P. 1
Laporan KAJIAN EKOSISTEM

Laporan KAJIAN EKOSISTEM

|Views: 1,939|Likes:
Published by onya_TOP

More info:

Published by: onya_TOP on Apr 14, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/04/2013

pdf

text

original

LAPORAN PRAKTIKUM EKOLOGI HEWAN KAJIAN EKOSISTEM KELOMPOK 5

Disusun oleh : Dhea Latifa.H Afni Fianti Nurhidayah Imanda Deden Nurjaman Alini P.Ardilla Juraij Glenn Alvin Wamella F.I Sugeng Lisaheni Stepfany M Sonya S 140410080009 140410080010 140410080011 140410080019 140410080024 140410080027 140410080028 140410080032 140410080040 140410080048 140410080064

JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILM PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS PADJADJARAN JATINANGOR 2010

2. TUJUAN Tujuan dari Praktikum Ekologi Hewan bab Kajian Ekosistem adalah : 1. Contoh pengurai adalah jamur danbakteri (Hermawati. Produsen adalah organisme yang dapat menghasilkan makanan dan penyedia makanan untuk makhluk hidup yang lain. Mengetahui bagaimana interaksi antar komponen biotik yang digambarkan dalam bentuk rantai makanan dan jaring – jaring makanan. TINJAUAN PUSTAKA Ekosistem adalah suatu kesatuan antara makhluk hidup dan lingkungannya. Dipihak lain tumbuhan mengambil O2 dari udara untuk respirasi dan melepaskan CO2 hasil respirasi ke udara (Samsul. baik lingkungan biotik maupun abiotiknya. Komponen Biotik terdiri dari : a. 3. 2010). 2. 2. II. Misalnya. atau . Pengurai adalah organisme yang menguraikan organisme mati. tumbuhan mengambil karbondioksida (CO2) dari udara untuk fotosintesis dan melepaskan oksigen (O2) hasil fotosintesis ke udara. b. Konsumen adalah organisme yang tidak dapat membuat makanannya sendiri dan bergantung pada organisme lain dalam hal makanan. 2007). Komponen Ekosistem Komponen ekosistem terdiri atas : 1. Mengetahui kestabilan suatu ekosistem.I. yang saling bergantung dan mempengaruhi membentuk suatu sistem.1. Komponen Abiotik terdiri dari: Abiotik atau komponen tak hidup adalah komponen fisik dan kimia yang merupakan medium atau substrat tempat berlangsungnya kehidupan. c. Mengetahui komponen biotik dan abiotik yang menyusun ekosistem pada lokasi pengamatan.

Iklim mikro meliputi iklim dalam suatu daerah yang dihuni komunitas tertentu. Iklim Iklim adalah kondisi cuaca dalam jangka waktu lama dalam suatu area. 5. Beberapa organisme terestrial beradaptasi dengan lingkungan dengan kandungan garam tinggi. Mamalia dan unggas membutuhkan energi untuk meregulasi temperatur dalam tubuhnya. Tanah dan batu Beberapa karakteristik tanah yang meliputi struktur fisik.2. 1. 4. ekosistem darat. Sebagian besar komponen abiotik bervariasi dalam ruang dan waktunya. yaitu . yang mempengaruhi distribusi organisme. senyawa anorganik. Iklim makro meliputi iklim global. pH. Cahaya matahari Intensitas dan kualitas cahaya mempengaruhi proses fotosintesis. Suhu Proses biologi dipengaruhi suhu. 3. yaitu ekosistem air. Organisme di gurun beradaptasi terhadap ketersediaan air di gurun. intensitas cahaya yang besar membuat peningkatan suhu sehingga hewan dan tumbuhan tertekan. regional dan lokal. 2. dan faktor (Campbell. Garam Konsentrasi garam mempengaruhi kesetimbangan air dalam organisme melalui osmosis. 2.lingkungan tempat hidup. Air dapat menyerap cahaya sehingga pada lingkungan air. 6. dan komposisi mineral membatasi penyebaran organisme berdasarkan pada kandungan sumber makanannya di tanah. Air Ketersediaan air mempengaruhi distribusi organisme. Komponen abiotik dapat berupa bahan organik.2004). Tipe Ekosistem Secara umum ada tiga tipe ekosistem. Di gurun. fotosintesis terjadi di sekitar permukaan yang terjangkau cahaya matahari.

padang rumput. Ekosistem Buatan Ekosistem buatan adalah ekosistem yang diciptakan manusia untuk memenuhi kebutuhannya. dan terumbu karang. dll. Hewan pemakan konsumen primer merupakan tingkat trofi ketiga. Tingkat selanjutnya adalah tingkat trofi kedua. termasuk ekosistem air mengalir adalah sungai. terdiri atas hewan-hewan karnivora. estuari. 2. Ekosistem air (akuatik) Ekosistem air tawar digolongkan menjadi air tenang dan air mengalir . taiga. Tipe-tipe ekosistem ditentukan oleh faktor biotik tertentu pada suatu lingkungan abiotik tertentu pula. terdiri atas hewan pemakan tumbuhan yang biasa disebut konsumen primer. (Aryulina.dan ekosistem buatan. sawah irigasi. 2010). Ekosistem air laut dibedakan atas lautan. Contoh ekosistem buatan adalah: bendungan. tanaman atau hewan peliharaan didominasi pengaruh manusia. tundra.Gurun. Berdasarkan letak geografisnya (garis lintangnya). hutan gugur. 2004). . perkebunan sawit. dan memiliki keanekaragaman rendah (Hutagalung. Interaksi di dalam Ekosistem Rantai Makanan Tiap tingkat dari rantai makanan disebut tingkat trofi atau taraf trofi. Ekosistem Darat (terrestrial) Ekosistem darat ialah ekosistem yang lingkungan fisiknya berupa daratan. hutan basah. pantai. Termasuk ekosistem air tenang adalah danau dan rawa. Ekosistem buatan mendapatkan subsidi energi dari luar. ekosistem darat dibedakan menjadi beberapa bioma. Hal ini disebabkan organisme pertama yang mampu menghasilkan zat makanan adalah tumbuhan maka tingkat trofi pertama selalu diduduki tumbuhan hijau atau produsen.3.

Itulah sebabnya disebut jaringjaring makanan. rantai-rantai makanan itu akan saling berhubungan satu sama lain sedemikian rupa sehingga membentuk seperi jaring-jaring. seperti kita Organisme di tingkat trofik pertama biasanya paling melimpah. sedangkan organisme di tingkat . 2004). Ada 3 jenis piramida ekologi. Akibat dari semua itu maka di dalam suatu ekosistem. Piramida jumlah Organisme dengan tingkat trofik masing . yaitu piramida jumlah. setiap makhluk hidup di dalam suatu ekosistem merupakan sumber materi dan energi bagi makhluk hidup lainnya. a.Jaring-Jaring Makanan Pada hakikatnya. piramida biomassa. Piramida Ekologi Struktur trofik pada ekosistem dapat disajikan dalam bentuk piramida ekologi. Suatu kenyataannya bahwa setiap jenis makhluk hidup tidak hanya memakan satu jenis makhluk hidup lainnya.masing dapat disajikan dalam piramida jumlah. dan piramida energi. (Aryulina.

Untuk mengukur biomassa di tiap tingkat trofik maka rata-rata berat organisme di tiap tingkat harus diukur kemudian barulah jumlah organisme di tiap tingkat diperkirakan. Piramida biomassa Seringkali piramida jumlah yang sederhana kurang membantu dalam memperagakan aliran energi dalam ekosistem. Berkurangnya energi yang terjadi di setiap trofik terjadi karena hal-hal berikut : 1.trofik kedua. Lain dengan Piramida energi yang dibuat berdasarkan observasi yang dilakukan dalam waktu yang lama. Untuk menghindari kerusakan habitat maka biasanya hanya diambil sedikit sampel dan diukur. Piramida biomassa berfungsi menggambarkan perpaduan massa seluruh organisme di habitat tertentu. dan selanjutnya makin berkurang. 2. b. kemudian total seluruh biomassa dihitung. Penggambaran yang lebih realistik dapat disajikan dengan piramida biomassa. Dengan pengukuran seperti ini akan didapat informasi yang lebih akurat tentang apa yang terjadi pada ekosistem. . c. Piramida energi Seringkali piramida biomassa tidak selalu memberi informasi yang kita butuhkan tentang ekosistem tertentu. Pada piramida energi terjadi penurunan sejumlah energi berturut-turut yang tersedia di tiap tingkat trofik. jumlah tumbuhan selalu lebih banyak daripada organisme herbivora. Hanya sejumlah makanan tertentu yang ditangkap dan dimakan oleh tingkat trofik selanjutnya. ketiga. Dapat dikatakan bahwa pada kebanyakan komunitas normal. dan diukur dalam gram. Beberapa makanan yang dimakan tidak bisa dicemakan dan dikeluarkan sebagai sampah. Biomassa adalah ukuran berat materi hidup di waktu tertentu. Piramida energi mampu memberikan gambaran paling akurat tentang aliran energi dalam ekosistem.

Setiap spesies makhluk hidup bertoleransi terhadap faktor-faktor ini sampai batas-batas tertentu.3.4. Terlihat jelas bahwa tumbuh-tumbuhan di daerah yang beriklim tropis berbeda jenisnya dengan tumbuh-tumbuhan dan hewan di daerah subtropis. species yang bersangkutan tidak akan terdapat di daerah itu. Bila iklim setempat melebihi batas toleransi. 2. Keseimbangan itu tidaklah bersifat statis. Hanya sebagian makanan yang dicerna menjadi bagian dari tubuh organisms. maupun sebagai perbuatan manusia (Soemarwoto. Faktor Iklim dan Atmosfer Faktor ini mempunyai pengaruh tertentu terhadap kehidupan. misalnya kurang baik untuk mendukung kehidupan hewan . Keseimbangan Ekosistem Faktor Alam Abiotis 1. suatu pertumbuhan vegetasi yang besar tidak berarti bahwa akan terdapat persediaan makanan yang banyak untuk hewan dan juga tidak berarti bahwa persediaan makanan akan mempunyai nilai nutrisi yang tinggi. sedangkan sisanya digunakan sebagai sumber energi. ekosistem tersebut ada dalam suatu keseimbangan tertentu. 1983). Mudah dimengerti mengapa di suatu daerah dengan iklim tertentu hanya dihuni oleh hewan dan tumbuh-tumbuhan tertentu pula. melainkan dinamis. tetapi nilai nutrisinya kurang. Akan tetapi. Faktor tanah Tanah secara langsung penting untuk tumbuh-tumbuhan dan secara tidak langsung penting bagi hewan. 2. Perubahannya dapat terjadi secara alamiah. sebab tumbuh-tumbuhan tertentu bisa saja menghasilkan karbohidrat yang banyak dari keadaan tanah yang mengandung sedikit zat tertentu. Keteraturan ekosistem menunjukkan. Mengapa demikian.

Sedang tumbuh-tumbuhan mexophy yaitu tumbuh-tumbuhan di darat dan hewan-hewannya memerlukan air secukupnya. Untuk manusia sendiri dalam menunjang kehidupannya. Air bisa berperan sebagai penyebar penyakit yang akhirnya dapat mengganggu kesehatan dan lingkungan hidup manusia. 2003). Hal demikian ini bisa terdapat di hutan lebat di mana vegetasinya banyak sekali. Faktor air Air merupakan faktor yang sangat penting dalam mendukung kehidupan. di antara kedua hal tersebut. diperlukan banyak air yang bersih. Agar didapatkan kehidupan yang sehat dan bersih. Ada yang hanya memerlukan sedikit air saja untuk hidupnya seperti tumbuh-tumbuhan xerophyt dan hewan-hewan yang hidup di padang pasir karena mereka ini mempunyai adaptasi tertentu yang memungkinkan mereka hidup dalam kekeringan. tetapi ia hanya dapat memberi kehidupan kepada sejumlah kecil hewan pemakan rumput/daun-daunan sebab tumbuh-tumbuhan yang hidup di hutan di bawah lindungan pohon lebat biasanya kurang mengandung protein yang sangat penting untuk kehidupan dan reproduksi hewan.untuk jumlah yang banyak. baik untuk hewan maupun untuk tumbuh-tumbuhan. Ada yang memerlukan banyak air untuk hidupnya seperti hewan-hewan yang hidup di air dan tumbuh-tumbuhan hidrophyt. Banyaknya air untuk mendukung kehidupan setiap species adalah tidak sama. 3. air juga penting dalam membantu bermacam-macam proses baik itu dalam rangka penggalian dan pengelolaan/pengolahan sumber-sumber alam untuk menunjang kehidupan manusia maupun untuk memproses bahan-bahan yang diperlukan manusia (Supardi. air merupakan hal yang vital. . tidak berbau dan tidak mengandung zat-zat yang dapat mengganggu kesehatan tubuhnya. Yang dimaksudkan dengan air yang bersih ialah air yang tidak berwarna. Di samping sebagai keperluan pokok untuk keperluan tubuh.

Faktor Biotis Faktor ini berperan sekali dalam menunjang kehidupan dalam proses terciptanya kelestarian lingkungan. . Perubahan ekosistem dapat mempengaruhi keseimbangannya. Satuan yang mencakup semua organisme di dalm suatu daerah yang saling mempengaruhi dengan lingkungan fisiknya sehingga arus energi mengarah ke struktur makanan. Ekosistem di katakan seimbang apabila komposisi di antara komponen komponen tersebut dalam keadaan seimbang. Sebagai contoh hewan-hewan pemakan tumbuh-tumbuhan untuk hidupnya perlu disokong oleh adanya tumbuh-tumbuhan. 2.Misalnya gunung meletus. juga harus bisa mempertahankan/dipertahankan populasinya.Ekosistem yang seimbang. Perubahan Ekosistem karena Tindakan Manusia. Organisme hidup dan komponen abiotik berhubungan erat tidak dapat dipisahkan dan saling mempengaruhi satu sama lain.keberadaannya dapat bertahan lama atau kesinambungannya dapat terpelihara. Demikian pula hewan-hewan yang menjadi makanan hewan pemakan daging harus tetap bisa mempertahankan diri agar populasinya tetap berlangsung. (Odum. tetapi tumbuh-tumbuhan itu sendiri agar tidak habis. 1. yaitu komponen autotrofik. dan perubahan musim. dan komponen heterotrofik yang memakan yang lainnya. yang dapat membuat makanannya sendiri. Perubahan ekosistem dapat terjadi secara alami serta dapat pula karena aktivitas dan tindakan manusia. Bencana alam dapat mengganggu keseimbangan ekosistem. Perubahan Ekosistem secara Alami Perubahan ekosistem secara alami dapat terjadi karena adanya gangguan alam. 1993) . eosistem memiliki dua komponen. Dari segi makanan. keanekaragaman biotik dan daur-daur bahan yang jelas di dalam sistem ekologi atau ekosistem.kebakaran hutan.

Data sekunder diperoleh dengan wawancara.3. HASIL DAN PEMBAHASAN 4. Xanthosoma sp. Cara Kerja .1. Manusia mempunyai peranan dan tanggung jawab terhadap pengelolaan ekosistem. Alat . Akan tetapi.Menentukan batasan daerah pengamatan .Perubahan ekosistem dapat terjadi karena tindakan manusia. Metodelogi Metode yang digunakan adalah jelajah dengan cara observasi.Papan dada 3.Alat tulis . III. Tata Laksana 3. Tithonia diversifolia Crassosephalum crepidoides Mimosa pudica JUMLAH Banyak Sedikit Banyak Sedikit Banyak KETERANGAN Di dekat aliran air Di dekat aliran air Di aliran air Di aliran air Di aliran air .Menentukan lokasi pengamatan yang telah ditentukan (lading samping gedung Student Center Fikom) . 1.2. HASIL No 1 2 3 4 5 SPESIES FLORA Amaranthus sp.Mencatat jenis vegetasi yang tumbuh di sekitar daerah pengamatan IV.2009). 3. Manusia merupakan salah satu komponen biotik dalam suatu ekosistem. manusia juga dapat merusak ekosistem (Anonim.

Kaso Cordyline sp. Ageratum conyzoides Imperata cilindrica Bamboosa sp. Celosia argenta Erythrina orientalis Ipomea alba Sedikit Sedang Banyak Banyak Sedikit Sedang Banyak Sedikit Sedang Banyak Sedikit Banyak Sedang Banyak Sedikit Banyak Banyak Banyak Sedikit Sedikit Sedang Sedang Sedang Sedang Sedikit Sedikit Sedikit Sedikit Sedikit Sedikit Di aliran air Di aliran air Di aliran air Di aliran air Di aliran air Di aliran air Daerah terbuka Daerah terbuka Daerah terbuka Daerah terbuka Daerah terbuka Daerah terbuka Daerah terbuka Daerah terbuka Daerah terbuka Daerah terbuka Daerah terbuka Daerah terbuka Daerah terbuka Daerah terbuka Daerah terbuka Daerah terbuka Di aliran air Di aliran air Di aliran air Di aliran air Di aliran air Di aliran air Kebun jagung Di aliran air .6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 Bidens triloba Cleome aspera Euphatorium riparium Eleusine indica Oxalis sp. Emilia sonchifolia Euphatorium audoratum Mangifera indica Hyptis capitata Salvia mimosoides Nephelium sp. Edipta alba Drymaria chordate Zea mays Pseudo elepantopus Youngia sp Comelinaceae Musa paradisiacal Ipomea batatas Centella asiatica Thunbergia alata Sonchus sp.

Apis dorsata Arachnida JUMLAH Banyak Sedikit Banyak Banyak Banyak Sedikit Sedikit Sedikit KETERANGAN Tersebar Di aliran air Di aliran air Di aliran air Di aliran air Daerah terbuka Daerah terbuka Daerah terbuka . Borreria laevis Vernonia sp. Urena lobata Hydrocotile sp. Roripa indica Caparaceae Pteridophyta Aluntas moluccana Centrosoma pubescens Sedikit Sedikit Sedikit Sedikit Sedang Banyak Sedang Sedang Sedikit Sedikit Banyak Sedikit Banyak Sedikit Sedikit Sedikit Sedikit Sedang Di aliran air Daerah terbuka Daerah terbuka Daerah terbuka Daerah terbuka Daerah terbuka Di dekat aliran air Di dekat aliran air Di aliran air Daerah terbuka Daerah terbuka Daerah terbuka Daerah terbuka Daerah terbuka Di aliran air Di aliran air Daerah terbuka Daerah terbuka NO 1 2 3 4 5 6 7 8 SPESIES FAUNA Valanga nigricornis Lepidoptera sp. Neurothemis sp. Grillus grillus Dolichodrus thoracicus Vespa sp.36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 Ipomea aquatic Leucaena leucocephala Sida acuta Sida rombifolia Mimosa vigra Oryza sativa Cucumis sativus Pistia stratiotes Kilinga sp.

Faktor penyusun suatu ekosistem mencakup faktor abiotik dan biotik. dan faktor edafik. Namun. Tekstur tanah pada lokasi pengamatan adalah berpasir. kejenuhan basa dan kapasitas tukar kation juga bervariasi karena tergantung dari bahan induk. iklim. Kontur daerah landai. netral. Colocasia vulcanorum Mabuya multifasciliata Rattus argentiventer Diptera Impun Passer montanus Sedang Sedikit Sedikit Sedikit Sedikit Sedikit Sedikit Sedikit Banyak Daerah terbuka Daerah terbuka Di aliran air Daerah terbuka Daerah terbuka Daerah terbuka Daerah terbuka Di aliran air Daerah terbuka 3. Sedangkan faktor biotik yangh diamati adalah semua organisme yang terdapat pada lokasi pengamatan yang terdiri atas tumbuhan dan hewan. namun tidak terlalu padat dan tergolong tanah aluvial yang biasa digunakan untuk lahan persawahan. tidak terlalu curam. seperti semak. tekstur dari sedang hingga kasar. Faktor abiotik yang diamati mencakup suhu. Pembahasan Praktikum Kajian Ekosistem dilakukan pada tanggal 6 oktober 2010 yang berlokasi di samping Gedung Student Center.9 10 11 12 13 14 15 16 17 Lonchura leucogastroides Streptophelia chinensis Bufo sp. sampai alkalin. topografi.2. FIKOM dengan koordinat 6o 55’2838” S 107o 46’3511”E. Salah satu faktor abiotik yang di amati di lokasi pengamatan adalah tekstur tanah. serta kandungan bahan organic dari rendah sampai tinggi dan pH tanah berkisar masam. Tanah Alluvial pada proses pembentukannya sangat tergantung dari bahan induk asal tanah dan topografi. keadaan yang . punya tingkat kesuburan yang bervariasi dari rendah sampai tinggi. Praktikum ini dilakukan untuk mengetahui interaksi antara faktor penyusun suatu ekosistem. Keadaan ini berpengaruh pada kondisi vegetasi alami yang menyusunnya.

jaring-jaring makanan masih tetap bisa berjalan. jika salah satu spesies hilang. menunjukkan semakin kompleksnya aliran energi dan aliran makanan. (Wisnu. jika jaringjaring makanan itu sederhana. tergolong ekosistem terestial atau darat yaitu komunitas ladang.terlihat di daerah seperti itu terdapat perkebunan jagung. diantaranya ekosistem terestial dan aquatik. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya kestabilan komunitas dan kestabilan ekosistem. Komunitas memiliki derajat keterpaduan yang lebih kompleks bila dibandingkan dengan individu dan populasi. Eksosistem yang kami amati. 2010). Penentuan zona dalam ekosistem terestrial ditentukan oleh temperatur dan curah hujan. Artinya. Di alam terdapat bermacam-macam ekosistem. Komunitas ialah kumpulan dari berbagai populasi yang hiudp pada suatu waktu dan daerah tertentu yan saling berinteraksi dan mempengaruhi satu sama lain. Eksosistem merupakan tatanan kesatuan secara utuh menyeluruh dalam segenap unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi. Iklim sangat penting untuk menentukan mengapa suatu ekosistem terestrial berada pada suatu tempat tertentu. atau aktivitas manusia (Anonim. semua organisme merupakan bagian dari komunitas dan antara komponennya saling berhubungan melalui keragamana interaksinya. Kestabilan ekosistem juga dilihat dari keberagaman dan jumlah yang seimbang di antara penyusun ekosistem. beberapa herba pisang yang letaknya tidak teratur. Dalam komunitas. kebakaran. Setiap penyusun dari suatu ekosistem melakukan interaksi atau ketergantungan di antara mereka. dimana interaksi itu tercermin dari rantai makanan dan jaring-jaring makanan. Semakin kompleks jaring-jaring makanan yang merupakan gabungan dari rantai makanan. Seperti contoh. Aliran Energi merupakan rangkaian urutan proses mengalirnya energi dimulai dari cahaya . Kemungkinan hal ini karena ada campur tangan dari manusia untuk membentuk lahan tersebut. maka aliran energi dan aliran makanan di dalam ekosistem tersebut akan kacau. disamping faktor topografinya. (Anonim. 2008). Ekosistem terestrial dapat dikontrol oleh iklim dan gangguan. Sebaliknya. terbentuknya Hutan Hujan Tropis di kawasan yang beriklim tropis dan Hutan Gugur di kawasan yang beriklim subtropis. jika salah satu spesies hilang. Pola ekosistem dapat berubah akibat gangguan seperti petir. 2010).

Top Predator tidak ditemukan . piramida ekologi yang dapat digambarkan sesuai dengan hasil pengamatan kami menyalahi piramida ekologi diatas. Di dalam ekosistem alami. kemudian tersebar ke lingkungan dalam bentuk panas. konsumen. dekomposer dan kembali lagi ke produsen yang disertai siklus energi. Namun. konsumen II . Itulah yang disebut dengan piramida ekologi. Selain itu juga . Sedangkan Siklus materi adalah proses perpindahan materi dari produsen. membuang sampah anorganik tidak pada tempatnya. dimana trofik top predator tidak ditemukan. hingga menyebabkan ekosistem tidak stabil mengingat bahwa Top Predator merupakan pengontrol ekosistem yang dapat terlihat dari keberadaannya dalam jaring-jaring makanan. dan konsumen I memiliki jumlah lebih besar dari jumlah konsumen II. (Anonim. Jika digambarkan. konsumen I. Ekosistem menjadi tidak stabil lagi dikarenakan karena populasi produsen yang melimpah. biasanya produsen yang menepati tingkat trofik pertama memiliki jumlah yang lebih besar dibandingkan konsumen I. diantaranya ulah manusia yang sering kali merusak lingkungan dengan memburu hewan-hewan kecil yang biasa dijadikan sebagai pakan.matahari ke produser (diubah dalam bentuk energi kimia). Keberadaan Top Predator tidak ditemukan diduga karena top predator berada diluar area pengamatan. Pada pengamatan kami. seperi belalang. dan tidak semua Top Predator muncul pada pagi hari saat dilakukan pengamatan. akan berbentuk piramida dengan bentuk ujung yang semakin meruncing. 2010). konsumen I dan II yang sedikit ditambah pula ketidakhadiran Top predator. Jumlah konsumen I dan II yang sedikit disebabkan karena beberapa alasan.

Komponen abiotik yang terdapat pada ekosistem ladang adalah. ekosistem menjadi rusak. dikarenakan ketidakhadiran Top Predator. 3. . 2. Hal yang mengakibatkan ekosistem ini tidak seimbang diantaranya: letak ekosistem ini berada di pinggir jalan yang banyak dilalui orang dan kendaraan bermotor. topografi. Hal-hal tersebut yang dapat merusak habitat asli para penghuni ekosistem yang akan berujung pada ketidakstabilan biosfer. Kelimpahan produsen yang banyak menyatakan bahwa keadaan tanah sangat mendukung untuk tumbuhnya produsen. namun karena tidak didukung dengan keadaan lingkungan yang sudah tercemari oleh tangan manusia. Ekosistem ini sebagian besar ekosistem buatan manusia. Ekosistem yang kita amati tidak stabil.dikarenakan karena pembangunan gedung-gedung dan pembukaan lahan. V. sedangkan fakor biotiknya adalah tumbuhan dan hewan. suhu. Komponen biotik saling berinteraksi seperti tergambar dalam jaring dan rantai makanan. KESIMPULAN 1. struktur tanah.

Hlm.DAFTAR PUSTAKA Anonim. Wardhana.id/search?hl=id& biw=1280&bih=619&q=tipe+ekosistem+terestrial+dan+akuatik&aq=f&a qi=&aql=&oq=&gs_rfai= Diakses tanggal 12 Oktober 2010 Campbell. .2009 . 1993.com/2008/ 06/prinsip-ekologi.google. Eugene P. Jakarta : Erlangga. Hermawati.files. wisnu. 2010. Prinsip Ekologi.co.2004.com/2010/04/20/siklus-energi-dan-materi-dalam-ekosistem/. Dasar-Dasar Ekologi. http://sainsone.wordpress. 2008. Anonim. Ekologi Lingkungan Hidup dan Pembangunan.A.unjabisnis.. Ekosistem dan Komunitas.com/2010/07/ ekosistem-dan-komunitas. 2003. 1983. http://www. Lingkungan Hidup dan Kelestariannya. com/2007/08/rantaian makanan.http://www.http://andalasdejava. 2010.wordpress. Bandung : PT Alumni. Biologi Jilid III. O. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press Samsul. 13-15 Odum. Diakses tanggal 14 oktober 2010 Anonim.wordpress. Siklus Energi dan Materi dalam Ekosistem. http://mozaiksains . Jakarta. 2010.pdf. Supardi. Ekologi Dasar. 2007. Jurusan Biologi FMIPA UI. dkk.Ekosistem.html Diakses tanggal 12 Oktober 2010 Soemarwoto. Jakarta. Jakarta : Djambatan.2010. N. Pencemaranlingkungan.files. Diakses tanggal 14 Oktober 2010.gif Diakses tanggal 12 Oktober 2010 Hutagalung RA. I. Dasar-Dasar Ekologi.

LAMPIRAN Sumber : Google Earth Lokasi Gedung Student Center. Titik Koordinat 6o 55’2838” S 107o 46’3511”E . FIKOM.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->