P. 1
Cara Memperoleh Data Dengan Survei

Cara Memperoleh Data Dengan Survei

|Views: 745|Likes:
Published by SuhaimiIbnuHajar

More info:

Published by: SuhaimiIbnuHajar on Apr 14, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/24/2013

pdf

text

original

I.

Cara Memperoleh Data Dengan Survei

Wawancara adalah teknik pengambilan data melalui pertanyaan yang diajukan secara lisan kepada responden. Umumnya teknik pengambilan data dengan cara ini dilakukan jika peneliti bermaksud melakukan analisis kualitatif atas penelitiannya. Wawancara bisa dilakukan secara tatap muka di antara peneliti dengan responden dan bisa juga melalui telepon . Bailey ( 1978) dalam bukunya Methods of Social Research menguraikan berbagai kekuatan dan kelemahan wawancara dalam suatu penelitian. Pertama adalah kekuatannya, yang terdiri atas : 1. Flexibility . Pewancara dapat secara luwes mengajukan pertanyaan sesuai dengan situasi yang dihadapi pada saat itu. Jika dia menginginkan informasi yang mendalam maka dapat melakukan ³probing´. Demikian pula jika ingin memperoleh informasi tambahan, maka dia dapat mengajukan pertanyaan tambahan. Bahkan jika sebuah pertanyaan dianggap kurang tepat ditanyakan pada saat itu, dia bisa menundanya. 2. Response rate . Maknanya, wawancara cenderung ditanggapi secara lebih baik dibandingkan dengan kuesioner yang diposkan. Responden yang tidak mampu menulis atau membaca tetap bisa menjawab pertanyaan, demikian pula mereka yang malas menulis. Banyak responden yang lebih menyukai mengeluarkan pandangannya secara lisan daripada tulisan. 3. Nonverbal behavior. Pewawancara dapat mengobservasi perilaku nonverbal, Misalnya rasa suka, rasa tidak suka, atau perilaku lainnya pada saat pertanyaan diajukan dan dijawab oleh responden. 4. Control over environment : Pewawancara dapat mengatur lingkungan di mana wawancara dilakukan, misalnya di ruangan tersendiri, atau tanpa kehadiran orang lain. Hal ini mencegah terjadinya jawaban yang diintervensi pihak lain. 5. Question order. Pertanyaan dapat diajukan secara berurutan sehingga responden dapat memahami maksud penelitian secara lebih baik. Hal ini juga dapat menjamin pertanyaan dapat terjawab semuanya, kecuali memang respondennya tidak bersedia menjawabnya. 6. Spontaneity. Pewawancara dapat merekam jawaban-jawaban yang spontan. Dalam hal tertentu jawaban spontan bisa lebih jujur dan informative, kurang normative. 7. Respondent alone can answer. Jawaban tidak dibuat oleh orang lain tetapi benar oleh responden yang telah kita tetapkan. 8. Completeness. Pewawancara dapat memperoleh jawaban atas seluruh pertanyaan yang diajukan. 9. Time of interview. Pewawancara dapat menyusun jadwal wawancara yang relatif pasti. Kapan, di mana, sehingga data yang diperoleh tidak keluar dari rancangan penelitian. 10. Greater complexity of questionnaire. Kuesioner umumnya berisikan pertanyaan yang mudah dijawab oleh responden. Melalui wawancara, dapat ditanyakan hal-hal yang rumit dan mendetail.

karena sudah janji. penelitian yang sampelnya banyak dan secara geografis berbeda domisilinya. Biaya supervisi lapangan. serta hanya dapat mencatat hal-hal tertentu dari latar belakang suara atau intonasi suara. Less standardized question wording. status sosial. 6. Mungkin mereka tidak punya waktu atau bisa juga karena mereka takut didatangi oleh orang asing. Cost. dsb) responden dan juga pewawancara mempengaruhi jawaban.Kelemahan : 1. dan memungkinkan untuk format pertanyaan yang lebih kompleks. Kadang responden hanya punya waktu sedikit. Sering terjadi atribut (jenis kelamin. etnik. Apalagi jika jawabannya direkam melalui pita perekam.[2] Kelebihan dari telephone interview adalah tingkat respon (Respon rate) lebih tinggi dari mail atau self administered. membutuhkan bantuan visual. Di Indonesia belum ada tarif yang bisa diterima umum ketika seorang peneliti mewawancarai responden Time. usia. biaya yang harus dikeluarkan untuk seorang responden bisa sampai dengan 100 dolar pada tahun 1995 (Cooper dan Emory). 4. Karena kesibukan atau alasan lainnya. sakit. Fleksibilitas ternyata bisa merupakan kekuatan namun dapat pula merupakan kelemahan tenik wawancara. Artinya pewawancara bisa dipandang mempunyai potensi yang bisa mengancam dirinya. atau mengalami gangguan lainnya. tidak sedikit responden mau diwawancarai. Kalau wawancara dilakukan di rumah juga sama. biaya latihan pewawancara. Wawancara telepon (telephone interview) merupakan cara menguji tanggapan respondenvia telepon. Namjun. Berdasarkan pengalaman. sulit untuk pertanyaan terbuka. dapat mengontrol tahapan pengisian kuesioner. namun kesalahan bertanya dan juga kesalahan mentafsirkan jawaban. sehingga jawaban harus dilakukan secara ekstra hati-hati. 5. Less anonymity. Responden yang berbeda bisa ditanyakan dengan kalimat yang berbeda bahkan isinya berbeda pula. 3. pimpinan perusahaan lebih sering melarang peneliti mewawancari pegawainya. dan lain sebagainya Di Amerika dan Eropa khususnya.. Artinya kalau respondennya 100 orang peneliti harus menyediakan uang sekitar 75 juta rupiah. waktu lebih singkat. 2. mengurangi anonimitas. Waktu wawancara tidak dapat dilakukan kapan saja. kekurangannya adalah biaya tinggi. melalui wawancara responden sulit menyembunyikan identitas dirinya . Dan hal tersebut berpengaruh pada kualitas jawaban Berdasarkan banyak penelitian di bidang manajemen sumber daya manusia. Pertanyaan sering kali kurang baku. biaya perjalanan serta pemondokan. jabatan. responden tetap mau menjawab pertanyaan walau dalam kondisi tertekan. masih bisa terjadi. bisa memakan waktu sekitar enam bulan . Walau telah dilakukan tatap muka. Dibanding melalui kuesioner. memnungkinkan untuk menjangkau geografis yang luas/ jauh. sehingga untuk menjawab seluruh pertanyaan diperlukan beberapa kali wawancara. Interview bias. imbalan bagi responden. memungkinkan bias pewawancara. penampilan fisik. Sedangkan. dapat melakukan pertanyaan lanjutan. pakaian. Inconvenience. panjang wawancara terbatas. . terbatas untuk responden yang memiliki telepon.

atau isian yang disusunya. Gunakan pinsil untuk mengisi jawaban responden. SETUJU atau TIDAK SETUJU. terbuka (responden secara bebas menuliskan jawabannya). Jawaban bisa sifatnya tertutup (alternatif jawabannya disediakan oleh peneliti). Jika terlalu banyak yang tidak kembali. . Peneliti juga dapat mendorong responden untuk mau menjawab dengan benar dan jujur. atau untuk melakukan ³personnaly administered´ tidak dimungkinkan. Jika respondennya banyak.. Kelemahan umum kuesioner jenis ini adalah jumlah yang kembali hampir selalu lebih sedikit daripada jumlah yang diedarkan.KUESIONER Jika diterjemahkan artinya adalah daftar pertanyaan. dapat segera dijelaskan. tetapi dalam prakteknya bisa jadi bukan daftar pertanyaan. Misalnya YA atau TIDAK. Saran Anda : «««. LAKI atau PEREMPUAN. melainkan daftar pernyataan. sebaiknya tenaga pencacah diperbanyak. atau campuran (tetutup dan terbuka). Jenis-jenis kuesioner Pertama adalah kuesioner yang diisi sendiri (personnaly administered questionnaire) oleh peneliti atau anggota tim penelitian (pencacah). Seorang peneliti membuat kuesioner tertutup jika dia telah mampu menemukan berbagai alternatif jawaban yang dianggapnya tepat bagi penelitiannya. peryataan. dan kedia adalah kuesioner yang dikirim (mailed questionnaire) oleh peneliti kepada responden. Jika responden kurang mengerti isi kuesioner. Misalnya penelitian terhadap karyawan di tempat kerjanya. Mail questionnaire diedarkan manakala responden secara tempat tinggalnya geografis jauh dengan peneliti. responden menjawabnya. Di dalamya terdapat seperangkat pertanyaan dan atau peryataan dan atau isian yang harus dijawab oleh responden di situ juga (dalam kuesioner). Jika sedikit. Kuesioner di bagikan dan jawabannya diambil lain waktu. dan responden mengisi sendiri kuesioner tersebut. peneliti sendiri yang bisa menjadi pencacah. Kuesioner atau juga dikenal dengan nama angket adalah alat pengambilan data yang disusun oleh peneliti dalam bentuk tertulis. Jenis kuesioner pertama dapat dengan baik dilakukan jika penelti atau pencacah mempunyai waktu cukup untuk menuliskan jawaban responden pada kuesioner. Kuesioner terbuka disusun oleh peneliti karena dia tidak mampu atau tidak mau menentukan jawaban atas pertanyaan. Misalnya : Etnis : ««««. akbibatnya akan mengganggu hasil penelitian. Responden membacakan isi kuesioner. atau jika dia tidak ingin jawaban lain kecuali jawaban yang disediakannya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->