P. 1
metode pembelajaran pai

metode pembelajaran pai

|Views: 593|Likes:
Published by شهرالدين

More info:

Published by: شهرالدين on Apr 10, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/19/2013

pdf

text

original

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan agama merupakan bagian penting dalam pendidikan untuk
membentuk insan kamil. Agama islam sebagai bagian dari seiumlah agama didunia,
merupakan agama yang mempunyai pandangan hidup bahwa dunia adalah sesuatu
yang Iana dan permaianan belaka. Manusia beragama akan lebih mementingkan
kehidupan akhirat sehingga ia akan meniadikan dunia ini sebagai lapangan kebaiikan
untuk memperoleh kehidupan yang sempurna di akhirat kelak.
Salah satu ialan untuk mencapai kehidupan kamil ini adalah dengan adanya
pendidikan agama, lebih khusus yakni pendidikan agama islam sebagai agama yang
dipeluk oleh sebagian besar penduduk Indonesia. Namun demikian
realitanyamenuniukkan adanya kegagalan pendidikan agama islam di lingkungan
kita.
Pendidikan agama islam sebagai bagian dari pendidikan agama islam merupakan
salah satu bagian dalam mencapai tuiuan pendidikan untuk meniadikan manusia yang
kamil. Pendidikan sebagai transfer of knowledge merupakan mata tombak utama
dalam menyampaikan aiaran-aiaran yang tertuang dalam al-Qur`an dan al-Hadits
sebagai sumber utama aiaran agama islam. Dimana dengan adanya pendidikan ini
maka aiaran-aiaran agama dapat diwariskan kepada generasi berikutnya dan benar-
benar terinternalisasi dalam diri generasi mendatang.
Salah satu alat pendidkan agama islam yakni metode pendidikan agama islam.
Yang mana dengan menggunakan metode yang tepat maka aiaran-aiaran agama dapat
diserap oleh anak didik dengan sebaik-baiknya. Metode yang tepat akan menentukan
eIektiIitas dan eIisiensi pembelaiaran. Sebagai seorang calon pendidik agama islam
maka kita perlu mengetahui metode-metode dalam pendidikan agama islam. Dengan
mengetahui metode-metode tersebut maka kita diharapkan mampu menyampaikan
materi-materi aiaran agama islam dengan berbagai variasi sehingga tuiuan pendidikan
agama islam dapat tercapai dengan lebih mudah.
uru Pendidikan Agama Islam (PAI) mempunyai peran yang sangat strategis
dalam peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. Mereka diharapkan dapat
mengembangkan potensi yang dimiliki para siswa agar dapat menghayati dan
mengamalkan aiaran agama Islam dalam kehidupan sehari-hari. Mereka adalah Iigur
yang utama dalam menanamkan nilai-nilai aiaran agama Islam dalam kerangka
pembentukan sikap dan watak, serta perilaku akhlakul karimah melalui berbagai
model pembelaiaran yang dikembangkan di sekolah.
Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah atau di madrasah, dalam
pelaksanaannya masih menuniukkan berbagai permasahalan yang kurang
menyenangkan. Seperti halnya proses pembelaiaran Pendidikan Agama Islam (PAI)
di sekolah saat ini masih sebatas sebagai proses penyampaian 'pengetahuan tentang
Agama Islam.¨ Hanya sedikit yang arahnya pada proses internalisasi nilai-nilai Islam
pada diri siswa. Hal ini dapat dilihat dari proses pembelaiaran yang dilakukan guru
masih dominan ceramah. Proses internalisasi tidak secara otomatis teriadi ketika
nilai-nilai tertentu sudah dipahami oleh siswa. Artinya, metode ceramah yang
digunakan guru ketika mengaiar PAI berpeluang besar gagalnya proses internalisasi
nilai-nilai agama Islam pada diri siswa, hal ini disebabkan siswa kurang termotivasi
untuk belaiar materi PAI (Saepul Hamdani, 2003: 1).
Seperti halnya metode pembelaiaran agama Islam yang selama ini lebih
ditekankan pada haIalan (padahal Islam penuh dengan nilai-nilai yang harus
dipraktekkan dalam perilaku keseharian), akibatnya siswa kurang memahami
kegunaan dan manIaat dari apa yang telah dipelaiari dalam materi PAI yang
menyebabkan tidak adanya motivasi siswa untuk belaiar materi PAI.
Dalam upaya untuk merealisasikan pelaksanaan pendidikan agama Islam, guru
dituntut untuk menguasai pengetahuan yang memadai dan teknik-teknik mengaiar
yang baik agar ia mampu menciptakan suasana pengaiaran yang eIektiI dan eIisien
atau dapat mencapai hasil yang sesuai dengan tuiuan yang diharapkan (Saepul
Hamdani, 2003: 1).
Melihat kenyataan yang ada di lapangan, sebagian besar teknik dan suasana
pengaiaran di sekolah-sekolah yang digunakan para guru kita tampaknya lebih
banyak menghambat untuk memotivasi potensi otak. Sebagai contoh, seorang peserta
didik hanya disiapkan sebagai seorang anak yang harus mau mendengarkan, mau
menerima seluruh inIormasi dan mentaati segala perlakuan gurunya. Dan yang lebih
parah lagi adalah Iakta bahwa semua yang dipelaiari di bangku sekolah itu ternyata
tidak integratiI dengan kehidupan sehari-hari. Bahkan tak iarang realitas sehari-
hariyang mereka saksikan bertolak belakang dengan pelaiaran di sekolah. Budaya dan
mental semacam ini pada gilirannya membuat siswa tidak mampu mengaktivasi
kemampuan otaknya. Sehingga mereka tidak memiliki keberanian menyampaikan
pendapat, lemah penalaran dan tergantung pada orang lain (Indra Diati, 2003: 24).
Untuk memilih metode dan teknik yang digunakan memang memerlukan keahlian
tersendiri. Seorang pendidik harus pandai memilih metode dan teknik yang akan
dipergunakan, dan teknik tersebut harus dapat memotivasi serta memberikan
kepuasan bagi anak didiknya seperti hasil atau prestasi belaiar siswayang semakin
meningkat.
B. #:2:8an Ma8alah
1. Apakah yang di maksud dengan metode pembelaiaran Pendidikan agama
Islam (PAI)
2. Mengapa metodologi merupakan hal yang sangat penting dalam
Pendidikan Agama Islam (PAI)
3. Sebutkan Metode-Metode Pendidikan Agama Islam (PAI)
4. Apa Ruang Lingkup Pendidikan Agama Islam (PAI)
C. T::an Ma8alah
1. Untuk mengetahui pengertian metode pembelaiaran dalam pendidikan
agama islam (PAI)
2. Untuk mengetahui sebagaimana pentingnya metodologi pendidikan agama
islam (PAI)
3. Untuk Mengetahui Metode-Metode Pendidikan Agama Islam (PAI)
4. Untuk Mengetahui Ruang Lingkup Pendidikan Agama Islam (PAI)


BAB II
PENDAHULUAN

A. Pengertian Metode Pe2-elaaran Pendidikan Aga2a
Secara harIiah kata metode adalah dari kata 'method¨ yang berarti cara keria ilmu
pengetahuan manakala kata 'metodologi (methodology)¨ adalah penyelidikan yang
sistematis dan Iormulasi metode-metode yang akan digunakan dalam penelitian
ilmiah. Menurut Al-Toumy Al-Syaibany metodologi adalah ialan yang dilalui atau
diikuti untuk memberi paham kepada murid terhadap segala macam pelaiaran dalam
semua mata pelaiaran. Sebagai suatu ilmu, metodologi merupakan bagian dari
perangkat disiplin keilmuan yang meniadi induknya. Hampir semua ilmu
pengetahuan mempunyai metodologi tersendiri. Oleh karena itu, ilmu pendidikan
sebagai salah satu disiplin ilmu iuga memiliki metodologi, yaitu metodologi
pendidikan sebagai suatu ilmu pengetahuan tentang metode yang digunakan dalam
pekeriaan mendidik.
Pendidikan Islam merangkum metodologi pendidikan yang tugas dan
Iungsinya adalah memberikan ialan atau cara sebaik mungkin bagi pelaksanaan
operasional dari ilmu pendidikan Islam tersebut. Pelaksanaannya dalam ruang
lingkup proses pendidikan yang berada dalam suatu sistem dan struktur kelembagaan
yang diciptakan untuk mencapai tuiuan pendidikan Islam.
Dari uraian tersebut di atas, Al-Toumy Al-Syaibany (1980:399) memahaminya
bahwa metodologi pendidikan pembelaiaran Islam adalah segala segi kegiatan terarah
yang dikeriakan oleh guru dalam rangka kemestian-kemestian mata pelaiaran agama
seperti akidah, akhlak, tauhid, Iiqhi dan sebagainya.
Berdasarkan deIenisi di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa metodologi
(pengaiaran) Agama Islam adalah ialan atau cara yang diterapkan dalam proses
belaiar mengaiar agama Islam, guna tercapainya tuiuan dan cita-cita pendidikan
Islam.
Konsep metode, Iungsi dan perananya dalam proses pendidikan amatlah
penting untuk menentukan dan menyampaikan cara atau ialan dalam mengaiar,
pikiran, pengetahuan, maklumat, keterampilan, pengalaman dan sikap untuk
ditransIerkan dari pengaiar (guru) kepada pelaiar (siswa).1
Di antara sesuatu hal yang harus dimiliki oleh guru dalam rangka menialankan
Iungsinya sebagai guru adalah menguasai metode pengaiaran atau metodologi. Untuk
itu pemilihan metode yang tepat sangat diharapkan agar siswa memiliki gairah dan
minat dalam menerima pelaiaran yang disampaikan.
Oemar Hamalik berpendapat bahwa :
$eorang guru adalah sebagai pembimbing vang dapat membentuk manusia vang
sehat iasmani dan rohaninva. memiliki pengetahuan dan keterampilan. dapat
mengembangkan kreativitas dan tanggung iawab secara maksimum terhadap
sekolah. keluarga serta masvarakat`(2002.89).
Pengertian tersebut sangat ielas menuniukkan bahwa antara metode dan
mengaiar tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya.
Para tokoh pendidikan iuga tak pernah melepaskan sorotannya pada masalah
metode mengaiar. Berikut akan dikemukakan beberapa di antaranya:
1. M.Atiyah al Abrasy mengemukakan bahwa:
Metode adalah ialan yang kita ikuti untuk memberi paham kepada murid-
murid dalam segala macam pelaiaran. Metode merupakan rencana yang kita
buat untuk diisi sebelum memasuki kelas.(1980 :551).
2. Abd Rahim hunaimah mengemukakan 'Metode adalah cara-cara yang
praktis yang menyalurkan tuiuan-tuiuan dengan maksud pengaiaran¨(1980 :
504).
3. Al Jumbalathy mengemukakan bahwa 'Metode adalah cara-cara yang
diikuti oleh guru untuk menyampaikan maksud ke otak murid¨ (1980: 267).
Menilik berbagai pendapat di atas, maka akan diperoleh gambaran bahwa
metode belaiar yang eIektiI yaitu suatu usaha yang dilakukan oleh siswa untuk

1 Pusat Kurikulum Depdiknas. 2004. $tandar Kompentensi Mata Pelaiaran Agama Islam $ekolah
Dasar dan Madrasah Ibtidaivvah. Jakarta. Depdiknas

mengubah tingkah lakunya, kecerdasan dan kreatiIitas berpikirnya melalui proses
diskusi atau perdebatan di dalam kelas, yang memberi kesempatan untuk membantah,
memecahkan, mengeluarkan pendapat dan mempertahankannya, sehingga
menumbuhkan kreatiIitas berpikir dan berbicara yang baik bagi siswa.
Sesuai dengan Iirman Allah Swt dalam surah an-Nahl (16)125 yang berbunyi :

´´´TBb PÊ`L´f ´VH´P´´ ´Ó´`).: ´´ù´N´´´6BB´)
´´´´´¬´ù´ÒBb.´ ´.1+´´´6Bb F
ó´·´Ò´M´´¬.´ ´´/´ÒBB´) ÷:´´ ´·+´´=´0 P
´´´f ´Ó´).: .¬´´ ´ó`1´´´0 ·´ù´) ´V+´ ·´´
´´0´bH´P´´ F .¬´´.´ ´ó`1´´´0
´´´´M´J´·´ù´ÒBB´) ´´´´´
Artinva. $erulah (manusia) kepada ialan Tuhan-mu dengan hikmah dan
pelaiaran vang baik dan bantahlah mereka dengan cara vang baik.
$esungguhnva Tuhanmu Dialah vang lebih mengetahui tentang siapa vang
tersesat dari ialan-Nva dan Dialah vang lebih mengetahui orang-orang vang
mendapat petuniuk.
Dengan metode belaiar yang diberikan akan mengaiak dan membiasakan
siswa untuk bersikap analisis dan deskriptiI terhadap masalah-masalah yang ada.
Dengan metode belaiar yang eIektiI dapat membiasakan siswa bersikap mandiri dan
aktiI dalam proses belaiar mengaiar. Dan diharapkan dapat meniadi salah satu model
mengaiar yang eIektiI dan eIesien. Untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi
siswa, baik masalah pribadi maupun kemasyarakatan, iuga dapat berakibat positiI
bagi siswa terutama untuk melatih mereka aktiI dalam diskusi kelompok dengan
mengemukakan dan kebebasan berpikir tetapi terkontrol dengan baik.
Pentingnya kedudukan metode mengaiar dalam proses pendidikan, ilmu
pendidikan dan pekeriaan mengaiar, maka para pendidik menaruh perhatian besar.
Itulah sebabnya masalah metode mengaiar ini diterapkan sebagai satu bagian dari
ilmu pendidikan yang dikenal dengan istilah metodelogi.
Berikut ini disaiikan beberapa model pembelaiaran, untuk dipilih dan diiadikan
alternatiI sehingga cocok untuk situasi dan kondisi yang dihadapi. Akan tetapi saiian
yang dikemukakan pengantarnya berupa pengertian dan rasional serta sintaks
(prosedur) yang siIatnya prinsip, modiIikasinya diserahkan kepada guru untuk
melakukan penyesuaian, penulis yakin kreativitas para guru sangat tinggi.
a. Metode Coorperative Learning
Sistem pembelaiaran gotong royong atau cooperative learning merupakan system
pengaiaran yang memberi kesempatan kepada anak didik untuk bekeria sama dengan
sesame siswa dalam tugas-tugas yang terstruktur. Pembelaiaran kooperatiI dikenal
dengan pembelaiaran secara berkelompok. Tetapi belaiar kooperatiI lebih dari
sekedar belaiar kelompok atau keria kelompok karena dalam belaiar kooperatiI ada
struktur dorongan atau tugas yang bersiIat kooperatiI sehingga memungkinkan
teriadinya interaksi secara terbuka dan hubungan yang bersiIat interdepedensi eIektiI
diantara anggota kelompok. Hubungan keria seperti itu memungkinkan timbulnya
persepsi yang positiI tentang apa yang dapat dilakukan siswa untuk mencapai
keberhasilan belaiar berdasarkan kemampuan dirinya secara individu dan andil dari
anggota kelompok lain selama belaiar bersama dalam kelompok.
b. Metode Direct Learning
Pengetahuan yang bersiIat inIormasi dan prosedural yang meniurus pada
ketrampilan dasar akan lebih eIektiI iika disampaikan dengan cara pembelaiaran
langsung. Sintaknya adalah menyiapkan siswa, saiian inIormasi dan prosedur, latihan
terbimbing, reIleksi, latihan mandiri, dan evaluasi. Cara ini sering disebut dengan
metode ceramah atau ekspositori (ceramah bervariasi).
1. Metode Problem Based Learning
Kehidupan adalah identik dengan menghadapi masalah. Model pembelaiaran ini
melatih dan mengembangkan kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang
berorientasi pada masalah otentik dari kehidupan aktual siswa, untuk merangsang
kemamuan berpikir tingkat tinggi. Kondisi yang tetap hatrus dipelihara adalah
suasana kondusiI, terbuka, negosiasi, demokratis, suasana nyaman dan
menyenangkan agar siswa dapat berpikir optimal. Fokus pembelaiaran terletak pada
konsep-konsep dan prinsip-prinsip inti dari suatu disiplin studi, melibatkan siswa
dalam investigasi pemecahan masalah dan kegiatan tugas-tugas bermakna yang lain,
memberi kesempatan pebelaiar bekeria secara otonom mengkonstruk pengetahuan
mereka sendiri, dan mencapai puncaknya menghasilkan produk nyata.
2. Metode Contextual Teaching and learning
Pembelaiaran kontekstual adalah pembelaiaran yang dimulai dengan saiian atau
tanya iawab lisan (ramah, terbuka, negosiasi) yang terkait dengan dunia nyata
kehidupan siswa, sehingga akan terasa manIaat dari materi yang akan disaikan,
motivasi belaiar muncul, dunia pikiran siswa meniadi konkret, dan suasana meniadi
kondusiI nyaman dan menyenangkan. Pensip pembelaiaran kontekstual adalah
aktivitas siswa, siswa melakukan dan mengalami, tidak hanya menonton dan
mencatat, dan pengembangan kemampuan sosialisasi. Ada tuiuh indokator
pembelaiaran kontekstual sehingga bisa dibedakan dengan model lainnya, yaitu
modeling (pemusatan perhatian, motivasi, penyampaian kompetensi-tuiuan,
pengarahan-petuniuk, rambu-rambu, contoh), questioning (eksplorasi, membimbing,
menuntun, mengarahkan, mengembangkan, evaluasi, inkuiri, generalisasi), learning
community (seluruh siswa partisipatiI dalam belaiar kelompok atau individual,
minds-on, hands-on, mencoba, mengeriakan), inquiry (identiIikasi, investigasi,
hipotesis, koniektur, generalisasi, menemukan), constructivism (membangun
pemahaman sendiri, mengkonstruksi konsep-aturan, analisis-sintesis), reIlection
(reviu, rangkuman, tindak laniut), authentic assessment (penilaian selama proses dan
sesudah pembelaiaran, penilaian terhadap setiap aktvitas-usaha siswa, penilaian
portoIolio, penilaian seobiektiI-obiektiInya darei berbagai aspek dengan berbagai
cara).
Muhaiman (1999: 56), mengemukakan iuga antara lain metode yang relevan dan
eIektiI dalam pendidikan Islam, diantaranya sebagai berikut :
a). Metode Diakronis 2
Metode diakronis disebut iuga metode sosio-historis, yakni suatu metode
pemahaman tentang suatu kepercayaan, seiarah atau keiadian, dengan melihatnya
sebagai satu kenyataan yang mempunyai kesatuan yang mutlak dengan waktu,
tempat, kebudayaan, golongan dan lingkungan tempat kepercayaan, seiarah keiadian

2 WensLenlalnŦ uosotŴJosot llmo leoJlJlkoo (8oko looJooo Moboslswo)ŧbŦ92Ŵ9J
itu muncul. Dengan metode ini, akan menyebabkan anak ingin mengetahui,
memahami, menguraikan dan meneruskan aiaran-aiaran Islam dari sumber dasarnya
yaitu, Al-Qur`an dan As-Sunnah serta pengetahuan tentang latar belakang
masyarakatnya, seiarah budaya di samping sirah Nabi saw. dengan segala alam
pikirannya.
b). Metode Sinkronik Analitik
Metode pendidikan ini merupakan, suatu metode yang memberi kemampuan
analisis teoritis yang sangat berguna bagi pelaksanaan perkembangan keimanan dan
mental intelek. Metode ini tidak semata-mata mengutamakan segi pokok pelaksanaan
atau aplikasi praktis. Teknik pengaiarannya meliputi diskusi, lokakarya, seminar,
keria kelompok, resensi buku, lomba karya ilmiah dan sebagainya.
c). Metode Problem Solving
Metode Pendidikan Islam ini, merupakan pelatihan anak didik yang
dihadapkan dengan berbagai masalah dan merupakan cabang ilmu pengetahuan
dengan solusinya. Metode ini dapat dikembangkan melalui teknik simulasi. Dalam
metode ini, cara penguasaan keterampilan yang lebih dominan di bandingkan dengan
pengembangan mental intelektual, sehingga terdapat kelemahan yakni
perkembangan pikiran anak didik mungkin hanya terbatas pada kerangka yang sudah
tetap dan akhirnya bersiIat mekanistik.
d). Metode Empiris
Metode pendidikan ini merupakan, satu metode yang memungkinkan anak didik
mempelaiari aiaran Islam melalui proses realisasi, aktualisasi serta internalisasi
norma-norma dan kaidah Islam melalui satu proses aplikasi yang menimbulkan suatu
interaksi sosial. Keuntungan metode ini, akan membuat anak didik tidak hanya
memiliki kemampuan secara teoritis normatiI, tetapi iuga adanya pengembangan
deskriItiI.
e). Metode InduktiI
Metode pendidikan Islam ini adalah, yang dilakukan oleh pendidikan dengan
cara mengeriakan materi yang khusus (Juz`iyah) menuiu pada kesimpulan yang
umum. Tuiuan metode ini agar anak didik dapat mengenali kebenaran-kebenaran dan
hukum-hukum umum setelah melalui riset.
I). Metode DeduktiI
Metode pendidikan ini adalah, mendidik melalui cara menampilkan kaidah umum
yang kemudian meniabarkannya dengan berbagai contoh masalah sehingga meniadi
terurai.
Pada dasarnya, metode pendidikan Islam sangat eIektiI dalam membina kepribadian
anak didik dan memotivasi mereka sehingga aplikasi metode ini memungkinkan
puluhan ribu kaum mukminin dapat membuka hati manusia untuk menerima petuniuk
Ilahi dan konsep-konsep peradaban Islam.
B. Pentingnya Metodologi Pendidikan Aga2a I8la2 (PAI)
Metodologi merupakan hal yang sangat penting dalam Pendidikan Agama Islam (
PAI ). Metode adalah suatu cara mengaiar, yang berIungsi sebagai alat untuk
mencapai tuiuan pembelaiaran. Semakin baik metode yang digunakan, maka akan
semakin eIektiI dan eIisien pula pencapaian tuiuannya. Dalam metode mangaiar,
Iaktor guru, siswa, bahan yang akan diaiarkan, situasi, sarana, prasarana, serta
Iasilitas-Iasilitas lainnya sangat besar pengaruhnya. Dengan banyaknya Iaktor-Iaktor
yang mempengaruhi di dalam penggunaan suatu metode, maka sebenarnya cukup
sulit bagi seorang guru untuk menetapkan metode yang paling baik dan harus dipakai
di dalam pembelaiaran Pendidikan Agama Islam agar pembelaiaran tersebut berhasil.

Metodologi, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ( Depdiknas, 2002 : 741 ) ,
berarti ' ilmu tetang metode; uraian tentang metode¨. Sedangakan metode, menurut
kamus yang sama ( 2002 : 740) , berarti : ¨Cara teratur yang digunakan untuk
melaksanakan suatu pekeriaan agar tercapai sesuai dengan yang dikehendaki; cara
keria yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai
tuiuan yang ditentukan¨.
Sedangkan metode mengaiar, Zuhairini dkk. ( 1981 : 68 ) memberikan deIinisi
sebagai berikut: ¨Metode mengaiar adalah :
merupakan salah satu komponen dari pada proses pendidikan.
merupakan alat mencapai tuiuan, yang didukung oleh alat-alat bantu
mengaiar.
merupakan kebulatan dalam suatu sistem pendidikan¨.
Bertitik tolak dari pengertian metode mengaiar tersebut, Zuhairini dkk. (1981 :
69) merumuskan pengertian Metodologi Pendidikan Agama Islam seperti berikut ini :
'... segala usaha yang sistematis dan pragmatis untuk mencapai tuiuan pendidikan
agama, dengan melalui berbagai aktivitas, baik di dalam maupun di luar kelas dalam
lingkungan sekolah¨.
Seorang guru dituntut untuk mampu memadukan berbagai metode yang relevan.
Untuk pembelaiaran shalat, misalnya, seorang guru harus mampu menggunakan
metode ceramah, tanya iawab , latihan, serta harus memberi keteladanan bagi anak
didiknya. Menurut aiaran Islam, melaksanakan pendidikan agama adalah merupakan
perintah dari Allah dan ibadah kepada-Nya. Karena itu harus dilakukan dengan
sebaik-baiknya oleh guru.
Seorang guru harus senantiasa membekali dirinya dengan berbagai kemampuan .
Kemampuan intelektual dan metodologis, serta kepribadian dan akhlak mulia harus
dimiliki seorang guru. Karena keteladanan mutlak harus dimiliki guru agar ia dapat
berperan sebagaimana mestinya sebagai guru Pendidikan Agama Islam
Karena pendidikan merupakan perintah Allah, maka Allah banyak memberikan
petuniuk tentang masalah pendidikan ini. Surah Al-Alaq ayat 1 5 yang merupakan
wahyu yang pertama kali turun kepada Nabi Muhammad SAW. sarat dengan
petuniuk-Nya tentang pendidikan. Ayat pertama surah ini merupakan perintah
membaca ( ' · '). Membaca merupakan salah satu aktivitas dalam pendidikan yang
tidak dapat diabaikan, baik membaca yang tertulis maupun membaca Ienomena alam
yang tidak tertulis.
Erwati Aziz di dalam bukunya Prinsip-prinsip Pendidikan Islam ( 2003 : 2 ),
mengungkapkan bahwa para ahli pendidikan Islam, seperti Hasan Langgulung,
Muhammad Fadhil Jamali, dan Fathiyah Hasan Sulaeman, senantiasa memasukkan
wahyu pertama ini sebagai ayat pendidikan. Mereka iuga mengemukakan bahwa gaya
bahasa dan ungkapan ayat-ayat Al-Quran menuniukkan bahwa ia mengandung nilai-
nilai metodologis yang beragam sesuai dengan sasaran yang dihadapinya.
Salah satu ayat yang sarat dengan nilai metodologis yaitu Surah An-Nahl ayat 125
:
Ɗ - ~ =-' Ɗ = -: --' : Ɗ -- =-' Ƈ 4 Ƈ ; J- ƈ ~ ¸ - ƃ --'
'Serulah ( manusia ) kepada ialan Tuhanmu dengan hikmah dan pelaiaran yang
baik....¨ .

Bagian ayat 4 Ƈ ; J- ƈ ~ ¸ - ƃ --' adalah mengaiarkan agama,
sedang Ɗ - ~ =-' Ɗ = -: --' : Ɗ -- =-' Ƈ itu adalah metode ( Abu Ahmadi, 1976 : 28 ).
Salah satu metode pembelaiaran Pendidikan Agama Islam adalah pembiasaan dan
pengamalan ; sebuah metode yang diisyaratkan secara implisit di dalam Surah Al
Alaq. Pada waktu turun wahyu tersebut perintah iqra diulang-ulang oleh Malaikat
Jibril. Latihan dan pengulangan yang merupakan metode praktis untuk memahami
suatu materi pelaiaran termasuk dalam metode ini. Dalam pegamalan aiaran agama ,
pembiasaan ini sangat penting , karena bila sudah terbiasa melakukannya dengan baik
seiak kecil akan sulit untuk berubah dari kebiasaan tersebut.
C. Metode-Metode Pendidikan Aga2a I8la2
Pada dasarnya metode yang dipakai dalam pendidikan secara umum tidak beda
iauh dengan metode yang dipakai dalam pendidikan agama islam. Metode-meyode
yang dipakai dalam pendidikan agama islam banyak macamnya dan tentu saia dapat
kita kembanagkan.
Abdur-Rahaman an-Nahlawi sebagaimana yang dikutip olehErnawati aziz
mengemukakan beberapa metode pendidikan islam sebagaimana berikut :
a) Metode hiwar (percakapan) Qur`ani dan Nabawi.
b) Kisah-kisah Qur`ani dan Nabawi
c) Amtsal Qur`ani dan Nabawi.
d) Teladan
e) Pembiasaan dan pengamalan
I) Ibroh dan Mauizoh
g) Targhib dan tarhib
Sedangkan A. Patoni menyebutkan lima belas metode yang bisa dipakai dalam
pendidikan agama islam yakni :metode ceramah, tanya iawab, diskusi/ musyawarah
atau sarasehan, tugas, permainan dan simulasi, latihan siap, demonstrasi dan
eksperimen, karya wisata atau sinau wisata, keria kelompok, sosiodrama dan bermain
peran, sistem belaiar beregu, pemecahan masalah, proyek dan unit, uswatun
khasanah, dan metode anugerah.
Secara garis besar beberapa ahli iuga menielaskan hal yang sama tentang metode-
metode yang bisa dipakai dalam pendidikan sebagaimana yang kami sebutkan diatas.
Dan disini kami akan mencoba menielaskan beberapa metode sebagaimana yang
kami sebut diatas.
1. Metode Cera2ah
Metode ini sering iuga disebut sebagai ¨one man show method¨ merupakan
bentuk interaksi melalui penerangan dan penuturan secara lisan oleh seseorang
terhadap sekelompok pendengar. Metode ini sangat tepat iika digunakan untuk
menyampaikan suatu inIormasi. Kelebihan metode ini adalah:
O Biayanya murah
O Dapat menyaiikan pelaiaran kepada murid dalam iumlah yang besar dalam
waktu yang sama
O Mudah mengulang lagi iika diperlukan
O Seorang guru yang mampu berceramah dengan baik akan meniadikan materi
yang disampaikan lebih menarik
O Memberikan pengalaman keada murid untuk belaiar mendengar dan
memahami dengan baik perkataan orang lain
O Memberi pengalaman kepada murid untuk membuat catatan-catatan kecil
(membuat ringkasan)
O Materi yang ddisusun dengan sisitematis dapat dapat menghemat waktu
belaiar
Namun demikian metode ini iuga memiliki kelemahan.Kelemahan metode ini adalah:
O Perhatian murid hanya pada guru dan terkadang guru dianggap paling benar.
Sehingga dalam metode ini gurulah yang aktiI.
O Terdapat unsur paksaaan, yakni murid harus mendengar apa yang
disampaikan guru dan menganggapnya benar setiap ialan Iikiran guru.
O Pada pendidikan dasar metode ini kurang baik iika dilaksanakan 100°. Hal
tersebut dikarenakan dimungkinkan adanya keengganan murid untuk bertanya
terhadap istilah atau sesuatu yang belu diIahami oleh murid.
Dalam pendidikan agama metode ini sangat tepat untuk menyampaikan materi
tentang tauhid. Karena tauhid merupakan materi yang sukar untuk didiskusikan serta
tidak dapat dipragakan.
2. Metode Tanya 1awa-
Metode ini merupakan metode yang memungkikan teriadinya komunikasi
langsung yang bersiIat two wav traffic. Metode yang biasanya dipadukan dengan
metode ceramah ini mempunyai Iungsi sebgai tolak ukur utuk mengetahui tingkat
pemahaman siswa serta untuk memberikan latihan dan kesempatan kepada siswa
untuk bertanya terhadap materi yang belum dikuasai.
Sikap guru dalam menerima iawaban dari anak didik adalah iangan mematahkan
semangat serta iangan terlalau menoniolkan kesalahan murid yangdapat mengurangi
harga dirinya didepan yang lain. Dalam pendidikan agama metode ini dapat
digunakan sebagai ialan untuk segera menemukan kesalahIahaman terhadap materi
agama. Karena kesalahan kecil dapat menimbulkan madhorot yang sangat besar iika
seorang murid memahami hal agama tidak sesuai dengan apa yang guru sampaiakan.
3. Metode Di8k:8i/ M:8yawarah ata: Sara8ehan
Diskusi merupakan metode dengan ialan saling tukar menukar inIormasi,
pendapat, dan unsur pengalaman secara teratur dengan maksud untuk mendapat
pengertian bersama yang lebih ielas dan lebih teliti tentang sesuatu. Fungsi dari
diskusi adalah utnuk merangsang murid untuk berIikir dan mengeluarka pendapatnya
sendiri, serta ikut menymbangkan Iikiran dalam suatu masalah. Juga sebagai sarana
mengambil satu iawaban yang aktual atau suatu rangkaian iawaban yang didasarkan
atas pertimbangan yang seksama. Keistimewaan metode ini dalam pendidikan agama
antara lain :
O Mendidik murid untuk saling bertukar nIormasi, pikiran dan pendapat
O Memberikan kesempatan murid untuk menghayati pembaharuan suatu
problematika secara bersama-sama.
O Memberikan kesempatan murid untuk memperoleh penielasan-penielasan dari
berbagai sudut pandang dan sumber.
O Memeberikan kesempatan kepada murid untuk berdiskusi dibawah asuahn
guru
O Mengembangkan solidaritas dan sikap toleransi terhdap berbagai pendapat
yang bervariasi.
O Membina murid untuk berIikir matang sebalum bicara.
O Mengaiarkan kepadamurid untuk berIikir dan menyampaiakan pendapat
secara logis dan sistematis.
Namun demikian biasanya diskusi hanya berialandiantara murid-murid yang
pandai bicara saia. Sehingga diperlukan pimpinan diskusi yang lihai untuk memandu
sebuah diskusi.
4. Metode T:ga8
Yakni suatu cara dimana dalam proses belaiar mengaiar guru memberikan tugas
tertentu kepada murid untuk dikeiakan yang kemudian tugas tersebut
dipertanggungiawabkan kepada guru tersebut. Dalam istilah lama metode ini kita
kenal sebagai PR ¨pkeriaanRumah¨. Namun dalam pengertian baru tugas diartikan
sebagai suatu perencanaan atau pengorganisasian bersama antara murid mengenai
sesuatu hal. Keistimewaan metode ini adalah :
O Murid-murid berkesempatan memupuk perkembangan dan keberanian
mengambil inisiatiI, bertanggung iawab, dan berdiri sendiri.
O Baik sekali untukuntuk mengisi waktu terluang dengan masalah-maslah yang
konstruktiI
O Membiasakan anak untuk giat belaiar.
O Murid-murid dapat belaiar dan bekeria dalam suasana yang demokratis.
5. Metode Per2ainan Dan Si2:la8i
Metode ini merupakan bentuk pendidikan dengan menduplikasikan bagian-bagian
peting dalam bentuk yang sesungguhnya kedalam bentuk permainan. Simulasi
merupakan cara menielaskan sesuatu mellaui perbuatan yang bersiIat pura-pura atau
melalui proses tingkah laku imitasi, atau bermain peranan mengenai suatu tingkah
laku yang dilakukan seolah-olah dalam keadaan yang sebanarnya. Bentuk dari
permaiana simulasi ada beberapa macam antara lain : peer teaching (latihan mengaiar
oleh siswa kepada teman-teman calon guru), sosiodrama, psikodrama, simulasi game,
role playing.
Metode ini merupakan metode yang dipakai iika seorang guru bertuiuan unutk
melatih siswa berbaur dalam masyarakat dengan berbagai problematikanya. Sehingga
siswa belaiar untuk bertindak dan bertingkah laku dalam situasi sosial tertentu.
Dalam pendidikan agama metode ini sangat cocok digunakan untuk menanamkan
akhlakul karimah dalam diri siswa.3
6. Metode Latihan Siap
Metode ini biasanya dipakai untuk materi-materi yang bersiIat motoris dan
keterampilan. Metode ini digunakan untuk memeperoleh suatu ketangkasan atau
keterampilan yang biasanya memerlukan latihan secara terus-menerusterhadap suatu
bahan pelaiaran.
Hasildari metode ini adalah menambah daya Iikir atau daya ingat serta
bertambahnya pengetahuan atau pemahaman siswa. Dalam pendidkan agama metode
ini bisa dipakai dlam rangka mengaiarkan baca tulis al-Qur`ar serta praktek-praktek
ibadah.
7. Metode De2on8tra8i Dan Ek8peri2en
Demonstrasi merupakan metode dengan ialan pengaiar memperlihatkan suatu
proses kepada anak didik. Sedangkan eksperimen merupakan metode engan ialan
memberikan kesempatan kepada anak didik untuk mengeriakan serta mengamati
proses dan hasilyang dikeriakannya. Dalam pendidikan agma metode ini bisa dipakai
untuk menielaskan tentang mengurus mayat, tata cara ibadah haii, dan sebagainya.

3 nana sud[anaţ uosotŴJosot ltosesŧbŦ 79
Metode ini digunakan untuk :
O Memberikan keterampilan tertentu
O Mempeermudah berbagai ienis penielasan karena penggunan bahasa lisan
dlam metode ini terbatas.
O Mengurangi atau mengurangi proses interaksi edukasi yang bersiIat
verbalistik
O Membantu murid untuk memahami dengan ielas ialannya suatu proses dengan
penuh perhatian, sebab lebih menarik
8. Metode Karya Wi8ata Ata: Sina: Wi8ata
Nana sudiana menyebut metode ini dengan ¨ ield Trip¨. Dalam pendidikan
agama metode ini sangat baik digunakan untuk lebih menanamkan keimanan kepada
siswa dengan menguniungi langsung tempat-tempat wisata dan lainnya untuk lebih
mengenal ayat-ayat Allah yang ada di alam ini.
9. Metode Kera Kelo2pok
Yakni dengan memandang anak didik kedalam satu kelompok sebagai satu
kesatuan tersendiri, untuk mencapai suatu tuiuan tertentu dengan gotong royong.
Sebagai metode interaksi edukatiI, keria kelompok dapat diterapkan utnuk berbgai
bahan atau materi pelaiaran untuk berbagai macam tiuan proses belaiar-mengaiar.
10.Metode Si8te2 Belaar Bereg: (Tea2 Teching)
Yakni metode mengaiar sekelompok siswa dengan dihadapi oleh beberapa
guru.dalam metode ini kita iuga bisa mendatangkan para ahli dibidangnya atau
pengaiar non Iormal. Dengan metode ini diharapkan pemahaman siswa akan lebih
luas dan mendalam.
11.Metode Pe2ecahan Ma8alah (Pro-le2 Solving)
Yakni metode pendidikan dengan menyaiikan bahan pelaiaran dengan mengaiak
dan memotivasi siswa untuk memecahkan masalah dalam kaitannya dengan kegiatan
belaiar mengaiar. Metode ini sangat baik untuk melatih siawa berIikir kritis dan
dinamis terhadap suatu masalah tertentu.
Menurut agne (1985) kalau peserta didik dihadapkan pada suatu masalah pada
akhirnya mereka bukan hanya sekedar memecahkan masalah, tettapi iuga akan belaiar
sesuatu yang baru.
12.Metode Proyek Dan Unit
Metode proyek yang disebut iuga sebagai metode unit merupakan metode
mengaiar dimana bahan pelaiaran diorganisir sedemikian rupa, sehingga merupakan
suatu keseluruhan atau kesatuan bulat yang bermakana dan mengandung suatu pokok
masalah. Dalam metode ini anak didik disuguhi bermacam-macam masalah dan anak
didik bersama-sama menghadapi masalah tersebut denga mengikuti langkah-;angkah
tertentu secara ilmiah, logis dan sistematis. Menurut J. Dewey langkah-langkah
umum yang dipakai adalah merealisir adanya suatu permasalahan, kemudian
menyusun hipotesa yang kemudian dilaniutkan dengan mengumpulkan data dan4
inIormasi. Data yang terkumpul tentunya belumtentu benar dan sesuai dengan
permasalahan kitasehingga perlu dianalisis.
13.Metode U8wat:n Kha8anah
Menurut Ahmad Fatoni metode ini merupakn metode yang paling tua dan sulit.
Yakni menyampaikan pendidikan agama melalui contoh yang baik dari pendidiknya.
Metode ini merupakan metode yang mempunyai penruh besar dalam pendidikan
agama islam. Bahkan menurut Ahmad Iatoni merupaknmetode yang menentukan
keberhasilan dari pendidikan agama islam kita semua tentu menyadari bahwa apa
yang dilihat dan dilakukan oleh seorang pendidik agama merupakan tambahan dari
daya didiknya. Sehingga iika seorang guru agama tidak mencerminkan tinakan yang
agamis dalam perilaku kesehariannya tentu akan melumpuhkan daya didiknya.
14.Metode An:gerah.
Islam mengenalkan umatnya dengan adanya pahala sebagai bentuk imbalan dari
tindakan khasanahnya. Dan terbukti bahwa pahala sangat mendorong seseorang untuk
bertindak sesuai dengan aiaran agamanya. Setiap manusia yang normal tentu
mempunyai harapan dan keinginan. Hal inilah yang dimanIaatkan oleh metode ini.
Dengan adanya anugerah anak didik didorong untuk mengeriakan perbuatan yang

4 LrwaLl AzlzŦ ltloslpŴptloslp leoJlJlkoo lslom Ŧ halŦ79
baik dan anugerah sebagai imbalannya. Imbalan tersebut dapat berupa puiian,
penghormatan, hadiah, tanda penghargaan, dan lain sebagainya.
Pada dasarnya metode-metode yang kami ielaskan diatas merupakan pilihan yang
tentunya masih dapat dikembangkan. Dan tentunya metode-metode yang dianggap
baik masih bisa kita gnakan dalam proses interaksi edukasi. Metode-metode diatas
dengan berbagai tuiuan yang hendak dicapainya bukanlah metode-metode yang
berdiri sendiri melainkan metode-metode yang perlu untuk dikolaborasikan shingga
proses interaksi edukasi yang ada akan lebih menarik lagi. Untuk itu diperlukan
kreatiIitas dari pendidik dalam menggunakan metode-metode tersebut.
D. #:ang Lingk:p Pendidikan Aga2a I8la2.

Ruang lingkup Pendidikan Agama Islam meliputi keserasian, keselarasan, dan
keseimbangan antara hubungan manusia dengan Allah SWT, hubungan manusia
dengan sesama manusia, dan ketiga hubungan manusia dengan dirinya sendiri, serta
hubungan manusia dengan makhluk lain dan lingkungannya.
Ruang lingkup Pendidikan Agama Islam iuga identik dengan aspek-aspek
Pengaiaran Agama Islam karena materi yang terkandung didalamnya merupakan
perpaduan yang saling melengkapi satu dengan yang lainnya.
Apabila dilihat dari segi pembahasannya maka ruang lingkup Pendidikan Agama
Islam yang umum dilaksanakan di sekolah adalah :
a. Pengaiaran keimanan
Pengaiaran keimanan berarti proses belaiar mengaiar tentang aspek kepercayaan,
dalam hal ini tentunya kepercayaan menurut aiaran Islam, inti dari pengaiaran ini
adalah tentang rukun Islam.
b. Pengaiaran akhlak
Pengaiaran akhlak adalah bentuk pengaiaran yang mengarah pada pembentukan iiwa,
cara bersikap individu pada kehidupannya, pengaiaran ini berarti proses belaiar
mengaiar dalam mencapai tuiuan supaya yang diaiarkan berakhlak baik.
c. Pengaiaran ibadah
Pengaiaran ibadah adalah pengaiaran tentang segala bentuk ibadah dan tata cara
pelaksanaannya, tuiuan dari pengaiaran ini agar siswa mampu melaksanakan ibadah
dengan baik dan benar. Mengerti segala bentuk ibadah dan memahami arti dan tuiuan
pelaksanaan ibadah.
d. Pengaiaran Iiqih
Pengaiaran Iiqih adalah pengaiaran yang isinya menyampaikan materi tentang segala
bentuk-bentuk hukum Islam yang bersumber pada Al-Quran, sunnah, dan dalil-dalil
syar'i yang lain. Tuiuan pengaiaran ini adalah agar siswa mengetahui dan mengerti
tentang hukum-hukum Islam dan melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari.
e. Pengaiaran Al-Quran 5
Pengaiaran Al-Quran adalah pengaiaran yang bertuiuan agar siswa dapat membaca
Al-Quran dan mengerti arti kandungan yang terdapat di setiap ayat-ayat Al-Quran.
Akan tetapi dalam prakteknya hanya ayat-ayat tertentu yang di masukkan dalam
materi Pendidikan Agama Islam yang disesuaikan dengan tingkat pendidikannya.
I. Pengaiaran seiarah Islam
Tuiuan pengaiaran dari seiarah Islam ini adalah agar siswa dapat mengetahui
tentang pertumbuhan dan perkembangan agama Islam dari awalnya sampai zaman
sekarang sehingga siswa dapat mengenal dan mencintai agama Islam.











5 Dr. Zakiah Draiat, dkk. Metode Khusus Pengaiaran Agama Islam. Jakarta: Bumi Aksara, 2004.
Ahmad TaIsir, Metode Khusus Pengaiaran Agama Islam, hal.3

BAB III
PENUTUP

A. Ke8i2p:lan
Dalam pengaiaran agama Islam pada khususnya tentunya memerlukan metode
agar dalam proses belaiar mengaiar dan hasil belaiar akan tercapai sesuai dengan
yang diharapkan.
Dalam kriteria pengaiaran PAI ada 4 hal yang harus diperhatikan dan metode
yang relevan untuk digunakan yaitu, :
1. Bahan yang memerlukan pengamatan, metodenya yaitu metode ceramah,
resitasi, atau proyek
2. Bahan yang memerlukan keterampilan atau gerakan tertentu, metodenya
yaitu demonstrasi dan dril
3. Bahan yang mengandung materi haIalan, metodenya yaitu, pemberian tugas
dan tanya iawab
4. Bahan yang mengandung unsur emosi, metodenya yaitu metode
sosiodrama/bermain peran dan service proiect
B. Saran
Dengan selesainya makalah ini tentunya masih banyak yang kurang dalam
makalah ini maka dari itu kami mengharapkan kritikan dan saran yang siIatnya
membangun dari Bapak dosen yang membawakan mata kuliah ini.









DAFTA# PUTAKA

http://Ahmadi, Abu . 1976 . Metodik Khusus Mengaiar Agama . Semaran ...
Pusat Kurikulum Depdiknas. 2004. $tandar Kompentensi Mata Pelaiaran
Agama Islam $ekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaivvah. Jakarta. Depdiknas
Saliman & Sudarsono. Kamus Pendidikan. Pendidikan dan Umum (Jakarta:
Rineka Cipta, 1994).
Dahlan al-Barri & M. Pius A. Partanto. Kamus Ilmiah Populer. (Surabaya :
Arkola, 1994).
E. Mulyasa. Meniadi Guru Profesional menciptakan pembelaiaran kreatif
dan menvenangkan`. Hal. 107
Dr. Zakiah Draiat, dkk. Metode Khusus Pengaiaran Agama Islam. Jakarta: Bumi
Aksara, 2004.
-----------Metodologi Pengaiaran Agama Islam. Jakarta: Bumi Aksara, 2001
Ahmad TaIsir, Metode Khusus Pengaiaran Agama Islam Bandung, Raiawali
Press, 2004.
ProI.H.Sudiana, S.Pd, M.M, $trategi Pembelaiaran. alah Production, Bandung
2000,hl 154
Usman Basyiruddin, Metode Pembelaiaran Agama Islam. Jakarta: Ciputat Pers,
2002

:7: !03//,3 ,2, 8,2 !  2025:3, 507,3 ,3 8,3,9 897,908 /,,2 5033,9,3 2:9: 503//,3 / 3/4308,  070, /,7,5,3 /,5,9 20302-,3,3 549038 ,3 /2 5,7, 88, ,,7 /,5,9 203,,9 /,3 203,2,,3,,7,3,,2,8,2/,,20/:5,380,7 
,7 070,,/,,1:7 ,3 :9,2, /,,2 203,3,2,3 3,
3, ,,7,3 ,,2, 8,2 /,,2 07,3, 502-039:,3 8,5 /,3 ,9,  8079, 507,: ,,: ,72, 20,: -07-,, 24/0502-0,,7,3,3/02-,3,3/804,  !03//,3 ,2, 8,2 !  / 804, ,9,: / 2,/7,8,  /,,2 50,8,3,,33, 2,8 203:3:,3 -07-,, 5072,8,,,3 ,3 :7,3 20303,3,3  $05079 ,3, 574808 502-0,,7,3 !03//,3 ,2, 8,2 !  /804,8,,93 2,880-,9,880-,,574808 503,25,,3 50309,:,39039,3 ,2,8,2 ,3,80/9,3,7,3,5,/,57480839073,8,83,
3,8,2 5,/, /7 88,  , 3 /,5,9 /,9 /,7 574808 502-0,,7,3 ,3 /,:,3 :7: 2,8 /423,3 .07,2,  !74808 39073,8,8 9/, 80.,7, 4942,98 907,/ 09, 3,
3, 9079039: 8:/, /5,,2 40 88,  793,  2094/0 .07,2, ,3 /:3,,3:7:09, 203,,7! -0750:,3 -08,7,,3,574808 39073,8,8 3,
3,,,2,8,25,/,/7 88,  , 3/80-,-,388,:7,3907249;,8 :39:-0,,72,907! $,05:,2/,3    $05079 ,3, 2094/0 502-0,,7,3 ,,2, 8,2 ,3 80,2, 3 0- /90,3,3 5,/, ,1,,3 5,/,, 8,2 503: /03,3 3,
3, ,3 ,7:8 /57,90,3 /,,2 507,: 080,7,3  ,-,93, 88, :7,3 202,,2 0:3,,3 /,3 2,31,,9 /,7 ,5, ,3 90, /50,,7 /,,2 2,907 ! ,3 2030-,-,39/,,/,3,249;,888,:39:-0,,72,907!  ,,2 :5,, :39: 2070,8,8,3 50,8,3,,3 503//,3 ,,2, 8,2  :7: /9:39:9 :39: 203:,8, 50309,:,3 ,3 202,/, /,3 903
903 203,,7 ,3 -, ,,7 , 2,25: 203.59,,3 8:,8,3, 503,,7,3 ,3 01091 /,3 01803 ,9,: /,5,9 203.,5, ,8 ,3 808:, /03,3 9::,3 ,3 /,7,5,3 $,05: ,2/,3    0,9 03,9,,3 ,3 ,/, / ,5,3,3  80-,,3 -08,7 903 /,3 8:,8,3, 503,,7,3 / 804,
804, ,3 /:3,,3 5,7, :7: 9, 9,25,3, 0-

9.30.-.3/ 2. ..3. .3./.2.5.3.3 3/7.3/.9    #:2:8.33:5!03//...3/804.7. 1.47.3. 9/. // ..8://03.3 503// .8/. 8.7..:.3.8 02..4394 8047.9:39:20249.2094/44503//..8..2 503//..   &39: 20309..3.3903. 3907.3 /.33:5!03//.9.3.2. :/.3.3907.2.8.:80-.3 903 90780-:9 .3 903 .. 202-:.#:.203.950393/...8.7:8 2.8.8.3.3508079.350.8. 2070. 802:.8.3 /507:3.3/:3.5.25:.2.3..980. 202 0-07.3 80-..5.  $03. ...3..9.320207:.7 ..503933.3-0794.: 203072. 8047...: 503079.3 05:.2.8 . .3202. $0-.2 !    5..3 9../.80:7:31472.7 .3!03//..3 503/.: 203/03.3 70.2 !    .9.3/.854903849.-.3 ./.2 !    %::.3.5.3.3 907803/7  $047.25: 203.3 2039.3 -.9 02.3 2094/0 502-0.3. 202-07.3. /8.25.2 !03//. //3.2.7/ -. 2.7 88..33. 9:9073.9    &39:2022094/0/.9 20249.8 80.3094/0 094/0!03//.2.3 49...3 2094/0502-0.3.38.7...3 . 7.8.7.3 2033. .507.2.3/50.8.8 8079.7./.3 80.2.: 57089.3/03.7:8 5.3  2.2-.3 0/:5. ..3.2094/44207:5.91 /03.7..3.8 -0..3 .8.2 !    &39:0309.3 ..:094/0 094/0!03//.. 202 2094/0 /.9 88.3 203.503.2 !    $0-:9...3: 804.7:8 /.3  /.9.. 802.32039..3:7:3. .7.2 !    03.3.3. 9/.   5.39:35.3 802.-0.7..32070. 9/.2 !    &39:0309.2 3 5. 805079 .7  .2 !    &39:20309..:#:. 8.30- 5.8.

 . 2: 50309.-.9.: ..3-.8.3 2.7.7.8.3 88902.3-07./.  .3 /./.7./.3 ..9: 2: 50309.3. 80-. 2094/44 2094/44  ..  03:7:9  %4:2  $.: . 50393 :39: 203039:..3 . 9::.3094/0!02-0.:.3 80-. -.3 /.3 ...9: 2:  2094/44 207:5..8 503:8/..3 /...2094/44 503.9.2 802:..9.3 /.9.3 203. 8:.2 .7.3 2094/44 .3 8.843.9..3 /907.3.2:7/907../. 202-07.:. 8.3/01038/. 805079.9.. 5030/.: ./.920325:.  07/. $0...7...2.79... .3 /.2 574808 503//./ 3/:3.8   %4:2  $./.7 ..3 2.27.3 1:383.3.98 /. !&&    !03079.3 203.9.. .205.7. .3 9039.9.3 /. /. 50.3502-0...8.3 2025:3.9...3 .2 574808 -0.. .3 /.3./.. 2.3.7.7.3 -.3 /:3.257 802:..7 203.9..7 :7..8 /.02089..2  43805 2094/0  1:38 /.5.07..2  .9. 9.59.2 50309.3 8..3 80-. 2:33 -..3    202.5. 2094/ .3/07.3 02089.7.3 1472:.25. 8...7 2: 503//.3:2 2094/44 503//.3.3  $0-...2 90780-:9  !0.7.3 .9.9:88902/. 50. .3 .3 ..2094/44503//. 8.3 3:5574808503//../.:.2 207.7. 9::....3  .3 4507..3.8 2094/0 2094/0 . .33..7  ..7 507.3..2 203./..3.32.3 2094/0 . 8.5.580.3 /.3/.2.380-.-.23.3 9:. 9:  2: 503//.2 5007.9.2.5. ./.3 /:3...2: 50309. /...3 .3 .9: /853 2: :.3 90780-:9 / ..7.2  :3.3 8.2094/0../.2. 8:..3 507.3 :39: 203.3..28:. /.9 /853 02:.. 907.50.703.3 ..9: 2094/44 503//..: /:9:39:202-075.:/ 16/.3.: . 2094/44 907803/7  0 ..7.7./.9.3 /. 503//.340:7:/. 202 2094/44  .3203//  !03//....71.2 7:...2.3 503//.800.38.3-07.2.9.3897:9:7002-..2.80.. .3907.3 .3 .3!03//..3 8.3.250.

.5.3 8.8079.3 /.39..5 :39: /97. $047.3.7 07:9.. 202 . 05/3.82..3.25. 2094/0203.8 /..2.8:0.7.9.2203072.2.3 :. 2094/0 /.3 9.5.-9/.3 /03.3 40 88. 2094/0 -0..7.3 -..3.7.9./7.9:39:/880-0:2202./.. .3 -.3 9::.7./..9 20302:.9.:7.2.3  /.9:/03../..8  2.9: :8..3 0907.57.79. ../.8.3/.3. .3... :9 :39: 202-07 5.8. :39:   !:8.3 /.7.3.2 :3.7. 2.38...7.3  094/0 207:5.33./.7 :7: 05.8.7.5.7.8      -/ #..203.80-.8  . /.3/02:.3  503. 2005.9-.3  2.3 203.3  50309..79/.203:.7503.3 9::.3 905.25.2-. .3 .8 203:3:..9 0. ..3 74..  .3/8.50.9  0907.7.7.... .3 /:940:7::39:203..:.:2094/44 &39: 9: 502...3 /. 502-2-3 .9/58./.33.2$04.3.3          :2-..3 23...9:.98 .:./.8.9 20302-..-07503/.9..- 80. .3 57.9 / ..3.3 /.3 1:383.2 50.25.:7:.7/.3  02.820302:.2 80.3.3 2094/0 .3.38107.3 90780-:9 8.7.384749...7425039038.5..808:.27.8:/ 503..3 -.5073.3 70. -:.3 /.   9..7.:. 094/0 ..3.50.33.3. . .3 203. 503/.3./. 094/0 .3 01091 . 0:. .8   $9..3/.8..7:8/240:7:/.5.2.9    !03079..9.!0.7.3. .:2.7 88.3 703.944503//.7.9 .25..82:2 907. 2:7/ 2:7/ /.32..7.9: 8:..3 ..8.9 /.-7...3 9. 20302:...7 88..3 2. .7.  202 50309.7..7.2094/0503. 80-.9 8.3 80.39.9 202-039: 2./.3 /50740 .5.3 9.7 .3:8. . 2../.3-0-07.3-. 2.8..9:7::205/3. .2 05..9.3 094/0 ..39..5 804.  !.3 :7: .2.8:/049.5.2:7/     03 -07-./..9/.5.7..3:3 .

 8.:507/0-.3 907808. %:.:3.3  2: 503//.5.919.3 .3 203.3 /./. $9 /. 5.30-20309...3 -08.8..9.3 2: /03.2094/04  07:9 3 /8.  0.3 ..2.3 . /03.9.9 -07.8 -0757 /.2 8:7.3/.9.5..3 -.7  9:.5 .2 /8:8 04254 /03./.. /03. 503// 203.8. 2094/0 203.7.5.7203.7.  03.3 2.88 /. 24/0 502-0.8. 2.9:24/0 203.:5:3 02.3 2094/0-0.7: 507.3 0- 20309.3 /-07.4:39:89:.7.3 01091 /.5.3 .590743974/03.7 /.301091/.-078.  05.3/.3 80-. $07:...9 54891 -. .3-0757909.. 907:9.  $08:3:3..3 70.3 .3/.8 .4...3/7/...2 574808 503//.39.3-.5 88.91803...3 2094/0 -0.9509:3:  03.3 /..8.  -.8. 203:2-:.3/03./.3 -07-.9.5..  803..33. -.3 47.7 .8.3  :.3//..     1   )96 *    *  2 6 95 .91 /. 2070.3.7.  /.5.   .3:8. .7.  2 6 95 .9203.7.: 9039.91/.8.3 2094/0 203..7.7  2.3 5007.5.39.3 8..-3.3 /.9/.3 70.8/../ 2.. 20.3 ./8. /.9.3 88.3 50.919.3 -07-:3    4     2 9H    I2     49 4  47 5 96  * 6 H ./.3 -.3  :39: /5 /.3/. 80-. 2..7 .9: -..3.7 .388.3 203.3 .3:39:202-./. . ..3.3 /087591 907.  !03933.3  2030:.. /.3 . 57-.5 2. 93.: 574808 /8:8.8 5072.3 503/.07/.3 /..9 2070.  9H ....3909.8 -07573. .203:-.30-0-. :39: -078.. /./03.3 20302:. :39: 20.2574808-0.7 ... 0/:/:.5 .5.3 -0-07..5 2.389.343/8.3 .9 202-.20.3 /.3 %:.3 .-.7.8.3 -. .32: . .8.3./.96          1   793..7 2:503//.. 88.7 3 /907.9073.  2020. .  $08:.3 -.3 202-. .8.58.3 010803  &39: 203.3 172..3202-0708025.:47.9..8.3 .5. 2. 88./...3..9 /...3 203/..7.3 2025079. 2.

 43805 43805 /..25.9.3 -0. 202:33.370.3 /.3 07.3 ./3. 4:8502-0.3. :39: 203.9 31472.7.9.2:.349.3 502-0.8.3 7. .9..8 9:.91 /03.2 9:.3 -0781.3.7.3 44507.85.3/ /.91 0- /.5..83.07.204254  -  094/070.3 907.93.-0.3 .//:39:-007...8 9:./.: 07. /039 /03.8. 503079.7 88.90.25:.3.9-07574592.3 02.2. -07:5.357480/:7 .00.9 /.8  /0247.7.44507.2.7.9.-07.. /807.38.9.. ./03.3 2.9.7..25:. /.7. 097. 04254 .3 57480/:7./.8.3 907-2-3  70108  .  4/0 502-0. 3.:08548947 .91 . 2..3 /. 49039 /.305.349..3:-:3.:.089./.843. 0-07.9. 04254  :-:3.3 2094/0.993  . 5078058 .9.7 .8  .7.3 80.3 2.25..350308:...3 .23..3 203:7:8 5.7 8:.. 88. /.: 9:.3 92-:3.:.3..8 5...7.8.3 503:8..9.2.2.5 -0. :7: :39: 20.2 -0. 80.7 .3.98  8:..8.:. 8.3 /03. 897:9:7 /4743..3 /02:.3-0781.8./.3 -0781.7.5.04254./..8..3 . .  094/0447507.3 57385 57385 39 /.733 0/:5..8..3 0.3 .3 203.3 909./: /.3.9.388.9.20 88.5 .703. 3 8073 /80-:9 /03.85020.97:8 /50.07..39. 43/:81  907-:. 502-0.3 20303. 57385  24/1..7 800/.7.  :39: 207.3 503.30.8.7 44507.3 81.:7:8.8 .8 .733207:5.9 93  43/8 ./.5.7.39.3 20302-./.3 54891 9039. .733 $8902502-0.9 /. /03..8/...3.380..3 /73.38:3 $39./.3 88..3 :39: 203008.390709.7 44507. 8079.3.203.7 04254 .3 02.8 57480/:7  .7 -07/..349437443.733 !0309..9: /853 89:/  20-.73..39:.7-078..7.3 907897:9:7  !02-0./.3..907-:.3 -0757 93./.5.:.9 44507..7. 3/./.2./.7. -0704254  %09.8-072.9.8    094/0!74-02.80/0.3 02.7 -0. /8./.7.7.7 0/:5..3 -0747039.3/7  /.3 .32.3.3  .3 3 20..3 /.3202-0708025.331472.3 /.9.8. 839.9:.5 2.3.00.  3048.5.880.3907..3 05.3 . 805079 9: 202:33.2.3 88.3 808. 8:.3 0- 01091 .5.91 803.3.8 /..:.7./.. /..388902 503.3 .93907/050/03801091 /. ...

.3 907.3 /.9..2.8  /.25:. 2094/0 8484 89478  .3700.8.380. 494342 20343897: 50309.3   J °¾ °f° f¾f f¾f¯9 °  f°% 9f° f°.3 20303.9 /.3 804-091 4-0913.880882039 503.7 2.3 8:.3 -07-.3 439089:.3  20302-.3 ..%0..82 202-.9:7...- 8.3/0.9: 24/03 502:8..7.9.733 .3 443.  23/8 43  .3 2:9.2 -0.93.803/7 /...3 848..80-. /. /03..9..43897:. 094/0.2-: 7.202-07 08025.574808/.203.39025.2.8.8  0..  .947 502-0..3.3.3 /:3.2.3 8:. 203. 8.7. 80.3  249.:.:.2-:  .3 808:/.  3048.8 :8.8  3. -8.9 0-:/..7. 502-0. . 20343943 /..8  503.:9039.9.5 809....3. .5 .9.3 2025:3.5:3..3.39.9  /.3574/:3. .2.7438 /80-:9 :.850 /03.3  503.3 203.3  .7.3 20.3 .7 04254 .9: 03.3 ..8 88.31..9 /03.9.3 88.3 88.3  249.8.33..3:3 502.0.5.8.7./.3/8 43  203.  907-:..  :..9.8  20302:. .3 509:3:  7.907 .3 9039.3 507.9.4394  6:089433 08547.3 7..9..2503//.9.33:3.3 8.2 /.. 88..91 /..3203.3 803/7  20343897:8 43805 . /03.3 439089:.3 /.3  ..733 !02-0.8 -0..3:9 .3  /03. . 08.3 . .3/.3:.8  202-2-3  203:39:3  203.39..ff¾¾f%    .3 54794144  503.3  80.: 0.9..90507.3 /8. .7..57.3.3.3 /2:.    094/043909:.3. 502-0.7..3  36:7 /0391.88 839088  7010..3.3 50-0..3 439089:..7.: /:3.3 50302-.9:  9025..8  3:7  0307.9..9: 0507.: 7.4-.3 24/0 .38.7 -007.2  9/. 3.422:39 80:7: 88.3 01091/./:. 0/:5.7.7.: 3/. 203.-07:9 .8  .3 80.7 2:3.3  503..3 93/.3 42509038 9::.3  0.9.3 .3 02.:./..089..8.9: 2094/0 502...8  549088  4309:7  0307.  503.9:..: 9.. 803.7..8.3:2./.3 907...3/.3 /03.  803.  88..  20307. ..70 -07-.3 907.3.7438 094/0 /. 2. 5.25...32094/0. .3  !0385 502-0. 80-....2./.943 70.3 .3./.7.3  20302:. /-0/.3 203. 20.2./ 43/:81  3.3 8:./43709 /..3 2070.9. 9:: 3/4.9.7985.7.

30-/423.-.3 8.25.3 2094/0 3  .8  .5 :. 50302-.3.  803..3  8.38. -. .91  909.8.8  .3.8 57.3..3.2 3  207:5.2 57.3 ..9.5..3 /03.203:9.....302. 20307..25:.3 8.7 -0.04254 708038-:: 42-.- 8.3. 909.3.3 ....2/.3900 094/039/. 094/0!74-02$4.9 /02-.38:.38:/.  39009:.3.3 50..8.7  07.7. ..3.3 50702-.3.907-.3 /.3 /087191  0 094/03/:91 094/0503//.3 .3.3. 202 02.9.... .5.8. ./.3 :8:8 : .9.3 207:5.7 8:2-07/.3 20307:8. 907/.3 /03.. 205:9 /8:8  4.3/03.3 202:33. // 20250.3.3 8:.3./.3 2030-.350702-. 39073.5/.3 3 207:5.7.3 2.  .3 50302-.3 80.9 . 2.3 .23.9.33. // 9/..3 2039.3 .9 002.3 .3 2: 50309./. 0825:.3 8 $:33.2.9.8.9-07:3../.3 9039.:  03.3/-. 2.3 .3.30907.:  202.3 094/0 !03//.73.389  / 094/02578 094/0 503//.3 .:.85. .3...9: 3907.73..8.8.:.8..: .7.907 . 094/0$3743 3.7.3 .503:.38054450.2 20.357..//2:33.3 202-:.802.8.25:.3.3 2.340503//.7.8 8079.5.38.98  %03 503.3 3 207:5.920.-0781.3.7.7.2  203:7.3 /.3 .9: 2094/0 . 33 20309.3/03.. .3 80.32032-:.:./.7..8 3472.9: 2094/0.3 20...3/.  . 8079./.9:   ":7 .380-. 3472.3/.50.2 2094/03 .5.3 2094/0 3  .253 87. -:/.3.3 .3 84:83.07./..  /03.3.8.:8.5.2. /.8 848.7..9:574808.3 -07-.  8023... // .220.3 8. 50309. 904798  3472.: 903 82:.3 .8.3./..-.7.9.33.3/3.  203:: 5.3. / 8.9: 2:3.3 2039.  094/0 3 /.9:.3.7 .3.9 094/0503//.  0:39:3.  80.3..88904798 .3 202-0702.93.3/.3.8.7.: 574808 70..

.3 802.3..8047.3 /:3.-07:9 094/0203.7503.2:808.3 /003/.5..8..33. /03.3.3:8..3 20249...2.7.3..3.  207:5.89.3 01091 /. .../..8.3  89:. 8..3 . 808:..8.9 :39: 203...2!03//.32094/0.509:3: ..4394 2...:2:2 %::.2.35. 8:.38..7 907.7:8/5./.8.7. .5./.3.7.7  .7.5.9:7 ..3 ..7.37-:.8. 203.20.38.9: .9: 2094/0  2.7./..3. 05/3.  !.9:0.3..2 503:3.73.../.3.  .7.5.8.2..9-08. 07.3!03//.2:8 . 503.3 /. 907.-.:22:233/. 803.: .9:4254303/.3 02:/.38:.75.5.8. 1. /03.3 2094/0 $0/.3 -07-.3 2094/0 203..3 0-03./.:7809  1 094/00/:91 094/0 503//.8  8..89..3 9::..3.92.33.3-.38.79  2:909. . .3 :39: 20.::5 8:9-..343805 43805507.2...8..947 1.3 -071:38 80-.3  $0/. 03..3 3 .79  .5.5.  57.8.094/44!03//.2.3 /:3.8 2094/0 3 202:33.3 .3 8:./. 203.7.8 .3.73 /       202-07.9202-:.2    !03933.350.203.3 5::.  -.3.3/.2 2094/0 2.3 2094/0:7.33./ 907:7. .3 ..38..3.3:7::39:20309.8 1.7.3.///.3:3.3 502-0.9.3 2094/0 203:7:9 .3./.3 .32094/03.3  .39039.3..  203// 20.7  1.28..390780-:9-07.-. 803.. 9::./.2502-0../.5.3 8:.3 -.3 /0138 80-.2 202-3.3.7:3.8 2070. // /..7  :.947 .73.3-0788902:39:202:/.8.25..7.  2094/0503//. //..3  $02.7: / /..3/4308.947 :7:  88.        -07.3 203.  8079...7.057-./.7. 2094/0 . 80-03.3 ::2 ::2:2:28090.:39:203072.3.3 . 9::.9: 5007.3  2.901091/.0-03.8     -07..3/9039:...950393/.3.3 202503.574808503//.7.. .3..7.3 01803 5:..3. 203.7.920303..3 -. 1.2  !  094/0 .3 8.2 !  094/44207:5.7.. :2:2 .8   094/44 203:7:9.7502-0.

5. ./ .:. /.02.3  &39: 502-0.-  .2...  9.. ./03.3. . 9039... //3..3804.3 509:3: ..22.20893.3700. 9: .8/..703./..8:.2 20.7.  $047. 207:5..3 :7: ..02.25:. .- :.8.3 -./.5.9 203. .7:8 202-07 090.  8047.38. ..9079:8  7.2 3:3../:.5.7:8803..3. 05.3::3  :..3 2094/0 203..202-.9: .7 503079./ .28:. . 057-.39/.3 39009:. 3 207:5.22..9.2       203:3.3 .3 8...3  0799 94.3:7:.3 -07-. /.. 503//. 090./.9:88902503//.380-... !7385 57385 !03//.7. .2 .. 8:7.7:8 /2 8047. 202-.9503//.503//./.98 :39: 203. .9.3 -. 2094/0..3 -.. 202. /.7 .2./..7 90780-:9  :.3 57..3 /03.   & &  02-./73.3  ..40:7:  $047.3 /.3.8.3 50739.3.3 2094/448  8079.3 50739.80-..3 .8.7   207:5.9  / /./ $  8.  2.:-07-.2.2 -::3.3 503//.2 503//.:.. 202-07.32..3:7:/9:39:9:39:2..3  02.9/.3 88902.2805079-07:93  80.39. 03:7:9././.25: 202.3207:5. 8.703. .8 -.3.3 .:5:3202-.3  803.207:5. 9:7:3 05.30-:..7:8 /2 :7: .3-07-.8.9 .:7:!03//.7.07.8.3 50739.320...8.3 509:3:9039.3.6.2.3503//..2  805079 .703.3 2094/0 ..3..9 -07507.3 $:.3 503//.73 /     207:2:8.3.2.: .3-.5.39.5.3 8. .3 :7:  .7:8 2. 503//.. .9 /03.-.3094/44!03//..39079:82.8..3 8.7 ..  /.39: 203.9.8 /. 9::.9 .7.2.9  28.:5:3/:. . 9::.3 8. . /.3503079. 5.3 ..2./..3 5079. /.3  8079.3 .//.3 2:9..9 -.1034203.3..3  .33 $:7.3..2.3 80-.8.2 ...98 /..7:8 /.2.3 .9..20302:..3 .22.9 5079. 207:5.2. -.9. :8...70.9..  ..3 207:5.3.3 ...380-.3 070..3/... .:5079. 2:.3  9/.2.3 //::3 40 ...25:. -.202-0.3.25: 203:3.3 -.9.. /03.

 3.3 /8../.7 507.2 !..3./.3 ":7 . 094/0./.53.3 .7.3-07.. .3/.2 503//.":7 ./..  502-.:.3/..2-..2.3 -. /.3.: /03. 2094/0 ..280-.3 .39072.3 503../03.3 2094/0 57.2.70-..8...8..2.2 503//.2.38. 80.907-.3.3...3 :..9.9: 2094/0 502-0..8. 2589 / /.2.  05.3..3 ...9:2.3 . 20302:. 67.. /.3.7.2503//..3 /.8:/.3 /.3 80.9/03.  $.3.8.9 9./03.3.  . :2:2 9/.203.":7 .3 !03//.3:3.2094/448.8...8.3 /5.02-.3:8.3.3.23.7..3..203.38:9:39:-07:-. 8..3 /:95 4073.38.8.22094/03 .3  80-:.9 .2.3 207:5. 80-.39039:8..5.3 0 !02-.3./.703..3  &  &   &  9: .-.3/.3503.3  -/:7 #..7.../.3....73..9 ":7.3 2. /:.2808:..9 ./.8.33.2.  2./.2 .9 -7  ..9:$:7.250.7..8.0..3-.6  !. ./.7.5.3.90750..3-.3/.3 80..32: /03.-..5./.390780-:9    094/0 094/0!03//.3/5...3 2094/0 ..2.3/:33...9:.2  094/0 204/0 .8.2. 502-. ....7.9.3 .  .       & 80/.3.: 4  .-07:9 .3/. 8.2.20.2.2094/0503//.9.3 ..38.950393 .7.3.3 503:. /. 2094/0 .2094/448.3 /5.   . 8. -0/.33.2 $:7. 2094/0  -: 2. 8.8.7. 298..5..3 .-. .3 1 -74/.9 "     ././             $..2... /.98 :39: 202..2./..7.3203:3:.338.3 40 .-.3 50.3-0-07.8:/.: 90780-:9 50739..-.3..  / %0.3 %:.2 8:..3.9   & &  &  "                    & $07:../. .8.9: 9:7:3 .

3 2094/0 .2 503//. /8:8..943 2030-:9.7- $0/.3.3 . .07.3   !.3. 8.3 -8.. -0.  9.3 2.2 ..8 2094/0 . /5.39.7-/.2.. /.2. %..

 8.5.7   094/0 3 8.3 :39  :8.9.7... 2:8..5 8004254 503/03.2.38:. 2:7/ :39: -0.3 .3 202.280-:9/.3 -08.3 0.7../5.9 .2030.8 /.. 07.:83.973..8.8  5072.3 507.3:07.3 2..3.3. 2:7/ :39: 202-:./..2././.7 203/03.5.8  .3 //8:8:3 /03..8  .. .5.9.8.32094/03.5.3 05. .8..98 /.3  88902 -0.3 002.3.3 08507203 .3  9:.9 .907 .. O O .7.8.  5740 /.8.3. 430 2.9 20302.7.380-.7-0-07.2:7.9..2.3.3 503:9:7.3 -039: 3907.3/.9.9../.3  .3.3 8./.347.9: -0.38.2...04254 8484/7.9 905...2/03.38.32094/0 2094/0.3 -. /80-:9 80-.3 2.9.3-072.80..3.2.9039.9.8 20./.: 50307..9.3 40 808047.9 .. .  $0.9:3 . 2030.7 /.2:3/02..9 /.8 00-.2503//.2. 2:7/ /.203:.2.2 .32094/0...9.7.3 88902.3 /.3.907 .3 -0-07. 094/0 3 8073 :.78-08.7 O O O O O . 2094/0 80-.507. /:3.7 /..9.30-203.9..3-8.3.32094/03:.3 /..3 :39: 203..3.32094/03.9:31472.:8./.3 203..3 80.5  /0243897.3 .2. :/.7 -070:  5020../507:.3 02-07 503.3/8.:.9:./03.3.. .3 503.5...3 203.3 /83 ./.9 203.25.3 $047.4-.3-.7.2 :2.8.3 05. ..2.280-:9.3 907.3 0../.25..: 8.. /.07.3 50..2 ..3 2.. 202-:.8    094/007.3 84 2094/  207:5.9.25: -07.3 82:..3:7:.7 02-07..202002.

 /.003.9.308.3... .5.98079. 42:3.32.907 .../.9 905.7:8 203/03.3 2.7 2094/0 3 :7.55.907.: 93.O !07. :39:-079.2..589. 2094/0 3 /. 9/..5.:/207:5.25.3:7:  !.7.25./.7:39://8:8.3.3 2:7/ ...38:.3 2094/0 .3 /./4749././03.3. 907.3..38.3    094/08:8.3:7:/.3 :7:/..52.703.3 :39: 8007./.5.3/..9.11.2.3-0:/1..7  $03.3. /5.8./.3.08..3 ..3 2:7/ .9 :39: 203.3 2094/0 .38079.3  ....9/.. 8047..907. 1:38 80-.3..-03.3.317. 90780-:9/.25..9:./..5.3.5 2.3202. 94.5.703.9..3 907.2.: 203434.3    ..91  %07/.3907.  $./.:808:.7.3..9-08.3 202:3.9. /73..3  . :39: 202-07.9 203:7.- 094/0 3 207:5.5:7:/.8. 88.:7:/.8 .3 -. 503//.2.07.2.53.3 ..8.907 9039.907..30.3 -03.7.9/57.3..1.2402:7/  O O .3/2:33. ::7 :9: 20309./:..3 907....8.3 .9.9 94 ..2..3.8.3 08025.3 /. 8079.9 /:3.2.808:...-.32:7/:39:-079.. .3 .3 .3 80-.38:3 . 20302:.3.7 ./..3 /03.3 88.32.3-0:2/:.3.  094/0 . .3.3 08.2 503//.//./.5..5./.:/ .9 :38:7 5.2.3907.3 /8./3.3 802.3. //05..39.3 .9.3 05.2203072./.2 503//.3203.7809.22094/03:7:.92032-:.. ..9 502..703..32:7/202.5. 97./.3/.3:7:8.3 -..3 -0781. 3 2025:3.3    094/0%.3 2:7/ .3.3.3. 2094/0 3 8.5.

7 203:.7.7 /8:8.3 8.3 17.3//.:$.-.  :.:8:.9:  :38 /.2 8:.9.3 8:8 207:5.93.3 2.3 .9 503079.:8.3..3 :38:7 503.3 .9:.8  503/.9...3 9:.2.38.3 .5.7.9: 2.80. 8.3 -078.3.7.3 /..32:7/:39:-0717/.7.3.3 80.7.3 2094/0 /03.2- 8.8.7 31472..2. 907.3 808:..503/.3. :9 2032-.9:.8 /.5...3 0- 0. 803/7  8079.8:/ :39: 203/.3 .:93:207.9  /.3 .-.7.3 0- 909 9039../.9:7 /03..32030:.... 203.9:7. 80-.8..5. .

8.5.2-38.3 05.3 9:.9:907:.2.3/..3 .39.3/8:8.388902.  ./.. 03..3 08025.98  O O O .3 8:.3/.:39:..25... 503/.5 -07-..2 89.8 /./.9.: 50347.2:3 /..-.7.5.7. !# 507.3 0-07.38 907/.2:7/ :39: -0717 /.8.3/: 80-:.80.3 05. :7: 90780-:9   .79.3-079:. 8.. 08920.3.7:7: 202-07.7./.8.3 8:.3 05. 80-.7.3 -.3 02:/./.7:.3 -078.7.7 -07-.48/.8 9079039: 05.39.3. 8:.3.  02-07.9:.3808. .3..9 .98  .:39::39:2038..3 2:7/ :39: 203. 2:7/ 20303..9..9.3.. ..3.8.3.8..9-0.38:2-07  020-07./8:8    094/0%:.9.7.3 08025.3.79./...8:.8 /.:2-.../. .3 43897:91 02-..2:7/:39:-07172.3/.. 2:7/ :39: /0.3 /.3 8.3/..3.3503/./.9:.8 90780-:9 /5079.731472.3/.2.7  :7/ 2:7//. 08920.3..:39:202. ..80.3 .3 :7: 0302-..8 57.3-07..3/03. /8:8 .3#:2.. 808:.3 202:5: 50702-.3-007.3:3.7.-078.2.5.91 -079.3 -.3 O O 03//2:7/:39:8.39:.3.3:3.8  02-3.3 84/. -07.2.7..35253.32094/03/.32094/03.5 9407.39.7.7/..3-07/7803/7  .3..-..7: 9:..9 80.3 80-.3/0247.3/..308025. O :7/ 2:7/ -0708025.9: 574-02.  03. 2094/0 3 9.8. $03.9-0.2574808-0.2.9./507:. 2:7/ :39: -07/8:8 /-. 2:7/ 2:7/ .3....3.9.38.9 02-07.8.32.2503//.9.32:7/:39:202507405030.3 O O O O O 5.7 203.2.3 203.8.....9.2 503079.3 203..9 502-.5.7.2:3 /02. 2..28:.8.850792-.9: 50703.380-.8 .3 5030./..3 503/.8:/:95./2.

$03.7.9: 93..2.25.7 202507.3 . 5:7. -079.8.: 574808 93.38507203 0243897.: ./.3.-.902.3 08025.3 .3.. 0/.2-.3 ./...9 249478 /.:507-:.3 ..3.9:20..8.3.3.3$2:.2 0.7 4088.2-.2.8 207:5.2..3 0907.3-07-... 4.574-02. ...3..907:8 20307:8907.33.2. 20207:... :39: 2.2503//..9.9...8848.8.3.3  $2:.907 2..8..2 -039: 5072.3  .3.2503//.3 202-07.-07-.3  094/0 3 207:5.9.57.4..  039: /./.9:8. 2030. 203. .2.58:.3.7..3 808:3:3.8. :39:2030.9 8079.3 902..9.: 29.7.9. /.    094/00243897.90 57..9079039:  ..9: 09.3 ..988..3$.8 207:5. /.3 -..3 .8..3 -0781.3 05.7:39:-0793/./.9.9 574808/.  094/0!072.3/07..    094/0. //  $0/.8.3 -.: 20./.9.2094/03-8.388../...2094/038.3 -0781.:7/.7.907 .9.. 203.3203:7:82.20  7405.43:7: 8484/7. 88.:.3.3 08507203 207:5.7 5072. 82:.. .3 -.7.9: 574808 05..2503//../5. ":7 .:. 17 . 8:.3 :39: 202050740 8:./.    -f°f¾ ©f°f f¾f f¾f9¾ ¾   .2.3 503.3-. .9.3 .5 094/0 3 -.3.39.3.3..3.3. 584/7.2 -039: .78079. 203.9: -.72.-0-07.5.7 2094/0 3 .:502.7..3 5093 /.3.: 0907.:.380-.3 :7: -079::.3  094/0 3 /:3.3 2094/0 /03.8 094/03207:5.3 /5.3.3/03. .3808:.9.3..8  . . /.9. ..95:7.25..2.3 507.2/788.27.3 8079.4/:3.05.73..9/03.: /.8.289:./..39039.3203.9.50309.:/.350.3 8:.8...3-039:503//.9 9...3 .3.3 2094/0 03..3 .82:.3-0793.3.3203/:5.8.2.9..3.2./.3 804.3 2094/0 .8../5.3500790../. /5.2094/0 3 -8./..3:39:203. // :39: 20307..3 /.: -072.7.3 :3:9 20. /..8/.9..-0.22.3..3.. 8047.3 20303.380.3.90 -.3 80-. 3.2.3...

 /03.3/03.8/.3..3 88.2094/038.3 /.-0-203.3 2094/0503//.3.3 ..3.8:.9.8.7.3 203:3:3 .3 2094/0 3 /.04254 ..5 40 -0-07.2..3.3...9.3 5.3 -.7  094/0 3 8.3 203./:3..3.2%0.:$3.9079039:  .3 80-.3 .. 2030-:9 2094/0 3 /03.3  .2 503//.3/.9 -..30...350.3. .3203/.:8..9 .91  07. 038 5030.7.3 -0781.5.8.3 -0.3.8.9: 04254 80-../.:2. 04254 /..3 502..3:39:0-203.9.8  03:7.32. !74-02$4.23    094/007./03.3 .3 503:507.7 203.28907.90750.3:39:-07-.3574808-0. // 0/..3 574808 3907.9.3 9079039: /03.2   094/0!020..8.094/03/:3.8... -07-.33.703. :7: /.9:574808/03.3 907803/7  :39: 203.8.9 8.2 8..3 .8 0/:.3 /3...7 203.. -.3/03.58:. -8.3.  03. 203/.2./. :39: 0- 20303.33.3 :93: -07-.9-.3 0- :.9..9.3 .7 343 1472.3.29:.9. . 503:3..: 503. 8:..7 8004254 88.39079039: 0250072:/.888.3 203.8 .3. 8.22094/03907-.25..3 /03.8..07-.:39:2020.. 8. .9: 08.3 /.7. /-/.320249.2. 88. 2094/0 3907. /. /03.../.. -0717 798 /.2.. .9.89 02-.33.305../.5.9:2.9 .9.7   094/0$89020.9.7.9 /907..9.2 2094/0 3 9.7./.3 2094/0 203.3:39: O O 02-07..8 0/:.9:.3 4943 7443  $0-.2.3  0/ %75  ..3 -.39:2:7/:39:202.5./.7070: %0. :......3  . /.5. 8:/.302...38:3 9025..9 9025. :39: 20.30907.5.7 O O   094/0.30.9 8.9.9: 9::.: 203:7..9.2/03..33.3 202.

 .3.3 02:/.3-:.3 2094/0 .3 /80-:9 :.9. 80-..3 503// ..4394.98  03:7:9   00 ...2. .3 8:9  ..8. 8.9:3.3 /.3./.7:   094/0!740.9.803.3 /.:080.7 /2. 207:5.9:..3 31472..3-0..9.8.3  .//3.3 .8.  094/03 207:5. ./ 1.. 5037: -08.3 3472.2070.3 .3 ./.8. 2094/0 :39 207:5.:08.32094/0 .28/.9.3:39: -0793/. 9099..3.3:07. .3 50.31.3.3.3/.2.5 2...3 /.5:.9203/4743808047.3.3.3./..9:.3-.7.943 207:5.3.7. .3 40 8047..:508079. 808:.2 20303. 9039: 2025:3./. /...9 /.3 5072..507:/.3..3   f 9°¾½ ½°¾½9 °  f°¾f¯ f  ...3 2094/0 203.3 /2..387 80/02..8047.3.3 .203./....8.3.3 507-:.3 /.30  . -039: 2-.3 8:./..  8.943 2094/0 3 207:5.   094/03:07.3503//.3 40 2094/0 3  03.8./.7 93/..///.3.5.  803. .393.9...///8::-072.2. 8.33...2.3 . 802:.20.2 9.5.3 /5.7 -..320:25:.35.7/.5.52.88   094/0&8. ..7 808:. 2070.93..3  02:/.3 /47.9:080:7:.3 5.25./.3..3... . -0:29039: -03./.3 7:5..2  . ...3. 207:5.3. 9039: 203.8. 8.9039:..203.8.3. .2.3 2025:3.3 203:25:.3 88902.3-072..3203.87 .3.7...3:9.3/.3 2094/0. $03.2.2507.3.3203. /.9:2.3-.3 /.9:544 2.-:.3.. -.3.:.3 9:.9: 5072./.73. 2.80-.. .2503//..  $09.3 /.. :2:2 .3:2.22. // //4743 :39: 20307.03:7:9...8  .5. /03.2. .2 2.3 907:25: 9039:3...8.8.203:9.9.:./ .3 /.3 203:7:9 2./03.7 /.3.7 /.3 ...3 808:.3 0-07.3:7:.3 033. 3..3.8.3&39 094/0 5740 .. 9079039: 80.3/:38:. .3 203:8:3 54908.. //-078.3. /03.32.3:8.//3.9/.800/..2.7..0723.7.39./. .90780-:9/03.7503//3.7 503//..3 203039:.3907-:9-.22094/03.  48 /.3 9.72020..3 /03.3. 8:. 03:7:9 2..8:.5.3 .5.2-./. .

2.3 /. :-:3. $%  :-:3.3 .3 .3 ..3:8.380-.3..8.3  080. !03. .7. /..3.  &39: 9: /507:.38../03.32003.9:/03.7./..33.7.3 02.2.3 /.7.3 2.850 ..3:2:2/.5 3/.3 .3 8.-039:503.9.3 90780-:9 /.2 574808 3907.3 -07-.7. 8.-.3 /.37::38.8 /. 3.7 203.3.. -078.3.3/.309.9.  #:.  ./. 0507. 2.. /.2 .7.8. 803/7 8079.3 03/..2.. 574808 3907.8207:5.3:8.3 507: :39: /4.32./03.3/804././.3 ..-.. 8./.3/..-.3. 5:..2.3/. 8.3:8..2094/0 2094/0. 2.3 2.2203:3. 9.2./:.3.850 !03.3-.3 70.3 9039:3.3 .3 2.  503.7.7.3  /.3 907.3  /.38:5..3:07...8..3.3 3 .  ./.3 808.32094/0 2094/090780-:9    #:. .8  094/0 2094/0 /.33...5 -.58. 2094/0 2094/0 .3 9039:3.33:5!03//. /039 /03.2 ..7 9039.8/. !03. 9::....2 205:9 0807.3 -07./.7.3 83.3 . 2094/0 2094/0 .3 3:5 !03//.8. /./.3.7.3  503472.3.3. .. 8... !03.9 /.3 .7.3./..302.7/.919.33..3 2094/0 2094/0 .9 /02-..20.33:3./. 2....3 0802-.2203.3.5..3:8.3/.3 .3 3 -07.23.73.7 80 502-.. 9.850 0507.8 0/:.33.  !.3 3:5 !03//.8.32..5.8 /03.3..3.. -:. 207:5. 2.7..3 0- 203.3.503.3. 2.7 .7.8.8.8 -8.  5..33.3.3.3-07.3..3 .7.35.3 203:7:9 .7.907 .9::. 0/:5..2.79 574808 -0..3 !03.7 503.7.:.3:8.3 5075.9039...2 :..3/73.7 203.3.3 .3/:3 //.3 -07/7 803/7 20.  2-.-47.8 .5. :-:3.8.2.5../: 5.5.9 -07:5.3 3:5 !03//. :-:3. /.3203.8 0/:. 7:. /03. 3 9039:3.3.2   #:.2  39 /.39.2  - !03. 2-..3 .3  . /03.502-039:..703.. 80-.79 574808 -0..9..7503///.

3  . ./.7.920303.3503.3  %::.788.79...3 50.3 909.39::.7 88.. /././%.7 ..3 -.3 /.9 202-.39.!03.7..2              7 .7.393.7.: /.907!03//.:28./.503.7.7.33.383.3 -..203.  /..3. 8.3 !03.5.3  ":7.5 /..33.5.7 88.3-.2/...3 80.2 . 2.2.8../.9079039..79 ..7.2../.25..3203.2.3 ..2 57.8.3 /.7./. -039: -.3 .3 /.3 /.7. 20309.7  .3 .3.8..7.380.-039:-.3.23..3.8.3/..9 .8.7.88.320.920309.20/:5.7.: 9039..2.7./.25: 20.9  ":7.3 ..3 203079 9039.2 ..25.5.7 88..8.3..3/:3../.2..3.3 3 .5 .7  0 !03.780. 503.3202.2.3.3/808:.3::2 ::28./.7../.3 9039. /03.380.3 .  / !03...7.  ":7.7 503.3/03. 503. 8. .316 !03.  9::.3803.. .7 0307980..3...3 5079:2-:. /.903.3  8:33.. 50..3 -079::..3...9503//.3.3 80.33.3 503..7.9 / 094/0:8:8!03.3-././. 8.2.3-03.3 ":7. /.9 / 809.3 203079 .  ":7.3.5.3 ./..380.2 /.9 9079039: ./. .8..3 / 2.    2.7./.3 9...../.316.187 094/0:8:8!03./.2 2.7 ..7.3 907/.9 ..8:.3 50702-..8.8.2 %::.  1 !03.. .   .7.8.32...7.3 -078:2-07 5.3 /. -039: -039: ::2 8.9. .79/.2 .2.3 3 .

3 203..9.3 /..3 203.3 .8 /.39.-   ..7.9.2 7907.2...3.8 .7.2 5...25.:5740   .9: 2094/0 8484/7.. 503.7/.5.3 .3 ! ..3 2094/0 .3 20207:..3700.7/.9: 2094/0 ..3 2094/0 ..3 .907 .  .9.3/./.2574808-0.7.3 .5.3 .2 503.7203.9:/0243897./..3 20207:..8/.3 9079039:  2094/03...3/:3 2..2. :8:83.8-0.3  2094/03./03.3/:3 :38:7 0248  2094/03.  7089...3 . .2.3  2094/03..1.9:  502-07.3 9:.3 .3907. 9039:3.9:    .3 .3/7   .808:.3 0907. .2.07.9. 20207:..3:39:/:3.7:8 /507.3.3. . 8.7. ..3 . . !&%&!    0825:.3  .3 503.: 07.

93. /.8 -.3 8.2 203.3 .3 :7.3 81.7.3202-..-072.3.3 8008.3807. 2. 3 2.7 9: .5.3 /..5.7..7..05740.3:3/.3 /.3 03.9   $. .7.3.. 202-.:. 2.3 79..3507./4803.32.9..2 2..3/. 3 9039:3..3           .

%#!&%  995.

.

7.!0./ -:  094/:8:803. 203..59.3 .3 .7.8.   2.59.79.2:8 2.8 $.7..9 / 094/0:8:8!03.7.3 70..943 ..7.77    !:8   !.2.2.3 .91 /.    094/44!03.9:7::205/3..2 .2$04.2:8 !03//.2. . 5:9./ :7: !7410843. !45:07  $:7.3 /.:28.9 !078      .7.  03.9. $02./7.3.7425039038.78434  .3 &2:2 ..7..3 .!74/:.7. !7088    !741  $:/..2 .2..79.:2 8.2...8.2 ..   7 .2..-9/.79.3.79.8   $9.3 .87://3  094/0 !02-0.   .3.187  094/0 :8:8 !03./ %.. $ !/   $97.3/:3  #.3/:3   &82. #30...90!02-0. 05/3. 8.  74. ..3. 8.7.2.8.3/...8.7.3  !03//..3 .2.3.79.8.3 502-0.3  !:8.     :.394  .320303.3  $:/.-.3 .2  .79.7.7..8..7/..

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->