P. 1
Makalah About Allah dalam PL

Makalah About Allah dalam PL

|Views: 1,907|Likes:
Published by Jhonny Sraj

More info:

Published by: Jhonny Sraj on Apr 14, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/30/2013

pdf

text

original

DAFTAR ISI

Bab I Pendahuluan A. Latar Belakang Penelitian B. Tujuan Penelitian C. Metode Penelitian D. Ruang Lingkup Penelitian

Bab II Pengertian Allah a. El, Elohim dan Elyon b. Adonai c. Shaddai dan El-Shaddai d. Yahweh dan Yahweh Tsebhaoth

Bab III Pengertian Allah Menurut Tokoh Alkitab A. Zaman Mula-mula B. Bapak Leluhur C. Keluar dari Mesir dan Perjanjian di Sinai D. Israel di Kanaan E. Zaman Babel dan Persia

Bab IV Konsep Allah dalam Perjanjian Lama berdasarkan Nama-nama Allah Bab V Kesimpulan Daftar Pustaka

Bab I Pendahuluan
A. Latar Belakang Penelitian Sejarah Gereja telah mencatat berbagai macam bentuk ajaran sesat yang hadir dan mencoba mempengaruhi kehidupan gereja, misalnya pada abad permulaan muncul ajaran sesat seperti Gnostisisme, Docetisme, Montanisme, Mistisisme dan lain sebagainya. Semua aliran ini dianggap sesat karena salah dalam mengerti siapa itu Allah. Bahkan pada akhir-akhir ini muncul sebuah kontroversi yang berkaitan dengan nama Allah dan banyak pertanyaan yang diajukan mengenai 'Apakah Allah Islam sama dengan Allah Kristen?' dan argumentasi yang banyak dikemukakan adalah bahwa 'Allah Islam tidak sama dengan Allah Kristen' alasannya 'Karena ajaran keduanya berbeda!'. Pandangan ini tercermin dalam buku Dr. Robert Morey yang beredar bahkan dianut belakangan ini di kalangan tertentu di Indonesia:"Islam claims that Allah is the same God who was revealed in the Bible. This logically implies in the positive sense that the concept of God set forth in the Quran will correspond in all points to the concept of God found in the Bible. This also implies in the negative sense that if the Bible and the Quran have differing views of God, then Islam's claim is false.1 Namun definisi Morley ini memiliki kelemahan dasar berfikir yang fatal yang menganggap masalah-masalah teologi (ilmu sosial) bersifat eksakta dan mencampur adukkan pengertian soal 'identitas' dan 'opini' (meta basis). Dari dasar berfikir atau asumsi ini, maka dihasilkan kesimpulan bahwa (1) Bila Allah Islam adalah Tuhan Kristen, maka secara positif konsep keduanya mengenai Tuhan harusnya sama dalam setiap butirnya, sebaliknya secara negatif disebut bahwa (2) Bila Al-Quran dan Alkitab memiliki pandangan berbeda mengenai Tuhan, maka klaim Islam adalah salah. Beberapa masalah diatas merupakan sedikit dari sekian banyak permasalahan yang muncul berkaitan dengan pribadi Allah itu sendiri, oleh sebab melalui makalah ini penulis mencoba untuk mengangkat sebuah pembahasan tentang Allah dalam perjanjian lama, karna untuk mengetahui siapa itu Allah maka kita perlu melihat kembali kedalam alkitab terutama dalam Perjanjian Lama dimana untuk pertama kalinya Allah menyatakan diri-Nya kepada Manusia

1

Islamic Invasion, Harvest House Publishers, 1992, hlm.57.

Memberikan uraian dan masukan bagi para hamba Tuhan yang mungkin selama ini kurang memberikan pengarahan yang benar. Sekalipun dalam Perjanjian Baru konsep tentang Allah ada namun penulis merasa bahwa untuk bisa memahami dan mengerti tentang pribadi Allah maka harus dimulai dari pertama kalinya Allah menyatakan dirinya kepada manusia yaitu didalam Perjanjian Lama. Melalui penelitian ini dapat diketahui sejauh mana orang-orang Kristen memahami dan mengenal siapa itu Allah.B. Tujuan Penelitian Berbagai masalah yang muncul dalam kekritenan sangatlah penting untuk meneliti tentang Allah. . Memberikan masukan kepada para pembaca khususnya yang salah memahami dan menafsirkan tentang Allah. C. Ruang lingkup Penelitian Penulisan makalah ini penulis hanya membatasi penelitian hanya didalam Perjanjian Lama. untuk mendukung penulisan makalah ini D. 3. agar kembali kepada ajaran Firman Tuhan Hal-hal demikian penting dalam penulisan makalah ini karena dengan demikian bisa menolong para pembaca untuk lebih ekstra hati-hati dalam membangun kehidpan beriman kepada Tuhan yang diwarnai oleh berbagai masalah. Metode Penelitian Penulisan makalah ini penulis mengunakan metode analisa literature yang ada. sehingga: 1. 2.

dan tentang penguasa (Hak. sebab nama itu juga dipakai untuk menunjukkan kepada berhala (Mzm.Bab II Pengertian Allah 1. Bil. Jakarta: Gandum Mas. kecuali dalam puisi. Nama µElohim¶ (bentuk tunggalnya adalah µEloah¶) mungkin berasal dari akar kata yang sama.4 Nama Adonai ini sangat erat hubungannya dengan nama El. Hlm. Adonai. Hlm. DR. yang berarti menjadi yang pertama. Jakarta: BPK Gunung Mulia. 2 3 Pdt.5:8. 32-34 . dan nama Elyon ini berarti µke atas¶.2 Nama yang paling sederhana yang dengannya Allah disebut dalam Perjanjian Lama adalah nama ³El´. 2008. dan dengan demikian menunjuk kepada Allah sebagai Dia yang kuat dan berkuasa.14:19-20. atau merupakan objek dari rasa takut.14:14). Indrawan Eleeas. Hlm.3 2. Bentuk jamak seperti ini dianggap sebagai bentuk insentif dan dengan demikian dapat memberikan petunjuk akan adanya kuasa yang penuh. yang sangat mungkin berasal dari kata ul. Isu masa Kini Tentang Nama Allah. atau berasal dari kata alah yang berarti µdilingkupi ketakutan¶. Kel. Elohim dan Elyon. Yes. 12 4 Pdt. atau adan yang keduanya berarti menghakimi. Mzm. dan juga berarti kuat dan berkuasa.95:3. Pada zaman dulu Adonai adalah nama yang biasa dipakai bangsa Israel untuk menyebut Allah. Nama Elohim ini jarang sekali muncul dalam bentuk tunggal. Indrawan Eleeas. Agama Israel Kuno. DR. Tetapi kemudian diganti dengan nama Yehova atau Yahweh. dan kepadanya manusia adalah hamba. memerintah. Semua nama yang disebut itu menunjuk kepada Allah sebagai Dia yang tinggi dan dimuliakan. 22:8-10. Elohim.24:16. Isu masa Kini Tentang Nama Allah. µditinggikan¶. Kel. 96:5). kepada siapa semuanya harus berhadapan. untuk menunjuk manusia (Kej. El.82:1). Vriezen. dan dengan demikian menunjuk kepada Allah sebagai Penguasa yang kuat. atau Elyon. menjadi tuan. Allah yang transenden. Nama µElyon¶ diturunkan dari kata alah juga. Jakarta: Gandum Mas.33:10. 2003. Kata Adonai mungkin diturunkan dari dun (din). Nama ini terutama ditemukan dalam bentuk puisi. 2008.21:6. 20-25 C.7:1). dan menunjuk Allah sebagai Dia yang tinggi dan dimuliakan (kej. Nama ini belum merupakan sebuah nomina propria dalam arti katanya yang paling sempit.

24:16 yang berbunyi: ³Siapa yang menghujat nama Tuhan pastilah ia dihukum mati dan dilontari dengan batu oleh seluruh jemaat itu. Allah dari ciptaan dan alam semesta. Nama ini berbeda dengan µElohim¶. nama ini tidak mewakili Allah sebagai objek rasa takut atau kegentaran. Yahweh dan Yahweh Tsebhaoth6 Terutama dalam nama ³Yahweh´ yang perlahan-lahan menggantikan nama-nama yang lain inilah Allah menyatakan diri-Nya sebagai Allah anugerah. 3. dan menunjuk kepada Allah sebagai pemilik kuasa di surga dan di bumi. 58-60 7 Ibid. Dengan nama inilah Allah datang kepada Abraham.6:2). 4. tetapi biasanya vokal dari kata Adonai yang lebih banyak dipakai7. dalam arti bahwa Shaddai menunjuk kepada Allah sebagai subjek yang ada di dalam sebagai alat atau sarana bagi karya anugerah ilahi. sebagai Allah yang tidak mungkin berubah. Hlm.5 Nama Shaddai diturunkan dari kata ¶shadad¶ yang artinya penuh kuasa. Orang Yahudi mempunyai rasa takut tersendiri untuk menyebut nama ini.3:13-14). dan kelompok Massoret walaupun tetap membiarkan konsonan dari kata itu tetap tidak berubah.Nama-nama yang disebut berikut ini menunjuk kepada kenyataan bahwa Yang Dimuliakan ini merendahkan diri untuk memasuki hubungan dengan makhluk-Nya. Walaupun menekankan kebesaran Allah. tetapi sebagai sumber berkat dan kedamaian. Akan tetapi ada juga orang lain yang berpendapat bahwa nama ini berasal dari kata shad yang artinya tuan. DR. hlm. 2008. Kitab Pentateuch menghubungkan nama ini dengan kata kerja bahasa Ibrani hayahyang berarti µadalah¶ atau µberada¶ (Kel. bila ia menghujat nama Tuhan haruslah dihukum mati. bapa segala orang beriman (Kel. 45-46 Ibid. Shaddai dan El-Shaddai. Asal kata yang sesungguhnya dari kata ini sebenarnya tidak lagi diketahui.´ Karena rasa takut itu maka dalam membaca Kitab Suci orang Yahudi menggantinya dengan µAdonai¶ atau µElohim¶. 63 6 . Isu masa Kini Tentang Nama Allah. Nama ini sering dianggap nama yang paling sakral dan paling diagungkan di antara nama-nama yang lain. Jakarta: Gandum Mas. mereka memberikan kepada konsonan itu vokalvokal dari kata Elohim atau Adonai. Hlm. karena mereka selalu ingat kepada Im. Baik orang asing maupun orang Israel asli. Dalam kekuatan ayat tersebut kita dapat 5 Pdt. Indrawan Eleeas.

28:12.68:17. Yes. Barth.15:3. Namun demikian. Nama itu mengandung jaminan bahwa Allah akan menjadi milik bagi umat Israel pada jaman Musa. Ishak dan Yakub. Akan tetapi yang paling mungkin adalah yang pertama.´ Jika ditafsirkan dengan pengertian seperti itu maka nama itu menunjuk kepada keadaan Tuhan yang tidak berubah.9 8 9 Dr. 1993. Hos. Teologi Perjanjian Lama 4. yaitu hawah.berasumsi bahwa nama itu sangat mungkin berasal dari bentuk yang sudah mati dari kata kerja itu.6:2. karena Alkitab juga menyebutkan sejumlah pembagian atas malaikat-malaikat (Kej. 103:21. kata itu dapat dilihat sebagai orang ke tiga imperfekt dari qal atau hiphil. tetapi umumnya sebagai: Malaikat-malaikat. Yes. Memang benar bahwa dalam hal ini bentuk tunggalnya lebih sering dipakai.33:2. Hlm. Agak sulit untuk menentukan kata tsebhaoth ini. Maz. 1Raj. Hlm. Ul. Sejauh menyangkut bentuk. 148:2.89. Hos. Mzm.12:6. Nama itu menekankan kesetiaan perjanjian Allah.3:14. Tafsiran ini lebih dapat diterima.80:1.5. Mzm. yang menjadi pokok persoalan bukanlah ketidakberubahan Allah dalam keadaan esensiNya. Malaikat-malaikat berungkali dipakai untuk mewakili penghulu-penghulu yang mengelilingi tahta Allah. 32:2.12:4.32:3.4. Yos.37:16. Yes. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Kej.6:2. sama seperti Allah menjadi Allah bagi Bapa leluhur mereka Abraham. kecuali untuk nama Allah orang Israel. dan dengan demikian tidak dipakai untuk siapapun.4:4. yang mengatakan: ³Aku adalah Aku´. C. 18 . Mzm. Mzm. seperti ketidakberubahan-Nya dalam kaitan dengan hubungan-Nya dengan umat-Nya.42:8). terutama ditemukan dalam nama-nama gabungan Yah dan Yahu. Sifat ekslusif dari nama itu muncul dari kenyataan bahwa nama itu tidak pernah muncul dalam bentuk jamak atau dengan awalan.22:19. Nama Yehovah Tsebhaoth sering ditemukan dalam hubungan-hubungan dimana malaikat disebut: 1Sam.8 Nama Yahweh sering diperkuat dengan tambahan kata tsebaoth. 2Sam. Artinya dijelaskan dalam Kel. dan merupakan nama diri Allah secara par exellen (KEl.68:17). akan tetapi hal ini tidak menimbulkan keberatan yang serius.83:19.5:14. 18 Ibid. atau bisa juga berarti ³Aku akan menjadi apa yang Aku akan menjadi. Bentuk singkatan dari nama itu.

seperti yang dinyatakan dalam Amos 1. Goldingay dan Christopher JH. Menurut pengertian yang lazim tentang Keluaran 6. Wright. Penyunting tersebut berpendapat bahwa sekalipun manusia belum mengenal nama YHWH. pemikiran dan agama manusia.dalam dunia yang diciptakan serta dalam pengalaman. Menurut Perjanjian Lama. nama itu bukanlah nama Allah yang dipakai oleh manusia pada masa prasejarah itu. pemberi berkat. dan mereka mempunyai kesadaran akan Allah. hlm. hakim dan pelindung. hikmat Allah turut berperan dalam penciptaan dan tercermin dalam apa yang diciptakan (Amsal 3:19-20. 24 11 Ibid. Memang manusia sudah memberontak terhadap Allah sehingga kehilangan hubungannya yang langsung dengan Allah. kebudayaan. 10 . 8:22-31). Dalam pasal-pasal itu Allah dinamakan YHWH . Nafas Allah yang Mahakuasa berada di dalam manusia karena ia diciptakan (misalnya Ayub 32:8).11 Manusia itu mengenal Allah sebagai pencipta dunia.Bab III Pengertian Allah Menurut Tokoh Alkitab 1. sesuai dengan pandangan Amos 9:7. John E. melainkan merupakan tafsiran teologis oleh penyunting pada kemudian hari.3. namun mereka sungguh-sungguh menyembah Dia.sampai batas tertentu . Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih/OMF. permohonan dan pemberitaan. Keesaan Allah dalam Perjanjian Lama. Kejadian 1 -11 juga menunjukkan bahwa Allah memerintah seluruh dunia dan campur tangan dalam perkaraperkaranya. Zaman mula-mula10 Kejadian 1-11 berasumsi bahwa manusia diciptakan menurut rupa dan gambar Allah.26). Mereka memberi respons pada Dia dalam bentuk persembahan. Dengan demikian tulisan hikmat menunjukkan bagaimana iman Israel kepada YHWH mengambil alih hal-hal baik dari kebudayaan lain: nilai-nilainya diakui sambil dibersihkan dari unsur-unsur pemujaan berhala atau politeisme. Kejadian 1 -11 secara tidak langsung memperlihatkan adanya kesadaran keagamaan pada semua manusia. Hal itu sejajar dengan pengertian bahwa semua manusia mempunyai kesadaran akhlak.2. Kedua ide itu merupakan alasan teologis untuk menganggap kebenaran Allah dicerminkan . Hal itu terbukti dalam praktek keagamaan mereka dengan perkataan maupun perbuatan (misalnya Kejadian 4:1. 2007. Namun kehilangan itu tidak menghancurkan gambar Allah dalam dirinya atau membinasakan kesadaran itu.

bandingkan "perjanjian persaudaraan" dalam Amos 1:9). Bapa-bapa leluhur Kejadian 1. 9:18-17. Alasannya. hubungan Allah dengan manusia seperti dilukiskan dalam Kejadian 1. Dalam bahasa Ibrani.2 tampaknya bersifat perjanjian.menurut Perjanjian Lama .manusia diciptakan oleh Allah. Sedangkan manusia yang menerima perjanjian Allah dengan Nuh itu masih belum menikmati hidup sepenuhnya di hadapan Allah dan mereka cenderung melawan pewujudan tujuan hidup mereka sebagai manusia.11 menceritakan bagaimana dunia diciptakan dan manusia berpaling dari Allah.2 itu. suatu hubungan timbal balik dinyatakan dengan jelas (walaupun tidak menyelesaikan masalah-masalah yang diterangkan dalam Kejadian 111). sehingga akhirnya Allah membuat perjanjian dengan manusia (bandingkan Kejadian 8:21). dan setelah air bah hal itu menjadi semakin jelas. Dalam perjanjian kemudian itu.Penciptaan manusia menurut rupa dan gambar Allah (Kejadian 1:26) tampaknya mendukung pandangan yang sama. manusia belum jatuh ke dalam dosa dan hubungan Allah dengan manusia belum membutuhkan dukungan khusus itu. Paling sedikit sesudah zaman Nuh. Perjanjian Lama mempunyai wawasan tentang makna hidup manusia. dan sering ditafsirkan demikian. Yang jelas ialah bahwa . Sebelumnya. "perjanjian" pada dasarnya berarti pengukuhan suatu hubungan pribadi dengan membuat komitmen tertentu. Namun istilah "perjanjian" tidak dipakai oleh penulis dan mungkin dengan sengaja ia tidak mencantumkannya. 2. suatu perjanjian biasanya diadakan jika hubungan antara kedua pihak membutuhkan dukungan khusus karena kekurangan atau kelemahan pada satu pihak. tetapi tidak memakai gagasan "rupa dan gambar Allah" untuk mengungkapkan wawasan itu. Komitmen itu dapat mengikat satu pihak saja atau dapat mencakup hubungan bersama.50 berbicara tentang karya dan perkataan Allah . semua manusia dipandang terikat oleh perjanjian dengan Allah (Kejadian 6:18. Perjanjian dengan Nuh itu mendasari pemeliharaan hidup di bumi oleh Allah. Tetapi gagasan itu tidak dikembangkan dalam Perjanjian Lama dan harus diakui bahwa arti "rupa dan gambar Allah" kurang jelas dan masih banyak diperdebatkan. Pada masa yang digambarkan dalam Kejadian 1. Dalam Kejadian 3-6 kekurangan manusia mulai nyata. Namun perjanjian itu tidak bersifat penebusan seperti perjanjian dengan Israel kemudian. Selanjutnya Kejadian 12 .

kadang-kadang diterjemahkan 'Allah' atau 'ilah'. 12 Cross 1973: hlm. 20:5) atau menjadi nama pribadi untuk ilah itu. Peristiwa ini memberi kesan bahwa Abraham (dan penulis Kitab Kejadian) mengakui bahwa Melkisedek (dan mungkin juga orang-orang Kanaan lain yang memuja El) melayani Allah yang benar. Pencipta langit dan bumi" (ayat 22). Memang diakui bahwa rencana Allah tersebut dimaksudkan untuk memberi manfaat bagi seluruh dunia. 'EL dianggap sebagai kepala dewa. yaitu 'IL. yang sering digabungkan dengan ungkapan lain. puncak keindahan. yaitu 'EL.12 Kejadian 14 menceritakan tentang Abraham dan Melkisedek. Namun Allah itu juga disebut dengan nama lain. menyangkut rencana khusus yang Ia tentukan bagi mereka. mereka tidak menggunakan tempat-tempat pemujaan orang Kanaan. pandangan pasal-pasal itu terhadap agama-agama asing berubah dan pandangan yang inklusif menjadi pandangan yang lebih eksklusif. Allah tampil bersinar" (Mazmur 50:2). Karena itu dapat dikatakan. walaupun kedua tempat pemujaan itu sering terletak berdekatan. Dalam agama Kanaan. Abraham juga bersumpah demi "TUHAN Allah Yang Mahatinggi (EL ELYON). Pencipta langit dan bumi" (ayat 19). Lagi pula."Allah yang Mahatinggi ('EL ELYON). Keluaran 15:2. "Dari Sion. Allah dalam Kejadian 12 . Dalam bahasa-bahasa Semit terdapat kata yang seakar dengan 'EL. Sama seperti beberapa bangsa lain di Timur Tengah kuno. dan menamakannya Yerusalem (juga Sion). namun tidak mengetahui segala sesuatu tentang Dia. Namun mereka mendirikan sendiri tempat-tempat pemujaan yang mereka pakai. 13 . kata 'EL dalam bahasa Ibrani dapat berfungsi sebagai kata benda yang berarti 'ilah' (sama seperti 'ELOHIM. imam dan raja kota Salem yang memberkati Abraham demi nama Allah-nya . Sama seperti kata 'IL tersebut. para bapa leluhur Israel tampaknya tidak menganggap bahwa bangsabangsa Kanaan sama sekali 'tidak mengenal Allah. Israel senantiasa yakin bahwa Allah adalah Allah bapa leluhur mereka. Pada kemudiaJ hari Israel menduduki Salem. yang telah menjalin hubungan khusus dengan dia dan memimpin kehidupan mereka melalui dia. Karena itu kata 'EL kadangkadang disalin saja sebagai 'EL (nama). kota Melkisedek itu.50 ini diyakini sama dengan Allah yang kemudian hari disembah Israel sebagai YHWH.berhubungan dengan bapa leluhur Israel. sebagaimana dinyanyikan oleh nabi dan pernazmur: "TUHAN mengaum dari Sion" (Amos 1:2). Mereka menjadikannya tempat utama untuk pemujaan YHWH.

yang menyembuhkan dan yang memimpin dalam perang. 7:5. Naskah-naskah itu juga menyebut 'EL sebagai yang memberkati. Nama tersebut dipakai untuk YHWH hanya dalam ayat ini. Firaun menamai Yusuf dengan sebuah nama Mesir yang dibentuk dari nama dewa.22. yakni Zafnat-Paaneah. Pada peristiwa keluaran dari Mesir. Sebagai kesimpulan. namun dalam naskah-naskah dari Kanaan ditemukan nama yang mirip untuk menyebut dewa orang Kanaan. Agama Kanaan mempunyai wawasan yang terbatas dan berlaku secara terbatas. 9:15. karena hal itu tergantung pada tempat tinggalnya. yang memberi keturunan. agama yang pertama dan agama yang kedua itu sama kedudukannya. Firaun pada peristiwa keluaran menolak untuk mengakui YHWH sebagai Allah. dapat dikatakan bahwa dalam beberapa hal ada kesejajaran antara YHWH dan 'EL yang dipuja orang Kanaan. Tetapi bila kita membaca Kitab Keluaran.25 yang menggarisbawahi hal ini). kita mendapat kesan bahwa Allah yang disembah Yusuf dianggap sama dengan yang disembah Firaun (lihat Kejadian 41:16. kita segera menyadari bahwa pemahaman seperti itu sudah tidak ada lagi. mungkin agama YHWH dapat dipandang berasal dari agama Timur Tengah. dan memberikan anak perempuan seorang imam kepada dia sebagai istrinya (ayat 45). Allah yang kekal. Malah justru sebaliknya. Riwayat keluaran mempunyai sub-tema yang menjelaskan bagaimana Firaun dipaksa untuk mengakui YHVH sebagai Allah (perhatikan Keluaran 5:2. Israel harus menentang tuntutan agar dewadewa lain diakui sebagai ilah. 14:18. dan ketidakadilan serta penindasan yang terang-terangan. Kedua agama itu juga bukanlah pilihan yang sejajar.17. . 8:10. Ternyata Yusuf menerima kedua hal tersebut. seolah-olah tidak menjadi soal agama mana yang dipilih orang.29. Kesejajaran itu tidak berarti bahwa agama Israel sama saja dengan agama Kanaan. namun apa yang Allah mulai melalui Abraham akan berlaku bagi segala bangsa. Kalaupun ada kalanya kita bersikap positif akan pengalaman dan ibadat beberapa agama lain. Namun itutidak berarti. Dari segi sejarah perkembangan agama. Agama yang memuja YHWH itu tidak muncul melalui sinkretisme atau proses perkembangan wawasan-wawasan keagamaan. Dalam ayat itu dikatakan bahwa Abraham memanggil nama Tuhan. perlawanan terhadap karya penyelamatan Allah dalam sejarah. namun kesejajaran itu bukanlah persamaan.39). 'EL OLAM. namun ada juga situasi di mana pertentangan tidak dapat dielakkan. Bila kita membaca cerita tentang Yusuf.Kejadian 21:33 memberi kesan yang sama. termasuk bangsa Kanaan sendiri.

13 Anonim. di Gunung Sinai. Keluaran dari Mesir dan perjanjian di Sinai Kepercayaan Israel mempunyai suatu dasar yang khas. memakai nama 'EL. Kejadian 12 . Ia mengikat perjanjian dengan mereka di Gunung Sinai. Allah yang benar. Sebaliknya. Cross: hlm.1973. 87-88 .Menurut Alkitab. Allah berkarya dalam sejarah Israel agar Ia dikenal sebagai YHWH yang menyelamatkan manusia melalui perjanjian-Nya dengan mereka. sekarang terjadi dalam sejarah13 ketetapan-ketetapan EL disampaikandi bumi. Pencipta langit dan bumi. Yang Mahatinggi. telah berkarya secara khusus dalam hubungan-Nya dengan Israel.yang kemudian hari dinyatakan sebagai YHWH menyatakan diri-Nya kepada bapa-bapa leluhur Israel dengan nama-nama dan bentuk-bentuk dewa yang diketahui dalam kerangka kebudayaan mereka. Jelaslah itu tidak berarti setiap unsur pemujaan bangsa Kanaan kepada 'EL dinilai benar. dan karya Allah itu bukan hanya untuk Israel tetapi bertujuan agar bangsa-bangsa yang pada waktu itu memuja YHWH dengan cara yang kurang sempurna. nanti akan menyembah Dia dengan sempurna sebagai satusatunya Allah. bahkan ada usul bahwa nama itu merupakan sebutan untuk 'EL. diberi isi yang baru. Kemenangan sang Pencipta. dengan maksud supaya akhirnya Ia akan dikenal secara lebih lengkap di Kanaan juga. Yang Kekal dan Yang Mahakuasa. Dalam kelima kitab Taurat diterangkan bahwa Ia melepaskan keturunan mereka yang telah menjadi umat-Nya. Proses yang dimulai Allah dalam Abraham pada akhirnya mempunyai maksud yang penting bagi bangsa-bangsa Kanaan justru karena proses itu mengritik dan menolak agama mereka 4. Semuanya itu terjadi sebagai penggenapan janji-janji yang telah dibuat Allah jauh sebelumnya. Hal itu tampak dalam penyataan diri Allah kepada Musa dengan nama YHWH dan dicerminkan dalam sentralitas nama tersebut dalam agama Israel seterusnya. Mungkin nama YHWH sudah dikenal sebelumnya. dari perbudakan di Mesir. yang dalam dongeng Kanaan mengalahkan Laut. kemudian memberi negeri Kanaan kepada mereka sebagai tanah pusaka mereka. dan kalau begitu maka dewa yang dipuja dalam agama lain itu sekarang dikenal secara lebih lengkap dalam agama Israel. Dengan demikian agama Israel. yang mengakui Allah yang sama dengan bangsa Kanaan. Allah yang hidup .50 menceritakan riwayat hubungan Allah itu dengan bapa-bapa leluhur Israel.

bahkan menjadi beban bagi mereka. Yosua mengakui bahwa nenek moyang Israel pernah beribadat kepada ilah-ilah lain. mengingat karya Tuhan Allah yang telah menyelamatkan Israel pada peristiwa keluaran dari Mesir dan pendudukan Kanaan. makna peristiwa keluaran dari Mesir dijelaskan dalam Perjanjian Lama memakai suatu tema dari dongeng-dongeng Kanaan. Sebagai contoh. Namun. jadi kita tidak perlu menganggap Israel "meminjam" unsurunsur ini dari agama Kanaan. yaitu bahwa pandangan Allah tentang agama-agama manusia dapat bervariasi. Allah yang dikenal dalam agama Israel itu adalah Allah yang juga dikenal secara kurang sempurna dalam agama-agama lain. Misalnya imamat dan sistem pengurbanan biasa ditemukan dalam hampir semua agama. Hanya YHWH yang mampu menyelamatkan. Perjanjian Lama tidak mendasarkan hukuman bangsa-bangsa secara langsung pada fakta bahwa mereka memuja dewa-dewa palsu. karena dalam keadaan genting dewa-dewa ini tidak mampu melepaskan para penyembah mereka. Yesaya 13. Perjalanan sejarah menyebabkan perubahan sikap. yang menyelamatkan mereka ialah Tuhan Allah. Alasan untuk hukuman tersebilt biasanya ditemukan pada tingkah-laku moral dan sosial bangsa-bangsa tersebut (lihat misalnya Amos 1. Orang-orang yang mengenal Kristus harus meninggalkan hal-hal yang sebelumnya dibiarkan oleh Allah. Perubahan sikap ini sesuai dengan apa yang dikatakan Paulus. sesuai dengan perkembangan sejarah atau kesadaran mereka (Kisah 17:2731).Dalam babak sejarah yang kita bicarakan. ketika perjanjian dengan Allah diperbarui. maka pali teisme tidak cocok lagi. tak mampu menyelamatkan. melainkan sia-sia. Misalnya. namun tidak sama. Nabi Elia mengejek Baal dan Nabi Yesaya (Yesaya 40-55) mengolok-olok dewa-dewa Babel. Sering timbul pertanyaan apakah keselamatan dapat ditemukan dalam .2. Namun kadang-kadang Israel meminjam unsur-unsur tertentu dari kebudayaan sezamannya. dalam Yosua 24.23). yaitu kemenangan atas Laut. Namun. Beberapa kebiasaan dan gagasan dalam agama Israel sejajar dengan agama-agama lain di Timur Tengah dan di daerah-daerah lain juga. Kritik dalam bidang agama biasanya ditujukan kepada umat Allah. Siapa pun yang disapa oleh awak kapal Yunus atau para penduduk Niniwe dalam doa mereka dewa lain yang mereka akui. Kesejajaran itu menunjukkan bahwa agama Israel dan agama-agama lain berkembang secara sejajar. Dewa-dewa bangsa lain dianggap sebagai tak berdaya. "Hari ini" mereka harus memilih. Pemujaan dewa-dewa tidak disebut salah. bukan" bangsa lain (lihat Amos 2). Israel masih dapat belajar dari agama-agama lain itu. Itu berarti.

14 Bangsa Israel sendiri menolak ilah lain kecuali Allah yang benar (lihat Keluaran 20:3). bila bangsa-bangsa asing beralih kepada Israel. Makna khusus agama Israel tidak terletak dalam dirinya sendiri. atau dalam sejumlah ciri khas yang tidak ditemukan dalam agama-agama lain. 16 14 15 Ibid. 29 . Menurut Perjanjian Lama pertanyaan itu kurang tepat karena tak ada agama (termasuk agama Israel dan agama Kristen) yang menyelamatkan.Th. ibadat. hlm 123 16 Marie Clarie Barth dan Frommel. Sebaliknya. Tetapi makna khusus agama Israel terletak dalam kesaksian yang diberikannya tentang Allah yang hidup dan menyelamatkan. Beberapa agama mengakui Allah yang adil dan berbelas kasihan. Nabi yang menulis pasal-pasal itu. 2002. 15 Dalam hal ini kita harus mengerti dengan jelas bahwa titik tolak perjalanan rohani tersebut tidaklah sama dengan titik akhirnya. dalam konteks pluralisme keagamaan. yang mengikatkan diri dengan umat-Nya dan yang mengharap agar umat-Nya memberi respons kepada-Nya dalam doa. hlm 120 Ibid. suatu agama yang mengakui adanya Allah yang esa dapat berfungsi sebagai titik tolak bagi para pengikutnya untuk menempuh suatu perjalanan rohani. ketaatan dan keadilan sosial.24). ia mengarahkan pikiran mereka kepada karya Allah yang menyelamatkan mereka dalam sejarah dan berkata "Kamu inilah saksi-saksi-Ku" (Yesaya 43:10). karena merupakan suatu bentuk dari pemujaan YHVH. misalnya dalam berbicara tentang sifat-sifat Tuhan dan karya-Nya. Dalam penglihatan nabi. mereka tidak akan berkata "Agamamu yang paling baik" tetapi akan mengakui "Keadilan dan kekuatan hanya ada di dalam TUHAN!" (Yesaya 45:14. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Pemujaan 'EL tidak bertentangan dengan pengakuan itu. Kitab Yesaya 40-55. TUHAN itu esa!" (Ulangan 6:4). tidak mengimbau Israel membandingkan agama mereka dengan agama Babel agar mereka merasa lebih unggul. Hal ini dijelaskan berulang kali dalam Yesaya 40-55. Dan perjalanan rohani itu akan berakhir ketika mereka mengaku bahwa Allah telah berkarya dan menyatakan diri secara menentukan dalam sejarah Israel yang memuncak dalam Yesus Kristus. M.agama-agama bukan Kristen. Agama adalah respons manusia kepada Tuhan Allah: Dialah yang menyelamatkan mereka. Hlm. yang menciptakan dunia. Mereka mengaku "TUHAN itu Allah kita. Memang kita dapat melihat persamaan antara agama Kristen dengan agama lain. Dengan demikian. Tetapi pemujaan dewa-dewa lain melanggar pengakuan tersebut.

Dalam menggambarkan hubungan YHWH dengan Israel sebagai perkawinan. bandingkan Yosua 24:14-15). Bahkan nama orang seperti menjadi ² ² .1973. Kata ba'al dalam bahasa Ibrani berarti 'pemilik'.5. sama seperti adon Ctuan').dan mungkin pernah dipakai dalam mengakui kekuasaan YHWH (bandingkan Hosea 2:15-16). Perjanjian Lama menilai pemujaan Baal dan dewa-dewa lain berbeda dengan penilaiannya terhadap pemujaan 'EL.Israel menerima YHWH dan 'EL sebagai Allah yang sama. Hosea memakai bahasa dan kiasan orang Kanaan. Namun ia mengambil alih gagasan agama Baal itu guna menjelaskan kodrat YHWH. Pengaruh Baal atas agama Israel yang dimulai pada zaman Salomo dinilai sebagai penyimpangan. Board for Mission and Unity. yang menggantikan 'EL sebagai ilah utama. YHWH menentang Firaun (yang dipandang sebagai dewa oleh 17 18 Anonim. sekalipun ia melawan teologi yang mereka ungkapkan melalui pemakaian bahasa dan kiasan tersebut. yang secara terus terang disebut Tuhan yang memberi' gandum dan. 1984. para penduduk Kanaan semakin memusatkan pemujaan mereka pada Baal. sedangkan pemujaan YHWH sebagai Baal ditolak. Hlm. maka kita melihat adanya dimensi moral dalam pertentangan itu.'ISY-BA'AL yang berarti "orang Baal" (1 Tawarikh 8:23) diubah . ada ahli yang berpendapat bahwa mungkin sudah terjadi penggabungan konsep 'EL dan Baal dalam pemahaman orang Israel tentang YHWH.16. . Memang terkadang tampaknya Yhwh dapat dipuja dengan memakai nama Baal. Perjanjian Lama tidak pernah mengizinkan pemujaan YHWH dengan menggunakan nama Baal. Agama Baal dilihat berpengaruh buruk terhadap agama Israel. Hal itu dapat membantu kita dalam menilai agama-agama dan kebudayaan-kebudayaan manusia. Dengan demikian pemujaan YHWH sebagai 'EL diterima. Cross: hlm 163. Lagi pula. Nabi Hosea menghardik Israel karena mereka dipengaruhi oleh unsur kesuburan dalam agama Baal itu. 1-5 .'ISY-BOSYET yang berarti "orang hina" (2 Samuel 2:8). Israel di Kanaan Dalam perkembangan berikutnya.17 Kendati demikian.1920). 18 Bila kita memikirkan pertentangan YHWH dengan dewa-dewa Mesir dan Kanaan. tetapi harus memilih antara mengikuti Yhwh atau Baal (l Raja 18:21. Stuhlmueller. anggur serta digambarkan sebagai kekasih Israel yang menjadikan dia istri-Nya (Hosea 2:8. Tempat-tempat pemujaan Baal harus dihancurkan (Ulangan 7 dan 12). Pada peristiwa keluaran dari Mesir.

Firaun pada zaman itu mengakui Allah Yusuf (Kejadian 41) dengan cara yang kelak digemakan dalam Kitab Daniel. ekonomi. Sikap yang kurang bermusuhan terhadap agama orang Kanaan dalam Kitab Kejadian selaras dengan kenyataan bahwa "kedurjanaan orang Amori itu belum genap" (Kejadian 15:16). 20. yang menjadi pokok pertikaian bukanlah hanya pemujaan suatu ilah palsu melainkan juga usaha membajak seluruh sistem masyarakat. Sewaktu Israel berada di negeri Kanaan. Ketika Elia (dalam nama YHWH) menentang Baal di atas Gunung Karmel. Dalam Kitab Kejadian. sosial dan agama. Dari bahan tersebut kita ketahui. Tampaknya pada saat Israel memasuki Kanaan kegiatan seperti itu sudah mencapai taraf yang belum terjadi pada zaman para bapa leluhur. Tetapi Firaun pada peristiwa keluaran itu menjalankan kebijaksanaan negara yang menindas di bidang politik. tidak terjadi pertentangan seperti itu. Dengan kata lain. Agama Baal dikecam dalam kitab Taurat (misalnya Imamat 18. dsb. Salah satu faktor dalam hal ini ialah sifat-sifat sosial dan moral yang dikembangkan agama-agama itu pada pengikut-pengikutnya. ekonomi dan hukum di Israel oleh agama Baal yang dibawa Izebel dari Fenisia. Kegiatannya menjijikkan dan menghancurkan. Tetapi kenajisan yang dilakukan oleh penduduk-penduduk Kanaan pada abad-abad kemudian demikian hebat "sehingga negeri itu memuntahkan penduduknya" (Imamat 18:24-28). agama itu bercirikan pemujaan kesuburan.7. serta menolak mengakui Allah Musa (Keluaran 5:2). pengurbanan anak-anak dan ilmu gaib. Kebijaksanaan itulah yang memacu YHWH bertindak untuk menegakkan keadilan dengan menghukum penindas dan melepaskan orang-orang tertindas. meliputi persundalan bakti. 01. yang menceritakan hubungan Yusuf dan saudara-saudaranya dengan Firaun.bangsanya dan yang mewakili dewa-dewa Mesir) oleh karena ia menindas orang Ibrani. melainkan soal struktur masyarakat . Pergumulan itu memiliki ciri-ciri yang sama dengan pergumulan pada zaman keluaran. Peristiwa Nabot merupakan contoh usaha tersebut (1 Raja 21). mereka bergumul selama waktu yang panjang dengan agama Baal melalui pelayanan para nabi sebelum pembuangan.) dan ciri-cirinya dilukiskan oleh nabi-nabi seperti Hosea dan Yeremia. kita melihat variasi dalam sikap orang Yahudi terhadap agamaagama lain. Dalam peristiwa itu yang menjadi pokok pertikaian bukan soal agama mana yang benar. Kekalahan Firaun itu menyatakan bahwa YHWH melawan segala agama yang membenarkan tata masyarakat yang membiarkan penindasan dan praktek-praktek yang tidak berperikemanusiaan. Sebaliknya.

hanya YHWH yang memerintah di surga.21. Namun selain keyakinan tadi. Yesaya 40 55. YHWH adalah Allah: atau Bel dan Nebo adalah ilah-ilah. Daniel. sebagai "TUHAN. 5:23 ("Yang berkuasa di sorga"). hanya YHVH yang campur tangan dalam peristiwa-peristiwa dunia. Babel dan agamanya akan dihukum.mana yang adil dan benar bagi Nabot dan orang lain. bagian Yesaya ini menyampaikan bahwa hubungan YHWH dengan Israel mempunyai makna bagi seluruh dunia. Dan sikap yang sama terdapat juga dalam Yesaya 56-66. Agama Baal mendukung . Yesaya 45:7 menyatakan YHWH sebagai Dia "Yang menjadikan terang dan menciptakan gelap. 5:11-12. 21-9. Jakarta: BPK Gunung Mulia. sehingga bagian ini tampak juga sebagai bagian Perjanjian Lama yang paling universalis. 37. M. Barth. 42:5-9. 46:1-13. 1:4-5. Mungkin salah satu implikasi dari pandangan ini ialah bahwa YHWH menawarkan pilihan kepada bangsabangsa. Hlm. Daniel 2:18-19. Neh.20 Berbeda dengan Yesaya 40. 29 . C. atau dengan terpaksa.23. Namun mereka dapat memilih apakah mereka akan mengakui hal itu dengan rela dan sukacita. Kemungkinan bahwa orang Babel memuja YHWH dengan memakai nama Bel tidak terpikirkan. 33 Marie Clarie Barth dan Frommel. segala bangsa akan mengakui bahwa hanya YHWH sendiri Allah. suatu gelar yang dapat diberikan kepada dewa utama bangsa-bangsa lain dalam kerajaan Persia (lihat Ezra 1:2. menegaskan bahwa hanya YHWH adalah Allah dan juga menjelaskan komitmen YHVH kepada Israel sebagai umat-Nya. 2:4. 41:1-7. hanya Yhwh yang menyatakan makna peristiwa-peristiwa itu (lihat 40:12-26.44. 1993.atau paling sedikit tidak mengekang . Ezra-Nehemia dan Daniel menyebut Allah.19 6. Hlm. Teologi Perjanjian Lama 4. Hanya YHVH saja yang menciptakan. yang menjadikan nasib mujur dan menciptakan nasib malang" Agaknya sang nabi dengan sengaja menentang dualisme agama Babel. bandingkan Yeremia 10).20.Th. Karena itu bagian ini tampak sebagai bagian Perjanjian Lama yang paling nasionalis dan eksklusif. 2002. 6:9-10. Allah semesta langit". Yesaya 40-55 melawan Bel dan Nebo dewa-dewa Babel yang sepadan dengan 'EL dan Baal. Apabila mereka !ilelihat karya YHWH untuk umat-Nya Israel.55.Ahab dan Izebel dalam perlakuan mereka terhadap Nabot. Ezra dan 19 20 Dr. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Kitab Yesaya 40-55. 7:12. Zaman Babel dan Persia Pandangan dalam tulisan-tulisan dari zaman Babel dan Persia mendukung pendapat bahwa sikap agama Yahudi terhadap agama-agama lain bervariasi sesuai dengan keadaan.

Siahaan dan DR.seperti Yusuf dahulu . Ezra dan Nehernia sama-sama menegaskan bahwa umat YHVH harus dipisahkan dari bangsa dan agama sekitarnya. dan supaya mereka mempertahankan ibadat (Daniel 3) dan kesalehan mereka (Daniel 6). Robert M. 2002. Dan Daniel mengimbau supaya orang Yahudi tetap setia kepada YHVH serta hidup dengan suci (Daniel 1). 60 .Nehemia melayani raja Persia dan .Daniel dengan teman-temannya mendapat nama-nama asing yang mempunyai makna keagamaan. SM. Kitab Daniel. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Namun demikian. Peterson. 21 21 DR. Hlm.

22 23 Pdt. Nama Elohim menyatakan ke-Maha Kuasaan dari Allah. Nama Elohim-lah yang dipakai Allah ketika menjadikan manusia menurut rupa dan gambar Allah (Kejadian 1:26). JEHOVAH. Jakarta: Gandum Mas. Elohim adalah nama dalam bentuk jamak menunjukkan ke-Esa-an dari Allah yang Tritunggal. Hlm. Dengan nama Jehovah-lah Allah memperkenalkan diri kepada Israel bahwa Dialah yang ada sejak dahulu. Ketika mereka berhadapan dengan laut kolsum. Allah bertindak sebagai dokter yang Maha Kuasa ke atas umatNya (Keluaran 15:26). Jehovah Rapha. Kata Jehovah berarti Tunggal. 1. DR. Jehovah Nissi. 70-78 . 14:13-14). 68 Ibid. ELOHIM. Tuhanlah berperang ganti umatNya. Karena melalui nama-nama itu menunjukkan siapa Allah itu. Isu masa Kini Tentang Nama Allah. 2008. memelihara dan membela maka Allah menyatakan namaNya yang menunjukkan sifatNya kepada umatNya:23 a. Itulah nama dari Bapa yang memperkenalkan Diri kepada Israel. Dalam memimpin Israel. berarti bahwa Tuhanlah yang menyembuhkan umatNya. Jehovah berarti Allah yang datang kepada umatNya dan mengadakan perjanjian dengan mereka Israel hanya menerima Jehovah sebagai Allah yang Tunggal dan kepadaNya mereka berseru dan menyembah. benar bahwa Tuhan telah menjadi Panji Kemenangan Israel (Keluaran 17:8-15. dan juga bagaimana para tokohtokoh Alkitab mengerti siapa itu Allah. Kata Jehovah begitu sakral bagi umat Israel. sekarang dan selama-lamanya (Keluaran 3:13-14). Walaupun Israel mengenal Allah yang Tungal tetapi Perjanjian Lama telah juga mewahyukan bahwa ke-jamak-an dari Allah telah diperkenalkan sejak pertama. b.22 2.Bab IV Konsep Allah dalam Perjanjian Lama Berdasarkan Nama Allah Pada bab sebelumnya kita sudah melihat nama-nama Allah. Pada bab ini maka kita bisa menemukan sebuah konsep tentang Allah berdasarkan nama-nama Allah. kemudian menciptakan manusia maka Allah memakai nama Elohim. Indrawan Eleeas. hlm. Ketika Allah menciptakan langit dan bumi. berarti bahwa Tuhan adalah Panji-panji Kemenangan Israel.

Karena itu. El-Elyon. berarti bahwa Tuhanlah yang menjadi Gembala kita. Ketujuh nama Allah yang menunjukkan sifatNya yang menyertai orang percaya sekarang berlaku keatas GerejaNya. Dialah Allah Maha Penyelamat yang telah menolong umatNya dengan ke-Maha KuasaanNya dari tangan musuh (Kejadian 14:18-20).c. El-Elyon artinya Allah Maha Kuat. sejarah bangsa ini merupakan sejarah kerajaan Allah diatas muka bumi ini. 3. Ialah yang mengampuni. Yohanes 16:13). Penggenapan Janji Allah diwujudkan melalui kedatangan Yesus Kristus dilanjutkan kedatangan Roh Kudus. Mazmur 23). Ialah yang memimpin dan melindungi dan memberkati kita. Tidak satupun bangsa di dunia yang dapat menandingi penderitaan pembinasaan seperti yang dialami bangsa ini. Tuhan senantiasa menyertai kita dimanapun kita berada (Yehezkiel 48:35). Sifat Allah ini berlaku bukan hanya kepada Israel tetapi kepada umatNya masa kini. (Yeremia 23:6). melainkan Dia adalah Allah yang hidup yang bergerak ditengah-tengah umatNya. membela dan membenarkan kita. Maha Agung. e. berarti bahwa Tuhan adalah Raja Damai. Jehovah Tsidkenu. Allah Israel bukanlah sebuah gagasan dari satu agama manusia. Maha Berkuasa. Dialah yang memberi damai-sejahtera kepada umatNya. Satu-satunya Maha Kuasa" (Ulangan 32:4). Dialah Allah yang Maha Kuasa yang mengasihi isi dunia dan . f. Kata "El" berarti "Tuhan". (Habakuk 6:24). Jehovah Roi. Jehovah Shammah. berarti bahwa Tuhanlah yang menjadi Kebenaran UmatNya. Dua kali mereka terbuang untuk dilenyapkan tetapi selalu tetap bertahan dan eksis. berarti Tuhan ada dan hadir dengan umatNya. Banyak orang tidak memahami kekuatan rohani apa yang ada kepada bangsa Israel sehingga mereka dapat bertahan melalui penghancuran yang terjadi untuk melenyapkan bangsa ini. Tuhan sebagai Gembala dimanifestasikan dalam Tuhan Yesus Kristus sebagai Gembala yang baik (Yohanes 10. d. Jehovah Shalom. Keyakinan atas ketujuh sifat Jehovah di atas-lah menjadi rahasia yang menyebabkan mereka mampu bertahan sebagai bangsa. Tuhan dengan segala sifatNya yang diwujudkan melalui namaNya dinyatakan oleh Roh Kudus keatas orang percaya. Manifestasi Jehovah sebagai kebenaran dinyatakan di dalam Yesus Kristus Tuhan kita (Yohanes 14:6.

Filipi 2:9). yang menguasai. hlm 64 28 Ibid. El-Olam bahwa Allah yang kekal selalu memegang teguh semua janjiNya (1 Timotius 1:17). Jakarta: Gandum Mas. Ketika Yesus bangkit dari antara orang mati. Doktrin Alkitab. hlm 49 27 Ibid. orang percaya harus taat kepadaNya. Dia menuntut ketaatan dan kesetiaan umatNya. El-Shaddai. Adonai berarti Tuhan. 28 William W. El-Shaddai. hlm 66 25 24 . hlm 53 26 Ibid. 27 7. Karena Dialah Adonai kita (Kisah 2:36. Inilah pekerjaan Roh Kudus yang ajaib. Menzies dan Stanley M. maka Allah menjadikan Dia Tuhan. berarti Allah yang mencukupi segala kebutuhan umatNya. bahwa setiap anak Tuhan dapat menyebut Allah "Ya Abba. ElShaddai bahwa Allah yang Maha Kuasa akan mencukupkan kita. Hlm 51 Ibid. maka Roh Kudus dari dalam hati berseru: "Bapa. Abba = Bapa. Allah Israel juga menjadi Bapa kepada umatNya. Berarti Allah yang kekal. memerintah alam semesta dan memerintah umatNya (Keluaran 23:17).memberikan AnakNya yang tunggal kepada isi dunia untuk menyelamatkan isi dunia (Yohanes 3:16). Yesus Kristus menjadi "Adonai". Allah Maha Kuasa selalu menggenapi janjiNya (Kejadian 17:1). 26 6. Ketika Roh Kudus turun ke atas orang percaya. Horton. 24 4. 2003.Galatia 4:6). Ya Bapa" (Roma 8:14. Dia berjanji akan menggenapi janjiNya dengan sempurna. ya Abba" Hubungan orang percaya dengan Allah dikiaskan seperti hubungan Bapa dan Anaknya. 25 5. El-Olam. Dialah yang mengatur kehidupan manusia dan memberi hidup yang kekal kepada manusia.

Di dalam kekekalan-Nya. Keenam. Secara gari besar Perjanjian Lama menunjukkan bahwa Allah adalah Allah yang berdaulat dalam pengertian sebagai berikut: Pertama. maka Dia juga tidak memerlukan apa dan siapapun sebagai penasehat-Nya di dalam menjalankan rencana-Nya. Oleh karena itu. Penyataan diri Allah ini harus dimengerti di dalam konsep atributatribut Allah. Allah yang kekal ini adalah Allah yang melampaui ruang dan waktu. Allah yang imanen ini menyatakan diri-Nya melalui penyataan/wahyu-Nya kepada manusia sehingga manusia dapat mengenal-Nya (Roma 1:19). yaitu Tiga pribadi Allah (Allah Bapa. Karena Dia tidak mungkin berubah. Allah yang Berdaulat adalah Allah yang transenden (nun jauh di sana) dan sekaligus imanen (yang dekat dengan manusia). Allah yang Berdaulat tentulah Allah yang tidak terbatas/kekal.Bab V Kesimpulan Dari pembahasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa konsep Allah dalam Perjanjian lama dijelaskan melalui nama-nama yang dipakai untuk menunjukkan sifat dan atribut Allah. kebajikan. misalnya. Allah memiliki atribut-atribut-Nya yang berada pada diri (tidak bergantung pada apa dan siapapun). Allah yang Berdaulat adalah Allah yang Trinitas. Ketiga. kita sudah seharusnya bersyukur dan terus bergantung di dalam-Nya karena hanya Dia lah Sumber Hidup yang layak dipercayai sepenuhnya. maka Ia tidak mungkin bersalah atau mengubah rencana yang telah ditetapkan-Nya sejak semula. Allah yang kekal berarti Allah itu tidak terikat oleh ruang dan waktu seperti manusia yang sementara/ fana/ terbatas adanya. Dengan kata lain. yaitu ³sifat-sifat´ Allah yang dikomunikasikan/diberikan kepada manusia. . Kedua. Kelima. sebagai makhluk ciptaan-Nya. Allah yang Berdaulat adalah Allah yang menyatakan diri. Allah yang Berdaulat adalah Allah yang Kekal dan tidak bergantung pada apa dan siapapun. yaitu atribut yang dapat dikomunikasikan (communicable attributes). Karena tak mungkin bersalah atau mengubah rencana-Nya. Ia merencanakan dan menetapkan segala sesuatu di dalam sejarah dunia. Allah yang Berdaulat tentu berdaulat juga di dalam membatasi diri-Nya untuk dikenal oleh ciptaan. Allah yang Berdaulat adalah Allah yang Berkuasa mutlak. Keempat. ³Bergantung/berserah´ itulah beriman. Allah yang Berdaulat adalah Allah yang Esa sebagai Pencipta dan Pemelihara alam semesta. Allah Putra dan Allah Roh Kudus) di dalam satu Esensi Allah.

ketidakterbatasan.keadilan. Mengapa? Karena atribut-atribut-Nya menyatakan suatu kekonsistenan di dalam diri Allah. . kekudusan dan kebenaran. Kedua. Allah yang Berdaulat adalah Allah yang Mahakasih sekaligus Maha adil. yaitu kekekalan. dll. Ketujuh. atribut-atribut Allah yang tidak dapat dikomunikasikan kepada manusia (incommunicable attributes). jangan sekali-kali memisahkan atributatribut-Nya. Kalau kita mengerti tentang Pribadi Allah yang Berdaulat. karena atribut-atribut-Nya menyatakan bahwa diri-Nya adalah Berdaulat mutlak.

Christopher JH. 1-5 . DR. Jakarta: Gandum Mas. Hlm. Kitab Daniel. DR. Agama Israel Kuno. Keesaan Allah dalam Perjanjian Lama. Vriezen.DAFTAR PUSTAKA Anonim. M. Barth. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Isu masa Kini Tentang Nama Allah. Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih/OMF Menzies. Islamic Invasion. dan Stanley M. William W. C. SM. Robert M. Pdt. 1993. Stuhlmueller. Jakarta: BPK Gunung Mulia Eleeas. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Marie Clarie dan Frommel. 2003. Doktrin Alkitab. Dr. Goldingay. 2002.1973.Th. Teologi Perjanjian Lama 4. Cross Anonim. C. Kitab Yesaya 40-55. 2008. Jakarta: BPK Gunung Mulia. John E. Barth. 2002. dan Wright. Horton. Jakarta: Gandum Mas. 2007. 1992. Peterson. dan DR. Indrawan. Harvest House Publishers. Board for Mission and Unity. Siahaan. 1984. 2003.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->