P. 1
Sistem Pemerintahan

Sistem Pemerintahan

|Views: 394|Likes:
Published by Iin Little

More info:

Published by: Iin Little on Apr 11, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/11/2014

pdf

text

original

Sistem Pemerintahan Siapa pelaksana kekuasaan negara dapat dikaitkan dengan negara Monarki dan Negara Republik.

Secara konseptual, jabatan Presiden dipertalikan dengan negara republik[1] sedangkan raja dipertalikan dengan negara kerajaan.[2] Duguit membedakan antara republik dan monarchie berdasarkan bagaimana kepala negara diangkat. Jika seorang kepala negara diangkat berdasarkan hak waris atau keturunan maka bentuk pemerintahan disebut monarchie pelaksana kekuasaan negara disebut raja sedangkan jika kepala negara dipilih melalui suatu pemilihan umum untuk masa jabatan tertentu maka negaranya disebut republik pelaksana kekuasaan negara disebut Presiden.[3] Jika keberadaan Presiden berkaitan dengan bentuk Pemerintahan maka kekuasaan Presiden dipengaruhi dengan sistim pemerintahan. Pada sistem pemerintahan biasanya dibahas pula dalam hal hubungannya dengan bentuk dan struktur organisasi negara dengan penekanan pembahasan mengenai fungsi-fungsi badan eksekutif dalam hubungannya dengan badan legislatif. Secara umum sistim pemerintahan terbagi atas tiga bentuk yakni sistim pemerintahan Presidensil, parlementer dan campuran yang kadang-kadang disebut ³kuasi Presidensil´ atau ³kuasi parlementer ´.[4] Sistem pemerintahan parlementer terbentuk karena pergeseran sejarah hegemonia kerajaan. Pergeseran tersebut seringkali dijelaskan kedalam tiga fase peralihan, meskipun perubahan dari fase ke fase yang lain tidak selalu tampak jelas. Pertama, pada mulanya pemerintahan dipimpin oleh seorang raja yang bertanggung jawab atas seluruh sistem politik atau sistem ketatanegaraan. Kedua, Kemudian muncul sebuah majelis dengan anggota yang menetang hegemoni raja. Ketiga, mejalis mengambil ahli tanggung jawab atas pemerintahan dengan bertindak sebagai parlemen maka raja kehilangan sebagian besar kekuasaan tradisionalnya.[5] Oleh sebab itu keberadaan sistem parlementer tidaklah lepas dari perkembangan sejarah negara kerajaan seperti Inggris, Belgia dan sewedia. Ciri umum pemerintahan parlementer sebagaimana dijelaskan S.L Witman dan J.J Wuest, yakni:[6] 1. It is based upon the diffusions of powers principle. 2. There is mutual responsibility between the the executive and the legislature; hance the executive may dissolve the ligislature or he must resign together with the rest of the cabinet whent his policies or no longer accepted by the majority of the membership in the legislature. 3. There is also mutual responsibility between the executive and the cabinet. 4. The executive (Prime Minister, Premier, or Chancellor) is chosen by yhe titular head of the State (Monarch or Presiden), accorfing to the support of majority in the legislature. Selain itu Jimly Asshiddiqie mengatakan bahwa dalam sistem parlementer dapat dikemukakan enam ciri, yaitu: (i) Kabinet dibentuk dan bertanggung jawab kepada parlement. (ii) Kabinet dibentuk sebagai satu kesatuan dengan tanggung jawab kolektif dibawah Perdana Menteri. (iii) Kabinet mempunyai hak konstitusional untuk membubarkan parlemen sebelum periode bekerjanya berakhir. (iv) Setiap anggota kabinet adalah anggota parlement yang terpilih. (v) Kepala pemerintahan (Perdana Menteri) tidak dipilih langsung oleh rakyat, melainkan hanya dipilih menjadi salah seorang anggota parlement. (vi) Adanya pemisahan yang tegas antara kepala negara dengan kepala pemerintahan.[7] Berdasarkan ciri-ciri sistem pemerintahan tersebut. Pada hakekatnya kedua pendapat tersebut tidaklah berbeda, keduanya memiliki persamaan. Dalam kaitannya dengan kedudukan Presiden berdasarkan apa yang dijabarkan dalam ciri tersebut, kedudukan Presiden hany ditemukan pada sistem a parlementer yang berbentuk negara republik. Menurut S.L Witman dan J.J Wuest pada ciri yang keempat dan Jimly Asshiddiqie Pada ciri yang keenam, kedudukan Presiden hanyalah sebagai kepala negara sedangkan kepala pemerintahan diemban oleh Perdana Menteri. Pada sistem parlementer kedudukan Presiden hanya sebagai kepala negara dimaksud bahwa Presiden hanya memiliki kedudukan simbolik sebagai pemimpin yang mewakili segenap bangsa dan negara. Di beberapa negara, kepala negara juga memiliki kedudukan seremonial tertentu seperti pengukuhan,

menerima duta besar dan perwakilan negara-negara asing. abolisi dan rehalibitasi. Sedangkan pada negara yang bebebentuk republik dimana kepala negaranya diemban oleh Pre siden pada setiap negara memiliki mekanisme yang berbeda-beda dan Presiden memiliki masa jabata yang telah ditentukan. memberikan grasi. dan para pejabat tinggi lainnya. neither or which can be brought down by the other (to forestall arbitrary use of powers). kepala pemerintahan dalam sistem Presidensial tidak dapat dipaksa untuk mengundurkan diri oleh badan legislatif (meskipun terdapat kemungkinan untuk memecat seorang Presiden dengan proses pendakwaan luar biasa).[8] Bagan Sistem Perintahan Parlementer[9] Sebagai mana dijelaskan di atas pada sistem pemerintahan parlementer terdapat pemisahan antara kepala negara dengan kepala pemerintahan. Beberapa negara memilih secara langsung Presiden mereka. dipilih oleh parlement atau oleh suatu badan pemilihan. no overlaping in membership between the executive and the legislature.[10] Sedangkan untuk masa jabatan Presiden sekitar 5 (lima) sampai 7 (tujuh) tahun. mengesahkan undang-undang. amnesti. Hampir seluruh negara yang menganut sistem ini dapat dipastikan seorang kepala pemerintahan dipilih dari keanggotaan parlemen.[11] Presiden pada sistem Presidensil dipilih secara langsung oleh rakyat atau melalui badan pemilihan dan memiliki masa jabatan yang ditentukan oleh konstitusi. Pengisian jabatan Presiden pada negara republik pada sistem parlementer di sebagian negara diatur di dalam konstitusi mereka. Dalam keadaan normal. 3. fixed terms of offices for the Presiden and the assembly. para anggota kabinet Presidensial hanya merupakan penasehat dan bawahan Presiden.melantik dan mengambil sumpah Perdana Menteri beserta para anggota kabinet. mengangkat duta dan konsul. Bagaimanakah cara pengisian jabatan kepala negara pada sistem ini? Pada negara monarchi dapat dipastikan kepala negaranya seorang raja menurut Duguit berdasarkan keturunan. Selain itu pada negara-negara yang menganut sistem multi partai kepala negara dapat mempengaruhi pemilihan calon Perdana Menteri.[12] Menurut von Mettenheim dan Rockman sebagaimana dikutip Rod hague dan Martin Harrop sistem Presidensil memiliki beberapa ciri yakni :[13] 1. Jika pada sistem parlementer memiliki pemerintah/eksekutif kolektif atau kolegial maka pada sistem Presidensial memiliki eksekutif nonkolegial (satu orang). popular elections of the Presiden who directs the goverenment and makes appointments to it. 2. kedua fungsi tersebut dijalankan oleh Presiden. Dalam pemerintahan Presidensial tidak ada pemisahan antara fungsi kepala negara dan fungsi kepala pemerintahan. .

[16] Didalamnya ditentukan bahwa Presiden mengangkat para menteri termasuk Perdana Menteri seperti sistem Presidensil. however. Menurut Duverger sistem ini memiliki ciri. Bagan Sistem Perintahan campuran[19] . The prime minister. a prime minister and minister who possess executive and governmental powers and can stay in office only if the parliament does not show its oppositions to them. 2. and can usually take emergency powers.[17] Perdana Menteri pada umumnya ditugaskan oleh Presiden.Menurut Duchacck perbedaan utama antara sistem Presidensil dan parlementer pada pokoknya menyangkut empat hal. adalah bertanggung jawab untuk pemerintah domestik sehari hari tetapi memiliki tanggung jawab untuk urusan luar negeri. He has opposite him. Sistem pemerintahan campuran dapat diartikan: Semi-Presidenial government combines an elected Presiden performing political tasks with a prime minister who heads a cabinet accountable to parliament. tinggi redahnya corak kolektif dalam sistem pertanggungjawbannya (lack of collective responsibility). tetapi turut serta didalam pengurusan pemerintahan. responsibility for foreign affairs. yaitu: terpisah tidaknya kekuasaan seremonial dan politik (fusion of ceremonial and political powers). 3. adanya pembagian otoritas didalam eksekutif. terpisah tidaknya personalia legislatif dan eksekutif (separation of legislatif and eksekutif personels).[14] Bagan Sistem Perintahan Presidensil[15] Sedangakan untuk sistem pemerintahan campuran memiliki corak tersendiri yang juga dapat disebut sistem semi-presidensial. usually appointed by the Presiden. dan dapat pada umumnya mengambil kuasa -kuasa keadaan darurat. dan pasti tidaknya jabatan Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan (fixed term of office). yakni :[18] 1. The Presiden of the republic is elected by universal suffrage. He possesses quite considerable powers. tetapi pada saat yang sama Perdana Menteri juga diharuskan mendapat kepercayaan dari parlemen seperti dalam sistem parlementer. is responsible for day-to-day domestic government (including relations with the assembly) but the Presiden retains an oversight role. Jadi pada sistem campuran ini kedudukan Presiden tidak hanya sebagai serimonial saja.

(3) Presiden dan/atau Wakil Presiden dapat dimintakan pertanggungjawaban . maka berarti bahwa eksekutif dapat dijatuhkan oleh lembaga negara lain ± kepada siapa Presiden bertanggung jawab ± maka sistem pemerintahan di bawah Undang-Undang Dasar 1945 dapat disebut ³quasi Presidensil´ Kekuasaan Presiden di dalam Undang-Undang Dasar 1945 sebelum perubahan yang dikatakan menganut sistim pemerintahan ³quasi Presidensial´ memiliki tiga kekuasaan yakni. Kusnardi dan Harmaily Ibrahim mengatakan bahwa Indonesia di bawah Undang-Undang Dasar 1945 menganut sistim pemerintahan ³quasi Presidensial´.[21] Dalam sistem pemerintahan Presidensil yang diadosi oleh Undang-Undang Dasar 1945 menurut Jimly Asshiddiqie memiliki lima perinsip penting. sebagai kepala pemerintahan dan sebagai mendataris MPR. (2) Presiden dan Wakil Presiden dipilih oleh rakyat secara langsung dan karena itu secara politik tidak bertanggungjawab kepada Majelis Permusyawaratan Rakyat atau lembaga parlemen. yaitu:[22] (1) Presiden dan Wakil Presiden merupakan satu institusi penyelenggara kekuasaan esekutif negara yang tertinggi dibawah Undang-Undang Dasar. Dengan perubahan ini Indonesia menganut sistem pemerintahan Presidensil. sedangkan menterimenteri adalah pembantu Presiden. Jika pada Undang -Undang Dasar 1945 sebelum perubahan memiliki kelemahan yakni cenderung sangat µexecutive hevy¶ maka setelah perubahan hal ini tidak terwujud lagi. sebagai kepala negara.Sejarah ketatanegaraan Indoenesia sejak berlakunya Undang-Undang Dasar 1945 kemerdekaan. Indonesia terus mencari suatu bentuk yang ideal. Perubahan Undang-Undang Dasar 1945 merubah sistem pemerintahan Indonesia. Alasannya karena dilihat dari sudut pertanggungjawaban Presiden kepada MPR. Undang-Undang Dasar Sementara 1950 sampai dengan perubahan Undang -Undang Dasar 1945. melainkan bertanggungjawab langsung kepad a rakyat yang memilih. Konstitusi RIS. sebagiman dikatakan lebih lanjut:[20] Jadi berdasarkan Pasal 4 ayat (1) dan Pasal 17 Undang-Undang Dasar 1945. Indonesia mengalami beberapa perubahan sistem pemerintahan. Dilihat dari sudut pertanggungan jawab Presiden kepada Majelis Permusyawaratan Rakyat. sistem pemerintahannya adalah Presidensil. perubahan Undang-Undang Dasar 1945 telah menganut sistem pemeritahan Presidensil yang dapat menjamin stabilitas pemerintah. karena Presiden adalah eksekutif.

Sistem pemerintaha diartikan sebagai suatu tatanan utuh yang terdiri atas berbagai komponen pemerintahan yang bekerja saling bergantungan dan memengaruhi dalam mencapaian tujuan dan fungsi pemerintahan. pemerintaha adalah perbuatan memerintah yang dilakukan oleh badan eksekutif beserta jajarannya dalam rangka mencapai tujuan penyelenggaraan negara. daerah. republic) telah dikenal sejak masa Yunani ± kalsik dan rumawi. (New York: Russell & Russell. Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan sebagai kepala negara dan sekaligus kepala pemerintahan. ditentukan pula masa jabatan Presiden lima tahunan tidak boleh dijabat oleh orang yang sama lebih dari dua masa jabatan. (Jakarta: Pusata Studi HTN UI. jaringan. eksekutif. the constitution is called republican.secara hukum apabila Presiden dan/atau Wakil Presiden melakukan pelanggaran hukum dan konstitusi. Pengertian Sistem Pemerintahan Istilah sistem pemerintahan berasal dari gabungan dua kata system dan pemerintahan. Perkataan republik pada waktu itu belum berkaitan dengan bentuk negara. Harun Alrasid (intergritas. tatanan. melainkan dengan fungsi negara dalam cara menjalankan pemerintahan. Buku yang ditulis Plato (Yunani). ___________ [1] Perkataan ³republik´ (republica. 283. dan yang berasal dari kata perintah. Negara. [2] Menurut Hans Kelsen pembedaan antara monarki dengan republik terletak pelaksana kedaulatan ³When the sovereign power of community belong to one individual. keduanya berjuduk ³Republik´ (republica). Kelima ciri tersebut merupakan ciri sistem pemerintahan Presidensil yang dianut oleh Undang-Undang Dasar 1945 hasil perubahan. depending upon whether the sovereign powers belongs to mayority of the people´ Hans Kelsen. pemerintahan adalah perbuatan memerintah yang dilakukan oleh badan badan legislative. sistem pemerintahan di Indonesia menganut sistem pemerintahan presidensial. A republikan is an aristroceacy ar a democracy. . Hal itu didasarkan pada Pasal 4 Ayat 1 yang berbunyi. Negara Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik. dan yudikatif di suatu Negara dalam rangka mencapai tujuan penyelenggaraan negara. Pemerintah adalah kekuasaan yang memerintah suatu wilayah.´ Dengan demikian. Bagir Manan. kata-kata itu berarti: a. sedangkan bentuk pemerintahannya adalah republik. 163. Pembukaan UUD 1945 Alinea IV menyatakan bahwa kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu disusun dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat. Walaupun demikian. yaitu Kekuasaan Eksekutif yang berarti kekuasaan menjalankan undang-undang atau kekuasaan menjalankan pemerintahan. Republik yang berasal dari ³res´ dan ³publica´. konsistensi seorang sarjana hukum). atau. menunjuk kepada suatu pemerintahan yang dijankan oleh dan untuk kepentingan umum. Berdasarkan hal itu dapat disimpulkan bahwa bentuk negara Indonesia adalah kesatuan. I. 2000). Dr. Kekuasaan dalam suatu Negara menurut Montesquieu diklasifikasikan menjadi tiga. General Theory of Law and State. terlebih dahulu dibahas mengenai sistem pemerintahan. Pemerintahan adalaha perbuatan. Dalam arti yang sempit. Selain bentuk negara kesatuan dan bentuk pemerintahan republik. ³Jabatan KePresidenan Republik Indonesia´ dalam 70 Tahun Prof. ³Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan pemerintahan menurut Undanag-Undang Dasar. Kekuasaan Legislatif yang berate kekuasaan membentuk undang -undang. tidak dkaitkandengan jabatan Presiden. Cicero (Rumawi). Muhammad Asrun dan Hendra Nurtjahjo. When the powers belongs to several individual. (4) Para menteri adalah pembantu Presiden. Tulisan Plato dan Cocero justru mengenai kerajaan. Sedangkan Pemerintahan berasal dari kata pemerintah. atau cara. urusan dalam memerintah Maka dalam arti yang luas. 1961). the government of the constitutions is said to be monarchic. hal. c. Apa yang dimaksud dengan sistem pemerintahan presidensial? Untuk mengetahuinya. Dan dalam Kamus Bahasa Indonesia. hlm. Kata system merupakan terjemahan dari kata system (bahasa Inggris) yang berarti susunan. A. Perintah adalah perkataan yang bermakna menyuruh melakukan sesuatau b. Berdasarkan Pasal 1 Ayat 1 UUD 1945. cara. (5) Untuk membatasi kekuasaan Presiden yang kedudukannya dalam sistem Presidensil sangat kuat sesuai dengan kebutuhan untuk menjamin stabilitas pemerintah. hlm. uraian Plato dan Cicero yang terangkum dalam Republic. editor.

dan kabinet ministrial. system pemerintaha negara menggambarkan adanya lembaga-lembaga negara. Sistem . baik seorang menteri secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama seluruh anggota kebinet bertanggung jawab kepada parlemen/DPR. sistem pemerintahan presidensial. Inggris disebut sebagai Mother of Parliaments (induk parlemen). sistem pemerintahan parlementer. Jadi. dan bekerjanya lembaga negara dalam mencapai tu juan pemerintahan negara yang bersangkutan. mencerdaskan kehidupan bangsa. tujuan pemerintahan negara Indonesia adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. perdamaian abadi dan keadilan social. Sistem pemerintahan disebut parlementer apabila badan eksekutif sebagai pelaksana kekuasaan eksekutif mendapat pengawasan langsung dari badan legislatif. Jika dilihat dari komposisi (susunan keanggotaannya). Kedua negara tersebut disebut sebagai tipe ideal karena menerapkan ciri-ciri yang dijalankannya. Tujuan pemerintahan negara pada umumnya didasarkan pada cita-cita atau tujuan negara. Komponen-komponen tersebut secara garis besar meliputi lembaga eksekutif. yaitu kabinet koalisi. sedangkan Amerika Serikat merupakan tipe ideal dari negara dengan sistem pemerintahan presidensial. a. Kabinet dapat berbentuk presidensial. Sistem Pemerintahan Parlementer Dan Presidensial Sistem pemerintahan negara dibagi menjadi dua klasifikasi besar. yaitu: 1. serta ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. Negara Inggris dianggap sebagai tipe ideal dari negara yang menganut sistem pemerintahan parlemen. Kabinet parlementer adalah suatu kabinet yang dibentuk dengan memperhatikan dan memperhitungkan suara-suara yang ada didalam parlemen. negara-negara didunia menganut salah satu dari sistem pemerintahan tersebut.Dan Kekuasaan Yudiskatif yang berate kekuasaan mengadili terhadap pelanggaran atas undang undang. II. Kabinet Ekstraparlementer adalah kebinet yang pembentukannya tidak memperhatikan dan memperhitungkan suara-suara serta keadaan dalam parlemen/DPR. legislative dan yudikatif. Bhakan. Klasifikasi sistem pemerintahan presidensial dan parlementer didasarkan pada hubungan antara kekuasaan eksekutif dan legislatif. Contoh negara yang menggunakan sistem kabinet presidensial adalah Amarika Serikat dan Indonesia b. Amerika Serikat juga sebagai pelopor dalam sistem pemerintahan presidensial. Pada umumnya. Kabinet Ministrial Kabinet ministrial adalah suatu kabinet yang dalam menjalankan kebijaksaan pemerintan. 2. Kedua negara tersebut sampai sekarang tetap konsisten dalam menjalankan prinsip-prinsip dari sistem pemerintahannya. kemudian sistem pemerintahan diadopsi oleh negara-negara lain dibelahan dunia. Dari dua negara tersebut. cabinet parlementer dibagi menjadi tiga. presiden adalah kepala negaranya dan berkewajiban membentuk departemen-departemen yang akan melaksakan kekuasaan eksekutif dan melaksakan undang-undang. Presiden merangkap jabatan sebagai perdana menteri sehingga para menteri tidak bertanggung jawab kepada perlemen/DPR melainkan kepada presiden. Kabinet Presidensial Kabinet presidensial adalah suatu kabinet dimana pertanggungjawaban atas kebijaksanaan pemerintah dipegang oleh presiden. yaitu cabinet parlementer dan cabinet ekstraparlementer. Misalnya. dan kabinet partai. Lembaga lembaga yang berada dalam satu system pemerintahan Indonesia bekerja secara bersama dan saling menunjang untuk terwujudnya tujuan dari pemerintahan di negara Indonesia. hubungan antarlembaga negara. Adanya sistem pemerintahan lain dianggap sebagai variasi atau kombinasi dari dua sistem pemerintahan diatas. Contoh negara yang menggunakan sistem kabinet ini adalah negara negara di Eropa Barat. Dalam suatu negara yang bentuk pemerintahannya republik. kabinet nasional. cabinet ministrial dapat dibagi menjadi dua. Apabila dilihat dari cara pembentukannya. Setiap departemen akan dipimpin oleh seorang menteri. Inggris adalah negara pertama yang menjalankan model pemerintahan parlementer. Apabile semua menteri yang ada tersebut dikoordinir oleh seorang perdana menteri maka dapat disebut dewan menteri/cabinet.

Parlemen menjadi tempat kaderisasi bagi jabatan-jabatan eksekutif. Hal itu terjadi apabila para anggota kabinet adalah anggota parlemen dan berasal dari partai meyoritas. 2.pemerintahan disebut presidensial apabila badan eksekutif berada di luar pengawasan langsung badan legislatif. Kedua badan tersebut tidak berhubungan secara langsung seperti dalam sistem pemerintahan parlementer. Perdana menteri dipilih oleh parlemen untuk melaksakan kekuasaan eksekutif. Partai politik yang menang dalam pemilihan umum memiliki peluang besar menjadi mayoritas dan memiliki kekuasaan besar di parlemen. diadakan pemilihan umum lagi untuk membentukan parlemen baru. Ia hanya berperan sebgai symbol kedaulatan dan keutuhan negara. Dalam sistem pemerintahan presidensial. Hal ini karena kekuasaan eksekutif dan legislatif berada pada satu partai atau koalisi partai. Mereka dipilih oleh rakyat secara terpisah. Kepala negara tidak sekaligus sebagai kepala pemerintahan. Kepala negara tidak memiliki kekuasaan pemerintahan. Pengalaman mereka menjadi anggota parlemen dimanfaatkan dan manjadi bekal penting untuk menjadi menteri atau jabatan eksekutif lainnya. Badan legislatif atau parlemen adalah satu-satunya badan yang anggotanya dipilih langsung oleh rakyat melalui pemilihan umum. Dalam sistem ini. Anggota parlemen terdiri atas orang-orang dari partai politik yang memenangkan pemiihan umum. kekuasaan eksekutif berada pada perdana menteri sebagai kepala pemerintahan. badan eksekutif dan legislatif memiliki kedudukan yang independen. Anggota kabinet umumnya berasal dari parlemen. berikut ini ciri-ciri. Untuk lebih jelasnya. Selanjutnya. Garis tanggung jawab dalam pembuatan dan pelaksanaan kebijakan public jelas. 5. Kepala pemerintahan adalah perdana menteri. 3. Sebagai imbangan parlemen dapat menjatuhkan kabinet maka presiden atau raja atas saran dari perdana menteri dapat membubarkan parlemen. Ciri-ciri dari sistem pemerintahan parlementer adalah sebagai berikut : 1. anggota kabinet dapat mengusai parlemen. sedangkan kepala negara adalah presiden dalam negara republik atau raja/sultan dalam negara monarki. Kekurangan Sistem Pemerintahan Parlementer : y y y y Kedudukan badan eksekutif/kabinet sangat tergantung pada mayoritas dukungan parlemen sehingga sewaktu-waktu kabinet dapat dijatuhkan oleh parlemen. Pemerintah atau kabinet terdiri dari atas para menteri dan perdana menteri sebagai pemimpin kabinet. Kabinet bertanggung jawab kepada parlemen dan dapat bertahan sepanjang mendapat dukungan mayoritas anggota parlemen. Kelebihan Sistem Pemerintahan Parlementer: y y y Pembuat kebijakan dapat ditangani secara cepat karena mudah terjadi penyesuaian pendapat antara eksekutif dan legislatif. Kelangsungan kedudukan badan eksekutif atau kabinet tidak bias ditentukan berakhir sesuai dengan masa jabatannya karena sewaktu-waktu kabinet dapat bubar. Hal ini berarti bahwa sewaktu-waktu parlemen dapat menjatuhkan kabinet jika mayoritas anggota parlemen menyampaikan mosi tidak percaya kepada kabinet. Karena pengaruh mereka yang besar diparlemen dan partai. Adanya pengawasan yang kuat dari parlemen terhadap kabinet sehingga kabinet menjadi barhati-hati dalam menjalankan pemerintahan. Kabinet dapat mengendalikan parlemen. Parlemen memiliki kekuasaan besar sebagai badan perwakilan dan lembaga legislatif. 6. . 4. kelebihan serta kekurangan dari sistem pemerintahan parlementer.

Mesir. Dan contoh negara yang menggunakan sistem pemerintahan parlemen: Inggris. Negara tersebut memiliki presiden sebagai kepala negara yang memiliki kekuasaan besar. Bahkan. 5. Kekurangan Sistem Pemerintahan Presidensial : y y y Kekuasaan eksekutif diluar pengawasan langsung legislatif sehingga dapat menciptakan kekuasaan mutlak. Penyusun program kerja kabinet mudah disesuaikan dengan jangka waktu masa jabatannya. 3. Parlemen memiliki kekuasaan legislatif dan sebagai lembaga perwakilan. Pengaruh Sistem Pemerintahan Satu Negara Terhadap Negara-negara Lain Sistem pemerintahan negara-negara didunia ini berbeda-beda sesuai dengan keinginan dari negara yang bersangkutan dan disesuaikan dengan keadaan bangsa dan negaranya. 1. Contohnya. Salah satu kegunaan penting sistem . Kabinet bertangungjawab kepada presiden dan tidak bertanggung jawab kepada parlemen atau legislatif. Hal itu dikarenakan presiden tidak dipilih oleh parlemen. Contoh negara yang menggunakan sistem pemerintahan presidensial: Amerika Serikat. Presiden Indonesia adalah lima tahun. Sebagaimana dikemukakan sebelumnya. dan Australia. Dari dua model tersebut. terdapat variasi-variasi disesuaikan dengan perkembangan ketatanegaraan negara yang bersangkutan. Presiden tidak berada dibawah pengawasan langsung parlemen. Masa jabatan badan eksekutif lebih jelas dengan jangka waktu tertentu. masa jabatan Presiden Amerika Serikat adalah empat tahun. Presiden tidak dapat membubarkan parlemen seperti dalam sistem parlementer. Filipina. Presiden tidak bertanggungjawab kepada parlemen. Meskipun sama-sama menggunakan sistem presidensial atau parlementer. negara Prancis sekarang ini. berikut ini ciri-ciri. 4. III. Anggota parlemen dipilih oleh rakyat. 6. Legislatif bukan tempat kaderisasi untuk jabatan-jabatan eksekutif karena dapat diisi oleh orang luar termasuk anggota parlemen sendiri. Kabinet (dewan menteri) dibentuk oleh presiden. Misalnya. Malaysia. Ciri-ciri dari sistem pemerintaha presidensial adalah sebagai berikut. tetapi dipilih langsung oleh rakyat atau suatu dewan majelis. tetapi juga terdapat perdana menteri yang diangkat oleh presiden untuk menjalankan pemerintahan sehari-hari. Pembuatan keputusan atau kebijakan publik umumnya hasil tawar-menawar antara eksekutif dan legislatif sehingga dapat terjadi keputusan tidak tegas dan memakan waktu yang lama. sistem pemerintahan presidensial dan sistem pemerintahan parlementer merupakan dua model sistem pemerintahan yang dijadikan acuan oleh banyak negara. Amerika Serikat dan Inggris masing-masing dianggap pelopor dari sistem pemerintahan presidensial dan sistem pemerintahan parlementer. Sistem pertanggungjawaban kurang jelas. Misalnya. Presiden tidak dipilih oleh parlemen. Brasil. kemudian dicontoh oleh negara-negar lainnya. Presiden adalah kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. Sistem pemerintahan suatu negara berguna bagi negara lain. Penyelenggara negara berada ditangan presiden. Kelebihan Sistem Pemerintahan Presidensial : y y y y Badan eksekutif lebih stabil kedudukannya karena tidak tergantung pada parlemen. India.Untuk lebih jelasnya. Jepang. negara-negara tertentu memakai sistem campuran antara presidensial dan parlementer (mixed parliamentary presidential system). 2. kelebihan serta kekurangan dari sistem pemerintahan presidensial. dan Argentina. Indonesia yang menganut sistem pemerintahan presidensial tidak akan sama persis dengan sistem pemerintahan presidensial yang berjalan di Amerika Serikat.

tidak semua praktik pemerintahan di Indonesia bersifat tiruan semata dari sistem pemerintahan Amerika Serikat. politisi. 6. Tujuan selanjutnya adalah negara dapat mengembangkan suatu sistem pemerintahan yang dianggap lebih baik dari sebelumnya setelah melakukan perbandingan dengan negara-negara lain. maka kekuasaan presiden sangat besar dan cenderung dapat disalahgunakan. Indonesia adalah negara yang berdasarkan atas hukum (rechtsstaat). sistem pemerintahan Indonesia menurut UUD 1945 menganut sistem pemerintahan presidensial. Menteri negara ialah pembantu presiden. Sistem Konstitusional. Mereka bisa pula mengadopsi sistem pemerintahan negara lain sebagai sistem pemerintahan negara yang bersangkutan. menteri negara tidak bertanggungjawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat. 7. Indonesia mengenal adanya lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat. 3. Pokok-pokok sistem pemerintahan negara Indonesia berdasarkan UUD 1945 sebelum diamandemen tertuang dalam Penjelasan UUD 1945 tentang tujuh kunci pokok sistem pemerintahan negara tersebut sebagai berikut. 2. Ciri dari sistem pemerintahan masa itu adalah adanya kekuasaan yang amat besar pada lembaga kepresidenan. dan para anggota parlemen negara sering mengadakan kunjungan ke luar negeri atau antarnegara. Konflik dan pertentangan antarpejabat negara dapat dihindari. kekuasaan yang besar pada presiden juga ada dampa positifnya yaitu k presiden dapat mengendalikan seluruh penyelenggaraan pemerintahan sehingga mampu menciptakan pemerintahan yang kompak dan solid. Seusai kunjungan para anggota parlemen tersebut memiliki pengetahuan dan wawasan yang semakin luas untuk dapat mengembangkan sistem pemerintahan negaranya. Sistem pemerintahan lebih stabil. pemilihan presiden langsung dan mekanisme cheks and balance. Berdasarkan tujuh kunci pokok sistem pemerintahan. IV. Karena itui tidak adanya pengawasan dan tanpa persetujuan DPR. Kekuasaan kepala negara tidak tak terbatas. Indonesia banyak mengadopsi praktik-praktik pemerintahan di Amerika Serikat. pengkajian. Presiden adalah penyelenggara pemerintah negara yang tertinggi dibawah Majelis Permusyawaratan Rakyat. Pembangunan sistem pemerintahan di Indonesia juga tidak lepas dari hasil mengadakan perbandingan sistem pemerintahan antarnegara. Misalnya. Sistem pemerintahan ini dijalankan semasa pemerintahan Orde Baru di bawah kepemimpinan Presiden Suharto. Dengan demikian. Sistem Pemerintahan Negara Indonesia Berdasarkan UUD 1945 Sebelum Diamandemen. perbandingan sistem pemerintahan negara yang dikunjungi dengan sistem pemerintahan negaranya. Kekuasaan negara yang tertinggi di tangan Majelis Permusyawaratan Rakyat. dalam praktik perjalanan sistem pemerintahan di Indonesia ternyata kekuasaan yang besar dalam diri presiden lebih 1. Sistem pemerintahan dari kedua negara tersebut selanjutnya banyak ditiru oleh negara-negara lain di dunia yang tentunya disesuaikan dengan negara yang bersangkutan. Contohnya.pemerintahan adalah sistem pemerintahan suatu negara menjadi dapat mengadakan perbandingan oleh negara lain. sistem pemerintahan suatu negara dapat dijadikan sebagai bahan perbandingan atau model yang dapat diadopsi menjadi bagian dari sistem pemerintahan negara lain. Sistem Pemerintahan Indonesia a. Mekipun adanya kelemahan. Konvensi Partai Golkar menjelang pemilu tahun 2004 juga mencontoh praktik konvensi di Amerika Serikat. Presiden tidak bertanggung jawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat. Mereka melakukan pengamatan. Namun. Amerika Serikat dan Inggris masing-masing telah mampu membuktikan diri sebagai negara yang menganut sistem pemerintahan presidensial dan parlementer seara ideal. Namun. Suatu negara dapat mengadakan perbandingan sistem pemerintahan yang dijal nkan a dengan sistem pemerintahan yang dilaksakan negara lain. 5. Sebagai negara dengan sistem presidensial. tidak mudah jatuh atau berganti. . Hamper semua kewenangan presiden yang di atur menurut UUD 1945 tersebut dilakukan tanpa melibatkan pertimbangan atau persetujuan DPR sebagai wakil rakyat. Para pejabat negara. Negara-negara dapat mencari dan menemukan beberapa persamaan dan perbedaan antarsistem pemerintahan. 4. sedangkan di Amerika Serikat tidak ada lembaga semacam itu.

dan pemberian kekuasaan yang lebih besar kepada parlemen untuk melakukan pengawasan dan fungsi anggaran. Perubahan baru tersebut. 4. sedangkan sistem pemerintahan presidensial. Sistem pemerintahan baru diharapkan berjalan mulai tahun 2004 setelah dilakukannya Pemilu 2004. Parlemen terdiri atas dua bagian (bikameral). Presiden dalam mengangkat penjabat negara perlu pertimbangan atau persetujuan dari DPR. Presiden adalah kepala negara dan sekaligus kepala pemerintahan. 2. Sistem pemerintahan ini juga mengambil unsure-unsur dari sistem pemerintahan parlementer dan melakukan pembaharuan untuk menghilangkan kelemahan -kelemahan yang ada dalam sistem presidensial. bangsa Indonesia bertekad untuk menciptakan sistem pemerintahan yang demokratis. Presiden dalam mengeluarkan kebijakan tertentu perlu pertimbangan atau persetujuan dari DPR. Hal itu diperuntukan dalam memperbaiki sistem presidensial yang lama. Parlemen diberi kekuasaan yang lebih besar dalam hal membentuk undang-undang dan hak budget (anggaran) Dengan demikian.banyak merugikan bangsa dan negara daripada keuntungan yang didapatkanya. Presiden sewaktu-waktu dapat diberhentikan oleh MPR atas usul dari DPR. Bentuk negara kesatuan dengan prinsip otonomi daerah yang luas. Reformasi yang harus dilakukan adalah melakukan perubahan atau amandemen atas UUD 1945. Sistem pemerintahan Negara Indonesia Berdasarkan UUD 1945 Setelah Diamandemen Sekarang ini sistem pemerintahan di Indonesia masih dalam masa transisi. Berdasarkan hal itu. Beberapa variasi dari sistem pemerintahan presidensial di Indonesia adalah sebagai berikut. 3. sistem pemerintahan Indonesia masih mendasarkan pada UUD 1945 dengan beberapa perubahan seiring dengan adanya transisi menuju sistem pemerintahan yang baru. 3. 1. dan 2002. Bentuk pemerintahan adalah republik. 5. 2001. Amandemen atas UUD 1945 telah dilakukan oleh MPR sebanyak empat kali. Kekuasaan yudikatif dijalankan oleh Makamah Agung dan badan peradilan d ibawahnya. 1. yaitu pada tahun 1999. presiden dan wakil presiden akan dipilih secara langsung oleh rakyat dalam satu paket. 6. dengan mengamandemen UUD 1945 menjadi konstitusi yang bersifat konstitusional. adanya pembatasan kekuasaan pemerintahan atau eksekutif. Untuk itu. DPR memiliki kekuasaan legislatif dan kekuasaan mengawasi jalannya pemerintahan. Kabinet atau menteri diangkat oleh presiden dan bertanggung jawab kepada presiden. Memasuki masa Reformasi ini. . antara lain adanya pemilihan secara langsung. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD). berdasarkan UUD 1945 yang telah diamandemen itulah menjadi pedoman bagi sistem pemerintaha Indonesia sekarang ini. mekanisme cheks and balance. jaminan atas hak asasi manusia dan hak-hak warga negara. Presiden dan wakil presiden dipilih dan diangkat oleh MPR untuk masa jabatan lima tahun. DPR tetap memiliki kekuasaan megawasi presiden meskipun secara tidak langsung. 2000. Jadi. 2. Wilayah negara terba gi dalam beberapa provinsi. perlu disusun pemerintahan yang konstitusional atau pemerintahan yang berdasarkan pada konstitusi. sistem bikameral. Pemerintah konstitusional bercirikan bahwa konstitusi negara itu berisi 1. diharapkan dapat terbentuk sistem pemerintahan yang lebih baik dari yang sebelumnya. Pokok-pokok sistem pemerintahan Indonesia adalah sebagai berikut. 4. Untuk masa jabatan 2004-2009. Sebelum diberlakukannya sistem pemerintahan baru berdasarkan UUD 1945 hasil amandemen keempat tahun 2002. ada perubahan-perubahan baru dalam sistem pemerintahan Indonesia. Para anggota dewan merupakan anggota MPR. b. 2.

lebaga-lembaga negara itu berjalan sesuai dengan mekanisme demokratis. Secara umum sistim pemerintahan terbagi atas tiga bentuk yakni sistim pemerintahan Presidensil. Belgia dan sewedia. Sistem pemerintahan parlementer terbentuk karena pergeseran sejarah hegemonia kerajaan. Pergeseran tersebut seringkali dijelaskan kedalam tiga fase peralihan. Duguit membedakan antara republik dan monarchie berdasarkan bagaimana kepala negara diangkat. Perubahan pemerintahan di Indonesia terjadi antara tahun 1997 sampai 1999. Jika keberadaan Presiden berkaitan dengan bentuk Pemerintahan maka kekuasaan Presiden dipengaruhi dengan sistim pemerintahan. badan eksekutif mendapat pengwasan langsung dari legislatif. pemilu. yaitu presidensial dan ministerial (parlemen). pada mulanya pemerintahan dipimpin oleh seorang raja yang bertanggung jawab atas seluruh sistem politik atau sistem ketatanegaraan. parlementer dan campuran yang kadang. Parlementer dan Campuran) Siapa pelaksana kekuasaan negara dapat dikaitkan dengan negara Monarki dan Negara Republik. Pembagian sistem pemerintahan negara secara modern terbagi dua. sedangkan raja dipertalikan dengan negara kerajaan. Sebaliknya. yaitu eksekutif. terdapat juga beberapa persamaan antarsistem pemerintahan negara itu. sedangkan dalam sistem pemerintahan negara monarki. Ketiga. yaitu saat perpindahan kekuasaan atau kepemimpinan dalam negara. Hal itu bermula dari adanya krisis moneter dan krisis ekonomi. Dalam sistem pemerintahan negara republik. Kedua. Pertama. Jika seorang kepala negara diangkat berdasarkan hak waris atau keturunan maka bentuk pemerintahan disebut monarchie pelaksana kekuasaan negara disebut raja sedangkan jika kepala negara dipilih melalui suatu pemilihan umum untuk masa jabatan tertentu maka negaranya disebut republik pelaksana kekuasaan negara disebut Presiden. Oleh sebab itu keberadaan sistem parlementer tidaklah lepas dari perkembangan sejarah negara kerajaan seperti Inggris. dua negara memiliki sistem pemerintahan yang sama. dan yudikatif. Dalam sistem parlementer. Sistem Pemerintahan (Presidensial. mejalis mengambil ahli tanggung jawab atas pemerintahan dengan bertindak sebagai parlemen maka raja kehilangan sebagian besar kekuasaan tradisionalnya. Perubahan pemerintah di negara terjadi pada masa genting. Namun. Selain itu. lembaga itu bekerja sesuai dengan prinsip-prinsip yang berbeda. Pada sistem pemerintahan biasanya dibahas pula dalam hal hubungannya dengan bentuk dan struktur organisasi negara dengan penekanan pembahasan mengenai fungsi fungsi badan eksekutif dalam hubungannya dengan badan legislatif. Lembagalembaga negara dalam suatu sistem politik meliputi empat institusi pokok. Misalnya. apabila badan eksekutif berada diluar pengawasan legislatif maka sistem pemerintahannya adalah presidensial. legislatif.Kesimpulan Sistem pemerintahan negara menggambarkan adanya lembaga-lembaga yang bekerja dan berjalan saling berhubungan satu sama lain menuju tercapainya tujuan penyelenggaraan negara. . Pembagian sistem pemerintahan presidensial dan parlementer didasarkan pada hubungan antara kekuasaan eksekutif dan legislatif. meskipun perubahan dari fase ke fase yang lain tidak selalu tampak jelas. Kemudian muncul sebuah majelis dengan anggota yang menetang hegemoni raja. Secara konseptual. birokratif. Sistem pemerintahan suatu negara berbeda dengan sistem pemerintahan yang dijalankan di negara lain.kadang disebut ³kuasi Presidensil´ atau ³kuasi parlementer´. terdapat lembaga lain atau unsur lain seperti parlemen. jabatan Presiden dipertalikan dengan negara republic. dan dewan menteri.

J Wuest pada ciri yang keempat dan Jimly Asshiddiqie Pada ciri yang keenam. Selain itu Jimly Asshiddiqie mengatakan bahwa dalam sistem parlementer dapat dikemukakan enam ciri. There is also mutual responsibility between the executive and the cabinet4. Menurut S. 3. karena ia membuat program. Adanya pemisahan yang tegas antara kepala negara dengan kepala pemerintahan. Premier. Pada hakekatnya kedua pendapat tersebut tidaklah berbeda. keduanya memiliki persamaan. yaitu ketika dukungan di parlemen tidak lagi mayoritas. Pemerintah dibentuk setelah pemilu DPR. menyusun kabinet dan memilih pejabat ±pejabat politis lainnya. accorfing to the support of majority in the legislature. Untuk terwujudnya "Chek and Balance" maka anggota DPR pun setiap saat jugabisa dicopot ditengah jalan dengan alasan politik. yakni: 1. hance the executive may dissolve the ligislature or he must resign together with the rest of the cabinet whent his policies or no longer accepted by the majority of the membership inin the legislature. or Chancellor) is chosen by yhe titular head of the State (Monarch or Presiden). Kepala pemerintahan (Perdana Menteri) tidak dipilih langsung oleh rakyat.J Wuest.L Witman dan J.Program Pemerintah adalah program partai pemenang pemilu. 4. 2. Perdana Menteri setiap saat bisa jatuh karena alasan politik. Sistem PARLEMENTER.Ciri umum pemerintahan parlementer sebagaimana dijelaskan S. maka partai lah yang membentuk kabinet (pemerintahan). Maka Ketua Partai otomatis calon Perdana Menteri. DPR adalah wakil partai maka dalam DPR ada lembaga Fraksi. There is mutual responsibility between the the executive and the legislature. Setiap anggota kabinet adalah anggota parlement yang terpilih. dan partai yang tidak duduk dalam pemerintah disebut partai oposisi. melainkan hanya dipilih menjadi salah seorang anggota parlement. kedudukanPresiden hanya ditemukan pada sistem parlementer yang berbentuknegara republik. Kabinet dibentuk sebagai satu kesatuan dengan tanggung jawab kolektif dibawah Perdana Menteri. 3. Bila di parlemen tidak mayoritas tunggal (50% + 1). The executive (Prime Minister. Kabinet mempunyai hak konstitusional untuk membubarkan parlemen sebelum periode bekerjanya berakhir. Dalam Pemilu rakyat memilih partai (Beberapa negara yang dipilih gambar Calon Anggota DPR. ciri utamanya adalah: 1. yaitu: Kabinet dibentuk dan bertanggung jawab kepada parlement. Perdana Menteri diangkat oleh Parlemen. kedudukan Presiden hanyalah sebagai kepala negara sedangkan kepala pemerintahan diemban oleh Perdana Menteri. Kewenang partai dalam mencopot anggota karena dalam pemilu yang dipercaya (yang dicoblos) oleh rakyat adalah partai. Dalam kaitannya dengan kedudukan Presiden berdasarkan apa yang dijabarkan dalam ciri tersebut. It is based upon the diffusions of powers principle. Berdasarkan ciri-ciri sistem pemerintahan tersebut. Program yang ditawarkan (dijual) dalam pemilu adalah program partai. Posisi Partai kuat. maka cabinet yang dibentuk disebut cabinet koalisi. . tapi yang dijual oleh calon anggota DPR tetap yaitu program partai).L Witman dan J. Sehingga disana dikenal istilah partai pemerintah. artinya legitimasi pemerintahan datangnya dari parlemen. Karena yang dipercaya rakyat adalahpartai. 2. maka partai pemenang terbesar berkoalisi dengan partai lain.

mengesahkan undang-undang.beda dan Presiden memiliki masa jabata yang telah ditentukan. amnesti. kepala pemerintahan dalam sistem Presidensial tidak dapat dipaksa untuk mengundurkan diri oleh badan legislatif (meskipun terdapat kemungkinan untuk memecat seorang Presiden dengan proses pendakwaan luar biasa). 3. kepala negara juga memiliki kedudukan seremonial tertentu seperti pengukuhan. Selain itu pada negara-negara yang menganut sistem multi partai kepala negara dapat mempengaruhi pemilihan calon Perdana Menteri. Sedangkan untuk masa jabatan Presiden sekitar 5 (lima) sampai 7 (tujuh) tahun. Beberapa negara memilih secara langsung Presiden mereka. memberikan grasi. fixed terms of offices for the Presiden and the assembly.Pada sistem parlementer kedudukan Presiden hanya sebagai kepala negara dimaksud bahwa Presiden hanya memiliki kedudukan simbolik sebagai pemimpin yang mewakili segenap bangsa dan negara. dipilih oleh parlement atau oleh suatu badan pemilihan. Jika pada sistem parlementer memiliki pemerintah/eksekutif kolektif atau kolegial maka pada sistem Presidensial memiliki eksekutif nonkolegial (satu orang). Hampir seluruh negara yang menganut sistem ini dapat dipastikan seorang kepala pemerintahan dipilih dari keanggotaan parlemen. Pengisian jabatan Presiden pada negara republik pada sistem parlementer di sebagian negara diatur di dalam konstitusi mereka. tinggi redahnya corak kolektif dalam sistem pertanggungjawbannya (lack of collective responsibility). Dalam pemerintahan Presidensial tidak ada pemisahan antara fungsi kepala negara dan fungsi kepala pemerintahan. Dalam keadaan normal. yaitu: terpisah tidaknya kekuasaan seremonial dan politik (fusion of ceremonial and political powers). Sedangakan untuk sistem pemerintahan campuran memiliki corak tersendiri yang juga dapat disebut sistem semi-presidensial. popular elections of the Presiden who directs the goverenment and makes appointments to it 2. para anggota kabinet Presidensial hanya merupakan penasehat dan bawahan Presiden. dan pasti tidaknya jabatan Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan (fixed term of office). Menurut Duchacck perbedaan utama antara sistem Presidensil dan parlementer pada pokoknya menyangkut empat hal. Sedangkan pada negara yang bebebentuk republik dimana kepala negaranya diemban oleh Presiden pada setiap negara memiliki mekanisme yang berbeda. terpisah tidaknya personalia legislatif dan eksekutif (separation of legislatif and eksekutif personels). menerima duta besar dan perwakilan negara-negara asing. Sebagai mana dijelaskan di atas pada sistem pemerintahan parlementer terdapat pemisahan antara kepala negara dengan kepala pemerintahan. Sistem pemerintahan campuran dapat diartikan: . no overlaping in membership between the executive and the legislature. melantik dan mengambil sumpah Perdana Menteri beserta para anggota kabinet. abolisi dan rehalibitasi. Bagaimanakah cara pengisian jabatan kepala negara pada sistem ini? Pada negara monarchi dapat dipastikan kepala negaranya seorang raja menurut Duguit berdasarkan keturunan. mengangkat duta dan konsul. Menurut von Mettenheim dan Rockman sebagaimana dikutip Rod hague dan Martin Harrop sistem Presidensil memiliki beberapa ciri yakni : 1. neither or which can be brought down by the other (to forestall arbitrary use of powers). Presiden pada sistem Presidensil dipilih secara langsung oleh rakyat atau melalui badan pemilihan dan memiliki masa jabatan yang ditentukan oleh konstitusi. Di beberapa negara. dan para pejabat tinggi lainnya. kedua fungsi tersebut dijalankan oleh Presiden.

adanya pembagian otoritas didalam eksekutif. Menurut Duverger sistem ini memiliki ciri. Indonesia mengalami beberapa perubahan sistem pemerintahan. however. Bila Presiden tergangu oleh DPR maka Presiden punya Hak veto terhadap keputusan DPR (Disanalah maka dalam sistem presidensial Pemerintah tidak terlibat dalam membuat UU) dan Presiden juga punya hak bertanya langsung kepada rakyat (referendum). and can usually take emergency powers. a prime minister and minister who possess executive and governmental powers and can stay in office only if the parliament does not show its oppositions to them. Indonesia terus mencari suatu bentuk yang ideal. Kusnardi dan Harmaily Ibrahim mengatakan bahwa Indonesia di bawah Undang-Undang Dasar 1945 menganut sistim pemerintahan ³quasi Presidensial´. Rakyat langsung memilih presiden artinya legitimasi presiden (Pemerintah) langsung dari Rakyat. Sistem PRESIDENSIAL. 2. is responsible for day-to-day domestic government (including relations with the assembly) but the Presiden retains an oversight role. 3. dan dapat pada umumnya mengambil kuasa-kuasa keadaan darurat. Program pemerintah adalah program Capres pemenang pemilu yang ditawarkan saat kampanye. Konstitusi RIS. Program yang dijual dalam pemilu bukan program partai. He possesses quite considerable powers.He has opposite him. Didalamnya ditentukan bahwa Presiden mengangkat para menteri termasuk Perdana Menteri seperti sistem Presidensil. Sejarah ketatanegaraan Indoenesia sejak berlakunya Undang.Undang Dasar 1945 kemerdekaan. tetapi pada saat yang sama Perdana Menteri juga diharuskan mendapat kepercayaan dari parlemen seperti dalam sistem parlementer. 3.Semi-Presidenial government combines an elected Presiden performing political tasks with a prime minister who heads a cabinet accountable to parliament. tapi langsung dari rakyat. presiden tidak tergantung dari besar kecilnya dukungan DPR. karena Presiden adalah eksekutif. sistem pemerintahannya adalah Presidensil. Undang-Undang Dasar Sementara 1950 sampai dengan perubahan Undang-Undang Dasar 1945. responsibility for foreign affairs. Jadi pada sistem campuran ini kedudukan Presiden tidak hanya sebagai serimonial saja. 2. karena legitimasi presiden bukan dari DPR. adalah bertanggung jawab untuk pemerintah domestik sehari-hari tetapi memiliki tanggung jawab untuk urusan luar negeri. sebagiman dikatakan lebih lanjut: Jadi berdasarkan Pasal 4 ayat (1) dan Pasal 17 Undang-Undang Dasar 1945. ciri utamanya: 1. The Presiden of the republic is elected by universal suffrage. yakni : 1. tapi program sang Capres. Perdana Menteri pada umumnya ditugaskan oleh Presiden. Alasannya karena dilihat dari sudut pertanggungjawaban Presiden kepada MPR. usually appointed by the Presiden. sedangkan menteri-menteri adalah pembantu . 4. tetapi turut serta didalam pengurusan pemerintahan. The prime minister. Dalam menjalankan pemerintahan.

sebagai kepala pemerintahan dan sebagai mendataris MPR. (3) Presiden dan/atau Wakil Presiden dapat dimintakan pertanggungjawaban secara hukum apabila Presiden dan/atau Wakil Presiden melakukan pelanggaran hukum dan konstitusi. perubahan Undang-Undang Dasar 1945 telah menganut sistem pemeritahan Presidensil yang dapat menjamin stabilitas pemerintah.Presiden.Undang Dasar 1945 menurut Jimly Asshiddiqie memiliki lima perinsip penting. Dalam sistem pemerintahan Presidensil yang diadosi oleh Undang. melainkan bertanggungjawab langsung kepada rakyat yang memilih. (2) Presiden dan Wakil Presiden dipilih oleh rakyat secara langsung dan karena itu secara politik tidak bertanggungjawab kepada Majelis Permusyawaratan Rakyat atau lembaga parlemen. Jika pada UndangUndang Dasar 1945sebelum perubahan memiliki kelemahan yakni cenderung sangat executive hevy maka setelah perubahan hal ini tidak terwujud lagi. . Dengan perubahan ini Indonesia menganut sistem pemerintahan Presidensil. yaitu: (1) Presiden dan Wakil Presiden merupakan satu institusi penyelenggara kekuasaan esekutif negara yang tertinggi dibawah Undang-Undang Dasar. Dilihat dari sudut pertanggungan jawab Presiden kepada Majelis Permusyawaratan Rakyat. Perubahan Undang-Undang Dasar 1945 merubah sistem pemerintahan Indonesia. sebagai kepala negara. maka berarti bahwa eksekutif dapat dijatuhkan oleh lembaga negara lain kepada siapa Presiden bertanggung jawab maka sistem pemerintahan di bawah Undang-Undang Dasar 1945 dapat disebut quasi Presidensil Kekuasaan Presiden di dalam Undang-Undang Dasar 1945 sebelum perubahan yang dikatakan menganut sistim pemerintahan quasi Presidensial memiliki tiga kekuasaan sebagai yakni.

(5) Untuk membatasi kekuasaan Presiden yang kedudukannya dalam sistem Presidensil sangat kuat sesuai dengan kebutuhan untuk menjamin stabilitas pemerintah. Kelima ciri tersebut merupakan ciri sistem pemerintahan Presidensil yang dianut oleh Undang-Undang Dasar 1945 hasil perubahan. ditentukan pula masa jabatan Presiden lima tahunan tidak boleh dijabat oleh orang yang sama lebih dari dua masa jabatan. .(4) Para menteri adalah pembantu Presiden.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->