P. 1
Konsep Manajemen Kelas

Konsep Manajemen Kelas

|Views: 77|Likes:
Published by Rygo Tampaty

More info:

Published by: Rygo Tampaty on Apr 14, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/14/2011

pdf

text

original

Konsep Manajemen Kelas

Label: Pendidikan Nasional KONSEP MANAJEMEN KELAS 1. MANAJEMEN Istilah manajemen, terjemahannya dalam bahasa Indonesia hingga saat ini belum ada keseragaman. Selanjutnya, bila kita mempelajari literatur manajemen, maka akan ditemukan bahwa istilah manajemen mengandung tiga pengertian yaitu : a. Manajemen sebagai suatu proses, b. Manajemen sebagai kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen, c. Manajemen sebagai suatu seni (Art) dan sebagai suatu ilmu pengetahuan (Science) Menurut pengertian yang pertama, yakni manajemen sebagai suatu proses, berbeda-beda definisi yang diberikan oleh para ahli. Untuk memperlihatkan tata warna definisi manajemen menurut pengertian yang pertama itu, dikemukakan tiga buah definisi. Dalam Encylopedia of the Social Sience dikatakan bahwa manajemen adalah suatu proses dengan mana pelaksanaan suatu tujuan tertentu diselenggarakan dan diawasi. Selanjutnya, Hilman mengatakan bahwa manajemen adalah fungsi untuk mencapai sesuatu melalui kegiatan orang lain dan mengawasi usaha-usaha individu untuk mencapai tujuan yang sama. Menurut pengertian yang kedua, manajemen adalah kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen. Jadi dengan kata lain, segenap orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen dalam suatu badan tertentu disebut manajemen. Menurut pengertian yang ketiga, manajemen adalah seni (Art) atau suatu ilmu pnegetahuan. Mengenai inipun sesungguhnya belum ada keseragaman pendapat, segolongan mengatakan bahwa manajemen adalah seni dan segolongan yang lain mengatakan bahwa manajemen adalah ilmu. Sesungguhnya kedua pendapat itu sama mengandung kebenarannya. Menurut G.R. Terry manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang kearah tujuan-tujuan organisasional atau maksud-maksud yang nyata. Manajemen juga adalah suatu ilmu pengetahuan maupun seni. Seni adalah suatu pengetahuan bagaimana mencapai hasil yang diinginkan atau dalm kata lain seni adalah kecakapan yang diperoleh dari pengalaman, pengamatan dan pelajaran serta kemampuan untuk menggunakan pengetahuan manajemen. Menurut Mary Parker Follet manajemen adalah suatu seni untuk melaksanakan suatu pekerjaan melalui orang lain. Definisi dari mary ini mengandung perhatian pada kenyataan bahwa para manajer mencapai suatu tujuan organisasi dengan cara mengatur orang-orang lain untuk melaksanakan apa saja yang pelu dalam pekerjaan itu, bukan dengan cara melaksanakan pekerjaan itu oleh dirinya sendiri. Itulah manajemen, tetapi menurut Stoner bukan hanya itu saja. Masih banyak lagi sehingga tak ada satu definisi saja yang dapat diterima secara universal. Menurut James A.F.Stoner, manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya anggota organisasi dan

sering pula disebut unsur-unsur manajemen. Tindakan apa yang harus dikerjakan ? 2. dan pengendalian.com/2009/03/15/pengertian-manajemen-dan-fungsifungsinya-definition-and-functions-of-management/ Secara etimologi Kata manajemen mungkin berasal dari bahasa Italia (1561) maneggiare yang berarti "mengendalikan. misalnya. http://elqorni.menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.org/wiki/Manajemen Fungsi-Fungsi Manajemen (Management Functions) Sampai saat ini. dimana istilah Inggris ini juga berasal dari bahasa Italia. dan sesuai dengan jadwal. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal. . Misalnya yang sederhana saja merumuskan bahwa perencanaan adalah penentuan serangkaian tindakan untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Di manakah tindakan itu harus dikerjakan ? 4. yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. http://id. fungsi-fungsi manajemen adalah sebagai berikut: Planning Berbagai batasan tentang planning dari yang sangat sederhana sampai dengan yang sangat rumit.wordpress. Kata ini mendapat pengaruh dari bahasa Perancis manège yang berarti "kepemilikan kuda" (yang berasal dari Bahasa Inggris yang berarti seni mengendalikan kuda). Bagaimanakah caranya melaksanakan tindakan itu ? Menurut Stoner Planning adalah proses menetapkan sasaran dan tindakan yang perlu untuk mencapai sasaran tadi. Kata Manajemen berasal dari bahasa Prancis kuno ménagement. terorganisir. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan. sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar. Pembatasan yang terakhir merumuskan perencaan merupakan penetapan jawaban kepada enam pertanyaan berikut : 1.wikipedia. Ricky W. masih belum ada consensus baik di antara praktisi maupun di antara teoritis mengenai apa yang menjadi fungsi-fungsi manajemen. kapankah tindakan itu harus dikerjakan ? 5. pengkoordinasian." terutamanya "mengendalikan kuda" yang berasal dari bahasa latin manus yang berati "tangan". Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan. Mary Parker Follet. yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur.[1] Bahasa Prancis lalu mengadopsi kata ini dari bahasa Inggris menjadi ménagement. mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. yang mana keempat proses tersebut saling mempunyai fungsi masing-masing untuk mencapai suatu tujuan organisasi. Apakah sebabnya tindakan itu harus dikerjakan ? 3. Siapakah yang akan mengerjakan tindakan itu ? 6. Dari gambar di atas menunjukkan bahwa manajemen adalah Suatu keadaan terdiri dari proses yang ditunjukkan oleh garis (line) mengarah kepada proses perencanaan. kepemimpinan. pengorganisasian. pengorganisasian.

pengembangannya sampai dengan usaha agar setiap tenaga memberi daya guna maksimal kepada organisasi. serta memperbaiki pengetahuan dan sikap-sikap bawahan agar mereka terampil dalam usaha mencapai tujuan yang ditetapkan. Controlling atau pengawasan. Reporting. bila perlu mengadakan koreksi sehingga apa yang dilakukan bawahan dapat diarahkan ke jalan yang benar dengan maksud dengan tujuan yang telah digariskan semula. Directing atau Commanding adalah fungsi manajemen yang berhubungan dengan usaha memberi bimbingan. . memproyrksikan. Staffing. agar bawahan melakukan kegiatan secara suka rela sesuai apa yang diinginkan oleh atasan. Tingkatan manajemen dalam organisasi akan membagi tingkatan manajer menjadi 3 tingkatan 1.Organizing. Coordinating. inspirasi. atau mengadakan taksiran terhadap berbagai kemungkinan yang akan terjadi sebelum suatu rancana yang lebih pasti dapat dilakukan. dan dorongan kepada bawahan supaya mereka bertindak. Adalah salah satu fungsi manajemen berupa penyampaian perkembangan atau hasil kegiatan atau pemberian keterangan mengenai segala hal yang bertalian dengan tugas dan fungsi-fungsi kepada pejabat yang lebih tinggi. Leading . perintah-perintah atau instruksi kepada bawahan dalam melaksanakan tugas masing -masing. agar tugas dapat dilaksanakan dengan baik dan benar-benar tertuju pada tujuan yang telah ditetapkan semula. percekcokan. Motivating atau pemotivasian kegiatan merupakan salah satu fungsi manajemen berupa pemberian inspirasi. Dan mereka tidak membawahi manajer yang lain. Organizing (organisasi) adalah dua orang atau lebih yang bekerja sama dalam cara yang terstruktur untuk mencapai sasaran spesifik atau sejumlah sasaran. Motivating. Pekerjaan leading meliputi lima kegiatan yaitu : ‡ Mengambil keputusan ‡ Mengadakan komunikasi agar ada saling pengertian antara manajer dan bawahan. Controlling. Forecasting adalah meramalkan. ‡ Memberi semangat. dengan jalan menghubungkan. Coordinating atau pengkoordinasian merupakan salah satu fungsi manajemen untuk melakukan berbagai kegiatan agar tidak terjadi kekacauan. Manajer lini garis-pertama (first line) adalah tingkatan manajemen paling rendah dalam suatu organisasi yang memimpin dan mengawasi tenaga-tenaga operasional. Tingkatan Manajemen (Manajemen Level). saran. sering juga disebut pengendalian adalah salah satu fungsi manajemen yang berupa mengadakan penilaian. ‡ Memilih orang-orang yang menjadi anggota kelompoknya. kekosongan kegiatan. Forecasting. menyatukan dan menyelaraskan pekerjaan bawahan sehingga terdapat kerja sama yang terarahdalam upaya mencapai tujuan organisasi. Staffing merupakan salah satu fungsi manajemen berupa penyusunan personalia pada suatu organisasi sejak dari merekrut tenaga kerja. semangat dan dorongan kepada bawahan. Directing/Commanding.

com/2009/07/pengertian-kurikulum-belajar. 3.wordpress.html Pengelolaan kelas terdiri dari dua kata. yang dinyatakan dengan ketentuan kenaikan kelas atau pemberian ijazah kepada murid tersebut. Manajer menengah (Middle Manager) adalah manajemen menengah dapat meliputi beberapa tingkatan dalam suatu organisasi. Di dalam kurikulum seperti itu mata pelajaran diberikan secara terpisah-pisah (subject certerd curriculum yang pada umumnya bersifat intelektualistis. manager puncak bertanggung jawab atas manajemen keseluruhan dari organisasi. tata pimpinan. http://www.com/2009/03/15/pengertian-manajemen-dan-fungsifungsinya-definition-and-functions-of-management/ 2. Pengelolaan itu sendiri akar katanya adalah ³kelola´. Sekolah yang kurikulumnya dirancangkan secara tradisional akan mengakibatkan aktivitas kelas berlangsung secara statis. yaitu pengelolaan dan kelas.2. yang tidak hanya harus didewasakan dari aspek intelektualnya saja. Demikian juga sebuah sekolah bukanlah sekedar sebuah gedung tempat murid mencari dan mendapatkan ilmu pengetahuan. Kurikulum yang dipergunakan di sekolah sangat besar pengaruhnya terhadap aktivitas kelas dalam mewujudkan proses belajar mengajar yang berdaya guna bagi pembentukan pribadi siswa. Manajer Puncak (Top Manager) terdiri dari kelompok yang relative kecil. http://elqorni. Para manajer menengah membawahi dan mengarahkan kegiatan-kegiatan para manajer lainnya kadangkadang juga karyawan operasional. Suatu kelas akan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat apabila kurikulum yang dipergunakan di sekolah dirancangkan sesuai dengan dinamika masyarakat. Pengelolaan dalam pengertian umum menurut Arikunto (dalam Djamarah 2006:175) adalah pengadministrasian pengaturan atau penataan suatu kegiatan. pengelolaan. Untuk itu bagi setiap tingkat dan jenis sekolah diperlukan kurikulum yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks dalam perkembangannya. Istilah lain dari pengelolaan adalah ³manajemen´. yaitu management yang berarti ketatalaksanaan. Sekolah dan kelas diselenggarakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam mendidik anak-anak.(Djamarah 2006:175) ³Pengelolaan adalah proses yang memberikan pengawasan pada semua hal yang terlibat dalam pelaksanaan kebijakan dan pencapaian tujuan´Dekdibud (dalam Rachman 1997:11). Menurut Hamalik (dalam Djamarah 2006:175) ´kelas adalah suatu kelompok orang yang melakukan kegiatan belajar bersama yang mendapat . Dengan kata lain aktivitas sebuah kelas sangat dipengaruhi oleh kurikulum yang dipergunakan di sekolah.idonbiu. akan tetapi dalam seluruh aspek kepribadiannya. ditambah awalan ³pe´ dan akhiran ³an´. Kurikulum tradisional diartikan sebga sejumlah materi pengetahuan dan kebudayaan hasil masa lalu yang harus dikuasai murid untuk mencapai suatu tingkat tertentu. Manajemen adalah kata yang aslinya dari bahasa Inggris. KELAS Sebuah kelas tidak boleh sekedar diartikan sebagai tempat siswa berkumpul untuk mempelajari sejumlah ilmu pengetahuan.

Sedangkan menurut Sudirman (dalam Djamarah 2006:177) ´Pengelolaan kelas adalah upaya mendayagunakan potensi kelas. memberikan rasa aman dan kepuasan dalam mencapai tujuan. Lingkungan yang baik adalah yang bersifat menantang. ³Pengelolaan kelas merupakan ketrampilan guru untuk menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif dan mengendalikannya jika terjadi gangguan dalam pembelajaran. yang berfungsi sebagai tempat untuk kegiatan tatap muka dalam proses kegiatan belajar mengajar(KBM). papan tulis. tempat sejumlah siswa berkumpul untuk mengikuti proses belajar mengajar. guru hendaknya mampu mengelola kelas sebagai lingkunagn belajar serat merupakan aspek dari lingkungan sekolah yang perlu diorganisasi. Mebeler dalam ruangan ini terdiri dari meja siswa. Lingkungan ini diatur dan diawasi agar kegiatan-kegiatan belajar terarah kepada tujuan pendidikan. Ukuran yang umum adalah 9m x 8m. meja guru.´ (Mulyasa 2006:91).´ Ditambahkan lagi oleh Nawawi (dalam Djamarah 2006:177) ´Manajemen atau pengelolaan kelas dapat diartikan sebagai kemampuan guru dalam mendayagunakan potensi kelas berupa pemberian kesempatan yang seluasluasnya pada setiap personal untuk melakukan kegitan-kegiatan yang kreatif dan terarah .´ Arikunto (dalam Djamarah 2006:177) juga berpendapat ³ bahwa penelolaan kelas adalah suatu usaha yang dilakukan oleh penanggung jawab kegiatan belajar mengajar atau yang membantu dengan maksud agardicapai kondisi optimal sehingga dapat terlaksana kegiatan belajar yang seperti diharapkan. yaitu pengelolaan yang menyangkut siswa dan pengelolaan fisik (ruangan. lemari kelas. alat pelajaran). misalnya ukuran. Sebagai manajer guru bertanggung jawab memelihara lingkungan fiisk kelasnya agar senantiasa menyenangkan untuk belajar dan mengarahkan atau membimbing proses intelektual dan social dalam kelasnya. Kelas dalam arti luas adalah suatu masyarakat kecil yang merupakan merupakan bagian dari masyarakat sekolah yang sebagai suatu kesatuan diorganisasi menjadi unit kerja yang secara dinamis menyelenggarakan kegiatankegiatan belajar mengajar yang kreatif untuk mencapai suatu tujuan (Djamarah2006:176). kursi siswa. Ruang kelas memiliki syarat kelayakan dan standar tertentu.html Ruang Kelas adalah suatu ruangan dalam bangunan sekolah. ruangan yang dibatasi oleh empat dinding. pencahayaan alami.pengajaran dari guru´ sedangkan menurut Ahmad (1995:1) ³kelas ialah ruangan belajar dan atau rombongan belajar´ Hadari Nawawi memandang kelas dari dua sudut. Salah satu manajemen kelas yang baik adalah menyediakan kesempatan bagi siswa untuk sedikit demi sedikit . Kelas dalam arti sempit yakni.blogspot.com/2009/01/pengertian-pengeloaan-kelas. yaitu: 1. dan persaratan lainnya yang telah dibakukan oleh pihak berwenang terkait. perabot. sirkulasi udara. 2. dan merangsang siswa untuk belajar. Kelas dalam pengertian tradisional ini mengandung sifat statis karena sekadar menunjuk pengelompokan siswa menurut tingkat perkembangan yang antara lain didasarkan pada batas umur kronologis masing-masing. Dalam peranya sebagai pengelola kelas. http://sekolah-dasar. serta aksesoris ruangan lainnya yang sesuai.´ Pengelolaan dapat dilihat dari dua segi.

prestasi dan perilaku siswa mereka. Berangkat dari penyusunan perangkat persiapan hingga terwujudnya rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Pengelolaan kelas meliputi ruang.mengurangi ketergantunganya pada guru sehingga mereka mampu membimbing kegiatanya sendiri. http://id. yang telah dicontohkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). agama atau bahasa atau mereka dengan berbagai kesulitan atau kecacatan belajar. Nilai-nilai dan ketrampilan sosial harus diajarkan dan dicontohkan oleh guru. termasuk mereka dari keluarga yang tidak mampu atau kurang beruntung. pengelolaan. Seorang pendidik atau guru perlu menguasai banyak faktor yang mempengaruhi motivasi. MANAJEMEN KELAS Membahas mengenai pengelolaan kelas perspektif baru dan selanjutnya kita akan membahas masalah manajemen kelas. Teknik kontrol perilaku atau pendisiplinan pada akhirnya akan tidak terlalu efektif karena teknik tersebut tidak mendorong perkembangan disiplin diri atau tanggung jawab anak sendiri atas tindakannya. Guru bertanggung jawab untuk berbagai siswa. Manajemen kelas merupakan bagian integral pengajaran efektif yang mencegah masalah perilaku melalui perencanaan. instrumen ini sudah dapat menggambarkan keadaan kelas dan memprediksi bagaimana guru menjalankan fungsinya di depan kelas. dan penataan kegiatan belajar yang lebih baik. namun anak-anak ini mungkin beresiko mendapatkan pengalaman sekolah yang negatif dan tak bermakna jika guru tidak responsif terhadap kebutuhan dan kemampuan mereka atau mampu menggunakan pengajaran dan strategi kelas yang efektif dan disesuaikan menurut individu. atau mereka yang berasal dari kelompok minoritas etnis. waktu. pemberian materi pengajaran yang lebih baik.shvoong. membidik pada pengoptimalan keterlibatan dan kerjasama siswa dalam belajar. PERAN guru sebagai ujung tombak pendidikan amat strategis dalam mengembangkan potensi siswa.com/social-sciences/education/1940780-manajemen-kelas/ Pengelolaan kelas ( classroom management ) berdasarkan pendekatan menurut . dan interaksi guru siswa yang lebih baik.beswandjarum. Lingkungan fisik di kelas.com/soikhurojib/2009/10/05/peran-gurudalam-menciptakan-kehidupan-sekolah/ 3. level kenyamanan emosi yang dialami siswa dan kualitas komunikasi antar guru dan siswa merupakan faktor penting yang bisa memampukan atau menghambat pembelajaran yang optimal. Ada yang tertulis 2 x 45 menit. ada pula 8 x 45 menit. Sebagai manajer lingkungan guru hendaknya mampu mempergunakan pengetahuan tentang teori-teori belajar mengajar dan teori perkembangan sehingga kemungkinan untuk menciptakan situasi belajar mengajar yang menimbulkan kegiatan belajar pada siswa akan mudah dilaksanakan dan sekaligus memudahkan pencapaian tujuan yang diharapkan. Tak satupun dari situasi atau faktor ini harus menyebabkan masalah pendidikan. sampai 20 x 45 menit. bahan ajar bersama metode pembelajarannya serta perangkat evaluasinya. http://blog. Karena itu penguasaan pengelolaan kelas mutlak harus dikuasai. Beranjak dari pengamatan di lapangan. rupanya beragam seperti yang tercantum dalam kop lembarannya. siswa yang mungkin harus bekerja setelah sekolah. RPP yang telah dibuat oleh beberapa guru dilihat dari sisi pengelolaan waktunya.

melainkan dengan memasukan aspirasi dari siswa. Pengertian kedua ini tentu saja bertolak belakang dengan pendapat pertama. Berbuat sebaliknya berarti guru menghambat atau menghalangi perkembangan anak secara alamiah.Weber diklasifikasikan kedalam dua pengertian. Penggunaan disiplin amat diutamakan. berbagai aturan zang dirumuskan tentu saja tidak hanza didasarkan pada kemauan sepihak dari pengelola sekolah /kelas saja. Dalam hal ini guru membantu siswa untuk merasa bebas melakukan hal yang ingin dilakukannya. Secara lebih khusus. Pandangan ini bersifat otoritatif. definisi kedua dapat berbunyi: pengelolaan kelas ialah seperangkat kegiatan guru untuk memaksimalkan kebebasan siswa. Dengan demikian. . definisi pertama ini dapat berbunyi: pengelolaan kelas ialah seperangkat kegiatan guru untuk menciptakan dan mempertahankan ketertiban suasana kelas. Pandangan ini menekankan bahwa tugas guru ialah memaksimalkan perwujudan kebebasan siswa. Kedua pendekatan permisif mengartikan pengelolaan kelas adalah uapaya zang dilakukan oleh guru untuk memberi kebebasan untuk siswa melekukan berbagai aktivitas sesuai dengan zang mereka inginkan. Definisi kedua bertolak belakang dengan definisi pertama diatas. fungsi guru adalah bagaimana menciptakan kondisi siswa merasa aman untuk melakukan aktivitas di dalam kelas. memandang bahwa pengelolaan kelas sebagai proses untuk mengontrol tingkah laku siswa. maka dalam mengelola kelas guru atau sekolah tersebut menciptakan iklim sekolah dengan berbagai aturan atau ketentuan-ketentuan zang harus ditaati oleh warga sekolah/ kelas. yaitu yang didasarkan atas pandangan yang bersifat permisif. pandangan otortatif dan permisif. guru membantu siswa dalam mempelajari tingkah laku yang tepat melalui penerapan prinsip-prinsip yang diambil dari teori penguatan (reinforcement). berdasarkan pendekatan otoriter pengelolaan kelas adalah kegiatan guru untuk mengkontrol tingkah laku siswa. Dalam kaitan ini tugas guru ialah menciptakan dan memelihara ketertiban suasana kelas. Dalam kaitan ini pengelolaan kelas dipandang sebagai proses pengubahan tingkah laku siswa. Peranan guru ialah mengembangkan dan mengurangi atau meniadakan tingkah laku yang tidak diinginkan. Menurut pandangan ini istilah pengelolaan kelas dan disiplin kelas dipakai sebagai sinonim. Meskipun kedua pandangan diatas. yaitu berdasarkan pendekatan otoriter dan pendekatan permisif. Definisi pertama. namun keduanya dianggap kurang efektif bahkan kurang bertanggungjawab. tanpa aharus merasa takut dan tertekan Ada lima definisi tentang pengelolaan kelas. mempunyai sejumlah pengikut. Secara singkat. Definisi ketiga didasarkan pada prinsip-prinsip pengubahan tingkah laku (behavioral modification). Menurut pandangan permisif. Hal ini penting mengingat aturan zang dibuat diperuntukan bagi kepentingan bersama. Berikut dijelaskan pengertian dari masingmasing pendekatan tersebut Pertama. Pandangan otoritatif adalah kurang manusiawi sedangkan pandangan permisif kurang realistik. guru berperan menciptakan dan memelihara aturan kelas melalui penerapan disiplin secara ketat ( Weber ) Bagi sekolah atau guru yang menganut pendekatan otoriter. Walaupun menggunakan pendekatan otoriter. zaitu untuk menunjang terjadinya proses pembelajaran zang efektif dan efisien.

infodiknas. Dalam kaitan ini dipakailah anggapan dasar bahwa pengajaran berlangsung dalam kaitannya dengan suatu kelompok. Dengan demikian peranan guru ialah mengembangkan iklim sosio-emosional kelas yang positif melalui pertumbuhan hubungan interpersonal yang sehat. Guru-guru perlu memahami dan memegang salah satu definisi tersebut diatas yang akan menjadi pedoman bagi tingkah laku dan kegiatan guru didalam kelas dalam rangka mengelola kelasnya. Definisi keempat memandang pengelolaan kelas sebagai proses penciptaan iklim sosio-emosional yang positif didalam kelas. Dengan demikian. Manakah yang terbaik diantara ketiga definisi itu? Dari ketiga pandangan itu tidak satupun pernah dibuktikan sebagai pandangan yang terbaik. Definisi kelima dapat berbunyi: pengelolaan kelas ialah seperangkat kegiatan guru untuk menumbuhkan dan mempertahankan organisasi kelas yang efektif. yaitu suasana hubungan interpersonal yang baik antara guru dengan siswa dan siswa dengan siswa. Peranan guru ialah mendorong berkembangnya dan berprestasinya sistem kelas yang efektif. Ketiga definisi yang terakhir tersebut diatas masing-masing bertitik tolak dari dasar pandangan yang berbeda. Definisi yang pluralistic itu dapat berbunyi: pengelolaan kelas ialah seperangkat kegiatan untuk mengembangkan tingkah laku siswa yang diinginkan dan mengurangi atau meniadakan tingkah laku yang tidak diinginkan. Definisi yang lebih tepat bagi guru-guru kiranya adalah definisi yang bersifat pluralistic. Dalam kaitan ini definisi keempat dapat berbunyi: pengelolaan kelas ialah seperangkat kegiatan guru untuk mengembangkan hubungan interpersonal yang baik dan iklim sosio-emosional kelas yang positif. dan proses kelompok) tidak mungkin merangkum juga pandangan yang bersifat otoritatif dan permisif. serta mengembangkan dan mempertahankan organisasi kelas yang efektif dan produktif. mengembangkan hubungan interpersonal dan iklim sosio-emosional yang positif. Oleh karena itu adalah bermanfaat apabila guru mampu membentuk suatu pandangan yang bersifat pluralistic. Pandangan ini mempunyai anggaran dasar bahwa kegiatan belajar akan berkembang secara maksimal di dalam kelas yang beriklim positif.Definisi yang didasarkan pada pandangan ini dapat berbunyi: pengelolaan kelas ialah seperangkat kegiatan guru untuk mengembangkan tingkah laku siswa yang diinginkan dan mengurangi atau meniadakan tingkah laku yang tidak diinginkan. Untuk terciptanya suasana seperti ini guru memegang peranan kunci. Pengelolaan tekannya lebih kuat pada aspek pengaturan ( management ) . Pandangan yang otoritatif dan permisif itu justru dapat berlawanan dengan pandangan pluralistic yang dimaksud. yaitu pandangan tersebut. meskipun belajar dianggap sebagai proses individual. kehidupan kelas sebagai kelompok dipandang mempunyai pengaruh yang amat berarti terhadap kegiatan belajar. Perlu dicatat bahwa pandangan pluralistic yang merangkum tiga dasar pandangan itu (pandangan tentang pengubahan tingkah laku.com/materi-diklat-4/ Pengelolaan dan Pembelajaran Pengelolaan dan pembelajaran dapat dibedakan tapi memilki fungsi zang sama. Definisi kelima bertolak dari anggapan bahwa kelas merupakan sistem sosial dengan proses kelompok (group process) sebagai intinya. http://www. iklim sosio-emosional.

1.Preventif . Pada akhirnya dari kedua aktivitas tersebut. yaitu . maka guru mengidentifikasi sebab-sebabnya. lingkungan maupun segala sesuatu zang muncul. Mencegah lebih baik dari pada mengobati. guru memberi respon positif agar kebiasaan baik itu lebih kuat dan dapat dipelihara ‡ Pengelolaan kelompok. keterampilan refrensif tidak diartikan sebagai tindakan kekerasan seperti halnya penanganan dalam gangguan keamanan. Oleh karena itu bagaimana dengan tingkah laku yang muncul dengan positif. 1. Untuk mendukung proses pembelajaran tersebut. maka aunsur-unsur pengelolaan meliputi dua tindakan.lingkungan pembelajaran. . harus diorientasikan pada terciptanya proses pembelajaran secara aktif dan produktif. maka guru tersebut memindahkannya dan menempatkan pada tempat yang di anggap paling cocok. Implikasi bagi guru melalui kegiatan preventif ini yaitu sedini mungkin guru mengidentifikasi hal-hal atau gejala-gejala zang dianggap akan mengganggu pembelajaran Beberapa upaya atau keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang guru untuk mendukung terhadap tindakan prteventis antara lain . keduanya dilakukan dalam rangka untuk mencapai tujuan yang sama yaitiu tujuan pembelajaran Contoh aspek pengelolaan. Keterampilan refrensif sebagai salah satu unsur dari keterampilan pengelolaan kelas c. Refrensif. Oleh karena itu pendekatan atau teori apapun zang dipilih dan zang dijadikan dasar dalam pengelolaan kelas. Adapun pembelajaran. sementara pembelajaran ( instruction ) lebih kuat berkenaan dengan aspek mengelola atau memproses materi pelajaran. yaitu upaya yang dilakukan oleh guru untuk mencegah terjadinza gangguan dalam pembelajaran. untuk menangani permasalahan hendaknya dilakukan secara kolaborasi dan mengikutsertakan beberapa komponen atau unsur yang terkait ‡ Diagnisis yaitu suatu keterampilan untuk mencari unsur-unsur yang akan menjadi penyebab gangguan maupun unsur-unsur yang menjadi kekuatan bagi peningkatan proses pembelajaran . Modifikasi tingkah laku ‡ Modifikasi tingkah laku yaitu bahwa setiap tingkah laku dapat diamati. Model tindakan a. b. dan membantu siswa mengahadapi kesulitan-kesulitan yang dihadapinya itu Komponen-Komponen Pengelolaan Kelas Pengelolaan kelas dilakukan untuk mendukung terjadinya proses pembelajaran zang lebih berkualitas. Tanggap /peka. jika diperoleh siswa yang mengelami kesulitan belajar untuk materi-materi tertentu. Perhatian yaitu selalu mencurahkan perhatian pada berbagai aktivitas. jika di dalam kelas terdapat gambar yang di anggap kurang baik atau tidak apada tempatnya untuk ditempelkan di dinding karena akan menggangu konsentrasi siswa dalam belajar. Perhatian merupakan salah satu bentuk keterampilan dan kebiasaan zang harus dimiliki oleh guru. sikap tanggap ini ditunjukan oleh kemampuan guru secara dini mampu dengan segera merespon terhadap berbagai perilaku atau aktivitas yang di anggap akan mengganggu pembelajaran atau berkembangnza sikap maupun sifat negatif dari siswa maupun lingkungan pembelajaran lainnya 2.

Di samping itu guru harus menguasai kiat manajemen kelas.html Keberhasilan guru mengajar di kelas tidak cukup bila hanya berbekal pada pengetahuan tentang kurikulum. sedang atau lemah fisiknya. ekonomi. Kinerja manajemen kelas yang efektif memungkinkan lahirnya roda penggerak bagi penciptaan pemahaman diri. Mengapa siswa cendrung berprilaku buruk? Ada banyak faktor penyebab hal tersebut. dan wawasan tentang materi yang akan disampaikan kepada anak didik. metode mengajar. ras. kesehatan. Belum lagi keragaman tersebut dilihat dari perspektif social. kultur. Tidak semua sekolah dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran secara kondusif. Dalam tugas kesehariannya. agama. dan menyenangkan (PAKEM). Bentuk kenakalan dan prilaku menyimpang para siswa beragam. Pendapat ini dikemukakan oleh Brophy dan Evertson dalam Learning from Teaching. media pengajaran. dari permasalah sampah. kebiasaan hidup dan lain ± lain. Ida pun juga berhadapan dengan siswa yang baik ± baik. guru berhadapan dengan siswa yang berbadan tinggi. jenis kelamin. kepedulian dan derajat kohensifitasnya dan lain sebagainya. kultural. tempat tinggal. ekonomi. Guru ± guru yang rendah keterampilannya dalam bidang manajemen kelas. Siswa yang bermasalah biasanya menjadi beban si guru dalam mengajar di kelas dan merupakan kepedulian tindakan yang menjadi beban dari tugas si guru. Dalam keseharian tugas dinasnya bahwa siswa paling banyak berhubungan dengan guru dan demikian juga sebaliknya merupakan perwajahan sekolah yang dapat dilihat dengan mata telanjang.http://apadefinisinya. antaranya adalah faktor sosial.berisik dikelas. pecandu narkoba. santun arogan. perbedaan potensial kognitif. yaitu guru harus merangsang keterlibatan dan kerjasama siswa di dalam keseluruhan aktivitas kelas dan menata lingkungan kerja menjadi lebih produktif lagi bagi proses pendidikan dan pembelajaran. barangkali tidak dapat menyelesaikan banyak hal yang menjadi tugas pokoknya. Guru hendaknya dapat menciptakan dan mempertahankan kondisi kelas yang menguntungkan bagi anak didik supaya tumbuh iklim pembelajaran yang aktif. bolos. pengganggu bahkan kuat. dan tidak disiplin dalam belajar. agama. . evaluasi diri dan internalisasi control diri pada kalangan siswa. berkelahi.com/2008/06/hakikat-pengelolaan-kelas.blogspot. mencuri. kebiasaan. Dengan demikian keterampilan manajemen kelas sangat krusial dan fudemental dalam mendukung proses pembelajaran. Guru yang melaksanakan manajemen kelas sebagai proses pemapanan dan pemeliharaan ( establishing and maintaining ) lingkungan belajar yang efektif cendrung lebih sukses dari pada guru ± guru yang memposisikan atau memerankan diri sebagai figure otoritas atau penegak disiplin ( authority figures or disciplinarians ) belaka. Konsep manajemen kelas mencakup segala hal. sedang atau rendah prestasi akademiknya. Menurut beberapa pendapat yang dapat saya simpulkan konsep manajemen kelas lebih luas dari pada sebatas menciptakan iklim untuk menegakkan disiplin siswa. Faktor yang lain adalah penyebabnya yaitu sekolah sendiri. kreatif. cuek. tahun 1976. Hampir seluruh hasil survei mengenai keefektifan guru ( teacher effectiveness ) melaporkan bahwa keterampilan manajemen kelas menentukan keberhasilan proses belajar siswa atau peringkat yang dicapainya. efektif.

ruang kelas yangmengundang gerah. bangunan yang sudah terlalu tua. serta mengikat semua anak didik.misalnya adalah sekolah lebih dekat dengan tempat keramaian.Ketiga. manajemen sekolah yang buruk. melembagakan dan memberi keteladanan mengenai norma ± norma etik yang menjadi pemandu hubungan antar subjek di lingkungan sekolah . menetapkan tata aturan dan prosedur disiplin yang jelas dan standar. Kedua.Ini berarti ada tantangan serius bagi sekolah. terlalu banyak pungutan dan lain sebagainya. disiplin guru yang tidak memadai.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->