Sosiolinguistik Sosiolinguistik adalah cabang linguistik yang mengkaji hubungan antara bahasa dan masyarakat penuturnya.

Ilmu ini merupakan kajian kontekstual terhadap variasi penggunaan bahasa masyarakat dalam sebuah komunikasi yang alami. Variasi dalam kajian ini merupakan masalah pokok yang dipengaruhi atau mempengaruhi perbedaan aspek sosiokultural dalam masyarakat. Kelahiran Sosiolinguistik merupakan buah dari perdebatan panjang dan melelahkan dari berbagai generasi dan aliran. Puncak ketidakpuasan kaum yang kemudian menamakan diri sosiolinguis ini sangat dirasakan ketika aliran Transformasional yang dipelopori Chomsky tidak mengakui realitas sosial yang sangat heterogen dalam masyarakat. Oleh Chomsky dan pengikutnya ini, heterogenitas berupa status sosial yang berbeda, umur, jenis kelamin, latar belakang suku bangsa, pendidikan, dan sebagainya diabaikan sebagai faktor yang sangat berpengaruh dalam menentukan pilihan-pilihan berbahasa. Berpijak dari paradigma ini Sosiolinguistik berkembang ke arah studi yang memandang bahwa bahasa tidak dapat dijelaskan secara memuaskan tanpa melibatkan aspek-aspek sosial yang mencirikan masyarakat. Istilah sosiolinguistik sendiri sudah digunakan oleh Haver C. Curie dalam sebuah artikel yang terbit tahun 1952, judulnya “A Projection of Sociolinguistics: the relationship of speech to social status” yang isinya tentang masalah yang berhubungan dengan ragam bahasa seseorang dengan status sosialnya dalam masyarakat. Kelompok-kelompok yang berbeda profesi atau kedudukannya dalam masyarakat cenderung menggunakan ragam bahasa yang berbeda pula. Dari pengantar ilmu sosiolinguistik tersebut, beberapa ahli berpendapat tentang studi hal tersebut. Diantaranya: 1. Abdul Chaer (2004:2) berpendapat bahwa intinya sosiologi itu adalah kajian yang objektif mengenai manusia di dalam masyarakat, mengenai lembaga-lembaga, dan proses sosial yang ada di dalam masyarakat, sedangkan pengertian linguistik adalah bidang ilmu yang mempelajari bahasa atau bidang ilmu yang mengambil bahasa sebagai objek kajiannya. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa Sosiolinguistik adalah bidang ilmu antardisiplin yang mempelajari bahasa dalam kaitannya dengan penggunaan bahasa itu di dalam masyarakat. 2. Sumarsono (2007:2) mendefinisikan Sosiolinguistik sebagai linguistik institusional yang berkaitan dengan pertautan bahasa dengan orang-orang yang memakai bahasa itu. Maksud dari penjelasan tersebut pada dasarnya menyatakan.

3.

Rafiek

(2005:1)

mendefinisikan

sosiolinguistik

sebagai

studi

bahasa

dalam

pelaksanaannya itu bermaksud/bertujuan untuk mempelajari bagaimana konvensikonvensi tcntang relasi penggunaan bahasa untuk aspek-aspek lain tcntang perilaku social. 4. Booiji (Rafiek, 2005:2) mendefinisikan sosiolinguistik sebagai cabang linguistik yang mempelajari faktor-faktor sosial yang berperan dalam pemakaian bahasa dan yang berperan dalam pergaulan. 5. Wijana (2006:7) berpendapat bahwa sosiolinguistik merupakan cabang linguistik yang memandang atau menempatkan kedudukan bahasa dalam hubungannya dengan pemakai bahasa itu di dalam masyarakat. Pendapat tersebut pada intinya berpegang pada satu kenyalaan bahwa dalam kehidupan bermasyarakat manusia tidak lagi sebagai individu, akan tetapi sebagai masyarakat sosial. 6. Fishman. Ia memberikan defini sosiolinguistik sebagai “the study of the characteristics of language varities, the characteristics of their functions, and the characteristics of their speakers as these three constantly interact, change, and change one another within a speech community.” 7. Nababan, mengatakan bahwa sosiolinguistik merupakan pengkajian bahasa dengan dimensi kemasyarakatan. 8. Wikipedia, Sosiolinguistik adalah kajian interdisipliner yang mempelajari pengaruh budaya terhadap cara suatu bahasa digunakan. Dalam hal ini bahasa berhubungan erat dengan masyarakat suatu wilayah sebagai subyek atau pelaku berbahasa sebagai alat komunikasi dan interaksi antara kelompok yang satu dengan yang lain. 9. Fasold (1993: ix) mengemukakan bahwa inti sosiolinguistik tergantung dari dua kenyataan. Pertama, bahasa bervariasi yang menyangkut pilihan bahasa-bahasa bagi para pemakai bahasa. Kedua, bahasa digunakan sebagai alat untuk menyampaikan informasi dan pikiran-pikiran dari seseorang kepada orang lain. Berdasarkan penjelasan diatas penulis menyimpulkan bahwa. Sosiolinguistik adalah adalah ilmu yang mempelajari ciri dan berbagai variasi bahasa, serta hubungan di antara para pengguna bahasa dengan fungsi variasi bahasa itu di dalam suatu masyarakat bahasa.

Sosiolinguistics is the study of the caracteristics of language varieties. Jadi sosiolinguistik adalah kajian tentang bahasa yang dikaitkam dengan kondisi kemasyarakatan [dipelajari oleh ilmu-ilmu sosialkhususnya sosiologi]. dalam bukunya Sign.Pengertian sosiolinguistik Sosio adalah masyarakat. b : menurut Nababan (1984 :82) . Pada awal abad ke-20. Ada tiga macam kajian bahasa berkenaan dengan focus perhatian yang diberikan. dan sebagainya. jika focus perhatian diarahkan pada hubungan lambang c : Pragmatik . dan linguistik adalah kajian bahasa. focus perhatian diarahkan pada hubungan antara lambang dengan para penuturnya. Language. b : Sintaktik. yang sama dengan lembaga kemasyarakatan lain. pewarisan harta peninggalan. yaitu: a : Semantik. Perngkajian bahasa dengan dimensi kemasyarakatan . Pakar lain. the carakteristics of their functions. Charles Morris.and the characteristics of their speakers as these three constlantly interact. Sosiolinguistik nlazim didevinisiksn sebagai ilmu yang mempelajaari ciri dan berbagai variasi bahasa di dalam masyarakat bahasa. c : menurut Fishman (1972) . seperti perkawinan. change and change one another within a speech community. jika perhatian difokuskan pada hubungan antara lambang dengan maknanya. . Beberapa Rumusan mengenai Sosiolinguistik: a : menurut Kridalaksana (1978:94) . and Behaviour (1946) yang membicarakan bahasa sebagai system lambing. De Saussure (1916) telah menyebutkan bahwa bahasa adalah salah satu lembaga kemasyarakatan.

(Nancy Parrot Hickerson 1980:81).Piet Corder 1975:156).1976) .Widdowson dalam J. (Sosiolimguistik adalah kajian mengenai bahasa dan pemakaiannya dalam konteks social dan kebudayaan. Atau lebih secara operasional lagi seperti dikatakan Fishman (1972. Gerad Hubert . (G. Booij . (Sosiolinguistik adalah kajian bahasa dalam penggunaannya . Sociolinguistics is concerned with the correlation between such social factors and linguistics variation. it’s purposeis to investigatehow the convention of the language use relate to other aspects of social behavior.P. dengan tujuan untuk meneliti bagaimana konvevsi pemakaian bahasa berhubungan dengan aspek-aspek laindari timgkah laku sosial. J. Kersten. e : Sociolinguistiek is subdisiplin van de taalkunde . dan H. (C. ( Sosiolinguistik adalah subdisiplin ilmu bahasa yang mempelajari faktor-faktor social yang berperan dalam penggunaan bahasa dan pergaulan sosial. F : Sosiolinguistcs is the study of language operation. dan pemakai bahasa karena ketiga unsur ini selalu berinteraksi. …study of who speak what language to whom and when”. Greus Meijer 1976:10). g.J Verkuyl 1975:139). Dari definisi-definisi di atas maka dapat disimpulkan bahwa Sosiolimguistik adalah cabang ilmu linguistic yang bersifat interdisipliner dengan ilmu sosiologi . dengan objek penelitian hubungan antara bahasa dengan factor-faktor social di dalam suatu masyarakat tutur. fungsi–fungsi variasi bahasa. ( Sosiolinguistik adalah pengembangan sub bidang yang memfokuskan penelitian pada variasi ujaran .B Allen dan S.Criper dan H. d: Sociolinguistyiek is de studie van tall en taalgebruik in de context van maatschapij en kultuur. (Rene appel . Sosiolinguistik meneliti korelasi antara factor-faktor social itu dengan variasi bahasa. dan saling mengubah satu sama lain dalam satu masyarakat. serta mengkajinya dalam suatu konteks social .E.G. berubah.G. Sosiolinguistics is a developing subfield of linguistics which takes speech variation as it’s focus . . viewing variation or it social context.( Sosiolinguistik adalah kajian tentang ciri khas variasi bahasa. die bestudert welke social faktoren een rol nspelen in het taalgebruik er welke taal spelt in het social verkeer.

yang menggunakan istilah institutional. sedangakan istilah sosiologi bahasa digunakan kalau penelitian itu dimasuki dari bidang sosiologi. dalam bukunya The Linguistic s Science and Language Teacing . mengatakan kajian sosiolinguistik lebih bersifat kualitatif. dan dapat dikaidahkan. Ada yang mengatakan digunakannya istilah sosiolinguistik karena penelitiannya dimasuki dari bidang linguistik . beragam. [kuda]. dan [meja] adalah lambang ujaran karena memiliki makana . Dengan sistematis maksudnya . dean manusiawi. . Cirri dari hakikat bahasa adalah . berupa bunyi. Currie yang menyarankan perlu adanya penelitian dengan hubungan antara perilaku ujaran dengan status social . System bahasa yang digunakan berupa lambang-lambang dalam bentuk bunyi. pakar sosiolinguistik yang andilnya sangat besar dalam kajian sosiolinguistik. dan tidak dapat dijelaskan mengapa lambang itu mengonsepi makna tertentu.bumyi [rai]. artinya hubungan antara lambang dengan yang dilambangkannya. yang banyak memperhatikan segi kemasyarakatan bahasa .sedangkan kajian sosiologi bahasa bersifat kuantitatif. Fishman sendiri dalam bukunya yang terbit tahun 1970. tidak bersifat wajib . seperti deskripsi pola-pola pemakaian bahasa atau diale dalam usaha tertentu. [akud]. tapi pada tahun 1972 menggunakan nama sociology of language. bahasa itu tersusun menurut suatu pola tertentu. melambangkan konsep atau makna . J. Haliday seorang linguis inggris . produktif. tidak tersusun secara acak atau sembarangan. dinamis. (Nababan 1884:3 juga brigh 1992:vol 4:9 ). Istilah sosiolinguistik muncul pada tahun 1952. Lambang bahasa itu bersifat arbitrer .A. lintics Sciense and Language Teaching. bahwa bahasa itu adalah system lambang. Dalam bahasa Indonesia satuan bunyi [air]. Bahasa adalah sebuah system .Selain istilah sosiolinguistik juga digunakan istilah sosiologi bahasa. menggunakan nama sosiolinguistics . tapi banyak pula yang menganggapnya berbeda. Banyak orang yang menganggap hal itu sama. [ajem] bukanlah lambang ujarankarena tidak memiliki makna. bersifat arbitrer. Fishman . Setiap lambang bahasa menggunakan lambang bahasa ya ng berbunyi [kuda]. tetapi bunyi. Jadi sosiolinguistik lebih berhubungan dengan perincian-perincian penggunaan bahasa yang sebernanya. dalam karya Haver C. artinya bahasa itu dibentuk oleh sejumlah komponen yang berpola secara tetap. bisa berubah .

Dalam setiap komunikasi ada dua pihak yang terlihat . bahasa iyu terdiri dari dua aspek yaitu linguistik dan aspek non linguistik. yakni pengirim dan penerima informasi yang dikomunikasikan. Alatyang digunakan dalam komunikasi itu. penerima pesan (receiver). maka ada 3 komponen yang harus ada dalam komunikasi.Bagi sosiolinguistik konsep bahwa bahasa adalah alat yang berfungsi untuk menyampaikan pikiran dianggap terlalu sempit . yaitu pengirim pesan (sender). si pengirim tetap sebagai pengirim dan si penerima tetap sebagai penerima. kualitas ujaran. Setiap perbuaatan bisa di tafsirkan sesuai dengan kebiasaan budaya dalam suatu masyarakat. Ada dua macam komunikasi bahasa . unsur supra segmental . yaitu tekanan (stress) 3. Disebut partisipan. Dari sudut penutur . Sebagai alat komunikasi . jarak dan gerak-gerik tubuh. 2. yaitu pola ujaran seseorang seperi falseto 2. yaitu: 1. Bahasa itu dapat mempengaruhi perilaju manusia. Pihak yang berkomunikasi. seperti gerakan anggota kepala . Informasi yang dikomunikasikan 3. Salah satu fungsi bahasa yaitu komunokasi . Suatu perbuatan bisa disebut bersifat komunikatif adalah kala perbuatan itu dilakukan dengan sadar dan ada pihak lain yang bertindak sebagai penerima pesan dari perbuatan itu. sebab seperti dikemukakan Fishman bahwa yang menjadi persoalan sosiolinguistik adalah “who speak what language to whom. Dalam komunikasi searah . tangan dan sebagainya . Aspek para linguistikk mencakup : 1. Setiap proses komunikasi bahasa dimulai dengan si pengirim merumuskan terlebih dahulu apa yang akan diujarakan dalam bentuk suatu gagasan. when and to what end. bahasa itu personal atau pribadi. yaitu komunokasi sewarah dan komunikasi dua arah.

Sosiolinguistik menurut Kridalaksana merupakan ilmu yang mempelajari ciri dan pelbagai variasi bahasa. Yang jelas. variasi itu dilihat sebagai akibat adanya keragaman sosial penutur bahasa itu dan keragaman fungsi bahasa itu. golongan. Sehubungan dengan variasi bahasa yang berkenaan dengan tingkat. Variasi Bahasa Variasi Bahasa disebabkan oleh adanya kegiatan interaksi sosial yang dilakukan oleh masyarakat atau kelompok yang sangat beragam dan dikarenakan oleh para penuturnya yang tidak homogen. 1. Dalam sosiolinguistik variasi inilah yang menyangkut semua masalah pribadi penuturnya. bersama-sama dengan konteks situasi yang membangun situasi tertentudalam proses komunikasi. seperti usia. dimulai dari segi penutur ataupun dari segi penggunanya. rabaan .4. dsb. Ketiga. tetapi disini membedakannya agak sulit. Bidang studi yang mempelajari tentang variasi bahasa ini adalah dialektologi. Yang paling dominan adalah warna suara. idiolek. yang berkenaan dengan indra perasa. Keempat. seks. Idiolek ini berkenaan dengan “warna” suara. Sedangkan linguistik adalah bidang ilmu yang mempelajari bahasa. Pengertian Sosiolinguistik Sosiolinguistik merupakan ilmu antardisiplin antara sosiologi dan linguistik. dan kelas sosial para penuturnya disenut dengan prokem. Variasi dari Segi Pemakaian Variasi bahasa berkenaan dengan penggunanya. pekerjaan. Jadi variasi bahasa itu terjadi sebagai akibat dari adanya keragaman sosial dan keragaman fungsi bahasa. golongan dan kelas sosial para penuturnya. variasi bahasa itu sudah ada untuk memenuhi fungsinya sebagai alat interaksi dalam kegiatan masyarakat yang beraneka ragam. variasi bahasa Indonesia pada masa tahun tiga puluhan. Sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang kegiatan sosial ataupun gejala sosial dalam suatu masyarakat. A. status. Kedua pandangan ini dapat saja diterima ataupun ditolak. dialek. susunan kalimat. . yaitu variasi bahasa dari sekelompok penutur yang jumlahnya relatif. Sedangkan menurut Nababan. kronolek atau dialek temporal. gaya bahasa. lima puluhan. Aspek linguistik dan para linguistik . serta hubungan diantara para bahasawan dengan ciri fungsi variasi bahasa itu didalam suatu masyarakat bahasa. berfungsi sebagai alat komunikasi. pilihan kata. Setiap orang mempunyai idiolek masing-masing. Variasi dari Segi Penutur Pertama. Namun Halliday membedakan variasi bahasa berdasarkan pemakai (dialek) dan pemakaian (register). Kedua. 2. Dalam hal variasi bahasa ini ada dua pandangan. variasi bahasa itu dapat diklasifikasikan berdasarkan adanya keragaman sosial dan fungsi kegiatan didalam masyarakat sosial. Pertama. dua bidang ilmu empiris yang mempunyai kaitan yang sangat erat. dsb. keadaan sosial ekonomi. yang berada di suatu tempat atau area tertentu. Sebagai contoh. pendidikan. B. pemakainya atau fungsinya disebut fungsiolek. atau bidang ilmu yang mengambil objek bahasa sebagai objek kajiannya. kita dapat mengenali suara seseorang yang kita kenal hanya dengan mendengar suara tersebut Idiolek melalui karya tulis pun juga bisa. ataupun saat ini. Berikut ini akan dibicarakan variasivariasi bahasa tersebut. sosiolek atau dialek sosial. yaitu variasi bahasa yang berkenaan dengan status. merupakan variasi bahasa yang bersifat perseorangan. Sosiolinguistik merupakan pengkajian bahasa dengan dimensi kemasyarakatan. yaitu variasi bahasa yang digunakan oleh kelompok sosial pada masa tertentu. Kedua.

pendidikan. Misalnya. Ragam santai adalah variasi bahasa yang digunakan dalam situasi tidak resmi untuk berbincangbincang dangan keluarga atau teman pada waktu beristirahat. ragam santai (casual). atau tingkat keformalan dan sarana penggunaan. Misalnya. seperti antar anggota keluarga. PUSTAKA Chaer. Variasi dari Segi Sarana Variasi bahasa dapat pula dilihat dari segi sarana atau jalur yang digunakan. berekreasi. Ragam resmi adalah variasi bahasa yang digunakan dalam pidato kenegaraan. ceramah. dsb. yakni bentuk ujaran yang dipendekkan. militer. dsb. Ragam ini menggunakan bahasa yang tidak lengkap dengan artikulasi yang tidak jelas. ragam akrab (intimate). dsb. . yang digunakan dalam situasi khidmat dan upacara resmi. misalnya bertelepon atau bertelegraf. Abdul dkk. buku pelajaran. Jakarta: Rineka Cipta. ragam resmi (formal). jurnalistik. Wujud ragam ini berada diantara ragam formal dan ragam informal atau santai. Sosiolinguistik Perkenalan Awal. Ragam akrab adalah variasi bahasa yang biasa digunakan oleh para penutur yang hubngannya sudah akrab. ragam usaha (konsultatif). Variasi bahasa berdasarkan bidang pemakaian ini adalah menyangkut bahasa itu digunakan untuk keperluan atau bidang apa. 3. bidang sastra. Variasi dari Segi Keformalan Menurut Martin Joos. akte notaris. berolahraga. yaitu ragam beku (frozen). Dalam hal ini dapat disebut adanya ragam lisan dan tulis atau juga ragam dalam berbahasa dengan menggunakan sarana atau alat tertentu. rapatrapat. sumpah. Ragam beku adalah variasi bahasa yang paling formal. Variasi ini biasanya dibicarakan berdasarkan bidang penggunaan. dalam khotbah. variasi bahasa dibagi menjadi lima macam gaya (ragam). Ragam usaha adalah variasi bahasa yang lazim digunakan pembicaraan biasa di sekolah. dsb. ataupun pembicaraan yang berorientasi kepada hasil atau produksi.ragam atau register. gaya. 4. 2004. rapat dinas. C. Ragam ini banyak menggunakan bentuk alegro. atau teman karib. pelayaran. pertanian. undang-undang.

sikap. Menurut pengaruhnya terhadap fonem. Menurut letak bunyi yang diubah. seperti sabtu dalam bahasa Indonesia yang diucapkan [saptu]. Artinya. asimilasi meliputi usaha-usaha mempererat kesatuan tindakan. serta (3) resiprokal. Asimilasi (sosial). dan perasaan dengan memperhatikan kepentingan serta tujuan bersama. sehingga tercipta suatu budaya baru. dan (2) fonetis. (2) regresif. individu melakukan identifikasi diri dengan kepentingan bersama. Suatu asimilasi ditandai oleh usahausaha mengurangi perbedaan antara orang atau kelompok. adalah sebuah fenomena di mana dua fonem yang berbeda dan letaknya berdekatan menjadi sama. Asimilasi adalah pembauran dua kebudayaan yang disertai dengan hilangnya ciri khas kebudayaan asli sehingga membentuk kebudayaan baru. bercampurnya 2 kebudayaan dalam masyarakat setempat (contoh : dalam satu negara atau dalam satu keluarga). atau bisa juga batas-batas antarkelompok. jika bunyi yang diubah terletak di belakang bunyi yang memengaruhinya. yang menyebabkan berubahnya identitas suatu fonem. asimilasi dibagi menjadi dua yaitu (1) fonemis. yang tidak menyebabkan perubahan identitas suatu fonem. Untuk kegunaan lain dari asimilasi. asimilasi adalah proses perubahan bunyi yang menyebabkannya mirip atau sama dengan bunyi lain yang ada di dekatnya. menyesuaikan kemauannya dengan kemauan kelompok.• • Asimilasi (linguistik). Demikian pula antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lain. Untuk mengurangi perbedaan itu. lihat asimilasi. Materi fonologi bahasa indonesia . asimilasi dibagi tiga yaitu (1) progresif. Dalam linguistik. jika perubahan terjadi pada kedua bunyi yang saling memengaruhi. jika bunyi yang diubah terletak di depan. Hasil dari proses asimilasi yaitu semakin tipisnya batas perbedaan antarindividu dalam suatu kelompok. Selanjutnya.

Cancel . update it here. • Close • Top of Form separate ta Close Favorited! You could add some tags too Post Have an opinion? Make a quick comment as well. Success message. Validation messages. Login to your email and click the link to download the file directly.11 months ago • • • Email Favorite Favorited × Download Embed Zipcast More… • • • • • • • Copy and paste this code into your blog or website related content Start from slide number Copy Customize Without Size (px) 340 x 284 425 x 355 510 Copy Old embed code x 426 595 x 497 Embed code for WordPress. Top of Form Update To request the link at a different email address. Bottom of Form Check your bulk/spam folders if you can't find our mail.com blogs embed cod ? Close • Copy We have emailed the verification/download link to "". Fail message.

Bottom of Form • Top of Form Edit your favorites Save Cancel Bottom of Form • Top of Form Select Group / Event Send to your Group / Event Send Add your message Cancel Bottom of Form × Like this presentation? 0 comments Top of Form Embed Video Post Comment Subscribe to comments Bottom of Form Top of Form Update Edit your comment Bottom of Form Speaker Notes on slide 1 Cancel .

10 Favorites • suiragu 3 months ago • Rarraa Lupphy Njjo 4 months ago • visinurhayati 5 months ago • Ddiiaahh Hhaappyy 5 months ago • Komanx Tree. 6 months ago • dwirohmah 6 months ago • Suhartoyo Haris 8 months ago • rivihamdani 9 months ago • ippanksanders 10 months ago • titiekutami 10 months ago more Materi fonologi bahasa indonesia .Presentation Transcript . marketing manager at altica interior.

pangkal tenggorokan (laring) 21. Fonetik akuistis adalah cabang ilmu fonetik yang menyelidiki bunyi bahasa sebagai getaran udara. Cabang-Cabang Fonologi Fonetikmerupakan cabang fonologi yang menyelidiki bunyi bahasa menurut cara pelafalan. depan lidah 11. bibir bawah (labium) 3. pita suara 20. tengah lidah (medium) 13. Alat Bicara Keterangan : 1. Fonologi ○ Fonologi mencoba mengkaji dan menganalisis bunyi ujaran pada suatu bahasa dengan cara mempelajari bagaimana bunyi ujaran tadi dihasilkan oleh alat ucap manusia. bagaimana bunyi ujaran tadi diterima oleh telinga manusia. gigi bawah (dentes) 5. Deskripsi seperti itu adalah deskripsi fonetis. S. bagaimana bunyi ujaran tadi sebagai getaran udara. yakni: Fonetik artikulatorisadalah cabang ilmu fonetik yang mempelajari dan menyelidiki bagaimana pengartikulasian bunyi-bunyi di dalam bahasa. gusi (alveolum) 6. daun lidah (lamina) 12.1. Fonetik digolongkan ke dalam 3 macam.. anak tekak(uvula) 9.Pd. epiglotis 19. dan bagaimana bunyi ujaran itu dalam fungsinya sebagai pembeda makna. rongga mulut 17. dan cara penerimaannya oleh telinga manusia. Hum. trakea . Fonetis auditoris adalah cabang ilmu fonetik yang melakukan penyelidikan tentang caracara penerimaan bunyi bahasa oleh telinga manusia. bibir atas (labium) 2. faring 16. akar lidah (radika) 15. langit-langit lunak (velum) 8. langit-langit keras (palatum) 7. Ketika kita medeskripsikan bahwa bunyi [p] dalam bahasa Indonesia adalah bunyi yang dilafalkan dengan menutup kedua bibir lalu melepaskannya sehingga udara keluar dengan letupan. sifat-sifat akuistiknya. 3. Fonologi Bahasa Indonesia Oleh Kasman. rongga hidung 18. 2. gigi atas (dentes) 4. belakang lidah(dorso) 14. ujung lidah (apika) 10.M. 4.

5. bunyi frikatif yakni bunyi yang dihasilkan dengan menghambat udara pada titik artikulasi lalu dilepaskan secara frikatif misanya [f]. misalnya bunyi /b/. 6. [p]. dan /h/. m. yakni: 1. /r/. antara lain /k/. /g/. bunyi letupan [plosive] yakni bunyi yang dihasilkan dengan menghambat udara sama sekali ditempat artikulasi lalu dilepaskan. konsonan bilabial adalah konsonan yang terjadi dengan cara merapatkan kedua belah bibir. 2.5. misalnya /f/. bunyi [ŵ] digolongkan sebagai bunyi semi-vokal. 3. Bunyi [ŵ] yang dimaksud adalah bunyi [ŵ] yang bilabial dengan mendekatkan bibir dengan gigi atas tapi tidak sedemikian dekat. 2. dan cara artikulasi. [d]. /m/. [t]. bunyi getar yakni bunyi yang dihasilkan dengan mengartikulasikan lidah pada lengkung kaki gigi kemudian dilepaskan secepatnya dan diartikulasikan lagi seprti [r] pada jarang. [g]. 4. 4. bunyi nasal adalah bunyi yang dihasilkan dengan menutup alur udara keluar melalui rongga mulut ]. . bunyi /b/. [k]. tempat artikulasi. yakni bunyi bersuara dan bunyi tak bersuara. 6. Oleh karena itu. /d/. /p/. /ñ/. misalnya vokal [u] yang merupakan vokal bundar. misalnya [c] dan [z]. /s/. dan lainlain. [?]. bunyi lateral yakni bunyi yang dihasilkan dengan menghambat udara sehingga keluar melalui kedua sisi lidah seperi [l]. /n/. bunyi afrikatif yaitu bunyi yang dihasilkan dengan melepas udara yang keluar dari paru-paru secara frikatif. kita mengenal empat macam konsonan. tetapi ditentukan pula oleh bangun mulut atau sikap mulut. misalnya /t/ dan /d/. /t/. Yang termasuk bunyi bersuara antara lain. /w/ dan /y/. # Menurut cara pengucapanya/cara artikulasinya. seperti [b]. jika bangun mulut disempitkan lagi maka akan menghasilkan bunyi yang tidak mencapai titik artikulasi sehingga menghasilkan bunyi [ŵ]. konsonan labiodental adalah bunyi yang terjadi dengan cara merapatkan gigi bawah dan bibir atas. Semivokal Kualitas semi-vokal bukan hanya ditentukan oleh titik artikulasi. # Berdasarkan posisi pita suara. bunyi bahasa dibedakan ke dalam dua macam. sehingga tidak ada getaran pada pita suara. tetapi dikeluarkan melalui rongga hidung seperti fonem [n. sehingga terjadilah getaran pada pita suara itu. 2. /f/. Bunyi tak bersuara terjadi apabila pita suara terbuka agak lebar. konsonan dapat dibedakan sebagai berikut: 1. /p/. dan /m/. misalnya /k/ dan /g/. Bunyi bersuara terjadi apabila pita suara hanya terbuka sedikit. Jenis-Jenis Bunyi Konsonan Konsonan adalah bunyi bahasa yang ketika dihasilkan mengalami hambatan-hambatan pada daerah artikulasi tertentu. Yang termasuk bunyi tak bersuara. /j/. ñ. 8. # Berdasarkan tempat artikulasinya. [s]. konsonan dorsovelar adalah bunyi yang terjadi dengan cara menempelkan pangkal lidah ke langit-langit lunak. konsonan laminoalveolar adalah bunyi yang terjadi dengan cara menempelkan ujung lidah ke gusi. /z/. Bunyi konsonan dapat digolongkan berdasarkan tiga kriteria: posisi pita suara. 1. 7. 3.

vokal sedang tengah adalah vokal yang diucapkan dengan agak menaikkan bagian / . vokal-vokal digolongkan: a.∂tengah lidah ke arah langit-langit. TulisanFonetis Di bawah ini akan dipaparkan tulisan fonetis menurut International Phonetic Association. disebut suku terbuka dan suku yang berakhir konsonan (K)VK disebut suku tertutup. . Tekanan atau Stres Tekanan yang dimaksud dalam hal ini menyangkut keras lembutnya bunyi yang diucapkan oleh manusia. Kata seperti datang diucapkan dengan dua hembusan napas. misalnya vokal [o]. Unsur Suprasegmental Fonem yang berwujud bunyi seperti yang digambarkan pada bagian di atas dinamakan fonem segmental. d. satu untuk da. Unsursuprasegmentalinikemudianmelahirkansistemejaansuatubahasatertentu. Fonem pada sisi lain dapat pula tidak bewujud bunyi. bunyi tertentu terdengar lebih panjang dibandingkan dengan bunyi yang lain. misalnya vokal [e]. Suku Kata Suku kata adalah bagian kata yang diucapkan dalam satu hembusan napas dan umumnya terdiri atas beberapa fonem. 10. akan terdengar bahwa suku kata tertentu pada suatu kata mendapat tekanan yang lebih nyaring dibandingkan dengan suku kata yang lain. Depan Tengah Belakang Tinggi i u Sedang e ∂ o Rendah a Tabel Vokal Bahasa Indonesia 11. ∑ /e/ seperti pada kata bebas ∂ /e/ seperti pada beban. dan vokal pada suku kata tertentu terdengar lebih tinggi dibandingkan dengan vokal pada suku kata yang lain. Vokal tinggi belakang diucapkan dengan kedua bibir agak maju dan sedikit membundar. Vokal tinggidepandengan menggerakkan bagian depan lidah ke langit-langit sehingga terbentuklah rongga resonansi. misalnya vokal /a/. 12. Suku kata yang berakhir dengan vokal (K)V. tetapi merupakan aspek tambahan terhadap bunyi. misalnya /u/. Nada Nada berkenaan dengan tinggi rendahnya suatu bunyi. 9.vokal rendah adalah vokal yang diucapkan dengan posisi lidah mendatar. seperti pengucapan bunyi [i]. c. misalnya Vokal / f. Vokal belakang dihasilkan dengan menggerakkan bagian belakang lidah ke arah langitlangit sehingga terbentuk ruang resonansi antara bagian belakang lidah dan langit-langit. Perhatikansistemejaanbahasa Indonesia berikutini! 13.dan satu lagi untuk tang. 14.Vokal Menurut posisi lidah yang membentuk rongga resonansi. e. Jika seseorang berbicara. b. Vokal sedangdihasilkan dengan menggerakkan bagian depan dan belakang lidah ke arah langit-langit sehingga terbentuk ruang resonansi antara tengah lidah dan langitlangit.

Fonem. melainkan kita harus memperhatikan gejala sistematis mengenai terdapatnya kedua seri alofon tersebut dalam pembentukan kata. ProsedurPenemuanFonem Istilahkontraslingkungansama (KLS) tidakberbedamaknanyadenganpasangan minimal terutamadalampandanganFonologiStruktural (FS). seperticontoh yang diungkapkandari Pike (1947) berikutini: laGa ’ranjangbayi’ laXa ’anjing’ aXal ’tikus’ 18. Penentuan fonem seperti yang dijelaskan oleh Uhlenbeck (dalam Subroto. ⊃ s⊃r ⊃/o/ seperti pada kata b o /o/ seperti pada toko. a /a/ seperti pada hak.. Misalnya: fonem /i/ dalam bahasa Indonesia memiliki variasi fonem [i] dan [I]. 17. . lArAmu ’sakitmu’ dalam bahasa Jawa. 2004:86). 1991:15) tidak semata-mata berdasarkan oposisi pasangan minimal. Alofon merupakan variasi sebuah fonem atau anggota sebuah fonem. I /i/ seperti pada gigit. Jika di dalam fonetik kita meneliti bunyi /l/ dan /r/ yang berbeda seperti terdapat pada kata laba dan raba maka dalam fonemik kita meneliti apakah perbedaan bunyi-bunyi itu berfungsi sebagai pembeda makna atau tidak. η /ng/ seperti pada hangat. misalnya /liyar/ dan /luwar/. dan Alofon Fonem adalah satuan terkecil bunyi bahasa yang bersifat membedakan arti (distingtif). satuan bahasa yang disebut fonem ditulis di antara dua garis miring /…./. misalnya alofon [a] pada kata lara ’sakit’ akan bervariasi dengan [A] pada kata lArAne ’sakitnya’. i /i/ seperti pada kata gigih. 16. Dalam dunia Linguistik. Fon. 15.e /e/ seperti pada tetapi. u /u/ seperti pada baru. Bunyi [i] dan [u] pada data ini digolongkan sebagai fonem yang berbeda karena terdapat pada oposisi leksikal liar dan luar. Bandingkan data-data di bawah ini! kanak-kanak[kana?-kana?] dan kekanak-kanakan[kekanak-kanakan] buih : [buih] dan [buIh] ]ra⊃] dan [orang : [ora Di samping lingkungan yang sama. ñ /ny/ seperti pada kata nyonya. Salahsatucontohnyaadalahpasanganpagidanbagi. yaknisamasamamerupakanprosedurpenemuanfonem yang mempunyaikonsepbahwaduabuahbunyibahasadapatdinyakatansebagaiduabuahfonem yang berbedaapabilakeduanyaberadapadaleksikon yang dibentukolehlingkunganbunyi yang samadankeduabunyiitulah yang menyebabkanmaknadarisepasangleksikonituberbeda (lihatPastikadalamMoeliono. Di samping KLS penemuansebuahfonemjugadapatdigunakan KLM. Fonemik Objek kajian fonemik adalah fonem dalam fungsinya sebagai pembeda makna kata. terdapat juga lingkungan yang hampir sama. U /u/ seperti pada sarung.

dan lainlain. Fonem /∂ / terdapat pada suku kata tutup dan suku kata terbuka. yakni: [o] dan [ dilafalkan [o] jika terdapat pada suku kata terbuka. seperti gigi. dan lain-lain. pergi. dan lain-lain. pojok. bungsu. Fonem /a/. 20. misalnya rokok. yakni [i] dan [I]. tali dan (2) suku kata tutup yang berakhir dengan fonem /m. entah. Bunyi bahasa yang ditulis dalam ortografis atau ejaan diapit oleh tanda lebih kecil dan lebih besar (< >).Fonem /i/ memiliki dua alofon. dan lain-lain. seperti pada kata: pintu. misalnya pada kata ] jika terdapat⊃toko. dua. Fonem /p/ memiliki dua alofon.kata tertutup yang berakhir dengan /m. minta. besok . momok dan (2) suku ]. pinggul. Fonem ]. misalnya warung. Fonem /p/ dilafalkan [p>] jika terdapat pada akhir suku kata. Fonem /u/ memiliki dua alofon. dan lain-lain. dan apabila terdapat pada suku kata tutup. Fonem /u/ dilafalkan [U] jika terdapat pada suku kata tertutup dan suku kata itu tidak mendapat tekanan yang keras. Fonem /u/ dilafalkan [u] jika terdapat pada (1) suku kata terbuka. /. bantu dan (2) suku /.Σ dan [ ] jika terdapat pada sukuΣ serong. yakni [e] ]. Fonem /p/. Alofon ini∂ / hanya memiliki satu alofon. 22. seperti halnya fonem / dam bahasa Indonesia yang dilambangkan dengan grafem/e/ dan / <e>. kirim. bekerja. Huruf-huruf yang digunakan untuk transkripsi di atas. dan lain-lain. jelas. ini. yakni [u] dan [U]. dan lain-lain. Fonem /p/ dilafalkan [p] jika berada pada awal dan tengah suatu suku kata. yakni [p] dan [p>]. Berbeda halnya dengan top dan stop dalam bahasa Inggris merupakan dua data yang berdistribusi komplementer karena bunyi [t] pada posisi tertentu tidak pernah ditempati bunyi [th] dan sebaliknya. Fonem /o/ dilafalkan [ pada (1) suku kata tertutup. /fonem /u/ yang semula dilafalkan [U] akan menjadi [u]. seperti simpang. parit. bebek. sampai. Fonem /a/ hanya memiliki satu alofon. pertokoan. sore. Fonem [i] dilafalkan [i] apabila terdapat pada (1) suku kata terbuka. Fonem /i/ dilafalkan [I]η n. biro. misalnya pada kata pengampunan. makan. Fonem /o/⊃/o/. Fonem /e/ dilafalkan /e/ jika terdapat pada suku kata terbuka. seperti pada kata banting. Dalam hal ini. yakni [a] seperti pada kata akan. simpulan. fonem merupakan maujud abstrak yang direalisasikan menjadi fon. bunyi-bunyi yang diartikulasikan (diucapkan) atau bentuk kongkret dari sebuah fonem. kumpulan. Fonem ]. misalnya nenek. 21. misalnya enam. Fonem /e/. dan lain-lain. Fonem /o/ memiliki dua alofon. roda. Dengan demikian bisa jadi terdapat sebuah grafem yang melambangkan dua fonem yang berbeda. tokek. Huruf-huruf yang melambangi bunyi bahasa disebut grafem.19. n. tidak sama dengan huruf yang digunakan dalam tata aksara suatu bahasa. dan bungsu. dan lain-lain.Fonemmemiliki dua alofon. tukang. sedap. Jika mendapatkan tekanan yang keras. rumput dan lain-lain. misalnya puncak. Fonem /e/ dilafalkan [ kata tertutup akhir. tangkap. misalnya⊃kata terbuka yang diikuti suku kata yang mengandung alofon [ pepohonan. Fon merupakanbunyi-bunyi yang kongkret. seperti upah. yakni [/. Alofon Konsonan . rumput. seperti pada kata: tatap. FonemAlofonGrafem Contoh /e/ [e] esate ] robek [ ]∂ /[∂/ betul Alofon Vokal Fonem /i/. Fonem /u/.

] danMisalnya bunyi /o/ jika pada silabe tertutup akan dilafalkan [ jika berada pada silabe terbuka kan dilafalkan [o]. seperti pada kata: ikan dan pantai. tambal. yakni [/. 23. yakni [w]. Fonem /z/. seperti pada kata: fakultas dan munafik. seperti pada kata: khas dan akhir. yakni [s] yang posisinya terdapat pada awal atau akhir suku kata.Fonem /l/ memiliki satu alofon. seperti pada kata: maklum dan rakyat. yakni [z] yang terdapat pada awal suku kata. seperti pada kata: kaki dan kurang. yakni [j].Fonem /t/ dilapalkan /t>/ apabila terdapat pada akhir kata. seperti: zat dan izin.η dan pa 25. seperti pada kata: lompat dan tempat. Fonem /j/ memiliki satu alofon. 26. seperti pada kata: syukur dan masyarakat. Sedangkan [h>] bersuara seperti pada kata: tahu dan tuhan.Akan tetapi perubahan pelafalan fonem dalam BI tidak bersifat fonetis. dan alofon hambat glotal tidak bersuara [?]. seperti pada kata: ajeg dan gudeg. Fonem /ñ/ memiliki satu alofon. yakni [c]. Fonem /h/. alofon taklepas [k>]. Fonem /n/. misalnya baru. yakni [d] yang posisinya selalu di awal suku kata.Fonem /g/ hanya memiliki dua alofon. tengah. Fonem /d/ memiliki dua alofon. seperti pada kata: paksa dan iklim. 24. Fonem /k/. fonem /g/ dilafalkan [k>]. seperti pada kata: yakin dan yakin. Fonem /l/. dan lain-lain. Fonem /š/. seperti pada kata: duta dan madu. Fonem /y/. ]. yakni [y]. Fonem /s/ memiliki satu alofon. Perubahan Fonem Pelafalan sebuah fonem dapat berbeda-beda karena tergantung pada lingkungannya. seperti pada kata: hari dan rumah. yakni [š] yang terdapat pada awal suku kata. Fonem /j/. seperti pada kata: raja dan karya. yakni [ñ]. seperti pada kata: sama dan pasti. seperti pada kata: ñiur dan ñañian. Fonem /g/. Fonem /t/ dilafalkan /t/ apabila terdapat pada awal kata dan tengah kata. yakni [x] yang terdapat pada awal dan akhir suku kata. Fonem /d/ dilafalkan [d>] jika terdapat pada akhir kata. seperti pada kata: cari dan cacing. Fonem /c/ memiliki satu alofon. Fonem /m/ memiliki satu alofon. seperti pada kata juga dan maju. Fonem /n/ memiliki satu alofon. Berikut ini akan dipaparkan beberapa macam perubahan fonem dalam . yakni [f] yang posisinya terdapat pada awal atau akhir suku kata. seperti pada kata: waktu dan wafat. Fonem /k/ mempunyai tiga alofon. seperti: gula dan ragu. Fonem /w/. Fonem /t/. seperti: timpa dan santai. seperti pada kata: abad dan akad. Alofon ketiga terdapat di akhir suku kata. yakni [l]. yakni alofon lepas [k]. Fonem /ñ/. Fonem /h/ memiliki dua alofon. Sedangkan alofon kedua terdapat di akhir suku kata. Fonem /x/. Fonem /z/ memiliki satu alofon. yakni [m].Fonem /w/ memiliki satu alofon. Fonem /b/ hanya memiliki satu alofon. Fonem /m/. yakni [t] dan [t>]. yakni [h] dan [h>]. Fonem /d/. yakni [b] yang biasanya terdapat di awal. Fonem /r/. Fonem /c/. Fonem /s/. Fonem / š/ memiliki i satu alofon. Alofon [h] tidak bersuara. dan akhir kata. adab. Fonem /f/. yakni [n].Fonem /r/ memiliki satu alofon.Fonem /b/.Fonem /y/ memiliki satu alofon. Pada akhir suku kata. seperti pada kata: ñaraiη / memiliki satu alofon. seperti pada kata: makan dan sampai. Fonem memiliki dua alofon. Fonem /η Fonem / kal. Alofon yang pertama terdapat pada awal suku kata. seperti pada kata: lama dan palsu. Fonem /f/ memiliki satu alofon. Fonem /x/ memiliki satu alofon. yakni [r]. yaitu: [g] yang terdapat pada awal suku kata.

misalnya kata tidak tahu dilafalkan menjadi ndak tahu. Metatesis dan Epentesis Metatesis merupakan proses perubahan urutan fonem dalam suatu bahasa. yang berwujud bunyi bahasa. 31. 2) Komponen yang diartikan atau makna dari komopnen pertama. misalnya fonem /m/ yang disisipkan pada kata sapi. Kontraksi adalah penyingkatan atau pemendekan pelafalan suatu kata dalam suatu bahasa. dan lain-lain. . Yang dimaksud tanda atau lambang disini adalah tanda-tanda linguistik (Perancis : signé linguistique). /b/ pada kata sabtu lazim dilafalkan /p/. 29. Asimilasi dan Disimilasi Asimilasi adalah peristiwa berubahnya sebuah bunyi menjadi bunyi yang lain sebagai akibat adanya pengaruh bunyi dilingkungannya. Arkifonem dan Kontraksi Arkifonemadalah hilangnya kekontrasan dua fonem yang berbeda pada posisi yang sama. Disimilasi adalah perubahan yang terjadi bila bunyi yang sama berubah menjadi tidak sama. Semantik dalam bahasa Indonesia berasal dari bahasa Yunani ‘sema’ (kata benda) yang berarti ‘tanda’ atau ‘lambang’. Perubahan bunyi /b/ menjadi /p/ dalam hal ini disebabkan oleh adanya pengaruh fonem /t/ yang merupakan fonem hambat tak bersuara. Pada asimilasi progresif. Kata kerjanya adalah‘semaino’ yang berarti ‘menandai’atau ‘melambangkan’. tanda lingustik terdiri dari : 1) Komponen yang menggantikan. bunyi yang diubah terletak di belakang bunyi yang mempengaruhinya.BI. 28. 27. disini ada arkifonem /B/ yang bisa direalisasikan menjadi [b] dan [p]. misalnya kata cipta yang berasal dari bahasa Sangsekerta citta. dan lain-lain. Pada asimilasi regresif. Epentesis merupakan penyisipan suatu fonem ke dalam suatu kata tertentu. misalnya dalam bahasa Indonesia selain kita jumpai bentuk sapu terdapat pula bentuk apus. asimilasi progresif. asimilasi regresif dan asimilasi resiprokal. Bunyi yang disisipkan biasanya merupakan bunyi yang hormogan dengan lingkungannya. sehinggga bunyi itu menjadi sama atau mempunyai ciri-ciri yang sama dengan bunyi yang mempengaruhinya seperti. Bunyi /tt/ pada data terakhir berubah menjadi bunyi /pt/ dalam BI. Pengertian Semantik 30. Sedangkan asimilasi resiprokal. Kedua data terakhir apabila dilekati akhiran {-an} bentuknya menjadi jawaban. bunyi yang diubah terletak di depan yang mempengaruhinya. misalnya [b] dan [p] pada kata jawab dan jawap. karena perubahan itu tidak mngakibatkan perubahan identitas fonem. Menurut Ferdinan de Saussure (1966). fonem /m/ yang disisipkan pada kata kapak. perubahan itu terjadi pada kedua bunyi yang saling mempengaruhi. perubahan fonem /b/ menjadi /p/ diklasifikasikan ke dalam asimilasi fonemis. Asimilasi dikelompokkan menjadi tiga macam yaitu. Selain itu. selain kita jumpai bentuk jalur terdapat pula bentuk lajur. Jadi.

Semantik dan Antropologi. 48. 45. B. tanda matematika. Semantik dan Sosiologi 44. 36. semasiologi. 2.sememik. Kedua komponen ini adalah tanda atau lambang.  Ilmu yang mempelajari hubungan antara tanda-tanda linguistik dengan hal-hal yang 35. Istilah Semantik lebih umum digunakan dalam studi ingustik daripada istilah untuk ilmu makna lainnya. atau yang lazim disebut sebagai referent / acuan / hal yang ditunjuk. Berlainan dengan tataran analisis bahasa lain. Ini dikarenakan istilah-istilah yang lainnya itu mempunyai cakupan objek yang cukup luas. dan identik dengan kelompok orang tua yang mengedepankan kesopanan. Semantik berhubungan dengan sosiologi dikarenakan seringnya dijumpai kenyataan bahwa penggunaan kata tertentu untuk mengatakan sesuatu dapat menandai identitas kelompok penuturnya. akan dapat menunjukkan 47.yakni mencakup makna tanda atau lambang pada umumnya. A.32. 50. Semantik dianggap berkepentingan dengan antropologi dikarenakan analisis makna pada sebuah bahasa. dansemik. semiologi. dan juga tanda-tanda yang lain sedangkan batasan cakupan dari semantik adalah makna atau 40. seperti sosiologi dan antropologi. 51. 1. Bahkan juga dengan filsafat dan psikologi. menalui pilihan kata yang dipakai penuturnya. 3 7 . 49.seperti Semiotika. Contohnya : 46. dan sedangkan yang ditandai atau dilambangkan adaah sesuatu yang berada di luar bahasa. akan dapat menjanjikan klasifikasi praktis tentang kehidupan budaya penuturnya. ditandainya. identitas kelompok penuturnya.  Penggunaan / pemilihan kata ‘cewek’ atau ‘wanita’. arti yang berkenaan dengan bahasa sebagai alat komunikasi verbal.  Ilmu tentang makna atau arti. Termasuk tanda lalulintas. 41. sedangkan kata ‘wanita’ terkesan lebih sopan. 38. morse. Ilmu Semantik adalah : 34. 33. semantik adalah cabang imu linguistik yang memiliki hubungan dengan Imu Sosial. Hubungan Semantik dengan Tataran Ilmu Sosial lain 42. Jadi. Kata ‘cewek’ identik dengan kelompok anak muda. Contohnya : . Batasan Ilmu Semantik 39. 43.

Analisis Semantik 55. Dapat bermakna nasi. Maka. gabah. Karena kata ‘ngelih’ adalah sebutan untuk ‘lapar’ bagi masyarakat Jogjakarta.  Penggunaan / pemilihan kata ‘ngelih’ atau ‘lesu’ yang sama-sama berarti ‘lapar’ dapat 53. Kesulitan lain dalam menganalisis makna adalah adanya kenyataan bahwa tidak selalu penanda dan referent-nya memiliki hubungan satu lawan satu. beras. mencerminkan budaya penuturnya. dapat memiliki satu acuan yang sama. gabah. Dan sebaliknya. dan padi. bahasa bersifat unik dan memiliki hubungan yang erat dengan budaya masyarakat penuturnya. Hubungan tersebut dapat digambarkan dengan contoh-contoh berikut Bisa ‘racun’ ‘dapat’ buku ‘lembar kertas berjilid . beras. C. beras dan nasi. gabah. satu tanda lingustik memiliki dua acuan atau lebih. Adakalanya. gabah dan padi. yang mewakili nasi. Yang artinya. 58. Itu dikarenakan mereka tidak memiliki budaya mengolah padi.52. suatu hasil analisis pada suatu bahasa. 56. Dalam analisis semantik. beras. Kata ‘rice’ akan memiliki makna yang berbeda dalam masing-masing konteks yang berbeda. Sedangkan kata ‘lesu’ adalah sebutan untuk ‘lapar’ bagi masyarakat daerah Jombang. Contohnya penutur bahasa Inggris yang menggunakan kata ‘rice’ pada bahasa Inggris 57. tidak dapat digunakan untuk menganalisi bahasa lain. setiap tanda lingustik tidak selalu hanya memiliki satu makna. Tentu saja penutur bahasa Inggris hanya mengenal ‘rice’ untuk menyebut nasi. atau padi. seperti bangsa Indonesia. dua tanda lingustik. 54.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful