DAFTAR ISI

Bab I Pendahuluan A. Latar Belakang Penelitian B. Tujuan Penelitian C. Metode Penelitian D. Ruang Lingkup Penelitian

Bab II Pengertian Allah a. El, Elohim dan Elyon b. Adonai c. Shaddai dan El-Shaddai d. Yahweh dan Yahweh Tsebhaoth

Bab III Pengertian Allah Menurut Tokoh Alkitab A. Zaman Mula-mula B. Bapak Leluhur C. Keluar dari Mesir dan Perjanjian di Sinai D. Israel di Kanaan E. Zaman Babel dan Persia

Bab IV Konsep Allah dalam Perjanjian Lama berdasarkan Nama-nama Allah Bab V Kesimpulan Daftar Pustaka

Bab I Pendahuluan
A. Latar Belakang Penelitian Sejarah Gereja telah mencatat berbagai macam bentuk ajaran sesat yang hadir dan mencoba mempengaruhi kehidupan gereja, misalnya pada abad permulaan muncul ajaran sesat seperti Gnostisisme, Docetisme, Montanisme, Mistisisme dan lain sebagainya. Semua aliran ini dianggap sesat karena salah dalam mengerti siapa itu Allah. Bahkan pada akhir-akhir ini muncul sebuah kontroversi yang berkaitan dengan nama Allah dan banyak pertanyaan yang diajukan mengenai 'Apakah Allah Islam sama dengan Allah Kristen?' dan argumentasi yang banyak dikemukakan adalah bahwa 'Allah Islam tidak sama dengan Allah Kristen' alasannya 'Karena ajaran keduanya berbeda!'. Pandangan ini tercermin dalam buku Dr. Robert Morey yang beredar bahkan dianut belakangan ini di kalangan tertentu di Indonesia:"Islam claims that Allah is the same God who was revealed in the Bible. This logically implies in the positive sense that the concept of God set forth in the Quran will correspond in all points to the concept of God found in the Bible. This also implies in the negative sense that if the Bible and the Quran have differing views of God, then Islam's claim is false.1 Namun definisi Morley ini memiliki kelemahan dasar berfikir yang fatal yang menganggap masalah-masalah teologi (ilmu sosial) bersifat eksakta dan mencampur adukkan pengertian soal 'identitas' dan 'opini' (meta basis). Dari dasar berfikir atau asumsi ini, maka dihasilkan kesimpulan bahwa (1) Bila Allah Islam adalah Tuhan Kristen, maka secara positif konsep keduanya mengenai Tuhan harusnya sama dalam setiap butirnya, sebaliknya secara negatif disebut bahwa (2) Bila Al-Quran dan Alkitab memiliki pandangan berbeda mengenai Tuhan, maka klaim Islam adalah salah. Beberapa masalah diatas merupakan sedikit dari sekian banyak permasalahan yang muncul berkaitan dengan pribadi Allah itu sendiri, oleh sebab melalui makalah ini penulis mencoba untuk mengangkat sebuah pembahasan tentang Allah dalam perjanjian lama, karna untuk mengetahui siapa itu Allah maka kita perlu melihat kembali kedalam alkitab terutama dalam Perjanjian Lama dimana untuk pertama kalinya Allah menyatakan diri-Nya kepada Manusia

1

Islamic Invasion, Harvest House Publishers, 1992, hlm.57.

Metode Penelitian Penulisan makalah ini penulis mengunakan metode analisa literature yang ada. 2. agar kembali kepada ajaran Firman Tuhan Hal-hal demikian penting dalam penulisan makalah ini karena dengan demikian bisa menolong para pembaca untuk lebih ekstra hati-hati dalam membangun kehidpan beriman kepada Tuhan yang diwarnai oleh berbagai masalah. Memberikan uraian dan masukan bagi para hamba Tuhan yang mungkin selama ini kurang memberikan pengarahan yang benar. Melalui penelitian ini dapat diketahui sejauh mana orang-orang Kristen memahami dan mengenal siapa itu Allah. C. sehingga: 1. Ruang lingkup Penelitian Penulisan makalah ini penulis hanya membatasi penelitian hanya didalam Perjanjian Lama. . untuk mendukung penulisan makalah ini D. Tujuan Penelitian Berbagai masalah yang muncul dalam kekritenan sangatlah penting untuk meneliti tentang Allah. 3. Sekalipun dalam Perjanjian Baru konsep tentang Allah ada namun penulis merasa bahwa untuk bisa memahami dan mengerti tentang pribadi Allah maka harus dimulai dari pertama kalinya Allah menyatakan dirinya kepada manusia yaitu didalam Perjanjian Lama. Memberikan masukan kepada para pembaca khususnya yang salah memahami dan menafsirkan tentang Allah.B.

dan juga berarti kuat dan berkuasa. atau merupakan objek dari rasa takut. Bentuk jamak seperti ini dianggap sebagai bentuk insentif dan dengan demikian dapat memberikan petunjuk akan adanya kuasa yang penuh. untuk menunjuk manusia (Kej. 12 4 Pdt.14:19-20. dan dengan demikian menunjuk kepada Allah sebagai Penguasa yang kuat. El.2 Nama yang paling sederhana yang dengannya Allah disebut dalam Perjanjian Lama adalah nama ³El´.Bab II Pengertian Allah 1. Indrawan Eleeas. Adonai. µditinggikan¶. Vriezen. kepada siapa semuanya harus berhadapan. Kel. Kata Adonai mungkin diturunkan dari dun (din). sebab nama itu juga dipakai untuk menunjukkan kepada berhala (Mzm. yang berarti menjadi yang pertama. DR. Hlm. 2003.7:1). Hlm. dan dengan demikian menunjuk kepada Allah sebagai Dia yang kuat dan berkuasa. Mzm.3 2. atau adan yang keduanya berarti menghakimi. 32-34 . Pada zaman dulu Adonai adalah nama yang biasa dipakai bangsa Israel untuk menyebut Allah. Allah yang transenden.24:16. DR. dan kepadanya manusia adalah hamba. dan tentang penguasa (Hak. Semua nama yang disebut itu menunjuk kepada Allah sebagai Dia yang tinggi dan dimuliakan. Tetapi kemudian diganti dengan nama Yehova atau Yahweh. Agama Israel Kuno. Jakarta: Gandum Mas. atau Elyon.5:8.82:1). Indrawan Eleeas. Nama µElohim¶ (bentuk tunggalnya adalah µEloah¶) mungkin berasal dari akar kata yang sama.4 Nama Adonai ini sangat erat hubungannya dengan nama El. 20-25 C. memerintah.21:6. kecuali dalam puisi. Jakarta: Gandum Mas. dan menunjuk Allah sebagai Dia yang tinggi dan dimuliakan (kej. Nama Elohim ini jarang sekali muncul dalam bentuk tunggal. atau berasal dari kata alah yang berarti µdilingkupi ketakutan¶. Isu masa Kini Tentang Nama Allah. Elohim. dan nama Elyon ini berarti µke atas¶. menjadi tuan. 2008. Hlm. Nama µElyon¶ diturunkan dari kata alah juga.33:10. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Elohim dan Elyon. 96:5). Nama ini terutama ditemukan dalam bentuk puisi. Yes. 22:8-10. yang sangat mungkin berasal dari kata ul. Bil. Isu masa Kini Tentang Nama Allah. Nama ini belum merupakan sebuah nomina propria dalam arti katanya yang paling sempit.95:3. 2 3 Pdt. Kel.14:14). 2008.

bapa segala orang beriman (Kel. 2008.Nama-nama yang disebut berikut ini menunjuk kepada kenyataan bahwa Yang Dimuliakan ini merendahkan diri untuk memasuki hubungan dengan makhluk-Nya.24:16 yang berbunyi: ³Siapa yang menghujat nama Tuhan pastilah ia dihukum mati dan dilontari dengan batu oleh seluruh jemaat itu. Baik orang asing maupun orang Israel asli. Nama ini sering dianggap nama yang paling sakral dan paling diagungkan di antara nama-nama yang lain. sebagai Allah yang tidak mungkin berubah. Walaupun menekankan kebesaran Allah. Nama ini berbeda dengan µElohim¶. karena mereka selalu ingat kepada Im. mereka memberikan kepada konsonan itu vokalvokal dari kata Elohim atau Adonai. Kitab Pentateuch menghubungkan nama ini dengan kata kerja bahasa Ibrani hayahyang berarti µadalah¶ atau µberada¶ (Kel. tetapi biasanya vokal dari kata Adonai yang lebih banyak dipakai7. bila ia menghujat nama Tuhan haruslah dihukum mati. Shaddai dan El-Shaddai. 45-46 Ibid. tetapi sebagai sumber berkat dan kedamaian. Indrawan Eleeas. 3. hlm. Asal kata yang sesungguhnya dari kata ini sebenarnya tidak lagi diketahui. DR. Dalam kekuatan ayat tersebut kita dapat 5 Pdt. Jakarta: Gandum Mas. Isu masa Kini Tentang Nama Allah.6:2). Akan tetapi ada juga orang lain yang berpendapat bahwa nama ini berasal dari kata shad yang artinya tuan. Orang Yahudi mempunyai rasa takut tersendiri untuk menyebut nama ini. Dengan nama inilah Allah datang kepada Abraham. Hlm. nama ini tidak mewakili Allah sebagai objek rasa takut atau kegentaran. dalam arti bahwa Shaddai menunjuk kepada Allah sebagai subjek yang ada di dalam sebagai alat atau sarana bagi karya anugerah ilahi.´ Karena rasa takut itu maka dalam membaca Kitab Suci orang Yahudi menggantinya dengan µAdonai¶ atau µElohim¶. Hlm.5 Nama Shaddai diturunkan dari kata ¶shadad¶ yang artinya penuh kuasa.3:13-14). dan kelompok Massoret walaupun tetap membiarkan konsonan dari kata itu tetap tidak berubah. dan menunjuk kepada Allah sebagai pemilik kuasa di surga dan di bumi. Allah dari ciptaan dan alam semesta. 63 6 . 4. 58-60 7 Ibid. Yahweh dan Yahweh Tsebhaoth6 Terutama dalam nama ³Yahweh´ yang perlahan-lahan menggantikan nama-nama yang lain inilah Allah menyatakan diri-Nya sebagai Allah anugerah.

1993. Barth. Nama Yehovah Tsebhaoth sering ditemukan dalam hubungan-hubungan dimana malaikat disebut: 1Sam.42:8). Maz. tetapi umumnya sebagai: Malaikat-malaikat. Artinya dijelaskan dalam Kel. Teologi Perjanjian Lama 4. Mzm. dan dengan demikian tidak dipakai untuk siapapun. 32:2.berasumsi bahwa nama itu sangat mungkin berasal dari bentuk yang sudah mati dari kata kerja itu. karena Alkitab juga menyebutkan sejumlah pembagian atas malaikat-malaikat (Kej. Agak sulit untuk menentukan kata tsebhaoth ini.12:4. yang mengatakan: ³Aku adalah Aku´. kata itu dapat dilihat sebagai orang ke tiga imperfekt dari qal atau hiphil. Ul. yaitu hawah. sama seperti Allah menjadi Allah bagi Bapa leluhur mereka Abraham.83:19. Hos. 18 .80:1. 18 Ibid. dan merupakan nama diri Allah secara par exellen (KEl.12:6. Yes. Memang benar bahwa dalam hal ini bentuk tunggalnya lebih sering dipakai.4:4.4. Mzm. Hos.5:14.89. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Nama itu menekankan kesetiaan perjanjian Allah.68:17.33:2. Sifat ekslusif dari nama itu muncul dari kenyataan bahwa nama itu tidak pernah muncul dalam bentuk jamak atau dengan awalan.22:19. Tafsiran ini lebih dapat diterima.28:12. Mzm. Namun demikian. 1Raj. terutama ditemukan dalam nama-nama gabungan Yah dan Yahu. C. Akan tetapi yang paling mungkin adalah yang pertama. Sejauh menyangkut bentuk. atau bisa juga berarti ³Aku akan menjadi apa yang Aku akan menjadi. yang menjadi pokok persoalan bukanlah ketidakberubahan Allah dalam keadaan esensiNya. Malaikat-malaikat berungkali dipakai untuk mewakili penghulu-penghulu yang mengelilingi tahta Allah. Hlm. Kej. Yos. Yes.´ Jika ditafsirkan dengan pengertian seperti itu maka nama itu menunjuk kepada keadaan Tuhan yang tidak berubah. Hlm. kecuali untuk nama Allah orang Israel.5. akan tetapi hal ini tidak menimbulkan keberatan yang serius.6:2. Ishak dan Yakub.32:3.37:16. Yes.15:3.9 8 9 Dr.6:2. seperti ketidakberubahan-Nya dalam kaitan dengan hubungan-Nya dengan umat-Nya.8 Nama Yahweh sering diperkuat dengan tambahan kata tsebaoth. Bentuk singkatan dari nama itu. 2Sam. Nama itu mengandung jaminan bahwa Allah akan menjadi milik bagi umat Israel pada jaman Musa. 148:2.3:14. Mzm.68:17). 103:21.

hakim dan pelindung. Dalam pasal-pasal itu Allah dinamakan YHWH . John E. Nafas Allah yang Mahakuasa berada di dalam manusia karena ia diciptakan (misalnya Ayub 32:8). Memang manusia sudah memberontak terhadap Allah sehingga kehilangan hubungannya yang langsung dengan Allah.11 Manusia itu mengenal Allah sebagai pencipta dunia. Namun kehilangan itu tidak menghancurkan gambar Allah dalam dirinya atau membinasakan kesadaran itu.26). pemikiran dan agama manusia. Zaman mula-mula10 Kejadian 1-11 berasumsi bahwa manusia diciptakan menurut rupa dan gambar Allah. permohonan dan pemberitaan. Menurut Perjanjian Lama. Kejadian 1 -11 juga menunjukkan bahwa Allah memerintah seluruh dunia dan campur tangan dalam perkaraperkaranya.Bab III Pengertian Allah Menurut Tokoh Alkitab 1. Kejadian 1 -11 secara tidak langsung memperlihatkan adanya kesadaran keagamaan pada semua manusia. Goldingay dan Christopher JH. Mereka memberi respons pada Dia dalam bentuk persembahan. Menurut pengertian yang lazim tentang Keluaran 6.3. 2007.sampai batas tertentu . kebudayaan. Hal itu terbukti dalam praktek keagamaan mereka dengan perkataan maupun perbuatan (misalnya Kejadian 4:1. Penyunting tersebut berpendapat bahwa sekalipun manusia belum mengenal nama YHWH. seperti yang dinyatakan dalam Amos 1. Kedua ide itu merupakan alasan teologis untuk menganggap kebenaran Allah dicerminkan . melainkan merupakan tafsiran teologis oleh penyunting pada kemudian hari. nama itu bukanlah nama Allah yang dipakai oleh manusia pada masa prasejarah itu. 24 11 Ibid.dalam dunia yang diciptakan serta dalam pengalaman. hlm. hikmat Allah turut berperan dalam penciptaan dan tercermin dalam apa yang diciptakan (Amsal 3:19-20. Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih/OMF. namun mereka sungguh-sungguh menyembah Dia. Dengan demikian tulisan hikmat menunjukkan bagaimana iman Israel kepada YHWH mengambil alih hal-hal baik dari kebudayaan lain: nilai-nilainya diakui sambil dibersihkan dari unsur-unsur pemujaan berhala atau politeisme. 8:22-31). sesuai dengan pandangan Amos 9:7. pemberi berkat. dan mereka mempunyai kesadaran akan Allah.2. 10 . Keesaan Allah dalam Perjanjian Lama. Hal itu sejajar dengan pengertian bahwa semua manusia mempunyai kesadaran akhlak. Wright.

Perjanjian dengan Nuh itu mendasari pemeliharaan hidup di bumi oleh Allah.50 berbicara tentang karya dan perkataan Allah . suatu perjanjian biasanya diadakan jika hubungan antara kedua pihak membutuhkan dukungan khusus karena kekurangan atau kelemahan pada satu pihak. Selanjutnya Kejadian 12 . Dalam perjanjian kemudian itu. semua manusia dipandang terikat oleh perjanjian dengan Allah (Kejadian 6:18. Pada masa yang digambarkan dalam Kejadian 1. bandingkan "perjanjian persaudaraan" dalam Amos 1:9). dan setelah air bah hal itu menjadi semakin jelas. Alasannya. manusia belum jatuh ke dalam dosa dan hubungan Allah dengan manusia belum membutuhkan dukungan khusus itu. Yang jelas ialah bahwa . Sebelumnya. dan sering ditafsirkan demikian.menurut Perjanjian Lama . Tetapi gagasan itu tidak dikembangkan dalam Perjanjian Lama dan harus diakui bahwa arti "rupa dan gambar Allah" kurang jelas dan masih banyak diperdebatkan. Sedangkan manusia yang menerima perjanjian Allah dengan Nuh itu masih belum menikmati hidup sepenuhnya di hadapan Allah dan mereka cenderung melawan pewujudan tujuan hidup mereka sebagai manusia. Dalam Kejadian 3-6 kekurangan manusia mulai nyata. Perjanjian Lama mempunyai wawasan tentang makna hidup manusia. sehingga akhirnya Allah membuat perjanjian dengan manusia (bandingkan Kejadian 8:21).2 itu. "perjanjian" pada dasarnya berarti pengukuhan suatu hubungan pribadi dengan membuat komitmen tertentu.manusia diciptakan oleh Allah. suatu hubungan timbal balik dinyatakan dengan jelas (walaupun tidak menyelesaikan masalah-masalah yang diterangkan dalam Kejadian 111). tetapi tidak memakai gagasan "rupa dan gambar Allah" untuk mengungkapkan wawasan itu. Bapa-bapa leluhur Kejadian 1.2 tampaknya bersifat perjanjian. Namun perjanjian itu tidak bersifat penebusan seperti perjanjian dengan Israel kemudian. Komitmen itu dapat mengikat satu pihak saja atau dapat mencakup hubungan bersama.Penciptaan manusia menurut rupa dan gambar Allah (Kejadian 1:26) tampaknya mendukung pandangan yang sama. hubungan Allah dengan manusia seperti dilukiskan dalam Kejadian 1. Dalam bahasa Ibrani. 9:18-17. Namun istilah "perjanjian" tidak dipakai oleh penulis dan mungkin dengan sengaja ia tidak mencantumkannya. 2.11 menceritakan bagaimana dunia diciptakan dan manusia berpaling dari Allah. Paling sedikit sesudah zaman Nuh.

berhubungan dengan bapa leluhur Israel. 20:5) atau menjadi nama pribadi untuk ilah itu. Lagi pula. Sama seperti kata 'IL tersebut. Abraham juga bersumpah demi "TUHAN Allah Yang Mahatinggi (EL ELYON). Allah tampil bersinar" (Mazmur 50:2). Namun mereka mendirikan sendiri tempat-tempat pemujaan yang mereka pakai. 'EL dianggap sebagai kepala dewa. 13 . imam dan raja kota Salem yang memberkati Abraham demi nama Allah-nya . dan menamakannya Yerusalem (juga Sion). menyangkut rencana khusus yang Ia tentukan bagi mereka. Keluaran 15:2. Karena itu kata 'EL kadangkadang disalin saja sebagai 'EL (nama). Pencipta langit dan bumi" (ayat 19). Mereka menjadikannya tempat utama untuk pemujaan YHWH. namun tidak mengetahui segala sesuatu tentang Dia. Peristiwa ini memberi kesan bahwa Abraham (dan penulis Kitab Kejadian) mengakui bahwa Melkisedek (dan mungkin juga orang-orang Kanaan lain yang memuja El) melayani Allah yang benar. kadang-kadang diterjemahkan 'Allah' atau 'ilah'. walaupun kedua tempat pemujaan itu sering terletak berdekatan. Dalam agama Kanaan. kota Melkisedek itu. pandangan pasal-pasal itu terhadap agama-agama asing berubah dan pandangan yang inklusif menjadi pandangan yang lebih eksklusif. 12 Cross 1973: hlm. sebagaimana dinyanyikan oleh nabi dan pernazmur: "TUHAN mengaum dari Sion" (Amos 1:2). yaitu 'EL. yang sering digabungkan dengan ungkapan lain. Pencipta langit dan bumi" (ayat 22). Allah dalam Kejadian 12 . Sama seperti beberapa bangsa lain di Timur Tengah kuno. yaitu 'IL. Karena itu dapat dikatakan.50 ini diyakini sama dengan Allah yang kemudian hari disembah Israel sebagai YHWH. "Dari Sion. Israel senantiasa yakin bahwa Allah adalah Allah bapa leluhur mereka. mereka tidak menggunakan tempat-tempat pemujaan orang Kanaan. Memang diakui bahwa rencana Allah tersebut dimaksudkan untuk memberi manfaat bagi seluruh dunia. kata 'EL dalam bahasa Ibrani dapat berfungsi sebagai kata benda yang berarti 'ilah' (sama seperti 'ELOHIM.12 Kejadian 14 menceritakan tentang Abraham dan Melkisedek. Namun Allah itu juga disebut dengan nama lain. Pada kemudiaJ hari Israel menduduki Salem."Allah yang Mahatinggi ('EL ELYON). yang telah menjalin hubungan khusus dengan dia dan memimpin kehidupan mereka melalui dia. para bapa leluhur Israel tampaknya tidak menganggap bahwa bangsabangsa Kanaan sama sekali 'tidak mengenal Allah. Dalam bahasa-bahasa Semit terdapat kata yang seakar dengan 'EL. puncak keindahan.

29. yang memberi keturunan. karena hal itu tergantung pada tempat tinggalnya. Dari segi sejarah perkembangan agama. Firaun pada peristiwa keluaran menolak untuk mengakui YHWH sebagai Allah. Malah justru sebaliknya. Pada peristiwa keluaran dari Mesir.22. 9:15. 7:5. Kesejajaran itu tidak berarti bahwa agama Israel sama saja dengan agama Kanaan. kita segera menyadari bahwa pemahaman seperti itu sudah tidak ada lagi. Agama yang memuja YHWH itu tidak muncul melalui sinkretisme atau proses perkembangan wawasan-wawasan keagamaan. namun ada juga situasi di mana pertentangan tidak dapat dielakkan. Ternyata Yusuf menerima kedua hal tersebut. namun apa yang Allah mulai melalui Abraham akan berlaku bagi segala bangsa. namun kesejajaran itu bukanlah persamaan. Nama tersebut dipakai untuk YHWH hanya dalam ayat ini. yang menyembuhkan dan yang memimpin dalam perang. Tetapi bila kita membaca Kitab Keluaran. namun dalam naskah-naskah dari Kanaan ditemukan nama yang mirip untuk menyebut dewa orang Kanaan. Riwayat keluaran mempunyai sub-tema yang menjelaskan bagaimana Firaun dipaksa untuk mengakui YHVH sebagai Allah (perhatikan Keluaran 5:2. Dalam ayat itu dikatakan bahwa Abraham memanggil nama Tuhan. 8:10. perlawanan terhadap karya penyelamatan Allah dalam sejarah.25 yang menggarisbawahi hal ini). 'EL OLAM. Agama Kanaan mempunyai wawasan yang terbatas dan berlaku secara terbatas. Allah yang kekal. seolah-olah tidak menjadi soal agama mana yang dipilih orang. Naskah-naskah itu juga menyebut 'EL sebagai yang memberkati. termasuk bangsa Kanaan sendiri. Namun itutidak berarti. 14:18. Bila kita membaca cerita tentang Yusuf. agama yang pertama dan agama yang kedua itu sama kedudukannya. . mungkin agama YHWH dapat dipandang berasal dari agama Timur Tengah. yakni Zafnat-Paaneah. dan memberikan anak perempuan seorang imam kepada dia sebagai istrinya (ayat 45). kita mendapat kesan bahwa Allah yang disembah Yusuf dianggap sama dengan yang disembah Firaun (lihat Kejadian 41:16. Kedua agama itu juga bukanlah pilihan yang sejajar.39). Israel harus menentang tuntutan agar dewadewa lain diakui sebagai ilah. dapat dikatakan bahwa dalam beberapa hal ada kesejajaran antara YHWH dan 'EL yang dipuja orang Kanaan. Kalaupun ada kalanya kita bersikap positif akan pengalaman dan ibadat beberapa agama lain. Firaun menamai Yusuf dengan sebuah nama Mesir yang dibentuk dari nama dewa. dan ketidakadilan serta penindasan yang terang-terangan.17. Sebagai kesimpulan.Kejadian 21:33 memberi kesan yang sama.

dan kalau begitu maka dewa yang dipuja dalam agama lain itu sekarang dikenal secara lebih lengkap dalam agama Israel. nanti akan menyembah Dia dengan sempurna sebagai satusatunya Allah. sekarang terjadi dalam sejarah13 ketetapan-ketetapan EL disampaikandi bumi. Dengan demikian agama Israel. Mungkin nama YHWH sudah dikenal sebelumnya.50 menceritakan riwayat hubungan Allah itu dengan bapa-bapa leluhur Israel.1973. diberi isi yang baru. dari perbudakan di Mesir.Menurut Alkitab. Kemenangan sang Pencipta.yang kemudian hari dinyatakan sebagai YHWH menyatakan diri-Nya kepada bapa-bapa leluhur Israel dengan nama-nama dan bentuk-bentuk dewa yang diketahui dalam kerangka kebudayaan mereka. Kejadian 12 . Keluaran dari Mesir dan perjanjian di Sinai Kepercayaan Israel mempunyai suatu dasar yang khas. dan karya Allah itu bukan hanya untuk Israel tetapi bertujuan agar bangsa-bangsa yang pada waktu itu memuja YHWH dengan cara yang kurang sempurna. dengan maksud supaya akhirnya Ia akan dikenal secara lebih lengkap di Kanaan juga. 13 Anonim. Ia mengikat perjanjian dengan mereka di Gunung Sinai. Hal itu tampak dalam penyataan diri Allah kepada Musa dengan nama YHWH dan dicerminkan dalam sentralitas nama tersebut dalam agama Israel seterusnya. Semuanya itu terjadi sebagai penggenapan janji-janji yang telah dibuat Allah jauh sebelumnya. Yang Kekal dan Yang Mahakuasa. yang dalam dongeng Kanaan mengalahkan Laut. Allah berkarya dalam sejarah Israel agar Ia dikenal sebagai YHWH yang menyelamatkan manusia melalui perjanjian-Nya dengan mereka. 87-88 . kemudian memberi negeri Kanaan kepada mereka sebagai tanah pusaka mereka. telah berkarya secara khusus dalam hubungan-Nya dengan Israel. Jelaslah itu tidak berarti setiap unsur pemujaan bangsa Kanaan kepada 'EL dinilai benar. Dalam kelima kitab Taurat diterangkan bahwa Ia melepaskan keturunan mereka yang telah menjadi umat-Nya. Cross: hlm. Pencipta langit dan bumi. Allah yang hidup . Sebaliknya. Yang Mahatinggi. di Gunung Sinai. yang mengakui Allah yang sama dengan bangsa Kanaan. Proses yang dimulai Allah dalam Abraham pada akhirnya mempunyai maksud yang penting bagi bangsa-bangsa Kanaan justru karena proses itu mengritik dan menolak agama mereka 4. memakai nama 'EL. Allah yang benar. bahkan ada usul bahwa nama itu merupakan sebutan untuk 'EL.

Siapa pun yang disapa oleh awak kapal Yunus atau para penduduk Niniwe dalam doa mereka dewa lain yang mereka akui. mengingat karya Tuhan Allah yang telah menyelamatkan Israel pada peristiwa keluaran dari Mesir dan pendudukan Kanaan. "Hari ini" mereka harus memilih. Sebagai contoh. Hanya YHWH yang mampu menyelamatkan. Kritik dalam bidang agama biasanya ditujukan kepada umat Allah. Nabi Elia mengejek Baal dan Nabi Yesaya (Yesaya 40-55) mengolok-olok dewa-dewa Babel. Sering timbul pertanyaan apakah keselamatan dapat ditemukan dalam . Dewa-dewa bangsa lain dianggap sebagai tak berdaya. dalam Yosua 24. ketika perjanjian dengan Allah diperbarui. Beberapa kebiasaan dan gagasan dalam agama Israel sejajar dengan agama-agama lain di Timur Tengah dan di daerah-daerah lain juga. yang menyelamatkan mereka ialah Tuhan Allah. Yosua mengakui bahwa nenek moyang Israel pernah beribadat kepada ilah-ilah lain. bahkan menjadi beban bagi mereka. Yesaya 13. karena dalam keadaan genting dewa-dewa ini tidak mampu melepaskan para penyembah mereka.23). jadi kita tidak perlu menganggap Israel "meminjam" unsurunsur ini dari agama Kanaan. Allah yang dikenal dalam agama Israel itu adalah Allah yang juga dikenal secara kurang sempurna dalam agama-agama lain. melainkan sia-sia.Dalam babak sejarah yang kita bicarakan. yaitu bahwa pandangan Allah tentang agama-agama manusia dapat bervariasi. tak mampu menyelamatkan. Perubahan sikap ini sesuai dengan apa yang dikatakan Paulus. Namun. Pemujaan dewa-dewa tidak disebut salah. namun tidak sama. makna peristiwa keluaran dari Mesir dijelaskan dalam Perjanjian Lama memakai suatu tema dari dongeng-dongeng Kanaan. Alasan untuk hukuman tersebilt biasanya ditemukan pada tingkah-laku moral dan sosial bangsa-bangsa tersebut (lihat misalnya Amos 1. Misalnya imamat dan sistem pengurbanan biasa ditemukan dalam hampir semua agama. maka pali teisme tidak cocok lagi.2. yaitu kemenangan atas Laut. Namun. Israel masih dapat belajar dari agama-agama lain itu. Orang-orang yang mengenal Kristus harus meninggalkan hal-hal yang sebelumnya dibiarkan oleh Allah. Perjanjian Lama tidak mendasarkan hukuman bangsa-bangsa secara langsung pada fakta bahwa mereka memuja dewa-dewa palsu. Misalnya. sesuai dengan perkembangan sejarah atau kesadaran mereka (Kisah 17:2731). Kesejajaran itu menunjukkan bahwa agama Israel dan agama-agama lain berkembang secara sejajar. bukan" bangsa lain (lihat Amos 2). Itu berarti. Perjalanan sejarah menyebabkan perubahan sikap. Namun kadang-kadang Israel meminjam unsur-unsur tertentu dari kebudayaan sezamannya.

hlm 123 16 Marie Clarie Barth dan Frommel. bila bangsa-bangsa asing beralih kepada Israel. tidak mengimbau Israel membandingkan agama mereka dengan agama Babel agar mereka merasa lebih unggul. Kitab Yesaya 40-55. Dalam penglihatan nabi. Mereka mengaku "TUHAN itu Allah kita. Agama adalah respons manusia kepada Tuhan Allah: Dialah yang menyelamatkan mereka. 29 . 2002. 16 14 15 Ibid. Hal ini dijelaskan berulang kali dalam Yesaya 40-55. Memang kita dapat melihat persamaan antara agama Kristen dengan agama lain.Th.24). ia mengarahkan pikiran mereka kepada karya Allah yang menyelamatkan mereka dalam sejarah dan berkata "Kamu inilah saksi-saksi-Ku" (Yesaya 43:10). hlm 120 Ibid. Menurut Perjanjian Lama pertanyaan itu kurang tepat karena tak ada agama (termasuk agama Israel dan agama Kristen) yang menyelamatkan. Nabi yang menulis pasal-pasal itu. Pemujaan 'EL tidak bertentangan dengan pengakuan itu. Tetapi makna khusus agama Israel terletak dalam kesaksian yang diberikannya tentang Allah yang hidup dan menyelamatkan. Dan perjalanan rohani itu akan berakhir ketika mereka mengaku bahwa Allah telah berkarya dan menyatakan diri secara menentukan dalam sejarah Israel yang memuncak dalam Yesus Kristus. yang mengikatkan diri dengan umat-Nya dan yang mengharap agar umat-Nya memberi respons kepada-Nya dalam doa. M. ketaatan dan keadilan sosial. suatu agama yang mengakui adanya Allah yang esa dapat berfungsi sebagai titik tolak bagi para pengikutnya untuk menempuh suatu perjalanan rohani. Makna khusus agama Israel tidak terletak dalam dirinya sendiri. ibadat. Dengan demikian. karena merupakan suatu bentuk dari pemujaan YHVH. atau dalam sejumlah ciri khas yang tidak ditemukan dalam agama-agama lain. Hlm. Tetapi pemujaan dewa-dewa lain melanggar pengakuan tersebut. Sebaliknya. Beberapa agama mengakui Allah yang adil dan berbelas kasihan. dalam konteks pluralisme keagamaan. yang menciptakan dunia.agama-agama bukan Kristen. mereka tidak akan berkata "Agamamu yang paling baik" tetapi akan mengakui "Keadilan dan kekuatan hanya ada di dalam TUHAN!" (Yesaya 45:14. misalnya dalam berbicara tentang sifat-sifat Tuhan dan karya-Nya.14 Bangsa Israel sendiri menolak ilah lain kecuali Allah yang benar (lihat Keluaran 20:3). TUHAN itu esa!" (Ulangan 6:4). Jakarta: BPK Gunung Mulia. 15 Dalam hal ini kita harus mengerti dengan jelas bahwa titik tolak perjalanan rohani tersebut tidaklah sama dengan titik akhirnya.

YHWH menentang Firaun (yang dipandang sebagai dewa oleh 17 18 Anonim.5. Perjanjian Lama menilai pemujaan Baal dan dewa-dewa lain berbeda dengan penilaiannya terhadap pemujaan 'EL. yang secara terus terang disebut Tuhan yang memberi' gandum dan.'ISY-BOSYET yang berarti "orang hina" (2 Samuel 2:8).1920). Stuhlmueller. Nabi Hosea menghardik Israel karena mereka dipengaruhi oleh unsur kesuburan dalam agama Baal itu. Board for Mission and Unity. Hal itu dapat membantu kita dalam menilai agama-agama dan kebudayaan-kebudayaan manusia. sama seperti adon Ctuan'). para penduduk Kanaan semakin memusatkan pemujaan mereka pada Baal.1973.Israel menerima YHWH dan 'EL sebagai Allah yang sama. Dengan demikian pemujaan YHWH sebagai 'EL diterima. Hosea memakai bahasa dan kiasan orang Kanaan. 18 Bila kita memikirkan pertentangan YHWH dengan dewa-dewa Mesir dan Kanaan. Pengaruh Baal atas agama Israel yang dimulai pada zaman Salomo dinilai sebagai penyimpangan. Pada peristiwa keluaran dari Mesir.dan mungkin pernah dipakai dalam mengakui kekuasaan YHWH (bandingkan Hosea 2:15-16). 1984. 1-5 . Cross: hlm 163.16. tetapi harus memilih antara mengikuti Yhwh atau Baal (l Raja 18:21. Dalam menggambarkan hubungan YHWH dengan Israel sebagai perkawinan. sekalipun ia melawan teologi yang mereka ungkapkan melalui pemakaian bahasa dan kiasan tersebut. Hlm. Lagi pula. bandingkan Yosua 24:14-15).'ISY-BA'AL yang berarti "orang Baal" (1 Tawarikh 8:23) diubah . Agama Baal dilihat berpengaruh buruk terhadap agama Israel. Perjanjian Lama tidak pernah mengizinkan pemujaan YHWH dengan menggunakan nama Baal. Memang terkadang tampaknya Yhwh dapat dipuja dengan memakai nama Baal. Bahkan nama orang seperti menjadi ² ² . Israel di Kanaan Dalam perkembangan berikutnya. Namun ia mengambil alih gagasan agama Baal itu guna menjelaskan kodrat YHWH. anggur serta digambarkan sebagai kekasih Israel yang menjadikan dia istri-Nya (Hosea 2:8. . ada ahli yang berpendapat bahwa mungkin sudah terjadi penggabungan konsep 'EL dan Baal dalam pemahaman orang Israel tentang YHWH. yang menggantikan 'EL sebagai ilah utama. maka kita melihat adanya dimensi moral dalam pertentangan itu. Tempat-tempat pemujaan Baal harus dihancurkan (Ulangan 7 dan 12). Kata ba'al dalam bahasa Ibrani berarti 'pemilik'.17 Kendati demikian. sedangkan pemujaan YHWH sebagai Baal ditolak.

Tetapi kenajisan yang dilakukan oleh penduduk-penduduk Kanaan pada abad-abad kemudian demikian hebat "sehingga negeri itu memuntahkan penduduknya" (Imamat 18:24-28).) dan ciri-cirinya dilukiskan oleh nabi-nabi seperti Hosea dan Yeremia. dsb. tidak terjadi pertentangan seperti itu. Kegiatannya menjijikkan dan menghancurkan. Firaun pada zaman itu mengakui Allah Yusuf (Kejadian 41) dengan cara yang kelak digemakan dalam Kitab Daniel. Kekalahan Firaun itu menyatakan bahwa YHWH melawan segala agama yang membenarkan tata masyarakat yang membiarkan penindasan dan praktek-praktek yang tidak berperikemanusiaan. Tetapi Firaun pada peristiwa keluaran itu menjalankan kebijaksanaan negara yang menindas di bidang politik. ekonomi. 01. pengurbanan anak-anak dan ilmu gaib. Dengan kata lain. Kebijaksanaan itulah yang memacu YHWH bertindak untuk menegakkan keadilan dengan menghukum penindas dan melepaskan orang-orang tertindas. kita melihat variasi dalam sikap orang Yahudi terhadap agamaagama lain. agama itu bercirikan pemujaan kesuburan.bangsanya dan yang mewakili dewa-dewa Mesir) oleh karena ia menindas orang Ibrani. yang menceritakan hubungan Yusuf dan saudara-saudaranya dengan Firaun. meliputi persundalan bakti.7. Dalam peristiwa itu yang menjadi pokok pertikaian bukan soal agama mana yang benar. Dalam Kitab Kejadian. Agama Baal dikecam dalam kitab Taurat (misalnya Imamat 18. serta menolak mengakui Allah Musa (Keluaran 5:2). yang menjadi pokok pertikaian bukanlah hanya pemujaan suatu ilah palsu melainkan juga usaha membajak seluruh sistem masyarakat. 20. Peristiwa Nabot merupakan contoh usaha tersebut (1 Raja 21). Sewaktu Israel berada di negeri Kanaan. Ketika Elia (dalam nama YHWH) menentang Baal di atas Gunung Karmel. Salah satu faktor dalam hal ini ialah sifat-sifat sosial dan moral yang dikembangkan agama-agama itu pada pengikut-pengikutnya. sosial dan agama. Pergumulan itu memiliki ciri-ciri yang sama dengan pergumulan pada zaman keluaran. Tampaknya pada saat Israel memasuki Kanaan kegiatan seperti itu sudah mencapai taraf yang belum terjadi pada zaman para bapa leluhur. Sebaliknya. ekonomi dan hukum di Israel oleh agama Baal yang dibawa Izebel dari Fenisia. mereka bergumul selama waktu yang panjang dengan agama Baal melalui pelayanan para nabi sebelum pembuangan. Sikap yang kurang bermusuhan terhadap agama orang Kanaan dalam Kitab Kejadian selaras dengan kenyataan bahwa "kedurjanaan orang Amori itu belum genap" (Kejadian 15:16). melainkan soal struktur masyarakat . Dari bahan tersebut kita ketahui.

sebagai "TUHAN.atau paling sedikit tidak mengekang . Babel dan agamanya akan dihukum. Yesaya 45:7 menyatakan YHWH sebagai Dia "Yang menjadikan terang dan menciptakan gelap. 1993. Mungkin salah satu implikasi dari pandangan ini ialah bahwa YHWH menawarkan pilihan kepada bangsabangsa.Th. M. bandingkan Yeremia 10). hanya Yhwh yang menyatakan makna peristiwa-peristiwa itu (lihat 40:12-26. Allah semesta langit". 5:11-12. hanya YHVH yang campur tangan dalam peristiwa-peristiwa dunia.21. C. Namun mereka dapat memilih apakah mereka akan mengakui hal itu dengan rela dan sukacita. Zaman Babel dan Persia Pandangan dalam tulisan-tulisan dari zaman Babel dan Persia mendukung pendapat bahwa sikap agama Yahudi terhadap agama-agama lain bervariasi sesuai dengan keadaan. sehingga bagian ini tampak juga sebagai bagian Perjanjian Lama yang paling universalis. 33 Marie Clarie Barth dan Frommel. 2002.mana yang adil dan benar bagi Nabot dan orang lain. Karena itu bagian ini tampak sebagai bagian Perjanjian Lama yang paling nasionalis dan eksklusif. Yesaya 40 55. Namun selain keyakinan tadi. suatu gelar yang dapat diberikan kepada dewa utama bangsa-bangsa lain dalam kerajaan Persia (lihat Ezra 1:2. hanya YHWH yang memerintah di surga. 37. Barth. 1:4-5. 2:4. YHWH adalah Allah: atau Bel dan Nebo adalah ilah-ilah. Teologi Perjanjian Lama 4. 6:9-10.44. Yesaya 40-55 melawan Bel dan Nebo dewa-dewa Babel yang sepadan dengan 'EL dan Baal. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Hlm. Daniel. yang menjadikan nasib mujur dan menciptakan nasib malang" Agaknya sang nabi dengan sengaja menentang dualisme agama Babel. Ezra-Nehemia dan Daniel menyebut Allah. 41:1-7. 7:12. 46:1-13. Kitab Yesaya 40-55. bagian Yesaya ini menyampaikan bahwa hubungan YHWH dengan Israel mempunyai makna bagi seluruh dunia.19 6.20 Berbeda dengan Yesaya 40. Hlm. Daniel 2:18-19. Ezra dan 19 20 Dr.20. Dan sikap yang sama terdapat juga dalam Yesaya 56-66. 21-9.55. Kemungkinan bahwa orang Babel memuja YHWH dengan memakai nama Bel tidak terpikirkan. Apabila mereka !ilelihat karya YHWH untuk umat-Nya Israel.Ahab dan Izebel dalam perlakuan mereka terhadap Nabot. menegaskan bahwa hanya YHWH adalah Allah dan juga menjelaskan komitmen YHVH kepada Israel sebagai umat-Nya. segala bangsa akan mengakui bahwa hanya YHWH sendiri Allah. Neh. 42:5-9. 29 . Hanya YHVH saja yang menciptakan. 5:23 ("Yang berkuasa di sorga").23. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Agama Baal mendukung . atau dengan terpaksa.

2002.seperti Yusuf dahulu . 21 21 DR.Nehemia melayani raja Persia dan . Jakarta: BPK Gunung Mulia. Peterson.Daniel dengan teman-temannya mendapat nama-nama asing yang mempunyai makna keagamaan. Kitab Daniel. Namun demikian. Robert M. Hlm. Ezra dan Nehernia sama-sama menegaskan bahwa umat YHVH harus dipisahkan dari bangsa dan agama sekitarnya. 60 . dan supaya mereka mempertahankan ibadat (Daniel 3) dan kesalehan mereka (Daniel 6). Siahaan dan DR. Dan Daniel mengimbau supaya orang Yahudi tetap setia kepada YHVH serta hidup dengan suci (Daniel 1). SM.

22 23 Pdt. memelihara dan membela maka Allah menyatakan namaNya yang menunjukkan sifatNya kepada umatNya:23 a. Indrawan Eleeas. Allah bertindak sebagai dokter yang Maha Kuasa ke atas umatNya (Keluaran 15:26). JEHOVAH. berarti bahwa Tuhan adalah Panji-panji Kemenangan Israel. Ketika mereka berhadapan dengan laut kolsum. dan juga bagaimana para tokohtokoh Alkitab mengerti siapa itu Allah. Nama Elohim-lah yang dipakai Allah ketika menjadikan manusia menurut rupa dan gambar Allah (Kejadian 1:26). Hlm. Nama Elohim menyatakan ke-Maha Kuasaan dari Allah.22 2. 1. Jakarta: Gandum Mas. Karena melalui nama-nama itu menunjukkan siapa Allah itu. ELOHIM. Itulah nama dari Bapa yang memperkenalkan Diri kepada Israel. Jehovah Rapha.Bab IV Konsep Allah dalam Perjanjian Lama Berdasarkan Nama Allah Pada bab sebelumnya kita sudah melihat nama-nama Allah. 14:13-14). Isu masa Kini Tentang Nama Allah. 68 Ibid. 2008. berarti bahwa Tuhanlah yang menyembuhkan umatNya. b. DR. Dalam memimpin Israel. hlm. Pada bab ini maka kita bisa menemukan sebuah konsep tentang Allah berdasarkan nama-nama Allah. Ketika Allah menciptakan langit dan bumi. Kata Jehovah berarti Tunggal. Elohim adalah nama dalam bentuk jamak menunjukkan ke-Esa-an dari Allah yang Tritunggal. Dengan nama Jehovah-lah Allah memperkenalkan diri kepada Israel bahwa Dialah yang ada sejak dahulu. Walaupun Israel mengenal Allah yang Tungal tetapi Perjanjian Lama telah juga mewahyukan bahwa ke-jamak-an dari Allah telah diperkenalkan sejak pertama. Jehovah Nissi. 70-78 . Jehovah berarti Allah yang datang kepada umatNya dan mengadakan perjanjian dengan mereka Israel hanya menerima Jehovah sebagai Allah yang Tunggal dan kepadaNya mereka berseru dan menyembah. benar bahwa Tuhan telah menjadi Panji Kemenangan Israel (Keluaran 17:8-15. Kata Jehovah begitu sakral bagi umat Israel. sekarang dan selama-lamanya (Keluaran 3:13-14). kemudian menciptakan manusia maka Allah memakai nama Elohim. Tuhanlah berperang ganti umatNya.

melainkan Dia adalah Allah yang hidup yang bergerak ditengah-tengah umatNya. Ialah yang memimpin dan melindungi dan memberkati kita. Mazmur 23). 3. Dialah Allah Maha Penyelamat yang telah menolong umatNya dengan ke-Maha KuasaanNya dari tangan musuh (Kejadian 14:18-20). Penggenapan Janji Allah diwujudkan melalui kedatangan Yesus Kristus dilanjutkan kedatangan Roh Kudus. sejarah bangsa ini merupakan sejarah kerajaan Allah diatas muka bumi ini. Tuhan dengan segala sifatNya yang diwujudkan melalui namaNya dinyatakan oleh Roh Kudus keatas orang percaya. Karena itu. membela dan membenarkan kita. Sifat Allah ini berlaku bukan hanya kepada Israel tetapi kepada umatNya masa kini. Jehovah Tsidkenu. Jehovah Shalom. Manifestasi Jehovah sebagai kebenaran dinyatakan di dalam Yesus Kristus Tuhan kita (Yohanes 14:6. Dua kali mereka terbuang untuk dilenyapkan tetapi selalu tetap bertahan dan eksis. Maha Agung. Banyak orang tidak memahami kekuatan rohani apa yang ada kepada bangsa Israel sehingga mereka dapat bertahan melalui penghancuran yang terjadi untuk melenyapkan bangsa ini. Dialah Allah yang Maha Kuasa yang mengasihi isi dunia dan .c. berarti Tuhan ada dan hadir dengan umatNya. Allah Israel bukanlah sebuah gagasan dari satu agama manusia. Jehovah Shammah. (Habakuk 6:24). Keyakinan atas ketujuh sifat Jehovah di atas-lah menjadi rahasia yang menyebabkan mereka mampu bertahan sebagai bangsa. Yohanes 16:13). Tuhan senantiasa menyertai kita dimanapun kita berada (Yehezkiel 48:35). Dialah yang memberi damai-sejahtera kepada umatNya. Tidak satupun bangsa di dunia yang dapat menandingi penderitaan pembinasaan seperti yang dialami bangsa ini. berarti bahwa Tuhanlah yang menjadi Gembala kita. (Yeremia 23:6). berarti bahwa Tuhanlah yang menjadi Kebenaran UmatNya. d. Maha Berkuasa. Jehovah Roi. Kata "El" berarti "Tuhan". Ialah yang mengampuni. e. Satu-satunya Maha Kuasa" (Ulangan 32:4). Tuhan sebagai Gembala dimanifestasikan dalam Tuhan Yesus Kristus sebagai Gembala yang baik (Yohanes 10. Ketujuh nama Allah yang menunjukkan sifatNya yang menyertai orang percaya sekarang berlaku keatas GerejaNya. El-Elyon artinya Allah Maha Kuat. berarti bahwa Tuhan adalah Raja Damai. El-Elyon. f.

ya Abba" Hubungan orang percaya dengan Allah dikiaskan seperti hubungan Bapa dan Anaknya. Filipi 2:9). Dia berjanji akan menggenapi janjiNya dengan sempurna. berarti Allah yang mencukupi segala kebutuhan umatNya. Dia menuntut ketaatan dan kesetiaan umatNya. Ya Bapa" (Roma 8:14. 27 7. El-Olam bahwa Allah yang kekal selalu memegang teguh semua janjiNya (1 Timotius 1:17). 28 William W. Berarti Allah yang kekal. maka Roh Kudus dari dalam hati berseru: "Bapa. Menzies dan Stanley M. Hlm 51 Ibid. 25 5.memberikan AnakNya yang tunggal kepada isi dunia untuk menyelamatkan isi dunia (Yohanes 3:16). hlm 66 25 24 . Allah Israel juga menjadi Bapa kepada umatNya. hlm 49 27 Ibid. 2003. Jakarta: Gandum Mas. Ketika Yesus bangkit dari antara orang mati. Dialah yang mengatur kehidupan manusia dan memberi hidup yang kekal kepada manusia. Abba = Bapa. 24 4. Horton. yang menguasai. hlm 64 28 Ibid. El-Shaddai. El-Shaddai. 26 6. Allah Maha Kuasa selalu menggenapi janjiNya (Kejadian 17:1). Adonai berarti Tuhan. Doktrin Alkitab.Galatia 4:6). orang percaya harus taat kepadaNya. Yesus Kristus menjadi "Adonai". Ketika Roh Kudus turun ke atas orang percaya. ElShaddai bahwa Allah yang Maha Kuasa akan mencukupkan kita. Karena Dialah Adonai kita (Kisah 2:36. Inilah pekerjaan Roh Kudus yang ajaib. maka Allah menjadikan Dia Tuhan. memerintah alam semesta dan memerintah umatNya (Keluaran 23:17). bahwa setiap anak Tuhan dapat menyebut Allah "Ya Abba. hlm 53 26 Ibid. El-Olam.

Allah yang imanen ini menyatakan diri-Nya melalui penyataan/wahyu-Nya kepada manusia sehingga manusia dapat mengenal-Nya (Roma 1:19). Secara gari besar Perjanjian Lama menunjukkan bahwa Allah adalah Allah yang berdaulat dalam pengertian sebagai berikut: Pertama. Kelima. Karena tak mungkin bersalah atau mengubah rencana-Nya.Bab V Kesimpulan Dari pembahasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa konsep Allah dalam Perjanjian lama dijelaskan melalui nama-nama yang dipakai untuk menunjukkan sifat dan atribut Allah. Allah yang Berdaulat adalah Allah yang Trinitas. ³Bergantung/berserah´ itulah beriman. Allah yang Berdaulat adalah Allah yang transenden (nun jauh di sana) dan sekaligus imanen (yang dekat dengan manusia). Penyataan diri Allah ini harus dimengerti di dalam konsep atributatribut Allah. misalnya. kita sudah seharusnya bersyukur dan terus bergantung di dalam-Nya karena hanya Dia lah Sumber Hidup yang layak dipercayai sepenuhnya. Allah yang kekal ini adalah Allah yang melampaui ruang dan waktu. Ketiga. yaitu Tiga pribadi Allah (Allah Bapa. Allah yang Berdaulat adalah Allah yang menyatakan diri. yaitu ³sifat-sifat´ Allah yang dikomunikasikan/diberikan kepada manusia. Kedua. sebagai makhluk ciptaan-Nya. maka Ia tidak mungkin bersalah atau mengubah rencana yang telah ditetapkan-Nya sejak semula. Ia merencanakan dan menetapkan segala sesuatu di dalam sejarah dunia. Allah memiliki atribut-atribut-Nya yang berada pada diri (tidak bergantung pada apa dan siapapun). Di dalam kekekalan-Nya. Allah yang kekal berarti Allah itu tidak terikat oleh ruang dan waktu seperti manusia yang sementara/ fana/ terbatas adanya. kebajikan. Allah Putra dan Allah Roh Kudus) di dalam satu Esensi Allah. . Allah yang Berdaulat tentulah Allah yang tidak terbatas/kekal. Allah yang Berdaulat adalah Allah yang Berkuasa mutlak. Keenam. maka Dia juga tidak memerlukan apa dan siapapun sebagai penasehat-Nya di dalam menjalankan rencana-Nya. Oleh karena itu. Karena Dia tidak mungkin berubah. Allah yang Berdaulat adalah Allah yang Kekal dan tidak bergantung pada apa dan siapapun. Dengan kata lain. yaitu atribut yang dapat dikomunikasikan (communicable attributes). Allah yang Berdaulat adalah Allah yang Esa sebagai Pencipta dan Pemelihara alam semesta. Keempat. Allah yang Berdaulat tentu berdaulat juga di dalam membatasi diri-Nya untuk dikenal oleh ciptaan.

yaitu kekekalan. Allah yang Berdaulat adalah Allah yang Mahakasih sekaligus Maha adil. atribut-atribut Allah yang tidak dapat dikomunikasikan kepada manusia (incommunicable attributes). . Kedua. Mengapa? Karena atribut-atribut-Nya menyatakan suatu kekonsistenan di dalam diri Allah. jangan sekali-kali memisahkan atributatribut-Nya. karena atribut-atribut-Nya menyatakan bahwa diri-Nya adalah Berdaulat mutlak.keadilan. dll. kekudusan dan kebenaran. Kalau kita mengerti tentang Pribadi Allah yang Berdaulat. ketidakterbatasan. Ketujuh.

2002. C. DR. Horton. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Hlm. SM. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Pdt. Vriezen. Teologi Perjanjian Lama 4. Cross Anonim. 2003. Stuhlmueller. John E. Barth. Board for Mission and Unity. Islamic Invasion. Siahaan. 1992. 2002. Harvest House Publishers. Jakarta: BPK Gunung Mulia Eleeas. 1993. Marie Clarie dan Frommel. 1984. William W. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Agama Israel Kuno. Jakarta: Gandum Mas. Robert M. dan Wright. 1-5 . Peterson. Dr. Goldingay. Kitab Daniel. M. Kitab Yesaya 40-55. Doktrin Alkitab. dan DR. Isu masa Kini Tentang Nama Allah.1973. Christopher JH. C. Jakarta: Gandum Mas. dan Stanley M. Indrawan. 2007. Keesaan Allah dalam Perjanjian Lama.DAFTAR PUSTAKA Anonim. 2003. 2008. Barth. DR.Th. Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih/OMF Menzies.