TUGAS SEJARAH TENTANG KEBIJAKAN PEMERINTAH KOLONIAL BELANDA DAN INGGRIS

Disusun Oleh: Ajeng Nadia Fernanda Tantri Putri Risky A. (05) (15) (27) 

Risa Sekarningtyas (29) Siti Aisyah N. Taufik H. (32) (33)

KEBIJAKAN PEMERINTAH KOLONIAL BELANDA DAN INGGRIS

KEBIJAKAN

POLITIK

PENINGGALAN

SISTEM PENYERAHAN WAJIB OLEH VOC

POLITIK PINTU TERBUKA

BENTENG

SISTEM KERJA RODI

POLITIK ETIS

PABRIK SENJATA DI SURABAYA DAN SEMARANG

SISTEM TANAM PAKSA

JALAN RAYA DARI ANYER SAMPAI PANARUKAN

SISTEM PENYERAHAN WAJIB OLEH VOC

Tujuan

F Mengatasi Persaingan antar pedagang bangsa Belanda sendiri. F Mengatasi dagang antara pedagang Belanda dengan
Hak Istimewa Eropa. 

VOC berhak mendirikan benteng pertahanan.  VOC berhak mencetak mata uang sendiri.  VOC berhak menyatakan perang dengan siapapun.
Tokoh
Van Oldenbarnevelt (Pencetus VOC pada tangal 20 Maret 1602 ) Pieter Both (Gubernur jendera;l pertama VOC) J.P. Coen (Gubernur jenderal VOC yang memindahkan kantor dagang VOC dari Ambon ke Batavia atau Jayakarta )

. dapat dikatakan sebagai suatu dan perampasan.  Wilayah kerajaan terpecah belah dengan melahirkan kerajaan dan penguasa baru  Hask oktroi (istimewa) di bawah kendali VOC. membuat VOC.perbudakan.Pengaruh  Kekuasaan raja menjadi berkurang atau bahakan didominasi secara keseluruhan oleh VOC.. pembunuhan. masyarakat Indonesia menjadi miskin dan menderita. perampokan.  Pelayaran Hongi.

.

.

.

preanger kepada stelsel. rakyat yaitu kewajiban untuk dibebankan Priangan . u Melaksanakan yang menanam kopi.SISTEM KERJA RODI Metode Daendels u Membangun benteng -benteng u Membangun pabrik senjata di Surabaya u Melaksanakan yang harus contingenten dibayar stelsel. u Menjual tanah-tanah negara kepada pihak swasta asing. yaitu pajak dengan Semarang dan oleh rakyat menyerahkan hasil bumi. seperti kepada Han Ti Ko seorang pengusaha Cina.

) Pengaruh ŒDampak Positif: Terdapat jalan Anyer sampai senjata di Surabaya dan Semarang. Panarukan. dan terdapat pabrik .Tokoh € Herman Willem Daendels (Gubernur jenderal pulau Jawa dengan tugas utama mempertahankan pulau Jawa dari ancaman Inggris. Œ Dampak negatif:Rakyat Indonesia miskin dan menderita berkepanjangan.) € Janssens (Gubernur jenderal pengganti Daendels di Indonesia.

.

.

‹ Hasil tanaman yang diwajibkan harus diangkat sendiri ke pabrik dan mendapat ganti rugi ‹ Kelebihan hasil panen akan diganti oleh pemerintah. . seperti Perang Diponegoro (1825-1830) dan Perang Paderi (1821-1837) • Pemerintah Belanda banyak mengeluarkan biaya untuk menghadapi pemberontakan Belgia yang ingin memisahkan diri.  Pokok Ketentuan Tanam Paksa ‹ Penduduk wajib menanami 1/5 tanahnya dengan tanaman yang ditentukan pemerintah.SISTEM TANAM PAKSA  Latar Belakang • Adanya pengeluaran biaya perang dalam menghadapi perlawanan rakyat di berbagai daerah.

 Pengaruh Dampak Positif: Dapat melatih rakyat untuk menjadi petani atau pengusaha yang makmur.  Douwes Dekker (Penentang tanam paksa). Tokoh  Van den Bosch (Gubernur jenderal pertama dan pencetus tanam paksa). Dampak Negatif: Memeras hasil bumi dan memeras tenaga rakyat. .

.

.

Belanda jug mengeluarkan Undang-Undang Gula (Suiker Wet) tahun 1870 bertujuan untuk memberikan kesempatan yang lebih luas kepada para pengusaha perkebunan gula. 2.) Rakya t mengenal sistem upah dengan uang. .) Rakyat menderita dan miskin 2.Pokok-pokok UU Agraria tahun 1870 berisi: 1.) Memberi kesempatan dan jaminan kepada swasta asing (Eropa) untuk membuka usaha dalam bidang perkebunan di Indonesia.) Pribumi diberi hak memiliki tanah dan menyewakanya kepada pengusaha swasta. serta. juga mengenal barang-barang ekspor dan impor.) Melindungi hak atas tanah penduduk agar tidak hilang(dijual).) Timbulnya pedagang perantara. Pengaruh: 1. UU Agraria bertujuan yaitu: 1. 3. Selain itu.) Pengusaha dapat menyewa tanah dari gubernemen dalam jangka waktu 75 tahun. dan 2.

rakyat dipindahkan ke daerah-daerah yang dikembangkan perkebunan-perkebunan milik Belanda. Migrasi. 2. 2. 3. 3. Irigasi (Pengairan) Edukasi (Pendidikan) Migrasi (Perpindahan Penduduk) Beberapa penyimpangan dari trilogi van Deventer 1. Beberapa isi Trilogi van Deventer: 1. sedangkan kelas II untuk anak-anak pribumi dan pada umumnya. sedangkan rakyat tidak dialiri air dari irigasi.Latar Belakang Karena Belanda dianggap memepunyai hutang budi kepada rakyat Indonesia yang dianggap telah membantu meningkatkan kemakmuran negeri Belanda. Edukasi. Irigasi. Pengairan hanya dilakukan pada perkebunan Belanda saja. Tokoh Van Deventer (Pencetus Trilogy Van Deventer) Abendanon (Pencetus soal pendidikan penduduk pribumi) . Terjadinya perbedaan status sosial dalam pendidikan yaitu kelas I ditujukan untuk anak-anak pegawai negeri dan orang-orang yang berharta.

.

.

.

.

.

KEBIJAKAN PEMERINTAH KOLONIAL BELANDA DAN INGGRIS KEBIJAKAN PENINGGALAN SISTEM SEWA TANAH BUNGA RAFLESIA ARNOLDI BUKU YANG BERJUDUL HISTORY OF JAVA KEBON RAYA BOGOR .

Masyarakat desa belum terbiasa dengan sistem uang. sistem Landrent di Indonesia mengalami kegagalan. Sulit menentukan besar kecilnya pajak untuk pemilih tanah yang luasnya berbeda 2. karena: 1.Pokok-pokok sistem Landrent: 1. Penyerahan wajib dan wajib kerja dihapuskan 2. Dalam pelaksanaannya. Rakyat harus menyewa tanah dan membayar pajak kepada pemerintah sebagai pemilik tanah. Hasil pertanian dipungut langsung oleh pemerintah tanpa perantara bupati 3. Sulit menentukan luas sempit dan tingkat kesuburan tanah 3. .

Menulis buku yang berjudul History of Java 3. Membentuk susunan baru dalam pengadilan yang didasarkan pengadilan Inggris 2. Menemukan bunga rafflesia arnoldi 4.Pengaruh: 1. Merintis adanya Kebun Raya Bogor .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful