Pemanfaatan lahan harus dilakukan secara terencana, rasioanal, optimal dan bertanggung jawab serta sesuai dengan kemampuan

daya dukungnya (Sugandhy, 1999). Hal tersebut dikarenakan meningkatnya kebutuhan lahan dan langkanya lahan -lahan pertanian yang subur dan potensial serta adanya persaingan penggunaan lahan antara sektor (Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat, 1993). Pemanfaatan lahan yang tidak sesuai dengan daya dukungnya akan menyebabkan kerusakanlahan dan lingkungnan. Dan sebaliknya, penggunaan lahan yang tepat dapat meningkatkan produktifitas lahan (Mather, 1986, dalam: vandasari, 2005:20). Oleh karena itu, suatu klasifikasi kesesuaian lahan akan menjadi dasar setiap keputusan yang menyangkut tentang penggunaan lahan. Agar penggunaan lahan memiliki produktifitas yang tinggi, maka penggunaannya haru s disesuaikan dengan kondisi fisik lahan (Adiwilaga,1985). Kondisi fisik lahan terkait dengan struktur internal (drainase dan hara tanah) dan kondisi lingkungan (iklim dan geografis). Sedangkan subfaktor yang yang dapat menjadi indikator untuk menentukan pemanfaatan lahan adalah topografi, kemiringan tanah, kondisi lapisan tanah, kemampuan lahan terkait dengan struktur tanah, pola iklim terkait dengan curah hujan, kondisi geologi, ketersediaan sumberdaya air dan kerentanan terhadap bencana (Sugiharto, 2001). Salah satupenggunaanlahan yang sangatterpengaruhdengankondisifisiklahanadalahpenggunaanlahanuntukpertanian.Penggunaanlahanda lampertanianjugamemperhatikankarakteristiklahan agar tanaman yang ditanamsesuaidengansyarattumbuhnyasehinggaproduktifitas yang dihasilkantinggi.Dalampenelitianinipenggunaanlahan yang dibahasadalahpenggunaanlahan yang terkaitdenganpertanianterutamatanamanpangan. Faktor dominan penyebab rendahnya produktivitas tanaman pangan adalah penerapan teknologi budidaya di lapangan yang masih rendah, tingkat kesuburan lahan yang terus menurun (Adiningsih, S, dkk., 1994), dan eksplorasi potensi genetik tanaman yang masih belum optimal (Guedev S Kush, 2002). Salah satu faktor yang penyebab rendahnya Produktifitas komoditas pertanian adalah karena ditanam pada lahan yang tidak sesuai untuk pengembangan tanaman tersebut (Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 1988; Subandi dkk., 2005 dalam Syaifuddin, 2008). Produktifitas komoditas pertanian akan rendah apabila komoditas tersebut ditanam pada lahan dengan kondisi biofisik yang tidak sesuai dengan syarat tumbuh (Adiwilaga, 1985, dalam: Vandasari, 2005: 1). Penggunaan lahan yang tidak sesuai dengan potensinya akan mengakibatkan Produktifitas menurun, degradasi kualitas lahan dan tidak berkelanjutan. Guna menghindari hal tersebut, maka diperlukan adanya evaluasi lahan untuk mendukung perencanaan pembangunan pertanian yang berkelanjutan (Rossiter, 1994; Davidson, 1992 dalam Syaifuddin, 2008). Seharusnya hal ini tidak akan terjadi jika pemanfaatan lahan sesuai dengan daya dukung lahan sehingga dapat me ingkatkan produktifitas n lahan. Beberapa permasalahan lain dalan pengembangan komoditi pertanian antara lain: (i) pengembangan komoditi tidak sesuai dengan karakteriktis lahan, sehingga menyebabkan kegagalan panen; (ii) komoditas spesifik pda suatu wilayah tertentu belum teridentifikasi dengan jelas; (iii) permasalahan pertanian pada setiap zona belum teridentifikasi ; (iv) ketersediaan air sebagai penunjang pengembangan sector pertanian juga belum teridentifikasi ; (v)informasi dengan teknologi tepat guna dalam bidang pertanian juga belum tesedia (Master Plan Pengembangan Komoditi 13 Pertanian Kabupaten Lamongan, 2006). Berdasarkankajianpustakadiatasdapatdisimpulkanbahwafaktor yang seringdisebutkanolehparapakarterkaitdenganpermasalahanpertanianadalahmengenaikondisifisiklahann ya.Jadikondisifisiklahansangatberpengaruhterhadapproduktifitaslahan.

Karakteristik lahan yang erat kaitannya untuk keperluan evaluasi lahan dapat dikelompokkan ke dalam 3 faktor utama, yaitu topografi, tanah dan iklim. Karakteristik lahan tersebut (terutama topografi dan tanah) merupakan unsur pembentuk satuan peta tanah (Ritung, 2007).

sawit. EVALUASI KESESUAIAN LAHAN. dan kelapa lebih sesuai di daerah dataran rendah.6 C) Suhu udara rata-rata di tepi pantai berkisar antara 25-27 C.) dan dataran tinggi (> 700 m dpl.3 C . setiap jam. Sedangkan secara otomatis menggunakan alat alat khusus yang dapat mencatat kejadian hujan setiap periode tertentu. semakin rendah suhu udara rata-ratanya dan hubungan ini dapat dihitung dengan menggunakan rumus Braak (1928): 26. Sedangkan faktor ketinggian tempat di atas permukaan laut berkaitan dengan persyaratan tumbuh tanaman yang berhubungan denga temperatur udara dan n radiasi matahari. Ketinggian tempat dapat dikelaskan sesuai kebutuhan tanaman. Untuk keperluan penilaian kesesuaian lahan biasanya dinyatakan dalam jumlah curah hujan tahunan. Curah hujan Data curah hujan diperoleh dari hasil pengukuran stasiun penakar hujan yang ditempatkan pada suatu lokasi yang dianggap dapat mewakili suatu wilayah tertentu.01 x elevasi dalam meter x 0. kelapa sawit dan kelapa sesuai untuk dataran rendah. Dalam kaitannya dengan tanaman. 5. terutama untuk padi. 7. maka temperatur semakin menurun. 6. Tabel 2. Kriteria ini lebih diperuntukkan bagi tanaman pangan. jumlah bulan kering dan jumlah bulan basah. Namun dalam kesesuaian tanaman terhadap ketinggian tempat berkaitan erat dengan temperatur dan radiasi matahari. dan seterusnya.(0. Suhu udara Tanaman kina dan kopi. Berdasarkan kriteria tersebut Oldeman (1975) membagi zone agroklimat kedalam 5 kelas . 4. misalnya setiap menit. sedangkan bulan kering mempunyai cu hujan rah <100 mm. 2. 2007.4 Bentuk Wilayah Dan Kelas Lereng No. sofyan dkk. 1. Pada daerah yang data suhu udaranya tidak tersedia. secara umum sering dibedakan antara dataran rendah (<700 m dpl. 3. sedangkan karet. b. Secara manual biasanya dicatat besarnya jumlah curah hujan yang terjadi selama 1(satu) hari. Balai PenelitianTanah dan World Agroforestry Centre Ketinggian tempat diukur dari permukaan laut (dpl) sebagai titik nol. Bulan basah adalah bulan yang mempunyai curah hujan >200 mm.). menyukai dataran tinggi atau suhu rendah. b) Iklim a. yang kemudian dijumlahkan menjadi bulanan dan seterusnya tahunan. Oldeman (1975) mengelompokkan wilayah berdasarkan jumlah bulan basah dan bulan kering berturut turut. Misalnya tanaman teh dan kina lebih sesuai pada daerah dingin atau daer h a dataran tinggi. Pengukuran curah hujan dapat dilakukan secara manual dan otomatis. Semakin tinggi tempat di atas permukaan laut. Semakin tinggi tempat. Demikian pula dengan radiasi matahari cenderung menurun dengan semakin tinggi dari permukaan laut. Relief Lereng Datar Berombak/agak melandai Bergelombang/melandai Berbukit Bergunung Bergunung curam Bergunung sangat curam (%) <3 3-8 8-15 15-30 30-40 40-60 > 60 Sumber : Ritung. Relief erat hubungannya dengan faktor pengelolaan lahan dan bahaya erosi. Sedangkan tanaman karet. misalnya. suhu udara diperkirakan berdasarkan ketinggian tempat dari permukaan laut.a) Topografi Topografi yang dipertimbangkan dalam evaluasi lahan adalah bentuk wilayah (relief) atau lereng dan ketinggian tempat di atas permukaan laut.

yaitu tanah berwarnahomogen tanpa bercak atau karatan besi dan/atau mangan serta warna gley(reduksi) pada lapisan 0 sampai 25 cm. yaitutanah berwarna homogen tanpa bercak atau karatan besi dan/atau manganserta warna gley (reduksi) pada lapisan 0 sampai 100 cm. tekstur. a. tanah basah sampai kepermukaan. Ciri yang dapat diketahui di lapangan. B. Tanah mempunyai konduktivitas hidrolik agak rendah dan daya menahan air(pori air tersedia) rendah sampai sangat rendah. KTK). Tanah mempunyai konduktivitas hidrolik tinggi dan daya menahan air rendah. serta beberapa sifat lainnya diantaranya alkalinitas. C. terutama tanaman tahunan atau perkebunan berada pada kelas 3 da 4.yaitu tanah mempunyai warna gley (reduksi) dan bercak atau karatan besidan/atau mangan sedikit pada lapisan sampai permukaan. Tanah demikian cocok untuk padi sawah dan sebagian keciltanaman lainnya. Tanah demikian tidak cocok untuk tanaman tanpa irigasi. lembab. 6 dan 7 kurang sesuai untuk tanaman tahunan karena kelas 1 dan 2 sangat mudah meloloskan air. Tanah demikian cocok untuk padi sawahdan sebagian kecil tanaman lainnya. Ciri yang dapat diketahui di lapangan. Tanah mempunyai konduktivitas hidrolik sedang dan daya menahan airsedang. tapi tidak cukup basah dekat permukaan. c) Tanah Faktor tanah dalam evaluasi kesesuaian lahan ditentukan oleh beberapa sifat atau karakteristik tanah di antaranya drainase tanah. Sedangkan Schmidt & Ferguson (1951) membuat klasifikasi iklim berdasarkan curah hujan yang berbeda. yaitu tanah berwarna homogen tanpabercak ataukaratan besi dan aluminium serta warna gley (reduksi). Ciri yang dapat diketahui di lapangan. Kriteria yang terakhir lebih bersifat umum untuk pertanian dan biasanya digunakan untuk penilaian tanaman tahunan. tanah basah untuk waktu yangcukup lama sampai ke permukaan. bahaya erosi.5 Karakteristik Kelas Drainase Tanah Untuk Evaluasi Lahan No.Ciri yang dapat diketahui di lapangan. Drainase Drainase tanah menunjukkan kecepatan meresapnya air dari tanah atau keadaan tanah yang menunjukkan lamanya dan seringnya jenuh air. 1 KelasDrainase Cepat (excessively drained) Agak cepat (somewhat excessively drained) Baik (well drained) Uraian Tanah mempunyai konduktivitas hidrolik tinggi sampai sangat tinggi dan dayamenahan air rendah.Tanah demikian hanya cocok untuk sebagian tanaman kalau tanpa irigasi. sedangkan kelas 5. dan banjir/genangan.utama (A. 2 3 4 Agak baik (moderately well drained) 5 Agak terhambat (somewhat poorly drained) 6 Terhambat (poorly drained) 7 Sangat terhambat (very poorly drained) . tanah basah dekat permukaan. 6 dan 7 sering jenuh air dan kekurangan oksigen Tabel 2. n Drainase tanah kelas 1 dan 2 serta kelas 5. tanah basah secara permanen dantergenang untuk waktu yang cukup lama sampai ke permukaan. yaitu tanah berwarna homogen tanpa bercak atau karatan besi dan/atau mangan serta warna gley (reduksi) pada lapisan 0 sampai 50 cm.Tanah demikian cocok untuk berbagai tanaman. Tanah mempunyai konduktivitas hidrolik sedang sampai agak rendah dandaya menahan air (pori air tersedia) rendah. Tanahdemikian cocok untuk padi sawah dan sebagian kecil tanaman lainnya. D dan E). Tanah dengan konduktivitas hidrolik sangat rendah dan daya menahan air(pori air tersedia) sangat rendah. yaitu tanah mempunyai warna gley (reduksi)permanen sampai pada lapisan permukaan. Ciriyang dapat diketahui di lapangan. Ciri yang dapat diketahui dilapangan. kedalaman tanah dan retensi hara (pH. Ciriyang dapat diketahui di lapangan. Tanah mempunyai konduktivitas hidrolik rendah dan daya menahan air (poriair tersedia) rendah sampai sangat rendah. yaitu tanah berwarna homogen tanpabercak atau karatan besi dan aluminium serta warna gley (reduksi). Kelas drainase tanah yang sesuai untuk sebagian besar tanaman. yakni bulan basah (>100 mm) dan bulan kering (<60 mm). Tanah demikiancocok untuk berbagai tanaman.

75 cm y dalam : > 75 cm e. lempung berdebu. Ketebalan Gambut Ketebalan gambut. Pendekatan lain untuk memprediksi tingkat bahaya erosi yang relati lebih mudah dilakukan adalah dengan memperhatikan permukaan tanah yang hilang (rata -rata) pertahun.6 Ti gkat Bahaya E i Ti g kat bahaya erosi ¨ Jumlah tanah permukaan ¦ § ¦ ¡  £¢ § . dibandingkan tanah yang tidak tererosi yang dicirikan oleh masih adanya hori on A.400 cm y Sangat tebal : > 400 cm f. e rosi alur (rill erosion).50 cm y sedang : 50 .100 cm y agak tebal : 100 . lempung liat berpasir. dibedakan menjadi: y sedikit : < 15 % y sedang : 15 . sof n dkk. liat berdebu y Agak halus (ah) : Lempung berliat. lempung liat berdebu y Sedang (s) : Lempung berpasir sangat halus. Alkinitas Menggunakan nilai persentase natrium dapat ditukar (exchangeable sodium percentage atau ESP) yaitu dengan perhitungan: ¤ £¢ ¥ g. 2007. yaitudengan cara memperhatikan adanya erosi lembar permukaan (sheet erosion). kerakal atau batuan pada setiap lapisan tanah. Balai Penelitian Tanah dan World Agroforestry Centre b. debu dan liat Pengelompokan kelas tekstur adalah: y Halus (h) : Liat berpasir. Erosi Tingkat bahaya erosi dapat diprediksi berdasarkan kondisi lapangan.Sumber : Ritung. lempung. debu y Agak kasar (ak) : Lempung berpasir y Kasar (k) : Pasir. pasir berlempung y Sangat halus (sh) : Liat c.60 % y sangat banyak : > 60 % d. Hori on A biasanya dicirikan oleh warna gelap karena relati mengandung bahan organik yang lebih tinggi.Tekst Tekst erupakan komposisi partikel tanah halus (diameter 2 mm) yaitupasir. EVALUASI KESESUAIAN LAHAN. dan erosi parit (gully erosion). Bahan Kasar Bahan kasar adalah persentasi kerikil. dibedakan menjadi: y tipis : < 60 cm y sedang : 60 . T bel . dibedakan menjadi: y sangat dangkal : < 20 cm y dangkal : 20 . liat.200 cm y tebal : 200 .35 % y banyak : 35 .Kedalaman Tanah Kedalaman tanah.

9 Sedang(s) 0. Bahaya banjir dengan simbol Fx. 2007. Balai Penelitian Tanah dan World Agroforestry Centre i. EVALUASI KESESUAIAN LAHAN.8 Sumber : Ritung.6.5 Netral 6.15 Ringan (r) 0.6 . Tabel 2.5 .5 Masam 4. 2007. EVALUASI KESESUAIAN LAHAN. sofyan dkk. sofyan dkk.8 . Genangan Banjir ditetapkan sebagai kombinasi pengaruh dari: kedalaman banjir (X) dan lamanya banjir (Y). 2007.y. Keasaman Tanah Ditentukan atas dasar pH tanah pada kedalaman 0-20 cm dan 20-50 cm Tabel 2.8.7 Kelas Bahaya Banjir Simbol Kelas bahayabanjir Tidak ada Ringan Kedalaman banjir (x) (cm) Dapat diabaikan Lama banjir (y) (bulan/tahun) Dapat diabaikan F0 F1 <25 <1 25-50 <1 50-150 <1 <25 1-3 F2 Sedang 25-50 1-3 50-150 1-3 >150 <1 <25 3-6 F3 Agak berat 25-50 3-6 50-150 3-6 <25 >6 F4 Berat 25-50 >6 50-150 >6 >150 1-3 >150 3-6 >150 >6 Sumber : Ritung.0.6 .8 Sangat berat (sb) > 4.5 Agak masam 5. Balai Penelitian Tanah dan World Agroforestry Centre .7.8 Berat (b) 1.4. sofyan dkk.9 .5 Agal alkalis 7.5.yang hilang (cm/tahun) Sangat ringan (sr) < 0.5 Sumber : Ritung. EVALUASI KESESUAIAN LAHAN. Balai Penelitian Tanah dan World Agroforestry Centre h.8 Kelas Kemasaman (Ph) Tanah Kelas pH tanah Sangat masam < 4.5 Alkalis > 8.6 .15 .1. Kedua data tersebut dapat diperoleh melalui wawancara dengan penduduk setempat di lapangan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful