P. 1
hukum-i-dan-ii-termodinamika.docx

hukum-i-dan-ii-termodinamika.docx

5.0

|Views: 4,470|Likes:
Published by Anisa Tridiyani
Uploaded from Google Docs
Uploaded from Google Docs

More info:

Published by: Anisa Tridiyani on Apr 12, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/21/2013

pdf

text

original

Sebelum kita membahas tentang siklus Carnot dan
Hukum Kedua Termodinamika maka terlebih dahulu membahas
tentang mesin kalor. Bagi kita adalah mudah untuk
menghasilkan energi termal dengan melakukan kerja.
Contohnya adalah dengan menggosokkan telapak tangan
dengan cepat maka tangan akan terasa panas. Namun untuk
mendapatkan kerja dari energi termal lebih sulit, dan penemuan
alat yang praktis untuk melakukan hal ini terjadi sekitar tahun
1700 dengan pengembangan mesin uap (mesin kalor). Ide-
ide yang mendasari mesin kalor adalah bahwa energi mekanik
dapat diperoleh dari energi termal ketika kalor dibiarkan
mengalir dari temperatur tinggi ke temperatur rendah. Dalam
semua mesin kalor pengubahan energi panas ke energi
mekanik selalu disertai dengan pengeluaran gas buang yang
membawa sejumlah energi panas.

HUKUM I DAN II TERMODINAMIKA DAN APLIKASINYA

21

Makalah Termodinamika
LA ODE ASMIN/ F1B1 07003

Efisiensi Termal Mesin Kalor
Efisiensi maksimum sebuah pembangkit tenaga listrik yang
beroperasi antara temperatur TH = 750 K dan TL = 300 K adalah 60
persen jika menggunakan rumus efisiensi mesin reversibel, tetapi
aktualnya hanya sekitar 40 persen. Hal ini sebenarnya tidak begitu
buruk dan hal tersebut masih membutuhkan improvisasi untuk
mendekati efisiensi mesin reversibel.
Mesin menyerap kalor sejumlah Q1 dari reservoir panas

dengan temperatur tinggi (T1), kalor yang diserap ini sebagian

diubah menjadi kerja sebesar W dan sebagiannya lagi dibuang
sebagai kalor Q2 pada temperatur rendah (T2). Karena fluida

kerja melalui suatu proses siklus dimana dalam siklus berawal
dari satu keadaan dan kembali ke keadaan awalnya, sehingga
sangat jelas bahwa ΔU = 0. Sesuai dengan hukum pertama
termodinamika maka besarnya usaha W dapat ditentukan dengan
menggunakan persamaan sebagai berikut.

w

Q
U

=

(1)

HUKUM I DAN II TERMODINAMIKA DAN APLIKASINYA

22

Makalah Termodinamika
LA ODE ASMIN/ F1B1 07003

(

) W

Q

Q

=

2

1

0

2
1 Q

Q

W

=

(2)

Dengan Q1 dan Q2 adalah besaran yang bernilai positif. Jika

fluida kerjanya adalah gas, maka usaha yang dilakukan fluida
kerja untuk sebuah proses siklus sama dengan luas yang
dimuat siklus pada diagram P – V. Efisiensi termal sebuah
mesin kalor merupakan perbandingan nilai antara usaha yang
dilakukan dan kalor yang diserap dari reservoir suhu tinggi
selama satu siklus. Hubungan ini dapat dirumuskan dalam suatu
persamaan sebagai berikut.

1

2

1

1

Q Q

Q

QW

=

=

η

(3)

Atau

1

2

1

QQ

=

η

(4)

Dengan

η adalah efisiensi mesin kalor

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->