EPISTEMOLOGI ILMU KALAM

Makalah Disampaikan pada Seminar Kelas untuk Mata Kuliah Filsafat Ilmu Bersama Mohammad Muslih, MA

Oleh : Anwar Ma’rufi NIM: 31.21.028

PROGRAM PASCASARJANA INSTITUT STUDI ISLAM DARUSSALAM (ISID) PONDOK MODERN GONTOR 2011

Pengantar Filsafat. seperti fikih. Namun. Pendahuluan Dalam Dirasat Islamiyah. Jan Hendrik Rapar. antara lain ilmu ushuluddin. (Yogyakarta: Kanisius. B. 1996). yaitu (1) apa sumber-sumber ilmu kalam itu? (2) bagaimana pengetahuan itu dapat diketahui? (3) dan apa ukurannya bahwa pengetahuan itu disebut benar (valid)? Tiga pertanyaan ini yang akan memandu uraian dan ulasan penulis berikut ini. tafsir. Meski disiplin ini banyak menuai kritik dari ulama klasik. ilmu tauhid. 37 1 . Bahkan terlihat lebih kokoh dari sebelumnya. Disebut ilmu tauhid karena ilmu ini membahas keesaan Allah. atau ilmu). yang terdiri dari dua kata. ilmu akidah. Karenanya menarik untuk dibahas dari sisi bangunan epistemologinya. iman kepada wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad. Definisi Ilmu Kalam Ilmu kalam bisa disebut dengan beberapa nama. Dinamakan Epistemologi adalah suatu cabangn filsafat yang bersangkut paut dengan teori pengetahuan. yaitu episteme (pengetahuan) dan logos (kata. percakapan. hal. sebelum membahas lebih jauh akan penulis ulas tentang definisi ilmu kalam terlebih dahulu.EPISTEMOLOGI ILMU KALAM A.1 Melihat ilmu kalam dari sisi epistemologi. secara umum akan ditemukan tiga persoalan pokok. namun ia masih tetap kokoh dan eksis sampai sekarang. atau fiqh al-Akbar. Istilah epistemologi berasal dari bahasa Yunanu. pikiran. ilmu kalam merupakan kajian yang pokok dan sentral. Disebut ilmu ushuludin karena ilmu ini membahas pokok-pokok agama semisal iman kepada Allah swt. filsafah Islam dan lain sebagainya. Karena begitu sentralnya kedudukan ilmu kalam dalam Dirasat Islamiyah mampu mewarnai bahkan dalam taraf tertentu ‘mendominasi’ corak muatan materi kajian-kajian keislaman yang lain. iman kepada hari kebangkitan dll. sifat-sifat dan perbuatan-Nya. lihat.

5 Sementara menurut al-Iji ilmu kalam adalah ilmu yang mampu mengukuhkan akidah Islam dengan memaparkan argumentasi-argumentasi dan menyanggah atas beberapa kekeliruan dan keraguan. ۵٩٩١(، ص‬ . ص‬ ‫2أ ل‬ :‫) و ورو و‬ Rosihon Anwar dan Abdul Rozak. Pertama fiqh al-akbar yang membahas keyakinan atau pokok-pokok agama atau ilmu tauhid. Ilmu Kalam. Alasannya karena istilah teologi berarti hanya diskursus mengenai Tuhan saja. Vol II No. Orientalis dan Teologi Islam: Sketsa Awal. Sesuai dengan asal katanya. Resse yang mendefinisikan dengan “discourse or reason concerning God” (diskursus atau pemikiran tentang Tuhan). ٦٠٠٢(. menurutnya hukum Islam yang dikenal dengan istilah fiqh terbagi atas dua bagian. membahas hal-hal yang berkaitan dengan masalah muamalah.3 Banyak kalangan orientalis yang menyamakan ilmu kalam dengan istilah teologi. ia berasal dari bahasa Yunani kuno ‘theos’ (dewa. mulai yang berkenaan dengan . ilmu kalam tidak sesederhana sebagaimana definisi orientalis. fiqh al-ashghar. sebenarnya penyamaan ini juga tidak terlalu tepat. Sedangkan dalam literature Islam.ilmu akidah karena ia banyak membahas tentang ilmu-ilmu akidah agama Islam atau membahas hukum-hukum akidah yang berkaitan dengan iman. Desember 2005. Tuhan) dan ‘logos’ (wacana. Namun. dalam Islamia. م ا م: ر‬ ‫زر‬ ٢ .‫دار ا م.4 Ibnu Khaldun mendefinisikan ilmu kalam sebagai disiplin ilmu yang mengandung berbagai argumentasi tentang iman yang diperkuat dengan dalildalil rasional. Majalah Pemikiran dan Peradaban Islam. 13 Syamsudin Arif. Dan menurut alFarabi. hal. ilmu kalam adalah disiplin ilmu yang membahas Dzat dan sifat Allah beserta eksistensi semua yang mungkin. 3 4 ‫ها‬ ‫و‬ ‫ا ذاھب ا‬ ‫. bukan pokokpokok agama melainkan cabang (furu’) saja. hal. Ia mencakup prinsip-prinsip keimanan dan pokok-pokok ajaran agama berdasarkan dalil-dalil naqli (wahyu) maupun ‘aqli (rasio logika). perbincangan). 11-12 :‫، )ا ھرة‬ ‫: د ل ودر‬ ‫ا‬ 5 ‫د ا ح ا ر ، ا رق ا‬ . Kedua. Seperti William L. (Bandung: Pustaka Setia.2 Fiqh al-Akbar sendiri adalah istilah khusus yang dikemukakan oleh Imam Abu Hanifah.‫وھ . 3. tt).

/845 M. 218 H. 5/April-Juni 2005. hudud. hal.9 Untuk kasus pertama sering diistilahkan dengan muhkam sedang yang kedua dinamakan dengan mutasyabih. Secara langsung artinya memahami wahyu sebagai pengetahuan jadi dan langsung mengaplikasikannya tanpa perlu pemikiran. 233 .) menggunakan istilah mutakallimun untuk mereka yang terlibat dalam diskusi pelaku dosa besar yang diangkat oleh kaum Murjiah. (Yogyakarta: Penerbit Jendela. Worldview Sebagai Asas Epistemologi Islam. kewajiban. ،(١٩٩١ ، ‫وھ‬ 7 :‫م، )ا ھرة‬ ‫ما‬ ‫درا‬ ‫،ا د لإ‬ ‫ود ا‬ ‫ن‬ 6 ١٨-١٧ . M. Tahun II No. dalam Buku Pemikiran Islam Kontemporer. secara tidak langsung berarti memahami wahyu sebagai pengetahuan mentah sehingga perlu tafsir dan penalaran dengan merujuk kepada ayat-ayat yang lain.‫ص‬ Tim Saluran Teologi Lirboyo 2005. baik secara langsung maupun tidak langsung.6 Ilmu kalam baru menjadi disiplin ilmu yang berdiri sendiri setelah tokoh-tokoh Mu’tazilah mempelajari buku-buku filsafat yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Arab yang selanjutnya disinergikan dengan nalar keislaman. 20 9 A.). 2003). Imam Abu Hanifah menamainya dengan fiqh al-Akbar.masalah dunia sampai masalah sesudah mati yang berlandaskan ajaran Islam. ilmu kalam masih dalam rumpun kajian fiqih. hal. 8 Sebelum menjadi disiplin ilmu yang mandiri. Akidah Kaum Sarungan: Refleksi Mengais Keheningan Tauhid. janji dan ancaman. Kitab Fihrits. dan tujuan akhirnya adalah memproduksi ilmu ketuhanan secara filosofis. dalam ISLAMIA Majalah Pemikiran dan Peradaban Islam. 2008). Namun. C. Khudori Soleh. Momen ini terjadi pada masa Khalifah al-Ma’mun (w. 7 Tahap penamaan Kalam sebagai ilmu dapat juga dirujuk dari fakta sejarah ketika Ibnu Sa’ad (288 H. 164 8 Hamid Fahmy Zarkasyi. hal. Contoh untuk yang muhkam adalah ayat-ayat tentang halal. haram. istilah kalam yang merujuk kepada disiplin ilmu pemikiran spekulatif muncul pada akhir abad ke-4 Hijriyah. Abid al-Jabiri: Model Epistemologi Islam. (Lirboyo: Tamatan Aliyah Lirboyo Angkatan 2005. di dalam karya Ibnu Nadim. Sumber Pengetahuan Ilmu Kalam Semua aliran dalam pemikiran kalam berpegang kepada wahyu (alQur’an dan Hadits) sebagai sumber pokok.

dan Kualitasnya. hal. 140 15 M.12 Semua aliran kalam sepakat untuk mengamalkan Hadits mutawatir. hal-hal yang berkenaan dengan akidah haruslah berdasarkan petunjuk al-Qur’an dan atau Hadits mutawatir. 183-184 13 Hadits mutawatir adalah Hadits yang diriwayatkan oleh sejumlah besar perawi sehingga tidak mungkin seluruhnya sepakat untuk berdusta. (Jakarta: Gema Insani Press. hal. (Tangerang: Pustaka Imam Syafi’i. Hadits Nabi Menurut Pembela Pengingkar dan Pemalsunya. dalam Buku Pemikiran Islam Kontemporer. hal. Setiap Hadits shahih yang datang dari Nabi saw mereka terima dan pakai. Syuhudi Ismail. Namun tidak semua Hadits dapat dijadikan dasar dalam menetapkan akidah. W. 1995).Sementara untuk yang mutasyabih contohnya adalah ayat-ayat tentang Asma’ Allah dan sifat-sifatnya. alib bahasa: Nabhani Idris dan Saefudin Zuhri. hal. hal. alih bahasa: Mudzakir AS. 10 Kenyataan adanya ayat muhkam dan mutasyabih ini memberikan pengertian bahwa meski al-Qur’an sebagai sumber utama. Sedangkan Hadits menempati urutan kedua. (Jakarta: Gema Insani Press. Ahlus-sunnah wal Jama’ah: Keimanan. (Jakarta: Hikmah. Abid al-Jabiri: Model Epistemologi Islam. Studi Ilmu-ilmu Qur’an. 2009). 234 12 Muhammad Idrus Ramli. Sedangkan Hadits ahad adalah Hadits yang diriwayatkan oleh para perawi yang jumlahnya tidak mencapai derajat mutawatir. hal. serta mereka mengharamkan untuk menyalahinya. 14 Alasan yang menolak Hadits ahad sebagai rujukan akidah. 103 .16 Sementara ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah tidak membedakan antara masalah akidah dengan masalah lainnya.15 Mereka itu adalah ulama dari kalangan Mu’tazilah. alih bahasa: Ummu Fauzi. Al-Qur’an adalah dalil yang membuktikan kebenaran risalah Nabi Muhammad saw dan dalil yang membuktikan benar dan tidaknya suatu ajaran. dan apa yang berhubungan dengan keyakinan haruslah dalil yang bersetatus qath’i. 2009). 95 16 Omar Bakri Muhammad. Khudori Soleh. (Yogyakarta: Penerbit Jendela. hal. 306 11 A. Madzhab Al-Asy’ari. Menurut Imam Ibnul Qayyim. Benarkah Ahlussunnah WalJama’ah?: Jawaban terhadap Aliran Salafi.11 Secara hirarkis. (Surabaya: Khalista. tt). Manhaj ‘Aqidah Imam asy-Syafi’i Rahimahullah. Al-‘Aqil. 35 14 Muhammda bin A. 2005). M. Sifat. 2003). mereka berselisih pendapat dalam mengamalkan Hadits ahad. 2009).13 Namun. walaupun Hadits ahad tidak 10 Manna’ Khalil al-Qattan. tetapi ia tidak selalu memberikan ketentuan pasti. Lihat Kamarudin Amin. (Bogor: Pustaka Lentera AntarNusa. sebab akidah adalah berkenaan dengan keyakinan. al-Qur’an merupakan sumber rujukan utama dari semua argumentasi dan dalil. Menguji Kembali Keakuratan Metode Kritik Hadits. Jadi menurut mereka.

17 Seluruh aliran kalam. 21 Terkait dengan persoalan akidah. Al-Juwaini: Peletak Dasar Teologi Rasional dalam Islam. Di lain pihak. Kelompok ini ada yang menamainya dengan ulama tradisionalis atau ulama salaf shalih. dan mengakui wajibnya berbuat baik dan menjauhi yang jahat. mengetahui wajibnya mengenal Tuhan. (Tangerang: Pustaka Imam Syafi’i. 2006). Menurut mereka akal hanya mampu mengenal bukti keberadaan Tuhan. Manhaj ‘Aqidah Imam asy-Syafi’i Rahimahullah. 59 20 Afrizal M. (Tiga Serangkai). Ulama…. 12 19 A. terdapat golongan yang menentang kaum rasionalis Mu’tazilah. Mu’tazilah berpendapat bahwa akal mampu mengenal Tuhan. tt). tt). memilih perbuatan baik dan buruk. Dimensi Praktis Ilmu Ushuluddin: Sebuah Alternatif Pengembangan Ilmu Ushuluddin. namun ia menunjukan kepada zhann ghalib (dugaan kuat) sehingga boleh bagi kita untuk menetapkan asma dan sifat-sifat Allah dengannya. Ulama dan Cendekiawan Muslim Ibnu Rusyd: Tujuh Perdebatan Utama dalam Teologi Islam. alib bahasa: Nabhani Idris dan Saefudin Zuhri. hal. hal. 19 Perbedaan ini.18 Selanjutnya perbedaan yang muncul adalah sejauh manakah posisi akal diperhatikan sebagai sumber pengetahuan untuk merumuskan akidah Islam. 141 18 Tsuroya Kiswati. 5 17 . dan mengetahui wajibnya berbuat baik dan menjauhi larangan hanya dapat diketahui berdasarkan wahyu. (Jakarta: Erlangga. Qadri Abdillah Azizy. pada akhirnya memberi corak dan warna yang berbeda dan perbedaan itu semakin kokoh dalam bentuk aliran-aliran kalam.menunjukan kepada ilmu yakin. hal. (Jakarta: Erlangga. Adapun kewajiban mengenal Tuhan. baik yang mempunyai corak rasional dan semi liberal maupun yang bercorak hadisi (tradisional) menggunakan akal sebagai sarana menyelesaikan persoalan kalam. hal. mereka (khususnya kelompok Asy’ari dan salaf) lebih mengutamakan teks alMuhammda bin A. Al-‘Aqil. Menurutnya akal memiliki kedudukan tinggi bagi manusia.. hal. Karena tingginya kedudukan akal itu. Mazhab kalam yang mengedepankan akal atau rasional dalam menjelaskan berbagai persoalan akidah Islam banyak menggunakan pendekatan filsafat meski tidak serta merta mengabaikan wahyu.20 Kelompok ini diwakili oleh ulama Mu’tazilah. W. 3-4 21 Afrizal M. memilah baik dan buruk. dalam Buku Teologi Islam Terapan: Upaya Antisipasif terhada Hedonisme dan Kehidupan Modern..

Maksudnya akal harus tunduk kepada ketentuan al-Qur’an dan Sunnah. ulama kalangan Maturidiyah: “Ilmu adalah menangkap objek ilmu sesuai kenyataannya. Dan di sisi lain terjadi silang pendapat dalam menetapkan akal sebagai sumber pengetahuan. sambil tetap berpegang teguh dengan wahyu. (Jakarta: Mizan. serta ketidakharusan bagi syariat bersesuaian dengan penilaian akal. kesejukan dada. Di lain pihak. 324 . dapat dipahami bahwa Imam al-Maturidi sepakat dengan Mu’tazilah dalam hal baik dan buruk dapat ditemukan oleh akal berdasarkan implikasi bahaya atau manfaat yang ditimbulkan. ulama Mu’tazilah. Oleh karenanya mereka menyebut dirinya sebagai kelmpok ahlusunnah wal jama’ah. (Erlangga.) dan Baqilani (338-403 22 Murtadha Muthahhari. terdapat perbedaan persepsi di kalangan ulama ahli kalam mengenai definisi ilmu.22 Abu Manshur al-Maturidi.Qur’an dan Sunnah (naql) daripada akal (‘aql). Hakikat Ilmu dan Metodologi Pencapaian Ilmu Sebagaimana yang dilaporkan oleh Saiful Anwar dalam sebuah desertasinya. nampaknya menangkap kekurangan Imam Asy’ari dan Imam Ahmad bin Hanbal yang terlalu tekstual.23 Dari paparan di atas mengenai posisi akal.). Bagaimanapun juga. Keadilan Ilahi: Asas Pandangan Dunia Islam. Imam al-Maturidi lebih mengacu pada pendekatan yang moderat antara penafsiran rasional model Mu’tazilah dan penafsiran harfiah model salaf (Imam Ahmad bin Hanbal dan Ibnu Taimiyah) dan Imam Asy’ari. yang juga termasuk pembela ahlu sunnah. hal. manusia mampu menangkap mana yang baik dan mana yang buruk. menurut Imam Maturidi. dan ketentraman hati. ilmu adalah “Apa yang menghasilkan ketenangan jiwa. NU Studies: Pergolakan Pemikiran antara Fundamentalisme Islam dan Fundamentalisme Neo-Liberal. Imam Maturidi sepakat dengan Imam Asy’ari tentang sumber penngetahuan al-Qur’an dan Hadits. Dan bertentangan perihal ketentuan baik dan buruk dengan Imam Asy’ari. 2009). Menurut Qadli ‘Abd al-Jabbar (325-415 H. hal. alih bahasa: Agus Efendi.” Menurut defines Badzawi (427-493 H.” Sedang menurut Juwaini (419-478 H. 2006). dengan anugrah akal yang khas itu. 19 23 Ahmad Baso.). D.

tt). ialah tibanya (husul) makna (ma’na) sesuatu benda atau objek ilmu ke dalam jiwa. Sedangkan ilmu nadzari adalah jenis ilmu yang cara perolehannya memerlukan pikiran dan penalaran yang sungguh-sungguh seperti air itu terdiri dari dua molekul hidrogen dan satu molekul oksigen. Sebagian besar.”24 Meski terdapat perbedaan persepsi mengenai ilmu. hal. Islam. mereka membagi ilmu pengetahuan menjadi dua yakin ilmu Allah yang qadim dan ilmu manusia yang hadits (baharu).27 Saeful Anwar. hal. hal. maka ilmu adalah tibanya (wusul) diri (jiwa) kepada makna sesuatu hal atau objek ilmu. (Jakarta: Erlangga.H. 1985). Maka definisi yang tepat untuk hakikat ilmu dengan Allah sebagai sumbernya. 90 dan 103 25 Syed Muhammad Naquib al-Attas. Al-Juwaini: Peletak Dasar Teologi Rasional dalam Islam. 177 26 Tsuroya Kiswati. 132 24 . Filsafat Ilmu Al-Ghazali: Dimensi Ontologi dan Aksiologi. Dan ilmu hadits (baharu) ini dibagi menjadi dua.25 Secara prinsipil.” Lebih lengkapnya seperti yang didefiniskan oleh Imam al-Ghazali (Ulama dari kalangan Asy’ariyah): “Maka ilmu adalah rumusan tentang pengambilan akal terhadap gambar-gambar objek akal dan kenyataannya pada dirinya. pembagian ilmu menurut para mutakalimin tidak berbeda satu sama lain. serta tercetaknya gambar-gambar itu pada akal. 47 27 Kamarul Shukri Mohd The. tapi pada dasarnya semua ilmu itu datangnya dari Allah dan ditafsirkan oleh jiwa melalui saranasarana yang dianugrahkan oleh-Nya. hal.) keduanya dari kalangan ulama Asy’ariyah: “Ilmu adalah mengetahi objek ilmu sesuai realitasnya. sesuai dengan prinsip mereka yang tidak mengakui adanya sifat bagi Allah. Dengan memandang jiwa sebagai penafsir. (Bandung: Pustaka Setia. (Kuala Lumpur: Utusan Publication dan Distributors Sdn Bhd. yaitu ilmu yang bersifat dharuri dan ilmu yang bersifat nadzari (penalaran). 2008). Pengantar Ilmu Tauhid. Secularism and the Philosophy of the Future. 2007). Hanya Mu’tazilah yang tidak mengakui adanya ilmu Allah yang qadim.26 Ilmu dharuri adalah ilmu yang cara perolehannya tidak perlu untuk dipikirkan secara mendalam seperti satu itu adalah setengah dari dua. (New York: 950 University Avenue.

karena bagaimana mereka menolak akal padahal Allah menganjurkan agar umat Islam melakukan kajian rasional. sehingga mereka tidak memenangkan dan menempatkan akal di atas naql. Sunnah Nabi SAW dan apa yang diriwayatkan dari sahabat. Alilran…. tetapi tanpa ragu-ragu mereka menundukkan naql kepada hukum akal (taqdim al-‘aql ‘ala naql). Mereka tidak mengingkari naql (teks al-Qur’an dan Hadits). Sebaliknya kami menjauhi orang-orang yang menyalahi pendapatnya. hal. Secara umum. Kami mendukung semua itu. mengangkat drajatnya dan meneguhkan kedudukannya. Bagi pendukung akal (Mu’tazilah). Untuk itu mereka menakwilkan ayat-ayat mutasyabihat. al-Asy’ari berkata: “Pendapat yang kami ketengahkan dan akidah yang kami pegangi adalah sikap berpegang teguh kepada Kitab Allah. Mazhab Asy’ariyah bertumpu pada al-Qur’an dan Hadits. Tabi’in dan Imam-imam Hadits. Akal mereka anggap sebagai pelayan bagi naql. Di dalam kitab alIbanah sebagaimana yang dikutip oleh Ibrahim Madkour. Alilran…. 67-68 . 48 Ibrahim Madkour. Bahkan sebaliknya mereka secara umum berprinsip bahwa naql menempati posisi teratas.30 Demikian juga ulama kalangan Maturidiyah.28 Berbeda dengan rivalnya. Prinsip ini mereka pergunakan untuk menghukumi berbagai hal dan berjalan begitu jauh. mereka tidak memberikan kebebasan sepenuhnya kepada akal seperti yang dilakukan oleh kaum Mu’tazilah.Perbedaan posisi akal sebagai sumber ilmu merupakan faktor kesulitasn tersendiri untuk mengungkap metode pencapaian ilmu. Pada prinsipnya. Alilran…. 66 30 Ibrahim Madkour. hal.”29 Kaum Asy’ariyah juga tidak menolak akal. 28 29 Ibrahim Madkour. mereka meyakini sepenuhnya kemampuan akal. Akal dan naql saling membutuhkan. Mereka amat teguh memegangi al-Ma’tsur. menolak Hadits-hadits yang tidak diakui oleh akal. hal. kami mendukung pendapat Ahmad bin Hanbal. mereka menghindari Hadits ahad. Naql bagaikan matahari yang bersinar sedangkan akal laksana mata yang sehat. Akal digunakan untuk meneguhkan naql dan membela agama. Mereka berpendapat bahwa alam alam punya hukum kokoh yang tunduk kepada akal.

serta mengungkap sebuah kebenaran. Lihat Jim dan Zam. (Yogyakarta: Belukar. dalam mengeksploralis ilmu logika Mu’tazilah lebih berani menundukkan naql di atas akal.32 Penggunaan logika Yunani atau mantiq yang sudah disinergikan dengan nalar keislaman tidaklah berjalan mulus tanpa kecaman. Sejarah dan Perkembangan Ilmu Mantiq. bahwa makna yang dimaksud dari teks itu perlu dijaga. peletak dasar mazhab Syafi’i. Filsafat Ilmu: Kajian atas Asumsi Dasar Paradigam dan Kerangka Teori Ilmu Pengetahuan. 187-188 31 .Meskipun mereka berbeda pendapat dalam memposisikan akal. kalangan Asy’ariyah. khususnya nahwu yang menjaga dari kemungkinan terjadinya penyimpangan makna. dikenal sebagai penentang logika Aristoteles Perumusan logika aristoteles dan dijadikannya sebagai dasar ilmu pengetahuan secara epistemology bertujuan untuk mengetahui dan mengenal cara manusia mencapai pengetahuan tentang kenyataan semesta baik sepenuhnya atau tidak. Perbedaan di atas. yang menurut perkembangannya merupakan adopsi dari filsafat Yunani. hal. kedua. membolehkan memaknai lafadz dengan ta’wil sebagaimana dipegangi oleh Mu’tazilah. Sedangkan kalangan Asy’ariyah berpendapat bahwa makna lafadz itu berdasarkan tauqifi. Dari sinilah kemudian lahirlah ilmu bahasa. hal. Imam asy-Syafi’i. karena al-Qur’an diturunkan dalam Bahasa Arab maka makna lafadz ditentukan oleh pengertian dan kebudayaan Arab. 2008). 13 32 Mohammad Muslih. Para ahli pikir Mu’tazilah sepakat bahwa makna itu berdasar konteks. pertama. seperti yang dilaporkan oleh Abid al-Jabiri dan yang dikutip oleh Mohammad Muslih adalah persoalan makna dan lafadz. khususnya logika Aristoteles.31 Bedanya. Dalam kasus ini terdapat dua pendapat. Sebaliknya. maturidiyah atau Hanabilah lebih banyak menggunakan logika yang berpegang pada makna teks atau rasional-deduktif. Pandangan Asy’ariyah ini kemudian berkonsekuensi. namun sebagian besar dari ulama tradisional juga menggunakan logika atau mantiq sebagaimana ulama Mu’tazilah. Karenanya mereka banyak melakukan pendekatan ta’wil atau interpretasi metaforis terhadap ayat-ayat mutasyabihat. persoalan berikutnya adalah apakah makna ditentukan oleh kebudayaan Arab atau menggunakan pendekatan lain. makalah tidak diterbitkan. Adanya kenyataan bahwa syariah diturunkan dalam Bahasa Arab.

Pengetahuan Intuitif Model Husserl dan Suhrawardi. lahir di Suhraward. Makanya pengetahuan itu dapat dicari meski terkait “objek yang tidak dapat dicerap.) 34 juga tercatat sebagai penentang logika Paripatetik atau Aristoteles. vol. dalam persoalan filsafat ilmu dikenal tiga teori klasik tentang kebenaran. proposisi.33 Suhrawardi (549-587 H.ini. 319-320 34 Nama lengkapnya adalah Syihab ad-Din Yahya bin Habasy bin Amirak. Lihat Mohammad Muslih. yakni dengan membandingkan atau menyamakan dengan realitas. 24 NO. model pengetahuan rasionalitas seperti itu banyak terjadi kelemahan. Mediterania Kuno. Iran Barat Laut.. hal. Imam asy-Syafi’i juga berpendapat bahwa umat Islam tidak boleh menafsirkan teks-teks berbahasa Arab menurut bahasa orang-orang Yunani dan menurut logika Aristoteles yang memiliki sistem bahasa dan logika yang berbeda dengan sistem Bahasa Arab. Ciri paling menonjol dari model pengetahuan ini adalah kebenaran silogisme. 12 35 Ibid. Pertama. dalam jurnal Al-Qalam. konsep. maksudnya ialah kesesuaian atau kesepadanan antara pernyataan (ide) dengan kenyataan (realitas).” Bagi Suhrawardi. Validitas Pengetahuan dalam Studi Ilmu Kalam Secara umum. karena suatu ide dianggap benar jika ia cocok dengan realitas.35 E. Bagi Suhrawardi problem yang mendasar di dalam logika Paripatetik adalah soal “validitas pengetahuan”. Kritik Imam asy-Syafi’i sebagaimana yang sering dikutip oleh para pengikutnya adalah ungkapan kebodohan dan diskusi kontroversial di antara mereka hanyalah disebabkan oleh karena mereka tidak mendalami Bahasa Arab dan karena kecenderungan mereka untuk memperlajari Bahasa Aristoteles. Teori ini menekankan bahwa kebenaran ialah saling kesesuaian antara ide atau kepercayaan dengan realitas atau fakta. hal. hal. (Ponorogo: CIOS. 3 (September-Desember) 2007. Teori ini bersifat empiris. di mana pemegang otoritas satu-satunya saat itu adalah logika Paripatetik ini. Aristotelianisme dalam Kacamata Para Tokoh Abad Tengah Penentang Logika. 2010). teori kebenaran korespondensi. dan problem definisi. 19 33 . bukan realitas Mufti Ali.

teori kebenaran koherensi. 39 Dengan kata lain pengetahuan dianggap benar jika bernilai praktis.36 Teori ini juga telah lama diperkenalkan oleh Ibnu Sina. 2005). Pengetahuan ini tidak terdapat pertentangan dalam dirinya (contradiction in terminis). hal. Pengantar Ilmu Filsafat. Pengetahuan yang memiliki kebenaran koherensi adalah pengetahuan yang diperoleh dengan mengikuti hukum-hukum logika. kebenaran sama artinya dengan kegunaan. Bagi kalangan rasionalis. 2008). pernyataan. Jadi. atau hipotesis yang benar adalah ide yang berguna. (Ponorogo: Darussalam Unniversity Press. (Ponorogo: Darussalam Unniversity Press. konsep. Sonny Keraf dan Michael Dua. hal. Ide yang benar adalah ide yang paling mampu memungkinkan sesorang -berdasarkan ide itu. juga tidak bertentangan dengan pengetahuan terdahulu.‫ت، )ا ھرة: دون ط ، ٠٦٩١(، ص‬ 38 ‫ا‬ :‫ء‬ ‫،ا‬ ‫73 إ ن‬ Mohammad Muslih. (Kuala Lumpur: Sanon Printing Corporation SDN BHD. hal. seperti Charles S. karenanya tidak terjadi tumpang tindih dan inkonsistensi. Bagi mereka. Peirce dan William James. Pengetahuan ini menekankan pada ketepatan berpikir. 2008). 2001). 66 36 ٤٨ . Pengantar Ilmu Filsafat. Teori ini dikembangkan dan dianut oleh filsuf-filsuf pragmatisme dari Amerika.melakukan sesuatu secara paling berhasil atau tepat guna. dalam hukum akal tidak boleh ada perberbedaan pendapat. suatu perkataan dianggap benar jika perkataan dan keyakinan itu sesuai dengan kenyataannya. 9 39 A. Sebagian besar ulama ahli kalam berpendapat bahwa akidah dan hukum akal harus meyakinkan dan bersifat qath’i. Ilmu Pengetahuan: Sebuah Tinjauan Filosofis. yang benar dan yang salah sama. dengan kontradiksinya sekiranya dipertentangkan dengan yang lainnya melalui dalil yang berbeda pada saat ditetapkan.38 Yang ketiga adalah teori kebenaran pragmatisme. menurutnya. 10 . (Yogyakarta: Kanisius. Sementara Abdul Rahman Haji Abdullah. nafi dan istbat.40 Dari tiga macam teori klasik tentang kebenaran di atas. Ilmu Kalam sering menggunakan teori kebenaran koherensi. Jika tidak dilakukan demikian maka akan terjadi keseimbangan antara kebenaran dan kesalahan. hal. Wacana Falsafah Ilmu: Analisis Konsep-Konsep Asas Filsafah. 71 40 Mohammad Muslih.37 Kedua.yang harus sesuai dengan ide. ide.

Karena tanpa adanya kebebasan ini. Al-Milal wa al-Nihal: Aliran-aliran Teologi dalam Sejarah Umat Manusia. Teori koherensi ini menjadi alur yang cukup kuat dalam sistem berpikir kaum Mu’tazilah. Keadilan Allah menuntut bahwa manusia harus bebas berkehendak.42 Menurut teori ini kebenaran suatu proposisi hanya dapat diterima jika sesuai dengan proposisi sebelumnya yang sudah diterima kebenarannya. “Ahmad tidak ada di dalam rumah pada jam tujuh pagi. Seperti ‘Abd al-Jabar dengan penekanannya pada konsistensi antara premis mayor (mujmal). Epistemologi Kalam Abad Pertengahan. Contohnya: (a) Berbuat dzalim adalah jahat (premis mayor). 70 43 Ibrahim Madkour. (Jakarta: Bumi Aksara.masalah yang diperselisihkan tidak mungkin mengandung kebenaran dan kesalahan secara bersamaan. hal. 2003). 1995). Mereka memandang bahwa keadilan Tuhan menjadi hilang jika seseorang dituntut harus mempertanggungjawabkan perbuatan yang tidak ia kerjakan. hal. Alilran dan Teori Filsafat Islam. Kebenaran koherensi ini mengharuskan adanya konsistensi berpikir logik. hal. (b) Perbuatan ini adalah dzalim (premis minor). problematika kebebasan kehendak menurut aliran Mu’tazilah berkaitan erat dengan prinsip keadilan Tuhan yang mereka kembangkan. alih bahasa: Yudian Wahyudi Asmin.” Kemudian ada orang lagi yang berkata. 2003).” Kedua pernyataan tersebut tidak mungkin benar semua. 41 Seperti ucapan seseorang. (c) Jadi perbuatan ini adalah jahat (konklusi). Asy-Syahrastani. atau ia dihisab tentang perbuatan yang tidak ia kehendaki. Sebagai contoh. 161-162 41 . “Ahmad ada di dalam rumah pada jam tujuh pagi. kenabian dan risalahnya tidak ada artinya. 183 42 Wardani. (Yogyakarta: LKiS. 43 Dan lain lagi dengan kalangan Asy’ariyah yang menekankan kekuasaan mutlak Tuhan. dan konklusi (ta’amul). (Surabaya: Bina Ilmu. premis minor (mufashshal). tidak ada dasar bagi syari’ah atau taklif bahkan untuk apa pengutusan para Rasul kepada orang yang tidak mempunyai kebebasan dalam mengikuti dan mendengarkan dakwah mereka. Ia memiliki system berpikir logika yang sangat ketat. alih bahasa: Asywadie Syukur.

tabi’in dan tabi’i tabi’in agar jangan sampai terjadi pertentangan antara ijtihadnya dengan ijtihad orang terdahulu.45 Karena kebenaran diasumsikan milik mujtahid. Dan yang terakhir adalah memiliki pengetahuan tentang qiyas. seorang mujtahid harus memiliki pengetahuan tentang al-Qur’an dan tafsirnya. 181-182 44 . Ketiga. menurut Abu al-Hasan al-Anbari sebagaimana yang dikutip oleh asy-Syahrastani. Ali Syari’ati: Biografi Politik Intelektual Revolusioner. beliau menyatakan setiap mujtahid yang meneliti masalah akidah memperoleh pahala karena ia telah mengarahkan daya pikirnya terhadap apa yang ditelitinya. Dari sisi ijtihad mereka memperoleh pahala dan semua ini berlaku untuk kalangan umat Islam. logika ilmiah dan empat sumber syariat yakni al-Qur’an. Al-Milal…. Lihat Ali Rahnema.44 Karenanya. pengetahuannya tentang ijmak sahabat. kritik dan penolakannya. khususnya berkaitan dengan studi ilmu kalam berikut metodologinya. pengetahuan tentang keadaan para perawinya. memiliki pengetahuan tentang Sunnah. Mereka beranggapan bahwa bangunan Menurut Ali Syari’ati mujtahid adalah seorang yang ‘tercerahkan’ dan ‘peneliti bebas’ yang mencari jawaban-jawaban baru berdasarkan ‘semangat dan orientasi agama.Jika demikian kebenaran hanya milik mujtahid. 465 45 Asy-Syahrastani. mujtahid adalah orang yang mempunyai ilmu pengetahuan cukup dalam bidang Bahasa Arab yang memungkinkannya dapat memahami nash secara baik. seorang ulama Asy’ariyah.. baik dari sisi sikap adil dapat dipercaya. Kritik terhadap Epistemologi Ilmu Kalam Dewasa ini. syarat-syarat seorang mujtahid ada lima perkara: Pertama. Hadits. hal. banyak terjadi kegelisahan akademik yang menimpa para pemikir muslim kontemporer. Kritik mereka sangat mendasar. baik dari isi ataupun sanadnya. langsung kepada epistemologi studi ilmu kalam. Disebutkan oleh Syahrastani. Kedua. Keempat. ijmak (kesepakatan) dan akal. 2002). hal. (Jakarta: Erlangga. maka para ulama memberikan syarat-syarat yang ketat bagi seorang mujtahid. sekalipun hasil penelitiannya itu masih mengandung kemungkinan benar atau salah.46 F. 184 46 Ibid.

budaya. dalam sebuah artikelnya. barangkali.info/fdak/index. yang disusun oleh ulama dan kaum cerdik cendekia terdahulu. ekonomi. tengah dan modern tidak boleh diubah sistematika. salah satu penyebab tidak berkembangnya disiplin keilmuan kalam khususnya atau studi-studi keislaman pada umumnya. Menurutnya. Kajian Ilmu Kalam di UIN. diantaranya: “Apakah mungkin mengawinkan atau setidaknya mendialogkan disiplin dan metodologi “filsafat” dan “kalam” dalam pemikiran Islam kontemporer. sebagai body of knowledge. bahkan jalan buntu yang dihadapi oleh ilmu-ilmu apapun. dan politik.48 Untuk keperluan itu.47 Sebagaimana yang dikutip oleh Amin Abdullah. sekarang maupun yang akan datang? Apakah akidah Islamiyah. lihat http://uinsuka. dapat begitu saja terlepas dari pengaruh dan campur tangan dimensi ruang dan waktu ketika ia dirumuskan baik dahulu. disiplin ilmu filsafat dan pendekatan filosofis pada umumnya sangat membantu untuk menerobos kemacetan. lebih dari segi materi maupun metodologi. yang selama berabad-diupayakan namun selalu gagal? Jika memang begitu kenyataannya. metodologi dan konteknya sesuai dengan pergumulan dan perubahan zaman serta perkembangan metodologi keilmuan yang mengitarinya? Bolehkah rumusan dan adagium-adagium ilmu kalam disusun ulang sesuai dengan tuntutan dan tantangan sosial-keagamaan serta perkembangan ilmu pengetahuan yang mengitarinya?” Dapatkah dominasi pendekatan tekstual dan kontektual bergulir ke arah kontektual dan praksis sosial yang aktual dalam kehidupan kongkrit sehari-hari? Puncak pertanyaannya. diambil pada 23 Januari 2011 48 Ibid 47 . berdasarkan pengamatan dalam penelitian Fazlur Rahman. Amin Abdullah mengemukakan beberapa pertanyaan yang mendasar. apakah disiplin ilmu kalam. bergaul. adalah dipisahkannya dan dihindarinya pendekatan dan pemahaman filosofis dalam batang tubuh kerangka keilmuan kalam.keilmuan kalam tidak cukup kokoh untuk menyediakan seperangkat teori dan metodologi yang banyak menjelaskan bagaiamana seorang agamawan yang baik harus berhadapan.php?option=com_content&task=view&id=152. adalah sebagai berikut: bolehkah apa yang biasa dan selama Amin Abdullah. berhubungan dengan penganut agama-agama yang lain dalam alam praksis sosial. khususnya yang dirumuskan dan diteorisasikan oleh ulama kalam klasik. bersentuhan.

“dogma” atau “akidah” digagas sebagai teori” keilmuan kalam. Pandangan demikian sekaligus mencerminkan paradigma yang ada dalam benak mereka. Dan dapat ditebak. kajian kritis mereka terhadap metodologi ilmu kalam perlu diapresiasi dan dipertimbangkan sekaligus dianalisa secara mendalam untuk kemashlahatan Islam di dunia dan akherat. G. fuqaha. namun mereka banyak menolong agama Islam dari serangan-serangan pemikiran agama lain dan kaum atheis. sebagai ganti dari teori kebenaran koherensi. Ilmu Kalam adalah milik kaum elit intelektual yang tidak banyak bermanfaat untuk kalangan bawah. bukan di dunia semata.ini disebut-sebut sebagai “doktrin”. sebagai pemeharti keilmuwan. sahabat. Dari perbedaan epistemologi di atas. Lain halnya dengan Mu’tazilah. yaitu paradigma materialistis sebagaimana telah diperkenalkan oleh kaum Marxis. ulama. Meski demikian. cerdik cendekia) dalam merumuskan dan mensistematisasikannya?” Mereka mengkritik betapa studi ilmu kalam itu sangat melangit dan tidak membumi. Terlepas dari keabsahan epistemologi masing-masing aliran ilmu kalam. karena adanya unsur campur tangan dan intervensi manusia Muslim (nabi. mutakallimun. Penutup Membaca Ilmu Kalam dari sisi epistemologi merupakan aktifitas yang menjadikan seseorang akan lebih arif dalam melihat perbedaan. dalam artian menurut bahasa Hasan Hanafi. usuliyyun. penulis beranggapan bahwa perbedaan pendapat mengenai persoalan akidah merupakan suatu keniscaayaan. mereka menghendaki untuk beralih kepada teori kebenaran pragmatisme yang diimpor dari Amerika. nampaknya kalangan ulama ahlusunnah wal jama’ah (salafi. asy’ariyah dan maturidiyah) yang masih kuat berpegang kepada wasiat Nabi saw untuk senantiasa berpedoman dengan al-Qur’an dan Sunnah sebagai landasan berpikir dan beramal. meski mereka terlalu ekstrim dalam menggunakan akal. .

(Tiga Serangkai) A.php?option=com_content&task=view&id=1 52. (Jakarta: Erlangga. Worldview Sebagai Asas Epistemologi Islam. Asy-Syahrastani.DAFTAR PUSTAKA 1. Kajian Ilmu Kalam di UIN. (Surabaya: Bina Ilmu. (Jakarta: Erlangga. Abid al-Jabiri: Model Epistemologi Islam. Qadri Abdillah Azizy. 2003) Hamid Fahmy Zarkasyi. 2002) Amin Abdullah. dalam Buku Teologi Islam Terapan: Upaya Antisipasif terhada Hedonisme dan Kehidupan Modern. Al-Milal wa al-Nihal: Aliran-aliran Teologi dalam Sejarah Umat Manusia. Sonny Keraf dan Michael Dua. Bahasa Indonesia A. M. Ali Syari’ati: Biografi Politik Intelektual Revolusioner. dalam ISLAMIA Majalah Pemikiran dan Peradaban Islam. alih bahasa: Asywadie Syukur. Dimensi Praktis Ilmu Ushuluddin: Sebuah Alternatif Pengembangan Ilmu Ushuluddin. 2005) Afrizal M. NU Studies: Pergolakan Pemikiran antara Fundamentalisme Islam dan Fundamentalisme Neo-Liberal.info/fdak/index. Ilmu Pengetahuan: Sebuah Tinjauan Filosofis. (Yogyakarta: Kanisius.. dalam Buku Pemikiran Islam Kontemporer. Tahun II No. 2003) A. 2006) Ali Rahnema. (Kuala Lumpur: Sanon Printing Corporation SDN BHD. Wacana Falsafah Ilmu: Analisis KonsepKonsep Asas Filsafah. 5/April-Juni 2005 . (Yogyakarta: Penerbit Jendela. (Erlangga. lihat http://uinsuka. Khudori Soleh. Ulama dan Cendekiawan Muslim Ibnu Rusyd: Tujuh Perdebatan Utama dalam Teologi Islam. 2006) Ahmad Baso. 2001) Abdul Rahman Haji Abdullah.

2008) --------------. alih bahasa: Mudzakir AS. 1995) Jan Hendrik Rapar. dalam jurnal Al-Qalam. (Jakarta: Gema Insani Press. (Kuala Lumpur: Utusan Publication dan Distributors Sdn Bhd. Madzhab Al-Asy’ari. vol. 2008) M. (Yogyakarta: Belukar. Hadits Nabi Menurut Pembela Pengingkar dan Pemalsunya. Filsafat Ilmu: Kajian atas Asumsi Dasar Paradigam dan Kerangka Teori Ilmu Pengetahuan. (Bogor: Pustaka Lentera AntarNusa. Syuhudi Ismail. makalah tidak diterbitkan Kamarudin Amin. Menguji Kembali Keakuratan Metode Kritik Hadits. 2009) Kamarul Shukri Mohd The. (Jakarta: Mizan. alib bahasa: Nabhani Idris dan Saefudin Zuhri. Aristotelianisme dalam Kacamata Para Tokoh Abad Tengah Penentang Logika. 2009) Mohammad Muslih. (Ponorogo: Darussalam Unniversity Press. Alilran dan Teori Filsafat Islam. (Jakarta: Hikmah. (Surabaya: Khalista. alih bahasa: Yudian Wahyudi Asmin. 3 (September-Desember) 2007 Muhammad Idrus Ramli. Manhaj ‘Aqidah Imam asy-Syafi’i Rahimahullah. Studi Ilmu-ilmu Qur’an. (Yogyakarta: Kanisius. (Tangerang: Pustaka Imam Syafi’i) Murtadha Muthahhari. Pengetahuan Intuitif Model Husserl dan Suhrawardi. 2010) Mufti Ali. (Ponorogo: CIOS. 1996) Jim dan Zam. Benarkah Ahlussunnah Wal-Jama’ah? : Jawaban terhadap Aliran Salafi. Pengantar Filsafat. Pengantar Ilmu Tauhid. 1995) Manna’ Khalil al-Qattan. alih bahasa: Agus Efendi. W. Pengantar Ilmu Filsafat.Ibrahim Madkour. Sejarah dan Perkembangan Ilmu Mantiq. (Jakarta: Bumi Aksara. Al-‘Aqil. 24 NO. 2009) Muhammda bin A. 2009) . 2008) --------------. Keadilan Ilahi: Asas Pandangan Dunia Islam.

Secularism and the Philosophy of the Future.Omar Bakri Muhammad. Vol II No. ‫وھ‬ :‫)ا ھرة‬ :‫م‬ ‫. 2008) Tsuroya Kiswati. (Yogyakarta: LKiS. (Lirboyo: Tamatan Aliyah Lirboyo Angkatan 2005. 2005) Rosihon Anwar dan Abdul Rozak.‫دار ا م‬ ‫م ا‬ ‫درا‬ :‫م، )ا ھرة‬ (١٩٦٠ ، ‫ت، )ا ھرة: دون ط‬ . Epistemologi Kalam Abad Pertengahan. Ahlus-sunnah wal Jama’ah: Keimanan. 3. Al-Juwaini: Peletak Dasar Teologi Rasional dalam Islam. dan Kualitasnya. Filsafat Ilmu Al-Ghazali: Dimensi Ontologi dan Aksiologi. Ilmu Kalam. ) و ورو و‬ ‫ا‬ ‫، ا د ل إ‬ ‫ود ا‬ (١٩٩١، ‫وھ‬ ‫ا‬ :‫ء‬ ‫،ا‬ ‫أل‬ ‫ن‬ ‫إن‬ ‫ر ا ذاھب ا‬ (٢٠٠٦ . (Bandung: Pustaka Setia. Sifat. Akidah Kaum Sarungan: Refleksi Mengais Keheningan Tauhid. (Jakarta: Gema Insani Press. 2007) Syamsudin Arif. (Bandung: Pustaka Setia. tt) Wardani. dalam Islamia. tt) Saeful Anwar. Islam. م ا‬ ‫زر‬ :‫. Bahasa Arab ، ‫ه‬ ‫: د ل ودر‬ ‫و‬ ‫ا‬ ‫د ا ح ا ر ، ا رق ا‬ (١٩٩۵ . (Jakarta: Erlangga. 2003) 2. Majalah Pemikiran dan Peradaban Islam. 1985) Tim Saluran Teologi Lirboyo 2005. (New York: 950 University Avenue. alih bahasa: Ummu Fauzi. Desember 2005 Syed Muhammad Naquib al-Attas. Orientalis dan Teologi Islam: Sketsa Awal.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful