Teknis Penyusunan APBD dan KUA PPAS

RKPD

KUA

PPAS

RKA-SKPD

R-APBD

Siklus Pengelolaan Keuangan Daerah
Perencanaan
RPJMD RKPD KUA PPAS Verifikasi

Pelaksanaan
Rancangan DPA-SKPD

Penatausahaan
Penatausahaan Pendapatan
• Bendahara penerimaan wajib menyetor penerimaannya ke rekening kas umum daerah selambatlambatnya 1 hari kerja

Pertgjwban

Pemeriksaan

Disusun Sesuai SAP

Nota Kesepakatan Pedoman Penyusunan RKA-SKPD RKA-SKPD RAPBD
Evaluasi Raperda APBD oleh Gubernur/ Mendagri

DPA-SKPD

Penatausahaan Belanja
• P Penerbitan SPM-UP, bit SPM UP SPM-GU, SPM-TU dan SPM-LS oleh Kepala SKPD • Penerbitan SP2D oleh PPKD

Laporan Keuangan p g Pemerintah Daerah • • • • LRA Neraca Lap. Arus Kas CaLK

Pelaksanaan APBD Pendapatan Belanja Pembiayaan

Laporan Keuangan diperiksa oleh BPK

Penatausahaan Pembiayaan
• Dilakukan oleh PPKD

Kekayaan dan Kewajiban daerah K jib d h

Raperda
PertanggungPertanggung jawaban APBD

Laporan Realisasi Semester Pertama

• • • • • •

Kas Umum Piutang Investasi Barang Dana Cadangan Utang

APBD

Perubahan APBD

Akuntansi Keuangan Daerah

• Evaluasi hasil pelaksanaan Kinerja Pembangunan Daerah • Rancangan kerangka ekonomi daerah • Prioritas pembangunan dan kewajiban daerah • Rencana kerja yang terukur dan pendanaannya, baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah, pemerintah daerah maupun ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat

PRINSIP DAN LINGKUP KUA DAN R-APBD
A. Perencanaan Sesuai Batas Kewenangan (PP g ( No.38/2007--Penyempurnaan PP No.25/2000).

• Seluruh program dan kegiatan yang tercantum di dalam KUA TA 2009 harus merupakan turunan kewenangan KDH; • Seluruh SKPD mengenali dan mengurai batas kewenangan KDH dalam lingkup Tupoksi masing masingmasing SKPD; • Pembiayaan atas program yang masuk dalam lingkup k li k kewenangan Pusat dan Propinsi dilakukan P t d P i i dil k k melalui koordinasi dengan Pusat dan Propinsi dalam rangka mencegah terjadinya duplikasi program d k i dan kegiatan.

41/2007--Penyempurnaan PP No.8/2003): – Setiap SKPD merumuskan tugas pokok dan fungsinya secara terukur untuk mencegah tumpang-tindih program antar-SKPD.PRINSIP DAN LINGKUP KUA DAN R-APBD R APBD B. . Pemda dan DPRD menyiapkan kegiatan diskusi interaktif y p g tentang format dan struktur SOTK yang ideal. – Jika belum memiliki SOTK baru. p g p g . yang akan dituntaskan dalam APBD 2009. B Pelaksanaan oleh SKPD sesuai dengan Tupoksi (PP No.

8/2006 dan PP No. pelaksanaan dan pelaporan menggunakan matriks yang sama dan berurutan. program dan kegiatan serta target kinerja yang terukur. • Untuk memudahkan DPRD dalam mengukur kinerja dalam LKPJ-KDH. Pelaporan kinerja yang terukur (PP No.3/2007): • Setiap usulan rencana program harus diawali dengan pernyataan masalah. k t ik d b t . • Usulan rencana program mencantumkan kelompok sasaran dan lokasi kegiatan. diikuti dengan rumusan kebijakan.PRINSIP DAN LINGKUP KUA DAN R-APBD C. maka format perencanaan.

Tantangan dan prioritas pembangunan tahun 2010.32/2008 tentang Pedoman P P d Penyusunan APBD TA 2009. p y Teknis penyusunan APBD. c. dan Hal-hal khusus lainnya. d. 9 Juni 2009.  Terdiri dari 4 pasal  Ditetapkan di Jakarta. . 2009 Pedoman penyusunan APBD TA 2010 meliputi: a.Permendagri No. b. Pokok-pokok kebijakan penyusunan APBD.

dan partisipasi. transparansi. Tantangan dan Prioritas Pembangunan 2010 – Kemiskinan  ~50% provinsi di perdesaan. akses informasi & TI. revitalisasi pertanian. pengamanan pasokan bahan pokok. . – Pengarusutamaan: partisipatif.A. – Pendidikan: usia 7-15 thn ada yg tdk sekolah. . – Daerah wajib menerapkan prinsip2: efisiensi. gender. kelembagaan. penyakit menular. – K lit pelayanan publik: P Kualitas l blik Pemahaman aparat. efektifitas. daya tarik investasi. kendala jarak & biaya. tatakelola. dll. dll pokok dll. pemerataan antar-wilayah. penerapan h t SPM. – Memantapkan desentralisasi. otoda. – Kesehatan: gizi rendah. sistem remunerasi. akuntabilitas. berkelanjutan. fasilitas. kualitas hub pusat-daerah.

p y • • • • Tidak melakukan pungutan berdasar Perda yang telah dibatalkan Pemerintah. penyederhanaan Sisdur. Pemanfaatan aset yang idl P f t t idle. – tidak menetapkan kebijakan yang memberatkan dunia usaha dan masyarakat insentif. y .B. KEBIJAKAN PENDAPATAN DAERAH 1. daya beli masy. PAD dari PDAM? Penerimaan BLUD dicantumkan dalam APBD sbg jenis pendapatan Lain-lain PAD yang Sah atau retribusi. Pendapatan A li D 1 P d t Asli Daerah (PAD) h • Target PAD supaya memperhatikan: – kondisi krisis ekonomipertumbuhan ekonomi. Pokok2 Kebijakan Penyusunan APBD A. .

Pokok2 Kebijakan Penyusunan APBD 2. Dana Perimbangan • Penetapan dana perimbangan: Oktober 2009  lihat alokasi 2009. realisasi 2007-2008.B. Gub. dan diarahkan utk melaksanakan hal2 yg berhub dg tembakau dan cukai. pajak/SDA. . • DBH Cukai Hasil Tembakau dialokasikan ke kab/kot sesuai Kep. TL. • Daerah yg tidak memiliki DAU (celah fiskal negatif): utk belanja pegawai  PAD DBH pajak/SDA SiLPA TL PAD. • Dana Bagi Hasil  Lebih rendah dari 2009 ( APBD-P 2010).

. • Dana Darurat. dianggarkan pada APBD-P 2010.B. Sumbangan Pihak Ketiga yang diterima oleh pemerintah daerah  APBD-P 2010. Dana Bencana Alam dan . Pokok2 Kebijakan Penyusunan APBD 3. • Bagian kab/kot yg belum terealisasi. Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah p y g • Pakai pagu TA 2009.

B. Pokok2 Kebijakan Penyusunan APBD B. KEBIJAKAN BELANJA DAERAH • Belanja Tidak Langsung • Belanja Langsung j g g .

5% dari j l h b l j i (gaji pokok dan tunjangan): Untuk mengantisipasi adanya kenaikan gaji berkala. tunjangan keluarga. id b h PNSD • Besarnya Gaji Pokok dan Tunjangan PNSD agar disesuaikan dengan hasil rekonsiliasi jumlah pegawai dan belanja pegawai yang sudah dilakukan dalam rangka perhitungan DAU 2010 dan rencana kenaikan yang ditetapkan pemerintah. Belanja Pegawai • A Acress maksimum 2 5% d i jumlah belanja pegawai ki 2. diganggarkan belanja pegawai dalam APBD sesuai dengan k b t h pengangkatan CPNSD d d kebutuhan k t dan formasi pegawai tahun 2010. • Untuk mengantisipasi pengangkatan CPNSD. mutasi dan penambahan PNSD.Belanja Tidak Langsung 1. .

bertahap dan berkesinambungan. kondisi kerja.1. . kriteria dan besarannya ditetapkan d dit t k dengan peraturan kepala daerah. Belanja Pegawai (Lanjutan) j g j • Anggaran tambahan penghasilan hanya diperkenankan untuk PNSD/CPNSD dengan pertimbangan: – – – – – beban kerja. b b k j prestasi kerja. dan kelangkaan profesi. tempat bertugas.

tidak p g gg penyediaan diperkenankan menganggarkan p y makanan dan minuman harian pegawai dalam bentuk kegiatan. Lihat psl 39(7a) Permendagri g p g 59/07.1. Belanja Pegawai (Lanjutan) j g j • Apabila daerah telah menganggarkan tambahan p g gg penghasilan dalam bentuk uang makan.  menunggu RUU Pajak & Retribusi Daerah . • Biaya p y pemungutan p j daerah maksimal 5% dari g pajak target penerimaan pajak daerah  Asas bruto.

• Asuransi jiwa bagi PNSD atau yang sejenis tidak diperkenankan dianggarkan dalam APBD  Kecuali dinyatakan lain dalam peraturan per-UU-an per-UU-an. dan di Rumah Sakit Daerah.28/2003 tentang No 28/2003 Subsidi dan luran Pemerintah dalam Penyelenggaraan Asuransi Kesehatan bagi Pegawai Negeri Sipil dan Penerima Pensiun t P i serta PB M k dan M d i N Menkes d Mendagri No. 138/MENKES/PB/II/2009 No. Askes (Persero) dan Anggota Keluarganya di Puskesmas.12/2009 tentang Pedoman Tarif Pelayanan Kesehatan bagi Peserta PT. Asuransi Kesehatan • Penyediaan anggaran untuk penyelenggaraan asuransi kesehatan agar berpedoman pada PP No. Balai Kesehatan Masyarakat. .2.

. sebagaimana telah diubah terakhir dengan PP No.3. 2. 21/2007. Penganggaran dan Pertanggungjawaban Penggunaan Belanja Penunjang Operasional Pimpinan DPRD serta Tata Cara Pengembalian Tunjangan Komunikasi Intensif dan Dana Operasional. 24/2004 tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan No Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. 1 PP No. Belanja DPRD Penganggaran penghasilan dan penerimaan lain Pimpinan dan A d Anggota DPRD serta b l j penunjang k i t h t t belanja j kegiatan harus didasarkan pada: 1.21/2007 tentang Pengelompokan Kemampuan Keuangan Daerah. Permendagri No.

– Biaya penunjang Operasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal P l 9 ayat (2) PP No. Belanja Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah K l D h • Belanja Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah mempedomani ketentuan sebagai berikut: – Penganggaran belanja kepala daerah dan wakil kepala daerah didasarkan pada PP No 109/2000 tentang Kedudukan No.4.109/2000 Keuangan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.109/2000 yang semula t t li "Bi t N 109/2000 l tertulis "Biaya Penunjang Operasional Kepala Daerah Kabupaten/Kota" termasuk didalamnya "Biaya Penunjang Operasional Wakil Kepala D K l Daerah K b h Kabupaten/Kota". . t /K t " – Bagi daerah otonom baru penganggaran biaya operasional KD/WKD didasarkan pada pertimbangan rasionalitas terhadap biaya operasional KD/WKD daerah induk sebelum pemekaran.

– Mengapa ada belanja bunga? – Bagaimana menganggarkannya? – Bagaimana merealisasikan dan melaporkannya? . menengah dan jangka panjang supaya segera diselesaikan dan dianggarkan dalam APBD TA 2010. jangka menengah. Belanja Bunga j g Bagi daerah yang belum menyelesaikan kewajiban pembayaran bunga pinjaman jangka pendek.5.

menyangkut hajat hidup orang banyak.6.. . Belanja Subsidi j • Hanya kepada perusahaan/lembaga tertentu yang bertujuan untuk membantu biaya produksi agar harga jual produksi/jasa yang dihasilkan dapat terjangkau oleh masyarakat kebutuhan dasar. y g j p g y • Hendaknya pemerintah daerah melakukan pengkajian terlebih dahulu sehingga pemberian subsidi dapat tepat sasaran.

KONI.7. KORPRI. Permendagri 59/2007? • Secara spesifik telah ditetapkan p p p peruntukannya. Belanja Hibah • Tujuan: untuk mendukung fungsi penyelenggaraan pemerintahan daerah yang dilakukan oleh pemerintah (instansi vertikal: TMMD dan KPUD). dan berkeadilan dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah. semi pemerintah (PMI. dan PKK). Perusda. pemerintah daerah lainnya. p dianggarkan dalam APBD. akuntabel. Pramuka. . lainnya Perusda serta masyarakat/organisasi kemasyarakatan. dapat y . transparan akuntabel transparan. • Penentuan organisasi/lembaga penerima hibah harus selektif.

Direktur Jenderal Bina Administrasi Keuangan Daerah dan Menteri g Keuangan setelah tahun anggaran berakhir • Untuk tujuan akuntabilitas.7. Belanja Hibah (Lanjutan) • Terhadap pelaksanaan belanja hibah kepada pp j p Pemerintah (instansi vertikal) supaya dilaporkan kepada Menteri Dalam Negeri up. 2007 tentang Hibah dan Bantuan Daerah) Permendagri 32/2008. pemberian hibah dilengkapi Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) antara Pemda dengan penerima hibah serta kewajiban penerima hibah mempertanggungjawabkan penggunaan dana yang diterima (SE j bk d dit i Mendagri No.900/2677/SJ. .

j g g • Pemberian bantuan sosial harus didasarkan kriteria yang jelas dengan memperhatikan asas keadilan. Belanja Bantuan Sosial • Dalam menjalankan fungsi Pemerintah Daerah di bidang kemasyarakatan dan guna memelihara kesejahteraan y g j masyarakat dalam skala tertentu. Pemda dapat memberikan bantuan sosial kpd kelompok/anggota masyarakat.8. • Jumlahnya dibatasi tidak melebihi batas toleransi untuk p penunjukan langsung. bantuannya sejalan dg jiwa Keppres 80/2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah beserta perubahannya. luas . transparan dan memprioritaskan kepentingan masyarakat luas. masyarakat secara selektif tidak mengikat dan besaran selektif.

d t d 2010 • Pelampauan target TA 2009 yang belum direalisasikan k d P d di li ik kepada Pemda yang menjadi hak j di h k kabupaten/kota/desa ditampung dalam Perubahan APBD TA 2010. 2010 . Belanja Bagi Hasil • Untuk menganggarkan dana bagi hasil yang bersumber dari pendapatan provinsi kepada kabupaten/kota atau pendapatan kabupaten/kota kepada pemerintah desa atau pendapatan Pemda tertentu kepada Pemda lainnya disesuaikan dengan rencana pendapatan pada TA 2010.9.

5/2009 tentang Bantuan Keuangan Kepada Partai Politik. • Bantuan keuangan dapat bersifat umum maupun khusus. y . • U t k penganggaran bantuan keuangan kepada partai politik Untuk b t k k d t i litik agar mengacu pada PP No. . • Pemerintah kab/kot dapat mengalokasikan bantuan keuangan kpd pemerintah desa dalam rangka menunjang fungsi2 penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan desa untuk percepatan/akselerasi pembangunan desa.10. Belanja Bantuan Keuangan • Pemprov dalam menganggarkan bantuan keuangan kepada Pemkab/kot didasarkan pada pertimbangan untuk mengatasi kesenjangan fiskal dan membantu pelaksanaan urusan pemerintah kabupaten/kota yang tidak tersedia alokasi dananya.

11. serta tidak biasa/tanggap darurat. Penggunaan BTT dapat dibebankan secara langsung. diperlukan • . diluar kendali dan pengaruh pemerintah daerah. yang tidak diharapkan berulang dan belum tertampung dalam dih k b l d b l d l bentuk program dan kegiatan pada TA 2009. atau dilakukan melalui proses pergeseran anggaran dari mata anggaran belanja tidak terduga kepada belanja langsung maupun tidak langsung sesuai dengan sifat dan jenis kegiatan yang diperlukan. Belanja Tidak Terduga • Penetapan anggaran BTT agar dilakukan secara rasional dg mempertimbangkan realisasi TA 2009 dan ti d estimasi kegiatan2 yang sifatnya tid k dapat ik i t 2 if t tidak d t diprediksi. yaitu untuk pengembalian atas kelebihan penerimaan tahun sebelumnya.

Belanja Langsung Hal-hal yang perlu diperhatikan: • Dalam merencanakan alokasi belanja untuk setiap kegiatan. • Terhadap kegiatan p p g pembangunan fisik. untuk menghindari t k hi d i adanya pemborosan.p p belanja modal lebih besar dibandingkan dengan belanja pegawai atau belanja barang dan jasa. proporsi g . • Perlu diberikan batasan jumlah belanja pegawai dan belanja barang dan jasa yang terkait dengan pelaksanaan kegiatan pembangunan fisik dan diatur dalam Peraturan Kepala Daerah Daerah. harus dilakukan analisis beban kerja dan kewajaran biaya yang dikaitkan dengan output yang dihasilkan d i t k i t dih ilk dari satu kegiatan. .

termasuk narasumber/tenaga ahli di luar instansi Pemerintah g . • P Penganggaran h honorarium N PNSD h i Non hanya d t dapat disediakan bagi pegawai tidak tetap yang benarbenar memiliki peranan dan kontribusi serta yang terkait langsung dengan kelancaran pelaksanaan kegiatan di masing-masing SKPD.Belanja Langsung Belanja Pegawai j g • Penganggaran honorarium bagi PNSD supaya dibatasi sesuai dengan tingkat kewajaran dan beban tugas. tugas Dasar penghitungan besaran honorarium disesuaikan dengan standar yang ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah.

. – Penganggaran belanja perjalanan dinas daerah. baik perjalanan dinas luar negeri maupun perjalanan dinas dalam negeri. agar dilakukan secara selektif. frekuensi negeri selektif dan jumlah harinya dibatasi. Kebutuhan riil 2009 disesuaikan dengan fungsi SKPD (jumlah pegawai dan volume pekerjaan).Belanja Barang dan Jasa – Penganggaran upah tenaga kerja dan tenaga lainnya y g yang terkait dengan jasa pemeliharaan atau jasa g j p j konsultansi (swakelola maupun pihak ketiga) dianggarkan pada belanja barang dan jasa. – Jumlah anggaran untuk belanja barang pakai habis disesuaikan dgn kebutuhan riil dan dikurangi dgn sisa persediaan barang TA 2009.

yang hasilnya dilaporkan secara transparan dan akuntabel • P Penganggaran untuk penyelenggaraan rapat-rapat yang t k l t t dilaksanakan di luar kantor. • Penganggaran untuk menghadiri pelatihan terkait dengan peningkatan SDM hanya diperkenankan untuk pelatihan yang dilaksanakan oleh instansi pemerintah atau lembaga non pemerintah yang bekerjasama dan telah mendapat akreditasi dari Instansi Pembina (Lembaga Administrasi Negara). . sesuai dengan PP No. 101/2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil. seminar dan lokakarya agar dibatasi. workshop.Belanja Barang dan Jasa • Untuk perjalanan dinas dalam rangka kunjungan kerja dan studi banding agar dibatasi frekuensi dan jumlah pesertanya serta dilakukan sesuai dengan substansi kebijakan yang sedang dirumuskan.

i SKPD • Sebelum merencanakan anggaran terlebih dahulu dilakukan evaluasi dan pengkajian terhadap barang inventaris yang tersedia (kondisi maupun umur ekonomisnya).Belanja Modal • Anggaran untuk pengadaan barang inventaris agar dilakukan secara selektif sesuai kebutuhan masingmasing SKPD. tetapi harus ditambah seluruh belanja yang terkait dengan pengadaan/pembangunan aset tetap tersebut sampai siap digunakan. p g . • Penganggaran belanja modal tidak hanya sebesar harga beli/bangun aset tetap.

dimaksud dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan dari MenKeu berdasarkan pertimbangan Mendagri. agar waktu penggunaan dan besarnya disesuaikan dengan Perda tentang Pembentukan Dana Cadangan. Sedangkan akumulasi penerimaan hasil bunga/deviden dari dana cadangan dianggarkan pada lain-lain PAD yang sah. Jika defisit APBD TA 2010 melebihi batas maksimal dimaksud. 2. 3. .3. agar disesuaikan dengan kapasitas potensi riil yang ada untuk menghindari kendala pendanaan pada belanja yang telah direncanakan. Kebijakan Pembiayaan Daerah Penerimaan Pembiayaan 1. Anggaran penerimaan pembiayaan yang bersumber dari Pencairan Dana Cadangan. Anggaran Sisa Lebih Perhitungan Anggaran TA Sebelumnya (SiLPA). 3 Pencantuman jumlah pinjaman dalam APBD disesuaikan dengan batas maksimal defisit APBD TA 2010 yang ditetapkan oleh MenKeu.

• Penyertaan modal yang dianggarkan dalam APBD didasarkan pada Perda ttg Penyertaan Modal Daerah. sumber dana cadangan. • Untuk menganggarkan dana cadangan. program cadangan dan kegiatan yang akan dibiayai. k k i j dt h k b b iK d Pemda disiplin dalam mengembalikan pokok pinjaman dan biaya lain sesuai dengan jadwal yang direncanakan. Kebijakan Pembiayaan Daerah Pengeluaran Pembiayaan • Untuk menghindari terjadinya akumulasi pengembalian pokok pinjaman pd tahun ttt yg akan membebani Keuda. shg tidak perlu dibuatkan Perda tersendiri setiap tahun. dan k i d d b d d d tahun pelaksanaan anggaran dana cadangan .3. besaran dan rincian dana cadangan yg harus dianggarkan yg ditransfer ke rekening dana cadangan. Pemda harus menetapkan Perda ttg Pembentukan Dana Cadangan yg mengatur tujuan pembentukan dana cadangan.

maka diupayakan untuk menghindari y). Kebijakan Pembiayaan Daerah Sisa Lebih Pembiayaan Tahun Berjalan (SILPA) • Untuk menghindari terjadinya dana yang menganggur ( (Idle Money). p y g adanya Sisa Lebih Pembiayaan Tahun Berjalan dalam APBD. dan apabila terdapat Sisa Lebih Perhitungan Tahun Berjalan supaya dalam perubahan APBD dimanfaatkan seluruhnya untuk mendanai kegiatan pada tahun anggaran berjalan d t h b j l .3.

Teknis P T k i Penyusunan APBD .

RKA SKPD) . – … diharapkan Pemda dapat memenuhi jadwal proses penyusunan APBD mulai dari penyusunan dan penetapan KUA-PPAS bersama DPRD hingga dicapai kesepakatan terhadap Raperda APBD antara Pemerintah Daerah dengan DPRD p. 30 N l Nopember 2009 (P l 105 ayat (3 ) b (Pasal (3c) Permendagri 59/2007). antara RKPD dengan KUA dan PPAS serta antara KUA-PPAS dengan RAPBD (yang merupakan kristalisasi dari seluruh RKA-SKPD).l.Hal-hal Teknis – … agar Pemerintah Daerah dapat menyusun dan menetapkan APBD tahun anggaran 2010 secara tepat waktu yaitu p. 31 Desember 2009 (pasal 116 ayat (2) Permendagri 59/2007). – … perlu ada sinkronisasi antara RKP dengan RKPD.l.

(d) Kebijakan belanja daerah yang mencerminkan program utama dan langkah kebijakan dalam upaya peningkatan pembangunan daerah yang merupakan refleksi sinkronisasi kebijakan pusat dan kondisi iil d k di i riil di daerah. h (e) Kebijakan pembiayaan yang menggambarkan sisi defisit dan surplus daerah sebagai antisipasi terhadap kondisi pembiayaan daerah dalam rangka menyikapi tuntutan pembangunan daerah. men ikapi t nt tan pembang nan daerah . seperti: (a) Gambaran kondisi ekonomi makro termasuk perkembangan indikator ekonomi makro daerah.KUA Permendagri 59/2007 materi KUA diharapkan mencakup hal-hal yang sifatnya kebijakan umum dan tidak menjelaskan hal-hal yang bersifat teknis. (b) Asumsi dasar RAPBD 2010 termasuk laju inflasi pertumbuhan PDRB dan asumsi lainnya terkait dgn kondisi ekonomi daerah. (c) Kebijakan pendapatan daerah yang menggambarkan prakiraan rencana sumber dan besaran pendapatan daerah untuk TA 2010.

. • Pagu sementara tersebut akan menjadi pagu definitif setelah peraturan daerah tentang APBD disepakati antara Kepala Daerah dan DPRD serta ditetapkan oleh Kepala Daerah Daerah. • PPAS juga menggambarkan pagu anggaran sementara dimasing masing SKPD berdasarkan dimasing-masing program dan kegiatan.PPAS • Substansi PPAS lebih mencerminkan prioritas p pembangunan daerah yang dikaitkan dengan sasaran yang ingin dicapai termasuk program prioritas dari SKPD terkait terkait.

Penyampaian KUA & PPAS • Untuk menjamin konsistensi dan percepatan pembahasan KUA dan PPAS. Kepala Daerah dapat menyampaikan KUA dan PPAS kepada DPRD dalam waktu yang bersamaan. • Hasil pembahasan KUA dan PPAS ditandatangani pada waktu yang bersamaan. sehingga keterpaduan KUA dan PPAS dalam proses penyusunan RAPBD akan lebih efektif. .

SE Kepala Daerah Substansi SE Kepala Daerah tentang Pedoman Penyusunan RKA SKPD k d seluruh SKPD d P RKA-SKPD kepada l h dan RKA-PPKD kepada SKPKD memuat: • P i it pembangunan daerah dan program/kegiatan Prioritas b d hd /k i t yang terkait. • Batas waktu penyampaian RKA SKPD kepada PPKD. RKA-SKPD PPKD • Dokumen2 sebagai lampiran SE. belanja harga . PPAS. yakni KUA. dan standar satuan harga. • Alokasi plafon anggaran sementara untuk setiap program/kegiatan SKPD. analisis standar belanja.

belanja subsidi. tambahan penghasilan. khusus pada SKPD Sekretariat DPRD dianggarkan j g juga Belanja Penunjang Operasional Pimpinan j j g p p DPRD). belanja bantuan sosial. belanja tidak langsung terdiri dari belanja bunga. rincian anggaran belanja langsung menurut program dan kegiatan SKPD. belanja bantuan keuangan dan belanja tidak terduga.RKA-SKPD dan RKA-PPKD • RKA-SKPD memuat rincian anggaran pendapatan. subsidi belanja hibah. rincian penerimaan pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan l bi . rincian anggaran belanja tidak langsung SKPD (gaji pokok dan tunjangan pegawai. belanja hibah sosial bagi hasil. • RKA-PPKD memuat rincian pendapatan yang berasal dari dana perimbangan dan pendapatan hibah.

satuan • . beberapa informasi yang dituangkan dalam kolom penjelasan penjabaran APBD ditiadakan seperti dasar hukum penganggaran belanja target/volume belanja.Penjabaran APBD • Dalam rangka penyederhaan dokumen penjabaran APBD. yang direncakan dan tarif pungutan/harga satuan.

• Apabila program dan kegiatan dimaksud terjadi setelah Perubahan APBD ditetapkan. program dan kegiatan tsb dengan terlebih dahulu melakukan perubahan Perkada tentang Penjabaran APBD dengan persetujuan Pimpinan DPRD DPRD. maka p Pemerintah Daerah menyampaikannya dalam Laporan Realisasi Anggaran (LRA) .DAK • Bagi daerah yang melaksanakan program dan kegiatan DAK dan bantuan keuangan dari provinsi untuk kabupaten/kota yang dananya diterima setelah APBD ditetapkan. maka sambil menunggu perubahan Perda tentang APBD Pemda dapat melaksanakan APBD.

Perubahan APBD 2010 • Pelaksanaan Perubahan APBD TA 2010 dilakukan setelah penetapan Perda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2009 dan paling lambat ditetapkan pada akhir bulan September 2010. ditetapkan maka Pemda tetap melakukan Perubahan APBD sesuai dengan jadwal waktu yang ditetapkan. b lan 2010 • Apabila laporan pertanggungjawaban terlambat ditetapkan. . • Program dan kegiatan yang ditampung dalam Perubahan APBD agar memperhitungkan sisa waktu pelaksanaan APBD TA 2010.

Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Daerah otonom b D h t baru. (PP No. Tata kelola keuangan daerah yang baik.Hal-hal Khusus • • Dampak krisis keuangan global. j Pinjaman daerah kemandirian daerah kebijakan di bidang UMKM • • • • • • • . Bidang pendidikan: Pemda agar secara konsisten dan berkesinambungan mengalokasian anggaran pendidikan b k i b l k i didik sekurang2nya 20% dari belanja daerah.48/2008 ttg Pendanaan Pendidikan). Kerjasama Daerah.

p g g pembangunan di g daerah.Hal-hal Khusus • Standar satuan harga ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah • Penganggaran kegiatan yang pelaksanaannya lebih dari satu tahun anggaran (multiyears) (multiyears). • Dalam rangka melaksanakan kebijakan Nasional: Program Penambahan 10 juta Sambungan Rumah Air Minum Tahun 2009 s/d 2013. akuntabilitas dan auditibilitas pengelolaan keuangan daerah. • Implementasi program percepatan pemberantasan korupsi. pengarusutamakan gender dalam p . • Untuk peningkatan transparansi. . dan pemenuhan perumahan masyarakat yang layak huni seperti rumah susun. Bupati d W lik t B ti dan Walikota meningkatkan kualitas sistem pengendalian i k tk k lit i t d li internal dan mematuhi peraturan perundang2an yang berlaku. diharapkan kepada para Gubernur. diminta agar Pemda mendukung kebijakan g p p g dimaksud sesuai dengan peraturan perundang2an dan kebutuhan daerah.

konsultansi. PPA disepakati tetap disebut PPAS. pengadaan barang/jasa. Setelah disepakati. Modal. • Tidak ada lagi honorarium panitia dalam B.Apa yang baru dari Permendagri 59? • Adanya RKA baru: RKA-PPKD dan DPA-PPKD. • Ada tambahan untuk belanja barang dan jasa: belanja pemeliharaan jasa konsultansi lain-lain pemeliharaan. • Perubahan definisi Hibah dan Bantuan Sosial Sosial. • Tidak ada lagi dokumen PPA. dan belanja lain yang sejenis. • Deposito untuk mencari PAD?  tidak boleh! 1 .

S ik d k k i ik d h • KUA dan PPAS disampaikan dan dibahas bersamaan pada b l J i b d bulan Juni.Apa yang baru dari Permendagri 59? • Daftar nama rekening dan kode rekening yang tidak merupakan acuan baku dalam penyusunan kode rekening di daerah. • Nota kesepakatan KUA dan PPAS ditandatangani bersamaan. P RKA SKPD 2 . • Tidak perlu dilampirkan SPM dalam SE Pedoman Penyusunan RKA-SKPD. Sesuaikan dengan karakteristik daerah.

tidak semuanya. • Ada kriteria untuk bisa dimasukkan dalam DPAL.  Mi ta ya tidak ha u ke KDH Mintanya harus KDH. 3 . • Jika penetapan APBD terlambat: Total boleh sebesar anggaran t h lalu dengan d b tahun l l d dasar pelaksanaan anggaran 1/12 APBD tahun lalu dan hanya b l h utk b l j yg b if t t t ( jib) h boleh tk belanja bersifat tetap (wajib).Apa yang baru dari Permendagri 59? p y g g • DPRD hanya boleh meminta RKA-SKPD program RKA SKPD tertentu saja.

BAGAN ALIR PENYUSUNAN RKA SKPD Rincian Anggaran Pendapatan RKA SKPD 1 Rincian Anggaran Belanja Tidak Langsung RKA SKPD 2 1 2.2 .2 RKA SKPD 3.2.1 RKA SKPD Rincian P Ri i Penerimaan i Pembiayaan Rincian Pengeluaran Pembiayaan RKA SKPD 3.1 RKA SKPD 2.1 Rincian Anggaran Ri i A Belanja Langsung RKA SKPD 2.

1…. --Kegiatan A.Program B --Kegiatan B. 2. Uraian Pendapatan Jumlah Pendapatan Belanja a.Program A --Kegiatan A.2….1…. b Belanja Langsung .. 1. Jumlah Belanja Langsung Jumlah Belanja Surplus/Defisit Bulan Jan Feb Mar … Okt Nov Des Plafon .. Belanja Tidak Langsung Jumlah Belanja Tidak Langsung b. g .Contoh Format Anggaran Kas No.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful