P. 1
SISTEM PENGHARGAAN

SISTEM PENGHARGAAN

|Views: 1,674|Likes:
Published by Netieli Gulo

More info:

Published by: Netieli Gulo on Apr 13, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/14/2013

pdf

text

original

SISTEM PENGHARGAAN Pendahuluan Dalam rangka meningkatkan motivasi karyawan, maka seringkali perusahaan atau instansi memberikan reward

atau penghargaan atas kinerja yang telah dicapai oleh individu. Reward adalah sesuatu yang diberikan atau diterima oleh seseorang setelahdirinya melaksanakan suatu pekerjaan. Reward tersebut dapat bersifat financial (pemberian uang, hadiah) dan nonfinansial (ucapan terima kasih, pujian, isi kerja dan lingkungan kerja). Menurut pendapat yang berbeda mengatakan bahwa reward nonfinansial tidak kalah pentingnya dengan reward finansial. Sebuah ucapan terima kasih dapat dijadikan sebuah reward. Kekuatan ucapan terima kasih ini memberikan arti dan manfaat yang sangat luar biasa. Pekerjaan yang dimotivasi dengan ucapan terima kasih oleh seorang atasan kepada bawahan, dapat menjadi sumber inspirasi kedisiplinan waktu untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Kedisiplinan waktu saat timbang terima perawat sangat penting. Dalam kenyataannya, 7 ruangan dari 10 ruangan yang menjadi objek pengamatan tidak menerapkan kedisiplinan waktu. Hal tersebut tentunya akan menurunkan kinerja perawat dan dapat merugikan para pengguna jasa layanan keperawatan yang dalam hal ini adalah pasien. Untuk itu perlu pemberian reward ucapan terima kasih untuk meningkatkan motivasi perawat mengikuti timbang terima Beberapa pendapat dari responden mengatakan bahwa, alasan ketidaktepatan waktu saat mengikuti timbang terima dikarenakan berbagai alasan diantaranya yaitu : banyaknya pekerjaan yang belum terselesaikan, kesibukan lain di rumah, faktor kebiasaan, kelelahan, jalanan macet, menganggap tidak terlambat apabila proses timbang terima belum dimulai, tidak ada sanksi tegas bila terlambat datang, mengikuti teman yang terlambat, dan sebagainya. Materi ini berisi uraian mengenai pengertian sistem penghargaan yang meliputi upah, gaji, kompensasi dan remunerasi. Selain itu juga dijelaskan mengenai prinsip-prinsip penggajian, skala penggajian, tujuan dan manfaat dari adanya pengelolaan gaji yang efektif, tahapan dalam manajemen kompensasi, evaluasi jabatan, survey penggajian. Pelengkap komponen dalam penggajian yang bersifat tidak tetap seperti insentif, tunjangan dan kesejahteraan lainnya juga dibahas dalam paper ini. Pengertian Sistem Penghargaan

Pembedaan istilah upah dan gaji dikaitkan dengan waktu pembayarannya Upah : Pembayaran yang biasanya ditetapkan untuk karyawan harian, borongan. Biasanya pelaksanaan pembayarannya mingguan/ 2 mingguan. Upah merupakan imbal jasa yang diberikan berdasarkan jam kerja, jumlah barang yang dihasilkan atau jumlah pelayanan yang diberikan (bersifat tidak tetap) Gaji : Pembayaran yang ditetapkan secara bulanan Pengertian upah/gaji pada umumnya dikaitkan dengan upah/gaji pokok Perbedaan pokok antara upah dengan gaji adalah dalam jaminan ketepatan waktu dan kepastian banyaknya upah. Pendapatan: Upah/gaji pokok ditambah dengan segala macam tunjangan yang diterima karyawan terdiri dari upah/gaji pokok ditambah dengan penerimaan lain dan dikurangi jika ada potongan atas kewajiban karyawan Kompensasi/ Imbal Jasa/ Remunerasi Mencakup hal yang lebih luas: Upah/gaji pokok, tunjangan, fasilitas, hak-hak istimewa (cuti khusus, fasilitas khusus), dan kesejahteraan lainnya. Sistem Gaji Dalam manajemen kompensasi, terdapat 3 (tiga) sistem gaji, yaitu 1) sistem waktu, yaitu sistem gaji berdasarkan waktu pemberiannya (harian, mingguan, bulanan); 2) sistem hasil, yaitu sistem gaji berdasarkan banyaknya hasil atau kuantitas ; 3)sistem borongan, aitu sistem gaji berdasarkan satu proses penyelesaian pekerjaan. Tujuan dan manfaat pengelolaan gaji yang efektif Mendapatkan personil dengan kualifikasi yang maksimal: .. Mempertahankan karyawan potensial yang telah ada .. Menjamin terjadinya keseimbangan/ keadilan internal dan eksternal

.. Sebagai bentuk penghargaan .. Pengontrolan biaya .. Memenuhi peraturan pemerintah .. Efisiensi secara administrasi .. Memudahkan pemahaman bagi personil yang terkait dengan sistem kompensasi Prinsip Penggajian Terdapat 6(enam) prinsip penggajian yang melandasi penyusunan atau penyempurnaan suatu sistem penghargaan: 1. Seimbang, yaitu penggajian hendaknya berdasarkan berat-ringannya pekerjaan 2. Layak, yaitu gaji harus bersaing (kompetitif) dipasar tenaga kerja. 3. Wajar, yaitu struktur gaji yang disusun, disesuaikan dengan kemampuan perusahaan 4. Memotivasi, yaitu sistem penggajian yang ada harus dapat memotivasi untuk lebih produktif, lebih disiplin, lebih bersemangat, dan berkinerja maksimal. Selain empat prosedur diatas, maka sistem penggajian akan lebih sempurna jika dilengkapi dengan prinsip 5. Adil secara prosedural, yaitu sistem penggajian harus dilengkapi dengan implementasi prosedur secara konsisten dan dengan komitmen tinggi 6. Adanya keadilan individual, dimana dalam sistem penggajian mempertimbangkan kinerja individual Perancangan dan pelaksanaan sistem remunerasi haruslah memastikan bahwa terdapat

keadilan eksternal, keadilan internal dan keadilan individu melalui perancangan dan penerapan struktur dan komponen remunerasi yang efektif dan pelevelan yang tepat Skala Penggajian Skala penggajian merupakan penetapan dan pertimbangan dari komponen gaji yang ada, terdapat 2 (dua) skala gaji yaitu:

a. Sistem Skala Tunggal Penentuan gaji didasarkan pada pangkat atau jabatan Gaji tidak terbagi dalam komponen-komponen Dikenal dengan istilah Clean Wage System b. Sistem Skala Ganda Penentuan gaji didasarkan pada pangkat dan jabatan. Evaluasi Jabatan Evaluasi pekerjaan bertujuan untuk menentukan nilai relatif suatu pekerjaan. Evaluasi pekerjaan merupakan suatu upaya perbandingan pekerjaan secara formal dan sistematis untuk menentukan nilai suatu pekerjaan dalam kaitannya dengan pekerjaan lain dan pada akhirnya menghasilkan hirarki bobot pekerjaan, dan jika dilakukan pentaripan, maka merupakan besaran dari gaji. Evaluasi jabatan dapat dilakukan dengan melalui beberapa metode: a. Metode Job Rangking b. Metode Job Grading c. Metode Factor Comparison d. Metode Point System

Daftar Pustaka

Dessler, Gary. 2005. Human Resources Management. 10th Edition. New Jersey; Prentice Hall

Mathis, Robert L & John H. Jackson.2004. Human Resource Management. 10th Edition. Ohio: South Western

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->