P. 1
MR Edisi 234

MR Edisi 234

|Views: 804|Likes:
Published by akang_sia4065

More info:

Published by: akang_sia4065 on Apr 12, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/12/2012

pdf

text

original

e-mail : mediarakyat_new@yahoo.

com Contact Person : 0812 9936 977 08787 66 999 09

SURAT KABAR UMUM

Press Release
Hal. 3
Merubah Plat Mobil Dinas Itikad Buruk Oknum Pejabat

website : www.mediarakyatonline.com

Hal. 5
Pelaku usaha Priangan Timur Ikuti Sosialisasi Program KUKM

Pembawa Suara Pembangunan
Edisi 234 Tahun XI, 13 - 20 April 2011

Bangsa

Hal. 8
465 Desa di Kalsel Tanpa Bidan

Harga Rp. 4.000,- (Luar Jawa + Ongkos Kirim)

Baca Juga
Pantai Kuta Sudah Kotor dan Kumuh
Pantai Kuta Bali saat ini memang sangat kotor. Fakta di lapangan menunjukkan pantai yang menjadi ikon pariwisata (Hal 2)

BOS Belum Cair Sekolah Ancam Boikot UN
Sebanyak 13 dari 21 kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur sampai sekarang belum mencairkan dana bantuan (Hal 6)

KPAI : Arifinto Terancam Hukuman Dipenjara
Arifinto

Jakarta,(MR) Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asrorun Ni`am Sholeh mengatakan aksi melihat materi pornografi saat sidang paripurna DPR, jelas melanggar hukum. Anggota DPR Komisi V Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Arifinto dapat dikenakan Pasal 5 junto Pasal 31 Undang-undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman hukuman penjara paling lama empat tahun dan denda paling baca hal 15 banyak dua miliar rupiah.

Mendagri:

197 Kabupaten/Kota Terapkan KTP Elektronik
9 dari 31 Aliran Kepercayaan di Sumatera Barat

Dinyatakan Dilarang
Padang, (MR) Kepala Kementerian Agama Sumatera Barat melalui Kepala Bidang Humas M Rifki, Sabtu (9/4), mengatakan, berdasarkan data dari Kejaksaan Tinggi, pada 2011 terdapat sembilan aliran kepercayaan yang dinyatakan dilarang dan dalam pengawasan Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem). Ia menyebutkan sembilan aliran kepercayaan yang dilarang dan dalam pengawasan itu adalah Jami'atul Islamiyah, Islam Murni, Islam Jam'ah, Inkarsunnah, Ajaran Darul Arqam, Jema'at Ahmadiyah Indonesia, Thariqat Naqsyabandiyah Yayasan Kiblatul Amin II, dan Ajaran Al Qiyadah Islamiyah, PengajianAbdul Karim Jama'. "Saat ini terdapat 31 aliran kepercayaan di Sumbar yang berada dalam pengawasan Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat, sembilan di antaranya dilarang," katanya. Menurut dia, secara umum 31 aliran kepercayaan tersebut dan pengikutnya tersebar di seluruh wilayah di Sumatera Barat yang terdata hingga Maret 2011. "Dalam hal ini, baca hal 15

Kota Tasikmalaya Jadi Tujuan Wisata Belanja dan Kuliner

Jakarta,(MR) Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi, mengatakan, sebanyak 197 kabupaten/kota di Indonesia akan mulai menerapkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik pada 2011. Dalam Rapat Kerja Nasional Kependudukan dan Pencatatan Sipil 2011 di Jakarta, Minggu (10/03), Mendagri mengatakan, ke197 kabupaten/kota tersebut telah menyatakan kesiapannya melaksanakan program KTP elektronik. "Tahun ini, 2011, 197 kabupaten/kota sudah mulai menerapkan KTP elektronik dan tahun depan, 2012, 300 kabupaten/kota menerapkan KTP elektronik," katanya. Gamawan optimistis proyek pengadaan KTP elektronik yang menelan biaya sekitar Rp6 triliun lebih itu akan berhasil. Ia yakin target penerapan KTP elektronik di 497 kabupaten/kota pada akhir 2012 dapat terwujud. Proyek penerapan KTP elektronik ini melibatkan 15 kementerian dan didukung oleh lembaga-lembaga terkait. Mendagri baca hal 15

Cabut Saja Subsidi, Naikkan Harga Gabah!
Jember,(MR) Petani mempersilakan pemerintah mencabut sebagian subsidi pupuk jika memang diperlukan, asalkan harga gabah dinaikkan sehingga menyesuaikan dengan kebutuhan hajat hidup petani. Harga gabah dinilai paling layak jika harga pembelian pemerintah ditetapkan menjadi Rp 3.000 per kg untuk gabah kering panen. Edi Suryanto, petani warga Desa Dukuh dempok, Kecamatan Wuluhan, Jember, Jawa Timur, mengatakan, pergerakan harga gabah sangat cepat. “Agar petani baca hal 15
Sejumlah petani menampi gabah yang baru saja dipanen.

Tasikmalaya,(MR) Selain sebagai sentra perdagangan dan industri kecil di wilayah Priangan Timur dengan beberapa komoditi unggulan diantaranya bordir, batik, alas kaki, anyaman mendong, meubel, kelom geulis dan payung geulis, Kota Tasikmalaya telah berkembang menjadi salah baca hal 15

Pembangunan Gedung Arsip RSUD Karawang

Terindikasi Kolusi Berjamaah
Karawang,(MR) Berdasarkan ketentuan setiap pambangunan yang di biayai oleh pemerintah harus mengacu pada mekanisme dan ketentuan yang di tetapkan, seperti Kepres NO.80 Th.2003 kini di ubah jadi peraturan peresiden (Perpers) NO.54 Th.2010 tentang pedoman pengadaan barang dan jasa milik pemerintah, ketika dalam pelaksanaan di sesuikan dengan RAB dan bistek (gambar) tapi hal itu sepertinya tak berlaku untuk pembangunan gedung arsip di lingkungan RSUD Kabupaten Karawang yang selesai di bangun pada bulan Desember baca hal 15

Obat Generik Pasien Jamkesmas di Kupang Habis
Kupang,(MR) Obat generik untuk pasien pengguna kartu Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat) di Rumah Sakit (RS) WZ Johannes Kupang, Nusa Tenggara Timur habis sejak 10 bulan terakhir. Akibatnya pasien harus membeli ke apotek. Obat Generik Kepala Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS WZ Johannes Kupang dokter Frank Touw mengatakan dokter dan perawat tidak bisa disalahkan karena manajemen rumah terlambat baca hal 15

Merek-Merek Parfum Mewah
Seorang wanita tua naik lift di Gedung Kantor New York City yang sangat mewah. Seorang wanita muda dan cantik masuk ke dalam lift dan berbau wangi lalu menoleh kepada wanita tua dan berkata angkuh, "Giorgio - Beverly Hills, $100 per ounce" Wanita muda dan cantik berikutnya naik di lift dan juga sangat arogan lalu menatap wanita tua itu dan berkata, "Chanel No 5, $150 per ounce!" Sekitar tiga lantai kemudian, wanita tua itu telah mencapai tujuannya dan akan turun lift. Sebelum dia pergi, dia melihat kedua wanita cantik itu, tersenyum, lalu membungkuk, dan mengeluarkan sebuah kentut yang berbau paling busuk. Dia meninggalkan kedua wanita itu di dalam lift, sambil mengatakan "Brokoli, 49 sen sekilo!"

RSUD Karawang

I nvestigasi
Natuna, (MR) Besarnya anggaran insentive medis dan para medis yang dikelola oleh Dinas Kesehatan Natuna, ditenggarai jadi lahan empuk bagi oknum pejabat di Dinkes Natuna. Sampai hari ini, gonjang ganjing tentang indikasi dana insentive turut di “tilep” semakin menarik pembicaraan.

Usut Tuntas Dana Intensive Medis dan Para Medis Kab. Natuna
KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI

Terindikasi Kebocoran Dana Millyaran Rupiah ?
Info terbaru di dapat wartawan Koran ini, membenarkan insentive dokter untuk daerah terluar , seperti Subi dan Pulau laut Rp.7500.000/ bulan. Menurutnya, anggaran tersebut terlalu kecil juka dibandingkan dengan dana yang di plot Pemerintah. “ Dana besar tapi sampai hanya segitu” katanya. Dia juga mengatakan, sangat kaget soal pemberitaan itu, aku kira tidak ada wartawan yang berani menulisnya. Kita ini mengabdi, untuk masyarakat Natuna, kadang pengabdian itu tidak dihargai. Contohnya, sampai saat ini tgl 2 April 2011 dana insentive tenaga kesehatan tahun 2011 belum juga di cairkan. Pada hal dana tersebut sangat perlu untuk kehidupan kita. keluhnya. Dia juga mengatakan, beberapa Medis dan para baca hal 15 medis sudah berencana mau mengadakan

Mari Kita Berantas Korupsi
Pengaduan Masyarakat
Telp. (021) - 25578389 Fax. (021) - 52892454 Humas KPK : (021) - 25578439 PO.BOX : 575 Jakarta 10120 email : pengaduan@kpk.go.id Candra, Ketua LSM Laskar Anti Korupsi Indonesia

2
Pemerintah Seret 8 Perusahaan Daftar Hitam ke Pengadilan
Jakarta,(MR) Menteri Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta mengatakan delapan perusahaan yang masuk daftar hitam pencemaran lingkungan akan segera dibawa ke pengadilan. Langkah ini ditempuh setelah sejumlah perusahaan tersebut tidak mau menaati peringatan yang diberikan Kemen LH soal pencemaran lingkungan. "Ada beberapa perusahaan yang sudah kita pulbaket Menteri LH Gusti M Hatta (pengumpulan bahan keterangan dan data). Rencananya, ada delapan (perusahaan) yang kita ajukan ke Pengadilan dalam waktu dekat," kata Gusti Muhammad Hatta di Komplek Istana Presiden, Rabu. Menurut Gusti, ke-8 perusahaan itu mayoritas bergerak di sektor pengelolahan ikan dan berdomisili di Jawa Timur. Sikap tegas KemenLH terhadap kedelapan perusahaan tersebut karena dalam dua tahun berturut-turut menghuni daftar serta tidak ada upaya perbaikan. "Ini perusahaan dalam negeri. Tetapi, kami walaupun (perusahaan) luar tembak juga. Katakanlah seperti Chevron kami kasih (angka) merah itu. Sebelumnya kami bina, yang merah jangan sampai hitam. Itu prosesnya tetapi dia tetap saja, sudah kami (ajukan) ke pengadilan. Nanti kalau tidak tegas, orang akan melawan terus," ujarnya. Berdasarkan Undang-Undang nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, perusahaan yang masuk daftar hitam dapat diancam pidana penjara paling singkat tiga tahun paling lama 10 tahun dan denda paling sedikit Rp3 miliar dan paling banyak Rp10 miliar. Peringkat warna hitam didefinisikan sebagai usaha dan atau kegiatan yang sengaja melakukan perbuatan atau melakukan kelalaian yang mengakibatkan pencemaran dan atau kerusakan lingkungan dan pelanggaran terhadap peraturan perundangundangan yang berlaku atau tidak melaksanakan sanksi administrasi. Setiap tahun KemenLH merilis perusahaanperusahaan yang masuk daftar hitam. Sebuah lembaga swadaya masyarakat, yakni Koalisi Rakyat untuk Keadilan Pencemaran Lingkungan (Kiara), juga pernah mengeluarkan rilis pada 2010. Menurut Kiara, ada 33 dari 215 perusahaan agro-industi yang masuk daftar hitam KemenLH, 12 di antaranya sudah dua kali masuk daftar hitam sejak 2009, seperti PT Cartram (agar-agar), CV Pasific Harvest (pengolahan ikan), dan PT Aulia Prima Intra Makmur (pengolahan ikan). >> Sahrial Nova

Berita Utama
Denpasar,(MR) Pantai Kuta Bali saat ini memang sangat kotor. Fakta di lapangan menunjukkan pantai yang menjadi ikon pariwisata Bali tersebut minim fasilitas umum (fasum) dan banyak plastik sampah rumah tangga. Tudingan yang dialamatkan majalah Times bahwa Pantai Kuta jorok lantaran membludaknya sampah ternyata memang benar adanya. Pantauan wartawan koran ini di lapangan, terlihat sampah plastik industri rumah tangga bertebaran di pantai hingga ke bibir pantai tempat wisatawan berjemur menikmati sinar matahari. Bahkan di sana sini terdapat sampah seperti batang kayu pohon yang patah. Anehnya, meski banyak bertebaran seperti itu, instansi terkait tak cepat tanggap untuk menanganinya. Audi, pengunjung yang ditemui di Pantai Kuta mengaku risih dengan banyaknya sampah yang bertebaran. Sesekali Audi yang datang bersama anaknya memunguti sampah plastik yang mengenai badannya ketika mereka berenang. "Sampahnya banyak sekali. Sedang asyik berenang, badan tersangkut sampah. Jadi, sekalian saja membersihkan sampah. Sambil mengajari anak saya agar mau menjaga lingkungan," ujar perempuan satu anak yang mengaku sudah 9 tahun tinggal di Bali ini, Kamis (7/4). Lain lagi dengan Sukadana, pria asli Bali yang sering bolakbalik Denpasar-Kuta. Saat ditemui di pinggir pantai ia mengaku banyak sekali perubahan Pantai Kuta saat ini jika dibandingkan dengan lima tahun lalu. "Sekarang, Pantai Kuta sudah kotor dan kumuh. Lihat saja para pedagang yang menjajakan makanan di sekitar pantai, sudah mirip dengan pasar malam yang buka siang," sindir Sukadana. Kehadiran pedagang yang semrawut juga menambah kekumuhan Pantai Kuta. Apalagi, sambung dia, Fasilitas Umum (Fasum) di sekitar lokasi sangat tidak memenuhi syarat. Sebab, katanya, dari sekian ribuan wistawan mancanegara dan domestik yang datang ke Kuta, Fasum seperti toilet dan tempat sampah hanya ada beberapa saja. Apalagi toilet-nya juga kotor," terangnya. Kekumuhan itu semakin menjadi manakala kemacetan tak dapat dihindarkan di sekitar lokasi. Sukadana menuturkan, manakala bus-bus travel yang mengangkut wisatawan datang, kemacetan pun tak dapat dihindarkan. Sebab, Pantai Kuta juga minim fasilitas parkir. "Pantai Kuta itu kan ikon Bali, masa parkir susah. Apalagi kalau bus travel datang, pasti tambah macet. Jangan ditanya kalau musim liburan sekolah tiba, Pantai Kuta pasti macet total karena bus parkir sembarangan. Sudah saatnya pihak terkait segera menata kembali Pantai Kuta agar tak ditinggalkan wisatawan," desak dia. Pemandangan berbeda justru terjadi di Pantai Sanur, Denpasar. Pantai yang lebih banyak didatangi turis domestik ini justru tertata dengan baik. Pemandangan seperti sampah yang terlihat di hampir sepanjang Pantai Kuta, justru tak nampak di sini. Dihubungi melalui telepon genggamnya, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Badung, Eka Merthawan meminta waktu untuk memberikan komentar. "Nanti telepon lagi

Tahun Edisi 234 Tahun X I 13- 20 April 2011

Pantai Kuta Sudah Kotor dan Kumuh

800 Gedung Pengadilan Harus Diperbaiki
Jakarta,(MR) Harifin A Tumpa menegaskan bahwa besarnya anggaran pembangunan gedung yang dialokasikan oleh Mahkamah Agung karena terdapat sekitar 800 unit gedung pengadilan di seluruh Indonesia yang harus diperbaiki atau dibangun. "Yang paling banyak, peradilan agama dan peradilan militer," kata Ketua Mahkamah Agung Harifin A Tumpa kepada wartawan usai Salat Jumat di Jakarta. Hal ini menanggapi pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bahwa MA menempati urutan kedua anggaran pembangunan gedung setelah DPR. Dia mengakui bahwa anggaran mencapai diatas Rp100 miliar. "Ya mungkin saja, kalau satu gedung dibangun sekitar Rp3 miliar. Kalau 20 gedung, sudah berapa," ungkapnya. Harifin juga menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan efisiensi dan optimalisasi anggaran seperti permintaan presiden. "Ya tentu perlu, tapi apakah kemudian efisiensi itu harus diartikan tidak boleh membangun? Kan itu tentu tidak," kata Harifin. Ketua MA ini juga mengungkapkan pembangunan gedung pengadilan ini telah dilakukan sejak 2005 hingga 2010. "Hampir semua gedung yang direncanakan sudah selesai direnovasi dan dibangun, jadi hampir semua selesai," katanya. Sebelumnya, Sekretaris MA Rum Nessa mengatakan, alokasi belanja terkait pembangunan hanya dilakukan untuk pengadilan di daerah-daerah yang memerlukan perawatan, lalu pembangunan pengadilan Tipikor yang diamanatkan ada pada 30 provinsi. Biaya yang dialokasikan sebesar Rp1,2 triliun, diambil dari anggaran tahunan MA sebesar Rp 6 triliun. "Alokasi untuk itu hanya sebagaian kecil, karena alokasi belanja pegawai MA sekitar 60 persen dari Rp6 triliun," papar Rum Nessa. >> Sahrial

ya, saya sekarang sedang rapat Musrenbang. Atau sekitar pukul 14.00 Wita datang saja ke ruangan biar datanya tidak salah saya kasih," katanya. Setali tiga uang, Kepala Satgas Pantai Kuta, Ngurah Tresna juga mengaku sedang mengikuti rapat Musrembang di Puspem Badung dan meminta agar dihubungi kembali sore hari. "Saya sedang mengikuti rapat Pak. Nanti tolong hubungi kembali jika ingin meminta komentar terkait sampah di Kuta," katanya. Sementara itu, Kepala Badan Lingkungan Hidup Provinsi Bali Anak Agung Alit Sastrawan, meski mengaku sedang memimpin rapat di kantornya, namun mau memberikan sedikit komentar. Pria berkumis tebal ini mengatakan, volume sampah di Bali setiap hari rata-rata mencapai 5.094 meter kubik. Ia mengakui belum seluruh sampah itu dapat ditangani secara tuntas. Oleh karena itu, dia mengajak masyarakat setempat untuk berperan aktif dalam menangani masalah

tersebut. ?Bali telah mencanangkan 'Pulau Bersih dan Hijau' (Bali clean and green). Karena itu, masalah sampah harus dapat ditangani secara tuntas,? katanya. Warga masyarakat, kata dia, hendaknya. mempunyai kesadaran dan tanggung jawab yang besar terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan. Ia berharap masyarakat membuang sampah pada tempat-

tempat yang telah disediakan. Hal ini akan mempermudah petugas kebersihan ketika memungut dan mengangkutnya ke tempat pembuangan akhir (TPA) sampah. "Saya berharap warga masyarakat membuang sampah pada tempatnya, sehingga pulau ini ke depannya bebas dari sampah," katanya, sembari meminta agar dihubungi kembali beberapa jam kemudian.>> Nyoman

Izin Pemeriksaan 61 Kepala Daerah Tertahan di Seskab
Jakarta,(MR) Permohonan izin pemeriksaan terhadap 61 kepala daerah dan wakil kepala daerah kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selama 2005-2011, diduga masih tertahan di Sekretariat Kabinet (Seskab). "Yang jelas saya yakin kalau sudah sampai di meja presiden, tinggal ditandatangani saja," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum ) Kejagung Noor Rachmad di Jakarta. Ia menduga masih tertahannya permohonan izin pemeriksaan itu juga terkait ada persyaratan yang belum dilengkapi oleh kejaksaan. Sebelumnya, dikatakan, di antara ke-61 kepala daerah yang sampai sekarang belum terbit izin pemeriksaannya dari presiden itu ada yang sudah meninggal. Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) yang tersandung kasus dugaan korupsi pada divestasi saham PT Kaltim Prima Coal (KPC), Awang Farouk Ishak dan Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Rudy Arifin terkait dengan dugaan korupsi dalam pemberian uang santunan pembebasan tanah eks Pabrik Kertas Martapura. sampai sekarang belum turun izin pemeriksaannya dari presiden. "Kedua gubernur tersebut, termasuk dalam 61 kepala daerah yang izin pemeriksaan dari presiden belum turun," katanya. Diakuinya jika di dalam Undang-Undang (UU) Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menyebutkan jika izin pemeriksaan dari presiden belum turun selama 60 hari, maka bisa dilakukan pemeriksaan. "Peraturan pemeriksaan kepala daerah itu sendiri diperkuat melalui SEMA (Surat Edaran Mahkamah Agung), namun tidak bisa langsung dilakukan pemeriksaan," katanya. Tentunya, kata dia, harus dipertimbangkan juga aspekaspek lainnya. "Agar nantinya di persidangan (soal izin pemeriksaan kepala daerah) dipermasalahkan," katanya. >> Sahrial Nova

Pendanaan Sepakbola dari APBD Dikaji Ulang
KPK," ujarnya. Menkeu mengatakan selama ini Kementerian Keuangan memberikan anggaran terkait kegiatan olahraga kepada induk olahraga yaitu Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). KONI, katanya, akan menyalurkan dana yang telah dicairkan kepada asosiasi dan persatuan cabang olahraga yang bernaung dalam induk olahraga tersebut. Untuk itu, terkait dengan anggaran untuk sepak bola, Kementerian Keuangan mengharapkan agar ada diskusi terlebih dahulu dengan KONI sebagai induk olahraga. "Anggaran pemerintah adalah untuk induk olahraga, untuk KONI. Kemudian KONI tentu ada kebijakannya sendiri dalam mendukung satuansatuan asosiasi atau persatuan olahraga. Jadi sementara ini saya hanya bisa mengatakan bahwa itu adalah kebijakan

Agus Martowardojo

Jakarta,(MR) Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan bahwa pemerintah masih akan mempelajari saran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang meminta dihentikannya penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanda Daerah (APBD) untuk klub sepakbola profesional. "Kalau KPK seandainya

memang mengeluarkan 'tulisan', kami akan pelajari. Kita ini menjalani negara, jadi tidak bisa kemudian berhenti hanya karena ada sesuatu yang dadakan. Jadi kita akan pelajari," ujar Menkeu saat ditemui di Jakarta, Selasa. Menkeu mengatakan belum menerima surat resmi dari KPK perihal permintaan tersebut. "Saya belum terima suratnya

yang mesti ditindaklanjuti KONI," ujarnya. KPK menyarankan pemerintah menghentikan penggunaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) bagi klub sepak bola profesional yang berada di bawah Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mulai 2012. "Hasil kajian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyarankan sebaiknya Menteri Dalam Negeri (Mendagri) menghentikan penggunaan APBD bagi klub sepak bola profesional,"

kata Wakil Ketua KPK, M Jasin. Jasin mengatakan saran penghentian penggunaan APBD itu, berdasarkan adanya indikasi beberapa pelanggaran pada pemanfaatan dana bagi klub sepak bola profesional. Selain itu, KPK juga menemukan adanya konflik kepentingan penggunaan APBD bagi tim sepak bola profesional karena faktor kepala daerah yang merangkap jabatan sebagai ketua atau pengurus sepakbola.>> Sahrial Nova

Pemimpin Umum : Hisar MT Sagala, Penasehat : KH. DR. TG. Abd. Rahman Anwar SH. MA, Bambang Nugroho. ST, Aleh Heryanto.ST, Drs. Insanul Kamil, Syamsurizon. SH. MSi, Drs. Ir. H. Didin Sahidin, NJ. MSP, Ir.H.Agus Irianto MM, Drs. H. Ilyas Sabli, Konsultasi Hukum : Susanto. SH, Pemimpin Redaksi / Penanggung Jawab : Hisar MT Sagala, Dewan Redaksi : Hisar MT Sagala, Drs.H. Asep Achmad Djaelani, MM, Iwan Saputra, SE, M.Si, Drs. H. Yono Kusyono, Redaktur : Irwan Hamid, Litbang : Herman Sugianto, Manager Iklan : Rudi Harris, Manager Distribusi : Herdi, Layout / Design : Ahmad Y, St, Fhoto Grafer : Hamin, Staf Redaksi : Jenri. S, Rusman, Rudi, Besti, Chandra.
PERWAKILAN/ BIRO : Jakarta Pusat : Ediatmo (Kepala), Nokipa, Jakarta Utara : Eka Lesmana (Kepala), Sarif, Yanto Sitanggang, Jakarta Timur : Sukron (Kepala), Wisnu, Jakarta Barat : Mohammad (Kepala), Nugraha, Tedy Sutisna, Jakarta Selatan : Hengki (Kepala), Yusandi, Sahrial Nova, Karawang : K. Komarudin, Warsian, Cece Wiriyadi, Bogor, Depok : Ali, Ruslan, Bekasi Kota : S. Wahyudi, Kab. Bekasi : A. Natawi Jaya, Marulloh, H. Andang Hamdani, Purwakarta : Sapan Supriatna, Biro Subang : Iman, Kota Bandung : Dodi Sulaeman (Kepala), Tuty Suhartati, Bandung Barat : Dayanto, Darfi, Kabupaten Bandung : Maman, Sumedang/ Majalengka : Edi Moelyana (kepala), Ani Suhartini, Wawan Setiawan, Budi, Ratim, Ruhiyat, Agus Atang, Darmansyah, Indramayu : Abdullah (Kepala), Mukromin, Maskin, Suhada, NC Jawir, Cirebon : Masduri, Kuningan : Dian, Biro Garut : Undang Suryana (Kepala), Ali Hasan, Usep Jaelani, Kab. dan Kota Sukabumi : Rustandi, Ludy Herdiansyah, Biro Cianjur : Ruslan AG, Jaenudin, Biro Kabupaten Tasik/ Kota Tasik : Zamzam Hermansyah (Kepala), H. Ade Dimyati, Barkah Sudrajat, Iin Kartiwan, Widayanti, Yuyu Wahyudin, Dede R, Ciamis : Heri Herdiana (Kepala), Banjar : Ahmad Setia (Kepala), Tangerang : Halim Untar (Kepala), Herman, Lebak/ Pandeglang : Belfri (Kepala), Herianto, Serang : Sukendar (Kepala), Nani, Lampung : Kab. Tanggamus & Pringsewu: Dahlan (Kab. Biro), Jainuddin, Perwakilan Sumatera Selatan : Alex Effendi (Kepala), Kota Palembang, Adiyanto (Kepala), Kota Prabumulih / kab. Muara Enim : Alex Effendi (Kepala), Indra Apriansyah, Wendi Karno, H.M. Taher SN, Teti Pega, Amiruddin, Biro Batu Raja / OKU : Sahmi (Kepala), Biro Oku Selatan : Thomas Ivan, Ogan Ilir : Marleni (Kepala), Astute, Tulang Bawang : Sumarta (Kepala), Nani, Kota Metro : Tohir (Kepala), Maman Irawan, Pekanbaru : Paizal (Kepala), Nurdin, Padang : Marqian, Bengkulu : Aman Sipahutar, Biro Mukomuko : Hilman Daud, Bengkulu Utara : Syaiful Bahkri S, Perwakilan Jambi : Leman Burhan, (Kepala), Hendar, Muara Bungo : Suyono, Kab. Tebo : Heri Zaldi, Musirawas/ Lubuk Linggau : Iman Koesnadi, Agus Salim, Kab. Sarolangon : Leni Hartati, Dumai : Suparta (Kepala), Parjio, Tanjung Pinang : Winarto (Kepala), Jerlin P, Rony Rudianto, Biro Batam : Ganda S.Prawira (Kepala), Agus Stanza AMd, Englis Simaremare, Biro Tanjung Balai Karimun : Jerlin P (Kepala), Kab. Lingga : Heri Susanto (Kepala), Nurjaly, Hendrano, Kab. Bintan : Defran, Edi Ishak, Biro Natuna : Roy S. (Kepala), Kab. Anambas : S. Edwar. S (Kepala), Rokan Hilir : M. Erickson. S.Pd (Kepala), Rasmali SH, Syahdan, Purwokerto : Hanapiah (Kepala), Kuswandi, Batang : Rika Ida (Kepala), Hapid, Kota Semarang: Irman Idrus (Kepala), Warsoma, Cilacap : Murtaqin, Pekalongan : Hetty (Kepala) Narwan, Purbalingga : Hermanda, Yogyakarta : Suratno, Klaten : Sutrisno, Tarmo, Perwakilan Jawa Timur : Deasy Epita A (Kepala), Mojokerto : Moh. Lutfi, Lamongan : Adi Sugiarto (Kepala), Huala Simanjuntak, Julian Tri, Prayitno, Banyuwangi : M. Arif Afadi, Kupang : Moses Mone Kaka (Kepala), Klaudius Edy Burga, Kalimantan Barat : Ranto Leonardo, Kalimantan Selatan / Tengah : Gatner Eka Tarung, SE (Kepala), Banjar Masin : Mulia, Banjar Baru : Asrian Talatika, Pulang Pisau : Yabi. K, Samarinda : Kipan Suerta, Delimah, Belu & TTu : Heribertus Kolo (Kepala), Lodowikus Umbu Lodongo, Robertus Seran, Agus TB. SH, Flores Timur : Ferdinandus (Kepala), K. Lewoema, Sorong : Dea (Kepala), Gonjali, Kota Medan : Frendi Tua (Kepala), Herwan, Siti, Tebing Tinggi : Hasni (Kepala), Herdan, Langkat : Ojak Sianturi (Kepala), Waskito, Deli Serdang : T. Manalu (Kepala), Belfri, Pematang Siantar : Heru (Kepala), Sintan, Simalungun : Togap Munthe (Kepala), Jentar Bangun, Tarutung : Juang N, Dairi : Karlen (Kepala), Benni Sitorus, Dadang Kusmandi, Padang Sidempuan : Chairun (Kepala), Hotman, Ali, Bali : Nyoman, Putu Artha.

Alamat Redaksi Jl. Bina Harapan No. 38-C, Telp. (021) 79192764 Kel. Duren Tiga Pancoran - Jakarta Selatan E-mail : mediarakyat_new@yahoo.com Rekening : Bank BRI Cab.Karawang No. Rek : 0116-01-022016-50-9 a/n: Hisar MT Sagala Tata Usaha / Iklan / Sirkulasi : Jl. Manunggal VII Krajan Lamaran Kel. Palumbonsari Kab. Karawang Jawa Barat Telp. (0267) 8454238 Penerbit : Yayasan Media Rakyat Intermedia Percetakan : PT. Wahana Semesta Intermedia

Yang tidak tercantum di BOX Redaksional bukan wartawan kami. Dalam melaksanakan tugas jurnalistik wartawan kami dilengkapi dengan Tanda Pengenal dan Surat Tugas Peliputan dari Redaksi yang masih berlaku. Dan saat bertugas wartawan kami selalu membawa Surat Kabar Media Rakyat Edisi terbaru.

Edisi 234 Tahun X I Tahun 13- 20 April 2011

Berita Utama
Karawang,(MR) Merubah Plat NoPol Mobil dinas dari warna merah menjadi hitam secara etika moral sudah mencerminkan itikad tidak baik karena kendaraan tersebut bukan kepemilikan pribadi artinya, segala bentuk dan penampilan itu harus sesuai aturan tidak boleh dirubah karena mobil itu statusnya pinjam pakai jadi harus sesuai peraturan perundang-undangan dan mesti diketahui oleh semua pihak bahwa yang berhak pinjam pakai kendaraan itu adalah hanya bagi para unsur pimpinan saja yakni seperti di lingkungan sekretariat DPRD itu hanya Ketua dan wakil Ketua DPRD dan kalau sebatas anggota itu tidak punya kewajiban pemerintah untuk memberikan fasilitas, dan perlu disikapi bahwa pimpinan partai bukan berarti pimpinan Dewan, dan Untuk penertiban itu sendiri Sat Pol PP harus berani memberikan teguran terhadap para oknum itu tetapi kalau hal itu tetap dibiarkan oleh SatPol PP sebagai penegak Peraturan Daerah tidak berani mengambil tindakan maka kami akan memakai hukum rakyat dengan menarik paksa , Kata Nace Permana.SE Ketua LSM Lodaya Karawang. Nace juga menegaskan, Bupati harus secepatnya mengeluarkan Surat Perintah Keputusan Bupati tentang aseraset daerah salah satunya mobil dinas molik pemkab karawang yang di rubah corak hingga plat nomor merah jadi hitam dan masih banyak di luar mobil dinas masih di pegang oleh para pejabat lama (pensiun) harus segera ditertibkan artinya perlakuan terhadap kendaraan itu tidak semena-mena keinginan pribadi harus sadar diri dan malu bahwa mereka pinjam terhadap Negara, uang rakyat yang dipakai, Tegas Nace Ketika dikonfirmasi, Media Rakyat di kantornya, depan kodim 0604 Karawang, Senin (28/3). Menurut Kasie Pemeliharaan asset dan unsur lain, Asep Muktar, menegaskan, bahwa kalau mereka baca bentuk berita acara tentang pinjam pakai mobil tersebut tidak boleh dirubah dan mengenai pemeliharaan semestinya mereka yang menggunakan harus berani memelihara bukan mengandalkan bantuan uang anggaran, apalagi plat merah jadi hitam tidak diperbolehkan terkecuali orang-orang tertentu seperti Bupati, Wakil Bupati, Ketua dan Wakil Ketua DPRD, Intel kejaksaan, Pegadilan dan Kepolisian berdasarkan surat kapolri Tahan 2000. Pihaknya Pada bulan april akan bekerjasama dengan Dishub, Sat Pol PP dan bagian Hukum Pemkab Karawang akan dilaksanakan apel kendaraan mobil Dinas dan diharapkan para OPD tersebut pada waktunya kendaraan itu mesti ada dihadirkan dan apabila masih ada di tangan para pejabat yang lama kalau tidak ada itikad baik untuik mengembalikan maka pihaknya akan

3

Pemkab OKU Timur Tertibkan IMB
Martapura,(MR) Untuk meningkatkan kepedulian akan pembuatan izin mendirikan bangunan (IMB) menjadi agenda penting satuan polisi pamong praja (pol-pp) sehingga pihak terkait terus melakukan upaya penertiban, terutama di kawasan Belitang Kabupaten OKU Timur yang pembangunannya semakin pesat. Kasat Pol-PP Kabupaten OKU Timur, Mulyanto. menjelaskan Upaya razia terhadap sejumlah bangunan terus dilakukan, kalau didiamkan saja masyarakat akan lalai, katanya. Untuk masyarakat silahkan saja untuk mendirikan bangunan dan harus mengacu pada aturan yang tertuang dalam ketentuan pembuatan IMB. Kabupaten OKU Timur adalah daerah yang memiliki peluang investasi usaha perkembangan pembangunan terbilang pesat. Maka dengan hal tersebut pemerintah Kabupaten OKU Timur menerapkan langkah-langkah penertiban, sehingga daerah ini teratur. Mulyanto menambahkan, untuk pembuatan IMB tidak hanya rumah hunian saja, namun gedung penangkaran wallet harus ada izin sehingga dapat terkontrol dengan baik. Dan kesadaran masyarakat akan pentingnya IMB terus meningkat. >> Sahmi

Merubah Plat Merah Mobil Dinas Itikad Buruk Oknum Pejabat

PU Kotabaru Dinilai Tak Serius Perbaiki Jalan
Kotabaru,(MR) Dinas Pekerjaan Umum Kotabaru, Kalimantan Selatan, dinilai kalangan DPRD tidak serius dalam melaksanakan perbaikan jalan, menyusul masih banyaknya ruas jalan rusak di wilayah Kotabaru. " Padahal ruas jalan tersebut baru saja diperbaiki dengan dana miliaran rupiah," kata Ketua Komisi III DPRD Kotabaru Syahiduddin, usai kunjungan kerja ke wilayah Pulau Laut Timur, Kamis. Ia mengatakan telah menemukan beberapa ruas jalan di wilayah Tanjung Pengharapan, Pulau Laut Timur, dengan kondisi rusak berat, badan jalan berlumpur cukup dalam. Bahkan, kata kader Partai Keadilan Sejahtera itu, mobil dinas yang ditumpanginya beberapa kali amblas di tengah kubangan lumpur yang cukup dalam. Beberapa anggota DPRD dari Komisi III tersebut terpaksa mengerahkan warga untuk membantu mendorong mobil yang terperosok ke dalam lumpur tersebut. "Kami bahkan tidak habis pikir, bagaimana cara kerja Dinas Pekerjaan Umum dalam melaksanakan perbaikan jalan, jalan yang kami lewati itu baru saja diperbaiki dengan dana miliaran rupiah, tetapi kini sudah rusak kembali," kata dia, tanpa menyebutkan jumlah dana perbaikan jalan yang dimaksud. Syahiduddin meminta Dinas Pekerjaan Umum segera memperbaiki sistem pelaksanakaan perbaikan jalan, mulai dari proses lelang, pengawasan, penggunaan bahan material hingga perawatan. Ia menduga, pengawasan dan penggunaan bahan material untuk memperbaiki jalan di daerah Pulau Laut Timur tidak maksimal. Buktinya, baru tahun lalu diperbaiki, sekarang sudah rusak kembali, tambahnya. Jika Dinas Pekerjaan Umum serius, tentunya hasil pembangunan dan perbaikan jalan di daerah itu akan lebih baik dan dapat dimanfaatkan masyarakat lebih lama dari kondisi yang ada saat ini. Menurut dia, kerusakan jalan bukan hanya terjadi di wilayah Pulau Laut Timur saja, tetapi terjadi juga di daerah kecamatan wilayah utara dan perbatasan Kotabaru dengan Tanah Grogot. Kepala Dinas Pekerjaan Umum H Ardian serta Kabid binamarga dan jembatan H Ahmad Muslim hingga saat ini belum berhasil dikonfirmasi terkait temuan jalan rusak yang baru saja menghabiskan dana miliaran rupiah oleh Komisi III DPRD Kotabaru. >> Gatner Eka Tarung

bekerjasama dengan pihak Sat Pol PP untuk tarik paksa dan yang jadi kesulitan dari phak asset sendiri kalau bentuk bantuan yang datangnya dari propinsi dan pusat kadang para OPD terkait tidak melaporkan. Di tempat terpisah Kepala Bagian Umum Sekretariat DPRD Karawang Yudi Yudiawan, diruang kerjanya kamis (31/3) mengatakan, mengenai mobil dinas yang ada di lingkungan pemkab Karawang yang berhak mendapatkanya pasilitas tersebut yakni eselon III keatas tetapi tentang merubah plat nomor dari merah ke hitam, merubah warna dan dipergunakan keperluan pribadi, menurut aturan tidak boleh dan hal ini sudah di tindak lanjuti dengan surat edaran dari Bupati Nomor 124/

1049/DPPKAD tertanggal 31 maret 2011 tentang penggunaan plat Nomor/TNKB pada kendaraan Dinas milik Pemerintah Kabupaten Karawang yang baru sampai ke meja kerjanya, dan dalam aturan itu sendiri yang boleh mempergunakan plat nomor Hitam itu hanya berlaku bagi para unsur pimpinan tertinggi serta instansi terkait dan tentang

oknum yang merubah bentuk dan plat nomor itu pihaknya telah koordinasi dengan pihak asset pemkab dan Kepolisian adapun mobil yang masih dipakai oleh pejabat lama yang sudah diberi surat teguran ke satu sampai teguran ke tiga masih tetap membangkang diharapkan ada itikad baik dari orang tersebut untuk mengembalikannya. >> Komarudin

Tolak Penambangan Warga Bakar Mesin Bor Perusahaan Tambang
Kupang,(MR) Puluhan warga di Desa Praikarokujang, Kecamatan Umbu Ratu Nggay, Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaporkan membakar mesin bor milik PT Fathi Resources yang sedang melakukan eksplorasi emas di desa tersebut. "Peralatan lain yang juga dirusak ialah dua unit genset dan telepon seluler milik pekerja tambang," tutur Yhan Windhy, aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Penguatan Institusi dan Advokasi Rakyat yang menghubungi Media Indonesia, Jumat (8/4). Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut karena seluruh pekerja berhasil menyelamatkan diri. Akan tetapi, kerugian akibat kejadian itu diperkirakan sekitar Rp3 miliar. Serangan terjadi Rabu (6/4) sekitar pukul 23.00 WITA. Awalnya, warga melempari pekerja dengan batu. Setelah pekerja melarikan diri, mereka masuk ke lokasi tambang dan menyulut api di peralatan yang ada. Kasus ini sedang ditangani pihak kepolisian, sedangkan peralatan lainnya termasuk mesin yang dibakar telah dievakuasi ke base camp milik perusahaan di yang dibangun di samping Kantor Polsek Sumba Tengah. Menurut Yhan, peristiwa itu diduga kuat terkait penolakan warga terhadap PT Fathi Resources untuk tidak menambang di daerah mereka. Warga juga sudah mengirim surat penolakan tambang kepada Bupati Sumba Tengah, tetapi belum ditanggapi. Tahun lalu, perusahaan asal Jakarta itu juga ditolak warga saat melakukan eksplorasi emas di Desa Wangga Meti, Kecamatan Matawai Lapau, Sumba Timur. Warga beralasan, tambang emas bakal merusak lingkungan, dan mengakibatkan sumber mata air mengering. Alasan lainnya ialah untuk menghasilkan satu gram emas, membutuhkan 2,1 ton limbah batuan dan tailing yang memproduksi 5,8 ton emisi beracun seperti sianida yang berbahaya bagi kesehatan.>> Klaudius Edy Burga

Banyak Perbedaan Aturan Tentang Pengadaan Barang dan Jasa
Kota Tasikmalaya,(MR) Terdapat perbedaan antara Keppres 80 tahun 2003 dengan Perpres 54 tahun 2011, demikian Walikota Tasikmalaya Drs.H.Syarif Hidayat M.Si pada pembukaan sosialisasi Peraturan Presiden Nomor 54 tahun 2011 tentang pengadaan barang/ jasa Pemerintah di Lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya di aula Bale Kota Tasikmalaya, Rabu kemarin yang dihadiri seluruh OPD se Kota Tasikmalaya. Selain membuka kegiatan sosialisasi, Walikota juga memberikan sambutan dengan menyampaikan untuk pengaturan pengadaan barang dan jasa saat ini telah diberlakukan peraturan presiden nomor 54 tahun 2011 menggantikan nomor 80 tahun 2003 yang pada prinsipnya terdapat 7 gagasan pokok perubahan yaitu penyederhanaan prosedur, mengurangi ekonomi biaya tinggi, mendorong persaingan usaha yang sehat, melindungi usaha kecil, meningkatkan

Walikota Tasikmalaya :

Dinilai Cacat Hukum, KPPU Kaji Perda PDAM

Balikpapan,(MR) Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Wilayah Indonesia Timur akan mengkaji kebijakan kenaikan tarif PDAM di Balikpapan yang tiap tahunnya mengalami kenaikan sebesar 10%. "Kalau dari hasil kajian sementara Peraturan Daerah Nomor 3 tahun 2008 yang menjadi dasar kenaikan tarif tersebut, bertentangan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 23 tahun 2006," kata Ketua KPPU Anang Triyono, Jumat. Dia menjelaskan, dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri tersebut, sebuah Peraturan Daerah (perda) seharusnya hanya mengatur kelembagaan sedangkan mengenai tarif diatur dalam peraturan wali kota. Hal ini dilakukan untuk memudahkan proses perubahan jika terjadi permasalahan. Dia mengungkapkan dalam waktu dekat ini akan menurunkan tim untuk melakukan kajian terhadap Peraturan Daerah Nomor 3 tahun 2008 ini, setelah itu akan mengirim surat rekomendasi ke KPPU pusat terkait indikasi pertentangan Peraturan Daerah Kota Balikpapan, dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri. "Setelah dikaji kita akan rekomendasikan ke pusat mengenai masalah ini," ujarnya. Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Balikpapan Sukri Wahid, akan merevisi Peraturan Daerah Kota Balikpapan No 3 tahun 2008, tentang Perusahaan Daerah Air Minum Kota Balikpapan. Dia menilai pemberlakuan Peraturan Daerah tersebut dinilai cacat hukum, terutama menyangkut pemberlakuan kenaikan tarif sebesar 10 persen per tahun dan mekanisme pemilihan direktur PDAM. "pemberlakuan kenaikan tarif sebesar 10 persen per tahun. Karena tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 23 tahun 2006 tentang Pengelaan Perusahaan Air Minum Daerah," ungkapnya. Hal yang sama juga dikemukana pengamat hukum dari Universitas Balikpapan (Uniba), Rendy Ismail, bahwa Peraturan Daerah Nomor 3 tahun 2008 tentang Pengelolaan PDAM harus segera direvisi karena pemberlakuaan Peraturan Daerah itu sudah cacat hukum, di antaranya menyangkut pemberlakuan kenaikan tarif dasar air yang mencapai 10% per tahun. yang diberlakukan tanpa dasar aturan yang jelas. " Termasuk mengenai aturan pemilih Direktur PDAM yang terkesan tertutup dan penuh muatan politis," ungkapnya.>> Gatner Eka Tarung

penggunaan produksi dalam negeri, meningkatkan profesionalisme serta penyelarasan atuaran dengan berpegang teguh pada good governance “saya berharap terjadi kesamaan pengetahuan dan pemahaman anatara pemerintah selaku pengguna barang/ jasa dengan penyedia dan aparatur pemeriksa” jelasnya. Asisten Daerah Perekonomian dan pembangunan Drs. Edi Sumardi M.Ed selaku ketua penyelenggara dalam laporannya menyampaikan kegiatan

dilaksanakan dengan latar belakang untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, transparansi sebagaimana tertuang dalam peraturan presiden nomor 54 tahun 2010 yang diselenggarakan atas kerja sama dengan Balai Layanan Secara Elektronik (BLPSE) Provinsi Jawa Barat dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah (LKPP) RI. Ditambahkan Edi, maksud dan tujuan dari kegiatan yaitu memberikan pemahaman kepada aparatur pemerintah

dan para penyedia barang dan jasa konstruksi “Nanti akan diberikan materi tentang kebijakan dan pengembangan barang/ jasa pemerinatah, implementasi layanan pengadaan secara elektronik dan pengawasan dalam pelaksanaan pengadaan barang/ jasa.

Hadir dalam kegiatan sosialisasi tersebut Wakil Walikota, Sekda, pihak Kepolisian dan kejaksaan selaku penyidik, para pengurus asosiasi jasa konstruksi, para pengguna anggaran dan para PNS yang memiliki sertifikat pengadaan barang/ jasa. >> Iin Kartiwan

4
SatPol PP Karawang Jaring 30 Gepeng

Berita Utama
Indramayu,(MR) Anomali cuaca yang terjadi di Indonesia menjadikan sektor pertanian merupakan bagian yang terkena langsung dengan dampak tersebut. Sehingga mengakibatkan pertanian sering kali mengalami gagal panen. Untuk itu pada musim tanam Gadu 2011 ini, para petani diminta untuk mengatur jadwal tanam agar bisa mengatur pola pengairannya. Pernyataan itu disampaikan Wakil Bupati Indramayu Drs. H. Supendi, M.Si ketika membuka Kegiatan Fasilitasi dan Koordinasi Dalam Rangka Masa Tanam 2011 yang berlangsung di Aula Kopsuka, Rabu (6/4). Wakil Bupati Indramayu Supendi menjelaskan, sektor pertanian di Indramayu masih mengalami sejumlah kendala diantaranya yakni masalah irigasi yang sampai saat ini masih diatur oleh pemerintah pusat. Kemudian penggunaan teknologi pertanian yang masih terbatas serta kendala lainnya. Pengaruh perubahan iklim telah mengakibatkan produksi pertanian mengalami penurunan. Untuk mengantisipasinya, pemerintah mencanangkan Program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) dengan kenaikan sebesar 7% pada tahun 2011 ini. Program ini dilaksanakan di sebelas provinsi termasuk provinsi Jawa Barat. Untuk mengantisipasi kegagalan dalam program ini, maka Kabupaten Indramayu mencanangkan kenaikan produksi sebesar 10%. “Kegiatan peningkatan produksi ini jangan sampai hanya keinginan kita yang ada di kabupaten saja, tetapi harus merupakan keinginan bersama seluruh petani dan masyarakat Indramayu. Oleh karena itu, harus ada komitmen bersama untuk menyukseskan program ini.” pinta wabup. Upaya peningkatan produksi pertanian ini, tambah wabup, ditempuh melalui perluasan tanam/ panen dan peningkatan produktifitas per satuan areal, dan diikuti oleh semua komponen penunjang seperti irigasi, sarana produksi, dan pengawalan terhadap teknologi, serta pengendalian hama penyakit. “Dengan demikian, mudah-mudahan target produksi padi yang kita tetapkan dapat tercapai dengan berbagai upaya, mulai dari

Tahun Edisi 234 Tahun X I 13- 20 April 2011

Hindari Kekeringan, Jadwal Tanam Harus Diatur

Karawang,(MR) Jajaran polisi pamong Praja Kabupaten Karawang dalam upaya menegakan peraturan daerah (Perda) No.8 Tahun 2008 tentang Ketertiban Umum, Kebersihan dan Keindahan ( K3) dan demi tercapainya pencanangan bersih lingkungan juga guna menekan maraknya Gelandangan dan pengemis yang kerap berada di beberapa titik rawan macet di wilayah Karawang. Aksi tersebut dilakukan kamis, sekitar 50 personil yang dikerahkan turun ke lapangan yang terdiri dari gabungan satuan Polisi Pamong Praja bekerjasama dengan SubDenPom III/3 dan polres Karawang, berhasil merajia 30 orang gelandang dan pengemis diantaranya anak jalanan, pengemis, orang gila dan anak punk yang diciduk di beberapa tempat, Operasi itupun pelaksanaannya dibagi dengan dua tim yakni untuk Tim 1 (satu) melakukan operasinya di wilayah sekitar di perempatan lampu merah DPRD Karawang, lampu merah alun-alun, Ramayana (RMK), Pabrik Es dan Rel Kereta Borobudur, dan untuk tim 2 (dua) sasarannya di sekitar Lampu Merah perempatan Johar, lampu merah Peundey, lampu merah pertigaan Kosambi hingga Cikampek. Menurut Kepala Bidang Bina Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum), Deni S.Harlan, saat di konfirmasi Media Rakyat, mengatakan, bahwa pihaknya secara rutinitas akan terus melaksanakan rajia tersebut minimal dua kali dalam setiap bulan secara berturut-turut karena sesuai dengan program binaan dan keamanan disamping itu juga banyaknya pengaduan dari masyarakat dan pelajar terhadap Sat Pol PP bahwa anak jalanan, pengemis, punk terutama di lampu merah kehadirannya sangat meresahkan bagi pengguna jalan. Masih kata Deni, adapun personil dalam rajia tersebut melibatkan hingga 50 anggota gabungan yang terdiri dari Sat Pol PP, Polres dan SubDenPom III/3 Karawang untuk menyisir di berbagai titik rawan di Kota Karawang terutama di lampu merah DPRD, Ramayana Karawang (RMK), Lampu merah pabrik es , Rel kereta Borobudur, lampu Merah perempatan Johar, lampu Merah Peundeuy, lampu merah pertigaan Kosambi hingga Cikampek, alhasil dalam melakukan noperasi tersebut berhasil di ciduk sekitar 30 orang terdiri dari pengemis, gelandangan, pengamen, anak punk dan orang gila yang selalu mengkal di sekitar kawasan itu, Ungkapnya. Deni juga menambahkan, pihaknya bekerjasama dengan Dinas Social Kabupaten Karawang, saat ini bagi orang yang tertangkap akan dikirim langsung ke Bubulak Kapal Bekasi untuk di bina diberikan pelatihan misalnya kalau anak punk ada perbengkelan, bikin kue dan segala macam kegiatan yang positip untuk diarahkan agar masa depannya tidak kembali lagi ke jalan dan bagi para orang tua pengemis dan gelandangan akan di panti jompokan disana juga untuk orang yang gila di rehabitasi ke rumah sakit jiwa, Tegas Deni. Menanggapinya Kepala Bidang Pemulihan Sosial, mukhlis Villi, Mengatakan, pelaksanaan operasi ini tujuannya untuk mensinergikan penanganan masalah dengan Sat Pol PP, Sat Pol PP yang merajia dan kita coba dari Dinas Sosial untuk membina kemudian menyalurkan bisa tidak mereka dibina di panti dan setelah didata akan disalurkan ke Bubulak kapal Bekasi ke berbagai panti yang punya kepedulian Sosial. Harapan mereka akan dipilih tawaran alternative dan diarahkan dibidang usaha atau transmigrasi sesuai dengan yang mereka bisa dilatih selama 6 (enam) bulan dan setelah kembali pulang dari pelatihan nantinya akan diberi Turkit dan alat Kontak berupa peralatan misalnya bagi yang bisa menjahit akan di kasih mesin jahit, bagi yang bisa bengkel akan diberi alat bengkel, bagi yang bisa nyablon akan dikasih alat sablon dan lain sebagainya sesuai kebutuhan dengan bidang kerjanya, Dinas Sosial juga mengadakan pembinaan di tempat terutama bagi orang tua yang meng-ekploitasi anak dibawah umur yang mengkaryakan anaknya menjadi pengemis, Ungkap Kabid dengan nada penuh prihatin. >> KOMARUDIN

kegiatan koordinasi, penyediaan saprodi, pengamanan produksi, peningkatan indeks pertanaman, perluasan areal tanam, dan pengolahan air, ”. katanya. Supendi menambahkan, dalam rangka program P2BN, Kabupaten Indramayu mendapat kegiatan sekolah lapangan pengelolaan tanaman terpadu (SL-PTT) padi non hibrida seluas 15.000 hektar, padi lahan kering seluas 3.000 hektar, dan kedelai seluas 750 hektar. Disamping itu, target produksi

Sri Mulyani Bertemu SBY di Bali
Jimbaran,(MR) Untuk pertama kalinya mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pulang kampung ke Indonesia sejak menjabat sebagai Managing Director Bank Dunia yang bermarkas di Washington DC Juni 2010. Ini juga menjadi kali pertama dirinya bertemu kembali dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam pertemuan bilateral antara Presiden dengan delegasi Bank Dunia di Intercontinental Hotel, Jimbaran, Bali, Jumat (8/4). "Mohon izin, Pak. Terima Kasih ya, Pak," kata Sri Mulyani yang kali ini menggunakan gaun batik hijau toska dan hitam itu ketika bersalaman dengan Presiden Yudhoyono. SBY hanya tersenyum, dan keduanya kemudian berfoto untuk juru kamera dan televisi yang telah menanti sejak lama. Mendampingi Sri Mulyani dalam pertemuan tersebut Country Director Indonesia Stefan G Koerbele, Lead Economist Indonesia Shubham Chauduri, dan Penasihat Managing Director Robert Saum. Yang menarik, karena bukan lagi menjadi atasan Sri Mulyani, SBY menyapa rombongan Bank Dunia yang dipimpin Sri Mulyani dalam Bahasa Inggris. "I thank World Bank for fulfilling my invitation," katanya. Presiden yang didampingi oleh menteri-menteri Kabinet Indonesia Bersatu II mengatakan ingin mendengar prospek tentang ekonomi Indonesia dan ASEAN. Sebab ia ingin memberikan kontribusi apa yang bisa dilakukan di G20 Summit dan pertemuan lainnya dalam kondisi perekonomian saat ini. Untuk itulah, Presiden meminta pemaparan yang komprehensih dari Bank Dunia. Pagi harinya, SBY dan Sri Mulyani bertemu dalam pembukaan acara Pertemuan Menteri Keuangan ASEAN (Asean Finance Ministers Meeting/ AFMM) di Bali International Convention Center, Nusa Dua. Namun Presiden yang membuka acara ini pun datang dan langsung duduk di bangku khusus yang terletak cukup jauh dengan Sri Mulyani. Sebetulnya, mereka sempat berbagi panggung untuk berfoto bersama dengan menterimenteri keuangan ASEAN. Namun tidak terlihat keduanya

padi nasional tahun 2011 sebanyak 70,6 juta ton gkg (gabah kering giling). Untuk Jabar sebanyak 12,556 juta ton gkg, sedangkan Kabupaten Indramayu mempunyai target produksi 1.444.988 ton gkg dari luas tanam 223.625 hektar dengan tingkat produktifitas rata-rata 66,97 ku/ha. Sementara itu, realisasi tanam sampai dengan tanggal 30 Maret 2011 untuk musim tanam 2010/2011/rendeng seluas 129.918 ha (105,50%), realisasi panen seluas 84,457 ha (65%), realisasi produksi baru mencapai 559.780,99 ton gkp dengan produktifitas 66,28 ku/ ha. Sedangkan musim tanam 2011/gadu realisasi tanam seluas 12.311 ha (12,25%).

Pada kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan surat pernyataan oleh PT. Pertani, PT. Pupuk Kujang, dan PT. Petro Kimia dimana ketiganya menyatakan siap untuk menyediakan bibit dan pupuk serta mengendalikan pendistribusiannya dalam program percepatan penguatan produksi dan produktivitas padi di Kabupaten Indramayu. Dalam kegiatan itu, hadir Kepala BPTP Provinsi Jawa Barat Dr. Ir. Nandang Sunandar, MM. Asisten Ekonomi dan Pembangunan Drs. H. Munjaki, para kepala OPD, camat, dan sejumlah kepala UPTD Pertanian dan Peternakan se Kabupaten Indramayu. >> Abdullah

berdialog. Usai acara, saat ditanya apakah sudah bertemu dengan Presiden Yudhoyono. Sri Mulyani mengaku dirinya sebelum acara bertemu dengan Presiden

bersama-sama dengan Presiden ADB, Managing Director IMF, dan delegasi lainnya. "Tadi pagi sudah. Tadi kan menghadap bersama-sama dengan yang lain," katanya. >> Putu Artha

Sambut Baik Bakti Sosial Mahasiswa BSFSC

Kota Tasikmalaya Naik Peringkat di Ajang STQ KE-XII Jabar
batan apapun,” katanya. Diakhir sambutan wakil gubernur berpesan untuk lebih mengembangkan syiar islam dimanapun kita berada salah satunya dengan membaca alquran atau dengan cara lain yang bernuansa mensyiarkan agama islam khususnya pada generasi selanjutnya “saya titip nanti di ajang STQ tingkat Nasional khususnya,” kita harus mampu mempertahankan prestasi yang telah diraih saat ini,” pungkasnya. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Tasikmalaya ketika dikonfirmasi mengenai hasil akhir STQ tersebut menyampaikan syukur atas apa yang telah dicapai dalam STQ kali ini dengan perbaikan peringkat Kota Tasikmalaya dari posisi ke-4 pada tahun lalu menjadi Juara ke-3 “Alhamdulillah berkat dukungan semua pihak dan do’a dari seluruh masyarakat Kota Tasikmalaya kita ada kenaikan peringkat, atas nama Ketua Kafilah Kota Tasikmalaya saya mohon maaf belum mampu meraih juara umum” katanya. Drs.H. Eddi Sumardi M.Ed juga menambahkan bahwa prestasi yang diraih merupakan bukti dari kerja keras seluruh Panitia, pembina dan keseriusan qori/qori’ah dalam mengikuti ajang STQ kali ini karena kita mampu memperbaiki peringkat “bila dibandingkan dengan STQ yang lalu, Kabupaten/Kota yang masuk 5 besar kali ini tersisihkan oleh Kabupaten/ Kota yang lain sedangkan kita malah naik peringkat,” tambahnya. Eddi juga mohon doa restu dan dukungan untuk kemajuan Kota Tasikmalaya dari berbagai bidang salah satunya dalam meraih prestasi yang mampu mengharumkan nama Kota Tasikmalaya. Berikut Nama peserta dari Kota Tasikmalaya yang memperoleh prestasi di Kota Bekasi yaitu : 1). Siti Nurlatifah cabang MHQ10 Juz dapat Juara Pertama. 2).Dani Ramdani cabang MHQ 1 Juz dapat juara Pertama. 3).Fahmi Ahmad Fuadi cabang Tilawah Anak dapat Juara Kedua. 4).Ade Muhtar cabang MHQ 5 Juz dapat Juara Tiga. 5).Siti Jamilah cabang MHQ 5 Juz dapat Juara Ketiga. 6).Ali Mansyur cabang Tafsir Bahasa Arab dapat Harapan satu. 7). Abdulah Fikri cabang Tilawah Dewasa dapat Harapan Satu. 8). Rofi Yasr Hadi MHQ 10 Juz dapat Harapan Tiga. >> IIN KARTIWAN

Para Mahasiswa BSFSC

Indramayu, (MR) BPD Desa Kopyah Kecamatan Anjatan Kabupaten Indramayu Jawa Barat, menyambut baik bakti sosial (Social Activity) para Mahasiswa yang tergabung dalam Bandung Putra Sampoerna foundation Sholars Club (BSFSC), didesa setempat selama 2 hari Sabtu dan Minggu. Samsuri, dari pihak BPD Kopyah mengatakan hal tersebut dalam acara sambutannya kepada para Mahasiswa BSFSC di aula kantor Pemerintah Kopyah, Sabtu siang lalu. “Kami atas nama BPD dan Kuwu Ramli,mengucapkan terima kasih terhadap Mahasiswa BSFSC yang mengadakan kerja bakti social untuk meningkatkan kesejahteraan warga didesa ini,” katanya. Ratih Puji Astuti, Sekretaris bakti social Mahasiswa BSFSC dalam nota sambutannya menjelaskan, bakti social di Kopyah ini bertajuk (Menuju Desa Inovatif dan Mandiri), berupa pemasangan alat pembangkit listrik sederhana dan penyuluhan pengolahan sampah terpadu, sehingga social ekonomi masyarakat bertambah baik. Sosial Aktiviti Mahasiswa BSFSC di Kopyah tersebut, diikuti 24 Mahasiswa UPI, 21 Mahasiswa ITB dan 1 Mahasiswa Unpad dengan komposisi panitia : Penanggung jawab : Andri Rahadiansyah, Ketua : Hastarina, Sekretaris : Ratih Puji Astuti, Bendarahara : Imas Waslijah. Sedangkan dari pihak Putera Sampoerna Fodation sebagai pengawas : Linda Kurnia dan Yunita. >> Maskin

Kota Tasikmalaya,(MR) Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) XII Tingkat Provinsi Jawa Barat yang digelar selama 5 hari dari tanggal 3 s/d 8 April 2011 di Asrama Haji Kota Bekasi resmi ditutup oleh Wakil Gubernur Jawa Barat H. Dede Yusuf. Tampak hadir mewakili Kota Tasikmalaya Asisten Perekonomian Pembangunan Kota Tasikmalaya Drs. H. Eddi Sumardi, M.Ed. juga hadir dalam penutupan tersebut Bupati/Walikota Se-Provinsi Jawa Barat, Jumat (08/04).

Dalam penutupan tersebut diumumkan pula posisi juara Kabupaten/Kota se Jawa Barat dalam ajang STQ yang mana berdasarkan Keputusan Dewan Hakim STQ XII tahun 2011 yaitu Kota Tasikmalaya naik peringkat dari juara ke-4 pada STQ yang lalu menjadi peringkat ke-3 bersama Kabupaten Cirebon karena perolehan nilai yang sama, kemudian juara umum di sandang Kabupaten Bogor, Juara umum Ke-2 Kabupaten Bekasi, Juara ke-4 Kabupaten Cianjur dan juara

ke-5 Kabupaten Tasikmalaya bersama Kota Bandung. Wakil Gubernur Jawa Barat H.Dede Yusuf dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada para peserta yang mampu meraih juara dan mengharapkan bagi yang belum mendapat juara untuk terus berusaha serta kerja keras dalam mensyiarkan agama islam melalui seni membaca al-quran “saya ucapkan selamat dan terimakasih atas dukungan semua pihak dengan terseleng-garanya STQ XII dengan lancar dan tanpa ham-

Edisi 234 Tahun X I Tahun 13- 20 April 2011

Sos-Ek-Bis

5

Hama Menyerang, Petani Terancam Gagal Panen
Karawang, (MR) Untung dan rugi dalam panen sudah menjadi hal Yang biasa namun di Dusun Babakan RT 03/02 Desa Tanjungbungin Kecamatan Pakisjaya Kabupaten Karawang Jawa Barat. Sebagian petani merugi karena sawah mereka di serang hama tikus dan wereng, pemilik sawah yang sawahnya terserang tikus dan hama wereng, Mamun 48 th, dan Usef serta pemilik sawah lainnya mereka kini mengeluh karena pada musim panen kali ini mereka mengalami gagal panen Pendapatanpun menurun drastis biasanya setiap panen Mamun mendapatkan 6 ton padi /ha, namun pada musim panen kali ini hanya mendapat 1,5 ton/ha. Mamun menuturkan kepada wartawan Media Rakyat saya sangat merasa rugi karena pada musim panen kali ini saya gagal panen meskipun untung dan rugi sudah menjadi resiko para petani, namun kegagalan panen kali ini di sebabkan karena adanya hama tikus dan wereng, sehingga padi menjadi menurun kwalitasnya dan harganya menjadi murah tidak seimbang antara modal dan pendapatan. Ungkapnya ketika di temui di kediamannya. Padahal bibit yang ditanam oleh para petani adalah bibit unggul pupuk yang memadai dan pengairan yang cukup, karena tikus dan hama wereng menyerang tetap saja padi menjadi tidak bagus masyarakat dusun Babakan sekarang ini merencanakan untuk kedepanmnya akan menanam bibit dengan menggunakan bibit Ciherang yang terkenal kebagusannnya agar kwalitas padi tidak menurun. Kepala Desa Tanjungbungin Muhajir menambahkan bahwa panen kali ini mengalami penurunan hasil biasanya setiap panen mendapatkan 99 persen kali ini hanya 15 persen penghasilan yang didapat oleh para petani, khususnya para petani di dusun Babakan >> WARSIYAN

Pelaku Usaha Priangan Timur Ikuti Sosialisasi Program KUKM
Triliun Tiga Ratus Empat Puluh Empat Milyar Tujuh ratus Sembilan Puluh Satu Juta Delapan Ratus Tujuh Puluh Enam Rupiah) serta mampu menyerap tenaga kerja sekitar 36. 473 orang. Selain perkembangan KUKM tersebut, lanjut Syarif KUKM Kota Tasikmalaya tidak bisa lepas dari persoalanpersoalan yaitu masalah pembiayaan dan pemasaran, untuk mengatasi masalah tersebut Pemkot Tasikmalaya telah melakukan upaya-upaya fasilitasi pemasaran berupa promosi dan pameran baik di dalam maupun di luar negeri, intermediasi perbankan dan penyaluran dana bergulir baik dari PPK IPM, P2KK dan PNPM yang secara keseluruhan sebesar Rp.12.210.550. 000,- (Dua Belas Milyar Dua Ratus Sepuluh Juta Lima Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah) dan juga telah didirikannya BPR Syari’ah Al-Madinah. “Oleh karena itu, saya sangat menyambut baik kehadiran para pejabat Kementerian KUKM RI untuk mensosialisasikan program pembiayaan dan pemasaran bagi KUKM Kota Tasikmalaya dan sekitarnya dengan harapan agar KUKM dapat memanfaatkan program ini secara maksimal sehingga masalah pembiayaan dan pemasaran dapat relatif teratasi dengan tetap menjaga kemandirian usaha,” harap Syarif Hidayat. Secara khusus, Syarif juga menyampaikan Kota Tasikmalaya sebagai Kota Perdagangan dan industri juga telah merangsang tumbuhnya perkembangan PKL yang cukup banyak sehingga keberadaannya pada satu sisi memberikan peluang bagi masyarakat untuk mencari nafkah, ditengah keterbatasan sektor formal dalam menciptakan lapangan kerja akan tetapi pada satu sisi PKL telah memberikan tekanan terhadap aspek ketertiban kota. Oleh karena itu, untuk pemberdayaannya dilakukan melalui perkembangan pasar tradisional yang salah satunya digagas oleh Koperasi HPKP (Himpunan Pedagang Kecil Pasar) yang telah berhasil membangun kios dan lapak yang mampu menampung sekitar 1.527 PKL, yang akan diresmikan pada tanggal 29 April mendatang. >> IIN KARTIWAN

Masyarakat Tambelan Harapkan Bantuan Bibit
Bintan, (MR) Untuk meningkatkan penghasilan bagi masyarakat nelayan di Kecamatan Tambelan Kabupaten Bintan pada saat ini sangat berharap Pemda Bintan dan Provinsi Kepri segera membantu pengadaan bibit agar-agar unggul dan ikan kerapu untuk di budidayakan di Kecamatan Tambelan karena disini sangat cocok untuk dikembangkan budidaya agar-agar yang mana kondisi airnya sangat bersih dan pada saat ini kami dengar harga pemasarannya pun cukup tinggi hal tersebut sudah jelas akan meningkatkan perekonomian bagi warga belayan ungkap Zainab tokoh masyarakat Tambelan di rumahnya di Kelurahan Sekuni Kecamatan Tambelan belum lama ini. Lurah Sekuni Hidayat saat di konfirmasi koran ini mengatakan sangat mendukung dengan usulan warga nelayan tersebut, berapa di bantu bibit agar-agar dan bibit ikan hidup karena di Tambelan ini sangat cocok dikembangkan budidaya agar-agar dan ikan hidup katanya. Sementara Ketua Koperasi Mina Nelayan Pesisir Laili saat dijumpai media ini dirumahnya sangat mendukung dengan usulan warga nelayan tersebut karena disini sangat cocok dikembangkan budidaya agar-agar dan ikan kerapu hidup. Untuk itu dia berharap kepada Pemerintah daerah atau pusat agar membantu nelayan ditempat kami ini, harapnya. Kepala UPT Perikanan Kecamatan Tambelan Mursid sangat dijumpai Media Rakyat di Tambelan sangat mendukung akan usulan warga nelayan yang berharap di bantu bibit agar-agar karena disini sangat cocok dikembangkan budidaya agar-agar tersebut katanya. Camat Tambelan H. Nirwan saat di konfirmasi media ini di kantornya juga, sangat mendukung dengan usulan warga nelayan dibantu bibit agar-agar dan bibit ikan hidup karena hal tersebut sangat cocok dan apabila sukses maka penghasilan para nelayan disini akan lebih meningkatkan harapnya. Kabag Humas Kabupaten Bintan Drs.Nurizal saat di konfirmasi media ini di kantornya. Saat mendukung akan usulan warga nelayan yang berharap dibantu bibit agar-agar, memang di Kecamatan Tambelan sangat cocok dibantu bibit agar-agar dan ikan hidup katanya. Anggota DPRD Provinsi Kepri Dalmasri Syam,MM. saat dikonfirmasi dirumahnya sangat mendukung dengan usulan nelayan Tambelan tersebut. >> Defran-Eddy Ishak

Kota Tasikmalaya,(MR) Bertempat di Aula Bank Indonesia Kota Tasikmalaya, pelaku ekonomi se-Priangan Timur mengikuti Sosialisasi program Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia (KUKM RI) Bidang Pemasaran dan Pembiayaan. Turut hadir dalam acara tersebut Walikota Tasikmalaya Drs. H.Syarif Hidayat,M.Si, Deputi

Bidang Ekonomi Moneter Bank Indonesia, Pimpinan Bank dan Pimpinan BUMN seKota Tasikmalaya dan Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindag Kota Tasikmalaya. Drs. Syarif Hidayat mengucapkan selamat datang di Kota Tasikmalaya kepada rombongan dari Kementerian KUKM RI di Kota Tasikmalaya sebagai Kota UKM di Jawa Barat.

Syarif juga menjelaskan peran sektor perdagangan dan industri terhadap PDRB Kota Tasikmalaya telah mencapai 47% yang sebagian disumbangkan dari sektor UKM yang berasal dari bidang perdagangan dan industri kerajinan yang tersebar di 130 sentra yang ada di 10 kecamatan serta mempunyai 3.779 unit usaha dengan nilai produksi Rp. 1.344.791.876.000 (Satu

Bulog Jatim Tak Bisa Hentikan Impor Beras
Surabaya,(MR) Kendati pemprov terus menolak adanya impor beras ke wilayah Jawa Timur, namun Perum Bulog hingga kini belum bisa menjamin bisa menghentikan kebijakan impor. Kepala Bulog Divre Jatim, Murino Mudjono menjelaskan, impor beras adalah kewenangan perum, sehingga pihaknya tidak bisa menghentikan kebijakan tersebut. Ia menjelasakan, impor beras ini idealnya juga harus dihentikan agar penyerapan gabah petani lokal bisa maksimal. Namun melihat kondisi saat ini, hal itu cukup sulit. “Saat ini tingkat penyerapan Bulog atas hasil panen petani Jatim masih cukup rendah. Ini karena petani tidak banyak yang menjual hasil panennya ke Bulog tapi lebih ke pasaran, karena harga lebih tinggi,” ujarnya saat dikonfirmasi. Menurut dia, Bulog memang tak mampu membeli gabah lebih dari harga tertinggi yang ada di pasaran. Ini mengingat ketentuan harga pembelian sudah ada dalam aturan undang-undang. Jadi walaupun beras mahal di pasar, Bulog masih kesulitan membeli sesuai dengan harga yang ada. Jika harga gabah anjlok saat panen raya, maka pembelian gabah akan menyesuaikan HPP (Harga Patokan Pemerintah). Hingga kini, acuan pembelian gabah masih tetap menggunakan regulasi dari Inpres No 7/ 2009 tentang Perberasan. Belum keluarnya ketentuan yang baru, maka selama 20092011 ini, harga pembelian gabah masih tetap sama. Data yang ada menyebutkan, untuk beras, Bulog akan membeli dengan harga Rp 5.060 per kilogram. Sementara gabah kering giling akan dibeli dengan harga Rp 3.345 per kilo gram, kemudian gabah kering panen sawah di tingkat penggilingan seharga Rp 2.680 per kilo gram dan harga gabah kering di tingkat petani seharga Rp 2.546 per kilo gram. Sehingga Gubernur Jatim, Dr H Soekarwo beberapa saat lalu juga telah mengirimkan surat pada Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan mendesak agar Inpres No 7/2009 dapat segera direvisi. Dengan belum adanya revisi Inpres, Bulog pun menolak membeli hasil panen petani di atas ketentuan dalam Inpres. Akibatnya, Bulog hanya menyerap 3,9 persen dari total kuota gabah yang harus diserap sebanyak 1,1 juta ton di Jatim. Guna memenuhi kebutuhan pasokan gabah, Bulog Divre Jatim pun mengambil alternatif penyerapan gabah petani dengan memanfaatkan salah satu unit komersial yang dimilikinya, yakni UPGB (Unit Pengolahan Gabah Beras). Melalui UPGB ini, maka gabah petani bakal terbeli tanpa harus memperhitungkan kualitasnya,

UKM Harus Mempunyai Daya Saing
Banjar, MR Usaha Mikro Kecil Menengah (UKM) merupakan salah satu bagian sistem ekonomi yang ada dimasyarakat, untuk itu diperlukan inovatif, daya saing yang tinggi, hal ini terungkap dalam acara Indigopreneur (Indonesia Digital Kewirausahaan) UKM, hari Rabu kemarin, yang dilaksanakan di Hotel The Priangan Jl. Yos Sudarso Ciamis. Kegiatan yang dibuka langsung oleh Walikota Banjar DR dr H. Herman Sutrisno MM. ini merupakan kerjasama antara komisi dagang (Kadin) Jawa Barat, PT. Telkom dan Jurnal Nasional dilaksanakan selama 2 hari. Para peserta berasal dari Kota Banjar dan Kabupaten Ciamis yang kesemuanya merupakan para pelaku UKM, kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Drs Tjahyadi S MSi, Deputi GA Regional III PT. Telkom, perwakilan Kadin Jawa Barat dan perwakilan Kadin Dari Kota Banjar dan Kabupaten Ciamis. Kegiatan ini ditujukan agar para pelaku UKM mampu masuk dalam pasar yang kompetitif baik ditingkat Kota/Kabupaten Propinsi atau nasional dan hal ini bisa terlaksana apabila para pelaku UKM membuat produk yang bisa bersaing baik dalam bidang kualitas, kuantitas dan harga. UKM yang kebanyakan dari home industri dan agro bisnis perlu terus dikembangkan dan mendapat pelatihan agar mempunyai daya saing” ujar Walikota Banjar. Lebih lanjut Walikota Banjar menjelaskan tentang pemberdayaan UKM akan berkaitan langsung dengan peningkatan kesejahteraan (pro poor) penopang kekuatan dan pertumbuhan ekonomi (pro growth) dan penyerapan tenaga kerja serta menekan angka pengangguran (pro job). UKM merupakan jantung ekonomi rakyat dan pelopor pertumbuhan ekonomi rakyat, berdasarkan data yang ada bahwa pelaku UKM di Indonesia mencapai 53 juta dan merupakan 99,8% dari seluruh pelaku ekonomi nasional dan mampu menyerap tenaga kerja 92 juta tenaga kerja. Program indigopreneur yang merupakan salah satu dari seluruh rangkaian program CSR Telkom di bidang IT yang mempunyai tujuan menumbuh kembangkan industri kreatif digital indonesia, proses bisnis industri kreatif yang sehat dan menyehatkan, yang sangat dibutuhkan bagi UKM dalam meningkatkan daya saing kreativitas dan inovasi produk unggulannya. Diakhir pidatonya Walikota Banjar mengatakan pelatihan indigopreneur bagi pelaku industri UKM selain memberikan inovasi berusaha bagi UKM pelatihan ini diharapkan mampu mengembangkan UKM yang berbasis teknologi salah satunya dengan website sebagai ajang promosi dan publikasi. Tuturnya. >> A-S

kendati tidak dalam jumlah besar. Terkait beras impor, informasi dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jatim menyebutkan, Pelabuhan Tanjung Perak akan mendapatkan kiriman beras impor sebesar 250.000 ton. Namun, beras itu tidak untuk didistribusikan ke wilayah Jatim, melainkan hanya untuk di simpan di Bulog Drive Surabaya dan selanjutnya dibagikan ke daerah lain yang kekurangan stok beras. Namun, maraknya penolakan beras impor di sejumlah wilayah di Jatim, lebih pada bentuk kekhawatiran akan adanya penyelewengan atau penggelapan penya-

luran saat transit di Jatim. Bahkan, untuk transit beras impor ini, Soekarwo juga telah memerintahkan pada Dinas Pertanian dan Polda Jatim untuk mengawasi secara ketat agara tak terjadi penyelewengan atau kebocoran distribusi di Jatim. Sehingga, petani lokal tak perlu khawatir akan adanya beras impor di Jatim. Sementara itu, untuk stok beras di Jatim tahun ini dan beberapa tahun ke depan masih dianggap bisa mencukupi. Sebab, produksi beras Jatim sendiri sudah surplus. Dan setiap tahun selalu ada kelebihan produksi sekitar 3,5 juta - 4 juta ton per bulannya. >> DEA

Kerjasama Pemprov Jatim, BPKP dan BPK Ciptakan Akuntabilitas Keuangan
Surabaya,(MR) Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jatim, Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jatim merupakan bentuk sinkronisasi dan sinergi untuk memperkuat dan menciptakan akuntabilitas pengelolaan keuangan. Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H.Saifullah Yusuf saat membuka Sosialiasi Inpres No. 4 Tahun 2011 tentang Percepatan Peningkatan Kualitas Akuntabilitas Keuangan Negara bagi Pemda Se Jtimdi Kantor BPKP Jatim, Juanda Sidoarjo, Jumat (1/4). Gus Ipul sapaan akrab Wagub mengatakan, kerjasama tersebut dilakukan untuk membangun bersama akuntabilitas keuangan serta menghindari kesalahan persepsi dalam penyajian laporan keuangan. Selain itu, ia menginginkan agar implementasi program pemerintah bisa lebih cepat tetapi akuntabilitasnya terjaga. Itu yang sedang menjadi sasaran pemerintah saat ini. “Pengelolaan daerahnya sehat, sehat dalam arti sesuai ketentuan tapi bisa cair tepat waktu. Namun sebaliknya, jika kinerja keuangannya jelek, lainnya juga sulit untuk dijalankan,” ujarnya. Pada kesempatan itu, Kepala BPKP Jatim Sigit Wiyoto, SH, MH menyampaikan, Inpres No. 4 Tahun 2011 merupakan instruksi yang ditujukan kepada semua kementerian, pimpinan lembaga non departemen, jaksa agung, kepolisian, gubernur, bupati/ walikota untuk meningkatkan akuntabilitas keuangan. Sebagai bentuk kongkritnya, BPKP ditugaskan untuk membuat action plan agar semua pimpinan termasuk gubernur bisa meningkatkan akuntabilitas keuangannya. Salah satu bukti adanya peningkatan akuntabilitas keuangan yakni opini terhadap laporan keuangan atas hasil pemeriksaan oleh BPK. BPK memang memiliki kewenangan untuk pemeriksaan terhadap laporan keuangan, sedangkan BPKP sebagai bagian instansi pemerintah yang punya kewenangan untuk pembinaan secara tersistem, Tujuannya adalah penyajian laporan keuangan sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan. Untuk itu, semua pelaksanaan pembukuan keuangan negara harus mengacu standar akuntansi pemerintah yang dituangkan dalam PP No. 24 tahun 2005. “Kalau itu sudah dilakukan semua dengan memperkecil fraud atau penyimpangan-penyimpangan, hasilnya adalah laporan keuangan akan menjadi bagus,” imbuhnya. Ia menjelaskan, laporan keuangan Jatim sudah berkembang cukup baik, meskipun belum wajar tanpa pengecualian (WTP). Namun sudah mendekati yakni dengan status wajar dengan pengecualian (WDP). Untuk menciptakan Jatim dengan status WTP, BPKP Jatim telah melakukan kerjasama dengan pemeriksa eksternal (BPK) dengan pemeriksa internal (BPKP). Kerjasama ini dilakukan agar tidak ada salah persepsi serta laporan keuangan itu cukup baik. “Bukan opininya, namun yang terpenting adalah program-program pemerintah ini bisa dijalankan. Laporan keuangannya baik, namun program pemerintahnya tidak bisa dijalankan dengan baik, maka menjadi hal yang percuma karena tidak bisa bermanfaat bagi masyarakat,” imbuhnya. Ia mengatakan, BPKP sebagai auditor presiden diharapkan dapat membantu pemerintah daerah, gubernur, pimpinan agar laporan keuangan menjadi baik. “Kalau laporan keuangan sudah baik, otomatis kita bisa berkinerja dengan baik. Jika sudah berkinerja dengan baik, maka pelayanan terhadap masyarakat akan menjadi lebih bagus. Itu intinya, jangan sampai masyarakat menjadi susah,” katanya. >> PRAYIT

6
Guru Ngaku Wartawan, Disdik Diminta Bertindak
Indramayu, (MR) Seorang guru PNS SDN Kertanegara V Kecamatan Haurgeulis, didampingi Kepala Sekolah Suhud, S.Pd. Sabtu siang lalu, pihaknya mengaku sebagai anggota wartawan Harian Umum Koran Bikara. “ Saya ini anggota wartawan, jadi saudara jangan macam-macam, jangan jeruk makan jeruk, “ pekiknya. Ismail Azry, sekretaris Koordinator Wilayah Barat Dewan Pimpinan Cabang Komite Wartawan Reformasi Indnonesia (DPC-KWRI) Indramayu, sangat menyesalkan pernyataan guru SDN Kertanegara tersebut. Sebab, tugas guru itu melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), yang dananya bersumber dari APBN, APBD I dan APBD II. Ismail Azry meminta kepada Ipin Aripin, S. Pd. I. MM. Kepala UPTD Pendidikan Haurgeulis, dan Moh. Rahmat, SH. MH. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Indramayu, supaya bertindak tegas memberikan pembinaan terhadap para guru maupun kepala sekolah, untuk bekerja sesuai dengan profesinya masing-masing, sehingga bisa meningkatkan kualitas dan kuantitas peserta program sekolah gratis didaerah setempat. Kami menghimbau kepada rekan-rekan Pemimpin Redaksi, baik media cetak maupun elektronik, suapaya selektif dalam menerima anggota wartawannya, sebab banyak orang memiliki identitas pers tetapi tidak bekerja sebagai wartawan, mereka itu hanya berpura-pura berprofesi wartawan, ungkap Ismail Azry, dikantornya di Jln. Raya Pantura Kecamatan Sukra Kabupaten Indramayu Jawa Barat. >> Mukromin

Pendidikan
Kupang,(MR) Sebanyak 13 dari 21 kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur sampai sekarang belum mencairkan dana bantuan operasional sekolah. "Keterlambatan pencairan dana ini adalah akibat dari keterlambatan proses pembahasan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) kabupaten," kata Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga NTT Clemens Meba, di Kupang, Ahad (10/4), terkait keluhan sekolah yang belum memperoleh dana BOS. Sekolah-sekolah itu bahkan mengancam akan memboikot pelaksanaan ujian nasional (UN) jika pemerintah tidak segera mencairkan dana BOS triwulan pertama 2011. "Dana BOS ini sudah ditransfer ke rekening daerah masingmasing, tetapi dari laporan yang masuk, masih ada 13 kabupaten yang belum mencairkan dana BOS. Hambatannya pada proses pembahasan APBD, karena ada daerah yang baru menetapkan APBD," kata Clemens Meba. Clemens mengatakan sampai saat ini sudah ada delapan kabupaten/kota yang sudah mencairkan dana BOS, yakni Kabupaten Sabu Raijua, Kota Kupang, Timor Tengah Selatan (TTS), Lembata, Sumba Barat, Sumba Timur, Belu dan Flores Timur (Flotim). "Kami memberikan apresiasi kepada pemerintah kabupaten/kota yang sudah mencairkan dana BOS tahun 2011. Ini berarti ada kepedulian yang tinggi terhadap perkembangan dan peningkatan pendidikan di daerahnya," katanya. Sedangkan 13 kabupaten yang belum mencairkan dana BOS, katanya, saat ini sedang dalam proses pencairan. Clemens berharap, mudah-mudahan sebelum pelaksanaan UN sudah dicairkan sehingga tidak menganggu pelaksanaan UN. Clemens menambahkan, perlu adanya kebijakan khusus dari pemerintah kabupaten untuk mengutamakan atau memprioritaskan pencairan dana BOS. "Kalau ada kabupaten/kota yang sudah bisa mencairkan dana BOS, mengapa kabupaten lain tidak bisa. Harus ada kebijakan khusus," katanya. Pemerintah Provinsi NTT, kata Clemens, tidak memiliki kewenangan untuk mengintervensi pencairan dana BOS. "Sekarang otonomi daerah jadi kami tidak bisa ambil langkah untuk percepatan pencairan dana BOS. Kewenangan ada di kabupaten/kota," katanya. Mengenai pencairan pada triwulan pertama 2011 yang sudah lewat, dia menjelaskan, pencairan bisa dilakukan berdasarkan jadwal yang sudah ada untuk memenuhi kebutuhan operasional di sekolah. Dana BOS ini dipakai untuk kegiatan operasional sekolah. Besarnya alokasi dana BOS untuk masing-masing kabupaten/kota tergantung jumlah siswa. Perhitungannya, kata dia untuk tingkat SD/MI/SDLB yang berada di perkotaan sebesar Rp 400 ribu/siswa/ tahun. Sedangkan untuk SD/ MI/SDLB di kabupaten besar-

Tahun Edisi 234 Tahun X I 13- 20 April 2011

BOS Belum Cair Sekolah Ancam Boikot UN
nya Rp 397 ribu/siswa/tahun. Sementara SMP/MTs/SMPLB/ SMP Terbuka di kota sebesar Rp 575 ribu/siswa/tahun dan untuk di kabupaten Rp 570 ribu/siswa/tahun. >>Moses Mone Kaka

Try Out, Sekolah Enggan Libatkan Pihak Luar
Tebo,(MR) Menghadapi bakal digelarnya Ujian Akhir Sekolah (UAS) dan Ujian Nasional (UN) yang tidak lama lagi akan dilaksanakan,setiap sekolah tengah mempersiapkan diri dengan mengadakan belajar tambahan seperti les dan pelaksanaan Try Out. Cara itu, merupakan jurus jitu bagi sekolah baik itu SD, SMP dan SMA dan pelaksanaan Try Out seperti itu sebagai tolak ukur atau barometer untuk melihat sejauh mana daya serap siswa terhadap proses pembelajaran yang diikuti di sekolah. Kegiatan Try Out yang diikuti oleh seluruh siswa yang akan mengikuti Ujian kelulusan sekolah, biasanya ada dua penyelenggara. Pertama, sekolah itu sendiri yang mengadakan, dan yang kedua pihak sekolah bekerja sama dengan sebuah lembaga dari luar sekolah baik itu dari Perguruan Tinggi maupun lembaga pendidikan lainnya. Namun, untuk musim ujian kelulusan dua tahun terakhir ini, pihak sekolah lebih memilih mengadakan kegiatan Try Out sendiri tanpa melibatkan pihak luar. Cara itu lebih efisien, disamping menghemat biaya, soal-soal yang diberikan kepada siswa pada Try Out adalah soal buatan Guru dan melalui pengkajian lebih dalam yang sesuai dengan materi pelajaran yang akan di Ujiankan nanti. “ Sekolah menggelar Try Out sendiri, cara ini mempermudah siswa untuk bisa memahami soal-soal yang akan diuji nanti dan hasilnya pun sudah terbukti dapat mendongkrak tingkat kelulusan siswa,” ujar Kepala SMA Negeri 5 Kabupaten Tebo, Witentirelly, M.Pd. Enggannya pihak sekolah melibatkan pihak luar dalam menggelar Try Out sebut Kepala Sekolah ini, karena soalsoalnya banyak yang tidak sesuai dengan jawabannya. Tentunya, siswa jadi bingung dan Try Out mengacu kepada nilai rata-rata kelulusan, seluruh siswa jadi tidak lulus pada saat Try Out itu, itu pernah terjadi di SMAN 5, urainya lagi kepada media ini, Senin (4/4) lalu. >> HER

UN Berdampak Gangguan Mental Siswa
Denpasar,(MR) Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bali menilai ujian nasional tingkat SD dan SMP berdampak buruk bagi perkembangan mental siswa. " Kami menganggap ujian nasional untuk tingkat SD dan SMP tidak perlu diselenggarakan, mengingat peserta didik pada usia sekolah itu belum mampu memenuhi standar yang ditentukan pemerintah pusat," kata Ketua KPAI Bali dr AA Sri Wahyuni di Denpasar, Selasa. Dia mengatakan, hal itu terjadi karena kualitas pendidikan tahapan sekolah dasar itu masih minim dan hanya mementingkan prestasi dan nilai siswa. Pihak sekolah melakukan berbagai cara supaya peserta didik terlihat memiliki kemampuan akademik yang mumpuni, padahal kenyataan tidak sesuai. Salah satu penyebab terjadinya tekanan atau gangguan mental pada peserta didik itu, muncul karena kurikulum yang tidak seimbang dengan daya tangkap siswa. " Bayangkan saja, kurikulum SD saat ini hampir sama dengan kurikulum SMP pada zaman dulu," paparnya. Berdasarkan data yang diperolehnya, ucap dia, dalam kurun waktu dua tahun terakhir setiap tahun sebanyak lima siswa mengalami gangguan mental dan emosional sehingga harus dirawat secara intensif di rumah sakit. " Gangguan mental itu akibat tekanan pelajaran itu, dimulai dari enggan bersekolah, sering marah dan mengamuk tanpa sebab," katanya. Selain menimbulkan gangguan mental dan emosional, tambahnya, ada dampak lain yang diakibatkan oleh ujian berstandar nasional itu. " Dampak lain itu berkaitan dengan masalah sosial dan terjadi di daerah-daerah terpencil di Pulau Dewata, seperti Kubu dan Seroya Kabupaten Karangasem," ujarnya. Sri Wahyuni menjelaskan, dampak lain dari ujian nasional adalah memicu semakin banyaknya anak yang putus sekolah. Dia mencontohkan, siswa yang gagal mengikuti ujian akhirnya enggan melakukan ujian ulang ataupun menjalani kejar paket karena rasa malu. >> Nyoman

Segudang Prestasi Diraih SDN Mekarjati III
Karawang,(MR) Dalam rangka Open House, SDN Mekarjati III Bangkuang mendapatkan juara I paduan suara, Paduan suara yang di ikuti 5 SDN dari Kecamatan Karawang Barat dari kecamatan Rengasdengklok dan kecamatan lainnya, yang bertempat di pondok pesantren Al-ikhlas Tanjung Mekar yang dihadiri tokoh ulama, tokoh masyarakat dan Para Muspida setempat. Dengan Juara I paduan suara ini, SDN Mekarjati III meraih hadiah dari wakil Bupati Dr.Cellica berupa kaligarfi emas dan hadiah lainnya, Hadiah tersebut diberikan oleh para panitia yang mewakili Wakil Bupati. Selain itu juga SDN Mekarjati III ini banyak mendapat berbagai prestasi yang diraihnya, Baik akademik maupun non akademik, Padahal SDN Mekarjati III ada dipinggiran Kota Karawang, akan tetapi kemampuan siswa-siswinya tidak kalah dengan Siswa-siswi yang ada di kota. Setiap kegiatan apapun seperti PHBI Sosial dan lain sebagainya, SDN Mekarjati III selalu Aktif, Secara Sosial siswa-siswi SDN Mekarjati III mengadakan Sumbangan bencana Kebakaran, bencana Banjir turut andil dalam kegiatan ini, dalam rangka gow green Karawang Menuju Hijau, siswa siswi bekerjasama dengan para dewan guru dan kepsek. Membawa bermacam-macam tanaman untuk ditanam, baik di lingkungan sekolah maupun diluar lingkungan sekolah. Euis Uluiah S.Pd Kepsek SDN Mekarjati III, sangat bangga dengan prestasi yang di raik sekolahnya, “ Saya bangga akan keberhasilan siswa-siswi kami, baik dari segi perlombaan kegiatan sosial dan yang lainnya, ini tidak terlepas berkat kerja dewan guru di dukung oleh komite dan orang tua wali murid, karena tanpa mereka sekolah tidak bisa berbuat banyak, maka dari itu, saya secara pribadi mengucapkan terimakasih Kepada Dewan guru dan partisipasi wali orangtua murid, mudahmudahan SDN Mekarjati III ini lebih maju untuk waktu kedepannya dan semoga prestasi yang sudah banyak diraih dapat kita pertahankan dan bagaimana mewujudkan Potensi siswa-siswi sebagai regenerasi penerus bangsa di kemudian hari,. Harapnya. Hal yang sama juga datang dari unsure pemerintah, melalui Kepala Kelurahan Mekarjati Omid HS, merasa bangga

Kehadiran Guru
Oleh : Dindin Hardi, M.Pd

ketika SD yang berada di wilayah kelurahan Mekarjati mendapatkan hadiah dari Wakil Bupati Dr. Cellica. “ Ini tentunya berkat kerja keras Kepala sekolah dan Dewan Guru, Komite dan orang tua wali

murid sehingga SDN Mekarjati III Bangkuang mendapatkan segudang prestasi. Terima kasih semoga SDN Mekarjati III bisa di pertahankan dan lebih meningkat untuk kedepan,. Ungkap lurah. >> Komarudin

P

enyelenggaraan Ujian Nasional (Unas) untuk Tahun Pelajaran 2010/2011 Sebentar lagi akan dilaksanakan, kami percaya sebagai guru pengajar, jauh-jauh hari telah berusaha semaksimal mungkin dalam mengantisipasinya, antar lain melaksanakan beberapa kegiatan seperti : Ulangan harian, Remidial, Pembahasan materi pelajaran yang esensial, pengayaan, Try Out yang ujungujungnya kita berharap agar pelaksanaan Ujian Nasional berjalan lancar, tidak ada hambatan apapun serta kelulusan 100 pesen. Maka dari itu kehadiran guru sangatlah penting untuk berkomitmen dan bertekad dalam rangka mengantarkan siswa-siswinya lulus dalam Ujian Nasional. Peran guru dalam pelayanan pendidikan diutamakan untuk memberikan bantuan, bimbingan dalam mengatasi kesulitan belajar bagi para siswanya, sehingga siswa merasakan adanya interaksi dan komunikasi yang baik, member motivasi yang tinggi dengan didasari rasa kekeluargaan dan kesetiakawanan sosial yang akhirnya dapat membangun kepribadian siswa dan meningkatkan solidaritas diantara kedua belah pihak, guru sebagai pembimbing dituntut untuk mengadakan pendekatan, bukan saja pendekatan pengajaran tapi juga pendekatan pribadi pada setiap PBM. Dengan demikian diharapkan secara langsung mengenal dan memahami karakteristik siswanya secara mendalam, sehingga dapat membantu keseluruhan proses belajar dan memperoleh hasil belajar yang optimal. Untuk menciptakan dan memelihara suasana kelas yang kondusif diperlukan keterampilan pengolahan kelas diantaranya mampu mengatur, mengarahkan serta menciptakan suasana yang menyenangkan, namun bila terdapat kerung serasian antara kebutukan dan pemenuhannya, maka terjadilah gangguan terhadap berlangsungnya proses belajar mengajar. Dalam hal ini diperlukan keluesan tingkah laku untuk mengubah strategi mengajar. Kesuksesan dalam setiap pekerjaan akan terlahir apabila dilandasi/ditunjang dengan

semangat yang menggebu, motivasi yang tinggi dan penuh harapan, begitu juga halnya guru selalu memikirkan upaya ke arah keberhasilan, maka sebaiknya mengarahkan/mengefektifkan siswanya untuk berfikir secara kritis, menyadari akan perubahan dalam sikap dan perilalu siswa, sifat inilah dapat membantu membuat kelas menjadi nyaman. Untuk berperan seperti diatas guru dituntut memiliki kepribadian yang kuat, diantaranya dengan meningkatkan kesadaran sendiri, berwawasan imtaq dan iptek dalam berbagai kehidupan. Sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman, tugas guru dan tanggung jawabnya makin berat termasuk didalamnya mencakup sebagai perancang pengajaran, pengelolaan pengajaran, menilai hasil belajar siswa, motivator dan pembimbing Muhamad Surya; pernah mengingatkan bahwa untuk mewujudkan pembelajaran bagi anak didik yang efektif agar tercapai tujuan yang diharapkan, perlu dipasang strategi yang meliputi berbagi aspek dalam interaksi PBM, memilih bahan ajar metode dan alat bantu mengajar sehingga kegiatan siswa dapat terevaluasi dengan baik. Berdasarkan dari pemilihan diatas marilah kita memanfaatkan segala kekuatan/potensi baik SDM maupun pengalaman semaksimal mungkin, terutama dalam mencurahkan dan membangun ke dalam dunia pendidikan. Lebih-lebih didalam UAN agar anak-anak bangsa sebagai generasi penerus menjadi manusia-manusia yang berguna bagi nusa, bangsa dan agama. Lebih jauhnya menghasilkan anak yang berkualitas bermartabat dan berakhlak mulia, Terimakasi selamat bekerja.*** (Penulis, Kepala SMPN 1 Baregbeg Kabupaten Ciamis)

Edisi 234 Tahun X I Tahun 13- 20 April 2011

Pendidikan
Tebo,(MR) Sejak tahun 2011 ini program sekolah gratis kini telah diganti nama dengan program sekolah bebas pungutan. Untuk mensukseskan program tersebut, seluruh sekolah Negeri yang ada diwilayah negara Indonesia, termasuk di Kabupaten Tebo, wajib memasang spanduk yang menyatakan menyelenggarakan pendidikan bebas pungutan. Demikian dikemukakan oleh Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Kabupaten Tebo Drs. Abu Bakar, M.Si melalui Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Dikbudpora Rimbo Bujang, Marzal, S.Pd. “Sekarang ini bukan lagi program sekolah gratis tapi sekolah bebas pungutan,” kata Marzal. Marzal menjelaskan, adanya perubahan nama program tersebut, tetap memiliki tujuan yang sama yakni untuk membebaskan biaya sekolah bagi siswa. Namun lebih dari pada gratis, dengan nama tersebut, diharapkan tidak ada lagi pungutan dengan dalih apapun di sekolah dasar SD. Di mana diketahui program tersebut ditarur oleh PP 48/ 2008 dan Surat Mendiknas nomor 186/MPN/KU/2008 tentang Biaya Operasional Sekolah (BOS), untuk program sekolah gratis. Dan program untuk penyelenggaraan pendidikan bebas pungutan berdasarkan Permendiknas No 37 Tahun 2011 tentang penyaluran BOS. Menurut Marzal, selama program sekolah gratis yang diprogramkan oleh pemerintah pusat hingga ke pemerintah kabupaten, sejak tahun 2009 lalu pada praktiknya belum berjalan maksimal, karena masih ada sejumlah sekolah yang melakukan pungutan. “Program sekolah gratis gagal ketika sampai di sampai di lapangan. Karena masih ada sekolah yang melakukan

7

SMPN VII Karawang Barat

Peringati Maulid Nabi

SD Wajib Selenggarakan Pendidikan Bebas Pungutan
pungutan dengan berbagai macam dalih, dan kesepakatan komite,” kata Marzal menegaskan. Untuk mensukseskan program sekolah bebas pungutan ini, tambah Marzal semua sekolah wajib memasang spanduk, yang menyatakan bahwa sekolah yang bersangkutan menyelenggarakan sekolah gratis. Seperti telah dipasang di SDN 194, di sekolah tersebut telah dipasang spanduk yang bacaannya, “SD Negeri 194/VIII Wirotho Agung Menyelenggarakan Pendidikan Bebas Pungutan Bagi Seluruh Siswa.” Dengan demikian, jelas Marzal lagi, sekolah tidak dibenarkan untuk melakukan dalam bentuk apapun dan berapapun besarannya. Sayangnya, kata Marzal, masih ada ditemui sekolah yang melakukan pungutan dengan dalih dana sosial yang dibebankan kepada siswa, yang dilakukan setiap hari Jum’at sebesar Rp 1.000.-“Saya telah memperingatkan sekolah itu, dan telah dihentikan, tapi kalau ternyata masih dilakukan lagi, kami tidak segan-segan untuk melaporkan ke dinas terkait tentang adanya pungutan tersebut,” ungkap Marzal tanpa menyebut nama sekolah yang ditemuinya itu. >>HER

Karawang,(MR) Dalam rangka memperingati hari kelahiran nabi besar Muhammad SAW, di SMPN VII Karawang Barat mengadakan acara maulid dengan penceramah KH.Miftah Sodikin dari Rengasdengklok degan ceramahnya meningkatkan ketakwaan dan keimanan kepada Allah SWT, dan juga kecintaan terhadap nabi Muhammad SAW, dengan memperingati mauled ini mari kita memperkuat akhlak dan moralitas, acara tersebut dihadiri oleh siswa-siswi SMPN VII, para guru, komite, aparat kelurahan dan para tokoh masyarakat setempat. Menurut kepala sekolah SMPN VII karawang barat, Drs. Agus Imam mengatakan setiap PHBI SMPN VII secara rutin memperingati hari-hari besar islam dan kegiatan social lainnya ini berkat kerjasama para dewan guru, komite sekolah, dan para wali orang tua murid sehingga kegiatan ini bisa dijadikan suatu kekuatan dan keimanan kepada Allah SWT dan kecintaan kita terhadap nabi besar Muhammad SAW, meningkatkan keimanan dan ketaqwaan ini ditujukan berahlak yang mulia, jujur, sopan santun terhadap orang tua dan guru, dan harapan kedepan saya selaku kepala sekolah terhadap murid semoga giat belajar baik di sekolah maupun dirumah, melalui mauled ini semoga keimanan dan ketakwaan kita dijadikan kehidupan sehari-hari. >> Komarudin

Pendidikan Bisa Tentukan Nasib Bangsa
Garut,(MR) Sistematika pendidikan adalah untuk memperkenalkan nilai-nilai kehidupan, mana yang benar dan mana yang salah. Bikan untuk mencetak manusia menjadi berprilaku benar atau berprilaku salah. Karena norma-norma budaya ini merupakan salah satu pilihan ilmu yang mana manusia kelak nanti bebas untuk pilihan ilmu nya, dalam pengabdian ilmu nanti di lingkungan masarakat. Alternatif nilai-nilai budaya keduanya akan menuai konsekwensinya didalam lingkungan masyarakat secara luas. Oleh karena itu posisi manusia hanya akan mengabdi kepada dua kemungkinan itu. Sehingga apabila Dunia pendidikan tidak cukup ajar. Akan menghasilkan dunia pendidikan yang kurang ajar. Artinya dunia pendidikan bisa menghasilkan sarjana-sarjana yang tangguh dalam arti manusia yang punya perinsif dan pendirian baik itu perinsif akternatif yang salah maupun pilihan akternatif yang benar. Yang tidak benar itu mengambil dua pilihan nilai Budaya kedua-duanya terus di campur menjadi prinsif AdukAdukan atau “Gado-Gado” kata orang Garut. Nah inilah model budaya yang tidak akan memenangkan satu kehidupan tangguh. Atau boleh di katakana sarjana bunglon. Yang siap berganti rupa sesuai dengan kebutuhan perut di atas perut dan di bawah perut. Bahkan mengacu kepada kualitas hidup yang baik. Yaitu menjungjung tinggi nilai atau moral-mora manusia sebagai Doktrin yang kebenaranya tidak di ragukan lagi. Itulah kebutuhan manusia yang perlu menjadi landasan pendidikan bangsa. Bangsa menurut Ernas Renant. Yaitu suatu kaum atau kelompok, Akibat perjalanan Sejarah, yang suka dan duka di tanggung bersama. Apakah pendidikan ini menghasilkan manusia-manusia yang begini...? tentu saja semua orang boleh mengatakan ya dan tidak. Tetapi menurut objek yang terjadi hari ini. Para elit bangsa ini saling baku hantam yang tidak pernah selesai dan tidak ada solusinya alias Deadlok atau menuju jalan buntu dan disitu terpangpang Awas!!! Ada anjing galak. Lucunya pak Ernas Renan ini mengutip dari salah-satu kitab yang ada. yang di ambil oper olehnya. Strategi dan taktik pendidikan. Apa itu strategi? yaitu : Keterangan-keterangan apa saja yang di butuhkan dalam usaha untuk mencapai pendidikan yang benar. Contoh soal “ Matahari berputar dalam porosnya dan bumi mengelilingi matahari sebagai pusat tata surya,” itu kata pak Galileo. Padahal sebelum pak Galileo lahir Alam itu sudah begitu di ciptakan oleh tuhan. Seharusnya bumi berputar mengelilingi matahari ini bukan kata pak Galileo akan tetapi kata Tuhan didalam kitabnya. Tapi pada kenyataan para siswa, siswi dan para sarjana masih mengganggap hal ini kata pak Galileo orang Itali yang pernah di masukan ke penjara karena tesisnya. Ini yang menjadi pemicu kebohongan ilmu sehingga warismewarisi sampai saat ini dampaknya ada hak cipta, hak intelektual, akhirnya ilmu itu menjadi sangat mahal. Wajar dan pantas manusia menjadi tidak terdidik dan tidak berpendidikan padahal ilmu itu harus di amalkan secara CumaCuma dan terjangkau sampai ke pelosok dunia ini supaya beban hidup ini tidak menjadi berat dan saling memberatkan, untuk kelangsungan umat manusia di jagat raya ini, jadi kebohongan ini kalau bisa bukan pilihan hidup bangsa Indonesia khususnya dunia di pendidikan kita. Ini merupakan salah-satu bergesernya dunia pendidikan dari kejujuran objektif ilmiah. Harapan bangsa Indonesia dunia pendidikan bisa menentukan nasib bangsa salah-satunya kita jangan sok barat-baratan yang sudah membohongi kurikulum pendidikan kita. Tujuannya supaya kita tetap mengabdi pada barat dan timur agar tetap menjadi system anak sapi perahan yang mereka anut. Boleh kita berani mengatakan Hey !! barat sumber ilmu itu bukan dari anda ! tapi sumber ilmu itu berasal dari Tuhan. Inilah moral yang kita harus di jungjung tinggi. Taktik pendidikan tekanannya pada tertib pelaksanaan yaitu setahap demi setahap pendidikan itu di jalankan dari usia dini harus di perkenalkan nilai-nilai budaya yang benar dan perkenalkan juga niai-nilai budaya yang salah. Agar para terdidik itu mampu memilih konsep atau teori pilihan hidupnya berdasarkan kesadaran ilmunya, bukan berdasarkan kira-kira atau intiusinya yang tidak pernah mewujud dalam kehidupan nyata. Dalam tanda petik yaitu setinggi-tingginya system pendidikan naturalis, dia akan menghasilkan wujud kehidupannya perang yang maha dahsyat. Sistem pendidikan Nasional ini saya kira belum terlambat, rubahlah periaku dunia pendidikan kita ini bukan berdasarkan kurikulum atau acuan depek atau reflek yang tidak menjadikan umat manusia tambah baik akan tetapi makin terperosok kedalam jurang kehinaan. Kebutuhan hidup manusia itu bukan saja pangan, sandang, papan, yang terus-menerus menjadi kemelut bangsa ini, tapi yang tidak kalah penting dahsyatnya manusia itu butuh imu secara permanen dan boleh kata wajib punya ilmu maka oleh karena itu ilmu harus di berikan seluas-luasnya tidak memandang asal-usul atau latar belakang dia harus menerima ilmu secara Cuma-Cuma atau di gratiskan, bagi umat manusia di muka bumi ini. Contoh para rasul telah mengatakan pada abad-abad sebelum masehi dan sesudah masehi tidak boleh memperjual-belikan ilmu sekecil apapun dengan alasan apapun karna akan berakibat manusia bertanggapan bodoh alias jahiliah yaitu tidak tau mana yang benar dan mana yang salah dan tidak tau masa depan hidupnya dari mana, mau apa, dan apa yang mau di raih. Lihat kenyataan hidup sekarang ini kenapa jadi begini? Akibat dari pada tangan-tangan jahil yang tega merubah ilmu itu menjadi milik saya, hasil penemuan saya, dengan memakai anggaran saya, akhirnya manusia menjadi egois dan subjektivisme kesimpulannya aku lebih baik dari kalian, kalo begini jadilah manusia yang di perbudak oleh duta besar dari kerajaan iblis yaitu bangsa yahudi yang beranggapan aku lebih baik dari bangsa lain. Itulah sejenis peradaban monyet yang ingin membangun manusia moderen di ujung tepi tebing yang curam. >> UNDANG

SDN Tunggakjati VI Kekurangan Ruang Kelas

Karawang,(MR) SDN Tunggakjati VI Kecamatan Barat walaupun Notabesmennya ada diperbatasan kecamatan karawang Barat dan Kecamatan Rengasdengklok tetapi masalah Prestasi tidak diragukan lagi, Siswa -Siswi SDN Tunggakjati VI sebanyak 406 Orang Siswa, 10 tenaga pengajar dan 1 Orang Kepsek dan Kelas Cuma ada 6 Kelas bahkan perkelas di pergunakan 70 sampai dengan 80 Orang siswa ini. Bentuk keprihatinan dengan kurangnya tenaga Pendidik dan ruang kelas baru yang akhirnya menjadi ketidak nyamanan belajar siswa. Perstasi yang sudah diraih SDN Tunggakjati VI baik akademik maupun non akademik juara I keterampilan membaca Berita Sunda, Matematika, IPA, Juara Ke III, Pidato bahasa Inggris juara ke II, Pidato bahasa Indonesia, juara ke II, Anggara Sekar dan Solo di tingkat Gugus. Prestasi SDN Tunggakjati VI tidak diragukan lagi. Menurut Kepsek SDN Tunggakjati VI, Cicih Ratnaningsih S.Pd mengucapkan terimakasih kepada Para Dewan Guru dan Komite Sekolah dengan Kerja Kerasnya, sehingga siswa-siswi SDN Tunggakjati VI mendapat Penghargaan. Tetapi harapannya sebagai Kepsek agar Pemerintah bisa memperhatikan Keadaan SDN Tunggakjati VI ini dikarenakan Siswa – Siswi ada 406 Orang Siswa. Kami bermohon terutama Dinas Pendidikan untuk menambah tenaga pengajar dan ruang kelas baru karena keadaan kelas yang Kurang nyaman untuk aktivitas belajar mengajar. >> Komarudin

SDN Cipedang Bunder Juara Umum Batara Haurgeulis
Indramayu, (MR) Regu Rajawali Pramuka SDN Cipedang Bunder, meraih juara umum putra Lomba Ketangkasan Pramuka (Batara) Tingkat Penggalang SD/MI seKecamatan Haurgeulis, Gantar dan Anjatan Kabupaten Indramayu Jawa Barat, di Pangkalan Gugus Depan (Gudep) 039-040 SDN Wanakaya 2. Sumarno, S. Pd. Ka. Mabigus SDN Wanakaya 2 Haurgeulis, mengatakan kegiatan Batara tersebut kepada MR melalui surat elektronik e-mail tadi malam. Sedangkan untuk juara umum putrid diraih Regu Anggrek Pramuka SDN Karang Tumaritis 3, katanya. Sekretaris Kwarran Haurgeulis, Wawan Setiawan, S. Pd. MM. Ka. Mabigus SDN Wanakaya 2, Sumarno, S. Pd. Ketua Pelaksana Nurjaya dan Sekretaris Panitia Batara Aminudin, menyerahkan Piala dan Piagam kepada para juara lomba disaksikan peserta Batara, Guru Pembina Pramuka serta masya-

Sumarno, S. Pd. ketika menyerahkan Piala dan Piagam kepada Regu Anggrek Pramuka SDN Karang Tunaritis 3, sebagai Juara 1 Umum Putri Batara Haurgeulis. (Foto : Abdullah)

rakat desa setempat. Adapun para peserta Batara yang meraih juara yakni Juara 1 umum putra Regu Rajawali SDN Cipedang Bunder, Juara 2 Regu Elang Emas SDN Anjatan 1, Juara 3 Regu Kala-

jengking SDN Cilandak 1. Dan Juara 1 umum putri Regu Anggrek SDN Karang Tumaritis 3, Juara 2 Regu Mawar 1 SDN Bugis Tua 1, Juara 3 Regu Melati SDN Cilandak 1. >> Abdullah

8
Pelepasan Kafilah Tasik STQ Ke-XII Jawa Barat

Nusantara 465 Desa di Kalsel Tanpa Bidan
Saat ini ada 465 desa di Kalsel yang tidak memiliki bidan. Angka ini sudah jauh menurun dibanding tahun 2008 lalu yang mencapai 816 desa.
Banjarmasin,(MR) Provinsi Kalimantan Selatan, masih kekurangan ratusan tenaga medis dan bidan untuk ditempat di wilayah pedalaman dan kepulauan. Sebanyak 465 desa di daerah kaya sumber daya alam ini tidak memiliki bidan, tetapi lebih mengandalkan pada peran dukun. Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, Rosihan Adhani, Kamis (7/4), di Banjarmasin. "Masih banyak desa-desa, terutama di wilayah pedalaman yang tidak memiliki bidan maupun tenaga medis," ung-kapnya. Diakuinya, selama ini warga pedalaman Kalsel lebih mengandalkan peran dukun beranak untuk membantu persalinan, serta yang biasa disebut orang pintar sebutan dukun guna menyembuhkan berbagai penyakit. Sebagian masyarakat lebih percaya, penyakit disebabkan hal-hal berbau mistis, sehingga jenis pengobatan pun tidak berdasarkan pengobatan medis. Saat ini ada 465 desa di Kalsel yang tidak memiliki bidan. Angka ini sudah jauh menurun dibanding tahun 2008 lalu yang mencapai 816 desa. Pada tahun ini, Dinas Kesehatan setempat akan merekrut 375 bidan untuk dijadikan pegawai tidak tetap (PTT). "Kita membuka penerimaan 275 bidan PTT pusat dan 250 bidan PTT daerah," tambahnya. Untuk menarik minat para calon bidan, pemerintah daerah memberikan gaji cukup tinggi berkisar Rp1,8 Juta hingga Rp2,4 Juta perbulan. Selain bidan Kalsel juga masih mengalami kekurangan tenaga perawat dan dokter. Sekretaris Daerah Kalsel, Muchlis Gafuri, bahkan mendesak agar Badan Kepegawaian Nasional member kelonggaran terkait usia pengangkatan pegawai bagi tenaga dokter dan dokter spe-

Edisi 234 Tahun XI 13 - 20 April 2111

sialis yang bersedia mengabdi di daerah terpencil. Suriatinah, Kepala Badan Penelitian dan Pembangunan Daerah Kalsel, mengungkapkan masalah kekurangan tenaga medis di sejumlah wilayah Kalsel ini ikut berpengaruh pada pembangunan daerah di berbagai bidang. " Kekurangan tenaga medis ini, ikut mempengaruhi posisi indeks pembagunan manusia (IPM) Kalsel yang berada pada posisi 26 di tanah air," tuturnya. >> Gatner Eka Tarung

Kota Tasikmalaya,(MR) Di tandai dengan penyerahan bendera Kota Tasikmalaya dari Walikota kepada Ketua STQ Drs.Eddi Sumardi M.Ed, + 107 orang rombongan Seleksi Tilawatil Quran Kota Tasikmalaya yang terdiri dari kafilah, pembina dan oficial di lepas oleh Walikota Drs.H. Syarif Hidayat di dampingi Wakil Walikota, unsur forum konsultasi Daerah, jajaran DPRD Kota Tasikmalaya dalam kegiatan apel rutin yang dilaksanakan di halaman Balekota Tasikmalaya Jum’at (1/4) disaksikan para peserta apel. Drs. Eddi Sumardi M.Ed melaporkan bahwa STQ ke XII tingkat Provinsi Jawa Barat akan dilaksanakan di Asrama Haji Kota Bekasi pada tanggal 3 s/d 8 April 2011 dan rencana pembukaan akan dilaksanakan tanggal 4 April pukul 19.30 dengan 8 cabang yang akan dilombakan yaitu : - Tilawah dewasa Putra dan Putri. - Tilawah Anak-anak Putra dan Putri. Musabaqoh Hifdzil Qur’an Golongan 1 Juz Putra dan Putri. Musabaqoh Hifdzil Qur’an Golongan 5 Juz Putra dan Putri. Musabaqoh Hifdzil Qur’an Golongan 10 Juz Putra dan Putri. Musabaqoh Hifdzil Qur’an Golongan 20 Juz Putra. Musabaqoh Hifdzil Qur’an Golongan 30 Juz Putra dan Putri. Tafsir Golongan Bahasa Arab Putra dan Putri diakhir laporan beliau memohon do’a restu agar para kafilah mampu meraih prestasi sehingga mengharumkan nama Kota Tasikmalaya “ Semuanya diikuti oleh kafilah Kota Tasikmalaya, kami mohon do’anya supaya bisa meraih prestasi dan mengharumkan Kota Tasikmalaya” pungkasnya. Setelah simbolis melepas pemberangkatan kafilah, Walikota Tasikmalaya memberikan sambutan dengan menyampaikan bahwa keberangkatan para kafilah haruslah ada hasilnya apalagi ini dalam rangka mengagungkan alquran “ jangan hanya cari kejuaraan namun yang terpenting lebih cintai al-qur’an” katanya. Drs.H. Syarif Hidayat M.Si menambahkan bahwa telah ada kemajuan dari prestasi STQ yang lalu yaitu dengan mearih peringkat ke II jadi minimal dipertahankan dan lebih bagus lagi mencapai peringkat pertama “bila mendapat prestasi itu sebuah kebanggan untuk kita sebagai Kota Santri, tapi mempertahankan itu sangat sulit” tambahnya. Dikonfirmasi hal motivasi yang akan diberikan bagi yang berprestasi !. Syarif mengatakan semuanya akan di berangkatkan haji ke tanah suci “kalau mencapai peringkat pertama, hadiahnya bukan lagi umroh tapi akan saya berikan hadiah naik haji semuanya” ungkapnya. >> YuYu WaHyUdIn

Korban Perampokan Terikat di Pohon Karet
Tebo, (MR) Warga Kecamatan Rimbo Bujang Kabupaten Tebo, Selasa (5/4) digemparkan dengan ditemukannya tiga orang yang tak dikenal berada di Kebun Karet milik warga di jalan 29 Desa Perintis Kecamatan Rimbo Bujang. Yang lebih mengagetkan lagi, ketiga orang tersebut Tangannya terikat dengan posisi di belakang dan terikat di pohon Karet dan matanya tertutup Lakban dengan posisi duduk. Informasinya, tiga orang tersebut merupakan korban perampokan. Menurut keterangan yang diterima media ini dari Polsek Rimbo Bujang, korban pertama kali diketahui oleh warga bernama Rastub yang kebetulan hendak memotong getah karet di kebunnya sendiri. Setelah Rastun tiba di kebunnya sekitar pukul 06.00 wib, Rastub dikagetkan dengan menemukan tiga orang yang tak dikenal sedang terikat di pohon karet miliknya tersebut. Kemudian, Rastub melaporkan temuannya itu ke warga dan ke Polsek Rimbo Bujang. “ Ya benar, ada warga yang menemukan tiga orang tak dikenal sedang terikat di pohon karet,” jelas Kapolsek Rimbo Bujang AKP. Chairul Anam S.Ik kepada MR, Selasa (5/4). Setelah dilakukan pengembangan terhadap tiga orang tersebut, terungkap bahwa mereka adalah korban perampokan di TPR Gunung Medan, Kabupaten Dharmasraya Sumatera Barat. Diantaranya, Yudi Ristianto asal Magelang, Islam asal Temanggung sebagai Sopir dan Fajar asal Temanggung sebagai Sopir. “Ketiga orang ini korban perampokan dan untuk sementara kita amankan di Mapolsek Rimbo Bujang, sambil menunggu keluarga korban yang berada paling dekat dari sini untuk menjemput,” ungkap Chairul yang baru menjabat Kapolsek Rimbo Bujang ini. Diceritakan Kapolsek tentang kronologis sampai tiga korban dibuang di desa Perintis, berdasarkan keterangan para korban, awal mulanya mereka dari perjalanan memakai Mobil Truk warna Kuning dengan Nomor Polisi AA 1828 CB bermuatan Cabe dan Salak dari Temanggung hendak menuju Kota Padang (Sumbar). Namun, ketika diperjalanan, kendaraan yang mereka gunakan di daerah TPR Gunung Medan Dharmasraya, di pepet oleh satu unit Mobil Terios Silver yang dikendarai empat orang. Menurut korban, tutur Kapolsek lagi, ketika berhenti, salah satu pelaku menodong korban dengan Senjata Api laras pendek dan memaksa korban masuk ke dalam mobil pelaku. Sedangkan Mobil Truk yang dikendarai korban pun ditinggal di TKP. Dan akhirnya, ketiga korban dibuang di jalan 29 desa Perintis. “Korban dibawa pelaku dari TKP sekitar pukul 23.00 WIB malamnya dan sampai di Rimbo Bujang diperkirakan pukul 03.00 WIB dini hari,” sebut Perwira Polisi ini. Untuk pengembangan lebih dalam lagi, Polsek Rimbo Bujang akan berkoordinasi dengan Polsek Dharmasraya karena TKP disana. Total kerugian yang diderita korban belum bisa disimpulkan, yang jelas HP korban diambil oleh pelaku dan mobil Truk yang dipakai korban belum jelas keberadaannya, katanya. >> HER

Camat Dabo Singkep Bersihkan Kota
Lingga,(MR) Terkait dengan banyaknya pedagang kaki lima yang mengihiasi indah nya Taman dan Pasar kota Dabo Singkep hal ini juga menjadi tugas dan perhatian bagi camat Dabo, Kisanjaya yang baru saja dilantik beberapa waktu yang lalu. Kisanjaya mengatakan, Saya berharap kesadaran bagi para pedagang yang sudah kita beri izin untuk berdagang di pasar lama, maupun yang berjualan di lokasi taman, agar lebih memperhatikan lagi kebersihan lokasi tersebut. Karena kedua tempat tersebut adalah cermin dari kota kita, bila terlihat kotor dengan sampah yang berserakan maka akan mencerminkan citra yang buruk untuk kota Dabo Singkep yang kita cintai ini. ungkapnya Kamis beberapa waktu lalu yang lalu sekitar pukul 10.00 Wib, Camat Singkep Kisanjaya mengadakan kegiatan rutinitas gotong royang bersih lingkungan di pusat kota depan pasar ikan di RW 03 kelurahan Dabo dan acara gotong royong bersama ini dilakukan tiap hari Kamis seminggu sekali yang mengikut sertakan masyarakat setempat, juga para pedagang yang menggunakan tempat tersebut, camat singkep juga mengatakan, “ Acara gotong royong bersama ini di lakukan sebagai salah satu program Kerja seratus hari, sejak ia menjabat sebagai Camat Singkep. Program yang di jalankannya di luar kantor ini adalah program saya yang kedua, terkait dengan PHBS (Prilaku Hidup Bersih Sehat) dengan mengadakan kebersihan dilingkungan, sebab kalau lingkungan sudah bersih, berarti jiwa pun bisa bersih, jikalau orang yang jiwanya bersih, dia akan semangat untuk bekerja. Camat Singkep juga menegaskan “ Dalam kegiatan tersebut saya tidak sendiri Dukungan seluruh lurah serta RW.03 dan masyarakat setempat, Dinas Kesehatan, dan juga Satpol PP, yang ada di wilayah kecamatan Singkep. Muda-mudahan dengan kegiatan yang telah dan akan saya perbuat nantinya masyarakat lebih lagi mencintai lingkungan, likungan yang bersih adalah adalah cara hidup yang sehat, dan bila hidup dengan sehat maka hati akan tenang dan nyaman, himbau Camat Dabo. >> HR

Galery Photo

Kabupaten Lingga

STQ IV Kabupaten Lingga
Lingga,(MR) Memperingati STQ Ke IV Kabupaten Lingga bertempat di Kecamatan Singkep Barat Kelurahan Raye, acara yang berlangsung selama 6 hari dan dibuka Jumat (25/03) malam membuat lapangan bola Raye menjadi pusat perhatian masyarakat setempat, serta berkah bagi pedagang musiman yang menghiasi maraknya STQ ke-IV Kabupaten Lingga. Hasil dari pejuangan setiap kecamatan akhirnya jatuh juga kepada Kalifah Kecamatan Singkep dengan berhasil merebut juara I Piala bergilir dan mencatat sejarah sebagai pemenang bertahan selama 3 tahun. Jumat (31/03) ber -akhirlah pelaksanaan STQ ke 4 kabupaten Lingga dengan secara resmi telah ditutup oleh Bupati Lingga H.Daria serta mengucapkan apresiasi yang besar kepada kecamatan Singkep yang menjadi juara umum dan kembali mempertahankan juara umum yang ke 3 kalinya. Dalam arahanya, Bupati Lingga mengatakan “ Kepada para pemenang saya ucapkan selamat. Dan mulai lah bersiap-siap dan memantapkan diri untuk mengikuti STQ tingkat propinsi di Anambas. Tidak lupa juga, kepada yang tidak mendapatkan juara, janganlah berputus asa. Masih ada Tahun depan maka berusahalah dengan lebih giat lagi, karena kekalahan/kegagalan bulah akhir dari sebuah perjuangan, melainkan kemenangan yang terdunda dan akan datang bila kita sungguh-sungguh memperjuangkannya agar kita bisa meraih apa yang kita inginkan,” sampai Daria. >> HR

Bupati Lingga, H. Daria, beserta staff melambaikan tangan kepada peserta STQ IV

Pembukaan STQ IV Kabupaten Lingga ditandai dengan gunting pita oleh ibu bupati Lingga

Bupati Lingga, H. Daria, menyampaikan pidato saat acara STQ IV kabupaten Lingga

Bupati Lingga, H. Daria, menyerahkan piala STQ IV kabupaten Lingga

Iring-iringan rombongan peserta STQ IV Kabupaten Lingga

Edisi 234 Tahun XI 13 - 20 April 2111

Nusantara
Karawang,(MR) Kejaksaan Negeri Karawang memusnahkan barang bukti miras, narkoba, uang palsu dan VCD porno hasil sitaan dari berbagai kasus yang terjadi di Karawang. Pemusnahan barang bukti yang kasusnya telah memiliki kekuatan hukum tetap tersebut disaksikan oleh sejumlah pejabat daerah dan instansi terkait, termasuk diantaranya adalah Kepala Kejaksaan Negeri Karawang, Endang Katarina Sarwesti, serta Wakil Bupati Karawang, dr. Cellica Nurrachadiana. Diantara barang bukti yang dimusnahkan dalam kegiatan tersebut adalah beragam jenis narkotika, antara lain 5,508 gram ganja, 4,4245 metamfetamine, 717 butir leksotan, 10 butir ekstasi, dan 0,357 gram heroin. Barang bukti lainya berupa 7.570 lembar uang palsu pecahan Rp. 100.000, 300 botol minuman keras berbagai merk, serta 615 keping VCD/DVD porno. Pemusnahan dilakukan di halaman kantor Kejaksaan Negeri Karawang. Wakil Bupati Karawang, dr. Cellica Nurrachadiana dalam kesempatan tersebut mengatakan, dirinya dan pihak pemerintah daerah menyambut baik langkah yang dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Karawang. Hal ini karena kegiatan tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Daerah untuk meningkatkan kualitas mental masyarakat. “Khususnya dalam menekan kasus penyakit masyarakat di Kab. Karawang,” tuturnya. Wakil Bupati menambahkan, dirinya dan atas nama Pemerintah Daerah juga menyampaikan terimakasih kepada seluruh masyarakat, khususnya para tokoh agama dan tokoh masyarakat yang telah ikut berpartisipasi dalam menekan tingkat kasus penyakit masyarakat di Kab. Karawang. “Karena terdapat banyak hal yang mungkin tidak bisa diungkap tanpa adanya partisipasi masyarakat,” imbuhnya. Kepala Kejaksaan Negeri Karawang, Endang Katarina Sarwestri menjelaskan bahwa semua barang bukti yang dimusnahkan merupakan kasus-kasus yang telah memiliki putusan hukum tetap sepanjang periode tahun 20082010. Barang bukti tersebut dimusnahkan dengan sejumlah cara, diantaranya adalah dibakar, direbus, serta dihancurkan dengan menggunakan mesin stoom. Sementara itu, di wilayah Kabupaten Karawang sendiri setiap tahun rutin dilakukan operasi penyakit masyarakat serta pemusnahan barang bukti hasil operasi yang telah memiliki putusan tetap. Sejumlah institusi yang kerap melakukan kegiatan tersebut antara lain Polres Karawang, Satpol PP, serta Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Karawang. >> Komarudin

9

Walikota Tasik Sangat Antusias Menangkan STQ
Kota Tasikmalaya,(MR) “Saya ulangi jangan hanya ikut saja tetapi kita datang, bertanding dan menang” itulah ungkapan Walikota Tasikmalaya Drs.H. Syarif Hidayat M.Si dalam memberikan motivasi kepada kafilah Kota Tasikmalaya yang ikut dalam ajang Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) ke XII tingkat Provinsi Jawa Barat sesaat sebelum acara pembukaan STQ dimulai di ruang Rapat Asrama haji embarkasi Kota Bekasi didampingi Sekda, Kabag Kesra serta disaksikan para pembina dan oficial kafilah Kota Tasikmalaya. Walikota juga dalam arahannya menyampaikan bahwa kedatangan rombongan ke Kota Bekasi yaitu untuk ngadu jajaten dengan Kota dan Kabupaten lain di Jawa Barat dalam rangka ngamumule Qur’an “saya titip jaga selalu kondisi, kesehatan, tidur yang cukup dan yang pasti kobarkan semangat,” katanya. Syarif juga mengharapkan bahwa STQ kali ini bisa mendapatkan juara umum sebagai peningkatan dari prestasi yang telah diraih sebelumnya baik ditingkat Nasional ataupun Internasioanal “insyaAllah kalau unggul tiket Ibadah Haji ditangan dan itu sebagai kontrak prestasi,” pungkasnya. Kepala Bagian kesra Drs. Agus Mustadlo sebelum meminta arahan dan motivasi dari Walikota, beliau menyampaikan bahwa di STQ ke XI yang lalu Kota tasikmalaya meraih Juara ke 4 dan juara ke 2 pada MTQ dan kali ini dengan mengikutsertakan16 kafilah untuk 8 cabang yang dilombakan bisa meraih prestasi lebih “mudah-mudahan STQ kali ini kita ada peningkatan lagi,” katanya. Sementara pelaksanaan STQ ke XII tingkat Provinsi Jawa Barat yang dikuti 16 kafilah dari Kota Tasikmalaya akan dilaksanakan selama 3 hari dari tanggal 5 s/d 7 April 2011 melombakan 8 cabang akan dibuka Gubernur Jawa Barat H. Ahmad Heryawan pada senin 4 April 2011 dan ditutup tanggal 8 April 2011. >> H.ADE DIMYATI

Kejaksaan Karawang Musnahkan Barang Bukti

Pemdes Cilandak Lor Sukseskan Perjuangan FMPD
Indramayu,(MR) Pemerintah Desa (Pemdes) Cilandak Lor Kecamatan Anjatan Kabupaten Indramayu Jawa Barat, siap mensukseskan perjuangan Forum Masyarakat Peduli Desa (FMPD) dalam meraih harapan yang terang benderang menyongsong masyarakat Cilandak Lor untuk lebih baik dan sejahtera. Talkiman, selaku Kuwu Desa Cilandak Lor, mengatakan hal tersebut dirumah pribadinya Rabu sore silam. Kalaulah rencana pembangunan Inprastruktur perdesaan yang dananya bersumber dari hasil lelang tanah eks. Pangonan menjadi kenyataan, maka kami akan menuangkan dalam Berita Acara Peraturan Desa (Perdes). Sumber FMPD Cilandak Lor menyebutkan, rencana dana hasil lelang tanah eks. Pangonan tahun 2011 dialokasikan bagi Kuwu Rp 5 juta, Pamong Desa Rp 1 juta, BPD Rp 2 juta, Karang Taruna Rp 1 juta, Camat Rp 1 juta, Fakir Miskin Rp 10 juta, Kematian Rp 5 juta dan lain-lain Rp 3 juta. Sedangkan untuk 2 sekolah SD Negeri dan 1 Madrasah Swasta Rp 10 juta, Penyirtuan Jalan Pangonan Rp 15 juta, Jalan Gorong-Gorong Rp 7,5 juta, Jembatan Cimanuk Rp 2,5 juta, Jalan Desa Rp 20 juta, Masjid Rp 11 juta, Bunga Modal Rp 10 juta serta Dana Abadi Rp 75 juta. >> Mukromin

Pemkot Banjar Gelar Rapat Koordinasi Kependudukan
Banjar,(MR) Sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 23 tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, Pemerintah Kota Banjar membentuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. tujuan dibentuk OPD tersebut salah satu tugas dan fungsinya adalah menata dan mengelola perkembangan penduduk Kota Banjar. Diantaranya mengembangkan program administrasi dan dokumentasi kependudukan yang akurat dan dipasilitasi oleh Pemerintah Pusat melalui sistem administrasi kependudukan yang menggunakan teknologi informasi yang dikenal sebagai sistem informasi administrasi kependudukan (SIAK) yang dirancang secara nasional dan on line. Jumlah pendatang ke Kota Banjar semakin hari semakin banyak akibat arus urbanisasi dan migrasi inilah yang menyebabkan bertambahnya penduduk Kota Banjar yang besar, padahal tingkat kematian dan kelahiran sudah dapat ditekan seminimal mungkin. Sampai bulan Maret ini jumlah Penduduk Kota Banjar mencapai 192.820 orang dan 8 tahun yang lalu jumlah penduduk hanya 158.863 orang jadi selama kurun waktu 8 tahun bertambah 33.957 orang. Oleh karena itu pada hari kamis tanggal 31 Maret 2011 Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Banjar mengadakan rakor kependudukan tingkat Kota Banjar, serta mensosialisasikan pengembangan program administrasi kependudukan yang bersifat on line. Menurut Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Banjar Moh. Aan Suparan, SH menyatakan masalah administrasi kependudukan merupakan urusan pemerintah yang bersifat urgen dari tingkat Pemerintah Kota sampai dengan tingkat bawah. Dan salah satu tujuan diadakan kegiatan ini untuk menyatukan pemahaman tentang administrasi kependudukan dari tingkat RT, RW, Desa, Kelurahan dan Catatan Sipil sebagai pengelola administrasi kependudukan. Walikota Banjar DR dr H. Herman Sutrisno, MM dalam sambutannya menyatakan pemerintah berkewajiban untuk mengelola administrasi kependudukan secara tertib, yaitu mencatat dan mengadministrasikan seluruh penduduk. Sedangkan pada tataran operasional, berfungsi menertibkan dokumen kependudukan, mengumpulkan dan memutahirkan database kependudukan untuk mewujudkan pengelolaan data kependudukan secara nasional. Oleh karena itu rapat koordinasi kependudukan ini merupakan salah satu upaya mensukseskan 3 (tiga) program strategis pemerintah pusat yaitu : Pemutakhiran data penduduk, pemberian nomor Induk Kependudukan (NIK), dan penertiban E-KTP. Setelah diberlakukannya E-KTP setiap penduduk tidak bisa lagi mempunyai KTP ganda, selain itu E-KTP memudahkan semua pelayanan publik diantaranya pelayanan kesehatan. Permasalahan penduduk merupakan kewenangan yang diberikan kepada Pemerintah Kabupaten/Kota untuk mengatur tata cara penyelenggaraan pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil. Aturan ini merupakan ketentuan tentang kewajiban bagi penduduk untuk melaporkan segala sesuatu mengenai kependudukan baik berupa lahir, kawin, cerai, pindah, datang dan mati sehingga memudahkan pencarian informasi dengan jelas berupa jumlah dan tingkat pertumbuhan penduduk diwilayah Kota Banjar. Pada akhir sambutannya Walikota Banjar berharap dengan penerapan SIAK on line dapat memprogramkan kegiatan pembangunan, pemerintahan dan kemasyarakatan agar lebih terarah dan tepat guna bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kota Banjar, sekaligus membuka secara resmi kegiatan tersebut. Tuturnya. >>A-S

Galery Photo

Kabupaten Lingga

MUSRENBANG Kabupaten Lingga
Lingga,(MR) Singkep Jum’at (25/03) Musyawarah Rencana Pembanguan (Musrembang) Kabupaten Lingga dibuka secara resmi oleh Bupati Kabupaten Lingga H. Daria. Seperti yang diketahui dalam UndangUndang Nomor 25 tahun 2004 pengabdian perencanaan suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat. Melalui urutan pilihan dalam memperhitungkan sumber daya yang ada, sedangkan dalam peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia nomor : 54 tahun 2010 tentang pelaksanaan peraturan pemerintah nomor 8 Tahun 2008 adapun tahapan tata cara penyusunan pengendalian dan Evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan Daerah disebut : Bahwa Perencanaan Pembangunan Daerah Adalah Suatu Proses Susunan Tahapan-tahapan Yang Melibatkan Berbagai Kepentingan Didalamnya Guna Pemanfaatan dan Pengalokasian Sumber Daya Yang Ada Dalam Rangka Meningkatkan Kesejahteraan Sosial Dalam Suatu Lingkungan Wilayah Daerah Dalam Jangka Waktu Tertentu. Menyimak dari hal tersebut Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) merupakan salah satu Dokumen pembangunan yang harus disusun oleh Daerah sebagaimana diamanatkan UU nomor 25 tahun 2004 tentang sistem perencanaan pembangunan Nasional dan RKPD harus disusun setiap tahun untuk menjadi pedoman atau proses untuk

Bupati Lingga, H. Daria, beserta para pejabat kabupaten Lingga saat menyanyikan lagu Indonesia Raya saat acara MUSRENBANG

Bupati Lingga, H. Daria, menyampaikan pidato saat acara MUSRENBANG

Ketua DPRD Lingga, menyampaikan pidato saat acara MUSRENBANG
acuan APBD Sebagai Dokumen Resmi Daerah. RKPD Kabupaten Lingga pada Tahun 2012 disusun dengan menerapkan prinsip konsep-konsep perencanaan disusun secara partisipatif, transparan, kontabel dan didasarkan pada pengembangan serta perumusan berbagai kebijakan publik yang taktis, strategis serta mampu memberdayakan semua pelaku pembangunan. Penyusunan RKPD ini melalui 5(lima) pendekatan yaitu pendekatan Tehnohpatis dalam hal ini SKPD disusun melalui proses pemikiran strategis dan indikator kualitas RKPD dalam mencapai tujuan dan sasaran pembangunan Daerah yang disepakati dan didalam

Anggota Muspida kabupaten Lingga yang hadir saat acara MUSRENBANG
Musrembang. Pendekatan Demokratis dan partisipatif dalam penyusun RKPD melibatkan sekoders, memaku kepentingan sebagai upaya menjalin aspirasi dan kesepakatan atas mengambil keputusan. Pendekatan politis dalam penyusunan RKPD harus dilakukan konsultasi kepada Kepala Daerah sebagai upaya mengintorpasikan VISI dan MISI kepala daerah yang lebih operisional dan dengan melibatkan DPRD agar bisa untuk memperoleh masukan pokok-pokok pikiran serta Fungsi DPRD dalam Anggaran, pendekatan vatamup ini bermakna bahwa RKPD harus mengakomodasi Aspirasi kebutuhan Masyarakat

Sejumlah tokoh masyarakat kabupaten Lingga turut hadir saat acara MUSRENBANG
yang selaras dngan VISI dan Misi kepala Daerah. Selanjutnya Dokumen harus mengakomodir sinergi dan konsisten dengan kebijakan provinsi dan Pusat serta dokumen perencanaan RPJP dan RPJM. Dalam lingkup Sistim Makanisme perencanaan dan anggaran. karena Forum SKPD Kaupaten Lingga untuk mendapatkan program yang Optimal dengan memperhatikan Pagu Dana yang ada sesuai dengan Skala Perioritasnya. Hasil Sementara Rekap kuota Usulan SKPD tahun 2012 sebesar Rp 369.737.356.4007 (Tigaratus enam puluh sembilan miliar lebih) untuk 129 program dan 727 kegiatan.>>HR

10
Indramayu Larang Kegiatan Ahmadiyah

Investigasi
Tebo,(MR) Diduga ada oknum aparat dibalik tertangkapnya alat berat yang bekerja diatas kawasan Hutan Produksi, tepatnya di dusun Olak Kemang Tambun arang Kecamatan Muara Tabir Kabupaten Tebo Provinsi jambi baru-baru ini. Informasi yang berhasil dihimpun Media ini, Alat berat tersebut diduga dikontrak oleh salah seorang pengusaha perkebunan berinisial (Em) yang berasal dari Kabupaten Bungo untuk membuka lahan perkebunan di desa Tambun Arang Kecamatan Muara Tabir Kabupaten Tebo Provinsi Jambi. Namun, sangat disayangkan lahan perkebunan yang dibuka tersebut berada diatas kawasan Hutan Produksi (HP) yang nota bene dilarang bagi siapapun untuk beraktifitas diatasnya. Dan alat berat tersebut tertangkap tangan oleh tim gabungan aparat kehutanan ketika sedang melakukan land clearing (pembersihan) lahan yang sudah mencapai 30 hektar lebih. Konfirmasi Media ini dengan Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Kabupaten Tebo melalui Kepala Bidang Perlindungan Hutan Sumarjo, SH Kamis (31/03) membenarkan penangkapan tersebut dan pihaknya sudah menyita 1 unit alat berat yang sedang bekerja dilokasi sebagai barang bukti. Dikatakan Sumarjo, “Memang benar kita telah menyita 1 (satu) unit alat berat yang tertangkap tangan sedang melakukan land clearing atas lahan yang berada dalam kawasan HP”. Ungkapnya. Dilanjutkannya, “Kita sudah melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap 3 (tiga) orang yang diduga terlibat yaitu Operator alat berat berinisial (Ng), Pengawas Lapangan dan Pemilik alat berat berinisial (Aa) yang berasal dari Kabupaten Bungo. Berdasarkan keterangan dari ketiga orang inilah nantinya kasus ini akan kita kembangkan dan kemungkinan akan bertambah banyak pihak yang terlibat”. Ungkap Sumarjo. “Sementara alat berat itu kita sita sebagai barang bukti, kendati tidak berada di kantor kita, sebab saat ini alat berat itu sedang dilakukan perbaikan disalah satu bengkel di Muara Bungo, nanti jika sudah masuk ke persidangan dan dibutuhkan maka alat berat tersebut siap kita hadirkan”. Ungkapnya. Ketika ditanya mengenai kepemilikan lahan tersebut, Sumarjo menyebutkan bahwa untuk sementara berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun tim penyidik, lahan itu adalah milik (Em) yang merupakan aparat kepolisian beralamat di Kabupaten Bungo. Ditanya Mengenai kemungkinan adanya keterlibatan aparat keamanan, Sumarjo tidak mau menyebutkan secara gamblang, namun dirinya hanya menyebutkan bahwa karena keterbatasan personil di Dishut maka pihaknya meminta bantuan kepada pihak kepolisian untuk ikut membantu penangkapan alat berat tersebut, namun nampaknya entah disebabkan apa, kami menilai aparat kepolisian ragu-ragu dalam bertindak, dan kami menilai bisa saja karena sipemilik lahan tersebut adalah salah seorang anggota kepolisian di Muara Bungo namun ada juga yang menyebutkan bahwa dia (Em. Red) sudah pensiun”. Ungkapnya. Diakui Sumarjo, “Pada awalnya kita kesulitan dan sedikit ragu untuk melakukan penangkapan sebab berdasarkan pengakuan sipemilik lahan (Em), menyebutkan bahwa dirinya memiliki izin atau surat-surat terkait lahan tersebut, oleh karena punya izin itulah makanya dia berani menggunakan alat berat (eksavator) untuk membersihkan lahan, namun, jika memang terbukti dia punya izin atau surat-surat ataupun sertifikat tentu masalah ini akan panjang urusannya, sebab, siapa yang berani mengeluarkan izin membuka lahan diatas tanah yang masuk kawasan HP,”. Ungkap Sumarjo tegas, seraya menyebutkan bahwa pihaknya tidak main-main dan akan

Tahun Edisi 234 Tahun X I 13- 20 April 2011

Satu Unit Alat Berat Disita Dishut Tebo
serius melanjutkan kasus ini sebab pelaku aktivitas pembukaan lahan yang diduga dilakukan lebih dari satu orang ini bisa dijerat pasal 50 ayat 3 undang-undang nomor 41 tahun 1999 tentang kehutanan. Sementara itu, terkait pemberitaan yang menyebutkan bahwa pelaku (Em) mengaku memiliki surat-surat atau dokumen yang sah atas lahan yang digarapnya itu, Kepala Kantor BPN (Badan Pertanahan Nasional) Kabupaten Tebo Alen Saputra, SH, M.Kn membantah jika lahan tersebut memiliki sertifikat sebagaimana yang diungkapkan oleh Pelaku. Diakuinya, “Dulu memang Em pernah mengajukan permohonan pembuatan sertifikat atas lahan tersebut, namun kita tidak pernah menindak lanjutinya, sebab, setelah dia mengajukan beberapa waktu yang lalu, sampai saat ini tidak pernah lagi ada kabarnya dan yang bersangkutan tidak pernah lagi datang,”. Ungkap Alen. >> HER

Oknum Aparat Diduga Bermain Dibalik Penggarapan Lahan HP Muara Tabir

Indramayu,(MR) Pemerintah Kabupaten Indramayu Jum’at (8/4) menggelar sosialisasi Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 12 tahun 2011 tentang larangan kegiatan jemaat ahmadiyah Indonesia yang berlangsung di pelataran wisma haji dan diikuti oleh seluruh unsur muspika, kuwu, ulama, tokoh pemuda, serta peserta lainnya. Menurut Drs.Cecep Nana Suryana, M.Si yang mewakili Komunitas Intelejen Daerah (Kominda) mengatakan, kegiatan ini sangat dibutuhkan untuk menyamakan persepsi terhadap keberadaan jemaat ahmadiyah di Kabupaten Indramayu. Meskipun saat ini jumlahnya hanya tersisa 137 orang namun harus tetap diwaspadai dalam kehidupan sehari-harinya. Sementara itu Bupati Indramayu Hj.Anna Sophanah dalam sambutannya mengatakan, Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 12 tahun 2011 tersebut merupakan langkah preventif guna menciptakan ketentraman dan ketertiban di daerah dan bukan untuk membatasi hak-hak asasi manusia. Di samping itu, pergub tersebut juga bertujuan untuk memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat dari adanya pertentangan akibat penyebaran paham keagamaan yang menyimpang, serta mencegah perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh warga masyarakat sebagai akibat penyebaran dan penistaan agama islam. “Kegiatan sosialisasi saat ini merupakan wahana untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan terkait peraturan gubernur yang melarang kegiatan ahmadiyah, sehingga selanjutnya saudara-saudara dapat meneruskan kepada masyarakat, sebagai salah satu upaya menjamin rasa aman serta memberi pemahaman lebih mendalam kepada masyarakat,” kata Bupati. Bupati menegaskan, sampai saat ini kehidupan beragama di Kabupaten Indramayu cukup kondusif. Namun demikian, kegiatan sosialisasi pergub saat ini sangat penting, mengingat tragedi di Cikeusik (Banten) menjadi barometer, sehingga jangan sampai terjadi di Indramayu. Penetapan pergub ini tidak semata-mata berisi larangan aktifitas jemaat ahmadiyah dari kegiatan penyebaran, penafsiran dan aktifitas yang menyimpang dari pokok-pokok ajaran agama islam, namun juga sekaligus melindungi penganut, anggota dan/atau anggota pengurus jemaat ahmadiyah, serta mencegah perbuatan melawan hukum atau perbuatan anarkis yang dilakukan oleh warga masyarakat. >> Abdullah

Terkait Dungaan Penyimpangan Kapolres Jember Dicopot
Jember,(MR) Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Jember, Jawa Timur, AKBP Taufik Rochmad Hidayat, dicopot, karena dugaan penyimpangan keuangan internal Polres setempat. “Terserah Mabes, kami sudah mengusulkan ke Mabes Polri agar Kapolres Jember AKBP Taufik Rochmad Hidayat dicopot,” kata Kapolda Jatim Irjen Pol Dr Untung S Rajab di Mapolda Jatim, Jumat kemarin. Didampingi Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Pudji Astuti, ia menjelaskan pencopotan Kapolres Jember itu terkait keuangan internal Polri yang tidak dapat dipertanggung-jawabkan. “Ada hal yang tak bisa dipertanggungjawabkan terkait keuangan internal Polri, karena itu kasus Kapolres Jember itu tidak akan diseret ke pidana umum, karena kesalahannya menyangkut masalah internal,” katanya. Dalam kesempatan itu, Kapolda Jatim mengibaratkan jabatan Kapolres Jember seperti sapu untuk membersihkan lantai. “Kalau sapunya kotor, tentu nggak akan bisa digunakan untuk membersihkan lantai,” kata mantan Kapolda Yogyakarta dan Kalsel yang pernah menjadi Kapolwil Besuki dan Wakapolwil Surabaya itu. Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Pudji Astuti menegaskan bahwa masalah keuangan internal Polri yang dimaksud itu tidak ada kaitannya dengan dana pilkada. “Kalau dikaitan dengan dana pilkada (Pilkada Situbondo atau Jember) itu tidak benar. Itu terkait masalah penggelembungan dana parsel lebaran,” katanya. Sebelumnya, Kapolres Jember diperiksa BidPropam Polda Jatim pada Selasa (29/3) terkait laporan anggota Polres Jember tentang penggelembungan dana parsel lebaran. Untuk mendukung pemeriksaan tersebut, seluruh jajaran Polres Jember, termasuk para Kapolsek di Jember, juga ikut dimintai keterangan oleh Bidpropam Polda Jatim. Dalam kaitan itu, Polda Jatim mengirimkan surat perintah bahwa tugas dan wewenang Kapolres Jember untuk sementara dipegang Wakapolres Kompol Daddy Hartadi hingga ada pejabat baru yang ditunjuk. >> ADI

Bongkar Habis Indikasi Mark Up Jumlah Tenaga Medis Dinkes Natuna
Natuna,(MR) Besarnya jumlah tenaga Medis yang bertugas di Puskesmas Natuna, menjadi pertanyaan bagi kita semua. Adanya indikasi Mark-up jumlah Medis semakin santer. Aroma “korupsi” bau tidak sedap, di Dinas Kesehatan Natuna, semakin lama semakin tercium. Kadis kesehatan Natuna Ahmad Muktar, selaku orang yang bertanggung jawab dalam pengguna anggaran, belum dapat memberikan keterangan. Akhir-akhir ini sang kadis sering berangkat keluar kota untuk acara Dinas. Pada hal tunjangan pengguna anggaran, diterima Ahmad Muktar 10 juta/bulan. Ahmad Muktar pernah dijumpai wartawan Koran ini beserta rekannya, bahkan beberapa pertanyaan telah dituliskan di buku tamu, namun sang Kadis, anggap “sepele” . Ruangan serba mewah, bak orang no satu, dihiasi CCTV, baik di luar maupun dalam ruangan. Anehnya, kedatangan kedua kulitinta itu dianggap lawan. Bahkan Ahmad Muktar mempertanyakan Sepak terjang kedua wartawan, kepada salah satu LSM. Hal itu terungkap ketika Saya mengatakan, mau mengangkat lagi kasus di Dinas Kesehatan, dengan wajah sedikit kaget Ketua LSM inipun balik bertanya, “Pantas kemarin Kadis nanya aku, mengenai sepak terjang kalian berdua,” katanya. Selang beberapa waktu ketua LSM inipun Ahmad Muktar, tanpa menghiraukan wartawan di depannya. Menanggapi hal tersebut diatas, Ketua Gebuki (Gerakan Brantas korupsi) Kota Tanjung Pinang Kuncus Simatupang ikut ambil bagian. Dikatakannya, Jika benar ada indikasi “korupsi” di lingkungan Dinas Kesehatan, dengan cara “Mark-up” jumlah tenaga medis, tidak bisa dibiarkan. Apapun alasannya bau “busuk” ini harus disingkirkan. Oleh karena itu, sudah tugas aparat hukum untuk melakukan penyelidikan. Jika tidak, kita akan melaporkannya kepada aparat hukum ditingkat Provinsi. Ini bukan gertakan, katanya. Kuncus juga minta, data pendukung, untuk bekalnya melaporkan kepada pihak yang lebih tinggi, jika aparat hukum di daerah tidak merespon. Sesuai dengan UU Tipikor N0 31 tahun 1999. UU N0 20 tahun 2001 pasal 9, berbunyi Pegawai yang diberi tugas untuk menjalankan suatu jabatan, umum secara terus menerus, dengan segaja memalsukan buku atau data, khususnya dalam pemeriksaan administrasi dipidana paling singkat 1 tahun, paling lama 5 tahun denda paling sedikit Rp 50 juta, paling banyak Rp 250 juta. Pada edisi lalu. Sejak dimekarkan menjadi kabupaten Natuna, Pemerintah daerah berupaya membuat terobosan agar segala kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi. Ternyata niat baik itu kadang disalah artikan, serta dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu, untuk mencari keuntungan semata. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya jumlah dokter yang pantastis. Data diterima wartawan Koran ini, dari tahun 2008 jumlah tenaga medis (dokter) yang bertugas di Natuna sebanyak 50 orang, saat Anambas belum melakukan pemekaran. Setelah Anambas menjadi Kabupaten terpisah dari Natuna, jumlah tenaga Medis tidak ada perobahan, hal itu dikuatkan dalam data APBD Natuna. Kemudian tahun 2010 RSUD Natuna, berpisah manajemen dari Dinkes Natuna, meski telah pisah, jumlah dokter masih tetap 50 orang. Inilah yang jadi bahan pertanyaan bagi kita semua. Dari hasil penelusuran di lapangan, beberapa Kepala Puskesmas, ketika dimintai komentarnya, terkait jumlah Dokter bertugas di Puskesmas, mereka mengatakan, dalam aturannya tiga orang 1 dokter gigi, 2 dokter Umum. Ini sudah termasuk Kepala Puskesmas. Namun demikian bisa anda lihat, tidak semuanya Puskesmas mendapatkan kwota ini. Contoh mendasar, bapak bisa cek Puskesmas Pulau tiga hanya ada 2 dokter. Untuk petugas di Pustu atau polindes, kita tugaskan Perawat dan bidan. Jika disimak hasil konfirmasi dengan beberapa Kepala Puskesmas, membenarkan adanya indikasi Mark-up jumlah dokter di kabupaten Natuna. Jika 12 kecamatan dikali 3 dokter, jumlahnya baru 36 tenaga Medis, itupun kalau kwota terpenuhi, dari hasil ini, sudah jelas ada dokter “siluman” bekerja di Natuna, terima gaji dan insentive namun wujudnya tak nampak. Dari hasil investigasi dan penelusuran dilapangan, diprediksi “Ratusan juta menguap setiap bulannya” ke pundi-pundi oknum Dinas Kesehatan. Adapun alasannya, setiap dokter PTT, digaji Rp 1.750.000/ bulan ditambah uang insentive, tergantung daerah tugasnya. Sedangkan gaji, Rp 1.750.000 berlaku untuk gaji medis PTT, bukan medis pegawai. Sementara dokter pegawai ada bertugas dibeberapa Puskesmas. “Kalau dokter PTT segitu, tapi Pegawai sekitar Rp 1900.000, katanya lagi. Dari hasil temuan ini, ditambah data yang ada, sudah jelas adanya indikasi “Mark-up” jumlah dokter dilingkungan Pemkab Natuna. Oleh karenanya sudah waktunya dilakukan pembersihan dan pembenahan oleh Pemkab Natuna, terhadap pejabat “Korup’ dan di minta aparat hukum agar segera bertindak, supaya “pirus korupsi” tidak menyebar kepada yang lainnya. Menanggapi hal tersebut diatas, Ketua Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Chandra menegaskan akan segera menyelidiki kebenaran pemberitaan ini. Jika benar ada indikasi jumlah mark-up dokter di lingkungan Pemkab Natuna, Dirinya tidak segan-segan untuk melaporkan permasalahan ini kepada aparat hukum. “ Kita tidak main-main, jika terbukti akan kita lapor, jika perlu kita lapor ke Pusat ” kata Chan sedikit gerah. Ia mengatakan, Pemerintah selama ini sudah berusaha semaksimal mungkin, menganggarkan biaya tenaga Medis, agar masyarakat dapat pelayanan layak. Tapi masih ada oknum-oknum yang mau cari kesempatan demi mencari kekayaan. “Kita harap aparat hukum segera meresponnya. Saat ini Laskar Anti Korupsi Indonesia, masih menjajaki serta pengumpulan data, jika sudah palid akan kita laporkan,” tandasnya. >> ROY

Edisi 234 Tahun X I Tahun 13- 20 April 2011

Tangkap dan Penjarakan “Tukang Palak” di Dinkes Natuna
Chandra : Aparat Hukum Jangan Main Mata
Natuna,(MR) Belum dipanggilnya, Ahmad Muktar, bersama kroninya, oleh DPRD Natuna, terkait adanya pemotongan anggaran kegiatan diseluruh Puskesmas, diakibatkan Kadis Kesehatan belum ada di tempat. Dwitra Gunawan saat dijumpai (30/ 03), membenarkan belum ada pemanggilan terkadap Ahmad Muktar. “ Kemarin sudah mau kita panggil, Dia tidak ada ditempat sedang tugas luar ”. kata politisi muda itu. Info terbaru didapat wartawan Koran ini, ternyata “Pemotongan 25 persen” bukan hanya kegiatan di Puskesmas saja, di Dinkes sendiri juga dilakukan “Pemotongan”. Hal itu dikatakan salah satu PPTK kegiatan Dinkes, saat beberapa wartawan hendak konfirmasi soal besarnya anggaran kegiatan untuk publikasi. “Memang secara pakta, tidak ada bukti ada pemotongan” karena hasil Rp 50 juta kita tandatangani Rp 50 juta, namun dananya sampai tidak segitu. Kendati demikian jika ingin pembuktian secara nyata, kami PPTK siap diperiksa, soalnya, sebelum itu dilakukan, Ahmad Muktar telah memanggil PPTK untuk pemberitahukan adanya pemotongan 25 persen disetiap kegiatan. Jadi setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh Puskesmas maupun Dinas Kesehatan, dalam pembayaran dipotong langsung oleh bendahara. Jika mau diselidiki, harus dari bendahara sama PPTKnya paparnya. Panggil dulu bendahara Puskesmasnya, sama PPTK. Dari pengakuan itu barulah Bendahara Rutin dan kegitan Di Dinkes Natuna bersama Kadis di panggil. Sayangnya, meski sudah banyak saksi kunci, tentang pemotongan itu, Kadinkes Natuna Ahmad Muktar seakan tidak “berdosa” . Dalam penjelasannya terhadap Laskar Anti Korupsi Indonesia, Dirinya mengatakan siapa yang bilang ada pemotongan, itu tidak benar, kata Ahmad Muktar. Pada hal dalam sidak beberapa waktu lalu sudah ada pengakuan dari beberapa staf maupun petinggi Puskesmas terkait adanya “pemalakan” dana kegiatan di Puskesmas dilakukan oleh Dinas Kesehatan Natuna. UU Tipikor N0 31 tahun 1999, jo. UU N0 20 tahun 2001 pada pasal e mengatakan, Pegawai Negeri atau penyelenggara Negara, dengan maksud ingin menguntungkan Diri sendiri, atau orang lain, dengan cara melawan hukum, menyalah gunakan Jabatan, atau kekuasaan, Memaksa Seseorang memberikan sesuatu, membayar atau menerima pembayaran dengan Potongan, untuk mengerjakan sesuatu bagi dirinya sendiri, Dipidana, Penjara Seumur Hidup, paling singkat 4 tahun. Denda paling sedikit Rp 200 juta paling banyak 2 Milyar. Pertanyaannya, Apakah “pemalakan” yang terjadi di Dinkes Natuna, bukan melanggar Hukum?, Aparat diminta jangan “main mata” Pada edisi sebelumnya, Ketua Forum Kota turut angkat bicara. Ia mengatakan, jika benar ada pemotongan dilakukan oleh oknum Dinas kesehatan, diminta aparat hukum agar segera menyelidikinya. Soalnya pemberitaan dimedia telah santer, bahkan untuk memperkuat pemberitaan, beberapa wakil Rakyat telah melakukan Sidak di Puskesmas terdekat. Hasilnyapun telah didapat, adanya pemotongan setiap kegiatan dilakukan oleh oknum Dinas Kesehatan. Untuk itu Dia berharap agar aparat hukum segera turun tangan, jika terbukti tolong diproses secara hukum yang berlaku. Wan Sofian juga meminta, perombakan total di Dinkes Natuna. “Dinas Kesehatan perlu dirombak total, sampai ke bendahara”. Sebab kalau dibiarkan, akan semakin meraja lela. Selain itu, Kadis Kesehatan diminta orang yang mengerti kedokteran, sehingga Dia bisa memahami permasalahan disekelilingnya. Ia mengatakan, Pemerintah Natuna bersama DPRD, sudah berusaha menganggarkan sebagian besar, APBD Natuna, untuk Dinas Kesehatan, namun masih banyak masyarakat yang mengeluh terkait kosongnya obat-obatan tertentu di rumah sakit. Sehingga harus merogoh kocek membeli di luar. Hal inilah yang perlu kita perhatikan bersama. Oleh karenanya, kita minta agar dilakukan perombakan di Dinkes Natuna. Kepala Dinas Kesehatan Natuna, Ahmad Muktar, belum dapat dijumpai terkait pemberitaan ini, Sayangnya, sang Kadis telah melakukan bantahan disalah satu harian lokal.” Tidak benar ada pemotongan dilakukan oleh Dinas Kesehatan setiap kegiatan Puskesmas”. Pakta dilapangan Sidak sudah dilakukan dan telah dibenarkan oleh pejabat Puskesmas, kecuali peruntukan, mereka tidak tahu. Defi salah satu juru banyar Dinkes Natuna, ketika dihubungi melalui telepon selulernya, tidak ada jawaban. Bahkan wartawan Koran ini mencoba menghubungi melalui pesan singkat, namun hasilnya nihil. Hingga berita kedua ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari Kadis Kesehatan. Terkait Pemberitaan Media Rakyat, sejumlah Dewan pun

Investigasi

11

geram. Tepatnya senin (07/03) lintas komisi langsung melakukan sidak mendadak kesejumlah Puskesmas. Dwitra Gunawan, Nuzur ST beserta rekannya Baharuddin dari komisi I, mempertanyakan langsung kepada petinggi Puskesmas terkait pemberitaan MR soal adanya “sunat-menyunat” anggaran dilakukan Dinas Kesehatan serta uang tersebut untuk jatah Dewan?. Mendapat pertanyaan itu, Kepala Puskesmaspun angkat bicara. Dikatakannya, memang ada pemotongan anggaran dilakukan Dinas Kesehatan Natuna, namun peruntukannya kami tidak tau. Mengenai isu untuk jatah Dewan, kami tidak tau itu. Soalnya yang mengurus anggaran kegiatan staf saya, paparnya. Kami juga mau minta tolong kepada Bapak, kiranya dana jamkesda dapat dikucurkan segera, kalau tahun

lalu diberikan akhir tahun, sehingga jadi kendala bagi kami untuk bekerja maksimal. Hal senada juga dikatakan petinggi Puskesmas lainnya, meski melaui telepon genggamnya, ia menyatakan ada pemotongan dana kegiatan di Puskesmas sebanyak 25 persen. Kami pun tak tau peruntukannya untuk apa, katanya. Mewakili lintas komisi Nuzur ST, saat dikomfirmasi usai melakukan sidak, kepada MR menyatakan, kita sangat menyayangkan sipat terjang Kadis Kesehatan. Apalagi isu pemotongan itu jatah untuk Dewan. Terus terang kami kecewa. Selama ini, Dewan tidak pernah minta jatah. Bahkan anggaran Dinas Kesehatan dan Pendidikan tidak di potong, sebab itu untuk kepentingan masyarakat umum. Oleh karena itu, kita akan panggil Kadis Kesehatan Ahmad Muktar

beserta PPTK dan Bendahara pengeluran untuk mempertanggung jawabkan dana yang telah dipotong olehnya. “ Kita akan segera hearing”. Dari pengakuan beberapa Dinas, biarlah aparat hukum yang menyelidikinya, papar Nuzur. Hasil pantauan dilapangan, jika setiap kegiatan puskesmas dilakukan pemotongan anggaran oleh Dinas kesehatan, sudah jelas ratusan juta rupiah “menguap” ke pundi-pundi oknum tukang “palak” Dinkes Natuna. Wajar saja staf golongan II dan baru 1 tahun jadi Bendahara dah memakai mobil (Ralat Bukan CR-V, melainkan X Trell). Untuk itu diminta kepada aparat hukum agar bekerja maksimal, untuk mengusut tukang “palak” di Dinkes Natuna hingga ke akarakarnya. Sebab jika dibiarkan, semakin hari akan semakin subur. >>ROY

12
Musrenbang RKPD SeDapil I Kecamatan Karawang Barat

Nusantara
Anton : “SAD sejak dulu hidup dihutan, Jadi kalau diusir dari hutan dimana mereka akan tinggal, dan rencana mereka yang ingin menetap, itu wajar karena lokasi hutan untuk mereka memenuhi kebutuhan sehari-hari untuk hidup telah semakin sempit, salah satunya sebagai akibat kedatangan Perusahaan-perusahaan perkebunan”
Tebo,(MR) Warga Suku Anak Dalam (SAD) yang bermukim di KM 40 Batang Sumay Kabupaten Tebo Provinsi jambi merasa terusik dengan adanya aparat keamanan yang bersenjata api dan karyawan PT. TMA (Tebo Multi Agro) yang berjumlah kurang lebih 30 orang, menangkap pekerja bangunan yang sedang bekerja membangun rumah milik warga SAD yang bernama Bujang Kabut. “Kamis lalu orang-orang yang berasal dari PT. TMA beserta aparat keamanan menangkap pekerja bangunan yang bekerja membangun rumah Bujang Kabut”. ujar Marbun warga Pemayungan Kecamatan Sumay yang berada dekat dengan lokasi pemukiman SAD. Ada dua orang yang ditangkap yakni Feri Sitinjak (28) dan Sihombing (45), Warga SAD yang melihatnya pun terkejut melihat puluhan Aparat Kepolisian lengkap dengan Senpi yang langsung menangkap dua orang tersebut dan tidak tahu selanjutnya mereka berdua dibawa kemana. Menurut Marbun, akibat ditangkapnya dua orang pekerja rumah milik warga SAD bernama Bujang Kabut itu, para warga SAD lainnya menjadi marah dan mencari para penangkap pekerja tersebut. Dan mereka memblokir jalan koridor secara besar-besaran, pemblokiran ini dilakukan untuk menuntut agar dua orang pekerja rumah itu dibebaskan dan menuntut pemukiman yang jelas untuk warga SAD. Kondisi ini cukup membuat banyak kalangan menjadi prihatin dan sebagian menyesalkannya, sebab, para SAD (Suku Anak Dalam) yang biasanya hidup secara nomaden (berpindah-pindah) saat ini telah mulai mengerti dan tertarik untuk hidup menetap, bersekolah, berkebun dan berusaha untuk meneruskan kehidupannya sebagaimana layaknya orang lain. Namun, disatu sisi mereka mengalami kendala yang cukup berat sebab lokasi yang mereka huni atau wilayah yang mereka akui sebagai tanah nenek moyangnya yang sudah ditempati sejak dulu disinyalir berbenturan dengan undang-undang kehutanan atau berada didalam kawasan hutan produksi (HP) dan diatas kawasan ini sesuai dengan undang-undang yang berlaku dilarang bagi siapapun untuk beraktifitas. Sebagaimana diungkapkan oleh salah seorang SAD bernama Bujang Kabut didampingi Anton pemerhati SAD yang merupakan anggota Laskar Merah Putih, bahwa sebelum penangkapan pekerja bangunan itu, memang sudah ada warning eksekusi yang diberikan pada Selasa (29/3). pihak yang berkompeten dalam hal ini diantaranya PT. Lestari Asri Jaya (LAJ) dan PT. Tebo Multi Agro (TMA) atau anak PT. Wira Karya Sakti (WKS), juga didampingi oleh pejabat dari Dinas Kehutanan Kabupaten Tebo dan aparat kepolisian di Tebo. Dalam usahanya untuk mengusir warga SAD di lokasi tersebut, pejabat Dishut membawa pula surat himbauan atas nama Bupati Tebo Drs. H. A. Madjid Mu’az, MM dengan Nomor 522/702/Dinhut/2010, yang intinya menghimbau kepada seluruh masyarakat di wilayah Kabupaten Tebo untuk tidak memasuki kawasan hutan lindung. “Kami telah didatangi sebanyak enam kali, dan yang terakhir meminta supaya kami segera pindah dan diberikan tempo selama satu minggu untuk membongkar bangunan,” kata Bujang Kabut sipemilik rumah. Dijelaskan oleh Bujang Kabut, Keberadaan bangunan

Tahun Edisi 234 Tahun X I 13- 20 April 2011

Eksekusi Perumahan Suku Anak Dalam

Menuai Pro dan Kontra

Karawang,(MR) Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) untuk tahun 2011 yang diadakan di kantor Kecamatan Karawang Barat Se-Daerah pemilihan (Dapil) I yang di ikuti oleh Kecamatan Karawang Barat, Kec. Karawang Timur, Kec.Teluk Jambe Barat, Kec.Teluk Jambe Timur, Kec.Tegal Waru, Kec.Pangkalan diantaranya Para Anggota Dewan, Para UPTD, Camat, Kepala Kelurahan, BPD, LPM, Tokoh Agama se wilayah dapil I hadir pula dari BAPPEDA, Badan Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan, Dinas Sosial dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Parawisata Kabupaten Karawang, Drs.Acep Jamhuri, M.Si. Dalam acara Musrenbang tersebut dibuka oleh Camat Kecamatan Karawang Barat, Abdillah Mawardi Nur yang sekaligus membacakan sambutan dari Bupati Karawang, H.Ade Swara, dalam sambutannyua mengatakan, bahwa berdasarkan permendagri no.54 Tahun 2010 Pelaksanaan Musrenbang kecamatan mengalami pergeseran makna dimana istilah kecamatan tidak merujuk pada tingkatan pemerintah melainkan dalam kontek koordinasi wilayah, oleh sebab itu pada tahun ini mulai ditetapkan musrenbang RKPD, gabungan antara Kecamatan. Camat juga mengatakan, Pendekatan penggabungan kecamatan dimaksud menggunakan pendekatan daerah pemilihan DPRD dengan maksud untuk lebih mensinergikan isu/masalah dan usulan program pembangunan di tingkat Desa dan kecamatan dengan proses penyerapan aspirasi DPRD (hasil Reses) sehingga diharapkan tercapai keserasian, kesamaan persepsi sejak tahapan musrenbang hingga pembahasan anggaran, katanya. Lebih lanjut kata camat, Selain itu pada saat pula tengah disusun kebijakan strategi lima tahunan atau disebut RPJMD Periode 2011-2015, adapun ringkasan umum rancangan awal RPJMD dimaksud sebagai berikut, Visi,” Karawang sejahtera berbasis pembangunan berkeadilan dilandasi iman dan takwa”. Yang diantaranya yakni untuk : Meningkatkan kualitas social, penguatan ekonomi daerah, meningkatkan pelayanan ketersediaan infrastruktur wilayah, meningkatkan kualitas tata kelola pemerintah, dan meningkatkan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup, ucapnya. Masih kata Camat, Dalam rangka pencapaian visi misi pembangunan jangka menengah dimaksud diperlukan langkah sistematis dan bertahap yang dijabarkan dalam rencana kerja pembangunan tahunan untuk iyu dihrapkan musrenbang kali ini juga dapat memberikan rekomendasi dan masukan kebijakan bagi penyempurnaan draft rancangan awal RPJMD, imbuhnya. Dalam akhir sambutan Bupati yang dibacakan Camat berharap, Kepada para camat agar mampu berperan dalam menyerap : Menganalisis dan memberikan bahan rekomendasi bagi kebijakan pembangunan daerah. Analisa dimaksud agar berdasarkan pada fakta permasalahan serta kebutuhn Riil di masyarakat sehingga diharapkan formulasi interfensi program dapat tepat sasaran dan mampu mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Karwang sesuai dengan visi dan misi yang kita sepakati bersama, harapnya. Ditempat terpisah Sekretaris kecamatan karawang barat, Hj.Wiwiek, mengharapkan, semoga melalui musrenbang ini bisa dijadikan persamaan persepsi, persamaan usulan dan rencana pembangunan jangka menengah daerah untuk pembangunan Tahun 2012. >> Komarudin

MENETAP : Bujang Kabut dua dari kanan, kepala suku, bersama beberapa anggota kelompoknya dan Anton dari Laskar Merah Putih (tengah), didepan bangunan rumah yang rencananya untuk tempat mereka tinggal dan menetap.

itu sendiri, baru dibangun sekitar 1,5 bulan terakhir, adapun lokasinya didekat jalan koridor. Itu menyusul dengan telah adanya keinginan untuk menetap dari kelompok mereka yang selama ini hidupnya pindah-pindah di wilayah hutan di Tebo ini. Keinginannya untuk menetap setelah melihat dan adanya keahlian yang didapat dari warga pendatang yang membuka lahan di wilayah itu. Menurut Bujang Kabut lagi, kelompoknya yang terdiri dari 25 Kepala Keluarga dan ratusan jiwa itu saat ini menginginkan kehidupan yang layak, “Kami menginginkan kehidupan yang layak seperti masyarakat diluar hutan, yang memiliki desa, ada sekolah dan fasilitas lain. Kami hanya ingin pemerintah memberikan lokasi yang pasti untuk kami,” kata Bujang Kabut. Namun dengan tindakan Perusahaan yang mengelola wilayah tersebut, SAD yang sudah sejak lama berada di sana terancam tidak memiliki lokasi untuk menetap. Memikirkan hal itu, SAD mengancam untuk melakukan demo ke perusahaan. Rencana Demo tersebut dibenarkan oleh Anton Ketua Laskar Merah Putih, Salah satu Ormas di Tebo yang diketahui sangat peduli dengan keberadaan SAD di Tebo. Dia mengatakan, kemarin ratusan warga

SAD telah memblokir jalan dan berniat mendatangi perusahaan. Namun rencana tersebut dapat dicegah oleh dia dengan mengatakan akan membantu permasalahan yang dialami oleh SAD. Menurut Anton, SAD sejak dulu hidup dihutan, Jadi kalau diusir dari hutan dimana mereka akan tinggal. Terkait dengan rencana SAD yang ingin menetap, itu dinilainya wajar karena lokasi hutan untuk mereka memenuhi kebutuhan sehari-hari untuk hidup telah semakin sempit, salah satunya dengan kedatangan Perusahaan-perusahaan tersebut. Anton juga menyayangkan keterlibatan oknum pejabat dan Polisi yang diduga malah membantu Perusahaan bukan melindungi SAD. Seharusnya menurut Anton, selaku pelaksana pemerintahan hendaknya lebih memperhatikan keinginan SAD itu. apalagi, lanjut Anton, dari sekian banyak SAD di Kabupaten Tebo baru sekitar 40 persen yang ditempatkan. “Sementara masih banyak kelompok yang lain, seperti kelompok pak Bujang Kabut ini yang belum jelas nasibnya”. Ungkap Anton. Anton juga mengatakan, bahwa sebelumnya pernah ada kesepakatan yang dibuat antara perusahaan dengan pemerintah dan diketahui oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tebo. Per-

janjian itu diantaranya menyebutkan bahwa perusahaan apapun yang mengelola hutan di Tebo tidak boleh menganggu sungai,sawah pemukiman warga dan lahan yang sudah dikelola oleh masyarakat. Sementara itu, Kepala Dinas kehutanan Kabupaten Tebo melalui Kabid Perlindungan Hutan Sumarjo,SH. ketika dikomfirmasi Media Rakyat menyebutkan dengan tegas bahwa yang melarang mereka (SAD) untuk mendirikan bangunan di lokasi itu bukan mereka (dishut) akan tetapi undang-undang yang menyatakan demikian, sebab, lokasi itu berada dalam kawasan HP. Perlu langkah bijak dalam menyelesaikan masalah ini, sebab, disatu sisi memang ada undang-undang yang mengatur tentang tidak adanya aktivitas dikawasan Hutan Produksi, namun, bagi SAD mereka telah lama tinggal didalam hutan, pengetahuan mereka masih sangat terbatas tentang undangundang, dan saat ini mereka ingin tinggal menetap disatu tempat dan tidak berpindahpindah lagi, ingin hidup seperti layaknya manusia biasa, hendaknya pemerintah mencari solusi bagi mereka yang tidak menyalahi undang-undang dan diharapkan dapat memberikan jaminan kehidupan yang layak bagi suku terasing ini, sebab, walau bagaimanapun mereka adalah manusia juga. >> HER

Diklat Akuntansi Bagi Pembina Koperasi

Walikota Tasik Resmikan Hasil Pembangunan
Pembangunan di Kecamatan Indihiang Mencapai 10 Milyar
mencapai 10 (sepuluh) MilIar Rupiah lebih. Syarif Hidayat menjelaskan dengan telah selesainya seluruh kegiatan pembangunan Tahun 2010 di wilayah Kecamatan Indihiang secara lancar, telah membuktikan betapa tingginya tingkat kesadaran warga masyarakat Indihiang pada khususnya dan masyarakat Kota Tasikmalaya pada umumnya terhadap pentingnya pembangunan bagi peningkatan kesejahteraan bersama. “Saya percaya, bahwa aparat pemerintah beserta seluruh komponen masyarakat di wilayah Kecamatan Indihiang tentunya senantiasa dapat memanfaatkan sebaik-baiknya seluruh hasil pembangunan ini serta memeliharanya agar fungsi dan manfaat dari hasil pembangunan tersebut dapat dirasakan oleh seluruh warga masyarakat dalam jangka waktu yang lebih lama,” harap Syarif. Sementara itu, Asisten Ekonomi Pembangunan Setda Kota Tasikmalaya Drs.Eddy Sumardi,M.ED dalam laporannya menyampaikan kegiatan pembangunan Tahun 2010 di Wil kecamatan Indihiang secara umum berjumlah 51 kegiatan dengan anggaran sebesar Rp.10.421.347.800,- (Sepuluh Milyar Empat Ratus Dua Puluh Satu Juta Tiga Ratus Empat Puluh Tujuh Ribu Delapan Ratus Rupiah). ke-51 kegiatan tersebut meliputi : Dua paket pekerjaan Pembangunan Ruang Kelas Baru SDN Sukamaju II dan rehab SMAN 2 sebesar Rp.364. 855.000,- satu paket pekerjaan Pembangunan Puskesmas Kelurahan Sirnagalih sebesar Rp.93.500.000,- pekerjaan RPH dan pasar hewan sebanyak 12 paket sebesar Rp. 6.021.966.000,- satu paket pekerjaan Peningkatan Saran dan Prasarana Pasar Indihiang sebesar Rp. 199.461.800,- satu paket pekerjaan Pembangunan Bangunan APPO sebesar Rp. 379.288.000,- satu paket Pengadaan Bak Pemeliharaan Ikan sebesar Rp. 164.725.000,satu paket pekerjaan Penataan Gedung Kantor di Komplek Perkantoran sebesar Rp. 224. 693.000,- satu paket pekerjaan Penataan Halaman Parkir Gedung Serbaguna Dewan sebesar Rp.95.902.000,- paket pekerjaan Peningkatan Jalan sebanyak tujuh belas paket pekerjaan sebesar Rp.1.194. 560.000,- paket pekerjaan Perbaikan dan Normalisasi Kota Tasikmalaya,(MR) Bertempat di Rumah Potong Hewan (RPH) Kelurahan Sukamaju Kaler Kecamatan Indihiang yang diresmikan penggunaannya pada Kamis (07/03), Walikota Tasikmalaya Drs. H.Syarif Hidayat,M.Si dalam sambutan peresmian hasil-hasil kegiatan pembangunan TA. 2010 se-Wilayah Kecamatan Indihiang menyampaikan secara keseluruhan kegiatan pembangunan fisik konstruksi di wilayah Kecamatan Indihiang Tahun Anggaran 2010 mencapai 51 kegiatan dengan biaya keseluruhan Irigasi sebanyak sepuluh paket pekerjaan sebesar Rp.1.142. 378.000,- paket pekerjaan Pembuatan Drainase sebanyak empat paket pekerjaan sebesar Rp.172.983.000,- satu paket pekerjaan Pembuatan MCK di Kampung Gunung Kuda sebesar Rp.24.795.000,- satu paket pekerjaan Pembuatan Tembok Penahan Tanah/Kirmir Kampung Nagrog-Kampung Koneng sebesar Rp.45.625.000,dan satu paket pekerjaan Pemasangan Listrik (IR/SRO Daya 450 VA Bagi Rumah Tangga Pra KS Tahap I sebesar Rp. 198.333.000.Selain peresmian hasil-hasil pembangunan juga dilaksanakan pemberian sembako untuk masyarakat tidak mampu sebanyak 30 paket, pelayanan KB Gratis dan penanaman pohon. Hadir dalam acara tersebut, Ketua DPRD Kota Tasikmalaya beserta jajarannya, Wakil Walikota Tasikmalaya Ir. H. Dede Sudrajat, MP, Unsur Forum Konsultasi Pimpinan Daerah, Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya Drs. H. Tio Indra Setiadi, Kepala BUMN/ BUMD se-Kota Tasikmalaya, Ketua Tim Penggerak PKK dan Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Tasikmalaya beserta jajarannya. >> iIn KaRtIwAn

Surabaya,(MR) Sejalan dengan semakin strategisnya peran koperasi dalam membangun ekonomi kerakyatan, maka yang perlu diperkuat adalah bagaimana membangun sistem keuangan koperasi, guna menyempurnakan sistem keuangan yang sudah ada dan telah dilaksanakan. Sistem keuangan koperasi merupakan salah satu subsistem dalam pembangunan koperasi secara umum agar koperasi mampu sebagai sokoguru dalam perekonomian nasional dan mendorong koperasi sejajar dengan badan usaha lain. Tentu saja, untuk membangun sistem keuangan koperasi yang sehat dan akuntabel, pengelola keuangan koperasi harus memahami administrasi pengelolaan keuangan termasuk dasar-dasar akuntansi. Berkaitan dengan hal tersebut, Badan Diklat Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan Diklat Akuntansi Tingkat Dasar bagi Pembina Koperasi di Tingkat Kecamatan. Diklat ini berlangsung mulai tanggal 20 s/d 26 Maret 2011, bertempat di Kampus Badan Diklat Provinsi Jawa Timur, Jl. Balongsari Tama Tandes Surabaya. Sebanyak 27 orang peserta yang berasal dari pembina koperasi di tingkat kecamatan dari kabupaten/kota seluruh Jawa Timur, terdiri dari 18 laki-laki dan 9 perempuan, mengikuti dengan serius setiap tahapan pembelajaran. Untuk menambah wawasan, para peserta mengikuti orientasi lapangan di Koperasi Simpan Pinjam Sendang Artha Mandiri Madiun. >> PRAY

Edisi 234 Tahun X I Tahun 13- 20 April 2011

Nusantara
Indramayu,(MR) Sebagai bahan untuk menyusun rencana pembangunan pada tahun 2012, maka disusunlah dokumen rencana pembangunan melalui suatu forum yakni musrenbang. Forum ini diharapkan dapat menghasilkan rumusan yang partisipatif dan konkrit untuk menyelesaikan sejumlah permasalahan yang dihadapi. Rabu (30/3) Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah membuka secara resmi forum itu dan dihadiri oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, kepala OPD, dan seluruh camat di Kabupaten Indramayu yang berlangsung di Aula Nyi Endang Dharma Universitas Wiralodra. Pada kesempatan itu Bupati Indramayu Hj.Anna Sophanah dalam sambutannya mengatakan, musrenbang merupakan forum komunikasi antar pelaku pembangunan dalam menyusun dan melaksanakan perencanaan pembangunan yang komprehensif, terintegrasi, dan terarah, untuk perbaikan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan amanat undang-undang dasar 1945. Perencanaan pada hakikatnya adalah upaya untuk mendayagunakan seluruh potensi dan kekuatan untuk mengatasi berbagai kelemahan dan ancaman dalam bentuk kebutuhan. Kemampuan untuk mendayagunakan seluruh potensi dan kekuatan mutlak dimiliki oleh seluruh komponen perencana di OPD, untuk kemudian dituangkan secara konseptual dalam suatu dokumen perencanaan yang disepakati sebagai pedoman dalam pelaksanaan pembangunan oleh seluruh unsur pemerintah dan komponen serta eksponen masyarakat. Selain itu, perencanaan pembangunan harus sistemis, dalam arti bahwa pembangunan apa pun bermuara pada pemenuhan kebutuhan manusia, sehingga seluruh bidang atau sektor pembangunan diarahkan bagi pemenuhan kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, seluruh sektor pembangunan harus terintegrasi dengan baik. Pembangunan yang terintegrasi tidak dapat dilakukan secara sporadis, tetapi harus sistematis, konseptual, dan tidak bersifat emosional, sehingga tahapan pembangunan dapat dilakukan dengan baik. “Pembangunan merupakan salah satu fungsi pemerintah. Tetapi dalam kepemerintahan yang baik dan modern, pemerintah hanya sebagai pengarah

13

DPRD Jember Tunda Kucuran Dana untuk Persid
Jember,(MR) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin (4/ 4), memutuskan untuk menunda pencairan dana senilai Rp 3 miliar untuk operasional tim sepak bola setempat, Persatuan Sepakbola Indonesia Djember (Persid). Menurut Ketua Komisi D DPRD Jember yang membidangi masalah pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan, Ayub Junaidi, penundaan dilakukan terkait keputusan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Alfian Mallarangeng yang meminta menghentikan aliran anggaran dari pemerintah untuk PSSI. “Selain pertimbangan tersebut, kami juga masih meminta pertanggungjawaban keuangan yang diterima Persid pada musim kompetisi tahun lalu,” kata Ayub. Ayud menambahkan, alokasi dana Rp 3 miliar untuk Persid sudah dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jember Tahun 2011. Dana sebanyak itu untuk keperluan operasional Persid mengikuti kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia yang diselenggarakan PSSI.”Sekarang ‘kan sedang terjadi kekisruhan di internal PSSI, kami khawatir terjadi kesalahan jika tetap mencairkan dana dari APBD untuk Persid,” ujar Ayub pula. Kepala Humas Persid Syahroni bisa memahami penundaan pencairan dana tersebut. “Tujuannya agar selaras dengan kebijakan pemerintah pusat. Setelah konflik PSSI selesai, dana yang kami butuhkan itu toh bisa cair,” paparnya. Ihwal pertanggungjawaban dana APBD, menurut Ayub, sedang dalam penyelesaian. Pada dalam musim kompetisi Divisi I tahun 2010 lalu, Persid menerima kucuran dana Rp 1,3 miliar. >> PRAYIT

Bupati Indramayu Buka Musrenbang 2011

Camat Prawoto Hadiri Muscab PUI Haurgeulis
Indramayu, (MR) Camat Haurgeulis, Drs. H. Prawoto, bersama tamu undangan lainnya menghadiri acara pembukaan Musyawarah Cabang (Muscab) PUI Haurgeulis Kabupaten Indramayu Jawa Barat, di aula gedung perguruan PUI setempat, Sabtu siang pekan lalu. Dalam pengarahannya Camat Prawoto mengatakan, kegiatan Muscab PUI ini diharapkan dapat mengahasilkan sosok pemimpin yang professional, sehingga bisa mensukseskan program kerja organisasi, baik dibidang pendidikan, ekonomi, kesehatan dan sosial budaya. “ Kami siap bekerjasama dengan siapa saja yang terpilih menjadi pemimpin PUI,” kata Prawoto kepada para peserta Muscab. Muscab PUI Kecamatan Haurgeulis, yang diikuti 40 orang peserta perwakilan dari Pengurus Ranting dan Lembaga Organisasi kemasyarakan yang bernaung dibawahnya, secara bersama-sama sepakat menetapkan bahwa, Sdr. Sudrajat, diangkat sebagai Ketua PUI Cabang Haurgeulis Periode 2011 – 2014 itu, terlihat meriah walaupun segala fasilitasnya cukup sederhana. Ketua PUI Cabang Haurgeulis, Sudrajat, dalam nota pengantarnya mengatakan, hendak bekerjasama dengan semua pihak dalam melaksanakan program kerja organisasi yang dipimpinnya, baik program kerja harian, mingguan, bulanan dan tahunan, sesuai dengan ketentuannya. “ Ikhlas beramal dan kebersamaan merupakan modal utama dalam mensukseskan program kerja organisasi,” ujarnya. >> Abdullah

dan fasilitator, sehingga sangat dibutuhkan keterlibatan masyarakat sejak awal perencanaan sampai pada pelaksanaan dan pengawasannya. Pembangunan yang dilaksanakan juga tidak lepas dari pengaruh nuansa lokal, sehingga kajian aspekaspek lokal yang ada tidak dapat dikesampingkan. Modernitas manajemen pembangunan bukan berarti harus meninggalkan nuansa tradisi lokal, tetapi hanyalah alat untuk memecah kebutuhan masalah lokal. Disinilah pentingnya kemampuan pemerintah untuk melakukan perencanaan pembangunan yang

dapat menyentuh seluruh kebutuhan masyarakat yang beragam dan tidak terlepas dari pengaruh aspek kehidupan lokal.” tegasnya. Bentuk partisipasi masyarakat dalam pembangunan pada tahap perencanaan adalah keterlibatan stakeholders dalam penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah. Menurut undang-undang nomor 25 tahun 2005 tentang sistem perencanaan pemba-

ngunan nasional, dokumen perencanaan daerah meliputi RPJPD, RPJMD, RKPD, serta Renstra dan Renja OPD. Musrenbang merupakan alat untuk menghasilkan dokumendokumen perencanaan pembangunan tersebut, sehingga kegiatan musrenbang ini menjadi sangat penting artinya karena akan menghasilkan dokumen RPJMD 2011-2015 dan RKPD tahun 2012. >> Abdullah

Ketua Dusun Langkap Harapkan Pemekaran
Lingga,(MR) Terkait dengan program Pemerintahan Kabupaten Lingga untuk membangun Kabupaten Lingga yang lebih baik, 1 April 2011 lalu “ Pak Dani Atan Ketua Dusun langkap mengungkapkan kepada wartawan, agar pemerintah secepatnya adakan pemekaran Desa di masing-masing wilayah, hal tersebut demi untuk meningkat kan perekonomian masyarakat pesisir. Dani Atan juga menegaskan, bahwa selama Ia menjabat sebagai Ketua Dusun Langkap dan melihat keseharian masyarakatnya yang mayoritasnya sebagai nelayan sangat mengkhawatirkan apa lagi ketika mendengar keluh kesah masyarakat di desanya. Kalau setiap Desa di masing-masing wilayah prekonomian nya sudah tertata dengan baik pasti SDM masyarakatnya akan lebih membaik. Saya juga Sering bertukar pemikiran sesama Ketua Dusun lain nya, ekonomi tentunya seiring dengan SDM masyarakat setempat dan hal tersebut sudah pasti tidak bisa dipisahkan lagi, pengaruh ekonomi masyarakat yang tidak mampu (miskin), pasti berpengaruh dengan pendidikan, baik pendidikan orang tua maupun anaknya yang sedang menjalani sekolah. Harapan saya muda-mudahan dengan adanya pemberitaan ini pemerintah lebih bisa memperhatikan nasib masyarakat pesisir dan harapan kami masyarakat dusun Langkap dan Masyarakat dusun lainnya agar pemerintah segera mengadakan pemekaran lagi, karena melihat jumlah penduduk yang semakin meningkat di setiap dusunnya, hal tersebutlah yang menjadi dusun Langkap dan Susun lain nya Layak Untuk Menjadi Desa, dan muda-mudahan dengan adanya pemekaran perekonomian masyarakat lebih baik. himbau Dani Atan Ketua Dusun Langkap. >> HR

Ceramah Tematik Gubernur Jawa Timur
Surabaya,(MR) Gubernur Jawa Timur Dr H. Soekarwo memberikan paparan dan ceramah tematik kepada peserta Diklat Kepemimpinan Tingkat II dan III di Badan Diklat Provinsi Jawa Timur Jl Balongsari Tama Surabaya pada jum’at lalu. Selama dua jam lebih Soekarwo memaparkan kondisi umum Jawa Timur saat ini, struktur perencanaan pembangunan, evaluasi kinerja, permasalahan yang sedang dihadapai dan strategi yang ditetapkan. Dikatakan Gubernur, kondisi umum Jawa Timur saat ini jumlah penduduknya 37.476. 011 orang dengan laju pertumbuhan penduduk 0,49 persen, sementara kepadatan pendudu 782/km2. Jawa Timur yang mempunyai pelabuhan besar di Tanjung Perak Surabaya merupakan pintu gerbang pergerakan barang dan jasa ke/ dari kawasan Indonesia Timur. Struktur perencanaan pembangunanannya Jawa Timur yang merupakan pusat agrobis terkemuka, mampu bersaing secara global yang berkelanjutan saat ini sedang menuju masyarakat Jawa Timur makmur tetapi beraklak dalam kerangka NKRI. Misinya “Mewujudkan makmur bersama wong cilik melalui APBD untuk rakyat ,”. Pembangunan

Camat Sukra Gelar Lelang Pangonan
Indramayu, (MR) Camat Sukra, Teguh Budiarso, bersama Jajaran Muspika dan Staf Kabag Otdes Setda Indramayu, melaksanakan lelang tanah eks. Pangonan di aula Kantor Pemerintah Desa Sukra Kecamatan Sukra Kabupaten Indramayu Jawa Barat, Kamis siang lalu. Dihadapan para peserta lelang, pamong desa dan Kuwu Warim, Ama.Pd. Ketua Panitia Lelang Pangonan, Teguh Budiarso, menjelaskan bahwa lelang tanah eks. Pangonan ini meliputi 2 desa yakni Sukra dan Sukra Wetan, yang hasil dari pelelangan disetorkan ke Kas Daerah, untuk dimanfaatkan bagi pembangunan daerah setempat sesuai dengan ketentuan yang ada. Pantauan MR menyebutkan, Desa Sukra memiliki tanah eks. Pangonan seluas 28 Hektare, yang berlokasi di Blok Saharjadin Desa Bogor, harga lelang tahun lalu Rp 107.700.000. dan tahun ini dalam proses lelang keluar sebagai pemenang Anisah seharga Rp 112.000.000. Sedangkan Desa Sukra Wetan memiliki tanah eks. Pangonan seluas 24 Hektare, yang terletak di Blok Saharjadin Desa Bogor, harga lelang tahun lalu Rp 84.000.000. dan tahun ini dalam proses lelang keluar sebagai pemenang Tamin seharga Rp 88.200.000. >> Mukromin

Jawa Timur antara lain memprioritaskan peningkatan akselebilitas dan kualitas pelayanan pendidikan. Selain itu juga peningkatan aksebilitas dan kualitas pelayanan kesehatan serta perluasan lapangan kerja, peningkatan efektifitas pengurangan kemiskinan. Ditekankan Gubernur, agar semua target pembangunan tercapai, perlukan adanya komitmen pada semua stakeholde melalui perannya masing-masing dalam merealisasikan strategi pepercepatan pencapain. Target Indikator kinerja utama Prpvinsi Jawa Timur pada 2011 diutamakan pada sektor kenyamanan berinvestasi, reformasi birokrasi terkait pelayanan perijinan. Kemudian target utamanya kebijakan fiskal yang berpihak kepada rakyat, khususnya pada pelayanan sosial dasar, pen-

didikan dan kesehatan. Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Prov Jawa Timur Drs Saiful Rachaman MM MP.d, mengatakan, Diklat kepemimpinan tingkat II angkatan 23 yang akan berlansung selama 10 minggu dikuti oleh 143 orang peserta terdisi dari laki-laki 122 orang dan perempuan 21 orang. Para peserta tersebut berasal dari istansi pusat, daerah dan istansi vertikal dari seluruh Indonesia. Para peserta terdiri dari lembaga pemerintah non Kementerian, Kementerian hukum dan ham 7 orang. Badan pengawas keuangan dan pembangunan 3 orang, Kementerian kejaksaan RI 10 orang dan BKKBN 1 orang. Diklat kepemimpinan ini mengambil tema “ Akselerasi sinergi istansi pemerintah dalam mewujudkan pembangunan berkeadilan,”. >> ADI

KH. Undang : DMI Tetap Konsisten Memakmurkan Mesjid dan Majelis Ta’lim

Olahraga Berperan Menanamkan Nilai-Nilai Kebersamaan
Garut,(MR) Olahraga telah menjadi bagian hidup manusia yang dapat memberi andil besar dalam peletakan dasar pembangunan kualitas sumber daya manusia dan kualitas hidupnya. Olahraga juga berkontribusi dalam pembangunan individu dan masyarakat yang cerdas, sehat, terampil, tangguh, kompetitif, sejahtera dan bermartabat. Hal tersebut mengandung makna bahwa kedudukan olahraga amat penting dan strategis dalam posisinya, karena memiliki kompetensi yang tinggi dalam mempengaruhi keberhasilan pembangunan sector lainnya terutama yang berkaitan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kehidupan masyarakatnya. Di tengah keprihatinan bangsa Indonesia yang menghadapi kerisis di berbagai aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, terutama yang menyangkut moral, kegiatan olahraga menjadi salah satu solusi alternatif yang sangat penting dan menentukan dalam kerangka membangun opini publik bagi peletakan sendi-sendi dasar dan sistem pencerahan masyarakat dalam arti yang sangat luas. Olahraga sebagai suatu kekuatan pembentukan kebugaran jasmani dan karakter manusia mengandung nilai strategi untuk membentuk keunggulan daya saing dan ketahanan nasional suatu bangsa. Dengan olahraga kita bangun sportivitas yang tinggi, kerja sama dan semangat dan prestasi guna memperkokoh persatuan dan kesatuan Indonesia. Melalui pembangunan dan pengembangan olahraga tidak saja dapat mengangkat harkat dan martabat bangsa melalui pergaulan internasional, melainkan juga sebagai salah satu media yang dapat menggerakan ekonomi kerakyatan serta industri olahraga, menanamkan nilai kebersamaan, jati diri dan perdamaian antar bangsa sebagai perwujudan “Nation And Character Building”. Demikian sambutan Wakil Bupati Garut R.Diki Chandra Negara pada pembukaan acara lomba senam jum’at Bersih dan Sehat (JUMSIHAT) antar unit KORPRI Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) dan Kecamatan se-Kabupaten Garut di gedung KORPRI.Hadir sekretaris KORPRI Kabupaten Garut Drs.M.Rahmat,M.Si, Direktur PT (persero) ASKES Kabupaten Garut H.Wawan Nawawi,M.Hp,MM. Dalam laporannya Ketua Badan Pembina Olahraga (BAPOR) KORPRI Totong,Pd,M.Si, menjelaskan di selenggarakan dalam rangka rangkayan memperingati hari jadi Garut ke-199 bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi dan menjalin komunikasi yang efektif dan terarah khususnya antar sesama anggota KORPRI di Kabupaten Garut, sebagai media untuk memupuk, memelihara dan menggalang persatuan, serta persaudaraan ; menumbuhkembangkan kesadaran tentang pentingnya kebugaran dan kesehatan guna mendukung terwujudnya sumber daya manusia yang berkualitas serta memasyarakatkan olahraga khususnya senam JUMSIHAT kepada masyarakat Kab.Garut. Perlombaan diikuti 29 tim dari SOPD dan kecamatan. Menurut sekretaris KORPRI Kabupaten Garut Drs.M.Rahmat,M.Si dan Direktur PT (persero) ASKES Kabupaten Garut H.Wawan Nawawi,M.Hp.,MM. Peserta yang berhasil menjadi juara, akan menjadi wakil Kabupaten Garut untuk mengikuti kegiatan serupa di tingkat priangan yang akan di laksanakan di Kota Tasikmalaya. >> Undang/Ali

Kota Tasikmalaya,(MR) KH.Undang Ishak Abdullah Ketua Dewan Mesjid Indonesia (DMI) Kota Tasikmalaya menegaskan konsistensi DMI untuk memakmurkan mesjid dan memajukan majelis ta’lim di wilayah Kota Tasikmalaya dalam rapat kerja DMI yang mengambil tempat di Hotel Mandalawangi Kota Tasikmalaya, Kamis (31/ 3). Dihadapan pengurus dan anggota DMI, KH. Undang mengungkapkan perasaan bangganya, pasalnya raker DMI kali ini turut dihadiri oleh Wakil Walikota Tasikmalaya Ir. H. Dede Sudrajat, MP yang mewakili Pemerintah Kota Tasikmalaya, Tokoh Masyarakat serta Ketua BKMM Kota Tasikmalaya Hj. Titi Mutiara, S.Ag. Pada kesempatan yang sama Wakil Walikota Tasikmalaya menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Raker DMI tersebut. Menurutnya kegiatan semacam ini harus rutin dilaksanakan untuk lebih mempererat jalinan ukuwah dan silaturahmi antara Pemerintah dan komponen masyarakat Kota Tasikmalaya. Pemerintah Kota Tasikmalaya mencanangkan tahun 2011 sebagai tahun peningkatan derajat kesehatan yang seyogyanya mampu didukung oleh seluruh komponen masyarakat Kota Tasikmalaya yang relegius Islam dan mengharapkan peran pengurus dan anggota DMI untuk bisa menyampaikan kembali informasi terkait upaya-upaya peningkatan derajat kesehatan antara lain melaui kegiatan dakwah dan majelis ta’lim, tambahnya. >> DeDe.R/Widayanti

Nusantara Pecandu Narkoba, Bukan Kriminal
14
Selesai melaksanakan sholat Zhuhur, Lelaki setengah baya itu, bergegas menuju ruang kerjanya, Rabu pekan lalu. Ketua Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Anti Narkotika (DPC-Granat) Natuna itu, kembali menyelesaikan pekerjaan diatas mejanya. Sambil mengutak-atik komputer jinjing (laptop) diatas meja, Harmidi membuka akses dunia maya, Seperti biasa Ia, mencari undang-undang terbaru tentang narkoba (narkotika, alkohol dan obat-obat berbahaya) atau napza (narkotika, psikotropika dan zat adiktif). Pengguna narkoba, cendrung berhalusinasi, ketagihan dan efek psikologi lain. Cara penggunaanpun bermacam-macam, ada melalui suntikan, makan, hisap atau hirup. Yang pasti, penggunaan Narkoba sangat merugikan kesehatan mental dan fisik manusia. Meskipun beberapa jenis obat digunakan oleh dunia kedokteran, namun hanya untuk pasien-pasien tertentu, bukan secara umum. Oleh Karena itu, penyalahgunaan narkoba dapat menimbulkan depresi, karena kecaman keluarga, teman dan masyarakat atau kegagalan mencoba berhenti memakainya. Namun orang normal yang mengalami depresi dapat menjadi pemakai narkoba, karena mereka berpikir bahwa barang haram itu bisa mengatasi masalah, padahal tidak benar. “Kita sangat prihatin dengan para pecandu narkoba,” kata Harmidi. “Jika mereka ketahuan memakai, sebaiknya direhabilitasi bukan dikriminalisasikan,”. Soalnya, Indonesia telah memiliki Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Yang tertulis, para pecandu narkotika bukan sebagai pelaku kriminal, tapi penderita yang harus direhabilitasi. Mereka adalah korban ketergantungan barang-barang haram,oleh orang yang tidak bertanggung jawab.Mereka perlu disembuhkan bukan dihukum. “Kita berharap para pecandu di Natuna tertangkap oleh aparat hukum segera direhabilitasi, terkecuali Bandar Narkoba,” saran Harmidi. “Bandar perlu dihukum penjara, karena telah lingkungan keluarga, sekolah, pekerjaan (BNN) pada 2009 diperoleh angka 1,5 dan masyarakat. persen dari kelompok beresiko tinggi Selama ini, keberadaan panti rehabimenyalahgunakan narkoba. Tingginya litasi dinilai cukup membantu anak-anak angka penyalahgunaan disebabkan jalanan untuk membawa mereka keluar keterlibatan masyarakat dalam Program dari persoalan menghimpitnya. Khusus Pencegahan dan Pemberantasan Penyabagi mereka yang menjadi pengguna lahgunaan Peredaran Gelap Narkoba narkoba, panti sosial di banyak tempat (P4GN) belum maksimal. Sehingga telah melakukan banyak penanganan diperlukan upaya-upaya intensif dalam secara langsung dalam membantu anakmengajak komponen masyarakat dalam anak agar berhenti menjadi pecandu. program tersebut. Apa Yang Harus Dilakukan Bila Anak Undang Undang Narkotika Nomor Terlibat Narkoba 35 Tahun 2009 mengamanatkan bahwa Ketua DPC Granat Natuna Ketika diketahu anak menggunakan peran serta masyarakat sebagi subjek H Harmidi narkoba, sebagai orang tua harus dan objek dalam P4GN perlu ditingkatkan secara struktural dan fungsional, antara lain dengan bersikap tenang, objektif dan kendalikan emosi. Secara dilaksanakan beberapa pertemuan tingkat nasional guna sportif dan sadar serta tidak menimpakan seluruh menyamakan visi, misi dan persepsi, khusus pada kesalahan pada sang anak. Penyalahgunaan narkoba Program Pencegahan dan Rehabilitasi Penyalahguna biasanya merupakan gejala dari masalah yang sudah berakar atau lama. Untuk itu perlu diselidiki dan diatasi Narkoba. Sehingga BNN, melalui Deputi Rehabilitasi secara kekeluargaan. Cari bantuan seorang professional, menyelenggarakan rapat kerja Sinkronisasi dan dokter keluarga atau konselor terlatih, apabila sulit Sosialisasi Program Direktorat Penguatan Lembaga mengendalikan diri. Jika anak sudah terjerumus kedalam penyalahgunaan Rehabilitasi Komponen Masyarakat di Jakarta pada 23 sampai 25 maret 2011. Yang diikuti oleh komponen narkoba, sebaiknya tidak disembunyikan, karena akan masyarakat dalam rangka memberikan pemahaman menyebabkan sang anak semakin menderita. Jujur kepada Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) dalam terhadap diri sendiri dengan mengakui kesalahan, dan upaya menyelamatkan bangsa dari dampak buruk orang tua jangan merasa benar sendiri. Saling penyalahgunaan narkoba. memaafkan untuk setiap kesalahan sikap, kata-kata dan Deputi Bidang Rehabilitasi BNN Dr Kusman perbuatan dimasa lalu yang menyakitkan. Ajak anak Suriakusumah SpKJ, MPH mengatakan, bahwa peran berobat atau ke panati-panti rehabilitasi. Jangan merasa komponen masyarakat dalam P4GN sungguh sangat aib, jika anak atau keluarga menyalahgunakan narkoba, besar. Karena korban penyalahgunaan narkoba yang sebab siapapun dapat tekena hal serupa. meninggal sia-sia sebanyak 40 orang perhari diseluruh Bahaya dan Efek Ditimbulkan Narkoba Indonesia. Jadi diperlukan kerjasama dengan komponen Beberapa efek samping penyalahgunaan narkoba masyarakat, guna memberikan informasi ke BNN, agar pada organ tubuh, seperti dikutip NID (National Institute para korban dapat diselamatkan jiwanya melalui On Drug Abuse) dalam situsnya menulis, bahwa program rehabilitasi. pengguna narkoba mudah mendapat penyakit HIV/ AIDS dan beberapa penyakit lain, berikut kesimpulannya : <>. Penyalahgunaan Narkoba tidak hanya melemahkan sistem kekebalan tubuh seseorang, tetapi juga kerap melakukan berbagai perilaku berbahaya, seperti pemakaian jarum suntik secara bergantian, dan perilaku seks bebas. Kombinasi keduanya sangat berpotensi meningkatkan resiko tertular penyakit HIV/AIDS, hepatitis, dan beragam penyakit infeksi lain. Perilaku berbahaya tersebut biasanya berlaku bagi pengguna narkoba jenis heroin, kokain, steroid dan methamphetamin. <>. Para peneliti telah menemukan semacam korelasi antara penyalahgunaan Narkoba (dalam berbagai Akibat Penyalahgunaan Narkoba Jenis Ekstasi Pecandu sedang menghirup kokain frekuensi penggunaan) dengan kerusakan fungsi jantung, mulai dari Secara struktural BNN bekerja sama dengan detak jantung abnormal sampai dengan serangan merusak para generasi Indonesia, khususnya generasi Kementerian Kesehatan dan Kementerian Sosial dalam jantung. Penyuntikan zat-zat psikotropika dapat muda Natuna,” katanya lagi. Hal senada diucapkan Pusat Informasi Masyarakat upaya merehabilitas korban penyalahguna narkoba. menyebabkan kolapsnya saluran vena, serta beresiko Anti Narkoba Sumatera Utara (Pimansu). Disalah satu Sinergi tripatriat ini di sinkronisasi dalam bentuk masuknya bakteri lewat pembuluh darah dan klep situsnya, mereka meminta Pemerintah Provinsi Sumatera penintegrasian program kerja sesuai domain masing jantung. Beberapa jenis Narkoba dapat merusak kinerja sistem jantung antara lain, kokain, heroin, inhalan, Utara segera membangun rumah rehabilitasi korban masing kementerian di bidang rehabilitasi. Dalam rapat kerja Direktorat Kesehatan Jiwa ketamin, LSD, mariyuana, MDMA, methamphetamine, narkoba, mengingat tiap tahunnya angka korban terus mengalami peningkatan draktis . “Sudah saatnya Masyarakat Kementerian Kesehatan Dokter Hebert SpKj nikotin, PCP dan steroid. <>. Penyalahgunaan narkoba dapat menyebabkan pemerintah provinsi melaksanakan program ini. dan Kasubdit Kelembagaan Perlindungan dan Advokasi Mengingat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009, Napza Kementerian Sosial Dokterandus Agus Hisbullah beragam permasalahan sistem pernapasan. Merokok yang dikuatkan dengan surat edaran Mahkamah Agung M.SI memaparkan tentang best practice masing-masing misalnya, sudah terbukti merupakan penyebab penyakit Nomor 4 Tahun 2010, menetapkan hukuman rehabilitasi Kementerian dalam upaya menyelamatkan anak bangsa bronkhitis, emphysema dan kanker paru-paru. Begitu pula dengan menghisap mariyuana (ganja), bisa bagi pecandu narkoba di Indonesia,” kata Direktur dari dampak buruk penyalahgunaan narkoba. Dosen Fakultas Psikologi Universitas Indonesia membawa dampak lebih parah lagi. Penggunaan Pimansu Zulkarnain Nasution. Pasca dikeluarkannya putusan ini, katanya, dengan Dokteranda Tri Iswardani Psi, M.Si lebih menfokuskan sejumlah zat psikotropika dapat mengakibatkan lambatsendirinya menggugurkan Undang-Undang Nomor 22 dalam meningkatkan peran Lembaga Rehabilitasi Milik nya pernapasan, menghalangi udara segar memasuki Tahun 1999 tentang pengguna narkoba adalah pelaku Masyarakat sebagai mitra kerja BNN (Badan Narkotika paru-paru yang lebih buruk dari gejala asma. <>. Dari efek merugikan ditimbulkan, beberapa kejahatan, dan divonis secara kriminal, serta dijebloskan Nasional)/ BNP (Badan Narkotika Provinsi) dan BNK kedalam penjara. “Kalau sebelumnya pelaku narkoba (Badan Narkotika Kabupaten atau Kota) dalam kasus penyalahgunaan narkoba diketahui menyebabkan mual dan muntah beberapa saat setelah dikonsumsi. divonis penjara, dengan undang-undang baru tadi, maka penanganan korban penyalahguna narkoba. pelaku cukup direhabilitasi,” sarannya. “Sesuai jumlah Peranan Rehabilitasi Sosial bagi Anak-anak Korban Penggunaan kokain dapat mengakibatkan nyeri pada Narkoba lambung. vonis dijatuhkan dalam amar putusan”. Penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba bukan <>. Penggunaan steroid pada masa kecil dan masa Sedangkan untuk Sumatera Utara sendiri, hanya memiliki rumah rehabilitasi medis dan sosial. Artinya hanya terjadi di kalangan remaja, baik di lingkungan remaja, menghasilkan hormon seksual melebihi tingkat tidak ada yang langsung dikelola pemerintah provinsi, sekolah maupun kampus. Peredaran kerap terjadi di wajar, dan mengakibatkan pertumbuhan tulang terhenti serta jumlahnya sangat sedikit. Jadi, kata Zulkarnain, lingkungan anak-anak jalanan. Selama ini, narkoba lebih cepat dibanding saat normal. Sehingga tinggi badan banyak dimanfaatkan oleh mereka yang kebetulan tidak maksimal, bahkan cenderung pendek. Beberapa “Pembangunan rumah rehabilitasi sangat mendesak,”. Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Gories berprofesi sebagai pengamen di bus-bus atau jalanan. jenis narkoba dapat mengakibatkan kejang otot hebat, Mere membenarkan, bahwa para pecandu narkoba tidak Kedekatan narkoba dengan anak-anak jalanan sudah bahkan bisa berlanjut pada kelumpuhan. <>. Beberapa jenis narkoba dapat memicu kerusakan akan dikriminalkan, melainkan menjalani rehabilitasi menjadi satu komponen tidak bisa terpisah. Sosok anak jalanan selama ini kerap menghiasi sisi ginjal, bahkan menyebabkan gagal ginjal, baik secara medis dan sosial. Dia menegaskan pernyataan itu pada sambutan peringatan Hari Anti Narkotika Internasional jalan kota-kota besar, dinilai banyak pihak merupakan langsung maupun tidak langsung, akibat kenaikan (HANI) yang berlangsung di lapangan silang Monas, kumpulan anak-anak sangat rentan terhadap temperatur tubuh pada tingkat membahayakan sampai penyalahgunaan narkoba. Kondisi itu perlu segera terhenti kinerja otot tubuh. Jakarta Pusat dipertengahan tahun lalu. <>. Semua perilaku penyalahgunaan narkoba Menurut Goris, Indonesia telah memiliki Undang- diambil tindakan, agar permasalahan narkoba disemua Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika yang aspek kehidupan dapat segera diatasi. Selain mendorong otak untuk memproduksi efek euforis. memandang pecandu bukan sebagai pelaku kriminal tapi berpengaruh pada fisik dan psikis pengguna, narkoba Bagaimanapun beberapa jenis psikotropika memberikan penderita. “Bagi pecandu, terapi dan rehabilitasi adalah juga berdampak pada kehidupan sosial ekonomi, dampak sangat negatif pada otak seperti stroke, dan kerusakan otak secara meluas dapat melumpuhkan segala langkah terbaik,” katanya. “Ketergantungan merupakan individu, keluarga, masyarakat bahkan negara. Upaya pencegahan dan pengendalian peredaran aspek kehidupan pecandu. Perubahan fungsi otak pengpenyakit harus disembuhkan bukan dihukum”. Menyikapi berlakunya aturan, bahwa pecandu narkoba telah dilakukan, baik oleh pemerintah, swasta gunaan, sehingga menimbulkan permasalahan ingatan, narkoba harus dirawat dan tidak boleh dipenjara, maupun masyarakat. Norma sosial berlaku di sebagian permasalahan konsentrasi, serta ketidakmampuan dalam Mahkamah Agung pada Rabu 7 April 2010 telah masyarakat untuk menghindarinya. Ajaran-ajaran agama pengambilan keputusan. <>. Penyalahgunaan memberikan surat edaran kepada semua hakim untuk pun melarang umatnya menggunakan zat-zat yang tidak memasukkan pecandu ke dalam penjara, namun memabukkan, cukup jelas diketahui masyarakat. narkoba sudah sampai Kenyataan, penyalahgunaan narkoba dari waktu ke pada level kronis dapat menjalani perawatan. mengakibatkan perubahan Sementara catatan BNN, sebanyak 11 pecandu telah waktu terus meningkat. Departemen Sosial sebagai instansi yang melak- jangka panjang dalam seldivonis hakim untuk menjalani perawatan. Dari jumlah itu, BNN menangani langsung tujuh pecandu, sedangkan sanakan pembangunan bidang kesejahteraan sosial, jauh sel otak, yang mendorong Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Departemen sebelum terbit Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1997 terjadinya paranoid, depretelah menggariskan kebijaksanaan di bidang rehabilitasi si, agresi dan halusinasi. Kesehatan Jakarta, merawat empat pecandu. <>. Penyalahgunaan Pecandu terakhir yang dirawat BNN berdasarkan sosial bagi korban penyalahgunaan narkoba. Mencermati putusan hakim adalah RF alias R seorang mahasiswa semakin meluasnya permasalahan penyalahgunaan, narkoba dapat menggangasal Bekasi, Jawa Barat yang dijatuhi hukuman 1,6 tahun Departemen membentuk Unit Rehabilitasi Sosial bagi gu produksi hormon tubuh secara normal, yang menguntuk perawatan medis. RF pada 7 Juni 2010 langsung remaja korban narkoba. Adapun nama-nama panti rehabilitasi tersebut adalah akibatkan kerusakan tidak dibawa ke Unit Rehabilitasi dan Therapi BNN di Lido, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Setelah menerima Wisma Khusnul Khotimah di Serpong, PSPP Galuh dapat dipulihkan kembali. penyerahan dari jaksa penuntut umum. BNN juga Pakuan di Bogor, PSPP Insyaf di Medan dan PSPP Semua perusakan ini meliputi kemandulan dan menjamin, semua biaya termasuk penjemputan pecandu Binangkalit (putrid) di Lembang Bandung. Tujuan berdiri diantaranya untuk memberikan penyusutan testikel pada narkoba ditanggung negara dan tidak dibebankan kepada pelayanan atau pertolongan kepada korban narkoba, pria, sebagaimana juga keluarga mereka. terutama anak-anak dan remaja. Sehingga mereka efek maskulinisasi terjadi Peran Masyarakat tangani Korban Narkoba Narkoba berdasarkan penelitian Lembaga Litbang mampu menjauhkan diri dari penyalahgunaan barang- pada wanita. Ø. Merokok nikotin Universitas Indonesia dan Badan Narkotika Nasional barang terlarang dan menjalankan fungsi sosial di dalam

Tahun Edisi 234 Tahun X I 13- 20 April 2011

Undang-Undang 35/2009 tentang narkotika tertulis, pecandu bukan pelaku kriminal, tapi korban yang harus direhabilitasi. Jadi, kata Ketua Granat Natuna Harmidi, “Ketergantungan Narkoba perlu disembuhkan bukan dihukum”
adalah penyebab kanker paling mungkin dicegah Amerika Serikat. Aktifitas merokok biasa dihubungkan dengan penyakit kanker mulut, leher, lambung, dan paruparu. Merokok mariyuana bisa mengakibatkan masuknya bakteri karsinogen ke dalam paru-paru, hingga merubah fungsi paru-paru di tahap pra-kanker. Ø. Efek keseluruhan akibat ketergantungan narkoba terhadap kesehatan janin memang tidak diketahui, namun beberapa studi menunjukkan bahwa penyalahgunaan narkoba dapat menyebabkan kelahiran prematur, keguguran, penurunan berat bayi, serta berbagai permasalahan perilaku maupun kognitif pada bayi di kemudian hari. Sebagai tambahan dari berbagai penjelasan tentang penyakit ditimbulkan penyalahgunaan narkoba perlu diketahui, bahwa semua jenis narkoba memiliki potensi merubah fungsi tubuh secara keseluruhan. Termasuk diantaranya perubahan selera makan dan peningkatan suhu tubuh secara dramatis yang bisa melumpuhkan kesehatan dalam waktu singkat. Tidak cukup sampai disitu, zat psikotropika berpotensi menimbulkan kelelahan berkepanjangan, mengombang-ambingkan perasaan, kepenatan mendalam, perubahan selera makan, nyeri pada otot dan tulang, hilang ingatan, diare, keringat dingin dan muntah-muntah. Ciri-ciri Pengguna Narkoba Efek narkotika tergantung kepada dosis pemakaian, cara pemakaian, pemakaian sebelumnya dan harapan pengguna. Selain kegunaan medis untuk mengobati nyeri, batuk dan diare akut, narkotika menghasilkan perasaan “lebih membaik” yang dikenal dengan eforia. Efek ini dapat mengakibatkan ketergantungan. Tanda tanda fisik dapat dilihat dari pengguna : mata merah, mulut kering, bibir bewarna kecoklatan, perilaku tidak wajar, bicara kacau dan daya ingatan menurun. Tanda-tanda dini anak menggunakan narkoba : anak menjadi pemurung dan penyendiri, wajah anak pucat dan kuyu, terdapat bau aneh yang tidak biasa di kamar anak, mata berair dan tangan gemetar, nafas tersengal dan susuh tidur, badan lesu dan selalu gelisah, anak menjadi mudah tersinggung, marah dan suka menantang orang tua. Ciri umum anak pengguna narkoba : merokok pada usia remaja, cenderung menarik diri dari acara keluarga dan lebih senang mengurung dikamar, bergaul dengan teman hingga larut malam, bahkan jarang pulang kerumah, sering bersenang-senang di pesta, diskotek maupun kumpul di mall, mudah tersinggung, egois, dan tidak mau diusik oleh orang tua atau keluarga. Menghindar dari tanggung jawab, malas menyelesaikan tugas rutin dirumah, prestasi belajar menurun, sering bolos atau terlambat sekolah, perilaku mulai menyimpang, seperti kenakalan remaja, mencuri, pergaulan seks bebas dan berkelompok dengan teman suka mabukmabukan. Dampak tidak langsung dan langsung penyalahgunaan narkoba jelas sangat-sangat merugikan kesehatan, ekonomi dan sebagainya. JIka dijabarkan dampak tidak langsung pengguna narkoba adalah banyak uang dibutuhkan untuk penyembuhan dan perawatan kesehatan pecandu, karena tubuhnya digerogoti zat beracun. Dikucilkan masyarakat dan pergaulan orang baik-baik, selain itu biasanya pengguna narkoba akan bersikap anti sosial. Keluarga akan malu besar karena punya anggota keluarga yang memakai zat terlarang. Kesempatan belajar hilang dan mungkin dapat dikeluarkan dari sekolah atau perguruan tinggi alias DO/drop out. Tidak dipercaya lagi oleh orang lain, karena umumnya pecandu narkoba akan gemar berbohong dan melakukan tindak kriminal. Dosa terus bertambah karena lupa kewajiban Tuhan serta menjalani kehidupan dilarang oleh ajaran agama. Bisa dijebloskan ke dalam tembok derita alias penjara yang sangat menyiksa lahir batin. Setelah pecandu sembuh, maka dia baru menyesali semua perbuatannya yang bodoh dan banyak waktu serta kesempatan hilang tanpa disadari. Terlebih sadarnya saat berada di penjara. Segala caci-maki dan kutukan akan dilontarkan kepada narkoba, namun semua telah terlambat dan berakhir tanpa bisa berbuat apa-apa. Dampak langsung pengguna narkoba adalah menyebabkan depresi mental, gangguan jiwa berat/psikotik, bunuh diri, melakukan tindak kejahatan, kekerasan dan pengrusakan. Upaya pencegahan terhadap penyebaran narkoba di kalangan pelajar, seyogianya menjadi tanggung jawab bersama. Dalam hal ini semua pihak termasuk orang tua, guru, dan masyarakat. Adapun upaya-upaya lebih kongkret dapat dilakukan dengan pihak berwenang, untuk melakukan penyuluhan tentang bahaya narkoba, atau mungkin mengadakan razia mendadak secara rutin. Kemudian pendampingan dari orang tua dan pihak sekolah dalam melakukan pengawasan ketat terhadap gerak-gerik anak-anak tersebut. Biasanya penyebaran (transaksi) narkoba sering terjadi dilingkungan sekolah. Yang tak kalah penting, pendidikan moral dan keagamaan harus lebih ditekankan kepada anak-anak, karena salah satu penyebab terjerumusnya mereka dalam lingkaran narkoba disebabkan kurangnya pendidikan moral dan keagamaan. Sehingga perbuatan tercela seperti ini pun, akhirnya mereka jalani. >> ROY

DPC Granat Natuna sosialisasi ke Kecamatan Pulau Tiga

Edisi 234 Tahun X I Tahun 13- 20 April 2011

Ragam

15
Arifinto ....................................................................................... (Sambungan dari Hal 1)
"Hal ini jika benar ia hanya mengunduh. Tetapi jika penjelasan fotografer yang menyatakan bahwa pelakunya mengambil dari folder, berarti dia menyimpan, dan akan dikenakan Pasal 6 juncto Pasal 32," lanjut Niam kepada Liputan6.com, Jakarta, Sabtu (9/4). Jika aparat hukum mengabaikan kasus ini, masyarakat cenderung apatis. Hukum tidak akan lagi dipandang sebagai sesuatu yang kuat, karena nyatanya dapat dengan mudah dilanggar. "Banyak kasus pornografi dan pornoaksi di lembaga DPR yang tidak jelas penyelesaian hukumnya", pungkas Niam. Sejumlah kasus pornografi pernah melanda DPR, yaitu video mesum seorang wakil rakyat bersama artis dangdut dan pengaduan staf yang mengaku dicabuli oknum anggota DPR. Secara lengkap, bunyi Pasal 5 dan Pasal 6 UU Pornografi adalah sebagai berikut: "Setiap orang dilarang meminjamkan atau mengunduh pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1)", dan ancaman hukumannya tercantum dalam Pasal 31 yang berbunyi: "Setiap orang yang meminjamkan atau mengunduh pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 2.000.000.000,00 (dua miliar Rupiah)." "Setiap orang dilarang memperdengarkan, mempertontonkan, memanfaatkan, memiliki, atau menyimpan produk pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1), kecuali yang diberi kewenangan oleh peraturan perundang-undangan, dan ancaman hukumannya tercantum dalam Pasal 32 yang berbunyi: "Setiap orang yang memperdengarkan, mempertontonkan, memanfaatkan, memiliki, atau menyimpan produk pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah)." >> Tedy Sutisna

KTP Elektronik ................................................................................................................. (Sambungan dari Hal 1)
menjelaskan, pihaknya melalui Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) bersama dengan mitranya, salah satunya yakni Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), telah menurunkan tim supervisi untuk memantau kesiapan program KTP elektronik di 197 kabupaten/kota tersebut. "Dari hasil evaluasi ada 5 kabupaten/kota yang ada kekurangan-kekurangan, sehingga diragukan kesiapannya, sementara ada 9 kabupaten/kota diluar dari 197 itu yang menyatakan sudah siap. Ini akan kita evaluasi lagi, apakah lima daerah itu kita ganti dengan 9 daerah atau tetap kita pertahankan dengan sejumlah catatan," katanya. Menurut Gamawan, 5 kabupaten/kota ini akan dievaluasi kembali untuk memastikan kesiapannya. Ia menegaskan bagi kabupaten/kota yang kesiapannya belum optimal maka akan ditunda penerapan KTP elekroniknya pada 2012. Kebijakan penundaan ini diputuskan, agar tidak menjadi bumerang bagi bupati/wali kota yang bersangkutan, sekaligus tidak menjadi kendala bagi program KTP elektronik di tingkat nasional. "Kalau ada satu daerah saja yang tidak berkomitmen maka akan gagal (penerapan KTP elektronik -red). Tidak boleh ada daerah yang gagal," katanya. Ia mengatakan apabila penerapan KTP elektronik pada 2011 dan 2012 berhasil diwujudkan pada 497 kabupaten/kota, maka diharapkan dapat mendukung suksesnya Pemilu 2014, pilkada, meningkatnya keamanan negara, mengefisienkan dan mengefektifkan pencapaian sasaran pembangunan, dan meningkatkan pelayanan pada masyarakat. Sementara itu, Kemdagri menyelenggarakan Rakernas Kependudukan dan Pencatatan Sipil 2011 yang diikuti 197 bupati/wali kota yang akan menerapkan KTP elektronik pada 2011, pejabat dari 15 kementerian/lembaga selaku tim teknis, sekretaris daerah pemerintah provinsi seluruh Indonesia, dan 197 Ketua DPRD. >>Nokipa

Kolusi Berjamaah .......................................................................................................... (Sambungan dari Hal 1)
2010 lalu oleh kontraktor CV.Binak. Menurut dari beberepa sumber yang di himpun wartawan koran ini, yang tak mau dituliskan identitasnya menyebutkan bahwa penunjukan rekanan dan consultan dalam pembangunan gedung arsip tersebut di lakukan berdasarkan penunjukan langsung, Hal itu jelas sangat bertentangan dengan Kepres karena sesuai dengan besarnya anggaran yang mencapai Rp 714.000.000 mestinya dalam penggunaan jasa baik kontraktor maupun Konsultan harus melalui leleng terbuka atau di tenterkan. Selain itu patut di pertanyakan dasar hukum penggunaan jasa Consultan dalam perencanaan pembangunan gedung arsip tersebut karena sangat janggal pasalnya baru pertama ada pembangunan yang di biayai dana APBD II perencanaanya harus menggunakan jasa Consultan. Sesui bukti fisik bangunan gedung tersebut tidak sesui dengan besarnya anggaran yang telah menghabiskan biaya ratusan juta rupiah namun walau demikian bangunan itu hingga memasuki akhir bulan ke-3 gedung arsip tersebut belum di pungsikan. Dan Di dalam ruangan gedung tampak beberepa kamar yang belum terpasang pintu juga di seluruh ruangan belum terpasang teralis padahal kedua item pekerjaan tersebut tercantum dalam RAB tapi sepertinya hal itu sengaja di tinggalkan pihak kontraktor agar dapat memperoleh keuntungan yang lebih besar. Ketika Dikonpirmasi Media Rakyat, PPTK Pembangunan gedung Arsip RSUD Karawang, Nuraida di ruangan Direktur RSUD yang didampingi dr.V.Dedy Leto, membantah adanya pekerjaan yang di tinggalkan oleh pihak kontraktor dengan muka ketus ia malah bertanya dari mana imformasi tersebut, namun Aida tak memperlihatkan bukti otentik seperti RAB ia hanya memperlihatkan Dokumen kontrak atas nama CV. BINAK untuk kontrak pembangunan gedung arsip Th. 2010 dengan nilai kontrak Rp 714.000.000.yang bersumber dari APBD Th.2010. Pernyataan yang sama di berikan direktur RSUD Dr.V.Dedy Leto, bahwa adanya imformasi penujukan langsung dalam memilih kontraktor tidak benar, ia menegaskan pelaksanaan pembangunan gedung arsip tersebut sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku dan merngenai teknis pengawasan di lakukan oleh PPTK yang di bantu oleh pengawas teknis dari Dinas Cipta Karya Karawang, namun untuk jasa Consultan di laksanakan oleh PT.ENSP sehingga sangat kecil terjadinya penyimpangan dilakukan oleh pihak kontraktor, Kata Dedy mengahiri perbincangan. Namun ada pepatah mengatakan serapih rapihnya menyimpan bangkai ahirnya tercium juga bau busuk itu. Ketika hal itu terungkap saat perbincangan dengan Tarsan pengawas teknis dari Cipta Karya, di konfirmasi di ruang kerjanya, mengatakan, bahwa dirinya membenarkan adanya beberapa item pekerjaan yang tidak dikerjakan alias di tinggalkan diantaranya pekerjaan pembesian berupa pemasangan teralis di seluruh ruangan dan pekerjaan beberapa daun pintu besi di dalam ruangan di karnakan adanya pemindahan jenis pekerjaan seperti anggaran untuk teralis besi di alihkan untuk pengadaan kayu kaso untuk pemasangan reng serta anggaran pintu di alihkan untuk pengadaan balok kayu untuk balok lintang, hal tersebut di ketahui oleh Kasie, Kabid Wasdal Cipta Karya dan Tim direksi dari RSUD Karawang dan perubahan tersebut ada berita acaranya. Tetapi ketika di pertanyakan berapa anggaran masang-masing pekerjaan yang tercantum dalam RAB, Tarsan tak bisa menjelaskan dengan dalih masalah anggaran, merupakan wewenang PPTK ia hanya sebatas melaksanakan pengawasan teknis pekerjaan yang di laksanakan oleh pihak kontraktor di sesuaikan dengan bistek dan RAB, mengenai RAB semuanya ada di PPTK ujar Tarsan. UU Nomor : 31 tahun 1999, jo. UU N0 20 tahun 2001 pada pasal e mengatakan, Pegawai Negeri atau penyelenggara Negara, dengan maksud ingin menguntungkan Diri sendiri, atau orang lain, dengan cara melawan hukum, menyalah gunakan Jabatan, atau kekuasaan, Memaksa Seseorang memberikan sesuatu, membayar atau menerima pembanyaran dengan Potongan, untuk mengerjakan sesuatu bagi dirinya sendiri, Dipidana, Penjara Seumur Hidup, paling singkat 4 tahun. Denda paling sedikit Rp 200 juta paling banyak 2 Milyar. Pertanyaannya, Apakah dengan adanya pekerjaan yang tidak dilaksanakan, bukan melanggar Hukum?, Aparat diminta lebih cerdas menyikapi Dari fakta tersebut maka dugaan adanya kolusi antara pihak kontraktor dengan pengelola kegiatan dalam pembangunan gedung arsip dilingkungan RSUD Karawang tak terbantahkan. Jelas adanya pekerjaan yang tidak di laksanakan merupakan bentuk persekongkolan dalam menggerogoti keuangan Negara guna memperkaya diri, walupun pekerjaan belum seluruhnya selesai di kerjakan tapi faktanya telah di bayar 100% oleh pihak Pemkab Karawang. Dengan dasar itu maka di harapkan kepada pihak yang berwenang untuk menindak lanjuti adanya kolusi pada pembangunan gedung arsip di RSUD yang Terindikasi merugikan keuangan Negara. >> Komarudin

Gabah ............................................................................................ (Sambungan dari Hal 1)
menikmati hasil panen, maka seyogianya harga pembelian pemerintah disesuaikan dengan kenaikan harga barang dan kebutuhan lainnya,” kata Edi Suryanto. Petani kini sudah mulai pintar dan bisa membuat pupuk organik sendiri. Oleh sebab itu, persediaan atau kuota pupuk urea sebanyak 101.100 ton di Jember pada tahun 2010, tapi hanya terserap 84.961 ton. Sebagian petani sudah bisa membuat sendiri pupuk organik sehingga tidak menggantungkan terlalu banyak kepada pupuk non-organik. Edi Suryanto menambahkan, harga gabah kini kembali merangkak naik lagi. “Kalau kemarin masih ada yang dibeli pedagang perantara Rp 2.500 per kg, sekarang sudah naik menjadi Rp 2.650 Rp 2,700 per kg,” katanya. Jika fluktuasi harga gabah di tingkat petani sangat cepat, kata Edi Suryanto, sulit bagi Perum Bulog untuk mendapat pasokan gabah dari petani, apalagi mengharap pasokan dari perusahaan penggilingan padi. “Peluangnya sangat tipis, karenanya harga pembelian pemerintah perlu ditinjau lagi,” kata Edi Suryanto. Kepala Perum Bulog Subdivisi Regional Jember Tri Wahyudi Saleh mengakui, ada keinginan dari perusahaan penggilingan padi agar harga pembelian pemerintah dinaikkan. Ini ditandai saat para blandang pedagang perantara turun ke desa membeli gabah petani dengan murah. Dalihnya gudang memiliki lantai jemur yang terbatas sehingga ada pembatasan pengiriman ke gudang. Akibatnya, harga gabah di tingkat petani merosot. Padahal, realitanya tidak seperti itu, harga beli di gudang masih tinggi sehingga yang menikmati keutungan lebih besar adalah pedagang perantara.”Mungkin ada upaya dari sejumlah perusahaan penggilingan padi agar pemerintah segera menetapkan kenaikan harga gabah dan beras,” kata Tri Wahyudi Saleh. >> JUNTAK

Generik ........................................................................................ (Sambungan dari Hal 1)
mencairkan dana jamkesmas yang jumlahnya mencapai Rp18 miliar. Dana itu seharusnya sudah dicarikan sejak Mei 2010. Namun verifikator independen yang bertugas memverifikasi data-data pasien jamkesmas belum selesai bekerja. "Obat untuk pasien Jamkesmas sudah habis selama berbulan-bulan," kata Frank Touw, Jumat (8/4). Kelambanan tersebut membuat manajemen rumah sakit tidak bisa mencairkan dana Jamkesmas. Kondisi ini juga mengakibatkan uang jasa medik untuk dokter dan paramedis sebesar Rp3 miliar juga belum bisa dicairkan. Puncaknya terjadi pada Kamis (7/4), ratusan dokter dan paramedis nyaris terlibat adu jotos bersama manajemen rumah sakit. Meski begitu, Kepala RS WZ Johannes Alfons Anapaku menegaskan dana jamkesmas tidak bisa dicarikan sebelum tim verfikator selesai bekerja. Menurut Frank, rencana mogok kerja dokter dan paramedis di rumah sakit tersebut hari ini dibatalkan. Pasalnya manajemen rumah sakit sudah bersedia membayar dana jamkesmas begitu verifikasi data pasien selesai. >> Moses Mone Kaka

Usut Tuntas ............................................................................................................................ (Sambungan dari Hal 1)
demo jika belum ada kejelasan. Alasannya, pembayaran insentive medis biasanya dilaksanakan setiap bulan, tapi kali ini, sejak januari sampai sekarang belum di bayarkan. Juru bayar Dinas Kesehatan Defi, ketika dikonfirmasi diruang kerjanya senin ( 4/04) belum dapat memberikan keterangan. Padahal salah satu stafnya mempersilahkan wartawan untuk menjumpainya. “Masuk aja Pak” kata salah satu stafnya dengan sopan. Namun Defi kaget setelah melihat ada beberapa wartawan berdiri di hadapannya.” Eh… banyak benar nih, kata Defi sedikit heran. “ kami berdua Bu mau konfirmasi, kalau yang satu ini, mau nagih uang Koran. Kalau mau konfirmasi saya masih sibuk, katanya ketus. Hingga berita ini diturunkan belum ada kejelasan resmi terkait Pemberitaan dana insentive tahun 2010 dan keterlambatan pembayaran intensive tahun 2011. Penyelusuran wartawan Koran ini, bukan sampai disitu aja, berbagai informasi dikumpulkan untuk memperkuat data yang sudah ada. Kepala Inspektorat kabupaten Natuna, Samsurizon, ketika di jumpai beberapa waktu lalu, mengaku tidak mendapatkan sedikitpun laporan Dinkes Natuna. Kita sudah minta laporan kegiatan dan penggunaan anggaran dari Dinas Kesehatan, namun sampai saat ini belum ada laporan katanya beberapa waktu lalu. Jika disimak dan ditela’ah pemakaian dana rakyat oleh Dinas kesehatan Natuna tahun 2010, ada yang tidak beres. Oleh karena itu, sudah tugas aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan tentang adanya indikasi itu. UU Tipikor No : 31 tahun 1999, jo. UU N0 20 tahun 2001 pada pasal e mengatakan, Pegawai Negeri atau penyelenggara Negara, dengan maksud ingin menguntungkan Diri sendiri, atau orang lain, dengan cara melawan hukum, menyalahgunakan Jabatan, atau kekuasaan, Memaksa Seseorang memberikan sesuatu, membanyar atau menerima pembanyaran dengan Potongan, untuk mengerjakan sesuatu bagi dirinya sendiri, Dipidana, Penjara Seumur Hidup, paling singkat 4 tahun. Denda paling sedikit Rp 200 juta paling banyak 2 Milyar. Pertanyaannya, Apakah “pemalakan” yang terjadi di Dinkes Natuna, bukan melangggar Hukum?, Aparat penegak hukum yang dianggap lebih cerdas diminta jangan “ tutup mata ”. Pada edisi sebelumnya, Satu persatu, anggaran kegiatan Dinas Kesehatan Natuna, memasuki lembaran kelam. Kegiatan selama ini jadi objek “korupsi” mulai dibuka. Sejak bergulirnya pemberitaan dana insentive medis dan para medis September 2009 lalu, gonjang ganjing tentang besarnya dana insentive pun menyebar. Sayangnya dana tahun 2009 kembali ke kas Daerah karena belum habis masa pertanggung jawabannya. Sejak Fadillah digantikan oleh Ahmad Muktar, anggaran insentive pun berubah. Jika dulu diplot di Dinkes, sekarang di pecah masuk ke anggaran Puskesmas, pada hal sama saja, pengelolaannya tetap Dinas Kesehatan Natuna. Tahun 2010 insentive 4.140.000.000, + 2.000.000.000, di ganti nama insentive medis dan para medis non PNS. Namun penyalurannya tetap sama. Menanggapi hal tersebut diatas, Ketua Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Chandra menegaskan akan segera menyelidiki kebenaran pemberitaan ini. Jika benar ada indikasi penyalah gunaan insentive medis, lingkungan Pemkab Natuna, sudah seharusnya ditelusuri mulai dari awal. Kita ketahui anggaran insentive medis dan para medis sangatlah besar, hal itu dilakukan agar Dokter yang bertugas di Natuna merasa nyaman dan betah sehingga masyarakat dapat menikmati pelayanan kesehatan dengan baik. Kendati demikian, jika dana tersebut masih di “caplok” oknum Dinkes, demi memperkaya diri, Dia tidak segan-segan untuk melaporkan permasalahan ini kepada aparat hukum. “ Kita tidak main-main, jika terbukti akan kita lapor, jika perlu kita lapor ke Pusat” kata Chan sedikit gerah. Wajar saja jumlah dokter “siluman” bertambah. Candra mengatakan, Pemerintah dan DPRD sudah berusaha semaksimal mungkin, menganggarkan biaya tenaga Medis, agar masyarakat dapat pelayanan layak. Tapi masih ada oknum-oknum yang mau cari kesempatan demi mencari kekayaan. “Kita harap aparat penegak hukum segera meresponnya. Saat ini Laskar Anti Korupsi Indonesia, masih menjajaki serta pengumpulan data, jika sudah palid akan kita laporkan tandas. Pada edisi lalu, berdasarkan Peraturan Bupati Natuna Nomor 1 Tahun 2010 tertulis tentang penjabaran Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Natuna 2010. Dalam tabel tersebut telah dibunyikan, anggaran insensive untuk Medis, Para medis, juru mudi puskel dan ambulance, dengan nilai millyaran rupiah. Inilah cara Pemerintah Daerah untuk menunjang peningkatan kesejahtraan pegawai, bagi mereka yang bertugas di wilayah pulau terluar, dengan harapan agar mereka betah dan bekerja semaksimal mungkin. Meski dianggarkan dengan nilai besar, tidak semuanya, anggaran tersebut jatuh ketangan yang berhak. Seperti kejadian di Kabupaten Natuna. Walaupun anggarannya millyaran rupiah, namun jumlah insensive sampai ketangan mereka, tidak sesuai dengan nilai yang dianggarkan oleh Pemerintah daerah. Hal itu diketahui, saat wartawan koran ini, melakukan investigasi diberbagai kecamatan di Kabupaten Natuna. Beberapa puskesmas, telah di jumpai Media Rakyat, mengakui bahwa insensive buat Dr dan perawat bertugas di darat, mendapatkan intensive Rp3,5 sampai 4 juta, sementara para medis Rp1,3-1,5 juta. Sedangkan untuk wilayah kepulauan, seperti Sedanau, klarik, Pulau Tiga, dan Midai Serasan, insentive dakternya, Rp 4juta s/d Rp 5 juta. Kecuali Pulau terluar, Subi dan pulau laut insentivenya Rp7,5 sampai RP 8 juta perbulan. Ada yang unik tentang anggaran insentive tahun 2010. Jika tahun 2009 lalu wartawan Koran ini pernah mempublikasikan tentang carut-marut pengelolaan dana insentif medis dan para medis, di duga menguap millyaran rupiah? Tahun 2010 anggaran tersebut langsung berkurang, dari 6 millyar menjadi 4 millyar. Sayangnya, itu hanya “trik” semata aja, ternyata anggarannya masih tetap, karena dana insentive tersebut di pecah. Defi juru bayar Dinas kesehatan Natuna, ketika dihubungi via telepon genggamnya, tidak ada respon , bahkan ketika di dihunbungi melalui pesan singkat, Dirinya tak mau balas. Hal senada juga dilakukan Kadiskes Natuna Ahmad Muktar, Wartawan Koran ini beserta rekannya berusaha konfirmasi langsung, namun belum bisa di jumpai. Meski dalam lembaran tamu telah ditulis pertanyaan tentang dana intensive dan adanya rumor pemotongan kegiatan puskesmas 25 persen, namun sang kadis sulit dihunbungi. Menanggapi hal tersebut diatas, PLH Wakil Ketua DPRD Natuna Ir.Dwitra Gunawan ikut angkat bicara. Dikatakannya, jika benar ada indikasi “bau tidak sedap” dalam pegucuran dana insensive daerah, terhadap Medis dan para medis yang bertugas diwilayah Kabupaten Natuna, maka diminta aparat turun tangan. “ Tolong pemberitaan ini disikapi, apakah benar ada indikasi permaianan ” kata Dwitra. Jika benar insentive Medis dan para Medis jumlahnya sebesar itu, akan kita lakukan kroscek. Diakuinya, Dinas Kesehatan merupakan penyedot ketiga terbesar anggaran APBD. Kepada masyarakat, LSM, tolong di pantau, jika ada indikasi permainan laporkan saja. tegas Dwitra. Kemudian Dia berkeinginan, untuk melakukan pemanggilan terhadap SKPD, meminta pertanggung jawabannya. “ Kita akan panggil SKPD yang bersangkutan, untuk mempertanyakan berapa anggaran intensive untuk medis dan para medis. Kemudian kita mau mempertanyakan jumlah tenaga medis (dokter) untuk puskesmas sebanyak 50 orang dan para medis (Perawat dan Bidan) 97orang, apa benar demikian,tutupnya. >>ROY

Dilarang .................................................................................... (Sambungan dari Hal 1)
Kemenag Sumbar berkewajiban melakukan pembinaan bersama dengan instansi terkait, seperti Majelis Ulama Indonesia, Kejaksaan Tinggi, dan Forum Kerukunan Umat Bersama (FKUB) Sumbar," katanya. Ia mengatakan selain dari sembilan aliran kepercayaan yang dilarang, ada tujuh aliran kepercayaan yang dalam pengawasan Bakorpakem, yakni Naksabandiyah, Sattariyah, Zamaniyah, Muffarradiyah, Baha'i, Ajaran Perkumpulan Siswa Al-kitab Saksi Yahova, Lembaga Dakwah Islam Indonesia, dan Ajaran Thariqat Suluk Buya Khalidi. Kemudian, kata dia, aliran kepercayaan yang dilarang dan sudah tidak aktif lagi yaitu Ajaran Ilmu Sejati, Rukun 13, Agama Allah, Al-Jamaah Qur`an dan Hadist, Ajaran Tarikat Mukarabin, Ajaran Payung Tigo Sekaki, Kerajaan Islam Internasional, Tharikat Kasathariyah, Ajaran Pakih Kurin, Ajaran Buya Zed, Ajaran Zaini Dt Rangkayo Besar, Ajaran Attadzkir, Ajaran Yamisa, Ajaran Jama`ah Keimanan dan Alqiyadah Alislamiyah. Ia mengatakan untuk mencegah terjadinya gesekan antarpenganut kepercayaan, Kemenag Sumbar melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) melakukan pencerdasan kepada masyarakat agar dapat membina toleransi antarpenganut kepercayaan. "Sedangkan untuk aliran kepercayaan yang dilarang, FKUB akan melakukan pendekatan secara persuasif guna meluruskan pemahaman mereka terhadap ajaran agama yang diakui di Indonesia," katanya. >>Marqian

Tasik ................................................................................................ (Sambungan dari Hal 1)
satu tujuan wisata khususnya wisata belanja dan wisata kuliner, demikian disampaikan Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya Drs. H.Tio Indra Setiadi dalam acara Penerimaan Peserta Observasi Lapangan Diklatpim Tingkat III Angkatan ke XXV Balai Diklat Kementerian PU Wil. II Bandung di Aula Balekota Tasikmalaya, yang dihadiri Kepala OPD se-Kota Tasikmalaya, Selasa kemarin. Oleh karena itu, Tio mengajak kepada kepala pimpinan rombongan dan peserta observasi lapangan yang berminat untuk membeli oleh-oleh dapat berkunjung dan berbelanja di sentra perdagangan dan industri kecil di wilayah Kota Tasikmalaya, dapat pula menikmati aneka makanan dengan mengunjungi tempat-tempat wisata kuliner dan dapat mengunjungi obyek wisata Situ Gede. “ Bapak dan ibu yang berminat membawa oleh-oleh khas Kota Tasikmalaya dapat mengunjungi beberapa sentra perdagangan dan industri kecil yang ada di wilayh Kota Tasikmalaya dan mengunjungi sentra wisata kuliner serta dapat mengunjungi obyek Wisata Situ Gede yang sekelilingnya dilengkapi dengan fasilitas Jogging Track dan memiliki pemandangan yang asri” ajak Tio. Tak lupa pada kesempatan itu, Tio mengucapkan terima kasih kepada rombongan yang telah memilih Kota Tasikmalaya sebagai lokus observasi lapangan peserta Diklat PIM Tk. III Kementerian PU Angkatan XXV Tahun 2011. “Semoga dengan adanya kegiatan ini akan mempererat tali silahturahmi serta hubungan kerjasama yang harmonis antara Balai Diklat Kementerian PU Wilayah II bandung dengan Pemkot Tasikmalaya” harap Tio Setiadi. Sementara itu, Bapak Permana Hendrawangsa, ME selaku ketua rombangan mengatakan Tema Diklat PIM Tk. III ini adalah “ Peran Kepemimpinan Dalam Rangka Reformasi Birokrasi Untuk Mewujudkan Infrastruktur PU dan Pemukiman Yang Handal,” dengan jumlah peserta sebanyak 29 orang dan akan melaksanakan observasi lapangan di Kota Tasikmalaya selama 4 hari. Alasan dipilihnya Kota Tasikmalaya, jelas Permana karena Kota Tasikmalaya dan jajarannya (stakeholder) saat ini dinilai saling bahu membahu dalam mengelola tata pemerintahan yang baik dan Kota Tasikmalaya merupakan daerah pemekaran yang dipandang banyak permasalahan terkait penataan ruang wilayah. >>Iin Kartiwan

Distribusi Air Bersih Tersendat
Baturaja,(MR) Kebutuhan air bersih sangat penting bagi warga, bahwasanya setiap saat untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Namun pelanggan perusahaan daerah air minum (PDAM) Baturaja, sering mengeluh karena airnya macet, bahkan air ledeng yang mengalir ke pelanggan airnya kotor dan berwarna. Menyikapi hal tersebut, Direktur PDAM, Jupri Oesman menjelaskan distribusi air mengalami kemacetan akibat pipa bocor dan kondisi pipa PDAM sudah sangat tua dan sebagian masih ada yang menggunakan pipa besi dan pipa tersebut berkarat dan bisa bocor dan airnya tidak layak dikonsumsi. Saat ini PDAM Baturaja tengah melakukan perbaikan secara bertahap. Untuk tekanan kapasitas pendistribusian air sudah ditambah kemungkinan banyaknya pipa yang bocor saluran air ke pelanggan terganggu, tegasnya. Diharapkan kepada seluruh pelanggan PDAM OKU, jika ada keluhan agar secepatnya melapor, agar bias dicek ke lokasi dan diperbaiki. >> Sahmi

16

Edisi 234 Tahun XI, 13 - 20 April 2011

Galery Photo

Natuna

Natuna Siap Menuju STQ Provinsi
Natuna,(MR) Pemerintah kabupaten Natuna, menggelar Seleksi Tillawatil Qur’an se-kabupaten Natuna. 12 kecamatan pun ikut menyemarakkan lomba keagamaan itu. STQ ke-tujuh diselenggarakan untuk meningkatkan pemahaman generasi muda dalam meningkatkan Iman dan Taqwa kepada sang pencipta. Dalam Sambutannya, Bupati Natuna Raja Amirullah Apt, meminta seluruh kapillah yang hadir dari berbagai kecamatan, agar menunjukkan hasil terbaiknya dalam acara STQ tingkat kabupaten. Dengan demikian, Kabupaten Natuna akan melahirkan santri terbaik yang akan di adu dalam STQ tingkat provinsi. Raja juga berharap, kiranya kegiatan keagamaan yang dilaksanakan setiap tahunnya dapat bermanfaat demi pembangunan Natuna kedepannya. Kalah menang resiko suatu pertandingan, namun tunjukkanlah yang terbaik bagi daerah, paparnya. STQ dilaksanakan untuk menyaring kapillah-kapillah terbaik dari tiap kecamatan, yang nantinya akan kita bawa untuk mengikuti STQ tingkat Provinsi, yang dilaksanakan di kabupaten Anambas. Hal itu dikatakan Ketua LPTQ, PLH Sekda Natuna, Drs Minwardi saat menghadiri acara pembukaan STQ tingkat Kabupaten, bertempat di Mesjid Agung Gerbang Utaraku. Dalam kegiatan tersebut, Dia menyampaikan kepada majelis hakim, agar kiranya netral dalam melakukan penilaian. Karena kegiatan ini kegiatan keagamaan. Nyatakan mereka mampu jika benar mampu. Hal ini akan berdampak positive bagi daerah, dan tidak menimbulkan perpecahan. Minwardi Juga meminta agar seluruh kapillah bertarung secara sehat, tunjukkan bakat dan kepintaranmu dalam memahami Alquran. Kegiatan yang dilaksanakan selama 5 hari, diharapkan mampu menjaring kapillah-kapillah yang berbakat, serta menciptakan kreasi baru dalam membaca Alquran, sehingga dapat mengharumkan Kabupatenm Natuna. >> Roy

Plh Sekda natuna Drs. Minwardi, memberikan baju kepada hakim STQ dalam acara pengambilan sumpah

Asisten II Pemkab Natuna Kamarudin memberikan hadiah kepada Kapillah terbaik dalam acara STQ

Asisten II Pemkab natuna Sedang memberikan hadiah kepada pemenang

PLH Sekda Natuna Drs. Minwardi memberikan sambutan pada acara STQ

Kepala Pegadilan Agama memberikan sambutan dalam acara STQ

Sejumlah Hakim yang hadir pada acara STQ

Kontingen Bunguran Selatan

Kesenian Rabana menyambut acara STQ

Photo bersama dengan Kapala Depag Natuna

Sejumlah masyarakat yang turut menyaksikan acara STQ

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->