TUGAS KOMDAT PAKET SWITCHING

Oleh : 1. Alicia Verany (26402073) 2. Heru Limantoro (26402093) 3. Gani Gunawan (26402) 4. Herry (26402) 5. Samuel (26402)

Univeritas Kristen Petra Jl. Siwalankerto 121-131 Surabaya 60236 Indonesia Telp. (62-31) 8439040 ext. 2412 Fax. (62-31) 8436418, 8417658 2004

Daftar Isi Daftar Isi …………………………………………………………………………………2 Isi…………………………………………………………………………………………3 Daftar Pustaka…………………………………………………………………………….

Packet Switching

Packet switching berkaitan dengan protocol, dimana message dibagi menjadi paket-paket kecil sebelum message itu dikirimkan. Packet switching merupakan salah satu teknologi efektif untuk komunikasi data jarak jauh. Jaringan packet switch merupakan kumpulan distribusi dari node-node packet switch sehingga selalu ada delay waktu antara perubahan status dalam satu porsi dari jaringan dan pengetahuan dari perubahan itu dimana saja. WAN’s (Wide Area Networks) protocol seperti TCP/IP, X.25 dan Frame relay adalah contoh-contoh teknologi yang menggunakan prinsip Paket Switching. A. Prinsip-prinsip Packet-Switching Dalam koneksi data dari terminal ke host, sebagian waktu line dalam keadaan idle. Dengan demikian, dengan koneksi-koneksi data, maka hubungan circuit switch tidak efisien. Perbedaan yang mendasar antara Packet Switching dengan Circuit Switching adalah bahwa jalur komunikasi tidak ditujukan untuk meneruskan message dari sumber ke tujuan. Dalam Packet Switching, message-message yang berbeda (ataupun paket-paket yang berbeda) dapat melewati rute yang berbeda, dan ketika ada “dead time” antara sumber dan tujuan, maka jalurnya dapat digunakan oleh rute lain. Dalam jaringan circuit switched, koneksi menyediakan transmisi pada kecepatan data yang konstan. Dengan demikian masing-masing dari 2 device yang dikoneksi harus mentransmit dan menerima pada kecepatan data (data rate) yang sama dengan yang lainnya. Hal ini membatasi pemakaian dari jaringan dalam interkoneksi dari komputer-komputer host dan terminal-terminal. Namun, Circuit Switching dapat digunakan untuk mentransmisikan data secara real time, misalnya audio dan video. Packet Switching lebih efisien untuk data yang bisa menerima delay dalam transmisi, misalnya pesan e-mail dan Web pages.

Pada tiap node. Tiap paket mengandung porsi dari data user plus kontrol informasi. 2. sehingga beberapa message dapat dikirim dengan cepat ke beberapa tujuan sekaligus. disimpan dan dilewatkan pada node berikutnya. Jika suatu sumber mengirim message yang panjang. perencanaan dasar rute diwujudkan sebelum paketpaket apapun dikirim. maka message tersebut akan dipotong-potong menjadi paket seri (gambar 8. Dalam kontrol informasi ini termasuk informasi agar jaringan dapat meletakkan paket melalui jaringan tersebut dan mengirimnya ke tujuan yang sesuai.1 Keuntungan Packet Switching : • • • • • • Efisiensi dari line yang bertambah besar.Operasi dari packet switching : data ditransmisi dalam paket-paket pendek. fault diagnosis. Jaringan packet switched dapat menjalankan konversi data rate. Tujuan dari informasi terdapat pada tiap paket. paket diterima. verifikasi dari message delivery. Panjang paket 1000 octet (byte). Memungkinkan error detection dan correction.Dua Pendekatan Paket Switching Ada dua macam teknik pendekatan Packet Switching yang umum.1). yaitu : 1. message sequence checking. Gambar 8. A. Datagram Switching . Virtual Circuit Packet Switching Dalam pendekatan ini.1. Jadi karakteristik utama dari teknik ini yaitu bahwa rute antara stasiun-stasiun diset sebelum transfer data. Jaringan menolak menerima permintaan koneksi tambahan sampai beban pada jaringan berkurang. reverse billing. Dapat menggunakan prioritas. dll. karena link dari node ke node dapat dibagi secara dinamis oleh banyak paket.

• Dengan virtual circuit.Dalam pendekatan ini. Datagram ini digunakan pada network layer dari Internet. jika suatu stasiun hanya ingin mengirim satu atau sebagian kecil paket-paket. Pengiriman dengan datagram akan lebih dapat dipercaya. Paket harus ditrasmisi jaringan lebih cepat dengan suatu virtual circuit sehinggal hal tersebut tidak perlu untuk membuat keputusan perjalanan untuk tiap paket pada tiap node. • Pada virtual circuit. Keuntungannya pendekatan Datagram :  Mencegah terjadinya fase setup dari panggilan. node tidak perlu membuat keputusan-keputusan perjalanan untuk tiap paket. dan dengan demikian hal tersebut lebih sulit untuk jaringan beradaptasi untuk keadaan dengan beban yang penuh. maka paket berikutnya akan menemukan rute alternatif yang mem-bypass node tersebut. dengan tidak ada referensi pada paket yang telah keluar sebelumnya. Sedangkan pengiriman dengan datagram.Ukuran Paket . Keuntungannya bila 2 stasiun akan mempertukarkan data : • • Jaringan akan menyediakan pelayanan yang berhubungan ke virtual circuit. A. maka pengiriman dengan datagram akan lebih cepat. semua virtual circuit yang melewati nodenode tersebut akan hilang. Dengan demikian.   Karena datagram lebih primitif maka akan lebih fleksibel.2. Perbedaan datagram dengan virtual circuit : • Dengan virtual circuit. Hal tersebut hanya dibuat sekali untuk semua paket dengan menggunakan virtual circuit tersebut. termasuk sequencing dan error kontrol. paket-paket mengikuti definisi awal rute. jika suatu node gagal. tiap paket diperlakukan sendiri-sendiri. jika suatu node gagal.

dianggap bahwa ada suatu virtual circuit dari stasiun x melalui node a dan b ke stasiun y. yang diletakkan pada awal dari tiap paket dan dinyatakan sebagai suatu header. Gambar 8. Setelah seluruh paket diterima lalu ditransmisi dari a ke b.2 Dalam contoh ini. message yang dikirim 30 octet (byte) dan tiap paket mengandung 3 octet kontrol informasi.2a. maka paket ditransmisi pertama kali dari stasiun x ke node a. Kemudian setelah .Gambar dibawah ini menunjukkan hubungan antara ukuran paket dan waktu transmisi Gambar 8. Jika seluruh message dikirim sebagai suatu paket tunggal dari 33 octet (3 octet header plus 30 octet data).

Begitu pula untuk gambar-gambar selanjutnya. message dipecah menjadi 2 paket. maka ditransfer ke stasiun y sehingga total waktu transmisi = 99 kali octet (33 octet x 3 paket transmisi). Bila lebih banyak paket dipegang untuk suatu message tunggal. Perbandingan Circuit Switching dan Paket Switching . Dalam hal ini. tanpa menunggu paket kedua.3. A. Sehingga dalam mendisain jaringan packet-switched harus dipertimbangkan faktor-faktor ini untuk memperoleh ukuran paket yang optimum.2b.seluruh paket diterima di node b. node a dapat memulai transmisi paket pertama setelah paket tersebut tiba dari x. hal ini disebabkan oleh: • • Karena tiap paket mengandung sejumlah header dan lebih banyak paket berarti lebih banyak header. Semakin banyak dan semakin kecil paket akan meningkatkan delay. yang masing-masingnya mengandung 15 octet message dan tentu saja 3 octet tiap-tiap header atau kontrol informasi. Sehingga total waktu transmisi turun menjadi 72 kali octet. Gambar 8.

Waktu transmisi : waktu yang dibutuhkan untuk suatu transmitter mengirim keluar suatu blok data.3a.3 Gambar 8. maka sinyal panggilan yang diterima dikembalikan. Catatan bahwa delay pemrosesan terjadi pada tiap node selama permintaan panggilan. suatu permintaan panggilan dikirim melalui jaringan. untuk mengeset suatu koneksi ke tujuan. karena . dari suatu stasiun sumber ke node 1 ke stasiun tujuan yang dihubunkan ke node 4. Jika stasiun tujuan tidak sibuk. pertama.3 memperlihatkan perbandingan sederhana dari circuit switching dan 2 bentuk packet switching. waktu ini dibutuhkan pada tiap node untuk mengeset rute dari koneksi. Pada kembalinya.Gambar 8. untuk circuit switching. Node delay : waktu yang dibutuhkan untuk suatu node melaksanakan proses yang perlu seperti men-switch data. Disini terdapat tiga tipe delay : • • • Delay penyebaran (propagation delay) : waktu yang dibutuhkan untuk suatu sinyal menyebar dari satu node ke node berikutnya. Gambar 8. Gambar tersebut menunjukkan transmisi dari suatu message melalui 4 node-node. proses ini tidak perlu.

untuk message-message pendek. walaupun rute virtual circuit sudah terbentuk. teknik virtual-circuit lebih unggul. yang menyediakan data rate yang konstan melalui jaringan.3b. Gambar 8. Gambar 8. permintaan virtual circuit menggunakan paket permintaan panggilan. maka message ditransmisi dalam paket-paket. Performa yang sebenarnya tergantung pada : • • • • • Faktor dari host. Oleh karena itu. karena delay ini merupakan variabel dan akan meningkat dengan meningkatnya beban. Pola dari beban. Karakteristik-karakteristik lainnya Circuit switching Tergantung pada Datagram switching path Tidak tergantung packet Virtual circuit packet switching Tidak tergantung . yang juga mengalami delay node. Alasannya bahwa paket ini menunggu berderet-deret pada tiap node dan harus menunggu gilirannya untuk transmisi. message dikirim sebagai blok tunggal. Sekali virtual circuit terbentuk. datagram packet switching tidak memerlukan setup panggilan. Setelah koneksi diset. Packet switching memerlukan beberapa delay node pada tiap node dalam path. Oleh karena itu.3 hanya merupakan salah satu usul untuk menunjukkan hubungan performa dari teknik-teknik tersebut. dengan delay yang tidak terasa pada switching node. Hal ini terjadi.3c. proses untuk tiap datagram pada tiap node lebih panjang daripada untuk virtual circuit packet. yang terkena delay pada tiap node. Topologi. Fase dari operasi tidak dapat lebih cepat daripada circuit switching karena circuit switching merupakan proses yang transparan. Bagaimanapun juga. Ukuran dari jaringan. Virtual circuit diterima dengan suatu paket penerima panggilan.koneksi sudah diset. Karakteristik dari pertukaran. untuk message-message yang panjang. Gambar 8. akan lebih cepat daripada virtual circuit packet switching dan mungkin juga circuit switching.

transmisi Transmisi data secara Transmisi paket-paket Transmisi paket-paket kontinu Interaksi yang cukup cepat Idem Message-message tidak Paket-paket Idem mungkin Paket-paket disimpan untuk disimpan disimpan sampai dikirim sampai dikirim Path dibentuk untuk seluruh Rute terbentuk untuk tiap Rute terbentuk percakapan Delayy setup paket panggilan. Contoh Sistem 1. meningkatkan delay paket pembentukan panggilan Elektromekanikal komputerisasi panggilanatau Small switching node switching Small switching node node Pemakai bertanggung jawab Jaringan mungkin Jaringan mungkin untuk kehilangan proteksi bertanggung jawab untuk bertanggung jawab untuk message paket-paket individu Biasanya tidak ada konversi Ada serangkaian paket-paket Ada kecepatan atau kode Bandwidth transmisi yang Pemakaian bandwidth yang Pemakaian bandwidth yang tetap dinamis dinamis Tidak ada kelebihan bit-bit Kelebihan bit-bit dalam tiap Kelebihan bit-bit dalam tiap setelah setup panggilan B. delay transmisi diabaikan Sinyal sibuk bila party yang Pengirim dipanggil sibuk tidak dikirimkan Kelebihan beban mungkin Kelebihan tidak ada delay untuk delay transmisi paket mungkin Pengirim memberitahukan memberitahukan jika paket koneksi diabaikan beban Kelebihan beban mungkin memblok setup panggilan. meningkatkan delay paket memblok setup panggilan. Delay transmisi paket seluruh percakapan Delay setup panggilan. ARPANET / DDN ARPA = Advanced Research Projects Agency ARPANET = ARPA Computer Network message paket .

SNA SNA = System Network Architecture Dibangun oleh IBM untuk melindungi customernya dan memberikan customernya keuntungan-keuntungan dari penawaran-penawaran baru IBM. rute melalui jaringan dibentuk. Operasi internal . Semua paket akan mengikuti rute yang sama itu.DDN = Defense Data Network Kedua jaringan ini digunakan untuk keamanan dan kontrol komunikasi jaringan. • Eksternal virtual circuit. Oleh karena itu paket yang berbeda untuk virtual circuit yang sama akan mengambil rute yang berbeda. C. merupakan terminal-oriented. internal datagram : jaringan memegang tiap paket yang terpisah. jaringan akan menyimpan paketpaket pada node tujuan sehingga mereka mungkin diminta untuk pengiriman. 2. internal virtual circuit : kombinasi ini membuat sedikit perbedaan. 3. TYMNET TYMNET II. menyediakan pelayanan packet switched serba guna untuk transfer terminal-host dan host-host. • • Eksternal datagram. Bagaimanapun juga. Eksternal datagram. karena satu terkena biaya implementasi virtual circuit tetapi tanpa memperoleh manfaat. internal datagram : tiap paket diperlakukan sendiri-sendiri dari kedua-duanya baik user maupun jaringan. Perbandingan 4 contoh jaringan dalam kombinasinya. Disain keputusan internal dan eksternal ini tidak perlu terjadi seketika itu juga : • Eksternal virtual circuit. Virtual Circuit dan Datagram Operasi eksternal dan internal Pada interface antara stasiun dan node jaringan. jaringan berusaha untuk mengirim paket-paket ke tujuan. internal virtual circuit : ketika user meminta (me-request) suatu virtual circuit. jaringan mungkin menyediakan baik pelayanan virtual circuit/datagram. Secara tipikal.

Link antara subarea node terdiri dari satu atau lebih transmission group.Datagram Operasi Eksternal Virtual circuit Datagram ARPANET (packet) ARPANET (message. TYMNET Memakai virtual circuit baik secara eksternal dan internal. baik datagram maupun virtual circuit. didefinisikan sejumlah rute-rute eksplisit. D. SNA Dimana : • • • • • Jaringan komunikasi dibentuk oleh subarea node. ARPANET sebagai jaringan datagram dengan struktur 2 level yang tidak seperti biasanya. Antara tiap pasang subarea node. yang berdasarkan pada teknik yang disebut packet multiplexing. ARPANET memakai keduanya. seperti terminal-terminal dan konsentrasi terminal. Rute virtual merupakan cadangan node sumber-tujuan yang sederhana yang diperuntukkan untuk rute eksplisit. Peripheral node. Routing Karakteristik Sejumlah atribut dari fungsi routing menurut [TANE88] : • • Correctness (kebenaran) Slimplicity (kesederhanaan) . yang merupakan link fisik tunggal atau multiple link yang dipakai untuk transmisi pararel. berhubungan ke subarea node.paket) Virtual circuit ----TYMNET (packet multiplexing) SNA (rute virtual dan eksplisit) ARPANET Secara eksternal. Secara internal.

tetapi biaya path paling rendah adalah 1-4-5-6. Peletakan (throughput). gambar 8. • Waktu keputusan. Biaya 3. meliputi: 1. Delay 4. Paket (datagram) . yaitu memilih rute terpendek melalui jaringan sehingga dapat menekan biaya routing. nomor-nomor pada line mewakili biaya link dalam tiap arah. Untuk contoh. Gambar 8. Fairness (keindahan) Optimality (optimalitas) Berikut ini ditunjukkan elemen-elemen atau dimensi-dimensi dari tugas routing : • Kriteria performa.8 mengilustrasikan suatu jaringan dimana 2 arah panah antara sepasang node mewakili suatu link antara node-node tersebut. Jumlah dari loncatan 2. Sehingga untuk path terpendek dari node 1 ke node 6 adalah 1-3-6. perancang yang menginginkan robustness.8 Kriteria performa meliputi : 1. harus menempuh dengan berhasil tuntutan perlawanan untuk stabilitas. harus dilakukan dengan kemampuan dari jaringan untuk mengirim paket-paket melalui beberapa rute yang berhadapan dengan kegagalan dan kelebihan beban.• Robustness (kekuatan). • • • Stability (kestabilan).

Session (virtual circuit) Dimana secara internal jaringan menggunakan datagram tetapi menyediakan eksternal virtual circuit. pendekatan distribusi mungkin lebih komplex. 3. • Sumber informasi jaringan. 2. yang tergantung pada kriteria performa. tempat keputusan dan strategi routing. sehingga sebagai alternatif adalah pengumpulan node untuk memilih rute (source node routing). keputusan routing dibuat oleh node pusat seperti pusat kontrol jaringan (centralized routing). Pengumpulan node. Strategi routing. Node pusat (pemusatan). • Tempat keputusan. beban lalu lintas dan biaya. yang meliputi : Tetap Penyebaran (flooding) Random Adaptif Waktu update dari routing adaptif. Tiap node (penyebaran). yang meliputi : 1. Sumber informasi jaringan meliputi : • • • • • • • • • • • • • • • Tidak ada Lokal Node-node yang berdekatan Node-node sepanjang rute Semua node. . Informasinya tentang topologi dari jaringan. tiap node mempunyai tanggung jawab memilih link output untuk me-routing paket-paket setibanya (distributed routing).2. yang meliputi : Kontinu Periodik Mengubah beban yang lebih besar Mengubah topologi.

Insialisasi misal. dimana tiap link mempunyai serangkaian biaya dalam tiap arahnya. dij ≥ 0 jika 2 node dihubungkan secara langsung. Untuk tiap pasang node temukan path dengan biaya terkecil. Perbaharui path-path dengan biaya terkecil : Dn = min [Dn. Dw + dwn] untuk semua n∉M Jika hasilnya minimum. Dimana : N= kumpulan node-node dalam jaringan S = sumber node M = kumpulan node-node yang digolongkan oleh algoritma aij = Biaya link dari node i ke node j . dan dij = ~ jika 2 node tidak dihubungkan secara langsung. M = {S} . biaya path mula-mula terhadap node-node tetangga adalah biaya-biaya link yang sederhana. path dari S ke n sekarang adalah path dari S ke w yang bertalian dengan link dari w ke n. tentukan biaya dari suatu path antara 2 node sebagai penjumlahan biaya-biaya dari link-link yang saling berseberangan.Algoritma Dengan Biaya Terkecil Diberikan suatu jaringan node-node yang dihubungkan oleh link-link dua arah. Temukan node tetangga yang tidak dalam M yang mempunyai path dengan biaya terkecil dari node S dan satukan node tersebut ke dalam M : Temukan w ∉M sedemikian sehingga Dw = min Dj j∉M Tambahkan w ke M 3. kumpulan node-node yang digolongkan hanya sumber node. 2. Dn = dsn untuk n <> S misal. yaitu : • Algoritma Djikstra Ada 3 langkah : 1. dii = 0. Dn = Biaya dari path dengan biaya terkecil dari node S ke node n yang diketahui pada algoritma. Kebanyakan algoritma routing dengan biaya terkecil dalam pemakaian dalam jaringan packet switched adalah variasi dari 2 algoritma umum.

tidak ada perubahan antara routing untuk datagram dan virtual circuit. Directory routing pusat dibuat. Tidak bereaksi untuk kegagalan jaringan Sebuah paket dikirim oleh sebuah sumber node ke setiap satu node tetangganya. Rute-rute tersebut tetap. atau paling sedikit hanya berubah ketika ada perubahan dalam topologi jaringan. Teknik flooding mempunyai 2 sifat : Kerugian : 2.• Algoritma Bellman – Ford Ada 2 langkah : 1. Strategi routing : 1. Untuk tiap h ≥ 0 : Dn(n+1) = min [Dj(n) + djn] Path dari S ke i membatasi dengan link dari j ke i . paket yang masuk ditransmisi ulang pada semua link-link keluar kecuali untuk link dimana paket tersebut berasal. Semua paket dari sumber yang diberikan ke tujuan . Dengan fixed routing. Keuntungan : • • • • Sederhana. Dimana : S = sumber node h = jumlah link maksimum dalam suatu path pada tingkatan dari algoritma Dn(h) = Biaya dari path dengan biaya terkecil dari node S ke node n dibawah tekanan dari tidak lebih h links. untuk semua h 2. Routing yang tetap (fixed routing) Suatu rute dipilih untuk tiap pasang node-node sumber-tujuan dalam jaringan. untuk menyimpan pada jaringan kontrol pusat. mengikuti rute yang sama. Kurang fleksibel. Bekerja reliabel dengan beban tetap. untuk semua n ≠ S Ds(h) = 0. Pada tiap node. Flooding (penyebaran) . Insialisasi Dn(0) = ~ .

Adaptive Routing Digunakan untuk 2 alasan : • • Strategi routing adaptif dapat membuktikan performa seperti yang dilihat oleh pengguna jaringan.• • Semua kemungkinan rute antara sumber dan tujuan dicoba. paling sedikit satu duplikat dari paket yang tiba ke tujuan akan menggunakan rute hop minimum. yang secara langsung proporsional terhadap hubungan jaringan. yang secara umum tidak termasuk link dimana paket tiba. . semua strategi adalah dalam satu kombinasi dari kategori : • • Isolated adaptive (adaptif terisolasi) : informasi lokal. Random routing tidak memerlukan pemakaian dari informasi jaringan. 4. Distributed adaptive (adaptif terdistribusi) : informasi dari node-node yang berdekatan. Karena delay yang tidak dapat diprediksikan dalam pengiriman paket-paket dan peningkatan beban lalu lintas. Berdasarkan parameter-parameter yaitu tempat keputusan dan sumber informasi jaringan. Random Routing Suatu node hanya memilih satu path keluar untuk mentransmisi ulang sebuah paket yang masuk. maka random routing tidak umum dipakai. Link keluar dipilih secara random. Strategi adaptif dapat menolong kontrol lalu lintas. Peningkatan beban akan meningkatkan delay. Karena sifat ke 2 ini maka flooding dipakai untuk mengeset rute untuk virtual circuit. Berdasarkan informasi yang masuk ini. Kerugian : • • Total beban lalu lintas yang dibangkitkan. Tiap node mempertukarkan informasi delay dengan node-node yang lain. kontrol terdistribusi. Karena semua rute dicoba. sebuah node mencoba untuk menafsir situasi delay melalui jaringan. kontrol terdistribusi. 3.

TYMNET Routing Ada 2 versi : TYMNET I dan TYMNET II. Biaya link TYMNET II berdasarkan pada : • • • • Data rate Faktor beban Satelit Vs link pada daratan Tipe lalu lintas. maka diperlukan 4 konsep.• Centralized adaptive (adaptif terpusat) : informasi dari semua nodem kontrol terpusat. • • Rute eksplisit : suatu path tetap antara 2 node-node dalam suatu jaringan SNA. Juga. TYMNET II juga mengendalikan lalu lintas komputer ke komputer dengan link kecepatan lebih tinggi. link dengan kapasitas tinggi lebih diharapkan. 3. Rute virtual : sautu koneksi logika antara 2 node. TYMNET I dapat mengendalikan lalu lintas dengan line kecepatan rendah (sampai 9600 bps). Tiap node melaporkan informasinya ke node pusat. Contoh Sistem: 1. yang merancang rute berdasarkan pada informasi yang masuk dan mengirim informasi rute tersebut kembali ke nodenode.ARPANET Memakai algoritma distributed adaptive dan algoritma versi Bellman-Ford. . algoritma condong untuk menyebarkan lalu lintas secara bagus. SNA Routing Untuk mengerti SNA routing. TYMNET memakai rute-rute virtual circuit dan algoritma versi Djikstra. proses yang membebani tiap node adalah minimal. Dengan beban yang meningkat. yaitu : • Group transmisi : suatu kumpulan dari satu atau lebih link-link langsung dengan karakteristik transmisi yang mana antara node-node yang berdekatan mungkin ada lebih dari satu group transmisi antara pasangan-pasangan dari node-node. yang didefinisikan oleh identitas 2 node. termasuk link-link satelit. 2. Teknik TYMNET I mempunyai manfaat yaitu dibawah pembebanan yang ringan.

Scope : • • 3. Kemampuan untuk membagi rute virtual ke rute eksplisit yang sesuai dan untuk membagi multiple rute-rute virtual ke rute eksplisit tunggal. Kontrol Lalu Lintas (traffic control) Elemen-elemen atau karakteristik dari kontrol lalu lintas dalam jaringan packetswitched adalah : 1. . Tujuan dasarnya untuk mengaktifkan receiver untuk mengontrol kecepatan dimana receiver menerima data. Hubungan SNA mempunyai beberapa kemiripan dengan hubungan TYMNET II. pengawas mengkonstruksi suatu rute baru. tugas ini dilakukan oleh sumber node. Keunggulan antara rute-rute virtual dan rute-rute eksplisit menyediakan fleksibilitas dan kesederhanaan. Flow Control • • Berhubungan dengan kecepatan transmisi data antara 2 point.• Session : suatu hubungan logika antara dua jaringan endpoint yang mendukung pengguna atau aplikasi jaringan. Level : • • • Hop Network access Entry to exit Packet (datagram) Stream (virtual circuit) Flow control Congestion control Deadlock avoidance Tipe Dari Kontrol Lalu Lintas 1. Tipe : • • • 2. E. Dalam SNA. sehingga tidak menindih. Pada TYMNET. menyediakan flesibilitas yang diperlukan untuk bereaksi pada perubahan kondisi jaringan dan untuk mengkhususkan keperluan pengguna.

seperti 2 node dalam jaringan packet-switched yang merupakan endpoint dari internal virtual circuit.20 • Sejumlah mekanisme kontrol untuk kontrol dari congestion control ini adalah sebagai berikut : . Dapat dipakai antara 2 device yang tidak berhubungan secara langsung. 2.• • Dipakai dengan teknik sliding-window.20a.20b menunjukkan bahwa teknik apapun yang dipakai. Gambar 8. Menggunakan teori Queueing (penungguan berderet). delay rata-rata yang dialami oleh paket-paket berkembang tanpa batas sehingga beban yang mendekati kapasitas dari sistim. • Dapat dipakai pada koneksi logika antar 2 host sistim yang dibutuhkan ke suatu jaringan. • Gambar 8. Gambar 8. Apabila keadaan penuh sesak (congestion) pada suatu point dalam jaringan dapat menyebar cepat melalui suatu daerah atau semuanya dari jaringan. Congestion Control • • Untuk mengatur sejumlah paket di dalam jaringan yang berada di bawah level dimana performanya turun secara drastis.20 menunjukkan efek dari keadaan penuh sesak. Gambar 8. jumlah paket-paket yang dikirim ke stasiun tujuan Vs jumlah paket-paket yang ditransmisi oleh stasiun sumber.

3. Informasi ini dapat juga dipakai untuk mempengaruhi menyediakan link informasi delay ke node-node lain. Deadlock merupakan suatu kondisi dimana suatu kumpulan node-node tidak dapat memajukan paket-paket karena tidak ada buffer yang tersedia. congestion ke paket-paket sementara mereka berangkat. dimana khusus untuk ARPANET dan jaringanjaringan sejenisnya. Tergantung pada informasi routing. Hubungan ini memerlukan lalu lintas tambahan pada jaringan selama periode dari congestion.1. 3. dimana untuk tiap node. Kirim suatu paket kontrol dari node yang penuh ke beberapa atau semua node sumber. seperti ARPANET routing. terjadi bila suatu node memakai suatu pool buffer yang berasal dari buffer-buffer yang diperuntukkan untuk paketpaket permintaan. Deadlock Avoidance • Dipakai untuk merancang jaringan dimana tidak dapat terjadi deadlock. yaitu : • Direct store-and-forward deadlock. maka delay-delay ini mungkin berubah sangat cepat untuk digunakan secara efektif untuk congestion control. Scope berhubungan dengan : . Paket terdesak ini akan memberi efek berhenti atau penurunan kecepatan transmisi dari sumber-sumber dan disini membatasi jumlah total paketpaket dalam jaringan. Paket sedemikian yang dapat menjadi waktu Biarkan node-node packet switching untuk menambah informasi acuan untuk mengukur delay antara 2 endpoint. Gunakan paket end to end. • Terdapat 3 tipe dari deadlock. penungguan giliran untuk node-node yang berdekatan dalam satu arah adalah penuh dengan paket-paket tujuan untuk node berikutnya. • Indirect store-and-forward deadlock. 4. Algoritma routing. • Reassembly deadlock. 2. yang mempengaruhi keputusan kecepatan dimana paket-paket baru dihasilkan karena delay-delay ini dipengaruhi oleh keputusan routing.

Mekanisme window ini dengan ukuran window 8. Hal ini dimungkinkan dalam jaringan datagram dan kadangkadang dipakai dalam jaringan virtual circuit.• Teknik paket yang berhubungan dengan pengontrollan flow dari paket- paket individu. harus bekerja dengan pengontrollan stream dari flow paket-paket melalui virtual circuit. ARPANET mendesak keterbatasan dari 8 message dalam transit antara pasangan manapun dari host-host. berhubungan dengan kontrol-kontrol yang dipergunakan antara node-node yang berdekatan. membatasi jumlah paket-paket baru yang masuk Kontrol-kontrol entry to exit. dan tersedia 8 buffer untuk 8 ARPANET (RFNM) Network access ------TYMNET (quota) Entry to exit ------ARPANET SNA (pacing) (window. Hal ini secara tipikal harus bekerja dengan congestion control atau deadlock avoidance. Ketika node tujuan menerima permintaan ini. • • Network access control. antara 2 end point. Hal ini secara tipikal digunakan dalam congestion control. dalam kondisi reassembly deadlock maka solusi dari ARPANET yaitu bahwa sebuah node sumber menyimpan tempat untuk tiap message dalam kelanjutan dengan sebuah paket “request for buffer space” (permintaan akan tempat buffer). virtual circuit dipakai untuk mengirim serangkaian message antara hosthost. • Teknik stream. ARPANET Menyediakan 2 level kontrol lalu lintas : • Entry to exit. • Network access. dipakai untuk mencegah host manapun dari kebanjiran jaringan. berhubungan dengan flow dari paket-paket jaringan. Contoh-contoh jaringan untuk teknik kontrol lalu lintas : Scope Packet Stream Hop ----TYMNET (quota) SNA (pacing) Contoh Sistem 1. mengumpulkan alokasi buffer) . Level dari kontrol lalu lintas meliputi : • Level hop.

yang rendah memperoleh semua kapasitas yang diperlukan. maka menyerahkan sebuah quota dari tempat buffer untuk tiap channel yang dipakai sepanjang circuit. circuit yang memerlukan data rate yang tinggi memperoleh paling sedikit beberapa dari yang diperlukannya. virtual circuit yang memerlukan data rate diperlukan untuk mencegahnya. Quota ini berdasarkan pada throughput class. Deadlock tidak dapat terjadi dan maka dari itu tidak ada mekanisme yang Dibawah kondisi beban berat. 2. Kerugiannya : paket-paket dipecah dan dibentuk ulang pada tiap node. Setelah seluruh message diterima dan dikumpulkan. node sumber tidak perlu mengirim paket-paket permintaan. Dengan demikian. 3. Jika node mempunyai tempat buffer untuk message tambahan. yang mana akan meningkatkan keperluan-keperluan pemrosesan. • • • Berbasis virtual circuit Menyediakan 2 level kontrol lalu lintas : Network access. • Hop-level. Oleh karena itu tidak ada circuit yang aktif yang meniadakan pelayanannya. maka akan mengembalikan sebuah alokasi paket. node penerima mengirim kembali suatu acknowledge yang dikenal sebagai ready for next message (RFNM). maka akan dikembalikan sebuah alokasi paket dengan RFNM tersebut. maka node sumber kemudian wajig mengirim sebuah paket yang dikirim kembali (giveback packet) ke tempat buffer yang bebas di tujuan.paket dimana dikandung oleh message tersebut. Ketika pengawas mengeset virtual circuit. berdasarkan pada penentuan dari virtual circuit. selama aliran transmisi. TYMNET Keunggulan dari mekanisme kontrol lalu lintas TYMNET : • • • • Sederhana Memerlukan sedikit sekali overhead. Bila sumber tidak mempunyai message untuk dikirim tetapi mempunyai satu kumpulan atau lebih alokasi yang diizinkan. SNA .

21.25 Merupakan standar yang mengkhususkan interface antara sebuah sistim host dan jaringan packet-switched secara universal. Menyediakan 2 level kontrol lalu lintas : 1. berhubungan dengan interface fisik antara stasiun yang berhubungan (komputer. X. menyediakan transfer data yang lebih reliabel melalui link fisikal dengan transmisi data sebagai serangkaian frame-frame.27 Standar ini mempunyai 3 layer (gambar 8. Standar yang dipakai yaitu X. Entry to exit F. menggunakan teknik pacing yang merupakan versi kompleks dari teknik sliding window dan beroperasi pada level rute virtual.25 X. Hop. Standarnya dinyatakan sebagai LAP-B (Link Access Protocol – Balanced). seperti EIA-232. 2. terminal) dan link yang menghubungkan stasiun tersebut ke node packetswitching.• • Berbasis virtual circuit. Standar ini kebanyakan dipakai secara universal untuk interfacing ke jaringan packet switched dan dipergunakan untuk packet switching dalam ISDN. • Link layer. . Gambar 8. tetapi dalam banyak kasus dipakai standar-standar lain.27) : • Physical layer.

yang membentuk sebuah paket.25 packet kemudian digabungkan ke entity LAP-B. yang mengandung informasi kontrol sebagai sebuah header.25 level 3. informasi kontrol tersebut dalam frame diperlukan untuk operasi dari protokol LAPB. Seluruh X. Virtual Circuit Service Virtual Circuit Service dari X.• Packet layer.25 data user digabungkan ke X. Kontrol informasi ini dipakai dalam operasi dari protokol. yang mengandung informasi kontrol di depan dan belakang dari paket tersebut. merupakan hubungan antara level-level dari X. Sekali lagi. yang membentuk frame LAP-B.25 menyediakan untuk 2 tipe virtual circuit : .

yang dianalogikan dengan point to point line privat. 2. Format Paket . yang dipilih oleh DCE milik B dari kumpulan nomor-nomor yang tidak dipakai. sebagai berikut : 1. Disediakan untuk pertukaranlebih dari 128 bytes data sementara panggilan di steup dan dibersihkan.• Virtual call. sebaik nomor virtual circuit yang dipakai untuk virtual circuit yang baru ini. Menggunakan pesan kecil dan perintah yang sederhana. menggunakan nomor-nomor virtual circuit masing-masing. 4. Pada masa yang mendatang. Jaringan mengarahkan permintaan panggilan ini ke DCE dari B. 5. dan menerima paket clear confirmation. 6. A meminta virtual circuit ke B dengan mengirim paket call request (permintaan panggilan) ke DCE dari A. Serangkaian kejadian dalam virtual call. Permanent Virtual Circuit. tidak dibutuhkan call setup dan clearing prosedur. 8. confirmation. Fast Select Call. adalah suatu perwujudan virtual circuit secara dinamis yang menggunakan suatu setup panggilan (call) dan prosedur panggilan yang jelas. B mengindikasikan penerimaan dari panggilan tersebut dengan mengirim paket call accepted (penerimaan panggilan) yang mengkhususkan nomor virtualcircuit sama dengan paket panggilan yang masuk. 7. • • Menerima paket call connected (koneksi panggilan) dengan nomor virtual A dan B mengirim paket-paket data dan kontrol ke satu sama lain yang A (atau B) mengirim paket clear request untuk membatalkan virtual circuit B (atau A) menerima paket clear indication dan mentransmit paket clear circuit sama seperti paket permintaan panggilan (call request). DCE dari B menerima permintaan panggilan dan mengirim paket panggilan yang masuk ke B. transfer yang masuk dan keluar akan diidentifikasi oleh nomor virtual circuit ini. Terdapat asosiasi permanen. 3. Paket tersebut termasuk alamat sumber dan tujuan. Paket ini mempunyai format yang sama dengan paket call request tetapi berbeda dengan nomor virtual circuit.

Bit Q tidak dinyatakan dalam standar. yaitu: permanent virtual circuit. dan header 24 bit atau 32 bit ditambahkan ke tiap blok untuk membentuk suatu paket data. One-way incoming virtual circuit. DTE memilih sebuah nomor yang tidak terpakai dari antara alokasi-alokasi untuk panggilanpanggilan ini. . Daerah P(S) dan P(R) mendukung fungsi dari flow control dan error control pada baris virtual circuit. yang diinisialisasi oleh DTE. data tersebut dipecah menjadi blok-blok dengan ukuran maksimum. Tiap paket kontrol termasuk nomor virtual circuit. dan informasi kontrol tambahan berhubungan terhadap fungsi tersebut. tetapi mengizinkan pengguna untuk membedakan 2 tipe data. Two-way virtual call. Multiplexing Sebuah DTE dibiarkan untuk mewujudkan sampai 4095 virtual circuit secara simultan dengan DTE lainnya melalui link fisik tunggal DTE-DCE. menyediakan overflow untuk alokasi yang dibagi oleh DTE dan DCE. Flow dan Error Control Menggunakan protokol sliding-window. Bentuk dasar dari error control adalah go-back-N ARQ. Nomor nol selalu disimpan untuk diagnosa paket-paket pada semua virtual circuit.Untuk data pengguna. dimulai dari nomor 1. Link DTE-DCE menyediakan proses multiplexing full-duplex. Kemudian range nomor selanjutnya dibagi dalam 4 kategori dari virtual circuit S. tipe paket yang mengidentifikasi fungsi kontrol. maka tiap paket mengandung 12 bit nomor virtual circuit. hal ini berarti hanya panggilan-panggilan yang masuk dari jaringan dapat diserahkan nomor-nomor ini. One-way outgoing call. Informasi kontrol ditransmisi dalam suatu paket kontrol. Untuk memilih paket-paket mana yang merupakan kepunyaan virtual circuit tersebut. Dalam hal ini.

Jaringan juga dapat membagi paket B menjadi paket-paket yang lebih kecil untuk menghasilkan suatu rangkaian paket yang lengkap. adalah paket apapun yang bukan merupakan paket A. X.Rangkaian-rangkaian Paket X. yang mengizinkan blok data yang lebih panjang untuk dikirim melalui jaringan dengan pembatasan ukuran paket yang lebih kecil tanpa kehilangan integritas dari blok tersebut. Paket-paket B. Satu penggunaan yang penting adalah oleh protokol internetworking. adalah satu dimana M bit diset ke 1. Rangkaian paket A yang lengkap terdiri dari nol atau lebih paket-paket A yang diikuti oleh sebuah paket B.25 menyediakan kemampuan untuk mengindentifikasi rangkaian kontinu dari paket-paket data. yang dinamakan complete packet sequece (rangkaian paket yang lengkap). Untuk merinci mekanisme ini. D bit diset ke 0 dan paket tersebut penuh (sama dengan panjang maksimum paket yang diizinkan). .25 mendefinisikan 2 tipe paket : paket-paket A.

http://www.pdf . www. http://www.htm 7.samhassan. www.com/PacketSwitching. www. Data and Computer Communications.ac.panam.newcastle.abdn.cs.Daftar Pustaka 1.erg. 1997. 2. http://faculty.html 6.com/networks/1998/packet/ps. Stallings.petra.murray.html 5.ac.edu/~meng/Course/CS6345/Notes/chpt-2/node13.id/resmana/komdat 3.au/users//staff/jkhan/OPNET-Packet. Prentice Hall.edu.rad.uk/users/gorry/course/intro-pages/ps. 5th edition. William.htm 4.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful