Adakah Nikah Jarak Jauh?” ketegori Muslim.

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh Adakah dalam aturan Islam nikah jarak jauh? Dalam artian mempelai pria terpisahkan jarak dengan wali mempelai perempuan. Jadi proses ijab qabul dilakukan melalui alat komunikasi, misalnya telepon atauteleconference. Mohon penjelasan juga mengenai syarat dan rukun nikah. Jazakumullohu khoir. wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Indra Dwi Ristanto Jawaban Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh, Nikah jarak jauh yang Anda impikan itu mungkin saja terjadi, malahan sudah terjadi, bahkan seringkali terjadi. Di mana mempelai laki-laki dan wali pihak perempuan dipisahkan jarak yang sangat jauh, sementara akad nikah tetap bisa berlangsung dengan sah sesuai dengan syariat Islam dan juga hukum positif negara. Benarkah? Ya, benar sekali. Bahkan tidak membutuhkan alat-alat komunukasi canggih paling modern seperti yang kita kenal di masa sekarang ini. Semua tetap bisa dilakukan di zaman yang belum ada listrik, telepon dan mesin kendaraan. Syariat Islam telah memberi sebuah ruang yang memungkinkan semua itu terjadi, bahkan di masa yang paling primitif sekalipun. Bagaimana caranya? Caranya dengan taukil…

Taukil adalah perwakilan wali. Di mana seorang ayah dari wanita memberikan wewenang kepada seorang laki-laki lain, tidak harus familinya, yang penting muslim dan dipercaya oleh si ayah, untuk melaksanakan akad nikah puterinya dengan calon suaminya. Yang penting, si wakil wali ini bisa menghadiri acara akad nikah, karena ladafz ijab akan diucapkannya di depan calon mempelai lakilaki. Yang lebih menarik lagi, ternyata yang boleh mewakilkan posisinya kepada orang lain bukan hanya ayah kandung pihak wanita, tetapi mempelai laki-laki pun masih dibenarkan untuk memberikan perwakilan dirinya kepada orang lain lagi. Sehingga sebuah ijab qibul bisa tetap bisa dilakukan tanpa kehadiran wali dan mempelai laki-laki. Cukup wakil sah dari masing-masing pihak saja yang melakukan akad nikah. Bahkan pihak pengantin wanita pun juga tidak perlu wajib hadir dalam akad itu. Bukankah ini menarik? Dan sama sekali tidak butuh alat-alat canggih, bukan? Yang penting, proses pemberian wewenang sebagai pihak yang mewakili ayah kandung sah dan dibenarkan secara yakin anpa diperlukan harus ada saksi. Demikian juga dengan proses pemberian hak sebagai wakil pihak mempelai laki-laki, juga harus benar dan sah, meski tanpa saksi. Dan pemberian wewenang untuk mewakili ini pun tidak mengharuskan keduanya duduk dalam satu majelis. Jadi bisa lewat telepon, email, faks, SMS bahkan chatting. Akad nikah atau ijab qabul yang dilakukan oleh masing-masing wakil dari kedua belah pihak adalah sebuah bentuk keluwesan sekaligus keluasan syariah Islam. Namun kalau tiba-tiba ada orang mengangkat diri menjadi wakil tanpa ada pemberian wewenang dari

yang punya hak yaitu wali atau mempelai laki-laki secara sah, maka orang ini sama sekali tidak berhak melakukan akad nikah. Kalau pun nekat juga, maka nikah itu tidak sah di mata Allah SWT. Wallahu a’lam bishshawab wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Ahmad Sarwat, Lc. Sumber Adakah Nikah Jarak Jauh? : http://assunnah.or.id
Judul Tinjauan Hukum Mengenai Keabsahan Perkawinan Melalui Teleconference Dalam Agama Islam Dihubungkan Dengan Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan

Pengaran Aan Pattilouw; Nim 31603001 g Subjek Abstrak Hukum, Mengenai Keabsahan, Perkawinan, Teleconference, Agama Islam Perkawinan Teleconference adalah perkawinan yang dilakukan oleh seorang laki laki dengan

seorang perempuan, dimana proses ijab kabulnya tidak diucapkan secara langsung melainkan

diucapkan dengan menggunakan media perantara yaitu telephone. Pelaksanaan perkawinan melalui

teleconference pada dasarnya sama dengan perkawinan pada umumnya, yang membedakannya adalah

pada saat proses ijab kabul. Pada perkawinan teleconference ini dimungkinkan salah satu pihak atau

wali dari pihak perempuan tidak berada di tempat pada saat proses ijab kabul. Perkawinan

teleconference ini pernah terjadi di beberapa daerah di tanah air, salah satunya terjadi di Bandung Jawa

Barat. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana keabsahan perkawinan melalui

teleconference menurut Hukum Islam dan Undang Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang

Perkawinan dan kendala apa yang timbul dalam perkawinan teleconference sebagai wujud

perkembangan teknologi informasi.

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitis yaitu penelitian dengan melukiskan

fakta-fakta berupa data sekunder seperti bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan

hukum tersier. Penelitian deskriptif analitis dilakukan untuk memberikan gambaran secara lengkap

tentang pelaksanaan perkawinan melalui teleconference di Indonesia. Metode pendekatan yang

digunakan adalah yuridis normatif dan analisa data dilakukan dengan cara yuridis kualitatif. adanya gangguan teknis yang mungkin timbul pada saat akan atau sedang dilaksanakannya perkawinan melalui teleconference. baik berdasarkan hukum Islam maupun Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan karena telah memenuhi rukun dan syarat perkawinan. antara lain adalah adanya pendapat dari sebagian kalangan Islam yang menyatakan bahwa perkawinan melalui teleconference ini tidak sah. peneliti menyimpulkan bahwa perkawinan melalui teleconference adalah sah secara hukum. dan tidak adanya suatu . karena wali nikah mempelai perempuan tidak secara nyata hadir pada saat ijab kabul dilaksanakan. Kendala yang muncul dalam perkawinan teleconference sebagai wujud perkembangan teknologi informasi. Berdasarkan hasil penelitian.

teleconference. karena salah satu calon mempelai berada di luar negeri.peraturan yang secara tegas mengatur mengenai perkawinan melalui media teleconference. Wartel (warung telephone). HT (Handy Talky). kimia dan fisika. Selain penemuan-penemuan (Discovery) dibidang kedokteran. warnet (warung internet) dan teleconference tumbuh berkembang bagaikan jamur dimusim semi. Dengan media ini komunikan (orang yang berbicara) dapat menyampaikan pesannya kepada recipient (lawan bicara) tanpa hanya mendengarkan . lahirlah penemuan baru yang menggabungan antara televisi dan telepon yang disebut Teleconference. Pager. perjanjian. handphone/hp. Sehingga tidak heran jika media komunikasi semacam ini kini mulai sangat akrab dan kental dengan aktivitas kehidupan masyarakat kita sehari-hari. Faximile dan lain sebagainya. hiburan. pernikahan via media komunikasi memang dipandang lebih efektif dan efisien bagi calon pengantin yang berjauhan. telepon. telegram. NIKAH VIA VIDEO TELECONFERENCE NIKAH VIA VIDEO TELECONFERENCE NIKAH VIA VIDEO TELECONFERENCE NIKAH VIA VIDEO TELECONFERENCE Oleh: al-Faqir Billah M. Safii Gozali I. jual beli. Diselasela perkembangan internet dan telepon. Dilihat dari sisi kepraktisan. tentunya juga dapat menghemat biaya transportasi. pemberitaan. LATAR BELAKANG Perkembangan teknologi dari hari kehari semakin pesat dan memasyarakat. Selain dapat menghemat waktu. transportasi dan yang tak kalah penting penemuan dibidang komunikasi. Mulai dari aktivitas pergaulan (persahabatan). Bahkan ada sebagian masyarakat yang menggunakan untuk melakukan akad pernikahan jarak jauh. sebagai contohnya adalah Internet. dan bisnis. telegrap. baik dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan maupun dalam Kompilasi Hukum Islam. telah banyak pula ditemukan teknologiteknologi baru dibidang konstruksi. lelang.

dan pendapat ini juga didukung sebagaian ulama Syafi'iyyah. sehingga tidak dikhawatirkan kedua mempelai akan mengingkari pelaksanaan pernikahan tersebut. Namun sebaliknya. Selain itu alat komunikasi seperti telepon dan lainnya masih belum cukup kuat untuk dijadikan sebagai alat bukti telah terjadi perbuatan hukum. Menurut pendapat yang shahih transaksi melalui sepucuk surat tanpa kehadiran kedua belah pihak tidak sah. Dengan segala bentuk kecanggihan dan fasilitas dari teknologi ini. beliau mensyaratkan adanya i'lan (pemberitahuan) pernikahan kepada halayak umum. namun dua rukun tersebut sangat perlu adanya pembahasan secara mendetail dan mendasar untuk dapat menjawab dan menghukumi pernikahan via telekomference. Oleh karena itu pernikahan harus dihadiri secara langsung oleh kedua belah pihak mempelai. Meskipun selain ijab qabul dan saksi masih ada rukun-rukun pernikahan yang lain. Sementara pendapat Jumhur Ulama’ bahwa nikah adalah sebuah mitsaq ghalizh (tali perjanjian yang kukuh dan kuat) bertujuan menciptakan keluarga sakinah.suara (audio) tapi juga bisa melihat fisiknya (visual). baik yang berupa perdagangan maupun proses pernikahan . namun pada dasarnya mereka sepakat bahwa shighat ijab qabul adalah salah satu dari rukun yang harus dilaksanakan. Syafi'iyyah. RUKUN DAN SYARAT PERNIKAHAN Membahas tentang hukum pernikahan via telekomference tidak bisa lepas dari pembahasan rukun dan syarat pernikahan. Namun dalam sisi lain. II. Selain itu. kecuali Malikiyyah yang tidak mensyaratkan adanya saksi dalam akad perkawinan. karena surat saja tidak cukup kuat sebagai alat bukti telah dilakukannya perbuatan hukum. customer (konsumen) dapat berkomunikasi dengan model apapun yang diinginkan seperti berhadapan langsung. Hanafiyyah. mawaddah dan rahmah. sekaligus menyimpan data-data yang dianggap penting. Sedangkan menurut ulama Hanafiyah mengatakan bahwa akad nikah itu sah dilakukan dengan surat karena surat adalah Khithab (al-khitab min al-ghaib bi manzilah al-khitab min alhadhir) dengan syarat dihadiri dua orang saksi. wali nikah dan dua orang saksi. Sedangkan dari segi hukum Islam juga terjadi perbedaan hukum tentang transaksi yang dilakukan melalui sepucuk surat tanpa kehadiran kedua belah pihak. Meskipun para ulama terjadi perbedaan pendapat tentang rukun-rukun dan syarat-syarat pernikahan. internet dan telepon di Indonesia masih mengalami perdebatan terkait penggunaanya dalam penyelenggaraan transaski perjanjian. Dalam madzhab Syafi'iyyah sendiri terjadi perbedaan antara Imam Syafi'i dan para pengikutnya. dan Hanabillah sepakat bahwa pernikahan harus dihadiri oleh dua orang saksi. Sebab pernikahan via telekomference erat sekali hubungannya dengan masalah shighat dan .

menurut KH. Selain itu. Jika demikian (mewakilkan akad). dan mereka juga pendapat bahwa surat adalah kinayah. Sahal Mahfudz dapat dianalogkan bahwa pernikahan dianggap sah hukumnya dilakukan lewat media komunikasi seperti internet. yaitu. SYARAT-SYARAT SAKSI PERNIKAHAN Seperti yang telah kami sampaikan di atas. Hal ini beda dengan Hanafiyyah. 1.saksi. kecuali dari kecuali dari Malikiyyah yang memperbolehkan ijab qabul dengan memakai kata-kata hibbah (pemberian). B. Mereka beralasan bahwa ijab kabul adalah suatu sarana untuk menjukkan kedua belah pihak saling ridla akan adanya transaksi. beliau memahami satu majlis bukan dari segi fisik para pihak. Sedangkan menurut pendapat yang shahih (ada yang mengatakan al-Madzhab) dari Ulama syafi'iyyah. Solusi yang ditawaran oleh Syafi'iyyah adalah dengan mewakilkan akad pernikahan kepada seseorang. Rasulullah SAW sendiri pernah mewakilkan pernikahannya kepada Amr bin Umiyyah dan Abu Rafi'. mereka tidak mensyaratkan adanya saksi. maka para ulama sepakat bahwa transaksi yang diwakilkan hukumnya sah. 2. namun pernikahan wajib diumumkan kepada halayak umum. Hanafiyyah memperbolehkan akad nikah melalui surat. surat yang dibacakan di depan saksi dapat dikatakan sebagai ijab dan atau qabul dan harus segera dijawab. teleconference dan faximile. SYARAT-SYARAT SHIGHAT (IJAB QABUL) Dalam pembahasan masalah ijab qabul. dan ridla tidak bisa diyakinkan hanya melalui sepucuk surat. surat tidak cukup kuat dijadikan alat bukti oleh saksi apa bila telah terjadi persengketaan tentang akad tersebut. Pengertian satu majlis oleh jumhur ulama (mayoritas) difahamkan dengan kehadiran mereka dalam satu tempat secara fisik. Bagi ulama yang mewajibkan . namun hanya ijab dan qabul para pihak harus dikatakan di satu tempat dan secara berkontiu. Ijab Qabul harus dilaksanakan dalam satu majlis (satu tempat). Baik ijab kabul dalam transaksi muammalat lebih-lebih dalam pernikahan. asalkan surat tersebut dibacakan didepan saksi dan pernyataan dalam surat segera dijawab oleh pihak-pihak. Kecuali ulama Malikiyyah. ijab qabul tidak boleh dilakukan melalui surat-menyurat. Syafi’iyah dan Hanabilah. Dari pendapat ini. kemudian wakil tersebut hadir dalam majlis akad pernikahan. bahwa Jumhur Ulama sepakat pernikahan tidak sah kecuali dengan hadirnya saksi-saksi. Dari pendapat Hanafiyyah tersebut. Pendapat ini dikeluarkan oleh ulama Malikiyah. Menurut Hanafi. A. Diucapkan dengan kata-kata tazwij dan inkah. para ulama mensyaratkan terhadap ijab qabul dengan beberapa syarat.

Tidak cukup hanya mendengar suara pihak-pihak tanpa adanya wujud secara fisik. Dari syarat tersebut. sebab mendengar suara tanpa melihat rupa tidak dapat menimbulkan suatu keyakinan dalam hati saksi. Merdeka 3. ia meyakini bahwa di dalam kamar hanya ada satu orang bernama Zaed dikarenakan ia sendiri telah memeriksa ke dalam kamar. jika yang hadir dalam majlis tersebut (termasuk saksi) meyakini karena adanya indikasi-indikasi kuat bahwa yang sedang berbicara atau yang sedang dilihat dalam telekomference memang pihak yang bersangkutan. Hal ini karena tujuan saksi adalah mengantisipasi terjadinya persengketaan akad. bahwa seorang saksi harus dapat meyakini hal yang disaksikan dan tidak boleh hanya prasangka. hanya satu yang akan kita bahas bersama yaitu syarat mendengar dan melihat. Aqil Baligh 2. maka akad pernikahan hukumnya diperbolehkan dan sah. jika saksi meyakini bahwa yang ia dengar adalah betul suara para pihak dengan adanya indikasi-indikasi. na. bahwa saksi harus melihat dan mendengar ijab qabul secara langsung keluar dari mulut para pihak. begitu juga hanya melihat wujud fisik para pihak. Dapat mendengar dan melihat Dari empat syarat daripada saksi di atas. Kemudian ia mendengar suara dari dalam kamar tersebut dan meyakini suara itu adalah suara Zaed. Pendapat ini juga ditegaskan oleh Muhammad Abu Bakar Syatha. dan mereka (saksi) tidak dapat diterima jika hanya mendengar suara tanpa rupa. KESIMPULAN Dari paparan beberapa pendapat ulama di atas dapat kita fahami bahwa akad dalam pernikahan adalah suatu hal yang sangat sakral dan merupakan peristiwa penting yang harus diabadikan.adanya saksi mensyaratkan sebagai berikut. Dari pendapat Ibnu Hajar tersebut dapat kita tarik benang merah bahwa. karena para saksi tidak melihat fisik para pihak. sebab dalam benaknya ada keyakinan. Alasan dari pendapat ini adalah. Jika demikian maka kesaksian saksi dengan hanya mendengar suara di dalam kamar diperbolehkan. 1. maka hukumnya diperbolehkan. . Syafi'iyyah sepakat menolak bahwa akad nikah yang dilakukan melalui pesawat telepon tidak sah.un tidka mendengar suara ijab qabulnya. Sehingga Jumhur Ulama berpendapat pelaksanaan akad nikah terutama yang berhubungan dengan ijab qabul harus dilakukan dalam satu tempat (satu majlis). Mendengar dan melihat adalah dua komponen yang harus bersama-sama. Indikasi tersebut seperti contoh. Namun ada yang menarik dari pendapat Ibnu Hajar Al-Astqolani. Islam 4.

Selian itu antara ijab qabul harus konytiyu dan tidak ada penghalang. Email. b. HP. Alat komunikasi seperti Telepon. 1. dan Telekonference belum dapat dinyatakan sebagai alat bukti yang sah menurut Undang-undang di Indonesia untuk memutuskan persengketaan hukum. pertama. Jika salah satu calon mempelai berjauhan dan sulit untuk hadir. maka ada dua alternatif. kecuali pendapat Imam Malik. maka kami dapat menyimpulkan sebagai berikut. Hal ini tanpa memandang secara fisik para pihak hadir dalam majlis atau tidak. pendapat ulama Hanafiyyah dan sebagian . Alat elektronik dalam kontek hukum di Indonesia belum bisa dijadikan sebagai alat bukti yang sah dan autentik. Pernikahan melalui telekomference dalam kontek negara Indonesia tidak sah karena merujuk beberapa alasan. Membuat Surat. Menurut Jumhur Ulama satu majlis difahamkan dengan berkumpulnya para pihak dalam satu tempat secara fisik. a. Adanya saksi harus benarbenar melihat dan mendengar langsung para pihak melakukan ijab kabul. kesaksian dari dua orang saksi juga merupakan syarat dari pernikahan. sebab menurut pendapat ini akad nikah (ijab atau qabul) melalui surat diperbolehkan. Menurut Hanafiyyah dan sebagian kecil Syafi'iyyah memahamkan satu majlis adalah ijab qabulnya secara kontekstual bukan fisik nyata para pihak. maka kesaksiannya dapat dibenarkan dan pernikahannya sah. Sedangkan apa bila merujuk pada pendapat Malikiyyah yang tidak mensyaratkan adanya saksi. jika para saksi meyakini bahwa suara (audio) atau gambar (visual) yang ia dengar dan lihat memang benar-benar dari para pihak. 2. Hal ini berpedoman kepada dua dasar. Ijab atau Qabul dapat dilakukan melalui sepucuk surat bermaterai dan membacanya di depan para saksi. Para pihak tidak hadir secara fisik dalam satu majlis sebagaimana yang dipendapatkan oleh Jumhur Ulama. Selain ijab qabul. Sebab keberadaan saksi mengandung hikmah tasyrik yaitu menguatkan dan menetapkan suatu peristiwa yang terjadi apa bila nantinya terjadi persengketaan. a.Pengertian satu majlis terjadi perbedaan pendapat. sebab Malikiyyah meskipun tidak mensyaratkan adanya saksi. sebab kesaksian saksi yang demikian tidak dapat menimbulkan keyakinan dalam dirinya. b. juga tidak dapat ditarik kesimpulan akad melalui media elektronik dapat dibenarkan. Pernikahan tidak sah apa bila saksi hanya mendengar suara tanpa rupa dari para pihak. 1. Namun menurut Hanafiyyah dan Ibnu Hajar dari Ulama Syafi'iyyah berpendapat. Kemudain apa bila ditarik kepada pokok masalah hukum melakukan pernikahan via telekomference. mereka mensyaratkan adanya akad pernikahan dilakukan dalam satu majlis secara fisik.

Latar Belakang Urusan perkawinan di Indonesia dipayungi oleh Undang-Undang Perkawinan No. banyak muncul hal-hal baru yang bersifat ijtihad. perwakilan dengan disertai surat mandat resmi (bermaterai) dapat dibenarkan dan mempunyai kekuatan hukum. surat yang bermaterai dapat dijadikan alat bukti yang autentik. 1 tahun 1974 serta diatur ketentuannya dalam Kompilasi Hukum Islam. muncul peristiwa menarik dalam hal pelaksanaan akad nikah yang dilakukan secara tidak lazim dengan menggunakan media telepon. tentunya perwakilan tersebut harus disertai surat mandat bermaterai. dikarenakan tidak ada aturan yang tertuang secara khusus untuk mengatur hal-hal tersebut. KEINDONESIAAN DAN KEMANUSIAAN di 08:59 STUDI ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PENDAPAT SATRIA EFFENDI M. Kedua. ZEIN MENGENAI HUKUM AKAD NIKAH MELALUI TELEPON A. pertama. dalam kontek hukum negara Indonesia. para ulama sepakat bahwa akad pernikahan (ijab qabul) dapat diwakilkan kepada orang lain. Namun dalam praktek pelaksanaan perkawinan yang berlaku di masyarakat. Kedua. sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW.ulama Syafi'iyyah yang memperbolehkan ijab atau qabul memamakai surat. menurut Undangundang Indonesia. Saripati aturanaturan Islam mengenai perkawinan. perceraian. Kedua dasar hukum mengenai perkawinan dan urusan keluarga tersebut diharapkan dapat menjadi pijakan hukum bagi rakyat Indonesia yang akan melaksanakan perkawinan. Kemudian status pernikahan ini dimohonkan pengesahannya melalui Pengadilan . Calon mempelai yang ada di kajauhan dapat mengangkat seorang wakil untuk melangsungkan ijab atau qabul. Hal ini berdasarkan dua alasan. perwakafan dan pewarisan ini bersumber dari literatur-literatur fikih Islam klasik dari berbagai madzhab yang dirangkum dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. Diposkan oleh KEISLAMAN. Mengangkat Wakil. Kurang lebih satu dekade yang lalu. 2.

Peristiwa yang serupa dengan itu terulang kembali. Hal ini seperti yang dipraktekkan oleh pasangan Syarif Aburahman Achmad ketika menikahi Dewi Tarumawati pada 4 Desember 2006 silam. Oleh Pengadilan Agama Jakarta Selatan status hukumnya dikukuhkan dengan dikeluarkannya Surat Putusan No. mereka melangsungkan akad nikah mereka pada Maret 2007 silam. Indonesia. yakni pengganti pelaku akad apabila pihak pelaku akad (baik wali maupun mempelai pria) berhalangan untuk melakukannya. Kali ini praktek akad nikah tertolong dengan dunia teknologi yang selangkah lebih maju dengan menggunakan fasilitas video teleconference. teknologi ini dapat menampilkan gambar/citra secara realtimemelalui jaringan internet. Ketika pelaksanaan akad nikah. 1751/P/1989. Kabarnya. sang mempelai pria sedang berada di Pittsburgh. Amerika Serikat. karena selain menyampaikan suara. sedangkan wali mempelai berada di Cirebon. Sedangkan pihak wali beserta mempelai wanita berada di Bandung. namun putusan ini tetap dianggap riskan. . Hanya perbedaannya adalah. Praktek akad nikah pada jaman Nabi dan para Salafus shalih hanya menyiratkan diperbolehkannya metode tawkil. Hal ini tidak berbeda dengan apa yang dilakukan oleh pasangan Sirojuddin Arif dan Iim Halimatus Sa'diyah. Kedua belah pihak dapat melaksanakan akad nikah jarak jauh berkat layanan video teleconference dari Indosat. Indonesia ketika akad nikah dilangsungkan. Fenomena seperti ini menggelitik untuk dikaji dan dikomentari oleh para pakar hukum keluarga Islam di Indonesia. kedua mempelai sedang berada di aula kampus Oxford University. Meski Pengadilan Agama Jakarta Selatan mengesahkan praktek semacam ini. Teknologi video teleconference lebih mutakhir dari telepon. Mahkamah Agung menegur hakim yang memeriksa perkara tersebut karena dikhawatirkan menimbulkan preseden yang tidak baik. Inggris. Dengan memanfaatkan teknologi ini.Agama Jakarta Selatan. Oleh sebab praktek akad nikah jarak jauh dengan menggunakan media teknologi ini belum pernah sekalipun dijumpai pada jaman sebelumnya.

Bagaimana metode ijtihad dalam menentukan hukum akad nikah melalui telepon? . Untuk itulah. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan pada latar belakang masalah yang telah dipaparkan pada bagian sebelumnya. Zein menyerahkan putusan yang diambil sesuai dengan dasar yang dipakai majelis hakim. yaitu membolehkan sesuai dengan kecenderungan Madzhab Hanafi ataupun melarang sesuai dengan kecenderungan Madzhab Syafi'i. dasardasar yang menjadi alasannya menentukan hukum yang sesuai. di sini penulis berusaha mengedepankan permasalahan ini. Dalam pendapatnya. cara pandang ia melihat permasalahan ini dan pertimbangan-pertimbangan rasional danushuliyah yang ia pakai. penulis mengajukan beberapa masalah sebagai berikut: 1.Satria Effendi M. dan memberikan penekanan bahwa keduanya boleh dipakai selama belum ada undang-undang yang secara jelas mengatur mengenai hal ini. Apa dasar-dasar yang dipakai dalam menentukan hukum akad nikah melalui telepon? 3. B. Bagaimana hukum akad nikah melalui telepon? 2. Satria Effendi M. Di sini Satria Effendi M. Zein menyatakan bahwa ada dua macam putusan yang dapat dipilih oleh majelis hakim mengenai masalah ini. 1751/P/1989. Zein sebagai salah satu pakar yang membidangi masalah hukum keluarga Islam di Indonesia ini dalam bukunya “Analisis Yurisprudensi Mengenai Masalah Keluarga Islam Kontemporer Indonesia” memberikan analisis yurisprudensi yang cukup mendalam mengenai perkawinan melalui media telepon sebagaimana dikukuhkan Putusan Pengadilan Agama Jakarta Selatan No. 1751/P/1989. menjelaskan bagaimana metode ijtihad yang dipakai oleh Satria Effendi M. Zein dalam mengkritisi Putusan Pengadilan Agama Jakarta Selatan No.

Menteri Agama dijabat H Munawir Sjadzali dan Kantor Urusan Agama (KUA) serta pengadilan agama menyatakan pernikahan itu tidak sah. Pernikahan semacam itu juga pernah terjadi pada 22 Februari 2009 antara Wafa Suhaimi (24) dengan Ahmad Jamil Rojab (26) dengan mempelai perempuan tinggal di Jeddah Saudi Arabia serta pengantin laki-laki sedang kuliah di Universitas Merry Mont Virginia AS. dan pengantin laki-laki berada tidak dalam satu majelis atau bertatap muka dan melihat mimik bibir penghulu serta pengantin saat “ijab qobul. karena tidak sah. karena pernikahan itu mengharuskan wali perempuan. Rabu (03/06/09).” Demikian dikatakan Katib (sekretaris) Syuriah PWNU Jatim KH drs Syarifudin Syarif setelah bahtsul masail PWNU Jatim di Balai Diklat Depag Jatim di Surabaya. Menurut dia. Namun pernikahan melalui cyber media itu harus diulang.” Ia menegaskan bahwa pernikahan merupakan hal yang sakral dan pernikahan yang sesuai dengan syariat agama akan melahirkan manusia yang berbudi luhur dan bermanfaat bagi nusa dan bangsa serta agama. Salah satu materi pembahasan adalah memberikan status hukum pernikahan lewat “cyber media” (teleconference) dinilai belum memenuhi unsur syariat Islam. saksi. Di Indonesia. “Karena kesulitan mengurus visa dan ketatnya jadwal kuliah. sehingga harus dilakukan pernikahan ulang. 4 Juni 2009 0:33Berita | 1 komentar Surabaya (Ansor Online) : Pimpinan Wilayah Nahdhlatul Ulama [PWNU] Jawa Timur menggelar bahtsul masail (diskusi keagamaan) pada Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) I. sebab sebelum ijab qobul selesai memang kedua pengantin tidak boleh bersentuhan.” katanya. “Saat itu. pernikahan lewat “cyber media” itu tidak sah.NU Anggap Nikah Lewat Teleconference Tak Sah Kamis. pernikahan melalui “cyber media” pernah terjadi lewat saluran telpon dalam tempat berbeda yang dilakukan pengantin perempuan di Indoneia dan pengantin laki-laki di Amerika. saksi.” katanya. . maka mereka memanfaatkan cyber media untuk mendukung rangkaian ijab-qobul. Alasannya pernikahan itu mengharuskan wali perempuan. dan pengantin laki-laki berada tidak dalam satu majelis atau bertatap muka dan melihat mimik bibir penghulu serta pengantin saat “ijab qobul.” “Bagi mempelai perempuan itu boleh tidak dalam satu ruang.

Perkembangan mazhab fiqh Mazhab fiqh di Mesir dapat berkembang dengan baik. KH Hasyim Abbas. Muskerwil I PWNU Jatim pada 23 Juni itu juga membahas pemberdayaan organisasi NU. Hal itu menjadi domainnya menteri perindustrian. Sementara dalam kaitan otoritas penetapan produk halal menjadi perhatian utama Pemerintah Mesir. pengembangan pendidikan. Ada yang menyatakan boleh dan ada pula yang menyatakan tidak sah. keduanya dinyatakan sah oleh Syaikh Adil Al-Damari (anggota Majmak Al-Figh al. KH Imam Syuhada. Dalam studi banding tentang penerapan hukum syariah ke Mesir yang dipimpin oleh Direktur Penerangan Agama Islam Drs H Ahmad Jauhari. KH Yasin Asmuni. pemberdayaan ekonomi umat. pelayanan sosial.Saat pernikahan. mobilisasi dana. terkadang Daar al-Ifta juga memakai pendapat-pendapat mazhab selain Syafiiyah. Bahtsul masail diikuti sepuluh kiai. pengembangan dakwah pemikiran keagamaan. Suatu produk yang telah disertifikasi halal oleh pemerintah diadakan pemeriksaan dan pengawasan oleh pemerintah bersama mufti sebanyak tiga kali dalam setahun. Seperti halnya apakah bunga bank itu halal? Lembaga fatwa memberikan argumen bahwa penggunaan bank dalam berbagai aktifitas kemasyarakatan tidak dapat dihindari. KH Asyhar Ahofwan. dan pengelolaannya. [eko] Tidak Sah Pernikahan Gunakan Media Teleconference [Agama dan Pendidikan] Studi Banding Tentang Penerapan Hukum Syariah ke Mesir Tidak Sah Pernikahan Gunakan Media Teleconference MASALAH sah dan tidaknya nikah jarak jauh atau melalui media teleconference sebenarnya sudah lama menjadi pembicaraan serius. KH Abdullah Syamsul Arifin. Suatu produk dapat dinyatakan halal setelah mendapat lisensi dan bersertifikat halal dari Pemerintah. teknologi informasi. pernikahan melalui media teleconference atau nikah jarak jauh menggunakan teknologi informasi itu tidak sah. meskipun dalam praktik sehari-hari sebagian besar warga Mesir mengikuti mazhab Syafiiyah. kesehatan dan tenaga kerja. KH Muhibbul Amal. Syafrudin Syarif. dan KH Romadlon Khotib. bahwa lembaga Fatwa Mesir (Daar Al Ifta) telah memfatwakan masalah ternikahan menggunakan jarak jauh tersebut.Aslami) Saudi Arabia. Dalam memutuskan persoalan-persoalan umat. Karena tidak memenuhi persyaratan majelis akad nikah yaitu satu majelis. Hal ini menunjukkan fleksibilitas mufti . Mufti Mesir bekerja ekstra keras untuk menjawab persoalan-persoalan mutakhir yang muncul dan berkembang. karena itu PWNU Jatim akhirnya mendiskusikan hal itu. Sehingga lembaga fatwa Mesir berpendapat penggunaan bank dengan segala fariannya adalah halal. Selain melakukan diskusi keagamaan. Menurut Lembaga Fatwa Mesir. di antaranya KH Anwar Manshur. KH Azizi Chasbulloh. Hal ini untuk menghindari kemungkinan adanya perubahan dalam proses produksi sehingga status halal yang sudah ditetapkan tetap terjaga. Sehingga penggunaan bank menjadi sangat penting.

Alexandria berubah secara drastis. kota itu suatu masa menjadi pusat perdagangan dan budaya dunia. banyak informasi yang didapatkan dari hasil audiensi dengan Dubes Indonesia di Mesir. Dinasti Yunani. meskipun masih ditemui banyak mahasiswa kita yang lambat menyelesaikan masa perkuliahan di sana. suasana di Mesir sangat kondusif bagi mahasiswa Indonesia yang belajar di sana. Ptolemeus mewarisi Mesir dari Alexander dan menguasai negeri itu sampai Caesar Octavianus Augustus mengalahkan Antonius dan Cleopatra pada tahun 30 SM. kota Alexandria (Iskandariyah) terkenal dengan bangunannya yang termasyhur namun sekarang sudah lenyap seperti Faros.dalam melihat pendapat imam mazhab. Perpustakaan terbesar di Mesir itu sungguh indah. delegasi Indonesia menyatakantakjub. Sesungguhnya. Tercatat kurang lebih 40 pasangan nikah di KBRI setiap tahun. Musaeum yang merupakan asal kata Museum) ini menjadi daya tarik tersendiri baik bagi para wisatawan maupun peneliti serta mahasiswa yang ingin mencari referensi di dalamnya. sehingga di dalam pengambilan pendapat hukum dapat menggunakan salah satu pendapat imam mazhab yang relatif dapat diterima masyarakat Mesir.000 orang. Dubes menginformasikan bahwa Syekh Al-Azhar telah menghibahkan tanah di dalam lingkungan kampus Al-Azhar untuk dibangun asrama bagi mahasiswa asal Indonesia. Dalam kunjungan tersebut.000 naskah pada masa puncaknya. mercusuar kuno yang konon tingginya mencapai 110 meter dan diangap sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia. Sementara ketika berkunjung ke perpustakaan Alexandria atau perpustakaan Iskandariyah. Pada zaman dahulu. (sidik m nasir) Tidak Sah Pernikahan Gunakan Media "Teleconference 28 Jul 2010 • Opini • Pelita . menurut Atlas of the Greek World. Abdurahman Fakhir. Mahasiswa Indonnesia yang belajar di Universitas Al-Azhar dan Universitas-universitas lainnya di Mesir kurang lebih berjumlah 5. Dibawah Ptolemeus. Sehingga perpustakaan yang didirikan pada awal abad ke-3 SM pada masa Pemerintahan Ptolemeus II dari Mesir (setelah Bapaknya mendirikan kuil Muses.000 jiwa.000 sampai 700. Tentang pembinaan dan pencatatan perkawinan di KBRI Mesir telah berjalan dengan baik. dan makam Alexander yang Agung. Akad nikah Warganegara Indonesia di Mesir dipandu oleh konsuler mereka langsung mendapatkan buku nikah atau kutipan akta nikah sebagaimana layaknya pernikahan di Indonesia. Perpustakaan ini diperkirakan menyimpan sekitar 400. diantaranya tentang keberadaan warganegara Indonesia di Mesir. Pada puncak kejayaannya. berada di tepi pandai dengan struktur bangunan menjorok ke permukaan laut. Menurut Dubes. Alexandria berpenduduk sekitar 600.

Hal itu Oienjadi domainnya menteri perindustrian. Sementara dalam kaitan otoritas penetapan produk halal menjadi perhatian utama Pemerintah Mesir. Ada yang menyatakan boleh dan ada pula yang menyatakan tidak sah. bahwa lembaga Fatwa Mesir (Daar Al IJta) telah memfatwakan masalah ternikahan menggunakan jarak jauh tersebut. Sehingga lembaga fatwa Mesir berpendapat penggunaan bank dengan segala Tariannya adalah halal. Mufti Mesir bekerja ekstra keras untuk menjawab persoalan-persoalan mutakhir yang muncul dan berkembang. terkadang Door al-IJla juga memakai pendapat-pendapat mazhab selain . Karena tidak memenuhi persyaratan majelis akad nikah yaitu satu majelis. pernikahan melalui media "teleconference" atau nikah jarak jauh menggunakan teknologi informasi itu tidak sah. Dalam memutuskan persoalan-persoalan umat. meskipun dalam praktik sehari-hari sebagian besar warga Mesir mengikuti mazhab Syafiiyah. Hal ini untuk menghindari kemungkinan adanya perubahan dalam proses produksi sehingga status halal yang sudah ditetapkan tetap terjaga. Sehingga penggunaan bank men-tedi sangat penting. Suatu produk yang telah disertifikasi halal oleh pemerintah diadakan pemeriksaan dan pengawasan oleh pemerintah bersama mufti sebanyak Uga kali dalam setahun.Tidak Sah Pernikahan Gunakan Media "Teleconference MASALAH sah dan tidaknya nikah jarak jauh atau melalui media teleconference sebenarnya sudah lama menjadi pembicaraan serius. Perkembangan mazhab fiqh Mazhab fiqh di Mesir dapat berkembang dengan baik. Suatu produk dapal dinyatakan halal setelah mendapat lisensi dan bersertifikat halal dari Pemerintah. Dalam studi banding tentang peflfraRan hukum syariah ke Mesir yang dipimpin oleh Direktur Penerangan Agama Islam Drs H Ahmad Jauhari. Menurut Lembaga Fatwa Mesir. Seperti halnya apakah bunga bank itu halal? Lembaga fatwa memberikan argumen bahwa penggunaan bank dalam berbagai aktifitas kemasyarakatan tidak dapat dihindari.

Pada zaman dahulu. Tentang pembinaan dan pencatatan perkawinan di KBRI Mesir telah berjalan dengan baik. meskipun masih ditemui banyak mahasiswa kita yang lambat menyelesaikan masa perkuliahan di sana.000 naskah pada masa puncaknya. Sementara ketika berkunjung ke perpustakaan Alexandria atau perpustakaan Iskandariyah. mercusuar kuno yang konon tingginya mencapai 110 meter . Abdurahman Fakhir. Dubes menginformasikan bahwa Syekh Al-Azhar telah menghibahkan tanah di dalam lingkungan kampus Al-Azhar untuk dibangun asrama bagi mahasiswa asal Indonesia. diantaranya tentang keberadaanwarganegara Indonesia di Mesir.Syafiiyah. Akad nikah Warganegara Indonesia di Mesir dipandu oleh konsuler mereka langsung mendapatkan buku nikah atau kutipan akta nikah sebagaimana layaknya pernikahan di Indonesia. Sehingga perpustakaan yang didirikan pada awal abad ke-3 SM pada masa Pemerintahan Ptolemeus II dari Mesir (setelah Bapaknya mendirikan kuil Muses. Perpustakaan terbesar di Mesir itu sungguh indah. sehingga di dalam pengambilan pendapat hukum dapal menggunakan salah satu pendapat imam mazhab yang relatif dapat diterima masyarakat Mesir. mahasiswa yang ingin mencari referensi di dalamnya. Mahasiswa Indonnesia yang belajar di Universitas Al-Azhar dan Universitas-universitas lainnya di Mesir kurang lebih berjumlah 5. Perpustakaan ini diperkirakan menyimpan sekitar 400. Musaeum yang merupakan asal kata Museum) ini menjadi daya tarik tersendiri baik bagi para wisatawan maupun peneliti serta . kota Alexandria (Iskandariyah) terkenal dengan bangunannya yang termasyhur namun sekarang sudah lenyap seperti Fa-ros.000 sampai 700. Dalam kunjungan tersebut. Hal ini menunjukkan fleksibilitas mufti dalam melihat pendapat imam mazhab. berada di tepi pandai dengan struktur bangunan menjorok ke permukaan laut. banyak informasi yang didapatkan dari hasil audiensi dengan Dubes Indonesia di Mesir.000 orang. suasana di Mesir sangat kondusif bagi mahasiswa Indonesia yang belajar di sana. Tercatat kurang lebih 40 pasangan nikah di KBRI setiap tahun. Menurut Dubes. delegasi Indonesia menyatakantakjub.

Jumlah kata di Artikel : 642 Jumlah kata di Summary : 134 Ratio : 0. bahwa lembaga Fatwa Mesir (Daar Al IJta) telah memfatwakan masalah ternikahan menggunakan jarak jauh tersebut. Alexandria berubah secara drastis. menurut Atlas of the Greek World. Hal ini menunjukkan fleksibilitas mufti dalam melihat pendapat imam mazhab. meskipun masih ditemui banyak mahasiswa kita yang lambat menyelesaikan masa perkuliahan di sana.209 . Dinasti Yunani. Menurut Dubes. sehingga di dalam pengambilan pendapat hukum dapal menggunakan salah satu pendapat imam mazhab yang relatif dapat diterima masyarakat Mesir.dan diangap sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia. dan makam Alexander yang Agung.000 orang. Pada puncak kejayaannya. kota itu suatu masa menjadi pusat perdagangan dan budaya dunia. Dibawah Ptolemeus. Sesungguhnya. suasana di Mesir sangat kondusif bagi mahasiswa Indonesia yang belajar di sana. Mahasiswa Indonnesia yang belajar di Universitas AlAzhar dan Universitas-universitas lainnya di Mesir kurang lebih berjumlah 5. Ptolemeus mewarisi Mesir dari Alexander dan menguasai negeri itu sampai Caesar Octavianus Augus-tus mengalahkan Antonius dan Cleopatra pada tahun 30 SM.000 jiwa (sidik rn nasir) Entitas terkaitAbdurahman |Akad |Alexander |Alexandria | Antonius |Atlas |Azhar |Bapaknya |Cleopatra |Dibawah | Dinasti |Door |Dubes |Greek |Indonesia |Jla |KBRI |Lembaga | MASALAH |Mazhab |Mesir |Musaeum |Oienjadi |Pemerintah | Perkembangan |Perpustakaan |Ptolemeus |Ran |SM |Suatu | Syekh |Tariannya |Teleconference |Tercatat |Uga |Universitas |Caesar Octavianus |Daar Al |Dubes Indonesia |Fatwa Mesir | KBRI Mesir |Mahasiswa Indonnesia |Mufti Mesir |Warganegara Indonesia |Menurut Lembaga Fatwa |Pemerintahan Ptolemeus II |Tidak Sah Pernikahan Gunakan Media |Direktur Penerangan Agama Islam Drs H Ahmad |Ringkasan Artikel Ini Dalam studi banding tentang peflfraRan hukum syariah ke Mesir yang dipimpin oleh Direktur Penerangan Agama Islam Drs H Ahmad Jauhari. meskipun dalam praktik sehari-hari sebagian besar warga Mesir mengikuti mazhab Syafiiyah. Alexandria berpenduduk sekitar 600. Perkembangan mazhab fiqh Mazhab fiqh di Mesir dapat berkembang dengan baik.

telegrap. Bahkan ada sebagian masyarakat yang menggunakan untuk melakukan akad pernikahan jarak jauh. teleconference. warnet (warung internet) dan teleconference tumbuh berkembang bagaikan jamur dimusim semi.Pendapat Anda HUKUM AKAD NIKAH VIA TELEKONFERENCE I. Dengan media ini komunikan (orang yang berbicara) dapat menyampaikan pesannya kepada recipient (lawan bicara) tanpa hanya mendengarkan suara (audio) tapi juga bisa melihat fisiknya (visual). handphone/hp. customer (konsumen) dapat berkomunikasi dengan model apapun yang diinginkan seperti berhadapan langsung. Wartel (warung telephone). Dilihat dari sisi kepraktisan. telegram. pemberitaan.*Ringkasan berita ini dibuat otomatis dengan bantuan mesin. perjanjian. transportasi dan yang tak kalah penting penemuan dibidang komunikasi. Latar Belakang Perkembangan teknologi dari hari kehari semakin pesat dan memasyarakat. Mulai dari aktivitas pergaulan (persahabatan). hiburan. kimia dan fisika. Selain dapat menghemat waktu. Sehingga tidak heran jika media komunikasi semacam ini kini mulai sangat akrab dan kental dengan aktivitas kehidupan masyarakat kita sehari-hari. sebagai contohnya adalah Internet. Dengan segala bentuk kecanggihan dan fasilitas dari teknologi ini. pernikahan via media komunikasi memang dipandang lebih efektif dan efisien bagi calon pengantin yang berjauhan. Pager. telepon. jual beli. dan bisnis. lelang. tentunya juga dapat menghemat biaya transportasi. HT (Handy Talky). lahirlah penemuan baru yang menggabungan antara televisi dan telepon yang disebut Teleconference. Faximile dan lain sebagainya. sekaligus menyimpan data-data yang dianggap penting. Disela-sela perkembangan internet dan telepon. Selain penemuan-penemuan (Discovery) dibidang kedokteran. Namun dalam sisi lain. internet dan telepon di Indonesia masih mengalami perdebatan terkait penggunaanya dalam . Saran atau masukan dibutuhkan untuk keperluan pengembangan perangkat ini dan dapat dialamatkan ke tech at mediatrac net. telah banyak pula ditemukan teknologi-teknologi baru dibidang konstruksi. karena salah satu calon mempelai berada di luar negeri.

Menurut pendapat yang shahih transaksi melalui sepucuk surat tanpa kehadiran kedua belah pihak tidak sah. Sedangkan menurut ulama Hanafiyah mengatakan bahwa akad nikah itu sah dilakukan dengan surat karena surat adalah Khithab (al-khitab min al-ghaib bi manzilah al-khitab min al-hadhir) dengan syarat dihadiri dua orang saksi.penyelenggaraan transaski perjanjian. Sementara pendapat Jumhur Ulama’ bahwa nikah adalah sebuah mitsaq ghalizh (tali perjanjian yang kukuh dan kuat) bertujuan menciptakan keluarga sakinah. Oleh karena itu pernikahan harus dihadiri secara langsung oleh kedua belah pihak mempelai. . dan Hanabillah sepakat bahwa pernikahan harus dihadiri oleh dua orang saksi. karena surat saja tidak cukup kuat sebagai alat bukti telah dilakukannya perbuatan hukum. namun dua rukun tersebut sangat perlu adanya pembahasan secara mendetail dan mendasar untuk dapat menjawab dan menghukumi pernikahan via telekomference. Dalam madzhab Syafi'iyyah sendiri terjadi perbedaan antara Imam Syafi'i dan para pengikutnya. baik yang berupa perdagangan maupun proses pernikahan . Selain itu alat komunikasi seperti telepon dan lainnya masih belum cukup kuat untuk dijadikan sebagai alat bukti telah terjadi perbuatan hukum. Syafi'iyyah. Sebab pernikahan via telekomference erat sekali hubungannya dengan masalah shighat dan saksi. namun pada dasarnya mereka sepakat bahwa shighat ijab qabul adalah salah satu dari rukun yang harus dilaksanakan. kecuali Malikiyyah yang tidak mensyaratkan adanya saksi dalam akad perkawinan. Meskipun para ulama terjadi perbedaan pendapat tentang rukunrukun dan syarat-syarat pernikahan. dan pendapat ini juga didukung sebagaian ulama Syafi'iyyah. beliau mensyaratkan adanya i'lan (pemberitahuan) pernikahan kepada halayak umum. mawaddah dan rahmah. Sedangkan dari segi hukum Islam juga terjadi perbedaan hukum tentang transaksi yang dilakukan melalui sepucuk surat tanpa kehadiran kedua belah pihak. II. Hanafiyyah. Selain itu. Meskipun selain ijab qabul dan saksi masih ada rukun-rukun pernikahan yang lain. sehingga tidak dikhawatirkan kedua mempelai akan mengingkari pelaksanaan pernikahan tersebut. Namun sebaliknya. wali nikah dan dua orang saksi. Rukun dan Syarat Pernikahan Membahas tentang hukum pernikahan via telekomference tidak bisa lepas dari pembahasan rukun dan syarat pernikahan.

teleconference dan faximile. 2. ijab qabul tidak boleh dilakukan melalui surat-menyurat. dan mereka juga pendapat bahwa surat adalah kinayah. Hal ini beda dengan Hanafiyyah. kemudian wakil tersebut hadir dalam majlis akad pernikahan. Mereka beralasan bahwa ijab kabul adalah suatu sarana untuk menjukkan kedua belah pihak saling ridla akan adanya transaksi. Hanafiyyah memperbolehkan akad nikah melalui surat. surat tidak cukup kuat dijadikan alat bukti oleh saksi apa bila telah terjadi persengketaan tentang akad tersebut. Syafi’iyah dan Hanabilah. Jika demikian (mewakilkan akad). Rasulullah SAW sendiri pernah . para ulama mensyaratkan terhadap ijab qabul dengan beberapa syarat. Diucapkan dengan kata-kata tazwij dan inkah. surat yang dibacakan di depan saksi dapat dikatakan sebagai ijab dan atau qabul dan harus segera dijawab. beliau memahami satu majlis bukan dari segi fisik para pihak. Syarat-syarat Shighat (Ijab Qabul) Dalam pembahasan masalah ijab qabul. Sahal Mahfudz dapat dianalogkan bahwa pernikahan dianggap sah hukumnya dilakukan lewat media komunikasi seperti internet. menurut KH. Dari pendapat Hanafiyyah tersebut. dan ridla tidak bisa diyakinkan hanya melalui sepucuk surat. asalkan surat tersebut dibacakan didepan saksi dan pernyataan dalam surat segera dijawab oleh pihakpihak. Pendapat ini dikeluarkan oleh ulama Malikiyah. kecuali dari kecuali dari Malikiyyah yang memperbolehkan ijab qabul dengan memakai kata-kata hibbah (pemberian). maka para ulama sepakat bahwa transaksi yang diwakilkan hukumnya sah. Ijab Qabul harus dilaksanakan dalam satu majlis (satu tempat) Pengertian satu majlis oleh jumhur ulama (mayoritas) difahamkan dengan kehadiran mereka dalam satu tempat secara fisik. Sedangkan menurut pendapat yang shahih (ada yang mengatakan al-Madzhab) dari Ulama syafi'iyyah. 1. yaitu. namun hanya ijab dan qabul para pihak harus dikatakan di satu tempat dan secara berkontiu. Dari pendapat ini. Baik ijab kabul dalam transaksi muammalat lebih-lebih dalam pernikahan. Solusi yang ditawaran oleh Syafi'iyyah adalah dengan mewakilkan akad pernikahan kepada seseorang.A. Menurut Hanafi. Selain itu.

bahwa Jumhur Ulama sepakat pernikahan tidak sah kecuali dengan hadirnya saksisaksi. Hal ini karena tujuan saksi adalah mengantisipasi terjadinya persengketaan akad. begitu juga hanya melihat wujud fisik para pihak. Namun ada yang menarik dari pendapat Ibnu Hajar Al-Astqolani. Tidak cukup hanya mendengar suara pihak-pihak tanpa adanya wujud secara fisik. ia meyakini bahwa di dalam kamar hanya ada satu orang bernama Zaed dikarenakan ia sendiri telah memeriksa ke dalam kamar. Dapat mendengar dan melihat Dari empat syarat daripada saksi di atas. hanya satu yang akan kita bahas bersama yaitu syarat mendengar dan melihat. jika saksi meyakini bahwa yang ia dengar adalah betul suara para pihak dengan adanya indikasi-indikasi. Syafi'iyyah sepakat menolak bahwa akad nikah yang dilakukan melalui pesawat telepon tidak sah. Pendapat ini juga ditegaskan oleh Muhammad Abu Bakar Syatha. B. bahwa saksi harus melihat dan mendengar ijab qabul secara langsung keluar dari mulut para pihak. bahwa seorang saksi harus dapat meyakini hal yang disaksikan dan tidak boleh hanya prasangka. Dari syarat tersebut. namun pernikahan wajib diumumkan kepada halayak umum. sebab mendengar suara tanpa melihat rupa tidak dapat menimbulkan suatu keyakinan dalam hati saksi. Syarat-syarat Saksi Pernikahan Seperti yang telah kami sampaikan di atas. Islam 4. Mendengar dan melihat adalah dua komponen yang harus bersama-sama. Indikasi tersebut seperti contoh. Kecuali ulama Malikiyyah. Aqil Baligh 2. karena para saksi tidak melihat fisik para pihak. maka hukumnya diperbolehkan. 1. Merdeka 3. na. mereka tidak mensyaratkan adanya saksi. Jika demikian maka kesaksian saksi dengan hanya mendengar suara di dalam kamar . Kemudian ia mendengar suara dari dalam kamar tersebut dan meyakini suara itu adalah suara Zaed. Alasan dari pendapat ini adalah. dan mereka (saksi) tidak dapat diterima jika hanya mendengar suara tanpa rupa.un tidka mendengar suara ijab qabulnya. Bagi ulama yang mewajibkan adanya saksi mensyaratkan sebagai berikut.mewakilkan pernikahannya kepada Amr bin Umiyyah dan Abu Rafi'.

Menurut Jumhur Ulama satu majlis difahamkan dengan berkumpulnya para pihak dalam satu tempat secara fisik.diperbolehkan. jika para saksi meyakini bahwa suara (audio) atau gambar (visual) yang ia dengar dan lihat memang benar-benar dari para pihak. b. sebab kesaksian saksi yang demikian tidak dapat menimbulkan keyakinan dalam dirinya. maka kami dapat menyimpulkan sebagai berikut. maka kesaksiannya dapat dibenarkan dan pernikahannya sah. Menurut Hanafiyyah dan sebagian kecil Syafi'iyyah memahamkan satu majlis adalah ijab qabulnya secara kontekstual bukan fisik nyata para pihak. Selain ijab qabul. Kemudain apa bila ditarik kepada pokok masalah hukum melakukan pernikahan via telekomference. sebab menurut pendapat ini akad nikah (ijab atau qabul) melalui surat diperbolehkan. Adanya saksi harus benar-benar melihat dan mendengar langsung para pihak melakukan ijab kabul. Sehingga Jumhur Ulama berpendapat pelaksanaan akad nikah terutama yang berhubungan dengan ijab qabul harus dilakukan dalam satu tempat (satu majlis). Hal ini tanpa memandang secara fisik para pihak hadir dalam majlis atau tidak. Pernikahan tidak sah apa bila saksi hanya mendengar suara tanpa rupa dari para pihak. Kesimpulan Dari paparan beberapa pendapat ulama di atas dapat kita fahami bahwa akad dalam pernikahan adalah suatu hal yang sangat sakral dan merupakan peristiwa penting yang harus diabadikan. kecuali pendapat Imam Malik. Pernikahan melalui telekomference dalam kontek negara . kesaksian dari dua orang saksi juga merupakan syarat dari pernikahan. Namun menurut Hanafiyyah dan Ibnu Hajar dari Ulama Syafi'iyyah berpendapat. a. III. a. Selian itu antara ijab qabul harus konytiyu dan tidak ada penghalang. Pengertian satu majlis terjadi perbedaan pendapat. Dari pendapat Ibnu Hajar tersebut dapat kita tarik benang merah bahwa. maka akad pernikahan hukumnya diperbolehkan dan sah. sebab dalam benaknya ada keyakinan. jika yang hadir dalam majlis tersebut (termasuk saksi) meyakini karena adanya indikasi-indikasi kuat bahwa yang sedang berbicara atau yang sedang dilihat dalam telekomference memang pihak yang bersangkutan.

Alat komunikasi seperti Telepon. Ijab atau Qabul dapat dilakukan melalui sepucuk surat bermaterai dan membacanya di depan para saksi. b. Mengangkat Wakil. Membuat Surat. surat yang bermaterai dapat dijadikan alat bukti yang autentik. Email. dalam kontek hukum negara Indonesia. 2. BM Diniyah Maudluiyah. Jika salah satu calon mempelai berjauhan dan sulit untuk hadir. perwakilan dengan disertai surat mandat resmi (bermaterai) dapat dibenarkan dan mempunyai kekuatan hukum. Sebab keberadaan saksi mengandung hikmah tasyrik yaitu menguatkan dan menetapkan suatu peristiwa yang terjadi apa bila nantinya terjadi persengketaan. menurut Undang-undang Indonesia. Alat elektronik dalam kontek hukum di Indonesia belum bisa dijadikan sebagai alat bukti yang sah dan autentik. sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW. tentunya perwakilan tersebut harus disertai surat mandat bermaterai. Kedua.Muktamar NU Ke-32 BM Diniyah Maudluiyah . pertama. 2. para ulama sepakat bahwa akad pernikahan (ijab qabul) dapat diwakilkan kepada orang lain. Hal ini berpedoman kepada dua dasar. Kedua. juga tidak dapat ditarik kesimpulan akad melalui media elektronik dapat dibenarkan. dan Telekonference belum dapat dinyatakan sebagai alat bukti yang sah menurut Undang-undang di Indonesia untuk memutuskan persengketaan hukum. Calon mempelai yang ada di kajauhan dapat mengangkat seorang wakil untuk melangsungkan ijab atau qabul. maka ada dua alternatif. Hal ini berdasarkan dua alasan. 1. 1. pendapat ulama Hanafiyyah dan sebagian ulama Syafi'iyyah yang memperbolehkan ijab atau qabul memamakai surat. mereka mensyaratkan adanya akad pernikahan dilakukan dalam satu majlis secara fisik. Para pihak tidak hadir secara fisik dalam satu majlis sebagaimana yang dipendapatkan oleh Jumhur Ulama. Sedangkan apa bila merujuk pada pendapat Malikiyyah yang tidak mensyaratkan adanya saksi. HP.Indonesia tidak sah karena merujuk beberapa alasan. sebab Malikiyyah meskipun tidak mensyaratkan adanya saksi. pertama.

1431 H.27 MARET 2010 ‫بسم ال الرحمن الرحيم‬ DRAFT BAHSUL MASAIL AL-DINIYYAH AL-MAUDLU'IYYAH MUKTAMAR NAHDLATUL ULAMA' KE-32 TH. / 2010 M. 1. FORMAT PENETAPAN HASIL BAHSUL MASAIL Deskripsi Masalah .NASKAH RANCANGAN KEPUTUSAN KOMISI BAHSUL MASAIL DINIYAH MAUDLU’IYYAH MUKTAMAR KE-32 NAHDLATUL ULAMA DI MAKASSAR TANGGAL 22 .

Jika memang diperlukan mencantumkan al-Quran dan al-Hadis. Dalam Muktamar NU ke-31 di Donohudan Solo ada perkembangan baru. Maliki. tradisi demikian. Dalam Munas tersebut dirumuskan prosedur dan langkah-langkah penetapan hukum. yaitu sejumlah ayat al-Quran dan al-Hadis dicantumkan dalam setiap jawaban persoalan hasil bahsul masail. dalam Munas Alim Ulama di Surabaya tahun 2006. al-Hadis. Apakah perlu mencantumkan ayat-ayat al-Quran. al-adillatul ukhra kemudian . dan dalildalil syara’ lainnya dalam jawaban bahsul masail NU? 2. Ulama NU membuat pengelompokan kutub mu’tamadah di semua mazhab empat (Hanafi. Dalam Munas Alim Ulama di Lampung tahun 1992. Ketika itu mulai diintrodusir ijtihad manhaji meskipun belum sepenuhnya mampu diaplikasikan dalam bahsul masail. bagaimana formatnya? Apakah menggunakan urutan sesuai dengan tingkat kekuataannya (al-Quran. menerapkan) secara tepat dan dinamis dari qaul dan ’ibarah terutama dalam kutub mu’tamadah di lingkungan mazhab Imam Syafi’i. Syafi’i dan Hanbali). nyaris tidak pernah dilakukan dalam bahsul masail NU sebelumnya. al-Hadis.Isbatul ahkam dalam NU selama ini tidak dimaksudkan sebagai aktifitas menetapkan hukum yang secara langsung bersumber dari al-Qur’ân dan hadis. Pertanyaan : 1. Di samping itu. karena yang bisa melakukan hal ini adalah ulama yang masuk kategori mujtahid. Ulama NU merumuskan perkembangan penting dari sistem isbatul ahkam. Isbatul ahkam dalam konteks ini dimaksudkan sebagai penetapan hukum dengan cara men-tathbiq-kan (mencocokkan.

dan al-adillatul ukhra?. 3. Sebagian mengatakan. Musyawirun sepakat untuk mencantumkan ayat Al-Qur’an dan hadits. aqwalul ulama didahulukan. karena untuk mengetahui bahwa suatu madzhab atau qaul memiliki dalil yang kuat atau lebih kuat diperlukan kegiatan muqâranah. dan al-adillatul ukhra didahulukan. . dengan ketentuan: a. b. ayat al-Qur’an. antara mendahulukan ayat Al-Qur’an. 3.aqwalul ulama). Kesadaran akan pentingnya muqaranatul madzahib muncul dari prinsip wajibnya memilih qaul yang kuat atau lebih kuat dalilnya untuk diamalkan. 2. sebagian lain berpendapat. Dan kekayaan aqwal bisa menjadi rahmah dengan adanya pilihan-pilihan dan jalan keluar dari himpitan situasi. dan al-adillatul ukhra atau mendahulukan aqwalul ulama. Musyawwirun berbeda pendapat. Untuk itu ayat al-Qur’an atau al-hadits yang dicantumkan dilengkapi dengan tafsirnya atau syarhul hadits-nya. Wajhud dilalah-nya relevan dengan tema yang dibahas. al-hadits. Di pihak lain. ataukah aqwalul ulama baru kemudian ayat al-Quran dan al-Hadis. Sejauh mana muqaranatul madahib diperlukan dalam bahsul masail NU dengan menggunakan kutub mu’tamadah yang telah dirumuskan dalam Munas Alim Ulama di Surabaya? Jawaban : 1. Ayat al-Qur’an / hadits yang dicantumkan adalah bagian pendapat ulama. al-hadits. kegiatan muqaranatul madzahib membuat seseorang menjadi kaya dengan aqwâl.

Menjadi sebuah pertanyaan besar di sini. tampaknya merupakan sebuah kerumitan tersendiri. Agama Islam yang di masa awalnya sangat concern dengan visi sains. MA. belakangan justeru dikesankan menjadi sebuah agama yang ‘menjauh’ dari hiruk-pikuk dunia sains. diantaranya akibat politik isolatif umat Islam terhadap dinamika pengetahuan modern. atau Habibie yang menemukan teori keretakan pesawat. Historisitas Sains di Dunia Muslim Berbicara tentang relasi antara agama dan sains khususnya dalam perspektif epistemologi keilmuan Islam kontemporer. Crack. Muhammad Azhar. khususnya sejak abad renaissance. berbagai prestasi temuan di bidang iptek tingkat dunia. mengapa fenomena kemandekan temuan sains bisa terjadi di dunia Muslim. Dalam kaitan ini menarik kita kutip pernyataan Nurcholish Madjid (1992: lvi): Dalam lembaga-lembaga pendidikan itu terasa sekali semangat pengucilan diri dari sistem kolonial pada umumnya. hampir semuanya didominasi oleh para ilmuwan Barat. Tentunya beragam jawaban bisa dikemukakan. Ajakan pemerintah kolonial kepada mereka untuk . Kalau kita perhatikan. Sedangkan ribuan jenis temuan lainnya masih didominasi oleh ilmuwan Barat. Temuan sains di dunia Muslim hampir-hampir dikatakan tidak ada. sehingga Habibie digelar sebagai Mr. Secara simbolik semangat itu dicerminkan dalam sikap para ulama yang mengharamkan apa saja yang datang dari Belanda.dengan tetap berpegang pada prinsip ‫( عدم تتبع الرخص‬tidak hanya mencari kemudahan semata) WACANA AGAMA DAN SAINS DALAM PERSPEKTIF EPISTEMOLOGI KEILMUAN ISLAM KONTEMPORER SM No 7 dan SM No 8 Drs. sekedar ilustrasi kecil. Penemu sains abad 20 ini yang muncul dari kalangan dunia Muslim paling-paling baru Abdus Salam di bidang dunia fisika. sejak dari yang cukup prinsipil seperti ilmu pengetahuan modern (dan huruf Latin) sampai hal-hal sederhana seperti celana dan dasi.

Secara historis. ilmu logika hanya berkembang di sekitar peradaban Yunani. yang merupakan akibat dari Tauhid sebagai sistem keyakinan. penemuan perhitungan differensial dan integral. Ini artinya bahwa prestasi yang pernah diraih oleh dunia Muslim jauh lebih lama dari apa yang sudah diraih oleh dunia Barat modern sekarang ini sejak masa renaissance. Sebelum munculnya peradaban Islam. “Barangsiapa meniru suatu kaum. faktor sosial. semua ini berhubungan dengan konsep ketakterbatasan yang berada pada jantung kebudayaan. Ilmu pengetahuan yang dikembangkan oleh dunia Islam tidak hanya berkisar pada ranah kedokteran. tetapi juga termasuk matematika. peradaban di dunia ini masih bersifat lokalistik-nasionalistik. Namun dalam makalah ini penulis hanya mengemukakan secara lebih spesifik dari segi aspek mandeknya epistemologi keilmuan Islam yang secara implikatif berdampak pada mandeknya temuan-temuan di bidang sains. kita kutip pernyataan Hassan Hanafi (2001: 144-145) tentang fakta kemajuan sains dunia Islam di masa lalu: Pada abad pertengahan Islam. astronomi dan ilmu bumi sebagaimana terbukti dari banyaknya istilah-istilah modern (Barat) di bidang-bidang itu yang berasal dari para ilmuan Muslim. budaya. Industri jam dan astronomi disebabkan analisis waktu sebagai “tempat” untuk tindakan dan kejadian seperti yang ditentukan dalam Al-Quran. didasarkan atas . dan lain-lain. Sebagai tambahan. Teori atom merupakan perkembangan dari salah satu bukti keberadaan Tuhan. Penemuan alat-alat optik berhubungan dengan konsep cahaya yang disingkap oleh para mistik. yaitu transformasi dari geometri menjadi aljabar di dalam matematika (Khauarasmi. Disamping faktor politik isolatif di atas.ikut serta dalam “peradaban modern” disambut dengan sikap berdasarkan sebuah Hadits. dimana kaum Muslim dengan sungguh-sungguh mengemban amanah ilmu pengetahuan. ada baiknya sekilas penulis kemukakan tentang prestasi temuan sains yang pernah terjadi di dunia Muslim. yang menafsirkan ayat-ayat AlQuran sebagai pengalaman spiritual. Sebelum kita temukan jawabannya. geometri analitik. Menurut Nurcholish Madjid (1992: xxxv-xxxvi) bahwa peradaban Islam pernah memimpin dunia selama lebih kurang 600-800 tahun. ilmu yang terkait pengadaan bahan mesiu hanya di seputar peradaban Cina. atau bahkan arabesque di dalam seni. Tusi). maka ia termasuk kaum itu” (Man tasyabbaha bi qawm-in fa-huwa min-hum). dunia Islamlah yang pertama kali melakukan internationalization of knowledge. Misalnya. ekonomi dan lainnya juga cukup berpengaruh.

Bahkan Nabi sangat menghargai orang yang salah . seperti disebut Campbell. Dan begitulah yang terjadi. Kemandekan Epistemologi Keilmuan di Dunia Islam Seperti yang sudah dikemukakan di atas bahwa setelah dunia Islam menikmati kejayaan peradaban sains. mengharuskan kita menilainya sebagai bukan “asli” Islam. Jepang akan dikalahkan oleh bangsa Indonesia yang peradabannya masih dianggap belum unggul (harian Pelita. Contoh-contoh lain dapat diberikan oleh mekanik. Sutan Takdir Alisyahbana bahwa peradaban yang kecil selalu saja dapat mengalahkan peradaban yang lebih besar. dulu peradaban India Kuno itu besar. maka setelah itu muncul era kemandekan sains. Yunani pun menjadi besar. sikap memusuhi sains dari sementara umat Islam. baru terjadi lima atau enam abad kemudian. 4 Maret 1993: 4). peradaban Islam pernah jaya. tetapi juga obor sejarah. Meminjam teori Thomas Kuhn. dinamik atau fisika. walaupun akhirnya mengalami kemandekan ilmu secara meluas seperti yang juga dinyatakan Campbell – sebagaimana dikutip Nurcholish Madjid (1992: xxxvi): “…. Tidak saja obor ilmu pengetahuan. jatuh bangun sebuah peradaban menjadi sebuah keniscayaan historis. Ia ilustrasikan. Lalu muncul Amerika. lanjut STA. sekarang pindah ke Barat Kristen. Apalagi dengan munculnya slogan “telah tertutupnya pintu ijtihad”. Siapa tau kelak. justru pada saat ketika sinar ilmu pengetahuan Yunani mulai dibawa dari Islam ke Eropa – dari sekitar tahun 1100 dan seterusnya – ilmu pengetahuan dan kedokteran Islam mengalami kemandekan dan akhirnya mati. Tapi kemudian Yunani dikalahkan oleh Arab (Islam). kini Amerika yang besar sudah dikalahkan oleh Jepang kecuali dalam bidang militer (ada buku yang menarik berjudul Is the American Number One in the World?). dan ini merupakan suatu anomali. Secara historis. Mengenai bangun dan jatuhnya peradaban ini menarik kita kutip pernyataan Prof. lalu dikalahkan oleh Mesir yang kecil. Berdasarkan fakta historis di atas. padahal Nabi Muhammad Saw sendiri tidak pernah menutupnya. Kemudian Arab (Islam) dikalahkan oleh peradaban Eropa. bahwa secara perlahan dimensi keilmuan Islam menjadi normal science yang tentunya akan berujung pada situasi krisis keilmuan itu sendiri. dan dengan begitu Islam sendiri pun mati. Mesir yang besar akhirnya dikalahkan oleh peradaban Yunani yang kecil. Mesir pun menjadi besar.pembagian monad sampai monad yang tak terbagi. Demikian pula.. dan tidak bersumber dari ilhamnya yang murni. Islam (Arab) menjadi besar. Namun sesuai dengan hukum rotasi sejarah. Dr.

Pandangan ini menjadi sangat teologik-atomistik bahkan cenderung mengarah pada mysticism. yakni melangkah maju ketimbang warisan peradaban Yunani yang umumnya bersifat idealistik-rasionalistik semata. atau dengan kata lain potensi akal manusia menjadi kurang fungsional. Fenomena kemandekan berpikir ini membuat para ilmuan Muslim menjadi gamang untuk melakukan inovasi dan kreasi keilmuan. Padahal dunia Islam pernah mempelopori wacana sains secara empiris. Muhammad Iqbal. maka epistemologi keilmuan seperti yang . Dunia keilmuan Muslim. yang sudah barang tentu berimplikasi pada pengabaian wilayah temuan social sciences maupun natural sciences. bukan antropologis maupun kosmologis. dimana hukum-hukum alam yang melahirkan sains menjadi terabaikan Pengembangan potensi rasio manusia menjadi sangat tereduksi. moral dan sosial semuanya “terserah” pada Tuhan (jabariyyah-determinism). Model weltanschauung Ghazalian ini lebih bersifat dialektis-hipotetis. Sesuai dengan fokus kajian di sini. kemandekan yang terjadi di dunia Muslim bahkan mencapai sekitar 500-an tahun (1981: 148). Epistemologi keilmuan model Ghazalian berpandangan bahwa segala sebab sesuatu di alam ini tergantung dalam kehendak-Nya. Pandangan epistemologi keilmuan model Ghazalian ini cenderung menjadi anti “keteraturan” (sunnatullah). dan bila benar mendapatkan dua pahala. Melalui perspektif ini pandangan Al-Ghazali lebih bercorak teologis. 1981: v). belum mengarah pada pembacaan yang produktif (qira’ah muntijah/production of meaning).dalam berijtihad dengan satu pahala. Sebagaimana yang pernah diungkapkan oleh Sir Mohammad Iqbal bahwa Al-Quran lebih mengutamakan dimensi tindakan – secara empiris – ketimbang semata-mata gagasan (The Quran is a book which emphasizes ‘deed’ rather than ‘idea’ (Iqbal. lebih bersifat pengulangan semata (the context of recovery) atau meminjam ungkapan Nasr Hamid Abu Zaid (1995: 123). Sementara pola Rusydian (mazhab Ibnu Rusyd) yang pernah berjaya di dunia Muslim justru semakin bermetamorfosa di dunia Barat. Akibat dari pandangan ini menyebabkan pandangan dunia umat menjadi lebih pasif bila dibenturkan dengan wacana pengembangan sains yang lebih antroposentrik-kosmologik. Segala fenomena alam. umat hanya mengulang warisan para ilmuan masa lalu (qiro’ah almutakarrirah/reproduction of meaning). Inovasi dan kreativitas keilmuan menjadi macet. Menurut Dr. Berbeda dengan Ghazalian. secara epistemologis. pada akhirnya. wacana epistemologi keilmuan Islam klasik yang berpola Ghazalian (mazhab AlGhazali) belakangan lebih dominan.

penulisan buku-buku teks keagamaan dan menghegemoni wawasan keagamaan atau keilmuan para pendidik Muslim. Bila Ghazalian bertumpu pada logika yang hipotetis. sebagaimana yang umumnya terdapat di dunia pendidikan pesantren. Atau dengan kata lain. sebagai berikut: . yang di dalam bingkai taqdir itu manusia didorong untuk melakukan ikhtiar (mengoptimalkan segala potensi manusia) dalam memahami hukum-hukum alam. Maka pola Rusydian ini cenderung mengaktifkan upaya manusia dalam melakukan eksplorasi hukum-hukum alam yang berujung pada munculnya berbagai produk sains itu sendiri. Pandangan Rusydian ini mengandaikan adanya sistem ‘keteraturan alam’ (sunnatulllah) yang sudah didelegasikan oleh Tuhan kepada alam yang sering disebut sebagai hukum alam. Amin Abdullah. yang sampai hari ini dampak historisnya masih dapat kita saksikan dan rasakan. Dalam kaitan ini menarik pula kita kutip pernyataan Prof. 2002: 209-220). Fazlur Rahman (1984: 390) tentang fenomena kemandekan kreativitas keilmuan di dunia Muslim. Pola-pola Ghazalian ini pula yang belakangan menjadi dominan dan mengilhami berbagai silabi. apakah model Ghazalian atau Rusydian. maka Rusydian bertumpu pada metode analisis-demonstratif yang mengakui adanya regularitas dan kausalitas di balik setiap fenomena sosial dan alam (Bandingkan. tetapi hanya soal interpretasi pemahaman dari ajaran Islam itu sendiri. Karena secara esensial dan substansial. Perlu dicatat bahwa upaya umat dalam mengelaborasi wawasan keilmuan di bidang sains. maka pola Rusydian mengindikasikan adanya pola rasionalitas yang gradual.digagas oleh Ibnu Rusyd (Rusydian) cenderung menyatakan bahwa sebab segala sesuatu bukan di dalam kehendaknya. tetapi berada di luar. madrasah bahkan perguruan tinggi Muslim. Dr. sistemik di alam ini yang secara teratur bisa dipelajari oleh manusia. sebagaimana sudah terbukti lama dalam sejarah renaisans Islam. Berbeda dengan model Ghazalian. ada konsep taqdir (keharusan universal). pada hakikatnya juga sangat terkait dengan perspektif teologi yang dianutnya. Hanya karena model interpretasi epistemologi keilmuan ala Ghazalianlah yang menjadi salah satu penyebab kemunduran dunia Muslim di bidang temuan sains. potensi ajaran Islam sangatlah mendorong adanya inovasi keilmuan – khususnya – di bidang sains. fenomena kemandekan epistemologi keilmuan Muslim ini sebenarnya bukan orisinal ajaran Islam. Jadi. karena Allah sudah menciptakan “kepastian-kepastian” di dalamnya.

namun dalam beberapa hal bisa juga dikaitkan ke dalam wilayah sains. tapi yang kesenyapannya kadang-kadang memberikan kesan adanya getaran. Seperti yang juga dikatakan oleh Prof. Al-Quran menyerukan kepada kita untuk menemukan hukum-hukum alam dan memanfaatkan penemuan tersebut untuk kesejahteraan umat manusia. intelektualisme Islam praktis mati. Allah sajalah yang telah menciptakan hukum-hukum alam. dan dunia Islam menyuguhkan suatu pemandangan gurun intelektualisme luas yang gersang dan sepi tanpa hembusan angin pemikiran sedikitpun. Teuku Jacob “Evolusi adalah cara Tuhan bekerja” (Jurnal Relief vol. Sekedar untuk dimaklumi bahwa wacana tokoh Muslim kontemporer berikut ini umumnya secara spesifik dikaji dalam perspektif keilmuan agama Islam an-sich. memberikan “ukuran” (taqdir) kepada setiap sesuatu. maka berikut ini dikemukakan pula beberapa model tawaran epistemologi keilmuan Muslim kontemporer. Inilah sosok umat yang kepada generasi mudanya Iqbal menujukan doanya yang penuh harap kira-kira empatpuluh tahun yang lalu: “Semoga Tuhan menyentuhkan ruhmu pada badai (yang baru). Selanjutnya Rahman mengungkapkan pula bahwa hukum-hukum alam mengekspresikan perintah Allah. Sesungguhnya para petani dan ilmuwan telah berbuat demikian. melalui kreativitas-Nya yang penuh kasih. Rahman (1983: 19-20) mengemukakan bahwa di alam ini berlaku konsep qadar/taqdir. yang saat ini cukup berpengaruh di kalangan dunia Islam.1 No.1 Januari 2003: 118). Wacana epistemologi keilmuan kontemporer ini kita mulai dari konsep Fazlur Rahman (asal Pakistan) tentang sains. Hal ini tidak berarti bahwa manusia tidak dapat menemukan dan memanfaatkan hukum-hukum alam tersebut. Singkatnya. Dr. umumnya keyakinan ini akibat pengaruh logika Ghazalian – tapi lebih bermakna bahwa Tuhan yang maha kuasa. Allah telah menciptakan hukum-hukum tertentu sehingga sebuah sperma dapat menyuburkan telur dan yang setelah beberapa lamanya berubah menjadi bayi dalam kandungan. Bagi Rahman. Konsep taqdir di sini bukan bermakna “sebuah keyakinan yang persimis” – seperti yang umum dipahami umat Islam. Memberikan kepada setiap sesuatu itu potensipotensi tertentu beserta hukum-hukum tingkah-lakunya. alam tidak akan dan tidak dapat mengingkari . Tuhan memberikan sifat-sifat tertentu kepada setiap sesuatu.”Sekarang ini. karena hampir tak ada riak sedikitpun pada air lautanmu!”. Perspektif Epistemologi Keilmuan Islam Kontemporer Setelah dikemukakan sekilas mengenai fenomena kemandekan epistemologi keilmuan di dunia Muslim.

Ali Imran: 83). filsafat dan sains. kata Arkoun. Dalam konteks ini. Itulah sebabnya. Arkoun mendorong para peneliti untuk mempelajari faktor sosiologis. Kita harus melakukan penelitian historis ganda yang membandingkan faktorfaktor yang menyebabkan kegagalan di pihak Muslim dengan orang-orang yang mempromosikan keberhasilan di pihak Kristen Barat tentang apa yang disebut Averroisme Latin (Arkoun. Di sini Rahman berbeda pandangan dengan Ismail Raji al-Faruqi (Faruqian) atau Naquib Al-Attas (Naquibian) yang secara eksklusif lebih berorientasi pada Islamization of knowledge. 1996: 128). Sudut pandang filosofis sangat penting untuk menjangkau ideologi-ideologi yang merusak yang sangat menghalangi semua usaha pembaharuan dan kreativitas keilmuan (Arkoun. bukan berakhir dengan al-Quran (Muhammad Azhar. epistemologi pemikiran Islam klasik cenderung bersifat tekstual-normatif yang sudah barang tentu sangat sulit mengadopsi pelbagai perubahan sosial termasuk di dalamnya masalah perkembangan sains. untuk memajukan wacana sains di dunia Muslim. kita harus memulai mengkaji nasib filsafat di dunia Islam pasca Ibnu Rusyd. Sedangkan Mohammed Arkoun (Aljazair). 1996: 47). 1996: 128-129).S. Tentang wacana sains. termasuk berbagai temuan sains di dunia Barat. Ilmu harus dimulai dari Al-Quran. mengapa di dalam Al-Quran. Sebaliknya kita harus melahirkan ilmu-ilmu dari kandungan Al-Quran (scientification of Islam). Fazlur Rahman lebih terbuka. Bahkan dengan keras Rahman menolak ide Islamisasi ilmu pengetahuan tersebut dengan menyatakan bahwa ide tersebut sangat menyesatkan. ideologis dan faktor budaya yang sangat cepat menyebabkan kemenangan reproduksi ajaranajaran “ortodoks” yang diwariskan oleh mazhab-mazhab yang bersaing. Arkoun mengungkapkan bahwa tradisi Islam klasik telah memperlihatkan adanya hubungan yang harmonis antara agama. kata Rahman. Menurut Arkoun.perintah Allah. Selanjutnya alam pun tidak dapat melanggar hukum-hukum alam. bahwa semua hasil temuan (sains) yang diproduksi manusia. Bagi Arkoun. sebagaimana yang terlihat dalam karya-karya Ibnu Sina . tidak dapat dipisahkan dari sejarah sosial. keseluruhan alam dikatakan muslim atau menyerah dan mematuhi perintah Allah (Q. karena akan membuat prinsip-prinsip Islam tetap sebagai subordinat dari ilmu-ilmu modern. Sejarah pemikiran. melalui teori Islamologi Terapan-nya ingin mendorong umat Islam agar meninggalkan – meminjam teori Foucoult – episteme abad pertengahan yang menurut Arkoun cenderung melupakan dimensi historisitas (taarikhiyyah). halal untuk dipelajari.

Tanggungjawab terhadap alam ini membentang ke seluruh dunia. Lebih lanjut Hassan Hanafi menyatakan bahwa Tuhan. 2001: 97-98). yang dimanfaatkan oleh Barat sejak abad ke-12. Al-Quran selalu mengundang orang yang beriman untuk “melihat” dunia ciptaan agar dapat menghargai keagungan dan kekuasaan Tuhan. Kehancuran alam akan terhindarkan bila manusia bertanggungjawab dan accountable dalam mengelola alam. Mohammed Abed Al-Jabiri . Alam bersifat sementara dan merupakan lapangan tempat manusia bertindak. Lebih lanjut Arkoun menyatakan (1996: 134-135): Orang-orang Arab mengembangkan matematika (yang juga mencakup aljabar. farmakologi. zoology. tetapi merupakan sebuah persepsi kebudayaan yang menentukan sikap manusia terhadap alam. Pengetahuan ilmiah tentang alam. lanjut Arkoun. romantisisme dan nostalgia bagi kejayaan yang sudah lama hilang hanya memberikan ruang kecil bagi pendekatan saintifik. keterputusan sejarah dengan warisan saintifik dan kultural periode produktif benar-benar memuncak. gerakan ilmiah raksasa ini berhenti sebagai akibat supervisi teologis yang dapat dibandingkan dengan yang dilakukan oleh kemapanan Barat tetapi lebih dikarenakan oleh lingkungan sosial dan politik baru bagi pengetahuan yang berkembang di keseluruhan dunia Muslim dimulai dari abad ke-11 dan abad ke-12……. bumi. kira-kira pada tahun 1830. geometri. kritis dan konstruktif. geografi.(Arkoun. sebuah ujian untuk kehidupannya. melihat wacana sains didasari pada perspektif filosofis yang berpandangan bahwa alam adalah bukan sebuah benda. Sebagaimana dalam kasus filsafat. Kegembiraan. Alam adalah ciptaan Tuhan dan manifestasi dari sifat-sifat-Nya. langit. kesenangan dan keabadiannya dikondisikan oleh keberhasilannya di dalam ujian ini. Adapun Hassan Hanafi (asal Mesir). Tetapi kemudian. tampaknya tidak menghadapi halangan-halangan religius dalam ranah Islam. Sayangnya dunia Muslim sekarang telah kehilangan perspektif kebudayaan ini semenjak tujuh ratus tahun yang lalu (Hassan Hanafi. Penelitian ilmiah. astronomi. psiognomi dan psikomatika. bintang-gemintang. Tokoh pemikir Muslim kontemporer lainnya. 1996: 133). Itulah sebabnya mengapa pembaharupembaharu salaf akhir abad-19 mengembangkan mitologi. trigonometri dan aritmatika). flora dan fauna hanya akan memperkuat iman dan memancarkan hidayah-hidayah simbolik Al-Quran. di dalam kesadaran Muslim sekarang ini. botani. lebih menyerap alam dengan sebuah visi teosentrik yang diwarisi dari ortodoksi tradisional.

sunnah. prinsip kausalitas dan historisitas. al-Syathibi. umat Islam perlu mengembangkan epistemologi keilmuan yang ketiga. nalar irfani (spiritual-intuitif). ijma’ dan qiyas) yang dipatok sebagai sesuatu yang baku dan tidak berubah. yang bercorak bayani (pemahaman secara tekstual-normatif).(asal Maroko). konsep universalisme (al-kulli). yang dimunculkan kemudian adalah metode deduksi (istintaj. Al-Jabiri menuangkan perhatiannya pada tradisi pemikiran Islam di belahan barat dunia Islam (Maghribi dan Andalusia). Sedangkan bagi pemikir Muslim asal Iran. Berdasarkan rujukan para pemikir di atas. bukan lagi atomisme atau prinsip “keserba-bolehan” yang mengingkari hukum kausalitas yang dinyatakan bertentangan dengan semangat rasionalisme dan kepastian ilmiah. secara epistemologis cenderung tidak rasional dan menganggap kandungan lahiriah Al-Quran sebagai kebenaran yang dikandung tradisi Hermetisisme. dimana lahir para tokoh burhani semacam Ibnu Hazm. Maka untuk upaya pengembangan wacana sains ke depan. nalar bayani ini lebih terpaku pada teks atau pada dasar-dasar (dikenal dengan sebutan al-ushul al-arba’ah: Al-Quran. Soroush cenderung membedakan antara agama dan pengetahuan agama. religiusitas adalah pemahaman manusia tentang agama. qiyas jami’). sebagaimana sains adalah pemahaman mereka tentang alam. dan juga prinsip al-tajwiz (keserbabolehan dalam hubungan antara sebab dan akibat). Al-Jabiri menyatakan: Yang berlaku dalam pemikiran orang-orang Andalusia ini bukan lagi metode qiyas yang menjadikan teks dan masa lalu (salaf) sebagai otoritas. Bagi Soroush. bercorak burhani (rasional-demontsratif). Ibnu Bajjah. dan Ibnu Khaldun. Pertama. tetapi bentuk bernalar semacam ini secara gradual beralih menjadi pandangan dunia tersendiri yang khas bayani karena banyak didasarkan pada alam pikiran bahasa Arab. Bagi Al-Jabiri. Ibnu Thufail. pengingkaran hukum kausalitas (al-sababiyah). Abdul Karim Soroush (2002: 1819) mengemukakan pula tentang teori “penyusutan dan pengembangan”. dan juga al-maqashid (tujuan syariah). Menurut AlJabiri (2000: xlv-xlvii). Meski pada awalnya pandangan dunianya adalah pandangan dunia rasional Al-Quran. model pemikiran yang bercorak bayani dan irfani sangat sulit untuk dijadikan landasan pengembangan sains. Di atas landasan epistemologi burhani yang menggunakan logika Aristoteles ini. Kedua. mencoba mengemukakan tiga konsep pemikiran. Agama . universalitas-universalitas induktif. Seperti ajaran tentang al-jauhar al-fard (atomisme). Ibnu Rusyd. dan bukan pada Al-Quran itu sendiri. induksi (istiqra’).

antara lain: 1. Soroush menyatakan bahwa seluruh fenomena. ilmu agama adalah salah satu jenis ilmu manusia. juru dakwah. Jika kita tidak menyukai suatu interpretasi atas kejadian tertentu. bermuatan teori. Oleh karena itu. tidak ada hal yang tampil sebagai suatu kejadian yang polos atau suatu fakta yang keras. sehingga kita melihat dunia melalui lensa-lensa teori. yang dapat berubah. di mana pun yang kita hadapi adalah ilmu agama yang mengamati dan memahami agama. menyusut. tetapi itu bukan agama.sebagai bentuk pengetahuan manusia sangat bergantung pada kondisi kolektif dan kompetitif jiwa umat manusia. beberapa langkah berikut ini layak dipertimbangkan. pada masa-masa yang akan datang. Itulah sebabnya. upaya pengembangan wacana agama dan sains ke depan.Bagian yang tetap adalah agama. Interpretasi keagamaan bisa saling berbeda antara para filosof. Beberapa Gagasan bagi Pengembangan Wacana Agama dan Sains ke Depan Berdasarkan analisis di atas. Perlu adanya shifting paradigm di bidang epistemologi keilmuan Islam yakni dari epistemologi keislaman normatif-tekstual-bayani yang berakibat pada sulitnya mengadopsi dan mengelaborasi wawasan dan temuan baru . 43-44) menjelaskan tentang teorinya: Tesis saya tentang penyusutan dan pengembangan ilmu agama memperlihatkan bahwa untuk menafsirkan teks-teks agama. lanjut Soroush. kita tentu menggantikannya dengan interpretasi yang lain. berinteraksi. dan mengembang. pada hakikatnya. pemahaman seorang manusialah yang bisa jadi sama atau tidak sama dengan pemahaman manusia yang lain…… Jadi. baik oleh ilmuwan agama maupun sains. Lebih lanjut Soroush (2002: 28. sehingga mustahil ada kesesuaian atau ketidaksesuaian antara keduanya. orang beriman mempunyai beraneka ide. kita membutuhkan beragam jenis ilmu yang lain. jika kita tidak mau pemahaman kita stagnan. Demikianlah beberapa pandangan kritis-epistemologis dari beberapa pemikir Muslim kontemporer di atas. Dengan mengutip pengetahuan dari filsafat agama. Ketentuan semacam ini mencakup semua cabang ilmu pengetahuan manusia …. sufi dan politisi. Dengan demikian. … Syariat agama tidak pernah setara dengan opini manusia. bagian yang berubah adalah pemahaman agama. yang ada korelasinya bagi upaya pengembangan pemikiran keagamaan serta implikasinya bagi upaya pengembagan wilayah sains di dunia Muslim.

Namun karena perkembangan sains berubah maknanya menjadi tujuh planet. maka dengan perkembangan dunia sains kata-kata sho’idan thoyyiban diredefenisi menjadi segala sesuatu yang tumbuh dari bumi. space and time. Pergeseran paradigma ini merupakan sintesa baru antara corak Ghazalian (mazhab keilmuan Al-Ghazali/di Barat: alGhazl) dengan Rusydian (mazhab Ibnu Rusyd/di Barat: Averroes). maupun yang bercorak empirishistoris-burhani (secara epistemologis) yang berdampak pada adanya temuan baru (the context of discovery/qiro’ah muntijah/production of meaning) di bidang sains. Dalam bahasa Arab. An-Nisa’: 42) yang dalam epistemologi Islam klasik bermakna debu yang bersih. Epistemologi keilmuan Islam klasik yang menghambat kemajuan temuan dunia sains perlu segera direview ulang sebagaimana yang telah penulis kemukakan secara umum di atas. orang bisa bertayamum di kursi atau dinding pesawat sepanjang bersih dari najis. Di pesawat. orang tidak perlu lagi menyediakan atau membawa debu untuk persiapan tayamum sebagai pengganti air wudlu’ karena keterbatasan air di pesawat. ke epistemologi keilmuan Islam kontemporer yang bercorak intuitif-spiritual-irfani (secara aksiologis) yang banyak berkaitan dimensi etika bagi pengembangan sains. Sir Mohammad Iqbal (1981: 148) sebagai the principle of movement dapat dijadikan acuan filosofis bagi upaya pergeseran paradigmatic ini. dalam perjalanan yang jauh. karena kedua benda – temuan sains – ini termasuk pada kategori segala sesuatu yang tumbuh dari bumi. Demikian pula pengertian sab’a samawaat (Q. Pemahaman tentang ijtihad sebagaimana yang dikemukakan Dr. dan lambat laun mengalami krisis dan mendorong untuk lahirnya perspektif keilmuan yang baru (revolutionary science). Pergeseran paradigmatik di atas tentu berimplikasi pula pada adanya suatu keharusan redefenisi konsep-konsep keilmuan Islam yang terkait dengan wacana sains.S. dan oleh karenanya setiap pemahaman keilmuan agama (termasuk Islam) maupun wacana sains akan mengalami kemapanan.S. Masih banyak ilustrasi yang . Karena pada hakikatnya setiap hasil ijtihad telah terpenjara oleh historisitas yang mengitarinya yakni dimensi palace. Nuh: 15) yang secara klasik diartikan dengan tujuh lapis langit. yang oleh Thomas Kuhn disebut normal science. 2. konsep sho’idan thoyyiban (Q. Sekedar ilustrasi.di bidang sains. tetapi juga bisa diartikan berjumlah banyak. Bahkan era berikutnya menjadi banyak planet (karena belakangan – hasil temuan sains – jumlah planet sudah lebih dari tujuh). Bila tidak ada air. kata-kata sab’a tidak hanya berarti berjumlah tujuh.

Bila islamization of knowledge (tawaran konseptual model Ismail Raji Al-Faruqi (1981) dan Naquib Al-Attas (1989) cenderung bersifat reaktif. apa yang berkembang saat ini yang umumnya masih dikenal dengan konsep pengobatan alternatif (sebagai salah satu contoh saja). Globalisasi sebenarnya tidak semata-mata berorientasi pada satu pihak – katakanlah sains Barat – namun lebih ideal bersifat dua belah pihak yakni disamping ada upaya untuk mengadopsi sains Barat yang memang banyak hal positif buat kemajuan peradaban. Penulis di sini ingin juga mengemukakan bahwa di masa mendatang perlu pula diupayakan adanya redefenisi konsep Islam mendahului perubahan wacana sains. namun karena keterbatasan halaman.bisa dikemukakan. cukup dikemukakan di sini dua contoh saja. maka scientification of Islam lebih bersifat proaktif. Bukankah sains global di Barat juga pada mulanya muncul dari produk lokal namun lama kelamaan mendapat legitimasi di kalangan dunia akademis dan akhirnya berkembang menjadi produk sains global. namun juga di sisi lain harus diimbangi dengan adanya upaya untuk memunculkan kreativitas lokal. sedangkan scientification of Islam lebih pada dataran metodologis/epistemologisnya. terutama dunia Muslim – yang umumnya masih sangat ketinggalan di bidang sains – untuk memperkaya wacana di bidang sains. Ini yang dimaksud dengan teori scientification of Islam (tawaran konseptual dari Fazlur Rahman). apa yang dikemukakan Abdul Karim Soroush (2002: 45) cukup tepat ketika ia mengatakan bahwa “penafsiran agama bisa berubah dengan adanya perubahan konsep sains”. Terkait dengan ini menarik apa yang diungkapkan Hassan Hanafi (2001: 200-201): Jika kedokteran profetik atau skriptural tidak lagi dapat dipertahankan. 3. bahwa teori islamization of knowledge lebih ditekankan pada dataran aksiologis atau etika keilmuan. Sebagai contoh potensi kearifan lokal. Sehingga dua pendekatan (Rahmanian/Fazlur Rahman dan Naquibian/Faruqian) bisa dikompromikan bagi upaya pengembangan wacana keislaman dan sains di dunia Muslim. . tetapi juga dapat ditujukan kepada wacana sains yang bercorak lokal (local genius atau local wisdom). kedua isu tersebut dapat dikompromikan sebagai berikut. Andaikata mau diintegrasikan. bila dikaji dan dikembangkan secara lebih aposteriori serta memenuhi standar akademis. Redefenisi atau rekonseptualisasi ini tidak hanya ditujukan pada wacana sains pada dataran global. di masa mendatang. kelak bisa menjadi produk lokal di bidang medis yang suatu saat akan menjadi produk global juga. Dalam kaitan ini.

4. laboratorium. Ibnu Sina di era Islam klasik – dan semisalnya – disamping sebagai ulama literal-skriptural juga dikenal sebagai ahli filsafat dan medical science. kedokteran fenomenologis tidak pernah berhenti. Untuk mendukung adanya upaya rekonstruksi keilmuan agama dan wacana sains di atas. . kedokteran spiritual lebih mendekat ke magis atau takhayul. bisa pula dijadikan filosofi pengembangan sains lokal ini. MIFTA (Muslim Information and Technology Association) bermarkas di Bogor. kelak dapat menelorkan produk-produk sains lokal yang secara potensial cukup kaya di dunia Muslim. Menristek dan perguruan tinggi. Technology and Human Resources Development) yang berada di Jakarta. Di sisi lain teori Ibnu Taimiyah (1949: 9-10) tentang al-haqiqotu fil a’yan laa fil adzhan (kebenaran autentik itu pada hakikatnya lebih bersifat empiris atau bercorak Aristotelian-Humian. Madrasah. Tradisi riset dan perlengkapannya – termasuk SDM – di dunia Muslim masih jauh dari harapan. di dalam masyarakat yang kedokteran ilmiahnya mencapai puncak penyakit abad. pengadaan perpustakaan yang lengkap. sistematis dan profesional. terutama Indonesia. Berbagai lembaga di atas bisa lebih diberdayakan dan disinergikan dengan LIPI. tapi juga ulama empiris/saintis (sebagaimana telah terbukti secara historis di masa awal kejayaan Islam). maka aspek eksperimentasi (yang di dalamnya pasti ada dimensi trial and error) – terkait dengan aspek tools dunia sains – menjadi mutlak diperlukan seperti adanya proyek riset secara periodik. maka perlu adanya networking antar berbagai lembaga ilmiah atau riset semacam IIFTIHAR (The International of Islamic Forum for Science. CRCS di UGM Yogyakarta dan lembaga ormas lainnya.kedokteran eksperimental berhenti. Bila hal ini dikelola secara gradual. dimana sangat membutuhkan budget yang tidak sedikit. 5. Namun demikian. bukan normatif-rasionalistik atau yang bercorak Platonik-Cartesian). Upaya produksi sains lokal ini juga harus disertai dengan legitimasi yuridis hak paten dari setiap temuan yang ada. kedokteran fenomenologis mungkin nampak simplistik dan religius. Untuk pengembangan potensi local genius di atas. Dikatakan simplistik karena kedokteran ini tidak bergantung pada kedokteran ilmiah modern eksperimental bahkan menolaknya mentah-mentah. pesantren dan IAIN/UIN (Universitas Islam Negeri) bisa lebih didorong untuk tidak hanya melahirkan ulama literalskriptural. disamping juga penyiapan SDM umat dan bangsa secara sistematis dan profesional.

sementara ia berharap mampu menjadikan . 7. Serta sebagai seorang skeptis dan sekaligus ilmuwan. ia memahami bahwa suatu pemutusan total dengan masa lampau adalah hal yang mustahil dan suatu usulan yang berbahaya. Sebagai seorang reformer dan sekaligus seorang romantis. namun sudah mulai berkenalan – walau masih jalan sendiri-sendiri atau belum ada dialektika antar wilayah ilmu – dengan wilayah kajian humaniora. Penambahan mata kuliah Agama dan Sains serta Futurologi di pelbagai perguruan tinggi – terutama PT agama – menjadi mendesak untuk diprogramkan. Khusus tentang Futurologi. Dalam teori ini digambarkan bahwa horizon jaring laba-laba keilmuan agama Islam dalam era masyarakat berubah. Atau bisa juga dimaksudkan tentang suatu ramalan (forecast) yakni kemungkinan dan afirmasi ilmiah yang relatif terhadap pilihan-pilihan terhadap problematika yang berkaitan dengan masa depan. Sedangkan periode ketiga (1976-1995) wilayah Islamic studies berkembang menjadi delapan bidang – ulumuddin. kalam (teologi). social sciences dan natural sciences. Terkait dengan studi futuristik/futurologi ini seorang sosiolog dan futurolog asal India. Maka periode kedua (1951-1975) disamping Islamic studies sebagai core. setiap futurolog pasti dipandu oleh sebuah visi yang mendasar tentang bagaimana meninggalkan masa lalu dan membangun kembali masa sekarng menuju dunia baru. perlu disosialisasikan kepada mahasiswa tentang tujuan jangka panjang dari pengajaran mata kuliah ini. ‘bila’ atau ‘apakah yang akan terjadi’. Ramalan yang berhubungan dengan prinsip ‘apakah’. mengandaikan bahwa pada periode pertama (pra 1950) Islamic studies masih bersifat eksklusif (hanya mengedepankan pengajaran ulumuddin. tafsir dan hadits (lima bidang kajian). fiqh. Juli 2003: 12-18) dapat pula dijadikan rujukan akademis bagi upaya pengembangan sains di masa depan yang juga mendapatkan dukungan teologis dari agama (baca: Islam). fiqh. Sekedar dimaklumi bahwa Futurologi yang dimaksud di sini adalah tentang semua bentuk cara pandang terhadap masa depan. Maka pada periode keempat (1996sekarang) Core sciencies of Islamic studies yang delapan bidang tersebut sudah mulai berdialektika dengan wilayah sains dan teknologi (al-‘ulum alkauniyyah/natural sciences) maupun wilayah kajian lainnya (humaniora dan social sciences). dan lain-lain – dimana periode ketiga ini juga disebut sebagai era auxiliary sciences. Teori spider web-nya Amin Abdullah (lihat jurnal Tarjih edisi ke-6.6. Rajni Kothari mengatakan: Terdapat suatu dilema yang dihadapi seorang futurolog.

Kelima. maka kompleksitas lebih pada persoalan muatan yang sangat kompleks. Keenam. karena terkait erat dengan pelbagai bentuk perubahan yang sangat dinamis. Kaum muda khususnya sebagai aktor-aktor di masamasa mendatang harus berperan aktif dalam pilihan dan pembangunan masa depan mereka sendiri (Eleonora B. Kedua. Ketujuh.dunia lebih baik (Eleonora B. dan oleh karenanya. Masini. sesuatu yang diulang berkali-kali. aspek kompleksitas. yakni bila transdisipliner menyangkut soal pendekatan. diverifikasi atau diulang. Demikianlah beberapa karakteristik dari studi futuristik ini yang cukup penting untuk disoailissikan serta mendesak dan sangat relevan untuk diajarkan di perguruan tinggi. aspek sains dimana studi futuristik ini juga tidak terlepas dari adanya eksperimentasi. aspek globalitas yang dalam hal ini meliputi seluruh permukaan bumi dimana dunia semakin menyempit akibat perubahan-perubahan besar dan menakjubkan yang terjadi di bidang transportasi dan komunikasi. yakni semua problematika yang muncul tidak lagi dapat dianalisis oleh satu jenis disiplin ilmu. aspek partisipasi yakni tentang kebutuhan bagi setiap orang yang ingin berpartisipasi di masa depan untuk menjadi bagian atau bahkan sebagai aktor dalam studi ini. harapan dan kebutuhan di masa depan. Studi Futuristik ini memperkenalkan kepada para mahasiswa tentang karakteristik dari studi ini yakni: pertama. Untuk mengacu atau menguji masa depan. maka studi ini termasuk wilayah sains. 2004: 4). Ketiga. belum pernah diujicobakan. yang sudah barang tentu akan sangat membantu bagi pengembangan wacana agama dan sains di kemudian hari. mengingat banyaknya aspek yang melingkupi tiap-tiap permasalahan dengan segala kompleksitas yang ada. sebagaimana yang dikaji secara khusus dalam ilmu sosial. 2004: 25-37). Masini. aspek normatif yakni tentang hubungan-hubungan dari studi futuristik dengan nilai-nilai yang spesifik. plurality dan spirituality menjadi bahasan . Tentang aspek normatif di sini dibedakan dengan norma-norma sebagai kode-kode perilaku yang terkait dengan nilai-nilai. aspek transdisipliner. aspek kedinamisan dimana studi ini karena menyangkut konsep hidup dalam ketidakpastian bisa menggunakan berbagai macam metode. hasrat. Keempat. dan kemudian dapat diprediksi. kita harus melakukan tindakan tersebut terhadap sesuatu yang akan segera terjadi. Adapun beberapa beberapa sub-tema penting dalam studi Futurologi antara lain tentang isu: posmodernisme dimana aspek deconstruction terhadap paham modernisme.

Upaya pengembangan epistemologi keagamaan maupun wacana sains tidak boleh tidak mestilah mengakui adanya ketiga karakter tersebut. 9. Dalam wilayah social sciences aspek critical social theory juga layak diperkenalkan pada peserta didik. konsep otonomi daerah dapat dimanfaatkan bagi segenap warga masyarakat untuk menggali potensi sains di masing-masing wilayah yang bisa diriset dan dikembangkan di kemudian hari. cloning) juga baik untuk diperkenalkan. dan sejenisnya. maka watak dasar posmodernisme mengandaikan adanya pengakuan filosofis maupun sosiologis terhadap wacana pluralism. maka konsep pluralisme di bidang pengembangan sains mengandaikan adanya produktivitas lokal yang beragam. studi hukum kritis). black hole. Jadi tidak sematamata mengimpor produk sains dari luar negeri atau sekedar memberi label nasional bagi produk luar negeri seperti kasus mobil Timor yang disebut mobil nasional.yang esensial di dalam tema ini. Analisis Ian G. teleconference. microchip. Selain itu tema fisika quantum yang di dalamnya terkait dengan temuan baru di bidang sains semacam cyberspace internet/sains virtual. Temuan di bidang biologibioteknologi (seperti God spot. teleportasi. spiritualism dan deconstruction. telestisic. 8. padahal sejatinya adalah produk Korea Selatan. teologi sosial. Kajian posmodernisme tergolong pada wilayah the third way dari pola kebudayaan masyarakat dunia yang dominan saat ini. Dimensi lainnya adalah yang termasuk dalam wilayah hyper-reality (parapsikologi. konsumerisme dan materialisme) layak pula diperhatikan oleh para ilmuwan agama maupun sains. Di Indonesia. Bila ingin diterjemahkan. the X-file. robocop dan sejenisnya menarik untuk didiskusikan di kalangan peserta didik. biomagnetics. dapat memperkaya dan . Spiritual Quotion/MQ. Berbeda dengan watak modernisme yang monolitik. Barbour (2002) tentang upaya pengembangan dialog maupun integrasi antara agama dan sains. cenayang. dapat memperkaya studi agama dan sains maupun futuristik/futurologi ini. Sub-tema lainnya adalah tentang masalah globalisasi yang ada hubungannya dengan fenomena menarik dari kecenderungan masyarakat dunia untuk kembali melirik alam (back to nature). Kritik Posmodernisme terhadap Modernisme (yang sangat positivistikrasionalistik serta berdampak pada lahirnya etika sosial yang bercirikan hedonisme. problema lingkungan hidup. hubungan antara mistisisme dan fisika. Science-fiction semacam time tunnel. spiritual finance. unhuman dan kapitalistik. demikian pula tentang social philosophy (etika sosial. human rights. masalah aura tubuh.

Bandung: Pustaka. A program to assess the extent of teaching of university and college courses on science and religion and to stimulate courses emphasizing progress in religion. telaah tentang episteme dari Foucoult. 10. Studi Futuristik. wacana tentang adanya hegemoni kekuasaan (model Gramsci) terhadap perjalanan ilmu. Untuk mengakhiri tulisan ini maka – sekedar perbandingan – tawaran riset yang baru di bidang sains dan agama berikut ini penting menjadi perhatian bersama sebagaimana yang dikemukakan oleh Sir John Templeton (1998: 131): a. Demikian pula telaah sintesis terhadap rasionalisme dan empirisisme dari mazhab Kantian. d.menjadi bahan studi perbandingan terhadap teori Islamization of knowledge ala Faruqian dan Naquibian.. Perkembangan dan Metode Mengarahkan Masa Depan. more recently. A program to encourage scientist and theologians to publish papers on humility theology. A bibliographic survey of work by scientists on spiritual subjects. at large churches in the United States. Menggugat Otoritas dan Tradisi Agama. e. maupun teori scientification of Islam model Fazlur Rahman (Rahmanian). 1983. model deconstruction Derrida. A program of lectures on relationship between science and theology presented at universities and colleges in North America and Europe and. Fazlur Rahman. 2002. Review ulang epistemologi sains di Barat juga penting untuk terus dicermati sebagaimana yang telah dikemukakan oleh Thomas Kuhn (teori normal science dan revolutionary science) yang mengkritisi logical positivism (1980: 223-245). Bandung: Pustaka. b. Kebutuhan. Islam. Yogyakarta: BKF Multimedia dan Kreasi Wacana. 2004. Demikian pula dimensi spirituality of science sebagaimana yang ditawarkan Seyyed Hossein Nasr (1988). Eleonora B. maupun aspek kritisisme dari Habermas. Wallahu a’lam bisshawab. Kesemuanya itu dapat memperkaya wacana dialektis antara agama dan sains di masa depan. Daftar Pustaka: Abdul Karim Soroush. Bandung: Mizan. A training module on religion and psychiatry which illustrates the extent to which spiritual factors may influence clinical therapy. 1984 . c. Masini. ——-. Tema Pokok Al-Quran.

Kitab al-Radd ‘ala al-Manthiqiyyin. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Bombay: Qayyimah Press. al-Tafkir fi Zamani al-Takfir: Dlid al-Jahl wa al-Zaif wa al-Khurafat.Gary Gutting (Ed. Januari 2003. 2001 Ian G. Paradigms and Revolutions: Appraisals and Aplication of Thomas Kuhn’s Philosophy of Science. CRCS-UGM Yogyakarta M. Social and Natural Sciences: The Islamic Perspective. Antara Sains dan Agama. ———-. “Pengembangan Metode Studi Islam dalam Perspektif Hermeneutika Sosial dan Budaya” dalam jurnal Tarjih edisi ke-6. 1995 Nurcholish Madjid. 2000 Muhammad Azhar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. London: University of Notre Dame Press. Yogyakarta: LKiS. Hassan Hanafi. Bandung: Mizan. Amin Abdullah. Taarikhiyyah al-Fikr al-‘Aroby al-Islamy. Jeddah: Hodder and Stoughon. Vol. Jakarta: Inst@d. Jakarta: 4 Maret 1993. Harian Pelita. 2002 Ibnu Taimiyyah. Fiqh Kontemporer dalam Pandangan Neomodernisme Islam. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Yogyakarta: Kreasi Wacana.1. 1996 Nashr Hamid Abu Zaid. Mohammed Arkoun. 1986 Muhammad Abed Al Jabiri. Amin Abdullah. Jakarta: Paramadina. Knowledge and the Sacred. Barbour. Post Tradisionalisme Islam. Juru Bicara Tuhan.). Islam Doktrin dan Peradaban. 2002. 1980. Rethinking Islam. Mistisime dan Fisika Baru. King Abdulaziz University. Kairo: Sina li al-Nasyr. 1996. Antara Al-Ghazali dan Kant. Michel Talbot. Islam Wahyu Sekuler. George Ritzer. 2003. Filsafat Etika Islam. Juli 2003. Bandung: Mizan. 1992 Seyyed Hossein Nasr.). 2002 M. Lahore: Suhail . Beirut: Markaz al-Inma’ al-Qaumy.1 No. Teori Sosial Postmodern. 1981 Jurnal Relief. LPPI-UMY dan Majelis Tarjih & PPI PP Muhammadiyah. 1949 Ismail Raji al-Faruqi dan Abdullah Omar Nasseef (Ed.

1998 Sir Mohammad Iqbal. 1981 Syarif Hidayatullah. 1989 . 2003 Syed Muhammad NAquib Al-Attas. 1988 Sir John Templeton. New Delhi: Kitab Bhavan. Islam Virtual. Kuala Lumpur: ISTAC. Islam and the Philosophy of Sciences. The Humble Approach. Jakarta: MIFTA. USA: Templeton Foundation Press. Dharmawan. Scientist Discover God. Zulfikar S. The Reconstruction of Religious Thought in Islam.Acadeny.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful