P. 1
handout mesin pengangkat

handout mesin pengangkat

|Views: 181|Likes:
Published by Ade Khrisna Wirawan

More info:

Published by: Ade Khrisna Wirawan on Apr 14, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/23/2015

pdf

text

original

JENIS PERLENGKAPAN DAN PENAGANAN BAHAN

PERLENGKAPAN PENGANGKAT
Kelompok perlengkapan pengangkat berikut ini mempunyai cirri khas yang berbeda, antara lain: Mesin pengangkat adalah kelompok mesin yang bekerja secara periodic yang didesain sebagai peralatan swa-angkat, atau untuk mengangkat dan memindahkan muatan atau sebagai mekanisme tersendiri bagi crane atau elevator. Crane adalah gabungan mekanisme pengangkat secara terpisah dengan rangka untuk mangangkat atau sekaligus mengangkat dan memindahkan muatan yang dapat dugantungkan secara bebas atau diikatkan pada crane. Elevator adalah kelompok mesin yang bekerja secara periodic untuk mengangkat muatan pada jalur pandu tertentu.

TIPE UTAMA ALAT PENGANGKAT

ALAT PENGANGKAT

Mesin pengangkat

Crane

Elevator

JENIS UTAMA CRANE
CRANE Crane putar yang diam Crane yang bergerak pada rel Crane tanpa lintasan Crane yang dipasang di atas traktor rantai Crane tipe jembatan

tinggi angkat dan ukuran geometris mesin tersebut. kcepatan berbagai gerakan mesin. dan sebagainya.KARAKTERISTIK UMUM MESIN PENGANGKAT Parameter teknis mesin pngangkat adalah: kapasitas angkat. bentangan. Qhr ! nQ ton / jam dengan: n ± jumlah siklus mesin per jam Q ± berat muatan. dalam ton . berat mati mesin tersebut. panjang dan lebar.

Q !V ]K Dengan : V ± kapasitas ember. alat pencengkeram dan sebagainya dalam meter kubik ± faktor pengisian ± berat jenis dalam ton/m3 .

dalm ton n! 3600 § t1 Dengan: ti ± total waktu yang dibutuhkan .Q ! (Q  G) § ton Dengan: Q ± berat muatan. dalam ton G ± berat ember atau penahan.

beban pada mesin .Semua jenis crane dan mesin penangkat dapat dibagi lagi menjadi empat kelompok sesuai dngan kondisi operasi dan gabungan faktor berikut: .temperatur sekitar .penggunaan mesin harian dan tahunan .faktor kerja relatif (jangka waktu mesin dihidupkan DF%) .

33 (shift satu0 0.67 (shift dua) 1. 0.25 0.5 0.0 (shift tiga) Faktor kerja DF% 15 25 40 40 TemPeratur Sekitar °C 25 25 25 45 .5 0.5 K tahun 0.5 0.75 1.0 K hari 0.67 (shift dua) 0.KARAKTERISTIK KERJA Penggunaan mesin rata-rata (mean) KONDISI OPERASI Ringan (L) Sedang (M) Berat (H) Sangat Berat (VH) Waktu Beban K beban 0.

Nilai-nilai ini ditentukan dari operasi rata-rata atau data desain. Ringan Sedang Berat Sangat Berat 60 120 240 300720 . Kerja Nominal Jumlah perubahan operasi per jam ««..

PERLENGKAPAN KHUSUS PERMUKAAN DAN OVERHEAD Truk tanpa rel adalah fasilitas transportasi permukaan yang bergerak diatas jalur rel yang sempit Kendaraan yang berbadan sempit adalah fasilitas transportasi permukaan yang bergerak di atas jalur rel yang sempit Peralatan penanganan silang adalah fasilitas transportasi permukaan yang memindahkan kereta rel di dalam ruang lingkup suatu perusahaan Sistem lintasan overhead adalah struktur jalur pembawa/pemindah tau kabel tempat truk yang bermuatan tersebut bergerak .

KARAKTERISTIK UMUM FASILITAS TRANSPORTASI PERMUKAN DAN OVERHEAD Peralatan permukaan dan overhead Truk tanpa rel Kendaraan yang berbadan sempit Peralatan untuk penanganan silang Sistem lintasan overhead .

PENGGUNAAN PERLENGKAPAN PENANGANAN BAHAN Fasilitas transpor dipilih sedemikian rupa agar sesauai dengan laju aliran bahan yang menggambarkan sistem umum dari gerak bahan. . barang setengah jadi dan produk pada departemen atau pabrik tersebut.

BAB 3 .

dan diameter batang rantai (d). 1.mata rantai menghubungkan rantai beban. sama dengan panjang bagian dalam mata rantai lebar luar (B). Ukuran utama rantai (gambar 7) adalah : kisar (t). tergantung pada perbandingan kisar dan diameter batang rantai.. Rantai Lasan rantai lasan (welded) terbuat dari jalinan baja oval yang berurutan. Gambar 7. ukuran utama mata rantai beban Gambar 8. . rantai lasan diklasifikasikan menjadi rantai mata pendek (t ” 3d) dan rantai mata panjang (t > 3d).

yaitu pengelasan tempa dan pengelasan tahanan listrik. dapat menggunakan puli dan drum dengan diameter yang kecil serta desain dan pembuatan yang sederhana . Rantai lasan digunakan untuk mesin pengangkat kapasitas kecil (katrol. & sebagai perabot pengangkat utama Rantai lasan mempunyai kelemahan yaknik berat. 3. sedangkan bila menggunakan las tahanan listrik mata rantai terbuat dari dua potong baja lengkung yang dilas temu. Dengan pengelasan tempa mata rantai dibuat dari satu batang baja. kerusaan yang tiba-tiba. rentan terhadap sentuhan dan beban lebih.Rantai lasan terbuat dari baja CT. Mata rantai untuk rantai lasan dibentuk dengan berbagai macam metode. Derek. keausan yang berlebihan pada sambungan antar mata rantai . dan hanya digunakan untuk kecepatan rendah Keunggulannya ialah flexible untuk semua arah. dan crane yang digerakan tangan). 2 dan CT.

Pada rantai las tahanan listrik yang bermutu tinggi. keadaan lingkungan kerja dan sebagainya. biasanya mata rantai putus berbentuk putus miring dengan penampang yang bersudut kecil terhadap sumbu memanjang rantai. dalam kg Sbr = beban putus dalam kg K = Faktor keamanan Intensitas keausan yang terjadi pada rantai tegantung pada factor berikut : perbandingan kisaran rantai dengan drum atau puli rantai. sudut belok relative bila rantai tersebut melewati pulinya. Rantai las tempa selalu putus pada bagian lasnya. yang bermula pada bagian bagian tepi batas permukaan kontak mata rantai yang dihubungkan. . tegangan kecepatan puli rantai.Rumus umum untuk memilih tegangan tarik rantai adalah : Ss = Sbr K Dengan Ss = beban aman yang diterima rantai.

Rantai rol mempunyai flexisibelan yang baik sehingga dapat dipakai pada sprocket dengan diameter lebih kecil dan jumlah gigi yang lebih sedikit. gesekan pada rantai rol jauh lebih kecil dibandingkan dengan rantai lasan dengan kapasitas angkat yang sama. sedangkan untuk beban berat dapat menggunakan sampai Rantai rol dari 2 keping pelat mempunyai beberapa keunggulan dibandingkan dengan lebih rantai lasan. Rantai Rol rantai rol terdiri atas pelat yang dihubungengsel pana pena (gambar 9). Rantai Gambar 9 rantai rol untuk beban ringan terbuat dari dua keping plat saja. Hal ini akan mengurangi ukuran mekanisme dan sekaligus mengurangi harganya. Karena rantai rol padat maka keandalan operasinya jauh lebih tinggi dibandingkan rantai lasan. 2. . Juga.

........ «......25 mm/detik...... Table 4 Data rantai yang terseleksi RANTAI Digeraka n Factor K keamana n Rasi oD d Jumlah minimu m gigi pada sprocke t 5 5 «...Kecepatan maximum rantai rol ditentukan oleh standar Negara dan tidak boleh melebihi 0. ..... «.... «.....5 8 6 5 5 20 30 20 30 «. «. «. D Nilai factor keamanan K.......... dilas dikalibrasi pada katrol «««««««. 8 Dilas dikalibrasi dan tidak dikalibrasi ««««..... rasio dan jumlah gigi sprocket untuk rantai las d dan rol diberikan pada table 4. dilas tidak dikalibrasi tidak mengikat beban Dilas tidak dikalibrasi tidak mengikat beban Roller Tangan Daya Tangan Daya «« «« «« 3 6 4.

Yang terakhir terbuat dari lilitan 3 buah lilitan yang berbeda. . namun jauh lebih berat dan lebih kurang flexible dan kekuatannya berkurang 20% dibanding tali biasa. Arah lilitan untaian harus berlawanan dengan serabut. Tali sering dicelupkan pada aspal untuk mengurangi pelapukan. Tali Rami Tali rami hanya cocok digunakan untuk mesin pengangkat yang digerakan tangan (puli tali) karena sifat mekanisnya yang lemah (cepat aus. pengaruh lingkungan dan sebagainya) Tali rami harus memenuhi standar Negara dan terbentuk dari tiga untai rami dan tiap untai terdiri atas beberapa serabut yang berbeda. Kekuatan putusnya membagi tali rami menjadi dua kelas : kelas 1 dan kelas 2. Walaupun tali rami yang dicelupkan pada aspal lebih tahan terhadap pengaruh cuaca. kekuatan yang rendah.3. Berdasarkan metode pembuatan pembuatan dan jumlah untaian tali rami dikelompokan menadi tali polos dan tali kabel. mudah rusak oleh benda tajam.

Tali baja terbuat dari kawat baja dengan kekuatan = 130 sampai 200 kg/mm2. Lebih ringan. . Didalam proses pembuatannya kawat baja diberi perlakuan panas tertentu dan digabung dengan penarikan dingin. 2. 3. Tali rami dipilih hanya berdasarkan kekuatan tariknya berdasarkan rumus : 2 Td S! Wbr 4 dengan : d = Diameter keliling dari untai. dalam cm S = Beban pada tali.Pemilihan tali rami. Lebih tahan terhadap sentakan. dalam kg  4. sehingga menghasilkan sifat mekanis kawat baja yang tinggi. Operasi yang tenang walaupun pada kecepatan operasi yang tinggi. TALI BAJA Tali baja mempunyai keunggulan sebagai berikut : 1. 4. Keandalan operasi yang tinggi.

Jenis Tali Baja Puntir mempunyai Lapisan dalam tali mengelompokan menjadi : keunggulan sebagai berikut : 1) Tali pintal silang atau tali biasa; 1. Distribusi beban yang merata 2) Tali pintal parallel atau jenis lang; pada setiap kawat sehingga 3) Tali komposit atau pintal balik. tegangan internal yang terjadi minimal. Tali Baja Serba Guna. Tali yang terdapat 2. Lebih fleksibel. pada Gambar 13 adalah tali baja konstruksi 3. Keausan tali lebih kecil bila biasa (kawat seragam) yang berupa kawat melewati puli dan digulung pada anyaman kawat yang sama diameternya drum, karena tidak ada untaian atau kawat yang menonjol pada kontur tali, dan keausan kawat Gambar 13. Lapisan serat tali baja. terluar seragam; juga kawat yang putus tidak akan mencuat keluar Tali Baja Anti-Puntir. dari tali. Pada tali ini sebelum dipintal setiap kawat 4. Keselamatan operasi yang lebih dan untaian dibentuk sesuai dgn baik. kedudukannya didalam tali. Akibatnya tali yang tidak dibebani tidak akan mengalami Gambar 15. Tali anti-puntir dan tali biasa. tegangan internal. Tali ini tidak mempunyai kecenderungan untuk terurai walaupun ujung tali ini tidak disimpul

Tali Baja Dengan Untaian Yang Dipipihkan. Tali ini (Gambar 16) dipakai pada crane yang bekerja pada tempat yang mengalami banyak gesekan dan abrasi. Biasanya tali ini tebuat dari lima buah untaian yang dipipihkan dengan inti kawat yang juga dipipihkan; untaian ini dipintal pada inti yang terbuat dari rami Gambar 16. Tali dengan untaian yang dipipihkan. Tali dengan Anyaman Terkunci. Tali ini banyak digunakan pada crane kabel dan kereta gantung. Tali ini mempunyai keunggulan dalam hal permukaan yang halus, susunan kawat yang padat dan tahan terhadap keausan, kelemahannya adalah tidak fleksibel. Gambar 17. Lilitan tali yang dikunci. Cara mengukur diameter luar tali dapat dilihat pada Gambar 19, yaitu dengan mengukur dua untaian yang berlawanan letaknya. Gambar 19. Cara mengukur diameter tali

Tabel 5 Tali Rami untuk Pengangkat
Faktor mulamula dari keama nan KONSTRUKSI TALI Faktor mula-mula dari keamanan tali terhadap tegangan

Tabel 6 Tali Untuk Crane dan Pengangkat
KONSTRUKSI TALI
6 x 19 = 114 + 1c Posis i berp otongan 6 x 37 = 222 + 1c Posis i berp otongan 6 x 61 = 366 + 1c Posis i berp otongan 18 x 17 = 342 + 1c Posis i berp otongan

6 x 9 = 114 + 1c* Posisi berpoto ngan Posisi sej aj ar

6 x 37 = 222 + 1c* Posisi berpoto ngan Posisi sej aj ar

Posis i sejaj ar

Posis i sejaj ar

Posis i sejaj ar

Posis i sejaj ar

tali terhadap tegangan kurang 9 '9 - 10 '10 12 '12 14

Jumlah serat patah sepanjang satu tingkatan setelah tali tertentu dibuang 14 16 18 20 7 8 9 10 23 26 29 32 12 13 14 16 Kurang 6 6-7 Diatas 7

Jumlah serat yang patah pada panjang tertentu setelah tali dibuang 12 14 16 6 7 8 22 26 30 11 13 15 36 38 40 18 19 20 36 38 40 18 19 20

Percobaan-percobaan menunjukkan bahwa umur tali sangat D diatas 16 24 12 38 19 dipengaruhi oleh kelelahan. Umur tali dapat ditentukan dengan d memakai perbandingan (Dmin adalah diameter minimum puli atau drum dan d ialah diameter tali) dan (H -diameter kawat pada tali).

min

Dmin H

Jumlah lengkungan dapat ditentukan dengan cukup akurat bila kita membuat suatu diagram seperti jenis yang ditentukan dalam Gambar 21. Gambar 21. Menentukan jumlah lengkungan tali dengan satu puli penggerak.

Sistem puli yang banyak digunakan dan jumlah lengkungannya dapat dilihat pada Gambar 23 Gambar 23. menentukan lengkungan untuk berbagai sistem puli pengangkat

D Tabel 7 menunjukkan nilai min d

sebagai fungsi jumlah lengkungan.
Jumlah leng kun gan 26,5 28 30 31 Puli Ganda Jumlah puli yang berpu tar 9 10 11 12 32 33 34 35

Jumlah lengk unga n

Jumlah lengk ungan 16 20 23 25 5 6 7 8

Jumlah lengk ungan 13 14 15 16 Efisiensi Gesekan pada permukaa n puli (faktor resisten satu puli) Gesekan anguler pada permukaan puli (faktor resisten satu puli 36 37 37,5 38

Tabel 7

1 2 3 4

Puli Tunggal

Jumlah alu r

Jumlah puli yang berputar

Jumlah alur

Tabel 8 EFISIENSI PULI

2 3 4 5 6

1 2 3 4 5

4 6 8 10 12

2 4 6 8 10

0,951 0,906 0,861 0,823 0,784

0,971 0,945 0,918 0,892 0,873

Compound 6 x 19 = 114 + 1 poros a). Semua tipelain dari crane dan pengangkat mekanis Derek yang dioperasikan dengan tangan.2 Tangan Daya Daya Daya Tangan Daya Daya Ringan Ringan Medium Berat dan sangat berat Ringan Ringan Medium Berat dan sangat berat Kondisi pengoperasian Faktor K 4 5 5.85 0. traktor dan truk yang mempunyai crane pilar (termasuk excavator yang dioperasikan sebagai crane dan pengangkat mekanik pada daerah konstruksi dan pekerjaan berkala. 4.1 Idem untuk pengangkat mekanik pada no. 3. Warrington Posisi berpotongan««««««««««««««««««««.5 6 4 5. Posisi sejajar««««««««««««««««««««««« b). dengan kapasitas beban terangkat diatas 1 ton yang digandeng pada berbagai peralatan otomotif (mobil.95 0.5 5 5. 5.00 0.5 6 4.00 0.caterpilar-mounted.85 1..Tabel 9 Harga Minimum Faktor k dan e1 yang diizinkan Digerakkan oleh: TIPE ALAT PENGANGKAT 1.90 0. Lokomotif. 6. Faktor e2 Konstrusi Tali Tabel 10 Harga faktor e 2 yang tergantung pada konstruksi tali Biasanya 6 x 19 = 114 + 1 poros Posisi berpotongan«««««««««««««««««««««« Posisi sejajar««««««««««««««««««««««««. 1. truk.5 5 5 Faktor e1 16 16 18 20 18 20 25 30 12 20 20 30 2. Posisi sejajar««««««««««««««««««««««« Biasanya 6 x 37 = 222 + 1 poros Posisi berpotongan«««««««««««««««««««««« Posisi sejajar««««««««««««««««««««««««.. Seale Posisi berpotongan««««««««««««««««««««.90 . Pengangkat dengan troli Penjepit mekanis (kecuali untuk puli pada grabs) untuk pengangkat mekanis pada no.90 0. dan sebagainya).

Pada tahap pertama. PERHITUNGAN DAYA TAHAN (KEKUATAN BATAS KELELAHAN) TALI KAWAT BAJA DENGAN METODE PROFESOR ZHITKOV Metode perhitungan daya tahan tali kawat yang dijelaskan berikut dihasilkan oleh penelitian bertahun-tahun yang dilakukan di hammer dan sickle works. produksi.5. berbagai konstruksi tali yang berdiameter dari 3 mm sampai 28 mm diuji dengan tiga unit mesin khusus untuk menentukan metalurgi. desain dan operasi yang mempengaruhi kekuatan tali.24 Diagram untuk menentukan jumlah lengkungan tali . karakteristik umur tali dikumpulkan dari semua pengujian dalam bentuk grafik yang menghasilkan hubungan z = 1( ) dan z = 2( D ) d Data ini kemudian dipakai untuk menggambarkan suatu diagram yang menunjukkan hubungan = 3 ( D ) dengan berbagai jumlah lengkungan tali d (gambar 24) dan untuk mendapatkan secara matematis rumus desain: D A = d = m CC1C2 Gambar.

kita dapat menentukan jumlah lengkungan yang diperbolehkan z1 dengan rumus : z1 = a z2 N dengan : N = umur tali dalam bulan a = jumlah siklus kerja rata-rata per bulan z2= jumlah lengkungan berulang per siklus kerja (mengangkat dan menurunkan) pada tinggi pengangkatan penuh dan lengkungan satu sisi. dan telah menentukan umur tali. Penggantungan pada sistem puli majemuk . Bila kita mengetahui kondisi operasi mekanisme pengangkat. = faktor perubahan daya tahan tali akibat mengangkut muatan lebih rendah dari tinggi total dan lebih ringan dari muatan penu Gambar 26.

Gambar 28 menunjukan faktor-faktor utama yang mempengaruhi mutu tali kawat baja .

6. PENGIKATAN RANTAI DAN TALI     Pengikatan Rantai Beban Lasan Pengikatan Rantai Rol Pengikatan Tali Rami Pengikatan Tali Baja Gambar 29 Metode pengikatan rantai beban lassan Gambar 30 Pengikatan rantai roller beban Gambar 31 Pengikatan tali rami Gambar 32 Pengikatan tali kawat dalam soket tirus .

Jumlah pengapit minimum adalah tiga buah. Gambar 34 Baji soket tali (a) dan pengikatan dengan alat berlubang (b. mata pengikat dapat dikencangkan dengan memakai klip khusus bulldog (bull-dog clip) atau pengapit pada tali kawat (Gambar 35). Disamping dililitkan. Tali dililitkan mengelilingi mata pengikat (Gambar 34b) dan ujung bebasnya dililitkan dengan bagian utama tali.Soket Baji. Mata Pengikat. Gambar 36 menunjukan tali kawat yang diikat pada mata pengikat dengan plat dan baut. Beban akan menarik tali kedalam soket dan akan menambah daya ikatnya. Panjang lilitan 1 > 15d dan minimum sepanjang 500 mm. Tali dilewatkan mengitari baji-baja beralur (Gambar 34a) dan diikat bersama dengan baji kedalam soket rata yang sesuai yang terbuat dari baja tuang. Gambar 34c menunjukan kait yang diikat pada tali dengan mata pengikat.c) Gambar 35 Klem bull dog Gambar 36 Tali alat berlubang dengan plat dan sekrup .

Juga digunakan rantai tanpa ujung dan rantai lepas dengan cincin tanpa ujungnya Gambar 38a menunjukan rantai tanpa ujung. Anduh rantai biasanya akan merusak sudut (ujung) benda yang dingkat Gambar 38 Anduh rantai . Gambar 38d ± anduh utas dua. Gambar 38c . Gambar 38e cengkeram berbentuk cakar untuk membentuk lingkaran pada rantai. Anduh (sling) ini terbuat dari rantai lasan tak terkalibrasi biasa dengan mata dan kait untuk penggantungan atau cengkeram berbentuk capit untuk mengangkat obyek.rantai dengan kait dan cincin.7. Gambar 38b rantai lepas dengan cincin . Gambar 38f menunjukan tong yang diangkat dengan cengkeram rantai berbentuk capit yang memegang bagian ujung tong Anduh rantai terutama digunakan untuk pelayanan kerja berat dan selalu pada temperatur tinggi. PERABOT PENGGANTUNG BEBAN    Anduh Rantai. Kecuali dipakai pelindung khusus yang terbuat dari logam lunak (Gambar 38g).

tali baja akan melengkung terlalu tajam dan akan cepat aus. Gambar 40 anduh serat tali baja . tetapi memiliki keluwesan yang lebih tinggi dan mudah diikat menjadi simpul. Umumnya beban yang berat umumnya dingkat dengan anduh tali baja. tali baja lebih ringan tetapi terlalu kaku dan cenderung untuk terpuntir. Tali baja ini rentan terhadap temperatur yang tinggi. Dibandingkan dengan rantai. Anduh Tali Kawat Baja. Muatan yang diangkat oleh anduh tali dan rantai harus diikat dengan aman sehingga tidak berpindah posisinya sewaktu bergerak.  Anduh Tali Rami. Gambar 40a menunjukkan anduh tali baja dengan utas tunggal dan gambar 40b menunjukan tali dengan dua dan empat utas. Tali rami polos yang disimpul mati banyak sekali digunakan untuk menhan muatan pada kait crane. Metode mengikat dengan tali rami dapat dilihat pada Gambar 39. Kekuatannya jauh lebih rendah dibandingkan dengan tali baja. Di samping itu apabila digunakan untuk mengangkat benda yang berujung tajam. Tali rami mudah sekali dirusak oleh ujung tajam benda yang diangkat dan harus dilindungi dengan bantal linak (Gambar 38g) atau alat pelindung khusus lainnya (plat sudut).

ALAT TAMBAHAN PENANGANAN MUATAN .

Kait tunggal (standar) dan kait tanduk adalah jenis kait yang paling sering dipakai untuk keperluan ini.1. Kadang-kadang Kadangdigunakan kait segitiga. URAIAN UMUM Pada crane serbaguna yang mengangkat berbagai bentuk muatan ditangani dengan memakai anduh (sling) rantai yang dikatkan pada kait. . Kait standar dan tanduk dibuat dengan ditempa pada cetakan rata atau cetakan tertutup atau dapat juga dibuat dari beberapa plat dengan bentuk kait yang dijadikan satu.

Kemampuan Angkat 1. Kait segitiga dan kait berlapis mempunyai kemampuan angkat diatas 100 ton . Kait tempa : Kait standar sampai 50 ton  Kait tanduk mulai dari 25 ton ke atas  2.

35 Q cos K 4 cos 45 r Kait sering kali mempunyai bentuk penampang tarapesium yang dibuat lebih lebar di dalam. muatan digantung pada anduh berutas-empat dengan dua lilitan tali pada kait (Gambar 61). .Pada umumnya. Q Q P ! 4 ! } 0 .

2. KAIT TEMPA STANDAR Perhitungan Dimensi Kait Tegangan tarik : t : kisar ulir W ! do : diameter luar ulir d1 : diameter dalam ulir t Q T d 4 2 1 Tinggi minimum : H ! W : tegangan satuan pada jarak y dari sumbu netral Q : beban pada kait F : luas penampang kritis r : jari-jari kelengkungan pada daerah kritis x : faktor bentuk bentuk penampang 4 Qt T d 02  d 12 p .

.

momennya bernilai negatif (Gambar 62a) : M = -Qr = -Q (0.5a + e1) Nilai x didapat dari persamaan : 1 x ! F e2 ´ e1 y dF yr untuk trapesium dengan sisi b1 dan b2 dan tinggi h akan menjadi x !  1  2 r « ®  b  b .Momen lentur M diasumsikan bernilai positif bila menyebabkan kelengkungan kait bertambah (jari-jarinya berkurang) dan bernilai negatif bila kelengkungannya berkurang. Karena beban cenderung untuk membuka kait.

e  r ¾1n r  e  .

b  b » b .

dan bila dan 5n  7 x! ?.b1  b2 h ¬ ¯ 2 ­° 1 2 h 2 ¿ À 2 r  e1 1 2 ¼ ½ h !1 a b1 !n b2 Bila kita mengambil nilai h = a.

5  0.09861  .1.5 .

n  1 A akan 1 maka rumus diatas setelah nditransformasikan  1 2 3.

n  1 berbentuk .

dengan mengabaikan perpindahan sumbu netral relaif terhadap pusat massa bagian tersebut diperoleh n  2 h e1 } Dalam keadaan tersebut rumus diatas dapat digunakan untuk mencari x untuk semua nilai Denganmendistribusikan nilai M = -Qr = -Q (0. r = 0.5a + e1). y = -e1 (untuk bagian terdalam yang tertarik) dan y = e2 (untuk bagian terluar yang tertekan) ke dalam rumus (61) dan kita dapatkan tegangan satuan pada penampang antara titik I dan II. W ! b1 b2 n 1 3 Q Q .5a + e1.

0.5a  e1 Q.

0.5a  e1 1 y Q « 0.5a  e1 ¨ 1 y ¸» ©1  ¹¼ !   ! ¬1  © F Fr Fr x yr F ­ r x y  r ¹½ ª º ! ¸» Q « 0 .5 a  e1 ¨ 1 e Q 1 2 e1 ©1  ¹¼ ! ¬1  © F ¬ r x r  e1 ¹ ¼ F x a ª º½ ­ Tegangan maksimum pada bagian terdalam W1 ! Q 1 2e1 F x a W aman W aman Tegangan maksimum pada bagian terdalam W 1 ! Q 1 e2 F x a h 2 .

Metode Grafik untuk menetukan Faktor x Nilai x adalah jarak dari titik O ke garis vertikal yang bersangkutan. Titik-titik terluar ordinat kemudian dihubungkan dengan suatu garis. Absis titik pusat penampang tersebut ditentukan dengan h ´ yxdx xc ! 0 h ´ ydx 0 Dengan . f : luas daerah yang dibatasi oleh kurva F : luas penampang kait Luas penampang daerah f dan F ditentukan dengan memaki planimeter. . y adalah panjang garis vertikal di dalam bagian penampang.

Faktor x akan sama dengan e2 1 2 . kita akan adapat mencari luas daerah f1 dan f2 pada titik C. Perbedaan f1-f2 akan selalu bernilai negatif. Luas daerah f1 dan f2 dapat ditentukan dengan memakai planimeter.Dengan meneruskan prosedur yang sama untuk semua garis vertikal akan didapatkan sejumlah titik dan bila titik tersebut dihubungkan.

f1  f 2 y x !  F e1 ´ y  r dF K ! !  F Jarak antara garis nol (netral) adan garis pusat adalah Vx 1 x Dengan : V : jari-jari kelengkungan titik pusat .

Penampang III dan IV diperiksa kekuatannya pada sudut maksimum yang diizinkan 2E = 120r dengan cara yang sama seperti Penampang I dan II. tetap memakai nilai r¶dan bukan hubungkan dimensi yang bersangkutan dari penampang tersebut. Bagian silindris tangkai kait yang masuk ke lubang pada bintanglintang akan mengalami tegangan tarik.Tegangan aman Tegangan aman satuan yang didapatkan dengan rumus (64) dan (65) tidak boleh melebihi 1500 kg/cm2 untuk baja 20. Dengan Q mengabaikan gaya geser 2 Q tan E perhitungan 2 untuk gaya dilakuakn dengan a memakai cara yang sama dengan 2 sebelumnya. Akan tetapi tegangan lentur akan timbul akibat salah stel sebab itu tegangan yang diizinkan dalam hal ini akan jauh berkembang .

W 2 t pt ! F DAN X sh Psh ! F . tegangan satuan maksimumnya dapat ditentukan melalui pertimbangan berikut (penampang kritis V-VI) p 1 ! Q 2 cos F p sh Q ! sin F .Beban digantung pada satu tanduk. Tangkai utama akan dibebani lebih dari yang diizinkan.

1. Diketahui: Kapasitas angkat 15 ton.Beban total Q ! 15 TON .Tegangan lentur yang timbul dari momen Akibatnya a  d ) M lentur !  P1 ( 2 W§ ! (W 1  W lentur ) 2  3X 2 Contoh soal: Memeriksa tegangan pada bagian lengkung kait tanduk tempa. dimensi pada gambar 66.

factor G Luas penampang F = 115. Absis titik pusat ialah xc f 789 ! ! ! 6 .00 x sin 77r P1 ! ! ! 13.Gaya normal pada penampung rumus (69) adalah: 2Q sin(E  F ) 2 x15. 8 cm F 115 . 3 cosE 3 cos 45r 3.750kg.2. 8 .8 cm2 Luas daerah tambahan f = 789 cm3.

7 ) ! ! 0 . 104 ! 1  0 . 51 cm .104  115 . 104 ! 1 .Zambian Luas f1 daerah Sehingga factor 2 ( f1  f x !  f 2 ! 5 . 29 cm Jarak antara bagian bagian terdalam dengan garis nol e 1 ! x c  F ! 6 . 7 cm 2 ) 2 ( 5 . 29 ! 5 . 71 cm 2 dan f 2 ! 11 . 71  11 . 8 Jarak antara titik nol dan titik pusat adalah: K VT ! 1  x 13 . 8  1 . 8 v 0 .

W1 ! ! v v ! 900 kg / cm 2 F x a 115 . 750 1 .104 14 W II p1 1 e2 13.45 !  ! v v ! 520 kg / cm2 115.51 P1 1 2 e1 13 .8 0 . .104 14 F x a  e1  e2  16 2 2 Kedua rantai diatas berada dalam batas yang diizinkan.Tegangan satuan adalah 2 x 5 .5 0.4.750 1 10.

KAIT MATA SEGITIGA PADAT Kait mata pada segitiga padat dipakai pada crane dengan kapasitas angkat yang besar (di atas 10 ton). Kelmahan kait ini adalah anduh yang mengangkat muatan harus dilewatkan kedalam lubang kait tersebut. . Kait segitiga ditempa langsung dari satu potong baja utuh. dan hanya kadang-kadang saja dipakai juga pada crane dengan kapasitas sedang.4.

dan dari segi tegangan kait ditentukan secara statis tak tentu. Dari penyelidikan yang dilakukan.Ditinjau dari segitiga luar (eksternal) kait segitiga dapat ditentukan secara statis. momen lentur pada lengkunagan bawah adalah: M 1 Q1 ! 6 . Karena lengkungan bagian bawah dibuat utuh dengan sisinya dan akan mengalami gaya lentur maka bagian sisinya akan terpengaruh gaya lentur tersebut juga.

sudut antara kedua sisi Q ± beban I ± panjang busur yang diukur sepanjang garis netral .Momen lentur pada pertemuan kedua sisinya dengan busur ialah Q1 M2 ! 13 Gaya tarik yang bekerja pada bagian sisi ialah p ! Q1 2 cos a 2 Dengan: a .

Tegangan satuan maksimum pada bagian sumbu dapat ditentukan dengan rumus Dengan: Mlentur P W!  1 W F M lentur Q1 }  P1 x 6 ² gaya tekan yang bekerja pada busur. dalam kg W ² momen perlawanan F ² luas penampang busur Tegangan satuan aman untuk baja 3 2 adalah W aman ! 800 kg / cm Q a P ! tan 1 2 2 .Sambungan antara busur. sisi dan tangkainya tidak boleh membentuk sudut yang tajam tetapi harus rata dan halus.

Sehingga untuk menangani beban yang besar kait segitiga bersendi rakitan lebih disukai untuk digunakan. Tegangan satuan pada sambungan kait tiga-sendi rakitan adalah Q W1 ! Nilai yang diizinkan adalah a 4 cos F 2 2 W1 ! 1.200 kg / cm .5. KAIT SEGITIGA BERSENDI Pembuatan kait mata segitiga ternyata mengalami banyak kesulitan dalam proses produksinya.

Tegangan satuan ditentukan sebagai tegangan pada bentangan lengkung P1 M e1 M W !   F FR xFR R  e Dengan Q1 M !  Px 1 4 Q a P ! tan 1 2 2 Dengan: F ² luas penampang e 1 ² jarak antara sambungan netral dengan lapisan yang menerima beban terbesar. .

Factor x untuk ellips didapat dengan rumus 1 ¨ a ¸ 1¨ a ¸ 5 ¨a¸ x! © ¹  © ¹  © ¹ 4 ª R º 8 ª R º 64 ª R º 2 4 6 Dengan: a ² luas penampang .

Tegangan pada mata tangkai diperiksa dengan rumus hasil Dengan: P! Q a 4 cos bd 2 P.

 d D W1 ! 2 2 D d 2 2 (tekanan satuan) b ² lebar lubang .

kadang-kadang pemberat kait dilengkapi dengan pegas. Bantalan peluru aksial memungkinkan kait dapat berputar dengan mudah ketika menangani beban diatas 3 ton. Untuk mengangkat muatan ringan (=sampai 5 ton) biasanya kait langsung diikatkan pada takal pengangkat fleksibel. PERABOT UNTUK MENGGANTUNGKAN KAIT   Pemberat kait. Bantalan kait. Untuk meredam kejut.6. Bantalan ini dipasang pada batang lintang dipakai menahan mur kait. Penggunaan peredam kejut ini sangat diperlukan untuk crane yang melayani alu tempa. .

. Gambar.Batang lintang untuk kait Batang lintang kait dapat berputar pada pelat sisi rumahnya yang diperkuat dengan setrap atau sekal yang terbuat dari pelat baja. 70 penampang-lintang untuk kait. Hal ini akan memungkinkan kait berputar pada dua arah yang saling tegak lurus. Batang lintang ini ditempa dari baja dan diberi trunion (batang gerak) pada ujungnya. Diameter lubang untuk tangkai kait harus sedikit lebih besar dari tangkainya sendiri.

kadangkadang pemberat kait dilengkapi dengan pegas. Untuk meredam kejut. PERABOT UNTUK MENGGANTUNGKAN KAIT Pemberat kait. Bantalan kait. Penggunaan peredam kejut ini sangat diperlukan untuk crane yang melayani alu tempa.6. Bantalan peluru aksial memungkinkan kait dapat berputar dengan mudah ketika menangani beban diatas 3 ton. Bantalan ini dipasang pada batang lintang dipakai menahan mur kait. Untuk mengangkat muatan ringan (=sampai 5 ton) biasanya kait langsung diikatkan pada takal pengangkat fleksibel. .

Batang lintang untuk kait Batang lintang kait dapat berputar pada pelat sisi rumahnya yang diperkuat dengan setrap atau sekal yang terbuat dari pelat baja. Batang lintang ini ditempa dari baja dan diberi trunion (batang gerak) pada ujungnya. . Hal ini akan memungkinkan kait berputar pada dua arah yang saling tegak lurus. Diameter lubang untuk tangkai kait harus sedikit lebih besar dari tangkainya sendiri.

Tabel ukuran dan beban untuk bantalan swa-penyebaris untuk kait yang mengangkat beban mulai 5 sampai 75 ton kapasitas pengangkat ton 5 75 5 5 5 5 5 5 75 5 7 5 55 75 75 5 5 5 55 7 d 5 7 d 5 7 d5 75 5 5 k 75 5 5 5 57 7 7 5 55 5 5 7 77 5 r 5 imit beban kerja ton 75 5 5 5 5 5 5 7 5 75 5 5 5 .

Momen lentur maksimumnya adalah 11 maks Q 1 Q d1 Q ! x  x ! (1  0.5 d 1 ) 2 2 2 4 4 Dengan : D1= diameter luar cincin dudukan bantalan. Momen perlawanannya adalah 1 w ! (b  d 1 )h 6 2 .

Tegangan lentur aman Wlentur = 600 ± 1000 Kg/cm2 Momen lentur pada trunion batang-lintang : Q M 2 ! 2 Tekanan satuan antara trunion dan rumah P ! x s  s1 2 Dengan : s = tabel sakel s1 = tabel pelat samping Q 2 d .

s  s 1 l ! s  s1 2 .

Momen lentur pada trunion: M1 maks Q¨P l0 D ¸ ! ©  s0  s   ¹ 2ª2 2 2º M 2 Q ¨P ¸ !  s0  s ¹ © 2 ª2 º Gambar 71 penampang-lintang untuk pemasangan dua roda penuntun tali . Pengencangannya dapat dilakukan dengan cincin penyetel yang diikat dengan memakai pena tirus atau cincin belah yang dimasukan ke dalam alur trunion yang dipasang dengan skrup ke strap atau sekal.Trunion batang-lintang tidak boleh bergerak secara aksial tetapi harus dapat berputar.

Gambar 72 Penampang-lintang sakel dengan rumah empat buah roda penuntun. Pada penampang A1B1 (gambar 72) W Pada penampang A2B2 1 ! Q W1 ! 2.

tekanan satuannya ialah: Q P ! 2 ds .b  d s Q 2 bs Pada penampang A2B2 dipakai rumus lame.

Tegangan satuan pada permukaan dalam: W Tegangan satuan pada permukaan luar: A3 P .

2 R  d 2 ! .

2 R 2  d 2 2 ? A W B3 p2d 2 ! 2 .

2 R  d 2 Tegangan maksimumnya akan terjadi pada permukaan dalam yakni: W A3 Maka Q.

R2  d 2 4 ! 2 ds .

R 2  d 2 4 4R 2  d 2 Q x s! 2 dW 1 4 R 2  d 2 .

Staroselsky Bila batang lintang didesain dengan bantalan anti-gesek. tekanan pada daerah permukaan kontak yang dibebani dapat diasumsikan terbagi merata pada permukaan setengah silinder menurut hukum berikut : Pc= p cos N .Perhitungan Kekuatan Batang Lintang Secara Tepat Dengan Metode yang Dikembangkan oleh A.A.

12  0 . 034 ª .Gambar 73 Diagram penampang-lintang perhitungan untuk Jika P merupakan resultan pada gambar dari persamaan itu kita peroleh : 2 P p ! T x R Kg / cm Dan rumus yang dapat digunakan : N M 1 ! 1 ¸ 1 ¨ ©1  2 ¹P 4T ª R º 1 ¸ ¹ PR R º 1 ¨ ! ©  0 .

dan pelat rumah sekal tempat gandar roda puli dan pemutar batang lintang diikat Gambar 77 menunjukkan rumah dengan satu buah roda puli dan perabot untuk mencegah tali terlepas Gambar 78 . batang lintang.RUMAH KAIT Rumah kait merupakan keseluruhan takel gantung yang mencakup :alat pengangkat (kait). roda puli bawah.79 .

dan sebagainya. 3. Muatan satuan yang biasanya berukuran besar misalnya . Bahan cair . ketel.Muatan yang ditangani dalam perusahaan industri dapat dibagi dalam beberapa kelompok sebagai berikut : 1. komponen mesin. Bahan lepasan . dan logam cair lainnya . hasil. rakitan mesin. baja. coran. 4. tempa. 2. abu. biled baja coran berukuran besar. besi cor cair. kokas. tong dan sebagainya. baja canai. lembaran dan pelat. baut. gas. dan kom[onen mesin berukuran kecil. dan lainnya. Muatan satuan massal berukuran kecil . 5. pasir. biji logam. paku keling dan sebagainya. tatal. struktur logam. kotak. Muatan satuan massal . batu bara.

3. pencengkeram crane untuk muatan satuan Faktor penggunaan dan kapasitas penanganan yang lebih tinggi dan perabot pengangkat berbanding langsung dengan waktu yang diperlukan untuk menggantung dan melepaskan muatan. Waktu ini dapat dikurangi dengan penggunaan pencengkeram khusus yang harus : 1. 6. 4. 7. 5. 2. Sesuai dengan sifat dan bentuk muatan Mencengkeram dan melepaskan muatan dengan cepat Mempunyai kekuatan dan keandalan mekanis yang memadai Memenuhi syarat keamanan Tidak merusak muatan Mempunyai bobot yang minimum Mudah dalam pengoperasiannya .7.

poros dan gandar tergantung pada panjang dan jumlah komponen yang ditangani sekaligus.Cengkeram Dan Pengapit Crane Komponen yang serupa misalnya : pasangan roda. lembaran dan pelat baja roll kertas. as. Jenis cengkeram untuk pasangan roda. gulungan kawat dan sebagainya ditangani dengan cengkeram yang sesuai bentuknya dengan muatan tersebut. .

biji logam dan komponen besi cor berukuran kecil lainnya). Untuk mencegah terjadinya kecelakaan. batu bata. muatan yang berukuran kecil tidak boleh dipindahkan pada platform dan ember terbuka. komponen mesin dan sebagainya) dan juga muatan yang berukuran kecil (briket.Platform Muatan Dan Ember Curah Samping Perabot ini dipakai untuk menangani muatan satuan dalam jumlah besar (kotak bal baja batangan. dan ember tersebut ialah jenis yang dapat di lepas atau dicurah. . Biasanya platform. Isi platform dan ember dapat dipindahkan dengan crane ke gerbong rata.

Pada pronsipnya. tang dibuat bersifat swa jepit. yakni penjepit ini akan menutup sendiri akibat muatan yang ditangani.Tang Biasa Dan Swa Jepit Sendiri Kecenderungan untuk mengurangi tenaga kerja untuk menangani muatan satuan sekecil mungkin telah menyebabkan berkembangnya berbagi jenis tang dan cengkeram otomatis lainnya. . Tang dibuka secara manual dengan tuas khusus.

pipa. kotak yang berisi benda ± benda terbuat dari baja). Magnet pengangkat dapat digunakan secara luas khususnya pada pekerjaan rekasanya metalurgi dan mekanis. rel. akan tetapi alat ini dapat mengatasi muatan yang jumlahnya cukup besar dengan waktu yang minimal dan peningkatan efisiensi pengangkat yang cukup besar. MAGNET PENGANGKAT ELEKTRIS Magnet pengangkat digunakan sebagai bahan magnetik dalam berbagai bentuk (ingot. baja lembaran dan pelat. kelemahan magnet peralatan ini yaitu pengurangan kapasitas angakt akibat bobot magnet ini sendiri. tatal.8. batang. biji. . Keunggulan utamanya ialah tidak diperlukannya pengikatan muatan secara manual sehingga mengurangi waktu yang diperlukan untuk operasi ini secara drastis.

Ember cengkram . Bak Dengan Sekop. Bak swa dibalikan / diputar pada trunion horizontal. Bak ini mempunyai dua buah sekop bersendi dengan alas yang dibulatkan. tanha dan sebagianya dengan bantuan crane jenis ini lebih unggul dibandingkan bak miring. Bak Curah ± Bawah Dan Curah Samping. .didesain untuk proses pencurahan otomtis tetapi memerlukan tenaga kerja dan mekanisme manual untuk pengoperasiannya. Dipakai untuk menangani kerikil. CENGKERAM UNTUK BAHAN LEPASAN± curah digantungkan pada kait crane. karena tidak mencecerkan bahan ketika pencurahan. Bak ini mempunyai kapasitas antara 0. dan dapat Bak. pasir.bak jenis ini berkapasitas 1 ± 3 m3 dan untuk penggunaan khusus dapat sampai 8 m3.25 ± 3 M3.9.

Ember cengkeram yang dalam kedua macam operasinya (naik turun. membuka dan menutup) dilakukan dengan satu alat penarik. Pada ember cengkeram yang digerakkan motor. Ember Cengkeram yang Digerakkan Motor. Ember Cengkeram Tali Tunggal. biasanya tali.Ember Cengkram Tali Ganda. . Operasi pengangkatannya dilakukan oleh satu kelompok tali (atau suatu tali) Ember Cengkram Tauber Dengan Tali Ganda. Terdiri atas bentuk lonceng yang dibentuk oleh dua buah dinding memanjang yang sejajar yang dihubungkan dengan suatu pelat horizontal. sekop dibuka dan ditutup dengan rantai ataupun tali yang digerakkan motor yang terpasang pada rangka pemegang itu sendiri.

Ember Cengkeram yang Digerakkan Motor dengan Pengangkat Listrik. Ember Cengkeram Khusus. sekop. Bentuknya menyerupai tangga. atau lebih tepat disebut dengan tangan. Ember Cengkeram Tangan Majemuk. alat ini terdiri dari 3 sampai 8 tangan yang dapat mencengkeram bahan bongkahan dengan mudah tanpa merusakkan bahan. Sekopnya dikendalikan dengan tali puli yang roda pulinya dipasang pada batang-silang bawah. . Mempunyai sekop yang berbentuk khusus untuk menyesuaikan diri dengan jenis operasi dan bahan yang akan ditangani.

5 (d) Untuk cengkeram pelayanan sangat berat Ggr ! 3V  0.5V  0. berat jenis (bulk weight). kapasitas cengkeram. gesek dalam. dan sebagainya.5  (b) Untuk cengkeram pelayanan medium G gr ! 1. kandungan air.10.5 Dengan: G gr  berat cengkeram. METODE UNTUK MENDESAIN EMBER CENGKERAM  Sifat bahan curah berikut mempengaruhi parameter alat cengkeram: ukuran dan bentuk bongkahan.5 (c) Untuk cengkeram pelayanan berat G gr ! 2. Ketergantungan antara bobot dan kapasitas cengkeram dapat diungkapkan dengan perbandingan sebagai berikut: (a) untuk cengkeram pelayanan ringan G gr ! 0. dalam ton. viskositas gaya. dalam meter kubik V  . Metode mendesain cengkeram berdasarkan sifat fisik bahan curah dikatakan ideal.8V  0.3V  0. derajat ketahanan bahan terhadap penembusan benda asing.

3G gr berat batang-silang bawah dengan pengimbangan berat sekop berat btang-silang atas dengan batang hubung Dengan gaya yang ditentukan ini diperiksa kekuatan komponen cengkeram. sehingga kita menentukan gaya yang diperlukan untuk menutup sekop tersebut.Dengan memakai diagram perpindahan dari mekanisme cengkeram dan data berat komponennya dapat kita tentukan gaya yang bekerja pada komponen tersebut berdasarkan statika.2G gr G2 ! 0. Data percobaan menyarankan hubungan berat sebagai berikut: G1 ! 0. .5G gr dengan: G1 G2 G3 G3 ! 0.

Krusibel diangkat dari tanur dan dipindahkan dengan tang garpu.11. PERLENGKAPAN CRANE UNTUK MENANGANI BAHAN CAIR Krusibel (untuk mencairkan paduan baja dan logam lainnya) dibuat dari bahan tahan panas: dan krusibel ini dapat menampung muatan mulai 40 sampai 300 kg logam. Keamanan dan pelayanan yang mudah (pekerja lebih terlindung terhadap radiasi kalor dibandingkan dengan pelayanan ladel biasa) dan kehilangan kalor yang lebih kecil akibat radiasi (karena drum tertutup) menyebabkan penggunaan ladel drum sangat efektif . Ladel untuk menangani bahan cair dibuat dari plat baja dan mempunyai lapisan tahan panas.

Gigi tersebut dibentuk sedemikian rupa sehingga racet dapat bergerak bebas ketika beban diangkat. Peralatan Racet. Jenis peralatan ini terdiri atas roda racet dan sebuah pengunci.PERALATAN PENAHAN DAN REM    PERALATAN PENAHAN Alat penahan digunakan untuk menahan beban yang sedang diangkat oleh Derek. Gambar 109 a menunjukkan desain peralatan racet yang paling sering digunakan dengan gigi pada bagian luar roda racet. . Gigi racet dapat diletakkan pada bagian dalam atau luar pada sisi ataupun roda racet.

racet dan rem yang digerakkan oleh beban yang diangkat (pengangkat dengan penggerak roda cacing). z = 12 sampai 20. Menurut tujuannya roda racet dapat didesain dengan jumlah gigi yang berbeda-beda : z = 6 sampai 8 untuk dongkrak batang dan pinion.    Penahan terbaik diperoleh pada titik kontak antara garis singgung yang melewati titik putar pengunci dan diameter luar roda racet. Dalam hal ini tekanan pada pengunci diarahkan sepanjang gaya keliling roda racet. untuk penahan racet yang bebas .

   z = 16 sampai 25 atau selebihnya untuk rem jenis racet. Panjang gigi (lebar daerah tumpuan pengunci) dipilih dengan memperhatikan tekanan satuan linear. b=P p dengan : P = gaya keliling p = tekanan satu linear Biasanya tekanan satuan diambil p = 50 ± 100 kg/cm untuk pengunci baja .

  dan roda racet besi cor dan p = 150 ± 300 kg/cm untuk pengunci dan roda racet yang terbuat dari baja. Gambar 109 Peralatan racet dengan gigi luar Gigi racet dengan pertemuan pada bagian luar diperiksa terhadap kelenturan dengan rumus : m § 23 M z [ lentur ] Dengan : m = modul yang setara dengan kisar pada diameter luar dibagi dengan .

   M = momen gaya yang ditransmisikan dalam kg ± cm. Anggapan ABCD adalah daerah patahan gigi. Persamaan kekuatan terhadap lentur adalah Ph = a b [ lentur ] 6 . z = jumlah gigi [ lentur ] = tegangan lentur aman Rumus (95) (lihat gambar 109b) diturunkan sebagai berikut .

P = 2M dan D = zm D Maka : 2M 0.  Biasanya a = m dan h = 0.75 m = m m [ lentur ] zm 6 dan : m § 23 M z [ lentur ] Kecepatan keliling roda racet tersebut berbanding lurus dengan diameternya. Karena gaya tumbukan pada pengunci dan gigi meningkat secara proporsional . b = m.75 m.

Tumbukan pada kecepatan tinggi dikurangi dengan memakai gigi dan kisar yang lebih kecil. Pengunci racet dapat didesain seperti pada Gambar 109 a ataupun dengan bentuk seperti penahan yang ditunjukkan Gambar 109 a.   dengan kuadrat kecepatannya. maka peningkatan kecepatan harus dibatasi sampai nilai yang dapat diizinkan. . sesuai dengan jumlah penguncinya. dapat juga sepersekian dipakai dua atau beberapa pengunci yang titik pertemuannya digeser sepersekian bagian kisar. Pada perlengkapan racet bebas atau rem jenis roda racet selalu terpasang mati pada poros.

   Pengunci diperiksa terhadap tekanan eksentris ataupun tarikan eksentris. = M lentur + P W F Dengan : M lentur = P e 1 W = bx² adalah momen ketahanan minimum yang diperlukan (Gambar 109 d) Biasanya pena pengunci (Gambar 110a) dianggap sebagai batang kantilever yang mengalami pembebanan. Persamaan kekuatan ialah : Pl = 0.1 d³ [ lentur ] .

Untuk l = b + a dan P = 2 M kita peroleh 2 zm b +a d = 2.71 M zm [ lentur ] 2 Dengan memperhatikan penggunaan beban tumbukan. biasanya pena racet dibuat dari Baja 45 yang mempunyai tegangan lentur aman yang agak diperkecil. [ lentur ] = (300 sampai 500) kg/cm² Kondisi yang terbaik untuk pengunci yang bergeser pada gigi racet didapatkan bila > dengan adalah sudut gesek (Gambar 110b). .

Maka .   Gaya T = P sin cenderung mendorong pengunci kea rah akar gigi sedangkan gaya gesek N (di mana N = P cos ) dan daya gesek pada pena pengunci akan melawan gerakan ini.0 > 0 atau akan menjadi lebih besar dari p. . Bila ™ MA = 0 didapatkan (T ± N ) L cos ± P 1 d = 0 2 Dengan mensubstitusikan nilai T dan N dan menghilangkan cos² tan p > 0 .

. Urutan berikut ini dapat dipakai untuk mengkonstruksikan profil gigi luar (lihat Tabel 22). dibagi dengan kisar t menjadi bagian yang sama besar. Lingkaran NN. yang juga merupakan lingkaran kisar. Pertama-tama kita gambarkan lingkaran addendum NN dan dendum atau lingkaran kaki SS.Tabel 22 Konstruksi untuk Profil Gigi dan Roda Racet   Tabel 22 memberikan data yang diperlukan untuk konstruksi profil gigi dan roda racet dengan gigi dalam dan luar.

. Pada tali busur BC kita membuat sudur 30° dari titik C. Dari titik O kemudian kita gambarkan lingkaran dengan jari-jari OC.   Dari sembarang titik bagi tersebut kita menggambarkan tali busur AB = a. yang merupakan perpotongan lingkaran ini dengan lingkaran SS. merupakan salah satu titik sudut titik sudut sisi (vertex) dengan sudut 60°. Kemudian garis tegak lurus LM ditarik pada bagian tengah tali busur BC sampai berpotongan dengan sisi CK pada titik O. Titik E.

  Profil gigi-dalam dikonstruksikan sebagai berikut. Kemudian garis tegak lurus LM ditarik pada bagian tengah tali busur BC sampai berpotongan dengan sisi CK pada titik E yang berupa titik perpotongan lingkaran ini dengan lingkaran SS adalah vertex dengan sudut 70°. Sumbu titik putar pengunci didapat dengan konstruksi berikut (Gambar 110c). Dari sembarang titik bagi tersebut digambarkan tali busur AB = a. Pada tali busur BC dibuat sudut 20° dari titik C. Lingkaran NN dibagi dengan kisat t menjadi bagian yang sama panjang. . Pertama digambarkan lingkaran addendum NN dan addendum atau lingkaran kaki SS.

. Garis BA akan tegak lurus dengan jari-jari racet OB dari persamaan geometris. Pengunci yang tidak bertemu dengan gigi akibat bobot mereka sendiri diberi pemberat tambahan atau pegas (Gambar 111a). Biasanya panjang pengunci BA diambil sama dengan 2t.  Jarak antara pusat ke pusat OA (antara pusat pengunci dan roda racet) diambil sebagai diameter setengah lingkaran yang perpotongannya pada titik B dengan lingkaran addendum roda akan memberikan kedudukan gigi yang bertemu dengan pengunci dan potongan BA akan merupakan panjang pengunci.

Bunyi tersebut dapat dihilangkan dengan memakai pengunci yang dikenal sebagai pengunci tanpa bunyi (noiseless). yang beroperasi dengan menggunakan cincin gesek (Gambar 111b). Roda racet dengan gigi-dalam dipakai hanya pada roda rem racet.  Bila muatan sedang diangkat gigi roda racet akan bergeser di bawah pengunci dan menimbulkan bunyi klik yang tidak diinginkan (terutama bila poros berputar dengan kecepatan tinggi). . Giginya dicor pada sisidalam drum rem yang terpasang bebas pada poros. Pengunci demikian hanya digunakan pada rem racet.

. Jumlah gigi berkisar dari z = 16 sampai 30. Akibatnya persamaan kekuatan mempunyai bentuk yang berbeda : M z [ lentur ] Simbol yang dipakai mewakili nilai yang sama dengan persamaan (95). Gigi pada bagian dalam roda racet jauh lebih j auh lebih kuat dibandingkan dengan gigi pada bagian luar.  Satu atau dua buah pengunci dipsang pada tuas yang diikat pada poros dan dioperasikan oleh cincin gesek (Gambar 112).

 

Penahan gesek. Dibandingkan dengan penahan gigi, penahan gesek mempunyai keunggulan tertentu: beroperasi tanpa bunyi dan tanpa guncangan. Akan tetapi pda penahan jenis ini tekanan pada titik putar pal dan poros lebih tinggi dibandingkan dengan penahan bergigi. Akibatnya penggunaan terbatas dan selalu dipakai bersamaan dengan rem. Gambar 113 menunjukkan penahan gesek dengan gigi-dalam penahan berbentuk baji. Sudut bajinya bisanya diambil sebesar 2 § 45° - 50°. Koefisien gesek § 0,1. Sudut adalah 15° pada nilai rata-rata.

 

Untuk mencegah aksi dua arah dipakai dua buah cakar yang ditempatkan pada kedudukan yang berlawanan pada diameter lingkaran roda geseknya.. Gambar 112 Roda racet dengan gigi dalam Tekanan pada titik putar pengunci adalah :` P0 = P Tan Di mana : P = gaya keliling Cakram rem harus diperkuat dengan sirip untuk menahan beban yang ditimbulkan tekanan pengunci.

 

Racet Rol. Biasanya penggunaan racet rol secara meluas dipakai bersamaan dengan rem. Gambar 114a menunjukkan racet rol pada rumah yang terpisah dengan rem. Peralatan racet semacam ini beroperasi sebagai berikut. Poros 1 yang akan ditahan mempunyai bus 2 yang diberi alur sebagai tempat rol 3. Cincin 6 dipasang dengan pasak 5 pada badan 4. Rol 3 tidak menghalangi putaran yang berlawanan arah dengan jarum jam bus 2 bersama dengan poros 1. Bila poros 1 mulai berputara searah dengan jarum jam akibat muatan (poros 1 mendukung drum yang dililiti tali pengangkat) rol akan tertekan pada alur oleh bus 2 dan ditekan pada cincin tetap 6.

 

Untuk mencegah rol jatuh ke dalam alur akibat bobotnya sendiri dipasang pegas penahan seperti yang ditunjukkan Gambar 114b. Gambar 115 menunjukkan berbagai desain racet rol. Gambar 113 Penahan gesek Gambar 114 Racet Rol Gambar 115 Berbagai desain racet rol Desain Racet Rol (Gambar 116). Rola yang ditekan antara penggerak dan pengikut pada pusat gaya normal N1 dan N2 dan daya gesek tangesial 1 N1 dan 2N2 . Dengan roll yang berada pada ketidak seimbangan gaya, resultan R1 = R2.

Bila = tan p > tan kita dapatkan N< 2M (N =N1 = N2) z D tan a 3 Akan tetapi.06. untuk mendapatkan keandalah yang lebih baik. Koefisien gesek § 0. gaya yang bekerja pada sebuah rol diasumsikan sebagai : .   Momem gaya yang ditransmisikan adalah : M=z ND 2 dengan : z = jumlah rol (biasanya z = 4).

Bahan yang dipakai adalah Baja 15 dengan perkerasan kulit (case hardered). N= .  2M (98) zD tan a 2 Panjang rol l = N dengan p = 450 kg/cm bila p elemen yang beroperasi dibuat dari baja yang bermutu tinggi dan diperkeras dengan baik. Tabel 23 menyenaraikan dimensi utama racet rol dengan kekerasan Rockwell pada permukaan operasi Rc = 58 sampai 61.

5 sampai 2. diambil mulai 1.  Gambar 116 Diagram desain racet rol Tabel 23 Dimensi Utama Rachet Rol Rachet rol dipilih dengan memakai rumus berikut : Naman = 100N 100 nK dengan: n = rupa yang sebenarnya k = factor keamanan. .

  REM SEPATU Pada mesin pengangkat. crane. . Tergantung pada kegunaannya rem dapat diklasifikasikan sebagai jenis penahan (parkir). jenis penurunan atau gabungan keduanya. muatan. Rem dapat dibedakan menjadi rem automatis dan rem yang dieprasikan manual. dan sebagainya). Rem jenis gabungan melayani kedua fungsi penghentian muatan dan mengatur kecepatan penurunan. rem digunakan untuk mengatur kecepatan penurunan muatan ataupun untuk menahan muatan agar diam. Rem digunakan juga untuk menyerap inersia massa yang bergerak (truk.

Jenis rem yang termasuk rem otomatis adalah rem sentrifugal (untuk mengatur kecepatan) dan rem yang digerakkan oleh bobot muatan yang diangkat. rem pita. Rem sepatu atau blok dapat didesain dengan sepatu luar atau dalam. rem kerucut. sepatu dalam hanya ditujukan untuk penggunaan crane yang dipasang pada truk. dengan gagang pengaman. . rem cakram dan rem racet serta rem. Rem sepatu luar adalah jenis rem yang umum digunakkan pada mesin pengangkat. sedangkan rem.   Jenis rem yang termasuk rem manual ialah : rem sepatu atau blok.

  Prinsip Operasi Rem. Karena aksi satu arah sepatu tunggal menimbulkan lenturan pada poros rem. Untuk memahami prinsip operasi rem sepatu marilah kita lihat diagram rem sepatu tunggal yang ditunjukkan pada Gambar 117. Tekanan yang diberikan oleh sepatu besi cor pada roda rem haruslah sedemikian rupa sehingga gaya gesek yang dihasilkan pada permukaan roda mengimbangi gaya kelilingnya. rem sepatu tunggal hanya dapat dipakai untuk menahan momen gaya yang kecil pada penggerak tangan bila diameter poros tidak melebihi 50 mm. Gambar 117 Diagram untuk rem sepatu tunggal .

pengereman yang permanent hanya bekerja bila electromagnet dinyalakan. Akibatnya. rem sepatu ganda tidak menimbulkan defleksi pada poros rem. Penjepit dan crane yang digerakkan listrik hampir selalu didesain dengan rem sepatu ganda. Rem digerakkan oleh pemberat G dan dilepaskan dengan electromagnet. yang berbeda dengan rem sepatu tunggal. Gambar 118 Diagram untuk rem sepatu ganda Rem sepatu ganda (Gambar 118) sering digunakan pada mekanisme pengangkat. pemindah dan pemutar crane. Biasanya rangkaian listriknya dibuat saling mengunci antara motor .

Bila sepatu 8 sudah tidak dapat bergerak lagi. Gerakan ini akan ditransimisikan oleh batang tarik 4 dan tuas 6 yang akan mendorong sepatu 8 ke arah roda rem.  dan magnet secara otomatis menghasilkan aksi pengereman walaupun motor berhenti secara mendadak. Batang tarik 2 akan memutar segitiga kaku 3 melalui sendi C. titik C bergerak ke bawah. Bila kita asumsikan titik A diam di tempat. . Rem sepatu ganda (Gambar 118) beroperasi dengan prinsip kerja sebagai berikut: pemberat G menyebabkan tangkai I bergerak kebawah bersama dengan batang tarik 2. dalam kasus ini titik B akan berpindah ke kanan.

tuas 1 terdiri atas dua bagian yang dihubungkan menjadi satu dengan menggunakan kopling batang (turnbuckle) untuk menyetel rem. Diagram lain rem sepatu ganda ditunjukkan oleh Gambar 119 Pengoperasian rem (Gambar 119) dengan pemberat yang dipasang pada tuas rem mempunyai kelemahan sebagai berikut. Pada desain sebenarnya dari rem yang ditunjukkan pada Gambar 118. Akibatnya titik A akan berpindah ke kiri dan akan menggerakan sepatu 7 melalui tuas 5.    titik C akan diam di tempat dan segitiga 3 akan berotasi pada titik C tersebut. .

Dalam hal ini pegas dapat lebih diandalkan karena dapat beroperasi lebih halus dan dapat disetel lebih tepat dengan jangka penyetelan yang lebih luas. menurunkan dan menaikkan tekanan sepatu pada roda dan akan mengubah besarnya momen gaya pengereman. . Perubahan secara periodic pada momen gaya pengereman ini merupakan fenomena yang tidak dikehendaki pada mekanisme pengangkat maupun pada mekanisme pemindah. Gambar 120 merupakan desain rem yang digerakkan oleh pegas.  Setelah arus diputuskan dan pemberatnya jatuh. pemberat ini akan bergetar bersama dengan tangkainya.

Roda rem harus seimbang secara dinamis. atau baja tempa dengan tingkat diatas 45 sesuai dengan standar soviet dengan kekerasan minimum permukaan gesek 280 Bhn. Roda yang dipakai terbuat dari baja cor dengan tingkat diatas 55 j I Group III. ELEMEN REM SEPATU Roda Rem. Lebar roda boleh melebihi lebar sepatu sebesar 5 ± 10 mm. Biasanya mesin pengangkat yang digerakkan tangan didesain dengan roda dari besi cor dan digerakkan oleh penggerak daya. Mekanisme penggerak truk dapat digunakan roda rem dari besi cor. .

Sepatu rem dibuat dari kayu mapel atau poplar dipasang pada tuas dengan baut. Bila rem dipasang pada kopling fleksibel. rem harus dipasang pada bagian yang berhubungan dengan mekanisme penggerak. Sepatu rem. Untuk mekanisme pembuat sepatu dibuat dari besi cor (dengan cetakan permanen. . tingkat CH 12 ± 28) dan diberikan lapisan rem khusus (Gambar 121 a).  Roda rem harus diberi sirip untuk pelepasan kalor yang lebih baik dan dilengkapi dengan lubang diantara siripnya untuk mendapatkan sirkulasi udara yang lebih baik dan untuk melepaskan kalor lebih efektif ke atmosfer.

Mudah dibuat. Tekanan satuan. . Lapisan rem. Mampu bekerja dengan baik sampai temperatur 300°C. Ataupun dengan sekrup yang terbenam.       Lapisan tersebut dapat diikat demgan paku keeling (Gambar 121 b). Murah. Lapisan rem harus memenuhi syarat sebagai berikut : Mempuyai koefisien yang besar. dan temperature tertinggi. Dapat menahan keausan pada kecepatan.

bahan yang paling banyak dipakai ialah pita canai. Gambar 121 Pengikatan lapisan rem ke sepatu rem dengan paku keeling .53 dan dapat menahan temperature sampai 220°C.   Saat ini. Mempunyai koefisien gesek yang stabil dan tinggi antara 0. Pita canai sangat elastis dan dapat dibentuk dengan mudah.42 sampai 0. Pita canai dibuat dengan ketebalan sampai 8 mm dan lebar sampai 100 mm. Pita canai dibuat dengan mesin canai dari asbes non tekstil yang murah dengan karet dan ditambahkan belerang untuk proses vulkanisir.

penggerak tangan 2. Seperti terlihat pada gambar 7.BABVIII PERALATAN PENGANGKAT Mekanisme pengangkat dibagi menjadi tiga kelompok menurut penggeraknya: 1. satu motor penggerak sekutu untuk beberapa mekanisme MEKANISME PENGANGKAT PENGGERAK TANGAN Gerakan ditranmisikan dari gagang engkol tangan l melalui tiga pasang roda gigi lurus ke drum yang dipasang pada poros IV dengan jari-jari R tanpa tali pengangkat digulung pada saat beban q diangkat. penggerak daya tersendiri (biasanya elektris) 3.1 .

Gambar 7.penggerak tangan b.1 diagram mekanisme pengangkat a.penggerak electrik .

Kerja yang digunakan didapat dari persamaan: Ao = Qh«««««««««««««««««(1) Dengan : Q = bobot beban (kg) H = jarak yang ditempuh oleh beban(m) A = Ks««««««««««««««««««««(2) Dengan: K = kerja yang dihasilkan oleh operator pada gagang engkol s = lintasan gaya K yang bersesuai dengan lintasan h maka. efisiensi pada mekanisme ini ialah dengan : v = kecepatan pengangkat c = kecepatan pada titik kerja gaya penggerak (c = 30 sampai 45m/menit) Ko = kerja ideal pada gagang engklol dengan mengabaikan kerugian akibat gesekan W = tahanan total akibat gesekan pada mekanisme Kerja yang dilakukan operator pada saat gagang engkol ketika menaikkan muatan ialah kerja ini tidak boleh lebih besar dari nilai yang diberikan pada tabel 8.1 .Efisiensi mekanisme adalah perbandingan antara kerja pengakat yang digunakan dengan semua yang dilakukan.

Dalam kg PERIODE OPERASI Pada gagang kemudi Pada rantai penarik 20 25 Pada pedal katrol Pada batang katrol 18 Operasi 12 terusmenerus (continue)« Operasi tidak 25 lebih dari 5 menit« 40 35 20 .tabel 8.1 Kerja Maksimum Setiap Orang.

kecepatan pengangkatan muatan akan menjadi: Q s! 2 v! Lks Q .bobot muatan Q yang harus dilawan oleh tarikan tali (Gambar 81a).1a) ialah: 3 L = pul L L i L L drum roda gigi L L puli = efisiensi puli = efisiensi drum roda gigi = efisiensi satu pasangan roda gigi perbandingan transmisi total mekanisme ditentukan dengan perbandingan berikut drum I= QR momen _ beban MQ momen _ gaya.L = Mk = LKa Dengan puli yang ada.Efisiensi total mekanisme (untuk diagram gambar 8.

dalam m/det motor pada poros motor ialah 71620 N nm kg  cm Perbandingan transmisi antara motor dan drum ialah i! kec.motor Lmotor ! kec.MEKANISME PENGANGKATAN DENGAN PENGGERAK ELECTRIK INDIVIDU Daya ditranmisikan dari motor electric (Gambar8.drum Ldrum . Pada kecepatan angkat yang konstan (v= konst) (gerakan yang seragam dan tunak) daya yang dihasilkan oleh motor electric akan menjadi dengan: M¶ = N ! Qv 75 L hp v = kecepatan angkat muatan.1b) (poros i) melalaui tiga pasangan roda gigi ke drum (poros IV) tempat tali penggulung.

kecepatan tali pada drum adalah Vdrum = Vi puli Dengan Ipuli = perbandingan transmisi puli (pada system puli untuk mendapatkan bati gaya ipuli > i). dalam m/men diameter drum. Kecepatan drum dalam rpm ialah N drum Dengan: vdrum D kecepatan tali pada drum. dalam m = vdrum T D rpm .

dari mesin gerakan ditramisikan pada mekanisme crane pengangkat. dan pemutar. kereta berel dan crane rantai (crawler crane) juga untuk crane Derek(derrick crane) dan Derek cengkram (grap wince).dari kotak pengatur daya 12 gerakan ditramisikan melalui kotak pembalik 1 keporos 3 melalui poros garden 2.MEKANISME PENGANGKAT YANG BEROPERASI DARI SATU MOTOR PENGERAK SEKUTU UNTUK BEBERAPA MEKANISME Mekanisma ini didesain untuk crane yang dipasang pad truk atau traktor. Daya poros pengerakan f untuk . melalui gigi reduksi 4. Diagram crane yang dipasang pada mobil yang dibuat oleh Odessa Works yang ditunjukan pada Gambar 8. poros 3menggerakan poros transmisi utama 7 yang dari sini digerakan ditranmiosikan melalui kopling dan pengerak cacing 5 dan 6 kedrum 8 (untuyk mendongkrak tiang crane) atau drum 9 (untuk pengangkatan).2. Disamping itu kopling dapat 10 dapat mentranmisikan gerakan kepenggerak cacing 11 untuk penggerakan pengangkat. Mesin uap atau motor baker adalah pengerak utam ayang dipakai untuk semua pengangkat ini kecuali pada Derek cekram.

620 Nf nf dan pertandingan tranmisinya ialah i ! nf ni Gambar 8.2 diagram mekanisme crane yang dipasang pada crane .Nf = Qv 75L Pengangkat ialah dengan: efisiensi mekanisme antara poros drum I dan poros f L momen gaya pada poros pengerak ialah Mf ! 71.

1. 7.1 PENGGERAK TANGAN DAN TUAS PENGANGKAT 7.1 Komponen utama dari penggerak tangan ialah gagang engkol. penjepit dinding dan ereksi.1.1 Gagang engkol Gagang engkol penggerak tangan dapat pada dongkrak. Kapasitas angkat peralatan pengangkat yang digerakan dengan tangan tidak dapat melebihi 15000 kg.BAB VII PENGGERAK PERALATAN PENGANGKAT 7. Ukuran utama tangan gagang engkol diberikan pada table 7.1. batang gigi dan pinion dan lokomotif.1 . dan roda penggerak dengan rantai penggeraknya.

2 .Usaha yang dapat diberi pada gagang engkol dapat dilihat pada table 7.

Table 7.1 Dimensi utama gagang engkol pengerak tangan Jumlah Operator Ukuran.5) d 250-350 400-500 Panjang lengan gagang l 300.8-2.8-2.5) d (1-1.0) d Panjang Panjang busing l Penjepit l (1-1.0) d (1.400 300-400 1 2 . mm Diameter gagang busing (1.

dalam kg Periode operasi Operasi terus menerus (continue) Operasi tidak lebih dari 5 menit Pada gagang kemudi 12 Pada rantai penarik 20 Pada pedal katrol 25 Pada batang katrol 18 25 40 35 20 .2 Kerja maksimum setiap orang.Tabel 7.

2 Racet l.1. 2-pena pengunci. 5-pengunci.roda racet.2 Racet Racet berfungsi seperti penggerak tangan dongkrak ulir.1. 6-pegas pengencang skrup . 4-pegas kembali pengunci ketempatnya.7. 3-kepala racet.2 menunjukan sebuah Racet Gambar 7. Gambar 7. Racet lebih ringan dari gagang engkol dan sangat mudah mengoperasikannya.

Untuk gerak baliknya (ke depan) pengunci bertaut dengan gigi roda racet sehingga poros penggerak berputar sesuai dengan sudut gerak tuas penggerak. racet dapat dengan mudah dibalik dengan poros rangkaian persegi racet yang dapat bergerak dua arah dengan pengunci yang berpindah banyak dipakai pada sekarang ini. Untuk menggerakan poros penggerak dengan arah yang berlawanan. Panjang tuas racet (bersama dengan pipa memanjang tersebut) berkisar antara 800 sampai 1000 mm operator dapat menghasilkan daya sampai 30 Kg. Pada gerak kebelakang pengunci tergelincir di atas gigi roda racet yang dihubungkan ke poros penggeraknya.2 PENGGERAK DAYA Penggerak electric merupakan pilihan utama diantara beberapa jenis penggerak daya pada saat ini.Gagangnya dapat diperpanjang dengan sebatang pipa dapat digerakan kedepan dan kebelakang pesamaan dengan kunci penahan dengan sudut yang kecil. . 7. Crane yang digerakan oleh tenaga electric di desain untuk mengangkat beban sampai 2000 ton.

7.2 PENGGERAK PNEUMATIK Tenaga pneumatic banyak dipakai pada katrol angin gantung kecil dan blok puli pneumatic yang beroperasi pada daerah rawan dadakan dimana penggerak listrik tidak dapat digunakan.2. 7. 440 dan 50 Volt atau arus 3 fase yang digunakan dengan tegangan 380.2. 7. .3 PENGGERAK UAP Penggerak uap dipakai terutama pada crane dalam jalan lokomotif untuk pelayanan umum pada rel Bantu di station disekitar pabrik dan galangan kapal.2. 220. 7.1 PENGGERAK HIDROLIK Pada umumnya penggerak hidrolic digunakan untuk mengangkat beban berat 200-600 ton pada jarak angkatan terkecil 100-300 mm.2. 500 dan 550 Volt ( umumnya dengan frekuensi 50 Hz ).4 PENGGERAK ELECTRIK Arus listrik yang digunakan dapat berupa arus searah 110.

GEAR PENGGERAK .

Mekanisme Penggerak Dengan Rel   Gear penggerak dapat didefinisikan ke dalam mekanisme penggerak untuk troli dan crane yang bergerak pada rel dan mekanisme untuk crane atau troli tanpa rel dengan roda karet dan roda rantai. Mekanisme penggerak troli crane dapat dikelompokkan lagi menjadi tiga kelompok yaitu yang dioperasikan dengan tangan. . dengan penggerak daya tersendiri (biasanya penggerak listrik) dan penggerak daya dengan tali.

Roda yang berjalan pada rel. Transmisi antara poros penggerak dan poros yang digerakkan pada roda troli. Rangka (badan) troli yang ditempati oleh mekanisme penggerak dan pengangkat. Elemen-elemen berikut digunakan pada mekanisme penggerak troli tanpa tergantung pada desainnya : Motor atau roda penggerak pada penggerak tangan. .

Dalam menentukan beban pada roda untuk troli dengan empat buah roda dibebani beban secara simetris dan distribusi bebannya merata pada keempat rodanya.   Troli Tangan Prinsip kerja dari troli ini adalah gerakan ditransmisikan dari roda penggerak melalui dua pasang roda gigi ke roda penggerak. yang dikenakan pada rodanya ialah dengan Q ± bobot-beban G0 ± bobot troli .

 Bila beban digantung secara asimetris pada troli dengan dua pengangkat maka gaya yang dikenakan pada rodanya kira-kira sama dengan G0 Q b2 Pmaks. = A § + 4 2 b G0 Q b1 Pmin. = B § + 4 2 b .

dalam kg . Pada gerakan yang tunak daya dihasilkan oleh motor elektrik adalah Wv N = hp 75 Dengan : v ± kecepatan jalan. dalam m/detik ± efisiensi total mekanisme W .Troli Crane dengan Penggerak Elektrik Terpisah  Prinsip kerja dari troli ini yaitu gerakan ditransmisikan dari motor elektrik melalui tiga pasang roda gigi lurus ke roda gigi penggerak.tahanan gerak.

 Perbandingan transmisi : kecepatan motor i = = kecepatan roda penggerak Kecepatan roda penggerak adalah v nt-w = D dengan v ± kecepatan. dalam m/det D ± diameter roda nmot nt-w  .

Mekanisme Pejalan Crane Gantri dan Crane Jalan  Crane Jalan yang digerakkan Tangan Prinsip kerja dari crane ini yaitu gerakan ditransmisikan dari roda operasi yang dipasang pada poros transmisi utama melalui dua pasangan roda gigi pararel menuju dua buah roda pejalan pada crane. .

 . Sedangkan crae semigantri didesain hanya dengan satu batang poros vertical.Gaya maksimum yang bekerja pada roda penggerak crane beroda empat : G Q + G0 L±e Pmaks § + 4 2 L Crane Gantri (portal)  Mekanisme penggerak crane ini dilengkapi dua poros vertical dengan pengerak roda gigi kerucut untuk menggerakkan roda penggerak yang dipasang pada kaki penyangga crane.

Crane Kantilever Gaya maksimum yang bekerja pada roda penggerak vertical adalah maks.dorongan vertical Q ± bobot muatan G ± bobot crane tanpa troli G0 ± bobot troli . V Q + G0 + G  P vert § 2 = 2 Dengan : V .

gantri dan crane jenis lainnya. Rel untuk crane monorel.Rel Gerak  Menurut kegunaannya rel untuk crane dapat diklasifikasikan : Rel untuk untuk troli crane jalan overhead dan rel untuk mekanisme pejalan crane yang digerakkan oleh tangan (batang bentang). Rel khusus untuk crane jalan overhead yang dibuat dengan dasar yang lebar dan pendek. . Rel ini mempunyai momen inersia yang relative lebih besar. Monorel untuk troli dan katrol jalan. Rel tersebut terbuat dari baja reta dengan sudut yang dibulatkan. crane kereta rel.

Roda sorong (roda rel tanpa flens). Roda sorong dipakai pada crane monorel dan kantilever. roda untuk crane yang digerakkan penggerak daya dibuat dari baja cor atau roda baja tempa dengan suaian paksa. Roda pejalan untuk rel baja rata dan untuk rel crane dan rel kereta.Roda penggerak  Roda penggerak dibagi menjadi tiga : Roda penggerak untuk monorel. yaitu roda yang berjalan pada flens di atas batang ±I dipakai hanya untuk troli yang digerakkan oleh tangan. . roda sorong ini digunakan bila roda tersebut tidak mengalami beban lateral sama sekali. crane jalan dengan lengan.

mekanisme pejalan rantai dapat mengatasi gradient yang lebih besardibandingkan dengan transportasi melalui rel Tekanan satuan aman pada tanah tergantung pada sifat dan kondisinya yang berbeda-beda. Crane dengan rantai dibelokkan arahnya dengan mengerem putaran salah satu rantai-rantai geraknya.Mekanisme Rantai     Mekanisme rantai digunakan pada crane putar dan berbagai jenis pemuat. untuk crane rantai mulai 0.8 sampai 15 kg/cm2. Karena gaya adhesive rantai yang besar. misalnya dengan mengurangi kecepatan atau menghentikan satu rantainya. .

Mekanisme dengan Ban Karet   Desain ban karet yang paling sering digunakan adalah ban karet mati yang dipasang pada roda. tanda plus untuk mendaki dan tanda minus untuk menurun . Tahanan yang ditimbulkan pada sewaktu crane berban karet berjalan (tanpa memperhitungkan tahanan angin) dapat menggunakan rumus : W = G (cos + sin ) Dengan : G ± bobot total crane w ± koefisien tahanan gerak ± gradien permukaan medan.

Suprastruktur crane berputar bersama dengan pilar tiang pada bantalannya. Crane berputar pada poros pemutar pusat yang dipasang mati pada komponen tak berputar. DAN PENDONGAK 1. biasanya terpasang pada pondasi ataupun dipasang pada kolom bangunan. MEKANISME PEMUTAR Tergantung pada desain komponen pendukung mekanisme pemutar. Suprastruktur crane berputar pada pilar yang dipasang mati pada pondasi atau pada truk crane.BAB 10 PERALATAN PEMUTAR LENGAN. crane dapat diklasifikasikan ke dalam tiga kelompok utama berikut. . meja putar crane ditumpu oleh sejumlah rol yang berputar pada rel yang berbentuk lingkaran dan dipasang pada pondasi ataupun pada truk crane.

Pendukung pilar. Gambar 198 menunjukkan crane dengan pilar kolom berputar. Crane seperti ini biasanya diputar dengan tangan. Pendukung bagian atas. diberi bantalan radial dan dorong. Pena putar pilar atas dan bawah biasanya diikat pada pemegangnya. muatan mulai dari 5 ton ke atas memerlukan motor elektrik untuk memutarnya. dengan dipasang pada pondasi. Salah satu desain pena putar bawahditunjukkan oleh gambar 199a. yang diikat pada kolom bangunan.Mekanisme pemutar crane dengan pilar berputar. diberi bantalan radial dan pendukung bagian bawah. Akan tetapi. V=Q+G (Q-bobot muatan. dengan mendorong muatan yang digantungkan pada crane tersebut. bantalan ini mengalami lenturan akibat gaya horisontal H1 tekanan oleh gaya vertikal V. G-bobot crane) . Momen lentur pada penampang kritisnya ialah Momen lentur pada bagian bawah bahu ialah M1 = H1y1 M1 = H1y Dengan: 1 H1 = h (Qa + Ge).

Rumus tersebut mencangkup M1 = Vµ1 r untuk bantalan dorong tak beralur pada bagian atas.Resultan tegangannya ialah = lentur . M2dan M3 momen dari resistensi pada bantalan bagian baweah dan atas. Pada bantalan dorong d d ¨ ¸ ¨ ¸  © ¹ © ¹ 2cincin (Gambar 199a) momen resistensi 2 ª º ª º dengan permukaan tekan d ¸ d ¨ ¨ © akibat gesekan ialah sebesar ¹º  ©ª 2 ¸¹º 2 ª 3 3 0 2 2 0 M1 = V µ1 (242) . Momen resistensi akibat gaya gesek 2 relatif pada sumbu putar ialah 3 M = Wa = Vµ1 r + H1µ2r + H1µ3r1 (241) Di sini M = M1 + M2 + M3 (M1-momen) resistensi pada bantalan tekan/aksial.com = s V 1 y1  e ?W T T 2 2 d 1 (240)1 d 32 4 com A Pelat bawah harus diperiksa terhadap tekanan satuan antara bantalan dengan pelat (tekanan pada dinding lubang akibat gaya H1 dan tekanan vertikal antara bahu bantalan dengan pelatakibat gaya V) Resistensi terhadap putaran.

jangkauan tiang lengan crane R = d/2 --. Rumus (241) mengabaikan tahanan terhadap putaran Ww akibat tekanan angin.koefisien gesek pada bantalan jenis bola menurut diamater bantalannya.koefisien gesek pada bantalan radial bawah dan atas r1.diameterbantalan bawah d0 . Tahanan ini W harus diperhitungkan untuk crane yang akan beroperasi diruang ! P terbuka.dan pada bantalan bertingkat yang memakai bola sebagai permukaangeseknya ialah M1 = V µ0 (243) Dalam rumus ± rumus tersebut: W.diameter dalam bantalan dorong berbentuk cincin (atau diameter alur) µ1 dan µ2. sin E Penggerak mekanisme pemutar.jari-jari bantalan bagian atas µ0.Gaya vertikal akibat bobot muatan pada Crane d.koefisien gesekan pada bantalan dorong Q=Q+G . usaha yang dikerjakan oleh operator untuk memutar crane ialah .tahanan putar pada ujung tiang lengan crane a.jari-jari titik putar µ1. Pada pemutar tangan.

kemiringan tali penarik dari bidabg vertikal dalam memutar ( biasanya diambil sampai 450) W .rpm struktur crane ynag berputar .resistensi terhadap pemutaran yang bekerja pada ujung tiang lengan crane.efisiensi penggerak nmot 60 v perbandingan transmisi antara motor dengan struktur crane yang i ! . dalam m/dt . ncr ! ncr 2T a berputar ialah dengan: nmot ±rpm motor ncr .kecepatan pada ujung tiang lengan crane. Dengan penggerak daya danpada kecepatan tunak.Dengan : . daya yang dihasilkan motor ialah Wv 75 L hp N= Dengan: L V .

Gaya horizontal bagian bawah ditransmisilkan dari bantalan rol radial ke tonjolan silindris khusus pada pilar yang dipasangpada truk. tiang lengan crane jenis bertumpu pada pilar yang menahan semua gaya vertikal dan horizontal yangakan timbul kitika pengoperasian crane dan meneruskan gaya-gaya tersebut kerel dan pondasinya melalui truk bawah Bus bantalan pilar tas diberi bantalan radial dan pendorong yang dipasang pada gilder khusus pada rangka crane. Pada crane jenis ini. Pilar creane (gambar 201) pilardibuat daribaja tempa. Penampang kritis pilar tersebut terdapat pada ujung yanmg diikat. Panjang pilar antara bus bantalan atas dan tonjolan silindris bawah untuk lenutran karena gaya tekan v sangatkecil nilainya. yang berbentuk konis. gayav dan Hf dapat ditentukan dengan rumus (205) dan (206). pilar tetap 6 dipasang pada truk. W ! Mmaks W lentur ! qa  G 1 L 1  GgLg W lentur ! T d 3 cm 32 3 «. Pilar akan mengalami lenturan akibat momen Hfh dan tekanan akibatgaya vertikal v. (244) . sehingga praktis dapat diabaikan.Mekanisme pemutarcrane dengan pilar yang terpasang mati marilah kita periksa contoh crane monorel (gambar 186). Pada bagian atasnya diberikan bus silindris dan pada bagian bawah dengan ujung tirus yang akan dipasang pada pondasi plat (crane putar diam) ataupada rangka truk (misalnya pada crane monorel).

dalam menentukan defleksiakibat penampang pilar yang berbeda-beda.Dengan : q-bobotmuatan a-jangkauan crane G1-bobot struktur putar crane L1-lengan resultante bobot G1 Gg-pengimbang Ls-lengan pengimbang relatif terhadap sumbu putar. yang harus digambarkan sebelum mulai mendesain pilar. Gambar202 menunjukan diagram momen dan tegangan untuk memeriksa perhitungan penampang pilar. Setiap daerah diagram dianggap sebagai gaya khayal dan gariselastis digambarkan sebagai kurva yang mulus. Daerah diagram dibagi menjadibeberapa bagian F1-F13 dengan beban yang dipusatkan pda titik beratnya. dengan beban khayal M/I ini diberikan pada batang diikat mati. pertama-tama M/I diagram harus dibuat. Resultante tegangan pada bus bantalan atas (gambar 201) ialah W 7 ! s W lentur  W com ! s H T d 32 f y 3  q  G 1  2 g g T d 4 ?W com A dengan d =2r Dari bentuk pilar secara titik kerja gaya horizontal atas dan gaya horizontal bawah Hf akan serupa grafik pangkat tiga. Metode berikut ini dilakukan untuk menentukan defleksi maksimum pilar secara grafis pada titik kerja gaya horizontal atas Hf . Defleksi maksimum akan terjadi pada titik potong garis terakhir dengan gaya horizontal atas Hf .

Bila kita menandai Hf untuk tekanan bantalan horizontal [rumus ( 206 )] dan 2 sudut antara dua buah rol bantalan (biasanya sama dengan 600) maka gaya yang dikerahkan setiap rol pada pilar adalah : N ! H f 2 cos E .Tegangan tekan mempunyai nilai yang lebih besar. Gambar204 menunjukan batang lintang pilar tetap yang terpasang pada bantalan rol. Gambar 203c Ümenunjukan distribusi tegangan resultante relatif terhadap sumbu NN yang digambarkan melalui titik potong arah tegangan v dan kmasing masing. Bantalan radial bawah. Crane kecil menggunakan bantalan rol dengan sebuah rol yang dipasang pada sisi tiang lengan. Crane besar diberi dua buah bantalan rol di bagian depan.Bila memakai pengimbang diberi dua pasang rol di depan dan dibelakang (gambar 205 ) yang dipasang pada kotak khusus pada ujung bawah tiang lengan crane. Trunion batang lintang diperiksa terhadap defleksi akibat setengah dari resultan tekanan P = Hf + V dan tekanan satuannya.

Pada crane putar untuk r 2 r 2 Nk ! Wa ! Q Q r  2 N Q xR M  H 3 r R  r pelayanan berat dengan pilar kisi pendukung bagian bawah didesaian Rdengan enam buah rol. Tahanan terhadap perputaran. . Momen resistensi akibat gaya gesek relatif Dengan : pada sumbu perputaran dapat ditentukan dengan rumus sebagai berikut . Diameter rol yang diperoleh secara percobaan ialah D2 = ( 2.V dengan d2 rdengan d2 diameter pena rol. 3 1 2 0 2 0 2 1 2 f 2 3 1 2 2 µ1.Tergantung pada beban yang ditumpunya. rol terbuat dari baja ataupun besi cor dengan ukuran yang sekecil mungkin dan harus mempunyai permukaan yang cembung.5 R   R sampai 3 ) d2. µ2 dan µ3: Masing ± masing koefisien gesek bantalan dorong. Rol harus dapat berputar dengan bebas pada pena yang diikat pada kotak oleh pemegang.bantlan bus atas dan pada pena bantalan rol bawah k: Koefisien gesek gelinding padabantalan rol bawah W: Tahanan terhadap putar yang bekerja pada ujung tiang lengan a: Jangkauan tiang lengan.

Pada crane ini berat muatan ditransmisikan pada struktur putar crane melalui bantalan rol ( perputaran ) pada jalur lingkar yang dipasang padapondasi atau truk crane. Tahanan terhadap perputaran. Pada sumbu putar terdapat pilar pusat atau titik pusat yang dipasang pada bagian crane yang diam. Titik pusat grafitasi struktur putar crane (termasuk muatan). Kasus pertama.berada diluar lingkaran bantalan (jalur lingkar).Peralatan Pemutar Crane Dengan Meja Putar Diagram crane dengan meja putar ditunjukkan pada gambar 208. Momen tahanan akibat gaya gesek relatif pada suhu perputaran ialah M ! W ! P pQ 1 2 r 3 r 3 2 a R  r 03 d ¸ ¨  ( P2  P3 )© Q  k ¹F ' s  M R 2  r 02 º ª 0 . Di sini beban bekerja pada rol depan dan titik putar pusat (titik putar tersebut mngalami penarikan). Apabila crane yang bekerja titik putar pusat ini akan mernahan kedua gaya horizontal dan vertikal.

dengan : W = tahanan terhadap putaran ujung lengan tiang a = jangkauan tiang lengan Pp = gaya reaksi vertikal pada pusat putaran µ1 = koefisien gesek pada bantalan dorong pusat puteran r dan r0 = diameter luar dan dalam bantuan dorong pusat putaran P2 dan P1= gaya-gaya yang bekerja pada rol perputaran depan µ = koefisien gesek luncur pada bus bantalan rol perputaran d = diameter bus bantalan pada rol perputaran Gambar 208 .

rol M0 perputaran P2 gesek tambahan mengabaikan tekanan angin) = momen dan P3 (dengan yang didapat dengan dapat ditentukan dengan rumus : rumus (206).2-1. P p ! R 2 1 cos 3 F ( Qa  G 1 l1  G 8 i8 )  (Q  G 1  G 8 P 2 ! P ! 2 R s 1 cos F ( Qa  G 1 l1  G 8 i8 ) .3.K R Rs = koefisien gesek gelinding bantalan rol perputran = jari-jari rol perputaran = jari-jari jalur lingkar = faktor yang memperhitungkan tambahan akibat F gesekan pada nap (untuk rol) atau akibat luncuran lateral rol pada jalur (untuk rol silindris). diambil sama pusat putaran Pp dan gaya yang dikerahkan pada Reaksi pada dengan 1.

Titik pusat gravitasi keseluruhan sistem yang berputar berada di dalam lingkaran bantalan. Kasus kedua. Biasanya jenis ulir ialah jenis ulir gergaji. Pusat putar tidak mengalami gaya vertikal. Momen tahanan terhadap perputaran akibat gaya gesek adalah M ! (Q  G 1  G 8 ¨ )© Q ª d 2 ¨ R s ¸  k ¹ F © º ª R  M 0 ¸ ¹ º . yang lainnya seperti pada gambar 208 Dalam kasus ini pusat putaran akan mengalami tarikan. Mur atas dan bawah pada pusat putaran harus dilengkapi dengan alat pengunci untuk mencegah terlepasnya mur tersebut. Di sini beban diteruskan ke semua rol.Di sini : Q G1 G8 = setengah sudut antara dua rol yang berurutan = bobot muatan = bobot struktur putar = bobot pengimbang. Penampang kritis terdapat pada diameter teras ulir pada pusat putaran.

Titik pusat gravitasi sistem secara keseluruhan berada di dalam lingkaran bantalan. yang satu diam dan yang lain dipasang pada struktur putar crane. . Roda gigi planet akan berputar mengelilingi cincin gigi dan memutar crane melalui bantalan porosnya karena bantalan ini diikat pada meja putar. Pusat putar titik mengalami gaya vertikal dam momen tahanan terhadap perputaran akibat gaya gesek adalah M ! (Q  G 1  G 8 ) k R R s F ' M 0 Menentukan momen gesek tambahan M0 di samping momen gesek di atas. pada ketiga kasus terlibat juga momen gesek tambahan yang terjadi pada bantalan radial pusat putar. Momen gesek ini dihasilkan akibat gaya yang ditimbulkan pada puat putar oleh gigi terakhir penggerak planet mekanisme pemutar dan akibat yang ditimbulkan bentuk rol struktur putar crane yang tirus tersebut Cincin gigi berukuran besar pada penggerak planet ini diikat pada bagian crane yang diam. Beban ditahan oleh rol di dalam sangkar (gambar 209) yang disusun diantara dua cincin.Kasus ketiga.

gaya horisontal pada bantalan roda gigi penggerak dan pada pusat putar adalah P pt ! M 7 ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ (275) R  r pada cincin gigi luar. Pada cincin gigi dalam. M 7 P pt ! ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ R  r ( 258) Dengan: M ± total tahanan momen terhadap perputaran( untuk gerakan yang dimaksudkan ) . (Gambar 210a).Penggerak planet dapat didesain dengan cincin gigi luar maupun dalam.

Maka gaya ini akan menghasilkan komponen horizontal akibat ketirusan rol sebesar Tekanan angin hanya dapat diperhitungkan untuk dua rol pada desain H 1 ! P maks tan W 2 dengan empat buah rol (pada kasus yang paling buruk akibatnya untukl gaya yang bekerja pada rol) komponen horizontal H¶ dan H´ kedua rol lainya ditentukan dengan mengabaikan tekanan angin. gaya horizontal yang bekerja pada pusat putar akibat ketirusan rol.Beban yang tak seragam padarol perputaran tirus akan mnengasilkan gaya horizontal tambahan yang bekerja pada pusat putar.( Pmin + P´ )] tan « (259) . akan sama dengan selisih antara resultan gaya yang bekerja pada pasangan rol yang berlawanan letaknya: Ptap = [( H1 + H¶ ) ± ( H2 + H´ )] cos Atau Ptap = [( Pmaks +P¶ ) . Maka. Marilah kita tandai Pmaks sebagai gaya maksimum pada satubuah rol tirus pada sisi muatan dan sebagai sudutke tirusan rol (gambar 210b).

Dengan: Pmaks dan Pmin ² beban maksimum pada rol bagian depan dan beban minimum pada rol bagianbelakangdengan memperhitungkan tekanan angin yang ditentukan oleh rumus (236) dan (264) P· dan P ² beban pada rol depan dan belakan dengan mengabaikan tekanan angin ² sudut ketirusan roler ² setengah sudut antara dua rol yang berdekatan
Maka penambahan momen gesek pada pusat putar akan menjadi Mo = ( Ppt + Ptap ) µ2 r2 «« .(260) Dengan  2 ± koefisien gesek pada bantalan radial pusat putar  r2 ± jari-jari busbantalan titik putar Momen resitansi terhadap perputaran total (untuk gerakan tunak) adalh jumlah momen akibat gaya gesek dan momen resistansi terhadap perputaran akibat angin Mw. M = M + Mw ««««(261) Momen akibat tekanan angin dapat ditentukan dengan rumus Mw = Pw Smuatan a + Pw Scrl1 -PwScreg «..(262) Dengan  Pw = tekanan angin, dalam kg/m2  Smuatan Scr,,Scw = luas bidang yang mengalami tekanan angin pada muatan, pada struktur putar crane dan pada pengimbang dalam M2

2. Peralatan perentang dan pendongak      

Mekanisme untuk mengubah jangkauan crane dapat dikelompokkan ke dalam dua kelompok : mekanisme perentang yang mengubah jangkauna dngan troli yang bergerak pada girder yang horizontal ataupun miring mekanisme pendongak yang menaikkan atau menurunkan tianglengan (boom) troli dapat digerakkan dengan tenaga daya ataupun dengan tangan dengan memakai penggerak tali. Mekanisme perentang. Crane putar rentang dengan jangkauan yang bervariasi ditunjukan pada gambar 214. troli a membawa tali atau rantai b yang tidak berujung yang digerakan roda penggerak tali c atau dengan drum (gaya gesek) ataupun dengan spoket rantai (dengan pertemuan positif). Roda puli atau spoket diputar oleh roda operasi d melalui roda gigi dari motor listik terpisah. Tali pengangakat emembelit roda pulu f pada troli dan roda puli gerak h pada rumah kait. Salah satu ujung tali pengangkat diikat pada ujung luar (g) tiang lengan dan ujung lainnya dililitkan pada drum pengangkat. Pengangkat merupakan unit yang berdiri sendiri dan dapat tetap mengangkat beban walaupun troli bergerak ataupun diam.

W = W1 + W2

(272) :

Dengan W1 dan W2 ² tahanan pada roda gerak dan pada roda puli tali pengangkat 

Tahanan akibat roda gerak troli adalah
W
1

!

Q 

q  G 0

F

¨ Q d  2 k ¸ © ¹ .......... D ª º

..........

..........

..........

.....

(273)

Dengan :  Q = bobot muatan  q = bobot takel pendukung muatan  Go = bobot troli ( tidak termasuk bobot takel pendukung muatan )  = koefisien untuk memperhitungkan gesekan pada flens roda gerak = 1,2 sampai 1,3 untuk bantalan luncur dan = 1,8 untuk bantalan rol  µ =koefisien gesekpada bantalan roda  d =diameter garda roda  k = koefisien gesek pada gelinding roda  D = diameter roda

Tahanan pada roda puli tali pengangkat (ketika troli yang dibebani bergerak. Bila kita menganggap Soff = . = Sg = koefisien roda puli Tarikan maksimum tali atau rantai untuk memindahkan toil adalah jumlah yang diakibatkan gerak troli W.Soff (274)      Gambar 215a menunjukan diagram roda puli untuk tali pengangkat. Tarikan tali aatau rantai f akibat bobot dan defleksinya sendiri f dapat ditentukan dari keaedaan kesetimbangan momen (Gambar 215b): . roda puli berputar) adalah W2 = Son . S3 = S2 . maka tarikan pada berbagai titk pada tali akan menjadi: S2 = Soff . tarikan tali S akibat terdefleksinya tali tersebut dan tahanan roda puli penggerak dan penuntun.

Sf ! q r x 2 x 2 Maka S ! q r x 2 f dengan:    qr = bobbot tali atau rantai permeter panjangnya x = setengah panjang atau rantai yang terdefleksi (nilai maksimum xmaks akan terjadi ketika troli berada pada salh satu kedudukan ujung. f = defleksi tali atau rantai yang diizinkan. biasanya diambil sebesar f 1 ¨ ! © ª 100 sampai 1 200 ¸ ¹ x º maks .

1. Setiap gerakan kerja krane terdiri atas: periode start (percepatan). Gambar 217 Diagram Mekanisme Dengan membuat gambar 217 hanta batang penghubung putar saja.. kita dapat menyatakan keadaannya dengan persamaan berikut I [ I I [ I[ rr [ 2 2 ! 2 2  1 2 2 2 2  . BEBAN DINAMIK Bila suatu benda dengan momen inersia I berputar dengan kecepatan sudut yang bervariasi. momen gaya dinamis yang menyebabkan perubahan kecepatan pada komponen yang berputar ialah : M dyn ! I Dengan d ialah kecepatan sudut Menurut prinsip d¶Alembert. Gambar 218 menunjukan momen inersia berbagai komponen putar dan tabel 39 memberikan nilai perkiraan momen inersia kopling. yakni dengan momen gaya motor yang konstan dan momen gaya rem yang konstan.. roda crane atau rangka) telah mencapai kecepatan yang ditentukan.OPERASI PERALATAN PENGANGKAT SELAMAGERAKAN PERALIHAN Suatu mekanisme pengangkat mulai beroperasi pada kecepatan tertemtu atau tunak ketika alat operasinya (drum. d [ Jika motor itu meningkatkan kecepatannya dt > 0 dan Mdyn > 0 Jika motor dandiM <dt 0 kecepatannya > 0 itu perlambat dyn d [ dt Istilah ´momen girasi´ akan sangat mempermudah pembahasan. Momen girasi motor listrik dapat di temukan pada katalognya. Periode kerja pertama dan terakhir di cirikan oleh gerak peralihan. Bila m dan G ialah massa dan bobot benda yang berputar dan V adalah jari-jari dan D diameter girasi.  n n 2 Semua persamaan sebelumnya hanya berlaku untuk percepatan dan perlambatan yang konstan. gerakan yang tunak atau tertentu dan penghentian.. Tabel 39 Nilai Perkiraan Momen Inersia Kopling ... momen gaya motor di nyatakan dengan M ! M u d [ dt  M dyn ! M si  I d [ dt Dengan Mu momen perlawanan statis di tinjau terhadap poros motor. maka : GD I= mp ! kg  m / s 2 2 2 4 g Rumus ini hanya dapat digunakan hanya untuk menganalisis sistem putar tunggal.

.. mm 120 160 200 240 Lebar pelek.75 2......... cm/s2 0............ Lintasan pengereman..08 Mekanisme pengangkattidak boleh memiliki lintasan perlambataan lebih140 koefisien pengereman kurang dari nilai yang di tunjukan dan 400 70 280 140 0.... 000 50 % 2 v 2 2 ..... 500 Pada mekanisme penjalanan lintasan pengereman yang di tempuh oleh truk atau crane setelah motor di 0. 000 v 5 ... Jumlah Roda Yang Di Rem Koefisien adhesi v 100 Semua 2 .... 000 Catatan: s....5 Tabel 41 Lintasan Dan Koefisien s/80 Pengereman Berat .. mm s/120 s/100 Koefisien pengereman............01 0..78 80 320 160 250 matikan tidak boleh kurang dari nilaiyang di tunjukan pada tabel 41 (tanpa gelincir pada roda). mm 30 40 50 60 Panjang nap.. Medium ...... mm 150 200 250 300 Diameter poros.003 0.00 2...12 . mm 30 80 100 120 Berat kg 10 20 40 70 Momen inersia. 000 v 2 4 ..lintasandalam m yang di tempuh beban per menit 0........ kg....28 dari tabel 40. Tabel 40 Lintasan Dan Koefisien Pengereman Jenis Ringan ...15 v 2 8 ....... 000 25 % 0..03 0..Tabel 39 Nilai Perkiraan Momen Inersia Kopling Diameter luar.. 500 v 2 2 ...... 1.......

daya motor di pilih sedemikian rupa sehingga temperatur gulungan dengan insulasi khusus yang tahan terhadap pemanasan yang tidak boleh melampoui batas aman pada segala kondisi pengoperasian. Ada dua jenis kerugian akibat gesekan pada mekanisme dan penggeraknya : konstan (tidak berbeban) tidak tergantung pada beban. Efisiensi Penggerak Data efisiensi mekanisme atau elemennya yang di tunjukan pada buku acuan memberikan nilai maksimum yang sesuai dengan beban aktualnya. Maka salah satu sifat bawaan setiap mesin adalah tuntutan bahwa crane selalu beroperasi pada beban penuh. kantilever. monorel. Pemanasan motor di akibatkan oleh perubahan energi motor yang hilang ketika motor di operasikan. dan crane lainnya yang bergerak pada rel dapat di tentukan dengan rumus : Mbr = Mdyn ± Mst akan tetapi untuk mencegah tergelincir pada roda jarak pengereman ini harus di batasi tidak kurang dari nilai yang di tunjukan pada Tabel 41. . kalau tidak ada yang merugikan akan meningkat dengan persentase yang besar terhadap kerja crane yang berguna 4. Pemilihan Daya Motor Dan Menentukan Momen Gaya Rem Untuk Mekanisme Pengangkat Momen gaya penuh yang di hasilkan motor ketikan percepatan dapat di cari dengan rumus : Mmot = Mst + Mdyn Dua faktor yang harus dipakai sebagai petunjuk untuk penentuan daya motor yang di perlukan secara tepat.2.75 ke 2) Mrated Beban lebih yang aman lebih tepat ketika percepatan dapat di lihat pada katalog motor yang bersangkutan. Pemanasan dan beban lebih yang di izinkan. troli pengangkut. Kerugian variabel berbanding lurus dengan beban. dan variabel yang tergantung pada beban. Oleh karena itu. Beban-lebih yang aman dalam jangka waktu singkat pada motor DC tergantung pada percikan bunga api yang di izinkan pada komutator dan di pilih kira-kira sebesar 200-300% dari momen gaya ternilai. crane jalan. Efisiensinya menurun ketika beban berada di bawah beban aktualnya. Pemanasan yang berlebihan dapat merusak isolasi dan mengurangi umur motor atau langsung dapat merusak motor itu. yaitu : Mmaks = (1. dapat di pilih kira-kira 1.75 sampai 2 kali momen gaya. yaitu : M Mrated = max 2 ke 3 Dengan : Mrated ± momen gaya motor Mmax ± gaya maksimum ketika percepatan = Mmot Lebih-lebih yang aman untuk jangka waktu singkat motor AC dikondisikan oleh momen gaya stal yang akan melebihi momen gaya maksimum. Memilih Daya Motor Dan Menentukan Momen Gaya Pengereman Untuk Mekanisme Penjalan Momen gaya motor yang di perlukan selama percepatan dan momen gaya rem selama perlambatan pada mekanisme penjalan truk. dalam nenentukan momen gaya rem terhadap gerak dapat di perhitungkan dengan mengabaikan gesekan pada flens roda penjalan. 3.

momen gaya dinamik M¶dyn di . Pemilihan Daya Motor Dan Menentukan Momen Gaya Pengereman Untuk Mekanisme Perentang Dan Pendongkrak Bila jangkouan crane di ubah dengan troli yang di gerakan tali. momen gaya motor yang diperlukan selama percepatan dan momen gaya pengereman selama perlambatan dapat di lihat pada persamaan sebelumnya. Dalam rumus ini G¶ adalah bobot tiang lengan yang dibebani penuh dan v. 6.kecepatan titik bobot tiang lengan yang dibebani tersebut pada gerakan tunak.5 m. dapatkan dari rumus sebelumnya dan rarus di acu pada poros motor. Pada mekanisme pendongkrak momen gaya motor yang diperlukan sewaktu percepatan dan momen gaya pengereman selama perlambatan ditentukan oleh persamaan yang telah di bahas diatas. Daya motor yang di perlukan pada mekanisme pada pemutar crane dipilih dengan cara yang sama seperti pada mekanisme pengangkat.5. Daya motor yang diperlukanuntuk mekanisme perentang dan pendongkrak dipilih dengan cara yang sama seperti pada mekanisme pengangkat. i = perbandingan transmisi L = efisiensi penggerak Bila rem tidak di pasang pada poros motor . Lintasan pengereman untuk menghentikan troli biasanya di ambil sebesar s } 0.25 s/d 0. pemilihan Daya Motor Dan Menentukan Momen Gaya Rem Untuk Mekanisme Pemutar Momen gaya yang di perlukan motor selama percepatan dan momen gaya pengereman selama perlambatan untuk mekanisme pemutar crane di tentukan dengan rumus sama seperti pembahasan yang telah dibahas diatas. Motor dan rem mekanisme pendongkrak harus di periksa terhadap kapasitas angkat maksimum pada berbagai kedudukan tiang lengan. Mst = M¶st = M § iL M7 = momen resistansi perputaran penuh dengan memperhitungkan tekanan angin.

Dengan troli yang tak dibebani pada jari-jari minimum tetapi dengan arah yang berlawanan. yaitu G[ c .

.QGo a2G1e1 G0ao ! 2eg Bila troli yang dibebani penuh berada pada ujung luar tiang lengan. 1 . kita akan mendapatkan reaksi bantalan padaujung tiang lengan sebagai berikut: Reaksi vertikal V !QG G G [ 0 1 C Reakisi horizontal H !H ! . 1 .

bobot troli G1 ---.bobot muatan yang diangkat G0 ---. .bobot tiang lengan.QG0 aG1e1 GC[eg h1 Dalam rumus ini Q ---.

kemudian kita dapatkan: a Q ! . yang dipindahkan kesambungan yang terdekat.Untuk menentukan gaya yang bekerja pada bagian kerangka secara grafis akibat bobot muatan dan troli (Q + G0). troli yang terbebani penuh harus diletakkan pada jangkauan maksimum dan beban yang sebenarnya digantikan dengan bobot Q.

G0 . Gaya Q¶ dan G digunakan untuk menggambarkan diagram cremona dan menentukan gaya yang bekerja pada bagian kerangka akibat bobot muatan dan troli (gambar 222b) . Q a a .

Diagram untuk menentukan gaya akibat bobot mati tiang lengan ditentukan dengan cara yang sama (gambar 222c). Karena pada crane ini momen akibat pengimbang Ge1 > G[eg maka tidak ada tekanan horizontal pada 1 C bantalan akibat bobot tiang lengan. CRANE DENGAN TIANG LENGAN-PENDONGAK. Marilah kita bahas dengan memakai contoh, bagian yang berputar dan pendukung crane derek (gambar 223). Gaya yan bekerja pada tiang lengan dan tiang vertikal crane ini dapat ditentukan dengan mudah dengan mamakai metode grafis untuk jari-jari maksimum (gambar 223a). Bobot tiang lengan horizontal G1 dan tiang vertikal G2 dipindahkan pada sambungan yang berdekatanp. Bobot Q, gaya G 1 dan tarikan S1 dan S2 digabungkan pada ujung tiang lengan 2 horizontal menjadi gaya resultante R. gaya resultante R1 dan R2 akibat tarikan tali S1 dan S2 didistribusikan diantara sambungan bawah dan atas tiang vertikal sebagai komponen

Diagram Cremona untuk menentukan tegangan pada bagian kerangka digambar
, kan dari gaya R, R1, , R1,, , R2 dan R2,, . G1 Dan G 2 (pada ujung atas dan bawah). 2 2 Tiang lengan dan vertical mengalami tegangan tekan lentur. Kedua tiang tersebut dibuat dari kayu ataupun profil baja canai. Bila terbuat dari baja canai tiang tersebut mempunyai penampang persegi yang terdiri atas empat buah baja siku yang disambung keempat sisinya dengan penampang kisi. Biasanya tiang vertical Derek (gambar 223b) diikat dengan dua buah kaki pendukung miring 11 dan 12 pada ujung atas dan dengan dua bagian horizontal 13 dan 14 pada bagian bawah.

Gambar 223. Penyelesaian tiang lengan, vertikal dan batang tulang crane derek

Bila tiang lengan berada pada kedudukan I maksimum H
maks  S11 !  1

F !0 , kaki 11 dibebani gaya

sinK

(kaki 12 tidak dibebani). Bila tiang lengan berputar kekiri kedudukan I gaya yang bekerja pada kaki 11 akan berkurang, sebagian diambil alih oleh kaki 12 yang disini mengalami tegangan tekan.

S11 ! S12 !  H 1 cos 45 o

1 sin K

Pada kedudukan III, bila F ! 90o , kaki II bebas dari bebannya karena kaki 12 akan menahan seluruh gaya horizontal H1. bila F " 90o kaki II mengalami tekanan yang akan mencapai nilai maksimum pada kedudukan IV ( F !180o ) 
S
maks 13

H1 1 ! H1 sinF 90 } 1,0 sinK sinK
o

Diagram polar (gambar 223b) menunjukkan kurva yang menggambarkan gaya yang bekerja pada kaki II pada kedudukan terujung pada tiang lengan yang dibatasi sudut . maks  S13 ! H 1 sin . Bagian horizontal 13 dan 14 mengalami tekanan dan tarikan yang tergantung pada kedudukan tiang lengan . yaituS11 !  H1 dan tegangan tarik maksimum pada kedudukan IV. Diagram untuk kaki 12 akan serupa dengan diagram yang ditunjukkan. yakni. bagian 13 mengalami tegangan maks tekan maksimum pada kedudukan I.

01 F .  90 o } 1.

. Tetapi karena tali tersebut miring dengan sudut terhadap vertical maka tegangan desain yang sebenarnya adalah S! H1 2 cos 30O sin K Batas keamanan tali yang sebenarnya mengharuskan jumlah tali minimal 5 buah.Bila pendukung bawah tiang vertical meneruskan reaksi horizontal bantalan langsung ke pondasi beton. Dalam hal ini ujung bawah kaki 11 dan 12 (masing-masing terpisah) diikat dengan baut benam pada pondasi beton. Titik putar atas pada Derek yang dapat diputar pada satru lingkaran penuh atau kolong bangunan. bagian 13 dan 14 dapat ditiadakan. Bila kita mengasumsikan keenam buah tali tersebut kukuh dua buah diantaranya mengalami tegangan maka gaya dikerahkan pada satu buah tali kukuh akan sama dengan .

Beban penuh pada penumpu kerangka akan sama dengan (lihat gambar 225) beban bantalan vertikal V ! Q  G0  G1 Dengan : Q --. Struktur Kantilever Bagian pendukung crane kantilever terdiri atasa dua buah roda penjalan vertikal yang akan menahan beban akibat bobot crane. troli dan beban hidup dan dua pasang bantalan nol masing-masing pada bagian atas dan bawah yang akan menahan gaya reaksi horizontal akibat momen yang akan menyingkirkan crane (gambar 224) Gambar 224 menunjukkan kerangka crane kantilever dengan troli dalam dan gambar 225 menunjukkan crane dengan troli luar.bobot muatan yang diangkat G0 --.3.bobot troli G1 --.bobot crane tanpa troli .

Beban bantalan horizontal: H '! H ''! .

Dengan troli dalam atau troli luar (yang bergerak pada batang tepi atas atau bawah). Beban kontstan pada girder utama rangka (bobot beban mati) terdiri atas bobotnya sendiri. Setengah bobot batangbobot penopang silang dan lantai ditahan oleh gireder tambahan (samping) Gambar 224 Rangka crane kantilever .Q  G 0 a  G1 e1 h Kerangka krane kantilever dirancang dengan dua buah modifikasi. setengah bobot penopang silang dan setengah bobot struktur platform dengan lantainya.

Pada awalnya bobot girder utama. Bila mengetahui gaya-gaya pada sambungan tersebut kita dapat mencari tegangan pada bagian kerangka akibat bobot girder utama dengan menggambarkan diagram Cremona (gambar 225a) . dan lantai ditentukan dengan metode coba-coba dengan perbandingan desain yang tersedia Bila beban akibat bobot girder utama adalah G1dan jarak ketitik bobotnya dengan e1 maka reaksi pada pendukung kerangka adalah: V = G1 dan e1 H ! G1 h Dengan mengasumsikan bahwa beban G1 terdistribusikan seragam sepanjang girder utama. kita dapat mencari gaya yang bekerja pada sambungan k1 dan k2 (gambar 225a). batang penopang silang.

12 STRUKTUR RANGKA CRANE .

Pada gambar 220b resultante R1 komponen gaya S dan Q pada ujung luar tiang lengan ditentukan dengan metode sebelumnya.  Bobot tiang lengan dan akibatnya pada bagian suprastruktur ditentukan secara coba-coba. R2. Tegangan pada bagian kerangka adalah jumlah beban gaya mati dan beban hidup . dan R3 digunakan untuk menggambarkan diagram Cremona dan untuk menentukan tegangan pada bagian kerangka akibat beban muatan dan tarikan tali.Gaya S pada drum diuraikan menjadi gaya yang bekerja padsa bagian pilar (S¶ dan S´). dimana diagram ini harus dibuat dengan skala lebih besar dibandingkan diagram untuk bobot muatan. Gambar 220c menunjukkan diagram tegangan pada bagian kerangka akibat bobot tiang lengan. Gaya R1. Tarikan S dan S tali pada roda puli bagian kerangka tengah 4 akan menghasilkan resultante R2 yang bekerja pada ujung bagian rangka 4 sebagai R¶2 dan R´2 sebanding dengan bagian lengan tersebut.

Pada crane yang berat dengan mekanisme pemutar yang digerakkan oleh penggerak daya. Dimensi penampang ditentukan secara cobacoba. . efek gaya inersia diperhitungkan dengan mengasumsikan gaya horisontal sebesar yang bekerja pada ujung tiang lengan. CRANE DENGAN TIANG TETAP Gambar 221 adalah contoh suprastruktur pejal yang sering digunakan untuk crane pilar putar tanpa pengimbang.    Keunggulan desain ini adalah tersedianya ruangan yang cukup besar dibawah tiang lengan. Gaya inersia ini didukung oleh rangka batang horisontal (Gambar 220d) yang setengahnya mengalami tekanan tambahan dan bagian lainnya mengalami tarikan. Girder berbentuk kotak diperkuat pada bagian yang melengkung dengan pelat dan pada bagian yang lurus memakai penopang.

Tegangan Pada bagian II-II. III-III. Pada kedua nilai tersebut ditambah gaya tekan N2 dan gaya lentur P2 akibat bobot suprastruktur G2 . Biasanya momen yang berlawanan dari tarikan tali S diabaikan. IV-IV ditentukan sebagai berikut:Bagian   atas yang miring dianggap terpasang mati (gambar 221b) pada penampang II-II (gambar 221a) Bobot muatan Q diuraikan menjadi gaya tekan N1 dan gaya lentur P1.

gambar 211c) Tegangan geser satuan (310) Gambar 221 diagram untuk menyelesaikan suprastruktur pejal untuk crane putar Tegangan satuan dengan memperhitungkan tegangan geser (311) .Momen lentur (faktor koreksi dinamik diabaikan) MII = P1C1 + P2C2 (307) Gaya normal NII = N1 + N2 + S (308) Resultante tegangan satuan (tanpa gaya geser) (309) dengan: W 2 dan F2 ± momen resistensi dan luas penampang pada bidang II-II (diagram tegangan.

Penghitungan tegangan pada bagian tengah yang melengkung pada penampang III-III (gambar 221a) dibuat seperti batang lengkung. Resultante tegangan satuan pada bagian terluar dan terdalam serat penampang tersebut ialah (312) dengan : r = jari-jari kelengkungan batang (Gambar 221d). Resultante tegangan satuannya adalah (313) . Momen lentur MIII= Qa + G1 e1. Tanda + pada persamaan (312) dipakai untuk serat penampang terluar. Tegangan satuan bervariasi menurut suatu hiperbola (gambar 221d). dan tanda ± dipakai pada serat penampang yang terdalam. Gaya normal NIII = Q + G1. Pada penampang IV-IV pada bagian bawah yang lurus (gambar 221a) momen MIV = MIII Gaya normal NIV = NIII. Biasanya nilai x ditentukan dengan metode grafis.

Diagram momen lentur batang tersebut digambarkan pada gambar 221e dan diagram tegangan pada gambar 221f. SUPRASTRUKTUR CRANE PUTAR BENTANG DAN CRANE LENGAN-PENDONGAK Crane Bentang dengan Troli. Gambar 222a menunjukkan Diagram crane batang yang dapat diputar dalam suatu lingkaran penuh yang mempunyai troli gerak.Semua penampang dibawah penampang IV-IV hanya mengalami lenturan. Besarnya pengimbang Gcw harus dibuat sedemikian rupa sehingga gaya reaksi horisontal bantalan dengan troli yang terbebani penuh pada jarijari maksimum bernilai sama Gambar 222 penyelesaian secara grafik suprastruktur crane putar batang yang jangkauannya dapat diubah dengan troli . 2. Crane ini diberi pengimbang untuk mengurangi gaya reaksi horisontal pada pendukungnya.

q. momen lentur pada jarak x dari penumpu sebelah kiri akibat bobot mati adalah Mq = = ton ± m adalah (321) Momen lentur maximum bila Mqmaks = (322) ton ±m . yakni beban konstan. dalam ton per meter panjang. yang terdistribusi seragam sepanjang bentangan.Momen Lentur dan gaya lateral akibat beban konstan. dalam meter. dalam ton. Bila L adalah bentangan girder memanjang utama. G-bobot girder tersebut.bobot mati.

Kurva momen lentur akan merupakan suatu parabola yang digambarkan sepanjang L dengan ordinat maksimum Mqmaks (Gambar 228b). Gaya lateral pada jarak x dari penumpu kiri adalah ton Gaya lateral maksimum pada sebelah kanan atau kiri penumpu x = 0 akan sama dengan ton Kurva gaya lateral ditunjukan pada gambar 228e. .

yang ditempatkan pada jarak x dari penumpu kiri ialah ton-m (325) Momen lentur maksimum akan terjadi pada penampang yang berjarak dari bagian tengah bentangan gider pelat tersebut ton-m (326) . Bila bobot troli berbeban didistribusikan seragam pada rodanya.Momen lentur dan gaya lateral akbat beban gerak (troli dan muatan). maka beban pada satu roda adalah dengan Q-bobot muatan yang diangkat dan Go-bobot troli. Maka momen lentur pada penumpu di bawah roda sebelah kiri. Dapat diasumsikan dalam hal ini bahwa girder pelat menahan dua buah beban P yang identik yang terpisah sejauh b (Gambar 228a).

kita dapat mengasumsikan dengan cukup akurat untuk penggunaan praktis bahwa b = 0 dan Gambar 228 Kurva momen dan gaya lateral girder pelat Bila roda troli diberi beban berbeda. maka V = P1 + P2 merupakan resultante kesua gaya yang berkerja pada roda dan dan . Kurva momen untuk kedudukan beban yang paling tidak menguntungkan adalah 0-1-2-3. yang didapat dengan menggambarkan dua kurva momen akibat gerak beban dari kiri ke kanan dan dari kanan ke kiri. pada troli tangan) kecil dibandingkan bentangan. Momen lentur maksimum berkurang bila jarak antara roda bertambah. Bila jarak antar roda (misalnya. dapat diasumsikan bahwa dua beban P1 dan P2 yang berlainan akan bergerak sepanjang girder.Momen lentur didistribusikan dengan bentuk parabola dengan ordinat terbesar pada panjang (Gambar 228c).

Dalam hal ini momen lentur pada daerah dibawah roda. yakni ton-m dan ton-m (330) (329) . pada jarak x dari penumpu kiri adalah ton-m (327) Momen lentur maksimum akibatbeban P1 pada jarak dari titik tengah girder ialah ton-m (328) Persamaan ini merupakan persamaan parabola yang digambarkan sepanjang (L ± b1) dengan ordinat maksimum Momen pada daerah dibawah beban P2 pada jarak x dari penumpu kanan ditentukan dengan cara yang sama sepeti diatas.

Persamaan (330) merupakan parabola sepanjang dengan ordinat Untuk beban yang sama P dan P gaya lateral pada jarak x dari penumpu kiri ialah (Gambar 228f) ton Bila x = 0gaya lateral maksimum pada penumpu kiri ialah ton Gaya lateral pada jarak dari penumpu kiri ialah ton Dengan beban P1 dan P2 gaya lateral pada jarak x akan sama dengan ton (334) (333) (332) (331) .

Diagram resultante gaya lateral ditunjukkan pada gambar 228g. Dengan mengalikan momen perlawanan pada berbagai penampang girder utama dengan tegangan amannya kita akan mendapatkan kurva yang menggambarkan kekuatan girder (kurva momen aman) ± garis kontur pada gambar 228d. Gambar 229 menunjukkan diagram momen dan untuk girder memanjang utama crane jalan dengan kapasitas angkat mulai 5 sampai 50 ton dan bentangan mulai 10 sampai 30 meter.Bila x = 0 ton Gaya lateral pada jarak dari penumpu kiri ialah (335) Bila kita menambahkan kedua kurva momen akibat aksi beban mati (Gambar 228b) dan beban gerak (Gambar 228c) kita akan mendapatkan momen resultan (Gambar 228a) ± daerah yang diarsir. Tegangan Satuan akibat Momen Lentur (a) Akibat beban utama (336) .

.Tegangan satuan akibat momen lentur a) Akibat beban utama b) Akibat beban utama dan tambahan Tegangan Satuan akibat gaya lateral a) Akibat beban utama b) Akibat beban utama dan beban tambahan Notasi berikut digunakan pada rumus sebelumnya: = tegangan lentur normal sebenarnya (lentur) dalam kg/cm2 =tegangan satuan tangensial yang sebenarnya (geser) dalam kg/cm2 dan = tegangan satuna aman untuk lentur dan geser dalam kg/cm2 =koefisiensi dinamik untuk gaya akibat beban konstan =koefisiensi dinamik untuk gaya akibat beban konstan =momen netto pad setiap penampang (tanpa lubang paku keling) =jumlah momen lentur pada penampang akibat beban tambahan =momen statis total pada setiap bagian penampang (tanpa lubang paku keling) =tebal dinding pada setiap penampang Igr =momen inersia total ditinjau dari sumbu utama =jumlah gaya lateral pada setiap penampang akibat beban tambahan.

Gambar 229 kuva untuk memperkirakan momen maksimum akibat beban konstan Tabel 4. .3 Koefisiensi dinamik untuk gaya pada beban berjalan Deformasi Defleksi Girder. dalam kg E2. Defleksi akibat beban gerak dapat ditentukan berdasarkan asumsi bahwa dua beban P dan P (beban pada roda troli berbeban) ditempatkan secara simetris pada bagian tengah crane(gambar 230). girder memanjang utama harus cukup tinggi dan emiliki momen inersia yang memadai. defleksi maksimum akibat bobotnya sendiri (gambar 230) ialah: Gambar 230 Diagram untuk menghitung defleksi girder utama crane jalan dengan: G = bobot girder.200 kg/cm2 Modulus elastisitas. Maka kita akan mendapatkan defleksi dengan ketelitian yang memadai Defleksi total adalah memeriksa kekuatan flens bawah pada jalur monorel. pengangkat yang digerakkan tangan ataupun daya sering didesain untuk pada batang canai-I. Untuk menjaga defleksi dalam batas aman.2 Koefisiensi dinamik untuk gaya akibat beban diam Tabel 4. Pada crane jalan girder tunggal. Pada girder dengan momen inersia yang konstan 1 cm4.200.Defleksi girder utama yang berlebihan akan menyebabkan seluruh jembatan bergetar dan berpengaruh besar pada operasi crane.

momen penampang (per satuan panjang) ialah sebesar W== Gambar 231 Flens bawah batang canai-I Tegangan pada flens akan menjadi .51 P Dengan P = gaya yang ditimbulkan oleh roda yang pada desain dengan empat roda akan sebesar: P= Dengan Go = bobot pengangkat yang dapat bergerak Q = kapasitas angkat Dengan menandai tebal flens dengan t.Dalam hal ini momen lentur persatuan panjang ialah: M = 0.

000 . 7) bobot kabin operator dengan peralatan elektriknya dan bobot operator itu sendiri Gcab } 1. 12.500 kg Maka bobot total rangka batang utama akibat beberan konstan ialah : (344) G = G utama + ½ G hor + ½ (Gpt + Gft ) + ½ Gcr-br + ½ Gmech + ½ Gcub dan beban yang dcitahan oleh tiap-tiap sambungan atau titik panel rangka ialah G K= (345) n -1 dengan n jumlah sambungan .K ± koefisien yang memperhitungkan lubang pada lantai ~ 0.000 sampai 1.5. 6) bobot mekanisme penjalan G mech = 700 sampai 1.000. Biasanya lebar lantai dioambil sebesar 800. 5) bobot penopang silang G cr-br } 1/30 G utama. 1.300 untuik crane dangan kapasitas angkat sampai 30 ton.

Tergantung pada kedudukan troli batang diagonal dapat mengalami tarikan maupun tekanan. M = P y¶1 + P2y¶2 (346) Tegangan pada batang tepi ditentukan dengan membagi momen pada sambungan yang berlawanan dengan segitiga rangka batang pada jarak terpendek antara batang ke sambungan Miv S4 = h Gaya lateral akan sama dengan (348) T = P y´1 + (347) P2y´2 . Beban gerak menyebabkan batang tepi atas girder utama mengalami tekanan dan batang tepi baewah mengalami tarikan.Untuk menentukan tegangan pada anggota rangka susun akibat beban konstan digunakan diagram Cremona ( gambar 234 ) Tegangan pada bagian rangka batang a. Momen maksimum .kibat beban gerak. Gambar 235 ditujukan untuk menentukan tegangan maksimum pada bagian girder utama akibat beban gerak .

Jika b = atau b> (lihat gambar 232a). Jika b < maka (350) Nilai tegangan pada bagian akibat beban gerak kemudian dituliskan pada suatu kolom dalam tabel ringkasan perhitungan masing-masing.Metode yang sama digunakan untuk mencari gaya lateral pada sambungan lainya. Tegangan pada penopang tulang miring adalah (248) Dengan : F Tegangan pada penopang tulang miring yang didapatkan dari diagram cremona untuk A=1 T gaya lateral pada titik sambungan (yang paling buruk pengaruhnya). Tegangan pada penopang yang miring ditentukan dengan bantuan diagram Cremona yang digambarkan untuk rangka batang bila reaksi tumpukan kiri A = 1 ton Untuk ini sambungan yang tepat disebelahkanannya juga dibebani yang sesuai. maka tegangan pada batang vertikal adalah S = P1 . Beban roda troli hanya menghasilkan tegangan tekan pada batang vertikal. .

Tegangan Tambahan Pada Bagian Rangka Akibat Pengereman Crane.2) dan jika setengah dari roda crane direm kita akan mendapatkan Dengan perlambatan adalah Gaya inersia massa troli yang bekerja pada rangka batang pada bidang horizontal akan sama dengan (351) Karena gaya ini ditransmisikan ke rel pada girder utama. bobot troli adalah G0. Batang tepi atas mengalami juga gaya lentur pada batang horizontal akibat gaya pengereman bagian gerak crane bermuatan. Persamaan momen [rumus (326)] harus ditambah dengan nilai gaya horizontal yang bekerja pada satu roda satu rangka batang. Jika bobot muatan yang diangkat adalah Q. Gaya akibat inersia komponen crane akan mencapai maksimum bila roda perjalan crane secara tiba-tiba. dalam kg. . setiap batang-tepi atas dan rangka pengaku horizontalnya (melalui penipang slang) akan menahan setengah dari gaya inersia tersebut. Momen letur maksimum akan terjadi pada jarak dari bagian tengah bentangan crane. bobot crane (tanpa troli) dengan G.81 m/s2) dan koifisien gesek antara roda perjalan dan rel adalah ( § 0. percepatan gravitasi adalah g (g=9.

akibat kerja beban utama (353) b. akibat kerja beban utama dan tambahan (356) Pemeriksaan terhadap lenturan dan tekanan lateral : a. akibat kerja beban utama dan tambahan (354) Pemeriksaan terhadap stabilitas (tertekan) a.Maka momen lentur horizontal maksimum adalah (352) Tegangan Satuan pada Bagian Rangka Batang Pemeriksaan terhadap tekanan atau tarikan a. akibat kerja beban utama (355) b. akibat kerja beban utama (357) (357) .

Akibat kerja beban utama (359) b. Kefleksibelan batang didapat dengan menggunakan rumus (361) .b. akibat kerja beban utama dan tambahan (360) Dalam memeriksa stabilitas (lenturan akibat tekanan aksial) nilai koefisien diambil untuk kefleksibelan bagian yang berada dalam bidang lentur dari Tabel 44. akibat kerja beban utama dan tambahan (358) Pemeriksaan terhadap stabilitas : a.

Tabel 44 Koefisien N yang mengurangi tegangan aman dalam lenturan akibat tekanan aksial bagian rangka batang yang terbebani terpusat .

e) 250 ± untuk batang lain rangka batang tambahan. d) 200 ± untuk batang dari rangka batang tambahan yang mengalami tekanan. Gambar 237 Diagram momen akibat lenturan setempat pada batang tepi atas yang dihasilkan oleh oda troli yang bermuatan .Dengan Igr = momen inersia total penampang bagian Fgr = luas penampang bagian L = luas bagian Kefleksibelan batang tidak boleh melebihi : a) 120 ± untuk bagian yang merupakan batang tepi dan penopang ujung rangka batang yang mengalami tekanan. c) 200 ± untuk batang lain rangka batang utama dalam yang mengalami tarikan. b) 150 ± untuk bagian lain rangka batang utama yang mengalami tekanan dan untuk batang tepi yang mengalami tekanan.

Tanda-tanda yang diguanakan rumus (253) sampai (360) ialah sebagai berikut : ] = koefisien dinamik untuk gaya akibat beban konstan (lihat Tabel 42) Sq = gaya akibat beban konstan Q = koefisien gay dinamik akibat beban gerak (lihat Tabel 43) Sp = gaya akibat beban gerak Sp = gaya akibat beban gerak Mp = momen lentur akibat lenturan setempat pada batang tepi atas yang diakibatkan oleh roda troli yang bermuatan (Gambar 237) (362) Fnet = luas penampang netto bagian (tanpa lubang paku keling) Fgr = luas daerah gross bagian (dengan lubang paku keling) Wnet = momen penampang bagian netto Wgr = momen penampang bagian gross §Sadd = jumlah gaya akibat beban tambahan §Madd = jumlah momen akibat beban tambahan [W] = tegangan aman .

Beban tambahan akibat pengereman crane ditahan oleh penampang (Gambar238) atau rangka batang horisontal yang terletak diantara ranga batang utamadan rangka batang sisi (Gambar 239). . Jika (tanpa rangka batang horisontal) lantai plat baja dianggap menahan gaya ini maka tegangan pada bidang horisontal pada bagian terluar dapat ditentukan dengan persamaan momen (352). Gambar 238 Diagram untuk menyelesaikan batang tepi atas dari rangka batang berlantai Gambar 239 Menentukan tegangan pada bagian rangka batang horisontal akibat pereman crane Momen perlawanan (Gambar 238) adalah Karena lantai plat baja tersebut dilubangi maka penampang yang berguna hanya dianggap 50 persen saja.

Tergantung pada arah gerak crane tegangan pada bidang horisontal berubahubah dari tegangan tarik menjadi tegangan tekan dan sebaliknya. Diagram Cremona ini dipergunakan untuk mencari tegangan tambahan pada bagian-bagian batang tepi atas yangmerupakan tegangan sekat untuk arah gerak crane diatas tersebut. tentukan gaya reaksi horisontal H1 dan H2 dan menggambarkan diagram Cremona (Gambar 239). dalam kg-cm L = panjang betangan dalam cm . Defleksi Batang dan Lengkungannya. Defleksi kisi rangka batang jembatan jalan dapat ditentukan sampai ketelitian 10 persen dengan rumus (363) Dengan : M = momen desain akibat beban gerak. defleksi rangka batang akibat muatan maksimum yang diangkat dan bobot troli tidak boleh melebihi H´ < L dengan L-panjang bentangan rangka batang. Tegangan tambahan ditambah Fnet maksimum akibat gaya tekan vertikal untuk mendapatkan [lihat rumus (354) sampai (360)] tegangan maksimum pada batang tepi atas (batang tepi bawah hanya mengalami tarikan). Seperti yang telah diterangkan sebelumnya. Jika gaya inersia komponen ditahan oleh rangka batng horisontal (Gambar 239) kita harus mendistribusikan beban pada rodatroli Pdalamketitik sambungan yang berdekatan.

Defleksi kisi rangka batang jembatan jalan dapat ditentukan sampai ketelitian 10 persen dengan rumus (363) Dengan : M = momen desain akibat beban gerak. tentukan gaya reaksi horisontal H1 dan H2 dan menggambarkan diagram Cremona (Gambar 239). Diagram Cremona ini dipergunakan untuk mencari tegangan tambahan pada bagian-bagian batang tepi atas yangmerupakan tegangan sekat untuk arah gerak crane diatas tersebut. Seperti yang telah diterangkan sebelumnya. Tegangan tambahan ditambah Fnet maksimum akibat gaya tekan vertikal untuk mendapatkan [lihat rumus (354) sampai (360)] tegangan maksimum pada batang tepi atas (batang tepi bawah hanya mengalami tarikan). dalam kg-cm L = panjang betangan dalam cm . defleksi rangka batang akibat muatan maksimum yang diangkat dan bobot troli tidak boleh melebihi H´ < L dengan L-panjang bentangan rangka batang.Tergantung pada arah gerak crane tegangan pada bidang horisontal berubahubah dari tegangan tarik menjadi tegangan tekan dan sebaliknya. Jika gaya inersia komponen ditahan oleh rangka batng horisontal (Gambar 239) kita harus mendistribusikan beban pada rodatroli Pdalamketitik sambungan yang berdekatan. Defleksi Batang dan Lengkungannya.

dalam cm2 Fbawah = luas penampang lintang gross batang tepi bawah. tinggi rangka h = 2. dalam cm Fatas = luas penampang gross batang tepi atas.2 = koefisien yang diperhitungkan deformasi batang penopang miring Kadang-kadang yang disebut dengan kelengkungan (kembar) dipasangkan pada jaringan rangka batang untuk memberi pratarikan pada bagian batang tersebut. Biasanya kelengkungan pada sambungan lainnya mengikuti fungsi parabola. Biasanya kelengkungan pada titik sambungan tengah diambil sama dengan defleksi amannya. panjang panel P = 2. kelengkungan maksimum fmaks = 24 mm = Gambar 240 Penentuan kelengkungan rangka batang secara grafis . Marilah kita bahas dengan memakai contohrangka batang crane jalan elektrik (Gambar 240) dengan karakteristik berikut : bentang L = 24. jumlah panel n = 10.400 mm.000 mm.Dengan : h = tinggi rangka batang.400 mm. dalam cm2 I = modulus elastisitas 1.

87 = = = 55 Perhitungan sebelumnya memperbolehkan penggunaan dua batang kanal No.800 = 37.500 kg-cm dan = 0.Gambar 242 Penyelesaian Secara Grafis Rangka Batang Kisi Tabel 45 Momen gaya Lateral akibat Beban Gerak = 1. 12 untuk batang-tepi atas rangka.800 = 37. Batang-tepi bawah (batang 13 dan 19 dua batang siku 60 x 60 x 8 mm) Tegangan satuan batang pada batang-tepi bawah adalah = = = 107 kg / cm2 Dengan Mp = P1 = 1. Batang-tepi bawah (batang 13 dan 19 dua batang siku 60 x 60 x 8 mm) Tegangan satuan batang pada batang-tepi bawah adalah = = = 107 kg / cm2 Dengan Mp = P1 .87 = = = 55 Perhitungan sebelumnya memperbolehkan penggunaan dua batang kanal No.500 kg-cm dan = 0. 12 untuk batang-tepi atas rangka.

Penampang miring (batang 6-dua batang siku 50 x 50 x 6 mm).03 x 2 = 15.180 kg / cm2 Dengan : = = 0. Tegangan satuan pada penopang miring adalah : = 1.35 (dengan memperhitungkan berkurangnya kekuatan akibat lubang paku keling).45 = = = = 120 .85 Fgr = 0.85 x 9.Dengan : Fnet = 0.

Defleksi pada rangka batang utama akibat beban gerak [rumus (363)] adalah ´= = = 0.000 kg-cm . 4. Gambar 424e menunjukkan diagram Cremona untuk menyelesaikan rangka batang sisi dan Gambar 242d untuk rangka horisontal. Nilai tegangan pada rangka-rangka ini diringkas pada Tabel 46.Tabel 46 Tabel Ringkas hasil Perhitungan Batang penumpu ujung terbuat dari dua batang siku 50 x 50 x 6 mm karena tegangannya tidak melebihi tegangan pada penopang miring tersebut. Tegangan satuan pada bagian rangka batang utama cukup aman untuk baja CT 2.265.9 cm Momen akibat beban gerak akan sama dengan M= = = 1.

defleksi ´ = 0.14 Maka. . defleksi tidak boleh melebihi ´= = = 2.9 cm yang kita dapatkan sangat diizinkan.Dan momen inersia kedua batang-tepi rangka batang adalah Im = = = 2.14 cm Menurut kaidah keteknikan.

25 sampai 1 ton.ELEVATOR 1. Kecepatan tempuh lift barang berkisar mulai 0. rel penuntun swatumpu. Lift penumpang biasa bergerak dengan kecepatan 0. toserba dan rumah tinggal.25 sampai 15 ton. Elevator yang digerakkan elektriklah yang paling banyak digunakan. Lift diklasifikasikan menjadi lift untuk penumpang dan lift untuk barang. Sangkar atau kereta berfungsi untuk barang atau penumpang.5 m/detik.5 sampai 3. Lift sangkar elektrik mempunyai bagian-bagian utama sebagai berikut (gambar 249): sangkar atau kerata. Lift banyak digunakan pada industri. mesin pengangkat. lorong lift. Jenis penggerak yang digunakan membagi elevator menjadi elevator elektrik (lihat gambar 249 dan 250). peralatan penggantung. lift barang menangani 0. elevator barangdan penumpang (memakai operator) dan elevator barang pelayanan ringan(untuk perusahaan makanan dan komersial). alat pengamanan dan kendali elektrik.1 sampai 1. Elevator penumpang dapat mempunyai bobot kira-kira sebagai berikut: . hidrolik dan yang dioperasikan tangan (gambar 251).5 m/detik. Biasanya lift penumpang tersedia mulai kapasitas 0. sedangkan lift barang pelayanan ringan mulai 50 sampai 100 kg. Kemudian lift barang terbagi lagi menjadi elevator barang. penyeimbang. ELEVATOR SANGKAR Elevator sangkar juga disebut lift ditujukan untuk mengangkat barang dan penumpang secara vertikal didalam sangkar yang bergerak pada rel penuntun tetap.

dalam kg Rangka sangkar barang dibuat dari kanal dan besi siku sedangkan dinding dan lantai dari kayu atau pelat besi anti gelincir. dalam m dan Q : kapasitas.Kapasitas penumpang) Bobot sangkar. Salah satu desain sangkar tanpa daun pintu ditunjukkan oleh gambar 252. . Sangkar tersebut cukup kokoh untuk menahan deformasi akibat beban kejut yang mungkin timbul ketika pemuatan. kg (jumlah 2 250 3 275 4 300 5 350 6 400 Gambar 249 Bobot sangkar elevator barang dapat ditentukan dengan persamaan sebagai berikut: Gsangkar = 300 + 100F untuk Q = 500 kg Gsangkar = 300 + 125F untuk Q = 1000 kg Gsangkar = 300 + 150F untuk Q = 1500 kg Dengan : F : luas lantai.

q ! Q F Untuk muatan berukuran kecil q diambil mulai 200 sampai 300 kg/cm. Gambar 253 menunjukkan berbagai desain rel penuntun: (a)penuntun konvr\ensional untukelevator barang yang terdiri atas dua buah besi siku yang bergeser sepanjang rel kayu persegi.khusus. Alat penuntun. Sangkar atau kereta. . dalam hal ini luas lantai tidak boleh kurang dari 1 meter persegi. (b)Penuntun untuk lift penumpang dengan pegas ulir yang menekan ujung batang penuntun pada rel.Gambar 252 Ukuran sangkar lift dipilih berdasarkan tekanan satuan yang dikerjakan pada lantai. (c)penuntun berengsel untuk rel T. bergerak didalam lorong pada rel penuntun yang terpasang tetap.

rel juga harus menahan benturan yang diakibatkan penyerapan energi kinetik sangkar yang jatuh. dakam m/detik G = percepatan gravitasi sebesar g = 9.intasan pengereman sangkar ketika perlambatan.81 m/detik Lintasan pengereman dianggap sebesar 5 ± 10 cm. Dalam mendesain rel penuntun dan cara pemasanganya harus diingat bahwa selama lift bertaut dengan penahan pengaman.Rel atau batang penuntun terbuat dari batang baja canai profil (siku. Semakin kecil l. T. Rel harus diberi pelumas gemuk secara teratur. disamping bobot sangkat yang bermuatan. bila tali terputus. Persamaan umum kerja dapat ditrulis sebagai berikut : Q  Gsangkar 2g 1 v 2  (Q  Gsangkar ) s ! 2Rmaks 2 2 . akan semakin besar gaya yang timbul dari benturan. T-ganda) atau batang kayu dan diikat pada kedua sisi lorong lift yang berlawanan. Kerugian akibat gesekan pada rel penuntun diambil sebesar 5 sampai 10% dari bobot komponen gerak. Gambar 254a sampai menunjukkan cara pemasangan rel penuntun rangka lorong lift atau dinding gedung. Perhitungan didasarkan pada anggapan bahwa pertautan antara penahan pengaman dengan rel mengakibatkan gaya pada setiap rel sepanjang liantasan s yang meningkat mulai 0 sampai Rmaks (dengan dua rel) sepanjang lintasan s adalah ½ x 2Rmaks s. Energi kinetik akibat bobot sangkar G dengan muatan Q adalah : mv 2 Q  Gsangkar 2 ! v Dengan : 2 2g V = kecepatan tempuh.

bobot sangkar diimbangi dengan bebantambahan pengimbang yang dihubungkan dengan tali padaswangkar (gambar 256a). roda puli tali dan mesin pengangkat. Gambar 255 menunjukkan rangka lorong elevator barang yang terbuat dari logam. dengan drum mesin pengangkat (gambar 256b) atau pada kedua secara bersamaan (gambar 256d). Lorong adalah ruangan tempat sangkat lift bergerak.Maka gaya yang bekerja sepanjang satu rel penuntun adalah : ¨ v2 ¸ Rmaks ! ©1  ¹ © 2 gs ¹(Q  Gsangkar ) º ª Lorong elevator. Gambar 256 . Akan tetapi pada dasarnya. pencegahan terhadap bahaya kebakaran dan mempunyai keamanan yang umum. Rangka lorong baik untuk elevator penumpang maupun barang dapat didesain dalam bentuk yang beragam demikian juga bahanyang digunakannya. Untuk menghilangkan beban pada mesin pengangkat. Gambar 255 Pengimbang elevator. Disamping sangkar lorong tersebut berisi rel penuntun. pengimbang. lorong harus memiliki kekuatan yang memadai.

Tali kawat pintalan sejajar atau silang merupakan perabot pengangkat fleksibel yang menggantung sangkar.Biasanya bobot pengibang yang ditunjukkan pada diagram gambar 256a. yaitu : Gsangkar = Gsangkar + 0. b.5Q Gambar 257 Peralatan penggantung. Distribusi beban yang seragam pada semua tali didapat dengan menggunakan batang silang penggantung jenis tuas.4 dari muatan maksimum. maka usaha ini akan sama dengan Untuk menaikan sangkar bermuatan P = +0. empat atau enam tuas tali. .5Q Untuk menurunkan sangkar bermuatan P = +0.5Q Untuk menurunkan sangkar kosong P = +0. seperti ditunjukkan pada gambar 258a.5Q Bila kita menandai kerja yang haruas dilakukan dalam menaikan dan menurunkan sangkar bermuatan ataupun kosong (dengan mengabaikan kerugian-kerugian) dengan P dan dengan mempertimbangkam pengimbang sesuai rumus (377). sangkar dan pengimbang digantungkan dengan dua.5Q Untuk menaikan sangkar kosong P = +0. c dan d dianggap sama dengan bobot sangkar ditambah 0.4 sdsampai 0. Untuk mengefektifkan penggunaan tali yang berdiameter lebih kecil.

Elevator sangkar menggunakan mesin pengangkat jenis drum dan roda puli penggerak. Mesin ini menggunakan rem sepatu ganda yang dikendalikan oleh elektromegnet gambar260. Gambar 259 Gambar 260 Gambar 261 . Mesin pengangkat roda puli untuk lift penumpang ditunjukkan pada gambar 259. Penggunaan mesin pengangkat jenis penggerakpada puli ini telah mengurangi kecepatan secara drastis akibat tali putus. Mesin ini lebih luas penggunaanya karena dapat digunakan untuk mengangkat pada segala macam ketinggian dan ukuran yang lebih kompak. sulit untuk mendapatkan beban pada seluruh tali dengan menggunakan metode ini. Mesin pengangkat jenis drum yang ditunjukan untuk elevator sangkar berada dengan mesin pengangkat serba guna terutama yang ukurannya jauh lebih kecil dan adanya alat pengaman khusus. Gambar 258 Mesin pengangkat elevator.Mesin pengangkat dengan roda puli penggerak sering menggunakan penggantung tali terpisah berpegas (gambar 258b) akan tetapi.

75 A. Semakin besar kecepatan gerak tali dan semakin besar jumlah siklus kerja elevator per satuan waktu. Pada elevator yang mesin penggeraknya diletakan pada lantai atas (mesin dengan penggerak roda puli) nilai numerik percepatan dan perlambatan yang diizinkan (a) ditentukan dan ditetapkan dengan percobaan.0 1. 0.15 2.0 0. Umur roda puli yang diinginkan merupakan dasar untuk mendapatkan nilai aman tekanan satuan antara tali dan alur roda puli.65 Perbandingan 1.0 1. Alur roda puli akan hilang fungsinya karena pengikisan pada dinding alur yang tergantung pada gelincir dan gerak elastis tali.65 3. m/detik«««««.dan semakin besar keausan yang terjadi.5 1. m/detik«««««.5 1.5 2. .1 ketika periode dan perlambatan dapat dinyatakan secara perkiraan dengan rumus berikut : ¨ S on © ©S ª off ¸¨ g  a ¸ ¨ S on ¹© ¹!© ¹© g  a ¹ © S º ª off ºª ¸ ¹ ¹ º Dengan : Son G = percepatan gravitasi = tegangan pada bagian tali yang masuk Soff = tegangan pada bagian tali yang keluar Alat pengaman elevator.85 S on S off 1.88 3. Sangkar semua elevator harus dilengkapi dengan alat pengaman khusus yaitu penahan yang akan menghentikan sangkar secara otomatis bila tali putus atau kendur.4 2.Sifat spesifik desain mesin pengangkat penggerak roda puli. 0. Nilai berikut dapat dipakai sebagai nilai rata-rata : V.

sehingga diperoleh kecepatan penurunan muatan yang diinginkan. Gambar 264 menunjukkan desain pengangkat penggerak udara yang dibuat oleh pabrik Uralmash dengan kapasitas 500 kg dan tinggi angkat 1150 mm. Baut dapat diputar untuk mendapatkan kecepatan pengeluaran udara yang diinginkan dari bagian bawah piston. Kedua katup udara bertekanan akan melewati katup pengaman 11 yang dipasang pada lubang berulir pada katup start.Penahan akan menghentikan sangkar bila satu buah tali atau semuanya putus secara bersamaan. Alat ini terdiri atas baut 14 dengan mur pengunci yang terletak pada dasar badan katup start. bila satu tali dibebani lebih dari tali lainnya. bila tali kendudr pada saat bersamaan. Gambar 264 Alat yang mencegah muatan jatuh bila selang rusak. Alat untuk mengukur kecepatan penurunan. Biasanya penahan beroprasi dengan day yang diberikan oleh pegas. Gambar 263 2. PENGANGKAT PENGGERAK UDARA MAMPU JINJING Pengangkat penggerak udara mampu jinjing mempunyai penggunaan yang sam seperti jenis pengangkat lainnya. . Selongsong dan kepala khusus dengan pegas yang akan menahannya pada lubang didalam selongsong dimasukan kedalam katup pengaman antara ujung pipa pemasuk dan badan masuk penstart. bobot sangkar itu sendiri atau bobot pengimbang atau gaya udara bertekanan. dan bila kecepatan penurunan menjadi terlalu besar.

Disamping mekanisme penumpuk yang digerakkan listrik dapat juga dipakai desain dengan penggerak hidrolik atau udara bertekanan dan untuk pelayanan ringan bahkan dapat dipakai mekanisme pengangkat yang digerakkan tangan. Penahan pengamanan akan mencegah muatan jatuh bila tali putus.3. Penumpuk dapat juga dipakai untuk operasi pemuatan tertentu. Kapasitasnya jarang melebihi 5 ton dengan angkat sampai 5 meter. PENUMPUK Penumpuk sangat benyak dipakai digudang-gudang untuk meletakkan muatan satuan kedalan suatu tumpukan. Biasanya kapasitas penumpuk berkisar antara 250 sampai 1000 kg dengan tinggi angkat sampai 5 meter. Perkembangan terakhir ialah penumpuk swagerak yang terpasang pada truk daya universal (disebut juga truk elektrik atau truk motor) atau pada kendaraan beroda khusus yang menggunakan sejumlah komponen dan suku cadang otomotive standar. . Ketika dipindahkan rangka dilipat dengan menggunakan sekrup dengan roda tangan (gambar 265) (untuk melewatkan mesin dibawah ambang pintu). Penumpuk ini dipasang pada roda karet dan digerakkan secara manual.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->