P. 1
Latar Belakang PUAP

Latar Belakang PUAP

|Views: 171|Likes:
Published by asuoe

More info:

Published by: asuoe on Apr 13, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/12/2015

pdf

text

original

Latar Belakang PUAP Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2007 jumlah penduduk miskin

tercatat 37,2 juta jiwa. Sekitar 63,4% dari jumlah tersebut berada di perdesaan dengan mata pencaharian utama di sektor pertanian dan 80% berada pada skala usaha mikro yang memiliki luas lahan lebih kecil dari 0,3 hektar. Kemiskinan di perdesaan merupakan masalah pokok nasional yang penanggulangannya tidak dapat ditunda dan harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan pembangunan kesejahteraan sosial. Oleh karena itu pembangunan ekonomi nasional berbasis pertanian dan pedesaan secara langsung maupun tidak langsung akan berdampak pada pengurangan penduduk miskin. Permasalahan mendasar yang dihadapi petani adalah kurangnya akses kepada sumber permodalan, pasar dan teknologi, serta organisasi tani yang masih lemah. Untuk mengatasi dan menyelesaikan permasalahan tersebut Pemerintah menetapkan Program Jangka Menengah (2005-2009) yang fokus pada pembangunan pertanian perdesaan. Salah satunya ditempuh melalui pendekatan mengembangkan usaha agrbisnis dan memperkuat kelembagaan pertanian di perdesaan. Dalam rangka penanggulangan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja diperdesaan, Bapak Presiden RI pada tanggal 30 April 2007 di Palu, Sulawesi Tengah telah mencanangkan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM-M). Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) yang dilaksanakan oleh Departemen Pertanian pada tahun 2008 dilakukan secara terintegrasi dengan program PNPM-M. Untuk pelaksanaan PUAP di Departemen Pertanian, Menteri Pertanian membentuk Tim Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan melalui Keputusan Menteri Pertanian (KEPMENTAN) Nomor 545/Kpts/OT.160/9/2007. PUAP merupakan bentuk fasilitasi bantuan modal usaha untuk petani anggota, baik petani pemilik, petani penggarap, buruh tani maupun rumah tangga tani. Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) merupakan kelembagaan tani pelaksana PUAP untuk penyaluran bantuan modal usaha bagi anggota. Untuk mencapai hasil yang maksimal dalam pelaksanaan PUAP, GAPOKTAN didampingi oleh tenaga Penyuluh Pendamping dan Penyelia Mitra Tani. GAPOKTAN PUAP diharapkan dapat menjadi kelembagaan ekonomi yang dimiliki dan dikelola petani. Untuk mencapai tujuan PUAP, yaitu mengurangi tingkat kemiskinan dan menciptakan lapangan kerja diperdesaan, PUAP dilaksanakan secara terintegrasi dengan kegiatan Departemen Pertanian maupun Kementerian/ Lembaga lain dibawah payung program PNPM Mandiri.

Dalam rangka penanggulangan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja diperdesaan. Permasalahan mendasar yang dihadapi petani adalah kurangnya akses kepada sumber permodalan. PUAP merupakan bentuk fasilitasi bantuan modal usaha untuk petani anggota. Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) yang dilaksanakan oleh Departemen Pertanian pada tahun 2008 dilakukan secara terintegrasi dengan program PNPM -M.2 juta jiwa. Kemiskinan di perdesaan merupakan masalah pokok nasional yang penanggulangannya tidak dapat ditunda dan harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan pembangunan kesejahteraan sosial.140/2/2008 TANGGAL : 11 Pebruari 2008 BAB I PENDAHULUAN 1. Oleh karena itu pembangunan ekonomi nasional berbasis pertanian dan pedesaan secara langsung maupun tidak langsung akan berdampak pada pengurangan penduduk miskin. Untuk pelaksanaan PUAP di Departemen Pertanian. Menteri Pertanian membentuk Tim Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan melalui Keputusan Menteri Pertanian (KEPMENTAN) Nomor 545/Kpts/OT. Salah satunya ditempuh melalui pendekatan mengembangkan usaha agrbisnis dan memperkuat kelembagaan pertanian di perdesaan. pasar dan teknologi.Pedoman Umum LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 16/Permentan/OT. Sulawesi Tengah telah mencanangkan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM -M). baik petani . Untuk mengatasi dan menyelesaikan permasalahan tersebut Pemerintah menetapkan Program Jangka Menengah (2005-2009) yang fokus pada pembangunan pertanian perdesaan.4% dari jumlah tersebut berada di perdesaan dengan mata pencaharian utama di sektor pertanian dan 80% berada pada skala usaha mikro yang memiliki luas lahan lebih kecil dari 0. Latar Belakang Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2007 jumlah penduduk miskin tercatat 37.3 hektar. Sekitar 63. Bapak Presiden RI pada tanggal 30 April 2007 di Palu. serta organisasi tani yang masih lemah.160/9/2007.

Meningkatnya jumlah petani. 1. buruh tani.pemilik. mingguan. 2. buruh tani maupun rumah tangga tani. Indikator keberhasilan outcome antara lain: 1. Memberdayakan kelembagaan petani dan ekonomi perdesaan untuk pengembangan kegiatan usaha agribisnis. GAPOKTAN didampingi oleh tenaga Penyuluh Pendamping dan Penyelia Mitra Tani. Berkembangnya usaha pelaku agribisnis yang mempunyai usaha harian. buruh tani dan rumah tangga tani miskin dalam melakukan usaha produktif pertanian. petani penggarap. Meningkatkan kemampuan pelaku usaha agribisnis. 4. GAPOKTAN PUAP diharapkan dapat menjadi kelembagaan ekonomi yang dimiliki dan dikelola petani. 3. Berkembangnya 10. maupun musiman. dan 4. Penyuluh Pendamping dan Penyelia Mitra Tani. 1.000 desa miskin/ tertinggal sesuai dengan potensi pertanian desa. 2. buruh tani maupun rumah tangga tani. Meningkatkan fungsi kelembagaan ekonomi petani menjadi jejaring atau mitra lembaga keuangan dalam rangka akses ke permodalan.000 GAPOKTAN/POKTAN yang dimiliki dan dikelola oleh petani. Meningkatnya kemampuan GAPOKTAN dalam memfasilitasi dan mengelola bantuan modal usaha untuk petani angota baik pemilik. Tersalurkannya BLM ± PUAP kepada petani. yaitu mengurangi tingkat kemiskinan dan menciptakan lapangan kerja diperdesaan. Mengurangi kemiskinan dan pengangguran melalui penumbuhan dan pengembangan kegiatan usaha agribisnis di perdesaan sesuai dengan potensi wilayah. Berkembangnya usaha agribisnis di 10. Penyuluh dan Penyelia Mitra Tani. 2. Tujuan PUAP bertujuan untuk: 1. petani penggarap. Indikator Keberhasilan Indikator keberhasilan output antara lain: 1. petani/peternak (pemilik dan atau penggarap) skala kecil. 3. Pengurus Gapoktan. Meningkatnya kesejahteraan rumah tangga tani miskin. Sasaran Sasaran PUAP yaitu sebagai berikut: 1. Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) merupakan kelembagaan tani pelaksana PUAP untuk penyaluran bantuan modal usaha bagi anggota. buruh tani dan rumah tangga tani yang . PUAP dilaksanakan secara terintegrasi dengan kegiatan Departemen Pertanian maupun Kementerian/ Lembaga lain dibawah payung program PNPM Mandiri. Terlaksananya fasilitasi penguatan kapasitas dan kemampuan sumber daya manusia pengelola GAPOKTAN. Untuk mencapai hasil yang maksimal dalam pelaksanaan PUAP. 1. Untuk mencapai tujuan PUAP. dan 2.

dan (d) subsistem penunjang yaitu kegiatan yang menyediakan jasa penunjang antara lain permodalan. 7. 2. 3. Agribisni s adalah rangkaian kegiatan usaha pertanian yang terdiri atas 4 (empat) sub-sistem. dalam memecahkan berbagai persoalan terkait upaya peningkatan kualitas hidup. usaha tani. .mendapatkan bantuan modal usaha. (b) subsistem pertanian primer yaitu kegiatan ekonomi yang menggunakan sarana produksi yang dihasilkan subsistem hulu. 10. 4. 9. buruh tani dan rumah tangga tani dalam berusaha tani sesuai dengan potensi daerah. kemandirian dan kesejahteraannya. Pengertian dan Definisi 1. baik secara individu maupun berkelompok. Berkurangnya jumlah petani miskin dan pengangguran di perdesaan. Pengembangan Usaha Agribisnis di Perdesaan yang selanjutnya di sebut PUAP adalah bagian dari pelaksanaan program PNPM -Mandiri melalui bantuan modal usaha dalam menumbuhkembangkan usaha agribisnis sesuai dengan potensi pertanian desa sasaran. Berfungsinya GAPOKTAN sebagai lembaga ekonomi yang dimiliki dan dikelola oleh petani. Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri yang selanjutnya di sebut PNPM-Mandiri adalah program pemberdayaan masyakarat yang ditujukan untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesempatan kerja. 3. sumber daya) dan keakraban untuk meningkatkan dan mengembangkan usaha anggota. dan 4. 2. 6. (c) subsitem agribisnis hilir yaitu yang mengolah dan memasarkan komoditas`pertanian. Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) PUAP adalah kumpulan beberapa Kelompok Tani yang bergabung dan bekerja sama untuk meningkatkan skala ekonomi dan efisiensi usaha. Kelompok Tani (Poktan) adalah kumpulan petani/peternak yang dibentuk atas dasar kesamaan kepentingan. Petani adalah perorangan warga negara Indonesia beserta keluarganya atau korporasi yang mengelola usaha di bidang pertanian yang meliputi usaha hulu. Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal-usul adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan RI (sebagaimana tercantum pada Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa). kesamaan kondisi lingkungan (sosial. 8. Desa Miskin adalah desa yang secara ekonomis pendapatan per kapitanya per tahun berada dibawah standar minimum pendapatan per kapita nasional dan infrastruktur desa yang sangat terbatas. yaitu (a) subsistem hulu yaitu kegiatan ekonomi yang menghasilkan sarana produksi (input) pertanian. 1. Meningkatnya aktivitas kegiatan agribisnis (budidaya dan hilir) di perdesaan. agroindustri. Pemberdayaan Masyarakat adalah upaya untuk menciptakan/meningkatkan kapasitas masyarakat. ekonomi. teknologi dan lain-lain. Perdesaan adalah kawasan yang secara komparatif memiliki keunggulan sumberdaya alam dan kearifan lokal (endogeneous knowledge) khususnya pertanian dan keanekaragaman hayati. dan 3. 5. Sedangkan Indikator benefit dan Impact antara lain: 1. Meningkatnya pendapatan petani (pemilik dan atau penggarap). Berkembangnya usaha agribisnis dan usaha ekonomi rumah tangga tani di lokasi desa PUAP. pemasaran dan jasa penunjang.

bulanan. pelatihan bagi pengurus GAPOKTAN. Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) adalah bantuan dana kepada petani/kelompok tani untuk pengembangan usaha agribisnis di perdesaan yang disalurkan melalui GAPOKTAN dalam bentuk modal usaha. Pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan PUAP. 2. Optimalisasi potensi agribisnis di desa miskin dan tertinggal dilaksanakan melalui: 1. Pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan PUAP dilaksanakan melalui: 1. BAB II POLA DASAR DAN STRATEGI PELAKSANAAN PUAP 1. mingguan. buruh tani dan rumah tangga tani. buruh tani dan rumah tangga tani miskin. Usaha Produktif adalah segala jenis usaha ekonomi yang dilakukan oleh petani/kelompok tani di perdesaan dalam bidang agribisnis yang mempunyai transaksi hasil usaha harian. dan 4. 2) keberadaan Penyuluh Pendamping dan Penyelia Mitra Tani . 2. dan 4) penyaluran BLM kepada petani (pemilik dan atau penggarap). Rencana Usaha Bersama (RUB) adalah rencana usaha untuk pengembangan agribisnis yang disusun oleh GAPOKTAN berdasarkan kelayakan usaha dan potensi desa. identifikasi potensi desa. 14. Strategi Operasional Strategi Operasional Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) adalah: 1. Pendampingan adalah kegiatan yang dilakukan oleh Penyuluh dalam rangka pemberdayaan petani/kelompok tani dalam melaksanakan PUAP. 13. 16. pengurus Gapok tan. Komponen utama dari pola dasar pengembangan PUAP adalah 1) keberadaan GAPOKTAN. Penyelia Mitra Tani (PMT) adalah individu yang memiliki keahlian di bidang keuangan mikro yang direkrut oleh Departemen Pertanian untuk melakukan supervisi dan advokasi kepada Penyuluh dan Pengelola GAPOKTAN dalam pengembangan PUAP. 1. 2. 12. penguatan modal petani kecil. Pola Dasar Pola dasar PUAP dirancang untuk meningkatkan keberhasilan penyaluran dana BLM PUAP kepada GAPOKTAN dalam mengembangkan usaha produktif petani skala kecil. dan 4. musiman maupun tahunan. 15.11. Komite Pengarah adalah komite yang dibentuk oleh Pemerintahan Desa yang terdiri dari wakil tokoh masyarakat.dll. optimalisasi potensi agribisnis di desa miskin dan tertinggal. 3. wakil dari kelompok tani dan penyuluh pendamping. pendampingan bagi petani oleh penyuluh pe ndamping. buruh tani dan rumah tangga tani miskin kepada sumber permodalan. pendampingan bagi GAPOKTAN 1. Strategi Dasar Strategi dasar Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) adalah: 1. . rekrutmen dan pelatihan bagi PMT. pelatihan bagi petugas pembina dan pendamping PUAP. 3) Pelatihan bagi petani. 3.

2. penyuluh pendamping. penempatan dan penugasan PMT di setiap kabupaten/kota. Kuota desa yang menjadi sasaran penerima bantuan modal usaha PUAP juga memperhatikan dan mempertimbangkan aspirasi masyarakat. dan 2. buruh tani dan rumah tangga tani miskin kepada sumber permodalan dilaksanakan melalui: 1. 1. penempatan dan penugasan Penyuluh Pendamping di setiap GAPOKTAN. 3. 4. 5. (5) Data desa lokasi program lanjutan DEPTAN antara lai n : P4K. 2. Penetapan GAPOKTAN/POKTAN 1. Pendampingan. P4MI. (3) data desa miskin dari BPS. 4. Kriteria Seleksi Desa PUAP 1. Prima Tani. Ruang Lingkup Kegiatan Ruang lingkup kegiatan PUAP meliputi: 1. dan Evaluasi dan pelaporan. Sosialisasi Kegiatan PUAP. Pandampingan GAPOKTAN dilaksanakan melalui: 1.2. Hasil verifikasi desa PUAP oleh Tim PUAP Pusat. pengurus GAPOKTAN. Daftar calon desa PUAP dikirim oleh Tim PUAP Pusat ke Gubernur dan Bupati/Walikota. Tim Teknis Kabupaten/Kota mengidentifikasi GAPOKTAN penerima BLM dari . Tahapan penetapan Kuota Desa Penentuan kuota desa dilaksanakan di Pusat oleh Kelompok Kerja (Pokja) Identifikasi PUAP. Tim PUAP Pusat menyusun daftar calon desa PUAP. Identifikasi dan penetapan Desa PUAP. Penguatan modal bagi petani kecil. Penetapan kuota desa dilakukan dengan mempertimbangkan: (1) data lokasi PNPM-Mandiri. 2. Rekrutmen dan pelatihan bagi PMT. (2) data Potensi Desa (Podes). LKM -A serta desa rawan pangan. Tim PUAP Pusat melakukan verifikasi atas usulan desa PUAP yang diajukan oleh Gubernur. 2. 9. Identifikasi dan penetapan GAPOKTAN penerima BLM-PUAP. fasilitasi pengembangan kemitraan dengan sumber permodalan lainnya. 7. 2. 3. Pemerintah Kabupaten/Kota mengusulkan calon desa PUAP kepada Departemen Pertanian melalui Gubernur. Berdasarkan kuota desa pada setiap Kabupaten/Kota. 3. 6. Tahapan Seleksi Desa PUAP: 1. penyusunan dan pelaksanaan RUB berdasarkan usaha agribisnis unggulan. 4. Pembinaan dan Pengendalian. BAB III KRITERIA SELEKSI DESA DAN GAPOKTAN PENERIMA PUAP 1. 8. selanjutnya ditetapkan oleh MENTERI PERTANIAN seba gai desa PUAP. Berdasarkan daftar tersebut diatas. penyaluran BLM-PUAP kepada pelaku agribisnis melalui GAPOKTAN. (4) data desa tertinggal dari Kementerian PDT. dan 3. Penyaluran Bantuan Langsung Masyarakat. Bupati/Walikota dan aspirasi masyarakat. Pelatihan bagi fasilitator. Pidra. penentuan usaha agribisnis (budidaya dan hilir) unggulan.

Apabila di desa tersebut tidak terdapat GAPOKTAN dan baru ada POKTAN.kepada GAPOKTAN. 3. Mempunyai struktur kepengurusan yang aktif.. Satker Pusat Pembiayaan Pertanian mengajukan surat Perintah Membayar (SPM-LS) dengan lampiran : 1. Tim PUAP Pusat melakukan verifikasi terhadap GAPOKTAN yang diusulkan oleh Bupati/Walikota. 2) usaha non budidaya meliputi usaha industri rumah tangga pertanian. 2. Memiliki SDM yang mampu mengelola usaha agribisnis. hortikultura. pemasaran skala kecil/bakulan. Dikukuhkan oleh Bupati/Walikota.q Pusat Pembiayaan Pertanian Sekretariat Jenderal Departemen Pertanian. Penyaluran dana BLM ± PUAP dilakukan dengan mekanisme Pembayaran Langsung (LS) ke Rekening GAPOKTAN. 3. 2. (2) Nomor Rekening GAPOKTAN. Kriteria GAPOKTAN Penerima BLM ± PUAP GAPOKTAN penerima bantuan modal usaha PUAP harus berada pada desa PUAP dengan kriteria sebagai berikut: 1. 2. Berita Acara Pengukuhan GAPOKTAN oleh Bupati /Walikota. 4. Bupati/Walikota mengusulkan GAPOKTAN penerima BLM PUAP kepada Tim Pusat melalui Gubernur. Rencana Usaha Bersama (RUB) yang telah disetujui oleh Tim Teknis Kabupaten/Kota (Formulir 2) .lokasi desa PUAP yang telah ditetapkan oleh MENTERI PERTANIAN 2. maka POKTAN dapat ditunjuk menjadi penerima BLM PUAP dan untuk selanjutnya ditumbuhkan menjadi GAPOKTAN. selanjutnya ditetapkan oleh MENTERI PERTANIAN. 3. 3.q. 2. Penyusunan Rencana Usaha Bersama (RUB) 1. GAPOKTAN mengisi Formulir 1 sebagai data dasar untuk diajukan oleh Bupati/Walikota sebagai calon penerima BLM PUAP. dikirim bersama dokumen administrasi lainnya antara lain: (1) Berita Acara Pengukuhan GAPOKTAN. 3. Rekapitulasi RUB dengan mencantumkan : 1. RUB disusun oleh GAPOKTAN berdasarkan hasil identifikasi potensi usaha agribisnis di desa PUAP yang dilakukan oleh Penyuluh Pendamping. RUB dan dokumen administrasi lainnya yang diterima Departemen Pertanian selanjutnya diteliti dan diverifikasi oleh Tim PUAP Pusat c. (3) Perjanjian Kerjasama. 6000. Dimiliki dan dikelola oleh petani. Keputusan MENTERI PERTANIAN tentang penetapan GAPOKTAN. dan (4) Surat Perintah Kerja. Nomor rekening GAPOKTAN. Nama dan alamat lengkap GAPOKTAN yang menjadi sasaran PUAP. 4. 3. Pokja Penyaluran Dana. ke Tim Pembina Propinsi untuk diajukan kepada Departemen Pertanian C. 5. peternakan. perkebunan. 4. 2. dan usaha lain berbasis pertanian. Prosedur Penyaluran BLM-PUAP 1. yaitu : 1) budidaya di sub sektor tanaman pangan. 2. Satker Pusat Pembiayaan Pertanian menerbitkan Surat Perintah Kerja (SPK) bermeterai Rp. Hasil verifikasi Tim PUAP Pusat terhadap GAPOKTAN. 5. BAB IV TATA CARA DAN PROSEDUR PENYALURAN BLM -PUAP 1. Penyusunan RUB harus memperhatikan kelayakan usaha produktif petani. .

Tugas utama dari tim Teknis Kabupaten/Kota adalah merumuskan kebijakan teknis pengembangan PUAP sebagai penjabaran dari kebijakan umum Pusat dan kebijakan teknis Provinsi. 4. Tim Pelaksana diketuai oleh salah satu Kepala Dinas Lingkup Pertanian dan Sekretaris adalah Kepala Kelembagaan yang menangani Penyuluhan Pertanian. seluruh Sekretaris Eselon I dan beberapa Pejabat Eselon II terkait. Rincian penggunaan dana BLM PUAP menurut usaha produktif. evaluasi dan pelaporan.6000. sedangkan anggota Tim Pelaksana adalah Penyelia Mitra Tani (PMT) dan instansi terkait lainnya. Tim Pelaksana diketuai oleh salah satu Kepala Dinas Lingkup Pertanian dengan Sekretaris adalah Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) sedangkan anggota berasal dari instansi terkait lainnya.. Tugas utama dari tim pembina tingkat Provinsi adalah merumuskan kebijakan teknis pengembangan PUAP sebagai penjabaran dari kebijakan umum yang dirumuskan oleh Tim Pusat. melakukan koordinasi dan sinkronisasi dengan Kabupaten/Kota. Bupati/Walikota membentuk Tim Teknis PUAP tingkat Kabupaten/Kota yang terdiri dari Tim Pengarah dan Tim Pelaksana. BAB V ORGANISASI PELAKSANAAN PUAP 1. monitoring. Tingkat Pusat Untuk meningkatkan koordinasi antar instansi Menteri Pertanian membentuk Tim Pengarah dan Tim Pelaksana Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan. Tim Pengarah PUAP Kabupaten/Kota adalah juga merupakan Ti m Pengarah PNPM Mandiri Kabupaten/Kota. pelaksanaan.3. Penyaluran dana BLM dari KPPN ke rekening Gapoktan melalui penerbitan SP2D akan diatur lebih lanjut oleh Departemen Keuangan. Tingkat Provinsi Untuk meningkatkan koordinasi antar instansi di tingkat Provinsi. 1. 2. Tugas utama dari Tim Pengarah adalah merumuskan kebijakan umum dalam pengembangan PUAP baik dengan instansi Pusat khususnya dalam koordinasi pelaksanaan PNPM Mandiri maupun dengan instansi daerah (tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota). Tingkat Kabupaten/Kota Untuk meningkatkan koordinasi antar instansi. Anggota Tim Pelaksana PUAP Pusat terdiri dari Kepala Biro Perencanaan. Kuitansi harus ditandatangani Ketua GAPOKTAN dan diketahui/disetujui oleh Tim Teknis Kabupaten/Kota dengan meterai Rp. mengkoordinasikan pelaksanaan PUAP dengan PNPM Mandiri di tingkat Provinsi. Tim Pengarah diketuai oleh Menteri Pertanian dibantu oleh seluruh Eselon I lingkup Departemen Pertanian. Tim Pelaksana PUAP tingkat Pusat diketuai oleh Kepala Badan Pengembangan SDM dan dibantu oleh Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Peningkatan Efisiensi Pembangunan Pertanian dan Kepala Pusat Pembiayaan Pertanian sebagai Sekretaris. 4. 4. Nama dan alamat kantor cabang bank tempat GAPOKTAN membuka rekening. Tim Pengarah PUAP Provinsi adalah juga merupakan Tim Pengarah PNPM Mandiri Provinsi. mengkoordinasikan pelaksanaan PUAP dengan PNPM Mandiri di tingkat Kabupaten/Kota. pengendalian. Gubernur membentuk Tim Pembina PUAP tingkat Provinsi yang terdiri dari Tim Pengarah dan Tim Pelaksana. Tugas utama Tim Pelaksana PUAP adalah melaksanakan seluruh kegiatan PUAP mulai dari tahap persiapan.(enam ribu rupiah). menyetujui RUB yang diusulkan GAPOKTAN dan melakukan .

teknologi dan pasar. Memberikan bimbingan teknis dalam pemanfaatan dana BLM-PUAP. Memberikan bimbingan teknis usaha agribisnis perdesaan termasuk pemasaran hasil usaha. 1. maka Bupati/Walikota membentuk Tim Teknis tingkat Kecamatan. Tingkat Desa Pelaksana PUAP di tingkat Desa terdiri dari GAPOKTAN. 3. Tim Teknis Kecamatan diketuai Camat dibantu oleh Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) sebagai sekretaris. Melakukan identifikasi potensi ekonomi desa yang berbasis usaha pertanian. Disamping itu. Penyuluh Pendamping setelah mengikuti pelatihan mengisi Formulir 3 sebagai data dasar penempatan dan penugasan yang diberikan oleh Bupati/Walikota. 6. Tugas utama dari Tim Teknis Kecamatan adalah melaksanakan kebijakan teknis yang dirumuskan oleh Bupati/Walikota dan pengendalian pelaksanaan PUAP di tingkat Desa lingkup kecamatan. Melaksanakan pertemuan reguler dengan Penyuluh Pendamping dan GAPOKTAN. Membantu memfasilitasi kemudahan akses terhadap sarana produksi. 4. Melaksanakan pelatihan usaha agribisnis dan usaha ekonomi produktif sesuai potensi desa. . Melakukan verifikasi awal terhadap RUB dan dokumen administrasi lainnya. Tim Pusat melakukan pembinaan terhadap SDM ditingkat provinsi dan Kabupaten/Kota dalam bentuk pelatihan. 2. Penyelia Mitra Tani (PMT) mengisi Formulir 4 sebagai data dasar dalam penempatan dan penugasan yang diberikan oleh Departemen Pertanian. Tugas utama Penyuluh Pendamping adalah: 1. Tim Pusat berkoordi nasi dengan Tim PNPMMandiri melakukan sosialisasi program dan supervisi pelaksanaan PUAP ditingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota. serta mendampingi Gapokan selama proses penumbuhan kelembagaan. Pembinaan Dalam rangka menjaga kesinambungan dan keberhasilan pelaksanaan PUAP. 3.pengendalian pelaksanaan PUAP di tingkat Kecamatan dan Desa. Melakukan supervisi dan advokasi kepada Penyuluh Pendamping dan GAPOKTAN. Tugas utama PMT adalah : 1. dan 4. 5. Membantu memecahkan permasalahan usaha petani /kelompok tani. Kantor Cabang Dinas Pertanian (KCD) dan Kepala Desa lokasi PUAP sebagai anggota. BAB VI PEMBINAAN DAN PENGENDALIAN 1. 3. dan 7. 2. Membuat laporan tentang perkembangan pelaksanaan PUAP. Membantu GAPOKTAN dalam membuat laporan perkembangan PUAP. Tingkat Kecamatan Untuk meningkatkan koordinasi antar instansi di tingkat Kecamatan. Penyuluh Pendamping dan Penyelia Mitra Tani. GAPOKTAN ditetapkan/dikukuhkan oleh Bupati/Walikota.

Pusdatin sebagai pengelola operation room bertanggungjawab mengembangkan dan mengelola data base PUAP yang mencakup : data base GAPOKTAN. Secara rinci alur pembinaan dan pengendalian PUAP dapat dilihat pada gambar dibawah ini. dan 3) mengembangkan sistem pelaporan PUAP. 1. Departemen Pertanian mengembangkan operation room sebagai Pusat Pengendali PUAP berbasis elektronik yang dikelola oleh Pusat Data dan Informasi Pertanian (Pusdatin). Koordinasi dan Pengendalian. Gubernur dihara pkan dapat membentuk operation room yang dikelola oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP). Pengendalian Untuk mengendalikan pelaksanaan PUAP. Pusdatin bertugas mempersiapkan bahan laporan perkembangan pelaksanaan PUAP. Tim Teknis PUAP Kabupaten/Kota melakukan pengendalian terhadap pelaksanaan PUAP . Tim Pembina PUAP Provinsi melakukan pengendalian terhadap pelaksanaan PUAP melalui pertemuan reguler dan kunjungan lapangan ke kabupaten/kota dan kecamatan untuk menjamin pelaksanaan PUAP sesuai dengan kebijakan teknis Gubernur serta menyelesaikan permasalahan yang terjadi di lapangan. Penyelia Mitra Tani (PMT) dan usaha agribisnis GAPOKTAN. Penyuluh Pendamping. BPTP sebagai sekretariat Tim Pembina PUAP Provinsi dapat memanfaatkan data base PUAP yang dikembangkan Departemen Pertanian sebagai bahan dalam penyusunan laporan Tim Pembina Provinsi kepada Gubernur dan Menteri Pertanian. Disamping itu. Tim Pusat PUAP melakukan pengendalian terhadap pelaksanaan PUAP melalui pertemuan reguler dan kunjungan lapangan ke provinsi dan kabupaten/kota untuk menjamin pelaksanaan PUAP sesuai dengan kebijakan umum Menteri Pertanian dan menyelesaikan permasalahan yang terjadi di lapangan. Pembinaan pelaksanaan PUAP oleh Tim Teknis Kabupaten/Kota kepada Tim Teknis Kecamatan dilakukan dalam bentuk pelatihan/apresiasi peningkatan pemahaman terhadap pelaksanaan PUAP. Untuk mengendalikan pelaksanaan PUAP di tingkat provinsi.Pembinaan pelaksanaan PUAP oleh Tim Pembina Provinsi kepada Tim Teknis Kabupaten/Kota difokuskan kepada: 1) Peningkatan kualitas SDM yang menangani BLM PUAP ditingkat Kabupaten/Kota 2).

Tim Pembina Propinsi dan Tim PUAP Pusat akan membuat laporan akhir tahun untuk dilaporkan sebagai bagi an dari dari laporan PNPM Mandiri. Pelaporan Sesuai dengan alur pembinaan dan pengendalian PUAP. Evaluasi pelaksanaan PUAP di tingkat Kabupaten/Kota dilaksanakan oleh Tim Teknis PUAP Kabupaten/Kota. BAB VII EVALUASI DAN PELAPORAN 1. Disamping secara reguler tersebut. 1. Bupati/Walikota diharapkan dapat membentuk operation room yang dikelola oleh Sekretariat PUAP Kabupaten/kota dengan memanfaatkan perangkat keras dan lunak komputer yang disiapkan oleh Departemen Pertanian. POKJA Monitoring dan Evaluasi melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan PUAP mencakup evaluasi awal. Ketua Tim Teknis PUAP Kabupaten/Kota dapat membentuk POKJA Monitoring d an Evaluasi tingkat Kabupaten/Kota untuk melakukan evaluasi awal. Tim Teknis PUAP Kecamatan melakukan pengendalian terhadap pelaksanaan PUAP melalui pertemuan reguler dan kunjungan lapangan ke desa dan GAPOKTAN untuk menjamin pelaksanaan PUAP sesuai dengan kebijakan teknis Bupati/Walikota. BAB VIII PENUTUP . evaluasi pelaksanaan yang sedang berjalan dan evaluasi akhir. Untuk mengendalikan pelaksanaan PUAP di tingkat Kabupaten/kota. Apabila diperlukan. Tim Teknis PUAP Kabupaten/Kota melakukan pengendalian terhadap pelaksanaan PUAP melalui pertemuan reguler dan kunjungan lapangan ke kecamatan dan desa untuk menjamin pelaksanaan PUAP sesuai dengan kebijakan teknis Bupati/Walikota. Apabila diperlukan. maka terdapat laporan yang harus disampaikan oleh Tim Teknis Kabupaten/Kota (Formulir 5) dan laporan Tim Pembina Propinsi (Formulir 6) kepada Tim PUAP Pusat. Ketua Tim Pembina dapat membentuk POKJA Monitoring dan Evaluasi tingkat Provinsi untuk melakukan evaluasi awal. Evaluasi pelaksanaan PUAP di tingkat Provinsi dilakukan oleh Tim Pembina Provinsi. evaluasi pelaksanaan yang sedang berjalan dan evaluasi akhir. Evaluasi Evaluasi pelaksanaan kegiatan PUAP oleh Tim Pusat dilaksanakan oleh Kelompok Kerja (POKJA) Monitoring dan Evaluasi yang dibentuk oleh Ketua Tim Pelaksana PUAP. Tim Teknis Kabupaten/Kota dapat menugaskan Penyelia Mitra Tani (PMT) untuk menyiapkan bahan laporan. evaluasi pelaksanaan yang sedang berjalan dan evaluasi akhir. Tim Teknis Kabupaten/Kota.melalui pertemuan reguler dan kunjungan lapangan ke kecamatan dan desa untuk menjamin pelaksanaan PUAP sesuai dengan kebijakan teknis Bupati/Walikota serta menyelesaikan permasalahan yang terjadi di lapangan.

Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) merupakan langkah terobosan Departemen Pertanian untuk mengurangi kemiskinan dan pengangguran. Pengembangan kegiatan ekonomi rakyat yang diprioritaskan pada penduduk miskin perdesaan melalui peningkatan kualitas SDM 2. dan y Penguasaan teknologi produksi. PUAP merupakan entry point dan perekat bagi seluruh program Departemen Pertanian dan sektor lain yang terkait dalam program PNPM-Mandiri. PUAP merupakan entry point dan perekat bagi seluruh program Departemen Pertanian dan sektor lain yang terkait dalam program PNPM-Mandiri. dan (3) Penguasaan teknologi produksi. Dalam rangka mempercepat keberhasilan PUAP diperlukan berbagai upaya dan strategi pelaksanaan yang terpadu melalui: (1) Pengembangan kegiatan ekonomi rakyat yang diprioritaskan pada penduduk miskin perdesaan melalui peningkatan kualitas SDM. Penguatan modal bagi petani. (2) Penguatan modal bagi petani. buruh tani dan rumah tangga tani. . buruhtani dan rumahtangga tani. pemasaran hasil dan pengelolaan nilai tambah. Keberhasilan PUAP sangat ditentukan oleh kerjasama dan komitmen seluruh pemangku kepentingan mulai dari tahap persiapan. pemasaran hasil dan peningkatan nilai tambah. pelaksanaan sampai dengan dukungan anggaran dari tingkat pusat sampai daerah. MENTERI PERTANIAN ANTON APRIYANTONO Sekilas Tentang PUAP y PUAP merupakan langkah terobosan Departemen Pertanian untuk mengurangi kemiskinan dan pengangguran. Dalam rangka mempercepat keberhasilan Program PUAP diperlukan strategi pelaksanaan yang terpadu melalui: y y 1.

Sekitar 63. Oleh karena itu pembangunan ekonomi nasional berbasis pertanian dan pedesaan secara langsung maupun tidak langsung akan berdampak pada pengurangan penduduk miskin. Melalui proses pembangunan partisipatif. pemerintah meluncurkan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri mulai tahun 2007.140/2/2008 TANGGAL : 11 Pebruari 2008 Latar Belakang PUAP Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2007 jumlah penduduk miskin tercatat 37. Melaui PNPM Mandiri dirumuskan kembali mekanisme upaya penanggulangan kemiskinan yang melibatkan unsur masyarakat.4% dari jumlah tersebut berada di perdesaan dengan mata pencaharian utama di sektor pertanian dan 80% berada pada skala usaha mikro yang memiliki luas lahan lebih kecil dari 0. pelaksanaan sampai dengan dukungan anggaran dari tingkat pusat sampai daerah. Tentang PNPM Mandiri PNPM MANDIRI Permasalahan kemiskinan yang cukup kompleks membutuhkanintervensi semua pihak secara bersama dan terkoordinasi. Kemiskinan di perdesaan merupakan masalah pokok nasional yang penanggulangannya tidak dapat ditunda dan harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan pembangunan kesejahteraan sosial. dapat dapat ditumbuhkembangkan sehingga mereka bukan sebagai obyek melainka sebagai n subyek upaya penanggulangan kemiskinan. Pedoman Umum LAM AN PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 16/Permentan/OT. pelaksanaan. Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP) sebagai dasar bagi pengembangan pemberdayaan masyarakat di perkotaan.3 hektar.y Keberhasilan PUAP sangat ditent an oleh kerjasama dan komitmen sel ruh pemangku kepentingan mulai dari tahap persiapan. hingga pemantauan dan evaluasi. Untuk meningkatkan efektivitas penanggulangan kemisk inan dan penciptaan lapangan kerja. kesadaran kritis dan kemandirian masyarakat.. Selengkapnya. Namun penanganannya selama ini cenderung parsial dan tidak berkelanjutan. terutama masyarakat miskin. dan Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Khusus (P2DTK) untuk pengembangan ¢¡   . Peran dunia usaha dan masyarakat pada umumnya juga belum optimal.. Untuk itu diperlukan perubahan yang bersi at sistemik dan menyeluruh dalam upaya penanggulangan kemiskinan. mulai dai tahap r perencanaan. Kerelawanan sosial dalam kehidupan masyarakat yang dapat menjadi sumber penting pemberdayaan dan pemecahan akar permasalahan kemiskinan juga mulai luntur.2 juta ji a. Pelaksanaan PNPM Mandiri tahun 2007 dimulai dengan Program Pengembangan Kecamatan (PPK) sebagai dasar pengembangan pemberdayaan masyarakat di perdesaan beserta program pendukungnya seperti PNPM Generasi.

. Pelaksanaan PNPM Mandiri yang berdasar pada indikator-indikator keberhasilan yang terukur akan membantu Indonesia mewujudkan pencapaian target-target MDGs tersebut. pasca bencana. Dengan pengintegrasian berbagai program pemberdayaan masyarakat ke dalam kerangka kebijakan PNPM Mandiri. Mengingat proses pemberdayaan pada umumnya membutuhkan waktu 5-6 tahun. Mulai tahun 2008 PNPM Mandiri diperluas dengan melibatkan Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) untuk mengintegrasikan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi dengan daerah sekitarnya. Efektivitas dan efisiensi dari kegiatan yang selama ini sering berduplikasi antar proyek diharapkan juga dapat diwujudkan. dan konflik. Hal ini sejalan dengan target waktu pencapaian tujuan pembangunan milenium atau Millennium Development Goals (MDGs). maka PNPM Mandiri akan dilaksanakan sekurang-kurangnya hingga tahun 2015. Secara lengkap informasi mengenai pengelolaan PNPM ini dapat diunduh dari Pedoman Umum PNPM Mandiri pada bagian ³Data dan Informasi Terkini´/ data yang kami sajikan dalam homepage.daerah tertinggal. PNPM Mandiri diperkuat dengan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan oleh berbagai departemen/sektor dan pemerintah daerah. Pelaksanaan PNPM Mandiri 2008 juga akan diprioritaskan pada desa-desa tertinggal. cakupan pembangunan diharapkan dapat diperluas hingga ke daerah-daerah terpencil dan terisolir.

khususnya APBD. Meningkatkan kapasitas pelaku masyarakat dan aparatur pemerintahan. yang didukung dengan peningkatan manajemen pemerintahan desa sebagai basis. Pada tataran operasional. kecamatan dan kabupaten serta keselarasan rencana kegiatan dan anggaran dari berbagai sumber. serta mendorong penyelarasan perencanaan teknokratis. pengintegrasian mensyaratkan adanya perencanaan pembangunan di tingkat desa (RPJM Desa). pada dasarnya memiliki dua agenda besar: peningkatan kapasitas masyarakat dan penguatan pemerintahan lokal dalam penyelenggaraan pembangunan berbasis pemberdayaan masyarakat. Pada konteks itu. Khusus Meningkatkan kualitas proses dan hasil perencanaan pembangunan di tingkat desa. Meningkatkan manajemen pemerintahan desa. politis dengan perencanaan partisipatif. Meningkatkan kapasitas lembaga kemasyarakatan dan pemerintahan. Mendorong penyelarasan Penjaringan Aspirasi Masyarakat oleh DPRD dan penyusunan Rencana Kerja SKPD dengan hasil-hasil Musrenbang kecamatan.Program Pengembangan Sistem Pembangunan Partisipatif (P2SPP) Latar Belakang Program Pengembangan Sistem Pembangunan Partisipatif (P2SPP) sebagai upaya mengintegrasikan pengelolaan pembangunan partisipatif pola PNPM-MP ke dalam sistem reguler (Musrenbang). efektivitas fasilitasi untuk memastikan pemerintah desa membentuk Peraturan Desa (Perdes). utamanya aparatur Pemerintahan Desa. P2SPP memberikan tekanan pada aspek penguatan pemerintahan lokal. Tujuan Umum Menyatupadukan sistem pembangunan partisipatif pola PNPM-MP ke dalam sistem pembangunan reguler dan menyelaraskan perencanaan teknokratis. politis dengan partisipatif. Proses dimaksud. Hal itu juga harus dibarengi dengan peningkatan kualitas proses dan hasil Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) di tingkat desa. . serta dukungan Peraturan Daerah (Perda) terkait isu-isu di atas. akomodasi usulan masyar akat dalam Rencana Kerja (Renja) SKPD. menetapkan APB Desa dan Pertanggungjawaban Kepala Desa (Kades) secara rutin menjadi penting. memunculkan berbagai isu penting: keselarasan penjaringan aspirasi masyarakat oleh DPRD dengan hasil-hasil Musrenbang (desa dan kecamatan). Karenapenguatan dan pelembagaan pembangunan partisipatif hanya dapat dilakukan apabila pemerintah lokal (daerah) memiliki kebijakan dan memberikan dukungan (anggaran dan regulasi) yang berpihak kepada rakyat. Mendorong penyelarasan rencana kegiatan dengan penganggaran. terutama pemerintahan desa dalam pengelolaan pembangunan partisipatif.

2.Prinsip Prinsip . Otonomi Daerah Penguatan pengintegrasian dilaksanakan dalam kerangka pelaksanaan Otonomi Daerah. Penguatan Demokrasi Pelaksanaan penguatan pengintegrasian menjadi bagian tak terpisahkan dari penguatan praktik .prinsip P2SPP adalah : 1. administratif maupun legal (Menurut peraturan dan hukum yang berlaku). Kerangka Kerja 1. sehingga pengelolaan kegiatan dapat dipantau dan dapat dipertanggungjawabkan baik secara moral. 2. mendayagunakan. Desentralisasi Penyerahan wewenang pemerintahan oleh Pemerintah kepada daerah otonom untuk mengaturdan mengurus urusan pemerintahan dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia. Transparansi dan Akuntabel Masyarakat memiliki akses yang terbuka terhadap segala informasi dan proses pengambilan keputusan. Keterpaduan Keselarasan dan kesatupaduan kebijakan. mempertahankan dan mengembangkan kelangsungan sistem. wewenang. yaitu hak. Keberlanjutan Mendorong tumbuhnya rasa memiliki sehingga lahir tanggung jawab untuk menjaga. 6. 3. Pemberdayaan Masyarakat Pelaksanaan Penguatan pengintegrasian menjadi sarana bagi proses/upaya secara sadar dan terencana untuk meningkatkan kemampuan dan keman dirian masyarakat agar dapat mengatasi permasalahan yang dihadapi. terutama untuk mencapai suatu tujuan atau hasil yang telah ditetapkan. dan kewajiban (daerah otonom) untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan peraturan perundang undangan. Partisipasi Membuka kesempatan yang seluas-luasnya bagi sebanyak-banyaknya pihak yang dapat memberikan kontribusi. 5. 3. arah dan atau tindakan dari berbagai aspek kegiatan. Efektif dan Efisien Proses (langkah dan cara kerja) dan lembaga-lembaga membuahkan hasil sesuai kebutuhan warga masyarakat dan dengan menggunakan sumber-sumber daya yang ada seoptimal mungkin. 4.

Meningkatnya peran DPRD mendorong proses pengintegrasian. 6. LPMD. Semua kegiatan yang dilakukan berdasar pada dan untuk penguatan pelaksanaan peraturan (Produk hukum) yang telah ditetapkan. 2. c) Masyarakat Politik. Menyatu dengan dan menguatkan mekanisme reguler. Meningkatnya keterpaduan rencana kegiatan dan anggaran. 7. Meningkatnya kapasitas pelaku masyarakat (KPMD). Strategi 1. 4. 8. 2. Meningkatnya kapasitas BPD. Pengurus BPD. Menegaskan arah/orientasi aksi. Semua kegiatan yang dilakukan terintegrasi dan atau menjadi bagian dari kegiatan reguler sesuai ketentuan penyelenggaraan pemerintahan. terhadap sasaran: a) Pemerintah Daerah. 3. Kegiatan yang dilakukan sebagai upaya dan proses penguatan pengintegrasian memiliki arah dan titik sentuh yang jelas sesuai sasarannya. dan Pengurus LPMD. diorientasikan untuk: Penguatan komitmen dan mendorong reorientasi kebijakan untuk penguatan pembangunan berbasis pemberdayaan masyarakat. yang berkaitan langsung maupun yang relevan bagi penguatan penyelenggaraan pembangunan partisipatif. Meningkatnya kapasitas dan fungsi Pemerintah Daerah melaksanakan pengintegrasian sebagai wujud penguatan sistem pembangunan partisipatif. BKAD dan UPK. diorientasikan untuk: Membangun kesadaran kritis dan peningkatan kapasitas. Reorientasi pelatihan Konsultan dan Fasilitator. Dalam hal ini. Kepala Desa.demokrasi ditingkat lokal. b) Masyarakat Sipil. Meningkatnya keselarasan Penjaringan Aspirasi Masyarakat dengan Musrenbang Kecamatan. . 3. Sasaran Sasaran P2SPP adalah 1. 5. 4. Meningkatnya keselarasan Renja SKPD dengan hasil Musrenbang Kecamatan. Meningkatnya dukungan regulasi/Peraturan Daerah untuk penguatan pembangunan partisipatif. Mendorong efektivitas pelaksanaan regulasi (peraturan). Rancangaan pelatihan diorientasikan untuk mengembangkan kemampuan dan sikap fasilitator sesuai tuntutan dan kebutuhan pengintegrasian. diorientasikan untuk: Meningkatkan keberpihakan kepada rakyat dan memberikan dukungan regulasi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->