PENDAHULUAN Semua hal yang menyangkut dan berhubungan dengan harta benda hendaknya dilihat dan dihukumi dengan

kriteria halal dan haram. Semua praktek-praktek jahat dan kecurangan yang berhubungan dengan transaksi harta benda dan kekayaan dilarang. Semua larangan itu berdasarkan satu prinsip: jangan ada ketidakadilan dan jangan ada penipuan. Setiap orang bisa melihat aplikasi dari prinsip Al Quran dalam sabda dan perilaku Rasulullah serta para sahabatnya. Rasulullah sangat konsen dengan persoalan yang menyangkut penghsilan dengan cara yang halal. Dia sangat memperhatikan dari mana seseorang memperoleh harta benda. Umar bin khaththab adalah khalifah yang dengan tegas mempraktekkan formula ini untuk para gubernur dan para pejabat dijajaran pemerintahannya. Disini ditekankan bahwasannya penggunaan harta dengan cara yang baik adalah untuk memperoleh ridha Allah dan juga demi tercapainya distribusi kekayaan yang lebih baik di tengahtengah masyarakat. Namun demikain Allah tidak akan menerima penggunaan harta (sedekah, zakat dan infak) dimana harta-harta itu dihasilkan dari cara yang tidak halal. Oleh sebab itulah jika sedekah atau infak ingin diterima, maka hendaknya harta tersebut dihasilkan lewat jalan yang halal. Prinsip halal dan haram diimplikasikan secara sama pada saat penggunaan harta itu dan juga pasa saat akuisisi. Harta yang halal hendaknya dipergunakan dalam hal yang halal dan dibolehkan. Atau dengan kata lain, penggunaan penggunaan harta itu juga hendaknya dibatasi hanya pada suatu yang halal. Harta tersebut jangan sampai digunakan untuk perjudian, minuman keras, perzinaan dan apa saja yang dilarang oleh syariah. Pemilik harta tersebut memiliki kebebasan untuk menyimpan ataupun

menginvestasikan harta. Namun dalam dua kasus tersebut, hendaknya mengikuti petunjuk yang telah digariskan oleh Al Quran. Pada saat ia menyimpan harta itu, hendaknya dia mengeluarkan zakat dan kewajiban lain yang berhubungan dengan itu, dan jika ia menginvestasikan harta tersebut, maka hendaknya ia memilih perdagangan yang halal, dan menjauhi perdagangan yang haram, misalnya menanamkan pada investasi yang mengandung riba. Seorang muslim diperintahkan menanamkan modalnya dalam perdagangan yang halal meskipun mungkin akan menghasilkan untuk sedikit jika dibandingkan penanaman modal pada wilayah-wilayah yang haram. Tidak hanya mementingkan keuntungan semata akan tetapi melihat dari sisi moral yang ada.

Investasi harta dengan cara memberikan keuntungan dan kemaslahan masyarakat pada lembaga atau perusahaan yang sesuai syariah. sewa (ijarah) dan jasa/fee( al ajr walumullah) . dia jatuh ke dalam perkara yang haram. diantaranya adalah: • • • • • • • Seorang muslim harus menanam apa-apa yang memberikan kemaslahatan dan apa-apa yang didihalalkan. (HR Bukhari dan Muslim) Halal (‫ . Seorang muslim juga harus memproduksi barang-barang halal. sertifikasi kehalalan produk pangan ditangani oleh Majelis Ulama Indonesia. merampas menyuap dan disuap serta berjudi Menjauhi aktivitas menimbun/spekulan karena menimbun bisa merugikan masyarakat banyak disebabkan menahan barang beredar sehingga banyak dari masyarakat yang dirugikan... bagi hasil (syirkah). Diantara produk yang dianjurkan beredar ialah produk yang menguatkan akidah. jual-beli (tijaroh). cara berpakaian dll). halaal) adalah istilah bahasa Arab dalam agama Islam yang berarti "diizinkan" atau "boleh". dan syubhat (diragukan kehalalannya). "Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas. Siapa yang takut (berhati-hati) dari masalah yang syubuhat baginya.حلل‬halāl. Sedangkan dalam konteks yang lebih luas istilah halal merujuk kepada segala sesuatu yang diizinkan menurut hukum Islam (aktivitas. mencuri. haram. etika dan moral manusia. baik halal dikenakan ataupun halal dikoleksi. Kebanyakan manusia tidak mengetahuinya. merampas. Istilah ini dalam kosakata sehari-hari lebih sering digunakan untuk merujuk kepada makanan dan minuman yang diizinkan untuk dikonsumsi menurut dalam Islam. tingkah laku. Memakai sistem bagi hasil dan menjauhi Riba Menjauhi aktivitas yang tidak baik dalam produksi seperti jual beli yang tidak jelas. Di Indonesia. "Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda. Di antara keduanya adalah masalah yang mutasyabihat. Dari Abi Abdillah An-Nu''man bin Al-Basyir ra berkata. Sedangkan orang yang jatuh dalam masalah syubuhat.PEMBAHASAN Dalam Islam ada halal. CONTOH BISNIS YANG HALAL Bisnis yang halal adalah bisnis yang memproduksi sesuatu yang diperbolehkan dalam Islam. maka dia telah terbebas demi agama dan kehormatannya. • • Jual beli atau perniagaan barang-barang yang halal dan baik Bertransaksi dengan berprisnsip syari’ah seperti: titipan (wadiah).

Seperti Cannabis atau heroin annggur (untuk minuman keras). Orang yang melakukan tindakan haram mendapatkan konsekuensi berupa dosa. 6305) 3. Muslim. 4. Seorang muslim juga dilarang memproduksi barang-barang haram. CONTOH BISNIS YANG HARAM 1. Tirmidzi. Islam melarang produksi yang hanya merealisasikan kepentingan pribadi dan membahayakan kepentingan umum.• Dalam perdagangan seorang produsen harus bersikap adil. Produksi dan keuntungan dengan cara eksploitasi. Diantara produk yang dilarang keras beredar ialah produk yang merusak akidah. sesudahnya tanpa mengurangi dosadosa menreka sedikitpun (HR. sains dan hasil riset yang berbahaya bagi manusia. Ibnu Majah dari Jasir. maka baginya dosa dan dosa orang-orang yang melaksanakan. Hadis yang menunjukkan haramnya produksi barang yang membahayakan adalah sabda Nabi SAW: “Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan membahayakan orang lain” (Abdullah Abdul Husain At-Tariqi. Riba ini akan . 2. Seorang muslim tidak boleh menanam apa-apa yang membahayakan dan apaapa yang diharamkan. Ahmad. Haram adalah sebuah status hukum terhadap suatu aktivitas atau keadaan suatu benda (misalnya makanan). eksploitasi kebutuhan dan menimbulkan bahaya bagi kaum miskin dengan cara apapun diharamkan. tipu daya. Aktivitas yang berstatus hukum yang dianggap haram adalah dilarang secara keras. Dalam hadis Shahih ditemukan alasan ungkapan diatas: “Barang siapa dalam islam melestarikan tradisi buruk. 2004: 181-201) 5. Shahih Jami’ Shaghir No. baik haram dikenakan ataupun haram dikoleksi. Investasi harta dengan cara membahayakan masyarakat. etika dan moral manusia.

(Al Maa-idah: 38) 8.Islam dan agama-agama samawi lainnya mengharamkan riba. Menguasai harta orang lain secara ilegal. potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Allah menetapkan hukuman potong tangan karena perbuatan mencuri merupakan bentuk pengkhianatan. Kaum muslimin telah sepakat bahwa perbuatan ini adalah haram. tapi diambil dari harta orang lain atau dari sumber masyarakat tanpa didahului oleh proses produksi. 6. Kerelaan sebagai unsur penting dalam jual beli tidak terdapat dalam transaksi ini. • • • Bunga yang dihasilkan akan menyebabkan kemalasan dan nilai Riba akan menyebabkan pertambahan nilai inflasi di masyarakat. karena memakan hasil rampasan dikategorikan sebagai memakan harta dengan cara yang batil sesuai dengan firman Allah: . Pencurian. karena dalam riba terdapat hal yang membahayakan masyarakat dan ekonomi. 7. Bentuk transaksi ini termasuk transaksi yang mengandung unsur batil. Allah berfirman:                                        laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri. Jual beli tidak jelas ((‫. dikarenakan berlipatnya nilai bunga. dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Perampasan. Resiko ekonomi menunjukkan bahwa riba merupakan mediasi yang tidak cocok bagi kegiatan ekonomi berdasar beberapa alasan: • Bunga yang dihasilkan oleh pelaku riba tidak dihasilkan dengan cara produksi.الغرر‬ Gharar merupakan jenis benda yang ditransaksikan tanpa ada kejelasan ukuran dan sifat ketika transaksi berlangsung. Riba memberatkan beban peminjam manakala ia tidak mampu melunasi tambahnya tanpa usaha dan kerja keras.

. maka harus mengganti barang tersebut. Hukum suap haram. maka harus menggantikan senilai dengan harta tersebut. Perkara ini sama dengan mengambil harta dengan cara batil. janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil. 10. 2004: 181-201). Jika rusak. (Abdullah Abdul Husain At-Tariqi. Adalah pemberian sesuatu kepada hakim atau orang lain agar memutuskan hukum sesuai yang diinginkan. Kaum muslim telah satu kata tentang larangan suap.                                     Hai orang-orang yang beriman. Perampas harus mengembalikan hartanya. babi dan berhala tidak dihalalkan sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Jabir RA yang menyatakan bahwa Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya Allah dan Rasul-nya mengharamkan jual beli minuman keras. Pengharaman Islam ini ditujukan untuk menjaga masyarakat dari timbulnya kerusakan dan penganiayaan hukum tanpa hak atau untuk menegakkan keadilan. 9. bangkai. bangkai. Baik sudah mengambil manfaat ataupun belum. Mencari harta dengan cara menjual minuman keras. Upah pekerjaan yang haram dilaksanakan. 2004: 181-201). Nabi bersabda: Raulullah saw melaknat penyuap dan orang yang disuap.” (Abdullah Abdul Husain At-Tariqi. (An Nisaa’: 29) Perampasan diharamkan mengingat adanya unsur mengambil harta orang lain. babi dan berhala. Suap. kecuali dengan jalan perniagaan yang Berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Jika hilang. seperti mas kawin zina dan tips bagi dukun. baik dengan cara paksa dan aniaya. atau juga dengan cara yang tidak menyenangkan jiwa dan meniadakan kerelaan.

Menimbun adalah menahan komoditas yang dibutuhakan masyarakat dari sirkulasi pasar dalam satu masa tertentu agar harganya naik (Abdullah Abdul Husain AtTariqi. Sedangkan ulama bisa mengetahuinya melalui berbagai dalil Al-Qur`an.Suap yang dimaksud mencakup seluruh jenis suap. (Al Maa-idah: 90) Syubhat adalah yang tidak jelas halal atau haramnya. mengundi nasib dengan panah[434]. Jika dilakukan maka harus dikembalikan kenegara sebagai bentuk hukuman minimal yang ditanggung. Menimbun/spekulan. seperti bungkusan dibalik ‘hadiah’. Dalil yang menunjukkan keharaman judi adalah:                                                  Hai orang-orang yang beriman. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. sesuai dengan sabda Nabi saw: “hendaklah seseorang tidak menimbun kecuali ia adalah orang yang bersalah. Jika tidak ada nash (al-Qur`an atau sunnah) dan tidak ada ijma’. Yaitu setiap permainan antara dua kelompok yang akan munculkan kerugian di satu pihak dan keuntungan dipihak lain. bantuan. adalah Termasuk perbuatan syaitan. segala macam tabir kepuasan yang dapat menutupinya. pemberian. Penimbunan merupakan bagian perbuatan haram.” (Abdullah Abdul Husain At-Tariqi. seperti suap untuk membatalkan hak atau membenarkan yang salah. 2004). yang karenanya banyak orang yang tidak mengetahuinya. Perjudian. baik berdasar kesepakatan atau kemujuran. 11. atau adanya menfaat bagi yang disuap. menunaikan kemaslahatan. barang tersebut dijual di pasaran. berjudi. jalan yang paling selamat adalah meninggalkan perkara syubhat. 2004: 181-201) 12. Dengan kata lain. Setelah naik. Sesungguhnya (meminum) khamar. . maka dilakukan ijtihad. Meski demikian. semua tindakan apapun yang ditujukan untuk menyuap dengan cara apapun haram hukumnya. (berkorban untuk) berhala. Sunnah atau melalui qiyas. pinjaman.

serta dapat mendatangkan kebaikan yang sangat besar. karena tidak ada aturan di dalam Al-Qur’an atau Hadist yang mengatur permasalahan tersebut. . dapat mengarahkan seorang muslim pada sikap wara’ yang sangat potensial untuk menangkal bisikan setan. Meninggalkan sesuatu yang syubhat dan komit terhadap yang halal dalam masalah apapun. di dunia maupun di akhirat. maka akan terjaga agamanya maupun kehormatannya.Contoh bisnis yang syubhat seperti MLM atau Multi Level Marketing dan bisnis yang dilakukan secara online. Dengan menjaga diri dari perkara-perkara syubhat.

Tidak hanya mementingkan keuntungan semata akan tetapi melihat dari sisi moral yang ada. Atau dengan kata lain. . Begitu juga dalam mempergunakan harta harus dengan cara yang halal yang diperbolehkan Islam dan tidak mempergunakannya dengan cara yang salah atau dengan cara yang diharamkan Islam. penggunaan penggunaan harta itu juga hendaknya dibatasi hanya pada suatu yang halal. seperti bank syariah atau lembaga-lembaga lain yang sesuai syariah. Harta yang halal hendaknya dipergunakan dalam hal yang halal dan dibolehkan.KESIMPULAN Dari penjabaran diatas dapat kita ambil kesimpulan bahwa kita harus memperhatikan halal. Perbedaan antara halal dan haram bukan saja mengharuskan tujuannya mesti benar. Kita harus mendapatkan harta atau penghasilan dengan cara yang baik atau halal. haram dan syubhat pada bisnis ataupun usaha kita. menghindar dari penghasilan yang dicapai dengan cara yang salah atau haram dan dianjurkan untuk menjauhi syubhat agar kita terhindar dari perbuatan yang haram. namun sarana untuk mencapai tujuan itu juga haruslah baik. Hendaknya kita menyimpan atau menginvestasikan harta pada lembaga atau perusahaan yang halal.