Makalah ekonomi mikro Kata Pengantar

Pertama-tama kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah swt. Karena pada samapai saat ini saya masih bisa menyelesaikan tugas makalah ekonomi ini. Pertama saya akan berterima kasih kepada Bpk.Mukhyi selaku dosen pembimbing materi ekonomi mikro,yang sudah memberikan sedikit ilmu nya kepada saya. Makalah saya kali ini bertemakan ³ Permintaan dan penawaran produksi kendaraan motor di DKI Jakarta´ selajutnya untuk lebih memahami silahkan baca makalah dari saya. Apabila ada kata yang salah saya mohon maaf.

Depok,10 November 2009

Nadia Nastiti Utami

I. Latar belakang

Permintaan produksi kendaraan bermotor di DKI Jakarta seperti nya semakin meluas saja. Banyak dealer yang makin menawarkan produksi motor tanpa bunga sekalipun. Saling mengandalkan kelebihan dan andalan motor masing-masing. Apalagi di daerah Jakarta sekarang makin rawan sekali kemacetan yang terjadi. Terkadang masyarakat rela mengkredit motor karena tergiur dengan tingkat pernawaran yang cukup rendah.

Penjualan suku cadang dengan konsep swalayan karena tingginya permintaan sepeda motor seiring meningkatnya daya beli suku cadang dan aksesoris motor. Dealer untuk pemilihan lokasi mengutamakan kedekatan dengan calon pembeli. A. antara para calon pembeli dan penjual dari suatu barang. Model ini memperkirakan bahwa dalam suatu pasar yang kompetitif. Koefisien Elastisitas Permintaan Perhitungan koefisien elastisitas permintaan dengan menggunakan metode mid point adalah sebagai berikut : Ed = % perubahan kuantitas diminta / % perubahan harga. atau . Elastisitas permintaan ditunjukkan dalam bentuk prosentase perubahan atas kuantitas yang diminta sebagai akibat dari satu persen perubahan harga. Elastisitas Harga Permintaan Elastisitas harga permintaan mengukur seberapa banyak permintaan barang dan jasa (konsumsi) berubah ketika harganya berubah. serta interaksi imereka di pasar. pada tahap awal difokuskan pada daerah tempat tinggal atau perumahan dengan populasi pengendara motor. harga akan berfungsi sebagai penyeimbang antara kuantitas yang diminta oleh konsumen dan kuantitas yang ditawarkan oleh produsen. Model penawaran dan permintaan digunakan untuk menentukan harga dan kuantitas yang terjual di pasar. Kurva Penawaran Kurva permintaan A. Model ini sangat penting untuk melakukan analisa ekonomi mikro terhadap perilaku para pembeli dan penjual. Ia juga digunakan sebagai titik tolak bagi berbagabi model dan teori ekonomi lainnya.Pendahuluan Teori penawaran dan permintaan (bahasa Inggris: supply and demand) dalam ilmu ekonomi. adalah penggambarkan atas hubungan-hubungan di pasar. sehingga terciptalah keseimbangan ekonomi antara harga dan kuantitas.

kenaikan harga akan menurunkan permintaan. . Produk yang harganya mahal akan membebani konsumen ketika harganya naik. 3.32 %. angka minus tidak perlu ditulis karena kita telah mengetahui bahwa antara harga dan permintaan berslope negatif. sehingga permintaan akan produk akan sangat sensitif terhadap perubahan harga. maka elastsitas permintaan dihitung sebagai berikut : Koefisien sebesar 2. maka permintaan semakin elastis. Produk substitusi. kenaikan harga akan menurunkan permintaan. 2.2 dan jumlah pembelian turun dari 10 batang menjadi 8 batang. Semakin banyak produk pengganti (substitusi). kenaikan harga cenderung tidak menurunkan permintaan. Hal ini dikarenakan konsumen dapat dengan mudah berpindah ke produk substitusi jika terjadi kenaikan harga. Elastisitas permintaan memiliki hubungan negatif (arahnya berbalikan).Keterangan : ED = Elastisitas permintaan Q2 = Kuantitas permintaan setelah perubahan Q1 = Kuantitas permintaan awal P2 = Harga setelah perubahan P1 = Harga awal Dalam perhitungan koefisien elastisitas ini. Akibatnya. permintaan akan semakin elastis. Akibatnya. Sebaliknya pada produk yang harganya murah. Produk mewah versus kebutuhan. dan sebaliknya (hukum permintaan). Prosentase pendapatan yang dibelanjakan. Contoh : Apabila harga es krim naik dari $2 menjadi $2. Faktor Penentu Elastisitas Permintaan Ada empat faktor utama dalam menentukan elastisitas permintaan : 1.32 menunjukkan bahwa perubahan harga sebesar 1 persen akan menimbulkan perubahan permintaan sebesar 2. Sebaliknya. yaitu ketika harga naik permintaan akan turun. dimana barang mewah bukanlah sebuah kebutuhan dan substitusinya lebih mudah dicari. vice versa. permintaan akan produk mewah cenderung elastis. Permintaan akan produk kebutuhan cenderung tidak elastis. sehingga konsumen akan mengurangi permintaannya. Artinya. Semakin tinggi bagian pendapatan yang digunakan untuk membelanjakan produk tersebut. dimana konsumen sangat membutuhkan produk tersebut dan mungkin sulit mencari substitusinya.

4. B. Permintaan elastis sempurna (tak terhingga). Dengan demikian.Apa yang menyebabkan masyarakat tertarik menggunakan kendaraan bermotor? -Seberapa besar permintaan dan penawaran kendaraan bermotor di DKI Jakarta? C. kenaikan harga akan meningkatkan total penerimaan. Elastisitas dan Total Penerimaan (penjual/produsen) Elastisitas permintaan mempengaruhi total penerimaan yang diterima oleh penjual ataupun produsen. vice versa. Jangka waktu permintaan dianalisis. 5. Permintaan tidak elastis (< 1). Dalam jangka panjang. Dalam jangka pendek. Tujuan penulisan Makalah ini dibuat bertujuan agar kita mengetahui tingkat penawaran dan permintaan kendaraan . tidak ada pengaruh terhadap total penerimaan. Pembuktian akan hubungan antara hubungan antara elastisitas dan total penerimaan ini dapat disimulasikan sendiri dengan menentukan koefisien elastisitas sebuah produk. Semakin lama jangka waktu permintaan dianalisis. kenaikan harga yang terjadi di pasar mungkin belum disadari oleh konsumen. kenaikan harga akan menyebabkan permintaan turun jadi 0. vice versa. Oleh karenanya. sehingga mereka tetap membeli produk yang biasa dikonsumsi. Dengan demikian. 2. Permintaan elastis (> 1). dalam jangka panjang kualitas dan desain produk juga berubah. Oleh karena itu. prosentase perubahan kuantitas yang diminta > dari prosentase perubahan harga. prosentase perubahan kuantitas = prosentase perubahan harga. Hubungan keduanya adalah sebagai berikut : 1. kenaikan harga akan meningkatkan total penerimaan penjual/produsen. sehingga lebih mudah menyebabkan konsumen pindah ke produk lain. Permintaan uniter elastis (= 1). 4. sehingga mereka akan pindah ke produk substitusi yang tersedia. semakin elastis permintaan akan suatu produk. Selain itu. Sementara penurunan harga akan menurunkan total penerimaan. vice versa. konsumen telah menyadari kenaikan harga. prosentase perubahan kuantitas yang diminta < dari prosentase perubahan harga. Oleh karenanya. perubahan harga tidak mempengaruhi kuantitas yang diminta atas barang. kenaikan harga sekecil apapun akan menghilangkan total penerimaan. Permintaan tidak elastis sempurna (= 0). Rumusan Masalah . 3. kenaikan harga akan menurunkan total penerimaan penjual/produsen.

Dengan demikian untuk mencapai suatu sistem yang hemat energi. yaitu Honda revo. III. II. Keadaan ini banyak ditemui di kotakota besar Indonesia dan juga kota-kota megah lain di dunia. dimana dilakukan dengan mengurangi jumlah sarananya sekecil mungkin dan dalam waktu tempuh yang singkat akan memperoleh efisiensi tertinggi. yang sekarang ini sedang berencana meluncurkan motor terbaru. maka melalui manajemen transportasi. Pemilihan Subjek .bermotor yang ada di DKI Jakarta. Metode Metodologi penelitian A. efisiensi energi untuk pencegahan pencemaran udara dapat dilakukan. Seperti PT Honda. Selama sistem transportasi yang memadai terlaksana dalam konteks perencanaan kota yang ada. sehingga pemakaian total energi penumpang makin kecil dan intensitas emisi pencemar yang dikeluarkan berkurang. Semakin banyak model dan kelebihan motor dari berbagai macam masyarakat pun lebih memilih terbaik dari yang terbaik serta mencari tanpa bunga. diperlukan upaya proaktif yang menjamin proses transportasi direncanakan sesuai dengan tata ruang dan perencanaan kota dalam rentang waktu tertentu. Upaya remedial sistem transportasi yang diterapkan lebih banyak yang bertujuan untuk memecahkan masalah yang timbul sekarang dan masa mendatang tanpa integrasi yang sesuai dengan perencanaan kota. Isi Pemilihan model transportasi ditentukan oleh pesyaratan pokok berupa pemindahan barang dan manusia yang dilakukan dalam jumlah besar dengan jarak yang relatif dekat. Penggunaan energi dan pencemaran udara merupakan dasar perencanaan perkotaan dalam pembangunan sistem transportasi perkotaan. Transportasi massa merupakan pilihan terbaik dibandingkan dengan transportasi individual.

Saran dari penulis yaitu hati-hati dan perhatikan produk yang anda ingin beli terlebih dahulu jangan karena model yang bagus anda ingin membeli tapi pilihlah kualitasnnya. Dengan dibuatnya makalah ini semoga bermanfaat bagi pembaca dan dapat menambah pengetahuan kita tentang permintaan dan penawaran Motor di DKI Jakarta pada saat ini V. Buku Pengantar Ekonomi Mikro & Makro b. Kesimpulan dan Saran Kesimpulan yang dapat saya ambil dari penulisan makalah ini adalah Motor merupakan salah satu alat transportasi yang sedang di gandrungi masyarakat saat ini. Terima kasih. dan semoga makalah ini dapat memberikan masukan tentang permintaan dan penawaran motor di DKI Jakarta. Metode Pengumpulan Data Penulis mengumpulkan data dari sumber internet. B. Penutup Sekian makalah yang saya buat apabila ada kesalahan saya mohon maaf. Sampel : Produksi Motor di DKI jakarta 3. . Internet C. Desain dan Pendekatan Penelitian 1.1. Alat Penelitian : a. IV. buku kemudian penulis mengumpulakan datadata tersebut menjadi satu sehingga terbuatlah makalah yang bertema permintaan dan penawaran Motor di Indonesia. Selain irit dan juga mencari jalan aman selain menggunakan mobil yang dapat menyebabkan kemacetan yang berlarut-larut. Teknik : Library Research (Study Pustaka). Populasi : Produksi Motor di DKI jakarta 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful