P. 1
DEFINISI WARISAN

DEFINISI WARISAN

|Views: 4,896|Likes:
Published by Shabir Luph Whuland

More info:

Published by: Shabir Luph Whuland on Apr 13, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/23/2013

pdf

text

original

DEFINISI WARISAN Warisan adalah segala sesuatu ( harta ) peninggalan yang di tinggal kan pewaris kepada ahli waris

. secara bahasa warisan berasal dari bahasa arab al-miirats, yang berarti µberpindahnya sesuatu dari seseorang kepada orang lain¶,Atau dari suatu kaum kepada kaum lain¶. Ahli waris adalah orang-orang yang berhak menerima harta peninggalan (mewarisi) orang yang meninggal, baik karena hubungan keluarga, pernikahan, maupun karena memerdekakan hamba sahaya. Harta Warisan yang dalam istilah fara¶id dinamakan tirkah (peninggalan) adalah sesuau yang ditinggalkan oleh orang yang meninggal, baik berupa uang atau materi lainyayang dibenarkan oleh syariat Islam untuk diwariskan kepada ahli warisnya. RUKUN WARIS Ada tiga hal : a. Pewaris (al-waarits) ialah orang yang mempunyai hubungan penyebab kewarisan dengan mayit sehingga dia memperoleh kewarisan. b. Orang yang mewariskan (al-muwarrits): ialah mayit itu sendiri, baik nyata maupun dinyatakan mati secara hukum, seperti orang yang hilang dan dinyatakan mati. c. Harta yang diwariskan (al-mauruuts): disebut pula peninggalan dan warisan. Yaitu harta atau hak yang dipindahkan dari yang mewariskan kepada pewaris. SEBAB-SEBAB MEMPEROLEH WARISAN Ada tiga sebab : a. Nasab Hakiki (kerabat yang sebenarnya), firman Allah SWT: ³Orang-orang yang mempunyai hubungan kerabat itu sebagian lebih berhak terhadap sesamanya daripada yang bukan kerabat di dalam Kitab Allah (S.8 :75) b. Nasab Hukumi (wala = kerabat karena memerdekakan), sabada Rosululloh saw: ³Wala itu adalah kerabat seperti kekerabatan karena nasab´ (HR Ibnu Hibban dan Al-Hakim dan dia menshahihkan pula). c. Perkawinan yang Shahih, firman Allah SWT: Dan bagimu seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh isteri-isterimu. (An-Nisaa¶ ayat 12) ORANG-ORANG YANG BERHAK MENERIMA WARISAN Orang-orang yang berhak menerima warisan, menurut mazhab Hanafi, tersusun sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Ashhaabul Furuudh Ashabah Nasabiyah Ashabah Sababiyah Rodd kepada Ashhaabul Furuudh Dzawul Arhaam Maulal Muwaalah Orang yang diakukan nasabnya kepada orang lain Orang yang menerima wasiat melebihi sepertiga harta peninggalan Baitul Maa

demikianlah sedikit penjelasan tentang warisan semoga bermanfaat dan juga menambah wawasan buat kita semua. amin.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->