P. 1
Penyusunan Anggaran,Dagmar,Copywriting,Mnajemen Periklanan

Penyusunan Anggaran,Dagmar,Copywriting,Mnajemen Periklanan

|Views: 389|Likes:
Published by Windy Anindya Putri

More info:

Published by: Windy Anindya Putri on Apr 13, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/28/2014

pdf

text

original

PENYUSUNAN ANGGARAN PERIKLANAN

Teori anggaran periklanan Anggaran periklanan adalah proses yang sederhana, yang memungkinkan seseorang menerima alasan bahwa tingkat terbaik (optimal) dari berbagai investasi adalah tingkat yang dapat memaksimalkan laba. Asumsi inimempengaruhi aturan untuk menetapkan anggaran periklanan; melanjutkaninvestasi dalam periklanan sepanjang pendapatan marginal dari investasi-investasi tersebut melampaui biaya-biaya marginal. Labadimaksimalkan pada suatu keseimbangan dimana pendapatan marginal seimbang dengan biaya marginal. Para pembuat keputusan periklanan harus mempertimbangkan beberapa faktoryang berbeda sa at menyusun anggaran periklanan antara lain: 1. Tujuan periklanan, 2. Aktivitas iklan pesaing, 3. Jumlah dana yang tersedia untuk beriklan. 1. Tujuan Periklanan Pertimbangan utama yang mendasari penentuan anggaran iklan adalah tujuan yang hendak dicapai oleh iklan tersebut, jadi besarnya anggaran harus mengikuti tujuan spesifik yang ditetapkan untuk periklanan. 2. Berapa besar pengeluaran pesaing Dalam pasar yang sangat bersaing lebih banyak lagi dana yang perlu diinvestasikan dalam periklanan dengan maksud meningkatkan atau sekurangnya memelihara posisi pasar. Belanja iklan tiap perusahaan dapat dianggap sebagai suatu prosentase dari keuntungan total yang disebut pangsa suara (share of voice/SOV). SOV dan pangsa pasar (share of market/SOM)berhubungan: di mana merek-merek yang memiliki SOV lebih besar umumnya juga memiliki SOM yang lebih besar. Hubungan antara SOM dan SOV dua arah :dimana SOV merek secara parsial mempengaruhi peringkat SOMnya. Pada saat yang sama, merek dengan SOM yang lebih besar bisa berupaya mencapai SOV yang lebih tinggi, sementara pangsa merek yang lebih kecil kerap terbatas pada SOV kecil, dibandingkan dengan para pesaingnya yang lebih baik.

EFEK SOV DAN BELANJA IKLAN
Tinggi A. B. Menemukan Ceruk Pasar Meningkatkan Iklan untuk (niche) yang defensif dan mempertahankan Posisi mengurangi Iklan C. D. Menyerang dengan Premium Memelihara Premium Iklan SOV yang besar yang biasa /Menengah Pada Kolom A. Pada situasi ini SOM anda relatif rendah dan SOV pesaing anda relatif tinggi. Rekomendasinya adalah menurunkan pengeluaran iklan dan menemukan suatu ceruk pasar yang bisa dipertahankan untuk melawan para pesaing lainnya. Pada Kolom B SOM anda dalam situasi ini relatif tinggi dan pesaing anda memiliki SOV yang tinggi. Rekomendasi harus meningkatkan pengeluaran iklannya untukmempertahankan posisi pangsa pasar saat ini. Kega galan untuk melakukan hal itu akan mengakibatkan kerugian pangsa karena pesaing agresif. Pada Kolom C SOM anda rendah dan SOV pesaing juga. Rekomendasi umum pada situasi seperti ini menyerang pesaing yg SOV nya rendah dengan premium SOV besar berhadapan dengan pesaing tersebut Kolom D Pada situasi ini anda memiliki posisi yang menarik dimana anda memiliki pangsa pasar yang tinggi dan memiliki SOV yang relatif rendah. Karena itu akan memungkinkan bagi anda untuk mempertahankan pangsa yang besar denganhanya memelihara pengeluaran iklan premium yang biasa dibanding pesaing anda. 3. Berapa banyak uang yang tersedia Penyusunan anggaran periklanan ditentukan oleh persepsi para pembuat keputusan tentang seberapa banyak mereka bisa menyetujui pengeluaran iklan.Sedangkan Darmadi Durianto, dkk menyatakan secara umum terdapat lima faktoryang perlu dipertimbangkan pada penetapan anggaran periklanan, yaitu : 1. Tahapan siklus hidup produk 2. Pangsa pasar dan basis konsumen 3. Persaingan dan gangguan

4. Frekuensi periklanan 5. Kemungkinan substitusi produk Metode Penganggaran 1. Anggaran Persentase-Penjualan Suatu perusahaan menyusun anggaran periklanan merek secara sederhana sebagai persentase tetap dari volume penjualan masa lalu atau antisipasi masa depan. Co: suatu perusahaan mengalokasikan 3% dari hasil penjualan yang ditargetkan pada periklanan dan proyeksi penjualan perusahaan tahun depan untuk merek tertentu menjadi US$ 100 juta. Dengan demikian anggaran iklannya akan menjadi sekitar US$ 3 juta. 2. Metode Tujuan dan Tugas Secara umum metode ini merupakan metode anggaran periklanan yang paling masuk akal dan bisa dipertahankan. Metode ini para pembuat keputusanperiklanan harus secara jelas menspesifikasikan peran yang mereka ingin untuk dimainkan oleh suatu periklanan bagi suatu merek kemudian menyusun anggaran yang sesuai. Peran tersebut secara tipikal diidentifikasikan dalam tujuan komunikasi (co. meningkatkan kesadaran akan merek sebesar 20%) tetapi dinyatakan dalam volume penjualan atau ekspetasi pasar (co. peningkatan pangsa pasar dari 15 menjadi 20%). Langkah-langkah aplikasi metode ini adalah: 1. Menetapkan tujuan pemasaran yang spesifik yang perlu dicapai, sepertivolume penjualan, pangsa pasar dan kontribusi laba. 2. Mengukur/menilai fungsi komunikasi yang harus ditampilkan agar mencapai seluruh tujuan pemasaran. 3. Menentukan peran periklanan dalam bauran komunikasi total didalam menjalankan fungsi yang ditetapkan dalam langkah 4. Menyusun tujuan iklan yang spesifik dalam bentuk tingkat respon komunikasi yang bisa diukur yang diperlukan untuk mewujudkan tujuan pemasaran 5. Menetapkan anggaran berdasarkan estimasi pengeluaran yang diperlukan untuk mencapai tujuan-tujuan periklanan. 3. Metode Penyamaan dengan Pesaing Menyusun anggaran iklan dengan mengikuti apa yang dilakukan oleh para pesaing. Suatu perusahaan bisa belajar bahwa kompetitor utamanyamengalokasikan 10% dari penjualannya terhadap periklanan, kemudian memutuskan tahun depan untuk membelanjakan persentase yang

sama untukmengiklankan mereknya sendiri atau bahkan melampau anggaran pesaingnya tersebut. 4. Metode sesuai Kemampuan Dana untuk iklan diperoleh dari dana yang tersisa setelah anggaran untuk halhallainnya dikeluarkan. Hanya perusahaan yang paling ceroboh dan tidak pintar yang akan menganggarkan periklanannya dengan cara ini. MENYUSUN TUJUAN PERIKLANAN Diposkan oleh zuke | 02.00 | manajemen periklanan | 0 komentar » Manajemen Periklanan, Konsep dan Aplikasinya di Indonesia, 1995, Rhenald Khasali, Grafiti, Jakarta. Periklanan Promosi , Aspek tambahan Komunikasi Pemasaran Terpadu, Terrence A. Shimp, 2003, Erlangga Jakarta. Tujuan Periklanan Aspek terpenting dalam manajemen adalah menentukan tujuan. Tanpa tujuan yang baik tidak mungkin mengarahkan dan mengendalikan keputusan. Tujuan-tujuan periklanan adalah tujuan-tujuan yang diupayakan untuk dicapai oleh periklanan. Suatu tujuan memiliki sejumlah fungsi dalam manajemen, yakni: 1.Sebagai alat bagi komunikasi dan koordinasi 2. Memberikan kriteria dalam pengambilan keputusan 3. Sebagai alat bagi evaluasi. Menurut T.A. Shimp, ada tiga alasan utama dalam penyusunan tujuan periklanan sebelum dibuat keputusan yang berhubungan dengan seleksi pesan dan penetapan media, yaitu: 1. Tujuan-tujuan periklanan merupakan ekspresi dari konsensus manajemen. 2. Penyusunan tujuan memandu aspek-aspek penganggaran, pesan dan media dari strategi periklanan suatu merek. 3. Tujuan-tujuan periklanan menyediakan standar-standar sehingga hasil-hasil periklanan dapat diukur. Suatu tujuan bidang periklanan yang baik memang seharusnya mampu menunjukkan hubungan terhadap tingkat penjualan langsung. Namun demikian, mengatakan bahwa iklan dapat secara langsung mempengaruhi tingkat penjualansebenarnya juga tidak bersifat operasional. Hal ini disebabkan oleh dua hal yaitu : 1. Iklan bukan satu-satunya alat yang dapat digunakan untuk melaksanakan kegiatan pemasaran 2. Iklan memberikan dampak bagi peningkatan penampilan perusahaan dalam jangka panjang. Tujuan iklan yang lebih operasional yaitu terletak dari prilaku apa yang diharapkan; mempercepat,

merangsang, mengubah atau mempengaruhiperilaku tersebut konsumen atau calon konsumen. Tahun 1961, Russel H. Colleymengemukakan konsep DAGMAR (Defining Advertising Goals for MeasuredAdvertising Result) untuk memilih dan menentukan tujuan. Konsep ini digunakan untuk memecahkan masalah yang dihadapi oleh manajer untuk mengendalikan usahausaha periklanan. Dalam pendekanan DAGMAR, dikembangkan suatu metode yang disebut proses komunikasi yang terdiri dari langkah-langkah yang harus dilalui suatu produk untuk sapai pada tujuan yang dikehendaki, yaitu berupa tindakan yang diambil konsumen. Model DAGMAR Unaware (ketidaksadaran): keadaan saat calon pembeli belum tahu sama sekali akan keberadaan produk. Aware (kesadaran): Comprehensive and Image (pemahaman dan citra):calon pembeli mulai menilai dan mempelajari suatu produk. Attitude (sikap) Action (tindakan): produsen mengharapkan calon pembeli mengambil tindakantindakan yang diharapkan. Penggunaan tujuan periklanan langsung dan tidak langsung Tujuan langsung adalah tujuan yg mencari respon perilaku dari khalayak. Respon perilaku dari penerima iklan mencakup tindakan-tindakan seperti pembelian merek yang diiklankan. Tujuan langsung bisa diterapkan ketika maksud periklanan adalah untuk menumbuhkan inisiatif perilaku atau tindakan tertentu. Contoh empat bentuk periklanan ini adalah : 1. Periklanan oleh peritel 2. Periklanan respon langsung. Sebagian besar iklan dirancang untuk membangkitkan tindakan yang segera. Keadaan seperti ini merupakan keadaan yang sempurna untuk menyusun tingkat volume penjualan yang terencana sebagai tujuan iklan. 3. Iklan promosi-penjualan. Bentuk periklanan dapat berupa kupon, kontes, dll yang diharapkan akan menghasilkan tindakan secepatnya dari pembeli, yangkemudian diukur dengan jumlah kupon yang dikirim kembali atau jumlah kontestan. 4. Iklan bisnis ke bisnis. Bisnis yang memasarkan produk mereka untuk bisnis lainnya, bukan sekadar pada konsumen akhir. Tujuannya menciptakan prospek bagi salesman.

Tujuan tidak langsung Ditujukan pada respon praprilaku atau dengan kata lain mencapai hasil-hasil komunikasi yang mendahului perilaku (co. peningkatan kesadaran merek,peningkatan citra merek). Tujuan tidak langsung atau komunikasi bisa diterapkan dalam segala situasiperik lanan lainnya, dibandingkan dengan empat periklanan sebelumnya (tujuan langsung), Hal ini khususnya dilakukan oleh para pengiklan nasional, berlawanan dengan pengiklan lokal. Kriteria Tujuan Periklanan yang Baik 1.Mencakup suatu pernyataan yang pasti tentang siapa (who), apa (what), dan kapan (when). 2. Kuantitatif dan dapat diukur 3. Menyatakan jumlah/besarnya perubahan yang diinginkan. 4. Realistis 5. Konsisten secara internal 6. Jelas dan tertulis Contoh Tujuan Periklanan (Advertising Objective) 1. Membangun kesadaran merek atas 90% target audien. Menggunakanpengulang pesan pada majalah, TV, Radio. 2. Membangun ketertarikan atas merek sekitar 70% dari target audien convey info about featuredan keuntungan. 3. Menciptakan perasaan positif terhadap merek sekitar 40% & preference among 25% dari target audien. Create favorable attitudes by conveying information, promotion. 4. Obtain trial among 20% dari target audien manggunakan sampel dan kupon along with advertising dan promotion champaign 5. Membangun dan memelihara regular penggunaan merek sekitar 5% daritarget audien. Menggunakan reinforcement advertising, fewer kupon dan promotions. TINJAUAN UMUM IKLAN DAN MANAJEMEN PERIKLANAN Diposkan oleh zuke | 10.08 | manajemen periklanan | 0 komentar » Manajemen Periklanan, Konsep dan Aplikasinya di Indonesia, 1995, Rhenald Khasali, Grafiti, Jakarta. Periklanan Promosi , Aspek tambahan Komunikasi Pemasaran Terpadu, Terrence A. Shimp, 2003, Erlangga Jakarta. Iklan dan Fungsi Periklanan adalah bisnis yang besar, setidaknya dikatakan demikian denganmengambil contoh total pengeluaran untu

k iklan di AS th. 1998 hampir mencapai US$ 200 milliar. Investasi besarbesaran ini menunjukan banyak perusahaanyang memiliki keyakinan akan efektivitas periklanan. Secara umum fungsikomunikasi dari periklanan yaitu : 1.Informing (menginformasikan). Periklanan membuat konsumen sadar (aware) akan merek baru, mendidik konsumen tentang berbagai fitur dan manfaat merek, serta memfasilitasi penciptaan citra merek yang positif 2.Persuading (membujuk). Iklan yang efektif akan mampu mempengaruhipelanggan untuk mencoba produk dan jasa yang diiklankan. 3. Reminding (mengingatkan). Iklan menjaga agar merek tetap segar dalamingat an konsumen. Periklanan juga meningkatkan minat terhadap merek yangsudah a da dan pembelian sebuah merek yang mungkin tidak akan dipilihnya. 4. Adding Value (menambah nilai). Periklanan memberi nilai tambah pada merekdengan mempen garuhi persepsi konsumen. Periklanan yang efektifmenyebabkan merek dipandang sebagai lebih elegan, bergengsi, bergaya, danbisa lebih unggul dari tawaran pesaing. Iklan adalah suatu bentuk investasi yakni investasi yang ditanamkan pada benak konsumen. Biaya iklan merupakan investasi untuk menghasilkan laba bagi perusahaan. Proses ini digambarkan oleh Jhon R. Rossiter dengan “efek enamtahap” sebagai berikut : 1. Penampilan (exposure media) adalah upaya produsen menempatkan iklan pada media massa. Tujuannya adalah agar produk yang ditawarkan diketahui, didengar, dibaca, dilihat oleh konsumen potensial. Penampilan terjadi melalui media. 2. Proses (iklan atau penawaran) atau respon dari calon pembeli terjadi melaui komponen komponen iklan yang dimuat. Proses itu meliputi langkah-langkah calon pembeli yang spontan, seperti perhatian, belajar menghayati, penerimaan, dan reaksi-reaksi emosional. 3. Efek komunikasi (merek) adalah reaksi ‘asosiasi’ jalan pikiran calon pembeliterhadap merek. Sifatnya permanen, dan berhubunga n dengan seleksi merek.Dua hal yang didapat dari efek komunikasi adalah kesad aran merek dan sikap terhadap merek. 4. Tindakan khalayak sasaran(pembeli).Dua efek komunikasi di atas mengarahkan calon pembeli untuk mengambil keputusan kepastian tindakanmembeli merek atau tidak. Dalam konteks ini produsen sudah memperhatikan prinsip-prinsip yang terkandung dalam tingkah laku pembelian. 5. Penjualan/pangsa pasar (pasar). Langkah kongkret individual para calon pembeli menimbulkan

penjualan bagi produsen. Jika dibandingkan denganpenjualan pesaing lainnya yang sejenis di pasar, maka kita melihat adanya pangsa pasar. Pangsa pasar dibutuhkan untuk menjaga kedudukan di dlam pasar sebelumpasar dikuasai pesaing. 6. Laba. Bagi perusahaan secara keseluruhan, laba dibutuhkan sebagai sarana untuk hidup dalam jangka waktu panjang. Jika terjadi peningkatan penjualan maka sebaiknya laba juga meningkat. Iklan secara definisi adalah segala bentuk pesan tentang suatu produk yangdisampaikan lewat media, ditujukan kepada sebagian atau seluruh masyarakat. Sedangkan periklanan didefinisikan sebagai keseluruhan proses yang meliputi penyiapan, perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan penyampaian iklan. Dengan demikian maka kita melihat manajemen periklanan sebagai keseluruhan proses dan bukan semata-mata aspek-aspek teknis. Dalam kegiatan keseluruhan proses periklanan ada empat kelompok utama yang terlibat yaitu; 1. Perusahaan/organisasi yang beriklan. 2. Biro-Biro iklan 3. Perusahaan Produksi Iklan 4. Media Periklanan Selanjutnya dalam pembahasan manajemen periklanan akan dilihat dari kepentingan pengiklan dalam mengelola kegiatan iklan yang efektif bagi perusahaannya. Proses Manajemen Periklanan A.Strategi Periklanan: 1. Menetapkan tujuan (advertising objectives) adalah tujuan-tujuan yang diupayakan untuk dicapai oleh periklanan. 2. Memformulasikan anggaran 3. Menciptakan pesan-pesan iklan 4. Menyeleksi media dan alat komunikasi iklan. B.Implementasi Strategi: Berkaitan dengan taktik, aktivitas sehari-hari yang harus dilaksanakan untuk menjalankan kampanye iklan. C.Pengukuran Efektivitas Periklanan. Dalam kegiatan keseluruhan proses periklanan ada empat kelompok utama yang terlibat yaitu; 1. Perusahaan/organisasi yang beriklan.

2. Biro-Biro iklan 3. Perusahaan Produksi Iklan 4. Media Periklanan Selanjutnya dalam pembahasan manajemen periklanan akan dilihat dari kepentingan pengiklan dalam mengelola kegiatan iklan yang efektif bagi perusahaannya STRATEGI KREATIF DASAR COPYWRITING Diposkan oleh zuke | 08.31 | penulisan naskah iklan | 0 komentar » Advertising Strategy Big question: WHAT & HOW? • WHAT: Apa strategi yang akan dipakai (rencana untuk menyerang kompetitor, big idea, argumentpenjualan)? • HOW: Bagaimana eksekusinya (bentuk gambar/ilustrasi,bahasa, layout maupun medianya)? 3 hal penting dalam pengembangan strategi: 1. Produk/Jasa: Apa yang mau dijual? 2. Konsumen: Kepada siapa produk dijual? 3. Pasar: Apakah produk sesuai kebutuhan pasar? Bgmn agar exist? Kenapa harus memilih produk yang ditawarkan? Produk / Jasa Apa yang harus dipelajari? • Pelajari karakter dan sifat yg melekat pada produk dan bagaimana cara bekerjanya • Kenapa orang mau mamakainya? Dan mengapa tidak mau? • Gali informasi ttg produk dari klien • Turun ke distributor & tanyakan bgmn persaingan dilapangan • Manfaatkan data (perpustakaan, buku-buku literatur, BPS, AC Nielsen, dsb) Kenali target market: • Demografi: SES, Variable budaya, jenis kelamin, usia, penghasilan, tempat tinggal, pendidikan,pekerjaan,dsb. • Psikografi: kegiatan psikologis dan emosional (gaya hidup, kebiasaan berbelanja, dsb). • Geografis ( Lokal, regional, nasonal, International) • Behavioral ( Tingkat loyalitas dan pemakaian) Konsumer profil tentang target market Pemahaman detail tentang seorang profil target market, pahami kehidupannya secara mendetail. Menempatkan diri pada pasar:

• Bicara dalam bahasa audiens • Berpikir layaknya pasar kita (empathy) • Pelajari kebutuhan calon konsumen Climb Maslow’s Hierarchy of Needs Selfactualization Esteem Needs Love & Belongingness Safety Needs Physiological Needs Climb Maslow’s Hierarchy of Needs • Physiological Needs : kebutuhan fisik (makan, minum, kehangatan, hindari penyakit, sexual) • Safety Needs: Rumah, pakaian, keuangan, keamanan fisik • Love & Belongingness: Kebutuhan untuk saling mencintai dan memiliki • Esteem Needs: Penghargaan (prestise, status sosial, penghargaan atas suatu prestasi) • Self-actualization: Aktualisasi diri Pemenuhan Kebutuhan Apa ? Psikografis (gaya hidup) Gaya hidup berkaitan dengan cara bagaimana individu menghabiskan uang dan waktunya. Setiap individu, atau masyarakat suatu bangsa memiliki karakteristik yang berbeda. Di Indonesia berdasarkan hasil survey PT.Surindo Utama ( Rhenald Kasali,)mengkategorikan gaya hidup masyarakat perkotaan indonesia adalah: 1. The Affluent 2. The Achievers 3. The Anxius 4. The loners 5. The Socialite 6. The Pusher 7. The Attention seekers 8. Pleasure Seeker

Nilai dan Prilaku Konsumen • Kategori Wanita: • Kategori Pria 1. Conservativist 1. Retroseksual 2. Socialis 2. Sang Ayah 3. High-Flyer 3. Pria Modern 4. Ego -centrist 4. Maturiteen 5. Cosmopolitan 5. Metroseksual Pasar Pelajari Persaingan • Kenali kompetitior • Ada di kategori apa produk sdg berkompetisi? Riset Pasar: • Alasan Penolakan dan Penerimaan Konsumen • Situasi yg bisa mempengaruhi konsumen untuk membeli, bagaimana atmosfer budaya disekitarnya? Strategy Oriented • Kinds of Strategy, Product Oriented VS Consumer Oriented Product Oriented - Generic Claim - Product Feature - Unique Selling Preposition - Positioning Consumer Oriented - Brand Image - Life Style - Attitude Creative Brief (Produk): Klien : Produk : Brand : Team : Dateline : 1 Analisis situasi (key fact)

- Analisis terhadap kondisi pasar, tingkat persaingan,market share, - Kondisi eksternal yang mempengaruhi pemasaran produk dan konsumen (politik, ekonomi, social budaya dan teknologi) - Kondisi bentuk fisik dan non fisik produk - Kekuatan dan peluang 2. Tujuan Pemasaran 3. Permasalahan Periklanan (Advertising Problem) 4. Tujuan Periklanan (objective advertising) 5. Target Audience/Market 6. Key Consumer Benefit 7. Positioning 8. Competitor 9. Big Idea / Thema 10. Konsep Iklan 11. Tone and Manner Communication (Nuansa dan gaya) 12. Mandatory Alternatif Brief :

prilaku

1. What do we expect 2. What insight do we have 3. What response do we want 4. What could be the best evidance to help stimulate this 5. What is the brand idea and how does it work ? Are there any other branding properties that could help? COPYWRITING: PENGERTIAN, TUJUAN DAN MEDIA Diposkan oleh zuke | 00.12 | penulisan naskah iklan | 0 komentar » Pengertian Iklan (W. S Pattis): “Setiap bentuk komunikasi yang dimaksudkan untuk memotivasi dan mempromosikan produk dan jasa kepada seseorang /pembeli potensial ;mempengaruhi danmemenangkan pendap at publik untuk berpikir dan bertindak sesuai dengan keinginan si pemasang iklan.” Iklan memiliki bentuk berupa tulisan, gambar, film atau gabungan unsur-unsur tersebut. Pada tulisan iklan itulah kemudian dikenal dengan istilah Copywriting. • Latar Belakang - Manusia Berbahasa Tulis - Kebutuhan Informasi (tertulis) • Pengertian

Copywriting adalah seni penulisan pesan penjualan yang paling persuasif yang dilatarbelakangi kewiraniagaan yang kuat. Tulisan itu harus mampu menarik (attention), ketertarikan (interest),keinginan (desire), keyakinan (conviction) dan tindakan (action). (Frank Jefkins).

perhatian

• Copy Writer, adalah: Seseorang yang merencanakan, membuat dan mengevaluasi naskah untuk Print AdTV comm, Radio Comm, dan Aktivitas Below The Line (BTL)seperti : brosur, company profile, leaflet dsb. Tujuan Copywriting - Membentuk perilaku membeli. - Terpenuhinya pesan penjualan. Untuk mencapai tujuan maka Copywriting harus memiliki struktur bagan kata sebagai berikut : 1. Menggugah 2. Informatif 3. Persuasif 4. Bertenaga gerak 5. Memiliki Penyelesaian Akhir Asas umum yang harus dipatuhi dalam Copywriting sesuai dengan tata krama dan tata cara periklanan indonesia: 1. Harus Jujur, bertanggungjawab dan tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku. 2. Tidak boleh menyinggung perasaan dan merendahkan martabat negara, agama, susila, adat, budaya, suku dan golongan. 3. Harus dijiwai oleh asas persaingan yang sehat. Komposisi Copywriting: Copywriting yang ideal adalah copy yang memuat unsur-unsur pertimbangan : 1. Target audience 2. Konsep produk 3. Komunikasi Media 4. Pesan promo penjualan

Media Copywriting :

Copywriting merupakan tulisan berkarakter dimanapun ditempatkan, dimedia apapun, kesesuaian pemilihan kata sangat menentukan keberhasilan berpromosi. Copywiriting yang menekankan pada mata misal media cetak harus memilikieyes catcher, dimedia audio harus memanfaatkan kekuatan ears catcher dan media audio visual copywriting harus dapat memadukan kedua kekuatan mata dan telinga. The Category of Copywriting 1. Print Ad (Iklan Cetak) 2. TV Commercial (Iklan TV) 3. Radio Commercial (Iklan Radio) 4. Below the Line 5. Advertorial Print Ad • Visual based, kekuatan ada pada Headline, copy dan visualisasi yang unik. • Perlu ketelitian, karena jika sudah naik cetak, kesalahan penulisan bisa jadi masalah (No telp, nama, alamat, nilai, perhitungan) TV Commercial • Audio Visual based, kekuatan ada pada keyword dengan sound, sound effect dan visualisasi yang atraktif. • Kemampuan imajinasi audio visual harus tinggi, tempatkan diri seperti penulis skenario film. Radio Commercial • Audio based, kekuatan ada pada keyword, conversation, monolog dengan sound dan sound effect yang atraktif. •Kemampuan imajinasi harus tinggi. Membawa orang untuk membayangkan kejadian yang sebenarnya. Manfaatkan empathy. Below The Line (BTL) • Printing Materials: Copy Based, biasanya adalah keterangan detail dari aktivitas promosi Above The Line (ATL) sehingga banyak teks. Harus teliti dengan detaildetail keterangan. • Outdoors: Visual & Copy Based, Headline (promise), Splash yg kuat, eyecatching. Tidak banyak teks.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->