BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang
Dalam menghadapi krisis finansial yang terjadi sekarang ini, sebuah perusahaan ataupun

lembaga usaha lainnya dituntut untuk lebih memaksimalkan kinerjanya dengan tujuan untuk memperoleh laba. Karna laba merupakan hasil yang menguntungkan atas usaha yang dilakukan perusahaan pada suatu periode tertentu. Di samping memaksimalkan kinerja untuk memperoleh laba, perusahaan juga harus memperhatikan kondisi perekonomian yang saat ini mengalami krisis berkepanjangan, seperti : naiknya harga barang-barang kebutuhan pokok maupun bahan baku untuk industry sehingga sebagian besar industri memilih menutup usahanya karena tidak dapat memenuhi kebutuhanya. Namun kondisi perekonomian tersebut di tandai dengan adanya perusahaan maup un industri yang mampu bertahan dalam kondisi perekonomian yang tidak stabil ini. Maka dari itu perusahaan mencari manajemen yang baik, yang bisa mengelola semuanya dengan maksimal dan laba untuk tambahan pembiayaan dalam menjalankan usahanya sebagai ala untuk menjaga t kelangsungan hidup perusahaan. Laba hanya bisa diperoleh dengan adanya kinerja yang baik dari perusahaan itu sendiri. Untuk itu penilaian terhadap perusahaan sangat penting dan bermanfaat, baik bagi perusahaan, maupun bagi pihak luar perusahaan yang berkepentingan terhadap perusahaan yang bersangkutan. Bagi suatu perusahaan kinerja dapat digunakan sebagai alat ukur dalam menilai keberhasilan usahanya, juga dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan

1

2

keputusan dan perencanaan dimasa yang akan datang. Sedangkan bagi pihak luar perusahaan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan ekonomi terhadap perusahaan yang bersangkutan. Untuk mengetahui kinerja suatu perusahaan dapat dilihat dari aspek keuangan dan aspek non keuangan. Dari aspek non-keuangan, kinerja dapat diketahui dengan cara, mengukur tingkat kejelasan pembagian fungsi dan wewenang dalam struktur organisasinya, mengukur tingkat kualitas sumber daya yang dimilikinya, mengukur tingkat kesejahte raan pegawai dan karyawannya, mengukur kualitas produksinya, mengukur tingkat kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan serta dengan mengukur tingkat kepedulian perusahaa terhadap lingkungan n sosisal sekitarnya. Penilaian kinerja melalui aspek non-keuangan relatif lebih sulit dilakukan, karena penilaian dari satu orang berbeda dengan hasil penilaian orang lain. Sehingga dalam penilaian kinerja kebanyakan perusahaan menggunakan aspek keuangan. Analisis keuangan yang sering digunakan untuk menilai kinerja suatu perusahaan adalah analisis rasio keuangan. Dengan analisis rasio keuangan akan dapat diketahui tingkat likuiditas perusahaan. Dengan mengetahui tingkat suatu perubahan, maka akan dapat diketahui kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan jaminan harta lancarnya . Tingkat likuiditas ini sangat berguna bagi perusahaan khususnya kreditur yang memberikan kredit jangka pendek. Jadi dengan mengetahui tingkat likuiditas suatu perusahaan, maka akan dapat diketahui keadaan perusahaan yang bersangkutan, apakah perusahaan tersebut baik atau buruk, sehingga dapat diperkirakan tentang kelangsungan hidup perusahaan yang bersangkutan. Menurut Munawir (2004 : 64), mengadakan analisa hubungan dari berbagai pos dalam suatu laporan keuangan merupakan dasar untuk dapat mengintrepretasikan kondisi keuangan dan hasil operasi suatu perusahaan. Dengan menggunakan laporan yang diperbandingkan, termasuk data tentang perubahan-perubahan yang terjadi dalam jumlah rupiah, prosentase serta trendnya ,

3

penganalisa menyendiri bahwa rasio secara individu akan membantu dalam menganalisa dan mengintretasikan posisi keuangan suatu perusahaan. Rasio menggambarkan suatu hubungan atau pertimbangan atau perimbangan

(mathematical relationship) antara suatu terntu dengan jumlah yang lain, dan dengan menggunakan alat analisa beruapa rasio ini akan dapat menjelaskan atau memberi gambaran kepada penganalisa tentang baik atau buruknya keadaan atau posisi keuangan suatu perusahaan terutama apabila angka rasio tersebut dibandingkan dengan angka rasio pembanding yang digunakan sebagai standar. Franchising (pewaralabaan) pada hakekatnya adalah sebuah konsep pemasaran dalam rangka memperluas jaringan usaha secara cepat. Dengan demikian, franchising bukanlah sebuah alternatif melainkan salah satu cara yang sama kuatnya, sama strategisnya dengan cara konvensional dalam mengembangkan usaha. Bahklan sistem franchise dianggap memiliki banyak kelebihan terutama menyangkut pendanaan, SDM dan mana jemen, kecuali kerelaan pemilik merek untuk berbagi dengan pihak lain. Franchising juga dikenal sebagai jalur distribusi yang sangat efektif untuk mendekatkan produk kepada konsumennya melalui tangan -tangan franchiser. Di Indonesia franchise dikenal sejak tahun 70an ketika masuknya Shakey Pisa, KFC, Swensen, dan Burger King, yang perkembangannya terlihat sangat pesat dimulai sekitar 1995. Data Deperindag pada 1997 mencatat sekitar 259 perusahaan penerima franchise di Indonesia tapi usaha franchise ini mengalami kemerosotan ketika terjadi krisis moneter. Para penerima franchise asing terpaksa menutup usahanya karena nilai rupiah yang terperosok sangat dalam. Hingga tahun 2000, franchise asing masih menunggu untuk masuk ke Indonesia. Hal itu disebabkan kondisi ekonomi dan politik yang belum stabili ditandai dengan perseteruan para elit politik. Barulah pada 2003, usaha franchise di tanah air mengalami perkembangan yang sangat pesat.

dimana keberhasilan operasi. Tbk (KFC) berdasarkan analisis likuiditas ? ´. Fastfood ndonesia. ( KFC ) adalah sebagai berikut : 1. Berdasarkan uraian di atas.3 Tujuan Penelitian Berdasarkan perumusan masalah yang ingin di teliti oleh peneliti maka yang menjadi tujuan dari penelitian adalah : . Fastfood Indonesia. Tbk. ( KFC ) 1. akan berguna bagi perusahaan di masa yang akan datang. Selain itu manajemen juga perlu melakukan penilaian atas kinerja keuangannya per periode sehingga berdasarkan hasil kinerja tersebut tim manajemen dapat mengetahui maju mundurnya perusahaan tersebu Yang nantinya t. Serta mempermudah peluang pengadaan kesempatan bisnis kepada khalayak luas Manajemen yang handal harus ada disetiap perusahaan. Bagaimana kinerja PT. kinerja dan kelangsungan hidup perusahaan dal am jangka panjang tergantung dari keputusan tim manajemen. Fastfood Indonesia. 2. maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian den gan judul laporan akhir yang disusun penulis adalah : ³ Analisis Likuiditas pada Modal Sendiri Untuk Menilai Kinerja pada PT. Bagaimana pengaruh modal dan kewajiban terhadap tingkat current ratio ? 1.4 Perkembangan bisnis waralaba atau franchise saat ini memicu pertumbuhan ekonomi yang sehat dan membuka kesempatan lapangan kerja baru.2 Rumusan Masalah Dari latar belakang permasalahan di atas maka penulis mencoba mengemukakan rumusan masalah dari Analisis Rasio Likuiditas Modal Sendiri Untuk Menilai Kinerja pada PT. Tbk.

manfaat Penelitian.5 Sistematika Skripsi Untuk mempermudah dalam penyusunan dan meahami skripsi ini maka di susun sistematika sebagai berikut : BAB I : Pendahuluan Bab ini mengutarakan latar belakang permasalahan yang ada. sebagai pengantar guna membahas pokok permasalahan. tujuan penelitian. diikuti oleh perumusan masalah. Fastfood ndonesia. sistematika Skripsi. 1. Dapat menambah pengetahuan dan pengalaman yang pastinya berguna diwaktu yang akan. Tbk (KFC) dilihat dari rasio likuiditasnya. Untuk menghitung dan menganalisa Current Ratio dan Quick Ratio pada PT.5 1. Tbk (KFC). Tbk (KFC) agar lebih dapat memaksimalkan kinerja keuangannya melalui analisis rasio likuiditas. Dapat dijadikan sebagai referensi atau masukan untuk kebijakan kebijakan perusahaan pada periode-periode selanjutnya. . Fastfood ndonesia.´ 2. 3. Untuk mengetahui kenerja PT. Memberikan masukan pada PT. BAB II : Telaah Pustaka Bab ini memuat uraian tentang teori ± teori mengenai laporan arus kas untuuk mengevaluasi kinerja perusahaan serta penelitian ± penelitian laporan arus kas yang pernah dilakukan sebelumnya. 1.4 Manfaat Penelitian Adapun manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Fastfood Indonesia. 2.

serta tehnik analisis. jenis dan sumber data.prosedur pengumpulan data.6 BAB III : Metode Penelitian Bab ini berisi pendekatan penelitian yang digunakan oleh penulis. . populasi dan sampel. ruang lingkup penelitian.

1 2. Copeland(1994: 24) adalah laporan yang memuat hasil-hasil perhitungan dari proses akuntansi yang menunjukkan . nota kredit. sebagai laporan arus kas. laporan bank dan sebagainya.1.1. Ada beberapa definisi laporan keuangan keuangan yang dikemiukakan oleh para ahli yaitu : 1. catatan juga termasuk skedul dan informasi tambahan yang berkaitan dengan laporan tersebut.1 2. terdiri dari faktur-faktur. misal informasi keuangan segmen industri dan geografis serta pengungkapan pengaruh perubahan harga´ Dari pengertian diatas laporan keuangan dibuat sebagai bagian dari proses pelaporan keuangan yang lengkap. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca. dengan tujuan untuk mempertanggungjawabkan tugastugas yang dibebankan kepada manajemen.1 Landasan Teori Laporan Keuangan Pengertian Laporan Keuangan Laporan keuangan merupakan hasil akhir dari suatu proses pencatatan. yang merupakan suatu ringkasan dari transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku yang bersangkutan. Fred Weston & Thomas E. Laporan keuangan menurut J. tetapi dapat juga dipakai untuk membuktikan keabsahan transaksi. laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai cara seperti misal. bon-bon. salinan faktur penjualan.1. atau laporan arus dana).7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Pengertian laporan keuangan menurut Standar Akuntansi Keuangan:³Laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan. Penyusunan laporan keuangan disiapkan mulai dari berbagai sumber data. Data yang asli bukan saja digunakan untuk mengisi buku perkiraan.

perhitungan rugi laba dan laba vang ditahan. perhitungan laba rugi. Laporan Keuangan juga melaporkan prestasi historis dari suatu perusahaan dan memberikan dasar. AK menyatakan bahwa laporan keuangan adalah merupakan suatu penyajian hasil kegiatan/usaha dari keadaan/posisi financial kepada yang berkepentingan (1992 : 9). bersama dengan analisis bisnis dan ekonomi. 4. para pemilik atau pemegang saham dan lembaga keuangan. seperti manajer perusahaan. Kegunaanya adalah untuk memberikan gambaran mengenai prestasi yang dicapai perusahaan selama periode tertentu kepada pihak-pihak yang berkepentingan dalam perusahaan tersebut. 2. jelas. Setiap . Untuk meminimkan bahaya ini. yang mengungkapkan kenyataan-kenyataan ekonomi mengenai eksistensi dan operasi perusahaan tersebut. salah penafsiran dan ketidaktepatan. Farid Djahidin. dan laporan posisi keuangan.adalah media yang dapat dipakai unluk meneliti kondisi kesehatan perusahaan yang terdiri dari neraca. ikhtisar laba ditahan. H. 3. untuk membuat proyeksi dan peramalan untuk masa depan. Mehurut Harnanto (1987 : 9) Laporan keuangan merupakan hasil dari proses akuntansi. Laporan keuangan diharapkan untuk disajikan secara layak. profesi akuntansi telah berupaya untuk mengembangkan suatu barang tubuh teori ini. akuntansi dihadapkan dengan kemungkinan bahaya penyimpangan (biasa). laporan perubahan posisi keuangan serta catatan atas laporan keuangan. Dalam menyusun laporan keuangan. menyatakan bahwa laporan keuangan adalahmerupakan suatu gambaran dari suatu perusahaan pada waktu tertentu (biasanya pada periode I akutansi) dan memberikan gambaran tentang kondisi keuangan yang dicapai dalam waktu tersebut (1995 : 9). yang meliputi neraca.M Djaperi. Laporan keuangan mennurut Sawir (2001 : 2). Laporan keuangan menurut Munawir (2000: 2) adalah laporan keuangan pada dasarnya adalah hasil dari proses akuntansi vang dapat digunakan sebagai alat unluk berkomunikaxi antara data keuangan atau aktivitas suatu perusahaan dengan pihak -pihak vang berkepentingan dengan utau aktivitas perusahaann tersebut . dan lengkap.8 kinerja keuangan suatu perusahaan pada suatu saat tertentu.

Lembaga-lembaga Keuangan atau Bank. untuk mengetahui keadaan perusahaan dan menjaga keamanan dana yang ditanamkannya pada perusahan tersebut serta untuk mengetahui kondisi tersebut. Adapun bentuk Laporan Laba . Para Pemilik atau Pemegang Saham. tetapi y umum digunakan adalah ang : 1. Lembaga-Lembaga Pemerintah serta Dinas Perpajakan berkepentingan sebagai dasar dalam menentukan tingat persentase pajak yang dibebankan terhadap perusahaan yang bersangkutan. b. (1984:1) ". c.9 akuntansi atau perusahaan harus menyesuaikan diri terhadap praktik akuntansi dan pelaporan dari setiap perusahaan tertentu. Multiple Step (Langkah Ganda) . Ada banyak laporan keuangan yang dikeluarkan perusahaan.Rugi ini yakni : 1. Menurut Harnanto. Laporan Laba Rugi Munawir mendefinisikan laporan rugi laba adalah:"Laporan rugi laba merupakan sualu laporan yang sistemalis tentang penghasilan. selama jangka waktu yang tercakup dalam laporan tersebut. Manajer Perusahaan. untuk mengetahui perkembangan dan kemampuan perusahaan tersebut dan keadaan finansialnya. agar pihak -pihak lembaga keuangan dan bank dapat terjamin dalam pemberian jaminan. rugi laba yang diperoleh organisasi suatu perusahaan selama periode tertentu. untuk mengetahui keadaan atau posisi pada masa lalu untuk dijadikan sebagai dasar mengambil langkah-langkah atau kebijaksanaan pada masa yang akan dating dan mengetahui penyimpangan yang terjadi dalam perusahaan agar dapat diatasi dan dilakukan perbaikan dimasa mendatang. biaya. Adapun pihak-pihak yang biasanya membutuhkan laporan keungan adalah sebagai berikut : a. Single Step (Langkah Tunggal) 2. (2000:26) ". d. Laporan rugi/ laba adalah:"Suatu laporan yang disusun dengan tujuan untuk memberikan informasi tentang hasil usaha dan perusahaan.

Bagian ketiga menunjukkan hasil-hasil yang diperoleh diluar pokok operasi perusahaan yang diikuti dengan biaya-biaya yang terjadi diluar pokok perusahaan. Beban atau Biaya disajikan berdasarkan klasifikasi sifat / fungsinya didalam perusahaan. Laporan Laba . (2000:13) ".Rugi ini harus memenuhi : 1. (1984: I) ".10 Prinsip-prinsip yang umumnya diterapkan pada laporan rugi/laba adalah: a. Beban atau biaya itu dapat digolongkan dalam : a. hutang serta modal dari suatu laporan yang disusun pada suatu saat tertentu. Biaya Adm. b. Beban atau biaya yang berhubungan langsung dengan usaha ex : Biaya Penjualan. biaya penjualan dan biaya umum. Umum b. 2. bentuk dan susunannya tergantung pada tujuan yang akan dicapai. Beban atau biaya yang tdk berhubungan lansung dengan usaha ex : Biaya Bank. Adapun penyajian Laporan Laba . Bentuk meraca yang ada pada perusahaan-perusahaan tidak ada yang seragam. Bagian kedua menunjukkan biaya-biaya operasional yang terdiri dari biaya administrasi. Bagian terakhir menunjukkan laba atau rugi dengan insendentil sehingga akhirnya diperoleh laba bersih sebelum pajak pendapatan. neraca adalah:"Suatu laporan yang disusun dengan maksud untuk menunjukkan keadaan (posisi) finansial perusahaan pada saat (tanggal tertentu. c. .Rugi disajikan secara komparatif. Neraca Munawir menyatakan bahwa:"Neraca adalah laporan yang sistematis tentang aktiva. Bagian yang pertama menunjukkan penghasilan yang diperoleh dari usaha pokok perusahaan diikuti dengan harga pokok dari barang atau jasa yang dijual. Menurut Harnanto. sehingga diperoleh harga kotor. 2. d. Selisih Kurs.

4. Laporan ini menunjukkan perubahan arus kas yang terjadi karena keg iatan operasi. 3. Diklasifikasikan berdasarkan Aktivitas Investasi seperti menginvestasikan dana yang tidak terpakai 3. Pembayaran Biaya-biayanya. hutang jangka panjang serta moda l. 2. investasi dan financial sehingga posisi/saldo kas berubah.11 Bentuk neraca yang lazim digunakan adaiah sebagai berikut: 1. Bentuk skontro. Disesuaikan dengan bisnis perusahaan 2.1. dimana semua aktiva tercantum sebelah kiri/debet dan hutang serta modal tercantum sebelah kanan/kredit. Bentuk vertikal. Tujuan yang paling utama dari Laporan Arus Kas ini adalah untuk memberikan informasi penting atau yang relevan mengenai penerimaan-penerimaan dan pengeluaran-pengeluaran kas selama periode berjalan. Diklasifikasikan berdasarkan Aktivitas Operasi seperti Penjualan Tunai. 2.1.2 Tujuan Laporan Keuangan Menurut Standar Akuntansi Keuangan yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntansi Indonesia tujuan laporan keuangan adalah Meyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan. Diklasifikasikan berdasarkan Aktivitas Pendanaan seperti dana pinjaman dari luar perusahaan (Hutang Jangka panjang) 4. Laporan Arus Kas Laporan Arus Kas merupakan ringkasan arus kas selama satu periode. Adapun bentuk penyajian Laporan Arus Kas ini dibagi menjadi empat. yakni : 1. dalam bentuk ini semua aktiva nampak dibagian atas yang selanjutnya diikuti hutang jangka pendek. . Laporan Perubahan Laba Ditahan Laporan Perubahan Laba Ditahan menunjukkan laba yang diperole perusahaan dan h dividen yang dibayarkan selama satu periode sehingga menyebabkan perubahan laba ditahan. Pelunasan Hutang.

hutang maupun aktiva tetap yang dimiliki perusahaan. Pemakai yang ingin melihat apa yang telah dilakukan atau pertanggungjawaban manajemen berbuat demikian agar mereka dapat membuat keputusan (ekonomi). Fakta-fakta yang telah dicatat berarti bahwa laporan keuangan ini dibuat atas dasar fakta dari catatan akuntansi. misalnya. namun demikian. Laporan keuangan yang disusun untuk tujuan ini memenuhi kebutuhan bersama sebagaian besar pemakai.1. Keputusan ini menycakup. persediaan barang dagangan. dan tidak diwajibkan untuk menyediakan informasi nonkeuangan.1. jumlah piutang.12 kinereja. Fakta yang telah dicatat (recordedfact).Laporan keuangan juga menunjukan apa yang telah dilakukan manajemen (stewardship).3 Sifat Laporan Keuangan Menurut Munawir mengenai sifat laporan keuangan adalah sebagai berikut:"Laporan keuangan dipersiapkan atau dibuat dengan maksud untuk memberikan gambaran atau laporan kemajuan (progress report) secara periodik yang dilakukan pihak manajemen yang bersangkutan". serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumla besar h pemakai dalam pengambilan keputusan.atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya. Jadi laporan keuangan adalah bersifat historis serta menyeluruh dan sebagai suatu progress report laporan keuangan terdiri dari data-data yang merupakan hasil dari suatu kombinasi antara lain: 1. Pencatatan dan pos-pos ini berdasarkan catatan historis dan peristiwa- . 2. keputusan untuk menahan atau menjual investasi mereka dalam perusahaan atau keuputusan untuk mengangkat kembali atau mengganti manajemen.laporan keuangan tidak menyediakan semua informasi yang mungkin dibutuhkan pemakai dalam mengambi keputusan ekonomi karena secara umum l menggambarkan pengaruh keuangan dan kejadian masa lalu. seperti jumlah uang kas yang tersedia dalam perusahaan maupun yang disimpan di Bank.

diantaranya menggunakan metode untuk . 3. berarti data yang dicatat itu didasarkan pada prosedur maupun anggapan-anggapan tertentu yang merupakan prinsip-prinsip akuntansi yang lazim. hal ini dilakukan dengan tujuan memudahkan pencatatan atau untuk keseragaman. Pendapat pribadi (personal judgment). Disamping itu di dalam akuntansi juga digunakan prinsip atau anggapan -anggapan yang melengkapi konvensi-konvensi atau kebiasaan yang digunakan antara lain: a. Pendapat pribadi (personal judgment). Daya beli dari uang dianggap tetap. Prinsip-prinsip dan kebiasaan di dalam akuntansi.13 peristiwa yang telah terjadi masa lampau. dan jumlah-jumlah uang yang tercatat dalam pos-pos itu dinyatakan dalam harga-harga pada waktu terjadinya peristiwa tersebut. Bahwa perusahaan akan tetap berjalan sebagai suatu yang going concern atau kontinuitas usaha. konsep ini menganggap bahwa perusahaan akan berjalan terus. namun penggunaan dari konvensi konvensi dan dalil-dalil dasar tersebut tergantung dari pada akuntan atau manajemen perusahaan yang bersangkutan. stabil atau konstan. walaupun hal ini bertentangan dengan kenyataan namun akuntansi mencatat semua transaksi atau peristiwa dalam jumlah uangnya dan tidak mengadakan perbedaan antara nilai-nilai dari berbagai tahun. Pendapat ini tergantung kepada kemampuan atau integritas pembuatnya yang dikombinasikan dengan fakta yang tercatat dan kebiasaan serta dalil dalil dasar akuntansi yang telah disetujui akan digunakan didalam beberapa hal. dimaksudkan bahwa walaupun pencatatan transaksi telah diatur oleh konvensi-konvensi atau dalil-dalil dasar konvensi yang sudah ditetapkan yang sudah menjadi standar praktek pembukuan. Terjadi jumlah-jumlah uang yang tercantum dalam laporan bukanlah nilai realisasi jika aktiva itu dijual atau dikuasai. Konsekuensinya bahwa jumlah-jumlah yang tercantum dalam laporan merupakan nilai-nilai untuk perusahaan yang masih yang berjalan yang didasarkan pada nilai atau harga pada saat terjadinya peristiwa itu. 2. Prinsip-prinsip dan kebiasaan-kebiasaan didalam akuntansi (accounting convention and postulate). b.

Laporan keuangan adalah akumulasi dari kejadian-kejadian atau transaksi transaksi perusahaan yang dapat dinyatakan dengan satuan uang. 2. yaitu merupakan laporan atas kejadian yang telah lewat. Adanya faktor-faktor yang tidak dinyatakan dengan uang. Akuntansi hanya melaporkan informasi yang material. Laporan keuangan bersifat konservatif dalam menghadapi ketidakpastian. pada pendapat pribadi menajemennya dan berdasar pengalaman masa lalu. karenanya nilai aktiva itu dalam laporan keuangan akan tercantum sebesar nilai bukunya. Bila terdapat beberapa kemungkinan konklusi yang tidak pasti mengenai pen ilaian suatu pos. 8. 5. Laporan keuangan bersifat umum dan bukan dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan pihak-pihak tertentu. Laporan keuangan dibuat antara waktu tertentu (interm report) dan bukan merupakan laporan final. Beberapa aktiva. Laporan keuangan bersifat historis. Adanya beberapa standar nilai yang bergabung.14 menaksir piutang tidak dapat ditagih dan penentuan beban penyusutan serta penentuan umur dan suatu aktiva tetap akan sangat tergantung. Proses penyusunan ilaporan keuangan tidak luput dari penggunaan taksiran-taksiran dan berbagai pertimbangan. biasanya aktiva tetap dilaporkan berdasarkan harga perolehan dikurangi dengan akumulasi penghapusannya. maka lazimnya dipilih alternatif yang menghasilkan laba bersih atau nilai aktiva yang paling kecil. 9. 2. . 6.1.4 Keterbatasan Laporan Keuangan Dengan melihat beberapa sifat laporan keuangan tersebut di atas maka dapat dilihat bahwa laporan keuangan itu mempunyai beberapa keterbatasan antara lain: 1.1. 3. Daya beli uang dari hari kehari selalu berubah sesuai dengan kehidupan perekonomian sehari-hari. 4. oleh karena itu laporan keuangan tidak dapat dianggap sebagai satu-satunya sumber informasi dalam proses pengambilan keputusan ekonomi. 7. Adanya pengaruh daya beli uang berubah.

11. Sedangkan menurut Djahidin analisa laporan keuangan adalah:"Analisa laporan keuangan mencakup penerapan metode dari teknik analitis atas laporan keuangan dan data lainnya untuk melihat dari laporan itu ukuran-ukuran dan hubungan tertentu yang sangat berguna dalam proses pengambilan keputusan (1983) ". Analisis harus menyadari kemungkinan adanya suatu window dressing. 2.15 10. Munawir mengemukakan pengertian analisa laporan keuangan adalah sebagai berikut:"Mempelajari hubungan-hubungan di dalam suatu setiap laporan keuangan pada suatu saat tertentu dan kecenderungan-kecenderungan dari hubungan ini sepanjang waktu (1998) ". 13.1. 15. 14. Laporan keuangan lebih menekankan pada makna ekonomi suatu peristiwa/transaksi dari pada bentuk hukumnya (formalitas). Nilai yang tercantum dineraca hanyalah nilai pada suatu saat tertentu saja. Laporan keuangan di susun dengan istlah-istilah teknis. Adanya berbagai alternatif metode akuntansi yang dapat digunakan menimbulkan variasi dalam pengukuran sumber-sumber ekonomi dan tingkat kesuksesan antar perusahaan. Informasi yang bersifat kualitatif dan fakta yang tidak dikuantifikasikan umumnya diabaikan. . 12. 16 Nilai beli rupiah makin lemah.2 Analisis Laporan Keuangan pengertian analisa laporan keuangan oleh beberapa ahli adalah: Salah satu tugas penting manajemen atau investor setelah akhir tahun adalah menganalisa laporan keuangan perusahaan. (1998:3) ". sedangkan Harahap mengemukakan anatisa laporan keuangan sebagai berikut:"Analisa laporan keuangan yaitu menguraikan pos-pos laporan keuangan menjadi unit informasi yang lebih kecil dan melihat hubungan yang bersifat signifikan atau yang mempunyai makna antara satu dengan yang lain baik antara data kuiantitatif maupun non kuantitatif dengan tujuan untuk mengetahui kondisi keuangan lebih dalam yang sangatl penting dalam proses menghasilkan keputusan yung tepat.

sehingga akan diketahui perkembangannya. Ada dua metode analisa yang digunakan oleh setiap penganalisa laporan keuangan yaitu: 1. Analisa Vertikal (stalls) Perbandingan antara pos-pos yang diliputi periode saja sehingga akan diketahui keadaan keuangan pada saat itu saja.3 Analisa Rasio Keuangan Rasio finansial atau Rasio Keuangan merupakan alat analisis keuangan perusahaan untuk menilai kinerja suatu perusahaan berdasarkan perbandingan data keuangan yang terdapat pada pos laporan keuangan (neraca. 2. Analisa perubahan laba kotor 8. Analisa Break-even 2. Salah . Teknik analisa yang biasa digunakan dalam analisa laporan keuangan adalah sebagai berikut: 1. Trend 3.16 Dalam melakukan analisa laporan keuangan suatu perusahaan digunakan beberapa metode dan teknik analisa. Analisa sumber dan penggunaan modal kerja 5. Laporan dengan persentase per komponen (common size statement) 4. Analisa perbandingan laporan keuangan 2.1. laporan laba/rugi. Analisa sumber dan penggunaan kas 6. Analisis rasio dapat digunakan untuk membimbing investor dan kreditor untuk membuat keputusan atau pertimbangan tentang pencapaian perusahaan dan prospek di masa datang. Analisa Horisontal (dinamis) Adalah analisa dengan mengadakan perbandingan laporan keuangan untuk beberapa periode atau beberapa saat. Analisa rasio 7. laporan aliran kas). Rasio menggambarkan suatu hubungan atau perimbangan (mathematical relationship) antara suatu jumlah tertentu dengan jumlah yang lain. Metode dan teknik tersebut merupakan alat untuk mengukur hubungan antara pos-pos yang ada dalam laporan keuangan sehingga diketahui perubahan dari masing masing pos tersebut.

serta penelitian-penelitian industri. Laporan keuangan merupakan media informasi yang digunakan oleh perusahaan yang bersangkutan untuk melaporkan keadaan dan posisi keungannya kepada pihak -pihak yang berkepentingan . analisis rasio keuangan dimaksudkan untuk menilai resiko dan peluang d masa yang akan datang.17 satu cara pemrosesan dan penginterpretasian informasi akuntansi. terutama bagi pihak kreditur. Memberikan dasar dalam meramalkan prospek perusahaan dimasa yang akan datang. Dengan menggunakan analisis rasio akan membantu stakeholder dalam hal : 1. Meskipun didasarkan pada data dan kondisi masa lalu. Memudahkan dalam menginteprestasikan laporan keuangan Rasio keuangan merupakan suatu bentuk rumusan matematis yang menunjukan hubungan diantara angka-angka tertenntu. dan dikombinasikan dengan analisis kualitatif atas bisnis dan industri manufaktur. Memberikan petunjuk atau gejala-gejala yang timbul dari informasi yang disajikan. sehingga harus dilakukan pula analisis persaingan-persaingan yang sedang dihadapi oleh manajemen perusahaan dalam industri yang lebih luas. analisis kualitatif. Tetapi bila hanya memperhatikan satu alat rasio saja tidaklah cukup. Pengukuran i dan hubungan satu pos dengan pos lain dalam laporan keuangan yang tampak dalam rasio -rasio keuangan dapat memberikan kesimpulan yang berarti dalam penentuan tingkat kesehatan keuangan suatu perusahaan. 3. analisis rasio mampu menjelaskan hubungan antara variable -variabel yang bersangkutan sehingga dapat digunakan untuk menilai kondisi keuangan . Dalam analisis keuangan angka-angka berasala dari data-data keuangan. 2. Analisis rasio keuangan menggunakan data laporan keuangan yang telah ada sebagai dasar penilaiannya. investor dan pihak-pihak manajemen dari perusahaan itu sendiri. yang dinyatakan dalam artian relatif maupun absolut untuk menjelaskan hubungan tertentu antara angka yang satu dengan angka yang lain dari suatu laporan keuangan.

dan manajemen untuk mendeteksi tanda adanya kinerja yang kurang dan memperkirakan bagaimana perusahaan akan dilakujkan dimasan akan datang. Laporan kemudian dianalisis oleh penanam modal. 5. Rasio Likuiditas Rasio likuiditas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menyelesaikan kewajiban jangka pendeknya 2. Rasio keuangan menurut Skousen. sama seperti untuk meniai l . yaitu : 1. Rasio Aktivitas Yaitu rasio yang digunakan untuk mengukur efektivitas operasi perusahaan dalam memanfaatkan sumber-sumber dana yang ada. 4. Perbandingan Internal (Time Series Analysis) yaitu dengan cara membandingkan rasiorasio waktu-waktu tertentu dengan rasio dari waktu-waktu sebelumnya dari perusahaan yang sama. Rasio-rasio keuangan dikelompokkan ke dalam lima kelompok dasar. 2. Rasio Leverage (hutang) Rasio hutang digunakan untuk mengukur seberapa besar operasi perusahaan dibiayai dari hutang 3. Perbandingan Eksternal (Cross Sectional Approach) yaitu dengan cara membandingkan rasio-rasio keuangan dari satu perusahaan tertentu dengan rasio keuangan yang sama dari perusahaan lain yang sejenis/industri (rasio industri) dalam waktu yang sama. Kebenaran untuk mengartikan rasio tergantung pada perbandingan nilai rasio perusahaan dengan nilai untuk perusahaan yang sama dalam tahun sebelumnya. dkk (2001 : 69) bertujuan untuk menekan bahwa pembuatan dari laporan keuangan oleh akuntan bukanlah akhir dari proses. Rasio Profitabilitas Yaitu rasio untuk mengukur efektivitas operasi perusahaan dalam menghasilkan laba. cara ini akan membrikan informasi rasio dari waktu kewaktu sehingga dapat diketahui perkembangannya dan untuk proyeksi dimasa yang akan dating.18 Analisis rasio pada dasarnya terdiri dari dua macam perbandingan. kreditur. tetapi awal. yaitu: 1. Rasio Penilaian Yaitu nisbah untuk mengukur kemampuan manajemen untuk menciptakan nilai perusahaan.

Jadi rasio likuiditas mengukur kemampuan tersebut. 1995). Suatu keadaan likuid pada perusahaan berarti mengalami kerugian bagi kreditur dan bagi pihak managemen . yang disebut likuid adalah perusahaan yang mampu memenuhi kewajiban jangka pendeknya dan jika tidak mampu disebut likuid. 1.1. yaitu : Rasio Likuiditas 2.19 perusahaan lain dalam industri yang sama.1 Rasio Likuiditas Likuiditas adalah tingkat kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibannya yang harus segera dipenuhi dan likuiditas menunjukan tingkat kemampuan perusahaan untuk membayar utang-utang jangka pendek yang dimiliki (Brealey. Apabila rasio 1 : 1 atau 100% ini berarti bahwa aktiva lancar dapat menutupi semua hutang lancar.Semakin besar perbandingan aktiva lancar dengan hutang lancar semakin tinggi kemampuan perusahaan menutupi kewajiban jangka pendeknya. Ukuran yang sering digunakan adalah Current ratio (CR) dan Quick (Acid-Test) Ratio (QR). Rasio ini menunjukkan sejauh mana aktiva lancar menutupi kewajiban-kewajiban lancer jadi current rasio merupakan alat ukur bagi kemampuan likuiditas (solvabilitas jangka pendek) yaitu kemampuan untuk membayar hutang yang segera harusdipenuhi dengan aktiva lancar. ³Suatu rasio mengungkapkan hubungan matematik antara suatu jumlah dengan jumlah lainnya atau perbandingan antara satu pos dengan pos lainnya´ (Dwi Prastowo. Sedangkan untuk jenis-jenis rasio keuangan yang digunakan dalam penelitian ini. Myer dan Marcus. Aktiva Lancar Current Rasio = . Rasio likuiditas menunjukan efisinsi modal kerja yang ada. Current Rasio. Rasio likuiditas merupakan indikator yang baik apakah perusahaan memiliki masalah dalam arus kas atau tidak. 1995 : 54).3. Dua faktor yang digunakan dalam rasio untuk mengukur likuditas perusahaan aktiva lancar dan utang lancar.

Dengan ratio ini persediaan dianggap membutuhkan waktu yang relatif lama untuk direalisasikan menjadi uang. hal ini menunjukan adanya investasi yang besar dalam persediaan.Current ratio = 2.20 Hutang Lancar Makin tinggi Current ratio makin baik bagi perusahaan. Semakin besar ratio ini semakin baik. Acid Test Rasio = ( Aktiva Lancar ± Persedian ) Hutang Lancar Ratio ini dimulai lebih tajam daripada current ratio karena lainnya memperhitungkan aktiva lancar yang sangat likwid.Apabila current ratio tetapi quick rationya rendah. Menunjukan kemampuan perusahaan untuk memenuhi hutang hutangnya tanpa memperhitungkan persediaan Rasio ini menunjukkan kemampuan aktiva lancar yang paling likuid mampu menutupi hutang lancar. 2. Acid-Test Ratio adalah Kemampuan untuk membayar utang yang segera harus dipenuhi dengan aktiva lancar yang lebih likuid (quick assets). walaupun hal ini tergantung pada industrinya. Receivables ini adalah rasio yang membandingkan antara penjualan kredit bersih dan piutang dagang rata-rata atau piutang akhir periode. Acid-Test Ratio merupakan ukuran yang sama dengan current ratio. Rasio ini digunakan untuk menunjukkan kemampuan yang tertanam dalam piutang berputar dalam periode tertentu. Acid Test Rasio.0 dapat dikategorikan bahwa perusahaan mempunyai kondisi likuiditas baik. tanpa memperhitungkan persediaan (persediaan adalah harta lancar yang paling tidak likuid karena tidak mudah dijual. Misalnya rasio 1. dan kalaupun dijual biasanya dengan kredit/tidak tunai).2 Perputaran Piutang. 2.3.0 baik bagi perusahaan public utility tetapi tidak baik bagi industri manufaktur. .1.

Days of receivable menunjukan bahwa rata-rata yang diperlukan untuk mengumpulkan piutang adalah selama 120 hari.21  Total Penjualan Kredit Semakin tinggi ratio turn over menunjukan modal kerja yang tertanam dalam piutang rendah.3 Perputaran Persediaan. 2. Turn over 3 atau 300% berarti bahwa penjualan tahun tersebut sebesar 300% dari rata rata piutang. 3. Yaitu menunjukan berapa kali terjadinya penggantian persediaan dalam satu tahun serta tersimpannya persediaan tersebut di dalam gudang.Sedangkan untuk mengetahui berapa hari piutang tersebut rata-rata tidak dapat ditagih (days of receivable ) adalah: Days of Receivable = Piutang Rata-rata x 360 atau 360 Penjualan Kredit Perputaran Piutang ialah Semakin tinggi ratio days of receivable menunjukan kelemahan bagian penagihan piutang.3. Ratio 300% juga menunjukan bahwa Rp. RAW MATERIAL TURNOVER = Cost of raw material used ( Barang mentah ) Average raw material inventory . Keterangan: 1. 1 belum dapat ditagih sampai akhir tahun. 3 penjualan kredit maka sebesar Rp. 2.1.Pada perusahaan manufaktur terd apat tiga macam persediaan: a. Turn over menunjukan bahwa penagihan piutang rata-rata sebanyak 3 kali dalam satu tahun. sehingga keuntungan bagi perusahaan. 4.

Pada umumnya rentabilitas dapat diartikan sebagai suatu perbandingan antara laba diperoleh dalam operasi perusahaan dengan modal. FINISHED GOODS TURNOVER = Cost Of Goods Sold (Barang jadi ) Average finished goods inventory 2. misalnya rasio antara aktiva lancar dengan total aktiva.3. dalam hal ini penulis akan mengemukakan beberapa pendapat antara lain : Menurut pendapat S. Untuk menganalisa posisi modal kerja dapat juga digunaka beberapa rasio lainnya.´ Sedangkan menurut Bambang Riyanto (Bambang Riyanto.4 Perputaran Modal Kerja. rasio antara total hutang lancar dengan total hutang lancar dan lain-lain.rasio antara tiap pos-pos dalam aktiva lancar dengan total aktiva lancar.22 b.5 Rasio Rentabilitas Dari laporan keuangan yang telah disusun oleh perusahaan maka pihak manajemen perusahaan akan dapat melakukan rencana-rencana untuk menentukan tujuan perusahaan. Dengan . Maka perputararn modal kerja dapat diformulasikan sebagai berikut : 2. Salah astu rencana perusahaan adalah melakukan analisa rentabilitas yang berkitan dengan peni gkatan n efisiensi kerja perusahaan. pengertian tentang rentabilitas sebagai berikut : ´ Rentabilitas atau probabilitas adalah menunjkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba selama periode tertentu.3.1. GOODS IN PROCESS TURNOVER = Cost of good manufactured (Barang dalam proses) Average work in process inventory c. 1995 : 27) memberikan pengertian rentabilitas adalah sebagai berikut : ´Rentabilitas suatu perusahaan menunjukan perbandingan antara laba dengan aktiva atau modal yang menghasilkan laba tersebut.1. Munawir (2004 : 33).

sering juga disebut s dengan rentabilitas. sebagai suatu usaha efisiensi di mana setiap perusahaan dalam operasinya selalu berusaha meningkatkan labanya agar asset rentabilitas sesuai dengan standar.3. yaitu : 1. 2. Namin dalam perhitunagn laba disini ada perbedaan dengan rentabilitas ekonomi laba yang diperhitungkan adalah laba yang berasal dari operasi pe rusahaan. Menurut Abbas Kartadinata (1983 : 66). 2. Perbandingan laba terhadap penjualan. atau denan kata lain bahwa rentabilitas modal sendir i adalah kemampuan suatu perusahaan dengan modal sendiri yang bekerja di dalamnya untuk menghasilkan keuntungan.1.6 Rentabiltas modal sendiri Yang dimaksud dengan rentabilitas modal sendiri adalah perbandingan antara jumlah laba dengan modal sendiri di pihak lain.´ Dari pendapat di atas maka dapat disimpulkan bahwa rentabilitas suatu perusahaan merupakan pencerminan kemampuan modal perusahaan yang bersangkutan untuk mendapatkan keuntungan. Perbandingan antara laba dengan penjualan dikenal dengan profit on sales. Dengan demikian maka . pada dasarnya profitablitas dapat di bagi dalam 2 jenis. maka cara mengguankan tingkat rentabilitas untuk ukuran efisiensi suatu perusahaan merupakan cara yang baik.23 kata lain rentabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk mengha silkan laba selam periode tertentu. Oleh karena rentabilitas merupakan pencermian efisiensi suatu perusahaan di dalam menggunakan modal kerjanya. sedangkan perbandingan antara laba dengan aktiva dikenal dengan return on as ets. sedangkan laba yang diperhitungkan dalam rentabilitas modal sendiri adalah laba usaha setelah dikurangi dengan bunga modal asing atau pinjaman dan pajak perseroan. perbandingan laba terhdap aktiva. Dengan demikian jelaslah bahwa rentabilitas merupakan suatu hal yang sangat pe nting bagi suatu perusahaan.

Atau dengan kata lain merupakan kemampuan . Menurut Bambang Riyanto (1995 : 28). Rentabilitas ekonomis sering pula dimaksudkan sebagai kemampuan suatu perusahaan dengan seluruh modal yang bekerja di dalamnya untuk menghasilkan laba. jumlah modal sendiri yang menghasilkan laba di pihak lain atau dengan kata lain rentabilitas modal sendiri adalah kemampuan suatu perusahaan dengan modal sendiri yang bekerja di dalamnya untuk menghasilkan keuntungan. Rentabilitas ekonomis dapat pula di artikan sebagai perbandingan antara laba usaha dengan modal sendiri dan modal asing yang dipergunakan untuk menghasilkan laba tersebut dan dinyatakan dalam persentase. Rentabilitas ekonomis ialah perbandingan antara laba usaha dengan modal sendiri dan modal asing yang digunakn untuk menghasilkan laba tersebut dan dinyatakan dalam proses.24 jelaslah perbedaan antara rentabilitas ekonomis dengan rentabilitas mosal sendiri baik dari segi modal yang diperhitungkan ataupun dari laba yang dipergunakn untuk menentukan tingkat rentabilitas bagi suatu perusahaan. Laba yang diperhitungkan untuk menghitung rentabilitas ekonomis hanyalah laba yang berasal dari operasi perusahaan atau disebut dengan laba usaha. Dapat dirtikan juga sebagai perbandingan antara jumlah laba yang tersedia bagi pemilik modal sendiri di satu pihak dengan jumlah modal sendiri yang menghasilkan laba tersebut di lain pihak. modal yang digunakan hanyalah modal yang bekerja dalam perusahaan sedangkan modal yang berasal dari luar perusahaan tidak diperhitungkan. Begitu pula dengan modal. Sedangkan laba yang berasal dari luar usaha tidaklah diperhitungkan. rentabilitas juga di bedakan menjadi 2 macam. yaitu : 1. Adapun rumusnya dapat dilihat sebagai berikut: 2. Rentabilitas modal sendiri atau rentabilitas usaha ialah perbandingan antara jumlah laba tersedia bagi pemilik modal sensiri di satu pihak.

baik di waktu lampau maupun di waktu yang sedang berjalan sehubungan dengan pemilihan strategi perusahaan yang akan diterapkan. misi dan visi organisasi yang tertuang dalam strategic planning suatu organisasi. Sehingga rumusnya adalah sebagai berikut: Maka rentabilitas modal sendiri dapat diformulasikan sebagai berikut : 2. 740/KMK. keadaan dan perkembangan financial perusahaan serta hasil-hasil yang telah dicapai perusahaan dapat diketahui. Melalui analisis laporan keuangan.25 suatu perusahaan dengan modal sendiri yang bekerja untuk menghasilkan keuntungan. hasil kegiatan dibandingkan dengan maksud yang diinginkan. Berdasarkan keputusan menteri keuangan Republik Indonesia No. pinjaman yang diberikan dan lain-lain. yang menjadi tolak . Pengukuran kinerja adalah suatu proses penilaian kemajuan pekerjaan terhadap tujuan dan sasaran yang telah ditentukan sebelumnya. disebutkan bahwa kinerja adalah prestasi yang dicapai oleh perusahaan dalam suat u periode tertentu yang mencerminkan tingkat kesehatan perusahaan. Kinerja (performance) suatu bank berarti bagaimana kemampuan bank dalam mengeelola dana masyarakat yang dipercayakan kepadanya.4. kualitas barang dan jasa. 2.1 Pengertian Kinerja dan Pengukuran Kinerja Kinerja adalah gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan dalam mewujudkan sasaran.4 Kinerja Kinerja keuangan suatu perusahaan dapat dilihat dan diukur dengan cara menganalisis laporan keuangan yang tersedia. dan efektivitas tindakan dalam mencapai tujuan.1.1. tolak ukur yang dapat digunakan antara lain laba yang dihasilkan.00/1989 tanggal 28 januari 1989 tentang peningkatan efisiensi dan produktivitas badan usaha milik negara. tujuan. termasuk informasi atas: efisiensi penggunaan sumber daya dalam menghasilkan barang dan jasa. Dalam penelitian ini.

yaitu kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangan jangka pendek maupu jangka panjang.2 Tujuan Pengukuran Kinerja Tujuan pengukuran dan penilaian kerja adalah memotivasi karyawan dalam mencapai sasaran organisasi dan dalam mematuhi standar perilaku yang telah ditetapkan sebelumnya.4. Tingkat solvabilitas. baik yang bersifat intrinsik maupun ekstrinsik (Mulyadi. 2000).1. 2001). yaitu kemampuan untuk menghasilkan laba pada periode tertentu. Pengukuran kinerja digunakan sebagai dasar untuk menilai keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan visi dan misi. atau kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangan pada saat ditagih. Tingkat likuiditas.26 ukur dari kinerja bank adalah EVA (Economic Value Added) atau nilai tambahan ekonomis yang diperoleh bank. . 2. penilaian kinerja dilakukan untuk menekan perilaku yang tidak semestinya dan untuk merangsang dan menegakkan perilaku yang semestinya diinginkan melalui umpan balik hasil kinerja pada waktunya serta penghargaan. 3. 2. Tujuan daripada pengukuran kinerja perusahaan adalah untuk mengetahui: 1. Stabilitas usahanya dengan stabil yang diukur dengan mempertimbangkan kemampuan perusahaan untuk membayar tingkat bunga atas hutang -hutangnya tepat pada waktunya serta kemampuan perusahaan untuk membayar dividen secara teratur kepada pemegang saham tanpa mengalami hambatan atau krisis keuangan (Munawir. Tingkat rentabilitas/profitabilitas. Selain itu. 4. yaitu kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangan yang harus dipenuhi. agar membuahkan tindakan dan hasil yang diinginkan.

Kemudian data-data tersebut dianalisis dengan menggunakan analisis rasio likuiditas dan analisis rasio rentabilitas. acid test rasio. maka akan dilakukan intrepretasi hasil pengolahan data tersebut untuk mengetahui kinerja pada PT. Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) tahun 2009 dengan judul ³Analisis Rasio Likuiditas. perputaran piutang. analisis rasio likiuditas mencakup current rasio.Rizki Wanahdi dengan penulis adalah : penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan oleh M.Rizki Wanahdi. Dalam hal ini. Berlian Maju Motor ³ penelitian ini membahas tentang memperoleh data-data dari PT. Berlian Maju Motor. dan mancakup rasio rentabilitas ekonomis (earning power) dan rasio rentabilitas modal sendiri. yang berupa laporan keuangan perusahaan yang berupa laporan laba rugi dan laporan neraca. perputaran persediaan. Persamaan antara penelitian yang dilakukan oleh M. Rasio Rentabilitas Ekonomis dan Rentabilitas Modal Sendiri Untuk Menilai Kinerja pada PT. 2. Setelah diketahui masing-masing likuiditas dan rentabilitasnya.2 Penelitian Sebelumnya Penelitian yang membahas tentang penerpan laporan arus kas telah dilakukan sebelumnya oleh M.27 Jadi penilaian kinerja dilaksanakan untuk mengukur sejauh mana aktifitas bisnis telah dijalankan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan dalam proses perencanaan strategis serta untuk mencegah pemborosan. .Rizki Wanahdi dengan cara menganalisis data-data perusahaan yang berupa laporan keuangan dengan menggunakan analisis rasio likuiditas dan analisis rasio rentabilitas Penelitian yang dilakukan oleh penulis memiliki landasan teori yang hampir sama yaitu membahas mengenai analisis rasio likiuditas dan analisis rasio rentabilitas. Berlian Maju Motor.

28 BAB III METODE PENELITIAN 3. perputaran piutang. operasi restoran pertama pada bulan Oktober 1979 berawal dari pembukuan restoran pertama di Jalan Melawai. dan Penelitian ini juga menggunakan pendekatan kualitatif karena : 1. 3. Suskses restoran QSR (Quick Service Restaurant) asing pertam aini kemudian diikuti dengan penambahan ini kemudian diikuti dengan . Fastfood Indonesia Tbk Adalah sebuah badan usaha yang didirikan oleh Kelompok Gelael pada tahun 1978. 2. Dari laporan tersebut dapat dilihat apakah perusahaan sudah menerapkan dan mengelola laporanya dengan baik atau tidak. dan mancakup rasio rentabilitas ekonomis (earning power) dan rasio rentabilitas modal sendiri. Memakai perusahaan sebagai subyek penelitian bukan sebagai kesimpulan yang dihasilkan tidak dapat digeneralisasikan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hipotesis. perputaran persediaan. Tbk (KFC). PT. Dalam kasus ini penulis meneliti dan menilai apakah perusahaan sudah menerapkan laporan keuangan tersebut sesuai dengan analisis rasio keuangan. Jakarta. Fastfood Indonesia. dan dengan bergabungnya Kelompok Salim pada tahun 1990. terdaftar sebagai perusahaan public pada tahun 1994.1 Pendekatan Penelitian Pada penelitian ini yang digunakan adalah rasio likiuditas mencakup current rasio. Fastfood Indonesia Tbk . Penelitian dilakukan berdasarkan fakta yang telah terjadi didalam perusahaan. Sebab kinerja perusahaan sudah cukup baik dilihat dari data-data laporan keungan yang diambil dengan mengunakan analisis rasio. acid test rasio. Dalam skripsi ini metode yang digunakan dalam penelitian adalah PT.2 Ruang lingkup analisis Objek Penelitian PT. 3.

29 penambahan restoran ke kota-kota besar lainya di Indonesia.Adhi Indrawan .293 karyawan dengan total penjualan lebih dari Rp. Pada saat ini memiliki 270 restoran termasuk 1 unit mobile catering yang terbesar di 60 kota di Indonesia. dan berbekal 26 tahun kesuksesannya di bidang ini telah menjadikan KFC pemimpin pasar restoran cepat saji yang dominant dan dikenal luas.Anthony Salim . Berikut adalah Struktur kepemilikan dan Franchise Relationship PT.Anton Aditya Subowo . Sebagai pemegang hak waralaba tunggal pada saat ini. dan memperkerjakan 10.Rudy Tanudjaja Saputra .Leonny Elimin - .Ken Laksono Direktur Utama : Wakil Direktur Utama : Direktur : -Dick Gelael -Fery Noviar Yosaputra .Ricardo Gelael .Benny S Santoso . Fastfood Indonesia Tbk : MANAJEMEN Komisaris : .276 triliun pada akhir 2006. 1.Elizabeth Gelael . Perseroan terus membangun KFC brand.

5 Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh perusahaan yang terdaftar di BEJ. yaitu data berupa angka-angka yang menunjukan jumlah atau banyaknya sesuatu. Adapin sumber data dalam penelititan ini adalah data sekunder berupa laporan keuangan yang diperoleh dari situs internet.4 Teknik Pengumpulan Data Teknik pegumpulan data dilakukan dengan cara dokumentasi. data kuantitatif.3 Jenis dan Sumber Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1. ( KFC ). 2. seperti sejarah singkat perusahaan dan bidang usaha perusahaan. yaitu perusahaan yang telah terdaftar di BEJ.30 Justinus J Juwono 3. maka variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalh sebagai berikut : . Tbk. yakni pengumpulan data yang dilakukan dengan memepelajari dokumen atau arsip-arsip dari perusahaan ataupun data-data yang berkaitan dengan keperluan penelitian. 3. 3. Penelitian ini menggunakan sampel PT. 3. data kuantatif. Fastfood Indonesia. yaitu data yang tidak dinyatakan dalm bentuk angka.yaitu laporan keuangan perusahaan (neraca dan laporan laba rugi ).6 Definisi Operasional Berdasarkan perumusan masalah dan model analisis.

Perputaran Modal Kerja. perbandingan mana dinyatakan dengan persentase.7 Teknik Analisa Data Teknik analisis data dengan menggunakan rasio likuiditas terbaginatas. 2. dan kalaupun dijual biasanya dengan kredit/tidak tunai). Rentabiltas modal sendiri. Acid Test Rasio. yaitu untuk menganalisa posisi modal kerja dapat juga digunaka beberapa rasio lainnya. 9. Acid-Test Ratio merupakan ukuran yang sama dengan current ratio. Perputaran Persediaan. 6. yaitu perbandingan antara laba usaha dengan modal sendiri dan modal asing yang dipergunakan untuk menghasilkan laba tersebut yang dinyatakan dalam prosentase. 8. Rasio ini digunakan untuk menunjukkan kemampuan yang tertanam dalam piutang berputar dalam periode tertentu.Semakin besar perbandingan aktiva lancar dengan hutang lancar semakin tinggi kemampuan perusahaan menutupi kewajiban jangka pendeknya. 4. Yaitu menunjukan berapa kali terjadinya penggantian persediaan dalam satu tahun serta tersimpannya persediaan tersebut di dalam gudang. 3. 5. atau dengan kata lain bahwa rentabilitas modal sendiri adalah kemampuan suatu perusahaan dengan modal sendiri yang be kerja di dalamnya untuk menghasilkan keuntungan. misalnya rasio antara aktiva lancar dengan total aktiva. perbandingan antara jumlah laba dengan modal sendiri di pihak lain. yaitu: 1. adalah rasio yang membandingkan antara penjualan kredit bersih dan piutang dagang rata-rata atau piutang akhir periode. Profit margin yaitu perbandingan antara net operating income dengan net sales. Current Rasio . current rasio.31 1. yaitu Kemampuan untuk membayar utang yang segera harus di enuhi p dengan aktiva lancar yang lebih likuid (quick assets). yaitu kemampuan untuk membayar hutang yang segera harusdipenuhi dengan aktiva lancar. tanpa memperhitungkan persediaan (persediaan adalah harta lancar yang paling tidak likuid karena tidak mudah dijual. rasio antara total hutang lancar dengan total hutang lancar dan lain-lain. Turnover of operating assets (tingkatan perputaran aktiva usaha) yaitu kecepatan perputaran operating assets dalam suatu periode tertntu.rasio antara tiap pos-pos dalam aktiva lancar dengan total aktiva lancar. Perputaran Piutang. 7. Rentabilitas Ekonomis (Earning Power). Turnover tersebut dapat ditentukan dengan membagi antara net sales dengan operating assets. 3.

Acid-Test Ratio merupakan ukuran yang sama dengan current ratio. Acid Test Rasio Acid-Test Ratio adalah Kemampuan untuk membayar utang yang segera harus dipenuhi dengan aktiva lancar yang lebih likuid (quick assets).Semakin besar perbandingan aktiva lancar dengan hutang lancar semakin tinggi kemampuan perusahaan menutupi kewajiban jangka pendeknya. Makin tinggi Current ratio makin baik bagi perusahaan.0 dapat dikategorikan bahwa perusahaan mempunyai kondisi likuiditas baik. Misalnya rasio 1. walaupun hal ini tergantung pada industrinya. hal ini menunjukan adanya investasi yang besar dalam persediaan. Apabila rasio 1 : 1 atau 100% ini berarti bahwa aktiva lancar dapat menutupi semua hutang lancar.Current ratio = 2. tanpa memperhitungkan persediaan (persediaan adalah harta lancar yang paling tidak likuid karena tidak mudah dijual. 2.32 Rasio ini menunjukkan sejauh mana aktiva lancar menutupi kewajiban-kewajiban lancer jadi current rasio merupakan alat ukur bagi kemampuan likuiditas (solvabilitas jangka pendek) yaitu kemampuan untuk membayar hutang yang segera harus dipenuhi dengan aktiva lancar.Dengan ratio ini persediaan dianggap membutuhkan waktu yang relatif lama untuk direalisasikan menjadi uang. Semakin besar ratio ini semakin baik.0 baik bagi perusahaan public utility tetapi tidak baik bagi industri manufaktur. .Apabila current ratio tetapi quick rationya rendah. dan kalaupun dijual biasanya dengan kredit/tidak tunai). Ratio ini dimulai lebih tajam dari pada current ratio karena lainnya memperhitungkan aktiva lancar yang sangat likwid. Rasio ini menunjukkan kemampuan aktiva lancar yang paling likuid mampu menutupi hutang lancar.

Analisa Laporan Keuangan. Steve Albrecht. STICE. 2001.Ghalia Indonesia.  Kartadinata.  Riyanto.ghabo. Analisa Laporan Keuangan. Cetaka Kedua. Bina Aksara. stice. 2000.33 DAFTAR PUSTAKA  http://www. Jakarta .  Sawir.  Sofyan. Bambang. Jakarta. 2006.  Tunggal. Dasar-Dasar Analisis Laporan Keuangan. PT. Terjemahan. Gramedia Pustaka Utama. Abbas. 1998. Analisa Kinerja Keuangan dan Perencanaan Keuangan Perusahaan PT. Edisi Pertama. 1983. James D.  Jumingan .  Harnanto. Jakarta .php/FASTFOOD_INDONESIA_Tbk%2C_PT/  Djahidin. Salemba Empat. Monte R.Edisi Pertama. . Diperbaharui. Edisi Keempat. Jakarta. Analisa Kritis Atas Laporan Keuangan. 1984. Fred K. Liberty Yogyakarta. Akuntansi Keuangan. W. PT.. Edisi Pertama.  Subrolo. 1999. Swan.  Munawir. BPFE Yogyakarta. Jakarta. Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan. PT. Edisi Pertama. Pengantar Manajemen Keuangan Edisi yang .. Rineka Cipta. BPFE. A. B. 1983. Yogyakarta. Konsep dan Aplikasi. Liberty Yogyakarta.. 1995. Analisis Laporan Keuangan.com/gpedia/index. . PT. Raja Grafindo Persada. 1985. Earl K. Analisa Laporan Keuangan. Bumi Aksara.  Skousen. Analisis Kinerja Keuangan Dan Perencanaan Keuangan Perusahaan. AW. 2001. Pembelanjaan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful