P. 1
Gumi Sasak Dalam Sejarah

Gumi Sasak Dalam Sejarah

|Views: 16,642|Likes:
Published by emperor_design

More info:

Published by: emperor_design on Apr 13, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/27/2014

pdf

text

original

Beberapa kronologi peristiwa:

1. Pada tanggal 5 September 1894 M, beberapa desa seperti

Kekalik, Dasan Agung, Rembiga dapat diduduki tanpa adanya

perlawanan.

2. Pada tanggal 12 dan 13 September 1894 M:

a. Pagutan dan Pagesangan ditembaki dari arah kekalik.

b. Pagesangan dan Pesinggihan dari Arong-Arong

Tembakan balasan pun terjadi dari arah Pagesangan

sehingga dari pihak Belanda dua orang tewas dan tujuh orang

luka-luka.

3. Pada tanggal 14 September 1894

M, Pagesangan dikuasai dan

dijadikan

pos.

Untuk

membersihkan

medan

di

sekitarnya dilakukan oleh sekitar

100 orang hukuman untuk

membuat jalan dari Kekalik ke

Sekarbela

dengan

tujuan

pengangkutan material berat

pada esok harinya.

4. Pada tanggal 17 September 1894

M, operasi dari kampung-

kekampung terus dilaksanakan

yang didahului dengan tembakan

artileri.

Panglima

Vetter

memimpin seluruh operasi.

Pukulan tong-tong memanggil semua orang Bali untuk ikut serta

bertempur. Dari Cakra segera datang pasukan Bali yang kuat.

Dalam waktu yang singkat kedua belah pihak terlibat dalam

pertempuran yang sengit, berturut-turut, satu demi satu stelling

Bali direbut kembali. Kemudian setelah dibantu pasukan Sasak,

Belanda mendesak Mataram. Dalam pertempuran ini, Gusti Luki

anak almarhum A.A. Made tewas.

Gumi Sasak Dalam Sejarah

95

5. Pada tanggal 19 dan 20 September 1894 M, pasukan Mataram

mencoba merebut Pagutan tetapi dapat dicegah oleh rakyat

Sasak, bahkan bekas pemimpin desa, Ida Nyoman Kosong dapat

ditangkap kemudian diserahkan kepada Jenderal Vetter.

6. Pada tangga127 dan 28 September 1894 M berturut-turut

dilakukan manuver ke timur-laut Mataram untuk mengalihkan

perhitungan musuh. Dengan kekuatan satu setengah batalyon

dibawah pimpinan Jenderal Sugov menuju ke Rembiga. Mula-

mula diambil stelling di Pajarakan, dari kampung Kamasan di

sebelah utara, Mataram ditembaki terus-menerus. Kemudian

menuju ke arah timur-laut. Kemudian, kampung Kamasan

diserang dari kampung Monjok. Terlebih dahulu tembok yang

menjadi penghalang dihancurkan dengan granat.

Perlawanan dari pihak Bali tidaklah kecil. Mereka bersikukuh

mempertahankan setiap jengkal wilayahnya, terutama tempat-tempat

di sekeliling puri istana kediaman Anak Agung Ketut Karangasem

yang merupakan calon pengganti raja yang sudah lanjut usia. Namun

bagaimanapun kuatnya pertahanan pihak Bali, kota Mataram dapat

dikuasai dan diduduki akibat persenjataan yang tidak berimbang.

Pihak pasukan Bali pun terpaksa meninggalkan segala-galanya dan

terdesak mundur dari semuafront pertempuran, sehingga menurunkan

semangat juang pihak Bali.

Tembok-tembok dibongkar dengan segala macam alat, seperti

mesiu, dinamit, linggis, dan sebagainya. Dalam waktu yang singkat

ketiga puri tersebut sudah berada kobaran api, yang berakhir sampai

tengah malam. Demikianlah tempat-tempat para pembesar Bali

dihancurkan. Kota Mataram yang megah itupun hancur lebur,

termasuk puri (kediaman) raja dan putra mahkota.

Salah satu peristiwa penting yang terjadi pada saat

penghancuran kerajaan Mataram, adalah ditemukan kitab Negara

Kertagama karya Mpu Prapanca oleh Dr J.L.A. Brandes tepatnya di

sekitar halaman istana Cakranegara.

Adapun sampai jatuhnya Mataram, jumlah kerugian di pihak

Belanda: satu orang perwira (letnan dua infanteri) berikut 13 anak

buahnya dan 3 orang hukuman, yang luka-luka 4 orang, kemudian

Gumi Sasak Dalam Sejarah

96

dua orang letnan dua beserta 50 anak buahnya. Pertempuran merebut

Mataram sengit sekali. Adapun kerugian dari pihak Bali, lima

pimpinan Bali yang terkenal, juga putra mahkota (Anak Agung Ketut

Karangasem) beliau gugur waktu mempertahankan Puri bersama

anak buahnya.

Di pihak Bali, jumlah korban ditaksir lebih dari 300 orang

meninggal. Beberapa pengikut putra mahkota yang setia telah

mengangkut jenazah ke Cakranegara pada tengah malam. Di sana

raja tua ingin melihat putranya tetapi dicegah karena tubuh Anak

Agung Ketut terlalu hancur akibat tembakan. Pada tanggal 10

Oktober barulah proses penyerangan selesai.

Maka sejak itu, secara nyata dimulailah penjajahan pulau

Lombok oleh Belanda. Sejak itu pulalah pihak Belanda sibuk

mengatur segala sesuatu menurut kehendaknya, terutama dalam soal

keamanan dan penertiban wilayah.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->