BERPIKIR KRITIS

1. Pengertian Berpikir Kritis
Berpikir adalah kegiatan mental untuk menarik kesimpulan. Disamping kegiatan mengindera dan dari wahyu, berpikir merupakan salah satu sumber pengetahuan. Definisi berpikir kritis banyak dikemukakan para ahli. Menurut Halpen (1996), berpikir kritis adalah memberdayakan keterampilan atau strategi kognitif dalam menentukan tujuan. Proses tersebut dilalui setelah menentukan tujuan, mempertimbangkan, dan mengacu langsung kepada sasaran merupakan bentuk berpikir yang perlu dikembangkan dalam rangka memecahkan masalah, merumuskan kesimpulan, mengumpulkan berbagai kemungkinan, dan membuat keputusan ketika menggunakan semua keterampilan tersebut secara efektif dalam konteks dan tipe yang tepat. Berpikir kritis juga merupakan kegiatan mengevaluasi-mempertimbangkan kesimpulan yang akan diambil manakala menentukan beberapa faktor pendukung untuk membuat keputusan. Berpikir kritis juga biasa disebut directed thinking, sebab berpikir langsung kepada fokus yang akan dituju. Pendapat senada dikemukakan Anggelo (1995:6), berpikir kritis adalah mengaplikasikan rasional, kegiatan berpikir yang tinggi, yang meliputi kegiatan menganalisis, mensintesis, mengenal permasalahan dan pemecahannya, menyimpulkan, dan mengevaluasi. Dari dua pendapat tersebut, tampak adanya persamaan dalam hal sistematika berpikir yang ternyata berproses. Berpikir kritis harus melalui beberapa tahapan untuk sampai kepada sebuah kesimpulan atau penilaian. Penekanan kepada proses dan tahapan berpikir dilontarkan pula oleh Scriven, berpikir kritis yaitu proses intelektual yang aktif dan penuh dengan keterampilan dalam membuat pengertian atau konsep, mengaplikasikan, menganalisis, membuat sintesis, dan mengevaluasi. Semua kegiatan tersebut berdasarkan hasil observasi, pengalaman, pemikiran, pertimbangan, dan komunikasi, yang akan membimbing dalam menentukan sikap dan tindakan (Walker, 2001:1).

sintesis. Ketertiban berpikir dalam berpikir kritis diungkapkan MCC General Education Iniatives. pengenalan masalah dan pemecahannya. Proses berpikir logis lebih tepat digunakan pada penelitian ilmu murni. telah menjadi topik pembicaraan dalam sepuluh tahun terakhir ini (Patrick.Pernyataan tersebut ditegaskan kembali oleh Angelo (1995:6). dan penilaian. Berpikir yang ditampilkan dalam berpikir kritis sangat tertib dan sistematis. Penelitian dan berbagai pendapat tentang hal itu. berpikir kritis adalah cara berpikir reflektif yang masuk akal atau berdasarkan nalar yang difokuskan untuk menentukan apa yang harus diyakini dan dilakukan. berpikir kritis ialah sebuah proses yang menekankan kepada sikap penentuan keputusan yang sementara. Berpikir kritis merupakan salah satu proses berpikir tingkat tinggi yang dapat digunakan dalam pembentukan sistem konseptual siswa. Berpikir kritis merupakan kunci utama keberhasilan dalam menyelesaikan masalah klinis sebagai prerequisite dari kompetensi clinica lreasoning. Hal ini berbeda dengan ilmu murni dimana pengetahuan dan masalah yang dicari pemecahannya bersifat horisontal. Kemampuan berpikir kritis merupakan kemampuan yang sangat esensial untuk kehidupan. pekerjaan. Menurut Ennis (1985: 54). Menurutnya. dan berfungsi efektif dalam semua aspek kehidupan lainnya. Makna Berpikir Kritis Ilmu kedokteran merupakan bidang ilmu terapan. 2. 2000:1). bahwa berpikir kritis harus memenuhi karakteristik kegiatan berpikir yang meliputi : analisis. memberdayakan logika yang berdasarkan intuisi dan pemecahan masalah yang menjadi dasar dalam menilai sebuah perbuatan atau pengambilan keputusan. . Berpikir kritis telah lama menjadi tujuan pokok dalam pendidikan sejak 1942. Proses berpikir rasional dan obyektif dikenal dengan istilah berpikir kritis. sedangkan masalah di kedokteran menggunakan proses berpikir yang lebih luas yaitu rasional dan obyektif. dimana pengetahuan yang kompleks digunakan untuk memecahkan satu masalah yang sama. kesimpulan.

respek terhadap kejelasan dan ketelitian. yaitu: 1) Watak (Dispositions) Seseorang mempunyai yang mempunyai keterampilan berpikir kritis sikap skeptis. Untuk sampai ke arah sana maka harus menemukan sesuatu untuk diputuskan atau dipercayai. Menghindari penyederhanaan berlebihan. yakni meliputi: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) Kegiatan merumuskan pertanyaan. teliti. sangat terbuka. namun akan mempunyai kriteria yang berbeda. Indikator Berpikir Kritis Wade (1995) mengidentifikasi delapan karakteristik berpikir kritis. 2) Kriteria (Criteria) Dalam berpikir kritis harus mempunyai sebuah kriteria atau patokan. dan pertimbangan yang matang. Meskipun sebuah argumen dapat disusun dari beberapa sumber pelajaran. bebas dari logika yang keliru. respek terhadap berbagai data dan pendapat. Karakteristik lain yang berhubungan dengan berpikir kritis. mencari pandangan-pandangan lain yang berbeda. Menganalisis berbagai pendapat dan bias. menghargai sebuah kejujuran. . dan akan berubah sikap ketika terdapat sebuah pendapat yang dianggapnya baik. dan Mentoleransi ambiguitas. Apabila kita akan menerapkan standarisasi maka haruslah berdasarkan kepada relevansi. tidak bias. logika yang konsisten. Menguji data-data. dijelaskan Beyer (1995: 12-15) secara lengkap dalam buku Critical Thinking. Mempertimbangkan berbagai interpretasi. Menghindari pertimbangan yang sangat emosional. berlandaskan sumber yang kredibel. keakuratan fakta-fakta.3. Membatasi permasalahan.

5) Sudut pandang (Point of View) Sudut pandang adalah cara memandang atau menafsirkan dunia ini. dan menyusun argumen. Ennis (1985: 55-56). yang terdiri atas mempertimbangkan apakah sumber dapat dipercaya atau tidak dan mengamati serta mempertimbangkan suatu laporan hasil observasi.3) Argumen (Argument) Argumen adalah pernyataan atau proposisi yang dilandasi oleh data-data. permasalahan. penilaian. yang terdiri hasil atas kegiatan mendeduksi meninduksi atau atau mempertimbangkan deduksi. menganalisis pertanyaan dan bertanya. Prosesnya akan meliputi kegiatan menguji hubungan antara beberapa pernyataan atau data. serta menjawab pertanyaan tentang suatu penjelasan atau pernyataan. 3) Menyimpulkan. yang dikelompokkannya dalam lima besar aktivitas sebagai berikut : 1) Memberikan penjelasan sederhana. Seseorang yang berpikir dengan kritis akan memandang sebuah fenomena dari berbagai sudut pandang yang berbeda. mengidentifikasi 12 indikator berpikir kritis. . 2) Membangun keterampilan dasar. 6) Prosedur Penerapan Kriteria (Procedures for Applying Criteria) Prosedur penerapan berpikir kritis sangat kompleks dan Prosedur tersebut akan meliputi merumuskan prosedural. Selanjutnya. 4) Pertimbangan atau pemikiran (Reasoning) Yaitu kemampuan untuk merangkum kesimpulan dari satu atau beberapa premis. menentukan keputusan yang akan diambil. dan mengidentifikasi perkiraan-perkiraan. Keterampilan berpikir kritis akan meliputi kegiatan pengenalan. yang akan menentukan konstruksi makna. yang berisi: memfokuskan pertanyaan.

terdapat beberapa kegiatan atau perilaku yang mengindikasikan bahwa perilaku tersebut merupakan kegiatankegiatan dalam berpikir kritis.mempertimbangkan hasil induksi. 4) Memberikan penjelasan lanjut. pastikan anda memahami dan mengetahui istilah-istilah yang ada. . gagasan atau konsep baru. Perilaku tersebut dapat digambarkan sebagai berikut : 1) Mengembangkan kemampuan berpikir kritis Hanya sedikit hal dalam hidup ini yang berupa hitam dan putih sehingga sangat penting untuk mampu melihat segala sesuatu dari berbagai sisi hingga mampu mencapai kesimpulan yang logis. serta mengidentifikasi asumsi. 2) Ketika anda menjumpai fakta. yang terdiri atas mengidentifikasi istilah-istilah dan definisi pertimbangan dan juga dimensi. anda dapat belajar untuk bertanya secara efektif dan mencapai kesimpulan yang konsisten dengan fakta. Penemuan indikator keterampilan berpikir kritis dapat diungkapkan melalui aspek-aspek perilaku yang diungkapkan dalam definisi berpikir kritis. 5) Mengatur strategi dan teknik. Indikator-indikator tersebut dalam prakteknya dapat bersatu padu membentuk sebuah kegiatan atau terpisah-pisah hanya beberapa indikator saja. Angelo mengidentifikasi lima perilaku yang sistematis dalam berpikir kritis. dan membuat serta menentukan nilai pertimbangan. Menurut beberapa definisi yang diungkapkan terdahulu. yang terdiri atas menentukan tindakan dan berinteraksi dengan orang lain. Meskipun anda tidak mengetahui semuanya. Berpikir kritis sangat penting dalam mempelajari materi baru dan mengaitkannya dengan apa yang telah anda ketahui. Salah satu hal penting yang akan anda pelajari di perguruan tinggi adalah berpikir kritis dan tidak menerima apa yang anda lihat dan dengar secara seketika.

Contoh terkenal adalah teori tektonik lempeng. Ketika anda mengubah salah satu. Meskipun prinsip-prinsip dasarnya telah diketahui pada awal abad 20. 7) Lihatlah pada gambaran yang besar untuk menentukan bagaimana berbagai unsur dalam topik tersebut dihubungkan. 4. ajukan pertanyaan dan tentukan mengapa demikian. Apakah argumen yang dipergunakan logis atau mengambang ? 6) Terbuka terhadap gagasan baru. Pengukuran kegiatan berpikir kritis Pengukuran kegiatan berpikir kritis dapat dilakukan dengan melihat penampilan dari beberapa perilaku selama proses berpikir kritis itu berlangsung. bagaimana pembangunan sebuah bendungan akan mempengaruhi bentuk sungai ? Apa yang akan terjadi pada pantai di mana sungai tersebut bermuara ? Salah satu pelajaran yang sangat penting (yang juga membedakan geologi dengan ilmu lainnya) adalah bagaimana saling keterkaitan dan ketergantungan berbagai sistem di bumi ini. Berpikir pada dasarnya mencakup kegiatan manusia yang bersifat dapat dilihat/diamati (eksternal) maupun tidak dapat dilihat/diamati (internal). apakah percobaan itu dilakukan dengan baik dan bebas bias ? Dapatkah percobaan itu diulangi ? 4) 5) Jangan terima semua pernyataan secara seketika. namun teori tersebut baru diterima kalangan luas setelah tahun 1970-an setelah bukti-bukti yang berlimpah. anda akan mengubah berbagai hal lainnya pula. .3) Pelajari fakta atau informasi yang diperoleh dari percobaan. Sebagai contoh. Apakah sumber informasi tersebut dapat dipercaya ? Pertimbangkan apakah kesimpulan mengikuti fakta ? Bila fakta tidak mendukung kesimpulan.

Perilaku berpikir kritis mahasiswa dalam berdiskusi kelompok dapat dilihat dari beberapa aspek : • Relevance Relevansi dari “statement” • Importance Penting-tidaknya isu atau pokok-pokok pikiran yang dikemukakan • Novelty Kebaruan dari isi pikiran. • Practical utility Ide-ide baru yg dikemukakannya selalu dilihat pula dari sudut kepraktisannya (practicality) dalam penerapan. . Termasuk didalamnya senantiasa memberikan penjelasan mengenai keuntungan (kelebihan) dan kerugian (kekurangan) dari suatu situasi atau solusi. • Outside material Menggunakan pengalamannya sendiri atau bahan-bahan yg diterimanya di kuliah/reference. Secara garis besar perilaku berpikir kritis diatas dapat dibedakan dalam beberapa kegiatan: 1. atau justifikasi terhadap suatu solusi/kesimpulan yang diambilnya. baik dalam membawa ide-ide atau informasi baru maupun dalam sikap menerima adanya ide-ide baru mahasiswa lain. • Linking ideas Senantiasa menghubungkan fakta. 3. • Critical assessment Melakukan evaluasi terhadap setiap kontribusi yang datang dari dalam dirinya maupun dari mahasiswa lain. idea. • Width of understanding Diskusi yg dilaksanakan senantiasa bersifat meluaskan isi/materi diskusi. atau pandangan serta mencari data baru dari informasi yg berhasil dikumpulkan. 4. • Ambiguity clarified Mencari penjelasan atau informasi lebih lanjut bila dirasa ada ketidakjelasan. 2. contoh. Berpusat pada pertanyaan (focus on question) Analisis argumen (analysis arguments) Bertanya dan menjawab pertanyaan untuk klarifikasi (ask and answer questions of clarification and/or challenge) Evaluasi kebenaran dari sumber infromasi (Evaluating the credibility of sources of information). serta memberikan “prompts” untuk terjadi evaluasi yang kritis. • Justification Memberi bukti-bukti.

5. Evaluasi Kemampuan Berpikir Kritis Evaluasi merupakan proses pengukuran pencapaian tujuan yang diinginkan dengan menggunakan metode yang teruji validitas dan reliabilitasnya. . keluasan. menunjukkan bukti. serta sikap. mensintesis. Karakteristik Pemikir Kritis Adapun karakteristik seorang pemikir kritis yaitu : 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Jujur terhadap diri sendiri Melawan manipulasi Mengatasi kebingungan (confusion) Mereka selalu bertanya Mereka mendasarkan penilaiannya pada bukti Mereka mencari hubungan antartopik Mereka bebas secara intelektual 6. ketepatan. Elemen tersebut antara lain menentukan tujuan. keterkaitan. menganalisis konsep. Beberapa penelitian mengevaluasi kemampuan berpikir kritis dari aspek ketrampilan intelektual seperti ketrampilan menganalisis. Dia juga membandingkan dengan inventory yang sudah ada seperti California Critical Thinking Test (CCTT) untuk mengevaluasi ketrampilan berpikir kritis dan Critical Thinking Disposition Inventory (CTDI) untuk mengevaluasi sikap berpikir kritis. Colucciello menggabungkan berbagai elemen yang digunakan dalam penelitian dan komponen pemecahan masalah keperawatan serta kriteria yang digunakan dengan komponen ketrampilan dan sikap berpikir kritis. keterlibatan. ketelitian. Sedangkan tujuan pengajaran berpikir kritis meliputi ketrampilan dan strategi kognitif. Dengan kriteria antara lain: kejelasan. interpretasi. dan logikal. dan mengevaluasi dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang berbasis taxonomi Bloom. asumsi. menyusun pertanyaan atau membuat kerangka masalah. perspektif yang digunakan. kedalaman. dan kesesuaian.

sebagai contoh : Dalam melakukan anamnesa ataupun pengkajian harus sacara mendalam agar ibu tidak menutupi apa yang dirasakannya. oleh sebab itu seorang bidan harus dapat berpikir apa yang mungkin dirasakan oleh ibu tersebut agar didapatkan hasil maupun data yang akurat. 1991. . 7. Penilaian mahasiswa terhadap dosen dapat menggunakan berbagai karakteristik sikap yang menghambat atau mendorong kemampuan berpikir kritis yang telah dibahas sebelumnya.Evaluasi juga menilai kesesuaian rencana dengan penerapan di lapangan (evaluasi proses) yang termasuk di dalamnya adalah mengevaluasi budaya akademik dalam kelas dan budaya akademik dalam fakultas yang dilakukan secara sistematis baik oleh dosen maupun administrator yang dinyatakan oleh Orr and Klein. Contoh Berpikir Kritis Dalam Praktek Klinik Kebidanan Seorang bidan dalam melakukan praktek klinik kebidanan harus senantiasa berpikir kritis.

Jakarta : Universitas Indonesia.ac. Pitono. Yogyakarta : Kanisius. 1995.blogspot. 2008. 1992. Surabaya : GRAMIK.// . Magnis. Muzaham.fk.html.. Memperkenalkan Sosiologi Kesehatan.wordpress..htm http://re-searchengines.id/pengembangan-pendidikan//77-pembelajaran-kemampuanberpikir-kritis. www. Filsafat sebagai Ilmu Kritis.html.com/1007arief3..undip. dkk. Fauzi. Franz.com/2008/06/persepsi-pemilik-blog-tentangkinerja. Filsafat Ilmu Kedokteran.com//2008/08/23/cara-berpikir-cerdik-kritis-danilmiah http://yusufalamromadhon.Daftar pustaka Soeparto.// www.uripsantoso.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful