P. 1
Gumi Sasak Dalam Sejarah

Gumi Sasak Dalam Sejarah

|Views: 16,638|Likes:
Published by emperor_design

More info:

Published by: emperor_design on Apr 13, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/27/2014

pdf

text

original

Setelah perang Sakra, ternyata perselisihan lama kembali

tersulut yang mengakibatkan terjadinya perpecahan antar mereka

sendiri. Di sisi lain, ketikakerajaan Gunung Sari dipersatukan dengan

Gumi Sasak Dalam Sejarah

66

kerajaan Mataram oleh kerajaan Singasari. Kerajaan Mataram tidak

dapat menerima keputusan tersebut. Tindakan sewenang-wenang

serta adanya gejala untuk menghapus kerajaan-kerajaan kecil

menyebabkan pihak Mataram mulai mendekati dan mempengaruhi

desa Kopang, Batukliang, Praya, Sakra dan lain-lain untuk

menggempur Singasari. Secara umum dapat dikatakan bahwa,

penyebab keruntuhan kerajaan Singasari sebagai berikut:

1. Masing-masing kerajaan tersebut merasa paling baik.

2. Tindakan Dewa Cokorda yang kurang baik seperti: perbuatan

yang tidak senonoh dengan saudara kandungnya sendiri.

Kemudian, selalu merusak serta merampas daerah kerajaan

Mataram dengan membuat hutan perburuan baru yang

mempersulit rakyat Mataram mencari kayu dan alang-alang.

Pemerintahannya juga kurang adil sehingga menyebabkan

Kopang dan Praya lebih dekat dengan pihak Mataram daripada

Singasari.

3. Kebencian Pagesangan kepada Singasari karena hampir semua

keluarga Raja Pagesangan tewas. Hanya seorang yang dapat lolos

dan melarikan diri ke teluk di Sumbawa.

Ketika terjadi perebutan wilayah antara Penujak (termasuk

wilayah Singasari) dengan desa Kateng (termasuk wilayah

Mataram), maka pada tahun 1838 M, raja Mataram memaklumkan

perang kepada Singasari. Maklumat tersebut ikut mempengaruhi

desa Batukliang, Kopang, Praya dan Sakra. Selanjutnya kerajaan

Mataram dibantu oleh kerajaan Pagesangan dan Pagutan. Mereka

juga didukung oleh Kapten King, pedagang Inggris dan nakhoda

kapal yang bernama Ismail. Kemudian Karangasem Bali juga

mendatangkan 6.000 pasukan untuk membantu Mataram. Sedangkan

pihak Singasari dibantu oleh Lange (pedagang Denmark) dan

seorang pedagang dari Skotlandia.

Dalam peperangan tersebut, Mataram berada dalam keadaan

kritis setelah tewasnya Raja Sepuh I Gusti Karangasem III di Rumak.

Pada saat itulah Sakra bergabung dengan Kuripan membantu

Mataram dalam menggempur Singasari. Kerajaan Singasari dikepung

dari segala jurusan, seluruh penghuni Singasari melakukan puputan

Gumi Sasak Dalam Sejarah

67

di Sweta. Dalam peperangan ini, istana Singasari dibakar dan semua

keluarga raja tewas kecuali dua orang anaknya yang masih kecil,

seorang perempuan dan laki-laki, mereka kemudian dibawa ke

Karangasem Bali. Sedangkan Gusti Gde Dangkin, Patih Singasari,

tewas di Pamotan. Kerajaan Singasari menyerah kalah terhadap

kerajaan Mataram pada tahun 1839 M.

Gumi Sasak Dalam Sejarah

68

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->