiga hal tersebut harus disatukan dan kombinasikan menjadi satu. Toys merupakan bagian dari kebudayaan µang tetap berada pada taraf play. serta motivasi dalam perkembangan belajar konsep. R. Ada 4 model yang dapat melancarkan kegiatan belajar. Pendekatan ini menolak pandangan pendidikan bahwa anak pasif dan statis. melalui penggunaan simbol yang konkret dapat iliabstraksi. New Perspectives in Educational Psychology. Herbert J. Teori pendidikan menurut pengarang tersumbat dalam tiga disiplin ilmu: filsafat. tetapi teori bersifat statis. Yang dibahas dalam tulisan ini adalah suatu pendekatan dari exploration theory. Klausmeyer . lingian selanjutnya menguraikan penyusunan model pengajaran yang atas perbedaan individual. dan simbol. sosiologi. enactive. Play merupakan fenomena kehidupan yang sering ditafsirkan sebagai 1. proses kegiatan mental dalam belajar konsep.etiadaan daripada keberadaan. New York. tools. yang meliputi analisis isi. Problem dalam pengetahuan inanusia selalu ingin tahu. meliputi iiuktur kognitif. Pada bagian pertama hiiku ini diuraikan teori belajar dan perkembangan konsep. penyusunan pengajaran dan tes. yaitu: interpersonal. (1980). dan psikologi. analisis pengajaran. Menurut penulis.

maupun proses pendidikan harus disesuaikan dengan kondisi. kurikulum menentukan pelaksanaan dan hasil pendidikan. dan diarahkan bagi kehidupan dalam masyarakat pula. isi. baik sebagai warga maupun sebagai . Pendidikan bukan hanya untuk pendidikan. dan mampu membangun masyarakatnya. tetapi manusia yang lebih bermutu. Hal itu disebabkan karena pendidikan diarahkan pada pengembangan pribadi anak agar sesuai dengan nilai nilai yang ada dan diharapkan masyarakat. Kita ketahui bahwa pendidikan mempersiapkan generasi muda untuk terjun ke lingkungan masyarakat. mengerti. memiliki kecakapan untuk dapat berpartisipasi dalam masyarakat. Kehidupan masyarakat. bekerja dan mencapai perkembangan lebih lanjut di masyarakat. karakteristik. Pendidikan dan Masyarakat Ada tiga sifat penting pendidikan. Dengan pendidikan. kita tidak mengharapkan muncul manusiamanusia yang lain dan asing terhadap masyarakatnya. tetapi rnenyiapkan anak untuk kehidupan dalam masyarakat. keterampilan serta nilai-nilai untuk hidup. tujuan. A. Anak-anak berasal dari masyarakat. menjadi landasan dan sekaligus acuan bagi pendidikan. maka isi pendidikan harus memuat nilai. dan perkembangan masyarakat tersebut. pendidikan mengandung nilai dan memberikan pertimbangan nilai. kekayaan. Sebagai suatu rancangan. Karena tujuan pendidikan mengandung nilai.BAB 4 LANDASAN SOSIAL-BUDAYA. Generasi muda perlu mengenal dan memahami apa yang ada dalam masyarakat. Pertama. Oleh karena itu. mendapatkan pendidikan baik formal maupun informal dalam lingkungan masyarakat. pendidikan diarahkan pada kehidupan dalam masyarakat. Proses pendidikannya juga harus bersifat membina dan mengembangkan nilai. Kedua. PERKEMBANGAN ILMU DAN TEKNOLOGI DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM Kurikulum dapat dipandang sebagai suatu rancangan pendidikan. tetapi memberikan bekal pengetahuan. dengan segala karakteristik dan kekayaan budayanya. Pendidikan bukan hanya untuk pendidikan.

Tuntutan sosial adalah harapan orang dewasa agar anak mampu bertingkah laku. Proses pendidikan merupakan bagian dari proses kehidupan masyarakat. dan lain-lain. Tujuan umum pendidikan sering dirumuskan untuk menyiapkan generasi muda menjadi orang dewasa anggota masyarakat yang mandiri dan produktif. di pusat perindustrian berbeda dengan di daerah pertanian. Sistem sosial-budaya pada suatu daerah juga berbeda dari suatu periode waktu dengan waktu yang lainnya. antara anggota dan lembaga. Konsep pendidikan bersifat universal. Hal itu merefleksikan konsep adanya tuntutan individual (pribadi) dan sosial dari orang dewasa kepada generasi muda. Setiap lingkungan masyarakat masing-masing memiliki sistem sosialbudaya yang berbeda. tetapi pelaksanaan pendidikan bersifat lokal. mengembangkan segala potensi dan kemampuan yang dimilikinya. serta antara lembaga dan lembaga. kehidupan politik. karena masyarakatnya berkembang. sistem sosial budaya. lingkungan alam. Salah satu aspek yang cukup penting dalam sistem sosial-budaya adalah tatanan nilai-nilai. disesuaikan dengan situasi dan kondisi masyarakat setempat. budaya. berbuat dan hidup dengan baik dalam berbagai situasi dan lingkungan masyarakat. . Ketiga. Sistem sosial-budaya ini mengatur pola kehidupan dan pola hubungan antar-anggota masyarakat. di daerah pesisir berbeda dengan di pegunungan. personalia. karena adanya perbedaan sistem sosialbudaya. Pelaksanaan pendidikan m embutuhkan dukungan dari lingkungan masyarakat. Sistem sosial-budaya di daerah perkotaan berbeda dengan di pedesaan. karena pendidikan sangat melekat dengan kehidupan masyarakat. hukum. keamanan. Pendidikan dalam suatu lingkungan masyarakat tertentu berbeda dengan lingkungan masyarakat lain.karyawan. Nilai-nilai tersebut bersumber dari agama. peraturan. Tuntutan individual merupakan harapan orang dewasa agar generasi muda dapat mengembangkan pribadinya sendiri. Kehidupan masyarakat berpengaruh terhadap proses pendidikan. serta sarana dan prasarana yang ada. Tatanan nilai merupakan seperangkat ketentuan. politik. penyediaan fasilitas. pelaksanaan pendidikan dipengaruhi dan didukung oleh lingkungan masyarakat tempat pendidikan itu berlangsung. moral yang mengatur cara berkehidupan dan berperilaku para warga masyarakat.

pekerjaan. . moral. cara mempertahankan diri. Pendidikan merupakan bagian dari kebudayaan. cara bekerja. sekolah. pendidikan merupakan suatu proses kebudayaan. Dalam arti yang lebih mendasar. melainkan harus dalam interaksi dengan orang lain. jenis kelamin. hukum. melalui pendidikan manusia mengenal peradaban masa lalu. sehingga tidak jarang menimbulkan perbedaan bahkan konflik nilai. di daerah gurun pasir berbeda dengan di daerah padang rumput atau rawa. Setiap generasi manusia menempatkan dirinya dalam urutan sejarah kebudayaan. cara bermasyarakat. Menurut Israel Scheffler (1958). Kehidupan masyarakat tidak dapat terlepas dari tempat masyarakat itu berada. yang meliputi pengetahuan. dan lain-lain. turut serta dalam peradaban masa sekarang dan membuat peradaban masa yang akan datang. dan lain-lain. serta kemampuan dan kebiasaan yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat. Masyarakat yang hidup di daerah tropis berbeda pola hidupnya dengan di daerah subtropis atau daerah dingin. Demikian juga masyarakat di daerah kepulauan berbeda dengan di daerah daratan. dan mungkin pada suatu saat perkembangan begitu drastis. adat-istiadat. interaksi dengan lingkungan. Sejalan dengan perkembangan masyarakat maka nilai-nilai yang ada dalam masyarakat juga selalu berkembang. Proses pembudayaan tidak dapat berlangsung secara sendirian. Perbedaan ataupun konflik nilai tersebut dilatarbelakangi oleh perbedaan tatanan yang berakar pada perbedaan pola-pola kebudayaan Menurut Tylor (1871).maupun dari segi-segi kehidupan lainnya. kesenian. cara berpikir. Lingkungan alam dan keadaan geografis mempengaruhi perilaku dan pola hidup para anggota masyarakat. kepercayaan. Status dan peranan manusia dalam kelompok. Masalah tempat menyangkut lingkungan alam dan keadaan geografis. kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks. apakah kelompok usia. menentukan jenis interaksi dan tingkat partisipasinya dalam proses pembudayaan. Konflik nilai bisa juga diakibatkan adanya perbedaan sudut pandang karena adanya variasi sumber-sumber nilai tersebut. Kondisi alam dan geografis mempengaruhi cara hidup. kemasyarakatan.

pertentangan atau konflik-konflik ini berangsurangsur berkurang. nilai-nilai. sikap. bangsa. masyarakat informasi dan global. mobilitas manusia dan barang sangat tinggi. dan antarras dengan berbagai kebudayaan. masyarakat kita dewasa ini berkembang sangat cepat menuju masyarakat terbuka. Mungkin pada masyarakat tertentu perkembangannya sangat cepat. aspirasi. tetapi pada masyarakat lainnya agak lambat bahkan lambat sekali. ekonomi. telekomunikasi dan elektronika. Perubahan yang cepat hampir terjadi dalam semua aspek kehidupan. lancar. terutama teknologi industri transportasi. dan lain-lain malah terjadi pembauran suku. dan akurat memudahkan perolehan informasi. mempengaruhi pengetahuan. tradisi. membuka daerah-daerah yang terisolasi. politik. Di samping pembauran. rekreasi. ideologi. yang sangat berharga baik bagi kepentingan bisnis. teknologi. Komunikasi sangat cepat. lancar. komunikasi. maupun hobi. nilainilai etik dan estetik. Pertemuan antarsuku bangsa. dan segi-segi kehidupan yang lainnya. . dan akurat. pertentangan atau konflik antarsektor sosial-budaya adakalanya juga terjadi. kebiasaan bahkan pola-pola hidup mereka. atau ras. Perkembangan Masyarakat Salah satu ciri dari masyarakat adalah selalu berkembang. Sistem dan fasilitas yang tersedia akan mempengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat. Masyarakat yang telah mencapai tingkat kemajuan yang tinggi dalam segi ilmu. Karena adanya pengaruh dari perkembangan teknologi. Melalui proses alkulturalisasi. antarbangsa. Mobilitas yang tinggi mempercepat pertemuan antarsuku dan antarbangsa. pengetahuan. sosial-budaya.Kehidupan masyarakat juga dipengaruhi oleh tingkat kemajuan yang telah dicapainya. kemampuan masyarakat makin sering terjadi. minat. meningkatkan pemerataan pembangunan. Dalam kondisi masyarakat demikian. kecakapan. B. ekonomi. akan memiliki sistem dan fasilitas yang lebih mapan dibandingkan dengan masyarakat yang kemajuannya rendah. komunikasi cepat. pemerintahan. penelitian. semangat. sosial-budaya. Maka it'rjadilah proses pembauran budaya. Perubahanperubahan masyarakat ini akan mempengaruhi perkembangan setiap individu warga masyarakat. perubahan-perubahan terjadi dengan cepat.

sifat gotong royong mulai menipis. Tugas-tugas dalam suatu spesialisasi sering tidak dipahami oleh spesialisasi lain. tetapi karena dunia industri berorientasi pada pasar.nalisme dalam setiap spesialisasi tersebut. tetapi sedikit orang dengan kemampuan tinggi. terutama di perkotaan sering terjadi loncatan. Dengan demikian. atau dingin). baik dengan sesama karyawan maupun dengan waktu atau prestasi sebelumnya. bisa bekerja sepanjang masa. taktik. diganti dengan kerja sama sesuai dengan alur kerja. Dalam bekerja di sektor industri telah ada pembagian tugas masingmasing. strategi. Oleh karena itu. Diversifikasi pekerjaan dan tugas-tugas dalam satu pekerjaan melahirkan spesialisasi yang menuntut profesio. Pola padat karya yang dikerjakan secara gotong royong dalam kehidupan agraris telah beralih pada padat teknologi yang dikerjakan secara profesional. Penerapan teknologi di bidang industri relatif lebih maju dibandingkan di bidang pertanian. dan menuntut profesionalisme yang lebih tinggi pula. Masyarakat secara berangsur-angsur. Sifat kompetitif. yang menuntut konsentrasi perhatian dan kegiatan. Perubahan pola pekerjaan Karena pengaruh perkembangan teknologi maka terjadi perubahan yang cukup drastis dalam pola pekerjaan. diganti dengan pola kerja keras mengejar target meningkatkan produksi. kebijakan baru yang melahirkan produk dan layanan baru selalu muncul. menghadapi mesin dan peralatan lain yang berbeda. Oleh karena itu. malah bisa bekerja siang dan malam. hidup yang lebih santai. Hal itu mengakibatkan adanya keragaman tugas dan pekerjaan. Dalam pola kehidupan masyarakat industri. cara kerja yang teratur. Bekerja di bidang industri tidak lagi bergantung pada musim (hujan atau kemarau. Dalam pola kehidupan industri perubahan sangat cepat terjadi. rasa kerja sama yang tinggi. Pola kehidupan agraris memiliki kesamaan. hidup santai telah ditinggalkan. lebih mewarnai kehidupan dalam masyarakat industri. .1. sifat-sifat yang dimiliki masyarakatnya jauh berbeda. panas. dan sebagainya. Perubahan ini bukan saja karena adanya peralatan baru atau jenis pekerjaan yang baru. berubah dari kehidupan yang berpola agraris ke pola kehidupan industri. perubahan yang lamban. Penggunaan peralatan berteknologi tinggi tidak menuntut banyak orang.

Keadaan ini membawa beberapa implikasi. dan mungkin terjadi . sehingga kesejahteraan ekonomi keluarga menjadi lebih baik. wanita lebih bebas bergerak. Penyelesaian kedua tugas tersebut bukan masalah ringan. menyelesaikan tugas-tugas pekerjaan dan tugas-tugas keluarga. tenaga. bahkan kedua. Wanita yang bekerja apabila telah menikah mempunyai tugas ganda. kehidupan keluarga. dan berkreasi dibandingkan apabila hanya bekerja di rumah tangga. dan perhatian dalam pekerjaan atau karier. potensi-potensi yang dimilikinya dapat diwujudkan dan disalurkan. Hal itu bisa mengakibatkan keluarga tidak harmonis. sebagai istri dan ibu. Diperkuat dengan perubahan pandangan tentang kedudukan wanita.duanya. sejumlah masalah dan kesulitan juga muncul. tidak bisa dilepaskan dari kodratnya sebagai wanita. Perubahan peranan wanita Dewasa ini jumlah wanita yang berpendidikan relatif seimbang dengan dengan pria. membutuhkan pemikiran dan tenaga yang dengan sedikit ketidakmampuan membagi tugas dapat membengkalaikan salah satu tugas. wanita tidak lagi hanya bekerja di rumah. bekerja hampir pada seluruh sektor pekerjaan. maupun dalam situasi kerja. Sampai batas tertentu masih tetap harus melayani suami. kesejahteraan rumah tangga terabaikan. Masalah kedua berkenaan dengan kehidupan keluarga. bagaimanapun akan menelantarkan pelaksanaan tugas-tugasnya dalam rumah tangga. mendidik anak. sebagai akibat ernansipasi yang membuka kesempatan kepada kaum wanita untuk memperoleh pendidikan.2. Masalah pertama berkenaan dengan kehidupan sosial-pribadi wanita. Dengan bekerja di luar rumah. dan mengatur rumah tangga. mengurus anak dan keluarga seperti pada pola kehidupan lama. Di samping sejumlah kebaikan dari para wanita yang bekerja. pendidikan anak terbengkalai. baik bagi kehidupan sosial-pribadi para wanita. berkarya. Wanita memiliki peluang yang sama dengan pria. Kehadiran wanita dalam lingkungan kerja juga dapat menimbulkan suasana lain dibandingkan apabila semua karyawannya pria. Memang banyak pekerjaan-pekerjaan tertentu yang lebih berhasil bila dikerjakan oleh wanita. Wanita yang bekerja juga dapat menambah penghasilan keluarga. Wanita betapapun tinggi tingkat pendidikan dan jabatan yang dipegangnya. Tugas yang banyak menyita waktu. Wawasan dan pengetahuan mereka menjadi lebih luas.

Dalam lingkungan kerja yang ada wanita dan pria. tidak semua pria menerima kedudukan di bawah wanita. melebihi waktu biasa. Situasi ini dapat menimbulkan konflik berkepanjangan. keluarga. Dalam masyarakat modern.1tau lebih parah sebagai tempat bertengkar. Bila tidak maka hambatan karier yang akan terjadi. Rumah hanya berfungsi sebagai tempat parkir . tetapi tempat berkarya. Anak-anak yang belum bersekolah tinggal di rumah bersama pembantu. pecah secara struktur yaitu cerai antara suami dan istri.00 bahkan lebih. berkreasi. Perpecahan keluarga ada dua macam. dan berkompetisi. Mereka lebih banyak . Hal ini tentu menimbulkan masalah. Walaupun ketentuan sampai pukul 16. Bekerja bukan lagi dari Senin sampai Jumat dan pulang tiap hari. Pekerjaan atau karier bukan tempat beristirahat. Situasi demikian menuntut sikap. pemikiran. anak juga mempunyai masalah sendiri. baik bagi wanita yang bersangkutan.perpecahan keluarga (brooken home). Masalah tersebut akan bertambah lagi apabila terjadi situasi-situasi yang tidak sehat atau menyimpang. atau pecah secara lungsi tidak bercerai tetapi masing-masing pihak tidak melaksanakan lungsi yang semestinya. berprestasi. melainkan dari Senin sampai Minggu dan pulang seminggu sekali. Dalam keluarga. bisa saja terjadi hal-hal yang tidak diharapkan. tetapi mungkin juga dialami oleh para ibu/istri. dan unjuk kerja yang optimal. Masalah ketiga berkenaan dengan situasi pekerjaan.00. apalagi bila latar belakang pendidikan dan kemampuan terasa sama. Kalau karyawati itu belum berkeluarga atau melepaskan din i dari tugas-tugas rumah tangga. Perubahan kehidupan keluarga Perkembangan kehidupan keluarga sejalan dengan perkembangan masyarakat. bahkan oleh kedua-duanya. mungkin tuntutan pekerjaan tersebut dapat dipenuhi secara optimal. kenyataannya jam kerja kadang-kadang sampai pukul 22. Pola kerja masyarakat modern (industri) menuntut waktu kerja yang tidak teratur. mulai dari pelecehan sampai dengan skandal. maupun unit kerja. Hal seperti itu mungkin hanya dialami oleh para bapak/suami. bahkan beberapa minggu tidak pulang. penampilan.00.00 sampai pukul 14. Bagaimanapun dalam situasi kerja akan terjadi konkurensi. orang tidak lagi bekerja dari pukul 7. 3.

umumnya berada di luar rumah untuk menyelesaikan tugas sekolah atau bergaul dengan teman. Fasilitas keluarga lebih lengkap dan lebih baik. Demokritos. bahkan bisa menabung dan berlibur ke luar kota secara berkala. Apalagi bila suami dan istri bekerja. Perkembangan Ilmu Pengetahuan Sejak abad pertengahan ilmu pengetahuan berkembang dengan pesat. Anak yang bersekolah sebagian waktunya digunakan di sekolah. sampai kepada A1-Khawarizmi yang hidup pada abad ke-9. bahkan mungkin hilang. Bapak tidak lagi melaksanakan tugas sebagai kepala keluarga. semua kebutuhan hidup terpenuhi. beberapa masalah juga dihadapi dalam kehidupan keluarga. Penghasilan tinggi akan meningkatkan kemampuan ekonomi dan kesejahteraan keluarga. . komunikasi pedagogis antara orang tua dan anak bisa sangat terbatas. Plato. seperti Thales. 1995 : 2). Socrates. C. tetapi sebagian besar digunakan di rumah atau di luar rumah dengan teman-temannya. Masa setelah abad pertengahan sering disebut zaman modern.hidup dan bergaul dengan pembantu daripada dengan orang tuanya. Kesempatan anak remaja di rumah lebih sedikit. Hubungan harmonis antara suami dan istri. Di samping memperoleh nilai lebih dari pola kerja pada masyarakat modern.\ Banyaknya waktu yang digunakan untuk bekerja akan seimbang dengan penghasilan yang diperoleh. Leucipos. demikian juga ibu dan anak. Kesibukan kerja/karier dalam batas-batas wajar memungkinkan anggota keluarga melaksanakan tugasnya dengan baik. Phythagoras. Kesibukan di luar batas kewajaran bisa mengorbankan pelaksanaan fungsi-fungsi keluarga. Qodir. Euclid. Perkembangan ilmu pengetahuan pada masa ini banyak didasari oleh penemuan dan basil pemikiran para filsuf purba. bisa terjadi rumah hanya berfungsi sebagai tempat parkin Dalam situasi demikian. penghasilan mereka jauh lebih banyak. berbagai masalah keluarga bisa timbul. Aristarhus yang hidup sebelum Masehi. Aristoteles. seperti dikemukakan Briffault dalam Making of Humanity (dalam C. Perkembangan ilmu pengetahuan modern tidak dapat dilepaskan dari peranan ilmuwan Muslim. Karena sangat sibuknya setiap anggota keluarga.A. Archimides.

terutama ilmu pengetahuan murni yang begitu pesat. Al-Bagdadi adalah ahli botani terkenal. Berikut ini adalah beberapa perkembangan besar ilmu pengetahuan pada zaman mi. namun ketekunan melakukan pengamatan dan penyelidikan eksperimental yang saksama dan lama bukanlah watak mereka « apa yang kita sebut ilmu pengetahuan muncul sebagai akibat metode eksperimen baru. nama Al-Baydawi tidak dapat dilupakan. dan menyusun teori. sampai dengan abad ke-13. mengembangkan lebih jauh prinsip heliocentrisme. Pada abad ke-20. Imam Jaffar dan Al-Razi adalah para ilmuwan pengembang pertama ilmu Kimia. Salah satu pusat penelitian astronomi terkenal. Dalam ilmu kimia. A1Khawarizmi dan Omar Khayyam (Aljabar). Perang antara negara Arab dan Eropa pada awal abad ke-14 banyak menimbulkan percampuran dan pertukaran kebudayaan dan ilmu pengetahuan antara Barat dan Timur. Dalam bidang geografi dikenal nama Al-Kindi sampai dengan Musa Al-Khawarizmi dan Al-Beruni sebagai penemu geodesi.. Dalam matematika dikenal Jamshid Al-Kashmi (ahli matematika). Dalam bidang anatomi. yang diperkenalkan ke Eropa oleh orang Arab . Teleskop ditemukan oleh Ibn Yunus jauh sebelum Galileo.Orang Yunani mengadakan sistematisasi. terjadi pergeseran perkembangan ilmu pengetahuan dari Timur Tengah ke Eropa. Bidang astronomi juga banyak dikembangan ilmuwan muslim di berbagai negara. Sejak awal abad ke-14 sampai dengan akhir abad ke-19 terdapat perkembangan ilmu pengetahuan. Jabin Ibn Hayan. generalisasi. didirikan oleh Al-Tusi tahun 1259. Selama beberapa abad. Ilmu pengetahuan modern merupakan sumbangan paling penting bagi peradaban Islam. seorang ahli astronomi. Ibn Sina dan Al-Rani adalah dua tokoh yang sangat terkenal. perkembangan yang sangat pesat terjadi pada ilmu pengetahuan terapan dan teknologi. Dalam bidang kedokteran. Setelah perang antara negara-negara Islam dengan negara-negara Eropa. Semua planet dan bumi berputar mengelilingi . Ilmu pengetahuan alam dikembangkan oleh Al-Beruni. Mulai akhir abad ke-13 ada kemunduran dalam mengembangkan ilmu pengetahuan di negara-negara Islam. Observatorium Maragah.. Ibn Bajjah. pengembangan ilmu pengetahuan didominasi oleh ilmuwan muslim. AlKindi. Copernicus 1473-1543 M..

Lavoisier (1743-1794) adalah ahli fisika. perhitungan kalkulus (diferensial integral). juga membalikkan prinsip hornocentrisme dari ajaran agama. Teori Copernicus ini mendapatkan banyak tantangan dari golongan gereja. Ia banyak mempelajari tentang pergerakan. dan fisika. Dari dua sarjana tersebut banyak temuan baru tentang orbit planet. bulan. Lavoisier berbeda dengan para ahli lainnya. serta tata bulan planet Jupiter. hukum pergerakan.matahari. Homocentrisme merupakan padangan yang me. Newton (1643-1727) adalah seorang pujangga besar. ahli matematika. la juga membangun observatorium yang dilengkapi alat. Mereka banyak dipengaruhi gagasan Copernicus dan melanjutkan gagasan itu. dan Galileo (1546-1642) adalah para ahli astronomi. serta pendukung lainnya.ngamati jalannya bintang-bin tang menggunakan teropong yang besar.nganggap bahwa matahari. . astronomi. kini terkenal dengan perhitungan diferensial integral (kalkulus). yang mendasari ilmu kimia. serta teori cahaya atau optika. Selain ahli astronomi. Newton banyak menyumbangkan ilmunya bagi perkembangan ilmu pengetahuan yang hingga sekarang banyak digunakan. Percobaan-percobaan Lavoisier mendasari perkembangan kimia analitik dan kimia organik. Tycho Brache dalam me.besar. ia melakukan percobaan dengan cara kuantitatif. Galileo menemukan planet. dan bintangbintang berputar mengelilingi manusia sebagai tanda kasih Tuhan. Sumbangan terbesarnya adalah teori gravitasi. Johannes Keppler (1571-1630). Teori Copernicus ini bukan hanya menyangkal teori geocentrisme. Fermat mengembangkan teori Aljabar mengenai bilangan-bilangan. Galileo juga mendalami fisika. teori lintasan tersebut menjadi bagian ilmu peperangan. perpustakaan. Fermat dan Pascal mengembangkan dasar-dasar statistika (teori kemungkinan). Tycho Brache (1546-1601). Semua itu disediakan untuk manusia. Temuannya tentang lintasan lengkung diterapkan dalam menentukan lintasan peluru. Ia juga berhasil membuat teropong bintang yang lebih sempurna. Dengan demikian. Usaha Tycho Brache itu diteruskan oleh Keppler. Fermat (1601-1665) dan Pascal (16234662) adalah ahli matematika dan fisika. Galileo juga banyak mengadakan pengamatan langsung.

Iskandar Alisyahbana (1980. teori relativitas. how we do things is technology. Dalton (1766-1844) menemukan dasar ilmu kimia yang ditekankan pada teori atom. Sebenarnya sejak dahulu. yang menggugurkan teori atom sebagai bagian terkecil yang tak dapat dibagi lagi. pancaindera. sedangkan menurut Charles Susskind (1973: 1) . 1) merumuskan lebih jelas dan lengkap tentang teknologi. 11) Technology is the art of utilizing scientific knowledge. dan otak manusia. elektron. D.Perkembangan ilmu pengetahuan terus berlangsung. Mengapa manusia menggunakan teknologi. teknologi sudah ada atau manusia sudah menggunakan teknologi. Teknologi ialah cara melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan bantuan alat dan akal (hardware dan software) sehingga seakan akan memperpanjang. Sumbangan yang berupa penggunaan atau penerapan suatu bidang ilmu pengetahuan terhadap bidangbidang lain disebut teknologi. Curie (1859-1906). Pernyataan tersebut dapat diartikan bahwa pengembangan suatu ilmu pengetahuan tidak hanya ditujukan kepada perkembangan ilmu pengetahuan itu sendiri. melainkan juga diharapkan dapai mem herikan sumbangan kepada bidang-bidang kehidupan atau ilmu yang lainnya. . yaitu ilmu fisika nuklir. Thomson menemukan elektron. logam yang dapat berubah menjadi logam lain.. Perkembangan selanjutnya menghasilkan teoriteori baru dalam kenisbian. dan energi. hlm. dan Thomson 1897 menemukan radium. sesungguhnya mereka sudah menggunakan teknologi yaitu teknologi sederhana. atau membuat lebih ampuh anggota tubuh. seperti dinyatakan Kast dan Rosenweig (1962. Kalau manusia zaman dulu memecahkan kemiri dengan batu atau memetik buah dengan galah. memperkuat. Henry Becquerel (1852-1908). kita sering mendengar pernyataan bahwa ilmu bukan hanya untuk ilmu.. hlm. apakah menghasilkan suatu teori/ hukum baru atau menggugurkan teori/hukum yang ada. Einstein (1905-1911) menemukan teori kenisbian. Dengan penemuanpenemuan tersebut berkembanglah ilmu baru dalam bidang kimia-fisika. Perkembangan Teknologi Dari para ahli.

kemudian berkembang tambah banyak. Ilerkat api. Dengan akalnya itu ia ingin hidup lebih baik. lebih lezat. Perkembangan yang begitu cepat pada beberapa dekade terakhir adalah perkembangan teknologi transportasi. dan lebih sehat. Teknologi budidaya ini mampu mengubah pola hidup berpindah-pindah menjadi menetap. lebih sejahtera. Ienemuan teknologi api mendasari pengembangan teknologi lain pada masa-masa berikutnya. seperti teknologi untuk mengatasi kebakaran. Perkembangan teknologi lain yang sangat penting dan banyak membawa perkembangan pada teknologi lain adalah teknologi industri. Teknologi penting lain yang ditemukan selanjutnya adalah teknologi pertanian. besi. manusia membudidayakan bermacam macam tanaman dan binatang yang sebelumnya tumbuh liar di alam bebas. serta . umpamanya teknologi penerangan. mas. lebih mudah. lembaga. bisa menghangatkan badan.karena manusia berakal. dan mengolah berbagai bahan makanan. mereka berkumpul. maka terbentuklah masyarakat dengan berbagai aturan dan sistem kehidupan sosial. teknologi pembuangan asap. mengurangi polusi. bijih timah. kemudian berkembang menjadi kongsi ditujukan untuk memenuhi lingkungan yang makin meluas sampai bersekala ekspor. Mulanya teknologi ini berkembang secara individual dalam lingkungan kecil dan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan sendiri. lebih aman. dan lain-lain. Dengan teknologi ini. pengembangan suatu teknologi sering berdampak negatif. mangan. karena itu perlu Iemuan teknologi lain untuk mengatasinya. perak. teknologi komunikasi dan informatika. Teknologi ini memberikan kesejahteraan kepada manusia karena hasil pertanian lebih banyak dan mudah didapat. Karena manusia hidup menetap. Penemuan-penemuan di bidang ilmu pengetahuan mempercepat pertumbuhan teknologi industri. dan sebagainya. makanan menjadi lebih lunak. Penemuan teknologi pertama yang cukup penting adalah teknologi api. dapat diolah menjadi batangan kemudian diolah lebih lanjut menjadi berbagai alat kebutuhan manusia. Dengan teknologi ini manusia mendapatkan penerangan pada malam hari. teknologi pemadam kebakaran. Dengan teknologi api. dan yang paling penting dan banyak mendasari pengembangan teknologi lebih lanjut adalah teknologi logam.

dan antarbangsa. Alat transportasi yang banyak mendapat perhatian dari negara-negara maju adalah pesawat angkasa luar. Amerika Serikat melaksanakan program Voyager. melainkan untuk kepentingan penelitian dan penemuan-penemuan teknologi lebih lanjut. antarkelompok. Perkembangan alat transportasi bukan hanya ditujukan untuk mobilitas orang dan barang. Voyager II yang akan menyusul Voyager I akan meneruskan penerbangan ke Saturnus dan ken-Indian keluar dari tata surya kita. Peluncuran Sputnik I tahun 1958 oleh Uni Soviet (sebelum bubar . Perkembangan teknologi industri transportasi berkembang pesat. Eropa Barat juga tak mau kalah dalam pengembangan teknologi angkasa luar. Program penerbangan angkasa luar Amerika Serikat yang dimulai dengan Mercury 1962. Perkembangan teknologi terbesar dalam pertengahan abad ke-20 berkenaan dengan penjelajahan angkasa luar. Pengembangan teknologi angkasa luar ini. Uni Soviet dengan program Soyus-nya selalu berlomba dengan Amerika Serikat dalam menjelajahi angkasa luar. dengan program Arian-nya yang dimotori oleh Perancis. termasuk Indonesia yang berhasil mengorbitkan Palapa C2 pada tahun 1996 pada posisi yang direncanakan. Pada tahuntahun terakhir. menuju planet lain. Setelah berhasil dengan Apollo. Amerika Serikat mengembangkan program Challenger kemudian Discovery dengan pesawat clang-aliknya walupun pernah mengalami kegagalan.teknologi media cetak. dan merupakan awal babak baru dalam bidang angkasa luar. Berbagai jenis alat transportasi yang bermutu tinggi dengan perlengkapan mutakhir telah tersedia. laut. Arian berhasil menempatkan sejumlah satelit negara-negara Eropa dan beberapa negara lain. maupun udara. . bukan saja membuktikan bahwa manusia bisa ke luar dari orbit bumi. memungkinkan orang dan barang bisa berpindah dari suatu tempat ke tempat lain dengan mudah dan cepat. Jarak geografis tidak menjadi hambatan lagi untuk hubungan antarorang. Voyager mengangkasa sejauh 680 juta kilometer dari bumi dan berhasil mendapatkan data gambar dan bentuk lain dari planet Yupiter. Gemini 19631965. Apollo yang dimulai tahun 1964 berhasil mendaratkan para astronot di bulan. tetapi juga bisa menempatkan berbagai satelit untuk memantau apa yang terjadi di bumi dan memperlancar komunikasi antardaerah di bumi. baik transportasi darat.red) menarik banyak masyarakat dunia.

kimia. Teknologi ini berkembang sangat pesat berkat temuan-temuan di bidang eletronika. Kemajuan di bidang telepon. melainkan dengan pesawatpesawat yang berawak manusia. born hidrogen. dan lain-lain. sebab dengan perantaraan komunikasi massa dan komunikasi batas-batas pemisah antarnegara dan antar . kemajuan bidang telekomunikasi pun mengalami kemajuan yang begitu pesat. dieapainya luar biasa. Apa yang terjadi di suatu daerah atau negara. diadakan berbagai pengamatan dan penelitiaan tentang bumi. kita hanya bisa memperoleh informasi yang disiarkan. internet. juga digunakan untuk meneliti dan membuat beberapa peralatan bagi kepentingan bumi. merupakan perkembangan teknologi yang banyak menimbulkan ancaman dan kekhawatiran manusia. faksimil. Teknologi lain yang perkembangannya sangat cepat pada beberapa dekade terakhir adalah teknologi komunikasi dan informatika. Dengan komunikasi massa. juga teknologi senjata mutakhir. misil. jam siar ini hilang. Selain kemajuan di bidang komuniksi massa. Tetapi dengan internet.tetapi basil hasil van). Perkembangan radio dan televisi telah membuka bagian-bagian dunia yang terbelakang menjadi daerah terbuka karena arus informasi. manusia berhasil meneliti planet. Melalui penggunaan berbagai satelit. Satelit merupakan sarana komunikasi massa. Penerbangan angkasa luar bukan hanya ditujukan untuk meneliti planet-planet luar. sudah dapat diketahui oleh orang-orang di bagian dunia lainnya. Orang bisa memperoleh hampir semua informasi dari setiap negara tanpa dibatasi waktu. dalam waktu beberapa menit. born nuklir. cuaca. dan internet. Temuan-temuan di bidang fisika. yang dikombinasikan dengan kemajuan di bidang komputer. dan iklim. telekomunikasi. peluru kendali antarbenua. dan matematika mengembangkan teknologi ruang angkasa dan kemiliteran. masalah arus laut. artinya sangat bergantung pada jam siar. Oleh karena itu. Umpamanya pengamatan dan penelitian daerahdaerah yang mengandung minyak atau bahan-bahan mineral.planet yang paling jauh bukan dengan renungan atau spekulasi atau peneropongan. Dengan kemajuan teknologi angkasa luar ini. menghasilkan sistem komunisikasi gaya baru. dewasa ini dunia disebut dunia global. Perkembangan teknologi di bidang kemiliteran bukan hanya menghasilkan teknologi senjatasenjata biasa.

Hamijoyo (1975. konsep. dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi secara teratur (B. dengan kemampuan cetak yang sangat cepat. akan banyak waktu terbuang dan kita akan semakin jauh tertinggal. 2) membedakan teknologi tersebut menjadi teknologi jenis hardware. Proses pengalihan tidak berarti mengambil dan menerapkan teknologi. sistem kerja. Barangbarang cetakan ini bisa didokumentasikan untuk waktu yang lama. tahan sampai ratusan tahun. Habibie. banyak dikemukakan contoh-contoh perkembangan teknologi yang berbentuk material. kalau bahannya cukup baik. modifikasi. yang bermutu tinggi. Menurut B.dokumentasi yang menggunakan tempat terlalu besar. bahkan ke Pentagon. ke Library of Congres Amerika Serikat. 1983). mempunyai keunggulan sendiri. dan pola hubungan. ada lima prinsip yang menjadi pegangan dalam transformasi teknologi (industri): 1) perlu diselenggarakan pendidikan dan . 1. tanpa permisi. Transformasi teknologi Pengembangan ilmu dan teknologi tidak berarti harus mencari dan menemukan sendiri serta harus mulai dari awal.J. pendekatan. Dalam bahasan tentang perkembangan teknologi pada awal bagian ini. walaupun jangkauan dan kecepatan sebarannya tidak seluas dan secepat komunikasi massa dan telekomunikasi. Apabila cara itu ditempuh. seperti buku. tetapi juga yang immaterial.J. Sesungguhnya teknologi tidak hanya menyangkut halhal material. software. Habibie (1983). Penemuan alat-alat cetak modern. majalah. kaidah. setiap saat orang bisa masuk. telah menghasilkan barang cetakan. sekarang ada teknologi microfilm dan microfiche untuk mengecilkannya. hlm. tetapi mencakup juga penyesuaian. Cara yang lebih tepat dan memungkinkan untuk mengejar ketinggalan adalah dengan transformasi teknologi. seperti keadaan aslinya di negara yang mengembangkannya.daerah menjadi hilang. Untuk dokumentasi. Santoso S. dan pengembangannya lebih lanjut. ke Gedung Putih. dan surat kabar. penerapan. dan hubungan antarorang. Teknologi media cetak. Transformasi teknologi merupakan suatu proses pengalihan. Melalui internet.

banyak negara berkembang melakukan penelitian dasar melalui perjanjian kerja sama dengan negara-negara maju di bidang ilmu dan teknologi. Transformasi teknologi tidak bisa dilakukan secara serempak dan langsung pada tahap akhir. Tahap ini merupakan tahap dilaksanakannya inovasi-inovasi. kondisi.J. tahap integrasi teknologi digunakan untuk desain dan produksi barang baru. Tahap pertama. serta sarana dan prasarana. begitupun teknologi baru. Tahap keempat. dan dikembangkan lebih lanjut jika benar-benar diterapkan. diterapkan. adalah tahap pelaksanaan penelitian dasar secara besar besaran. Dalam tahap ini teknologi-teknologi yang ada dikembangkan lebih lanjut. .pelatihan di dalam dan luar negeri untuk menyiapkan para pelaku transformasi. Oleh karena itu. elemen penciptaan. diciptakannya teknologi untuk komponen produk-produk teknologi terbaik dalam bidang masing-masing. Proses ini disebut proses nilai tambah. 2) perlu dikembangkan konsep yang jelas dan realistic tentang masyarakat yang akan dibangun serta teknologi-teknologi yang diperlukan untuk mewujudkannya. Pada tahap ini dikembangkan desain dan cetak biru sehingga ada elemen baru. adalah tahap pengembangan teknologi itu sendiri. penggunaan teknologi yang ada digunakan untuk proses nilai tambah produksi barang di pasaran. 3) teknologi hanya dapat dialihkan. 4) bangsa yang ingin mengembangkan diri secara teknologis harus berusaha sendiri memecahkan setiap masalahnya. 5) pada tahaptahap awal transformasi. hingga saat tercapainya kemampuan bersaing secara internasional. sumber daya manusia. Habibie (1983). setiap negara harus melindungi perkembangan kemampuan nasionalnya. Tahap ketiga. disesuaikan dengan kebutuhan. Tahap ini penting bagi negara-negara berkembang yang menghadapi kendala keuangan. Ada tiga tahap penting transformasi teknologi menurut B. Tahap kedua. dan kemampuan. Teknologi produksi dan manajemen digunakan untuk mengubah bahan baku atau barang setengah jadi menjadi barang-barang yang bernilai jual lebih tinggi.

Ada sejumlah laboratorium yang dimiliki Puspitek. Jawa Barat. tetapi yang dikembangkannya adalah teknologi sederhana. Perkembangan teknologi ini diawali dengan diluncurkannya Sistem Komunikasi Satelit Domestik Palapa Al. Perkembangan teknologi yang lebih terencana dan terarah tampaknya dimulai setelah B. yaitu: 1) industri pesavvat terbang.J. Di bawah pimpinan Habibie pengembangan teknologi benar-benar bertolak dari kondisi dan karakteristik wilayah dan kebutuhan pembangunan Indonesia. Menurut B. Sejak lama teknologi di Indonesia berkembang. Indonesia juga telah memiliki pusat-pusat pengembangan ilmu dan teknologi. asal manusia menggunakan alat dan akalnya untuk menyelesaikan setiap masalah yang dihadapi. yang sekarang sudah mencapai generasi C2. 6) industri rekayasa. Habibie (1983). laut. serta aspek-aspek lain.alat dan mesin-mesin pertanian. 5) industri energi. pemanfaatan satelit ini terbatas pada bidang komunikasi massa dan jangkauannya terbatas pada beberapa wilayah saja. 4) industri elektronika dan telekomunikasi. Pusat pengembangan terbesar adalah Pusat Pengembangan Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspitek) di Tanggerang. Pada mulanya. namun jumlahnya masih terbatas. Perkembangan teknologi tinggi yang cukup pesat terjadi pada masa pembangunan. melainkan juga pada kepentingan politik (integritas bangsa). Dewasa ini pemanfaatan satelit tersebut semakin luas. 7) industri alat. social budaya. 2) industri maritim dan perkapalan.J. dengan jangkauan bukan hanya negara-negara ASEAN dan negara-negara di sekitar Indonesia. Pengemkmgan teknologi diarahkan bukan hanya pada kepentingan kemajuan ekonomi. Perkembangan teknologi di Indonesia Perkembangan teknologi terjadi di mana-mana. misalnya untuk kepentingan telekomunikasi dan jaringan internet. 3) industri alat-alat transportasi darat. antara lain: laboratorium uji . dan udara. Habibie menjabat sebagai menteri sekaligus pemikiran pemimpin pengembangan teknologi di Indonesia. Dalam beberapa hal mungkin dikembangkan teknologi madya. sejak dilaksanakannya Pelita I.2. dan 8) industri pertahanan dan keamanan. Pusat pengembangan ini memiliki bidang dan fasilitas yang sangat lengkap. ada delapan wahana transformasi yang menjadi prioritas pengembangan teknologi terutama teknologi industri.

Universitas Gajah Mada. laboratorium aerodinamika. Di bidang tenaga atom. gas dinamika. Institut Teknologi Bandung untuk bidang rekayasa dan teknologi. laboratorium termodinamika elan propulsi. E. yaitu dharma penelitian. Beberapa perguruan tinggi yang cukup maju dalam penelitian dan pengembangan adalah Universitas Indonesia untuk bidang kedokteran dan ekonomi. Jauh sebelum didirikan Puspitek dan BPPT. Untuk pengkajian dan penerapan teknologi. Indonesia juga memiliki pusat penelitian astronomi di Lembang. politik.konstruksi. bahkan keamanan dan ilmu pengetahuan itu sendiri. sosial. Perguruan tinggi juga berperan dalam pengkajian dan pengembangan ilmu dan teknologi sebagai realisasi dari salah satu tridharmanya. . yaitu Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang kepemimpinannya dirangkap oleh Menteri Riset dan Teknologi. laboratorium kalibrasi dan instrumentasi. Universitas Padjadjaran. dan getaran. etika. kehutanan. dan peternakan. laboratorium fisika. Lembaga lain yang juga mengadakan pengkajian tentang ilmu pengetahuan adalah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). keagamaan.in ini pembahasan dibatasi pada pengaruh perkembangan ilmu pengetalimm din teknologi terhadap kehidupan masyarakat dan pendidikan. yaitu Pusat Reaktor Atom Bandung dan Pusat Reaktor Atom Kartini di Yogyakarta. budaya. dan estetika. serta reaktor penelitian serba guna dengan beberapa laboratorium penunjangnya. Bandung. laboratorium teknologi proses. Pengaruh Perkembangan Ilmu dan Teknologi Pengaruh perkembangan ilmu dan teknologi cukup luas. Pada bagi. Indonesia mempunyai badan khusus. fungsi penelitian dan pengembangan pada perguruan tinggi telah berjalan. laboratorium energi. laboratorium metalurgi. ekonomi. Walaupun tahap pengembangannya belum sama. Ada beberapa perguruan tinggi yang terkemuka dan ada pula perguruan tinggi yang masih miskin dengan penelitian dan pengembangan yang berarti. Indonesia memiliki dua pusat reaktor atom. Institut Pertanian Bogor untuk bidang pertanian. lebih dikenal dengan nama Peneropong Bintang. dan Universitas Airlangga untuk bidang ekonomi. laboratorium kimia. meliputi semua aspek kehidupan.

media massa dapat . radio. Bidang-bidang tersebut adalah komunikasi. serta persenjataan. Melalui media tersebut. Komunikasi cukup berkembang pesat di Indonesia dan berpengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat. Hal itu karena kedua media tersebut bukan hanya berfungsi memberikan informasi tetapi juga memberikan hiburan. mekanisasi industri dan pertanian. Tempat ketiga dan keempat diduduki oleh surat kabar dan majalah. maka radio transistor telah dapat dimiliki oleh rakyat kecil yang tinggal di daerah terpencil sekalipun. Di antara keempat media komunikasi massa tersebut yang paling luas jangkauannya adalah radio. majalah. dan televisi. Melalui situasi hiburan tersebut secara tidak disadari banyak informasi.Ada beberapa bidang ilmu dan teknologi yang mempunyai pengaruh yang baik secara langsung maupun tidak langsung. terhadap kehidupan masyarakat. Dengan adanya teknologi transistor yang diproduksi secara massal dengan harga yang relatif murah. gagasangagasan. mungkin juga konsep-konsep. Dengan demikian komunikasi massa dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat. Urutan kedua yang juga cukup luas jangkauannya adalah televisi. transportasi. tradisi. di samping masih kurangnya kemampuan membaca serta adanya kendala geografis karena banyak pulau-pulau terpencil. Sudah tentu di samping nilai-nilai yang positif. Media komunikasi massa tersebut adalah surat kabar. budaya. program dan kegiatan pem. bahkan sampai batas tertentu dapat mengubah sikap masyarakat. Hal itu disebabkan karena kemampuan ekonomi serta motif membaca yang masih kurang. Surat kabar dan majalah belum dapat terserap oleh seluruh lapisan masyarakat di seluruh pelosok tanah air. kemajuan dart sebagainya yang telah dicapai oleh suatu golongan masyarakat atau daerah tertentu dapat diketahui oleh masyarakat atau daerah lain. Dewasa ini di Indonesia terdapat sejumlah media komunikasi massa yang perkembangannya sudah cukup maju dan dapat menjangkau hampir seluruh pelosok tanah air. Setelah diluncurkannya SKSD Palapa. kegiatan. nilai-nilai yang terserap oleh masyarakat. seluruh kota di Nusantara dapat dijangkau oleh televisi.bangunan. Komunikasi massa terutama melalui radio dan teleyisi mempunyai peranan dan pengaruh yang sangat besar terhadap masyarakat. Sebagian besar ibu kota propinsi telah mempunyai stasiun siaran TV sendiri.

kedaerahan ataupun sikap eksklusivisme. antara pulau maupun antara negara. cara-cara hidup. norma-norma kota yang belum tentu sesuai dengan kehidupan di desa (menggeser kebiasaan desa yang baik). juga akan memberikan sumbangan dalam pembentukan persatuan nasional. Mobilitas penduduk memungkinkan terjadinya akulturasi.pula menimbulkan efek negatif. Pembukaan perhubungan tersebut dapat memperlancar arus perdagangan dan meningkatkan mobilitas penduduk. Perkembangan teknologi transportasi meningkatkan mutu dan kecepa tan lalu lintas orang dan barang. pemilikan lahan pertanian yang sempit yang kurang menguntungkan bila diolah secara mekanis. dan sebagainya. iklan TV dapat menimbulkan penyakit the gimmees terutama pada anak (penyakit merengek ingin dibelikan). Ada beberapa hambatan yang dihadapi dalam penerapan teknologi di bidang pertanian antara lain: terutama di Pulau Jawa tidak banyak lahan pertanian yang luas. terutama penduduk desa dengan cara-cara dan kehidupan orang-orang kota. film-film banyak yang mempertunjukkan kejahatan. antara kota. Hal itu. menyebabkan terbukanya perhubungan dengan daerah-daerah yang asalnya terpencil. Tentang efek negatif acara TV beberapa ahli dan hasil penelitian menyatakan: banyak orang yang membuang waktunya antara 4-6 jam tiap hari untuk mengikuti semua acara TV. mempermudah perhubungan baik lokal. Mobilitas penduduk atau masyarakat bukan hanya dari desa ke kota tetapi juga dari kota atau daerah yang satu ke kota atau daerah yang lain atau dari pulau yang satu ke pulau yang lain. masuknya kebiasaan. Perkembangan transportasi juga dapat memberi beberapa efek sampingan di antaranya: daerah-daerah pedesaan lebih konsumtif terhadap barang-barang hasil industri. dan sebaliknya penduduk desa juga dapat dengan mudah mendapatkan barang-barang hasil industri. Kelancaran arus perdagangan berarti barang-barang hasil bumi dari desa dapat dengan segera dikirimkan dan dijual ke kota. Perkembangan teknologi di bidang pertanian belum sepesat bidang industri. pembunuhan. namun dampaknya terhadap peningkatan produksi dan kesejahteraan para petani telah dirasakan. perampokan. memperbesar terjadinya urbanisasi. naiknya harga-harga produksi desa di desanya. menghilangkan kesukuan. keadaan alam yang banyak .

malahan sebaliknya. kebijaksanaan yang diambil pemerintah tidak hanya diarahkan pada pengembangan teknologi maju. di mana teknologi modern yang belum kita miliki berada berdampingan dengan teknologi tradisional yang masih terbelakang. baik industry maupun hilir. Dalam proses sudah berlangsung. untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut.bergunung-gunung atau berawa-rawa. harga kemungkinan juga sedikit lebih rendah bila dibandingkan dengan produksi pabrik kecil. usaha tenun bukan mesin dan perusahaan minuman yang mempergunakan teknologi tradisional sederhana. Walaupun dalam beberapa kasus tidak dapat dihindari terjadinya ketersisihan industri kecil oleh industri besar. yaitu barang-barang cukup banyak tersedia. yang mungkin dapat diterapkan pada industri-industri menengah dan kecil. Dalam pengembangan teknologi industri ini. Teknologi modern tersebut masih sangat bergantung kepada unsurunsur non-Indonesia. kualitas barang cukup baik. Sebagai konsumen. Bukti-bukti yang memperkuat pengamatan ini adalah terdesaknya pabrik-pabrik rokok gulung (linting). menengah bahkan industri kecil. 8) mengemukakan pandangannya sebagai berikut: Dalam Pelita I kita telah melihat. pemerintah telah berusaha mengembangkan teknologi tepat guna di bidang pertanian. Penggunaan teknologi maju yang paling banyak adalah di bidang industri. Filino Harapah (1975. masyarakat mempunyai beberapa keuntungan dari industri besar tersebut. kemampuan permodalan dan pengelolaan. tetapi juga teknologi tepat guna.terjadinya suatu eksperimentasi yang m cukup berani. akibat saingan pabrik yang lebih modern dan unggul teknologinya. Meskipun demikian. kelihatan bahwa teknologi tradisional bukannya kian meningkat. Penggunaan teknologi maju dalam industri mempunyai beberapa pengaruh terhadap kehidupan masyarakat. industri besar. Mengenai ketersisihan industri-industri kecil yang menggunakan teknologi tradisional oleh industri-industri besar yang mengginiakan teknologi modern. pemasaran hasil pertanian dan sebagainya. Beberapa pertanian besar seperti rice estate di Palembang dan lain-lain yang merupakan joint venture sudah menggunakan teknologi maju yang serba mekanik. seolah-olah terdesak. hlm. Masyarakat sebagai sumber tenaga kerja banyak menderita kesulitan dengan adanya industri-industri .

sebab. Suatu pekerjaan yang sebelum menggunakan teknologi maju mungkin membutuhkan 15-20 orang pegawai/buruh maka setelah menggunakan teknologi maju dapat dikerjakan oleh 1 atau 2 orang saja. juga menda pat pen garuh yang cukup besar dari ilmu dan teknologi. jelas bahwa untuk mengurangi jumlah ini secara cukup berarti akan hampir tidak mungkin dicapai dengan jalan mengadakan industrialisasi perekonomian menurut pola di Barat. sebab pendidikan meliputi segala usaha sendiri atau usaha pihak luar untuk meningkatkan pengetahuan dan kecakapan. Bagi orang-orang yang secara kebetulan dapat bekerja dengan teknologi maju tersebut dapat menikmati keberuntungannya. memperoleh kesempatan kerja penuh. Mengenai pengangguran atau kesempatan kerja tersebut. melalui media massa dapat berlangsung proses pendidikan. memperoleh keterampilan dan membentuk sikapsikap tertentu.teknologi maju tersebut. Pada bagian sebelum ini telah diungkapkan bahwa kemajuan di bidang komunikasi massa sangat berpengaruh terhadap pendidikan. yang jahat pasti dihukum dan sebagainya. Dengan kata lain. ataupun penulis berita atau cerita yang sengaja menulis suatu tema cerita atau tulisan dengan tujuan merusak masyarakat. Kami kira tidak ada seorang penulis skenario film. Ziemek mengemukakan pendapat sebagai berikut: Melihat angka-angka terakhir mengenai kesempatan kerja di Indonesia yang menunjukkan bahwa 30% dari jumlah 44 juta angkatan kerja yang benarbenar. tetapi sejumlah besar anggota masyarakat yang lain menderita karena tidak mendapat pekerjaan. M. Dengan demikian semua acara tersebut sebenarnya mempunyai maksud dan pesan yang positif. Dengan demikian dapat memperbesar angka pengangguran. Meskipun penulis membuat ceritera tentang kejahatan atau kekejaman. pendidikan merupakan salah satu aspek sosial. namun tujuannya justru menyadarkan masyarakat bahwa perbuatan seperti itu tidak baik. namun yang diterima oleh pemirsa tidak selalu . Pendidikan. Sebab media massa juga merupakan juga media pendidikan. sinetron. Baik tayangantayangan yang berbentuk informasi ataupun tayangan yang bersifat hiburan juga mempunyai nilai-nilai pendidikan. Pendidikan tidak terbatas pada pendidikan formal saja. Pendidikan sangat erat hubungan dengan kehidupan sosial. atau sandiwara TV. melainkan juga pendidikan nonformal.

pandangan. atau pembacanya. dan perasaan seseorang. Kita mengetahui bahwa anak suka tneniru. Mar'at seorang psikolog dari Unpad mengemukakan pendapatnya sebagai berikut: "TV mampu mengubah sikap. Dalam hal ini media massa mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan dengan belajar dalam kelas. Dan yang penting adalah fungsi TV-nya sendiri yang disesuaikan dengan kemampuan masyarakat. apa saja yang dilakukan oleh tokoh tersebut selalu baik. tanpa paksaan atau perintah orang lain dan tidak ada tekanan untuk ulangan atau ujian. tiap berita atau tulisan dalam surat kabar atau majalah dapat menambah pengetahuan pendengar. Tiap acara TV atau radio. sebagai media komunikasi visual dalam meningkatkan pengetahuan. dan cara menyelesaikan masalah". Mudah kita pahami bahwa yang menjadi idola anak adalah tokoh-tokoh terkenal atau jagoan-jagoan tertentu. belajar berlangsung secara disadari. Segi negatif yang lain dari media TV untuk pendidikan anak selain yang telah diungkapkan terdahulu adalah kecenderungan anak untuk mengadakan peniruan dan identifikasi. Sebagai penyebabnya mungkin saja karena adeganadegan yang kurang terpuji tersebut lebih mendominasi dibandingkan degnan adegan-adegan yang mengandung maksud dan pesan luhur. Industri dengan teknologi maju memproduksi berbagai macam alat-alat dan bahan yang secara langsung atau tidak langsung dibutuhkan . diperintah dan diuji tetapi melalui media massa belajar terjadi secara tidak sadar.seperti maksud dan pesan tersebut (tidak komunikatif). penonton. Bagaimanapun media massa mempunyai fungsi pendidikan. memberikan kecakapan atau keterampilan serta membina sikap tertentu. dan pada masa tertentu terutama pada awal masa pubertas ada masa anak untuk beridentifikasi dengan tokoh-tokoh pujaan tertentu. cara berpikir. apalagi idolanya itu adalah tokoh dalam film-film Barat yang mungkin tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia. Perkembangan teknologi di bidang industri mempunyai hubungan timbal balik dengan pendidikan. Sering terjadi kalau anak sudah menntio seorang tokoh. Padahal mungkin saja tidak semua tingkah laku tokoh tersebut baik. sebab dalam kelas. Dari pihak pemirsa kebanyakan lebih memperhatikan adeganadegan yang ramai daripada mencari makna pesan luhur yang dibawa dengan keramaian tersebut.

Beberapa masyarakat terpencil. buku-buku. gambar-gambar. dan sebagainya. tetapi juga membutuhkan bantuan penggunaan hasil pengembangan teknologi yang bersifat software. cassete tape recorder. menuntut peralatan pendidikan atau latihan yang baru yang mungkin tidak sama dengan peralatan bagi pendidikan atau kejuruan yang telah ada. yang tertutup dengan adanya transportasi dan komunikasi yang luas. kemampuan. alatalat permainan. dan keterampilan sumber daya manusianya. Ada segi lain mengenai hubungan antara pendidikan dengan perkembangan teknologi dalam industri. dan sebagainya. Telah dibicarakan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membawa beberapa perubahan dalam kehidupan masyarakat. metode mengajar yang baru. Aktivitas belajar anak akan bergantung pada metode belajar-mengajar yang digunakan. peta. Kegiatan pendidikan membutuhkan dukungan dari penggunaan alat-alat hasil industri seperti komputer. Masyarakat yang pada mulanya hanya konsumtif . Dengan menggunakan alatalat belajar yang modern anak akan lebih aktif belajar. anak akan lebih aktif dibandingkan dengan kalau hanya menggunakan kapur dan papan tulis saja. Dengan perkataan lain perkembangan teknologi dalam industri dapat memberikan tuntutan pembaharuan dalam pendidikan. Sudah tentu penggunaan alat-alat hasil industri maju dalam bidang pendidikan. Hal itu berarti membuka pekerjaan baru dan juga menuntut keahlian baru yang harus dipersiapkan dalam pendidikan. radio. Hal itu berkenaan dengan segi software sebagai hasil pengembangan teknologi. video tape. Peningkatan pendidikan sangat membutuhkan bantuan hasil-hasil teknologi industri tidak hanya yang bersifat hardware. televisi. berubah menjadi masyarakat yang terbuka dan cukup berkomunikasi dengan daerah-daerah lain. Untuk menyelenggarakan suatu sekolah kejuruan tertentu dituntut banyak hal. Sekolah kejuruan yang baru juga mungkin menuntut sistem atau program yang baru. alat-alat berhitung. alat tulis menulis. Sekolah kejuruan yang baru menuntut penyediaan guru-guru dalam kejuruan tersebut. Penggunaan alat-alat belajar yang modern dalam pendidikan akan mempengaruhi proses belajar.dalam pendidikan. berbagai bentuk alat peraga. menuntut pengetahuan dan kecakapan gurugurunya. sistem penilaian yang baru. Perkembangan teknologi industri menuntut peningkatan penguasaan pengetahuan.

intelektual. tetapi juga mempersiapkan generasi muda agar mampu hidup pada masa kini dan yang akan datang. untuk memahami dan memecahkan berbagai persoalan dalam kehidupan di rumah dan di masyarakat. maupun material. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi secara langsung. kaidah-kaidah. baik nilai sosial. merupakan tempat pemindahan teknologi yang bersifat software dan hubungan antarmanusia. menyebabkan perkembangan masyarakat. Perkembangan ilmu dan teknologi bukan hanya yang bentuk hardware tetapi juga software dan hubungan antarmanusia. dipelajari konsep-konsep. spiritual. Hal-hal tersebut juga menuntut selalu adanya perkembangan dari pendidikan. dan keterampilan barn yang dikembangkan dalam pendidikan. Sekolah atau lembaga-lembaga pendidikan lainnya. Pengaruh langsung perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah memberikan isi/materi atau bahan yang akan disampaikan dalam pendidikan. perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi meyebabkan perkembangan pula pada dunia pendidikan.terhadap hasil-hasil pertanian telah berubah menjadi masyarakat yang lebih konsumtif terhadap produksi industri. maupun tidak langsung menuntut perkembangan pendidikan. Hal-hal di atas menuntut perubahan pada sistem dan isi pendidikan. Di sekolah. perguruan tinggi atau lembaga pendidikan lainnya. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga telah menimbulkan banyak perubahan dalam nilai-nilai. Pengaruh tak langsung adalah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. prinsip-prinsip. cara-cara dan pendekatanpendekatan baru. pendidikan bukan hanya mewariskan nilai-nilai dan hasil kebudayaan lama. Pengaruh perkembangan ilmu dan teknologi terhadap pendidikan selain yang bersifat tidak langsung seperti yang telah dikemukakan terdahulu. dalam pekerjaan serta dalam hubungan-hubungan yang lebih luas. Dengan demikian. budaya. . Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga menimbulkan kebutuhan barn. sikap hidup baru. aspirasi baru. dan perkembangan masyarakat menimbulkan problema-problema baru yang menuntut pemecahan dengan pengetahuan. kemampuan. juga yang bersifat langsung.

Perubahan sosial merupakan suatu keharusan dan sekolah tidak dapat absen dalam proses perubahan tersebut. faktor-faktor yang mendorong inovasi bagi perkembangan pendidikan. mempunyai andil di dalam perubahan sosial. kelompok ataupun individual. media dan sumber-sumber pengajaran. pendekatan sistem dan sekilas sejarah teknologi pendidikan. media serta bangunan. menguraikan aspek-aspek utama teknologi pendidikan dan peranannya dalam tisaha meningkatkan efisiensi dan efektivitas pendid4 Ali Pada liawan 1)1. maka sekolah pun harus mengadakan inovasi. Secara sistematis dalam buku ini dibahas.F. Pada bagian akhir diuraikan evaluasi hasil belajar. (1970). Inc. Yang menjadi inti pembahasan dalam buku ini adalah inovasi dalam pendidikan di sekolah yang diarahkan pada peningkatan efektivitas pendidikan. Henry. Selanjutnya kegiatan inovasi berkenaan dengan komponen siswa. Rinerhart and Winston. Bagian selanjutnya menjelaskan dua pendekatan pendidikan. kurikulum. Agar tanggap dan dapat selalu mengikuti perubahan perubahan sosial. Unruh. yaitu yang berpusat pada guru atau institusi dan yang berpusat pada siswa. Fred & Ellington. ahli kurikulum serta pelaksana pendidikan terutama kepala sekolah dan guru. Glenys G. sebab dalam tugasnya mereka harus selalu mengadakan inovasi.1. Peranan dan perumusan tujuan sebagai pusat dan titik tolak dalam penyusunan desain pengajaran yang didasarkan atas pendekatan sistem. baik yang bersifat kolas. New York: Holt. London: Kogan Page Ltd. (1984).taina blikil ini ditiraikan tentang pengerarahan pendidikan. Handbook of Educational Technology. and Alexander. staf pengajar. Buku Acuan Percipal. juga dikemukakan macam-macam metode mengajar. . Pada bagian terakhir diuraikan proses inovasi dan perkembangannya serta berbagai pendekatan dalam inovasi pendidikan. Buku ini merupakan buku dasar tentang teknologi pendidikan. sarana. William M. Innovations in Secondary Education. organisasi. dan New York: Nichols Publishing Co. Sekolah disadari atau tidak. Buku ini sangat bermanfaat bagi para perencana pendidikan. Inovasi itu bermacam-macam. serta kecenderungan perkembangan teknologi pendidikan pada tahun 2000.

Makalah-makalah tersebut merupakan makalah terbaik atau terpilih yang sengaja dipilih penulis dan disediakan bagi para pendidik. tetapi merupakan bagian integral dari pengajaran. Anak menjadi fokus pendidikan. Isinya telah tersusun sedemikian rupa sehingga membentuk satu kesatuan pemikiran yang utuh. Atas dasar itu pengajaran harus mempunyai tujuan yang spesifik. Rumah dan sekolah sebagai lembaga pendidikan mempunyai peranan sendirisendiri. Konsep-konsep yang dipaparkan dalam buku ini cukup modern. . dan pengajaran. penyusunan desain pengajaran maupun dalam pemilihan media pengajaran. maupun guru dan para instruktur. bahwa pengajaran harus menyatukan ilmu dengan seni mengajar. semua kegiatan pendidikan harus bertolak dari perkembangan anak. Media merupakan aspek penting dalam pengajaran. dan diadakan pemilihan media yang tepat. Benyamin S. baik orang tua. (1981). bahwa media bukan sekadar alat bantu. New Jersey: Prentice Hall. disusun dengan desain pengajaran yang baik. Selanjutnya dijelaskan dalam buku ini. Vernon S. New York: Mc Graw Hill Book Co. Inc. siswa. tetapi saling mempengaruhi. Englewood Cliffs. Buku ini menguraikan masalah pengajaran dan media dengan pendekatan sistem. All Our Children Learning. Buku ini sebenarnya merupakan kumpulan makalah yang disampaikan dalam berbagai pertemuan ilmiah. media pengajaran. (1980). guru. Dalam buku ini dijelaskan bagaimana pengaruh pendekatan-pendekatan dalam pendidikan terhadap pandangan para ahli pendidikan terhadap sekolah. sebab menempatkan anak pada tempat yang sentral. dan harus dipusatkan pada kebutuhan dan aktivitas siswa. belajar. Teaching and Media. Inc. Guru memegang peranan yang besar dalam pengajaran. Dalam buku tersebut sangat ditekankan. memberikan pegangan baik dalam pengembangan kurikulum. Pengajaran harus disusun berdasarkan pada apa yang akan dikerjakan dan pada apa yang akan dihasilkan pada siswa. is adalah perencana pengajaran dan koordinator sumber-sumber belajar. et al. akan memperlancar jalannya pengajaran. Bloom. Buku ini sangat berharga bagi para ahli kurikulum. A Systematic Approach.Gerlach. mau jadi apa siswa. dan guru-guru serta para mahasiswa calon guru.

Semua Woo pengetahuan dan nilai-nilai telah ditemukan oleh para pemikir masa lalu. masing-masing telah mengembangkan ilmu secara sistematis. dan solid. liciajar adalah berusaha menguasai ilmu sebanyak-banyaknya. Sesuai dengan bidang disiplinnya para ahli. Para pengembang kurikulum tidak perlu susah. Fungsi pendidikan memelihara dan mewariskan hasil hasil budaya ilia.susah menyusun dan mengembangkan bahan sendiri. Kurikulum subjek akademis bersumber dari pendidikan klasik (perenialisme dan esensialisme) yang berorientasi pada masa lalu. Empat aliran itu bertolak dari asumsi yang berbeda dan mempunyai pandangan yang berbeda pula lentang kedudukan dan peranan pendidik. Mengapa demikian? Kurikulum ini sangat praktis. Sampai sekarang. Kurikulum ini lebih mengutamakan isi pendidikan. kurikulumnya mirip dengan tipe ini.BAB 5 MACAM-MACAM MODEL KONSEP KURIKULUM Pada Bab 1 telah ungkapkan empat aliran pendidikan yaitu pendidikan klasik. A. Orang yang berhasil dalam belajar adalah orang yang menguasai seluruh atau sebagian besar isi pendidikan yang diberikan atau disiapkan oleh guru. pendidikan pribadi disebut kurikulum humanistik. Empat aliran atau teori pendidikan tersebut memiliki model konsep kurikulum dan praktik pendidikan yang berbeda. teknologi. dan interaksionis. umumnya sekolah tidak dapat welepaskan tipe ini. Kurikulum Subjek Akademis Model konsep kurikulum ini adalah model yang tertua. Mereka tinggal memilih bahan . %valaupun telah berkembang tipe-tipe lain. maupun proses pendidikan. teknologi pendidikan disebut kurikulum teknologis dan dari pendidikan interaksionis. disebut kurikulum rekonstruksi sosial. sejak sekolah yang pertama berdiri. logis.. Isi pendidikan diambil dari setiap disiplin ilmu. imidah disusun.a lalu tersebut. peserta didik. Model konsep kurikulum dari teori pendidikan klasik disebut kurikulum subjek akademis. isi. pribadi. mudah digabungkan dengan tipe lainnya.

seperti bahasa dan sastra.materi ilmu yang telah dikembangkan para ahli disiplin ilmu. Ia harus menjadi ahli dalam bidang-bidang studi yang diajarkannya. Karena kurikulum sangat mengutamakan pengetahuan maka pendidikannya lebih bersifat intelektual. Guru sebagai penyampai bahan ajar memegang peranan penting. geografi. Kurikulum subjek akademis tidak berarti hanya menekankan pada materi yang disampaikan. Mereka harus menguasai semua pengetahuan yang ada dalam kurikulum. dapat merangsang ingatan apabila siswa diminta untuk menghubungkannya dengan masalah lain. ia menegaskan bahwa kurikulum suatu mata pelajaran harus didasarkan atas pemahaman yang mendasar yang dapat diperoleh dari prinsip-prinsip yang mendasarinya dan yang memberi struktur kepada suatu disiplin ilmu. umpamanya. harus melakukan kegiatan belajar sebagaimana seorang ahli fisika melakukannya. Guru adalah yang "digugu dan "ditiru (diikuti dan dicontoh). suatu pengetahuan dapat digunakan dalam konteks lain daripada sekadar yang dipelajarinya. tetapi ia juga menjadi model bagi para siswanya. Lebih jauh guru dituntut bukan hanya menguasai materi pendidikan. Para pengembang kurikulum pada masa adalah para ahli mata . ilmu kealaman. kemudian mereorganisasinya secara sistematis. Selanjutnya. Beberapa kegiatan belajar memungkinkan untuk mengadakan generalisasi. sejarah. Hal seperti itu akan mempermudah proses belajar fisika bagi siswa. sesuai dengan tujuan pendidikan dan tahap perkembangan siswa yang akan mempelajarinya. Apa yang disampaikan dan cara penyampaiannya harus menjadi bagian dari pribadi guru. Nama-nama mata pelajaran yang menjadi isi kurikulum hampir sama dengan nama disiplin ilmu. Penekanan pada segi intelektual ini dianut oleh hampir seluruh proyek pengembangan kurikulum pada tahun 1960-an di sekolah-sekolah negara bagian Amerika Serikat. Proses belajar yang dipilih sangat bergantung pada segi apa yang dipentingkan dalam materi pelajaran tersebut. dalam perkembangannya secara berangsur memperhatikan proses belajar yang dilakukan siswa. Seorang siswa yang belajar fisika. dan sebagainya. matematika. Jerome Bruner dalam The Process of Education menyarankan bahwa desain kurikulum hendaknya didasarkan atas struktur disiplin ilmu.

Dengan membandingkan manusia dari suatu masyarakat dengan masyarakat lainnya. Pendekatan pertama. Melalui serangkaian kegiatan ilmiah seperti observasi. Sasaran utama kurikulum model MACOS adalah perkembangan kemampuan intelektual. adalah studi yang bersifat integratif. melanjutkan penih struktur pengetahuan. poster. Melalui perbandingan dengan binatang. Murid-murid belajar ba. Pada tah un 1970-an pendekatan struktur pengetahuan dalam pengembangan kurikulum ini mengalami kemunduran. Para pengembang kurikulum mengharapkan anak-anak dapat menggali faktor-faktor penting yang akan menjadikan manusia sebagai manusia. Pendekatan kedua. dan perlengkapan kelas lainnya. Salah satu contoh kurikulum yang berdasarkan atas struktur pengetahuan adalah Man: A Course of Study (MACOS) Macos adalah kurikulum untuk sekolah dasar. Pelajaran tersusun atas . menyangkiii problema. diharapkan anak dapat mengambil banyak manfaat. prinsip-prinsip. dan cara-cara bagaimana berinkuiri. sebab para ahli lebih tertarik pada pemecahan masalah kemanusiaan. penyusunan. yaitu membangkitkan penghargaan dan keyakinan akan kemampuan sendiri dan memberikan serangkaian cara kerja yang memungkinkan anak walaupun dengan cara sederhana mampu menganalisis kehidupan sosial. percobaan. konsep-konsep inti. dan pengujian hipotesis.pelajaran yang menyusun bahan ajar di sekitar unsur-unsur struktural mendasar dari disiplin ilmunya. Pendekatan ini merupakan respons terhaclap perkembangan masyarakat yang menuntut modelmodel pengetahuan yang lebih komprehensif-terpadu. Sekurang-kurangnya ada tiga pendekatan dalam perkembangan Kurikulum Subjek Akademis. kegiatan diskaveri dan sebagainya. anak mengetahui keadaan biologis manusia. film. permainan. rekaman.gaimana memperoleh dan menguji fakta-fakta dan bukan sekadar mengingat-ingatnya. terdiri atas buku-buku. dengan pengarahan dan bimbingan Bruner. pemahaman disiplin ilmu-ilmu sosial. Kurikulum ini ditujukan untuk mengadakan penyempurnaan tentang pengajaran ilmu sosial dan humanitas. anak-anak akan mempelajari aspek-aspek universal dari kebudayaan manusia.

Pendekatan ketiga. Para siswa harus belajar menggunakan pemikiran dan dapat mengontrol dorongan-dorongannya. yang dapat terdiri atas ide atau konsep besar yang dapat mencakup semua ilmu atau suatu proses kerja ilmu. organisasi isi. Menentukan tema-tema yang membentuk satu kesatuan (unifying theme). Ada beberapa ciri model kurikulum yang dikembangkan. Menyatukan berbagai cara/metode belajar. 2. Kegiatan belajar melibatkan isi dan proses dari satu atau beberapa ilmu sosial atau perilaku yang mempunyai hubungan dengan tema yang dipilih/ dikerjakan. atau masalah sosial yang membutuhkan pemecahan secara ilmiah. Menyatukan kegiatan belajar dari beberapa disiplin ilmu. para siswa diharapkan memiliki konsep-konsep dan cara-cara yang dapat terus dikembangkan dalam masyarakat yang lebih luas. Ciri-ciri kurikulum subjek akademis Kurikulum subjek akademis mempunyai beberapa ciri berkenaan dengan tujuan. dan lainlain dipelajari tanpa dihubungkan dengan kebutuhan praktis pemecahan masalah dalam kehidupan. dan evaluasi. metode. 1. adalah pendekatan yang dilaksanakan pada sekolah sekolah fundamentalis. Pelajaran-pelajaran lain seperti ilmu kealaman. Sekolah harus memberikan kesempatan kepada para siswa untuk merealisasikan kemampuan mereka menguasai warisan budaya dan jika mungkin memperkayanya. Mereka mengembangkan suatu model kurikulum yang terintegrasi (integrated curriculum).satuan-satuan pelajaran. 3. proses kerja ilmiah dan problema-problema yang ada. fenomena alam. . Mereka tetap mengajar berdasarkan matamata pelajaran dengan menekankan membaca. Dengan berpengetahuan dalam berbagai disiplin ilmu. dalam satuan-satuan pelajaran tersebut batas-batas ilmu menjadi hilang. Tujuan kurikulum subjek akademis adalah pemberian pengetahuan yang solid serta melatih para siswa menggunakan ide-ide dan proses "penelitian". Pengorganisasian tema-tema pengajaran didasarkan atas fenomena-fenomena alam. 1. dan memecahkan masalah -masalah matematis. menulis. Kegiatan belajar ditekankan pada pengalaman konkret yang bertolak dari minat dan kebutuhan murid serta disesuaikan dengan keadaan setempat. ilmu sosial.

Bahan ajar diintegrasikan dalam suatu persoalan. Problem Solving curriculum adalah pola organisasi isi yang berisi topik pemecahan masalah sosial yang dihadapi dalam kehidupan dengan menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dari berbagai mata pelajaran atau disiplin ilmu. kurikulum subjek akademis menggunakan bentuk evaluasi yang bervariasi disesuaikan dengan tujuan dan sifat mata pelajaran. dan untuk memahami budaya masa lalu dan mengerti keadaan masa kini. dengan ilustrasi yang jelas untuk selanjutnya dikaji. bentuk dan perasaan digunakan dalam seni dan koherensi dalam sejarah. kegiatan atau segi kehidupan tertentu. maka dalam pola yang integrated warna disiplin ilmu tersebut sudah tidak kelihatan lagi. kemudian dirumuskan dan dicari cara pemecahannya. Correlated curriculum adalah pola organisasi materi atau konsep yang dipelajari dalam suatu pelajaran dikorelasikan dengan pelajaran lainnya. Bidang studi seni yang sifatnya ekspresi membutuhkan penilaian subjektif yang jujur. Melalui proses tersebut para siswa akan menemukan. dicari berbagai masalah penting. Kalau dalam unified masih tampak warna iliciplin ilmunya. yang mencakup materi dari berbagai pelajaran disiplin ilmu. Dalam bidang studi humaniora lebih banyak digunakan bentuk uraian (essay test) daripada tes objektif. Integrated curriculum. Bidang studi tersebut membutuhkan jawaban yang merefleksikan logika. Konsep utama disusun secara sistematis. 4. Tentang kegiatan evaluasi.Metode yang paling banyak digunakan dalam kurikulum subjek akademis adalah metode ekspositori dan inkuiri. Unified atau Concentrated curriculum adalah pola organisasi bahan pelajaran tersusun dalam tema-tema pelajaran tertentu. Ide-ide diberikan guru kemudian dielaborasi (dilaksanakan) siswa sampai mereka kuasai. koherensi. 3. 2. di . Ada beberapa pola organisasi isi (materi pelajaran) kurikulum subjek akademis. logika digunakan dalam matematika. Mereka mempelajari buku-buku standar untuk memperkaya pengetahuan. Pola-pola organisasi yang terpenting di antaranya: 1. bahwa kemampuan berpikir dan mengamati digunakan dalam ilmu kealaman. Dalam materi disiplin ilmu yang diperoleh. dan integrasi secara menyeluruh.

nilai tertinggi diberikan bila siswa menguasai landasan aksioma serta cara penghitungannya benar. Pemilihan disiplin ilmu Masalah besar yang dihadapi oleh para pengembang kurikulum subjek akademis adalah bagaimana memilih materi pelajaran dari sekian banyak disiplin ilmu yang ada. Satu pihak melihatnya sebagai suatu kegiatan yang sangat berharga.ness) dengan menekankan pada bagaimana cara menguji kebenaran atau mendapatkan pengetahuan. yaitu: 1. apabila disiplin ilmunya cukup banyak. memilih dan menentukan aspek-aspek dari dari disiplin ilmu yang sangat diperlukan dalam kehidupan masyarakat. Dalam ilmu kealaman penghargaan tertinggi bukan hanya diberikan kepada jawaban yang benar tetapi juga pada proses berpikir yang digunakan siswa. Mengutamakan kebutuhan masyarakat (social utility). . Evaluasi yang dilakukan dalam waktu singkat tidak akan memberikan gambaran yang benar tentang perkemhangan dan penguasaan siswa.dikit (tidak mendalam). 2. Pada pihak lain mereka mengkhawatirkan kegiatan evaluasi dapat mempengaruhi hubungan antara guru dan siswa. Kekhawatiran mereka dapat sedikit dikurangi dengan dikembangkannya model evaluasi formatif dan sumatif. Apabila hanya mempelajari sedikit disiplin ilmu maka penguasaan para siswa akan sangat Ierbatas. Apabila ingin memiliki penguasaan yang cukup mendalam maka jumlah disiplin ilmunya harus sedikit. Mengusahakan adanya penguasaan yang menyeluruh (comprehensive. Lain halnya dengan matematika. Para ahli disiplin ilmu sering memiliki sifat ainbivalen terhadap evaluasi. 2.samping standar keindahan dan cita rasa. sukar menerapkannya dalam kehidupan masyarakat secara luas. maka tahap penguasaannya akan mendangkal. Ada beberapa saran untuk mengatasi masa lah tersebut. Anak-anak akan tahu banyak tetapi pengetahuannya hanya sedikit. yang dapat memberikan informasi yang dibutuhkan.

punya kemampuan. Mereka bertolak dari asumsi bahwa anak atau siswa adalah yang pertama dan utama dalam pendidikan. Menekankan pengetahuan dasar. lebih mengutamakan penyusunan bahan secara logis dan sistematis daripada menyelaraskan urutan bahan dengan kemampuan berpikir anak. Untuk mengatasi kelemahan-kelemahan di atas dalam perkembangan selanjutnya dilakukan beberapa penyempurnaan. bahwa individu atau anak merupakan satu . untuk mengimbangi penekanannya pada proses berpikir. Ketiga. Kurikulum ini berdasarkan konsep aliran pendidikan pribadi (personalized education) yaitu John Dewey (Progressive Education) dan J. Rousseau (Romantic Education). dan kekuatan untuk berkembang. Para ahli kurikulum subjek akademis juga memandang materi yang akan diajarkan bersifat universal. prinsip-prinsip. Penyesuaian mata pelajaran dengan perkembangan anak Para pengembang kurikulum subjek akademis.3. dan generalisasi. Proses belajar yang ditempuh oleh siswa sama pentingnya dengan penguasaan konsep. Para pendidik humanis juga berpegang pada konsep Gestalt. Aliran ini lebih memberikan tempat utama kepada siswa. mereka mengabaikan karakteristik siswa dan kebutuhan masyarakat setempat. Konsep dasar Kurikulum humanistik dikembangkan oleh para ahli pendidikan humanistik. Pertama. yaitu pengetahuan-pengetahuan yang menjadi dasar (prerequisite) bagi penguasaan disiplin-disiplin ilmu yang lainnya. Kurikulum Humanistik 1. Mereka umumnya kurang memperhatikan bagaimana siswa belajar dan lebih mengutamakan susunan isi. yaitu apa yang akan diajarkan. Kedua adanya upaya-upaya untuk menyesuaikan pelajaran dengan perbedaan individu dan kebutuhan setempat. la adalah subjek yang menjadi pusat kegiatan pendidikan. mereka mulai mendorong penggunaan intuisi dan tebakan-tebakan. Mereka percaya bahwa siswa mempunyai potensi. B. 3. pemanfaatan fasilitas dan sumber yang ada pada masyarakat.J.

Tujuan pengajaran adalah memperluas kesadaran diri sendiri dan mengurangi kerenggangan dan keterasingan dari lingkungan. Kritikisme radikal bersumber dari aliran naturalisme atau romantisme Rousseau. rileks.kesatuan yang menyeluruh. terhindar dari berbagai hama. maupun tindakan). 1). Dalam pendidikan tidak ada pemaksaan. Pendidik adalah ibarat petani yang berusaha menciptakan tanah yang gembur. perasaan. Mereka memandang pendidikan sebagai upaya untuk membantu anak menemukan dan mengembangkan sendiri segala potensi yang dimilikinya. Berkat situasi tersebut anak mengembangkan segala potensi yang dimilikinya. yang ada adalah dorongan dan rangsangan untuk berkembang . Pendidikan humanistik menekankan peranan siswa. Pendidikan konfluen menekankan keutuhan pribadi. dan lain-lain). Pendidikan merupakan suatu upaya untuk menciptakan situasi yang permisif. sikap. dan Mistikisme modern. Tugas guru adalah menciptakan situasi yang permisif dan mendorong siswa untuk mencari dan mengembangkan pemecahan sendiri. untuk tumbuhnya tanaman yang penuh dengan berbagai potensi. Kritikisme Radika I. Pendidikan diarahkan kepada membina manusia yang utuh bukan saja segi fisik dan intelektual tetapi juga segi sosial dan afektif (emosi. hlrn. perasaan. terhadap kesatuan yang menyeluruh dari lingkungan. Pendidikan mereka lebih menekankan bagaimana mengajar siswa (mendorong siswa). individu harus merespons secara utuh (baik segi pikiran. 1977. Pandangan mereka berkembang sebagai reaksi terhadap pendidikan yang lebih menekankan segi intelektual dengan peran utama dipegang oleh guru. Pendidikan merupakan upaya untuk menciptakan situasi yang memungkinkan anak berkembang optimal. dan bagaimana merasakan atau bersikap terhadap sesuatu. Menurut Mc Neil "The nezv humanists are self actualizers who see curriculum as a liberating process that can meet the need for growth and personal integrity (John D. Mc Neil. nilai. Ada beberapa aliran yang termasuk dalam pendidikan humanistik yaitu pendidikan: Konfluen. air dan udara yang ‡ukup. akrab.

bertanggung jawab bersama. dan lain-lain. kehalusan budi pekerti. Kegiatan belajar adalah belajar bersama. perasaan. murid-murid dapat mengadakan perundingan. dan pertimbanganpertimbangan nilai yang telah dipilihnya. 2. pertukaran kemampuan. nilai) dengan segi-segi kognitif (kemampuan intelektual). interpenetrasi. Kurikulum hendaknya mempersiapkan berbagai alternatif yang dapat dipilih murid-murid dalam proses bersikap. meditasi. dan sebagainya. yoga.Mistikisme modern adalah aliran yang menekankan latihan dan pengembangan kepekaan perasaan. Partisipasi. perasaan dan juga tindakan. perasaan. Integrasi. dan nilai yang harus dimiliki murid-murid. b. . c. Beberapa ciri kurikulum konfluen Kurikulum konfluen mempunyai beberapa ciri utama yaitu: a. Menurut mereka kurikulum tidak menyiapkan pendidikan tentang sikap. berperasaan dan memberi pertimbangan nilai. mina t dan kehidupan murid karena diambil dari dunia murid oleh murid sendiri. melalui sensitivity training. Kurikulum ini menekankan partisipasi murid dalam belajar. Hal demikian sudah tentu akan lebih berarti bagi murid baik secara intelektual maupun emosioanal. Relevansi. Isi pendidikan relevan dengan kebutuhan. 3. Melalui partisipasi dalam kegiatan bersama. Murid-murid hendaknya diajak untuk menyatakan pilihan dan mempertanggungjawabkan sikap-sikap. melalui berbagai bentuk aktivitas kelompok. yang ingin menyatukan segi-segi afektif (sikap. Kurikulurn konfluen Kurikulum konfluen dikembangkan oleh para ahli pendidikan konfluen. Melalui partisipasi dalam berbagai kegiatan kelompok terjadi interaksi. Pendidikan konfluen kurang menekankan pengetahuan yang mengandung segi afektif). persetujuan. dan integrasi dari pemikiran. Ini menunjukkan ciri yang nonotoriter dari pendidikan konfluen. perasaan-perasaan.

dan buku teks. Apa yang menjadi isi kurikulum diukur oleh apakah hal itu bermanfaat bagi kita sekarang? Apakah hal itu akan memperbaiki kehidupan kita sekarang.topik yang akan dipelajari. Kurikulum tersebut mencakup tujuan. e.unit pelajaran yang telah diujicobakan. Prinsip pengajarannya menerapkan prinsip terapi Gestalt. topic. berhubungan dengan kehidupan siswa dan bermanfaat baik bagi individu maupun masyarakat. Tujuan. 4. Pendidikan ini memberi tempat utama pada pribadi anak. Pengajaran konfluen juga telah tersusun dalam bentuk rencana-rencana pelajaran. . yang menekankan keterbukaan. Pendidikan ini bertujuan mengembangkan pribadi yang utuh. unit. Pendidikan adalah pengembangan pribadi. Dasar dari kurikulum konfluen adalah Psikologi Gestalt yang menekankan keutuhan. Pengajaran lebih menekankan kepada tanggung jawab pribadi daripada kompetisi. keseluruhan. Tidak ada jawaban yang salah atau benar dalam pengajaran konfluen. Kurikulum konfluen menyatukan pengetahuan objektif dan subjektif. karena dengan cara itu ia lebih sadar akan eksistensinya dan kemungkinannya untuk berkembang. Metode-metode belajar konfluen Para pengembang kurikulum konfluen telah menyusun kurikulum untuk berbagai bidang pengajaran. yang serasi baik di dalam dirinya maupun dengan lingkungan secara menyeluruh. pengaktualisasian segala potensi pribadi anak secara utuh.d.red) apabila bermanfaat bagi keseluruhan. keunikan. yang matang. Pribadi anak. Teori yang mendukung pandangan ini adalah Eksistensialisme yang memusatkan perhatiannya pada apa yang terjadi sekarang di tempat ini. Halhal di atas sangat esensial dalam perkembangan individu yang sehat. kesadaran. kesatuan. Pendidikan konfluen sangat mengutamakan kesatuan dari keseluruhan. Melalui latihan kesadaran/kepekaan perkembangan yang sehat akan tercapai. Hal itu sesuai dengan konsep Gestalt bahwa sesuatu itu dikatakan berarti (penting . alat-alat pelajaran. Kebanyakan bahan tersebut diajarkan dengan teknik afektif. dan tanggung jawab pribadi.

tema atau issue-iswre diharapkan muncul secara spontan dari prosedur serta perlengkapan pengajaran yang ada. Kurikulum perlu merencanakan program untuk membantu para siswa menemukan dan menampakan dirinya.686) kita dapat belajar lebih banyak tentang diri kita melalui pengujian respons-respons menuju puncak pengalaman (peak experiences). yang terpenting mereka memahami tujuan dan kegunaan kegiatan yang mereka ciptakan. materi disajikan dalam bentuk yang belum selesai (open ended). bereksperimen. Menurut Abraham Maslow (1968. him. . senang dsb.ngunkan melalui pendidikan. Dalam menciptakan kreasi ini. tersembunyi atau tertutup. berekspresi. memperoleh umpan balik dan menemukan dirinya. 685. Mereka mengharapkan setiap guru mengembangkan kreasi sendiri. Setiap orang mempunyai self (aku = din) yang tidak selalu disadari.George Issac Brown telah memberikan sekitar 40 macam teknik pengajaran konfluen. Melalui berbagai kegiatan pengajaran model humanistik para siswa dapat menyatakan din. duka. kegiatan atau ritual baru. mengidentifikasi tema-tema atau topik-topik yang mengandung self judgment. atau diba. para penyusun kurikulum konfluen tidak menuntut para guru melaksanakan pengajaran seperti yang mereka kerjakan. berbuat. Kedua. fantasy body trips merupakan pemahaman tentang badan dan diri individu. Pengajaran humanistik memfokuskan proses aktualisasi din i (self actualization). rituals yaitu suatu kegiatan untuk menciptakan kebiasaan. Untuk setiap tema atau topik hendaknya dipilih prosedur atau bentuk-bentuk kegiatan atau teknik yang sesuai. Dalam memilih kegiatan belajar beberapa cara dapat ditempuh. benci. Berbeda dengan pengembang kurikulum yang lain. Cara yang kedua ini menuntut keterbukaan dari peristiwa tetapi juga guru perlu mengusahakan kerahasiaan. Menurut Maslow puncak pengalaman ini merupakan awal dan juga akhir dari pendidikan. Pertama. Kurikulum humanistik dapat membantu mereka memperlancar proses aktualisasi diri ini. Puncak pengalaman adalah pengalaman-pengalaman yang membangkitkan rasa sayang. cemas. di antaranya: dyads yang merupakan latihan komunikasi afektif antara dua orang. Aku atau diri ini perlu dibuka.

Guru selain harus mampu menciptakan hubungan yang hangat dengan murid. integritas. Peran mengajar bukan saja dilakukan oleh guru tetapi juga oleh murid. Sesuai dengan prinsip yang dianut. bukan pengalaman yang terpenggal-penggal. Kurikulum humanistik juga menekankan keseluruhan. Seseorang yang telah mampu mengakutalisasikan diri adalah orang yang telah mencapai keseimbangan (harmoni) perkembangan seluruh aspek pribadinya baik aspek kognitif. yaitu kesatuan perilaku bukan saja yang bersifat intelektual tetapi juga emosional dan tindakan. estetika. berkenaan dengan tujuan. kurikulum humanistik menekan. .Menurut Philip H. Ia harus mampu memberikan materi yang menarik dan mampu menciptakan situasi yang memperlancar proses belajar. Guru harus memberikan dorongan kepada murid atas dasar saling percaya. dan lain-lain. dan belajar. metode.kan integrasi. Guru tidak memaksakan sesuatu yang tidak disengani murid. 271-283) kurikulum harus dapat mengembangkan kesadaran dan mendorong kreativitas murid-murid. dan evaluasi. Seorang dapat bekerja dengan baik bila memiliki karakter yang baik pula. organisasi isi. Phenix (1971. Semua itu merupakan bagian dari cita-cita perkembangan manusia yang teraktualisasi (self actualizing person). juga mampu menjadi sumber. orang lain. him.laman yang menyeluruh. kurikulum befungsi menyediakan pengalaman (pengetahuanred) berharga untuk membantu memperlancar perkembangan pribadi mu. Karakteristik kurikulum humanistik Kurikulum humanistik mempunyai beberapa karakteristik.rid-murid kurang mempunyai kesempatan untuk memperluas dan memperdalam aspek-aspek perkembangannya. Kurikulurn harus mampu memberikan penga. Bagi Phenix kesadaran merupakan kunci perkembangan diri dalam membina hubungan dan penycsuaian diri dengan orang lain. Bagi mereka tujuan pendidikan adalah proses perkembangan pribadi yang dinamis yang diarahkan pada pertumbuhan. maupun moral. karena dengan sekuens mu. sikap yang sehat terhadap diri sendiri. kelompok. dan otonomi kepribadian. Menurut para humanis.rid. budaya. 5. Kurikulum humanistik menuntut hubungan emosional yang baik antara guru dan murid. Kurikulum ini kurang menekankan sekuens.

l'onilaiannya bersifat subjektif baik dari guru maupun para siswa. penyempurnaan hasil serta upaya tindak lanjutnya. Pelaksanaan kegiatan.problema yang dihadapinya dalam masyarakat. interaksi. d. Kegiatan yang mereka lakukan hendaknya bermanfaat bagi siswa. minat atau perhatian tertentu. c. pembahasan hasil-hasil yang telah dicapai. siswa dengan orang-orang di lingkungan. Kalau kurikulum yang hiasa terutama subjek akademis mempunyai kriteria pencapaian.Penyusunan sekuens dalam pengajaran yang sifatnya afektif. para siswa diberi pengalaman yang menyenangkan baik yang berupa gerakan-gerakan maupun penghayatan. melainkan kegiatan bersama. Menyusun kegiatan yang dapat memunculkan sikap. dan dengan sumber belajar . lebih berdiri sendiri. Kurikulum ini lebih memusatkan perhatian pada problema. Kurikulum ini bersumber pada aliran pendidikan interaksional. kurikulum humanistik berbeda dengan yang biasa. Kurikulum Rekonstruksi Sosial Kurikulum rekonstruksi sosial berbeda dengan model-model kurikulum lainnya. Memperkenalkan bahan-bahan yang akan dibahas dalam setiap kegiatan.nya. C. hlm. Di dalamnya tercakup topik-topik. kerja sama. Penyempurnaan. b. 121. Sasaran mereka adalah perkembangan anak supaya menjadi manusia yang lebih terbuka. Dalam evaluasi. Kegiatan yang diutamakan adalah yang akan membangkitkan rasa ingin tahu dari pemahaman. Menurut mereka pendidikan bukan upaya sendiri. Kerja sama atau interaksi bukan hanya terjadi antara sisvva dengan guru. Model lebih mengutamakan proses daripada hasil. tetapi juga antara siswa dengan siswa.139) dengan langkah-langkah sebagai berikut. a. maka dalam kurikulum humanistik tidak ada kriteria. Kegiatan belajar yang baik adalah yang memberikan pengalaman yang akan membantu para siswa memperluas kesadaran akan dirinya dan orang lain dan dapat mengembangkan potensi-potensi yang dimilikinya. bahan ajar serta kegiatan belajar yang akan membantu siswa dalam merumuskan apa yang ingin mereka pelajari. dilakukan oleh Shiflett (1975.

Brameld juga ingin memberikan keyakinan tentang pentingnya perubahan sosial. Perubahan sosial tersebut harus dicapai melalui prosedur demokrasi. Dalam masyarakat demokratis. Untuk melaksanakan hal itu sekolah mempunyai posisi yang cukup penting.rakat baru yang lebih stabil. seluruh warga masyarakat harus turut serta dalam perkembangan dana pembaharuan masyarakat. Tujuan utama kurikulum rekonstruksi sosial adalah menghadapkan para siswa pada tantangan. Para rekonstruksionis sosial tidak mau terlalu menekankan kebebasan individu. Tantangan-tantangan tersebut merupakan . Ia menginginkan para siswa dengan pengetahuan dan konsep. Harold Rug mulai melihat dan menyadarkan kawan kawannya bahvva selama ini terjadi kesenjangan antara kurikulum dengan masyarakat. hambatan -hambatan atau gangguangangguan yang dihadapi manusia.konsep baru yang diperolehnya dapat mengidentifikasi dan memcahkan masalah-masalah sosial. menakut-nakuti dan kompromi semu. Setelah diharapkan dapat menciptakan masya. ancaman.lainnya. pada awal tahun 1950-an menyampaikan gagasannya tentang rekonstruksi sosial. Theodore Brameld. Mereka ingin meyakinkan murid-murid bagaimana masyarakat membuat warganya seperti yang ada sekarang dan bagaimana masyarakat metnenuhi kebutuhan pribadi warganya melalui konsensus sosial. Melalui interaksi dan kerja sama ini siswa berusaha memecahkan problema-problema yang dihadapinya dalam masyarakat menuju pembentukan masyarakat yang lebih baik. 1. Pandangan rekonstruksi sosial di dalam kurikulum dimulai sekitar tahun 1920-an. Para rekonstruksionis sosial menentang intimidasi. Asumsi. Mereka mendorong agar para siswa mempunyai pengetahuan yang cukup tentang masalah-masalah sosial yang mendesak (crucial) dan kerja sama atau bergotong royong untuk memecahkannya. Sekolah bukan saja dapat membantu individu memperkembangkan kemampuan sosialnya. a. Desain kurikulum rekonstruksi sosial Ada beberapa ciri dari desain kurikulum ini. tetapi juga dapat membantu bagaimana berpartisipasi sebaik-baiknya dalam kegiatan sosial.

Pertanyaan pertanyaan tersebut mengundang pengungkapan lebih mendalam.bidang garapan studi sosial. seperti: Dapatkah kehidupan seperti sekarang ini memberikan kekuatan untuk menghadapi ancaman ancaman yang akan mengganggu integritas kemanusiaan? Dapatkah tata ekonomi dan politik yang ada dibangun kembali agar setiap orang dapat memanfaatkan sumbersumber daya alam dan cumber daya manusia seadil mungkin. b. Topik-topik dengan berbagai kegiatan kelompok ini merupakan jar-jar.lain. Dan tema utama dijabarkan sejumlah topik yang dibahas dalam diskusidiskusi kelompok. Pola-pola organ isasi. Pada tingkat sekolah menengah. c. Pola desain kurikulum rekonstruksi sosial . Masalah-masalah sosial yang mendesak. dan matematika. kunjungan dan lain. bahkan pengetahuan alam. Masalah-masalah masyarakat bersifat universal dan hal ini dapat dikaji dalam kurikulum. BAGAN 5. estetika. yang perlu didekati dari bidang-bidang lain seperti ekonomi. bukan saja dari buku-buku dan kegiatan laboratorium tetapi juga dari kehidupan nyata dalanl masyarakat. Semua kegiatan jar-jari tersebut dirangkum menjadi satu kesatuan sebagai bingkai atau velk. latihan-latihan. Kegiatan belajar dipusatkan pada masalah-masalah sosial yang mendesak. pola organisasi kurikulum disusun seperti sebuah roda. sosiologi psikologi. Di tengah-tengahnya sebagai poros dipilih sesuatu masalah yang menjadi tema utama dan dibahas secara pleno. Masalah-masalah tersebut dirumuskan dalam pertanyaan.

Dalam pengajaran rekonstruksi social para pengembang kurikulum berusaha mencari keselarasan antara tujuan. ada kebergantungan antara seorang dengan yang lainnya. Kerja sama ini juga terjadi antara para siswa dengan manusia sumber dari masyarakat. (6) mengevaluasi semua rencana dengan criteria. a) Tujuan dan isi kurikulum. Illihungannya dengan ekonomi lokal. b) Metode. (3) mengadakan studi tentang latar belakang nkloris dan kecenderungankecenderungan perkembangan ekonomi. belajar merupakan kegiatan bersama. . Dalam kegiatan belajar tidak ada kompetisi yang ada adalah kooperasi atau kerja sama. Kerja sama baik antara individu dalam kegiatan kelompok.Innyo dengan faktor ekonomi. Komponen-komponen kurikulum Kurikulum rekonstruksi sosial memiliki komponen-komponen yang sama dengan model kurikulum lain tetapi isi dan bentuk-bentuknya berbeda. Dalam program pendidikan ekonomi-politik. Sesuai dengan minat masingmasing siswa.1. Kegiatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut adalah ( I) mengadakan survai secara kritis terhadap masyarakat (2) mengadakan studi tentang hubungan antara keadaan ekonomi lokal dan ekonomi nasional serta dunia. Guru-guru berusaha membantu para siswa menemukan minat dan kebutuhannya.mT. baik dalam kegiatan pleno maupun kelompok-kelompok berusaha memecahkan masalah sosial yang dihadapinya. Tujuan program pendidikan setiap tahun berubah. Untuk kelaskelas tinggi selain mereka dihadapkan kepada situasi nyata juga mereka diperkenalkan dengan situasi-situasi ideal. saling pengertian dan konsensus.tujuan nasional dengan tujuan siswa. (5) memantapkan rencana perubahan praktik politik. Dengan hal itu diharapkan para siswa dapat menciptakan model-model kasar dari situasi yang akan datang. Anakanak sejak sekolah dasar pun diharuskan turut serta dalam survai kemasyarakatan serta kegiatan kegiatan sosial lainnya. (4) mengkaji praktik politik dalam Ind. maupun antarkelompok dalam kegiatan pleno sangat mewarnai metode rekonstruksi sosial. umpamanya untuk tahun pertama tujuannya membangun kembali dunia ekonomipolitik. apakah telah mempengaruhi kepentingan sebagian besar orang. Bagi rekonstruksi sosial.

Evaluasi tidak hanya menilai apa yang telah dikuasai siswa. sekolah mempelajari potensi-potensi tersebut. Mereka berusaha membuka diri. Soal-soal yang akan diujikan dinilai lebih dulu baik ketepatan maupun keluasan isinya. Conscientization merupakan suatu proses pendidikan atau pengajaran di mana siswa tidak diperlakukan sebagai penerima tetapi sebagai pelajar yang aktif. Dalam kegiatan evaluasi para siswa juga libatkan. tetapi juga menilai pengaruh kegiatan sekolah terhadap masyarakat. Pelaksanaan pengajaran ini diarahkan untuk meningkatkan kondisi kehidupan mereka. menyusun. Pengaruh tersebut terutama menyangkut perkembangan masyarakat dan peningkatan taraf kehidupan masyarakat. Dengan gerakan conscientization mereka membantu masyarakat memahami fakta-fakta dan masalah-masalah yang dihadapinya dalam konteks kondisi masyarakat mereka. Di daerah pertanian umpamanya sekolah mengembangkan bidang pertanian dan peternakan. Pelaksanaan pengajaran rekonstruksi sosial Pengajaran rekonstruksi sosial banyak dilaksanakan di daerah-daerah yang tergolong belum maju dan tingkat ekonominya juga belum tinggi. Sekolah berusaha memberikan penerangan dan melatih kemampuan untuk melihat dan mengatasi hambatan-hambatan yang dihadapi. . Untuk memerangi kebodohan dan keterbelakangan mereka menggalakkan gerakan budaya akal budi (conscientization). juga keampuhan menilai pencapaian tujuan-tujuan pembangunan masyarakat yang sifatnya kualitatif. dengan bantuan biaya dari pemerintah sekolah berusaha mengembangkan poterisi tersebut. di daerah industri mengembangkan bidang-bidang industri. Mereka banyak membantu pengembangan daerah-daerah di Amerika Latin. Salah satu badan yang banyak mengembangkan baik teori maupun praktik pengajaran rekonstruksi sosial adalah Paulo Freize.c) Evaluasi. meningkatkan kemampuan memecahkan masalah-masalah yang dihadapi. Sesuai dengan potensi yang ada dalam masyarakat. dan menilai bahan yang akan diujikan. Keterlibatan mereka terutama dalam memilih. memperluas kesadaran tentang realitas sosial budaya dan dengan segala kemampuannya berupaya mengubah dan meningkatkannya. 2.

masalah air. Dalam perkembangan sosial yang perlu mendapatkan perhatian utama adalah perkembangan manusia. Shane menegaskan peranan individu dalam menemukan masa depannya sendiri. mereka tidak dapat melepaskan din dari perkembangan tetapi harus menyesuaikannya. sosial. dari bukan perencanaan untuk masa yang akan datang. agar mempelajari kecenderungan (trends) perkembangan. kesejahteraan masyarakat. Beberapa kritikus pendidikan menilai pandangan ini sukar diterapkan langsung dalam kurikulum (pendidikan). Dalam pemecahan problema sosial dan membuat kebijaksanaan sosial diperlukan musyawarah tiengan warga masyarakat. Pandangan rekonstruksi sosial berkembang karena keyakinannya pada kemampuan manusia untuk membangun dunia yang lebih baik. Penyebabnya adalah interpretasi para ahli tentang perkembangan dan masalah-masalah sosial berbeda. baik bagai individu maupun dalam interaksinya dengan yang lain. Para ahli kurikulum yang berorientasi ke masa depan menyarankan agar isi kurikulum difokuskan pada: penggalian sumber-sumber alam dan htikan alam. Kecenderungan lain adalah perkembangan ekonomi. populasi. Kecenderungan utama adalah perkembangan teknologi dengan berbagai dampaknya terhadap kondisi dan perkembangan masyarakat. politik. Untuk iiiengidentifikasi dan menganalisis kecenderungan-kecenderungan tersebut diperlukan bantuan dari para ahli disiplin ilmu. . Shane seorang profesor dari Universitas Indiana Amerika Serikat. Harold G. dan budaya. ketidakseragaman pemanfaatan sumber-sumber dan lain-lain. Ia menggalakkan perencanaan masa akan datang. Shane menyarankan para pengembang kurikulum. mewakili teman-temannya para Futurolog menggunakan perencanaan masa yang akan datang (future planning) sebagai dasar penyusunan kurikulum. Juga penekanannya tentang peranan ilmu dalam memecahkan masalah -masalah sosial. Kemampuan warga untuk ikut serta dalam pemecahan masalah juga bervariasi.Keterbatasan dan potensi yang mereka miliki. Bertolak dari kenyataan-kenyataan tersebut mereka membina diri dan membangun masyarakat. akibat pertambahan penduduk.

Program pengajaran ini bisa semata-mata program sistem. di bidang pendidikan berkembang pula teknologi pendidikan. dan motion film. Kurikulumnya berisi rencana-rencana penggunaan berbagai alat dan media. Sejak dahulu teknologi telah diterapkan dalam pendidikan. komputer. Contoh-contoh model pengajaran tersebut adalah: pengajaran dengan bantuan film dan video. pengajaran berprogram. tetapi yang digunakan adalah teknologi sederhana seperti penggunaan papan tulis dan kapur. Teknologi pendidikan dalam arti teknologi alat. tetapi diarahkan bukan pada pemeliharaan dan pengawetan ilmu tersebut tetapi pada penguasaan kompetensi. yaitu bentuk perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware). Suatu kompetensi yang besar diuraikan menjadi kompetensi yang lebih sempit/khusus dan akhirnya menjadi perilaku-perilaku yang dapat diamati atau diukur. mesin pengajaran. sabak dan grip. Sejalan dengan perkembangan ilmu dan teknologi. bisa .D. overhead projector. CD-rom dan internet. pena dan tinta. seperti audio dan video casssette. Teknologi dan Kurikulum Abad dua puluh ditandai dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat. juga model-model pengajaran yang banyak melibatkan penggunaan alat. film slide. pengajaran modul. Pengajaran dengan bantuan komputer. yaitu menekankan isi kurikulum. lebih menekankan kepada penggunaan alat-alat teknologis untuk menunjang efisiensi dan efektivitas pendidikan. dan lain-lain. teknologi pendidikan menekankan kepada penyusunan program pengajaran atau rencana pelajaran dengan menggunakan pendekatan sistem. termasuk bidang pendidikan. dan lain-lain. Perkembangan teknologi mempengaruhi setiap bidang dan aspek kehidupan. Penerapan teknologi perangkat keras dalam pendidikan dikenal sebagai teknologi alat (tools technology). mesin pengajaran. Aliran ini ada persamaannya dengan pendidikan klasik. Dalam arti teknologi sistem. Dewasa ini sesuai dengan tahap perkembangannya yang digunakan adalah teknologi maju. sedangkan penerapan teknologi perangkat lunak disebut juga teknologi sistem (system technology). Penerapan teknologi dalam bidang pendidikan khususnya kurikulum adalah dalam dua bentuk.

Alat dan media digunakan sesuai dengan kondisi tetapi tidak terlalu dipentingkan. yang dirumuskan dalam bentuk perilaku. Metode. pengajaran tidak membutuhkan alat dan med id yang canggih. tiap siswa menghadapi serentetan tugas yang harus dikerjakannya. Bahan ajar telah disusun dalam kaset audio. Tujuan. Tujuan diarahkan pada penguasaan kompetensi. Pembelajaran tidak bisa berjalan tanpa melibatkan penggunaan alat-alat dan program tersebut. yaitu bila digunakan alat dan media akan lebih baik. b. bersifat "on-off'. dan maju sesuai dengan kecepatan masing-masing. Alat dan media digunakan sesuai dengan kondisi tetapi tidal terlalu dipentingkan. Setiap . Tujuan-tujuan yang bersifat umum yaitu kompetensi dirinci menjadi tujuan-tujuan khusus. Pada bentuk ketiga program pengajaran telah disusun secara terpadu antara bahan dan kegiatan pembelajaran dengan alat dan media. perbuatan atau kecakapan-keterampilan yang dapat diamati atau diukur. pengajaran disusun secara system. Metode yang merupakan kegiatan pembelajaran sering dipandang sebagai proses mereaksi terhadap perangsang-perangsang yang diberikan dan apabila terjadi respons yang diharapkan maka respons tersebut diperkuat. tetapi bila tidak menggunakan alat pun pengajaran masih tetap berjalan. Pengajaran bersifat individual. memiliki beberapa ciri khusus. 1. Pada bentuk kedua. Tujuan-tujuan pengajaran telah ditentukan sebelumnya. Pada bentuk pertama. video atau film. Pada saat tertentu ada tugas-tugas yang harus dikerjakan secara kelompok. atau diprogramkan dalam komputer. Pada bentuk kedua. tetapi bahan ajar dan proses pembelajaran disusun secai sistem. dan bisa juga program sistem yang dipadukan dengan alat dan media pengajaran. Objektif ini menggambarkan perilaku. yaitu: a. pengajaran disusun secara system dan ditunjang dengan penggunaan alat dan media pembelajaran. Beberapa ciri kurikulum teknologis Kurikulum yang dikembangkan dari konsep teknologi pendidikan. Penggunaan alat dan media belum terintegrasi dengan program pembelajaran.program sistem yang ditunjang dengan alat dan media. yang disebut objektif atau tujuan instruksional.

c. Para siswa diberi penjelasan tentang pentingnya bahan yang harus dipelajari. Organisasi Indian ajar. Juga dapat menjadi umpan balik bagi guru dan pengembang kurikulum untuk penyempurnaan kurikulum. Sebagai tanda menguasai bahan mereka harus menguasai seara tuntas tujuan-tujuan dari suatu program. Dalam kegiatan belajarnya mereka dapat menguasai keterampilan-keterampilan dasar ataupun perilaku-perilaku yang dinyatakan dalam tujuan program. yang rnenggambarkan objektif. pada akhir suatu pelajaran. Urutan dari objektifobjektif ini pada dasarnya menjadi inti organisasi bahan. sebab dalam model kurikulum ini umpan balik selalu diberikan. Bahan ajar atau kompetensi yang luas/besar dirinci menjadi bagian-bagian atau subkompetensi yang lebih kecil. Sesuai dengan landasan pemikiran mereka. Kemajuan siswa dapat segera diketahui oleh siswa sendiri. Evaluasi. umpan balik bagi siswa pada akhir suatu program atau semester (evaluasi sumatif). Mereka belajar dengan cara memberikan respons secara cepat terhadap persoalan-persoalan yang diberikan. Evaluasi yang mereka gunakan umumnya berbentuk tes objektif. 3) Pengetahuan tentang hasil. Para siswa belajar secara individual melalui media buku-buku ataupun media elektronik. Pelaksanaan pengajaran mengikuti langkah-langkah sebagai berikut.siswa harus menguasai secara tuntas tujuan-tujuan program pengajaran. Para siswa dapat segera mengetahui apa yang telah mereka kuasai dan apa yang masih harus dipelajari lebih serius. bahwa model pengajarannya menekankan sifat ilmiah. suatu unit ataupun semester. 2) Pelaksanaan pengajaran. sebagai umpan balik bagi siswa dalam penyempurnaan penguasaan suatu satuan pelajaran (evaluasi formatif). . Fungsi evaluasi ini bermacammacam. tetapi telah diramu sedemikian rupa sehingga mendukung penguasaan sesuatu kompetensi. Kegiatan evaluasi dilakukan pada setiap saat. bentuk ini tes dipandang yang paling cocok. d. Bahan ajar atau isi kurikulum banyak diambil dari disiplin ilmu. 1) Penegasan tujuan.

Program dikembangkan melalui beberapa kegiatan uji coba dengan sampel-sampel dari suatu populasi yang sesuai. bila sikapnya positif maka siswa akan berhasil. menurut para ahli teknologi pendidikan. yang dilengkapi dengan sistem umpan balik dan bimbingan yang teratur dari dapat mempercepat dan meningkatkan penguasaan siswa. Masalah kebosanan juga berpengaruh terhadap proses belajar. pengajaran modul atau pengajaran dengan bantuan video dan komputer. Keberhasilan belajar siswa juga sangat dipengaruhi oleh sikap mereka. Pengembangan kurikulum teknologis berpegang pada beberapa kriteria. Meskipun memiliki kelebihan-kelebihan. konsep-konsep. sintetis. Beberapa percobaan menunjukkan kemampuan siswa untuk mentransfer hasil belajar cukup rendah. yaitu: 1) Prosedur pengembangan kurikulum dinilai dan disempurnakan oleh . Model ini terbatas kemampuannya untuk mengajarkan bahan ajar yang kompleks atau membutuhkan penguasaan tingkat tinggi (analisis. Dengan model pengajaran ini tingkat penguasaan siswa dalam standar konvensional jauh lebih tinggi dibandingkan dengan model-model lain. Apalagi kalau digunakan program-program yang lebih berstruktur seperti pengajaran berprogram. Metode mengajar mereka cenderung seragam. penyusunan kurikulum. Pengembangan kurikulum Dalam pengembangan kurikulum model lama. masalah dan keterampilan yang akan menjadi isi kurikulum disusun dengan fokus pada nilainilai tadi. evaluasi) juga bahan-bahan ajar yang bersifat afektif. tingkat penguasaannya pun relatif rendah. 2. tetapi bila sikapnya negatif. Pengajaran teknologis sukar untuk dapat melayani bakat-bakat siswa belajar dengan metode-metode khusus. penyusunan buku-buku serta perangkat kurikulum lainnya lebih bersifat seni dan didasarkan atas kepentingan politik daripada landasan-landasan ilmiah dan teknologis. kurikulum teknologis tidak terlepas dari beberapa keterbatasan atau kelemahan.Program pengajaran teknologis sangat menekankan efisiensi dan efektivitas. direvisi beberapa kali sampai standar yang diharapkan dapat dicapai. Pengembangan kurikulum diarahkan pada pencapaian nilai-nilai umum.

Inti dari pengembangan kurikulum teknologis adalah penekanan pada kompetensi. Inilah hambatan utama pengembangan kurikulum ini. Di pihak lain harus dicegah jangan sampai pengembangan kurikulum ini menjadi objek bisnis. Pertama. di samping memberi kesempatan kepada pelaksana pengajaran. Pengembangan kurikulum teknologis terutama yang menekankan teknologi alat.pengembang kurikulum yang lain. demikian juga format-format media. sekuens-sekuens pengajaran perlu diujicobakan dalam bentuk prototipe-prototipe. diperlukan adanya spesifikasi dari alat atau media yang akan dikembangkan. Pengembangan kurikulum ini membutuhkan kerjasama dengan para penyusun program dan penerbit media elektronik dan media cetak. sebag ai bagman dari. 2) Hasil pengembangan terutama yang berbentuk model adalah yang bisa diuji coba ulang. Dengan pendekatan ini biaya dapat lebih ditekan. Sistem Instruksional atau Desain Instruksional. perlu mempertimbangkan beberapa hal. Pemecahan masih dapat dilakukan dengan menerapkan model kurikulum teknologis yang lebih menekankan pada teknologi sistem dan kurang menekankan pada teknologi alat. Pengembangan dan penggunaan alat dan media pengajaran bukan hanya sebagai alat bantu tetapi bersatu dengan program pengajaran dan ditujukan pada penguasaan kompetensi tertentu. serta keterampilan-keterampilan untuk mencapai tujuan. Hal ini menyangkut pasaran. formulasi perlu dirumuskan terlebih dahulu apakah pengembangan alat atau media tersebut benarbenar diperlukan. Model ini di Indonesia dikenal dengan nama Satuan Pelajaran dalam lingkungan Pendidikan Dasar dan Menengah atau Satuan Acara Perkuliahan pada Perguruan Tinggi. dan hendaknya memberikan hasil yang sama. Kedua spesifikasi. baik dilihat dari segi kegunaannya maupun ketepatan penggunaannya. Keempat . terutama bagi sekolah atau daerah-daerah yang kemampuan finansialnya masih rendah. Ketiga prototipe. Spesifikasi juga meliputi spesifikasi situasi lingkungan tempat belajar. terutama guru-guru untuk mengembangkan sendiri program pengajarannya. dan organisasi. standar perilaku belajar. Pengembangan pengajaran yang betul-betul berstruktur dan bersatu dengan alat dan media membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

kurikulum. konsep-konsep Confluent Education. Apa yang dikupas dalam buku ini. Pokok-pokok yang diuraikan dalam buku ini meliputi. Dalam buku ini para penulis tidak hanya menguraikan segi-segi teoretis. Sistem pendidikan yang ada umumnya kurang memperhatikan kebutuhan siswa dan kurang melibatkan partisipasi guru dan siswa. E. Belmont California: A Phi Delta Kappa Book. New York: The Viking Press. Data tentang kebaikan dan kekurangan-kekurangan sangat diperlukan bagi penyempurnaan. Proses pelaksanaan. Gilchrist. The Live Classroom. contoh-contoh rencana serta pelaksanaan pelajarannya. Pengajaran bersifat . pemegang kebijaksanaan pendidikan. Curriculum Development: A Humanized System Approach. tetapi perkembangan yang menyeluruh dari pribadi anak dapat tercapai. Robert S. (1974). buku. umumnya ditentukan oleh pihak lain. Dengan Confluent Education bukan saja kelas menjadi lebih hidup. George Isaac (ed). suatu komisi dan sebagainya. tetapi juga dilengkapi dengan ilustrasi dalam praktik. Bernice B. Kelima mencoba hasil. Buku ini sangat berfaidah bagi para pendidik. Dengan pendekatan ini mereka ingin memperbaiki pelaksanaan yang mereka sebut sebagai kelas yang mati. alat pelajaran dan lain-lain. hasil dan kesulitan-kesulitan yang dihadapi dicatat sebagai umpan balik bagi penyempurnaan selanjutnya. Buku ini menguraikan pendidikan dan pengajaran yang didasarkan atas teori Gestalt.percobaan pertama. sebab dalam pendekatan ini faktor afektif mendapatkan tempat yang sama dengan faktor kognitif. sehingga perkembangannya lebih optimal. dasar-dasar teori Gestalt. merupakan reaksi dan sekaligus ingin memperbaiki sistem pendidikan yang ada. ahli kurikulum dan pengajaran. tanpa melibatkan siswa dan guru. yang disebut Confluent Education. Suasana kelas dapat dihidupkan melalui pelaksanaan Confluent Education. unit-unit pengajaran diujicobakan pada sejumlah sampel siswa untuk mengetahui keberhasilan dan kelemahannya. Buku Acuan Brown. & Roberts. (1975). Sistem pendidikan. hasil dari pengembangan dicoba diterapkan di dalam sistem pengajaran yang berlaku. serta para guru di sekolah.

suatu pandangan pendidikan yang menekankan kebutuhan perkembangan pribadi siswa seutuhnya. nilai dan tujuan perkembangan manusia. hakikat manusia. bagaimana mempersiapkan dan melaksanakan pengajaran yang efektif dan terakhir bagaimana mengembangkan sistem sekolah yang bersifat humanistik. bagaimana mengorganisasi pendidikan sehingga tercipta kegia tan belajar yang efektif. Dalam buku ini secara sistematis dikemukakan.mekanis dan satu komponen terlepas dari komponen lainnya. Buku ini sangat berguna bagi perencana dan pelaksana kurikulum dan pengajaran. Perbaikan tersebut bertolak dari pendekatan humanisme. . Melihat kelemahankelemahan di atas para penulis melalui buku ini ingin memperbaikinya. Segi afektif berjalan sejajar dengan segi kognitif dan psikomotor.

isi dan tujuan kurikulum. Pertama kesesuaian antara kurikulum dengan tuntutan. Ada yang mengartikannya secara luas.BAB 6 ANATOMI DAN DESAIN KURIKULUM Pada bab-bab sebelum ini telah dikemukakan bahwa terdapat variasi dalam mendepinisikan kurikulum. kemungkinan dilaksanakan di kelas. Apakah dalam lingkup yang luas ataupun sempit. dan dapat pula menyangkut lingkup yang sangat sempit. Keempat komponen tersebut berkaitan erat satu sama lain. Komponen-Komponen Kurikulum Kurikulum dapat diumpamakan sebagai suatu organisme manusia ataupun binatang. Unsur atau komponenkomponen dari anatomi tubuh kurikulum yang utama adalah: tujuan. . seperti program pengajaran suatu mata pelajaran untuk beberapa jam pelajaran. meliputi semua pengalaman yang diperoleh siswa karena pengarahan-bimbingan dan tanggung jawab sekolah. dan juga sebagai pelaksanaan dari rencana di atas (actual curriculum). kurikulum membentuk desain yang menggambarkan pola organisasi dari komponen-komponen kurikulum dengan perlengkapan penunjangnya. Tidak semua yang ada dalam kurikulum tertulis. isi atau materi. Kedua kesesuaian antarkomponen-komponen kurikulum. proses sesuai dengan isi dan tujuan. yaitu kurikulum sebagai kumpulan mata pelajaran atau bahan ajar. yang memiliki susunan anatomi tertentu. Kurikulum juga diartikan sebagai dokumen tertulis dari suatu rencana atau program pendidikan (written curriculum). yaitu isi sesuai dengan tujuan. demikian juga evaluasi sesuai dengan proses. proses atau sistem penyampaian dan media. Suatu kurikulum harus memiliki kesesuaian atau relevansi. serta evaluasi. dan perkembangan masyarakat. Ada yang memandangnya secara sempit. yaitu sebagai program pengajaran pada suatu jenjang pendidikan. kebutuhan. kondisi. A. Kesesuaian ini meliputi dua hal. Kurikulum dapat mencakup lingkup yang sangat luas.

kebutuhan dan kondisi masyarakat. akan mengarahkan semua kegiatan pengajaran dan mewarnai komponen-komponen kurikulum lainnya. Tujuan institusional. tujuan ideal pendidikan bangsa Indonesia. Dalam kegiatan belajar-mengajar di-dalam kelas. guru menjabarkan tujuan mengajarnya dalam bentuk tujuan-tujuan khusus atau objectives yang yang bersifat operasional. merupakan sasaran pendidikan sesuatu lembaga pendidikan. tujuan-tujuan khusus lebih diutamakan. Tujuan pendidikan nasional merupakan tujuan jangka panjang. sedang perumusan tujuan umum lebih bersifat abstrak. sempit. Kita mengenal beberapa kategori tujuan pendidikan. Pertama perkembangan tuntutan. adalah tujuan yang ingin dicapai oleh sesuatu program studi. menengah. karena lebih jelas dan mudah pencapaiannya. jangka panjang. Mengajar dalam kelas lebih menekankan tujuan khusus. memerlukan waktu yang lebih lama dan lebih sukar diukur. masih dirinci lagi menjadi tujuan instruksional umum dan khusus atau disebut juga objektif. terutama falsafah negara. pencapaiannya . Tujuan pendidikan nasional yang berjangka panjang merupakan suatu tujuan pendidikan umum. Tujuan demikian akan menggambarkan "what will the student he able to do as a result of the teaching that he was unable to do before" (Rowntree. dan jangka pendek. didasari oleh pemikiran-pemikiran dan terarah pada pencapaian nilai-nilai filosofis. Tujuan instruksional yang merupakan target yang harus dicapai oleh sesuatu mata pelajaran. tujuan memegang peranan penting. 1974: 5). menjadi sasaransasaran khusus yang lebih konkret. Tujuan-tujuan khusus dijabarkan dari sasaran-sasaran pendidikan yang bersifat umum yang biasanya abstrak dan luas. dan terbatas.Telah dikemukakan bahwa. dalam kurikulum atau pengajaran. yang merupakan tujuan pokok bahasan. yaitu tujuan umum dan khusus. dan menekankan pada perilaku siswa. Dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah 1975/1976 dikenal kategori tujuan sebagai berikut. Dalam mempersiapkan pelajaran. Yang terakhir ini. Tujuan kurikulum dirumuskan berdasarkan dua hal. sebab hal itu akan dapat memberikan gambaran yang lebih konkret. Tujuan kurikuler. sedangkan tujuan isntruksional yang berjangka waktu cukup pendek merupakan tujuan yang bersifat khusus. Kedua.

Perumusan tujuan mengajar yang berbentuk tujuan khusus (objective). kecakapan mengamati. Domain psikomotor menyangkut penguasaan dan pengembangan keterampilanketerampilan motorik. pemahaman. dapat belajar sendiri dalam waktu setengah dari waktu belajar dalam kelas biasa. analisis. aplikasi. verbal information. Tujuan khusus memudahkan dalam mengkomunikasikan maksud kegiatan mengajar-belajar kepada siswa. Tujuan-tujuan khusus mengajar juga memiliki tingkat kesukaran yang berbeda-beda. Domain afektif berkenaan dengan penguasaan dan pengembangan perasaan. cognitive strategies. gerakan-gerakan keterampilan dan komunikasi yang berkesinambungan. yaitu intellectual skills. diberikan referensi dan sumber yang memadai. memberikan beberapa keuntungan: a. motor skills and attitudes (1974. c. sesuai dengan perilaku yang menjadi sasarannya. dan karakterisasi nilai-nilai. dan psikomotor. kecakapan jasmaniah. dan evaluasi. Bloom mengemukakan tiga kategori tujuan mengajar sesuai dengan domain-domain perilaku individu. hlm. Untuk domain afektif Krathwohl dan kawan-kawan (1974) membaginya atas lima tingkatan yang juga berjenjang. mengorganisasi nilai. yaitu: gerakan refleks. dan nilai-nilai. yaitu: menerima. menilai. yaitu: pengetahuan. minat. sikap. Bloom. Untuk domain psikomotor Anita Harrow (1971) membaginya atas enam jenjang. Tujuan khusus memudahkan guru menentukan kegiatan belajar dan media mengajar. (1975) membagi domain kognitif atas enam tingkatan dari yang paling rendah. Tujuan khusus. gerakan-gerakan dasar. afektif. Berdasarkan penelitian Mager dan Clark (1963) siswa yang mengetahui tujuan-tujuan khusus suatu pokok bahasan. . 23-24). Domain kognitif berkenaan dengan penguasaan kemampuan-kemampuan intelektual atau berpikir. b.Tujuan-tujuan mengajar dibedakan atas beberapa kategori. Gage dan Briggs mengemukakan lima kategori tujuan. merespons. yaitu domain kognitif. membantu memudahkan guru-guru memilih dan menyusun bahan ajar. sintesis.

Tujuan khusus memudahkan guru mengadakan penilaian. yaitu: 1) Sukar menyusun tujuan-tujuan khusus untuk domain afektif. Menunjukkan mutu tingkah laku yang diharapkan dilakukan oleh siswa. yang mudah diukur. panjangnya dan frekeunsi respons. Gagne (1974). dengan jumlah tujuan yang sangat banyak. den gan: 1) menggunakan kata-kata kerja yang menunjukkan tingkah laku yang dapat diamati. dalam bentuk: 1) ketepatan atau ketelitian respons. b. Kelemahan di atas akan menyebabkan penyusunan tujuan-tujuan khusus bersifat mekanistis. Untuk mengatasi kedua kesukaran di atas diperlukan keahlian. Kekurangan keahlian. Banathy (1968). 2) Sukar menyusun tujuantujuan khusus pada tingkat tinggi. Menggambarkan apa yang diharapkan dapat dilakukan oleh siswa. De Cecco (1977) dan Davies (1981) sepakat bahwa. berupa: 1) kondisi atau lingkungan fisik. yaitu: a. Menggambarkan kondisi atau lingkungan yang menunjang tingkah laku siswa. 2) menunjukkan stimulus yang membangkitkan tingkah laku siswa. 3) memberikan pengkhususan tentang sumber-sumber yang dapat digunakan siswa dan orang-orang yang dapat diajak bekerjasama.d. latihan dan pengalaman yang mencukupi dari guru-guru. Rowntree (1974). tujuan khusus merupakan suatu perilaku yang diperlihatkan siswa pada akhir suatu kegiatan belajar. Bagaimana perumusan sesuatu tujuan khusus atau objective yang baik? Beberapa ahli seperti Mager (1962). Di samping keuntungan-keuntungan di atas pengembangan tujuantujuan mengajar yang bersifat khusus menghadapi beberapa kesukaran. 2) kecepatan. 2) kondisi atau lingkungan psikologis. latihan dan pengalaman akan membawa guru -guru pada perumusan tujuan-tujuan yang bertaraf rendah. Dengan tujuan khusus guru lebih mudah menentukan bentuk tes. . c. Ahli-ahli di atas juga memberikan beberapa spesifikasi dari tujuan-tujuan mengajar khusus. lebih mudah merumuskan butir tes dan lebih mudah menentukan kriteria pen capaiannya.

Bagian-bagian bahan ajar suatu bidang studi telah mempunyai struktur tetentu. media dan sumber belajar. Bahan ajar tersusun atas topik-totpik dan sub-subtopik tertentu. Dengan mempelajari sesuatu yang menjadi sebab atau pendahulu para siswa akan menemukan akibatnya. dan evaluasi hasil mengajar dibahas secara tersendiri. Kegiatan dan lingkungan demikian dirancang dalam suatu rencana mengajar. Penyusunan sekuens bahan ajar bidang studi tersebut perlu disesuaikan dengan strukturnya. dapat digunakan sekuens kronologis. a. lingkungan orang-orang. 3) Sekuens struktural. untuk mendorong siswa melakukan interaksi yang produktif dan memberikan pengalaman belajar yang dibutuhkan. Masih berhubungan erat dengan sekuens kronologis adalah sekuens kausal. serta evaluasi hasil mengajar. Peristiwaperistiwa sejarah. penemuanpenemuan ilmiah dan sebagainya dapat disusun berdasarkan sekuens kronologis. Topik-topik atau sub-subtopik tersebut terusun sekuens tertentu yang membentuk suatu sekuens bahan ajar. sekuens bahan ajaran. Siswa dihadapkan pada peristiwa-peristiwa atau situasi yang menjadi sebab atau pendahulu dari sesuatu peristiwa atau situasi lain. Untuk menyusun bahan ajar yang mengandung urutan waktu. perkembangan historis suatu institusi. 2) Sekuens kausal. Dalam fisika tidak mungkin mengajarkan alat-alat optik. yaitu: 1) Sekuens kronologis. Karena perumusan tujuan khusus strategi. Tugas utama seorang guru adalah menciptakan lingkungan tersebut. maka dalam bagian ini yang akan diuraikan hanya sekuens bahan ajar. Bahan ajar Siswa belajar dalam bentuk interaksi dengan lingkungannya. yang mencakup komponen komponen: tujuan khusus. tanpa terlebih dahulu mengajarkan pemantulan . Menurut Rowntree (1974: 75) "sekuens kausal cocok untuk menyusun bahan ajar dalam bidang meteorologi dan geomorfologi". strategi mengajar.2. alat-alat dan ide-ide. Hap topik atau subtopik mengandung ide-ide pokok yang relevan dengan tujuan yang telah ditetapkan. Ada beberapa cara untuk menyusun sekuens bahan ajar. Sekuens bahan ajar Untuk mencapai tiap tujuan mengajar yang telah ditentukan diperlukan hahan ajar.

dari masalah bagaimana kepada masalah mengapa. kemudian guru menyajikan data tentang sesuatu masalah dari langkah (a) sampai (d). 5) Sekuens spiral. dan siswa diminta untuk membuat interpretasi hasilnya (e). tetapi kemudian diperluas dan diperdalam dengan bahan yang lebih kompleks. Menurut sekuens logis bahan ajar disusun dari yang nyata kepada yang abstrak. Dalam sekuens ini mengajar dimulai dengan langkah terakhir dan mundur ke belakang. dengan prosedur sebagai berikut: tujuan-tujuan khusus utama pembelajaran dianalisis. yaitu: (a) Pembatasan masalah (b) Penyusunan hipotesis. Pada kesempatan lain guru menyajikan data tentang masalah lain d langkah (a) sampai (c) dan ari siswa diminta untuk mengadakan pengetesan hipotesis (d) dan seterusnya. dan alat-alat optik tersusun secara struktural. kemudian dicari suatu hierarki urutan bahan ajar untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Dari topik atau pokok tersebut bahan diperluas dan diperdalam. Dalam mengajarnya mulai dengan langkah (e). 6) Rangkaian ke belakang. (d) Pengetesan hipotesis. Hierarki tersebut menggambarkan urutan perilaku apa yang mula-mula harus dikuasai siswa. Contoh. dari yang kompleks kepada yang sederhana. 7) Sekuens berdasarkan hierarki belajar. proses pemecahan masalah yang besifat ilmiah. dikembangkan oleh Bruner (1960). berturut-turut . meliputi 5 langkah. dan pemantulan dan pembiasan cahaya tidak mungkin diajarkan tanpa terlebih dahulu mengajarkan masalah cahaya. 4) Sekuens logis dan psikologis.dan pembiasan cahaya. dikembangkan oleh Thomas Gilbert (1962). pemantulan-pembiasan. Bahan ajar dipusatkan pada topik atau pokok bahan tertentu. (e) Interpretasi basil tes. (c) Pengumpulan data. Rowntree (1974: 77) melihat perbedaan antara sekuens logis dengan psikologis. Topik atau pokok bahan ajar tersebut adalah sesuatu yang populer dan sederhana. dari yang sederhana kepada yang kompleks. tetapi menurut sekuens psikologis sebaliknya dari keseluruhan kepada bagian. (backward chaining). dari fungsi kepada struktur. Bahan ajar juga dapat disusun berdasarkan urutan logis. Masalah cahaya. Model ini dikembangkan oleh Gagne (1965). Menurut sekuens logis bahan ajar dimulai dari bagian menuju pada keseluruhan. dari benda-benda kepada teori.

Individual Learning. mereorganisasikan bahan serta membuat kesimpulankosimpulan.sampai dengan perilaku terakhir. verbal association. Reception/Exposition Learning . concept learning. Melalui kegiatan-kegiatan tersebut siswa akan menguasainya. hanya berbeda dalam pelakunya. menganalisis.Discovery Learning dan Groups . . Ausubel and Robinson (1969 : 43-45) membaginya atas strategi Reception Learning. dan problem-solving learning. stimulus-respons learning. baik secara lisan maupun secara tertulis. Dalam discovery learning bahan ajar tidak disajikan dalam hentuk akhir. motor-chain learning. siswa dituntut untuk melakukan berbagai kegiatan flienghimpun informasi. multiple discrimination. Reception learning dilihat dari sisi siswa sedangkan exposition dilihat dari sisi guru.Discovery Learning. a. serta menemukan hal-hal yang bermanfaat bagi dirinya. mengintegrasikan. Reception dan exposition sesungguhnya mempunyai makna yang sama. Untuk bidang studi tertentu dan pokokpokok bahasan tertentu hierarki juga dapat mengikuti hierarki tipe-tipe belajar dari Gagne. Rowntree (1974: 93-97) membagi strategi mengajar itu atas Exposition . principle learning. Strategi mengajar Penyusunan sekuens bahan ajar berhubungan erat dengan strategi atau metode mengajar. mengkategorikan. menerapkan. (Gagne. membandingkan. atau melakukan aktivitas lain kecuali menguasainya. 3. Gagne mengemukakan 8 tipe belajar yang tersusun secara hierarkis mulai dari yang paling sederhana: signal learning. Siswa tidak dituntut untuk mengolah.Discovery Learning dan Rote Learning.Meaningful Lerning. 1970: 63-64). Pada waktu guru menyusun sekuens suatu bahan ajar. is juga harus memikirkan strategi mengajar mana yang sesuai untuk menyajikan bahan ajar dengan urutan seperti itu. Dalam exposition atau reception learning keseluruhan bahan ajar disampaikan kepada siswa dalam bentuk akhir atau bentuk jadi. Ada beberapa strategi yang dapat digunakan dalam mengajar.

b. Group Learning . Dalam rote learning bahan ajar disampaikan kepada siswa tanpa memperhatikan arti atau maknanya bagi siswa. Rote learning . dalil. Discovery learning dalam bentuk kelas pelaksanaannya agak sukar dan mempunyai beberapa masalah. Dengan demikian akan terjadi perbedaan yang semakin jauh antara anak pandai dengan yang kurang. Pelaksanaan discovery learning menuntut aktivitas belajar yang bersifat individual atau dalam kelompok-kelompok kecil.Meaningful Learning. Lebih lanjut Ausubel and Robinson menekankan bahwa reception-discovery learning dan rote-meaningful learning dapat dikombinasikan satu sama lain sehingga membentuk 4 kombinasi strategi belajar-mengajar. dan kemungkinan menjadi pengganggu kelas. siswa-siswa yang kurang dan lambat. yang lain mungkin hanya akan menanti atau menonton. karena kemampuan dan kecepatan belajar siswa tidak sama. c. data. . yaitu: a) meaningful-reception learning. Di pihak lain anak-anak lambat akan menderita kurang motif belajar. Kerja sama hanya akan dilakukan oleh anak-anak yang aktif.Individual Learning. maka kegiatan discovery hanya akan dilakukan oleh siswa-siswa yang pandai dan cepat. c) meaningful-discovery learning. Menurut Ausubel and Robinson (1970: 5253) sesuatu bahan ajar bermakna bila dihubungkan dengan struktur kognitif yang ada pada siswa. Siswa menguasai bahan ajar dengan menghafalkannya. proposisi. yang tersusun membentuk suatu struktur dalam pikiran anak. dan d) rote-discovery learning. konsep. b) rotereception learning. hukum dan teori-teori yang telah dikuasai siswa sebelumnya. acuh tak acuh. Struktur kognitif terdiri atas fakta-fakta. dalam kelas besar tidak mungkin semua anak dapat bekerja sama. Dalam meaningful learning penyampaian bahan mengutamakan maknanya bagi siswa. akan mengikuti saja kegiatan dan menerima temuan-temuan anak-anak cepat. Masalah lain adalah kemungkinan untuk bekerja sama. Masalah pertama.

Dalam interaksi insani siswa berkomunikasi dengan orang-orang. a. pictorial. mencakup berbagai bentuk perangsang belajar yang sering disebut sebagai audio visual aid. bergerak atau tidak. ukuran. Rowntree (1974: 104-113) mengelompokkan media mengajar menjadi lima macam dan disebut Modes. penampilan fisik. Intensitas interaksi insani dalam berbagai metode mengajar tidak selalu sama. dan lain-lain. simbol tertulis. video cassette. dan media lainnya. realita. peristiwa. roman muka. Media mengajar Media mengajar merupakan segala macam bentuk perangsang dan alat yang disediakan guru untuk mendorong siswa belajar. disket. permainan. b. televisi. dan komputer. yaitu Interaksi insani.4. simulasi. . sosiodrama. Media ini menunjukkan penyajian berbagai bentuk variasi gambar dan diagram nyata ataupun simbol. Interaksi insani dapat bcrlangsung melalui komunikasi verbal atau nonverbal. Komunikasi yang bersifat verbal memegang peranan penting. Dalam komunikasi tersebut kehadiran sesuatu pihak secara sadar atau tidak sadar mempengaruhi perilaku yang lainnya. dibuat di atas kertas. Pictorial. Realia. audio cassette. dan sebagainya yang diamati siswa. Realita merupakan bentuk perangsang nyata seperti orang-orang. serta berbagai bentuk alat penyaji perangsang belajar. binatang. kaset. berupa alat-alat elektronika seperti mesin pengajaran. Intensitas interaksi insani dalam metode ceramah lebih rendah dibandingkan dengan metode diskusi. bentuk-bentuk komunikasi nonverbal seperti: perilaku. Media ini merupakan komunikasi langsung antara dua orang atau lebih. benda. makhluk. film. benda-benda. terutama dalam perkembangan segi kognitif siswa. dan lain-lain lebih memegang peranan penting sebagai contohcontoh nyata. Terutama kehadiran guru mempengaruhi perilaku siswa atau siswasiswanya. kecepatan. Untuk pengembangan segi-segi afektif. c. Media pictorial mempunyai banyak keuntungan karena hampir semua bentuk. gerakgerik. film. Interaksi insani. sikap. objek studi siswa. sedangkan dalam realita orang-orang tersebut hanya menjadi objek pengamatan. dan rekaman suara. Perumusan di atas menggambarkan pengertian media yang cukup luas.

yaitu: BAGAN 6. Kerucut pengalaman dari Edgar Dale . Rekaman suara. bagan. yang disebutnya Cone of Experience. paket program belajar. mengemukakan 12 macam media mengajar atau audio visual aid. grafik. Simbol tertulis. Juga penyajiannya dapat bervariasi dari bentuk yang paling sederhana seperti sketsa dan bagan sampai dengan yang cukup sempurna seperti film bergerak yang berwarna dan bersuara. Dale (1969). modul. Rekaman suara dapat disajikan secara tersendiri atau digabung dengan media pictorial. Penggunaan rekaman suara tanpa gambar dalam pengajaran bahasa cukup efektif. dan sebagainya. Simbol tertulis merupakan media penyajian informasi yang paling umum.dan peristiwa dapat disajikan dalam media ini. e. Penulisan simbol-simbol tertulis biasanya dilengkapi dengan media pictorial seperti gambar-gambar. tetapi tetap efektif. d. Berbagai bentuk informasi dapat disampaikan kepada anak dalam bentuk rekaman suara. buku paket. atau kerucut pengalaman. Ada beberapa macam bentuk media simbol tertulis seperti buku teks. dan majalah-majalah. atau bentuk-bentuk animasi yang disajikan dalam video atau komputer.

Evaluasi ditujukan untuk menilai pencapaian tujuan-tujuan yang telah ditentukan serta menilai proses pelaksanaan mengajar secara keseluruhan. Tujuan utama dari evaluasi formatif sebenarnya lebih besar ditujukan untuk menilai proses pengajaran. demikian juga dalam pencapaian tujuan-tujuan belajar dan proses pelaksanaan mengajar. Tiap kegiatan akan memberikan umpan balik. Menurut lingkup luas bahan dan jangka waktu belajar dibedakan antara evaluasi formatif dan evaluasi sumatif. Umpan balik tersebut digunakan untuk mengadakan berbagai usaha penyempurnaan baik bagi penentuan dan perumusan tujuan mengajar. diadakan suatu evaluasi. strategi. Dalam evaluasi ini disusun butir-butir soal untuk mengukur pencapaian tiap tujuan khusus yang telah ditentukan. Hasil evaluasi formatif ini terutama digunakan untuk .5. dan media mengajar adalah evaluasi dan penyempurnaan. dan media mengajar. Evaluasi formatif ditujukan untuk menilai penguasaan siswa terhadap tujuan-tujuan belajar dalam jangka waktu yang relatif pendek. Evaluasi ini disebut juga evaluasi hasil belajar-mengajar. Untuk tiap tujuan khusus minimal disusun satu butir soal. Evaluasi hasil belajar-mengajar Untuk menilai keberhasilan penguasaan siswa atau tujuan-tujuan khusus yang telah ditentukan. penentuan sekuens bahan ajar. a. bahan ajar. Evaluasi pengajaran Komponen utama selanjutnya setelah rumusan tujuan. strategi mengajar. Dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah evaluasi formatif digunakan untuk menilai penguasaan siswa setelah selesai mempelajari satu pokok bahasan.

sebagai hasil usaha belajar dalam jangka waktu yang cukup lama. dan (3) to increase retention and transfer or learning. tidak ada suatu kriteria sebagai standar. evaluasi sumatif dimaksudkan untuk menilai kemajuan belajar siswa (kenaikan kelas. sedangkan norm referenced digunakan pada evaluasi sumatif. and school personnel. 1976: 18-19. ataupun nasional. daerah. Dalam cirterion referenced penguasaan siswa yang diukur dengan sesuatu tes hasil belajar dibandingkan dengan sesuatu kriteria tertentu umpamanya 80% dari tujuan atau bahan yang diberikan. Evaluasi sumatif mempunyai fungsi yang lebih luas daripada evaluasi formatif. 1979: 170177. Thorndike. (2) to aid in motivating learning. Gronlund (1976: 489) mengemukakan fungsi tes formatif sebagai berikut: (1) to plan corrective action for overcoming learning deficiences. kelulusan ujian) serta menilai efektivitas program secara menyeluruh. juga merupakan evaluasi atau tes diagnostik.memperbaiki proses belajar-mengajar dan membantu mengatasi kesulitankesulitan belajar siswa. Dengan demikian dalam cirterion referenced ada suatu kriteria standar. yaitu norm referenced dan criterion referenced (Chauhan. . Dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah. Evaluasi sumatif ditujukan untuk menilai penguasaan siswa terhadap tujuan-tujuan yang lebih luas. penguasaan siswa dibandingkan dengan tingkat penguasaan kawan-kawannya satu kelompok. Untuk mengukur tingkat penguasaan siswa terhadap tujuan-tujuan yang telah ditentukan atau bahan yang telah diajarkan ada dua macam norma yang digunakan. satu semester. selain berfungsi menilai proses. 1976: 654). sekolah. and (3) improving learning and instruction. criterion referenced digunakan pada evaluasi formatif. Dalam implementasi kurikulum atau pelaksanaan pengajaran. Kelompok ini dapat berupa kelompok kelas. Gronlund. (2) reporting learning progress to parents. Dengan demikian evaluasi formatif. pupils. Ini sesuai dengan pendapat Grondlund (1976: 499) bahwa eva luasi sumatif berguna bagi: (1) assigning grades. satu tahun atau selama jenjang pendidikan. Dalam norm referenced. yang lebih bersifat relatif. Dengan demikian norma yang digunakan adalah norma kelompok.

angket dan checklist. spesialis pendidikan. walupun tidak semua komponen mendapat evaluasi yang sama kedalaman dan keluasannya. yang mencakup: siszva. pada dasarnya semua komponen mengajar mempunyai kemungkinan untuk disempurna kan. studi dokumenter.b. merupakan umpan balik bagi penyempurnaan-penyempurnaan lebih lanjut. dilihat dari peranannya dan tingkat kelemahannya (Rowntree. serta komponen evaluasi mengajar sendiri. Sesuai dengan prinsip sistem. dan komponen populasi. baik evaluasi hasil belajar. Karena sifatnya menyeluruh dan terus menerus tersebut maka evaluasi pelaksanaan sistem mengajar dapat dipandang sebagai suatu monitoring. maupun evaluasi pelaksanaan mengajar secara keseluruhan. bahwa dalam program mengajar komponen-komponen yang dievaluasi meliputi: komponen tingkah laku yang mencakup aspek-aspek (subkomponen): kognitif. strategi dan media pengajaran. komponen mengajar mencakup subkomponen: isi. organisasi. 6. dan masyarakat. yang meliputi evaluasi komponen tujuan mengajar. metode. Penyempurnaan pengajaran Hasil-hasil evaluasi. analisis hasil pekerjaan. Penyempurnaan juga mungkin dilakukan secara langsung begitu didapatkan . Untuk mengevaluasi komponenkomponen dan proses pelaksanaan mengajar bukan hanya digunakan tes tetapi juga digunakan bentuk-bentuk nontes. Stufflebeam dan kawan-kawan (1977: 243) mengutip Model Evaluasi dari EPIC. afektif dan psikomotor. fasilitas dan biaya. Komponen apa yang disempurnakan. guru. dan bagimana penyempurnaan tersebut dilaksanakan' Sesuai dengan komponen-komponen yang dievaluasi. 1974: 150-151). administrator. seperti Kepala Sekolah dan Pengawas. Suatu komponen mendapatkan prioritas lebih dulu atau mendapatkan penyempurnaan lebih banyak. Evaluasi pelaksanaan mengajar Komponen yang dievaluasi dalam pengajaran bukan hanya hasil belajarmengajar tetapi keseluruhan pelaksanaan pengajaran. Evaluasi dapat dilakukan oleh guru atau oleh pihak -pihak lain yang berwenang atau diberi tugas. keluarga. evaluasi dan umpan balik diadakan secara terus menerus. bahan pengajaran (yang menyangkut sekuens bahan ajar). tim evaluasi Kanwil atau Pusat. seperti observasi.

Susunan lingkup ini sering diintegrasikan dengan proses belajar dan mengajarnya. Desain Kurikulum Desain kurikulum menyangkut pola pengorganisasian unsur-unsur atau komponen kurikulum. tetapi dalam hal-hal tertentu mungkin dibutuhkan bantuan atau saran-saran orang lain baik sesama personalia sekolah atau ahli pendidikan dari luar sekolah. yaitu: 1. suatu desain kurikulum yang mengutamakan peranan siswa. desain kurikulum yang berpusat pada masalahmasalah yang dihadapi dalam masyarakat. yaitu dimensi horisontal dan vertikal. Dimensi vertikal menyangkut penyusunan sekuens bahan berdasarkan urutan tingkat kesukaran. suatu desain kurikulum yang berpusat pada bahan ajar. atau ditangguhkan sampai jangka waktu tertentu bergantung pada urgensinya dan kemungkinannya mengadakan penyempurnaan. . Pada problems centered design dikenal pula the areas of living design dan the core design. 2. Penyusunan desain kurikulum dapat dilihat dari dua dimensi. Problems centered design. kemudian menuju pada yang lebih sulit. Bahan tersusun mulai dari yang mudah. Dalam subject centered design dikenal ada: the subject design. 3.sesuatu informasi umpan balik. B. Semua hal tersebut bergantung pada kesimpulan-kesimpulan hasil evaluasi. sekurangkurangnya dikenal tiga pola desain kurikulum. Dimensi horisontal berkenaan dengan penyusunan dari lingkup isi kurikulum. Berdasarkan pada apa yang menjadi fokus pengajaran. Walaupun bertolak dari hal yang sama. Penyempurnaan mungkin dilaksanakan sendiri oleh guru. Learner centered design. the disciplines design dan the broad fields design. Subject centered design. dalam suatu pola desain terdapat beberapa variasi desain kurikulum. Penyempurnaan juga mungkin bersifat menyeluruh atau hanya menyangkut bagian-bagian tertentu. atau mulai dengan yang dasar diteruskan dengan yang lanjutan.

Kurikulum tersusun atas sejumlah mata-mata pelajaran. dan mata-mata pelajaran tersebut diajarkan secara terpisah-pisah. Trivium meliputi gramatika. dan disempurnakan. Beberapa kritik yang juga merupakan kekurangan model desain ini. sedangkan . 2) para pengajarnya tidak perlu dipersiapkan khusus. dilaksanakan. nilai-nilai dan warisan budaya masa lalu. Atas dasar tersebut. The Subject Design The subject design curriculum merupakan bentuk desain yang paling murni dari subject centered design. logika. hal itu bertentangan dengan kenyataan. Model design curriculum ini mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan. dan retorika. Dalam subject centered design. dan berupaya untuk mewariskannya kepada generasi berikutnya.1. Subject centered design Subject centred design curriculum merupakan bentuk desain yang paling populer. paling tua dan paling banyak digunakan. dengan demikian pengajaran lebih bersifat verbalistis dan kurang praktis. a. sebab dalam kenyataan pengetahuan itu merupakan satu kesatuan. Model desain ini telah ada sejak lama. 2) karena mengutamakan bahan ajar maka peran peserta didik sangat pasif. maka desain kurikulum ini disebut juga subject academic curriculum. dan bermakna serta memberikan peran yang lebih a ktif kepada siswa. praktis. Beberapa kelebihan dari model desain kurikulum ini adalah: 1) mudah disusun. Karena mengutamakan isi atau bahan ajar atau subject matter tersebut. Materi pelajaran disajikan secara terpisahpisah dalam bentuk mata-mata pelajaran. Subject centered desain berkembang dari konsep pendidikan klasik yang menekankan pengetahuan. adalah: 1) karena pengetahuan diberikan secara terpisah-pisah. asal menguasai ilmu atau bahan yang akan diajarkan sering dipandang sudah dapat menyampaikannya. 3) pengajaran lebih menekankan pengetahuan dan kehidupan masa lalu. para pengkritik menyarankan perbaikan ke arah yang lebih terintegrasi. Karena terpisahpisahnya itu maka kurikulum ini disebut juga separated subject curriculum. kurikulum dipusatkan pada isi atau materi yang akan diajarkan. Orang-orang Yunani dan kemudian Romawi mengembangkan Trivium dan Quadrivium. dievaluasi.

tata buku. apakah mereka menyenangi atau tidak. yang sedang berlangsung saat sekarang. Karena kelebihan-kelebihan tersebut bentuk kurikulum ini lebih banyak dipakai. satu terlepas dari yang lainnya. Isi pelajaran diambil dari pengetahuan. Pendidikan hanya diperuntukkan bagi anak-anak golongan bangsawan yang tidak usah bekerja mencari nafkah. dan musik. 2) Isi kurikulum diambil dari masa lalu. . Pada abad 19 pendidikan tidak lagi diarahkan pada pendidikan umum (Liberal Art). Karena pelajaran-pelajaran tersebut diberikannya secara terpisah-pisah. dan nilai-nilai yang telah ditemukan oleh ahliahli sebelumnya. tetapi pada pembentukan pribadi dan status sosial (Liberal Art). astronomi. Tidak jarang siswa menguasai bahan hanya pada tahap hafalan. dan lain-lain. maka siswa menguasainya pun terpisah-pisah pula. tetapi pada pendidikan yang lebih yang bersifat praktis. biologi. Pada saat itu mulai berkembang mata-mata pelajaran fisika. 5) Kurikulum lebih mengutamakan isi dan kurang memperhatikan cara penyampaian. Para siswa dituntut untuk menguasai semua pengetahuan yang diberikan. Pada saat itu pendidikan tidak diarahkan pada mencari nafkah. 3) Kurikulum ini kurang memperhatikan minat. Cara penyampaian utama adalah ekspositori yang menyebabkan peranan siswa pasif. bahan dikuasai secara verbalistis. juga berkembang mata-mata pelajaran praktis seperti pertanian. terlepas dari kejadian-kejadian yang hangat. ekonomi. Lebih rinci kelemahan-kelemahan bentuk kurikulum ini adalah: 1) Kurikulum memberikan pengetahuan terpisah-pisah. membutuhkannya atau tidak. bahasa yang masih bersifat teoretis. kesejahteraan keluarga. geometri. kebutuhan dan pengalaman para peserta didik. keterampilan. 4) Isi kurikulum disusun berdasarkan sistematika ilmu sering menimbulkan kesukaran di dalam mempelajari dan menggunakannya.Quadrivium. Meskipun ada kelemahan-kelemahan di atas. berkenaan dengan mata pencaharian (pendidikan vokasional). matematika. kimia. bentuk desain kurikulum ini mempunyai beberapa kelebihan.

Pada subject design belum ada kriteria yang tegas tentang apa yang disebut subject (ilmu). Dalam rumpun subject centerd. maka penyusunannya cukup mudah. Belum ada perbedaan antara matematika. Walaupun bertolak dari hal yang sama tetapi antara keduanya terdapat perbedaan. 5. Untuk menegaskan hal itu mereka menggunakan istilah disiplin. the broad field design merupakan pengembangan dari bentuk ini. The Disciplines Design Bentuk ini merupakan pengembangan dari subject design. 3. Dengan adanya kelemahan-kelemahan di atas pengembang kurikulum subject design tidak tinggal diam. Karena materi pelajaran diambil dari ilmu yang sudah tersusun secara sitematis logis. Begitu juga pengembangan bentuk-bentuk lain di luar subject centered. Bentuk ini sangat ampuh sebagai alat untuk melestarikan dan mewariskan warisan budaya masa lalu. Bentuk ini dapat dilaksanakan secara efisien. Menurut pandangan ini sekolah adalah mikrokosmos dari dunia intelek. seperti activity atau experience design. Isi kurikulum yang diberikan di sekolah adalah disiplin-disiplin ilmu. mereka berusaha untuk memperbaikinya. yang membedakan apakah suatu pengetahuan itu ilmu atau subject dan bukan adalah batang tubuh keilmuannya. sehingga lebih mudah untuk dilaksanakan. karena metode utamanya adalah metode ekspositori yang dikenal tingkat efisiennya cukup tinggi. keduanya masih menekankan kepada isi atau materi kurikulum. semuanya disebut subject. Batang tubuh keilmuan menentukan apakah suatu bahan pelajaran itu disiplin ilmu atau bukan.1. 2. 4. Bentuk ini sudah dikenal lama. Bentuk ini memudahkan para peserta didik untuk mengikuti pendidikan di Perguruan Tinggi. areas of living design dan core design. baik oleh guru-guru maupun orang tua. Pada disciplines design kriteria tersebut telah tegas. psikologi dengan teknik atau cara mengemudi. batu pertama dari hal itu adalah isi dari kurikulum. sebab pada Perguruan Tinggi umumnya digunakan bentuk ini. b. Para pengembang kurikulum dari .

hubungan dan proses-proses intelektual yang berkembang pada siswa. kurikulum ini bukan hanya memiliki organisasi yang sistematik dan efektif tetapi juga dapat memelihara integritas intelektual pengetahuan manusia. c. disciplines design tidak seperti subject design yang menekankan penguasaan fakta-fakta dan informasi tetapi pada pemahaman (understanding). The Broad Fields Design Baik subject design maupun disciplines design masih menunjukkan adanya pemisahan antar-mata pelajaran. Dalam model . susunan kurikulum belum efisien baik untuk kegiatan belajar maupun untuk penggunaannya. peserta didik akan memahami masalah dan mampu melihat hubungan berbagai fenomena baru. meskipun sudah lebih luas dibandingkan dengan subject design tetapi secara akademis dan intelektual masih cukup sempit. ide-ide dan prinsip-prinsip penting. juga didorong untuk memahami cara mencari dan menemukannya (modes of inquiry and discovery). Bentuk ini memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan subject design. Kedua. Disciplines design sudah mengintegrasikan unsur-unsur progresifisme dari Dewey. peserta didik tidak hanya menguasai serentetan fakta. kata mereka. prinsip hasil hafalan tetapi menguasai konsep. biologi. belum dapat memberikan pengetahuan yang terintegrasi. Kedua. tetapi menggunakan pendekatan inkuiri dan diskaveri. belum bertolak dari minat dan kebutuhan atau pengalaman peserta didik. belum mampu mengintegrasikan sekolah dengan masyarakat atau kehidupan. Ketiga. Pertama. Meskipun telah menunjukkan beberapa kelebihan bentuk. psikologi. desain ini masih memiliki beberapa kelamahan. Para peserta didik didorong untuk memahami logika atau struktur dasar suatu disiplin. Perbedaan lain adalah dalarn tingkat penguasaan. Pertama. dan sebagainya. Salah satu usaha untuk menghilangkan pemisahan tersebut adalah mengembangkan the broad filed design. Kelima. sosiologi. Keempat.aliran ini berpegang teguh pada disiplin-disiplin ilmu seperti: fisika. memahami konsep-konsep. Proses belajarnya tidak lagi menggunakan pendekatan ekspositori yang menyebabkan peserta didik lebih banyak pasif. Hanya dengan menguasai hal-hal itu.

ini mereka menyatukan beberapa mata pelajaran yang berdekatan atau berhubungan menjadi satu bidang studi seperti Sejarah, Geografi, dan Ekonomi digabung menjadi Ilmu Pengetahuan Sosial, Aljabar, Ilmu Ukur, dan Berhitung menjadi Matematika, dan sebagainya. Tujuan pengembangan kurikulum broad field adalah menyiapkan para siswa yang dewasa ini hidup dalam dunia informasi yang sifatnya spesialistis, dengan pemahaman yang bersifat menyeluruh. Bentuk kurikulum ini banyak digunakan di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama, di sekolah menengah atas penggunaannya agak terbatas apalagi di perguruan tinggi sedikit sekali. Ada dua kelebihan penggunaan kurikulum ini. Pertama, karena dasarnya bahan yang terpisah-pisah, walaupun sudah terjadi penyatuan beberapa mata kuliah masih memungkinkan penyusunan warisan-warisan budaya secara sistematis dan teratur. Kedua, karena mengintegrasikan beberapa mata kuliah memungkinkan peserta didik melihat hubungan antara berbagai hal. Di samping kelebihan tersebut, ada beberapa kelemahan model kurikulum ini. Pertama kemampuan guru, untuk tingkat sekolah dasar guru mampu menguasai bidang yang luas, tetapi untuk tingkat yang lebih tinggi, apalagi di perguruan tinggi sukar sekali. Kedua, karena bidang yang dipelajari itu luas, maka tidak dapat diberikan secara mendetil, yang diajarkan hanya permukaannya saja. Ketiga, pengintegrasian bahan ajar terbatas sekali, tidak menggambarkan kenyataan, tidak memberikan pengalaman yang sesungguhnya bagi siswa, dengan demikian kurang membangkitkan minat belajar. Keempat, meskipun kadarnya lebih rendah dibandingkan dengan subject design, tetapi model ini tetap menekankan tujuan penguasaan bahan dan informasi. Kurang menekankan proses pencapaian tujuan ya.lg sifatnya afektif dan kognitif tingkat tinggi.

2. Learner-centered design Sebagai reaksi sekaligus penyempurnaan terhadap beberapa kelemahan subject centered design berkembang learner centered design. Desain ini berbeda dengan subject centered, yang bertolak dari cita-cita untuk melestarikan dan mewariskan budaya, dan karena itu mereka mengutamakan peranan isi dari kurikulum.

Learner centered, memberi tempat utama kepada peserta didik. Di dalam pendidikan atau pengajaran yang belajar dan berkembang adalah peserta didik sendiri. Guru atau pendidik hanya berperan menciptakan situasi belajar-mengajar, mendorong dan memberikan bimbingan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Peserta didik bukanlah tiada daya, dia adalah suatu organisme yang punya potensi untuk berbuat, berperilaku, belajar dan juga berkembang sendiri. Learner centered design bersumber dari konsep Rousseau tentang pendidikan alam, menekankan perkembangan peserta didik. Pengorganisasian kurikulum didasarkan atas minat, kebutuhan dan tujuan peserta didik. Ada dua ciri utama yang membedakan desain model learner centred dengan subject centered. Pertama, learner centered design mengembangkan kurikulum dengan bertolak dari peserta didik dan bukan dari isi. Kedua, learner centered bersifat not-preplanned (kurikulum tidak diorganisasikan sebelumnya) tetapi dikembangkan bersama antara guru dengan siswa dalam penyelesaian tugas-tugas pendidikan. Organisasi kurikulum didasarkan atas masalah -masalah atau topik-topik yang menarik perhatian dan dibutuhkan peserta didik dan sekuensnya disesuaikan dengan tingkat perkembangan mereka. Ada beberapa variasi model ini yaitu the activity atau experience design, humanistic design, the open, free design, dan lain-lain. Pada tulisan ini akan dikemukakan sebagian saja. a. The Activity atau Experience Design Model desain ini berawal pada abad 18, atas hasil karya dari Rousseau dan Pestalozzi, yang berkembang pesat pada tahun 1920/1930-an pada masa kejayaan Pendidikan Progresif. Berikut beberapa ciri utama activity atau experience design. Pertama, struktur kurikulum ditentukan oleh kebutuhan dan minat peserta didik. Dalam mengimplementasikan ciri ini guru hendaknya: a) Menemukan minat dan kebutuhan peserta didik, b) Membantu para siswa memilih mana yang paling penting dan urgen. Hal ini cukup sulit, sebab harus dapat dibedakan mana minat dan kebutuhan yang sesungguhnya dan mana yang hanya angan-angan. Untuk itu guru perlu menguasai benar perkembangan dan karakteristik peserta didik.

Kedua, karena struktur kurikulum didasarkan atas minat dan kebutuhan peserta didik, maka kurikulum tidak dapat disusun jadi sebelumnya, tetapi disusun bersama oleh guru dengan para siswa. Demikian juga tujuan yang akan dicapai, sumber-sumber belajar, kegiatan belajar dan prosedur evaluasi, dirumuskan bersama siswa. Istilah yang mereka gunakan adalah teacher-student planning. Seperti dikemukakan oleh Smith, Stanley and Shores (1977: 274-1725) bahwa tugas guru adalah: ... discovering students interest, guiding students in selection of interest, helping groups and individuals to plan and carryout learning activi ties, and assisting learners to appraise their experience. In short, the teacher must prepare in advance to help learners decide what to to do, how to do it, and how to evaluate the results. Ketiga, desain kurikulum tersebut menekankan prosedur pemecahan masalah. Di dalam proses menemukan minatnya peserta didik menghadapi hambatan atau kesulitan-kesulitan tertentu yang harus diatasi. Kesulitankesulitan tersebut menunjukkan problema nyata yang dihadapi peserta didik. Dalam menghadapi dan mengatasi masalah-masalah tersebut, peserta didik melakukan proses belajar yang nyata, sungguh-sungguh bermakna, hidup dan relevan dengan kehidupannya. Berbeda dengan subject design yang menekankan isi, activity design lebih mengutamakan proses (keterampilan memecahkan masalah). Ada beberapa kelebihan dari desain kurikulum ini. Pertama, karena kegiatan pendidikan didasarkan atas kebutuhan dan minat peserta didik, maka motivasi belajar bersifat intrinsik dan tidak perlu dirangsang dari luar. Fakta-fakta, konsep, keterampilan dan proses pemecahan dipelajari peserta didik karena hal itu mereka perlukan. jadi belajar benar-benar relevan dan bermakna. Kedua, pengajaran memperhatikan perbedaan individual. Mereka turut dalam kegiatan belajar kelompok karena membutuhkannya, demikian juga kalau mereka melakukan kegiatan individual. Ketiga, kegiatan-kegiatan pemecahan masalah memberikan bekal kecakapan dan pengetahuan untuk menghadapi kehidupan di luar sekolah. Beberapa kritik yang menunjukkan kelemahan dilontarkan terhadap model desain kurikulum

Pertama, penekanan pada minat dan kebutuhan peserta didik belum tentu cocok dan memadai untuk menghadapi kenyataan dalam kehidupan. Kehidupan dunia modern sangat kompleks, peserta didik belum tentu mampu melihat dan merasakan kebutuhan-kebutuhan esensial. Kedua, kalau kurikulum hanya menekankan minat dan kebutuhan peserta didik, dasar apa yang digunakan untuk menyusun struktur kurikulum. Kurikulum tidak mempunyai pola dan struktur. Kedua kritik ini tidak semuanya benar, sebab beberapa tokoh activity design telah mengembangkan struktur ini. Dewey dalam sekolah laboratoriumnya menyusun struktur di sekitar kebutuhan manusia, kebutuhan sosial, kebutuhan untuk membangun, kebutuhan untuk meneliti dan bereksperimen dan kebutuhan untuk berekspresi dan keindahan. Ketiga, activity design curriculum sangat lemah dalam kontinuitas dan sekuens bahan. Dasar minat peserta didik tidak memberikan landasan yang kuat untuk menyusun sekuens, sebab minat mudah sekali berubah karena pengaruh perkembangan, kematangan dan faktor-faktor lingkungan. Beberapa usaha telah dilakukan untuk mengatasi kelemahan ketiga ini: 1) usaha untuk menemukan sekuens perkembangan kemampuan mental peserta didik, seperti perkembangan kemampuan kognitif dari Piaget, 2) penelitian tentang pusat-pusat minat pada berbagai tingkat usia. Penemuan tentang pusat-pusat minat yang lebih terinci dijadikan dasar penyusunan sekuens kurikulum. Keempat, kritik terhadap model desain kurikulum ini dikatakan tidak dapat dilakukan oleh guru biasa. Kurikulum ini menuntut guru ahli general education plus ahli psikologi perkembangan dan human relation. Model desain ini sulit menemukan buku-buku sumber, karena buku yang ada disusun berdasarkan subject atau discipline design. Kesulitan lain adalah apabila peserta didik akan melanjutkan studi ke perguruan tinggi, sebab di perguruan tinggi digunakan model subject atau discipline design.

3. Problem centered design Problem centered design berpangkal pada filsafat yang mengutamakan peranan manusia (man centered). Berbeda dengan learner centered yang mengutamakan manusia atau peserta didik secara individual, problem centered

design menekankan manusia dalam kesatuan kelompok yaitu kesejahteraan masyarakat. Konsep pendidikan para pengembang model kurikulum ini berangkat dari asumsi bahwa manusia sebagai makhluk sosial selalu hidup bersama. Dalam kehidupan bersama ini manusia menghadapi masalah-masalah bersama yang harus dipecahkan bersama pula. Mereka berinteraksi, berkooperasi dalam memecahkan masalah-masalah sosial yang mereka hadapi untuk mcningkatkan kehidupan mereka. Konsep-konsep ini menjadi landasan pula dalam pendidikan dan pengembangan kurikulum. Berbeda dengan learner centered, kurikulum mereka disusun sebelumnya (preplanned). Isi kurikulum berupa masalahmasalah sosial yang dihadapai peserta didik sekarang dan yang akan datang. Sekuens bahan disusun berdasarkan kebutuhan, kepentingan dan kemampuan peserta didik. Problem centered design menekankan pada isi maupun perkembangan peserta didik. Minimal ada dua variasi model desain kurikulum ini, yaitu The Areas of living design, dan The Core design.

a. The Areas of Living Design Perhatian terhadap bidang-bidang kehidupan sebagai dasar penyusunan kurikulum telah dimulai oleh Herbert Spencer pada abad 19, dalam tulisan yang berjudul What knowledge is of most Worth? Areas of living design seperti learner centered design menekankan prosedur belajar melalui pemecahan masalah. Dalam prosedur belajar ini tujuan yang bersifat proses (process objectives) dan yang bersifat isi (content objectives) diintegrasikan. Penguasaan informasi-informasi yang lebih bersifat pasif tetap dirangsang. Ciri lain dari model desain ini adalah menggunakan pengalaman dan situasi-situasi nyata dari peserta didik sebagai pembuka dan mempelajari bidang-bidang kehidupan. Strategi yang sama juga digunakan dalam subject centered design, tetapi pelaksanaannya mengalami kesulitan, sebab dalam desain tersebut hubungan mata pelajaran dengan bidang dan pengalaman hidup peserta didik sangat kecil. Sebaliknya dalam the areas of living hubungannya besar sekali. Tiap pengalaman peserta didik sangat erat hubungannya dengan bidang-bidang kehidupan sehingga

sebab diarahkan pada pemecahan masalah peserta didik. karena kurikulum hanya memusatkan perhatian pada pemecahan masalah sosial pada saat sekarang. Beberapa kritik dilontarkan dan menunjukkan kelemahan model desain ini. Ketiga. Kelima. sama hainva dengan . desain tersebut sama sekali mengabaikan warisan budaya. desain tersebut akan mempertahankan status quo. Kedua. motivasi belajar datang dari dalam din peserta didik. karena kurikulum diorganisasikan di sekitar problema-problema peserta didik dalam kehidupan sosial. Keempat. desain ini sekaligus menarik minat peserta didik dan mendekatkannya pada pemenuhan kebutuhan hidupnya dalam masyarakat. Ketiga. Desain ini mempunyai beberapa kebaikan dibandingkan dengan bentuk desaindesain lainnya. Pertama. maka desain ini mendorong penggunaan prosedur belajar pemecahan masalah. secara langsung dipraktikkan dalam kehidupan.dapat dikatakan suatu desain kurikulum bidang-bidang kehidupan yang dirumuskan dengan baik akan merangkumkan pengalaman-pengalaman sosial peserta didik. baik mengenai masa lalu maupun masa yang akan 'Wang. sebagai akibat dari kesulitan pertama. penentuan lingkup dan sekuens dari bidang-bidang kehidupan yang sangat esensial (penting) sangat sukar. Kedua. the areas of living design merupakan the subject matter design tetapi dalam bentuk yang terintegrasi. Kelima. maka lemahnya atau kurangnya integritas dan kontinuitas organisasi isi kurikulum. menyajikan bahan ajar dalam bentuk yang relevan. peserta didik tidak tovIlhat alternatif lain. Prinsip-prinsip belajar aktif dapat diterapkan dalam model desain ini. Pertama. Dengan demikian. dan dapat menginternalisasi artinya. Lebih dari itu kurikulum ini membawa peserta didik dalam hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat. ada kecenderungan untuk mengindoktrinasi peserta didik dengan kondisi yang ada. yaitu untuk memecahkan masalah-masalah dalam kehidupan. Pemisahan antara subject dihilangkan oleh problema-problema kehidupan sosial. timbul organisasi isi kurikulum yang berbeda-beda. Melalui kurikulum ini para peserta didik akan mcmperoleh pengetahuan. padahal apa yang telah ditemukan pada masa lalu penting untuk memahami dan memecahkan masalah masalah masa kini. Keempat desain tersebut menyajikan bahan ajar dalam bentuk yang fungsional. tidak perlu dirangsang dari luar.

The Core Design The core desgin kurikulum timbul sebagai reaksi utama kepada separate subjects design. Ada beberapa variasi desain core curriculum yaitu: (1) the separate subject core. (4) the activity/experience core. Terdapat banyak variasi pandangan tentang the core design. bukan spesialis. Salah satu usaha untuk mengatasi keterpisahan antar-mata pelajaran. The separate subjects core. Dalam mengintegrasikan bahan ajar. (2) the correlated core. dan diarahkan pada pengembangan kemampuankemampuan pribadi dan sosial. Di samping memberikan pengetahuan. mereka memilih mata-mata pelajaran/bahan ajar tertentu sebagai inti (core). berkembang teori tentang core design yang didasarkan atas pandangan Progresif. (3) the fused core. beberapa mata pelajaran yang dipandang mendasari atau menjadi inti mata pelajaran lainnya dijadikan core. maka kelompok mata pelajaran ini ditujukan pada pembentukan pribadi yang sehat. Mayoritas memandang core curriculum sebagai suatu model pendidikan atau program pendidikan yang memberikan pendidikan umum. Menurut konsep ini inti-inti bahan ajar dipusatkan pada kebutuhan individual dan sosial. baik. The core curriculum diberikan guru-guru yang memiliki penguasaan dan berwawasan luas. dan (6) the social problems core. yang sifatnya terpisah-pisah. dan warga masyarakat yang mampu membina kerja sama yang baik pula. Karena pengaruh Pendidikan Progresif. baik guru maupun buku dan media lain tidak banyak yang disiapkan untuk model tersebut sehingga di dalam pelaksanaannya akan mengalami beberapa kesulitan. Pelajaran lainnya dikembangkan di sekitar core tersebut. guru-guru tersebut juga memberikan bimbingan terhadap perkembangan sosial pribadi peserta didik. matang. Pada beberapa kurikulum yang berlaku di Indonesia dewasa ini. b.kritik terhadap learner centered design. core curriculum disebut kelompok mata kuliah atau pelajaran dasar umum. Kalau kelompok mata kuliah/pelajaran spesialisasi diarahkan pada pengusaan keahlian/kejuruan tertentu. . nilainilai dan keterampilan sosial. (5) the areas of living core.

Perbedaannya terletak pada the areas of living core didasarkan atas kegiatan-kegiatan manusia yang unviversal tetapi tidak berisi hal yang kontroversial. Beberapa contoh masalah sosial yang menjadi tema model core design ini adalah kemiskinan. Model desain ini pun merupakan produk dari pendidikan progresif. Dalam beberapa hal model ini sama dengan the areas of living core. Dalam studi ini dikembangkan tema-tema masalah umum yang dapat ditinjau dari berbagai sudut pandang. Model desain ini pun berkembang dari the separate subjects design. tetapi organisasinya berstruktur dan dirancang sebelumnya. the acitivity /experience core dipusatkan pada minat-minat dan kebutuhan peserta didik. Halhal di atas adalah sesuatu yang mendesak untuk dipecahkan dan berisi suatu kontroversial bersifat pro dan kontra. Model desain ini berkembang dari pendidikan progresif dengan learner centerd design-nya. Berbentuk pendidikan umum yang isinya diambil dari masalah-masalah yang muncul di masyarakat. dan sebagainya. sedang the social problems core mencoba memberikan penilaian yang sifatnya kritis dari sudut sistem nilai sosial dan pribadi yang berbeda. The fused core. pengintegrasiannya bukan hanya antara dua atau tiga pelajaran tetapi lebih banyak. Penyusunan kurikulum the social problems core. The areas of living core cenderung memelihara dan mempertahankan kondisi yang ada. Antropologi. inflasi. Desain model ini berpangkal juga pada pendidikan progresif. The areas of living core. kelaparan. Geografi. Ekonomi dipadukan menjadi Studi Kemasyarakatan.The correlated core. The social problems core. Bentuk desain ini dipandang sebagai core design yang paling murni dan paling cocok untuk program pendidikan umum. The activity/experience core. Kurikulum ini juga berpangkal dari separate subject. Seperti halnya pada learner centered. mengikuti pola seperti yang digambarkan dengan urutan pertanyaan-pertanyaan berikut: . Sejarah. rasialisme. dengan jalan mengintegrasikan beberapa mata pelajaran yang erat hubungannya. sedangkan the social problems core didasarkan atas problemaproblema yang mendasar dan bersifat kontroversial. Sosiologi. perang senjata nuklir.

Becker ingin mengembangkan suatu model pendidikan yang dapat menghilangkan "keterasingan" (alination yang mempunyai makna yang sama dengan encapsulation). dan kepercayaan (otoritarianisme). The Unencapsulation design diarahkan pada pengembangan manusia yang lebih baik. Beckers's Humanistic Design. Menurut konsep encapsulation manusia memiliki kemampuan untuk mengamati dan memahami seluruh yang ada di dunia ini. yaitu melalui: pemikiran (rasionalisme). Apa akibatnya bila kita torus mempertahankan kondisi yang ada ini? 3. The Unencapsulation design. Menu rut Joseph Royce. Jika gambaran pada pertanyaan 3 berbeda dengan pertanyaan 2. terbuka untuk penyempurnaan pada setiap saat. Bagaimana gambaran masyarakat yang ada dewasa ini? 2. pencetus konsep ini. usaha apa yang dapat dilakukan untuk mengatasinya. minat. Desain kurikulum dari Becker lebih menekankan pada isi . yang memiliki pengetahuan dan kemampuan yang lebih lengkap. pengetahuan dan kemampuan yang demikian akan tercapai melalui penggunaan empat cara penguasaan. agar tetap mutakhir dan relevan dengan perkembangan masyarakat. Desain ini juga sama dengan uncaptulsation menekankan pendidikan umum. perasaan (intuisisme). seperti: kematangan.1. baik secara kelompok maupun individual. Terhadap model-model desain di atas dapat ditambahkan dua model lain yang juga menekankan pendidikan umum yaitu the unencapsulation design dan Becker's Humanistic design. Model desain ini merupakan reaksi terhadap encapsulation. Bagaimana gambaran keadaan masyarakat yang ideal? 4. Kurikulum the social problems core tidak bersifat kaku. pengalaman dan penguasaan sebelumnya. Sekuens kurikulum disusun dengan memperhatikan prinsip-prinsip psikologis. Ia bercita-cita ingin mendidik anak menjadi manusia "ideal" yaitu manusia sejati (authentic) tidak palsu atau pura pura. tepat dan seimbang. hanya sebagian kecil yang mereka kuasai. tingkat kesukaran. tetapi kenya taannya karena berbagai hambatan. percaya kepada diri sendiri (self reliant) dan menyatu dengan masyarakatnya. pengamatan (empirisme).

C. modelmodel rencana pengajaran seperti simulasi. Konsep tersebut meliputi pengajaran dan belajar. mengevaluasi. Instructional Technology. Dalam desain pengajaran yang bersifat mikro diuraikan: pemilihan dan penyusunan taktik-taktik pengajaran. New York: Holt. (1986). serta beberapa contoh desain pengajaran dalam bidang-bidang studi tertentu. Frederick G. dan sebagainya serta evaluasi pengajaran. Dalam rencana pengajaran kelompok dijelaskan desain pengajaran yang bersifat makro dan mikro. langkah-langkah penyusunan desain pengajaran. dimensi sosial dan historis membahas kehidupan kemasyarakatan dan sejarah perkembangan manusia. sedangkan dimensi teologis membahas keharusan manusia beragama dan bahaya-bahaya sekulerisme. Buku Acuan Romiszowski. A. Buku ini membahas dasar-dasar teori dan praktik teknologi instruksional. dan 3) Dimensi teologis. Dimensi individu membahas keadaan dan keberadaan manusia. pendekatan sistem. merencanakan.daripada proses. struktur dan sistem pengajaran individual. Dalam rencana pelajaran individual diuraikan: bagaimana menganalisis konsep-konsep yang akan diajarkan. permainan. A Systematic Approach to Education. Knirk. serta . Sesuai dengan anak judulnya. buku ini mengupas rencana pelajaran. Isi kurikulumnya dipusatkan pada tiga bidang. (1984). & Gustafson. Kent L. struktur pengetahuan dan analisisnya. Producing Instructional Systems: Lesson Planning for Individualized and Group Learning Activities. serta mengelola pengajaran. teknologi proses. Hal tersebut sangat diperlukan dalam menganalisis. New York: Nichols Publishing. baik yang bersifat individual maupun kelompok. serta beberapa bentuk atau model sistem pengajaran individual. teori belajar.J. Dalam buku ini konsep-konsep dasar serta pengembangan dalam sistem instruksional diuraikan dengan dengan jelas. mengembangkan. Desain pengajaran yang bersifat makro meliputi: analisis pengetahuan dan keterampilan. 2) Dimensi sosial dan historis. struktur tingkah laku atau keterampilan. yaitu 1) Dimensi individu. Rinehart and Winston. teknologi belajar.

Drumheller. Selama ini media dianggap hanya sebagai alat bantu pengajaran. sebab selain memberikan landasan teori yang kuat juga membukakan kunci sekaligus horison baru bagi penelitian tentang aspek-aspek psikologis media komunikasi. Cognition and Learning. pemilihan dan penggunaan strategi belajar. seminar yang mendalam bersama sejumlah besar ahli. Pengajaran harus selalu bertemakan tujuantujuan tersebut. keseluruhan behavior objectives dan disiplin ilmu. telah menyadarkan guru-guru dan dosen tentang pentingnya tujuan dan desain pengajaran. Dalam konsep teknologi instruksional diuraikan langkah-langkah umum pengembangan desain instruksional. Pada bagian berikutnya dikemukakan pemetaan dari kurikulum menurut behavioral objectives. (1979). sejak awal pengajaran guru dan siswa harus mengetahui keseluruhan perilaku yang ingin dicapai siswa. (1972). Buku ini sangat berharga bagi para ahli psikologi pendidikan. Salomon. khususnya media pendidikan. teori dan strategi belajar-mengajar. diperdalam dengan pengkajian. Dengan buku ini diungkapkan bahwa media merupakan bagian yang tak .selama 10 tahun.pengembangan dari masing-masing proses. Menurut penulis gerakan dari Behavior Objectives selama 20 tahun. Menurut penulis. Gavriel. Buku ini menyajikan uraian secara mendasar tentang kurikulum yang didasarkan atas behavioral objectives. evaluasi program serta penyebaran inovasi pengajaran. San Fransisco: Jossey-Bass Publishers. diskusi. Englewood Cliff. Teacher's Handbook for A Functional BehaviorBased Curriculum. kurikulum dan pengajaran. yang meliputi: tujuan instruksional. dan pada bagian akhir diuraikan pelaksanaan kurikulum yang didasarkan atas behavioral objectives. Interaction of Media. Pada bagian pertama buku tersebut diuraikan dasar-dasar kurikulum yang didasarkan pada perilaku: peranan sekolah secara ideal dan nyata. Tulisan ini disusun berdasarkan hasil penelitian . Apa yang dibahas dalam buku ini merupakan landasan teoretis dari penggunaan media dalam pendidikan. New Jersey: Educational Technology Publications. Dalam pengelolaan pengajaran diuraikan pengembangan sarana dan prasarana belajar. Sidney J.

Dilatarbelakangi oleh dasar pendidikan penulis yang pernah mendalami teater.terpisahkan dari proses berpikir. Proses berpikir menyangkut sistem simbol. . dan salah satu bentuk penyajian dan penyampaian sistem simbol adalah dalam media. media yang lebih banyak mendapatkan sorotan adalah media visual dalam konteks kebudayaan.

walaupun bukan berarti tanpa menghadapi kesulitan-kesulitan. serta para pelaksana kurikulum lainnya. guru. tempat maupun biaya. fasilitas. oleh kondisi lingkungan fisik. masalah isi dan proses pengajaran selalu menjadi tema dan titik tolak. sosial budaya dan psikologis sekitar. maupun dalam macam-macam desain kurikulum. Mengingat kelebihan dan kekurangan masing-masing maka keseimbangan ataupun keserasian antara keduanya merupakan pemecahan yang paling praktis. Keduanya mempunyai kelebihan dan kekurangan. Hal itu disebabkan kedudukan kedua komponen kurikulum tersebut sangat penting. Dengan demikian. Pendidikan dan pengajaran selaln berlangsung dalam keterbatasan-keterbatasan. tidak mengherankan apabila ada yang berpendapat bahwa kurikulum itu tidak lain dari suatu program pendidikan yang berisi jalinan antara isi dengan proses penyampaiannya. kemampuan. Telah kita ketahui dalam uraian-uraian yang terdahulu bahwa ada konsepkonsep kurikulum yang lebih mengutamakan isi dan ada pula yang mengutamakan proses. Yang harus selalu diupayakan . Pendapat demikian tidak seluruhnya benar tetapi mengandung kebenaran. Kedua komponen kurikulum tersebut dapat saling menghambat.BAB 7 PROSES PENGAJARAN A. mengingat kedua komponen tersebut berperanan sebagai kunci. yang satu mengurangi kualitas yang lainnya. Di dalam pelaksanaan kurikulum kita mengharapkan para siswa menguasai sebanyak-banyaknya bahan yang terbaik dan diperoleh dengan cara yang terbaik pula. waktu. Meskipun ideal hal tersebut sangat sulit kita capai. namun bukan sesuatu yang mustahil Kesulitannya bukan saja disebabkan adanya ciri yang cenderung kontradiktif antara keduanya. oleh kondisi dan kelengkapan sarana dan prasarana baik di sekolah maupun dalam keluarga. Keseimbangan Antara Isi dan Proses Baik dalam uraian tentang model-model konsep kurikulum. tetapi juga karena banyaknya faktor yang turut mempengaruhi pelaksanaan kurikulum atau pengajaran Keberhasilan pengajaran atau pelaksanaan suatu kurikulum sangat dipengaruhi kondisi dan aktivitas siswa.

dari berbagai bidang ilmu pengetahuan. terutama pengembangan kurikulum pada sekolah dasar dan menengah. telah dilakukan dengan mengikutsertakan para sarjana. B. Salah satu faktor yang mendorong diperlukannya pengembangan kurikulum adalah karena perkembangan universitas di Amerika Serikat pada pertengahan pertama abad 20 sangat menekankan pada pengembangan ilmu dan penelitian. tetapi juga disesuaikan dengan karakteristik perkembangan anak dan konsep-konsep modern tentang hakikat pengalaman belajar. Isi Kurikulum Pertanyaan yang selalu muncul pada para perencana pendidikan dan pengembang kurikulum adalah. yaitu dengan mengemukakan konsep struktur bahan pengajaran. bukan saja didasarkan atas perkembangan ilmu pengetahuan. pengembang dan pelaksana pendidikan umumnya. ahli-ahli pendidikan selain guru. Pengembangan konsep ini tidaklah terjadi begitu saja. khususnya pendidikan dasar dan menengah di Amerika Serikat. Bruner dari Amerika Serikat mencoba memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut. tetapi dilatarbelakangi oleh keadaan dan perkembangan pendidikan. Mereka telah berusaha menyusun isi kurikulum atau pengajaran. Ahli pendidikan. di samping mengoptimalkan isi dan prosesnya sendiri. apalagi anak sekolah dasar bahkan para mahasiswa tingkat persiapan tidak pernah memperoleh pengetahuan tersebut. baik bagi pengetahuan itu sendiri maupun bagi siswa dan lingkungannya. dan apa tujuannya? Pertanyaan ini menyangkut isi kurikulum atau isi pengajaran. tetapi harus merupakan kesatuan pengetahuan terpilih dan dibutuhkan. kurikulum khususnya. Jerome S. Para sarjana dan cendekiawan tidak pernah turut serta . Beberapa program pengembangan pendidikan. dosen. Isi kurikulum atau pengajaran bukan hanya terdiri atas sekumpulan pengetahuan atau kumpulan informasi. adalah mengoptimalkan hasil sesuai dengan kondisi yang ada. Hasil-hasil perkembangan ilmu dan penelitian hanya menjadi santapan para sarjana dan cendekiawan.oleh para penyusun. Anak-anak sekolah menengah. bahan apakah yang harus diajarkan kepada siswa. Meskipun demikian pertanyaan tentang karakteristik bahan yang akan diajarkan masih selalu timbul.

Dewasa ini konsep proses belajar berangsur-angsur pindah dari pemahaman umum pada penguasaan keterampilan khusus. Penguasaan struktur dalam . Dengan demikian. dan kurang memperhatikan masalah struktur intelek dari kegiatan dalam kelas. Pengertian berguna mengandung dua pengertian. sekarang transfer lebih banyak berkenaan dengan latihan keterampilan khusus. dahulu berkenaan dengan disiplin-disiplin formal bagaimana menguasai kemampuan analisis. para sarjana dan cendekiawan yang turut serta dalam penyusunan kurikulum dan perencanaan program sekolah. baik sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakat. banyak yang mulai beralih membahas masalah-masalah belajar di sekolah. Dalam tujuan pendidikan di Amerika Serikat. Akibatnya selama pertengahan pertama abad 20. sintesis. Pemahaman umum. dan sebagainya melalui berbagai bentuk latihan. Keterampilan merupakan kecakapan-kecakapan khusus yang dikuasai seseorang. Sayangnya perhatian para ahli tersebut masih lebih banyak tercurah pada studi tentang bakat dan kecakapan. pertama dalam bentuk penguasaan keterampilan (skill). penilaian. Studi tentang transfer belajar. yaitu antara kegunaan (useful). ada dualisme yang membutuhkan keseimbangan. merupakan penguasaan hal-hal yang berhubungan erat dengan masalah kehidupan. sangat kurang penekanan pada penguasaan struktur atau penguasaan pengetahuan secara menyeluruh. menyiapkan buku teks serta berbagai media pendidikan.dalam pengembangan kurikulum sekolah dasar dan sekolah menengah. Sekolah diharapkan dapat mengajarkan semua yang berguna dan semua yang indah. Apa yang dimaksud dengan penguasaan struktur? Penguasaan struktur merupakan pemahaman suatu bahan pelajaran secara menyeluruh dan penuh arti. Belajar struktur adalah belajar secara keseluruhan (utuh). Dewasa ini para ahli psikologi di Amerika Serikat. dan kedua pemahaman umum (general understanding). program sekolah kurang berbobot dan jauh ketinggalan dari perkembangan ilmu pengetahuan tiekarang hal itu telah dapat diatasi. Keterampilan sangat berhubungan erat dengan profesi seseorang. yakni hal-hal yang saling berhubungan terintegrasi menjadi satu kesatuan. dengan keindahan (ornamental). serta aspek-aspek sosial dan psikologis dalam pendidikan. Menyusun program pendidikan yang seimbang antara pendidikan umum dengan pendidikan keterampilan sering cukup sukar.

masalah mengajarkan struktur perlu mendapatkan perhatian utama. Setelah merumuskan jawaban pertanyaan tersebut. sebab keberhasilan pelaksanaan suatu kurikulum sangat dipengaruhi oleh hal tersebut. Ini tidak berarti urutan dan isi bahan pelajaran bagi mereka sama. . peranan struktur bahan. sekolah banyak membuang vvaktu untuk mengajarkan hal-hal yang terlalu sulit bagi anak. mengutamakan pendidikan intelek. memungkinkan anak dengan cepat menyusun banyak kalimat didasarkan atas model struktur yang dipelajari. Berpikir intuitif merupakan teknik intelektual untuk mencapai formulasi tentatif tanpa mengadakan analisis langkah demi langkah. tetapi juga pada anak-anak biasa bahkan anak-anak yang kurang mampu. Kedua. Pendidikan yang menekankan struktur. proses belajar menekankan pada berpikir intuitif. apakah tujuan pendidikan suatu sekolah. Pendidikan yang menekankan struktur bukan saja dapat berhasil dengan baik pada anak-anak yang cerdas.penyusunan kalimat. masalah kesiapan (readiness) dalam belajar. umpamanya. juga dapat dihubungkan dengan pemenuhan kebutuhan pribadi dan masyarakat (kesejahteraan individu dan masyarakat). apakah manfaat mata-mata pelajaran yang diberikan. Pertatna. Pada masa lalu. dan bagaimana hal tersebut menjadi pusat kegiatan belajar. Dalam penyusunan kurikulum. tetapi tidak berarti pendidikan segi lain diabaikan. Hal yang sangat penting dalam menyusun dan mengembangkan kurikulum adalah bagaimana memberikan pengertian kepada siswa tentang struktur yang mendasar terhadap tiap mata pelajaran. serta bagaimana menciptakan kondisi belajar yang mendukung hal tersebut. Ada empat hal pokok penting dalam proses pendidikan. dorongan untuk belajar (learning motives) serta bagaimana membangkitkan motif tersebut. walaupun tidak mengetahui aturannya. Keempat. sebelum seseorang sampai pada pertanyaan-pertanyaan yang lebih khusus. umpamanya. Ada beberapa pertanyaan umum. karena kurang memperhatikan kesiapan belajar. Bagaimana mengajarkan struktur mendasar secara efektif. Contoh pertanyaan umum. baru mengajukan pertanyaan yang lebih khusus. Jawaban terhadap pertanyaan pertama dapat dihubungkan dengan sifat masyarakat yaitu tuntutan dan kebutuhannya. Ketiga.

Hal itu merupakan transfer belajar dalam berbagai bentuk keterampilan.ipat diaplikasikan secara luas pada masalah-masalah baru. transfer belajar dalam bentuk prinsip-prinsip dan sikapsikap. Untuk itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Kemudian. bagaimana menentukan tingkat-tingkat bahan yang akan diajarkan itu sesuai dengan kemampuan dan tingkat perkembangan para siswa. yang dapat digunakan untuk mengenal dan memecahkan berbagai masalah kehidupan. Pertama. Jenis transfer yang kedua merupakan inti proses pendidikan. tetapi juga dengan perkembangan sikap berinkuiri.Tujuan belajar lebih dari sekadar untuk mendapatkan kepuasan atau menguasai pengetahuan. Tipe belajar yang kedua bukan merupakan belajar keterampilan tetapi belajar ide-ide yang bersifat umum. Kedua. perkembangan kemampuan memperkirakan (predictive ability) dan pemecahan masalah oleh anak sendiri. Kedua. yang perlu mendapatkan perhatian yang sungguh-sungguh adalah bagaimana para siswa menguasai ide-ide dasar dari berbagai bidang studi. Pertama. Agar dapat memenuhi kedua hal tersebut. merupakan proses perluasan dan pendalaman yang terus menerus dari ide-ide dasar dan ide-ide umum. bagaimana menyusun kurikulum yang dapat diajarkan oleh guru biasa. Keberlanjutan proses belajar tersebut sangat bergantung pada tingkat penguasaan struktur bahan yang akan diajarkan. yang dapat merefleksikan prinsip-prinsip dasar dari berbagai bentuk inkuiri. Ada dua macam belajar untuk menghadapi masa yang akan datang. . Belajar menyiapkan peserta didik untuk menghadapi masa yang akan datang. aplikasi belajar dalam tugastugas khusus. Agar seorang siswa mampu mengenal apakah suatu ide dapat diaplikasikan atau tidak terhadap situasi baru. terhadap murid biasa. Hal itu meyangkut dua masalah yaitu bagaimana memilih bahan yang akan diajarkan serta alat-alat pelajaran yang dapat memberikan tekanan utama pada pengembangan ide -ide dan sikap. Sebab yang terpenting dalam belajar ide-ide adalah yang dipelajarinya harus 1. bukan saja berkenaan dengan pengetahuan umum. is harus mempunyai gambaran yang jelas tentang hakikat fenomena yang dihadapinya. dan ini merupakan hal yang sangat penting. atau pekerjaanpekerjaan khusus. dibutuhkan partisipasi dari ahli-ahli yang terbaik dalam bidangnya dalam penyusunan kurikulum sekolah.

pemahaman tentang hal-hal yang bersifat fundamental memungkinkan penguasaan bahan ajar secara lebih komprehensif. Anak yang sudah memahami latar belakang. tujuan dan dasar-dasar pembentukan ASEAN akan d'engan mudah memahami berbagai bentuk kerja sama dan kegiatan ASEAN.. Untuk mencapai hal tersebut yang terpenting adalah menyediakan bahan. Kedua. Siswa yang belajar fisika juga perlu memiliki sikap tersebut. persamaan.tang suatu masalah tetapi juga akan menumbuhkan kepercayaan kepada diri sendiri. bila is belajar fisika. mudah sekali dilupakan.Seorang ahli fisika memiliki sikap tertentu terhadap alam semesta serta menguasai cara memahami sistem alam semesta. Menemukan hubungan. Metode inkuiri banyak digunakan dalam mengajarkan EPA dan Matematika. tetapi juga harus memperhatikan metode untuk mengajarkan hal tersebut. memberikan kesem patan dan mendorong anak untuk mencari dan menemukan aturan yang sebelumnya tidak diketahui. Hal itu bukan hanya berlaku bagi IPA dan Matematika tetapi juga bagi ilmu-ilmu sosial. inkuiri cukup memberikan hasil yang baik bila digunakan dalam mengajarkan ilmu -ilmu sosial. Minimal ada empat hal yang merupakan manfaat belajar atau mengajarkan struktur dasar: Pertama. Metode utama mengajarkan konsep belajar seperti di atas adalah dengan menggunakan metode inkuiri. Menurut beberapa hasil penelitian. Para ahli berpendapat bahwa hal itu tidak mungkin dapat dicapai hanya dengan memperhatikan penyusunan sekuens bahan ajar saja. tentunya agar yang dipelajarinya itu berguna bagi proses berpikirnya. Hal itu membutuhkan pemahaman yang dalam serta kejujuran yang sungguh-sungguh untuk menyajikan fenomena-fenomena baik dalam penyusunan kurikulum maupun dalam penyajian di kelas. Pengetahuan dasar yang dihubungkan dengan fenomena-fenomena tersebut harus disajikan dengan benar. menarik minat dan memberikan manfaat. berhubungan dengan kemampuan ingatan manusia. Agar . tetapi sesungguhnya metodi.daan di antara ide-ide. Bagaimana pengetahuan-pengetahuan dasar dijalin dengan minat don kemampuan anak. ingatan manusia tentang hal-hal yang detail yang ditempatkan dalam suatu hubungan pola struktur. hal itu bukan saja menghasilkan pemahaman ten. perbc.

kaidah. Selain hal-hal tersebut regerative juga dapat berupa peta. Suatu rumus yang sederhana merupakan prasarana dan representasi dari hal yang cukup kompleks. Keempat. Mengajar merupakan suatu upaya yang dilakukan guru agar siswa belajar. Dalam ilmu sosial juga dikenal rumus. Ide. Belajar intuitif Ada suatu pertanyaan mendasar berkenaan dengan proses belajar. yaitu apakah proses belajar lebih baik menekankan pada berpikir intuitif atau berpikir analitik? . bahwa prinsip dan konsep merupakan dasar bagi transfer merupakan hal yang sudah lama dikenal. model. Dengan belajar struktur dasar suatu kehilangan tidak akan berbentuk kehilangan total. hal-hal yang tersisa dapat membantu menyusun kembali apa-apa yang sudah hilang atau terlupakan. bagan. Pemahaman tentang hal yang umum memungkinkan menguasai banyak hal yang sifatnya khusus. Proses Belajar Kegiatan mengajar tidak dapat dilepaskan dari belajar. Perwakilan yang sederhana tersebut disebut regenerative.sesuatu bahan ajar dapat mudah dan lama dikuasai perlu disimpan atau disajikan dalam bentuk yang sederhana yang mewakili hal yang lebih kompleks. tetapi juga untuk mengingatnya besok. penekanan pada struktur dan prinsip-prinsip mengajar yang fundamental dapat mempersempit jarak antara pengetahuan elementer dengan pengetahuan yang lebih lanjut. pemahaman prinsip-prinsip dan ide-ide fundamental merupakan syarat utama untuk mengadakan transfer. Apabila kita mengkaji teoriteori mengajar yang ada. sebab keduanya merupakan dua sisi dari sebuah mata uang. hampir seluruhnya dikembangkan atau bertolak dari teori belajar. sebab penguasaan hal umum memungkinkan penguasaan model pemahaman. Suatu teori yang baik bukan hanya merupakan alat untuk memahami fenomena yang dihadapinya sekarang. prinsip tertentu. Belajar struktur dasar dapat menjamin berbagai bentuk lupa atau kehilangan penguasaan. Ketiga. dan sebagainya. C. Contoh regenerative dalam IPA dan Matematika adalah rumus-rumus. 1.

dan pada kemampuan anak memreproduksikan penguasaan secara verbal dan numerikal. atau variabel-variabel yang mempengaruhinya. pertama seseorang telah cukup lama menghadapi suatu persoalan.Pengamatan menunjukkan bahwa dalam berbagai kegiatan belajar penilaian di sekolah. menggunakan prinsip penelitian. Kita dapat membedakan antara inarticulate genius dengan articulate idiocy. Pad a articulate ideocy anak pandai menyatakan dengan kata-kata tetapi tak punya kemampuan untuk menggunakan konsep-konsep tersebut. Berpikir intuitif tidak memiliki langkah-langkah yang dapat dirumuskan secara pasti dan teliti. Model pemikiran ini menggunakan proses pemikiran secara deduktif dengan bantuan model konsep matematika atau logika. Apakah berpikir intuitif? Orang lebih mudah membahas atau melakukan pemikiran analitik yang lebih bersifat konkret daripada berpikir intuitif yang lebih abstrak. Belum banyak diketahui apakah penekanan tersebut menghambat perkembangan pemahaman intuitif atau tidak. Pemikir sampai pada suatu jawaban mungkin benar mungkin juga tidak. eksperimen dan analisis statistik. tetapi kurang mampu menyatakan secara verbal. Hasil-hasil pemikiran ini berupa informasi atau suatu operasi. Pengetahuan yang secara sistematis dikuasainya dapat menunjang berpikir intuitif. Langkah-langkah tersebut bersifat eksplisit dan biasanya dapat disampaikan kepada orang lain. Inarticulate genius diperlihatkan oleh anak yang menguasai secara mendalam konsep-konsep bahan ajar. lebih merupakan suatu manuver yang didasarkan atas persepsi implisit dari keseluruhan masalah. tiba-tiba ia menemukan pemecahan walaupun belum didasarkan atas pembuktian formal. tekanan lebih banyak diberikan pada kemampuan untuk memformulasikan secara eksplisit. kedua. Dua contoh pemahaman intuitif. seorang dapat dengan cepat memberikan jawaban dugaan terhadap sesuatu persoalan dengan benar. tetapi efektivitas intuitifnya dilandasi oleh pengetahuan yang kuat tentang bidang yang berhubungan dengan kekhususan tersebut. Seseorang pemikir intuitif yang baik dilahirkan dengan kekhususan tertentu. Berpikir analitik meliputi suatu rentetan langkah-langkah. dengan sedikit pernyataan tentang proses .

Di sekolah terutama dalam bidang science dan matematika dewasa ini sangat dipentingkan proses-proses berpikir analitik. Hasil pemecahan intuitif dapat dicek oleh hasil pemecahan analitik. analitis dan pembuktian-pembuktian. Situasi belajar intuitif di sekolah akan sangat ditentukan oleh sifat bahan pelajaran. Mediate apprehension menunjukkan penguasaan dan pengenalan tak langsung melalui penggunaan metode formal. Bahan pelajaran yang berisi banyak perkiraan. Biasanya proses pemikiran intuitif ini berkenaan dengan domain kognitif. Melalui berpikir intuitif seseorang memungkinkan sampai pada jawaban atau pemecahan yang sama sekali tak dapat dipecahkan atau lambat sekali bila menggunakan pemecahan melalui proses analitik. Immediate apprehension merupakan pengenalan atau penguasaan langsung tanpa mengikuti langkah-langkah formal. terutama dengan struktur pengetahuan. Para perencana kurikulum perlu berusaha menemukan bagaimana mengembangkan pemikiran intuitif pada murid-murid seawal mungkin. Menangkap pengertian dan struktur masalah atau situasi tanpa menggunakan alat atau cara analitis. mungkin juga ia tidak menyadari aspek-aspek dari situasi masalah yang ia hadapi/kerjakan. apakah induktif atau deduktif. Seharusnya sebelum murid-murid diperkenalkan dengan metode analitik terlebih dahulu ditanamkan pemahaman intuitif.pencapaiannya. hipotesis dirumuskan dengan cepat. Pemecahan intuitif mungkin dapat lebih cepat dibandingkan dengan pemecahan analitik. Intuisi sering diartikan sebagai immediate apprehension atau cognition. memberikan kemungkinan pemahaman . mengkombinasikan beberapa konsep sebelum diketahui faedahnya. Immediate apprehension merupakan lawan dari mediate apprehension. Ia sering jarang dapat menjelaskan bagaimana memperoleh jawaban. Hasil berpikir intuitif dapat dicek dengan kesimpulan dari hasil analitik. Kedua model pemikiran ini dapat saling komplemen. Dalam berpikir intuitif. yang memungkinkan ia melangkah atau meloncat atau memotong jalan pendek untuk sampai pada suatu jawaban atau pemecahan. Kemungkinan dapat teijadi pada suatu saat pemikir intuitif dapat menemukan masalah yang sama sekali tak dapat ditemukan oleh pemikir analitik.

dapat banyak membantu kegiatan berpikir intuitif bagi murid-muridnya. Algoritma merupakan prosedur pemecahan suatu masalah yang mengikuti urutan yang teliti. Untuk pengalaman pertama diagnosis intuitif yang dilakukan dokter tersebut mungkin kurang sempurna dibandingkan dengan diagnosis yang bersifat analisis langkah-langkah formal yang dilakukan oleh seorang dokter muda. Guru yang biasa menerka jawaban suatu persoalan. Prosedur heuristik dengan . Faktor-faktor apa yang mempengaruhi berpikir intuitif? Faktor pertama. mengundang spontanitas. yang berkenaan dengan dimiliki atau tidak dimilikinya kemampuan intuitif dalam suatu bidang tertentu serta kekuatan intuitif pada bidang tersebut. mungkin juga tidak. lalu mengeceknya dengan cara analitis kritis akan lebih mengembangkan kemampuan berpikir intuitifnya daripada guru yang memecahkan persoalan dengan cara analitis.dan pengalaman yang luas. Seorang spesialis dalam bidang kedokteran (dokter) dalam pertemuan pertamanya dengan pasiennya mengemukakan beberapa pertanyaan. dapat juga berkembang melalui identifikasi yang cukup kompleks. Kemungkinan kemampuan intuitif seorang siswa berkembang melalui imitasi sederhana dengan gurunya. mengadakan pemeriksaan singkat lalu memberikan diagnosis. adalah predisposisi. Untuk selanjutnya. Dari uraian di atas tampak di samping variabel predisposisi yang mempengaruhi berpikir intuitif. Prosedur heuristik merupakan prosedur pemecahan masalah yang tidak mengikuti urutan langkah demi langkah pemecahan lebih bersifat menyeluruh dan fleksibel. Seseorang yang mempunyai pemahaman yang cukup luas dalam bidang tertentu akan mudah memberikan pemecahan intuitif dibandingkan dengan orang yang kurang menguasai. diagnosis yang bersifat intuitif (clinical prediction) dapat Iebih berhasil dibandingkan dengan diagnosis analitis (actuarial prediciton). juga imitasi atau identifikasi dengan seorang pengintuitif. Hal itu juga tidak berarti bahwa prediksi intuitif selalu lebih berhasil daripada prediksi analitis. Bagaimana pengaruh atau peranan prosedur heuristik terhadap proses berpikir intuitif? Prosedur heuristik merupakan lawan dari prosedur algoritma. penguasaan atau pemahaman dalam bidang tertentu serta pengalaman. selangkah demi selangkah. Apakah perkembangan intuisi seorang siswa menyerupai gurunya yang berpikir itu? Mungkin ya.

2. simetri. Berpikir intuitif didasari oleh keyakinan pada diri sendiri dan keberanian dari siswa. Si pelajar tinggal menerima saja tanpa mengadakan usaha-usaha pengolahan.menggunakan analogi. yaitu dimensi cara menguasai pengetahuan dan cara menghubungkan pengetahuan baru dengan struktur ide yang telah ada. sedang pada belajar bermakna sisw a mempelajari sesuatu bahan ajar dengan berusaha memahami makna atau artinya. pengecekan kesalahan dengan pembuktian melalui proses berpikir analitis dapat memperbaiki dan mengembangkan kemampuan berpikir intuitif seseorang. Keempat tipe belajar tesebut sebenarnya hanya merupakan kencederungankecenderungan. Belajar bermakna Ausubel dan Robinson (1969) membedakan dua dimensi dari proses belajar. Apakah dengan berpikir intuitif anak dilatih untuk sekadar mengiratigira? Padahal di sekolah sering mengira-ngira dianggap suatu kemalasan. bentuk yang belum selesai. Pemikir intuitif harus jujur. tetapi juga tidak boleh menutupi kesalahan. tetapi suatu perkiraan yang selalu dicek dengan pembuktian. Cenderung ke arah mencari atau menerima ke arah menghafal atau mendapatkan makna. dengan proses pemikiran analitis. Dalam belajar menghafal siswa berusaha menguasai bahan tanpa mengetahui maknanya. dibedakan antara belajar yang bersifat menghafal (rote learning) dan belajar bermakna (meaningful! learning). Seorang yang berpikir intuitif tidak boleh takut berbuat salah. Pada dimensi yang pertama dibedakan tipe belajar yang bersifat mencari (discovery learning) dan yang bersifat menerima (reception learning). Dengan berpikir intuitif memang anak diminta untuk mengira-ngira. Pada dimensi kedua. Keseluruhan tipe belajar tersebut juga bisa . Pada belajar mencari atau belajar diskoveri karena bahan ajar disajikan dalam. Dalam belajar menerima keseluruhan bahan pelajaran disajikan kepada si pelajar dalam bentuk yang sudah sempurna. visualisasi pemecahan yang dilakukan secara berulang-ulang akan singat menunjang proses berpikir intuitif. maka si pelajar harus berusaha mencari dan menyelesaikannya sendiri. pengujian kondisi. atau pemrosesan Iebih lanjut.

berkombinasi satu sama lain, membentuk tipe belajar menerima-bermakna, mencari bermakna, menghafal menerima, dan menghafal mencari.

a. Konsep-Konsep Dasar Ada dua hal penting dalam konsep belajar bermakna, yaitu struktur kognitif dan materi pengetahuan baru. Struktur kognitif merupakan segala pengetahuan yang telah dimiliki siswa sebagai hasil dari kegiatan belajar yang lalu. Dalam belajar bermakna pengetahuan baru harus mempunyai hubungan atau dihubungkan dengan struktur kognitifnya. Hubungan tersebut akan terjadi karena adanya kesamaan isi (substantiveness) dan secara beraturan (non-arbitrer). Kedua sifat hubungan tersebut menunjukkan adanya kebermaknaan logis materi yang akan dipelajari. Jadi kebermaknaan logis ini merupakan sifat dari materi yang akan dipelajari, tetapi tidak berarti menjamin bahwa itu bermakna bagi siswa. Agar hal itu bermakna bagi siswa, ada dua tambahan persyaratan. Pertama, suatu materi memiliki kebermaknaan logis berarti bahwa materi tersebut dapat dihubungkan dengan konsep-konsep yang telah ada pada siswa. Agar materi baru dapat difahami siswa, maka is sendiri harus memiliki materi yang sesuai dengan hal itu. Bila siswa dalam struktur kognitifnya telah memiliki materi, ide-ide yang sesuai, yang memungkinkan materi baru dapat dihubungkan padanya secara subtantif dan non-arbitrer, maka materi tersebut telah memiliki kebermaknaan potensial (potential meaningfulness).Kedua, suatu materi memiliki kebermaknaan potensial, sebab siswa dapat memberikan makna, tetapi hal itu bergantung pada kemauan siswa untuk memberi makna atau tidak. Apabila si siswa mempunyai kesiapan untuk memberi makna maka terjadilah belajar bermakna (meaningful learning). Kalau disimpulkan belajar bermakna ini menuntut tiga persyaratan: 1. Materi yang dipelajari harus dapat dihubungkan dengan struktur kognitif secara beraturan karena adanya kesamaan isi. 2. Siswa harus memiliki konsep yang sesuai dengan materi yang akan dipelajarinya. 3. Siswa harus mempunyai kemauan atau motif untuk menghubungkan konsep tersebut dengan struktur kognitifnya.

Makna merupakan hasil suatu proses belajar bermakna. Hal itu juga akan menjadi isi kognitif atau isi dari penyadaran yang muncul bila materi yang punya makna potensial dihubungkan dengan struktur kognitif. Belajar bermakna dan belajar manghafal bukan dua hal yang benar-benar bersifat dikotomis, tetapi hanya menunjukkan apakah sesuatu kegiatan belajar lebih mengarah pada bermakna atau kurang bermakna. Suatu kegiatan belajar yang kurang bermakna akan muncul apabila: 1. Materi yang dipelajari kurang memilik kebermaknaan logis. 2. Siswa kurang memiliki konsep-konsep yang sesuai dalam struktur kognitifnya. 3. Siswa kurang memiliki kesiapan untuk melakukan kegiatan belajar bermakna. Belajar bermakna akan menghasilkan konsep-konsep, ide-ide barn yang punya makna, penuh arti, jelas, nyata perbedaannya dengan yang lain. Konsep yang demikian tidak akan mudah digoyahkan dibandingkan dengan konsepkonsep yang dibentuk melalui hubungan atau asosiasi arbitrer. Dengan belajar bermakna, siswa akan menguasai dan mengingat konsep-konsep inti. Dalam belajar menghafal sering konsep inti dan konsep bukan inti berbaur dan saling menghambat, tetapi dalam belajar makna keduanya bisa dibedakan dengan jelas. Mengapa seseorang melakukan kegiatan belajar dengan menghafal Minimal ada tiga sebab utama: 1) Mereka belajar dari pengelaman yang kurang menyenangkan yang secara material memberikan jawaban yang benar, tetapi kurang memberikan hubungan yang bermakna. Adanya tuntutan memberikan jawaban yang bersifat fakta-fakta sering mendorong siswa untuk belajar dengan cara mengingat dan menghafal. 2) Siswa mengalami kecemasan yang cukup besar. Hal ini kemungkinan besar disebabkan karena ia gagal dalam menguasai pelajaran, atau karena kurang yakin akan kemampuan belajar bermakna. Untuk mengatasi kecemasan tersebut ia belajar dengan cara menghafal. 3) Siswa berada dalam suatu tekanan untuk selalu memperhatikan keberhasilan dan kelancaran belajar, atau menyembunyikan kekurangan-kekurangannya.

b. Macam-Macam Belajar Bermakna Makna merupakan isi dari struktur kognitif, yang terjadi karena materi yang memiliki kebermaknaan potensial disatukan dengan struktur kognitif. Proses penyatuan tersebut berbeda-beda dan dapat diletakkan dalam suatu hierarki dari yang bersifat represensional sampai dengan belajar tingkat tinggi, perbuatan belajar kreatif. Belajar represensional merupakan suatu proses belajar untuk mendapatkan arti atau makna dari simbol-simbol. Kalau orang tua mengatakan kucing sambil menunjuk seekor kucing, maka pada struktur kognitif anak akan terbentuk rangsangan internal yang akan memberi makna pada kata kucing sebagai binatang kucing. Kata kucing menjadi simbol yang mewakili binatang kucing. Melalui proses representasi tersebut anak akan mengenal banyak nama dan tiap benda punya nama sendiri. Belajar represensional juga berlaku bagi nama-nama bukan benda. Kata depan terjadi melalui hubungan antara dua objek seperti kucing di atas meja, air di dalam gelas dsb. Belajar konsep dapat mempunyai makna logis dan makna psikologis. Makna logis terbentuk melalui fenomena adanya benda-benda yang

dikelompokkan karena memiliki ciri-ciri yang sama. Berbagai macam kucing dan harimau karena cirinya yang sama, dikelompokkan sebagai kucing. Dalam makna logis ada ciri-ciri utama yang menunjukkan sekumpulan sifat-sifat yang dimiliki oleh setiap anggota suatu kelas konsep. Ciri-ciri utama tersebut berbeda antara suatu kelas konsep dengan kelas yang lain. Makna psikologis suatu konsep terbentuk dalam dua tahap. Pada tahap pertama konsep terbentuk melalui pengalaman nyata. Secara induktif anak menemukan ciri-ciri utama benda-benda tertentu. Melalui permainan dengan bermacam-macam warna dan bentuk kubus anak akan memiliki konsep tentang kubus, walaupun tidak tahu namanya. Pada tahap berikutnya bila anak telah bersekolah ia belajar makna konsep secara formal dari nama dan kata-kata. Kedua tahap proses pembentukan makna konsep tersebut terjadi hampir dalam semua kegiatan anak belajar konsep. Pembentukan konsep selanjutnya terjadi melalui proses asimilasi yaitu definisi-definisi. Belajar proposisi. Proposisi atau kaidah merupakan suatu kalimat yang menunjukkan hubungan antara dua hal. Proposisi ini ada yang bersifat umum,

"binatang buas makan daging" yang berisi banyak konsep dan ada pula yang bersifat khusus, harimau makan kelinci yang hanya berisi satu konsep. Dalam belajar proposisi yang bermakna, kalimat yang dipelajari dihubungkan dengan konsep yang ada dalam struktur kognitif. Ada tiga macam cara menghubungkan: 1) Hubungan antar-bagian. Bahan baru yang dipelajari siswa merupakan bagian dari konsep-konsep yang telah ada. Dalam belajar hubungan antar-bagian ini ada dua macam bagian, yaitu bagian yang bersifat derivative dan correlative. Pada bagian derivative siswa melukiskan atau meneruskan hal yang dicakup dalam sutu proposisi. Contoh: "kucing memanjat pohon", bagian derivativenya "kucing tetangga memanjat pohon saya". Dalam bagian correlative, belajar berfungsi memperluas, mengelaborisasi, memodifikasi proposisiproposisi yang telah ada. Contoh anak telah mengenal jajaran genjang, dengan correlative preposition anak akan mengenal belah ketupat. 2) Hubungan superordinat. Bahan yang dipelajari merupakan superordinat dari konsep-konsep yang telah ada dalam struktur kognitifnya. Anak telah mengenal besar sudut segi tiga siku-siku 180 derajat, segi tiga sama sisi 180 derajat, dan sebagainya, maka dalam kegiatan belajar sampai pada proposisi bahwa jumlah sudut setiap segi tiga besarnya 180 derajat. 3) Hubungan kombinasi. Bahan yang dipelajari bukan merupakan bagian bukan juga superordinat dari yang telah ada, akan tetapi merupakan kombinasi dari banyak hubungan. Contohnya adalah belajar model. Belajar diskaveri atau mencari. Bahan yang dipelajari tidak disajikan secara tuntas tetapi membutuhkan beberapa kegia tan mental untuk menuntaskan dan menyatakannya dengan struktur kognitif. Belajar diskoveri terbagi atas dua macam kegiatan belajar, yaitu belajar pemecahan masalah dan belajar kreatif. Belajar pemecahan masalah, memiliki proses psikologis yang le bih kompleks dibandingkan dengan belajar proposisi. Dalam belajar pemecahan masalah, anak dihadapkan pada masalah -masalah yang memerlukan pemecahan. Guru mengajukan beberapa pertanyaan yang mengarahkan siswa agar

menemukan pemecahan atau jawabannya sendiri.

Belajar kreatif. Kreativitas merupakan suatu kemampuan untuk menghasilkan sesuatu yang baru, baik baru bagi dirinya maupun orang lain. Belajar kreatif adalah siswa proses belajar merencanakan, melaksanakan, dan

membuktikan sendiri‡percobaan-percobaan. Mereka berusaha mencari hubungan antara konsep-konsep yang baru dan konsep-konsep yang telah ada pada struktur kognitifnya.

3. Hubungan macam-macam belajar dengan taksonomi Bloom Macam-macam belajar yang telah diuraikan sebelum ini, menunjukkan adanya beberapa kategori tingkah laku belajar, yaitu belajar bermakna, menghafal menerima, dan diskaveri. Belajar bermakna pun berbeda-beda pula dari yang bersifat represensional sampai dengan belajar kreatif. Karena adanya

pengkategorian tersebut maka dapat dicari hubungannya dengan kategori belajar atau taksonomi dari. Bloom. Karena pengetahuan atau knowledge Bloom lebih banyak berhubungan dengan ingatan maka dapat dikelompokkan sebagai belajar menghafal (rote learning). Mulai dari pemahaman sampai dengan evaluasi dapat dikategorikan sebagai belajar bermakna. Belajar konsep dan preposisi dapat disamakan dengan pemahaman, pemecahan masalah dengan analitis dan kreativitas dengan sintesis yang sukar dimasukkan dalam kategori tersebut adalah aplikasi dan evaluasi. Dari pembandingan dengan taksonomi Bloom juga dapat ditarik kesimpulan bahwa macam-macam belajar bermakna ini, lebih menyangkut ranah kognitif. Ranah afektif dan psikomotor tidak tercakup dengan macam-macam kategori belajar ini.

4. Mengingat dan lupa Belajar merupakan proses menguasai makna dari sesuatu bahan pelajaran yang secara potensial bermakna. Mengingat merupakan suatu proses memelihara penguasaan sesuatu makna baru. Lupa merupakan kemunduran atau kehilangan penguasaan suatu makna yang telah dikuasai.

Tingkat yang tertinggi berada pada tingkat yang berhubungan dengan mengingat kembali (recall). Makna baru tersebut mungkin mengubah. Interaksi antara konsep baru dengan konsep-konsep yang telah ada menimbulkan suatu makna. maupun yang menghambat lupa. 2) Efektivitas usaha untuk menguasai kembali konsep yang terlupakan. diingat untuk beberapa saat dan sebagian ada yang terlupakan. Keadaan tersebut dapat terjadinya pengurangan makna. melalui periode waktu bersatu atau berasimilasi dengan konsep-konsep yang telah ada. kalau dipelajari kembali akan terjadi recognition. Karena proses asimilasi dan reduksi tersebut berjalan spontan dan berangsur-angsur maka konsep-konsep tersebut terlupakan. (2) mengingat dan lupa. mungkin masih terletak di atas tingkat recognition. tetapi dalam bebe rapa hal mungkin juga tidak mengubah konsep lama. Sesuatu yang terlupakan sama sekali. Proses ini terjadi dalam dua langkah: (1) penguasaan dan penyimpanan. Mengingat dan lupa. lemah sekali di samping yang tidak berhubungan sama sekali. Apabila dirangkumkan maka ada tiga faktor yang mempengaruhi penguasaan kembali konsep dari ingatan: 1) Kekuatan hubungan antara konsep yang telah ada dengan konsep baru.Suatu konsep baru dipelajari oleh individu. Ada dua tingkat kritis untuk mengingat kembali konsep yang terlupakan. tidak hanya berhubungan dengan suatu konsep tetapi dengan beberapa konsep yang telah ada. Penguasaan dan penyimpanan. baik yang memperkuat penguasaan kembali. . Ke kuatan hubungan dengan masing-masing konsep tidak selalu sama. Bila suatu konsep di bawah tingkat recall maka anak tidak dapat mengingatnya kembali. ada yang kuat sekali. Dalam struktur kognitif suatu konsep baru. Suatu konsep yang berada di bawah tingkat recall. memperluas. 3) Macam penguasaan apakah pada tingkat recall atau recognition. mempersempit konsep yang telah ada. Suatu konsep dipelajari dengan cara yang bermakna dan disatukan dengan konsep-konsep yang telah ada dalam struktur kognitif. karena terjadi pengurangan hubungan (reduksi). Konsep-konsep baru yang kurang umum.

Dalam belajar yang bersifat menghafal hubungannya tidak mendalam. karena kekurangtepatan makna konsep pokok dalam struktur kognitif. . Kekurangstabilan dan kekurangjelasan konsepkonsep pokok tersebut. Kelebihan belajar bermakna Suatu bahan dipelajari secara bermakna atau dihafal bergantung pada (1) sifat bahan apakah secara potensial bermakna atau tidak bermakna. Hal itu disebabkan adanya hubungan yang substantif dan non-arbitrer dengan konsep-konsep yang ada dalam struktur kognitif. hal itu dilatarbelakangi oleh beberapa hal: a. karena terjadi hubungan secara arbitrer. masalah lupa disebabkan oleh hilangnya atau lemahnya asosiasi antara dua hal. menyebabkan terjadinya perbedaan isi antara bahan baru dengan konsep pokok.5. keraguan arti sesuatu konsep sejak awal proses belajar. Inhibisi proaktif dan retroaktif Salah satu penyebab utama dari lupa pada belajar bermakna adalah pengurangan makna dari suatu konsep dalam struktur kognitif. Pada belajar yang bersifat menghafal. Ketidakjelasan. Dalam belajar mengingat ada dua hambatan (inhibition) yang mungkin terjadi yaitu hambatan proaktif dan retroaktif. Ketimpangan isi yang diajarkan dan yang diingat. terputusputus dan terisolasi. Hasil belajar bermakna lebih lama dikuasai daripada belajar menghafal. 6. kekacauan. Hubungan suatu konsep yang dipelajari dengan bermakna dengan struktur kognitif menyebabkan konsep tersebut lebih lama dikuasai dalam ingatan. (2) kesiapan si pelajar sendiri untuk melakukan belajar bermakna. Dengan demikian belajar bermakna lebih efisien dibandingkan dengan belajar menghafal. Keadaan demikian memungkinkan sejumlah besar bahan dapat disatukan dalam struktur kognitif dengan penguasaan yang lebih efektif. Hambatan proaktif merupakan hambatan dalam mengingat sesuatu karena adanya pengaruh dari bahan yang telah dipelajari lebih dahulu. Hambatan retroaktif merupakan hambatan dalam mengingat yang lama karena bahan baru. Sering terjadi perbedaan antara isi bahan yang diajarkan dengan diingat.

Pada saat memberikan penafsiran pertama terhadap bahan baru yang bersifat selektif. Mengingat bermakna yaitu memasukkan konsep-konsep penting dalam struktur kognitif sangat penting bagi kegiatan belajar Iebih lanjut dan kegiatankegiatan pemecahan masalah sebab konsep-konsep tersebut merupakan pijakan dan bahan yang akan diolah dalam proses belajar selanjutnya. D. Dalam menerima suatu konsep baru terjadi "leveling" dan "sharpening". Karena merasa sudah tercakup sering terlupakan. Leveling adalah penyusutan bentuk yang tidak lazim dalam bentuk yang lebih lazim. kurang kuat. Pada fase mengingat kembali bahan-bahan tersebut cenderung terjadi pengurangan terhadap konsep-konsep yang telah ada dalam struktur kognitif. kesalahan tersebut akan menetap malah akan diperkuat pada masamasa asimilasi. Sebab lain. Jika suatu bahan baru salah penafsirannya karena adanya kelainan dalam struktur kognitif. c. terjadi karena bahan-bahan baru yang kurang penting tersebut dalam penyatuannya dengan yang telah ada kurang stabil. kurang jelas sehingga mudah sekali terlupakan. Kesiapan Belajar Tiap bahan pelajaran dapat diajarkan kepada anak secara efektif bila sesuai dengan tingkat perkembangan anak tersebut. Penguasaan konsepkonsep penting sering mengabaikan konsep-konsep atau detail-detail yang kurang penting.b. lebih penting dan lebih memperkuat konsep-konsep yang telah ada. sedang sharpening adalah penajaman suatu konsep atau perangsang menjadi lebih sempurna lebih baik. Hal itu disebabkan bahan-bahan yang tidak penting sudah tercakup dalam hal-hal yang penting. Ada tiga masalah penting berkenaan dengan penyesuaian bahan ajar dengan perkembangan anak: . Nilai positifnya adalah menyeleksi ideide baru mana yang lebih stabil. Masalah lupa memiliki nilai positif dan juga nilai negatif. terjadi kesalahan dan penghilangan atau pengurangan ciri-ciri. dan tidak mengingat semua perangsang yang masuk. Kesalahan dan penyimpangan dapat terjadi bila suatu makna yang telah tersimpan dirumuskan kembali secara verbal.

Mengajarkan suatu bahan pelajaran kepada anak. ada empat tingkat perkembangan anak: Tingkat pertama adalah tingkat Sensory motor. lebih banyak dipengaruhi perbuatan trial and error daripada hasil pemikiran. Menurut Piaget. Tugas perkembangan anak pada masa ini terutama membentuk hubungan antara pengalaman dengan kegiatan. Tingkat ini mulai dari perkembangan awal berbahasa sampai anak marnpu belajar bermanipulasi dengan simbol-simbol. masa lahir sampai 2 tahun merupakan masa perkembangan kemampuan bergerak dan merespons terhadap rangsangan. Anak tidak dapat membedakan antara tujuan dengan cara atau alat untuk mencapainya. dan representasi pertama diperkuat dan diperbaiki pada tingkat selanjutnya. bahwa tiap tingkat perkembangan mempunyai karakteristik tertentu tentang cara anak melihat lingkungannya dan cara memberi arti bagi dirinya sendiri. Bila suatu benda berubah anak belum dapat menangkap ide bahwa benda tersebut dapat dikembalikan pada keadaan asalnya. Kemampuan simbolik utama yang harus dipelajari anak. disebut juga tingkat "concrete .1. Kekurangan utama pada tingkat ini adalah anak belum memiliki ko nsep perbedaan atau perlawanan (reversibility). adalah mempresentasikan struktur bahan pelajaran sesuai dengan cara anak memandang atau mengartikan bahan pelajaran tersebut. dan bintang-bintang tidur seperti dia. tidak ada batas perbedaan antara motif dan peranan dirinya dengan kegiatan lingkungannya. Perkernbangan intelek Hasil penelitian berkenaan dengan perkembangan intelek anak menunjukkan. Melalui berbagai kegiatan anak bermanipulasi dengan lingkungan. adalah bagaimana merepresentasikan dunia luar melalui pembentukan simbol-simbol anak. Matahari bergerak karena didorong oleh Tuhan. Hal itu karena anak lebih dipengaruhi oleh intuisi daripada oleh kegiatan simbolik. Tingkat ketiga. merupakan masa anak sekolah. Pengajaran merupakan suatu translation. Tingkat kedua. Kekurangan tersebut sering menghambat penguasaan ide dasar bidang studi tertentu terutama matematika dan fisika. masa antara 7 sampai 11 tahun. masa 2 sampai 7 tahun disebut tingkat Preoperasional. Suatu dugaan umum bahwa ide atau konsep dapat direpresentasikan dengan sebenar-benarnya dan sebaik-baiknya sesuai dengan tingkat pemikiran anak pada tingkat usia tertentu.

Dengan operasi konkret anak mengembangkan struktur internalnya. untuk mendeskripsikan apa yang terjadi. merupakan tingkat "formal operation". dan bahkan mampu mendeduksi hubungan potensial yang dapat dicek dengan percobaan atau pengamatan. tetapi ma belum mampu menghadapi kemungkinan-kemungkinan yang sama sekali asing baginya. Internalisasi berarti bahwa anak memecahkan masalah bukan dengan cara trial and error tetapi dengan pemikiran. Operasi bersifat internalisasi dan reversible. Pada tingkat ini anak mampu memberikan pernyataan formal atau pernyataan axiomatik pada ide-ide yang . Operasi intelektual telah berkembang sampai pada tingkat semacam operasi logis ahli logika. Tingkat keempat. Operasi merupakan pengumpulan data tentang dunia sekitarnya. kemudian ditransformasikan sehingga dapat disusun dan digunakan secara selektif dalam memecahkan masalah. Tingkat ini merupakan tingkat operasional yang berbeda dengan tingkat pertama yang semata-mata hanya aktif. maka bahan ajar harus disesuaikan dengan "bahasa" struktur internal tersebut. Reversibility diperlukan. Anak belum mampu secara sistematik melampaui informasi yang diberikan. karena dengan struktur internal anak mampu beroperasi. sarjana atau para pemikir lainnya. Pada diri anak ada sistem simbolik internal yang merepresentasikan dunia luar. Kegiatan intelektual anak didasarkan atas kemampuan beroperasi pada tingkat hipotetis dan bukan lagi pada tingkat pengalaman. masa antara 11 sampai dengan 14 tahun. Agar anak menguasai apa yang diajarkan. trial and error digunakan untuk menjadi pembantu atau bahan pembanding pemikiran. perkalian oleh pembagian. atau terbatas pada apa yang telah dikenalnya. Seorang anak mampu memikirkan kemungkinan variabel-variabel. Ini tidak berarti anak yang beroperasi secara konkret tidak mampu mengantisipasi hal-hal yang tidak ada. karena dalam operasi dibutuhkan adanya "complete compensation". Pengurangan dikompensasi oleh penjumlahan.operational". Operasi konkret dibimbing oleh "logika kelas" dan "logika" hubungan yang merupakan alat penstrukturan kenyataan yang dihadapinya dan pernah dialaminya pada saat yang lalu. Struktur internal merupakan hal yang sangat esensial. Suatu operasi dapat dikompensasi dengan operasi sebaliknya.

sebelum langkah pemecahan masalah. Dalam pengajaran matematika sering anak bukan belajar "aturan matematis". Yang sangat penting dalam mengajarkan konsep-konsep dasar adalah anak dibantu untuk berkembang dari berpikir konkret pada menggunakan cara berpikir yang lebih konseptual. bahwa anak lebih spontan. Belajar anak dalam segala hal lebih cepat dibandingkan dengan orang tua. 2. Pada tingkat operasi konkret anak mampu menangkap secara intuitif dan konkret. kurang disesuaikan dengan cara berpikir anak serta kurang mengaplikasikannya. dapat dioperasikan dengan baik. Ketiga. lebih kreatif. Perkembangan intelek anak perlu ditunjang oleh kesempatan-kesempatan yang berguna agar berkembang lebih pesat.konkret. tetapi terbuka. Menurut David Page seorang ahli dan guru yang sangat berpengalaman dalam mengajar matematika. Pertama. Perkembangan intelek anak bukanlah suatu rangkaian perkembangan yang bersifat tertutup. Hal itu akan sia-sia saja. Apakah kesimpulan yang telah dilakukan dengan saksama. Kedua. transformasi. merespons terhadap pengaruh lingkungannya terutama lingkungan sekolah. minimal meliputi tiga proses. Kegiatan belajar Belajar sesuatu bidang pelajaran. . proses mendapatkan atau memperoleh informasi baru untuk melengkapi atau menggantikan informasi yang telah dimiliki atau menyempurnakan pengetahuan yang telah ada. lebih energik dibandingkan dengan orang dewasa. proses evaluasi untuk mengecek apakah manipulasi sudah memadai untuk dapat menjalankan tugas rnencapai sasaran. dalam pengajaran dari Taman Kanak-Kanak sampai Perguruan Tinggi dalam perkembangan intelek menunjukkan kecenderungan yang sama. Transformasi meliputi cara-cara mengolah informasi untuk sampai pada kesimpulan yang lebih tinggi. bila guru mengajarkannya dengan cara menyajikan penjelasan-penjelasan formal yang didasarkan atas logika. tetapi belajar menggunakan alatalat atau resep-resep matematis tanpa memahaminya. sejumlah ide-ide dasar ilmu pengetahuan. yaitu proses memanipulasi pengetahuan agar sesuai dengan tugas yang baru.

pemberian gelar juara. kita manipulasi dengan beberapa cara. Dalam menyajikan bahan pelajaran sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan murid. berisi banyak konsep. mempersiapkan pertanyaan yang dapat memberikan motivasi intrinsik atau ekstrinsik. sebab merupakan sasaran akhir. lebih mengutamakan tujuan jangka panjang. yang disusun atau dibentuk di sekitar prinsip-prinsip. kurikulum. masalah-masalah dan nilai-nilai dalam masyarakat. Kurikulum memiliki struktur bahan ajar. tetapi merupakan spiral terbuka. karena tujuan jangka pendek tidak memberikan arah sama sekali. Episode belajar dapat panjang. Spiral Kurikulum Jika prinsip-prinsip perkembangan anak telah diperhatikan. E. penting. Orang yang lebih ideal. Minat dan Motif Belajar Dalam perencanaan kurikulum sering dibedakan antara tujuan jangka panjang dan tujuan jangka pendek. Kedua macam tujuan tersebut sama pentingnya dan diperlukan dalam pelaksanaan program. yang dapat dicapai dengan penggunaan bahan yang singkat serta metode yang sederhana. atau hanya beberapa konsep saja. memberikan ganjaran dalam bentuk pujian. dan sebagainya. . Cara-cara yang biasa dilakukan adalah: memperpanjang atau memperpendek isi episode. bahan ajar telah disusun dalam urutan yang logis dan cukup mendorong perkembangan dan keadaan memungkinkan untuk memperkenalkannya seawal mungkin. Kurikulum selalu membutuhkan baik anak didik maupun masyarakat sekitarnya. episode-episode bahan pelajaran. juga dapat pendek. Seorang yang berpendirian lebih praktis lebih mengutamakan tujuan jangka pendek. Bila sudah cukup berpengetahuan apakah menjadi orang dewasa yang lebih baik? Bila javvabannya cenderung ke arah tidak atau tidak jelas (ambigius). Kurikulum bukan sesuatu yang staffs tertutup. apakah anak akan menjadi orang dewasa dan berpengetahuan. hal itu menunjukkan belum adanya keteraturan dalam mated. 3.Dalam mempersiapkan bahan pelajaran. biasanya kita susun bahan pelajaran tersebut dalam rentetan episode (satuan pelajaran). Dalam tiap episode terdapat ketiga proses di atas. Tujuan jangka panjang merupakan tujuan akhir pendidikan (the end of education).

sistem ujian. dan ada juga yang lebih bersifat menetap (jangka panjang).tetapi tujuan jangka pendek juga penting sebab dengan tujuan tersebut lebih konkret. Mengenai pemusatan perhatian dan minat belajar terletak dalam suatu kontinum yang bergerak dari sikap apatis atau sama sekali tidak menaruh minat sampai dengan yang sangat berminat. Persoalannya. audio visual aid. Pencapaian keunggulan bukan hanya bagi anak-anak yang cerdas tetapi juga ditujukan bagi anak-anak biasa. sukar dilaksanakan apabila proses belajar lebih menekankan pada satuan-satuan kurikulum. bagaimana menyiapkan bahan pengajaran yang dapat merangsang minat belajar anak cerdas. Konsep pendidikan atau pengajaran hanya dipersiapkan bagi anak ratarata agar sesuai bagi setiap kelompok anak. sistem kenaikan kelas. yang berbentuk suatu proyek yang berisi kegiatan kompetitif. bagaimana mengajarkannya serta bagaimana membangkitkan minat belajar murid. dan lainlain dapat membangkitkan minat yang bersifat sementara. menggunakan alat-alat bantu pengajaran yang cukup serta diciptakan berbagai usaha pemberian motivasi. dan lain-lain dapat menimbulkan . audio visual aid. untuk mencapai hal tersebut. lebih mudah dicapai dan akan selalu ditemukan tujuan yang baru menuju sasaran akhir. apa yang harus diajarkan. Penggunaan film. Untuk yang lebih berjangka lama. pendidikan guru yang efektif. ada yang bersifat sementara (jangka pendek). yang banyak memberikan kebosanan dan apatisme. Masalahnya. adalah kurang tepat. Minat atau perhatian belajar ini sangat berhubungan dengan kegiatan belajar. tetapi juga tidak mematikan minat atau tetap mendorong minat belajar anak-anak yang tidak cerdas. film. Untuk mencapai cita-cita pendidikan unggul dibutuhkan kurikulum yang sesuai. serta mengutamakan kontinuitas dan pendalaman belajar. Pendidikan di Amerika Serikat dewasa ini sangat menekankan pada keunggulan (excellence). Kegiatan belajar juga bergerak dari yang aktif. Terdapat perbedaan usaha untuk membangkitkan minat yang bersifat sementara dengan yang lebih bersifat menetap. Pembangkitan minat belajar pada anak. Pembangkitan motif belajar pada anak. yang banyak membangkitkan minat belajar anak sampai dengan kegiatan yang bersifat excessive yakni setiap anak secara pasif menanti giliran penugasan.

Motif belajar pada anak umumnya campuran. jauh meninggalkan teman-temannya. Untuk membangkitkan minat yang lebih bersifat menetap (jangka panjang). Posisi dalam sekolah selanjutnya ditentukan oleh record di sekolah sebelumnya. Sistem meritocracy selain mempunyai beberapa kebaikan. Sistem meritocracy dapat membangkitkan motif yang sangat besar bagi anakanak yang pandai. Film dan audio visual aid merupakan alat yang berorientasi pada hiburan. Dalam sistem meritocracy siswa mempunyai kesempatan untuk maju terus sesuai dengan prestasi belajar yang dicapainya. Salah satu sistem untuk membangkitkan motif belajar para siswa. Dalam sistem meritocracy anak yang pandai dapat berkembang pesat. menerjemahkan apa yang akan diajarkan dalam bentuk pikiran yang sesuai dengan tingkat perkembangan anak. Sesuatu bahan pengajaran yang berarti bagi anak yang disajikan dalam bentuk yang sesuai dengan tingkat kemampuan berpikir anak. yang merupakan lawan dari kepenontonan yang pasif. . Sikap belajar menonton yang pasif (the spectator's possitivy) merupakan hal yang membahayakan dalam perkembangan anak. Kesempatan pendidikan selanjutnya bahkan juga kesempatan pekerjaan selanjutnya. antara yang bersifat sementara. yang sekarang sedang dikembangkan adalah yang disebut meritocracy. ditentukan oleh sukses sebelumnya. Beberapa hal dapat diusahakan untuk membangkitkan motif belajar pada anak yaitu pemilihan bahan pengajaran yang berarti bagi anak. juga mempunyai beberapa efek negatif terutama berkenaan dengan suasana belajar. Meritocracy merupakan sistem pengajaran yang menekankan pada kompetisi atau persaingan. tetapi sebaliknya anak yang kurang pandai akan jauh tertinggal. tetapi dapat mematahkan semangat anakanak yang kurang. dan disampaikan dalam bentuk anak lebih aktif. menciptakan kegiatan belajar yang dapat membangkitkan dorongan untuk menemukan (discovery). anak banyak terlibat dalam proses belajar dapat membangkitkan motif belajar yang lebih berjangka panjang. langkah pertama yang harus diusahakan adalah membangkitkan otonomi yang aktif. antara otonomi aktif dengan menonton.kepasifan. seperti halnya kebudayaan komunikasi massa dapat menimbulkan kepasifan dan sikap monoton.

berinkuiri dalam profesinya. Dalam sekolah yang menekankan sistem kompetitif. serta administrator pendidikan untuk lebih memahami apa yang secara nyata berlangsung dalam kelas. kegiatan guru dalam kelas. Dengan buku ini para perencana dan pelaksana pendidikan diajak. Agar para pelaksana dan juga perencana pendidikan mempunyai pemahaman yang mendalam tentang situasi pendidikan.tang pendidikan yang baik. tulisan ini mengajak dan mendorong para pelaksana pendidikan terutama guru. Toronto.Efek yang kurang baik dalam suasana belajar dapat dikontrol dengan perencanaan yang matang. Dengan dasar pemahaman di atas para pelaksana pendidikan. kegiatan siswa serta pemikiran siswa. didorong untuk berpikir. terutama guru dapat melaksanakan pengajaran dan memonitor perkembangannya. Pendidikan seni. (1985). Salah satu kelemahan sistem meritocracy adalah terlalu menekankan pada science dan teknologi. Hal itu dapat diatasi dengan menggunakan sistem pendidikan yang pluralistis. pengawas. Ontario: OISE Press/The Ontariao Institut for Study in Education. . mereka perlu memahami pemikiran guru. Remedial dan penyuluhan bukan satu-satunya jawaban untuk mengatasi masalah belajar yang bersifat kompetitif. John. Buku Acuan Hosyom. pelajaran yang berkenaan dengan humanisme kurang sekali. Penyuluhan khusus sering dibutuhkan bukan saja oleh anak-anak yang lambat tetapi juga anak cepat. F. musik. drama serta pendidikan humanitas lainnya sangat membantu untuk mencapai keseimbangan. Sebagai dasar pemahaman situasi pendidikan mereka harus mempunyai pengetahuan ten. dibutuhkan usahausaha remedial terutama untuk anak-anak lambat belajar. Untuk melaksanakan pengajaran yang baik. mereka harus menguasai pula peranan profesional dari guru serta prosedur pelaksanaan pengajaran. berbuat dan mengadakan studi sendiri. Sesuai dengan judul bukunya. Inquiring Into the Teaching Process. ahli kurikulum. kepala sekolah. inquiring.

Guru sebagai perencana pengajaran.. sebagai pelaku yang efektif. therapist dan . Springfield. Effecitve Teaching: Preparation and Implementation.al. Pendidikan guru memegang peranan penting untuk mengembangkan fleksibilitas dalam interaksi. hukuman. buku ini menguraikan beberapa pendekatan dalam mengajar. Pengajaran yang efektif tidak lahir begitu saja tetapi harus dipelajari. New York. Fenstermacher. sama dengan guru yang baik tidak dilahirkan tetapi dibuat. Bertolak dari kenyataan itu. Lance E. (1981). Flexibility in Teaching. Dalam buku ini diuraikan secara rinci berbagai peran guru sebagai pengajar. New York. Pada bagian akhir buku ini diuraikan juga bagaimana merencanakan dan melaksanakan pengajaran yang efektif. Guru juga sebagai ahli strategi pengajaran. penyesuaian pengajaran dengan segisegi kepribadian siswa. Approaches to Teaching. Konsep yang ingin disampaikan dalam buku ini ialah suatu keyakinan bahwa esensi dari pengajaran adalah fleksibilitas. Secara garis besar ada tiga pendekatan. et al. membantu kreativitas siswa dan mengkreatifkan sekolahnya.Joice. Keseluruhan isi buku ini memberikan pegangan tentang bagaimana melaksanakan suatu pengajaran secara efektif. (1984). Columbia University. yaitu pendekatan: executive. konteks sosial dan teknis pengajaran. Publication. agar is dapat mengembangkan kreativitasnya sendiri. sebagai komunikator informasi. Pengajaran merupakan suatu kehidupan yang berisi hubungan simbiosis antara guru dengan siswa. Selanjutnya dalam buku tersebut diuraikan. sebab hal itu akan sangat mempengaruhi perilaku siswa. London: Longman. Illinois: Charles and Thomas.. dan ganjaran. Bruce R. sebagai manajer tingkah laku siswa dan evaluator perkembangan siswa. modelmodel mengajar dan beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mengembangkan pengajaran yang menekankan fleksibilitas. Gary D. Pendekatan mengajar merupakan hal yang sangat penting dalam pengajaran. Fleksibilitas merupakan karakteristik dasar yang harus dimiliki guru. Jonas F. tetapi sering penuh dengan frustrasi dan kegembiraan. London: Teachers College. Bedwell. suatu adaptasi alamiah antara seorang dengan yang lain. and Soltis. et. (1986). dipersiapkan dan dilatih. Dalam buku ini digambarkan bahwa pengajaran adalah suatu perbuatan yang gentleman.

otonomi. pembebas pribadi siswa.liberationist. dilengkapi dengan beberapa kasus dan cara pemecahannya. Dalam pendekatan eksekutif. guru sebagai eksekutor sebagai ekspert yang memberikan pelajaran-pelajaran tertentu dengan teknik-teknik tertentu dengan sangat terampil. Menurut pendekatan therapist guru adalah orang yang empathetik yang berfungsi membantu perkembangan individu secara pribadi mencapai tingkat self actualization yang tinggi dengan penuh pengertian dan penerimaan. . Pendekatan liberationist memandang guru sebagai liberator. rasional dan bermoral. pengembang pribadi yang utuh. Dalam buku itu juga diuraikan bagaimana menerapkan ketiga pendekatan tersebut.

Ada dua macam relevansi yang harus dimiliki kurikulum. metode. Dialah sebenarnya perencana. Prinsip-prinsip umum Ada beberapa prinsip umum dalam pengembangan kurikulum. Suatu kurikulum diharapkan memberikan landasan. Kurikulum menyiapkan siswa untuk bisa hidup dan bekerja dalam masyarakat. yang akan mewujudkan bentuk kurikulum yang nyata dan hidup. dan kemampuan guru diuji dalam bentuk perbuatan. mencapai tujuan yang dicita-citakan oleh siswa sendiri. menjadi pedoman bagi pengembangan kemampuan siswa secara optimal sesuai dengan tuntutan dan tantangan perkembangan masyarakat. alat. yaitu relevan ke luar dan relevansi di dalam kurikulum itu sendiri. kebutuhan. Kelas merupakan tempat untuk melaksanakan dan menguji kurikulum. dan. pejabat pendidikan. isi. gurulah pemegang kunci pelaksanaan dan keberhasilan kurikulum. pengusaha serta unsurunsur masyarakat lainnya. nilai. isi. dan pengembang kurikulum sesungguhnya. Pertama. 1. Relevansi ke luar maksudnya tujuan. Apa yang tertuang dalam kurikulum hendaknya mempersiapkan siswa untuk tugas . Oleh karena itu. Rancangan ini disusun dengan maksud memberi pedoman kepada para pelaksana pendidikan. prinsipreigansi. dan perkembangan masyarakat. Di sana semua konsep. prinsip. pengetahuan. dan aspek-aspek kurikulum tersebut seluruhnya terletak pada guru. dalam proses pembimbingan perkembangan siswa. maupun masyarakat. Dalam kurikulum terintegrasi filsafat. keluarga.BAB 8 PENGEMBANGAN KURIKULUM A. Pewujudan konsep. pendidik. nilai-nilai. prinsip. Kurikulum disusun oleh para ahli pendidikan/ahli kurikulum. ahli bidang ilmu. penilai. Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum Kurikulum merupakan rancangan pendidikan yang merangkum semua pengalaman belajar yang disediakan bagi siswa di sekolah. pelaksana. pengetahuan. dan perbuatan pendidikan. dan proses belajar yang tercakup dalam kurikulum hendaknya relevan dengan tuntutan.

Relevansi internal ini menunjukkan suatu keterpaduan kurikulum. pengalamanpengalaman belajar yang disediakan kurikulum juga hendaknya berkesinambungan antara satu tingkat kelas. dengan kelas lainnya. mudah dilaksanakan. antara satu jenjang pendidikan dengan jenjang lainnya. Kurikulum bukan hanya menyiapkan anak untuk kehidupannya sekarang tetapi juga yang akan datang. Pengembangan suatu kurikulum tidak dapat dilepaskan dan merupakan . Prinsip keempat adalah praktis. Kurikulum bukan hanya harus ideal tetapi juga praktis. Kurikulum mempersiapkan anak untuk kehidupan sekarang dan yang akan datang. menggunakan alat alat sederhana dan biayanya juga murah. Keberhasilan pelaksanaan kurikulum ini baik secara kuantitas maupun kualitas. Prinsip ketiga adalah kontinuitas yaitu kesinambungan. juga antara jenjang pendidikan dengan pekerjaan. alat. tetapi daram pelaksanaannya memung inkan terjadinya penyesuaian-penyesuaian berdasarkan kondisi daera aktu maupun kemampuan. Pengembangan kurikulum perlu dilakukan serempak bersama-sama. dan murah tetapi keberhasilannya tetap harus diperhatikan. Suatu kurikulum yang baik adalah kurikulum yang berisi hal-hal yang solid. di sini dan ditempat lain. maupun personalia. bagi anak yang memiliki latar belakang dan kemampuan yang berbeda. Betapapun bagus dan idealnya suatu kurikulum kalau menuntut keahlian-keahlian dan peralatan yang sangat khusus dan mahal pula biayanya. tidak terputus-putus atau berhenti-henti. Prinsip ini juga disebut prinsip efisiensi. dan Perguruan Tinggi. maka kurikulum tersebut tidak praktis dan sukar dilaksanakan. baik keterbatasan waktu. isi. dan latar belakang anak. Prinsip kedua adalah fleksibilitas.tersebut. sederhana. kurikulum hendaknya memilih sifat lentur atau fleksibel. Kurikulum juga harus memiliki relevansi di dalam yaitu ada kesesuaian atau konsistensi antara komponen-komponen kurikulum. yaitu antara tujuan. dan penilaian. Perkembangan dan proses belajar anak berlangsung secara berkesinambungan. perlu selalu ada komunikasi dan kerja sama antara para pengembang kurikulum sekolah dasar dengan SMTP. Oleh karena itu. Walatipun kurikulum tersebut hams murah. SMTA. Kurikulum dan pendidikan selalu dilaksanakan dalam keterbatasan-keterbatasan. biaya. Prinsip kelima adalah efektivitas. proses penyampaian.

Interelasi antara keempat aspek tersebut serta antara aspek-aspek tersebut dengan kebijaksanaan pendidikan perlu selalu mendapat perhatian dalam pengembangan kurikulum. Perencanaan di bidang pendidikan juga merupakan bagian yang dijabarkan dari kebijaksanaan-kebijaksanaan pemerintah di bidang pendidikan. pengalaman belajar. Keberhasilan kurikulum akan mempengaruhi keberhasilan pendidikan. dan penilaian. Hubungan kurikulum dengan pembangunan pendidikan . Kurikulum pada dasarnya berintikan empat aspek utama yaitu: tujuantujuan pendidikan. isi pendidikan.penjabaran dari perencanaan pendidikan. Visualisasi kerangka berpikir tersebut dapat dilihat pada bagan berikut: BAGAN 8.

sikap. dan keterampilan diberikan secara simultan dalam urutan situasi belajar. Survai mengenai persepsi orang tua/masyarakat tentang kebutuhan memka yang dikirimkan melalui angket atau wawancara dengan mereka. 5. Ketentuan dan kebijaksanaan pemerintah. Survai tentang pandangan para ahli dalam bidang-bidang tertentu. Perlu penjabaran tujuan pendidikan/pengajaran ke dalam bentuk perbuatan hasil belajar yang khusus dan sederhana. jangka menengah. Perumusan tujuan pendidikan bersumber pada: 1. 2.2. sikap. Perumusan komponen-komponen kurikulum hendaknya mengacu pada tujuan pendidikan. dan . wawancara. Prinsip-prinsip khusus Ada beberapa prinsip yang lebih khusus dalam pengembangan kurikulum. 2. Untuk hal tersebut diperlukan meliputi segi pengetahuan. 3. isi. pengalaman belajar. Tujuan pendidikan mencakup tujuan yang bersifat umum atau berjangka panjang. observasi. Prinsip-prinsip ini berkenaan dengan penyusunan tujuan. dihimpun melalui angket. yaitu pengetahuan. 4. Survai tentang manpower. 3. Penelitian. Unit-unit kurikulum harus disusun dalam urutan yang logis dan sistematis. yang dapat ditemukan dalam dokumen-dokumen lembaga negara mengenai tujuan. dan penilaian. Makin umum suatu perbuatan hasil belajar dirumuskan semakin sulit menciptakan pengalaman belajar. dan strategi pembangunan termasuk di dalamnya pendidikan. dan dari berbagai media massa. Prinsip berkenaan dengan pemilihan isi pendidikan Memilih isi pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan yang telah ditentukan para perencana kurikulum perlu mempertimbangkan beberapa hal. Pengalaman negara-negara lain dalam masalah yang sama. Isi bahan pelajaran harus keterampilan. 6. 1. Prinsip berkenaan dengan tujuan pendidikan Tujuan menjadi pusat kegiatan dan arah semua kegiatan pendidikan. Ketiga ranah belajar. dan jangka pendek (tujuan khusus).

Apakah metode/ teknik tersebut dapat menciptakan kegiatan untuk mencapai tujuan kognitif. Apakah metode/teknik tersebut mendorong berkembangnya kemampuan baru? 7. Apakah metode/teknik tersebut menimbulkan jalinan kegiatan belajar di sekolah dan di rumah. Apakah metode/teknik tersebut memberikan urutan kegiatan yang bertingkat-tingkat? 4. juga mendorong penggunaan sumber yang ada di rumah dan di masyarakat? 8. afektif dan psikomotor? 5. atau mengaktifkan guru atau kedua-duanya? 6. Apakah metode/teknik tersebut memberikan kegiatan yang bervariasi sehingga dapat melayani perbedaan individual siswa? 3. pembiayaannya. Untuk belajar keterampilan sangat dibutuhkan kegiatan belajar yang menekankan "learning by doing" di samping "learning by seeing and knowing". Prinsip berkenaan dengan pemilihan proses belajar mengajar Pemilihan proses belajar mengajar yang digunakan hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut: 1. Alat/media pengajaran apa yang diperlukan. Apakah semuanya sudah tersedia? Bila alat tersebut tidak ada apa penggantinya? 2. Apakah metode/teknik belajar-mengajar yang digunakan cocok untuk mengajarkan bahan pelajaran? 2. Apakah metode/teknik tersebut lebih mengaktifkan siswa. hendaknya memperhatikan: bagaimana pembuatannya. Kalau ada alat yang harus dibuat. 1. siapa yang membuat.buku pedoman guru yang memberikan penjelasan tentang organisasi bahan dan alat pengajaran secara lebih mendetail. waktu pembuatan? . Prinsip berkenaan dengan pemilihan media dan alat pengajaran Proses belajar-mengajar yang baik perlu didukung oleh penggunaan media dan alat-alat bantu pengajaran yang tepat.

paket belajar. dan psikomotor. . Uraikan ke dalam bentuk tingkahtingkah laku murid yang dapat diamati. Bagaimana kelas. Hasil yang terbaik akan diperoleh dengan menggunakan multi media. Tuliskan butir-butir test. Dalam pengolahan suatu hasil penilaian hendaknya diperhatikan halhal sebagai berikut: Norma apa yang digunakan di dalam pengolahan hasil test? Apakah digunakan formula guessing? Bagaimana pengubahan skor ke dalam skor masak? Skor standar apa yang digunakan? Untuk apakah hasil-hasil test digunakan? B. ahli pendidikan. dalam ranahranah kognitif. yaitu: administrator pendidikan. ahli kurikulum. afektif. 2. apakah dalam bentuk modul. Dalam penyusunan alat penilaian (test) hendaknya diikuti langkahlangkah sebagai berikut: Rumuskan tujuan-tujuan pendidikan yang umum. Hubungkan dengan bahan pelajaran. Bagaimana pengorganisasian alat dalam bahan pelajaran. dan tingkat kemampuan kelompok yang akan ditest? Berapa lama waktu dibutuhkan untuk pelaksanaan test? Apakah test tersebut berbentuk uraian atau objektif? Berapa banyak butir test perlu disusun? Apakah tes tersebut diadministrasikan oleh guru atau oleh murid? 3. Bagaimana pengintegrasiannya dalam keseluruhan kegiatan belajar? 5. dan lain-lain? 4. Dalam merencanakan suatu penilaian hendaknya diperhatikan beberapa hal. Pengembang Kurikulum Dalam mengembangkan suatu kurikulum banyak pihak yang turut berpartisipasi. Prinsip berkenaan dengan pemilihan kegiatan penilaian Penilaian merupakan bagian integral dari pengajaran: 1.3. usia.

guru. Peranan para administrator di tingkat pusat (direktur dan kepala pusat) dalam pengembangan kurikulum adalah menyusun dasar-dasar hukum. guru-guru. Administrator tingkat pusat bekerja sama dengan para ahli pendidikan dan ahli bidang studi di Perguruan Tinggi serta meminta persetujuannya terutama dalam penyusunan kurikulum sekolah. tetapi dalam pelaksanaannya sering harus didorong dan dibantu oleh para administrator. Atas dasar kerangka dasar dan program inti tersebut para administrator daerah (kepala kantor wilayah) dan administrator lokal (kabupaten. dan orang tua.ahli bidang ilmu pengetahuan. memberikan dorongan dan bimbingan kepada guru-guru. menyusun kerangka dasar serta program inti kurikulum. Administrator lokal harus bekerja sama dengan kepala sekolah dan guru dalam mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. kepala kantor wilayah. pusat pengembangan kurikulum. kepala kantor kabupaten dan kecamatan serta kepala sekolah. la merupakan figur kunci di sekolah. Kerangka dasar dan program inti tersebut akan menentukan minimum course yang dituntut. Peranan kepala sekolah lebih banyak berkenaan dengan implementasi kurikulum di sekolahnya. Dari pihak-pihak tersebut yang secara terusmenerus turut terlibat dalam pengembangan kurikulum adalah: administrator. Para kepala sekolah ini sesungguhnya yang secara terus menerus terlibat dalam pengembangan dan implementasi kurikulum. Para kepala sekolah mempunyai wewenang dalam membuat operasionalisasi sistem pendidikan pada masing-masing sekolah. Kepala sekolah juga mempunyai peranan kunci dalam menciptakan kondisi untuk pengembangan kurikulum di sekolahnya. kepemimpinan kepala sekolah sangat mempengaruhi suasana sekolah dan pengembangan kurikulum. kecamatan dan kepala sekolah) mengembangkan kurikulum sekolah bagi daerahnya yang sesuai dengan kebutuhan daerah. mengkomunikasikan sistem pendidikan kepada masyarakat. dan orang tua murid serta tokoh-tokoh masyarakat. Walaupun guru dapat mengembangkan kurikulum sendiri. serta mendorong pelaksanaan kurikulum oleh guru -guru di kelas. Peranan para administrator pendidikan Para administrator pendidikan ini terdiri atas: direktur bidang pendidikan. 1. .

baik kebijaksanaan pembangunan secara umum maupun pembangunan pendidikan. Apabila pengembangan kurikulum sudah banyak dilakukati pada tingkat daerah atau lokal. Pengembangan kurikulum bukan hanya sekadar memilih dan menyusun bahan pelajaran dan metode mengajar. sebab apa yany. Partisipasi para ahli pendidikan dan ahli kurikulum terutama sangat dibutuhkan dalam pengembangan kurikulum pada tingkat pusat. maupun ahli bidang studi/disiplin ilmu. perkembangan tuntutan masyarakat. Oleh karena itu. model media. Pengembangan kurikulum juga membutuhkan partisipasi para ahli bidang studi/bidang ilmu yang juga mempunyai wawasan tentang pendidikan serta perkembangan tuntutan masyarakat. dan masukan-masukan dari pelaksaman pendidikan dan kurikulum yang sedang berjalan. maupun model evaluasinya. lokal bahkan sekolah juga sangat diperlukan. Mengacu pada kebijaksanaan-kebijaksanaan yang ditetapkan pemerintah. model pembelajaran.2. Mereka juga sangat diharapkan partisipasinya dalam menyusun materi ajaran dalam sekuens yang sesuai dengan struktur keilmuan tetapi sangat memudahkan para siswa untuk mempelajarinya. model desain. ahli kurikulum. pemilihan sistem dan model kurikulum. model pengelolaan. baik ahli pendidikan. maka pertisipasi mereka pada tingkai daerah. serta berbagai perangkat dan pedoman penjabaran serta pedoman implementasi dari model-model tersebut. . tetapi juga perlu dilandasi oleh perkembangan konsep-konsep dalam ilmu. baik model konsep. tetapi menyangkut penentuan arah dan orientasi pendidikan. para ahli pendidikan dan kurikulum memberikan alternatif konsep pendidikan dan model kurikulum yang dipandang paling sesuai dengan keadaan dan tuntutan di atas. Peranan para ahli Pengembangan kurikulum bukan saja didasarkan atas perubahan tuntutan kehidupan dalam masyarakat. telah digariskan pada tingkat pusat belum tentu dapat dengan mudali dipahami oleh para pengembang dan pelaksana kurikulum di daerah. Sumbangan mereka dalam memilih materi bidang ilmu. pengembangan kurikulum membutuhkan bantuan pemikiran para ahli. yang mutakhir dan sesuai dengan perkembangan kebutuhan masyarakat sangat diperlukan.

manajer sistem pengajaran. keterampilan dan kemampuan seninya dalam mengajar. Dialah yang mengolah. Dia adalah perencana. pendorong kegiatan belajar.3. Peranan guru Guru memegang peranan yang cukup penting baik di dalam perencanaan maupun pelaksanaan kurikulum. untuk memahami hambatanhambatan dalam implementasi kurikulum dan juga dapat membantu mencari cara untuk mengoptimalkan kegiatan guru. Karena guru juga merupakan barisan pengembang kurikulum yang terdepan maka guru pulalah yang selalu melakukan evaluasi dan penyempurnaan terhadap kurikulum. Guru juga bukan hanya berperan sebagai guru di dalam kelas. nilai-nilai utama masyarakat. Peranan guru bukan hanya menilai perilaku dan prestasi belajar murid murid dalam kelas. meramu kembali kurikulum dari pusat untuk disajikan di kelasnya. Sekalipun ia tidak mencetuskan sendiri konsep-konsep tentang kurikulum. ia juga seorang komunikator. pengembang alat-alat belajar. Hasil-hasil penilaian demikian akan sangat membantu pengembangan kurikulum. pelaksana. Guru juga berperan sebagai pelajar dalam masyarakatnya. dan pengembang kurikulum bagi kelasnya. guru mampu menciptakan situasi belajar yang aktif yang menggairahkan yang penuh kesungguhan dan mampu mendorong kreativitas anak. tetapi juga menilai implementasi kurikulum dalam lingkup yang lebih luas. Hal-hal di atas diperlukan untuk mempersiapkan guru dalam berbagai situasi dan kegiatan pendidikan. Berkat keahlian. . sebab ia harus selalu belajar struktur sosial masyarakat. pembimbing baik di sekolah maupun di masyarakat dalam hubungannya dengan pelaksanaan pendidikan seumur hidup. penyusunan organisasi. guru merupakan penerjemah kurikulum yang datang dari atas. pola-pola tingkah laku dalam masyarakat. Sebagai pelaksana kurikulum maka guru pulalah yang menciptakan kegiatan belajar mengajar bagi murid-muridnya. pencoba.

dan sebagainya. seminar. lokakarya. Peranan orang tua murid Orang tua juga mempunyai peranan dalam pengembangan kurikulum. Kegiatan-kegiatan tersebut akan memberikan umpan balik bagi penyempumaan kurikulum. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengembangan Kurikulum Sekolah mendapatkan pengaruh dari kekuatan-kekuatan yang ada dalain masyarakat. Perguruan tinggi Kurikulum minimal mendapat dua pengaruh dari Perguruan Tinggi. Peranan mereka dapat berkenaan dengan dua hal: pertama dalam penyusunan kurikulum dan kedua dalam pelaksanaan kurikulum. Peranan orang tua lebih besar dalam pelaksanaan kurikulum. dari pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan di perguruan tinggi umum. laporan sekolah. terutama dari perguruan tinggi dan masyarakat. Pertama. minat yang penuh. Orang tua juga secara berkala menerima laporan kemajuan anak-anaknya dari sekolah berupa rapor dan sebagainya. usaha yang sungguh-sungguh. dari pengembangan ilmu pendidikan dan keguruan serta penyiapan guru-guru di Perguruan Tinggi Keguruan (Lembaga . Melalui pengamatan dalam kegiatan belajar di rumah.4. Dalam penyusunan kurikulum mungkin tidak semua orang tua dapat ikut serta. hanya terbatas kepada beberapa orang saja yang cukup waktu dan mempunyai latar belakang yang memadai. penyelesaian tugas-tugas serta partisipasi dalam setiap kegiatan di sekolah. pertemuan orang tua-guru. dan orang tua sewajarnya mengikuti atau mengamati kegiatan belajar anaknya di rumah. pameran sekolah. Sebagian kegiatan belajar yang dituntut kurikulum dilaksanakan di rumah. partisipasi dalam kegiatan sekolah orang tua dapat turut serta dalam pengembangan kurikulum terutama dalam bentuk pelaksanaan kegiatan belajar yang sewajarnya. Rapor juga merupakan suatu alat komunikasi tentang program atau kegiatan pendidikan yang dilaksanakan di sekolah. Orang tua juga dapat hind berpartisipasi dalam kegiatan di sekolah melalui berbagai kegaitan seperti diskusi. Kedua. 1. C. Dalam pelaksanaan kurikulum diperlukan kerja sama yang sangat erat antara guru atau sekolah dengan para orang tua murid.

terutama melalui penguasaan ilmu dan kemampuan keguruan dari guru-guru yang dihasilkannya. Jenis pengetahuan yang dikembangkan di Perguruan Tinggi akan mempengaruhi isi pelajaran yang akan dikembangkan dalam kurikulum. D3 dan Sl. . yaitu program D2. tetapi juga untuk bekerja dan berusaha. Penguasaan ilmu. pedagang atau pegawai. Masyarakat Sekolah merupakan bagian dari masyarakat dan mempersiapkan anak untuk kehidupan di masyarakat. 2. Sekolah harus melayani aspirasi-aspirasi yang ada di masyarakat. Kurikulum Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan juga mempengaruhi pengembangan kurikulum. Guru-guru yang mengajar pada berbagai jenjang dan jenis sekolah yang ada dewasa ini. Isi kurikulum hendaknya mencerminkan kondisi dan dapat memenuhi tuntutan dan kebutuhan masyarakat di sekitarnya. Jenis pekerjaan dan perusahaan yang ada di masyarakat menuntut persiapannya di sekolah. Telah diuraikan terdahulu bahwa pengetahuan dan teknologi banyak memberikan sumbangan bagi isi kurikulum serta proses pembelajaran. FKIP. Perkembangan teknologi selain menjadi isi kurikulum juga mendukung pengembangan alat bantu dan media pendidikan. Perkembangan dunia usaha yang ada di masyarakat mempengaruhi pengembangan kurikulum sebt sekolah bukan hanya mempersiapkan anak untuk hidup. petani. sekolah sangat dipengaruhi oleh lingkungan masyarakat di mana sekolah tersebut berada. baik ilmu pendidikan maupun bidang studi serta kemampuan mengajar dari guru-guru akan sangat mempengaruhi pengembangan dan implementasi kurikulum di sekolah. Pada Sekolah Dasar masih banyak guru berlatar belakang pendidikan SPG dan SGO. masyarakat kota atau desa. umumnya disiapkan oleh LPTK (IKIP.Pendidikan Tenaga Kependidikan). STKIP) melalui berbagai program. Sebagai bagian dan agen dari masyarakat. Masyarakat yang ada di sekitar sekolah mungkin merupakan masyarakat homogen atau heterogen. Salah satu kekuatan yang ada dalam masyarakat adalah dunia usaha. tetapi secara berangsurangsur mereka akan mengikuti program penyetaraan D2. dan sebagainya.

politik. (2) guru hendaknya berpegang pada prinsip demokrasi. Masyarakat memiliki kelompok-kelompok etnis. keagamaan. kepala sekolah. kelompok intelek. perlu meneliti kurikulum secara menyeluruh.iiis. Sistem nilai yang akan dipelihara dan diteruskan tersebut harus terintegrasikan dalam kurikulum. dan moral. (3) guru berusaha menjadikan dirinya sebagai teladan yang patut ditiru. Masalah utama yang dihadapi para pengembang kurikulum menghadapi nilai ini adalah.. D. Dalam masyarakat Ingo terdapat aspek-aspek sosial. (5) memahami dan menerima keragaman kebudayaan sendiri. Sistem nilai Dalam kehidupan masyarakat terdapat sistem nilai. Artikulasi dan Hambatan Pengembangan Kurikulum Artikulasi dalam pendidikan berarti "kesatupaduan dan koordinasi segala pengalaman belajar". Untuk menyusun artikulasi kurikulum diperlukan kerja sama dari berbagai pihak: para administrator. ekonomi. mengusahakan perluasan dan kesinambungan kurikulum. . bahwa dalam masyarakat nilai itu tidak hanya satu. Tanpa artikulasi akan terdapat keragaman baik dalam isi. metode maupun perhatian terhadap perkembangan anak. menghilangkan duplikasi. etika.3. etis. spiritual dan sebagainya yang tiap kelompok sering memiliki nilai yang berbeda. guru guru dari setiap jenjang pendidikan. Bila artikulasi dilaksanakan dengan baik akan terwujud kesinambungan pengalaman belajar sejak TK sampai Perguruan Tinggi.pek-aspek tersebut sering juga mengandung nilai-nilai yang berbeda. Masyarakat umumnya heterogen dan multifaset. dan sebagainya A. juga antara satu bidang studi dengan bidang studi lainnya secara horizontal. estetika. chr. budaya maupun nilai politis. TK sampai rektor universitas. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan guru dalam mengajarkan nilai: (1) guru hendaknya mengetahui dan memperhatikan semua nilai yang ada dalam masyarakat. (4) guru menghargai nilai-nilai kelompok lain. kelompok sosial. fisik. kelompok vokasional. merevisi metode serta isi pengajaran. Sekolah sebagai lembaga masyarakat juga bertanggung jawab dalam pemeliharaan dan penerusan nilainilai. Untuk merealisasikan artikulasi kurikulum. orang tua murid dan tokoh-tokoh masyarakat. baik nilai moral. membuang hal-hal yang tidak diperlukan. sosial.

Ketiga karena kemampuan dan pengetahuan guru sendiri. E. serta input fakta dan pemikiran dari masyarakat. Hal itu menyebabkan tersusunnya organisasi mata pelajaran yang kaku. Guru kurang berpartisipasi dalam pengembangan kurikulum. Masyarakat adalah sumber input dari sekolah. Model-Model Pengembangan Kurikulum Banyak model yang dapat digunakan dalam pengembangan kurikulum. apalagi yang berbentuk kegiatan eksperimen baik metode. Hambatan lain datang dari masyarakat. Keberhasilan pendidikan. Salah satu hal yang sering dipandang menghambat artikulasi adalah pembagian menurut tingkat belajarnya. isi atau sistem secara keseluruhan membutuhkan biaya yang sering tidak sedikit. Untuk pengembangan kurikulum dibutuhkan dukungan masyarakat baik dalam pembiayaan maupun dalam memberikan umpan balik terhadap sistem pendidikan atau kurikulum yang sedang berjalan. tetapi juga perlu disesuaikan dengan sistem pendidikan dan sistem pengelolaan pendidikan yang dianut serta model konsep pendidikan mana yang . ketepatan kurikulum yang digunakan membutuhkan bantuan. Hambatan lain yang dihadapi oleh pengembang kurikulum adalah masalah biaya. Hal itu disebabkan beberapa hal. Untuk menjamin kesinambungan pengalaman belajar beberapa sekolah menggunakan sistem pendidikan tidak berkelas. Pemilihan suatu model pengembangan kurikulum bukan saja didasarkan atas kelebihan dan kebaikan-kebaikannya serta kemungkinan pencapaian hasil yang optimal. Untuk pengembangan kurikulum. hubungan antara satu tingkat dengan tingkat berikutnya. Pertama kurang waktu. Hambatan-hambatan pengembangan kurikulum Dalam pengembangan kurikulum terdapat beberapa hambatan.Dalam mengusahakan artikulasi kurikulum tersebut murid pun perlu dimintakan pendapatnya tentang hubungan pelajaran yang satu dengan yang lainnya. Hambatan pertama terletak pada guru. Kedua kekurangsesuaian pendapat. baik antara sesama guru maupun dengan kepala sekolah dan administrator.

ahli kurikulum. dan strategi utama dalam pengembangan kurikulum. The administrative model Model pengembangan kurikulum ini merupakan model paling lama dan paling banyak dikenal. 1. Roger's interpersonal relations model. Anggota-anggota komisi atau tim ini terdiri atas. para ahli pendidikan. Model pengembangan dalam kurikulum yang sifatnya subjek akademis berbeda dengan kurikulum humanistik.digunakan. . the systematic action research model dan emerging technical model. serta menyusun pedomanpedoman pelaksanaan kurikulum tersebut bagi guru-guru. Model pengembangan kurikulum dalam sistem pendidikan dan pengelolaan yang sifatnya sentralisasi berbeda dengan yang desentralisasi. Setelah hal-hal yang mendasar ini terumuskan dan mendapatkan pengkajian yang saksama. Tugas tim kerja ini merumuskan tujuan-tujuan yang lebih operasional dari tujuantujuan yang lebih umum. dijabarkan dari konsep-konsep dan kebijaksanaan dasar yang telah digariskan oleh tim pengarah. Taba's inverted model. Para anggota tim atau komisi ini terdiri atas para ahli pendidikan/kurikulum. memilih strategi pengajaran dan evaluasi. dan para tokoh dari dunia kerja dan perusahaan. Tim kerja pengembangan kurikulum bertugas menyusun kurikulum yang sesungguhnya yang lebih operasional. Dengan wewenang administrasinya. administrator pendidikan menyusun tim atau komisi kerja pengembangan kurikulum. direktur atau kepala kantor wilayah pendidikan dan kebudayaan) membentuk suatu komisi atau tim pengarah pengembangan kurikulum. ahli disiplin ilmu dari perguruan tinggi. the demonstration model. kebijaksanaan. guru-guru bidang studi yang senior. landasan-landasan. the grass roots model. pejabat di bawahnya. Beauchamp's system. yaitu: the administrative (line staff) model. teknologis dan rekonstruksi sosial. Tugas tim atau komisi ini adalah merumuskan konsep-konsep dasar. ahli disiplin ilmu. administrator pendidikan (apakah dirjen. memilih dan menyusun sekuens bahan pelajaran. Sekurang-kurangnya dikenal delapan model pengembangan kurikulum. Diberi nama model administratif atau line staff karena inisiatif dan gagasan pegembangan datang dari para administrator pendidikan dan menggunakan prosedur administrasi.

pengamatan dan pengawasan serta bimbingan dalam pelaksanaannya. dan dinilai telah cukup baik. satu atau . Hasil penilaian tersebut merupakan umpan balik. Pengembangan kurikulum dari atas. baik bagi instansi pendidikan di tingkat pusat. Pengembangan atau penyempurnaan ini dapat berkenaan dengan suatu komponen kurikulum. Model pengembangan kurikulum yang pertama. sekelompok guru atau keseluruhan guru di suatu sekolah mengadakan upaya pengembangan kurikulum. maupun sekolah. Setelah mendapatkan beberapa penyempurnaan. yaitu guru-guru atau sekolah. Mereka perlu mendapatkan petunjuk-petunjuk dan penjelasan atau mungkin juga peningkatan pengetahuan dan keterampilan. prosedur pelaksanaan maupun keberhasilannya. Dalam pelaksanaan kurikulum tersebut.Setelah semua tugas dari tim kerja pengembang kurikulum tersebut selesai. Penilaian menyeluruh dapat dilakukan oleh tim khusus dari tingkat pusat atau daerah. Dalam model pengembangan yang bersifat grass roots seorang guru. sedang penilaian persekolah dapat dilakukan oleh tim khusus sekolah yang bersangkutan. 2. hasilnya dikaji ulang oleh tim pengarah serta para ahli lain yang berwenang atau pejabat yang kompeten. untuk menilai baik validitas komponen-komponennya. Karena sifatnya yang datang dari atas. model pengembangan kurikulum demikian disebut juga model "top down" atau "line staff'. Inisiatif dan upaya pengembangan kurikulum. tidak selalu segera berjalan. bukan datang dari atas tetapi dari bawah. sebab menuntut kesiapan dari pelaksanaannya. administrator pemberi tugas menetapkan berlakunya kurikulum tersebut serta memerintahkan sekolahsekolah untuk melaksanakan kurikulum tersebut. sedangkan model grass roots akan berkembang dalam sistem pendidikan yang bersifat desentralisasi. digunakan dalam sistem pengelolaan pendidikan/kurikulum yang bersifat sentralisasi. The grass roots model Model pengembangan ini merupakan lawan dari model pertama. Setelah berjalan beberapa saat perlu juga dilakukan suatu evaluasi. Kebutuhan akan adanya penataran sering tidak dapat dihindarkan. terutama guru-guru. daerah. selama tahun-tahun permulaan diperlukan pula adanya kegiatan monitoring.

and in judging and evaluating the rusults. Stanley. dan juga penyempurna dari pengajaran di kelasnya.beberapa bidang studi ataupun seluruh bidang studi dan seluruh komponen kurikulum. atau keseluruhan bidang studi pada sekolah atau daerah lain. baik dilihat dari kemampuan guru-guru. 4. and Shores 1957: 429). and plans (Smith. 3. and solving the problems to be encountered. yang pada gilirannya akan melahirkan manusiamanusia yang lebih mandiri dan kreatif. they will be able to understand one another better and to reach a consensus on basic principles. fasilitas. The competence of teachers will be improved only as the teachers become involved personally in the problems of curriculum revision. in selecting. 2. 3. Hal itu sesuai dengan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum yang dikemukakan oleh Smith. biaya maupun bahan-bahan kepustakaan. The curriculum will improve only as the professional competence of teachers improves. Beauchamp mengemukakan lima hal di dalam pengembangan suatu kurikulum. oleh karena itu dialah yang paling kompeten menyusun kurikulum bagi kelasnya. goals. akan lebih baik. memungkinkan terjadinya kompetisi di dalam meningkatkan mutu dan sistem pendidikan. dikembangkan oleh Beauchamp seorang ahli kurikulum. Pengembangan kurikulum yang bersifat desentralisasi dengan model grass rootsnya. pengembangan kurikulum model grass roots. 1. defining. Apabila kondisinya telah memungkinkan. Pengembangan kurikulum yang bersifat grass roots. tetapi mungkin pula dapat digunakan untuk bidang studi sejenis pada sekolah lain. Stanley dan Shores (1957: 429). Hal itu didasarkan atas pertimbangan bahwa guru adalah perencana. Beauchamp's system Model pengembangan kurikulum ini. Dialah yang paling tahu kebutuhan kelasnya. . mungkin hanya berlaku untuk bidang studi tertentu atau sekolah tertentu. As people meet in face-to-face groups. pelaksana. If teachers share in shaping the goals to be attained. their involvement will be most nearly assured.

Ada empat kategori orang yang turut berpartisipasi dalam pengembangan kurikulum. yaitu siapa-siapa yang turut serta terlibat dalam pengembangan kurikulum. (4) profesional lain dan tokoh-tokoh masyarakat. Beauchamp mencoba melibatkan para ahli dan tokoh-tokoh pendidikan seluas mungkin. dan dalam menentukan keseluruhan desain kurikulum. Untuk tingkat propinsi atau nasional tidak terlalu banyak melibatkan guru. (3) para profesional dalam sistem pendidikan. kecamatan. (1) . tetapi arena pengembangan kurikulum lianya mencakup satu daerah kabupaten saja sebagai pilot proyek. Beauchamp membagi keseluruhan kegiatan ini dalam lima langkah. kecamatan atau sekolah keterlibatan guru-guru semakin besar. apakah suatu sekolah. Pentahapan arena ini ditentukan oleh wewenang yang dimiliki oleh pengambil kebijaksanaan dalam pengembangan kurikulum. organisasi dan prosedur pengembangan kurikulum. apakah peranan mereka?. (2) para ahli pendidikan dari perguruan tinggi atau sekolah dan guru-guru terpilih. serta oleh tujuan pengembangan kurikulum. (2) Bila ya. dan pengusaha serta industriawan. Sebaliknya untuk tingkat kabupaten. menetapkan arena atau lingkup wilayah yang akan dicakup oleh kurikulum tersebut. Penetapan personalia ini sudah tentu disesuaikan dengan tingkat dan luas wilayah arena.Pertama. yaitu: (1) para ahli pendidikan/kurikulum yang ada pada pusat pengembangan kurikulum dan para ahli bidang ilmu dari luar. para penulis dan penerbit buku. (3) Apakah mungkin ditemukan alat dan cara yang paling efektif untuk melaksanakan peran tersebut? Ketiga. Walaupun daerah yang menjadi wewenang kepala kanwil pendidikan dan kebudayaan mencakup suatu wilayah propinsi. para pejabat pemerintah. menetapkan personalia. kabupaten. yaitu. Kedua. politikus. propinsi ataupun seluruh negara. Mengenai keterlibatan kelompok-kelompok personalia ini. dibanding dengan tokohtokoh lain seperti. memilih isi dan pengalaman belajar. Beauchamp mengemukakan tiga pertanyaan: (1) Haruskah kelompok ahli/pejabat/profesi tersebut dilibatkan dalam pengembangan kurikulum?. Langkah ini berkenaan dengan prosedur yang harus ditempuh dalam merumuskan tujuan umum dan tujuan yang lebih khusus. yang biasanya pengaruh mereka kurang langsung terhadap pegembangan kurikulum. serta kegiatan evaluasi.

datang dari bawah.Membentuk tim pengembang kurikulum. (2) evaluasi desain kurikulum. 4. baik kesiapan guruguru. pengembangan kurikulum sering mendapat tantangan dari pihak-pihak tertentu. (4) evaluasi dari keseluruhan sistem kurikulum. sebab membutuhkan kesiapan yang menyeluruh. serta prinsip-prinsip melaksanakannya. di samping kesiapan manajerial dari pimpinan sekolah atau administrator setempat. Hasil penelitian dan pegembangan ini diharapkan dapat digunakan bagi lingkungan yang lebih luas. Data yang diperoleh dari hasil kegiatan evaluasi ini digunakan bagi penyempurnaan sistem dan desain kurikulum. (4) merumuskan kriteria-kriteria bagi penentuan kurikulum baru. (3) evaluasi hasil belajar siswa. siswa. Langkah ini minimal mencakup empat hal. suatu komponen kurikulum atau mencakup keseluruhan komponen kurikulum. Model ini diprakarsai oleh sekelompok guru atau sekelompok guru bekerja sama dengan ahli yang bermaksud mengadakan perbaikan kurikulum. (2) mengadakan penilaian atau penelitian terhadap kurikulum yang ada yang sedang digunakan. (5) penyusunan dan penulisan kurikulum baru. Langkah ini merupakan langkah mengimplementasikan atau melaksanakan kurikulum yang bukan sesuatu yang sederhana. yaitu: (1) evaluasi tentang pelaksanaan kurikulum oleh guru-guru. Menurut Smith. bahan maupun biaya. fasilitas. (3) Studi penjajagan tentang kemungkinan penyusunan kurikulum baru. Kegiatan penelitian dan pengembangan ini biasanya diprakarsai dan diorganisasi oleh instansi . Keempat. Proyek ini bertujuan mengadakan penelitian dan pengembangan tentang salah satu atau beberapa segi/komponen kurikulum. dan Shores ada dua variasi model demonstrasi ini. hanya mencakup suatu atau beberapa sekolah. sekelompok guru dari satu sekolah atau beberapa sekolah ditunjuk untuk melaksanakan suatu percobaan tentang pengembangan kurikulum. Model ini umumnya berskala kecil. implementasi kurikulum. Stanley. Pertama. The demonstration model Model demonstrasi pada dasarnya bersifat grass roots. Langkah yang kelima dan merupakan terakhir adalah evaluasi kurikulum. Karena sifatnya ingin mengubah atau mengganti kurikulum yang ada.

Kelemahan model ini. dengan urutan: 1) Penentuan prinsip-prinsip dan kebijaksanaan dasar. Taba's inverted model Menurut cara yang bersifat tradisional pengembangan kurikulum dilakukan secara deduktif. karena kurikulum disusun dan dilaksanakan dalam situasi tertentu yang nyata. sedikit sekali untuk ditolak oleh administrator. kurang bersifat formal. untuk kemudian digunakan di daerah yang lebih luas. Bentuk yang kedua. 4) Melaksanakan kurikulum di dalam kelas. Kedua. direktorat pendidikan. perubahan atau penyempurnaan kurikulum dalam skala kecil atau aspek tertentu yang khusus. .pendidikan yang berwewenang seperti. dibandingkan dengan perubahan dan penyempurnaan yang menyeluruh. Ada beberapa kebaikan dari pengembangan kurikulum dengan model demonstrasi ini. Ketiga. 3) Menyusun unit-unit kurikulum sejalan dengan desain yang menyeluruh. mencoba mengadakan penelitian dan pengembangan sendiri. Pertama. pengembangan kurikulum dalam skala kecil dengan model demonstrasi ilapat menend hambatan yang sering dialami yaitu dokumentasinya hagus tetari pclaknotiaatinva tidak ada. 2) Merumuskan desain kurikulum yang bersifat menyeluruh didasarkan atas komitmen-komitmen tertentu. Mereka mencoba menggunakan halhal lain yang berbeda dengan yang berlaku. Beberapa orang guru yang merasa kurang puas dengan kurikulum yang ada. 5. kantor wilayah pendidikan dan kebudayaan. maka akan dihasilkan suatu kurikulum atau aspek tertentu dari kurikulum yang lebih praktis. pusat pengembangan kurikulum. Dengan kegiatan ini mereka mengharapkan ditemukan kurikulum atau aspek tertentu dari kurikulum yang lebih baik. Keempat. model ini sifatnya yang grass roots menempatkan guru sebagai pengambil inisiatif dan nara sumber yang dapat menjadi pendorong bagi para administrator untuk mengembangkan program baru. adalah bagi guru guru yang tidak turut berpartisipasi mereka akan menerimanya dengan enggan -enggan. dan sebagainya. dalam keadaan terburuk mungkin akan terjadi apatisme.

yang merupakan inversi atau arah terbalik dari model tradisional. mengadakan unit-unit eksperimen bersama guru-guru. 1962: 347-379). Hal itu dilakukan. serta menghimpun data bagi penyempurnaan. 5) Memilih pengalaman belajar. Perencanaan didasarkan atas teori yang kuat. yaitu penarikan kesimpulan tentang hal-hal yang lebih bersifat umum yang berlaku dalam lingkungan yang lebih luas. Untuk menguji keberlakuannya pada daerah yang lebih luas perlu adanya kegiatan konsolidasi. 7) Mengevaluasi. Pertama. sebab meskipun suatu unit eksperimen telah cukup valid dan praktis pada sesuatu sekolah belum tentu demikian juga pada sekolah yang lainnya. Meskipun unit eksperimen ini telah diuji dalam pelaksanaan di kelas eksperimen. tetapi masih harus diuji di kelas-kelas atau tempat lain untuk megetahui validitas dan kepraktisannya. Di dalam unit eksperimen ini diadakan studi yang saksama tentang hubungan antara teori dengan praktik. Ada delapan langkah dalam kegia tan unit eksperimen ini. 2) Merumuskan tujuan-tujuan khusus. Ada lima langkah pengembangan kurikulum model Taba ini. 8) Melihat sekuens dan keseimbangan (Taba. Langkah keempat. Dari langkah pengujian diperoleh beberapa data. pengembangan keseluruhan kerangka kurikulum. sebab tidak merangsang timbulnya inovasi-inovasi. 6) Mengorganisasi pengalaman belajar. data tersebut digunakan untuk mengadakan perbaikan dan penyempurnaan. 3) Memilih isi. Langkah ketiga. mengadakan revisi dan konsolidasi. 1) Mendiagnosis kebutuhan. dan pelaksanaan eksperimen di dalam kelas menghasilkan data-data yang untuk menguji landasan teori yang digunakan. menguji unit eksperimen. Menurutnya pengembangan kurikulum yang lebih mendorong inovasi dan kreativitas guru-guru adalah yang bersifat induktif. Selain perbaikan dan penyempurnaan diadakan juga kegiatan konsolidasi.Taba berpendapat model deduktif ini kurang cocok. Apabila dalam kegiatan penyempurnaan dan konsolidasi telah diperoleh sifatnya . 4) Mengorganisasi isi. Langkah kedua.

Guru serta pendidik lainnya bukan pemberi informasi apalagi penentu perkembangan anak. alat dan bahan juga biaya. changing).yang lebih menyeluruh atau berlaku lebih luas. hal itu masih harus dikaji oleh para ahli kurikulum dan para profesional kurikulum lainnya. Langkah kelima. Selama satu minggu para pejabat pendidikan/administrator melakukan kegiatan kelompok dalam suasana yang relaks. implementasi dan diseminasi. Di dalam langkah ini masalah dan kesulitan-kesulitan pelaksanaan tetapi dihadapi. Pertama. . Memang ia banyak mengemukakan konsepnya tentang perkembangan dan perubahan individu. Pendidikan juga tidak lain merupakan upaya untuk membantu memperlancar dan mempercepat perubahan tersebut. tidak formal. yatiu menerapkan kurikulum baru ini pada daerah atau sekolah-sekolah yang lebih luas. baik berkenaan dengan kesiapan guru-guru. Kegiatan itu dilakukan untuk megnetahui apakah konsep-konsep dasar atau landasan-landasan teori yang dipakai sudah masuk dan sesuai. pemilihan target dari sistem pendidikan. Menurut Rogers manusia berada dalam proses perubahan (becoming. mereka hany alah pendorong dan pemelancar perkembangan anak. sesungguhnya ia mempunyai kekuatan dan potensi untuk berkembang sendiri. developing. Di dalam penentuan target ini satusatunya kriteria yang menjadi pegangan adalah adanya kesediaan dari pejabat pendidikan untuk turut serta dalam kegiatan kelompok yang intensif. Menurut When Crosby (1970: 388) perubahan kurikulum adalah perubahan individu. fasilitas. 6. Ada empat langkah pengembangan kurikulum model Rogers. tetapi karena ada hambatan-hambatan tertentu ia membutuhkan orang lain untuk membantu memperlancar atau mempercepat perubahan tersebut. Melalui kegiatan kelompok ini mereka akan mengalami perubahanperubahan sebagai berikut. Roger's interpersonal relations model Meskipun Rogers bukan seorang ahli pendidikan (ia ahli psikologi atau psikoterapi) tetapi konsep-konsepnya tentang psikoterapi khususnya bagaimana membimbing individu juga dapat diterapkan dalam bidang pendidikan dan pengembangan kuriulum.

Keikutsertaan guru dalam kelompok tersebut sebaiknya bersifat suka rela. 5. Langkah kedua dalam pengembangan kurikulum model Rogers adalah partisipasi guru dalam pengalaman kelompok yang intensif. He pays as much attention to his relationships with student as he does to course content. Selama lima hari penuh siswa ikut serta dalam kegiatan kelompok. torublesome ideas from students. Efek yang akan diterima guru-guru sejalan dengan para administrator. He develops an equalitarian and democratic classroom climate (Rogers. dengan fasilitator para guru atau administrator atau fasilitator dari luar. 7. 3. He is less protective of his own beliefs and can listen more accurately 2. He openly confronts personal emotional frictions between him self and colleagues. He feels freer to express both positive and negative feelings in class. He communicates more clearly and realistically to superiors. Langkah ketiga. 1. and sub-ordinates because he is more open and less self-protective. 2. He is more able to accept both positive and negative feeback and use it constructively (Rogers. Dan kegiatan ini para siswa akan mendapatkan: 1. He works through these feelings toward a realistic solutin. pengembangan pengalaman kelompok yang intensif untuk satu kelas atau unit pelajaran. He works out problems with students rather than responding in a disciplinary and punitive manner. He finds it easier and less threatening to accept innovative ideas. He is more person oriented and democratic. He accepts innovative. 4. 3. 4. 6. 5. rather than insisting on conformity.1. guru juga turut serta dalam kegiatan kelompok. He is more able to listen to students. Sama seperti yang dilakukan para pejabat pendidikan. dengan beberapa tambahan. . 1967:722). 1967:724). He has less need to protect bureaucratic rules. lama kegiatan kalau bisa satu minggu lebih baik. 2. peers. tetapi dapat juga kurang dari satu minggu.

1(liiiiii istr. mempunyai . Lama kegiatan kelompok dapat tiga jam tiap sore hari selama seminggu atau 24 jam secara terus menerus. dengan anak. Itulah ciri khas Carl Rogers sebagai seorang Eksistensialis Humanis. serta wibawa dari pengetahuan profesional. He has more energy for learning because he has less fear of constant evaluation and punishment. struktur sistem sekolah. Hal itu mencakup suatu proses yang melibatkan kepribadian orang tua. Kegiatan ini dapat dikoordinasi oleh BP3 masing-masing sekolah. He finds that the learning process enables him to deal with his lily (Rogers. dan dengan guru. Kegiatan merupakan kulminasi dari semua kegiatan kelompok di atas. dan sebagainya. The systematic action-research model Model kurikulum ini didasarkan pada asumsi bahwa perkembangan kurikulum merupakan perubahan sosial. Kegiatan ini bertujuan memperkaya orang-orang dalam hubungannya dengan sesama orang tua. data. siswa guru. 1967:725). dan lain-lain. Sepertinya tidak ada suatu perencanaan kurikulum tertulis. pola hubungan pribadi dan kelompok dari sekolah dan masyarakat. litho fallibly human beings. 6. encounter group dan Training Group (T Group). kalau mungkin ada pengalaman kegiatan kelompok yang bersifat campuran. para orang tua. He discovers that he is responsible for his own learning 5. guru. sekolah dan organisasi masyarakat. Metode pendidikan yang diutamakan Rogers adalah sensitivity training. Berkat berbagai bentuk aktivitas dalam interaksi ini individu akan berubah. Kurikulum dikembangkan dalam konteks harapan warga masyarakat. 4. 7. pengusaha. tokoh masyarakat. Model pengembangan kurikulum dari Rogers ini berbeda dengan modelmodel lainnya. yang ada hanyalah rangkaian kegiatan kelompok.um‡. Rogers juga menyarankan. Bagi Rogers yang penting adalah aktivitas dan interaksi. Sesuai dengan asumsi tersebut model ini menekankan pada tiga hal itu: hubungan insani. Langkah keempat.3. partisipasi orang tua dalam kegiatan kelompok. rancangan tertulis. He awe anal tear of authority diminish as he finds teachers and . is tidak mementingkan formalitas. siswa.

The Behavioral Analysis Model. Langkah pertama dari model ini adalah menentukan spesifikasi perangkat hasil belajar yang harus dikuasai siswa. (3) The computer based model. Kegiatan pengumpulan data ini mempunyai beberapa fungsi: menyiapkan data bagi evaluasi tindakan. (2) sebagai bahan pemahaman tentang masalah yang dihadapi. Tindakan ini segera diikuti oleh kegiatan pengumpulan data dan faktafakta. ketiga. Langkah kedua adalah menyusun instrumen untuk menilai ketercapaian hasil-hasil belajar tersebut. dan mengidentifikasi faktor-faktor. mengidentifikasi tahap- . kekua tan dan kondisi yang mempengaruhi masalah tersebut. Langkah.pandangan tentang bagaimana pendidikan. juga mempengaruhi perkembangan modelmodel kurikulum. Tumbuh kecenderungan-kecenderungan baru yang didasarkan atas hal itu. (4) sebagai bahan untuk menentukan tindakan lebih lanjut. Langkah pertama. Siswa mempelajari perilaku-perilaku tersebut secara berangsur-angsur mulai dari yang sederhana menuju yang lebih kompleks. bagaimana anak belajar. Suatu perilaku/kemampuan yang kompleks diuraikan menjadi perilaku-perilaku yang sederhana yang tersusun secara hierarkis. dan salah satu cara untuk mencapai hal itu adalah dengan prosedur action research. The system analysis model. di antaranya: (1) The Behavioral Analysis Model. Dari hasil kajian tersebut dapat disusun rencana y ang menyeluruh tentang cara-cara mengatasi masalah lersebut. Emerging technical models Perkembangan bidang teknologi dan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai efisiensi efektivitas dalam bisnis. menekankan penguasaan perilaku atau kemampuan. serta tindakan pertama yang hams diambil. (3) sebagai bahan untuk menilai kembali dan mengadakan modifikasi. berupa pengumpulan data yang bersifat menyeluruh. dan bagaimana peranan kurikulum dalam pendidikan dan pengajaran. 8. Penyusunan kurikulum hams memasukkan pandangan dan harapan-harapan masyarakat. Kedua. implementasi dari keputusan yang diambil dalam tindakan pertama. The System Analysis Model berasal dari gerakan efisiensi bisnis. mengadakan kajian secara saksama tentang masalah masalah kurikulum.

Setelah diadakan pengolahan disesuaikan dengan kemampuan dan hasil-hasil belajar yang dicapai siswa disimpan dalam komputer. Pengembangannya dimulai dengan mengidentifikasi seluruh unit-unit kurikulum. Glen. Kenneth I I. Boston: Allyn and Bacon. 3) Pengembangan dan evaluasi hipotesis atau pemecahan yang mungkin.tahap ketercapaian hasil serta perkiraan biaya yang diperlukan. simulasi. (1980). metode kasus). diskusi. Kerangka kerja ini dapat digunakan oleh para instruktur. Kepada para siswa dan guru-guru diminta untuk melengkapi pertanyaan tentang unit-unit kurikulum tersebut. Curriculum Planning. 4) Generalisasi yang didasarkan atas kemungkinan pemecahan. suatu model pengembangan kurikulum dengan memanfaatkan komputer. Ada lima langkah cara mengajar inkuiri yang didasarkan atas konsep ini: 1) Pengembangan konsep dasar yang merupakan landasan bagi pengajaran. Kelima langkah tersebut dapat digunakan dalam berbagai situasi: individual atau kelompok kecil. A New Approach. membandingkan biaya dan keuntungan dari beberapa program pendidikan. Boston: Allyn and Bacon. 2) Menyatakan konsep dalam bentuk pertanyaan yang bersifat terbuka untuk memancing sejumlah kemungkinan pemecahan. menganalisis dan mengaplikasikannya dalam berbagai proses pengajaran. Buku Acuan Hoover. debat. guru dan calon guru untuk memahami. The Computer-Based Model. permainan. Karena . sosiodrama. tiap unit kurikulum telah memiliki rumusan tentang hasil-hasil yang diharapkan. Buku ini merupakan kumpulan tulisan dari sekitar 50 orang ahli kurikulum. kelompok besar (seminar. ceramah). Langkah keempat. F. Tulisan ini menyajikan suatu kerangka kerja dasar yang bersilai konseptual tentang penggunaan metode mengajar yang didasarkan atas pendekatan inkuiri. Meskipun demikian pokok-pokok yang dibahas telah tersusun secara sistematis-logis sehingga membentuk satu kesatuan karya yang utuh. sosiometri. metode yang bersifat afektif (role playing. Inc. The Professional Teacher's I landboolt. (1982). Hass.

dan kriteria kurikulum. pengetahuan. sekolah dasar. maupun para mahasiswa yang sedang mendalami kurikulum. faktor-faktor sosial. belajar. tersusun secara sistematis. . perkembangan individu. Keseluruhan isi buku ini. dimulai dengan dasar-dasar dan kriteria kurikulum yang menyangkut konsep. buku ini boleh dikatakan komprehensif.ditulis oleh begitu banyak orang. pendidikan tinggi dan orang dewasa. sehingga membentuk satu handbook yang lengkap. Buku ini dapat menjadi pegangan bagi para pengajar. sekolah menengah. perencana dan pengembang kurikulum. Selanjutnya juga diuraikan kurikulum pada berbagai jenjang dan jenis pendidikan. walaupun di sana sini ada saja tumpang tindih.

Evaluasi kurikulum berkenaan dengan fenomena-fenomena yang terus berubah. cara penilaian serta fasilitas pendidikan lainnya. Ada pihak yang berpendapat antara keduanya tidak ada hubungan. sebaliknya perubahan evaluasi akan memberi warna pada pelaksanaan kurikulum. tetapi ada pihak lain yang menyatakan keduanya mempunyai hubungan yang sangat erat. secara berangsur. hal itu disebabkan beberapa faktor: 1. hubungan tersebut merupakan hubungan sebab-akibat. dan prosesnya berlangsung secara evoltisioner. Perubahan dalam kurikulum berpengaruh pada evaluasi kurikulum. Hubungan antara evaluasi dengan kurikulum bersifat organis. 3. Hasil-hasil evaluasi kurikulum dapat digunakan oleh para pemegang kebijaksanaan pendidikan dan para pengembang kurikulum dalam memilih dan menetapkan kebijaksanaan pengembangan sistem pendidikan dan pengembangan model kurikulum yang digunakan. Evaluasi dan kurikulum merupakan dua disiplin yang berdiri sendiri. memilih bahan pelajaran. kepala sekolah dan para pelaksana pendidikan lainnya. Evaluasi kurikulum sukar dirumuskan secara tegas.BAB 9 EVALUASI KURIKULUM A. Pihak yang memandang ada hubungan.angsur diganti dengan pandangan baru yang lebih . pandangan lama yang tidak sesuai lagi dengan tuntutan zaman. memilih metode dan alat-alat bantu pelajaran. Evaluasi dan Kurikulum Evaluasi kurikulum memegang peranan penting baik dalam penentuan kebijaksanaan pendidikan pada umumnya. dalam memahami dan membantu perkembangan siswa. maupun pada pengambilan keputusan dalam kurikulum. Evaluasi kurikulum merupakan suatu usaha yang dilakukan oleh manusia yang sifatnya juga berubah. Objek evaluasi kurikulum adalah sesuatu yang berubah-ubah sesuai dengan konsep kurikulum yang digunakan. 2. Hasil-hasil evaluasi kurikulum juga dapat digunakan oleh guru-guru.

Juga terjadi sebaliknya. Hilda Taba menjelaskan hal-hal yang dievaluasi dalam kurikulum. seorang ahli pendidikan dari Universitas Sussex.A. kemampuan dan unjuk kerja guru. pada mulanya bersifat deskriptif yaitu menekankan pada What is it?. dan lain-lain. kompleks dan terus-menerus untuk mengetahui proses dan basil pelaksanaan sistem pendidikan dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan. Evaluasi juga meliputi rentangan yang cukup luas. mulai dari yang bersifat sangat informal sampai dengan yang sangat formal. yang menekankan pada What ought to be. Becher tentang pengembangan kurikulum dan evaluasi kurikulum.R. tetapi juga desain dan implementasi kurikulum. Sebagai contoh. fasilitas dan sumber-sumber belajar. sedangkan pada tingkat yang sangat formal berbentuk pengukuran berbagai bentuk kemajuan ke arah tujuan yang telah ditentukan. Konsep-konsep evaluasi kurikulum yang bersifat preskriptif. Seorang evaluator akan menyusun program evaluasi kurikulum sesuai dengan style dan karakteristik kurikulum yang dikembangkannya. Becher. yaitu meliputi: . teori dari Ralph Tylor dan Benyamin Bloom. Program evaluasi kurikulum bukan hanya mengevaluasi hasil belajar siswa dan proses pembelajarannya. hasil program evaluasi kurikulum akan mempengaruhi pelaksanaan praktik kurikulum. Inggris menyatakan bahwa: Tiap program pengembangan kurikulum mempunyai style dan karakteristik tertentu. Konsep R. dan evaluasi dari program tersebut akan memperlihatkan style dan karakteristik yang sama pula. berisikan pedoman-pedoman praktis bagi pengembangan kurikulum. sarana. dugaan atau pendapat tentang perubahan-perubahan yang telah dicapai oleh program sekolah. tetapi kemudian berkembang kepada yang bersifat preskriptif. Pada tingkat yang lebih formal evaluasi kurikulum meliputi pengumpulan dan pencatatan data. demikian juga dengan teori evaluasi kurikulumnya. Komponen-komponen kurikulum yang dievaluasi juga sangat luas. Evaluasi merupakan kegiatan yang luas. mempunyai tempat dalam konsep kurikulum yang bersifat preskriptif pula. Pada tingkat yang sangat informal evaluasi kurikulum berbentuk perkiraan.A. kemampuan dan kemajuan siswa.

continuity. it scope. the quality of personnel in charger of it. Curriculum evaluation may be defined as the estimation of the growth and progess of students toward objectives or values of the curriculum (Wright. punya tujuan atau sasaran yang jelas. the equipment and materials and so son (Taba. 1962: 310). the capacities of the students. Doll (1976). 1976: 364).Objective. bersifat menyeluruh dan terus-menerus. Apakah mengevaluasi keseluruhan sistem atau komponen-komponen tertentu saja. 1966: 303). yaitu hanya ditekankan pada hasil-hasil yang dicapai oleh murid. Tes standar tersebut ada . diperlukan persyaratan-persyaratan tertentu. the degree to which objectives are implemented. diagnostic worth and validity and integration (Doll. comprehensiveness. agar hasil evaluasi tersebut tetap bermakna. Apakah evaluasi tersebut ditujukan untuk menilai keseluruhan sistem kurikulum atau hanya komponen-komponen tertentu dalam sistem kurikulum tersebut. Apa yang dikemukakan di atas merupakan konsep evaluasi kurikulum yang sangat luas yang mencakup seluruh komponen dan kegiatan pendidikan. Dimensi yang bersifat kuantitatif dapat diukur dengan menggunakan berbagai bentuk alat ukur atau tes standar. Evaluasi kurikulum juga bervariasi bergantung pada dimensi-dimensi yang menjadi fokus evaluasi. Salah satu dimensi yang sering mendapat sorotan adalah dimensi kuantitas dan kualitas. orientation to goals. Evaluasi kurikulum sering juga dibatasi secara sempit. One dimension is that of quantity. 1976: 362-363). berfungsi diagnostik dan terintegrasi. the relative importance of various subject. much of the program is to be evaluated? The other dimension is that of quality-what goals are being highlighted in this evaluation and how does achievement of the goals as sure quality (Doll. Suatu evaluasi kurikulum harus memiliki nilai dan penilaian. Instrumen yang digunakan untuk mengevaluasi dimensi kuantitatif berbeda dengan instrumen untuk mengevaluasi aspek-aspek perkembangan dan prestasi yang dicapai anak. yaitu acknowledge presence of values and valuing. mengemukakan syaratsyarat suatu program evaluasi kurikulum. Luas atau sernpitnya suatu program evaluasi kurikulum sebenarnya ditentukan oleh tujuannya.

bakat) dan ada pula yang diperuntukkan mengukur kemampuan nyata atau achievement. interest inventories. orientasi kepada pekerjaan akan lebih banyak melihat ke masa depan. dan tes standar yang mengukur achievement seperti subject areas test. special aptitude test. pada situasi pendidikan serta pada organisasi kurikulum. diagnostic test. tetapi juga terus mendapat penyempurnaan atau pembaharuan Sebab-sebab yang mendorong pembaharuan ini bermacam-macam. sedangkan titik tolak pada pandangan filosofis akan lebih menekankan pada disiplin-disiplin keilmuan. karena perubahan dasar filosofis tentang struktur pengetahuan. Secara sederhana teori kurikulum dapat diklasifikasikan atas teori-teori yang lebih menekankan pada isi kurikulum. temperament and adjustment inventories. Ketiga. . nominating techniques. karena adanya tuntutan bahwa kurikulum harus lebih berorientasi pada pekerjaan. penguatan kembali nilai-nilai moral dan budaya akan meminta perhatian yang lebih besar pada kumpulan ilmu pengetahuan masa lalu. Pertama. Strategi pengembangan yang menekankan isi. karena didorong oleh tuntutan untuk menguatkan kembali nilai-nilai moral dan budaya dari masyarakat. pada dasar-dasar filosofis.yang diperuntukkan mengukur kemampuan yang bersifat potensial (kecerdasan. 1966: 306). and annecdotal records. scholastic aptitude test. Konsep Kurikulum Kurikulum merupakan daerah studi intelek yang cukup luas. yang lain pada inovasi. Faktor-faktor tersebut tidak timbul dari atau tidak ada hubungannya dengan sistem institusi persekolahan. interviews. tetapi sangat mempengaruhi pengembangan kurikulum. survey test.teori tentang kurikulum. prognostic aptitude test. dan pada konser konsep yang diambil dari ilmu perilaku manusia ini menunjukkan betapa luasnya teori. dan lain-lain. Banyak teori tentang kurikulum berupa teori menekankan pada rencana. Kedua. Instrumen yang sering digunakan untuk mengevaluasi dimensi kualitatif umpamanya: questionnaire. dan lain-lain. B. merupakan yang paling lama dan banyak dipakai. (Writht. Tes standar yang mengukur kecerdasan dan bakat umpamanya: intelligence test. Penekanan kepada isi kurikulum. Pengaruhnya terhadap pengembangan kurikulum umpamanya.

seperti kurikulum pedesaan. Kurikulum yang menekankan situasi pendidikan akan sangat beraneka. Salah satu atribut organisasi kurikulum yang didasarkan pada pengetahuan (knowledge based curriculum). bersifat khusus. bersifat khusus. pegunungan dan sebagainya. Tipe kurikulum ini lebih menekankan pada masalah di mana (where). mempunyai tujuan yang apabila telah ditransfer pada anak dapat dikuasai oleh anak. Kurikulum ini memandang murid sebagai penerima resep yang pasif. sangat memperhatikan dan disesuaikan dengan lingkungannya) Tipe ini akan menghasilkan kurikulum berdasarkan situasi-situasi lingkungan. Tujuannya adalah menghasilkan kurikulum yang benar-benar merefleksikan dunia kehidupan dari lingkungan anak. dibandingkan dengan . Pengembangan kurikulum yang menekankan isi bersifat material centered. Kurikulum yang menekankan situasi pendidikan akan sangat beraneka. Penekanan pada situasi pendidikan. Pengetahuan sebagai isi kurikulum mempunyai nilai intrinsik. sangat memperhatikan dan disesuaikan dengan lingkungannya) Tipe ini akan menghasilkan kurikulum berdasarkan situasi-situasi lingkungan. dibandingkan dengan kurikulum yang menekankan isi. Ini merupakan engineering approach. kurikulum daerah pesisir. kurikulum kelompok masyarakat nelayan. sesuatu yang akan diwariskan.Apapun titik tolaknya. Kurikulum ini bertujuan mencari kesesuaian antara kurikulum dengan situasi di mana pendidikan berlangsung. Melalui proses diseminasi mereka dapat menggunakan teknik produksi massa untuk mendapatkan pendidikan massal. Secara teoretis kurikulum yang menekankan isi dapat diukur. Tipe kurikulum ini lebih menekankan pada masalah di mana (where). pegunungan dan sebagainya. memungkinkan pengembangan dalam jumlah besar. Tujuannya adalah menghasilkan kurikulum yang benar-benar merefleksikan dunia kehidupan dari lingkungan anak. Anak dianggap bahan kasar yang tidak berdaya. kurikulum daerah pesisir. penekanan pada isi kurikulum akan membawa beberapa akibat. kurikulum kelompok masyarakat nelayan. seperti kurikulum pedesaan. sesuatu yang baru atau diperbah arui. Penekanan pada situasi pendidikan. bersama dengan teman-temannya yang lain dicetak melalui blue print masyarakat.

peranan guru dalam mengembangkan dan rnenerapkan kreasinya sangat besar.kurikulum yang menekankan isi. alam setempat. pengajaran modul. Dalam pembelajaran model sistem instruksional aktivitas murid sangat ditekankan. Penekanan pada organisasi. Sifat lain tipe ini adalah kurang atau tidak menekankan pada spesifikasi isi dan . mengevaluasi kurikulum yang menekankan pada situasi sangat sulit. Secara teoretis. perhatian sangat ditumpahkan pada mempersiapkan kebun atau sawah. masa pengembangannya juga relatif lebih singkat daripada desiminasinya. sehingga cukup sulit merancang alat penilaian yang dapat mencakup skala yang agak luas. Kurikulum ini bertujuan mencari kesesuaian antara kurikulum dengan situasi di mana pendidikan berlangsung. keduanya sangat mempengaruhi perkembangan kurikulum tipe ini. menyatakan kreativitasnya. Perencanaan dan pelaksanaan pengajaran sangat beraneka. pengajaran dengan bantuan komputer) dengan konsep pengajaran (perkembangan) dari Bruner dan Jean Piaget. Siswa tidak mungkin melakukan halhal atau kegiatan di luar yang telah diprogramkan. Kurikulum disusun sesuai dengan keadaan tanah. Perbedaan yang sangat jelas antara kurikulum yang menekankan organisasi dengan yang menekankan isi dan situasi. dan didorong untuk berinovasi.organisasi. Kurikulum ini ruang lingkupnya sempit. lebih menunjukkan fleksibilitas dalam interpretasi dan pelaksanaannya. Tipe kurikulum ini sangat menekankan pada proses belajar-mengajarjMeskipun dengan berbagai perbedaan dan di sana sini ada pertentangan. umpamanya antara konsep sistem instruksional (pengajaran berprogram. Kesulitan lain adalah juga dalam menentukan standar kriteria. adalah memberikan perhatian yang sangat besar kepada si pelajar atau siswa. tetapi aktivitas ini bukan yang telah diprogramkan secara ketat. Siswa mempunyai kesempatan. Pengetahuan dianggap bersifat relatif terhadap situasi-situasi yang khusus sesuai dengan kondisi setempat. tetapi aktivitas ini merupakan aktivitas yang sudah dirancang secara ketat. Dalam belajar aktif tersebuI penguasaan bahasa serta proses mental dari si pelajar sangat memegang . Dalam konsep belajar dari Bruner juga peranan aktif dari siswa sangat ditekankan. Kalau kurikulum yang menekankan pada isi merupakan engineering approach maka kurikulum yang menekankan situasi lebih mendekati gardening approach.

berbeda dengan yang menekankan situasi. berlaku dalam lingkungan yang cukup luas. Apakah dalam bentuk sistem instruksional ataupun dalam sistem pengajaran (perkembangan) dari Bruner. kalau penyusunan tes hasil belajar didasarkan pada tujuan. biologi dan social.peranan utama. Anak menurut Bruner merupakan hasil yang sangal kompleks dari sejarah. tesnya akan lebih ban yak mengukur tujuan-tujuan tingkat tinggi pada klasifikasi Bloom (analisis. Lebih jauh. menguasai bahasa dan menguasai kemamption kemampuan kognitif. dan konsep organisasi memberi perhatian . memberikan perhatian besar pada analisis pengetahuan baru yang ada. Secara teoretis penyusunan tes yang spesifik dapat dibuat. Tes yang disusun akan banyak menyangkut proses belajar yang bersifat umum. isi kurikulum tidak spesifik. Kurikulum yang menekankan pada organisasi menolak pendapat bahwa penguasaan pengetahuan merupakan alat untuk mencapai tujuan. C. Kurikulum yang menekankan masalah belajar-mengajar (menekankan organisasi) sebenarnya lebih dekat kepada pendekatan kurikulum yang bersifat umum (generalized curriculum). maka kurikulum yang menekankan pada organisasi. tujuannya dapat dicapai dengan cara yang berbedabeda. harus berpartisipasi secara aktil dalam lingkungan belajar. Konsep kurikulum yang menekankan isi. dan evaluasi). tetapi seperti telah diutarakan di muka. konsep situasi menuntut penilaian secara rinci tentang lingkungan belajar. Inti kurikulum bukan terletak pada bahanbahan yang dipelajari anak tetapi pada teacher's guide. Kurikulum yang menekankan organisasi juga sesungguhnya sukar untuk diukur. memusatkan perhatiannya pada sekuens-sekuens belajar serta organisasi bahan pelajaran yang disusun melalui elaborasi isi dan prosedur pengukuran. Implementasi dan Evaluasi Kurikulum Di muka telah diutarakan bahwa. kurikulum yang menekankan pada organisasi. perbedaan penekanan dalam kurikulum mengakibatkan perbedaan dalam pola rancangan. sintesis. dalam pengembangan serta dalam desiminasinya. Tipe kurikulum ini secara relatif bersifat lepas dari situasi lingkungan atau situation free.

Banyak kesulitan yang dialami dalam proyek ini. aktif dalam mengadakan pelatihan guru. strategi penyebarannya sangat mengutamakan latihan guru. mereka dapat memaksakannya melalui jalur birokrasi. membutuhkan waktu mempersiapkan situasi belajar dan menyatukannya dengan tujuan pengajaran yang cukup lama. individual. Tipe kurikulum ini mengikuti model penyebaran (difusi) dari pusat ke daerah). waktu untuk mempersiapkannya lebih pendek. dan khan. meskipun umpamanya kurikulum itu kurang thaik. Sebaliknya penyebaran kurikulum yang menekankan situasi sangat mementingkan penyiapan unsur-unsur yang terkait (catalyc ingredient). Proyek ini disiapkan untuk meningkatkan usia anak yang meninggalkan sekolah. Proyek ini juga memiliki suatu tim evaluasi. Pengembangan kurikulumnya bersifat lokal. tetapi masingmasing dapat menyesuaikan diri serta mencari keserasian antara arahan yang dibersifat pusat dengan tuntutan kebutuhan dan sifat-sifat lokal. Kurikulum yang menekankan isi sangat mengutamakan peranan desiminasi. Kurikulum yang menekankan organisasi. yang paling kritis adalah mengenai komunikasi antara tim proyek dengan guru-guru.besar pada struktur dan sekuens belajar. CARE (Centre for Applied Research in Education) di Universitas East Anglia Norwegia. Salah satu proyeknya yang pertama adalah Nuffield/Schools Council Humanities Curriculum Project tahun 1967. disediakan bagi anak usia 14 sampai 16 tahun dan yang kecerdasannya di bawah rata-rata. sedangkan kurikulum yang menekankan organisasi waktu persiapannya hampir sama dengan kurikulum yang menekankan isi. Perbedaanperbedaan dalam rancangan tersebut mempengaruhi langkah selanjutnya. dan para siswa. Meskipun demikian perhatian harus cukup banyak dipusatkan pada struktur konsep yang tidak tampak (covert) daripada analisis tujuan yang tampak (overt). Salah satu kesimpulan dari hasil evaluasi mereka adalah hasil hasil yang dicapai oleh guru-guru yang terlatih (yang mengerti maksud serta latar belakang . Kurikulum yang menekankan situasi. Dengan demikian penyebaran kurikulum ini memiliki network yang terpisah. Pengembangan kurikulum yang menekankan isi. Penyebaran ini lebih merupakan pembaharuan dari dalam dan bukan karena paksaan atau keharusan dari luar. para administrator.

Model evaluasi kaitannya dengan teori kurikulum. tetapi terdapat banyak tujuan. Pendekatan yang bersifat goal free (lebih menekankan penguasaan aktual dan bukan ideal) lebih memungkinkan. Dalam perkembangan selanjutnya ternyata. Perbedaan konsep dan strategi pengembangan dan penyebaran kurikulum. Pada kurikulum yang menekankan organisasi. Teori kurikulum dan teori evaluasi. yang utamanya adalah aktivitas dan kemampuan siswa. dan sukar menyusun alat evaluasinya. tetapi meminta waktu terlalu banyak dari para evaluator. dengan cara mengumpulkan bahan-bahan secara studi kasus dari sekolah-sekolah proyek. Model evaluasi yang bersifat komparatif atau menekankan pada objektif sangat sesuai bagi kurikulum yang bersifat rasional dan menekankan isi. juga menimbulkan perbedaan dalam rancangan evaluasi. tetapi harus dihindari penjenjangan tujuan sampai pada perumusan tujuan yang sangat khusus. karena isi dan hasil kurikulum bukan hal yang utama. karena konteksnya bukan terhadap guru atau satu tujuan. dengan kriteria yang khusus pula. tetapi tujuan yang bersifat umum seperti itu akin kabur.proyek) tidak dapat dicapai oleh guru-guru yang tidak terlatih. Dalam kurikulum yang menekankan situasi sukar disusun evaluasi yang bersifat komparatif. Dengan menggunakan konsep Ralph Tylor atau Benyamin Bloom mungkin dapat dibuat suatu modifikasi dengan menyusun tujuan yang bersifat universal yang dapat digunakan pada semua situasi. Evaluasi kurikulum yang bebas tujuan (Goal free evaluation) dalam kebanyakan kurikulum bukan . Model evaluasi kurikulum berkaitan erat dengan konsep kurikulum yang digunakan. tugas evaluasi lebih sulit lagi. bahan-bahan dari hasil studi kasus memberikan hasil yang lebih berharga bagi evaluasi kurikulum. seperti model pengembangan dan penyebaran dihasilkan oleh kurikulum yang menekankan isi. Ini menunjukkan bahwa latihan guru memegang peranan penting dalam penyebaran program. dalam evaluasinya juga diteliti pengaruh umum dari proyek. Dalam proyek itu dicari perbandingan materi antara proyek yang menggunakan guru yang terlatih dengan yang tidak terlatih. Meskipun pendekatan perbandingan banyak memberikan hasil yang berharga. Salah satu pemecahan bagi masalah ini adalah dengan pendekatan yang bersifat eklektik seperti dalam proyek Kurikulum Humaniti dari CARE.

berdasarkan skala tersebut suatu objek evaluasi dapat dinilai. evaluasi. struktur serta interest sendiri. Model evaluasi yang bersifat komparatif berkaitan erat dengan tingkahtingkah laku individu. (3) dibiayai oleh vim/ dari luar yang berjangka pendek daripada oleh anggapan tetap. Kedua. Macam-macarn model evaluasi yang digunakan bertumpu pada aspekaspek tertentu yang diutamakan dalam proses pelaksanaan kurikulum. (4) 1(. D. Konsep utama dalam evaluasi adalah masalah nilai. Peranan evaluasi kebijaksanaan dalam kurikulum khususnya pendidikan umumnya minimal berkenaan dengan tiga hal. juga di negara-negara lain. merupakan institusi sosial dari gerakan penyempurnaan kurikulum.1)111 banyak dipengaruhi oleh kebiasaan penelitian yang bersifat psikometris daripada oleh kebiasaan lama yang berupa penelitian social. Evaluasi sebagai moral judgement. dan konsensus nilai. model (pendekatan) antropologis dalam evaluasi ditujukan untuk mengevaluasi tingkah-tingkah laku dalam suatu lembaga sosial. evaluasi dan penentuan keputusan. sejarah. evaluasi yang menekankan tujuan berkaitan erat dengan kurikulum yang menekankan pada bahan ajaran atau isi kurikulum. Hal ini mengandung dua pengertian. . evaluasi berisi suatu perangkat kriteria praktis berdasarkan kriteria-kriteria tersebut suatu hasil dapat dinilai. Dengan demikian sesungguhnya terdapat hubungan yang sangat erat antara evaluasi dengan kurikulum sebab teori kurikulum juga merupakan teori dari evaluasi kurikulum. Evaluasi kurikulum sebagai institusi sosial mempunyai asal-usul. Proyek-proyek evaluasi yang dikembangkan di lnggris umpamanya. Hasil dari suatu evaluasi berisi suatu nilai yang akan digunakan untuk tindakan selanjutnya. (2) lebih berskala nasional daripada lokal. umpamanya (1) lebih berkenaan dengan inovasi daripada dengan kurikulum yang ada. Peranan Evaluasi Kurikulum Evaluasi kurikulum dapat dilihat sebagai proses sosial dan sebagai institusi sosial.merupakan salah satu alternatif evaluasi tetapi merupakan satu-satunya prosedur evaluasi yang paling memungkinkan. yaitu : evaluasi sebagai moral judgement. pertama evaluasi berisi suatu skala nilai moral. Beberapa karakteristik dari proyek-proyek kurikulum yang telah dikembangkan di Inggris.

Michael Scriven (1969) dari Universitas Indiana. Karena masalah-masalah dan konsep-konsep dalam pendidikan selalu mengalami pengembangan. or bad. dari Universitas Illinois merumuskan evaluation is an observed value compared to some standard. Hal itu tidak benar. pengumpulan data. mereka yang lebih menekankan pengumpulan informasi memandang terlepas atau tidak melibatkan nilai-nilai. dasar pertimbangan yang digunakan adalah suatu perangkat nilai-nilai. Daniel Stufflebeam (1971) merumuskan evaluation is the process of delinating. Perbedaan pendapat mengenai hal ini akan direfleksikan dalam perbedaan-perbedaan perumusan tentang evaluasi. Oleh karena itu. obtaining and providing useful information for delinating. pertama mengumpulkan informasi dan kedua menentukan suatu keputusan.Evaluasi bukan merupakan suatu proses tunggal. mengalami perkembangan pula. Stake (1976). Kutipan-kutipan di atas bukan saja melukiskan perbedaan tekanan pada pengumpulan informasi atau pada penentuan keputusan. sebab baik pada pemilihan masalah yang akan diteliti. Atas dasar kerangka nilainilai tersebut maka keputusan pendidikan diambil. Dalam evaluasi kurikulum salah satu hal yang sering menjadi inti perdebatan antara para ahli adalah pemisahan antara pengumpulan dan penyusunan informasi dengan penentuan keputusan. tetapi juga memperlihatkan adanya perbedaan karakteristik. yaitu menentukan keputusan menunjukkan suatu evaluasi. obtaining and providing useful information for judging decision alternatif. Nilai-nilai . memberikan perumusan tentang tugas evaluator. tetapi belum menunjukkan suatu evaluasi. maka pertalian antara informasi pendidikan yang diperoleh dengan keputusan yang diambil tidak selalu sama. Its (the evaluator's) task is to try very hard to condense all that mass of data into one word: good. Dalam kegiatan yang kedua. Kegiatan yang pertama mungkin juga mengandung segisegi nilai (terutama dalam memilih sumber informasi dan jenis informasi yang akan dikumpulkan). salah satu tugas dari para evaluator pendidikan mempelajari kerangka nilai-nilai tersebut. pemilihan teknik penentuan sampel serta penyajian hasil penelitian selalu melibatkan atau menyangkut masalah nilai-nilai. minimal meliputi dua kegiatan. Perkeinbangan ini terutama berkenaan dengan perkembangan atau perubahan nilai-nilai.

Pemisahan antara pengumpulan informasi dengan penentuan keputusan merupakan salah satu karakteristik institusional. Apabila terdapat perbedaan nilai antara mereka. Beberapa hasil evaluasi menjadi bahan pertimbangan bagi murid untuk mengambil keputusan apakah ia harus lebih rajin belajar atau tidak. yaitu: guru. Salah satu kesulitan yang dihadapi dalam penggunaan hasil evaluasi bagi pengambilan keputusan adalah. orang tua. kepala sekolah. Demikian juga lingkup keputusan yang diambil oleh kepala sekolah. Siapa di antara mereka yang memegang peranan paling besar dalam penentuan keputusan. hal ini dipengaruhi oleh kebiasaan pemisahan pekerjaan administrator dan peneliti. para sponsor. Dengan perkataan lain penentuan keputusan yang diambil oleh murid. Evaluasi dan penentuan keputusan. pengumpul data adalah pengambil keputusan juga. sesuai dengan posisinya. Masalah yang timbul adalah. ia mengambil keputusan bagi kepentingan seorang atau beberapa orang mu. inspektur. atau dapat pula mengambil keputusan bagi seluruh murid. Besar atau kecilnya peranan keputusan yang diambil oleh seseorang sesuai dengan lingkup tanggung jawabnya serta lingkup masalah yang dihadapinya pada suatu saat. hasil evaluasi yang diterima oleh berbagai pihak pengambil keputusan adalah sama. dan sebagainya. Jadi. murid. pengembang kurikulum. Dalam pendidikan perbedaan formal tersebut tidak ada. pengembang kurikulum. dan sebagainya. Murid mengambil keputusan sesuai dengan posisinya sebagai murid. dapat timbul ketegangan atau konflik. apakah ia harus memilih jurusan IPA atau IPS.tersebut baik dilihat dari evaluasi. apakah hasil evaluasi . dan sebagainya berbeda-beda. Pengambil keputusan dalam pelaksanaan pendidikan atau kurikulum banyak. Lain halnya dengan keputusan yang diambil oleh seorang guru. sebagian besar berkenaan dengan kepentingan dirinya. tiap pengambil keputusan dalam proses evaluasi memegang posisi nilai yang berbeda. Siapa pengambil keputusan dalam pendidikan atau khususnya dalam pelaksanaan kurikulum. atau dari subjek yang dinilai. Guru mengambil berbagai keputusan sesuai dengan posisinya sebagai guru. para inspektur. Pada prinsipnya tiap individu di atas membuat keputusan sesuai dengan posisinya.rid.

guru. tetapi kritik atau kesulitan tersebut yang paling utama adalah dalam merumuskan tujuan-tujuan khusus yang dapat diterima oleh seluruh partisipan evaluasi kurikulum serta perencanaan kurikulum. ahli ekonomi. pengembang kurikulum. Dalam model penelitian tersebut keseluruhan kegiatan dapat digambarkan dalam suatu flow chart yang merumuskan secara operasional input (pre test) caracara kegiatan (treatment) serta output (post test). pengukuran prestasi belajar yang bersifat behavioral. Konsensus tersebut berupa kerangka kerja penelitian. Para partisipan dalam evaluasi pendidikan dapat terdiri atas: orang tua. .tersebut dapat bermanfaat bagi semua pihak. dan sebagainya. tetapi beberapa pengalaman menunjukkan bahwa hal itu tidak mungkin. penggunaan analisis statistik dari pre test dan post test dan lain-lain. Kesatuan penilaian hanya dapat dicapai melalui suatu konsensus. yang dipusatkan pada tujuan-tujuan khusus. Model penelitian di atas merupakan suatu social engineering atau system approach dalam pendidikan. Bagaimana caranya agar di antara mereka terdapat kesatuan penilaian. Suatu informasi mungkin lebih bermanfaat bagi pihak tertentu. Secara historis konsensus nilai dalam evaluasi kurikulum berasal dari tradisi tes mental serta eksperimen. Juga di antara partisipan harus ada persetujuan tentang tujuan-tujuan mana yang paling penting. tetapi kurang bermanfaat bagi pihak yang lain. murid. Mereka mempunyai sudut pandangan. kepentingan nilai-nilai serta pengalaman tersendiri. penerbit. Evaluasi dan konsensus nilai. Dalam berbagai situasi pendidikan serta kegiatan pelaksanaan evaluasi kurikulum sejumlah nilai-nilai dibawakan oleh orang-orang yang turut terlibat (berpartisipasi) dalam kegiatan penilaian atau evaluasi. Sudah tentu jawabannya belum tentu. arsitek. Dalam bagian yang terdahulu sudah dikemukakan bahwa penelitian pendidikan dan evaluasi kurikulum sebagai perilaku sosial berisi nilai-nilai. Model di atas mendapatkan beberapa kritik. ahli politik. dan seterusnya. administrator. Pernah dimimpikan bahwa para partisipan tersebut merupakan suatu kelompok yang homogen sebagai pengambil keputusan atas hasil penelitian.

selama bertahun-tahun ditentukan oleh kemampuan mengingat faktafakta. sebab alat-alat evaluasi yang drgunakan bertolak dari dasar posisi nilai yang berbeda. pengukuran yang berbentuk umum (publik) tersebut merupakan salah satu model evaluasi dalam pendidikan. Karena model ini mempunyai beberapa keberatan. Dalam evaluasi kurikulum sudah tentu pandangan ini mempunyai kesulitan yang cukup besar. maka berkembang model evaluasi yang lain yang lebih bersifat goal free evaluation.Selain harus terdapat konsensus tentang tujuan-tujuan yang akan dicapai. Pendekatan evaluasi yang bersifat goal free bertolak dari sikap kebudayaan yang majemuk (cultural pluralism). Kecenderungan ini bukan saja didasari oleh teori psikologi lama. Tanpa adanya persetujuan tentang hal-hal tersebut maka sukar untuk dapat menyusun flow chart yang definitif. Model system approach atau model social engineering bersifat goal based evaluation. Sikap kebudayaan yang majemuk mempunyai dasar relativis. memandang bahwa tiap pandangan sama baiknya. Dengan adanya ujianujian tersebut. karena bertitik tolak dari tujuan-tujuan yang khusus. Penguasaan pengetahuan dan kemampuan skolastik umpamanya sering dipandang memiliki status lebih tinggi daripada penguasaan kemampuan yang lainnya. Westminster Shorter . tetapi juga oleh keadaan masyarakat di mana buku -buku sumber (teks) pengetahuan secara relatif tidak berubah selama dua abad. E. Menguji adalah mengevaluasi kemampuan individu. Dengan demikian evaluasi juga bersifat relatif. maka jenis-jenis kemampuan tertentu dipandang menunjukkan status lebih tinggi dibandingkan dengan kemampuan lainnya. Ujian sebagai Evaluasi Sosial Sejak diperkenalkannya sistem ujian atau tes untuk umum di Amerika Serikat dan negara-negara lain. yang memandang bahwa otak yang lebih baik mampu menguasai fakta lebih banyak. Evaluasi model ini dapat ditemukan pada para peneliti yang memandang pekerjaannya semata-mata hanya sebagai pengumpulan data. Keberhasilan dalam ujian pengetahuan dan kemampuan skolastik. dalam penggunaan model di atas juga harus ada konsensus tentang siapa di antara para partisipan tersebut yang turut terlibat secara langsung.

dan demokratik. yaitu evaluasi birokratik. is membedakan adanya tiga tipe evaluasi dalam pendidikan dan kurikulum. . Kalau untuk mengukur kemampuan siswa digunakan istilah examination atau assessment maka untuk penilaian keseluruhan situasi sekolah atau kurikulum lebih tepat digunakan istilah evaluation. guru. bahwa hanya sebagian dari penduduk yang mempunyai kemampuan untuk menguasai pengetahuan pada suatu jenis sekolah atau pada jenjang sekolah tertentu. Sistem ujian yang mempunyai nilai historis ini juga digunakan untuk mengontrol efisiensi dan efektivitas pelaksanaan sekolah.Catechism umpamanya digunakan sebagai buku teks di sekolah-sekolah di Scotlandia dari abad 17 sampai 19. kurikulum. maka dalam perkembangan selanjutnya jenis kemampuan yaitu kemampuan menyimpulkan dipandang mempunyai nilai yang lebih tinggi. yaitu menilai tentang keadaan murid. Sistem ujian seperti yang dilaksanakan di atas. Pelaksanaan ujian-ujian tersebut sejalan dengan anggapan masyarakat pada waktu itu. otokratik. Kemudian tes tersebut juga digunakan sebagai alat bagi penentuan kenaikan kelas serta sebagai saringan masuk. pembiayaan sekolah. mendasarkan argumentasinya pada anggapan dasar bahwa evaluasi merupakan kegiatan politik. keseragaman sekolah. Ujian bukan saja menunjukkan nilai pengetahuan atau kemampuan secara sosial. Barry Mc Donald (1975). Karena adanya berbagai kemajuan dalam masyarakat. Dalam dua dekade pertama dari abad 20 sejumlah ahli psikologi dikumpulkan dalam satu komisi untuk menyusun tes kecerdasan. fasilitas sekolah. Hasilnya digunakan untuk menyeleksi anak-anak yang akan masuk ke sekolah menengah yang tidak mampu membayar uang sekolah. Para evaluator menyadari bahwa aneka macam kerangka kerja evaluasi mempunyai implikasi terhadap penentuan keputusan pendidikan. lebih banyak digunakan untuk mengukur atau menguji kemampuan individu-individu (siswa). Untuk menilai gambaran sekolah secara keseluruhan. tetapi juga telah merupakan peraturan dari sekolah. penyusunan rancangan dan pemeliharaan sekolah diperlukan sistem pengumpulan data serta penilaian yang lain. Apakah sistem ini dipandang baik atau jelek bergantung pada pandangan yang menggunakannya.

merupakan suatu layanan yang bersifat unconditional terhadap lembaga-lembaga pemerintahan yang memiliki wewenang kontrol terbesar dalam alokasi sumber-sumber pendidikan. dan ketercapaian sasaran (confidentiality. Sebagai contoh Mc Donald memandang bahwa pelaksanaan evaluasi di Amerika Serikat dewasa ini bersifat birokratik. penggunaan (utility). Tugasnya adalah memberikan informasi terhadap kelompok-kelompok masyara kat. Evaluasi demokratik. Kriteria keberhasilannya adalah pihak yang dilayaninya seluas-luasnya.Evaluasi birokratik. and accessibility). Teknik pengumpulan dan penyajian data yang digunakan harus dapat dipahami oleh penerima informasi yang bukan ahli. merupakan layanan pemberian informasi terhadap masyarakat. Evaluator menerima kebijaksanaan dari pemegang jabatan. dan evaluator bertindak sebagai perantara dalam pertukaran informasi di antara kelompokkelompok yang berbeda. Peranan evaluator tidak dicampuri oleh pihak yang dilayaninya. ketentuan-ketentuan hukum dan moral dari birokrasi. tentang program-program pendidikan. Prinsip utama evaluasi birokratik adalah pelayanan (service). Tugas para evaluator adalah membantu pelaksanaan kebijaksanaan. Konsep utama evaluator otokratik adalah evaluasi yang bersifat prinsipil dan objektif (principles and objectivity). musyawarah. kedudukan . Sumber kekuataan evaluator adalah penelitian kemasyarakatan. merupakan layanan evaluasi terhadap lembagalembaga pemerintah yang mempunyai wewenang kontrol cukup besar dalam mengalokasikan sumber-sumber pendidikan. Konsep utama evaluator demokratis adalah kerahasiaan. dan efisiensi (efficiency). karena kenyataannya evaluasi sebagian besar dibiayai oleh pemerintah pusat atau negara bagian. negosiasi. Bila rekomendasi evaluator ditolak maka kebijaksanaannya tidak bisa dilaksanakan. atau kontrol sendiri terhadap penggunaan informasi yang diperoleh. Evaluasi otokratik. Evaluator tidak mempunyai kekuasaan sendiri. dengan menggunakan berbagai informasi yang diperoleh akan membantu mereka mencapai tujuan dari kebijaksanaan yang telah digariskan. Evaluasi ini menganut nilai pluralisme serta mengusahakan memenuhi berbagai minat masyarakat dalam memberikan informasi. dan is mempunyai wewenang penuh dalam bidangnya.

Percobaan serupa dapat juga digunakan untuk mengetahui pengaruh tanah. pupuk dan sebagainya terhadap produktivitas suatu macam benih. serta tes hasil belajar yang mengukur perilaku skolastik.evaluator berbeda-beda di bawah lembaga-lembaga federal. bahkan dapat merupakan suatu lapangan studi yang berdiri sendiri. yaitu tes inteligensi yang ditujukan untuk mengukur kemampuan bawaan. Untuk mengetahui tingkat kesuburan benih (anak) serta hasil yang dicapai pada akhir program percobaan dapat digunakan tes (pre test dan post test). Beberapa macam benih ditanam pada petak -petak tanah yang memiliki kesuburan dan lain-lain yang sama. dimulai tahun 1930 dengan menggunakan metode yang biasa digunakan dalam penelitian botani pertanian. Lembaga-lembaga pendidikan setempat berada di bawah lembaga-lembaga pusat yang memberikan biaya. . F. Evaluasi kurikulum juga merupakan suatu fenomena yang multifaset. meliputi banyak kegiatan. Evaluasi model penelitian Model evaluasi kurikulum yang menggunakan model penelitian didasarkan atas teori dan metode tes psikologis serta eksperimen lapangan. memiliki banyak segi. Bagian ini membahas perkembangan evaluasi kurikulum. meliputi sejumlah prosedur. Para ahli botani pertanian mengadakan percobaan untuk mengetahui produktivitas bermacam-macam benih. Dari percobaan tersebut dapat diketahui benih mana yang paling produktif. Model-Model Evaluasi Kurikulum Evaluasi kurikulum merupakan suatu tema yang luas. Eksperimen lapangan dalam pendidikan. 1. yaitu evaluasi kurikulum sebagai fenomena sejarah. suatu elemen dalam proses sosial dihubungkan dengan perkembangan pendidikan. Tes psikologis atau tes psikometrik pada umumnya mempunyai dua bentuk. anak dapat disamakan dengan benih. sedang kurikulum serta berbagai fasilitas serta sistem sekolah dapat disamakan dengan tanah dan pemeliharaannya. Model eksperimen dalam botani pertanian dapat digunakan dalam pendidikan.

pengaruh guru. Dalam hal-hal tertentu sering evaluator bekerja sebagai bagian dari tim pengembang. Informasi-informasi yang diperoleh dari hasil penilaiannya digunakan untuk penyempurnaan inovasi yang sedang berjalan. Evaluasi dilakukan pada akhir pengembangan kurikulum. tes hasil belajar dan sebagainya. sedikit sekali sekolah yang bersedia dijadikan sekolah eksperimen. kegiatan penilaian ini sering disebut evaluasi sumatif. kesulitan administratif. Besarnya sampel. Salah satu pendekatan dalam evaluasi yang enggunakan antara dua eksperimen macam lapangan anak. perlu dirumuskan secara tepat dan rinci. Dalam botani pertanian dengan rancangan yang sangat sempurna dapat memanipulasi eksperimen sampai 25 treatment. Kedua. adalah mengadakan yang pembandingan kelompok umpamanya menggunakan dua metode belajar yang berbeda. Keempat. Kedua.guru tersebut sukar dikontrol. tetapi dalam penelitian pendidikan tidak mungkin dapat melakukan treatment sebanyak itu. ada keterbatasan mengenai manipulasi eksperimen yang dapat dilakukan. treatment. kurikulum . Ketiga. Kelompok pertama belajar membaca dengan metode global dan kelompok lain menggunakan metode unsur. evaluasi merupakan bagian yang sangat penting dari proses pengembangan kurikulum. Para evaluator juga mempunyai peranan menghimpun pendapat-pendapat orang luar tentang inovasi kurikulum yang dilaksanakan. yaitu kesulitan menciptakan kondisi kelas yang sama untuk kelompok-kelompok yang diuji. Pertama dalam model objektif. variabel yang terkontrol. Kelompok mana yang lebih baik atau lebih berhasil? Apakah keberhasilan metode tersebut dapat ditransfer ke metode yang lain? Rancangan penelitian lapangan ini membutuhkan persiapan yang sangat teliti dan rinci. hipotesis. masalah teknis dan logis.Comparative approach dalam evaluasi. Pertama. 2. sukar untuk mencampurkan guru-guru untuk mengajar pada kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. Evaluasi model objektif Evaluasi model objektif (model tujuan) berasal dari Amerika Serikat. Ada beberapa kesulitan yang dihadapi dalam eksperimen tersebut. Evaluasi ini sering disebut evaluasi formatif. Perbedaan model objektif dengan model komparatif adalah dalam dua hal.

suatu program yang dikembangkan oleh Learning Research and Development Centre Universitas Pittsburg. 1. Menyusun materi kurikulum yang sesuai dengan tujuan tersebut. Tujuan dari comparative approach adalah menilai apakah kegiatan yang dilakukan kelompok eksperimen lebih baik daripada kelompok kontrolpleh karena itu. 4. sebagai asal mula pendekatan sistem (system approach). application. Merumuskan tujuan-tujuan tersebut dalam perbuatan siswa. tetapi dalam model objektli hal itu tidak menjadi soal. Keberhasilan pclaksanaan kurikulum diukur oleh penguasaan siswa akan tujuan-tujuan tersebut. Dalam IPI anak mengikuti kurikulum yang memiliki 7 unsur: . Perumusan tujuan-tujuan dari Bloom dan kawan-kawan belum sampai pada perumusan tujuan yang bersifat behavioral. Ada kesepakatan tentang tujuan-tujuan kurikulum. 2. 3. dan mencapai puncaknya dalam sistem belajar berprogram dan sistem instruksional. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh tim pengembang model objektif. Para pengembang kurikulum yang menggunakan sistem instruksional (model objektif) menggunakan standar pencapaian tujuan-tujuan tersebut. Pada tahun 1950-an Benyamin S. synthesis dan evaluation. analysis. Pendekatan inilah yang digunakan oleh Ralph Tylor (1930) dalam menyusun tes dengan titik tolak pada perumusan tujuan tes. Dasar-dasar teori Tylor dan Bloom menjadi prinsip sentral dalam berbagai rancangan kurikulum. untuk itu diperlukan perumusan lebih lanjut yang sangat khusus dan bersifat behavioral. yaitu knowledge. Bloom dengan kawan-kawannya menyusun klasifikasi sistem tujuan yang meliputi daerah-daerah belajar (cognitive domain). comprehension. Mengukur kesesuaian antara perilaku siswa dengan hasil yang diinginkan.tidak dibandingkan dengan kurikulum lain tetapi diukur dengan seperangkat objektif (tujuan khusus). Mereka membagibagi lagi tujuan-tujuan tersebut pada sub-tujuan yang lebih khusus. kedua kelompok tersebut hams ekuivalen. Mereka membagi proses mental yang berhubungan dengan belajar tersebut dalam 6 kategori. Sistem pengajaran yang terkenal adalah IPI (Individually Prescribed Instruction).

yaitu strategi evaluasi yang menyatukan unsur-unsur dari kedua pendekatan tersebut. untuk menentukan di mana mereka harus mulai belajar. 5. 6. Tujuan-tujuan pengajaran yang disusun dalam daerah-daerah. Metodemetode tersebut masuk ke bidang kurikulum setelah komputer dan program paket berkembang yaitu tahun 1960. Kegiatan guru dalam kelas. metode ini pun terlepas dari proyek evaluasi. Suatu prosedur program testing.1. Bila ini sudah dikuasai berarti penguasaan siswa sudah sesuai dengan kriteria. Tiap butir tes berkenaan dengan keterampilan. siswa hams mengambil dulu tes penempatan. Siswa dianggap mengusai suatu unit Oa memperoleh skor minimal 80. . Kegiatan murid dalam kelas. 4. Tes untuk mengukur prestasi belajar anak merupakan bagian integral dan kurikulum. Pedoman perosedur penulisan. 2. dan 7. 3. Untuk mengikuti program pendidikan. Model campuran multivariasi Evaluasi model perbandingan (comparative approach) dan model Tylor dan Bloom melahirkan evaluasi model campuran multivariasi. Materi dan alat-alat pengajaran. Program paket berisi program statistik yang secterhana yang tidak membutuhkan pengetahuan komputer untuk mengenakannya. Dengan berkembangnya penggunaan komputer memungkinkan studi lapangan tidak dihambat oleh kesalahan dan kelambatan. Strategi ini memungkinkan pembandingan lebih dari satu kurikulum dan secara serempak keberhasilan flap kurikulum diukur berdasarkan kriteria khusus dari masingmasing kurikulum? Seperti halnya pada eksperimen lapangan serta usaha-usaha awal dari Tylor dan Bloom. unit atau tingkat tertentu dari tujuan khusus. 3. Semua masalah pengolahan statistik dapat dikerjakan dengan komputer. Kemajuan siswa dimonitor oleh guru dengan memberikan tes yang mengukur tingkat penguasaan tujuan-tujuan khusils melalui pre test dan post test. tingkattingkat dan unit-unit. Prosedur pengelolaan kelas.

2. Model-model evaluasi kurikulum tersebut berkembang dari dan digunakan untuk mengevaluasi model atau pendekatan kurikulum tertentu. dapat disiapkan tes tambahan. dan ini lebih memungkinkan daripada 10 kelas dengan 100 pengukuran. seperti model EPIC. maka mulailah pekerjaan komputer. dikenal pula beberapa model evaluasi kuiikulum ynag lebih bersifat umum. Sementara tim menyusun tujuan yang meliputi semua tujuan dari pengajaran umpamanya dengan metode global dan metode unsur. . Model perbandingan lebih sesuai untuk mengevaluasi pengembangan kurikulum yang menekankan isi (Content based curriculum). kemampuan komputer hanya sampai 40 variabel. Mencari sekolah yang berminat untuk dievaluasi/diteliti. 4. Jadi model multivariasi ini lebih sesuai bagi evaluasi kurikulum skald besar. meskipun model multivariasi telah mengurangi masalah kontrol berkenaan dengan eksperimen lapangan tetapi tetap menghadapi masalah-masalah pembandingan. podel tujuan lebih sesuai digunakan dalam pengembangan kurikulum yang menggunakan pendekatan tujuan (Goal based curriculum). Bila semua informasi yang diharapkan telah terkumpul. CEMREL. tujuan maupun situasi (Situation based curriculum). dan model CDPP. 5. Tipe analisis dapat juga digunakan untuk mengukur pengaruh bersama dari beberapa variabel yang berbeda) Beberapa kesulitan dihadapi dalam model campuran multivariasi ini. 3.Langkah-langkah model multivariasi tersebut adalah sebagai berikut: 1. Bila tidak ada pencampuran sekolah tekanannya pada partisipasi yang optimal. Kesulitan pertama adalah diharapkan memberikan tes statistik yang signifikan) Maka untuk itu diperlukan 100 kelas dengan 10 pengukuran. kesulitan terlalu banyaknya varaibel yang perhi dihitung pada suatu saat. sedangkan dengan model ini dapat dikumpulkan sampai 300 variabel Kesulitan ketiza. Di samping model-model evaluasi kurikulum di atas. zodel campuran dapat digunakan untuk mengevaluasi baik kurikulum yang menekankan isi. Pelaksanaan program.

Kubus tersebut mempunyai tiga bidang. adminsitrator. facilities and cost. teacher. Buku Acuan Skillback. Malcolm (ed). dan bidang ketiga adalah kelembagaan yang meliputi student. Evaluating the Curriculum in the Eighties. Bidang kedua adalah "instruction" atau pengajaran. Evaluasi model EPIC G. family and community (Doll. riset lapangan. (1984). yang meliputi organization. Meskipun berbentuk kumpulan tulisan. 1976: 374). London: Houder and Stoughton. di samping hasil-hasil pemikiran yang telah lama ada.Model EPIC atau Evaluation Programs for Innovative Curriculums menggambarkan keseluruhan program evaluasi dalam sebuah kubus. hasil evaluasi kelembagaan. Bahan yang diuraikan mencakup perkembangan-perkem. Bidang pertama adalah behavior atau perilaku yang menjadi sasaran pendidikan yang meliputi perilaku cognitive. educational spesialist. method. BAGAN 9. affective dan psychomotor.bangan baru di Inggris pada dekade 80-an. tetapi telah tersusun sedemikian rupa sehingga membentuk satu pemikiran yang utuh tentang evaluasi kurikulum. Buku ini merupakan kumpulan tulisan beberapa ahli pendidikan yang berpengalaman dan memiliki spesialisasi dalam evaluasi kurikulum. Buku ini memberikan tekanan dan ilustrasi tentang peranan evalausi kurikulum dalam penentuan kebijaksanaan dan . content. testing nasional.

dan ahli adrninistrasi pendidikan.E. berisi suatu uraian yang menyeluruh tentang evaluasi pendidikan. Penyempumaan kurikulum khususnya pendidikan umumnya.ing. harus didasarkan atas hasil-hasil evaluasi. Keseluruhan isi buku ini sangat berharga bagi para ahli dan pengembang kurikulum. (1971).pengembangan kurikulum secara komprehensif dan mutakhir. komprehensif sederhana dan praktis tetapi juga mendalam. Buku ini berjudul Evaluasi Pendidikan dan Penentuan Keputusan. Illinois: F. secara konseptual. Tulisan ini cukup substansial bagi pengkajian masalah evaluasi kurikulum dan sartgat berharga bagi para ahli pengembangan dan evaluasi kurikulum. Stufflebeam. ahli evaluasi kurikulum. ahli pendidikan. Meskipun demikian isinya sebagian besar menyangkut evaluasi tentang kurikulum serta pemanfaatan hasil evaluasi bagi penyempurnaan kurikulum. Inc. Itasca. and Decision Mak. Peacock Publishers. Buku ini memberikan landasan bagi pelaksanaan evaluasi tersebut. . Daniel L et al. Educational Evaluation.

10. . Didasarkan atas disiplin ilmu yang jelas.BAB 10 GURU DAN PENGEMBANGAN KURIKULUM A. Ketiganya membentuk suatu triangle. dirumuskan 10 ciri suatu profesi. guru bukan saja dituntut melaksanakan tugasnya secara pagesional. Pendidik. Dalam situasi tertentu tugas guru dapat diwakilkan atau dibantu oleh unsur lain seperti oleh media teknologi. dan tujuan pendidikan merupakan komponen utama pendidikan. Memiliki fungsi dan signifikansi social 2. yaitu: 1. Mendidik adalah pekerjaan profesional. 6. oleh karena itu guru sebagai pelaku utama pendidikan merupakan pendidik profesional. tetapi juga harus memiliki pengetahuan dan kemampuan profesional. Dalam diskusi pengembangan model pendidikan profesional tenaga kependidikan. 4. Kebebasan untuk memberikan judgment dalam memecahkan masalah dalam lingkup kerjanya. Guru sebagai Pendidik Profesional Pendidikan berintikan interaksi antara pendidik (guru) dan peserta didik (siswa) untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan. hilang pulalah hakikat pendidikan. 9. 8. jika hilang salah satu komponen. yang diselenggarakan oleh PPS IKIP Bandung tahun 1990. peserta didik. Diperoleh dengan pendidikan dalam masa tertentu yang cukup lama. 7. Memiliki keahlian/keterampilan tertentu. Memiliki kode etik. 5. 3. Sebagai pendidik profesional. Memiliki tanggung jawab profesional dan otonomi. Ada pengakuan dari masyarakat dan imbalan atas layanan profesinya. Keahlian/keterampilan diperoleh dengan menggunakan teori dan metode ilmiah. tetapi tidak dapat digantilcan. Aplikasi dan sosialisasi nilai-nilai profesional.

10. but as a broad frame work for teachers to discover more about themselves in relation to the func. not as a rating scale. Diagnosing learning problems. juga tidak bisa dihindari banyaknya tenaga nonprofesional pendidikan yang melaksanakan tugas. atau antara pendidikan profesional dengan nonprofesional. reporting. 2.profesional dan mengganggap dirinya telah memiliki profesi tersebut. Participating in school activities. Making curriculum materials. Raths (1964). beliefs. administering. 11. Participating in professional and civic life. The points are proposed. Initiating. masih ada anggapan masyarakat bahwa setiap orang bisa menjadi pendidik. recording.Mungkin belum seluruh ciri profesi di atas telah dimiliki secara kokoh (sempurna) oleh para pendidik kita.tions of teaching: 1. Clarifying attitudes. showing how. 5. 12. mengingat banyaknya jenis dan jenjang pendidikan yang harus disediakan bagi berbagai kategori peserta didik. Evaluating. 4. 6. Memang hal itu sukar dihindari. 3. . 8. tetapi orang-orang yang tidak memiliki profesi dalam bidang pendidikan juga melaksanakan tugas -tugas pendidikan formal. Unifying the group. atau setiap orang bisa mendidik. 7. informing. Giving security. directing. problems. Sebab sebagai suatu profesi terbuka. 9. mengemukakan sejumlah kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang guru. walaupun telah ada batas yang jelas antara pendidikan formal dengan pendidikan informal.tugas pendidikan. Explaining. Pada sisi lain. Louis E. Organizing and arranging classroom. Enriching community activities.

dan terhadap keseluruhan situasi pendidikan. c. Kemampuan profesional. Pengenalan fungsi dan program bimbingan dan penyuluhan. yaitu kemampuan menyesuaikan diri dengan tuntutan kerja dan lingkungan sekitar. 10. 8.kannya atas tiga dimensi umum kemampuan.Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1980) telah merumuskan kemampuan-kemampuan yang harus dimiliki guru dan mengelompok. Pemahaman. Penampilan sikap yang positif terhadap keseluruhan tugasnya sebagai guru. Pemahaman prinsip-prinsip dan pemanfaatan hasil penelitian pendidikan untuk kepentingan peningkatan mutu pengajaran. 9. 3. Penguasaan materi pelajaran. 2. Penilaian prestasi siswa. Penampilan upaya unruk menjadikan dirinya sebagai anutan dan teladan bagi para siswanya. b. Penggunaan media dan sumber pembelajaran. Penguasaan proses kependidikan. Penguasaan landasan dan wawasan kependidikan dan keguruan. 4. yang mencakup: a. 6. Kemampuan personal yang mencakup: a. . yaitu: 1. 7. Kemampuan sosial. dan penampilan nilai-nilai yang seyogianya dimiliki guru. keguruan dan pembelajaran siswa. mencakup bahan yang akan diajarkan dan dasar keilmuan dari bahan pelajaran tersebut.muannya. b. 3. Pengelolaan interaksi belajar-mengajar. Penguasaan landasan-landasan kependidikan. Lebih lanjut Depdikbud (1980) merinci ketiga kelompok kernampuan tersebut menjadi 10 kemampuan dasar. Pengenalan dan penyelenggaraan administrasi sekolah. Pengelolaan kelas. 5. c. Penguasaan bahan pelajaran beserta konsep-konsep dasar keil. penghayatan. yaitu: 1. Pengelolaan program belajar-mengajar. 2.

dan sebagainya. maupun dari kehidupan masyarakat. Kalau perbuatan mendidik hanya didorong oleh kebutuhan memperoleh nafkah. menghidupkan . untuk mencerdaskan bangsa. terhadap para siswanya. idealisme dalam pendidikan.situasi tersebut. dan sebagainya. sedangkan kelompok kemampuan yang kedua dan ketiga (kemampuan sosial dan personal). bahkan setiap orang. maka guru-guru hanya akan bekerja ala kadarnya. juga penguasaan kemampuan sosial. selain harus menguasai kemampuan teknis pendidikan. dan penguasaan bidang studi. bagi pendidikan. baik yang berasal dari disiplin ilmu. karyawan. padahal cukup penting. seperti kepemimpinan. dan komunikasi dengan orang lain. Untuk dapat berpartisipasi dalam situasi. Perbuatan mendidik harus dilandasi oleh sikap dan keyakinan sebagai pengabdian pada nusa. dan kemanusiaan. bekerja secara mekanistis dan formalitas. Di antara kemampuan sosial dan personal yang paling mendasar yang harus dikuasai guru adalah idealisme. Dengan dasar rasa cinta itu guru akan berbuat yang terbaik bagi peserta didik. Penguasaan kemampuan proses hams terjalin secara utuh dengan penguasaan isi. Penguasaan dan penggunaan dua belas kemampuan dari Rath atau sepuluh kemampuan dari Depdikbud. yaitu partisipasi dalam kegiatan di sekolah. bangsa. tidak berkenaan dengan teknis pengajaran. Idealisme dalam perbuatan mendidik akan menumbuhkan rasa cinta pada guru terhadap profesinya. dalam masyarakat biasa dan masyarakat profesional. belum dirinci lebih jauh. yaitu cita-cita luhur yang ingin dicapai dengan pendidikan. hubungan sosial. Dua kemampuan terakhir dari Rath. atau generasi penerus yang lebih andal. hanya akan optimal apabila didasari oleh adanya idealisme. untuk melahirkan generasi pembangunan. Idealisme seharusnya dimiliki oleh setiap profesi. terhadap pekerjaan pendidikan. Sepuluh kemampuan dasar yang dirumuskan Depdikbud sebenarnya baru merupakan rincian kelompok kemampuan pertama (kemampuan profesional). tetapi dengan kegiatan yang lebih luas.Kedua belas kemampuan yang dikemukakan oleh Rath berkenaan dengan pelaksanaan pengajaran dan pengembangan kemampuan dalam me ngajar. Ada satu hal yang tidak dinyatakan secara eksplisit Rath yaitu penguasaan rnateri atau bahan pelajaran. ldealisme dan rasa cinta mendasari dan menjiwai semua perilaku mendidik.

tiga bahkan mungkin keempat-empatnya.1 . tetapi dapat dipadukan atau minimal dihubungkan satu dengan yang lainnya. guru lebih berperan sebagai pengarah. Pada keempat konsep pendidikan yang telah diuraikan di muka terdapat perbedaan peranan atau kedudukan guru. sedangkan dalam konsep pendidikan pribadi. Official atau written curriculum merupakan kurikulum resmi yang tertulis. pendorong dan pembimbing. hasilnya sangat bergantung pada apa yang dilakukan oleh guru di dalam kelas (actual).kemampuan-kemampuan profesional yang dimiliki. Keempat ragam peranan tersebut sesungguhnya dapat ditempatkan dalam satu kontinum. Actual curriculum merupakan kurikulum nyata yang dilaksanakan of eh guru-guru. mungkin mencampurkan dua. Dalam keseluruhan proses belajarmengajar atau pada suatu waktu tertentu mungkin salah satu peranan lebih menonjol dari yang lainnya. Model. Dalam konsep pendidikan klasik. guru berperan sebagai penerus dan penyampai ilmu. Yang tampak adalah variasi peranan guru dalam pelaksanaan pendidikan dan pengajaran. yang merupakan acuan bagi pelaksanaan pengajaran dalam kelas. Dalam praktik pendidikan di sekolah. B. jarang sekali digunakan satu konsep pendidikan secara utuh. seperti pada Bagan 10. Dalam Konsep interaksional guru berperan sebagai mitra belajar. guru memegang peranan penting baik dalam penyusunan maupun pelaksanaan kurikulum. Dengan demikian. Beberapa ahli menyatakan bahwa betapapun bagusnya suatu kurikulum (official). kemampuan-kemampuan profesional yang dirniliki hanya akan tampak seperti lampu yang kekurangan minyak. Pada umumnya pelaksanaan pendidikan bersifat eklektik. guru adalah pelatih kemampuan. Kurikulum nyata merupakan implementasi dari official curriculum di dalam kelas. Guru sebagai Pembimbing Belajar Telah dijelaskan bahwa dalam kurikulum dapat dibedakan antara official atau written curriculum dengan actual curriculum. Tanpa idealisme dan rasa cinta.model konsep pendidikan tersebut dalam praktik tidak lagi dipandang sebagai model pendidikan yang masing-masing eksklusif. sedangkan dalam konsep teknologi pendidikan.

BAGAN 10. efektif tidaknya perlakuan . Mereka melihatnya sebagai dua ekstrem. dan mela ksanakan suatu kegiatan atau memecahkan suatu masalah adalah tepat. dalam memilih kegiatan yang akan dilakukan serta peranan yang akan dimainkannya. Tepat tidaknya. pendorong. Pandangan sederhana dan polair seperti itu memang banyak ditemukan. Tujuan utama kegiatan guru dalam mengajar ialah mempengaruhi perubahan pola tingkah laku para siswanya. tetapi pada saat lain latihan pengembangan kemampuan dengan menggunakan media pembelajaran mutakhir tepat. Pada saat dan situasi tertentu peran menyampaikan materi pengetahuan memang tepat dan sangat diperlukan. Meskipun demikian ada satu hal yang menjadi acuan bagi guru. pembimbing. fasilitator. Perubahan ini terjadi karena guru memberikan perlakuan-perlakuan.1 Ragam peranan guru dalam proses belajar-mengajar PENYAMPAIAN PENGETAHUAN PELATIH KEMAMPUAN MITRA BELAJAR PENGARAH PEMBIMBING Para pelaksana pendidikan termasuk guru sering tidak melihat keempat peranan tersebut terletak dalam kontinum. pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. dan sebagainya. pendorong. yaitu siswa. bukan hanya dalam pendidikan dan pengajaran tetapi juga dalam bidang -bidang lain. Pada saat dan situasi lain pengarahan dan dorongan terhadap siswa dalam merencanakan. sesungguhnya realisasi dari peranan guru tersebut sangat situasional. Pada satu ujung guru berperan sebagai penyampai ilmu dan pelatih dalam arti drilling. di samping kendala-kendala tertentu pula. pembimbing dipandang model baru. Praktik pendidikan yang memberikan peranan kepada guru hanya sebagai penyampai ilmu atau pelatih dianggap model lama. konsep pendidikan mana yang paling tepat untuk mencapai tujuan tertentu bagi kelompok peserta didik tertentu. karena kondisinya mendukung. karena memang hal itu sangat diperlukan dan sarananya ada. Dalam praktik yang lebih penting adalah mempertimbangkan. Sejalan dengan konsep pendidikan tersebut peran-peran apa yang tepat dimainkan oleh guru. Sebenarnya semua konsep pendidikan itu baik atau memiliki kebaikankebaikan tertentu. tidak ada yang berlaku umum. dan pada ujung lain peran guru sebagai pengarah. sedangkan yang memberikan peranan sebagai pengarah. dalam waktu dan kondisi tertentu pula. Jadi.

guru dapat mempengaruhi perubahan tingkah laku siswa. Antara keduanya juga tercipta hubungan sebagai mitra yang baik. Hasil dan kemajuan belajar yang dicapai siswa ditentukan juga oleh bentuk hubungan antara guru dan siswa. Untuk mencapai kedua tujuan di atas. dan menghormati gurunya. berpikir. Hubungan antara guru dengan siswa harus didukung oleh hubungan yang sejalan antara guru dengan administrator dan guru dengan orang tua siswa. Karena itu guru harus memahami siswa yang dibimbingnya dan sebaliknya siswa harus mengakui kewibawaan pembimbingnya. dan membantu. mengerti. sehingga memungkinkan guru mencari jalan. Antara siswa dan guru perlu terjalin k erja sama yang baik dalam belajar. timbal balik antara guru dan siswa akan memperkaya kurikulum dan kegiatan belajar-mengajar pada kelas bersangkutan. bersikap menerima. untuk mendorong siswa memecahkan sendiri masalah-masalah yang mereka hadapi. tetapi dengan tugas yang berbeda. jadi memungkinkan siswa untuk belajar sendiri. melakukan penalaran. dengan cara itu. Hubungan guru dengan administrator haruslah bersikap terbuka. berkreasi dan berani mencoba sendiri sesuatu usaha instruksional yang lebih baru yang dipandangnya lebih relevan dengan kegiatannya selaku guru. Upaya guru memberikan perlakuan tersebut erat kaitannya dengan tingkat harapan dan perubahan yang diinginkannya. Hubungan guru dengan siswa menjadi syarat mutlak. Tujuan lainnya adalah mendorong dan meningkatkan kemampuan sebagai hasil belajar. Administrator mengadakan bimbingan dan supervisi dengan . diperlukan hubungan timbal balik antara guru dan siswa.yang diberikan guru akan menentukan usaha belajar yang dilakukan oleh siswa. Kesukaan dan sikap positif siswa kepada guru. menyenangi. Guru tak mungkin menjawab semua pertanyaan siswa. Kesempatan belajar yang diciptakan guru adalah agar merangsang siswa belajar. bukan hanya dalam hubungan sebagai pembimbing dan yang dibimbing tetapi juga sebagai mitra belajar. Sebaliknya siswa juga harus menerima. Guru perlu menyenangi siswanya. guru harus memberikan kesempatan. Jadi. dan menciptakan suasana kelas yang bebas. antara guru dan administrator. antara guru dan siswa harus tercipta hubungan sebagai mitra belajar. antara gu dan ru orang tua siswa. Minat dan pemahaman. akan meningkatkan hasil belajar mereka. Di samping itu.

harus pendekatan pembelajaran yang bersifat individual. Dalam mengoptimalkan perkembangan siswa. PPSP dibubarkan dan metode tersebut tidak digunakan lagi. Konsep modul dan sistem belajar sendirinya masih dipakai pada SMP dan Universitas Terbuka. Perkembangan yang optimal hanya mungkin dapat dicapai apabila kegiatan yang dilakukan siswa dan bantuan yang diberikan guru. ada tiga langkah yang harus ditempuh. akan tetapi harus memberikan dukungan dan partisipasi sebesar mungkin untuk kepentingan pendidikan anak-anak mereka di sekolah. Semua kegiatan dan fasilitas yang dipilih serta peranan yang dilakukan guru harus tertuju pada kepentingan siswa. karakteristik dan problem-problem sendiri. "pendekatan multi metode-multi media". Bagaimana bentuk hubungan dan pelaksanaan hubungan-hubungan itu tentu saja perlu dibicarakan dalam kerangka yang lebih luas. Guru harus mengenal dan memahami siswa dengan baik.maksud merangsang kegiatan belajar para siswa. Di sekolah. disesuaikan dengan kondisi siswa. Pendekatan demikian pernah dilaksanakan pada delapan PPSP dengan menggunakan sistem modul. diarahkan pada memenuhi kebutuhan siswa. Setiap peserta didik sebagai individu mempunyai kemampuan. Kedua. kecepatan belajar. Demikian pula hubungan antara guru dengan orang tua. Pertama. keunggulan dan kekurangannya. disesuaikan dengan kondisi tersebut. hambatan yang dihadapi serta faktor-faktor dominan yang mempengaruhinya. Pembelajaran yang betul-betul disesuaikan dengan perbedaan individual.sekolah biasa umumnya digunakan pendekatan yang bersifat klasikal. Salah satu prinsip pengajaran yang efektif. yang berbeda dengan individu lainnya. memahami tahap perkembangan yang telah dicapainya. memilih cara pembelajaran yang sesuai dengan kondisi siswa.kemampuannya. Dengan . dan siswa menguasai apa yang diberikan atau memperoleh perkembangan secara optimal. keduanya memiliki tanggung jawab yang sama dalam mengembangkan pribadi anak. tetapi dengan tugas yang berbeda. adalah nnenggunakan pendekatan atau metode dan media yang bervariasi. Orang tua bukan saja harus percaya kepada guru. mendiagnosis kemampuan dan perkembangan siswa. tetapi karena alasan-alasan tertentu. Dalam pendekatan klasikal sebenarnya tidak tertutup kemungkinan untuk memperhatikan perbedaan individual. kemampuan.

dan Sekolah Menengah Kejuruan pada prinsipnya seragam. Juga variasi antara kegiatan yang bersifat menerima.dan penggunaan metode dan media yang bervariasi tidak dengan sendirinya. Tujuan utama pengembangan kurikulum yang uniform ini adalah untuk menciptakan persatuan dan kesatuan bangsa. Dalam pembelajaran guru dapat mengadakan variasi. serta memberikan standar . Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama. Pelaksanaan metode pembelajaran tersebut perlu disertai dengan usaha-usaha pemberian dorongan. menyajikan. Sekolah Menengah Umum. Pembimbingan juga dapat berupa usaha-usaha pemberian remedial teach. Kurikulum untuk Sekolah Dasar.dia sederhana dengan media yang lebih kompleks. pengarahan dan bimbingan dari guru. atau jenjang/jenis sekolah. kegiatan pembimbingan. kurikulum disusun oleh sesuatu tim khusus di tingkat pusat. Dalam pengembangan kurikulum yang bersifat sentralisasi. antara yang hanya menggunakan kapur-papan tulis dengan menggunakan media. dan sentral. bantuan.menggunakan metode dan media yang bervariasi. Pemilihan . Variasi antara yang menckankan pengetahuan dengan keterampilan dan nilai-nilai. dan penilaian. Pengembartgan kurikulum tersebut sudah tentu memiliki tujuan dan latar belakang tertentu yang sangat mendesak dan mendasar. Ketiga. antara metode yang lebih mengaktifkan guru dengan yang mengaktifkan siswa. Peranan Guru dalam Pengembangan Kurikulum Dilihat dari segi pengelolaannya.desentral. perbedaan-perbedaan individual dapat terlayani. antara me. pengawasan. C. atau di luar kegiatan pembelajaran. Pembimbingan ini diberikan pada saat kegiatan pembelajaran. daerah. antara belajar secara klasikal dengan belajar kelompok dan penugasan yang bersifat individual. Kurikulum bersifat uniform untuk seluruh negara. Di Indonesia dewasa ini terutama pada jenjang pendidikan dasar dan menengah digunakan model Mi.ing dan pengayaan. mengolah. pengembangan kurikulum dapat dibedakan antara yang bersifat sentralisasi. di samping pembelajaran menjadi lebih menarik. karena sering terjadi pergantian kegiatan. akan mengoptimalkan perkembangan siswa. desentralisasi.

Ada sekolah yang sudah mapan mampu berdiri sendiri dan melakukan pengembangan sendiri. alam dan sosial budayanya. ada daerah tertutup ada yang terbuka. Yang dimaksudkan dengan seragam dalam penilaian yaitu kesamaan di dalam segi yang dinilai. kondisi dan karakteristik tiap daerah berbeda-beda. Penyeragaman dapat menghambat kreativitas. sukar sekali. Kedua. Model pengembangan ini memiliki beberapa kelemahan.bangan intelek. dan fasilitas. juga model ini mudah dikelola. adanya golongan atau kelompok tertentu dalam masyarakat. Pertama. yang ingin mengutamakan golongan atau kelompoknya dan menggunakan sekolah sebagai alat untuk mencapai tujuan tersebut. ada yang sudah maju sekali dan ada yang sangat terbelakang. karena memililci personalia. karena segalanya masih berada pada tingkat darurat.penguasaan yang sama bagi seluruh wilayah. Kedua. Pertama. dan manajemen yang mapan. wilayah negara Indonesia luas sekali. Seko yang lah lain kondisinya sangat memprihatinkan. Keem pat. penilaian sering dilakukan secara seragam pula. prosedur dan alat penilaian serta standar . Ketiga. Hal itu dilatarbelakangi oleh beberapa kondisi. Kelebihannya selain mendukung terciptanya persatuan dan kesatuan bangsa. ketidakadilan dalam menilai hasil. serta lebih hemat dilihat dari segi biaya. Jumlah yang demikian ini tampaknya jauh lebih banyak dibandingkan dengan sekolah yang telah mapan. dimonitor dan dievaluasi. dapat memperlambat kemajuan sekolah yang sudah mapan dan menyeret perkembangan sekolah yang masih terbelakang. ada daerah kaya dan daerah miskin dan sebagainya. Hal-hal di atas tampaknya sesuai dengan kondisi dan tahap perkembangan negara kita dewasa ini. Dalam kurikulum yang seragam. waktu. Model pengembangan kurikulum yang bersifat sentralisasi mempunyai beberapa kelebihan di samping juga kelemahan. fasilitas yang memadai. Penyeragaman yang sangat jauh dari kondisi dan sifat sesuatu wilayah akan menghambat kepesatan perkembangan wilayah tersebut. dan tercapainya standar minimal penguasaan/perkembangan anak.beda. menyeragamkan kondisi yang berbeda-beda keadaan dan tahap perkem. perkembangan dan kemampuan sekolah juga berbeda. terbentuk atas pulau-pulau yang satu sama lain letaknya berjauhan dan terpisahkan oleh laut.

kelebihan dan kekurangannya kita akan mencoba melihat peranan guru di dalamnya. Kurikulum juga dapat dilihat dalam lingkup makro dan juga mikro. dan sebagainya. Ketiga. Dalam situasi yang tidak sehat bukan tidak mungkin terjadi pembocoran soal. ketidakjujuran dalam penilaian. atau rancangan bagi pelaksanaan pengajaran di kelas.2 Tahap dan Lingkup Pengembangan Kurikulum . Terlepas dari pro dan kontra. Pelaksanaan kurikulum atau disebut juga implementasi kurikulum.2 Bagan 10. Pengabaian faktor-faktor yang mempengaruhi proses pendidikan merupakan suatu ketidakadilan. yaitu tahap perancangan. Kurikulum makro yaitu kurikulum yang menyeluruh meliputi semua komponen. Bagi sekolahsekolah yang kebetulan hasilnya sangat baik dapat menimbulkan sikap kecongkakan. Pengembangan kurikulum pada tahap perancangan berkenaan dengan seluruh kegiatan menghasilkan dokumen kurikulum. sosial budaya. penggunaan standar yang sama untuk semua sekolah di seluruh wilayah akan memberikan gambaran hasil yang beragam dan menunjukkan adanya perbedaan yang sangat ekstrem. meliputi kegiatan menerapkan semua rancangan yang tercantum dalam kurikulum tertulis. Peranan guru baik dalam model sentralisasi maupun desentralisasi dapat dilihat dalam tiga tahap. Evaluasi kurikulum merupakan kegiatan menilai pelaksanaan dan hasil-hasil penggunaan suatu kurikulum. Hasil pendidikan dan pengajaran sangat dipengaruhi oleh faktorfaktor di atas. atau kurikulum tertulis. Kedua dimensi pengembngan kurikulum tersebut dapat dilihat pada Bagan 10. kemampuan dan fasilitas sekolah. Di muka telah dibahas bahwa dalam wilayah Indonesia yang luas ini terdapat keragaman kondisi alam. pelaksanaan dan evaluasi. Kurikulum mikro merupakan jabaran atau rincian dari kurikulum makro. atau seluruh siswa pada jenjang pendidikan tertentu. di samping adanya cemoohan dari berbagai pihak. sedangkan bagi sekolah yang hasilnya sangat jelek akan mengakibatkan rasa rendah din. atau meliputi seluruh wilayah. tingkat intelek.penilaian.

semesteran. mampu memilih dan melaksanakan metode mengajar yang sesuai dengan kemampuan siswa. menciptakan situasi . dan ketekunan guru. sedangkan kurikulum untuk beberapa minggu atau hari. beberapa minggu ataupun beberapa hari saja. mereka lebih berperan dalam kurikulum mikro. Kurikulum makro disusun oleh tim atau komisi khusus. Guru hendaknya mampu memilih dan menciptakan situasi-situasi belajar yang menggairahkan siswa. catur wulanan. Program tahunan. catur wulanan. Guru juga berkewajiban untuk menjelaskan kepada para siswanya tentang apa yang akan dicapai dengan pengajarannya. ataupun satuan pelajaran memiliki kornponen-komponen yang sama yaitu tujuan.lum dalam bidangnya untuk jangka waktu satu tahun. tetapi guru masih mempunyai tugas untuk mengadakan penyempurnaan dan penyesuaian-penyesuaian. memilih dan menyusun bahan pelajaran yang sesuai dengan kebutuhan. Guru hendaknya mampu memilih. Peranan guru dalam pengembangan kurikulum yang bersifat sentralisasi Dalam kurikulum yang bersifat sentralisasi. metode dan media pembelajaran. bahan pelajaran dan banyak mengaktifkan siswa. yang terdiri atas para ahli. satu semester atau satu catur wulan disebut juga program tahunan. bahan pelajaran.1. satu catur wulan. hanya keluasan dan kedalamannya berbeda-beda. Penyusunan kuri. satu semester. baik untuk mengevaluasi perkembangan atau hasil belajar siswa untuk menilai efisiensi pelaksanannya itu sendiri. dan evaluasi kurikulum yang bersifat makro. memiliki metode dan media mengajar yang bervariasi. Walaupun kurikulum sudah tersusun dengan berstruktur. kesungguhan. Menjadi tugas gurulah menyusun dan merumuskan tujuan yang tepat. Implementasi kurikulum hampir seluruhnya bergantung pada kreativitas. serta menyusun program dan alat evaluasi yang tepat. semesteran. Ia juga hendaknya melakukan berbagai upaya untuk membangkitkan motivasi belajar. menyusun dan melaksanakan evaluasi. guru tidak mernpunyai peranan dalam perancangan. Suatu kurikulum yang tersusun sistematis dan rinci akan sangat memudahkan guru dalam implementasinya. Kurikulurn untuk saw tahun. kecakapan. disebut satuan pelajaran.kulum mikro dijabarkan dari kurikulum makro. dan evaluasi. minat dan tahap perkembangan anak. Guru menyusun kuriku.

untuk situasi yang membutuhkan keseragaman demi persatuan dan kesatuan nasional. sehingga sukar untuk diperbandingkan keadaan dan kemajuan suatu sekolah/wilayah dengan sekolah/wilayah lainnya. Guru memberikan tugas-tugas individual atau kelompok yang akan memperkaya dan memperdalam penguasaan siswa. Pengembangan kurikulum semacam ini didasarkan atas karakteristik. adalah: (1) tidak adanya keseragaman. serta membantu mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi siswa. baik kemampuan profesional. memberikan pengarahan dan bimbingan. berusaha memahami secara saksama potensi dan kelemahan siswa. di antaranya (1) kurikulum sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat setempat. (4) ada rnotivasi kepada sekolah (kepala sekolah. (3) adanya kesulitan bila terjadi perpindahan siswa ke sekolah/ wilayah lain. tetapi kurikulum ini cukup realistis. (3) disusun oleh guru-guru sendiri dengan demikian sangat memudahkan dalam pelaksanaannya. (5) belum semua sekolah/daerah mempunyai kesiapan untuk menyusun dan mengembangkan kurikulum sendiri. perkembangan daerah serta kemampuan sekolah atau sekolah-sekolah tersebut. finansial maupun manajerial. Peranan guru dalam pengembangan kurikulum yang bersifat desentralisasi Kurikulum desentralisasi disusun oleh sekolah ataupun kelompok sekolah tertentu dalam suatu wilayah atau daerah. mencari dan menciptakan kurikulum yang sebaik-baiknya. dengan demikian akan terjadi semacam kompetisi dalam pengembangan kurikulum. 2. tiap sekolah atau wilayah mempunyai kurikulum sendiri. Kurikulum ini diperuntukkan bagi suatu sekolah atau lingkungan wilayah tertentu. guru) untuk mengembangkan din. (2) tidak adanya standar penilaian yang sama. (2) kurikulum sesuai dengan tingkat dan kemarnpuan sekolah. (4) sukar untuk mengadakan pengelolaan dan penilaian secara nasional. bentuk ini kurang tepat. Dengan demikian kurikulum terutama isinya sangat beragam. Dalam kondisi ideal guru juga berperan sebagai pembimbing. . Bentuk kurikulum seperti ini mempunyai beberapa kelebihan di ‡samping juga kekurangan. Beberapa kelemahan bentuk kurikulum ini.kompetitif dan kooperatif. Kelebihan-kelebihannya. kebutuhan.

. FKIP ini mungkin dapat diklasifikasikan sebagai kurikulum sentralisasi. mereka mempunyai perasaan turut memiliki kurikulum dan terdorong untuk mengembangkan pengetahuan dan kemampuan dirirtya dalam pengembangan kurikulum.cana. dan proses belajar mengajar yang seluruhnya seragam. satu berbeda dengan yang lainnya.desentralisasi. Sebagai contoh. mereka akan memahami dan benar-benar menguasai kurikulumnya. dasar keguruan. yaitu bentuk sentraldesentral. Bentuk kurikulum yang berlaku pada IKIP. Guru-guru turut berpartisipasi. dengan adanya usaha-usaha ke arab penyeragaman. institut. ditentukan atau disusun bersama di tingkat nasional.kan. Dewasa ini kadar desentralisasinya agak berkurang. Dalam kegiatan seperti itu.kelompok mata kuliah atau program inti yang seragam. atau satuan pelajaran. Perbedaan antara suatu IKIP dengan IKIP lainnya adalah pada kelompok mata kuliah kejuruan atau spesialisasi.Untuk mengatasi kelemahan kedua bentuk kurikulum tersebut. pemikir. bukan hanya dalam penjabaran kurikulum induk ke dalam program tahunan/semester/ catur wulan. Karena guru-guru sejak awal penyusunan kurikulum telah diikutserta. Beberapa waktu yang lampau di Perguruan Tinggi di Indonesia digunakan model pengembangan kurikulum yang sifatnya desentralisasi. pengernbang dan juga pelaksana dan evaluator kurikulum. pada IKIP atau FKIP ada kelompok-kelornpok mata kuliah dasar umum. Dalarn kurikulum yang dikelola secara desentralisasi dan sampai batasbatas tertentu juga yang sentralisasi-desen-tralisasi. tetapi juga di dalarn menyusun kurikulum yang menyeluruh untuk sekolahnya. Guru bukan hanya berperan sebagai pengguna. dengan demikian pelaksanaan kurikulum di dalam kolas akan lebih tepat dan lancar. atau akademi mempunyai otonomi untuk menyusun dan mengembangkan kurikulum sendiri. Guru-guru turut memberi andil dalam merumuskan setiap komponen dan unsur dari kurikulum. Tiap universitas. peranan guru dalam pengembangan kurikulum lebih besar dibandingkan dengan yang dikelola secara sentralisasi. bentuk campuran antara keduanya dapat digunakan. Untuk beberapa perguruan tinggi sejenis dikembangakan kerangka kurikulum dan kelompok. tetapi peren. penyusun.

Membesarnya jumlah murid SD dengan sendirinya mengakibatkan membesarnya juga jumlah siswa SLP. peralatan sekolah dan peralatan belajar. gedung. berkenaan dengan penyediaan fasilitas belajar bagi semua anak usia sekolah. SLA. dan tenaga kependidikan lainnya. Hal itu menyebabkan makin membesarnya jumlah calon murid ke sekolah dasar. Guru memegang peranan kunci bagi berlangsungnya kegiatan pendidikan. juga menuntut penambahan jumlah tenaga guru.D. gedung dan peralatan sekolah.sekolah adalah kebijaksanaan pemerintah yang memberikan kesempatan yang luas dalam pendidikan. Masalah pendidikan guru Masalah pendidikan guru tidak dapat dilepaskan dari masalah pendidikan secara keseluruhan. clan perguruan tinggi. Masalah pertama kuantitas pendidikan. Tanpa kelas. kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan telah sernakin besar dan kemampuan ekonomi orang tua juga telah semakin baik. Pendidikan Guru 1. gedung peralatan dan sebagainya proses pendidikan masih dapat berjalan walaupun dalam keadaan darurat. Dengan penambahan jumlah siswa tersebut dibutuhkan penambahan tenaga guru . Meskipun persentasenya sudah semakin mengecil tetapi angka pertambahan kelahiran total masih cukup besar. terutama dengan diterapkannya wajib belajar sembilan tahun. Hal itu berkenaan dengan penyediaan ruang kelas. Kecuali di sekolah dasar. Akibatnya sekolah-sekolah setiap tahun dihadapkan pada masalah melimpahnya calon murid yang semakin membengkak. hal itu kemungkinan besar disebabkan keberhasilan program keluarga berencana. Telah disinggung sebelumnya bahwa pertarnbahan jumlah siswa tersebut selain menuntut penambahan ruang kelas. Sebab lain yang mendorong pertambahan calon siswa ke sekolah. tetapi tanpa guru proses pendidikan hampir tak mungkin dapat berjalan. guru. Di samping itu. yaitu masalah kuantitas dan kualitas pendidikan. Salah satu penyebab utama yang menuntut pengembangan kuantitas pendidikan adalah angka kelahiran. Dalam pendidikan di Indonesia kita menghadapi dua masalah besar. pada daerah-daerah tertentu terjadi pengurangan jumlah murid.

Masalah kedua yang dihadapi dunia pendidikan di Indonesia adalah menyangkut kualitas. Selain masih kurangnya sarana dan fasilitas belajar yang tersedia. tetapi prosedurnya cukup fleksibel sehingga dapat menjaring calon-calon yang potensial dan cocok. syarat untuk masuk ke lembaga pendidikan guru (tingkat universitas) harus standar. yang lain perlu pembinaan lagi. Masyarakat dan para ahli pendidikan banyak yang mensinyalir bahwa mutu pendidikan dewasa ini belum seperti yang diharapkan. sedangkan pelatihan dalam jabatan. SLA maupun perguruan tinggi. pertama guru belum atau tidak bekerja dengan sungguh-sungguh. Banyak cara yang telah ditempuh dalam meningkatkan kompetensi guru. kecakapan. Standardisasi pendidikan guru Ada beberapa prinsip yang perlu dijadikan pegangan dalam pengembangan pendidikan guru. SLP. dan keahlian dalam kurikulum dan pengajaran. Penerimaan didasarkan atas pertimbangan potensi. program pendidikan guru perlu diakreditasi dengan standar yang memungkikan calon guru bisa bekerja . pengamatan praktik secara langsung dan melalui video. dan kedua mungkin karena kemampuan profesional guru yang memang masih kurang. Ketiga. serta karakteristik pribadi yang dim i liki yang sesuai dengan sifat jurusan /program yang dipilih. Hal itu pun mungkin disebabkan dua hal. minimal satu bidang spesialisasi. 2. perkembangan calon guru dinilai selama program berlangsung dengan teknik penilaian yang bervariasi. lisan. adalah karena faktor guru. serta penilaian atas hasil kerja mereka. Hanya yang memperlihatkan hasil-hasil yang baiklah yang dapat diluluskan. Kedua. Pertama. seperti: tes tertulis. salah satu program yang sampai sekarang masih berjalan adalah program bantuan pengembangan profesi. baik melalui pendidikan prajabatan (pre-service education). program pendidikan guru hendakriya memiliki tiga komponen yang terintegrasi. maupun pendidikan dalam jabatan (in-service training). yaitu pendidikan umum. Banyak faktor yang mungkin melatarbelakangi hal tersebut. Keempat. Salah satu pendekatan yang telah dilaksanakan dalam pendidikan prajabatan adalah pendekatan kompetensi.yang cukup besar pula setiap tahunnya baik untuk tingkat SD.

personalia. pelaksanaan maupun evaluasi program pendidikan guru. Program disusun dan dikembangkan oleh ekspert dalam ilmu pendidikan (pedagogy).gotaan dalam profesi guru. . para guru dan pelaksana pendidikan.dengan baik. yang akan menjadi acuan. 3. b.ram. dan isi program serta keang. Tujuan program adalah menyiapkan calon guru agar mampu mengajar secara efektif. baik dalam pengembangan. Rencana program bersifat menyeluruh. Prosedur penerimaan siswa. berisi pemberian kesempatan untuk pengembangan sikap. Dosen lembaga pendidikan guru memiliki pengetahuan praktis tentang lapangan (sekolah dan pelaksanaan pengajaran). 5. Perencanaan program 1. 3. Dengan mengacu pada National Education Association (NEA) Amerika Serikat. perlu ada lembaga yang memberikan legalitas terhadap kelayakan program pendidikan guru. yaitu: perencanaan. dalam bidang studi (spesilisasi) bersama para praktisi pendidikan. 2. standar yang digunakan serta memberikan sertifikasi terhadap guru. Lembaga ini dikelola oleh para ahli pendidikan guru. Perencanaan program didasarkan atas pengetahuan tentang apa yang akan dikerjakan guru di sekolah. Implementasi program 1. 4. 2. pembinaan serta pelulusannya sesuai dengan tujuan program. Pendidikan guru perlu memiliki suatu standar. 4. Program menyediakan kesempatan yang cukup bagi calon guru untuk mempraktikkan apa yang mereka pelajari. a. Program disusun secara sistematis dan berisi perpaduan antara pendidikan umum. penguasaan pengetahuan. bidang studi dan profesi kurikulum. irnplementasi. Implernentasi program sejalan dengan tujuan dan rencana prog. Kelima. standar pendidikan guru meliputi lima komponen pendidikan. dan keterampilan yang esensial bagi pelaksanaan pengajaran yang efektif.

baik yang berkenaan dengan bahan yang a kan diajarkan maupun bahan yang berhubungan erat. Bahan pelajaran 1. 6. d. dan penentuan kebijaksanaan personalia didasarkan atas hasil evaluasi tsb. Isi program 1. Proses pengajaran 1) Program menyediakan pengajaran bagi pengembangan fisik dan intelek siswa dari berbagai latar belakang. Program menyediakan latihan bagi penguasaan keterampilan dasar yang belum dimiliki calon guru pada waktu masuk. Program memadukan metode mengajar dengan bahan pelajaran. pemecahan masalah dan kreativitas. 2. 4. Dosen dan guru-guru yang membimbing calon guru. Program menyediakan pengajaran tentang berpikir kritis. Program menyediakan pengajaran untuk pendidikan umum 3. ras. Dosen. Program menyediakan pengajaran tentang bagaimana siswa belajar. agama. c. Personalia program 1. 2. bahasa. Dosen lembaga pendidikan guru dan guru-guru di lapangan memperlihatkan sikap dan perilaku seperti yang diharapkan dalam program. Program menyediakan pengajaran bidang studi secara mendalam. dan sosial ekonomi. 7. guru pamong dan staf lainnya dievaluasi dengan kriteria standar. 2. dipersiapkan khusus melalui latihan yang intensif dalam bidangnya. Program menyediakan pengajaran tentang pertumbuhan dan perkembangan anak. 5. Program menyediakan kesempatan bagi calon guru untuk memperoleh dan menerapkan pengetahuan dan keterampilan secara efektif terhadap siswa dari berbagai latar belakang budaya.5. 3. .

fungsi berbagai organisasi profesi dan tanggung jawab anggota suatu organisasi profesi. 5) Program menyediakan pengajaran bagaimana bekerja dan membantu anak anak yang berkelainan. 10) Program menyediakan pengajaran tentang peranan. 12) Program menyediakan pengajaran tentang hak dan tanggung jawab guru dart siswa. 9) Program menyediakan pengajaran tentang penilaian proses dan hasil belajar. 4) Program menyediakan pengajaran bagimana menggunakan bahan cetak. Hampir seluruh butir standar dapat diterapkan. 2) Program menyediakan pengajaran tentang hubungan antara organisasi profesi dengan lembaga-lembaga pemerintah yang mengelola pendidikan. 7) Program menyediakan pengajaran tentang pengembangan keterampilan hubungan interpersonal dan proses kelompok.butir tertentu membutuhkan beberapa penyesuaian. terutama yang berhubungan dengan peranan profesional guru. bukan cetak dan alat-alat teknologi. 8) Program menyediakan pengajaran tentang keterampilan berkomunikasi secara luas. Keanggotaan profesi 1) Program menyediakan pengajaran tentang bagaimana suatu profesi diorganisasi. 6) Program meliputi pengajaran tentang pengelolaan kelas. atau penerapannya secara berangsur-angsur. walaupun untuk butir. pentingnnya dan sumbangan sekolah terhadap pembangunan bangsa. e. Perencanaan dan implementasi program pendidikan guru di Indonesia dapat dikembangkan dengan menggunakan standar NEA sebagai acuan.2) Program menyediakan pengajaran tentang strategi pemgajaran. . 3) Program menyediakan pengajaran tentang peranan guru dalam penentuart keputusan. 11) Program menyediakan pengajaran tentang kebijaksanaan pemerintah dan pengelolaan pendidikan.

harus: Keempat. dengan fasilitas dan peralatan praktik yang memadai.Idnkan para siswa calon guru. pengembangan program pendidikan guru yang bermutu standar membutuhkan kepedulian. Adanya perbedaan pandangan yang jauh. motivasi dan dedikasi yang tinggi dari para pelaksananya. perlu adanya kesiapan terutama dari para pengelola dan pelaksana program.Peningkatan mutu pendidikan guru melalui penerapan standar. Hal yang sama juga berlaku agar para guru di sekolah merasa enjoy dengan pekerjaannya. Ini me nyangkut tersedianya tempat praktik yang representatif. belajar berlatih dan berbuat banyak. Pengembangan program pendidikan guru yang bermutu standar membutuhkan dalam menilai kompetensi. betul-betul bisa mengajar diperlukan pengalaman praktik yang memadai. perlu adanya kesamaan pandangan dari berbagai pihak yang berkepentingan dan terlibat dalam pengembangan pendidikan guru. selain akan menghambat kelancaran pengembangan program. Mereka harus menjadi ekspert dan sekaligus contoh model bagi para siswa pendidikan guru. menjadi barisan terdepan dalam pembinaan profesi guru. membutuhkan beberapa hal. Apa yang harus diupayakan agar para pelaksana pendidikan guru merasa enjoy.tang program dan standar program pendidikan guru. Pertarna. Ketiga. Kedua. agar guru-guru yang dihasilkan dari lembaga pendidikan guru. juga bisa menghambat pencapaian program yang bermutu. Beberapa butir dalam standar menekankan hal itu. Sudah siap dan akan siapkah par dosen dan gurua guru di lapangan untuk menjadi ekspert dan model guru yang didambakan? Apa yang harus dilakukan terlebih dahulu agar mereka betul-betul siap? Guru profesional bukan hanya tahu banyak. Dosen lembaga pendidikan guru dan guru pamong. tetapi juga bisa banyak. ten. Upaya apa yang harus dilakukan agar tercipta kondisi tersebut? Suatu pekerjaan akan dilakukan dengan sungguh-sungguh dan penuh semangat. Untuk itu diperlukan tempat praktik yang representatif yang memung. Apakah imbalan finansial yang akan menumbuhkan enjoyness? atau pimpinart yang bijaksana dengan kepemimpinannya yang terbuka? atau . apabila para pelaku pekerjaan itu merasa enjoy dengan pekerjaan tersebut.

Kompetensi (pengetahuan.  Dirumuskan secara eksplisit dan menunjuk pada tingkat penguasaan tertentu. b.  Harus objektif. 1) Berkenaan dengan program pendidikan Elam merumuskan unsurunsur sebagai berikut: a. pelaksanaan program serta hal-hal yang bersifat umum. Stanley Elam (1971) merumuskan beberapa unsur yang esensial dalam PGBK. Beberapa ahli lebih setuju memakai kata performance (perbuatan atau perilaku) daripada competence. Unsur-unsur itu berkenaan dengan program pendidikan. Penilaian kompetensi siswa:   Menggunakan perbuatan siswa sebagai sumber pertama. juga mengguriakan pengetahuan siswa yang berkaitan dengan rencana untuk menganalisis. adalah model pendidikan guru berdasarkan kompetensi (PGBK) atau competence based teacher education (CBTE). c.  Kriteria tersebut harus dipublikasikan. Dirumuskan secara jelas sehingga dapat diukur dalam perilaku siswa sebagai perwujudan kemampuannya.  Dapat dikenal secara umum. . Pendidikan guru berdasarkan kompetensi Salah satu model pendidikan guru yang mungkin bisa mencapai standar. Dalam tulisan ini keduanya dipandang sama. karena dipandangnya lebih luas. keterampilan dan perilaku) yang diperlihatkan siswa:   Berasal dari konsep yang tampak dari perenan guru. dan minilai situasi atau perilaku. Kriteria yang digunakan untuk mengukur kompetensi:  Didasarkan dan disesuaikan dengan kompetensi-kompetensi yang spesifik.sistem kenaikan pangkat yang terbuka yang memungkinkan guru-guru (termasuk guru sekolah dasar) bisa mencapai golongan IVe? atau faktor-faktor lainnya? 3. menginterpretasikan.

Siswa dinyatakan telah selesai dalam sutau program. Pengajaran modular memungkinkan pengajaran bersifat individual. Perkembangan siswa dalam menempuh program pendidikan ditentukan oleh kompetensi yang telah dikuasai. Penekanan program pengajaran adalah pada keluaran (hasil) dan bukan pada masukan. dengan unsur-unsur (tujuan. Program pengajaran ditujukan untuk mendorong perkembangan siswa serta menilai penguasaan siswa tentang kornpetensi kompetensi tertentu. Di samping dua komponen PGBK di atas. Modul merupakan seperangkat kegiatan belajar. karena tiap siswa punya latar belakang dan tujuan yang berbeda. Pengajaran bersifat individual dan personal. pra-penilaian. Setiap basil yang is memperoleh merupakan umpan balik yang menentukan kegiatan selanjutnya. kegiatan pembelajaran. pasca-penilaian. 2. Dalam PGBK waktu bukan sesuatu yang konstan tetapi hanya sebagai variabel. dari guru atau dari dirinya sendiri. dan perbaikan) ditujukan membantu siswa menguasai kemampuan. Semua komponen pengajaran tersusun secara sistematis terarah pada pencapai tujuan tertentu. 3.d. b. personal dan independen. dan bukan ditentukan oleh waktu atau mata pelajaran yang telah ditempuh. Pengalaman belajar siswa dituntun oleh umpan balik yang diterima dari teman. c. Pelaksanaan pengajaran bersifat modular.kemampuan tertentu. . d. Berkenaan dengan pelaksanaan program menurut Elam PGBK memiliki karakteristik sebagai berikut: a. e. maju sesuai dengan iramanya sendiri. apabila telah mengusai semua kemampuan yang dituntut. menurut Elam ada beberapa karakteristik dasar yang menyangkut hal-hal lain yang lebih umum. maka pengajaran sangat bersifat personal dan individual. e. Program pengajaran tersusun dalam suatu sistem. f. prasyarat.

b. Guru menguasai teknik-teknik komunikasi serta strategi mengajar dengan baik. Bahan-bahan disusun dalam bentuk materi protokol dan dibantu atau diintegrasikan dengan materi latihan. mengintegrasikan dan memecahkan problem-prob.a. Guru adalah orang yang berpendidikan luas dengan latar belakang bidang pengajaran yang mendalam. d. Bahan-bahan memungkinkan dan pengalaman disiapkan dalam bentuk yang dan banyak mendapatkan konsep. Karena PGBK menekankan pada perbuatan maka kegiatan pengajarannya sebanyak-banyaknya dilaksanakan di lapangan dalam situasi yang nyata. serta menilai hasil dan pelaksanaannya. keterampilan pengetahuan. f. Guru dan siswa bersama-sama merencanakan pengajaran. 3. Untuk memberikan umpan batik dalam rangka perbaikan dan mengadakan regeneratif maka siswa juga mengadakan penclitian. Dalam pelaksanaan pengajaran siswa banyak mendapat kesempatan berlatih membuat penentuan keputusan. g. Dalam keputusan is ambit secara rasional. ia pula yang mencobanya. Siswa membuat keputusan tentang pengajarannya.lem pengajaran. Dalam perbuatannya guru merefleksikan profesionalisme. e. 5. Program pengajaran berpusat pada lapangan. 2. harus mampu mendiagnosis.penelitian. Pembinaan profesional bukan hanya pada pendidikan pra-jabatan tetapi diteruskan dalam pengembangan karier. Siswa bukan saja harus menguasai teknik-teknik pengajaran. . Pendidikan guru yang didasarkan atas kompetensi mengajar dan PGBK mempunyai beberapa proposisi: 1. 4. c. Perbuatan guru memanifestasikan penguasaan behavioral science yang luas. tetapi juga harus menguasai teknik-teknik pengajaran.

STKIP sebagai lembaga pendidikan guru Di Indonesia dewasa ini. sosial. Membuat rencana pelajaran untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Merumuskan tujuan-tujuan instruksional yang didasarkan atas kebutuhan siswa. Bekerja efektif dalam kelompok profesional. Jones ada lima belas kompetensi yang harus dimiliki guru yaitu: 1. Menyesuaikan pengajaran dengan latar belakang budaya siswa. 3. Memperlihatkan pola-pola komunikasi yang efektif dalam kelas. yaitu: IKIP. jasmaniah. 11. Mendiagnosis kebutuhan emosional. Menggunakan keterampilan manajerial dan organisasi dalam mendorong perkembangan sosial. 13. Merencanakan dan melaksanakan penilaian untuk menilai hasil belajar siswa dan efektivitas pengajaran. dan PGA pada jenjang pendidikan menengah. 6. Memperlihatkan keterampilan mengajar dan model-model pengajaran untuk mencapai tujuan tertentu bagi siswa tertentu. Dewasa ini penyiapan . dan STKIP yang merupakan lembaga pendidikan guru pada jenjang perguruan tinggi. 4. 8. 9. IKIP. jasmani dan intelek siswa. Memonitor proses dan hasil belajar dan mengadakan perbaikan pengajaran. 10. Sebelumnya pada jenjang pendidikan menengah juga ada SPG dan SGO yang menyiapkan calon-calon guru sekolah dasar. 14. FKIP. Menggunakan sumber-sumber yang sesuai untuk mencapai tujuan pengajaran. Melaksanakan pengajaran sesuai dengan rencana tersebut 5. FKIP. 15.Menurut Robert Houston dan Howard L. 12. Menganalisis efektivitas keprofesionalannya dan terus berusaha memperluas efektivitas tersebut. Menguasai bidang studi yang akan diajarkannya. emosi. 4. 7. intelektual siswa. 2. Sensitif terhadap kebutuhan dan perasaan sendiri dan juga terandap kebutuhan dan perasaan orang lain. kita mempunyai dua kelompok lembaga pendidikan guru.

dan rentang studi 2-4 semester. perbedaannya hanya pada keorganisasiannya saja. Dalam bagian ini yang akan dibahas terbatas hanya pada IKIP. FKIP.gelar pada keahlian profesional. Meskipun ada tiga lembaga formal lembaga pendidikan guru berjenjang pendidikan tinggi. tujuan dan misinya sama. ada tiga jenjang program gelar. berada langsung di bawah Mendikbud. Dewasa ini yang menyelenggarakan jenjang program S2 dan S3 hanya beberapa IKIP. mempunyai jumlah fakultas. tetapi dasar. Selama ini . belum ada FKIP dan STKIP yang menyelenggarakan jenjang program S2 dan S3. dalam berbagai bidang keahlian/program studi. FKIP.ter di atas SMTA. terdiri atas Diploma I dengan paket kurikulum 2 semester. Di.ploma II paket kurikulum 4 semester. dan STKIP. rentang studi 4-6 semester. sedang non. tetapi kedudukannya otonom seperti IKIP (di bawah Menteri). FKIP. LPTK (IKIP. program gelar clan non-gelar. dan STKIP) mempunyai misi menyiapkan tenagatenaga profesional di bidang kependidikan. FKIP merupakan lembaga pendidikan guru. IKIP sebagai lembaga pendidikan guru berstatus institut merupakan lembaga otonom. dan STKIP. Program non-gelar disebut juga program Diploma. Menurut Kepmen 211 tahun 1982. dan STKIP sebagai lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) yang menyiapkan guru dan tenaga kependidikan lainnya pada jenjang Sekolah Dasar. STKIP setara dengan FKIP mempunyai beberapa Jurusan dan Program Studi. jurusan. Program gelar memberikan tekanan pada pembentukan keahlian akadernik. dan program studi. jenjang Pascasarjana (52) rentang studi 12-18 semester dan jenjang Doktor (S3) rentang 16-22 semes. Diploma 3 paket kurikulum 6 semester. rentang studi 8-14 semester di atas SMTA. berstatus fakultas berada di universitas (di bawah Rektor). yaitu Sarjana (Si) dengan rentang studi 8-14 semester. mempunyai sejumlah Jurusan dan Program Studi. Sekolah Lanjutan Pertama dan Sekolah Lanjutan Atas serta LPTK sendiri.guru-guru sekolah dasar dikerjakan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) yang merupakan Program D2 pada IKIP. FKIP. rentang studi 6-10 semester clan Diploma 4 paket kurikulum 8 semester. yaitu IKIP.

tetapi bagi luar LPTK yang ingin menjadi guru. STLP maupun SLTA. kecuali untuk program akta bagi talon guru dari luar LPTK menggunakan model pendidikan berurutan (consecutive model). yaitu program Akta. Prinsip penting . bidang bimbingan dan konseling. Akta I setelah memiliki 20 SKS. dan dewasa ini program Diploma III juga sudah mulai tidak dibuka lagi. baik bidang studi maupun kependidikan. teknologi pendidikan. Walaupun LPTK umumnya tidak menerapkan konsep PGBK secara utuh. Ada lima jenjang program Akta. Penyiapan tenaga kependidikan pada LPTK umumnya menggunakan model pendidikan simultan (concurrent model) yaitu materi bidang studi diberikan bersama-sama dengan materi kependidikan. matematika dan ilmu pengetahuan alam. serta olah raga dan kesehatan. harus mengambilnya secara terpisah. hanya berbeda jumlah SKS yang telah dimiliki pada bidang studi non-kependidikan. Pada beberapa IKIP mulai dirintis pengembangan PGTK untuk guru Taman KanakKanak. Program ini ditujukan untuk memberikan wewenang kependidikan khususnya wewenang mengajar. Akta III setelah memiliki 90 SKS.masing beban studinya 20 SKS. yaitu guru dan non-guru. Penyiapan guru Sekolah Dasar dilaksanakan dalam program D2 PGSD. administrasi pendidikan. kependidikan ditempuh setelah menguasai bidang studi.program Diploma yang dilaksanakan di LPTK adalah Diploma II dan III. teknik dan kejuruan. Akta II setelah memiliki 60 SKS. baik untuk jenjang Sekolah Dasar. ada lagi satu program yang diterapkan pada LPTK. ada program guru kelas ada guru bidang studi khususnya pendidikan jasmani. dan pendidikan luar biasa. Untuk tenaga guru SLTP. Secara garis besar ada dua jenis keahlian yang dibina pada LPTK. pendidikan luar sekolah. Untuk tenaga non-guru disiapkan dalam program Si. masing. kelompok pendidikan ilmu sosial. Akta IV setelah memiliki 124 SKS dan Akta V setelah memiliki 160 SKS pada bidang studi non-kependidikan. Bagi para mahasiswa LPTK program ini sudah terintegrasi dengan program gelar maupun non-gelar. bahasa dan sastra. tetapi beberapa prinsip dan unsur PGBK tetapi menjadi pegangan. dan SLTA (SMU dan SMK) disiapkan dalam program D3 dan Si berbagai bidang studi. Peningkatan profesionalisme para dosen dilakukan melalui program S2 dan S3. Selain kedua program di atas.

Guru bukan saja harus bekerja sama dengan siswa. karena mengajar merupakan suatu pekerjaan yang bukan saja menuntut kemampuan intelektual dan fisik. °rang tua serta warga masyarakat lainnya. E. Ada lima problem utama menurut penulis yang dihadapi guru dalam tugasnya. baik antara kemampuan sebagai tenaga ahli-profesional dengan sebagai warga negara. dan bidang studi 100-116 sks. menjalin kerja sama dan membina hubungan baik serta menanamkan disiplin pada siswa. khususnya guru harus diperkuat dengan pengalaman lapangan yang cukup intensif dan kaya. Tulisan ini diberi judul Teaching is Tough. proses belajar-mengajar dan bidang studi. Prinsip lainnya adalah tekanan kepada pengalaman lapangan. control. Pengembangan kemampuan yang seimbang ini dirancang dalam program pendidikan/kurikulum dengan komponen-komponen dasar umum. New Jersey: Prentice Hall Inc. et a!. sebagai muridnya yang sering sekaligus juga jadi kliennya. Donald R. Penyusunan buku ini dimaksudkan untuk membantu guru-guru dalam memecahkan masalah pendidikan yang sering mereka hadapi. dasar kependidikan. Konsep kemampuan ini telah dimodifikasi yaitu dipadukan dengan konsep disiplin ilmu (bidang studi) dalam pengembangan topik-topik inti. yaitu membina dan mengawasi . (1980). masalah afiliation. Teaching is Tough. proses belajar-mengajar 18 SKS. Buku Acuan Cruickshank. tetapi juga kemampuan psikologis dan afektif. Pengembangan kemampuan profesional pada bidang kependidikan. Rinciannya adalah dasar umum 14 SKS. maupun antara kemampuan/penguasaan bidang ilmu/bidang studi dengan bidang kependidikan. dasar kependidikan 12 SKS. Bobot SKS memang lebih besar pada bidang studi hampir tiga perempat dari kependidikan. Englewood Cliff. Program pendidikan guru yang dikembangkan pada LPTK diarahkan pada pengembangan kemampuan yang seimbang.PGBK yang tetap diperhatikan dalam program pendidikan LPTK ad alah tekanannya pada pengembangan kemampuan. tetapi juga harus bekerja sama dengan staf sekolah yang lain. Kedua. Pertama.

Guru dan kepala sekolah harus dapat memilih dan menggunakan cara yang paling tepat. Buku ini membahas bagaimana menciptakan kelas yang terkelola dengan baik. tetapi banyak cara. et al. Classroom Management for Secondary Teachers. Wolfgang. yaitu menjalin hubungan baik dengan orang tua serta memahami kondisi keluarga mereka. Model-model tersebut adalah: Supportive model dari Gordon dengan Teacher Effectiveness Training Analysisnya. and Glickman. tidak ada satu cara yang terbaik untuk memecahkan masalah dalam kelas. Ketiga. karena mereka adalah manajer kelas dan sekolah. Solving Discipline Problems. (1984). Emmer. Edmund T. Charles H. Reality model dari William Glasser. terutama masalah siswa dalam kelas. Buku ini men guraikan beberapa strategi untuk memecahkan berbagai masalah. Penulis menegaskan bahwa. Kelima adalah time. hal itu terjadi karena guru memahami benar situasi kelas dan perilaku para siswa serta berusaha keras untuk menciptakannya. Buku ini sangat penting terutama bagi guru dan kepala sekolah. Englewood cliffs. (1980). Carl D. New Jersey: Prentice Hall Inc. Secara garis besar pengelolaan kelas ini meliputi tiga . Banyak masalah yang dihadapi guru dalam kelas. Boston: Allyn & Bacon Inc. Dalam buku ini dikemukakan sejumlah strategi atau model pemecahan yang dapat dipilih oleh guru. Valuing model dari Raths dan Simon dengan Value Clarification Technique-nya. Behavior Modification model. berusaha membantu siswa agar berhasil baik dalam perkembangan akademis maupun sosialnya. Behaviorism/Punishment model dari Engleman dan Dobson. Kelas yang baik tidak terjadi dengan sendirinya. student success. membagi dan mengelola waktu baik bagi kebutuhan pribadi guru maupun bagi penyelesaian dan perkembangan tugas-tugas profesinya. Pada bagian akhir tulisannya dijelaskan peranan guru dalam memahami masalah siswa dengan berbagai macam latar belakangnya serta cara mereka bertindak sebagai decision maker dalam kelas. parent relation and home condi.tion. Masalah keempat adalah.siswa agar berperilaku seperti yang diharapkan. Social Discipline model dari Rudolf Dreikurs.

Dengan ilustrasi yang menarik dilukiskan dalam buku ini kegiatan sehari-hari para calon guru yang sedang berpraktik di sekolah. bagaimana mencari keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan individu dengan kelas. New York: Barners & Nobles Books. mengevaluasi organisasi dan manajemen kelas. et al. Ketiga langkah pengelolaan tersebut dalam buku ini meliputi. kepala sekolah. oleh karena itu buku ini sangat berharga bagi guru-guru. pelaksanaan pengelolaan. mengorganisasi dan melaksanakan kegiatan pengayaan.langkah: perencanaan. berdiri sendiri. konselor serta para mahasiswa yang sedang mempersiapkan din i untuk menjadi guru. mengelola kegiatan siswa. Schwebel. Digambarkan dengan jelas bagaimana hubungan antara guru dengan siswa. memberikan ganjaran dan hukuman. Perkembangan calon guru dari serba ragu menjadi penuh keyakinan dan penuh tanggung jawab. Buku ini menguraikan hal-hal yang sangat praktis. Bagaimana kurikulum. . serta gambaran nyata yang akan dihadapi para calon guru di dalam kelas. kepala sekolah. mengelola kelompok-kelompok khusus. buku ini memberikan gambaran dan sekaligus pedoman kepada calon-calon guru serta para mahasiswa yang sedang belajar di Fakultas Pendidikan/Keguruan tentang apa yang diharapkan dari seorang calon guru. memelihara perilaku siswa. Andrew I. pengawas dan orang tua siswa. dengan guru lain. (1979). serta pemeliharaan prosedur pengelolaan. Sesuai dengan judulnya. keduanya dilakukan sepanjang tahun ajaran. bagaimana menyusun persiapan mengajar. memilih peraturan dan prosedur pengelolaan. The Studnet Teacher's Handbook. dilakukan sebelum tahun ajaran. bagaimana memecahkan masalah siswa. pengelolaan ruang kelas dan alat-alat belajar.

George I.E. (1981). Brown. New York: Harper & Row Pub. . Jakarta: Balai Pustaka. Bangkok: Unesco. (1975). Curriculum Inquiry. (1992). Beanne. (Ed). (1975).A. Newton. Morris L. Iskandar (1980). Pendekatan Pembelajaran: Acuan Konseptual Pengelolaan KBM di Sekolah. Teknologi dan Perkembangan. Regional Office for Education in Asia and Pacific. Pendidikan di Indonesia: Penilaian dan Pedoman Perencanaan. & Toepfer. Training Educational Personnel for Integrated Curriculum. Massachussetts: Alyn and Bacon. Maurice P. George A. The Achievement of Education. New York: The Viking Press. Ivor K. Cornnelly. Brown. Illinois: The KAGG Press. Instructional Techniques. Apeid. 1984. Inc. D & Ginnis. UK: Blackwell Publisher. (1986). New York: Harper & Row Pub. C. Beanne. (1984). John H. Jakarta: LP3ES. J. P. Raka Joni. Davies. S. J. (1995).F. Bigge. (1983). Conny R. Great Britain: Simon and Schuster Education.J. (Ed). Oxford. Syracuse: ERIC Clearinghouse on Information. The Live Classroom. Chambers. Beauchamp. Virginia: ASCD.M. (1980). Trends in Instructional Technology. Toward A Coherent Curriculum. New York: McGraw Hill Books. Beeby. Pembaharuan Kurikulum Sekolah Dasar Sejak Proklamasi Kemerdekaan. Anwar Jasin. Brandes. Curriculum Planning and Development. Semiawan & T.DAFTAR RUJUKAN Alisyahbana. Curriculum Theory. Wilmette. (1993). Jr. (1987). Jakarta: Yayasan Idayu. James W. & Alessi. (Ed). (1992). The Student Centred School. Co. Alexandria. & Hunt.A. Psychological Founda tion of Education. (1981). C. F. Jakarta: Konsorsium Ilmu Pendidikan. Ditjen Dikti Depdikbud.

Inc. Peraturan Pelaksanaan Sistem Pendidikan Nasional. Holmes Group. & Lindzey. Dunkin. Jakarta: Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi. Dull. Curriculum in the Classroom. Ronald C. (1991). Jakarta: Depdikbud Depdikbud. East Lansing. Rinehart & Winston. New York: Harper & Row Publisher. Doll. Theories of Personality. (Ed). Inc. Theories of Learning. (1980). (Ed). The Condition of Learning. New York: John Wiley & Sons. A Humanized System Approach. Glen. USA: The Holmes Group. . Hlebowitsh. B. Michael. Lloyd W. (1965). SMP. Decision Making and Process. Columbus. The Psychology of Teaching. (1974). Hall. Gagne. Hass. (1990). California: Brooks/Cole Publishing.J. Boston: Allyn and Bacon. Hillgard. New York: Appleton Century Crofts. Queensland: Distance Education Centre. Readings in Curriculum. Calvin S. Glasser. Lambert. (1990). William.Control Theory in the Classroom.Depdikbud. Gardner. New York: Pergamon Press. Selecting and Use of Teaching Technology. Hass. W. (Ed). Peter S. 1994. Bower. (1970). J. Jakarta: Armas Duta Jaya. (1983). (1980). Bill. The International Encyclopedia of Teaching and Teacher Education. Curriculum Improvement. New York and London: Teacher College. (1993). Boston: Allyn & Bacon. Columbia University. Radical Curriculum Theory Reconsidered. (1980). Belmont. Ohio: Ohio Departemen of Education. (1977). (1970). Ernest R. SMA. 1984. Glen.Curriculum Development. Habibie. Hodgkinson. Kurikulum SD. Oxford. & Gordon H. Kejuruan 1975. Tomorrow's Schools. New York: Holt. (1987). Robert M. Beberapa Pemikiran tentang Strategi Transformasi Industri suatu Negara Sedang Berkembang. (Ed). Gardiner. (1966). California: Lear Siegler Inc. Monterey.

(1985). Curricular Application. Democracy. Inc. Kourilsky. Klose. Curriculum Theory: Theory Into Practice. Educational Models for Instruction. W. Philip W. Rulihs Merrill Educational Publishing. Minneapolis. (1977). J. Journal Vol. J. (1985). Science Technology and Man agement. Inquiring Into the Teaching Process. . New York: Center for Curriculum Research and Services. XXI No. Kryspin. New York and London: Longman. (1992). Curriculum : Perspectives and Practices. at al. Al Paul. (1975). Johnson. McCutcheon. John. Mouly. Technology. & Seller. et al. New York: Macmillan Pub.P. (Ed). Boston: Little Brown & Co. (Ed). Allyn & Bacon. Abraham. Gail. Behavioral Objectives and Instruction. (1970). Kaplan. Mauritz. Koentjaraningrat. Robert J. The Science of Educational Research. Co. Mentalitet dan Pembangunan . New York: McGraw Hill Book Co. Mac Donald. Writing Behavioral Objectives. (1970). Inc. Handbook of Research on Curriculum. Ontario: Oise Press. (1974). Marilyn & Quaranta. Effective Teaching. Foresman and Co. Kibler. William J. San Fransisco: Chandler Publishing Co. Dianne. Psychological. George. McNeil John D. Indianapoli.Hosyom. Miller. 1987. (1977) Curriculum A Comprehensive Introduction. Toronto. Teaching and Learning: Philosophical. Minnesota: Burgess Pub.1 1982. Kebudayaan. New York: American Book Co. (1982). New York: Macmillan Publishing Co. (1964). (1980). London: Scott. Co. The Conduct of Inquiry. et al. Jackson. Jakarta: Gramedia. Lory. Lapp. Collision. (1979). Fremont E. Kast. Intentionality in Education. (1965). James B. OSU. & Rosenweig James E. (1962). Washington DC: The Association for Supervision and Curriculum Development.

W. Donald S. (1962). Qodir. Problem Approach to Foundation of Education. (1980). Washington DC. Chicago: Rand Mac Nally & Co. P. Daniel & Tanner. Curriculum: Perspective. Baltimore and London: The John Hopkins University Press. Walter T. A Theory of Education. Second Handbook of Research on Teaching. New York: John Wiley & Sons. Curriculum Development: Theory and Practices. Hutchinson & Sons.R. N. (1970). (1982). New York: Macmillan Pub. Skinner. Richard E. (Ed). Belmont. Tanner. Thomas M. . Comparing Theories of Child Development. Theory Construction for Research on Teaching. Teaching Thinking Across the Curriculum. Co. (1975). Ditjen Dikti. (1976).J. Understanding Technology. & Rockwell D. (Ed). (1972). California: Wadsworth Pub. Inc. Inc.M. Snow. Stephem. Sleeman. Ruggiero. Seckinger. Macmillan Publishing Co. Petty. Depdikbud. Brace and World. (Ed).NEA. Raka Joni. Chicago: Rand MacNally College Pub. Stroudsberg : downden. (1995). Paradigm and Possibility. (1986). (1988). New York: Harcourt. Jakarta: Konsorsium Ilmu Pendidikan.M. (1976). Murray. T. Charles. Susskind. V. Instructional Media and Technology. Excellence in Our Schools Teacher Education: An Action Plan. Joseph D. Co. R. New York: Alfred A Knopf. Beyond Freedom and Dignity. Laurel. (1979). C. Hilda.F. Curriculum for the Modern Elementary School.H. Pokok-Pokok Pikiran Mengenai Pendidikan Guru. Columbus. in Travers. Directive Teaching. B. (1986). Inc. Taba. Publishers. (1978). Inc. Schubert. Curriculum Development. (1973). Ilmu Pengetahuan dan Metodenya. Ithaca: Come! University Press. (1992). Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. New York: Harper & Row. Thomas. Novak.A. Ohio: Charles E Merril Pub.

Curriculum Principles and Foundations. California: McCutchan Publishing. Woolfolk. (1978). Pedoman Pelaksanaan Pala Pembangunan Sistem pendidikan Tenaga Kependidikan di Indonesia. (Ed). Berkeley. New York: Promenthus Books. I.Tilaar. Robert S. New Jersey: Prentice Hall.G. Anita E. Welch.D. D. Unruh. Sistem Pendidikan Nasional yang Kondusif bagi Pembangunan Masyarakat Industri Modern Berdasarkan Pancasila. Jakarta: Depdikbud. Tisna Amidjaja.R. et al. Zais. Jakarta: Panca Simpati. . A. (1991). G.A. (1984). (1976). (1980). Curriculum Development. Englewood Cliffs. Educational Psychology for Teachers. Alwvi. & Unruh. New York: Harper & Row Publisher. (1980). (1984). Jakarta: Panitia Kongres Ilmu Pengetahuan Nasional V. H. Toffler.n. Co. Humanistic Psychology.A. Gelombang Ketiga.

Psikologi Umum dan Sosial bersama Djasman Adimihardja. (1982). Co. . sarjana pada tahun 1966 Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan dan Program Doktor pada tahun 1983 Jurusan Pengembangan Kurikulum FPS.lumbus. Strategi Bela jar-Mengajar (1984). Penulis juga mengikuti program Refresher tahun 1986/1987 pada Universitas Ohio. IKIP Bandung dengan tambahan kredit dari Universitas California di Santa Barbara 1977/1978. Rochman Natawidjaja (1979). Universitas Ibnu Khaldun dan Universitas Pakuan Bogor.M. NANA SYAODIH SUKMADINATA. Thomas (1978). DR.TENTANG PENULIS PROF. (1978).rtgaiarkan mata kuliah yang sama selama beberapa tahun pada Universitas Siliwangi Tasikmalaya. Pada program Si penulis juga mengajar mata-mata kuliah Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Konseling pada IKIP Bandung dan Universitas Islam Bandung. Psikologi Belajar (1991). Beberapa buku yang pernah ditulis: Pengan tar Psikologi (1967). STIA. M. Mendiagnosis dan Membantu Kesulitan Belajar Siswa (1978). Teori dan Teknik Bimbingan Kelompok (1975). Teknik Penilaian dan Bimbingan Pen yuluhan bersama Drs. Pen yuluhan Individual (1976). Sampai saat ini penulis masih menjadi pengajar luar biasa pada SESKOAD dan SESPIMPOL. The Role of Remediation in the Indonesian System bersama R. Penulis menyelesaikan program Sarjana Muda tahun 1963 pada Jurusan Pedagogik. penulis buku ini. Saat ini penulis mengajar mata kuliah Pengembangan Kurikulum dan Metode Penelitian pada PPS IKIP Bandung. dan sebelumnya nak. TeknikTeknik Pemahaman Individu.A. dan STKS Bandung. Universitas Pasundan. Prinsip dan Landasan Pengembangan Kurikulum (1988). adalah dosen tetap pada IKIP Bandung.