DAMPAK IMAN DALAM MEMBENTUK KEPRIBADIAN Oleh: Marhadi Muhayar, Lc., M.Sh.

): ( . .
Jamaah shalat Jumat rahimakumullah« Apabila seorang muslim telah bermakrifat kepada Allah swt dengan keimanan yang sempurna, maka jiwanya akan menjadi kokoh dan kuat, meninggalkan kesan yang baik dan mulia. Keimanan yang sempurna itu akan mengarahkan seseorang untuk memiliki wawasan keislaman yang luas dan pandangan yang jauh ke depan dalam usaha menegakkan kebenaran dan meningkatkan keluhuran budi pekerti. Peranan iman dalam membentuk kepribadian seseorang sangat potensial, sehingga dampaknya akan nampak pada kehidupannya sehari-hari. Ia akan memiliki kemerdekaan jiwa, keberanian dalam menegakkan kebenaran, hidup mandiri, selalu merasa tenang dan tentram, senantiasa berkomunikasi (munajat) dengan Dzat Penciptanya dan dampak-dampak positif lainnya. Kemerdekaan Jiwa Manusia yang beriman akan memiliki kemerdekaan jiwa yang bebas, terlepas dari kungkungan atau pengaruh orang lain. Ia hanya meyakini bahwa Allah sajalah yang mengangkat derajat seseorang atau merendahkannya, memuliakan atau menghinakannya. Keyakinan tersebut dibarengi dengan usaha yang kuat agar memperoleh kebaikan dan kesuksesan. Ia meyakini hanya Allah sajalah yang memberi dan mengambil sesuatu dari manusia, orang lain tidak berhak memperbudak dirinya. Allah swt berfirman, ´Katakanlah: "Aku tidak berkuasa menarik kemanfa`atan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan«µ (QS. alA·raf, 7:188)

.

dan melahirkan keturunan saja. Allah swt berfirman. hasrat.Dengan keimanan yang kuat dan keyakinan terhadap Allah yang mendalam. karena manusia dianugerahi oleh Allah swt berbagai macam potensi yang ada pada dirinya. . seorang muslim akan memiliki keberanian dalam membela kebenaran. bukanlah untuk menghamba atau memperhamba sesamanya. dan kemauan yang luhur itu.´«segolongan telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri. Manusia diberi kemampuan yang tidak jauh berbeda antara satu dengan lainnya. Sikap ketergantungan yang berlebihan tersebut akan menjadikan seseorang lupa kepada hakikat dirinya sebagai manusia yang merdeka. Mereka yakin terhadap pertolongan Allah yang diperuntukkan bagi pembela kebenaran dan para pejuang yang berjihad di jalannya. mereka menganggap bahwa orang itulah sumber rizki yang diperolehnya. karena tujuannya jelas yaitu untuk memperoleh kehidupan yang mulia. niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu ke luar (juga) ke tempat mereka terbunuh«µ (QS. Jiwa semua manusia akan bebas merdeka untuk menentukan jalan hidupnya masing-masing. Ia menghendaki agar hidupnya tidak hanya untuk makan. Berani Membela Kebenaran Dengan memiliki keimanan yang sempurna. mereka berkata: "Sekiranya ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini. Ia tidak segan-segan menjilat terhadap orang lain atau merendahkan dirinya sendiri hanya karena sejumlah materi yang ia terima. maka lenyaplah segala macam perbudakan antar sesama manusia. mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliyah. 3:154) Hidup Mandiri Banyak manusia yang menggantungkan dirinya pada orang lain secara berlebihan. maka ia akan sejajar dengan yang lainnya. ia akan menjadi manusia yang bermanfaat bagi masyarakatnya. Katakanlah: "Sekiranya kamu berada di rumahmu. perbudakan lahir ataupun batin. tetapi ia ingin agar hidupnya yang hanya sekali di dunia ini bermakna. asalkan ia mau mengembangkan kemampuan yang dimilikinya. Materi itu sebenarnya tidak seberapa dan tidak berarti sama sekali jika dibandingkan dengan kemerdekaan dan harga dirinya. Ali Imran. dan kehadirannya tidak sia-sia. Mereka menyembunyikan dalam hati mereka apa yang tidak mereka terangkan kepadamu. Mereka berkata: "Apakah ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini?" Katakanlah: "Sesungguhnya urusan itu seluruhnya di tangan Allah". Sikap seperti itu amat tercela menurut pandangan Islam. baik perbudakan yang legal atau tersembunyi. kawin. Dengan cita-cita. niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) di sini".

hubungan sosial. seorang muslim juga bergaul dengan orang lain dalam hubungan kerja. Sesama manusia hendaknya menjalin hubungan sebagai saudara atau teman yang baik. tidak saling memperbudak dan menghambakan diri. . saling menghormati dan saling membantu antara satu dengan yang lainnya. sedang mereka yang kecil dan lemah menghormati yang besar dan kuat. saling tolong menolong dan saling menghormati.Manusia muslim akan senantiasa menjalin hubungan dengan manusia lain dalam batas-batas yang digariskan Allah. perdagangan. Tanpa ada yang kecil dan lemah. Dalam semua hubungan itu diharapkan adanya kerjasama yang baik. Khutbah Jumat Kedua . dan hubungan-hubungan lainnya. . . padahal mereka dilahirkan oleh ibu mereka dalam keadaan merdeka?µ Akhirnya Umar menyuruh si pelapor untuk memukul kembali pejabatnya sebagai balasan yang setimpal. tidak akan ada yang besar dan kuat. Khalifah Umar bin al-Khaththab yang terkenal dengan ketegasannya dalam memberlakukan egaliterianisme (persamaan hak) di negaranya. Mereka diberi kemampuan dan potensi yang beraneka macam agar dapat mengembangkannya dengan baik dan proporsional. Dengan cara inilah masyarakat madani yang dicita-citakan akan cepat terealisir. Maka Umar langsung memanggil pejabat yang dimaksud dan berkata. Dengan demikian mereka harus bersinergi untuk saling kerja sama demi mewujudkan hidup yang aman dan tentram. Sejarah mencatat. Masalahnya berawal dari pengakuan seorang warga yang dipukul oleh salah seorang pejabatnya ketika thawaf di Baitullah karena kesalahan sepele yang tidak disengaja. ´Berapa lama kamu telah memperbudak sesama manusia. Mereka yang besar dan kuat mengasihi yang kecil dan lemah. Jamaah shalat Jumat rahimakumullah« . Sebagai manusia biasa. pernah menegur seorang pejabat terasnya di daerah yang dianggap telah mengabaikan kepentingan rakyat.

Sebagian dari dampak keimanan pada kepribadian seseorang adalah timbulnya ketenangan dan ketentraman jiwa. manusia mukmin akan merasakan kebahagiaan dan kenikmatan dalam berbagai kegiatan yang digelutinya. Seorang yang jiwanya diliput dengan sinar keimanan. . hidupnya senantiasa bahagia tanpa banyak dirundung masalah. Akan tetapi jika orientasi jangka pendek yaitu kepentingan duniawi yang dijadikan tujuan. maka kebahagiaan dunia pun dengan sendirinya akan didapatkan. hidupnya. . al-Fath. seorang mukmin hidupnya akan tenang. Jika orientasi jangka panjang yaitu akhirat ini sebagai tujuan. yaitu mencapai ridha Allah swt. maka belum tentu kebahagiaan akhirat akan terwujud tanpa hambatan. ! . . 48:4) . . . dan matinya hanya untuk kepentingan akhirat. ia langsung bersyukur kepada Allah. secara totalitas ia mengabdikan ibadahnya. ´Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada)«µ (QS. Ia selalu menyadari bahwa setiap hembusan nafasnya dan gerak-geriknya adalah pemberian dari Allah swt. Jiwanya tidak resah maupun gelisah karena selalu mengingat Allah dan hanya bertumpu kepada-Nya. baik lahir maupun batin. ia tabah dan sabar menjalaninya. dan ketika mendapat kepahitan atau kesusahan. . Ketika mendapat kenikmatan. baik lahir maupun batin sebagaimana yang Allah swt janjikan dalam firman-Nya. Dengan ketenangan itu. Oleh karena itu. . Semuanya akan dipertanggungjawabkan kelak di hadapan-Nya. Dengan demikian.