engertian belajar Menurut Skinner ( 1985 ) memberikan definisi belajar adalah ³Learning is a process of progressive behavior adaption´.

Yaitu bahwa belajar itu merupakan suatu proses adaptasi perilaku yang bersifat progresif. Menurut Mc. Beach ( Lih Bugelski 1956 ) memberikan definisi mengenai belajar. ³Learning is a change performance as a result of practice´. Ini berarti bahwa ± bahwa belajar membawa perubahan dalam performance, dan perubahan itu sebagai akibat dari latihan ( practice ). Menurut Morgan, dkk ( 1984 ) memberikan definisi mengenai belajar ³Learning can be defined as any relatively permanent change in behavior which accurs as a result of practice or experience.´ Yaitu bahwa perubahan perilaku itu sebagai akibat belajar karena latihan ( practice )atau karena pengalaman ( experience ). Menurut Stern ´ Learn ist kentinisserwerb durch wiedurholte darbeitungan´ yang dalam arti luasnya juga meliputi ³der ansignug neur fertigkeiten durch wiederholung die rede´ ( Stren, 1950:313 ). Dalam bukunya Walker ³Conditioning and instrumental learning´ ( 1967 ). Belajar adalah perubahan perbuatan sebagai akibat dari pengalaman. Perubahan orang dapat memperoleh, baik kebiasaan ± kebiasaan yang buruk maupun kebiasaan yang baik. C.T. Morgan dalam introduction to psychology ( 1961 ). Belajar adalah suatu perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku sebagai akibat / hasil dari pengalaman yang lalu.
Sumber: http://kuliahpsikologi.dekrizky.com/pengertian-belajar

Beberapa teori belajar yang akan di bahas antara lain : Teori belajar Skinner ³Operant Conditioning´ Teori Belajar Conditining of Learning, Robert M. Gagne Teori Belajar Perkekmembangan Kognitif Jean Piaget Teori Belajar Sosial Albert Bandura Teori Belajar Orang Dewasa Teori Pembelajaran Orang Dewasa a) Teori Operant Conditioning Teori operant conditioning dimulai pada tahun 1930-an. Burhus Fredik Skinner selama periode teori stimulus (S)- Respons ( R) untuk menyempurnakan teorinya Ivan Pavlo yang disebut ³Classical Conditioning´. Skinner setuju dengan konsepnya John Watson bahwa psikologi akan diterima sebagai sain (science) bila studi tingkah laku (behavior) tersebut dapat diukur, seperti ilmu fisika, teknik, dan sebagainya. Menurut Skinner , belajar adalah proses perubahan tingkah laku yang harus dapat diukur. Bila pembelajar (peserta didik) berhasil belajar, maka respon bertambah, tetapi bila tidak belajar banyaknya respon berkurang, sehingga secara formal hasil belajar harus bisa

Belajar mealui model ini diperoleh melalui pemodelan atau orang yang ditokohkan. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa belajar itu bukan proses tunggal. penyusunan frase. seperti membuat pernyataan. Hasil temuan skinner terdapat tiga komponen dalam belajar yaitu : Discriminative stimulus (SD) Response Reinforcement (penguatan) . Kemampuan / unjuk kerja dari hasil belajar. Stimulus dan lingkungan 2. Kemampuan skil intelektual adalah kemampuan pembelajar yang dapat menunjukkan kompetensinya sebagai anggota masyarakat seperti. menganalisa berita-berita. Cara yang terbaik untuk mengembangkan kemampuan tersebut adalah dengan melatih pembelajar memecahkan masalah. dan menjelaskan. Gagne Teori ini ditemukan oleh Gagne yang didasarkan atas hasil riset tentang faktor-faktor yang kompleks pada proses belajar manusia. Robert M. Dengan kata lain ia tahu ³ Knowing how´ Attitude (perilaku) merupakan kemampuan yang mempengaruhi pilihan pembelajar (peserta didik) untuk melakukan suatu tindakan. Membuat keseimbangan keuangan. seperti membuat label. dan nilai-nilai yang diperlukan oleh manusia. karena belajar bersifat kompleks. pengetahuan. attitude (perilaku). Analisanya dimulai dari identifikasi konsep hirarki belajar. Gagne (1972) mendefinisikan belajar adalah : mekanisme dimana seseorang menjadi anggota masyarakat yang berfungsi secara kompleks. Strategi kognitif adalah kemampuan yang mengontrol manajemen belajar si pembelajar mengingat dan berpikir. penelitian dan menerapkan teoriteori untuk memecahkan masalah ril dilapangan. sehingga belajar adalah hasil dalam berbagai macam tingkah laku yang selanjutnya disebut kapasitas atau outcome. Penelitiannya diamksudkan untuk menemukan teori pembelajaran yang efektif. atau melaporkan informasi. sehingga perkembangan tingkah laku (behavior) adalah hasil dari efek belajar yang komulatif (gagne.penguatan positif . proses kognitif Menurut Gagne belajar dapat dikategorikan sebagai berikut : 1) Verbal information (informasi verbal) 2) Intellectual Skill (skil Intelektual) 3) Attitude (perilaku) 4) Cognitive strategi (strategi kognitif) Belajar informasi verbal merupakan kemampuan yang dinyatakan . menggunakan bahasa untuk mengungkapkan konsep. skill. menggunakan rumus-rumus matematika. menyusun fakta-fakta. yaitu urut-urutan kemampuan yang harus dikuasai oleh pembelajar (peserta didik) agar dapat mempelajari hal-hal yang lebih sulit atau lebih kompleks. Kemampuan-kemampuan tersebut diperoleh pembelajar (peserta didik) dari : 1.penguatan negative b) Teori Conditioning Of Learning. Melalui pendidikan formal diharapkan . Menurut Gagne belajar memberi kontribusi terhadap adaptasi yang diperlukan untuk mengembangkan proses yang logis. 1968). atau orang yang diidolakan. Kompetensi itu meliputi. Belajar menurut Gagne tidak dapat didefinisikan dengan mudah.diamati dan diukur.

Teori belajar ini dikembangkan untuk menjelaskan bagaimana orang belajar dalam seting yang alami/lingkungan sebenarnya. gerakan bayi. intelegen (IQ=kecerdasan) adalah seperti system kehidupan lainnya. bebas dari umpan balik lingkungan sehingga mengubah kesan-kesan personal Tingkah laku mengaktifkan kontingensi lingkungan Karakteristik fisik seperti ukuran. P B E . semilogika. Kontingensi yang aktif dapat merubah intensitas atau arah aktivitas. 1977) Tahap perkembangan kognitif : 1) Periode Sensori motor (sejak lahir ± 1. Harapan dan nilai mempengaruhi tingkah laku Tingkah laku sering dievaluasi. yaitu proses adaptasi. Bandura (1977) menghipotesiskan bahwa baik tingkah laku (B). d) Teori Berpikir Sosial (social Learning Theory) Teori ini dikembangkan oleh Albert Bandura seorang psikolog pendidikan dari Stanford University. dan operasi nyata anak-anak dewas. yaitu. duturunkan dari analisa perkembangan biologi organisme tertentu. c) Teori Perkembangan Kognitif Jean Piaget (Cognitive Development Theory) Menurut Piaget pengetahuan (knowledge) adalah interksi yangterus menerus antara individu dengan lingkungan.pembelajar menjadi ³self learner´ dan ³independent tinker´. Konsepsi perkembangan kognitif Piaget. Pengakuan sosial yang berbeda mempengaruhi konsepsi diri individu. Ada empat faktor yang mempengaruhi perkembangan kognitif yaitu : 1) lingkungan fisik 2) kematangan 3) pengaruh sosial 4) proses pengendalian diri (equilibration) (Piaget. USA. Menurut Piaget ada tiga perbedaan cara berfikir yang merupakan prasyarat perkekmbangan operasi formal. praoprasional pikiran anak-anak.5 ± 2 tahun) 2) Periode Pra Operasional (2-3 tahun sampai 7-8 tahun) 3) Periode operasi yang nyata (7-8 tahun sampai 12-14 tahun) 4) Periode operasi formal Kunci dari keberhasilan pembelajaran adalah instruktur/guru/dosen/guru harus memfasilitasi agar pembelajar dapat mengembangkan berpikir logis. Fokus perkembangan kognitif Piaget adalah perkembangan secara alami fikiran pembelajar mulai anak-anak sampai dewasa. ukuran jenis kelamin dan atribut sosial menumbuhkan reaksi lingkungan yang berbeda. lingkungan (E) dan kejadian-kejadian internal pada pembelajar yang mempengaruhi persepsi dan aksi (P) adalah merupakan hubungan yang saling berpengaruh (interlocking). Menurut Piaget.

Proses motivasi yang penting adalah penguatan dari luar. 1976). Self regulatory adalah menunjuk kepada 1) struktur kognitif yang memberi referensi tingkah laku dan hasil belajar. Dalam hal ini rehearsal (ulangan ) memegang peranan penting. Skema Proses Kognitif Pembelajar Pembelajar mampu menunjukkan kompetensi/tingkah laku Performance/unjuk kerja Motivasi pembelajar mengolah tingkah laku Proses perhatian sangat penting dalam pembelajaran karena tingkah laku yang baru (kompetensi) tidak akan diperoleh tanpa adanya perhatian pembelajar. tetapi juga sangat dipengaruhi oleh unsur-unsur yang berasal dari diri pembelajar sendiri yakni ³sense of self Efficacy´ dan ³self ± regulatory system´. retensi. faktor-faktor personal dan tingkah laku. Dalam pembelajaran sel-regulatory akan menentukan ³goal setting´ dan ³self evaluation´ pembelajar dan merupakan dorongan untuk meraih prestasi belajar yang tinggi dan sebaliknya. Lebih lanjut menurut Bandura (1982) penguasaan skill dan pengetahuan yang kompleks tidak hanya bergantung pada proses perhatian. Menurut Bandura agar pembelajar sukses instruktur/guru/dosen/guru harus dapat .Tingkah laku dihadirkan oleh model Model diperhatikan oleh pelajar (ada penguatan oleh model) Tingkah laku (kemampuan dikode dan disimpan oleh pembelajar) Pemrosesan kode-kode simbolik Skema hubungan segitiga antara lingkungan. mengevaluasi. Sense of self efficacy adalah keyakinan pembelajar bahwa ia dapat menguasai pengetahuan dan keterampilan sesuai standar yang berlaku. penguatan dari dirinya sendiri dan Vicarius Reinforcement (penguatan karena imajinasi). dan pengatur tingkah laku kita (Bandura. 2) sub proses kognitif yang merasakan. (Bandura. motor reproduksi dan motivasi. 1978). Proses retensi sangat penting agar pengkodean simbolik tingkah laku ke dalam visual atau kode verbal dan penyimpanan dalam memori dapat berjalan dengan baik.

menghadirkan model yang mempunyai pengaruh yang kuat terhadap pembelajar. Langkah-langkah manakah menurut sekuen yang harus dipresentasikan secara perlahanlahan 4 Implementasi pengajaran untuk menunut proses kognitif dan motor reproduksi. d. Bila tingkah laku yang dipelajari kurang memberi manfaat (tidk begitu penting) model manakah yang lebih penting? c. proses kognitif 1) Tampilkan model. a. self efficacy. Bagaimanakah urutan atau sekuen dari tingkah laku tersebut? c. Dari uraian tentang teori belajar sosial. Apakah karekter dari tingkah laku yang akan dijadikan model itu berupa konsep. mengembangkan ³self of mastery´. baik yang didukung oleh kode-kode verbal atau petunjuk untuk mencari konsistensi pada berbagai contoh 2) Beri kesempatan kepada pembelajar untuk membuat ihtisar atau summary 3) Jika yang dipelajari adalah pemecahan masalah atau strategi penerapan beri kesempatan pembelajar untuk berpartisipasi secaraaktif 4) Beri kesempatan pembelajar untuk membuat generalisasi ke berbagai siatuasi. Apakah model harus hidup atau simbol? Pertimbangan soal biaya. Dimanakah letak hal-hal yang penting (key point) dalam sekuen tersebut? 2 Tetapkan fungsi nilai dari tingkah laku dan pilihlah tingkah laku tersebut sebagai model. Untuk mengajar motor skill. bagaimana caramengerjakan pekerjaan/kemampuan yang dipelajari :how to do this´ dan bukannya ³not this´. motor skill 1) hadirkan model 2) beri kesempatan kepada tiap-tiap pembelajar untuk latihan secarasimbolik 3) beri kesempatan kepada pembelajar untuk latihan dengan umpan balik visual b. Apakah tingkah laku (kemampuan yang dipelajari) merupakan hal yang penting dalam kehidupan dimasa datang? (success prediction) b. motor skil atau efektif? b. Apakah reinforcement yang akan didapat melalui model yang dipilih? 3 Pengembangan sekuen instruksional a. dan reinforcement bagi pembelajar. Belajar merupakan interaksi segitiga yang saling berpengaruh dan mengikat antara . dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. a. pengulangan demonstrasi dan kesempatan untuk menunjukkan fungsi nilai dan tingkah laku. Berikut Bandura mengajukan usulan untuk mengembangkan strategi proses pembelajaran yaitu sebagi berikut : No Strategi Proses 1 Analisis tingkah laku yang akan dijadikan model yang terdiri : a.

faktor-faktor personal dan tingkah laku yang meliputi proses-proses kognitif belajar. teori organismik. dalam perencanaan pembelajaran skill yang kompleks. perlu ditumbuhkan ³sense of efficacy´ dan self regulatory´ pembelajar. Teori Belajar Orang dewasa Gagne membagi teori belajar dalam 3 famili : a. gestalt dan teori medan Di dalam pembahasan akan difokuskan pada teori belajar orang dewasa. yang berhubungan dengan ingatan. 4. kognitif Kingsley dan Garry membagi teori belajar dalam 2 bagian yaitu . Dari hasil penelitian. Ahli lain yaitu Bloom dkk. dan perkembangan kemampuan dan skill intelektual. dan ³reinforcement´ dan hindari punishment yang tidak perlu. Pada aliran artistic. pembelajar sebaiknya diberi kesempatan yang cukup untuk latihan secara mental sebelum latihan fisik. Ada aliran inkuiri yang merupakan landasan teori belajar dan mengajar orang dewasa yaitu : ³scientific stream´ dan ³artistic atau intuitive/reflective stream´. 2. nilai-nilai dan perkembangan dalam apresiasi dan penyesuaian . pengetahuan. teori baru ditemukan melalui instuisi dan analisis pengalaman yang memberikan perhatian tentang bagaimana orang dewasa belajar. Teori ini diperkenalkan oleh Edward L. Thorndike dengan pubilkasinya ³ Adult Learning´. 3.lingkungan. teori stimulus-respon b. conditioning b. pada tahun 1928. perilaku (attitudes). Aliran ³scientific stream´ adalah menggali atau menemukan teori baru tentang belajar orang dewasa melalui penelitian dan eksperimen . hasil belajar berupa kode-kode visual dan verbal yang mungkin dapat dimunculkan kembali atau tidak (retrievel). menjelaskan domain tujuan pendidikan ada tiga ranah yaitu : 1) kognitif. teori medan Taba membagi teori belajar menjadi 2 famili : a. modelling c. dalam proses pembelajaran. teori asosiasi atau behaviorisme b. Menurutnya sumber yang paling berguna dalam pendidikan orang dewasa adalah pengalaman peserta didik. disamping pembelajaranpembelajaran komponen-komponen skill itu sendiri. 5. Aliran ini diperkenalkan oleh Edward C. Lindeman dalam penerbitannya ³ The Meaning of Adult Education´ pada tahun 1926 yang sangat dipengaruhi oleh filsafat pendidikan John Dewey. a. konsekuensi-konsekuensi terhadap model dan proses-proses kognitif pembelajar. 2. dan 3) psikomotor. komponen-komponen belajar terdiri dari tingkah laku. Linderman mengidentifikasi beberapa asumsi tentang pembelajar orang dewasa yang dijadikan fondasi teori belajar orang dewasa yaitu sebagai berikut : . 2) afektif yang menjelaskan tentang perubahan dalam minat.

blogspot. Jika pembelajarnya belum mengetahui atau sangat asing dengan materi yang disampaikan tentunya kita bisa menggunakan model pedagogi pada awal-awal pertemuan untuk mengkonstruksi pengalaman dengan pengetahuan yang baru didapatkan. 2) Seseorang akan belajar secarasignifikan hanya pada hal-hal yang dapat memperkuat/menumbuhkan ³self´nya 3) Manusia tidak bisa belajar kalau berada dibawah tekanan 4) Pendidikan akan membelajarkan peserta didik secara signifkan bila tidak ada tekanan terhadap peserta didik. yaitu orang yang melaksanakan peran sebagai orang dewasa 2) meraka yang mempunyai konsep diri sebagai orang dewasa Andragogi mulai digunakan di Netherlands oleh professor T. Carl R Rogers (1951) mengajukan konsep pembelajaran yaitu ³ Student-Centered Learning´ yang intinya yaitu : 1) kita tidak bisa mengajar orang lain tetapi kita hanya bisa menfasilitasi belajarnya.com/2007/09/teori-belajar.peran pengalaman pembelajar (the role of the leaner¶s experience). Didalam pembelajaran orang dewasa tidak sepenuhnya harus menggunakan model andragogi. tetapi bisa digabung model pedagogi. kesiapan belajar ( readiness to learn). 4) Pembelajaran orang dewasa mempunyai kebutuhan yang mendalam untuk mengarahkan diri sendiri (self directed learning). oleh karena itu pendidikan orang dewasa harus memberi pilihan dalam hal perbedaan gaya belajar.html . selanjutnya bisa digunakan model andragogi sebagai penguatan dan pengembangan. 5) Perbedaan diantara pembelajar orang dewasa semakin meningkat dengan bertambahnya usia. dan adanya perbedaan persepsi/pendapat difasilitasi/diakomodir Peserta didik orang dewasa menurut konsep pendidikan adalah : 1) meraka yang berperilaku sebagai orang dewasa.T Ten have pada tahun 1954 dan pada tahun 1959 ia menerbitkan garis-garis besar ³Science of Andragogy´ Model andragogi mempunyai konsep bahwa : kebutuhan untuk tahu (The need to know). Sumber: http://aderusliana. sehingga unit-unit pembelajar sebaiknya adalah kehidupan nyata (penerapan) bukan subject matter. tempat dan kecepatan belajar. orientasi belajar (orientation of learning) dan motivasi lebih banyak ditentukan dari dalam diri si pembelajar itu sendiri. sehingga peran guru sebagai instruktur.1) pembelajar orang dewasa akan termotivasi untuk belajar karena kebutuhan dan minat dimana belajar akan memberikan kepuasan 2) orientasi pembelajar orang dewasa adalah berpusat pada kehidupan. konsep diri pembelajar ( the learner¶s concept). sehingga metode pembelajaran adalah analisa pengalaman (experiential learning). waktu. 3) Pengalaman adalah sumber terkaya bagi pembelajar orang dewasa.