Patofisiologi Katarak

Anatomi Mata Lensa yang normal adalah struktur posterior iris yang jernih, transparan, berbentuk seperti kancing baju, mempunyai kekuatan refraksi yang besar. Lensa mengandung tiga komponen anatomis. Pada zona sentral terdapat nukleus, di perifer ada korteks, dan yang mengelilingi keduanya adalah kapsula anterior dan posterior. Dengan bertambahnya usia, nukleus mengalami perubahan warna menjadi coklat kekuningan . Di sekitar opasitas terdapat densitas seperti duri di anterior dan poterior nukleus. Opasitaspada kapsul poterior merupakan bentuk aktarak yang paling bermakna seperti kristal salju. Perubahan fisik dan kimia dalam lensa mengakibatkan hilangnya transparansi. Perubahan dalam serabut halus multipel (zonula) yang memaenjang dari badan silier ke sekitar daerah di luar lensa. Perubahan kimia dalam protein lensa dapat menyebabkan koagulasi, sehingga mengabutkan pandangan dengan menghambat jalannya cahaya ke retina. Salah satu teori menyebutkan terputusnya protein lensa normal disertai influks air ke dalam lensa. Proses ini mematahkan serabut lensa yang tegang dan mengganggu transmisi sinar. Teori lain mengatakan bahwa suatu enzim mempunyai peran dalam melindungi lensa dari degenerasi. Jumlah enzim akan menurun dengan bertambahnya usia dan tidak ada pada kebanyakan pasien yang menderita katarak. Katarak bisa terjaadi bilateral, dapat disebabkan oleh kejadian trauma atau sistemis (diabetes) tetapi paling sering karena adanya proses penuaan yang normal. Faktor yang paling sering berperan dalam terjadinya katarak meliputi radiasi sinar UV, obat-obatan, alkohol, merokok, dan asupan vitamin antioksidan yang kurang dalam jangka waktu yang lama. Manifestasi Klinik Katarak

akueus/vitreus humor. kolesterol serum. karotis.25 mmHg) Pengukuran Gonioskopi membedakan sudut terbuka dari sudut tertutup glukoma. Pengukuran Tonografi : TIO (12 . penglihatan ke retina. Pupil yang normalnya hitam akan tampak abuabu atau putih. Pemeriksaan Diagnostik Katarak 1. Hasilnya adalah pendangan menjadi kabur atau redup. LED : menunjukkan anemi sistemik / infeksi. 4. Oftalmoskopi : mengkaji struktur internal okuler. Temuan objektif biasanya meliputi pengembunann seperti mutiara keabuan pada pupil sehingga retina tak akan tampak dengan oftalmoskop. lipid Tes toleransi glukosa : kotrol DM Penatalaksanaan Katarak . cahaya akan dipendarkan dan bukannya ditransmisikan dengan tajam menjadi bayangan terfokus pada retina. 2. 5. Tes Provokatif : menentukan adanya/ tipe glaukoma 6. Kartu mata snellen /mesin telebinokuler : mungkin terganggu dengan kerusakan kornea. papiledema. Ketika lensa sudah menjadi opak. atrofi lempeng optik. 3. lensa. Darah lengkap. 7.Katarak Katarak didiagnosis terutama dengan gejala subjektif. Biasanya klien melaporkan penurunan ketajaman penglihatan dan silau serta gangguan fungsional sampai derajat tertentu yang diakibatkan oleh kehilangan penglihatan tadi. EKG. 8. kesalahan refraksi. mata silau yang menjengkelkan dengan distorsi bayangan dan susah melihat di malam hari. Lapang Penglihatan : penurunan mungkin karena massa tumor. 9. glukoma. perdarahan. penyakit sistem saraf.

fotofobia ( glukoma akut ).Bila penglihatan dapat dikoreksi dengan dilator pupil dan refraksi kuat sampai ke titik di mana pasien melakukan aktivitas sehari-hari. Aktifitas Istirahat Perubahan aktifitas biasanya/hobi sehubungan dengan gangguan penglihatan. Nyeri / Kenyamanan Ketidaknyamanan ringan / mata berair. maka penanganan biasanya konservatif. 1. Nyeri tiba-tiba / berat menetap atau tekanan pada atau sekitar mata. Pembedahan diindikasikan bagi mereka yang memerlukan penglihatan akut untuk bekerja ataupun keamanan. Neurosensori Gangguan penglihatan kabur/tak jelas. Ada 2 macam teknik pembedahan . seperti diabetes dan glaukoma. Penglihatan berawan/kabur. Ekstraksi katarak ekstrakapsuler Merupakan tehnik yang lebih disukai dan mencapai sampai 98 % pembedahan katarak. Resiko tinggi terhadap cedera berhubungan dengan kehilangan vitreus. kesulitan memfokuskan kerja dengan dekat/merasa diruang gelap. tampak lingkaran cahaya/pelangi di sekitar sinar. Ekstraksi katarak intrakapsuler Adalah pengangkatan seluruh lensa sebagai satu kesatuan. pupil menyempit dan merah/mata keras dan kornea berawan (glukoma darurat. perubahan kacamata. perdarahan intraokuler. Tanda : Tampak kecoklatan atau putih susu pada pupil (katarak). 2. pengobatan tidak memperbaiki penglihatan. 2. atau bila visualisasi segmen posterior sangat perlu untuk mengevaluasi perkembangan berbagai penyakit retina atau sarf optikus. Pengkajian Keperawatan Katarak 1. Biasanya diindikasikan bila koreksi tajam penglihatan yang terbaik yang dapat dicapai adalah 20/50 atau lebih buruk lagi bila ketajaman pandang mempengaruhi keamanan atau kualitas hidup. peningkatan air mata. sakit kepala Diagnosa Keperawatan dan Intervensi Katarak 1. 3. sinar terang menyababkan silau dengan kehilangan bertahap penglihatan perifer. dll . Mikroskop digunakan untuk melihat struktur mata selama pembedahan. peningkatan TIO ditandai dengan : y y Adanya tanda-tanda katarak penurunan ketajaman penglihatan pandangan kabur.

Asetolamid. lingkungna secara terapetik dibatasi. Ambulasi dengan bantuan : berikan kamar mandi khusus bila sembuh dari anestesi. mengenal gangguan sensori dan berkompensasi terhadap perubahan. gangguan balutan.Tujuan : Menyatakan pemahaman terhadap faktor yang terlibat dalam kemungkinan cedera. balutan mata. nyeri. Batasi aktifitas seperti menggerakan kepala tiba-tiba. Tujuan : Meningkatkan ketajaman penglihatan dalam batas situasi individu. Observasi hifema dengan senter sesuai indikasi. Beri klien posisi bersandar. pola hidup untuk menurunkan faktor resiko dan untuk melindungi diri dari cedera. bilik anterior kempes. Gangguan peersepsi sensori-perseptual penglihatan berhubungan dengan gangguan penerimaan sensori/status organ indera. kepala tinggi. Selidiki kegelisahan. membongkok. Pertahankan perlindungan mata sesuai indikasi. analgesik. pembatasan aktifitas. Minta klien membedakan antara ketidaknyamanan dan nyeri tajam tiba-tiba. Intervensi : Diskusikan apa yang terjadi tentang kondisi paska operasi. pupil berbentuk buah pir. menggaruk mata. penampilan. sikloplegis. Mengubah lingkungan sesuai indikasi untuk meningkatkan keamanan. Dorong nafas dalam. Observasi pembengkakan lika. Anjurkan menggunakan tehnik manajemen stress. atau miring ke sisi yang tak sakit sesuai keinginan. disorientasi. Ditandai dengan : y y menurunnyaketajaman penglihatan perubahan respon biasanya terhadap rangsang. Kriteria Hasil : . batuk untuk menjaga kebersihan paru. Berikan obat sesuai indikasi antiemetik. 2. Kriteria hasil : Menunjukkan perubahan perilaku.

Pendekatan dari sisi yang tak dioperasi. catat apakah satu atau dua mata terlibat. . keterbatasan kognitif.Kaji informasi tentang kondisi individu.Diskusikan kemungkinan efek/interaksi antar obat mata dan masalah medis klien. Intervensi : . beritahu untuk melaporkan . pelihatan perifer hilang dan buta titik mungkin ada. Mengidentifikasi/memperbaiki potensial bahaya dalam lingkungan. Perhatikan tentang suram atau penglihatan kabur dan iritasi mata. yang ditandai dengan : y y y pertanyaan/pernyataan salah konsepsi tak akurat mengikuti instruksi terjadi komplikasi yang dapat dicegah. kurang terpajan/mengingat. . dimana dapat terjadi bila menggunakan tetes mata. .penglihatan berawan. lensa.Informasikan klien untuk menghindari tetes mata yang dijual bebas.- Mengenal gangguan sensori dan berkompensasi terhadap perubahan. Letakkan barang yang dibutuhkan/posisi bel pemanggil dalam jangkauan/posisi yang tidak dioperasi. . Kurang pengetahuan tentang kondisi. Orientasikan klien tehadap lingkungan Observasi tanda-tanda disorientasi. Ingatkan klien menggunakan kacamata katarak yang tujuannya memperbesar kurang lebih 25 persen. tipe prosedur.Tekankan pentingnya evaluasi perawatan rutin. prognosis. proses penyakit dan pengobatan. Intervensi : Tentukan ketajaman penglihatan. prognosis. 3. pengobatan berhubungan dengan tidak mengenal sumber informasi. bicara dengan menyentuh. Tujuan : Klien menunjukkan pemhaman tentang kondisi. Kriteria Hasil : Melakukan dengan prosedur benar dan menjelaskan alasan tindakan.

mengejan saat defekasi. misal : nyeri tiba-ti . dll. mengangkat berat.Dorong pemasukkan cairan adekuat. berkedip.Anjurkan klien menghindari membaca. tentukan kebutuhan tidur menggunakan kacamata pelindung. ..Anjurkan klien tidur terlentang.Dorong aktifitas pengalihan perhatian. . . . .Identifikasi tanda/gejala memerlukan upaya evaluasi medis. membongkok pada panggul.Anjurkan klien memeriksa ke dokter tentang aktifitas seksual.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful