Peran Pendidikan Sebagai Modal Utama Membangun Karakter Bangsa

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar karena didukung oleh sejumlah fakta positif yaitu posisi geopolitik yang sangat strategis, kekayaan alam dan keanekaragaman hayati, kemajemukan sosial budaya, dan jumlah penduduk yang besar. Oleh karena itu, bangsa Indonesia memiliki peluang yang sangat besar untuk menjadi bangsa yang maju, adil, makmur, berdaulat, dan bermartabat. Namun demikian, untuk mewujudkan itu semua, kita masih menghadapi berbagai masalah nasional yang kompleks, yang tidak kunjung selesai. Misalnya aspek politik, di mana masalahnya mencakup kerancuan sistem ketatanegaraan dan pemerintahan, kelembagaan Negara yang tidak efektif, sistem kepartaian yang tidak mendukung, dan berkembangnya pragmatism politik. Lalu aspek ekonomi, masalahnya meliputi paradigm ekonomi yang tidak konsisten, struktur ekonomi dualistis, kebijakan fiskal yang belum mandiri, sistem keuangan dan perbankan yang tidak memihak, dan kebijakan perdagangan dan industri yang liberal. Dan aspek sosial budaya, masalah yang terjadi saat ini adalah memudarnya rasa dan ikatan kebangsaan, disorientasi nilai keagamaan, memudarnya kohesi dan integrasi sosial, dan melemahnya mentalitas positif. Dari sejumlah fakta positif atas modal besar yang dimiliki bangsa Indonesia, jumlah penduduk yang besar menjadi modal yang paling penting karena kemajuan dan kemunduran suatu bangsa sangat bergantung pada faktor manusianya (SDM). Masalah-masalah politik, ekonomi, dan sosial budaya juga dapat diselesaikan dengan SDM. Namun untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut dan menghadapi berbagai persaingan peradaban yang tinggi untuk menjadi Indonesia yang lebih maju diperlukan revitalisasi dan penguatan karakter SDM yang kuat. Salah satu aspek yang dapat dilakukan untuk mempersiapkan karakter SDM yang kuat adalah melalui pendidikan.. Pendidikan merupakan upaya yang terencana dalam proses pembimbingan dan pembelajaran bagi individu agar berkembang dan tumbuh menjadi manusia yang mandiri, bertanggungjawab, kreatif, berilmu, sehat, dan berakhlak mulia baik dilihat dari aspek jasmani maupun ruhani. Manusia yang berakhlak mulia, yang memiliki moralitas tinggi sangat dituntut untuk dibentuk atau dibangun. Bangsa Indonesia tidak hanya sekedar memancarkan kemilau pentingnya pendidikan, melainkan bagaimana bangsa Indonesia mampu merealisasikan konsep pendidikan dengan cara pembinaan, pelatihan dan pemberdayaan SDM Indonesia secara berkelanjutan dan merata. Melihat kondisi sekarang dan akan datang, ketersediaan SDM yang berkarakter merupakan kebutuhan yang amat vital. Ini dilakukan untuk mempersiapkan tantangan global dan daya saing bangsa. Memang tidak mudah untuk menghasilkan SDM yang tertuang dalam UU tersebut. Persoalannya adalah hingga saat ini SDM Indonesia masih belum mencerminkan cita-cita pendidikan yang diharapkan. Misalnya untuk kasus-kasus aktual, masih banyak ditemukan siswa yang menyontek di kala sedang menghadapi ujian, bersikap malas, tawuran antar sesama siswa, melakukan pergaulan bebas, terlibat narkoba, dan lain-lain. Di sisi lain, ditemukan guru, pendidik yang senantiasa memberikan contoh-contoh baik ke siswanya, juga tidak kalah mentalnya. Misalnya guru tidak jarang melakukan kecurangan-kecurangan dalam sertifikasi dan dalam ujian nasional (UN). Kondisi ini terus terang sangat memilukan dan mengkhawatirkan bagi bangsa Indonesia yang telah merdeka sejak tahun 1945. Memang masalah ini tidak dapat digeneralisir, namun setidaknya ini fakta yang tidak boleh diabaikan karena kita tidak menginginkan anak bangsa kita kelak menjadi manusia yang tidak bermoral sebagaimana saat ini sering kita melihat tayangan TV yang mempertontonkan berita-berita seperti pencurian, perampokan, pemerkosaan, korupsi, dan penculikan, yang dilakukan tidak hanya oleh orang-orang dewasa, tapi juga oleh anak-anak usia belasan. Mencermati hal ini, saya mencoba memberikan beberapa gagasan untuk penguatan mutu karakter SDM sehingga mampu membentuk pribadi yang kuat dan tangguh. Pembahasan ini akan mengacu pada peran pendidikan, terutama pendidik sebagai kunci keberhasilan implementasi pendidikan karakter di sekolah dan lingkungan baik keluarga maupun masyarakat. Pendidikan merupakan hal terpenting untuk membentuk kepribadian. Pendidikan itu tidak selalu berasal dari pendidikan formal seperti sekolah atau perguruan tinggi. Pendidikan informal dan non formal pun memiliki peran yang sama untuk membentuk kepribadian, terutama anak atau peserta didik. Pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Sementara pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. Satuan pendidikan nonformal terdiri atas lembaga kursus, lembaga pelatihan, kelompok belajar, pusat kegiatan belajar masyarakat, dan majelis taklim, serta satuan pendidikan yang sejenis. Sedangkan pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan. Kegiatan pendidikan informal dilakukan oleh keluarga dan lingkungan dalam bentuk kegiatan belajar secara mandiri. Memperhatikan ketiga jenis pendidikan di atas, ada kecenderungan bahwa pendidikan formal, pendidikan informal dan pendidikan non formal yang selama ini berjalan terpisah satu dengan yang lainnya. Mereka tidak saling mendukung untuk peningkatan pembentukan kepribadian peserta didik. Setiap lembaga pendidikan tersebut berjalan masing-masing sehingga yang terjadi sekarang adalah pembentukan pribadi peserta didik menjadi parsial, misalnya anak bersikap baik di rumah, namun ketika keluar rumah atau berada di sekolah ia melakukan perkelahian antarpelajar, memiliki ¶ketertarikan¶ bergaul dengan WTS atau melakukan perampokan. Sikap-sikap seperti ini merupakan bagian dari penyimpangan moralitas dan prilaku sosial pelajar. Oleh karena itu, ke depan dalam rangka membangun dan melakukan penguatan peserta didik perlu menyinergiskan ketiga komponen lembaga pendidikan. Upaya yang dapat dilakukan salah satunya adalah pendidik dan orangtua berkumpul

memberikan pengertian tentang "pendidikan" adalah merupakan suatu proses di mana suatu bangsa mempersiapkan generasi mudanya untuk menjalankan kehidupan dan untuk memenuhi tujuan hidup secara efektif dan efisien. bahkan lebih ironis lagi sudah tidak mau menghormati kepada orang tua. telah mendorong reformasi bukan hanya dalam bidang politik dan ekonomi saja. memang. Lantas bagaimana perkembangan sekarang? Sangat ironis. . sehingga diharapkan mampu memenuhi tugasnya sebagai manusia yang diciptakan Allah Tuhan Semesta Alam sebagai makhluk yang sempurna dan terpilih sebagai khalifahNya di muka bumi ini yang sekaligus menjadi warga negara yang berarti dan bermanfaat bagi suatu negara. Untuk itu tidak terlalu berlebihan apabila bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar memperingati hari Pendidikan Nasional yang jatuh setiap tanggal 2 Mei ini. bahwa dalam pendidikan atau mendidik tidak hanya sebatas mentransfer ilmu saja. Bahkan pendidikan nasional. Apabila "watak" bisa terjadi karena sudah dari sononya atau bisa juga karena faktor bawaan yang sulit untuk diubah. bahwa pendidikan adalah suatu proses dimana suatu bangsa atau negara membina dan mengembangkan kesadaran diri diantara individu-individu. artinya. lebih sopan dalam tataran etika maupun estetika maupun perilaku dalam kehidupan sehari-hari. ada kepekaan emosional. apalagi untuk mampu bersaing secara kompetitif dengan perkembangan pendidikan pada tingkat global. sebagai bentuk refteksi penghargaan sekaligus bentuk penghormatan yang tiada terhingga kepada para Perintis Kemerdekaan dan Pahlawan Nasional. agar mereka menjadi manusia yang berbudaya. Azyumardi Azra dalam buku "Paradigma Baru Pendidikan Nasional Rekonstruksi dan Demokratisasi". ada rasa kegelisahan. Banyak kalangan yang mengatakan bahwa "watak" dengan "watuk" (batuk) sangat tipis perbedaannya. Bahkan ia menegaskan. mudah disembuhkan dengan minum obat batuk. namun apabila "watak" = batuk. Di samping itu. orangtua dan pendidik akan dapat menyadari dan melakukan upaya perbaikan perlakuan sikap terhadap anak dalam proses pendidikan formal. Makna Pendidikan Banyak kalangan memberikan makna tentang pendidikan sangat beragam. menurut banyak kalangan. yang meliputi keinginan untuk menyendiri. Dengan mempelajari gejala-gejala negatif yang dimiliki anak remaja pada umumnya. pencapaian pendidikan nasional kita masih jauh dan harapan. mulai timbul minat pada lawan jenis. reposisi dan rekonstruksi pendidikan jelas harus melibatkan penilaian kembali secara kritis pencapaian dan masalah-masalah yang dihadapi dalam penyelenggaraan pendidikan nasional. kurang percaya diri. kita sangat yakin dan semakin sadar. non formal dan informal. Baik secara kuantitatif maupun kualitatif. bahkan rela berkorban demi nusa dan bangsa. Membangun Karakter dan Watak Bangsa Melalui Pendidikan Mutlak Diperlukan Apabila kita simak bersama. Reformasi. Di samping itu. dan kesukaan berkhayal (Mappiare dalam Suyanto dan Hisyam. Namun. bahkan terjadi adanya degradasi moral. bukan hanya belum berhasil meningkatkan kecerdasan dan keterampilan anak didik. bahkan sudah tidak mengenal batas-batas negara hingga mempengaruhi ke seluruh sendi kehidupan manusia. Perkembangan Pendidikan Bangkitnya dunia pendidikan yang dirintis oleh Pahlawan kita Ki Hadjar Dewantara untuk menentang penjajah pada massa lalu. Krisis moneter yang berlanjut dalam krisis ekonomi yang terjadi hingga puncaknya ditandai dengan jatuhnya rezim Soeharto dari kekuasaannya pada Mei 1998 yang lalu. Banyak para pemuda kita yang tidak memiliki jiwa besar. namun lebih jauh dan pengertian itu yang lebih utama adalah dapat mengubah atau membentuk karakter dan watak seseorang agar menjadi lebih baik. bahkan sesuai dengan pandangannya masing-masing. ada pertentangan sosial. sekaligus merupakan barometer terhadap kualitas sumber daya manusia. 2000: 186-87).bersama mencoba memahami gejala-gejala anak pada fase negatif. bahwa hanya melalui dunia pendidikanlah bangsa kita akan menjadi maju. mental dan moral bagi individu-individu. bahwa pendidikan lebih sekedar pengajaran. pada dasarnya merupakan reposisi dan bahkan rekonstruksi pendidikan secara keseluruhan atau secara komprehensif integral. Mengapa hal ini bisa terjadi? Jelas hal ini tidak dapat terlepas adanya perkembangan atau laju ilmu pengetahuan dan teknologi serta informasi yang mengglobal. baik guru maupun sesama. melainkan gagal dalam membentuk karakter dan watak kepribadian (nation and character building). Reformasi dalam bidang pendidikan. Namun apa yang terjadi di era sekarang? Banyak kita jumpai perilaku para anak didik kita yang kurang sopan. melainkan juga terimbas dalam dunia pendidikan juga. Apabila kita amati secara garis besar. mengalami kejenuhan. pendidikan adalah suatu hal yang benar-benar ditanamkan selain menempa fisik. janganjangan terhadap lagu kebangsaan kita pun sudah tidak hafal. jangankan menghayati. sehingga dapat mengejar ketertinggalan dengan bangsa lain di dunia. adanya perasaan malu yang berlebihan. bahkan sangat mengkhawatirkan. pendidikan nasional masih memiliki banyak kelemahan mendasar. betapa jiwa nasionalisme dan kejuangannya serta wawasan kebangsaan yang dimiliki para pendahulu kita sangat besar. kurang kemauan untuk bekerja. Memang idealnya demikian. sungguh sangat berarti apabila kita cermati dengan saksama.

Dengan demikian. sehingga betul-betul menjadi Indonesia baru yang madani. Kekerasan fisik yang mengorbankan nyawa dan harta benda tersebut. pelajaran Agama. mengajarkan praktek pendidikan yang mengusung kompetensi/kodrat alam anak didik. Di samping itu.Reformasi Pendidikan Kita harus sadar. Tentu masih ingat beberapa waktu yang lalu Pemerintah mengeluarkan pandangan. Lingkungan masyarakat juga sangat mempengaruhi terhadap karakter dan watak seseorang. hak asasi manusia yang terkadang mendahulukan hak daripada kewajiban. seperti Ki Hajar Dewantara. situasi kemasyarakatan dengan sistem nilai yang dianutnya. tetap lebih luas lagi sebagai pembudayaan (enkulturisasi) yang tentu saja hal terpenting dan pembudayaan itu adalah pembentukan karakter dan watak (nation and character building). Jika sistem nilai dan pandangan mereka terbatas pada kini dan di sini. sekolah untuk kasih sayang (Philips. tidak akan berhasil selama antar lingkungan pendidikan tidak ada kesinambungan dan keharmonisan. masyarakat luas. Pemberian penghargaan (prizing) kepada yang berprestasi. lebih banyak berupa wacana yang seolah-olah bangsa ini diajak dalam dunia mimpi. Mukti Ali. etos dan motivasi serta berpartisipasi aktif. sekolah dan lingkungan sekolah. tidak semata-mata pembelajaran pengetahuan semata. tatapi lebih dari itu. Pada akhirnya berkembang ke arah berlakunya hukum rimba yang memicu kesukubangsaan (ethnicity). merupakan ciri dan karakter paling pokok dari suatu masyarakat madani Indonesia. Oleh karena itu. bahwa desain pendidikan yang mengacu pada pembebasan. maka upaya dan ambisinya terbatas pada hal yang sama. Berhadapan dengan berbagai masalah dan tantangan. sejahtera nanti di tahun 2030. Sejarah. estetika untuk pembentukan karakter. Pembentukan dan pendidikan karakter tersebut. yaitu penanaman moral. pendidikan nasional pada saat yang sama (masih) tetap memikul peran multidimensi. mempengaruhi sikap dan cara pandang masyarakat secara keseluruhan. Sedangkan pendidikan karakter melalui sekolah. peran pendidikan nasional dengan berbagai jenjang dan jalurnya merupakan sarana paling strategis untuk mengasuh. mawaddah. yang pada dasarnya lebih terbatas pada transfer ilmu pengetahuan. 2000) atau tempat belajar yang penuh cinta sejati dan kasih sayang (keluarga yang sakinah. seperti tuntutan demokrasi yang diartikan sebagai kebebasan tanpa aturan. pada intinya bertujuan untuk membangun Indonesia yang lebih genuinely dan authentically demokratis dan berkeadaban. tuntutan otonomi sebagai kemandirian tanpa kerangka acuan yang mempersatukan seluruh komponen bangsa. membesarkan dan mengembangkan warga negara yang demokratis dan memiliki keadaban (civility) kemampuan. menumbuhsuburkan (cherising) nilai-nilai yang baik dan sebaliknya mengecam dan mencegah (discowaging) berlakunya nilai-nilai yang buruk. reformasi pendidikan sangat mutlak diperlukan untuk membangun karakter atau watak suatu bangsa. tetapi dengan "tuntunan" bukan "tontonan". Pendidikan Karakter Tidak perlu disangsikan lagi. keluarga hendaklah kembali menjadi school of love. sangat jelas terkait pula dengan masih bertahannya "kekerasan struktural" (structural violence) pada tingkat tertentu. dan warrahmah). Sangat jelas cara mendidik seperti ini dikenal dengan pendekatan "among"' yang lebih menyentuh langsung pada tataran etika. Ki Hajar Dewantara misalnya. estetika. Mengapa mutlak diperlukan? Karena adanya krisis yang terus berkelanjutan melanda bangsa dan negara kita sampai saat ini belum ada solusi secara jelas dan tegas. Hal ini cukup beralasan. Berbeda dengan peran pendidikan pada negara-negara maju. Suatu pemimpin bangsa yang besar untuk mengajak bangsa atau rakyatnya menjadi "pemimpi" dalam menggapai kemakmuran yang dicita-citakan. Banyak kalangan masyarakat yang mempunyai pandangan terhadap istilah "kelatahan sosial" yang terjadi akhir-akhir ini. KH. perlu menyambung kembali hubungan dan educational networks yang mulai terputus tersebut. 321). Jangan sampai yang terjadi malah kekerasan yang meregenerasi seperti halnya yang terjadi di IPDN yang menjadi sorotan akhir-akhir ini (Kompas 16/4). Ahmad Dahlan. penyadaran dan kreativitas sesungguhnya sejak masa kemerdekaan sudah digagas oleh para pendidik kita. keterampilan. bahwa pembentukan karakter dan watak atau kepribadian ini sangat penting. Reformasi kehidupan nasional secara singkat. bahwa pendidikan karakter merupakan upaya yang harus melibatkan semua pihak baik rumah tangga dan keluarga. Apabila kita cermati bersama. perilaku . dan hukuman kepada yang melanggar. bahkan merupakan kebutuhan mendesak. Menurut Qurais Shihab (1996 . Akibatnya. HA. perdamaian hati secara hakiki tidak atau belum berhasil diwujudkan. Lingkungan masyarakat luas sangat mempengaruhi terhadap keberhasilan penanaman nilai-nilai etika. peranan pendidikan nasional di Indonesia memikul beban lebih berat Pendidikan berperan bukan hanya merupakan sarana transfer ilmu pengetahuan saja. nilai-nilai etika. yang bersatu padu (integrated). seperti. Di samping itu tidak kalah pentingnya pendidikan di masyarakat. Kerancuan ini menyebabkan orang frustasi dan cenderung meluapkan perasaan tanpa kendali dalam bentuk "amuk massa atau amuk sosial". Hal ini memang terjadi dengan berbagai peristiwa. rumah tangga dan keluarga sebagai lingkungan pembentukan dan pendidikan karakter pertama dan utama harus lebih diberdayakan. yang pada gilirannya sangat krusial bagi notion building atau dalam bahasa lebih populer menuju rekonstruksi negara dan bangsa yang lebih maju dan beradab. bahwa bangsa kita akan makmur. Prof. bukan dengan perintah paksaan. Moral Pancasila dan sebagainya. Oleh karena itu. budi pekerti yang luhur dan lain sebagainya. Selanjutnya menerapkan pendidikan berdasarkan karakter (characterbase education) dengan menerapkan ke dalam setiap pelajaran yang ada di samping mata pelajaran khusus untuk mendidik karakter. bahkan sangat mendesak dan mutlak adanya (tidak bisa ditawar-tawar lagi). Sebagaimana disarankan Philips.

Dalam kesempatan ini pula bapak Juwono menghimbau seluruh peserta Rembuk Nasional menjaga nilai-nilai budaya bangsa Indonesia. Meskipun ada yang berpendapat bahwa Nation State atau Negara-Bangsa berakhir eksistensinya dalam masa globalisasi sekarang ini. khususnya semangat nasionalisme yang kuat. Masyarakat Indonesia lebih tertarik kepada gambar dan tayangan-tayangan. sedangkan Mukti Ali mendesain integrasi kurikulum dengan penambahan berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan. Malahan diperlukan peran manusia yang makin cerdas dan arif bijaksana. menghadirkan mantan Menteri Pertahanan Nasional Prof Dr Juwono Sudarsono sebagi pembicara dalam seminar yang berjudul ³ Peranan Pendidikan dalam Pembangunan Karakter Bangsa ³. Dalam kemajuan teknologi itu banyak pekerjaan manusia dapat digantikan oleh peran mesin atau robot. Betapapun kuatnya pengaruh sekolah formal. membangun karakter dan watak bangsa melalui pendidikan mutlak diperlukan. Seminar yang dipandu oleh Wakil Menteri Pendidikan Nasional Prof dr. sistem pendidikan yang masih lemah. Hampir tidak ada kegiatan bangsa yang tidak memerlukan peran manusia. Namun pembangunan manusia tidak hanya untuk kepentingan bangsa. maju. Melalui pendidikan pula dapat dan harus ditumbuhkan kondisi mental para warga bangsa itu. mulai dari lingklingan rumah tangga. Bapak Juwono Sudarsono menjelaskan bahwa pendidikan kebangsaan bila dilihat dari kacamata pertahanan sebuah negara. (Yoggi/Risma) Peran Pendidikan dalam Membangun Bangsa Tidak ada kegiatan bangsa yang lepas dari peran pendidikan. beliau menganggap bahwa masyrakat Indonesia cenderung tidak tertarik lagi pada buku dan bacaan-bacaan. termasuk bahasa. Semoga ke depan bangsa kita lebih beradab. Seiring dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei Tahun 2007 yang lalu dan mereka yang lahir pada tanggal yang sama. bahkan tidak bisa ditunda. bahkan lestari selamanya. informal dan non formal. dalam kenyataan tetap Negara-Bangsa menjadi aktor utama dalam arena dunia. Beliau berharap dengan pengamalan budaya ini dapat menyaring persepsi dan pandangan-pandangan yang mengikis karakter Di tengah derasnya arus informasi. karena dengan pendidikan kebangsaan yang baik akan tercipta suatu kebhinekaan. berdaya saing dan beradab. esok dan selamanya. Meskipun demikian. Ibulah yang menanamkan nilai-nilai yang diperlukan dalam kehidupan. juga penggunaan mesin dan robot itu banyak ditentukan peran manusia. Oleh karena itu. mereka menerapkan pertahanan rakyat semesta atau wajib militer. dimana hal tersebut akan menjadi modal pertahanan sebuah negara. Hal ini menjadi penting karena beliau melihat bahasa sebagai suatu proses pertama transformasi nilai-nilai karakter bangsa. Ibu mengajarkan semangat juang dan pantang menyerah. Bahkan peran manusia sangat menentukan dalam pelaksanaan berbagai kegiatan itu. Pembangunan manusia juga dan terutama untuk kepentingan manusia itu sendiri. hal ini mempengaruhi persepsi kita sebagai bangsa Indonesia. sejahtera kini. Untuk itu peran nasionalisme tetap penting yang amat tergantung dari sikap warga bangsa itu. beliau mengatakan bahwa pendidikan karakter yang terpenting dimulai dari seorang ibu. © Peranan Pendidikan Nasional Dalam Pembangunan Karakter Bangsa Pada sesi kedua pembukaan Rembuk Nasional Pendidikan 2010 (3/03). Amin. Dalam wajib militer ini tidak hanya diberikan pelatihan fisik saja namun diberikan juga pendidikan bela negara yang menanamkan pembentukan karakter sebuah bangsa. Sebab itu setiap bangsa menjadikan pendidikan kegiatan utama dalam mengusahakan kemajuannya. Pada akhir pidatonya. KH. Namun mengapa dunia pendidikan kita yang masih berkutat dengan problem internalnya. juga ketika terjadi kemajuan teknologi yang amat pesat. Ahmad Dahlan berusaha "mengadaptasi" pendidikan modern Barat sejauh untuk kemajuan umat Islam. Dengan mengusahakan kemajuan sekali gus dibangun kekuatan bangsa itu. Bahkan dalam banyak hal peran pendidikan sangat menentukan untuk dapat melakukan kegiatan yang bermutu. perilaku pendidiknya dan lain sebagainya. Bapak Juwono melihat pendidikan dan pertahanan sebuah bangsa selalu berkaitan. dapat dibagi menjadi dua bagian. yaitu pendidikan militer dan non militer. sekolah dan masyarakat dengan meneladani para tokoh yang memang patut untuk dicontoh. SpGk ini banyak membahas mengenai pembentukan identitas bangsa sebagai wahana pendidikan yang berkarakter. . Faktor manusia juga amat penting bagi bangsa dalam memperkuat kondisi mentalnya. Di negara maju seperti Jepang. faktor lingkungan seperti rumah yang nyaman dan kondusif adalah tempat yang paling tepat bagi seorang anak untuk menumbuhkan rasa percaya diri. profesionalitas pendidiknya. Selain ibu. seperti penyakit dikotomi. Beliau berpendapat setiap percikan budaya merupakan bagian dari ke-Indonesiaan untuk mengisi ulang jati diri bangsa Indonesia. Sebab utama mengapa pendidikan berpengaruh terhadap setiap kegiatan bangsa adalah karena faktor manusia. Bapak Juwono mengharapkan pendidikan Indonesia kembali pada budaya gemar membaca buku. Fasli Jalal PhD. semoga panjang umur dan berjiwa pendidik yang patut disuri tau-ladani generasi yang akan datang.yang tidak terlepas dengan karakter atau watak seseorang.

manusia yang melakukan pekerjaan dalam masyarakat secara efektif. mempunyai perasaan yang halus dan peka. Bahkan pendidikan yang tidak bermutu dapat berakibat sebaliknya dengan menghasilkan manusia asosial. .. maka pendidikan menjadi amat menentukan perannya. Malahan kita ingin Manusia Indonesia lebih dari itu. Penyampaian itulah yang dilakukan pendidikan. Tetapi sejauh ini. maju dan sejahtera. politik dan lainnya. Dalam perjalanannya proses pembangunan ekonomi membutuhkan sumber daya pendidikan yang berkualitas tinggi. terutama dari bangsa-bangsa yang sudah maju. baik secara mental. Kelemahan ini cenderung membuat kondisi mental yang kurang kuat. Hal ini seringkali kurang diperhatikan orang-orang yang menjalankan fungsi pendidikan. Dengan pendidikan kita transfer dan tumbuhkan pada Manusia Indonesia nilai-nilai. ekonomi. Juga nampak sekali sekarang betapa rendahnya semangat nasionalisme di banyak kalangan di Indonesia. Salah satu kelemahan Manusia Indonesia adalah kecenderungan menjadi manja karena hidup dalam Alam yang serba murah dan mudah. Antara lain itu menonjol dalam kenyataan bahwa Manusia Indonesia pandai membuat teori dan konsep. Sebab itu pendidikan harus selalu mengandung aspek mental. intelektual maupun fisik. Celakalah satu bangsa yang tidak dapat menjaga kehidupan keluarga yang teratur. aspek intelektual dan aspek fisik yang diusahakan dalam harmoni satu sama lainnya. Pendidikan adalah segala usaha yang dilakukan untuk menyampaikan kepada orang atau pihak lain segala hal untuk menjadikannya mampu berkembang menjadi manusia yang lebih baik. faktor inteleknya dan faktor fisiknya. . Selain itu ia harus disiapkan untuk melakukan berbagai pekerjaan yang dihadapi. Sebab partisipasi yang dilakukan manusia harus bermutu agar memberikan hasil semaksimal mungkin. Maka agar partisipasi manusia benar-benar bermutu.Perjuangan kita sejak permulaan abad ke 20 dan sebelumnya adalah untuk menjadikan Manusia Indonesia mahluk yang bermartabat dan tidak kalah dari manusia lainnya. mudah menyerah dan mencari jalan termudah yang belum tentu memberikan penyelesaian terbaik. disertai kurang ada niat untuk menghasilkan yang terbaik dalam berbagai perbuatan. Karena setiap manusia bermula kehidupannya dengan dilahirkan ibunya dalam lingkungan keluarganya. kecakapan dan pengalaman. kecerdasan dan kecakapan. tetapi kurang sekali dalam implementasi teori dan konsep itu karena kurang kuatnya komitmen. dalam masyarakat dan melalui sistem sekolah. manusia dipengaruhi oleh faktor mentalnya. Untuk mewujudkan Manusia Indonesia yang kuat menghadapi Alam yang mudah dan murah diperlukan pendidikan. kalau kita perhatikan kelemahan-kelemahan yang masih ada pada bangsa kita. lebih bermutu. Problem-problem pendidikan kita semakin kompleks dan semakin sarat dengan tantangan. dan dapat berperan lebih baik pula dalam kehidupan lingkungannya dan masyarakatnya. Sudah lampau masanya bahwa manusia secara alamiah dapat tumbuh menjadi manusia bermartabat. Kebijakan dan programprogram pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan. Energi yang kurang dapat dikembangkan Manusia Indonesia yang manja itu juga berakibat kurang kuatnya karakter. pengetahuan. Dapat dikatakan bahwa pendidikan itu harus selalu bermutu karena pendidikan yang tidak bermutu tidak ada manfaatnya sama sekali. Juga lemahnya disiplin adalah akibat kelemahan ini. Karena faktor manusia demikian penting dalam kehidupan bangsa. pandangan. Kelemahan yang amat mendasar ini harus dapat kita atasi dan perbaiki kalau kita ingin Indonesia menjadi negara dan bangsa yang selamat. Pendidikan yang tidak bermutu juga tidak dapat menyiapkan manusia secara baik dan benar untuk melakukan pekerjaannya. Manusia harus dibantu untuk memahami dan meraih berbagai nilai kehidupan yang menjadikannya bermartabat. Pembangunan merupakan suatu proses yang berkelanjutan mencakup seluruh aspek kehidupan manusia termasuk aspek sosial. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran bangsa. makin besar kemungkinan manusia menjadi bermartabat. Kita ingin agar Manusia Indonesia cerdas. Oleh karena itu diputuskan untuk mengadakan pembaruan secara menyeluruh terhadap peranan pendidikan. budaya. Thailand dan Singapura. Itu juga menjadi persiapan yang baik untuk menghadapi pekerjaan dan kehidupan. usaha yang mengarah kesana masih belum mencapai target yang tinggi. serta sikap mental yang ulet dan tangguh tetapi juga perasaan yang halus. maka dapat dikatakan bahwa Pendidikan di Lingkungan Keluarga menjadi landasan segenap usaha pendidikan sepanjang hidup manusia. Dan makin baik perannya dalam kehidupan lingkungan dan masyarakatnya. Tidak jarang pekerjaan dilakukan dengan ³asal jadi´. Sebab dari belum seimbangnya peranan pendidikan Indonesia dalam proses pembangunan bangsa adalah karena penentu kebijakan dalam hal ini pemerintah masih belum menyatu dalam mewujudkan peranan pendidikan yang dapat mendongkrak kemajuan pembangunan ekonomi bangsa. Waktu yang diperlukan tidaklah singkat. Dibutuhkan suatu reformasi pendidikan untuk dapat memperbaharui semua system pendidikan dan peranannya terhadap pembangunan bangsa ini. Hal yang disampaikan itu meliputi sistem nilai. Agar dapat menjalankan sesuatu dengan baik. Pada dasarnya pendidikan dilakukan di lingkungan keluarga. ia harus memperoleh pendidikan yang diperlukan. menjadikan manusia makin mampu melakukan pekerjaannya. Ini berarti bahwa pendidikan yang tidak bermutu bukanlah pendidikan. sehingga dapat menghasilkan kehidupan yang bermakna. jauh lebih rendah dari semangat nasionalisme di Vietnam. manusia yang menjadi ancaman bagi kehidupan. Makin baik penyampaian itu. nampak tidak memberi jawaban solutif terhadap permasalahanpermasalahan pendidikan yang berkembang. Akibatnya adalah bahwa berbagai potensi positif yang dimiliki Manusia dan Alam Indonesia tidak dapat berkembang secara wajar untuk kepentingan Indonesia sendiri.

aspek sosial dan aspek kebangsaan. Ada beberapa langkah baru untuk melakukan rekonstruksi pendidikan dalam rangka membangun paradigma baru system pendidikan pasca reformasi. seperti : 1. seperti berikut ini : 1. Pembentukan nilai adalah nilai-nilai budaya bangsa dan juga nilainilai keagamaan sesuai dengan agama masing-masing dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. seni. 5. sistem pendidikan harus disesuai pula dengan tuntutan yang paling terkini. Manusia yang memiliki aspek kebangsaan mernpunyai rasa cinta tanah air. John Vaizei dalam bukunya Education in the Modern World (1965) mengemukakan peranan pendidikan sebagai berikut : (1) melalui lembaga mengemukakan peranan pendidikan tinggi dan lembaga riset memberikan gagasan-gagasan dan teknik baru. Diperlukan suatu strategi pendidikan untuk membuat program pendidikan merata di seluruh tanah air. (2) melalui sekolah dan latihan-latihan mempersiapkan tenaga kerja terampil berpengetahuan. seperti pemerintah. budaya. social dan agama. Penyelenggaraan pendidikan yang efisien 5. Membuat visi pendidikan Indonesia yang baru sehingga semua komponen masyarkat dapat diberdayakan secara luas 2. instansi pendidikan. nilai dan sikap. Reformasi pendidikan pada dasarnya mempunyai tujuan agar pendidikan dapat berjalan lebih efektif dan efisien dalam mencapai tujuan pendidikan nasional Indonesia. teknologi. Sistem pendidikan Indonesia diubah dan disesuaikan secara otonomi yang diharapkan akan membawa angin segar dan perbaikan dalam sistem pendidikan yang selama ini dipergunakan. maka peranan pendidikan dalam pembangunan dapat dirumuskan sebagai berikut : Dalam meningkatkan manusia sebagai makhluk individu yang berpotensi fisik dan nirfisik. Manusia yang berkualitas me¬miliki keseimbangan antara tiga aspek yang ada padanya. dengan potensi potensi tersebut manusia mampu berkarya dan berbudi pekerti luhur. PERANAN PENDIDIKAN DALAM PEMBANGUNAN Di muka telah diuraikan bahwa pendidikan mempunyai peranan dalam meningkatkan kualitas manusia sebagai sumberdaya pembangunan dan menjadi titik sentral pembangunan. Peluang untuk belajar seluas-luasnya kepada masyarakat Indonesia sehingga kemampuan dasar masyarakat kita pun akan meningkat. jiwa patriotik dan berwawasan masa depan.Perlu pengorbanan dan kesediaan dari semua pihak yang terkait. Pemerintah dan masyarakat harus mau bekerjasama demi tercapainya kualitas pemberdayaan manusia yang diinginkan. Mengurangi kesulitan birokrasi pendidikan yang sering menjadi kendala kelancaran proses pendidikan saat ini. Pengembangan system pembelajaran yang demokratis agar tidak terdapat suatu pengelompokkan pengajaran. yaitu aspek pribadi sebagai individu. Manusia sebagai makhluk soslaJ mempunyai kesetiakawanan sosial. Namun karena sistem ini masih baru tentunya kita masih harus banyak belajar dan berjuang untuk memecahkan berbagai kendala yang ada di depan. 6. 3. Mengembangkan potensi dan kreatifitas pembelajaran 4. Kebijakan kurikulum seharusnya disesuaikan dengan lingkungan serta komponen bangsa yang lain seperti ilmu pengetahuan. Manusia sebagai makhluk individu memiliki potensi fisik dan nirfisik. Berorientasi pada peningkatan kualitas manusia Indonesia tersebut. kementrian pendidikan dan pelaksana pendidikan Indonesia. Misi pendidikan yang jelas untuk membuat masyarakat ikut berpartisipasi aktif di dalamnya. dan (3) penanaman sikap . Jika langkah-langkah ini dapat direalisasikan maka Pendidikan Indonesia akan mempunyai harapan untuk menuju kehidupan berbangsa yang lebih berkualitas. Dengan adanya reformasi besar-besaran di berbagai bidang sejak lengsernya era pemerintahan Soeharto maka bidang pendidikan juga tidak mau kalah. Pendidikan yang dapat dipertanggungjawabkan kembali pada masyarakat sebagai sumber daya utama juga pengguna hasil pendidikan itu sendiri. Reformasi pendidikan juga harus memberikan peluang bagi siapapun untuk mengembangkan langkah atau cara baru dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Pendidikan dilakukan secara transparan dan demokratis tanpa mengurangi mutu pendidikan 4. tanggung jawab sosial dan disiplin sosial. 3. dilaksanakan dengan pemberian pengetahuan. Agar sesuai dengan perkembangan jaman. Pendidikan Indonesia merupakan inti utama untuk menunjang pengembangan sumber daya manusia yang peranannya sangat penting bagi pembangunan suatu bangsa. Penyelenggaraan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia 2. keterampilan. Proses transformasi tersebut berlangsung dalam jalur pendidikan sekolah dan jalur pendidikan luar sekolah.

(Kartidirdjo. (3) kemampuan menggunakan strategi dalam memecahkan masalah. bahkan merupakan kesepakatan hukum yang ditetapkan berdasarkan undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Untuk itu sekolah berperan untuk mepersiapkan peserta didiknya menjadi pelajar seumur hidup yang mampu belajar secara mandiri dengan memanfaatkan berbagai sumber belajar baik yang ada di sekolah maupun di luar sekolah. namun akibat SDA yang besar itu tidak dikelola sendiri namun meminta pertolongan kepada pihak luar. Dengan perkataan lain manusia akan menjadi ´pelajar seumur hidup´. Menurut Moedjiono dalam buku dasar-dasar Kependidikan (1986). berdaya dan berpartisipasi aktif dalam peningkatan hidup sesama. Setiap kelompok membutuhkan rang¬sangan dan inspirasi untuk memacu prestasi yang dapat dibanggakan. Dan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan mem¬punyai peranan penting dalam pembudayaan. tradisional. Prinsip nasionalisme sebagaian tujuan pendidikan nasional adalah : (1) Unity (kesatuan persatuan) lewat proses integrasi dalam sejarah berdasarkan solidaritas nasional yang melampaui solidaritas lokal. mandiri. Pendidikan yang menyejahterakan adalah pendidikan yang membebaskan. maka pendidikan di sini memegang peran penting membangun kualitas SDM. Manusia yang mempunyai daya saing. dan kemiskinan. terutama membebaskan dari kebodohan. (Rembangy. Kesadaran ini mencakup pengalaman kolektif di masa lampau atau nasib bersama di masa lampau yang menggembleng nation. Nasionalisme sebagai ideologi perlu menjiwai setiap warga negara yang wajib secara moral (moral com-mitment) dengan loyalitas penuh pengabdian diri kepada kepentingan negara. menciptakan inspirasi dan aspirasi nasional. Banyak negara yang memfokuskan ekonominya pada eksploitasi SDA akhirnya gagal membuat rakyatnya sejahtera. (4) kemampuan menentukan tujuan yang ingin dicapai. Kita tahu bahwa modal ekonomi Indonesia berupa kekayaan alam (SDA) yang melimpah tidak berarti ketika tidak diimbangi kualitas SDM yang memadai. Pendidikan sebagai Human Investment Visi pendidikan adalah pembangunan manusia seutuhnya. (2) keterampilan kognitif yang tinggi. Untuk konteks Indonesia. ke 3 ada prinsip kepribadian atau individualitas. (3) Equality (persamaan) hak dan kewajiban. penanaman kesadaran nasional. 1993). penuh kreasi. sehingga . persoalan kesejahteraan merupakan aspek penting yang harus dicapai dalam rangka proses pendidikan. Indonesia termasuk dalam deretan negara seperti ini. keduanya penting untuk membangkitkan semangat nasional. tiga unit masalah yang menjadi kewajiban sektor pendidikan. Tanpa kesadaran sejarah tak ada identitas dan tanpa orang tak kepribadian atau kepribadian nasional. persamaan kesempatan. pernyatan dan peng¬amalan nilai nilai budaya nasional yang akan mampu memupuk per¬satuan dan kesatuan bangsa. pembebasan dari ikatan komunal dan primoriaL (5) Performance (hasil kerja) baik secara individual atau kolektif. (6) adanya motivasi untuk belajar. mengemukakan bahwa aktivitas belajar dalam rangka menghadapi perubahan-perubahan yang cepat di dalam masyarakat menghendaki (1) kemampuan untuk mendapatkan informasi. kegagalan ini bukan karena kekayaan yang dieksploitasi tidak laku dipasaran.Dalam menghadapi perubahan masyarakat yang terus menerus dan berjalan secara cepat manusia dituntut untuk selalu belajar dan adaptasi dengan perkembangan masyarakat sesuai dengan zamannya. Revitalisasi Pendidikan untuk Membangun Bangsa yang Bermartabat dan Berdaya Saing Tinggi Manusia sempurna sebagaimana yang diidealisasikan sebagai titik puncak pendidikan nasional dalam upaya reaktualisasi hakikat kemanusiaan dan manifestasinya dalam sistem dan struktur sosial perlu adanya penguatan kembali (revitalisasi). kontrak. etnis. Hal ini seiring dengan konteks zamannya di mana pendidikan hingga sekarang masih diyakini sebagai aspek terpenting dalam kehidupan bangsa untuk dijadikan strategi dalam mengangkat derajat masyarakat Indonesia melalui pemberdayaan SDM yang ada. (2) Libcrty (kebebasan) setiap individu dilindungi hak-hak azasinya. keterbelakangan. kebebasan dihayati dengan penuh tanggung jawab sosial. Secara nasional pendidikan harus mempunyai arti positif bagi bangsa. berkelompok. Arti positif pendidikan adalah harapan bersama bangsa Indonesia. (Sanusi: 2008). Eksistensi kebangsaan nasional perlu dipertahankan dengan berbagai cara antara lain memupuk identitas nasional pada generasi muda. Pribadi perorangan dilindungi hukum antara lain dalam hak milik. dan (7) adanya pemahaman diri sendiri. (4) Berkaitan dengan prinsip ke 2. Kesadaran nasional perlu dibangkitkan melalui kesadaran sejarah. kebebasan berpendapat. Selain merupakan fungsi pembangunan bidang ekonomi. 2008:vii). Kesadarari nasional. (5) mengevaluasi hasil belajar sendiri.

Terkait anggaran pendidikan 20 persen. Untuk itu. bahwa guru yang mutunya bertambah baik akan mampu memberikan kepada anak didik bekal ilmu pengetahuan yang diperlukan sebagai kekuatan yang luar biasa untuk bangsa yang maju. Meski akhirnya pemerintah memenuhi anggaran pendidikan 20 persen dari APBN sebagaimana diamanatkan konstitusi. Negara miskin pun bangkit. ³Tepi Asia Pasifik telah memperlihatkan. . namun porsi anggaran yang dialokasikan dalam RAPBN 2009 tersebut belum tentu menjamin seluruh warga negara (terutama usia pendidikan dasar) bisa mengikuti pendidikan atas biaya pemerintah. bahkan korupsi dalam berbagai modusnya. kenaikan anggaran pendidikan 20 persen dari APBN memang tidak terlepas dari perdebatan yang panjang. Pada prinsipnya. tanpa sumber daya alam melimpah asalkan negara melakukan investasinya yang cukup dalam hal sumber daya manusia´. Sebaliknya. mutlak kiranya kenaikan anggaran diikuti dengan sistem anggaran yang berpihak pada kepentingan publik. ada beberapa hal yang perlu dikaji bersama. dan Ayat (2) ³Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya´. Kekuatan ilmu pengetahuan. termasuk dalam pengelolaan dana. Kenaikan anggaran selalu mengandung risiko. Padahal. Semoga dengan anggaran 20 persen ini. yakni: Pertama. akan memberi kemampuan anak bangsa ini mengembangkan berbagai prakarsa dan inovasi pembangunan untuk memajukan pemerataan pembangunan yang berjangkauan luas. Di era desentralisasi pendidikan. pengawasan. misalnya masalah efisiensi. Artinya. mutlak kiranya kenaikan anggaran diikuti dengan sistem anggaran yang berpihak pada kepentingan publik. Yang lebih kita mengkhawatirkan lagi adalah ketika nantinya peningkatan anggaran pendidikan nasional yang mencapai 20 persen itu banyak tersedot untuk birokrasi dan rawan penyimpangan. Meski minim SDA. kelembagaan komite sekolah berperan sebagai penyambung aspirasi dan partisipasi masyarakat. Kedua. Malik Fadjar (2005:103) berkeyakinan bahwa pendidikan merupakan wahana ampuh untuk membawa bangsa dan negara menjadi maju dan terpandang dalam pergaulan bangsa-bangsa dan dunia internasional. menurut Sunaryanto (2008). misalnya prinsip alokasi. revisi peraturan. Korea Selatan. distribusi. Ketiga. berbeda jauh dari Indonesia. dunia pendidikan Indonesia akan lebih berkualitas dan dapat bersaing dengan negara-negara lain yang telah lebih dulu menikmati ³kejayaannya´. Seandainya pemerintah menyadari betul efek futuristik pendidikan bagi kesejahteraan rakyat. tentu sektor pendidikan telah dari dulu diperhatikan. John Naisbitt dan Patricia Aburdence dalam Megatrend 2000 mengatakan. penguatan kapasitas. Oleh karena itu. maka Indonesia akan menjadi bangsa merdeka yang terpandang di kancah internasional dan semakin diperhitungkan perannya dalam membangun peradaban. jika mengacu pada amanat UUD 1945 amendemen keempat Pasal 31 Ayat (1) yang menyatakan. pendidikan adalah solusi tepat menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul di tanah air. sehingga kesejahteraan yang diraih melebihi negara-negara yang kaya SDA tapi minus kualitas SDM.keuntungannya pun tidak sepenuhnya milik Indonesia. Ketetapan Mahkamah Konstitusi yang mempertegas undang-undang tentang kewajiban pemerintah mengalokasikan 20 persen anggaran untuk pendidikan harus dikawal dengan merevisi peraturan yang masih memberikan celah pungutan di masyarakat. Bagaimana dengan mutu guru? Sudah seharusnya anggaran yang disediakan itu harus juga menjadi jaminan untuk meningkatkan mutu dan kesejahteraan guru yang paling bertanggung jawab terhadap mutu pendidikan anak bangsa kita. dan akuntabilitas yang tinggi. termasuk rehabilitasi infrastruktur pendidikan yang rusak. Dengan demikian. Jepang. semakin besar investasi yang ditanamkan hari ini. apabila disertai kemampuan untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. misalnya prinsip alokasi. Hal ini dilandasi argumentasi. distribusi. perluasan partisipasi. Menurut Driyakarya dalam Setiawan (2008:84) pendidikan adalah pilar kemandirian bangsa. negara seperti Singapura. biaya besar pendidikan tidak akan terbuang percuma jika benar-benar dilakukan pengawalan dan kontrol yang ketat untuk menutup penyelewengan. Anggaran Pendidikan 20 Persen: Harapan dan Tantangannya Sebagai sebuah amanat konstitusi. sudah sewajibnya sekolah diberi otonomi. efektivitas. semakin besarlah peluang memetik keberhasilan dari investasi tersebut di masa mendatang. masalah alokasi pembiayaan (unit cost) bagi operasional unit-unit pendidikan. Tapi realitanya. Logikanya. ³Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan´. Keempat. sudah tidak diragukan lagi bahwa pendidikan merupakan investasi masa depan yang berharga untuk kemajuan dan kesejahteraan sumber daya manusia. tetapi SDMnya begitu terlatih dan siap saing. dan akuntabilitas yang tinggi. misalnya Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 044/U/2002 tentang komite sekolah dan peraturan daerah yang mengadopsinya. Kesimpulan Berpijak pada uraian singkat di atas. Padahal. bangsa Indonesia harus menunggu sekian tahun untuk benar-benar menikmati besaran anggaran 20% itu. khususnya yang terkait dengan operasionalisasi sekolah. pengawasan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful