P. 1
Medias i

Medias i

|Views: 50|Likes:
Published by Aulia Prima Putra

More info:

Published by: Aulia Prima Putra on Apr 10, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/17/2012

pdf

text

original

Mediasi Sebagai Salah Satu Alternatif Penyelesaian Sengketa di Luar Pengadilan Hukum Bisnis UK.

Maranatha

Hukum Bisnis (Mediasi)

1

DASAR HUKUM ADR
‡

Dasar Filosofi Pancasila (asas penyelesaian sengketa melalui musyawarah untuk mencapai mufakat) Reglement op de Burgelijke Rechtvordering (RV) pengaturan mengenai Arbitrase Konvensi Washington (dgn UU No. 5/68) Konvensi New York (dgn Kepres No. 34/81) UU No. 14/70 ttg Kekuasaan Kehakiman telah diakomodir hal sbb: ³ Penyelesaian perkara di luar pengadilan, atas dasar perdamaian atau melalui wasit (arbitrase) {penjelasan ps. 3 UU No. 14/70} Tahun 1977 didirikan BADAN ARBITRASE NASIONAL (BANI)
Hukum Bisnis (Mediasi) 2

‡

‡ ‡ ‡

‡

MEDIASI. 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa (isinya lebih cocok disebut UU ttg Arbitrase dan mekanisme proses penyelesaian sengketa melalui arbitrase. KONSILIASI belum ada pengaturan secara tegas. sedangkan lembaga ADR lain tidak dibahas  Hukum Bisnis (Mediasi) 3 . hanya berpedoman pada ETIKA BISNIS UU No.DASAR HUKUM ADR  Dasar Hukum NEGOSIASI.

DASAR TEKNIK PENYELESAIAN SENGKETA Penyelesaian sengketa dapat dilakukan melalui jalur: Litigasi Non Litigasi (Alternative Dispute Resolution) Hukum Bisnis (Mediasi) 4 .DASARDASAR.

Waktu lama Mahal Litigasi Pertikaian Kurang Jujur proses penyelesaian sengketa melalui Jalur Pengadilan Kurang Netral Hukum Bisnis (Mediasi) 5 .

baik Cepat ADR Sukarela Non Judicial (luwes) proses penyelesaian sengketa di luar Jalur Pengadilan Netral Rahasia Sesuai Kebutuhan Hukum Bisnis (Mediasi) 6 .Murah Hub.

LATAR BELAKANG ADR Tuntutan Dunia Bisnis Kritik Bagi Lembaga Peradilan Peradilan Tidak Responsif Kemampuan Hakim yang Generalis Hukum Bisnis (Mediasi) 7 .

BENTUK-BENTUK ADR Negosiasi Mediasi Konsoliasi Arbitrase Hukum Bisnis (Mediasi) 8 .

It is a process by which a neutral third party. Kovach  Facilitated negotiation. Nolan Haley  A short term. oriented.MEDIATION  DEFINISI    Upaya penyelesaian sengketa secara damai dimana ada keterlibatan pihak ketiga yang netral (mediator) . the mediator. task. participatory intervention process. assist disputing parties in reaching a mutually satisfactory resolution. Disputing parties work with a neutral third party. yang secara aktif membantu pihak-pihak yang bersengketa untuk mencapai suatu kesepakatan yang dapat diterima oleh semua pihak (MEDIASI). the mediator. to reach a mutually acceptable agreement Hukum Bisnis (Mediasi) 9 . structured.

akses kepada para pihak yang bersengketa untuk memperoleh keadilan atau penyelesaian yang memuaskan atas sengketa yang dihadapi. ajudikatif). dihadapi. merupakan salah satu solusi dalam mengatasi menumpuknya perkara di pengadilan. mediasi Agung. pengadilan. Hukum Bisnis (Mediasi) 10 . serta dapat memberikan murah. akan tetapi Mahkamah Agung berpendapat saja. Langkah ini dilakukan pada saat sidang pertama kali digelar. Di samping itu institusionalisasi proses mediasi ke dalam ststem peradilan dapat memperkuat dan memaksimalkan fungsi lembaga pengadilan dalam penyelesaian sengketa di samping proses pengadilan yang bersifat memutus (ajudikatif). digelar. Proses ini dinilai lebih cepat dan murah.MENGAPA MEDIATION      Penyelesaian melalui mediasi tidak hanya dilakukan di luar pengadilan saja. Adapun pertimbangan dari Mahkamah Agung. prosedur mediasi patut untuk ditempuh bagi para pihak yang beracara di pengadilan. pengadilan.

MEDIASI DI PENGADILAN  Peraturan Mahkamah Agung (Perma) Nomor 2 Tahun Perma) 2003 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan memberikan definisi sebagai: sebagai:  ³penyelesaian sengketa melalui proses perundingan para pihak dengan dibantu oleh mediator´. Hukum Bisnis (Mediasi) 11 . pihakbersengketa.  Mediasi dilaksanakan melalui suatu perundingan yang melibatkan pihak ketiga yang bersikap netral (non intervensi) intervensi) dan tidak berpihak (impartial) kepada pihakpihakpihak yang bersengketa serta diterima kehadirannya oleh pihak-pihak yang bersengketa.

Melalui mediasi diharapkan dicapai titik temu penyelesaian masalah atau sengketa yang dihadapi para pihak. Dapat dikatakan seorang mediator hanya bertindak sebagai fasilitator saja. tetapi berada di tangan para pihak yang Hukum Bisnis (Mediasi) 12 bersengketa.MEDIASI DI PENGADILAN     Pihak ketiga tersebut adalah ³mediator´ atau ³penengah´ penengah´ yang tugasnya hanya membantu pihak-pihak yang pihakbersengketa dalam menyelesaikan masalahnya dan tidak mempunyai kewenangan untuk mengambil keputusan. kesepakatan bersama. saja. bersengketa. bersama. keputusan. Pengambilan keputusan tidak berada di tangan mediator. yang selanjutnya dituangkan sebagai pihak. .

Mempunyai tujuan untuk mencapai atau menghasilkan kesepakatan yang dapat diterima pihak-pihak yang bersengketa guna mengakhiri sengketa. Mediator tidak mempunyai kewenangan membuat keputusankeputusan selama proses perundingan berlangsung. Mediator tersebut bertugas membantu para pihak yang bersengketa untuk mencari penyelesaian atas masalah-masalah sengketa. Adanya pihak ketiga yang bersifat netral yang disebut sebagai mediator (penengah) terlibat dan diterima oleh para pihak yang bersengketa dalam perundingan itu.UNSUR-UNSUR MEDIASI      Sebuah proses penyelesaian sengketa berdasarkan perundingan. Hukum Bisnis (Mediasi) 13 .

SKEMA MEDIATION PIHAK A PIHAK B MEDIATOR Hukum Bisnis (Mediasi) 14 .

penting untuk menjaga reputasi pengusaha karena umumnya tabu untuk terlibat sengketa Hasil-hasil memuaskan semua pihak Kesepakatan-kesepakatan lebih komrehensif Kesepakatan yang dihasilkan dapat dilaksanakan Hukum Bisnis (Mediasi) 15 . Hal ini sangat baik bagi hubungan bisnis karena pada dasarnya bertumpu pada good relationship dan mutual trust Lebih murah dan cepat Bersifat rahasia (confidential).KEUNTUNGAN MEDIASI       Para pihak yang bersengketa dapat tetap berhubungan baik. sengketa yang timbul tidak sampai diketahui oleh pihak luar.

emosional). aspirasi. kerja. kehendak.Fungsi Mediator        Sebagai katalisator (mendorong suasana yang kondusif). pihak). dan kendala usaha para pihak). Sebagai pendidik (memahami kehendak. Sebagai penyandang berita jelek (para pihak dapat emosional). prosedur kerja. Sebagai kambing hitam (pihak yang dipersalahkan) dipersalahkan) Hukum Bisnis (Mediasi) 16 . perundingan). Sebagai agen realitas (terus terang dijelaskan bahwa sasarannya tidak mungkin dicapai melalui suatu proses perundingan). informasi). kondusif). aspirasi. Sebagai nara sumber (mendaya gunakan informasi). Sebagai penerjemah (harus berusaha menyampaikan dan merumuskan usulan pihak yang satu kepada pihak yang lain).

gabungan. caracara-cara interaksi. dalam hal ini yang dilakukan adalah: pihak. Pernyataan para pihak. pertama:           Dalam tahap ini kegiatan-kegiatan yang dilakukan adalah kegiatansebagai berikut: berikut: Rapat gabungan. Pernyataan pembukaan oleh mediator. interaksi. menyampaikan dan klarifikasi informasi. pokokmembina hubungan dan kepercayaan. menentukan pokok-pokok aturan main. kepercayaan. dalam hal ini yang dilakukan adalah: adalah: mendidik para pihak.PROSES MEDIASI  Tahap pertama: menciptakan forum. pihak. (hearing). adalah: dengar pendapat (hearing). informasi. Hukum Bisnis (Mediasi) 17 .

selanjutnya.PROSES MEDIASI  Tahap kedua: mengumpulkan dan membagi-bagi kedua: membagiinformasi. Hukum Bisnis (Mediasi) 18 . Membantu para pihak untuk dapat mengetahui kepentingannya . Mengetahui lebih dalam keinginan para pihak .      Dalam tahap ini kegiatan-kegiatan yang dilakukan dengan kegiatanmengadakan rapat-rapat terpisah yang bertujuan untuk: rapatuntuk: Mengembangkan informasi selanjutnya. masalah. Mendidik para pihak tentang cara tawar menawar penyelesaian masalah. informasi.

masalah. menilai dan mengajukan. Hukum Bisnis (Mediasi) 19 . untuk: Menetapkan agenda. ketiga: masalah. kepentingan-kepentingannya. sama.         Dalam tahap ketiga yang dilakukan mediator mengadakan rapat bersama atau lanjutan rapat terpisah. masalah. pilihantersebut. dengan tujuan untuk: terpisah. Identifikasi dan klarifikasi isu dan masalah. Memperkenalkan pilihan-pilihan tersebut. Menfasilitasi kerja sama. Membantu para pihak untuk mengajukan. pilihan-pilihan.PROSES MEDIASI  Tahap ketiga: pemecahan masalah. Mengembangkan alternatif dan pilihan-pilihan. Kegiatan pemecahan masalah. memprioritaskan kepentingan-kepentingannya.

masalah. kegiatanberikut: berikut: RapatRapat-rapat bersama. Membantu para pihak untuk memperkecil perbedaanperbedaanperbedaan. kegiatan-kegiatan yang dilakukan sebagai ini. Mengkonfirmasi dan klarifikasi kontrak. Hukum Bisnis (Mediasi) 20 . Melokalisasikan pemecahan masalah dan mengevaluasi pemecahan masalah.      Dalam tahap ini. perbedaan. bersama.PROSES MEDIASI  Tahap keempat: pengambilan keputusan. keempat: keputusan. kontrak.

Mengusahakan formula pemecahan masalah berdasarkan ³winwinwin solution´ dan tidak ada satu pihakpun yang merasa solution´ kehilangan muka. Mendorong para pihak untuk menghasilkan dan menerima pemecahan masalah. pilihannya. masalah.      Membantu para pihak untuk memperbandingkan proposal penyelesaian masalah dengan alternatif di luar kontrak. kontraknya. muka. kontrak. Membantu para pihak untuk mendapatkan pilihannya. Hukum Bisnis (Mediasi) 21 . keempat: keputusan. Membantu para pihak untuk mengingat kembali kontraknya.PROSES MEDIASI  Tahap keempat: pengambilan keputusan.

Dll.Ketrampilan dan Teknik Mediator  Ketrampilan pengorganisasian perundingan.     Merencanakan dan menjadwalkan pertemuan.  Ketrampilan perundingan. Mengingatkan penyelesaian perundingan bukan mediator. Kapan kaukus diasakan dan skorsing. Mengarahkan pertemuan. Tepat waktu. Menyambut kedatangan para pihak dalam perundingan.     Hukum Bisnis (Mediasi) 22 . Menentukan siapa yang memulai pembicaraan.

Ketrampilan dan Teknik Mediator  Ketrampilan menfasilitasi     Mengubah posisi menjadi isu-isu yang diperlukan. Hukum Bisnis (Mediasi)  Ketrampilan komunikasi. Membingkai ulang. Menghadapi kemungkinan jalan buntu (deadlock). Mengatasi emosi. Mengulang pertanyaan. Melintasi halangan terakhir (the last gap). Empati. Membuat catatan. Kemampuan bertanya. Komunikasi verbal. Mendengar secara efektif. Humor. Komunikasi non verbal.           23 . Menyimpulkan.

Hukum Bisnis (Mediasi) 24 .KAUKUS Definisi    Caucus (USA: Separate meetings) Australia : Private Meetings Merupakan proses paling penting dan merupakan ciri khas dari mediasi. Bisa dilakukan dengan salah satu pihak dan pengacaranya atau hanya dengan salah satu pihak.

FUNGSI KAUKUS      Memungkinkan salah satu pihak untuk mengungkapkan kepentingan yang tidak ingin mereka ungkapkan didepan mitra rundingnya. Mediator mencari informasi tambahan. Memungkinkan mediator untuk menguji seberapa realistis opsi-opsi yang diusulkan. Memberikan pada para pihak waktu dan kesempatan untuk menyalurkan emosi kepada mediator tanpa membahayakan kemajuan mediasi. tambahan. mediasi. rundingnya. Hukum Bisnis (Mediasi) 25 . Membantu mediator dalam memahami motivasi dan prioritas para pihak dan membangun empati serta kepercayaan secara individual. opsidiusulkan.

baru. Hukum Bisnis (Mediasi) 26 . Memungkinkan mediator dan para pihak untuk mengembangkan dan mempertimbangkan alternatifalternatifalternatif baru. penyelesaian. Memungkinkan mediator untuk mempengaruhi para pihak untuk menerima penyelesaian.FUNGSI KAUKUS    Memungkinkan mediator untuk mengarahkan para pihak untuk melaksanakan perundingan yang konstruktif. konstruktif.

WAKTU KAUKUS  Di awal mediasi  Bertujuan untuk menumpahkan emosi. Mencegah komitmen yang prematur. prematur. mengidentifikasikan isu. negosiasi. kesepakatan. negosiasi. merancang proposal.  Di tengah mediasi   Di akhir mediasi  Hukum Bisnis (Mediasi) 27 . merancang prosedur emosi. kesepakatan. isu. Mengatasi kebuntuan. menformulasikan kebuntuan.

TERIMA KASIH Hukum Bisnis (Mediasi) 28 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->