Transfer Belajar (Transfer of Learning

)
Posted by ARJUNA BAHAGIA 05:14, under PENDIDIKAN | 1 comment Istilah Transfer belajar berasal dari bahasa Inggris ³Transfer of learning´ yang berarti pemindahan atau pengalihan hasil belajar dari matapelajaran yang satu ke matapelajaran yang lain atau dari kehidupan sehari-hari diluar lingkungan sekolah. Adanya pemindahan atau pengalihan ini menunjukkan bahwa ada hasil belajar yang bermanfaat dalam kehidupan seharihari maupun dalam memahami materi pelajaran yang lain. Hasil belajar yang diperoleh dan dapat dipindahkan tsb. dapat berupa pengetahuan (informasi verbal), kemahiran intelektual, keterampilan motorik atau afektif dll. Bila hasil belajar (pengetahuan) yang terdahulu memperlancar atau membantu proses belajar yang kemudian maka dikatakan telah terjadi ransfer belajar yang disebut transfer positif. Misalnya materi pelajaran biologi memudahkan siswa untuk memahami dan mempelajari materi geografi. Sebaliknya bila pengetahuan atau pengalaman yang diperoleh lebih dahulu mempersulit proses belajar yang kemudian maka dikatakan telah terjadi transfer belajar negatif. Sehubungan dengan pentingnya transfer belajar maka guru dalam proses pembelajaran harus membekali si belajar dengan kemampuan-kemampuan yang nantinya akan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karenanya pelu diciptakan kondisi yang memungkinkan transfer belajar positip dapat terjadi. Apa saja harus diperhatikan seorang guru agar proses transfer belajar berlangsung secara positif ? seorang guru perlu menciptakan kondisi yang kondusif untuk terjadinya tansfer beberapa hal yang harus diperhatikan adalah : Kemampuan Asli Si belajar Keefektifan / kelancaran atau kemudahan transfer banyak dipengaruhi oleh kemampuan awal siswa atau pengetahuan yang lebih dahulu diketahui atau dikuasai. Suatu transfer akan mudah terjadi bila siswa sudah memiliki kemampuan awal yang berhubungan dengan materi tsb. Oleh karenanya untuk memudahkan proses transfer guru perlu mengetahui terlebih dahulu kemampuan awal siswa mengenai materi yang akan diajarkan. Kebermaknaan materi/bidang studi bagi si belajar Transfer belajar akan terjadi dengan lancar bila siswa merasakan/mengetahui kebermaknaan materi yang dipelajari bagi dirinya atau kehidupannya. Adanya makna/arti terhadap materi yang dipelajari akan menjadi pendorong bagi siswa untuk mempelajari materi tsb. Kebermaknaan ini pun akan memperlancar proses transfer. Cara Mengajar Transfer akan mudah terjadi bila penyajian materi dilakukan guru dengan menarik dan menggunakan berbagai matode yang bervariasi sehingga menarik dan meninggalkan kesan yang positif bagi siswa. Cara mengajar ini berhubungan dengan kemampuan guru untuk mengkaitkan materi pelajaran dengan kondisi / keadaan siswa yang dapat memotivasi siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Apa ada hubungan antara transfer belajar dengan pengembangan kurikulum ? Untuk menjawab pertanyaan tersebut ada beberapa pandangan mengenai hakekat belajar dan apa konsekwensinya terhadap pengembangan kurikulum di sekolah.

Teori Generalisai Menurut teori ini transfer belajar lebih berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk menangkap struktur pokok, pola dan prinsip umum. Bila seorang siswa mampu menangkap konsep, kaidah dan prinsip untuk memecahkan persoalan maka siswa itu mempunyai bekal yang dapat ditransferkan ke bidang-bidang lain diluar bidang studi dimana konsepo, kaidah dan prinsip itu mula-mula diperoleh. Maka siswa itu dikatakan mampu mengadakan ³generalisasi´ yaitu mampu menangkap ciri-ciri atau sifat-sifat umum yang terdapat dalam sejumlah hal yang khusus. Generalisasi semacam itu sudah terjadi bila siswa membentuk konsep, kaidah, prinsip dan siasat-siasat pemecahan problem. Jadi kesamaan antara dua bidang studi tsb. tidak terdapat dalam unsur-unsur khusus melainkan dalam pola, dalam struktur dasar dan dalam prinsip. Teori elemen identik Pandangan ini dipelapori oleh Edwar Thorndike yang mengatakan bahwa transfer belajar dari satu bidang studi ke bidang studi yang lain atau dari pengalaman hidup sehari-hari terjadi berdasarakan adanya unsur-unsur yang sama (identik) dalam kedua bidang studi itu. Makin banyak unsur yang sama maka akan semakin besar terjadinya transfer belajar. Dengan kata lain terjadinya transfer belajar sangat tergantung dari banyak sedikitnya kesamaan unsur-unsur. Misalnya antara bidang studi aljabar dan ilmu ukur dll. Menurut teori ini hakekat transfer belajar adalah pengalihan dari penguasaan suatu unsur tertentu pada bidang studi yang lain, makin banyak adanya unsur-unsur yang sama akan semakin besar terjadinya transfer belajar positip. Sementara itu Gagne seorang ahli psikologi pendidikan mengatakan bahwa transfer dapat digolongkan dalam empat kategori yaitu transfer positip, transfer negatif, transfer vertikal dan transfer lateran. Transfer positip dapat terjadi dalam diri seseorang apabila guru membantu si belajar untuk belajar dalam situasi tertentu dan akan memudahkan siswa untuk belajar dalam situasi-situasi lainnya. Transfer positif mempunyai pengaruh yang baik bagi siswa untuk mempelajari materi yang lain. Transfer negatif dialami seseorang apabila si belajar dalam situasi tertentu memiliki pengaruh merusak terhadap ketrampilan/pengetahuan yang dipelajari dalam situasi yang lain. Sehubungan dengan ini guru berupaya untuk menyadari dan menghindarkan siswa-siswanya dari situasi belajar tertentu yang dapat berpengaruh negatif terhadap kegiatan belajar dimasa depan. Transfer vertikal (tegak); terjadi dalam diri seseorang apabila pelajaran yang telah dipelajari dalam situasi tertentu membantu siswa tsb. dalam menguasai pengetahuan atau ketrampilan yang lebih tinggi atau rumit. Misalnya dengan menguasai materi tentang pembagian atau perkalian maka siswa akan lebih mudah mempelajari materi tentang pangkat. Agar memperoleh transfer vertikal ini guru dianjurkan untuk menjelaskan kepada siswa secara eksplisit mengenai manfaat materi yang diajarkan dan hubungannya dengan materi yang lain. Dengan mengetahui manfaat

dari materi yang akan dipelajari dengan materi lain yang akan dipelajari dikelas yang lebih tinggi diharapkan ia akan mengikuti pelajaran ini dengan lebih serius. Transfer lateral (ke arah samping) terjadi pada siswa bila ia mampu menggunakan materi yang telah dipelajari untuk mempelajari materi yang memiliki tingkat kesulitan yang sama dalam situasi lain. Dalam hal ini perubahan waktu dan tempat tidak mempengaruhi mutu hasil belajar siswa. Misalnya siswa telah mempelajari materi tentang tambahan, dengan menguasai materi tambahan maka siswa akan lebih mudah mempelajari materi yang lebih tinggi tingkat kesilitannya misalnya materi tentang pembagian. Contoh lainnya seorang siswa STM telah mempelajari tentang mesin, maka ia akan dengan mudah mempelajari teknologi mesin lain yang memiliki elemen dan tingkat kerumitan yang hampir sama.
http://junasakti.blogspot.com/2011/02/transfer-belajar-transfer-of-learning.html

PRINSIP PEMBELAJARAN GERAK DAN TRANSFER A. Motivasi dan teori drive Motivasi dapat di devinisikan sebagai mekanisme yang internal dan ransangan eksternal yang mempengaruhi prilaku secara langsung (Sage, 1977) Ada banyak teori motivasi. Satunya teori drive, memandang belajar sebagai pengembangan terhadap kebiasaan , yaitu dalam hal ini kebanyakkan masalah respon tingkah laku cocok dengan masalah gerakan yang perlu untuk di pecahkan. . Teori ini adalah suatu teori yang sangat kompleks dalam keseluruhan nya, tetapi penguraiannya sederhana dan berlaku untuk aktivitas fisik, kesannya bahwa bagaimana gerakkan itu muncul, sebagai contoh didalam seni dar tari koreografi atau penampilan keterampilan tertentu didalam suatu permainan, ini menghasilkan kebutuhan untuk kemampuan, kebutuhan untuk memecahkan masalah. Kebutuhan ini pada gilirannya dikembangkan sebagai pengarah dan suatu perangsang untuk belajar atau untuk memecahkan masalah dan juga suatu kebiasaan cara melakukan ketrampilan. Maka kita mulai untuk praktek. Pada mulanya kinerja tidaklah efektif, tetapi sukses datangnya dirasakan sebagai reward dan bertindak sebagai reinforcement (penguatan). Sebagai hasilnya suatu simpanan memori ditempa melalui stimulus dan respon. Hubungan stimulus dan respon dapat digambarkan : Sebagai peningkatan kinerja kita, agar kebiasaan diperkuat dan mendorong untuk melanjutkan pelajaran yang masih kurang. Dalam hal ini guru atau pelatih harus menyampaikan masalah ini untuk memlihara minat dan motivasi. Hal yang penting pada teori ini adalah bahwa belajar adalah penting untuk mengenali apa yang telah dipelajari tergantung dorongan, yaitu merangsang untuk melakukan dan menguasai keterampilan atau memecahkan masalah; tanpa pendorong, pelajaran tidak akan terjadi. Kita menganggap motivasi termasuk suatu konteks yang lebih luas.

B. Teori Asosiasi Masing-masing psikolog tidak sama menyatakan arti pentingnya teori belajar dalam hubungannya dengan stimulus dan respon untuk (kinerja). Teori belajar, yang memusatkan pada berbagai cara yang memusatkan pada berbagai cara yang dikenal dengan stimulus-respon (S-R) Atau Asosiasi Atau Connectionst Teori. Menurut mereka terdapat dua macam condisioning yaitu Istrumental dan clasical. 1. Clasical Kondisioning Ini adalah suatu format Dasar S-R belajar. Telah dipelajari oleh Pavlov, seorang Ahli Fisiologi Rusia yang menggunakan anjing sebagai obyeknya. Di dalam suatu eksperimen dikendalikan, ia memperkenalkan makanan kepada anjing lapar, lebih dulu memukul lonceng beberapa detik lalu memberi makanan. Mencium bau dan menglihat makanan menyebabkan anjing mengeluarkan air liur secara otomatis, sebagai refleks. Pada mulanya, bel tidak punya efek pada anjing (stimulus netral), tetapi setelah beberapa percobaan anjing memulai menyatu dengan bunyi bel dan makanan, dan mulai untuk mengeluarkan air liur secepat bel dibunyikan, bahkan sebelum makanan di produksi. Ini menunjukkan kepada guru atau pelatih harus memberikan contoh bukan prilaku baru, tetapi untuk memberi tindakkan dengan cara yang sama kepada suatu stimulus yang pertama dengan yang kedua. Contoh dalam belajar gerak pelatih atau guru memberikan gerak tertentu secara berulang-ulang untuk

kemudian dengan mudah dipelajari bagiannya dan semakin meningkatkan. Ini dapat dilihat dalam gambar . Pelatih mungkin: Memberikan keterampilan gerak dari yang kecil. Memperkuat koneksi antara stimulus dan respons. telah di pelajari) tidaklah sukses. atau dapat diberi oleh para guru dalam wujud pujian. Penguatan positif adalah suatu konsep secara langsung. 2. orang yang belajar harus melakukan sesuatu lewat cara tertentu sebelum diberikan reinforcement. tetapi membentuk dengan kendali tindakkan yang benar sekalipun. Rasa kepuasan dapat di hasilkan oleh hasil respon. law of efek. sebagai contoh suatu servis tenis. perilaku yang dipelajari tersebut operant prilaku. C. kemugkinan secara kebetulan. . tetapi cepat atu lambat. terutama sekali jika pelatih memberi pujian dan dorongan. tetapi dibuat oleh orang yang belajar dan terjadi secara alami. kakinya menyentuh dinding dan bertolak secara efektif. Kepuasan ini bertindak sebagi suatu hal fositif reinforce. Skinner memperluas teori operant pengaruh keadaan untuk meliputi konsep membentuk . Atau memperkenalkan keseluruhan keterampilan.membentuk respons secara refleks. Sekali keterampilan dipelajari. tidak ad kebutuhan untuk melanjut penguatan dan demikian dan dapat secara berangsurangsur menari mundur dan ditransfer kepelajaran yang lebih mengedepankan keterampilan. Jadi dalam belajar instrumental condisioning. tidak sama dengan metode klasik. kamu tidak bisa seketika menguatkan keseluruhan tindakan sebab tidak mungkin berhasil baik pada percobaan pertama. Walaupun banyak prilaku kita tidak reflaksif. untuk membangun keterampilan yang utuh. orang yang belajar tidak memiliki kontrol terhadap reinforcement. Adalah penting bukan untuk mengacukan penguatan negatif dengan hukuman. Usaha yang pertama di jungkir balik (operant prilaku. Skinner mengatakan belajar adalah suatu proses adaptasi atau penyesuaian tingkah laku yang berlangsung secara progresif. Contoh jika seseorang melakukan pelanggaran maka diberikan hukuman untuk tidak mengulangi lagi. tetap di kondisikan.F. Seorang perenang muda sedang belajar jatuh memutar. kemudian ada suatu kemungkinan ditingkatkan kemudian bisa terjadi lagi. maka diberikan hukuman untuk mencegah respon itu terjadi lagi. Atau dengan kata lain reinforcement tersebut bergantung pada perilaku seseorang merupakan instrumen dalam mendapatkan sesutu yang di inginkan. Perlu di ingat pujian merupakan salah satu reinforcer jika ingin diberi kepuasan kepada palajar. Ini adalah suatu perasaan baik. Atau dengan kata lain. ia mencetuskan tiga hukum belajar (Lae of reandiness. Hukum Thorndike s dalam Pembelajaran Thorndike (1932) sangat dipengaruhi oleh teori S-R. dan low exercise) terutama penting sekali dalam belajar keterampilan. Jika prilaku ini diberikan dalam beberapa cara. Jadi dalam belajar classical kondisioning. Hukuman diberi sebagai konsekwensi suatu respon. reinforcement tidak bergantung pada respons yang jelas. ketika digambarkan contoh gerakan jatuh berputar tersebut di atas. Ia menyebutnya dengan keterampilan komfleks. nampaknya kita memprogramkan untuk mencari reward atau kepuasan. Operant (Instrumental) Condisioning B. Penguatan negatif adalah agak lebih sukar untuk dipahami. Instrumental condisioning memudahkan awal belajar tentang keterampilan. Yang secara alami terjadi.

Law of Radiness (hukum kesiapan) Pembelajaran hanya dapat berlangsung ketika sistem nerves yang cukup matang untuk diberikan sesuai dengan koneksi S-R. karena itulah pentingnya latihan. tetapi banyak fsikolog . Dengan demikian untuk memungkinkan awal kesuksesan adalah penting bagi seorang pelatih atau guru untuk meggunakan feedback positif untuk penguatan dalam proses belajar. Menanggapi dengan seketika langkah awal sukses. Proses ini telah di kenal sebagai belajar trial and error . Tolman (1946) percaya bahwa prilaku adalah di arahkan oleh tujuan dan harapan. Teori Kongnitif Teori S-R telah menjadi sangat berpengaruh dalam membantu kita untuk memahami bagaimana orangorang menjadi trampil. hasil pengamatan dapat bertindak sebagai suatu reinforcer positif dan kegagalan sebagai hukuman. Permasalahan ini mendekati belajar keterampilan yang dapat memberikan pelajar untuk menentukan bad habit yaitu. yang menjadi lebih rumit dan canggih seperti pelajar lebih terampil. tanpa seorang guru atau pelatih hkuman bisa terjadi pengganti penguatan. khususnya sekaranga ini. Sejumlah teori alternatif. Ini tergantung pada pelajar mampu mengenali sukses dan untuk merasakan kepuasan respon atau sebagai alternatif untuk mengakui bahwa respon tidaklah sesuai dan untuk mencoba yang lain lagi.reinforce yang memuaskan dan dapat meningkatkan kekuatan atas sistem S-R dan meningkatkan respon secara berulang. Di dalam olahraga dan keterampilan pengetahuan yang membuat aktifitas tertentu.1. Law of Efek (Hukum efek) Pembelajaran terjadi ketika respon tertentu mempunyai pengaruh terhadap orang yang belajar. C. Suatu kelompok psikolog yang di sebut dengan gestaltists mencetuskan dua prinsip belajar: Pembelajaran dapat di percepat dengan penggunaan insight (pengertian yang mendalam) atau instuisi untuk memecahkan suatu masalah.yaitu ketika respon adalah reinforced (penguatan). Ini di sebut kogntif sebab arah penekanannya lebih cendrung kepada proses berfikir dan pada pemahaman bagaimana konsep berhubungan pada suatu dengan yang lain di banding dengan penjelasan dalam teori S-R. harus di kembangkan kemudian diimlementasi pada gerakkan striking dan keterampilan menangkap. Sebagai contoh. 2. maka pelajar termotivasi berbuat ke arah tujuan yang mereka inginkan. tetapi itu tidak memberikan pengembangan lebih lanjut. Law of exercise (hukuman latihan) Pengulangan memperkuat sistem S-R. yang dikenal sebagai teori kognitif yang di kemukakan. Walaupun suatu keterampilan munkin kelihatannya telah dipelajari secara efektif. Pengusaan belajar memastikan bahwa suatu keterampilan tidaklah mudah dilupakan dan dapat yang dilakukan dalam keadaan sulit dan bervariasi. variasi dan kesempurnaan manusia belajar tidak bisa di terangkan semata-mata dengan sistem S-R. Ini konsep sistm nerves ksiapan adalah sebagi tambahan pokok terhadap kekuatan otot dan sebagai kematangan. namun latihan lebih mengarahkan ke arah penguasaan belajar . dasar tubuh dan membentuk keterampilan. seperti olahraga senam sederhana. 3. menjadi mampu yang Tolman sebut dengan kognitif map tentang aktivitas. Mereka membantah bahwa tingkat. Jika pelajar mengetahui apa yang sedang di lakukannya untuk mencapai sesuatu. tidak percaya keseluruhan pendapat terdahulu. Pelajar maju kearah tujuan ( sebagai contoh. yang juga sebagai bahan pertimbangan yang sangat penting. seorang ahli senam dan pelatihnya mungkin .

Pelajaran adalah paling efektif ketika suau masalah di lihat secara keseluruhan atau ketika keseluruhan pola gerakan dapat dilatih. Recall schema adalah bagian yang berfungsi untuk menghasilkan gerakan. Teori Belajar Situasi Teori belajar sosial menjelaskan bagaimana prilaku kita di pengaruhi oleh prilaku dari orang lain. Satuan hubungan dapat di anggap sebagai jenis program. Pelatih dan para guru menggunakan teori ini ketika mereka mendemostrasikan kerjanya sebagai tehnik pembelajaran. tetapi tidaklah pasti bagaimana cara melakukan itu. D. Ini memungkinkan pelajar tersebut untuk memahami semua isu dan keterkaitan yang perlu untuk di pertimbangkan. Datu permasalahan dalam belajar observasional adalah bahwa para guru dan pelatih tidak bisa selalu mengendalikan pemaindalam pembelajaran. Ahli senam boleh mengadakan percobaan dengan bebeapa gagasan (trial and error ) yang membantu memperjelas permasalahan tersebut dan beragai kemungkinan. . Ini adalah bagan . Pelatih membantu memproses atau mengulamgi gerakan keterampilan. yang berhubungan dengan penggaandaan keterampilan. Demonstrasi adalah aplikasi terhadap memperagakan atau belajar observasional. Reproduksi motor mengacu pada usaha belajar keterampilan mana yang di peragakan. bagaimana tentang dan menghasilkan solusi gerakkan.inginn merangkai dua gerak pada suatu rangkaian pada senam lantai. tetapi satu set hubungan atau aturan yang menentukan hasil keterampilan. Adalah penting bahwa pelatih telah mempertunjukan dengan tepat dan juga pelajar mempunyai fisik untuk mampu lakukan tugas. tanpa telalu menekannya kebagian bawah. menentukan hasil kinerja. Orang cenderung untuk meniru apa menarik baginya dan termotivasi untuk mencapai. Pelatih dan para guru mnggunakan model ini ketika mereka: Menuntut bahwa pemain harus mengindahkan istruksi Ingatan adalah proses mengingat prilaku yang di peragakan. tetapi ia boleh juga mengambil beberapa kebiasaan tidak baik juga. Perhatian dan ingatan. F. Teori ini meyakini bahwa banyak perilaku sosial yang dipelajari melalui model pengamatan. yaitu dalam hubungan dengan bola. Suatu schema terdiri dari dua elements-recall dan pengenalan. Reproduksi motor dan motivasi. Oleh karna itu Gestaltists mendukung pelajar itu pelatihan servis tenis dengan sempurna. 1977) mengetahui bahwa apa yanga di simpan dalam memori bukanlah menentukan pola gerak (proram). Pelatih yang baik harus paham cara mmotivasi atau penguatan kepada pemain demi keberhasialan pemain. Bandura (1977) menyatakan bahwa ada empat proses belajar observational. ini yang di sebut insight atu intuisi. tetapi sesuatu yang sudah umum yang lakukan dengan cara berbeda menurut permintaan situasi. dan kemudian tiba-tiba berkata saya mengetahui. Demonstrasi adalah suatu tehnik pengajaran yang sangat baik dalam membentuk keterampilan ang trampil. Teori Bagan Teori bagan (schmidt. Seorang anak muda mungkin beklajar banyak sekitar keterampilan dari menyaksiakan pahlawan sepakbolanya. dan prilaku terampil tanpa kecuali. Dibuat atas simpanan informasi memori jangka panjang terdiri: Kondisi awal yang mempergerakan diproduksi.

Belajar Motorik dan Feedback Dua yang perlu kita catat : Kita ketahui bahwa pengetahuan adalah suatu aspek pengaruh utama dalam teori belajar S-R. Unsur-unsur informasi adalah: Konsekwensi sensorik. Ada beberapa jenis feedback yang berbeda-beda akan di tunjukan dalam gambar berikut. Tambahan feedback harus di susun oleh guru atau pelatih artinya feedback harus memberi (1) reinforement terhadap perbaikkan kinerja dan (20 membantu dengan mngoreksi kesalahan. Praktek hatus bervariasi dan relevan terhadap pemain atau kompetisi. yaitu kinaesthtetik perasaan terhadap gerakan. Sebagian besar penyelidikkan menyatakan bahwa feedback mempengaruhi pembelajaran. Penjelasan penyebab kesalahan . Apakah gerakan respon yang benar ingin dirasakan. Bagaimana feedback kinaesthtetic mempunyai peranan penting didalam belajar motorik. Schmidt (1977) ada beberapa inplikasi penting yang dikembangkan oleh teori schma untuk pembelajaran keterampilan motor: Seseorang belajar dari kesalahan. Feedback untuk informasi Feedback informasi salah satu asfek instrinsik maupun sekaligus sebagai tambahan. G. semua unsur-unsur ini di simpan dalam memori jangka panjang untuk masa depan gerakkan yang mungkin terjadi serupa.Spesifikasi respon yang di perlukan. Terminal feedback adalah penting dalam belajar. Hasil Respon. Hal ini meliputi : Hasi kinerja Mengoreksi dan kesalahan aspek. Pada awalnya informasi disimpan dalam memori jangka pendek beda dengan recall schema. Ketika suatu gerakan telah selesai. Bagan pengenalan adalah bagan yang bertanggung jawab untuk mengevaluasi respon gerakan. yaitu terjadi sebagai hasil pergerakkan. khususnya bagaimana guru atau pelatih dapat membangun feedback untuk membantu pelajar. yaitu bagaimana memulai dan bagaimana cara melakukannya. sebab memperkuat penyimpanan memori. Kita memahami peran feedback didalam belajar keterampilan sedikit lebih detil. Intrinsik > suatu konskwensi penampilan alami Di sajikan Oleh teacher/coach /video < Pengganti (tambahan) Internal > Diperoleh dari Propricioption Di peroleh dari luar tubuh < Eksternal itu Bersamaan > terjadi selama kinerja Terjadi setelah kinerja < terminal Immediate > terjadi dengan seketika mengikuti tindakkan Terjadi bervariasi periode setelah tindakkan< menunda Pengetahuan pada kinrja > feedback memberi informasi tentang gerakkan pada aksi Feedback memberi informasi tentang hasil akhir aksi < hasil pengetahuan 1. . yaitu kebutuhan gerakan.

Maka hukuman tersebut tidak brarti apa-apa bahkan dapat menurunkan semangat pemain untuk brkembang. pelatih juga membri pelajar sedikit pemahaman untuk mengevaluasi diri dan kesimpulan tentang kinerja yang dia capai.Perubahan tknik atau taktik untuk mengoreksi kesalahan. Memberi penguatan melalui pujian. Hukuman perlu: Dirasa seprti halnya oleh plajar. Feedback Reinforcement Reinforcement (penguatan) umumnya di gunakan pada awal langkah-langkah pemblajaran. terperinci secara teknis. dan seluruh tahap keterampilan terbuka. 3. sebelum mngoreksi kesalahan (Gambar) dan kmudian mmberikan kata-kata motivasi. Pelatih yang baik memberikan feedback informasi fositif dulu. Informasi diberikan sedikit-sdikit terapi pengulangan nya sering dan selalu di kaitkan dengan hasil atau kesuksesan gerakkan. karena pmain bukanlah malaikat dan ada kalanya berbuat jahat atau keberatan untuk menerima seorang pelatih atu nasihat guru. Dalam sport konteks penguatan positif pada umumnya berbentuk pujian dan dorongan. tujuan sistematis bisa di jangkau dalam melakukannya. Feedback sebagai Hukuman Pelatih dan para guru yang ideal mestinya tidak harus menghukum. Membantu mereka memahami sejauh mana ukuran penampilannya dapat diperlukan untuk mencapai . Diberikan setelah peringatn. Hukuman membawa resiko dan harus digunakan dengan pantas dan hanya saja jika semua bentuk feedback nampak tidak seprti efektif atau tidak pantas. Contoh seorang pelajar telah melakukuan gerakkan guling kedepan. Untuk pemula. Penentuan sasaran dalam olahraga adalah suatu unsur penting di dalam belajar dan guru atau pelatih yang baik mmastikan dngan jelas bahwa pelajar mempunyai. Penguatan positif diberikan untuk memperkuat teknik yang di inginkan dapat digunakan untuk membentuk respon. Efeknya adalah anak akan berusaha untuk mrningkatkan tingkah laku yang di tampilkannya. jelas dan sederhana. berarti tingkah laku yang di tampilkan tersebut diterima atatu diinginkan. berikanlah penguatan dengan pujian agar pelajar tersebut berusaha agar gerakan lbih baik lagi. Bila kualitas geraknya itu bisa di anggap memadai walaupun tidak begitu baik. 2. Fedback motivasional mmberi informasi kpada pelajar sekitar kemajuan mereka ke arah tujuan tersebut. Mengapa perubahan ini di usulkan. Dipusatkan pada urutan dan pemilihan waktu sedemikian rupa sehingga program motor dapat berjalan secara efektif. feedback informasi seharusnya ringkas. Digunakan untuk mnghindari perilaku yang tidak di inginkan. Digunakan secara konsisten dan wajar. Disertai dengan penguatan fositif dan feedback motifasional. Dapat brupa tambahan atau intrinsik. Feedback sebagai motivasi Pelajar termotivasi ketika mempunyai tujuan yang jelas dan ingin mencapainya. 4. Hukuman mestinya tidak: Kontak fisik atau melibatkan fisik. Sebelum memberi feedback. Merusak harga diri pelajar Disampaikan saat frustasi atau kemarahan.

Transfer didefinisikan sebagai efek pelajaran dan kinerja suatu keterampilan yang di pelajari dialihkan kesituasi lain yang berbeda. Semakin besar perbedaan. Stage-T0-Stage . legleg). Efek kebanyakan jelas nyata transfer dari lebih ocok dengan tubuh kepada yang tidak cocok.Kemampuan tidak mentransfer secara total kepada penampilan keterampilan yang menopang. Dan perlu dicatat bahwa tidak semua transfer dapat meningkatkan pelajaran.Transfer positif mungkin haya terjadi jika kondisi-kondisi lingkungan adalah serupa pada kedua situasi. 2. Stallings (1982) mengidentifikasikan berbagai bentuk transfer sebagai tambahan terhadap kategori umum seperti pada konsep berikut. Para guru dan pelatih mencoba untuk menggunakan transfer positif kapan saja.Menurut kondisi-kondisi belajar tertentu (Stalling. Sebagai contoh apakah keterampilan memasukkan bola basket yang dilatih khusus diluar permainan bisa dialihkan dengan hasil yang sama ke dalam permainan yang sebenarnya.213) mengetahui prinsip keterampilan. Pola gerak pundamental dan hirarki kendali motor utama. 1982. lebih besar kemungkinan terjadi transfer positif. P.tujuan mereka. Limb-To-Limb . Abilities-To-Skill . Ini adalah disebut transfer keterampilan mendapat literatur. 4. kedalam tujuan (mungkin dalam kaitan dengan pengalaman terbaik pribadi atau posoisi di liga) adalah suatu strategi motivasional sangat menolong. Jika keterampilan beberapa bagian memiliki persamaan tetapi mempunyai perbedaan khusus ada terjadi transfer negatif.(Bi-Lateral) transfer positif belajar dan latihan terjadi diantara otot (hand-hand. Principles-To-Skill . Mencontohkan pengalaman kejuaraan nasional. 1. Atlet belajar taktik dan teknik baru lebih efektif jika pelajaran baru merupakan andalan dan terkait dengan keterampilan telah dipelajari. Transfer adalah suatu konsep kompleks dan bukanlah mudah untuk menerapkan dalam proses belajar mengajar. 6. Tetapi kebanyakan memuaskan feedback motivasional tentang kemajuan dari pengakuan atau cerita guru dan pelatih. tetapi kontribusinya mantap. semakin sedikit kemungkinan ada transfer positif. Fakta menyatakan sedikit positif jangka panjang transfer positif. Pembelajaran Transfer Teori schema nampaknya mengandung aspek tertentu untuk mempelajari salah satu keterampilan dapat menentukan penampilan di situasi lainnya yang srupa. Practice-To-Performance . 3. Tabel perkembangan dan pelatihan atau buku harian kompetisi adalah bermanfaat dalam semangat. 5. Apa yang dapat kita belajar dari literatur riset ? Semakin besar persamaan yang nyata diantara beberapa keterampilan. Pelatih atau para guru perlu menekankan persamaan diantara beberapa keterampilan ketika pengajaran untuk transfer (yaitu dengan praktek pemain dibiarkan melemparkan bola dengan tangan . sebab membantu plajar untuk melihat peningkatannya.Pengembangan keterampilan motorik tergantung pada masing-masing yang membuat keterammpilan baru dan mereka mempelajari sebelumnya.Antar dua keterampilan. H. akan meningkatkan pelajaran dan hasil keterampilan. Singer (1982) mengacu pada hubungan sekarang dengan kemudian dan menyatakan bahwa kita jarang belajar secara total tentang keterampilan baru stelah setahun. Utamanya membri kepercayaan diri dan kepercayaan untuk melanjut latihan elalui untung dan ruginya blajar. Skil-To-Skill . yaitu kecepatan badan berputan.

dalam suasana pembelajaran gerak aspek transfer nebhadu ciri utama keberhasilan pembelajaran. Prinsip umum permainan pertahanan dan serangan dapat ditransfer ke permainan invasi.com/2010/06/prinsip-pembelajaran-gerak-dan-transfer.html . Ini mendukung prinsip latihan yang menyatakan bahwa perubahan menetap yang terjadi sebagai hasil dari belajar harus bisa digunakan pada saat diperlukan. Dengan demikian. Transfer merupakan aspek penting dalam pembelajaran.sebelum mencoba suatu exploitasi permainan dengan alat dan tongkat). menendang sepak bola). Pemahaman taktis dapat ditransfer (yaitu zona pertahanan bola basket dan netball). lebih cocok dengan anggota tubuh sebelum transfer dicoba kepada yang lain. Pada aktivitas transfer bilateral adalah pendorong (yaiut dribling bola basket. itu adalah penting bahwa keterampilan sungguh baik dipelajari. Diposkan oleh wen gayo di 21:37 Reaksi: http://wengayo. Semakin banyak keterampilan pada awalnya telah dipelajari semakin efektif dalam transfer.blogspot.

Jakarta Yusep Rosmansyah. . Agar proses transfer of knowledge berhasil maka perlu ada tahap-tahap melakukan transfer of knowledge yang harus diikuti. Multimedia Solusi Prima . perencanaan dan eksekusi.STRATEGI PELAKSANAAN TRANSFER OF KNOWLEDGE DALAM PROYEK IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI Henry Pandia. Dari sudut pandang pembelajaran ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam mendesain sebuah proses transfer of knowledge. Meskipun demikian. faktor yang perlu diperhatikan adalah faktor change management. Faktor-faktor tersebut secara bersama-sama perlu menjadi pertimbangan dalam mendesain skenario transfer of knowledge. yaitu: kognitif. yusep@lss. Sedangkan dari sudut pandang implementasi sistem informasi. pandiahenry@yahoo.ac. karena terlalu fokus pada sistem yang dibangun aspek transfer of knowledge sering kali kurang diperhatikan. Keberhasilan secara keseluruhan proyek implementasi sistem informasi sangat tergantung pada sukses tidaknya proses transfer of knowledge.ee. yaitu: inisiasi.id STEI ITB Bandung ABSTRAK Transfer of knowledge merupakan salah satu aspek penting terkait dengan proyek implementasi sistem informasi. budaya dan motivasi.itb.com PT.

apa gunanya mobil baru yang naik kereta kuda dan berganti menggunakan mobil. strategi bisa menjalankan mobil nya. bagus tetapi tidak ada orang yang bisa maka organisasi membutuhkan orang-orang yang mengendarainya. Kemampuan pelaksanaan TOK diperlukan untuk menjamin menjalankan sistem informasi yang baru kesiapan sumber daya manusia. Transfer of Knowledge (TOK) atau pembelajaran Kesiapan pegawai dengan implementasi yang merupakan faktor yang mutlak harus dilakukan dilakukan merupakan faktor yang sangat krusial dalam sebuah proyek implementasi sistem informasi. Ibarat membeli Ibarat berganti kendaraan. yang tadinya organisasi kenderaan tadi. melainkan membutuhkan sebuah proses TOK yang bisa saja menghabiskan dan membutuhkan .Kata kunci: transfer of knowledge TOK yang dapat menjamin kebutuhan 1. bagi keberhasilan proyek. PENDAHULUAN kompentesi tersebut dipenuhi. diimplementasi tidak serta merta didapatkan begitu saja. Karena itu.

Dana tersebut Sains kognitif berkata bahwa manusia dapat seringkali terbatas sehingga dibutuhkan sebuah menerima konsep-konsep baru jika hanya jika konsep strategi pelaksanaan agar dengan dana yang tersebut tidak terlalu jauh dengan apa yang manusia terbatas tersebut diperoleh hasil yang maksimum. dan ketika implementasi sistem kegagalan proses TOK. mentransfer informasi kepada karyawan. waktu untuk proses TOK terbatas. Ini berarti faktor change management.1 Faktor Kognitif dialokasikan oleh organisasi. Hal ini Implementasi sistem informasi membutuhkan menyebabkan mengapa manusia membutuhkan sumber daya manusia dengan kompetensi waktu yang cukup untuk mempelajari sebuah subjek tertentu. 2.2. faktor motivasi dan membutuhkan SDM yang sudah siap. Manusia harus belajar selangkah demi selangkah dari waktu ke waktu. Ada beberapa faktor yang menjadi pertimbangan Agar berhasil. Salah satu teknik untuk membuat proses TOK Proses TOK membutuhkan dana yang harus dapat berjalan dengan cepat dan efektif adalah . Faktor-faktor tersebut adalah informasi berjalan. FAKTOR-FAKTOR PERTIMBANGAN resources dan effort yang besar. dan masing-masing konsep baru harus meresap terlebih dahulu sebelum dapat memberikan signal yang kompatibel untuk konsep selanjutnya dibangun di atasnya. Faktor-faktor strategi pelaksanaan. faktor budaya. Dibutuhkan sebuah strategi pelaksanaan yang baru. proses TOK membutuhkan sebuah dalam melaksanakan proses TOK. Strategi tersebut dibutuhkan tersebut bila dipertimbangkan dengan benar akan karena beberapa alasan berikut: memberi dampak yang baik bagi keberhasilan proses Proyek implementasi dilakukan dalam jangka TOK dan bila diabaikan dapat menjadi penyebab waktu tertentu. tersebut sudah ketahui sebelumnya. maka perusahaan faktor kognitif.

level yang paling tinggi (aktualisasi diri). Salah satu cara pembelajaran adalah motivasi. maka knowledge (makanan. hal yang dibutuhkan untuk mencukupi kebutuhan ini akan menjadi adalah membuat pola knowledge yang tampak lebih motivasi manusia untuk melakukan tindakan. dan pakaian) sampai pada akan ditransfer secara streamline. manusia. perlindungan. Dengan cara ini.2 Faktor Motivasi dengan memecah-mecah knowledge yang akan Menurut Maslow. Usaha Pada saat melakukan TOK. maka setiap orang siap merentangkan tangan untuk merangkul informasi selalu berada pada kondisi level kebutuhan tertentu baru.2. menerima dan memproses secara paralel input-input Faktor lain yang perlu diperhatikan dalam proses dari berbagai indera (chanel input). yang akan memotivasi orang tersebut untuk Otak sebagai media penyimpan knowledge dapat melakukan sesuatu. Pada pembelajaran . mulai dari level yang paling bawah maka sekali proses TOK dilakukan. ada lima hirarki kebutuhan ditransfer menjadi paket-paket kecil. Sesuai dekat dengan knowledge lama sehingga penerima dengan konsep Maslow di atas.

untuk menambah kecepatan proses belajar adalah orang dewasa ada enam faktor yang biasanya menjadi dengan menggunakan beberapa chanel input sumber motivasi.1 Faktor Budaya Ada teori yang mengatakan bahwa kognisi rekomendasi seseorang yang secara formal juga dibentuk oleh budaya secara umum khususnya . maupun orang dewasa. simulasi untuk mendapatkan komunitas dan persahabatan visual dan grafik. Social relationships sebuah teknik pembelajaran yang mengadopsi konsep Kebutuhan menjalin hubungan sosial seperti pemanfaatan berbagai input secara paralel. mengikuti harapan atau 2. Accelerated Learning adalah a. External expectations Mengikuti pembelajaran karena menuruti arahan dari seseorang. memenuhi kebutuhan mencampur antara bercerita dan membaca. Cara tersebut mempercepat proses merupakan salah satu motivasi orang dewasa pembelajaran secara signifikan baik untuk anak-anak mengikuti pembelajaran. misalnya: menemukan teman baru. b. yaitu [4]: sekaligus secara efektif.

peningkatan profesionalisme dan agar Setiap orang sudah memiliki banyak latar dapat tetap bersaing dengan kompetitor. Mungkin kita pernah menjumpai penggunaan c. Pada konsep ini. pekerjaan. maka proses Mendapatkan status yang lebih tinggi dalam pembelajaran menjadi lebih sulit. yang mana hanya latar belakang sosialMeningkatkan kemampuan untuk melayani budaya tertentu yang memberikan arti yang tepat orang lain. Personal Advancement belakang dari mana knowledge berasal. belakang budaya sendiri-sendiri yang akhirnya e. knowledge dapat kelompok tertentu.mempunyai otoritas. Sebaliknya. bahasa. Ada Mengikuti proses pembelajaran untuk . mempersiapkan diri untuk melayani pada kata tersebut. Escape/Stimulation membangun budaya tertentu dalam dirinya. dan meningkatkan diterima dan membenam dengan hanya kemampuan untuk berpartisipasi dalam membutuhkan sedikit langkah. jika kita komunitas pekerjaan. Social welfare sebuah kata. mempunyai budaya yang berbeda dengan latar d.

budaya berhenti dari rutinitas di rumah atau pekerjaan dimana dia dibesarkan. seseorang memiliki budaya pengetahuan untuk memuaskan kebutuhan sendiri namun mempunyai kemampuan untuk pikiran. Pada kasus TOK. Cognitive interest budaya komunitas hobbi dimana dia ikut bergabung Belajar untuk pembelajaran itu sendiri. budaya dalam sehari-harinya. dapat dilihat latar belakang budaya merupakan alat untuk Menemukan kebutuhan dan motivasi belajar dari menetapkan nilai dan kepercayaan yang memberikan karyawan di semua jenjang struktur organisasi akan konteks dan cara pandang. lingkungan pekerjaan. maka organisasi dapat langkah untuk meningkatkan motivasi karyawan mendesain sebuah metoda dan materi TOK yang dalam mengikuti proses TOK.3 Change Management Implementasi sistem informasi umumnya dalam penanganan sistem yang diimplementasikan. kebijakan sampai level mana organisasi ingin terlibat 2. mencari dan sebagainya. menyerap budaya lain. Kebijakan tersebut harus jelas karena akan .budaya utama dan yang paling besar yang biasanya menghilangkan rasa jenuh. Intinya. Dengan mengenal budaya memungkinkan organisasi dapat mengambil langkahkaryawan yang ada. budaya komunitas profesi atau f. berdampak pada terjadinya perubahan yang radikal. budaya dimana dia dan mencari sisi yang kontras dari kehidupan memperoleh pendidikan formal. mencari cara untuk paling berpengaruh pada diri setiap manusia.

yaitu [2]: organisasi dapat bekerjasama dengan vendor yang Perubahan budaya dan nilai-nilai dasar melakukan implementasi atau menggunakan jasa perusahaan. strategi perusahaan. organisasi harus mengambil langkah-langkah untuk menangani permasalahan 2. atau dapat diukur. Hasil inisialisasi kebutuhan kompetensi haruslah Perubahan cara kerja untuk meningkatkan dituangkan dalam statemen-statemen yang jelas dan efisiensi. perubahan strategis. change). ada tiga macam Dalam menginisialisasi kebutuhan kompetensi. Kompetensi existing . konsultan yang kompeten. Perubahan arah/fokus bisnis.Perubahan radikal terjadi bukan karena pemanfaatan menentukan kebutuhan kompetensi yang perlu teknologi informasi melainkan karena berubahnya dipenuhi. Karena itu. peningkatan penghasilan. Hal ini akan memudahkan organisasi pemakaian sumber daya-sumber daya. Menurut Kasali. dalam merencanakan proses TOK dan mengukur Secara alami manusia memiliki sifat tidak mau apakah kompetensi tersebut sudah dipenuhi atau berubah atau enggan untuk berubah (resistence to belum.

faktor change management perlu menjadi faktor yang dipertimbangkan dalam proses TOK. proses TOK juga rentan terhadap 3. TAHAPAN-TAHAPAN Mempertimbangkan faktor-faktor yang sudah kegagalan. penting untuk mengetahui kondisi awal darimana negosiasi. Kotter & Inisialisasi kompetensi existing adalah proses Schelesinger memperkenalkan teori pendekatan menginisialisasi kompetensi yang dimiliki karyawan untuk mengatasi masalah keengganan untuk berubah organisasi saat ini pada semua tingkatan. manipulasi dan paksaan [3]. maka kemajuan hasil TOK yang dicapai. partisipasi. Karena itu. 3. Hal ini tersebut.keengganan untuk berubah tersebut. proses TOK dilakukan dan dapat menjadi acuan Melihat sifat-sifat perubahan tersebut. . Pendorong dan ancaman Seperti halnya proyek implementasi sistem informasi sendiri. proses menginisialisasi faktor dibahas di atas. fasilitasi. yaitu: komunikasi. maka ada beberapa tahapan-tahapan penunjang dan ancaman perlu dilakukan untuk yang dapat dilakukan agar proses TOK dapat berhasil.

1 Tahap Inisiasi Tahap inisiasi merupakan tahap awal dalam peranan masing-masing. menjadi faktor pendorong dan ancaman untuk Kompetensi yang dibutuhkan organisasi pasca suksesnya proses TOK. 1. Tahapan-tahapan tersebut adalah sebagai berikut: Pelaksanaan TOK melibatkan banyak pihak dan kesuksesan pelaksanaannya tergantung bagaimana pihak-pihak tersebut dapat bersinergi menjalankan 3. Pada tahap ini ada terlibat perlu diinisialisasi faktor penunjang dan beberapa hal yang perlu diinisiasi oleh organisasi. yaitu: Ada beberapa faktor yang dapat dianggap akan 1. ancaman yang mungkin muncul. Dari setiap pihak yang strategi pelaksanan TOK. yaitu: implementasi dapat dilihat dalam dua dimensi. Motivasi Dimensi pertama adalah dimensi struktur organisasi Motivasi karyawan dapat menjadi faktor yang dan dimensi kedua adalah ruang lingkup penanganan mendukung suksesnya proses pelaksanaan TOK dan .meminimalisasi resiko gagal. Kompetensi yang dibutuhkan.

motivasi karyawan. kemudian membuat kebijakan untuk meminimalisasi perbaikan atau pengembangan. Pada dimensi pertama. Yang dimaksud ruang lingkup penanganan juga dapat menjadi faktor penghambat. kompetensi dalam dimensi penanganan sistem. maka organisasi sistem informasi membutuhkan strategi yang berbeda tahap selanjutnya adalah melakukan perencanaan. Metoda Pembelajaran 3. pemeliharaan. Budaya perusahaan dalam struktur organisasi. dengan proses pembelajaran yang dilakukan di Tahap perencanaan ini diawali dengan melakukan . kompetensi yang dibutuhkan pada setiap tingkatan 2.2 Tahap Perencanaan Proses TOK dalam sebuah proyek implementasi Setelah melakukan inisialisai. Organisasi sistem adalah apakah organisasi ingin menangani perlu menginisialisasi motivasi dari karyawan dan sistem sampai pada level operasional. maka organisasi harus terlebih dahulu menentukan 2. perusahaan yang ada akan menunjang pada proses Sebelum melakukan inisialisasi kebutuhan pelaksanaan TOK atau akan menjadi ancaman. Sedangkan dalam dimensi Budaya perusahaan memegang peranan penting ruang lingkup penanganan sistem organisasi dalam sukses atau gagalnya proses TOK.sistem. Organisasi melakukan inisialisasi kompetensi berdasarkan perlu menginisialisai budaya perusahaan yang ada kebutuhan kompetensi pada setiap level penanganan saat ini kemudian menganalisa apakah budaya sistem informasi. ancaman yang mungkin datang karena kurangnya maka organisasi perlu menginisialisasi kompetensi.

latar belakang analisa gap tersebut akan diperoleh kompetensi apa budaya. Tahapan oleh Malcolm Knowles dalam publikasi yang perencanaan dalam pelaksanaan proses TOK berjudul "The Adult Learner. pendekatan Pada tahapan perencanaan organisasi perlu pembelajaran pedagogis seperti yang dilakukan menerjemahkan kebutuhan-kebutuhan yang sudah disekolah-sekolah tidak dapat diterapkan. bagi proses TOK. . pengukuran dewasa yang dikenal dengan istilah andragogi. metoda mengungkapkan teori belajar yang tepat bagi orang pembelajaran. A Neglected Species" mencakup pada perencanaan materi. Hal ini disebabkan oleh faktor usia analisa gap antara kebutuhan kompentensi pasca dimana para karyawan adalah orang-orang dewasa implementasi dan kompetensi existing saat ini. Karena itu. diidentifikasi kedalam tujuan-tujuan yang hendak Pembelajaran pada orang dewasa dikembangkan dicapai dan bagaimana mencapainya.sekolah-sekolah. Dari yang sudah memiliki pengalaman. perangkat pembelajaran. pendidikan yang beragam yang dapat yang masih kurang pada setiap jenjang dalam struktur menjadi faktor yang bersifat positif maupun negatif organisasi.

Metoda pembelajaran dikembangkan dengan 1. Materi pertimbangan karateristik orang dewasa berikut ini Agar dapat menguasai kompetensi baru. jawab keluarga dan pendidikan sebelumnya.dan biaya yang dikeluarkan. sendiri. tanggung konsep. maka [4]: karyawan harus mendapatkan materi knowledge yang 1. Materi-materi yang sudah dikelompokkan . Materi-materi yang perlu diberikan tersebut 2. Orang dewasa adalah autonomous dan selfbaru. Organisasi harus menginisialisasi kebutuhan directed. Orang dewasa membutuhkan materi yang harus diberikan untuk memberikan kebebasan untuk menentukan arah mereka kompentesi baru kepada karyawan. Orang dewasa sudah memiliki dasar yang kemudian perlu dipecah-pecah menjadi kelompok diperoleh dengan mengakumulasi pengalaman materi yang kecil-kecil kemudian dikelompokkan ke hidup dan pengetahuan yang mungkin dalam kelompok-kelompok yang berhubungan secara berhubungan dengan aktivitas kerja.

Materi-materi ini Mereka harus melihat suatu alasan untuk belajar akan diberikan dengan mulai dari yang paling dekat sesuatu terlebih dahulu. Selama tersebut kemudian disusun berdasarkan tingkat dalam proses pembelajaran. Orang dewasa bersifat praktis. 5. mulai dari yang paling dekat 4.3. mereka fokus TABEL 1 PERBANDINGAN METODA-METODA PEMBELAJARAN [5] Metoda Kelebihan Kelemahan Presentasi Menjaga kelompok bersama-sama dan pada kondisi yang Menjemukan jika dilakukan dalam waktu yang lama tanpa sama partisipasi peserta Mudah untuk mengendalikan waktu Sulit untuk mengukur jika peserta sedang belajar Berfungsi pada kelompok besar Daya ingat terbatas Role Play Membantu ingatan Membutuhkan waktu persiapan Dapat mempraktekkan skill yang baru dalam lingkungan Mungkin sulit dilakukan penyesuaian untuk semua peserta yang terkontrol Membutuhkan waktu yang cukup untuk menyelesaikan latihan Peserta terlibat secara aktif dan mendapatkan umpan balik . mereka biasanya kedekatan dengan kompetensi yang sudah dimiliki mengetahui apa tujuan mereka ingin terlibat. Orang dewasa adalah relevancy-oriented. Orang dewasa bersifat goal-oriented. oleh karyawan saat ini. dan diakhiri dengan yang paling jauh. sampai kepada yang paling jauh.

.penyerapan knowledge oleh karyawan dan melihat karateristik orang dewasa di atas. maka perlu apakah karyawan sudah siap untuk menerima direncanakan metoda pembelajaran yang sesuai knowledge berikutnya. secara berkala untuk melihat perkembangan proses Dengan mempertimbangkan karateristik. Seperti umumnya pelajar.Membaca Menghemat waktu Menyebabkan kebosanan jika dilakukan lama tanpa interupsi sendiri Materi dapat digunakan di lain waktu Peserta membaca dengan kecepatan berbeda Menjamin konsistensi informasi Sulit mengukur apakah peserta belajar Kelompok Tetap menjaga ketertarikan dan keterlibatan peserta Titik pembelajaran dapat membingungkan atau kehilangan arah Diskusi Peserta dapat membagi pengalaman dan pengetahuan Beberapa peserta dapat mendominasi diskusi Pembelajaran dapat diobservasi Mengontrol waktu lebih sulit Studi kasus Membutuhkan keterlibatan peserta Informasi harus akurat dan up to date Dapat memicu kinerja yang dibutuhkan setelah training Membutuhkan waktu yang cukup untuk menyelesaikan kasus Pembelajaran dapat diobservasi Peserta dapat menjadi terlalu tertarik pada konten kasus Demonstrasi Membantu pengertian dan ingatan Harus tepat dan relevan pada peserta Memicu ketertarikan peserta Membutuhkan waktu yang lama untuk persiapan Memberikan model untuk diikuti peserta Demonstrasi mungkin sulit dilihat oleh sebagian peserta pada aspek-aspek pelajaran yang paling banyak Selain dari metoda dan alat ukur yang digunakan. Pengukuran dapat dilakukan untuk ditunjukkan rasa hormat. yang dibutuhkan dan kompetensi yang ingin dicapai. organisasi juga merencanakan waktu untuk 6. dengan pertimbangan pada peserta. materi dan waktu Dalam merencanakan pengukuran hasil TOK. ada beberapa pokok penting yang perlu diperhatikan Beberapa metoda pembelajaran. orang dewasa perlu pengukuran hasil TOK. berguna pada pekerjaan mereka. kelebihan dan oleh organisasi.

* Pengukuran haruslah berorientasi pada Dari metoda-metoda pembelajaran di atas dapat peningkatan kompetensi penerima. * Pengukuran dilakukan untuk mengukur 3. dilakukan. Media efektifitas materi terhadap peningkatan Media TOK adalah segala alat bantu yang kompentensi penerima. Organisasi dapat saja memilih metoda kompetensi yang dituntut dari penerima. yang berbeda untuk setiap topik TOK dan metoda * Pengukuran dilakukan untuk mengukur yang berbeda untuk setiap tingkatan dalam struktur keefektifan dan keefisienan program TOK yang organisasi. Waktu Pelaksanaan berupa apa saja yang penting dapat merangsang . dipilih mana yang paling sesuai dengan kondisi * Ruang lingkup pengukuran mencakup organisasi. Media tersebut dapat 5.kelemahannya dapat dilihat pada Tabel 1. digunakan untuk mempercepat proses penerimaan knowledge oleh penerima.

Secara umum mengendap dan siap menerima konsep berikutnya . siap untuk melangkah ke jenjang selanjutnya dan . adanya instruksi dari pemberi knowledge. waktu pelaksanaan proses TOK pikiran. perasaan. perhatian. perlu direncanakan alokasi waktu setiap * Membantu penerima untuk mendapatkan tahapan pembelajaran sehingga memberikan waktu pengalaman yang berhubungan dengan bagi penerima knowledge menyerap ilmu baru dan knowledge yang akan ditransfer. Media pembelajaran dapat juga berupa mengatakan. Dibutuhkan waktu agar seseorang situasi atau kondisi yang didesain untuk dapat menerima konsep yang baru. namun disisi lain ilmu kognitif knowledge.Dari satu sisi. membiarkannya memungkinkan terjadi proses TOK. Karena itu. media TOK digunakan untuk hal-hal sebagai berikut: Artinya pelaksanaan TOK tidak dapat dilakukan * Membantu dan memicu penerima untuk terus-menerus tanpa henti tanpa memperhatikan membahas atau mendiskusikan sesuatu tanpa kemampuan penyerapan penerima knowledge. kemampuan dan dibatasi oleh waktu selesainya proses implementasi keterampilan penerima untuk siap menerima sistem informasi.

ada beberapa hal yang perlu diperhatikan: yang harus dialokasikan oleh organisasi. Biaya Dalam memilih atau mendesain sebuah media Proses pelaksanaan TOK membutuhkan biaya TOK. ada . 2. dari sisi proyek implementasi sistem informasinya * Membantu penerima untuk menyerap knowledge sendiri. masalah yang tidak bersifat instruksional.* Memicu keingintahuan penerima untuk menggali juga masih dalam batas tenggang waktu yang dilihat dan mendapatkan ilmu yang lebih dalam. yang sudah dibagikan.3 Tahap Pelaksanaan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada Sebelum melaksanakan proses TOK. melainkan lebih bersifat pemberian kegiatan TOK yang dilakukan. maka digunakan untuk memberikan informasi secara organisasi perlu merencanakan biaya untuk setiap langsung. Media yang dikembangkan hendaknya tidak tidak membengkak secara tidak terkendali. 6. Agar biaya 1. Media yang ada haruslah menuntut penerima 3.

.P & Schlesinger. seperti Proses pembelajaran membutuhkan pengukuran mengeluarkan kebijakan dari manajemen puncak untuk mengetahui hasil dari pelaksanaan sebagai landasan hukum pelaksanaan proses pembelajaran. Kebijakan manajemen puncak juga perencanaan agar metoda. Kasali. Choosing . REFERENSI materi dan metoda TOK telah dikomunikasikan 1. proses TOK. Pengukuran membutuhkan TOK. Gramedia. Gagné.A. rencana pelaksanaan. Rhenald. ruang lingkup.M. Menyelesaikan aspek-aspek politis. L. New dengan pihak-pihak yang terkena dampak secara York: Holt. Inc (1965). J.dengan bantuan pemberi knowledge. antara lain: 4. 3. beberapa langkah-langkah pengkondisian awal yang perlu diperhatikan. Pengukuran 1. The Conditions of Learning. Rinehart and Winston. lansung maupun tidak langsung dari pelaksanaan 2. 2. alat ukur betul-betul berfungsi untuk mencegah adanya penolakan menggambarkan hasil dari keadaan yang sebenarnya. Change. R. Tujuan. Jakarta 2006. Memberikan kebijakan yang jelas dan 3. Kotter. dari elemen-elemen dalam organisasi.

16 Februari 1999. Cambridge University Press (1984).D. John & Belletti. and Gowin... B. 1991. KESIMPULAN 8. dengan kesuksesan atau kegagalan proses TOK. kepada pihak-pihak yang terkait sehubungan Boston. Proses pelaksanaan TOK perlu Styles and Training Methods. Adult Learning direncanakan. Principles Of Adult Learning. Learning How To waktu pelaksanaan. dikeluarkan dan pengukuran hasil TOK. dikendalikan dari segi ruang lingkup materi TOK. Novak. J. proses TOK dapat dilakukan sesuai dengan yang 5. Agility Forum Paradigm Shift International 4. 4. Conception and Pelaksanaan TOK membutuhkan strategi yang Implementation of Digital Government Projects: tepat untuk menjamin keberhasilan TOK secara he Role of Knowledge Transfer. Stephen. metoda pelaksanaan.mengkomunikasikannya kebijakan tersebut Strategies for Change.D. 7. Harvard Business Review. Kennedy School . South Setelah kondisi awal tersebut dipenuhi maka Mountain Community College. 6. Rick Dove. Mihall. biaya yang Learn. Helen. Arizona Department of Health Services. How to Transfer Knowledge. Maret 1979. Scharf. Maria C. Lieb.

9. Shi Tao. Cambridge. 2. of Engng. Australia. Promotion of Transfer of Knowledge Ada beberapa tahapan-tahapan yang perlu and Skill Through Hypermedia-Assisted dilakukan sehingga kompentensi yang dibutuhkan Comprehensive Self-Study Procedures.. waktunya dengan menggunakan sumber daya yang tersedia.khusus dan mendukung pada keberhasilan of Government Harvard University. 1998.1. Vol. . No.E duc. implementasi sistem informasi yang dilakukan. © Global pasca implementasi dapat dipenuhi tepat pada J.

Setiap orang sudah memiliki banyak latar belakang budaya sendiri-sendiri yang akhirnya membangun budaya tertentu dalam dirinya. budaya dimana dia dibesarkan. Pada konsep ini. Intinya. misalnya: mencampur antara bercerita dan membaca. Faktor Kognitif Sains kognitif berkata bahwa manusia dapat menerima konsep-konsep baru jika hanya jika konsep tersebut tidak terlalu jauh dengan apa yang manusia tersebut sudah ketahui sebelumnya. maka knowledge akan ditransfer secara streamline. budaya komunitas profesi atau budaya komunitas hobbi dimana dia ikut bergabung dan sebagainya. maka organisasi dapat mendesain sebuah metoda dan materi TOK yang dapat memberikan signal yang kompatibel untuk mentransfer informasi kepada karyawan. Manusia harus belajar selangkah demi selangkah dari waktu ke waktu. Accelerated Learning adalah sebuah teknik pembelajaran yang mengadopsi konsep pemanfaatan berbagai input secara paralel. budaya dimana dia memperoleh pendidikan formal.Faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam Transfer Knowledge January3 Faktor-faktor tersebut adalah faktor kognitif. Salah satu cara untuk menambah kecepatan proses belajar adalah dengan menggunakan beberapa chanel input sekaligus secara efektif. dan masing-masing konsep baru harus meresap terlebih dahulu sebelum konsep selanjutnya dibangun di atasnya. Pada kasus TOK. seseorang memiliki budaya sendiri namun mempunyai kemampuan untuk menyerap budaya lain. Sebaliknya. Faktor Budaya Ada teori yang mengatakan bahwa kognisi juga dibentuk oleh budaya secara umum khususnya bahasa. faktor budaya dan faktor motivasi. Otak sebagai media penyimpan knowledge dapat menerima dan memproses secara paralel input-input dari berbagai indera (chanel input). Salah satu teknik untuk membuat proses TOK dapat berjalan dengan cepat dan efektif adalah dengan memecah-mecah knowledge yang akan ditransfer menjadi paket-paket kecil. jika kita mempunyai budaya yang berbeda dengan latar belakang dari mana knowledge berasal. simulasi visual dan grafik. Mungkin kita pernah menjumpai penggunaan sebuah kata. Ada budaya utama dan yang paling besar yang biasanya paling berpengaruh pada diri setiap manusia. Pada saat melakukan TOK. budaya dalam lingkungan pekerjaan. yang mana hanya latar belakang sosialbudaya tertentu yang memberikan arti yang tepat pada kata tersebut. maka proses pembelajaran menjadi lebih sulit. Hal ini menyebabkan mengapa manusia membutuhkan waktu yang cukup untuk mempelajari sebuah subjek yang baru. Dengan mengenal budaya karyawan yang ada. hal yang dibutuhkan adalah membuat pola knowledge yang tampak lebih dekat dengan knowledge lama sehingga penerima siap merentangkan tangan untuk merangkul informasi baru. Cara tersebut mempercepat proses pembelajaran secara signifikan baik untuk anak-anak maupun orang dewasa. Dengan cara ini. dapat dilihat latar belakang budaya merupakan alat untuk menetapkan nilai dan kepercayaan yang memberikan konteks dan cara pandang. maka sekali proses TOK dilakukan. . knowledge dapat diterima dan membenam dengan hanya membutuhkan sedikit langkah.

perlindungan. ada lima hirarki kebutuhan manusia. Faktor lain yang perlu diperhatikan dalam proses pembelajaran adalah motivasi . Sesuai dengan konsep Maslow di atas. dan pakaian) sampai pada level yang paling tinggi (aktualisasi diri). mulai dari level yang paling bawah (makanan. maka setiap orang selalu berada pada kondisi level kebutuhan tertentu yang akan memotivasi orang tersebut untuk melakukan sesuatu. Usaha untuk mencukupi kebutuhan ini akan menjadi motivasi manusia untuk melakukan tindakan.Faktor Motivasi Menurut Maslow.

Ibarat berganti kendaraan. Karena itu. yang tadinya organisasi naik kereta kuda dan berganti menggunakan mobil. Dibutuhkan sebuah strategi pelaksanaan TOK yang dapat menjamin kebutuhan kompentesi tersebut dipenuhi. Agar berhasil.org/2010/01/03/transfer-knowledge-dalam-is-strategy/ . Dana tersebut seringkali terbatas sehingga dibutuhkan sebuah strategi pelaksanaan agar dengan dana yang terbatas tersebut diperoleh hasil yang maksimum. melainkan membutuhkan sebuah proses TOK yang bisa saja menghabiskan dan membutuhkan resources dan effort yang besar. apa gunanya mobil baru yang bagus tetapi tidak ada orang yang bisa mengendarainya. Proses TOK membutuhkan dana yang harus dialokasikan oleh organisasi. strategi pelaksanaan TOK diperlukan untuk menjamin kesiapan sumber daya manusia.binusian. dan ketika implementasi sistem informasi berjalan. Implementasi sistem informasi membutuhkan sumber daya manusia dengan kompetensi tertentu. Ini berarti waktu untuk proses TOK terbatas.blog. Kesiapan pegawai dengan implementasi yang dilakukan merupakan faktor yang sangat krusial bagi keberhasilan proyek. maka perusahaan membutuhkan SDM yang sudah siap. Ibarat membeli kenderaan tadi. proses TOK membutuhkan sebuah strategi pelaksanaan. maka organisasi membutuhkan orang-orang yang bisa menjalankan ´mobil´nya.Transfer Knowledge dalam IS Strategy January3 Transfer of Knowledge (TOK) atau pembelajaran merupakan faktor yang mutlak harus dilakukan dalam sebuah proyek implementasi sistem informasi. Kemampuan menjalankan sistem informasi yang baru diimplementasi tidak serta merta didapatkan begitu saja. Strategi tersebut dibutuhkan karena beberapa alasan berikut: y y y y Proyek implementasi dilakukan dalam jangka waktu tertentu. http://kjokom.

maka penyebaran akan lebih efektif. Insentif Kreasi terhadap ide-ide baru bisa dipancing dengan pemberian insentif. dan melakukan cek terhadap kemungkinan berhasilnya solusi. Manager dan pekerja perlu diberi training untuk melakukan evaluasi terhadap ide-ide baru yang muncul. Setelah mempelajari pengetahuan. analisa akar masalah.Bagaimana Management dapat mendukung knowledge transfer? December14 Beberapa cara dapat dilakukan untuk mendukung transfer knowledge dalam suatu organisasi. Kebijakan insentif juga akan memicu terjadinya sharing pengetahuan. Bagi karyawan yang bisa memberikan sharing pengetahuan yang berguna. oleh karena itu jika monitoring berada pada level unit juga. Dalam tahap evaluasi dan penyebaran. Training juga dilakukan untuk melakukan pembelajaran penyebaran dan adopsi pengetahuan. Training Kreasi terhadap ide-ide baru bisa dipancing dengan cara training dalam hal penyelesaian masalah yang meliputi berpikir outside the box. struktur organisasi dan teknologi. karyawan akan diberikan insentif jika mampu melakukan evaluasi terhadap ide-ide yang muncul dan melakukan penyebaran dengan tepat. Ide-ide yang gagal tidak mendapatkan insentif tetapi mendapatkan kredit atau point khusus. bagaimana melakukan penyebaran pengetahuan kepada orang atau organisasi yang tepat. Trainig juga akan memicu terjadinya sharing pengetahuan. Contoh program misalnya identifikasi masalah. Penyebaran pada level unit kerja sangat susah untuk dimonitor. maka karyawan diberi reward jika bisa . Untuk itulah diperlukan adanya insentif dalam hal evaluasi dan penyebaran. implementasi solusi. dan karyawan harus tahu pentingnya tahap adopsi. identifikasi kemungkinan pengukuran masalah. maka akan diberikan insentif khusus. insentif. 2. Insentif diberikan kepada ide-ide baru yang muncul dan sudah divalidasi. Dengan demikian maka kreasi-kreasi baru diharapkan akan muncul. Tahap berikutnya adalah adopsi. melakukan prioritas. 1. Karyawan akan terpacu untuk senantiasa belajar dan melakukan sharing terhadap apa yang sudah dipelajari. Karyawan harus tau. dari trainer ke peserta atau antar peserta. Cara-cara tersebut adalah dengan training.

Organisasi ini mendukung semua organisasi. http://kjokom. maka kemungkina ada faktor-faktor lainnya. 3. Evaluasi bisa dilakukan secara bersama-sams dengan suatu dokumen terpusat yang bisa diakses oleh semua orang yang berkepintingan.melakukan sesuai dengan pengetahuan tersebut. Teknologi Knowledge management system tidak akan berjalan tanpa dukunga teknologi yang bagus. Melalui teknologi inilah strustur dasar dari Knowledge Management System dibangun. Pembetukan forum-forum diskusi. mengntrol. evaluasi . Melalu media internet atau intranet. maka sharing informasi dapat dengan mudah untuk dilakukan. Jika hal itu masih belum berhasil. Struktur Kreasi ide-ide baru bisa ditingkatkan dengan membentuk organisasi yang mengkhususkan diri untuk pengembangan ide-ide baru. Sharing informasi.org/2009/12/14/bagaimana-management-dapat-mendukung-knowledgetransfer/ . sharing document.blog. 4.binusian. Dengan demikian diharapkan management pengetahuan bisa berjalan efektif dan efisien. komunikasi lewat internet merupakan salah satu media penyebaran pengetahuan. penyebaran dan adopsi bisa dimediasi dengan adanya organisasi ini. mengadakapn training dan kegiatan-kegiatan lainnya yang berhubungan dengan pengetahuan.

dan selalu mempunyai umpan balik (feedback).Apakah ada penghormatan terhadap pengetahuan mengenai apa yang diketahui dan mencari apa yang tidak diketahui? . validasi. Kesadaran individual untuk melakukan sharing tidak akan muncul jika tidak ada pendukung dari organisasi. . Sebagai contoh. sharing. Ide-ide tersebut akan dievaluasi atau di validasi kebenarannya. Menurut Robert Sutton. Transfer pengetahuan hanya bisa berjalan jika diintegrasikan dengan system kebijakan dalam organisasi tersebut. Sharing Sharing biasanya dikombinasikan dengan validasi dan penyebaran (dissemination). Teknologi informasi yang maju mendukung untuk dilakukannya sharing dan learning. Setelah ideide tersebut divalidasi maka akan disebarkan dalam kelompok tersebut. 1. Nonaka (1994) mempelajari interaksi antara tacit dan explicit knowledge.Apakah kelompok itu tahu untuk mempertahankan idenya? . Komponen Transfer Pengetahuan Transfer pengetahuan bisa dibagi kedalam lima tahap. dilewati(skipped). Beberapa pertanyaan bisa diajukan untuk menjawab hal ini : . bahwa kreatifitas dalam suatu kelompok ditentukan dari seberapa besar potensi kelompok tersebut untuk menghasilkan kreatifitas. dalam studinya mengenai creativity.Apakah kelompok tersebut melakukan percobaan terhadap ide-idenya secara teratur? . Kreasi Ide Kreasi ide merupakan pemunculuna ide-ide baru berupa inovasi-inovasi dalam suatu organisasi atau suatu kelompok. Transfer pengetahuan yang sudah menjadi wisdom sulit untuk dilakukan. Tahap-tahap tersebut adalah : Kreasi ide. penyebaran dan adopsi. Dengan demikian proses sharing sebernarnya kombinasi dari proses validasi dan penyebaran. Tahapan-tahapan ini terkadan bisa saling mendahului (overlap). Sharing bisa terjadi jika terpenuhi dua kondisi yaitu pertama ide harus berada dalam bentuk dimana organisasi bisa memahaminya. dikombinasi. Salah satu faktor penentu sukses tidaknya suatu KMS tergantung pada adanya transfer pengetahuan dalam organisasi.Apakah ide dalam kelompok bisa diatur sendiri ataukan diatur oleh bos? 2.Apakah pengetahuan dalam kelompok tersebut memiliki variasi yang cukup? .Komponen Transfer Pengetahuan Dalam Organisasi December2 Transfer pengetahuan dalam organisasi memegang peranan penting dalam implementasi knowledge management system (KMS). sekelompok individu melakukan pertemuan untuk membahas ide-ide baru dan terjadilah sharing pengetahuan.

org/2009/12/02/komponen-transfer-pengetahuan-dalam-organisasi . Szulanski (1996) menemukan bahwa jika hubungan antara sumber ide dan penerima tidak baik atau konflik maka transfer pengetahuan akan sulit. ide yang bagus akan ditambahkan ke database best praktis agar bisa dipelajari oleh karyawan lain. antar department. namun individu tidak melakukan sesuai dengan pengetahuan yang didapat. Sebagai contoh.blog. Namun pertanyaannya. Jika sharing telah berjalan. penyebaran telah tepat sasaran.binusian. dari kelompok ke kelompok. apakah orang tersebut mau melakukannya. dan atar organisasi.oleh karena itu organisasi harus memfokuskan pada motivasi untuk sharing pengetahuan. Validasi Organisasi harus melakukan evaluasi terhadap ide-ide baru yang muncul. maka dia akan melakukan tindakan sesui dengan pengetahuan tersebut. di Xerox. maka sia-saialah management pengetahuan ini. Penyebaran Penyebaran terletak pada level setelah validasi. antar bisnis unit. Pada prinsipnya banyak informasi lebih bagus daripada sedikit informasi. 5. 3. Kedua. 4. Individu harus memiliki kemampuan. Sahring ide berada dalam berbgai macam level. pendorong dan struktur untuk melakukan validasi. Namun terlalu banyak informasi akan menyebabkan overload. ahli teknik atau yang sudah berpengalaman melakukan evaluasi terhadap ide-ide yang baru. Kunci dari penyebaran ini adalah bagaimana menyebarkan pengetahuan kepada orang yang bisa menggunakannya. Absorbsi merupakan suatu tingkatan dimana seseorang setelah memahami pengetahuan yang baru. Dari pekerja ke kelompok pekerja. Szulanski (1996) menemukan bahwa bentuk-bentuk pengetahuan dan kemampuan penerima pengetahuan dalam melakukan interpretasi adalah faktor penting dalam transfer knowledge. adalah kemauan dari individu untuk melakukan sharing ide. Perlu dibuat suatu tingkatan atau ranging dari informasi bersifat khusus hingga bersifat umum. http://kjokom. Adopsi Informasi setelah diterima oleh orang yang benar maka seharusnya dia melakukan tindakan sesuai informasi tersebut.

yaitu pemindahan pola-pola perilaku dalam situasi pembelajaran tertentu ke situasi lain. http://asnaldi. Judd menekankan pentingnya penangkapan prinsipprinsip pokok yang luas dalam pembelajaran dan kemudian menyusun ketentuan-ketentuan umum (generalisasi).Transfer dalam Belajar.multiply. transfer belajar terjadi dengan jalan melepaskan pengertian obyek dari suatu konfigurasi dalam situasi tertentu untuk kemudian menempatkan dalam situasi konfigurasi lain dalam tata-susunan yang tepat. Oleh karena itu. Transfer belajar akan terjadi apabila peserta didik telah menangkap prinsip-prinsip pokok dari suatu persoalan dan menemukan generalisasi untuk kemudian digunakan dalam memecahkan masalah dalam situasi lain. Menurut pandangan Gestalt. guru hendaknya dapat membantu peserta didik untuk menguasai prinsip-prinsip pokok dari materi yang diajarkannya.com/journal/item/5 .

Transfer belajar disebut positif jika pengalaman-pengalaman atau kecakapan-kecakapan yang telah dipelajari dapat diterapkan untuk mempelajari situasi yang baru. Pemindahan atau pengalihan ini menunjuk pada kenyataan. Atau dengan kata lain. Transfer positip dapat terjadi dalam diri seseorang apabila guru membantu si belajar untuk belajar dalam situasi tertentu dan akan memudahkan siswa untuk belajar dalam situasi-situasi . Misalnya. keterampilan motorik atau afektif dll. Arti transfer belajar Istilah transfer belajar berasal dari bahasa inggris ³transfer of learning´ dan berarti : pemindahan atau pengalihan hasil belajar yang diperoleh dalam bidang studi yang satu ke bidang studi yang lain atau ke kehidupan sehari-hari diluar lingkup pendidikan sekolah. kemahiran intelektual.BAB I PENDAHULUAN A. Disebut transfer negatif jika pengalaman atau kecakapan yang lama menghambat untuk menerima pelajaran/kecakapan yang baru. Hasil belajar yang diperoleh dan dapat dipindahkan tsb. Rumusan Masalah 1.. Apa saja pandangan-pandangan tentang transfer belajar? 3. hasil belajar bidang studi geografi. Adanya pemindahan atau pengalihan ini menunjukkan bahwa ada hasil belajar yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam memahami materi pelajaran yang lain. ketrampilan motorik dan sikap. pengaturan kegiatan kognitif. yang arus lalu lintasnya bergerak disebelah kanan jalan. Latar belakang Istilah Transfer belajar berarti pemindahan atau pengalihan hasil belajar dari matapelajaran yang satu ke mata pelajaran yang lain atau dari kehidupan sehari-hari diluar lingkungan sekolah. Transfer dalam belajar ada yang bersifat psitif dan ada yang negatif. digunakan dalam mempelajari bidang studi ekonomi. Contoh ketrampilan mengemudikan kendaraan bermotor dalam arus lalu lintas yang bergerak di sebelah kiri jalan. B. hasil belejar dicabang olahraga main bola tangan. Sementara itu Gagne seorang ahli psikologi pendidikan mengatakan bahwa transfer dapat digolongkan dalam empat kategori yaitu : a. seseorang memperoleh keuntungan atau mengalami hambatan dalam mempelajari sesuatu dibidang studi yang lain. contoh ketampilan mengendarai sepeda motor. Hasil studi yang dipindahkan atau dialihkan itu dapat berupa pengetahuan (informasi verbal). bahwa hasil belajar yang diperoleh. Apakah transfer belajar itu? 2.kemahiran intelektual. Karena transfer belajar penting bagi perkembangan ketrampilan anak maka pemakalah ingin mengambil judul Transfer Belajar . digunakan dalam belajar main basket. respon yang lama dapat memudahkan untuk menerima timulus yang baru. yang diperoleh seseorang selama tinggal di indonesia. hasil belajar dibidang fisika dan kimia. Sehubungan dengan pentingnya transfer belajar maka guru dalam proses pembelajaran harus membekali si belajar dengan kemampuan-kemampuan yang nantinya akan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. dapat berupa pengetahuan. Apa saja faktor-faktor yang berperan dalam transfer belajar? BAB II PEMBAHASAN A. akan mempermudah belajar mengendarai kendaraan bermotor roda empat. digunakan di suatau bidang atau situasi diluar lingkup bidang studi dimana hasil itu mula-mula diperoleh. digunakan dalam mengatur kehidupan sehari-hari. Berkat pemindahan dan pengalihan hasil belajar itu. akan menimbulkan kesulitan bagi orang itu bila ia dipindah ke salah satu negara eropa barat.

Seperti daya berfikir. Penganut teori daya . Contoh lain murid-murid dilatih belajar sejarah. d. menurut teori daya pada tiap mata pelajaran disekolah pendidik perlu melatih dayadaya itu (daya ingatan. daya kemauan. daya merasa. Dalam hal ini perubahan waktu dan tempat tidak mempengaruhi mutu hasil belajar siswa. psike itu dipandang sebagai kumpulan dari sejumlah bagian / daya-daya yang berdiri sendiri. mula-mula ia melempar-melempar dengan batu. Sehubungan dengan ini guru berupaya untuk menyadari dan menghindarkan siswa-siswanya dari situasi belajar tertentu yang dapat berpengaruh negatif terhadap kegiatan belajar dimasa depan. dan sebagainya) sehingga daya-daya yang sudah terlatih itu akan dapat digunakan dalam mata pelajaran yang lain dan bagi pekerjaan pekerjaan lain diluar sekolah. Contoh lainnya seorang siswa STM telah mempelajari tentang mesin. apapun yang diajarkan asal dapat melatih daya-daya jiwa adalah baik. terjadi dalam diri seseorang apabila pelajaran yang telah dipelajari dalam situasi tertentu membantu siswa tsb. kemudian disekolah ia sering bermain kasti sehingga terlatih pula melempar dengan bola. Misalnya seorang anak yang semenjak kecil melatih diri cara-cara melempar dengan tepat. anak yang telah melatih daya melemparnya dengan baik. Agar memperoleh transfer vertikal ini guru dianjurkan untuk menjelaskan kepada siswa secara eksplisit mengenai manfaat materi yang diajarkan dan hubungannya dengan materi yang lain. daya tentang psike/kejiwaan manusia. Dengan mempelajari pelajaran sejarah tidak boleh tidak daya ingatannya sering digunakan untuk mengingat-ingat bermacammacam peristiwa. dengan menguasai materi tambahan maka siswa akan lebih mudah mempelajari materi yang lebih tinggi tingkat kesilitannya misalnya materi tentang pembagian. nantinya jika ia telah dewasa dan menjadi dewasa dapat menjadi pelempar granat yang baik. Yang penting. Transfer positif mempunyai pengaruh yang baik bagi siswa untuk mempelajari materi yang lain. dalam menguasai pengetahuan atau ketrampilan yang lebih tinggi atau rumit. Menurut teori daya. Berguna atau tidaknya materi/isi mata pelajaran itu dalam praktek dikemudian hari. daya-daya itu dapat digunakan pula untuk pekerjaan yang lain yang menggunakan daya tersebut dengan demikian terjdilah transfer belajar. Misalnya dengan menguasai materi tentang pembagian atau perkalian maka siswa akan lebih mudah mempelajari materi tentang pangkat. Maka pendapat menurut teori daya daya ingatan yang telah terlatih baik bagi pelajaran itu dapat digunakan pula (ditransferkan) kepada pekerjaan lain. tidak menjadi soal. B. Misalnya siswa telah mempelajari materi tentang tambahan. Transfer lateral (ke arah samping) terjadi pada siswa bila ia mampu menggunakan materi yang telah dipelajari untuk mempelajari materi yang memiliki tingkat kesulitan yang sama dalam situasi lain. maka ia akan dengan mudah mempelajari teknologi mesin lain yang memiliki elemen dan tingkat kerumitan yang hampir sama. daya mengingat.lainnya. Dengan mengetahui manfaat dari materi yang akan dipelajari dengan materi lain yang akan dipelajari dikelas yang lebih tinggi diharapkan ia akan mengikuti pelajaran ini dengan lebih serius. Sekolah yang menganut teori daya ini. Transfer negatif dialami seseorang apabila si belajar dalam situasi tertentu memiliki pengaruh merusak terhadap ketrampilan/pengetahuan yang dipelajari dalam situasi yang lain. Dan setelah berlatih dengan baik. merasakan. b. Beberapa pandangan tentang tranfer belajar 1. Menurut teori daya (formal disiplin) daya-daya jiwa yang ada pada manusia itu dapat dilatih. sudah tentu mengutamakan terlatihnya semua daya-daya jiwa anak. c. berpikir. dan lain-lain. Transfer vertikal (tegak). Demikian. Teori disiplin formal Pandangan ini bertitik tolak pada pandangan aliran psikologis. dari pada nilai atau kegunaan mata pelajaran. ingatan anak itu makin terlatih dan makin baik terhadap pelajaran itu.

Hasil belajar 3. 2. Faktor-faktor yang berperan dalam transfer belajar 1. Ada tiga teori tentang trnsfer belajar a. kaidah. Makin banyak unsur yang sama makin besar kemungkinan terjadi tarnsfer belajar. tidak terdapat dalam unsur-unsur khusus melainkan dalam pola. Teori elemen identik c.beranggapan bahwa anak-anak yang pandai di sekolah suadah tentu akan pandai pula dimasyarakat.Dengan kata lain terjadinya transfer belajar sangat tergantung dari banyak sedikitnya kesamaan unsur-unsur. Teori elemen identik Pandangan ini dipelopori oleh edward thorndike. Proses belajar 2. Teori generalisasi Pandangan ini dikemukakan oleh charles judd yang berpendapat bahwa Menurut teori ini transfer belajar lebih berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk menangkap struktur pokok. Maka siswa itu dikatakan mampu mengadakan ³generalisasi´ yaitu mampu menangkap ciri-ciri atau sifat-sifat umum yang terdapat dalam sejumlah hal yang khusus. 3. kaidah dan prinsip itu mula-mula diperoleh. terjadi berdasarkan adanya unsur-unsur yang sama dalam kedua bidang studi atau antara bidang studi di sekolah ke kehidupan sehari-hari. prinsip dan siasat-siasat pemecahan problem. Transfer belajar pemindahan atau pengalihan hasil belajar yang diperoleh dalam bidang studi yang satu ke bidang studi yang lain atau ke kehidupan sehari-hari diluar lingkup pendidikan sekolah. Faktor-faktor yang berperan dalam transfer belajar a. yang berpendapat bahwa transfer belajar dari satu bidang studi kebidang studi yang lain atau idang studi sekolah ke kehidupan sehari-hari. dalam struktur dasar dan dalam prinsip. Bahan/materi bidang-bidang studi 4. Misalnya antara bidang studi aljabar dan ilmu ukur dll. Kesimpulan 1. 2. makin banyak adanya unsur-unsur yang sama akan semakin besar terjadinya transfer belajar positip. Faktor-faktor subyektifitas dipihak siswa 5. Proses belajar b. menurut teori ini hakekat transfer belajar adalah pengalihan dari penguasaan suatu unsur tertentu pada bidang studi yang lain. Teori disiplin formal b. Sikap dan usaha guru BAB III PENUTUP A. C. Mula-mula thorndike mengartikan ³elemen identik´ sebagai unsur yang sungguh-sungguh sama (=identik) kemudian pengertian identik diartikan sebagai ³ada kesamaan. Hasil belajar . Generalisasi semacam itu sudah terjadi bila siswa membentuk konsep. kaidah dan prinsip untuk memecahkan persoalan maka siswa itu mempunyai bekal yang dapat ditransferkan ke bidangbidang lain diluar bidang studi dimana konsep. sejenis´ perubahan pandangan ini membuat teorinya tentang transfer belajar lebih mudah dapat diterima. Teori generalisasi 3. Bila seorang siswa mampu menangkap konsep. Jadi kesamaan antara dua bidang studi tsb. pola dan prinsip umum .

wordpress. Sikap dan usaha guru REFERENSI W.wordpress. 1996) http://massofa. Bahan/materi bidang-bidang studi d.c.com/reviews/item/1 http://mihwanuddin. 2004) M. Psikologi Pengajaran (Yogyakarta : Media Abadi.S.com/2011/01/07/makalah-transfer-belajar-transfer-of-learning/ . Ngalim purwanto. Psikologi Pendidikan (Bandung : Remaja Rosdakarya. Faktor-faktor subyektifitas dipihak siswa e.com/2009/01/30/prinsip-prinsip-belajar/ http://ridho05. Winkel.multiply.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful