PENGEMBANGAN KURIKULUM TEORI DAN PRAKTEK KATA PENGANTAR

Kurikulum memegang kedudukan kunci dalam pendidikan, sebab berkaitan dengan penentuan arah, isi dan proses pendidikan, yang pada akhirnya menentukan macam dan kualifikasi lulusan suatu lembaga pendidikan. Kurikulum menyangkut rencana dan pelaksanaan pendidikan baik dalam lingkup kelas, sekolah, daerah, wilayah maupun nasional. Semua orang berkepentingan dengan kurikulum, sebab kita sebagai orang tua, sebagai warga masyarakat, sebagai pemimpin formal ataupun informal selalu mengharapkan tumbuh dan

berkembangnya anak, pemuda, dan generasi muda yang lebih baik, lebih cerdas, lebih berkemampuan. Kurikulum mempunyai andil yang cukup besar dalam melahirkan harapan tersebut. Buku ini disusun dengan tujuan membantu para guru, dosen, instruktur, widyaiswara, para pengembang, pengelola, penentu kebijaksanaan, dan siapa saja yang terlibat dan berminat dalam pengembangan kurikulum; untuk menambah wawasan tentang apa, mengapa, dan bagaimana pengembangan kurik ulum. Meskipun dalam buku ini diusahakan menyajikan materi yang bervariasi dengan cara penyajian yang moderat, tetapi mungkin saja sajian ini belum bisa memenuhi kebutuhan semua pihak. Untuk itu penulis meminta maaf dan menantikan saransaran bagi penyempurnaannya. Isi buku ini merupakan penyempurnaan dari buku sebelumnya yang berjudul Prinsip dan Landasan Pengembangan Kurikulum, yang ditulis dengan bantuan Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Depdikbud, untuk kepentingan Program Pascasarjana. Penulis ingin

menyampaikan ucapan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada Pimpinan P2LPTK, serta para pimpinan teras Depdikbud, yang telah mendorong penulisan serta memberi izin menerbitkan kembali buku ini oleh lembaga di luar P2LPTK.

Bandung, 1997 Nana Syaodih Sukmadinata

DAFTAR ISI

Kata Pengantar BAB 1 Konsep Kurikulum A. Kedudukan kurikulum dalam pendidikan B. Konsep kurikulum C. Kurikulum dan teori-teori pendidikan BAB 2 Teori Kurikulum 1 A. Apakah teori itu? B. Teori pendidikan C. Teori kurikulum BAB 3 Landasan Filosofis dan Psikologis Pengembangan Kurikulum A. Landasan filosofis B. Landasan psikologis BAB 4 Landasan Sosial-Budaya, Perkembangan Ilmu dan Teknologi dalam Pengembangan Kurikulum A. Pendidikan dan masyarakat B. Perkembangan masyarakat C. Perkembangan ilmu pengetahuan D. Perkembangan teknologi E. Pengaruh perkembangan ilmu dan teknologi BAB 5 Macam-Macam Model Konsep Kurikulum A. Kurikulum subjek akademis B. Kurikulum humanistik C. Kurikulum rekonstruksi sosial D. Teknologi dan kurikulum BAB 6 Anatomi dan Desain Kurikulum A. Komponen-komponen kurikulum B. Desain kurikulum

BAB 7 Proses Pengajaran A. Keseimbangan antara isi dan proses B. Isi dan kurikulum C. Proses belajar D. Kesiapan belajar E. Minat dan motif belajar BAB 8 Pengembangan Kurikulum A. Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum B. Pengembangan kurikulum C. Faktor-faktor yang mempengaruhi D. Artikulasi dan hambatan E. Model-model pengembangan kurikulum BAB 9 Evaluasi Kurikulum A. Evaluasi dan kurikulum B. Konsep kurikulum C. Implementasi dan evaluasi kurikulum D. Peranan evaluasi kurikulum E. Ujian sebagai evaluasi sosial F. Model-model evaluasi kurikulum BAB 10 Guru dan Pengembangan Kurikulum A. Guru sebagai pendidik profesional B. Guru sebagai pembimbing belajar C. Peranan guru dalam pengembangan kurikulum D. Pendidikan guru

Daftar Rujukan

BAB 1 KONSEP KURIKULUM

A. Kedudukan Kurikulum dalam Pendidikan Pendidikan berintikan interaksi antara pendidik dengan peserta didik dalam upaya membantu peserta didik menguasai tujuan-tujuan pendidikan. Interaksi pendidikan dapat berlangsung dalam lingkungan keluarga, sekolah, ataupun rnasyarakat. Dalam lingkungan keluarga, interaksi pendidikan terjadi antara orang tua sebagai pendidik dan anak sebagai peserta didik. Interaksi ini berjalan tanpa rencana tertulis,Orang tua sering tidak mempunyai rencana yang jelas dan rinci ke mana anaknya akan diarahkan, dengan cara apa mereka akan dididik, dan apa isi pendidikannya. Orang tua umumnya mempunyai harapan tertentu pada anaknya, mudah-mudahan is menjadi orang soleh, sehat, pandai, dan sebagainya, tetapi bagaimana rincian sifat-sifat tersebut bagi mereka tidak jelas. Juga mereka tidak tahu apa yang harus diberikan dan bagaimana memberi annya k agar anak-anaknya memiliki sifat-sifat tersebut. Interaksi pendidikan antara orang tua dengan anaknya juga sexing tidak disadari. Dalam kehidupan keluarga interaksi pendidikan dapat terjadi setiap saat, setiap kali orang tua bertemu, berdialog, bergaul, dan bekerja sama dengan anakanaknya. Pada saat demikian banyak perilaku dan perlakuan spontan yang diberikan kepada anak, sehingga kemungkinan terjadi kesalahan-kesalahan mendidik besar sekali. Orang tua menjadi pendidik juga tanpa dipersiapkan secara formal. Mereka menjadi pendidik karena statusnya sebagai ayah atau ibu, meskipun mungkin saja sebenarnya mereka belum siap untuk melaksanakan tugas tersebut. Karena sifat-sifatnya yang tidak formal, tidak memiliki rancangan yang konkret dan ada kalanya juga tidak disadari, maka pendidikan dalam lingkungan keluarga disebut pendidikan informal. Pendidikan tersebut tidak memiliki kurikulum formal dan tertulis. Pendidikan dalam lingkungan sekolah lebih‡bersifat formal. Guru sebagai pendidik di sekolah telah dipersiapkan secara formal dalam lembaga pendidikan guru. la telah mempelajari ilmu, keterampilan, dan seni sebagai guru. Ia juga telah

dibina untuk memiliki kepribadian sebagai pendidik. Lebih dari itu mereka juga telah diangkat dan diberi kepercayaan oleh masyarakat untuk menjadi guru, bukan sekadar dengan surat keputusan dari pejabat yang berwenang, tetapi juga dengan pengakuan dan penghargaan dari masyarakat. Guru melaksanakan tugasnya sebagai pendidik dengan rencana dan persiapan yang matang. Mereka mengajar dengan tujuan yang jelas, bahan-bahan yang telah disusun secara sistematis dan rinci, dengan cara dan alat-alat yang telah dipilih dan dirancang secara cermat. Di sekolah guru melakukan interaksi pendidikan secara berencana dan sadar. Dalam lingkungan sekolah telah ada kurikulum formal, yang bersifat tertulis. Guru-guru melaksanakan tugas mendidik secara formal, karena itu pendidikan yang berlangsung di sekolah sering disebut pendidikan formal. Dalam lingkungan masyarakat pun terjadi berbagai bentuk interaksi pendidikan, dari yang sangat formal yang mirip dengan pendidikan di sekolah dalam bentuk kursus-kursus, sampai dengan yang kurang formal seperti ceramah, sarasehan, dan pergaulan kerja. Gurunya juga bervariasi dari yang memiliki latar belakang pendidikan khusus sebagai guru, sampai dengan yang melaksanakan tugas sebagai pendidik karena pengalaman. Kurikulumnya juga bervariasi, dari yang memiliki kurikulum formal dan tertulis sampai dengan rencana pelajaran yang hanya ada pada pikiran penceramah atau moderator sarasehan, atau gagasan keteladanan yang ada pada pemimpin. Interaksi pendidikan yang be rlangsung di masyarakat, yang memiliki rancangan dan dilaksanakan secara formal sebenarnya dapat dimasukkan dalam kategori pendidikan formal. Interaksi yang rancangan dan pelaksanaannya kurang formal dapat kita sebut sebagai pendidikan kurang formal (less formal). Karena adanya variasi itu, Para ahli pendidikan masyarakat lebih senang menggunakan istilah pendidikan luar sekolah bagi interaksi pendidikan yang berlangsung di masyarakat ini. Dari hal-hal yang diuraikan itu, dapat ditarik beberapa kesimpulan berkenaan dengan pendidikan formal. Pertama, pendidikan formal memiliki rancangan pendidikan atau kurikulum tertulis yang tersusun secara sistematis, jelas, dan rinci. Kedua, dilaksanakan secara formal, terencana, ada yang mengawasi dan menilai. Ketiga, diberikan oleh pendidik atau guru yang memiliki ilmu dan keterampilan khusus dalam bidang pendidikan. Keempat, interaksi

apakah berkenaan dengan penguasaan pengetahuan. bahwa adanya rancangan atau kurikulum formal dan tertulis merupakan ciri utama pendidikan di sekolah. kemampuan sosial. yaitu tujuan. Pertaina. karena memiliki rancangan atau kurikulum secara formal dan tertulis. Keempat hal tersebut. Dengau berpedoman pada kurikulum. interaksi pendidikan antara guru dan siswa berlangsung. Kalau kurikulum merupakan syarat mutlak. Setiap praktik pendidikan diarahkan pada pencapaian tujuan -tujuan tertentu. bagaimana bentuk pelaksanaan suatu pendidikan atau pengajaran di sekolah yang tidak memiliki kurikulum. bukan hanya berkenaan dengan pembinaan segi-segi moral tetapi juga ilmu pengetahuan dan keterampilan. Pendidikan formal memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan pendidikan informal dalam lingkungan keluarga. Karena yang memiliki rancangan atau kurikulum formal dan tertulis adalah pendidikan di sekolah. Kedua. bahan ajar.pendidikan berlangsung dalam lingkungan tertentu. Telah diuraikan sebelumnya.mal di sekolah memiliki lingkup isi pendidikan yang lebih luas. Untuk menilai hasil dan proses pendidikan. ataupun kemampuan bekerja. pendidikan di sekolah dilaksanakan secara berencana. lebih luas dan mendalam. Ketiga. Sejarah pendirian sekolah diawali karena ketidakmampuan keluarga memberikan pengetahuan dan keterampilan yang lebih tinggi dan mendalam. kurikulum merupakan syarat mutlak bagi pendidikan di sekolah. metode-alat. Dengan kata lain. dan lebih disadari. lebih banyak mengacu pada pendidikan atau pengajaran di sekolah. pendidikan di sekolah dapat memberikan pengetahuan yang lebih tinggi. pengembangan pribadi. pendidikan for. Dapat kita bayangkan. maka dalam uraian-uraian selanjutnya yang dimaksud dengan pendidikan atau pengajaran itu. Interaksi ini . ataupun mengembangkan kemampuankemampuan tersebut diperlukan metode penyampaian serta alat-alat bantu tertentu. Untuk menyampaikan bahan pelajaran. dengan fasilitas dan alat serta aturan-aturan permainan tertentu pula. hal itu berarti bahwa kurikulum merupakan bagian yang tak terpisahkan dari pendidikan atau pengajaran. dan penilaian merupakan komponenkomponen utama kurikulum. sistematis. juga diperlukap caracara dan alat-alat penilaian tertentu pula.

struction".. Anggapan ini telah ada sejak zaman Yunani Kuno. Menurut pandangan lama. Zais. yaitu kurikulum sebagai ". hlm. Konsep Kurikulum Konsep kurikulum berkembang sejalan dengan perkembangan teori dan praktik pendidikan. memberikan pedoman dan pegangan tentang jenis. Di samping kedua fungsi itu. alam. serta proses pendidikan. BAGAN 1. sosial budaya. dan religi. kurikulum merupakan kumpulan matamata pelajaran yang harus disampaikan guru atau dipelajari oleh siswa. lingkup.. 7). dalam lingkungan atau hubungan tertentu pandangan ini masih dipakai sampai sekarang. 1976. Kurikulum mengarahkan segala bentuk aktivitas pendidikan demi tercapainya tujuan-tujuan pendidikan. Kurikulum juga merupakan suatu rencana pendidikan. . a racecourse of subject matters to be mastered" (Robert S. yang menjadi sumber konsep konsep atau memberikan landasan-landasan teoretis bagi pengembangan kurikulum berbagai institusi pendidikan. yang ditekuni oleh para ahli atau spesialis kurikulum. B. Menurut Mauritz Johnson (1967.iidak berlangsung dalam ruang hampa. tetapi selalu terjadi dalam lingkungan tertentu. ekonomi. yang mencakup antara lain lingkungan fisik. Pertautan antara satu komponen dan komlumen pendidikan lainnya dapat dilihat pada bagan berikut. juga bervariasi sesuai dengan aliran atau teori pendidikan yang dianutnya. dan urutan isi. politik. kurikulum juga merupakan suatu bidang studi. 130) kurikulum "prescribes (or at least anticipates) the result of in. hlm..1 Komponen-komponen utama pendidikan Kurikulum mempunyai kedudukan sentral dalam seluruh proses pendidikan.

dari konsep yang sangat sempit kepada yang lebih luas.. Kurikulum hanya menggambarkan atau mengantisipasi hasil dari pengajaran. seperti perencanaan isi. bersama guru tanpa guru. Perubahan penekanan pada pengalaman ini lebih jelas ditegaskan oleh Ronald C. tetapi pengajaran. to be composed of all the experiences children have under the guidance of teachers.Banyak orang tua bahkan juga guru-guru. Definisi Doll tidak hanya menunjukkan adanya perubahan penekanan dari isi kepada proses. hlm. Pendapat-pendapat yang muncul selanjutnya telah beralih dari menekankan pada isi menjadi lebih memberikan tekanan pada pengalaman belajar. termasuk pengajaran.. hlm. evaluasi. tetapi juga menunjukkan adanya perubahan lingkup. kurikulum . Menurut Caswel dan Campbell dalam buku mereka yang terkenal Curriculum Development (1935). Lebih khusus mungkin kurikulum diartikan hanya sebagai isi pelajaran. Doll (1974. 130) mengajukan keberatan terhadap konsep kurikulum yang sangat luas seperti yang dikemukakan oleh Ronald Doll. . kegiatan belajarmengajar. Mauritz Johnson (1967. Pengalaman tersebut berlangsung di sekolah. Apa yang di maksud dengan pengalaman siswa yang diarahkan atau menjadi tanggung jawab sekolah mengandung makna yang cukup luas.. kalau ditanya tentang kurikulum akan memberikan jawaban sekitar bidang studi atau mata-mata pelajaran. pengalaman hanya akan muncul apabila terjadi interaksi antara siswa dengan lingkungannya. 22): The commonly accepted definition of the curriculum has changed from content of courses of study and list of subjects and courses to all the experiences which are offered to learners under the auspices or direction of the school. sedangkan kurikulum hanya berkenaan dengan hasil-hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh siswa. berkenaan langsung dengan pelajaran ataupun tidak. Definisi tersebut juga mencakup berbagai upaya guru dalam mendorong terjadinya pengalaman tersebut serta berbagai fasilitas yang mendukungnya. Johnson membedakan dengan tegas antara kurikulum dengan pengajaran. Semua yang berkenaan dengan perencanaan dan pelaksanaan. Interaksi seperti itu bukan kurikulum. di rumah ataupun di masyarakat. Menurut Johnson.

Selanjutnya. dan kurikulum. tetapi pada keluasan cakupannya. pembelajaran. sedangkan kurikulum yang dioperasikan di kelas merupakan kurikulum fungsional (functioning. Terlepas dari pro dan kontra terhadap pendapat Mauritz Johnson. Hilda Taba (1962) mempunyai pendapat yang berbeda dengan pendapatpendapat itu. Salah seorang di antara mereka adalah Mac Donald (1965. Pelaksanaan rencana itu sudah masuk pengajaran. Sebagai respons terhadap kegiatan mengajar yang diberikan oleh guru. belajar (learning) merupakan kegiatan atau upaya yang dilakukan siswa. yang memberi pedoman dan mengatur lingkungan dan kegiatan yang berlangsung di dalam kelas. Kurikulum . Menurut Beauchamp (1968..Menurut Johnson kurikulum adalah . Zais menjelaskan bahwa kebaikan suatu kurikulum tidak dapat dinilai dari dokumen tertulisnya saja. him. a structured series of intended learning outcomes (Johnson. Kurikulum juga sering dibedakan antara kurikulum sebagai rencana (curriculum plan) dengan kurikulum yang fungional (functioning curricu. 130). hlm.(curriculum) merupakan suatu rencana yang memberi pedoman atau pegangan dalam proses kegiatan belajarmengajar. him. belajar. Beauchamp lebih memberikan tekanan bahwa kurikulum adalah suatu rencana pendidikan atau pengajaran. beberapa ahli memanciang kurikulum sebagai rencana pendidikan atau pengajaran. 1967. but basically it is a plan for the education of pupils during their enrollment in given school". yaitu mengajar. melainkan sesuatu yang fungsional yang beroperasi dalam kelas. Kurikulum bukan hanya merupakan rencana tertulis bagi pengajaran.lum).. sistem persekolahan terbentuk atas empat subsistem. Menurut dia. Rencana tertulis merupakan dokumen kurikulum (curriculum document or inert curriculum). melainkan harus dinilai dalam proses pelaksanaan fungsinya di dalam kelas. Keluruhan pertautan kegiatan yang memungkinkan dan berkenaan (lengan terjadinya interaksi belajar-mengajar disebut pembelajaran (instruction). live or operative curriculum). Perbedaan antara kurikulum dan pengajaran menurut dia bukan terletak pada implementasinya. Mengajar (teaching) merupakan kegiatan atau perlakuan profesional yang diberikan oleh guru. 6) "A curriculum is a written document which may contain many ingredients. Kurikulum.

dalam kurikulum (tertulis). Menurut Robert S. Beauchamp mendefinisikan teori kurikulum sebagai . apakah itu kurikulum pendidikan dasar. penelitian. sekhusus mungkin agar mudah dipahami guru. dan pengembangan para ahli kurikulum. Suatu kurikulum. kejuruan. . Kumpulan teori-teori kurikulum membentuk suatu ilmu atau bidang studi kurikulum. Zais (1976. kurikulum sebagai bidang studi mencakup: (1) the range of subject matters with which it is concerned (the substantive structure). batas antara keduanya sangat relatif. yaitu teori kurikulum.berkenaan dengan cakupan tujuan isi dan metode yang lebih luas atau lebih umum..2 Kontinum kurikulum dan pengajaran Menurut Taba. Teori-teori tersebut merupakan hasil pengkajian. Sebagai contoh. Menurut George A. kurikulum sekolah umum. sedangkan yang lebih sempit lebih khusus menjadi tugas pengajaran. Menurut Taba keduanya membentuk satu kontinum. and its evaluation. kurikulum terletak pada ujung tujuan umum atau tujuan jangka panjang. and (2) the procedures of inquiry and practice that it follows (the syntactical structure)". tetapi merupakan tugas dan tanggung jawab guru untuk menjabarkannya. its use. bergantung pada tafsiran guru. him. him. tetapi cukup luas dan umum sehingga memungkinkan mencakup semua bahan yang dapat dipilih oleh guru sesuai dengan kebutuhan dan minat siswa serta kemampuan guru. 3). pendidikan menengah atau pendidikan tinggi.a set of related statements that gives meaning to a schools's curriculum by pointing up the relationships among its elements and by directing its development. isi harus digambarkan serinci. BAGAN 1. dan lainlain merupakan perwujudan atau penerapan teori-teori kurikulum.. Beauchamp (1976. 58-59) kurikulum sebagai bidang studi membentuk suatu teori. Kurikulum memberikan pegangan bagi pelaksanaan pengajaran di kelas. sedangkan pengajaran pada ujung lainnya yaitu yang lebih khusus atau tujuan dekat.

Sebagai suatu sistem. ovaluasi. (3) organization for and leachniques used in curriculum plannning.Bidang cakupan teori atau bidang studi kurikulum meliputi: konsep kurikulum. baik sebagai dokumen tertulis maupun aplikasinya dan menjaga agar kurikulum tetap dinamis. Kurikulum sebagai suatu sistem menyangkut penentuan segala kebijakan tentang kurikulum. yang secara garis berkenaan dengan pengembangan. Sebagai suatu rencana pengajaran. desain kurikulum. pelaksanaan. Mengenai fungsi sistem kurikulum ini. alat-alat pengajaran dan jadwal waktu pengajaran.. susunan personalia dan prosedur pengemhangan kurikulum. 111m. and (7) providing for feedback and modification of the curriculum. Kurikulum dan Teori-Teori Pendidikan Kurikulum mempunyai hubungan yang sangat erat dengan teori pendidikan. 60) menggambarkan: . Suatu kurikulum disusun dengan mengacu pada satu atau beberapa teori kurikulum. evaluasi. (5) implementing the curriculum. penerapan. Kurikulum dapat dipandang sebagai rencana konkret .erupakan bagian atau subsistem dari keseluruhan kerangka organisasi sekolah atau sistem µ. pengembangan kurikulum. (2) the selection and involvement of person in curriculum planning. lebih lanjut Beauchamp (1975. penerapan. bahan yang akan disajikan. dan penyempurnaannya.(1) the choice of arena for curriculum decision making. (4) actual writing of a curriculum. implementasi dan evaluasi kurikulum.. Fungsi utama sistem kurikulum adalah dalam pengembangan. kegiatan pengajaran. dan suatu teori kurikulum diturunkan atau dijabarkan dari teori pendidikan tertentu.ekolah. kurikulum berisi tujuan yang ingin dicapai. dan penyempurnaannya. (6) evaluation the curriculum. kurikulum juga sebagai rencana pengajaran dan sebagai suatu sistem (sistem kurikulum) yang merupakan bagian dari sistem persekolahan. kurikulum m. Selain sebagai bidang studi menurut Beauchamp. Apa yang dikemukakan oleh Beauchamp bukan hanya menunjukkan tnnlsi tetapi juga struktur dari suatu sistem kurikulum. C. dan evaluasi kurikulum. penentuan kurikulum.

Isi pendidikan atau materi ilmu tersebut diambil dari khazanah ilmu pengetahuan. Mendidikkan nilainilai tidak sama dengan mengajarkan pengetahuan yang berbentuk penyampaian informasi. konsep. Siswa merupakan penerima pengajaran yang baik. tetapi juga melatih keterampilan dan menanamkan nilai. Guru atau para pendidik tidak perlu susah-susah mencari dan menciptakan pengetahuan. Minimal ada empat teori pendidikan yang banyak dibicarakan para ahli pendidikan dan dipandang mendasari pelaksanaan pendidikan. 1. Menurut konsep pendidikan klasik. Pendidikan klasik Pendidikan klasik atau classical education dapat dipandang sebagai konsep pendidikan tertua. dikemukakan beberapa teori pendidikan dan model-model konsep kurikulum dari masing-masing teori tersebut. dan teknologi pendidikan. Pendidikan berfungsi memelihara. berupa disiplindisiplin ilmu yang telah ditemukan dan dikembangkan oleh para ahli tempo dulu. Materi ilmu pengetahuan yang diambil dari disiplindisiplin ilmu tersebut telah tersusun secara logis dan sistematis. sebab sentuanya telah tersedia. Teori pendidikan ini lebih menekankan peranan isi pendidikan daripada proses atau bagaimana mengajarkannya. Sebelum dapat menyampaikan materi ilmu pengetahuan tersebut secara sempurna. tinggal menguasai dan mengajarkannya kepada anak. para pendidik atau talon pendidik terlebih dahulu harus mempelajarinya dengan sungguh-sungguh. mengawetkan. tetapi perlu dimanifestasikan dalam perilaku seharihari. guru atau pendidik adalah ahli dalam bidang ilmu dan juga contoh atau model nyata dan pribadi yang ideal. Untuk lebih memahami hubungan kurikulum dengan pendidikan. yaitu pendidikan klasik. Konsep pendidikan ini bertolak dari asumsi seluruh warisan budaya. Tugas para pendidik atau guru bukan hanya mengajarkan materi pengetahuan. pendidikan pribadi. ide-ide. dan nilai-nilai baru. Tugas guru dan para pengembang kurikulum adalah memilih dan menyajikan materi ilmu tersebut disesuaikan dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik. atau nilai-nilai telah ditemukan oleh para pemikir terdahulu.penerapan dari suatu teori pendidikan. dan meneruskan semua warisan budaya tersebut kepada generasi berikutnya. . pendidikan interaksional. yaitu pengetahuan.

sedangkan model belajarnya adalah asimilasi.tetapi sebagai penerima informasi sesungguhnya mereka pasif. Dianna Lapp. Konsep-konsep filosofis lebih banyak mewarnai pendidikan ini. Meskipun demikian dalam pendidikan klasik siswa bekerja keras menguasai apa-apa yang diajarkan dan ditugaskan oleh guru. Esensialisme berkembang di Amerika Serikat dalam masyarakat industri. Mereka lebih berorientasi ke masa lampau dan kurang hivmen tingkan tuntutantuntutan masyarakat yang berkembang saat sekarang pendidikan lebih menekankan pada humanitas. Konsep ini lebih berorientasi pada masa sekarang dan yang akan datang. bahwa masyarakat bersifat statis. Pendidikan lebih menekankan perkembangan segi-segi intelektual daripada segi emosional dan psikomotor. Pengetahuan dan nilai-nilai yang akan diajarkan diambil dari materi disiplin ilmu yang telah disusun dan dikembangkan oleh para ahli. Dalam penyusunan kurikulum. pembentukan pribadi. Walaupun didasari dengan konsep-konsep yang sama. Mereka lebih pragmatis. dan sifat-sifat mental. Pendidikan menurut pandangan mereka adalah bebas nilai (value free) dan bebas dari kebudayaan (culture free) artinya tidak terikat atau diwarnai oleh nilai-nilai dan karakteristik masyarakat sekitar. konsep-konsep dan nilai-nilai yang telah ada. dan diarahkan pada perkembangan kemampuan berpikir. perenialisme dan esensialisme. dkk. Isi pengajaran lebih diarahkan kepada pembentukan keteram pilan dan pengembangan kemampuan vocational. Isi pendidikan lebih banyak bersifat pendidikan umum (general education atau liberal art) dengan model mengajar yang bersifat ekspositori. Pendidikan berfungsi memelihara dan mewariskan pengetahuan. matamata pelajaran dipilih dan ditentukan oleh sekelompok orang ahli. Pendidikan ini lebih mengutamakan sains daripada humanitas. Ada dua model konsep pendidikan klasik. Parenialisme maupun esensialisme mempunyai pandangan yang sama tentang masyarakat. keduanya memiliki pandangan yang berbeda. pendidikan diarahkan dalam mempersiapkan generasi muda untuk terjun ke dunia kerja. menjelaskan: . Mengenai persamaan dan perbedaan pendidikan perenial dengan esensial. disusun secara sistematis dan logis. Parenialisme berkembang di Eropa dalam masyarakat aristokralisagraris.

maupun untuk belajar dan berkembang sendiri. baik potensi untuk berpikir. Para esensialis bersifat praktis. sejak dilahirkan. sebagai penerima informasi dan tugas-tugas dari guru. essentialism is nonreflective. Kurikulum pendidikan klasik lebih menekankan isi pendidikan. Tujuan utama pendidikan. Looking to the present rather than the past. seperti halnya seorang . Tugas guru. sedikit sekali memperhatikan segi segi sosial atau psikologis peserta didik. mengutamakan kerja dan kompetisi di tramping kerja sama. Mereka menghargai seni. adalah (1) memperoleh pekerjaan yang lebih baik. berbuat.Like perennial education. (3) memperoleh penghasilan lehih banyak. Konsep pendidikan ini bertolak dari anggapan dasar bahwa. al. anak telah memiliki potensi-potensi. essentialism is conservative. (Lapp. apalagi siswa. memecahkan masalah. dan berstruktur. it is primarily practical and pragmatic. But unlike perennialism. Pendidikan pribadi Pendidikan pribadi (personalized education) lebih mengutamakan peranan siswa.. Guru mempunyai peranan yang sangat besar dan lebih dominan. berfungsi menciptakan lingkungan yang menunjang dan terhindar dari hama-hama. 1975. Mereka berpikiran praktis bahwa pendidikan adalah suatu Han untuk mencapai sukses dalam kehidupan. menurut para esensialis. and to science rather than to the humanities. dengan berpusatkan pada segi intelektual. 2. sistematis. kehidupan produktif. ia menentukan isi. dan evaluasi. Dialah yang aktif dan bertanggung jawab dalam segala aspek pengajaran. 32). yang diambil dari disiplin-disiplin ilmu. metode. Dalam pengajaran. dan humanitas sepanjang hal itu mendukung kehidupan sehari-hari. nonphilosophical. keindahan. hlm. seeking to maintain and pass on to the new generation the convictions of the older generation. disusun oleh para ahli tanpa mengikutsertakan guru-guru. et. terutama sukses secara ekonomis. It is far more prone to activity-to doing-than to wasting time on extensive philosophical speculation. (2) dapat bekerja sama lebih baik dengan orang dari berbagai tingkatan/lapisan masyarakat. Siswa mempunyai peran yang pasif. Pendidikan adalah ibarat persemaian. Dianna. Isi disusun secara logis.

dan diikuti. air. Setiap orang mempunyai nurani yang berisi kejujuran. siswa merupakan satu kesatuan yang utuh. Isi pengajaran berasal dari pengalaman sisvva sendiri yang sesuai dengan minat dan kebutuhannya. John Dewey menerapkan prinsip belajar sambil berbuat (learning by doing). pupuk. Aliran ini menjadi lebih terkenal di Amerika berkat percobaan-percobaan yang dilakukan John Dewey dengan sekolah-sekolah laboratoriumnya. Guru adalah pembimbing. Berkat refleksinya itu is memahami dan dapat menggunakannya bagi kehidupan. dan sinar matahari yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan tanaman (peserta didik). Ia lebih berfungsi sebagai psikolog yang mengerti segala kebutuhan dan masalah peserta didik. Tokoh pendahulu pendidikan progresif adalah Francis Parker yang membawa aliran ini dari Eropa ke Amerika. Rousseau menolak pendidikan yang mengutamakan intelektual. . Teori ini juga memiliki dua aliran. sebab secara alamiah manusia baik. la juga berperan sebagai bidan yang membantu siswa melahirkan ide -idenya. pendorong (motivator). berkat interaksi dengan berbagai aspek dalam lingkungan maka terjadi rentetan pengembangan kemampuan-kemampuan anak. dan ketulusan. udara.petani adalah mengusahakan tanah yang gembur. kebenaran. perkembangan emosi dan sosial sama pentingnya dengan perkembangan intelektual. Pendidikan bertolak dari kebutuhan dan minat peserta didik. Peserta didik menjadi subjek pendidikan. Guru membantu perkembangan siswa sesuai dengan kemampuan dan kecepatannya masing-masing. Menurut Rousseau. Pendidikan romantik berpangkal dari pemikiran-pemikiran Jean Jacques Rousseau. yaitu pendidikan progresif dan pendidikan romantik. Guru lebih merupakan ahli dalam metodologi daripada dalam bahan ajar. semua ciptaan Tuhan termasuk anak adalah bai k dan menjadi kurang baik atau sering rusak di tangan manusia. Inilah yang hams ditemukan. bukan lagi sebagai penyampai informasi atau sebagai model dan ahli dalam disiplin ilmu. dialah yang menduduki tempat utama dalam pendidikan. Dalam pendidikan progresif. fasilitator. Ia merefleksi terhadap masalah masalah yang muncul dalam kehidupanhya. didengarkan. dan pelayan bagi siswa. merdeka. Pendidikan adalah proses individual yang berisi rentetan pengembangan kemampuan-kemampuan anak. dan gentle. Ia ingin mengembalikan pendidikan kepada pendidikan alam. Pendidik menempati posisi kedua.

so prevalent. so deliberately foster. yang selalu siap memberikan bantuan kepada siswa. al. Hal itu memang sangat masuk akal. sebab yang diutamakan dalam teknologi pendidikan adalah pembentukan dan penguasaan kompetensi bukan pengawetan dan pemeliharaan budaya lama. hlm. Anak tidak diajari. yang ada adalah kurikulum minimal yang dalam implementasinya dikem.Rousseau memandang pendidikan sebagai a lifelong personal growth process rather than an information and skill gathering process that exists only during the school years (Diane Lapp. tidak seperti pendidikan klasik yang lebih melihat ke masa lalu. Pengalaman merupakan isi sekaligus guru alamiah bagi anak.. 1975. Kurikulum pendidikan pribadi lebih menekankan pada proses pengembangan kemampuan siswa. Keduanya juga mempunyai perbedaan. Materi ajar dipilih sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa.hal yang mungkin mengganggu perkembangan siswa. Our technologies to day are so powerful. Tidak ada suatu kurikulum standar. memberikan kebebasan agar anak belajar dan berkembang sendiri. dan tumbuh sesuai dengan polanya. Ia dibiarkan untuk mengalami sendiri.bangkan bersama siswa. et. 3. Ia berusaha mencegah hal. Mereka lebih berorientasi ke masa sekarang dan yang akan datang. mewujudkan dorongan-dorongannya. tetapi didorong untuk belajar. TeknOlogi pendidikan Teknologi pendidikan mempunyai persamaan dengan pendidikan klasik tentang peranan pendidikan dalam menyampaikan informasi. Isi dan proses pembelajarannya selalu berubah sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa. dan mewujudkan rasa ingin tahunya. that they not only . Guru menyediakan lingkungan belajar. Guru juga berperan sebagai sumber lingkungan belajar. sebab teknologi pendidikan bertolak dari dan merupakan penerapan prinsip-prinsip ilmu dan teknologi dalam pendidikan. termasuk dalam pendidikan. Perkembangan teknologi pendidikari dipengaruhi clan sangat diwarnai oleh perkembangan ilmu dan teknologi. and so prominent in the awareness of people.guru dengan melibatkan siswa. Teknologi telah masuk ke semua segi kehidupan. Pengembangan kurikulum dilakukan oleh guru. 154).

sama dari tahun ke tahun. Pengembangan model-model pengajaran yang bersifat individual serta menekankan penguasaan kemampuan. values. pengalaman tersebut selalu berubah. seperti yang dinyatakan Skinner. Dengan pengembangan desain program.tutions. Gambaran manusia tentang dunia dan makna kehidupan merupakan sintesis dari pengalaman-pengalaman dasarnya. Meskipun lebih kompleks. Dalam pengembangan desain program. pendidikan menjadi sangat efisien. we need only learn scientifically. perilakunya dapat dibentuk dengan teknologi perilaku. mereka juga melibatkan penggunaan perangkat keras. Man totally determined by his environment. pengalaman ini bersifat menetap.bring about changes in the physical world which tecnologies have always done but also in our insti. if we wish to relate to him for better to educate him. 1972). . dunia empiris. individually prescribed instruction (IPI). seperti computer assisted instruction (CAI). Menurut teori ini. how to control his environment in such away as to reshape his behavior. Efisiensi merupakan salah satu ciri utama teknologi pendidikan. melengkapi model yang telah ada yaitu pengajaran berprogram. mesin pengajaran. attitudes. What we need is a technology of behavior (Skinner. pendidikan adalah ilmu dan bukan seni. alat-alat pandangdengar (audio-visual) dan media elektronika. dan behavior modification merupakan model-model pengajaran baru. 1970. goals. pendidikan adalah cabang dari teknologi ilmiah. Kehidupan dan perkembangan itu selalu baru. berbeda dengan pandangan teknologi pendidikan. and in our very conceptions of the meaning of existence (Holtzman. dunia ini adalah dunia material. and expectations. Therefore. konsep pendidikan ini mengutamakan segi-segi empiris. Menurut pandangan klasik. ia mereaksi terhadap perangsang-perangsang dari lingkungannya. Karena sifat ilmiahnya. hari ini lebih baik dari kemarin dan besok lebih baik daripada hari Mi. competency based instruction. manusia pada dasarnya tidak berbeda dengan binatang. Mereka kurang menghargai hal-hal yang bersifat kualitatif dan spiritual. Menurut mereka. informasi objektif yang dapat diamati dan diukur serta dihitung secara statistik. dan pengajaran modul. 237). Bagi mereka. hlm.

Kurikulum pendidikan teknologi menekankan kompetensi atau kemampuan. berkembang. apa yang akan dihadapi seseorang. selalu hidup bersama. video ataupun komputer.kemampuan praktis. dan mampu inemenuhi kebutuhan hidup dan memecahkan berbagai masalah yang (iihadapi. Dalam kurikulum. Perangkat kurikulum cukup lengkap mulai dari struktur dan sebaran mata pelajaran sampai dengan rincian bahan ajar yang dipelajari oleh siswa. Dalam kehidupannya.Dalam konsep teknologi pendidikan. mungkin ia dapat bertahan hidup. Apab digunakan ila media elektronika. Guru berfungsi sebagai direktur belajar. Bila lingkungannya mendukung. apabila hal itu mendukung penguasaan kemampuan-kemampuan tersebut. modul. tetapi apabila tidak. Materi disiplin ilmu dipelajari termasuk dalam kurikulum. 4. ierbehas dari tugas pengembangan segi-segi nonintelektual. Keterampilan-keterampilan barunya segera digunakan dalam masyarakat. Isi pendidikan berupa data-data objektif dan keterampilanketerampilan yang mengarah kepada kemampuan vocational. Dalam satuan-satuan bahan ajar tersebut tercakup pula kegiatan pembelajaran dan bentuk-bentuk serta alat penilaiannya. yang tersusun dalam satuan -satuan bahan ajar dalam bentuk satuan pelajaran. Pendidikan interaksional Konsep pendidikan ini bertolak dari pemikiran manusia sebagai makhluk sosial. paket program audio. video. dan bekerja sama. mereka dapat hidup. isi pendidikan dipilih oleh tim ahli bidang-bidang khusus. atau komputer) dan para siswa belajar secara individual. Dapat dibayangkan. Isi disusun dalam bentuk desain program atau desain pengajaran dan disampaikan dengan menggunakan bantuan media elektronika (kaset audio. materi disiplin ilmu tersebut disusun terjalin dalam kemampuan. bila ia hidup sendiri di sebuah pulau terpencil. Penyusunan kurikulum dilakukan para ahli dan atau guru-guru yang mempunyai kemampuan mengembangkan kurikulum. berinteraksi. Siswa berusaha untuk menguasai sejumlah besar bahan dan pola-pola kegiatan secara efisien tanpa refleksi. film. paket belajar. mungkin tidak liapat hidup atau tidak dapat mencapai . lebih banyak melakukan tugas-tugas pengelolaan daripada penyampaian dan pendalaman bahan. manusia selalu membutuhkan manusia lain. Karena kehidupan bersama dan kerja sama ini.

mereka mengadakan evaluasi. interaksi ini juga terjadi antara siswa dengan bahan ajar dan dengan lingkungan. di lain pihak kekuatan dan . Interaksi ini bukan hanya pada tingkat apa dan bagaimana. setiap siswa dan guru saling mendengarkan. tingkat mencari makna baik makna sosial (socially conscious) maupun makna pribadi (self conscious).kemajuan seperti yang dialami oleh I wang-orang yang hidup bersama dengan orang lain. dan guru juga pada suatu saat berperan sebagai siswa yang turut belajar bersama para siswanya. Setiap siswa. Dalam proses belajar. Isi atau bahan ajar ini berkenaan dengan lingkungan sosial-budaya yang mereka hadapi saat ini. Dalam proses seperti itu dialog berlangsung. Interaksi juga terjadi antara siswa dengan bahan ajar. kritik dari sudut kepentingannya bagi kesejahteraan umat manusia. Setelah mengetahui makna dari fakta-fakta dan nilai-nilai sosial budaya. Pendidikan lideraksional menekankan interaksi dua pihak. sedangkan dalam pendidikan romantik don progresif terjadi sebaliknya dari siswa kepada guru. Pandangan-pandangannya mempengaruhi bentuk dan pola lingkungan. belajar lebih dari sekadar mempelajari fakta-fakta. tetapi juga sebagai guru. selalu terjadi hubungan timbal balik antara keduanya. memberikan pendapat. Interaksi ini terjadi melalui berbagai bentuk dialog. mempunyai rentetan pengalaman dan persepsi sendiri. Lebih luas. memberikan interpretasi yang bersifat menyeluruh serta memahaminya dalam konteks kehidupannya. tetapi lebih jauh yaitu pada tingkat mengapa. Pendidikan sebagai salah satu bentuk kehidupan juga berintikan kerja ama dan interaksi. dari guru kepada siswa dan lari siswa kepada guru. begitu juga guru. Siswa tidak hanya berperan sebagai siswa. Siswa mengadakan pemahaman eksperimental dar fakta-fakta i tersebut. persepsi-persepsi yang berbeda tersebut digunakan untuk menyoroti masalah bersama yang muncul dalam kehidupannya. sal ing mengajar dan belajar. antara pemikiran siswa dengan kehidupannya. Dalam pendidikan klasik dan teknologi interaksi terjadi sepiliak dari guru kepada siswa. Pemahaman yang muncul dari situasi demikian melebihi jumlah seluruh sumbangan para peserta. Dalam pendidikan interaksional. Siswa sebagai individu selalu berinteraksi dengan lingkungannya.

Pendidikan berperan dalam mengembangkan identitas pribadi. menerima. sekolah juga berperan dalam membina sikap positif terhadap dunia kerja. Sekolah menyiapkan anak dengan berbagai keterampilan sosial juga keterampilan bekerja. disiplin kerja. pendapat. Kurikulum pendidikan interaksional menekankan baik pada isi maupun proses pendidikan sekaligus. Melalui interaksi tersebut muncul pengetahuan. Proses belajar dalam model interaksional terjadi melalui dialog dengan orang lain apakah dengan guru. dan sebagainya.keterbatasan lingkungan mempengaruhi individu siswa. Siswa belajar memperhatikan. Proses pendidikannya berbentuk kegiatan-kegiatan belajar kelompok yang mengutamakan kerja sama. Lingkungan merupakan bagian dari kehidupan siswa. baik antarsiswa. dan belajar menyatakan pendapat dan sikapnya sendiri. . kemudian mereka mengembangkan persepsinya sendiri terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat. Isi pendidikan terdiri atas problem problem nyata yang aktual yang dihadapi dalam kehidupan di masyarakat. Kegiatan penilaian dilakukan untuk hasil maupun proses belajar. atau yang‡lainnya. maupun antara siswa dan guru dengan sumbersumber belajar yang lain. Belajar adalah kerja sama dan saling kebergantungan dengan orang lain. sikap. memberikan penilaian yang kritis. Lebih jauh. Suatu kebenaran tidak akan diyakininya apabila tidak dicobakan dan dihayati dalam kehidupannya sehari-hari. memperbaiki modus dari kehidupan. Sekolah merupakan pintu untuk memasuki masyarakat. dan keterampilan-keterampilan baru. menentukan stratifikasi sosial. Guru berperan dalam menciptakan situasi dialog dengan dasar saling mempercayai dan saling membantu. menilai pendapat orang lain. dan memberikan kesiapan untuk melakukan berbagai pekerjaan. Interaksi juga terjadi antara pemikiran siswa dengan kehidupannya. teman. Mereka diajak untuk menghayati nilai-nilai sosial-budaya yang ada di masyarakat. Sekolah berbeda dengan pendidikan. siswa dan guru. tetapi mempunyai peranan penting dalam sistem masyarakat. Guru-guru melakukan kegiatan penilaian sepanjang kegiatan belajar. Bahan ajar diambil dari lingkungan sosial-budaya yang dihadapi para siswa sekarang.

Bagian ketiga membahas problema-problema kurikulum. serta pelaksanaan. New York: Macmillan Publishing Co. dan pengembangan kurikulum. penulis menyajikan suatu tulisan yang komprehensif mendasar. . Dilengkapi dengan pengalamannya yang begitu banyak dalam bidang pendidikan. Bagian pertama menguraikan perspektif kurikulum. Bagian kedua membahas paradigma. Salah satu kelebihannya terletak pada isinya yang sangat komprehensif. pengetahuan. Selanjutnya. William H.D. 1986. Hampir semua hal yang berkenaan dengan permasalahan kurikulum tercakup dalam buku mi. khsusunya kurikulum. dalam arti bertolak dari teori yang kuat. Boston: Allyn and Bacon. dan nilai-nilai apa yang harus disajikan dalam kurikulum.landasan-landasan apa yang mendasari penyusunan kurikulum. profesionalisasi. bagaimana proses penyampaian kurikulum serta proses pengelolaan kurikulum. Curriculum Planning and Development. sampai sejauh mana dan untuk apa hal itu diberikan. organisasi. dengan mengemukakan hal-hal yang bersifat praktis. baik dari segi konsep atau teori. Buku ini merupakan buku teks pada bidang kurikulum baik untuk tingkat S1 maupun S2 sebab isinya menyangkut hal-hal yang sangat prinsip. Oleh karena itu. Juga diuraikan masalah mengapa. 1986. Secara sistematis dan logis. sejarah maupun perkembangannya. al. proses. buku ini baik sekali bagi para pengajar kurikulum dan guru guru yang melaksanakan kurikulum.Secara sistematik diuraikan masalah apa dalam kurikulum. seluruh isi buku ini terbagi atas tiga bagian. keterampilan. yaitu. dan diakhiri dengan proses evaluasi kurikulum. Inc. Isi buku ini hampir sama dengan buku-buku lain dalam tema yang sama. Paradigm and Possibility. James A. Kurikulum menentukan jenis dan kualitas pengetahuan dan pengalaman yang memungkinkan orang atau seseorang mencapai kehidupan dan penghidupan yang baik. penulis memandang bahwa kurikulum merupakan bidang yang sangat penting. Beane.. Curriculum: Perspective. Buku Acuan Schubert. misi. et. yang berisi tujuan. dan ovaluasi.. Dilatarbelakangi oleh minat pribadi yang sangat mendalam terhadap pendidikan.

Intensionality in Education. serta bidang-bidang kurikulum yang meliputi tiga fenomena. Selanjutnya diuraikan juga rencana pengajaran. New York: Center for Curriculum Research and Services. isi. pakar kurikulum. struktur kurikulum. para perencana pengajaran. peneliti. Dalam buku ini disajikan suatu model konseptual kurikulum dan rencana pengajaran. Isi buku ini sangat berharga bagi para pakar pendidikan. evaluasi. sedangkan pengajaran berkenaan dengan bagaimana cara mengajarkannya. substantive. New York: McGraw Hill Book. serta sumbersumber kurikulum. Pada bagian pertama tulisan ini. 1979. Tulisan ini membahas praktik pelaksanaan kurikulum di lapangan dengan tujuan membantu para teoretisi. serta penjabaran dalam desain instruksional. The Study of Curriculum Practice. Albany. suatu judul yang bertemakan pendidikan.Johnson. dan juga guru-guru. dikemukakan konsep-konsep kurikulum dan komponen-komponen pelaksanaan kurikulum dalam masyarakat industri. 1977. Pada bagian berikutnya diuraikan penjabaran konsep-konsep tersebut menurut tingkat perkembangan kurikulum. (Ed). politicalsocial. dan isinya lebih banyak menyangkut kurikulum. Dalam pengembangan tersebut diuraikan secara rinci bagaimana merumuskan tujuan. Curriculum Inquiry. Goodlad. Isi buku didasarkan atas hasil penelitian/pengalaman praktik selama lebih dari 20 tahun di Sekolah Dasar. dan dijelaskan pula bagaimana pengembangannya. Kurikulum berkenaan dengan apa yang akan diajarkan. tingkat masyarakat. dan Sekolah Menengah Atas. Co. Judul buku ini adalah intensionality in Education. serta evaluasinya. Dengan konsep scperti itu penulis mengemukakan suatu model kurikulum yang disebutnya sebagai model P-I-E. Mauritz. Dipisahkan dengan tegas oleh penulis antara kurikulum dan pengajaran. serta pengelolaannya. . tingkat institusi. dan pelaksana kurikulum memperluas pemahaman mereka tentang pelaksanaan kurikulum di lapangan. John I. dan technicalprofesional. Pada bagian akhir dibahas peranan ahli kurikulum dan pengembangan kurikulum dalam perspektif persilangan budaya-budaya/bangsa-bangsa. Sekolah Menengah Pertama.

and even more impor. And the reconstructed logic. pernyataan bersifat meramalkan (predictive statement). telah ada beberapa kesepakatan di antara para ahli. him.tant.tion demands. Pertama. dan bagaimana teori. melainkan suatu teknologi. bahwa teori merupakan suatu set atau sistem pernyataan (a set of statement) yang menjelaskan serangkaian hal. Hal ini disebabkan oleh upaya pengembangan dan penyempurnaan pendidikan. accordingly. ada tiga kelompok karakteristik utama sistem pernyataan suatu teori. pernyataan dalam suatu teori bersifat memadukan (unifying statement). masa berlaku suatu kurikulum tidak bisa lama. Kedua. khususnya pentingnya ilasar-dasar teoretis dalam pengembangan suatu kurikulum. theory will appear as the device for interpreting. Perubahan atau penambahan isi kurikulum sering diadakan karena adanya kebutuhan-kebutuhan praktis. modify. dibandingkan dengan dari penerapan teori-teori yang sudah mapan.BAB 2 TEORI KURIKULUM Dewasa ini berkembang suatu anggapan bahwa pendidikan bukan lagi merupakan suatu ilmu. pernyataan tersebut berisi kaidah-kaidah umum (universal preposition). lebih banyak datang dari pengalaman praktik di sekolah. Karena selalu menekankan pada hal-hal praktis itulah. khususnya kurikulum. Karakteristik memadukan (unifying statement) banyak disetujui oleh para perumus teori. so as to allow us most effectivelly to bring to bear our reverfoice of habits. seperti yang dikemukakan Kaplan (1964. Di antara sekian banyak pendapat yang berbeda. A theory is a way of making sense of a disturbing situation.ing . and unifying established laws. reflacing new ones as the situa. mengapa. 295). to modify habits or discard them together. Pada bab ini akan diuraikan apa. Ketidaksepakatannya terletak pada karakteiistik pernyataan tersebut. A. Apakah Teori Itu? Mengenai apakah teori itu. Kesepakatan yang telah diterima secara umum. criticizing. tetapi juga ada beberapa perbedaan pendapat. Ketiga.

assumptions and general prepositions covering a given subject matter from which a comprehensive and consistent set of specific and testable hypotheses can be deducted logically. A general theory is built upon the facts discovered by means of the use of theorems and other conceptual models from empirical data and which have been expressed in the form of laws. 10): ". and guiding the enter. him.78). and b) a system of relationships among the units. Menurut Rose.them to fit data unanticipated in their formation. asumsi. bukan hanya menggambarkan apa adanya tetapi mampu meramalkan apa yang terjadi atas suatu hal.. It involves synthesis and is directed to the formulation of propositions about universals. Karakteristik lain berupa kaidah-kaidah yang bersifat universal. hipotesis. variables). Definisi teori Abel umpamanya menunjukkan hal seperti itu.. A theory may be defined as an integrated body of definitions. hlm. In its simplest form. correlations. Pendapat yang hampir sama juga dikemukakan oleh Snow (1973.prise of discovering new and more powerful generalizations. hlm. dan deduksi-deduksi logismatematis. Teori harus mampu menjangkau ke depan. Karakteristik ketiga yang dipandang sebagai ciri utama suatu teori adalah sifat prediktif (meramalkan). concepts. Hall dan Lindsay (1970. . 11) menekankan hal yang sama yaitu sifat unifying.. kita temukan dalam definisi teori Rose (1953. It consist of a) a set of units (facts. teori ini juga menyangkut hukum-hukum. 52). a theory is a symbolic instruction designed to bring generalizable fact (or laws) into systematic connection. karakteristik pernyataan (set of statement) tersebut meliputi definisi. or other type of generalizations. Dalam rumusan yang lebih kompleks. a theory is set of conventions that should contain a cluster of relevant assumption systematically related to each other and a set of empirical definitions".. a theory consists of generalizations intended to explain phenomena and that the generalizations must be predictive". dan kaidah-kaidah umum. seperti mereka nyatakan bahwa ". him. Rumusan demikian dapat dilihat dalam definisi teori Travers (1960.

Bagman ketiga adalah bagian dari set universal atau bagian dari keseluruhan yang belum diketahui. universal prepositions. Teori menjelaskan suatu kejadian. Set universal ini terbentuk oleh tiga bagian. Kejadian ini bisa sangat luas atau sangat sempit. yang mengandung tiga karakteristik utama suatu teori (unifying.1 Suatu set kejadian yang terkandung dalam suatu teori . dan predictive) kita temukan dalam definisi Kerlinger (1973. dan postulat. and prepositions that present a systematic view of phenomena by specifying relations among variables. Visualisasi hubungan antara bagian-bagian tersebut dapat dilihat pada bagan berikut. yang berbeda dengan yang lainnya. Suatu teori hanya menjelaskan hal yang terbatas. Bagian kedua yang dinyatakan sebagai asumsi. 9). proposisi. teori lain menjelaskan hal yang lebih luas. with the purpose of explaining and predicting phenomena". Bagian pertama. definitions. hukum. Suatu kejadian yang dijelaskan oleh suatu teori menunjukkan suatu set yang universal. Dengan bermacam-macam rumusan teori itu diharapkan sampai pada suatu kesimpulan. atau prinsip. hlm. kejadian yang diketahui. BAGAN 2. walaupun bersifat tentatif bahwa suatu teori lahir dari suatu proses.Suatu rumusan yang lebih menyeluruh. A theory is a set of interelated constructs (concepts). yang dinyatakan sebagai fakta.

teorem. konsep titik (point) dalam geometri. The basic concept merupakan istilah-istilah yang sangat dasar dan penting dalam menjelaskan suatu set kejadian. definisi. hipotesis. Yang ketiga adalah theoretical constructs. Ia dituntut untuk menggunakan istilah dengan makna yang tepat dan konsisten. kebutuhan dalam pengajaran. Gordon dan teman-temannya (1967) membagi istilahistilah yang digunakan dalam suatu teori atas tiga kelas: primitive terms. Hal lain yang juga sangat penting dalam pekerjaan ilmuwan adalah pernyataan. dan hukum. proposisi. Pernyataan dapat menunjuk kepada faktafakta. di dalam pernyataan tersebut ada istilah-istilah. 15) membedakan adanya tiga kelompok istilah. Contoh istilah minat. hlm. pernyataan pun ada pengkategoriannya. Sering terdapat tumpang tindih atau pertukaran pengertian dari istilah-istilah tersebut. Sebagai contoh. dan theoretical contructs". postulat. key terms. General language terms merupakan istilah-istilah yang digunakan dalam ilmu pengetahuan atau bahasa secara umum. istilah kurikulum dalam pendidikan. Istilah-istilah tersebut tidak perlu didefinisikan secara operasional karena telah dikenal secara umum. tetapi tidak dapat diketahui melalui pengamatan langsung. Theo. yang merupakan istilah yang punya makna khusus dalam set kejadian yang akan dijelaskan suatu teori. yaitu "general language terms. dalil. Secara hukum istilah-istilah tersebut sering diartikan sebagai berikut. Hal yang sangat penting dalam pekerjaan seorang ilmuwan adalah penggunaan istilah-istilah.Tugas seorang teoretisi adalah merumuskan istilah-istilah dan pernyataan yang akan menjelaskan isi bagian-bagian dan hubungan di antara bagian-bagian tersebut. Contohnya. Suatu teori terdiri atas serangkaian pernyataan. oleh karenanya perlu didefinisikan secara operasional. Key terms adalah istilah-istilah yang dapat didefinisikan secara operasional seperti pemecahan masalah. asumsi. and theoretical terms. Seperti halnya istilah. Primitive terms tak dapat didefinisikan secara operasional. basic concepts. Beauchamp (1975. tetapi dalam hubungannya dengan key terms.retical terms dapat didefinisikan secara operasional. juga penggunaannya sering amat terbatas hanya dalam teori atau konsep tertentu. Definisi . istilah molekul dalam kimia. generalisasi. Fakta adalah suatu fenomena yang diketahui melalui pengamatan.

1. (2) menjelaskan. yaitu: . Hal itu mendorong pencarian dan pengkajian selanjutnya. hlm. dan (3) memprediksi. hal itu disimpulkan dari hasil pengamatan atas sejumlah hubungan peristiwa. postulat./ searcher to analyze data to make shorthand summarization or synopsis of data an relations. it also unifies phenomena".merupakan perumusan arti dalam bentuk pernyataan formal. the theory help teioire. aksioma.. yang memberikan kondisi yang tidak berubah. Apakah fungsi teori? Minimal ada tiga fungsi teori yang sudah disepakati para ilmuwan yaitu. Hipotesis terbentuk oleh satu proposisi atau lebih untuk menjelaskan suatu set kejadian. Hukum adalah suatu proposisi yang sudah bersifat tetap. and to suggest new thing to try out. Melalui proses demikian mungkin terjadi di dalam suatu "set kejadian". Untuk tiga fungsi tersebut. Fungsi yang lebih besar dari suatu leori adalah melahirkan teori baru. hlm. (1) mendeskripsikan. 70-71) mengemukakan ciri-ciri suatu teori yang baik. Generalisasi adalah suatu proposisi yang memperkuat atau menegaskan kedudukan suatu anggota atau beberapa anggota kolas. Para ahli teori mencari hubungan baru dangan menggabungkan beberapa "set kejadian" menjadi suatu "set kejadian yang baru yang lebih universal". Proposisi merupakan suatu pernyataan formal yang memperkuat atau menolak keberadaan sesuatu hal tentang suatu subjek. Khusus dalam penelitian Gawin (1963) mengemukakan fungsi teori sebagai: . 70) menambahkan fungsi lain. Hipotesis. Aksioma atau postulat adalah suatu proposisi yang diterima sebagai suatu kebenaran. untuk menemukan hukum-hukum baru dan hubungan baru dalam suatu teori baru. para ahli terus mencari dan menemukan hukum-hukum baru dan hubungan-hubungan baru di antara hukum-hukum tersebut. semua hukum dan interealasinya dapat dinyatakan dan teori itu telah berkembang menjadi hukum yang lebih tinggi. Brodbeck (1963. "A theory nol only explains and predict. teorem. Teorem adalah suatu proposisi yang berasal dari pemikiran atau diturunkan dari aksioma. Dalam usaha mendeskripsikan. generalisasi.. Mouly (1970. dan membuat prediksi. dan hukum-hukum merupakan bentuk-bentuk khusus proposisi. menjelaskan.

tetapi ada juga prediksi yang tetap sebagai prediksi. 4. A theoretical system must permit deduction which be tested empirically. Bagaimana proses pembentukan suatu teori atau bagaimana proses herteori berlangsung.1. that theory is best which explains the most in the simplest form. Induksi merupakan proses penarikan kesimpulan yang lebih bersifat umum dari fakta-fakta atau hal-hal yang bersifat khusus. Kelima pembentukan model-model. Scientific theories must be based on empirical facts and relationships. Klasifikasi juga merupakan wugelompokan fakta dan generalisasi ke dalam kelompok-kelompok yang . Deduksi merupakan penurunan kaidah-kaidah khusus dari kaidah yang lebih umum. terutama berkenaan dengan kejelasan atau ketepatan penggunaan istilah yang telah didefinisikan. dan penelitian. Theories must be stated in simple terms. mengadakan induksi dan deduksi. Induksi dan deduksi merupakan dua proses penting di dalam mengembangkan pernyataan. Inferensi ini mungkin ditarik melalui perumusan asumsi. A theory must be compatible both with observation and with previously validated theories. teori juga berkembang melalui prediksi dan juga penelitian. melalui beberapa langkah. Kedua. maka untuk . hipotesis. Ketiga. pendefinisian istilah merupakan hal yang sangat penting berteori. 3. tetapi tidak menjelaskan interelasi antarkelompok atau interaksi fakta dengan generalisasi dalam suatu kelompok. prediksi. Ada prediksi yang dibuktikan dengan suatu penelitian. Sesuai dengan fungsi dari teori yaitu memberikan prediksi.pernyataan teoretis setelah pendefinisian dan pengklasifikasian. Keempat adalah informasi. Pembentukkan suatu teori yang kompleks mungkin berpangkal dari inferensi-inferensi yaitu penyimpulan dari apa yang diamati. 2. klasifikasi yaitu pengelompokan informasi-informasi yang revan dengan kategori-kategori yang sejenis. Pertama. dan generalisasi dari hasil-hasil observasi. Karena yang dicakup dengan teori sering menyangkut hal-hal yang sifatnya abstrak dan kompleks.mogen.

atau lebih menekankan pada pengajaran seperti teori Gagne. beberapa ahli menyatakan bahwa ilmu pendidikan merupakan ilmu yang "belum jelas". Suatu teori yang telah mapan dan komprehensif mendorong untuk terbentuknya sub-subteori. Sebagai ilmu terapan. evaluasi. penggambarannya masih tertangguhkan. Telah diuraikan sebelumnya bahwa ada dua kecenderungan perkembangan ilmu pendidikan. Masih memerlukan waktu yang cukup lama untuk menampilkan dengan jelas teori pendidikan ini. bimbingan-konseling. seperti teori pendidikan Langeveld. perkembangan teori pendidikan berasal dari pemikiranpemikiran filosofis-teoretis. sosiologi. dan administrasi pendidikan. dan sebagainya. Susunan hierarki teori pendidikan dengan subteori dan teori yang memayunginya dapat dilihat pada Bagan 2.2. 34). Keenam.memberikan gambaran yang lebih konkret dan sederhana dibuat model-model. Teori Pendidikan Pendidikan merupakan suatu ilmu terapan (applied science). Teori-teori pendidikan yang ada lebih menggambarkan pandangan filosofis. B. pengajaran. hlm. yaitu terapan dari ilmu atau disiplin lain terutama filsafat. pembentukan subteori. tetapi perkembangannya pertama-tama dimulai pada sub-subteorinya. dan sebagainya. teori pendidikan akan atau dapat berkembang. Hal itu diperkuat oleh kenyataan bahwa cukup sulit untuk dapat merumuskan teori pendidikan. perkembangan yang bermilai teoretis yang merupakan pengkajian masalah-masalah pendidikan dari sudut . Pertama. penelitian empiris dalam praktik pendidikan. Skinner. Dengan latar belakang seperti itu. dan humanitas. Yang menjadi subteori dari teori pendidikan adalah teori-teori dalam kurikulum. Subteori ini cenderung memperluas lingkup dari suatu teori dan juga memberikan penyempurnaan. Boyles (1959) menyatakan bahwa teori pendidikan di Amerika Serikat berada dalam a state of suspended animation. Kohnstam. Model ini menggambarkan kejadian-kejadian serta interaksi antara kejadian. psikologi. Menurut Beauchamp (1975.

seperti filsafat. perkembangan ilmu pendidikan dari praktik pendidikan. him. Sebagai contoh. Anima teori dengan praktik memang terdapat perbedaan. The world of practicality is built around clusters of specific events. hampir tidak ada yang melaksanakanIlya secara penuh. Keduanya dapat ding membantu. Dalam kenyataan. teori IT Rousseau yang menekankan pendidikan alam dengan peranan anak sebagai subjek yang penuh potensi. Seharusnya tidak terjadi hal yang demikian. The world of theory derives from generalization law a axiomes and theorems explaining specific events and the relationships among them (Beauchamp. tidak selalu terjadi hal yang demikian. Hanya sedikit hasil-hasil pengkajian leoretis yang diterapkan para pelaksana pendidikan. 35). sebab seharusnya praktik dilandasi oleh teori. Mengenai perbedaan antara teori dengan praktik. .BAGAN 2. dan lain-lain. sekalipun tidak banyak dilandasi oleh teori-teori yang kuat. itu pun dengan keberapa modifikasi. psikologi. melengkapi. dan memperkaya. tidak ada praktik yang baik tanpa teori yang mapan. Kedua. 1975. Sebaliknya para pendidik di lapangan melaksanakan praktik pendidikan yang lebih didasarkan atas kebutuhan kebutuhan prakt is. kecuali beberapa prinsip utamanya.2 Susunan hierarki teori pendidikan dan kurikulum pandang ilmu lain. beauchamp menjelaskan: Theory by its nature is impractical. tetapi keduanya ingat berkaitan erat.

yang keduanya merupakan bahasan dari bidang filsafat. rekonstruksionalisme. Mendidik atau pendidikan berkenaan dengan perbuatanperbuatan yang tidak lepas dari nilai. sedangkan pengembangan teori preskriptif berhubungan dengan pendekatan atau teknik-teknik filosofis (techniques of philosophy). . atau dengan kata lain perbuatan mendidik selalu menyangkut nilai. seperti dalam filsafat pendidikan realisme dari Borudy. Filsafat khususnya filsafat pendidikan memberikan pedoman bagi perumusan aspek-aspek pendidikan. tentang manusia. Teori pendidikan selalu menyangkut tentang teori nilai. dan eksistensialisme. dan sumber-sumber nilai. Teori deskriptif terdiri atas serangkaian rencana kegiatan atau proposisi mengenai sesuatu kerangka masalah. kalau tidak berlandaskan psikologi maka bersumber pada filsafat. Ada dua kategori teori yaitu teori deskriptif dan preskriptif. Beberapa aliran filsafat pendidikan menggambarkan kedudukannya. tentang nilai. Teori menjadi pedoman bagi praktik dan praktik memberi umpan balik bagi pengembangan teori. idealisme dari Butler. Filsafat mempunyai hubungan yang sangat erat dengan teori pendidikan. juga sebagai teori pendidikan. Antara keduanya tidak dapat dipisah-pisahkan. esensialisme. umpamanya menyatakan bahwa filsafat merupakan teori umum dari pendidikan. Murray. ten tang hakikat pengetahuan. pragmatisme dari Mc. Pratte menegaskan hubungan antara filsafat dengan teori pendidikan di dalam uraiannya tentang teori pendidikan modern yaitu pendidikan progresif (eksperimentalisme). juga dari proposisiproposisi tersebut hubungan antara beberapa hal dirumuskan. perenialisme. Kebanyakan teori pendidikan yang ada.Walaupun terdapat perbedaan. keduanya tidak dapat dipisahkan. dikemukakan pandangan filosofisnya tentang peranan sekolah (pendidikan). Pengembangan teori deskriptif berhubungan dengan pendekatan ilmiah (scientific approach). filsafat mempunyai hubungan yang erat dengan ilmu pendidikan dan teori pendidikan. Dari proposisi-proposisi tersebut diturunkan secara deduktif informasi. Sebagai ilmu dari segala ilmu. Dalam semua aliran filsafat ini. John Dewey seorang ahli filsafat pendidikan progresif. Teori deskriptif terdiri atas serangkaian proposisi yang berinterelasi secara logis. etika.informasi baru.

for differences in ability and bent (Broudy. dan teori proses belajar. juga dikembangkan melalui ponglojfisn pengkajian ilmiah (teori deskriptif). Teori pendidikan bukan saja berkembang melalui pemikiran p. Harry S. A unified theory has to provide for general and special education. yaitu teori tradisional. Dalam simposium di Universitas John Hopkins tahun 1961. The present and projected kinds of knowledge and personality traits required for citizenship. teori progresif memandang pendidikan sebagai penggali potensi anak-anak. Teori tradisional menekankan fungsi pendidikan sebagai pemelihara dan penerus warisan budaya. Brouner mengidentifikasi enam teori pendidikan yang berkembang di merika Serikat pada tahun 1960-an. Keenam teori tersebut dapat dilihat pada Bagan 2. and self development. 1960. 24). b. teori progresif. dalam teori ini anak menempati kedudukan sentral dalam pendidikan. Broudy menyatakan perlunya suatu teori pendidikan yang utuh yang membentuk satu kesatuan. teori hasil belajar.3 Enam teori pendidikan (menurut Brouner) . Teori hasil belajar sesuai dengan namanya mengutamakan hasil. Black dalam bukunya A Four fold Classification of Educational Theories (1966) mengemukakan empat teori pendidikan. vocation.3. Teori pendidikan yang demikian sangat diperlukan mengingat hal-hal sebagai berikut. dibahas hvherapa makalah yang menguraikan apakah pendidikan merupakan BAGAN 2.Hugh C. c. A unified theory must be judicious about the latest development in learning theory and teaching technology. a. sedangkan teori proses belajar mengutamakan proses belajar. hlm.mikiran filosofis atau teori preskriptif.

makalah lainnya menyangkalnya. bagaimana penerapannya dalam berbagai tingkat sekolah dan berbagai jenis mata pelajaran. 4. . March Beth dalam buku Education as a Discipline (1965) menegaskan bahwa pendidikan adalah suatu disiplin. Menurut Beth. Pendidikan hanyalah suatu profesi.suatu disiplin ilmu atau bukan? Beberapa makalah mengakui pendidikan sebagai disiplin ilmu. memandang pendidikan merupakan aplikasi dari berbagai disiplin.. digunakan. la menolak pandangan bahwa pendidikan hanyalah aplikasi dari disiplin-disiplin lain. sebagai bahan dan alat untuk mempelajari dan mengembangkannya. Lebih jauh berisi kajian tentang modelmodel yang cocok pada suatu tempat. dan disusun kembali. dikembangkan. Studi tentang fungsi dari model-model yang ada. studi tentang pendidikan mencakup hal-hal sebagai berikut: 1. serta syarat-syarat yang diperlukan bagi pelaksanaan model tersebut. Studi lebih mendalam tentang variasi model. Prinsip-prinsip dan prosedur analisis dari model-model pendidikan. Studi tentang pendidikan merupakan suatu kajian tentang bagaimana cara atau model-model inkuiri disusun. Mereka yang menyangkal. 3. Pendidikan adalah suatu bidang studi (suatu disiplin) dalam bidangnya. yang ditandai sejumlah pelayanan yang diberikannya. saat. Sejarah tentang teori dan model-model pendidikan 2.

evidence mounts that education is sufficiently mature to become an organized field of study. dan tingkat keluasan_ dan kedalaman teori dan penelitian di sekitar kejadian-kejadian tersebut. pendidikan tetap merupakan suatu bidang studi. generalisasi. dan administrasi pendidikan. evaluasi kurikulum. yaitu sebagai suatu perangkat pernyataan yang rnemberikan makna terhadap kurikulum sekolah. pengembangan. C.5. Terlepas dari apakah pendidikan merupakan suatu disiplin ilmu atau bukan. Bahan kajian dari teori kurikulum adalah hal-hal yang berkaitan dengan renentuan keputusan. teori-teori pendidikan dikembangkan. Dalam bidang studi tersebut. evaluasi. Beauchamp (175. kurikulum. penggunaan. karena allanya petunjuk perkembangan. dan lain-lain. hukum. Kalau konsep-konsep itu diterapkan dalam kurikulum. perencanaan. Isi rumusan-rumusan tersebut ditentukan oleh lingkup dari rentetan kejadian yang dicakup. Teori Kurikulum Telah diuraikan sebelumnya bahwa teori merupakan suatu perangkat pernyataan yang bertalian satu sama lain. yang disusun sedemikian rupa sehingga memberikan makna yang fungsional terhadap serangkaian kejadian. maka dapatlah dirumuskan tentang teori kurikulum. pengajaran. yaitu bimbingan clan konseling. asumsi-asunro hipotesis. Pelaksanaan model sesuai dengan kondisi waktu. suatu konstruksi fungsional. makna tersebut Irryndi karena adanya penegasan hubungan antara unsur-unsur kurikulum. penyuluhan. jumlah pengetahuan empiris yang ada. kemampuan para pelaksana. Perangkat pernyataan tersebut dirumuskan dalam bentuk definisi deskriptif atau fungsional. 43) menyatakan bahwa Irrespective of label. atau teorem-teorem. hlm. serta fasilitas yang ada. . Pengembangan teori pendidikan menjadi semakin besar dan pesat dengan berkembangnya sub-subteori pendidikan. penggunaan dan evaluasi kurikulum.

Suatu kurikulum juga dapat menunjuk kepada suatu dokumen yang berisi rumusan tentang tujuan. suatu sekolah. dan menyem. kegiatan belajar-mengajar. Konsep ketiga. Mereka yang mendalami bidang kurikulum mempelajari konsep-konsep dasar tentang kurikulum. dan prosedur kerja bagaimana cara me nyusun suatu kurikulum. Konsep kedua. (4) mengembangkan subsubteori kurikulum. suatu kurikulum. Ini merupakan bidang kajian para ahli kurikulum dan ahli pendidikan dan pengajaran. sistem pendidikan. propinsi. bahan ajar. (3) melakukan penelitian inferensial dan prediktif. mereka menemukan hal-hal baru yang dapat memperkaya dan memperkuat bidang studi kurikulum. dan evaluasi. mengevaluasi. mengembangkan dan . dan fungsi dari sistem kurikulum adalah bagaimana memelihara kurikulum agar tetap dinamis. Ada tiga konsep tentang kurikulum. Suatu kurikulum juga dapat digambarkan sebagai dokumen tertulis sebagai hasil persetujuan bersama antara para penyusun kurikulum dan pemegang kebijaksanaan pendidikan dengan masyarakat. kurikulum sebagai substansi. sebagai sistem. suatu kabupaten. bahkan sistem masyarakat. Suatu sistem kurikulum mencakup struktur personalia. atau sebagai suatu perangkat tujuan yang ingin dicapai. Suatu kurikulum juga dapat mencakup lingkup tertentu. kurikulum sebagai suatu bidang studi yaitu bidang studi kurikulum.purnakannya. Hasil dari suatu sistem kurikulum adalah tersusunnya suatu kurikulum. Tujuan kurikulum sebagai bidang studi adalah mengembangkan ilmu tentang kurikulum dan sistem kurikulum. jadwal. dipandang orang sebagai suatu rencana kegiatan belajar bagi murid-murid di sekolah. kurikulum sebagai suatu substansi. yaitu sistem kurikulum. Sistem kurikulum merupakan bagian dari sistem persekolahan. dan sebagai bidang studi. para ahli teori kurikulum juga dituntut untuk: (1) mengembangkan definisi-definisi deskriptif dan preskriptif dari istilah-istilah teknis. adalah kurikulum sebagai suatu sistem. melaksanakan. ataupun seluruh negara. Seperti halnya para ahli ilmu sosial lainnya.1. Konsep kurikulum Konsep terpenting yang perlu mendapatkan penjelasan dalam teori kurikulum adalah konsep kurikulum. Konsep pertama. Melalui studi kepustakaan dan berbagai kegiatan penelitian dan percobaan. (2) mengadakan klasifikasi tentang pengetahuan yang telah ada dalam pengetahuan-pengetahuan baru.

Keempat tuntutan tersebut menjadi kewajiban seorang ahli teori kurikulum. Setiap tingkatan dan lingkungan kehidupan menuntut penguasaan pengetahuan. Kehidupan manusia meskipun berbeda-beda pada dasarnya sama. keduanya setuju atas penggunaan teknik ilmiah dalam memecahkan masalah-masalah kurikulum. apresiasi tertentu. sebagai sistem. teori Bobbit dan Charters. Pertama. Dia jugalah yang menggunakan pendekatan ilmiah dalam mengidentifikasi kecakapan pekerjaan dan kehidupan orang dewasa sebagai dasar pengembangan kurikulum. Charlters (1923) setuju dengan konsep Bobbit tentang analisis kecakapan/pekerjaan sebagai dasar penyusunan kurikulum. terbentuk oleh sejumah kecakapan pekerjaan. Bobbit adalah orang pertama yang mengadakan analisis kecakapan atau pekerjaan sebagai cara penentuan keputusan dalam penyusunan kurikulum. ia perintis pengembangan praktik kurikulum. Untuk mencapai hal-hal itu ada serentetan pengalaman yang harus dikuasai anak. Bobbit sering dipandang sebagai ahli kurikulum yang pertama. Ada dua hal yang sama dari teori kurikulum. Char ters lebih menekankan pada pendidikan vokasional. keterampilan. Menurut Bobbit. yaitu kehidupan manusia. Dalam hal ini mereka dipengaruhi oleh gerakan . kebiasaan. maupun bidang studi kurikulum dapat bertahan dan dikembangkan. Hal-hal itu merupakan tujuan kurikulum.melaksanakan model-model kurikulum. Seluruh tujuan beserta pengalamanpengalaman tersebut itulah yang menjadi bahan kajian teori kurikulum. Kecakapan-kecakapan yang harus dikuasai untuk dapat terjun dalam kehidupan sangat bermacam-macam. sikap. inti teori kurikulum itu sederhana. Pendidikan berupaya mempersiapkan kecakapan-kecakapan tersebut dengan teliti dan sempurna. Melalui pencapaian keempat hal tersebut baik sebagai subtansi. Werrett W. Perkernbangan teori kurikulum Perkembangan teori kurikulum tidak dapat dilepaskan dari sejarah perkembangannya. 2. tetapi secara definitif berawal pada hasil karya Franklin Babbit tahun 1918. Perkembangan kurikulum telah dimulai pada tahun 1890 dengan tulisan Charles dan McMurry. bergantung pada tingkatannya maupun jenis lingkungan.

sikap. menilai hasil. siswa belajar nu lalui pengalaman. (3) Monoirt atau meramalkan pendekatan-pendekatan pada masa yang akan dittoing untuk memecahkan masalah tersebut. dalam merumuskan pengertian dalam merumuskan tujuan. Caswell menekankan pada partisipasi guru-guru. Untuk mencapai hal tersebut.rIah masalah penting yang muncul dalam pengembangan kurikulum tirui konsep-konsep yang mendasarinya.11111muskan tiga tugas utama teori kurikulum: (1) mengidentifikasi Nin~. Charles Judd. . (2) menentukan hubungan antara Malin tersebut dengan struktur yang mendukungnya. Teori kuri ulum k berubah dari yang menekankan pada organisasi isi yang diarahkan pada kehidupan sebagai orang dewasa (Bobbit dan Charters) kepada kl‡hidupan psikologis anak pada saat ini. nilai.ilmiah dalam pendidikan yang dipelopori oleh El. perlu analisis tentang tugas-tugas dan tuntutan dalam kurikulum disusun keterampilan. dan lain-lain. menentukan kegiatan belajar. Sebagai hasil diskusi tersebut 4. Dalam peranannya sebagai ketua divisi pengembang kurikulum beberapa negara bagian di Amerika Serikat (Tennessee. karena pengaruh pendidikan progresif. Mulai tahun 1920. Thorndike. Bertolak pada hal-hal tersebut mereka itionyusun kurikulum secara lengkap dalam bentuk yang sistematis. Ism dalam menentukan kurikulum. Penyusunan kurikulum harus melibatkan siswa. Perkembangan teori kurikulum selanjutnya dibawakan oleh Hollis I swell. Virginia). Dalam pengembangan kurikulumnya. menentukan struktur dari penyusunan kurikulum. Ida.. Kedua. ia mengembangkan konsep kurikulum yang berpusat pada masyarakat atau pekerjaan (society centered) maka Caswell mengembangkan kurikulum yang bersifat interaktif. memilih isi. Pendidikan menekankan kepada aktivitas siswa. Pada tahun 1947 di Univeristas Chicago berlangsung diskusi besar ri lama tentang teori kurikulum. berkembang gerakan pendidikan yang berpusat pada anak (child centered). dan lain-lain yang diperlukan untuk dapat berpartisipasi dalam kehidupan orang dewasa. dan sebagainya. kurikulum. Anak menjadi pusat perhatian Isi kurikulum harus didasarkan atas minat dan kebutuhan alswa. keduanya bertolak pada asumsi bahwa sekolah berfungsi mempersiapkan anak bagi kehidupan sebagai drang dewasa. Alabama. pengetatitian.

teori kurikulum secara konseptual berhubungan erat dengan pengembangan teori dalam ilmu-ilmu lain. ada tiga sumbangan utama filsafat terhadap teori kurikulum. sebagai prinsip-prinsip yang menjadi pegangan dalam menjelaskan fenomena kurikulum. Beauchamp menganalisis pendekatan ilmiah tentang tugas-tugas pengembangan teori dalam kurikulum. Dalam konferensi nasional perhimpunan pengembang dan pengawas kurikulum tahun 1963 dibahas dua makalah penting dari George A. MacDonald (1964) melihat teori kurikulum dari model sistem. (2) memilih dan menyusun bahan. Pengalaman pendidikan yang bagaimanakah yang harus disediakan untuk mencapai tujuan tersebut? 3. Beauchamp dan Othanel Smith. Menurut Beauchamp. yaitu dalam (1) merumuskan dan mempertimbangkan tujuan pendidikan. Interaksi dari empat sistem ini dapat digambarkan dengan suatu diagram Venn. dan belajar. Tylor (1949) mengemukakan empat pertanyaan pokok yang menjadi inti kajian kurikulum: 1. Menurut Smith. analisis dan klasifikasi pengetahuan.Ralph W. mengajar (teaching). Tujuan pendidikan yang manakah yang ingin dicapai oleh sekolah? 2. Othanel Smith menguraikan peranan filsafat dalam pengembangan teori kurikulum yang bersifat ilmiah. Penggunaan model sistem juga dapat . Dalam makalah kedua. dan (3) perumusan bahasa khusus kurikulum. Ada empat sistem dalam persekolahan yaitu kurikulum. James B. Melihat kurikulum sebagai suatu sistem dalam sistem yang lebih besar yaitu persekolahan dapat memperjelas pemikiran tentang konsep kurikulum. penggunaan penelitianpenelitian prediktif untuk menambah konsep. generalisasi atau kaidahkaidah. pengajaran (instruction). Hal-hal yang penting dalam pengembangan teori kurikulum adalah penggunaan istilah-istilah teknis yang tepat dan konsisten. Bagaimana mengorganisasikan pengalaman pendidikan tersebut secara efektif? 4. Bagaimana kita menentukan bahwa tujuan tersebut telah tercapai? Empat pertanyaan pokok tentang kurikulum dari Tylor ini banyak dipakai oleh para pengembangan kurikulum berikutnya.

dan antropologi untuk menjelaskan konsep kurikulum. dan Bunett. Beauchamp merangkumkan perkembangan teori kurikulum antara tahun 1960 sampai dengan 1965. BAGAN 2. isi kurikulum. Thomas L. (3) unit analisk (Ian unsur unsurnya.membantu para ahli teori kurikulum rnenentukan jenis dan lingkup konseptualisasi yang diperlukan dalam teori kurikulum. Fungsi kurikulum dilukiskan sebagai proses bagaimana memelihara dan mengembangkan strukturnya.4 Skema persekolahan dari Broudy. Smith. desain kurikulum. Ada sejumlah pertanyaan yang diajukan dalam analisis struktural-fungsional ini. (2) sistem kurikulum. (6) proses kurikulum (7) prosedur analisis structural fungsional.4. Smith. CURRICULUM Content Facts Concept Desriptive Principles Categories of instruction Symbolic studies Basic Sciences Developmental studies Testhetics studies Students Learnings: Cognitive maps Evaluational maps Modes of Teaching Situational Modes Operational Modes . Faix (1966) menggunakan analisis struktural-fungsional yang berasal dari biologi. rekayasa kurikulum. Skema persekolahan dari Broudy dan kawan kawannya dapat dilihat pada Bagan 2. yaitu: landasan kurikulum. evaluasi dan penelitian. (5) Fungsi sistem kurikulum. sosiologi. dan pengembangan teori. (4) struktur sistem kurikulum. Broudy. dan Burnett (1964) menjelaskan masalah persekolahan dalam suatu skema yang menggambarkan komponen-komponen dari keseluruhan proses mempengaruhi anak. Topik dan subtopik dari pertanyaan ini menunjukkan fenomena-fenomena kurikulum Pertanyaan-pertanyaan itu menyangkut: (1) pertanyaan umum tentang fenomena kurikulum. Ia mengidentifikasi adanya enam komponen kurikulum sebagai bidang studi.

Kurikulum merupakan hasil dari sistem . Menurut Maccia. kurikulum merupakan bagian dari pengajaran. Maccia (1965) dari hasil analisisnya menyimpulkan adanya empat teori kurikulum. Teori kurikulum (curriculum Theory atau event theory) merupakan teori yang menguraikan pemilihan dan pemisahan kejadian/peristiwa kurikulum atau yang berhubungan dengan kurikulum dan yang bukan. yaitu: (1) teori kurikulum (curriculum theory). dan (4) teori kurikulum praksiologi (praxiological curriculum theory). teori kurikulum merupakan subteori pengajaran. (3) teori kurikulum valuasional (valuational curriculum theory). tetapi ia telah berhasil menunjukkan sejumlah dimensi kurikulum yang cukup berharga untuk menjelaskan teori kurikulum. (2) teori kurikulum-formal (formal-curriculum theory).Attitudes and values systems Associative meanings and images Intellectual Operations Excecutive Operations Assessment system: Examinations Tests: Essay-Objective Teacher Judgements Self evaluation Self inventory" Alizabeth S. Mauritz Johnson (1967) membedakan antara kurikulum dengan proses pengembangan kurikulum. Teori kurikulum formal memusatkan perhatiannya pada struktur isi kurikulum. Teori kurikulum praksiologi merupakan suatu pengkajian tentang proses untuk mencapai tujuantujuan kurikulum. Walaupun mungkin. kita tidak setuju dengan seluruh pendapat Maccia. Teori kurikulum yaluasional mengkaji masalah-masalah pengajaran apa yang berguna/ berharga bagi keadaan sekarang.

umpamanya apakah kurikulum harus memiliki serangkaian tujuan khusus? Apakah kurikulum perlu memiliki sejumlah materi untuk mencapai . dan implikasi teori kurikulum. Ada beberapa masalah atau isu substansial dalam pembahasan tentang teori kurikulum. Structure is an essential charactistic of curriculum. desain kurikulum. Beberapa pertanyaan umum tentang karakteristik kurikulum sebagai bidang studi yang perlu didefinisikan umpamanya. kurikulum merupakan seperangkat tujuan belajar yang terstruktur. Jack R. yang lebih berkenaan dengan karakteristik desain kurikulum. 6. peranan nilai dalam pengembangan kurikulum. Pelaksanaan adalah proses interaksi antara aktor yang melibatkan artifak. pelaksanaan. Curriculum guide instruction 5. A curriculum is a structured series of intended learning out comes. Semua rumusan teori kurikulum diawali dengan definisi. sumber-sumber kebijaksanaan kurikulum. Aktor adalah orang-orang yang terlibat dalam pelaksanaan kurikulum.pengembangan kurikulum. Menurut Johnson. melainkan definisi konsep. apakah kurikulum merupakan suatu konsep dalam sistem persekolahan? Apakah kurikulum mencakup mengajar dan pengajaran? Sampai sejauh mana kegiatan belajar siswa menjadi bagian kurikulum? Apakah ruang lingkup kurikulum sebagai bidang studi? Beberapa pertanyaan yang lebih khusus. Definisi di sini bukan sekadar definisi istilah. yaitu aktor. 4. 3. Studi kurikulum menurut Frymier meliputi tiga langkah: perencanaan. Artifak adalah isi dan rancangan kurikulum. isi dan ruang lingkup. serta struktur. dan evaluasi. Selection is an essential aspect of curriculum formulation. kurikulum berkenaan dengan tujuan dan bukan dengan kegiatan. rekayasa kurikulum. dan pelaksanaan. pengalaman belajar anak menjadi bagian dari pengajaran. Jadi. Frymier (1967) mengemukakan tiga unsur dasar kurikulum. artifak. Curriculum evaluation involeves validation of both selection and structure. yaitu: 1. Berdasarkan rumusan kurikulum tersebut. yaitu definisi kurikulum. Johnson menganalisis enam unsur kurikulum. 2. tetapi sistem pengembangan bukan kurikulum. Curriculum is the criterion for instructional evaluation.

yang belajar adalah anak. Budaya ini mencakup . dan lain-lain. pelaksanaan. Pendidikan atau pengajaran I iiikan memberikan sesuatu pada anak. Untuk dapat hidup dalam Iingkungan budaya. Dalam pengembangan selanjutnya. sumber ini menjadi luas meliputi .. tingkat-tingkat perkembangan siswa. Hal lain yang menjadi sumber penyusunan kurikulum adalah nilai nilai. Pengalaman pengembangan kurikulum yang lalu menjadi sumber penyusunan kurikulum kemudian.einua disiplin ilmu yang telah ditemukan dan dikembangkan para pakar. Ada tiga pendekatan terhadap anak sebagai sumber kurikulum. kita mengetahui beberapa hal yang menjadi sumber atau landasan inti penyusunan kurikulum. kurikulum terutama isi kurikulum diambil dari kehidupan orang dewasa. Dalam pendidikan *Wm pengajaran. bendabenda. itilai-nilai adat-istiadat.hutuhan-kebutuhan siswa. Sumber lain penyusunan kurikulum adalah anak. melainkan menumbuhkan potensipolensi yang telah ada pada anak. Karena sekolah mempersiapkan anak bagi kehidupan orang dewasa. Sumber Pengembangan Kurikulum Dari kajian sejarah kurikulum. hidup dalam Iingkungan budaya. serta hal hal yang diminati siswa. Jadi. dan turut menciptakan budaya. ia harus mempelajari budaya. Manusia adalah makhluk yang berbudaya. Beberapa pengembang kurikulum mendasarkan penentuan kurikulum kepada pengalaman-pengalaman penyusunan kurikulum yang lalu. ia menjadi sumber kurikulum.sernua unsur kebudayaan. perilaku.tujuan-tujuan tersebut? Apakah kurikulum perlu mengadakan rumusan yang lebih spesifik tentang rencana dan bahan pengajaran? Apakah perlu ada spesifika4i tentang makna perencanaan. maka budaya menjadi sumber utama isi kurikulum. perkembangan serta minat siswa. Pengembangan kurikulum pertama bertolak dari kehidupan dan pekerjaan orang dewasa. Anak menjadi sumber kegiatan pengajaran. Para pengembang kurikulum mendasarkan kurikulumnya atas hasil analisis pekerjaan dan kehidupan orang dewasa. yaitu kebutuhan siswa. dan evaluasi kurikulum? 1. Beauchamp menegaskan bahwa nilai dapat merupakan sumber penentuan . ada pengembangan kurikulum bertolak dari .

2. yaitu (1) substansi. Nilai-nilai apakah yang harus diberikan dalam pelaksanaan kurikulum? Nilai-nilai apa yang digunakan sebagai kriteria penentuan kurikulum dan pelaksanaan kurikulum. Terakhir yang menjadi sumber penentuan kurikulum adalah kekuasaan sosial-politik. Dalam desain kurikulum akan tergambar unsur-unsur dari kurikulum. ada dua dimensi penting.politik dalam penentuan kurikulum adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang dalam pelaksanaannya dilimpahkan kepada Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah serta Dirjen Pendidikan Tinggi bekerja sama dengan Balitbangdikbud. unsur-unsur serta organisasi dari dokumen tertulis kurikulum. Dalam desain kurikulum. Desain kurikulum merupakan suatu pengorganisasian tujuan. serta proses belajar yang akan diikuti siswa pada berbagai tahap perkembangan pendidikan. hubungan antara satu unsur dengan unsur lainnya. serta hal-hal yang diperlukan dalam pelaksanaannya. (2) berisi garis-garis besar rumusan tujuan. Desain dan Rekayasa Kurikulum Telah diutarakan sebelumnya bahwa ada dua subteori dari teori kurikulum. berdasarkan garis-garis besar tujuan tersebut desain kurikulum disusun. . Menurut Beauchamp. yaitu desain kurikulum (curriculum design) dan rekayasa kurikulum (curriculum engineering). isi. kekuasaan penyusunan kurikulum sepenuhnya ada pada pusat. kurikulum mempunyai tiga karakteristik. Di Indonesia. (2) model pengorganisasian dan bagian-bagian kurikulum terutama organisasi dan proses pengajaran. Di Amerika Serikat pemegang kekuasaan sosial-politik yang menentukan kebijaksanaan dalam kurikulum adalah board of education lokal yang mewakili negara bagian. dengan materi tersebut tujuantujuan kurikulum dapat dicapai. yaitu: (1) kurikulum merupakan dokumen tertulis. Pada pendidikan dasar dan menengah. pemegang kekuasaan sosial. Pertanyaan pertama yang muncul dalam kurikulum yang berdasarkan nilai adalah: Apakah yang harus diajarkan di sekolah? Ini merupakan pertanyaan tentang nilai. (3) isi atau materi ajar. prinsipprinsip pengorganisasian.keputusan yang dinamis. sedangkan pada perguruan tinggi rektor diberi kekuasaan untuk menentukan kebijaksanaan-kebijaksanaan dalam penyusunan kurikulum.

Kedua kurikulum itu dievaluasi. Rekayasa kurikulum berkenaan dengan bagaimana proses memfungsi an k kurikulum di sekolah. yaitu 1) arena atau lingkup tempat dilaksanakannya berbagai proses rekayasa kurikulum. para pejabat pusat tersebut merancang. Beauchamp (hlm. mengembangkan. Pengelola kurikulum di sekolah terdiri atas para pengawas/periilik dan kepala sekolah. yaitu: 1. sedangkan pada tingkat pusat adalah Kepala Pusat Pengembangan Kurikulum BaLitbang Dikbud dan para Kasubdit/Kepala Bagian Kurikulum di Direktorat. ketentuan-ketentuan tentang bagaimana penggunaan kurikulum. (2) keterlibatan orang-orang dalam proses kurikulum. Dari semua uraian tentang hal-hal yang berkaitan dengan teori kurikulum. Dengan menerima pelimpahan wewenang dari Menteri atau Dirjen. Setiap teori kurikulum perlu menjelaskan karakteristik dari desain kurikulumnya. (3) tugas-tugas dan prosedur perencanaan kurikulum.Ada dua hal yang perlu ditambahkan dalam desain kurikulum. serta bagaimana mengadakan penyemprunaan-penyempurnaan berdasarkan masukan dari pengalaman. 82) mengemukakan lima prinsip dalam pengembangan teori kurikulum. . upaya-upaya yang perlu dilakukan para pengelola kurikuluin agar kurikulum dayat berfungsi sebaik-baiknya. dan (5) tugas-tugas dan prosedur evaluasi kurikulum. Setiap teori kurikulum harus dimulai dengan perumusan (definisi) tentang rangkaian kejadian yang dicakupnya. (4) tugas-tugas dan prosedur implementasi kurikulum. 3. 2. Para pengelola di daerah dan sekolah berperan melaksanakan dan mengawasi pelaksanaan kurikulum Seluruh sistem rekayasa kurikulum menurut Beauchamp mencakup lima hal. dan mengadakan penyempurnaan kurikulum. Setiap teori kurikulum harus mempunyai kejelasan tentang nilai-nilai dan sumber-sumber pangkal tolaknya. Juga mereka memberi tugas dan tanggung jawab menyusun dan mengembangkan berbagai bentuk pedoman dan petunjuk pelaksanaan kurikulum. baik bentuk desainnya maupun sistem pelaksanaannya. Pertama.

teori dalam pendidikan. Sesuai dengan judulnya. Wilmettee. Illinois: The KAGG Press. Bagian terakhir mengemukakan teori kurikulum hasil pengembangan/pemikiran penulis sendiri.4. D. dan perencana pengajaran. Setiap teori kurikulum harus menggambarkan proses-proses penentuan kurikulumnya serta interaksi di antara proses tersebut. Curriculum Theory. problema dan alternatif pemecahan problema dalam pengembangan kurikulum. Buku ini merupakan edisi ketiga. Bagian pertama membahas teori kurikulum yang merupakan subteori dari pendidikan: teori kurikulum sebagai masalah pendidikan. serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Gordon. ahli pendidikan. Curriculum Change in the Nineteenth and Twentieth Centuries. Setiap teori kurikulum hendaknya menyiapkan diri bagi proses penyempurnaannya. Denis. Perubahan kurikulum dipengaruhi oleh perkembangan masyarakat yang dilatarbelakangi oleh perkembangan ilmu dan teknologi. Edisi ini merupakan hasil penyempurnaan atas dua edisi sebelumnya. terutama . pembentukan teori. clan perubahan ideologi dari elitisme pada . perpaduan antara pengetahuan-humanisme-agama. begitupun para praktisi juga dapat mengambil manfaatnya. revolusi industri. Buku Acuan Beauchamp. teori kurikulum. Perubahan kurikulum dilatarbelakangi oleh perubahan atau perkembangan teori pendidikan yang mendasarinya. 5. Karena Jebih banyak menguraikan kurikulum secara teoritis maka sumbangan buku ini terutama dirasakan oleh para ahli kurikulum.difokuskan pada kurikulum sebagai bidang studi dari teori kurikulum. George A. London: Hodder and Stoughton. Teori pendidikan mempengaruhi penentuan isi maupun proses pengajaran. Bagian selanjutnya menguraikan suatu analisis tentang isu -isu teoretis. 1978. Peter and Lawton. Yang dibahas dalam buku ini adalah perubahan-perubahan besar yang terjadi dalam kurikuldm selama abad ke-19 dan ke-20. Seluruh isi buku ini terbagi atas tiga bagian. dengan berpegang atas hasil-hasil penelitian. 1975. yang dibahas dalam buku ini adalah suatu teori kurikulum.

. Apa yang dikemukakan dalam karangan ini adalah suatu teori tentang perkembangan intelektual anak. Olson. Ketiga hal itu didukung oleh hasil penelitian dari delapan eksperimen tentang perkembangan konsep diagonal anak usia 3 sampai dengan 6 tahun. New York. dan pengaruh pengajaran terhadap pembentukkan dan perkembangan konsep. et. a!. sehingga terbentuk sikap dan anggapan yang kurang menghargai kebebasan dan perkembangan manusia. I ebih jauh dibuktikan besarnya pengaruh kebudayaan terhadap porkembangan . Pendidikan harus memiliki keterbukaan. ahli kurikulum. Cognitive Development. Akibat terlalu berjiwa teknologis maka mempersempit arti pendidikan dan membatasi perkembangan lingkungan pendidikan yang kreatif. prosesnya menekankan efisiensi dan kontrol. Karena pengaruh perkembangan teknologi pendidikan tidak lebih dari suatu latihan untuk mempersiapkan pekerja. London: Teachers College Press. Juga yang berperanan besar terhadap perubahan kurikulum adalah pemerintah dan kelompok. Bullough Jr. David R. 1970. Columbia University. maupun moral dengan sempurna. Human Interest in Curriculum. Hal itu tercapai melalui interaksi komunikatif. Buku ini sangat berharga bagi para ahli pendidikan. New York. yang memungkinkan berpikir dan berbuat yang leluasa. Penulis menentang technocratic mindedness dan menganjurkan critical atau philosophical mindedness. etestis. dan juga bagi guru-guru atau calon guru. bukan membatasinya. Academic Press Publishing Co. yaitu peranan bahasa dalam perkembangan intelektual. Eksperimen menunjukkan bahwa pengaruh media gambar dan bahasa sangat besar terhadap tingginya perkembangan keterampilan konseptual. agar memungkinkan pertumbuhan segi kognitif. Buku ini menyajikan suatu hasil studi kritis terhadap pengaruh munculnya nilai-nilai sebagai akibat perkembangan teknologi. Robert. hubungan antara informasi perseptual dengan tingkah laku nyata. Buku ini membahas tiga masalah teoretis utama. Pendidikan harus memperluas emansipasi manusia.demokrasi. 1984. Struktur persekolahan yang ada memperkuat hal tersebut. baik di dalam merencanakan rnaupun melaksanakan pendidikan dan pengajaran.

para ahli kurikulum dan pengajaran serta ahli bimbingan dan penyuluhan sebagai pegangan atau kihan perbandingan dalam melakukan tugas-tugasnya. Apa yang dibahas dalam buku ini sangat herguna bagi para peneliti di bidang pendidikan.intelektual anak. .

perkembangan seluruh aspek kepribadian manusia. Pada bab ini akan dibahas landasan filosofis dan landasan psikologis. dan sebagainya berperan menciptakan sarana dan prasarana bagi kepentingan manusia. . khususnya kurikulum yang lemah. Apakah yang menjadi tujuan pendidikan. A. menentukan proses pelaksanaan dan basil pendidikan. siapa pendidik dan terdidik.BAB 3 LANDASAN FILOSOFIS DAN PSIKOLOGIS PENGEMBANGAN KURIKULUM Pendidikan mempunyai peranan sangat penting dalam keseluruhan aspek kehidupan manusia. Ada beberapa landasan utama dalam pengembangan suatu kurikulum. sedangkan landasan sosial-budaya dan perkembangan ilmu dan teknologi akan dibahas pada bab selanjutnya. terutama antara pendidik dan terdidik untuk mencapai tujuan pendidikan. Landasan Filosofis Pendidikan berintikan interaksi antarmanusia. pendidikan berkaitan langsung dengan pembentukan manusia. Penyusunan kurikulum membutuhkan landasan-landasan yang kuat. tetapi kalau landasan pendidikan. yaitu landasan filosofis. yang didasarkan atas hasil-hasil pemikiran dan penelitian yang mendalam. Mengingat pentingnya peranan kurikulum di dalam pendidikan dan dalam perkembangan kehidupan manusia. arsitektur. Kurikulum sebagai rancangan pendidikan mempunyai kedudukan yang cukup sentral dalam seluruh kegiatan pendidikan. landasan psikologis. landasan sosial budaya. Hal itu disebabkan pendidikan berpengaruh langsung terhadap perkembangan manusia. pertanian. Pendidikan "menentukan" model manusia yang akan dihasilkannya. Kalau bidang-bidang lain seperti ekonomi. apa isi pendidikan dan bagaimana proses interaksi pendidikan tersebut. Kalau landasan pembuatan sebuah gedung tidak kokoh yang akan ambruk adalah gedung tersebut. Di dalam interaksi tersebut terlibat isi yang diinteraksikan serta proses bagaimana interaksi tersebut berlangsung. yang akan "ambruk" adalah manusianya. serta perkembangan ilmu dan teknologi. penyusunan kurikulum tidak dapat dikerjakan sembarangan.

Ilmu menggunakan pendekatan analitik. dan mendalam. logis. daerah cakupannya terbatas. Pengetahuan tersebut diperoleh melalui proses berpikir. Filsafat melihat segala sesuatu dari sudut bagaimana seharusnya (Das So/len). . yang esensial yaitu jawaban-jawaban filosofis. Orang belajar berfilsafat agar ia menjadi orang yang mengerti dan berbuat secara bijak. faktor-faktor subjektif dalam filsafat sangat berpengaruh. Secara harfiah filosofis (filsafat) berarti "cinta akan kebijakan" (love of wisdom). ia harus tahu atau berpengetahuan. Filsafat memberikan landasan. Sering dikatakan bahwa filsafat merupakan ibu dari segala ilmu.landasan dasar bagi ilmu. yaitu berpikir secara sistematis. Untuk dapat mengerti kebijakan dan berbuat secara bijak. atau berpikir sampai ke akar-akarnya (radic berarti akar). Secara akademik. Pemikiran demikian dalam filsafat sering disebut sebagai pemikiran radikal. Filsafat mencakup keseluruhan pengetahuan manusia.laman manusia. Filsafat berupaya merangkum atau mengintegrasikan bagian-bagian ke dalam satu'kesatuan yang menyeluruh dan bermakna.merupakan pertanyaan-pertanyaan yang membutuhkan jawaban yang mendasar. Berfilsafat diartikan pula berpikir secara radikal. berpikir sampai ke akar. menghilangkan hal-hal yang bersifat subjektif. berusaha menguraikan keTeluruhan dalam bagian.bagian yang kecil dan lebih kecil. Ilmu berkenaan dengan fakta-fakta sebagaimana adanya (Das Sem). Suatu cabang ilmu pengetahuan mengkaji satu bidang pengetahuan manusia. berusaha melihat segala sesuatu spcara objektif. Terdapat perbedaan pendekatan antara ilmu dengan filsafat dalam mengkaji atau memahami alam semesta mi. Filsafat dan ilmu mempunyai hubungan yang saling mengisi dan melengkapi (komplementer). Berfilsafat berarti menangkap sinopsis peristiwa-peristiwa yang simpang siur dalam penga. Keduanya dapat memberikan bahan-bahan bagi manusia untuk membantu memecahkan berbagai masalah dalam kehidupannya. filsafat berarti upaya untuk menggambarkan dan menyatakan suatu pandangan yang sistematis dan komprehensif tentang alam semesta dan kedudukan manusia di dalamnya. berusaha melihat segala yang ada irti sebagai satu kesatuan yang menyeluruh dan mencoba mengetahui kedudukan manusia di dalamnya.

dan aksiologi tentang masalah pendidikan yang berbeda. . filsafat pendidikan ini hanya merupakan aplikasi dari pemikiran-pemikiran filosofis untuk memecahkan masalah-masalah pendidikan. Filsafat membahas segala permasalahan yang dihadapi oleh manusia termasuk masalah-masalah pendidikan ini yang disebut filsafat pen. Aliran-aliran filsafat yang kita kenal bertolak dari pandangan yang berbeda dalam ketiga hal itu.didikan. 3) educational philosophy is an independent discipline which might benefit from contact with general philosophy.Ada tiga cabang besar filsafat. Keduanya sangat berkaitan erat. Dalam tulisan ini akan dikemukakan salah satu pandangan tentang filsafat pendidikan. but this contact is not essential. sedangkan praktik pendidikan memberikan bahan-bahan bagi pertimbangan-pertimbangan filosofis. Hal itu tidak berarti bahwa pandangan tersebut paling sesuai untuk masyarakat kita atau paling disetujui oleh penulis. yaitu pandangan dari John Dewey. Bagi Dewey. 2) philosophy is the flower not root of education. dalam filsafat pendidikan pun dikenal banyak pandangan atau aliran. epistemilogi. Pendapat para filsuf umumnya memandang filsafat umum sebagai dasar dari filsafat pendidikan. Seperti halnya dalam filsafat umum. 4) philosophy and the theory of education is one (Butler. Menurut Donald Butler. filsafat memberikan arah dan metodologi terhadap praktik pendidikan. malah menurut Butler menjadi satu. 1) Philosphy is primary and basic to an educational philosophy. filsafat dan filsafat pendidikan adalah sama. tetapi antara keduanya yaitu antara filsafat dan filsafat pendidikan terdapat hubungan yang sangat erat. tetapi John Dewey umpamanya mempunyai pandangan yang hampir sama dengan Butler. epistemologi yang membahas kebenaran dan aksiologi yang membahas nilai. Walaupun dilihat sepintas. Setiap pandangan mempunyai landasan metafisika. yaitti metafisika yang membahas segala yang ada dalam alam ini. 1957: 12). sebagaimana juga pendidikan menurut Dewey sama dengan kehidupan.

it is held.1. Instrumentalisme Dewey menganggap bahwa rohani itu adalah interelasi yang kreatif antara organisme dengan lingkungannya. merupakan dasar bagi pengetahuan dan kebijakan. 101). bagi Dewey tidak ada yang menetap dan abadi semuanya berubah. mengalir. no scale of values. Nilai-nilai itu tidak dapat diukur dan tidak ada hierarki nilai. Values being finally intrinsic. Filsafat Dewey lebih berkenaan dengan epistemologi dan tekanannya kepada proses berpikir. Experience is the only basis for knowledge and wisdom (Dewey. 1964.. yang mengartikannya sebagai pengalaman melalui pengindraan. Pengalaman selain merupakan sumber dari pengetahuan. and of any two things felt as intrinsically valuable it is than another. Proses berpikir merupakan satu dengan pemecahan yang bersifat tentatif. juga sumber nilai. Ciri lain filsafat Dewey adalah anti dualistik. yaitu adanya persesuaian antara hipotesis dengan kenyataan. antara hipotesis dengan hasil.. baik yang berbentuk aktif maupu pasif. Pandangannya tentang dunia adalah monistik dan tidak lebih dari sebuah hipotesis. Dewey sangat menghargai peranan pengalaman. dengan waktu dan tempat. subjektif. Mengetahui tanpa mengalami adalah omong kosong. antara ide dengan fakta. being immeasurable. Nilai-nilai adalah relatif. Proses berpikir merupakan proses pengecekan dengan kejadiankejadian nyata. Dalam filsafat Dewey kebenaran itu terletak dalam perbuatan atau truth is in the making. Karena pengalaman selalu berubah maka nilai pun berubah. hlm. Sesuatu itu bernilai karena diberi nilai oleh manusia. To be felt as . atau on going-ness. dan hanya dirasakan oleh manusia. and feeling. Dasar-dasar filsafat Dewey Ciri utama filsafat Dewey adalah konsepsinya tentang dunia yang selalu berubah. Dewey menolak sesuatu yang bersifat spekulatif. All values are thus subjective and either intrinsic or instrumental . Prinsip ini membavva konsekuensi yang cukup jauh. sesuatu dibutuhkan karena manusia membutuhkannya. Pengertian pengalaman Dewey berbeda dengan kaum empiris lainnya. Pengalaman itu mencakup kegiatan manusia. selalu dalam hubungannya dengan pengalaman..

worthwhile in itself is thus the ultimate orientation of value. (Dewey dalam Joe Park, (Ed). 1958, hlm. 185). Tujuan perkembangan manusia adalah self realization. Pengertian self hagi Dewey adalah sesuatu yang konkret bersifat empiris tidak dapat dipisahkan dari pengalaman dan lingkungan. Self realization hanya dapat diperoleh melalui pengalaman dan interaksi dengan yang lain.

2. Teori pendidikan Dewey Apakah pendidikan menurut John Dewey? Pendidikan berarti perkem bangan, perkembangan sejak lahir hingga menjelang kematian. Jadi, pendidikan itu juga berarti sebagai kehidupan. Bagi Dewey, Education is Ntowlh, development, life. Ini berarti bahwa proses pendidikan itu tidak niempunyai tujuan di luar dirinya, tetapi terdapat dalam pendidikan itu Itendiri. Proses pendidikan juga bersifat kontinu, merupakan reorganisasi, teknnstruksi, dan pengubahan pengalaman hidup. Jadi, pendidikan itu mei npakan organisasi pengalaman hidup, pembentukan kembali hidup, dan juga perubahan pengalaman hidup sendiri merupakan organisasi pengalaman hidup, pembentukan kembali pengalaman hidup, dan juga perubahan pengalaman hidup sendiri. Pendidikan merupakan reorganisasi dan rekonstruksi yang konstan dari pengalaman. Pada setiap saat ada tujuan, perbuatan pendidikan selalu ditujukan untuk mencapai tujuan. Setiap fase perkembangan kehidupan, masa kanak-kanak, masa pemuda, dan dewasa, semuanya merupakan fase pendidikan, semua yang dipelajari pada fase-fase tersebut mempunyai arti sebagai pengalaman;Pendidikan itu tidak berakhir, kecuali kalau seseorang sudah mati. Pengalaman sebagai suatu proses yang aktif membutuhkan waktu, waktu yang kemudian menyempurnakan waktu sebelumnya. Seluruh proses pendidikan itu membentuk pengertian-pengertian tentang benda, hubungan-hubungan, dan segala sesuatu tentang kehidupannya. Konstruksi pengalaman ini tidak hanya bersifat pribadi (individual), tetapi juga bersifat sosial. Pendidikan merupakan suatu lembaga yang konstruktif untuk memperbaiki masyarakat. Realisasi pendidikan dalam bentuk perkembangan bukan hanya perkembangan anak dan pemuda-pemuda, melainkan juga perkembangan masyarakat.

Tujuan pendidikan diarahkan untuk mencapai suatu kehidupan yang demokratis. Demokratis bukan dalam arti politik, melainkan sebagai cara hidup bersama sebagai way of life, pengalaman bersama dan komunikasi bersama. Tujuan pendidikan merupakan usaha agar individu melanjutkan pendidikannya. Tujuan pendidikan terletak pada proses pendidikan itu sendiri, yakni kemampuan dan keharusan individu meneruskan perkembangannya. John Dewey menegaskan bahwa pendidikan itu tidak mernpunyai tujuan, hanya orang tua, guru, dan masyarakat yang mempunyai tujuan. And it is well to remind ourselves that education as such has no aims. Only persons, parents, and teacher etc., have aims, not an abstarct idea like education. (John Dewey, 1964, hlm. 177). Untuk mengetahui bagaimanakah proses belajarterjadi pada anak, baiklah kita lihat bagaimana syarat-syarat untuk pertumbuhan. Pendidikan sama dengan pertumbuhan. Syarat pertumbuhan adalah adanya kebelumdewasaan (immaturity), yang berarti kemampuan untuk berkembang. Immaturity tidak berarti negatif, tetapi positif, kemampuan, kecakapan, dan kekuatan untuk tumbuh. lni menunjukkan bahwa anak adalah hidup, ia memiliki semangat untuk berbuat. Pertumbuhan bukan sesuatu yang harus kita berikan, pertumbuhan adalah sesuatu yang harus mereka lakukan sendiri. Ada dua sifat dari immaturity yakni kebergantungan dan plastisitas. Kebergantungan berarti kemampuan untuk menyatakan hubungan sosial, dan ini akan menyebabkan individu itu matang dalam hubungan sosial. Sebagai hasilnya, akan tumbuh kemampuan interpendensi atau saling kebergantungan antara anggota masyarakat yang satu dengan yang lain. Plastisitas mengandung pengertian kemampuan untuk berubah. Plastisitas juga berarti habitat yaitu kecakapan menggunakan keadaan lingkungan sebagai alat untuk mencapai tujuan, bersifat aktif mengubah lingkungan. Kapankah proses belajar itu dimulai dan kapankah berakhir? Sesuai dengan pandangan John Dewey, bahwa pendidikan itu adalah pertumbuhan itu sendiri. Karena itu, pendidikan tersebut dimulai sejak lahir dan berakhir pada saat kematian. Demikian juga proses belajar tidak dapat dilepaskan dari proses pendidikan. Pendidikan adalah pengalaman, yaitu suatu proses yang berlangsung

terus-menerus. Bagaimana hubungan antara proses belajar, pengalaman, dan berpikir? Pengalaman itu bersifat aktif dan pasif. Pengalaman yang bersifat aktif herarti berusaha, mencoba, dan mengubah, sedangkan pengalaman pasif herarti menerima dan mengikuti saja. Kalau kita mengalami sesuatu maka kita berbuat, sedangkan kalau mengikuti sesuatu kita memperoleh akibat atau hasil. Belajar dari pengalaman berarti menghubungkan kemunduran dengan kemajuan dalam perbuatan kita, yakni kita merasakan kesenangan atau penderitaan sebagai suatu akibat atau hasil. "To learn from experience is hi make a backward and forward connection between what we have do to things and what we enjoy or suffer from thing in consequence (Dewey, dalam Jo Park, 1958: 94). Belajar dari pengalaman adalah bagaimana menghubungkan pengalaman kita dengan pengalaman masa lalu dan yang akan datang. lielajar dari pengalaman berarti mempergunakan daya pikir reflektif (reflecI we thinking), dalam pengalaman kita. Pengalaman yang efektif adalah pengalaman reflektif. Ada lima langkah berpikir reflektif menurut John Dewey, yaitu: 1. merasakan adanya keraguan, kebingungan yang menimbulkan masalah, 2. mengadakan interpretasi tentatif (merumuskan hipotesis), 3. mengadakan penelitian atau pengumpulan data yang cermat, 4. memperoleh hasil dari pengujian hipotesis tentatif, 5. hasil pembuktian sebagai sesuatu yang dijadikan dasar untuk berbuat.

Langkah-langkah berpikir reflektif ini dipergunakan sebagai metode belajar dalam pendekatan pendidikan proyek dari John Dewey, yang sampai dengan tahun 50-an sangat populer. Belajar seperti halnya pendidikan adalah proses pertumbuhan, belajar, dan berpikir adalah satu. Dalam penyusunan bahan ajaran menurut Dewey hendaknya

memperhatikan syarat-syarat sebagai berikut: 1) Bahan ajaran hendaknya konkret, dipilih yang betul-betul berguna dan dibutuhkan, dipersiapkan secara sistematis dan mendetil, 2) Pengetahuan yang telah diperoleh sebagai hasil belajar, hendaknya ditempatkan, dalam kedudukan yang berarti, yang memungkinkan dilaksanakannya kegiatan baru, dan kegiatan yang lebih menyeluruh.

Bahan pelajaran bagi anak tidak bisa semata-rnata diambil dari buku pelajaran, yang diklasifikasikan dalam mata-mata pelajaran yang terpisah. Bahan pelajaran harus berisikan kemungkinan-kemungkinan, harus mendorong anak untuk bergiat dan berbuat. Bahan pelajaran harus memberikan rangsangan pada anak-anak untuk bereksperimen. Demikian- lah dengan bahan pelajaran ini, kita mengharapkan anak-anak yang aktif, anak-anak yang bekerja, anak-anak yang bereksperimen. Bahan pelajaran tidak diberikan dalam disiplin-disiplin ilmu yang ketat, tetapi merupakan kegiatan yang berkenaan dengan sesuatu masalah (problem). Peranan guru bukan hanya berhubungan dengan mata pelajaran, melainkan dia harus menempatkan dirinya dalam seluruh interaksinya dengan kebutuhan, kemampuan, dan kegiatan siswa. Guru juga harus dapat memilih bahan-bahan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan lingkungan. Metode mengajar merupakan, penyusunan bahan pelajaran yang memungkinkan diterima oleh para siswa dengan lebih efektif. Sesuatu metode tidak pernah terlepas dari bahan pelajaran, kita dapat membedakan cara berbuat, tetapi cara ini hanya ada sebagai cara berhubungan dengan bahan atau materi tertentu. Metode mengajar harus fleksibel dan menimbulkan inisiatif kepada para siswa. Sekolah merupakan suatu lingkungan khusus, bagian dari lingkungan manusia, yang mempunyai peranan dan fungsi khusus. Fungsi-fungsi khusus dari sekolah adalah: 1. Menyediakan lingkungan yang disederhanakan. Tidak mungkin kita memasukkan seluruh peradaban manusia yang sangat kompleks itu ke sekolah. Demikian pula, para siswa tidak mungkin dapat memahami seluruh masyarakat yang sangat kompleks itu. Itulah sebabnya sekolah merupakan masyarakat atau lingkungan hidup manusia yang disederhanakan. 2. Membentuk masyarakat yang akan datang yang lebih baik. Para siswa tidak belajar dari masa lampau, tetapi belajar dari masa sekarang untuk memperbaiki masa yang akan datang.

3. Mencari keseimbangan dari bermacam-macam unsur yang ada di dalam lingkungan. Sekolah mernberi kesempatan kepada setiap individu/siswa untuk memperluas lingkungan hidupnya. Sekolah sebagai lingkungan yang khusus hendaknya memberikan pengarahan sosial, dengan cara mendorong kegiatan-kegiatan yang bersifat intrinsik, dalam suatu arah yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, melalui imitasi, persaingan sehat, kerja sama, dan memperkuat kontrol. Dalam sekolah progresif, yaitu sekolah-sekolah yang menerapkan sistem Pendidikan Progresif dari John Dewey, sumber dari kontrol sosial terletak pada sifat kegiatannya yang berisikan kerja sama sosial. Di dalam kerja sama sosial ini, setiap siswa mempunyai kesempatan untuk memberikan sumbangan dan untuk memikul tanggung jawab. Sekolah dan kelas diciptakan sebagai suatu organisasi sosial. Di dalam organisasi sosial itu setiap siswa mempunyai kesempatan untuk memberikan sumbangan, melakukan kegiatan-kegiatan, berpartisipasi, semuanya itu merupakan control social. Di dalam kontrol sosial ini tidak ada peraturan umum, sebab kontrol sosial tidak datang dari luar, tetapi timbul dari kegiatannya sendiri. Tugas guru adalah memberikan bimbingan dan mengusahakan kerja sama secara individual. Para siswa dibagi dalam kelompok-kelompok, dan bekerja dalam kelompok, bahkan guru termasuk sebagai anggota kelompok. Tentu saja sebagai orang dewasa, is mempunyai tanggung jawab yang khusus, yaitu memelihara interaksi dan komunikasi, mendorong kelompok untuk melakukan kegiatan-kegiatan seperti dalam kehidupan masyarakat. Guru bukan atasan, penguasa, apalagi diktator, melainkan sebagai pemimpin dalam kegiatan kelompok.

B. Landasan Psikologis Dalam proses pendidikan terjadi interaksi antar-individu manusia, yaitu antara peserta didik dengan pendidik dan juga antara peserta didik dengan orang orang yang lainnya. Manusia berbeda dengan makhluk lainnya, karena kondisi psikologisnya. Manusia berbeda dengan benda atau tonaman, karena benda atau tanaman tidak mempunyai aspek psikologis. Manusia juga lain dari binatang, karena kondisi psikologis manusia jauh tinggi tarafnya dan lebih kompleks

peranan. Tugas utama yang sesungguhnya dari para pendidik adalah membantu perkembangan peserta didik secara optimal. Karakteristik perilaku individu pada tahap-tahap perkembangan. Pendidik atau guru melakukan berbagai upaya. Kondisi psikologis setiapµindividu berbeda. baik berlangsung melalui proses peniruan. yang tampak maupun yang tidak tampak. pengingatan. perilaku kognitif. juga karena perbedaan faktorfaktor yang dibawa dari kelahirannya. dan menciptakan berbagai . anak tetap berkembang. pengetahuan. lebih banyak menii liki kecakapan. baik. Perilakuperilaku tersebut merupakan manifestasi dari ciri-ciri kehidupannya. latar belakang sosial-budaya. interaksi antara anak dan guru pada jenjang sekolah dasar berbeda dengan jenjang sekolah lanjutan pertarna dan sekolah lanjutan atas. dan keterampilan dibandingkan dengan binatang. serta pola-pola perkembangan individu menjadi kajian Psikologi Perkembangan. penerapan.dibandingkan dengan binatang. Interaksi yang tercipta dalam situasi pendidikan harus sesuai dengan kondisi psikologis para peserta didik rnaupun kondisi pendidiknya. Peserta didik adalah individu yang sedang berada dalam proses perkembangan. Perkembangan atau kemajuan-kemajuan yang dialami anak sebagian besar terjadi karena usaha belajar. tetapi dengan pendidikan di sekolah tahap perkembangannya menjadi lebih tinggi dan lebih luas. Interaksi pendidikan di rumah berbeda dengan di sekolah. afektif. anak selalu berada dalam proses perkembangan.individu yang lainnya. Iterkat kemampuan-kemampuan psikologis yang lebih tinggi dan kompleks inilah sesungguhnya manusia menjadi lebih maju. Apa yang dimaksud dengan kondisi psikologis itu? Kondisi psikologis merupakan karakteristik psiko-fisik seseorang sebagai individu. perkembangan seluruh aspek kehidupannya. Sejak kelahiran sampai menjelang kematian. pembiasaan. Apa yang dididikkan dan bagaimana cara mendidiknya. Kondisi ini pun berbeda pula bergantung pada konteks. perlu disesuaikan dengan pola-poly perkembangan anak. pemahaman. maupun pemecahan masalah. dan status individu di antara individu. karena perbedaan tahap perkembangannya. yang din yatakan dalani berbagai bentuk perilaku dalani interaksi den gan lingkungannya. Tanpa pendidikan di sekolah. dan psikomotor.

pola-pola perkembangan dan kemampuan. Olson. Studi ini banyak diaralikan mempelajari perkembangan anak pada masa. anak clan berbagai tingkatan usia. seperti yang pernah dilakukan oleh Williard C. Studi yang demikian merupakan bidang pengkajian dari Psikologi Belajar. yaitu Psikologi Perkembangan dan Psikologi Belajar. pengalaman yang tidak menyenangkan pada masa balita ini dapat mengganggu perkembangan pada masa-masa berikutnya. a. Jadi. Psikologi perkembangan Psikologi Perkembangan membahas perkembangan individu sejak masa konsepsi. 1. serta perilaku mereka dilakukan oleh Sigmund Freud beserta para pengikutnya.. Metode cross sectional pernah -dilakukan oleh Arnold Gessel. Ia mempelajari perkembangan anak dilihat dari tuntutan akan tugas-tugas yang harus dihadapi dan dilakukan dalam masyarakat.kegiatan dengan dukungan berbagai alat bantu pengajaran agar anak-anak belajar. minimal ada dua bidang psikologi yang mendasari pengembangan kurikulum.masa sebelumnya. mencatat ciri-ciri fisik dan mental. memilih dan menerapkan metode pembelajaran serta teknik -teknik penilaian. dari saat lahir sampai dengan dewasa. Keduanya sangat diperlukan. Metode sosiologik digunakan oleh Robert Havighurst. cross sectional. yaitu masa pertemuan spermatozoid dengan sel telur sampai dengan dewasa. psikoanalitik. terutama pada masa kanak-kanak (balita). baik di dalam merumuskan tujuan. Cara belajar-mengajar mana yang dapat memberikan hasil secara optimal serta bagaimana proses pelaksanaannya membutuhkan studi yang sistematik dan mendalam. Studi longitudinal menghimpun informasi tentang perkembangan individu melalui pengamatan dan pengkajian perkembangan sepanjang masa perkembangan. Menurut mereka. Ia mempelajari beribu-ribu. atau studi kasus. Tuntutan akan . Metode dalam psikologi perkembangan Pengetahuan tentang perkembangan individu diperoleh melalui studi yang bersifat longitudinal. memilih dan menyusun bahan ajar. sosiologik.

tugas-tugas kehidupan masyarakat ini oleh Havighurst disebut sebagai tugas-tugas perkembangan (developmental tasks). Ada seperangkat tugas-tugas perkembangan yang harus dikuasai individu dalam setiap tahap perkembangan. Metode lain yang sering digunakan untuk mengkaji perkembangan anak adalah studi kasus. Dengan mempelajari kasus-kasus tertentu, para ahli psikologi perkembangan menarik beberapa kesimpulan tentang pola-pola perkembangan anak. Studi demikian pernah dilakukan oleh Jean Piaget tentang perkembangan kognitif anak. Individu apakah itu, anak ataupun orang dewasa merupakan kesatuan jasmani dan rohani yang tidak dapat dipisah -pisahkan dan menunjukkan karakteristik-karakteristik tertentu yang khas. Individu manusia adalah mesuatu yang sangat kompleks tetapi unik. Ia memiliki banyak aspek Neperti aspek jasmani, intelektual, sosial, emosional, moral, tetapi keseluruhannya membentuk satu kesatuan yang khas. Walaupun individu merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahpisahkan, untuk mempermudah penelitian, biasanya pembahasan dilakukan per aspek perkembangan. Hal itu berarti aspek tertentulah yang mendapatkan sorotan utama, yang menjadi fokus pengkajian, tetapi tidak berarti aspek-aspek lainnya diabaikan. Perkembangan anak adalah perkembangan seluruh aspek

kepribadiannya, tetapi tempo dan irama perkembangan masing-masing anak pada setiap aspek tidak selalu sama. Seorang anak mungkin lebih cepat

perkembangannya pada tahap tertentu, tetapi lambat pada tahap lainnya, atau perkembangan aspek tertentu lebih cepat dibandingkan dengan aspek lainrtya. Para ahli Psikologi Perkem- bangan tidak selalu mempunyai pendapat yang sama tentang perkembangan, baik secara menyeluruh maupun per aspek

perkembangan. Hal itu didasari oleh perbedaan asumsi yang menjadi titik tolaknya, atau perbedaan pendekatan yang mereka pakai, populasi yang digunakan, atau aspek perkembangan yang menjadi fokus. Adanya perbedaan perbedaan tersebut sering menimbulkan kebingungan pada para guru, tetapi justru akan memperluas dan memperkaya pengetahuan para pemakai teori teori perkembangan anak.

b. Teori perkembangan Dikenal ada tiga teori atau pendekatan tentang perkembangan individu, yaitu pendekatan pentahapan (stage approach), pendekatan diferensial (differential approach), dan pendekatan ipsatif (ipsative approach). Menurut pendekatan pentahapan, perkembangan individu berjalan melalui tahaptahap perkembangan. Setiap tahap perkembangan mempunyai karakteristik tertentu yang berbeda dengan tahap yang lainnya. Pendekatan diferensial melihat bahwa individu memiliki persamaan dan perbedaan. Atas dasar persamaan dan perbedaan tersebut individu dikategorikan atas kelompok-kelompok yang berbeda. Kita mengenal ada kelompok individu berdasarkan jenis kelamin, ras, agama, status sosial-ekonomi, dan sebagainya. Pengelompokan individu adakalanya juga didasarkan atas kesamaan karakteristiknya. Berkenaan dengan hal itu dikenal pengelompokan yang bersifat bipolar, seperti: Introvert-- ekstravert Dominan-- submisif agresif --pasif aktivitas tinggi-- aktivitas rendah kholerik ±melanholik

Kedua pendekatan tersebut berusaha untuk menarik atau membuat generalisasi yang berlaku untuk semua individu. Apakah dalam kenyataannya demikian? Dalam kenyataan seringkali ditemukan adanya sifatsifat individual, yang hanya dimiliki oleh seorang individu dan tidak dimiliki oleh yang lainnya. Pendekatan yang berusaha melihat karakteristik individu-individu inilah yang dikelompokkan sebagai pendekatan isaptif. Dari tiga pendekatan itu yang banyak dianut oleh para ahli Psikologi Perkembangan adalah pendekatan pentahapan. Pendekatan ini lebih disenangi karena lebih jelas menggambarkan proses ataupun.urutan perkembangan dan kemajuan individu. Di samping ketiga pendekatan itu, ada beberapa ahli yang mengombinasikan suatu pendekatan dengan pendekatan yang lain. Kombinasi ini sering dipandang dapat memperlengkap deskripsi tentang perkembangan individu.

Dalam pendekatan pentahapan, dikenal dua variasi. Pertama, pendekatan yang bersifat menyeluruh rnencakup segala segi perkembangan, seperti perkembangan fisik dan gerakan motorik, sosial, intelektual, moral, emosional, religi, dan sebagainya. Kedua, pendekatan yang bersifat khusus mendeskripsikan salah satu segi atau aspek perkembangan saja. Dalam pentahapan yang bersifat menyeluruh dikenal tahap-tahap perkembangan dari Jean Jacques Rousseau, G. Stanley Hall, Havighurst dan lain-lain. Rousseau membagi seluruh masa perkembangan anak a tas empat tahap perkembangan. Masa bayi (infancy), usia 0-2 tahun merupakan tahap perkembangan fisik, menurut Rousseau sebagai binatang yang sehat. Masa anak (childhood), usia 2-12 tahun, masa perkembangan sebagai manusia primitif. Masa remaja awal (pubescence), usia 12-15 tahun, masa bertualang yang ditandai dengan perkembangan intelektual dan kemampuan nalar yang pesat. Masa remaja (adolescene), usia 15-25 tahun masa hidup sebagai manusia yang beradab, masa pertumbuhan seksual, sosial, moral, dan kata hati. Stanley Hall adalah salah seorang ahli Psikologi Perkembangan penganut teori evolusi. Hall menerapkan teori rekapitulasi, salah satu konsep dalam teori evolusi, pada perkembangan anak. Menurut teori rekapitulasi, perkembangan individu merupakan rekapitulasi dari perkembangan spesiesnya (ontogeny recapitulates philogeny). Hall membagi keseluruhan masa perkembangan anak atas empat tahap. Masa kanakkanak (infancy), usia 0-4 tahun, merupakan masa kehidupan sebagai 1,matang melata dan berjalan. Masa anak (childhood), usia 4-8 tahun, masa pemburu. Masa Puer (youth), usia 8-12 tahun, masa manusia belum beradab. Masa remaja (adolescence), usia 12/13 tahun sampai dewasa, iiierupakan masa manusia beradab. Robert J. Havighurst menyusun fase-fase perkembangan atas dasar problema-problema yang harus dipecahkannya dalam setiap fase. Tuntutan akan kemampuan memecahkan problema dalam setiap fase perkembangan ini oleh Havighurst disebutnya sebagai tugas-tugas perkembangan (devel- opmental tasks). Havighurst membagi seluruh masa perkembangan anak atas lima fase, yaitu masa bayi (infancy) dari 0-1/2 tahun, masa anak awal (early childhood) 2/35/7 tahun, masa anak (late chilhood) dari 5 / 7-masa pubesen, masa adolesen awal

(early adolescence) dari pubesen ke pubertas, dan masa adolesen (late adolescence) dari masa pubertas sampai dewasa. Untuk setiap fase, perkembangan Havighurst menghimpun sejumlah tugas-tugas perkembangan yang harus dikuasai anak. Dikuasai atau tidak dikuasainya tugas-tugas perkembangan pada suatu fase berpengaruh bagi penguasaan tugas pada fase-fase berikutnya. Ada sepuluh kelompok tugas perkembangan yang harus dikuasai anak pada setiap fase yang membentuk pola, yaitu pola: 1. kebergantungan-keberdirisendirian, 2. memberi-menerima kasih sayang, 3. hubungan sosial, 4. perkembangan kata hati, 5. peran bio-sosio dan psikologis, 6. penyesuaian dengan perubahan badan, 7. penguasaan perubahan badan dan motorik, 8. belajar memahami dan mengontrol lingkungan fisik, 9. pengembangan kemampuan konseptual dan sistem simbol, 10. kemampuan melihat hubungan dengan alam semesta. Dalam pendekatan pentahapan yang bersifat khusus, kita mengenal pentahapanpentahapan dari Piaget, Kohlberg, Erikson, dan sebagainya. Jean Piaget mengemukakan tahap-tahap perkembangan dari kemam- puan kognitif anak. Dalam perkembangan kognitif menurut Piaget, yang terpenting adalah penguasaan dan kategori konsep-konsep. Melalui penguasaan konsepkonsep itu, anak mengenal lingkungan dan memecahkan berbagai problema yang dihadapi dalam kehidupannya. Ada empat tahap perkembangan kognitif anak menurut konsep Piaget, yaitu: 1. tahap Sensorimotor, usia 0-2 tahun; 2. tahap Praopersional, usia 2-4 tahun; 3. tahap Konkret Operasional, usia 7-11 tahun; 4. tahap Formal Operasional, usia 11-15 tahun. Tahap Sensorimotor disebut juga masa descriminating and labeling. Pada masa ini kemampuan anak terbatas pada gerak-gerak refleks, bahasa awal, waktu

sekarang, dan ruang yang dekat saja. Masa praoperasional atau prakonseptual disebut juga masa intuitif dengan kemampuan menerima perangsang yang terbatas. Anak mulai berkembang kemampuan bahasanya, pemikirannya masih statis dan belum dapat berpikir abstrak, persepsi waktu dan tempat masih terbatas. Masa konkret operasional disebut juga masa performing operation. Pada tahap ini anak sudah mampu menyelesaikan tugas-tugas menggabungkan, memisahkan, menyusun, menderetkan, melipat, dan membagi. Masa formal operasional disebut juga masa proportional thinking, pada masa ini anak sudah mampu berpikir tingkat tinggi. Mereka sudah mampu berpikir secara deduktif, induktif, menganalisis, menyintesis, mampu berpikir abstrak dan berpikir reflektif, serta memecahkan berbagai masalah. Lawrence Kohlberg mengembangkan suatu teori tentang perkembangan moral kognitif dengan mengacu kepada teori Piaget. Berdasarkan atas hasil-hasil penelitiannya yang cukup lama, Kohlberg menemukan ada tiga tahap perkembangan moral kognitif. Masing-masing tahap terdiri atas dua tingkatan sehingga seluruhnya meliputi enam tingkatan, yaitu: Tahap I Preconventional moral reasoning Tingkat 1. Obedience and punishment orientations Tingkat 2. Naively egoistic orientation Tahap II Conventional moral reasoning Tingkat 3. Good boy orientation Tingkat 4. Authority and social order maintenance orientation Tahap III Postconventional moral reasoning Tingkat 5. Contractual legalistic orientation Tingkat 6. Conscience or principle orientation Pada tahap prakonvensional, pertimbangan moral seseorang mengacu ke luar, kepada objek-objek dan peristiwa yang konkret dan bersifat fisik. Mereka belum mampu memberi pertimbangan moral atas standar sosial. Tingkat keputusan dan hukuman (obedience and punishment orientation) diwarnai oleh kecenderungan berbuat baik atau tidak berbuat salah karena takut akan hukuman. Acuan perbuatan adalah kekuasaan dan kekuatan. Mereka patuh karena takut dihukum, segala perbuatannya dikontrol oleh kekuatan-kekuasaan yang datang

dinilai sebagai perbuatan baik. Pranata dan aturan-aturan sosial bukan sesuatu yang absolut. Tingkat anak/orang baik.dari luar. tanpa mehhat atribut-atribut yang disandangnya. Tingkat keempat memelihara ketertiban dan peraturan masyarakat. Seseorang menghargai orang lain betul-betul sebagai manusia.analisis pengikut Sigmund Freud. pertimbangan moral pascakonvensi. Pada tingkat pertimbangan kata hati. sosial. unsur-unsur subjektif dari aturan sosial. Seseorang berbuat baik karena dia yakin bahwa perbuatan tersebut baik. Tahap ini meliputi dua tingkat. pertimbangan perbuatan baik atau jahat didasarkan atas persetujuan tidak tertulis antara pribadi dan masyarakat. bukan satu-satunya yang benar. Tahap ketiga. Pada tingkat legalistik kontraktual. Ia memusatkan studinya terhadap perkembangan psikososial. Seseorang tidak mencuri karena perbuatan mencuri akan merugikan orang lain. tetapi juga ada kebenaran-kebenaran lain. Tahap kedua adalah pertimbangan moral konvensional. Kalau seseorang berbuat untuk kepentingan orang lain atau orang banyak. Erick Homburger Erikson merupakan salah seorang tokoh psiko. yaitu tingkat pertimbangan legalistik kontraktual. Pada tahap ini pertimbangan moral didasarkan atas pandangan yang bersifat relatif. suatu perbuatan dipandang baik bila perbuatan lersebut sesuai dengan ketentuan atau peraturan yang ada dalam masyarakat. atau sejalan dengan tuntutan dan kebiasaan masyarakat. dan tingkat pertimbangan kata hati. Ada delapan tahap perkembangan psikososial menurut Erikson. yaitu tingkat sebagai anak baik dan tingkat memelihara ketertiban dan peraturan masyarakat. perilaku baik. dan . atau jahat dilihat dari penilaian orang lain. dan sebagainya. ekonomi. Tahap pascakonvensi mempunyai dua Inigkatan. prinsipprinsip yang mendasar. status ilmu. Tingkat kebaikan sebagai alat (naively egoitistic orientation) suatu perbuatan dipandang baik apabila menguntungkan atau memberi kesenangan kepada dirinya atau orang-orang yang dekat dengan dirinya. Pada tahap ini perilaku dinilai atas harapan orang lain atau orang banyak. apakah karena gelar. baik tidak baik didasarkan atas nilai-nilai yang bersifat universal. pangkat. Suatu perbuatan dipandang baik apabila sesuai dengan harapan orang banyak atau masyarakat.

which can be retained. and which is not simply ascribable to the process of growth. maupun psikomotor dan terjadi karena proses pengalaman dapat dikategorikan sebagai perilaku belajar. hlm. Peruhahan-perubahan perilaku yang terjadi karena instink atau karena kematangan serta pengaruh hal-hal yang bersifat kimiawi tidak termasuk belajar. afektif. Menurut Gagne (1965. Perkembangan psikososial (Diadaptasi dari Erikson. 166) PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL 2. Segala perubahan tingkah laku balk yang berbentuk kognitif. Banyak sekali definisi tentang belajar.1 BAGAN 3. Secara sederhana. seperti dapat dilihat pada Bagan 3.tahap-tahap tersebut paralel dengan tahap perkembangan psikososial dari Freud. hlm. Hilgard dan Bower menambahkan bahwa peruhahan itu terjadi . 1959. Psikologi belajar Psikologi belajar merupakan suatu studi tentang bagaimana individu belajar. "Learning is a change in human disposition or capability. 5) perubahan tersebut berkenaan dengan disposisi atau kapabilitas individu. belajar dapat diartikan sebagai perubahan tingkah laku yang terjadi melalui pengalaman.

Kalau seseorang menguasai hal-hal yang bersifat umum okan mudah ditransfer atau diaplikasikan kepada halhal lain yang bersifat khusus. provided that the characteristics of the change in activity cannot be explaned on the basis of native response tendecies. dan apersepsi.g. Hunt (1980. Menurut Morris L. Menurut rumpun teori disiplin mental dari kelahirannya atau secara herediter. 1966. dan Cognitive Gestalt Field. mengingat. latihan bagian.karena individu berinteraksi dengan lingkungannya. Bigge dan Maurice P. atau aspek tertentu. naturalisme. anak telah memiliki potensi-potensi tertentu. 2). maturation. Menurut teori ini individu atau anak mempunyai sejumlah daya mental seperti daya untuk mengamati. . Menurut mereka belajar adalah : The process by which an activity originates or is changed throught reacting to an encountered situation. Potentsi-potensi perlu d ilatih agar berkembang. Ada beberapa teori yang termasuk rumpun disiplin mental yaitu: disiplin mental theistik. drug etc. fatigue. or temporary states of the organism (e. 226-227) ada tiga keluarga atau rumpun teori belajar. Teori disiplin mental humanistik bersumber pada psikologi humanisme klasik dari Plato dan Aristoteles. sebagai reaksi terhadap situasi yang diliadapinya. memecahkan masalah. Belajar merupakan upaya untuk mengembangkan potensi-potensi tersebut. disiplin mental humanistik. Teori ini hampir sama dengan teori pertama bahwa anak memiliki potensi-potensi. clan sebagainya. Perbedaannya dengan teori disiplin mental IIu teori tersebut menekankan bagian-bagian. hlm.) (Iiilgard dan Bower. Pendidikannya menekankan pendidikan umum (Neneml education). keutuhan. Teori disiplin mental theistik berasal dari Psikologi Daya. Masih banyak definisi tentang belajar dan definisi-definisi tersebut bersumber pada teori-teori belajar tententu. Belajar merupakan proses melatih daya-daya tersebut. hlm. berpikir. Teori disiplin mental humanistik lebih menekankan keseluruhan. Kalau dayadaya tersebut terlatih maka dengan mudah dapat digunakan untuk menghadapi atau memecahkan berbagai masalah. menanggap. yaitu teori disiplin mental. behaviorisme.

disebut juga Herbartisme. Rumpun atau kelompok teori belajar yang kedua adalah Behaviorisme yang biasa juga disebut S-R Stimulus-Respons. Perkembangan anak ditentukan oleh faktor-faktor yang berasal dari lingkungan.Teori naturalisme atau natural unfoldment atau self actualization. Kesan indah yang diterima individu dapat . atau masyarakat. Kelompok ini mencakup tiga teori yaitu S-R Bond. budaya. Setangkai bunga dapat merupakan suatu stimulus dan direspons oleh mata dengan cara meliriknya. kehidupan ini tunduk kepada hukum stimulus-respons atau aksi-reaksi. Agar anak dapat berkembang dan mengaktualisasikan segala potensi yang dimilikinya pendidik atau guru perlu menciptakan situasi yang permisif yang jelas. Perkembangan anak menyangkut nyata yang dapat dilihat. Lingkunganlah. religi yang membentuknya. ia dapat belajar sendiri dan mencapai perkembangan secara optimal. dan Reinforcement. Menurut konsep mereka. Kelebihan dari teori ini adalah mereka berasumsi bahwa individu bukan saja mempunyai potensi atau kemampuan untuk berbuat atau melakukan berbagai tugas. Kelompok teori ini berangkat dari asumsi bahwa anak atau individu tidak memiliki/ membawa potensi apa-apa dari kelahirannya. Melalui situasi demikian. diamati. Sama dengan kedua teori sebelumnya bahwa anak mempunyai sejumlah potensi atau kemampuan. tetapi juga memiliki kemauan dan kemampuan untuk belajar dan berkembang sendiri. Hasil dari suatu perbuatan belajar disimpan dan membentuk suatu massa apersepsi. lingkungan manusia. sekolah. Demikian seterusnya semakin tinggi perkembangan anak. Teori belajar yang keempat adalah teori apersepsi. Teori ini berpangkal dari Psikologi Naturalisme Romantik dengan tokoh utamanya Jean Jacques Rousseau. apakah lingkungan keluarga. Conditioning. dan massa apersepsi ini digunakan untuk mempelajari atau menguasai pengetahuan selanjutnya. alam. semakin tinggi pula massa apersepsinya. bersumber pada Psikologi Strukturalisme dengan tokoh utamanya Herbart. Teori S-R Bond (Stimulus-Responce) bersumber dari Psikologi Koneksionisme atau teori asosiasi dan merupakan teori pertama dari rumpun Behaviorisme. Menurut aliran ini belajar adalah membentuk massa apersepsi. Anak mempunyai kemampuan untuk mempelajari sesuatu. Kelompok teori ini tidak mengakui sesuatu yang bersifat mental.

dan makan malam. pujian. kalpataru. piala. Teori ketiga adalah reinforcement dengan tokoh utamanya C. Tokoh utama teori ini adalah Edward L. Di dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali contoh reinforcement kita temukan seperti pemberian pujian. Teori ini berkembang dari teori psikologi. reinforcement. hubungan antara stimulus dan respons akan terbentuk apabila sering dilatih atau diulang -ulang. hlm. supaya pada kegiatan belajarnya akan Iebih giat dan sungguh-sungguh. Menurut hukum akibat (law of effect). siang. Thorndike. serta lencana sampai dengan parasamya. Belajar atau pembentukan hubungan antara stimulus dan respons perlu dibantu dengan kondisi tertentu. hadiah. insentif. Di samping reinforcement positif seperti itu dikenal pula . Angka tinggi. Teori kedua dari rumpun behaviorisme adalah conditioning atau stimulusresponce with conditioning. medali. piagam penghargaan. Karena anak belajar sungguh-sungguh (stimulus) selain is menguasai apa yang dipelajarinya (respons) maka guru memberi angka tinggi.L. merupakan perkembangan lebih lanjut dari teori S-R Bond dan conditioning. terdiri atas rentetan hubungan stimulus respons.merupakan stimulus yang mengakibatkan terespons memetik bunga tersebut. demikian terjadi setiap hari dan setiap saat pertukaran jam pelajaran. Bunyi bel menjadi kondisi bagi anak sebagai tanda memulai pelajaran di sekolah. Selanjutnya. Belajar adalah upaya untuk membentuk hubungan stimulus respons sebanyakbanyaknya. 273). hukum latihan atau pengulangan. mungkin juga hadiah. Kalau pada teori conditioning. Sebelum anakanak masuk kelas dibunyikan bel. pujian dan hadiah merupakan reinforcement. demikian juga dengan waktu makan pagi. Tokoh utama teori ini adalah Watson. Ada tiga hukum belajar yang sangat terkenal dari Thorndike. dan bintang mahaputra. terkenal dengan percobaan conditioning pada anjing. 1980. maka pada reinforcement kondisi diberikan pada respons. Menurut hukum kesiapan. bonus. yaitu Law of readness. Hull. hubungan antara stimulus dan respons akan terbentuk atau mudah terbentuk apabila telah ada kesiapan pada sistem syaraf individu. adipura. law of exercise or repetition dan law of effect (Bigge dan Thurst. kondisi diberikan pada stimulus. hubungan stimulus dan respons akan terjadi apabila ada akibat yang menyenangkan. Demikian halnya dengan belajar.

ancaman. litikuman. Pemahaman yang bermutu tinggi (tingkat tinggi) adalah pemahaman yang telah teruji. Menurut mereka belajar adalah proses mengembangkan insight atau pemahaman baru atau mengubah pemahaman lama. Dalam lapangan ini selalu ada tujuan yang ingin dicapai. Pemahaman terjadi . ada motif yang ilit‡iidorong pencapaian tujuan dan ada hambatan-hambatan yang harus diatasi. imajinatif.. termasuk struktur tubuhnya sendiri.. hlm.reinforcement negatif untuk mencegah atau menghilangkan suatu perbuatan yang kurang baik atau tidak disetujui masyarakat. mampu memecahkan berbagai masalah. oleh karena itu sering dikatakan . Individu selalu berada dalam suatu lapangan psikologis yang oleh Lewin disebut life space. Menurut mereka. teguran. Pemahaman tingkat tinggi memungkinkan seseorang bertindak inteligen. Aliran ini bersumber dari Psikologi Gestalt Held. berwawasan luas. dengan tokoh utamanya Kurt Lewin. individu selalu berinteraksi dengan lingkungan. Perbuatan individu selalu terarah kepada pencapaian sesuatu tujuan.. Belajar merupakan usaha untuk mengembangkan pemahaman tingkat tinggi. Pemahaman atau insight merupakan citra 11. insight is the sensed way through or solution of a problematic situation. Gestalt Field melihat bahwa belajar itu merupakan perbuatan yang bertujuan. Perbuatan individu selalu bertujuan. fakta.1ri atau perasaan tentan g pola-pola atau hubungan. sanksi.ipabila individu menemukan cara baru dalam menggunakan unsur-unsur . To state it differently. proses. dan kreatif. dan sebagainya. pemotongan gaji. Contoh reinforcement negatif adalah: peringatan. (Bigge dan Hunt. ataupun ide dalam berbagai situasi.1ng ada dalam lingkungan. Teori belajar Goal Insight berkembang dari psikologi configurationlism. We might say that an insight is a kind of intelligent feel we get about a situation that permits us to continue to strive actively to serve our purposes. Teori belajar pertama dari rumpun ini adalah teori insight. 1980. Rumpun ketiga adalah Cognitive Gestalt Field. Teori belajar cognitive field bersumber pada psikologi lapangan (field psikology). penundaan kenaikan pangkat. diarahkan kepada pembentukan hubungan dengan lingkungan. yang berisi kecakapan menggunakan suatu objek. riksploratif. 293).

sebab dirinya dan orang lain serta lingkungannya merupakan suatu kesatuan. Lapangan psikologis terbentuk oleh interelasi yang simultan dari orang-orang dan lingkungan psikologisnya di dalam suatu situasi. Setiap orang berusaha mencapai tingkat perkembangan dan pemahaman yang terbaik. belajar merupakan suatu proses interaksi. fungsi inteligensi dan bahasa dalam perkembangan belajal Selanjutnya diuraikan pula hal-hal yang harus diperhatikan dalam belajar seperti motivasi belajar. cara bertanya dan menjawab serta cara-cara meningkatkan ingatan Pada bagian akhir buku ini.A. Buku ini menguraikan dasar-dasar pemahaman tentang belajar dan bagaimana memperbaiki proses belajar. C.perbuatan individu adalah purposive. (1972). Bagi penganut cognitive field. Aspek ini dalam teori belajar cognitive field berkenaan dengan bagaimana individu memahami dirinya dan lingkungannya. Pada bagian pertama buku ini diuraikan tentang konsep dan kebutuhan untuk memahami proses belajar. Dalam membimbing proses belajar. Tingkah laku seseorang pada suatu saat merupakan fungsi dari semua faktor yang ada yang saling bergantung pada yang lain. macam -macam belajar dan peranan siswa dalam belajar. Understanding School Learning. Pada bagian berikutnya dijelaskan struktur dan transfer dalam belajar clan perkembangan. Istilah congnitive berasal dari bahasa Latin "cognoscre" yang berarti 'mengetahui (to know)'. relevansi apa yang dipelajari dengan kebutuhaii siswa. bagaimana ia menggunakan pengetahuan dan pengenalannya serta berbuat terhadap lingkungannya. . Apabila ia telah berhasil mencapai sesuatu tujuan maka timbul tujuan lain yang ingin dicapai dan berada dalam life space baru. Micahel J. Buku Acuan Have. di dalam lapangan psikologisnya masing-masing. dalam proses interaksi tersebut ia mendapatkan pemahaman baru atau menemukan struktur kognitif lama. guru harus mengerti akan dirinya dan orang lain. New York: Harper & Row Pub. hasil belajar. dijelaskan pengajaran berprogram. peranali teknologi dalam belajar serta berbagai upaya guru untuk meningkatkol.

analisis prilaku. sosiologi. Learning and Teaching Concept. (1976). Play merupakan fenomena kehidupan yang sering ditafsirkan sebagai 1. R. transfer thin perluasan konsep.Hodgkin. Ada 4 model yang dapat melancarkan kegiatan belajar. serta bagaimana menyusun suatu model pengajaran yang disesuaikan dengan livrkembangan dan perbedaan individual siswa. dan simbol. serta motivasi dalam perkembangan belajar konsep. Pada bagian pertama hiiku ini diuraikan teori belajar dan perkembangan konsep. yaitu: interpersonal. meliputi iiuktur kognitif. Problem dalam pengetahuan inanusia selalu ingin tahu. iconic. Bom Curious. tetapi teori bersifat statis. Pada bagian akhir diuraikan cara-cara pelaksanaan dan pengelolaannya. New Perspectives in Educational Psychology. Play berkembang menjadi skill dan toys I. yang meliputi analisis isi. ada heberapa komponen dari suatu teori yaitu: play. Herbert J. Pendekatan ini menolak pandangan pendidikan bahwa anak pasif dan statis. Teori pendidikan menurut pengarang tersumbat dalam tiga disiplin ilmu: filsafat. London: John Wiley & Sons. Yang dibahas dalam tulisan ini adalah suatu pendekatan dari exploration theory. proses kegiatan mental dalam belajar konsep. penyusunan pengajaran dan tes. . New York. Buku ini berusaha untuk menyatukan ketiganya. skill. Tiga hal tersebut harus disatukan dan kombinasikan menjadi satu. New York: Academic Press. a Strategy for Testing Applications of Theory. dan semiotic.vrkembang menjadi tools.A. analisis pengajaran. Menurut penulis. dan psikologi. Buku ini membahas teori belajar dan perkembangan kognitif. tools.etiadaan daripada keberadaan. enactive. Klausmeyer . (1980). melalui penggunaan simbol yang konkret dapat iliabstraksi. lingian selanjutnya menguraikan penyusunan model pengajaran yang atas perbedaan individual. toys. Toys merupakan bagian dari kebudayaan µang tetap berada pada taraf play. yang bertolak dari pandangan bahwa siswa atau anak adalah aktif dan suka bertanya.

dengan segala karakteristik dan kekayaan budayanya. dan perkembangan masyarakat tersebut. Karena tujuan pendidikan mengandung nilai. Generasi muda perlu mengenal dan memahami apa yang ada dalam masyarakat. Proses pendidikannya juga harus bersifat membina dan mengembangkan nilai. maka isi pendidikan harus memuat nilai. Pendidikan dan Masyarakat Ada tiga sifat penting pendidikan. Kita ketahui bahwa pendidikan mempersiapkan generasi muda untuk terjun ke lingkungan masyarakat. keterampilan serta nilai-nilai untuk hidup. A. dan mampu membangun masyarakatnya. isi. pendidikan diarahkan pada kehidupan dalam masyarakat. Anak-anak berasal dari masyarakat. kekayaan. Kehidupan masyarakat. memiliki kecakapan untuk dapat berpartisipasi dalam masyarakat. Sebagai suatu rancangan. Oleh karena itu. PERKEMBANGAN ILMU DAN TEKNOLOGI DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM Kurikulum dapat dipandang sebagai suatu rancangan pendidikan. Pendidikan bukan hanya untuk pendidikan. kurikulum menentukan pelaksanaan dan hasil pendidikan. maupun proses pendidikan harus disesuaikan dengan kondisi. menjadi landasan dan sekaligus acuan bagi pendidikan. pendidikan mengandung nilai dan memberikan pertimbangan nilai. tetapi memberikan bekal pengetahuan. kita tidak mengharapkan muncul manusiamanusia yang lain dan asing terhadap masyarakatnya. mengerti. bekerja dan mencapai perkembangan lebih lanjut di masyarakat.BAB 4 LANDASAN SOSIAL-BUDAYA. dan diarahkan bagi kehidupan dalam masyarakat pula. Pendidikan bukan hanya untuk pendidikan. Dengan pendidikan. tetapi rnenyiapkan anak untuk kehidupan dalam masyarakat. baik sebagai warga maupun sebagai . tujuan. Hal itu disebabkan karena pendidikan diarahkan pada pengembangan pribadi anak agar sesuai dengan nilai nilai yang ada dan diharapkan masyarakat. Pertama. mendapatkan pendidikan baik formal maupun informal dalam lingkungan masyarakat. Kedua. karakteristik. tetapi manusia yang lebih bermutu.

lingkungan alam. Tujuan umum pendidikan sering dirumuskan untuk menyiapkan generasi muda menjadi orang dewasa anggota masyarakat yang mandiri dan produktif. Proses pendidikan merupakan bagian dari proses kehidupan masyarakat. personalia. Tuntutan sosial adalah harapan orang dewasa agar anak mampu bertingkah laku. keamanan. Tuntutan individual merupakan harapan orang dewasa agar generasi muda dapat mengembangkan pribadinya sendiri. Sistem sosial-budaya pada suatu daerah juga berbeda dari suatu periode waktu dengan waktu yang lainnya. politik. Hal itu merefleksikan konsep adanya tuntutan individual (pribadi) dan sosial dari orang dewasa kepada generasi muda. pelaksanaan pendidikan dipengaruhi dan didukung oleh lingkungan masyarakat tempat pendidikan itu berlangsung. karena adanya perbedaan sistem sosialbudaya. Sistem sosial-budaya di daerah perkotaan berbeda dengan di pedesaan. moral yang mengatur cara berkehidupan dan berperilaku para warga masyarakat. di daerah pesisir berbeda dengan di pegunungan. Pendidikan dalam suatu lingkungan masyarakat tertentu berbeda dengan lingkungan masyarakat lain. sistem sosial budaya. peraturan. tetapi pelaksanaan pendidikan bersifat lokal. . Konsep pendidikan bersifat universal. serta antara lembaga dan lembaga. Ketiga. Tatanan nilai merupakan seperangkat ketentuan.karyawan. mengembangkan segala potensi dan kemampuan yang dimilikinya. di pusat perindustrian berbeda dengan di daerah pertanian. Pelaksanaan pendidikan m embutuhkan dukungan dari lingkungan masyarakat. Setiap lingkungan masyarakat masing-masing memiliki sistem sosialbudaya yang berbeda. disesuaikan dengan situasi dan kondisi masyarakat setempat. Nilai-nilai tersebut bersumber dari agama. penyediaan fasilitas. karena masyarakatnya berkembang. berbuat dan hidup dengan baik dalam berbagai situasi dan lingkungan masyarakat. karena pendidikan sangat melekat dengan kehidupan masyarakat. hukum. kehidupan politik. dan lain-lain. Kehidupan masyarakat berpengaruh terhadap proses pendidikan. budaya. Sistem sosial-budaya ini mengatur pola kehidupan dan pola hubungan antar-anggota masyarakat. serta sarana dan prasarana yang ada. Salah satu aspek yang cukup penting dalam sistem sosial-budaya adalah tatanan nilai-nilai. antara anggota dan lembaga.

dan lain-lain. cara bermasyarakat. pendidikan merupakan suatu proses kebudayaan. sehingga tidak jarang menimbulkan perbedaan bahkan konflik nilai. Proses pembudayaan tidak dapat berlangsung secara sendirian. Konflik nilai bisa juga diakibatkan adanya perbedaan sudut pandang karena adanya variasi sumber-sumber nilai tersebut. Sejalan dengan perkembangan masyarakat maka nilai-nilai yang ada dalam masyarakat juga selalu berkembang. Dalam arti yang lebih mendasar. kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks. sekolah. interaksi dengan lingkungan. dan mungkin pada suatu saat perkembangan begitu drastis. adat-istiadat. di daerah gurun pasir berbeda dengan di daerah padang rumput atau rawa. menentukan jenis interaksi dan tingkat partisipasinya dalam proses pembudayaan. kemasyarakatan. Kehidupan masyarakat tidak dapat terlepas dari tempat masyarakat itu berada. dan lain-lain. turut serta dalam peradaban masa sekarang dan membuat peradaban masa yang akan datang. Lingkungan alam dan keadaan geografis mempengaruhi perilaku dan pola hidup para anggota masyarakat. jenis kelamin. Pendidikan merupakan bagian dari kebudayaan. Setiap generasi manusia menempatkan dirinya dalam urutan sejarah kebudayaan. cara berpikir. Masalah tempat menyangkut lingkungan alam dan keadaan geografis. Demikian juga masyarakat di daerah kepulauan berbeda dengan di daerah daratan. kepercayaan. Masyarakat yang hidup di daerah tropis berbeda pola hidupnya dengan di daerah subtropis atau daerah dingin. cara bekerja. melalui pendidikan manusia mengenal peradaban masa lalu. melainkan harus dalam interaksi dengan orang lain. Kondisi alam dan geografis mempengaruhi cara hidup. moral. . hukum. Status dan peranan manusia dalam kelompok. yang meliputi pengetahuan. Perbedaan ataupun konflik nilai tersebut dilatarbelakangi oleh perbedaan tatanan yang berakar pada perbedaan pola-pola kebudayaan Menurut Tylor (1871). kesenian. serta kemampuan dan kebiasaan yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat. pekerjaan.maupun dari segi-segi kehidupan lainnya. Menurut Israel Scheffler (1958). cara mempertahankan diri. apakah kelompok usia.

dan segi-segi kehidupan yang lainnya. yang sangat berharga baik bagi kepentingan bisnis.Kehidupan masyarakat juga dipengaruhi oleh tingkat kemajuan yang telah dicapainya. sosial-budaya. pertentangan atau konflik antarsektor sosial-budaya adakalanya juga terjadi. komunikasi cepat. B. Komunikasi sangat cepat. Pertemuan antarsuku bangsa. mobilitas manusia dan barang sangat tinggi. meningkatkan pemerataan pembangunan. tradisi. dan akurat memudahkan perolehan informasi. Perubahan yang cepat hampir terjadi dalam semua aspek kehidupan. maupun hobi. Melalui proses alkulturalisasi. antarbangsa. nilai-nilai. Masyarakat yang telah mencapai tingkat kemajuan yang tinggi dalam segi ilmu. teknologi. masyarakat kita dewasa ini berkembang sangat cepat menuju masyarakat terbuka. dan lain-lain malah terjadi pembauran suku. Maka it'rjadilah proses pembauran budaya. rekreasi. sikap. pemerintahan. . Perkembangan Masyarakat Salah satu ciri dari masyarakat adalah selalu berkembang. penelitian. politik. ekonomi. dan akurat. membuka daerah-daerah yang terisolasi. kemampuan masyarakat makin sering terjadi. komunikasi. telekomunikasi dan elektronika. Mobilitas yang tinggi mempercepat pertemuan antarsuku dan antarbangsa. bangsa. tetapi pada masyarakat lainnya agak lambat bahkan lambat sekali. minat. Di samping pembauran. ideologi. ekonomi. pengetahuan. semangat. dan antarras dengan berbagai kebudayaan. sosial-budaya. mempengaruhi pengetahuan. Perubahanperubahan masyarakat ini akan mempengaruhi perkembangan setiap individu warga masyarakat. aspirasi. pertentangan atau konflik-konflik ini berangsurangsur berkurang. lancar. akan memiliki sistem dan fasilitas yang lebih mapan dibandingkan dengan masyarakat yang kemajuannya rendah. terutama teknologi industri transportasi. lancar. kecakapan. Karena adanya pengaruh dari perkembangan teknologi. atau ras. Sistem dan fasilitas yang tersedia akan mempengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat. perubahan-perubahan terjadi dengan cepat. masyarakat informasi dan global. Mungkin pada masyarakat tertentu perkembangannya sangat cepat. Dalam kondisi masyarakat demikian. kebiasaan bahkan pola-pola hidup mereka. nilainilai etik dan estetik.

tetapi sedikit orang dengan kemampuan tinggi. Pola kehidupan agraris memiliki kesamaan. kebijakan baru yang melahirkan produk dan layanan baru selalu muncul. perubahan yang lamban. Oleh karena itu. Oleh karena itu. Diversifikasi pekerjaan dan tugas-tugas dalam satu pekerjaan melahirkan spesialisasi yang menuntut profesio.1. lebih mewarnai kehidupan dalam masyarakat industri. yang menuntut konsentrasi perhatian dan kegiatan. sifat-sifat yang dimiliki masyarakatnya jauh berbeda. . malah bisa bekerja siang dan malam. Pola padat karya yang dikerjakan secara gotong royong dalam kehidupan agraris telah beralih pada padat teknologi yang dikerjakan secara profesional. Penggunaan peralatan berteknologi tinggi tidak menuntut banyak orang. Dalam pola kehidupan industri perubahan sangat cepat terjadi. Dalam pola kehidupan masyarakat industri. hidup yang lebih santai. dan sebagainya. Perubahan pola pekerjaan Karena pengaruh perkembangan teknologi maka terjadi perubahan yang cukup drastis dalam pola pekerjaan. Penerapan teknologi di bidang industri relatif lebih maju dibandingkan di bidang pertanian. Hal itu mengakibatkan adanya keragaman tugas dan pekerjaan. baik dengan sesama karyawan maupun dengan waktu atau prestasi sebelumnya. atau dingin). menghadapi mesin dan peralatan lain yang berbeda. diganti dengan kerja sama sesuai dengan alur kerja. sifat gotong royong mulai menipis. dan menuntut profesionalisme yang lebih tinggi pula. rasa kerja sama yang tinggi. berubah dari kehidupan yang berpola agraris ke pola kehidupan industri. tetapi karena dunia industri berorientasi pada pasar. Bekerja di bidang industri tidak lagi bergantung pada musim (hujan atau kemarau. Sifat kompetitif. diganti dengan pola kerja keras mengejar target meningkatkan produksi. strategi. Dalam bekerja di sektor industri telah ada pembagian tugas masingmasing. Dengan demikian. hidup santai telah ditinggalkan. terutama di perkotaan sering terjadi loncatan.nalisme dalam setiap spesialisasi tersebut. bisa bekerja sepanjang masa. panas. cara kerja yang teratur. Tugas-tugas dalam suatu spesialisasi sering tidak dipahami oleh spesialisasi lain. Perubahan ini bukan saja karena adanya peralatan baru atau jenis pekerjaan yang baru. taktik. Masyarakat secara berangsur-angsur.

Tugas yang banyak menyita waktu. Memang banyak pekerjaan-pekerjaan tertentu yang lebih berhasil bila dikerjakan oleh wanita. Keadaan ini membawa beberapa implikasi. Hal itu bisa mengakibatkan keluarga tidak harmonis. berkarya. Diperkuat dengan perubahan pandangan tentang kedudukan wanita. menyelesaikan tugas-tugas pekerjaan dan tugas-tugas keluarga.duanya. Sampai batas tertentu masih tetap harus melayani suami. tenaga. Wawasan dan pengetahuan mereka menjadi lebih luas. pendidikan anak terbengkalai. Wanita memiliki peluang yang sama dengan pria. dan berkreasi dibandingkan apabila hanya bekerja di rumah tangga. sebagai istri dan ibu. dan mungkin terjadi . Masalah pertama berkenaan dengan kehidupan sosial-pribadi wanita. baik bagi kehidupan sosial-pribadi para wanita. mendidik anak. maupun dalam situasi kerja. bagaimanapun akan menelantarkan pelaksanaan tugas-tugasnya dalam rumah tangga. Wanita yang bekerja apabila telah menikah mempunyai tugas ganda. sejumlah masalah dan kesulitan juga muncul. Dengan bekerja di luar rumah. bahkan kedua. tidak bisa dilepaskan dari kodratnya sebagai wanita. sehingga kesejahteraan ekonomi keluarga menjadi lebih baik. kesejahteraan rumah tangga terabaikan. wanita tidak lagi hanya bekerja di rumah. Penyelesaian kedua tugas tersebut bukan masalah ringan. membutuhkan pemikiran dan tenaga yang dengan sedikit ketidakmampuan membagi tugas dapat membengkalaikan salah satu tugas. Wanita yang bekerja juga dapat menambah penghasilan keluarga. kehidupan keluarga. Di samping sejumlah kebaikan dari para wanita yang bekerja. Perubahan peranan wanita Dewasa ini jumlah wanita yang berpendidikan relatif seimbang dengan dengan pria. potensi-potensi yang dimilikinya dapat diwujudkan dan disalurkan. dan mengatur rumah tangga. sebagai akibat ernansipasi yang membuka kesempatan kepada kaum wanita untuk memperoleh pendidikan. Masalah kedua berkenaan dengan kehidupan keluarga. Wanita betapapun tinggi tingkat pendidikan dan jabatan yang dipegangnya. mengurus anak dan keluarga seperti pada pola kehidupan lama. wanita lebih bebas bergerak.2. dan perhatian dalam pekerjaan atau karier. Kehadiran wanita dalam lingkungan kerja juga dapat menimbulkan suasana lain dibandingkan apabila semua karyawannya pria. bekerja hampir pada seluruh sektor pekerjaan.

melainkan dari Senin sampai Minggu dan pulang seminggu sekali. Mereka lebih banyak . Kalau karyawati itu belum berkeluarga atau melepaskan din i dari tugas-tugas rumah tangga. dan berkompetisi. pemikiran.1tau lebih parah sebagai tempat bertengkar. Dalam lingkungan kerja yang ada wanita dan pria. berprestasi. Dalam masyarakat modern. Masalah ketiga berkenaan dengan situasi pekerjaan. Bila tidak maka hambatan karier yang akan terjadi. Pekerjaan atau karier bukan tempat beristirahat. atau pecah secara lungsi tidak bercerai tetapi masing-masing pihak tidak melaksanakan lungsi yang semestinya. keluarga. Bagaimanapun dalam situasi kerja akan terjadi konkurensi. Bekerja bukan lagi dari Senin sampai Jumat dan pulang tiap hari. anak juga mempunyai masalah sendiri. maupun unit kerja. Anak-anak yang belum bersekolah tinggal di rumah bersama pembantu. Situasi ini dapat menimbulkan konflik berkepanjangan.00 bahkan lebih. Pola kerja masyarakat modern (industri) menuntut waktu kerja yang tidak teratur. Situasi demikian menuntut sikap. mulai dari pelecehan sampai dengan skandal. tetapi tempat berkarya.00.00. melebihi waktu biasa. berkreasi. Rumah hanya berfungsi sebagai tempat parkir . 3. kenyataannya jam kerja kadang-kadang sampai pukul 22.perpecahan keluarga (brooken home). tetapi mungkin juga dialami oleh para ibu/istri. pecah secara struktur yaitu cerai antara suami dan istri. Hal seperti itu mungkin hanya dialami oleh para bapak/suami. Dalam keluarga. apalagi bila latar belakang pendidikan dan kemampuan terasa sama. bahkan beberapa minggu tidak pulang. Masalah tersebut akan bertambah lagi apabila terjadi situasi-situasi yang tidak sehat atau menyimpang. penampilan. Hal ini tentu menimbulkan masalah. bahkan oleh kedua-duanya. mungkin tuntutan pekerjaan tersebut dapat dipenuhi secara optimal. orang tidak lagi bekerja dari pukul 7. tidak semua pria menerima kedudukan di bawah wanita. dan unjuk kerja yang optimal. baik bagi wanita yang bersangkutan. Perubahan kehidupan keluarga Perkembangan kehidupan keluarga sejalan dengan perkembangan masyarakat. Walaupun ketentuan sampai pukul 16. bisa saja terjadi hal-hal yang tidak diharapkan.00 sampai pukul 14. Perpecahan keluarga ada dua macam.

umumnya berada di luar rumah untuk menyelesaikan tugas sekolah atau bergaul dengan teman.\ Banyaknya waktu yang digunakan untuk bekerja akan seimbang dengan penghasilan yang diperoleh. Phythagoras. semua kebutuhan hidup terpenuhi. Masa setelah abad pertengahan sering disebut zaman modern.A. penghasilan mereka jauh lebih banyak. Apalagi bila suami dan istri bekerja. bisa terjadi rumah hanya berfungsi sebagai tempat parkin Dalam situasi demikian. beberapa masalah juga dihadapi dalam kehidupan keluarga. seperti Thales. Euclid. Kesibukan kerja/karier dalam batas-batas wajar memungkinkan anggota keluarga melaksanakan tugasnya dengan baik. Fasilitas keluarga lebih lengkap dan lebih baik. Hubungan harmonis antara suami dan istri. Aristarhus yang hidup sebelum Masehi. Kesibukan di luar batas kewajaran bisa mengorbankan pelaksanaan fungsi-fungsi keluarga. C. demikian juga ibu dan anak. Demokritos.hidup dan bergaul dengan pembantu daripada dengan orang tuanya. berbagai masalah keluarga bisa timbul. Perkembangan Ilmu Pengetahuan Sejak abad pertengahan ilmu pengetahuan berkembang dengan pesat. Socrates. Anak yang bersekolah sebagian waktunya digunakan di sekolah. sampai kepada A1-Khawarizmi yang hidup pada abad ke-9. Plato. Perkembangan ilmu pengetahuan modern tidak dapat dilepaskan dari peranan ilmuwan Muslim. Perkembangan ilmu pengetahuan pada masa ini banyak didasari oleh penemuan dan basil pemikiran para filsuf purba. Karena sangat sibuknya setiap anggota keluarga. Leucipos. Archimides. Kesempatan anak remaja di rumah lebih sedikit. Qodir. Aristoteles. tetapi sebagian besar digunakan di rumah atau di luar rumah dengan teman-temannya. bahkan mungkin hilang. Bapak tidak lagi melaksanakan tugas sebagai kepala keluarga. seperti dikemukakan Briffault dalam Making of Humanity (dalam C. bahkan bisa menabung dan berlibur ke luar kota secara berkala. komunikasi pedagogis antara orang tua dan anak bisa sangat terbatas. Penghasilan tinggi akan meningkatkan kemampuan ekonomi dan kesejahteraan keluarga. . 1995 : 2). Di samping memperoleh nilai lebih dari pola kerja pada masyarakat modern.

Ilmu pengetahuan alam dikembangkan oleh Al-Beruni. Ilmu pengetahuan modern merupakan sumbangan paling penting bagi peradaban Islam. Pada abad ke-20. Sejak awal abad ke-14 sampai dengan akhir abad ke-19 terdapat perkembangan ilmu pengetahuan. Bidang astronomi juga banyak dikembangan ilmuwan muslim di berbagai negara. Teleskop ditemukan oleh Ibn Yunus jauh sebelum Galileo. Selama beberapa abad. pengembangan ilmu pengetahuan didominasi oleh ilmuwan muslim. yang diperkenalkan ke Eropa oleh orang Arab . Imam Jaffar dan Al-Razi adalah para ilmuwan pengembang pertama ilmu Kimia. Dalam bidang kedokteran.. generalisasi. Ibn Bajjah. namun ketekunan melakukan pengamatan dan penyelidikan eksperimental yang saksama dan lama bukanlah watak mereka « apa yang kita sebut ilmu pengetahuan muncul sebagai akibat metode eksperimen baru. perkembangan yang sangat pesat terjadi pada ilmu pengetahuan terapan dan teknologi. dan menyusun teori.Orang Yunani mengadakan sistematisasi. AlKindi. Dalam bidang anatomi. Dalam bidang geografi dikenal nama Al-Kindi sampai dengan Musa Al-Khawarizmi dan Al-Beruni sebagai penemu geodesi.. mengembangkan lebih jauh prinsip heliocentrisme. Dalam matematika dikenal Jamshid Al-Kashmi (ahli matematika). A1Khawarizmi dan Omar Khayyam (Aljabar). Berikut ini adalah beberapa perkembangan besar ilmu pengetahuan pada zaman mi. Mulai akhir abad ke-13 ada kemunduran dalam mengembangkan ilmu pengetahuan di negara-negara Islam. Copernicus 1473-1543 M. Observatorium Maragah. Perang antara negara Arab dan Eropa pada awal abad ke-14 banyak menimbulkan percampuran dan pertukaran kebudayaan dan ilmu pengetahuan antara Barat dan Timur. didirikan oleh Al-Tusi tahun 1259. terutama ilmu pengetahuan murni yang begitu pesat. Al-Bagdadi adalah ahli botani terkenal. nama Al-Baydawi tidak dapat dilupakan. terjadi pergeseran perkembangan ilmu pengetahuan dari Timur Tengah ke Eropa. Salah satu pusat penelitian astronomi terkenal. Ibn Sina dan Al-Rani adalah dua tokoh yang sangat terkenal. Jabin Ibn Hayan. Setelah perang antara negara-negara Islam dengan negara-negara Eropa. sampai dengan abad ke-13. Dalam ilmu kimia. seorang ahli astronomi.. Semua planet dan bumi berputar mengelilingi .

Teori Copernicus ini mendapatkan banyak tantangan dari golongan gereja. dan Galileo (1546-1642) adalah para ahli astronomi. Tycho Brache dalam me.matahari. ahli matematika. Sumbangan terbesarnya adalah teori gravitasi. Homocentrisme merupakan padangan yang me. Ia banyak mempelajari tentang pergerakan. serta tata bulan planet Jupiter. dan fisika. Fermat mengembangkan teori Aljabar mengenai bilangan-bilangan. Semua itu disediakan untuk manusia. Mereka banyak dipengaruhi gagasan Copernicus dan melanjutkan gagasan itu. yang mendasari ilmu kimia. Dari dua sarjana tersebut banyak temuan baru tentang orbit planet. Fermat (1601-1665) dan Pascal (16234662) adalah ahli matematika dan fisika. hukum pergerakan. astronomi. Lavoisier berbeda dengan para ahli lainnya. Percobaan-percobaan Lavoisier mendasari perkembangan kimia analitik dan kimia organik. Johannes Keppler (1571-1630). Selain ahli astronomi. juga membalikkan prinsip hornocentrisme dari ajaran agama. Newton banyak menyumbangkan ilmunya bagi perkembangan ilmu pengetahuan yang hingga sekarang banyak digunakan. perpustakaan. serta pendukung lainnya.nganggap bahwa matahari. Usaha Tycho Brache itu diteruskan oleh Keppler. bulan. dan bintangbintang berputar mengelilingi manusia sebagai tanda kasih Tuhan. Ia juga berhasil membuat teropong bintang yang lebih sempurna. teori lintasan tersebut menjadi bagian ilmu peperangan. . Galileo juga mendalami fisika. Galileo menemukan planet. Teori Copernicus ini bukan hanya menyangkal teori geocentrisme. Temuannya tentang lintasan lengkung diterapkan dalam menentukan lintasan peluru. serta teori cahaya atau optika.besar. perhitungan kalkulus (diferensial integral). ia melakukan percobaan dengan cara kuantitatif.ngamati jalannya bintang-bin tang menggunakan teropong yang besar. Tycho Brache (1546-1601). kini terkenal dengan perhitungan diferensial integral (kalkulus). Dengan demikian. Newton (1643-1727) adalah seorang pujangga besar. Fermat dan Pascal mengembangkan dasar-dasar statistika (teori kemungkinan). Lavoisier (1743-1794) adalah ahli fisika. Galileo juga banyak mengadakan pengamatan langsung. la juga membangun observatorium yang dilengkapi alat.

teknologi sudah ada atau manusia sudah menggunakan teknologi. seperti dinyatakan Kast dan Rosenweig (1962. Curie (1859-1906). . Einstein (1905-1911) menemukan teori kenisbian. how we do things is technology. yaitu ilmu fisika nuklir. Henry Becquerel (1852-1908). elektron. 11) Technology is the art of utilizing scientific knowledge. atau membuat lebih ampuh anggota tubuh. Iskandar Alisyahbana (1980. apakah menghasilkan suatu teori/ hukum baru atau menggugurkan teori/hukum yang ada. dan otak manusia. Sumbangan yang berupa penggunaan atau penerapan suatu bidang ilmu pengetahuan terhadap bidangbidang lain disebut teknologi. Teknologi ialah cara melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan bantuan alat dan akal (hardware dan software) sehingga seakan akan memperpanjang. dan Thomson 1897 menemukan radium. 1) merumuskan lebih jelas dan lengkap tentang teknologi. Kalau manusia zaman dulu memecahkan kemiri dengan batu atau memetik buah dengan galah. pancaindera.. hlm. D. Sebenarnya sejak dahulu. memperkuat. Dalton (1766-1844) menemukan dasar ilmu kimia yang ditekankan pada teori atom. Thomson menemukan elektron. yang menggugurkan teori atom sebagai bagian terkecil yang tak dapat dibagi lagi. logam yang dapat berubah menjadi logam lain. dan energi. Pernyataan tersebut dapat diartikan bahwa pengembangan suatu ilmu pengetahuan tidak hanya ditujukan kepada perkembangan ilmu pengetahuan itu sendiri. sesungguhnya mereka sudah menggunakan teknologi yaitu teknologi sederhana. kita sering mendengar pernyataan bahwa ilmu bukan hanya untuk ilmu. sedangkan menurut Charles Susskind (1973: 1) .Perkembangan ilmu pengetahuan terus berlangsung. teori relativitas. melainkan juga diharapkan dapai mem herikan sumbangan kepada bidang-bidang kehidupan atau ilmu yang lainnya. Mengapa manusia menggunakan teknologi. Perkembangan selanjutnya menghasilkan teoriteori baru dalam kenisbian. hlm.. Dengan penemuanpenemuan tersebut berkembanglah ilmu baru dalam bidang kimia-fisika. Perkembangan Teknologi Dari para ahli.

karena manusia berakal. dan yang paling penting dan banyak mendasari pengembangan teknologi lebih lanjut adalah teknologi logam. Perkembangan yang begitu cepat pada beberapa dekade terakhir adalah perkembangan teknologi transportasi. umpamanya teknologi penerangan. Teknologi budidaya ini mampu mengubah pola hidup berpindah-pindah menjadi menetap. dan lebih sehat. lebih sejahtera. manusia membudidayakan bermacam macam tanaman dan binatang yang sebelumnya tumbuh liar di alam bebas. Dengan teknologi ini manusia mendapatkan penerangan pada malam hari. bisa menghangatkan badan. karena itu perlu Iemuan teknologi lain untuk mengatasinya. perak. Karena manusia hidup menetap. mereka berkumpul. mas. Ienemuan teknologi api mendasari pengembangan teknologi lain pada masa-masa berikutnya. Teknologi ini memberikan kesejahteraan kepada manusia karena hasil pertanian lebih banyak dan mudah didapat. besi. lebih aman. lebih mudah. mangan. Teknologi penting lain yang ditemukan selanjutnya adalah teknologi pertanian. Dengan teknologi api. maka terbentuklah masyarakat dengan berbagai aturan dan sistem kehidupan sosial. Dengan teknologi ini. dan lain-lain. lebih lezat. kemudian berkembang menjadi kongsi ditujukan untuk memenuhi lingkungan yang makin meluas sampai bersekala ekspor. Penemuan teknologi pertama yang cukup penting adalah teknologi api. teknologi pemadam kebakaran. serta . bijih timah. Mulanya teknologi ini berkembang secara individual dalam lingkungan kecil dan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Perkembangan teknologi lain yang sangat penting dan banyak membawa perkembangan pada teknologi lain adalah teknologi industri. Ilerkat api. teknologi komunikasi dan informatika. Dengan akalnya itu ia ingin hidup lebih baik. lembaga. seperti teknologi untuk mengatasi kebakaran. dan sebagainya. dapat diolah menjadi batangan kemudian diolah lebih lanjut menjadi berbagai alat kebutuhan manusia. teknologi pembuangan asap. Penemuan-penemuan di bidang ilmu pengetahuan mempercepat pertumbuhan teknologi industri. makanan menjadi lebih lunak. dan mengolah berbagai bahan makanan. kemudian berkembang tambah banyak. pengembangan suatu teknologi sering berdampak negatif. mengurangi polusi.

Setelah berhasil dengan Apollo. Gemini 19631965. baik transportasi darat. dan antarbangsa. . Pengembangan teknologi angkasa luar ini. menuju planet lain. laut. bukan saja membuktikan bahwa manusia bisa ke luar dari orbit bumi. Jarak geografis tidak menjadi hambatan lagi untuk hubungan antarorang. memungkinkan orang dan barang bisa berpindah dari suatu tempat ke tempat lain dengan mudah dan cepat. maupun udara. Amerika Serikat mengembangkan program Challenger kemudian Discovery dengan pesawat clang-aliknya walupun pernah mengalami kegagalan. Program penerbangan angkasa luar Amerika Serikat yang dimulai dengan Mercury 1962. Amerika Serikat melaksanakan program Voyager.red) menarik banyak masyarakat dunia. Berbagai jenis alat transportasi yang bermutu tinggi dengan perlengkapan mutakhir telah tersedia. Perkembangan alat transportasi bukan hanya ditujukan untuk mobilitas orang dan barang. antarkelompok. Uni Soviet dengan program Soyus-nya selalu berlomba dengan Amerika Serikat dalam menjelajahi angkasa luar. Eropa Barat juga tak mau kalah dalam pengembangan teknologi angkasa luar. Apollo yang dimulai tahun 1964 berhasil mendaratkan para astronot di bulan. tetapi juga bisa menempatkan berbagai satelit untuk memantau apa yang terjadi di bumi dan memperlancar komunikasi antardaerah di bumi. Perkembangan teknologi industri transportasi berkembang pesat. melainkan untuk kepentingan penelitian dan penemuan-penemuan teknologi lebih lanjut. dan merupakan awal babak baru dalam bidang angkasa luar.teknologi media cetak. Perkembangan teknologi terbesar dalam pertengahan abad ke-20 berkenaan dengan penjelajahan angkasa luar. Voyager mengangkasa sejauh 680 juta kilometer dari bumi dan berhasil mendapatkan data gambar dan bentuk lain dari planet Yupiter. Peluncuran Sputnik I tahun 1958 oleh Uni Soviet (sebelum bubar . dengan program Arian-nya yang dimotori oleh Perancis. Arian berhasil menempatkan sejumlah satelit negara-negara Eropa dan beberapa negara lain. Voyager II yang akan menyusul Voyager I akan meneruskan penerbangan ke Saturnus dan ken-Indian keluar dari tata surya kita. Alat transportasi yang banyak mendapat perhatian dari negara-negara maju adalah pesawat angkasa luar. Pada tahuntahun terakhir. termasuk Indonesia yang berhasil mengorbitkan Palapa C2 pada tahun 1996 pada posisi yang direncanakan.

Satelit merupakan sarana komunikasi massa. telekomunikasi. dan lain-lain. internet. dewasa ini dunia disebut dunia global. juga digunakan untuk meneliti dan membuat beberapa peralatan bagi kepentingan bumi. Kemajuan di bidang telepon. Teknologi lain yang perkembangannya sangat cepat pada beberapa dekade terakhir adalah teknologi komunikasi dan informatika. dieapainya luar biasa. manusia berhasil meneliti planet. kita hanya bisa memperoleh informasi yang disiarkan. juga teknologi senjata mutakhir. menghasilkan sistem komunisikasi gaya baru. peluru kendali antarbenua. Teknologi ini berkembang sangat pesat berkat temuan-temuan di bidang eletronika. misil. dan iklim. kemajuan bidang telekomunikasi pun mengalami kemajuan yang begitu pesat. sudah dapat diketahui oleh orang-orang di bagian dunia lainnya.planet yang paling jauh bukan dengan renungan atau spekulasi atau peneropongan. Melalui penggunaan berbagai satelit. Selain kemajuan di bidang komuniksi massa. Penerbangan angkasa luar bukan hanya ditujukan untuk meneliti planet-planet luar. Dengan kemajuan teknologi angkasa luar ini. merupakan perkembangan teknologi yang banyak menimbulkan ancaman dan kekhawatiran manusia. Temuan-temuan di bidang fisika. born hidrogen. Orang bisa memperoleh hampir semua informasi dari setiap negara tanpa dibatasi waktu. cuaca. born nuklir. kimia. faksimil. Oleh karena itu. jam siar ini hilang. Apa yang terjadi di suatu daerah atau negara. dan matematika mengembangkan teknologi ruang angkasa dan kemiliteran. artinya sangat bergantung pada jam siar. melainkan dengan pesawatpesawat yang berawak manusia. dan internet. dalam waktu beberapa menit.tetapi basil hasil van). diadakan berbagai pengamatan dan penelitiaan tentang bumi. masalah arus laut. Umpamanya pengamatan dan penelitian daerahdaerah yang mengandung minyak atau bahan-bahan mineral. Dengan komunikasi massa. sebab dengan perantaraan komunikasi massa dan komunikasi batas-batas pemisah antarnegara dan antar . Perkembangan radio dan televisi telah membuka bagian-bagian dunia yang terbelakang menjadi daerah terbuka karena arus informasi. Perkembangan teknologi di bidang kemiliteran bukan hanya menghasilkan teknologi senjatasenjata biasa. Tetapi dengan internet. yang dikombinasikan dengan kemajuan di bidang komputer.

tahan sampai ratusan tahun. dan hubungan antarorang. Teknologi media cetak. Menurut B. Transformasi teknologi Pengembangan ilmu dan teknologi tidak berarti harus mencari dan menemukan sendiri serta harus mulai dari awal. Barangbarang cetakan ini bisa didokumentasikan untuk waktu yang lama. tanpa permisi. walaupun jangkauan dan kecepatan sebarannya tidak seluas dan secepat komunikasi massa dan telekomunikasi. Habibie. kalau bahannya cukup baik. kaidah.dokumentasi yang menggunakan tempat terlalu besar. mempunyai keunggulan sendiri. sekarang ada teknologi microfilm dan microfiche untuk mengecilkannya. Sesungguhnya teknologi tidak hanya menyangkut halhal material. pendekatan. seperti keadaan aslinya di negara yang mengembangkannya. ke Gedung Putih. banyak dikemukakan contoh-contoh perkembangan teknologi yang berbentuk material. ada lima prinsip yang menjadi pegangan dalam transformasi teknologi (industri): 1) perlu diselenggarakan pendidikan dan . tetapi juga yang immaterial. seperti buku.J. hlm. Proses pengalihan tidak berarti mengambil dan menerapkan teknologi. setiap saat orang bisa masuk. yang bermutu tinggi. 2) membedakan teknologi tersebut menjadi teknologi jenis hardware. software. majalah. Hamijoyo (1975. Penemuan alat-alat cetak modern. Cara yang lebih tepat dan memungkinkan untuk mengejar ketinggalan adalah dengan transformasi teknologi. dan pola hubungan. Dalam bahasan tentang perkembangan teknologi pada awal bagian ini. dan surat kabar. sistem kerja. Untuk dokumentasi.J. ke Library of Congres Amerika Serikat. Habibie (1983). penerapan. akan banyak waktu terbuang dan kita akan semakin jauh tertinggal. Apabila cara itu ditempuh. bahkan ke Pentagon. tetapi mencakup juga penyesuaian. Melalui internet. Transformasi teknologi merupakan suatu proses pengalihan. 1. konsep. 1983). dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi secara teratur (B. dan pengembangannya lebih lanjut. telah menghasilkan barang cetakan. Santoso S.daerah menjadi hilang. modifikasi. dengan kemampuan cetak yang sangat cepat.

diterapkan. begitupun teknologi baru. hingga saat tercapainya kemampuan bersaing secara internasional.J. Teknologi produksi dan manajemen digunakan untuk mengubah bahan baku atau barang setengah jadi menjadi barang-barang yang bernilai jual lebih tinggi. sumber daya manusia. Pada tahap ini dikembangkan desain dan cetak biru sehingga ada elemen baru. Tahap ini merupakan tahap dilaksanakannya inovasi-inovasi. adalah tahap pengembangan teknologi itu sendiri. Dalam tahap ini teknologi-teknologi yang ada dikembangkan lebih lanjut. Oleh karena itu. Tahap kedua. banyak negara berkembang melakukan penelitian dasar melalui perjanjian kerja sama dengan negara-negara maju di bidang ilmu dan teknologi. dan kemampuan. penggunaan teknologi yang ada digunakan untuk proses nilai tambah produksi barang di pasaran. setiap negara harus melindungi perkembangan kemampuan nasionalnya. 5) pada tahaptahap awal transformasi. elemen penciptaan. disesuaikan dengan kebutuhan. Ada tiga tahap penting transformasi teknologi menurut B. Tahap ketiga. adalah tahap pelaksanaan penelitian dasar secara besar besaran. dan dikembangkan lebih lanjut jika benar-benar diterapkan. diciptakannya teknologi untuk komponen produk-produk teknologi terbaik dalam bidang masing-masing. tahap integrasi teknologi digunakan untuk desain dan produksi barang baru.pelatihan di dalam dan luar negeri untuk menyiapkan para pelaku transformasi. 4) bangsa yang ingin mengembangkan diri secara teknologis harus berusaha sendiri memecahkan setiap masalahnya. Tahap ini penting bagi negara-negara berkembang yang menghadapi kendala keuangan. Transformasi teknologi tidak bisa dilakukan secara serempak dan langsung pada tahap akhir. Habibie (1983). kondisi. 3) teknologi hanya dapat dialihkan. Tahap keempat. serta sarana dan prasarana. 2) perlu dikembangkan konsep yang jelas dan realistic tentang masyarakat yang akan dibangun serta teknologi-teknologi yang diperlukan untuk mewujudkannya. Tahap pertama. Proses ini disebut proses nilai tambah. .

tetapi yang dikembangkannya adalah teknologi sederhana. Pusat pengembangan ini memiliki bidang dan fasilitas yang sangat lengkap. Indonesia juga telah memiliki pusat-pusat pengembangan ilmu dan teknologi. social budaya. asal manusia menggunakan alat dan akalnya untuk menyelesaikan setiap masalah yang dihadapi. Di bawah pimpinan Habibie pengembangan teknologi benar-benar bertolak dari kondisi dan karakteristik wilayah dan kebutuhan pembangunan Indonesia. Jawa Barat. 4) industri elektronika dan telekomunikasi. Pada mulanya.2. Sejak lama teknologi di Indonesia berkembang. pemanfaatan satelit ini terbatas pada bidang komunikasi massa dan jangkauannya terbatas pada beberapa wilayah saja. Pengemkmgan teknologi diarahkan bukan hanya pada kepentingan kemajuan ekonomi. ada delapan wahana transformasi yang menjadi prioritas pengembangan teknologi terutama teknologi industri. serta aspek-aspek lain. yaitu: 1) industri pesavvat terbang. namun jumlahnya masih terbatas. Dewasa ini pemanfaatan satelit tersebut semakin luas.J. Perkembangan teknologi di Indonesia Perkembangan teknologi terjadi di mana-mana. 7) industri alat. yang sekarang sudah mencapai generasi C2. Perkembangan teknologi yang lebih terencana dan terarah tampaknya dimulai setelah B. Perkembangan teknologi tinggi yang cukup pesat terjadi pada masa pembangunan. sejak dilaksanakannya Pelita I. Habibie menjabat sebagai menteri sekaligus pemikiran pemimpin pengembangan teknologi di Indonesia. Perkembangan teknologi ini diawali dengan diluncurkannya Sistem Komunikasi Satelit Domestik Palapa Al. 2) industri maritim dan perkapalan. Menurut B. 6) industri rekayasa. Pusat pengembangan terbesar adalah Pusat Pengembangan Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspitek) di Tanggerang. Dalam beberapa hal mungkin dikembangkan teknologi madya. antara lain: laboratorium uji . 3) industri alat-alat transportasi darat. Habibie (1983). melainkan juga pada kepentingan politik (integritas bangsa). dan 8) industri pertahanan dan keamanan. dan udara.J. misalnya untuk kepentingan telekomunikasi dan jaringan internet. Ada sejumlah laboratorium yang dimiliki Puspitek. dengan jangkauan bukan hanya negara-negara ASEAN dan negara-negara di sekitar Indonesia. 5) industri energi. laut.alat dan mesin-mesin pertanian.

laboratorium fisika. Indonesia mempunyai badan khusus. Indonesia juga memiliki pusat penelitian astronomi di Lembang. Pengaruh Perkembangan Ilmu dan Teknologi Pengaruh perkembangan ilmu dan teknologi cukup luas. Walaupun tahap pengembangannya belum sama. Perguruan tinggi juga berperan dalam pengkajian dan pengembangan ilmu dan teknologi sebagai realisasi dari salah satu tridharmanya. politik. Di bidang tenaga atom. Untuk pengkajian dan penerapan teknologi. yaitu dharma penelitian. dan Universitas Airlangga untuk bidang ekonomi. laboratorium metalurgi. Institut Pertanian Bogor untuk bidang pertanian. yaitu Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang kepemimpinannya dirangkap oleh Menteri Riset dan Teknologi. etika. Universitas Gajah Mada. kehutanan. gas dinamika. E. serta reaktor penelitian serba guna dengan beberapa laboratorium penunjangnya. bahkan keamanan dan ilmu pengetahuan itu sendiri. laboratorium energi. . Ada beberapa perguruan tinggi yang terkemuka dan ada pula perguruan tinggi yang masih miskin dengan penelitian dan pengembangan yang berarti. fungsi penelitian dan pengembangan pada perguruan tinggi telah berjalan. laboratorium kimia. laboratorium teknologi proses. Bandung. sosial. Indonesia memiliki dua pusat reaktor atom. dan peternakan.in ini pembahasan dibatasi pada pengaruh perkembangan ilmu pengetalimm din teknologi terhadap kehidupan masyarakat dan pendidikan. Jauh sebelum didirikan Puspitek dan BPPT. ekonomi. lebih dikenal dengan nama Peneropong Bintang. laboratorium termodinamika elan propulsi. meliputi semua aspek kehidupan.konstruksi. Beberapa perguruan tinggi yang cukup maju dalam penelitian dan pengembangan adalah Universitas Indonesia untuk bidang kedokteran dan ekonomi. laboratorium aerodinamika. dan estetika. keagamaan. Lembaga lain yang juga mengadakan pengkajian tentang ilmu pengetahuan adalah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). yaitu Pusat Reaktor Atom Bandung dan Pusat Reaktor Atom Kartini di Yogyakarta. Pada bagi. Institut Teknologi Bandung untuk bidang rekayasa dan teknologi. Universitas Padjadjaran. dan getaran. budaya. laboratorium kalibrasi dan instrumentasi.

Surat kabar dan majalah belum dapat terserap oleh seluruh lapisan masyarakat di seluruh pelosok tanah air. nilai-nilai yang terserap oleh masyarakat. transportasi. Dewasa ini di Indonesia terdapat sejumlah media komunikasi massa yang perkembangannya sudah cukup maju dan dapat menjangkau hampir seluruh pelosok tanah air. Melalui media tersebut. mungkin juga konsep-konsep. media massa dapat . Sudah tentu di samping nilai-nilai yang positif. budaya. mekanisasi industri dan pertanian. tradisi. Melalui situasi hiburan tersebut secara tidak disadari banyak informasi. gagasangagasan. Setelah diluncurkannya SKSD Palapa. Dengan demikian komunikasi massa dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat. kemajuan dart sebagainya yang telah dicapai oleh suatu golongan masyarakat atau daerah tertentu dapat diketahui oleh masyarakat atau daerah lain. Sebagian besar ibu kota propinsi telah mempunyai stasiun siaran TV sendiri.Ada beberapa bidang ilmu dan teknologi yang mempunyai pengaruh yang baik secara langsung maupun tidak langsung. Hal itu disebabkan karena kemampuan ekonomi serta motif membaca yang masih kurang. dan televisi. bahkan sampai batas tertentu dapat mengubah sikap masyarakat. Hal itu karena kedua media tersebut bukan hanya berfungsi memberikan informasi tetapi juga memberikan hiburan. Komunikasi massa terutama melalui radio dan teleyisi mempunyai peranan dan pengaruh yang sangat besar terhadap masyarakat. Tempat ketiga dan keempat diduduki oleh surat kabar dan majalah. seluruh kota di Nusantara dapat dijangkau oleh televisi. Di antara keempat media komunikasi massa tersebut yang paling luas jangkauannya adalah radio. terhadap kehidupan masyarakat. kegiatan. Dengan adanya teknologi transistor yang diproduksi secara massal dengan harga yang relatif murah. Komunikasi cukup berkembang pesat di Indonesia dan berpengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat. di samping masih kurangnya kemampuan membaca serta adanya kendala geografis karena banyak pulau-pulau terpencil. radio. Media komunikasi massa tersebut adalah surat kabar. maka radio transistor telah dapat dimiliki oleh rakyat kecil yang tinggal di daerah terpencil sekalipun. Urutan kedua yang juga cukup luas jangkauannya adalah televisi. Bidang-bidang tersebut adalah komunikasi.bangunan. program dan kegiatan pem. majalah. serta persenjataan.

menyebabkan terbukanya perhubungan dengan daerah-daerah yang asalnya terpencil. norma-norma kota yang belum tentu sesuai dengan kehidupan di desa (menggeser kebiasaan desa yang baik). Perkembangan teknologi di bidang pertanian belum sepesat bidang industri. dan sebagainya. Mobilitas penduduk memungkinkan terjadinya akulturasi. pemilikan lahan pertanian yang sempit yang kurang menguntungkan bila diolah secara mekanis. antara pulau maupun antara negara. cara-cara hidup. Hal itu. keadaan alam yang banyak . Pembukaan perhubungan tersebut dapat memperlancar arus perdagangan dan meningkatkan mobilitas penduduk. memperbesar terjadinya urbanisasi. juga akan memberikan sumbangan dalam pembentukan persatuan nasional. Perkembangan teknologi transportasi meningkatkan mutu dan kecepa tan lalu lintas orang dan barang. perampokan. mempermudah perhubungan baik lokal. kedaerahan ataupun sikap eksklusivisme. masuknya kebiasaan. film-film banyak yang mempertunjukkan kejahatan.pula menimbulkan efek negatif. naiknya harga-harga produksi desa di desanya. menghilangkan kesukuan. terutama penduduk desa dengan cara-cara dan kehidupan orang-orang kota. namun dampaknya terhadap peningkatan produksi dan kesejahteraan para petani telah dirasakan. Perkembangan transportasi juga dapat memberi beberapa efek sampingan di antaranya: daerah-daerah pedesaan lebih konsumtif terhadap barang-barang hasil industri. Tentang efek negatif acara TV beberapa ahli dan hasil penelitian menyatakan: banyak orang yang membuang waktunya antara 4-6 jam tiap hari untuk mengikuti semua acara TV. Mobilitas penduduk atau masyarakat bukan hanya dari desa ke kota tetapi juga dari kota atau daerah yang satu ke kota atau daerah yang lain atau dari pulau yang satu ke pulau yang lain. pembunuhan. iklan TV dapat menimbulkan penyakit the gimmees terutama pada anak (penyakit merengek ingin dibelikan). dan sebaliknya penduduk desa juga dapat dengan mudah mendapatkan barang-barang hasil industri. antara kota. Ada beberapa hambatan yang dihadapi dalam penerapan teknologi di bidang pertanian antara lain: terutama di Pulau Jawa tidak banyak lahan pertanian yang luas. Kelancaran arus perdagangan berarti barang-barang hasil bumi dari desa dapat dengan segera dikirimkan dan dijual ke kota.

hlm. Bukti-bukti yang memperkuat pengamatan ini adalah terdesaknya pabrik-pabrik rokok gulung (linting). Filino Harapah (1975. usaha tenun bukan mesin dan perusahaan minuman yang mempergunakan teknologi tradisional sederhana. kemampuan permodalan dan pengelolaan. Walaupun dalam beberapa kasus tidak dapat dihindari terjadinya ketersisihan industri kecil oleh industri besar. Penggunaan teknologi maju dalam industri mempunyai beberapa pengaruh terhadap kehidupan masyarakat. Mengenai ketersisihan industri-industri kecil yang menggunakan teknologi tradisional oleh industri-industri besar yang mengginiakan teknologi modern. kualitas barang cukup baik. baik industry maupun hilir. malahan sebaliknya. Meskipun demikian. 8) mengemukakan pandangannya sebagai berikut: Dalam Pelita I kita telah melihat. Penggunaan teknologi maju yang paling banyak adalah di bidang industri. yaitu barang-barang cukup banyak tersedia. harga kemungkinan juga sedikit lebih rendah bila dibandingkan dengan produksi pabrik kecil. di mana teknologi modern yang belum kita miliki berada berdampingan dengan teknologi tradisional yang masih terbelakang. Dalam pengembangan teknologi industri ini. seolah-olah terdesak. pemasaran hasil pertanian dan sebagainya. Teknologi modern tersebut masih sangat bergantung kepada unsurunsur non-Indonesia. kebijaksanaan yang diambil pemerintah tidak hanya diarahkan pada pengembangan teknologi maju. Masyarakat sebagai sumber tenaga kerja banyak menderita kesulitan dengan adanya industri-industri . yang mungkin dapat diterapkan pada industri-industri menengah dan kecil. tetapi juga teknologi tepat guna. Dalam proses sudah berlangsung. industri besar. menengah bahkan industri kecil.terjadinya suatu eksperimentasi yang m cukup berani. masyarakat mempunyai beberapa keuntungan dari industri besar tersebut. kelihatan bahwa teknologi tradisional bukannya kian meningkat. untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut. akibat saingan pabrik yang lebih modern dan unggul teknologinya. Sebagai konsumen. Beberapa pertanian besar seperti rice estate di Palembang dan lain-lain yang merupakan joint venture sudah menggunakan teknologi maju yang serba mekanik. pemerintah telah berusaha mengembangkan teknologi tepat guna di bidang pertanian.bergunung-gunung atau berawa-rawa.

Sebab media massa juga merupakan juga media pendidikan. Kami kira tidak ada seorang penulis skenario film. Ziemek mengemukakan pendapat sebagai berikut: Melihat angka-angka terakhir mengenai kesempatan kerja di Indonesia yang menunjukkan bahwa 30% dari jumlah 44 juta angkatan kerja yang benarbenar. Dengan demikian semua acara tersebut sebenarnya mempunyai maksud dan pesan yang positif. namun tujuannya justru menyadarkan masyarakat bahwa perbuatan seperti itu tidak baik. melalui media massa dapat berlangsung proses pendidikan. Baik tayangantayangan yang berbentuk informasi ataupun tayangan yang bersifat hiburan juga mempunyai nilai-nilai pendidikan. Bagi orang-orang yang secara kebetulan dapat bekerja dengan teknologi maju tersebut dapat menikmati keberuntungannya. memperoleh keterampilan dan membentuk sikapsikap tertentu. Meskipun penulis membuat ceritera tentang kejahatan atau kekejaman. Pada bagian sebelum ini telah diungkapkan bahwa kemajuan di bidang komunikasi massa sangat berpengaruh terhadap pendidikan. M. tetapi sejumlah besar anggota masyarakat yang lain menderita karena tidak mendapat pekerjaan. jelas bahwa untuk mengurangi jumlah ini secara cukup berarti akan hampir tidak mungkin dicapai dengan jalan mengadakan industrialisasi perekonomian menurut pola di Barat. sebab pendidikan meliputi segala usaha sendiri atau usaha pihak luar untuk meningkatkan pengetahuan dan kecakapan. juga menda pat pen garuh yang cukup besar dari ilmu dan teknologi. melainkan juga pendidikan nonformal. Dengan kata lain. Dengan demikian dapat memperbesar angka pengangguran. Pendidikan. sinetron. namun yang diterima oleh pemirsa tidak selalu . sebab. Pendidikan sangat erat hubungan dengan kehidupan sosial. Mengenai pengangguran atau kesempatan kerja tersebut. Suatu pekerjaan yang sebelum menggunakan teknologi maju mungkin membutuhkan 15-20 orang pegawai/buruh maka setelah menggunakan teknologi maju dapat dikerjakan oleh 1 atau 2 orang saja. ataupun penulis berita atau cerita yang sengaja menulis suatu tema cerita atau tulisan dengan tujuan merusak masyarakat. pendidikan merupakan salah satu aspek sosial. atau sandiwara TV.teknologi maju tersebut. memperoleh kesempatan kerja penuh. yang jahat pasti dihukum dan sebagainya. Pendidikan tidak terbatas pada pendidikan formal saja.

tanpa paksaan atau perintah orang lain dan tidak ada tekanan untuk ulangan atau ujian. Padahal mungkin saja tidak semua tingkah laku tokoh tersebut baik. memberikan kecakapan atau keterampilan serta membina sikap tertentu. Sebagai penyebabnya mungkin saja karena adeganadegan yang kurang terpuji tersebut lebih mendominasi dibandingkan degnan adegan-adegan yang mengandung maksud dan pesan luhur. dan perasaan seseorang. sebab dalam kelas. Dalam hal ini media massa mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan dengan belajar dalam kelas. Kita mengetahui bahwa anak suka tneniru. Bagaimanapun media massa mempunyai fungsi pendidikan. pandangan. Sering terjadi kalau anak sudah menntio seorang tokoh. Tiap acara TV atau radio. belajar berlangsung secara disadari. apa saja yang dilakukan oleh tokoh tersebut selalu baik. Dan yang penting adalah fungsi TV-nya sendiri yang disesuaikan dengan kemampuan masyarakat.seperti maksud dan pesan tersebut (tidak komunikatif). apalagi idolanya itu adalah tokoh dalam film-film Barat yang mungkin tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia. cara berpikir. penonton. dan cara menyelesaikan masalah". atau pembacanya. Dari pihak pemirsa kebanyakan lebih memperhatikan adeganadegan yang ramai daripada mencari makna pesan luhur yang dibawa dengan keramaian tersebut. Mudah kita pahami bahwa yang menjadi idola anak adalah tokoh-tokoh terkenal atau jagoan-jagoan tertentu. dan pada masa tertentu terutama pada awal masa pubertas ada masa anak untuk beridentifikasi dengan tokoh-tokoh pujaan tertentu. Perkembangan teknologi di bidang industri mempunyai hubungan timbal balik dengan pendidikan. tiap berita atau tulisan dalam surat kabar atau majalah dapat menambah pengetahuan pendengar. Industri dengan teknologi maju memproduksi berbagai macam alat-alat dan bahan yang secara langsung atau tidak langsung dibutuhkan . Segi negatif yang lain dari media TV untuk pendidikan anak selain yang telah diungkapkan terdahulu adalah kecenderungan anak untuk mengadakan peniruan dan identifikasi. sebagai media komunikasi visual dalam meningkatkan pengetahuan. diperintah dan diuji tetapi melalui media massa belajar terjadi secara tidak sadar. Mar'at seorang psikolog dari Unpad mengemukakan pendapatnya sebagai berikut: "TV mampu mengubah sikap.

Dengan menggunakan alatalat belajar yang modern anak akan lebih aktif belajar. dan keterampilan sumber daya manusianya.dalam pendidikan. Hal itu berkenaan dengan segi software sebagai hasil pengembangan teknologi. dan sebagainya. Kegiatan pendidikan membutuhkan dukungan dari penggunaan alat-alat hasil industri seperti komputer. menuntut pengetahuan dan kecakapan gurugurunya. metode mengajar yang baru. peta. cassete tape recorder. Sudah tentu penggunaan alat-alat hasil industri maju dalam bidang pendidikan. buku-buku. alat-alat berhitung. Untuk menyelenggarakan suatu sekolah kejuruan tertentu dituntut banyak hal. sistem penilaian yang baru. Aktivitas belajar anak akan bergantung pada metode belajar-mengajar yang digunakan. Sekolah kejuruan yang baru juga mungkin menuntut sistem atau program yang baru. berbagai bentuk alat peraga. tetapi juga membutuhkan bantuan penggunaan hasil pengembangan teknologi yang bersifat software. Sekolah kejuruan yang baru menuntut penyediaan guru-guru dalam kejuruan tersebut. Hal itu berarti membuka pekerjaan baru dan juga menuntut keahlian baru yang harus dipersiapkan dalam pendidikan. yang tertutup dengan adanya transportasi dan komunikasi yang luas. dan sebagainya. menuntut peralatan pendidikan atau latihan yang baru yang mungkin tidak sama dengan peralatan bagi pendidikan atau kejuruan yang telah ada. Peningkatan pendidikan sangat membutuhkan bantuan hasil-hasil teknologi industri tidak hanya yang bersifat hardware. alat tulis menulis. televisi. Beberapa masyarakat terpencil. alatalat permainan. anak akan lebih aktif dibandingkan dengan kalau hanya menggunakan kapur dan papan tulis saja. radio. berubah menjadi masyarakat yang terbuka dan cukup berkomunikasi dengan daerah-daerah lain. video tape. Telah dibicarakan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membawa beberapa perubahan dalam kehidupan masyarakat. Dengan perkataan lain perkembangan teknologi dalam industri dapat memberikan tuntutan pembaharuan dalam pendidikan. gambar-gambar. kemampuan. Perkembangan teknologi industri menuntut peningkatan penguasaan pengetahuan. Ada segi lain mengenai hubungan antara pendidikan dengan perkembangan teknologi dalam industri. Penggunaan alat-alat belajar yang modern dalam pendidikan akan mempengaruhi proses belajar. Masyarakat yang pada mulanya hanya konsumtif .

prinsip-prinsip. kaidah-kaidah. Hal-hal tersebut juga menuntut selalu adanya perkembangan dari pendidikan. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga menimbulkan kebutuhan barn. untuk memahami dan memecahkan berbagai persoalan dalam kehidupan di rumah dan di masyarakat. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi secara langsung. Dengan demikian. dan keterampilan barn yang dikembangkan dalam pendidikan. perguruan tinggi atau lembaga pendidikan lainnya. Hal-hal di atas menuntut perubahan pada sistem dan isi pendidikan. dipelajari konsep-konsep. budaya. Sekolah atau lembaga-lembaga pendidikan lainnya. perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi meyebabkan perkembangan pula pada dunia pendidikan. maupun tidak langsung menuntut perkembangan pendidikan. spiritual. Di sekolah. baik nilai sosial. pendidikan bukan hanya mewariskan nilai-nilai dan hasil kebudayaan lama. merupakan tempat pemindahan teknologi yang bersifat software dan hubungan antarmanusia. aspirasi baru. Pengaruh perkembangan ilmu dan teknologi terhadap pendidikan selain yang bersifat tidak langsung seperti yang telah dikemukakan terdahulu.terhadap hasil-hasil pertanian telah berubah menjadi masyarakat yang lebih konsumtif terhadap produksi industri. kemampuan. Pengaruh langsung perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah memberikan isi/materi atau bahan yang akan disampaikan dalam pendidikan. tetapi juga mempersiapkan generasi muda agar mampu hidup pada masa kini dan yang akan datang. dalam pekerjaan serta dalam hubungan-hubungan yang lebih luas. . menyebabkan perkembangan masyarakat. maupun material. Perkembangan ilmu dan teknologi bukan hanya yang bentuk hardware tetapi juga software dan hubungan antarmanusia. juga yang bersifat langsung. sikap hidup baru. dan perkembangan masyarakat menimbulkan problema-problema baru yang menuntut pemecahan dengan pengetahuan. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga telah menimbulkan banyak perubahan dalam nilai-nilai. Pengaruh tak langsung adalah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. intelektual. cara-cara dan pendekatanpendekatan baru.

Buku ini merupakan buku dasar tentang teknologi pendidikan. maka sekolah pun harus mengadakan inovasi. Pada bagian akhir diuraikan evaluasi hasil belajar. menguraikan aspek-aspek utama teknologi pendidikan dan peranannya dalam tisaha meningkatkan efisiensi dan efektivitas pendid4 Ali Pada liawan 1)1. Glenys G. Pada bagian terakhir diuraikan proses inovasi dan perkembangannya serta berbagai pendekatan dalam inovasi pendidikan. . Agar tanggap dan dapat selalu mengikuti perubahan perubahan sosial. baik yang bersifat kolas. serta kecenderungan perkembangan teknologi pendidikan pada tahun 2000. Handbook of Educational Technology. Buku Acuan Percipal. media serta bangunan. New York: Holt. yaitu yang berpusat pada guru atau institusi dan yang berpusat pada siswa. kurikulum. faktor-faktor yang mendorong inovasi bagi perkembangan pendidikan. Inc.taina blikil ini ditiraikan tentang pengerarahan pendidikan. Buku ini sangat bermanfaat bagi para perencana pendidikan. (1984). organisasi.1.F. ahli kurikulum serta pelaksana pendidikan terutama kepala sekolah dan guru. Inovasi itu bermacam-macam. mempunyai andil di dalam perubahan sosial. Perubahan sosial merupakan suatu keharusan dan sekolah tidak dapat absen dalam proses perubahan tersebut. Bagian selanjutnya menjelaskan dua pendekatan pendidikan. Rinerhart and Winston. Yang menjadi inti pembahasan dalam buku ini adalah inovasi dalam pendidikan di sekolah yang diarahkan pada peningkatan efektivitas pendidikan. and Alexander. Henry. staf pengajar. Sekolah disadari atau tidak. London: Kogan Page Ltd. pendekatan sistem dan sekilas sejarah teknologi pendidikan. media dan sumber-sumber pengajaran. Innovations in Secondary Education. kelompok ataupun individual. Selanjutnya kegiatan inovasi berkenaan dengan komponen siswa. Unruh. William M. (1970). dan New York: Nichols Publishing Co. Fred & Ellington. sebab dalam tugasnya mereka harus selalu mengadakan inovasi. juga dikemukakan macam-macam metode mengajar. Secara sistematis dalam buku ini dibahas. Peranan dan perumusan tujuan sebagai pusat dan titik tolak dalam penyusunan desain pengajaran yang didasarkan atas pendekatan sistem. sarana.

(1981).Gerlach. disusun dengan desain pengajaran yang baik. All Our Children Learning. Bloom. mau jadi apa siswa. Isinya telah tersusun sedemikian rupa sehingga membentuk satu kesatuan pemikiran yang utuh. baik orang tua. Buku ini menguraikan masalah pengajaran dan media dengan pendekatan sistem. Anak menjadi fokus pendidikan. is adalah perencana pengajaran dan koordinator sumber-sumber belajar. Vernon S. penyusunan desain pengajaran maupun dalam pemilihan media pengajaran. bahwa media bukan sekadar alat bantu. sebab menempatkan anak pada tempat yang sentral. (1980). Inc. A Systematic Approach. Guru memegang peranan yang besar dalam pengajaran. Dalam buku ini dijelaskan bagaimana pengaruh pendekatan-pendekatan dalam pendidikan terhadap pandangan para ahli pendidikan terhadap sekolah. Englewood Cliffs. Dalam buku tersebut sangat ditekankan. Inc. et al. bahwa pengajaran harus menyatukan ilmu dengan seni mengajar. dan guru-guru serta para mahasiswa calon guru. Rumah dan sekolah sebagai lembaga pendidikan mempunyai peranan sendirisendiri. dan harus dipusatkan pada kebutuhan dan aktivitas siswa. Pengajaran harus disusun berdasarkan pada apa yang akan dikerjakan dan pada apa yang akan dihasilkan pada siswa. Konsep-konsep yang dipaparkan dalam buku ini cukup modern. media pengajaran. memberikan pegangan baik dalam pengembangan kurikulum. dan pengajaran. tetapi saling mempengaruhi. Buku ini sebenarnya merupakan kumpulan makalah yang disampaikan dalam berbagai pertemuan ilmiah. dan diadakan pemilihan media yang tepat. semua kegiatan pendidikan harus bertolak dari perkembangan anak. maupun guru dan para instruktur. belajar. . Buku ini sangat berharga bagi para ahli kurikulum. New Jersey: Prentice Hall. New York: Mc Graw Hill Book Co. Makalah-makalah tersebut merupakan makalah terbaik atau terpilih yang sengaja dipilih penulis dan disediakan bagi para pendidik. Benyamin S. Atas dasar itu pengajaran harus mempunyai tujuan yang spesifik. Teaching and Media. siswa. guru. Selanjutnya dijelaskan dalam buku ini. Media merupakan aspek penting dalam pengajaran. akan memperlancar jalannya pengajaran. tetapi merupakan bagian integral dari pengajaran.

Sesuai dengan bidang disiplinnya para ahli. teknologi pendidikan disebut kurikulum teknologis dan dari pendidikan interaksionis. imidah disusun. Kurikulum Subjek Akademis Model konsep kurikulum ini adalah model yang tertua. Kurikulum ini lebih mengutamakan isi pendidikan. disebut kurikulum rekonstruksi sosial. Para pengembang kurikulum tidak perlu susah. isi.a lalu tersebut. Kurikulum subjek akademis bersumber dari pendidikan klasik (perenialisme dan esensialisme) yang berorientasi pada masa lalu. %valaupun telah berkembang tipe-tipe lain. umumnya sekolah tidak dapat welepaskan tipe ini.susah menyusun dan mengembangkan bahan sendiri. Mengapa demikian? Kurikulum ini sangat praktis. teknologi. dan interaksionis. Fungsi pendidikan memelihara dan mewariskan hasil hasil budaya ilia. Empat aliran itu bertolak dari asumsi yang berbeda dan mempunyai pandangan yang berbeda pula lentang kedudukan dan peranan pendidik. pribadi. A.BAB 5 MACAM-MACAM MODEL KONSEP KURIKULUM Pada Bab 1 telah ungkapkan empat aliran pendidikan yaitu pendidikan klasik. logis. kurikulumnya mirip dengan tipe ini. Semua Woo pengetahuan dan nilai-nilai telah ditemukan oleh para pemikir masa lalu. peserta didik. sejak sekolah yang pertama berdiri. Empat aliran atau teori pendidikan tersebut memiliki model konsep kurikulum dan praktik pendidikan yang berbeda. dan solid. Mereka tinggal memilih bahan . pendidikan pribadi disebut kurikulum humanistik. Sampai sekarang.. maupun proses pendidikan. liciajar adalah berusaha menguasai ilmu sebanyak-banyaknya. Isi pendidikan diambil dari setiap disiplin ilmu. mudah digabungkan dengan tipe lainnya. Orang yang berhasil dalam belajar adalah orang yang menguasai seluruh atau sebagian besar isi pendidikan yang diberikan atau disiapkan oleh guru. Model konsep kurikulum dari teori pendidikan klasik disebut kurikulum subjek akademis. masing-masing telah mengembangkan ilmu secara sistematis.

geografi. Mereka harus menguasai semua pengetahuan yang ada dalam kurikulum. Jerome Bruner dalam The Process of Education menyarankan bahwa desain kurikulum hendaknya didasarkan atas struktur disiplin ilmu. ia menegaskan bahwa kurikulum suatu mata pelajaran harus didasarkan atas pemahaman yang mendasar yang dapat diperoleh dari prinsip-prinsip yang mendasarinya dan yang memberi struktur kepada suatu disiplin ilmu. Apa yang disampaikan dan cara penyampaiannya harus menjadi bagian dari pribadi guru. tetapi ia juga menjadi model bagi para siswanya. harus melakukan kegiatan belajar sebagaimana seorang ahli fisika melakukannya. Lebih jauh guru dituntut bukan hanya menguasai materi pendidikan. Guru adalah yang "digugu dan "ditiru (diikuti dan dicontoh). sesuai dengan tujuan pendidikan dan tahap perkembangan siswa yang akan mempelajarinya. Kurikulum subjek akademis tidak berarti hanya menekankan pada materi yang disampaikan. Hal seperti itu akan mempermudah proses belajar fisika bagi siswa. Nama-nama mata pelajaran yang menjadi isi kurikulum hampir sama dengan nama disiplin ilmu. Selanjutnya. dapat merangsang ingatan apabila siswa diminta untuk menghubungkannya dengan masalah lain. Proses belajar yang dipilih sangat bergantung pada segi apa yang dipentingkan dalam materi pelajaran tersebut. kemudian mereorganisasinya secara sistematis. seperti bahasa dan sastra. Guru sebagai penyampai bahan ajar memegang peranan penting. ilmu kealaman. Penekanan pada segi intelektual ini dianut oleh hampir seluruh proyek pengembangan kurikulum pada tahun 1960-an di sekolah-sekolah negara bagian Amerika Serikat. Ia harus menjadi ahli dalam bidang-bidang studi yang diajarkannya. matematika. Karena kurikulum sangat mengutamakan pengetahuan maka pendidikannya lebih bersifat intelektual. suatu pengetahuan dapat digunakan dalam konteks lain daripada sekadar yang dipelajarinya. sejarah.materi ilmu yang telah dikembangkan para ahli disiplin ilmu. Para pengembang kurikulum pada masa adalah para ahli mata . umpamanya. Beberapa kegiatan belajar memungkinkan untuk mengadakan generalisasi. Seorang siswa yang belajar fisika. dan sebagainya. dalam perkembangannya secara berangsur memperhatikan proses belajar yang dilakukan siswa.

anak mengetahui keadaan biologis manusia. percobaan. rekaman. prinsip-prinsip. Salah satu contoh kurikulum yang berdasarkan atas struktur pengetahuan adalah Man: A Course of Study (MACOS) Macos adalah kurikulum untuk sekolah dasar. yaitu membangkitkan penghargaan dan keyakinan akan kemampuan sendiri dan memberikan serangkaian cara kerja yang memungkinkan anak walaupun dengan cara sederhana mampu menganalisis kehidupan sosial. Melalui perbandingan dengan binatang.gaimana memperoleh dan menguji fakta-fakta dan bukan sekadar mengingat-ingatnya. dan pengujian hipotesis.pelajaran yang menyusun bahan ajar di sekitar unsur-unsur struktural mendasar dari disiplin ilmunya. dengan pengarahan dan bimbingan Bruner. terdiri atas buku-buku. permainan. sebab para ahli lebih tertarik pada pemecahan masalah kemanusiaan. poster. Pelajaran tersusun atas . Melalui serangkaian kegiatan ilmiah seperti observasi. film. konsep-konsep inti. Pendekatan pertama. dan perlengkapan kelas lainnya. Pendekatan ini merupakan respons terhaclap perkembangan masyarakat yang menuntut modelmodel pengetahuan yang lebih komprehensif-terpadu. menyangkiii problema. pemahaman disiplin ilmu-ilmu sosial. kegiatan diskaveri dan sebagainya. diharapkan anak dapat mengambil banyak manfaat. Pada tah un 1970-an pendekatan struktur pengetahuan dalam pengembangan kurikulum ini mengalami kemunduran. adalah studi yang bersifat integratif. Sekurang-kurangnya ada tiga pendekatan dalam perkembangan Kurikulum Subjek Akademis. Para pengembang kurikulum mengharapkan anak-anak dapat menggali faktor-faktor penting yang akan menjadikan manusia sebagai manusia. Sasaran utama kurikulum model MACOS adalah perkembangan kemampuan intelektual. melanjutkan penih struktur pengetahuan. Dengan membandingkan manusia dari suatu masyarakat dengan masyarakat lainnya. Kurikulum ini ditujukan untuk mengadakan penyempurnaan tentang pengajaran ilmu sosial dan humanitas. penyusunan. anak-anak akan mempelajari aspek-aspek universal dari kebudayaan manusia. Pendekatan kedua. Murid-murid belajar ba. dan cara-cara bagaimana berinkuiri.

. Tujuan kurikulum subjek akademis adalah pemberian pengetahuan yang solid serta melatih para siswa menggunakan ide-ide dan proses "penelitian". yang dapat terdiri atas ide atau konsep besar yang dapat mencakup semua ilmu atau suatu proses kerja ilmu. adalah pendekatan yang dilaksanakan pada sekolah sekolah fundamentalis. Para siswa harus belajar menggunakan pemikiran dan dapat mengontrol dorongan-dorongannya. dan memecahkan masalah -masalah matematis. organisasi isi.satuan-satuan pelajaran. 2. Menyatukan berbagai cara/metode belajar. Ada beberapa ciri model kurikulum yang dikembangkan. Pengorganisasian tema-tema pengajaran didasarkan atas fenomena-fenomena alam. Menyatukan kegiatan belajar dari beberapa disiplin ilmu. atau masalah sosial yang membutuhkan pemecahan secara ilmiah. Dengan berpengetahuan dalam berbagai disiplin ilmu. Mereka tetap mengajar berdasarkan matamata pelajaran dengan menekankan membaca. proses kerja ilmiah dan problema-problema yang ada. Sekolah harus memberikan kesempatan kepada para siswa untuk merealisasikan kemampuan mereka menguasai warisan budaya dan jika mungkin memperkayanya. Pendekatan ketiga. Mereka mengembangkan suatu model kurikulum yang terintegrasi (integrated curriculum). dan lainlain dipelajari tanpa dihubungkan dengan kebutuhan praktis pemecahan masalah dalam kehidupan. para siswa diharapkan memiliki konsep-konsep dan cara-cara yang dapat terus dikembangkan dalam masyarakat yang lebih luas. Kegiatan belajar ditekankan pada pengalaman konkret yang bertolak dari minat dan kebutuhan murid serta disesuaikan dengan keadaan setempat. Pelajaran-pelajaran lain seperti ilmu kealaman. 3. dalam satuan-satuan pelajaran tersebut batas-batas ilmu menjadi hilang. 1. menulis. Menentukan tema-tema yang membentuk satu kesatuan (unifying theme). 1. Kegiatan belajar melibatkan isi dan proses dari satu atau beberapa ilmu sosial atau perilaku yang mempunyai hubungan dengan tema yang dipilih/ dikerjakan. Ciri-ciri kurikulum subjek akademis Kurikulum subjek akademis mempunyai beberapa ciri berkenaan dengan tujuan. dan evaluasi. metode. fenomena alam. ilmu sosial.

Bidang studi tersebut membutuhkan jawaban yang merefleksikan logika. Bidang studi seni yang sifatnya ekspresi membutuhkan penilaian subjektif yang jujur. Dalam materi disiplin ilmu yang diperoleh. koherensi. yang mencakup materi dari berbagai pelajaran disiplin ilmu. Dalam bidang studi humaniora lebih banyak digunakan bentuk uraian (essay test) daripada tes objektif. Bahan ajar diintegrasikan dalam suatu persoalan. dicari berbagai masalah penting. bahwa kemampuan berpikir dan mengamati digunakan dalam ilmu kealaman. Correlated curriculum adalah pola organisasi materi atau konsep yang dipelajari dalam suatu pelajaran dikorelasikan dengan pelajaran lainnya. dengan ilustrasi yang jelas untuk selanjutnya dikaji.Metode yang paling banyak digunakan dalam kurikulum subjek akademis adalah metode ekspositori dan inkuiri. di . Ada beberapa pola organisasi isi (materi pelajaran) kurikulum subjek akademis. kurikulum subjek akademis menggunakan bentuk evaluasi yang bervariasi disesuaikan dengan tujuan dan sifat mata pelajaran. maka dalam pola yang integrated warna disiplin ilmu tersebut sudah tidak kelihatan lagi. Integrated curriculum. Konsep utama disusun secara sistematis. Ide-ide diberikan guru kemudian dielaborasi (dilaksanakan) siswa sampai mereka kuasai. 3. dan untuk memahami budaya masa lalu dan mengerti keadaan masa kini. 4. dan integrasi secara menyeluruh. Kalau dalam unified masih tampak warna iliciplin ilmunya. Problem Solving curriculum adalah pola organisasi isi yang berisi topik pemecahan masalah sosial yang dihadapi dalam kehidupan dengan menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dari berbagai mata pelajaran atau disiplin ilmu. logika digunakan dalam matematika. Mereka mempelajari buku-buku standar untuk memperkaya pengetahuan. Unified atau Concentrated curriculum adalah pola organisasi bahan pelajaran tersusun dalam tema-tema pelajaran tertentu. kegiatan atau segi kehidupan tertentu. Pola-pola organisasi yang terpenting di antaranya: 1. 2. kemudian dirumuskan dan dicari cara pemecahannya. Tentang kegiatan evaluasi. bentuk dan perasaan digunakan dalam seni dan koherensi dalam sejarah. Melalui proses tersebut para siswa akan menemukan.

Mengutamakan kebutuhan masyarakat (social utility). maka tahap penguasaannya akan mendangkal. Anak-anak akan tahu banyak tetapi pengetahuannya hanya sedikit. Dalam ilmu kealaman penghargaan tertinggi bukan hanya diberikan kepada jawaban yang benar tetapi juga pada proses berpikir yang digunakan siswa. Pada pihak lain mereka mengkhawatirkan kegiatan evaluasi dapat mempengaruhi hubungan antara guru dan siswa. Ada beberapa saran untuk mengatasi masa lah tersebut. sukar menerapkannya dalam kehidupan masyarakat secara luas. . 2.ness) dengan menekankan pada bagaimana cara menguji kebenaran atau mendapatkan pengetahuan. memilih dan menentukan aspek-aspek dari dari disiplin ilmu yang sangat diperlukan dalam kehidupan masyarakat. Kekhawatiran mereka dapat sedikit dikurangi dengan dikembangkannya model evaluasi formatif dan sumatif. Apabila ingin memiliki penguasaan yang cukup mendalam maka jumlah disiplin ilmunya harus sedikit. yaitu: 1. nilai tertinggi diberikan bila siswa menguasai landasan aksioma serta cara penghitungannya benar. Satu pihak melihatnya sebagai suatu kegiatan yang sangat berharga.dikit (tidak mendalam). apabila disiplin ilmunya cukup banyak. Pemilihan disiplin ilmu Masalah besar yang dihadapi oleh para pengembang kurikulum subjek akademis adalah bagaimana memilih materi pelajaran dari sekian banyak disiplin ilmu yang ada. Mengusahakan adanya penguasaan yang menyeluruh (comprehensive. 2. Para ahli disiplin ilmu sering memiliki sifat ainbivalen terhadap evaluasi. Lain halnya dengan matematika. Evaluasi yang dilakukan dalam waktu singkat tidak akan memberikan gambaran yang benar tentang perkemhangan dan penguasaan siswa. Apabila hanya mempelajari sedikit disiplin ilmu maka penguasaan para siswa akan sangat Ierbatas.samping standar keindahan dan cita rasa. yang dapat memberikan informasi yang dibutuhkan.

dan kekuatan untuk berkembang. Penyesuaian mata pelajaran dengan perkembangan anak Para pengembang kurikulum subjek akademis.3. yaitu pengetahuan-pengetahuan yang menjadi dasar (prerequisite) bagi penguasaan disiplin-disiplin ilmu yang lainnya. B. Aliran ini lebih memberikan tempat utama kepada siswa. Menekankan pengetahuan dasar. untuk mengimbangi penekanannya pada proses berpikir. Para pendidik humanis juga berpegang pada konsep Gestalt. la adalah subjek yang menjadi pusat kegiatan pendidikan. dan generalisasi. Kurikulum Humanistik 1. pemanfaatan fasilitas dan sumber yang ada pada masyarakat. Proses belajar yang ditempuh oleh siswa sama pentingnya dengan penguasaan konsep. Kedua adanya upaya-upaya untuk menyesuaikan pelajaran dengan perbedaan individu dan kebutuhan setempat. Kurikulum ini berdasarkan konsep aliran pendidikan pribadi (personalized education) yaitu John Dewey (Progressive Education) dan J. mereka mengabaikan karakteristik siswa dan kebutuhan masyarakat setempat. Untuk mengatasi kelemahan-kelemahan di atas dalam perkembangan selanjutnya dilakukan beberapa penyempurnaan. punya kemampuan. mereka mulai mendorong penggunaan intuisi dan tebakan-tebakan. bahwa individu atau anak merupakan satu . Para ahli kurikulum subjek akademis juga memandang materi yang akan diajarkan bersifat universal. 3. Mereka umumnya kurang memperhatikan bagaimana siswa belajar dan lebih mengutamakan susunan isi. Rousseau (Romantic Education). yaitu apa yang akan diajarkan.J. Konsep dasar Kurikulum humanistik dikembangkan oleh para ahli pendidikan humanistik. Mereka bertolak dari asumsi bahwa anak atau siswa adalah yang pertama dan utama dalam pendidikan. prinsip-prinsip. Pertama. Mereka percaya bahwa siswa mempunyai potensi. Ketiga. lebih mengutamakan penyusunan bahan secara logis dan sistematis daripada menyelaraskan urutan bahan dengan kemampuan berpikir anak.

terhadap kesatuan yang menyeluruh dari lingkungan. Kritikisme Radika I. Pendidikan humanistik menekankan peranan siswa. maupun tindakan). 1). Dalam pendidikan tidak ada pemaksaan. Berkat situasi tersebut anak mengembangkan segala potensi yang dimilikinya. Mc Neil. terhindar dari berbagai hama. air dan udara yang ‡ukup. Pandangan mereka berkembang sebagai reaksi terhadap pendidikan yang lebih menekankan segi intelektual dengan peran utama dipegang oleh guru. Pendidikan merupakan suatu upaya untuk menciptakan situasi yang permisif. Menurut Mc Neil "The nezv humanists are self actualizers who see curriculum as a liberating process that can meet the need for growth and personal integrity (John D. Pendidikan merupakan upaya untuk menciptakan situasi yang memungkinkan anak berkembang optimal. Pendidikan diarahkan kepada membina manusia yang utuh bukan saja segi fisik dan intelektual tetapi juga segi sosial dan afektif (emosi. Pendidik adalah ibarat petani yang berusaha menciptakan tanah yang gembur. dan bagaimana merasakan atau bersikap terhadap sesuatu. Tujuan pengajaran adalah memperluas kesadaran diri sendiri dan mengurangi kerenggangan dan keterasingan dari lingkungan. perasaan. 1977. dan Mistikisme modern. perasaan. Ada beberapa aliran yang termasuk dalam pendidikan humanistik yaitu pendidikan: Konfluen. nilai. individu harus merespons secara utuh (baik segi pikiran. rileks.kesatuan yang menyeluruh. yang ada adalah dorongan dan rangsangan untuk berkembang . Tugas guru adalah menciptakan situasi yang permisif dan mendorong siswa untuk mencari dan mengembangkan pemecahan sendiri. Mereka memandang pendidikan sebagai upaya untuk membantu anak menemukan dan mengembangkan sendiri segala potensi yang dimilikinya. hlrn. akrab. Kritikisme radikal bersumber dari aliran naturalisme atau romantisme Rousseau. untuk tumbuhnya tanaman yang penuh dengan berbagai potensi. Pendidikan mereka lebih menekankan bagaimana mengajar siswa (mendorong siswa). Pendidikan konfluen menekankan keutuhan pribadi. sikap. dan lain-lain).

Mistikisme modern adalah aliran yang menekankan latihan dan pengembangan kepekaan perasaan. 2. b. perasaan. Melalui partisipasi dalam berbagai kegiatan kelompok terjadi interaksi. melalui sensitivity training. meditasi. Menurut mereka kurikulum tidak menyiapkan pendidikan tentang sikap. c. 3. . Partisipasi. nilai) dengan segi-segi kognitif (kemampuan intelektual). Kurikulurn konfluen Kurikulum konfluen dikembangkan oleh para ahli pendidikan konfluen. perasaan. dan sebagainya. kehalusan budi pekerti. melalui berbagai bentuk aktivitas kelompok. dan integrasi dari pemikiran. persetujuan. Ini menunjukkan ciri yang nonotoriter dari pendidikan konfluen. Relevansi. perasaan-perasaan. Melalui partisipasi dalam kegiatan bersama. yang ingin menyatukan segi-segi afektif (sikap. Beberapa ciri kurikulum konfluen Kurikulum konfluen mempunyai beberapa ciri utama yaitu: a. berperasaan dan memberi pertimbangan nilai. perasaan dan juga tindakan. Kurikulum hendaknya mempersiapkan berbagai alternatif yang dapat dipilih murid-murid dalam proses bersikap. Integrasi. pertukaran kemampuan. bertanggung jawab bersama. Kegiatan belajar adalah belajar bersama. Murid-murid hendaknya diajak untuk menyatakan pilihan dan mempertanggungjawabkan sikap-sikap. Kurikulum ini menekankan partisipasi murid dalam belajar. Isi pendidikan relevan dengan kebutuhan. murid-murid dapat mengadakan perundingan. yoga. interpenetrasi. dan nilai yang harus dimiliki murid-murid. Hal demikian sudah tentu akan lebih berarti bagi murid baik secara intelektual maupun emosioanal. mina t dan kehidupan murid karena diambil dari dunia murid oleh murid sendiri. Pendidikan konfluen kurang menekankan pengetahuan yang mengandung segi afektif). dan pertimbanganpertimbangan nilai yang telah dipilihnya. dan lain-lain.

Dasar dari kurikulum konfluen adalah Psikologi Gestalt yang menekankan keutuhan. Metode-metode belajar konfluen Para pengembang kurikulum konfluen telah menyusun kurikulum untuk berbagai bidang pengajaran. Pengajaran lebih menekankan kepada tanggung jawab pribadi daripada kompetisi. . Prinsip pengajarannya menerapkan prinsip terapi Gestalt.unit pelajaran yang telah diujicobakan. unit. Teori yang mendukung pandangan ini adalah Eksistensialisme yang memusatkan perhatiannya pada apa yang terjadi sekarang di tempat ini. Hal itu sesuai dengan konsep Gestalt bahwa sesuatu itu dikatakan berarti (penting .topik yang akan dipelajari. yang matang. Pendidikan ini bertujuan mengembangkan pribadi yang utuh. keunikan. Pengajaran konfluen juga telah tersusun dalam bentuk rencana-rencana pelajaran. topic. dan buku teks. Melalui latihan kesadaran/kepekaan perkembangan yang sehat akan tercapai. yang menekankan keterbukaan.d. Pendidikan konfluen sangat mengutamakan kesatuan dari keseluruhan. Kurikulum konfluen menyatukan pengetahuan objektif dan subjektif.red) apabila bermanfaat bagi keseluruhan. dan tanggung jawab pribadi. Apa yang menjadi isi kurikulum diukur oleh apakah hal itu bermanfaat bagi kita sekarang? Apakah hal itu akan memperbaiki kehidupan kita sekarang. Pendidikan ini memberi tempat utama pada pribadi anak. keseluruhan. kesadaran. Pendidikan adalah pengembangan pribadi. 4. Kurikulum tersebut mencakup tujuan. Kebanyakan bahan tersebut diajarkan dengan teknik afektif. Pribadi anak. kesatuan. Halhal di atas sangat esensial dalam perkembangan individu yang sehat. Tidak ada jawaban yang salah atau benar dalam pengajaran konfluen. alat-alat pelajaran. berhubungan dengan kehidupan siswa dan bermanfaat baik bagi individu maupun masyarakat. pengaktualisasian segala potensi pribadi anak secara utuh. yang serasi baik di dalam dirinya maupun dengan lingkungan secara menyeluruh. e. karena dengan cara itu ia lebih sadar akan eksistensinya dan kemungkinannya untuk berkembang. Tujuan.

Kurikulum humanistik dapat membantu mereka memperlancar proses aktualisasi diri ini. Berbeda dengan pengembang kurikulum yang lain. mengidentifikasi tema-tema atau topik-topik yang mengandung self judgment. Menurut Maslow puncak pengalaman ini merupakan awal dan juga akhir dari pendidikan. Mereka mengharapkan setiap guru mengembangkan kreasi sendiri. Aku atau diri ini perlu dibuka. tersembunyi atau tertutup. para penyusun kurikulum konfluen tidak menuntut para guru melaksanakan pengajaran seperti yang mereka kerjakan. yang terpenting mereka memahami tujuan dan kegunaan kegiatan yang mereka ciptakan. Setiap orang mempunyai self (aku = din) yang tidak selalu disadari.686) kita dapat belajar lebih banyak tentang diri kita melalui pengujian respons-respons menuju puncak pengalaman (peak experiences). berekspresi. Cara yang kedua ini menuntut keterbukaan dari peristiwa tetapi juga guru perlu mengusahakan kerahasiaan. fantasy body trips merupakan pemahaman tentang badan dan diri individu.ngunkan melalui pendidikan. materi disajikan dalam bentuk yang belum selesai (open ended). Pertama. Dalam memilih kegiatan belajar beberapa cara dapat ditempuh. Puncak pengalaman adalah pengalaman-pengalaman yang membangkitkan rasa sayang. Menurut Abraham Maslow (1968. 685. duka. berbuat. kegiatan atau ritual baru. senang dsb. rituals yaitu suatu kegiatan untuk menciptakan kebiasaan. Melalui berbagai kegiatan pengajaran model humanistik para siswa dapat menyatakan din. tema atau issue-iswre diharapkan muncul secara spontan dari prosedur serta perlengkapan pengajaran yang ada. bereksperimen. . atau diba. Kurikulum perlu merencanakan program untuk membantu para siswa menemukan dan menampakan dirinya. Pengajaran humanistik memfokuskan proses aktualisasi din i (self actualization). Untuk setiap tema atau topik hendaknya dipilih prosedur atau bentuk-bentuk kegiatan atau teknik yang sesuai. him. memperoleh umpan balik dan menemukan dirinya. benci.George Issac Brown telah memberikan sekitar 40 macam teknik pengajaran konfluen. cemas. di antaranya: dyads yang merupakan latihan komunikasi afektif antara dua orang. Kedua. Dalam menciptakan kreasi ini.

kurikulum humanistik menekan. estetika. Peran mengajar bukan saja dilakukan oleh guru tetapi juga oleh murid. Semua itu merupakan bagian dari cita-cita perkembangan manusia yang teraktualisasi (self actualizing person). orang lain. Guru harus memberikan dorongan kepada murid atas dasar saling percaya.kan integrasi. Ia harus mampu memberikan materi yang menarik dan mampu menciptakan situasi yang memperlancar proses belajar. Kurikulum ini kurang menekankan sekuens. him. 5. .rid. sikap yang sehat terhadap diri sendiri. metode. kelompok. Guru tidak memaksakan sesuatu yang tidak disengani murid. maupun moral. dan belajar. Kurikulum humanistik menuntut hubungan emosional yang baik antara guru dan murid.rid-murid kurang mempunyai kesempatan untuk memperluas dan memperdalam aspek-aspek perkembangannya. Seorang dapat bekerja dengan baik bila memiliki karakter yang baik pula.laman yang menyeluruh.Menurut Philip H. karena dengan sekuens mu. Bagi Phenix kesadaran merupakan kunci perkembangan diri dalam membina hubungan dan penycsuaian diri dengan orang lain. dan lain-lain. budaya. Phenix (1971. Sesuai dengan prinsip yang dianut. Kurikulurn harus mampu memberikan penga. Seseorang yang telah mampu mengakutalisasikan diri adalah orang yang telah mencapai keseimbangan (harmoni) perkembangan seluruh aspek pribadinya baik aspek kognitif. Kurikulum humanistik juga menekankan keseluruhan. berkenaan dengan tujuan. 271-283) kurikulum harus dapat mengembangkan kesadaran dan mendorong kreativitas murid-murid. dan evaluasi. Karakteristik kurikulum humanistik Kurikulum humanistik mempunyai beberapa karakteristik. bukan pengalaman yang terpenggal-penggal. kurikulum befungsi menyediakan pengalaman (pengetahuanred) berharga untuk membantu memperlancar perkembangan pribadi mu. Menurut para humanis. integritas. dan otonomi kepribadian. organisasi isi. yaitu kesatuan perilaku bukan saja yang bersifat intelektual tetapi juga emosional dan tindakan. juga mampu menjadi sumber. Bagi mereka tujuan pendidikan adalah proses perkembangan pribadi yang dinamis yang diarahkan pada pertumbuhan. Guru selain harus mampu menciptakan hubungan yang hangat dengan murid.

minat atau perhatian tertentu. b.nya. Kalau kurikulum yang hiasa terutama subjek akademis mempunyai kriteria pencapaian.139) dengan langkah-langkah sebagai berikut. hlm. 121.problema yang dihadapinya dalam masyarakat. dan dengan sumber belajar . Pelaksanaan kegiatan. siswa dengan orang-orang di lingkungan. c. Kegiatan belajar yang baik adalah yang memberikan pengalaman yang akan membantu para siswa memperluas kesadaran akan dirinya dan orang lain dan dapat mengembangkan potensi-potensi yang dimilikinya. a. Model lebih mengutamakan proses daripada hasil. Penyempurnaan. pembahasan hasil-hasil yang telah dicapai. melainkan kegiatan bersama. Di dalamnya tercakup topik-topik. kurikulum humanistik berbeda dengan yang biasa. tetapi juga antara siswa dengan siswa. Dalam evaluasi. kerja sama. Sasaran mereka adalah perkembangan anak supaya menjadi manusia yang lebih terbuka. Menyusun kegiatan yang dapat memunculkan sikap. maka dalam kurikulum humanistik tidak ada kriteria. lebih berdiri sendiri. Kurikulum Rekonstruksi Sosial Kurikulum rekonstruksi sosial berbeda dengan model-model kurikulum lainnya.Penyusunan sekuens dalam pengajaran yang sifatnya afektif. bahan ajar serta kegiatan belajar yang akan membantu siswa dalam merumuskan apa yang ingin mereka pelajari. interaksi. Menurut mereka pendidikan bukan upaya sendiri. para siswa diberi pengalaman yang menyenangkan baik yang berupa gerakan-gerakan maupun penghayatan. Kegiatan yang mereka lakukan hendaknya bermanfaat bagi siswa. Kurikulum ini lebih memusatkan perhatian pada problema. penyempurnaan hasil serta upaya tindak lanjutnya. dilakukan oleh Shiflett (1975. C. Kerja sama atau interaksi bukan hanya terjadi antara sisvva dengan guru. d. l'onilaiannya bersifat subjektif baik dari guru maupun para siswa. Kegiatan yang diutamakan adalah yang akan membangkitkan rasa ingin tahu dari pemahaman. Kurikulum ini bersumber pada aliran pendidikan interaksional. Memperkenalkan bahan-bahan yang akan dibahas dalam setiap kegiatan.

Sekolah bukan saja dapat membantu individu memperkembangkan kemampuan sosialnya. hambatan -hambatan atau gangguangangguan yang dihadapi manusia. menakut-nakuti dan kompromi semu. tetapi juga dapat membantu bagaimana berpartisipasi sebaik-baiknya dalam kegiatan sosial. Mereka ingin meyakinkan murid-murid bagaimana masyarakat membuat warganya seperti yang ada sekarang dan bagaimana masyarakat metnenuhi kebutuhan pribadi warganya melalui konsensus sosial. 1. Setelah diharapkan dapat menciptakan masya. Tantangan-tantangan tersebut merupakan .rakat baru yang lebih stabil.lainnya. Tujuan utama kurikulum rekonstruksi sosial adalah menghadapkan para siswa pada tantangan. ancaman.konsep baru yang diperolehnya dapat mengidentifikasi dan memcahkan masalah-masalah sosial. Perubahan sosial tersebut harus dicapai melalui prosedur demokrasi. Harold Rug mulai melihat dan menyadarkan kawan kawannya bahvva selama ini terjadi kesenjangan antara kurikulum dengan masyarakat. Mereka mendorong agar para siswa mempunyai pengetahuan yang cukup tentang masalah-masalah sosial yang mendesak (crucial) dan kerja sama atau bergotong royong untuk memecahkannya. Asumsi. pada awal tahun 1950-an menyampaikan gagasannya tentang rekonstruksi sosial. Brameld juga ingin memberikan keyakinan tentang pentingnya perubahan sosial. Theodore Brameld. Desain kurikulum rekonstruksi sosial Ada beberapa ciri dari desain kurikulum ini. a. Para rekonstruksionis sosial menentang intimidasi. Ia menginginkan para siswa dengan pengetahuan dan konsep. Melalui interaksi dan kerja sama ini siswa berusaha memecahkan problema-problema yang dihadapinya dalam masyarakat menuju pembentukan masyarakat yang lebih baik. Dalam masyarakat demokratis. Para rekonstruksionis sosial tidak mau terlalu menekankan kebebasan individu. Untuk melaksanakan hal itu sekolah mempunyai posisi yang cukup penting. seluruh warga masyarakat harus turut serta dalam perkembangan dana pembaharuan masyarakat. Pandangan rekonstruksi sosial di dalam kurikulum dimulai sekitar tahun 1920-an.

yang perlu didekati dari bidang-bidang lain seperti ekonomi. Kegiatan belajar dipusatkan pada masalah-masalah sosial yang mendesak. bahkan pengetahuan alam. Di tengah-tengahnya sebagai poros dipilih sesuatu masalah yang menjadi tema utama dan dibahas secara pleno. b.lain. c. Pertanyaan pertanyaan tersebut mengundang pengungkapan lebih mendalam. BAGAN 5.bidang garapan studi sosial. Pola-pola organ isasi. seperti: Dapatkah kehidupan seperti sekarang ini memberikan kekuatan untuk menghadapi ancaman ancaman yang akan mengganggu integritas kemanusiaan? Dapatkah tata ekonomi dan politik yang ada dibangun kembali agar setiap orang dapat memanfaatkan sumbersumber daya alam dan cumber daya manusia seadil mungkin. latihan-latihan. pola organisasi kurikulum disusun seperti sebuah roda. estetika. sosiologi psikologi. Masalah-masalah sosial yang mendesak. dan matematika. Masalah-masalah masyarakat bersifat universal dan hal ini dapat dikaji dalam kurikulum. bukan saja dari buku-buku dan kegiatan laboratorium tetapi juga dari kehidupan nyata dalanl masyarakat. Topik-topik dengan berbagai kegiatan kelompok ini merupakan jar-jar. Pola desain kurikulum rekonstruksi sosial . Dan tema utama dijabarkan sejumlah topik yang dibahas dalam diskusidiskusi kelompok. kunjungan dan lain. Pada tingkat sekolah menengah. Semua kegiatan jar-jari tersebut dirangkum menjadi satu kesatuan sebagai bingkai atau velk. Masalah-masalah tersebut dirumuskan dalam pertanyaan.

ada kebergantungan antara seorang dengan yang lainnya. . umpamanya untuk tahun pertama tujuannya membangun kembali dunia ekonomipolitik. Untuk kelaskelas tinggi selain mereka dihadapkan kepada situasi nyata juga mereka diperkenalkan dengan situasi-situasi ideal. (5) memantapkan rencana perubahan praktik politik. Tujuan program pendidikan setiap tahun berubah. a) Tujuan dan isi kurikulum. Anakanak sejak sekolah dasar pun diharuskan turut serta dalam survai kemasyarakatan serta kegiatan kegiatan sosial lainnya. Dengan hal itu diharapkan para siswa dapat menciptakan model-model kasar dari situasi yang akan datang. Dalam kegiatan belajar tidak ada kompetisi yang ada adalah kooperasi atau kerja sama. Kerja sama baik antara individu dalam kegiatan kelompok. maupun antarkelompok dalam kegiatan pleno sangat mewarnai metode rekonstruksi sosial. apakah telah mempengaruhi kepentingan sebagian besar orang. Kegiatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut adalah ( I) mengadakan survai secara kritis terhadap masyarakat (2) mengadakan studi tentang hubungan antara keadaan ekonomi lokal dan ekonomi nasional serta dunia. belajar merupakan kegiatan bersama. Dalam program pendidikan ekonomi-politik. Dalam pengajaran rekonstruksi social para pengembang kurikulum berusaha mencari keselarasan antara tujuan. Kerja sama ini juga terjadi antara para siswa dengan manusia sumber dari masyarakat. b) Metode. saling pengertian dan konsensus. Sesuai dengan minat masingmasing siswa.Innyo dengan faktor ekonomi. baik dalam kegiatan pleno maupun kelompok-kelompok berusaha memecahkan masalah sosial yang dihadapinya.1. (3) mengadakan studi tentang latar belakang nkloris dan kecenderungankecenderungan perkembangan ekonomi. Komponen-komponen kurikulum Kurikulum rekonstruksi sosial memiliki komponen-komponen yang sama dengan model kurikulum lain tetapi isi dan bentuk-bentuknya berbeda. Bagi rekonstruksi sosial. Illihungannya dengan ekonomi lokal.mT. Guru-guru berusaha membantu para siswa menemukan minat dan kebutuhannya. (6) mengevaluasi semua rencana dengan criteria. (4) mengkaji praktik politik dalam Ind.tujuan nasional dengan tujuan siswa.

di daerah industri mengembangkan bidang-bidang industri. Mereka banyak membantu pengembangan daerah-daerah di Amerika Latin. menyusun. Pengaruh tersebut terutama menyangkut perkembangan masyarakat dan peningkatan taraf kehidupan masyarakat. meningkatkan kemampuan memecahkan masalah-masalah yang dihadapi. Pelaksanaan pengajaran ini diarahkan untuk meningkatkan kondisi kehidupan mereka. Sekolah berusaha memberikan penerangan dan melatih kemampuan untuk melihat dan mengatasi hambatan-hambatan yang dihadapi. sekolah mempelajari potensi-potensi tersebut. Soal-soal yang akan diujikan dinilai lebih dulu baik ketepatan maupun keluasan isinya. Pelaksanaan pengajaran rekonstruksi sosial Pengajaran rekonstruksi sosial banyak dilaksanakan di daerah-daerah yang tergolong belum maju dan tingkat ekonominya juga belum tinggi. Conscientization merupakan suatu proses pendidikan atau pengajaran di mana siswa tidak diperlakukan sebagai penerima tetapi sebagai pelajar yang aktif. Salah satu badan yang banyak mengembangkan baik teori maupun praktik pengajaran rekonstruksi sosial adalah Paulo Freize. memperluas kesadaran tentang realitas sosial budaya dan dengan segala kemampuannya berupaya mengubah dan meningkatkannya. dan menilai bahan yang akan diujikan. Sesuai dengan potensi yang ada dalam masyarakat. . Di daerah pertanian umpamanya sekolah mengembangkan bidang pertanian dan peternakan.c) Evaluasi. Dengan gerakan conscientization mereka membantu masyarakat memahami fakta-fakta dan masalah-masalah yang dihadapinya dalam konteks kondisi masyarakat mereka. dengan bantuan biaya dari pemerintah sekolah berusaha mengembangkan poterisi tersebut. juga keampuhan menilai pencapaian tujuan-tujuan pembangunan masyarakat yang sifatnya kualitatif. Untuk memerangi kebodohan dan keterbelakangan mereka menggalakkan gerakan budaya akal budi (conscientization). tetapi juga menilai pengaruh kegiatan sekolah terhadap masyarakat. Mereka berusaha membuka diri. Evaluasi tidak hanya menilai apa yang telah dikuasai siswa. Dalam kegiatan evaluasi para siswa juga libatkan. Keterlibatan mereka terutama dalam memilih. 2.

Bertolak dari kenyataan-kenyataan tersebut mereka membina diri dan membangun masyarakat. Kecenderungan utama adalah perkembangan teknologi dengan berbagai dampaknya terhadap kondisi dan perkembangan masyarakat. agar mempelajari kecenderungan (trends) perkembangan. Pandangan rekonstruksi sosial berkembang karena keyakinannya pada kemampuan manusia untuk membangun dunia yang lebih baik.Keterbatasan dan potensi yang mereka miliki. mereka tidak dapat melepaskan din dari perkembangan tetapi harus menyesuaikannya. mewakili teman-temannya para Futurolog menggunakan perencanaan masa yang akan datang (future planning) sebagai dasar penyusunan kurikulum. akibat pertambahan penduduk. Beberapa kritikus pendidikan menilai pandangan ini sukar diterapkan langsung dalam kurikulum (pendidikan). Para ahli kurikulum yang berorientasi ke masa depan menyarankan agar isi kurikulum difokuskan pada: penggalian sumber-sumber alam dan htikan alam. politik. Ia menggalakkan perencanaan masa akan datang. Kemampuan warga untuk ikut serta dalam pemecahan masalah juga bervariasi. sosial. Shane menyarankan para pengembang kurikulum. Kecenderungan lain adalah perkembangan ekonomi. Penyebabnya adalah interpretasi para ahli tentang perkembangan dan masalah-masalah sosial berbeda. ketidakseragaman pemanfaatan sumber-sumber dan lain-lain. . Shane menegaskan peranan individu dalam menemukan masa depannya sendiri. Untuk iiiengidentifikasi dan menganalisis kecenderungan-kecenderungan tersebut diperlukan bantuan dari para ahli disiplin ilmu. Juga penekanannya tentang peranan ilmu dalam memecahkan masalah -masalah sosial. Dalam perkembangan sosial yang perlu mendapatkan perhatian utama adalah perkembangan manusia. baik bagai individu maupun dalam interaksinya dengan yang lain. Harold G. Dalam pemecahan problema sosial dan membuat kebijaksanaan sosial diperlukan musyawarah tiengan warga masyarakat. Shane seorang profesor dari Universitas Indiana Amerika Serikat. masalah air. dari bukan perencanaan untuk masa yang akan datang. dan budaya. populasi. kesejahteraan masyarakat.

Dewasa ini sesuai dengan tahap perkembangannya yang digunakan adalah teknologi maju. tetapi diarahkan bukan pada pemeliharaan dan pengawetan ilmu tersebut tetapi pada penguasaan kompetensi. dan lain-lain. Contoh-contoh model pengajaran tersebut adalah: pengajaran dengan bantuan film dan video. Suatu kompetensi yang besar diuraikan menjadi kompetensi yang lebih sempit/khusus dan akhirnya menjadi perilaku-perilaku yang dapat diamati atau diukur. Pengajaran dengan bantuan komputer. juga model-model pengajaran yang banyak melibatkan penggunaan alat. yaitu menekankan isi kurikulum. tetapi yang digunakan adalah teknologi sederhana seperti penggunaan papan tulis dan kapur. Aliran ini ada persamaannya dengan pendidikan klasik. sedangkan penerapan teknologi perangkat lunak disebut juga teknologi sistem (system technology).D. CD-rom dan internet. Dalam arti teknologi sistem. overhead projector. seperti audio dan video casssette. mesin pengajaran. dan motion film. Penerapan teknologi perangkat keras dalam pendidikan dikenal sebagai teknologi alat (tools technology). Perkembangan teknologi mempengaruhi setiap bidang dan aspek kehidupan. di bidang pendidikan berkembang pula teknologi pendidikan. bisa . Kurikulumnya berisi rencana-rencana penggunaan berbagai alat dan media. Teknologi dan Kurikulum Abad dua puluh ditandai dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat. teknologi pendidikan menekankan kepada penyusunan program pengajaran atau rencana pelajaran dengan menggunakan pendekatan sistem. Sejalan dengan perkembangan ilmu dan teknologi. film slide. pengajaran modul. mesin pengajaran. dan lain-lain. termasuk bidang pendidikan. pengajaran berprogram. komputer. Teknologi pendidikan dalam arti teknologi alat. Penerapan teknologi dalam bidang pendidikan khususnya kurikulum adalah dalam dua bentuk. yaitu bentuk perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware). lebih menekankan kepada penggunaan alat-alat teknologis untuk menunjang efisiensi dan efektivitas pendidikan. pena dan tinta. Sejak dahulu teknologi telah diterapkan dalam pendidikan. sabak dan grip. Program pengajaran ini bisa semata-mata program sistem.

Pada saat tertentu ada tugas-tugas yang harus dikerjakan secara kelompok. Penggunaan alat dan media belum terintegrasi dengan program pembelajaran. Tujuan-tujuan pengajaran telah ditentukan sebelumnya. Pada bentuk ketiga program pengajaran telah disusun secara terpadu antara bahan dan kegiatan pembelajaran dengan alat dan media. Tujuan diarahkan pada penguasaan kompetensi. yang disebut objektif atau tujuan instruksional. Pada bentuk pertama. yaitu: a. pengajaran disusun secara system dan ditunjang dengan penggunaan alat dan media pembelajaran. perbuatan atau kecakapan-keterampilan yang dapat diamati atau diukur. dan maju sesuai dengan kecepatan masing-masing. Pengajaran bersifat individual. pengajaran tidak membutuhkan alat dan med id yang canggih. Setiap . Pada bentuk kedua. tetapi bahan ajar dan proses pembelajaran disusun secai sistem. Metode yang merupakan kegiatan pembelajaran sering dipandang sebagai proses mereaksi terhadap perangsang-perangsang yang diberikan dan apabila terjadi respons yang diharapkan maka respons tersebut diperkuat. 1. tiap siswa menghadapi serentetan tugas yang harus dikerjakannya. yaitu bila digunakan alat dan media akan lebih baik. video atau film. Bahan ajar telah disusun dalam kaset audio. pengajaran disusun secara system. Tujuan-tujuan yang bersifat umum yaitu kompetensi dirinci menjadi tujuan-tujuan khusus.program sistem yang ditunjang dengan alat dan media. Alat dan media digunakan sesuai dengan kondisi tetapi tidak terlalu dipentingkan. yang dirumuskan dalam bentuk perilaku. Alat dan media digunakan sesuai dengan kondisi tetapi tidal terlalu dipentingkan. dan bisa juga program sistem yang dipadukan dengan alat dan media pengajaran. b. Pembelajaran tidak bisa berjalan tanpa melibatkan penggunaan alat-alat dan program tersebut. memiliki beberapa ciri khusus. Metode. atau diprogramkan dalam komputer. Tujuan. Pada bentuk kedua. bersifat "on-off'. Objektif ini menggambarkan perilaku. tetapi bila tidak menggunakan alat pun pengajaran masih tetap berjalan. Beberapa ciri kurikulum teknologis Kurikulum yang dikembangkan dari konsep teknologi pendidikan.

Para siswa belajar secara individual melalui media buku-buku ataupun media elektronik. Para siswa dapat segera mengetahui apa yang telah mereka kuasai dan apa yang masih harus dipelajari lebih serius. tetapi telah diramu sedemikian rupa sehingga mendukung penguasaan sesuatu kompetensi. Sebagai tanda menguasai bahan mereka harus menguasai seara tuntas tujuan-tujuan dari suatu program. bentuk ini tes dipandang yang paling cocok. Kegiatan evaluasi dilakukan pada setiap saat. Sesuai dengan landasan pemikiran mereka. Dalam kegiatan belajarnya mereka dapat menguasai keterampilan-keterampilan dasar ataupun perilaku-perilaku yang dinyatakan dalam tujuan program. Fungsi evaluasi ini bermacammacam. 2) Pelaksanaan pengajaran. Bahan ajar atau isi kurikulum banyak diambil dari disiplin ilmu. Mereka belajar dengan cara memberikan respons secara cepat terhadap persoalan-persoalan yang diberikan. sebab dalam model kurikulum ini umpan balik selalu diberikan. Para siswa diberi penjelasan tentang pentingnya bahan yang harus dipelajari. Organisasi Indian ajar. Evaluasi yang mereka gunakan umumnya berbentuk tes objektif. suatu unit ataupun semester. Urutan dari objektifobjektif ini pada dasarnya menjadi inti organisasi bahan. Juga dapat menjadi umpan balik bagi guru dan pengembang kurikulum untuk penyempurnaan kurikulum. pada akhir suatu pelajaran. 1) Penegasan tujuan. Kemajuan siswa dapat segera diketahui oleh siswa sendiri. sebagai umpan balik bagi siswa dalam penyempurnaan penguasaan suatu satuan pelajaran (evaluasi formatif). . 3) Pengetahuan tentang hasil. yang rnenggambarkan objektif.siswa harus menguasai secara tuntas tujuan-tujuan program pengajaran. c. d. Bahan ajar atau kompetensi yang luas/besar dirinci menjadi bagian-bagian atau subkompetensi yang lebih kecil. Evaluasi. Pelaksanaan pengajaran mengikuti langkah-langkah sebagai berikut. umpan balik bagi siswa pada akhir suatu program atau semester (evaluasi sumatif). bahwa model pengajarannya menekankan sifat ilmiah.

kurikulum teknologis tidak terlepas dari beberapa keterbatasan atau kelemahan. evaluasi) juga bahan-bahan ajar yang bersifat afektif. Program dikembangkan melalui beberapa kegiatan uji coba dengan sampel-sampel dari suatu populasi yang sesuai. Beberapa percobaan menunjukkan kemampuan siswa untuk mentransfer hasil belajar cukup rendah. 2. Pengajaran teknologis sukar untuk dapat melayani bakat-bakat siswa belajar dengan metode-metode khusus. Pengembangan kurikulum teknologis berpegang pada beberapa kriteria. sintetis. yang dilengkapi dengan sistem umpan balik dan bimbingan yang teratur dari dapat mempercepat dan meningkatkan penguasaan siswa. Apalagi kalau digunakan program-program yang lebih berstruktur seperti pengajaran berprogram. masalah dan keterampilan yang akan menjadi isi kurikulum disusun dengan fokus pada nilainilai tadi. Masalah kebosanan juga berpengaruh terhadap proses belajar. Metode mengajar mereka cenderung seragam.Program pengajaran teknologis sangat menekankan efisiensi dan efektivitas. tingkat penguasaannya pun relatif rendah. Dengan model pengajaran ini tingkat penguasaan siswa dalam standar konvensional jauh lebih tinggi dibandingkan dengan model-model lain. Meskipun memiliki kelebihan-kelebihan. penyusunan buku-buku serta perangkat kurikulum lainnya lebih bersifat seni dan didasarkan atas kepentingan politik daripada landasan-landasan ilmiah dan teknologis. penyusunan kurikulum. Keberhasilan belajar siswa juga sangat dipengaruhi oleh sikap mereka. tetapi bila sikapnya negatif. Pengembangan kurikulum Dalam pengembangan kurikulum model lama. pengajaran modul atau pengajaran dengan bantuan video dan komputer. bila sikapnya positif maka siswa akan berhasil. Pengembangan kurikulum diarahkan pada pencapaian nilai-nilai umum. yaitu: 1) Prosedur pengembangan kurikulum dinilai dan disempurnakan oleh . direvisi beberapa kali sampai standar yang diharapkan dapat dicapai. konsep-konsep. menurut para ahli teknologi pendidikan. Model ini terbatas kemampuannya untuk mengajarkan bahan ajar yang kompleks atau membutuhkan penguasaan tingkat tinggi (analisis.

Inilah hambatan utama pengembangan kurikulum ini. dan hendaknya memberikan hasil yang sama. Di pihak lain harus dicegah jangan sampai pengembangan kurikulum ini menjadi objek bisnis. Pengembangan dan penggunaan alat dan media pengajaran bukan hanya sebagai alat bantu tetapi bersatu dengan program pengajaran dan ditujukan pada penguasaan kompetensi tertentu. diperlukan adanya spesifikasi dari alat atau media yang akan dikembangkan. Spesifikasi juga meliputi spesifikasi situasi lingkungan tempat belajar. Hal ini menyangkut pasaran. Pengembangan pengajaran yang betul-betul berstruktur dan bersatu dengan alat dan media membutuhkan biaya yang tidak sedikit. dan organisasi. demikian juga format-format media. perlu mempertimbangkan beberapa hal. Dengan pendekatan ini biaya dapat lebih ditekan. Sistem Instruksional atau Desain Instruksional. sekuens-sekuens pengajaran perlu diujicobakan dalam bentuk prototipe-prototipe. standar perilaku belajar. Pemecahan masih dapat dilakukan dengan menerapkan model kurikulum teknologis yang lebih menekankan pada teknologi sistem dan kurang menekankan pada teknologi alat. Pertama. Keempat . terutama bagi sekolah atau daerah-daerah yang kemampuan finansialnya masih rendah. Pengembangan kurikulum teknologis terutama yang menekankan teknologi alat. Ketiga prototipe. serta keterampilan-keterampilan untuk mencapai tujuan. terutama guru-guru untuk mengembangkan sendiri program pengajarannya. 2) Hasil pengembangan terutama yang berbentuk model adalah yang bisa diuji coba ulang. baik dilihat dari segi kegunaannya maupun ketepatan penggunaannya.pengembang kurikulum yang lain. Model ini di Indonesia dikenal dengan nama Satuan Pelajaran dalam lingkungan Pendidikan Dasar dan Menengah atau Satuan Acara Perkuliahan pada Perguruan Tinggi. sebag ai bagman dari. Pengembangan kurikulum ini membutuhkan kerjasama dengan para penyusun program dan penerbit media elektronik dan media cetak. Inti dari pengembangan kurikulum teknologis adalah penekanan pada kompetensi. Kedua spesifikasi. formulasi perlu dirumuskan terlebih dahulu apakah pengembangan alat atau media tersebut benarbenar diperlukan. di samping memberi kesempatan kepada pelaksana pengajaran.

Sistem pendidikan yang ada umumnya kurang memperhatikan kebutuhan siswa dan kurang melibatkan partisipasi guru dan siswa. Buku Acuan Brown. Buku ini sangat berfaidah bagi para pendidik. Dalam buku ini para penulis tidak hanya menguraikan segi-segi teoretis. merupakan reaksi dan sekaligus ingin memperbaiki sistem pendidikan yang ada. & Roberts. hasil dari pengembangan dicoba diterapkan di dalam sistem pengajaran yang berlaku. Data tentang kebaikan dan kekurangan-kekurangan sangat diperlukan bagi penyempurnaan. E. Sistem pendidikan. umumnya ditentukan oleh pihak lain. George Isaac (ed). The Live Classroom. unit-unit pengajaran diujicobakan pada sejumlah sampel siswa untuk mengetahui keberhasilan dan kelemahannya. Proses pelaksanaan. pemegang kebijaksanaan pendidikan. Dengan Confluent Education bukan saja kelas menjadi lebih hidup. Buku ini menguraikan pendidikan dan pengajaran yang didasarkan atas teori Gestalt. kurikulum. Dengan pendekatan ini mereka ingin memperbaiki pelaksanaan yang mereka sebut sebagai kelas yang mati. alat pelajaran dan lain-lain. Bernice B. Belmont California: A Phi Delta Kappa Book. Curriculum Development: A Humanized System Approach. suatu komisi dan sebagainya. yang disebut Confluent Education. New York: The Viking Press. hasil dan kesulitan-kesulitan yang dihadapi dicatat sebagai umpan balik bagi penyempurnaan selanjutnya. Gilchrist. tanpa melibatkan siswa dan guru. sehingga perkembangannya lebih optimal. Suasana kelas dapat dihidupkan melalui pelaksanaan Confluent Education. buku. Pokok-pokok yang diuraikan dalam buku ini meliputi. (1974). contoh-contoh rencana serta pelaksanaan pelajarannya. tetapi perkembangan yang menyeluruh dari pribadi anak dapat tercapai. tetapi juga dilengkapi dengan ilustrasi dalam praktik. konsep-konsep Confluent Education. ahli kurikulum dan pengajaran.percobaan pertama. serta para guru di sekolah. dasar-dasar teori Gestalt. Kelima mencoba hasil. sebab dalam pendekatan ini faktor afektif mendapatkan tempat yang sama dengan faktor kognitif. Apa yang dikupas dalam buku ini. Pengajaran bersifat . Robert S. (1975).

suatu pandangan pendidikan yang menekankan kebutuhan perkembangan pribadi siswa seutuhnya. hakikat manusia. Buku ini sangat berguna bagi perencana dan pelaksana kurikulum dan pengajaran. Melihat kelemahankelemahan di atas para penulis melalui buku ini ingin memperbaikinya.mekanis dan satu komponen terlepas dari komponen lainnya. . Dalam buku ini secara sistematis dikemukakan. Perbaikan tersebut bertolak dari pendekatan humanisme. Segi afektif berjalan sejajar dengan segi kognitif dan psikomotor. bagaimana mempersiapkan dan melaksanakan pengajaran yang efektif dan terakhir bagaimana mengembangkan sistem sekolah yang bersifat humanistik. nilai dan tujuan perkembangan manusia. bagaimana mengorganisasi pendidikan sehingga tercipta kegia tan belajar yang efektif.

Suatu kurikulum harus memiliki kesesuaian atau relevansi. Kedua kesesuaian antarkomponen-komponen kurikulum. Tidak semua yang ada dalam kurikulum tertulis. Kurikulum juga diartikan sebagai dokumen tertulis dari suatu rencana atau program pendidikan (written curriculum). yaitu sebagai program pengajaran pada suatu jenjang pendidikan. Kurikulum dapat mencakup lingkup yang sangat luas. Ada yang memandangnya secara sempit. Kesesuaian ini meliputi dua hal. kebutuhan. seperti program pengajaran suatu mata pelajaran untuk beberapa jam pelajaran. meliputi semua pengalaman yang diperoleh siswa karena pengarahan-bimbingan dan tanggung jawab sekolah. serta evaluasi.BAB 6 ANATOMI DAN DESAIN KURIKULUM Pada bab-bab sebelum ini telah dikemukakan bahwa terdapat variasi dalam mendepinisikan kurikulum. isi dan tujuan kurikulum. yang memiliki susunan anatomi tertentu. demikian juga evaluasi sesuai dengan proses. yaitu isi sesuai dengan tujuan. isi atau materi. Ada yang mengartikannya secara luas. A. kurikulum membentuk desain yang menggambarkan pola organisasi dari komponen-komponen kurikulum dengan perlengkapan penunjangnya. kondisi. Keempat komponen tersebut berkaitan erat satu sama lain. yaitu kurikulum sebagai kumpulan mata pelajaran atau bahan ajar. Pertama kesesuaian antara kurikulum dengan tuntutan. dan perkembangan masyarakat. dan dapat pula menyangkut lingkup yang sangat sempit. proses sesuai dengan isi dan tujuan. Komponen-Komponen Kurikulum Kurikulum dapat diumpamakan sebagai suatu organisme manusia ataupun binatang. proses atau sistem penyampaian dan media. dan juga sebagai pelaksanaan dari rencana di atas (actual curriculum). Unsur atau komponenkomponen dari anatomi tubuh kurikulum yang utama adalah: tujuan. . Apakah dalam lingkup yang luas ataupun sempit. kemungkinan dilaksanakan di kelas.

dan terbatas. yang merupakan tujuan pokok bahasan. Tujuan-tujuan khusus dijabarkan dari sasaran-sasaran pendidikan yang bersifat umum yang biasanya abstrak dan luas. pencapaiannya . Dalam kegiatan belajar-mengajar di-dalam kelas. Tujuan institusional. dan jangka pendek. sedangkan tujuan isntruksional yang berjangka waktu cukup pendek merupakan tujuan yang bersifat khusus. adalah tujuan yang ingin dicapai oleh sesuatu program studi. jangka panjang. menjadi sasaransasaran khusus yang lebih konkret. tujuan ideal pendidikan bangsa Indonesia. didasari oleh pemikiran-pemikiran dan terarah pada pencapaian nilai-nilai filosofis. Tujuan pendidikan nasional merupakan tujuan jangka panjang. akan mengarahkan semua kegiatan pengajaran dan mewarnai komponen-komponen kurikulum lainnya. Kita mengenal beberapa kategori tujuan pendidikan. menengah. tujuan-tujuan khusus lebih diutamakan. Pertama perkembangan tuntutan. masih dirinci lagi menjadi tujuan instruksional umum dan khusus atau disebut juga objektif. Dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah 1975/1976 dikenal kategori tujuan sebagai berikut. dan menekankan pada perilaku siswa. Tujuan instruksional yang merupakan target yang harus dicapai oleh sesuatu mata pelajaran. kebutuhan dan kondisi masyarakat. Tujuan kurikuler. Mengajar dalam kelas lebih menekankan tujuan khusus. tujuan memegang peranan penting. Dalam mempersiapkan pelajaran. sebab hal itu akan dapat memberikan gambaran yang lebih konkret. yaitu tujuan umum dan khusus. 1974: 5). dalam kurikulum atau pengajaran. karena lebih jelas dan mudah pencapaiannya. sempit. Kedua. Tujuan demikian akan menggambarkan "what will the student he able to do as a result of the teaching that he was unable to do before" (Rowntree. sedang perumusan tujuan umum lebih bersifat abstrak. memerlukan waktu yang lebih lama dan lebih sukar diukur. guru menjabarkan tujuan mengajarnya dalam bentuk tujuan-tujuan khusus atau objectives yang yang bersifat operasional. merupakan sasaran pendidikan sesuatu lembaga pendidikan.Telah dikemukakan bahwa. Yang terakhir ini. Tujuan kurikulum dirumuskan berdasarkan dua hal. Tujuan pendidikan nasional yang berjangka panjang merupakan suatu tujuan pendidikan umum. terutama falsafah negara.

Domain afektif berkenaan dengan penguasaan dan pengembangan perasaan. cognitive strategies. Perumusan tujuan mengajar yang berbentuk tujuan khusus (objective).Tujuan-tujuan mengajar dibedakan atas beberapa kategori. yaitu: pengetahuan. minat. Tujuan khusus. dan evaluasi. pemahaman. Domain kognitif berkenaan dengan penguasaan kemampuan-kemampuan intelektual atau berpikir. gerakan-gerakan keterampilan dan komunikasi yang berkesinambungan. memberikan beberapa keuntungan: a. yaitu intellectual skills. Tujuan-tujuan khusus mengajar juga memiliki tingkat kesukaran yang berbeda-beda. . menilai. mengorganisasi nilai. verbal information. b. Gage dan Briggs mengemukakan lima kategori tujuan. yaitu: menerima. Untuk domain afektif Krathwohl dan kawan-kawan (1974) membaginya atas lima tingkatan yang juga berjenjang. motor skills and attitudes (1974. 23-24). yaitu: gerakan refleks. Tujuan khusus memudahkan guru menentukan kegiatan belajar dan media mengajar. Domain psikomotor menyangkut penguasaan dan pengembangan keterampilanketerampilan motorik. dan psikomotor. dapat belajar sendiri dalam waktu setengah dari waktu belajar dalam kelas biasa. (1975) membagi domain kognitif atas enam tingkatan dari yang paling rendah. sikap. sesuai dengan perilaku yang menjadi sasarannya. sintesis. afektif. kecakapan jasmaniah. Tujuan khusus memudahkan dalam mengkomunikasikan maksud kegiatan mengajar-belajar kepada siswa. diberikan referensi dan sumber yang memadai. analisis. aplikasi. hlm. dan karakterisasi nilai-nilai. dan nilai-nilai. gerakan-gerakan dasar. merespons. Berdasarkan penelitian Mager dan Clark (1963) siswa yang mengetahui tujuan-tujuan khusus suatu pokok bahasan. kecakapan mengamati. c. yaitu domain kognitif. Untuk domain psikomotor Anita Harrow (1971) membaginya atas enam jenjang. Bloom. Bloom mengemukakan tiga kategori tujuan mengajar sesuai dengan domain-domain perilaku individu. membantu memudahkan guru-guru memilih dan menyusun bahan ajar.

3) memberikan pengkhususan tentang sumber-sumber yang dapat digunakan siswa dan orang-orang yang dapat diajak bekerjasama. 2) kecepatan. yaitu: a. dengan jumlah tujuan yang sangat banyak. Di samping keuntungan-keuntungan di atas pengembangan tujuantujuan mengajar yang bersifat khusus menghadapi beberapa kesukaran. Banathy (1968). b. lebih mudah merumuskan butir tes dan lebih mudah menentukan kriteria pen capaiannya. Ahli-ahli di atas juga memberikan beberapa spesifikasi dari tujuan-tujuan mengajar khusus. De Cecco (1977) dan Davies (1981) sepakat bahwa. berupa: 1) kondisi atau lingkungan fisik. Bagaimana perumusan sesuatu tujuan khusus atau objective yang baik? Beberapa ahli seperti Mager (1962). panjangnya dan frekeunsi respons. Untuk mengatasi kedua kesukaran di atas diperlukan keahlian. latihan dan pengalaman akan membawa guru -guru pada perumusan tujuan-tujuan yang bertaraf rendah. latihan dan pengalaman yang mencukupi dari guru-guru. Menggambarkan apa yang diharapkan dapat dilakukan oleh siswa. Rowntree (1974). . Kekurangan keahlian. 2) menunjukkan stimulus yang membangkitkan tingkah laku siswa. yang mudah diukur. 2) kondisi atau lingkungan psikologis. Menggambarkan kondisi atau lingkungan yang menunjang tingkah laku siswa. dalam bentuk: 1) ketepatan atau ketelitian respons. 2) Sukar menyusun tujuantujuan khusus pada tingkat tinggi. yaitu: 1) Sukar menyusun tujuan-tujuan khusus untuk domain afektif. Menunjukkan mutu tingkah laku yang diharapkan dilakukan oleh siswa.d. Gagne (1974). Tujuan khusus memudahkan guru mengadakan penilaian. Kelemahan di atas akan menyebabkan penyusunan tujuan-tujuan khusus bersifat mekanistis. Dengan tujuan khusus guru lebih mudah menentukan bentuk tes. c. den gan: 1) menggunakan kata-kata kerja yang menunjukkan tingkah laku yang dapat diamati. tujuan khusus merupakan suatu perilaku yang diperlihatkan siswa pada akhir suatu kegiatan belajar.

yaitu: 1) Sekuens kronologis. 3) Sekuens struktural.2. Peristiwaperistiwa sejarah. Karena perumusan tujuan khusus strategi. lingkungan orang-orang. Topik-topik atau sub-subtopik tersebut terusun sekuens tertentu yang membentuk suatu sekuens bahan ajar. dan evaluasi hasil mengajar dibahas secara tersendiri. a. Tugas utama seorang guru adalah menciptakan lingkungan tersebut. Penyusunan sekuens bahan ajar bidang studi tersebut perlu disesuaikan dengan strukturnya. maka dalam bagian ini yang akan diuraikan hanya sekuens bahan ajar. Siswa dihadapkan pada peristiwa-peristiwa atau situasi yang menjadi sebab atau pendahulu dari sesuatu peristiwa atau situasi lain. perkembangan historis suatu institusi. dapat digunakan sekuens kronologis. 2) Sekuens kausal. Dalam fisika tidak mungkin mengajarkan alat-alat optik. serta evaluasi hasil mengajar. Untuk menyusun bahan ajar yang mengandung urutan waktu. strategi mengajar. Sekuens bahan ajar Untuk mencapai tiap tujuan mengajar yang telah ditentukan diperlukan hahan ajar. tanpa terlebih dahulu mengajarkan pemantulan . Bagian-bagian bahan ajar suatu bidang studi telah mempunyai struktur tetentu. Hap topik atau subtopik mengandung ide-ide pokok yang relevan dengan tujuan yang telah ditetapkan. Ada beberapa cara untuk menyusun sekuens bahan ajar. Menurut Rowntree (1974: 75) "sekuens kausal cocok untuk menyusun bahan ajar dalam bidang meteorologi dan geomorfologi". Bahan ajar tersusun atas topik-totpik dan sub-subtopik tertentu. sekuens bahan ajaran. Bahan ajar Siswa belajar dalam bentuk interaksi dengan lingkungannya. alat-alat dan ide-ide. untuk mendorong siswa melakukan interaksi yang produktif dan memberikan pengalaman belajar yang dibutuhkan. Dengan mempelajari sesuatu yang menjadi sebab atau pendahulu para siswa akan menemukan akibatnya. Masih berhubungan erat dengan sekuens kronologis adalah sekuens kausal. Kegiatan dan lingkungan demikian dirancang dalam suatu rencana mengajar. yang mencakup komponen komponen: tujuan khusus. penemuanpenemuan ilmiah dan sebagainya dapat disusun berdasarkan sekuens kronologis. media dan sumber belajar.

pemantulan-pembiasan. dari fungsi kepada struktur. Dalam sekuens ini mengajar dimulai dengan langkah terakhir dan mundur ke belakang. dengan prosedur sebagai berikut: tujuan-tujuan khusus utama pembelajaran dianalisis. dari yang kompleks kepada yang sederhana. Masalah cahaya. dikembangkan oleh Thomas Gilbert (1962). 4) Sekuens logis dan psikologis. (e) Interpretasi basil tes. Hierarki tersebut menggambarkan urutan perilaku apa yang mula-mula harus dikuasai siswa. yaitu: (a) Pembatasan masalah (b) Penyusunan hipotesis. dan pemantulan dan pembiasan cahaya tidak mungkin diajarkan tanpa terlebih dahulu mengajarkan masalah cahaya. berturut-turut . Rowntree (1974: 77) melihat perbedaan antara sekuens logis dengan psikologis. Bahan ajar juga dapat disusun berdasarkan urutan logis. (backward chaining). Dari topik atau pokok tersebut bahan diperluas dan diperdalam. (d) Pengetesan hipotesis. Contoh. tetapi kemudian diperluas dan diperdalam dengan bahan yang lebih kompleks. dan alat-alat optik tersusun secara struktural. kemudian guru menyajikan data tentang sesuatu masalah dari langkah (a) sampai (d). dan siswa diminta untuk membuat interpretasi hasilnya (e). meliputi 5 langkah. kemudian dicari suatu hierarki urutan bahan ajar untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. proses pemecahan masalah yang besifat ilmiah. Pada kesempatan lain guru menyajikan data tentang masalah lain d langkah (a) sampai (c) dan ari siswa diminta untuk mengadakan pengetesan hipotesis (d) dan seterusnya. dikembangkan oleh Bruner (1960). Model ini dikembangkan oleh Gagne (1965). dari benda-benda kepada teori.dan pembiasan cahaya. Menurut sekuens logis bahan ajar disusun dari yang nyata kepada yang abstrak. (c) Pengumpulan data. 6) Rangkaian ke belakang. Bahan ajar dipusatkan pada topik atau pokok bahan tertentu. dari masalah bagaimana kepada masalah mengapa. 7) Sekuens berdasarkan hierarki belajar. dari yang sederhana kepada yang kompleks. tetapi menurut sekuens psikologis sebaliknya dari keseluruhan kepada bagian. Menurut sekuens logis bahan ajar dimulai dari bagian menuju pada keseluruhan. Dalam mengajarnya mulai dengan langkah (e). Topik atau pokok bahan ajar tersebut adalah sesuatu yang populer dan sederhana. 5) Sekuens spiral.

motor-chain learning. Siswa tidak dituntut untuk mengolah. siswa dituntut untuk melakukan berbagai kegiatan flienghimpun informasi. Melalui kegiatan-kegiatan tersebut siswa akan menguasainya. baik secara lisan maupun secara tertulis. stimulus-respons learning. Pada waktu guru menyusun sekuens suatu bahan ajar.Discovery Learning. a. atau melakukan aktivitas lain kecuali menguasainya. multiple discrimination. 3. Ada beberapa strategi yang dapat digunakan dalam mengajar. Untuk bidang studi tertentu dan pokokpokok bahasan tertentu hierarki juga dapat mengikuti hierarki tipe-tipe belajar dari Gagne. Reception dan exposition sesungguhnya mempunyai makna yang sama. verbal association. 1970: 63-64). hanya berbeda dalam pelakunya. Dalam exposition atau reception learning keseluruhan bahan ajar disampaikan kepada siswa dalam bentuk akhir atau bentuk jadi. mengintegrasikan. dan problem-solving learning. menerapkan.Meaningful Lerning. serta menemukan hal-hal yang bermanfaat bagi dirinya. Strategi mengajar Penyusunan sekuens bahan ajar berhubungan erat dengan strategi atau metode mengajar. mengkategorikan.Discovery Learning dan Rote Learning. Ausubel and Robinson (1969 : 43-45) membaginya atas strategi Reception Learning. Reception learning dilihat dari sisi siswa sedangkan exposition dilihat dari sisi guru. is juga harus memikirkan strategi mengajar mana yang sesuai untuk menyajikan bahan ajar dengan urutan seperti itu. Dalam discovery learning bahan ajar tidak disajikan dalam hentuk akhir.Individual Learning. principle learning. concept learning.Discovery Learning dan Groups . Reception/Exposition Learning . membandingkan.sampai dengan perilaku terakhir. mereorganisasikan bahan serta membuat kesimpulankosimpulan. menganalisis. . Rowntree (1974: 93-97) membagi strategi mengajar itu atas Exposition . Gagne mengemukakan 8 tipe belajar yang tersusun secara hierarkis mulai dari yang paling sederhana: signal learning. (Gagne.

yaitu: a) meaningful-reception learning. Menurut Ausubel and Robinson (1970: 5253) sesuatu bahan ajar bermakna bila dihubungkan dengan struktur kognitif yang ada pada siswa. dan kemungkinan menjadi pengganggu kelas. c) meaningful-discovery learning. Dalam meaningful learning penyampaian bahan mengutamakan maknanya bagi siswa.Individual Learning. c. Dalam rote learning bahan ajar disampaikan kepada siswa tanpa memperhatikan arti atau maknanya bagi siswa. Di pihak lain anak-anak lambat akan menderita kurang motif belajar. konsep. Pelaksanaan discovery learning menuntut aktivitas belajar yang bersifat individual atau dalam kelompok-kelompok kecil. Group Learning . Masalah pertama. hukum dan teori-teori yang telah dikuasai siswa sebelumnya. maka kegiatan discovery hanya akan dilakukan oleh siswa-siswa yang pandai dan cepat. proposisi. siswa-siswa yang kurang dan lambat. yang tersusun membentuk suatu struktur dalam pikiran anak. Siswa menguasai bahan ajar dengan menghafalkannya. akan mengikuti saja kegiatan dan menerima temuan-temuan anak-anak cepat. Kerja sama hanya akan dilakukan oleh anak-anak yang aktif. dan d) rote-discovery learning. Lebih lanjut Ausubel and Robinson menekankan bahwa reception-discovery learning dan rote-meaningful learning dapat dikombinasikan satu sama lain sehingga membentuk 4 kombinasi strategi belajar-mengajar. data. acuh tak acuh. Masalah lain adalah kemungkinan untuk bekerja sama. . dalil. Discovery learning dalam bentuk kelas pelaksanaannya agak sukar dan mempunyai beberapa masalah. yang lain mungkin hanya akan menanti atau menonton.Meaningful Learning.b. karena kemampuan dan kecepatan belajar siswa tidak sama. Dengan demikian akan terjadi perbedaan yang semakin jauh antara anak pandai dengan yang kurang. b) rotereception learning. dalam kelas besar tidak mungkin semua anak dapat bekerja sama. Struktur kognitif terdiri atas fakta-fakta. Rote learning .

roman muka. televisi. dan komputer. sikap. ukuran. benda. sedangkan dalam realita orang-orang tersebut hanya menjadi objek pengamatan.4. peristiwa. Intensitas interaksi insani dalam berbagai metode mengajar tidak selalu sama. terutama dalam perkembangan segi kognitif siswa. Interaksi insani. Dalam komunikasi tersebut kehadiran sesuatu pihak secara sadar atau tidak sadar mempengaruhi perilaku yang lainnya. simbol tertulis. pictorial. berupa alat-alat elektronika seperti mesin pengajaran. serta berbagai bentuk alat penyaji perangsang belajar. dan media lainnya. bentuk-bentuk komunikasi nonverbal seperti: perilaku. film. Perumusan di atas menggambarkan pengertian media yang cukup luas. Rowntree (1974: 104-113) mengelompokkan media mengajar menjadi lima macam dan disebut Modes. Pictorial. Interaksi insani dapat bcrlangsung melalui komunikasi verbal atau nonverbal. film. binatang. Komunikasi yang bersifat verbal memegang peranan penting. kaset. Dalam interaksi insani siswa berkomunikasi dengan orang-orang. Media pictorial mempunyai banyak keuntungan karena hampir semua bentuk. video cassette. Media ini merupakan komunikasi langsung antara dua orang atau lebih. dan rekaman suara. yaitu Interaksi insani. simulasi. dan lain-lain. realita. audio cassette. dan lain-lain lebih memegang peranan penting sebagai contohcontoh nyata. permainan. Media mengajar Media mengajar merupakan segala macam bentuk perangsang dan alat yang disediakan guru untuk mendorong siswa belajar. Untuk pengembangan segi-segi afektif. Media ini menunjukkan penyajian berbagai bentuk variasi gambar dan diagram nyata ataupun simbol. Intensitas interaksi insani dalam metode ceramah lebih rendah dibandingkan dengan metode diskusi. sosiodrama. Terutama kehadiran guru mempengaruhi perilaku siswa atau siswasiswanya. a. Realia. Realita merupakan bentuk perangsang nyata seperti orang-orang. . kecepatan. objek studi siswa. c. makhluk. gerakgerik. mencakup berbagai bentuk perangsang belajar yang sering disebut sebagai audio visual aid. penampilan fisik. dan sebagainya yang diamati siswa. bergerak atau tidak. b. benda-benda. dibuat di atas kertas. disket.

Dale (1969). atau kerucut pengalaman. Simbol tertulis. grafik. e. bagan. Berbagai bentuk informasi dapat disampaikan kepada anak dalam bentuk rekaman suara. dan majalah-majalah. atau bentuk-bentuk animasi yang disajikan dalam video atau komputer. dan sebagainya. Rekaman suara. Ada beberapa macam bentuk media simbol tertulis seperti buku teks. modul. Penulisan simbol-simbol tertulis biasanya dilengkapi dengan media pictorial seperti gambar-gambar. yang disebutnya Cone of Experience. tetapi tetap efektif. yaitu: BAGAN 6. Juga penyajiannya dapat bervariasi dari bentuk yang paling sederhana seperti sketsa dan bagan sampai dengan yang cukup sempurna seperti film bergerak yang berwarna dan bersuara. mengemukakan 12 macam media mengajar atau audio visual aid. Simbol tertulis merupakan media penyajian informasi yang paling umum.dan peristiwa dapat disajikan dalam media ini. Rekaman suara dapat disajikan secara tersendiri atau digabung dengan media pictorial. paket program belajar. d. Penggunaan rekaman suara tanpa gambar dalam pengajaran bahasa cukup efektif. Kerucut pengalaman dari Edgar Dale . buku paket.

strategi mengajar. Tujuan utama dari evaluasi formatif sebenarnya lebih besar ditujukan untuk menilai proses pengajaran. penentuan sekuens bahan ajar.5. bahan ajar. Untuk tiap tujuan khusus minimal disusun satu butir soal. Evaluasi formatif ditujukan untuk menilai penguasaan siswa terhadap tujuan-tujuan belajar dalam jangka waktu yang relatif pendek. Menurut lingkup luas bahan dan jangka waktu belajar dibedakan antara evaluasi formatif dan evaluasi sumatif. a. diadakan suatu evaluasi. Tiap kegiatan akan memberikan umpan balik. Evaluasi ditujukan untuk menilai pencapaian tujuan-tujuan yang telah ditentukan serta menilai proses pelaksanaan mengajar secara keseluruhan. Dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah evaluasi formatif digunakan untuk menilai penguasaan siswa setelah selesai mempelajari satu pokok bahasan. Umpan balik tersebut digunakan untuk mengadakan berbagai usaha penyempurnaan baik bagi penentuan dan perumusan tujuan mengajar. dan media mengajar adalah evaluasi dan penyempurnaan. demikian juga dalam pencapaian tujuan-tujuan belajar dan proses pelaksanaan mengajar. Evaluasi ini disebut juga evaluasi hasil belajar-mengajar. Evaluasi hasil belajar-mengajar Untuk menilai keberhasilan penguasaan siswa atau tujuan-tujuan khusus yang telah ditentukan. Dalam evaluasi ini disusun butir-butir soal untuk mengukur pencapaian tiap tujuan khusus yang telah ditentukan. strategi. Hasil evaluasi formatif ini terutama digunakan untuk . Evaluasi pengajaran Komponen utama selanjutnya setelah rumusan tujuan. dan media mengajar.

tidak ada suatu kriteria sebagai standar. and (3) improving learning and instruction. sedangkan norm referenced digunakan pada evaluasi sumatif. . sebagai hasil usaha belajar dalam jangka waktu yang cukup lama. satu tahun atau selama jenjang pendidikan. Untuk mengukur tingkat penguasaan siswa terhadap tujuan-tujuan yang telah ditentukan atau bahan yang telah diajarkan ada dua macam norma yang digunakan. Gronlund (1976: 489) mengemukakan fungsi tes formatif sebagai berikut: (1) to plan corrective action for overcoming learning deficiences. dan (3) to increase retention and transfer or learning. (2) to aid in motivating learning. Evaluasi sumatif ditujukan untuk menilai penguasaan siswa terhadap tujuan-tujuan yang lebih luas. Gronlund. Ini sesuai dengan pendapat Grondlund (1976: 499) bahwa eva luasi sumatif berguna bagi: (1) assigning grades.memperbaiki proses belajar-mengajar dan membantu mengatasi kesulitankesulitan belajar siswa. evaluasi sumatif dimaksudkan untuk menilai kemajuan belajar siswa (kenaikan kelas. yaitu norm referenced dan criterion referenced (Chauhan. and school personnel. Dalam cirterion referenced penguasaan siswa yang diukur dengan sesuatu tes hasil belajar dibandingkan dengan sesuatu kriteria tertentu umpamanya 80% dari tujuan atau bahan yang diberikan. Thorndike. 1976: 18-19. ataupun nasional. Dengan demikian norma yang digunakan adalah norma kelompok. pupils. (2) reporting learning progress to parents. 1976: 654). Kelompok ini dapat berupa kelompok kelas. Dalam norm referenced. juga merupakan evaluasi atau tes diagnostik. criterion referenced digunakan pada evaluasi formatif. sekolah. selain berfungsi menilai proses. penguasaan siswa dibandingkan dengan tingkat penguasaan kawan-kawannya satu kelompok. daerah. satu semester. Dalam implementasi kurikulum atau pelaksanaan pengajaran. Dengan demikian dalam cirterion referenced ada suatu kriteria standar. kelulusan ujian) serta menilai efektivitas program secara menyeluruh. yang lebih bersifat relatif. Evaluasi sumatif mempunyai fungsi yang lebih luas daripada evaluasi formatif. Dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah. 1979: 170177. Dengan demikian evaluasi formatif.

b. studi dokumenter. Sesuai dengan prinsip sistem. merupakan umpan balik bagi penyempurnaan-penyempurnaan lebih lanjut. Penyempurnaan juga mungkin dilakukan secara langsung begitu didapatkan . Stufflebeam dan kawan-kawan (1977: 243) mengutip Model Evaluasi dari EPIC. strategi dan media pengajaran. pada dasarnya semua komponen mengajar mempunyai kemungkinan untuk disempurna kan. 6. Suatu komponen mendapatkan prioritas lebih dulu atau mendapatkan penyempurnaan lebih banyak. dilihat dari peranannya dan tingkat kelemahannya (Rowntree. metode. Komponen apa yang disempurnakan. yang mencakup: siszva. administrator. Evaluasi pelaksanaan mengajar Komponen yang dievaluasi dalam pengajaran bukan hanya hasil belajarmengajar tetapi keseluruhan pelaksanaan pengajaran. dan bagimana penyempurnaan tersebut dilaksanakan' Sesuai dengan komponen-komponen yang dievaluasi. Karena sifatnya menyeluruh dan terus menerus tersebut maka evaluasi pelaksanaan sistem mengajar dapat dipandang sebagai suatu monitoring. guru. serta komponen evaluasi mengajar sendiri. Penyempurnaan pengajaran Hasil-hasil evaluasi. dan komponen populasi. angket dan checklist. baik evaluasi hasil belajar. walupun tidak semua komponen mendapat evaluasi yang sama kedalaman dan keluasannya. Evaluasi dapat dilakukan oleh guru atau oleh pihak -pihak lain yang berwenang atau diberi tugas. komponen mengajar mencakup subkomponen: isi. keluarga. seperti observasi. analisis hasil pekerjaan. bahan pengajaran (yang menyangkut sekuens bahan ajar). tim evaluasi Kanwil atau Pusat. fasilitas dan biaya. Untuk mengevaluasi komponenkomponen dan proses pelaksanaan mengajar bukan hanya digunakan tes tetapi juga digunakan bentuk-bentuk nontes. organisasi. 1974: 150-151). seperti Kepala Sekolah dan Pengawas. yang meliputi evaluasi komponen tujuan mengajar. bahwa dalam program mengajar komponen-komponen yang dievaluasi meliputi: komponen tingkah laku yang mencakup aspek-aspek (subkomponen): kognitif. evaluasi dan umpan balik diadakan secara terus menerus. spesialis pendidikan. afektif dan psikomotor. dan masyarakat. maupun evaluasi pelaksanaan mengajar secara keseluruhan.

Problems centered design. dalam suatu pola desain terdapat beberapa variasi desain kurikulum. kemudian menuju pada yang lebih sulit. Pada problems centered design dikenal pula the areas of living design dan the core design. suatu desain kurikulum yang mengutamakan peranan siswa. suatu desain kurikulum yang berpusat pada bahan ajar. Penyempurnaan mungkin dilaksanakan sendiri oleh guru. yaitu: 1. Dimensi horisontal berkenaan dengan penyusunan dari lingkup isi kurikulum. Berdasarkan pada apa yang menjadi fokus pengajaran. Penyusunan desain kurikulum dapat dilihat dari dua dimensi. Walaupun bertolak dari hal yang sama. Dalam subject centered design dikenal ada: the subject design. . tetapi dalam hal-hal tertentu mungkin dibutuhkan bantuan atau saran-saran orang lain baik sesama personalia sekolah atau ahli pendidikan dari luar sekolah. 2. the disciplines design dan the broad fields design. Desain Kurikulum Desain kurikulum menyangkut pola pengorganisasian unsur-unsur atau komponen kurikulum. 3. Learner centered design. Susunan lingkup ini sering diintegrasikan dengan proses belajar dan mengajarnya. desain kurikulum yang berpusat pada masalahmasalah yang dihadapi dalam masyarakat.sesuatu informasi umpan balik. Semua hal tersebut bergantung pada kesimpulan-kesimpulan hasil evaluasi. Subject centered design. Dimensi vertikal menyangkut penyusunan sekuens bahan berdasarkan urutan tingkat kesukaran. sekurangkurangnya dikenal tiga pola desain kurikulum. Penyempurnaan juga mungkin bersifat menyeluruh atau hanya menyangkut bagian-bagian tertentu. B. atau mulai dengan yang dasar diteruskan dengan yang lanjutan. Bahan tersusun mulai dari yang mudah. atau ditangguhkan sampai jangka waktu tertentu bergantung pada urgensinya dan kemungkinannya mengadakan penyempurnaan. yaitu dimensi horisontal dan vertikal.

2) para pengajarnya tidak perlu dipersiapkan khusus. dan retorika.1. dan bermakna serta memberikan peran yang lebih a ktif kepada siswa. logika. dievaluasi. Beberapa kelebihan dari model desain kurikulum ini adalah: 1) mudah disusun. kurikulum dipusatkan pada isi atau materi yang akan diajarkan. sebab dalam kenyataan pengetahuan itu merupakan satu kesatuan. Atas dasar tersebut. Subject centered design Subject centred design curriculum merupakan bentuk desain yang paling populer. dilaksanakan. dan mata-mata pelajaran tersebut diajarkan secara terpisah-pisah. Karena mengutamakan isi atau bahan ajar atau subject matter tersebut. asal menguasai ilmu atau bahan yang akan diajarkan sering dipandang sudah dapat menyampaikannya. Materi pelajaran disajikan secara terpisahpisah dalam bentuk mata-mata pelajaran. 3) pengajaran lebih menekankan pengetahuan dan kehidupan masa lalu. Model desain ini telah ada sejak lama. Trivium meliputi gramatika. Beberapa kritik yang juga merupakan kekurangan model desain ini. hal itu bertentangan dengan kenyataan. Kurikulum tersusun atas sejumlah mata-mata pelajaran. 2) karena mengutamakan bahan ajar maka peran peserta didik sangat pasif. Orang-orang Yunani dan kemudian Romawi mengembangkan Trivium dan Quadrivium. sedangkan . The Subject Design The subject design curriculum merupakan bentuk desain yang paling murni dari subject centered design. a. Dalam subject centered design. Model design curriculum ini mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan. dan berupaya untuk mewariskannya kepada generasi berikutnya. para pengkritik menyarankan perbaikan ke arah yang lebih terintegrasi. nilai-nilai dan warisan budaya masa lalu. paling tua dan paling banyak digunakan. Karena terpisahpisahnya itu maka kurikulum ini disebut juga separated subject curriculum. maka desain kurikulum ini disebut juga subject academic curriculum. Subject centered desain berkembang dari konsep pendidikan klasik yang menekankan pengetahuan. dan disempurnakan. adalah: 1) karena pengetahuan diberikan secara terpisah-pisah. praktis. dengan demikian pengajaran lebih bersifat verbalistis dan kurang praktis.

Lebih rinci kelemahan-kelemahan bentuk kurikulum ini adalah: 1) Kurikulum memberikan pengetahuan terpisah-pisah. dan musik. Pada saat itu mulai berkembang mata-mata pelajaran fisika. Cara penyampaian utama adalah ekspositori yang menyebabkan peranan siswa pasif. tata buku. tetapi pada pendidikan yang lebih yang bersifat praktis. keterampilan. bahasa yang masih bersifat teoretis. 3) Kurikulum ini kurang memperhatikan minat. . biologi. terlepas dari kejadian-kejadian yang hangat. Pada abad 19 pendidikan tidak lagi diarahkan pada pendidikan umum (Liberal Art). dan lain-lain. geometri. kimia. Karena pelajaran-pelajaran tersebut diberikannya secara terpisah-pisah. juga berkembang mata-mata pelajaran praktis seperti pertanian. kesejahteraan keluarga. astronomi. 5) Kurikulum lebih mengutamakan isi dan kurang memperhatikan cara penyampaian. yang sedang berlangsung saat sekarang. Tidak jarang siswa menguasai bahan hanya pada tahap hafalan. ekonomi. Isi pelajaran diambil dari pengetahuan.Quadrivium. satu terlepas dari yang lainnya. kebutuhan dan pengalaman para peserta didik. matematika. Karena kelebihan-kelebihan tersebut bentuk kurikulum ini lebih banyak dipakai. berkenaan dengan mata pencaharian (pendidikan vokasional). Pendidikan hanya diperuntukkan bagi anak-anak golongan bangsawan yang tidak usah bekerja mencari nafkah. bentuk desain kurikulum ini mempunyai beberapa kelebihan. Para siswa dituntut untuk menguasai semua pengetahuan yang diberikan. Meskipun ada kelemahan-kelemahan di atas. 2) Isi kurikulum diambil dari masa lalu. Pada saat itu pendidikan tidak diarahkan pada mencari nafkah. 4) Isi kurikulum disusun berdasarkan sistematika ilmu sering menimbulkan kesukaran di dalam mempelajari dan menggunakannya. apakah mereka menyenangi atau tidak. tetapi pada pembentukan pribadi dan status sosial (Liberal Art). bahan dikuasai secara verbalistis. membutuhkannya atau tidak. maka siswa menguasainya pun terpisah-pisah pula. dan nilai-nilai yang telah ditemukan oleh ahliahli sebelumnya.

Untuk menegaskan hal itu mereka menggunakan istilah disiplin. 2. mereka berusaha untuk memperbaikinya. sebab pada Perguruan Tinggi umumnya digunakan bentuk ini. 5. Begitu juga pengembangan bentuk-bentuk lain di luar subject centered. sehingga lebih mudah untuk dilaksanakan. 3. Karena materi pelajaran diambil dari ilmu yang sudah tersusun secara sitematis logis. yang membedakan apakah suatu pengetahuan itu ilmu atau subject dan bukan adalah batang tubuh keilmuannya. Dalam rumpun subject centerd. Bentuk ini sangat ampuh sebagai alat untuk melestarikan dan mewariskan warisan budaya masa lalu. Pada disciplines design kriteria tersebut telah tegas. Bentuk ini dapat dilaksanakan secara efisien. Batang tubuh keilmuan menentukan apakah suatu bahan pelajaran itu disiplin ilmu atau bukan. Bentuk ini sudah dikenal lama. keduanya masih menekankan kepada isi atau materi kurikulum. psikologi dengan teknik atau cara mengemudi. Bentuk ini memudahkan para peserta didik untuk mengikuti pendidikan di Perguruan Tinggi. 4. semuanya disebut subject.1. Menurut pandangan ini sekolah adalah mikrokosmos dari dunia intelek. karena metode utamanya adalah metode ekspositori yang dikenal tingkat efisiennya cukup tinggi. Dengan adanya kelemahan-kelemahan di atas pengembang kurikulum subject design tidak tinggal diam. The Disciplines Design Bentuk ini merupakan pengembangan dari subject design. maka penyusunannya cukup mudah. areas of living design dan core design. Walaupun bertolak dari hal yang sama tetapi antara keduanya terdapat perbedaan. the broad field design merupakan pengembangan dari bentuk ini. batu pertama dari hal itu adalah isi dari kurikulum. b. Para pengembang kurikulum dari . Isi kurikulum yang diberikan di sekolah adalah disiplin-disiplin ilmu. Belum ada perbedaan antara matematika. seperti activity atau experience design. baik oleh guru-guru maupun orang tua. Pada subject design belum ada kriteria yang tegas tentang apa yang disebut subject (ilmu).

Disciplines design sudah mengintegrasikan unsur-unsur progresifisme dari Dewey. biologi. juga didorong untuk memahami cara mencari dan menemukannya (modes of inquiry and discovery). Dalam model . Kelima. Bentuk ini memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan subject design. desain ini masih memiliki beberapa kelamahan. Salah satu usaha untuk menghilangkan pemisahan tersebut adalah mengembangkan the broad filed design. Kedua. The Broad Fields Design Baik subject design maupun disciplines design masih menunjukkan adanya pemisahan antar-mata pelajaran. Proses belajarnya tidak lagi menggunakan pendekatan ekspositori yang menyebabkan peserta didik lebih banyak pasif. Kedua. ide-ide dan prinsip-prinsip penting. Ketiga. susunan kurikulum belum efisien baik untuk kegiatan belajar maupun untuk penggunaannya. prinsip hasil hafalan tetapi menguasai konsep. Hanya dengan menguasai hal-hal itu. kurikulum ini bukan hanya memiliki organisasi yang sistematik dan efektif tetapi juga dapat memelihara integritas intelektual pengetahuan manusia. memahami konsep-konsep. Pertama. Keempat. psikologi. Perbedaan lain adalah dalarn tingkat penguasaan. tetapi menggunakan pendekatan inkuiri dan diskaveri.aliran ini berpegang teguh pada disiplin-disiplin ilmu seperti: fisika. c. Meskipun telah menunjukkan beberapa kelebihan bentuk. disciplines design tidak seperti subject design yang menekankan penguasaan fakta-fakta dan informasi tetapi pada pemahaman (understanding). belum dapat memberikan pengetahuan yang terintegrasi. kata mereka. peserta didik tidak hanya menguasai serentetan fakta. Pertama. hubungan dan proses-proses intelektual yang berkembang pada siswa. dan sebagainya. belum mampu mengintegrasikan sekolah dengan masyarakat atau kehidupan. meskipun sudah lebih luas dibandingkan dengan subject design tetapi secara akademis dan intelektual masih cukup sempit. sosiologi. belum bertolak dari minat dan kebutuhan atau pengalaman peserta didik. Para peserta didik didorong untuk memahami logika atau struktur dasar suatu disiplin. peserta didik akan memahami masalah dan mampu melihat hubungan berbagai fenomena baru.

ini mereka menyatukan beberapa mata pelajaran yang berdekatan atau berhubungan menjadi satu bidang studi seperti Sejarah, Geografi, dan Ekonomi digabung menjadi Ilmu Pengetahuan Sosial, Aljabar, Ilmu Ukur, dan Berhitung menjadi Matematika, dan sebagainya. Tujuan pengembangan kurikulum broad field adalah menyiapkan para siswa yang dewasa ini hidup dalam dunia informasi yang sifatnya spesialistis, dengan pemahaman yang bersifat menyeluruh. Bentuk kurikulum ini banyak digunakan di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama, di sekolah menengah atas penggunaannya agak terbatas apalagi di perguruan tinggi sedikit sekali. Ada dua kelebihan penggunaan kurikulum ini. Pertama, karena dasarnya bahan yang terpisah-pisah, walaupun sudah terjadi penyatuan beberapa mata kuliah masih memungkinkan penyusunan warisan-warisan budaya secara sistematis dan teratur. Kedua, karena mengintegrasikan beberapa mata kuliah memungkinkan peserta didik melihat hubungan antara berbagai hal. Di samping kelebihan tersebut, ada beberapa kelemahan model kurikulum ini. Pertama kemampuan guru, untuk tingkat sekolah dasar guru mampu menguasai bidang yang luas, tetapi untuk tingkat yang lebih tinggi, apalagi di perguruan tinggi sukar sekali. Kedua, karena bidang yang dipelajari itu luas, maka tidak dapat diberikan secara mendetil, yang diajarkan hanya permukaannya saja. Ketiga, pengintegrasian bahan ajar terbatas sekali, tidak menggambarkan kenyataan, tidak memberikan pengalaman yang sesungguhnya bagi siswa, dengan demikian kurang membangkitkan minat belajar. Keempat, meskipun kadarnya lebih rendah dibandingkan dengan subject design, tetapi model ini tetap menekankan tujuan penguasaan bahan dan informasi. Kurang menekankan proses pencapaian tujuan ya.lg sifatnya afektif dan kognitif tingkat tinggi.

2. Learner-centered design Sebagai reaksi sekaligus penyempurnaan terhadap beberapa kelemahan subject centered design berkembang learner centered design. Desain ini berbeda dengan subject centered, yang bertolak dari cita-cita untuk melestarikan dan mewariskan budaya, dan karena itu mereka mengutamakan peranan isi dari kurikulum.

Learner centered, memberi tempat utama kepada peserta didik. Di dalam pendidikan atau pengajaran yang belajar dan berkembang adalah peserta didik sendiri. Guru atau pendidik hanya berperan menciptakan situasi belajar-mengajar, mendorong dan memberikan bimbingan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Peserta didik bukanlah tiada daya, dia adalah suatu organisme yang punya potensi untuk berbuat, berperilaku, belajar dan juga berkembang sendiri. Learner centered design bersumber dari konsep Rousseau tentang pendidikan alam, menekankan perkembangan peserta didik. Pengorganisasian kurikulum didasarkan atas minat, kebutuhan dan tujuan peserta didik. Ada dua ciri utama yang membedakan desain model learner centred dengan subject centered. Pertama, learner centered design mengembangkan kurikulum dengan bertolak dari peserta didik dan bukan dari isi. Kedua, learner centered bersifat not-preplanned (kurikulum tidak diorganisasikan sebelumnya) tetapi dikembangkan bersama antara guru dengan siswa dalam penyelesaian tugas-tugas pendidikan. Organisasi kurikulum didasarkan atas masalah -masalah atau topik-topik yang menarik perhatian dan dibutuhkan peserta didik dan sekuensnya disesuaikan dengan tingkat perkembangan mereka. Ada beberapa variasi model ini yaitu the activity atau experience design, humanistic design, the open, free design, dan lain-lain. Pada tulisan ini akan dikemukakan sebagian saja. a. The Activity atau Experience Design Model desain ini berawal pada abad 18, atas hasil karya dari Rousseau dan Pestalozzi, yang berkembang pesat pada tahun 1920/1930-an pada masa kejayaan Pendidikan Progresif. Berikut beberapa ciri utama activity atau experience design. Pertama, struktur kurikulum ditentukan oleh kebutuhan dan minat peserta didik. Dalam mengimplementasikan ciri ini guru hendaknya: a) Menemukan minat dan kebutuhan peserta didik, b) Membantu para siswa memilih mana yang paling penting dan urgen. Hal ini cukup sulit, sebab harus dapat dibedakan mana minat dan kebutuhan yang sesungguhnya dan mana yang hanya angan-angan. Untuk itu guru perlu menguasai benar perkembangan dan karakteristik peserta didik.

Kedua, karena struktur kurikulum didasarkan atas minat dan kebutuhan peserta didik, maka kurikulum tidak dapat disusun jadi sebelumnya, tetapi disusun bersama oleh guru dengan para siswa. Demikian juga tujuan yang akan dicapai, sumber-sumber belajar, kegiatan belajar dan prosedur evaluasi, dirumuskan bersama siswa. Istilah yang mereka gunakan adalah teacher-student planning. Seperti dikemukakan oleh Smith, Stanley and Shores (1977: 274-1725) bahwa tugas guru adalah: ... discovering students interest, guiding students in selection of interest, helping groups and individuals to plan and carryout learning activi ties, and assisting learners to appraise their experience. In short, the teacher must prepare in advance to help learners decide what to to do, how to do it, and how to evaluate the results. Ketiga, desain kurikulum tersebut menekankan prosedur pemecahan masalah. Di dalam proses menemukan minatnya peserta didik menghadapi hambatan atau kesulitan-kesulitan tertentu yang harus diatasi. Kesulitankesulitan tersebut menunjukkan problema nyata yang dihadapi peserta didik. Dalam menghadapi dan mengatasi masalah-masalah tersebut, peserta didik melakukan proses belajar yang nyata, sungguh-sungguh bermakna, hidup dan relevan dengan kehidupannya. Berbeda dengan subject design yang menekankan isi, activity design lebih mengutamakan proses (keterampilan memecahkan masalah). Ada beberapa kelebihan dari desain kurikulum ini. Pertama, karena kegiatan pendidikan didasarkan atas kebutuhan dan minat peserta didik, maka motivasi belajar bersifat intrinsik dan tidak perlu dirangsang dari luar. Fakta-fakta, konsep, keterampilan dan proses pemecahan dipelajari peserta didik karena hal itu mereka perlukan. jadi belajar benar-benar relevan dan bermakna. Kedua, pengajaran memperhatikan perbedaan individual. Mereka turut dalam kegiatan belajar kelompok karena membutuhkannya, demikian juga kalau mereka melakukan kegiatan individual. Ketiga, kegiatan-kegiatan pemecahan masalah memberikan bekal kecakapan dan pengetahuan untuk menghadapi kehidupan di luar sekolah. Beberapa kritik yang menunjukkan kelemahan dilontarkan terhadap model desain kurikulum

Pertama, penekanan pada minat dan kebutuhan peserta didik belum tentu cocok dan memadai untuk menghadapi kenyataan dalam kehidupan. Kehidupan dunia modern sangat kompleks, peserta didik belum tentu mampu melihat dan merasakan kebutuhan-kebutuhan esensial. Kedua, kalau kurikulum hanya menekankan minat dan kebutuhan peserta didik, dasar apa yang digunakan untuk menyusun struktur kurikulum. Kurikulum tidak mempunyai pola dan struktur. Kedua kritik ini tidak semuanya benar, sebab beberapa tokoh activity design telah mengembangkan struktur ini. Dewey dalam sekolah laboratoriumnya menyusun struktur di sekitar kebutuhan manusia, kebutuhan sosial, kebutuhan untuk membangun, kebutuhan untuk meneliti dan bereksperimen dan kebutuhan untuk berekspresi dan keindahan. Ketiga, activity design curriculum sangat lemah dalam kontinuitas dan sekuens bahan. Dasar minat peserta didik tidak memberikan landasan yang kuat untuk menyusun sekuens, sebab minat mudah sekali berubah karena pengaruh perkembangan, kematangan dan faktor-faktor lingkungan. Beberapa usaha telah dilakukan untuk mengatasi kelemahan ketiga ini: 1) usaha untuk menemukan sekuens perkembangan kemampuan mental peserta didik, seperti perkembangan kemampuan kognitif dari Piaget, 2) penelitian tentang pusat-pusat minat pada berbagai tingkat usia. Penemuan tentang pusat-pusat minat yang lebih terinci dijadikan dasar penyusunan sekuens kurikulum. Keempat, kritik terhadap model desain kurikulum ini dikatakan tidak dapat dilakukan oleh guru biasa. Kurikulum ini menuntut guru ahli general education plus ahli psikologi perkembangan dan human relation. Model desain ini sulit menemukan buku-buku sumber, karena buku yang ada disusun berdasarkan subject atau discipline design. Kesulitan lain adalah apabila peserta didik akan melanjutkan studi ke perguruan tinggi, sebab di perguruan tinggi digunakan model subject atau discipline design.

3. Problem centered design Problem centered design berpangkal pada filsafat yang mengutamakan peranan manusia (man centered). Berbeda dengan learner centered yang mengutamakan manusia atau peserta didik secara individual, problem centered

design menekankan manusia dalam kesatuan kelompok yaitu kesejahteraan masyarakat. Konsep pendidikan para pengembang model kurikulum ini berangkat dari asumsi bahwa manusia sebagai makhluk sosial selalu hidup bersama. Dalam kehidupan bersama ini manusia menghadapi masalah-masalah bersama yang harus dipecahkan bersama pula. Mereka berinteraksi, berkooperasi dalam memecahkan masalah-masalah sosial yang mereka hadapi untuk mcningkatkan kehidupan mereka. Konsep-konsep ini menjadi landasan pula dalam pendidikan dan pengembangan kurikulum. Berbeda dengan learner centered, kurikulum mereka disusun sebelumnya (preplanned). Isi kurikulum berupa masalahmasalah sosial yang dihadapai peserta didik sekarang dan yang akan datang. Sekuens bahan disusun berdasarkan kebutuhan, kepentingan dan kemampuan peserta didik. Problem centered design menekankan pada isi maupun perkembangan peserta didik. Minimal ada dua variasi model desain kurikulum ini, yaitu The Areas of living design, dan The Core design.

a. The Areas of Living Design Perhatian terhadap bidang-bidang kehidupan sebagai dasar penyusunan kurikulum telah dimulai oleh Herbert Spencer pada abad 19, dalam tulisan yang berjudul What knowledge is of most Worth? Areas of living design seperti learner centered design menekankan prosedur belajar melalui pemecahan masalah. Dalam prosedur belajar ini tujuan yang bersifat proses (process objectives) dan yang bersifat isi (content objectives) diintegrasikan. Penguasaan informasi-informasi yang lebih bersifat pasif tetap dirangsang. Ciri lain dari model desain ini adalah menggunakan pengalaman dan situasi-situasi nyata dari peserta didik sebagai pembuka dan mempelajari bidang-bidang kehidupan. Strategi yang sama juga digunakan dalam subject centered design, tetapi pelaksanaannya mengalami kesulitan, sebab dalam desain tersebut hubungan mata pelajaran dengan bidang dan pengalaman hidup peserta didik sangat kecil. Sebaliknya dalam the areas of living hubungannya besar sekali. Tiap pengalaman peserta didik sangat erat hubungannya dengan bidang-bidang kehidupan sehingga

desain tersebut sama sekali mengabaikan warisan budaya. penentuan lingkup dan sekuens dari bidang-bidang kehidupan yang sangat esensial (penting) sangat sukar. karena kurikulum diorganisasikan di sekitar problema-problema peserta didik dalam kehidupan sosial. secara langsung dipraktikkan dalam kehidupan. Kedua. motivasi belajar datang dari dalam din peserta didik. Keempat. Keempat desain tersebut menyajikan bahan ajar dalam bentuk yang fungsional. Ketiga. Kedua. Ketiga. Lebih dari itu kurikulum ini membawa peserta didik dalam hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat. timbul organisasi isi kurikulum yang berbeda-beda. Kelima. yaitu untuk memecahkan masalah-masalah dalam kehidupan. Melalui kurikulum ini para peserta didik akan mcmperoleh pengetahuan. Desain ini mempunyai beberapa kebaikan dibandingkan dengan bentuk desaindesain lainnya.dapat dikatakan suatu desain kurikulum bidang-bidang kehidupan yang dirumuskan dengan baik akan merangkumkan pengalaman-pengalaman sosial peserta didik. dan dapat menginternalisasi artinya. Beberapa kritik dilontarkan dan menunjukkan kelemahan model desain ini. karena kurikulum hanya memusatkan perhatian pada pemecahan masalah sosial pada saat sekarang. peserta didik tidak tovIlhat alternatif lain. sebagai akibat dari kesulitan pertama. menyajikan bahan ajar dalam bentuk yang relevan. sebab diarahkan pada pemecahan masalah peserta didik. maka desain ini mendorong penggunaan prosedur belajar pemecahan masalah. Pertama. ada kecenderungan untuk mengindoktrinasi peserta didik dengan kondisi yang ada. desain tersebut akan mempertahankan status quo. Kelima. Pemisahan antara subject dihilangkan oleh problema-problema kehidupan sosial. Pertama. Dengan demikian. maka lemahnya atau kurangnya integritas dan kontinuitas organisasi isi kurikulum. sama hainva dengan . Prinsip-prinsip belajar aktif dapat diterapkan dalam model desain ini. the areas of living design merupakan the subject matter design tetapi dalam bentuk yang terintegrasi. desain ini sekaligus menarik minat peserta didik dan mendekatkannya pada pemenuhan kebutuhan hidupnya dalam masyarakat. tidak perlu dirangsang dari luar. padahal apa yang telah ditemukan pada masa lalu penting untuk memahami dan memecahkan masalah masalah masa kini. baik mengenai masa lalu maupun masa yang akan 'Wang.

guru-guru tersebut juga memberikan bimbingan terhadap perkembangan sosial pribadi peserta didik. b. Pelajaran lainnya dikembangkan di sekitar core tersebut. Terdapat banyak variasi pandangan tentang the core design. dan diarahkan pada pengembangan kemampuankemampuan pribadi dan sosial. Karena pengaruh Pendidikan Progresif. yang sifatnya terpisah-pisah. dan warga masyarakat yang mampu membina kerja sama yang baik pula. maka kelompok mata pelajaran ini ditujukan pada pembentukan pribadi yang sehat. berkembang teori tentang core design yang didasarkan atas pandangan Progresif. (4) the activity/experience core. . Di samping memberikan pengetahuan. Pada beberapa kurikulum yang berlaku di Indonesia dewasa ini. core curriculum disebut kelompok mata kuliah atau pelajaran dasar umum.kritik terhadap learner centered design. bukan spesialis. (2) the correlated core. The Core Design The core desgin kurikulum timbul sebagai reaksi utama kepada separate subjects design. Dalam mengintegrasikan bahan ajar. The separate subjects core. nilainilai dan keterampilan sosial. (3) the fused core. mereka memilih mata-mata pelajaran/bahan ajar tertentu sebagai inti (core). Menurut konsep ini inti-inti bahan ajar dipusatkan pada kebutuhan individual dan sosial. (5) the areas of living core. dan (6) the social problems core. Salah satu usaha untuk mengatasi keterpisahan antar-mata pelajaran. matang. Kalau kelompok mata kuliah/pelajaran spesialisasi diarahkan pada pengusaan keahlian/kejuruan tertentu. Mayoritas memandang core curriculum sebagai suatu model pendidikan atau program pendidikan yang memberikan pendidikan umum. The core curriculum diberikan guru-guru yang memiliki penguasaan dan berwawasan luas. baik guru maupun buku dan media lain tidak banyak yang disiapkan untuk model tersebut sehingga di dalam pelaksanaannya akan mengalami beberapa kesulitan. beberapa mata pelajaran yang dipandang mendasari atau menjadi inti mata pelajaran lainnya dijadikan core. Ada beberapa variasi desain core curriculum yaitu: (1) the separate subject core. baik.

The social problems core. Model desain ini pun merupakan produk dari pendidikan progresif. inflasi. perang senjata nuklir. sedangkan the social problems core didasarkan atas problemaproblema yang mendasar dan bersifat kontroversial. Model desain ini pun berkembang dari the separate subjects design. Dalam studi ini dikembangkan tema-tema masalah umum yang dapat ditinjau dari berbagai sudut pandang. mengikuti pola seperti yang digambarkan dengan urutan pertanyaan-pertanyaan berikut: . Beberapa contoh masalah sosial yang menjadi tema model core design ini adalah kemiskinan. Ekonomi dipadukan menjadi Studi Kemasyarakatan. The areas of living core. Halhal di atas adalah sesuatu yang mendesak untuk dipecahkan dan berisi suatu kontroversial bersifat pro dan kontra. The fused core. Penyusunan kurikulum the social problems core. Kurikulum ini juga berpangkal dari separate subject. pengintegrasiannya bukan hanya antara dua atau tiga pelajaran tetapi lebih banyak. Antropologi. Berbentuk pendidikan umum yang isinya diambil dari masalah-masalah yang muncul di masyarakat. Sosiologi. Dalam beberapa hal model ini sama dengan the areas of living core. Bentuk desain ini dipandang sebagai core design yang paling murni dan paling cocok untuk program pendidikan umum. dengan jalan mengintegrasikan beberapa mata pelajaran yang erat hubungannya. the acitivity /experience core dipusatkan pada minat-minat dan kebutuhan peserta didik. Sejarah. tetapi organisasinya berstruktur dan dirancang sebelumnya. Seperti halnya pada learner centered. The areas of living core cenderung memelihara dan mempertahankan kondisi yang ada. rasialisme. kelaparan. dan sebagainya.The correlated core. Desain model ini berpangkal juga pada pendidikan progresif. Geografi. Model desain ini berkembang dari pendidikan progresif dengan learner centerd design-nya. Perbedaannya terletak pada the areas of living core didasarkan atas kegiatan-kegiatan manusia yang unviversal tetapi tidak berisi hal yang kontroversial. sedang the social problems core mencoba memberikan penilaian yang sifatnya kritis dari sudut sistem nilai sosial dan pribadi yang berbeda. The activity/experience core.

Ia bercita-cita ingin mendidik anak menjadi manusia "ideal" yaitu manusia sejati (authentic) tidak palsu atau pura pura. terbuka untuk penyempurnaan pada setiap saat. dan kepercayaan (otoritarianisme). yaitu melalui: pemikiran (rasionalisme). Becker ingin mengembangkan suatu model pendidikan yang dapat menghilangkan "keterasingan" (alination yang mempunyai makna yang sama dengan encapsulation). The Unencapsulation design. Jika gambaran pada pertanyaan 3 berbeda dengan pertanyaan 2. baik secara kelompok maupun individual. Desain kurikulum dari Becker lebih menekankan pada isi . tingkat kesukaran. Terhadap model-model desain di atas dapat ditambahkan dua model lain yang juga menekankan pendidikan umum yaitu the unencapsulation design dan Becker's Humanistic design. Model desain ini merupakan reaksi terhadap encapsulation. Kurikulum the social problems core tidak bersifat kaku. Sekuens kurikulum disusun dengan memperhatikan prinsip-prinsip psikologis. hanya sebagian kecil yang mereka kuasai. Apa akibatnya bila kita torus mempertahankan kondisi yang ada ini? 3. Desain ini juga sama dengan uncaptulsation menekankan pendidikan umum. Bagaimana gambaran masyarakat yang ada dewasa ini? 2. yang memiliki pengetahuan dan kemampuan yang lebih lengkap. pengamatan (empirisme). percaya kepada diri sendiri (self reliant) dan menyatu dengan masyarakatnya. minat. agar tetap mutakhir dan relevan dengan perkembangan masyarakat. Beckers's Humanistic Design. Menurut konsep encapsulation manusia memiliki kemampuan untuk mengamati dan memahami seluruh yang ada di dunia ini.1. pengalaman dan penguasaan sebelumnya. pengetahuan dan kemampuan yang demikian akan tercapai melalui penggunaan empat cara penguasaan. tepat dan seimbang. seperti: kematangan. pencetus konsep ini. usaha apa yang dapat dilakukan untuk mengatasinya. tetapi kenya taannya karena berbagai hambatan. Menu rut Joseph Royce. The Unencapsulation design diarahkan pada pengembangan manusia yang lebih baik. Bagaimana gambaran keadaan masyarakat yang ideal? 4. perasaan (intuisisme).

Dalam desain pengajaran yang bersifat mikro diuraikan: pemilihan dan penyusunan taktik-taktik pengajaran. Desain pengajaran yang bersifat makro meliputi: analisis pengetahuan dan keterampilan. 2) Dimensi sosial dan historis. modelmodel rencana pengajaran seperti simulasi. permainan. Dimensi individu membahas keadaan dan keberadaan manusia. Hal tersebut sangat diperlukan dalam menganalisis. sedangkan dimensi teologis membahas keharusan manusia beragama dan bahaya-bahaya sekulerisme. dan sebagainya serta evaluasi pengajaran. Rinehart and Winston. (1984). Buku Acuan Romiszowski. serta mengelola pengajaran. mengembangkan. New York: Holt. Instructional Technology. Knirk. serta beberapa contoh desain pengajaran dalam bidang-bidang studi tertentu. serta .J. teknologi belajar. Isi kurikulumnya dipusatkan pada tiga bidang. yaitu 1) Dimensi individu. teori belajar. merencanakan. Dalam rencana pengajaran kelompok dijelaskan desain pengajaran yang bersifat makro dan mikro. langkah-langkah penyusunan desain pengajaran. A Systematic Approach to Education. Dalam rencana pelajaran individual diuraikan: bagaimana menganalisis konsep-konsep yang akan diajarkan. Dalam buku ini konsep-konsep dasar serta pengembangan dalam sistem instruksional diuraikan dengan dengan jelas. teknologi proses. buku ini mengupas rencana pelajaran. struktur pengetahuan dan analisisnya. pendekatan sistem. dan 3) Dimensi teologis. Producing Instructional Systems: Lesson Planning for Individualized and Group Learning Activities. C. New York: Nichols Publishing. & Gustafson. baik yang bersifat individual maupun kelompok. Frederick G. struktur dan sistem pengajaran individual. Kent L. struktur tingkah laku atau keterampilan. Sesuai dengan anak judulnya. A. serta beberapa bentuk atau model sistem pengajaran individual. Buku ini membahas dasar-dasar teori dan praktik teknologi instruksional. Konsep tersebut meliputi pengajaran dan belajar. mengevaluasi. (1986).daripada proses. dimensi sosial dan historis membahas kehidupan kemasyarakatan dan sejarah perkembangan manusia.

diskusi. dan pada bagian akhir diuraikan pelaksanaan kurikulum yang didasarkan atas behavioral objectives.selama 10 tahun. sebab selain memberikan landasan teori yang kuat juga membukakan kunci sekaligus horison baru bagi penelitian tentang aspek-aspek psikologis media komunikasi. Dengan buku ini diungkapkan bahwa media merupakan bagian yang tak . kurikulum dan pengajaran. Pada bagian berikutnya dikemukakan pemetaan dari kurikulum menurut behavioral objectives. Selama ini media dianggap hanya sebagai alat bantu pengajaran. San Fransisco: Jossey-Bass Publishers. Buku ini sangat berharga bagi para ahli psikologi pendidikan. diperdalam dengan pengkajian. Drumheller. Teacher's Handbook for A Functional BehaviorBased Curriculum. Pada bagian pertama buku tersebut diuraikan dasar-dasar kurikulum yang didasarkan pada perilaku: peranan sekolah secara ideal dan nyata. seminar yang mendalam bersama sejumlah besar ahli.pengembangan dari masing-masing proses. evaluasi program serta penyebaran inovasi pengajaran. Pengajaran harus selalu bertemakan tujuantujuan tersebut. Dalam konsep teknologi instruksional diuraikan langkah-langkah umum pengembangan desain instruksional. telah menyadarkan guru-guru dan dosen tentang pentingnya tujuan dan desain pengajaran. Gavriel. pemilihan dan penggunaan strategi belajar. Menurut penulis gerakan dari Behavior Objectives selama 20 tahun. keseluruhan behavior objectives dan disiplin ilmu. Cognition and Learning. Englewood Cliff. Salomon. khususnya media pendidikan. sejak awal pengajaran guru dan siswa harus mengetahui keseluruhan perilaku yang ingin dicapai siswa. Dalam pengelolaan pengajaran diuraikan pengembangan sarana dan prasarana belajar. (1972). Apa yang dibahas dalam buku ini merupakan landasan teoretis dari penggunaan media dalam pendidikan. New Jersey: Educational Technology Publications. teori dan strategi belajar-mengajar. Menurut penulis. Sidney J. Buku ini menyajikan uraian secara mendasar tentang kurikulum yang didasarkan atas behavioral objectives. (1979). Tulisan ini disusun berdasarkan hasil penelitian . Interaction of Media. yang meliputi: tujuan instruksional.

media yang lebih banyak mendapatkan sorotan adalah media visual dalam konteks kebudayaan.terpisahkan dari proses berpikir. Dilatarbelakangi oleh dasar pendidikan penulis yang pernah mendalami teater. . dan salah satu bentuk penyajian dan penyampaian sistem simbol adalah dalam media. Proses berpikir menyangkut sistem simbol.

walaupun bukan berarti tanpa menghadapi kesulitan-kesulitan. guru. Pendidikan dan pengajaran selaln berlangsung dalam keterbatasan-keterbatasan. mengingat kedua komponen tersebut berperanan sebagai kunci. Keseimbangan Antara Isi dan Proses Baik dalam uraian tentang model-model konsep kurikulum. waktu. sosial budaya dan psikologis sekitar. namun bukan sesuatu yang mustahil Kesulitannya bukan saja disebabkan adanya ciri yang cenderung kontradiktif antara keduanya. Yang harus selalu diupayakan .BAB 7 PROSES PENGAJARAN A. tidak mengherankan apabila ada yang berpendapat bahwa kurikulum itu tidak lain dari suatu program pendidikan yang berisi jalinan antara isi dengan proses penyampaiannya. Dengan demikian. Pendapat demikian tidak seluruhnya benar tetapi mengandung kebenaran. kemampuan. Hal itu disebabkan kedudukan kedua komponen kurikulum tersebut sangat penting. Di dalam pelaksanaan kurikulum kita mengharapkan para siswa menguasai sebanyak-banyaknya bahan yang terbaik dan diperoleh dengan cara yang terbaik pula. Mengingat kelebihan dan kekurangan masing-masing maka keseimbangan ataupun keserasian antara keduanya merupakan pemecahan yang paling praktis. fasilitas. serta para pelaksana kurikulum lainnya. oleh kondisi dan kelengkapan sarana dan prasarana baik di sekolah maupun dalam keluarga. Meskipun ideal hal tersebut sangat sulit kita capai. oleh kondisi lingkungan fisik. Kedua komponen kurikulum tersebut dapat saling menghambat. Keduanya mempunyai kelebihan dan kekurangan. yang satu mengurangi kualitas yang lainnya. maupun dalam macam-macam desain kurikulum. tetapi juga karena banyaknya faktor yang turut mempengaruhi pelaksanaan kurikulum atau pengajaran Keberhasilan pengajaran atau pelaksanaan suatu kurikulum sangat dipengaruhi kondisi dan aktivitas siswa. masalah isi dan proses pengajaran selalu menjadi tema dan titik tolak. tempat maupun biaya. Telah kita ketahui dalam uraian-uraian yang terdahulu bahwa ada konsepkonsep kurikulum yang lebih mengutamakan isi dan ada pula yang mengutamakan proses.

dan apa tujuannya? Pertanyaan ini menyangkut isi kurikulum atau isi pengajaran. Beberapa program pengembangan pendidikan. telah dilakukan dengan mengikutsertakan para sarjana. Jerome S. terutama pengembangan kurikulum pada sekolah dasar dan menengah. Ahli pendidikan. Salah satu faktor yang mendorong diperlukannya pengembangan kurikulum adalah karena perkembangan universitas di Amerika Serikat pada pertengahan pertama abad 20 sangat menekankan pada pengembangan ilmu dan penelitian. bukan saja didasarkan atas perkembangan ilmu pengetahuan. Anak-anak sekolah menengah. dosen. Isi kurikulum atau pengajaran bukan hanya terdiri atas sekumpulan pengetahuan atau kumpulan informasi. Pengembangan konsep ini tidaklah terjadi begitu saja. Meskipun demikian pertanyaan tentang karakteristik bahan yang akan diajarkan masih selalu timbul. B. tetapi juga disesuaikan dengan karakteristik perkembangan anak dan konsep-konsep modern tentang hakikat pengalaman belajar. dari berbagai bidang ilmu pengetahuan. apalagi anak sekolah dasar bahkan para mahasiswa tingkat persiapan tidak pernah memperoleh pengetahuan tersebut. kurikulum khususnya. di samping mengoptimalkan isi dan prosesnya sendiri. yaitu dengan mengemukakan konsep struktur bahan pengajaran. tetapi harus merupakan kesatuan pengetahuan terpilih dan dibutuhkan. ahli-ahli pendidikan selain guru. khususnya pendidikan dasar dan menengah di Amerika Serikat. adalah mengoptimalkan hasil sesuai dengan kondisi yang ada. Para sarjana dan cendekiawan tidak pernah turut serta . Mereka telah berusaha menyusun isi kurikulum atau pengajaran. tetapi dilatarbelakangi oleh keadaan dan perkembangan pendidikan. bahan apakah yang harus diajarkan kepada siswa.oleh para penyusun. Hasil-hasil perkembangan ilmu dan penelitian hanya menjadi santapan para sarjana dan cendekiawan. baik bagi pengetahuan itu sendiri maupun bagi siswa dan lingkungannya. Isi Kurikulum Pertanyaan yang selalu muncul pada para perencana pendidikan dan pengembang kurikulum adalah. pengembang dan pelaksana pendidikan umumnya. Bruner dari Amerika Serikat mencoba memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut.

baik sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakat. sintesis. Dewasa ini para ahli psikologi di Amerika Serikat. Keterampilan merupakan kecakapan-kecakapan khusus yang dikuasai seseorang. yaitu antara kegunaan (useful). yakni hal-hal yang saling berhubungan terintegrasi menjadi satu kesatuan. Sayangnya perhatian para ahli tersebut masih lebih banyak tercurah pada studi tentang bakat dan kecakapan. banyak yang mulai beralih membahas masalah-masalah belajar di sekolah. Studi tentang transfer belajar. pertama dalam bentuk penguasaan keterampilan (skill). Apa yang dimaksud dengan penguasaan struktur? Penguasaan struktur merupakan pemahaman suatu bahan pelajaran secara menyeluruh dan penuh arti. Belajar struktur adalah belajar secara keseluruhan (utuh). para sarjana dan cendekiawan yang turut serta dalam penyusunan kurikulum dan perencanaan program sekolah. sangat kurang penekanan pada penguasaan struktur atau penguasaan pengetahuan secara menyeluruh. Pengertian berguna mengandung dua pengertian. Dengan demikian. dan sebagainya melalui berbagai bentuk latihan. Penguasaan struktur dalam . Keterampilan sangat berhubungan erat dengan profesi seseorang. sekarang transfer lebih banyak berkenaan dengan latihan keterampilan khusus. dan kedua pemahaman umum (general understanding). menyiapkan buku teks serta berbagai media pendidikan.dalam pengembangan kurikulum sekolah dasar dan sekolah menengah. program sekolah kurang berbobot dan jauh ketinggalan dari perkembangan ilmu pengetahuan tiekarang hal itu telah dapat diatasi. serta aspek-aspek sosial dan psikologis dalam pendidikan. Pemahaman umum. penilaian. Dalam tujuan pendidikan di Amerika Serikat. Sekolah diharapkan dapat mengajarkan semua yang berguna dan semua yang indah. ada dualisme yang membutuhkan keseimbangan. merupakan penguasaan hal-hal yang berhubungan erat dengan masalah kehidupan. dan kurang memperhatikan masalah struktur intelek dari kegiatan dalam kelas. Menyusun program pendidikan yang seimbang antara pendidikan umum dengan pendidikan keterampilan sering cukup sukar. Akibatnya selama pertengahan pertama abad 20. Dewasa ini konsep proses belajar berangsur-angsur pindah dari pemahaman umum pada penguasaan keterampilan khusus. dengan keindahan (ornamental). dahulu berkenaan dengan disiplin-disiplin formal bagaimana menguasai kemampuan analisis.

peranan struktur bahan. proses belajar menekankan pada berpikir intuitif. sebab keberhasilan pelaksanaan suatu kurikulum sangat dipengaruhi oleh hal tersebut. Keempat. . Pendidikan yang menekankan struktur. baru mengajukan pertanyaan yang lebih khusus. Ada empat hal pokok penting dalam proses pendidikan. juga dapat dihubungkan dengan pemenuhan kebutuhan pribadi dan masyarakat (kesejahteraan individu dan masyarakat). umpamanya. memungkinkan anak dengan cepat menyusun banyak kalimat didasarkan atas model struktur yang dipelajari. sekolah banyak membuang vvaktu untuk mengajarkan hal-hal yang terlalu sulit bagi anak. Ini tidak berarti urutan dan isi bahan pelajaran bagi mereka sama. tetapi juga pada anak-anak biasa bahkan anak-anak yang kurang mampu. dorongan untuk belajar (learning motives) serta bagaimana membangkitkan motif tersebut. Pertatna. Pada masa lalu. Bagaimana mengajarkan struktur mendasar secara efektif. karena kurang memperhatikan kesiapan belajar. apakah tujuan pendidikan suatu sekolah. umpamanya. tetapi tidak berarti pendidikan segi lain diabaikan. sebelum seseorang sampai pada pertanyaan-pertanyaan yang lebih khusus. mengutamakan pendidikan intelek. Pendidikan yang menekankan struktur bukan saja dapat berhasil dengan baik pada anak-anak yang cerdas. walaupun tidak mengetahui aturannya. Ada beberapa pertanyaan umum. apakah manfaat mata-mata pelajaran yang diberikan. Hal yang sangat penting dalam menyusun dan mengembangkan kurikulum adalah bagaimana memberikan pengertian kepada siswa tentang struktur yang mendasar terhadap tiap mata pelajaran. masalah mengajarkan struktur perlu mendapatkan perhatian utama. Dalam penyusunan kurikulum. Berpikir intuitif merupakan teknik intelektual untuk mencapai formulasi tentatif tanpa mengadakan analisis langkah demi langkah. serta bagaimana menciptakan kondisi belajar yang mendukung hal tersebut. Jawaban terhadap pertanyaan pertama dapat dihubungkan dengan sifat masyarakat yaitu tuntutan dan kebutuhannya. Setelah merumuskan jawaban pertanyaan tersebut. dan bagaimana hal tersebut menjadi pusat kegiatan belajar. Kedua. masalah kesiapan (readiness) dalam belajar. Contoh pertanyaan umum. Ketiga.penyusunan kalimat.

is harus mempunyai gambaran yang jelas tentang hakikat fenomena yang dihadapinya. bukan saja berkenaan dengan pengetahuan umum. Belajar menyiapkan peserta didik untuk menghadapi masa yang akan datang. merupakan proses perluasan dan pendalaman yang terus menerus dari ide-ide dasar dan ide-ide umum. atau pekerjaanpekerjaan khusus. Agar dapat memenuhi kedua hal tersebut. Keberlanjutan proses belajar tersebut sangat bergantung pada tingkat penguasaan struktur bahan yang akan diajarkan. Kedua. dibutuhkan partisipasi dari ahli-ahli yang terbaik dalam bidangnya dalam penyusunan kurikulum sekolah. Tipe belajar yang kedua bukan merupakan belajar keterampilan tetapi belajar ide-ide yang bersifat umum. tetapi juga dengan perkembangan sikap berinkuiri. Kedua. bagaimana menyusun kurikulum yang dapat diajarkan oleh guru biasa. yang perlu mendapatkan perhatian yang sungguh-sungguh adalah bagaimana para siswa menguasai ide-ide dasar dari berbagai bidang studi. Untuk itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Ada dua macam belajar untuk menghadapi masa yang akan datang.ipat diaplikasikan secara luas pada masalah-masalah baru. terhadap murid biasa. Pertama. perkembangan kemampuan memperkirakan (predictive ability) dan pemecahan masalah oleh anak sendiri. Hal itu meyangkut dua masalah yaitu bagaimana memilih bahan yang akan diajarkan serta alat-alat pelajaran yang dapat memberikan tekanan utama pada pengembangan ide -ide dan sikap. Pertama. yang dapat merefleksikan prinsip-prinsip dasar dari berbagai bentuk inkuiri. Sebab yang terpenting dalam belajar ide-ide adalah yang dipelajarinya harus 1. Jenis transfer yang kedua merupakan inti proses pendidikan. . transfer belajar dalam bentuk prinsip-prinsip dan sikapsikap. Agar seorang siswa mampu mengenal apakah suatu ide dapat diaplikasikan atau tidak terhadap situasi baru. Hal itu merupakan transfer belajar dalam berbagai bentuk keterampilan.Tujuan belajar lebih dari sekadar untuk mendapatkan kepuasan atau menguasai pengetahuan. Kemudian. dan ini merupakan hal yang sangat penting. aplikasi belajar dalam tugastugas khusus. yang dapat digunakan untuk mengenal dan memecahkan berbagai masalah kehidupan. bagaimana menentukan tingkat-tingkat bahan yang akan diajarkan itu sesuai dengan kemampuan dan tingkat perkembangan para siswa.

Anak yang sudah memahami latar belakang. pemahaman tentang hal-hal yang bersifat fundamental memungkinkan penguasaan bahan ajar secara lebih komprehensif. persamaan. inkuiri cukup memberikan hasil yang baik bila digunakan dalam mengajarkan ilmu -ilmu sosial. Siswa yang belajar fisika juga perlu memiliki sikap tersebut. bila is belajar fisika.daan di antara ide-ide. Agar . Kedua. hal itu bukan saja menghasilkan pemahaman ten. Menemukan hubungan. tetapi sesungguhnya metodi. tujuan dan dasar-dasar pembentukan ASEAN akan d'engan mudah memahami berbagai bentuk kerja sama dan kegiatan ASEAN. tetapi juga harus memperhatikan metode untuk mengajarkan hal tersebut. Pengetahuan dasar yang dihubungkan dengan fenomena-fenomena tersebut harus disajikan dengan benar. Hal itu membutuhkan pemahaman yang dalam serta kejujuran yang sungguh-sungguh untuk menyajikan fenomena-fenomena baik dalam penyusunan kurikulum maupun dalam penyajian di kelas.tang suatu masalah tetapi juga akan menumbuhkan kepercayaan kepada diri sendiri. Minimal ada empat hal yang merupakan manfaat belajar atau mengajarkan struktur dasar: Pertama. mudah sekali dilupakan. tentunya agar yang dipelajarinya itu berguna bagi proses berpikirnya. menarik minat dan memberikan manfaat.Seorang ahli fisika memiliki sikap tertentu terhadap alam semesta serta menguasai cara memahami sistem alam semesta. Menurut beberapa hasil penelitian. berhubungan dengan kemampuan ingatan manusia. Metode utama mengajarkan konsep belajar seperti di atas adalah dengan menggunakan metode inkuiri. memberikan kesem patan dan mendorong anak untuk mencari dan menemukan aturan yang sebelumnya tidak diketahui. Para ahli berpendapat bahwa hal itu tidak mungkin dapat dicapai hanya dengan memperhatikan penyusunan sekuens bahan ajar saja. Untuk mencapai hal tersebut yang terpenting adalah menyediakan bahan. Metode inkuiri banyak digunakan dalam mengajarkan EPA dan Matematika.. perbc. ingatan manusia tentang hal-hal yang detail yang ditempatkan dalam suatu hubungan pola struktur. Hal itu bukan hanya berlaku bagi IPA dan Matematika tetapi juga bagi ilmu-ilmu sosial. Bagaimana pengetahuan-pengetahuan dasar dijalin dengan minat don kemampuan anak.

Contoh regenerative dalam IPA dan Matematika adalah rumus-rumus. model. Keempat. sebab keduanya merupakan dua sisi dari sebuah mata uang. bahwa prinsip dan konsep merupakan dasar bagi transfer merupakan hal yang sudah lama dikenal. Dalam ilmu sosial juga dikenal rumus. dan sebagainya. Dengan belajar struktur dasar suatu kehilangan tidak akan berbentuk kehilangan total. hal-hal yang tersisa dapat membantu menyusun kembali apa-apa yang sudah hilang atau terlupakan. pemahaman prinsip-prinsip dan ide-ide fundamental merupakan syarat utama untuk mengadakan transfer. hampir seluruhnya dikembangkan atau bertolak dari teori belajar. Ketiga. Mengajar merupakan suatu upaya yang dilakukan guru agar siswa belajar. sebab penguasaan hal umum memungkinkan penguasaan model pemahaman. Belajar struktur dasar dapat menjamin berbagai bentuk lupa atau kehilangan penguasaan.sesuatu bahan ajar dapat mudah dan lama dikuasai perlu disimpan atau disajikan dalam bentuk yang sederhana yang mewakili hal yang lebih kompleks. prinsip tertentu. Ide. bagan. yaitu apakah proses belajar lebih baik menekankan pada berpikir intuitif atau berpikir analitik? . Selain hal-hal tersebut regerative juga dapat berupa peta. Apabila kita mengkaji teoriteori mengajar yang ada. tetapi juga untuk mengingatnya besok. Suatu teori yang baik bukan hanya merupakan alat untuk memahami fenomena yang dihadapinya sekarang. Perwakilan yang sederhana tersebut disebut regenerative. C. Pemahaman tentang hal yang umum memungkinkan menguasai banyak hal yang sifatnya khusus. 1. Suatu rumus yang sederhana merupakan prasarana dan representasi dari hal yang cukup kompleks. kaidah. penekanan pada struktur dan prinsip-prinsip mengajar yang fundamental dapat mempersempit jarak antara pengetahuan elementer dengan pengetahuan yang lebih lanjut. Belajar intuitif Ada suatu pertanyaan mendasar berkenaan dengan proses belajar. Proses Belajar Kegiatan mengajar tidak dapat dilepaskan dari belajar.

kedua. tekanan lebih banyak diberikan pada kemampuan untuk memformulasikan secara eksplisit. Seseorang pemikir intuitif yang baik dilahirkan dengan kekhususan tertentu. Inarticulate genius diperlihatkan oleh anak yang menguasai secara mendalam konsep-konsep bahan ajar. menggunakan prinsip penelitian. tetapi kurang mampu menyatakan secara verbal. Belum banyak diketahui apakah penekanan tersebut menghambat perkembangan pemahaman intuitif atau tidak. dan pada kemampuan anak memreproduksikan penguasaan secara verbal dan numerikal. Dua contoh pemahaman intuitif. Pad a articulate ideocy anak pandai menyatakan dengan kata-kata tetapi tak punya kemampuan untuk menggunakan konsep-konsep tersebut. Apakah berpikir intuitif? Orang lebih mudah membahas atau melakukan pemikiran analitik yang lebih bersifat konkret daripada berpikir intuitif yang lebih abstrak. eksperimen dan analisis statistik. Hasil-hasil pemikiran ini berupa informasi atau suatu operasi. tiba-tiba ia menemukan pemecahan walaupun belum didasarkan atas pembuktian formal. pertama seseorang telah cukup lama menghadapi suatu persoalan. Model pemikiran ini menggunakan proses pemikiran secara deduktif dengan bantuan model konsep matematika atau logika. Pengetahuan yang secara sistematis dikuasainya dapat menunjang berpikir intuitif. Kita dapat membedakan antara inarticulate genius dengan articulate idiocy. lebih merupakan suatu manuver yang didasarkan atas persepsi implisit dari keseluruhan masalah. atau variabel-variabel yang mempengaruhinya. dengan sedikit pernyataan tentang proses . Pemikir sampai pada suatu jawaban mungkin benar mungkin juga tidak. Berpikir analitik meliputi suatu rentetan langkah-langkah. tetapi efektivitas intuitifnya dilandasi oleh pengetahuan yang kuat tentang bidang yang berhubungan dengan kekhususan tersebut. seorang dapat dengan cepat memberikan jawaban dugaan terhadap sesuatu persoalan dengan benar. Berpikir intuitif tidak memiliki langkah-langkah yang dapat dirumuskan secara pasti dan teliti. Langkah-langkah tersebut bersifat eksplisit dan biasanya dapat disampaikan kepada orang lain.Pengamatan menunjukkan bahwa dalam berbagai kegiatan belajar penilaian di sekolah.

Mediate apprehension menunjukkan penguasaan dan pengenalan tak langsung melalui penggunaan metode formal. Immediate apprehension merupakan lawan dari mediate apprehension. Para perencana kurikulum perlu berusaha menemukan bagaimana mengembangkan pemikiran intuitif pada murid-murid seawal mungkin. yang memungkinkan ia melangkah atau meloncat atau memotong jalan pendek untuk sampai pada suatu jawaban atau pemecahan. Pemecahan intuitif mungkin dapat lebih cepat dibandingkan dengan pemecahan analitik. Kedua model pemikiran ini dapat saling komplemen. analitis dan pembuktian-pembuktian. mengkombinasikan beberapa konsep sebelum diketahui faedahnya. Di sekolah terutama dalam bidang science dan matematika dewasa ini sangat dipentingkan proses-proses berpikir analitik. memberikan kemungkinan pemahaman . Melalui berpikir intuitif seseorang memungkinkan sampai pada jawaban atau pemecahan yang sama sekali tak dapat dipecahkan atau lambat sekali bila menggunakan pemecahan melalui proses analitik. Biasanya proses pemikiran intuitif ini berkenaan dengan domain kognitif. apakah induktif atau deduktif. hipotesis dirumuskan dengan cepat. terutama dengan struktur pengetahuan. Menangkap pengertian dan struktur masalah atau situasi tanpa menggunakan alat atau cara analitis. Kemungkinan dapat teijadi pada suatu saat pemikir intuitif dapat menemukan masalah yang sama sekali tak dapat ditemukan oleh pemikir analitik. Intuisi sering diartikan sebagai immediate apprehension atau cognition. mungkin juga ia tidak menyadari aspek-aspek dari situasi masalah yang ia hadapi/kerjakan.pencapaiannya. Seharusnya sebelum murid-murid diperkenalkan dengan metode analitik terlebih dahulu ditanamkan pemahaman intuitif. Hasil berpikir intuitif dapat dicek dengan kesimpulan dari hasil analitik. Hasil pemecahan intuitif dapat dicek oleh hasil pemecahan analitik. Situasi belajar intuitif di sekolah akan sangat ditentukan oleh sifat bahan pelajaran. Immediate apprehension merupakan pengenalan atau penguasaan langsung tanpa mengikuti langkah-langkah formal. Ia sering jarang dapat menjelaskan bagaimana memperoleh jawaban. Dalam berpikir intuitif. Bahan pelajaran yang berisi banyak perkiraan.

Guru yang biasa menerka jawaban suatu persoalan. Bagaimana pengaruh atau peranan prosedur heuristik terhadap proses berpikir intuitif? Prosedur heuristik merupakan lawan dari prosedur algoritma. mengundang spontanitas. Seorang spesialis dalam bidang kedokteran (dokter) dalam pertemuan pertamanya dengan pasiennya mengemukakan beberapa pertanyaan. Kemungkinan kemampuan intuitif seorang siswa berkembang melalui imitasi sederhana dengan gurunya. juga imitasi atau identifikasi dengan seorang pengintuitif. Seseorang yang mempunyai pemahaman yang cukup luas dalam bidang tertentu akan mudah memberikan pemecahan intuitif dibandingkan dengan orang yang kurang menguasai. yang berkenaan dengan dimiliki atau tidak dimilikinya kemampuan intuitif dalam suatu bidang tertentu serta kekuatan intuitif pada bidang tersebut. lalu mengeceknya dengan cara analitis kritis akan lebih mengembangkan kemampuan berpikir intuitifnya daripada guru yang memecahkan persoalan dengan cara analitis. dapat banyak membantu kegiatan berpikir intuitif bagi murid-muridnya. dapat juga berkembang melalui identifikasi yang cukup kompleks. Untuk pengalaman pertama diagnosis intuitif yang dilakukan dokter tersebut mungkin kurang sempurna dibandingkan dengan diagnosis yang bersifat analisis langkah-langkah formal yang dilakukan oleh seorang dokter muda. diagnosis yang bersifat intuitif (clinical prediction) dapat Iebih berhasil dibandingkan dengan diagnosis analitis (actuarial prediciton). Dari uraian di atas tampak di samping variabel predisposisi yang mempengaruhi berpikir intuitif. penguasaan atau pemahaman dalam bidang tertentu serta pengalaman. mengadakan pemeriksaan singkat lalu memberikan diagnosis. mungkin juga tidak. Algoritma merupakan prosedur pemecahan suatu masalah yang mengikuti urutan yang teliti. Faktor-faktor apa yang mempengaruhi berpikir intuitif? Faktor pertama. Prosedur heuristik dengan . Untuk selanjutnya. Hal itu juga tidak berarti bahwa prediksi intuitif selalu lebih berhasil daripada prediksi analitis. selangkah demi selangkah. Prosedur heuristik merupakan prosedur pemecahan masalah yang tidak mengikuti urutan langkah demi langkah pemecahan lebih bersifat menyeluruh dan fleksibel. adalah predisposisi.dan pengalaman yang luas. Apakah perkembangan intuisi seorang siswa menyerupai gurunya yang berpikir itu? Mungkin ya.

atau pemrosesan Iebih lanjut. Dalam belajar menghafal siswa berusaha menguasai bahan tanpa mengetahui maknanya. simetri. tetapi suatu perkiraan yang selalu dicek dengan pembuktian. Si pelajar tinggal menerima saja tanpa mengadakan usaha-usaha pengolahan. visualisasi pemecahan yang dilakukan secara berulang-ulang akan singat menunjang proses berpikir intuitif. bentuk yang belum selesai. Belajar bermakna Ausubel dan Robinson (1969) membedakan dua dimensi dari proses belajar. Pada dimensi yang pertama dibedakan tipe belajar yang bersifat mencari (discovery learning) dan yang bersifat menerima (reception learning). Keseluruhan tipe belajar tersebut juga bisa . Pada dimensi kedua. Dengan berpikir intuitif memang anak diminta untuk mengira-ngira. Cenderung ke arah mencari atau menerima ke arah menghafal atau mendapatkan makna. dengan proses pemikiran analitis. Berpikir intuitif didasari oleh keyakinan pada diri sendiri dan keberanian dari siswa. Apakah dengan berpikir intuitif anak dilatih untuk sekadar mengiratigira? Padahal di sekolah sering mengira-ngira dianggap suatu kemalasan. sedang pada belajar bermakna sisw a mempelajari sesuatu bahan ajar dengan berusaha memahami makna atau artinya.menggunakan analogi. Seorang yang berpikir intuitif tidak boleh takut berbuat salah. yaitu dimensi cara menguasai pengetahuan dan cara menghubungkan pengetahuan baru dengan struktur ide yang telah ada. Pada belajar mencari atau belajar diskoveri karena bahan ajar disajikan dalam. Keempat tipe belajar tesebut sebenarnya hanya merupakan kencederungankecenderungan. pengecekan kesalahan dengan pembuktian melalui proses berpikir analitis dapat memperbaiki dan mengembangkan kemampuan berpikir intuitif seseorang. 2. pengujian kondisi. Dalam belajar menerima keseluruhan bahan pelajaran disajikan kepada si pelajar dalam bentuk yang sudah sempurna. maka si pelajar harus berusaha mencari dan menyelesaikannya sendiri. tetapi juga tidak boleh menutupi kesalahan. dibedakan antara belajar yang bersifat menghafal (rote learning) dan belajar bermakna (meaningful! learning). Pemikir intuitif harus jujur.

berkombinasi satu sama lain, membentuk tipe belajar menerima-bermakna, mencari bermakna, menghafal menerima, dan menghafal mencari.

a. Konsep-Konsep Dasar Ada dua hal penting dalam konsep belajar bermakna, yaitu struktur kognitif dan materi pengetahuan baru. Struktur kognitif merupakan segala pengetahuan yang telah dimiliki siswa sebagai hasil dari kegiatan belajar yang lalu. Dalam belajar bermakna pengetahuan baru harus mempunyai hubungan atau dihubungkan dengan struktur kognitifnya. Hubungan tersebut akan terjadi karena adanya kesamaan isi (substantiveness) dan secara beraturan (non-arbitrer). Kedua sifat hubungan tersebut menunjukkan adanya kebermaknaan logis materi yang akan dipelajari. Jadi kebermaknaan logis ini merupakan sifat dari materi yang akan dipelajari, tetapi tidak berarti menjamin bahwa itu bermakna bagi siswa. Agar hal itu bermakna bagi siswa, ada dua tambahan persyaratan. Pertama, suatu materi memiliki kebermaknaan logis berarti bahwa materi tersebut dapat dihubungkan dengan konsep-konsep yang telah ada pada siswa. Agar materi baru dapat difahami siswa, maka is sendiri harus memiliki materi yang sesuai dengan hal itu. Bila siswa dalam struktur kognitifnya telah memiliki materi, ide-ide yang sesuai, yang memungkinkan materi baru dapat dihubungkan padanya secara subtantif dan non-arbitrer, maka materi tersebut telah memiliki kebermaknaan potensial (potential meaningfulness).Kedua, suatu materi memiliki kebermaknaan potensial, sebab siswa dapat memberikan makna, tetapi hal itu bergantung pada kemauan siswa untuk memberi makna atau tidak. Apabila si siswa mempunyai kesiapan untuk memberi makna maka terjadilah belajar bermakna (meaningful learning). Kalau disimpulkan belajar bermakna ini menuntut tiga persyaratan: 1. Materi yang dipelajari harus dapat dihubungkan dengan struktur kognitif secara beraturan karena adanya kesamaan isi. 2. Siswa harus memiliki konsep yang sesuai dengan materi yang akan dipelajarinya. 3. Siswa harus mempunyai kemauan atau motif untuk menghubungkan konsep tersebut dengan struktur kognitifnya.

Makna merupakan hasil suatu proses belajar bermakna. Hal itu juga akan menjadi isi kognitif atau isi dari penyadaran yang muncul bila materi yang punya makna potensial dihubungkan dengan struktur kognitif. Belajar bermakna dan belajar manghafal bukan dua hal yang benar-benar bersifat dikotomis, tetapi hanya menunjukkan apakah sesuatu kegiatan belajar lebih mengarah pada bermakna atau kurang bermakna. Suatu kegiatan belajar yang kurang bermakna akan muncul apabila: 1. Materi yang dipelajari kurang memilik kebermaknaan logis. 2. Siswa kurang memiliki konsep-konsep yang sesuai dalam struktur kognitifnya. 3. Siswa kurang memiliki kesiapan untuk melakukan kegiatan belajar bermakna. Belajar bermakna akan menghasilkan konsep-konsep, ide-ide barn yang punya makna, penuh arti, jelas, nyata perbedaannya dengan yang lain. Konsep yang demikian tidak akan mudah digoyahkan dibandingkan dengan konsepkonsep yang dibentuk melalui hubungan atau asosiasi arbitrer. Dengan belajar bermakna, siswa akan menguasai dan mengingat konsep-konsep inti. Dalam belajar menghafal sering konsep inti dan konsep bukan inti berbaur dan saling menghambat, tetapi dalam belajar makna keduanya bisa dibedakan dengan jelas. Mengapa seseorang melakukan kegiatan belajar dengan menghafal Minimal ada tiga sebab utama: 1) Mereka belajar dari pengelaman yang kurang menyenangkan yang secara material memberikan jawaban yang benar, tetapi kurang memberikan hubungan yang bermakna. Adanya tuntutan memberikan jawaban yang bersifat fakta-fakta sering mendorong siswa untuk belajar dengan cara mengingat dan menghafal. 2) Siswa mengalami kecemasan yang cukup besar. Hal ini kemungkinan besar disebabkan karena ia gagal dalam menguasai pelajaran, atau karena kurang yakin akan kemampuan belajar bermakna. Untuk mengatasi kecemasan tersebut ia belajar dengan cara menghafal. 3) Siswa berada dalam suatu tekanan untuk selalu memperhatikan keberhasilan dan kelancaran belajar, atau menyembunyikan kekurangan-kekurangannya.

b. Macam-Macam Belajar Bermakna Makna merupakan isi dari struktur kognitif, yang terjadi karena materi yang memiliki kebermaknaan potensial disatukan dengan struktur kognitif. Proses penyatuan tersebut berbeda-beda dan dapat diletakkan dalam suatu hierarki dari yang bersifat represensional sampai dengan belajar tingkat tinggi, perbuatan belajar kreatif. Belajar represensional merupakan suatu proses belajar untuk mendapatkan arti atau makna dari simbol-simbol. Kalau orang tua mengatakan kucing sambil menunjuk seekor kucing, maka pada struktur kognitif anak akan terbentuk rangsangan internal yang akan memberi makna pada kata kucing sebagai binatang kucing. Kata kucing menjadi simbol yang mewakili binatang kucing. Melalui proses representasi tersebut anak akan mengenal banyak nama dan tiap benda punya nama sendiri. Belajar represensional juga berlaku bagi nama-nama bukan benda. Kata depan terjadi melalui hubungan antara dua objek seperti kucing di atas meja, air di dalam gelas dsb. Belajar konsep dapat mempunyai makna logis dan makna psikologis. Makna logis terbentuk melalui fenomena adanya benda-benda yang

dikelompokkan karena memiliki ciri-ciri yang sama. Berbagai macam kucing dan harimau karena cirinya yang sama, dikelompokkan sebagai kucing. Dalam makna logis ada ciri-ciri utama yang menunjukkan sekumpulan sifat-sifat yang dimiliki oleh setiap anggota suatu kelas konsep. Ciri-ciri utama tersebut berbeda antara suatu kelas konsep dengan kelas yang lain. Makna psikologis suatu konsep terbentuk dalam dua tahap. Pada tahap pertama konsep terbentuk melalui pengalaman nyata. Secara induktif anak menemukan ciri-ciri utama benda-benda tertentu. Melalui permainan dengan bermacam-macam warna dan bentuk kubus anak akan memiliki konsep tentang kubus, walaupun tidak tahu namanya. Pada tahap berikutnya bila anak telah bersekolah ia belajar makna konsep secara formal dari nama dan kata-kata. Kedua tahap proses pembentukan makna konsep tersebut terjadi hampir dalam semua kegiatan anak belajar konsep. Pembentukan konsep selanjutnya terjadi melalui proses asimilasi yaitu definisi-definisi. Belajar proposisi. Proposisi atau kaidah merupakan suatu kalimat yang menunjukkan hubungan antara dua hal. Proposisi ini ada yang bersifat umum,

"binatang buas makan daging" yang berisi banyak konsep dan ada pula yang bersifat khusus, harimau makan kelinci yang hanya berisi satu konsep. Dalam belajar proposisi yang bermakna, kalimat yang dipelajari dihubungkan dengan konsep yang ada dalam struktur kognitif. Ada tiga macam cara menghubungkan: 1) Hubungan antar-bagian. Bahan baru yang dipelajari siswa merupakan bagian dari konsep-konsep yang telah ada. Dalam belajar hubungan antar-bagian ini ada dua macam bagian, yaitu bagian yang bersifat derivative dan correlative. Pada bagian derivative siswa melukiskan atau meneruskan hal yang dicakup dalam sutu proposisi. Contoh: "kucing memanjat pohon", bagian derivativenya "kucing tetangga memanjat pohon saya". Dalam bagian correlative, belajar berfungsi memperluas, mengelaborisasi, memodifikasi proposisiproposisi yang telah ada. Contoh anak telah mengenal jajaran genjang, dengan correlative preposition anak akan mengenal belah ketupat. 2) Hubungan superordinat. Bahan yang dipelajari merupakan superordinat dari konsep-konsep yang telah ada dalam struktur kognitifnya. Anak telah mengenal besar sudut segi tiga siku-siku 180 derajat, segi tiga sama sisi 180 derajat, dan sebagainya, maka dalam kegiatan belajar sampai pada proposisi bahwa jumlah sudut setiap segi tiga besarnya 180 derajat. 3) Hubungan kombinasi. Bahan yang dipelajari bukan merupakan bagian bukan juga superordinat dari yang telah ada, akan tetapi merupakan kombinasi dari banyak hubungan. Contohnya adalah belajar model. Belajar diskaveri atau mencari. Bahan yang dipelajari tidak disajikan secara tuntas tetapi membutuhkan beberapa kegia tan mental untuk menuntaskan dan menyatakannya dengan struktur kognitif. Belajar diskoveri terbagi atas dua macam kegiatan belajar, yaitu belajar pemecahan masalah dan belajar kreatif. Belajar pemecahan masalah, memiliki proses psikologis yang le bih kompleks dibandingkan dengan belajar proposisi. Dalam belajar pemecahan masalah, anak dihadapkan pada masalah -masalah yang memerlukan pemecahan. Guru mengajukan beberapa pertanyaan yang mengarahkan siswa agar

menemukan pemecahan atau jawabannya sendiri.

Belajar kreatif. Kreativitas merupakan suatu kemampuan untuk menghasilkan sesuatu yang baru, baik baru bagi dirinya maupun orang lain. Belajar kreatif adalah siswa proses belajar merencanakan, melaksanakan, dan

membuktikan sendiri‡percobaan-percobaan. Mereka berusaha mencari hubungan antara konsep-konsep yang baru dan konsep-konsep yang telah ada pada struktur kognitifnya.

3. Hubungan macam-macam belajar dengan taksonomi Bloom Macam-macam belajar yang telah diuraikan sebelum ini, menunjukkan adanya beberapa kategori tingkah laku belajar, yaitu belajar bermakna, menghafal menerima, dan diskaveri. Belajar bermakna pun berbeda-beda pula dari yang bersifat represensional sampai dengan belajar kreatif. Karena adanya

pengkategorian tersebut maka dapat dicari hubungannya dengan kategori belajar atau taksonomi dari. Bloom. Karena pengetahuan atau knowledge Bloom lebih banyak berhubungan dengan ingatan maka dapat dikelompokkan sebagai belajar menghafal (rote learning). Mulai dari pemahaman sampai dengan evaluasi dapat dikategorikan sebagai belajar bermakna. Belajar konsep dan preposisi dapat disamakan dengan pemahaman, pemecahan masalah dengan analitis dan kreativitas dengan sintesis yang sukar dimasukkan dalam kategori tersebut adalah aplikasi dan evaluasi. Dari pembandingan dengan taksonomi Bloom juga dapat ditarik kesimpulan bahwa macam-macam belajar bermakna ini, lebih menyangkut ranah kognitif. Ranah afektif dan psikomotor tidak tercakup dengan macam-macam kategori belajar ini.

4. Mengingat dan lupa Belajar merupakan proses menguasai makna dari sesuatu bahan pelajaran yang secara potensial bermakna. Mengingat merupakan suatu proses memelihara penguasaan sesuatu makna baru. Lupa merupakan kemunduran atau kehilangan penguasaan suatu makna yang telah dikuasai.

memperluas. . kalau dipelajari kembali akan terjadi recognition. maupun yang menghambat lupa.Suatu konsep baru dipelajari oleh individu. diingat untuk beberapa saat dan sebagian ada yang terlupakan. mempersempit konsep yang telah ada. Apabila dirangkumkan maka ada tiga faktor yang mempengaruhi penguasaan kembali konsep dari ingatan: 1) Kekuatan hubungan antara konsep yang telah ada dengan konsep baru. Dalam struktur kognitif suatu konsep baru. Suatu konsep yang berada di bawah tingkat recall. Ada dua tingkat kritis untuk mengingat kembali konsep yang terlupakan. Keadaan tersebut dapat terjadinya pengurangan makna. Suatu konsep dipelajari dengan cara yang bermakna dan disatukan dengan konsep-konsep yang telah ada dalam struktur kognitif. Penguasaan dan penyimpanan. mungkin masih terletak di atas tingkat recognition. Sesuatu yang terlupakan sama sekali. Proses ini terjadi dalam dua langkah: (1) penguasaan dan penyimpanan. Tingkat yang tertinggi berada pada tingkat yang berhubungan dengan mengingat kembali (recall). 2) Efektivitas usaha untuk menguasai kembali konsep yang terlupakan. baik yang memperkuat penguasaan kembali. ada yang kuat sekali. Konsep-konsep baru yang kurang umum. (2) mengingat dan lupa. Mengingat dan lupa. tetapi dalam bebe rapa hal mungkin juga tidak mengubah konsep lama. Makna baru tersebut mungkin mengubah. tidak hanya berhubungan dengan suatu konsep tetapi dengan beberapa konsep yang telah ada. lemah sekali di samping yang tidak berhubungan sama sekali. Karena proses asimilasi dan reduksi tersebut berjalan spontan dan berangsur-angsur maka konsep-konsep tersebut terlupakan. Bila suatu konsep di bawah tingkat recall maka anak tidak dapat mengingatnya kembali. 3) Macam penguasaan apakah pada tingkat recall atau recognition. melalui periode waktu bersatu atau berasimilasi dengan konsep-konsep yang telah ada. karena terjadi pengurangan hubungan (reduksi). Interaksi antara konsep baru dengan konsep-konsep yang telah ada menimbulkan suatu makna. Ke kuatan hubungan dengan masing-masing konsep tidak selalu sama.

Inhibisi proaktif dan retroaktif Salah satu penyebab utama dari lupa pada belajar bermakna adalah pengurangan makna dari suatu konsep dalam struktur kognitif. Keadaan demikian memungkinkan sejumlah besar bahan dapat disatukan dalam struktur kognitif dengan penguasaan yang lebih efektif. kekacauan. . Ketidakjelasan. Hubungan suatu konsep yang dipelajari dengan bermakna dengan struktur kognitif menyebabkan konsep tersebut lebih lama dikuasai dalam ingatan. hal itu dilatarbelakangi oleh beberapa hal: a. (2) kesiapan si pelajar sendiri untuk melakukan belajar bermakna. Hal itu disebabkan adanya hubungan yang substantif dan non-arbitrer dengan konsep-konsep yang ada dalam struktur kognitif. Pada belajar yang bersifat menghafal. Kelebihan belajar bermakna Suatu bahan dipelajari secara bermakna atau dihafal bergantung pada (1) sifat bahan apakah secara potensial bermakna atau tidak bermakna. Dalam belajar yang bersifat menghafal hubungannya tidak mendalam. terputusputus dan terisolasi. Dalam belajar mengingat ada dua hambatan (inhibition) yang mungkin terjadi yaitu hambatan proaktif dan retroaktif.5. Hasil belajar bermakna lebih lama dikuasai daripada belajar menghafal. Dengan demikian belajar bermakna lebih efisien dibandingkan dengan belajar menghafal. karena kekurangtepatan makna konsep pokok dalam struktur kognitif. Ketimpangan isi yang diajarkan dan yang diingat. menyebabkan terjadinya perbedaan isi antara bahan baru dengan konsep pokok. masalah lupa disebabkan oleh hilangnya atau lemahnya asosiasi antara dua hal. Kekurangstabilan dan kekurangjelasan konsepkonsep pokok tersebut. Sering terjadi perbedaan antara isi bahan yang diajarkan dengan diingat. Hambatan retroaktif merupakan hambatan dalam mengingat yang lama karena bahan baru. keraguan arti sesuatu konsep sejak awal proses belajar. 6. karena terjadi hubungan secara arbitrer. Hambatan proaktif merupakan hambatan dalam mengingat sesuatu karena adanya pengaruh dari bahan yang telah dipelajari lebih dahulu.

Pada fase mengingat kembali bahan-bahan tersebut cenderung terjadi pengurangan terhadap konsep-konsep yang telah ada dalam struktur kognitif. Ada tiga masalah penting berkenaan dengan penyesuaian bahan ajar dengan perkembangan anak: . Sebab lain. Kesalahan dan penyimpangan dapat terjadi bila suatu makna yang telah tersimpan dirumuskan kembali secara verbal. Leveling adalah penyusutan bentuk yang tidak lazim dalam bentuk yang lebih lazim. terjadi kesalahan dan penghilangan atau pengurangan ciri-ciri. Jika suatu bahan baru salah penafsirannya karena adanya kelainan dalam struktur kognitif. kurang jelas sehingga mudah sekali terlupakan. sedang sharpening adalah penajaman suatu konsep atau perangsang menjadi lebih sempurna lebih baik. Masalah lupa memiliki nilai positif dan juga nilai negatif. dan tidak mengingat semua perangsang yang masuk. Karena merasa sudah tercakup sering terlupakan. kurang kuat. kesalahan tersebut akan menetap malah akan diperkuat pada masamasa asimilasi. Penguasaan konsepkonsep penting sering mengabaikan konsep-konsep atau detail-detail yang kurang penting. terjadi karena bahan-bahan baru yang kurang penting tersebut dalam penyatuannya dengan yang telah ada kurang stabil. Kesiapan Belajar Tiap bahan pelajaran dapat diajarkan kepada anak secara efektif bila sesuai dengan tingkat perkembangan anak tersebut. Nilai positifnya adalah menyeleksi ideide baru mana yang lebih stabil. lebih penting dan lebih memperkuat konsep-konsep yang telah ada. Pada saat memberikan penafsiran pertama terhadap bahan baru yang bersifat selektif. Hal itu disebabkan bahan-bahan yang tidak penting sudah tercakup dalam hal-hal yang penting. D. Mengingat bermakna yaitu memasukkan konsep-konsep penting dalam struktur kognitif sangat penting bagi kegiatan belajar Iebih lanjut dan kegiatankegiatan pemecahan masalah sebab konsep-konsep tersebut merupakan pijakan dan bahan yang akan diolah dalam proses belajar selanjutnya. Dalam menerima suatu konsep baru terjadi "leveling" dan "sharpening".b. c.

lebih banyak dipengaruhi perbuatan trial and error daripada hasil pemikiran. Hal itu karena anak lebih dipengaruhi oleh intuisi daripada oleh kegiatan simbolik. bahwa tiap tingkat perkembangan mempunyai karakteristik tertentu tentang cara anak melihat lingkungannya dan cara memberi arti bagi dirinya sendiri. Suatu dugaan umum bahwa ide atau konsep dapat direpresentasikan dengan sebenar-benarnya dan sebaik-baiknya sesuai dengan tingkat pemikiran anak pada tingkat usia tertentu.1. Mengajarkan suatu bahan pelajaran kepada anak. Tingkat ketiga. dan bintang-bintang tidur seperti dia. Anak tidak dapat membedakan antara tujuan dengan cara atau alat untuk mencapainya. Menurut Piaget. Kemampuan simbolik utama yang harus dipelajari anak. dan representasi pertama diperkuat dan diperbaiki pada tingkat selanjutnya. tidak ada batas perbedaan antara motif dan peranan dirinya dengan kegiatan lingkungannya. disebut juga tingkat "concrete . Kekurangan utama pada tingkat ini adalah anak belum memiliki ko nsep perbedaan atau perlawanan (reversibility). adalah mempresentasikan struktur bahan pelajaran sesuai dengan cara anak memandang atau mengartikan bahan pelajaran tersebut. Matahari bergerak karena didorong oleh Tuhan. masa lahir sampai 2 tahun merupakan masa perkembangan kemampuan bergerak dan merespons terhadap rangsangan. masa 2 sampai 7 tahun disebut tingkat Preoperasional. Bila suatu benda berubah anak belum dapat menangkap ide bahwa benda tersebut dapat dikembalikan pada keadaan asalnya. Melalui berbagai kegiatan anak bermanipulasi dengan lingkungan. Pengajaran merupakan suatu translation. Tingkat ini mulai dari perkembangan awal berbahasa sampai anak marnpu belajar bermanipulasi dengan simbol-simbol. adalah bagaimana merepresentasikan dunia luar melalui pembentukan simbol-simbol anak. ada empat tingkat perkembangan anak: Tingkat pertama adalah tingkat Sensory motor. Tugas perkembangan anak pada masa ini terutama membentuk hubungan antara pengalaman dengan kegiatan. Perkernbangan intelek Hasil penelitian berkenaan dengan perkembangan intelek anak menunjukkan. masa antara 7 sampai 11 tahun. merupakan masa anak sekolah. Kekurangan tersebut sering menghambat penguasaan ide dasar bidang studi tertentu terutama matematika dan fisika. Tingkat kedua.

karena dengan struktur internal anak mampu beroperasi. Pengurangan dikompensasi oleh penjumlahan. masa antara 11 sampai dengan 14 tahun. atau terbatas pada apa yang telah dikenalnya. Kegiatan intelektual anak didasarkan atas kemampuan beroperasi pada tingkat hipotetis dan bukan lagi pada tingkat pengalaman. Dengan operasi konkret anak mengembangkan struktur internalnya. Internalisasi berarti bahwa anak memecahkan masalah bukan dengan cara trial and error tetapi dengan pemikiran. kemudian ditransformasikan sehingga dapat disusun dan digunakan secara selektif dalam memecahkan masalah. Pada diri anak ada sistem simbolik internal yang merepresentasikan dunia luar. Anak belum mampu secara sistematik melampaui informasi yang diberikan. sarjana atau para pemikir lainnya. Reversibility diperlukan. Tingkat keempat. karena dalam operasi dibutuhkan adanya "complete compensation". Agar anak menguasai apa yang diajarkan. Operasi intelektual telah berkembang sampai pada tingkat semacam operasi logis ahli logika. merupakan tingkat "formal operation". Operasi bersifat internalisasi dan reversible. Ini tidak berarti anak yang beroperasi secara konkret tidak mampu mengantisipasi hal-hal yang tidak ada. trial and error digunakan untuk menjadi pembantu atau bahan pembanding pemikiran. Tingkat ini merupakan tingkat operasional yang berbeda dengan tingkat pertama yang semata-mata hanya aktif. Operasi konkret dibimbing oleh "logika kelas" dan "logika" hubungan yang merupakan alat penstrukturan kenyataan yang dihadapinya dan pernah dialaminya pada saat yang lalu. Seorang anak mampu memikirkan kemungkinan variabel-variabel.operational". Operasi merupakan pengumpulan data tentang dunia sekitarnya. Suatu operasi dapat dikompensasi dengan operasi sebaliknya. Pada tingkat ini anak mampu memberikan pernyataan formal atau pernyataan axiomatik pada ide-ide yang . tetapi ma belum mampu menghadapi kemungkinan-kemungkinan yang sama sekali asing baginya. perkalian oleh pembagian. maka bahan ajar harus disesuaikan dengan "bahasa" struktur internal tersebut. untuk mendeskripsikan apa yang terjadi. dan bahkan mampu mendeduksi hubungan potensial yang dapat dicek dengan percobaan atau pengamatan. Struktur internal merupakan hal yang sangat esensial.

Perkembangan intelek anak bukanlah suatu rangkaian perkembangan yang bersifat tertutup. bila guru mengajarkannya dengan cara menyajikan penjelasan-penjelasan formal yang didasarkan atas logika. yaitu proses memanipulasi pengetahuan agar sesuai dengan tugas yang baru. Menurut David Page seorang ahli dan guru yang sangat berpengalaman dalam mengajar matematika. dapat dioperasikan dengan baik. sejumlah ide-ide dasar ilmu pengetahuan. Apakah kesimpulan yang telah dilakukan dengan saksama. minimal meliputi tiga proses. 2. proses mendapatkan atau memperoleh informasi baru untuk melengkapi atau menggantikan informasi yang telah dimiliki atau menyempurnakan pengetahuan yang telah ada. Transformasi meliputi cara-cara mengolah informasi untuk sampai pada kesimpulan yang lebih tinggi. Dalam pengajaran matematika sering anak bukan belajar "aturan matematis". sebelum langkah pemecahan masalah. dalam pengajaran dari Taman Kanak-Kanak sampai Perguruan Tinggi dalam perkembangan intelek menunjukkan kecenderungan yang sama. bahwa anak lebih spontan.konkret. transformasi. Kedua. Pada tingkat operasi konkret anak mampu menangkap secara intuitif dan konkret. Perkembangan intelek anak perlu ditunjang oleh kesempatan-kesempatan yang berguna agar berkembang lebih pesat. Yang sangat penting dalam mengajarkan konsep-konsep dasar adalah anak dibantu untuk berkembang dari berpikir konkret pada menggunakan cara berpikir yang lebih konseptual. lebih energik dibandingkan dengan orang dewasa. kurang disesuaikan dengan cara berpikir anak serta kurang mengaplikasikannya. Pertama. Hal itu akan sia-sia saja. tetapi belajar menggunakan alatalat atau resep-resep matematis tanpa memahaminya. merespons terhadap pengaruh lingkungannya terutama lingkungan sekolah. tetapi terbuka. Kegiatan belajar Belajar sesuatu bidang pelajaran. Belajar anak dalam segala hal lebih cepat dibandingkan dengan orang tua. lebih kreatif. proses evaluasi untuk mengecek apakah manipulasi sudah memadai untuk dapat menjalankan tugas rnencapai sasaran. Ketiga. .

yang dapat dicapai dengan penggunaan bahan yang singkat serta metode yang sederhana. karena tujuan jangka pendek tidak memberikan arah sama sekali. atau hanya beberapa konsep saja.Dalam mempersiapkan bahan pelajaran. tetapi merupakan spiral terbuka. yang disusun atau dibentuk di sekitar prinsip-prinsip. Spiral Kurikulum Jika prinsip-prinsip perkembangan anak telah diperhatikan. 3. E. Dalam menyajikan bahan pelajaran sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan murid. Minat dan Motif Belajar Dalam perencanaan kurikulum sering dibedakan antara tujuan jangka panjang dan tujuan jangka pendek. Kedua macam tujuan tersebut sama pentingnya dan diperlukan dalam pelaksanaan program. Orang yang lebih ideal. . dan sebagainya. lebih mengutamakan tujuan jangka panjang. kita manipulasi dengan beberapa cara. kurikulum. memberikan ganjaran dalam bentuk pujian. pemberian gelar juara. Kurikulum selalu membutuhkan baik anak didik maupun masyarakat sekitarnya. Episode belajar dapat panjang. Kurikulum bukan sesuatu yang staffs tertutup. masalah-masalah dan nilai-nilai dalam masyarakat. Seorang yang berpendirian lebih praktis lebih mengutamakan tujuan jangka pendek. sebab merupakan sasaran akhir. hal itu menunjukkan belum adanya keteraturan dalam mated. episode-episode bahan pelajaran. Tujuan jangka panjang merupakan tujuan akhir pendidikan (the end of education). Dalam tiap episode terdapat ketiga proses di atas. juga dapat pendek. berisi banyak konsep. apakah anak akan menjadi orang dewasa dan berpengetahuan. bahan ajar telah disusun dalam urutan yang logis dan cukup mendorong perkembangan dan keadaan memungkinkan untuk memperkenalkannya seawal mungkin. penting. Cara-cara yang biasa dilakukan adalah: memperpanjang atau memperpendek isi episode. Bila sudah cukup berpengetahuan apakah menjadi orang dewasa yang lebih baik? Bila javvabannya cenderung ke arah tidak atau tidak jelas (ambigius). biasanya kita susun bahan pelajaran tersebut dalam rentetan episode (satuan pelajaran). mempersiapkan pertanyaan yang dapat memberikan motivasi intrinsik atau ekstrinsik. Kurikulum memiliki struktur bahan ajar.

Pembangkitan minat belajar pada anak. Minat atau perhatian belajar ini sangat berhubungan dengan kegiatan belajar. yang banyak memberikan kebosanan dan apatisme. adalah kurang tepat. audio visual aid. yang berbentuk suatu proyek yang berisi kegiatan kompetitif. Pendidikan di Amerika Serikat dewasa ini sangat menekankan pada keunggulan (excellence).tetapi tujuan jangka pendek juga penting sebab dengan tujuan tersebut lebih konkret. Pencapaian keunggulan bukan hanya bagi anak-anak yang cerdas tetapi juga ditujukan bagi anak-anak biasa. Masalahnya. dan lainlain dapat membangkitkan minat yang bersifat sementara. tetapi juga tidak mematikan minat atau tetap mendorong minat belajar anak-anak yang tidak cerdas. Kegiatan belajar juga bergerak dari yang aktif. Persoalannya. audio visual aid. dan ada juga yang lebih bersifat menetap (jangka panjang). pendidikan guru yang efektif. Untuk yang lebih berjangka lama. bagaimana mengajarkannya serta bagaimana membangkitkan minat belajar murid. Pembangkitan motif belajar pada anak. Mengenai pemusatan perhatian dan minat belajar terletak dalam suatu kontinum yang bergerak dari sikap apatis atau sama sekali tidak menaruh minat sampai dengan yang sangat berminat. Konsep pendidikan atau pengajaran hanya dipersiapkan bagi anak ratarata agar sesuai bagi setiap kelompok anak. yang banyak membangkitkan minat belajar anak sampai dengan kegiatan yang bersifat excessive yakni setiap anak secara pasif menanti giliran penugasan. lebih mudah dicapai dan akan selalu ditemukan tujuan yang baru menuju sasaran akhir. dan lain-lain dapat menimbulkan . Untuk mencapai cita-cita pendidikan unggul dibutuhkan kurikulum yang sesuai. sukar dilaksanakan apabila proses belajar lebih menekankan pada satuan-satuan kurikulum. Penggunaan film. Terdapat perbedaan usaha untuk membangkitkan minat yang bersifat sementara dengan yang lebih bersifat menetap. apa yang harus diajarkan. menggunakan alat-alat bantu pengajaran yang cukup serta diciptakan berbagai usaha pemberian motivasi. ada yang bersifat sementara (jangka pendek). film. sistem ujian. serta mengutamakan kontinuitas dan pendalaman belajar. bagaimana menyiapkan bahan pengajaran yang dapat merangsang minat belajar anak cerdas. untuk mencapai hal tersebut. sistem kenaikan kelas.

Meritocracy merupakan sistem pengajaran yang menekankan pada kompetisi atau persaingan. Sistem meritocracy selain mempunyai beberapa kebaikan. dan disampaikan dalam bentuk anak lebih aktif. Sistem meritocracy dapat membangkitkan motif yang sangat besar bagi anakanak yang pandai. Sesuatu bahan pengajaran yang berarti bagi anak yang disajikan dalam bentuk yang sesuai dengan tingkat kemampuan berpikir anak. menciptakan kegiatan belajar yang dapat membangkitkan dorongan untuk menemukan (discovery). menerjemahkan apa yang akan diajarkan dalam bentuk pikiran yang sesuai dengan tingkat perkembangan anak. antara otonomi aktif dengan menonton. Untuk membangkitkan minat yang lebih bersifat menetap (jangka panjang). yang merupakan lawan dari kepenontonan yang pasif. Sikap belajar menonton yang pasif (the spectator's possitivy) merupakan hal yang membahayakan dalam perkembangan anak. ditentukan oleh sukses sebelumnya. Dalam sistem meritocracy anak yang pandai dapat berkembang pesat. antara yang bersifat sementara. Beberapa hal dapat diusahakan untuk membangkitkan motif belajar pada anak yaitu pemilihan bahan pengajaran yang berarti bagi anak. Motif belajar pada anak umumnya campuran. Dalam sistem meritocracy siswa mempunyai kesempatan untuk maju terus sesuai dengan prestasi belajar yang dicapainya. anak banyak terlibat dalam proses belajar dapat membangkitkan motif belajar yang lebih berjangka panjang. tetapi dapat mematahkan semangat anakanak yang kurang. Salah satu sistem untuk membangkitkan motif belajar para siswa. . yang sekarang sedang dikembangkan adalah yang disebut meritocracy. jauh meninggalkan teman-temannya. Posisi dalam sekolah selanjutnya ditentukan oleh record di sekolah sebelumnya. langkah pertama yang harus diusahakan adalah membangkitkan otonomi yang aktif. Film dan audio visual aid merupakan alat yang berorientasi pada hiburan. juga mempunyai beberapa efek negatif terutama berkenaan dengan suasana belajar. tetapi sebaliknya anak yang kurang pandai akan jauh tertinggal.kepasifan. Kesempatan pendidikan selanjutnya bahkan juga kesempatan pekerjaan selanjutnya. seperti halnya kebudayaan komunikasi massa dapat menimbulkan kepasifan dan sikap monoton.

pelajaran yang berkenaan dengan humanisme kurang sekali. Hal itu dapat diatasi dengan menggunakan sistem pendidikan yang pluralistis. dibutuhkan usahausaha remedial terutama untuk anak-anak lambat belajar. terutama guru dapat melaksanakan pengajaran dan memonitor perkembangannya. Penyuluhan khusus sering dibutuhkan bukan saja oleh anak-anak yang lambat tetapi juga anak cepat. didorong untuk berpikir. . Agar para pelaksana dan juga perencana pendidikan mempunyai pemahaman yang mendalam tentang situasi pendidikan. Dengan dasar pemahaman di atas para pelaksana pendidikan. Salah satu kelemahan sistem meritocracy adalah terlalu menekankan pada science dan teknologi. Buku Acuan Hosyom. pengawas. berinkuiri dalam profesinya. berbuat dan mengadakan studi sendiri. inquiring. Dalam sekolah yang menekankan sistem kompetitif. drama serta pendidikan humanitas lainnya sangat membantu untuk mencapai keseimbangan. kegiatan guru dalam kelas. Inquiring Into the Teaching Process. Toronto. Untuk melaksanakan pengajaran yang baik. tulisan ini mengajak dan mendorong para pelaksana pendidikan terutama guru. Pendidikan seni. Sesuai dengan judul bukunya. (1985). mereka perlu memahami pemikiran guru. Dengan buku ini para perencana dan pelaksana pendidikan diajak.tang pendidikan yang baik. kepala sekolah. serta administrator pendidikan untuk lebih memahami apa yang secara nyata berlangsung dalam kelas. John. kegiatan siswa serta pemikiran siswa. musik. ahli kurikulum.Efek yang kurang baik dalam suasana belajar dapat dikontrol dengan perencanaan yang matang. Remedial dan penyuluhan bukan satu-satunya jawaban untuk mengatasi masalah belajar yang bersifat kompetitif. mereka harus menguasai pula peranan profesional dari guru serta prosedur pelaksanaan pengajaran. Sebagai dasar pemahaman situasi pendidikan mereka harus mempunyai pengetahuan ten. Ontario: OISE Press/The Ontariao Institut for Study in Education. F.

(1986). therapist dan . Guru juga sebagai ahli strategi pengajaran. agar is dapat mengembangkan kreativitasnya sendiri. Gary D.. Publication. buku ini menguraikan beberapa pendekatan dalam mengajar. Secara garis besar ada tiga pendekatan. Guru sebagai perencana pengajaran. Keseluruhan isi buku ini memberikan pegangan tentang bagaimana melaksanakan suatu pengajaran secara efektif. New York. Bertolak dari kenyataan itu. Fleksibilitas merupakan karakteristik dasar yang harus dimiliki guru. Dalam buku ini digambarkan bahwa pengajaran adalah suatu perbuatan yang gentleman. Effecitve Teaching: Preparation and Implementation. Columbia University. sebagai komunikator informasi. Lance E. konteks sosial dan teknis pengajaran. New York. yaitu pendekatan: executive. Pada bagian akhir buku ini diuraikan juga bagaimana merencanakan dan melaksanakan pengajaran yang efektif. Dalam buku ini diuraikan secara rinci berbagai peran guru sebagai pengajar. Pengajaran merupakan suatu kehidupan yang berisi hubungan simbiosis antara guru dengan siswa. Pendidikan guru memegang peranan penting untuk mengembangkan fleksibilitas dalam interaksi. Fenstermacher. sebab hal itu akan sangat mempengaruhi perilaku siswa. sebagai manajer tingkah laku siswa dan evaluator perkembangan siswa. modelmodel mengajar dan beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mengembangkan pengajaran yang menekankan fleksibilitas.al. Bruce R. (1981). Bedwell. tetapi sering penuh dengan frustrasi dan kegembiraan. et al. Pengajaran yang efektif tidak lahir begitu saja tetapi harus dipelajari. membantu kreativitas siswa dan mengkreatifkan sekolahnya. et. hukuman.Joice. Pendekatan mengajar merupakan hal yang sangat penting dalam pengajaran. Konsep yang ingin disampaikan dalam buku ini ialah suatu keyakinan bahwa esensi dari pengajaran adalah fleksibilitas. Illinois: Charles and Thomas. Springfield. sama dengan guru yang baik tidak dilahirkan tetapi dibuat. penyesuaian pengajaran dengan segisegi kepribadian siswa. dipersiapkan dan dilatih. dan ganjaran. sebagai pelaku yang efektif. Selanjutnya dalam buku tersebut diuraikan. London: Teachers College. Jonas F. London: Longman. Approaches to Teaching. suatu adaptasi alamiah antara seorang dengan yang lain. and Soltis. Flexibility in Teaching. (1984)..

. guru sebagai eksekutor sebagai ekspert yang memberikan pelajaran-pelajaran tertentu dengan teknik-teknik tertentu dengan sangat terampil. otonomi. rasional dan bermoral. pembebas pribadi siswa. Menurut pendekatan therapist guru adalah orang yang empathetik yang berfungsi membantu perkembangan individu secara pribadi mencapai tingkat self actualization yang tinggi dengan penuh pengertian dan penerimaan. Dalam pendekatan eksekutif.liberationist. dilengkapi dengan beberapa kasus dan cara pemecahannya. Pendekatan liberationist memandang guru sebagai liberator. Dalam buku itu juga diuraikan bagaimana menerapkan ketiga pendekatan tersebut. pengembang pribadi yang utuh.

Suatu kurikulum diharapkan memberikan landasan. Pewujudan konsep. dan aspek-aspek kurikulum tersebut seluruhnya terletak pada guru. metode. alat. Di sana semua konsep. Apa yang tertuang dalam kurikulum hendaknya mempersiapkan siswa untuk tugas . dan proses belajar yang tercakup dalam kurikulum hendaknya relevan dengan tuntutan. dan. menjadi pedoman bagi pengembangan kemampuan siswa secara optimal sesuai dengan tuntutan dan tantangan perkembangan masyarakat. yaitu relevan ke luar dan relevansi di dalam kurikulum itu sendiri. pejabat pendidikan. Ada dua macam relevansi yang harus dimiliki kurikulum. isi. prinsipreigansi. Prinsip-prinsip umum Ada beberapa prinsip umum dalam pengembangan kurikulum. penilai. prinsip. ahli bidang ilmu. pendidik. nilai.BAB 8 PENGEMBANGAN KURIKULUM A. Oleh karena itu. Kelas merupakan tempat untuk melaksanakan dan menguji kurikulum. dalam proses pembimbingan perkembangan siswa. kebutuhan. mencapai tujuan yang dicita-citakan oleh siswa sendiri. gurulah pemegang kunci pelaksanaan dan keberhasilan kurikulum. nilai-nilai. pelaksana. maupun masyarakat. Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum Kurikulum merupakan rancangan pendidikan yang merangkum semua pengalaman belajar yang disediakan bagi siswa di sekolah. Dalam kurikulum terintegrasi filsafat. prinsip. isi. pengusaha serta unsurunsur masyarakat lainnya. pengetahuan. dan pengembang kurikulum sesungguhnya. dan perkembangan masyarakat. 1. Rancangan ini disusun dengan maksud memberi pedoman kepada para pelaksana pendidikan. dan perbuatan pendidikan. dan kemampuan guru diuji dalam bentuk perbuatan. keluarga. Kurikulum disusun oleh para ahli pendidikan/ahli kurikulum. Relevansi ke luar maksudnya tujuan. Pertama. yang akan mewujudkan bentuk kurikulum yang nyata dan hidup. pengetahuan. Kurikulum menyiapkan siswa untuk bisa hidup dan bekerja dalam masyarakat. Dialah sebenarnya perencana.

Prinsip keempat adalah praktis. dan penilaian. Prinsip ketiga adalah kontinuitas yaitu kesinambungan. tetapi daram pelaksanaannya memung inkan terjadinya penyesuaian-penyesuaian berdasarkan kondisi daera aktu maupun kemampuan. Prinsip kedua adalah fleksibilitas. proses penyampaian. biaya. Pengembangan suatu kurikulum tidak dapat dilepaskan dan merupakan . Oleh karena itu. di sini dan ditempat lain. juga antara jenjang pendidikan dengan pekerjaan. Prinsip ini juga disebut prinsip efisiensi. mudah dilaksanakan. dan Perguruan Tinggi. sederhana. Kurikulum juga harus memiliki relevansi di dalam yaitu ada kesesuaian atau konsistensi antara komponen-komponen kurikulum. Betapapun bagus dan idealnya suatu kurikulum kalau menuntut keahlian-keahlian dan peralatan yang sangat khusus dan mahal pula biayanya. kurikulum hendaknya memilih sifat lentur atau fleksibel. Kurikulum bukan hanya menyiapkan anak untuk kehidupannya sekarang tetapi juga yang akan datang. Keberhasilan pelaksanaan kurikulum ini baik secara kuantitas maupun kualitas. Prinsip kelima adalah efektivitas. pengalamanpengalaman belajar yang disediakan kurikulum juga hendaknya berkesinambungan antara satu tingkat kelas. yaitu antara tujuan. tidak terputus-putus atau berhenti-henti. Relevansi internal ini menunjukkan suatu keterpaduan kurikulum. Walatipun kurikulum tersebut hams murah. bagi anak yang memiliki latar belakang dan kemampuan yang berbeda. baik keterbatasan waktu. dan latar belakang anak. Pengembangan kurikulum perlu dilakukan serempak bersama-sama. dengan kelas lainnya. maka kurikulum tersebut tidak praktis dan sukar dilaksanakan. Kurikulum bukan hanya harus ideal tetapi juga praktis. Perkembangan dan proses belajar anak berlangsung secara berkesinambungan. perlu selalu ada komunikasi dan kerja sama antara para pengembang kurikulum sekolah dasar dengan SMTP. antara satu jenjang pendidikan dengan jenjang lainnya. SMTA. menggunakan alat alat sederhana dan biayanya juga murah. maupun personalia. alat. Suatu kurikulum yang baik adalah kurikulum yang berisi hal-hal yang solid. Kurikulum mempersiapkan anak untuk kehidupan sekarang dan yang akan datang. isi.tersebut. dan murah tetapi keberhasilannya tetap harus diperhatikan. Kurikulum dan pendidikan selalu dilaksanakan dalam keterbatasan-keterbatasan.

Interelasi antara keempat aspek tersebut serta antara aspek-aspek tersebut dengan kebijaksanaan pendidikan perlu selalu mendapat perhatian dalam pengembangan kurikulum. isi pendidikan. Hubungan kurikulum dengan pembangunan pendidikan . Perencanaan di bidang pendidikan juga merupakan bagian yang dijabarkan dari kebijaksanaan-kebijaksanaan pemerintah di bidang pendidikan. pengalaman belajar. Keberhasilan kurikulum akan mempengaruhi keberhasilan pendidikan. Kurikulum pada dasarnya berintikan empat aspek utama yaitu: tujuantujuan pendidikan. Visualisasi kerangka berpikir tersebut dapat dilihat pada bagan berikut: BAGAN 8.penjabaran dari perencanaan pendidikan. dan penilaian.

2. dihimpun melalui angket. Survai tentang manpower. Ketentuan dan kebijaksanaan pemerintah. 6. 3. Pengalaman negara-negara lain dalam masalah yang sama. dan . Tujuan pendidikan mencakup tujuan yang bersifat umum atau berjangka panjang. 4. Prinsip-prinsip ini berkenaan dengan penyusunan tujuan. wawancara. 3. yang dapat ditemukan dalam dokumen-dokumen lembaga negara mengenai tujuan.2. dan strategi pembangunan termasuk di dalamnya pendidikan. dan dari berbagai media massa. Perumusan tujuan pendidikan bersumber pada: 1. observasi. Perlu penjabaran tujuan pendidikan/pengajaran ke dalam bentuk perbuatan hasil belajar yang khusus dan sederhana. Prinsip berkenaan dengan pemilihan isi pendidikan Memilih isi pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan yang telah ditentukan para perencana kurikulum perlu mempertimbangkan beberapa hal. Unit-unit kurikulum harus disusun dalam urutan yang logis dan sistematis. sikap. dan jangka pendek (tujuan khusus). sikap. dan penilaian. 1. Survai tentang pandangan para ahli dalam bidang-bidang tertentu. Prinsip-prinsip khusus Ada beberapa prinsip yang lebih khusus dalam pengembangan kurikulum. Perumusan komponen-komponen kurikulum hendaknya mengacu pada tujuan pendidikan. Ketiga ranah belajar. 5. Makin umum suatu perbuatan hasil belajar dirumuskan semakin sulit menciptakan pengalaman belajar. Untuk hal tersebut diperlukan meliputi segi pengetahuan. 2. dan keterampilan diberikan secara simultan dalam urutan situasi belajar. jangka menengah. Penelitian. isi. pengalaman belajar. Isi bahan pelajaran harus keterampilan. yaitu pengetahuan. Prinsip berkenaan dengan tujuan pendidikan Tujuan menjadi pusat kegiatan dan arah semua kegiatan pendidikan. Survai mengenai persepsi orang tua/masyarakat tentang kebutuhan memka yang dikirimkan melalui angket atau wawancara dengan mereka.

Alat/media pengajaran apa yang diperlukan. juga mendorong penggunaan sumber yang ada di rumah dan di masyarakat? 8. 1. Apakah metode/teknik tersebut memberikan urutan kegiatan yang bertingkat-tingkat? 4.buku pedoman guru yang memberikan penjelasan tentang organisasi bahan dan alat pengajaran secara lebih mendetail. Kalau ada alat yang harus dibuat. Apakah semuanya sudah tersedia? Bila alat tersebut tidak ada apa penggantinya? 2. Apakah metode/teknik belajar-mengajar yang digunakan cocok untuk mengajarkan bahan pelajaran? 2. Apakah metode/teknik tersebut lebih mengaktifkan siswa. waktu pembuatan? . Prinsip berkenaan dengan pemilihan proses belajar mengajar Pemilihan proses belajar mengajar yang digunakan hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut: 1. siapa yang membuat. Apakah metode/ teknik tersebut dapat menciptakan kegiatan untuk mencapai tujuan kognitif. hendaknya memperhatikan: bagaimana pembuatannya. Prinsip berkenaan dengan pemilihan media dan alat pengajaran Proses belajar-mengajar yang baik perlu didukung oleh penggunaan media dan alat-alat bantu pengajaran yang tepat. Apakah metode/teknik tersebut menimbulkan jalinan kegiatan belajar di sekolah dan di rumah. afektif dan psikomotor? 5. atau mengaktifkan guru atau kedua-duanya? 6. Apakah metode/teknik tersebut mendorong berkembangnya kemampuan baru? 7. pembiayaannya. Untuk belajar keterampilan sangat dibutuhkan kegiatan belajar yang menekankan "learning by doing" di samping "learning by seeing and knowing". Apakah metode/teknik tersebut memberikan kegiatan yang bervariasi sehingga dapat melayani perbedaan individual siswa? 3.

. dan lain-lain? 4. Hubungkan dengan bahan pelajaran. Dalam pengolahan suatu hasil penilaian hendaknya diperhatikan halhal sebagai berikut: Norma apa yang digunakan di dalam pengolahan hasil test? Apakah digunakan formula guessing? Bagaimana pengubahan skor ke dalam skor masak? Skor standar apa yang digunakan? Untuk apakah hasil-hasil test digunakan? B. dan tingkat kemampuan kelompok yang akan ditest? Berapa lama waktu dibutuhkan untuk pelaksanaan test? Apakah test tersebut berbentuk uraian atau objektif? Berapa banyak butir test perlu disusun? Apakah tes tersebut diadministrasikan oleh guru atau oleh murid? 3. usia. Tuliskan butir-butir test. Prinsip berkenaan dengan pemilihan kegiatan penilaian Penilaian merupakan bagian integral dari pengajaran: 1. afektif. ahli pendidikan. Pengembang Kurikulum Dalam mengembangkan suatu kurikulum banyak pihak yang turut berpartisipasi. Dalam merencanakan suatu penilaian hendaknya diperhatikan beberapa hal. dan psikomotor. Bagaimana pengintegrasiannya dalam keseluruhan kegiatan belajar? 5. yaitu: administrator pendidikan. ahli kurikulum. Bagaimana kelas. Uraikan ke dalam bentuk tingkahtingkah laku murid yang dapat diamati.3. Bagaimana pengorganisasian alat dalam bahan pelajaran. Hasil yang terbaik akan diperoleh dengan menggunakan multi media. dalam ranahranah kognitif. paket belajar. apakah dalam bentuk modul. 2. Dalam penyusunan alat penilaian (test) hendaknya diikuti langkahlangkah sebagai berikut: Rumuskan tujuan-tujuan pendidikan yang umum.

guru-guru. . 1. Peranan para administrator pendidikan Para administrator pendidikan ini terdiri atas: direktur bidang pendidikan. pusat pengembangan kurikulum. Dari pihak-pihak tersebut yang secara terusmenerus turut terlibat dalam pengembangan kurikulum adalah: administrator. Walaupun guru dapat mengembangkan kurikulum sendiri. la merupakan figur kunci di sekolah. Peranan para administrator di tingkat pusat (direktur dan kepala pusat) dalam pengembangan kurikulum adalah menyusun dasar-dasar hukum. menyusun kerangka dasar serta program inti kurikulum.ahli bidang ilmu pengetahuan. dan orang tua murid serta tokoh-tokoh masyarakat. guru. Atas dasar kerangka dasar dan program inti tersebut para administrator daerah (kepala kantor wilayah) dan administrator lokal (kabupaten. serta mendorong pelaksanaan kurikulum oleh guru -guru di kelas. Kepala sekolah juga mempunyai peranan kunci dalam menciptakan kondisi untuk pengembangan kurikulum di sekolahnya. dan orang tua. Administrator lokal harus bekerja sama dengan kepala sekolah dan guru dalam mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Peranan kepala sekolah lebih banyak berkenaan dengan implementasi kurikulum di sekolahnya. memberikan dorongan dan bimbingan kepada guru-guru. kecamatan dan kepala sekolah) mengembangkan kurikulum sekolah bagi daerahnya yang sesuai dengan kebutuhan daerah. mengkomunikasikan sistem pendidikan kepada masyarakat. kepala kantor wilayah. Para kepala sekolah mempunyai wewenang dalam membuat operasionalisasi sistem pendidikan pada masing-masing sekolah. Para kepala sekolah ini sesungguhnya yang secara terus menerus terlibat dalam pengembangan dan implementasi kurikulum. Administrator tingkat pusat bekerja sama dengan para ahli pendidikan dan ahli bidang studi di Perguruan Tinggi serta meminta persetujuannya terutama dalam penyusunan kurikulum sekolah. tetapi dalam pelaksanaannya sering harus didorong dan dibantu oleh para administrator. kepala kantor kabupaten dan kecamatan serta kepala sekolah. kepemimpinan kepala sekolah sangat mempengaruhi suasana sekolah dan pengembangan kurikulum. Kerangka dasar dan program inti tersebut akan menentukan minimum course yang dituntut.

sebab apa yany. Mereka juga sangat diharapkan partisipasinya dalam menyusun materi ajaran dalam sekuens yang sesuai dengan struktur keilmuan tetapi sangat memudahkan para siswa untuk mempelajarinya. Mengacu pada kebijaksanaan-kebijaksanaan yang ditetapkan pemerintah. maupun model evaluasinya. baik model konsep. model desain. Sumbangan mereka dalam memilih materi bidang ilmu. model media. para ahli pendidikan dan kurikulum memberikan alternatif konsep pendidikan dan model kurikulum yang dipandang paling sesuai dengan keadaan dan tuntutan di atas. maupun ahli bidang studi/disiplin ilmu. maka pertisipasi mereka pada tingkai daerah. Pengembangan kurikulum bukan hanya sekadar memilih dan menyusun bahan pelajaran dan metode mengajar. pengembangan kurikulum membutuhkan bantuan pemikiran para ahli. Apabila pengembangan kurikulum sudah banyak dilakukati pada tingkat daerah atau lokal. dan masukan-masukan dari pelaksaman pendidikan dan kurikulum yang sedang berjalan. ahli kurikulum. tetapi menyangkut penentuan arah dan orientasi pendidikan. Partisipasi para ahli pendidikan dan ahli kurikulum terutama sangat dibutuhkan dalam pengembangan kurikulum pada tingkat pusat.2. baik kebijaksanaan pembangunan secara umum maupun pembangunan pendidikan. . perkembangan tuntutan masyarakat. model pengelolaan. Peranan para ahli Pengembangan kurikulum bukan saja didasarkan atas perubahan tuntutan kehidupan dalam masyarakat. pemilihan sistem dan model kurikulum. baik ahli pendidikan. serta berbagai perangkat dan pedoman penjabaran serta pedoman implementasi dari model-model tersebut. telah digariskan pada tingkat pusat belum tentu dapat dengan mudali dipahami oleh para pengembang dan pelaksana kurikulum di daerah. model pembelajaran. tetapi juga perlu dilandasi oleh perkembangan konsep-konsep dalam ilmu. Oleh karena itu. Pengembangan kurikulum juga membutuhkan partisipasi para ahli bidang studi/bidang ilmu yang juga mempunyai wawasan tentang pendidikan serta perkembangan tuntutan masyarakat. lokal bahkan sekolah juga sangat diperlukan. yang mutakhir dan sesuai dengan perkembangan kebutuhan masyarakat sangat diperlukan.

penyusunan organisasi. pencoba. sebab ia harus selalu belajar struktur sosial masyarakat. manajer sistem pengajaran. Dialah yang mengolah. nilai-nilai utama masyarakat. guru merupakan penerjemah kurikulum yang datang dari atas. Guru juga bukan hanya berperan sebagai guru di dalam kelas. dan pengembang kurikulum bagi kelasnya. Hasil-hasil penilaian demikian akan sangat membantu pengembangan kurikulum. Dia adalah perencana. . Peranan guru bukan hanya menilai perilaku dan prestasi belajar murid murid dalam kelas. Berkat keahlian. Sekalipun ia tidak mencetuskan sendiri konsep-konsep tentang kurikulum. Sebagai pelaksana kurikulum maka guru pulalah yang menciptakan kegiatan belajar mengajar bagi murid-muridnya. pola-pola tingkah laku dalam masyarakat. pelaksana. pendorong kegiatan belajar. pengembang alat-alat belajar. meramu kembali kurikulum dari pusat untuk disajikan di kelasnya. guru mampu menciptakan situasi belajar yang aktif yang menggairahkan yang penuh kesungguhan dan mampu mendorong kreativitas anak. tetapi juga menilai implementasi kurikulum dalam lingkup yang lebih luas. keterampilan dan kemampuan seninya dalam mengajar. Peranan guru Guru memegang peranan yang cukup penting baik di dalam perencanaan maupun pelaksanaan kurikulum. Karena guru juga merupakan barisan pengembang kurikulum yang terdepan maka guru pulalah yang selalu melakukan evaluasi dan penyempurnaan terhadap kurikulum. pembimbing baik di sekolah maupun di masyarakat dalam hubungannya dengan pelaksanaan pendidikan seumur hidup. untuk memahami hambatanhambatan dalam implementasi kurikulum dan juga dapat membantu mencari cara untuk mengoptimalkan kegiatan guru.3. Guru juga berperan sebagai pelajar dalam masyarakatnya. Hal-hal di atas diperlukan untuk mempersiapkan guru dalam berbagai situasi dan kegiatan pendidikan. ia juga seorang komunikator.

usaha yang sungguh-sungguh. Kegiatan-kegiatan tersebut akan memberikan umpan balik bagi penyempumaan kurikulum. laporan sekolah. Rapor juga merupakan suatu alat komunikasi tentang program atau kegiatan pendidikan yang dilaksanakan di sekolah. Peranan orang tua lebih besar dalam pelaksanaan kurikulum. C. Dalam penyusunan kurikulum mungkin tidak semua orang tua dapat ikut serta.4. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengembangan Kurikulum Sekolah mendapatkan pengaruh dari kekuatan-kekuatan yang ada dalain masyarakat. lokakarya. Pertama. dan orang tua sewajarnya mengikuti atau mengamati kegiatan belajar anaknya di rumah. Dalam pelaksanaan kurikulum diperlukan kerja sama yang sangat erat antara guru atau sekolah dengan para orang tua murid. dari pengembangan ilmu pendidikan dan keguruan serta penyiapan guru-guru di Perguruan Tinggi Keguruan (Lembaga . Orang tua juga dapat hind berpartisipasi dalam kegiatan di sekolah melalui berbagai kegaitan seperti diskusi. Melalui pengamatan dalam kegiatan belajar di rumah. penyelesaian tugas-tugas serta partisipasi dalam setiap kegiatan di sekolah. dari pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan di perguruan tinggi umum. minat yang penuh. partisipasi dalam kegiatan sekolah orang tua dapat turut serta dalam pengembangan kurikulum terutama dalam bentuk pelaksanaan kegiatan belajar yang sewajarnya. pertemuan orang tua-guru. pameran sekolah. terutama dari perguruan tinggi dan masyarakat. Peranan mereka dapat berkenaan dengan dua hal: pertama dalam penyusunan kurikulum dan kedua dalam pelaksanaan kurikulum. Orang tua juga secara berkala menerima laporan kemajuan anak-anaknya dari sekolah berupa rapor dan sebagainya. seminar. 1. hanya terbatas kepada beberapa orang saja yang cukup waktu dan mempunyai latar belakang yang memadai. Kedua. dan sebagainya. Sebagian kegiatan belajar yang dituntut kurikulum dilaksanakan di rumah. Perguruan tinggi Kurikulum minimal mendapat dua pengaruh dari Perguruan Tinggi. Peranan orang tua murid Orang tua juga mempunyai peranan dalam pengembangan kurikulum.

Perkembangan dunia usaha yang ada di masyarakat mempengaruhi pengembangan kurikulum sebt sekolah bukan hanya mempersiapkan anak untuk hidup. masyarakat kota atau desa. D3 dan Sl. sekolah sangat dipengaruhi oleh lingkungan masyarakat di mana sekolah tersebut berada. dan sebagainya. STKIP) melalui berbagai program. pedagang atau pegawai. Masyarakat Sekolah merupakan bagian dari masyarakat dan mempersiapkan anak untuk kehidupan di masyarakat. tetapi juga untuk bekerja dan berusaha. Jenis pengetahuan yang dikembangkan di Perguruan Tinggi akan mempengaruhi isi pelajaran yang akan dikembangkan dalam kurikulum. Salah satu kekuatan yang ada dalam masyarakat adalah dunia usaha. 2. Jenis pekerjaan dan perusahaan yang ada di masyarakat menuntut persiapannya di sekolah. Guru-guru yang mengajar pada berbagai jenjang dan jenis sekolah yang ada dewasa ini. Kurikulum Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan juga mempengaruhi pengembangan kurikulum. tetapi secara berangsurangsur mereka akan mengikuti program penyetaraan D2. FKIP. . petani. Telah diuraikan terdahulu bahwa pengetahuan dan teknologi banyak memberikan sumbangan bagi isi kurikulum serta proses pembelajaran. Isi kurikulum hendaknya mencerminkan kondisi dan dapat memenuhi tuntutan dan kebutuhan masyarakat di sekitarnya. umumnya disiapkan oleh LPTK (IKIP. yaitu program D2. Sekolah harus melayani aspirasi-aspirasi yang ada di masyarakat. Perkembangan teknologi selain menjadi isi kurikulum juga mendukung pengembangan alat bantu dan media pendidikan. Penguasaan ilmu. Masyarakat yang ada di sekitar sekolah mungkin merupakan masyarakat homogen atau heterogen. Pada Sekolah Dasar masih banyak guru berlatar belakang pendidikan SPG dan SGO.Pendidikan Tenaga Kependidikan). terutama melalui penguasaan ilmu dan kemampuan keguruan dari guru-guru yang dihasilkannya. Sebagai bagian dan agen dari masyarakat. baik ilmu pendidikan maupun bidang studi serta kemampuan mengajar dari guru-guru akan sangat mempengaruhi pengembangan dan implementasi kurikulum di sekolah.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan guru dalam mengajarkan nilai: (1) guru hendaknya mengetahui dan memperhatikan semua nilai yang ada dalam masyarakat. TK sampai rektor universitas. Sistem nilai Dalam kehidupan masyarakat terdapat sistem nilai. dan sebagainya A. Sekolah sebagai lembaga masyarakat juga bertanggung jawab dalam pemeliharaan dan penerusan nilainilai. keagamaan. bahwa dalam masyarakat nilai itu tidak hanya satu. Masalah utama yang dihadapi para pengembang kurikulum menghadapi nilai ini adalah. spiritual dan sebagainya yang tiap kelompok sering memiliki nilai yang berbeda.pek-aspek tersebut sering juga mengandung nilai-nilai yang berbeda.3. estetika. perlu meneliti kurikulum secara menyeluruh.iiis. membuang hal-hal yang tidak diperlukan. (4) guru menghargai nilai-nilai kelompok lain. . etika. kepala sekolah. merevisi metode serta isi pengajaran. (5) memahami dan menerima keragaman kebudayaan sendiri. Artikulasi dan Hambatan Pengembangan Kurikulum Artikulasi dalam pendidikan berarti "kesatupaduan dan koordinasi segala pengalaman belajar". Untuk merealisasikan artikulasi kurikulum. juga antara satu bidang studi dengan bidang studi lainnya secara horizontal.. politik. Masyarakat memiliki kelompok-kelompok etnis. sosial. fisik. (2) guru hendaknya berpegang pada prinsip demokrasi. dan moral. metode maupun perhatian terhadap perkembangan anak. mengusahakan perluasan dan kesinambungan kurikulum. budaya maupun nilai politis. Dalam masyarakat Ingo terdapat aspek-aspek sosial. D. kelompok sosial. menghilangkan duplikasi. kelompok intelek. Tanpa artikulasi akan terdapat keragaman baik dalam isi. kelompok vokasional. Bila artikulasi dilaksanakan dengan baik akan terwujud kesinambungan pengalaman belajar sejak TK sampai Perguruan Tinggi. (3) guru berusaha menjadikan dirinya sebagai teladan yang patut ditiru. chr. orang tua murid dan tokoh-tokoh masyarakat. etis. Masyarakat umumnya heterogen dan multifaset. ekonomi. baik nilai moral. guru guru dari setiap jenjang pendidikan. Untuk menyusun artikulasi kurikulum diperlukan kerja sama dari berbagai pihak: para administrator. Sistem nilai yang akan dipelihara dan diteruskan tersebut harus terintegrasikan dalam kurikulum.

ketepatan kurikulum yang digunakan membutuhkan bantuan. Hambatan-hambatan pengembangan kurikulum Dalam pengembangan kurikulum terdapat beberapa hambatan. Hambatan lain yang dihadapi oleh pengembang kurikulum adalah masalah biaya. Masyarakat adalah sumber input dari sekolah. Kedua kekurangsesuaian pendapat. Hal itu menyebabkan tersusunnya organisasi mata pelajaran yang kaku. Salah satu hal yang sering dipandang menghambat artikulasi adalah pembagian menurut tingkat belajarnya. baik antara sesama guru maupun dengan kepala sekolah dan administrator. serta input fakta dan pemikiran dari masyarakat. Untuk menjamin kesinambungan pengalaman belajar beberapa sekolah menggunakan sistem pendidikan tidak berkelas. Keberhasilan pendidikan. Pertama kurang waktu. Guru kurang berpartisipasi dalam pengembangan kurikulum. E.Dalam mengusahakan artikulasi kurikulum tersebut murid pun perlu dimintakan pendapatnya tentang hubungan pelajaran yang satu dengan yang lainnya. isi atau sistem secara keseluruhan membutuhkan biaya yang sering tidak sedikit. hubungan antara satu tingkat dengan tingkat berikutnya. Hambatan lain datang dari masyarakat. Pemilihan suatu model pengembangan kurikulum bukan saja didasarkan atas kelebihan dan kebaikan-kebaikannya serta kemungkinan pencapaian hasil yang optimal. Hal itu disebabkan beberapa hal. Untuk pengembangan kurikulum. Model-Model Pengembangan Kurikulum Banyak model yang dapat digunakan dalam pengembangan kurikulum. Hambatan pertama terletak pada guru. tetapi juga perlu disesuaikan dengan sistem pendidikan dan sistem pengelolaan pendidikan yang dianut serta model konsep pendidikan mana yang . Untuk pengembangan kurikulum dibutuhkan dukungan masyarakat baik dalam pembiayaan maupun dalam memberikan umpan balik terhadap sistem pendidikan atau kurikulum yang sedang berjalan. apalagi yang berbentuk kegiatan eksperimen baik metode. Ketiga karena kemampuan dan pengetahuan guru sendiri.

Setelah hal-hal yang mendasar ini terumuskan dan mendapatkan pengkajian yang saksama. teknologis dan rekonstruksi sosial. . 1. kebijaksanaan. the grass roots model. dijabarkan dari konsep-konsep dan kebijaksanaan dasar yang telah digariskan oleh tim pengarah. Sekurang-kurangnya dikenal delapan model pengembangan kurikulum. Diberi nama model administratif atau line staff karena inisiatif dan gagasan pegembangan datang dari para administrator pendidikan dan menggunakan prosedur administrasi. Beauchamp's system. ahli kurikulum. para ahli pendidikan. administrator pendidikan menyusun tim atau komisi kerja pengembangan kurikulum. landasan-landasan. Para anggota tim atau komisi ini terdiri atas para ahli pendidikan/kurikulum. Tugas tim kerja ini merumuskan tujuan-tujuan yang lebih operasional dari tujuantujuan yang lebih umum. the demonstration model. Anggota-anggota komisi atau tim ini terdiri atas. Model pengembangan kurikulum dalam sistem pendidikan dan pengelolaan yang sifatnya sentralisasi berbeda dengan yang desentralisasi. dan strategi utama dalam pengembangan kurikulum. Dengan wewenang administrasinya. Taba's inverted model. The administrative model Model pengembangan kurikulum ini merupakan model paling lama dan paling banyak dikenal. yaitu: the administrative (line staff) model. Tugas tim atau komisi ini adalah merumuskan konsep-konsep dasar. ahli disiplin ilmu dari perguruan tinggi. the systematic action research model dan emerging technical model. guru-guru bidang studi yang senior. ahli disiplin ilmu. memilih strategi pengajaran dan evaluasi. memilih dan menyusun sekuens bahan pelajaran. pejabat di bawahnya. administrator pendidikan (apakah dirjen.digunakan. direktur atau kepala kantor wilayah pendidikan dan kebudayaan) membentuk suatu komisi atau tim pengarah pengembangan kurikulum. serta menyusun pedomanpedoman pelaksanaan kurikulum tersebut bagi guru-guru. dan para tokoh dari dunia kerja dan perusahaan. Model pengembangan dalam kurikulum yang sifatnya subjek akademis berbeda dengan kurikulum humanistik. Roger's interpersonal relations model. Tim kerja pengembangan kurikulum bertugas menyusun kurikulum yang sesungguhnya yang lebih operasional.

Setelah mendapatkan beberapa penyempurnaan. satu atau . dan dinilai telah cukup baik. Setelah berjalan beberapa saat perlu juga dilakukan suatu evaluasi. sebab menuntut kesiapan dari pelaksanaannya. hasilnya dikaji ulang oleh tim pengarah serta para ahli lain yang berwenang atau pejabat yang kompeten. administrator pemberi tugas menetapkan berlakunya kurikulum tersebut serta memerintahkan sekolahsekolah untuk melaksanakan kurikulum tersebut. Dalam model pengembangan yang bersifat grass roots seorang guru. model pengembangan kurikulum demikian disebut juga model "top down" atau "line staff'. Pengembangan atau penyempurnaan ini dapat berkenaan dengan suatu komponen kurikulum. Dalam pelaksanaan kurikulum tersebut. Model pengembangan kurikulum yang pertama. untuk menilai baik validitas komponen-komponennya. Inisiatif dan upaya pengembangan kurikulum. bukan datang dari atas tetapi dari bawah. Karena sifatnya yang datang dari atas.Setelah semua tugas dari tim kerja pengembang kurikulum tersebut selesai. selama tahun-tahun permulaan diperlukan pula adanya kegiatan monitoring. terutama guru-guru. maupun sekolah. 2. The grass roots model Model pengembangan ini merupakan lawan dari model pertama. Kebutuhan akan adanya penataran sering tidak dapat dihindarkan. sekelompok guru atau keseluruhan guru di suatu sekolah mengadakan upaya pengembangan kurikulum. sedang penilaian persekolah dapat dilakukan oleh tim khusus sekolah yang bersangkutan. yaitu guru-guru atau sekolah. Mereka perlu mendapatkan petunjuk-petunjuk dan penjelasan atau mungkin juga peningkatan pengetahuan dan keterampilan. prosedur pelaksanaan maupun keberhasilannya. digunakan dalam sistem pengelolaan pendidikan/kurikulum yang bersifat sentralisasi. daerah. baik bagi instansi pendidikan di tingkat pusat. Hasil penilaian tersebut merupakan umpan balik. tidak selalu segera berjalan. sedangkan model grass roots akan berkembang dalam sistem pendidikan yang bersifat desentralisasi. Penilaian menyeluruh dapat dilakukan oleh tim khusus dari tingkat pusat atau daerah. pengamatan dan pengawasan serta bimbingan dalam pelaksanaannya. Pengembangan kurikulum dari atas.

Beauchamp's system Model pengembangan kurikulum ini.beberapa bidang studi ataupun seluruh bidang studi dan seluruh komponen kurikulum. fasilitas. and solving the problems to be encountered. they will be able to understand one another better and to reach a consensus on basic principles. oleh karena itu dialah yang paling kompeten menyusun kurikulum bagi kelasnya. memungkinkan terjadinya kompetisi di dalam meningkatkan mutu dan sistem pendidikan. As people meet in face-to-face groups. The competence of teachers will be improved only as the teachers become involved personally in the problems of curriculum revision. in selecting. yang pada gilirannya akan melahirkan manusiamanusia yang lebih mandiri dan kreatif. 1. pelaksana. Pengembangan kurikulum yang bersifat desentralisasi dengan model grass rootsnya. and plans (Smith. dikembangkan oleh Beauchamp seorang ahli kurikulum. Beauchamp mengemukakan lima hal di dalam pengembangan suatu kurikulum. 2. their involvement will be most nearly assured. goals. and in judging and evaluating the rusults. atau keseluruhan bidang studi pada sekolah atau daerah lain. . Stanley dan Shores (1957: 429). 3. baik dilihat dari kemampuan guru-guru. Hal itu didasarkan atas pertimbangan bahwa guru adalah perencana. If teachers share in shaping the goals to be attained. The curriculum will improve only as the professional competence of teachers improves. 4. Hal itu sesuai dengan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum yang dikemukakan oleh Smith. and Shores 1957: 429). Stanley. defining. biaya maupun bahan-bahan kepustakaan. mungkin hanya berlaku untuk bidang studi tertentu atau sekolah tertentu. Apabila kondisinya telah memungkinkan. Pengembangan kurikulum yang bersifat grass roots. 3. Dialah yang paling tahu kebutuhan kelasnya. dan juga penyempurna dari pengajaran di kelasnya. pengembangan kurikulum model grass roots. tetapi mungkin pula dapat digunakan untuk bidang studi sejenis pada sekolah lain. akan lebih baik.

Pertama. (3) para profesional dalam sistem pendidikan. dibanding dengan tokohtokoh lain seperti. Beauchamp mengemukakan tiga pertanyaan: (1) Haruskah kelompok ahli/pejabat/profesi tersebut dilibatkan dalam pengembangan kurikulum?. yang biasanya pengaruh mereka kurang langsung terhadap pegembangan kurikulum. menetapkan personalia. para pejabat pemerintah. dan pengusaha serta industriawan. tetapi arena pengembangan kurikulum lianya mencakup satu daerah kabupaten saja sebagai pilot proyek. Kedua. propinsi ataupun seluruh negara. Langkah ini berkenaan dengan prosedur yang harus ditempuh dalam merumuskan tujuan umum dan tujuan yang lebih khusus. (2) para ahli pendidikan dari perguruan tinggi atau sekolah dan guru-guru terpilih. para penulis dan penerbit buku. Mengenai keterlibatan kelompok-kelompok personalia ini. Pentahapan arena ini ditentukan oleh wewenang yang dimiliki oleh pengambil kebijaksanaan dalam pengembangan kurikulum. dan dalam menentukan keseluruhan desain kurikulum. (4) profesional lain dan tokoh-tokoh masyarakat. apakah suatu sekolah. Ada empat kategori orang yang turut berpartisipasi dalam pengembangan kurikulum. (2) Bila ya. Untuk tingkat propinsi atau nasional tidak terlalu banyak melibatkan guru. Beauchamp mencoba melibatkan para ahli dan tokoh-tokoh pendidikan seluas mungkin. organisasi dan prosedur pengembangan kurikulum. kecamatan atau sekolah keterlibatan guru-guru semakin besar. menetapkan arena atau lingkup wilayah yang akan dicakup oleh kurikulum tersebut. yaitu: (1) para ahli pendidikan/kurikulum yang ada pada pusat pengembangan kurikulum dan para ahli bidang ilmu dari luar. politikus. Beauchamp membagi keseluruhan kegiatan ini dalam lima langkah. serta kegiatan evaluasi. kecamatan. yaitu siapa-siapa yang turut serta terlibat dalam pengembangan kurikulum. kabupaten. yaitu. memilih isi dan pengalaman belajar. (3) Apakah mungkin ditemukan alat dan cara yang paling efektif untuk melaksanakan peran tersebut? Ketiga. serta oleh tujuan pengembangan kurikulum. Walaupun daerah yang menjadi wewenang kepala kanwil pendidikan dan kebudayaan mencakup suatu wilayah propinsi. (1) . apakah peranan mereka?. Sebaliknya untuk tingkat kabupaten. Penetapan personalia ini sudah tentu disesuaikan dengan tingkat dan luas wilayah arena.

Langkah ini minimal mencakup empat hal. Proyek ini bertujuan mengadakan penelitian dan pengembangan tentang salah satu atau beberapa segi/komponen kurikulum. sebab membutuhkan kesiapan yang menyeluruh. hanya mencakup suatu atau beberapa sekolah.Membentuk tim pengembang kurikulum. Hasil penelitian dan pegembangan ini diharapkan dapat digunakan bagi lingkungan yang lebih luas. serta prinsip-prinsip melaksanakannya. yaitu: (1) evaluasi tentang pelaksanaan kurikulum oleh guru-guru. Langkah ini merupakan langkah mengimplementasikan atau melaksanakan kurikulum yang bukan sesuatu yang sederhana. Pertama. Stanley. datang dari bawah. Kegiatan penelitian dan pengembangan ini biasanya diprakarsai dan diorganisasi oleh instansi . (4) evaluasi dari keseluruhan sistem kurikulum. Karena sifatnya ingin mengubah atau mengganti kurikulum yang ada. Menurut Smith. Keempat. Model ini umumnya berskala kecil. The demonstration model Model demonstrasi pada dasarnya bersifat grass roots. Model ini diprakarsai oleh sekelompok guru atau sekelompok guru bekerja sama dengan ahli yang bermaksud mengadakan perbaikan kurikulum. Langkah yang kelima dan merupakan terakhir adalah evaluasi kurikulum. implementasi kurikulum. (5) penyusunan dan penulisan kurikulum baru. (3) evaluasi hasil belajar siswa. suatu komponen kurikulum atau mencakup keseluruhan komponen kurikulum. (2) mengadakan penilaian atau penelitian terhadap kurikulum yang ada yang sedang digunakan. siswa. sekelompok guru dari satu sekolah atau beberapa sekolah ditunjuk untuk melaksanakan suatu percobaan tentang pengembangan kurikulum. di samping kesiapan manajerial dari pimpinan sekolah atau administrator setempat. 4. baik kesiapan guruguru. pengembangan kurikulum sering mendapat tantangan dari pihak-pihak tertentu. Data yang diperoleh dari hasil kegiatan evaluasi ini digunakan bagi penyempurnaan sistem dan desain kurikulum. bahan maupun biaya. (3) Studi penjajagan tentang kemungkinan penyusunan kurikulum baru. (4) merumuskan kriteria-kriteria bagi penentuan kurikulum baru. dan Shores ada dua variasi model demonstrasi ini. fasilitas. (2) evaluasi desain kurikulum.

pendidikan yang berwewenang seperti. kurang bersifat formal. pusat pengembangan kurikulum. 2) Merumuskan desain kurikulum yang bersifat menyeluruh didasarkan atas komitmen-komitmen tertentu. sedikit sekali untuk ditolak oleh administrator. dibandingkan dengan perubahan dan penyempurnaan yang menyeluruh. 3) Menyusun unit-unit kurikulum sejalan dengan desain yang menyeluruh. 4) Melaksanakan kurikulum di dalam kelas. Mereka mencoba menggunakan halhal lain yang berbeda dengan yang berlaku. model ini sifatnya yang grass roots menempatkan guru sebagai pengambil inisiatif dan nara sumber yang dapat menjadi pendorong bagi para administrator untuk mengembangkan program baru. kantor wilayah pendidikan dan kebudayaan. 5. Ketiga. perubahan atau penyempurnaan kurikulum dalam skala kecil atau aspek tertentu yang khusus. adalah bagi guru guru yang tidak turut berpartisipasi mereka akan menerimanya dengan enggan -enggan. Taba's inverted model Menurut cara yang bersifat tradisional pengembangan kurikulum dilakukan secara deduktif. . Pertama. direktorat pendidikan. mencoba mengadakan penelitian dan pengembangan sendiri. karena kurikulum disusun dan dilaksanakan dalam situasi tertentu yang nyata. Beberapa orang guru yang merasa kurang puas dengan kurikulum yang ada. Bentuk yang kedua. Kelemahan model ini. dan sebagainya. Ada beberapa kebaikan dari pengembangan kurikulum dengan model demonstrasi ini. maka akan dihasilkan suatu kurikulum atau aspek tertentu dari kurikulum yang lebih praktis. dalam keadaan terburuk mungkin akan terjadi apatisme. untuk kemudian digunakan di daerah yang lebih luas. pengembangan kurikulum dalam skala kecil dengan model demonstrasi ilapat menend hambatan yang sering dialami yaitu dokumentasinya hagus tetari pclaknotiaatinva tidak ada. Dengan kegiatan ini mereka mengharapkan ditemukan kurikulum atau aspek tertentu dari kurikulum yang lebih baik. Kedua. Keempat. dengan urutan: 1) Penentuan prinsip-prinsip dan kebijaksanaan dasar.

Untuk menguji keberlakuannya pada daerah yang lebih luas perlu adanya kegiatan konsolidasi. Langkah ketiga. 1962: 347-379). yaitu penarikan kesimpulan tentang hal-hal yang lebih bersifat umum yang berlaku dalam lingkungan yang lebih luas. data tersebut digunakan untuk mengadakan perbaikan dan penyempurnaan. Ada lima langkah pengembangan kurikulum model Taba ini. serta menghimpun data bagi penyempurnaan. Dari langkah pengujian diperoleh beberapa data. Di dalam unit eksperimen ini diadakan studi yang saksama tentang hubungan antara teori dengan praktik. Selain perbaikan dan penyempurnaan diadakan juga kegiatan konsolidasi. 8) Melihat sekuens dan keseimbangan (Taba. 4) Mengorganisasi isi. pengembangan keseluruhan kerangka kurikulum. Apabila dalam kegiatan penyempurnaan dan konsolidasi telah diperoleh sifatnya . Meskipun unit eksperimen ini telah diuji dalam pelaksanaan di kelas eksperimen. Hal itu dilakukan. mengadakan unit-unit eksperimen bersama guru-guru. Pertama.Taba berpendapat model deduktif ini kurang cocok. dan pelaksanaan eksperimen di dalam kelas menghasilkan data-data yang untuk menguji landasan teori yang digunakan. 7) Mengevaluasi. Menurutnya pengembangan kurikulum yang lebih mendorong inovasi dan kreativitas guru-guru adalah yang bersifat induktif. sebab tidak merangsang timbulnya inovasi-inovasi. 2) Merumuskan tujuan-tujuan khusus. 3) Memilih isi. 6) Mengorganisasi pengalaman belajar. Ada delapan langkah dalam kegia tan unit eksperimen ini. Langkah kedua. 5) Memilih pengalaman belajar. yang merupakan inversi atau arah terbalik dari model tradisional. Langkah keempat. tetapi masih harus diuji di kelas-kelas atau tempat lain untuk megetahui validitas dan kepraktisannya. Perencanaan didasarkan atas teori yang kuat. menguji unit eksperimen. mengadakan revisi dan konsolidasi. 1) Mendiagnosis kebutuhan. sebab meskipun suatu unit eksperimen telah cukup valid dan praktis pada sesuatu sekolah belum tentu demikian juga pada sekolah yang lainnya.

. Menurut When Crosby (1970: 388) perubahan kurikulum adalah perubahan individu. Langkah kelima. implementasi dan diseminasi. Roger's interpersonal relations model Meskipun Rogers bukan seorang ahli pendidikan (ia ahli psikologi atau psikoterapi) tetapi konsep-konsepnya tentang psikoterapi khususnya bagaimana membimbing individu juga dapat diterapkan dalam bidang pendidikan dan pengembangan kuriulum. Selama satu minggu para pejabat pendidikan/administrator melakukan kegiatan kelompok dalam suasana yang relaks. changing). mereka hany alah pendorong dan pemelancar perkembangan anak. Kegiatan itu dilakukan untuk megnetahui apakah konsep-konsep dasar atau landasan-landasan teori yang dipakai sudah masuk dan sesuai. Guru serta pendidik lainnya bukan pemberi informasi apalagi penentu perkembangan anak. yatiu menerapkan kurikulum baru ini pada daerah atau sekolah-sekolah yang lebih luas. Memang ia banyak mengemukakan konsepnya tentang perkembangan dan perubahan individu. alat dan bahan juga biaya. Di dalam penentuan target ini satusatunya kriteria yang menjadi pegangan adalah adanya kesediaan dari pejabat pendidikan untuk turut serta dalam kegiatan kelompok yang intensif. tetapi karena ada hambatan-hambatan tertentu ia membutuhkan orang lain untuk membantu memperlancar atau mempercepat perubahan tersebut. developing. Pendidikan juga tidak lain merupakan upaya untuk membantu memperlancar dan mempercepat perubahan tersebut. Menurut Rogers manusia berada dalam proses perubahan (becoming. Pertama.yang lebih menyeluruh atau berlaku lebih luas. tidak formal. fasilitas. hal itu masih harus dikaji oleh para ahli kurikulum dan para profesional kurikulum lainnya. sesungguhnya ia mempunyai kekuatan dan potensi untuk berkembang sendiri. pemilihan target dari sistem pendidikan. 6. Ada empat langkah pengembangan kurikulum model Rogers. Melalui kegiatan kelompok ini mereka akan mengalami perubahanperubahan sebagai berikut. baik berkenaan dengan kesiapan guru-guru. Di dalam langkah ini masalah dan kesulitan-kesulitan pelaksanaan tetapi dihadapi.

He pays as much attention to his relationships with student as he does to course content. tetapi dapat juga kurang dari satu minggu. rather than insisting on conformity. He is more able to listen to students. 4. He accepts innovative. He works through these feelings toward a realistic solutin. . He feels freer to express both positive and negative feelings in class. torublesome ideas from students. He works out problems with students rather than responding in a disciplinary and punitive manner. dengan beberapa tambahan. He has less need to protect bureaucratic rules. He is more able to accept both positive and negative feeback and use it constructively (Rogers. 1. 3. 6. Sama seperti yang dilakukan para pejabat pendidikan. lama kegiatan kalau bisa satu minggu lebih baik. Langkah kedua dalam pengembangan kurikulum model Rogers adalah partisipasi guru dalam pengalaman kelompok yang intensif. dengan fasilitator para guru atau administrator atau fasilitator dari luar. 5. He is less protective of his own beliefs and can listen more accurately 2. 2. peers. Langkah ketiga. 5.1. guru juga turut serta dalam kegiatan kelompok. He communicates more clearly and realistically to superiors. 1967:722). pengembangan pengalaman kelompok yang intensif untuk satu kelas atau unit pelajaran. 4. Efek yang akan diterima guru-guru sejalan dengan para administrator. and sub-ordinates because he is more open and less self-protective. 3. Selama lima hari penuh siswa ikut serta dalam kegiatan kelompok. 7. He develops an equalitarian and democratic classroom climate (Rogers. He openly confronts personal emotional frictions between him self and colleagues. 2. Dan kegiatan ini para siswa akan mendapatkan: 1. He finds it easier and less threatening to accept innovative ideas. 1967:724). Keikutsertaan guru dalam kelompok tersebut sebaiknya bersifat suka rela. He is more person oriented and democratic.

Kegiatan merupakan kulminasi dari semua kegiatan kelompok di atas. siswa. sekolah dan organisasi masyarakat. Model pengembangan kurikulum dari Rogers ini berbeda dengan modelmodel lainnya. serta wibawa dari pengetahuan profesional. Hal itu mencakup suatu proses yang melibatkan kepribadian orang tua. He has more energy for learning because he has less fear of constant evaluation and punishment. dan dengan guru. pengusaha. tokoh masyarakat. 7. Kegiatan ini bertujuan memperkaya orang-orang dalam hubungannya dengan sesama orang tua. dan lain-lain. data. Kurikulum dikembangkan dalam konteks harapan warga masyarakat. para orang tua. struktur sistem sekolah. He awe anal tear of authority diminish as he finds teachers and . 1967:725). dengan anak. yang ada hanyalah rangkaian kegiatan kelompok. Berkat berbagai bentuk aktivitas dalam interaksi ini individu akan berubah. Sepertinya tidak ada suatu perencanaan kurikulum tertulis. partisipasi orang tua dalam kegiatan kelompok. guru. Bagi Rogers yang penting adalah aktivitas dan interaksi. dan sebagainya.1(liiiiii istr.3. pola hubungan pribadi dan kelompok dari sekolah dan masyarakat. rancangan tertulis. The systematic action-research model Model kurikulum ini didasarkan pada asumsi bahwa perkembangan kurikulum merupakan perubahan sosial. mempunyai . siswa guru. is tidak mementingkan formalitas. He finds that the learning process enables him to deal with his lily (Rogers. litho fallibly human beings. Kegiatan ini dapat dikoordinasi oleh BP3 masing-masing sekolah. encounter group dan Training Group (T Group). Lama kegiatan kelompok dapat tiga jam tiap sore hari selama seminggu atau 24 jam secara terus menerus. Rogers juga menyarankan. Sesuai dengan asumsi tersebut model ini menekankan pada tiga hal itu: hubungan insani. Itulah ciri khas Carl Rogers sebagai seorang Eksistensialis Humanis. 6. kalau mungkin ada pengalaman kegiatan kelompok yang bersifat campuran. Metode pendidikan yang diutamakan Rogers adalah sensitivity training. 4. He discovers that he is responsible for his own learning 5.um‡. Langkah keempat.

Langkah pertama dari model ini adalah menentukan spesifikasi perangkat hasil belajar yang harus dikuasai siswa. bagaimana anak belajar. Suatu perilaku/kemampuan yang kompleks diuraikan menjadi perilaku-perilaku yang sederhana yang tersusun secara hierarkis. dan mengidentifikasi faktor-faktor. The Behavioral Analysis Model. (3) sebagai bahan untuk menilai kembali dan mengadakan modifikasi. dan salah satu cara untuk mencapai hal itu adalah dengan prosedur action research. Penyusunan kurikulum hams memasukkan pandangan dan harapan-harapan masyarakat. di antaranya: (1) The Behavioral Analysis Model. (4) sebagai bahan untuk menentukan tindakan lebih lanjut. berupa pengumpulan data yang bersifat menyeluruh. Kedua. Siswa mempelajari perilaku-perilaku tersebut secara berangsur-angsur mulai dari yang sederhana menuju yang lebih kompleks. Emerging technical models Perkembangan bidang teknologi dan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai efisiensi efektivitas dalam bisnis. Langkah. Tumbuh kecenderungan-kecenderungan baru yang didasarkan atas hal itu. The System Analysis Model berasal dari gerakan efisiensi bisnis. dan bagaimana peranan kurikulum dalam pendidikan dan pengajaran. (2) sebagai bahan pemahaman tentang masalah yang dihadapi. menekankan penguasaan perilaku atau kemampuan. Langkah pertama. mengadakan kajian secara saksama tentang masalah masalah kurikulum. Langkah kedua adalah menyusun instrumen untuk menilai ketercapaian hasil-hasil belajar tersebut. Tindakan ini segera diikuti oleh kegiatan pengumpulan data dan faktafakta. implementasi dari keputusan yang diambil dalam tindakan pertama. Kegiatan pengumpulan data ini mempunyai beberapa fungsi: menyiapkan data bagi evaluasi tindakan. kekua tan dan kondisi yang mempengaruhi masalah tersebut. serta tindakan pertama yang hams diambil. juga mempengaruhi perkembangan modelmodel kurikulum. (3) The computer based model. mengidentifikasi tahap- . 8. The system analysis model. ketiga.pandangan tentang bagaimana pendidikan. Dari hasil kajian tersebut dapat disusun rencana y ang menyeluruh tentang cara-cara mengatasi masalah lersebut.

tiap unit kurikulum telah memiliki rumusan tentang hasil-hasil yang diharapkan. metode kasus). 3) Pengembangan dan evaluasi hipotesis atau pemecahan yang mungkin. Setelah diadakan pengolahan disesuaikan dengan kemampuan dan hasil-hasil belajar yang dicapai siswa disimpan dalam komputer. permainan. Kelima langkah tersebut dapat digunakan dalam berbagai situasi: individual atau kelompok kecil. Ada lima langkah cara mengajar inkuiri yang didasarkan atas konsep ini: 1) Pengembangan konsep dasar yang merupakan landasan bagi pengajaran. A New Approach. suatu model pengembangan kurikulum dengan memanfaatkan komputer.tahap ketercapaian hasil serta perkiraan biaya yang diperlukan. membandingkan biaya dan keuntungan dari beberapa program pendidikan. Tulisan ini menyajikan suatu kerangka kerja dasar yang bersilai konseptual tentang penggunaan metode mengajar yang didasarkan atas pendekatan inkuiri. metode yang bersifat afektif (role playing. Inc. Meskipun demikian pokok-pokok yang dibahas telah tersusun secara sistematis-logis sehingga membentuk satu kesatuan karya yang utuh. Kerangka kerja ini dapat digunakan oleh para instruktur. debat. sosiodrama. Karena . (1982). (1980). Kenneth I I. sosiometri. Boston: Allyn and Bacon. Buku ini merupakan kumpulan tulisan dari sekitar 50 orang ahli kurikulum. F. guru dan calon guru untuk memahami. Glen. kelompok besar (seminar. Boston: Allyn and Bacon. 2) Menyatakan konsep dalam bentuk pertanyaan yang bersifat terbuka untuk memancing sejumlah kemungkinan pemecahan. The Computer-Based Model. The Professional Teacher's I landboolt. Curriculum Planning. Buku Acuan Hoover. Pengembangannya dimulai dengan mengidentifikasi seluruh unit-unit kurikulum. Hass. menganalisis dan mengaplikasikannya dalam berbagai proses pengajaran. diskusi. simulasi. ceramah). Langkah keempat. Kepada para siswa dan guru-guru diminta untuk melengkapi pertanyaan tentang unit-unit kurikulum tersebut. 4) Generalisasi yang didasarkan atas kemungkinan pemecahan.

Selanjutnya juga diuraikan kurikulum pada berbagai jenjang dan jenis pendidikan. faktor-faktor sosial. belajar. sekolah menengah. walaupun di sana sini ada saja tumpang tindih. Buku ini dapat menjadi pegangan bagi para pengajar. dan kriteria kurikulum. sekolah dasar. dimulai dengan dasar-dasar dan kriteria kurikulum yang menyangkut konsep. buku ini boleh dikatakan komprehensif. perkembangan individu. tersusun secara sistematis. sehingga membentuk satu handbook yang lengkap. . maupun para mahasiswa yang sedang mendalami kurikulum. perencana dan pengembang kurikulum.ditulis oleh begitu banyak orang. pendidikan tinggi dan orang dewasa. pengetahuan. Keseluruhan isi buku ini.

dalam memahami dan membantu perkembangan siswa. hal itu disebabkan beberapa faktor: 1. hubungan tersebut merupakan hubungan sebab-akibat. 3. tetapi ada pihak lain yang menyatakan keduanya mempunyai hubungan yang sangat erat. memilih metode dan alat-alat bantu pelajaran. cara penilaian serta fasilitas pendidikan lainnya. kepala sekolah dan para pelaksana pendidikan lainnya. Hasil-hasil evaluasi kurikulum juga dapat digunakan oleh guru-guru. Objek evaluasi kurikulum adalah sesuatu yang berubah-ubah sesuai dengan konsep kurikulum yang digunakan. Hasil-hasil evaluasi kurikulum dapat digunakan oleh para pemegang kebijaksanaan pendidikan dan para pengembang kurikulum dalam memilih dan menetapkan kebijaksanaan pengembangan sistem pendidikan dan pengembangan model kurikulum yang digunakan. secara berangsur. Perubahan dalam kurikulum berpengaruh pada evaluasi kurikulum. Pihak yang memandang ada hubungan. dan prosesnya berlangsung secara evoltisioner. Evaluasi dan Kurikulum Evaluasi kurikulum memegang peranan penting baik dalam penentuan kebijaksanaan pendidikan pada umumnya. Evaluasi dan kurikulum merupakan dua disiplin yang berdiri sendiri.BAB 9 EVALUASI KURIKULUM A. 2. Evaluasi kurikulum sukar dirumuskan secara tegas. Evaluasi kurikulum berkenaan dengan fenomena-fenomena yang terus berubah. Evaluasi kurikulum merupakan suatu usaha yang dilakukan oleh manusia yang sifatnya juga berubah. Ada pihak yang berpendapat antara keduanya tidak ada hubungan. sebaliknya perubahan evaluasi akan memberi warna pada pelaksanaan kurikulum. pandangan lama yang tidak sesuai lagi dengan tuntutan zaman. Hubungan antara evaluasi dengan kurikulum bersifat organis. maupun pada pengambilan keputusan dalam kurikulum.angsur diganti dengan pandangan baru yang lebih . memilih bahan pelajaran.

dan lain-lain. sarana. tetapi kemudian berkembang kepada yang bersifat preskriptif. seorang ahli pendidikan dari Universitas Sussex. mulai dari yang bersifat sangat informal sampai dengan yang sangat formal. Hilda Taba menjelaskan hal-hal yang dievaluasi dalam kurikulum. pada mulanya bersifat deskriptif yaitu menekankan pada What is it?.A. sedangkan pada tingkat yang sangat formal berbentuk pengukuran berbagai bentuk kemajuan ke arah tujuan yang telah ditentukan. Program evaluasi kurikulum bukan hanya mengevaluasi hasil belajar siswa dan proses pembelajarannya. teori dari Ralph Tylor dan Benyamin Bloom. Pada tingkat yang lebih formal evaluasi kurikulum meliputi pengumpulan dan pencatatan data. Becher. Evaluasi merupakan kegiatan yang luas. kemampuan dan unjuk kerja guru. hasil program evaluasi kurikulum akan mempengaruhi pelaksanaan praktik kurikulum.A. kemampuan dan kemajuan siswa. Sebagai contoh. yang menekankan pada What ought to be. Seorang evaluator akan menyusun program evaluasi kurikulum sesuai dengan style dan karakteristik kurikulum yang dikembangkannya.R. yaitu meliputi: . demikian juga dengan teori evaluasi kurikulumnya. tetapi juga desain dan implementasi kurikulum. berisikan pedoman-pedoman praktis bagi pengembangan kurikulum. fasilitas dan sumber-sumber belajar. Konsep R. kompleks dan terus-menerus untuk mengetahui proses dan basil pelaksanaan sistem pendidikan dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan. Konsep-konsep evaluasi kurikulum yang bersifat preskriptif. Pada tingkat yang sangat informal evaluasi kurikulum berbentuk perkiraan. mempunyai tempat dalam konsep kurikulum yang bersifat preskriptif pula. dugaan atau pendapat tentang perubahan-perubahan yang telah dicapai oleh program sekolah. Komponen-komponen kurikulum yang dievaluasi juga sangat luas. Inggris menyatakan bahwa: Tiap program pengembangan kurikulum mempunyai style dan karakteristik tertentu. Evaluasi juga meliputi rentangan yang cukup luas. dan evaluasi dari program tersebut akan memperlihatkan style dan karakteristik yang sama pula. Juga terjadi sebaliknya. Becher tentang pengembangan kurikulum dan evaluasi kurikulum.

Dimensi yang bersifat kuantitatif dapat diukur dengan menggunakan berbagai bentuk alat ukur atau tes standar. the quality of personnel in charger of it. Apakah mengevaluasi keseluruhan sistem atau komponen-komponen tertentu saja. the capacities of the students. Suatu evaluasi kurikulum harus memiliki nilai dan penilaian. yaitu acknowledge presence of values and valuing. the relative importance of various subject. diperlukan persyaratan-persyaratan tertentu. Apa yang dikemukakan di atas merupakan konsep evaluasi kurikulum yang sangat luas yang mencakup seluruh komponen dan kegiatan pendidikan. Evaluasi kurikulum juga bervariasi bergantung pada dimensi-dimensi yang menjadi fokus evaluasi. agar hasil evaluasi tersebut tetap bermakna. yaitu hanya ditekankan pada hasil-hasil yang dicapai oleh murid. 1976: 364). continuity. Evaluasi kurikulum sering juga dibatasi secara sempit. Luas atau sernpitnya suatu program evaluasi kurikulum sebenarnya ditentukan oleh tujuannya. One dimension is that of quantity. 1966: 303). orientation to goals. punya tujuan atau sasaran yang jelas. diagnostic worth and validity and integration (Doll. 1976: 362-363). berfungsi diagnostik dan terintegrasi. the degree to which objectives are implemented. 1962: 310).Objective. the equipment and materials and so son (Taba. mengemukakan syaratsyarat suatu program evaluasi kurikulum. Tes standar tersebut ada . it scope. Doll (1976). Apakah evaluasi tersebut ditujukan untuk menilai keseluruhan sistem kurikulum atau hanya komponen-komponen tertentu dalam sistem kurikulum tersebut. Curriculum evaluation may be defined as the estimation of the growth and progess of students toward objectives or values of the curriculum (Wright. Instrumen yang digunakan untuk mengevaluasi dimensi kuantitatif berbeda dengan instrumen untuk mengevaluasi aspek-aspek perkembangan dan prestasi yang dicapai anak. Salah satu dimensi yang sering mendapat sorotan adalah dimensi kuantitas dan kualitas. much of the program is to be evaluated? The other dimension is that of quality-what goals are being highlighted in this evaluation and how does achievement of the goals as sure quality (Doll. comprehensiveness. bersifat menyeluruh dan terus-menerus.

scholastic aptitude test. orientasi kepada pekerjaan akan lebih banyak melihat ke masa depan. sedangkan titik tolak pada pandangan filosofis akan lebih menekankan pada disiplin-disiplin keilmuan. bakat) dan ada pula yang diperuntukkan mengukur kemampuan nyata atau achievement. interest inventories. prognostic aptitude test. (Writht. dan lain-lain.teori tentang kurikulum. pada situasi pendidikan serta pada organisasi kurikulum. penguatan kembali nilai-nilai moral dan budaya akan meminta perhatian yang lebih besar pada kumpulan ilmu pengetahuan masa lalu. interviews. Kedua. dan lain-lain. Pertama. Penekanan kepada isi kurikulum. Strategi pengembangan yang menekankan isi. karena adanya tuntutan bahwa kurikulum harus lebih berorientasi pada pekerjaan. Secara sederhana teori kurikulum dapat diklasifikasikan atas teori-teori yang lebih menekankan pada isi kurikulum. special aptitude test. merupakan yang paling lama dan banyak dipakai. karena perubahan dasar filosofis tentang struktur pengetahuan. yang lain pada inovasi. and annecdotal records. karena didorong oleh tuntutan untuk menguatkan kembali nilai-nilai moral dan budaya dari masyarakat. B. dan tes standar yang mengukur achievement seperti subject areas test. nominating techniques. Pengaruhnya terhadap pengembangan kurikulum umpamanya. pada dasar-dasar filosofis. tetapi juga terus mendapat penyempurnaan atau pembaharuan Sebab-sebab yang mendorong pembaharuan ini bermacam-macam. diagnostic test. . Konsep Kurikulum Kurikulum merupakan daerah studi intelek yang cukup luas. Instrumen yang sering digunakan untuk mengevaluasi dimensi kualitatif umpamanya: questionnaire. tetapi sangat mempengaruhi pengembangan kurikulum. dan pada konser konsep yang diambil dari ilmu perilaku manusia ini menunjukkan betapa luasnya teori. Tes standar yang mengukur kecerdasan dan bakat umpamanya: intelligence test. Banyak teori tentang kurikulum berupa teori menekankan pada rencana. temperament and adjustment inventories. Faktor-faktor tersebut tidak timbul dari atau tidak ada hubungannya dengan sistem institusi persekolahan. survey test.yang diperuntukkan mengukur kemampuan yang bersifat potensial (kecerdasan. 1966: 306). Ketiga.

sesuatu yang baru atau diperbah arui. Ini merupakan engineering approach. pegunungan dan sebagainya. Pengembangan kurikulum yang menekankan isi bersifat material centered. dibandingkan dengan .Apapun titik tolaknya. Penekanan pada situasi pendidikan. bersama dengan teman-temannya yang lain dicetak melalui blue print masyarakat. seperti kurikulum pedesaan. Pengetahuan sebagai isi kurikulum mempunyai nilai intrinsik. memungkinkan pengembangan dalam jumlah besar. dibandingkan dengan kurikulum yang menekankan isi. kurikulum daerah pesisir. Salah satu atribut organisasi kurikulum yang didasarkan pada pengetahuan (knowledge based curriculum). penekanan pada isi kurikulum akan membawa beberapa akibat. kurikulum daerah pesisir. kurikulum kelompok masyarakat nelayan. Tipe kurikulum ini lebih menekankan pada masalah di mana (where). sangat memperhatikan dan disesuaikan dengan lingkungannya) Tipe ini akan menghasilkan kurikulum berdasarkan situasi-situasi lingkungan. Kurikulum yang menekankan situasi pendidikan akan sangat beraneka. kurikulum kelompok masyarakat nelayan. Kurikulum ini memandang murid sebagai penerima resep yang pasif. Tujuannya adalah menghasilkan kurikulum yang benar-benar merefleksikan dunia kehidupan dari lingkungan anak. Kurikulum yang menekankan situasi pendidikan akan sangat beraneka. Secara teoretis kurikulum yang menekankan isi dapat diukur. mempunyai tujuan yang apabila telah ditransfer pada anak dapat dikuasai oleh anak. sesuatu yang akan diwariskan. pegunungan dan sebagainya. Tipe kurikulum ini lebih menekankan pada masalah di mana (where). Penekanan pada situasi pendidikan. seperti kurikulum pedesaan. bersifat khusus. Tujuannya adalah menghasilkan kurikulum yang benar-benar merefleksikan dunia kehidupan dari lingkungan anak. Melalui proses diseminasi mereka dapat menggunakan teknik produksi massa untuk mendapatkan pendidikan massal. Anak dianggap bahan kasar yang tidak berdaya. bersifat khusus. sangat memperhatikan dan disesuaikan dengan lingkungannya) Tipe ini akan menghasilkan kurikulum berdasarkan situasi-situasi lingkungan. Kurikulum ini bertujuan mencari kesesuaian antara kurikulum dengan situasi di mana pendidikan berlangsung.

Secara teoretis. Siswa tidak mungkin melakukan halhal atau kegiatan di luar yang telah diprogramkan. dan didorong untuk berinovasi. masa pengembangannya juga relatif lebih singkat daripada desiminasinya. Kurikulum ini ruang lingkupnya sempit. Perbedaan yang sangat jelas antara kurikulum yang menekankan organisasi dengan yang menekankan isi dan situasi. tetapi aktivitas ini bukan yang telah diprogramkan secara ketat. Dalam belajar aktif tersebuI penguasaan bahasa serta proses mental dari si pelajar sangat memegang . keduanya sangat mempengaruhi perkembangan kurikulum tipe ini. pengajaran modul. menyatakan kreativitasnya. sehingga cukup sulit merancang alat penilaian yang dapat mencakup skala yang agak luas. Tipe kurikulum ini sangat menekankan pada proses belajar-mengajarjMeskipun dengan berbagai perbedaan dan di sana sini ada pertentangan. Kurikulum disusun sesuai dengan keadaan tanah. perhatian sangat ditumpahkan pada mempersiapkan kebun atau sawah. Kurikulum ini bertujuan mencari kesesuaian antara kurikulum dengan situasi di mana pendidikan berlangsung.organisasi. umpamanya antara konsep sistem instruksional (pengajaran berprogram. lebih menunjukkan fleksibilitas dalam interpretasi dan pelaksanaannya. Siswa mempunyai kesempatan. Sifat lain tipe ini adalah kurang atau tidak menekankan pada spesifikasi isi dan . Perencanaan dan pelaksanaan pengajaran sangat beraneka. Kalau kurikulum yang menekankan pada isi merupakan engineering approach maka kurikulum yang menekankan situasi lebih mendekati gardening approach. Penekanan pada organisasi. alam setempat. adalah memberikan perhatian yang sangat besar kepada si pelajar atau siswa. Pengetahuan dianggap bersifat relatif terhadap situasi-situasi yang khusus sesuai dengan kondisi setempat. pengajaran dengan bantuan komputer) dengan konsep pengajaran (perkembangan) dari Bruner dan Jean Piaget. tetapi aktivitas ini merupakan aktivitas yang sudah dirancang secara ketat. Kesulitan lain adalah juga dalam menentukan standar kriteria. mengevaluasi kurikulum yang menekankan pada situasi sangat sulit. Dalam konsep belajar dari Bruner juga peranan aktif dari siswa sangat ditekankan. peranan guru dalam mengembangkan dan rnenerapkan kreasinya sangat besar.kurikulum yang menekankan isi. Dalam pembelajaran model sistem instruksional aktivitas murid sangat ditekankan.

Inti kurikulum bukan terletak pada bahanbahan yang dipelajari anak tetapi pada teacher's guide. kalau penyusunan tes hasil belajar didasarkan pada tujuan. dan konsep organisasi memberi perhatian . tesnya akan lebih ban yak mengukur tujuan-tujuan tingkat tinggi pada klasifikasi Bloom (analisis. dan evaluasi). berlaku dalam lingkungan yang cukup luas. harus berpartisipasi secara aktil dalam lingkungan belajar. Implementasi dan Evaluasi Kurikulum Di muka telah diutarakan bahwa.peranan utama. Kurikulum yang menekankan organisasi juga sesungguhnya sukar untuk diukur. Apakah dalam bentuk sistem instruksional ataupun dalam sistem pengajaran (perkembangan) dari Bruner. Tipe kurikulum ini secara relatif bersifat lepas dari situasi lingkungan atau situation free. Kurikulum yang menekankan pada organisasi menolak pendapat bahwa penguasaan pengetahuan merupakan alat untuk mencapai tujuan. Konsep kurikulum yang menekankan isi. perbedaan penekanan dalam kurikulum mengakibatkan perbedaan dalam pola rancangan. Tes yang disusun akan banyak menyangkut proses belajar yang bersifat umum. Kurikulum yang menekankan masalah belajar-mengajar (menekankan organisasi) sebenarnya lebih dekat kepada pendekatan kurikulum yang bersifat umum (generalized curriculum). tetapi seperti telah diutarakan di muka. menguasai bahasa dan menguasai kemamption kemampuan kognitif. sintesis. maka kurikulum yang menekankan pada organisasi. dalam pengembangan serta dalam desiminasinya. Anak menurut Bruner merupakan hasil yang sangal kompleks dari sejarah. berbeda dengan yang menekankan situasi. C. Secara teoretis penyusunan tes yang spesifik dapat dibuat. memusatkan perhatiannya pada sekuens-sekuens belajar serta organisasi bahan pelajaran yang disusun melalui elaborasi isi dan prosedur pengukuran. Lebih jauh. memberikan perhatian besar pada analisis pengetahuan baru yang ada. kurikulum yang menekankan pada organisasi. isi kurikulum tidak spesifik. biologi dan social. konsep situasi menuntut penilaian secara rinci tentang lingkungan belajar. tujuannya dapat dicapai dengan cara yang berbedabeda.

Tipe kurikulum ini mengikuti model penyebaran (difusi) dari pusat ke daerah). meskipun umpamanya kurikulum itu kurang thaik. Penyebaran ini lebih merupakan pembaharuan dari dalam dan bukan karena paksaan atau keharusan dari luar. CARE (Centre for Applied Research in Education) di Universitas East Anglia Norwegia. Pengembangan kurikulumnya bersifat lokal. Kurikulum yang menekankan organisasi. aktif dalam mengadakan pelatihan guru. sedangkan kurikulum yang menekankan organisasi waktu persiapannya hampir sama dengan kurikulum yang menekankan isi. Dengan demikian penyebaran kurikulum ini memiliki network yang terpisah. strategi penyebarannya sangat mengutamakan latihan guru. membutuhkan waktu mempersiapkan situasi belajar dan menyatukannya dengan tujuan pengajaran yang cukup lama. Kurikulum yang menekankan situasi. para administrator. Pengembangan kurikulum yang menekankan isi. Banyak kesulitan yang dialami dalam proyek ini. waktu untuk mempersiapkannya lebih pendek. individual. dan khan. tetapi masingmasing dapat menyesuaikan diri serta mencari keserasian antara arahan yang dibersifat pusat dengan tuntutan kebutuhan dan sifat-sifat lokal. Sebaliknya penyebaran kurikulum yang menekankan situasi sangat mementingkan penyiapan unsur-unsur yang terkait (catalyc ingredient). dan para siswa. mereka dapat memaksakannya melalui jalur birokrasi. Proyek ini juga memiliki suatu tim evaluasi. Salah satu proyeknya yang pertama adalah Nuffield/Schools Council Humanities Curriculum Project tahun 1967. Proyek ini disiapkan untuk meningkatkan usia anak yang meninggalkan sekolah. Salah satu kesimpulan dari hasil evaluasi mereka adalah hasil hasil yang dicapai oleh guru-guru yang terlatih (yang mengerti maksud serta latar belakang .besar pada struktur dan sekuens belajar. disediakan bagi anak usia 14 sampai 16 tahun dan yang kecerdasannya di bawah rata-rata. Kurikulum yang menekankan isi sangat mengutamakan peranan desiminasi. Meskipun demikian perhatian harus cukup banyak dipusatkan pada struktur konsep yang tidak tampak (covert) daripada analisis tujuan yang tampak (overt). Perbedaanperbedaan dalam rancangan tersebut mempengaruhi langkah selanjutnya. yang paling kritis adalah mengenai komunikasi antara tim proyek dengan guru-guru.

Dalam perkembangan selanjutnya ternyata. dengan cara mengumpulkan bahan-bahan secara studi kasus dari sekolah-sekolah proyek. bahan-bahan dari hasil studi kasus memberikan hasil yang lebih berharga bagi evaluasi kurikulum. Pendekatan yang bersifat goal free (lebih menekankan penguasaan aktual dan bukan ideal) lebih memungkinkan. Dalam proyek itu dicari perbandingan materi antara proyek yang menggunakan guru yang terlatih dengan yang tidak terlatih. tetapi terdapat banyak tujuan. tugas evaluasi lebih sulit lagi. yang utamanya adalah aktivitas dan kemampuan siswa. Salah satu pemecahan bagi masalah ini adalah dengan pendekatan yang bersifat eklektik seperti dalam proyek Kurikulum Humaniti dari CARE. Model evaluasi kurikulum berkaitan erat dengan konsep kurikulum yang digunakan. dalam evaluasinya juga diteliti pengaruh umum dari proyek. juga menimbulkan perbedaan dalam rancangan evaluasi. Dengan menggunakan konsep Ralph Tylor atau Benyamin Bloom mungkin dapat dibuat suatu modifikasi dengan menyusun tujuan yang bersifat universal yang dapat digunakan pada semua situasi. tetapi tujuan yang bersifat umum seperti itu akin kabur. Evaluasi kurikulum yang bebas tujuan (Goal free evaluation) dalam kebanyakan kurikulum bukan . Teori kurikulum dan teori evaluasi. dan sukar menyusun alat evaluasinya. tetapi meminta waktu terlalu banyak dari para evaluator. Ini menunjukkan bahwa latihan guru memegang peranan penting dalam penyebaran program. Meskipun pendekatan perbandingan banyak memberikan hasil yang berharga. Model evaluasi kaitannya dengan teori kurikulum. Perbedaan konsep dan strategi pengembangan dan penyebaran kurikulum. seperti model pengembangan dan penyebaran dihasilkan oleh kurikulum yang menekankan isi. karena konteksnya bukan terhadap guru atau satu tujuan. dengan kriteria yang khusus pula. Pada kurikulum yang menekankan organisasi. Dalam kurikulum yang menekankan situasi sukar disusun evaluasi yang bersifat komparatif. Model evaluasi yang bersifat komparatif atau menekankan pada objektif sangat sesuai bagi kurikulum yang bersifat rasional dan menekankan isi.proyek) tidak dapat dicapai oleh guru-guru yang tidak terlatih. karena isi dan hasil kurikulum bukan hal yang utama. tetapi harus dihindari penjenjangan tujuan sampai pada perumusan tujuan yang sangat khusus.

yaitu : evaluasi sebagai moral judgement.1)111 banyak dipengaruhi oleh kebiasaan penelitian yang bersifat psikometris daripada oleh kebiasaan lama yang berupa penelitian social. pertama evaluasi berisi suatu skala nilai moral. Evaluasi kurikulum sebagai institusi sosial mempunyai asal-usul. Macam-macarn model evaluasi yang digunakan bertumpu pada aspekaspek tertentu yang diutamakan dalam proses pelaksanaan kurikulum. Konsep utama dalam evaluasi adalah masalah nilai. model (pendekatan) antropologis dalam evaluasi ditujukan untuk mengevaluasi tingkah-tingkah laku dalam suatu lembaga sosial.merupakan salah satu alternatif evaluasi tetapi merupakan satu-satunya prosedur evaluasi yang paling memungkinkan. Hasil dari suatu evaluasi berisi suatu nilai yang akan digunakan untuk tindakan selanjutnya. merupakan institusi sosial dari gerakan penyempurnaan kurikulum. dan konsensus nilai. D. Peranan evaluasi kebijaksanaan dalam kurikulum khususnya pendidikan umumnya minimal berkenaan dengan tiga hal. struktur serta interest sendiri. umpamanya (1) lebih berkenaan dengan inovasi daripada dengan kurikulum yang ada. sejarah. . Kedua. Hal ini mengandung dua pengertian. (3) dibiayai oleh vim/ dari luar yang berjangka pendek daripada oleh anggapan tetap. berdasarkan skala tersebut suatu objek evaluasi dapat dinilai. (2) lebih berskala nasional daripada lokal. (4) 1(. Peranan Evaluasi Kurikulum Evaluasi kurikulum dapat dilihat sebagai proses sosial dan sebagai institusi sosial. evaluasi dan penentuan keputusan. Dengan demikian sesungguhnya terdapat hubungan yang sangat erat antara evaluasi dengan kurikulum sebab teori kurikulum juga merupakan teori dari evaluasi kurikulum. Beberapa karakteristik dari proyek-proyek kurikulum yang telah dikembangkan di Inggris. Evaluasi sebagai moral judgement. Proyek-proyek evaluasi yang dikembangkan di lnggris umpamanya. evaluasi berisi suatu perangkat kriteria praktis berdasarkan kriteria-kriteria tersebut suatu hasil dapat dinilai. evaluasi yang menekankan tujuan berkaitan erat dengan kurikulum yang menekankan pada bahan ajaran atau isi kurikulum. juga di negara-negara lain. Model evaluasi yang bersifat komparatif berkaitan erat dengan tingkahtingkah laku individu. evaluasi.

Dalam evaluasi kurikulum salah satu hal yang sering menjadi inti perdebatan antara para ahli adalah pemisahan antara pengumpulan dan penyusunan informasi dengan penentuan keputusan. Perkeinbangan ini terutama berkenaan dengan perkembangan atau perubahan nilai-nilai. Nilai-nilai . pertama mengumpulkan informasi dan kedua menentukan suatu keputusan. maka pertalian antara informasi pendidikan yang diperoleh dengan keputusan yang diambil tidak selalu sama. Michael Scriven (1969) dari Universitas Indiana. Stake (1976). Dalam kegiatan yang kedua. minimal meliputi dua kegiatan. dasar pertimbangan yang digunakan adalah suatu perangkat nilai-nilai. pengumpulan data. dari Universitas Illinois merumuskan evaluation is an observed value compared to some standard. Its (the evaluator's) task is to try very hard to condense all that mass of data into one word: good. salah satu tugas dari para evaluator pendidikan mempelajari kerangka nilai-nilai tersebut. Hal itu tidak benar. or bad. Karena masalah-masalah dan konsep-konsep dalam pendidikan selalu mengalami pengembangan. Perbedaan pendapat mengenai hal ini akan direfleksikan dalam perbedaan-perbedaan perumusan tentang evaluasi. Kegiatan yang pertama mungkin juga mengandung segisegi nilai (terutama dalam memilih sumber informasi dan jenis informasi yang akan dikumpulkan). Kutipan-kutipan di atas bukan saja melukiskan perbedaan tekanan pada pengumpulan informasi atau pada penentuan keputusan. obtaining and providing useful information for judging decision alternatif. sebab baik pada pemilihan masalah yang akan diteliti. yaitu menentukan keputusan menunjukkan suatu evaluasi. obtaining and providing useful information for delinating. mengalami perkembangan pula. Atas dasar kerangka nilainilai tersebut maka keputusan pendidikan diambil. tetapi belum menunjukkan suatu evaluasi.Evaluasi bukan merupakan suatu proses tunggal. Daniel Stufflebeam (1971) merumuskan evaluation is the process of delinating. mereka yang lebih menekankan pengumpulan informasi memandang terlepas atau tidak melibatkan nilai-nilai. Oleh karena itu. pemilihan teknik penentuan sampel serta penyajian hasil penelitian selalu melibatkan atau menyangkut masalah nilai-nilai. memberikan perumusan tentang tugas evaluator. tetapi juga memperlihatkan adanya perbedaan karakteristik.

Apabila terdapat perbedaan nilai antara mereka. dan sebagainya. Pemisahan antara pengumpulan informasi dengan penentuan keputusan merupakan salah satu karakteristik institusional. hasil evaluasi yang diterima oleh berbagai pihak pengambil keputusan adalah sama. yaitu: guru. ia mengambil keputusan bagi kepentingan seorang atau beberapa orang mu. Salah satu kesulitan yang dihadapi dalam penggunaan hasil evaluasi bagi pengambilan keputusan adalah. sebagian besar berkenaan dengan kepentingan dirinya. para sponsor. Guru mengambil berbagai keputusan sesuai dengan posisinya sebagai guru. Dengan perkataan lain penentuan keputusan yang diambil oleh murid. hal ini dipengaruhi oleh kebiasaan pemisahan pekerjaan administrator dan peneliti. murid. tiap pengambil keputusan dalam proses evaluasi memegang posisi nilai yang berbeda. kepala sekolah. Demikian juga lingkup keputusan yang diambil oleh kepala sekolah. atau dari subjek yang dinilai. dan sebagainya. pengembang kurikulum. apakah ia harus memilih jurusan IPA atau IPS. Pada prinsipnya tiap individu di atas membuat keputusan sesuai dengan posisinya. Siapa pengambil keputusan dalam pendidikan atau khususnya dalam pelaksanaan kurikulum. pengumpul data adalah pengambil keputusan juga. Evaluasi dan penentuan keputusan. Murid mengambil keputusan sesuai dengan posisinya sebagai murid. para inspektur. pengembang kurikulum. Beberapa hasil evaluasi menjadi bahan pertimbangan bagi murid untuk mengambil keputusan apakah ia harus lebih rajin belajar atau tidak. sesuai dengan posisinya. orang tua. dapat timbul ketegangan atau konflik. Pengambil keputusan dalam pelaksanaan pendidikan atau kurikulum banyak. Jadi. Besar atau kecilnya peranan keputusan yang diambil oleh seseorang sesuai dengan lingkup tanggung jawabnya serta lingkup masalah yang dihadapinya pada suatu saat. Dalam pendidikan perbedaan formal tersebut tidak ada. Siapa di antara mereka yang memegang peranan paling besar dalam penentuan keputusan. atau dapat pula mengambil keputusan bagi seluruh murid.rid. dan sebagainya berbeda-beda. Masalah yang timbul adalah.tersebut baik dilihat dari evaluasi. apakah hasil evaluasi . inspektur. Lain halnya dengan keputusan yang diambil oleh seorang guru.

kepentingan nilai-nilai serta pengalaman tersendiri. Secara historis konsensus nilai dalam evaluasi kurikulum berasal dari tradisi tes mental serta eksperimen. Sudah tentu jawabannya belum tentu. . murid. Para partisipan dalam evaluasi pendidikan dapat terdiri atas: orang tua. Evaluasi dan konsensus nilai. Juga di antara partisipan harus ada persetujuan tentang tujuan-tujuan mana yang paling penting. dan seterusnya. yang dipusatkan pada tujuan-tujuan khusus.tersebut dapat bermanfaat bagi semua pihak. Suatu informasi mungkin lebih bermanfaat bagi pihak tertentu. tetapi kurang bermanfaat bagi pihak yang lain. Dalam model penelitian tersebut keseluruhan kegiatan dapat digambarkan dalam suatu flow chart yang merumuskan secara operasional input (pre test) caracara kegiatan (treatment) serta output (post test). tetapi kritik atau kesulitan tersebut yang paling utama adalah dalam merumuskan tujuan-tujuan khusus yang dapat diterima oleh seluruh partisipan evaluasi kurikulum serta perencanaan kurikulum. Dalam berbagai situasi pendidikan serta kegiatan pelaksanaan evaluasi kurikulum sejumlah nilai-nilai dibawakan oleh orang-orang yang turut terlibat (berpartisipasi) dalam kegiatan penilaian atau evaluasi. Dalam bagian yang terdahulu sudah dikemukakan bahwa penelitian pendidikan dan evaluasi kurikulum sebagai perilaku sosial berisi nilai-nilai. penggunaan analisis statistik dari pre test dan post test dan lain-lain. guru. tetapi beberapa pengalaman menunjukkan bahwa hal itu tidak mungkin. Model penelitian di atas merupakan suatu social engineering atau system approach dalam pendidikan. Mereka mempunyai sudut pandangan. penerbit. Model di atas mendapatkan beberapa kritik. dan sebagainya. Kesatuan penilaian hanya dapat dicapai melalui suatu konsensus. Pernah dimimpikan bahwa para partisipan tersebut merupakan suatu kelompok yang homogen sebagai pengambil keputusan atas hasil penelitian. arsitek. Bagaimana caranya agar di antara mereka terdapat kesatuan penilaian. ahli politik. administrator. pengembang kurikulum. ahli ekonomi. pengukuran prestasi belajar yang bersifat behavioral. Konsensus tersebut berupa kerangka kerja penelitian.

dalam penggunaan model di atas juga harus ada konsensus tentang siapa di antara para partisipan tersebut yang turut terlibat secara langsung. Evaluasi model ini dapat ditemukan pada para peneliti yang memandang pekerjaannya semata-mata hanya sebagai pengumpulan data. selama bertahun-tahun ditentukan oleh kemampuan mengingat faktafakta.Selain harus terdapat konsensus tentang tujuan-tujuan yang akan dicapai. Model system approach atau model social engineering bersifat goal based evaluation. Pendekatan evaluasi yang bersifat goal free bertolak dari sikap kebudayaan yang majemuk (cultural pluralism). Penguasaan pengetahuan dan kemampuan skolastik umpamanya sering dipandang memiliki status lebih tinggi daripada penguasaan kemampuan yang lainnya. Dengan demikian evaluasi juga bersifat relatif. Karena model ini mempunyai beberapa keberatan. Tanpa adanya persetujuan tentang hal-hal tersebut maka sukar untuk dapat menyusun flow chart yang definitif. Westminster Shorter . maka berkembang model evaluasi yang lain yang lebih bersifat goal free evaluation. Menguji adalah mengevaluasi kemampuan individu. Sikap kebudayaan yang majemuk mempunyai dasar relativis. Dengan adanya ujianujian tersebut. Kecenderungan ini bukan saja didasari oleh teori psikologi lama. sebab alat-alat evaluasi yang drgunakan bertolak dari dasar posisi nilai yang berbeda. Keberhasilan dalam ujian pengetahuan dan kemampuan skolastik. tetapi juga oleh keadaan masyarakat di mana buku -buku sumber (teks) pengetahuan secara relatif tidak berubah selama dua abad. memandang bahwa tiap pandangan sama baiknya. E. pengukuran yang berbentuk umum (publik) tersebut merupakan salah satu model evaluasi dalam pendidikan. Ujian sebagai Evaluasi Sosial Sejak diperkenalkannya sistem ujian atau tes untuk umum di Amerika Serikat dan negara-negara lain. maka jenis-jenis kemampuan tertentu dipandang menunjukkan status lebih tinggi dibandingkan dengan kemampuan lainnya. yang memandang bahwa otak yang lebih baik mampu menguasai fakta lebih banyak. karena bertitik tolak dari tujuan-tujuan yang khusus. Dalam evaluasi kurikulum sudah tentu pandangan ini mempunyai kesulitan yang cukup besar.

Karena adanya berbagai kemajuan dalam masyarakat. fasilitas sekolah. Barry Mc Donald (1975). Sistem ujian seperti yang dilaksanakan di atas. keseragaman sekolah. Apakah sistem ini dipandang baik atau jelek bergantung pada pandangan yang menggunakannya. Pelaksanaan ujian-ujian tersebut sejalan dengan anggapan masyarakat pada waktu itu. penyusunan rancangan dan pemeliharaan sekolah diperlukan sistem pengumpulan data serta penilaian yang lain. pembiayaan sekolah. yaitu menilai tentang keadaan murid. Dalam dua dekade pertama dari abad 20 sejumlah ahli psikologi dikumpulkan dalam satu komisi untuk menyusun tes kecerdasan. dan demokratik. . tetapi juga telah merupakan peraturan dari sekolah. Kalau untuk mengukur kemampuan siswa digunakan istilah examination atau assessment maka untuk penilaian keseluruhan situasi sekolah atau kurikulum lebih tepat digunakan istilah evaluation.Catechism umpamanya digunakan sebagai buku teks di sekolah-sekolah di Scotlandia dari abad 17 sampai 19. Ujian bukan saja menunjukkan nilai pengetahuan atau kemampuan secara sosial. is membedakan adanya tiga tipe evaluasi dalam pendidikan dan kurikulum. maka dalam perkembangan selanjutnya jenis kemampuan yaitu kemampuan menyimpulkan dipandang mempunyai nilai yang lebih tinggi. guru. Untuk menilai gambaran sekolah secara keseluruhan. bahwa hanya sebagian dari penduduk yang mempunyai kemampuan untuk menguasai pengetahuan pada suatu jenis sekolah atau pada jenjang sekolah tertentu. mendasarkan argumentasinya pada anggapan dasar bahwa evaluasi merupakan kegiatan politik. otokratik. lebih banyak digunakan untuk mengukur atau menguji kemampuan individu-individu (siswa). Sistem ujian yang mempunyai nilai historis ini juga digunakan untuk mengontrol efisiensi dan efektivitas pelaksanaan sekolah. Hasilnya digunakan untuk menyeleksi anak-anak yang akan masuk ke sekolah menengah yang tidak mampu membayar uang sekolah. Kemudian tes tersebut juga digunakan sebagai alat bagi penentuan kenaikan kelas serta sebagai saringan masuk. kurikulum. yaitu evaluasi birokratik. Para evaluator menyadari bahwa aneka macam kerangka kerja evaluasi mempunyai implikasi terhadap penentuan keputusan pendidikan.

Bila rekomendasi evaluator ditolak maka kebijaksanaannya tidak bisa dilaksanakan. Sebagai contoh Mc Donald memandang bahwa pelaksanaan evaluasi di Amerika Serikat dewasa ini bersifat birokratik. karena kenyataannya evaluasi sebagian besar dibiayai oleh pemerintah pusat atau negara bagian. Teknik pengumpulan dan penyajian data yang digunakan harus dapat dipahami oleh penerima informasi yang bukan ahli. dan evaluator bertindak sebagai perantara dalam pertukaran informasi di antara kelompokkelompok yang berbeda. tentang program-program pendidikan. Kriteria keberhasilannya adalah pihak yang dilayaninya seluas-luasnya. Evaluasi demokratik. merupakan layanan pemberian informasi terhadap masyarakat. dan is mempunyai wewenang penuh dalam bidangnya. Konsep utama evaluator otokratik adalah evaluasi yang bersifat prinsipil dan objektif (principles and objectivity). Konsep utama evaluator demokratis adalah kerahasiaan. merupakan suatu layanan yang bersifat unconditional terhadap lembaga-lembaga pemerintahan yang memiliki wewenang kontrol terbesar dalam alokasi sumber-sumber pendidikan. Evaluasi ini menganut nilai pluralisme serta mengusahakan memenuhi berbagai minat masyarakat dalam memberikan informasi. Evaluasi otokratik. negosiasi. dengan menggunakan berbagai informasi yang diperoleh akan membantu mereka mencapai tujuan dari kebijaksanaan yang telah digariskan. Tugasnya adalah memberikan informasi terhadap kelompok-kelompok masyara kat. Peranan evaluator tidak dicampuri oleh pihak yang dilayaninya. dan ketercapaian sasaran (confidentiality. penggunaan (utility). merupakan layanan evaluasi terhadap lembagalembaga pemerintah yang mempunyai wewenang kontrol cukup besar dalam mengalokasikan sumber-sumber pendidikan.Evaluasi birokratik. Tugas para evaluator adalah membantu pelaksanaan kebijaksanaan. atau kontrol sendiri terhadap penggunaan informasi yang diperoleh. and accessibility). musyawarah. Sumber kekuataan evaluator adalah penelitian kemasyarakatan. kedudukan . Prinsip utama evaluasi birokratik adalah pelayanan (service). Evaluator menerima kebijaksanaan dari pemegang jabatan. dan efisiensi (efficiency). ketentuan-ketentuan hukum dan moral dari birokrasi. Evaluator tidak mempunyai kekuasaan sendiri.

meliputi banyak kegiatan. Evaluasi kurikulum juga merupakan suatu fenomena yang multifaset. Model eksperimen dalam botani pertanian dapat digunakan dalam pendidikan. Dari percobaan tersebut dapat diketahui benih mana yang paling produktif. Lembaga-lembaga pendidikan setempat berada di bawah lembaga-lembaga pusat yang memberikan biaya. memiliki banyak segi. serta tes hasil belajar yang mengukur perilaku skolastik. meliputi sejumlah prosedur. Model-Model Evaluasi Kurikulum Evaluasi kurikulum merupakan suatu tema yang luas. suatu elemen dalam proses sosial dihubungkan dengan perkembangan pendidikan. 1. bahkan dapat merupakan suatu lapangan studi yang berdiri sendiri. Bagian ini membahas perkembangan evaluasi kurikulum. dimulai tahun 1930 dengan menggunakan metode yang biasa digunakan dalam penelitian botani pertanian.evaluator berbeda-beda di bawah lembaga-lembaga federal. anak dapat disamakan dengan benih. Evaluasi model penelitian Model evaluasi kurikulum yang menggunakan model penelitian didasarkan atas teori dan metode tes psikologis serta eksperimen lapangan. pupuk dan sebagainya terhadap produktivitas suatu macam benih. Beberapa macam benih ditanam pada petak -petak tanah yang memiliki kesuburan dan lain-lain yang sama. Para ahli botani pertanian mengadakan percobaan untuk mengetahui produktivitas bermacam-macam benih. Untuk mengetahui tingkat kesuburan benih (anak) serta hasil yang dicapai pada akhir program percobaan dapat digunakan tes (pre test dan post test). sedang kurikulum serta berbagai fasilitas serta sistem sekolah dapat disamakan dengan tanah dan pemeliharaannya. Eksperimen lapangan dalam pendidikan. Tes psikologis atau tes psikometrik pada umumnya mempunyai dua bentuk. yaitu evaluasi kurikulum sebagai fenomena sejarah. yaitu tes inteligensi yang ditujukan untuk mengukur kemampuan bawaan. . Percobaan serupa dapat juga digunakan untuk mengetahui pengaruh tanah. F.

sukar untuk mencampurkan guru-guru untuk mengajar pada kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. Evaluasi model objektif Evaluasi model objektif (model tujuan) berasal dari Amerika Serikat. Para evaluator juga mempunyai peranan menghimpun pendapat-pendapat orang luar tentang inovasi kurikulum yang dilaksanakan. ada keterbatasan mengenai manipulasi eksperimen yang dapat dilakukan. hipotesis. 2. kegiatan penilaian ini sering disebut evaluasi sumatif. Salah satu pendekatan dalam evaluasi yang enggunakan antara dua eksperimen macam lapangan anak. variabel yang terkontrol. Pertama dalam model objektif. Ketiga. tes hasil belajar dan sebagainya.Comparative approach dalam evaluasi. Dalam botani pertanian dengan rancangan yang sangat sempurna dapat memanipulasi eksperimen sampai 25 treatment. Kedua. pengaruh guru. kurikulum . Keempat. Ada beberapa kesulitan yang dihadapi dalam eksperimen tersebut. tetapi dalam penelitian pendidikan tidak mungkin dapat melakukan treatment sebanyak itu. evaluasi merupakan bagian yang sangat penting dari proses pengembangan kurikulum. masalah teknis dan logis. sedikit sekali sekolah yang bersedia dijadikan sekolah eksperimen. treatment. Pertama. Informasi-informasi yang diperoleh dari hasil penilaiannya digunakan untuk penyempurnaan inovasi yang sedang berjalan. yaitu kesulitan menciptakan kondisi kelas yang sama untuk kelompok-kelompok yang diuji. adalah mengadakan yang pembandingan kelompok umpamanya menggunakan dua metode belajar yang berbeda. Perbedaan model objektif dengan model komparatif adalah dalam dua hal. Kedua. Evaluasi dilakukan pada akhir pengembangan kurikulum.guru tersebut sukar dikontrol. perlu dirumuskan secara tepat dan rinci. Besarnya sampel. kesulitan administratif. Evaluasi ini sering disebut evaluasi formatif. Dalam hal-hal tertentu sering evaluator bekerja sebagai bagian dari tim pengembang. Kelompok mana yang lebih baik atau lebih berhasil? Apakah keberhasilan metode tersebut dapat ditransfer ke metode yang lain? Rancangan penelitian lapangan ini membutuhkan persiapan yang sangat teliti dan rinci. Kelompok pertama belajar membaca dengan metode global dan kelompok lain menggunakan metode unsur.

Dasar-dasar teori Tylor dan Bloom menjadi prinsip sentral dalam berbagai rancangan kurikulum. yaitu knowledge. Merumuskan tujuan-tujuan tersebut dalam perbuatan siswa. synthesis dan evaluation. Ada kesepakatan tentang tujuan-tujuan kurikulum. sebagai asal mula pendekatan sistem (system approach). Sistem pengajaran yang terkenal adalah IPI (Individually Prescribed Instruction). analysis. Keberhasilan pclaksanaan kurikulum diukur oleh penguasaan siswa akan tujuan-tujuan tersebut. Mengukur kesesuaian antara perilaku siswa dengan hasil yang diinginkan. comprehension. application. Mereka membagi proses mental yang berhubungan dengan belajar tersebut dalam 6 kategori. Pada tahun 1950-an Benyamin S. 2. untuk itu diperlukan perumusan lebih lanjut yang sangat khusus dan bersifat behavioral. 3. dan mencapai puncaknya dalam sistem belajar berprogram dan sistem instruksional. Mereka membagibagi lagi tujuan-tujuan tersebut pada sub-tujuan yang lebih khusus. tetapi dalam model objektli hal itu tidak menjadi soal. Pendekatan inilah yang digunakan oleh Ralph Tylor (1930) dalam menyusun tes dengan titik tolak pada perumusan tujuan tes. suatu program yang dikembangkan oleh Learning Research and Development Centre Universitas Pittsburg. 4. Dalam IPI anak mengikuti kurikulum yang memiliki 7 unsur: . Bloom dengan kawan-kawannya menyusun klasifikasi sistem tujuan yang meliputi daerah-daerah belajar (cognitive domain). kedua kelompok tersebut hams ekuivalen.tidak dibandingkan dengan kurikulum lain tetapi diukur dengan seperangkat objektif (tujuan khusus). Tujuan dari comparative approach adalah menilai apakah kegiatan yang dilakukan kelompok eksperimen lebih baik daripada kelompok kontrolpleh karena itu. Para pengembang kurikulum yang menggunakan sistem instruksional (model objektif) menggunakan standar pencapaian tujuan-tujuan tersebut. Menyusun materi kurikulum yang sesuai dengan tujuan tersebut. Perumusan tujuan-tujuan dari Bloom dan kawan-kawan belum sampai pada perumusan tujuan yang bersifat behavioral. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh tim pengembang model objektif. 1.

Model campuran multivariasi Evaluasi model perbandingan (comparative approach) dan model Tylor dan Bloom melahirkan evaluasi model campuran multivariasi. yaitu strategi evaluasi yang menyatukan unsur-unsur dari kedua pendekatan tersebut. 4. tingkattingkat dan unit-unit. Kegiatan guru dalam kelas. untuk menentukan di mana mereka harus mulai belajar.1. Program paket berisi program statistik yang secterhana yang tidak membutuhkan pengetahuan komputer untuk mengenakannya. . Strategi ini memungkinkan pembandingan lebih dari satu kurikulum dan secara serempak keberhasilan flap kurikulum diukur berdasarkan kriteria khusus dari masingmasing kurikulum? Seperti halnya pada eksperimen lapangan serta usaha-usaha awal dari Tylor dan Bloom. Untuk mengikuti program pendidikan. 3. 2. 3. siswa hams mengambil dulu tes penempatan. Bila ini sudah dikuasai berarti penguasaan siswa sudah sesuai dengan kriteria. Materi dan alat-alat pengajaran. Semua masalah pengolahan statistik dapat dikerjakan dengan komputer. Pedoman perosedur penulisan. Tiap butir tes berkenaan dengan keterampilan. Suatu prosedur program testing. Kemajuan siswa dimonitor oleh guru dengan memberikan tes yang mengukur tingkat penguasaan tujuan-tujuan khusils melalui pre test dan post test. Siswa dianggap mengusai suatu unit Oa memperoleh skor minimal 80. Dengan berkembangnya penggunaan komputer memungkinkan studi lapangan tidak dihambat oleh kesalahan dan kelambatan. unit atau tingkat tertentu dari tujuan khusus. Tujuan-tujuan pengajaran yang disusun dalam daerah-daerah. 5. 6. Kegiatan murid dalam kelas. Metodemetode tersebut masuk ke bidang kurikulum setelah komputer dan program paket berkembang yaitu tahun 1960. metode ini pun terlepas dari proyek evaluasi. Prosedur pengelolaan kelas. Tes untuk mengukur prestasi belajar anak merupakan bagian integral dan kurikulum. dan 7.

kemampuan komputer hanya sampai 40 variabel. Jadi model multivariasi ini lebih sesuai bagi evaluasi kurikulum skald besar. kesulitan terlalu banyaknya varaibel yang perhi dihitung pada suatu saat. dapat disiapkan tes tambahan. Di samping model-model evaluasi kurikulum di atas. tujuan maupun situasi (Situation based curriculum). CEMREL. sedangkan dengan model ini dapat dikumpulkan sampai 300 variabel Kesulitan ketiza. dan ini lebih memungkinkan daripada 10 kelas dengan 100 pengukuran. Model-model evaluasi kurikulum tersebut berkembang dari dan digunakan untuk mengevaluasi model atau pendekatan kurikulum tertentu. Tipe analisis dapat juga digunakan untuk mengukur pengaruh bersama dari beberapa variabel yang berbeda) Beberapa kesulitan dihadapi dalam model campuran multivariasi ini. 5. Model perbandingan lebih sesuai untuk mengevaluasi pengembangan kurikulum yang menekankan isi (Content based curriculum). dikenal pula beberapa model evaluasi kuiikulum ynag lebih bersifat umum.Langkah-langkah model multivariasi tersebut adalah sebagai berikut: 1. Bila semua informasi yang diharapkan telah terkumpul. Mencari sekolah yang berminat untuk dievaluasi/diteliti. maka mulailah pekerjaan komputer. zodel campuran dapat digunakan untuk mengevaluasi baik kurikulum yang menekankan isi. Sementara tim menyusun tujuan yang meliputi semua tujuan dari pengajaran umpamanya dengan metode global dan metode unsur. meskipun model multivariasi telah mengurangi masalah kontrol berkenaan dengan eksperimen lapangan tetapi tetap menghadapi masalah-masalah pembandingan. Kesulitan pertama adalah diharapkan memberikan tes statistik yang signifikan) Maka untuk itu diperlukan 100 kelas dengan 10 pengukuran. Pelaksanaan program. podel tujuan lebih sesuai digunakan dalam pengembangan kurikulum yang menggunakan pendekatan tujuan (Goal based curriculum). . Bila tidak ada pencampuran sekolah tekanannya pada partisipasi yang optimal. seperti model EPIC. 4. 2. dan model CDPP. 3.

tetapi telah tersusun sedemikian rupa sehingga membentuk satu pemikiran yang utuh tentang evaluasi kurikulum. adminsitrator. 1976: 374). Buku ini merupakan kumpulan tulisan beberapa ahli pendidikan yang berpengalaman dan memiliki spesialisasi dalam evaluasi kurikulum. content.Model EPIC atau Evaluation Programs for Innovative Curriculums menggambarkan keseluruhan program evaluasi dalam sebuah kubus. riset lapangan. family and community (Doll. educational spesialist. affective dan psychomotor. London: Houder and Stoughton. (1984).bangan baru di Inggris pada dekade 80-an. Bidang kedua adalah "instruction" atau pengajaran. di samping hasil-hasil pemikiran yang telah lama ada. testing nasional. facilities and cost. dan bidang ketiga adalah kelembagaan yang meliputi student. Kubus tersebut mempunyai tiga bidang. yang meliputi organization. BAGAN 9. Malcolm (ed). teacher. Meskipun berbentuk kumpulan tulisan. hasil evaluasi kelembagaan. Evaluasi model EPIC G. Buku Acuan Skillback. Bahan yang diuraikan mencakup perkembangan-perkem. method. Bidang pertama adalah behavior atau perilaku yang menjadi sasaran pendidikan yang meliputi perilaku cognitive. Evaluating the Curriculum in the Eighties. Buku ini memberikan tekanan dan ilustrasi tentang peranan evalausi kurikulum dalam penentuan kebijaksanaan dan .

Penyempumaan kurikulum khususnya pendidikan umumnya.pengembangan kurikulum secara komprehensif dan mutakhir. Meskipun demikian isinya sebagian besar menyangkut evaluasi tentang kurikulum serta pemanfaatan hasil evaluasi bagi penyempurnaan kurikulum. Keseluruhan isi buku ini sangat berharga bagi para ahli dan pengembang kurikulum. Buku ini berjudul Evaluasi Pendidikan dan Penentuan Keputusan. Educational Evaluation. Daniel L et al. Tulisan ini cukup substansial bagi pengkajian masalah evaluasi kurikulum dan sartgat berharga bagi para ahli pengembangan dan evaluasi kurikulum. ahli pendidikan. ahli evaluasi kurikulum. Peacock Publishers. and Decision Mak. harus didasarkan atas hasil-hasil evaluasi. komprehensif sederhana dan praktis tetapi juga mendalam.ing. berisi suatu uraian yang menyeluruh tentang evaluasi pendidikan. (1971). Buku ini memberikan landasan bagi pelaksanaan evaluasi tersebut. Illinois: F. secara konseptual. Stufflebeam. . Itasca. dan ahli adrninistrasi pendidikan. Inc.E.

Dalam diskusi pengembangan model pendidikan profesional tenaga kependidikan. Memiliki kode etik. oleh karena itu guru sebagai pelaku utama pendidikan merupakan pendidik profesional. tetapi tidak dapat digantilcan. dan tujuan pendidikan merupakan komponen utama pendidikan. 5. Sebagai pendidik profesional. yang diselenggarakan oleh PPS IKIP Bandung tahun 1990. Ada pengakuan dari masyarakat dan imbalan atas layanan profesinya. 6. . 3. 8. 7. Pendidik. guru bukan saja dituntut melaksanakan tugasnya secara pagesional. Diperoleh dengan pendidikan dalam masa tertentu yang cukup lama. 10. Aplikasi dan sosialisasi nilai-nilai profesional. peserta didik. Mendidik adalah pekerjaan profesional. yaitu: 1. Guru sebagai Pendidik Profesional Pendidikan berintikan interaksi antara pendidik (guru) dan peserta didik (siswa) untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan. dirumuskan 10 ciri suatu profesi. Ketiganya membentuk suatu triangle. tetapi juga harus memiliki pengetahuan dan kemampuan profesional. Kebebasan untuk memberikan judgment dalam memecahkan masalah dalam lingkup kerjanya. Dalam situasi tertentu tugas guru dapat diwakilkan atau dibantu oleh unsur lain seperti oleh media teknologi. hilang pulalah hakikat pendidikan.BAB 10 GURU DAN PENGEMBANGAN KURIKULUM A. Keahlian/keterampilan diperoleh dengan menggunakan teori dan metode ilmiah. 4. Didasarkan atas disiplin ilmu yang jelas. Memiliki fungsi dan signifikansi social 2. jika hilang salah satu komponen. Memiliki tanggung jawab profesional dan otonomi. Memiliki keahlian/keterampilan tertentu. 9.

3. Pada sisi lain.tions of teaching: 1. Explaining. atau antara pendidikan profesional dengan nonprofesional. but as a broad frame work for teachers to discover more about themselves in relation to the func. reporting. 12. Clarifying attitudes. Sebab sebagai suatu profesi terbuka. administering. Evaluating. masih ada anggapan masyarakat bahwa setiap orang bisa menjadi pendidik. Louis E. directing. The points are proposed. Enriching community activities. 9. recording. Participating in school activities. 8. 4. . showing how. Unifying the group. 10. Memang hal itu sukar dihindari. walaupun telah ada batas yang jelas antara pendidikan formal dengan pendidikan informal. mengemukakan sejumlah kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang guru.tugas pendidikan. Making curriculum materials. 11. not as a rating scale.profesional dan mengganggap dirinya telah memiliki profesi tersebut. juga tidak bisa dihindari banyaknya tenaga nonprofesional pendidikan yang melaksanakan tugas. problems. Participating in professional and civic life. informing. 7. mengingat banyaknya jenis dan jenjang pendidikan yang harus disediakan bagi berbagai kategori peserta didik. Initiating. Raths (1964). Organizing and arranging classroom. 6. Giving security. tetapi orang-orang yang tidak memiliki profesi dalam bidang pendidikan juga melaksanakan tugas -tugas pendidikan formal. beliefs. Diagnosing learning problems. 2.Mungkin belum seluruh ciri profesi di atas telah dimiliki secara kokoh (sempurna) oleh para pendidik kita. atau setiap orang bisa mendidik. 5.

Penampilan upaya unruk menjadikan dirinya sebagai anutan dan teladan bagi para siswanya. Kemampuan sosial. Pengelolaan program belajar-mengajar. Penguasaan landasan dan wawasan kependidikan dan keguruan. c. 8. yaitu kemampuan menyesuaikan diri dengan tuntutan kerja dan lingkungan sekitar. mencakup bahan yang akan diajarkan dan dasar keilmuan dari bahan pelajaran tersebut.Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1980) telah merumuskan kemampuan-kemampuan yang harus dimiliki guru dan mengelompok. Penguasaan bahan pelajaran beserta konsep-konsep dasar keil. Penilaian prestasi siswa. penghayatan. 3. Penampilan sikap yang positif terhadap keseluruhan tugasnya sebagai guru. . Pengelolaan kelas. 4. Penguasaan materi pelajaran. yang mencakup: a. 7.kannya atas tiga dimensi umum kemampuan. dan terhadap keseluruhan situasi pendidikan. Pengelolaan interaksi belajar-mengajar. Lebih lanjut Depdikbud (1980) merinci ketiga kelompok kernampuan tersebut menjadi 10 kemampuan dasar. 2. Pemahaman. 3. Penguasaan landasan-landasan kependidikan. keguruan dan pembelajaran siswa. yaitu: 1. dan penampilan nilai-nilai yang seyogianya dimiliki guru. Kemampuan personal yang mencakup: a. Penguasaan proses kependidikan.muannya. b. 5. 2. Pemahaman prinsip-prinsip dan pemanfaatan hasil penelitian pendidikan untuk kepentingan peningkatan mutu pengajaran. Pengenalan fungsi dan program bimbingan dan penyuluhan. b. Penggunaan media dan sumber pembelajaran. yaitu: 1. Kemampuan profesional. Pengenalan dan penyelenggaraan administrasi sekolah. 10. 9. c. 6.

selain harus menguasai kemampuan teknis pendidikan. Penguasaan kemampuan proses hams terjalin secara utuh dengan penguasaan isi. padahal cukup penting. Sepuluh kemampuan dasar yang dirumuskan Depdikbud sebenarnya baru merupakan rincian kelompok kemampuan pertama (kemampuan profesional). terhadap para siswanya. maupun dari kehidupan masyarakat. Penguasaan dan penggunaan dua belas kemampuan dari Rath atau sepuluh kemampuan dari Depdikbud. dan kemanusiaan. juga penguasaan kemampuan sosial. tetapi dengan kegiatan yang lebih luas. bekerja secara mekanistis dan formalitas. yaitu partisipasi dalam kegiatan di sekolah. Idealisme dalam perbuatan mendidik akan menumbuhkan rasa cinta pada guru terhadap profesinya. tidak berkenaan dengan teknis pengajaran. bagi pendidikan. ldealisme dan rasa cinta mendasari dan menjiwai semua perilaku mendidik. menghidupkan . yaitu cita-cita luhur yang ingin dicapai dengan pendidikan.situasi tersebut. Untuk dapat berpartisipasi dalam situasi. Dengan dasar rasa cinta itu guru akan berbuat yang terbaik bagi peserta didik. untuk mencerdaskan bangsa. dan sebagainya. karyawan. belum dirinci lebih jauh. Dua kemampuan terakhir dari Rath.Kedua belas kemampuan yang dikemukakan oleh Rath berkenaan dengan pelaksanaan pengajaran dan pengembangan kemampuan dalam me ngajar. seperti kepemimpinan. idealisme dalam pendidikan. Ada satu hal yang tidak dinyatakan secara eksplisit Rath yaitu penguasaan rnateri atau bahan pelajaran. untuk melahirkan generasi pembangunan. Kalau perbuatan mendidik hanya didorong oleh kebutuhan memperoleh nafkah. baik yang berasal dari disiplin ilmu. hubungan sosial. bangsa. dalam masyarakat biasa dan masyarakat profesional. Di antara kemampuan sosial dan personal yang paling mendasar yang harus dikuasai guru adalah idealisme. terhadap pekerjaan pendidikan. sedangkan kelompok kemampuan yang kedua dan ketiga (kemampuan sosial dan personal). dan sebagainya. hanya akan optimal apabila didasari oleh adanya idealisme. bahkan setiap orang. Idealisme seharusnya dimiliki oleh setiap profesi. atau generasi penerus yang lebih andal. Perbuatan mendidik harus dilandasi oleh sikap dan keyakinan sebagai pengabdian pada nusa. maka guru-guru hanya akan bekerja ala kadarnya. dan komunikasi dengan orang lain. dan penguasaan bidang studi.

pendorong dan pembimbing.model konsep pendidikan tersebut dalam praktik tidak lagi dipandang sebagai model pendidikan yang masing-masing eksklusif. mungkin mencampurkan dua. kemampuan-kemampuan profesional yang dirniliki hanya akan tampak seperti lampu yang kekurangan minyak.1 . sedangkan dalam konsep pendidikan pribadi. Guru sebagai Pembimbing Belajar Telah dijelaskan bahwa dalam kurikulum dapat dibedakan antara official atau written curriculum dengan actual curriculum. seperti pada Bagan 10. Dengan demikian. Tanpa idealisme dan rasa cinta.kemampuan-kemampuan profesional yang dimiliki. guru memegang peranan penting baik dalam penyusunan maupun pelaksanaan kurikulum. Model. Keempat ragam peranan tersebut sesungguhnya dapat ditempatkan dalam satu kontinum. hasilnya sangat bergantung pada apa yang dilakukan oleh guru di dalam kelas (actual). sedangkan dalam konsep teknologi pendidikan. Pada umumnya pelaksanaan pendidikan bersifat eklektik. jarang sekali digunakan satu konsep pendidikan secara utuh. tetapi dapat dipadukan atau minimal dihubungkan satu dengan yang lainnya. guru lebih berperan sebagai pengarah. Official atau written curriculum merupakan kurikulum resmi yang tertulis. guru adalah pelatih kemampuan. Dalam keseluruhan proses belajarmengajar atau pada suatu waktu tertentu mungkin salah satu peranan lebih menonjol dari yang lainnya. Beberapa ahli menyatakan bahwa betapapun bagusnya suatu kurikulum (official). guru berperan sebagai penerus dan penyampai ilmu. Dalam Konsep interaksional guru berperan sebagai mitra belajar. yang merupakan acuan bagi pelaksanaan pengajaran dalam kelas. Kurikulum nyata merupakan implementasi dari official curriculum di dalam kelas. Dalam konsep pendidikan klasik. Yang tampak adalah variasi peranan guru dalam pelaksanaan pendidikan dan pengajaran. B. Dalam praktik pendidikan di sekolah. Actual curriculum merupakan kurikulum nyata yang dilaksanakan of eh guru-guru. Pada keempat konsep pendidikan yang telah diuraikan di muka terdapat perbedaan peranan atau kedudukan guru. tiga bahkan mungkin keempat-empatnya.

konsep pendidikan mana yang paling tepat untuk mencapai tujuan tertentu bagi kelompok peserta didik tertentu. pembimbing. pembimbing dipandang model baru. dalam waktu dan kondisi tertentu pula. sesungguhnya realisasi dari peranan guru tersebut sangat situasional. pendorong.1 Ragam peranan guru dalam proses belajar-mengajar PENYAMPAIAN PENGETAHUAN PELATIH KEMAMPUAN MITRA BELAJAR PENGARAH PEMBIMBING Para pelaksana pendidikan termasuk guru sering tidak melihat keempat peranan tersebut terletak dalam kontinum. yaitu siswa. Dalam praktik yang lebih penting adalah mempertimbangkan. Sebenarnya semua konsep pendidikan itu baik atau memiliki kebaikankebaikan tertentu. tetapi pada saat lain latihan pengembangan kemampuan dengan menggunakan media pembelajaran mutakhir tepat. dan pada ujung lain peran guru sebagai pengarah. Meskipun demikian ada satu hal yang menjadi acuan bagi guru. di samping kendala-kendala tertentu pula. fasilitator. Sejalan dengan konsep pendidikan tersebut peran-peran apa yang tepat dimainkan oleh guru. pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Mereka melihatnya sebagai dua ekstrem. Pada satu ujung guru berperan sebagai penyampai ilmu dan pelatih dalam arti drilling. bukan hanya dalam pendidikan dan pengajaran tetapi juga dalam bidang -bidang lain. Pada saat dan situasi lain pengarahan dan dorongan terhadap siswa dalam merencanakan. Pandangan sederhana dan polair seperti itu memang banyak ditemukan. Tujuan utama kegiatan guru dalam mengajar ialah mempengaruhi perubahan pola tingkah laku para siswanya. sedangkan yang memberikan peranan sebagai pengarah. tidak ada yang berlaku umum. dalam memilih kegiatan yang akan dilakukan serta peranan yang akan dimainkannya.BAGAN 10. karena kondisinya mendukung. Pada saat dan situasi tertentu peran menyampaikan materi pengetahuan memang tepat dan sangat diperlukan. dan sebagainya. Perubahan ini terjadi karena guru memberikan perlakuan-perlakuan. dan mela ksanakan suatu kegiatan atau memecahkan suatu masalah adalah tepat. efektif tidaknya perlakuan . Praktik pendidikan yang memberikan peranan kepada guru hanya sebagai penyampai ilmu atau pelatih dianggap model lama. Tepat tidaknya. Jadi. karena memang hal itu sangat diperlukan dan sarananya ada. pendorong.

Antara keduanya juga tercipta hubungan sebagai mitra yang baik. jadi memungkinkan siswa untuk belajar sendiri. Kesempatan belajar yang diciptakan guru adalah agar merangsang siswa belajar. bersikap menerima. Di samping itu. guru dapat mempengaruhi perubahan tingkah laku siswa.yang diberikan guru akan menentukan usaha belajar yang dilakukan oleh siswa. sehingga memungkinkan guru mencari jalan. tetapi dengan tugas yang berbeda. Administrator mengadakan bimbingan dan supervisi dengan . Untuk mencapai kedua tujuan di atas. untuk mendorong siswa memecahkan sendiri masalah-masalah yang mereka hadapi. dengan cara itu. Guru perlu menyenangi siswanya. Hasil dan kemajuan belajar yang dicapai siswa ditentukan juga oleh bentuk hubungan antara guru dan siswa. akan meningkatkan hasil belajar mereka. Guru tak mungkin menjawab semua pertanyaan siswa. Upaya guru memberikan perlakuan tersebut erat kaitannya dengan tingkat harapan dan perubahan yang diinginkannya. dan membantu. Antara siswa dan guru perlu terjalin k erja sama yang baik dalam belajar. Tujuan lainnya adalah mendorong dan meningkatkan kemampuan sebagai hasil belajar. dan menciptakan suasana kelas yang bebas. bukan hanya dalam hubungan sebagai pembimbing dan yang dibimbing tetapi juga sebagai mitra belajar. Hubungan antara guru dengan siswa harus didukung oleh hubungan yang sejalan antara guru dengan administrator dan guru dengan orang tua siswa. mengerti. menyenangi. timbal balik antara guru dan siswa akan memperkaya kurikulum dan kegiatan belajar-mengajar pada kelas bersangkutan. Hubungan guru dengan siswa menjadi syarat mutlak. antara gu dan ru orang tua siswa. Karena itu guru harus memahami siswa yang dibimbingnya dan sebaliknya siswa harus mengakui kewibawaan pembimbingnya. Hubungan guru dengan administrator haruslah bersikap terbuka. diperlukan hubungan timbal balik antara guru dan siswa. berkreasi dan berani mencoba sendiri sesuatu usaha instruksional yang lebih baru yang dipandangnya lebih relevan dengan kegiatannya selaku guru. Kesukaan dan sikap positif siswa kepada guru. antara guru dan administrator. Jadi. Sebaliknya siswa juga harus menerima. melakukan penalaran. Minat dan pemahaman. berpikir. guru harus memberikan kesempatan. antara guru dan siswa harus tercipta hubungan sebagai mitra belajar. dan menghormati gurunya.

Semua kegiatan dan fasilitas yang dipilih serta peranan yang dilakukan guru harus tertuju pada kepentingan siswa. Pendekatan demikian pernah dilaksanakan pada delapan PPSP dengan menggunakan sistem modul. Perkembangan yang optimal hanya mungkin dapat dicapai apabila kegiatan yang dilakukan siswa dan bantuan yang diberikan guru. harus pendekatan pembelajaran yang bersifat individual. kemampuan. yang berbeda dengan individu lainnya. memilih cara pembelajaran yang sesuai dengan kondisi siswa. tetapi karena alasan-alasan tertentu. tetapi dengan tugas yang berbeda. Dalam mengoptimalkan perkembangan siswa. Dalam pendekatan klasikal sebenarnya tidak tertutup kemungkinan untuk memperhatikan perbedaan individual. karakteristik dan problem-problem sendiri. diarahkan pada memenuhi kebutuhan siswa.kemampuannya. PPSP dibubarkan dan metode tersebut tidak digunakan lagi. Salah satu prinsip pengajaran yang efektif. mendiagnosis kemampuan dan perkembangan siswa. kecepatan belajar. Pembelajaran yang betul-betul disesuaikan dengan perbedaan individual. Di sekolah. ada tiga langkah yang harus ditempuh. Orang tua bukan saja harus percaya kepada guru. Demikian pula hubungan antara guru dengan orang tua. Setiap peserta didik sebagai individu mempunyai kemampuan. keduanya memiliki tanggung jawab yang sama dalam mengembangkan pribadi anak. memahami tahap perkembangan yang telah dicapainya.sekolah biasa umumnya digunakan pendekatan yang bersifat klasikal. Kedua.maksud merangsang kegiatan belajar para siswa. akan tetapi harus memberikan dukungan dan partisipasi sebesar mungkin untuk kepentingan pendidikan anak-anak mereka di sekolah. dan siswa menguasai apa yang diberikan atau memperoleh perkembangan secara optimal. disesuaikan dengan kondisi siswa. Dengan . Guru harus mengenal dan memahami siswa dengan baik. "pendekatan multi metode-multi media". disesuaikan dengan kondisi tersebut. Konsep modul dan sistem belajar sendirinya masih dipakai pada SMP dan Universitas Terbuka. Bagaimana bentuk hubungan dan pelaksanaan hubungan-hubungan itu tentu saja perlu dibicarakan dalam kerangka yang lebih luas. adalah nnenggunakan pendekatan atau metode dan media yang bervariasi. keunggulan dan kekurangannya. Pertama. hambatan yang dihadapi serta faktor-faktor dominan yang mempengaruhinya.

Peranan Guru dalam Pengembangan Kurikulum Dilihat dari segi pengelolaannya. Dalam pembelajaran guru dapat mengadakan variasi. daerah. Pengembartgan kurikulum tersebut sudah tentu memiliki tujuan dan latar belakang tertentu yang sangat mendesak dan mendasar. kegiatan pembimbingan. antara me. di samping pembelajaran menjadi lebih menarik. Tujuan utama pengembangan kurikulum yang uniform ini adalah untuk menciptakan persatuan dan kesatuan bangsa. karena sering terjadi pergantian kegiatan. pengembangan kurikulum dapat dibedakan antara yang bersifat sentralisasi.ing dan pengayaan. C. serta memberikan standar . kurikulum disusun oleh sesuatu tim khusus di tingkat pusat.dia sederhana dengan media yang lebih kompleks. Pemilihan . bantuan. Pelaksanaan metode pembelajaran tersebut perlu disertai dengan usaha-usaha pemberian dorongan. antara belajar secara klasikal dengan belajar kelompok dan penugasan yang bersifat individual. menyajikan. Pembimbingan juga dapat berupa usaha-usaha pemberian remedial teach.menggunakan metode dan media yang bervariasi. Kurikulum bersifat uniform untuk seluruh negara. Variasi antara yang menckankan pengetahuan dengan keterampilan dan nilai-nilai. mengolah. antara metode yang lebih mengaktifkan guru dengan yang mengaktifkan siswa.desentral. Kurikulum untuk Sekolah Dasar.dan penggunaan metode dan media yang bervariasi tidak dengan sendirinya. Juga variasi antara kegiatan yang bersifat menerima. pengawasan. Sekolah Menengah Umum. dan sentral. dan penilaian. atau di luar kegiatan pembelajaran. dan Sekolah Menengah Kejuruan pada prinsipnya seragam. pengarahan dan bimbingan dari guru. Ketiga. desentralisasi. akan mengoptimalkan perkembangan siswa. Pembimbingan ini diberikan pada saat kegiatan pembelajaran. perbedaan-perbedaan individual dapat terlayani. Di Indonesia dewasa ini terutama pada jenjang pendidikan dasar dan menengah digunakan model Mi. atau jenjang/jenis sekolah. antara yang hanya menggunakan kapur-papan tulis dengan menggunakan media. Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama. Dalam pengembangan kurikulum yang bersifat sentralisasi.

Kedua. yang ingin mengutamakan golongan atau kelompoknya dan menggunakan sekolah sebagai alat untuk mencapai tujuan tersebut. adanya golongan atau kelompok tertentu dalam masyarakat. dan manajemen yang mapan.bangan intelek. penilaian sering dilakukan secara seragam pula. Jumlah yang demikian ini tampaknya jauh lebih banyak dibandingkan dengan sekolah yang telah mapan. Model pengembangan ini memiliki beberapa kelemahan. Model pengembangan kurikulum yang bersifat sentralisasi mempunyai beberapa kelebihan di samping juga kelemahan. Kelebihannya selain mendukung terciptanya persatuan dan kesatuan bangsa. wilayah negara Indonesia luas sekali. kondisi dan karakteristik tiap daerah berbeda-beda. Dalam kurikulum yang seragam. fasilitas yang memadai. dan fasilitas. Hal-hal di atas tampaknya sesuai dengan kondisi dan tahap perkembangan negara kita dewasa ini. ada daerah tertutup ada yang terbuka. karena segalanya masih berada pada tingkat darurat. sukar sekali. Kedua. karena memililci personalia. Ketiga.beda. waktu. Pertama. juga model ini mudah dikelola. Hal itu dilatarbelakangi oleh beberapa kondisi. Penyeragaman yang sangat jauh dari kondisi dan sifat sesuatu wilayah akan menghambat kepesatan perkembangan wilayah tersebut. dapat memperlambat kemajuan sekolah yang sudah mapan dan menyeret perkembangan sekolah yang masih terbelakang. ada daerah kaya dan daerah miskin dan sebagainya. Yang dimaksudkan dengan seragam dalam penilaian yaitu kesamaan di dalam segi yang dinilai. prosedur dan alat penilaian serta standar . perkembangan dan kemampuan sekolah juga berbeda. dimonitor dan dievaluasi. Ada sekolah yang sudah mapan mampu berdiri sendiri dan melakukan pengembangan sendiri. ada yang sudah maju sekali dan ada yang sangat terbelakang. Pertama. serta lebih hemat dilihat dari segi biaya. Seko yang lah lain kondisinya sangat memprihatinkan. menyeragamkan kondisi yang berbeda-beda keadaan dan tahap perkem. Keem pat. ketidakadilan dalam menilai hasil. alam dan sosial budayanya. dan tercapainya standar minimal penguasaan/perkembangan anak. Penyeragaman dapat menghambat kreativitas. terbentuk atas pulau-pulau yang satu sama lain letaknya berjauhan dan terpisahkan oleh laut.penguasaan yang sama bagi seluruh wilayah.

kelebihan dan kekurangannya kita akan mencoba melihat peranan guru di dalamnya. atau rancangan bagi pelaksanaan pengajaran di kelas. Pengembangan kurikulum pada tahap perancangan berkenaan dengan seluruh kegiatan menghasilkan dokumen kurikulum. Kedua dimensi pengembngan kurikulum tersebut dapat dilihat pada Bagan 10. Pelaksanaan kurikulum atau disebut juga implementasi kurikulum. Evaluasi kurikulum merupakan kegiatan menilai pelaksanaan dan hasil-hasil penggunaan suatu kurikulum. sedangkan bagi sekolah yang hasilnya sangat jelek akan mengakibatkan rasa rendah din. Di muka telah dibahas bahwa dalam wilayah Indonesia yang luas ini terdapat keragaman kondisi alam. pelaksanaan dan evaluasi. Terlepas dari pro dan kontra. Ketiga. sosial budaya.2 Bagan 10. Bagi sekolahsekolah yang kebetulan hasilnya sangat baik dapat menimbulkan sikap kecongkakan. Pengabaian faktor-faktor yang mempengaruhi proses pendidikan merupakan suatu ketidakadilan. atau meliputi seluruh wilayah. Hasil pendidikan dan pengajaran sangat dipengaruhi oleh faktorfaktor di atas. Kurikulum makro yaitu kurikulum yang menyeluruh meliputi semua komponen. atau kurikulum tertulis. meliputi kegiatan menerapkan semua rancangan yang tercantum dalam kurikulum tertulis. Kurikulum juga dapat dilihat dalam lingkup makro dan juga mikro.penilaian. Kurikulum mikro merupakan jabaran atau rincian dari kurikulum makro.2 Tahap dan Lingkup Pengembangan Kurikulum . kemampuan dan fasilitas sekolah. ketidakjujuran dalam penilaian. Peranan guru baik dalam model sentralisasi maupun desentralisasi dapat dilihat dalam tiga tahap. Dalam situasi yang tidak sehat bukan tidak mungkin terjadi pembocoran soal. yaitu tahap perancangan. di samping adanya cemoohan dari berbagai pihak. atau seluruh siswa pada jenjang pendidikan tertentu. dan sebagainya. tingkat intelek. penggunaan standar yang sama untuk semua sekolah di seluruh wilayah akan memberikan gambaran hasil yang beragam dan menunjukkan adanya perbedaan yang sangat ekstrem.

disebut satuan pelajaran. Kurikulum makro disusun oleh tim atau komisi khusus. kesungguhan. mampu memilih dan melaksanakan metode mengajar yang sesuai dengan kemampuan siswa. catur wulanan. bahan pelajaran dan banyak mengaktifkan siswa. menciptakan situasi . Peranan guru dalam pengembangan kurikulum yang bersifat sentralisasi Dalam kurikulum yang bersifat sentralisasi. satu semester. dan evaluasi. Ia juga hendaknya melakukan berbagai upaya untuk membangkitkan motivasi belajar. catur wulanan. menyusun dan melaksanakan evaluasi. Guru menyusun kuriku. serta menyusun program dan alat evaluasi yang tepat. Menjadi tugas gurulah menyusun dan merumuskan tujuan yang tepat. sedangkan kurikulum untuk beberapa minggu atau hari. Kurikulurn untuk saw tahun. memilih dan menyusun bahan pelajaran yang sesuai dengan kebutuhan. satu catur wulan. satu semester atau satu catur wulan disebut juga program tahunan. Implementasi kurikulum hampir seluruhnya bergantung pada kreativitas. Guru juga berkewajiban untuk menjelaskan kepada para siswanya tentang apa yang akan dicapai dengan pengajarannya. guru tidak mernpunyai peranan dalam perancangan. memiliki metode dan media mengajar yang bervariasi. tetapi guru masih mempunyai tugas untuk mengadakan penyempurnaan dan penyesuaian-penyesuaian. bahan pelajaran. semesteran. Penyusunan kuri. ataupun satuan pelajaran memiliki kornponen-komponen yang sama yaitu tujuan. metode dan media pembelajaran. yang terdiri atas para ahli. beberapa minggu ataupun beberapa hari saja. kecakapan. dan evaluasi kurikulum yang bersifat makro. baik untuk mengevaluasi perkembangan atau hasil belajar siswa untuk menilai efisiensi pelaksanannya itu sendiri. Suatu kurikulum yang tersusun sistematis dan rinci akan sangat memudahkan guru dalam implementasinya.kulum mikro dijabarkan dari kurikulum makro. minat dan tahap perkembangan anak. mereka lebih berperan dalam kurikulum mikro. Guru hendaknya mampu memilih.lum dalam bidangnya untuk jangka waktu satu tahun. hanya keluasan dan kedalamannya berbeda-beda.1. dan ketekunan guru. semesteran. Guru hendaknya mampu memilih dan menciptakan situasi-situasi belajar yang menggairahkan siswa. Program tahunan. Walaupun kurikulum sudah tersusun dengan berstruktur.

guru) untuk mengembangkan din. dengan demikian akan terjadi semacam kompetisi dalam pengembangan kurikulum. perkembangan daerah serta kemampuan sekolah atau sekolah-sekolah tersebut. adalah: (1) tidak adanya keseragaman. (5) belum semua sekolah/daerah mempunyai kesiapan untuk menyusun dan mengembangkan kurikulum sendiri. memberikan pengarahan dan bimbingan. tiap sekolah atau wilayah mempunyai kurikulum sendiri. (4) ada rnotivasi kepada sekolah (kepala sekolah. Guru memberikan tugas-tugas individual atau kelompok yang akan memperkaya dan memperdalam penguasaan siswa. untuk situasi yang membutuhkan keseragaman demi persatuan dan kesatuan nasional. Bentuk kurikulum seperti ini mempunyai beberapa kelebihan di ‡samping juga kekurangan. Kelebihan-kelebihannya. Kurikulum ini diperuntukkan bagi suatu sekolah atau lingkungan wilayah tertentu. Dengan demikian kurikulum terutama isinya sangat beragam. (2) kurikulum sesuai dengan tingkat dan kemarnpuan sekolah. (3) disusun oleh guru-guru sendiri dengan demikian sangat memudahkan dalam pelaksanaannya. (4) sukar untuk mengadakan pengelolaan dan penilaian secara nasional. Dalam kondisi ideal guru juga berperan sebagai pembimbing.kompetitif dan kooperatif. (2) tidak adanya standar penilaian yang sama. berusaha memahami secara saksama potensi dan kelemahan siswa. finansial maupun manajerial. bentuk ini kurang tepat. Beberapa kelemahan bentuk kurikulum ini. baik kemampuan profesional. (3) adanya kesulitan bila terjadi perpindahan siswa ke sekolah/ wilayah lain. . mencari dan menciptakan kurikulum yang sebaik-baiknya. Peranan guru dalam pengembangan kurikulum yang bersifat desentralisasi Kurikulum desentralisasi disusun oleh sekolah ataupun kelompok sekolah tertentu dalam suatu wilayah atau daerah. 2. sehingga sukar untuk diperbandingkan keadaan dan kemajuan suatu sekolah/wilayah dengan sekolah/wilayah lainnya. serta membantu mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi siswa. di antaranya (1) kurikulum sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat setempat. tetapi kurikulum ini cukup realistis. kebutuhan. Pengembangan kurikulum semacam ini didasarkan atas karakteristik.

tetapi peren. pada IKIP atau FKIP ada kelompok-kelornpok mata kuliah dasar umum. pemikir. Tiap universitas. atau akademi mempunyai otonomi untuk menyusun dan mengembangkan kurikulum sendiri. mereka mempunyai perasaan turut memiliki kurikulum dan terdorong untuk mengembangkan pengetahuan dan kemampuan dirirtya dalam pengembangan kurikulum. satu berbeda dengan yang lainnya.desentralisasi.kan. penyusun. ditentukan atau disusun bersama di tingkat nasional. Dewasa ini kadar desentralisasinya agak berkurang. tetapi juga di dalarn menyusun kurikulum yang menyeluruh untuk sekolahnya. bentuk campuran antara keduanya dapat digunakan. peranan guru dalam pengembangan kurikulum lebih besar dibandingkan dengan yang dikelola secara sentralisasi. dan proses belajar mengajar yang seluruhnya seragam. yaitu bentuk sentraldesentral. dengan adanya usaha-usaha ke arab penyeragaman. dengan demikian pelaksanaan kurikulum di dalam kolas akan lebih tepat dan lancar. FKIP ini mungkin dapat diklasifikasikan sebagai kurikulum sentralisasi. pengernbang dan juga pelaksana dan evaluator kurikulum. institut. Perbedaan antara suatu IKIP dengan IKIP lainnya adalah pada kelompok mata kuliah kejuruan atau spesialisasi. Guru bukan hanya berperan sebagai pengguna.kelompok mata kuliah atau program inti yang seragam. dasar keguruan. atau satuan pelajaran. Bentuk kurikulum yang berlaku pada IKIP. Dalarn kurikulum yang dikelola secara desentralisasi dan sampai batasbatas tertentu juga yang sentralisasi-desen-tralisasi. bukan hanya dalam penjabaran kurikulum induk ke dalam program tahunan/semester/ catur wulan. Sebagai contoh. Untuk beberapa perguruan tinggi sejenis dikembangakan kerangka kurikulum dan kelompok.cana. Guru-guru turut berpartisipasi. Karena guru-guru sejak awal penyusunan kurikulum telah diikutserta. Dalam kegiatan seperti itu. . Guru-guru turut memberi andil dalam merumuskan setiap komponen dan unsur dari kurikulum. mereka akan memahami dan benar-benar menguasai kurikulumnya.Untuk mengatasi kelemahan kedua bentuk kurikulum tersebut. Beberapa waktu yang lampau di Perguruan Tinggi di Indonesia digunakan model pengembangan kurikulum yang sifatnya desentralisasi.

berkenaan dengan penyediaan fasilitas belajar bagi semua anak usia sekolah. dan tenaga kependidikan lainnya. Hal itu berkenaan dengan penyediaan ruang kelas. terutama dengan diterapkannya wajib belajar sembilan tahun. Dalam pendidikan di Indonesia kita menghadapi dua masalah besar. hal itu kemungkinan besar disebabkan keberhasilan program keluarga berencana. yaitu masalah kuantitas dan kualitas pendidikan.sekolah adalah kebijaksanaan pemerintah yang memberikan kesempatan yang luas dalam pendidikan. Akibatnya sekolah-sekolah setiap tahun dihadapkan pada masalah melimpahnya calon murid yang semakin membengkak. guru. Kecuali di sekolah dasar. Pendidikan Guru 1. tetapi tanpa guru proses pendidikan hampir tak mungkin dapat berjalan. Telah disinggung sebelumnya bahwa pertarnbahan jumlah siswa tersebut selain menuntut penambahan ruang kelas. gedung peralatan dan sebagainya proses pendidikan masih dapat berjalan walaupun dalam keadaan darurat.D. Di samping itu. kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan telah sernakin besar dan kemampuan ekonomi orang tua juga telah semakin baik. Sebab lain yang mendorong pertambahan calon siswa ke sekolah. peralatan sekolah dan peralatan belajar. Hal itu menyebabkan makin membesarnya jumlah calon murid ke sekolah dasar. gedung dan peralatan sekolah. Masalah pendidikan guru Masalah pendidikan guru tidak dapat dilepaskan dari masalah pendidikan secara keseluruhan. Meskipun persentasenya sudah semakin mengecil tetapi angka pertambahan kelahiran total masih cukup besar. Guru memegang peranan kunci bagi berlangsungnya kegiatan pendidikan. clan perguruan tinggi. gedung. Salah satu penyebab utama yang menuntut pengembangan kuantitas pendidikan adalah angka kelahiran. SLA. pada daerah-daerah tertentu terjadi pengurangan jumlah murid. Dengan penambahan jumlah siswa tersebut dibutuhkan penambahan tenaga guru . Masalah pertama kuantitas pendidikan. juga menuntut penambahan jumlah tenaga guru. Membesarnya jumlah murid SD dengan sendirinya mengakibatkan membesarnya juga jumlah siswa SLP. Tanpa kelas.

Keempat. Hanya yang memperlihatkan hasil-hasil yang baiklah yang dapat diluluskan. Standardisasi pendidikan guru Ada beberapa prinsip yang perlu dijadikan pegangan dalam pengembangan pendidikan guru. tetapi prosedurnya cukup fleksibel sehingga dapat menjaring calon-calon yang potensial dan cocok. SLA maupun perguruan tinggi. pertama guru belum atau tidak bekerja dengan sungguh-sungguh. salah satu program yang sampai sekarang masih berjalan adalah program bantuan pengembangan profesi. yang lain perlu pembinaan lagi. Masalah kedua yang dihadapi dunia pendidikan di Indonesia adalah menyangkut kualitas. syarat untuk masuk ke lembaga pendidikan guru (tingkat universitas) harus standar. baik melalui pendidikan prajabatan (pre-service education). Ketiga. Masyarakat dan para ahli pendidikan banyak yang mensinyalir bahwa mutu pendidikan dewasa ini belum seperti yang diharapkan. 2. program pendidikan guru perlu diakreditasi dengan standar yang memungkikan calon guru bisa bekerja . pengamatan praktik secara langsung dan melalui video. maupun pendidikan dalam jabatan (in-service training). seperti: tes tertulis. Banyak faktor yang mungkin melatarbelakangi hal tersebut. minimal satu bidang spesialisasi.yang cukup besar pula setiap tahunnya baik untuk tingkat SD. Hal itu pun mungkin disebabkan dua hal. Salah satu pendekatan yang telah dilaksanakan dalam pendidikan prajabatan adalah pendekatan kompetensi. Banyak cara yang telah ditempuh dalam meningkatkan kompetensi guru. adalah karena faktor guru. dan kedua mungkin karena kemampuan profesional guru yang memang masih kurang. serta karakteristik pribadi yang dim i liki yang sesuai dengan sifat jurusan /program yang dipilih. Selain masih kurangnya sarana dan fasilitas belajar yang tersedia. lisan. sedangkan pelatihan dalam jabatan. yaitu pendidikan umum. Penerimaan didasarkan atas pertimbangan potensi. perkembangan calon guru dinilai selama program berlangsung dengan teknik penilaian yang bervariasi. serta penilaian atas hasil kerja mereka. SLP. kecakapan. Kedua. program pendidikan guru hendakriya memiliki tiga komponen yang terintegrasi. dan keahlian dalam kurikulum dan pengajaran. Pertama.

irnplementasi. pelaksanaan maupun evaluasi program pendidikan guru. 3. Perencanaan program didasarkan atas pengetahuan tentang apa yang akan dikerjakan guru di sekolah. Program disusun dan dikembangkan oleh ekspert dalam ilmu pendidikan (pedagogy). bidang studi dan profesi kurikulum. standar yang digunakan serta memberikan sertifikasi terhadap guru. Kelima. berisi pemberian kesempatan untuk pengembangan sikap. Implernentasi program sejalan dengan tujuan dan rencana prog. a. Program disusun secara sistematis dan berisi perpaduan antara pendidikan umum. Pendidikan guru perlu memiliki suatu standar. para guru dan pelaksana pendidikan. Implementasi program 1. 2. dalam bidang studi (spesilisasi) bersama para praktisi pendidikan. Dengan mengacu pada National Education Association (NEA) Amerika Serikat. Perencanaan program 1. 4. standar pendidikan guru meliputi lima komponen pendidikan. Lembaga ini dikelola oleh para ahli pendidikan guru. Program menyediakan kesempatan yang cukup bagi calon guru untuk mempraktikkan apa yang mereka pelajari. Prosedur penerimaan siswa. Dosen lembaga pendidikan guru memiliki pengetahuan praktis tentang lapangan (sekolah dan pelaksanaan pengajaran). dan keterampilan yang esensial bagi pelaksanaan pengajaran yang efektif. 5. personalia. yaitu: perencanaan. dan isi program serta keang.ram. Rencana program bersifat menyeluruh.dengan baik. baik dalam pengembangan. pembinaan serta pelulusannya sesuai dengan tujuan program. penguasaan pengetahuan. 2. 4. 3.gotaan dalam profesi guru. yang akan menjadi acuan. Tujuan program adalah menyiapkan calon guru agar mampu mengajar secara efektif. perlu ada lembaga yang memberikan legalitas terhadap kelayakan program pendidikan guru. . b.

Personalia program 1. 7. 2. Program memadukan metode mengajar dengan bahan pelajaran. 2. 4. Program menyediakan pengajaran untuk pendidikan umum 3. Program menyediakan kesempatan bagi calon guru untuk memperoleh dan menerapkan pengetahuan dan keterampilan secara efektif terhadap siswa dari berbagai latar belakang budaya. 3. d. Program menyediakan pengajaran bidang studi secara mendalam. Bahan pelajaran 1. ras. dan sosial ekonomi. 6. dan penentuan kebijaksanaan personalia didasarkan atas hasil evaluasi tsb. Program menyediakan pengajaran tentang pertumbuhan dan perkembangan anak. .5. pemecahan masalah dan kreativitas. Dosen lembaga pendidikan guru dan guru-guru di lapangan memperlihatkan sikap dan perilaku seperti yang diharapkan dalam program. Isi program 1. dipersiapkan khusus melalui latihan yang intensif dalam bidangnya. bahasa. Dosen. guru pamong dan staf lainnya dievaluasi dengan kriteria standar. agama. Proses pengajaran 1) Program menyediakan pengajaran bagi pengembangan fisik dan intelek siswa dari berbagai latar belakang. baik yang berkenaan dengan bahan yang a kan diajarkan maupun bahan yang berhubungan erat. Program menyediakan pengajaran tentang bagaimana siswa belajar. 2. 5. Dosen dan guru-guru yang membimbing calon guru. Program menyediakan pengajaran tentang berpikir kritis. Program menyediakan latihan bagi penguasaan keterampilan dasar yang belum dimiliki calon guru pada waktu masuk. c.

6) Program meliputi pengajaran tentang pengelolaan kelas. walaupun untuk butir. 5) Program menyediakan pengajaran bagaimana bekerja dan membantu anak anak yang berkelainan. 4) Program menyediakan pengajaran bagimana menggunakan bahan cetak. 7) Program menyediakan pengajaran tentang pengembangan keterampilan hubungan interpersonal dan proses kelompok. 12) Program menyediakan pengajaran tentang hak dan tanggung jawab guru dart siswa. Hampir seluruh butir standar dapat diterapkan. e. atau penerapannya secara berangsur-angsur. Perencanaan dan implementasi program pendidikan guru di Indonesia dapat dikembangkan dengan menggunakan standar NEA sebagai acuan. pentingnnya dan sumbangan sekolah terhadap pembangunan bangsa. 9) Program menyediakan pengajaran tentang penilaian proses dan hasil belajar. 10) Program menyediakan pengajaran tentang peranan. 8) Program menyediakan pengajaran tentang keterampilan berkomunikasi secara luas.2) Program menyediakan pengajaran tentang strategi pemgajaran. 11) Program menyediakan pengajaran tentang kebijaksanaan pemerintah dan pengelolaan pendidikan. bukan cetak dan alat-alat teknologi. fungsi berbagai organisasi profesi dan tanggung jawab anggota suatu organisasi profesi. . 3) Program menyediakan pengajaran tentang peranan guru dalam penentuart keputusan. 2) Program menyediakan pengajaran tentang hubungan antara organisasi profesi dengan lembaga-lembaga pemerintah yang mengelola pendidikan. Keanggotaan profesi 1) Program menyediakan pengajaran tentang bagaimana suatu profesi diorganisasi.butir tertentu membutuhkan beberapa penyesuaian. terutama yang berhubungan dengan peranan profesional guru.

Hal yang sama juga berlaku agar para guru di sekolah merasa enjoy dengan pekerjaannya.Idnkan para siswa calon guru. Apakah imbalan finansial yang akan menumbuhkan enjoyness? atau pimpinart yang bijaksana dengan kepemimpinannya yang terbuka? atau . menjadi barisan terdepan dalam pembinaan profesi guru. ten.tang program dan standar program pendidikan guru. tetapi juga bisa banyak. Pertarna. pengembangan program pendidikan guru yang bermutu standar membutuhkan kepedulian. Kedua. perlu adanya kesamaan pandangan dari berbagai pihak yang berkepentingan dan terlibat dalam pengembangan pendidikan guru. perlu adanya kesiapan terutama dari para pengelola dan pelaksana program. Mereka harus menjadi ekspert dan sekaligus contoh model bagi para siswa pendidikan guru. agar guru-guru yang dihasilkan dari lembaga pendidikan guru. betul-betul bisa mengajar diperlukan pengalaman praktik yang memadai. Upaya apa yang harus dilakukan agar tercipta kondisi tersebut? Suatu pekerjaan akan dilakukan dengan sungguh-sungguh dan penuh semangat. Sudah siap dan akan siapkah par dosen dan gurua guru di lapangan untuk menjadi ekspert dan model guru yang didambakan? Apa yang harus dilakukan terlebih dahulu agar mereka betul-betul siap? Guru profesional bukan hanya tahu banyak. apabila para pelaku pekerjaan itu merasa enjoy dengan pekerjaan tersebut. Dosen lembaga pendidikan guru dan guru pamong. Untuk itu diperlukan tempat praktik yang representatif yang memung. Pengembangan program pendidikan guru yang bermutu standar membutuhkan dalam menilai kompetensi. dengan fasilitas dan peralatan praktik yang memadai. selain akan menghambat kelancaran pengembangan program. belajar berlatih dan berbuat banyak. juga bisa menghambat pencapaian program yang bermutu. membutuhkan beberapa hal.Peningkatan mutu pendidikan guru melalui penerapan standar. Beberapa butir dalam standar menekankan hal itu. Ketiga. Adanya perbedaan pandangan yang jauh. Apa yang harus diupayakan agar para pelaksana pendidikan guru merasa enjoy. motivasi dan dedikasi yang tinggi dari para pelaksananya. Ini me nyangkut tersedianya tempat praktik yang representatif. harus: Keempat.

b. Dalam tulisan ini keduanya dipandang sama. Beberapa ahli lebih setuju memakai kata performance (perbuatan atau perilaku) daripada competence. Penilaian kompetensi siswa:   Menggunakan perbuatan siswa sebagai sumber pertama.  Dapat dikenal secara umum. adalah model pendidikan guru berdasarkan kompetensi (PGBK) atau competence based teacher education (CBTE). Kompetensi (pengetahuan.  Harus objektif.  Kriteria tersebut harus dipublikasikan. Pendidikan guru berdasarkan kompetensi Salah satu model pendidikan guru yang mungkin bisa mencapai standar. Stanley Elam (1971) merumuskan beberapa unsur yang esensial dalam PGBK. c. Unsur-unsur itu berkenaan dengan program pendidikan.sistem kenaikan pangkat yang terbuka yang memungkinkan guru-guru (termasuk guru sekolah dasar) bisa mencapai golongan IVe? atau faktor-faktor lainnya? 3. Dirumuskan secara jelas sehingga dapat diukur dalam perilaku siswa sebagai perwujudan kemampuannya. . 1) Berkenaan dengan program pendidikan Elam merumuskan unsurunsur sebagai berikut: a. menginterpretasikan. karena dipandangnya lebih luas. dan minilai situasi atau perilaku. pelaksanaan program serta hal-hal yang bersifat umum. juga mengguriakan pengetahuan siswa yang berkaitan dengan rencana untuk menganalisis. keterampilan dan perilaku) yang diperlihatkan siswa:   Berasal dari konsep yang tampak dari perenan guru.  Dirumuskan secara eksplisit dan menunjuk pada tingkat penguasaan tertentu. Kriteria yang digunakan untuk mengukur kompetensi:  Didasarkan dan disesuaikan dengan kompetensi-kompetensi yang spesifik.

personal dan independen. 2.kemampuan tertentu. kegiatan pembelajaran. Siswa dinyatakan telah selesai dalam sutau program. Semua komponen pengajaran tersusun secara sistematis terarah pada pencapai tujuan tertentu. Berkenaan dengan pelaksanaan program menurut Elam PGBK memiliki karakteristik sebagai berikut: a. d. dan bukan ditentukan oleh waktu atau mata pelajaran yang telah ditempuh. karena tiap siswa punya latar belakang dan tujuan yang berbeda. Setiap basil yang is memperoleh merupakan umpan balik yang menentukan kegiatan selanjutnya. dan perbaikan) ditujukan membantu siswa menguasai kemampuan. Modul merupakan seperangkat kegiatan belajar. 3. f. Penekanan program pengajaran adalah pada keluaran (hasil) dan bukan pada masukan. e. dengan unsur-unsur (tujuan.d. Perkembangan siswa dalam menempuh program pendidikan ditentukan oleh kompetensi yang telah dikuasai. apabila telah mengusai semua kemampuan yang dituntut. b. Program pengajaran tersusun dalam suatu sistem. maju sesuai dengan iramanya sendiri. Dalam PGBK waktu bukan sesuatu yang konstan tetapi hanya sebagai variabel. Pelaksanaan pengajaran bersifat modular. Pengajaran bersifat individual dan personal. c. Program pengajaran ditujukan untuk mendorong perkembangan siswa serta menilai penguasaan siswa tentang kornpetensi kompetensi tertentu. menurut Elam ada beberapa karakteristik dasar yang menyangkut hal-hal lain yang lebih umum. prasyarat. Pengalaman belajar siswa dituntun oleh umpan balik yang diterima dari teman. pasca-penilaian. Pengajaran modular memungkinkan pengajaran bersifat individual. pra-penilaian. dari guru atau dari dirinya sendiri. . Di samping dua komponen PGBK di atas. maka pengajaran sangat bersifat personal dan individual. e.

Guru menguasai teknik-teknik komunikasi serta strategi mengajar dengan baik. Pendidikan guru yang didasarkan atas kompetensi mengajar dan PGBK mempunyai beberapa proposisi: 1. Pembinaan profesional bukan hanya pada pendidikan pra-jabatan tetapi diteruskan dalam pengembangan karier. harus mampu mendiagnosis. g. tetapi juga harus menguasai teknik-teknik pengajaran. Dalam pelaksanaan pengajaran siswa banyak mendapat kesempatan berlatih membuat penentuan keputusan. b. Siswa bukan saja harus menguasai teknik-teknik pengajaran. Dalam perbuatannya guru merefleksikan profesionalisme. . Untuk memberikan umpan batik dalam rangka perbaikan dan mengadakan regeneratif maka siswa juga mengadakan penclitian. Dalam keputusan is ambit secara rasional. 2. Program pengajaran berpusat pada lapangan. Karena PGBK menekankan pada perbuatan maka kegiatan pengajarannya sebanyak-banyaknya dilaksanakan di lapangan dalam situasi yang nyata.lem pengajaran. 4. 5.a. e. d. mengintegrasikan dan memecahkan problem-prob. 3. serta menilai hasil dan pelaksanaannya. keterampilan pengetahuan. Guru adalah orang yang berpendidikan luas dengan latar belakang bidang pengajaran yang mendalam. Perbuatan guru memanifestasikan penguasaan behavioral science yang luas.penelitian. Bahan-bahan memungkinkan dan pengalaman disiapkan dalam bentuk yang dan banyak mendapatkan konsep. Siswa membuat keputusan tentang pengajarannya. ia pula yang mencobanya. Guru dan siswa bersama-sama merencanakan pengajaran. c. Bahan-bahan disusun dalam bentuk materi protokol dan dibantu atau diintegrasikan dengan materi latihan. f.

Menyesuaikan pengajaran dengan latar belakang budaya siswa. 3. 6. 9. emosi. 4. Sensitif terhadap kebutuhan dan perasaan sendiri dan juga terandap kebutuhan dan perasaan orang lain. 11.Menurut Robert Houston dan Howard L. 10. Menguasai bidang studi yang akan diajarkannya. Memperlihatkan pola-pola komunikasi yang efektif dalam kelas. Jones ada lima belas kompetensi yang harus dimiliki guru yaitu: 1. yaitu: IKIP. Menganalisis efektivitas keprofesionalannya dan terus berusaha memperluas efektivitas tersebut. Menggunakan sumber-sumber yang sesuai untuk mencapai tujuan pengajaran. intelektual siswa. Merumuskan tujuan-tujuan instruksional yang didasarkan atas kebutuhan siswa. dan STKIP yang merupakan lembaga pendidikan guru pada jenjang perguruan tinggi. sosial. 14. 2. 8. Memonitor proses dan hasil belajar dan mengadakan perbaikan pengajaran. jasmaniah. jasmani dan intelek siswa. Menggunakan keterampilan manajerial dan organisasi dalam mendorong perkembangan sosial. IKIP. 7. Melaksanakan pengajaran sesuai dengan rencana tersebut 5. FKIP. STKIP sebagai lembaga pendidikan guru Di Indonesia dewasa ini. 12. dan PGA pada jenjang pendidikan menengah. 15. Dewasa ini penyiapan . FKIP. Mendiagnosis kebutuhan emosional. 4. Sebelumnya pada jenjang pendidikan menengah juga ada SPG dan SGO yang menyiapkan calon-calon guru sekolah dasar. Bekerja efektif dalam kelompok profesional. kita mempunyai dua kelompok lembaga pendidikan guru. Membuat rencana pelajaran untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. 13. Memperlihatkan keterampilan mengajar dan model-model pengajaran untuk mencapai tujuan tertentu bagi siswa tertentu. Merencanakan dan melaksanakan penilaian untuk menilai hasil belajar siswa dan efektivitas pengajaran.

mempunyai jumlah fakultas. sedang non. FKIP. jenjang Pascasarjana (52) rentang studi 12-18 semester dan jenjang Doktor (S3) rentang 16-22 semes. FKIP merupakan lembaga pendidikan guru. Meskipun ada tiga lembaga formal lembaga pendidikan guru berjenjang pendidikan tinggi. tujuan dan misinya sama. berstatus fakultas berada di universitas (di bawah Rektor). berada langsung di bawah Mendikbud. FKIP. FKIP. Program non-gelar disebut juga program Diploma. dan STKIP sebagai lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) yang menyiapkan guru dan tenaga kependidikan lainnya pada jenjang Sekolah Dasar. FKIP.ploma II paket kurikulum 4 semester. perbedaannya hanya pada keorganisasiannya saja. rentang studi 6-10 semester clan Diploma 4 paket kurikulum 8 semester. tetapi kedudukannya otonom seperti IKIP (di bawah Menteri). dan rentang studi 2-4 semester. tetapi dasar. Diploma 3 paket kurikulum 6 semester. LPTK (IKIP. Sekolah Lanjutan Pertama dan Sekolah Lanjutan Atas serta LPTK sendiri. dan STKIP. Di. Selama ini . Dewasa ini yang menyelenggarakan jenjang program S2 dan S3 hanya beberapa IKIP. dan program studi. program gelar clan non-gelar. yaitu Sarjana (Si) dengan rentang studi 8-14 semester. dan STKIP) mempunyai misi menyiapkan tenagatenaga profesional di bidang kependidikan.gelar pada keahlian profesional.guru-guru sekolah dasar dikerjakan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) yang merupakan Program D2 pada IKIP. terdiri atas Diploma I dengan paket kurikulum 2 semester. jurusan.ter di atas SMTA. Menurut Kepmen 211 tahun 1982. yaitu IKIP. Dalam bagian ini yang akan dibahas terbatas hanya pada IKIP. belum ada FKIP dan STKIP yang menyelenggarakan jenjang program S2 dan S3. rentang studi 8-14 semester di atas SMTA. dan STKIP. IKIP sebagai lembaga pendidikan guru berstatus institut merupakan lembaga otonom. Program gelar memberikan tekanan pada pembentukan keahlian akadernik. rentang studi 4-6 semester. dalam berbagai bidang keahlian/program studi. ada tiga jenjang program gelar. STKIP setara dengan FKIP mempunyai beberapa Jurusan dan Program Studi. mempunyai sejumlah Jurusan dan Program Studi.

bahasa dan sastra. kependidikan ditempuh setelah menguasai bidang studi.masing beban studinya 20 SKS. dan pendidikan luar biasa. Peningkatan profesionalisme para dosen dilakukan melalui program S2 dan S3. Akta I setelah memiliki 20 SKS. Akta II setelah memiliki 60 SKS. Ada lima jenjang program Akta. Selain kedua program di atas.program Diploma yang dilaksanakan di LPTK adalah Diploma II dan III. STLP maupun SLTA. bidang bimbingan dan konseling. masing. Akta IV setelah memiliki 124 SKS dan Akta V setelah memiliki 160 SKS pada bidang studi non-kependidikan. Program ini ditujukan untuk memberikan wewenang kependidikan khususnya wewenang mengajar. Prinsip penting . hanya berbeda jumlah SKS yang telah dimiliki pada bidang studi non-kependidikan. Secara garis besar ada dua jenis keahlian yang dibina pada LPTK. kecuali untuk program akta bagi talon guru dari luar LPTK menggunakan model pendidikan berurutan (consecutive model). Untuk tenaga guru SLTP. pendidikan luar sekolah. harus mengambilnya secara terpisah. Akta III setelah memiliki 90 SKS. Pada beberapa IKIP mulai dirintis pengembangan PGTK untuk guru Taman KanakKanak. matematika dan ilmu pengetahuan alam. baik untuk jenjang Sekolah Dasar. dan dewasa ini program Diploma III juga sudah mulai tidak dibuka lagi. ada lagi satu program yang diterapkan pada LPTK. Untuk tenaga non-guru disiapkan dalam program Si. ada program guru kelas ada guru bidang studi khususnya pendidikan jasmani. Walaupun LPTK umumnya tidak menerapkan konsep PGBK secara utuh. yaitu program Akta. teknologi pendidikan. Penyiapan guru Sekolah Dasar dilaksanakan dalam program D2 PGSD. serta olah raga dan kesehatan. administrasi pendidikan. tetapi bagi luar LPTK yang ingin menjadi guru. Penyiapan tenaga kependidikan pada LPTK umumnya menggunakan model pendidikan simultan (concurrent model) yaitu materi bidang studi diberikan bersama-sama dengan materi kependidikan. Bagi para mahasiswa LPTK program ini sudah terintegrasi dengan program gelar maupun non-gelar. baik bidang studi maupun kependidikan. tetapi beberapa prinsip dan unsur PGBK tetapi menjadi pegangan. kelompok pendidikan ilmu sosial. yaitu guru dan non-guru. dan SLTA (SMU dan SMK) disiapkan dalam program D3 dan Si berbagai bidang studi. teknik dan kejuruan.

Donald R. yaitu membina dan mengawasi . Buku Acuan Cruickshank. tetapi juga kemampuan psikologis dan afektif. control. Rinciannya adalah dasar umum 14 SKS. Bobot SKS memang lebih besar pada bidang studi hampir tiga perempat dari kependidikan. (1980). Ada lima problem utama menurut penulis yang dihadapi guru dalam tugasnya. masalah afiliation. khususnya guru harus diperkuat dengan pengalaman lapangan yang cukup intensif dan kaya. maupun antara kemampuan/penguasaan bidang ilmu/bidang studi dengan bidang kependidikan. proses belajar-mengajar 18 SKS. New Jersey: Prentice Hall Inc. Pertama. et a!. dasar kependidikan. Penyusunan buku ini dimaksudkan untuk membantu guru-guru dalam memecahkan masalah pendidikan yang sering mereka hadapi. Englewood Cliff. sebagai muridnya yang sering sekaligus juga jadi kliennya. karena mengajar merupakan suatu pekerjaan yang bukan saja menuntut kemampuan intelektual dan fisik. Program pendidikan guru yang dikembangkan pada LPTK diarahkan pada pengembangan kemampuan yang seimbang. Tulisan ini diberi judul Teaching is Tough. dan bidang studi 100-116 sks. baik antara kemampuan sebagai tenaga ahli-profesional dengan sebagai warga negara. Pengembangan kemampuan yang seimbang ini dirancang dalam program pendidikan/kurikulum dengan komponen-komponen dasar umum.PGBK yang tetap diperhatikan dalam program pendidikan LPTK ad alah tekanannya pada pengembangan kemampuan. Konsep kemampuan ini telah dimodifikasi yaitu dipadukan dengan konsep disiplin ilmu (bidang studi) dalam pengembangan topik-topik inti. Prinsip lainnya adalah tekanan kepada pengalaman lapangan. Kedua. tetapi juga harus bekerja sama dengan staf sekolah yang lain. °rang tua serta warga masyarakat lainnya. proses belajar-mengajar dan bidang studi. dasar kependidikan 12 SKS. menjalin kerja sama dan membina hubungan baik serta menanamkan disiplin pada siswa. Pengembangan kemampuan profesional pada bidang kependidikan. E. Guru bukan saja harus bekerja sama dengan siswa. Teaching is Tough.

yaitu menjalin hubungan baik dengan orang tua serta memahami kondisi keluarga mereka. Masalah keempat adalah. Wolfgang. berusaha membantu siswa agar berhasil baik dalam perkembangan akademis maupun sosialnya. Social Discipline model dari Rudolf Dreikurs. et al. tidak ada satu cara yang terbaik untuk memecahkan masalah dalam kelas. terutama masalah siswa dalam kelas. Kelima adalah time. Buku ini sangat penting terutama bagi guru dan kepala sekolah. Englewood cliffs. hal itu terjadi karena guru memahami benar situasi kelas dan perilaku para siswa serta berusaha keras untuk menciptakannya. Pada bagian akhir tulisannya dijelaskan peranan guru dalam memahami masalah siswa dengan berbagai macam latar belakangnya serta cara mereka bertindak sebagai decision maker dalam kelas. (1980). Ketiga. Charles H. Behavior Modification model. karena mereka adalah manajer kelas dan sekolah. Kelas yang baik tidak terjadi dengan sendirinya. Valuing model dari Raths dan Simon dengan Value Clarification Technique-nya. parent relation and home condi. Edmund T. Emmer. Reality model dari William Glasser. Secara garis besar pengelolaan kelas ini meliputi tiga . tetapi banyak cara. Guru dan kepala sekolah harus dapat memilih dan menggunakan cara yang paling tepat. student success. Buku ini men guraikan beberapa strategi untuk memecahkan berbagai masalah. Penulis menegaskan bahwa. (1984). membagi dan mengelola waktu baik bagi kebutuhan pribadi guru maupun bagi penyelesaian dan perkembangan tugas-tugas profesinya. Solving Discipline Problems.tion. and Glickman. Classroom Management for Secondary Teachers. Buku ini membahas bagaimana menciptakan kelas yang terkelola dengan baik. Dalam buku ini dikemukakan sejumlah strategi atau model pemecahan yang dapat dipilih oleh guru.siswa agar berperilaku seperti yang diharapkan. Banyak masalah yang dihadapi guru dalam kelas. New Jersey: Prentice Hall Inc. Boston: Allyn & Bacon Inc. Carl D. Model-model tersebut adalah: Supportive model dari Gordon dengan Teacher Effectiveness Training Analysisnya. Behaviorism/Punishment model dari Engleman dan Dobson.

Perkembangan calon guru dari serba ragu menjadi penuh keyakinan dan penuh tanggung jawab. Digambarkan dengan jelas bagaimana hubungan antara guru dengan siswa. Schwebel. (1979). kepala sekolah. memberikan ganjaran dan hukuman. bagaimana mencari keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan individu dengan kelas. pengelolaan ruang kelas dan alat-alat belajar. keduanya dilakukan sepanjang tahun ajaran. New York: Barners & Nobles Books. mengevaluasi organisasi dan manajemen kelas. pengawas dan orang tua siswa. bagaimana menyusun persiapan mengajar. mengelola kelompok-kelompok khusus. buku ini memberikan gambaran dan sekaligus pedoman kepada calon-calon guru serta para mahasiswa yang sedang belajar di Fakultas Pendidikan/Keguruan tentang apa yang diharapkan dari seorang calon guru. et al. serta gambaran nyata yang akan dihadapi para calon guru di dalam kelas. mengelola kegiatan siswa. bagaimana memecahkan masalah siswa. Dengan ilustrasi yang menarik dilukiskan dalam buku ini kegiatan sehari-hari para calon guru yang sedang berpraktik di sekolah. konselor serta para mahasiswa yang sedang mempersiapkan din i untuk menjadi guru. dilakukan sebelum tahun ajaran. dengan guru lain. Buku ini menguraikan hal-hal yang sangat praktis. memilih peraturan dan prosedur pengelolaan. Ketiga langkah pengelolaan tersebut dalam buku ini meliputi. The Studnet Teacher's Handbook. serta pemeliharaan prosedur pengelolaan. . Sesuai dengan judulnya. Andrew I. kepala sekolah. berdiri sendiri. pelaksanaan pengelolaan. mengorganisasi dan melaksanakan kegiatan pengayaan. memelihara perilaku siswa.langkah: perencanaan. Bagaimana kurikulum. oleh karena itu buku ini sangat berharga bagi guru-guru.

P. Bangkok: Unesco. Morris L. New York: Harper & Row Pub. Jakarta: LP3ES. (1983).J. Beanne. Trends in Instructional Technology. (1984). Curriculum Inquiry. Brandes. Great Britain: Simon and Schuster Education. Anwar Jasin. & Hunt. George A. Curriculum Planning and Development. Chambers. Illinois: The KAGG Press. (Ed). Semiawan & T. Ivor K. Bigge. The Live Classroom. (1987). Alexandria. Ditjen Dikti Depdikbud. Cornnelly. Wilmette. (1981). Massachussetts: Alyn and Bacon. J. UK: Blackwell Publisher. . Inc. Brown. Teknologi dan Perkembangan. (1981). Apeid. (Ed). (1980). & Toepfer. (1992). Conny R. Instructional Techniques. Virginia: ASCD. Davies. (1992). 1984.A.A.DAFTAR RUJUKAN Alisyahbana.M. Beanne. Curriculum Theory. James W.F. Jakarta: Balai Pustaka. Regional Office for Education in Asia and Pacific. Brown. The Student Centred School. Jakarta: Konsorsium Ilmu Pendidikan. Raka Joni. (1975). (1975). Oxford. J. C. Pembaharuan Kurikulum Sekolah Dasar Sejak Proklamasi Kemerdekaan. Syracuse: ERIC Clearinghouse on Information. & Alessi. (Ed). Psychological Founda tion of Education. George I. S. D & Ginnis. (1986). Newton. Iskandar (1980). Toward A Coherent Curriculum. Beeby. F. Jakarta: Yayasan Idayu. John H. New York: Harper & Row Pub. Co. Maurice P. Jr. New York: McGraw Hill Books. Pendidikan di Indonesia: Penilaian dan Pedoman Perencanaan. Pendekatan Pembelajaran: Acuan Konseptual Pengelolaan KBM di Sekolah. Training Educational Personnel for Integrated Curriculum. (1993).E. The Achievement of Education. (1995). Beauchamp. C. New York: The Viking Press.

East Lansing. Robert M. Jakarta: Depdikbud Depdikbud. (1974). Readings in Curriculum. Beberapa Pemikiran tentang Strategi Transformasi Industri suatu Negara Sedang Berkembang. Dunkin. The Psychology of Teaching. Oxford. The International Encyclopedia of Teaching and Teacher Education. Theories of Personality. (Ed). 1994. Belmont. Inc. Columbus. Peter S. Glasser. Hass. Kejuruan 1975. Gagne. (Ed).Control Theory in the Classroom. Inc. W. (1987). Holmes Group. SMA. Gardiner. B. 1984. SMP.J. Habibie. Lloyd W. Columbia University. Monterey. . Ohio: Ohio Departemen of Education. (1965). New York and London: Teacher College. William. California: Lear Siegler Inc. (1980). (1980). Ernest R. Curriculum in the Classroom. Kurikulum SD. Radical Curriculum Theory Reconsidered. Hodgkinson. New York: Holt. Hlebowitsh. Doll. (1990). Bill. New York: Pergamon Press. Peraturan Pelaksanaan Sistem Pendidikan Nasional. (Ed). (1970). Ronald C. (1991). California: Brooks/Cole Publishing. Gardner. USA: The Holmes Group. (1983). Hass. Bower. (1970). Jakarta: Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi. New York: Harper & Row Publisher. (1990). Hillgard. New York: John Wiley & Sons. The Condition of Learning.Depdikbud. (1966). Queensland: Distance Education Centre. Boston: Allyn & Bacon. (1993). Lambert. (1980). (Ed). Dull. Tomorrow's Schools. Glen. Calvin S. Rinehart & Winston. & Lindzey.Curriculum Development. J. New York: Appleton Century Crofts. A Humanized System Approach. Selecting and Use of Teaching Technology. (1977). Hall. Decision Making and Process. Boston: Allyn and Bacon. Theories of Learning. & Gordon H. Jakarta: Armas Duta Jaya. Curriculum Improvement. Glen. Michael.

Hosyom. Fremont E. J. McNeil John D. W. (1962). et al. (1979). (1982). New York: American Book Co. J. Lory. New York: Center for Curriculum Research and Services. XXI No. Mauritz. Minnesota: Burgess Pub. (1965). Writing Behavioral Objectives. & Seller. Mac Donald. James B. (1977). 1987. Kebudayaan. Allyn & Bacon. Curriculum Theory: Theory Into Practice. Gail. Mentalitet dan Pembangunan . Al Paul. Kast. Lapp. Jackson. Educational Models for Instruction. Teaching and Learning: Philosophical. (1985). (1964). OSU. Miller. Ontario: Oise Press. Intentionality in Education. Indianapoli. (1975). (1974). Philip W. Robert J. Jakarta: Gramedia. William J. The Science of Educational Research. (1977) Curriculum A Comprehensive Introduction. (1970). New York: Macmillan Publishing Co. Abraham. . Effective Teaching. Handbook of Research on Curriculum. et al. George. & Rosenweig James E. Kaplan. Curricular Application. Kourilsky.P. McCutcheon. Collision. Boston: Little Brown & Co. Inc. New York: McGraw Hill Book Co. Koentjaraningrat. Psychological. Co. Mouly. Rulihs Merrill Educational Publishing. Kryspin. Behavioral Objectives and Instruction. Inc. The Conduct of Inquiry. Kibler. New York and London: Longman. (Ed).1 1982. (1980). San Fransisco: Chandler Publishing Co. Johnson. London: Scott. Washington DC: The Association for Supervision and Curriculum Development. (1992). (Ed). Dianne. Toronto. (1970). Journal Vol. New York: Macmillan Pub. Technology. Science Technology and Man agement. John. Curriculum : Perspectives and Practices. (1985). Co. Minneapolis. Democracy. Klose. Foresman and Co. Inquiring Into the Teaching Process. Marilyn & Quaranta. at al.

& Rockwell D. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. Depdikbud. Walter T. Curriculum Development. R. Beyond Freedom and Dignity. (1973). P. (Ed). Seckinger.H. (1980). Brace and World. Theory Construction for Research on Teaching. Stroudsberg : downden. Belmont.R.M.A.F. Co. Inc. T. (1972). (1976). (1982). Directive Teaching. Pokok-Pokok Pikiran Mengenai Pendidikan Guru. Understanding Technology. Teaching Thinking Across the Curriculum. V. Joseph D. Washington DC. Petty. California: Wadsworth Pub. New York: Alfred A Knopf. Second Handbook of Research on Teaching. (1986). New York: Harper & Row. Charles. (Ed). Hutchinson & Sons. (1992). (1970). Ohio: Charles E Merril Pub. (Ed). Schubert. A Theory of Education. Snow. New York: Harcourt. Novak. Inc. Susskind. B. Co. Curriculum Development: Theory and Practices. Publishers. Skinner. Comparing Theories of Child Development. in Travers. Donald S. Jakarta: Konsorsium Ilmu Pendidikan. Taba. Tanner. Ruggiero. Ithaca: Come! University Press.M. Problem Approach to Foundation of Education. C. Columbus. (1962). (1975). Sleeman. New York: Macmillan Pub. (1979). Ditjen Dikti. Hilda. Macmillan Publishing Co. Thomas M. Ilmu Pengetahuan dan Metodenya. (1978). Raka Joni. Daniel & Tanner. Curriculum: Perspective. New York: John Wiley & Sons.J. Murray. Inc. Qodir. W. N. (1976). Stephem. Paradigm and Possibility. Thomas. Curriculum for the Modern Elementary School. Excellence in Our Schools Teacher Education: An Action Plan. Inc. Instructional Media and Technology. (1988). . (1986). Chicago: Rand MacNally College Pub. Chicago: Rand Mac Nally & Co. Baltimore and London: The John Hopkins University Press.NEA. Richard E. Laurel. (1995).

(Ed). A. G.G.Tilaar. D. Unruh. Co. Jakarta: Panitia Kongres Ilmu Pengetahuan Nasional V. H. (1980). Gelombang Ketiga. New York: Harper & Row Publisher. Woolfolk. (1991). Pedoman Pelaksanaan Pala Pembangunan Sistem pendidikan Tenaga Kependidikan di Indonesia. (1976). Toffler. (1984). Curriculum Development. Robert S. Tisna Amidjaja. Jakarta: Depdikbud. (1984). Sistem Pendidikan Nasional yang Kondusif bagi Pembangunan Masyarakat Industri Modern Berdasarkan Pancasila. . I.A. Curriculum Principles and Foundations. (1980). Jakarta: Panca Simpati.n. New Jersey: Prentice Hall. et al.D. Humanistic Psychology.A. Alwvi. Berkeley. New York: Promenthus Books.R. California: McCutchan Publishing. Anita E. Englewood Cliffs. & Unruh. Zais. (1978). Welch. Educational Psychology for Teachers.

dan sebelumnya nak.M. Penulis juga mengikuti program Refresher tahun 1986/1987 pada Universitas Ohio. Thomas (1978). IKIP Bandung dengan tambahan kredit dari Universitas California di Santa Barbara 1977/1978.lumbus. STIA.TENTANG PENULIS PROF. Psikologi Belajar (1991). adalah dosen tetap pada IKIP Bandung. Saat ini penulis mengajar mata kuliah Pengembangan Kurikulum dan Metode Penelitian pada PPS IKIP Bandung.A. The Role of Remediation in the Indonesian System bersama R. penulis buku ini. NANA SYAODIH SUKMADINATA. Teori dan Teknik Bimbingan Kelompok (1975). Co. Teknik Penilaian dan Bimbingan Pen yuluhan bersama Drs. M. Universitas Ibnu Khaldun dan Universitas Pakuan Bogor. DR. sarjana pada tahun 1966 Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan dan Program Doktor pada tahun 1983 Jurusan Pengembangan Kurikulum FPS. . Universitas Pasundan. TeknikTeknik Pemahaman Individu. Mendiagnosis dan Membantu Kesulitan Belajar Siswa (1978). Penulis menyelesaikan program Sarjana Muda tahun 1963 pada Jurusan Pedagogik. Pen yuluhan Individual (1976). dan STKS Bandung. Rochman Natawidjaja (1979). Prinsip dan Landasan Pengembangan Kurikulum (1988).rtgaiarkan mata kuliah yang sama selama beberapa tahun pada Universitas Siliwangi Tasikmalaya. Strategi Bela jar-Mengajar (1984). Psikologi Umum dan Sosial bersama Djasman Adimihardja. Beberapa buku yang pernah ditulis: Pengan tar Psikologi (1967). Sampai saat ini penulis masih menjadi pengajar luar biasa pada SESKOAD dan SESPIMPOL. (1982). Pada program Si penulis juga mengajar mata-mata kuliah Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Konseling pada IKIP Bandung dan Universitas Islam Bandung. (1978).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful