P. 1
Tugas Reaksi perisiklik new

Tugas Reaksi perisiklik new

|Views: 1,567|Likes:
Published by Said De Lawliet

More info:

Published by: Said De Lawliet on Apr 10, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/29/2013

pdf

text

original

TUGAS MAKALAH KIMIA ORGANIK FISIK ” REAKSI PERISIKLIK”

DI SUSUN OLEH : FACHRUL ARIANSYAH G1C 008 006

PROGRAM STUDI KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS MATARAM 2011

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya sampaikan kehadirat Allah SWT yang maha kuasa atas segala limpahan nikmatnya sehingga makalah ini dapat diselesaikan. Makalah ini disusun sebagai tugas akhir mata kuliah Organik Fisik. Sebagai manusia yang jauh dari kesempurnaan, saya menyadari bahwasanya makalah ini masih jauh dari sempurna. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya. Ucapan terima kasih tak lupa kami sampaikan kepada rekan-rekan yang telah banyak membantu dalam menyelesaikan laporan tetap ini. Akhir kata, sekali lagi penulis menyampaikan ucapan terima kasih.

Wassalam

Penulis

. PENUTUP a............... c.. KATA PENGANTAR……………………………………………………………………………....... Pengertian reaksi perisiklik..... C......... D...………………………………………………………………….. PENDAHULUAN a.................. Latar belakang .... Rumusan masalah ……………………………………………………………….......……...... Orbital molekul poliena berkonjugasi ……………………………………………....... Macam macam reaksi perisiklik .... DAFTAR ISI……………………………………………………………………………………... ... d... Reaksi Elektrosiklik ………………………………………………………………......... c... B............ Reaksi Sikloadisi …………………………………………………………………..DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL……………………………………………………………………………... Tujuan ……………………………………………………………………………. e.. b...................... A. DAFTAR PUSTAKA ………………….......... Kesimpulan ………………………………………………………………………..... ISI a.………………………………………………… ....... b...................

Bila alkena mengalami reaksi dengan elektrofil karena ketersediaan electron pi dari ikatan rangkap dua karbon karbon. PENDAHULUAN a. Ikatan rangkap pada dua karbon karbon yang dalam keadaan biasa dianggap bersifat sebagai nukleofil bila dalam keadaan terkonjugasai dengan gugus penarik electron menjadi bersifat elekrofil. Substrat terkonjugasinya merupakan zat pengalkilnya. Mengetahui tahapan proses reaksi perisiklik 2. Proses terjadinya reaksi perisiklik 2. Gugus karbonil dari aldehida dan keton merupakan satu jenis gugus penarik electron yang dapat mengaktifkan senyawa agar dapat terjadi adisi konjugasi. Tujuan Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah : 1. Latar belakang Konjugasi yaitu intraksi electron antara ikatan tak jenuh mempunyai peranan yang sangat penting dalam mnentukan banyak ciri senyawa organic. Reaksi pada atom karbon dari ikatan rangkap dua ikatan karbon-oksigen melibatkan nukleofil. Mempelajari macam macam reaksi persiklik . Reaksi adisi konjugasi merupakan pelaksanaan pengalkilan nukleofil. Rumusan Masalah Hal yang menjadi masalah dalam makalah ini adalah : 1. Konjugasi menunjukan bahwa ciri electron gugus fungsi dapat dipindahkan sepanjang rantai karbon. Adisi kojugasi telah digunakan dalam pembentukan struktur siklik dalam sintesis hasil alam. Macam-macam reaksi perisiklik c. b. Ciri kelektronan dari satu ikatan rangkap dua karbon karbon tidak terbalikan oleh konjugasi dengan ikatan rangkap dua karbon karbon yang lain.A.

reaksi Diels-Adler tidak berlangsung melalui zat antara bersifat ion. Dalam reaksi ini dua ikatan pi diubah menjadi ikatan sigma. Reaksi siklo adisi Dua molekul bergabung membentuk sebuah cincin. Dalam siklisasi. b.1 Kedua pereaksi dalam reaksi Diels-adler digolongkan sebagai Diena dan dienofil. 2. .B. O H C HC C H CH2 1. Reaksi elektrosiklik Reaksi reaksi reversible dalam mana suatu senyawa dengan ikatan rangkap berkonjugasi menjalani siklisasi. ISI a. dua electron pi digunakan untuk membentuk iktan sigma. Macam macam reaksi perisiklik Terdapat tiga tipe utama reaksi perisiklik: 1. namun diena dan dienofilnya mempengaruhi laju reaksi. Reaksi perisiklik dikarakteristikan oleh suatu keadaan transisi siklik yang melibatkan ikatan ikatan pi.3-butadiena (diena-nya) CH2 propenal(dienofil-nya) CH2 CH 100 C o O CH 3-sikloheksena-1-karboksaldehida (100%) Gambar. Contoh reaksi sikloadisiialah reaksi Diels-Alder. Pengertian Reaksi perisiklik Reaksi perisiklik berupa reaksi poliena terkonjugasi yang berlangsung dengan mekanisme serempak seperti reaksi SN2 yakni ikatan ikatan lama terputus ketika ikatan baru terbentuk dan semuanya terjadi dalam satu tahapan.

dimana n=1. Orbital Molekul Poliena Berkonjugasi Suatu poliena borkonjugasi mengandung 4n atau (4n + 2) electron pi. Dalam 1. 3 c. Dalam kasus ini π2 adalah Orbital Molekul Terhuni . 4 memaparkan orbital orbital ini denganurutan naiknya energy.Gambar.3 butadiena. dalam system berkonjugasi dengan n ialah bilangan bulat. Dalam system ini π1 dan π2 adalah orbital bonding dan π3* dan π4* orbital antibonding. karena itu 1.3 butadiena dapat digunakan sebagai model bagi semua diena berkonjugasi.3 butadiena.3 butadiena berada dalam dua orbital dengan energy terendah : π1 dan π2. Pada Gambar. Setiap diena berkonjugasi mengandung orbital molekul π yang mirip dengan orbital molekul 1.3 butadiena empat orbital pi digunakan dalam pembentukan molekul π. 2 3. Penataan ulang sigma-tropik Penataan ulang antar molekul secara bersamaan pada suatu atom atau gugus asam bergeser dari posisi satu ke posisi lain kalor Gambar. Dalam keadaan dasar keempat electron pi 1. Perhatikan bahwa orbital molekul dengan energy tinggi adalah yang mempunyai banyak simpul antar inti atom. Sistem 4n yang paling sederhana diwakili oleh 1.

. HOMO LUMO dirujuk sebagai orbital garis depan dan merupakan orbital yang dipergunakan dalam metode orbital gari depan untuk menganalisa reaksi perisiklik.Tertinggi atau HOMO (Highest Occupied Molecular Orbital) dan π3* adalah Orbital Molekul Tak Terhuni Terendah atau LUMO (Lowest Unoccupied Molecular Orbital).

(3 bidang simpul.3-butadiena E Dan . keempat orbital p tidak sefase) E (2 bidang simpul) (1 bidang simpul) (tidak ada bidang sampul diantara inti C. keempat orbital p sefase) Gambar. sebuah electron dipromosikan dari HOMO ke LUMO yang kemudian menjadi HOMO baru. Keadaan dasar 1. 4 Bila 1.3 butadiena menyerap sebuah foton dari panjang gelombang yang sesuai.

Keadaan tereksitasi 1.3 butadiena E E (5 bidang simpul) (4 bidang simpul) (3 bidang simpul) (2 bidang simpul) (1 bidang simpul) (tidak ada bidang simpul diantara inti) .

Orbital orbital ini dipaparkan dalam Gambar. maka dihasilkan total enam orbital molekul π. Reaksi Diels-Adler merupakan contoh suatu siklo adisi (4+2). tetapi tidak kedua duanya. (Elektron pi karbonil seperti dalam contoh berikut ini tidak termasuk kedalam klasifikasi nomor dari sikloadisi ini). karena terlibat dua electron pi + dua electron pi.3-butadiena (diena-nya) CH2 HC CH2 propenal(dienofil-nya) 3-sikloheksena-1-karboksaldehida (100%) CH 100 C o O CH Reaksi adisi merupakan reaksi stereospesifik serempak. Reaksi sikloadisi tertentu dapat terimbas termal atau terimbas cahaya. Reaksi Sikloadisi Reaksi sikloadisi adalah suatu reaksi pada dua molekul tak jenuh yang mengalami suatu reaksi adisi untuk menghasilkan produk siklik. .3 heksatriena. 5. Karena suatu triena mengandung suatu system pi yang terbentuk dari enam orbital p.Kecuali etilena (n=0) system (4n +2) tersederhana terwakilkan oleh triena berkonjugasi (n=1) seperti 1. d. dua elektron π CH2 CH2 etilen dua elektron π CH2 CH2 siklobutana hv Sikloadisi etilena atau dua alkena sederhana yang disebut sikloadisi (2+2). bersama sama dengan diagram orbital π dari keadaan dasar. O H C C H CH2 1. Dienanya mengnandung empat electron π.

+ π2 ∗ + π1 - LUMO + + HOMO - Dalam suatu reaksi sikloadisi. Pada sikloadisi (2+2) etilena yang menghasilkan siklobutana. Sikloadisi (2+2) Reaksi sikloadisi tipe (2+2) mudah terjadi dengan adanya cahaya dengan panjang gvelombang yang sesuai. Mudah dijelaskan dengan teori orbital garis depan dengan mengandaikan bahwa electron electron mengalir dari HOMO satu molekul ke LUMO molekul lain. tetapi tidak mudah terjadi bila campuran reaksi itu dipanaskan. Bila etilena dipanaskan electron π nya tidak dipromosikan tetapi tetap dalam keadaan dasar π1. Bersamaan dengan menyatunya orbital π orbital orbital ini juga mengalami hibridisasi menghasilkan ikatan ikatan sigma sp3 baru. Jika diperiksa fase fase HOMO keadaan dasar dari molekul etilena dan LUMO dari molekul etilena lain dapat terlihat mengapa siklisasi tidak terjadi oleh imbasan termal. Dalam keadaan dasar π1 merupakan orbital bonding dan HOMO. Etilen mempunyai dua orbital π : π1 dan π*2. HOMO dari molekul pertama harus bertumpang tindih dengan LUMO dari molekul kedua karena HOMO pada molekul pertama tidak bertumpang tindih dengan HOMO molekul kedua karena orbital tersebut telah terisi. .a. sedangkan π*2 adalah orbital antibonding dan LUMO.

Akan dibandingkan antraksi homo-lumo untuk keadaan dasar (untuk suatu reaksi terimbas-termal) dan antraksi untuk keadaan aksitasi (untuk reaksi terimbas-cahaya). Hal ini tidak demikian dengan HOMO dan LUMO keadaan dasar dari kedua molekul etilena atau system (2 + 2) apa saja. π2 ∗ Agar terjadi ikatan fase fase orbital yang bertumpang tindih haruslah sama. Reaksi semacam ini mempunyai energi pengativan yang relatif rendah. Berdasarkan pengamatan dan eksperimen akan dijumpai bahwa . Karena fase-fase orbital tidak tepat untuk berikatan.+ HOMO π1 + + fase fase salah untuk bertumpang tinduh. Jika diamati homo suatu molekul tereksitasi (π2*) dan lumo. bila etilena disinari dengan cahaya ultraviolet maka orbital pi akan terbentuk dari orbital π1 ke π2* dalam bebepa tetapi tidak semua dari molekul. Kondisi eksperimen ini berbeda dengan sikloadisi [ 2+2 ]. sehingga reaksi radikal bebas ini lebih dulu terjadi. Suatu reaksi terlarang-simetri dapat terjadi pada beberapa keadaan. Suatu molekul berkeadaan dasar (π2*) akan tampak bahwa fase fase telah sesuai untuk berikatan. tetapi energi pengaktivannya begitu tinggi. Reaksi dielsalder memerlukan panas bukan cahaya ultraviolet. mungkin sangat jauh lebih tinggi dari reaksireaksi lain seperti reaksi-reaksi radikal bebas. Meskipun sikloetilena berlangsung dengan rendemen rendah. dan disebut terizinkan-simetri (symmetry-allowed). sikloadisi [ 2+2 ] yang terimbas cahaya mempunyai terapan sintetik. maka sikloadisi [ 2+2 ] yang terimbas-termal dikatakan reaksi terlarang-semistri ( symmetryforbidden reaction ). demikian b. terlarang oleh simetri - kalor tidak ada reaksi - + LUMO. Sikloadisi [ 4+2 ] Reaksi diels-alder merupakan sikloadisi [ 4+2 ] yang paling dikenal.

Reaksi kebalikannya. Reaksi elektrsiklik merupakan reaksi terimbas-termal atau fotokimia: . tetapi dengan arah berlawanan. yaitu reaksi pembukaan cincin. Karena itu siklisasi [4+2] terimbas-cahaya bersifat telarang-semitri. Reaksi ini bersifat terizinkan-semitri. homo-nya akan menjadi orbital π 3* dan orbital molekul ini tidak dapat bertumpang-tindih dengan lumo dari dienofil. Akan digunakan sistem [ 4+2 ] sederhana: sikloadisi 1. + kalor HOMO π2 - - + + + terizinkan simetri LUMO π2 ∗ Bila suatu diena tereksitesi oleh cahaya. Reaksi Elektrosiklik Reaksi elektrosiklik adalah antar-ubahan (interconversion) serempak dari suatu poliena berkonjugasi dan suatu sikloalkena. berlangsung dengan mekanisme yang sama.antraksi-antraksi homo-lumo dari terimbas-termal bersifat terizinkan-simetri dan antraksi dari reaksi terimbas-cahaya bersifat telarang-simetri. dapat dibayangkan bahwa elektron pi “mengalir” dari homo (π2) dari diena ke lumo (π2*) dari dienofil. + HOMO π3 ∗ + - tidak ada reaksi + + terlarang simetri LUMO π2 ∗ e. Dalam reaksi terimbas-termal.3-butadiena (diena-nya) dan etilena (dienofil-nya).

3-butadiena yang mempunyai 4n electron-pi.4Z)-heksadiena dipanaskan diproleh cis-dimetilsiklobutena. terbentuk trans-dimetil-siklobutena.3-butadiena kalor atau hv HC HC CH2 CH2 CH HC HC CH 1. seperti 1. Siklisasi sistem 4n Suatu poliena berkonjugasi menghasillkan suatu sikloalkana dengan tumpang tindih ujung ujung dari orbital p-nya dan rehibridisasi secara serempak atom-atom karbon yang terlibat dalam pembentukan ikatan.4-dimetilsiklobutena a.3.3-sikloheksadiena Salah satu sifat dari reaksi elektrosiklik bahwa stereokimia dari produknya apakah reaksi itu terimbas termal atau terimbas cahaya. H H CH3 H CH3 H (2E.4Z)-heksadiena hv CH3 kalor CH3 cis-3. bila (2E. Misalnya. Untuk menghasilkan . ikatan C-C harus berotasi sedemikian rupa sehingga orbital orbital p dapat bertumpang tindih ujung ke ujung.4-dimetilsiklobutena H CH3 CH3 H trans-3. Namun bila diena disinari dengan cahaya ultaviolet.5-heksatriena CH2 CH2 kalor atau hv HC HC CH CH2 CH2 CH siklobutena 1.CH2 HC HC CH2 1. Kedua cuping (lobe) dari masing-masing dari orbital p yang akan membentuk ikatan sigma baru dalam siklisasi ini dapat bersifat sefase atau berlawanan fase satu terhadap yang lain: + + + - - - - + sefase berlawanan arah Untuk membentuk suatu ikatan sigma.

Tipe rotasi ini disebut gerakan disrotasi (disrotatori mation). fase-fase orbital p dari homo (π3*) adalah kebalikan dari fase-fase dalam siklisasi termal oleh karena itu rotasi terizinkan-simetri berupa disrotasi dan bukan konrotasi.3-butadiena dipanaskan. Kedua ikatan sigma C-C dapat berotasi dalam arah yang sama (keduanya searah jarum jam atau keduanya berlawanan arah dengan jarum jam). Energi untuk pemutusan ikatan pi dan rotasi ikatan disediakan oleh panas dari luar atau cahaya ultraviolet. Agar terbentuk ikatan sigma baru rotasi harus berupa konrotasi. satu searah dan yang lain berlawanan dengan jarum jam.hal tersebut maka ikatan ikatan pi harus putus. rekasi terjadi sejak keadaan dasar. sepasang cuping yang bertumpang tindih harus sefase setelah rotasi. Elektron-elektron yang akan digunakan untuk membentuk ikatan sigma berada dalam homo (π 2). + kontrotasi + + keduanya searah + - disrotasi + + + berlawanan searah + - Bila 1. Terdapat dua cara yang berlainan agar ikatan-ikatan sigma C-C berotasi untuk mendapatkan posisi yang tepat untuk menumpang tindihkan orbital p : 1. Dalam siklisasi terimbas-cahaya. Kedua ikatan sigma C-C dapat berotasi dengan arah yang berlainan. Tipe rotasi ini disebut sebagai gerakaan konrotasi (conrotatory motion) 2. . Suatu ikatatn sigma.

Siklisasi termal berlangsung dengan gerakan dirotasi. + CH3 kontrotasi CH3 H + CH3 H H kalor CH3 H Dalam gerakan disrotasi. suatu poliena (4n+2). + + + CH3 CH3 + kalor disrotasi . Siklisasi sistem [4n+2] 1. Stereokimia dari suatu elektrosiklisasi 4n [2E. Hasilnya adalah bahwa kedua gugus metil dalam produk adalah trans.4Z]-heksadien merupakan cis-dimetilsiklobutena dihasilkan oleh siklisasi termal dari isomer trans oleh fotosiklisasi. Dalam homo dari keadaan dasar (π3).5-heksatriena menunjukan orbital-orbital π. satu gugus metil berotasi keatas dan yang lain kebawah.3. + CH3 hv H CH3 H + CH3 H disrotasi CH3 H trans - c. orbital-orbital p yang membentuk ikatan sigma dalam siklisasi bersifat sefase.+ disrotasi + hv π3 ∗ + berikatan + terizinkan-simetri b.

Penataan Ulang Sigmatropik Penataan Ulang Sigmatropik ialah geseran intermolekul serempak dari suatu atom atau gugus atom. Dua contoh Penataan Ulang Sigmatropik : • Penataan ulang Cope CH3 CH3 1. Bila siklooktatriena ini dipanaskan pada temperatus yang sedikit lebih tinggi terjadi penutupan cincin elektrosiklik lain.3-butadiena.Siklisasi terimbas-cahaya berlangsung dengan gerakan konrotasi. 6 Bentuk keto o-alilfeno (Bentuk enol) . Tetraena merupakan suatu poliena 4n.5-heksadiena • Penataan ulang Claisen O H2 C CH2 CH O C H CH2CH CH2 OH CH3 Alil fenil eter Gambar.4Z. Reaksi-reaski yang terizinkan-simetri dari sistem (4n+2) berlawanan dengan reaksi-reaksi dari 1.6Z]-dikatetraena merupakan contoh elektrosiklik yang sangat bagus. suatu sistem 4n. + + + CH3 CH3 + hv kontrotasi Reaksi elektrosiklik terimbas-termal dari [2E.5-heptadiena 3-metil-1. CH3 CH3 gugus trans metil CH3 disrotasi CH3 HH CH3 CH3 kontrotasi CH3 CH3 pertemuan cincin cis 1.

8 Produk-produk pemaksapisahan hepotetis ini berupa sebuah atom hidrogen dan sebuah radikal alil. Klasifikasi Penataan Ulang Sigmatropik Penataan Ulang Sigmatropik dikelompokan berdasarkan sistem penomoran rangkap yang merunjuk keposisi –posisi relatif atom yang terlibat dalam perpindahan (migrasi). yang merupakan geseran [1.3]: H CH2CH CD2 sukar CH2 H CHCD2 Gambar. Mekanisme Penataan Ulang Sigmatropik Penataan ulang sigmatropik tipe [1. . yang mengandung tiga elektron pi dan karena itu tiga orbital molekul π. Pengelompokan reaksi sigmatropik paling tepat dijelaskan dengan contoh sebagai berikut: Penomoran gugus yang berpindah 2 1 CR3 CH2 CH2 1 CH 2 CR2 3 CH2 1 CH 2 1 CH2 CR2 3 2 CR3 Penomoran rantai alkenil Gambar. 7 b.5] cukup lazim.3] agak jarang sedangkan penataan ulang sigmatropik [1. Perhatikan penataan ulang sigmatropik terimbastermal berikut ini.a. Metode klasifikasi ini berbeda dari metode untuk sikloadisi atau reaksi elektrosiklik yang dikelompokan berdasarkan banyaknya elektron π yang terlibat dalam keadaan transisi siklik.

namun terlarang simetri. gugus berpindah dapat tetap pada satu sisi dari sistem orbital π.H CH2CH CD2 pemaksapisahan homolitik hipotesis * H* CH2CH radikal alil CD2 Gambar. gugus berpindah (dalam hal ini H*) harus bergeser dengan proses antarafasial (antara facial process)—yakni. Orbital 1s dari H terlarang simetri HOMO Keadaan transisi Perpindahan kedua. gugus itu harus berpindah ke muka bersebrangan dari sistem orbital. . contohnya Gambar. 10 Geseran dari H* dapat berlangsung dalam salah satu dari dua arah. suatu pergeseran sigmatropik [1. Suatu perpindahan suprafasial dimungkinkan secara geometris. Sebaliknya geseran sigmatropik [1. proses perpindahan ini disebut proses suprafasial (suprafacial process).5] sangat lazim terjadi.3] yang terizinkan simetri berlangsung. Pertama. 9 Geseran dari H radikal dapat berlangsung dalam salah satu dari dua arah.

5] sangat lazim terjadi. Sebaliknya geseran sigmatropik [1. . akan terlihat bahwa geseran [1.3] dari H tidak disukai secara geometris sehingga pergeseran sigmatropik antarfasial [1. H CH2CH CHCH CD2 [1.Terizinkan simetri tetapi secara geometri sukar Keadaan transisi Sementara terizinkan simetri.5] bersifat terizinkan simetri dan suprafasial.3] tidak mudah terjadi. suatu penataan ulang sigmatropik antarfasial [1.5] CH2 CHCH H CHCD2 Jika diandaikan suatu pemaksapisahan ikatan homolitik untuk maksud analisis maka harus diperiksa orbital-orbital molekul π dari suatu radikal pentadienil yang mengandung lima elektron pi. H CH2CH CHCH CH2 pemaksapisahan homolitik hipotesis * H* CH2CH CHCH CH2 radikal pentadienil Jika HOMO dari radikal ini dan simetri orbitalnya diperiksa.

Pada metode orbital garis depan electron mengalir dari HOMO satu molekul ke LUMO molekul lain. 5. . terimbas termal atau terimbas cahaya. Dalam reaksi reaksi elektrosiklik komponen orbital-p dari HOMO mengalami tumpang tindih ujung ke ujung untuk membentuk ikatan sigma baru. Elektrosiklisasi c. PENUTUP a. Penataan ulang sigmatropik terjadi secara suprafasial atau antarafasial tergantung pada fase fasedari orbital yang berantaraksi dalam HOMO suatu sisitem radikal hipotetik. Sikloadisi b.5] bersifat terizinkan simetri C. 2. Penataan ulang sigmatropik 3. Kesimpulan Beberapa kesimpulan dapat ditarik dari makalah ini berdasarkan data data yang didapat sebagai berikut : 1. Reaksi perisiklik merupakan reaksi serempak. 4. Tiga tipe reaksi perisiklik adalah a.Geseran suprafasial [1.

Kimia Organik Jilid 2. Stanley H. Jakarta : Penerbit Erlangga. 1985.DAFTAR PUSTAKA Fessenden. PINE. Bandung : ITB-Press. Kimia Organik Jilid 2. . 1988.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->