P. 1
ABRASI_Bengkulu

ABRASI_Bengkulu

|Views: 379|Likes:
Published by Di Erdi

More info:

Published by: Di Erdi on Apr 10, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/14/2013

pdf

text

original

ABRASI PANTAI DI WILAYAH PESISIR KOTABENGKULU ANALISIS FAKTOR PENYEBAB DAN KONSEP PENANGGULANGANNYA

:

Tesis

Ricky Shuhendry
L4K002053

PROGRAM MAGISTER ILMU LINGKUNGAN PROGRAM PASCASARJANA . UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2004

I

-,

1'

·1

1·1

·····'·:-n-p-r'r·········:-"-

TESIS ABRASI PANTAI DI WaAYAH PESISIR KOTA BENGKULU: ANALISIS FAKTOR PENYEBAB DAN KONSEP PENANGGULANGANNYA

Disusun oIeb

Ricky Sbubendry L4K002053

Telah dipertahankan di depan Tim Penguji Pada tanggal 27 Mei 2004 dan dinyatakan telah memenuhi syarat untuk diterima . Menyetujtii, Pembimbing I Pembimbing IT

Prof. Dr. Sutrisno Anggoro,

MS

Prof. Dr. Supribaryono,

MS

I

Mengetahu~, . ..........agister Dtnu Lingkungaa ,....

barto P. Hadi MES 130810134

r.rrr>

UP1~PU SlA~- U~OI,~:J
No.
•• . , I

D.ft:.JfJ::~~jr:I.~(.~ .~•
?,o~.CI~ ."....

9.

.... ...... ... . ~ -.~,.'-. .... ~i', ,", '
c

., :

i.

Judu) Tesis

Abrasi Pantai di Wilayah Pesisir Kota Bengkulu : Analisis Faktor Penyebab dan Konsep Penanggulangannya

Nama Mahasiswa NIM Program Studi Konsentrasi

Ricky Shuhendry IAK002053 Magister IImu Lingkungan Rekayasa Lingkungan

Telah dipertahankan di depan Tim Penguji Pada tanggal 27 Mei 2004 dan dinyatakan telah memenuhi syarat untuk diterima

Menyetujui, Pembimbing I Pembimbing

n

Prof. Dr. Sutrisno Anggoro, MS Penguji I

Prof. Dr. Supriharyono, MS Penguji IT

Ir. Nasrullah, MS

.'j

,

saya bersedia menerima sanksi pencabutan gelar akademik yang saya sandang dan sanksi-sanksi lainnya sesuai dengan peraturan perundangan yang berIaku. Mei 2004 Ricky Shuhendry Nim. L4K002053 IV .PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan sesungguhnya bahwa Tesis yang saya susun sebagai syarat untuk memperoleh gelar Magister dari Program Magister Ilmu Lingkungan Program Pascasarjana Universitas Diponegoro Semarang seluruhnya merupakan hasil karya sendiri. kaidah dan etika penulisan ilmiah dan sumber tertulis di dalam daftar pustaka. Adapun bagian-bagian tertentu dalam penulisan Tesis yang saya kutip dari hasil karya orang lain telah dituliskan sumbernya secara jelas sesuai dengan norma. Apabila dikemudian hari ditemukan seluruh atau sebagian Tesis ini bukan hasil karya . I sendiri. Semarang.

. Pendidikan SD diselesaikan tahun 1980 dan SLTP diselesaikan tahun 1983 pada yayasan sekolah yang sama yaitu Yayasan Pendidikan Dharma Patra (YPDP) Pertamina Rantau Kecamatan Kuala Simpang. Pada tahun 1997 diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Departemen Pekerjaan Umum di Surabaya.. ""'1 . diantaranya PT.) diperoleh dari Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) di Medan pada tahun 1992. Jawa Timur. Jabatan terakhir sebagai asisten pengawasan pada Proyek Perencanaan dan Pengawasan Jalan dan Jembatan (P3JJ). Sumatera Utara. . Propinsi Jawa Timur sebagai pegawai honorer... Wiranta Bhuana Raya dan PT.. Aceh Timur. PT. v .. bekerja pada konsultan swasta yang bergerak di bidang pengawasan pembangunan jalan dan jembatan hingga tahun 1996._-_.. Gelar Sarjana (Ir. Diantama Rekanusa.- . Pendidikan SLTA diselesaikan pada tahun 1986 pada SMA Negeri 5 Medan.. Pada Tahun 2000 hingga sekarang bertugas pada Dinas Kimpraswil propinsi BengkuIu subdin Bina Marga pada Proyek Perencanaan dan Pengawasan Jalan dan Jembatan (p3JJ).. Nanggroe Aceh Darussalam.. Nasuma Putra. Setelah lulus. Dari tahun 1997 hingga 1999 ditugaskan pada Kantor Wilayah Departemen Pekerjaan Umum Propinsi Jawa Timur. Dari tahun 1996 hinga 1997 bekerja pada Dinas Pekerjaan Umum Daerah di Kabupaten Bangkalan Madura.Riwayat Hidup Penulis Ricky Shuhendry Iahir pada 21 Pebruari 1967 di Aceh Timur.

KATA PENGANTAR

Puji syukur ke hadirat Allah SWT atas rahmat dan nikmatNY A yang dilimpahkan kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan Tesis dengan judul " Abrasi Pantai di Wilayah Pesisir Kota Bengkulu : Analisis Faktor Penyebab dan Konsep Penanggulangannya ", guna

melengkapi persyaratan yang harus dipenuhi untuk mencapai derajat Magister pada Program Magister IImu Lingkungan Program Pascasarjana Universitas Diponegoro. Sebagai mahasiswa yang dalam proses pembelajaran, penulis banyak mendapat

bimbingan dan arahan dalam penulisan tesis ini dan Prof. Dr. Sutrisno Anggoro, MS dan Prof. Dr. Supriharyono, MS. Oleh karena itu, penulis menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih dengan tul us kepada keduanya. Dalam kesempatan ini juga penulis menyampaikan terima kasih kepada : 1. Prof. Dr. Sudharto P. Hadi, MES, selaku Ketua Program Magister Ilmu Lingkungan Program Pascasarjana Universitas Diponegoro dan selaku Dosen Penguji I. 2. Ir. Agus Hadiyarto, MT, selaku Sekretaris Program Magister I1mu Lingkungan

Program Pascasatjana Universitas Diponegoro. 3. Dr. Ir. Purwanto, DEA, selaku Staf Ahli pada Program Magister Ilmu Lingkungan Program Pascasarjana Universitas Diponegoro. 4. Ir. Nasrullah, MS, selaku Dosen Penguji II. 5. Segenap staf pengajar dan unsur pengelola Universitas Diponegoro. 6. Teman-teman seangkatan pada kelas kerja sarna Kimpraswil dan juga teman-teman sesama mahasiswa Magister lImu Lingkungan Universitas Diponegoro. Program Magister Ilmu Lingkungan

VI

,·········'·'·1··.. ······· · ..

Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada :

1. Bapak H Achmad Darwin, ATP, MM, Kepala Dinas Kimpraswil Propinsi Bengkulu.
2. Bapak Ir. Ishadi Rusli, Kasubdin Prasarana Jalan dan Jembatan Dinas Kimpraswil Propinsi Bengkul u. 3. Bapak Ir. Kgs. Syaiful Anwar, MT, Pimpinan Proyek P3JJ Subdin Prasarana Jalan dan Jembatan Dinas Kimpraswil Propinsi Bengkulu. Pada tempatnya pula penulis mengucapkan terima kasih kepada Direktorat Jenderal Prasarana Wilayah Departemen mendapat Pennukiman beasiswa dan Prasarana menempuh Wilayah pendidikan yang telah

mengupayakan

penulis

selama

di Program

Magister Ilmu Lingkungan Universitas Diponegoro. Dalam kesempatan ini penulis secara khusus berterima kasih kepada istri tercinta R1ni Tiasari Nst dan kedua anak tersayang, Akbar dan AuIia yang selalu berdo'a agar penulis dapat sukses dalam menjalani pendidikan dan harus terpisah di Kota Bengkulu selama penulis menempuh pendidikan pada Universitas Diponegoro Semarang, juga ucapan terima kasih kepada kedua orang tua tercinta, abang dan adik-adik yang telah memberikan dukungan moral dan materi dalam rangka penulis menyelesaikan Semarang. Akhirnya, penulis menyadari bahwa tesis ini masih jauh dari sempuma dikarenakan keterbatasan pengetahuan penulis, untuk itu kritik dan saran sangat penulis harapkan. Dan kepada Allah SWT jualah penulis berserah diri, semoga segaIa sesuatu yang telah diberikan oIeh semua pihak dibalas dengan keharuman surga duniawi dan ukhrawi. pendidikan di Universitas Diponegoro

Semarang,

Mei 2004

Ricky Shuhendry Nim. L4K002053

VB

.

I

DAFTARISI
HALAMAN JUDUL HALAMAN PENGESAHAN PERNYATAAN RIWA YAT HIDUP PENULIS : .
11 IV
V

KATAPENGANTAR............................................................................................... DAFT AR ISI.............................................................................................................. DAFTAR TABEL...................................................................................................... DAFT AR GAMBAR AB STRAK.................................................................................................................

VI Vlll·

xu
XIV XVll XVlll

ABSTl?AC1'.................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN..........................................................................................

1 1 5 5 6

1. 1. Latar Belakang Masalah
1.2. Identifikasi dan Perumusan Masalah.............................. 1.3. Tujuan Penelitian 1.4. Kegunaan dan Manfaat Penelitian........................................................

BAB II TINJAUAN PUST AKA 2.1. Landasan Teori 2.1.1. 2.1.2. 2.1.3. Pengertian Wilayah Pesisir dan Pantai Proses Pantai............................................................................. Faktor-faktor Penyebab Abrasi PantaL.................................... 2.1.3.1. 2.1.3.2. 2.1.3.3. Gelombang.................................................................

8 8 8 9 13 13 18 22

Deformasi Gelombang...............................................
Fluktuasi Muka Air Iaut.............................................
V111

'il"- -~r"·.",··"I·~rr"-"':'"--"-" ... ·

....

.......1....... Kondisi Fisiografi ....4......... Sosial Ekonomi dan Budaya. 4.3. Rancangan Penelitianl PerspektifPendekatan Penelitian.... 3..2.................1.... Kondisi Meteorologi 4....1..............1..1........................1....... 4.....2..6.1..........1........ 28 31 33 35 36 36 37 41 44 45 45 45 45 46 49 50 52 53 :...1...1.......... .3...... 2....... TerumbuKarang............ Kondisi Ekosistem Kawasan Pesisir dan Kawasan Konservasi 4........5.1.........2..1. 3.......... Kondisi Morfologi 4.... Statistik dan Peramalan Gelombang.......................2.....1.......................................... Kondisi Geologi.........1..... 4..... BAB III fv1ETODEPENELITIAN 3.....6........1.2.1.. Originalitas Penelitian...2..... 4............ 55 55 62 65 65 67 ix . Kondisi Prasarana dan Sarana Pennukiman......1.. ..1........5..3....1. Kondisi Hidrologi 4..........1............... Pengumpulan Data..... Analisis Data.. Topografi dan Bathimetri..6....5 2. 4...5....4.... I.......................... Mangrove.. Kondisi Tata Guna Lahan 4.............. 4.... Lokasi Penelitian..II ...2........1........... 2..............3.: .. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.. Kependudukan (Demografi) 4. Transpor Sedimen Pantai (SedimentTtransport)......... 3.. ······l····'········.1.1.........1..1................... 4..... Gambaran Wilayah Studi.....................6 Arus Sepanjang Pantai (Longshore Current)..1....3.....................1........... ...2...............

.........3.6.................. 4....6.............2.2... 4..... SLR)....... 79 83 86 86 Fluktuasi Muka Air Laut...... 4.......2.... x ..2.4...2...............1...... 4... Analisis Refraksi... 4...2....1..2.. ........2...... 4....5..1.......5.1.2....... 4. 4....2.......3.. 4......3.. 4.......2.5......3... Pasang Surut (pasut) Kenaikan Muka Air karena Gelombang (Wave Set-up).... Pembahasan Terhadap Perilaku Masyarakat 93 95 95 97 100 102 102 105 109 114 ' 4....1... .4.......... Arus Sepanjang Pantai (Longshore Currenl).. 4.. Kondisi Kualitas Air di Perairan Pantai............ L Bangunan Pelindung Pantai 4.... 4..1....6....2............. ........2.. 4......: Kondisi Sosial-Psikologis Penduduk di Pantai Terabrasi..2...... Konsep Penanggulangan.......2.................. 4.1.....2...1.. Pengertian Kondisi Sosial-Psikologis....2......3.2..... Analisis Tinggi Gelombang Maksimum...3....... .2..3.. I... pendangkalan (Shoaling) dan Gelombang Pecah 4.....2.............. Kondisi Tanah Dasar 68 69 71 74 74 4.5........ 4...... Perkiraan Gelombang dengan Periode Ulang ...... Abrasi dan Dampaknya Terhadap Masyarakat...... Analisis Hasil Penelitian......3... Pemecah Gelombang (Breakwater) ........1.............. 4................. .2................1........~! 88 89 91 4.3.. r... Dinding Pantai (Revetment) Groin dan Jetty.5.. Kawasan Konservasi....................4. I..2...... Kenaikan Muka Air Laut karena Pemanasan Global (Sea Level Rise..1.............. Transpor Sedimen Sepanjang Pantai (Longshore Transporti......3..

.....2...... Kesilnpulan......2................2. 142 DAFT AR......... 126 130 Bangunan Pelindung dan 133 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.... 141 141 .....3 ....3............3..... 4..... 4........................... 4... Pengelolaan Wilayah Pesisir.3.....................AN " ..[ ···1 I ............ Lampiran II: Hasil Pemeriksaan Tanah Lampiran III: Tabel Nilai d/L................................. 4..4.... 4..................3...3 ............... Arahan Prioritas Pengelolaan Wilayah Pesisir Terpadu........................................3.... ".......................3..3........ 161 Xl ....4.....3....... 118 118 120 122 124 126 4. 4.......................3.......2.....4.......... Poia Zonasi Hutan Mangrove ....... Pengertian Mangrove......3 ...... 147 147 155 Lampiran I: Perkiraan Tinggi Gelombang Rerata dan maksimum.... 5. PUSTAKA....2............... Mangrove sebagai Pelindung Alami Pantai.......... Model Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Laut Terpadu......1.. AItematifPemilihan kajian lingkungan.2........ :....2....1... 145 LAMPIR.....................2....1........... Zonasi Komunitas Mangrove...... 4..... Saran ~.......3....... Produktivitas Mangrove.........

Data Persentase Kejadian Angin di Kota Bengkulu Tahun 1989 ..1...DAFTAR TABEL Tabel 4..........9..... Hasil Pengukuran Kualitas Air di Perairan Pantai Propinsi Bengkulu Tabel 4.....13 Data Kekuatan Geser Tanah Dasar.. Kondisi Lapisan tanah :...... Penggunaan Tata Guna Lahan Kota Bengkulu Hingga Tahun 2003 TabeI 4........... .................. Tabel 4. Data Curah Hujan dan Hari Hujan di Kota Bengkulu Tahun 1992 . Kategori Terumbu Karang dengan Kondisi Penutupannya Tabel 4..... ~.... 55 53 52 50 46 Tabel 4.. Jumlah dan Kepadatan Penduduk Kota Bengkulu Per Kelurahan Tahun 2001 Tabel 4......... XlI ..11.. Luas Kota Bengkulu Per Kecamatan Tahun 2001 Tabel 4............................ Data Kedalaman Dasar Laut di Wilayah Pesisir Kota Bengkulu Tabel 4...7..............8...2001 Tabel 4.................10.......3. Panjang Jalan (km) di Kota Bengkulu Menurut Kondisi lalan yang ada Pada Tahun 1996 ..... 69 71 72 65 67 64 59 57 .... Jumlah Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian di Kota Bengkulu Pada Tahun 1997 dan 2001 Tabel 4................2002 Tabel 4....2........4... Komposisi Jenis Rutan Mangrove di Pulau Baai........2003 Tabel 4.....6....5.12..

Tabel 4..16. 88 88 127 136 138 74 75 77 81 84 Xlll ..... Tinggi Gelombang dengan Peride Ulang Tertentu Tabel 4....22. Perhitungan Wave Set-up Tabel 4... Gelombang Maksimum pada Beberapa Kedalaman. Analisis Gelombang di Laut Dalam.... .. .23.19.... Perkiraan Tinggi Gelombang Maksimum Setiap Tahun Tabel 4.15. Upaya Pengelolaan Lingkungan Tabel 4.21..... Tabel 4. Upaya Pemantauan Lingkungan.Tabel 4....17.14.. ... Langkah-langkah Pengelolaan Wilayah Pesisir Terpadu Tabel 4. Elevasi Muka Air Laut Berdasarkan Data Pasang Surut Tahun 2003 Tabel 4.... Hitungan Gelornbang dengan Periode Ulang TabeI 4....20..18..

. Gambar 2. Terumbu Karang dan Hutan Wisata ..6.1. Pola Zonasi Hutan Mangrove di Pulau Baai Kota Bengkulu 66 Gambar 4. Perkiraan Kenaikan Muka Air Laut karena Pemanasan Global Bagan Alir Rencana Penelitian Peta Bathimetri Mawar Angin Peta Tata Guna Lahan Kota Bengkulu Peta Wilayah Administrasi Kota Bengkulu Peta Kepadatan Penduduk Kota di Kota Bengkulu Panjang Jalan di Kota Bengkulu Menurut Kondisi Jalan yang ada Pada Tahun 1996 .7..5 Gambar 4.. 12 15 15 17 22 Distribusi Gaya Pembangkit Pasang Surut Sistem Bumi Bulan .3. Gambar 4... Gambar 4...... .... Gambar 2. Gambar 2.. . .. . Peta Lokasi Mangrove.1. 70 XIV ........ Gambar 4. . .....8.1....4.8..... ... 4 8 Gambar 2. . ...7....2001 48 51 54 60 61 ... Gambar 2.. Gambar 3.. Kondisi Badan Jalan yang Rusak Akibat Abrasi Batasan Pesisir dan Pantai Proses Pembentukan Pantai Karakteristik Gelombang di Daerah Pantai Sket Definisi Gelombang Penurunan Energi Gelombang Wave Set-up dan Set-down .. ....2.. 64 Gambar 4. Gambar 2. Gambar 2....3...6..1... ..2. ..5. ... Gambar 4. 24 27 36 Gambar 2. Gambar 4.DAFTAR GAMBAR Gambar 1...4.

.....Nopember 2003 87 Gambar 4........................... Gambar 4.. Penentuan Tinggi Gelombang Pecah..15....Mei 2003 87 Gambar 4........... Kondisi Pasang Surut untuk Kota Bengkulu pada Bulan September ...19.. Gambar 4...... Gambar 4. Kondisi Pasang Surut untuk Kota Bengkulu pada Bulan Juni .... Beberapa Tipe Bangunan Pelindung Pantai.. 73 82 82 Gambar 4.............20..24... 87 Gambar 4...22...25.............. Gambar 4...... Bangunan Pantai Sisi Tegak ....... Kondisi Pasang Surut untuk Kota Bengkulu pada Bulan Maret . Bangunan Pantai Sisi Miring.. Penentuan Kedalaman Gelombang Pecah Tinggi Gelombang Pecah Maksimum pada Kaki Bangunan : 85 Gambar 4.. Akresi (sedimentasi) dan Arah Arus Gambar 4... Contoh Bangunan Jetty di Muara 89 94 97 103 103 104 108 112 113 xv .............. Peta Lokasi Pengukuran Bathimetri dan Pengambilan SampeI Tanah '" ..........12..................Agustus 2003.... Gambar 4...17........ Kondisi Sosial-Psikologis Penduduk di Pantai Terabrasi..... Gambar 4..................... Peta Lokasi Abrasi......... Gambar 4......Gambar 4...10..Pebruari 2003........14.. Gambar 4.11...... Contoh Bangunan Pelindung Pantai Contoh Bangunan Groin di Pantai....13...... Gambar 4....... 86 Gambar 4........ Kondisi Pasang Surut untuk Kota Bengkulu pada Bulan Desember ....18..........23... Perk iraan Kenaikan Muka Air Laut karena Pemanasan Global.21........9.......16...

.28. Gambar 4.Gambar 4. Peta Letak Bangunan Pangaman Pantai (Groin) 117 135 140 XVl . Contoh Bangunan Pemecah Gelombang Tampang Memanjang Elevasi Puncak Gelombang.27. Gambar 4.26.

ABSTRAK ABRASI PANTAI DIWILAYAH PESISIR KOtA BENGKULU: ANALISIS FAKTOR PENYEBAB DAN KONSEP PENANGGULANGANNYA Wilayah pesistr Kota Bengkulu berada di bagian barat pulau Sumatera. Kerusakan lingkungan oleh proses abrasi telab berlangsung lama. Selain itu juga diketahui kondisi sosial . Keberadaan ini menyebabkan Pantai Kota Bengkulu banyak menerima limpasan-limpasan gelombang baik berupa gelombang karena angin. Penanggulangan abrasi. sehingga terjadinya pendangkalan pada daerah pelabuhan yang rnengganggu proses bongkar muat di pelabuahan tersebut. begitu besar dan signifikan maka perlu dilakukan perlindungan terhadap pantai dengan penelitian yang berhubungan dengan gejala alam tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptifyang berarti pemecahan masalah dengan menggambarkan objek penelitian dan data olaban dari beberapa faktor penyebab abrasi. XVll . Akibatnya terj adi abrasi pada pantai tersebut sehingga mengakibatkan adanya perubahan garis pantai. fluktuasi muka air laut dan transpor sediment. Groin. Pengaruh dari proses abrasi di wilayah pesisir Kota Bengkulu yang umumnya terjadi 'dikarenakan oleh alam. Selain itu juga abrasi mengancam keberadaan permukiman masyarakat yang berada di pantai tersebut. gel ombang karena fluktuasi muka air Iaut dan arus yang menyusur pantai. Sehingga didapat suatu konsep penanggulangan berupa fisik (Revetment. Fenomena lain akibat dari proses abrasi adalah terjadinya proses sedimentasi. Jetty dan Breakwater) dan secara alami (Mangrove) serta pengelolaan wilayah pesisir dan Iaut terpadu (Integrated Coastal and Marine Resources Management). Hasil penelitian merupakan data yang objektif dan akurat dari proses gelombang laut. Kata Kunct : Wilayab Pesisir Kota Bengkulu. seperti melakukan analisis terhadap gelombang. arus menyusur pantai dan proses transpor sedimen. Dari hasil penelitian akan memberikan suatu rekomendasi tentang penanggulangan yang terbaik terhadap pantai terabrasi dengan mewujudkan keterpaduan antara pemerintah dengan stakeholders serta keterlibatan masyarakat di pantai terabrasi dalam perencanaan dan kegiatan pengamanan panatai. Dari hasil analisis tersebut akan didapat bentuk bangunan pelindung pantai yang sesuai dengan kerusakan lingkungan di wilayah tersebut. Untuk rnengatasi kejadian abrasi dan sedimentasi di atas perlu dilakukan pengamanan pantai dengan memberikan perlindungan pantai baik berupa fisik maupun alarni serta adanya pengelolaan lingkungan wilayab peisir yang terpadu. pasang surut. Abrasi pantai.psikologis penduduk di pantai terabrasi yang merupakan dampak dari kerusakan lingkungan dimana mempengaruhi perilaku rnasyarakat. sehingga rnengganggu perekonomian di Kota Bengkulu. Dengan harapan dalam panggulangan abrasi nantinya tidak menimbulkan dampak lain yang akan memberikan yang masaIah yang barn terhadap kerusakan lingkungan. sehingga mengganggu aktivitas nelayan yang merupakan kegiatan sehari-hari masyarakat di wilayah pesisir Kota Bengkulu. Pengelolaan wilayah Pesisir. yang berhadapan langsung dengan Samudera Indonesia.

Based on the research. By doing abrassion solving.. by analyzing the wave. there will be no other impact which will give agama new problem to the environmental damage. we will know the psycho-social condition of people living in abrassed coast which the effect of environment damage which effect people manner. . is so large and significant so that it necessary to give protection to the coast with research related to that natural symptom.····. so that it disturbs Bengkulu City's economy.:. Coast abrassion. so that it disturbs fisherman's activity which is a daily activity of people living in Bengkulu City's coastal. Jetty and Breakwater). ... which is generally caused by nature. it faces directly with Indonesian Ocean. it is important to do an integrated management of coastal environment. there will be a recommendation for the best solving against coast abrassion by realizing an integration between government and stakeholders. natural handling (mangrove) and integrated coastal and marine resources management.ABSTRACT COAST ABRASSION IN BENGKULU CITY COASTAL TERRITORY: ANALYSIS CAUSES FACTOR AND CONCEPT OF HANDLING Bengkulu City'S coastal territory is located on Western Sumatra Island. The research result is objective and accurate data derived from sea wave process. Besides abrassion also threats people housing existence located in that coast. From the analysis result. Research method of that research is descriptive method meaning that the problem solving is by describing research object and processed data from abrassion cause factors. Environmental damage caused by abrassion process have long been occurred. XVlll ······. As a result. sea surface fluctuation and coastal flowing wave. Keywords: Bengkulu city's coastal territory. and by involving people living in the abrassed coast in shore protector building of planning and program. Groin. Coastal management. In handling abrassion and sedimentation problem above.···'T . Besides. surface sea water fluctuation and sediment transport... longshore current and sediment transport process. rise and fall wave. The effect of abrassion in Bengkulu city's coastal territory. ~ .. . we can get the shape of building of coastal protection suitable with environment damage in that territory. there will be a coastal abrassion so that make a coast line change. So that it can make a physical (Revetment. besides. which will result in shoaling in port territory so that it disturbs that port's activity. Abrassion handling. it is necessary to secure sea by giving protection to the sea both physical and natural protection. This existence causes Bengkulu City's coast get more wave struck caused by wind. Other phenomena caused by abrassion process is sedimentation process.

000 km dan luas laut sekitar 3. Arti pemerintah Indonesia telah membuat suatu kebijakan yang strategis dan anustpattf.. wilayah pesisir Indonesia memiliki berbagai fungsi lain. agribisnis dan agroindustri. serta kawasan pemukiman dan tempat pembuangan limbah. kawasan industri. Dalam kaitannya dengan pembangunan sumber daya laut (pesisir dan lautan).1.8 juta km2 perairan nusantara). dengan semakin meningkatnya kegiatan pembangunan dan jumlah penduduk serta semakin menipisnya sumber daya alarn di daratan. rekreasi dan pariwisata. Kedua. yaitu : Pertama. UNCLOS 1982 (United Nations Convention on the Law of the Sea 1982). 1. Indonesia diberi hak berdaulat (soverign right) memanfaatkan Zona Ekonomi Eksklusif seluas 2.. pembangunan ekonomi nasionaI di masa . 1 .... strategis dan antisipatif ini dikarenakan lima alasan pokok. eksploitasi dan pengelolaan sumber daya hayati dan non hayati. Latar 8elakang Masalah Wilayah pesisir dan Lautan Indonesia yang leaya dan beragam sumber daya alamnya telah dimanfaatkan oleh bangsa Indonesia sebagai salah satu sumber bahan makanan utama. khususnya protein hewani. sejak berabad-abad lamanya Selain menyediakan berbagai sumber daya tersebut.: -. flTPI-PUSTiK-::UiD'I~F~·:. seperti transportasi dan pelabuhan..7 juta km2 yang menyangkut eksplorasi.1 juta km2 (0.508 pulau dengan garis pantai sepanjang 81. bahwa fakta fisik Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17..3 juta km2 perairan territorial Berdasarkan dan 2.Bab I Pendahuluan BAB'I PENDAHULUAN. maka sumber daya kelautan akan menjadi tumpuan harapan bagi kesinambungan mendatang.

dalam menuju era industrialisasi. Perubaban konfigurasi pantai dapat disebabkan oleh kegiatan atau proses-proses alami dan non-alami (kegiatan manusia). Dengan keberadaan sarana transportasi. perioritas utama untuk pus at pengembangan wilayah pesisir dan lautan termasuk industri. transportasi dan pelabuhan. maka daerah propinsi dengan otonomi terbatas serta bersifat lintas kabupaten dan kabupaten dengan otonomi penuh mempunyai peluang yang besar untuk memanfaatkan. kegiatan agroindustri. Dalam rangka menunjang pembangunan ekonomi nasional tersebut. sudah barang tentu akan menjadikan kekayaan sumber daya kelautan Indonesia sebagai aset nasional yang dengan keunggulan komperatif yang harus dimanfaatkan secara optimal. Undang-Undang nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. akan mempennudah sumber daya alam di wilayah pesisir. daIam rangka pelaksanaan otonomi daerah sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang kewenangan Pemerintah dan kewenangan Propinsi sebagai daerah otonom. pemukiman. Prosesproses alami dapat berupa proses hidro-oseanografi. dari laut misalnya akibat hempasan . salah satunya pembangunan badan jalan.Bab I Pendahuluan 2 Ketiga. Keberadaan untuk mengangkut hasil-hasil badan-badan jalan terse but saat ini terancam rusak oleh akibat abrasi pantai. pergeseran konsentrasi kegiatan ekonomi global dari poros Eropa-Atlantik menjadi poros Asia-pasifik yang diiknti dengan perdagangan bebas dunia pada tahun 2020. Ini diakibatkan oleh perubahan konfigurasi pantai di wilayah pesisir. agribisnis. pariwisata. mengelola dan melindungi wilayah pesisir dan laut. baik yang berasal dari darat maupun dari laut. diper1ukan sarana transportasi sebagai akses menuju wilayah pesisir. Kelima. Kondisi yang demikian menyebabkan banyak kota-kota yang terletak di wilayah pesisir terus dikembangkan dalam menyambut tata ekonomi bam dan kemajuan industrialisasi. Keempat.

·· . yang dapat mengakibatkan perubahan kedalaman sehingga merubah pol a arus dan gelombang pecah. Penambangan pasir di perairan pantai. Akibatnya sarana transportasi yang dibangun untuk mempennudah wilayah pesisir terancam rusak. c. d. Pengambilan pelindung pantai alami. yaitu penebangan hutan mangrove dan pengambilan terumbu karang. Proses-proses non-alami atau akibat kegiatan manusia (antropogenik) yang berpotensi menimbulkan perubahan garis pantai antara lain : a. perubahan pola arus dan fenomena pasang surut yang kesemuanya dapat menyebabkan abrasi pantai serta dapat juga diperkuat dengan pengaruh pernbahan iklim. Kota Bengkulu yang wilayabnya terbentang di sepanjang pantai barat pulau sumatera.. Perekonomian daerah Kota Bengkulu salah satunya ditunjang oleh hasil dari sumber daya wilayah pesisir dan lautan tersebut. Pembangunan jalan nasional yang menghubungkan Kota Bengkulu dengan Kota-kota lain di wilayah Propinsi Sumatera Barat dan Propinsi Lampung.Bab 1 Pendahuluan 3 gelombang. Pembuatan bangunan yang menjorok ke laut. akibat banjir dan perubahan arus aliran sungai. sedimentasi akibat arus pasang. Sedangkan dari darat antara lain akibat erosi. Pembukaan tambak-tambak yang tidak memperhatikan kondisi dan Iokasi (terutama yang dekat dengan garis pantai). sehingga mengganggu keseimbangan transport sedimen di sepanj ang pantai. sehingga keberadaan daerah ini yang sebagian besar wilayahnya berada di daerah pesisir pantai memiliki peranan penting terhadap pengelolaan sumber daya alam wilayah pesisir. Perubahan garis pantai yang disebabkan abrasi pantai akan semakin diperburuk akibat kegiatan manusia yang tanpa kendali dalam mengelo1a sumber daya alam pada wilayah pesisir. b. turut menunjang kelancaran akses menuju '1 ··-········-··-··T·-~··~·" .

karena sebagian besar disebabkan oleh alamo Oleh sebab itu untuk menyelesaikan permasalahan tersebut perlu adanya pengertian tentang fenomena alam pada wilayah pesisir dan kelautan. badan jalan pada galian batuan yang besar dan badan jalan pada tepian pesisir pantai yang mengahadapi terjangan gelombang air laut. Dalam Penelitian ini akan dibahas tentang terjadinya abrasi pantai di wilayah pesisir khususnya di Kota Bengkulu. penimbunan daerah jurang. Kondisi Badan Jalan yang Rusak Akibat Abrasi .Bah I Pendahuluan 4 sarana transportasi dalam rangka membawa hasil-hasil dari kegiatan sehari-hari masyarakat Kota Bengkulu. Bahkan terpaksa dilakukan pengamanan yang sifatnya sementara untuk keamanan pemakai jalan. terutama penyebab utama abrasi antara lain pengaruh gelombang laut. Kondisi mas jalan tersebut berhadapan dengan berbagai kondisi alam antara lain pemotongan daerah perbukitan. Kondisi badan jalan yang berada pada tepian pesisir pantai. saat kondisinya banyak yang kritis.1. Proses terjadinya abrasi pantai telah menyebabkan banyak badan jalan yang mengalami kelongsoran. Gambar 1. Dalam banyak hal abrasi sangat sulit eli atasi.

Untuk itu perlu adanya kajian ... saat ini mengalami kerusakan yang mengancam lingkungan sekitamya seperti badan jalan yang ada di sepanjang pantai dan sebagian rumah penduduk di pantai. pasang surut. arus sepanjang pantai).. Peneliti dalam hal ini memfokuskan penelitian kerusakan pantai yang disebabkan oleh abrasi .. I . kekhawatiran. Dan hasilnya adalah kecil sekali kemungkinannya abrasi disebabkan oleh perilaku manusia. 1. rusaknya pelindung alami pantai. dalam rangka untuk dapat diketahui seberapa besar pengaruh abrasi tersebut terhadap kerusakan yang dihasilkannya sehingga dapat ditetapkan altematif penangggulangannya. karena umumnya mata pencaharian penduduk sekitar sebagai nelayan tradisional.. cemas) pada saat gelombang datang. diantaranya adalah gelombang laut. ini dapat diketahui dari survei ke lapangan.tentang analisis penyebab terjadinya abrasi pantai pada wilayah pesisir Kota Bengkulu yang disebabkan oleh proses alami. "~"'""-C-I"""-"-"'~-' .2. penambangan material pantai dan transportasi sedimen. - .. Dampak yang ditimbulkannya adalah menghambat kelancaran proses perekonomian di Kota Bengkulu dan menimbulkan kondisi sosial-psikologis pada masyarakat (ketakutan. Fenomena dari kejadian ini disebut dengan proses abrasi atau terjadinya kelongsoran pada bagian tepi pantai oleh karena pengikisan air Iaut. pembicaraan dengan masyarakat sekitar dan kunjungan ke instansi terkait.Bah I Pendahuluan 5 1. Tujuan Penelitian Banyak penyebab terjadinya abrasi pantai.. 'Penyebab abrasi pantai di wilayah pesisir Kota Bengkulu diidentifikasi disebabkan proses alami (gelombang laut. Identifikasi dan Perumusan Masalah Kondisi pantai pada wilayah pesisir Kota Bengkulu rnerupakan pantai yang landai. Kondisi kerusakan pantai yang terjadi adalah adanya keruntuhan (failure) dan gelincir (sliding) pada pinggiran pantai di beberapa wilayah pesisir Kota Bengkulu. sehingga masyarakat di pantai yang mengalami kerusakan pantai tersebut mengalami stres.3.

adanya hasil penelitian yang sangat berguna bagi pengembangan kegiatan penelitian lebih lanjut oleh berbagai pihak yang berkepentingan. Bagi peneliti.•. ·. Memberikan suatu konsep tentang penanganan yang tepat untuk penanggulangan abrasi pantai yang terjadi. 2)..4.. . Merupakan masukkan atau informasi bagi instansi di wilayah Kota Bengkulu serta daerah-daerah Iainnya untuk pengambilan kebijakan dalam menanggulangi kerusakan wilayah pesisir pantai akibat abrasi. Kegunaan dan Manfaat Penelitian Kegunaan dari hasil penelitian adalah : 1). 3). Bagi ilrnu pengetahuan.. 1. terhadap gelombang laut..Bab J Pendahuluan 6 pantai.. sehingga menambah wawasan bagi instansi terkait dalam pelaksanaan program perencanaan tata ruang 3).··cT __ .. agar lebih memacu dan meningkatkan kemampuan serta pengetahuan dalam melakukan penelitian pada daerah penelitian terhadap kerusakan wilayah pesisir.. Mendapatkan data yang akurat dan objektif dalam rangka menambah informasi tentang kerusakan yang diakibatkan proses abrasi pantai tersebut. . 2). pasang surut (pasut) dan arus Tujuan dari penelitian adalah : 1). Menganalisis penyebab terjadinya abrasi pantai pada wilayah pesisir Kota Bengkulu untuk mengetahui bagaimana faktor alam telah mempengaruhi kerusakan pantai wilayah pesisir tersebut. dimana penmjauannya sepanjang pantai. . .

Memberikan sehingga manusia.Bah I Pendahuluan 7 Manfaat dari hasil penelitian adalah : 1). persepsi pada masyarakat terjadinya tentang proses abrasi yang terjadi..·- . Melibatkan masyarakat di wilayah pantai terabrasi. proses abrasi yang disebabkan oleh dapat mencegah -vv--: . [ ···. 2). Dengan hasil penelitian ini dapat memberikan sumbangan pemikiran untuk memecahkan masalah abrasi pantai di wilayah pesisir Kota Bengkulu sehingga membantu pemerintah daerah dalam pengambilan keputusan dalam "penanganan dan pengelolaan wilayah pesisir.i . Memberikan suatu altematif penanggulangan yang tepat dan prioritas utama dalam pelaksanaan pengamanan pantai akibat abrasi di wilayah pesisir.. 3). c······· . sehingga dalam pelaksanaan pengamanan dan pengelolaan wilayah pesisir masyarakat akan diikut sertakan dalam perencanaan. 4). r .

Sedangkan garis 8 •. pantai adalah daerah di tepi perairan yang dipengaruhi oleh air pasang tertinggi dan surut terendah.• • •. daerah daratan adalah daerah yang terletak di atas dan di bawah pertnukaan daratan dimulai dari batas garis pasang tertinggi dan daerah lautan adalah daerah yang terletak di atas dan di bawah permukaan laut dimulai dari sisi laut pada garis surut terendah termasuk dasar 1aut dan bagian bumi di bawahnya.1. sedangkan pesisir adalah daerah darat di tepi laut yang masih mendapat pengaruh laut seperti pasang surut. angin laut dan perembesan air laut..1. Menurut Bambang Triatmodjo (1999)..1 di atas juga dijelaskan. Pengertian Wilayab Pesisir dan Pantai Pengertian wilayah pesisir (Coast) dapat dibedakan dengan pantai (Shore).·T"·'·~--c·O> .1. .. Batasan pesisir dan Pantai (Triatmodjo. Lebih luas lagi penjelasan mengenai definisi tentang pesisir dan pantai dapat dilihat pada gambar sebagai berikut: Muka air pasang < < Perairan pantai Laut ) Pantai >< < Sempadan pantai > Pesisir Daratan > < Gambar 2.. 1999) Pada gambar 2.1.Bab II Tinjauan Pusiaka BA B II TINJAUAN PUSTAKA 2. -c'r ···. '! . Landasan Teori 2.

batas wilayah pesisir yang digunakandi Indonesia adalah daerah pertemuan antara darat dan laut.Bah 11 Tinjauan Pusiaka 9 pantai adalah garis batas pertemuan antara daratan dan dan air laut. Sedangkan batasan ke arah laut adalah daerah yang terkena pengaruh distribusi sedimen akibat proses abrasi. bahwa wilayah pesisir adalah suatu wilayah peralihan antara daratan dan Iaut an. maka batas ke arah darat cukup hanya sampai pada laban pantai yang diperkirakan terkena abrasi. Sempadan pantai adalah kawasan tertentu sepanjang pantai yang mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian fungsi pantai. maka suatu wilayah pesisir memiliki dua macam batas (Boundaries). baik kering maupun yang terendam air dan yang masih dipengaruhi sifat-sifat Iaut seperti pasang surnt. Suatu batasan wilayah pesisir bila ditinjau dari pengeIolaan untuk pengendalian abrasi pantai. dimana ke arah darat wilayah pesisir meliputi bagian daratan. 2. Sedangkan ke arah Iaut wiIayah pesisir mencakup bagian laut yang masih dipengaruhi oIeh proses-proses aIami yang terjadi di darat seperti sedimentasi dan aliran air tawar. Menurut Soegiarto (1976). Penyesuaian bentuk tersebut mernpakan ·'1 ' . angin Iaut serta perembesan air asin.2.1. BiIa ditinjau dari garis pantai (Coastline). Batasan tentang wilayah pesisir (Coastal Zone) sesuai dengan kesepakatan umum di dunia. maupun yang disebabkan oleh kegiatan manusia di darat seperti pengundulan hutan dan pencemaran. yang biasanya terdapat pada daerah pemecah geIombang (Breakwater Zone) yang paling dekat dengan garis pantai. Proses Pantai Pantai selalu menyesuaikan menghancurkan bentuk profilnya sedemikian rupa sehingga mampu energi gelombang yang datang. dimana posisinya tidak tetap dan dapat berpindah sesuai dengan pasang surut air Iaut dan erosi pantai yang terjadi. yaitu : batas yang sejajar garis pantai (Longshore) dan batas yang tegak lurus terhadap garis pantai (Cross-Shore).

dan energi yang dihasilkan dengan mudah dapat dihancurkan oIeh mekanisme pertahanan alami pantai. Ada dua tipe tanggapan pantai dinamis terhadap gerak gelombang. keadaan ini yang disebut dengan Abrasi pantai.Bah II Tinjauan Pustaka 10 tanggapan dinamis alami pantai terhadap pergerakan air laut. Tanggapan terhadap kondisi gelombang normal. Pantai Transport) dan material yang ditranspor lumpur mempunyai kemiringan sangat kecil sampai mencapai 1': 5000. Erosi pantai (abrasi) terjadi apabila di suatu pantai yang ditinjau mengalami kehilanganl pengurangan sedimen. Pada saat badai terjadi akan timbul energi yang besar sering pertahanan alami pantai tidak mampu menahannya. Pantai bisa terbentuk dari material dasar yang berupa Lumpur. Suatu pantai mengalami erosi. Setelah badai reda. pasir atau kerikil (Gravel). kemiringan pantai ···1·· . pantai akan kembali ke bentuk semula oleh pengaruh gelombang normal. Tanggapan terhadap kondisi gelombang saat badai. Sebagianbesar permasalahan pantai adalah erosi yang berlebihan. yaitu : 1). Proses dinamis pantai sangat dipengaruhi oleh Littoral Transport. 2). Tapi ada kalanya pantai yang tererosi tersebut tidak kembali ke bentuk semula karena material pembentuk pantai terbawa arus ke tempat lain dan tidak kembali ke lokasi semula. Kondisi normal ini terjadi dalam waktu yang Iebih lama. akresi (sedimentasi) atau tetap stabil tergantung pada sedimen yang masuk dan yang meninggalkan pantai tersebut. Littoral Transport dapat dibedakan menjadi dua bagian yaitu transpor sepanjang pantai (Longshore Transport) dan transpor tegak lurus pantai (Onshore-Offshore disebut dengan Littoral Drift. sehingga pantai dapat tererosi. Kemiringan dasar pantai tergantung pada bentuk dan ukuran material dasar. artinya sedimen yang terangkut lebih besar dati yang terangkat. yang didefinisikan sebagai gerak sedimen di daerah dekat pantai (Nearshore Zone).

····-·--'·"'T'·~· . menunjukkan proses terjadinya erosi pantai oleh gelombang badai.. Dalam waktu panjang akan membentuk pantai kembali ke profil semula .2 (bj). gelombang mulai menggerus bukit pasir (Sand Dunes). Dengan membandingkan profil pantai sebelum dan sesudah badai. . Gambar 2. dim ana terjadi gelombang besar dan elevasi muka air diam lebih tinggi karena adanya Set-up gelombang dan angin. Pada saat terjadi badai yang bersamaan dengan muka air tinggi. pantai dapat mengalami erosi. seperti terlihat pada gambar 2. dapat diketahui volume sedimen yang ter-erosi dan mundurnya garis pantai.2 (c). adalah pantai berpasir.2 (a) adalah profit pantai dengan gelombang normal yang terjadi sehari-hari. Nusa Tenggara dan pantai barat Sumatera.2.····:····-··-······ . . Setelah badai reda gelombang normal kembali. seperti pantai selatan Jawa. Pantai berlumpur banyak dijumpai di daerah pantai dimana banyak sungai yang mengangkut sedimen suspensi bermuara di daerah terse but dan gelombang reIatif kecil. Pada saat badai. Sedangkan kemiringan pantai berkerikil bisa mencapai 1 : 4. dan membawa material ke arah laut dan kemudian mengendap (gambar 2. Gelombang badai yang berlangsung cukup lama semakin banyak menggerus bukit pasir tersebut. kondisi gelombang normal kembali dan akan mengangkut sedimen yang telah diendapkan di perairan dalam selama badai kembali ke pantai. Pantai utara lawn dan timur Sumatera sebagian besar merupakan pantai berlumpur.. Setelah badai berlalu. Bali.Bab II Tinjauan Pustaka 11 pasir Iebih besar yang berkisar antara 1 : 20 dan I : 50. sedangkan sebagian besar pantai yang menghadap ke Samudera Indonesia. Pada gambar 2. .

2 (b)..L Gambar 2..L Gambar 2. Setelah badai gelombang normal Profil awal Gambar 2.+ •** ••••• Gambar 2.111_ Akr si . Gelombang menyerang Dune ·····z· ·····-. awal serangan gelombang badai M.L.\ ••••••••• Profil awal Mundurnya puncak Dune Penurunan puncak Gambar 2... gelombang biasa .2.. 1999) .2 (a)..H. Proses Pembentukan Pantai (Triatmodjo.2 (d).Bab II TinJauan Pusiaka 12 M.2 (c).W. •+ • .W.

Karakteristik gelombang setelah pecah berbeda dengan sebelum pecah. Stokes. gelombang akan pecah. gelombang yang disebabkan oleh tiupan angin.1. 2.1 Gelombang . arah dan kecepatan angin.1. Gelombang dapat inenimbulkan energi untuk membentuk pantai. Ketiga komponen tersebut adalah. Berkurangnya kedalaman laut menyebabkan sernakin berkurangnya panjang gelombang dan bertambahnya ' tinggi gelombang. Pada umumnya bentuk gelombang di alam adalah sangat kompleks dan sulit digambarkan secara matematis karena ketidak-Iinieran. Beberapa teori yang ada hanya menggambarkan bentuk gelombang yang sederhana dan merupakan pendekatan gelombang alam Beberapa teori yang menggambarkan derajat kekompleksan dan ketelitian tentang gelombang di alam diantaranya. dan pola ams Iaut akibat pengaruh pola sirkulasi .3. tiga dimensi dan mempunyai bentuk yang random (suatu deret gelombang mempunyai tinggi dan periode berbeda). menimbulkan arus dan transpor sedimen daIam arah tegak lurus dan sepanjang pantai serta menyebabkan gaya-gaya yang bekerja pada bangunan pantai. Gelombang yang terbentuk pada permukaan perairan merupakan perambatan energi dalam bentuk osilasi dan undulasi. teori Airy. Mich. Gelombang yang merambat dari Iaut dalam menuju pantai mengalami perubahan bentuk karena pengarub perubahan kedalaman Iaut. Gelombang angin di Iaut umumnya disebabkan oleh tiupan angin pada pennukaan laut. pasang surut yang diakibatkan oleh adanya gaya tarik benda-benda angkasa. Faktor-faktor Penyebab Abrasi Pantai Abrasi pantai dapat ditinjau dari tiga jenis komponen yang memberikan pengaruh Iangsung terhadap kejadian-kejadian dari abrasi pantai tersebut.3. Gelombang yang telah pecah tersebut "1 1 . dan teori Knoidal.Bab II Tinjauan Pustaka 13 2. Gerstner. Pada saat kemiringan gelombang (perbandingan antara tinggi dan panjang gelombang) mencapai batas maksimum.

Foreshore dan Backshore. dan sering menyebabkan terbentuknya Longshore Bar (gemuk pasir yang memanjang dan kira-kira sejajar dengan garis pantai).Bah II Tinjauan Pustaka 14 . ProfiI pantai di daerah ini mempunyai kemiringan yang lebih curam dari pada profiI di daerah Inshore dan Backshore. 1). 1). Sur/Zone dan Swash Zone. Surf Zone adalah daerah yang terbentang antara bagian daIam dari gelombang pecah dan batas naik turunnya gelombang di pantai. daerah kearah pantai dari garis gelombang pecah di bagi menjadi tiga daerah yaitu Inshore. 2). Daerah dari garis gelombang pecah ke arah laut disebut dengan Offshore. 3). 3). Perbatasan antara Inshore dan Foreshore adalah batas antara air laut pada saat muka air rendah dan permukaan pantai. Breaker Zone. Inshore adalah daerah dimana terjadinya proses mulai gelombang pecah. . sedang daerah yang terbentang ke arah pantai dari garis gelombang pecah dibedakan menjadi tiga daerah yaitu. Ditinjau dari profiI pantai. Breaker Zone (daerah gelombang pecah) adalah daerah dimana gelombang yang datang dari laut (lepas pantai) mencapai ketidak stabilan dan pecah. Pantai yang landai mempunyai Sur/Zone yang lebar. Swash Zone adalah daerah yang dibatasi oleh garis batas tertinggi naikrtya gelombang dan batas terendah turunnya gelombang di pantai. Garis gelombang pecah merupakan batas perubahan perilaku gelombang dan juga transpor sedimen pantai. 2). Backshore adalah daerah yang dibatas oleh Foreshore dan garis pantai yang terbentuk pada saat terjadi gelombang badai bersamaan dengan muka air tinggi. Foreshore adalah daerah yang terbentang dari garis pantai pada saat muka air rendah sampai batas atas dari Uprush pada saat air pasang tinggi. merambat terus ke arah pantai sampai akhimya gelombang bergerak naik dan turun pada pennukaan pantai (Uprush dan Downrush).

····""···7·"". y L c ······""·· .Bab 11 Tinjauan Pusiaka 15 Nearshore zone Swash zone Breaker zone Surf zone Longshore bar Offshore Inshore Foreshore Backshore Gambar 2..3.. SWL .····.y.········ . 1999) Beberapa definisi gelombang menunjukkan bahwa suatu gelombang yang berada pada sistem koordinat x . Sket Definisi Gelombang (Sorensen. E~U d Orbit partikel d-( -y) y=-d ~ =d+y SWL: Still Water Level (muka air diarn) Gambar 2. 1978) . dimana gelombang menjalar pada arah sumbu x... Karakteristik Gelombang di Daerah Pantai (Triatmodjo...4.·..

2) dari persamaan Bernaulli dengan anggapan Batas pada permukaan diperoleh bahwa gelombang adalah kecil terhadap kedalaman : (2.4) dimana : cP g (J' : Potensial : kecepatan : Kecepatan gravitasi Frekuensi gelombang k d : Angka gelombang Kedalaman laut Jarak vertikal suatu titik yang ditinjau terhadap muka air diam : Jarak horizontal Y X t :Waktu dari energi kinetik dan energi potensial Energi total gel ombang adalah jumlah gelombang.1) Kondisi batas persamaan tersebut adalah : Batas di dasar laut dengan kecepatan vertikal nol : v = .Bab II Tinjauan Pusiaka 16 Teori gelombang amplitudo kecil dapat diturunkan dari persamaan kontinuitas untuk aliran tak rotasi (persamaan Laplace) yaitu : dimana : u=- 8rp ax dan V=- arp ay (2.d (2. rp == -ag coshk(d + y) sIn (kx . Energi kinetik adalah energi yang disebabkan oleh kecepatan partikel air karena .:::: 0 ay 8rp di- Y= .as) a coshkd (2.3) Maka penyelesaian persamaan di atas menjadi : .

7) .. dipandang suatu eIernen berukuran dx.._-8 pgH2L (2. didapat persarnaan energi kinetik dan potensial adalah sama.5) Untuk energi total tiap satuan lebar adalah : E = Ek + E p = . jika energi potensial ditetapkan relatif terhadap muka air diam dan semua gelornbang menjalar dalam arah yang sama. dan energi rerata satu satuan luas adalah : - E pgH2 E=-=--L 8 (2.Bab II TinJauan Pustaka 17 adanya gerak gelombang. maka komponen energi potensial dan kinetik adalah sarna. yaitu : (2. Untuk teori gelorobang Airy.5. Penurunan Energi Gelombang Dari gambar di atas... Energi potensial adalah energi yang dihasilkan oleh perpindahan muka air karena adanya gelombang. : . dy seperti terlihat pada gambar di bawah ini : d Gambar 2.:__:. Untuk rnenurunkan persarnaan energi gelornbang.6) Energi gelombang adalah berubah dari satu titik ke titik yang lain sepanjang satu panjang gelombang.

2 Deformasi Gelombang Apabila suatu deretan gelombang bergerak menuju pantai.Bah 11 Tinjauan Pusiaka 18 Dimana: P g H : Rapat massa zat cair (kg/nr') : Percepatan gravitasi (m/52) : Tinggi gelombang (2a) (m) : Amplitudo gelombang : Panjang gelombang (m) a L Tenaga (daya) gelombang adalah energi gelombang tiap satu satuan waktu yang menjalar dalam arah penjalaran gelombang.3. dan oleh proses Refraksi gelombang pecah.1. tenaga gelombang rerata adalah : P _ nE _ nEL _-_-T T (2.8) Dimana: P : Daya gelombang T n= !(l+ 2 : Peri ode gelombang 2kd ) sinh2kd 2. Tenaga gelombang dapat ditulis sebagai hasil kali dari gaya yang bekerja pada bidang vertikal yang tegak lurus penjalaran gelombang dengan kecepatan partikeI melintasi bidang tersebut. Untuk satu satuan lebar. dan pendangkalan Kesemuanya akan tinggi gelombang dan bentuk garis puncak gelombang di suatu tempat di . Refleksi. gelombang tersebut akan mengalami gelombang menentukan daerahpantai. perubahan (Shoaling). bentuk yang disebabkan Difraksi.

13) : koefisien pendangkalan : koefisien Refraksi . (2. panjang gelombangjuga akan berkurang secara linier.12) Maka: .9) Di laut dalam. Apabila cepat rambat gelombang berkurang dengan kedalaman. karena bagian dari gelombang di laut dalam bergerak lebih cepat dari pada bagian di Iaut yang Iebih dangkal.10) Di laut dangkal cepat rambat gelombang adalah : c=Jid Refraksi digunakan persamaan : (2. Variasi cepat ram bat gelombang terjadi sepanjang garis puncak gelombang yang bergerak dengan inembentuk suatu sudut terhadap garis kedalaman Iaut. persamaan menjadi : 2_ Co - gL 27r (2. Persamaan cepat rambat gelombang karena pengaruh refraksi (di Iaut transisi) adalah : ·2 gL 2Jl:d C =-tanh21l L (2. gelombang menjalar tanpa dipengaruhi dasar laut.Bab II TinJauan Pusiaka 19 Refraksi terjadi karena adanya pengaruh perubahan kedalaman laut. di mana cepat rambat gelombang tidak tergantung pada kedalaman. jadi di laut dalam gelombang tidak mengalami Refraksi. Variasi tersebut menyebabkan puncak gelombang membelok dan berusaha untuk sejajar dengan garis kontur dasar laut.11) Untuk perhitungan tinggi gelombang yang dipengaruhi pendangkalan (Shoaling) dan (2. Di daerah dimana kedalaman air lebih besar dari setengah panjang gelombang (laut dalam).

Bah II Tinjauan Pustaka 20 Difraksi terjadi apabila tinggi gelombang di suatu titik pada garis puncak gelombang lebih besar dari pada titik di dekatnya. Defraksi terjadi apabila suatu deretan gelombang tehalang oleh rintangan seperti pemecah gelombang atau suatu pulau.14) dengan. Dimana : HA K' : Tinggi gelombang pada titik A (titik yang ditinjau di belakang rintangan) : Koefisien Difraksi : Hp Tinggi gelombang pada titik P (pada ujung pemecah gelombang) gelombang dan rintangan B : Sudut antara arah penjalaran P : Sudut antara rintangan rintangan dengan garis yang menghubungkan titik dan ujung Nilai K' untuk penyelesaian 1978). Persamaan Difraksi gelombang adalah : (2.j3 dan . dalam Sorensen. . Transfer energi ke arah terlindung menyebabkan terbentuknya gelombang di daerah tersebut. yang menyebabkan perpindahan energi sepanjang pu~cak gelombang ke arah tinggi gelombang yang lebih kecil. Dalam Difraksi gelombang ini terjadi transfer enegi dalam arah tegak: lurus penjalaran gelombang menuju daerah terlindung. akibatnya gelombang terse but akan membelok di sekitar ujung rintangan dan masuk di daerah terlindung di belakangnya. garis puncak gelombang di belakang rintangan membelok dan mempunyai bentuk busur lingkaran dengan pusatnya pada ujung rintangan. e . 1952. IL rl tertentu terdapat pada tabel yang didasarkan pada matematis untuk Difraksi cahaya (Panny and Price.

Kedalaman gelombang pecah diberi notasi sedangkan tinggi gelombang pecah diberi notasi H b . gelombang dari laut dalam yang bergerak menuju pantai akan bertambah kemiringannya stabil dan pecah pada kedaIaman tertentu. Pengaruh kedalaman laut mulai terasa pada kedalaman lebih kecil dari setengah kali panjang gelombang. Besar kemampuan suatu rintangan memantulkan gelombang diberikan oleh koefisien Refleksi.Bab II TinJauan Pusiaka 21 Refleksi gelombang adalah gelombang datang yang mengenaif membentur suatu rintangan (pantai atau bangunan pantai). Jadi geIombang dan panjang sampai akhirnya tidak dipengaruhi oleh pecah kemiringannya yaitu perbandingan db antara tinggi gelombang. akan dipantulkan kembali sebagian atau seluruhnya. (2. Selanjutnya ~. dengan faktor kemiringan dicari hubungan antara : m. Untuk mengetahui besarnya H" dan d" digunakan grafik penentuan tinggi gelombang pecah dan grafik penentuan gelombang pecah.15) Dimana: X Koefisien Refleksi Tinggi gelombang Refleksi Tinggi gelombang datang yang menjalar dari laut dalam menuju pantai mengalami perubahan Hr Hi Gelombang bentuk karena adanya pengaruh perubahan kedalaman laut.16) . yaitu perbandingan antara tinggi gelombang Refleksi dan tinggi gelombang datang. Besar kecilnya gelombang yang dipantulkan tergantung pada bentuk dan jenis rintangan. ntuk tinggi gelombang pecah u (2. Suatu bangunan tegak dan impermeable akan memantulkan gelombang lebih besar dari pada bangunan miring dan permeabel.

"'C ..3 Fluktuasi Muka Air laut Wave Set-up dan Wave Set-down.... ..... Turunnya muka air tersebut dikenal dengan Wave Set-down.....17) H~ : tinggi g T gelombang di laut dalam apabila tidak mengalami Refraksi : 9.. ·1······ . ~~.............. J~:=:: .muka air di daerah pantai terhadap muka air diam........... Pada waktu gelombang pecah akan terjadi penurunan elevasi muka air rerata terhadap elevasi muka air diam di sekitar lokasi gelombang pecah.......~+~: ! '......' •....· · · · r". _ •.......... Gelombang datang dari laut menuju pantai menyebabkanfluktuasi . Wave Set-up dan Set-down ...81 mJdet : peride gelombang (det) 2....."' .... ....1..... 1 !---~ .... untuk kedalaman gelombang pecah Dimana: (2.....~ 1 I o Gambar 2. Ho .• ...••. 1 ........... breaker zone ~pantai ... .· · · wave set-down i Sb ..1 S. sedang naiknya muka air disebut Wave Set-up.......[ . 1 ... Kemudian dari titik dimana gelombang pecah pennukaan air rerata miring ke atas ke arah pantai.W.... i gans ... 1 ..•..L wave set-up .:::::::::::.3......Bab II Tinjauan Pustaka 22 . ... f h .... ...6...

dalam SPM. 1984) dan hasilnya adalah : t:S = O.28Hb Maka besarnya Wave Set-up adalah: (2.15db • dengan menganggap bahwa db = 1. Wave Set-up terhadap muka air diam Sw adalah perbedaan antara LlS dan Sb. 1984). Perbedaan elevasi muka air rerata dan muka air diarn di titik tersebut adalah Sb.Bab II Tinjauan Pustaka 23 Kedalaman air minimum di lokasi gelombang pecah pada saat Wave Set-down adalah db. perbedaan elevasi muka air antara kedua titik adalah Wave Set-up antara daerah gelombang pecah dan pantai yang diberi notasi ~S. Wave Set-up di pantai dapat dihitung dengan menggunakan teori Longuet-Higgins dan Stewart (1963. Besar Wave Set-down di daerah gelombang pecah adalah: (2.19) Longuet-Higgins dan Stewart melakukan analisa data hasil percobaan yang dilakukan oleh Saville (1961. Setelah itu muka air naik dan memotong garis pantai.20) Dimana: Sb T : Set-down di daerah gelombang pecah : Periode gelombang H~ : Tinggi gelombang Iaut dalam ekivalen gelombang pecah gravitasi db : Kedalaman g : Percepatan .18) Wave Set-up di pantai diberikan dalam bentuk: (2. dalam CERC.

Gaya tarik bulan yang mempengaruhi pasang surut adalah 2.Bab II TinJauan Pusiaka 24 Pasang Surut (pasut) Pasang surut adalah fluktuasi muka air laut karena adanya gaya tarik benda-benda dilangit. Gaya sentrifugal I I 'TGF Bulan Titik Sublunar am Gambar 2. Titik balik (slack) adalah. "'~""'T''''''''''''''-'''''~'''''''' . yang mengangkut massa air dalam jumlah sangat besar.7. Arus pasang terjadi pada waktu periode pasang dan arus surut terjadi pada peri ode air surut. Peri ode pasang surut bisa 12 jarn 25 menit atau 24 jam 50 menit. terutama matahari dan bulan terhadap massa air laut di bumi. Titik batik ini bisa terjadi pada saat muka air tertinggi dan muka air terendah. Meskipun massa bulan jauh lebih kecil dari massa matahari. pada saat tersebut kecepatan arus adalah nol.2 kali lebih besar dari pada gaya tarik matahari. Variasi muka air menimbulkan arus yang disebut dengan arus pasang surut. Peri ode pasang surut adalah waktu yang diperlukan dari posisi muka air pada muka air rerata ke posisi yang sarna berikutnya. saat dimana arus berbalik antara arus pasang dan arus surut. yang tergantung pada tipe pasang surut. Distribusi Gaya Pembangkit Pasang Surut Sistim Bumi Bulan Tinggi pasang surut adalah jarak vertikal antara air tertinggi (puneak air pasang) dan air terendah (lembah air surut) yang berurutan. tetapi karena jaraknya terhadap bumi jauh Iebih dekat maka pengaruh gaya tarik bulan terhadap bumi Iebih besar dari pada pengaruh gaya tarik : matahari.

yaitu : 1). Pasang surut campuran condong ke harian tunggal (Mixed Tide Prevailing Diurnal). Spring Tide). Jenis lainnya yaitu pasang surut purnama dan perbani. . dalam satu hari terjadi satu kali air pasang dan satu kali air surut.._. Secara umum pasang surut di berbagai daerah dapat dibedakan dalam empat tipe.-.5 hari. . 4). pada setiap sekitar tanggal 1 dan 15 (bulan purnama) posisi bumi. 3). Pasang surut harlan tunggal (Diurnal Tide). Dalam keadaan ini terjadi pasang surut pumama (pasang besar. ... terjadi secara berurutan secara teratur. .-.. dalam satu hari terjadi dua kali air pasang dan dua kali. maka gaya tarik rUP1-PUST _. Karena peredaran bumi dan bulan pada orbitnya._ -UN~m AK ---_. proses kejadian ini terjadi karena gaya tarik bulan dan matahari yang semula berbentuk bola berubah menjadi elIips. maka posisi bumi. Periode pasang surut rata-rata adalah 12 jam 24 menit. 2). Periode pasang surut adalah 24 jam 50 menit. Pasang surut campuran condong ke harian ganda (Mixed Tide Prevailing Semidiurnaly. ··_'·'·"C"'""'I·~""rl···-.. dalam satu hari terjadi satu kali air pasang dan satu kali air surut tetapi kadang-kadang untuk sementara waktu terjadi dua kali pasang dan dua kali surut dengan tinggi dan periode yang sangat berbeda. dalam satu hari terjadi dua kith air pasang dan dua kali air surut tetapi tinggi dan periodenya berbeda.. Pasang surut harian ganda (Semidiumat Tide).air surut dengan tinggi yang hampir sarna dan pasang surut . . T l ..Bab II Tinjauan Pusiaka 25 Bentuk pasang surut di berbagai daerah tidak sama. Revolusi bulan terhadap bumi ditempuh dalam waktu 29.. . di suatu daerah dalam satu hari dapat terjadi satu kali atau dua kali pasang surut. bulan dan matahari kira-kira berada pada satu garis lurus sehingga gaya tarik bulan matahari terhadap bumi saling memperkuat. Pada sekitar tanggal 7 dan 21 (seperempat dan tiga perempat revolusi bulan terhadap bumi dimana bulan dan matahari membentuk sudut siku-siku terhadap bumi.. bulan dan matahari selalu berubah setiap saat.

hewan dan manusia dapat hidup.Bab II Tinjauan Pustaka 26 bulan terhadap bumi saling mengurangi. . efek rumah kaca dihasilkan gas-gas tertentu (uap air dan karbon dioksida) dalam jumlah keeil yang ada di atmosfer. Di bumi._ . Peningkatan dampak bagi kehidupan.·-·. Suhu yang Iebih tinggi dan penguapan lebih besar mengakibatkan eurah hujan cenderung meningkat sehingga dapat mengakibatkan adalah peningkatan tinggi permukaan banjir. Pemanasan Global Pemanasan global disebabkan karena efek rumah kaca (Green House 1!.. membanjiri lahan produktif dan meneemari persediaan air tawar. Disebut efek rumah kaca karena kemiripannya dengan apa yang terjadi dalam sebuah laboratorium rumah kaea ketika matahari bersinar. . Hal ini disebabkan kaca menghambat sebagian panas untuk keluar dengan kata lain rumah kaca berfungsi sebagai perangkap panas. . Neap Tide)."="rc-r-''!'''---''--'-' . c· ·"·"T····. Kegiatan manusia yang meningkatkan mengakibatkan jumlah gas rumah kaca di atmosfir dapat suhu bumi tersebut dapat menimbulkan naiknya suhu bumi. . dimana tinggi pasang surut kecil dibandingkan dengan hari-hari yang lain. . Kenaikan air laut tersebut menyebabkan mundurnya garis pantai sehingga menggusur daerah pemukiman dan rnengancam daerah perkotaan yang rendah. Titik air dan es dalam awan serta partikel-partikel kecil lain di atmosfer ini menangkap panas.r" .. Dampak lainnya laut yang disebabkan oleh pemuaian air Jaut dan mencairnya gunung-gunung es di kutub. Gas-gas tersebut di sebut gas rumah kaea.lfect) yang menyebabkan bumi panas. Dalam keadaan ini terjadi pasang surut perbani (pasang kecil. -T. sinar matahari yang masuk melalui atap dan dinding kaca menghangatkan ruangan di dalam sehingga suhu menjadi lebih tinggi dari pada di luar.. sehingga efek rumah kaea alami ini memberi bumi sebuah iklim dim ana tumbuhan.. ~. .•. " - :. Namun belakangan jumlah gas rumah kaca dalam atmosfer meningkat secara berangsur-angsur akibat dari kegiatan man usia.

..#0 .~~ .. Perkiraan Kenaikan Muka Air Laut karena Pemanasan Global Elevasi Muka Air laut Rencana Elevasi muka air rencana dapat ditetapkan berdasarkan elevasi dari : data pasang surut...Bah II Tinjauan Pusiaka 27 Untuk menanggulangi akibat dari pemanasan global idealnya adalah dengan mengurangi ancaman pemanasan global secara menyeluruh dengan rnengurangi konsentrasi gas-gas rumah kaca.. ~ . ".... ""...8.. ...~ ## o ~ ~ _....~-" t t I • .. I I ~100 ## _ .z>: ...." .-6.f:'CfJ~_h..-.n\.-:.... .e~ .~ -.. samapai 2100.. 1-. t I . # . ~ ~.." # ... -<. yang disertai perkiraan batas atas dan bawah seperti pada gambar 2...... I ?et\(... t ..... --_. ... HWL).. 0#' ..\(aa... Di dalam perencanaan flulctuasi permukaan air laut akibat pemanasan global dapat dihitung berdasarkan grafik perkiraan besarnya kenaikan muka air Iaut dari tahun 1990 .. .: ~ ?-efl a I ..~ . .. -r--t'--f-" _ .. Wave Set-up. pemanasan global dengan berdasarkan beberapa istilah untuk masing-masing keperluan data sebagai berikut : 1) Muka air tinggi (High Water Level...8 sebagai berikut: - E o I I 1 I ."." ..:... ~... muka air tertinggi yang dicapai pada saat air pasang dalam satu siklus pasang surut. . t t I 1 I 2000 2025 2050 2075 2100 Gambar 2..... .

MRWL). adalah muka air rerata antara muka air tinggi rerata dan muka air rendah rerata. adalah rerata dari muka air tinggi. adalah air tertinggi pada saat pasang surut purnama atau bulan mati. adalah rerata dati . dikarenakan pencatatan gelombang di Indonesia belum banyak dilakukan karena peralatan yang kurang mendukung..1. MSL). LWL).Bab II Tinjauan Pustaka 28 2) Muka air rendah (Low Water Level. karena pencatatan angin lebih mudah dan murah . 3) Muka air tinggi rerata (Mean High Water Level. MLWL). HHWL).3. adalah air terendah pada saat pasang surut purnama atau bulan mati.4 Statistik dan Peramalan GeIom bang Statistik dan peramalan gelombang dimaksudkan mentransformasikan biasanya diambil selama 15 sampai 20 tahun pencatatan data angin yang Ini menjadi data gelombang. Mengingat kurangnya data gelombang yang diperlukan maka untuk keperluan data gelombang dilakukan peramalan gelombang berdasarkan data angin. muka air rendah. "'--'"~''''n'I'''-'''""""''''""''""''' . LLWL). Elevasi ini digunakan sebagai referensi untuk elevasi di daratan. kedudukan air terendah yang dicapai pada saat air surut dalam satu siklus pasang surut.. 6) Muka air tinggi tertinggi (Highest Higt Water Level. . Maka berdasarkan faktor elevasi di atas elevasi muka air reneana ditetapkan : Berdasar MHWL DWL =MHWL + Berdasar ML WL DWL=LWL+Sw s: +SLR 2. 7) Air rendah terendah (Lowest Low Water Level. 4) Muka air rendah rerata (Mean Low Water Level. 5) Muka air laut rerata (Mean Sea Level.

. " (2. yaitu dengan metode distribusi Gumbel (Fisher- Tippett type I) dengan bentuk sebagai berikut : P(H < H ) = 1.Bab II Tinjauan Pustaka 29 Di dalam memprediksi gelombang berdasarkan data angm digunakan prediksi gelombang dengan peride ulang tertentu. yaitu: (2.12 Dimana: .23) (2.21) ..26) .22) Dimana: (2. (2.m-O..24) B " = Hi. -AYm A- (2.. P(Hs < Hsm) : probabilitas dari tinggi gelombang representatifke m : tinggi gelombang urutan ke m m : nomor urut tinggi gelombang signifikan : jumlah kejadian gelombang selama pencatatan Selanjutnya hitungan didasarkan pada anal isis regresi tinier dengan parameter A dan B.44 s sm NT +0.25) Dari regresi linear di atas tentukan tinggi gelombang signifikan untuk berbagai peride ulang dengan persamaan sebagai berikut : Hsr = AYr+B .

.. ..T~n·~···-_ .Bab II Tinjauan Pustaka 30 Dimana: (2.30) O'r : kesalahan standar dari tinggi gelombang signifikan dengan periode ulang T..- .k V=-- adalah koefisien empiris N NT Besaran absolut dari deviasi standar dari tinggi gelombang signifikan dihitung dengan rumus sebagai berikut: a. ·r ································TI·········~.29) al..a2.c...28) Dimana: anr N : standar deviasi yang dinormalkan dari tinggi gelombang signifikan dengan peride ulang T. : jumlah data tinggi gelombang signifikan (2....". = G'nr(Y Hs Dimana: (2.&.27) Hsr : tinggi gelombang signifikan dengan periode ulang 1'. T. L : peride ulang (tahun) : rerata jumlah kejadian per tahun dim ana : K adalah panjang data (tahun) L= NT K' Dengan interval keyakinan : (2.

gelombang yang sampai di garis pantai menyebabkan massa air bergerak ke atas dan kemudian turun kembali pada permukaan pantai. Transpor massa dan momentum tersebut menimbulkan arus di daerah dekat pantai.. Di Swash Zone.. . perilaku gelombang dan arus yang ditimbulkannya berbeda. Surf Zone dan Swash Zone.31) 2. maka akan terjadi arus dominan di pantai berupa sirkulasi sel dengan Rip Current yang menuju ke laut. Kejadian ekstrim lainnya terjadi apabila gelombang pecah dengan membentuk sudut terhadap .5 Arus Sepanjang Pantai (Longshore Current) Gelombang yang menjalar menuju pantai membawa massa air dan momentum dalam arah penjalaran gelombang. Gerak massa air tersebut disertai dengan terangkutnya sedimen..~ . Orbit lintasan partikeI tidak tertutup sehingga menimbulkan transpor massa air... yang dapat disertai dengan terangkutnya sedimen dasar dalam arah menuju pantai (Onshore) dan meninggalkan pantai (Offshore). Daerah yang dilintasi gelombang tersebut adalah Offshore Zone. Di daerah lepas pantai (Offshore Zone) yaitu daerah yang terbentang dari lokasi gelombang pecah ke arah Jaut. Gelombang pecab menimbulkan arus dan turbulensi yang sangat besar yang dapat menggerakkan sedimen dasar. Di beberapa daerah yang dilintasinya. ···· · .Bab II Tinjauan. Karakteristik gelombang di Surf Zone dan Swash Zone adalah yang paling penting di dalam analisis proses pantai.3. yaitu daerah antara gelombang pecah dan garis pantai ditandai dengan gelombang pecah dan penjalaran gelombang setelah pecah ke arah pantai.. Di Sur/Zone. Apabila garis puncak gelombang sejajar dengan garis pantai.. Arus yang terjadi di daerah tersebut sangat tergantung pada arab datang gelombang.. ··~···~·:T· . Pustaka 31 : deviasi standar dari data tinggi gelombang signifikan uHs = [ N-l~ IN ( Hsm-Hsm) - \2]li (2._ ..1... gelombang menimbulkan gerak orbit partikel air.

Gelombang pecah pada pantai yang miring akan menyebabkan terjadinya kenaikan gelombang (Wave Set-up) di pantai. : Sudut datang gelombang pecah " I . Arus ini terjadi di daerah antara gelombang pecah dan garis pantai. Kenaikan gelombang yang tidak sama tnenyebabkan kemiringan muka air di sepanjang pantai. Arus sepanjang pantai yang ditimbulkan oleh gelombang pecah dengan membentuk sudut terhadap garis pantai dibangkitkan oleh momentum yang dibawa oleh gelombang. yang menaikkan elevasi muka air di atas elevasi muka air diam.32) Dimana : V Kecepatan arus sejajar pantai Percepatan gravitasi Tinggi gelombang pecah g H. 1985) menurunkan rumus untuk menghitung arus sepanjang pantai sebagai berikut : (2. a. yang dapat menimbulkan aliran air sepanjang pantai menuju ke temp at dengan muka air yang lebih rendah. Parameter terpenting di dalam menentukan kecepatan arus sepanjang pantai adalah tinggi dan sudut datang gelombang pecah. (Longshore Current) dapat juga ditimbulkan oleh gelombang yang pecah dengan membentuk sudut terhadap garis pantai. Massa air yang menuj u ke tempat tersebut dibelokkan kembali ke arah laut yang membentuk arus yang dikenal dengan Rip Current. sedang yang biasanya terjadi adalah kombinasi dari kedua kondisi tersebut. Tempat ini merupakan pertemuan arus sepanjang pantai yang berasal dad sebelah kiri dan kanannya.Bab II Tinjauan Pusiaka 32 gads pantai yang menimbulkan arus sejajar pantai di sepanjang pantai. Sirkulasi sel dengan Rip Current karena adanya variasi sepanjang pantai dari tinggi gelombang pecah. Arus sepanjang pantai. Longuet-Higgins (dalam Komar.

Untuk angkutan sedimen menuju-meninggalkan pantai. 1983) merumuskan persamaan laju transpor netto ke arah pantai maupun ke arah laut dalam satu periode gelombang.3.33) Dimana: <I> : Laju transpor netto l.11 ) Tb \. Watanabe dkk (1980. terjadi di daerah antara gelombang pecah dan garis pantai.f'm . adalah : (2.J'me : Parameter Shields kritis untuk gerak aktif sedimen (\f'mc = 0.Bab II Tinjauan Pusiaka 33 2.6 Transpor Sedimen Pantai (Sediment Transport) Fenomena yang terjadi dari proses abrasi adalah adanya transpor sedimen pantai. Transpor sedimen pantai adalah gerakan sedimen di daerah pantai yang disebabkan oleh gelombang dan arus yang dibangkitkannya.(Ps .p)gD 'I'm Tb : Parameter Shields : Tegangan geser dasar : Rapat massa partikel : Rapat massa air : Percepatan gravitasi : Diameter partikel Ps p g D . Transpor menuju dan meninggalkan pantai mempunyai arah rata-rata tegak lurus garis pantai. dalam watanabe. sedang transpor sepanjang pantai mempunyai arah rata-rata sejajar pantai.1. Transpor sedimen pantai dapat diklasifikasikan menjadi transpor menuju dan' meninggalkan pantai (Onshore-Offshore Transport) dan transpor sepanjang pantai (Longshore Transport).

Rumus ditinjau. Oleh karena itu prediksi transpor sepanjang pantai adalah sangat penting. Transpor sedimen sepanjang pantai banyak menyebabkan permasalahan seperti pendangkalan di pelabuhan. =KPt II D (2. Beberapa cara yang biasanya digunakan untuk memprediksi transpor sedimen sepanjang pantai adalah sebagai berikut : 1). gergaji. coszz. . erosi pantai dan sebagainya. yaitu komponen pertama adalah transpor sedimen dalam bentuk gergaji di garis pantai dan transpor sepanjang pantai di Sur/zone. Transpor sedimen ini terjadi di Sur/zone. 3).Bab II Tinjauan Pustaka 34 Transpor sedimen sepanjang pantai terdiri dari dua komponen utama.35) Dimana: Angkutan sedimen sepanjang pantai (m3/hari) . (2.34) b = -pgH2C b 8 Qs . Pada waktu gelombang menuju pantai dengan membentuk sudut terhadap garis pantai maka gelombang tersebut akan naik ke pantai (Uprus/z) yang juga membentuk sudut. 2). Cara terbaik untuk memperkirakan transpor sedimen sejajar pantai pada suatu tempat adalah mengukur debit sedimen di lokasi yang ditinjau. yaitu : o. Komponen kedua adalah transpor sedimen yang ditimbulkan oleh arus sepanjang pantai yang dibangkitkan oleh gelombang pecah. Sebagian rumus-rumus tersebut merupakan hubungan yang sederhana antara transpor sedimen dan komponen fluks energi gelombang sepanjang pantai. Massa air yang naik tersebut kemudian turun lagi dalam arah tegak lurus pantai seperti . Cara memprediksi transpor sedimen sepanjang pantai dengan menggunakan empiris yaitu rumus yang dikembangkan rumus empiris yang didasarkan pada kondisi gelombang di daerah yang berdasar data pengukuran model prototip pada pantai berpasir.. Peta atau pengukuran yang menunjukkan perubahan elevasi dasar dalam suatu peri ode tertentu dapat memberikan petunjuk tentang angkutan sedimen. smzz.

kejadian pasang surut (pasut) serta pergerakan arus atau pola arus air Iaut. Penanganan-penanganan dilaksanakan yang dilakukan Pemerintah Propinsi Bengkulu telah banyak bangunan-bangunan pengaman pantai serta studi-studi dengan membangun tentang wilayah pesisir di Propinsi Bengkulu. terutama pengaruh gelombang Iaut yang diakibatkan angin. menunjukkan bahwa laju abrasi rata-rata sejauh 3.82 mltahun pada bagian pantai tertentu dan pertambahail luas pantai di bagian Iainnya oIeh akibat sedimentasi. perlu adanya anaIisis tentang kejadian abrasi pantai tersebut.n Tinggi gelombang pecah (m) Cepat rambat gelombang pecah (mid) = Sudut datang gelombang pecah Konstanta fid: 2. Sehingga pengaruh abrasi pantai begitu dominan dalam menyumbangkan kerusakan pada wilayah pesisir dan pantai di Propinsi Bengkulu. K. terutama yang disebabkan oleh abrasi pantai. Penyebab utama dari permasalahan tersebut dikarenakan wilayah pesisir di Propinsi Bengkulu yang merupakan bagian dari Samudera India. Sehingga akan menambah kerusakan wilayah pesisir wawasan tentang kejadian abrasi pantai yang menyebabkan dan pantai serta dapat secara akurat ditentukan alternatif penanggulangannya. ---------------i-I----~r-""lrT----'------ . Untuk itu dalam rangka menambah informasi tentang penelitian kerusakan wilayah pesisir dan pantai di Propinsi Bengkulu. Originalitas Penelitian Kerusakan wilayah pesisir dan pantai di Propinsi Bengkulu sebagaimana hasil pengamatan dari Sulistyo dkk (1994). a. dan terbuka terhadap lautan bebas dengan lereng dasar perairan yang relatif dangkal.Bab II Tinjauan Pustaka 35 ~ : Komponen fluks energi gelombang sepanjang pantai pada saat pecah (NmJdlm) P : Rapat massa air Iaut (kg/rrr') Hb C.2. .

. Rancangan Penelitianl Perspektif Pendekatan Penelitian Penelitian tentang analisis penyebab terjadinya abrasi pantai ini. Bagan Alir Reneana Penelitian 36 . ~ . Analisis Masalah Abrasi Pantai I • • • • '+. ..• • Bathimetri dan Topografi Angin Gelombang Pasang Surut Arus Sepanjang Pantai Tanah 1 Analisis Transpor Sedimen . ~. penelitian terhadap proses abrasi pantai yang terjadi pada wilayah pesisir Kota Bengkulu.1.. bertujuan melakukan ... Konsep Penanggulangan Abrasi ..- ! Pengumpulan Data Sekunder !. ·'·1 .. sebagai berikut : Isu danPennasalahan Abrasi Pantai Identifikasi Penyebab Terjadinya Abrasi Pantai ! Aspirasi Masyarakat di Pantai Terabrasi . analisis data dan penentuan penyebab abrasi sebagai hasil penelitian. Penentuan Penyebab Abrasi I Pembahasan Perilaku Masyarakat .. Untuk mendapatkan hasil yang baik dan terarah maka dibuat bagan alir rene ana penelitian yang dilakukan. • InforrnasiPenyebab Abrasi (Deskriptif) • Peta Kondisi Abrasi dan Akresi Gambar 3.. Penelitian ini dilakukan dalam tiga tahap yaitu pengumpulan data.Bab III Metode Penelitian BAB III METODE PENELITIAN 3.1. .

b). Peta ini digunakan untuk mengetahui kondisi gelombang di lokasi penelitian.1. Data bathimetri diperoleh dengan : a). pasang surut. menggunakan ditetapkan. Pengumpulan Data Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini meliputi data sekunder. Pengukuran kedalaman dasar laut yang menggunakan echo sounder.1. Penggunaan perahu motor dapat membantu pengukuran kedalaman dasar laut dengan bandul sounding. Bathimetri dan Topografi Peta bathimetri diperlukan untuk mengetahui keadaan kedalaman Iaut di sekitar lokasi penelitian. arus dan tanah. baik berupa laporan maupun peta-peta dari hasil studi atau pengamatan terdahulu. Pengunaan data sekunder yang diperoleh dari peta laut yang diterbitkan oleh Dinas Hidrooseanografi TNI-AL atau Bakosurtanal. baik yang berkaitan langsung dengan penelitian maupun sebagai data penunjang dalam menyelesaikan penelitian yang dilakukan. Data yang diperoleh melalui kegiatan survei dalam bentuk pengamatan. yang meliputi data angin. Elevasi muka air Iaut saat sounding diukur. kecuali untuk pengukuran daerah yang dangkal de kat pantai dim ana kedalamannya kurang dari 15 meter dapat digunakan tongkat sounding atau bandul sounding. Data sekunder juga yang diperoleh dari melalui studi pustaka dan penelaahan laporan-Iaporan instansi-instansi atau lembaga-lernbaga terkait. pengukuran. gelombang dan pengukuran-pengukuran dikumpulkan lain yang diperlukan. Posisi perahu motor dideteksi dengan theodolit.Bab III Metode Penelitian 37 3. titik referensi BM pada patok yang telah . penyelidikan atau pengujian sampel yang meliputi pengukuran bathimetri dan topografi. Data sekunder pada dasarnya merupakan data yang ada.

Arah atau sudut gelombang saat pecah dengan garis pantai diukur dengan suatu kotak pandang (view box) dan . ) diukur dengan papan berskala. Data angin diperoleh dad beberapa instansi terkait yaitu Lapangan Terbang Fatmawati Soekarno Bengkulu dan Badan Meteorologi dan Geofisika Pulau Baii Bengkulu. pengukuran kecepatan angin ekstrim yang hanya terjadi pada waktu singkat tersebut tidak digunakan sebagai kecepatan angin di dalam pembangkitan gelombang. Periode (T) dieatat dengan menggunakan stop watch yaitu waktu yang diperlukan oIeh dua puneak gelombang berurutan. Data keeepatan angin tersebut harus dimodifikasi menjadi kecepatan rata-rata dalam 10. 25. tinggi atau periode gelombang saat pecah (H. Data gelombang dan karakteristiknya kendala dalam pengumpulan diperoleh dari data primer sejauh berbagai data gelombang data dapat diatasi. Data tentang gelombang dapat diperoleh melalui proses: a). Gelombang Gelombang merupakan salah satu komponen oseanografi yang sangat penting dalam proses abrasi maupun akresi di pantai. Infonnasi tentang gelombang diperlukan untuk mengetahui arah dan besar energi yang dihempaskan ke pantai. Keeepatan angin ekstrim hanya terjadi dalam periode waktu yang pendek dan biasanya kurang dad dua menit.Bab III Melode Penelitian 38 Angin Data angin diperlukan untuk peramalan tinggi dan periode gelombang. arah angin dan dapat pula dihitung kecepatan angin rerata harian. Pengumpulan secara primer meliputi. Keeepatan angin biasanya dieatat untuk harga-harga ekstrim saja. OIeh karena itu. seeara visual tanda saat puncak dan lembah gelombang lewat pada papan berskala gelombang akan dicatat sebagai tinggi gelombang. data angin jam-jaman akan dapat diketahui kecepatan angin tertentu dan durasinya. Arah dan kecepatan angin tergantung pada musim. kecepatan angin maksimum. dan 50 menit atau sesuai keperluan.

I ' n . . c).. Instansi yang melakukan pengukuran pasang surut seperti Dihidros-Al. lamanya angin bertiup. Jika data sekunder tidak diperoleh.' __ . b). tinggi. Data pasang surut diperoleh dari instansi yang melakukan pengukuran pasang surut (berupa data sekunder). Data pengukuran tinggi muka air setiap jam selama satu bulan akan .. terutama di perairan semi tertutup seperti selat atau teluk. Data tersebut didapat dari instansi terkait. Selanjutnya data tersebut dianalisis untuk mendapatkan periode. b).. dan luas daerah dimana angin bertiup) menjadi data gelombang (arah. Pengetahuan tentang tipe pasang surut (pasut) diperlukan untuk kegiatan pengembangan pantai maupun pengelolaan lingkungan serta diperlukan untuk menentukan elevasi muka air rencana. sedangkan paIem pasut dilakukan secara tradisional dengan melakukan pengamatan tiap jam selama jangka waktu tertentu. panjang dan arah gelombang. dilakukan proses transformasi dari data angin (kecepatan angin.n.Bab III Metode Penelitian 39 suatu ketinggian. maka data gelombang diperoleh dari data sekunder. Alat tide gauge bekerja secara otomatis. Prosedur pengukuran dan perolehan data pasang surut adalah sebagai berikut : a). pengukuran pasang surut dilakukan dengan mengukur perubahan permukaan Iaut secara berkala (satu jam sekali) dengan menggunakan alat pengukur pasang surut seperti tide gauge atau paJem pasut (tide pole). seperti Dishidros-AL dan Badan Meteorologi dan Geofisika Pulau Baii Bengkulu. Bakosurtanal dan Syahbandar. Pasang Surut (pasut) Pasang surut mempengaruhi arus dan sirkulasi perairan. Jika pengumpulan data primer mengalami kendala atau kurang lengkap. Garis muka gelombang digambarkan relatif terhadap garis pantai adalah sudut gelombang pecah ( ab). Jika data sekunder tersebut tidak diperoleh. dan periode gelombang).

Arus laut (arah dan kecepatan) diukur menggunakan alat pengukur arus (current meter). Sifat-sifat mekanika . Tanah Penyelidikan tanah diperlukan untuk mengetahui geologi kondisi tanah. Fluktuasi pasang surut ini akan menggambarkan tipe pasang surut dan selisih pasang tertinggi dan surut terendah akan menghasilkan nilai tidal range (tunggang pasang) pada lokasi pengamatan. guna memberikan keterangan tentang keadaan tanah atau batuan pacta daerah penelitian.Bah III Meiode Penelitian 40 diplotkan dalam grafik pasang surut atau menggunakan program excel for windows. Kecepatan dan arah arus akan terekam secara otomatis oleh alat pengukurnya. Kecepatan arus menyusur pantai diukur dengan metode lagrangian menggunakanfloating drogue dan stop watch. Alat pengukur arus ini diletakkan di dalam suatu tempat (titik) yang tetap. Sebagai penyeIidikan pendahuluan dilakukan survey lapangan. bila memiliki waktu yang cukup alat pengukur arus ini diletakkan di dalam air pada kedalaman tertentu untuk waktu tertentu. dan kemudian diperiksa di Iaboratorium. Data sekunder tentang arus laut juga dikumpulkan dari berbagai sumber. b). Proses perolehan data adalah dengan melalui cara-cara sebagai berikut : a). dengan c). Arus Arus laut erat kaitannya dengan sirkulasi masa air di suatu kawasan perairan. lama dan sebaran dari materi yang terbawa oleh massa air tersebut. Pemeriksaan laboratorium dimaksudkan untuk mendapatkan data sifat-sifat tanah dari contoh tanah yang diambil dari pengeboran saat penyelidikan lapangan. Pengetahuan tentang sirkulasi massa air di perairan yang diamati sangat berguna dalam memperkirakan arah.

2. Analisis Data Analisis data dimaksudkan adalah untuk menyederhanakan ke dalam bentuk yang mudah dimengerti dan dipahami oleh orang banyak. ... 3._ _ : . Sehingga dapat diketahui kekuatan dari lapisan tanah tersebut dalam rangka menahan laju abrasi dan laju transpor dari proses sedimentasi..... sehingga aspirasi dari masyarakat tersebut akan sangat membantu di dalam perencanaan penanggulangan wilayah pesisir secara terpadu Metode yang dilakukan dalam mendapatkan masukan dan masyarakat di pantai terabrasi adalah dengan melakukan wawancara langsung terhadap masyarakat yang keberadaannya dekat dengan pantai terabrasi....[ _. consolidated undrained test (percobaan tertutup dan dikonsolidasikan) dan drained test (percobaan terbuka).... "._... Metode penyelidikan tanah menggunakan metode undrained test (percobaan tertutup). sehingga akan mendapatkan gambaran yang lebih akurat tentang kerusakan lingkungan yang telah terjadi dan persepsi masyarakat tentang kejadian tersebut..:'.. tekanan tanah daya dukung tanah stabilitas tanah dan penurunannya. Aspirasi Masyarakat Masyarakat wilayah pesisir terutama yang berada di pantai terabrasi mendapatkan dampak Jangsung dari terjadinya proses abrasi.. yang pada akhimya akan menghasilkan data tentang terjadinya proses abrasi pantai dan proses sedimentasi. Dari data yang diperoleh baik data primer maupun sekunder selanjutnya dianalisis dengan menggunakan program SPSS... sedangkan nilai tegangan total pada bidang geser dapat diketahui dari tiga percobaan tersebut di atas. Dari hasil percobaan consolidated undrained test dan percobaan drained test didapat nilai kohesi tanah efektif (c ) dan sudut geser efektif..1. . ..Bah III Meiode Penelitian 41 tanah tersebut diperIukan untuk perhitungan kuat geser tanah.

Data angin yang diperoleh dalam beberapa tahun pengamatan adalah sangat besar. b). Data yang diperoleh diplotkan untuk memperoleh profil kedalaman dari kawasan perairan yang diamati. untuk y < 20 m Kecepatan angin yang diukur pada y = 10 III Elevasi terhadap permukaan air Y Gelombang Berdasarkan data gelombang yang diperoleh. dideskripsikan iklim gelombang (wave climate) di kawasan perairan tersebut. Informasi karakter umum gelombang ini . Dimana menggambarkan arah. periode dan persentase terjadinya gelombang yang significan.Bab III Meiode Peneliiian 42 Bathimetri dan Topografi Proses pengolahan (analisis) terhadap data bathimetri dan topografi.UIO = Uy Y Dimana: UJO (10J>4 .5 m1det. Kecepatan Angin Data angin yang digunakan dalam peramalan gelombang adalah data di permukaan laut pada lokasi pembangkitan. tinggi. maka untuk itu data tersebut disajikan dalam bentuk tabel ringkasan atau diagram yang disebut dengan mawar angin. gambaran . yaitu : a). Data tersebut dapatdiperoleh atas pennukaan dari pengukuran Iangsung di laut atau pengukuran di darat yang dikonversi menjadi data angin laut. dan biasanya dinyatakan dalam knot. Profil yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk memperoleh tentang kondisi dasar laut dari kawasan yang diamati. Kecepatan angin dapat dianalisis dengan menggunakan rumus : . 1 knot = 0. Kecepatan angin diukur dengan anemometer.

.....Bab III Meiode Penelitian 43 akan dianalisis dari data' angin. Arab dan kecepatan arus permukaan di perairan wilayah pesisir akan disajikan dalam bentuk diagram vektor arus yang menunjukkan arah dan kecepatan arus setiap bulan yang diambil dari peta arus perairan Indonesia yang dipublikasikan Dehidros TNI-AL. Selain itu akan disajikanjuga sudut yang dibentuk oleh gelombang saat pecah dengan garis pantai. Hubungan . Data gelombang hasil pengukuran di beberapa stasi un akan menggambarkan periode dan tinggi gelombang saat pecah di sekitar pantai.tinggi gelombang dengan dan kecepatan angin di atas permukaan Iaut dapat dilihat melal ui persamaan sebagai berikut : S = 0 0206{U p' A )1. Kemudian peramalan di beberapa lokasi sepanjang pantai Bengkulu akan disajikan dalam bentuk grafik sehingga akan terlihat tipe dan kisaran pasang surut di lokasi penelitian tersebut.545 Dimana: s p : perkiraan tinggi gelombang rata-rata Smax UA : perkiraan tinggi gelombang maximum : kecepatan angin 10 m di atas permukaan laut Pasang Surut (pasut) Pengolahan data pasang surut meliputi penentuan tipe pasang surut berdasarkan data pasang surut hasil analisis harmonik yang dilakukan Dihidros TNI-AL. .. dan sebagai pembanding terhadap pengukuran langsung dan untuk menghitung transpor sedimen sepanjang pantai.__. ._. Arus Data hasil pengukuran karakter gelombang dan lereng pantai akan digunakan untuk perhitungan kecepatan arus menyusur pantai.~'I ._ .

Lokasi Penelitian Penelitian dilaksanakan pada wilayah pesisir Kota Bengkulu yang masuk daIam wilayah Kotamadya Bengkulu. sehingga permasaIahan abrasi dan akresi dapat diketahui secara menyeluruh pada daerah penelitian tersebut. Pengambilan titik-titik penelitian secara tersebar di wilayah pesisir Kota Bengkulu. yaitu : s = c+atan¢ 3.Bah III Metode Penelitian 44 Tanah Penyelidikan tanah pada lokasi diharapkan untuk mengetahui lapisan tanah dan parameter-parameter tanah sebagai dasar analisa tanah. . Pengambilan lokasi pada wilayah pesisir Kota Bengkulu berdasarkan karena kondisi wilayah pesisir daerah tersebut dilalui oleh badan jalan yang saat ini terancatn runtuh oleh pengikisan air laut danjarak antara badanjalan dan garis pantai saat pasang naik tinggi sudah sedemikian dekatnya. Sehingga perlu adanya penelitian tentang penyebab terjadinya abrasi pantai untuk mendapatkan informasi yang akurat dalam rangka penanganan yang tepat dan akurat. Kuat geser diperlukan untuk menganalisa masalah stabiIitas tanah terhadap penahan dinding dan untuk mengukur kemampuan tanah menahan tekanan agar tidak terjadi keruntuhan..2. Dimana pengambilan titik-titik penelitian merupakan titik-titik proses terjadinya abrasi yang teIah mengancam badan jaIan kearah keruntuhan (failure) dan gelincir (sliding). Dari hasil uji laboratorium didapat niIai kohesi (c). bahkan saat-saat tertentu air laut sampai ke badanjalan . sudut geser dalam (0) dan tegangan normal efektif (0-) sehingga didapat hitungan kekuatan geser dengan menggunakan rumus Coulomb Hvorslev.

memiliki relieftanah bergelombang terdiri dari daratan pantai.1 Gambaran WiJayah Studi 4.1. karakteristik pantai berteluk.. bertanjung dan terdapat bangunan dinding pantai (Sea Wall) dari beton silinder dengan tembok tinggi 1 m dan tumpukan batuan selebar 2 m didepannya.1 Kondisi Fisiografi 4.52 km2 serta terbagi dalam 4 wilayah kecamatan yang kesemuanya kelurahan (kelurahan pantainya berjumlah merupakan kecamatan pesisir dengan 57 Kondisi topografi wilayahnya 24 kelurahan).-•. Kedalaman dasar Iaut di wilayah pesisir Kota BengkuIu antara 3 hingga 24 meter dengan pola kontur batimetri sejajar garis pantai (Kristanto dkk.102°22' Bujur Timur dengan luas wilayah sekitar 144.". Di lepas pantai pola kontur renggang dan di beberapa tempat 45 • » •••• ···.··-"T····--···-·_·· .1. rawa serta cekungan-cekungan Batas-batas administrasi Kota Bengkulu yaitu antara lain: Sebelah Utara Sebelah Selatan Sebelah Timur Sebelah Barat : Berbatasan dengan Kabupaten BengkuIu Utara : Berbatasan dengan Kabupaten Bengkulu Selatan : Berbatasan dengan Kabupaten BengkuIu Utara : Berbatasan dengan Samudera Hindia litologi dari Tipe dataran pantai di kawasan pesisir Kota BengkuIu merupakan endapan undak sungai dan batuan sedimen.1. hal ini menunjukkan morfoIogi sekitar pantai relatif landai. 1998).Bab IV llasil dan Pembahasan BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4. . Kontur di depan pantai lebih rapat dibandingkan dengan daerah Iepas pantai.1 Topografi dan Bathimetri Kota Bengkulu secara geografis terletak pada koordinat 3°45' . morfologi agakterjaI relief tinggi. bukit-bukit kecil dan sebagian yang membentuk aIur-aIur kecil.3°59' Lintang Selatan dan 102°14' .

5 % (3° .VIII Sta.1. Sta. I Sta. . ··"'··'''"l·········_.1. ·······. dengan lebar pantai 50 .. .IX Sta.Bab IV Ilasil dan Pembahasaa 46 dijurnpai tonjolan-tonjolan tidak begitu tinggi rnencerrninkan rnorfologi landai dan dan bergelornbang.. Dengan panjang garis pantai 9 km.II Sta.100 m. deretan tonjolan ini rnerupakan zona pecah gelombang (Breaker Zone) yang rnenyebabkan gelornbang di zona ini lebih besar dari sekitarnya.. Kawasan Pantai umumnya dicirikan oleh bentuk-bentuk pantai berteluk yang terbuka Iebar dengan morfologi landai dan relief rendah. . . 6.. Yodya Karya.2 Kondisi Geologi Pantai Kota Bengkulu terletak dibelahan barat pulau Sumatera dan menghadap ke arah Sarnudera Hindia.1.IV Sta. 7.XI 20 30 30 20 20 20 30 30 30 20 30 Jarak50m dari pantai 150 100 70 230 130 130 260 360 370 190 290 250 Jarak 100m dari pantai 220 150 220 250 250 250 270 330 330 380 330 310 Jarak150m dari pantai 320 250 250 310 320 320 230 230 250 350 380 330 Jarak200 m dari pantai 370 350 320 350 330 300 300 300 320 320 300 380 No. 9.III Sta. Tabel4. 2..XII Sumber: Konsultan PT.VI Sta. Satuan dataran pantai dicirikan rnemiliki kemiringan lereng medan antara 2 . 8.V Sta.5°). teras/undak pantai dan terumbu karang. 5.VII Sta. -. Posisi 4. Poia kontur dan lokasi tonjolan-tonjolan memperlihatkan kesejajaran kelurusan. 2003 4. 10 11 20 12 Sta. dataran ini terrnasuk juga pematang pantai.X Sta. Data kedalaman dasar laut di wilayah pesisir Kota Bengkulu : Kedalaman (em) Jarak5m dari pantai 1. Satuan ini urnurnnya terbentuk oleh pasir halus hingga pasir kerikilan dan bersifat Iepas. 3.

.80 dan ketebalan bervariasi 2 ... Penyebaran umumnya mengisi alur-alur sungai hingga muara sungai dan di sepanjang garis pantai. Tanah pelapukan berupa lanau. Batu gamping yaitu berupa batu gamping terumbu dengan wama putih kekuningan. berwarna coklat kehitaman.57 ton/m '. Lumpur dan Iempung yang umumnya bersifat lepas dan kurang terkonsolidasi. CaC03 dan kalsit.Bab IV Hasil dan Pembahasan 47 Berdasarkan penelitian terdahulu antara lain Kusnama (1992). kompak dan kuat.5 ton/m". . kerikil.. Gafoer (1992). lanau.4 m . sudut geser dalam 9. Penyebarannya di sepanjang pantai pesisir Kota Bengkulu. pasir. maka kondisi batuan dan tanah di daerah pesisir Kota abu-abu sisa tumbuhan.. Endapan Rawa yaitu berupa Pasir.. . Amin (1993) dan Darsoatmojo Bengkulu tersusun atas : Aluvium yaitu berupa bongkah. kerangka koral... berlobang.. berukuran halus-sedang.lempung kehijauan dan mengandung berwama (1994). .. kohesi 2.. . lanau. Lumpur.. [ . plastisitas tinggi dengan berat isi asli 1.•.

. t-""-"n-n-1 1 1 Botos KotCl Batas Kecamatan I~·~+"··-·····-···IBatas Kelurahan Jalan SungClI I·· .1 m 1-2m I k::+~>w/·I I I I I I I I I I I I 2 -4 m 4-6m 6 -10 m KAB... J \ MAGISTER llMU UNGKUNGAN PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS DIPONEGORO TESIS ABRASI PANTAI DI WIIAYAH PESISIR KOTA BENGKULU : ANAUSIS FAKfOR PENYEBAB DAN KONSEPPENANGGULANGANNYA PETA BATHIMETRI LEGENDA: E---. <::.. BENGKULU UTARA . YODYA KARYA .lmaD 48 J SUMBER: KONSULTAN PT.5 . BENGKULU ~"----""------r- ----I A 1. : 0. KAB._ '"~ ~ '\ ...

Sungai Air Bengkulu memiliki panjang sekitar 49 km dengan luas daerah tangkapan air (Catchment Area) sekitar 500.Bab IV Hasil dan Pembahasan 49 4. Bentuk-bentuk memodifikasi wilayah pesisir morfologi yang kecilpun sangat penting di dalam berbagai faktor penyebab perubahan garis pantai di wilayah pesisir Kota Bengkulu. Sungai Air Bengkulu ini memiliki debit yang cukup tinggi sehingga memberikan akses yang cukup penting akan terjadinya proses sedimentasi di wilayah pesisir.1. sungai Air Bengkulu meliputi empat kecamatan Secara yaitu administratip daerah tangkapan Kecamatan Taba Penanjung.3 Kondisi MorfoIogi Interaksi yang kuat antara pengaruh darat dan laut menyebabkan menjadi sangat Iabil. sungai ini bersumber dari Bukit Barisan dan mengalir ke Barat melewati bagian Utara Kota Bengkulu dan bennuara di Pasar Bengkulu di wilayah pesisir Kota Bengkulu. Sungai Air Jenggalu Sungai Air Bengkulu merupakan salah satu sungai besar -yang ada di Kota Bengkulu. Di wilayah pesisir Kota Bengkulu bennuara dua sungai besar yaitu : 1. Sungai Air Bengkulu 2.51 m3/det. Kecamatan Talang Empat yang berada di Kabupaten Bengkulu Utara. Profil-profil alami seperti tanjung dan teluk akan dapat merubah pola gelombang dan arus. Kecamatan Pondok Kelapa.65 km2 dan debit tahunan rata-rata 38.) Kota Bengkulu. namun dengan menurunnya debit air sungai tersebut saat ini sumber bahan baku air minum tersebut diambil ke sungai lain sebagai tambahan. dan Kecamatan Teluk Segara yang berada di Kota Bengkulu.1. Penurunan debit sungai Air Bengkulu 'ini karena adanya kerusakan di daerah tangkapan airnya terutama dibagian huiu sungai akibat """I . Pada awalnya sungai Air Bengkulu dimanfaatkan sebagai sumber bahan baku utama air minum oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM. sehingga sungai ini memiliki potensi sumber air yang sangat besar yang dapat dimanfaatkan oleh penduduk: Kota Bengkulu.

bahan baku air minum di sungai Air Nelas tersebut sebagai tambahan pemenuhan kebutuhan.Bab ITT Hasil dan Pembahasan 50 aktivitas manusia yaitu perambahan golongan C. Karakteristik penggunaan lahan daerah sungai Air Nelas ini dikelompokkan dalam tiga bagian yaitu hutan lindung pada bagian huiu sungai. Hulu sungai Air Nelas terletak di daerah hutan lindung pada kawasan Bukit Barisan. Data persentase kejadian angin di Kota Bengkulu tahun 1989 . .76 0.58 6. dan bermuara di Samudera Hindia di sebelah Selatan Kota Bengkulu. 2003 I · 1--~':~r"cc-'r"I'-"'-"--'--" ' .27 14.2003 disajikan pada table 4.55 3. tekanan udara rata-rata 1.2.76 TL 1. perkebunan rakyat (kopi dan Karet) dan perkebunan karet milik PTPN VII.32 km2 dan debit tahunan rata-rata 8.27 - Sumber : Stasiun Meteorologi Fatmawati Soekamo Bengkulu.03 4.2 Kondisi Meteorologi Wilayah pesisir Kota Bengkulu termasuk iklim tropis dengan suhu rata-rata 27.008. hutan.79 0.67 m3/det.52 - T - Arah Angin (%) Tg S 1. Kecepatan (knot) 0-3 3-5 5-7 7 -11 U 0.88 10. 4.37 DC.39 12.52 3.27 B 2. Dengan berkurangnya debit air sungai Air Bengkulu maka PDAM Kota Bengkulu mengambil sumber . yang merupakan salah satu sumber air minum bagi masyarakat Kota Bengkulu.06 BD 2.42 7.61 BL 3. Luas daerah tangkapan air (Catchment Area) yaitu sekitar 142.1.27 - 2. Di bagian tengah daerah tangkapan air dibangun intake untuk pengambilan bahan baku air minum oleh PDAM.2. TabeI 4.5 mb dan kelembaban udara rata-rata 80 %.2003. perladangan dan penambangan bahan galian Sungai Air Jenggalu secara morfologi merupakan perpanjangan sungai Air Nelas. Angin yang meliputi arah dan kecepatan sebagaimana diperoleh dari data angin di Stasiun Meteorologi Fatmawati Soekamo Bengkulu dari tahun 1989 .79 2.76 1.52 17.

1.11 knot adalah 1. 14.27% dari arah Barat dan 3.76% dari arah Utara.52% dari arah Selatan. u B T s Gambar 4.825 km/jam) adalah 0.88% dari arah Barat dan 3. 2.61% dari arah Barat dan 2. 1. Dan persentase kejadian angin dengan kecepatan 7 . untuk itu data tersebut disajikan dalam bentuk diagram yang disebut mawar angin.27% dari arah Barat Daya.27% dari arah Barat Daya.79% dari arah Barat Laut.06% dari arah Selatan. 6. Penyajian mawar angin tersebut disajikan dalam bentuk bulanan.2. ·~I .7 knot adalah 0.52% dari arah Utara. 7.II . 3.42% dari arah Selatan.27% dari arah Barat Laut.52% dari arah Tenggara.76% dari arah Tenggara. 10.Bab IV Hasil dan Pembahasan 51 Jumlah data angin seperti yang ditunjukkan dalam tabel tersebut untuk beberapa tahun pengamatan adalah sangat besar.39% dari arah Barat dan 4.03% dari arah Barat Laut Persentase kejadian angin dengan kecepatan 3 -5 knot adalah 0. 12. 2. 2. sehingga karakteristik angin dapat dibaca dengan cepat Dari tabel tersebut persentase kejadian angin dengan kecepatan 0-3 knot (1 knot = 1. Mawar Angin I O~3 3~5 5-7 7 .55% dari arah Barat Laut. Persentase kejadian angin dengan kecepatan 5 .58% dari arah Selatan.76% dari arah Utara. 17.79% dari arah Tenggara.

Tabe14. Data curah hujan dan hari hujan rerata di Kota Bengkulu tahun 1992 .64 24.25 8.1.82 289.55 25.298. Pada bulan September .88 13.Mei terjadi musim peralihan dari Musim Barat ke Musim Timur dimana arah angin yang betiup dari arah Barat Barat Laut diimbangi dengan angin yang bertiup dari arah Selatan.64 17.32 12.37 hari dalam setahun.Selatan diimbangi dengan angin yang bertiup dari arah Barat Laut.3 Kondisi Hidrologi Curah hujan rerata pada wilayah pesisir Kota Bengkulu yang diperoleh dari data curah hujan pada Stasiun Meteorologi Fatmawati Soekarno Bengkulu dari tahun 1992 .00 268.27 14.43 13.36 403.73 21.298.04 11.Agustus berlaku Musim Timur dimana angin bertiup dari arah Tenggara . Pada bulan Maret .09 15.00 399.73 263.91 124.27 15.37 16. 2002 .73 16.73 212.29 Ianuari Pebruari Maret April Mei Juni Iuli Agustus September Oktober Nopember Desember 376.91 mmltahun dengan jumlah hari hujan 243.2002 Bulan Curah Hujan (mm) HariHujan (hh) 23.Barat Laut sehingga terjadi musim hujan.42 15.00 22.19 14.76 12.85 13.82 3.64 24.3 adalah 3.Nopember terjadi musim peralihan dari Musim Timur ke Musim Barat dimana arah angin yang bertiup dari arah Tenggara .29 mmlhari. Timur dan Tenggara. Pada bulan Desember .18 196.37 Intensitas Hujan (mm/hari) 15. Utara dan Barat.82 337.3.Selatan sehingga terjadinya musim kemarau. Keadaan musim di wilayah pesisir Kota Bengkulu pada bulan Juni .Pebruari berlaku Musim Barat dimana angin bertiup dariarah Barat .36 228.91 243.91 JumlabJ Rerata Sumber : Stasiun Meteorologi Fatmawati Soekarno Bengkulu.18 198.53 13.90 21.43 12. dan intensitas hujan rata-rata 13.Bab IV Hasil dan Pembahasan 52 4.2002 disajikan dalarn tabel 4.

4. 7.18%).60 930. Pemanfaatan lahan terbesar adalah untuk permukiman seluas 4.53 9. 19.07 0. Penggunaan tata guna lahan Kota Bengkulu hingga tahun 2003 No.456. selanjutnya berupa laban semak belukar seluas 3. 2.471.00 45. gedung-gedung perkantoran untuk pelayanan j asa pemerintahan dan pelayanan sosial serta kegiatan ekonomi.92 1.46 8. Rutan Belukar 23. 8.92%) dan hutan rawa seluas 1. 15.056.92 2. Tabe14.75 12.cQ1_ 0.76 5.4 Kondisi Tata Guna Lahan Penggunaan lahan di Kota Bengkulu adalah daerah peruntukan dengan fungsi kawasan seperti pemanfaatan pennukiman masyarakat. 18. 6.07%).09 0.25 5.471.44 0. Semak Belukar 22.75 65.73 13.46 0.83 300.61 215. Tambaklkan 25.04 0.03 0.64 577.06 0.00 681.06 943.452.36 5.49 100.Bah IV Iiasil dan Pembahasan 53 4.4.38 14. pertanian dan lain-lain sebagaimana tertera pada tabel 4.66 3.14 7. Kawasan Rutan Lindung 24.04 3.25 Ha (28.08 6.18 13. 3.83 Ha (23.18%) serta ruang terbuka seluas 1.1.83 1.66 Ha (10. Catchment Area Jumlah ~~~lQJ!_ 23.61 0.59 32.16 8.21 57.99 4.25 87.24 Ha (9. 20. 17.06 _~~ ______ __2.456.326.326.05 0.22 0.09 0.4.40 0. 11. 12.31 0. 16.71 6. 9. Hutan Rawa 21.056. Jenis Pemanfaatan Permukiman Perkantoran Universitas Bengkulu Rekreasil Hotel Militer Perdagangan Pergudangan Dermaga Pertamina Dermaga Barang! Orang Dennaga Batu Bara Lapangan Udara Terminal Taman Remaj_a TPA Rekreasi Danau Cagar Alam Sawab Kebun Ruang Terbuka Luas (Ha) 4. 14.60 133.00 Persentase (%) 28.00 Sumber : Dinas Tata Kota dan Pengawasan Bangunan Kola Bengkulu .68 4.24 1. 10. 1. 5.

.. ABRASI PANTA! DI WILA.YAHPESISIR KOTA BENGKULU : ANALISIS FAKTOR PENYEBABDAN KONSEPPENANGGULANGANNYA GAM BAR TATA GUNA lAHAN KOTA BENGKULU PETA D Botos Kabupalen ( Kato E Botos Kecomatan KETERANGAN : E Botos Kelurahon D Sungai 1""..0'1 B ~ 1..'I Kawasan Pendidlkan linggl c:::::J Perdagangan [Pasor + Toka) Kawason Lindung (WIsota) Teminal Rowa Kuburan pertanlan { Sowah {Tegalan Pelabuhan Laut Induslrl/ Pergudangan Kawason Wlsoto / OJah Raga Kawason Millter Kesehatan Komerslol non Taka Jasa Keuangan Danau Dendam Iok Sudoh c::J c:::::J _ ~ CJ c'..Kec.! _ _ kec: Sukarojo c:::J 9(... Botos Pantol Jolon Noslonol B Jolon Proplns! E Jolon Kotomadya Bondar Udara 1 Pelabuhan Permuklman It:w@\'\ll Perumahan dan Perkantoran c=J c:::::J _ _ I' "I Pemenntahan I?/..'I " .3 \ MAGISTER ILMU UNGKUNGAN PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS DIPONEGORO TESIS .~ _ " " Hi".OlA: 4.~ \ ke Jen9g. Pondok Kelapa J <1..3 HaIaia1: 54 SUMBER: DINAS TAlA KOlA DAN PENGAWASAN BANGUNAN KOlA BENGKULU ~ .

. KeL Sawah Lebar 15. saat ini terdapat 57 kelurahan. Secara administratif terdiri dari empat wilayab kecamatan dan berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 04 Tahun 2001 tentang perubahan desa menjadi kelurahan.•.00 149. Kel. Kel. Kel.216. Padang Serai 3. Sukarame 6. Kel. Kebun Tebeng 8.00 362. Paear Dewa IT.25 2. Kel. -t-t- . Penurunan 17. Kebun BeIer 12. maka .00 46.00 219. Jembatan Kecil Kel.931.00 191. Beringin Jaya 1.5. Pekan Sabtu 5. luas Kota Bengkulu adalah 14.67 1.5.855. 2. Lingkar Timur 5. Kel.1.. Bemiring ID.00 733. Kel. Kel.5 Kependudukan (Demografi) 4. Sawah Lebar Bam Kel. . Kandang 2. Padang Harapan 7. Luas Kota Bengkulu Per Kecamatan Tahun 2001 No. 14. Jalan Gedang 6. Kel.•..00 70. Kel. Tanah Patah 10. Kec.00 31.200.533. Rawa Makmur 3.. Kec. Padang Jati 13. Ke1.Bab IV HasiZ dan Pembahasan 55 4. Sidomulyo 1. Ke1. 9. Kel.452 Ha. Kel. Dusun Besar 3.00 35. .58 1. Luas Kota Bengkulu per kecamatan dapat dilihat pada tabel sebagai berikut : Tabe14.00 36. Nama Kecamatanl Kelurahan Luas (Ha) 7. Selebar 1.1.00 26. Kandang Limun 4.00 900.00 79. Kec. Kel. Kebun Kenanga Kel.00 65.67 746. Kel.50 499. Kel.56 778.83 246.00 149. Kel..1 Sosial Ekonomi dan Budaya Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 1986.396.33 305. Pematang Gubemur 5.00 35..00 182.61 2.00 Jumlah Kelurahan 6 I. Muara Bangkahulu Kel. 5 23 - - . KeI. Belakang Pondok 16. Kel. KeL Panorama 4. 2.00 3. Gading Cempaka KeI. BetuI!g_an 4.00 450. KeL Nusa Indah 11.

Kel.40 18. Pasar Teratai 10. Surabaya 23. Kel. Kel.00 14. Kel. Surnur Meleleh 5. Kel.20 15. Pasar Benzkulu Kel.40 89. 21. Kel. Pasar Berkas 7.75 9. Jumlah Sumber : BPS. Kebun Dahri 23. Kel. Anzzut Bawah 19.70 153. Kel.969 jiwa.92 196.40 33. sedangkan kepadatan mencapai 9. Kel. .32 5..00 23.. )\nggutl)alarn 20. Kel..90 27. Kebun Ros Kel. Pintu Batu 13. Kel. ··1·· .32 44..76 37.00 17.28 52.00 ] 5.70 78..00 Jumlah Kelurahan 18. Dengan demikian selama 5 tahun terakhir jumlah penduduk Kota Bengkulu meningkat rata-rata 3..452. Kel.75 9.51 357. 15. sebagai ibukota Propinsi sensus Bengkulu jumlah tahun penduduknya terus berdasarkan penduduk 1995 Kota Bengkulu berpenduduk 222. Kel. Tanjung Agung 20. Kota Bengkulu Dalam Angka 2002 23 57 Kota Bengkulu mengalami peningkatan.75 19. Suka Merindu Kel. Kel.00 13. Kec.37 236. 19.00 16. Kel. Kampung Kelawi 18. Kel. Semarang 22. Pondok Best 12. Pasar Barn Kel. Pasar Melintang 9. Tanjung Jaya 21. Anggut Atas Kel. Malabro 4.877 dengan laju pertumbuhan jiwa/km". 17. Kampung Bali 16. antutan .Bab IV Hasil dan Pembahasan 56 Tb1451' .15% pertahun.00 1.. Kel.10 40.04 14.58 15.60 15. Tenzah Padang 14. Kampung Cina 2.95 186. 3.. 11. Kel. Kebun Kelina 1. ae No. Nama Kecamatanl Kelurahan Luas (Ha) 16. Teluk Sezara Kel. Kel.30 9. Pasar Jitra 8.194 jiwa dan pada tahun 2001 jumlahnya sudah mencapai 263. Kebun Geran 22. KeI. 6. . Kel..668.. Pasar Baiak Kel. Pengantungan IV. Pasar Pantai KeI..

82 0.660 13. m.175 23.531 3. Belakang Pondok Kel. 8.742 4.46 12. 4. 21. BentiriI!g Kec.17 12. 10." T""" .228 13. Kandang Kel. 2.777 7.931 2.489 1. Kebun BeIer Kel. 5. 9. 22. Lingkar Timur Kel.46 23. Nusa Indah Kel.·c_~· __ ··· -- .00 1. 3.011 880 3.00 7. Selebar Kel. 2. Pagar Dewa Kec. 19.997 8.748 4. 12. . Padang Jati Kel. Sukarame Kel.23 0.749 1.Padang Serai Kel. 18..51 7. 4.33 39. 75. II. Tanah Patah Kel. Rawa Makmur Kel..79 0.6. 2. Dusun Besar Kel. Anggut Bawah Kel. 1.569 11.254 4.782 13. 1.095 10.635 3. 13.179 8.79 28.308 31. Pematang Gubernur Kel. Jalan Gedang Kel.35 0. Anggut Atas Kel. _·.880 8. Betungan Kel.Bab IV Hasil dan Pembahasan 57 Jumlah kepadatan dan sebaran penduduk di Kota Bengkulu dapat dilihat pada tabel sebagai berikut : Tabe14.31 0. Muara Ba~gJm.99 3.311 2.915 4.32 2. Pekan Sabtu Kel. Jumlah dan Kepadatan Penduduk Kota Bengkulu Per Kelurahan Tahun 2001 No. Nama Kecamatanl Kelurahan Kee.834 149. Padang Harapan Kel.49 1. 5.436 8.13 9. 7.770 Kepadatan (jiwa/km ') 515 965 5.33 2. Sawah Lebar Baru Kel. 3.161 3. 16. 5.125 1.734 4. Kebun Tebeng Kel. 1.62 4.26 0.707 3.36 0.15 0. Kebun Dahri Kel. . Kebun Geran Kel. 15. Sidomu!yo Kel.hulu KeL Beringin Ja.46 0. J embatan Keeil Kel. 4.35 1.790 11.05 4. 14.224 .96 3..807 4.. .17 0. Anggut Dalam Kel. Kebun Kenanga Kel.453 4.65 0. 3.70 0.856 5. Pengantungan Luas (km2) Rumah Tangga (kk) I. Sawah Lebar Kel. 6. Gading Cempaka Kel. Penurunan Kel.16 0.144 11. 17.16 0.19 1. Kandang Limun Kel. 6.458 7.436 6. 23.55 9.479 6.y_a Kel.643 - - Jumlah Penduduk (jiwa) 38. 20.853 2.92 7. Panorama Kel. 11.49 0.

sektor perdagangan dan jasa menjadi 45. Semarang 22.452 1.331 1.34 0.68 0. Kel.053 263. yang disusul dengan sektor pertanian dan perikanan (19. Kel. Kel.777 2. Pasar Berkas 7.09 0. Kel. Kel. Kel.Bab IV Hasil dan Pembahasan 58 Tabel 4.47%) dan industri (2. 95%).969 Jumlah 58. Pasar Barn 8. Pasar Jitra 9.05 0.674 Jumlah Penduduk (jiwa) Kepadatan liiwa/km2) 3.. Pada tahun 2001 masyarakat Kota Bengkulu mengalami pergeseran komposisi pada masing-masing sektor.19 0. Kel.743 1. Pasar Pantai 4.374 3.788 1.6. Pasar Teratai 11.38 0.349 1.425 865 1. Surabaya 16. sektor pertanian dan perikanan 27. No.896 8.12%.896 2.89 0.15 1.841 1. Kebun KeIing 2.918 2.19 0. 18.585 1.79 0. Pasar Bajak 15.104 9. Kel.27 0.52 52.09 0. Kel. 23.880 jiwa.438 1.87 1.877 Sumber : BPS.173 IV.323 1.36 0. Tengah Padang Kel.41 1. .96 2.793 1.28%.302 1. Kec. Kel. Pasar Bengkulu 17. Kel. :Kel.646 1. Janjutan ~ ~ ~ . Kampung Kelawi 19.05%). Kel. Kel.654 2.53 0. Peningkatan komposisi yang bervariasi umumnya karena pengaruh faktor kebutuhan masyarakat yang meningkat.09 0. Pasar Melintang 10. Kel. Teluk Segara 1.44 0.85% dan sektor industri 3. Kel. Kel. Pondok Besi 12.059 jiwa.819 5. sebagian besar bermata pencaharian di sektor perdagangan dan jasa (36. Tanjung Java 21. Suka Merindu Kel. Pintu Batu 14. Nama Kecamatanl Kelurahan Luas (km 2) Rumah Tangga (kk) 10.16 0.53 3.16 0.17 0. Kel. Kel. KOla Bengkulu Dalam Angka 2002 Masyarakat Kota Bengkulu pada tahun 1997 dengan jumlah penduduknya 32. Dengan jumlah penduduk yang meningkat menjadi 59. Kampung Bali 16. KeL Malabro 5. Kel. Sumur Meleleh 6.156 2.312 1. Kampung Cina 3.57 144. Tanjung Agung 20. Kebun Ros 13.

Bab IV I-lasil dan Pembahasan

59

Jumlah penduduk berdasarkan berikut:

mata pencaharian

dapat dilihat pada tabel sebagai

Tabel 4.7, Jumlah Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian di Kota Bengkulu pada Tahun 1997 dan 2001

No.
2. 3. 4. 5.

Jenis Mata Pencaharian
Berladang/ Berkebun Peternak Nelayan Industri Pegawai Negeri Pegawai Swasta TNI Dokter Bidan Perawat Pedagang Pertukangani Jasa

1997 3.262 505 194 2.280 657 7.844 306 1.836 18 47 60 11.373 3.677 32.059
,

%

2001 4.076 2.284 835 9.478 1.940 10.131 1.578 1.871 97 200 275 19.964 7.150 59,880

%

1. Pertanian

6.
7. 8. 9. 10. 11. 12. 13.

10,17 1,58 0,61 7,11 2,05 24,47 0,95 5,73 0,06 0,15 0,19 35,48 11,47 100,00

6,81 3,81 1,40 15,83 3,24 16,92 2,64 3,12 0,16 0,33 0,46 33,34 11,94 100,00

Jumlah

Sumber : Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2002

-r --...-.....

~'t

~
lS).o

%

KAB. BENGKULU UTARA

\~

_.

r>.

r: ....

'"

\ \

MAGISTER ILMU LlNGKUNGAN PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS DlPONEGORO

TESIS

...

ABRASI PANfAI DI WILAYAH PESISIR KOTA BENGKULU : ANAUSIS FAIITOR PENYEBAB DAN KONSEPPENANGGULANGANNYA

PETA
WILAYAH ADMINISlRASI
KOlA BENGKULU

"

"

"

"

LEGENDA:

'""

E---,
, ,
I"

Batas Kota Batas Kecamatan Batas Kelurahan Jalan Sungai

en

t"·"n·· ·1
,

~

c:.
~

o m
z
\ \

,

.. :

8 z m s
'
i.:.,

NAMA KELURAHAN/DESA :
1 1. Kebun Kelin~ 2. Kampung Cina 3. Poser Pantai 4. Malabro 5. Sumur Meleleh 6. Ftlsar Berkas 7. Posar Baru 8. Posar Jitra 9. Posar Melintang 1D. Ftlsar Teratai 11. Pondok Besi 12. Kebun Ros 13. Pintu Batu 14. Tengah Podang 15. Ftlsa BaJak 16. Kampung Bali 17. Posar bengkulu 18. KamRung Kelawi 19. Suka Menndu 20. Tanjung Agung 21. TanJung Jaya 22. Semarang 23. Surabaya 24. Sidomulyo 25. Dusun Besar 26. Panorama 27. UngkarTImur 28, Jalan Gedang 29. Ftldang Harapgn 30. Jemba10n Kecil 31 , Kebun Tebeng 32, Tanah Patah 33. Nusa Indah 34. Kebun Beier 35. Kebun Kenanga 36. Padang Jati 37. Sawah Lebar 38. Sawah Lebar Ba 39. Belakang Pondo 40. Penurunan 41 . Anggut Bawah 42. Anggut Atas 43. Anggut Dalam 44. Keoun Geron 45. Kebun Oahri 46. Pengantungan 47. Beringin Jaya 48. Rowa M::1kmur 49. Kandang limun 50. Pmtg. Gubernur 51 . BentJring 52. Kandang 53. Podang"Serai 54. Betungan 55. Pekan Sabtu 56. Sukarame 57. Pogar Dewa

..
I

,'.J
I I

\.

KAB. BENGKULU SELATAN

_._._._._._.I
I I I '".I I

I I I

A

S<.OtA: 4.4 r r reorm
I EEllm: 60 SUMBER:

DINAS TATA KOTA DAN PENGAWASAN BANGUNAN KOlA BENGKULU

'!

r

I

"""~~r=rr'~"~""" ...

'\~

"&
1t>Q.

%

KAB. BENGKULU UTARA

'f;~

MAGISTER ILMU UNGKUNGAN PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS DIPONEGORO

TESIS
ABRASI PANTAI DI WILAYAH PESISIR KOTA BENGKULU : ANAUSIS FAKfOR PENYEBAB DAN KONSEPPENANGGULANGANNYA

PETA KEPADAlAN PENOUOUK KOTA 01 KOlA BENGKULU

LEGENDA:

en

3: c.

E---1
t··....·....j
1

Botos Koto Botos Kecomoton Jolon Sungoi Kepodoton Rendoh

o m
~ Z

1.·.--.··.··-·.···1 Botos Kelurohon
1

o o

Z m cn

I

»

Kepodoton Sedong Kepodoton Tinggi

KAB. BENGKULU SELATAN

A
. ··1
........

4.5
1: lBlOlO

Halaman: 61

SUMBER:
DINAS TArA KOTA DAN PENGAWASAN BANGUNAN KOTA BENGKULU

..,

perdagangan regional dengan maksud tidak hanya pemenuhan kebutuhan penduduk setempat tapi mempunyai akses ke berbagai daerah di luar maupun di dalam kota.2 Kondisi Prasarana dan Sarana Permukiman Arahan pemanfaatan wilayah di Kota Bengkulu secara umum dibagi atas wilayah budidaya dan non budidaya. sistem distribusi dan sebagainya). Kesenian (seni rupa. Peralatan dan perlengkapan hidup manusia (pakaian. (sistem kekerabatan. kawasan lindung serta sempadan pantai dan sungai. Religi (agama dan sistem kepercayaan). f. alat-alat produksi. perumahan. seni suara. Sistem pengetahuan. Kluckhohn (1953) dalam Soekanto (1997) ada tujuh unsur kebudayaan yang dianggap sebagai Cultural Universals. Mata pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi (pertanian. yaitu : a. . sistem produksi. Sesuai dengan skala pelayanan dan jenis perdagangan maka kegiatan perdagangan dibagi dalam tiga kelompok yaitu.5. Pemanfaatan pemukiman. Perdagangan Iokal dimaksudkan mengutamakan pemenuhan . sistem perkawinan. Sedangkan wilayah non budidaya yaitu berupa eagar alam. fasilitas umum seperti wilayah budidaya umurnnya digunakan perdagangan. Sistem kemasyarakatan organisasi politik). . sistem hukurn. dan lain-lain. alat-alat transportasi dan sebagainya). seni tari dan sebagainya) . alat-alat rumah tangga. industri untuk perkantoran.1. maka dapat dikatakan bahwa budaya masyarakat Kota Bengkulu termasuk budaya masyarakat kawasan pesisir yang sangat heterogen seperti halnya heterogenitas penduduknya. Bahasa (tulisan dan lisan). sistem pengolahan hasil. perdagangan. g. b. Berdasarkan definisi kebudayaan tersebut di atas.. d. c. e. 4... ":- . .Bah IV Hasil dan Pembahasan 62 Menurut anthropolog C.

perumahan dan lain-lain. sesuai dengan fungsi Kota Bengkulu sebagai ibu kota Propinsi Bengkulu maka kegiatan perkantoran terdiri dari perkantoran tingkat I. mempunyai potensial area untuk pengembangan kegiatan perkotaan dengan posisinya yang relatif strategis bagi pengembangan perumahan. perhotelan. Untuk fasilitas perkantoran. belakangan ini maju dengan pesat dengan banyaknya pelayanan perumahan yang dikembangkan oleh para pengembang perumahan baik swasta maupun perusahaan BUMN.Bab IV Hasil dan Pembahasan 63 kebutuhan penduduk Kota Bengkulu dan yang terakhir perdagangan souvenir yang menyediakan kebutuhan souvenir (oleh-oleh) bagi para wisatawan dari dalam negeri maupun Iuar negeri. yang didukung dengan fasilitas-fasilitas seperti perkantoran. . Bagian wilayah kota B. mempunyai fungsi utama sebagai eagar alam dan cathment area. Bagian wilayah kota E. Bagian wilayah kota D. Dari potensi yang ada dan berdasarkan homogenitas kegiatan serta mengikuti batas administrasi. jasa perdagangan. tingkat II dan tingkat kecamatan. mempunyai fungsi utama sebagai pusat kegiatan primer yang secara fisik hampir seluruhnya merupakan kawasan potensial pengembangan perkotaan. Sedangkan fasilitas perumahan. mempunyai ketersedian kawasan bagi pengembangan kegiatan industri. Kebijakan tata ruang Kota Bengkulu merupakan pengelompokan kegiatan dalam suatu kawasan bagian wilayah kota yang bertujuan untuk mempermudah dalam pengarahan kegiatan dan pembangunan. mempunyai area terbatas untuk kegiatan perkotaan berupa sempadan sungai dan pantai. maka Kota Bengkulu dibagi atas lima bagian wilayah kota: Bagian wilayah kota A..Bagian wilayah kota C. Kegiatan jasa yang berkembang saat ini berupa jasa perkantoran swasta. I . --~--"-"-~'T'- 0" . perbankan dan sebagainya..

. ·1!!I20DV· .Bab 1fT Hasil dan Pembahasan 64 Transporatsi perekonomian darat merupakan transportasi utama dan merupakan urat nadi di Kota Bengkulu.2001 -·~···'"·'·I····--···-····'···············-··· ." '" Baik ..' . Kola Bengkulu Dalam Angka 2001 . terminal dan kendaraan.. Pada tahun 2001 keseluruhan jalan yang ada di Kota Bengkulu panjangnya 522 km dengan kondisi permukaan beraspal 355 km. ' ..6. dim ana komponen transporatsi darat meliputi prasarana jaringan jalan. Sedang ..8. kerikill koral 58 km... .2001 Baik 1996 1997 1998 1999 2000 2001 299 223 299 314 299 245 Sedang 49 137 109 96 109 153 Rusak 0 69 34 34 34 44 Rusak Berat 26 60 80 78 80 80 Tidak dirinci 14 0 0 0 0 0 Jumlah 388 489 522 522 522 522 ~ un Sumber : BPS. Panjang Jalan di KotaBengkulu Menurut Kondisi Jalan yang Ada Pada Tahun 1996 . Panjang Jalan (km) di Kota Bengkulu Menurut Kondisi Jalan yang Ada Pada Tahun 1996 .. tanah 35 km dan lain-lain 74 km. Kondisi j alan secara lebih terinei dapat dilihat dalam tabel sebagai berikut : Tabe14. Rusak . Gambar 4.

sebelah selatan Kota Bengkulu. Ekosistem mangrove 'di daerah ini disusun atas 9 jenis tumbuhan mangrove. selanjutnya diikuti Sonneratia alba dengan INP 95% dan Avicennia marina dengan INP 20%.1. 9. Rhizophoraceae Apocynaceae Combretaceae Malvaceae Meliaceae Sumber: Atlas Sumberdaya Wi/ayah Pesisir dan Lalit Propinsi Bengkulu.1. 2.6. 6. . 3.2003 Sonneratia alba dan Avicennia marina umumnya menempati daerah pinggir sungai atau bagian depan dari komposisi hutan mangrove. Komposisi Jenis Hutan Mangrove di Pulau Baai No.9.1 Mangrove Rutan mangrove di Kota Bengkulu terdapat di daerah Pulau Baai. sebagaimana terlihat pada tabel seagai berikut : TabeI4. Api-api Bakau Tanjang MacangLaut Terentang Warn Iaut Nyireh 5.6 Kondisi Ekosistem Kawasan Pesisir dan Kawasan Konservasi 4. Pada vegetasi tingkat pohon didominasi oleh Rhizophora apiculata dengan indeks nilai penting (INP) 119%. Kawasan hutan mangrove Pulau Baai terletak di daerah teluk dan sepanjang sungai Jenggalu. 7.Bab IV Hasil dan Pembahasan 65 4. 8. 4. selanjutnya diikuti oleh Rhizophora apiculata dan Bruguiera gymnorrhiza sedangkan Lumintzera litorea menempati areallebih ke darat. Jenis Sonneratia alba Rhizophora apiculata Avicennia marina Ceriops tagal Bruguiera gymnorrhiza Cerbera manghas Lumintzera litorea Hibiscus tiliaceus Xylocarpus granatum Suku Sonneratiaceae Rhizophoraceae Avicenniaceae Rhizophoraceae Nama Lokal Pi dada Bakau 1.

Bab lV Hasil dan Pembahasan 66 Pola zonasi hutan mangrove di Pulau Baai dibagi atas tiga zona yaitu : Zona A (depan).20 meter. disusun dominant oIeh Rhizophora apiculata dan juga ditemukan Sonneratia alba serta terdapat juga Ceriops tagal dan Lumintzera litorea. Zona B (tengah). Pola Zonasi Rutan Mangrove di Pulau Baai Kota Bengkulu . merupakan zona transisi dimana disusun oleh jenis Hibiscus tiliaceus. disusun oleh jenis Avicennia marina juga terdapat satu-satu Bruguiera gymnorrhiza.. 'I . Tipe substrat pada zona ini sedikit berpasir dan relatif kering dengan panjang zona berkisar 10. Tipe substrat pada zona ini berlumpur dangkaI dengan panjang zona berkisar 10 . Xylocarpus granatum. Zona C (belakang).20 meter.15 meter.2003 Gambar 4. Cerbera manghas. Tipe substrat pada zona ini berpasir dan tidak dipengaruhi oleh pasang surut (pasut) dengan panjang zona berkisar 10. t ZONA A Dornt ao 0 Jarak em) Sumber : Atlas Sumberdaya Wilayah Pesisir dan laut Propinsi Bengku.7. 'ZONA e.

1. - . Kategori Terumbu Karang dengan Kondisi Penutupannya Kategori Coral Dead Coral Acropora Branching Submassive Tabulate Non-Acropora Branching Massive Encrusting Foliose Submassive Heliopora sp Other Life Form Sponges Other Benthic Life Form Coralline Algae Alga Assemblage Substrata Ruble Penutupan (%) 14. dibandingkan dengan kawasan pesisir Propinsi Bengkulu hanya 11% dari luas keseluruhan (8076 Ha).00 3. 2003 . Pulau Baai 127 ha dan Teluk Sepang 170 Ha..L ._.00 7. Pada tabel berikut disajikan kategori terumbu karang berdasarkan persen penutupannya sebagai berikut : Tabel 4.87 3.33 1.2 Terumbu Karang Berdasarkan Buku Atlas Sumberdaya Wilayah Pesisir dan laut Propinsi Bengkulu.33 Sumber : Atlas Sumberdaya Wilayah Pesisir dan Laut Prropinsi Bengkulu.---.10. Sehingga pada kawasan pesisir Kota Bengkulu terdapat kawasan terumbu karang seluas 889 Ha.63 0._- . penyebaran terumbu karang di Kota Bengkulu terdapat pada kawasan pesisir daerah Kampung Cina dengan luas 315 Ha.67 %. • i .67 1.83 25. .Bab IV Hasil dan Pembahasan 67 4.33 2.33 2. Jenis terumbu karang termasuk terumbu karang tepi (Fringing Reefy.. Pulau Tikus 277 Ha.33 2.~ __ .6. dengan kondisi terumbu karang pada transek sampling di kedalaman 3 meter dapat dikategorikan dengan penutupan karang batu 76.00 34.67 0.67 0.

3831Kpts-II11985 tanggal 27 Desember 1985. ditetapkan berdasarkan SK TGHG Menteri Kehutanan No. Taman Wisata Alam Pulau Tikus.03°57'30" LS. 'I . memancing.03°51'00" LS. merupakan pulau terdekat di wilayah Kota Bengkulu. Berdasarkan lokasinya kawasan tersebut berada di kawasan pesisir karena sebagian kawasannya berbatasan dengan pantai. terdapat 2 kawasan konservasi dalam kewenangan Kota Bengkulu yaitu Rutan Wisata Pantai Panjang dan Pulau Baai serta Taman Wisata Alam Pulau Tikus. dan Rutan Wisata Pulau Baai terletak di Kecamatan Slebar. Secara administrasi Kawasan Hutan Wisata Pantai Panjang terletak di Kecamatan Garling Cempaka.102°10'51" BT dan 03°47'30" .6. Sedangkan secara geografis kedua kawasan hutan wisata ini terletak pada 102°15'14" -102°19'48" BT dan 03°47'00" . Bentuk pertumbuhan karang yang wnumnya kecil-kecil dan pendek-pendek menandakan bahwa daerah tersebut merupakan daerah dengan arus dan gelombang yang cukup kuat. 4.1.Bab IV Hasil dan Pembahasan 68 Dengan persen penutupan sebagaimana tabel diatas maka terumbu karang masuk dalam criteria wnumnya memuaskanl cukup kuat. Rutan Wisata Pantai Panjang dan Pulau Baai. pengunjung dapat melakukan aktivitas wisata bahari untuk menikmati keindahan ekosistem terumbu karang. dengan luas daratan 2 Ha dan sisanya berupa kawasan laut yaitu berupa terumbu karang.3 Kawasan Konservasi Berdasarkan Buku Informasi Kawasan Konservasi Propinsi Bengkulu yang diterbitkan oleh Sub Balai KSDA Propinsi Bengkulu (1999). Di Kawasan Taman Wisata Alam Pulau Tikus. Secara administrasi Pulau Tikus terletak dalam wilayah Kecamatan Teluk segara dengan luas total 300 Ha. berada tepat disebelah selatan pusat Kota Bengkulu. atau berlayar. Secara geografis kawasan ini terletak pada 102°09'30" .

11.93 2. 9. 5.6. 2.43 14.17 4. 30 dan Lalit Propinsi Bengkulu. Nomor Sampel Temperatur Salinitas (%o) Kekeruhan (NTU) 1. Hasil Pengukuran Kualitas Air di Perairan Pantai Propinsi Bengkulu Parameter No.1.Bab IV Nasil dan Pembahasan 69 4. 6.36 4.2 1.24 <3 BakuMutu Sumber : Atlas Sumberdaya . 7. 2003 . Wilayah Pesisir Max.64 2.4 Kondisi Kualitas Air di Perairan Pantai TabeI4.5 28 30 32 30 29 29 32 31 32 33 33 32 33 28 27 31 28 28 4..94 1. in IV V I II 8. 10 11.58 5. 4.05 1.83 1. XII (OC) 31 28 29 30 30 27. vm IX X XI VI VII 12. 3.07 1.

..._...I I I I I I I I I A 4._. S<IiA: KAB. lEGENDA. . Terumbu Karang dan Hutan Wisata .. Hutan Wisata Pantai Panjang 3...8 1: lID. Lokasi Mangrove.. . -"""""i 1···_··········_·_··_···1 Botos Koto Batas Kecamatan Batas Kelurohan Jalan Sungai z o o \ Lokasl: \ I 1.. . BENGKULU SElATAN . Kampung Cina Z m 2. '.. _. 1 1 I .. Pulau Baai c. ._.-.n > . E---j f".. MAGISTER ILMU UNGKUNGAN PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS DIPONEGORO TESIS ABRASI PANTAI DI WILAYAH PESISIR KOTA BENGKULU : ANAIlSIS FAIITOR PENYEBAB DAN KONSEPPENANGGU~GANNYA PETA ..aD HcBIBI: 10 SUMBER: ATLAS SUBERDAYA WILAYAH PESISIR DAN LAUT PROPINSI BENGKULU TI ······'T"~'T~rl··'·---·· .. I \ \ .

III Lempung berwarna Napal keras berwama abu-abu.6.12.5 Kondisi Tanah dasar Kondisi tanah dasar mencakup jenis lapisan tanah dan kekuatan geser tanah yang diperlukan untuk menganalisa stabilitas tanah terutama terhadap perencanaan dinding pelindung pantai nantinya. Pasir sangat kasar dan sedikit kerikil. 7. sudut geser dalam (0) dan tegangan normal efektif (0") sehingga dapat dihitung kekuatan geser dengan menggunakan rumus Coulomb Hvorslev yaitu : s=c+crtan0 Kondisi tanah dasar dapat dilihat pada tabel sebagai berikut : Tabe14. abu-abu kedalaman 2 meter. Sta.5 meter. Sta. Pasir halus. Dari hasil uji laboratorium dengan uji geser langsung (Direct Shear) akan didapat nilai kohesi (c). Lempung berwama kemerahan. kedalaman 2. 4. V Sta. Sta. Lempung. IV kemerah-merahan. kedalaman 3. Sta. Lanau. Lernpung : berwama keputihan.5 meter. meter. Lempung berwarna kemerah-merahan. kedalaman 2. kedalaman 2. Napal keras berwama putih keabu-abuan. 5. Sta. VIII - . Pasir padat. I Lapisan I Lempung berwama kemerahan dan sangat kasar. Lokasi Sta. Lempung berwama kemerahan dan sangat 3 kasar.Bab IV Hasil dan Pembahasan 71 4. kedalaman 2 meter. 6. II - 3. Lapisan II Lempung Lapisan ill Napal keras berwama putih keabu-abuan. Lempung berwama kemerahan dan sangat kasar.5 meter. 1. kedalaman meter. 2. Sta. kedalaman 2 meter.5 meter. VI Napa! keras berwama putih keabu-abuan.5 meter. abu-abu berwama keputihan. Lempung berwama Napal keras. Kondisi Lapisan Tanah No. kedalaman 2 putih keabu-abuan. kedalaman 2.1. Tanah berwama kehitaman.5 meter. kedalaman 1. kedalaman 3 meter. VII 8.

43 3. .60 3. kedalaman abu-abu keputihan.09 0.Bab IV Hasil dan Pembahasan 72 T a b e 14 12.14 0. 8.5 meter. XII (kgIcm2) 0.11 0.5 meter. 3. IV Sta.13.05 0.. kedalaman abu-abu keputihan.5 meter.12 5.51 5. 1. II Sta.. III Sta.00 8.31 17. IanJu t an . Data Kekuatan Geser Tanah Dasar No. XII abu-abu.22 29. 7.90 12. X Sta. 2..28 0. 10. XI Sta.X kemerahan. -.--. IX kemerahan. kedalaman 1.10 0. 5.06 5.09 2.57 6.54 28.40 1.30 0.30 7.70 35.77 4. 10. ··········c'-rr -. IX Sta.44 7. 2.27 7.34 1.39 4. Napal keras.03 8. kedalaman 2 meter. 11. 2003 Pasir dan kerikil. 12.04 C (0) e (J' (kg/cm 2 S ) (kglcm2 32. VIII Sta. Lempung berwarna Pasir padat.31 4. V Sta.5 meter. kedalaman 2 meter. Lokasi Lapisan I Lapisan IT Lapisan III Pasir halus. Sumber : PT..70 10.60 9. Lokasi Sta. 9.20 20. kedalaman 2 meter.00 28.37 8. No.40 7. .50 0.80 0.95 11. Lempung berwarna Lempung berwarna Sta. 12. VI Sta. kedalaman berwarna abu-abu. Lempung berwarna Lempung berwama Sta.07 0. Lempung berwama Lempung lunak Sta.30 31. Sta. .97 4. 1.70 35. 6. VII Sta. 9. 11.50 22.63 10. XI kemerahan.01 0. 1. Yodya Karya Konsultant. - Tabe14.75 6.12 28. I Sta.

BENGKULU SELATAN S<iOlA: A ·i 4. Desa Posor Bengkulu 3... . I \ KAB... Desa Podong Harapan 6./ ..g. Desa Padang Haropon 7.Deso Pagar Dewa 12.~'{o ~ .Desa Pagar Dewa 10 EI 11 '.. KAB. .. lBl.· .aD Ha:n'a1 : 73 SUMBER: ATlAS SUBERDAYA W1LAYAH PESISIR DAN LAUT PROPINSI BENGKULU . Desa Kandang ."%..9 1 .. ~ o m Z o I lokasl: o Z 1... Desa Pogor Dewa 1O. Desa Kandang 8. ...J EI I I I I I I I I I I .. Desa Beringin Jaya 2. ..'.....r ' .. MAGISTER ILMU lINGKUNGAN PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS DlPONEGORO TESIS ABRASI PANTA! DI WIlAYAH PESISIR KOTA BENGKULU ANAI1SIS FAKI'OR PENYEBAB DAN KONSEPPENANGGULANGANNYA : PETA tokasi Pengukuran Bathimetri dan Pengambilan Sampei Tanah " " \ lEGENDA: " ~ ~ E..j t----. . --1 I : Batas Koto Batas Kecamatan j~~····-"-··-·I atas Kelurahan B j Jolon Sungal c:..> m (I) » 9 EI 9..~ . Desa Kompung Cina 4.. _.Deso Pagar Dewa 11 . 1". BENGKULU UTARA ~<._ .. Desa Nusa Indoh 5..

6.727 1.727 0.14.466 0. Pemilihan tinggi gelombang signifikan maksimum dimaksudkan untuk keperluan perencanaan bangunan pelindung pantai. Hasil perkiraan tinggi gelombang tersebut dipilih tinggi gelombang signifikan . 15. 7. Perkiraan tinggi gelombang signifikan maksimum diberikan dalam tabel 4. data ini dipergunakan untuk peramalan gelombang. 4.-I I .2 4. 14.727 0. angin yang diperoleh dari Stasiun Meteorologi Fatmawati Soekaino Bengkulu berupa data angin hasil pengukuran selama 15 tahun (1989 .026 0. data tersebut berupa data gelombang hasil prediksi (peramalan) berdasarkan data angin. ·---·1-'-'-· -.727 1.1 Analisis Basil Penelitian Perkiraan Gelombang dengan Periode Ulang Untuk menentukan gelombang dengan periode ulang tertentu dibutuhkan data gelombang dalam jangka waktu pengukuran yang cukup panjang (beberapa tahun).Bah IV Hasil dan Pembahasan 74 4.249 0. 9.189 0. agar bangunan yang direncanakan tidak akan dilewati oleh gelombang.466 0.727 1. 11.14. Data angin selama 15 tahun dipakai untuk inenghitung perkiraan tinggi gelombang rata-rata dan perkiraan tingggi gelombang maksimum (lampiran J). 12. maksimum tiap tahunnya. Perkiraan Tinggi Gelombang Maksimum Setiap Tahun No 1.. 8.026 0.2003). .727 0.352 0.. 5.2.249 13.. Tahun 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 Perkiraan Tinggi Gelombang Maksimum H(m) 0. 2. 3. Data. 10.727 0. sebagai berikut : TabeI4.

3.0028 0. 9.3299 0.2043 -0.8403 0.3677 0.3756 0.2971 10. 2.8968 0.1032 0.0784 ·0..8975 2. Urut m 1 tt. 13.0455 1.6084 0.7453 4. nomor urut tinggi gelombang maksimum (m = 1.6741 11.352 0.8386 1.1133 -0. 8.727 0.1930 8.0844 -0.5934 0.6768 0.-HsmY 7 0.1336 0.0328 0.15.2022 -0.0105 0. nilai tersebut dihitung dengan menggunakan distribusi Fisher-Tippen Type 1 yaitu: .727 0. 1.189 1.9207 0.2651 0.0028 6.3180 0.0931 0.1266 -0.1807 0.0433 0.6645 2 (Hm.0487 -0.8203 -1.0365 0.9630 0.1693 0.5639 0.7300 1.1037 0.7238 0. 9 ' -0.) .1312 0.026 0.7800 0.6984 0. 7.7448 0.5744 -0. 2 p 3 0. 10. merupakan nilai probabilitas P(Hs ~ Hsn.0028 0.466 0.2664 0.1812 .0032 0. data gelombang yang diurut dari besar ke kecil sesuai dengan nomor urut m.2171 1.112 0. 12.7646 0.4291 0.249 0.0433 0.0370 7.0028 0.1362 0.500b 0.3665 0.1238 0. Hitungan Gelombang dengan Periode Ulang No. Perhitungan pada tabel 4.0028 0.1720 -0.1728 ·0. 6..466 0.9155 2.0245 0.4100 0. Kolom 3.6730 1.5542 0.6848 1.0840 0.5661 0.4339 0.0496 0.727 0. 4. 14.2780 2.0325 0.0500 0.1238 0.1343 0.1807 1.2.0723 n.7286 0.5515 n:»: 5 3.6678 Ym 6 10.9562 0.3691 ·0.Bab IV Hasil dan Pembahasan 75 Untuk memprediksi gelotnbang dengan periode ulang tertentu digunakan Metode Distribusi Gumbel (Fisher .0004 -0.0502 0.Tippett Type I). 15.0771 -0.4232 24. sebagai berikut : TabeI4. -tt.026 1.727 0.3153 1.5000 Ym 4 3.0005 -0.727 0.0078 -0. 5. Kolom 2.1804 0.2354 0.15. 8 1.0000 0.2747 1.727 0.9673 1.5147 0.727 0. Jlh: Rata -rata Keterangan dari masing-masing kolom adalah sebagai berikut : Kolom 1.0169 0. .249 10.0.8307 0..3016 0.6339 0.5000 0.4738 0.7770 0.0028 0.6323 0.5671 0.1053 -0.2730 0.2674 1. " 15).2945 ~ n.0028 0.

-A.Ym (aHS) yaitu : 0. merupakan nilai Ym pada analisis regeresi linear dihitung dengan rumus: Dimana: - Kolom 5 dan kolom 6.Ym nLY. .$.2730 r = 02176 ' B = u.44 NT +0.(8.Hsm}1----Dimana: < _ m-O.5541 Kolom 7.(LY111Y ~ 15(10.6741-(0.. merupakan nilai untuk menghitung deviasi standar gelombang signifikan ..Bab IV Hasil dan Pembahasan 76 P(Hs.2176xO.(10.HsmYm .0169).5515)= 0.2730) 15(24. merupakan nilai-nilai yang digunakan untuk analisis regresi linear guna menghitung parameter A = dan B yaitu : A = nI.12 P(Hs . Hsn): Nilai Propbabilitas dari tinggi gelombang ke m : Tinggi gelombang signifikan : Tinggi gelombang urutan ke m m : Nomor urut tinggi gelombang : Jumlah kejadian gelombang selama pencatatan N· T - Kolom 4.9673).Hsnr I.112x8.I.

3.16. 5 tahun.8805 1. (m) 4 0. 5.1578 1.2219 0.2723 0. 50 tahun dan 100 tahun.0627 1.2501 1.6001 (m) 5 0. Tinggi Gelombang Dengan Periode Ulang Tertentu Periode illang (tahun) No.5369 0.1158 2 2 5 10 25 50 100 6 0. .4999 2.4032 1.Bab IV Hasil dan Pembahasan 77 - Kolom 8.16. 2.28ur Hsr + 1. adalah peri ode ulang yang dihitung.2541 1.2176Ym + 0.5541 hitung tinggi gelombang signifikan dengan beberapa periode ulang Selanjutnya tertentu yaitu. merupakan perkiraan tinggi gelombang yang dihitung dengan persamaan regresi linier yang dihasilkan yaitu : Sehingga Persamaan regresi yang diperoleh yaitu : Hsm " = 0. Kolom 2. 4. sebagai berikut : Tabe14. 10 tahun. 2 tahun.8335 0.0438 1.1985 3.3665 1. 25 tahun.2660 0.5905 0. Perhitungan dapat dilihat pada tabel 4.7245 0.6339 0.3104 7 0.1643 0.5341 1. adalah nomor urut periode ulang.7977 0.9019 4.2504 3. 6.280"r (m) 8 0.0365 1.9563 1.7309 1.5551 ullr ur Hsr -1.9661 1. ] Yr n.7437 1.9524 (tahun) 3 0. Keterangan dari masing-masing kolom adalah sebagai berikut : Kolom 1.0758 0.1219 0.4381 0.

64 +K . a.Bah IV Hasil dan Pembahasan 78 Kolom 3. adalah tinggi gelombang signifikan untuk berbagai dihitung dari fungsi distribusi probabilitas dengan mn1US: Kolom 5. K : Koefisien Distribusi eXl 0.0 e 1.. 8.-In{-ln(l-_l J} . adalah deviasi standar yang dinormalkan (anr) dari tinggi gelombang signifikan dengan periode ulang T.0 FT-l -'·-'--. C.~-i . dihitung dengan rumus : Dimana: N : Jumlah data tinggigelombang signifikan N v=N1' a = alea2N-13 al.:::.33 K 0.93 c 0..J-In v empiris dengan nilai sebagai berilkut : a2 9. LT r ' dimana : L : Rerata jumlah kejadian per-tahun (i ) periode ulang K 1~ : Panjang data (tahun) : Peride ulang (tahun) Kolom 4. adalah nilai Yr pada fungsi distribusi probabilitas dihitung dengan rumus : yr .

Refraksi dan pendangkalan tinggi gelombang di suatu tempat akan dapat menentukan berdasarkan karakteristik gelombang datang. Selanjutnya dalam perhitungan periode ulang 25 tahun yaitu akan digunakan tinggi gelombang lautHo dengan Ho = 1. Garis i'l . dihitung dengan rumus: CYr = CYnr·CY Hs Kolom 7 dan kolom 8.1 Analisis Refraksi. pendangkalan dan gelombang pecah berdasar kepada karakteristik gelombang di laut dalam. sehingga dapat diketahui perencanaan bangunan yang ekonomis. Analisis Refraksi.1. dimana kegunaannya untuk menentukan jenis dan umur bangunan . untuk itu perlu diketahui batas terjadinya gelombang pecah. adalah kesalahan standar dari tinggi gel ombang signifikan dengan periode ulang T.Bab IV Nasil dan Pembahasan 79 Kolom 6. 4. Refraksi mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap tinggi dan arah gelombang serta distribusi energi gelombang di sepanjang pantai. Shoaling (Pendangkalan) Gelombang yang menjalar dan Gelombang Pecah perubahan dari laut dalam menuju pantai mengalami kedalaman bentuk karena adanya pengaruh perubahan gelombang (Wave Shoaling) laut..2. Pembahasan Dari hasil perhitungan perkiraan tinggi gelombang dengan periode ulang tertentu diketahui besarnya tinggi gelombang dengan masing-masing periode ulang. Penentuan tinggi gelombang dengan peri ode ulang tertentu erat kaitannya dengan perencanaan bangunan pelindung pantai. ini berarti bahwa gelombang tersebut diharapkan disamai atau dilampaui rata-rata sekali dalam 25 tahun.25. Sebagai contoh dengan periode u1ang 25 tahunan tinggi gelombang 1. adalah batas interval terendah dan batas interval tertinggi dengan probabilitas batas terlampaui sebesar 10%.m .25 meter.

= 1.Bab IV Hasil dan Pembahasan 80 pantai yang relatif lurus. maka diperoleh : . Penentuan tinggi dan kedalaman gelombang pecah : Diketahui bahwa tinggi gelombang didalam perjalanan menuju pantai mengalami perubahan bentuk dikarenakan adanya refraksi dan pendangkalan. sehingga peta bathimetrinya juga relatif Iurus dan sejajar. H~ adalah tinggi gelombang laut dalam.8 detik (Atlas sumberdaya wilayah pesisir dan Iaut Propinsi Bengkulu). OIeh sebab itu di dalam perhitungan analisis Refraksi. Dengan demikian hitungan gelombang didasarkan atas data sebagai berikut. Dengan menggunakan gambar 4.25. yaitu hubungan antara nilai m gT2 H~ dengan H~ dan n.meter Selanjutnya dicari tinggi gelombang pecah dengan persamaan : gT2 H~ _ 1.8 2 =0 00209 '.-~ '~·-:-""··r:"1 I . sehingga dipengaruhi oIeh koefisien refraksi K.25 9. = 0.02. koefisien Refraksi maksimum K. dan koefisien pendangkalan Ksdalat11 persamaan ditulis : Dimana : H : Tinggi gelombang Ho Kr K.25 m dan periode gelombang T= 7. yaitu kemiringan dasar Iaut m = 0. Ho .10. : Tinggi gelombang datang : Koefisien refraksi : Koefisien pendangkalan Diketahui bahwa persamaan menjadi : Ks = H. tinggi gelombang laut Ho=1.02. --.25 1.81x7. maka H~ = KrHo = H:) = Ixl.

50 3.60 -1.91 2.85 1. (m) 2 0. -1.62 1.93 Keterangan dari masing-masing kolom adalah sebagai berikut : Kolom 1.34 3.17. sebagai berikut : laut dalam yang lain dan elevasi dasar laut dimana Tabe14. maka diperoleh : gT2 u.meter db::::: Jadi tinggi dan kedalaman gelombang pecah adalah H.25 1.00 2.69 ::::1.44 2.meter Kemudian dicari kedalaman geiombang pecah dengan persamaan : = 1..81x7. 7.82 ' Dengan menggunakan gambar 4.. adalah perkiraan tinggi gelombang di laut dalam .11.50 1. .69 0.69 1.45 1.83 3.69.. Kolom 2. Pecah HWL (in) 5 0. 5. ::::: dan 1..91 Dengan perhitungan yang sama akan dilakukan analisis gelombang dari laut dalam untuk perkiraan tinggi gelombang gelombang pecah.00 1.38 -096 . 1 tt.94 LWL(m) 6 -0..18 -1.83 3.11 -0. Analisis Gelombang di Laut Dalam No. 2.94 1. adalah nomor urut gelombang dari laut dalam. n. 4 0.69 = 0 00283 9.13xl.91 2.50 2.00 Hb (m) 3 0. 3.44 -1.. 4.Bab 1fT Hasil dan Pembahasan 81 H~ =: 1..69 1. Basil perhitungan dapat terlihat pada tabe14.71 -2.17. i .35xl.35 --.25 = 1. yaitu hubungan antara nilai m ::::: 0.42 -1.25 -2.91. Hb gT2 Hb = 1.18 2.02.30 db (m) Elevasi Dasar Gel.15 -0. dengan Hb db dan Hb db ::::: 113 ' db = 1.67 -2. 6.23 1.

018 0. ~l::==t:::'-f-'.: c:-' OacrahIU Spilling :::~ ~ r Tnmsbi ~nlara Surg(ng dilUl rbmgl. • IIII . ':" n_ ._~ -01---1-II II I I I !.0 . Kolom 5 dan 6.j . 1.. adalah kedalaman gelombang pecah.~ ~' - .5 ~ N ~ II ">~~~ .Il~+--::o.006 0. t'--:~.016 LllllLlli 0.006 0.5 0. -' ~~ --. .rg .002 0..01 0.012 0.0004 0. Penentuan Tinggi Gelombang Pecah ~ ~~ ~~v __ O.\.' ~ ~ r:::- 'i'rIJnsi. C~'·~" .-.h II Plunging f'~. F.60 d 0. adalah elevasi dasar Iaut dimana gelombang pecah yang dihitung berdasarkan muka air rencana pada kondisi MHWL dan ML WL.::.020 Gambar 4. 0.:':":' '" 0.03 -r gT E-1o' Gambar 4.d antota I--- 1.10.014 0. . I ~ Surging.-1 1i. ' ""r---~ "r--.002 0. ~ _. ""'.010 0._-- -.0 2. Perhitungan dilihat pada tinggi muka air rencana.::am 0 0:2 f-I II I III -1_ __ II1I1 lUI .001 II I 0.004 - dilnSpliUng ~~$..003 0.5 2.Bah IV Haszl dan Pembahasan 82 Kolom 3. ~ 0 <=b!_ '0.004 -0. yang kemudian hasil dari perhitungan elevasi muka air rencana dikurangi dengan kedalaman gelombang pecah db' 3. '" o?j ' D""."'l'1~1' .02 0.0006 0. . u'o ._.. Kolom 4.?. 11'1 Plu.0 ~" ~~ ~0 ~ O""nd. adaIah tinggi gelombang pecah..nging ..11>Penentuan Kedalaman Gelombang Pecah n.- ••.-b21~.008 0.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->