P. 1
Peran Pendidikan Sebagai Modal Utama Membangun Karakter Bangsa

Peran Pendidikan Sebagai Modal Utama Membangun Karakter Bangsa

|Views: 780|Likes:
Published by Nanay Youra

More info:

Published by: Nanay Youra on Apr 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/03/2012

pdf

text

original

Peran Pendidikan Sebagai Modal Utama Membangun Karakter Bangsa

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar karena didukung oleh sejumlah fakta positif yaitu posisi geopolitik yang sangat strategis, kekayaan alam dan keanekaragaman hayati, kemajemukan sosial budaya, dan jumlah penduduk yang besar. Oleh karena itu, bangsa Indonesia memiliki peluang yang sangat besar untuk menjadi bangsa yang maju, adil, makmur, berdaulat, dan bermartabat. Namun demikian, untuk mewujudkan itu semua, kita masih menghadapi berbagai masalah nasional yang kompleks, yang tidak kunjung selesai. Misalnya aspek politik, di mana masalahnya mencakup kerancuan sistem ketatanegaraan dan pemerintahan, kelembagaan Negara yang tidak efektif, sistem kepartaian yang tidak mendukung, dan berkembangnya pragmatism politik. Lalu aspek ekonomi, masalahnya meliputi paradigm ekonomi yang tidak konsisten, struktur ekonomi dualistis, kebijakan fiskal yang belum mandiri, sistem keuangan dan perbankan yang tidak memihak, dan kebijakan perdagangan dan industri yang liberal. Dan aspek sosial budaya, masalah yang terjadi saat ini adalah memudarnya rasa dan ikatan kebangsaan, disorientasi nilai keagamaan, memudarnya kohesi dan integrasi sosial, dan melemahnya mentalitas positif. Dari sejumlah fakta positif atas modal besar yang dimiliki bangsa Indonesia, jumlah penduduk yang besar menjadi modal yang paling penting karena kemajuan dan kemunduran suatu bangsa sangat bergantung pada faktor manusianya (SDM). Masalah-masalah politik, ekonomi, dan sosial budaya juga dapat diselesaikan dengan SDM. Namun untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut dan menghadapi berbagai persaingan peradaban yang tinggi untuk menjadi Indonesia yang lebih maju diperlukan revitalisasi dan penguatan karakter SDM yang kuat. Salah satu aspek yang dapat dilakukan untuk mempersiapkan karakter SDM yang kuat adalah melalui pendidikan.. Pendidikan merupakan upaya yang terencana dalam proses pembimbingan dan pembelajaran bagi individu agar berkembang dan tumbuh menjadi manusia yang mandiri, bertanggungjawab, kreatif, berilmu, sehat, dan berakhlak mulia baik dilihat dari aspek jasmani maupun ruhani. Manusia yang berakhlak mulia, yang memiliki moralitas tinggi sangat dituntut untuk dibentuk atau dibangun. Bangsa Indonesia tidak hanya sekedar memancarkan kemilau pentingnya pendidikan, melainkan bagaimana bangsa Indonesia mampu merealisasikan konsep pendidikan dengan cara pembinaan, pelatihan dan pemberdayaan SDM Indonesia secara berkelanjutan dan merata. Melihat kondisi sekarang dan akan datang, ketersediaan SDM yang berkarakter merupakan kebutuhan yang amat vital. Ini dilakukan untuk mempersiapkan tantangan global dan daya saing bangsa. Memang tidak mudah untuk menghasilkan SDM yang tertuang dalam UU tersebut. Persoalannya adalah hingga saat ini SDM Indonesia masih belum mencerminkan cita-cita pendidikan yang diharapkan. Misalnya untuk kasus-kasus aktual, masih banyak ditemukan siswa yang menyontek di kala sedang menghadapi ujian, bersikap malas, tawuran antar sesama siswa, melakukan pergaulan bebas, terlibat narkoba, dan lain-lain. Di sisi lain, ditemukan guru, pendidik yang senantiasa memberikan contoh-contoh baik ke siswanya, juga tidak kalah mentalnya. Misalnya guru tidak jarang melakukan kecurangan-kecurangan dalam sertifikasi dan dalam ujian nasional (UN). Kondisi ini terus terang sangat memilukan dan mengkhawatirkan bagi bangsa Indonesia yang telah merdeka sejak tahun 1945. Memang masalah ini tidak dapat digeneralisir, namun setidaknya ini fakta yang tidak boleh diabaikan karena kita tidak menginginkan anak bangsa kita kelak menjadi manusia yang tidak bermoral sebagaimana saat ini sering kita melihat tayangan TV yang mempertontonkan berita-berita seperti pencurian, perampokan, pemerkosaan, korupsi, dan penculikan, yang dilakukan tidak hanya oleh orang-orang dewasa, tapi juga oleh anak-anak usia belasan. Mencermati hal ini, saya mencoba memberikan beberapa gagasan untuk penguatan mutu karakter SDM sehingga mampu membentuk pribadi yang kuat dan tangguh. Pembahasan ini akan mengacu pada peran pendidikan, terutama pendidik sebagai kunci keberhasilan implementasi pendidikan karakter di sekolah dan lingkungan baik keluarga maupun masyarakat. Pendidikan merupakan hal terpenting untuk membentuk kepribadian. Pendidikan itu tidak selalu berasal dari pendidikan formal seperti sekolah atau perguruan tinggi. Pendidikan informal dan non formal pun memiliki peran yang sama untuk membentuk kepribadian, terutama anak atau peserta didik. Pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Sementara pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. Satuan pendidikan nonformal terdiri atas lembaga kursus, lembaga pelatihan, kelompok belajar, pusat kegiatan belajar masyarakat, dan majelis taklim, serta satuan pendidikan yang sejenis. Sedangkan pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan. Kegiatan pendidikan informal dilakukan oleh keluarga dan lingkungan dalam bentuk kegiatan belajar secara mandiri. Memperhatikan ketiga jenis pendidikan di atas, ada kecenderungan bahwa pendidikan formal, pendidikan informal dan pendidikan non formal yang selama ini berjalan terpisah satu dengan yang lainnya. Mereka tidak saling mendukung untuk peningkatan pembentukan kepribadian peserta didik. Setiap lembaga pendidikan tersebut berjalan masing-masing sehingga yang terjadi sekarang adalah pembentukan pribadi peserta didik menjadi parsial, misalnya anak bersikap baik di rumah, namun ketika keluar rumah atau berada di sekolah ia melakukan perkelahian antarpelajar, memiliki ¶ketertarikan¶ bergaul dengan WTS atau melakukan perampokan. Sikap-sikap seperti ini merupakan bagian dari penyimpangan moralitas dan prilaku sosial pelajar. Oleh karena itu, ke depan dalam rangka membangun dan melakukan penguatan peserta didik perlu menyinergiskan ketiga komponen lembaga pendidikan. Upaya yang dapat dilakukan salah satunya adalah pendidik dan orangtua berkumpul

lebih sopan dalam tataran etika maupun estetika maupun perilaku dalam kehidupan sehari-hari. sekaligus merupakan barometer terhadap kualitas sumber daya manusia. namun lebih jauh dan pengertian itu yang lebih utama adalah dapat mengubah atau membentuk karakter dan watak seseorang agar menjadi lebih baik. menurut banyak kalangan. Banyak para pemuda kita yang tidak memiliki jiwa besar. bahkan sesuai dengan pandangannya masing-masing. namun apabila "watak" = batuk. . artinya. Reformasi. Bahkan pendidikan nasional. Lantas bagaimana perkembangan sekarang? Sangat ironis. Banyak kalangan yang mengatakan bahwa "watak" dengan "watuk" (batuk) sangat tipis perbedaannya. ada rasa kegelisahan. Perkembangan Pendidikan Bangkitnya dunia pendidikan yang dirintis oleh Pahlawan kita Ki Hadjar Dewantara untuk menentang penjajah pada massa lalu. pada dasarnya merupakan reposisi dan bahkan rekonstruksi pendidikan secara keseluruhan atau secara komprehensif integral. yang meliputi keinginan untuk menyendiri. ada pertentangan sosial. bahkan sangat mengkhawatirkan. sungguh sangat berarti apabila kita cermati dengan saksama. pendidikan adalah suatu hal yang benar-benar ditanamkan selain menempa fisik. betapa jiwa nasionalisme dan kejuangannya serta wawasan kebangsaan yang dimiliki para pendahulu kita sangat besar. Mengapa hal ini bisa terjadi? Jelas hal ini tidak dapat terlepas adanya perkembangan atau laju ilmu pengetahuan dan teknologi serta informasi yang mengglobal. reposisi dan rekonstruksi pendidikan jelas harus melibatkan penilaian kembali secara kritis pencapaian dan masalah-masalah yang dihadapi dalam penyelenggaraan pendidikan nasional. Namun apa yang terjadi di era sekarang? Banyak kita jumpai perilaku para anak didik kita yang kurang sopan. bahkan rela berkorban demi nusa dan bangsa. Apabila kita amati secara garis besar. Memang idealnya demikian. sehingga dapat mengejar ketertinggalan dengan bangsa lain di dunia. sehingga diharapkan mampu memenuhi tugasnya sebagai manusia yang diciptakan Allah Tuhan Semesta Alam sebagai makhluk yang sempurna dan terpilih sebagai khalifahNya di muka bumi ini yang sekaligus menjadi warga negara yang berarti dan bermanfaat bagi suatu negara. orangtua dan pendidik akan dapat menyadari dan melakukan upaya perbaikan perlakuan sikap terhadap anak dalam proses pendidikan formal. Di samping itu. dan kesukaan berkhayal (Mappiare dalam Suyanto dan Hisyam. Makna Pendidikan Banyak kalangan memberikan makna tentang pendidikan sangat beragam. pendidikan nasional masih memiliki banyak kelemahan mendasar. kurang percaya diri. melainkan juga terimbas dalam dunia pendidikan juga. apalagi untuk mampu bersaing secara kompetitif dengan perkembangan pendidikan pada tingkat global. Baik secara kuantitatif maupun kualitatif. kurang kemauan untuk bekerja. memberikan pengertian tentang "pendidikan" adalah merupakan suatu proses di mana suatu bangsa mempersiapkan generasi mudanya untuk menjalankan kehidupan dan untuk memenuhi tujuan hidup secara efektif dan efisien.bersama mencoba memahami gejala-gejala anak pada fase negatif. 2000: 186-87). bahwa pendidikan lebih sekedar pengajaran. bahkan lebih ironis lagi sudah tidak mau menghormati kepada orang tua. Apabila "watak" bisa terjadi karena sudah dari sononya atau bisa juga karena faktor bawaan yang sulit untuk diubah. Di samping itu. bahkan terjadi adanya degradasi moral. agar mereka menjadi manusia yang berbudaya. pencapaian pendidikan nasional kita masih jauh dan harapan. mudah disembuhkan dengan minum obat batuk. Untuk itu tidak terlalu berlebihan apabila bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar memperingati hari Pendidikan Nasional yang jatuh setiap tanggal 2 Mei ini. bahkan sudah tidak mengenal batas-batas negara hingga mempengaruhi ke seluruh sendi kehidupan manusia. telah mendorong reformasi bukan hanya dalam bidang politik dan ekonomi saja. mental dan moral bagi individu-individu. Azyumardi Azra dalam buku "Paradigma Baru Pendidikan Nasional Rekonstruksi dan Demokratisasi". Reformasi dalam bidang pendidikan. melainkan gagal dalam membentuk karakter dan watak kepribadian (nation and character building). Bahkan ia menegaskan. bahwa hanya melalui dunia pendidikanlah bangsa kita akan menjadi maju. janganjangan terhadap lagu kebangsaan kita pun sudah tidak hafal. mengalami kejenuhan. Krisis moneter yang berlanjut dalam krisis ekonomi yang terjadi hingga puncaknya ditandai dengan jatuhnya rezim Soeharto dari kekuasaannya pada Mei 1998 yang lalu. memang. bahwa pendidikan adalah suatu proses dimana suatu bangsa atau negara membina dan mengembangkan kesadaran diri diantara individu-individu. ada kepekaan emosional. adanya perasaan malu yang berlebihan. non formal dan informal. baik guru maupun sesama. Membangun Karakter dan Watak Bangsa Melalui Pendidikan Mutlak Diperlukan Apabila kita simak bersama. Dengan mempelajari gejala-gejala negatif yang dimiliki anak remaja pada umumnya. Namun. bukan hanya belum berhasil meningkatkan kecerdasan dan keterampilan anak didik. mulai timbul minat pada lawan jenis. jangankan menghayati. bahwa dalam pendidikan atau mendidik tidak hanya sebatas mentransfer ilmu saja. sebagai bentuk refteksi penghargaan sekaligus bentuk penghormatan yang tiada terhingga kepada para Perintis Kemerdekaan dan Pahlawan Nasional. kita sangat yakin dan semakin sadar.

tuntutan otonomi sebagai kemandirian tanpa kerangka acuan yang mempersatukan seluruh komponen bangsa. Pendidikan Karakter Tidak perlu disangsikan lagi. penyadaran dan kreativitas sesungguhnya sejak masa kemerdekaan sudah digagas oleh para pendidik kita. mempengaruhi sikap dan cara pandang masyarakat secara keseluruhan. Sangat jelas cara mendidik seperti ini dikenal dengan pendekatan "among"' yang lebih menyentuh langsung pada tataran etika. Berhadapan dengan berbagai masalah dan tantangan. bahkan sangat mendesak dan mutlak adanya (tidak bisa ditawar-tawar lagi). Menurut Qurais Shihab (1996 . sekolah dan lingkungan sekolah. Banyak kalangan masyarakat yang mempunyai pandangan terhadap istilah "kelatahan sosial" yang terjadi akhir-akhir ini. Selanjutnya menerapkan pendidikan berdasarkan karakter (characterbase education) dengan menerapkan ke dalam setiap pelajaran yang ada di samping mata pelajaran khusus untuk mendidik karakter. Lingkungan masyarakat juga sangat mempengaruhi terhadap karakter dan watak seseorang. Di samping itu. seperti Ki Hajar Dewantara. membesarkan dan mengembangkan warga negara yang demokratis dan memiliki keadaban (civility) kemampuan. bahwa pembentukan karakter dan watak atau kepribadian ini sangat penting. Hal ini cukup beralasan. 2000) atau tempat belajar yang penuh cinta sejati dan kasih sayang (keluarga yang sakinah. seperti tuntutan demokrasi yang diartikan sebagai kebebasan tanpa aturan. Mengapa mutlak diperlukan? Karena adanya krisis yang terus berkelanjutan melanda bangsa dan negara kita sampai saat ini belum ada solusi secara jelas dan tegas. keluarga hendaklah kembali menjadi school of love. Hal ini memang terjadi dengan berbagai peristiwa. dan hukuman kepada yang melanggar. pelajaran Agama. Jika sistem nilai dan pandangan mereka terbatas pada kini dan di sini. bahwa bangsa kita akan makmur. sekolah untuk kasih sayang (Philips. 321). keterampilan. reformasi pendidikan sangat mutlak diperlukan untuk membangun karakter atau watak suatu bangsa. Pembentukan dan pendidikan karakter tersebut. sangat jelas terkait pula dengan masih bertahannya "kekerasan struktural" (structural violence) pada tingkat tertentu. tetapi dengan "tuntunan" bukan "tontonan". maka upaya dan ambisinya terbatas pada hal yang sama. Lingkungan masyarakat luas sangat mempengaruhi terhadap keberhasilan penanaman nilai-nilai etika. budi pekerti yang luhur dan lain sebagainya. dan warrahmah). seperti. lebih banyak berupa wacana yang seolah-olah bangsa ini diajak dalam dunia mimpi. Berbeda dengan peran pendidikan pada negara-negara maju. sehingga betul-betul menjadi Indonesia baru yang madani. yang pada dasarnya lebih terbatas pada transfer ilmu pengetahuan. bukan dengan perintah paksaan. menumbuhsuburkan (cherising) nilai-nilai yang baik dan sebaliknya mengecam dan mencegah (discowaging) berlakunya nilai-nilai yang buruk. Kekerasan fisik yang mengorbankan nyawa dan harta benda tersebut. Akibatnya. peranan pendidikan nasional di Indonesia memikul beban lebih berat Pendidikan berperan bukan hanya merupakan sarana transfer ilmu pengetahuan saja. estetika untuk pembentukan karakter. merupakan ciri dan karakter paling pokok dari suatu masyarakat madani Indonesia. situasi kemasyarakatan dengan sistem nilai yang dianutnya. Moral Pancasila dan sebagainya. Ki Hajar Dewantara misalnya. KH. tatapi lebih dari itu. Apabila kita cermati bersama. sejahtera nanti di tahun 2030. Mukti Ali. Dengan demikian. bahkan merupakan kebutuhan mendesak. Reformasi kehidupan nasional secara singkat. tidak akan berhasil selama antar lingkungan pendidikan tidak ada kesinambungan dan keharmonisan. Sebagaimana disarankan Philips. Sedangkan pendidikan karakter melalui sekolah. Tentu masih ingat beberapa waktu yang lalu Pemerintah mengeluarkan pandangan. rumah tangga dan keluarga sebagai lingkungan pembentukan dan pendidikan karakter pertama dan utama harus lebih diberdayakan.Reformasi Pendidikan Kita harus sadar. masyarakat luas. Ahmad Dahlan. estetika. HA. Oleh karena itu. mengajarkan praktek pendidikan yang mengusung kompetensi/kodrat alam anak didik. pada intinya bertujuan untuk membangun Indonesia yang lebih genuinely dan authentically demokratis dan berkeadaban. yaitu penanaman moral. Pemberian penghargaan (prizing) kepada yang berprestasi. Kerancuan ini menyebabkan orang frustasi dan cenderung meluapkan perasaan tanpa kendali dalam bentuk "amuk massa atau amuk sosial". Suatu pemimpin bangsa yang besar untuk mengajak bangsa atau rakyatnya menjadi "pemimpi" dalam menggapai kemakmuran yang dicita-citakan. Jangan sampai yang terjadi malah kekerasan yang meregenerasi seperti halnya yang terjadi di IPDN yang menjadi sorotan akhir-akhir ini (Kompas 16/4). Prof. Di samping itu tidak kalah pentingnya pendidikan di masyarakat. Pada akhirnya berkembang ke arah berlakunya hukum rimba yang memicu kesukubangsaan (ethnicity). mawaddah. nilai-nilai etika. tidak semata-mata pembelajaran pengetahuan semata. bahwa pendidikan karakter merupakan upaya yang harus melibatkan semua pihak baik rumah tangga dan keluarga. yang pada gilirannya sangat krusial bagi notion building atau dalam bahasa lebih populer menuju rekonstruksi negara dan bangsa yang lebih maju dan beradab. Oleh karena itu. hak asasi manusia yang terkadang mendahulukan hak daripada kewajiban. Sejarah. perilaku . perlu menyambung kembali hubungan dan educational networks yang mulai terputus tersebut. etos dan motivasi serta berpartisipasi aktif. yang bersatu padu (integrated). pendidikan nasional pada saat yang sama (masih) tetap memikul peran multidimensi. tetap lebih luas lagi sebagai pembudayaan (enkulturisasi) yang tentu saja hal terpenting dan pembudayaan itu adalah pembentukan karakter dan watak (nation and character building). perdamaian hati secara hakiki tidak atau belum berhasil diwujudkan. bahwa desain pendidikan yang mengacu pada pembebasan. peran pendidikan nasional dengan berbagai jenjang dan jalurnya merupakan sarana paling strategis untuk mengasuh.

Sebab utama mengapa pendidikan berpengaruh terhadap setiap kegiatan bangsa adalah karena faktor manusia. maju. juga ketika terjadi kemajuan teknologi yang amat pesat. Dalam kemajuan teknologi itu banyak pekerjaan manusia dapat digantikan oleh peran mesin atau robot. Oleh karena itu. profesionalitas pendidiknya. dimana hal tersebut akan menjadi modal pertahanan sebuah negara. mulai dari lingklingan rumah tangga. Pembangunan manusia juga dan terutama untuk kepentingan manusia itu sendiri. semoga panjang umur dan berjiwa pendidik yang patut disuri tau-ladani generasi yang akan datang. Bapak Juwono melihat pendidikan dan pertahanan sebuah bangsa selalu berkaitan. Di negara maju seperti Jepang. beliau menganggap bahwa masyrakat Indonesia cenderung tidak tertarik lagi pada buku dan bacaan-bacaan. dalam kenyataan tetap Negara-Bangsa menjadi aktor utama dalam arena dunia. bahkan lestari selamanya. Meskipun ada yang berpendapat bahwa Nation State atau Negara-Bangsa berakhir eksistensinya dalam masa globalisasi sekarang ini. Ahmad Dahlan berusaha "mengadaptasi" pendidikan modern Barat sejauh untuk kemajuan umat Islam. sistem pendidikan yang masih lemah. yaitu pendidikan militer dan non militer. Bapak Juwono Sudarsono menjelaskan bahwa pendidikan kebangsaan bila dilihat dari kacamata pertahanan sebuah negara. Pada akhir pidatonya. mereka menerapkan pertahanan rakyat semesta atau wajib militer. Fasli Jalal PhD. hal ini mempengaruhi persepsi kita sebagai bangsa Indonesia. Dengan mengusahakan kemajuan sekali gus dibangun kekuatan bangsa itu. (Yoggi/Risma) Peran Pendidikan dalam Membangun Bangsa Tidak ada kegiatan bangsa yang lepas dari peran pendidikan. sedangkan Mukti Ali mendesain integrasi kurikulum dengan penambahan berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan. perilaku pendidiknya dan lain sebagainya. Beliau berharap dengan pengamalan budaya ini dapat menyaring persepsi dan pandangan-pandangan yang mengikis karakter Di tengah derasnya arus informasi. informal dan non formal. Beliau berpendapat setiap percikan budaya merupakan bagian dari ke-Indonesiaan untuk mengisi ulang jati diri bangsa Indonesia. Hampir tidak ada kegiatan bangsa yang tidak memerlukan peran manusia. Meskipun demikian. Hal ini menjadi penting karena beliau melihat bahasa sebagai suatu proses pertama transformasi nilai-nilai karakter bangsa. Untuk itu peran nasionalisme tetap penting yang amat tergantung dari sikap warga bangsa itu. Betapapun kuatnya pengaruh sekolah formal. sekolah dan masyarakat dengan meneladani para tokoh yang memang patut untuk dicontoh. membangun karakter dan watak bangsa melalui pendidikan mutlak diperlukan. Selain ibu. esok dan selamanya. Melalui pendidikan pula dapat dan harus ditumbuhkan kondisi mental para warga bangsa itu. khususnya semangat nasionalisme yang kuat. Semoga ke depan bangsa kita lebih beradab. Ibulah yang menanamkan nilai-nilai yang diperlukan dalam kehidupan. Seiring dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei Tahun 2007 yang lalu dan mereka yang lahir pada tanggal yang sama. Masyarakat Indonesia lebih tertarik kepada gambar dan tayangan-tayangan. Seminar yang dipandu oleh Wakil Menteri Pendidikan Nasional Prof dr. dapat dibagi menjadi dua bagian. Sebab itu setiap bangsa menjadikan pendidikan kegiatan utama dalam mengusahakan kemajuannya. Faktor manusia juga amat penting bagi bangsa dalam memperkuat kondisi mentalnya. Dalam kesempatan ini pula bapak Juwono menghimbau seluruh peserta Rembuk Nasional menjaga nilai-nilai budaya bangsa Indonesia. bahkan tidak bisa ditunda. . Bapak Juwono mengharapkan pendidikan Indonesia kembali pada budaya gemar membaca buku. beliau mengatakan bahwa pendidikan karakter yang terpenting dimulai dari seorang ibu. Namun mengapa dunia pendidikan kita yang masih berkutat dengan problem internalnya. Bahkan peran manusia sangat menentukan dalam pelaksanaan berbagai kegiatan itu. Dalam wajib militer ini tidak hanya diberikan pelatihan fisik saja namun diberikan juga pendidikan bela negara yang menanamkan pembentukan karakter sebuah bangsa. Bahkan dalam banyak hal peran pendidikan sangat menentukan untuk dapat melakukan kegiatan yang bermutu. Ibu mengajarkan semangat juang dan pantang menyerah. juga penggunaan mesin dan robot itu banyak ditentukan peran manusia. menghadirkan mantan Menteri Pertahanan Nasional Prof Dr Juwono Sudarsono sebagi pembicara dalam seminar yang berjudul ³ Peranan Pendidikan dalam Pembangunan Karakter Bangsa ³. berdaya saing dan beradab.yang tidak terlepas dengan karakter atau watak seseorang. Namun pembangunan manusia tidak hanya untuk kepentingan bangsa. KH. faktor lingkungan seperti rumah yang nyaman dan kondusif adalah tempat yang paling tepat bagi seorang anak untuk menumbuhkan rasa percaya diri. termasuk bahasa. SpGk ini banyak membahas mengenai pembentukan identitas bangsa sebagai wahana pendidikan yang berkarakter. © Peranan Pendidikan Nasional Dalam Pembangunan Karakter Bangsa Pada sesi kedua pembukaan Rembuk Nasional Pendidikan 2010 (3/03). Amin. seperti penyakit dikotomi. karena dengan pendidikan kebangsaan yang baik akan tercipta suatu kebhinekaan. Malahan diperlukan peran manusia yang makin cerdas dan arif bijaksana. sejahtera kini.

Energi yang kurang dapat dikembangkan Manusia Indonesia yang manja itu juga berakibat kurang kuatnya karakter. Tidak jarang pekerjaan dilakukan dengan ³asal jadi´. Bahkan pendidikan yang tidak bermutu dapat berakibat sebaliknya dengan menghasilkan manusia asosial. politik dan lainnya. Juga nampak sekali sekarang betapa rendahnya semangat nasionalisme di banyak kalangan di Indonesia. Karena setiap manusia bermula kehidupannya dengan dilahirkan ibunya dalam lingkungan keluarganya. Selain itu ia harus disiapkan untuk melakukan berbagai pekerjaan yang dihadapi. Itu juga menjadi persiapan yang baik untuk menghadapi pekerjaan dan kehidupan. Salah satu kelemahan Manusia Indonesia adalah kecenderungan menjadi manja karena hidup dalam Alam yang serba murah dan mudah. baik secara mental. manusia yang melakukan pekerjaan dalam masyarakat secara efektif. sehingga dapat menghasilkan kehidupan yang bermakna. Pada dasarnya pendidikan dilakukan di lingkungan keluarga. Sebab dari belum seimbangnya peranan pendidikan Indonesia dalam proses pembangunan bangsa adalah karena penentu kebijakan dalam hal ini pemerintah masih belum menyatu dalam mewujudkan peranan pendidikan yang dapat mendongkrak kemajuan pembangunan ekonomi bangsa. Penyampaian itulah yang dilakukan pendidikan. tetapi kurang sekali dalam implementasi teori dan konsep itu karena kurang kuatnya komitmen. Akibatnya adalah bahwa berbagai potensi positif yang dimiliki Manusia dan Alam Indonesia tidak dapat berkembang secara wajar untuk kepentingan Indonesia sendiri. serta sikap mental yang ulet dan tangguh tetapi juga perasaan yang halus. maka dapat dikatakan bahwa Pendidikan di Lingkungan Keluarga menjadi landasan segenap usaha pendidikan sepanjang hidup manusia. Kelemahan ini cenderung membuat kondisi mental yang kurang kuat. . Dibutuhkan suatu reformasi pendidikan untuk dapat memperbaharui semua system pendidikan dan peranannya terhadap pembangunan bangsa ini. terutama dari bangsa-bangsa yang sudah maju. Untuk mewujudkan Manusia Indonesia yang kuat menghadapi Alam yang mudah dan murah diperlukan pendidikan. Hal yang disampaikan itu meliputi sistem nilai. Kelemahan yang amat mendasar ini harus dapat kita atasi dan perbaiki kalau kita ingin Indonesia menjadi negara dan bangsa yang selamat. manusia yang menjadi ancaman bagi kehidupan. disertai kurang ada niat untuk menghasilkan yang terbaik dalam berbagai perbuatan. Sudah lampau masanya bahwa manusia secara alamiah dapat tumbuh menjadi manusia bermartabat. menjadikan manusia makin mampu melakukan pekerjaannya. aspek intelektual dan aspek fisik yang diusahakan dalam harmoni satu sama lainnya. Kebijakan dan programprogram pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan. Dengan pendidikan kita transfer dan tumbuhkan pada Manusia Indonesia nilai-nilai. manusia dipengaruhi oleh faktor mentalnya. kalau kita perhatikan kelemahan-kelemahan yang masih ada pada bangsa kita. kecakapan dan pengalaman. maka pendidikan menjadi amat menentukan perannya. Pendidikan adalah segala usaha yang dilakukan untuk menyampaikan kepada orang atau pihak lain segala hal untuk menjadikannya mampu berkembang menjadi manusia yang lebih baik. kecerdasan dan kecakapan. Antara lain itu menonjol dalam kenyataan bahwa Manusia Indonesia pandai membuat teori dan konsep. budaya. Dapat dikatakan bahwa pendidikan itu harus selalu bermutu karena pendidikan yang tidak bermutu tidak ada manfaatnya sama sekali. Tetapi sejauh ini. Dan makin baik perannya dalam kehidupan lingkungan dan masyarakatnya. intelektual maupun fisik. pengetahuan. pandangan. makin besar kemungkinan manusia menjadi bermartabat. Manusia harus dibantu untuk memahami dan meraih berbagai nilai kehidupan yang menjadikannya bermartabat. ekonomi. Pembangunan merupakan suatu proses yang berkelanjutan mencakup seluruh aspek kehidupan manusia termasuk aspek sosial. lebih bermutu. Makin baik penyampaian itu. maju dan sejahtera. Pendidikan yang tidak bermutu juga tidak dapat menyiapkan manusia secara baik dan benar untuk melakukan pekerjaannya. Agar dapat menjalankan sesuatu dengan baik. Karena faktor manusia demikian penting dalam kehidupan bangsa. Thailand dan Singapura. jauh lebih rendah dari semangat nasionalisme di Vietnam. . Oleh karena itu diputuskan untuk mengadakan pembaruan secara menyeluruh terhadap peranan pendidikan. ia harus memperoleh pendidikan yang diperlukan.. mudah menyerah dan mencari jalan termudah yang belum tentu memberikan penyelesaian terbaik. Hal ini seringkali kurang diperhatikan orang-orang yang menjalankan fungsi pendidikan. Problem-problem pendidikan kita semakin kompleks dan semakin sarat dengan tantangan. faktor inteleknya dan faktor fisiknya. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran bangsa. Kita ingin agar Manusia Indonesia cerdas. Waktu yang diperlukan tidaklah singkat. dan dapat berperan lebih baik pula dalam kehidupan lingkungannya dan masyarakatnya. dalam masyarakat dan melalui sistem sekolah. nampak tidak memberi jawaban solutif terhadap permasalahanpermasalahan pendidikan yang berkembang. Sebab partisipasi yang dilakukan manusia harus bermutu agar memberikan hasil semaksimal mungkin. Juga lemahnya disiplin adalah akibat kelemahan ini. Sebab itu pendidikan harus selalu mengandung aspek mental. Dalam perjalanannya proses pembangunan ekonomi membutuhkan sumber daya pendidikan yang berkualitas tinggi. Ini berarti bahwa pendidikan yang tidak bermutu bukanlah pendidikan. Celakalah satu bangsa yang tidak dapat menjaga kehidupan keluarga yang teratur.Perjuangan kita sejak permulaan abad ke 20 dan sebelumnya adalah untuk menjadikan Manusia Indonesia mahluk yang bermartabat dan tidak kalah dari manusia lainnya. mempunyai perasaan yang halus dan peka. Maka agar partisipasi manusia benar-benar bermutu. Malahan kita ingin Manusia Indonesia lebih dari itu. usaha yang mengarah kesana masih belum mencapai target yang tinggi.

keterampilan. teknologi. Reformasi pendidikan juga harus memberikan peluang bagi siapapun untuk mengembangkan langkah atau cara baru dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Namun karena sistem ini masih baru tentunya kita masih harus banyak belajar dan berjuang untuk memecahkan berbagai kendala yang ada di depan. (2) melalui sekolah dan latihan-latihan mempersiapkan tenaga kerja terampil berpengetahuan. John Vaizei dalam bukunya Education in the Modern World (1965) mengemukakan peranan pendidikan sebagai berikut : (1) melalui lembaga mengemukakan peranan pendidikan tinggi dan lembaga riset memberikan gagasan-gagasan dan teknik baru. kementrian pendidikan dan pelaksana pendidikan Indonesia. Mengurangi kesulitan birokrasi pendidikan yang sering menjadi kendala kelancaran proses pendidikan saat ini. Pengembangan system pembelajaran yang demokratis agar tidak terdapat suatu pengelompokkan pengajaran. Proses transformasi tersebut berlangsung dalam jalur pendidikan sekolah dan jalur pendidikan luar sekolah. Membuat visi pendidikan Indonesia yang baru sehingga semua komponen masyarkat dapat diberdayakan secara luas 2. budaya. Pendidikan Indonesia merupakan inti utama untuk menunjang pengembangan sumber daya manusia yang peranannya sangat penting bagi pembangunan suatu bangsa. Manusia sebagai makhluk individu memiliki potensi fisik dan nirfisik. Pendidikan yang dapat dipertanggungjawabkan kembali pada masyarakat sebagai sumber daya utama juga pengguna hasil pendidikan itu sendiri. tanggung jawab sosial dan disiplin sosial. Penyelenggaraan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia 2. yaitu aspek pribadi sebagai individu. Penyelenggaraan pendidikan yang efisien 5. Manusia sebagai makhluk soslaJ mempunyai kesetiakawanan sosial. Pembentukan nilai adalah nilai-nilai budaya bangsa dan juga nilainilai keagamaan sesuai dengan agama masing-masing dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. maka peranan pendidikan dalam pembangunan dapat dirumuskan sebagai berikut : Dalam meningkatkan manusia sebagai makhluk individu yang berpotensi fisik dan nirfisik. sistem pendidikan harus disesuai pula dengan tuntutan yang paling terkini. Misi pendidikan yang jelas untuk membuat masyarakat ikut berpartisipasi aktif di dalamnya. 6. Manusia yang memiliki aspek kebangsaan mernpunyai rasa cinta tanah air. dengan potensi potensi tersebut manusia mampu berkarya dan berbudi pekerti luhur. Berorientasi pada peningkatan kualitas manusia Indonesia tersebut. 3. dan (3) penanaman sikap . Diperlukan suatu strategi pendidikan untuk membuat program pendidikan merata di seluruh tanah air. aspek sosial dan aspek kebangsaan. Sistem pendidikan Indonesia diubah dan disesuaikan secara otonomi yang diharapkan akan membawa angin segar dan perbaikan dalam sistem pendidikan yang selama ini dipergunakan. instansi pendidikan. Jika langkah-langkah ini dapat direalisasikan maka Pendidikan Indonesia akan mempunyai harapan untuk menuju kehidupan berbangsa yang lebih berkualitas. seperti pemerintah. Reformasi pendidikan pada dasarnya mempunyai tujuan agar pendidikan dapat berjalan lebih efektif dan efisien dalam mencapai tujuan pendidikan nasional Indonesia. seperti berikut ini : 1.Perlu pengorbanan dan kesediaan dari semua pihak yang terkait. Mengembangkan potensi dan kreatifitas pembelajaran 4. 3. seni. Ada beberapa langkah baru untuk melakukan rekonstruksi pendidikan dalam rangka membangun paradigma baru system pendidikan pasca reformasi. social dan agama. 5. Kebijakan kurikulum seharusnya disesuaikan dengan lingkungan serta komponen bangsa yang lain seperti ilmu pengetahuan. Peluang untuk belajar seluas-luasnya kepada masyarakat Indonesia sehingga kemampuan dasar masyarakat kita pun akan meningkat. Agar sesuai dengan perkembangan jaman. seperti : 1. dilaksanakan dengan pemberian pengetahuan. Dengan adanya reformasi besar-besaran di berbagai bidang sejak lengsernya era pemerintahan Soeharto maka bidang pendidikan juga tidak mau kalah. jiwa patriotik dan berwawasan masa depan. nilai dan sikap. PERANAN PENDIDIKAN DALAM PEMBANGUNAN Di muka telah diuraikan bahwa pendidikan mempunyai peranan dalam meningkatkan kualitas manusia sebagai sumberdaya pembangunan dan menjadi titik sentral pembangunan. Manusia yang berkualitas me¬miliki keseimbangan antara tiga aspek yang ada padanya. Pemerintah dan masyarakat harus mau bekerjasama demi tercapainya kualitas pemberdayaan manusia yang diinginkan. Pendidikan dilakukan secara transparan dan demokratis tanpa mengurangi mutu pendidikan 4.

mandiri. (2) Libcrty (kebebasan) setiap individu dilindungi hak-hak azasinya. bahkan merupakan kesepakatan hukum yang ditetapkan berdasarkan undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. terutama membebaskan dari kebodohan. pernyatan dan peng¬amalan nilai nilai budaya nasional yang akan mampu memupuk per¬satuan dan kesatuan bangsa. etnis. (4) Berkaitan dengan prinsip ke 2. kontrak. Secara nasional pendidikan harus mempunyai arti positif bagi bangsa. Kesadaran nasional perlu dibangkitkan melalui kesadaran sejarah. Kita tahu bahwa modal ekonomi Indonesia berupa kekayaan alam (SDA) yang melimpah tidak berarti ketika tidak diimbangi kualitas SDM yang memadai. Selain merupakan fungsi pembangunan bidang ekonomi. Dengan perkataan lain manusia akan menjadi ´pelajar seumur hidup´. keterbelakangan. Untuk itu sekolah berperan untuk mepersiapkan peserta didiknya menjadi pelajar seumur hidup yang mampu belajar secara mandiri dengan memanfaatkan berbagai sumber belajar baik yang ada di sekolah maupun di luar sekolah. namun akibat SDA yang besar itu tidak dikelola sendiri namun meminta pertolongan kepada pihak luar.Dalam menghadapi perubahan masyarakat yang terus menerus dan berjalan secara cepat manusia dituntut untuk selalu belajar dan adaptasi dengan perkembangan masyarakat sesuai dengan zamannya. kebebasan berpendapat. Menurut Moedjiono dalam buku dasar-dasar Kependidikan (1986). Arti positif pendidikan adalah harapan bersama bangsa Indonesia. Kesadaran ini mencakup pengalaman kolektif di masa lampau atau nasib bersama di masa lampau yang menggembleng nation. Manusia yang mempunyai daya saing. berkelompok. persamaan kesempatan. Eksistensi kebangsaan nasional perlu dipertahankan dengan berbagai cara antara lain memupuk identitas nasional pada generasi muda. dan (7) adanya pemahaman diri sendiri. Kesadarari nasional. dan kemiskinan. Hal ini seiring dengan konteks zamannya di mana pendidikan hingga sekarang masih diyakini sebagai aspek terpenting dalam kehidupan bangsa untuk dijadikan strategi dalam mengangkat derajat masyarakat Indonesia melalui pemberdayaan SDM yang ada. penanaman kesadaran nasional. Banyak negara yang memfokuskan ekonominya pada eksploitasi SDA akhirnya gagal membuat rakyatnya sejahtera. ke 3 ada prinsip kepribadian atau individualitas. tiga unit masalah yang menjadi kewajiban sektor pendidikan. Indonesia termasuk dalam deretan negara seperti ini. berdaya dan berpartisipasi aktif dalam peningkatan hidup sesama. Prinsip nasionalisme sebagaian tujuan pendidikan nasional adalah : (1) Unity (kesatuan persatuan) lewat proses integrasi dalam sejarah berdasarkan solidaritas nasional yang melampaui solidaritas lokal. Setiap kelompok membutuhkan rang¬sangan dan inspirasi untuk memacu prestasi yang dapat dibanggakan. penuh kreasi. (6) adanya motivasi untuk belajar. (Kartidirdjo. Pendidikan yang menyejahterakan adalah pendidikan yang membebaskan. (Rembangy. Revitalisasi Pendidikan untuk Membangun Bangsa yang Bermartabat dan Berdaya Saing Tinggi Manusia sempurna sebagaimana yang diidealisasikan sebagai titik puncak pendidikan nasional dalam upaya reaktualisasi hakikat kemanusiaan dan manifestasinya dalam sistem dan struktur sosial perlu adanya penguatan kembali (revitalisasi). Pendidikan sebagai Human Investment Visi pendidikan adalah pembangunan manusia seutuhnya. 2008:vii). (2) keterampilan kognitif yang tinggi. menciptakan inspirasi dan aspirasi nasional. Nasionalisme sebagai ideologi perlu menjiwai setiap warga negara yang wajib secara moral (moral com-mitment) dengan loyalitas penuh pengabdian diri kepada kepentingan negara. 1993). (3) Equality (persamaan) hak dan kewajiban. pembebasan dari ikatan komunal dan primoriaL (5) Performance (hasil kerja) baik secara individual atau kolektif. mengemukakan bahwa aktivitas belajar dalam rangka menghadapi perubahan-perubahan yang cepat di dalam masyarakat menghendaki (1) kemampuan untuk mendapatkan informasi. persoalan kesejahteraan merupakan aspek penting yang harus dicapai dalam rangka proses pendidikan. Dan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan mem¬punyai peranan penting dalam pembudayaan. sehingga . (5) mengevaluasi hasil belajar sendiri. (3) kemampuan menggunakan strategi dalam memecahkan masalah. Pribadi perorangan dilindungi hukum antara lain dalam hak milik. kebebasan dihayati dengan penuh tanggung jawab sosial. maka pendidikan di sini memegang peran penting membangun kualitas SDM. Untuk konteks Indonesia. keduanya penting untuk membangkitkan semangat nasional. Tanpa kesadaran sejarah tak ada identitas dan tanpa orang tak kepribadian atau kepribadian nasional. tradisional. (4) kemampuan menentukan tujuan yang ingin dicapai. (Sanusi: 2008). kegagalan ini bukan karena kekayaan yang dieksploitasi tidak laku dipasaran.

dan Ayat (2) ³Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya´. misalnya prinsip alokasi. kenaikan anggaran pendidikan 20 persen dari APBN memang tidak terlepas dari perdebatan yang panjang. ³Tepi Asia Pasifik telah memperlihatkan. Seandainya pemerintah menyadari betul efek futuristik pendidikan bagi kesejahteraan rakyat. misalnya Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 044/U/2002 tentang komite sekolah dan peraturan daerah yang mengadopsinya. efektivitas. bahwa guru yang mutunya bertambah baik akan mampu memberikan kepada anak didik bekal ilmu pengetahuan yang diperlukan sebagai kekuatan yang luar biasa untuk bangsa yang maju. tanpa sumber daya alam melimpah asalkan negara melakukan investasinya yang cukup dalam hal sumber daya manusia´. Sebaliknya. tetapi SDMnya begitu terlatih dan siap saing. dan akuntabilitas yang tinggi. termasuk dalam pengelolaan dana. Hal ini dilandasi argumentasi. namun porsi anggaran yang dialokasikan dalam RAPBN 2009 tersebut belum tentu menjamin seluruh warga negara (terutama usia pendidikan dasar) bisa mengikuti pendidikan atas biaya pemerintah. negara seperti Singapura. Logikanya. revisi peraturan. Padahal. mutlak kiranya kenaikan anggaran diikuti dengan sistem anggaran yang berpihak pada kepentingan publik. misalnya masalah efisiensi. Semoga dengan anggaran 20 persen ini. kelembagaan komite sekolah berperan sebagai penyambung aspirasi dan partisipasi masyarakat. Dengan demikian. Meski akhirnya pemerintah memenuhi anggaran pendidikan 20 persen dari APBN sebagaimana diamanatkan konstitusi. Yang lebih kita mengkhawatirkan lagi adalah ketika nantinya peningkatan anggaran pendidikan nasional yang mencapai 20 persen itu banyak tersedot untuk birokrasi dan rawan penyimpangan. distribusi. perluasan partisipasi. Artinya. sudah tidak diragukan lagi bahwa pendidikan merupakan investasi masa depan yang berharga untuk kemajuan dan kesejahteraan sumber daya manusia. Ketetapan Mahkamah Konstitusi yang mempertegas undang-undang tentang kewajiban pemerintah mengalokasikan 20 persen anggaran untuk pendidikan harus dikawal dengan merevisi peraturan yang masih memberikan celah pungutan di masyarakat. jika mengacu pada amanat UUD 1945 amendemen keempat Pasal 31 Ayat (1) yang menyatakan. dunia pendidikan Indonesia akan lebih berkualitas dan dapat bersaing dengan negara-negara lain yang telah lebih dulu menikmati ³kejayaannya´. . Bagaimana dengan mutu guru? Sudah seharusnya anggaran yang disediakan itu harus juga menjadi jaminan untuk meningkatkan mutu dan kesejahteraan guru yang paling bertanggung jawab terhadap mutu pendidikan anak bangsa kita. Negara miskin pun bangkit. Oleh karena itu. maka Indonesia akan menjadi bangsa merdeka yang terpandang di kancah internasional dan semakin diperhitungkan perannya dalam membangun peradaban. pengawasan. apabila disertai kemampuan untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. semakin besar investasi yang ditanamkan hari ini. menurut Sunaryanto (2008). Ketiga. bangsa Indonesia harus menunggu sekian tahun untuk benar-benar menikmati besaran anggaran 20% itu. Meski minim SDA. Tapi realitanya. Korea Selatan. pendidikan adalah solusi tepat menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul di tanah air. distribusi. Terkait anggaran pendidikan 20 persen. ³Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan´. penguatan kapasitas. Pada prinsipnya. Anggaran Pendidikan 20 Persen: Harapan dan Tantangannya Sebagai sebuah amanat konstitusi. masalah alokasi pembiayaan (unit cost) bagi operasional unit-unit pendidikan. John Naisbitt dan Patricia Aburdence dalam Megatrend 2000 mengatakan. Padahal. semakin besarlah peluang memetik keberhasilan dari investasi tersebut di masa mendatang. ada beberapa hal yang perlu dikaji bersama. sehingga kesejahteraan yang diraih melebihi negara-negara yang kaya SDA tapi minus kualitas SDM. bahkan korupsi dalam berbagai modusnya. mutlak kiranya kenaikan anggaran diikuti dengan sistem anggaran yang berpihak pada kepentingan publik. Kekuatan ilmu pengetahuan. tentu sektor pendidikan telah dari dulu diperhatikan. Jepang. Kenaikan anggaran selalu mengandung risiko. sudah sewajibnya sekolah diberi otonomi. akan memberi kemampuan anak bangsa ini mengembangkan berbagai prakarsa dan inovasi pembangunan untuk memajukan pemerataan pembangunan yang berjangkauan luas. termasuk rehabilitasi infrastruktur pendidikan yang rusak. biaya besar pendidikan tidak akan terbuang percuma jika benar-benar dilakukan pengawalan dan kontrol yang ketat untuk menutup penyelewengan. pengawasan. dan akuntabilitas yang tinggi. yakni: Pertama. Di era desentralisasi pendidikan. khususnya yang terkait dengan operasionalisasi sekolah. Menurut Driyakarya dalam Setiawan (2008:84) pendidikan adalah pilar kemandirian bangsa. Untuk itu. Kesimpulan Berpijak pada uraian singkat di atas.keuntungannya pun tidak sepenuhnya milik Indonesia. misalnya prinsip alokasi. berbeda jauh dari Indonesia. Malik Fadjar (2005:103) berkeyakinan bahwa pendidikan merupakan wahana ampuh untuk membawa bangsa dan negara menjadi maju dan terpandang dalam pergaulan bangsa-bangsa dan dunia internasional. Keempat. Kedua.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->