TUGAS PENGGANTI MID NAMA NIM MATA KULIAH : RIYAD FEBRIAN ANWAR : B11110480 : HUKUM TATA NEGARA

Jelaskan Sistem Pemerintahan Presidensial dan Parlementer Serta Menjabarkan Kelebihan Maupun Kekurangan Pada Setiap Sistem Pemerintahan! Sistem Presidensial Pengertian Sistem presidensial (presidensial), atau disebut juga dengan sistem kongresional, merupakan sistem pemerintahan negara republik di mana kekuasaneksekutif dipilih melalui pemilu dan terpisah dengan kekuasan legislatif. Menurut Rod Hague, pemerintahan presidensiil terdiri dari 3 unsur yaitu: 
 

Presiden yang dipilih rakyat memimpin pemerintahan dan mengangkat pejabatpejabat pemerintahan yang terkait. Presiden dengan dewan perwakilan memiliki masa jabatan yang tetap, tidak bisa saling menjatuhkan. Tidak ada status yang tumpang tindih antara badan eksekutif dan badan legislatif.

Dalam sistem presidensil, presiden memiliki posisi yang relatif kuat dan tidak dapat dijatuhkan karena rendah subjektif seperti rendahnya dukungan politik. Namun masih ada mekanisme untuk mengontrol presiden. Jika presiden melakukan pelanggaran konstitusi, pengkhianatan terhadap negara, dan terlibat masalah kriminal, posisi presiden bisa dijatuhkan. Bila ia diberhentikan karena pelanggaran-pelanggaran tertentu, biasanya seorang wakil presiden akan menggantikan posisinya. Model ini dianut oleh Amerika Serikat, Filipina, Indonesia dan sebagian besar negaranegara Amerika Latin dan Amerika Tengah. Dalam sistem pemerintahan presidensial, badan eksekutif dan legislatif memiliki kedudukan yang independen. Kedua badan tersebut tidak berhubungan secara langsung seperti dalam sistem pemerintahan parlementer. Mereka dipilih oleh rakyat secara terpisah. Untuk lebih jelasnya, berikut ini ciri-ciri, kelebihan serta kekurangan dari sistem pemerintahan presidensial. Ciri-ciri dari sistem pemerintahan presidensial adalah sebagai berikut.

Badan eksekutif lebih stabil kedudukannya karena tidak tergantung pada parlemen. Kabinet (dewan menteri) dibentuk oleh presiden. 2. Presiden adalah kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. Presiden Indonesia adalah lima tahun. yang berwenang terhadap jalannya pemerintahan. presiden berwenang terhadap jalannya . yaitu dengan cara mengeluarkan semacammosi tidak percaya. di mana sistem parlemen dapat memiliki seorang presiden dan seorang perdana menteri. Presiden tidak dapat membubarkan parlemen seperti dalam sistem parlementer. 3. Kabinet bertangungjawab kepada presiden dan tidak bertanggung jawab kepada parlemen atau legislatif. masa jabatan Presiden Amerika Serikat adalah empat tahun. tetapi dipilih langsung oleh rakyat atau suatu dewan majelis. Kekuasaan eksekutif diluar pengawasan langsung legislatif sehingga dapat menciptakan kekuasaan mutlak. Dalam presidensiil. 2. 3. Dalam hal ini parlemen memiliki wewenang dalam mengangkat perdana menteri dan parlemen pun dapat menjatuhkan pemerintahan. Pembuatan keputusan atau kebijakan publik umumnya hasil tawar-menawar antara eksekutif dan legislatif sehingga dapat terjadi keputusan tidak tegas dan memakan waktu yang lama Sistem Parlementer Pengertian Sistem parlementer adalah sebuah sistem pemerintahan di mana parlemen memiliki peranan penting dalam pemerintahan. Legislatif bukan tempat kaderisasi untuk jabatan-jabatan eksekutif karena dapat diisi oleh orang luar termasuk anggota parlemen sendiri. Presiden tidak berada dibawah pengawasan langsung parlemen. Kelebihan Sistem Pemerintahan Presidensial 1. Presiden tidak bertanggungjawab kepada parlemen. Penyusun program kerja kabinet mudah disesuaikan dengan jangka waktu masa jabatannya. Misalnya. Berbeda dengan sistem presidensiil. Hal itu dikarenakan presiden tidak dipilih oleh parlemen. 4. Parlemen memiliki kekuasaan legislatif dan sebagai lembaga perwakilan. Masa jabatan badan eksekutif lebih jelas dengan jangka waktu tertentu. Presiden tidak dipilih oleh parlemen. Sistem pertanggungjawaban kurang jelas. Kekurangan Sistem Pemerintahan Presidensial 1.      Penyelenggara negara berada ditangan presiden. Anggota parlemen dipilih oleh rakyat.

Kelebihan Sistem Pemerintahan Parlementer 1. namun dalam sistem parlementer presiden hanya menjadi simbol kepala negara saja. seperti dalam Republik Weimar Jerman dan Republik Keempat Perancis. Hal ini karena kekuasaan eksekutif dan legislatif berada pada satu partai atau koalisi partai. Kekurangan Sistem Pemerintahan Parlementer . Sistem parlemen dipuji. Pembuat kebijakan dapat ditangani secara cepat karena mudah terjadi penyesuaian pendapat antara eksekutif dan legislatif. Kekuasaan eksekutif bertanggung jawab kepada kekuasaan legislatif. menuju kritikan dari beberapa yang merasa kurangnya pemeriksaan dan keseimbangan yang ditemukan dalam sebuah republik kepresidenan.pemerintahan. Perdana menteri memiliki hak prerogratif (hak istimewa) untuk mengangkat dan memberhentikan menteri-menteri yang memimpin departemen dan nondepartemen. Kekurangannya adalah dia sering mengarah ke pemerintahan yang kurang stabil. dibanding dengan sistem presidensiil. Kekuasaan eksekutif presiden ditunjuk oleh legislatif sedangkan raja diseleksi berdasarkan undang-undang. Kekuasaan eksekutif dapat dijatuhkan oleh legislatif. Sistem parlemen biasanya memiliki pembedaan yang jelas antara kepala pemerintahan dan kepala negara. memberikan keseimbangan dalam sistem ini. tidak ada pemisahan kekuasaan yang jelas antara cabang eksekutif dan cabang legislatif. Ciri-ciri pemerintahan parlemen yaitu:       Dikepalai oleh seorang perdana menteri sebagai kepala pemerintahan sedangkan kepala negara dikepalai oleh presiden/raja. 3. dan kepala negara ditunjuk sebagai dengan kekuasaan sedikit atau seremonial. Namun beberapa sistem parlemen juga memiliki seorang presiden terpilih dengan banyak kuasa sebagai kepala negara. Garis tanggung jawab dalam pembuatan dan pelaksanaan kebijakan public jelas. Adanya pengawasan yang kuat dari parlemen terhadap kabinet sehingga kabinet menjadi barhati-hati dalam menjalankan pemerintahan. dengan kepala pemerintahan adalah perdana menteri. Sistem parlementer dibedakan oleh cabang eksekutif pemerintah tergantung dari dukungan secara langsung atau tidak langsung cabang legislatif. Oleh karena itu. 2. Menteri-menteri hanya bertanggung jawab kepada kekuasaan legislatif. atau parlemen. karena kefleksibilitasannya dan tanggapannya kepada publik. sering dikemukakan melalui sebuah veto keyakinan.

Kelangsungan kedudukan badan eksekutif atau kabinet tidak bias ditentukan berakhir sesuai dengan masa jabatannya karena sewaktu-waktu kabinet dapat bubar. Kabinet dapat mengendalikan parlemen. . anggota kabinet dapat mengusai parlemen. Pengalaman mereka menjadi anggota parlemen dimanfaatkan dan manjadi bekal penting untuk menjadi menteri atau jabatan eksekutif lainnya. Parlemen menjadi tempat kaderisasi bagi jabatan-jabatan eksekutif. Hal itu terjadi apabila para anggota kabinet adalah anggota parlemen dan berasal dari partai meyoritas.1. Karena pengaruh mereka yang besar diparlemen dan partai. Kedudukan badan eksekutif/kabinet sangat tergantung pada mayoritas dukungan parlemen sehingga sewaktu-waktu kabinet dapat dijatuhkan oleh parlemen. 2. 4. 3.