LEARNING TASK HEMOROID SISTEM PENCERNAAN 1

OLEH : SGD VII
NI PT INDRA SUWARI DEWI NI MADE JUNIARI NI MADE SINTHA PRATIWI NI MADE YUNITA SARI IB PUTU SURYA WEDATAMA NI LUH KUSMA DEWI I GEDE BAYU WIRANTIKA AYU PRAMISWARI MADE DENY WIDIADA NI WAYAN MIRA RIANTY NI PT DIAN SEPTIANA ANDRIANI (0902105013) (0902105014) (0902105027) (0902105028) (0902105046) (0902105053) (0902105063) (0902105067) (0902105080) (0902105083) (0902105086)

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA 2011

Hemoroid Kasus: Ny. R 56 tahun datang ke RS dengan keluhan nyeri di dubur dan sering keluar darah dari anus, klien adalah wanita dengan lima anak dan klien tidak menyukai sayur dan buah serta lebih suka makanan cepat saji, setelah dilakukan pemeriksaan klien didiagnosis menderita hemoroid grade 4 dan memerlukan tindakan oprasi.

1. Apa yang dimaksud dengan hemoroid? 2. Uraikan predisposisi dan penyebab hemoroid? 3. Uraikan patofisoilogi dan gejala klinik hemoroid? 4. Uraikan jenis-jenis dan derajad hemoroid? 5. Uraikan pemeriksaan diagnosa atau penunjang yang diperlukan pada klien dengan hemoroid! 6. Jelaskan derajad hemoroid yang masih bisa ditangani dengan tindakan konservatif! 7. Jelaskan jenis hemoroid yang memerlukan tindakan operatif! 8. Apa yang dimaksud dengan hemoroidektomi? Bagaimana persiapan klien dan perawatan post operasinya? 9. Uraikan komplikasi hemoroidektomi? 10. Bagaimana pencegahan hemoroid? 11. Uraikan pendidikan kesehatan dan discharge planning yan bisa diberikan pada pasien hemoroid! 12. Buatlah WOC hemoroid, dx kep yang mungkin muncul, NOC dan NIC yang sesuai, minimal 5 diagnosa!

1. Apa yang dimaksud dengan hemoroid? Jawab : Kata ³Hemoroid´ berasal dari bahasa Yunani yaitu µhaem¶ : darah, rhoos¶ : mengalir. Jadi semua pendarahan yang ada di anus disebut hemoroid. Hemoroid adalah pelebaran rasa di dalam pleksus hemoroidalis yang tidak merupakan keadaan patologik. Hanya apabila hemoroid ini menyebabkan keluhan atau penyulit, diperlukan tindakan. Hemoroid adalah bagian vena yang berdilatasi dalam kanal anal dan dapat dibagi menjadi 2, yaitu hemoroid interna dan eksterna. Hemoroid interna merupakan varises vena hemoroidalis superior dan media dan hemoroid eksterna merupakan varises vena hemoroidalis inferior. Sesuai istilah yang digunakan, maka hemoroid eksterna timbul di sebelah luar otot sfingter ani, dan hemoroid interna timbul di sebelah dalam sfingter.

2. Uraikan predisposisi dan penyebab hemoroid! Jawab : Etiologi Penyebab pelebaran pleksus hemoroidalis di bagi menjadi dua : 1) Karena bendungan sirkulasi portal akibat kelaian organik. Kelainan organik yang menyebabkan gangguan adalah :
y

Hepar sirosis hepatis Fibrosis jaringan hepar akan meningkatkan resistensi aliran vena ke hepar sehingga terjadi hepartensi portal. Maka akan terbentuk kolateral antara lain ke esopagus dan pleksus hemoroidalis .

y y

Bendungan vena porta, misalnya karena thrombosis. Tomur intra abdomen, terutama didaerah velvis, yang menekan vena sehingga aliranya terganggu. Misalnya uterus grapida , uterus tomur ovarium, tumor rektal dan lain lain.

2) Idiopatik,tidak jelas adanya kelaianan organik, hanya ada faktor - faktor penyebab timbulnya hemoroid. Faktor faktor yang mungkin berperan :

Kelemahan pembuluh darah sewaktu hamil akibat pengaruh perubahan hormonal. . Hubungan seks peranal h. Sehingga darah mudah kembali menyebabkan bertambahnya tekanan di pleksus hemoroidalis.Gangguan devekasi miksi. dan bukan hemoroidnya. . Wanita hamil yang mengedan saat melahirkan e.Misalnya seorang ahli bedah. Kebiasaan berjongkok atau duduk terlalu lama c.Pekerjaan yang mengangkat benda . Diare kronik f. Usia lanjut g. Sembelit j. y Anatomi Vena di daerah masentrorium tudak mempunyai katup. . Terlalu banyak mengedan saat buang air besar b.benda berat.hal yang memungkinkan tekanan intra abdomen meningkat antara lain : . Pada seseorang wanita hamil terdapat 3 faktor yang mempengaruhi timbulnya hemoroid yitu : - Adanya tomur intra abdpomen.Tonus spingter ani yang kaku atau lemah.Orang yang pekerjaan nya banyak berdiri atau duduk dimana gaya grapitasi akan mempengaruhi timbulnya hemoroid. Kurang makan-makanan berseerat . - Mengedan sewaktu partus. Hereditas/ keturunan i. Kurang berolahraga atau imobilisasi l. Genetik predisposisi k. Factor predisposisi terjadinya Hemoroid : a. Mengangkat beban terlalu berat d. y Hal .y Keturunan atau heriditer Dalam hal ini yang menurun dalah kelemahan dinding pembuluh darah.

Bentuk ini sering nyeri dan gatal karena ujungujung saraf pada kulit merupakan reseptor nyeri. Gejala lain yang mengikuti : c. hemoroid interna ini perlu didorong kembali setelah defekasi agar masuk kembali ke dalam anus. b. Perdarahan melalui anus yanng berupa darah segar tanpa rasa nyeri. Perdarahan umumnya terjadi akibat trauma oleh feses yang keras. Trombosis adalah pembekuan darah dalam hemoroid.dan nyeri. Pada stadium yang lebih lanjut. Trombosis ini akan mengakibatkan iskemi pada daerah tersebut dan nekrosis. penonjolan ini hanya terjadi pada waktu defekasi dan disusul reduksi spontan saat defekasi. a. Nyeri yang timbul akibat inflamasi dan edema yang disebabkan oleh trombosis. Pada tahap awal. Nyeri hanya timbul apabila terdapat trombosis yang luas dengan edema yang meradang. Kantung-kantung vena yang melebar menonjol ke dalam saluran anus dan rektum terjadi trombosis. kenyal-keras. Hemorrhoid interna: Sumbatan aliran darah system porta menyebabkan timbulnya hipertensi portal dan terbentuk kolateral pada vena hemorroidalis superior dan medius. Prolaps yang berasal dari tonjolan hemaroid sesuai gradasinya. Hemoroid yag membesar secara perlahan-lahan akhirnya dapat menonjol keluar menyebabkan prolaps. Nyeri sebagai akibat adanya infeksi sekunder atau trombus. Darah yang keluar berwarna merah segar dan tidak tercampur dengan feses. ulserasi. Hemorrid eksterna: Robeknya vena hemorroidalis inferior membentuk hematoma di kulit yang berwarna kebiruan.3) Uraikan patofisoilogi dan gejala klinik hemoroid? Jawab: Patofisiologi: Hemoroid timbul akibat kongesti vena yang disebabkan gangguan aliran balik dari vena hemoroidalis. b. Perdarahan merupakan tanda pertama dari hemoroid interna akibat trauma oleh feses yang keras. . Gejala Klinik: Gejala utama berupa : a. perdarahan dan nyeri. Darah yang keluar berwarna merah segar meskipun berasal dari vena karena kaya akan asam. Selain itu Sistem vena portal tidak mempunyai katup sehingga mudah terjadi aliran balik.

2. Derajat IV: prolaps hemoroid yang permanen. (Brunner & Suddarth. Anemia yang menyertai perdarahan kronis yang terjadi 4) Uraikan jenis-jenis dan derajat hemoroid ! Jawab :  Hemoroid diklasifikasikan menjadi 2 yaitu : 1. yaitu hemoroid yang terjadi di atas sfingter anal. bila terjadi pembesaran hemoroid yang tidak prolaps keluar kanal anus. Hemoroid menonjol saat mengejan dan harus didorong kembali sesudahdefekasi 4. pembesaran hemoroid yang prolaps dan menghilang atau masuk sendiri ke dalam anus secara spontan.Hemoroid interna. Iritasi kulit perianal dapat menimbulkan rasa gatal yang dikenal sebagai pruritus anus dan ini disebabkan oleh kelembaban yang terus menerus dan rangsangan mukus. 2001 : 1138) Hemoroid Eksterna diklasifikasikan menjadi 2 yaitu : y y Akut : pembengkakan bulat kebiruan pada pinggir anus (hematoma)ànyeri dan gatal Kronik : satu atau lebih lipatan kulit anus yang terdiri dari jaringan penyambung dan sedikit pembuluh darah Hemoroid interna dibagi berdasarkan gambaran klinis. e.Hemoroid eksterna.d. 2. tetapi dapat masuk kembali secara spontan. Derajat I: perdarahan merah segar tanpa nyeri saat defekasi. Hemoroid menonjol keluar dan tidak dapat didorong masuk. Derajat III: pembesaran hemoroid yang prolaps dapat masuk lagi ke dalam anus dengan bantuan dorongan jari. . 3. rentan. Iritasi kronis sekitar anus oleh karena anus selalu basah. dan cenderung untuk mengalami trombosis atau infark. yaitu: 1. yaitu hemoroid yang muncul di luar sfingter anal. Derajat II: menonjol melalui kanalis analis pada saat mengejan ringan. Hanya dapat dilihat dengan anorektoskop.

Apabila hemoroid sering prolaps. Anoskop dan penyumbatnya dimasukkan dalam anus sedalam mungkin. Pemeriksaan Anoskopi Dengan cara ini dapat dilihat hemoroid internus yang tidak menonjol keluar. letak . Hemoroid interna terlihat sebagai struktur vaskuler yang menonjol ke dalam lumen. Banyaknya benjolan.besarnya dan keadaan lain dalam anus seperti polip. fissura ani dan tumor ganas harus diperhatikan. Trombosis dan fibrosis pada perabaan terasa padat dengan dasar yang lebar. penyumbat diangkat dan penderita disuruh bernafas panjang. Penderita dalam posisi litotomi. derajatnya. 2. Anoskop dimasukkan untuk mengamati keempat kuadran. Hemoroid dapat diraba apabila sangat besar. Apabila penderita diminta mengejan sedikit maka ukuran hemoroid akan membesar dan penonjolan atau prolaps akan lebih nyata. Pemeriksaan Colok Dubur Pada pemeriksaan colok dubur. selaput lendir akan menebal. hemoroid interna stadium awal tidak dapat diraba sebab tekanan vena di dalamnya tidak terlalu tinggi dan biasanya tidak nyeri.Derajat I II III IV Berdarah (+) (+) (+) (+) Menonjol (-) (+) (+) tetap Reposisi (-) Spontan Manual Tidak dapat Pleksus hemoroid intern mengalirkan darah ke vena hemoroidalis superior vena porta sedangkan Pleksus hemoroid eksterna mengalirkan darah ke peredaran sistemik melalui daerah perineum dan lipat paha ke vena iliaka. 5) Uraikan pemeriksaan diagnosa atau penunjang yang diperlukan pada klien dengan hemoroid! Jawab: Pemeriksaan penunjang pada klien hemoroid yaitu : 1. 3. Pemeriksaan colok dubur ini untuk menyingkirkan kemungkinan karsinoma rektum. Pemeriksaan proktosigmoidoskopi .

Perbaikan defekasi disebut Bowel Management Program (BMP) yang terdiri atas diet. Metamucil. cairan. Eksudat/sisa tinja yang lengket dapat menimbulkan iritasi dan rasa gatal bila dibiarkan. serat tambahan. Obat ini bekerja dengan cara membesarkan volume tinja dan meningkatkan . Makanan berserat akan menyebabkan gumpalan isi usus besar namun lunak sehingga mempermudah defekasi dan mengurangi keharusan mengedan secara berlebihan. b. Selain itu. Terapi konservatif ini diberikan untuk pasien dengan gejala yang minor dan memiliki kebiasaan diet atau higiene yang tidak normal. karena hemoroid merupakan keadaan fisiologik saja atau tanda yang menyertai. perbaikan pola atau cara defekasi. 6) Jelaskan derajad hemoroid yang masih bisa ditangani dengan tindakan konservatif! Jawab: Terapi Konservatif diberikan pada hemoroid derajat I dan II dimana bukan ditujuan untuk menghilangkan pleksus hemoroidalis tapi untuk menghilangkan keluhan.000 (1 gram bubuk PK dilarutkan dalam 10 liter air). Mulax.: Vegeta. Mucofalk) yang berasal dari kulit biji plantago ovate yang dikeringkan dan digiling menjadi bubuk. lakukan tindakan kebersihan lokal dengan cara merendam anus dalam air selama 10-15 menit. yaitu: 1. Obat yang memperbaiki defekasi Terdapat dua macam obat yaitu suplement serat (fiber suplement) dan pelicin tinja (stool softener). Faeces harus diperiksa terhadap adanya darah samar. Suplemen serat komersial yang yang banyak dipakai antara lain psylium atau isphaluga Husk (ex. a.Proktosigmoidoskopi perlu dikerjakan untuk memastikan keluhan bukan disebabkan oleh proses radang atau proses keganasan di tingkat tinggi. 2-4 kali sehari dengan larutan kalium permanganat (PK) 1:10. Dengan perendaman ini. dan perubahan perilaku defekasi (defekasi dalam posisi jongkok/squatting). Farmakologi Bertujuan memperbaiki defekasi dan meredakan atau menghilangkan keluhan dan gejala. perbaikan pola makan dan minum. Non-farmakologis Bertujuan untuk mencegah perburukan penyakit dengan memperbaiki cara defekasi. pelicin feses. Obat-obat farmakologis hemoroid dapat dibagi atas empat macam. eksudat/sisa tinja yang lengket dapat dibersihkan. Pelaksanaan berupa perbaikan pola hidup.

Psyllium. Metode ini mudah dilaksanakan. Dilakukan untuk menghentikan perdarahan. Boraginol N/S dan Faktu. Prinsip dari tindakan invasif ada 2 yaitu fiksasi dan eksisi. kongesti. Obat simptomatik Bertujuan untuk menghilangkan atau mengurangi keluhan rasa gatal. perdarahan berhenti. dulcolax. atau kerusakan kulit di daerah anus.: laxadine. Setelah itu. Obat penyembuh dan pencegah serangan Menggunakan Ardium 500 mg dan plasebo 3×2 tablet selama 4 hari. Obat kedua adalah laxant atau pencahar (ex. Invasif Bertujuan untuk menghentikan atau memperlambat perburukan penyakit dengan tindakan-tindakan pengobatan yang tidak terlalu invasif. Jenis sediaan misalnya Anusol. c. Efek samping antara lain ketut dan kembung. edema. Scheriproct. 2. Dilakukan jika pengobatan farmakologis dan non-farmakologis tidak berhasil. nyeri. Obat penghenti perdarahan Perdarahan menandakan adanya luka pada dinding anus atau pecahnya vena hemoroid yang dindingnya tipis. sklerosan merangsang pembentukan jaringan parut sehingga menghambat aliran darah ke vena-vena hemoroidalis. 4. Contoh obat misalnya Ultraproct. citrus bioflavanoida yang berasal dari jeruk lemon dan paprika berfungsi memperbaiki permeabilitas dinding pembuluh darah. Sklerosan yang dipakai adalah 5 % phenol in almond oil dan 1% polidocanol. 2006). aman dan memberikan hasil baik. Metode ini menggunakan zat sklerosan yang disuntikan para vasal.peristaltik usus. lalu 2×2 tablet selama 3 hari. dan prolaps. Akibatnya. Pengobatan ini dapat memberikan perbaikan terhadap gejala inflamasi. 3. Dan selebihnya adalah eksisi (Felix. Fiksasi dilakukan pada derajat I dan II. Fiksasi terdiri dari: y Skleroterapi. dll). Sediaan yang mengandung kortikosteroid digunakan untuk mengurangi radang daerah hemoroid atau anus. . Anusol HC.

y Laser haemorrhoidectomy. Namun. y Doppler ultrasound guided haemorrhoid artery ligation. Eksisi sehemat mungkin dilakukan pada anoderm . Untuk mencegah efek samping dari infrared berupa kerusakan jaringan sekitar yang sehat. Metode ini mirip dengan infrared. dan yang terbaru adalah Circular Stapler Anopexy (teknik Longo). yang selanjutnya mengakibatkan jaringan terkoagulasi. Kerja dari metode ini adalah akan mengabliterasi lokal vena hemoroidalis sampai terjadi ulserasi (7-10 hari) yang diikuti terjadinya jaringan parut (3-4 minggu). 7) Jelaskan jenis hemoroid yang memerlukan tindakan operatif! Jawab: Indikasi tindakan operatif pada pasien hemoroid adalah penderita dengan keluhan menahun dan hemoroid derajat III dan IV. Sedangkan eksisi dapat dilakukan dengan beberapa teknik yaitu St. Prosedur ini dilakukan pada hemoroid derajat 1-3. maka jangka waktu paparan dan kedalamannya perlu diukur akurat. Metode ini menjadi pilihan utama saat terjadi perdarahan karena dapat mengetahui secara tepat lokasi arteri hemoroidalis yang hendak dijahit. Teknik ini bekerja dengan mendorong jaringan hemoroid yang merosot ke arah atas dan dijahitkan ke selaput lendir dinding anus. Hemoroid derajat IV dengan thrombus dan nyeri hebat. Marks Milligan ± Morgan Technique. Kemudian sebuah gelang dari bahan titanium diselipkan di jahitan dan ditanamkan di bagian atas saluran anus untuk mengokohkan posisi jaringan hemoroid tersebut. y Infrared thermocoagulation. y Cryotherapy. Perdarahan berulang dan anemia yang tidak sembuh dengan terapi lain yang lebih sederhana. Metode ini diperuntukkan pada derajat 1-2. Prinsipnya adalah mendenaturasi protein melalui efek panas dari infrared. Hanya saja mempunyai kelebihan dalam kemampuan memotong. Metode ini kurang direkomendasikan karena seringkali kurang akurat dalam menentukan area freezing. biayanya mahal. Penderita hemoroid eksterna juga diberikan terapi bedah karena hemoroid eksterna sudah tidak bisa ditangani dengan tindakan konservatif. Prinsip yang harus diperhatikan dalam hemoroidektomi adalah eksisi yang hanya dilakukan pada jaringan yang benar-benar berlebihan.y Rubber band ligation. Submucosal Haemorrhoidectomy (Parks method). Teknik Circular Stapler Anopexy atau dikenal dengan Procedure for Prolapse and Haemorrhoids (PPH) baru dikembangkan sekitar tahun 1993.

3. Striktura rektum dapat merupakan komplikasi dari eksisi tunika mukosa rectum yang terlalu banyak. Teknik Whitehead Teknik operasi yang digunakan untuk hemoroid yang sirkuler ini yaitu dengan mengupas seluruh hemoroid dengan membebaskan mukosa dari submukosa dan mengadakan reseksi sirkuler terhadap mukosa daerah itu. Eksisi jaringan ini harus digabung dengan rekonstruksi tunika mukosa karena telah terjadi deformitas kanalis analis akibat prolapsus mukosa. Penting untuk mencegah pemasangan jahitan melalui otot sfingter internus. maka mukosa dan kulit anus ditutup secara longitudinal dengan jahitan jelujur sederhana. yang dibebaskan dari jaringan yang mendasarinya. bedah laser ( sinar laser sebagai alat pemotong) dan bedah stapler ( menggunakan alat dengan prinsip kerja stapler). Hemostat kedua ditempatkan distal terhadap hemoroid eksterna. Suatu incisi elips dibuat dengan skalpel melalui kulit dan tunika mukosa sekitar pleksus hemoroidalis internus dan eksternus.dan kulit yang normal dengan tidak mengganggu sfingter anus. Teknik ini dikembangkan di Inggris oleh Milligan dan Morgan pada tahun 1973. Hemoroid dieksisi secara keseluruhan. Bedah konvensional 1. Kemudian dipasang jahitan transfiksi catgut proksimal terhadap pleksus hemoroidalis. Setelah mengamankan hemostasis. Sehingga lebih baik mengambil terlalu sedikit daripada mengambil terlalu banyak jaringan 2. Lalu mengusahakan kontinuitas mukosa kembali. Sesudah itu klem dilepas dan jepitan jelujur di bawah klem diikat. Saat ini ada 3 teknik operasi yang biasa digunakan yaitu : a. hemoroid internus dijepit radier dengan klem. Teknik Langenbeck Pada teknik Langenbeck. Kemudian eksisi jaringan diatas klem. Lakukan jahitan jelujur di bawah klem dengan cat gut chromic no 2/0. Ada tiga tindakan bedah yang tersedia saat ini yaitu bedah konvensional ( menggunakan pisau dan gunting). Teknik ini lebih sering digunakan karena caranya mudah dan tidak . Bila diseksi mencapai jahitan transfiksi cat gut maka hemoroid ekstena dibawah kulit dieksisi. Teknik Milligan ± Morgan Teknik ini digunakan untuk tonjolan hemoroid di 3 tempat utama. Basis massa hemoroid tepat diatas linea mukokutan dicekap dengan hemostat dan diretraksi dari rektum. Biasanya tidak lebih dari tiga kelompok hemoroid yang dibuang pada satu waktu.

serabut syaraf terbuka akibat serabut syaraf tidak mengerut sedangkan selubungnya mengerut. Dengan memutar . pembedahan ini sama dengan pembedahan konvensional. terdiri dari lingkaran di depan dan pendorong di belakangnya. kemudian dijahitkan ke tunika mukosa dinding anus. dibutuhkan daya laser 12 ± 14 watt. Bedah Stapler Teknik ini juga dikenal dengan nama Procedure for Prolapse Hemorrhoids (PPH) atau Hemoroid Circular Stapler. Setelah jaringan diangkat. Mula-mula jaringan hemoroid yang prolaps didorong ke atas dengan alat yang dinamakan dilator. Teknik PPH ini mengurangi prolaps jaringan hemoroid dengan mendorongnya ke atas garis mukokutan dan mengembalikan jaringan hemoroid ini ke posisi anatominya semula karena jaringan hemoroid ini masih diperlukan sebaga bantalan saat BAB. c. Kemudian alat stapler dimasukkan ke dalam dilator. Bentuk alat ini seperti senter. Dari stapler dikeluarkan sebuah gelang dari titanium diselipkan dalam jahitan dan ditanamkan di bagian atas saluran anus untuk mengokohkan posisi jaringan hemoroid tersebut. Prosedur ini bisa dilakukan hanya dengan rawat jalan. Sedangkan pada bedah laser. Saat laser memotong. Alat yang digunakan sesuai dengan prinsip kerja stapler. Teknik ini mulai diperkenalkan pada tahun 1993 oleh dokter berkebangsaan Italia yang bernama Longo sehingga teknik ini juga sering disebut teknik Longo. nyeri berkurang karena syaraf rasa nyeri ikut terpatri. seperti terpatri sehingga serabut syaraf tidak terbuka. serabut syaraf dan selubung syaraf menempel jadi satu. Bagian jaringan hemoroid yang berlebih masuk ke dalam stapler. saat post operasi akan terasa nyeri sekali karena pada saat memotong jaringan. Di anus.mengandung resiko pembentukan jaringan parut sekunder yang biasa menimbulkan stenosis. Fungsinya adalah sebagai bantalan saat buang air besar. b. Di Indonesia sendiri alat ini diperkenalkan pada tahun 1999. pembuluh jaringan terpatri sehingga tidak banyak mengeluarkan darah. Pada bedah dengan laser. Dalam waktu 4 ± 6 minggu. luka bekas operasi direndam cairan antiseptik. Pada dasarnya hemoroid merupakan jaringan alami yang terdapat di saluran anus. luka akan mengering. Bedah Laser Pada prinsipnya. hanya alat pemotongnya menggunakan laser. Untuk hemoroidektomi. Kerjasama jaringan hemoroid dan m. tidak banyak luka dan dengan nyeri yang minimal. sfinter ani untuk melebar dan mengerut menjamin kontrol keluarnya cairan dan kotoran dari dubur. Pada bedah konvensional. terdapat banyak syaraf. i sehingga tidak perlu dibuang semua.

tindakan berlangsung cepat sekitar 20 ± 45 menit.  Seperti pada operasi dengan teknik lain.sekrup yang terdapat pada ujung alat . 8) Apa yang dimaksud dengan hemoroidektomi? Bagaimana persiapan klien dan perawatan post operasinya? Jawab: HEMOROIDEKTOMI Suatu tindakan pembedahan dan cara pengangkata pleksus hemoroidalis dan mukosa atau tanpa mukosa yang hanya dilakukan pada jaringan yang benar-benar berlebih. dapat menyebabkan disfungsi baik dalam jangka waktu pendek maupun jangka panjang. Buang air besar dengan perdarahan berupa darah segar dan tidak bercampur dengan feses. tidak mengganggu fungsi anus. tidak ada anal discharge.  Jika m. nyeri minimal karena tindakan dilakukan di luar bagian sensitif. Meskipun jarang. Dengan terpotongnya jaringan hemoroid maka suplai darah ke jaringan tersebut terhenti sehingga jaringan hemoroid mengempis dengan sendirinya.  Hemoroid derajat IV dengan thrombus dan nyeri hebat. infeksi pada pelvis juga pernah dilaporkan. jaringan mungkin terlalu tebal untuk masuk ke dalam stapler. pruritus ani dan dermatitis disekitar anus (proktitis). pasien pulih lebih cepat sehingga rawat inap di rumah sakit semakin singkat. Keuntungan teknik ini yaitu mengembalikan ke posisi anatomis. tindakan PPH memiliki resiko yaitu :  Jika terlalu banyak jaringan otot yang ikut terbuang. Indikasi operasi  Penderita dengan keluhan menahun dan hemoroid derajat III dan IV. Kontra indikasi operasi . sfinter ani internus tertarik.  PPH bisa saja gagal pada hemoroid yang terlalu besar karena sulit untuk memperoleh jalan masuk ke saluran anus dan kalaupun bisa masuk.  Perdarahan berulang dan anemia yang tidaksembuh dengan tera lain yang lebih pi sederhana. akan mengakibatkan kerusakan dinding rektum. maka alat akan memotong jaringan yang berlebih secara otomatis.prolaps hemoroid disertai dengan anal discharge.

Metode White head (eksis atau jahitan primer longitudinal) Sayatan dilakukan sirkuler. b. Defek kulit dan mukosa dapat dirawat secara terbuka atau dijahit sebagian 7. Metode Morgan-Milligan Semua primary piles diangkat Teknik operasi (Morgan Milligan): 1. PERSIAPAN FISIK Persiapan fisik pre operasi yang dialami oleh pasien dibagi dalam 2 tahapan. Lubang anus dibiarkan terbuka atau ditampon dengan spongostan A. Metode Langen-beck(eksisi atau jahitan primer radier) Dimana semua sayatan ditempat keluar varises harus sejajar dengan sumbu memanjang dari rectum. Anestesia dapat dilakukan dengan general. Dibuat insisi triangular mulai dari kulit anal ke arah prosimal hingga pedikel hemorrhoid 5. Jaringan hemorrhoid di eksisi dengan gunting atau pisau. regional atau lokal anestesia 3. Dilakukan praktoskopi untuk identofikasi hemorrhoid 4. Tindakan diulang pada bagian yang lain 8. pedikel hemorrhoid diligasi dengan chromic catgut 3-0 6. sedikit jauh dari varises yang menonjol c. Hemoroid derajat I dan II  Penyakit Chron¶s  Karsinoma rectum yang inoperable  Wanita hamil  Hipertensi portal Teknik pengangkatan dapat dilakukan menurut 3 metode: a. yaitu : a) Persiapan di unit perawatan b) Persiapan di ruang operasi Berbagai persiapan fisik yang harus dilakukan terhadap pasien sebelum operasi antara lain: . PERSIAPAN KLIEN DI UNIT PERAWATAN I. Posisi pasien littotomi atau knee-chest (menungging) 2.

lipat kulit trisep. fungsi ginjal dan hepatik. kadar kalium serum (normal : 3. status pernafasan.50 mg/dl). 3) Keseimbangan cairan dan elektrolit Balance cairan perlu diperhatikan dalam kaitannya dengan input dan output cairan.1) Status kesehatan fisik secara umum Sebelum dilakukan pembedahan. Jika fungsi ginjal baik maka operasi dapat dilakukan dengan baik. dan lain-lain. Kondisi gizi buruk dapat mengakibatkan pasien mengalami berbagai komplikasi pasca operasi dan mengakibatkan pasien menjadi lebih lama dirawat di rumah sakit. 2) Status Nutrisi Kebutuhan nutrisi ditentukan dengan mengukur tinggi badan dan berat badan. Kadar elektrolit yang biasanya dilakuakan pemeriksaan diantaranya dalah kadar natrium serum (normal : 135 ± 145 mmol/l). pemeriksaan fisik lengkap. demam dan penyembuhan luka yang lama. antara lain status hemodinamika. fungsi endokrin. Komplikasi yang paling sering terjadi adalah infeksi pasca operasi. karena dengan istirahat dan tidur yang cukup pasien tidak akan mengalami stres fisik. Demikaian juga kadar elektrolit serum harus berada dalam rentang normal. nefritis akut maka operasi harus ditunda menunggu perbaikan fungsi ginjal. Keseimbangan cairan dan elektrolit terkait erat dengan fungsi ginjal. Dimana ginjal berfungsi mengatur mekanisme asam basa dan ekskresi metabolit obat-obatan anastesi. kadar protein darah (albumin dan globulin) dan keseimbangan nitrogen. tekanan darahnya dapat stabil dan bagi pasien wanita tidak akan memicu terjadinya haid lebih awal. Pada kondisi yang serius pasien dapat mengalami sepsis yang bisa mengakibatkan kematian. insufisiensi renal akut. Kecuali pada kasus-kasus yang mengancam jiwa. dehisiensi (terlepasnya jahitan sehingga luka tidak bisa menyatu). Segala bentuk defisiensi nutrisi harus di koreksi sebelum pembedahan untuk memberikan protein yang cukup untuk perbaikan jaringan. meliputi identitas klien.70 ± 1. status kardiovaskuler. penting dilakukan pemeriksaan status kesehatan secara umum. Selain itu pasien harus istirahat yang cukup. fungsi imunologi. 4) Kebersihan lambung dan kolon . riwayat kesehatan keluarga. lingkar lengan atas. riwayat penyakit seperti kesehatan masa lalu. Namun jika ginjal mengalami gangguan seperti oliguri/anuria.5-5 mmol/l) dan kadar kreatinin serum (0. tubuh lebih rileks sehingga bagi pasien yang memiliki riwayat hipertensi.

Sering kali pasien di berikan kesempatan untuk mencukur sendiri agar pasien merasa lebih nyaman. 7) Pengosongan kandung kemih . 5) Pencukuran daerah operasi Pencukuran pada daerah operasi ditujukan untuk menghindari terjadinya infeksi pada daerah yang dilakukan pembedahan karena rambut yang tidak dicukur dapat menjadi tempat bersembunyi kuman dan juga mengganggu/menghambat proses penyembuhan dan perawatan luka. operasi pemasangan plate pada fraktur femur. Lamanya puasa berkisar antara 7 sampai 8 jam (biasanya puasa dilakukan mulai pukul 24.00 WIB). herniotomi. misalnya pada pasien luka incisi pada lengan. Misalnya : apendiktomi. Selain terkait daerah pembedahan. Sebaliknya jika pasien tidak mampu memenuhi kebutuhan personal hygiene secara mandiri maka perawat akan memberikan bantuan pemenuhan kebutuhan personal hygiene. Pada pasien yang kondisi fisiknya kuat diajurkan untuk mandi sendiri dan membersihkan daerah operasi dengan lebih seksama. Tindakan pencukuran (scheren) harus dilakukan dengan hati-hati jangan sampai menimbulkan luka pada daerah yang dicukur. pencukuran pada lengan juga dilakukan pada pemasangan infus sebelum pembedahan. 6) Personal Hygine Kebersihan tubuh pasien sangat penting untuk persiapan operasi karena tubuh yang kotor dapat merupakan sumber kuman dan dapat mengakibatkan infeksi pada daerah yang dioperasi. uretrolithiasis. Tujuan dari pengosongan lambung dan kolon adalah untuk menghindari aspirasi (masuknya cairan lambung ke paru-paru) dan menghindari kontaminasi feses ke area pembedahan sehingga menghindarkan terjadinya infeksi pasca pembedahan. Meskipun demikian ada beberapa kondisi tertentu yang tidak memerlukan pencukuran sebelum operasi. hemoroidektomi. Intervensi keperawatan yang bisa diberikan diantaranya adalah pasien dipuasakan dan dilakukan tindakan pengosongan lambung dan kolon dengan tindakan enema/lavement. Maka pengosongan lambung dapat dilakukan dengan cara pemasangan NGT (naso gastric tube). seperti pada pasien kecelakaan lalu lintas. Daerah yang dilakukan pencukuran tergantung pada jenis operasi dan daerah yang akan dioperasi. Khusus pada pasien yang menbutuhkan operasi CITO (segera). Biasanya daerah sekitar alat kelamin (pubis) dilakukan pencukuran jika yang dilakukan operasi pada daerah sekitar perut dan paha.Lambung dan kolon harus di bersihkan terlebih dahulu.

Latihan yang diberikan pada pasien sebelum operasi antara lain : Latihan Nafas Dalam Latihan nafas dalam sangat bermanfaat bagi pasien untuk mengurangi nyeri setelah operasi dan dapat membantu pasien relaksasi sehingga pasien lebih mampu beradaptasi dengan nyeri dan dapat meningkatkan kualitas tidur. . seperti : nyeri daerah operasi. y Letakkan tangan diatas perut y Hirup udara sebanyak-banyaknya dengan menggunakan hidung dalam kondisi mulut tertutup rapat. Selain untuk pengongan isi bladder tindakan kateterisasi juga diperluka untuk mengobservasi balance cairan. 8) Latihan Pra Operasi Berbagai latihan sangat diperlukan pada pasien sebelum operasi. y Tahan nafas beberapa saat (3-5 detik) kemudian secara perlahan-lahan. batuk dan banyak lendir pada tenggorokan. Latihan nafas dalam dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut : y Pasien tidur dengan posisi duduk atau setengah duduk (semifowler) dengan lutut ditekuk dan perut tidak boleh tegang. Sehingga ketika sadar pasien akan mengalami rasa tidak nyaman pada tenggorokan. y Lakukan hal ini berulang kali (15 kali) y Lakukan latihan dua kali sehari praopeartif. Selain itu teknik ini juga dapat meningkatkan ventilasi paru dan oksigenasi darah setelah anastesi umum. Latihan Batuk Efektif Latihan batuk efektif juga sangat diperlukan bagi klien terutama klien yang mengalami operasi dengan anstesi general. Dengan terasa banyak lendir kental di tenggorokan. hal ini sangat penting sebagai persiapan pasien dalam menghadapi kondisi pasca operasi. Dengan melakukan latihan tarik nafas dalam secara efektif dan benar maka pasien dapat segera mempraktekkan hal ini segera setelah operasi sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pasien.Pengosongan kandung kemih dilakukan dengan melakukan pemasangan kateter. udara dikeluarkan sedikit demi sedikit melalui mulut. Karena pasien akan mengalami pemasangan alat bantu nafas selama dalam kondisi teranstesi. Latihan batuk efektif sangat bermanfaat bagi pasien setalah operasi untuk mengeluarkan lendir atau sekret tersebut.

pasien dapat segera melakukan berbagai pergerakan yang diperlukan untuk mempercepat proses penyembuhan. pasien bisa menambahkan dengan menggunakan bantal kecil atau gulungan handuk yang lembut untuk menahan daerah operasi dengan hati-hati sehingga dapat mengurangi guncangan tubuh saat batuk. Pandangan seperti ini jelas keliru karena justru jika pasien selesai operasi dan segera bergerak maka pasien akan lebih cepat merangsang usus (peristaltik usus) sehingga pasien akan lebih cepat kentut/flatus. y Ulangi lagi sesuai kebutuhan. namun tidak berbahaya terhadap incisi. y Jika selama batuk daerah operasi terasa nyeri. y Kemudian pasien nafas dalam seperti cara nafas dalam (3-5 kali) y Segera lakukan batuk spontan. Tujuan lainnya adalah memperlancar sirkulasi untuk mencegah stasis vena dan menunjang fungsi pernafasan optimal. Keuntungan lain adalah menghindarkan penumpukan lendir pada saluran pernafasan dan terhindar dari kontraktur sendi dan terjadinya dekubitus. Intervensi ditujukan pada perubahan posisi tubuh dan juga Range of Motion (ROM).y Pasien dapat dilatih melakukan teknik batuk efektif dengan cara : Pasien condong ke depan dari posisi semifowler. Pasien/keluarga pasien seringkali mempunyai pandangan yang keliru tentang pergerakan pasien setalah operasi. Latihan Gerak Sendi Latihan gerak sendi merupakan hal sangat penting bagi pasien sehingga setelah operasi. Latihan perpindahan posisi dan ROM ini pada awalnya dilakukan secara pasif namun kemudian seiring dengan bertambahnya kekuatan tonus otot maka pasien diminta melakukan secara mandiri. Status kesehatn fisik merupakan faktor yang sangat penting bagi pasien yang akan mengalami pembedahan. y Hal ini bisa menimbulkan ketidaknyamanan. pastikan rongga pernafasan terbuka dan tidak hanya batuk dengan mengadalkan kekuatan tenggorokan saja karena bisa terjadi luka pada tenggorokan. Banyak pasien yang tidak berani menggerakkan tubuh karena takut jahitan operasi sobek atau takut luka operasinya lama sembuh. jalinkan jari-jari tangan dan letakkan melintang diatas incisi sebagai bebat ketika batuk. keadaan umum yang baik akan mendukungh dan .

Oleh karenanya dehisiensi dan infeksi luka. flebitis dan kardiovaskuler. PPOM. Oleh karena itu sangatlah penting untuk mempersiapkan fisik pasien sebelum dilakukan pembedahan/operasi. obesitas meningkatkan permasalahan teknik dan mekanik. vitamin A. 3. Pada pasien yang mengalami obesitas. distensi abdomen. diabetes. Sebaliknya. dan insufisiensi ginjal menjadi lebih sukar terkait dengan pemakian energi kalori untuk penyembuhan primer. Dan juga pada penyakit ini banyak masalah sistemik yang mengganggu sehingga komplikasi pembedahan maupun pasca pembedahan sangat tinggi. Ketidaksempurnaan respon neuroendokrin . Penyakit Kronis Pada pasien yang menderita penyakit kardiovaskuler. Selama pembedahan jaringan lemak.mempengaruhi proses penyembuhan. 4. Nutrisi Kondisi malnutris dan obesitas/kegemukan lebih beresiko terhadap pembedahan dibandingakan dengan orang normal dengan gizi baik terutama pada fase penyembuhan. umum terjadi. vitamin B kompleks. Usia Pasien dengan usia yang terlalu muda (bayi/anak-anak) dan usia lanjut mempunyai resiko lebih besar. vitamin C. Vitamin K. Faktor resiko terhadap pembedahan antara lain : 1. Hal ini diakibatkan cadangan fisiologis pada usia tua sudah sangat menurun . zat besi dan seng (diperlukan untuk sintesis protein). Pasien obes sering sulit dirawat karena tambahan berat badan. 2. Nutrisi-nutrisi tersebut antara lain adalah protein. berbagai kondisi fisiologis dapat mempengaruhi proses pembedahan. Selain itu. pasien bernafas tidak optimal saat berbaring miring dan karenanya mudah mengalami hipoventilasi dan komplikasi pulmonari pascaoperatif. endokrin. terutama sekali sangat rentan terhadap infeksi. kalori. sedangkan pada bayi dan anak-anak disebabkan oleh karena belum matur-nya semua fungsi organ. Demikian juga faktor usia/penuaan dapat mengakibatkan komplikasi dan merupakan faktor resiko pembedahan. Selain itu. hepatik dan penyakit biliari terjadi lebih sering pada pasien obes. air. Pada orang malnutisi maka orang tersebut mengalami defisiensi nutrisi yang sangat diperlukan untuk proses penyembuhan luka.

LED (laju enap darah). II. USG (Ultra Sono Grafi). protein total (albumin dan globulin). yang akan meningkatkan tekanan darah sistemiknya. Maka sebelum dilakukan operasi darurat perlu dilakukan pengosongan lambung untuk menghindari asprirasi dengan pemasangan NGT. Mammografi. EEG (Electro Enchephalo Grafi). ureum kretinin. elektrolit (kalium. dll. ECHO. foto tulang (daerah fraktur). CT scan (computerized Tomography Scan). seperti : Foto thoraks. c) Biopsi. Biopsi biasanya . 5. terutama terjadi arterosklerosis pembuluh darah. jumlah trombosit. EKG/ECG (Electro Cardio Grafi). Pada kasus kecelakaan lalu lintas yang seringkali dialami oleh pemabuk. natrium. Penggunaan oabat-obatan kortikosteroid harus sepengetahuan dokter anastesi dan dokter bedahnya.Pada pasien yang mengalami gangguan fungsi endokrin. dan chlorida). Bisa juga dilakukan pemeriksaan pada sumsun tulang jika penyakit terkaut dengan kelainan darah. 6. BNO-IVP. Bahaya lain yang mengancam adalah asidosis atau glukosuria. Pasien yang mendapat terapi kortikosteroid beresiko mengalami insufisinsi adrenal. berupa pemeriksan darah : hemoglobin. dll. abdomen. angka leukosit. sperti gangguan ginjal dan hepar yang akan meningkatkan resiko pembedahan. CIL (Colon in Loop). seperti dibetes mellitus yang tidak terkontrol. bahaya utama yang mengancam hidup pasien saat dilakukan pembedahan adalah terjadinya hipoglikemia yang mungkin terjadi selama pembiusan akibat agen anstesi. Alkohol dan obat-obatan Individu dengan riwayat alkoholik kronik seringkali menderita malnutrisi dan masalah-masalah sistemik. Cystoscopy. Atau juga akibat masukan karbohidrat yang tidak adekuat pasca operasi atau pemberian insulin yang berlebihan. MRI (Magnrtic Resonance Imagine). CT BT. PERSIAPAN PENUNJANG Pemeriksaan penunjang antara lain : a) Pemeriksaan Radiologi dan diagnostik. limfosit. Merokok Pasien dengan riwayat merokok biasanya akan mengalami gangguan vaskuler. BUN. b) Pemeriksaan Laboratorium. Renogram. yaitu tindakan sebelum operasi berupa pengambilan bahan jaringan tubuh untuk memastikan penyakit pasien sebelum operasi.

operasi sekecil apapun mempunyai resiko. Pasien maupun keluarganya sebelum menandatangani surat pernyataan tersut akan mendapatkan informasi yang detail terkait dengan segala macam prosedur . Inform Consent sebagai wujud dari upaya rumah sakit menjunjung tinggi aspek etik hukum. pembedahan dilakukan sebagai pilihan terakhir. keluarga mengetahui manfaat dan tujuan serta segala resiko dan konsekuensinya. peredaran darah dan sistem saraf. Uji KGD biasanya dilakukan dengan puasa 10 jam (puasa jam 10 malam dan diambil darahnya jam 8 pagi) dan juga dilakukan pemeriksaan KGD 2 jam PP (ppst prandial). hal lain yang sangat penting terkait dengan aspek hukum dan tanggung jawab dan tanggung gugat. INFORM CONSENT Selain dilakukannya berbagai macam pemeriksaan penunjang terhadap pasien. maka pasien atau orang yang bertanggung jawab terhdap pasien wajib untuk menandatangani surat pernyataan persetujuan operasi. wajib menuliskan surat pernyataan persetujuan dilakukan tindakan medis (pembedahan dan anastesi).dilakukan untuk memastikan apakah ada tumor ganas/jinak atau hanya berupa infeksi kronis saja. 1) Tidak ada gangguan organik. PEMERIKSAAN STATUS ANASTESI Pemeriksaan ini dilakukan karena obat dan teknik anastesi pada umumnya akan mengganggu fungsi pernafasan. Baik pasien maupun keluarganya harus menyadari bahwa tindakan medis. Artinya apapun tindakan yang dilakukan pada pasien terkait dengan pembedahan. biokimia dan psikiatri 2) Gangguan sistemik ringan sampai sedang yang bukan diseababkan oleh penyakit yang akan dibedah 3) Penyakit sistemik berat 4) Penyakit/gangguan sistemik berat yang menbahayakan jiwa yang tidak selalu dapat diperbaiki dengan pembedahan 5) Keadaan terminal dengan kemungkinan hidup kecil. yaitu Inform Consent. Berikut adalah tabel pemeriksaan ASA. III. IV. d) Pemeriksaan Kadar Gula Darah (KGD) Pemeriksaan KGD dilakukan untuk mengetahui apakah kadar gula darah pasien dalan rentang normal atau tidak. Oleh karena itu setiap pasien yang akan menjalani tindakan medis.

3. petugas kesehatan di situ akan memperkenalkan diri sehingga membuat pasien merasa lebih tenang.pemeriksaan. Memberikan penjelasan terlebih dahulu sebelum setiap tindakan persiapan operasi sesuai dengan tingkat perkembangan. hal hal yang akan dialami oleh pasien selama proses operasi. Gunakan bahasa yang sederhana dan jelas. Untuk memberikan ketenangan pada pasien. maka pihak pasien/keluarganya berhak untuk menanyakan kembali sampai betul-betul paham. 5. keluarga juga diberikan kesempatn untuk mengantar pasien samapi ke batas kamar operasi dan diperkenankan untuk menunggu di ruang tunggu yang terletak di depan kamar operasi. memberikan informasi pada pasien tentang waktu operasi. Peranan perawat dalam memberikan dukungan mental dapat dilakukan dengan berbagai cara: 1. Hal ini sangat penting untuk dilakukan karena jika tidak meka penyesalan akan dialami oleh pasien/kel arga u setelah tindakan operasi yang dilakukan ternyata tidak sesuai dengan gambaran keluarga. Dan memberi kesempatan pada pasien dan keluarga untuk berdoa bersama-sama sebelum pasien di antar ke kamar operasi. Membantu pasien mengetahui tentang tindakan-tindakan yang dialami pasien sebelum operasi. menunjukkan tempat kamar operasi. Kolaborasi dengan dokter terkait dengan pemberian obat pre medikasi. Mengoreksi pengertian yang saah tentang tindakan pembedahan dan hal hal lain karena pengertian yang salah akan menimbulkan kecemasan pada pasien. Pada saat pasien telah berada di ruang serah terima pasien di kamar operasi. Pasien akan diberikan obat-obatan permedikasi untuk memberikan kesempatan pasien mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Memberi kesempatan pada pasien dan keluarganya untuk menanyakan tentang segala prosedur yang ada. 2. seperti valium dan diazepam tablet sebelum pasien tidur untuk menurunkan kecemasan dan pasien dapat tidur sehingga kebutuhan istirahatnya terpenuhi. Obat-obatan premedikasi yang diberikan biasanya adalah valium atau . dll. Jika petugas belum menjelaskan secara detail. pembedahan serta pembiusan yang akan dijalani. 4. OBAT-OBATAN PRE MEDIKASI Sebelum operasi dilakukan pada esok harinya.

3 kali. Antibiotik profilaksis yang diberikan dengan tujuan untuk mencegah terjadinya infeksi selama tindakan operasi. Teknik Drapping : . y Gunakan duk klem pada setiap keadaaan dimana alat tenun mudah bergeser. Persiapan di ruang serah terima diantaranya adalah prosedur administrasi. Antibiotik profilaksis biasanya di berikan sebelum pasien di operasi.Letakkan drape di tempat yang kering. Prinsip tindakan drapping adalah: y Seluruh anggota tim operasi harus bekerja sama dalam pelaksanaan prosedur drapping. y Pada saat pelaksanaan tindakan drapping. y Drape yang terpasang tidak boleh dipindah-pindah sampai operasi selesai dan harus di jaga kesterilannya. persiapan anastesi dan kemudian prosedur drapping. perawat bertindak sebagai omloop harus berdiri di belakang instrumentator untuk mencegah kontaminasi.diazepam. antibiotika profilaksis biasanya di berikan 1 jam -2 sebelum operasi dimulai dan dilanjutkan pasca beda 2. y Jumlah lapisan penutup yang baik minimal 2 lapis. V. PERSIAPAN PASIEN DI KAMAR OPERASI Persiapan operasi dilakukan terhadap pasien dimulai sejak pasien masuk ke ruang perawatan sampai saat pasien berada di kamar operasi sebelum tindakan bedah dilakukan. harus yakin bahwa sarung tangan tang digunakan steril dan tidak bocor. y Perawat yang bertindak sebagai instrumentator harus mengatahui dengan baik dan benar prosedur dan prinsip-prinsip drapping. satu lapis menggunkan kertas water prof atau plastik steril dan lapisan selanjutnya menggunakan alat tenun steril. y Sebelum tindakan drapping dilakukan. Di dalam kamar operasi persiapan yang harus dilakukan terhdap pasien yaitu berupa tindakan drapping yaitu penutupan pasien dengan menggunakan peralatan alat tenun (disebut : duk) steril dan hanya bagian yang akan di incisi saja yang dibiarkan terbuka dengan memberikan zat desinfektan seperti povide iodine 10% dan alkohol 70%. lantai di sekitar meja operasi harus kering . Antibiotik yang dapat diberikan adalah ceftriakson 1gram dan lain-lain sesuai indikasi pasien.

lebih baik alat tenun tersebut dianggap terkontaminasi. y Jika ragu-ragu terhdap kesterilan alat tenun. y Hindari tangan yang sudah steril menyentuh daerah kulit pasien yang belum tertutup. untuk melunakkan faeses y Rendam duduk hangat dapat dilakukan setelah hari ke (2 kali sehari). minum paling sedikit 2000 ml cairan dan berolahraga ringan. y Jaga kesterilan bagian depan gaun operasi. Perawatan Pasca Bedah y Bila terjadi rasa nyeri yang hebat. B. y Setelah semua lapisan alat tenun terbentang dari kaki sampai bagian kepala meja operasi. jangan menyentuh hal-hal yang tidak perlu.Jangan memasang drape dengan tergesa-gesa. -2 pemeriksaan colok dubur dilakukan pada hari ke-5 atau 6 pasca operasi. 9) Uraikan komplikasi hemoroidektomi? Jawab: . Diulang setiap minggu hingga minggu ke 3-4. untuk memastikan penyembuhan luka dan adanya spasme sfingter ani interna y Lakukan sitbath setiap kali setelah BAB (1-2 minggu setelah operasi) y Makan diet berserat dan yang adekuat. bisa diberikan analgetika yang berat seperti petidin y Obat pencahar ringan diberikan selama 2-3 hari pertama pasca operasi. harus teliti dan memepertahankan prinsip steril y Pertahankan jarak antara daerah steril dengan daerah non steril y Pegang drape sedikit mungkin y Jangan melintasi daerah meja operasi yang sudah terpasang drape/alat tenun steril tanpa perlindungan gaun operasi. berdiri membelakangi daerah yang tidak steril. Maka perawat omloop bertugas menyingkirkan alat tenun tersebut. y Jangan melempar drape terlalu tinggi saat memasang drape (hati-hati menyentuh lampu operasi) y Jika alat tenun yang akan dipasang terkontaminasi..

. Infeksi nekrotikans berat jarang ditemukan c. Fisura Ani. Komplikasi lanjut terdiri dari: a. Komplikasi Teknik Milligan ± Morgan : Striktura rektum dapat merupakan komplikasi dari eksisi tunika mukosa rectum yang terlalu banyak. Stenosis ani b. Infeksi luka jarang terjadi. e. Hal ini terutama karena insisi dan ligasi pedikel hemoroid. Perdarahan akibat pernanahan / infeksi daerah pedikel. Rasa nyeri pasca operasi. Inkontinesia berat jangka pendek 2. Perdarahan pasca operasi. David C. b. Meskipun jarang. Kekambuhan d. dapat timbul abses (1%). d. akan mengakibatkan kerusakan dinding rektum. Biasan sehingga ya ikatan/ jahitan terlepas.Komplikasi hemoroidektomi: 1. Sabiston). berlangsung s/d 2-3 minggu. akibat penggunaan narkotika pasca operasi sebagai anti nyeri. (retakan pada dinding anus yang disebabkan oleh peregangan akibat lewatnya feses yang keras ataupun trauma) *fisiologi Sylvia 2006 e. Jika terlalu banyak jaringan otot yang ikut terbuang. Terbentuknya skin tag c.Tidak ada tindakan sepesifik yang dapat dilakukan untuk mencegah komplikasi ini. tindakan PPH memiliki resiko yaitu : 1. Pembengkakan jembatan-jembatan kulit. Komplikasi awal: a. Komplikasi teknik stapler atau Procedur for Prolapse Hemorroids (PPH) atau Hemorroid circular stapler. Inkontinensia ringan f. Hal in dapat terjadi pada pada hari ke 7 -16 pasca operasi. g. Infark feses. Sehingga lebih baik mengambil terlalu sedikit daripada mengambil terlalu banyak jaringan ( Buku ajar Bedah. Biasanya penderita harus menjalani ³operasi ulangan ³ untuk beberapa ligasi / jahitan hemostasis dengan di ruang operasi.

Hindari hubunga seks yang tidak wajar (seks anal).inkontinensia alvi sampai dengan fistula rekto vaginal atau rektouretral bila jaringan yang dieksisi terlalu dalam. 10. PPH bisa saja gagal pada hemoroid yang terlalu besar karena sulit untuk memperoleh jalan masuk ke saluran anus dan kalaupun bisa masuk. Jangan menahan kencing dan berak. dapat menyebabkan disfungsi baik dalam jangka waktu pendek maupun jangka panjang. jaringan mungkin terlalu tebal untuk masuk ke dalam stapler. sayuran. 5. suplemen serat. Komplikasi yang mungkin terjadi adalah nyeri permanen (akibat teknik yang kurang adekuat. Jangan menggaruk dubur secara berlebihan. 10) Bagaimana pencegahan hemoroid? Jawab: Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya hemoroid antara lain: 1. 3. sfinter ani internus tertarik. 12. Makan makanan berserat (buah. 8. Seperti pada operasi dengan teknik lain. narkoba. dll.mengenai sfingter. dll) sekitar 20 25 gram sehari. Hindari terlalu banyak duduk. 7. Minum air yang cukup. 4. Jika m. . 9. infeksi pada pelvis juga pernah dilaporkan. 11) Uraikan pendidikan kesehatan dan discharge planning yan bisa diberikan pada pasien hemoroid! Jawab: Pendidikan kesehatan dan dischard planning . 4. 6. 3. Jangan merokok. sereal. Jalankan pola hidup sehat. Olah raga secara teratur (ex. 2. minum minuman keras.: berjalan). Duduk berendam pada air hangat. Minum obat sesuai anjuran dokter. 5.2. Jangan mengejan berlebihan. 11. 13. Lakukan defekasi yang sehat.

merupakan kebiasaan yang buruk karena turut menjadi penyebab hemoroid. astringen (witch hazel) dan tirah baring. dx kep yang mungkin muncul. a.l. Banyak orang yang biasa berlama-lama defekasi sambil duduk membaca koran. psyllium juga berfungsi mencegah diare. b. Pelembek feses mungkin dibutuhkan setiap hari atau setiap beberapa hari hingga penyembuhan sempurna. 6.1. drainasse yang supuratif. Lakukan sitbath setiap kali setelah BAB paling kurang 1-2 minggu setelah operasi (untuk pasien pasca operasi) 5. maka upaya utama adalah mencegah konstipasi & diare. Mengingat bahwa hemorroid terjadi karena kebanyakan mengedan secara kronik. Menjaga Higiene personal yang baik dan menghindari mengejan berlebihan selama defekasi. supositoria yang mengandung anestesi. dapat ditambahkan dengan pelunak feses. Beritahukan klien Tindakan untuk mengurangi pembesaran dengan cara: rendam duduk dengan salep. Diet tinggi serat yang mengandung buah dan sekam. psyllium. 8. 4. NOC dan NIC yang sesuai. Motto: ³ Anda tidak defekasi di perpustakaan karena itu jangan membaca di toilet´ 12) Buatlah WOC hemoroid. bila gagal dibantu dengan menggunakan laksatif yang berfungsi mengabsorbsi air saat melewati usus. Bagi banyak orang. 2. Makan diet berserat yang adekuat. minum paling sedikit 2000 ml cairan dan berolah raga ringan. Apabila masih diperlukan. nyeri terus menerus waktu defikasi. Dietetik dan kebiasaan defekasi ³ yang sehat´. 3. Hal ini dapat dicapai dengan memakan makanan yang berserat dan bercairan tinggi. minimal 5 diagnosa! Jawab: . 7. kalau perlu dengan suplemen a. Laporkan gejala-gejala : perdarahan rektal. Psyllium bekerja sama dengan air mengencerkan feses dan menurunkan konstipasi.

sering mengangkat beban Peningkatan tekanan intra abdominal Ditransmisi ke daerah anorektal Elevasi tekanan yang terjadi berulang-ulang Vena hemoroidalis prolaps Kongesti vena hemoroidalis Pelebaran vena hemoroidalis HEMOROID Terjadi pada vena hemoroidalis superior dan media Terjadi pada vena hemoroidalis inferior Hemoroid Interna Hemoroid Eksterna Feses keras Post Op Terjadi terusmenerus Tindakan invasive pembedahan hemoroidektomi Pre Op Gesekan dengan feses Vena hemoroidalis inferior robek Membentur dan bergesekan dengan vena hemoroid superior dan media .Mengedan. konstipasi. kehamilan.

cemas Ansietas Konstipasi Pertumbuhan keloid pada bekas insisi Penyempitan rongga rektum Feses sulit keluar Pasien tegang saat defekasi. enggan defekasi Konstipasi . enggan defekasi Nyeri Akut Hipertermi Pasien gelisah. pasien memposisikan diri untuk menghindari nyeri Mengiritasi ujung-ujung saraf nyeri Nyeri Akut Membesar dan membiru Mengiritasi ujungdi pinggir anus ujung saraf gatal Defisit Volume Cairan Termoregulasi terganggu Merangsang pusat termoregulator di Hipotalamus Kerusakan Integritas Kulit Nyeri saat defekasi Pasien tegang saat defekasi.Trauma Inflamasi Jaringan radang makin membesar Inadekuat pertahanan primer Muncul menonjol keluar anus Peningkatan pajanan terhadap patogen Thrombosis dalam hemoroid hematoma Perdarahan masif Jika berat Perdarahan Konsentrasi plasma darah q Resiko Infeksi Resiko Infeksi Klien mengeluh nyeri pada luka post op.

Diagnosa Keperawatan PRE OPERASI 1) Nyeri akut berhubungan dengan iritasi pada ujung-ujung saraf nyeri oleh hematoma ditandai dengan klien mengeluh nyeri. klien tampak gelisah. Tujuan: Setelah diberikan askep selama 3 x 24 jam diharapkan nyeri klien dapat berkurang dengan kriteria hasil : y y y y y Melaporkan gejala pada tenaga kesehatan Mengenali gejala-gejala nyeri Mencatat pengalaman tentang nyeri sebelumnya Secara subjektif. klien tampak memposisikan diri untuk menghindari nyeri. POST OPERASI 1) Nyeri akut berhubungan dengan tindakan invasive pembedahan hemoroidektomi ditandai dengan klien megeluh nyeri pada luka post op. klien menyatakan penurunan rasa nyeri Wajah klien tampak relaks . klien tampak gelisah. 4) Hipertermi berhubungan dengan penurunan konsentrasi plasma darah ditandai dengan klien mengeluh panas. klien tampak menggaruk-garuk pantatnya. kulit klien tampak kering. 3) Defisit volume cairan berhubungan dengan penurunan konsentrasi plasma darah ditandai dengan klien tampak pucat. 2) PK: Perdarahan. klien tampak meringis . klien tampak memposisikan diri untuk menghindari nyeri. klien tampak meringis. 2) Risiko infeksi berhubungan dengan peningkatan pajanan patogen. klien selalu bertanya-tanya tentang kesembuhannya. Nyeri akut berhubungan dengan iritasi pada ujung-ujung saraf nyeri oleh hematoma ditandai dengan klien mengeluh nyeri. NOC dan NIC (Pre Operasi) : 1. klien tampak meringis. klien tampak pucat. klien tampak menggigil. turgor kulit klien menurun. klien tampak memposisikan diri untuk menghindari nyeri. 5) Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan iritasi pada ujung-ujung saraf gatal oleh hematoma ditandai dengan klien mengeluh gatal. 3) Ansietas berhubungan dengan krisis pasca pembedahan ditandai dengan klien tampak gelisah. Diagnosa Keperawatan. suhu tubuh klien meningkat.

Berikan analgetik. PK : Perdarahan Tujuan : Setelah diberikan asuhan keperawatan selama 1x24 jam. Kaji pasien untuk menemukan bukti-bukti perdarahan atau hemoragi . Berikan posisi yang nyaman pada klien sesuai indikasi Rasional : Menurunkan gerakan yang dapat meningkatkan nyeri. seperti asetaminofen Rasional : Mungkin diperlukan untuk menghilangkan nyeri yang berat serta meningkatkan kenyamanan dan istirahat 2. 3. Berikan bantalan flotasi di bawah bokong pada saat duduk Rasional : Membantu menurunkan nyeri akibat penekanan saat duduk.370C ± 0. 7. Berikan rendaman duduk tiga atau empat kali sehari Rasional : Menghilangkan rasa sakit dan nyeri dengan merelakskan spasme sfingter 6.Intervensi : 1. 2. 4. Berikan kompres hangat pada lokasi nyeri Rasional : Meningkatkan vasokontriksi. perawat dapat meminimalkan komplikasi yang terjadi dengan kriteria hasil: y y y Nilai Ht dan Hb berada dalam batas normal Klien tidak mengalami episode perdarahan Tanda-tanda vital berada dalam batas normal TD: 100 ± 120 mm Hg Nadi: 60-100x/menit RR: 14 ± 25 x/mnt Suhu: 36 . intensitas.50C Intervensi : 1. penumpukan resepsi sensori yang selanjutnya akan menurunkan nyeri di lokasi yang paling dirasakan. Kaji karakteristik nyeri. lama dan penyebarannya Rasional : Variasi penampilan dan perilaku klien karena nyeri terjadi sebagai temuan pengkajian. Berikan lingkungan yang tenang sesuai indikasi Rasional : Menurunkan reaksi terhadap stimulasi dari luar atau sensivitas pada suara ± suara bising dan meningkatkan istirahat/relaksasi. 5. lokasi.

Gastrointestinal function . Tujuan: Setelah diberikan askep selama «x 24 jam diharapkan defisit volume cairan dapat diatasi dengan kriteria hasil : a. Kolaborasi dengan dokter mengenai masalah yang terjadi dengan perdarahan : pemberian transfusi. Monitor tanda vital Rasional : Untuk mengetahui keadaan vital pasien saat terjadi perdarahan. turgor kulit klien menurun. Awasi jika terjadi anemia Rasional : Untuk menentukan intervensi selanjutnya 6. Siapkan pasien secara fisik dan psikologis untuk menjalani bentuk terapi lain jika diperlukan Rasional : Keadaan fisik dan psikologis yang baik akan mendukung terapi yang diberikan pada klien sehingga mampu memberikan hasil yang maksimal 5. Defisit volume cairan berhubungan dengan penurunan konsentrasi plasma darah ditandai dengan klien tampak pucat.Rasional : Untuk mengetahui tingkat keparahan perdarahan pada klien sehingga dapat menentukan intervensi selanjutnya 2. 3. Pantau hasil lab berhubungan dengan perdarahan Rasional : Banyak komponen darah yang menurun pada hasil lab dapat membantu menentukan intervensi selanjutnya 4. Fluid balance y y y y y y y TD dalam batas normal (90/60 ± 140/80) Nadi dalam batas normal Masukkan dan haluaran cairan harian seimbang BB klien stabil Turgor kulit elastis Hematokrit dalam batas normal Membran mukosa lembab b. medikasi Rasional : mencegah terjadinya komplikasi dari perdarahan yang terjadi dan untuk menghentikan perdarahan 3. kulit klien tampak kering.

Monitoring BB klien Rasional : kekurangan volume cairan menunjukkan tanda berupa penurunan berat badan. Fluid Management 1. Tingkatkan intake cairan per oral Rasional : mempertahankan hidrasi / volume sirkulasi B. klien tampak meringis. Berikan terapi cairan melalui IV sesuai indikasi Rasional : tipe dan jumlah cairan tergantung pada derajat kekurangan cairan 5. orthostatic dan penurunan hematokrit ) Rasional : hipovolemia dapat dimanifestasikan oleh hipotensi dan takikardi 4. jumlah dan karakteristik feses menunjukkan status cairan dalam saluran cerna. Catat intake dan output cairan Rasional : memberikan perkiraan kebutuhan akan cairan pengganti dan keefektifan dari terapi yang diberikan 3. 2. Diagnosa Keperawatan. Dokumentasikan warna. 3. Penggunaan koagulan sesuai indikasi Rasional : penggunaan koagulan yang efektif dapat menghentikan perdarahan. 2. Observasi adanya darah pada feses Rasional : perdarahan berlebih memicu kekurangan volume cairan semakin berat. Nyeri akut berhubungan dengan tindakan invasive pembedahan hemoroidektomi ditandai dengan klien megeluh nyeri pada luka post op.y y Warna feses normal Darah dalam feses tidak ada Intervensi: A. nadi. klien tampak memposisikan diri untuk menghindari nyeri. Gastrointestinal Function 1. Monitoring status hidrasi (membrane mukosa. dan karakteristik feses Rasional : perubahan warna. NOC dan NIC ( Post Operatif) : 1. jumlah. Tujuan: .

dan waktu. dolor. Kaji riwayat adanya alergi obat Rasional: Mengetahui apakah ada alergi terhadap obat analgesik. 7. dengan kriteria hasil: y Klien tidak tampak meringis y Pasien tidak terlihat kesakitan yang ditandai pasien dalam posisi yang nyaman y Pasien mengatakan nyerinya berkurang menjadi 2 dengan skala nyeri 1 ± 5 Intervensi: Manajemen Nyeri 1. karena kultur atau budaya klien dapat mempengaruhi persepsi tentang nyeri. Pastikan pasien menerima analgesic.S. 3. Rasional: Mengindikasikan kebutuhan untuk intervensi dan juga tanda-tanda perkembangan komplikasi. 4. 2. 5. Tujuan : Setelah diberikan askep selama 3 X 24 jam tidak terjadi infeksi dengan kriteria hasil : y y Keadaan temperatur normal tidak terdapat tanda-tanda infeksi (kalor.tumor. Kaji pengetahuan pasien tentang nyeri dan kepercayaan tentang nyeri. Kontrol dan kurangi kebisingan Rasional: Suasana yang tenang dapat mengurangi stimulus nyeri. frekuensi. Rasional: Suasana yang tenang dapat mengurangi stimulus nyeri.lubor. Ciptakan lingkungan yang tenang dan membatasi pengunjung.Setelah diberikan asuhan keperawatan selama «x 24 jam diharapkan pasien mengatakan nyeri berkurang. Kaji dan catat kondisi keluhan nyeri klien ( dengan pola P. 6. Risiko Infeksi berhubungan dengan prosedur invasive (post hemoroidektomi) dan peningkatan pemajanan lingkungan terhadap pathogen.fungsiolaesa) . Ajarkan pasien teknik distraksi Rasional: Untuk memanajemen atau mengalihkan rasa nyeri pada klien.R. Rasional: Memastikan klien menerima obat pereda rasa nyeri 2. dan tidak terlihat respon nyeri secara verbal pada klien.T). intensitas. yaitu dengan memperhatikan lokasi. Rasional: Memudahkan dalam melakukan intervensi.Q.

Tempatkan pasien dalam ruangan khusus Rasional : Meminimalkan terpaparnya pasien dari sumber infeksi 4. pasien selalu bertanya-tanya tentang kesembuhannya. Gunakan teknik aseptik yang cermat untuk semua prosedur invasive Rasional : Untuk mencegah kontaminasi silang/menurunkan resiko infeksi 6.di harapkan klien tidak mengalami ansietas dengan criteria hasil: y y y y y y y Monitor insentitas kecemasan Menggunakan strategi koping efektif Melaporkan penurunan durasidari episode cemas Menggunakan teknik relaksasi untuk menurunkan kecemasan Mempertahankan penampilan peran Mempertahankan hubungan sosial Tidak ada manifestasi perilaku kecemasan Intervensi: 1. Kaji keadaan luka dan lakukan perawatan luka Rasional : Mencegah terjadinya infeksi 3. Anjurkan semua pengunjung dan staff rumah sakit untuk menggunakan teknik mencuci tangan dengan baik Rasional : meminimalkan pajanan pada organisme infektif 5. . Kolaborasi dalam pemberian antibiotic. Pantau suhu dengan teliti dan tanda-tanda infeksi lainnya Rasional : Mendeteksi kemungkinan infeksi 2. Rasional: Identifikasi masalah spesifik akan meningkatkan kemampuan individu untuk menghadapinya dengan lebih realistis. Ansietas berhubungan dengan krisis pasca pembedahan di tandai dengan pasien tampak gelisah.Intervensi: 1. Kaji tingkat kecemasan dan diskusikan penyebab bila mungkin. Tujuan: Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama « x 24 jam. Rasional : Mencegah terjadinya infeksi 3.

Rasional: membuat hubungan terapeutik. prilaku perhatian. Memberikan informasi faktual mengenai diagnosis. Intruksikan pasien menggunakan teknik relaksasi Rasional: membantu untuk menurunkan kecemasan pada pasien.presepsi dan berikan umpan balik. Rasional: tindakan dukungan dapat membantu pasien merasa stress berkurang. Berikan obat sesuai indikasi Rasional: dapat digunakan untuk menurunkan ansietas. 3.tindakan prognosis Rasional: keterlibatan pasien dalam perencanaan perawatan memberikan rasa control dan membantu menurunkan ansietas.ketakutan . 5.2. Berikan lingkungan tenang dan istirahat Rasional: membantu menurunkan ansietas 6. 7. . Dorong pasien untuk mengugkapkan perasaan . Dorong pasien/orang terdekat untuk menyatakan perhatian. 4. Membantu pasien mengidentifikasi masalah yang menyebabkan stress.

gocb. 2008. NANDA International. Philadelphia. & Brunner. Mosby.C. second edition. McCloskey. Suddart.J. 2008. 1997. NANDA..ca/2010/12/07/askep-hemoroid-10134695/ http://www.DAFTAR PUSTAKA Anonim.com/2009/02/hemoroid. Philadelphia.blogspot.co. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. 2009. 2002. Hemoroid. Nursing Intervention Classification (NIC). Mosby. 2009.html. Guyton & Hall. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC http://ilmukedokteran. second edition. M. (diakses : 7 April 2011). Philadelphia.cc/2011/03/askep-hemoroid. Nursing Diagnoses : Definition and Classification 2007 ± 2008. http://medlinux.blog. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC . Nursing Outcomes Classification (NOC). Fisiologi Kedokteran Edisi 9.html Johnson.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful