P. 1
pembuatan pereaksi

pembuatan pereaksi

|Views: 1,098|Likes:
Published by Aslan Irunsah

More info:

Published by: Aslan Irunsah on Apr 10, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/21/2013

pdf

text

original

LAPORAN PRAKTIKUM

PEMBUATAN PEREAKSI

Nama : Meity Jolanda K
NIM : H311 08 262
Kelompok : 2 (Dua)
Tgl. Praktikum : 20 September 2010
Asisten : Nurlaida













LABORATORIUM BIOKIMIA
JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2010

BAB I
SIFAT-SIFAT BAHAN

1. Ninhidrin
Ninhidrin pertama kali ditemukan pada tahun 1910 dan telah ditetapkan
sebagai pereaksi yan penting dalam bidang kimia, biokimia, dan ilmu forensik.
Ninhidrin digunakan untuk mendeteksi keberadaan asam amino selama lebih dari
50 tahun. Ninhidrin dikenal sebagai triketohidridena, atau 2,2-dihidroksi-1,3-
indanedion.
Reaksi ninhidrin digunakan sebagai dasar untuk penentuan kuantitas asam
amino. Gugus amina dapat bereaksi dengan pereaksi ninhidrin membentuk
amonia, karbon dioksida dan aldehida. Warna biru menunjukkan secara khas
gugus amino.
Ninhidrin banyak pula digunakan untuk mengawasi deproteksi pada
sintesis peptida lewat Uji Kaiser. Ketika rantai peptida terdeproteksi, ninhidrin
memberikan warna biru pada hasil. Sebaliknya, bila rantai peptida selanjutnya
kembali berpasangan, maka hasil uji menghasilkan warna kuning. Selain itu,
larutan yang diduga mengandung ion amonium, juga dapat diuji menggunakan
senyawa ninhidrin dengan meneteskannya pada medium padat seperti silika gel.
Perlakuan dengan ninhidrin ini akan menghasilkan warna ungu bila larutan
tersebut mengandung ion amonium. Ninhidrin banyak pula digunakan dalam
kromatografi lapis tipis untuk menguji adanya amina, karbamat, dan juga amida.


C
C
C
O
O
OH
OH
2. NaOH
Natrium Hidroksida (NaOH) berwarna putih atau praktis putih, massa
melebur, berbentuk pellet, serpihan atau batang atau bentuk lain. Sangat basa,
keras, rapuh dan menunjukkan pecahan hablur. Bila dibiarkan diudara akan cepat
menyerap karbon dioksida dan lembab. Kelarutan mudah larut dalam air dan
dalam etanol tetapi tidak larut dalam eter. Titik leleh 318
o
C serta titik didih
1390
o
C. Hidratnya mengandung 7; 5; 4; 3,5; 3; 2 dan 1 molekul air.
Sumber utamanya adalah melalui elektrolisis air asin dalam sel merkuri
atau dengan berbagai sel diafragma.Produk utama yang diharapkan dari sel sel
tesebut adalah gas klorin (untuk digunakan dalam plastik).
Natrium hidroksida membentuk larutan alkalin yang kuat ketika dilarutkan ke
dalam air. Ia digunakan di berbagai macam bidang industri, kebanyakan
digunakan sebagai basa dalam proses produksi bubur kayu dan kertas, tekstil, air
minum, sabun dan deterjen. Natrium hidroksida adalah basa yang paling umum
digunakan dalam laboratorium kimia.
Natrium hidroksida murni berbentuk putih padat dan tersedia dalam
bentuk pelet, serpihan, butiran ataupun larutan jenuh 50%. Ia bersifat lembab cair
dan secara spontan menyerap karbon dioksida dari udara bebas. Ia sangat larut
dalam air dan akan melepaskan panas ketika dilarutkan. Ia juga larut dalam etanol
dan metanol, walaupun kelarutan NaOH dalam kedua cairan ini lebih kecil
daripada kelarutan KOH. Ia tidak larut dalam dietil eter dan pelarut non-polar
lainnya. Larutan natrium hidroksida akan meninggalkan noda kuning pada kain
dan kertas.

3. NaOCl
NaOCl akan sat dari beberapa senyawa
disinfektan. The Internati nal Agency Research on
Cancer (IARC menyatakan bahwa NaOCl aman bagi
manusia dan lingkungan, senyawa ini tidak menyebabkan
mutagen, carsinogenic dan teratogenik. NaOCl adalah hasil reaksi antara molekul
Chlorine, Sodium Hydrokside dan air. NaOCl merupakan seny awa alkali kuat
yang memiliki sifat basa.
NaOCl dibidang pertanian digunakan oleh para ahli nematologi untuk
mengekstraksi telur dal larva nematoda bengk ak akar (Meloidogyne spp.) dari
jaringa n akar tanaman. Reaksi antara NaOCl dengan kulit telur nematoda
menyebabkan kulit telur nematoda menjadi larut. Konsentrasi NaOCl yang
digunakan untuk melarutkan kulit telur berkisar antara 0,5 % - 1 %.

4. Buffe Fosfat
Larutan buffer yang berfungsi menahan perubahan pH bila asam atau basa
ditambahkan atau bila larutan diencerkan. Buffer asam terdiri dari asam lemah
dengan garam asam. Garam menyediakan A
-
, yaitu basa konjugat dari asam HA.
Contohnya adalah H
2
PO
4
2-
Dalam buffer asam , misalnya molekul HA dan ion A
-
ada bersama-sama.
Bila asam ditambahkan,maka sebagian besar proton diambil oleh basa.
A
-
+ H
+
HA
Bila basa ditambahkan , sebagian besar kelebihan ion hidroksida bereaksi
dengan asam yang tak berdissosiasi
OH
-
+ HA A
-
+ H
2
O
Jadi penambahan asam ataupun basa hanya sedikit mengubah pH.
Konsentrasi ion hydrogen dalam buffer dirumuskan dengan :
K
a
= [ H
+
] = [ A
-
] / [ HA ]

5. Etanol
Etanol adalah alkohol yang larut dalam air dengan
rumus kimia C
2
H
5
OH d.r 0,61. Pada 0
o
C; titik leleh -169
o
C;
titik didih -102
o
C.
Dalam bidang industri etanol digunakan sebagai pelarut
meskipun pernah dijadikan bahan dasar untuk membuat bahan kimia lain.
Alkohol larut dalam air, tidak berwarna, C2H5OH; d.r. 0,61 (0
0
C); titik
lebur (-169
0
C); titik didih (-102
0
C). Senyawa ini menjadi minuman yang
meracuni, dibuat melalui fermentasi gula dengan bantuan khamir.
Etanol yang dihasilkan membunuh khamir dan fermentasi saja tidak dapat
menghasilkan larutan etanol dengan kadar lebih dari 15 % (berdasar volume).
Penyulingan dapat menghasilkan campuran didih-tetap yang mengandung 95,6 %
etanol dan 4,4 % air. Etanol murni dibuat dengan menyingkirkan air tersebut
menggunakan bahan pengering.

6. Na
2
CO
3

Natrium karbonat (juga dikenal sebagai soda pencuci, soda kristal atau
soda abu), Na
2
CO
3
, adalah garam sodium dari asam karbonat. Natrium karbonat
berbentuk heptahidrat kristal, yang mudah untuk membentuk effloresces bubuk
putih, yang monohidrat, dan terkenal di dalam negeri untuk pemakaian sehari-hari
sebagai pelunak air. Memiliki rasa alkali pendinginan, dan dapat diekstraksi dari
abu dari banyak tanaman. Hal ini secara sintetik diproduksi dalam jumlah besar
dari garam meja dalam proses yang dikenal sebagai proses Solvay.
Sebagai bahan pembuat kaca adalah kegunaan dari natrium karbonat yang
paling penting. Ketika dikombinasikan dengan pasir (SiO2) dan kalsium karbonat
(CaCO3) dan dipanaskan hingga suhu yang sangat tinggi, kemudian didinginkan
dengan sangat cepat, sehingga menghasilkan kaca. Jenis kaca ini dikenal sebagai
kaca kapur soda.



7. Alanin
Alanin dipindahkan ke sirkulasi oleh berbagai jaringan, tetapi umumnya
oleh otot. Alanin dibentuk dari piruvat. Hati mengakumulasi alanin plasma,
kebalikan transaminasi yang terjadi di otot dan secara proporsional meningkatkan
produksi urea. Alanin dipindahkan dari otot ke hati bersamaan dengan transportasi
glukosa dari hati kembali ke otot. Proses ini dinamakan siklus glukosa-alanin.
Fitur kunci dari siklus ini adalah bahwa dalam 1 molekul, alanin, jaringan perifer
mengekspor piruvat dan amonia ke hati, di mana rangka karbon didaur ulang dan
mayoritas nitrogen dieliminir.
Alanina (Ala, A) atau asam 2-aminopropanoat merupakan salah satu asam amino
bukan esensial. Bentuk yang umum di alam adalah L-alanin (S-alanin) meskipun
terdapat pula bentuk D-alanin (R-alanin) pada dinding sel bakteri dan sejumlah
antibiotika. L-alanin merupakan asam amino proteinogenik yang paling banyak
dipakai dalam protein setelah leusin (7,8% dari struktur primer dari 1.150 contoh
protein).




8. S rin
Serina merupakan asam amino penyusun protein yang umum ditemukan
pada protein hewan. Protein mamalia hanya memiliki L-serin. Serina bukan
merupakan asam amino esensial bagi manusia. Namanya diambil dari bahasa
Latin, sericum (berarti sutera) karena pertama kali diisolasi dari protein serat
sutera pada tahun 1865. Strukturnya diketahui pada tahun 1902.
Serina penting bagi metabolisme karena terlibat dalam biosintesis
senyawa-senyawa purin dan pirimidin, sistein, triptofan (pada bakteria), dan
sejumlah besar metabolit lain.
Sebagai penyusun enzim, serina sering memainkan peran penting dalam
fungsi katalisator enzim. Ia diketahui berada pada bagian aktif kimotripsin,
tripsin, dan banyak enzim lainnya. Berbagai gas-gas perangsang saraf dan
senyawa aktif yang dipakai pada insektisida bekerja melalui residu serina pada
enzim asetilkolin esterase, sehingga melumpuhkan enzim itu sepenuhnya.
Akibatnya, asetilkolin (suatu neurotransmiter) yang seharusnya segera diuraikan
oleh enzim itu segera setelah bekerja malah menumpuk di sel dan mengakibatkan
kekejangan dan kematian.
Sebagai penyusun protein non-enzim, rantai sampingnya dapat mengalami
glikolisasi yang dapat menjelaskan gangguan akibat diabetes. Serina juga
C H
3
C
C
N H
2
O
OH
merupakan satu dari tiga asam amino yang biasanya terfosforilasi oleh enzim
kinase pada saat transduksi signal pada eukariota.




9. Glisin
Glisina (Gly, G) atau asam aminoetanoat adalah asam amino alami paling
sederhana. Rumus kimianya C
2
H
5
NO
2
. Asam amino ini bagi manusia bukan
merupakan asam amino esensial karena tubuh manusia dapat mencukupi
kebutuhannya.
Glisina merupakan satu-satunya asam amino yang tidak memiliki isomer
optik karena gugus residu yang terikat pada atom karbon alpha adalah atom
hidrogen sehingga terjadi simetri. Jadi, tidak ada L-glisin atau D-glisin. Secara
umum protein tidak banyak pengandung glisina. Perkecualian ialah pada kolagen
yang dua per tiga dari keseluruhan asam aminonya adalah glisina.
Glisina merupakan asam amino nonesensial bagi manusia. Tubuh manusia
memproduksi glisina dalam jumlah mencukupi. Glisina berperan dalam sistem
saraf sebagai inhibitor neurotransmiter pada sistem saraf pusat (CNS).







BAB II
PERHITUNGAN

1. Ninhidrin 0,1 % s banyak 100 mL
bൌ
Ψ ൈv
ͳͲͲ

Ͳǡͳ ൈͳͲͲ
ͳͲͲ
ൌͲǡͳ g uilaiutkan ualam aseton

2. Ninhidrin 2 % s banyak 200 mL
bൌ
Ψ ൈv
ͳͲͲ

ʹ ൈʹͲͲ
ͳͲͲ
ൌͶ g uilaiutkan ualam aseton

3. NaOH 2,5 M dari NaOH 10 N s banyak 100 mL
Valensi NaOH = 1
Jadi NaOH 10 N = M × valensi
M =

˜alensi

ͳͲ
ͳ
ൌͳ
M
1
V
1
= M
2
V
2

V
1
=
N
ʹ
v
ʹ
N
ͳ

ʹǡͷ ൈͳͲͲ
ͳͲ
ൌʹͷ mL
4. NaOCl 2 % dari NaOCl 12 % s banyak 100 mL
M
1
V
1
= M
2
V
2

V
1
=
N
ʹ
v
ʹ
N
ͳ

ʹ ൈͳͲͲ
ͳʹ
ൌͳ͸ǡ͸͹ mL

5. B r os at
Larutan A (NaH
2
PO
4
)
gr NaH
2
PO
4
= M x Mr x V(L)
= 0,2 x 137,99 x 0,25
= 6,8995 gr
Larutan B (Na
2
HPO
4
)
gr Na
2
HPO
4
= M x Mr x V (L)
= 0,2 x 177,99 x 0,25
= 8,8995 gr

6. Etanol 95 % dari tanol 100 % s banyak 100 mL
M
1
V
1
= M
2
V
2

V
1
=
N
ʹ
v
ʹ
N
ͳ

ͻͷ ൈͳͲͲ
ͳͲͲ
ൌͻͷ mL

7. Na
2
CO
3
2 % s banyak 100 mL
% Na
2
CO
3
=
gi
mL
ൈͳͲͲ Ψ
2 % =
gi
ͳͲͲ
ൈͳͲͲ Ψ
gr = 2 gram

8. Alanin 0,01 M s banyak 5 mL
Massa = M × Mr × L
Massa = 0,01 × 89,09 × 0,005
Massa = 0,0045 gram

9. S rin 0,01 M s banyak 5 mL
Massa = M × Mr × L
Massa = 0,01 × 105,09 × 0,005
Massa = 0,0053 gram

10. Glisin 0,01 M s banyak 5 mL
Massa = M × Mr × L
Massa = 0,01 × 75,07 × 0,005
Massa = 0,0038 gram

11. NaOH 0,1 N dari NaOH 0,5 M s banyak 100 mL
M
1
V
1
= M
2
V
2

V
1
=
N
ʹ
v
ʹ
N
ͳ

Ͳǡͳ ൈͳͲͲ
Ͳǡͷ
ൌʹͲ mL



















BAB III
PROSEDUR KERJA

3.1 Ninhidrin 0,1 %
Pertama-tama ditimbang 0,1 gram ninhidrin kemudian dimasukkan dalam
gelas piala 200 mL. Lalu dilarutkan dengan aseton sebanyak 100 mL dan diaduk
sampai semua ninhidrin larut dengan sempurna, lalu dimasukkan kedalam botol
reagen dan diberi label.

3.2 Ninhidrin 2 %
Pertama-tama ditimbang 4 gram ninhidrin lalu demasukkan kedalam gelas
piala 200 mL. Kemudian dilarutkan dengan aseton sebanyak 200 mL dan diaduk
sampai larut sempurna, kemudian dimasukkan kedalam botol reagen dan diberi
label.

3.3 NaOH 2,5 M
Dipipet larutan NaOH 10 N sebanyak 25 mL, kemudian dimasukkan
kedalam gelas piala 200 mL lalu ditambahkan aquadest sebanyak 75 mL dan
diaduk sampai homogen lalu dimasukkan kedalam botol reagen dan diberi label.

3.4 NaOCl 2 %
Diambil 16,67 mL NaOCl 12 % menggunakan gelas ukur kemudian
dimasukkan kedalam labu ukur 100 mL lalu diencerkan dengan aquadest hingga
100 mL kemudian dihimpitkan pada miniskus lalu dikocok sampai homogen.
Kemudian dimasukkan kedalam botol reagen dan diberi label.

3.5 B r Fos at
Ditimbang NaH
2
PO
4
sebanyak 6,8995 gram. Dilarutkan dalam aquades.
Dimasukkan dalam labu ukur 250 mL dan diimpitkan. Dihomogenkan dan
dimasukkan ke dalam botol reagen dan diberi label. ( Larutan A).
Ditimbang Na
2
HPO
4
sebanyak 8,8995 gram. Dilarutkan dalam aquades.
Dimasukkan dalam labu ukur 250 mL dan diimpitkan. Dihomogenkan dan
dimasukkan ke dalam botol reagen dan diberi label. (Larutan B).
Larutan buffer fosfat pH 7,4 ; Dipipet larutan A sebanyak 9,5 mL dan
larutan B sebanyak 40,5 ke dalam gelas piala, ditambahkan aquades hingga 100
mL. Dihomogenkan dan dimasukkan ke dalam botol reagen dan diberi label.
Larutan buffer fosfat pH 6,8 ; Dipipet larutan A sebanyak 25,5 mL dan
larutan B sebanyak 24,5 mL ke dalam gelas piala, ditambahkan aquades hingga
100 mL. Dihomogenkan dan dimasukkan ke dalam botol reagen dan diberi label.

3.6 Etanol 95 %
Pertama-tama dengan gelas ukur diambil 95 mL etanol 100 % lalu
diencerkan dengan aquadest hingga 100 mL (dengan menambahkan aquadest
sebanyak 5 mL). Lalu diaduk hingga homogen dan dimasukkan kedalam botol
reagen dan diberi label.

3.7 Na
2
CO
3
2 %
Pertama-tama untuk membuat larutan ini, sebelumnya harus membuat
larutan NaOH 0,1 N dari larutan NaOH 0,5 M. Setelah itu, Na
2
CO
3
ditimbang
sebanyak 2 gram dan dimasukkan kedalam gelas piala 200 mL lalu dilarutkan
dengan NaOH 0,1 N sebanyak 100 mL. Lalu diaduk sampai larut sempurna
kemudian dimasukkan kedalam botol reagen dan diberi label.

3.8 Alanin 0,01 M
Pertama-tama ditimbang 0,0045 gram alanin, lalu dimasukkan kedalam
gelas piala 100 mL, lalu ditambahkan aquadest sebanyak 5 mL. Setelah itu diaduk
sampai larut sempurna dan kemudian dimasukkan kedalam botol reagen dan
diberi label.

3.9 S rin 0,01 M
Pertama-tama ditimbang 0,0053 gram serin, lalu dimasukkan kedalam
gelas piala 100 mL, lalu ditambahkan aquadest sebanyak 5 mL. Setelah itu diaduk
sampai larut sempurna dan kemudian dimasukkan kedalam botol reagen dan
diberi label.

3.10 Glisin 0,01 M
Pertama-tama ditimbang 0,0038 gram glisin, lalu dimasukkan kedalam
gelas piala 100 mL, lalu ditambahkan aquadest sebanyak 5 mL. Setelah itu diaduk
sampai larut sempurna dan kemudian dimasukkan kedalam botol reagen dan
diberi label.






DAFTAR PUSTAKA

Iryanti, T., 2009, Pembuatan Pereaksi (online),
(http://funchemiztry.blogspot.com/2009/05/bab-i-sifat-bahan-1.html,
diakses tanggal 22 september 2010, 22.00 WITA).

Iryanti, T., 2009, Sifat Bahan Kimia (online),
(http://www.blogcatalog.com/blog/kumpulan-jurnal-kimia-
1/657aa20b8568a3a81ed2f1fc8fb31b44, diakses tanggal 22 September
2010, 22.00 WITA).

Julistiana, E., 2009, Pengembangan dan Validasi Metode Pengujian Kadar
Sianida dalam Limbah Cair Secara Spektroskopi UV-Vis, Institut
Pertanian Bogor.

Riyadi, W., 2009, Berbagai Larutan Buffer (online),
(http://wwwblogcatalog.com/blog/Berbagai%20Larutan%20Buffer%20_%
20ScienceBiotech.htm, diakses tanggal 22 september 2010, 22.00 WITA).

Sunarto, T., Djaja, L., dan Hersanti, 2005, Pengujian Sodium Hypochlorite
(NaOCl) Terhadap Perkembangan Nematoda Sista Kentang (Globodera
Rostochiensis) Pada Tanaman Kentang, Institut Pertanian Bogor.












LAMPIRAN : BAGAN KERJA
a. NaOCl 2 % 100 mL




b. B r os at pH 6,8 200 mL



c. B r os at pH 7,4 200 mL


d. Etanol 95 %


NaOCl 12 %
- Dimasukkan sebanyak 16,67 mL kedalam gelas
kimia
- Ditambahkan sedikit akuades
- Diaduk
- Dimasukkan kedalam gelas ukur
- Ditambahkan akuades sampai volume 100 mL
Hasil
49 mL larutan A + 51 mL larutan B
- Dimasukkan kedalam gelas kimia
- Ditambahkan akuades sebanyak 100 mL
- Diaduk

Hasil
- Dimasukkan kedalam gelas kimia
- Ditambahkan akuades sebanyak 100 mL
- Diaduk
Hasil
19 mL larutan A + 81 mL larutan B
Etanol 100 %
Hasil
- Dimasukkan kedalam gelas ukur sebanyak 95 mL
- Ditambahkan akuades sampai volume 100 mL
- Diaduk
e. Na2CO3 2% 100 mL





. Glisin




g. Serin



h. Alanin





Na
2
CO
3
2%
- Ditimbang sebanyak 2 gram
- Dilarutkan dalam 20 mL NaOH
- Diaduk
- Ditambahkan akuades sampai volume 100 mL
Hasil
Glisin
- Ditimbang sebanyak 0,4455 gram
- Dilarutkan dalam 5 mL akuades
- Diaduk
Hasil
Serin
- Ditimbang sebanyak 0,4455 gram
- Dilarutkan dalam 5 mL akuades
- Diaduk
Hasil
Glisin
Hasil
- Ditimbang sebanyak 0,4455 gram
- Dilarutkan dalam 5 mL akuades
- Diaduk
i. Ninhidrin 0,1 % 100 mL










j. Ninhidrin 2 % 200 mL






k. NaOH 2,5 M 100 mL

Ninhidrin 0,1 %
- Ditimbang ninhidrin 0,1 % seberat 0,1 gram
- Dimasukkan kedalam gelas kimia
- Dituangkan aseton sebanyak 100 mL
- Diaduk agar homogen
Hasil
- Ditimbang ninhidrin 2 % seberat 4 gram
- Dimasukkan kedalam gelas kimia
- Dituangkan aseton sebanyak 200 mL
- Diaduk agar homogen
Hasil
Ninhidrin 2 %
NaOH 10 N
Hasil
- Diambil sebanyak 25 mL
- Ditambahkan akuades sampai volume 100 mL
- Diaduk agar homogen

biokimia.2-dihidroksi-1. Sebaliknya. Gugus amina dapat bereaksi dengan pereaksi ninhidrin membentuk amonia. karbon dioksida dan aldehida. Ninhidrin banyak pula digunakan untuk mengawasi deproteksi pada sintesis peptida lewat Uji Kaiser. bila rantai peptida selanjutnya kembali berpasangan. Ninhidrin banyak pula digunakan dalam kromatografi lapis tipis untuk menguji adanya amina. atau 2. ninhidrin memberikan warna biru pada hasil. Perlakuan dengan ninhidrin ini akan menghasilkan warna ungu bila larutan tersebut mengandung ion amonium. Ninhidrin digunakan untuk mendeteksi keberadaan asam amino selama lebih dari 50 tahun. Selain itu. Warna biru menunjukkan secara khas gugus amino. O C C C O OH OH . dan ilmu forensik.BAB I SIFAT-SIFAT BAHAN 1. karbamat. larutan yang diduga mengandung ion amonium. dan juga amida. Ketika rantai peptida terdeproteksi. juga dapat diuji menggunakan senyawa ninhidrin dengan meneteskannya pada medium padat seperti silika gel. Ninhidrin dikenal sebagai triketohidridena. Reaksi ninhidrin digunakan sebagai dasar untuk penentuan kuantitas asam amino.3indanedion. maka hasil uji menghasilkan warna kuning. Ninhidrin Ninhidrin pertama kali ditemukan pada tahun 1910 dan telah ditetapkan sebagai pereaksi yan penting dalam bidang kimia.

Bila dibiarkan diudara akan cepat menyerap karbon dioksida dan lembab. Ia bersifat lembab cair dan secara spontan menyerap karbon dioksida dari udara bebas. Hidratnya mengandung 7. 5. rapuh dan menunjukkan pecahan hablur. Ia juga larut dalam etanol dan metanol. Larutan natrium hidroksida akan meninggalkan noda kuning pada kain dan kertas. 3. 2 dan 1 molekul air. tekstil. butiran ataupun larutan jenuh 50%. Natrium hidroksida membentuk larutan alkalin yang kuat ketika dilarutkan ke dalam air. Ia tidak larut dalam dietil eter dan pelarut non-polar lainnya. Natrium hidroksida murni berbentuk putih padat dan tersedia dalam bentuk pelet. sabun dan deterjen. Sumber utamanya adalah melalui elektrolisis air asin dalam sel merkuri atau dengan berbagai sel diafragma. Sangat basa. Natrium hidroksida adalah basa yang paling umum digunakan dalam laboratorium kimia. massa melebur. serpihan. kebanyakan digunakan sebagai basa dalam proses produksi bubur kayu dan kertas. 3.5. keras. serpihan atau batang atau bentuk lain.Produk utama yang diharapkan dari sel sel tesebut adalah gas klorin (untuk digunakan dalam plastik). berbentuk pellet. air minum. Titik leleh 318 oC serta titik didih 1390 oC. 4. Kelarutan mudah larut dalam air dan dalam etanol tetapi tidak larut dalam eter.2. Ia digunakan di berbagai macam bidang industri. walaupun kelarutan NaOH dalam kedua cairan ini lebih kecil daripada kelarutan KOH. . NaOH Natrium Hidroksida (NaOH) berwarna putih atau praktis putih. Ia sangat larut dalam air dan akan melepaskan panas ketika dilarutkan.

digunakan untuk melarutkan kulit telur berkisar antara 0. Sodium Hydrokside dan air.+ H+ HA Bila basa ditambahkan . NaOCl merupakan seny awa alkali kuat yang memiliki sifat basa. Reaksi antara NaOCl dengan kulit telur nematoda Konsentrasi NaOCl yang menyebabkan kulit telur nematoda menjadi larut. 4. senyawa ini tidak menyebabkan mutagen. Contohnya adalah H2PO42Dalam buffer asam . akan sat dari beberapa senyawa The Internati nal Agency Research on Cancer (IARC menyatakan bahwa NaOCl aman bagi manusia dan lingkungan. Garam menyediakan A . A. sebagian besar kelebihan ion hidroksida bereaksi dengan asam yang tak berdissosiasi OH. Buffer asam terdiri dari asam lemah dengan garam asam.1 %.5 %. NaOCl NaOCl disinfektan.) dari jaringa n akar tanaman.+ H2O .3. yaitu basa konjugat dari asam HA. NaOCl dibidang pertanian digunakan oleh para ahli nematologi untuk mengekstraksi telur dal larva nematoda bengk ak akar (Meloidogyne spp. Buffe Fosfat Larutan buffer yang berfungsi menahan perubahan pH bila asam atau basa ditambahkan atau bila larutan diencerkan.ada bersama-sama. misalnya molekul HA dan ion A. NaOCl adalah hasil reaksi antara molekul Chlorine.+ HA A .maka sebagian besar proton diambil oleh basa. carsinogenic dan teratogenik. Bila asam ditambahkan.

Jadi penambahan asam ataupun basa hanya sedikit mengubah pH. Pada 0oC. titik didih (-1020C).4 % air. Na2 CO3 Natrium karbonat (juga dikenal sebagai soda pencuci. C2H5OH. titik didih -102oC.6 % etanol dan 4. Na2CO3. 0. dan terkenal di dalam negeri untuk pemakaian sehari-hari sebagai pelunak air. Etanol murni dibuat dengan menyingkirkan air tersebut menggunakan bahan pengering.] / [ HA ] 5. Penyulingan dapat menghasilkan campuran didih-tetap yang mengandung 95. Alkohol larut dalam air. titik leleh -169oC.61. tidak berwarna. Etanol yang dihasilkan membunuh khamir dan fermentasi saja tidak dapat menghasilkan larutan etanol dengan kadar lebih dari 15 % (berdasar volume).61 (00C). d. dan dapat diekstraksi dari .r 0. Senyawa ini menjadi minuman yang meracuni. 6. yang mudah untuk membentuk effloresces bubuk putih. Dalam bidang industri etanol digunakan sebagai pelarut meskipun pernah dijadikan bahan dasar untuk membuat bahan kimia lain. dibuat melalui fermentasi gula dengan bantuan khamir. Memiliki rasa alkali pendinginan.r. yang monohidrat. adalah garam sodium dari asam karbonat. Konsentrasi ion hydrogen dalam buffer dirumuskan dengan : Ka = [ H+ ] = [ A. soda kristal atau soda abu). Natrium karbonat berbentuk heptahidrat kristal. Etanol Etanol adalah alkohol yang larut dalam air dengan rumus kimia C2 H5 OH d. titik lebur (-1690C).

Alanin dibentuk dari piruvat. kemudian didinginkan dengan sangat cepat. Bentuk yang umum di alam adalah L-alanin (S-alanin) meskipun terdapat pula bentuk D-alanin (R-alanin) pada dinding sel bakteri dan sejumlah roteinogenik yang paling banyak antibiotika. tetapi umumnya oleh otot. A) atau asam 2-aminopropanoat merupakan salah satu asam amino bukan esensial. Fitur kunci dari siklus ini adalah bahwa dalam 1 molekul. di mana rangka karbon didaur ulang dan mayoritas nitrogen dieliminir. L-alanin merupakan asam amino p . alanin. Proses ini dinamakan siklus glukosaalanin. Hal ini secara sintetik diproduksi dalam jumlah besar dari garam meja dalam proses yang dikenal sebagai proses Solvay. Alanina (Ala. Jenis kaca ini dikenal sebagai kaca kapur soda. Sebagai bahan pembuat kaca adalah kegunaan dari natrium ka rbonat yang paling penting. jaringan perifer mengekspor piruvat dan amonia ke hati. Hati mengakumulasi alanin plasma. Alanin dipindahkan dari otot ke hati bersamaan dengan transportasi glukosa dari hati kembali ke otot. 7. Ketika dikombinasikan dengan pasir (SiO2) dan kalsium karbonat (CaCO3) dan dipanaskan hingga suhu yang sangat tinggi.abu dari banyak tanaman. Alanin Alanin dipindahkan ke sirkulasi oleh berbagai jaringan. sehingga menghasilkan kaca. kebalikan transaminasi yang terjadi di otot dan secara proporsional meningkatkan produksi urea.

S rin Serina merupakan asam amino penyusun protein yang umum ditemukan pada protein hewan. Protein mamalia hanya memiliki L-serin. sericum (berarti sutera) karena pertama kali diisolasi dari protein serat sutera pada tahun 1865. asetilkolin (suatu neurotransmiter) yang seharusnya segera diuraikan oleh enzim itu segera setelah bekerja malah menumpuk di sel dan mengakibatkan kekejangan dan kematian. Serina penting bagi metabolisme karena terlibat dalam biosintesis senyawa-senyawa purin dan pirimidin.dipakai dalam protein setelah leusin (7. Akibatnya. Berbagai gas-gas perangsang saraf dan senyawa aktif yang dipakai pada insektisida bekerja melalui residu serina pada enzim asetilkolin esterase.150 contoh protein). Namanya diambil dari bahasa Latin. Strukturnya diketahui pada tahun 1902. dan sejumlah besar metabolit lain. sehingga melumpuhkan enzim itu sepenuhnya. rantai sampingnya dapat mengalami glikolisasi yang dapat menjelaskan gangguan akibat diabetes.8% dari struktur primer dari 1. Serina bukan merupakan asam amino esensial bagi manusia. Sebagai penyusun protein non-enzim. Serina juga . O H3C C H2N C OH 8. Sebagai penyusun enzim. triptofan (pada bakteria). serina sering memainkan peran penting dalam fungsi katalisator enzim. tripsin. Ia diketahui berada pada bagian aktif kimotripsin. dan banyak enzim lainnya. sistein.

merupakan satu dari tiga asam amino yang biasanya ter osforilasi oleh enzim f kinase pada saat transduksi signal pada eukariota. Perkecualian ialah padakolagen yang dua per tiga dari keseluruhan asam aminonya adalah glisina. Tubuh manusia memproduksi glisina dalam jumlah mencukupi. Secara umum protein tidak banyak pengandung glisina. Jadi. 9. Glisina berperan dalam sistem saraf sebagai inhibitor neurotransmiter pada sistem saraf pusat (CNS). Glisin Glisina (Gly. tidak ada L-glisin atau D-glisin. . Asam amino ini bagi manusia bukan merupakan asam amino esensial karena tubuh manusia dapat mencukupi kebutuhannya. Glisina merupakan asam amino nonesensial bagi manusia. G) atau asam aminoetanoat adalah asam amino alami paling sederhana. Rumus kimianya C2H5NO2. Glisina merupakan satu-satunya asam amino yang tidak memiliki isomer optik karena gugus residu yang terikat pada atom karbon alpha adalah atom hidrogen sehingga terjadi simetri.

5 M dari NaOH 10 N s banyak 100 mL Valensi NaOH = 1 Jadi NaOH 10 N = M × valensi M = ˜ƒŽ‡•‹  M1 V1 = M2 V2 V1 =        4.8995 gr .25 = 6. B r os at Larutan A (NaH2PO4) gr NaH2PO4 = M x Mr x V(L) = 0.1 % s banyak 100 mL „      ‰†‹Žƒ”—–ƒ†ƒŽƒƒ•‡–‘ 2. Ninhidrin 0. NaOCl 2 % dari NaOCl 12 % s banyak 100 mL M1 V1 = M2 V2 V1 =       5.2 x 137. NaOH 2. Ninhidrin 2 % s banyak 200 mL „      ‰†‹Žƒ”—–ƒ†ƒŽƒƒ•‡–‘ 3.99 x 0.BAB II PERHITUNGAN 1.

0053 gram 10.09 × 0.0045 gram 9.005 Massa = 0. Na2 CO3 2 % s banyak 100 mL % Na2CO3 =   2%= ‰” ‰”    gr = 2 gram 8.2 x 177.01 M s banyak 5 mL Massa = M × Mr × L Massa = 0.01 M s banyak 5 mL Massa = M × Mr × L . Etanol 95 % dari tanol 100 % s banyak 100 mL M1 V1 = M2 V2 V1 =       7.01 M s banyak 5 mL Massa = M × Mr × L Massa = 0.8995 gr 6.99 x 0. Glisin 0.Larutan B (Na2HPO4 ) gr Na2 HPO4 = M x Mr x V (L) = 0. Alanin 0.01 × 89.005 Massa = 0. S rin 0.01 × 105.25 = 8.09 × 0.

5 M s banyak 100 mL M1 V1 = M2 V2 V1 =       .0038 gram 11.07 × 0.005 Massa = 0.Massa = 0.01 × 75. NaOH 0.1 N dari NaOH 0.

lalu dimasukkan kedalam botol reagen dan diberi label. 3. . kemudian dimasukkan kedalam botol reagen dan diberi label.1 Ninhidrin 0.2 Ninhidrin 2 % Pertama-tama ditimbang 4 gram ninhidrin lalu demasukkan kedalam gelas piala 200 mL. Kemudian dilarutkan dengan aseton sebanyak 200 mL dan diaduk sampai larut sempurna.67 mL NaOCl 12 % menggunakan gelas ukur kemudian dimasukkan kedalam labu ukur 100 mL lalu diencerkan dengan aquadest hingga 100 mL kemudian dihimpitkan pada miniskus lalu dikocok sampai homogen. kemudian dimasukkan kedalam gelas piala 200 mL lalu ditambahkan aquadest sebanyak 75 mL dan diaduk sampai homogen lalu dimasukkan kedalam botol reagen dan diberi label.1 gram ninhidrin kemudian dimasukkan dalam gelas piala 200 mL.5 M Dipipet larutan NaOH 10 N sebanyak 25 mL.1 % Pertama-tama ditimbang 0.BAB III PROSEDUR KERJA 3.4 NaOCl 2 % Diambil 16. 3. 3. Lalu dilarutkan dengan aseton sebanyak 100 mL dan diaduk sampai semua ninhidrin larut dengan sempurna.3 NaOH 2. Kemudian dimasukkan kedalam botol reagen dan diberi label.

3. 3. sebelumnya harus membuat larutan NaOH 0. ditambahkan aquades hingga 100 mL.8995 gram. Larutan buffer fosfat pH 7. ditambahkan aquades hingga 100 mL. Setelah itu. Dihomogenkan dan dimasukkan ke dalam botol reagen dan diberi label. Dihomogenkan dan dimasukkan ke dalam botol reagen dan diberi label.4 .7 Na2 CO3 2 % Pertama-tama untuk membuat larutan ini.5 mL dan larutan B sebanyak 40.8 . 3. Dimasukkan dalam labu ukur 250 mL dan diimpitkan.5 M.6 Etanol 95 % Pertama-tama dengan gelas ukur diambil 95 mL etanol 100 % lalu diencerkan dengan aquadest hingga 100 mL (dengan menambahkan aquadest sebanyak 5 mL). Larutan buffer fosfat pH 6. Dihomogenkan dan dimasukkan ke dalam botol reagen dan diberi label. Dipipet larutan A sebanyak 25. Ditimbang Na2HPO4 sebanyak 8. Dilarutkan dalam aquades.8995 gram. ( Larutan A). (Larutan B). Na2CO3 ditimbang sebanyak 2 gram dan dimasukkan kedalam gelas piala 200 mL lalu dilarutkan .5 B r Fos at Ditimbang NaH2PO4 sebanyak 6.5 mL ke dalam gelas piala. Dilarutkan dalam aquades. Lalu diaduk hingga homogen dan dimasukkan kedalam botol reagen dan diberi label.1 N dari larutan NaOH 0. Dihomogenkan dan dimasukkan ke dalam botol reagen dan diberi label.5 mL dan larutan B sebanyak 24.5 ke dalam gelas piala. Dimasukkan dalam labu ukur 250 mL dan diimpitkan. Dipipet larutan A sebanyak 9.

01 M Pertama-tama ditimbang 0. Setelah itu diaduk sampai larut sempurna dan kemudian dimasukkan kedalam botol reagen dan diberi label. .0038 gram glisin. lalu ditambahkan aquadest sebanyak 5 mL.10 Glisin 0. lalu dimasukkan kedalam gelas piala 100 mL. 3.dengan NaOH 0. lalu dimasukkan kedalam gelas piala 100 mL.8 Alanin 0. lalu ditambahkan aquadest sebanyak 5 mL. Setelah itu diaduk sampai larut sempurna dan kemudian dimasukkan kedalam botol reagen dan diberi label.1 N sebanyak 100 mL.01 M Pertama-tama ditimbang 0. 3.9 S rin 0.01 M Pertama-tama ditimbang 0. Setelah itu diaduk sampai larut sempurna dan kemudian dimasukkan kedalam botol reagen dan diberi label. 3. Lalu diaduk sampai larut sempurna kemudian dimasukkan kedalam botol reagen dan diberi label. lalu ditambahkan aquadest sebanyak 5 mL. lalu dimasukkan kedalam gelas piala 100 mL.0053 gram serin.0045 gram alanin.

(http://www. Iryanti. diakses tanggal 22 september 2010.DAFTAR PUSTAKA Iryanti.com/blog/Berbagai%20Larutan%20Buffer%20_% 20ScienceBiotech. 2009. Institut Pertanian Bogor. 2009.00 WITA).blogcatalog. 22. dan Hersanti. 2009. Institut Pertanian Bogor.com/2009/05/bab-i-sifat-bahan-1.. Sifat Bahan Kimia (online).. Pengembangan dan Validasi Metode Pengujian Kadar Sianida dalam Limbah Cair Secara Spektroskopi UV-Vis. Julistiana. Riyadi. T.00 WITA). (http://wwwblogcatalog. .html. W.blogspot... Berbagai Larutan Buffer (online). (http://funchemiztry. T.com/blog/kumpulan-jurnal-kimia1/657aa20b8568a3a81ed2f1fc8fb31b44 . Pengujian Sodium Hypochlorite (NaOCl) Terhadap Perkembangan Nematoda Sista Kentang (Globodera Rostochiensis) Pada Tanaman Kentang.. L. Djaja. 2005.. 22. 22.htm. Pembuatan Pereaksi (online). 2009. Sunarto. diakses tanggal 22 September 2010. diakses tanggal 22 september 2010. E. T.00 WITA).

Diaduk Hasil c.8 200 mL 49 mL larutan A + 51 mL larutan B .Ditambahkan sedikit akuades .Diaduk .LAMPIRAN : BAGAN KERJA a.67 mL kedalam gelas kimia .Dimasukkan kedalam gelas ukur sebanyak 95 mL .Dimasukkan kedalam gelas ukur . B r os at pH 7. Etanol 95 % Etanol 100 % .Ditambahkan akuades sebanyak 100 mL .4 200 mL 19 mL larutan A + 81 mL larutan B .Ditambahkan akuades sebanyak 100 mL .Ditambahkan akuades sampai volume 100 mL Hasil b.Dimasukkan sebanyak 16.Ditambahkan akuades sampai volume 100 mL . B r os at pH 6.Diaduk Hasil d.Dimasukkan kedalam gelas kimia .Dimasukkan kedalam gelas kimia . NaOCl 2 % 100 mL NaOCl 12 % .Diaduk Hasil .

Dilarutkan dalam 5 mL akuades . Na2CO3 2% 100 mL Na2CO3 2% - Ditimbang sebanyak 2 gram Dilarutkan dalam 20 mL NaOH Diaduk Ditambahkan akuades sampai volume 100 mL Hasil .Dilarutkan dalam 5 mL akuades . Glisin Glisin .Ditimbang sebanyak 0.Dilarutkan dalam 5 mL akuades . Alanin Glisin .Diaduk Hasil g.Ditimbang sebanyak 0. Serin Serin .Diaduk Hasil .4455 gram .4455 gram .4455 gram .e.Diaduk Hasil h.Ditimbang sebanyak 0.

1 % 100 mL Ninhidrin 0.i.5 M 100 mL NaOH 10 N . Ninhidrin 2 % 200 mL Ninhidrin 2 % - Ditimbang ninhidrin 2 % seberat 4 gram Dimasukkan kedalam gelas kimia Dituangkan aseton sebanyak 200 mL Diaduk agar homogen Hasil k.1 % - Ditimbang ninhidrin 0.1 % seberat 0.Ditambahkan akuades sampai volume 100 mL .Diambil sebanyak 25 mL . Ninhidrin 0.Diaduk agar homogen Hasil . NaOH 2.1 gram Dimasukkan kedalam gelas kimia Dituangkan aseton sebanyak 100 mL Diaduk agar homogen Hasil j.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->