P. 1
penelitian-tindakan-kelas-contoh

penelitian-tindakan-kelas-contoh

|Views: 344|Likes:
Published by Weyn Lau

More info:

Published by: Weyn Lau on Apr 13, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/22/2013

pdf

text

original

PENELITIAN TINDAKAN KELAS (CLASSROOM ACTION RESEARCH) Apakah Penelitian Tikdakan Kelas (PTK) itu ?

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan ragam penelitian pembelajaran yang berkonteks kelas yang dilaksanakan oleh guru untuk memecahkan masalah-masalah pembelajaran yang dihadapi oleh guru, memperbaiki mutu dan hasil pembelajaran dan mencobakan hal-hal baru pembelajaran demi peningkatan mutu dan hasil pembelajaran. Berdasarkan jumlah dan sifat perilaku para anggotanya, PTK dapat berbentuk individual dan kaloboratif, yang dapat disebut PTK individual dan PTK kaloboratif. Dalam PTK individual seorang guru melaksanakan PTK di kelasnya sendiri atau kelas orang lain, sedang dalam PTK kaloboratif beberapa orang guru secara sinergis melaksanakan PTK di kelas masing-masing dan diantara anggota melakukan kunjungan antar kelas. PTK memeliki sejumlah karakteristik sebagai berikut : o Bersifat siklis, artinya PTK terlihat siklis-siklis (perencanaan, pemberian tindakan, pengamatan dan refleksi), sebagai prosedur baku penelitian. o Bersifat longitudinal, artinya PTK harus berlangsung dalam jangka waktu tertentu (misalnya 2-3 bulan) secara kontinyu untuk memperoleh data yang diperlukan, bukan "sekali tembak" selesai pelaksanaannya. o Bersifat partikular-spesifik jadi tidak bermaksud melakukan generalisasi dalam rangka mendapatkan dalil-dalil. Hasilnyapun tidak untuk digenaralisasi meskipun mungkin diterapkan oleh orang lain dan ditempat lain yang konteksnya mirip. o Bersifat partisipatoris, dalam arti guru sebagai peneliti sekali gus pelaku perubahan dan sasaran yang perlu diubah. Ini berarti guru berperan ganda, yakni sebagai orang yang meneliti sekali gus yang diteliti pula. o Bersifat emik (bukan etik), artinya PTK memandang pembelajaran menurut sudut pandang orang dalam yang tidak berjarak dengan yang diteliti; bukan menurut sudut pandang orang luar yang berjarak dengan hal yang diteliti. o Bersifat kaloboratif atau kooperatif, artinya dalam pelaksanaan PTK selalu terjadi kerja sama atau kerja bersama antara peneliti (guru) dan pihak lain demi keabsahan dan tercapainya tujuan penelitian. o Bersifat kasuistik, artinya PTK menggarap kasus-kasus spesifik atau tertentu dalam pembelajaran yang sifatnya nyata dan terjangkau oleh guru; menggarap masalah-masalah besar. o Menggunakan konteks alamiah kelas, artinya kelas sebagai ajang pelaksanaan PTK tidak perlu dimanipulasi dan atau direkayasa demi kebutuhan, kepentingan dan tercapainya tujuan penelitian. o Mengutamakan adanya kecukupan data yang diperlukan untuk mencapai tujuan penelitian, bukan kerepresentasifan (keterwakilan jumlah) sampel secara kuantitatif. Sebab itu, PTK hanya menuntut penggunaan statistik yang sederhana, bukan yang rumit. o Bermaksud mengubah kenyataan, dan situasi pembelajaran menjadi lebih baik dan memenuhi harapan, bukan bermaksud membangun teori dan menguji hipotesis. Tujuan PTK sebagai berikut : o Memperbaiki dan meningkatkan mutu praktik pembelajaran yang dilaksanakan guru demi tercapainya tujuan pembelajaran.

Memperbaiki dan meningkatkan kinerja-kinerja pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru. o Mengidentifikasi, menemukan solusi, dan mengatasi masalah pembelajaran di kelas agar pembelajaran bermutu. o Meningkatkan dan memperkuat kemampuan guru dalam memecahkan masalahmasalah pembelajaran dan membuat keputusan yang tepat bagi siswa dan kelas yang diajarnya. o Mengeksplorasi dan membuahkan kreasi-kreasi dan inovasi-inovasi pembelajaran (misalnya, pendekatan, metode, strategi, dan media) yang dapat dilakukan oleh guru demi peningkatan mutu proses dan hasil pembelajaran. o Mencobakan gagasan, pikiran, kiat, cara, dan strategi baru dalam pembelajaran untuk meningkatkan mutu pembelajaran selain kemampuan inovatif guru. o Mengeksplorasi pembelajaran yang selalu berwawasan atau berbasis penelitian agar pembelajaran dapat bertumpu pada realitas empiris kelas, bukan semata-mata bertumpu pada kesan umum atau asumsi. Manfaat PTK o Menghasilkan laporan-laporan PTK yang dapat dijadikan bahan panduan guru untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Selain itu hasil-hasil PTK yang dilaporkan dapat menjadi bahan artikel ilmiah atau makalah untuk berbagai kepentingan, antara lain disajikan dalam forum ilmiah dan dimuat di jurnal ilmiah. o Menumbuhkembangkan kebiasaan, budaya, dan atau tradisi meneliti dan menulis artikel ilmiah di kalangan guru. Hal ini telah ikut mendukung professionalisme dan karir guru. o Mampu mewujudkan kerja sama, kaloborasi, dan atau sinergi antar-guru dalam satu sekolah atau beberapa sekolah untuk bersama-sama memecahkan masalah pembelajaran dan meningkatkan mutu pembelajaran. o Mampu meningkatkan kemampuan guru dalam menjabarkan kurikulum atau program pembelajaran sesuai dengan tuntutan dan konteks lokal, sekolah, dan kelas. Hal ini memperkuat dan relevansi pembelajaran bagi kebutuhan siswa. o Dapat memupuk dan meningkatkan keterlibatan , kegairahan, ketertarikan, kenyamanan, dan kesenangan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran di kelas yang dilaksanakan guru. Hasil belajar siswa pun dapat meningkatkan. o Dapat mendorong terwujudnya proses pembelajaran yang menarik, menantang, nyaman, menyenangkan, dan melibatkan siswa karena strategi, metode, teknik, dan atau media yang digunakan dalam pembelajaran demikian bervariasi dan dipilih secara sungguh-sungguh. Prosedur Pelaksanaan PTK
o

1. Menyusun proposal PTK. Dalam kegiatan ini perlu dilakukan kegiatan pokok, yaitu; (1) mendeskripsikan dan menemukan masalah PTK dengan berbagai metode atau cara, (2) menentukan cara pemecahan masalah PTK dengan pendekatan, strategi, media, atau kiat tertentu, (3) memilih dan merumuskan masalah PTK baik berupa pertanyaan atau pernyataan sesuai dengan masalah dan cara pemecahannya, (4) menetapkan tujuan pelaksanaan PTK sesuai dengan masalah yang ditetapkan, (5) memilih dan menyusun persfektif, konsep, dan perbandingan yang akan mendukung dan melandasi pelaksanaan PTK, (6) menyusun siklussiklus yang berisi rencana-rencana tindakan yang diyakini dapat memecahkan masalah-masalah yang telah dirumuskan, (7) menetapkan cara mengumpulkan data sekaligus menyusun instrumen yang diperlukan untuk menjaring data PTK, (8) menetapkan dan menyusun cara-cara analisis data PTK.

Upaya Meningkatkan Kemampuan Berbicara Bahasa inggris Melalui Teknik KWL dan Permainan Bahasa . maupun refleksi. 4. Nandang Kosasih Ananda. Jokyakarta Andreas Suwarno. Fuad Asnawi. Dosen FKIP Universitas Lampung Muhammad Sarwono. Guru Bahasa Indonesia SLTPN 3 Patebon Kabupaten Kendal. Upaya Meningkatkan Keterampilan Membaca Pemahaman Melalui Penerapan Teknik Skema 4. Hasil analisis data ini dipaparkan sebagai hasil PTK. Menganalisis data yang telah dikumpulkan baik data tahap perencanaan. baik pelaksanaan tindakan. Dalam kegiatan ini diterapkan rencana tindakan yang telah disusun dengan variasi tertentu sesuai dengan kondisi kelas. Setelah itu. dan kajian konsep atau teoritis. Jafrizal. bahkan bersamaan. Melasanakan siklus (rencana tindakan) di dalam kelas.2. pengamatan maupun refleksi dapat dilakukan secara beiringan. perlu dibuat kesimpulan dan rumusan saran. rumusan masalah. Menulis laporan PTK. Paparan hasil PTK ini disatukan dengan deskripsi masalah. Analisis data ini harus disesuaikan dengan rumusan masalah yang telah ditetapkan. pengamatan. Kasihan. LAPOROAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS DAN ARTIKEL Berikut ada beberapa laporan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) penelitian lainnya dan Artikel. Guru Bahasa Indonesia SLTP Mataram. Dalam kegiatan ini pertama-tama perlu ditulis paparan hasil-hasil PTK. Jawa Tengah. Semua hal yang berkaitan dengan hal diatas perlu dikumpulkan dengan sebaikbaiknya. tujuan. Peningkatan Kemampuan Membuat Kalimat Bahsa Inggris 5. Guru Bahasa Inggris SLTPN 2 Bayang-Painan 3. Guru Bahasa Inggris SLTPN 4 Muara Kelingi Kabupaten Musi Rawas Sumatera Selatan. Kabupaten Bantul D. Motivasi. Sikap Tehadap Mengajar dan Konsep Diri Mahasiswa FKIP Universitas Lampung tahun 2001 Peningkatan Kecepatan Efektif Membaca (KEM) dengan teknik Tri Steve Snyder 2. Selama pelaksanaan tindakan dalam siklus dilakukan pula pengamatan dan refleksi. pelaksnaan tindakan. 3.I. yang dapat dilakukan bersamaan dengan kegiatan menganalisis data. JUDUL LAPORAN PENELITI 1. DR. Inilah laporan PTK. untuk membacanya klik judul laporan berikut: LAPOROAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS No.

6. (2) the teacher attitudes questionnaire to measure educational attitudes. and self-actualization needs. Kabupaten Lumajang Jawa Timur. Role Play: Suatu alternatif pembelajaran yang efektif dan Mudairin. Efektifitas pembelajaran Geografi melalui Metode Out Ninik Widayanti. Results of the study revealed that attitudes toward teaching and self-concept. The data were analyzed by multiple regression techniques. Lampung University. 7. Moreover. operating jointly. Keyword: Maslow's needs hierarchy. significantly contributed to the variance in Maslow' needs hierarchy scales of basic. self-concept. Kepala Pusat PPKLH Lembaga Penelitian UPI 8. safety. dan prilaku manusia. This information might be added to the repertoire of screening devices. self-concept. Namun bukti yang berkaitan dengan sifat hubungan ini masih belum jelas. SIKAP TERHADAP MENGAJAR DAN KONSEP DIRI MAHASISWA FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG TAHUN 2001 Oleh : Nandang Kosasih Ananda *) Abstract. Telah banyak penelitian yang berkaitan dengan karakteristik kepribadian dan performasi colon guru dilakukan. And so increase the probability of more effective candidate selection for teacher education.Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat. It confirms the belief that a student's behavior pattern can be conceived as a number of affective variables operating jointly. it would seem reasonable for teacher education programs to gather data on both the students' attitudes toward teaching and self-concept so that insights might be gained into the students' motivations. educational attitudes and self-concept of students of College of Education. The finding that self-concept and attitudes toward teaching were related to students motivation adds validity to theory of the relationships between attitudes. Lampung University. MOTIVASI. Guru Bahasa Inggris menyenangkan dalam meningkatkan keterampilan berbicara SLTP Islam Manbaul Ulum siswa SLTP Islam Manbaul Ulum Gresik Kabupaten Gresik Jawa Timur. Staf Pengajar Jurusan Geografi. Three data-gathering instrument used in this study were: (1) the work motivation questionnaire to measure the students' motivation. Guru SLTPN 2 Door study Dalam upaya meningkatkan minat belajar siswa Candipura. serta arah terhadap prilaku tersebut. Kebutuhan penelitian yang berhubungan dengan motivasi dalam dunia pendidikan guru telah diidentifikasi oleh Turner sejak tahun1975 yang menyatakan bahwa: . motivasi. Para ahli psikologi yang tertarik dengan penelitian karakteristik kepribadian. and motivation. and (3) the adjectives self-description questionnaire to measure self-concepts. attitudes toward teaching. The purpose of this study was to investigate relationships among Maslow' needs hierarchy. percaya bahwa motivasi memberikan ragam dalam intensitas prilaku manusia. Pendekatan Joyful Learning Dalam pembelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) Sri Hayati. The sample consisted of 120 students in their fourth semester from all departments at College of Education.

high motivated professional".. An efficient professional training system is one which invest substantial fund in the training . Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti hubungan antara motivasi.. seseorang tak akan berhasil memenuhi kebutuhan aktualisasi diri (pengembangan diri) bila taraf pertama yang paling fundamental. as well as experimental . bila program pendidikan guru seperti FKIP ini mencari mahasiswa yang memiliki minat untuk menjadi guru serta memiliki kompetensi mengajar. Misalnya. Wamer (1978) juga telah melakukan penelitian tentang hubungan antara mahasiswa calon guru dalam hubungannya dengan praktek mengajar.. 1972). [of] .108-109).. Pentingnya kebutuhan tersebut juga telah dibahas oleh Howson (1976) dalam laporan The Bicentennial Commission on Education for the Profession of Teaching. status-ego (personal). rasa aman (emosional). tetapi juga memberikan arah terhadap prilaku individu. 86). Motivasi Teori motivasi Maslow (1954) menyatakan bahwa: An attempt to formulate a positive theory of motivation which will satisfy theoretical demands [while] confirming to known facts (about human behavior). dan dimulai dari kebutuhan dasar (fisiologis). the least . Menurut Maslow. Dengan demikian.Studies . Teori yang digambarkan oleh Maslow tersebut memfokuskan pada 5 tingkatan kebutuhan (needs). dan tingkat kebutuhan seseorang akan berbeda tergantung kepada individu masing-masing yang memerlukan kebutuhan itu. [of student teachers] are needed... 1973). Hasil penelitian Wamer menunjukkan bahwa ada hubungan yang logis antara hirarki kebutuhan Maslow. motivated candidates. yang menyatakan bahwa "society now demands a new breed of teachers – a well prepared. dengan asumsi bahwa variabel sikap bukan hanya memiliki kualitas motivasi yang dapat tumbuh dan mengatur prilaku. 1965) yang secara erat dapat disatukan dengan motivasi. minuman. Kelima kebutuhan yang diungkapkan oleh Maslow tersebut adalah kebutuhan dasar (fisiologis). Sikap dan Motivasi Para ahli psikologi menyatakan tentang adanya dua variabel sikap. sikap kependidikan. suatu kebutuhan hanya dapat dipuaskan bila kebutuhan yang pada tingkatan yang lebih rendah telah terpenuhi. A more efficient system would devote more intense and systematic training of the most talented and well motivated aspirants (hal. dan aktualisasi diri (personality). sikap terhadap mengajar. Kebutuhan tersebut menggambarkan suatu kekuatan di belakang prilaku manusia. probe more deeply into the motivational basis . dan konsep diri mahasiswa FKIP Universitas Lampung. dan (b) konsep diri (Le Benne dan Gresene. yakni kebutuhan fisiologis (seperti makanan.. yang diatur dalam suatu hirarki yang disebut prepotensi.. Teori Maslow telah banyak digunakan secara luas dalam dunia industri untuk menunjukkan adanya hubungan antara pekerja dengan performansi kerja (Robert.. yaitu: (a) sikap terhadap mengajar (Young. Kebutuhan tersebut harus dapat dicapai agar kebutuhan-kebutuhan individu lainnya dapat dipuaskan. akan lebih ekonomis apabila memilih para calon guru yang menunjukkan motivasi tinggi terhadap mengajar yang mungkin akan berkaitan dengan keberhasilan calon guru tersebut. clinical and observational.. Sikap terhadap Mengajar . dan konsep diri mahasiswa. rasa memiliki (sosial). dan sandang) tidak terpenuhi.(hal.

. menghasilkan kegiatan pembelajaran yang penuh semangat. 194).. dan sebagai seorang guru. Kemampuan mahasiswa untuk meningkatkan siswa belajar dapat dipengaruhi oleh sikapnya terhadap belajar. egois. Sejalan dengan Traver. dan mahasiswa jurusan pendidikan bahasa dan seni sebanyak 40 orang. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan mahasiswa FKIP adalah sikap mahasiswa terhadap mengajar. dan adanya rasa percaya bahwa pembelajaran tersebut bermanfaat. Konsep Diri Variabel kedua yang memiliki hubungan erat dengan motivasi adalah konsep diri. Dari pemahaman akan dirinya diharapkan ia bisa membimbing serta mengatur prilakunya. Kasus konflik antara guru dengan mahasiswa tentang ketidak disiplinan mahasiswa. mahasiswa jurusan pendidikan IPS sebanyak 40 orang. Pernyataan tersebut menggambarkan bagaimana sikap dapat membangkitkan.. dan tak acuh. seluruh populasi yang berjumlah 230 orang mahasiswa. sabar. dan oleh karena itu dapat menentukan arah yang akan diambil oleh individu yang bersangkutan. (hal. Dengan demikian. and they lead to the acquisition of motives. konsep diri mahasiswa akan sangat berperanan penting dalam mempengaruhi prilakunya di dalam kelas dan menentukan hasil belajar di kelas tersebut (Snygg & Cmbs. akan berprilaku sangat berbeda dengan mahasiswa yang merasa malas. Oleh karena itu. mengatur dan mengorganisasikan prilaku individu terhadap sekumpulan objek. seorang mahasiswa yang menilai dirinya efesien. dan tangkas. menunjukkan bahwa hubungan antara guru dengan mahasiswa merupakan suatu hubungan yang sangat penting dalam keberhasilan belajar mahasiswa. Dengan kata lain. dipilih 120 mahasiswa FKIP Unila semester tiga dan empat dari semua jurusan sebagai sampel. Kesimpulannya. Sebagai contoh. Menurut Peak (1955). Menurut Traver (1973) bahwa konsep diri memiliki energi yang berpengaruh terhadap prilaku guru. menyenangkan atau tidak menyenangkan. stable dispositions to act. sikap terhadap suatu objek dapat mempengaruhi pilihan seseorang terhadap objek tersebut. 1965). they sustain or terminate an activity and progress. Purkey (1975) menyatakan bahwa alasan konsep diri dikaitkan dengan motivasi adalah bahwa motif di belakang seluruh prilaku seorang guru dapat memelihara serta meningkatkan pemahaman dirinya sebagai manusia.Aspek motivasi dari sikap dinyatakan oleh Young (1973): As primary motives (attitudes) arouse behavior. yang pada akhirnya akan berpengaruh terhadap penampilannya di dalam kelas. with the result that their probability of activation and of choice and selection is increased". they regulate and organize behavior . namun fungsi sikap dapat masuk dan menentukan prilaku manusia. cekatan. METODE PENELITIAN Sampel Dengan menggunakan teknik penyampelan acak sederhana. Dengan rincian: mahasiswa jurusan pendidikan MIPA sebanyak 40 orang. kasus ketergantungan mahasiswa terhadap sesuatu dalam belajar. misalnya perasaan suka dan tidak suka. dan penuh semangat atau mahasiswa yang emosional. sikap memiliki "the effect emphasizing objects .. kurang bertanggung jawab. misalnya. dan merasa bodoh. Walau pun hubungan antara sikap dan prilaku tidak secara mudah dapat diidentifikasi. perbedaan prilaku mahasiswa akan tergantung pada apakah melihat dirinya sebagai mahasiswa periang. sikap dapat mengatur apakah seseorang dapat menerima atau menolak terhadap rangsangan suatu objek..

VARIABEL MOTIVASI Dasar Rasa Aman Rasa Memiliki Status Ego Aktualisasi Diri Jumlah Sampel = 120. HASIL PENELITIAN Hasil penelitian ini menjawab hipotesis penelitian yang diajukan.005 Kebutuhan Dasar SIKAP TERHADAP MENGAJAR DAN KONSEP DIRI R Berganda R F 0. dengan menggunakan tingkat signifikansi Q 0. dan stabilitas emosional mahasiswa.00 0. prilaku sosial.74.06* Jumlah R menunjukkan (Tabel 1) bahwa 20% dari ragam dalam sejumlah kebutuhan dasar dijelaskan oleh variabel sikap terhadap mengajar dan konsep diri. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa adanya dukungan terhadap hipotesis (Hipotesis diterima). digunakan untuk mengukur lima skala motivasi: kebutuhan dasar.2460 0. dan (3) kuisioner yang berkaitan dengan konsep diri digunakan untuk mengukur: sikap social mahasiswa. Tabel 1 merupakan ringkasan hasil analisis data dengan menggunakan regresi berganda.2205 2. kebiasaan. konsep diri dan sikap terhadap mengajar secara statistic sigfnifikan dikaitkan dengan motivasi kerja mahasiswa.3202 0. digunakan untuk mengukur sikap colon guru terhadap tanggung jawab siswa.56 0.1025 1. status-ego. R berganda menunjukkan arah hubungan positif pada 0.62.70.28* 0. orientasi sosial. rasa memiliki.Alat Pengmpul Data Tiga alat pengumpul data yang digunaan dalam penelitian ini. Dengan seluruh variabel terikat masuk dalam ekuasi regresi koefesien R berganda memiliki nilai F. 0. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah sikap mahasiswa terhadap mengajar dan konsep diri mahasiswa. rasa aman.0605 0.4505 0. Hipotesis tersebut diuji dengan menggunakan lima skala motivasi dalam kuisioner sebagai variabel bebas. dengan hasil uji coba menurut Coefficient Alpha (a) dari Cronbach secara berurutan adalah sebagai berikut: 0.2030 2.04* 0. yaitu: (1) kuisioner yang berkaitan dengan motivasi kerja.04.2020 2.4495 0. Variansi dalam kebutuhan dasar secara signifikan dipengruhi oleh sikap terhadap mengajar dan konsep diri. 2. dan kemandirian siwa dalam belajar. Seluruh instrumen telah diuji-cobakan kepada mahasiswa FKIP selain sampel penelitian. Variabel terikat sebagai predictor variabel bebas.05. Analisis Data Regresi berganda (Muitipie Regression) digunakan dalam menganalisis data penelitian ini. dengan tingkat signifikansi 0. .05. kerjasama siswa. dan aktualisasi diri mahasiswa. dan 0. (2) kuisioner yang berkaitan dengan sikap terhadap mengajar. yaitu: Motivasi.4495. *p 0.4696 0.

SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan uraian tersebut di atas. berganda 0.28 sampai pada tingkat signifikan mendukung atau menerima hipotesis.00 yang menunjukkan tidak signifikan pada tingkat p 0. 25% dari variansi dalam kebutuhan rasa memiliki dipengaruhi oleh sikap terhadap mengajar dan konsep diri. Oleh karena itu. maka kesimpulan hasil penelitian ini adalah bahwa konsep diri dan sikap terhadap mengajar berhubungan positif dengan skala motivasi mahasiswa yang meliputi kebutuhan dasar.3202 menghasilkan nilai F 1. rasa aman.05. temuan hasil penelitian mendukung atau menerima hipotesis. Positif R berganda 0.56 untuk positif R berganda 0. Dengan demikian.4696 menggambarkan nilai F 2. Positif R berganda 0. Hasil penelitian ini menambah validitas terhadap kerangka teori yang menyatakan bahwa konsep diri dan sikap terhadap mengajar berhubungan erat dengan motivasi. kebutuhan rasa aman secara signifikan dipengaruhi oleh sikap terhadap mengajar dan konsep diri mahasiswa.05. (1) temuan ini menkonfirmasikan kepercayaan bahwa bentuk prilaku mahasiswa FKIP dapat dipahami sebagai sejumlah variabel afektif.Rasa Aman Hasil analisis regresi skor kebutuhan rasa aman dihubungkan dengan skor sikap terhadap mengajar dan konsep diri mahasiswa menunjukkan (Tabel 1) bahwa 23% dari variansi dalam kebutuhan rasa aman dijelaskan oleh sikap terhadap mengajar dan konsep diri. Dengan positif R. Jadi. Nilai F 0. Aktualisasi Diri Hasil analisis regresi sikap mahasiswa terhadap mengajar dan konsep diri menunjukkan bahwa variabel ini menjelaskan 20.05.2460 jatuh pada tingkat signifikan P 0. (2) Bagi program pendidikan guru. Oleh karena itu hipotesis penelitian ditolak. dan kebutuhan aktualisasi diri. ada alasan untuk menyarankan agar sejumlah variabel afektif lainnya perlu diteliti dan mendapat perhatian. 0. Rasa Memiliki Hasil analisis regresi berganda terhadap kebutuhan rasa memiliki sebagai kriteria variable (Tabel 1) menunjukkan 10. hal ini beralasan untuk mengumpulkan data baik dari sikap terhadap pendidikan maupun . 22 dan 20%) terhadap variansi dalam motivasi dengan tingkat signifikan pada p 0. Dengan demikian.3% dari ragam aktualisasi diri (Tabel 1).05. Jadi hipotesis yang menyatakan bahwa motivasi berhubungan dengan sikap terhadap mengajar dan konsep diri telah didukung atau diterima. nilai F adalah 2.06 dan tingkat signifikan p. Temuan ini penting bagi dunia pendidikan dengan beberapa alasan. hasil analisis regresi berganda terhadap variabel bebas (5 kebutuhan Maslow) menunjukkan bahwa variabel terikat (sikap terhadap mengajar dan konsep diri) memberikan kontribusi secara signifikan (secara berturut-turut 20. Dengan demikian. hipotesis penelitan ditolak. Stastus Ego Tabel 1 menunjukkan hanya 6.1% jumlah variansi dalam kebutuhan status ego dijelaskan oleh pelaksanaan bersama antar sikap mahasiswa terhadap mengajar dan konsep diri mahasiswa. Jadi rasa memiliki secara signifikan tidak dipengaruhi oleh sikap mahasiswa terhadap mengajar dan konsep diri mahasiswa.4505. Jadi kebutuhan status ego tidak dipengaruhi secara signifikan oleh sikap mahsasiswa terhadap mengajar dan konsep diri mahasiswa.

Keerlinger. Peak. Motivation and personality. American Educational Research Journal. Chicago: University of Chicago Press. First and the second order structure of the attitudes toward education. The role of hedonistic process on motivation. Essential of learning. 1954. Nebraska symposium on motivation. New York: World Publishing. Work motivation inventory. ERIC Document Reproduction Service No. Maslow.I. & Combs. meminimalkan ketidak nyamanan lingkungan sekolah. Warner. 132152. La Benne. 1970. (b) ketaatan pada peraturan sekolah. D.konsep diri sehingga pemahaman secara mendalam tentang motivasi dapat diperoleh mahasiswa. P. rencana belajar. Human motivation needs hierarchy: A bibliography. Maslow and field experiences in contemporary based teacher education. J. A. Minneapolis: The American Personal and Guidance Association. 1965.W. dan pemenuhan terhadap otoritas (kebutuhan rasa aman). & Williams. Maslow.H. D. Turner. 1972.). Edo69-591. 4.W. W.B.M.G. Snygg. Lincoln: Nebraska University. W. 1973. A. Nebraska . Self-concept and school achievement. DAFTAR PUSTAKA Combs. New York: McMillan. & Greene.R. Hall. An overview of research in teacher education. Attitudes and motivation. 1967.H. dan kepuasan. T. M. B. Conroe: Telemetric. 1975. Educational implication of self-concept theory. A.191-205. dan (c) aturan di kelas yang memungkinkan bagi pertumbuhan personal. New York: Harper & Row. R. A dynamic theory of motivation. F. Young. ERIC Document Reproduction Service No. jam mengajar yang proporsional sehingga dimungkinkan adanya waktu untuk santai (kebutuhan dasar). A. (kebutuhan aktualisasi diri). DeKalb: Northern Illinois University. 1970. Pacific Palisades: Good Year Publishing. Dua masalah luas tersebut mengacu kepada kesimpulan yang spesifik bahwa sikap terhadap mengajar dan konsep diri berkaitan dengan prilaku mahasiswa yang mungkin perlu memperhatikan kondisi sekolah yang lebih menyenangkan. in Jones M (Ed. Purkey. Travers. 1955. R. Hal-hal tersebut dimaksudkan bahwa sikap dan konsep diri mahasiswa calon guru berkaitan erat dengan motivasi yang mengendalikan prilaku mahasiswa terhadap tantangan dan tugas mahasiswa yang bersifat pribadi. perolehan hasil belajar.L. Adjective self-description.R. Robert. A. Some basic concept in perceptual psychology. New York: Harper & Row. 1 969.D. 1959. in Jones M. Englewood Cliffs: Prentice Hall. Individual behavior. Austin: Research and Development Center for Teacher Education.N. Veidman. 1955. 1975. (Ed. H.).M. 1973.

J. Lincoln: University of Nebraska. Hal ini terbukti dari setiap hasil analisis pada setiap ulangan harian daya serap siswa di bawah 65% (tidak tuntas). ----------------------*) Nandang Kosasih Ananda adalah dosen pada FKIP Universitas Lampung. 1 Tahun 2003. Minat baca siswa terhadap buku teks geografi rendah. Dari sejumlah permasalahan tersebut di atas sebenarnya ada satu masalah utama yang perlu mendapat perhatian. antara lain: Siswa kurang memahami konsep pengajaran geografi.symposium on motivation. Berbagai upaya telah dilakukan untuk dapat meningkatkan minat serta prestasi belajar siswa. Young. Rendahnya minat belajar siswa di SLTPN 2 Candipuro terhadap mata pelajaran geografi selama ini menandakan bahwa pembelajaran geografi kurang menarik. yaitu yang berkaitan dengan minat siswa pada pelajaran geografi. Sumber : Buletin Pelangi Pendidikan (Bulletin Peningkatan Mutu Pendidikan SLTP). 1973. Jam pelajaran geografi berada pada jam terakhir. Upaya yang diperkirakan dapat meningkatkan minat siswa pada pelajaran geografi adalah dengan . (Ed.) Motivation. PG. antara lain dengan pemberian pelajaran tambahan pada kelas 3. Sebagian besar siswa kurang berminat dalam belajar geografi disebabkan guru yang masih menggunakan metode ceramah sehingga materi yang diajarkan menjadi verbal/hafalan. Kita menyadari bahwa salah satu kelemahan metode ceramah jika diterapkan secara murni adalah tidak melibatkan anak didik secara aktif dalam proses pembelajaran akibatnya materi tersebut menjadi kurang menarik. Hammondsport: Penguin. Volume 6 No. EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN GEOGRAFI MELALUI METODE OUT DOOR STUDY DALAM UPAYA MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA Ninik Widayanti *) PENDAHULUAN Minat adalah variabel penting yang berpengaruh terhadap tercapainya prestasi atau cita-cita yang diharapkan seperti yang dikemukakan Effendi (1995) bahwa belajar dengan minat akan lebih baik dari pada belajar tanpa minat. Affective process in motivation. tetapi hasilnya masih belum memuaskan. Dari kenyataan tersebut dapat diduga penyebab mengapa prestasi belajar siswa rendah pada setiap ulangan geografi. penyediaan LKS yang dilengkapi dengan sejumlah soal-soal latihan pada kelas 1 dan 2. Siswa jarang berani bertanya pada saat proses belajar mengajar. & Stewart. In Bindra D. Siswa kurang termotivasi menyelesaikan tugas-tugas di rumah.

bentuk tugas yang diberikan disesuaikan dengan kemampuan anak didik pada batas frekuensi yang tetap menggairahkan mereka sehingga tidak menimbulkan kebosanan dan kejenuhan. METODE PENELITIAN Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SLTP Negeri 2 Candipuro Kabupaten Lumajang. Pemilihan lingkungan di luar sekolah sebagai sumber belajar hendaknya disesuaikan dengan materi pelajarannya. selanjutnya siklus kedua didasarkan atas refleksi siklus pertama. Masing-masing siklus dilaksanakan dengan dilengkapi instrumen/alat observasi. Hal ini dilakukan karena keterbatasan waktu dan penelitian ini menyesuaikan dengan pokok bahasan yang ada di kelas 2.Oktober 2002 pada mata pelajaran geografi khususnya kelas 2C. lembar observasi digunakan oleh kolaborator untuk mengamati guru pada saat pelaksanaan KBM. Metode out door study pada pengajaran geografi menjadi sarana memupuk kreatifitas inisiatif kemandirian. Melalui metode out door study. kerjasama atau gotong royong dan meningkatkan minat pada geografi. kreatif dan akrab dengan lingkungaan. Tiap pertemuan waktunya 2 x 45 menit. PELAKSANAAN PENELITIAN Siklus Pertama Guru sudah menentukan lokasi di luar kelas untuk melaksanakan penelitian yang tidak jauh dari . Siklus pertama dirancang dengan dasar refleksi awal. Dengan demikian diharapkan metode out door study dalam pengajaran geografi dapat meningkatkan minat belajar siswa kelas II SLTP Negeri 2 Candipuro. Siswa rata-rata berasal dan tingkat sosial ekonomi yang beragam. Dalam hal ini materi yang sesuai dengan metode tersebut adalah materi kelas 2 yang banyak menyangkut sumber daya alam yang ada di sekitar kita. sedangkan untuk siswa diharapkan dapat menumbuhkan minat dan pemahaman siswa terhadap materi geografi. angket dan catatan lapangan. Sekolah itu terletak di kaki gunung Semeru dan jarak dari Kecamatan sekitar 7 km. pada pertengahan bulan Juli . Angket diberikan kepada siswa setelah penelitian tindakan pada sikius I dan sikius II untuk mengukur minat siswa terhadap pelajaran geografi. Berdasarkan uraian di atas. artinya guru sebagai pemandu agar siswa belajar secara aktif. 1996). maka tujuan dari penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui etektifitas metode out door study dalam meningkatkan minat belajar siswa SLTP kelas 2 dalam mata pelajaran geografi.menerapkan metode out door study atau metode di luar ruangan kelas dengan pemberian tugas pada siswa. Dalam penelitian tindakan kelas ini instrument yang digunakan adalah observasi/pengamatan untuk guru. Peran guru disini adalah sebagai motivator. Pada penelitiaan tindakan ini menggunakan 2 (dua) siklus yang masing-masing siklus terdiri 2 kali pertemuan. (Nursid Sumaatmadja. bagi guru sebagai bahan masukan tentang penggunaan metode out door study dalam pembelajaran geografi dalam rangka menumbuhkan minat belajar siswa. Penelitian tindakan kelas ini diharapkan bermanfaat. Sedangkan catatan lapangan dilaksanakan pada saat KBM sedang berlangsung dengan harapan dapat memperoleh beberapa temuan/data tentang kegiatan guru dan siswa dalam proses pembelajaran. Karjawati (1995) menyatakan bahwa metode out door study adalah metode dimana guru mengajak siswa belajar di luar kelas untuk melihat peristiwa langsung di lapangan dengan tujuan untuk mengakrabkan siswa dengan lingkungannya. Melalui metode out door study lingkungan diluar sekolah dapat digunakan sebagai sumber belajar.

• Guru memberikan kesimpulan bersama siswa. Kemudian guru sudah membagi 8 kelompok. a. Kegiatan akhir: • Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan hambatan/ kesulitan yang dialami selama proses pembelajaran. Pertemuan 1 adalah Sumber Daya Alam. pertemuan 2 adalah Jenis-jenis Sumber Daya Alam. • Guru mengajak siswa untuk berkumpul menurut kelompoknya. Pelaksanaan Penelitian Kegiatan awal: • Guru mengajak siswa ke lokasi di luar kelas. Refleksi dilakukan untuk mengamati pelaksanaan tindakan dan hasil kerja siswa pada siklus I. maka perlu adanya perbaikan-perbaikan diantaranya dalam pengelompokan siswa. • Selesai pengamatan siswa di suruh berkumpul kembali untuk mendiskusikan hasil pengamatannya. • Guru memberikan panduan belajar kepada masing-masing kelompok • Guru memberikan penjelasan cara kerja kelompok Kegiatan inti: • Masing-masing kelompok berpencar pada lokasi untuk melakukan pengamatan dan diberi waktu ± 25 menit. • Guru membimbing siswa selama pengamatan di lapangan. yang masing-masing kelompok anggotanya 5 siswa. • Guru memberi salam.sekolah. Guru sudah menetapkan tema/materi pembelajaran. Guru membuat panduan belajar siswa pada waktu belajar diluar kelas yang nantinya dibagikan pada masing-masing kelompok. • Guru memandu diskusi dan siswa di beri kesempatan memberi tanggapan waktunya ± 25 menit. lokasi . Kegiatan pengamatan/observasi dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan di atas yang dilakukan oleh kolaborator. Adapun hal-hal yang diobservasi meliputi: o Urutan langkah-langkah pelaksanaan KBM o Kegiatan siswa dalam kerja kelompok o Aktifitas guru dalam mengelola KBM di luar kelas o Monitoring angket siswa b. Refleksi. • Guru memberi motivasi pada siswa tentang pentingnya lingkungan sebagai sumber belajar termasuk manfaat sumber daya alam yang ada di sekitarnya.

. o Kelompok siswa disusun secara variatif agar merata antara kemampuan masing-masing siswa. Pertemuan 3 mengenai Tanah. Kegiatan akhir: • Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan hambatan/kesulitan yang dialami selama proses pembelajaran. • Guru memandu diskusi dan siswa diberi kesempatan memberi tanggapan waktu yang disediakan ± 25 menit. antara lain: Menentukan lokasi yang lebih tepat/sesuai dengan tema. Menyiapkan pengeras suara (misal megaphone) untuk lebih memusatkan konsentrasi siswa. SIKLUS KEDUA a. • Selesai waktu yang sudah ditentukan guru mengajak siswa berkumpul kembali untuk diskusi hasil pengamatannya. Membuat panduan belajar siswa yang mudah dipahami oleh siswa. • Guru memberikan kesimpulan bersama siswa. Guru memberi motivasi yang lebih meningkatkan antusias siswa. Guru membuka pelajaran dan memberi salam. • Guru membimbing siswa selama pengamatan. Kegiatan inti : • Masing-masing kelompok berpencar pada lokasi yang sudah ditentukan dan diberi waktu ± 25 menit. Menyiapkan waktu yang tepat agar tidak banyak waktu yang terbuang. o Menetapkan pokok bahasan/tema yang lebih menarik. keterbatasan waktu (karena banyak waktu yang terbuang). dan konsentrasi/perhatian siswa mudah berubah. o o o o b. Perencanaan tindakan pada siklus kedua dilakukan dengan memperhatikan hasil refleksi pada siklus I. Guru meminta siswa berkumpul sesuai kelompoknya.yang kurang sesuai. perternuan 4 mengenai Batuan. Pelaksanaan tindakan Kegiatan awal : • • • • Guru langsung mengajak siswa ke lokasi.

SARAN 1. b. membuat daya pikir siswa lebih berkembang. Metode out door study menjadikan siswa lebih bersemangat dalam belajar. Guru geografi dapat menerapkan metode out door study melalui karyawisata ke tempat-tempat tertentu dengan harapan minat siswa terhadap pelajaran geografi semakin meningkat.5%. pemahaman siswa yang semula 80% menjadi 97. pemahaman siswa terhadap pelajaran. lebih berkonsentrasi pada materi. siswa lebih berani mengemukakan pendapat dan membuat siswa lebih aktif. yaitu semangat. Metode out door study lebih efisien dan etektif jika diterapkan dengan baik. Hal ini terbukti dari hasil penelitian yang dilakukan dalam 2 sikius. Hal tersebut menuntut kepandaian guru untuk menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan.Kegiatan pengamatan/observasi Dalam siklus kedua ini tampak beberapa perubahan yang dialami siswa. konsentrasi siswa mudah sekali beralih karena di luar kelas sering kali banyak gangguan misalnya suara bising.5%.5% menjadi 87.5%. keberanian siswa mengemukakan pendapat dan kreatifitas/keaktifan siswa mengalami peningkatan semangat siswa yang semula 95% menjadi 97. Kepala sekolah hendaknya lebih banyak memberikan motivasi kepada guru mata pelajaran yang lain selain geografi agar dapat menerapkan metode out door study dalam . antara lain: a. yaitu kerja kelompok cenderung anak tertentu saja yang bekerja. c. dan keaktifan siswa yang semula 77. terutama pada mata pelajaran georgafi yang ruang lingkup pengajarannya berupa alam lingkungan yang menjadi ciri khasnya. suasana belajar lebih nyaman.5%. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Metode out door study berhasil meningkatkan minat belajar siswa kelas 2 pada materi pelajaran geografi. orang yang hilir mudik. 2. cuaca di luar kelas yang tidak menentu misalnya hujan atau angin dan lain-lain. siswa lebih dapat memahami materi pelajaran. keberanian berpendapat yang semula 80% menjadi 87. Refleksi Dalam siklus ke 2 ini ada beberapa hal yang perlu diperbaiki.

Yogyakarta: UGM Press. B. bencana alam. Bimbingan penyuluhan di sekolah. 1995. Volume 6 No. dan sebagainya yang dapat menyebabkan penderitaan berkepanjangan. Yogyakarta: Yayasan Penerbitan Fakultas Psikologi UGM. Bina Aksara Walgito. 1997. 1995. Prediksi ini didukung oleh hasil penelitian Meadow et. Filsafat Komunikasi. M. 1 Tahun 2003. Bandung. Malang: IKIP Malang. Cora Belajar efisien. DAFTAR PUSTAKA Effendi. 1981. Remaja. pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar dan pengataman mengajar guru dengan tingkat motivasi beiajar geografi siswa SMA Negeri di Kotamadya Malang. 1985. sedangkan pertumbuhan pangan mengikuti deret hitung (Todaro. sumber daya alam tidak dapat lagi mendukung kebutuhan manusia. secara matematis dapat dijelaskan bahwa pertumbuhan penduduk akan mengikuti deret ukur. wabah penyakit. Karjawati. Rosdakarya.pembelajaran. 1995. The Liang Gie.al. Pada gilirannya nanti. 1995). Menurutnya. Malang. Sumaatmadja. Skripsi tidak diterbitkan. Bandung. N. Program Sarjana IKIP Malang. Syaifullah. Motivasi belajar pembelajaran dan upaya-upaya peningkatannya. Hubungan antara penggunaan metode mengajar. Pendekatan Joyful Learning Dalam Pembelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) Oleh : Sri Hayati *) PENDAHULUAN lsu kekhawatiran terhadap krisis lingkungan memang telah diprediksi sejak Malthus dengan postulatnya bahwa kemampuan penduduk untuk bertambah secara kuantitas adalah lebih besar dari kesanggupan sumber daya alam dalam menyediakan pangan sebagai kebutuhan pokok manusia. ------------------*) Ninik Widayanti adalah guru SLTPN 2 Candipura Kabupaten Lumajang Jawa Timur. sehingga pada saat inilah terjadi tragedi kelaparan. (1 972) yang menunjukkan bahwa jika konsumsi dan perlakuan manusia terhadap sumber daya alam . kekurangan gizi. Metodologi pengajaran geografi. Sumber : Buletin Pelangi Pendidikan (Buletin Peningkatan Mutu Pendidikan SLTP).

memiliki kapasitas sistem dan siklus alam. 1974:59). Sementara itu. udara. Bumi sebagai sistem yang tertutup yang mendapatkan energi dari matahari. 4. dan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan (joyful learning). Namun demikian. serta terciptanya suasana belajar yang membosankan dan tidak menarik. namun pemecahan melalui pembinaan perubahan perilaku ke arah lebih bertanggung jawab dalam pengelolaan lingkungan merupakan hal yang sangat strategis untuk dilakukan. daya. Hasil penelitian lain sehubungan dengan penurunan mutu lingkungan dikemukakan oleh Chiras (1995) yang menganalisis bahwa kerusakan lingkungan berakar dari tabiat dasar manusia sebagai imperialis biologis dimana ia memerlukan makan dan berkembang biak. tanpa peduli keterbatasan sumber daya alam dalam menyediakan kebutuhan hidup bagi diri dan keturunannya. Oleh karena bumi merupakan titik tolak dalam berbagai aktivitas manusia. dan tanah dengan persediaan yang terbatas untuk kesejahteraan manusia. sehingga siswa memiliki motivasi dan perhatian untuk belajar lebih jauh. bahwasanya akan terjadi hari kiamat (dooms day) yang diakibatkan oleh pertumbuhan eksponensial dari penggunaan sumber daya alam dan kerusakan lingkungan. dan pertumbuhan produksi pangan. ketidakpuasan akan pembelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) muncul manakala proses pembelajarannya tidak mendukung pada pengembangan daya nalar dan kreativitas anak. pertumbuhan penduduk. pencemaran lingkungan. Ekonomi dan teknologi yang memberikan kontribusi kepada kesejahteraan manusia dan 2. maka konsep lingkungan dapat diklasifikasikan sebagai berikut: 1. memberi bekal keterampilan-keterampilan untuk menghadapi kehidupan (life skills). pertumbuhan ke arah berpikir kreatif akan berkembang jika siswa senantiasa memperoleh stimuli melalui pembelajaran yang dapat mendukung pengembangan proses berpikir kreatif (creative thinking). sehingga kerusakan-kerusakan seperti yang telah dikemukakan di atas terjadi tanpa dapat dicegah. Secara filosofis. serta memiliki materi atau bahan mentah yang terbatas. Pembelaiaran PLH sebagai pembinaan ke arah perilaku yang bertanggung jawab terhadap lingkungan hidup harus direncanakan dan dilaksanakan secara kondusif dan menyenangkan. Lebih jauh lagi. namun yang lebih penting adalah pemecahan yang dapat mengubah mental serta kesadaran akan pengelolaan lingkungan. maka kualitas lingkungan hidup manusia akan mengalami penurunan secara drastic. Dengan demikian. . keadaan dan makhluk hidup termasuk manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya. masalah-masalah lingkungan hidup yang muncul tidak dapat dipecahkan secara teknis semata. Akumulasi dari tabiat ini membentuk suatu mental yang berpandangan bahwa manusia diciptakan untuk menguasai alam serta keberadaan alam itu sendiri tidak terbatas. memiliki sumber daya air. 3. Manusia yang memiliki peran penting dalam berinteraksi dengan lingkungan alam. Biosfera yang meliputi makhluk hidup dan benda mati. serta hasilnya tidak dapat dilihat dengan segera seperti halnya pemecahan secara teknis. lingkungan hidup itu sendiri adalah berkenaan dengan permukaan bumi sebagai acuan dan segala aktivitas manusia (Stapp & Swan. Cara guru dalam penyampaian yang kurang berorientasi pada tingkat berpikir siswa.tetap sejalan dengan garis eksponensial. Meskipun memerlukan proses yang panjang. Hal ini merupakan tantangan bagi pengembangan pendidikan lingkungan untuk dapat memberikan kontribusi terhadap pembentukan perilaku yang bertanggung jawab terhadap lingkungan hidup. PEMBELAJARAN PLH PLH merupakan bidang studi yang mempelajari kesatuan ruang dengan semua benda. Pandangan ini selanjutnya memberikan warna terhadap perilaku manusia dalam memanfaatkan lingkungan hidupnya. dan juga kecenderungan bahwa proses pembelajaran PLH menggunakan metode ceramah yang monoton merupakan faktor lainnya.

Pada dasarnya. Kebermaknaan. Tujuan utamanya adalah membantu siswa untuk belajar dengan senang hati. Sebagai contoh.5. dan Bahasa. tekanan ditujukan terutama kepada menyatukan kembali segala ilmu yang menyangkut masalah lingkungan ke dalam kategori variabel yang menyangkut energi. Khususnya. maka sebaiknya memperhatikan beberapa factor sebagai berikut: 1. sikap. memikirkannya dan menerapkannya pada dunia nyata di sekitar mereka. ruang. kesadaran. Tujuan pembelajaran PLH itu sendiri adalah pembinaan peningkatan pengetahuan. Pemahaman akan meningkat bila informasi baru dengan gagasan dan pengetahuan yang telah dikuasai oleh murid. Berbagai disiplin ilmu tersebut dipandang dalam suatu ruang lingkup serta perspektif yang luas dan saling berkaitan. menjumlahkan hari dalam sebulan dengan sebuah jingle 'September. Dalam mengkaji PLH. maka pembelajaran yang efektif seyogianya menggunakan berbagai macam pendekatan yang dapat menyenangkan dan menarik perhatian siswa. Di dalamnya termasuk bidang studi IPA. April. Kebijakan lingkungan hidup yang dapat menentukan dalam pengelolaan lingkungan hidup. Jika pembelajaran PLH melalui pendekatan joyful leaning ingin mencapai tujuan. Untuk membantu ingatan siswa banyak digunakan mnemonic dengan beberapa simbol. membicarakannya. waktu dan keanekaragaman. ORKES. IPS. keberlanjutan lingkungan hidup. Selain itu. niat saja tidak cukup tanpa perilaku yang mendukung. PLH merupakan wadah bagi pendekatan interdisipliner dalam mengatasi permasalahan yang berkenaan dengan lingkungan hidup manusia khususnya dan organisme hidup pada umumnya. terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi. nilai dan perilaku lingkungan hidup yang bertanggung jawab. melainkan dikaji di laboratorium dengan bereksperimen serta secara aktif terlibat dalam pembelajaran. lokus kontrol. Demikian juga. selebihnya 31 hari. V Venus. Perlu diingat bahwa prinsip ilmiah yang baru tidak akan diketemukan dengan duduk di ruang kelas semata. Juni dan November punya 30 hari. materi. Tugas guru dalam pembelajaran PLH adalah selain membentuk siswi untuk memiliki niat bertindak yang positif terhadap lingkungan hidup. Mereka akan belajar lebih banyak tentang konsep PLH jika mereka secara aktif terlibat dalam eksperimen. dan puisi yang menjadi jembatan keledai. dalam mempelajari nama-nama planet di tata surya dengan mnemonic 'MOVE MY SUN' di mana M adalah Merkurius. (3) pengetahuan tentang isu. 1994). Selain itu. Hal ini disebabkan. Namun sebelum sampai pada ketetapan bertindak. belajar merupakan proses yang berkelanjutan. Dalam kajiannya. kita perlu menambahkan satu hari lagi'. kecuali Februari yang punya 28 hari yang kekecualiannya adalah untuk tahun kabisat. dan tanggung jawab individu. untuk mencapai ke arah keberlanjutan lingkungan hidup. Perilaku dalam hal ini berhubungan langsung dengan niat untuk bertindak (intention to act) (Orams. PLH diintegrasikan pada berbagai bidang studi yang mempelajari hubungan antara jasad hidup dengan istilah dan lingkungannya. Pluto harus ditambahkan pada bagian akhir. E (Earth) Bumi dan so on (=dst. sehingga kegiatan pembelajaran sebaiknya dikembangkan berdasarkan urutan di mana setiap pengalaman dikembangkan berdasarkan proses pembelajaran sebelumnya. .). Pemahaman tersebut perlu digali melalui pengalaman siswa itu sendiri. dan (4 faktorfaktor kepribadian sepeti sikap. siswa lebih baik diajak turut memecahkan masalah dari pada mendengarkan saja. nyanyian. (2) pengetahuan tentang strategi bertindak. sehingga belajar itu merupakan hal yang menyenangkan bukan beban. O dibuang. juga memberikan kondisi yang mendukung ke arah perilaku yang sesuai dengan niat tadi. yaitu: (1) kesiapan dalam bertindak. istilah dan konsep sering sulit dipahami. PENDEKATAN JOYFUL LEARNING DALAM PEMBELAJARAN PLH Sesuai dengan tujuan pembelajaran PLH.

Kegiatan diskusi yang menyenangkan dapat terpenuhi denagan (a) Pengelompokan arti istilah dan pernyataan. Demonstration (Peragaan). Model tersebut merupakan cara belajar alami dalam memperoleh pengetahuan baru dalam bidang studi dan cukup menyenangkan siswa. Hal ini disebabkan diskusi membawa siswa menggunakan konsep mereka pelajari serta mengubahnya menjadi bentuk ekspresi yang cukup menyenangkan bagi siswa. Pengulangan tersebut dan latihan dapat menanggulangi proses lupa. penguatan merupakan yang harus diperhatikan. selain menyenangkan juga peluang bagi murid untuk meneliti apa yang telah mereka pelajari dan menerapkannya pada dunia nyata. kegiatan belajar akan efektif bila siswa menerima dengan cepat tentang hasilhasil tugas belajar tersebut. Sebagai contoh. di antaranya adalah mencari tahu tentang siklus air misalnya atau mencari tahu aspekaspek yang menyebabkan air menjadi tercemar. serangkaian gambar. kegagalan panen dan kebakaran hutan di Indonesia. (d) Membantu siswa memahami informasi baru.Dalam pendekatan joyful learning. mendengarkan laporan radio dan menonton laporan TV tentang El Nino. tulis laporan . Umpan balik. membaca koran. Umpan balik sederhana. misalnya koreksi jawaban siswa atas pertanyaan guru selama pelajaran berlangsung. majalah dan buku. (e) Mengidentifikasi berbagai opini dan pandangan. dan (f) Bekerja sama dalam pemecahan masalah 2. Beberapa model pembelajaran yang dapat mendukung pendekatan Joyful Learning antara lain adalah: 1. Diskusi Diskusi memiliki arti yang penting dalam mengembangkan pemahaman. dan sebagainya. (c) Berbagi pengetahuan dan pengalaman. (b) mengumpulkan informasi yang mereka perlukan. melihat foto. b. atau koreksi pekerjaan siswa. Keempat huruf tersebut menunjukkan bahwa ada empat jenis kegiatan murid pada urutan kegiatan belajar. (b) Mengadakan pemahaman bersama dalam suatu kelompok. atau laporan tertulis. a. mewawancarai petani yang panennya telah dirusakkan oleh El Nino. dan (d) menyajikan sebuah laporan tentang temuantemuan penyelidikan tersebut dapat berbentuk presentasi di kelas. Organization (Pengaturan). 3. Penerapan dalam pembelajaran di kelas adalah sebagai benkut: 3. dan Expression (Pengungkapan). (c) menganalisa informasi yang telah mereka kumpulkan. diagram dan grafik dinding. dalam pembelajaran PLH adalah topik efek gangguan iklim El Nino yang telah menimbulkan kekeringan yang luas. Penyelidikan yang terbimbing dapat dilakukan dalam berbagai bentuk. Model IODE Istilah IODE merupakan akronim bahasa Inggris untuk intake (Penerimaan). Penyelidikan terbimbing akan efektif jika mengikuti serangkaian langkah berikut: (a) siswa memilih atau diberi topic yang perlu diselidiki atau diteliti. Penerimaan (intake) Mendengarkan informasi pelajaran. Penguatan. Penyelidikan Terbimbing Penyelidikan terbimbing dalam pembelajaran PLH sangatlah relevan. terdiri atas pengulangan oleh guru dan latihan oleh siswa.2. peta dan gambar yang menunjukkan efek-efek El Nino. Pengaturan (Organize) Memetakan daerah-daerah yang terkena El Nino.

serta merangkum pengaruh El Nino terhadap produksi beras. Peragaan (Demonstrate) Menjelaskan bagaimana El Nino terbentuk. kita perlu mengembangkan pemahaman murid tentang masalah itu sendiri. mengapa terjadi banjir. Untuk kegiatan di mana semua anggota kelompok yang bersangkutan dapat diberi tugas berguna yang harus dilaksanakan. Sikap dan perilaku serta keterbukaan pikiran. serta menyajikan dalam pembicaraan di kelas tentang El Nino. Untuk kegiatan yang memiliki sasaran yang jelas dan yang dapat dilakukan dengan lebih baik oleh suatu kelompok dibandingkan oleh perseorangan. b. Identifikasi Masalah Tahap ini merupakan pengenalan masalah atau isu yang ada di sekitar siswa. c. Fokus Masalah Ukuran masalah perlu dipertimbangkan untuk dipahami karena akan mempengaruhi cara penyelesaian yang akan dilakukan. mengajukan dan menyelidiki. saling hormat. guru memiliki peran penting dalam membantu siswa untuk mengarahkan pada persoalan yang utama. mengapa hutan penting bagi kehidupan manusia. Kerjasama siswa dapat merangsang pemikiran mereka untuk berbagi gagasan. e. f. ltu semua adalah keistimewaan penting tentang perilaku kelompok yang efektif. d. dan tanggung jawab. hilangnya dan matinya binatang hutan dan seterusnya. Bila semua anggota kelompok tersebut memiliki keterampilan yang diperlukan untuk melaksanakan tugas yang telah diberi kepada mereka. b. gabungkan laporan-laporan koran tentang turunnya jumlah orang hutan karena kebakaran hutan dan seterusnya. Pemecahan masalah karena upaya untuk menyelesaikan masalah sering menimbulkan masalah lain. siapkan grafik dan tabel yang menunjukkan kerugian karena hilangnya produksi pertanian dan kerugian karena kebakaran hutan. dan membahas masalah. 5. dan perhatian pada orang lain juga dapat dikembangkan. c. Kerja kelompok yang baik memerlukan persiapan yang cermat dan dipakai hanya: a. Menjadi bagian dari suatu kelompok akan menumbuhkan rasa saling memiliki. tanggung jawab. Kerja Kelompok Melalui kerja kelompok siswa diberi peluang untuk menentukan tujuan. c. menjelaskan konsep. kerugian hutan. mengapa terjadi wabah kolera. namun secara umum tahapan ini dapat diurutkan sebagai benkut: a. Model Pemecahan Masalah Model ini dapat digunakan dalam pendekatan Joyful Learning karena dapat menarik minat siswa untuk memecahkan masalah-masalah lingkungan hidup di sekitamya. kerja sama. tahap-tahap dalam penyelesaian masalah berbeda-beda sesuai dengan masalah yang bersangkutan. Pengungkapan (Express) Membuat diagram yang menggambarkan efek El Nino. Dalam hal ini siswa dapat dilibatkan untuk mengemukakan masalah-masalah yang mereka lihat dan rasakan Survei Masalah Pertimbangan tentang berbagai sudut pandang dan aspek yang terkait dengan masalah guna meningkatkan pengertian tentang masalah tersebut. dan sebagainya. Atau juga menulis puisi yang menggambarkan perasaan seorang petani yang terkena kekeringan serta menulis cerita tentang kebakaran hutan dan seterusnya. Definisi Masalah Pendefinisian masalah secara tepat akan membantu anak-anak untuk menyelesaikan masalah. Siswa dalam hal ini sebaiknya diikutsertakan. Karena itu. Seperti.tentang petani yang terkena kekeringan. d. 4. Dalam model pemecahan masalah ini. . Faktor penyebab harus dicari begitu masalahnya telah diketahui dan ditentukan ukurannya. Analisis Faktor-Faktor Penyebab. menggambarkan daerah-daerah dunia yang terkena efek El Nino.

dan perilaku yang bertanggung jawab terhadap lingkungan hidup. H. Environmental science: Action for a sustainable future. Educational psychology. Saran-saran berikut ini mungkin berguna ketika memulai kerja kelompok dengan kelas. pembelajaran PLH di sekolah dapat mencapai sasaran sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Marsha. Gunakan sejumlah waktu dengan setiap kelompok pada awal dan akhir setiap masa kerja.A: Addison-Wesley. Taxonomy of educational objective: Book I Cognitive domain. mereka dapat mengumpulkan sumber mereka sendiri). S. and behavior: An introduction to theory and research M. yaitu: a.. Trudi L. Pilihiah tugas yang sederhana. 3. & Brophy. Fien.1990. Beri siswa tersebut bahan-bahan sumber yang mereka perlukan untuk menyelesaikan tugas yang bersangkutan (bila mereka lebih berpengalaman.Keterampilan tersebut perlu waktu untuk dikembangkan dan dipraktekan secara terus-menerus. intention. London: Allyn and Bacon. nilai. Semoga! KEPUSTAKAAN Bloom. dan mungkin diselesaikan secara sukses oleh kelompok yang bersangkutan. PENUTUP Pendekatan joyful learning merupakan salah satu pendekatan dalam pembelajaran PLH yang mendukung pengembangan berpikir kreatif dan menciptaan suasana belajar yang menyenangkan. Hungerford. . d. Good.: Longman. diharapkan siswa merasa senang dan bahagia (enjoy) dalam mengikuti pelajaranPLH. & Volk. 1975. 1991.R. p. Daniel D. Jaga agar kelompok yang bersangkutan tetap kecil. The Journal of Environmental Education Vol. Chiras. N. Dengan demikian. singkat dan terdefinisi dengan baik. Jelaskan tanggung jawab-tanggung jawab pemimpin. 1956.: Longman Inc. pencatat tersebut dan para anggota lainnya. 1990. mungkin tidak lebih dari pada 5-8 anak. Victoria: Deakin Univ. B. and Showers. Mulailah kerja kelompok secara perlahan-lahan. Joyce.Y. Models of teaching. "Changing leaner behavior through environmental education". Press. Education for the environment: critical curriculum theorisim and environmental education. Angkatlah seorang pemimpin dan seorang pencatat untuk kelompok tersebut atau suruhlah anak-anak yang bersangkutan mengangkatnya. Weil.. Pastikanlah bahwa laporan kelompok tersebut kepada seluruh kelas benar-benar ringkas dan menarik. b. 21. 1992. attitude. N. California: The Benjamin/Cummings Pub. Thomas L. Beverly. Jere E. Dengan adanya model-model pembelajaran yang dapat menyenangkan dan menarik perhation siswa.Y. Martin & Apen. Inc. Beri mereka bantuan dan saran tertentu tentang cara mereka untuk melakukan pekerjaan mereka dan cara melaporkan kembali kepada seluruh kelas tentang apa yang sedang mereka lakukan. Lebih jauh lagi siswa dapat mengembangkan kreativitasnya dalam mengembangkan pengetahuan. Co. 1993. Fishbein. leek. e. Befief. Bruce. John. sikap. c.

Volume 6 No.Y. Kepala Pusat PPKLH Lembaga Penelitian UPI. Environmental education: Strategies toward a more liveble future. Swan.Y: The American Library. 1974.1994. Meadow. Jika pohon terakhir telah dicabut Sungai terakhir telah tercemar Ikan terakhir telah ditangkap maka kita akan sadar bahwa manusia tidak dapat memakan uang (Green Peace) . Pembangunan dan lingkungan: Meniti gagasan dan pelaksanaan sustainable development. N. The limits to growth.: John Wiley & Sons. ---------------*) Sri Hayati adalah staf pengajar pada jurusan Geografi.Mark Orams. Dennis L. 1997. James A & Stapp. Soerjani. William B. 1972. Jakarta: IPPL. pp 21-34. Sumber : Buletin Pelangi Pendidikan (Buletin Peningkatan Mutu Pendidikan SLTP). N. Mohamad. et. "Creative effective enterpretation for managing interaction between tourist and wildlife".al. 1 Tahun 2003. Australian Journal of Environmental Education 10.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->