I.

PENDAHULUAN

I.I Latar Belakang Variasi genetik dalam populasi yang merupakan gambar dari adanya perbedaan respon individu-individu terhadap lingkungan adalah bahan dasar dari perubahan adaptif. Suatu populasi terdiri dari suatu sejumlah individu. Dengan suatu kekecualian , maka, tidak ada dua individu yang serupa, pada populasi manusia dapat kita lihat dengan muda adanya perbedaan- perbedaan individu.Kombinasi susunan perangkat gen dari dua induk tersebut akan menyebabkan keanekaragaman individu dalam satu spesies berupa varietas-varietas (varitas) yang terjadi secara alami atau secara buatan. Keanekaragaman yang terjadi secara alami adalah akibat adaptasi atau penyesuaian diri setiap individu dengan lingkungan. Faktor lingkungan juga turut mempengaruhi sifat yang tampak (fenotip) suatu individu di samping ditentukan oleh faktor genetiknya (genotip). Faktor lingkungan dapat berupa nutrisi yang mempengaruhi tinggi, latihan fisik mengubah bentuk badan, berjemur dan menggelapkan kulit. Bahkan kembar identik, yang secara genetik sama pun, menampakan perbedaan fenotipe sebagai akibat dari pengalaman mereka sendirisendiri. Meskipun penelitian dan penyelidikan tentang peristiwa genetik (hereditas) pada manusia lebih sulit dilakukan dibandingkan dengan penyelidikan pada hewan ataupun tumbuhan. Akan tetapi, kita dapat menyelidiki keanekaragaman manusia dari

keanekaragaman suatu populasi, misalnya : kita bisa mengamati variasi sifat pada manusia khususnya sifat-sifat fisik yang tampak maupun kita bisa membandingkan persamaan dan perbedaan sifat yang terbanyak dalam populasi kelas.

I.2 Tujuan Setelah selesai melakukan observasi, mahasiswa dapat : a) b) c) Mengamati variasi sifat pada manusia, khususnya sifat-sifat fisik (fenotip) Membandingkan persamaan dan perbedaan sifat yang terbanyak dalam populasi kelas Membuat model cakram genetika berdasarkan hasil pengamatannya.

3 Dasar Teori Pada manusia. setiap sel somatik (semua sel selain sperma dan ovum) memiliki 46 kromosom. Terjadinya pasangan kromosom homolog dalam kariotipe adalah konsekuensi dari asal usul seksual kita. Tampilan visualnya dinamakan kariotipe. Karena keduanya menentukan jenis kelamin suatu individu. Ada satu pengecualian penting terhadap aturan kromosom homolog ini untuk sel somatic manusia. Hal ini terjadi jelas pada saat kromosom -kromosom tersebut disusun berpasang-pasangan dimulai dari kromosom terpanjang. maka kromosom X dan Y dinamakan kromosom seks. yang mengandung semua informasi yang membedakan kita dengan spesies lain. posisi stromer. dikenal sebagai manusia tapi berbeda dari manusia lain. Masing masing kromosom juga memiliki suatu pola pita/garis tertentu ketika diberi zat warna tertentu. Pengujian dengan mikroskop terhadap ke-46 kromosom manusia memperlihatkan bahwa ada dua untuk setiap jenisnya. u maka homolog dari kromosom tersebut juga akan memiliki sebuah gen yang menentukan warna mata pada lokus yang setara. tidak peduli dimana atau bagaimana hidup mengandung sekitar 100. Sebagai contoh jika suatu gen untuk warna mata ditempatkan pada suat lokus pada kromosom tertentu. Kromosom membentuk pasangan yang mempunyai panjang. Kromosom lainnya selain kromosom seksual dinamakan autosom. Secara kolektif. Namun.com. Dengan mikroskop cahaya. gen tersebut dikenal sebagai genom manusia.) . Masing-masing dari kita. (Campbell.scribd.000 gen yang sama. Wanita memiliki sepasang kromosom homolog X (XX). Kita mewarisi sebuah kromosom dari setiap pasangan kromosom dari masing-masing orang tua. Sel-sel semua makhluk hidup saat ini. beberapa gen manusia dinyatakan sebagai sebagai alel yang berbeda.I. selain kembar identik. (www. dan pola pewarnaan yang sama (Kromosom homolog). Kedua kromosom dari setiap pasangan membawa gen yang mengendalikan karakter warisan yang sama. 1999). Dengan demikian ke-46 kromosom dalam sel somatic sebenarnya adalah dua set yang masing-masing terdiri dari 23 kromosom. Perbedaan fisik (seperti warna rambut dan mata) yang membantu kita membedakan orang satu dengan yang lain. tetapi pria memiliki sebuah kromosom X dan Kromosom Y (XY). Kedua kromosom yang unik ini disebut sebagai X dan Y. adalah individu unik. kromosom-kromosom yang terkondensasi (kromosom mitorik) dapat dibedakan satu dengan yang lain dari penampilannya.

____) Untuk melihat bagaimana keanekaragaman. Teori netral evolusi mengajukan bahwa keanekaragaman adalah akibat dari akumulasi substitusi netral. dan timidin(T). Heterozigositas (jumlah rata-rata individu dengan lokus polimorfik). guanin(G). Spesies yang memiliki derajat keanekaragaman genetik yang tinggi pada populasinya akan memiliki lebih banyak variasi alel yang dapat diseleksi. Keanekaragaman genetik memainkan peran yang sangat penting dalam adaptabilitas suatu spesies. struktur tersebut adalah asam deoksiribonukleat yang terdiri dari 4 macam asam nukleat. dan alel per lokus. Kini diketahui bahwa kombinasi tiga dari keempat macam diperlukan untuk menjaga keanekaragaman . Keanekaragaman genetika suatu populasi dapat diperkirakan dengan menggunakan beberapa pengukuran sederhana. jika suatu spesies memiliki jangkauan yang luas relatif terhadap mobilitas individu dalam populasi tersebut. (id. karena ketika lingkungan suatu spesies berubah. variasi gen yang kecil diperlukan agar spesies dapat bertahan hidup dan beradaptasi. Pada bidang akademik genetik populasi. Kajian tahun 2007 yang dilakukan oleh National Science Foundation menemukan bahwa keanekaragaman genetik dan keanekaragaman hayati bergantung satu sama lainnya. Bila asam amino terakhir diganti dengan urasil(U). Hal ini dapat terlihat pada interaksi inang dengan patogen.org. maka asam nukleat akan membentuk 20 macam asam amino esensial. Sebab-sebab hilangnya keanekaragaman genetika pada hewan juga telah dikaji dan diidentifikasi. terdapat beberapa hipotesis dan teori mengenai keanekaragaman genetik. yakni adenin mitosin (C). Hal ini dapat terjadi.Keanekaragaman genetik adalah suatu tingkatan biodiversitas yang merujuk pada jumlah total karakteristik genetik dalam genetika keseluruhan spesies. bahwa keanekaragaman dalam suatu spesies antarspesies.wikipedia. tetapi sangat penting. semakin tidak bugar alel tersebut. Terdapat beberapa cara untuk mengukur keanekaragaman genetika. dimana frekuensi alel pertahanan yang tinggi pada inang dapat mengakibatkan penyebaran patogen yang luas jika patogen dapat mengatasi alel pertahanan tersebut. kita harus mulai dari suatu struktur yang paling kecil. Ia berbeda dari variabilitas genetik. yaitu diantaranya : Keanekaragaman gen (proporsi lokus polimorfik di seluruh genom). Hipotesis seleksi gayut frekuensi menyatakan bahwa semakin umum suatu alel. yang menjelaskan kecenderungan karakteristik genetik bervariasi. Seleksi pemutus adalah hipotesis bahwa dua subpopulasi suatu spesies yang tinggal di lingkungan yang berbeda akan menyeleksi alel-alel pada lokus tertentu yang berbeda pula. Seleksi yang memiliki sangat sedikit variasi cenderung memiliki risiko lebih besar.

sehingga tidak ditemukan 4 macam asam amino esensial yang lain. Apabila ada 4 macam asam nukleat yang membentuk asam amino.com. 2008) II.com. Setiap anggota kelompok. setiap satu asam amino dikode oleh sekitar 3 macam kombinasi asam amino. Dengan demikian maka suatu asam amino dapat dihasilkan lebih banyak kemungkinan.blogspot. Secara umum.wordpress. Kombinasi ini dikenal dengan kode genetik . (yudhim. Hasil pengamatan tersebut kemudian dituliskan pada tabel hasil pengamatan yang tersedia. 2009) Keanekaragaman yang terjadi secara alami adalah akibat adaptasi atau penyesuaian diri setiap individu dengan lingkungan. maka hanya diperoleh 16 kombinasi untuk 16 asam amino. sedangkan asam amino yang lain dikode oleh 6 macam kombinasi. dan menentukan pula kemungkinan genotip dari sifat-sifat tersebut dengan mengingat sifat dominan dan resesifnya. dengan setiap individu dalam kelompok diberi warna yang berbeda.asam nukleat akan membentuk asam amino. Kegiatan praktikum mengenai keanekaragaman manusia ini dilaksanakan dengan mengamati 10 sifat atau karakteristik yang tampak. METODE KERJA Kegiatan praktikum mengenai keanekaragaman manusia ini dilakukan dengan melakukan pengamatan atau melakukan pengamatan pada sifat-sifat yang tampak yang terdapat dalam anggota satu kelompok . Kemudian membuat cakram genetika berdasarkan hasil data pengamatan kelompok. Faktor lingkungan juga turut mempengaruhi sifat yang tampak (fenotip) suatu individu disamping ditentukan oleh faktor genetiknya (genotip). terdiri atas 6 orang dan terdiri atas mahasiswa puteri. . (zaifbio.

com/2009/11/20/variasi-genetik-sebagai-dasar-evolusi-mutasi-genfrekuensi-gen-dalam-populasi-dan-hukum-hardy-weinberg-2/ .BAB II PEMBAHASAN Daftar Pustaka http://abdullah-kuasailahi.wordpress.blogspot.html http://zaifbio.com/2010/10/materi-kuliah-evolusi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful