P. 1
kmk_07_kmk09_2011 LP2P

kmk_07_kmk09_2011 LP2P

|Views: 559|Likes:
Published by blackborneos

More info:

Published by: blackborneos on Apr 11, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/11/2012

pdf

text

original

MENTERIKEUANGAN

REPUBLIK INDONESIA
SALiNAN
KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN
NOMOR 7 /KMK. 09/2011
TENTANG
PENYAMPAIAN DAN PENGELOLAAN LAPORAN PAJAK-PAJAK PRIBADI (LP2P)
PEJABAT/PEGAWAI DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KEUANGAN
Menimbang
Mengingat
Menetapkan
MENTERI KEUANGAN,
a. bahwa ketentuan mengenai kewajiban dan tata cara penyampaian Laporan
Pajak-Pajak Pribadi (LP2P} bagi PejabatjPegawai di lingkungan
Kementerian Keuangan sebagaimana diatur dalam Instruksi Menteri
Keuangan Nomor 02/KMK01/1986 tentang Kewajiban dan Tata Cara
Penyampaian Pajak-Pajak Pribadi (LP2P) bagi Pejabat/Pegawai Departemen
Keuangan dan Pejabat/Pegawai Badan Usaha Milik Negara 4alam
Lingkungan Departemen Keuangan, sudah tidak memadai lagi;
b. bahwa sehubungan dengan hal tersebut huruf a dan dalam rangka
meningkatkan integritas PejabatjPegawai di lingkungan Kementerian
Keuangan, serta sejalan dengan perkembangan organisasi unit-unit di
lingkungan Kementerian Keuangan, perlu dilakukan penyesuaian terhadap
ketentuan mengenai kewajiban dan tata cara penyampaian Laporan Pajak-
Pajak Pribadi (LP2P) bagi Pejabat/Pegawai di lingkungan Kementerian
Keuangan;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan
huruf b, perlu menetapkan Keputusan Menteri Keuangan tentang
Penyampaian dan Pengelolaan Laporan Pajak-Pajak Pribadi (LP2P)
Pejabat/Pegawai di L i n g ~ u n g a n Kementerian Keuangan;
1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3041) sebagaimana telah
diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 3890);
2. Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai
Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 74,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5135);
3. Keputusan Presiden Nomor 33 Tahun 1986 tentang Kewajiban Penyampaian
Laporan Pajak-Pajak Pribadi Bagi Pejabat Negara, Pegawai Negeri Sipil,
Anggota Angkatan Bersenjata Republik Indonesia dan Pegawai Badan
Usaha Milik Negara dan Daerah;
4. Keputusan Presiden Nomor 56/P Tahun 2010;
MEMUTUSKAN:
KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN TENTANG PENYAMPAIAN DAN
PENGELOLAAN LAPORAN PAJAK-PAJAK PRIBADI (LP2P)
PEJABAT/PEGAWAI DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KEUANGAN.
PERTAMA
KEDUA
KETIGA
KEEMPAT
KELIMA
MENTERIKEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA
- 2 -
Menetapkan dan mernintakan kesediaan Pejabat/Pegawili di lingkungan
Kementerian Keuangan, yaitu:
a. Pejabat stmktural;
b. Pejabat fungsional;
c. Pegawai Negeri Sipil yang memiliki pangkat Penata Muda (Golongan III/ <i)
atau leoih tinggfatau
d. Pejabat/Pegawai lainnya yang tugasnya terkait dengan pelayanan publik
yang ditetapkan oleh pejabat eselon I di lingkungan Kementerian
Keuangan,
untuk menyampaikan Laporan Pajak-Pajak Pribadi (LP2P) kepada Menteri
Keuangan.
Penyampaian Laporan Pajak-Pajak Pribadi (LP2P) sebagaimana dimaksud
dalam Diktum PERTAMA menggunakan formulir sesuai format sebagaimana
tercantum dalam Lampiran I Keputusan Menteri Keuangan ini, yang
mempakan bagian yang tidak terpisahkan dari Keputusan Menteri Keuangan
In1.
Penyampaian Laporan Pajak-Pajak Pribadi (LP2P) sebagaimana dimaksud
dalam Diktum PERTAMA, dilaksanakan sebagai berikut:
a. Laporan Pajak-Pajak Pribadi (LP2P) disampaikan kepada Menteri
Keuangan melalui Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan setiap tahun
paling lamapnggal30 April setelah tahun yang dilaporkan.
b. Laporan Pajak-Pajak Pribadi (LP2P) dibuat dalam 2 (dua) rangkap, dengan
rincian sebagai berikut:
1) lembar kesatu disampaikan kepada Menteri Keuangan; dan
2) lembar kedua wajib disimpan oleh Pejabat/Pegawai yang
bersangkutan.
c. Laporan Pajak-Pajak Pribadi (LP2P) hams diisi oleh Pejabat/Pegawai
secara benar dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pimpinan unit eselon I di lingkungan Kementerian Keuangan berkewajiban
untuk:
a. menyampaikan daftar PejabatfPegawai yang ditetapkan dan dimintakan
kesediaannya untuk menyampaikan Laporan Pajak-Pajak Pribadi (LP2P)
kepada Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan setiap tahun paling.
lama pada akhir bulan Januari; ,
b. melakukan penatausahaan dan pengawasan atas penyampaian Laporan
Pajak-Pajak Pribadi (LP2P) oleh Pejabat/Pegawai di lingkungan masing-
masing; dan
c. melaporkan secara tertulis kepada Menteri Keuangan dan menyampaikan
tembusan laporan tersebut kepada Inspektur Jenderal Kementerian
Keuangan, dalam hal terdapat Pejabat/Pegawai yang tidak menyampaikan
Laporan Pajak-Pajak Pribadi (LP2P).,
Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan ditugaskan untuk mengelola
Laporan Pajak-Pajak Pribadi (LP2P) yang meliputi:
a. menerima dan menatausahakan Laporan Pajak-Pajak Pribadi (LP2P);
b. melakukan penelitian dan penilaian Laporan Pajak-Pajak Pribadi (LP2P)
yang diterima;
KEENAM
KETUJUH
KEDELAPAN
KESEMBILAN
KESEPULUH
KESEBELAS
KEDUABELAS
MENTERIKEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA
- 3 -
c. menyimpan Laporan Pajak-Pajak Pribadi (LP2P) dengan sebaik-baiknya,
sehingga dapat dijamin ketertiban administrasi, keamanan, dan
kerahasiaannya; dan
d. melaporkan kepada Menteri Keuangan hasil penelitian dan penilaian
Laporan Pajak-Pajak Pribadi (LP2P) secara berkala.
Dalam rangka melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Diktum
KELIMA, Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan berwenang untuk:
a. meminta keterangan atau penjelasan dari pimpinan unit eselon I atas
Pejabat/Pegawai yang tidak menyampaikan Laporan Pajak-Pajak Pribadi
(LP2P);
b. meminta keterangan atau penjelasan dari Pejabat/Pegawai mengenai
informasi Laporan Pajak-Pajak Pribadi (LP2P) yang disampaikan.
Dalam rangka melaksanakan tugas dan wewenang sebagaimana dimaksud
dalam Diktum KELIMA dan Diktum KEENAM, Inspektur Jenderal
Kementerian Keuangan dibantu oleh tim yang terdiri dari Pejabat/Pegawai
yang ditunjuk.
Dalam rangka pelaksanaan tugas dan wewenang pengelolaan Laporan Pajak-
Pajak Pribadi (LP2P) sebagaimana dimaksud dalam Diktum KELIMA dan
Diktum KEEN AM, Inspektur Jenderal dan Pejabat/Pegawai yang ditunjuk di
bawah sumpah wajib menjaga kerahasiaan Laporan Pajak-Pajak Pribadi (LP2P)
serta informasi terkait lainnya.
Dalam hal Laporan Pajak-Pajak Pribadi (LP2P) diperlukan oleh pihak yang
berwenang di luar Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan untuk
kepentingan pemeriksaan, penyelidikan, atau penyidikan, Laporan Pajak-Pajak
Pribadi (LP2P) dapat diberikan setelah mendapat izin tertulis dari Menteri
Keuangan dengan pemberitahuan kepada yang bersangkutan.
Pejabat/Pegawai sebagaimana dimaksud dalam Diktum PERT AM A yang tidak
menyampaikan Laporan Pajak-Pajak Pribadi (LP2P) atau terbukti mengisi
Laporan Pajak-Pajak Pribadi (LP2P) tidak sesuai dengan ketentuan
sebagaimana dimaksud dalam Diktum KETIGA, dikenai sanksi sesuai dengan
peraturan perundang-undangan di bidang kepegawaian danl atau peraturan
perundang-undangan lainnya.
Inspektur Jenderal atau Pejabat/Pegawai yang ditunjuk yang diwajibkan
menjaga kerahasiaan Laporan Pajak-Pajak Pribadi (LP2P) dan informasi terkait
lainnya sebagaimana dimaksud dalam Diktum KEDELAP AN yang karena
kealpaan atau kesengajaan tidak memenuhi kewajiban menjaga kerahasiaan
Laporan Pajak-Pajak Pribadi (LP2P) dan informasi terkait lailULya, dikenai
sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan di bidang kepegawaian
danl atau peraturan perundang-undangan lainnya.
Untuk keperluan penatausahaan, penelitian, danl atau penilaian Laporan
Pajak-Pajak Pribadi (LP2P) sebagaimana dimaksud dalam Diktum KELIMA,
Pejabat/Pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan sebagaimana
dimaksud dalam Diktum PERT AMA dimintakan kesediaannya untuk
menyampaikan daftar harta kekayaan dengan ketentuan sebagai berikut:
a. penyampaian daftar harta kekayaan dilakukan dengan mengisi dan
menandatangani surat pernyataan dan surat kuasa sesuai format
sebagaimana tercantum dalam Lampiran II Keputusan Menteri Keuangan
ini, yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Keputusan
Menteri Keuangan ini; dan
..
KETIGABELAS
KEEMPATBELAS:
KELIMABELAS
MENTERIKEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA
-4-
b. penyampaian daftar harta kekayaan dilakukan setiap tahun bersamaan
dengan penyampaian Laporan Pajak-Pajak Pribadi (LP2P) paling lama
tanggal· 30 April setelah tahun yang dilaporkan, dengan menggunakan
formulir sesuai format sebagaimana tercantum dalam Lampiran III
Keputusan Menteri Keuangan ini, yang merupakan bagian yang tidak
terpisahkan dari Keputusan Menteri Keuangan ini.
: a. Penyampaian Laporan Pajak-Pajak Pribadi (LP2P) termasuk Daftar Harta
Kekayaan dapat dilakukan melalui media elektronik;
b. Tata cara penyampaian Laporan Pajak-Pajak Pribadi (LP2P) termasuk
Daftar Harta Kekayaan melalui media elektronik ditetapkan oleh
Sekretaris Jenderal atas nama Menteri Keuangan.
Dalam penyampaian, penatausahaan, pengelolaan, penmvasan, penelitian,
dan penilaian untuk daftar harta kekayaan berlaku\::!ihutatis mutandis
ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Diktum KETIGA huruf b dan huruf
c, Diktum KEEMP AT, Diktum KELIMA, Diktum KEENAM, Diktum
KETUJUH, Diktum KEDELAPAN, Diktum KESEMBILAN, Diktum
KESEPULUH, serta Diktum KESEBELAS untuk Laporan Pajak-Pajak Pribadi
(LP2P).
Penyampaian Laporan Pajak-Pajak Pribadi (LP2P) termasuk Daftar Harta
Kekayaan bagi Pejabat/Pegawai wanita kawin sebagaimana dimaksud dalam
Diktum PERTAMA untuk :
a. wanita kawin yang suaminya wajib menyampaikan Surat Pemberitahuan
Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Pajak Orang Pribadi, dilaksanakan
sesuai ketentuan sebagaimana diatur dalam Pasal 3 ayat (2) Keputusan
Presiden Nomor 33 Tahun 1986;
b. wanita kawin yang suaminya tidak wajib menyampaikan Surat
Pemberitahuan. Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Pajak Orang Pribadi,
dilaksanakan sesuai ketentuan sebagaimana diatur dalam Pasal3 ayat (3)
Keputusan Presiden Nomor 33 Tahun 1986.
KEENAMBELAS Pada saat Keputusan Menteri Keuangan ini mulai berlaku:
1. Penyampaian Laporan Pajak-Pajak Pribadi (LP2P) untuk Tahun Pajak
2009, dilakukan sesuai dengan tata cara sebagaimana diatur dalam
Instruksi Menteri Keuangan Nomor 02/KMK.0l/1986 tentang Kewajiban
dan Tata Cara Penyampaian Pajak-Pajak Pribadi (LP2P) Bagi
Pejabat/Pegawai Departemen Keuangan dan Pejabat/Pegawai BUMN
dalam Lingkungan Departemen Keuangan;
2. Instruksi Menteri Keuangan Nomor 02/KMK.01/1986 tentang Kewajiban
dan Tata Cara Penyampaian Pajak-Pajak Pribadi (LP2P) Bagi
PejabatfPegawai Departemen Keuangan dan Pejabat/Pegawai BUMN
dalam Lingkungan Departemen Keuangan, dicabut dan dinyatakan tidak
berlaku.
KETUJUHBELAS : Keputusan Menteri Keuangan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
Salinan Keputusan Menteri Keuangan ini disampaikan kepada:
1. Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi
Birokrasi;
2. Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi;
3. Kepala Badan Kepegawaian Negara;
,
MENTERIKEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA
- 5 -
4. Sekretaris Jenderal/Para Direktur Jenderal/Inspektur Jenderal/Para
Kepala Badan/Ketua Badan di Lingkungan Kementerian Keuangan;
5. Kepala Biro Hukum, Kementerian Keuangan.
Salinan sesuai dengan aslinya
KEPALA
Ditetapkan di Jakarta
..pada tanggal 10 Januari 2011
MENTERI KEUANGAN,
ttd.
AGUS D.W. MARTOWARDOJO
MENTERIKEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
SIFAT RAHASIA
LAMPIRAN!
KEPUTUSAN MENTER! KEUANGAN NOMOR 7 /KMK. 09/2011
TENTANG TATA CARA PENYAMPAIAN DAN PENGELOLAAN
LAPORAN PAJAK-PAJAK PRiBADI (LP2P) PEJABAT/PEGAWA! DI
L1NGKUNGAN KEMENTERIAN KEUANGAN
Lembar ke-1: Untuk Pimpinan
Kementerian /Lembaga
LAPORAN PATAK-PATAK PRIBADI (LP2P)
TAHUN PAJAK .......... .
1. Nama Lengkap/NIP :
2. Pangkat :
3. Jabatan :
4. Unit Kerja :
5. Alamat - kantor :
- rumah :
6. Status : Kawinj Tidak kawin "')
7. Nama Isteri/ Suami :
I. Pajak PenghasiIan
Pajak yang
No Uraian terutang
(Rp)
1. Penghasilan Neto Tahun ........ Rp
2. Penghasilan Kena Pajak Th ......... Rp
3. Pajak Penghasilan 4 tahun sebelurnnya:
a. Tahun Pajak .....
b. Tahun Pajak .....
c. Tahun Pajak .....
d. Tahun Pajak .....
II. Pajak Bumi dan Bangunan .... )
No SPPT/SKP Nomor Obyek Pajak Atas Nama Keterangan
(1) (2) (3) (4) (5)
1.
2.
3.
III. Pajak Kendaraan Bermotor .... )
Jenis Nomor Tahun Tahun
No Kendaraan Polisi Pembuatan Perolehan
(1) (2) (3) (4) (5)
1.
2.
3.
Catatan: *) Coret yang tidak perlu
**) Dalam hal ruangan ini tidak mencukupi, dapat
dibuat lampiran tersendiri sesuai bentuk ini
Atas nama
(6)
NPWP :
Mulai tanggal :
Mulai tanggal :
Kode Pos
I
I I I I I
KodePos
I I I I I I
Pekerjaan :
Pajak yang di Pajak yang
potong/ dipungut dibayar sendiri
pihak ketiga (Rp)
(Rp)
Pajak yang Pajak yang telah
terutang (Rp) dibayar (Rp)
(6) (7)
Pajak yang
telah dibayar Keterangan
(Rp)
(7) (8)
Jakarta, ............ .
Yang melaporkan
Nama jelas
NIP.
MENTERIKEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA
-2-
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
SIFAT RAHASIA
Lembar ke-2: Untuk Pejabat/Pegawai
yang bersangkutan
LAPORAN PATAK-PATAK PRIBADI (LP2P)
TAHUN PAJAK .......... .
1. Nama Lengkap/NIP
2. Pangkat
3. Jabatan
4. Unit Kerja :
5. Alamat - kantor :
-rumah :
6. Status : Kawinf Tidak kawin .. )
7. Nama Isterif Suami
I. Pajak Penghasilan
Pajak yang
No Uraian terutang
(Rp)
1. Penghasilan Neto Tahun ........ Rp
2. Penghasilan Kena Pajak Th ......... Rp
3. Pajak Penghasilan 4 tahun sebelumnya:
a. Tahun Pajak .....
b. Tahun Pajak .....
c. Tahun Pajak .....
d. Tahun Pajak .....
II. Pajak Bumi dan Bangunan **)
No SPPT/SKP Nomor Obyek Pajak Atas Nama Keterangan
(1) (2) (3) (4) (5)
1.
2.
3.
III. Pajak Kendaraan Bermotor **)
Jenis Nomor Tahun Tahun
No Kendaraan Polisi Pembuatan Perolehan
(1) (2) (3) (4) (5)
1.
2.
3.
Catatan: *) Coret yang tidak perlu
**) Dalam hal ruangan ini tidak mencukupi, dapat
dibuat lampiran tersendiri sesuai bentuk ini
Atas nama
(6)
NPWP :
Mulai tanggal :
Mulai tanggal :
Kode Pos
I
I I I I
KodePos
I I I I I
Pekerjaan :
Pajak yang di Pajak yang
potong/ dipungut dibayar sendiri
pihak ketiga (Rp)
(Rp)
Pajak yang Pajak yang telah
terutang (Rp) dibayar (Rp)
(6) (7)
Pajak yang
telah dibayar Keterangan
(Rp)
(7) (8)
Jakarta, ............ .
Yang melaporkan
Namajelas
NIP.
I
I
MENTERIKEUANGAN
REPUBUK INDONESIA
- 3-
PETUNJUK PENGISIAN LAPORAN PAJAK-PAJAK PRIBADI (LP2P)
TAHUNPAJAK
Diisi dengan Tahun Pajak
1. Diisi dengan nama lengkap, Nomor Induk Pegawai (NIP) terbaru dan Nomor Pokok Wajib
Pajak (NPWP) sesuai dengan yang tercantum pada "Kartu Nomor Pokok Wajib Pajak" atau
"Surat Keterangan Terdaftar".
Bagi yang tidak wajib menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan
Orang Pribadi, dan belum memiliki NPWP, maka NPWP tidak perIu diisi.
Bagi Wajib Pajak LP2P wanita kawin yang tidak memiliki NPWP:
Bagi wanita kawin yang tidak memiliki NPWP dan suaminya wajib menyampaikan Surat
Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Orang Pribadi (SPT PPh), maka NPWP diisi
sesuai dengan NPWP suami.
Bagi wanita kawin yang tidak memiliki NPWP dan suaminya tidak wajib menyampaikan
Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Orang Pribadi (SPT PPh), maka NPWP
tidak perIu diisi.
2. Diisi dengan pangkat dan tanggal mulai ditetapkannya pangkat yang bersangkutan.
3. Diisi dengan jabatan dan tanggal mulainya yang bersangkutan menduduki suatu jabatan.
4. Diisi sesuai dengan unit kerja dimana yang bersangkutan ditempatkan/bekerja dengan
jabatan seperti tersebut pada butir 3.
5. Diisi dengan alamat kantor dan alamat rumah yang bersangkutan.
6. Diisi dengan status perkawinan yang bersangkutan, dengan ketentuan sebagai berikut:
Status yang bersangkutan pada tanggal 1 Januari tahun sebelumnya. Dalam hal yang
bersangkutan berstatus duda atau janda, diisi dengan "Tidak Kawin".
7. Diisi dengan nama isterij suami, dan pekerjaan yang bersangkutan.
I. PAJAK PENGHASILAN
1. Diisi dengan tahun sebelum tahun pelaporan LP2P
1.1. Diisi dari SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Orang Pribadi Tahun Pajak sebelum tahun
pelaporan LP2P Formulir 1770 huruf A angka 5 atau Formulir 1770 S huruf A
angka4.
1.2. Bagi yang tidak wajib menyampaikan SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Orang
Pribadi termasuk wanita kawin, diisi dari lampiran I-A SPT Tahunan PPh Pasal 21
formulir 1721-A1 angka 14, atau lampiran I-B SPT Tahunan PPh Pasal 21 formulir
1721-A2 angka 14.
2. Diisi dengan tahun sebelum tahun pelaporan LP2P
2.1. Diisi dari SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Orang Pribadi formulir 1770 huruf B angka
11 atau formulir 1770 S huruf B angka 8;
2.2. Bagi yang tidak wajib menyampaikan SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Orang Pribadi
termasuk wanita kawin, diisi dari lampiran I-A SPT Tahunan PPh Pasal 21 formulir
1721-A1 angka 18, atau lampiran I-B SPT Tahunan PPh Pasal 21 formulir 1721-A2
angka 17.
Kolom : "Pajak yang terutang".
a. Diisi dari SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Orang Pribadi formulir 1770 huruf C
angka 14 atau formulir 1770 S huruf C angka 11.
MENTERIKEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA
- 4-
b. Bagi yang tidak wajib menyampaikan SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Orang
Pribadi termasuk wanita kawin, diisi dari lampiran I-A SPT Tahunan PPh Pasal
21 formulir 1721-A1 angka 21, atau lampiran I-B SPT Tahunan PPh Pasal 21
formulir 1721-A2 angka 18.
Kolom "Pajak yang dipotong/ dipungut pihak ke-3 ".
a. Diisi dari SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Orang Pribadi formulir 1770 huruf D
angka 15 atau formulir 1770 S huruf D angka 12.
b. Bagi yang tidak wajib menyampaikan SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Orang
Pribadi termasuk wanita kawin, diisi dengan angka yang sarna seperti tersebut
pada butir 2.2.2.b
Kolom "Pajak yang dibayar sendiri" .
a. Diisi dari penjumlahan angka yang tercantum dalam SPT Tahunan PPh Wajib
Pajak Orang Pribadi Tahun formulir 1770 huruf D angka 17 huruf a, b, c,. d, dan
huruf E angka 19 huruf a (PPh Pasal29) atau formulir 1770 S huruf D angka 15
dan huruf E angka 16 huruf a (PPh PasaI29).
b. Bagi yang tidak wajib menyampaikan SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Orang
Pribadi termasuk wanita kawin, diisi dengan tanda "_".
3. Diisi dengan Pajak Penghasilan 4 (empat) tahun sebelumnya.
II. PAJAK BUMI DAN BANGUNAN
Diisi sesuai dengan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang terutang berdasarkan SPPT tahun
terakhir yang telah dibayar atas tanah dan/ atau bangunan yang dimiliki oleh pelapor
termasuk isteri/ suami dan anak-anak yang belum dewasa.
Kolom (1)
Kolom (2)
Kolom (3)
Kolom (4)
. Kolom (5)
Kolom (6)
Kolom (7)
Diisi dengan nomor urut.
Diisi dengan SPPT atau SKP.
Diisi dengan Nomor dari Objek Pajak atau SPPT yang bersangkutan.
Diisi dengan nama yang tercantum dalam SPPT atau SKP.
Diisi seperlunya, antara lain nama pemilik harta dalam hal tidak sarna
dengan nama dalam kolom (4).
Diisi dengan PBB yang terutang.
Diisi dengan PBB yang telah dibayar sesuai dengan bukti pembayaran.
III. PAJAK KENDARAAN BERMOTOR
Diisi sesuai dengan Pajak Kendaraan Bermotor yang telah dibayar atas kendaraan bermotor
yang dimiliki oleh pelapor termasuk isteri/ suami dan anak-anak yang belum dewasa.
Kolom (1)
Kolom (2)
Kolom (3)
Kolom (4)
Kolom (5)
Diisi dengan nomor urut.
Diisi dengan jenis kendaraan yang dimiliki dan atau dikuasai misalnya bus,
truk, mobil, sepeda motor, yacth, jet ski dan kendaraan sejenis lainnya.
Diisi dengan nom or polisi kendaraan bermotor.
Diisi dengan tahun pembuatankendaraan bermotor.
Diisi dengan tahun perolehan kendaraan bermotor.
Kolom (6)
Kolom (7)
Kolom (8)
u.b.
MENTERIKEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA
·5·
Diisi dengan nama yang tercantum dalam BPKB /STNK.
Diisi dengan pajak kendaraan bermotor yang telah dibayar sesuai dengan
bukti pembayaran.
Diisi sepedunya, antara lain nama pemilik dalam hal tidak sarna dengan
nama dalam kolom (6).
MENTERI KEUANGAN,
ttd.
AGUS D.W. MARTOWARDOJO


MEN
MENTERIKEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA
SURATPERNYATAAN
LAMPIRAN 1I
KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN
NOMOR 7 /KMK. 09/2011 TENTANG
PENYAMPAIAN DAN PENGELOLAAN
LAPORAN PAJAK-PAJAK PRlBADI (LP2P)
PEJABAT/PEGAWAI DI LINGKUNGAN
KEMENTERIAN KEUANGAN
Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama/NIP : ...•.••.••...•...•................•.•..................•.•.•.........•.••.•......•.••..•..•..•...........•..... (1)
Pangkat/Golongan : ............................................................................................................... (2)
Jabatan : ..•.••.•.•......•..•...•..............................................................•.•...................... (3)
DnitKerja : ............................................................................................................... (4)
dengan ini menyatakan kesediaan untuk:
A. 1. menyampaikan daftar harta kekayaan secara benar kepada Menteri Keuangan;
2. memberikan keterangan dan dokumen-dokumen lainnya terkait dengan harta kekayaan.
B.1. dikenai sanksi sesuai peraturan perundangan-undangan, dalam hal daftar dan keterangan
sebagaimana tersebut pada huruf A di atas tidak benar;
2. diserahkan penanganan selanjutnya kepada penegak hukum, dalam hal berdasarkan hasil
penelitian sebagaimana dimaksud dalam huruf A angka 2 terdapat indikasi adanya tindak
pidana korupsi dan/ atau tindak pidana lainnya atas kepemilikan harta kekayaan.
Daftar harta kekayaan serta keterangan dan dokumen-dokumen tersebut di atas hanya
diberikan untuk digunakan oleh Menteri Keuangan atau Pejabat/Pegawai yang ditunjuk dengan
tetap menjaga kerahasiaan daftar harta kekayaan serta keterangan dan dokumen-dokumen
dimaksud.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan kesadaran sendiri tanpa paksaan dari pihak
manapun.
. ........... , ..................... 20 .... (5)
Yang menyatakan,
meterai
Rp6.000,-
Nama ............................ (1)
NIP ............................ (1).
MENTERIKEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA
- 2-
SURATKUASA
Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama/NIP : ••....••••....•..•.•..•••••.•.•.•...•...•.•.••.....•...............•...•.........•.........•..•.......•........ (1)
Pangkat/ Golongan : ............................................................................................................... (2)
Jabatan : ••.•.•....................•.•.•.•.•.........•...................................•.....••..........•.•.........• (3)
Unit Kerja : ...•.........•........•.............•.•.......•................................................................ (4)
dengan ini memberikan kuasa penuh kepada Menteri Keuangan untuk meminta informasi
KHUSUS
mengenai:
a. SPT Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Pajak Orang Pribadi; dan/ atau
b. rekening bank kepada Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PP ATK),
dalam rangka pengujian kebenaran terhadap daftar harta kekayaan yang saya sampaikan.
Demikian surat kuasa ini dibuat untuk digunakan sebagaimana mestinya .
...... ...... , ................... 20 .... (5)
Pemberi kuasa,
meterai
Rp6.000,-
Nama ............................. (1)
NIP ............................. (1)
MENTERIKEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA
-3-
PETUNJUK PENGISIAN SURAT PERYATAAN DAN SURAT KUASA
(1) Diisi dengan nama lengkap sesuai surat keputusan kepangkatan terakhir, dan Nomor Induk
Pegawai (NIP) diisi dengan NIP Pegawai yang bersangkutan.
(2) Diisi dengan pangkat/ golongan sesuai surat keputusan kepangkatan terakhir.
(3) Diisi dengan jabatan sesuai surat keputusan pengangkatan dalam jabatan terakhir.
(4) Diisi dengan unit kerja sesuai surat keputusan pengangkatan dalam jabatan terakhir dengan
urutan unit terkecil sampai dengan unit eselon I.
(5) Diisi dengan temp at dan tanggal dibuatnya surat pernyataan dan surat kuasa dimaksud.
MENTERI KEUANGAN,
ttd
AGUS D.W. MARTOWARDOJO
MENTERIKEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
SIFAT RAHASIA
Nama Lengkap/NIP
I. TANAH DAN BANGUNAN **)
Tahun
No Lokasi/ Alamat Perolehan
(1) (2) (3)
1
2
3
II. KENDARAAN BERMOTOR **)
No. Jenis Kendaraan/ Merl</
Tahun Pembuatan
(1)
1.
2.
3.
(2)
Tahun
Perolehan
(3)
DAFTAR HARTA KEKAYAAN
Atas Nama/
Hubungan
Keluarga
(4)
Nomor Polisi/
Nomor
Indentifikasi
(4)
TAHUN PAJAK .......... .
LuasTanah/
Luas Bangunan/
NOP
(5)
LT: m2
LB: m2
NOP:
LT: m2
LB: m2
NOP:
LT: m2
LB: m2
NOP:
Atas Nama/
Hubungan Keluarga
(5)
LAMPIRAN III
KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 7jl(Ml{ () 9 /2011
TENTANG TATA CARA PENYAMPAJAN DA ..
LAPORAN PAJAK-PAJAK PRIBADI (LP2P) PEJABAT/PEGAWAI DI
L1NGKUNGAN KEMENTERIAN KEUANGAN
Asal Usul
(6)
Jumlah
Asal Usul
Kekayaan
(6)
Jumlah
Lembar ke-1: Untuk Pimpinan
Kementerian/ Lembaga
NPWP:
Nilai
Perolehan
(7)
Nilai
Perolehan
(7)
NJOP
(Rp)
(8)
III. UANG TUNAl, DEPOSITO, GIRO, TABUNGAN DAN SETARA KAS LAINNYA **)
No
(1)
1.
2.
3.
Jenis
(2)
Atas Nama/
Hubungan Keluarga
(3)
Asal Usul
Kekayaan
(4)
Nama Bank/ Lembaga
Penyimpanan
(5)
Nomor
Rekening
(6)
Jumlah
IV. SURAT BERHARGA (OBLIGASI, SAHAM, DAN SURAT BERHARGA LAINNYA) H)
No
(1)
1.
2.
3.
Jenis
(2)
Atas Nama/
Hubungan Keluarga
(3)
Asal Usul
Kekayaan
(4)
Catatan: **) Dalam hal ruangan ini tidak mencukupi, dapat
dibuat lampiran tersendiri sesuai bentuk ini
Tahun Investasi Jumlah
(dari th ... s.d. th ... ) Lembar/ %
Kepemilikan
(5) (6)
Saldo Saat
Pelaporan
(Rp dan/atau valas)
(7)
Rp ............... ..
valuta asing ..
Nama NilaiJual
Perusahaan/ Saat Pelaporan
Kustodian (Rp dan/ atau valas)
(7) (8)
Jumlah Rp ........... ..
valuta asing
JUMLAH TOTAL: (9)
Yang melaporkan,
Nama jelas
NIP.
MENTERIKEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA
-2-
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
SIFAT RAHASIA
DAFT AR HARTA KEKAYAAN
TAHUN PAJAK .......... .
Nama Lengkap/NIP
I. TANAH DAN BANGUNAN **)
Tahun Atas Nama/ Luas Tanah/
No Lokasij Alamat Perolehan Hubungan Luas Bangunan/
Keluarl!;a NOP
(1) (2) (3) (4) (5)
1 LT: m2
LB: m2
NOP:
2 LT: m2
LB: m2
NOP:
3 LT: m2
LB: m2
NOP:
II. KENDARAAN BERMOTOR U)
No. Jenis Kendaraan/Merk/ Tahun Nomor Polisi/ Atas Nama/
Tahun Pembuatan Perolehan
Nomor
Hubungan Keluarga
Indentifikasi
(1) (2) (3) (4) (5)
1.
2.
3.
III. UANG TUNAl, DEPOSITO, GIRO, TABUNGAN DAN SETARA KAS LAINNYA •• )
Atas Nama/ Asal Usul Nama Bank/ Lembaga
No Jenis Hubungan Keluarga Kekayaan Penyimpanan
(1) (2) (3) (4) (5)
1.
2.
3.
Asal Usul
(6)
Jumlah
Asal Usul
Kekayaan
(6)
Jumlah
Nomer
Rekening
(6)
Jumlah
IV. SURAT BERHARGA (OBLIGASI, SAHAM, DAN SURAT BERHARGA LAINNYA) U)
Atas Nama/ Asal Usul
No Jenis
Hubungan Keluarga Kekayaan
(1) (2) (3) (4)
1.
2.
3.
Catatan: **) Dalam hal ruangan ini tidak mencukupi, dapat
dibuat lampiran tersendiri sesuai bentuk ini
Tahun Investasi Jumlah
(dari th ... s.d. tho .) Lembar/ %
Kepemilikan
(5) (6)
Lembar ke-2: Untuk Pejabat/Pegawai
yang bersangkutan
NPWP:
Nilai NJOP
Perolehan (Rp)
(7) (8)
Nilai
Perolehan
(7)
SaldoSaat
Pelaporan
(Rp dan/atau valas)
(7)
Rp ..... ...........
valuta asing .....
Nama NilaiJual
Perusahaan/ Sa at Pelaporan
Kustodian (Rp dan/atau valas)
(7) (8)
Jumlah
Rp .............
valuta asing ......
JUMLAH TOTAL: (9)
Yang melaporkan,
Nama jelas
NIP.
TAHUNPAIAK
MENTERIKEUANGAN
REPUBUK INDONESIA
-3-
PETUNJUK PENGISIAN DAFTAR HARTA KEKAYAAN
Diisi dengan Tahun Pajak.
Nama lengkapINIP dan NPWP:
Diisi dengan nama lengkap, Nomor Induk Pegawai (NIP) terbaru dan Nomor Pokok Wajib
Pajak (NPWP).
Petunjuk Pengisian Daftar Harta Kekayaan Bagi Suami:
1. Dalam hal suami isteri adalah pejabat/pegawai Kementerian Keuangan, kewajiban
menyampaikan DHK hanya dilakukan oleh suami, isteri cukup menginformasikan bahwa
DHK isteri telah dilaporkan dalam DHK yang dilaporkan suami yang bersangkutan;
2. Dalam hal suami adalah pejabat/ pegawai Kementerian Keuangan, dan isteri bukan
pejabatjpegawai kementerian Keuangan, sepanjang:
a. suami isteri tidak melakukan perjanjian pemisahan harta dan penghasilan; dan
b. isteri tidak memilih untuk menjalankan hak dan kewajiban perpajakannya sendiri,
maka suami menyampaikan DHK yang dimiliki oleh suami dan isteri.
3. Dalam hal suami adalah pejabat/ pegawai Kementerian Keuangan, dan isteri bukan
pejabat/pegawai Kementerian Keuangan, sepanjang suami isteri melakukan perjanjian
pemisahan harta dan penghasilan atau isteri memilih untuk menjalankan hak dan
kewajiban perpajakannya sendiri, maka suami menyampaikan DHK dari harta yang
dimiliki suami.
Petunjuk Pengisian Daftar Harta Kekayaan Bagi Isteri:
1. Dalam hal isteri adalah pejabat/ pegawai Kementerian Keuangan, dan suami bukan
pejabat/pegawai kementerian Keuangan, sepanjang:
a. suami isteri tidak melakukan perjanjian pemisahan harta dan penghasilan; dan
b. isteri tidak memilih untuk menjalankan hak dan kewajiban perpajakannya sendiri,
maka isteri menyampaikan DHK yang dimiliki oleh suami dan isteri.
2. Dalam hal isteri adalah pejabat/ pegawai Kementerian Keuangan, dan suami bukan
pejabatjpegawai Kementerian Keuangan, sepanjang suami isteri melakukan perjanjian
pemisahan harta dan penghasilan atau isteri memilih untuk menjalankan hak dan
kewajiban perpajakannya sendiri, maka isteri menyampaikan DHK dari harta yang dimiliki
isteri.
I. TANAH DAN BANGUNAN
Mencakup tanah dan atau bangunan yang dimiliki, baik yang ada di dalam negeri maupun
di luar negeri. Harta kekayaan tanah dan atau bangunan ini mencakup tanah dan/ atau
bangunan seperti yang dimaksud dalam perhitungan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
Kolom (1)
Kolom (2)
Kolom (3)
Kolom (4)
Diisi dengan nomor urut.
Diisi dengan nama jalan, kelurahan/ desa, kecamatan, kabupaten/kota.
Diisi dengan tahun perolehan harta.
Diisi nama yang tercantum dalam Sertifikat/Surat Kepemilikan Tanah dan
hubungan keluarga dengan pelapor apabila nama yang tercantum dalam
Sertifikat/Surat Kepemilikan-Tanah berbeda dengan nama pelapor.

Kolom (5)
Kolom (6)
MENTERIKEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA
-4-
Diisi luas tanah, luas bangunan (apabila ada), dan Nomor Objek Pajak
(NOP).
Diisi dengan:
Hasil sendiri;
Warisan;
Hibah;
Hasil sendiri dan warisan;
Hasil sendiri dan hibah;
Warisan dan hibah;
Hasil sendiri, warisan dan hibah; atau
Lainnya (misalnya kredit, angsuran, pinjaman).
Kolom (7) Diisi dengan harga perolehan tanah dan atau bangunan tersebut.
Kolom (8) Diisi dengan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang tercantum dalam SPPT.
II. KENDARAAN BERMOTOR
Mencakup seluruh jenis alat transportasi yang dimiliki, baik untuk keperluan p r i b a d i ~ untuk
keperluan us aha maupun sebagai barang dagangan.
Kolom (1)
Kolom (2)
Kolom (3)
Kolom (4)
Kolom (5)
Kolom (6)
Kolom (7)
Diisi dengan nomor urut.
Diisi jenis kendaraan yang dimiliki misalnya bus, truk, mobil, yacht, jet
ski, dan kendaraan sejenis lainnya;
Diisi dengan merk kendaraan misalnya Toyota Altis, Honda Accord, dan
lain-lain;
Diisi tahun pembuatan sebagaimana tercantum dalam BPKB/STNK.
Diisi dengan tahun perolehan kendaraan bermotor.
Diisi dengan nomor polisi atau nomor indentifikasi lainnya untuk jenis
kendaraan di atas air.
Diisi dengan nama yang tercantum dalam BPKB dan hubungan keluarga
dengan pelapor apabila nama yang tercantum BPKB berbeda dengan nama
pelapor.
Diisi dengan:
Hasil sendiri;
Warisan;
Hibah;
Hasil sendiri dan warisan;
Hasil sendiri dan hibah;
Warisan dan hibah;
Hasil sendiri, warisan dan hibah; atau
Lainnya (misalnya kredit, angsuran, pinjaman).
Diisi dengan nilai perolehan kendaraan bermotor
III. UANG TUNAl, DEPOSITO, GIRO, TABUNGAN DAN SETARA KAS LAINNYA
Diisi seluruh uang tunai, deposito, giro, tabungan, dan setara kas yang dimiliki oleh pelapor
termasuk isteri/ suami dan anak-anak yang belum dewasa.
Kolom (1)
Kolom (2)
Diisi dengan nomor urut.
Diisi dengan:
Uang tunai;
Deposito;
Giro;
Tabungan; a.tau
Setara Kas

Kolom (3)
Kolom (4)
Kolom (5)
Kolom (6)
Kolom (7)
MENTERIKEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA
- 5-
a. Diisi sesuai dengan nama yang tercantum dalam suratj tanda bukti
kepemilikan;
b. Hubungan Keluarga diisi dengan:
Yang bersangkutan;
Isterij suami;
Anak; atau
Lainnya.
Diisi dengan:
Hasil sendiri;
Warisan;
Hibah;
Hasil sendiri dan warisan;
Hasil sendiri dan hibah;
Warisan dan hibah; atau
Hasil sendiri, warisan dan hibah.
Diisi dengan nama bank/Lembaga Penyimpan.
Diisi dengan nomor rekening.
Diisi dengan nilai nominal pada saat pelaporan dalam rupiah dan/ atau
valuta asing.
IV. SURAT BERHARGA (OBLIGASI, SAHAM, DAN SURAT BERHARGA LAINNYA)
Diisi seluruh obligasi, saham dan surat berharga lainnya yang dimiliki oleh pelapor
termasuk isteri/ suami dan anak-anak yang belum dewasa, termasuk juga harta kekayaan
tidak bergerak dan tidak berwujud, misalnya hak cipta, hak paten, hak usaha dan lain-lain
yang dikelompokkan kedalam surat berharga lainnya.
Kolom (1)
Kolom (2)
Kolom (3)
Kolom (4)
Diisi dengan nomor urut.
Diisi dengan:
Obligasi;
Saham;
Hak Cipta;
Hak Paten;
Hak Us aha; atau
Lainnya (sebut jenisnya bagaimana tertera dalam surat/ tanda bukti
kepemilikan)
a. Diisi sesuai dengan nama yang tercantum dalam surat/ tanda bukti
kepemilikan;
b. Hubungan Keluarga diisi dengan:
Yang bersangkutan;
Isteri/ suami;
Anak; atau
Lainnya
Diisi dengan:
Hasil sendiri;
Warisan;
Hibah;
Hasil sendiri dan warisan;
Hasil sendiri dan hibah;
Warisan dan hibah; atau
Hasil sendiri, warisan, dan hibah.

Kolom (5)
Kolom (6)
Kolom (7)
Kolom (8)
Kolom (9)
MENTERIKEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA
- 6 -
Diisi dengan periode tahun investasi.
Diisi dengan jumlah lembar I persentase kepemilikan.
Diisi dengan nama perusahaan yang menerbitkan surat berharga
tersebut/Kustodian.
Diisi dengan nilai jual surat berharga tersebut sesuai harga pasar pada
saat pelaporan dalam rupiah danl atau valuta asing.
Diisi dengan jumlah keseluruhan dari total daftar harta kekayaan yang
bersangkutan.

MENTERI KEUANGAN,
ttd.
Salin an sesuai dengan aslinya
KEPALA BIRO..;;,U:::=::::::::::--..
AGUS D.W. MARTOWARDOJO

. yaitu: a. b. melakukan penelitian dan penilaian Laporan Pajak-Pajak Pribadi (LP2P) yang diterima. dengan rincian sebagai berikut: 1) lembar kesatu disampaikan kepada Menteri Keuangan.. melakukan penatausahaan dan pengawasan atas penyampaian Laporan Pajak-Pajak Pribadi (LP2P) oleh Pejabat/Pegawai di lingkungan masingmasing. melaporkan secara tertulis kepada Menteri Keuangan dan menyampaikan tembusan laporan tersebut kepada Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan. Laporan Pajak-Pajak Pribadi (LP2P) disampaikan kepada Menteri Keuangan melalui Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan setiap tahun paling lamapnggal30 April setelah tahun yang dilaporkan.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -2- PERTAMA Menetapkan dan mernintakan kesediaan Pejabat/Pegawili di lingkungan Kementerian Keuangan. c. b. menyampaikan daftar PejabatfPegawai yang ditetapkan dan dimintakan kesediaannya untuk menyampaikan Laporan Pajak-Pajak Pribadi (LP2P) kepada Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan setiap tahun paling. Laporan Pajak-Pajak Pribadi (LP2P) dibuat dalam 2 (dua) rangkap. KETIGA Penyampaian Laporan Pajak-Pajak Pribadi (LP2P) sebagaimana dimaksud dalam Diktum PERTAMA. Laporan Pajak-Pajak Pribadi (LP2P) hams diisi oleh Pejabat/Pegawai secara benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Pejabat/Pegawai lainnya yang tugasnya terkait dengan pelayanan publik yang ditetapkan oleh pejabat eselon I di lingkungan Kementerian Keuangan. b. Pegawai Negeri Sipil yang memiliki pangkat Penata Muda (Golongan III/ <i) atau tinggfatau leoih d. . KELIMA Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan ditugaskan untuk mengelola Laporan Pajak-Pajak Pribadi (LP2P) yang meliputi: a. Pejabat fungsional. dan 2) lembar kedua wajib disimpan oleh Pejabat/Pegawai yang bersangkutan. KEDUA Penyampaian Laporan Pajak-Pajak Pribadi (LP2P) sebagaimana dimaksud dalam Diktum PERTAMA menggunakan formulir sesuai format sebagaimana tercantum dalam Lampiran I Keputusan Menteri Keuangan ini. b. dilaksanakan sebagai berikut: a. menerima dan menatausahakan Laporan Pajak-Pajak Pribadi (LP2P). dan c. c. dalam hal terdapat Pejabat/Pegawai yang tidak menyampaikan Laporan Pajak-Pajak Pribadi (LP2P). yang mempakan bagian yang tidak terpisahkan dari Keputusan Menteri Keuangan In1. lama pada akhir bulan Januari. untuk menyampaikan Laporan Pajak-Pajak Pribadi (LP2P) kepada Menteri Keuangan. KEEMPAT Pimpinan unit eselon I di lingkungan Kementerian Keuangan berkewajiban untuk: a. Pejabat stmktural.

penyelidikan. penyampaian daftar harta kekayaan dilakukan dengan mengisi dan menandatangani surat pernyataan dan surat kuasa sesuai format sebagaimana tercantum dalam Lampiran II Keputusan Menteri Keuangan ini. melaporkan kepada Menteri Keuangan hasil penelitian dan penilaian Laporan Pajak-Pajak Pribadi (LP2P) secara berkala.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -3- menyimpan Laporan Pajak-Pajak Pribadi (LP2P) dengan sebaik-baiknya. dan kerahasiaannya. c. Dalam hal Laporan Pajak-Pajak Pribadi (LP2P) diperlukan oleh pihak yang berwenang di luar Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan untuk kepentingan pemeriksaan. dikenai sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan di bidang kepegawaian danl atau peraturan perundang-undangan lainnya. yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Keputusan Menteri Keuangan ini. Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan berwenang untuk: a. Laporan Pajak-Pajak Pribadi (LP2P) dapat diberikan setelah mendapat izin tertulis dari Menteri Keuangan dengan pemberitahuan kepada yang bersangkutan. Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan dibantu oleh tim yang terdiri dari Pejabat/Pegawai yang ditunjuk. penelitian. KEENAM Dalam rangka melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Diktum KELIMA. Untuk keperluan penatausahaan. Pejabat/Pegawai sebagaimana dimaksud dalam Diktum PERT AM A yang tidak menyampaikan Laporan Pajak-Pajak Pribadi (LP2P) atau terbukti mengisi Laporan Pajak-Pajak Pribadi (LP2P) tidak sesuai dengan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Diktum KETIGA. Inspektur Jenderal atau Pejabat/Pegawai yang ditunjuk yang diwajibkan menjaga kerahasiaan Laporan Pajak-Pajak Pribadi (LP2P) dan informasi terkait lainnya sebagaimana dimaksud dalam Diktum KEDELAP AN yang karena kealpaan atau kesengajaan tidak memenuhi kewajiban menjaga kerahasiaan Laporan Pajak-Pajak Pribadi (LP2P) dan informasi terkait lailULya. dan d. b. dan KEDELAPAN KESEMBILAN KESEPULUH KESEBELAS KEDUABELAS . sehingga dapat dijamin ketertiban administrasi. keamanan. danl atau penilaian Laporan Pajak-Pajak Pribadi (LP2P) sebagaimana dimaksud dalam Diktum KELIMA. dikenai sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan di bidang kepegawaian danl atau peraturan perundang-undangan lainnya. KETUJUH Dalam rangka melaksanakan tugas dan wewenang sebagaimana dimaksud dalam Diktum KELIMA dan Diktum KEENAM. Dalam rangka pelaksanaan tugas dan wewenang pengelolaan Laporan PajakPajak Pribadi (LP2P) sebagaimana dimaksud dalam Diktum KELIMA dan Diktum KEEN AM. atau penyidikan. Pejabat/Pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Diktum PERT AMA dimintakan kesediaannya untuk menyampaikan daftar harta kekayaan dengan ketentuan sebagai berikut: a. meminta keterangan atau penjelasan dari Pejabat/Pegawai mengenai informasi Laporan Pajak-Pajak Pribadi (LP2P) yang disampaikan. Inspektur Jenderal dan Pejabat/Pegawai yang ditunjuk di bawah sumpah wajib menjaga kerahasiaan Laporan Pajak-Pajak Pribadi (LP2P) serta informasi terkait lainnya. meminta keterangan atau penjelasan dari pimpinan unit eselon I atas Pejabat/Pegawai yang tidak menyampaikan Laporan Pajak-Pajak Pribadi (LP2P).

Instruksi Menteri Keuangan Nomor 02/KMK. KELIMABELAS Penyampaian Laporan Pajak-Pajak Pribadi (LP2P) termasuk Daftar Harta Kekayaan bagi Pejabat/Pegawai wanita kawin sebagaimana dimaksud dalam Diktum PERTAMA untuk : a. b. Tata cara penyampaian Laporan Pajak-Pajak Pribadi (LP2P) termasuk Daftar Harta Kekayaan melalui media elektronik ditetapkan oleh Sekretaris Jenderal atas nama Menteri Keuangan. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Diktum KEEMP AT. serta Diktum KESEBELAS untuk Laporan Pajak-Pajak Pribadi (LP2P). yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Keputusan Menteri Keuangan ini. dilaksanakan sesuai ketentuan sebagaimana diatur dalam Pasal 3 ayat (2) Keputusan Presiden Nomor 33 Tahun 1986. 2. MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -4- b. Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Penyampaian Laporan Pajak-Pajak Pribadi (LP2P) untuk Tahun Pajak 2009. 2. wanita kawin yang suaminya tidak wajib menyampaikan Surat Pemberitahuan. Salinan Keputusan Menteri Keuangan ini disampaikan kepada: 1. Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi. Diktum KESEMBILAN. dilakukan sesuai dengan tata cara sebagaimana diatur dalam Instruksi Menteri Keuangan Nomor 02/KMK. Diktum KEENAM. dan penilaian untuk daftar harta kekayaan berlaku\::!ihutatis mutandis ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Diktum KETIGA huruf b dan huruf c. penelitian. Diktum KESEPULUH. . penmvasan. Diktum KELIMA. Penyampaian Laporan Pajak-Pajak Pribadi (LP2P) termasuk Daftar Harta Kekayaan dapat dilakukan melalui media elektronik. wanita kawin yang suaminya wajib menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Pajak Orang Pribadi. Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Pajak Orang Pribadi. KEENAMBELAS Pada saat Keputusan Menteri Keuangan ini mulai berlaku: 1. b. Kepala Badan Kepegawaian Negara. KETUJUHBELAS : Keputusan Menteri Keuangan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. penyampaian daftar harta kekayaan dilakukan setiap tahun bersamaan dengan penyampaian Laporan Pajak-Pajak Pribadi (LP2P) paling lama tanggal· 30 April setelah tahun yang dilaporkan. KEEMPATBELAS: Dalam penyampaian..01/1986 tentang Kewajiban dan Tata Cara Penyampaian Pajak-Pajak Pribadi (LP2P) Bagi PejabatfPegawai Departemen Keuangan dan Pejabat/Pegawai BUMN dalam Lingkungan Departemen Keuangan. 3. pengelolaan. KETIGABELAS : a. penatausahaan. Diktum KETUJUH. dilaksanakan sesuai ketentuan sebagaimana diatur dalam Pasal3 ayat (3) Keputusan Presiden Nomor 33 Tahun 1986.0l/1986 tentang Kewajiban dan Tata Cara Penyampaian Pajak-Pajak Pribadi (LP2P) Bagi Pejabat/Pegawai Departemen Keuangan dan Pejabat/Pegawai BUMN dalam Lingkungan Departemen Keuangan. dengan menggunakan formulir sesuai format sebagaimana tercantum dalam Lampiran III Keputusan Menteri Keuangan ini. Diktum KEDELAPAN..

MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -5- 4.pada tanggal 10 Januari 2011 MENTERI KEUANGAN. Kepala Biro Hukum. AGUS D. ttd. Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO/U~~:--.. Ditetapkan di Jakarta ... Kementerian Keuangan. MARTOWARDOJO .W. Sekretaris Jenderal/Para Direktur Jenderal/Inspektur Jenderal/Para Kepala Badan/Ketua Badan di Lingkungan Kementerian Keuangan... 5.

... 5... . .. No (1) 1........ 3. ... 6. 09/2011 MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SIFAT RAHASIA Lembar ke-1: Untuk Pimpinan Kementerian /Lembaga LAPORAN PATAK-PATAK PRIBADI (LP2P) TAHUN PAJAK .. 3..) Jenis Kendaraan (2) No (1) 1.. Nomor Obyek Pajak (3) Atas Nama (4) Keterangan (5) Pajak yang terutang (Rp) (6) Pajak yang telah dibayar (Rp) (7) III.. d.. Penghasilan Neto Tahun . 2.....) SPPT/SKP (2) II. Yang melaporkan Nama jelas NIP.. No Pajak yang terutang (Rp) Rp Rp Pajak yang di potong/ dipungut pihak ketiga (Rp) Pajak yang dibayar sendiri (Rp) 1.. Pajak Penghasilan 4 tahun sebelurnnya: a. c. b........rumah Status Nama Isteri/ Suami Pajak PenghasiIan Uraian : : : : : : NPWP Mulai tanggal Mulai tanggal : : : Kode Pos KodePos Tidak kawin "') Pekerjaan : : Kawinj : IIII II I III II I...LAMPIRAN! KEPUTUSAN MENTER! KEUANGAN NOMOR TENTANG TATA CARA PENYAMPAIAN DAN PENGELOLAAN LAPORAN PAJAK-PAJAK PRiBADI (LP2P) PEJABAT/PEGAWA! DI L1NGKUNGAN KEMENTERIAN KEUANGAN 7/KMK.. 2... Pajak Kendaraan Bermotor . 3.. 4... 1. 2.. 2..kantor .. 3.. .. Tahun Pajak .. 7.. Tahun Pajak ... Nomor Polisi (3) Tahun Pembuatan (4) Tahun Perolehan (5) Atas nama (6) Pajak yang telah dibayar (Rp) (7) Keterangan (8) Catatan: *) **) Coret yang tidak perlu Dalam hal ruangan ini tidak mencukupi. dapat dibuat lampiran tersendiri sesuai bentuk ini Jakarta. Tahun Pajak ...... Tahun Pajak . Penghasilan Kena Pajak Th . Nama Lengkap/NIP Pangkat Jabatan Unit Kerja Alamat ... Pajak Bumi dan Bangunan .

... 3..kantor -rumah Status Nama Isterif Suami Pajak Penghasilan Uraian NPWP Mulai tanggal Mulai tanggal : : : : : : Kode Pos KodePos Tidak kawin .. dapat dibuat lampiran tersendiri sesuai bentuk ini Jakarta. ..... Tahun Pajak . Tahun Pembuatan (4) Tahun Perolehan Atas nama (5) (6) Pajak yang telah dibayar (Rp) (7) Keterangan (8) 2.. 6. Catatan: *) **) Coret yang tidak perlu Dalam hal ruangan ini tidak mencukupi.... c... Tahun Pajak . Yang melaporkan Namajelas NIP.... 3. Pajak Penghasilan 4 tahun sebelumnya: a..... ...... 3..... 4. 1... .. Penghasilan Neto Tahun .. Tahun Pajak ...) Pekerjaan : : Kawinf IIII II IIII II I. III. 2... 2.. Atas Nama (4) Keterangan (5) Pajak yang terutang (Rp) (6) Pajak yang telah dibayar (Rp) (7) 2.. No Pajak yang terutang (Rp) Rp Rp Pajak yang di potong/ dipungut pihak ketiga (Rp) Pajak yang dibayar sendiri (Rp) 1. b.. 7.. Tahun Pajak .. Penghasilan Kena Pajak Th ... No (1) 1. 5.. d.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -2- KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SIFAT RAHASIA Lembar ke-2: Untuk Pejabat/Pegawai yang bersangkutan LAPORAN PATAK-PATAK PRIBADI (LP2P) TAHUN PAJAK . . Nama Lengkap/NIP Pangkat Jabatan Unit Kerja Alamat . Pajak Bumi dan Bangunan **) SPPT/SKP (2) Nomor Obyek Pajak (3) II...... 3. Pajak Kendaraan Bermotor **) Jenis Kendaraan (2) Nomor Polisi (3) No (1) 1.

Diisi dengan status perkawinan yang bersangkutan.1. Dalam hal yang bersangkutan berstatus duda atau janda.MENTERIKEUANGAN REPUBUK INDONESIA . 1. 6. Diisi dari SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Orang Pribadi formulir 1770 huruf B angka 11 atau formulir 1770 S huruf B angka 8. Bagi wanita kawin yang tidak memiliki NPWP dan suaminya tidak wajib menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Orang Pribadi (SPT PPh). Kolom : "Pajak yang terutang". maka NPWP tidak perIu diisi. . Diisi sesuai dengan unit kerja dimana yang bersangkutan ditempatkan/bekerja dengan jabatan seperti tersebut pada butir 3. dan pekerjaan yang bersangkutan. Diisi dengan pangkat dan tanggal mulai ditetapkannya pangkat yang bersangkutan. I. atau lampiran I-B SPT Tahunan PPh Pasal 21 formulir 1721-A2 angka 17. 2.3PETUNJUK PENGISIAN LAPORAN PAJAK-PAJAK PRIBADI (LP2P) TAHUNPAJAK Diisi dengan Tahun Pajak 1. diisi dengan "Tidak Kawin". Diisi dengan nama isterij suami. Diisi dengan jabatan dan tanggal mulainya yang bersangkutan menduduki suatu jabatan. Diisi dengan tahun sebelum tahun pelaporan LP2P 1. Diisi dengan tahun sebelum tahun pelaporan LP2P 2. dan belum memiliki NPWP. 5. Diisi dengan alamat kantor dan alamat rumah yang bersangkutan. Nomor Induk Pegawai (NIP) terbaru dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) sesuai dengan yang tercantum pada "Kartu Nomor Pokok Wajib Pajak" atau "Surat Keterangan Terdaftar". dengan ketentuan sebagai berikut: Status yang bersangkutan pada tanggal 1 Januari tahun sebelumnya. Bagi yang tidak wajib menyampaikan SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Orang Pribadi termasuk wanita kawin. Diisi dari SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Orang Pribadi formulir 1770 huruf C angka 14 atau formulir 1770 S huruf C angka 11. a. 2. 2.2. diisi dari lampiran I-A SPT Tahunan PPh Pasal 21 formulir 1721-A1 angka 18. 3. Bagi yang tidak wajib menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. Bagi Wajib Pajak LP2P wanita kawin yang tidak memiliki NPWP: Bagi wanita kawin yang tidak memiliki NPWP dan suaminya wajib menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Orang Pribadi (SPT PPh). Diisi dari SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Orang Pribadi Tahun Pajak sebelum tahun pelaporan LP2P Formulir 1770 huruf A angka 5 atau Formulir 1770 S huruf A angka4. 4. 7.1. atau lampiran I-B SPT Tahunan PPh Pasal 21 formulir 1721-A2 angka 14. maka NPWP tidak perIu diisi. PAJAK PENGHASILAN 1. Bagi yang tidak wajib menyampaikan SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Orang Pribadi termasuk wanita kawin. diisi dari lampiran I-A SPT Tahunan PPh Pasal 21 formulir 1721-A1 angka 14.2. Diisi dengan nama lengkap. maka NPWP diisi sesuai dengan NPWP suami.

mobil. Diisi dari SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Orang Pribadi formulir 1770 huruf D angka 15 atau formulir 1770 S huruf D angka 12. Diisi dari penjumlahan angka yang tercantum dalam SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Orang Pribadi Tahun formulir 1770 huruf D angka 17 huruf a. b. d. Diisi dengan PBB yang telah dibayar sesuai dengan bukti pembayaran. Kolom (1) Kolom (2) Kolom (3) Kolom (4) Kolom (5) Diisi dengan nomor urut. Diisi dengan Nomor dari Objek Pajak atau SPPT yang bersangkutan. 3. III. Kolom (5) Kolom (6) Kolom (7) Diisi dengan nomor urut. diisi dengan tanda "_". II. Diisi dengan PBB yang terutang. Diisi dengan tahun perolehan kendaraan bermotor. a. diisi dengan angka yang sarna seperti tersebut pada butir 2. Diisi dengan nom or polisi kendaraan bermotor. sepeda motor. Diisi dengan nama yang tercantum dalam SPPT atau SKP.2. atau lampiran I-B SPT Tahunan PPh Pasal 21 formulir 1721-A2 angka 18. Kolom "Pajak yang dipotong/ dipungut pihak ke-3 ". a.b Kolom "Pajak yang dibayar sendiri" . Bagi yang tidak wajib menyampaikan SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Orang Pribadi termasuk wanita kawin. PAJAK KENDARAAN BERMOTOR Diisi sesuai dengan Pajak Kendaraan Bermotor yang telah dibayar atas kendaraan bermotor yang dimiliki oleh pelapor termasuk isteri/ suami dan anak-anak yang belum dewasa. PAJAK BUMI DAN BANGUNAN Diisi sesuai dengan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang terutang berdasarkan SPPT tahun terakhir yang telah dibayar atas tanah dan/ atau bangunan yang dimiliki oleh pelapor termasuk isteri/ suami dan anak-anak yang belum dewasa. truk. yacth. diisi dari lampiran I-A SPT Tahunan PPh Pasal 21 formulir 1721-A1 angka 21. dan huruf E angka 19 huruf a (PPh Pasal29) atau formulir 1770 S huruf D angka 15 dan huruf E angka 16 huruf a (PPh PasaI29). Diisi dengan SPPT atau SKP. Diisi dengan tahun pembuatankendaraan bermotor. . Kolom (1) Kolom (2) Kolom (3) Kolom (4) .4- b. Diisi dengan Pajak Penghasilan 4 (empat) tahun sebelumnya. Diisi dengan jenis kendaraan yang dimiliki dan atau dikuasai misalnya bus. Diisi seperlunya.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .. antara lain nama pemilik harta dalam hal tidak sarna dengan nama dalam kolom (4). c. b. jet ski dan kendaraan sejenis lainnya. Bagi yang tidak wajib menyampaikan SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Orang Pribadi termasuk wanita kawin. b.2. Bagi yang tidak wajib menyampaikan SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Orang Pribadi termasuk wanita kawin.

MARTOWARDOJO u.b. AGUS D.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Kolom (6) Kolom (7) Kolom (8) ·5· Diisi dengan nama yang tercantum dalam BPKB /STNK. ttd.W. KEPALAB~~~~~~~\~ MEN ~ . antara lain nama pemilik dalam hal tidak sarna dengan nama dalam kolom (6). MENTERI KEUANGAN. Diisi sepedunya. Diisi dengan pajak kendaraan bermotor yang telah dibayar sesuai dengan bukti pembayaran.

........... 09/2011 TENTANG PENYAMPAIAN DAN PENGELOLAAN LAPORAN PAJAK-PAJAK PRlBADI (LP2P) DI LINGKUNGAN PEJABAT/PEGAWAI KEMENTERIAN KEUANGAN MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SURATPERNYATAAN Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama/NIP : .................. Daftar harta kekayaan serta keterangan dan dokumen-dokumen tersebut di atas hanya diberikan untuk digunakan oleh Menteri Keuangan atau Pejabat/Pegawai yang ditunjuk dengan tetap menjaga kerahasiaan daftar harta kekayaan serta keterangan dan dokumen-dokumen dimaksud.............. dalam hal berdasarkan hasil penelitian sebagaimana dimaksud dalam huruf A angka 2 terdapat indikasi adanya tindak pidana korupsi dan/ atau tindak pidana lainnya atas kepemilikan harta kekayaan........•..... memberikan keterangan dan dokumen-dokumen lainnya terkait dengan harta kekayaan..•......•....•................••....... (2) Jabatan DnitKerja : ....•................. .......LAMPIRAN 1I KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 7 /KMK......•................ (1) Pangkat/Golongan : ....•... diserahkan penanganan selanjutnya kepada penegak hukum................ (4) dengan ini menyatakan kesediaan untuk: A................1................•............•......... (1) NIP .....•....•. B..••.•..•.......•... 2.••.......•. 20 ...............- Nama ..........•............ dikenai sanksi sesuai peraturan perundangan-undangan.....••......... .......... (1)...... Demikian pernyataan ini dibuat dengan kesadaran sendiri tanpa paksaan dari pihak manapun............ ......•........................••... . menyampaikan daftar harta kekayaan secara benar kepada Menteri Keuangan.. ............. 2........................000.. (5) Yang menyatakan............•.............................................•.... dalam hal daftar dan keterangan sebagaimana tersebut pada huruf A di atas tidak benar..•...•........... (3) : .... 1.•.....•........................ meterai Rp6.........

........2- SURATKUASA Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama/NIP : ••................................ dalam rangka pengujian kebenaran terhadap daftar harta kekayaan yang saya sampaikan..•................... Demikian surat kuasa ini dibuat untuk digunakan sebagaimana mestinya .•........... ..• (3) : ............. (4) dengan ini memberikan kuasa penuh kepada Menteri Keuangan untuk meminta informasi KHUSUS mengenai: a...........•. (1) NIP ..............•.....••••...•..••.....•................................•..............•..•................................- Nama ...•......20 ......... .........•.................•...•.........•...... SPT Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Pajak Orang Pribadi................•..•.•.............•.........•••••.•...•........... ....... (5) Pemberi kuasa.•.................•...............•..MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .....................••. dan/ atau b........... (1) ......•......•.•.........•........ meterai Rp6... ...•.000.. rekening bank kepada Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PP ATK).....•..............•... (2) Jabatan Unit Kerja : ••.....•...........•......... (1) Pangkat/ Golongan : ........•..

(5) Diisi dengan temp at dan tanggal dibuatnya surat pernyataan dan surat kuasa dimaksud. (2) (3) (4) Diisi dengan pangkat/ golongan sesuai surat keputusan kepangkatan terakhir. Diisi dengan unit kerja sesuai surat keputusan pengangkatan dalam jabatan terakhir dengan urutan unit terkecil sampai dengan unit eselon I.W. Diisi dengan jabatan sesuai surat keputusan pengangkatan dalam jabatan terakhir. dan Nomor Induk Pegawai (NIP) diisi dengan NIP Pegawai yang bersangkutan. MARTOWARDOJO .MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -3- PETUNJUK PENGISIAN SURAT PERYATAAN DAN SURAT KUASA (1) Diisi dengan nama lengkap sesuai surat keputusan kepangkatan terakhir. ttd AGUS D. MENTERI KEUANGAN.

. valuta asing . 3..... 2. TANAH DAN BANGUNAN **) No Lokasi/ Alamat Tahun Perolehan Atas Nama/ Hubungan Keluarga LuasTanah/ Luas Bangunan/ NOP Asal Usul Lembar ke-1: Untuk Pimpinan Kementerian/ Lembaga NPWP: Nilai Perolehan NJOP (Rp) (1) 1 (2) (3) (4) LT: LB: NOP: LT: LB: NOP: LT: LB: NOP: m2 m2 m2 m2 m2 m2 (5) (6) (7) (8) 2 3 Jumlah II. 3..KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN NOMOR TENTANG TATA CARA PENYAMPAJAN DA 7jl(Ml{ () 9 /2011 f..... 2. 3. Nama Lengkap/NIP I.. UANG TUNAl. Atas Nama/ Hubungan Keluarga Asal Usul Kekayaan Nilai Perolehan (5) (6) (7) Jumlah III..~N~~-ot'AArG ... ... No Jenis (1) 1.... .... Jenis Kendaraan/ Merl</ Tahun Nomor Polisi/ Nomor Tahun Pembuatan Perolehan Indentifikasi (1) (2) (3) (4) 1. dapat dibuat lampiran tersendiri sesuai bentuk ini Yang melaporkan. ) Jumlah Lembar/ % Kepemilikan (6) Nama Perusahaan/ Kustodian NilaiJual Saat Pelaporan (Rp dan/ atau valas) Rp . 2. LAMPIRAN III LAPORAN PAJAK-PAJAK PRIBADI (LP2P) PEJABAT/PEGAWAI DI L1NGKUNGAN KEMENTERIAN KEUANGAN MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SIFAT RAHASIA DAFTAR HARTA KEKAYAAN TAHUN PAJAK . th . Nama jelas NIP.. GIRO. DEPOSITO.... SURAT BERHARGA (OBLIGASI....d... (2) (3) (4) (5) (7) (8) Jumlah Rp .... . KENDARAAN BERMOTOR **) No. .. TABUNGAN DAN SETARA KAS LAINNYA **) No Jenis Atas Nama/ Hubungan Keluarga Asal Usul Kekayaan Nama Bank/ Lembaga Penyimpanan Nomor Rekening Saldo Saat Pelaporan (Rp dan/atau valas) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1.... s. valuta asing JUMLAH TOTAL: Catatan: (9) **) Dalam hal ruangan ini tidak mencukupi. Jumlah IV... DAN SURAT BERHARGA LAINNYA) H) Atas Nama/ Hubungan Keluarga Asal Usul Kekayaan Tahun Investasi (dari th .. SAHAM.

d... valuta asing . JUMLAH TOTAL: (9) Jumlah Catatan: **) Dalam hal ruangan ini tidak mencukupi. GIRO.. .. TABUNGAN DAN SETARA KAS LAINNYA •• ) No (1) 1. DAN SURAT BERHARGA LAINNYA) U) Atas Nama/ Hubungan Keluarga (3) Asal Usul Kekayaan Tahun Investasi (dari th ......... Nama jelas NIP. 3. tho . valuta asing ... . Jumlah III... DEPOSITO. No (1) 1..... TANAH DAN BANGUNAN **) No (1) 1 Lembar ke-2: Untuk Pejabat/Pegawai yang bersangkutan NPWP: Lokasij Alamat (2) Tahun Perolehan (3) Atas Nama/ Hubungan Keluarl!. 3. s....... UANG TUNAl. dapat dibuat lampiran tersendiri sesuai bentuk ini Yang melaporkan. .a (4) 2 3 Luas Tanah/ Luas Bangunan/ NOP (5) LT: m2 LB: m2 NOP: LT: m2 LB: m2 NOP: LT: m2 LB: m2 NOP: Asal Usul Nilai Perolehan NJOP (Rp) (8) (6) (7) Jumlah II... SAHAM..) (5) Jumlah Lembar/ % Kepemilikan (6) Nama Perusahaan/ Kustodian (7) NilaiJual Sa at Pelaporan (Rp dan/atau valas) (8) Rp . Jumlah IV. Jenis (2) (4) 2. SURAT BERHARGA (OBLIGASI... Jenis (2) Atas Nama/ Hubungan Keluarga Asal Usul Kekayaan Nama Bank/ Lembaga Penyimpanan Nomer Rekening (6) (3) (4) (5) SaldoSaat Pelaporan (Rp dan/atau valas) (7) 2.. KENDARAAN BERMOTOR U) No.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -2- KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SIFAT RAHASIA DAFT AR HARTA KEKAYAAN TAHUN PAJAK . Jenis Kendaraan/Merk/ Tahun Nomor Polisi/ Nomor Tahun Pembuatan Perolehan Indentifikasi (1) (2) (3) (4) 1... 3... Nama Lengkap/NIP I........ Rp .... Atas Nama/ Hubungan Keluarga Asal Usul Kekayaan (6) Nilai Perolehan (5) (7) 2.

sepanjang: a. Diisi nama yang tercantum dalam Sertifikat/Surat Kepemilikan Tanah dan hubungan keluarga dengan pelapor apabila nama yang tercantum dalam Sertifikat/Surat Kepemilikan-Tanah berbeda dengan nama pelapor. Kolom (1) Kolom (2) Kolom (3) Kolom (4) Diisi dengan nomor urut. isteri tidak memilih untuk menjalankan hak dan kewajiban perpajakannya sendiri.MENTERIKEUANGAN REPUBUK INDONESIA -3- PETUNJUK PENGISIAN DAFTAR HARTA KEKAYAAN TAHUNPAIAK Diisi dengan Tahun Pajak. sepanjang suami isteri melakukan perjanjian pemisahan harta dan penghasilan atau isteri memilih untuk menjalankan hak dan kewajiban perpajakannya sendiri. Nama lengkapINIP dan NPWP: Diisi dengan nama lengkap. Nomor Induk Pegawai (NIP) terbaru dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). isteri tidak memilih untuk menjalankan hak dan kewajiban perpajakannya sendiri. Dalam hal suami adalah pejabat/ pegawai Kementerian Keuangan. 2. I. dan b. suami isteri tidak melakukan perjanjian pemisahan harta dan penghasilan. Harta kekayaan tanah dan atau bangunan ini mencakup tanah dan/ atau bangunan seperti yang dimaksud dalam perhitungan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). maka suami menyampaikan DHK dari harta yang dimiliki suami. isteri cukup menginformasikan bahwa DHK isteri telah dilaporkan dalam DHK yang dilaporkan suami yang bersangkutan. maka isteri menyampaikan DHK dari harta yang dimiliki isteri. kabupaten/kota. dan suami bukan pejabatjpegawai Kementerian Keuangan. sepanjang suami isteri melakukan perjanjian pemisahan harta dan penghasilan atau isteri memilih untuk menjalankan hak dan kewajiban perpajakannya sendiri. suami isteri tidak melakukan perjanjian pemisahan harta dan penghasilan. Dalam hal isteri adalah pejabat/ pegawai Kementerian Keuangan. kecamatan. kewajiban menyampaikan DHK hanya dilakukan oleh suami. dan suami bukan pejabat/pegawai kementerian Keuangan. Diisi dengan tahun perolehan harta. Petunjuk Pengisian Daftar Harta Kekayaan Bagi Suami: 1. sepanjang: a. maka suami menyampaikan DHK yang dimiliki oleh suami dan isteri. Diisi dengan nama jalan. 3. . baik yang ada di dalam negeri maupun di luar negeri. Petunjuk Pengisian Daftar Harta Kekayaan Bagi Isteri: 1. kelurahan/ desa. dan b. Dalam hal suami isteri adalah pejabat/pegawai Kementerian Keuangan. Dalam hal isteri adalah pejabat/ pegawai Kementerian Keuangan. Dalam hal suami adalah pejabat/ pegawai Kementerian Keuangan. TANAH DAN BANGUNAN Mencakup tanah dan atau bangunan yang dimiliki. dan isteri bukan pejabat/pegawai Kementerian Keuangan. dan isteri bukan pejabatjpegawai kementerian Keuangan. 2. maka isteri menyampaikan DHK yang dimiliki oleh suami dan isteri.

Hasil sendiri. yacht. atau Lainnya (misalnya kredit. mobil. pinjaman). Diisi dengan tahun perolehan kendaraan bermotor. tabungan. dan lain-lain. dan setara kas yang dimiliki oleh pelapor termasuk isteri/ suami dan anak-anak yang belum dewasa. angsuran. dan kendaraan sejenis lainnya. Kolom (1) Kolom (2) Diisi dengan nomor urut. Honda Accord. Hasil sendiri dan hibah. Hasil sendiri dan hibah. Warisan. warisan dan hibah. TABUNGAN DAN SETARA KAS LAINNYA Diisi seluruh uang tunai. Diisi dengan nomor polisi atau nomor indentifikasi lainnya untuk jenis kendaraan di atas air. warisan dan hibah. jet ski. Kolom (1) Kolom (2) Diisi dengan nomor urut. a. Tabungan. II. pinjaman). UANG TUNAl. Diisi dengan harga perolehan tanah dan atau bangunan tersebut. truk. GIRO. DEPOSITO. Warisan dan hibah. KENDARAAN BERMOTOR Mencakup seluruh jenis alat transportasi yang dimiliki. giro. Hasil sendiri dan warisan. Diisi jenis kendaraan yang dimiliki misalnya bus. Hibah. baik untuk keperluan pribadi~ untuk keperluan us aha maupun sebagai barang dagangan. Diisi dengan: Hasil sendiri.• MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -4- Kolom (5) Kolom (6) Kolom (7) Kolom (8) Diisi luas tanah. Giro. deposito. Hasil sendiri dan warisan. atau Lainnya (misalnya kredit. Diisi dengan: Hasil sendiri. Deposito. Diisi dengan: Uang tunai. Warisan dan hibah. Diisi dengan nama yang tercantum dalam BPKB dan hubungan keluarga dengan pelapor apabila nama yang tercantum BPKB berbeda dengan nama pelapor. Hibah. Diisi dengan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang tercantum dalam SPPT. Diisi tahun pembuatan sebagaimana tercantum dalam BPKB/STNK. angsuran. Warisan. Hasil sendiri. Diisi dengan merk kendaraan misalnya Toyota Altis. dan Nomor Objek Pajak (NOP).tau Setara Kas . luas bangunan (apabila ada). Diisi dengan nilai perolehan kendaraan bermotor Kolom (3) Kolom (4) Kolom (5) Kolom (6) Kolom (7) III.

Warisan. Warisan dan hibah. saham dan surat berharga lainnya yang dimiliki oleh pelapor termasuk isteri/ suami dan anak-anak yang belum dewasa. Diisi dengan: Obligasi. Hibah.• MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Hasil sendiri dan hibah. misalnya hak cipta. b. Hak Paten. DAN SURAT BERHARGA LAINNYA) Diisi seluruh obligasi.5- Kolom (3) Kolom (4) Kolom (5) Kolom (6) Kolom (7) a. Hubungan Keluarga diisi dengan: Yang bersangkutan. termasuk juga harta kekayaan tidak bergerak dan tidak berwujud. Diisi dengan nomor rekening. Diisi dengan nilai nominal pada saat pelaporan dalam rupiah dan/ atau valuta asing. hak paten. Hasil sendiri dan warisan. warisan. IV. Kolom (1) Kolom (2) Diisi dengan nomor urut. atau Lainnya Diisi dengan: Hasil sendiri. Isteri/ suami. atau Lainnya (sebut jenisnya bagaimana tertera dalam surat/ tanda bukti kepemilikan) a. Warisan dan hibah. dan hibah. SURAT BERHARGA (OBLIGASI. b. warisan dan hibah. Diisi sesuai dengan nama yang tercantum dalam suratj tanda bukti kepemilikan. Hubungan Keluarga diisi dengan: Yang bersangkutan. Hasil sendiri dan hibah. Hak Us aha. Diisi dengan: Hasil sendiri. atau Lainnya. SAHAM. Hibah. atau Hasil sendiri. Hasil sendiri dan warisan. Diisi dengan nama bank/Lembaga Penyimpan. Warisan. Anak. hak usaha dan lain-lain yang dikelompokkan kedalam surat berharga lainnya. Isterij suami. Kolom (3) Kolom (4) . Hak Cipta. Saham. atau Hasil sendiri. Anak. Diisi sesuai dengan nama yang tercantum dalam surat/ tanda bukti kepemilikan.

ttd.U:::=::::::::::--.. Diisi dengan nama perusahaan yang menerbitkan surat berharga tersebut/Kustodian.W. AGUS D.. Salin an sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO. Diisi dengan jumlah keseluruhan dari total daftar harta kekayaan yang bersangkutan. Diisi dengan jumlah lembarI persentase kepemilikan... Diisi dengan nilai jual surat berharga tersebut sesuai harga pasar pada saat pelaporan dalam rupiah danl atau valuta asing.• MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -6- Kolom (5) Kolom (6) Kolom (7) Kolom (8) Kolom (9) Diisi dengan periode tahun investasi. • MENTERI KEUANGAN. MARTOWARDOJO ..

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->