LAPORAN PRAKTIKUM PRAKTIK KEPERAWATAN DEwAsa I Pemberian Medikasi Oleh: Hesi Oktamiati, 0906629391

1.

Pengertian Tindakan Pemberian obat yang aman dan akurat merupakan salah satu tugas terpenting perawat. Obat adalah alat utama terapi yang digunakan dokter untuk mengobati klien yang memiliki masalah kesehatan. Suatu obat, atau medikasi adalah zat yang digunakan dalam diagnosis, terapi, peyembuhan, penurunan, atau pencegahan penyakit. a. Pulvis (Serbuk) merupakan campuran kering bahan obat atau zat kimia yang dihaluskan, ditujukan untuk pemakaian oral atau untuk pemakaian luar. b. Pulveres merupakan serbuk yang dibagi dalam bobot yang lebih kurang sama, dibungkus menggunakan bahan pengemas yang cocok untuk sekali minum. c. Tablet (Compressi) merupakan sediaan padat kompak dibuat secara kempa cetak dalam bentuk tabung pipih atau sirkuler kedua permukaan rata atau cembung mengandung satu jenis obat atau lebih dengan atau tanpa bahan tambahan. d. Pilulae (PIL) merupakan bentuk sediaan padat bundar dan kecil mengandung bahan obat dan dimaksudkan untuk pemakaian oral. Saat ini sudah jarang ditemukan karena tergusur tablet dan kapsul. Masih banyak ditemukan pada seduhan jamu. e. Kapsulae (Kapsul) merupakan sediaan padat yang terdiri dari obat dalam cangkang keras atau lunak yang dapat larut. f. Solutiones (Larutan) merupakan sediaan cair yang mengandung satu atau lebih zat kimia yang dapat larut, biasanya dilarutkan dalam air, yang karena bahanbahannya, cara peracikan atau penggunaannya, tidak dimasukkan dalam golongan produk lainnya (Ansel). Dapat juga dikatakan sediaan cair yang mengandung satu atau lebih zat kimia yang larut, misalnya terdispersi secara molekuler dalam pelarut yang sesuai atau campuran pelarut yang saling bercampur. Cara penggunaannya yaitu larutan oral (diminum) dan larutan topikal (kulit).

yang diberikan melalui rektal. Guttae Auriculares (tetes telinga). Sediaan obat tetes dapat berupa antara lain: Guttae (obat dalam). Guttae (Obat Tetes) merupakan sediaan cairan berupa larutan. Injectiones (Injeksi) merupakan sediaan steril berupa larutan. Unguenta (Salep) merupakan sediaan setengah padat ditujukan untuk pemakaian topikal pada kulit atau selaput lendir. Guttae Ophtalmicae (tetes mata). yang disuntikkan dengan cara merobek jaringan ke dalam kulit atau melalui kulit atau selaput lendir. umumnya meleleh. 1. j. berarti bahwa obat yang diberikan memang benar dan sudah dipastikan harus diberikan kepada klien yang bersangkutan. agar pasien dapat mempertahankan status kesehatannya atau memulihan status kesehatan klien. Kompetensi Dasar yang harus Dimiliki untuk Melakukan Tindakan Kompetensi yang harus dimiliki perawat adalah perawat harus memahami prinsip enam benar pemberian obat. Guttae Oris (tets mulut). Kesalahan identifikasi klien dapat terjadi jika terdapat 2 orang klien dengan nama yang sama atau mirip berada pada . Bahan obat harus larut atau terdispersi homogen dalam dasar salep yang cocok. Suppositoria merupakan sediaan padat dalam berbagai bobot dan bentuk. Benar Klien. k. emulsi atau suspensi atau serbuk yang harus dilarutkan atau disuspensikan lebih dahulu sebelum digunakan.Laporan Pendahuluan Pemberian Medikasi g. emulsi. 3. vagina atau uretra. Suspensi merupakan sediaan cair yang mengandung partikel padat tidak larut terdispersi dalam fase cair. Dapat juga dikatakan sediaan setengah padat yang mudah dioleskan dan digunakan sebagai obat luar. melunak atau melarut pada suhu tubuh. h. digunakan dengan cara meneteskan menggunakan penetes yang menghasilkan tetesan setara dengan tetesan yang dihasilkan penetes beku yang disebutkan Farmacope Indonesia. Guttae Nasales (tetes hidung). Tujuannya yaitu kerja obat cepat serta dapat diberikan pada pasien yang tidak dapat menerima pengobatan melalui mulut 2. i. dimaksudkan untuk obat dalam atau obat luar. Tujuan Tindakan Untuk memberikan pengobatan kepada pasien. atau suspensi.

Perawat dapat melakukan pengecekkan ulang dengan tim medis bila terdapat keraguan dengan kesesuaian dosis obat. Untuk menghindari kesalahan pemberian. yaitu pemberian obat yang telah dipersiapkan dan diberikan label oleh perawat atau apoteker yang bersangkutan. Apoteker atau perawat salah memberikan obat yang mempunyai nama / merk sama dengan obat yang dimaksud c. Klien mengatakan bahwa dosis obat berubah dari biasanya b. Perawat salah mengidentifikasi obat Untuk mengurangi kesalahan pemberian obat dapat digunakan sistem ³dosis obat per unit´.Laporan Pendahuluan Pemberian Medikasi satu ruangan atau unit. perawat atau asisten perawat salah menuliskan kembali obat-obatan yang diresepkan oleh tim medis. Perawat memberikan obat yang tidak dipersiapkan oleh perawat sendiri e. dan mendengarkan dengan teliti komentar klien tentang obat yang diberikan. cocokkan selalu nama klien pada papan nama di tempat tidur klien dengan catatan rekam medik a 2. misalnya ³ ini tidak seperti obat yang kemarin saya minum. Beberapa obat harus diberikan dalam waktu yang bersamaan c. Kesalahan pemberian obat dapat terjadi ketika dalam situasi : a. Lakukan pengecekkan ulang terhadap dosis obat yang diberikan bila: a. perawat salah memberikan dosis obat. berarti obat yang diberikan adalah obat yang memeng diminta untuk diberikan kepada klien tersebut sesuai dengan dosis yang diinginkan tim medis. 3. Tim medis atau pemberi resep salah menuliskan obat atau obat tersebut tidak sesuai dengan klien d. Kesalahan dosis obat dapat terjadi bila tim medis memberikan obat yang tidak sesuai dengan klien. Farmasist atau apoteker salah memberikan obat dengan obat yang hamper sama dengan obat yang dipesankan b. segera tarik obat yang akan diberikan dan cocokkan dengan catatan pemberian obat atau order obat. Benar Obat.´ Bila mendengar hal demikian. memeriksa kembali label obat yang akan diberikan dengan catatan pemberian obat. berarti obat yang diberikan memang dosis yang diinginkan oleh tim medis dan dosis tersebut telah sesuai untuk klien. apoteker salah mengeluarkan jumlah obat.Kesalahan pemberian dosis obat dapat dihindari bila baik perawat dan apoteker sama-sama mengetahui dosis yang diberikan. Dosis obat yang diinginkan dalam jumlah yang besar . Benar Dosis Obat. mengetahui nama generic atau merk dagang obat serta manfaat obat tersebut diberikan kepada klien..

dosis. Tim medis dalam menuliskan resep atau instruksi harus menjelaskan cara pemberian obat dengan spesifik. 1. Untuk memastikan obat diberikan melalui cara yang sesuai. Baskom berisi larutan desinfektan untuk mencuci tangan . Dokumentasikan pemberian obat sesuai dengan standar prosedur yang berlaku di rumah sakit adalah waktu. Tempat untuk menampung kotoran 7. Alat dan Bahan a. Masalah ketepatan waktu juga sangat berbeda pada beberapa institusi. Lakukan validasi ulang terhadap obat sebelum melakukan pemberian obat. misalnya ada institusi yang menganggap pemberian obat setengah jam sampai 1 jam sebelum atau sesudah waktu yang seharusnya sebagai ³tepat waktu´. Kapas aseptik 4. SC. Bengkok 3. Gunting 9. 4. harus tercantum alasan mengapa perawat tidak memberikan obat dengan cara semestinya.Laporan Pendahuluan Pemberian Medikasi d. Jumlah sediaan obat yang tersedia dari apoteker tidak sesuai dengan dosis obat yang harus diberikan kepada klien 4. Bila cara pemberian dinilai kurang tidak atau kurang cocok dengan kondisi klien. Dokumentasi yang detail dibutuhkan bila ternyata perawat tidak memberikan obat tersebut pada waktu seperti biasanya. perawat harus mengetahui cara pemberian obat yang biasa digunakan dan cara pemberian obat yang aman bila harus sesuai dengan instruksi yang diberikan. cara. Benar Waktu Pemberian. Perlak dan alasnya 8. dan area pemberian (intradermal. 6. artinya adalah memberikan obat sesuai dengan pesanan medis dan cara tersebut aman dan sesuai untuk klien. segera lakukan klarifikasi dengan tim medis atau pemberi instruksi tersebut. Plester 10. Obat-obatan yang diperlukan (ampul atau vial) 2. 5. artinya adalah memberikan obat sesuai dengan frekuensi dan waktu yang sudah ditetapkan. Bak spoit steril 5. atau IM). Benar Cara Pemberian. Jika pemberian obat dilakukan dengan cara injeksi. Turnikel 6.

penggunaan obat melalui oral tidak dapat dipakai. Tujuannya supaya efeknya lebih cepat karena pembuluh darah bawah lidah merupakan pusat sakit. Inhalasi Penggunaannya dengan cara disemprot (ke mulut). Pervaginam Bentuknya hampir sama dengan obat rektal. dimasukkan ke vagina. Keuntungannya relatif aman. Keuntungan cara ini efek obat cepat serta kerusakan obat di saluran cerna dan metabolisme di dinding usus dan hati dapat dihindari (tidak lewat vena porta) c. Misal pada kasus pasien jantung. Oral Obat yang cara penggunaannya masuk melalui mulut. Pada keadaan pasien muntah muntah. b. . Kerugiannya timbul efek lambat. atau dikehendaki onset yang cepat. Handuk dan handscoen 5. d. obat yang inaktif/terurai oleh cairan lambung/ usus tidak bermanfaat (penisilin G. untuk obat iritatif dan rasa tidak enak penggunaannya terbatas. Hanya beberapa obat yang mengalami perusakan oleh cairan lambung atau usus. langsung ke pusat sasar.Laporan Pendahuluan Pemberian Medikasi 11. Sublingual Cara penggunaannya. Misal obat asma. kadar obat dapat dikontrol. koma. obat dalam keadaan gas atau uap yang akan diabsorpsi sangat cepat melalui alveoli paruparu dan membran mukosa pada perjalanan pernafasan. tidak kooperatif. Anatomi Target Tindakan a. obat absorpsi tidak teratur. Tujuannya mempercepat kerja obat serta sifatnya lokal dan sistemik. serta umumnya paling aman. terhindar dari efek lintas pertama. dapat diberikan langsung pada bronkus. insulin). Rektal Cara penggunaannya melalui dubur atau anus. praktis. penggunaan oral adalah yang paling menyenangkan dan murah. obat ditaruh dibawah lidah. Keuntungannya yaitu absorpsi terjadi cepat dan homogen. Dalam inhalasi. tidak sadar. e. tidak bermanfaat untuk pasien yang sering muntah. Untuk tujuan terapi serta efek sistematik yang dikehendaki. diare. ekonomis.

paha atas. 6. atau dapat dikatakan obat dimasukkan de dalam tubuh selain saluran cerna. 7. (900 ) y Injeksi intradermal. dan sisi lateral. Maka dari itu perawat harus melindungi diri dengan universal precaution. Misal tetes mata. otot deltoid. Dilakukan pada otot vastus lateraris. Perawat beresiko terajangkitnya sekurang-kurangnya 20 pathogen petensial. pada injeksi jenis ini memungkinkan absorpsi yang lenih cepat daripada SC karena pembuluh darah lebih banyak terdapat di otot. klavikula pada dada. Topikal/lokal Obat yang sifatnya lokal. Aspek Keamanan dan Keselamatan Perawat harus bisa menjaga dirinya ketika memberikan obat injeksi. dilakukan dengan menempatkan obat ke dalam jaringan ikat longgar dibawah dermis. dan kepala dapat digunakan bila tempat-tempat di atas telah digunakan. sering sekali perawat tanpa sengaja menusuk dirinya dengan jarum suntik klien. Parentral Digunakan tanpa melalui mulut. h. Tujuannya tanpa melalui saluran pencernaan dan langsung ke pembuluh darah. dilakukan untuk uji kulit. daerah skpula dan permukaan medial paha (150) y Injeksi Intravena. punggung bagian atas permukaan ventral lengan bawah. dapat dilakukan di Vena perifer lebih mudah dicapai. Pemberian obat melalui intravena (IV) . Pada bayi baru lahir: venavena pada kaki. lengan atas sisi lateral.Laporan Pendahuluan Pemberian Medikasi f. Eg: vena sefalika atau kubiti dari lengan. Daerah-daerah untuk obat jenis ini adalah: y Injeksi subkutan (SC). (450) y Injeksi intramuscular. Bahaya kerusakan jaringan berkurang ketka obat memasuki otot yang dalam. Sub kutan. tungkai bawah. Tempatnya didalam dermis. IM. vena dorsalis. g. paha. Yaitu: abdomen. otot ventroluteal. punggung bagian atas. Protokol atau Prosedur Tindakan y Cara pemberian obat melalui IV. atau lengan bagian bawah. dan intra kutan a. Suntikan Diberikan bila obat tidak diabsorpsi di saluran cerna serta dibutuhkan kerja cepat. otot dorsogluteus. salep. tetes telinga.

jika tidak ada alergi maka bisa dilanjutkan 6. Rapikan pasien dan atur dalam posisi yang enak 13. 12. Lakukan skin test jika ada alergi terhadap pasien maka batalkan pemberian obat tetapi.Laporan Pendahuluan Pemberian Medikasi Menggunakkam jarum: No. 11. no. Setelah obat masuk semua. 4. darah penuh (whole blood) atau fraksi darah. Pemberian obat melalui sub cutan (SC) . Pastikan adanya order pengobatan 2. 20 ± 21 atau 1 ± 1. Cuci tangan kemudian gunakan handscoen 5. no. Observasi keadaan pasien dan catat semua tindakan anda kemudian tanda tangan (nama terang) b. volume besar atau infus cepat 1. Bila vena sudah ditemukan misalnya basilika. Bila dalam tabung masih terdapat udara. jika tidak terisap/keluar darah berarti belum didalam vena. maka udara harus dikeluarkan 9. Untuk mencegah vena tidak bergeser tangan yang tidak memegang spoit dapat digunakan untuk menaan vena sampai jarum masuk vena 10. memberikan HE (healt education) dan beritahu pasien tentang tindakan yang akan dilakukan. Pelan tusukkan jarum kedalam vena dangan posisi jarum sejajar dengan vena dan lubang jarum menghadap keatas.5 inci. Bila sudah didalam vena maka lepaskan turnikel dan masukkan obat perlahan-lahan sampai habis. atur lengan lurus dan pasang turnikel sampai vena benar-benar dapat dilihat dan diraba kemudian desinfeksi dengan menggunakan kapas alkohol 8. kemudian bantu mengatur posisi yang enak. 22 atau 1 inci (anak-anak) dan lubang yang lebih besar untuk obat yang kental. Yakinkan bahwa pasien benar. Lakukan aspirasi dengan cara menarik pengokang spoit. Siapkan spoit yang sudah berisi obat. 24 atau 1 inci (bayi). Peralatan disiapkan 3. Tentukan dan cari vena yang akan ditusuk 7. segera cabut spuit dan buang ditempat pembuangan sesuai prosedur. Bila terisap darah berarti sudah didalam vena.

5 ml. Beritahu pasien tentang tindakan yang akan dilakukan dan atur dalam posisi yang nyaman (jangan keliru pasien. Kaji keefektifan obat. 12. Tabung suntik insulin yang memakai ukuran dalam unit hanya dipakai untuk insulin. bereskan peralatan 13. Cabut spoit lalu usap dan massage pada area injeksi. kemudian Bersihkan kulit dengan pengusapan antiseptika secara melimgkar dari dalam kedalam keluar 6. Cuci tangan kemudian gunakan handscoen 2. Peralatan disiapkan 3. bantu pasien pada posisi yang mana lengan. c. Gunakan tangan yang tidak memegang spoit untuk menghangkat dan merentangkan kulit. Biasanya disuntikkan 0. maka segera cabut spoit untuk dibuang dan diganti dangan apoit yang baru pula. 11. tabung suntik: 1 ±3 ml.5/8 inci.Laporan Pendahuluan Pemberian Medikasi Jarum: No. Bila tidak muncul darah. 10. Pemberian obat melalui intra cutan . lepaskan penutup secara tegak lurus sambil dan keluarkan udara dari spuit 7. Pegang spoit dengan salah astu tangan antara jempol dan jari-jari pada area injeksi 8. lalu secara hati-hati dan mantap tangan yang lain menusukkan jarum. Rapikan pasien dan atur dalam posisi yang enak 14. Observasi keadaan pasien dan catat tindakan anda 16. atau yang digunakan injeksi dapat rileks) 5. dengan telapak tangan menghadap kearah samping atau keatas untuk kemiringan 45 derajat. Lakukan aspirasi. Siapkan spuit. 9. 1. kaki. Pilih area tubuh yang akan disuntik. Masukkan obat dari vial atau ampul kedalam tabung spuit dengan cara yang benar 4.25 ± 27 atau ½ . Cuci tangan 15. bila muncul darah. Buang spuit pada tempat yang telah disediakan. Bila tempat penusukan mengeluarkan darah maka tekan area tusukan dengan kasa steril kering sampai perdarahan berhenti. maka pelanpelan dorong obat kedalam jaringan.5 ± 1.

Pilih area tubuh yang akan disuntik. nyri tekan. dengan pengusapan antiseptika secara melimgkar dari dalam kedalam keluar 6. Pegang erat lengan pasien dengan tangan kiri anda dan tangan yang satunya memegang spoit kearah klien 7.1 ml. Cabut spoit. memberikan HE (healt education) dan beritahu pasien tentang tindakan yang akan dilakukan. Peralatan disiapkan 3. Beritahu pasien tentang tindakan yang akan dilakukan 4. Obat ini akan menimbulkan tonjolan dibawah permukaan kulit 8. Yakinkan bahwa pasien benar. Tabung suntik: kalibrasi 1 ml dalam inkremen 0. Observasi keadaan pasien dan catat tindakan anda d. Siapkan obat dengan mengambil obat dari ampul atau vial. Cuci tangan 12. Tusukkan spoit dengan sudut 15 derajat pada epidermis kemudian teruskan sampai dermis lalu dorong cairan obatnya.misalnya lengan kanan dan lakukan desinfeksi 5.Laporan Pendahuluan Pemberian Medikasi Jarum: No.01 ± 0. 1. pilih area yang bebas dari lesi. dosis dan waktu pemberian 4. Buang spuit pada tempat yang telah disediakan. Cuci tangan kemudian gunakan handscoen 6. Pemberian obat melalui intramuskuler (IM) 1. 26-27. Rapikan pasien dan atur dalam posisi yang enak 11. bereskan peralatan 10. usaplah pelan-pelan arwa penyuntikan dengan kapas antiseptik tanpa memberikan massage(massage dapat menyebabkan oabt masuk kejaringan atau keluar melalui lubang bekas tusukan) 9. Cuci tangan kemudian gunakan handscoen 2. Tentukan lokasi penyuntikan. Bersihkan kulit dengan pengusapan antiseptika secara melimgkar dari dalam kedalam keluar . kemudian bantu mengatur posisi yang enak. Biasanya disuntikkan 0. Periksa urutan medikasi terhadap rute. 5.01ml. Peralatan disiapkan 3. bengkak dan radang. Pastikan adanya order pengobatan 2.

untuk efektifitasnya. 7. Bila obat sudah masuk semua. pegang spoit antara jempol dan jari-jari kemudian tusukkan jarum secara tegak lurus pada sudut 90 derajat. Gunakan sarung tangan sewaktu memasukkan obat. a. 9. Jika memberikan obat-obat seperti antipiretik dan bronkodilator. 8. Rapikan pasien dan atur dalam posisi yang enak 12. Buang spuit pada tempat yang telah disediakan. ajar klien untuk memakaki 9. buka penutup jarumnya dengan hati-hati. Supositoria cenderung menjadi lunak pada suhu kamar. Siapkan spoit yang sudah berisi obat. Jelaskan prosedur pada klien dan jaga privacy klien. maka segera cabut spuit. simpan dalam lemari es sebelum/ setelah digunakan. 6. Lakukan aspirasi untuk mengecek apakah jarum tidak mengenai pembuluh darah dengan cara menarik pengokang. ingatkan klien untuk menahan obat dan angan mengeluarkannya. supositoria sendiri dan perhatikan demostrasi ulang 10. maka perlahanlahan masukkan obat dengan cara mendorong pengokang spuit 10. Bila terisap darah. 3. dan keluarkan udara dalam spoit 8. Jika merupakan indikasi. .Laporan Pendahuluan Pemberian Medikasi 7. 2. Observasi keadaan pasien dan catat tindakan anda y Obat Jenis Suposutoria Rektal 1. Minta klien untuk tetap berada di tempatnya selama 20 menit setelah dimasukkan. 5. Minta klien mengatur posisi yang nyaman dan anjurkan klien untuk relaksasi nafas dalam untuk melemaskan spinkter anus. 4. bereskan peralatan 13. Gunakan tangan yang tidak memegang spuit untuk membentangkan kulit pada area yang akan ditusuk. buamg dan ganti yang baru. Bila tidak terisap darah. Bubuhkan sedikit pelumas yang larut dalam air di ujung supositoria yang telah dibuka bungkusnya dan dengan perlahan masukkan supositoria melewati sfingter anus. maka akan segera cabut spuit dan dan lakukan masage pada area penusukan 11.

S . kesehatan pada klien dan keluarganya. b. Jika hasil pengkajian menunjukkan bahwa perlu dilakukan pendidikan kesehatn maka 2. 2. Aerosol (Inhalasi) 1. 8. sebagai 8. yang dilakukan. 3. 4. Catat semua alat yang digunakan. 7. Pada saat klien telah diberikan informasi tentang mamfaat / fungsi dari pemberian obat 5. 2. pertanggungjawaban adiministrasi pengobatan pada pihak R.Laporan Pendahuluan Pemberian Medikasi b. Lebih baik klien dalam posisi semi fowler atau fowler tinggi. Nebulizer dan alat ukuran dosis yang dapat dipegang oleh tangan. Periksa penempatan selang apakah pada tempatnya.maka perawat segera membuat urat persetujuan tindakan medik 6. dan biarkan obat mengalir masuk sebagaimana mestinya. Tuang obat ke dalam tabung suntik tanpa pendorong. lepaskan klem. Bilas selang dengan 50 ml air (lihat pada aturan yang tersedia untuk jumlah yang tepat). y Selang Nasogatrik dan gastronomi Selang nasogastrik dan gastrostomi 1. 3. Ajarkan klien untuk menggunakan alat dengan benar. a. perawat harus membuat perdokumentasian khusus untuk pelaksanaan penyuluhan 3. 4. (informedcontent) sebagai aspek legilitas dalam perlindungan hukum bagi perawat. Klem tabung dan angkat jarum suntik. Hal-Hal yang Harus Diperhartikan Kebersihan alat yang digunakan dan aspek keamanan klien serta perawat 9. Umumnya obat dimasukkan ke dalam vagina dengan aplikator. Vaginal Prinsipnya mirip dengan supositoria rektal. Hal-Hal Penting yang Harus Dicatat 1. jumlahnya maupun dosisnya. baik jenisnya.

Style Sheet. Buat laporan dengan mencatat langkah-langkah prosedur pemberian obat 10. pada pukul 13. (diunduh pada tanggal 7 April 2011. A. and practice. R.30 WIB) . yang dirasakan oleh pasien setelah pemberian obat tersebut. process. 12. (diunduh pada tanggal 7 April 2011. Mencatat nama perawat yang melakukan penyuntuikan serta tanda tangan Daftar Pustaka Anonymous. G. Dokumentasi harus segera dilakukan pada setiap pelaksanaan pemberian obat 13. pukul 13.00 WIB) Potter.com.scrib.scrib. Yasmin Asih. Pastikan kebenaran akan setiap pencatatan yang dilakukan 14. Catat kapan pemberian obat dan obat oapa yang telah diberikan serta Catat perubahan 11. Obat (Biomedik Farmakologi). P. Cara Pemberian Obat.com. P. et al). Jakarta: EGC Sanjoyo. (2009).com .scrib. Bentuk dan Rute Obat. www. Ed. A. (diunduh pada tanggal 7 April 2011. Style Sheet. www. pukul 12. (Terj. Fundamentals of nursing: concept. (2005).00 WIB) Setyawati. www. 4.. dan Perry.Laporan Pendahuluan Pemberian Medikasi 9.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful