Peran Pendidikan Sebagai Modal Utama Membangun Karakter Bangsa

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar karena didukung oleh sejumlah fakta positif yaitu posisi geopolitik yang sangat strategis, kekayaan alam dan keanekaragaman hayati, kemajemukan sosial budaya, dan jumlah penduduk yang besar. Oleh karena itu, bangsa Indonesia memiliki peluang yang sangat besar untuk menjadi bangsa yang maju, adil, makmur, berdaulat, dan bermartabat. Namun demikian, untuk mewujudkan itu semua, kita masih menghadapi berbagai masalah nasional yang kompleks, yang tidak kunjung selesai. Misalnya aspek politik, di mana masalahnya mencakup kerancuan sistem ketatanegaraan dan pemerintahan, kelembagaan Negara yang tidak efektif, sistem kepartaian yang tidak mendukung, dan berkembangnya pragmatism politik. Lalu aspek ekonomi, masalahnya meliputi paradigm ekonomi yang tidak konsisten, struktur ekonomi dualistis, kebijakan fiskal yang belum mandiri, sistem keuangan dan perbankan yang tidak memihak, dan kebijakan perdagangan dan industri yang liberal. Dan aspek sosial budaya, masalah yang terjadi saat ini adalah memudarnya rasa dan ikatan kebangsaan, disorientasi nilai keagamaan, memudarnya kohesi dan integrasi sosial, dan melemahnya mentalitas positif. Dari sejumlah fakta positif atas modal besar yang dimiliki bangsa Indonesia, jumlah penduduk yang besar menjadi modal yang paling penting karena kemajuan dan kemunduran suatu bangsa sangat bergantung pada faktor manusianya (SDM). Masalah-masalah politik, ekonomi, dan sosial budaya juga dapat diselesaikan dengan SDM. Namun untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut dan menghadapi berbagai persaingan peradaban yang tinggi untuk menjadi Indonesia yang lebih maju diperlukan revitalisasi dan penguatan karakter SDM yang kuat. Salah satu aspek yang dapat dilakukan untuk mempersiapkan karakter SDM yang kuat adalah melalui pendidikan.. Pendidikan merupakan upaya yang terencana dalam proses pembimbingan dan pembelajaran bagi individu agar berkembang dan tumbuh menjadi manusia yang mandiri, bertanggungjawab, kreatif, berilmu, sehat, dan berakhlak mulia baik dilihat dari aspek jasmani maupun ruhani. Manusia yang berakhlak mulia, yang memiliki moralitas tinggi sangat dituntut untuk dibentuk atau dibangun. Bangsa Indonesia tidak hanya sekedar memancarkan kemilau pentingnya pendidikan, melainkan bagaimana bangsa Indonesia mampu merealisasikan konsep pendidikan dengan cara pembinaan, pelatihan dan pemberdayaan SDM Indonesia secara berkelanjutan dan merata. Melihat kondisi sekarang dan akan datang, ketersediaan SDM yang berkarakter merupakan kebutuhan yang amat vital. Ini dilakukan untuk mempersiapkan tantangan global dan daya saing bangsa. Memang tidak mudah untuk menghasilkan SDM yang tertuang dalam UU tersebut. Persoalannya adalah hingga saat ini SDM Indonesia masih belum mencerminkan cita-cita pendidikan yang diharapkan. Misalnya untuk kasus-kasus aktual, masih banyak ditemukan siswa yang menyontek di kala sedang menghadapi ujian, bersikap malas, tawuran antar sesama siswa, melakukan pergaulan bebas, terlibat narkoba, dan lain-lain. Di sisi lain, ditemukan guru, pendidik yang senantiasa memberikan contoh-contoh baik ke siswanya, juga tidak kalah mentalnya. Misalnya guru tidak jarang melakukan kecurangan-kecurangan dalam sertifikasi dan dalam ujian nasional (UN). Kondisi ini terus terang sangat memilukan dan mengkhawatirkan bagi bangsa Indonesia yang telah merdeka sejak tahun 1945. Memang masalah ini tidak dapat digeneralisir, namun setidaknya ini fakta yang tidak boleh diabaikan karena kita tidak menginginkan anak bangsa kita kelak menjadi manusia yang tidak bermoral sebagaimana saat ini sering kita melihat tayangan TV yang mempertontonkan berita-berita seperti pencurian, perampokan, pemerkosaan, korupsi, dan penculikan, yang dilakukan tidak hanya oleh orang-orang dewasa, tapi juga oleh anak-anak usia belasan. Mencermati hal ini, saya mencoba memberikan beberapa gagasan untuk penguatan mutu karakter SDM sehingga mampu membentuk pribadi yang kuat dan tangguh. Pembahasan ini akan mengacu pada peran pendidikan, terutama pendidik sebagai kunci keberhasilan implementasi pendidikan karakter di sekolah dan lingkungan baik keluarga maupun masyarakat. Pendidikan merupakan hal terpenting untuk membentuk kepribadian. Pendidikan itu tidak selalu berasal dari pendidikan formal seperti sekolah atau perguruan tinggi. Pendidikan informal dan non formal pun memiliki peran yang sama untuk membentuk kepribadian, terutama anak atau peserta didik. Pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Sementara pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. Satuan pendidikan nonformal terdiri atas lembaga kursus, lembaga pelatihan, kelompok belajar, pusat kegiatan belajar masyarakat, dan majelis taklim, serta satuan pendidikan yang sejenis. Sedangkan pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan. Kegiatan pendidikan informal dilakukan oleh keluarga dan lingkungan dalam bentuk kegiatan belajar secara mandiri. Memperhatikan ketiga jenis pendidikan di atas, ada kecenderungan bahwa pendidikan formal, pendidikan informal dan pendidikan non formal yang selama ini berjalan terpisah satu dengan yang lainnya. Mereka tidak saling mendukung untuk peningkatan pembentukan kepribadian peserta didik. Setiap lembaga pendidikan tersebut berjalan masing-masing sehingga yang terjadi sekarang adalah pembentukan pribadi peserta didik menjadi parsial, misalnya anak bersikap baik di rumah, namun ketika keluar rumah atau berada di sekolah ia melakukan perkelahian antarpelajar, memiliki ¶ketertarikan¶ bergaul dengan WTS atau melakukan perampokan. Sikap-sikap seperti ini merupakan bagian dari penyimpangan moralitas dan prilaku sosial pelajar. Oleh karena itu, ke depan dalam rangka membangun dan melakukan penguatan peserta didik perlu menyinergiskan ketiga komponen lembaga pendidikan. Upaya yang dapat dilakukan salah satunya adalah pendidik dan orangtua berkumpul

telah mendorong reformasi bukan hanya dalam bidang politik dan ekonomi saja. memang. sungguh sangat berarti apabila kita cermati dengan saksama. namun apabila "watak" = batuk. sehingga dapat mengejar ketertinggalan dengan bangsa lain di dunia. janganjangan terhadap lagu kebangsaan kita pun sudah tidak hafal. pada dasarnya merupakan reposisi dan bahkan rekonstruksi pendidikan secara keseluruhan atau secara komprehensif integral. Bahkan ia menegaskan. mental dan moral bagi individu-individu. Banyak para pemuda kita yang tidak memiliki jiwa besar. bahkan sudah tidak mengenal batas-batas negara hingga mempengaruhi ke seluruh sendi kehidupan manusia. pendidikan adalah suatu hal yang benar-benar ditanamkan selain menempa fisik. Di samping itu. Di samping itu. lebih sopan dalam tataran etika maupun estetika maupun perilaku dalam kehidupan sehari-hari. mengalami kejenuhan. menurut banyak kalangan. . kita sangat yakin dan semakin sadar. ada pertentangan sosial. 2000: 186-87). bukan hanya belum berhasil meningkatkan kecerdasan dan keterampilan anak didik. bahwa pendidikan lebih sekedar pengajaran. Azyumardi Azra dalam buku "Paradigma Baru Pendidikan Nasional Rekonstruksi dan Demokratisasi". Krisis moneter yang berlanjut dalam krisis ekonomi yang terjadi hingga puncaknya ditandai dengan jatuhnya rezim Soeharto dari kekuasaannya pada Mei 1998 yang lalu. Reformasi dalam bidang pendidikan. dan kesukaan berkhayal (Mappiare dalam Suyanto dan Hisyam. Dengan mempelajari gejala-gejala negatif yang dimiliki anak remaja pada umumnya. Banyak kalangan yang mengatakan bahwa "watak" dengan "watuk" (batuk) sangat tipis perbedaannya. sehingga diharapkan mampu memenuhi tugasnya sebagai manusia yang diciptakan Allah Tuhan Semesta Alam sebagai makhluk yang sempurna dan terpilih sebagai khalifahNya di muka bumi ini yang sekaligus menjadi warga negara yang berarti dan bermanfaat bagi suatu negara. adanya perasaan malu yang berlebihan. mudah disembuhkan dengan minum obat batuk. sekaligus merupakan barometer terhadap kualitas sumber daya manusia. sebagai bentuk refteksi penghargaan sekaligus bentuk penghormatan yang tiada terhingga kepada para Perintis Kemerdekaan dan Pahlawan Nasional. ada rasa kegelisahan. artinya. jangankan menghayati. mulai timbul minat pada lawan jenis. bahkan rela berkorban demi nusa dan bangsa. bahkan terjadi adanya degradasi moral. pendidikan nasional masih memiliki banyak kelemahan mendasar. Untuk itu tidak terlalu berlebihan apabila bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar memperingati hari Pendidikan Nasional yang jatuh setiap tanggal 2 Mei ini. Bahkan pendidikan nasional. Makna Pendidikan Banyak kalangan memberikan makna tentang pendidikan sangat beragam. Apabila "watak" bisa terjadi karena sudah dari sononya atau bisa juga karena faktor bawaan yang sulit untuk diubah. Mengapa hal ini bisa terjadi? Jelas hal ini tidak dapat terlepas adanya perkembangan atau laju ilmu pengetahuan dan teknologi serta informasi yang mengglobal. reposisi dan rekonstruksi pendidikan jelas harus melibatkan penilaian kembali secara kritis pencapaian dan masalah-masalah yang dihadapi dalam penyelenggaraan pendidikan nasional. agar mereka menjadi manusia yang berbudaya. melainkan gagal dalam membentuk karakter dan watak kepribadian (nation and character building). Lantas bagaimana perkembangan sekarang? Sangat ironis. Namun apa yang terjadi di era sekarang? Banyak kita jumpai perilaku para anak didik kita yang kurang sopan. baik guru maupun sesama.bersama mencoba memahami gejala-gejala anak pada fase negatif. yang meliputi keinginan untuk menyendiri. betapa jiwa nasionalisme dan kejuangannya serta wawasan kebangsaan yang dimiliki para pendahulu kita sangat besar. Reformasi. Memang idealnya demikian. bahwa dalam pendidikan atau mendidik tidak hanya sebatas mentransfer ilmu saja. kurang percaya diri. pencapaian pendidikan nasional kita masih jauh dan harapan. memberikan pengertian tentang "pendidikan" adalah merupakan suatu proses di mana suatu bangsa mempersiapkan generasi mudanya untuk menjalankan kehidupan dan untuk memenuhi tujuan hidup secara efektif dan efisien. bahwa hanya melalui dunia pendidikanlah bangsa kita akan menjadi maju. non formal dan informal. Namun. Membangun Karakter dan Watak Bangsa Melalui Pendidikan Mutlak Diperlukan Apabila kita simak bersama. melainkan juga terimbas dalam dunia pendidikan juga. Baik secara kuantitatif maupun kualitatif. namun lebih jauh dan pengertian itu yang lebih utama adalah dapat mengubah atau membentuk karakter dan watak seseorang agar menjadi lebih baik. bahkan sesuai dengan pandangannya masing-masing. apalagi untuk mampu bersaing secara kompetitif dengan perkembangan pendidikan pada tingkat global. bahwa pendidikan adalah suatu proses dimana suatu bangsa atau negara membina dan mengembangkan kesadaran diri diantara individu-individu. kurang kemauan untuk bekerja. bahkan lebih ironis lagi sudah tidak mau menghormati kepada orang tua. orangtua dan pendidik akan dapat menyadari dan melakukan upaya perbaikan perlakuan sikap terhadap anak dalam proses pendidikan formal. bahkan sangat mengkhawatirkan. Perkembangan Pendidikan Bangkitnya dunia pendidikan yang dirintis oleh Pahlawan kita Ki Hadjar Dewantara untuk menentang penjajah pada massa lalu. ada kepekaan emosional. Apabila kita amati secara garis besar.

tetapi dengan "tuntunan" bukan "tontonan". menumbuhsuburkan (cherising) nilai-nilai yang baik dan sebaliknya mengecam dan mencegah (discowaging) berlakunya nilai-nilai yang buruk. Pada akhirnya berkembang ke arah berlakunya hukum rimba yang memicu kesukubangsaan (ethnicity). tatapi lebih dari itu. Reformasi kehidupan nasional secara singkat. Hal ini memang terjadi dengan berbagai peristiwa. Menurut Qurais Shihab (1996 . estetika. Di samping itu. nilai-nilai etika. peranan pendidikan nasional di Indonesia memikul beban lebih berat Pendidikan berperan bukan hanya merupakan sarana transfer ilmu pengetahuan saja. reformasi pendidikan sangat mutlak diperlukan untuk membangun karakter atau watak suatu bangsa. Jika sistem nilai dan pandangan mereka terbatas pada kini dan di sini. bahwa pendidikan karakter merupakan upaya yang harus melibatkan semua pihak baik rumah tangga dan keluarga. masyarakat luas. pendidikan nasional pada saat yang sama (masih) tetap memikul peran multidimensi. 2000) atau tempat belajar yang penuh cinta sejati dan kasih sayang (keluarga yang sakinah. Sangat jelas cara mendidik seperti ini dikenal dengan pendekatan "among"' yang lebih menyentuh langsung pada tataran etika. sehingga betul-betul menjadi Indonesia baru yang madani. yaitu penanaman moral. maka upaya dan ambisinya terbatas pada hal yang sama. bahwa pembentukan karakter dan watak atau kepribadian ini sangat penting. yang pada gilirannya sangat krusial bagi notion building atau dalam bahasa lebih populer menuju rekonstruksi negara dan bangsa yang lebih maju dan beradab. KH. Ki Hajar Dewantara misalnya. seperti. Banyak kalangan masyarakat yang mempunyai pandangan terhadap istilah "kelatahan sosial" yang terjadi akhir-akhir ini. budi pekerti yang luhur dan lain sebagainya. tidak akan berhasil selama antar lingkungan pendidikan tidak ada kesinambungan dan keharmonisan. keterampilan. sekolah dan lingkungan sekolah. merupakan ciri dan karakter paling pokok dari suatu masyarakat madani Indonesia. 321). Sedangkan pendidikan karakter melalui sekolah. Selanjutnya menerapkan pendidikan berdasarkan karakter (characterbase education) dengan menerapkan ke dalam setiap pelajaran yang ada di samping mata pelajaran khusus untuk mendidik karakter. penyadaran dan kreativitas sesungguhnya sejak masa kemerdekaan sudah digagas oleh para pendidik kita. HA. perdamaian hati secara hakiki tidak atau belum berhasil diwujudkan. Apabila kita cermati bersama. Moral Pancasila dan sebagainya. rumah tangga dan keluarga sebagai lingkungan pembentukan dan pendidikan karakter pertama dan utama harus lebih diberdayakan. Prof. mempengaruhi sikap dan cara pandang masyarakat secara keseluruhan. Hal ini cukup beralasan. hak asasi manusia yang terkadang mendahulukan hak daripada kewajiban. Pendidikan Karakter Tidak perlu disangsikan lagi. bahkan merupakan kebutuhan mendesak. pelajaran Agama. tidak semata-mata pembelajaran pengetahuan semata. Oleh karena itu. mengajarkan praktek pendidikan yang mengusung kompetensi/kodrat alam anak didik. Pemberian penghargaan (prizing) kepada yang berprestasi. membesarkan dan mengembangkan warga negara yang demokratis dan memiliki keadaban (civility) kemampuan. bukan dengan perintah paksaan. pada intinya bertujuan untuk membangun Indonesia yang lebih genuinely dan authentically demokratis dan berkeadaban. yang pada dasarnya lebih terbatas pada transfer ilmu pengetahuan. Oleh karena itu.Reformasi Pendidikan Kita harus sadar. Akibatnya. seperti tuntutan demokrasi yang diartikan sebagai kebebasan tanpa aturan. tetap lebih luas lagi sebagai pembudayaan (enkulturisasi) yang tentu saja hal terpenting dan pembudayaan itu adalah pembentukan karakter dan watak (nation and character building). peran pendidikan nasional dengan berbagai jenjang dan jalurnya merupakan sarana paling strategis untuk mengasuh. Sejarah. yang bersatu padu (integrated). lebih banyak berupa wacana yang seolah-olah bangsa ini diajak dalam dunia mimpi. Tentu masih ingat beberapa waktu yang lalu Pemerintah mengeluarkan pandangan. situasi kemasyarakatan dengan sistem nilai yang dianutnya. Dengan demikian. bahkan sangat mendesak dan mutlak adanya (tidak bisa ditawar-tawar lagi). Berhadapan dengan berbagai masalah dan tantangan. estetika untuk pembentukan karakter. tuntutan otonomi sebagai kemandirian tanpa kerangka acuan yang mempersatukan seluruh komponen bangsa. sejahtera nanti di tahun 2030. mawaddah. Lingkungan masyarakat luas sangat mempengaruhi terhadap keberhasilan penanaman nilai-nilai etika. Mukti Ali. dan warrahmah). bahwa desain pendidikan yang mengacu pada pembebasan. seperti Ki Hajar Dewantara. dan hukuman kepada yang melanggar. Pembentukan dan pendidikan karakter tersebut. Mengapa mutlak diperlukan? Karena adanya krisis yang terus berkelanjutan melanda bangsa dan negara kita sampai saat ini belum ada solusi secara jelas dan tegas. perlu menyambung kembali hubungan dan educational networks yang mulai terputus tersebut. etos dan motivasi serta berpartisipasi aktif. Kekerasan fisik yang mengorbankan nyawa dan harta benda tersebut. Kerancuan ini menyebabkan orang frustasi dan cenderung meluapkan perasaan tanpa kendali dalam bentuk "amuk massa atau amuk sosial". Berbeda dengan peran pendidikan pada negara-negara maju. Di samping itu tidak kalah pentingnya pendidikan di masyarakat. Lingkungan masyarakat juga sangat mempengaruhi terhadap karakter dan watak seseorang. sekolah untuk kasih sayang (Philips. bahwa bangsa kita akan makmur. Ahmad Dahlan. Jangan sampai yang terjadi malah kekerasan yang meregenerasi seperti halnya yang terjadi di IPDN yang menjadi sorotan akhir-akhir ini (Kompas 16/4). sangat jelas terkait pula dengan masih bertahannya "kekerasan struktural" (structural violence) pada tingkat tertentu. Sebagaimana disarankan Philips. keluarga hendaklah kembali menjadi school of love. Suatu pemimpin bangsa yang besar untuk mengajak bangsa atau rakyatnya menjadi "pemimpi" dalam menggapai kemakmuran yang dicita-citakan. perilaku .

Melalui pendidikan pula dapat dan harus ditumbuhkan kondisi mental para warga bangsa itu. Malahan diperlukan peran manusia yang makin cerdas dan arif bijaksana. Dengan mengusahakan kemajuan sekali gus dibangun kekuatan bangsa itu. Semoga ke depan bangsa kita lebih beradab. yaitu pendidikan militer dan non militer. Namun pembangunan manusia tidak hanya untuk kepentingan bangsa. . khususnya semangat nasionalisme yang kuat. Bahkan peran manusia sangat menentukan dalam pelaksanaan berbagai kegiatan itu. Ahmad Dahlan berusaha "mengadaptasi" pendidikan modern Barat sejauh untuk kemajuan umat Islam. Fasli Jalal PhD. Sebab itu setiap bangsa menjadikan pendidikan kegiatan utama dalam mengusahakan kemajuannya. Beliau berharap dengan pengamalan budaya ini dapat menyaring persepsi dan pandangan-pandangan yang mengikis karakter Di tengah derasnya arus informasi. membangun karakter dan watak bangsa melalui pendidikan mutlak diperlukan. maju. Beliau berpendapat setiap percikan budaya merupakan bagian dari ke-Indonesiaan untuk mengisi ulang jati diri bangsa Indonesia. bahkan lestari selamanya. Meskipun ada yang berpendapat bahwa Nation State atau Negara-Bangsa berakhir eksistensinya dalam masa globalisasi sekarang ini. sedangkan Mukti Ali mendesain integrasi kurikulum dengan penambahan berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan. seperti penyakit dikotomi. berdaya saing dan beradab. Bahkan dalam banyak hal peran pendidikan sangat menentukan untuk dapat melakukan kegiatan yang bermutu. Di negara maju seperti Jepang. sistem pendidikan yang masih lemah. Amin. Bapak Juwono melihat pendidikan dan pertahanan sebuah bangsa selalu berkaitan. (Yoggi/Risma) Peran Pendidikan dalam Membangun Bangsa Tidak ada kegiatan bangsa yang lepas dari peran pendidikan. Dalam wajib militer ini tidak hanya diberikan pelatihan fisik saja namun diberikan juga pendidikan bela negara yang menanamkan pembentukan karakter sebuah bangsa. Pembangunan manusia juga dan terutama untuk kepentingan manusia itu sendiri. Faktor manusia juga amat penting bagi bangsa dalam memperkuat kondisi mentalnya. Dalam kemajuan teknologi itu banyak pekerjaan manusia dapat digantikan oleh peran mesin atau robot. Masyarakat Indonesia lebih tertarik kepada gambar dan tayangan-tayangan. hal ini mempengaruhi persepsi kita sebagai bangsa Indonesia. bahkan tidak bisa ditunda. Ibulah yang menanamkan nilai-nilai yang diperlukan dalam kehidupan. juga ketika terjadi kemajuan teknologi yang amat pesat. Ibu mengajarkan semangat juang dan pantang menyerah. Bapak Juwono mengharapkan pendidikan Indonesia kembali pada budaya gemar membaca buku. Meskipun demikian. beliau mengatakan bahwa pendidikan karakter yang terpenting dimulai dari seorang ibu. Seminar yang dipandu oleh Wakil Menteri Pendidikan Nasional Prof dr. semoga panjang umur dan berjiwa pendidik yang patut disuri tau-ladani generasi yang akan datang. Sebab utama mengapa pendidikan berpengaruh terhadap setiap kegiatan bangsa adalah karena faktor manusia. Dalam kesempatan ini pula bapak Juwono menghimbau seluruh peserta Rembuk Nasional menjaga nilai-nilai budaya bangsa Indonesia. dimana hal tersebut akan menjadi modal pertahanan sebuah negara. Bapak Juwono Sudarsono menjelaskan bahwa pendidikan kebangsaan bila dilihat dari kacamata pertahanan sebuah negara. informal dan non formal.yang tidak terlepas dengan karakter atau watak seseorang. Untuk itu peran nasionalisme tetap penting yang amat tergantung dari sikap warga bangsa itu. KH. sejahtera kini. mereka menerapkan pertahanan rakyat semesta atau wajib militer. termasuk bahasa. © Peranan Pendidikan Nasional Dalam Pembangunan Karakter Bangsa Pada sesi kedua pembukaan Rembuk Nasional Pendidikan 2010 (3/03). Pada akhir pidatonya. Namun mengapa dunia pendidikan kita yang masih berkutat dengan problem internalnya. menghadirkan mantan Menteri Pertahanan Nasional Prof Dr Juwono Sudarsono sebagi pembicara dalam seminar yang berjudul ³ Peranan Pendidikan dalam Pembangunan Karakter Bangsa ³. Betapapun kuatnya pengaruh sekolah formal. perilaku pendidiknya dan lain sebagainya. sekolah dan masyarakat dengan meneladani para tokoh yang memang patut untuk dicontoh. SpGk ini banyak membahas mengenai pembentukan identitas bangsa sebagai wahana pendidikan yang berkarakter. dapat dibagi menjadi dua bagian. faktor lingkungan seperti rumah yang nyaman dan kondusif adalah tempat yang paling tepat bagi seorang anak untuk menumbuhkan rasa percaya diri. mulai dari lingklingan rumah tangga. Seiring dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei Tahun 2007 yang lalu dan mereka yang lahir pada tanggal yang sama. Selain ibu. karena dengan pendidikan kebangsaan yang baik akan tercipta suatu kebhinekaan. beliau menganggap bahwa masyrakat Indonesia cenderung tidak tertarik lagi pada buku dan bacaan-bacaan. Hal ini menjadi penting karena beliau melihat bahasa sebagai suatu proses pertama transformasi nilai-nilai karakter bangsa. esok dan selamanya. dalam kenyataan tetap Negara-Bangsa menjadi aktor utama dalam arena dunia. Hampir tidak ada kegiatan bangsa yang tidak memerlukan peran manusia. juga penggunaan mesin dan robot itu banyak ditentukan peran manusia. Oleh karena itu. profesionalitas pendidiknya.

Waktu yang diperlukan tidaklah singkat. makin besar kemungkinan manusia menjadi bermartabat. Sebab itu pendidikan harus selalu mengandung aspek mental. Antara lain itu menonjol dalam kenyataan bahwa Manusia Indonesia pandai membuat teori dan konsep. dalam masyarakat dan melalui sistem sekolah. Dengan pendidikan kita transfer dan tumbuhkan pada Manusia Indonesia nilai-nilai. tetapi kurang sekali dalam implementasi teori dan konsep itu karena kurang kuatnya komitmen. Penyampaian itulah yang dilakukan pendidikan. Selain itu ia harus disiapkan untuk melakukan berbagai pekerjaan yang dihadapi. Problem-problem pendidikan kita semakin kompleks dan semakin sarat dengan tantangan. Itu juga menjadi persiapan yang baik untuk menghadapi pekerjaan dan kehidupan. maka pendidikan menjadi amat menentukan perannya. Celakalah satu bangsa yang tidak dapat menjaga kehidupan keluarga yang teratur. kecakapan dan pengalaman. kecerdasan dan kecakapan. Tidak jarang pekerjaan dilakukan dengan ³asal jadi´. Makin baik penyampaian itu. Kelemahan ini cenderung membuat kondisi mental yang kurang kuat. Hal ini seringkali kurang diperhatikan orang-orang yang menjalankan fungsi pendidikan. baik secara mental. Dapat dikatakan bahwa pendidikan itu harus selalu bermutu karena pendidikan yang tidak bermutu tidak ada manfaatnya sama sekali. Manusia harus dibantu untuk memahami dan meraih berbagai nilai kehidupan yang menjadikannya bermartabat. budaya. manusia yang menjadi ancaman bagi kehidupan. Bahkan pendidikan yang tidak bermutu dapat berakibat sebaliknya dengan menghasilkan manusia asosial. nampak tidak memberi jawaban solutif terhadap permasalahanpermasalahan pendidikan yang berkembang. manusia dipengaruhi oleh faktor mentalnya. lebih bermutu. maka dapat dikatakan bahwa Pendidikan di Lingkungan Keluarga menjadi landasan segenap usaha pendidikan sepanjang hidup manusia. kalau kita perhatikan kelemahan-kelemahan yang masih ada pada bangsa kita. ia harus memperoleh pendidikan yang diperlukan. Kelemahan yang amat mendasar ini harus dapat kita atasi dan perbaiki kalau kita ingin Indonesia menjadi negara dan bangsa yang selamat. Agar dapat menjalankan sesuatu dengan baik. Juga nampak sekali sekarang betapa rendahnya semangat nasionalisme di banyak kalangan di Indonesia. pengetahuan. Hal yang disampaikan itu meliputi sistem nilai. Salah satu kelemahan Manusia Indonesia adalah kecenderungan menjadi manja karena hidup dalam Alam yang serba murah dan mudah. Juga lemahnya disiplin adalah akibat kelemahan ini. Maka agar partisipasi manusia benar-benar bermutu. jauh lebih rendah dari semangat nasionalisme di Vietnam. Kita ingin agar Manusia Indonesia cerdas. Pembangunan merupakan suatu proses yang berkelanjutan mencakup seluruh aspek kehidupan manusia termasuk aspek sosial. Sudah lampau masanya bahwa manusia secara alamiah dapat tumbuh menjadi manusia bermartabat. usaha yang mengarah kesana masih belum mencapai target yang tinggi. Energi yang kurang dapat dikembangkan Manusia Indonesia yang manja itu juga berakibat kurang kuatnya karakter. terutama dari bangsa-bangsa yang sudah maju.. Kebijakan dan programprogram pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan. serta sikap mental yang ulet dan tangguh tetapi juga perasaan yang halus. mempunyai perasaan yang halus dan peka. Karena setiap manusia bermula kehidupannya dengan dilahirkan ibunya dalam lingkungan keluarganya. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran bangsa. Untuk mewujudkan Manusia Indonesia yang kuat menghadapi Alam yang mudah dan murah diperlukan pendidikan. aspek intelektual dan aspek fisik yang diusahakan dalam harmoni satu sama lainnya. Ini berarti bahwa pendidikan yang tidak bermutu bukanlah pendidikan. Dan makin baik perannya dalam kehidupan lingkungan dan masyarakatnya. Akibatnya adalah bahwa berbagai potensi positif yang dimiliki Manusia dan Alam Indonesia tidak dapat berkembang secara wajar untuk kepentingan Indonesia sendiri. Dibutuhkan suatu reformasi pendidikan untuk dapat memperbaharui semua system pendidikan dan peranannya terhadap pembangunan bangsa ini.Perjuangan kita sejak permulaan abad ke 20 dan sebelumnya adalah untuk menjadikan Manusia Indonesia mahluk yang bermartabat dan tidak kalah dari manusia lainnya. ekonomi. Pada dasarnya pendidikan dilakukan di lingkungan keluarga. Dalam perjalanannya proses pembangunan ekonomi membutuhkan sumber daya pendidikan yang berkualitas tinggi. politik dan lainnya. Tetapi sejauh ini. maju dan sejahtera. faktor inteleknya dan faktor fisiknya. disertai kurang ada niat untuk menghasilkan yang terbaik dalam berbagai perbuatan. Karena faktor manusia demikian penting dalam kehidupan bangsa. Thailand dan Singapura. . pandangan. Sebab dari belum seimbangnya peranan pendidikan Indonesia dalam proses pembangunan bangsa adalah karena penentu kebijakan dalam hal ini pemerintah masih belum menyatu dalam mewujudkan peranan pendidikan yang dapat mendongkrak kemajuan pembangunan ekonomi bangsa. . Oleh karena itu diputuskan untuk mengadakan pembaruan secara menyeluruh terhadap peranan pendidikan. Sebab partisipasi yang dilakukan manusia harus bermutu agar memberikan hasil semaksimal mungkin. menjadikan manusia makin mampu melakukan pekerjaannya. intelektual maupun fisik. Pendidikan yang tidak bermutu juga tidak dapat menyiapkan manusia secara baik dan benar untuk melakukan pekerjaannya. Pendidikan adalah segala usaha yang dilakukan untuk menyampaikan kepada orang atau pihak lain segala hal untuk menjadikannya mampu berkembang menjadi manusia yang lebih baik. dan dapat berperan lebih baik pula dalam kehidupan lingkungannya dan masyarakatnya. manusia yang melakukan pekerjaan dalam masyarakat secara efektif. sehingga dapat menghasilkan kehidupan yang bermakna. Malahan kita ingin Manusia Indonesia lebih dari itu. mudah menyerah dan mencari jalan termudah yang belum tentu memberikan penyelesaian terbaik.

John Vaizei dalam bukunya Education in the Modern World (1965) mengemukakan peranan pendidikan sebagai berikut : (1) melalui lembaga mengemukakan peranan pendidikan tinggi dan lembaga riset memberikan gagasan-gagasan dan teknik baru. Penyelenggaraan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia 2. Reformasi pendidikan pada dasarnya mempunyai tujuan agar pendidikan dapat berjalan lebih efektif dan efisien dalam mencapai tujuan pendidikan nasional Indonesia. Manusia yang berkualitas me¬miliki keseimbangan antara tiga aspek yang ada padanya. sistem pendidikan harus disesuai pula dengan tuntutan yang paling terkini. Namun karena sistem ini masih baru tentunya kita masih harus banyak belajar dan berjuang untuk memecahkan berbagai kendala yang ada di depan. keterampilan. 3. Mengembangkan potensi dan kreatifitas pembelajaran 4. Dengan adanya reformasi besar-besaran di berbagai bidang sejak lengsernya era pemerintahan Soeharto maka bidang pendidikan juga tidak mau kalah. Manusia yang memiliki aspek kebangsaan mernpunyai rasa cinta tanah air. social dan agama. Proses transformasi tersebut berlangsung dalam jalur pendidikan sekolah dan jalur pendidikan luar sekolah. Manusia sebagai makhluk individu memiliki potensi fisik dan nirfisik. Membuat visi pendidikan Indonesia yang baru sehingga semua komponen masyarkat dapat diberdayakan secara luas 2. Berorientasi pada peningkatan kualitas manusia Indonesia tersebut. Manusia sebagai makhluk soslaJ mempunyai kesetiakawanan sosial. yaitu aspek pribadi sebagai individu. 3. maka peranan pendidikan dalam pembangunan dapat dirumuskan sebagai berikut : Dalam meningkatkan manusia sebagai makhluk individu yang berpotensi fisik dan nirfisik. Diperlukan suatu strategi pendidikan untuk membuat program pendidikan merata di seluruh tanah air. seni. Penyelenggaraan pendidikan yang efisien 5. budaya. nilai dan sikap.Perlu pengorbanan dan kesediaan dari semua pihak yang terkait. 6. dilaksanakan dengan pemberian pengetahuan. Pemerintah dan masyarakat harus mau bekerjasama demi tercapainya kualitas pemberdayaan manusia yang diinginkan. Kebijakan kurikulum seharusnya disesuaikan dengan lingkungan serta komponen bangsa yang lain seperti ilmu pengetahuan. Pembentukan nilai adalah nilai-nilai budaya bangsa dan juga nilainilai keagamaan sesuai dengan agama masing-masing dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Mengurangi kesulitan birokrasi pendidikan yang sering menjadi kendala kelancaran proses pendidikan saat ini. Peluang untuk belajar seluas-luasnya kepada masyarakat Indonesia sehingga kemampuan dasar masyarakat kita pun akan meningkat. jiwa patriotik dan berwawasan masa depan. seperti pemerintah. tanggung jawab sosial dan disiplin sosial. Ada beberapa langkah baru untuk melakukan rekonstruksi pendidikan dalam rangka membangun paradigma baru system pendidikan pasca reformasi. Misi pendidikan yang jelas untuk membuat masyarakat ikut berpartisipasi aktif di dalamnya. Reformasi pendidikan juga harus memberikan peluang bagi siapapun untuk mengembangkan langkah atau cara baru dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Agar sesuai dengan perkembangan jaman. Pendidikan dilakukan secara transparan dan demokratis tanpa mengurangi mutu pendidikan 4. Sistem pendidikan Indonesia diubah dan disesuaikan secara otonomi yang diharapkan akan membawa angin segar dan perbaikan dalam sistem pendidikan yang selama ini dipergunakan. Pengembangan system pembelajaran yang demokratis agar tidak terdapat suatu pengelompokkan pengajaran. dan (3) penanaman sikap . (2) melalui sekolah dan latihan-latihan mempersiapkan tenaga kerja terampil berpengetahuan. PERANAN PENDIDIKAN DALAM PEMBANGUNAN Di muka telah diuraikan bahwa pendidikan mempunyai peranan dalam meningkatkan kualitas manusia sebagai sumberdaya pembangunan dan menjadi titik sentral pembangunan. Pendidikan Indonesia merupakan inti utama untuk menunjang pengembangan sumber daya manusia yang peranannya sangat penting bagi pembangunan suatu bangsa. 5. teknologi. aspek sosial dan aspek kebangsaan. Jika langkah-langkah ini dapat direalisasikan maka Pendidikan Indonesia akan mempunyai harapan untuk menuju kehidupan berbangsa yang lebih berkualitas. seperti : 1. dengan potensi potensi tersebut manusia mampu berkarya dan berbudi pekerti luhur. seperti berikut ini : 1. instansi pendidikan. Pendidikan yang dapat dipertanggungjawabkan kembali pada masyarakat sebagai sumber daya utama juga pengguna hasil pendidikan itu sendiri. kementrian pendidikan dan pelaksana pendidikan Indonesia.

persoalan kesejahteraan merupakan aspek penting yang harus dicapai dalam rangka proses pendidikan. (3) Equality (persamaan) hak dan kewajiban. Kesadaran ini mencakup pengalaman kolektif di masa lampau atau nasib bersama di masa lampau yang menggembleng nation. Secara nasional pendidikan harus mempunyai arti positif bagi bangsa. persamaan kesempatan. Untuk itu sekolah berperan untuk mepersiapkan peserta didiknya menjadi pelajar seumur hidup yang mampu belajar secara mandiri dengan memanfaatkan berbagai sumber belajar baik yang ada di sekolah maupun di luar sekolah. kebebasan berpendapat. Untuk konteks Indonesia. penanaman kesadaran nasional. (Rembangy. maka pendidikan di sini memegang peran penting membangun kualitas SDM. (2) Libcrty (kebebasan) setiap individu dilindungi hak-hak azasinya. Indonesia termasuk dalam deretan negara seperti ini. Eksistensi kebangsaan nasional perlu dipertahankan dengan berbagai cara antara lain memupuk identitas nasional pada generasi muda. (Sanusi: 2008). (4) Berkaitan dengan prinsip ke 2. Kita tahu bahwa modal ekonomi Indonesia berupa kekayaan alam (SDA) yang melimpah tidak berarti ketika tidak diimbangi kualitas SDM yang memadai. Menurut Moedjiono dalam buku dasar-dasar Kependidikan (1986). Pribadi perorangan dilindungi hukum antara lain dalam hak milik. tradisional. terutama membebaskan dari kebodohan. berkelompok. menciptakan inspirasi dan aspirasi nasional. sehingga . keduanya penting untuk membangkitkan semangat nasional. etnis. bahkan merupakan kesepakatan hukum yang ditetapkan berdasarkan undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Kesadarari nasional. mengemukakan bahwa aktivitas belajar dalam rangka menghadapi perubahan-perubahan yang cepat di dalam masyarakat menghendaki (1) kemampuan untuk mendapatkan informasi. Selain merupakan fungsi pembangunan bidang ekonomi. 1993). berdaya dan berpartisipasi aktif dalam peningkatan hidup sesama. pembebasan dari ikatan komunal dan primoriaL (5) Performance (hasil kerja) baik secara individual atau kolektif. Setiap kelompok membutuhkan rang¬sangan dan inspirasi untuk memacu prestasi yang dapat dibanggakan. Hal ini seiring dengan konteks zamannya di mana pendidikan hingga sekarang masih diyakini sebagai aspek terpenting dalam kehidupan bangsa untuk dijadikan strategi dalam mengangkat derajat masyarakat Indonesia melalui pemberdayaan SDM yang ada. namun akibat SDA yang besar itu tidak dikelola sendiri namun meminta pertolongan kepada pihak luar. 2008:vii). Manusia yang mempunyai daya saing. mandiri. Nasionalisme sebagai ideologi perlu menjiwai setiap warga negara yang wajib secara moral (moral com-mitment) dengan loyalitas penuh pengabdian diri kepada kepentingan negara. (6) adanya motivasi untuk belajar. (3) kemampuan menggunakan strategi dalam memecahkan masalah. penuh kreasi. kegagalan ini bukan karena kekayaan yang dieksploitasi tidak laku dipasaran. ke 3 ada prinsip kepribadian atau individualitas. Dan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan mem¬punyai peranan penting dalam pembudayaan. (4) kemampuan menentukan tujuan yang ingin dicapai. (Kartidirdjo. pernyatan dan peng¬amalan nilai nilai budaya nasional yang akan mampu memupuk per¬satuan dan kesatuan bangsa. keterbelakangan.Dalam menghadapi perubahan masyarakat yang terus menerus dan berjalan secara cepat manusia dituntut untuk selalu belajar dan adaptasi dengan perkembangan masyarakat sesuai dengan zamannya. Prinsip nasionalisme sebagaian tujuan pendidikan nasional adalah : (1) Unity (kesatuan persatuan) lewat proses integrasi dalam sejarah berdasarkan solidaritas nasional yang melampaui solidaritas lokal. tiga unit masalah yang menjadi kewajiban sektor pendidikan. Kesadaran nasional perlu dibangkitkan melalui kesadaran sejarah. Dengan perkataan lain manusia akan menjadi ´pelajar seumur hidup´. kebebasan dihayati dengan penuh tanggung jawab sosial. Tanpa kesadaran sejarah tak ada identitas dan tanpa orang tak kepribadian atau kepribadian nasional. Revitalisasi Pendidikan untuk Membangun Bangsa yang Bermartabat dan Berdaya Saing Tinggi Manusia sempurna sebagaimana yang diidealisasikan sebagai titik puncak pendidikan nasional dalam upaya reaktualisasi hakikat kemanusiaan dan manifestasinya dalam sistem dan struktur sosial perlu adanya penguatan kembali (revitalisasi). Pendidikan sebagai Human Investment Visi pendidikan adalah pembangunan manusia seutuhnya. Arti positif pendidikan adalah harapan bersama bangsa Indonesia. (2) keterampilan kognitif yang tinggi. Banyak negara yang memfokuskan ekonominya pada eksploitasi SDA akhirnya gagal membuat rakyatnya sejahtera. dan (7) adanya pemahaman diri sendiri. kontrak. Pendidikan yang menyejahterakan adalah pendidikan yang membebaskan. (5) mengevaluasi hasil belajar sendiri. dan kemiskinan.

sudah tidak diragukan lagi bahwa pendidikan merupakan investasi masa depan yang berharga untuk kemajuan dan kesejahteraan sumber daya manusia. mutlak kiranya kenaikan anggaran diikuti dengan sistem anggaran yang berpihak pada kepentingan publik. ³Tepi Asia Pasifik telah memperlihatkan. khususnya yang terkait dengan operasionalisasi sekolah. Keempat. dan akuntabilitas yang tinggi. Hal ini dilandasi argumentasi. Pada prinsipnya. pendidikan adalah solusi tepat menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul di tanah air. jika mengacu pada amanat UUD 1945 amendemen keempat Pasal 31 Ayat (1) yang menyatakan. Kedua. misalnya Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 044/U/2002 tentang komite sekolah dan peraturan daerah yang mengadopsinya. Sebaliknya. misalnya masalah efisiensi. yakni: Pertama. kelembagaan komite sekolah berperan sebagai penyambung aspirasi dan partisipasi masyarakat. sehingga kesejahteraan yang diraih melebihi negara-negara yang kaya SDA tapi minus kualitas SDM. Korea Selatan. Jepang. distribusi. menurut Sunaryanto (2008). semakin besarlah peluang memetik keberhasilan dari investasi tersebut di masa mendatang. Tapi realitanya. Malik Fadjar (2005:103) berkeyakinan bahwa pendidikan merupakan wahana ampuh untuk membawa bangsa dan negara menjadi maju dan terpandang dalam pergaulan bangsa-bangsa dan dunia internasional. mutlak kiranya kenaikan anggaran diikuti dengan sistem anggaran yang berpihak pada kepentingan publik. termasuk dalam pengelolaan dana. ada beberapa hal yang perlu dikaji bersama. pengawasan. Terkait anggaran pendidikan 20 persen. Seandainya pemerintah menyadari betul efek futuristik pendidikan bagi kesejahteraan rakyat. sudah sewajibnya sekolah diberi otonomi. termasuk rehabilitasi infrastruktur pendidikan yang rusak. kenaikan anggaran pendidikan 20 persen dari APBN memang tidak terlepas dari perdebatan yang panjang. apabila disertai kemampuan untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Padahal. akan memberi kemampuan anak bangsa ini mengembangkan berbagai prakarsa dan inovasi pembangunan untuk memajukan pemerataan pembangunan yang berjangkauan luas. masalah alokasi pembiayaan (unit cost) bagi operasional unit-unit pendidikan. Bagaimana dengan mutu guru? Sudah seharusnya anggaran yang disediakan itu harus juga menjadi jaminan untuk meningkatkan mutu dan kesejahteraan guru yang paling bertanggung jawab terhadap mutu pendidikan anak bangsa kita. Meski akhirnya pemerintah memenuhi anggaran pendidikan 20 persen dari APBN sebagaimana diamanatkan konstitusi. Negara miskin pun bangkit. maka Indonesia akan menjadi bangsa merdeka yang terpandang di kancah internasional dan semakin diperhitungkan perannya dalam membangun peradaban. semakin besar investasi yang ditanamkan hari ini. . Yang lebih kita mengkhawatirkan lagi adalah ketika nantinya peningkatan anggaran pendidikan nasional yang mencapai 20 persen itu banyak tersedot untuk birokrasi dan rawan penyimpangan. Di era desentralisasi pendidikan. bahkan korupsi dalam berbagai modusnya. misalnya prinsip alokasi. distribusi. misalnya prinsip alokasi. Menurut Driyakarya dalam Setiawan (2008:84) pendidikan adalah pilar kemandirian bangsa. Ketiga.keuntungannya pun tidak sepenuhnya milik Indonesia. berbeda jauh dari Indonesia. negara seperti Singapura. bangsa Indonesia harus menunggu sekian tahun untuk benar-benar menikmati besaran anggaran 20% itu. dan akuntabilitas yang tinggi. Untuk itu. Ketetapan Mahkamah Konstitusi yang mempertegas undang-undang tentang kewajiban pemerintah mengalokasikan 20 persen anggaran untuk pendidikan harus dikawal dengan merevisi peraturan yang masih memberikan celah pungutan di masyarakat. dunia pendidikan Indonesia akan lebih berkualitas dan dapat bersaing dengan negara-negara lain yang telah lebih dulu menikmati ³kejayaannya´. John Naisbitt dan Patricia Aburdence dalam Megatrend 2000 mengatakan. Logikanya. Dengan demikian. revisi peraturan. Kenaikan anggaran selalu mengandung risiko. Anggaran Pendidikan 20 Persen: Harapan dan Tantangannya Sebagai sebuah amanat konstitusi. tetapi SDMnya begitu terlatih dan siap saing. Meski minim SDA. pengawasan. Artinya. dan Ayat (2) ³Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya´. perluasan partisipasi. Padahal. Kekuatan ilmu pengetahuan. namun porsi anggaran yang dialokasikan dalam RAPBN 2009 tersebut belum tentu menjamin seluruh warga negara (terutama usia pendidikan dasar) bisa mengikuti pendidikan atas biaya pemerintah. Kesimpulan Berpijak pada uraian singkat di atas. efektivitas. bahwa guru yang mutunya bertambah baik akan mampu memberikan kepada anak didik bekal ilmu pengetahuan yang diperlukan sebagai kekuatan yang luar biasa untuk bangsa yang maju. biaya besar pendidikan tidak akan terbuang percuma jika benar-benar dilakukan pengawalan dan kontrol yang ketat untuk menutup penyelewengan. Oleh karena itu. tentu sektor pendidikan telah dari dulu diperhatikan. Semoga dengan anggaran 20 persen ini. tanpa sumber daya alam melimpah asalkan negara melakukan investasinya yang cukup dalam hal sumber daya manusia´. penguatan kapasitas. ³Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan´.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful