TUGAS MAKALAH KESEHATAN KESELAMATAN KERJA PADA LABORATORIUM KESEHATAN

Oleh: Anggun Pradita Catur Wulandari H1E108054

PROGAM STUDI S-1 TEKNIK LINGKUNGAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT BANJARBARU 2011

..... Program Studi S1 «««««««««««. Oleh karena itu..... April 2011 Penulis .. yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya.. . dan juga pihak-pihak yang telah membantu hingga selesainya penyusunan makalah ini.... sehingga makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya... mengucapkan terima kasih kepada Bpk «««««««« selaku dosen mata kuliah «««««« yang telah membimbing dalam penyelesaian makalah ini.. Makalah yang berjudul ³. Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru...................KATA PE ANTAR Dengan memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa.... tentunya makalah ini sangat jauh dari sempurna. Penulis selaku penyusun makalah. Penulis menyadari bahwa keterbatasan ilmu pengetahuan dan wawasan yang dimiliki.... penulis sangat mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun dari semua pihak demi kesempurnaan makalah ini... Mudah-mudahan makalah ini dengan segala kekurangannya dapat bermanfaat bagi kita semua.´ merupakan salah satu tugas Mata Kuliah ««««.... Banjarbaru....

.. ...............4 Metode Penulisan.............................. ............ 2............5 Pengendalian Penyakit Akibat Kerja dan Kecelakaan Melalui Penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja ............................. ..1 Kesimpulan....... .. ............... BAB III PENUTUP 3.. ................................................2 Tujuan Penulisan ..........1 Masalah Kesehatan dan Keselamatan Kerja . ................. ..................................... ..................................... ....................3 Kecelakaan Kerja................. 2......2 Pemeriksaan Kesehatan Kerja ....................4 Penyakit Akibat Kerja & Penyakit Akibat Hubungan Kerja...... BAB I PENDAHULUAN 1... 1............................ ............................................... 2................. 3......................................... .... ......... ......... 1............................................... Daftar Isi ..... ............................................................... .......................DAFTAR ISI Kata Pengantar ............................... DAFTAR PUSTAKA 19 20 9 3 6 7 8 1 2 2 2 i ii .......... BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2................ . 1..... 2........................... .....................1 Latar Belakang..........2 Saran ............................ .................3Rumusan Masalah .......................................... .......

penerapan budaya ³aman dan sehat dalam bekerja´ hendaknya dapat dilaksanakan pada semua Institusi. telah ditetapkan Visi Indonesia Sehat 2010 yaitu gambaran masyarakat Indonesia di masa depan.Jika kita pelajari angka kecelakaan dan penyakit akibat kerja di beberapa negara maju (dari beberapa pengamatan) menunjukan kecenderungan peningkatan prevalensi. serta memiliki derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Kecelakaan kerja tidak saja menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materi bagi pekerja dan pengusaha. sehat. Penyakit Akibat Kerja (PAK) dan Kecelakaan Kerja (KK) di kalangan petugas kesehatan dan non kesehatan kesehatan di Indonesia belum terekam dengan baik. tetapi juga dapat mengganggu proses produksi secara menyeluruh. Untuk mengantisipasi hal tersebut serta mewujudkan perlindungan masyarakat pekerja Indonesia.Oleh karena itu diharapkan dengan menulisan makalah ini. sehingga tidak menggunakan alat-alat pengaman walaupun sudah tersedia.BAB I PENDAHULUAN 1. Pelaksanaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) adalah salah satu bentuk upaya untuk menciptakan tempat kerja yang aman. sering terjadi karena kurangnya kesadaran pekerja dan kualitas serta keterampilan pekerja yang kurang memadai. kesehatan dan keselamatan kerja merupakan salah satu prasyarat yang ditetapkan dalam hubungan ekonomi perdagangan barang dan jasa antar negara yang harus dipenuhi oleh seluruh negara anggota. yang penduduknya hidup dalam lingkungan dan perilaku sehat. memperoleh pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata. bebas dari pencemaran lingkungan.Sebagai faktor penyebab. termasuk bangsa Indonesia. merusak lingkungan yang pada akhirnya akan berdampak pada masyarakat luas. . sehingga dapat mengurangi dan atau bebas dari kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja yang pada akhirnya dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja.1 L B l k Di era globalisasi dan pasar bebas WTO dan GATT yang akan berlaku tahun 2020 mendatang.Banyak pekerja yang meremehkan risiko kerja.

3 Rumus n Masalah Rumusan dari makalah ini adalah tingginya angkakecelakaan dan penyakit akibat kerja di beberapa negara maju yang disebabkan karena para pekerja maupun perusahaan atau instansi yang mempekerjakan tidak memperhatikan standar keselamatan kerja. .(dari beberapa pengamatan) menunjukan kecenderungan peningkatan prevalensi.4 Metodologi Penulisan Metode yang digunakan dalam penulisan makalah ini adalah berdasarkan pustaka dari internet. 1. 1.2 T j Penulis n Tujuan dari penulisan makalah ini agar dapat mengurangi dan juga mencegah terjadinya Kecelakaan Kerja (KK) dan Penyakit Akibat Kerja (PAK) di kalangan pekerja di Indonesia.1.

b.Bila ketiga komponen tersebut serasi maka bisa dicapai suatu derajat kesehatan kerja yang optimal dan peningkatan produktivitas. disamping pemeriksaan umum yang disyaratkan untuk pengangkatan pegawai negeri atau tenaga kerja pada umumnya. Pemeriksaan kesehatan selama masa kerja . 2. Harus dilakukan juga pemeriksaan khusus pada org yang dianggap an peka terhadap radiasi dipandang dari jenis pekerjaan yang akan dilakukan oleh calon pekerja misalnya pemeriksaan haematologi. neurologi dan atau kandungan.2 Pemeriksaan Kesehatan Kerja Pemeriksaan kesehatan sebagaimana tersebut pada Nomor 4.Pengawasan kesehatan ini meliputi pemeriksaan kesehatan sebelum bekerja.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.meliputi: a. dermatologi. ophtalmologi. pemeriksaan berkala selama masa kerja dan pemeriksaan kesehatan pada waktu pemutusan hubungan kerja.1. paru-paru. Sebaliknya bila terdapat ketidak serasian dapat menimbulkan masalah kesehatan kerja berupa penyakit ataupun kecelakaan akibat kerja yang pada akhirnya akan menurunkan produktivitas kerja. beban kerja dan lingkungan kerja yang dapat merupakan beban tambahan pada pekerja. Pemeriksaan kesehatan sebelum bekerja Pemeriksaan ini meliputi penyelidikan terhadap riwayat kesehatannya termasuk semua penyinaran terhadap radiasi pengion dari pekerjaan sebelumnya yang diketahui diterimanya atau dari pemeriksaan dengan pengobatan medik.1 Masalah Kesehatan dan Keselamatan Kerja Kinerja (performen) setiap pekerja merupakan resultan dari tiga komponen kesehatan kerja yaitu kapasitas kerja. Pengawasan kesehatan terhadap pekerja harus didasarkan pada prinsip -prinsip pemeriksaan kesehatan pada umumnya.2.3.Yang dimaksudkan dengan pemeriksaan kesehatan ini adalah pemeriksaan khusus. dan juga penyelidikan secara klinik atau lainnya yang diperlukan untuk menentukan keadaan umum kesehatannya.

jika yang menjadi korban petugas laboratorium itu sendiri. Tidak sehat dan tidak memenuhi syarat. Lingkungan kerja c. Sehat dan memenuhi syarat b. Penyebab kecelakaan kerja dapat dibagi dalam kelompok : 1. Kondisi berbahaya (unsafe condition). Sehat dan memenuhi syarat. Setiap pekerja pada saat memutuskan hubungan kerja dengan instalasi diwajibkan menjalani pemeriksaan kesehatan secara teliti dan menyeluruh. Untuk pekerja radiasi kategori A dilakukan pemeriksaan khusus pada organ yang peka terhadap radiasi. Dokter instalasi mempunyai kewenangan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkannya.Dokter instalasi dapat menentukan perlunya pengawasan kesehatan setelah putusnya hubungan kerja untuk mengawasi kesehatan orang yang bersangkutan selama diangap perlu. Pemeriksaan kesehatan pada waktu pemutusan hubungankerja. jika yang menjadi korban pasien 2. dengan kondisi tertentu. Kecelakaan Kerja Kecelakaan kerja adalah kejadian yang tidak terduga dan tidak diharapkan.Pemeriksaan itu dilakukan sekurang-kurangnya sekali setahun atau lebih bergantung pada kondisi penyinaran yang diterima oleh pekerja atau apabila keadaan kesehatan pekerja memerlukannya. Proses kerja d. c. kerugian material dan penderitaan dari yangpaling ringan sampai kepada yang paling berat. Mesin. peralatan. Hasil pemeriksaan kesehatan untuk pekerja harus dinyatakan sebagai : a.B iasanya kecelakaan menyebabkan. Sifat pekerjaan e. Kecelakaan kerja.untuk bekerja sebagai pekerja dan atau untuk kondisi kerja khusus. 2.Pemeriksaan kesehatan ini harus dilakukan secara rutin untuk menentukan keadaan kesehatan pekerja dalam menjalankan tugasnya. bahan dan lain-lain b. Cara kerja .3. Pada beberapa contoh kecelakaan di laboratorium dapat dibagi menjadi 2 jenis yaitu : 1. Kecelakaan medis. atas biaya pengusaha Instalasi. yaitu yang tidak aman dari: a. c.

Pemeliharaan lantai dan tangga 2. Akibat : Ringan memar Berat fraktura. Sikap dan perilaku kerja yang tidak baik Beberapa contoh kecelakaan yang banyak terjadi di laboratorium : 1. Terpeleset dan terjatuh adalah bentuk kecelakaan kerja yang dapat terjadi dilaboratorium. Perbuatan berbahaya (unsafe act).yang dapat terjadi antara lain karena: a. Kurangnya pengetahuan dan keterampilan pelaksana b. dll. Pencegahan : Pakai sepatu anti slip Jangan pakai sepatu dengan hak tinggi. Terpeleset. Mengambil sample darah/cairan tubuh lainnya Hal ini merupakan pekerjaan sehari-hari di laboratorium . Keletihanan dan kelemahan daya tahan tubuh. memar otak. biasanya karena lantai licin. yaitu perbuatan berbahaya dari manusia. terutama bilamengabaikan kaidah ergonomi. dislokasi.Pengembangan Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Laboratorium Aanalais Kesehatan 5 Akibat : cedera pada punggung Pencegahan : Beban jangan terlalu berat Jangan berdiri terlalu jauh dari beban Jangan mengangkat beban dengan posisi membungkuk tapipergunakanlah tungkai bawah sambil berjongkok Pakaian penggotong jangan terlalu ketat sehingga pergerakan terhambat. Cacat tubuh yang tidak kentara (bodily defect) c. tali sepatu longgar Hati-hati bila berjalan pada lantai yang sedang dipel (basah dan licin) atautidak rata konstruksinya. 3. d. Mengangkat beban Mengangkat beban merupakan pekerjaan yang cukup berat.2.

Kebakaran terjadibila terdapat 3 unsur bersama-sama yaitu: oksigen. Penyimpanan dan penanganan zat kimia yang benar dan aman. Hepatitis B Pencegahan : Gunakan alat suntik sekali pakai Jangan tutup kembali atau menyentuh jarum suntik yang telah dipakaitapi langsung dibuang ke tempat yang telah disediakan (sebaiknyagunakan destruction clip).Akibat : Tertusuk jarum suntik Tertular virus AIDS. kompor) bahan desinfektanyang mungkin mudah menyala (flammable) dan beracun. Bekerja di bawah pencahayaan yang cukup 4. Timbul keracunan akibat kurang hati-hati. pada umumnya terdiri dari satu agen penyebab. harus ada hubungan sebab akibat antara proses penyakit dan hazard di tempat .4 Penyakit Akibat Kerja & Penyakit Akibat Hubungan Kerja Penyakit Akibat Kerja adalah penyakit yang mempunyai penyebab yang spesifik atau asosiasi yang kuat dengan pekerjaan. 2. bahan yang mudahterbakar dan panas. Risiko terjadi kebakaran (sumber: bahan kimia. Akibat : Timbulnya kebakaran dengan akibat luka bakar dari ringan sampai berat bahkan kematian. Pencegahan : Konstruksi bangunan yang tahan api Sistem penyimpanan yang baik terhadap bahan-bahan yang mudahterbakar Pengawasan terhadap kemungkinan timbulnya kebakaran Sistem tanda kebakaran Manual yang memungkinkan seseorang menyatakan tanda bahayadengan segera Otomatis yang menemukan kebakaran dan memberikan tanda secaraotomatis Jalan untuk menyelamatkan diri Perlengkapan dan penanggulangan kebakaran.

) 1) Faktor Biologis Lingkungan kerja pada Pelayanan Kesehatan favorable bagi berkembang biaknya strain kuman yang resisten. Pada beberapa contoh seperti instalasi atau laboratorium yang mengurusi masalah kesehatan. Secara teoritis kemungkinan kontaminasi pekerja LAK sangat besar. Menurut Komite Ahli WHO (1973). debu beracun mempunyai peluang terkena infeksi Pencegahan : . terutama kuman-kuman pyogenic. karantina dll. mempercepat terjadinya serta menyebabkan kekambuhan penyakit. Pajanan di tempat kerja tersebut memperberat. dengan kemungkinan besar berhubungan dengan pekerjaan dan kondisi tempat kerja. bacilli dan staphylococci. Berbeda dengan Penyakit Akibat Kerja. tegangan tinggi. Akan tetapi penyebab terjadinya akibat kesalahan faktor manusia juga (WHO). Penyakit Akibat Hubungan Kerja (PAHK) sangat luas ruang lingkupnya. cara mengangkat pasien salah).kerja. faktor ergonomi (cara duduk salah. dan bagi petugas Kebersihan menangani limbah yang infeksiussenantiasa kontak dengan bahan yang tercemar kuman patogen. Penyakit Akibat Hubungan Kerja adalah ³penyakit dengan penyebab multifaktorial. Virus yang menyebar melalui kontak dengan darah dan sekreta (misalnya HIV dan Hep. benda-benda yang terkontaminasi dan udara. faktor fisik dalam dosis kecil yang terus menerus (panas pada kulit. misalnya karena tergores atau tertusuk jarum yang terkontaminasi virus. penyakit akibat kerja di laboratorium kesehatan umumnya berkaitan dengan faktor biologis (kuman patogen yang berasal umumnya dari pasien). radiasi dll.). zat kimia/solvent yang menyebabkan kerusakan hati. sebagai contoh dokter di RS mempunyai risiko terkena infeksi 2sampai 3 kali lebih besar dari pada dokter yang praktek pribadi atau swasta. Faktor Lingkungan kerja sangat berpengaruh dan berperan sebagai penyebab timbulnya Penyakit Akibat Kerja. faktor kimia (pemaparan dalam dosis kecil namun terus menerus seperti antiseptik pada kulit. colli. yang bersumber dari pasien. faktor psikologis (ketegangan di kamar penerimaan pasien. Angka kejadian infeksi nosokomial di unit Pelayanan Kesehatan cukup tinggi. gawat darurat. Sebagai contoh antara lain debu silika dan Silikosis. B) dapat menginfeksi pekerja hanya akibat kecelakaan kecil dipekerjaan. uap timah dan keracunan timah.

punya cukup kekebalan alami untuk bekrja dengan bahan infeksius. Pengelolaan limbah infeksius dengan benar. 2) Faktor Kimia Petugas di laboratorium kesehatan yang sering kali kontak dengan bahan kimia dan obat-obatan seperti antibiotika. Sebelum bekerja dilakukan pemeriksaan kesehatan untuk memastikan dalam keadaan sehat badani. 6. desinfektan dikenal sebagai zat yang paling karsinogen. sisa bahan infeksius dan spesimen secara benar. dioksan) dan hanya sedikit saja oleh karena alergi (keton). trhirup atau terserap melalui kulit dapat menyebabkan penyakit akut atau kronik. 2. 5. peralatan. 8.1. 7. 3. ´Material safety data sheet´ (MSDS) dari seluruh bahan kimia yang ada untuk diketahui oleh seluruh petugas laboratorium. Bahan korosif (asam dan basa) akan mengakibatkan kerusakan jaringan yang irreversible pada daerah yang terpapar. Kebersihan diri dari petugas. Semua bahan cepat atau lambat ini dapat memberi dampak negatif terhadap kesehatan mereka. Menggunakan desinfektan yang sesuai dan cara penggunaan yang benar. Sterilisasi dan desinfeksi terhadap tempat. Pencegahan : 1. Menggunakan kabinet keamanan biologis yang sesuai. Seluruh pekerja harus mendapat pelatihan dasar tentang kebersihan. epidemilogi dan desinfeksi. Melakukan pekerjaan laboratorium dengan praktek yang benar (Good Laboratory Practice) 4.Bahan toksik (trichloroethane. . Menggunakan karet isap (rubber bulb) atau alat vakum untuk mencegah tertelannyabahan kimia dan terhirupnya aerosol. dan dilakukan imunisasi. 2. tetrachloromethane) jika tertelan. demikian pula dengan solvent yang banyak digunakan dalam komponen antiseptik. bahkan kematian.Gangguan kesehatan yang paling sering adalah dermatosis kontak akibat kerja yang pada umumnya disebabkan oleh iritasi (amoniak.

Pengaturan ventilasi dan penyediaan air minum yang cukup memadai. ruang perawatan dan kantor administrasi dapat menyebabkan gangguan penglihatan dan kecelakaan kerja. 3. Pengendalian Melalui Perundang-undangan (Legislative Control) antara lain : 1. 3) Faktor Fisik Faktor fisik di laboratorium kesehatan yang dapat menimbulkan masalah kesehatan kerja meliputi: 1. Kebisingan. Hindari penggunaan lensa kontak. Menggunakan alat pelindung diri (pelindung mata. celemek. jas laboratorium) dengan benar. 4. laboratorium.3. Suhu dan kelembaban yang tinggi di tempat kerja 4. Pencegahan : 1. UU No. 2. Pengendalian cahaya di ruang laboratorium. 14 Tahun 1969 Tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Petugas kesehatan dan non kesehatan 2. getaran akibat mesin dapat menyebabkan stress dan ketulian 2. Pengaturan jadwal kerja yang sesuai. dengan berkembangnya teknologi pemeriksaan. Filter untuk mikroskop 2. 5. 5. sarung tangan. Menggunakan alat pelindung pernafasan dengan benar. 5. Pencahayaan yang kurang di ruang kamar pemeriksaan. Terimbas kecelakaan/kebakaran akibat lingkungan sekitar. Terkena radiasi Khusus untuk radiasi. UU No. karena dapat melekat antara mata dan lensa. . 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. Menurunkan getaran dengan bantalan anti vibrasi 4. penggunaannya meningkat sangat tajam dan jika tidak dikontrol dapat membahayakan petugas yang menangani. 3.5 Pengendalian Penyakit Akibat Kerja dan Kecelakaan Melalui Penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja A. Pelindung mata untuk sinar laser 6.

maka penatalaksanaan kasus menjadi lebih cepat. C. Pemeriksaan ini bertujuan untukmemperoleh gambaran tentang status kesehatan calon pekerja danmengetahui apakah calon pekerja tersebut ditinjau dari segikesehatannya sesuai dengan pekerjaan yang akan ditugaskankepadanya. jenis kelamin. Pengaturan jam kerja. Pengendalian melalui Administrasi / Organisasi (Administrative control) antara lain: 1. Melaksanakan prosedur keselamatan kerja (safety procedures) terutama untuk pengoperasian alat-alat yang dapat menimbulkan kecelakaan (boiler. mengurangi penderitaan dan mempercepat pemulihan kemampuan produktivitas masyarakat pekerja. Dengan deteksi dini.3. dan tenaga non medis yang meliputi batas umur. alat-alat radiology. 23 tahun 1992 tentang Kesehatan 4. syarat kesehatan 2. Menyusun Prosedur Kerja Tetap (Standard Operating Procedure) untuk masingmasing instalasi dan melakukan pengawasan terhadap pelaksanaannya 4. Peraturan Menteri Kesehatan tentang higene dan sanitasi lingkungan. lembur dan shift 3. Peraturan penggunaan bahan-bahan berbahaya 6. Peraturan/persyaratan pembuangan limbah dll. Pemerikasaan kesehatan awal ini meliputi: . para medis. dll) dan melakukan pengawasan agar prosedur tersebut dilaksanakan 5. Persyaratan penerimaan tenaga medis. Disini diperlukan system rujukan untuk menegakkandiagnosa penyakit akibat kerja secara cepat dan tepat (prompt-treatment)Pencegahan sekunder ini dilaksanakan melalui pemeriksaan kesehatan pekerja yang meliputi: 1. UU No. Pemeriksaan Awal Adalah pemeriksaan kesehatan yang dilakukan sebelum seseorangcalon / pekerja (petugas kesehatan dan non kesehatan) mulaimelaksanakan pekerjaannya. 5. Pengendalian Melalui Jalur kesehatan (Medical Control) Yaitu upaya untuk menemukan gangguan sedini mungkin dengan cara mengenal (Recognition) kecelakaan dan penyakit akibat kerja yang dapat tumbuh pada setiap jenis pekerjaan di unit pelayanan kesehatan dan pencegahan meluasnya gangguan yang sudah ada baik terhadap pekerja itu sendiri maupun terhadap orang disekitarnya. B. Melaksanakan pemeriksaan secara seksama penyebab kecelakaan kerja dan mengupayakan pencegahannya.

.a. Pemeriksaan Khusus Yaitu pemeriksaan kesehatan yang dilakukan pada khusus diluar waktupemeriksaan berkala. Pemeriksaan laboratorium rutin Pemeriksaan tertentu: a. Penyakit yang pernah diderita d. Anamnese umum b. Imunisasi yang pernah didapat f. Pemeriksaan Berkala Adalah pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan secara berkaladengan jarak waktu berkala yang disesuaikan dengan besarnya resikokesehatan yang dihadapi. Alrergi e. Psiko test 2. sesuai denganresiko kesehatan yang dihadapi dalam pekerjaan. Pemeriksaan badan g. Makin besar resiko kerja. 3. makin kecil jarakwaktu antar pemeriksaan berkalaRuang lingkup pemeriksaan disini meliputi pemeriksaan umum danpemeriksaan khusus seperti pada pemeriksaan awal dan bila diperlukan ditambah dengan pemeriksaan lainnya. yaitu pada keadaan dimana ada atau diduga adakeadaan yang dapat mengganggu kesehatan pekerja. Tuberkulin test b. Anamnese pekerjaan c.

produktif dan sejahtera. bukanhanya sebagai obyek tetapi juga berperan sebagai subyek. selamat.1 Kesimpulan Kesehatan dan keselamatan kerja bertujuan agar petugas. perlu kemauan. masyarakat dan lingkungan saat bekerja selalu dalam keadaan sehat.Demikian pula dengan pihak petugas kesehatan dan non kesehatan yang menjadi sasaran program K3 ini harus berpartisipasi secara aktif. kemampuan dan kerjasama yang baik dari semua pihak. 3.2 Saran Keterlibatan dan komitmen yang tinggi dari pihak manajemen atau pengelola kesehatan mempunyai peran sentral dalam pelaksanaan program ini .BAB III PENUTUP 3.Untuk dapat mencapai tujuan tersebut. nyaman.

Pengembangan Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Laboratorium Aanalais Kesehatan.DAFTAR PUSTAKA Bapeten.Nomor: PER. Erna. Kesehatan dan Keselamatan Kerja Laboratorium Kesehatan. Pusat Kesehatan Kerja DEPKES R. 1999.I Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia. Ketentuan Keselamatan Kerja Terhadap Radiasi. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Pemakaian Asbes.Keputusan Kepala Badan Pengawas Tenaga NuklirNomor : 01/Ka-BAPETEN/V-99 Tentang Ketentuan Keselamatan Kerja terhadap Radiasi Depnaker. 2010.05/MEN/1996. PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA. Nomor : Per-03/MEN/TAHUN 1985 Tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pemakaian Asbes Tresnaningsih.I. Peraturan Menteri Tenaga Kerja R. 1985. .1996.Pedoman Teknis Audit Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja.